P. 1
SPEK-JALAN

SPEK-JALAN

|Views: 4,274|Likes:
Published by rudikarno

More info:

Published by: rudikarno on Dec 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2013

pdf

text

original

SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN JALAN BUKIT MEDITERANIA SAMARINDA

1. UMUM Bagian ini agar dipakai dalam hubungan dengan bagian-bagian lain dari spesifikasi teknis dan gambar-gambar. Apabila ada hal-hal yang bertentangan, maka bagian inilah yang harus didahulukan. 2. LINGKUP PEKERJAAN Ruang lingkup dari kontrak yang ditenderkan adalah : 2.1. Pekerjaan pembuatan konstruksi jalan yang terdiri dari penimbunan sub grade, pemadatan sub grade, pengadaan dan pemasangan sub base, base course, surface course(aspal), pekerjaan kansteen serta pekerjaan pelengkap yang berhubungan dengan jalan sesuai dengan gambar dan spesifikasi teknis dengan pengetesan – pengetesan seperti yang tercantum dalam spesifikasi ini. Batas pekerjaan adalah seperti terindikasikan dalam gambar. Pemasangan sub soil drain yang diperlukan untuk mengalirkan mata air yang muncul di lapangan atau yang diindikasikan apabila pada musim hujan akan ada mata air. Pekerjaan ini, apabila tidak disebutkan lain, sudah masuk dalam harga satuan material pemadatan sub grade. Pengukuran dengan alat ukur dan patok bantunya sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam spesifikasi ini. Pekerjaan pembuangan sisa material, sisa galian dan atau kotoran. Pekerjaan pemindahan utilitas yang ada (jika diperlukan) dengan hasil kerja minimal sesuai dengan kondisi utilitas sebelum terkena pekerjaan. Perbaikan utilitas yang mengalami kerusakan akibat terkena pekerjaan ini dengan standard hasil kerja sesuai dengan kondisi utilitas sebelum terkena pekerjaan. Pekerjaan – pekerjaan yang bersifat temporary yang diperlukan untuk kemudahan pelaksanaan pekerjaan seperti saluran
1

2.2. 2.3.

2.4.

2.5. 2.6.

2.7.

2.8.

Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda

sementara, jalan konstruksi atau pekerjaan yang diperlukan agar bangunan atau utilitas yang telah ada sebelumnya tidak terganggu fungsinya. 2.9. Pembuatan shop drawing untuk kemudahan pekerjaan apabila diminta oleh Engineer. pelaksanaan

2.10. Pelaporan kemajuan proyek harian, mingguan dan bulanan beserta foto – foto proyek yang diperlukan. 2.11. Pengadaan alat bantu konstruksi, tenaga kerja, sarana dan prasarana serta rambu – rambu yang diperlukan. 2.12. Pembuatan as built drawing yang mencantumkan data–data yang lengkap yang minimal sama dengan data yang ada di gambar design dan tambahan detail–detail lain yang tidak tercantum di dalam gambar design tetapi diperlukan dalam pelaksanaannya seperti subsoil drain dan ducting–ducting. 3. LOKASI PROYEK Lokasi proyek berada di Samarinda, Kalimantan Timur. 4. KONDISI LAPANGAN 4.1. Sebelum memasukkan penawaran, Kontraktor agar melakukan peninjauan lapangan secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi awal di lapangan. 4.2. Pada saat memasukkan penawaran, Kontraktor dianggap sudah mengetahui secara detail kondisi lapangan dan sudah mempertimbangkan segala aspeknya dalam penawaran tersebut. 4.3. Segala claim akibat tidak lengkapnya informasi kondisi lapangan selama pekerjaan konstruksi tidak akan diterima oleh Pihak PT. Karunia Abadi Sejahtera.

5.

SCHEDULE PEKERJAAN Dalam jangka waktu maksimum 7 (tujuh) hari setelah penerimaan tender, kontraktor agar menyerahkan program kerja dalam barchart atau format lain yang disetujui Pihak PT. Karunia Abadi Sejahtera atau wakilnya.

Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda

2

3.4. kontraktor berkewajiban untuk menjaga semua fasilitas dan utilitas yang ada pada lokasi tersebut. 7. 6. Karunia Abadi Sejahtera. listrik. kontraktor memakai jalan existing yang ada. gudang yang cukup. Program kerja yang telah disetujui akan selalu di review dan diperbarui dari waktu ke waktu atas petunjuk Pihak PT. Semua biaya yang keluar untuk pembuatan jalan konstruksi sudah termasuk dalam penawaran kontraktor. Kontraktor juga diwajibkan membuat rambu – rambu pengaman agar lalu lintas proyek tidak membahayakan lalu lintas lain.1. Semua langkah pekerjaan harus secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. Pemasangan rambu tersebut tidak menghilangkan kewajiban kontraktor untuk menanggung biaya yang keluar apabila ada klaim dari pihak ketiga. Semua fasilitas tersebut diletakkan pada tempat yang disetujui oleh PT. sanitary dan kelengkapan lain untuk mendukung kegiatan konstruksi. HUBUNGAN DENGAN PIHAK LAIN Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda 3 . Apabila diperlukan. telephone. Apabila diperlukan adanya pemindahan atau perusakan atas fasilitas dan utilitas.5. SARANA DAN PRASARANA KONSTRUKSI 6. Semua biaya yang terjadi akibat klaim pihak ketiga karena adanya gangguan/kerusakan yang terjadi menjadi tanggung jawab kontraktor. kantor lapangan dengan ukuran 4 x 6 m. Kontraktor tidak diperbolehkan mengganggu tanaman yang berada disekitar lokasi pekerjaan. Kerusakan yang terjadi akibat pekerjaan harus diperbaiki oleh Kontraktor. 6. 6. Kontraktor dapat membuat jalan konstruksi yang memadai untuk lalu lintas dari dan ke lokasi proyek. dengan persetujuan Engineer. Apabila dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. kontraktor berkewajiban untuk tetap menjaga agar fasilitas dan utilitas tersebut dapat berfungsi. 6. Dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut.2.Program kerja agar menunjukkan semua pekerjaan penting pada seluruh lokasi pekerjaan. Kontraktor atas biaya sendiri agar menyediakan air. Penebangan atau pemindahan tanaman yang berada di lokasi pekerjaan harus sepengetahuan PT. Antisipasi terhadap cuaca juga harus dilakukan. kontraktor berkewajiban untuk memelihara konstruksi dan keberishan jalan tersebut serta memperbaiki jalan tersebut apabila mengalami kerusakan sesuai perkerasan jalan tersebut. dan menunjukkan hari-hari libur selama periode kontrak. Karunia Abadi Sejahtera. 6. Karunia Abadi Sejahtera atau wakilnya.

