LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN PENGOLAHAN CITRA SATELIT

Disusun Oleh : Syarief Fitra Hasbullah 3.34.07.1.22 Informatika 3B

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 2009

HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL PRAKTEK KERJA LAPANGAN

a. Judul / Tema /Bidang Kerja PKL : Pengolahan citra satelit dengan ARC VIEW b. Penyusun Nama NIM c. Jurusan / Program Studi : Syarief Fitra Hasbullah : 3.34.07.1.22 : Teknik Elektro / Informatika

Boyolali, 11 januari 2010 Menyetujui Pembimbing Yang mengajukan permohonan

Slamet Handoko NIP 19750130 200112 1 001

Syarief Fitra Hasbullah NIM 3.34.07.1.22

Mengetahui Ketua Jurusan

Ahmad Jamaah NIP. 196203231985031004

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN PENGOLAHAN CITRA SATELIT

Disusun Oleh : Syarief Fitra Hasbullah 3.34.07.1.22 Informatika 3B

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 2009

07. Jurusan / Program Studi : Syarief Fitra Hasbullah : 3. Judul / Tema / Bidang Kerja PKL : b. 196203231985031004 . Penyusun Nama NIM c.HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN a.34.22 : Teknik Elektro / Infokom Semarang. Pembimbing 2 (Industri) Pembimbing 1 (Polines) Nama NIP Slamet Handoko NIP 19750130 200112 1 001 Mengetahui Ketua Jurusan Ahmad Jamaah NIP.1.

Hubungan dengan atasan c. Ketepatan waktu 3 4 5 d. No Komponen yang Dinilai 1 Kemampuan Beradaptasi dengan Lingkungan 2 Ketrampilan dalam menjalankan tugas : a.1.DAFTAR PENILAIAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN ( Diisi oleh Pembimbing dari Industri ) Nama Mahasiswa NIM Tempat PKL Waktu Petunjuk Pengisian : Syarief Fitra Hasbullah : 3.d 29 Agustus 2009 : Tuliskan nilai pada setiap komponen dengan angka 1 sampai dengan 10 untuk menunjukkan tingkat kompetensi mahasiswa PKL.07. Hubungan dengan relasi Kedisiplinan Kemandirian Sikap potensial : a. Disiplin kerja c. Hubungan dengan rekan kerja 6 7 8 d. Loyalitas/kesetiaan Nilai Keterangan .34. Sikap menghadapi pekerjaan b. Kemampuan memecahkan masalah Tanggung jawab terhadap tugas Inisiatif dan kreativitas Komunikasi : a. Kualitas hasil pekerjaan c.22 : Badan Pusat Statistik (BPS) : 28 Juli s. Bekerja dalam kelompok (kerja sama) b. Kesesuaian dalam instruksi b.

Semangat / motivasi kerja e. Penampilan Total Nilai Nilai Rata-rata Boyolali. Sunaryo NIP. 11 januari 2010 Badan Pusat Statistik Drs. DAFTAR PENILAIAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN ( Diisi oleh Pembimbing Polines ) Nama Mahasiswa NIM Tempat PKL : Syarief Fitra Hasbullah : 3.34.22 : Badan Pusat Statistik (BPS) .07.1.d.

Tujuan dan Sasaran PKL 2. Bahasa a. kesesuaian perencanaan kerja c. Isi a. Sistematika penulisan 2. Kemampuan pemecahan masalah d. Kelengkapan lampiran-lampiran Nilai Nilai Keterangan .Waktu Petunjuk Pengisian : 28 Juli s. Kualitas aktivitas mahasiswa b. Kemampuan dalam menyimpulkan e. Mudah dimengerti b.d 29 Agustus 2009 : Tuliskan nilai pada setiap komponen dengan angka 1 sampai dengan 10 untuk menunjukkan tingkat kompetensi mahasiswa PKL. Bahasa Indonesia EYD 3. No Komponen Yang Dinilai 1 Proposal (bobot nilai 20%) 1. Kelengkapan proposal PKL a. kesesuaian antara tujuan dan sasaran b. Sistematika penulisan 2 Laporan (80%) 1. Pengalaman baru yang diperoleh c.

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………. DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………… DAFTAR GAMBAR …………………………………………………………………….. DAFTAR TABEL ………………………………………………………………………… i ii iii vi viii .Semarang. Penilai Dosen Pembimbing PKL \ Slamet Handoko S.. 19750130 200112 1 001 DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ……………………………………………………………………… HALAMAN PENGESAHAN …………………………………………………………….………….Kom NIP.

... GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ……………………………………. PENDAHULUAN ……………………………………………………………… 1. mahasiswa dapat mengaplikasikan teori-teori yang mereka dapatkan dalam bangku perkuliahan..2..1.1.. . 2. Salah satu upaya yang ditempuh adalah melalui Praktek Kerja Lapangan (PKL).2. Dalam hal ini..1.. Tujuan dan Kegunaan PKL ………………………………………………… BAB II...... Uraian Jabatan ……………………………………………………... 2. Sebagai contoh di dalam pendidikan jenjang perguruan tinggi..2... Lintasan Sejarah ………………………………………………….. 1. Salah satu tujuan pendidikan baik itu formal ataupun non formal adalah memberikan bekal kepada anak didiknya. 2.2. Sejarah Singkat PT... terutama dalam bidang pendidikan... Baja Kurnia …………………………………………. Latar Belakang Pada dewasa ini kebutuhan mengenai informasi yang akurat sangat diperlukan di semua aspek kehidupan..1.. Filosofi Usaha ……………………………………………………..1. 2.BAB I.. Ruang Lingkup …………………………………………………………….. Latar Belakang ……………………………………………………………… 1.. Struktur Organisasi ……………………………………..1. BAB I PENDAHULUAN 1... bekal yang cukup di bidangnya sangat diperlukan dalam menghadapi dunia kerja nantinya...1. 2..3.

masalah memasukkan data-data ke dalam database. Oleh karena itu. . Untuk menunjang kelancaran pekerjaan. sedangkan bagi instansi itu sendiri dengan adanya mahasiswa yang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan tidaklah menjadi sebuah kerugian dan beban. Karena bagi mahasiswa instansi tersebut merupakan wadah dalam mengaplikasikan kemampuan yang dimiliki. Karena dalam pelaksanaan PKL.benar bisa melihat dan merasakan secara langsung bagaimana mengaplikasikan ilmu yang di dapat dalam perkuliahan dan banyak memberikan gambaran tentang dunia kerja yang akan mereka geluti nantinya sesuai dengan ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah. khususnya di kota Boyolali Jawa Tengah. antara lain adalah tentang masalah pemetaan. 1. sehingga dalam penerapan ilmu dan teori tersebut harus didapat dari luar kampus. dimana salah satunya adalah adanya divisi-divisi yang memiliki tugas tersendiri. Disini kita ditempatkan di bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik yang sesuai dengan ilmu yang kami tekuni. Adapun masalah-masalah yang ada dalam bidang Pembinaan. Terlebih nantinya mahasiswa akan menghadapi persaingan yang semakin ketat. profesional. Selain itu juga adanya para teknisi yang handal. total pendapatan tiap daerah dan lain sebagainya. BPS disini sebagai perantara antara bappeda dan masyarakat. telatih dan berpengalaman dibidangnya. tempat belajar yang efektif dan mendukung di luar kampus. mahasiswa benar . karena tidaklah cukup dengan teori dalam perkuliahan di dalam kampus.2.PKL mempunyai banyak manfaat besar dalam mengembangkan kemampuan yang dimiliki. maka BPS Boyolali mempunyai metodemetode tersendiri. PKL merupakan sebuah kerjasama yang menguntungkan antara mahasiswa dan instansi tempat melaksanakan PKL. untuk dapat menyelesaikan masalah yang ada dalam kehidupannya. tugas. Ruang Lingkup Dalam suatu perusahaan terdapat banyak kegiatan yang mana kegiatan tersebut dilakukan guna untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

1. d) Memberikan bekal mahasiswa untuk menjadi motivator. teknologi dan seni secara disiplin dan bertanggung jawab. c) Meningkatkan keterampilan yang dimiliki mahasiswa dalam melaksanakan dan mengembangkan dunia pengecoran dengan berlandaskan ilmu. perumusan dan pemecahannya secara praktis di lapangan. dinamisator dan problem solver.2 Instansi teknis keuntungan Instansi teknis dari Praktek kerja lapangan yaitu : a) Memperoleh informasi atau saran yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kantor. b) Memperdalam pengertian terhadap cara berfikir dan bekerja secara inter disipliner. b) Menjadi media untuk menggali potensi bidang statistik dan hasilnya sebagai masukan bagi instansi tersebut. 1.Dalam hal ini. yaitu: 1.1 Mahasiswa Tujuan dari Praktek kerja lapangan bagi mahasiswa yaitu : a) Dapat meningkatkan cara berfikir mahasiswa serta meningkatkan daya penalaran mahasiswa dalam melakukan penalaran. Tujuan dan Kegunaan PKL Tujuan yang diharapkan dari praktek kerja lapangan (PKL) ini ada tiga hal yang secara yang secara langsung memperoleh manfaat dengan terlaksananya kegiatan program PKL. menelaah suatu masalah.3. sehingga dapat mempertinggi tingkat kemampuannya.3.3. c) Mendapatkan bantuan tenaga mahasiswa dalam proses statistik. penyusun akan membahas masalah mengenai pengolahan citra satelit dalam menentukan blok-blok sensus 2010.3 Civitas akademik keuntungan Civitas akademik dari Praktek kerja lapangan yaitu : . pada laporan Praktek Kerja Lapangan di BPS Boyolali ini. 1.3.

