PENGERTIAN LINGKUNGAN Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya.

Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan. Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar. Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.

LINGKUNGAN HIDUP Secara khusus, kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di bumi. Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: 1. Unsur Hayati (Biotik) Unsur hayati (biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik. Jika kalian berada di kebun sekolah, maka lingkungan hayatinya didominasi oleh tumbuhan. Tetapi jika berada di dalam kelas, maka lingkungan hayati yang dominan adalah teman-teman atau sesama manusia. 2. Unsur Sosial Budaya Unsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat. 3. Unsur Fisik (Abiotik)

perubahan musim yang tidak teratur. merusak. 4) Gas yang mengandung racun. banyak hewan dan tumbuhan mati. iklim. Letusan gunung berapi Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perut bumi yang menimbulkan tekanan kuat keluar melalui puncak gunung berapi. Akan terjadi bencana kekeringan. dan lainlain. dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui. munculnya berbagai penyakit. dapat menimpa perumahan. yaitu: 1. pasir).Unsur fisik (abiotik). Keberadaan lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi. seperti tanah. b. Dahsyatnya gelombang tsunami yang memporak-porandakan bumi Serambi Mekah dan Nias. KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP Berdasarkan faktor penyebabnya. udara. menyebabkan gangguan pernafasan. merupakan contoh fenomena alam yang dalam sekejap mampu merubah bentuk muka bumi. bentuk kerusakan lingkungan hidup dibedakan menjadi 2 jenis. Gempa bumi . Bayangkan. Bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi antara lain berupa: 1) Hujan abu vulkanik. 3) Awan panas. yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup. dan mematikan apa pun yang dilalui. 2) Lava panas. dan lain-lain. Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam Berbagai bentuk bencana alam yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia telah menimbulkan dampak rusaknya lingkungan hidup. serta gempa 5 skala Ritcher yang meratakan kawasan DIY dan sekitarnya. Peristiwa alam lainnya yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain: a. 5) Material padat (batuan. dan lain-lain. kerikil. air. apa yang terjadi jika air tak ada lagi di muka bumi atau udara yang dipenuhi asap? Tentu saja kehidupan di muka bumi tidak akan berlangsung secara wajar.

namun manusia sama sekali tidak dapat memprediksikan kapan terjadinya gempa. 2. Manusia dapat mengukur berapa intensitas gempa. Perbedaan tekanan udara ini terjadi karena perbedaan suhu udara yang mencolok. 5) Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami (gelombang pasang). Pada saat gempa berlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai akibat langsung maupun tidak langsung. sampai di kawasan Asia seperti Korea dan Taiwan. bahaya yang ditimbulkan oleh gempa lebih dahsyat dibandingkan dengan letusan gunung berapi. 4) Terjadi banjir. bahaya angin topan merupakan bencana musiman. 2) Tanah di permukaan bumi merekah. di antaranya: 1) Berbagai bangunan roboh. c. Bagi wilayah-wilayah di kawasan California. di antaranya kegiatan magma (aktivitas gunung berapi). akibat rusaknya tanggul. Serangan angin topan (puting beliung) dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup dalam bentuk: 1) Merobohkan bangunan. Oleh karena itu. terjadinya tanah turun. 3) Membahayakan penerbangan. jalan menjadi putus. Texas. Bahaya angin topan bisa diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkan keadaan atmosfer bumi. 2) Rusaknya areal pertanian dan perkebunan. dan kecepatannya. maupun karena gerakan lempeng di dasar samudra. termasuk gambar terbentuknya angin topan.Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan karena beberapa hal. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan iklim di Indonesia yang tak lain disebabkan oleh adanya gejala pemanasan global. 4) Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal. Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Manusia . Serangan angin topan bagi negara-negara di kawasan Samudra Pasifik dan Atlantik merupakan hal yang biasa terjadi. arah. Angin topan Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggi menuju ke kawasan bertekanan rendah. 3) Tanah longsor akibat guncangan. Tetapi bagi Indonesia baru dirasakan di pertengahan tahun 2007.

