Rantie Septianti- 0806343020

Daftar Isi:
Daftar Isi.........................................................................................................................1 Ringkasan kasus: Pembunuhan artis sinetron Hanny Wahab terungkap.......................2 Pembahasan kasus..........................................................................................................5 I. II. III. IV. V. VI. VII. Penggolongan dan unsur- unsurnya....................................................................5 Pidana dan Pemidanaan.....................................................................................11 Dasar penghapus pidana....................................................................................15 Dasar peringan dan pemberat pidana................................................................17 Gabungan tindak pidana....................................................................................20 Penyertaan.........................................................................................................28 Gugurnya hak jaksa untuk menuntut tindak pidana dan kewajiban terpidana untuk menjalani pidana.....................................................................................31 Daftar Pustaka..............................................................................................................36

Fakultas Hukum Universitas Indonesia

Page 1

Rantie Septianti- 0806343020

Ringkasan Kasus Sumber:
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/03/03/65331/7/5/Pembunuhan_Artis_Sinetron_Hann y_Wahab_Terungkap diakses oleh Rantie Septianti pada tanggal 2 Mei 2009 pukul 08.44 WIB

Pembunuhan Artis Sinetron Hanny Wahab Terungkap

JAKARTA--MI: Polres Jakarta Barat, Selasa (17/3), mengungkap pembunuhan artis sinetron Hanny Wahab, atau Nurheny Wahab, 53 yang tewas dibunuh di rumahnya (11/3) lalu. Polisi menangkap dua tersangka pelaku pembunuhan di Segara Anten, Sukabumi, Jawa Barat, tempat kerabat pelaku. Wakil Kepala Polres Jakarta Barat Kombes Yazid Fanani mengatakan, pelaku utama berinisial HS (Hendi Lesmana), 22 yang dibantu oleh teman sekampungnya, RM (Rahmatullah), 21. Keduanya merupakan warga Kampung Sukawening, Kelurahan Sukakerta Kecamatan Kadupandak Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. "Hendi adalah mantan pembantu rumah tangga korban yang telah berhenti beberapa bulan sebelumnya," ujar Fanani. Ia mengatakan, motif pembunuhan adalah pencurian atas dasar dendam. Saat masih bekerja sebagai pembantu, tersangka mengaku sering dimarahi oleh korban.

Fanani kemudian memaparkan kronologis pembunuhan tersebut. Berawal pada Selasa, (10/3), kedua tersangka bertemu di kawasan Angke, Jakbar untuk merencanakan perampokan di rumah korban. Keduanya lalu menumpang Kereta dari Stasiun Angke ke Stasiun Rawa Buaya, menuju rumah korban di Perumahan Inter Kota Blok B 5 No 24-25, Duri Kosambi Jakbar. Saat itu di rumah korban masih ada tamu, sehingga Hendi menunggu sementara Rahmat kembali ke Stasiun Rawa Buaya. Setelah tamu pulang, Hendi menyelinap ke salah satu kamar kos (paviliun) di dalam rumah korban. Karena sudah menguasai medan, tanpa menemui kesulitan Hendi berhasil menyelinap masuk dan bersembunyi di salah satu ruangan tanpa diketahui siapapun.

Setelah Amir, pembantu kebersihan korban keluar dari rumah korban untuk pulang Hendi Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 2

Rantie Septianti- 0806343020 kemudian masuk ke dapur dan ruang makan serta mengambil Playstation yang langsung ia simpan di paviliun. Setelah itu, Hendi membuka pintu kamar korban dan melihat Hanny tengah tidur dalam posisi terlentang. Ia kemudian mengambil empat unit telepon seluler dan tas korban yang berisi uang tunai sebesar Rp 1,511 juta dan beberapa surat-surat.

Setelah menyimpan barang curiannya di paviliun, Hendi kembali ke dapur mengambil sarung tangan yang ia pakai dan Alu (kayu) kira-kira sepanjang 50 cm yang ia gunakan untuk memukul korban di bagian dada, kepala belakang dan dagu korban hingga korban bersimbah darah. Setelah itu ia membekap muka korban dengan bantal hingga korban tidak bergerak lagi.