berisi tentang latar belakang. tugas.5. hal yang berhubungan dengan pengolahan citra satelit menggunakan ARC VIEW yg digunakan sebagai salah satu cara untuk men-sensus penduduk tahun 2010. dan ketenagakerjaan. Instansi tersebut adalah BPS (Badan Pusat Statistik) yang beralamat di Jl. BAB I PENDAHULUAN. BAB IV PENUTUP. 1A Boyolali. serta sistematika penulisan laporan. Sistematika Penulisan Laporan Laporan PKL ini disusun berdasarkan sistematika penyajian sebagai berikut : 1. 3. struktur organisasi. Waktu dan tempat pelaksanaan PKL Dalam pelaksanaan praktek PKL. 1. pengembangan penelitian dibidang statistik. . 4. singkat. 2. penulis melaksanakannya di sebuah Instansi Pemerintah. Waktu pelaksanaan PKL yaitu selama kurang lebih satu bulan terhitung sejak tanggal 3 Agustus – 29 Agustus 2009. waktu dan BAB II TINJAUAN UMUM BPS BOYOLALI . 1. berisi tentang sejarah BAB III HASIL DARI PRAKTEK DI BPS BOYOLALI.visi dan misi. Berisi tentang hal tempat. Duren No. tujuan. yang dapat dijadikan sebagai acuan untuk penyusunan materi tambahan dalam perkembangan teknik statistik.a) Memperoleh berbagai kasus yang berharga yang dapat digunakan sebagai contoh dalam memberikan materi perkuliahan.4. Berisi tentang kesimpulan dan saran. Dalam pelaksanaannya penulis ditempatkan pada bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS). b) Mengetahui perkembangan berbagai jenis software atau peralatan baru.

. Di BPS Provinsi Jawa Tengah terdapat 38 BPS Kabupaten/Kota yaitu terdiri dari 29 Kabupaten dan 9 Kota.BAB II GAMBARAN UMUM BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BOYOLALI ( BPS BOYOLALI ) 2. Badan Pusat Statistik (BPS) dibantu oleh kantor perwakilan BPS yang terdapat di setiap ibu kota propinsi dan kabupaten/kota yaitu BPS Provinsi dan BPS Kabupaten/Kota.1 Sejarah Pendirian BPS Boyolali Untuk menerapkan berbagai macam program di daerah dan untuk memenuhi kebutuhan statistik pemerintahan daerah.

1) Pada awal 1946. Saat itu KAPPURI dipimpin oleh SEMAUN.1 Periode 1920-1942. Kantor Pusat Statistik (KPS ) diubah menjadi “Biro Pusat Statistik” (BPS). masa Hindia Belanda Periode pertama didirikan BPS pada tahun 1920-1942 1) Didirikan tahun 1920 dengan tugas mengumpulkan data statistik Bea dan Cukai. 6 tahun 1960 tentang Sensus dan tentang Statistik tanggal 26 September 1960 dengan Undang-Undang No. 2. masa pemerintahan RI Sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 Chosasitsu Gunseikanbu diubah menjadi Kantor Penyelidikan Perangkaan Umum (KAPPURI).5 Periode 1957-1997 Berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. Sementara itu di Jakarta Pemerintah Federal (Belanda) menghidupkan kembali CKS.1. 172/1957. 1) Pada tanggal 24 September 1960 dengan Undang-undang No. KAPPURI pindah ke Yogyakarta. 7 tahun 1960 ditetapkan bahwa “Biro Pusat Statistik” (BPS). 2. yang dipimpin oleh Mr. Abdul Karim Pringgodigdo. 2) Tanggal 24 September 1924 pusat kegiatan pindah dari Bogor ke Jakarta dengan nama Centraal Kantoor voor de Statistiek (CKS). 2. 2.1.2. Bernaung di bawah Gubernur Militer (Gunseikanbu) dengan nama Chosasitsu Gunseikanbu . masa pemerintahan Jepang 1) CKS beralih ke Pemerintah Militer Jepang. Kegiatannya diarahkan utuk memenuhi kebutuhan data yang berkaitan dengan Pemerintah Militer Jepang. kedua kantor tersebut dilebur menjadi satu dengan nama “Kantor Pusat Statistik” di bawah Kementrian Kemakmuran. dan langsung berada di bawah Perdana Menteri.3 Periode 1945-1950.2 Periode 1942-1945.1. ditugasi sebagai penyelenggara Sensus (pasal 2 UU No. 219/SC.4 Periode 1950-1957 1) Berdasarkan surat edaran Kementrian Kemakmuran 12 Juni 1950 No.1.1. 6 tahun 1960) dan BPS berada di lingkungan Kabinet Perdana Menteri sebagai Pusat . dan bernaung di bawah Departemen Landbouw Nijverheid en Handel.