antara lain: a. c. Terjadinya pencemaran (pencemaran udara. Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain: a. Perburuan liar. Terjadinya banjir. Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas. b. Banyak kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan lingkungan hidup. Merusak hutan bakau. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masingmasing. Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS). tanah. air. melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi. seringkali apa yang dilakukan manusia tidak diimbangi dengan pemikiran akan masa depan kehidupan generasi berikutnya. d. UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja. Namun sayang. sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.Manusia sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. e. Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan). dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri. g. dari balita sampai manula. f. Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia. sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan. b. c. Terjadinya tanah longsor. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi mampu merubah wajah dunia dari pola kehidupan sederhana sampai ke bentuk kehidupan modern seperti sekarang ini. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman. Pembuangan sampah di sembarang tempat. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak. .

Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien. Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mempunyai tujuan di antaranya: a. yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang. Upaya yang Dilakukan Pemerintah Pemerintah sebagai penanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya memiliki tanggung jawab besar dalam upaya memikirkan dan mewujudkan terbentuknya pelestarian lingkungan hidup. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat. Menjamin pemerataan dan keadilan. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. b. d. Hal-hal yang dilakukan pemerintah antara lain: a. Di dalamnya terkandung 2 gagasan penting. dan pengawasan. 1. Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah. b. Adapun ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan adalah sebagai berikut: a. c. khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup. Pada masa reformasi sekarang ini. dan berkelanjutan. pembangunan nasional dilaksanakan tidak lagi berdasarkan GBHN dan Propenas. Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de Jeniro tahun 1992. Gagasan keterbatasan. pelaksanaan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan. .Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan. Menggunakan pandangan jangka panjang. tetapi berdasarkan UU No. efektif. tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). 25 Tahun 2000. Menggunakan pendekatan integratif. c. berkeadilan. Menghargai keanekaragaman hayati. Gagasan kebutuhan. penganggaran. yaitu: a. Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. b.

e. maka bukan mustahil jika lingkungan berubah menjadi padang tandus. Untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terasering atau sengkedan. Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul. tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. masyarakat harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya sesuai dengan kemampuan masing-masing.b. Pelestarian tanah (tanah datar. Menerbitkan UU No. Pemerintah mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon. Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. lahan miring/perbukitan) Terjadinya bencana tanah longsor dan banjir menunjukkan peristiwa yang berkaitan dengan masalah tanah. 2) Mengawasi bahan berbahaya dan beracun (B3). Maka . 2. 3) Melakukan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). d. tentang AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan). dengan tujuan pokoknya: 1) Menanggulangi kasus pencemaran. salah satunya oksigen. Banjir telah menyebabkan pengikisan lapisan tanah oleh aliran air yang disebut erosi yang berdampak pada hilangnya kesuburan tanah serta terkikisnya lapisan tanah dari permukaan bumi. pemerintah membentuk Badan Pengendalian Lingkungan. karena setiap organisme bernapas memerlukan udara. Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup oleh Masyarakat Bersama Pemerintah Sebagai warga negara yang baik. Jika hal tersebut dibiarkan terus berlangsung. Pada tahun 1991. Keadaan ini sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup setiap organisme. sehingga mampu menghambat laju aliran air hujan. c. 4 Tahun 1982. Pelestarian udara Udara merupakan unsur vital bagi kehidupan. b. Udara yang kotor karena debu atau pun asap sisa pembakaran menyebabkan kadar oksigen berkurang. 24 Tahun 1986. Beberapa upaya yang dapat dilakuklan masyarakat berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup antara lain: a. Kalian mengetahui bahwa dalam udara terkandung beranekaragam gas. Tanah longsor disebabkan karena tak ada lagi unsur yang menahan lapisan tanah pada tempatnya sehingga menimbulkan kerusakan.