1. Informasi yang diberikan kepada PT. Jika terjadi kerusakan atau kotor maka kontraktor harus memperbaiki/membersihkan dengan biaya yang ditanggung sepenuhnya oleh kontraktor. Semua cairan yang dapat mengkontaminasi. Cairan-cairan kotor harus ditempatkan sedemikian rupa agar tidak mengganggu lingkungan sebelum dibuang ke tempat semestinya.Kontraktor harus selalu siap dan melakukan komunikasi dengan pihakpihak terkait seperti security. PERLINDUNGAN LINGKUNGAN Lingkungan sekitar pekerjaan harus selalu dijaga dari segala macam gangguan dan kerusakan. penduduk sekitar. instansi terkait dan sebagainya dalam rangka tercapainya kelancaran pekerjaan. Karunia Abadi Sejahtera. Karunia Abadi Sejahtera akan menyediakan minimum 2 bench mark yang saling terlihat pada tempat-tempat strategis di areal pekerjaan. areal tersebut agar segera dirapikan dan dibersihkan dari segala macam material. Setiap selesainya satu section pekerjaan. Semua tanaman dan pohon-pohon harus dilindungi dari kerusakan bila terlalu dekat dengan areal kerja. Karunia Abadi Sejahtera. Pihak PT. Karunia Abadi Sejahtera atau wakilnya. Karunia Abadi Sejahtera tidak mengurangi tanggung jawab Kontraktor untuk selalu menjaga hubungan baik tersebut. areal tersebut agar dibersihkan dan dirapihkan. Semua komunikasi harus diinformasikan kepada Pihak PT. maupun kotoran-kotoran dan sampah dilarang untuk dibuang ke sungai. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda 4 . Pekerjaan galian maupun timbunan tanah tidak diizinkan melewati (melebihi) areal pekerjaan yang sudah disetujui oleh Pihak PT. Dalam pelaksanaan pekerjaan jalan yang berbatasan dengan pemukiman penduduk sekitar. Kotoran. kotoran dan sebagainya. SURVEY DAN SETTING OUT 10. KEBERSIHAN Kebersihan dan kerapihan di seluruh areal pekerjaan agar selalu dijaga setiap saat. 8. Pengendalian air hujan harus selalu dilaksanakan untuk menghindari erosi. 10. 9. kontraktor tidak boleh mengotori atau merusak rumah penduduk. Setelah semua pekerjaan yang tercakup selesai dikerjakan. kelebihan material atau kelebihan tanah harus dibuang ketempat yang disetujui oleh PT. Kebersihan dan kerapihan harus selalu terjaga sampai hand over selesai (termasuk periode pemeliharaan).

2.10. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda 5 . jika diminta. dan sebagainya dalam bentuk disket dan hard copy yang telah disetujui sebelumnya. Kerusakan dan hilangnya Bench Mark harus diganti oleh Kontraktor dan biaya ditanggung Kontraktor sepenuhnya. 10. Karunia Abadi Sejahtera/Pengawas. semua setting out dan patok-patok harus disediakan cukup untuk paket pekerjaan ini. Kontraktor juga harus membuat bench mark tambahan untuk kemudahan pelaksanaan pekerjaan. Pengukuran dan pemasangan titik duga (0 peil) ditentukan bersama-sama Pihak PT. Patok yang permanen harus dibangun di atas tanah yang tidak akan terganggu/dipindahkan. tanda-tanda dan sumbu harus teliti dan jelas. Kontraktor agar menggunakan bench mark tersebut diatas untuk melakukan setting out. 10. 11. untuk memungkinkan perencanaan kembali pengukuran sipat datar dari perkerasan atau penentuan titik dari pekerjaan yang akan dilakukan. 10. sesuai gambar rencana. Kontraktor harus menentukan titik patok konstruksi yang menunjukkan garis dan kemiringan untuk lebar median jalan. Patok harus keras dan tidak berubah posisinya. Kontraktor harus selalu menjaga bench mark dari segala gangguan maupun kehilangan. terbuat dari kayu. 11. Patok yang dipakai berukuran minimal 5/7 cm. Kontraktor harus selalu memberikan kerjasama dan bantuannya kepada Pihak PT.2.4. dicat dengan cat menie.6 11. Setting out dan patok tersebut harus dari bahan yang cukup keras dan tahan lama.3. lebar perkerasan jalan dan lebar bahu jalan. Kontraktor harus memiliki surveyor yang berkompeten serta berpengalaman dalam melakukan pekerjaan ini. Semua setting out dan patok agar jelas diberi marka yang menunjukkan gambaran/jarak/elevasi dan sebagainya. dalam hal progress dan payment.1. Karunia Abadi Sejahtera. Karunia Abadi Sejahtera/Pengawas dalam melaksanakan pengecekan atas semua setting out. Kontraktor harus memasang dan mengukur secara teliti patok monumen (BM) pada lokasi tertentu sepanjang proyek. 10. Alat yang dipakai oleh Kontraktor dalam melakukan setting out minimal menggunakan theodolit ketelitian 5” dengan EDM.3.5 Semua data yang diserahkan ke Pihak PT. PENENTUAN TITIK PENGUKURAN/PEMATOKAN 11.