dengan nama Badan Pusat Statistik (BPS) 2.2. 2.1.6 Kedudukan BPS adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. 5) Tahun 1980.7 Tugas BPS mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang kegiatan statistik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kedudukan. Berdasarkan PP No. dengan Keputusan Presidium Kabinet No. 7) Berdasarkan KEPPRES No. 6) Tahun 1992. tentang Organisasi BPS sebagai pengganti PP no. Wakil Kepala. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Statistik. fungsi. 6 tahun 1980. yang mengatur Organisasi dan Tata Kerja BPS (di Pusat dan Daerah). perwakilan BPS Daerah dan Unit Pelaksana Teknis (UPT).1.Penyaluran Statistik (Pasal 2 UU No.1 Visi BPS Penyedia Statistik Berkualitas . 2) Tahun 1961. untuk yang pertama kalinya BPS menyelenggarakan Sensus Penduduk sejak masa Kemerdekaan RI. Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan. Periode 1997-sekarang.6/1980. 16/1968. ditetapkan Peraturan Pemerintah No. ditetapkan Peraturan Pemerintah No.6/1980 di setiap propinsi terdapat kantor statistik dengan nama Kantor Statistik Provinsi dan begitu juga di setiap Kabupaten dan Kotamadya terdapat Kantor Statistik dengan nama Kantor Statistik Kabupaten/Kotamadya. ditetapkan Peraturan Pemerintah No. BPS dipimpin oleh seorang Kepala. susunan organisasi. dan tata kerja Biro Pusat Statistik selanjutnya diatur dengan Keputusan Presiden. 3) Tahun 1965. Setiap kantor Gubernur (Provinsi). Kabupaten/Kotamadya dan Kecamatan dibentuk bagian yang mengurus pelaksanaan Sensus Penduduk. tentang Organisasi BPS sebagai pengganti PP No. Deputi Administrasi. tugas. 7 tahun 1960).2 Visi dan Misi Perusahaan 2. Deputi Statistik Distribusi dan Neraca Nasional. Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik. 16 tahun 1968. 2 tahun 1992. 2. Aa/C/9 Bagian Sensus di tiap Kantor Gubernur dan Kabupaten/Kotamadya tersebut ditetapkan menjadi Kantor Sensus dan Statistik 4) Tahun 1968.6/1992 organisasi BPS terdiri dari Kepala.

dan berkesinambungan.4 Kewenangan Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2001 dalam menyelenggarakan fungsinya BPS mempunyai kewenangan : 1) Penyusunan rencana nasional secara makro di bidangnya 2) Perumusan kebijakan di bidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro 3) Penetapan sistem informasi di bidangnya 4) Penetapan dan penyelenggaraan statistik nasional 5) Kewenangan lain yang melekat dan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pelancaran dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang kegiatan statistik e. perlengkapan. kegiatan statistik dalam kerangka SSN yang andal. ketatausahaan. dan efisien. dan standardisasi Meningkatkan kapasitas sumber daya secara optimal sesuai dengan mutakhir. kearsipan.2. efektif. Meningkatkan upaya koordinasi. relevan. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi mutakhir. Penyelenggaraan statistik dasar c.3 Fungsi Sebagaimana tercantum dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2001 dalam melaksanakan tugas. 2.2 Misi Misi dari BPS adalah : 1) 2) 3) Menyediakan informasi statistik yang berkualitas. Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BPS d. keuangan. yaitu : a) statistic. integrasi. Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum. akurat. 2. dan rumah tangga. sinkronisasi. kepegawaian. lengkap. persandian. organisasi dan tata laksana.2. Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang kegiatan statistik b. b) Penyusunan pedoman penyelenggaraan survei statistik sektoral Perumusan dan pelaksanaan kebijakan tertentu di bidang kegiatan . BPS menyelenggarakan fungsi : a.

5 Struktur Organisasi BPS Boyolali Berikut bagan struktur organisasi pada BPS boyolali: Berikut ini merupakan struktur organisasi pada Badan Pusat Statistik kabupaten boyolali A.2. Sri Ariyanto B. Bagian Tata Usaha 1) 2) 3) 4) 5) Sunaryo Untung Rini Wijayanti Djoko Santosa Nevi Rahayu C. Bidang Statistik Sosial 1) Dani Dwi Widagdo . Kepala IR.

dimana didalamnya berisi table-tabel angka yang merupakan hasil sensus dari Kabupaten Boyolali Gambar 2.1 2. Bidang Neraca Wilayah dan Analisa Statistik 1) 2) Suharto Avia Dwi Shanti G.6 Produk Berikut beberapa produk atau publikasi pada BPS Boyolali 1. Bidang Statistik Distribusi 1) Hari Rinawan 2) Sulistiyaningsih F. Bidang Statistik Produksi 1) Sri Setyardjo 2) Joko Arif Yuwono E. . Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik 1) Sudarmadi 2) Wulan Fitriyanti 2.2) Heru Sigit D. Buku Boyolali dalam Angka Buku yang berisi tentang segala hal pendataan yang telah dilakukan oleh BPS. Buku pendapatan Domestik Regional Bruto ( PDRB ) Buku yang menjelaskan segala hal tentang pendapatan yang didapat oleh Kabupaten Boyolali dalam segala bidang.

BPS melakukan tiga kali sensus yaitu. survei antar sensus. dan Sensus Ekonomi (pada tahun berakhiran 6) dan melakukan pengumpulan data Potensi Desa (PODES) sebagai rangkaian kegiatan penyelenggaraan suatu sensus.7 Program Kerja BPS melakukan kegiatan pengumpulan data melalui sensus.3 2. Gambar 2. . Sensus penduduk (Pada tahun berakhiran 0). studi khusus dan kompilasi catatan administrasi atau data sekunder.Gambar 2. Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua unit populasi diseluruh wilayah Republik Indonesia untuk memperolrh karakteristik populasi pada saat tertentu.2 3. Buku Indeks harga Konsumen ( IHK ) Buku yang menjelaskan tentang inflasi atau deflasi yang terjadi terhadap indeks harga konsumen. Sensus Pertanian (Pada tahun berakhiran 3). survei sektoral atau survei lintas sektoral.