sebab hutan bukan hanya menyediakan bahan pangan maupun bahan produksi. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain: 1) Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita Tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. karena mampu memantulkan kembali sinar ultraviolet ke luar angkasa yang dipancarkan oleh matahari. di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan uap air. Sinar ultraviolet yang berlebihan akan merusakkan jaringan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu udara. Pelestarian hutan Eksploitasi hutan yang terus menerus berlangsung sejak dahulu hingga kini tanpa diimbangi dengan penanaman kembali. menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak. . 2) Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran. baik pembakaran hutan maupun pembakaran mesin Asap yang keluar dari knalpot kendaraan dan cerobong asap merupakan penyumbang terbesar kotornya udara di perkotaan dan kawasan industri. Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan: 1) Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul. 4) Menerapkan sistem tebang±tanam dalam kegiatan penebangan hutan. serta pemasangan filter pada cerobong asap pabrik. Padahal hutan merupakan penopang kelestarian kehidupan di bumi. 3) Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon. segar.perlu diupayakan kiat-kiat untuk menjaga kesegaran udara lingkungan agar tetap bersih. sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut. 3) Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer Gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetika. penahan lapisan tanah. Rusaknya hutan menyebabkan jutaan tanaman lenyap sehingga produksi oksigen bagi atmosfer jauh berkurang. sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis. adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon. 2) Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang. Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan. melainkan juga penghasil oksigen. Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer yang berperan sebagai filter bagi bumi. Pemanasan global terjadi di antaranya karena makin menipisnya lapisan ozon di atmosfer. dan sehat. c. Pembalakan liar yang dilakukan manusia merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. dan menyimpan cadangan air.

Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah: 1) Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa. 2) Melarang kegiatan perburuan liar. dan alam sekitarnya. hewan. pengrusakan hutan bakau.5) Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan. e. Oleh karena itu. 3) Menggalakkan kegiatan penghijauan. merupakan kegatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut dan pantai. Pelestarian laut dan pantai Seperti halnya hutan. karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut. kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia. Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian pantai disebabkan telah hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang merupakan pelindung alami terhadap gempuran ombak. tumbuhan. 2) Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut. 3) Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan. Pengambilan pasir pantai. Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pelestarian flora dan fauna Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara manusia. d. karang di laut. Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan. Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara: 1) Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai. 4) Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan. laut juga sebagai sumber daya alam potensial. .

sedangkan yang masih sangat baik tinggal 6. rusaknya terumbu karang berarti juga menurunnya populasi ikan. mulai dari tempat mencari makan hingga berkembang biak. fungsi terumbu karang amat besar bagi kelangsungan hidup ikan dan beragam biota laut lainnya.2 persen. Kerusakan itu terutama disebabkan praktik pengeboman ikan dan pengambilan karang untuk bahan bangunan dan reklamasi pantai. Padahal. Itu berarti pula berkurangnya pasokan ikan sebagai bahan pangan manusia.[2] . Itu pun bila kondisi lingkungan di sekitarnya mendukung. Kondisi rusaknya terumbu karang itu akan terasa makin memprihatinkan bila mendengar keterangan dari pakar terumbu karang. berpuluh hingga beratus tahun. Morfologi dan Fisiologi.TERUMBU karang di perairan Indonesia kerap disebut-sebut dalam kondisi rusak parah.[1] Kelas Anthozoa tersebut terdiri dari dua Subkelas yaitu Hexacorallia (atau Zoantharia) dan Octocorallia. Manfaat lain dari terumbu karang adalah sebagai pelindung pantai dari abrasi Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae. yang keduanya dibedakan secara asal-usul.[1] Terumbu karang termasuk dalam jenis filum Cnidaria kelas Anthozoa yang memiliki tentakel. Bila mengacu pada penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P3O-LIPI). Oleh karena itu. yang mengatakan bahwa pemulihan terumbu karang memakan waktu cukup lama. terumbu karang yang hancur lebur mencapai hampir 50 persen.