Aksi Hendi tidak sampai disitu, tubuh korban yang sudah tidak bergerak ia foto menggunakan kamera telepon seluler milik korban sebanyak tiga kali termasuk bagian kemaluannya. Aksi bejatnya berlanjut, ia menyetubuhi korbannya. "Hal ini diakui tersangka, serta terbukti dari visum yang memperlihatkan terdapat cairan sperma di kemaluan korban," papar Wakapolres Jakbar. Selesai melakukan tindakan biadabnya, Hendi menemui Rahmat di Stasiun Rawa Buaya, mereka kemudian melarikan diri ke Cirebon kemudian ke Sukabumi. Pada saat pelarian selama lima hari, Hendi membagi hasil kejahatannya berupa telepon genggam dan uang tunai Rp 200 ribu kepada Rahmat.

Setelah melakukan pencarian selama lima hari, polisi berhasil membekuk kedua tersangka di Segara Anten, Sukabumi. Dari pelaku, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 793.200, satu lembar mata uang real, dua unit telepon seluler Nokia 5000 dan N70, dan alu terbuat dari kayu yang digunakan untuk memukul kepala korban hingga tewas. Sementara dari TKP polisi menyita sebuah bantal bernoda darah, selembar karpet, daster batik dan celana dalam korban.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan melakukan pengembangan kasus. "Pelaku utama, Hendi dapat dikenai pasal berlapis 340, 365 dan 285 tentang pembunuhan berencana, pencurian dengan kekerasan, serta pemerkosaan," papar Fanani. Ia terancam hukuman penjara maksimal seumur hidup. Sementara rekannya Rahmat Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 3

Setelah empat bulan bekerja ia berhenti. "Saya sering dipaksa masak. (Jui/OL-03) Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 4 .0806343020 dapat dikenai pasal 55 yaitu turut serta dalam pencurian dengan kekerasan. Kepada wartawan. Pada awal 2009 ia kembali bekerja di tempat Hanny tetapi hanya bertahan satu minggu. Hendi mulai bekerja sebagai pembantu rumah tangga Hanny pada tahun 2007.Rantie Septianti. Hendi mengaku dendam karena sering dimarahi Hanny. Alasan yang disebutkan Hendi terlihat janggal dan terlalu ringan jika sampai harus membunuh Hanny." sebutnya. padahal saya tidak bisa.

22 yang dibantu oleh teman sekampungnya.surat. Aksi bejatnya berlanjut. Sukabumi. (10/3). 53 yang tewas dibunuh di rumahnya (11/3) lalu. Hendi menemui Rahmat di Stasiun Rawa Buaya. playstation. Pelaku HS adalah mantan pembantu rumah tangga korban yang telah berhenti beberapa bulan sebelumnya. Motif pembunuhan adalah pencurian atas dasar dendam. Wakil Kepala Polres Jakarta Barat Kombes Yazid Fanani mengatakan. Selasa (17/3). Setelah itu ia membekap muka korban dengan bantal hingga korban tidak bergerak lagi. Aksi Hendi tidak sampai disitu. menuju rumah korban di Perumahan Inter Kota Blok B 5 No 24-25. Karena telah mengetahui medan rumah korban. Selesai melakukan tindakan biadabnya. RM (Rahmatullah). 365 dan 285 tentang pembunuhan berencana.Rantie Septianti. Lalu. Polisi menangkap dua tersangka pelaku pembunuhan di Segara Anten. serta pemerkosaan. Duri Kosambi Jakbar. 21. "Pelaku utama. mereka kemudian melarikan diri ke Cirebon kemudian ke Sukabumi.barang yang milik korban seperti. kepala belakang dan dagu korban hingga korban bersimbah darah. Sementara rekannya Rahmat dapat dikenai pasal 55 yaitu turut serta dalam pencurian dengan kekerasan. pelaku utama berinisial HS (Hendi Lesmana). Hendi dapat dikenai pasal berlapis 340. Jawa Barat. Penggolongan dan unsur-unsurnya: JAKARTA--MI: Polres Jakarta Barat. kedua tersangka bertemu di kawasan Angke. mengungkap pembunuhan artis sinetron Hanny Wahab. Ia terancam hukuman penjara maksimal seumur hidup. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan melakukan pengembangan kasus.511 juta dan beberapa surat. empat unit telepon seluler.0806343020 Pembahasan Kasus I. Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 5 . tempat kerabat pelaku. pelaku dengan mudah melakukan pencurian barang. pelaku HS mengambil sarung tangan yang ia pakai dan Alu (kayu) kira-kira sepanjang 50 cm yang ia gunakan untuk memukul korban di bagian dada. pencurian dengan kekerasan. Keduanya lalu menumpang Kereta dari Stasiun Angke ke Stasiun Rawa Buaya. atau Nurheny Wahab. tubuh korban yang sudah tidak bergerak ia foto menggunakan kamera telepon seluler milik korban sebanyak tiga kali termasuk bagian kemaluannya. ia menyetubuhi korbannya. Kronologis pembunuhan berawal pada Selasa. tas korban yang berisi uang sebesar Rp 1. Jakbar untuk merencanakan perampokan di rumah korban." papar Fanani.