survei sektoral/lintas sektoral. Sekolah Tinggi Ilmu Statistik 4. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah 6.8 Klien / Kerjasama Beberapa klien kami adalah 1. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi 10. BPS Provinsi Jawa Tengah 3. Badan Informasi Komunikasi & Kehumasan Provinsi Jawa Tengah 9. BPS melakukan 3 kali sensus : Sensus Penduduk ( pada tahun berakhiran 0). studi khusus dan kompilasi catatan administrasi/data sekunder. Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua unit populasi di seluruh wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik populasi pada saat tertentu. Badan Pemerintahan Daerah BAB III ANALISIS dan PEMBAHASAN 3.2. Dinas Perikanan & Kelautan Provinsi Jawa Tengah 8. Biro Pembangunan Daerah 7.1. survei antar sensus. Badan Pusat Statistik 2. Sensus . Sistem Pengumpulan Data BPS melakukan kegiatan pengumpulan data melalui sensus. Kabupaten Boyolali 5.

dan pegukuran obyek kegiatan statistik pertanian. Pencacahan dalam Sensus Ekonomi dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh perusahaan dan kegiatan usaha di bidang ekonomi (kecuali pertanian) di seluruh wilayah Indonesia baik yang diusahakan secara permanen maupun tidak permanen termasuk pertambangan dan penggalian. bangunan dan konstruksi. 3. Karakteristik pokok dan rinci tersebut mencakup kegiatan usaha.1 Siklus Pelaksanaan Sensus Pencacahan dalam sensus penduduk dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh penduduk baik yang bertempat tinggal tetap maupun yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap (tunawisma. BPS juga melaksanakan Survei antar sensus yaitu survei yang dilakukan diantara 2 (dua) sensus . Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel dari sesuatu populasi untuk memperkirakan karakteristik suatu obyek pada saat tertentu. manusia/orang perahu. dan industri jasa. kegiatan usaha di bidang pertanian. anak buah kapal Indonesia. restoran dan hotel. Karakteristik pokok dan rinci tersebut mencakup karakteristik tentang penduduk perumahan dan lingkungannya. dan karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang kependudukan. Pencacahan dalam Sensus Pertanian dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh petani. dan suku terasing). gas dan air bersih. Sensus penduduk terakhir dilaksanakan BPS pada tahun 2000. pengangkutan dan komunikasi. dan Sensus Ekonomi (pada tahun berakhiran 6). tanaman. pemakaian bahan baku. dan pengumpulan data Potensi Desa sebagai rangkaian kegiatan penyelenggaraan suatu sensus. listrik.1. dengan desain pencacahan lengkap terhadap perumahan (12 karakteristik) dan penduduk (15 karakteristik). perusahaan pertanian. perdagangan. Karakteristik pokok dan rinci tersebut mencakup karakteristik petani. penyerapan tenaga kerja. produksi. serta karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang ekonomi. industri pengolahan. tanah. persewaan dan jasa perusahaan.Pertanian (pada tahun berakhiran 3). keuangan. serta karakteristik lain yag termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang pertanian.

Survei Potensi Desa (Podes). Kompilasi Produk administrasi dilakukan oleh BPS untuk mengadakan kerja sama dengan instansi Pemerintah lainnya dan atau swasta yang mengelola catatan administrasi dari suatu kegiatan. Survei Pendapatan Petani dan Struktur Ongkos Usaha Tani. data statistik wisatawan mancanegara. dan Survei Harga Produsen. misalnya Studi Khusus Konsumsi Makanan Jadi. polusi. atau kurang dari setahun. dan Survei Ekonomi Antar Sensus (Setas). Survei sektoral dan lintas sektoral merupakan survei bebas yang tidak berkaitan dengan salah satu sensus. Survei Biaya Hidup (SBH). tergantung pada percepatan perubahan data dan keperluan perencanaan. dan luas panen adalah beberapa contoh yang diperoleh dari instansi lain. Survei khusus Pendapatan Regional (SKPR). dan Survei Khusus Pembentukan Modal (SKPM). survei-survei jenis ini juga dilaksanakan secara berkala dengan kurun waktu beberapa tahun. impor barang dan jasa yang memanfaatkan dokumen Pemberitahuan Impor Untuk Dipakai (PIUD). Survei Koperasi Unit Desa (KUD). Namun demikian. Survei antar sensus tersebut meliputi Survei Penduduk Antar sensus (Supas). data tentang iklim.2 Hasil analisis . Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Survei Pertanian Antarsensus (Sutas). Survei Khusus Tabungan dan investasi Rumah Tangga (SKTIR). Survei Triwulan Kegiatan Usaha (STKU). Survei Pertanain. Contoh hasil dari kompilasi produk administrasi antara lain data dari Ekspor Barang (PEB). penyakit. tahunan. Survei Harga Konsumen.sejenis. Sedangkan jenis Survei Lintas Sektor diantaranya adalah Survei Khusus Tabel Inputoutput (SKIO). Studi Khusus dilaksanakan guna mempelajari berbagai aspek kegiatan statistik untuk memberi masukan bagi pengumpulan data statistik yang baru atau penyempurnaan metode yang sudah ada sebelum diimplementasikan secara nasional. Studi khusus juga diselenggarakan untuk memenuhi permintaan data yang lebih spesifik. Survei Industri. Berbagai ragam survei sektoral di antaranya adalah Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). 3.