[2] Selama peristiwa pemutihan tersebut. "karang" yang dimaksud adalah koral.[1] Terumbu karang merupakan habitat bagi berbagai spesies tumbuhan laut. sekelompok hewan dari ordo Scleractinia yang menghasilkan kapur sebagai pembentuk utama terumbu. atau disebut singkat dengan terumbu. terumbu karang merupakan struktur batuan sedimen dari kapur (kalsium karbonat) di dalam laut.[1] Hal ini dapat berpengaruh pada penetrasi cahaya oleh terumbu karang.[5] Terumbu adalah batuan sedimen kapur di laut. satu individu polip karang akan berkembang menjadi banyak individu yang disebut koloni.[2] [sunting] Kondisi optimum Untuk dapat bertumbuh dan berkembang biak secara baik. sedimentasi. terumbu karang membutuhkan kondisi lingkungan hidup yang optimal.[1] Bagi ahli biologi terumbu karang merupakan suatu ekosistem yang dibentuk dan didominasi oleh komunitas koral. sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan hidupnya terutama suhu.[3] Dalam bentuk sederhananya.[5] Secara fisik terumbu karang adalah terumbu yang terbentuk dari kapur yang dihasilkan oleh karang.[5] Sedimentasi kapur di terumbu dapat berasal dari karang maupun dari alga.[5] Habitat Terumbu karang pada umumnya hidup di pinggir pantai atau daerah yang masih terkena cahaya matahari kurang lebih 50 m di bawah permukaan laut. salinitas.[5] Di Indonesia semua terumbu berasal dari kapur yang sebagian besar dihasilkan koral. rata-rata suhu permukaan air di perairan Indonesia adalah 2-3 °C di atas suhu normal.[1] Bagi ahli geologi. namun terumbu karang tersebut tidak bersimbiosis dengan zooxanhellae dan tidak membentuk karang.[1] . yaitu pada suhu hangat sekitar di atas 20oC. Eutrofikasi dan memerlukan kualitas perairan alami (pristine).[1] Dalam peristilahan 'terumbu karang'.[2] Demikian halnya dengan perubahan suhu lingkungan akibat pemanasan global yang melanda perairan tropis di tahun 1998 telah menyebabkan pemutihan karang (coral bleaching) yang diikuti dengan kematian massal mencapai 90-95%.[1] Terumbu karang juga memilih hidup pada lingkungan perairan yang jernih dan tidak berpolusi. karang terdiri dari satu polip saja yang mempunyai bentuk tubuh seperti tabung dengan mulut yang terletak di bagian atas dan dikelilingi oleh Tentakel.[1] Beberapa tipe terumbu karang dapat hidup jauh di dalam laut dan tidak memerlukan cahaya.[3] Namun pada kebanyakan Spesies.[1] Terumbu karang secara umum dapat dinisbatkan kepada struktur fisik beserta ekosistem yang menyertainya yang secara aktif membentuk sedimentasi kalsium karbonat akibat aktivitas biologi (biogenik) yang berlangsung di bawah permukaan laut. dan mikroorganisme laut lainnya yang belum diketahui. yang juga meliputi karang hidup dan karang mati yang menempel pada batuan kapur tersebut. hewan laut.[4] Hewan ini memiliki bentuk unik dan warna beraneka rupa serta dapat menghasilkan CaCO3.[1] Ekosistem terumbu karang sebagian besar terdapat di perairan tropis.Koloni karang dibentuk oleh ribuan hewan kecil yang disebut Polip.[5] Kerangka karang mengalami erosi dan terakumulasi menempel di dasar terumbu.