22 tahun karena tidak memilki dasar pembenar dan dasar pemaaf. yaitu menghendaki (willens) dan mengetahui (wetens) akibatnya. Sengaja Unsur kesengajaan terdiri atas 2 unsur.Rantie Septianti.Kesengajaan keinsyafan kepastian . Dalam kasus ini pelaku sudah ada niat untuk melakukan pembunuhan dan pelaksanaannya ketika waktu setelah adanya niat tersebut. dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu. Barangsiapa Setiap orang pengemban hak dan kewajiban dalam hukum dan dapat dimintai pertanggungjawaban. Niat tersebut dibuktikan dengan situasi yaitu. kedua terdakwa Hendi Lesmana beserta Rahmatullah bertemu di kawasan Angke. pada Selasa. Dalam kasus ini terdakwa pelaku pembunuhan yang disertai dengan pencurian terhadap artis cantik Hanny Wahab alias Nurhenny Wahab.0806343020 Pasal 340 KUHP: ³Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain. Bentuk pembunuhan berencana yang dilakukan Hendi Lesmana adalah kesengajaan sebagai tujuan karena pelaku telah memiliki niat dan tujuan awal untuk membunuh korban setelah melakukan pencurian sejumlah barang.barang yang ada di rumah korban Hanny Wahab.Kesengajaan sebagai tujuan .´ Unsur-unsur yang terdapat dalam Pasal 340 KUHP: 1. Dengan rencana lebih dahulu Ada tenggang waktu yang cukup antara niat dengan perbuatan (pelaksanaan delik). 2. jadi tidak seketika. Kesengajaan (opzet) juga terdiri atas 3 macam bentuk: . 3. 53 tahun. paling lama dua puluh tahun. karena pembunuhan dengan rencana (moord).Kesengajaan keinsyafan kemungkinan Dalam kasus ini terdapat unsur kesengajaan karena terdakwa Hendi Lesmana menghendaki dan mengetahui akibat dari perbuatan pembunuhannya. Jakarta Barat untuk Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 6 . diancam. 10 Maret 2009. yaitu Hendi Lesmana.