2) Mengklasifikasi sebuah citra menjadi beberapa kelas tipe penutupan lahan seperti vegetasi dll.2. Perlu diingat bahwa IA bukan merupakan sebuah perangkat lunak yang dirancang khusus untuk pengolahan citra melainkan hanya untuk memudahkan pengolahan citra sederhana dengan mengunakan platform ArcView.3. Memperbaiki Kenampakan Sebuah Citra . Kita hanya akan membahas sebagian dari kapasitas IA. 4) Mencari daerah dengan tingkat kerapatan vegetasi tertentu dari sebuah citra. Hasil pengolahan citra PJ nantinya bisa dianalisa bersama sama dengan data SIG lain menggunakan ekstension Spatial Analyst seperti dibahas pada bab sebelumnya.1 Pengolahan Citra satelit Pengolahan citra akan diperkenalkan dengan menggunakan Image Analysis (IA) yang merupakan sebuah ekstension ArcView yang dibuat oleh ERDAS (developer dari perangkat lunak pengolahan citra PJ yang banyak dipakai). yaitu: 1) visualisasi citra 2) rektifikasi citra 3) mosaic beberapa citra dari area yang berbeda. 6) Merektifikasi sebuah citra terhadap sebuah peta acuan supaya posisi koordinat lebih akurat. Untuk pengolahan citra lanjutan. 3) Mempelajari beberapa citra dari periode pengambilan yang berbeda untuk menentukan area yang mengalami perubahan. Adapun hal-hal yang bisa dikerjakan oleh IA diantaranya adalah: 1) Mengimpor citra (dalam bentuk data raster) untuk digunakan dalam ArcView. pembaca disarankan untuk memakai dan menggunakan perangkat lunak yang khusus dirancang untuk hal tersebut. 5) Menajamkan kenampakan sebuah citra dengan cara menyesuaikan kontras dan tingkat kecerahan atau dengan merentangkan histogram.

Kotak dialog Extension 2) Lanjutkan dengan membuka view baru. Dalam hal ini axis x menggambarkan digital number dan nilai display sekaligus. citra tersebut mungkin akan tampak terlalu terang atau terlalu gelap sehingga sulit untuk dianalisa. Praktek yang paling sering dilakukan untuk memperbaiki tampilan citra adalah dengan merentangkan histogram nilai display. Dad menu utama pilih File diikuti dengan Extension.Seperti dibahas sebelumnya. histogram dari nilai display akan berubah. Kemudian apabila kita mengubah hubungan ini. klik Image Analysis diikuti dengan OK. Hal ini bisa diperbaiki dengan mengubah hubungan linier tersebut. apabila sebuah citra ditampilkan berdasarkan hubungan linier antara digital number dengan derajat keabuan (untuk hitam putih) atau nilai display (apabila kita memakai pewarnaan). IA mempunyai cara yang agak berbeda dalam menggambarkan kurva hubungan antara digital number dengan nilai display dari yang dipaparkan di atas. Pada awalnya. histogram antara keduanya berhimpit. Supaya . Gambar 1. dan tekan tombol Add Theme. Langkah-langkah yang diambil: 1) Aktifkan perangkat lunak ArcView. dengan hubungan linier antara digital number dan nilai display. sehingga keduanya tidak lagi berhimpit. yaitu dengan menggunakan histogram. yaitu mendistribusikan nilai display sehingga frekuensinya kira-kira sama pada citra. Sebagai contoh kita akan melakukan Histogram Equalization. sedangkan axis y menggambarkan frekuensi dari munculnya masing-masing digital number pada citra.

3) Citra TM980126G.bisa menggunakan fasilitas pada IA. kemudian klik dua kali sampai muncul window kecil Legend Editor. Akan muncul histogram untuk masing .masing warna. pilih Image Analysis Data Source. file harus dibaca sebagai file IA. Aktifkan theme tersebut.lan akan muncul pada layar. pada list Data Source Types. .lan dan klik OK. Anda bisa menjawab NO jika citra yang dipakai berukuran cukup kecil. Caranya. pyramid layer ini akan sangat berguna dalam mempercepat proses pergantian layer apabila citra yang ditampilkan berukuran besar dan anda banyak melakukan zoom in dan zoom out serta menggeser citra. Klik tombol Advanced di bagian bawah Legend Editor. Akan muncul kotak dialog yang menanyakan apakah anda ingin IA menghitung pyramid layers untuk citra tersebut. Gambar 2. Dialog untuk mengatur prosedur stretching dan tampilan citra 4) Pilih kombinasi RGB layer 432 untuk memilih kombinasi RGB pada band 432 (false color composite). Buka file D:\Remote Sensing\TM980126G. pada kotak dialog Add Theme. Anda tidak harus menjawab YES.

Perhatikan bahwa nilai display jauh lebih menyebar dibandingkan display number. nilai display dari digital number yang besarnya lebih atau kurang dari mean ditambah atau dikurangi 2 kali standard deviasi akan menjadi 255 atau 0. Histogram dari digital number display number citra lansat dan hasil stretch standard deviation Sebagai contoh. sebelum kita melakukan transformasi histogram. perhatikan histogram paling kin untuk warna merah.Gambar 3. default penajaman tampilan yang dilakukan oleh IA adalah dengan menggunakan stretch Standard Deviations dengan jumlah standard deviation sama dengan dua. . Dalam IA. Dengan stretch in. Dalam hal ini kita melihat dua histogram yaitu histogram yang berwarna hitam untuk digital number dan warna merah untuk nilai display.