baik soaked CBR maupun unsoaked CBR sehingga didapat korelasi kepadatan dengan nilai CBR. Apabila tanah yang akan dipakai berasal dari lokasi lain dari yang sudah disetujui. Sebelum melakukan pemadatan. Kontraktor harus melakukan survey elevasi tanah existing terhadap elevasi rencana sub grade jalan dan posisi – posisi yang diperlukan pemasangan subsoil drain untuk mengalirkan mata air ke saluran terdekat dan rencana saluran sementara yang perlu dibuat. Kontraktor harus mengganti tanah sub grade tersebut sedalam minimal 30 cm dengan tanah lain yang sudah dilakukan uji laboratorium dan dapat mencapai nilai minimum Soaked CBR 5 %. Tanah tersebut dipadatkan sehingga didapat kepadatan kering minimal 95 % kepadatan Standard Proctor. iii. Dalam hal nilai Soaked CBR 5 % tidak dapat tercapai. Kontraktor harus terlebih dahulu melakukan 6 Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda . Dalam kondisi terendam. i.serta harus mendapatkan persetujuan Pihak PT. ii. Persyaratan pelaksanaan pekerjaan − Sebelum memulai pekerjaan. 12. Karunia Abadi Sejahtera/Pengawas sebelum memulai konstruksi. Kontraktor harus terlebih dahulu melakukan uji CBR laboratorium. Hasil survey tersebut dituangkan dalam shop drawing sebagai acuan kerja. nilai CBR minimum yang harus tercapai adalah 5 %.1. kontraktor harus melakukan pembuatan subsoil drain untuk mengalirkan mata air tersebut ke saluran drainase terdekat. Apabila tanah existing lebih tinggi dari elevasi rencana sub grade : Tanah existing harus digali hingga mencapai elevasi rencana sub grade jalan. kontraktor harus melakukan penimbunan secara lapis demi lapis hingga tercapai elevasi sub grade rencana dengan menggunakan tanah yang sudah dilakukan uji laboratorium dan dapat mencapai nilai minimum Soaked CBR 5 %. − − Sedangkan apabila elevasi tanah existing lebih rendah dari rencana sub grade. Dalam hal setelah dilakukan penggalian ditemukan adanya aliran mata air. iv. Ketebalan tanah lepas maksimum per lapis adalah 30 cm dengan kepadatan 95 % Standard Proctor. PEKERJAAN SUB GRADE 12.

3. Persyaratan pelaksanaan pekerjaan.2.4 Toleransi pengukuran Toleransi permukaan akhir sub grade setelah pemadatan tidak boleh lebih tinggi 10 mm atau lebih rendah 10 mm dari elevasi rencana. Sedangkan untuk leveling digunakan Motor Grader.1. atau basah tergenang air. Pengujian dilakukan pada maksimum 200 m2 untuk satu titik pengujian secara zigzag sampai kedalaman tertentu pada lokasi yang diarahkan oleh Pengawas. − − 12. 12. PEKERJAAN SUB BASE 13. Metode Kerja Pemadatan Sub grade harus menggunakan Vibrator Roller 8-10 ton atau Static Roller 10-12 ton. Aliran air (baik berupa drainase existing maupun drainase sementara yang dibuat) harus dijaga tetap bekerja dengan baik sehingga badan jalan/sub grade terhindar dari kerusakan akibat genangan air. Pemadatan dianggap cukup baik apabila kepadatan Sub grade sudah mencapai minimal 95% dry max dari kepadatan kering maksimum Proctor Standard. atau sesuai petunjuk Pengawas. 12. Pengujian . − Timbunan atau pemotongan pada badan jalan dilaksanakan dengan bentuk dan elevasi sesuai gambar rencana. 13.uji CBR laboratorium untuk memastikan tercapainya nilai CBR terendam tersebut.Pengujian kepadatan dilakukan dengan menggunakan sand cone method atau sesuai petunjuk Pengawas dengan Dynamic Cone Penetrometer Test. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda 7 . Pekerjaan sub grade yang telah diselesaikan harus dilindungi agar tidak mengering/pecah-pecah. Kontraktor harus memberi air secukupnya untuk mendapatkan kadar air optimum.

Pemadatan dilaksanakan hingga tidak terdapat gelombang dimuka mesin gilas dan permukaan rata. overlap terhadap bahu jalan dan dilanjutkan ke tengah sejajar dengan as jalan. semua material harus mendapat persetujuan dari Pengawas. gumpalan-gumpalan lempung dan bahan-bahan yang tidak dikehendaki. Semua bahan harus bersih dari segala kotoran. Pemadatan lapisan dilaksanakan mulai dari tepi.2.− Penghamparan material untuk sub base baru boleh dilaksanakan apabila kepadatan sub grade telah memenuhi persyaratan dan telah disetujui Pengawas. Material yang digunakan adalah setara dengan Aggregate kelas B. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda - 8 . Sebelum digunakan. kadar air harus diperhatikan benar agar didapat tingkat kepadatan yang baik. Pemadatan dilakukan dengan mesin gilas 12 ton hingga mencapai nilai kepadatan minimum 97 % Standard Proctor. dengan kriteria sebagai berikut : a. Bahan Bahan yang digunakan untuk aggregate lapis sub base adalah aggregate kelas B. Pada daerah belokan yang terdapat super elevasi. Ketebalan material harus dibuat sesuai gambar rencana dan pelaksanaan penghamparan dilakukan lapis demi lapis dengan ketebalan setiap lapisan maksimum 20 cm dalam kondisi gembur. aggregate yang dipakai harus berkualitas baik (Sertifikat Laboratorium DPU setempat atau laboratorium lainnya yang ditentukan pihak PT. Karunia Abadi Sejahtera /Pengawas. pemadatan dimulai dari sisi yang rendah menuju sisi yang lebih tinggi. bahan-bahan organik. Gradasi Aggregate setara dengan Aggregate kelas B. − − − − − − 13. Semua material yang tidak memenuhi syarat gradasi dan kualitas harus disingkirkan dari lokasi. Pada waktu pemadatan. mempunyai warna putih keabu-abuan atau berwarna kekuning-kuningan.