Beberapa terumbu karang membutuhkan cahaya matahari untuk melakukan kegiatan fotosintesis.[7] Terumbu karang dan segala kehidupan yang ada didalamnya merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya.[7] Bentangan terumbu karang yang terbesar dan terkaya dalam hal jumlah spesies karang.[7] Diperkirakan luas terumbu karang yang terdapat di perairan Indonesia adalah lebih dari 60.[3] [sunting] Di Indonesia dan Indo Pasifik Terumbu karang merupakan salah satu komponen utama sumber daya pesisir dan laut.[2] [sunting] Fotosintesis Proses fotosintesis oleh alga menyebabkan bertambahnya produksi kalsium karbonat dengan menghilangkan karbon dioksida dan merangsang reaksi kimia sebagai berikut[6]: Ca(HCO3) CaCO3 + H2CO3 H2O + CO2 Fotosintesis oleh algae yang bersimbiosis membuat karang pembentuk terumbu menghasilkan deposit cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat.[8] [sunting] Manfaat .000 km2. yang tersebar luas dari perairan Kawasan Barat Indonesia sampai Kawasan Timur Indonesia. ikan.[1] Oleh karena itu. oksigen-oksigen hasil fotosintesis yang terlarut dalam air dapat dimanfaatkan oleh spesies laut lainnya.[1] Polip-polip penyusun terumbu karang yang terletak pada bagian atas terumbu karang dapat menangkap makanan yang terbawa arus laut dan juga melakukan fotosintesis.[5] Indonesia merupakan tempat bagi sekitar 1/8 dari terumbu karang Dunia dan merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman biota perairan dibanding dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya. dan moluska terdapat pada regional Indo-Pasifik yang terbentang mulai dari Indonesia sampai ke Polinesia dan Australia lalu ke bagian barat yaitu Samudera Pasifik sampai Afrika Timur.[1] Hewan karang sebagai pembangun utama terumbu adalah organisme laut yang efisien karena mampu tumbuh subur dalam lingkungan sedikit nutrien (oligotrofik). disamping hutan mangrove dan padang lamun. kira-kira 10 kali lebih cepat daripada karang yang tidak membentuk terumbu (ahermatipik) dan tidak bersimbiose dengan zooxanthellae.[7] Contohnya adalah ekosistem terumbu karang di perairan Maluku dan Nusa Tenggara.

satu sentuhan saja dapat membunuh terumbu karang pemborosan air. baik secara ekologi maupun ekonomi. [9] Estimasi jenis manfaat yang terkandung dalam terumbu karang dapat diidentifikasi menjadi dua yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung.2%. semakin banyak air yang digunakan maka semakin banyak pula limbah air yang dihasilkan dan dibuang ke laut. .[3] Beberapa aktivitas manusia yang dapat merusak terumbu karang[11]: y y y membuang sampah ke laut dan pantai yang dapat mencemari air laut membawa pulang ataupun menyentuh terumbu karang saat menyelam. ikan ekor kuning). batu karang.[7] Manfaat dari terumbu karang yang langsung dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah[3]: y y y sebagai tempat hidup ikan yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang pangan. Sedangkan yang termasuk dalam pemanfaatan tidak langsung adalah sebagai penahan abrasi pantai yang disebabkan gelombang dan ombak laut. pariwisata. penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya.[9] Hal tersebut membuat Indonesia menjadi negara pengekspor terumbu karang pertama di dunia. kerusakan terumbu karang. serta sebagai sumber keanekaragaman hayati.[9].[9] Meskipun faktanya kuantitas perdagangan terumbu karang telah dibatasi oleh Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES). seperti ikan kerapu. Kerusakan terumbu karang Indonesia merupakan negara yang mempunyai potensi terumbu karang terbesar di dunia. wisata bahari melihat keindahan bentuk dan warnanya.[9] Dewasa ini.[9] Luas terumbu karang di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 60.karang sebagai tempat hidup ikan Terumbu karang mengandung berbagai manfaat yang sangat besar dan beragam. laju eksploitasi terumbu karang masih tinggi karena buruknya sistem penanganannya.[9] Kerusakan ini menyebabkan meluasnya tekanan pada ekosistem terumbu karang alami. ikan baronang.000 km2. terutama di Indonesia meningkat secara pesat.[9] Terumbu karang yang masih berkondisi baik hanya sekitar 6.

y y y y y y y y pengunaan pupuk dan pestisida buatan. penambangan pembangunan pemukiman reklamasi pantai polusi penangkapan ikan dengan cara yang salah. Membuang jangkar pada pesisir pantai secara tidak sengaja akan merusak terumbu karang yang berada di bawahnya. seperti pemakaian bom ikan . terdapatnya predator terumbu karang. seberapapun jauh letak pertanian tersebut dari laut residu kimia dari pupuk dan pestisida buatan pada akhinya akan terbuang ke laut juga. seperti sejenis siput drupella.