Tampilan citra dengan false color composite dan stretch standard deviation yang merupakan default dari IA 5) Anda bisa memilih cara perentangan yang lain. .Gambar 4. Perhatikan tampilan citra sekarang dan juga histogram yang berhimpit untuk mempelajari bagaimana perentangan histogram nilai display ini memberikan efek kepada tampilan citra. Dan Legend Editor. kemudian klik Apply. klik pada daftar pilihan Stretch dan pilihlah Histogram Equalize.

Perhatikan tampilan citra dan histogram baru yang menunjukkan distribusi nilai display. Histogram dari digital number dan display number citra Landsat dengan Histogram Equalized 6) Cobalah bereksplorasi dengan Minimim-maximum. Tampilan citra dengan false color composite menggunakan histogram equalize Gambar 6.Gambar 5. . Level Slice.

Pada Legend Editor dialog. Tampilan citra dengan false color composite dengan invert stretch dari standard deviation . kita bias menggunakan Invert Stretch. Kemudian klik Apply Berikut adalah gambar hasil Dari invert Sretch : Gambar 7.Apabila kita menginginkan kecerahan terbalik. 7) Kembalikan tampilan dengan stretch Standard Deviation. Areal yang tadinya tampak cerah akan menjadi gelap dan sebaliknya. aktifkan Invert Stretch.

• • • • Aktifkan theme 116_60_542_15052003 di dalam View. • • Klik OK dalam dialog Seed Tool Properties. Zoom daerah yang diinginkan. pilih Seed Tool Properties. misalnya pemukiman kota Boyolali. . Perlu diingat bahwa fasilitas ini bukanlah pengganti klasifikasi otomatis pada pengolahan citra. Klik ikon yang ada pada menu utama kemudian klik di tengah-tengah daerah yang diinginkan. Mengelompokkan Area dengan Karakter yang Sama Menggunakan Seed tool IA dapat dengan cepat mengidentifikasi daerah dengan karakteristik yang sama dari sebuah citra dengan menggunakan fasilitas Seed tool. Histogram dari digital number dan display number citra landzat dengan invert stretch dari standard Deviation 8) Perhatikan perubahan pada citra dan histogram. ketikkan 5 pixels. Dari menu Image Analysis. Polygon hasil proses identifikasi ini dapat langsung disimpan ke dalam format shapefile ArcView. Seed Tool akan bekerja beberapa saat untuk membuat polygon yang mencakup pixel-pixel dengan karakter yang serupa dengan pixel seed.Gambar 8. Di dalam kotak isian Seed Radius. kemudian pastikan kotak Include Islands Polygon tidak terpilih. Fasilitas ini sangat berguna untuk proses identifikasi cepat seperti bekas kebakaran hutan. Tekan Close untuk menutup Legend Editor dialog. atau daerah terbuka. tetapi lebih merupakan alternatif dari digitasi secara manual pada layar monitor yang berketelitian sangat rendah. Anda bisa mengklik Undo pada Advanced dialog untuk mengembalikan display citra seperti sebelumnya. Seed Radius menentukan jumlah pixel di sekeliling pixel target.

Klik Seed tool. Find Like Areas menganalisa pixel yang sama berdasarkan gambar (titik/polygon) yang. kemudian buat titik atau poligon untuk memilih sebuah area yang . Kita dapat menggunakan hasil dari Seed tool untuk mengidentifiksi areal pada sebuah citra dengan Find Like Areas.tiff pada sebuah view. Fungsi ini mirip seperti Seed tool.Berikut adalah gambar hasil identifikasi area dengan karakter yang sama: Gambar 9. Find Like Areas hanya menggunakan band yang ditampilkan pada view untuk menemukan lokasi yang serupa pada seluruh citra. Jika nama kelas sudah ada maka area akan ditambahkan dalam kelas yang sudah ada. Jika nama kelas belum ada dalam thema. Jika pixel memiliki nilai yng sama maka akan dikelompokkan pada output thema yang sama. Proses Find Like Areas dilakukan menggunakan sebuah klasifikasi parallelepiped. maka akan dibuat kelas baru pada thema. Membuat dan mengisi sebuah thema Find Like Areas • • Tampilkan data citra mojosongo. Hasil identifikasi area dengan karakter yang sama Menggunakan Find Like Areas Find Like Areas mengidentifikasi areal berasarkan kesamaan karakteristik.

(lahan terbuka) • Pastikan bahwa poligon tersebut dalam keadaan terpilih.diinginkan. pilih Find Like Areas. kemudian tekan Enter pada keyboard. Poligon terpilih • • Dari Image Analysis menu. Setelah proses selesai lihat pada citra akan dihasilkan klasifikasi pada area yang memiliki kesamaan nilai atau karakter. Gambar 11. Akan muncul New Classification dalam kotak Output Image Theme. Klik OK pada kotak dialog Find Like Areas. . Kotak dialog Find Like Area • • • Klik pada kotak Class Name dan ketik 'lahan terbuka'. Gambar yang dikelilingi ileh warna hijau merupakan Poligon terpilih : Gambar 10. Klik tombol New untuk membuat thema baru.