kontraktor harus terlebih dahulu mengajukan contoh material untuk dilakukan pengetesan laboratorium untuk mendapatkan nilai seperti dalam tabel ayat 13. Pengujian − Sebelum kontraktor memulai pekerjaan sub base. Uraian Abrasi dari agregat kasar (AASHTO T96 .74) Index Plastisitas (AASHTO T90 .40 % 4 – 10 % 30 % min 10 % min 13.33 0 . Apabila hasil laboratorium tidak terpenuhi. (mm) 2½“ (63.425 mm) No.80 16 . 9 Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda . 40 (0. 4 (4. 200 (0.70) CBR Soaked (AASHTO T193) Rongga dalam Agregat mineral pada kepadatan maksimum Kelas B 0 .Ukuran Ayakan No.38 mm) No.2 a & b diatas. 8 (2. Sifat Aggregate setara Aggregate kelas B.19 mm) No.20 b.0 mm) 3/8” (9.51 mm) No.074 mm) % Berat Lolos Kelas B 100 67 – 100 40 – 100 25 .66 10 . 16 (1.45 3 .5 mm) 1½“ (38.76 mm) No. kontraktor dapat memulai pengiriman material ke lokasi untuk dilakukan penebaran dan pemadatan.55 6 .3.1 mm) 3/4” (19. Apabila hasil laboratorium memenuhi syarat.

PEKERJAAN BASE COURSE 14. kontraktor berkewajiban untuk melakukan uji laboratorium ulang untuk memastikan bahwa material yang terkirim tetap memenuhi persyaratan seperti tabel ayat 13. Setiap 50 m panjang jalan. dilakukan pengujian kepadatan dengan Proof Rolling Down Method. Persyaratan pelaksanaan pekerjaan Penghamparan material base baru boleh dilaksanakan apabila pelaksanaan pekerjaan sub base telah memenuhi syarat dan telah disetujui Pengawas. Pengujian dengan Proof Rolling Down Method harus menggunakan beban total tidak kurang dari 25 ton untuk truk 2-As dengan tekanan roda karet min 100 psi. 14. Toleransi pengukuran − Toleransi elevasi permukaan akhir dari sub base tidak boleh lebih atau kurang dari 10 mm. Untuk setiap 200 m panjang jalan. Pengawas berhak melakukan pengukuran-pengukuran pada tempat-tempat yang dipilih selama pelaksanaan pekerjaan untuk memeriksa tebal lapisan dan nilai kepadatan base di lapangan. Seluruh biaya yang timbul menjadi tanggung jawab kontraktor. Semua material yang tidak memenuhi syarat gradasi dan kualitas harus disingkirkan dari lokasi. − − − 13. - Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda 10 .1.2 a & b diatas. − Untuk setiap 300 m3 material yang didatangkan ke lokasi. Kontraktor harus melakukan pengujian Sand Cone untuk mendapatkan kepadatan minimal 97 % Standard Proctor. dengan biaya ditanggung oleh Kontraktor.4. Pengujian dilakukan pada lokasi yang diarahkan oleh Pengawas dan dinyatakan baik/diterima bila secara visual settlement yang terjadi lebih kecil dari 10 mm.Kontraktor harus segera mengajukan contoh material dari quarry yang lain untuk dilakukan pengetesan kembali.

51 mm) Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda % Berat Lolos Kelas A 100 100 65 . Karunia Abadi Sejahtera /Pengawas).5 mm) 1½“ (38. 14.2.− Ketebalan material base harus dibuat sesuai gambar rencana dan pelaksanaan penghamparan dilakukan lapis demi lapis dengan ketebalan setiap lapisan maksimum 20 cm dalam kondisi gembur. tidak porous. hasil pecahan mesin dan mempunyai paling sedikit tiga bidang datar membentuk kubus (tidak tipis/gepeng/runcing) dan telah disetujui oleh Pengawas. dengan biaya ditanggung oleh Kontraktor. penggilasan dimulai dari sisi yang rendah menuju sisi yang lebih tinggi.60 11 . Material yang digunakan adalah Agregat kelas A.1 mm) ¾” (19. tidak mengandung kapur. bersih. tidak mempunyai sifat disintegrasi. − Pemadatan dilakukan dengan mesin gilas 12 ton hingga mencapai nilai kepadatan 97 % Standard Proctor. Material yang akan dipakai harus berkualitas baik (Sertifikat Laboratorium DPU setempat atau laboratorium lainnya yang ditentukan oleh pihak PT. Gradasi Agregat Ukuran Ayakan No. Pada daerah belokan dengan super elevasi. Bahan Material Base Course harus keras.0 mm) 3/8” (9. dengan kriteria sebagai berikut : a.81 42 . maka kontraktor harus segera menghampar abu batu (binder material) untuk mengisi ruang-ruang kosong pada permukaan lapisan base tersebut. − Pemadatan dilaksanakan mulai dari tepi ke tengah sejajar as jalan. (mm) 2½“ (63. − Sesudah batu pecah selesai dipadatkan. tidak mengandung kotoran/lempung/tumbuhtumbuhan atau unsur organis lainnya. − Pengawas berhak melakukan pengukuran-pengukuran pada tempat-tempat yang dipilih selama pelaksanaan pekerjaan untuk memeriksa tebal lapisan dan nilai kepadatan base di lapangan.

2 a & b diatas. 200 (75 micron) Batas Cair (AASHTO T89-68) Bagian yang lunak (AASHTO T112 . kontraktor dapat memulai pengiriman material ke lokasi untuk dilakukan penebaran dan pemadatan. Sifat Agregat Uraian Abrasi dari agregat kasar (AASHTO T96 – 74) Indek Plastisitas (AASHTO T90 – 70) Hasil kali Indek Plastisitas dengan persentase lolos No. kontraktor harus terlebih dahulu mengajukan contoh material base course untuk dilakukan pengetesan laboratorium untuk mendapatkan nilai seperti dalam tabel ayat 14. 4 No.16 0-8 b.No. Seluruh biaya yang timbul menjadi tanggung jawab kontraktor. kontraktor berkewajiban untuk melakukan uji Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda 12 .33 11 .38 mm) (1. Apabila hasil laboratorium tidak terpenuhi. − Untuk setiap 300 m3 material base course yang didatangkan ke lokasi. 20 (4.78) CBR Soaked (AASHTO T193) Rongga dalam Agregat mineral pada kepadatan maksimum 14.3.19 mm) (0.25 6 . Pengujian − Kelas A 0 . 40 No.074 mm) 27 . 16 No. Kontraktor harus segera mengajukan contoh material base course dari quarry yang lain untuk dilakukan pengetesan kembali.425 mm) (0. 8 No.45 18 .76 mm) (2.40 % 0–6% 25 maks 0 – 35 % 0–5% 80 % min min Sebelum kontraktor memulai pekerjaan base. Apabila hasil laboratorium memenuhi syarat.

2.M. penghamparan pada permukaan jalan dan pemadatan sesuai dengan persyaratan yang berlaku. dilakukan pengujian kepadatan dengan Proof Rolling Down Method.Prosentase campuran dari setiap bahan yang dipakai. Pengujian dilakukan pada lokasi yang diarahkan oleh Pengawas dan dinyatakan baik/diterima bila secara visual settlement yang terjadi lebih kecil dari 3 mm. filler dan aspal. Prosentase aspal (dalam berat) yang akan ditambahkan pada campuran agregat berkisar antara 5-6% untuk ATB dan 6-7% untuk hotmix yang dihitung dari berat kering agregat. Pengujian dengan Proof Rolling Down Method harus menggunakan beban total tidak kurang dari 25 ton untuk truk 2-As dengan tekanan roda karet min 100 psi.laboratorium ulang untuk memastikan bahwa material yang terkirim tetap memenuhi persyaratan seperti tabel ayat 14.Ukuran . − Setiap 50 m panjang jalan. Toleransi Pengukuran Toleransi elevasi permukaan akhir dari Base Course tidak boleh lebih atau kurang dari 10 mm. − Pengawas berhak melakukan pengukuran-pengukuran pada tempat-tempat yang dipilih selama pelaksanaan pekerjaan untuk memeriksa tebal lapisan dan nilai kepadatan base di lapangan.P). Persyaratan pelaksanaan pekerjaan Campuran aspal dan agregat harus terdiri dari bahan-bahan agregat kasar.Gradasi . Pekerjaan lapisan aspal beton (Hotmix dan ATB) 15.2 a & b diatas. agregat halus. Umum Pekerjaan ini meliputi pencampuran agregat dengan aspal pada Mesin Pencampur Aspal (Asphalt Mixing Plant = A. 15. − Untuk setiap 200 m panjang jalan. 15.4.1. 14. Material yang dicampur harus memenuhi syarat ditinjau dari : . Kontraktor harus melakukan pengujian Sand Cone untuk mendapatkan kepadatan minimal 97 % Standard Proctor. 13 - Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda . dengan biaya ditanggung oleh Kontraktor.

15.50. Bagian dari material yang lewat ayakan No. Kelekatan terhadap aspal harus lebih besar dari 25%. Nilai Keausan agregat yang diperiksa dengan Los Angeles Abrasion Test pada 500 putaran (AASHTO T-104) harus mempunyai nilai maximum 40%. h. g. f. Peresapan agregat terhadap air maksimum 3%. c. Agregat kasar yang boleh digunakan hanya satu macam dan harus terdiri dari bahan yang awet. Indeks kepipihan agregat maximum 25%. - Sebelum memulai pekerjaan. Pekerjaan baru dapat dilaksanakan setelah campuran rencana (mix design) mendapat persetujuan Pengawas. Kontraktor harus mengajukan kepada Pengawas. d. 14   Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda . Bahan-bahan yang tidak seizin Pengawas untuk dipergunakan harus disingkirkan dari lokasi dan tidak boleh dipakai. pasir batu. Rencana campuran harus menunjukkan satu angka prosentase untuk tiap-tiap agregat yang melalui ayakan sesuai spesifikasi gradasi campuran yang digunakan untuk campuran aspal. Bila diuji dengan Sodium Sulfate Soundness Test (AASHTO T-104) tidak akan kehilangan berat lebih besar dari 9%.25%.  Bahan Semua material yang digunakan harus mempunyai suatu sifat yang disyaratkan sehingga bila dicampur dengan rumus campuran tertentu akan mempunyai kekuatan paling sedikit 70% bila diuji dengan AASHTO T-165. dan mungkin terdiri dari pasir bersih. 8. bahan halus hasil pemecahan batu.8 dinamakan Agregat halus. Bahan agregat harus didapat dari pemecahan batu yang tertinggal pada ayakan No.Prosentase dapat ditentukan atas dasar percobaan laboratorium dengan Methode Marshall dan analisa saringan dari campuran agregat yang dipakai dan harus mendapat persetujuan Pengawas. bersih dan tidak tercampur dengan bahan-bahan lain. i. kuat. rencana perbandingan campuran (mix design) yang akan digunakan untuk camputan aspal.3. Persyaratan agregat kasar adalah sebagai berikut: a. Bagian-bagian batu yang lunak dari agregat maksimum 5%. e. Gumpalan lempung agregat maksimum 0. Berat jenis semu agregat minimum 2. Soundness test maksimum 12%. b.