Ketika proses selesai maka akan ditambahkan kelas baru pada theme yang sudah ada yaitu "Air'. Tekan ENTER pada keyboard. . Hasil dari proses find like areas Menambahkan sebuah kelas pada thema yang sudah ada • • Buat lagi sebuah poligon pada tutupan air. Klik OK pada kotak dialog Find Like Areas. Pastikan gambar poligon tersebut terpilih Gambar 13. Klik pada kotak Class Name dan ketik 'Air". Kotak dialog Find Like Area • • • • Klik pada Output Image Theme dan pilih thema yang sudah ada.Berikut adalah Hasil dari proses find like areas Gambar 12.

• Tambahkan dan aktifkan theme boyolali.. aktifkan theme Categorization. Anda bisa menamakan kelas. .img yang bisa diambil dari Image Analysis Data Source. Kemudian klik OK. IA kemudian akan melakukan proses penghitungan yang menempatkan masing-masing pixel ke dalam kelas yang sesuai tergantung pada digital number. bisa menghitung area dengan tutupan lahan yang berbeda pada citra. air dan lahan terbuka. 3 sampai 15 dengan warna yang berbeda serta ubah labelnya sesuai dengan tutupannya. Untuk klasifikasi yang memerlukan ketelitian tinggi disarankan untuk menggunakan perangkat lunak yang khusus dirancang untuk pengolahan citra digital. Klik warna hitam untuk Value 0 (yang merupakan kelas yang tidak terklasifikasikan). Pada kotak isian Desired number of classes.. ketiklah 15 untuk mengklasifikasikan citra ke dalam 15 kelas. Hasil dari proses find like areas Membuat Klasifikasi Citra IA menyediakan fasilitas klasifikasi tak terbimbing (unsupervised classification) untuk mengkategorikan sebuah citra kontinyu menjadi klas tematik yang berguna. Anda harus menentukan jumlah kelas yang diinginkan.kelas tersebut dengan hutan. • Double klik pada kolom Symbol pada dialog Legend Editor untuk memunculkan Color Palette. Data yang akan digunakan merupakan citra sekitar kota Boyolali. • Setelah proses klasifikasi selesai. Untuk melihat jenis tutupan pada citra terklasifikasi zoom dan lihat tutupan pada citra sebelum terklasifikasi. Kemudian lakukan hal yang sama untuk Value 1. Double klik pada theme Categorization.img yang merupakan citra hasil klasifikasi menjadi 15 kelas tutupan lahan. Teknik ini digunakan sebagai cara yang cepat untuk memperoleh klasifikasi yang cukup umum dan tidak terlalu akurat. 2. Dari menu Image Analysis..img untuk mengaktifkan Legend Editor. pilih Categorize . Dari pengkategorian ini.Gambar 14.

Untuk latihan ini. • Aktifkan kedua citra D:\Remote Sensing\Boyolali. Tampilan 2 citra • Klik Image Analysis menu. kemudian pilih Mosaic. • Tutup Color Palette dan Legend Editor. terlebih dulu tampilkan semua citra yang akan dimosaik dalam satu View dan pastikan mereka mempunyai jumlah band yang sama.dengan cara mengaktifkan dan menonaktifkan citra hasil klasifikasi. Image Analysis akan langsung .img Mosaik citra IA menawarkan fasilitas untuk membuat mosaik atau menggabungkan beberapa citra ke dalam satu citra yang meliputi keseluruhan area.tiff dan D:\Remote Sensing\teras. Gambar 15. Hasil Klasifikasi tak terbimbing dari Boyolali.tiff Gambar 16. kita akan kembali menggunakan data citra Melak. Untuk melakukan mosaik citra. Kemudian klik Apply.

yang merupakan mosaic dari dua theme.menjalankan proses mosaik begitu anda klik Image Analysis kemudian Mosaic. Anda bisa menyimpan hasil mosaic ini ke dalam file baru untuk penggunaan selanjutnya. Perhatikan bahwa sebuah theme baru akan dihasilkan oleh IA. BAB IV .

1 Kesimpulan Arcview merupakan salah satu perangkat lunak GIS yang populer dan paling banyak digunakan untuk mengelola data spasial. menganalisa dan membuat peta serta laporan yang berkaitan dengan data spasial bereferensi geografis. Ikatan persudaraan dan kekeluargaan antar karyawan perlu ditingkatkan agar terjadi kerja sama yang optimal dan terciptanya keadaan yang nyaman untuk bekerja sama. Dengan Arcview kita dengan mudah dapat mengelola data.PENUTUP Dari pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan tersebut. Penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut : 5. Pada pemetaan penggunaan lahan dengan metode interpretasi Citra Satelit beresolusi tinggi hendaknya memakai citra dengan tanggal pengambilan gambar tidak jauh beda dengan waktu penelitian sehingga kenampakannya memang aktual dan tidak terjadi perubahan yang signifikan. 2. . Arcview dibuat oleh ESRI (Environmental Systems Research Institute). 1.2 Saran 1.