297 mm) No. Gradasi campuran aspal beton untuk lapisan aus (wearing course) dan lapisan perata (levelling course) sebagai berikut: Ukuran Saringan No. Peresapan agregat terhadap air maksimal 3%. d. 30 (0. bersudut tajam dan bersih dari kotoran. Agregat halus harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. Berat jenis semu (AASHTO T84 & T85) minimum 2. Sebagai bahan filler dapat dipergunakan debu batu kapur. berbidang kasar. Gradasi Filler : Ukuran Saringan No. (mm) No. 1. b. Agregat halus terdiri dari bahan yang awet. e. a.595 mm) No. 100 (0. c.100 100  Material campuran harus mempunyai gradasi yang merata (homogen) dan memenuhi salah satu persyaratan seperti dibawah ini. Nilai Sand Equivalent (AASHTO T-176) dari agregat harus minimal 50%. Hasil pemeriksaan Atterberg (ASSHTO T 89 & T91) agregat harus non plastis.100 90 .149 mm) No.074 mm) (%) lolos Terhadap Berat 100 95 . debu dolomite atau semen portland.50. Bahan filler tersebut tidak boleh tercampur dengan kotoran atau bahan lain yang tidak dikehendaki dan harus dalam keadaan kering dengan kadar air maksimal 1%. 50 (0. (mm) % berat butir yang lewat Asphalt Institute Asphalt Type IV B Institute Type IV C 15 Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda . kuat. 200 (0. Benda organik (AASHTO T21) dengan standard warna harus No.

200 (0.30 13 .70 35 . 30 (0.50 20 . 50 (0.12 2-8 1-4 100 80 . Aspal yang digunakan adalah aspal semen Penetrasi 60/70 yang memenuhi persyaratan sebagaimana tertera dibawah ini : Jenis Pengujian Syarat Pen.76 mm) No.074 mm) Tebal padat yang disyaratkan (cm) 100 80 .50 19 .16 4 .29 13 .297 mm) No.23 7 .15 0–8 Ukuran Saringan 1 1/2" (38.100 70 .62 35 . 60 Satuan 16 Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda .90 50 .50 19 .35 5 .65 35 .80 48 .50 18 .38 mm) No.7 mm) 3/8" (9.0 mm) 1/2" (12. 8 (2.100 60 .074 mm) Tebal padat yang disarankan (cm) 5-6 6-8  Persyaratan Aspal yang digunakan untuk lapisan pengikat/ATB dan lapisan perata adalah sebagai berikut : a.1 mm) 1" (25. 4 (4. 100 (0. 100 (0.1" (25.297 mm) No.75 45 .76 mm) No.20 3 .4 mm) 3/4" (19.149 mm) No.51 mm) No. 4 (4.70 30 .23 8 . 50 (0.100 45 . 200 (0.38 mm) No.595 mm) No. Gradasi campuran aspal beton untuk lapisan penghubung (binder course)/ATB dan lapisan perata (levelling course) sebagai berikut : % berat butir yang lewat Asphalt Institute Asphalt Type IV B Institute Type IV C 100 75 .7 mm) 3/8" (9. 30 (0.4 mm) 3/4" (19.595 mm) No.0 mm) 1/2" (12.100 70 .30 13 .149 mm) No.51 mm) No.15 0-8 3-5 4-6 b.10 100 80 .23 7 . 8 (2.90 55 .

Pemeriksaan Test Emulsi Viskositas.1 Medium Setting MS1 MS2 Min Max Min Max 20 100 1 0.Untuk keperluan lapis pengikat (tack coat) digunakan aspal cair jenis rapid curing seperti RC 70. Aspal Emulsi .1 17 No.Min. 100gr. 5 cm per menit Temp. Penetrasi 250C.1 1 0. 79 58 0. 100 gr. RS. RC 250 atau aspal emulsi kationik rapid setting atau aspal emulsi anionik rapid setting seperti CRS.1 75 400 1 0. 5 jam (thin film) Penetrasi setelah penurunan berat 250C. campuran (visc.8 165 b.Untuk keperluan lapis resep pengikat (prime coat) dipergunakan aspal cair jenis MC 30. 1. I. 5 cm per menit 100 Kelarutan dalam C2 HCl 3 Titik nyala (COC) 200 Berat jenis pada 250C Penurunan berat pada 1630C. . Saybolt Furol pada 25°C Viskositas. Saybolt Furol pada 50°C Storage Stability Test Sieve Test % Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda . 170 Cst) Temp. pemadatan (visc. MC 70. 5 detik Titik lembek Daktilitas 250C. 4. MS. 250 cst) 110 Max. ASPAL EMULSI 1. 2. MC 250 atau aspal emulsi kationik medium setting atau aspal emulsi anionik medium setting seperti CMS. 3. Aspal Emulsi Anionik Rapid Setting RS1 RS2 Min Max Min Max 20 100 1 0. 5 detik Daktilitas setelah penurunan berat 250C.

5. 6.s/d 360°C .1 3 250 100 POS 65 100 40 97. 3.1 3 250 Medium Setting CMS1 CMS2 Min Max Min Max 50 POS 65 100 40 97. Rapid Curing (RC) No. 2. RC70 Min Max RC250 Min Max RC 800 Min Max RC3000 Min Max Pemeriksaan Viskositas Kinematik pada 60°C Centistokes Titik Nyala (°C) Kadar Air Destilasi Test .s/d 315°C Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda 70 10 50 70 85 140 0. I. 5.2 - 3000 27 25 70 6000 0. 3. 4. 2. Pemeriksaan Test Emulsi Viskositas.5 200 - 2.2 18 . 4.5 450 1 0. 3.2 - 250 27 35 60 80 500 0. 3. 1. Aspal Emulsi Kationik Rapid Setting CRS1 CRS2 Min Max Min Max 20 40 POS 60 100 40 97. ASPAL CAIR 1. % Destilasi dari Volume Total Destilasi .s/d 225°C .5 200 - 55 100 40 97.5 400 1 0.1 12 90 - No. 2. 2.5 100 1 40 0. 1. II 1.1 12 250 50 POS 65 40 40 97.5 200 - 65 100 40 97.5 450 1 0.2 - 800 27 15 45 75 1600 0.Residu (%) Test pada Residu dari Destilasi Test Penetrasi Daktilitas Kelarutan dalam larutan Carbon Tetra Chlorida (CCL4) II 1. Saybolt Furol pada 50°C Storage Stability Test Sodium Diocotyl S-S Particle Charge Test Sieve Test % Destilasi . Residu dari Destilasi Test Test pada Residu dari Destilasi Test Penetrasi Daktilitas Kelarutan dalam larutan Carbon Tetra Chlorida (CCL4) 55 100 40 97.s/d 190°C .5 200 - 63 100 40 97.Oil test dari volume emulsi (%) .

Jenis agregat b. Residu dari Destilasi Test Test pada Residu dari Destilasi Tes .Viskositas Absolut pada 60°C poises . Jenis bahan pengisi (filler) Prosentase aspal (dalam berat) yang akan ditambahkan pada agregat kering ditentukan berdasarkan pemeriksaan laboratorium.4.Viskositas Absolut pada 60°C poises .Daktilitas .2 10 55 87 1200 - MC800 Min Max 800 66 0 45 75 300 100 99 1600 0.Kelarutan pada CCL4 MC70 Min Max 70 38 0 20 65 55 300 100 99 140 0.2 20 60 90 1200 - MC250 Min Max 250 66 0 15 60 67 300 100 99 500 0. Gradasi agregat c.Kelarutan pada CCL4 55 600 100 99 - 65 600 100 99 2400 - 75 600 100 99 2400 - 80 600 100 99 2400 - 2. Data rencana yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut : a. Mutu agregat d. 4. 3. Pemeriksaan Viskositas Kinematik pada 60°C Centistokes Titik Nyala (°C) Kadar Air Pestilasi Test % Destilasi dari Volume Total Destilasi .2 35 80 1200 - MC3000 Min Max 300 66 0 15 80 300 100 99 6000 0.Daktilitas .4. Rencana tebal lapisan f. 15.s/d 225°C .2 15 75 1200 - 5.Kelelehan/aliran (mm) .Stabilitas (Kg) .% rongga dalam total campuran (V. dimana pada kadar aspal tersebut persyaratanpersyaratan berikut harus dipenuhi : Jenis Pengujian Wearing Course (hotmix) Binder Course (ATB) . Dengan methode Marshall Test akan diperoleh kadar aspal optimum.2 25 70 93 1200 - No .s/d 315°C Residu dari Destilasi Test Test pada Residu dari Destilasi Tes . Medium Curing (MC) MC30 Min Max 30 38 40 75 50 300 100 99 60 0.5 3-8 19 .M) Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda 900 2-4 3-5 650 2 .I. 6. Jenis aspal semen e. 1. 2.5. 6. Campuran Rencana Untuk mendapatkan campuran aspal beton yang baik perlu dilakukan perencanaan campuran.s/d 360°C .

Suhu campuran ketika ke luar dari mixer 6°C f.Pencampuran harus dilaksanakan sebaik-baiknya sampai bahan tercampur baik dan merata. .  Aspal keras (Penetrasi 60) dipanaskan pada temperatur 1500C .5. 650 kg d. Flow Max. 15. Bitumen± 1% Hotmix ATB c.  Temperatur agregat tidak boleh lebih dari 15 0C di atas temperatur aspal semen.5. 4 mm Max.  Temperatur campuran aspal beton yang keluar dari Pugmill.% rongga terisi aspal (V.Bentuk permukaan ke arah memanjang dan melintang harus telah dipersiapkan sesuai dengan perencanaan. 40 No. . Metode Kerja 15. Suhu campuran ketika dihampar pada jalan 6°C. Produksi/pelaksanaan campuran harus menurut spesifikasi berikut: .I. 200 Prosentase Toleransi Lewat Ayakan ± 5% ± 5% ± 3% ± 1% b. 900 kg Min.2. Sebelum penghamparan dilaksanakan.5. tidak boleh lebih dari 1650C.85 2 x 75 65 . 4 No. permukaan yang akan dilapis aspal beton harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: .Permukaan yang tidak menggunakan bahan pengikat harus Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda 20 . . 15. Stabilitas Min.75 2 x 75 Toleransi hasil Job Mix Formula yang dihasilkan dari mesin pencampur (mixing plant) adalah sebagai berikut: a. 8 No.1700C atau sesuai hasil test viskositas pada 70 cst. .B) ..Permukaan harus bebas dari bahan-bahan yang tidak dikehendaki.Perbandingan bahan campuran harus sesuai dengan campuran rencana.Jumlah tumbukan 75 .1. 4.Temperatur campuran sebagai berikut :  Agregat dipanaskan maksimum 1750 C.5 mm e. Agregat Butiran No. misalnya debu dan bahan-bahan lepas lainnya.

untuk melindungi dari pengaruh cuaca dan menjaga penurunan temperatur yang terlalu cepat.1.5 l/m2. Biasanya tebal hamparan gembur berkisar antara 120% sampai dengan 130% dari tebal rencana padat.4.5.6 . dilakukan pemadatan antara (intermediate rolling) dengan menggunakan mesin gilas roda karet (Pneumatic Tired Roller) berat 10-14 ton dengan tekanan angin 75-85 psi dengan kecepatan 5-10 21 Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda . dimana dalam tahapan ini Kontraktor harus melakukan pengawasan terus menerus dan melaksanakan urutan pemadatan sebagai berikut: . Penghamparan Tebal hamparan disesuaikan dengan tebal rencana padat. bersih dan telah disemprot dengan air sabun. minyak perafin atau larutan kapur untuk mencegah melekatnya aspal pada bak dump truck. Lamanya waktu menunggu penghamparan aspal beton setelah pelaksanaan prime coat/tack coat. Tebal lapisan aspal beton padat (lapisan aus dan lapisan penghubung) harus sesuai gambar.5.Pemadatan awal (break down rolling) dilakukan pada temperatur minimum 1100C dengan menggunakan tandem roller atau mesin gilas roda tiga 6-8 ton antara 2-4 lintasan pada kecepatan 3-4 km/jam.5. Campuran harus dihampar pada temperatur minimum 1150C. Selama pengangkutan. Sesudah pemadatan awal selesai. solar. - 15. Untuk kontrol ketebalan hamparan ATB dan Hotmix dapat dipakai kaso kayu kamper ukuran 5 x 7 cm panjang 4 m. Pengangkutan Pengangkutan dilakukan dengan dump truck yang baknya terbuat dari metal. sebanyak 0. Permukaan yang menggunakan bahan pengikat harus diberi lapis pengikat (tack coat) sebanyak maksimum 0. tergantung dari jenis aspal cair/aspal emulsi yang digunakan.3. - 15. campuran harus ditutup dengan terpal. rapat.7 l/m2. Pemadatan Pemadatan adalah tahapan akhir dari rangkaian kegiatan pembuatan lapisan perkerasan jalan.5.- diberi lapis resap pengikat (prime coat). 15.

pemadatan dimulai dari bagian yang rendah sejajar sumbu jalan menuju kebagian yang tinggi.km/jam pada temperatur 700C-900C.  Pada bagian tanjakan dan turunan harus dimulai dari bagian yang rendah sejajar sumbu jalan menuju bagian yang tinggi. Pengendalian Mutu Kegiatan pengendalian mutu yang dimaksud dalam hal ini adalah kegiatan yang harus dilaksanakan oleh Kontraktor guna menjamin hasil pelaksanaan pekerjaan yang baik dan memenuhi persyaratan. maka roda mesin gilas perlu dibasahi dengan air. Pengawasan di lokasi pencampuran (plant).  Pada tikungan.meliputi : Pengawasan terhadap kualitas bahan. 15.5.6.6. pemadatan dimulai dari tepi perkerasan. Penghamparan dan pemadatan harus diusahakan sedemikian rupa sehingga tidak terlalu banyak terjadi sambungansambungan.  Pekerjaan pemadatan dihentikan jika kepadatan telah mencapai 97% dari kepadatan laboratorium. Pemadatan akhir dilaksanakan pada temperatur minimum 600C atau sedikit diatas titik leleh aspal yang digunakan. Pemadatan akhir (finishing roller) dilaksanakan dengan menggunakan mesin gilas 8-10 ton. suhu pemanasan bahan campuran dan hasil campuran Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda 22 .  Roda penggerak mesin gilas pada lintasan pertama ditempatkan dimuka. Dalam menempatkan campuran baru terhadap lapisan yang telah digilas hendaknya diusahakan bahwa bidang kontak harus vertikal (dengan cara lapisan lama dipotong tegak lurus) dan perlu diberikan pada bidang vertikal tersebut lapis pengikat (tack coat) untuk menambah pelekatan pada sambungan. hendaknya diperhatikan agar dicapai pelekatan yang sempurna pada seluruh tebalnya. Pengendalian mutu tersebut adalah: 15.7.6. Cara Pemadatan:  Pada jalan lurus. Bila sambungan harus diadakan. sejajar dengan sumbu jalan menuju ketengah. dengan kecepatan 5-8 km/jam. 15.1.5.  Untuk mencegah pelekatan campuran pada mesin gilas. keadaan peralatan. langsung setelah pemadatan kedua berakhir. - 15. sampai alur-alur bekas roda pemadat hilang (rata).

cara pemadatan dan hasil pemadatan. Pengawasan terhadap suhu setiap tahap pemadatan.2.- (gradasi. Pengambilan contoh yang dilakukan minimum 1 kali setiap hari produksi. Pemeriksaan kerataan. Lapisan aspal beton baru boleh digunakan untuk lalu lintas dengan kecepatan rendah. kecuali ditentukan lain oleh Pengawas. meliputi: Pengawasan terhadap lapis pengikat (tack coat). Lapisan aspal beton baru boleh digunakan untuk lalu lintas secara bebas minimum setelah 4 jam dari pemadatan akhir. tebal hamparan dan suhu hamparan yang akan dipadatkan. Pengawasan di lokasi penghamparan.6. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Jalan Bukit Mediterania Samarinda 23 . yaitu harus diperiksa jumlah dan kerataannya. setelah selesai pemadatan akhir dan temperatur sudah dibawah titik lembek aspal. atau setelah lebih kurang 2 jam.7. 15. kemiringan sambungan-sambungan. 15. marshall test).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->