22 tahun karena tidak memilki dasar pembenar dan dasar pemaaf. empat unit telepon seluler dan tas korban yang berisi uang tunai sebesar Rp 1. Apabila waktu memiliki itu barangnya sudah ada di tangannya maka perbuatan itu bukan pencurian tapi penggelapan. korban Hanny Wahab alias Nurheny Wahab meninggal dunia. maksudnya waktu pencuri mengambil barang itu. dan sebagainya. dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum.Rantie Septianti. Pasal 362 KUHP: ´ Barangsiapa mengambil barang sesuatu. dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak enam puluh rupiah. Dalam kasus ini. 4. Barang sesuatu Segala sesuatu yang berwujud termasuk pula binatang (manusia tidak termasuk) misalnya. Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 7 . diancam karena pencurian. Dalam kasus ini terdakwa pelaku pencurian yang disertai dengan pembunuhan secara berencana terhadap artis cantik Hanny Wahab alias Nurhenny Wahab. 2. Mengambil Mengambil untuk dikuasainya. uang.´ 1. Merampas nyawa orang lain Yaitu menyebabkan matinya orang. delik pembunuhan berencana. 53 tahun. 3. 11 Maret 2009. Barangsiapa Setiap orang pengemban hak dan kewajiban dalam hukum dan dapat dimintai pertanggungjawaban. yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain. Karena semua unsur dari Pasal 340 KUHP telah terpenuhi maka pelaku dapat dipidana berdasarkan Pasal 340 KUHP. Dalam kasus ini terdakwa Hendi Lesmana mengambil barang milik korban Hanny Wahab berupa Playstation. yaitu Hendi Lesmana. Barang ini tidak perlu mempunyai harga ekonomis.511 juta dan beberapa surat-surat untuk dikuasainya. Dalam pengertian barang masuk pula daya listrik dan gas meskipun tidak berwujud. baju. kalung.0806343020 merencanakan pencurian dan pembunuhan di rumah korban pada Rabu. Pembunuhan berencana dilakukan karena terdakwa Hendi Lesmana merasa kesal sering dimarahi oleh korban Hanny Wahab. barang tersebut belum ada dalam kekuasaannya. akan tetapi dialirkan di kawat atau pipa.

7.barang yang diambil oleh terdakwa Hendi Lesmana telah berpindah tempat ke tangan ia dan temannya Rahmatullah Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 8 . bertentangan dengan hak korban Hanny Wahab. 5. Kesengajaan (opzet) juga terdiri atas 3 macam bentuk: Kesengajaan sebagai tujuan Kesengajaan keinsyafan kepastian Kesengajaan keinsyafan kemungkinan Dalam kasus ini terdapat unsur kesengajaan karena terdakwa Hendi Lesmana menghendaki dan mengetahui akibat dari perbuatan pencurian. Yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain Dalam kasus ini terdakwa Hendi Lesmana mengambil barang. yaitu menghendaki (willens) dan mengetahui (wetens) akibatnya. Untuk dimiliki Dalam kasus ini barang. Bentuk pencurian yang dilakukan Hendi Lesmana adalah kesengajaan sebagai tujuan karena pelaku telah memiliki niat dan tujuan awal untuk mencuri barang. tanpa alasan yang wajar. tanpa alasan yang wajar yaitu dendam terhadap korban.barang yang diambil milik korban Hanny Wahab oleh Hendi Lesmana dengan tujuan dimilikinya sehingga menjadi hak terdakwa.barang milik korban Hanny Wahab. 4. Dalam kasus ini barang. 8. 6. Dalam kasus ini terdakwa Hendi Lesmana melakukan pencurian yang bukan merupakan haknya. bukan miliknya. dan bertentangan dengan hukum positif di negara ini yaitu berdasarkan KUHP.barang milik korban di rumah korban Hanny Wahab.Rantie Septianti. Dengan maksud Unsur kesengajaan terdiri atas 2 unsur. Diancam karena pencurian Apabila barang tersebut sudah berpindah tempat.511 juta dan beberapa surat-surat untuk dikuasainya.0806343020 Dalam kasus ini terdakwa Hendi Lesmana mengambil barang milik korban Hanny Wahab berupa Playstation. bertentangan dengan hak orang lain. dan bertentangan dengan hukum positif. empat unit telepon seluler dan tas korban yang berisi uang tunai sebesar Rp 1. Secara melawan hukum Melawan hukum adalah tanpa hak sendiri.

Turut melakukan (medepleger) 4. terdakwa Hendi Lesmana yang memenuhi unsur sebagai pelaku langsung (dader).0806343020 Karena semua unsur pada Pasal 362 KUHP telah terpenuhi maka pelaku dapat dipidana berdasarkan Pasal 362 KUHP. yang menyuruh melakukan.1 KUHP: ³ (1) Dipidana sebagai pembuat (dader) sesuatu perbuatan pidana: ke-1. Dipidana sebagai pelaku tindak pidana Para pelaku lain selain pelaku langsung (dader). Pasal 56 KUHP: Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 9 . Mereka yang melakukan (pleger) Dalam kasus ini. delik tentang pencurian. yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan. 2. dihukum selayaknya dader. dan yang turut serta melakukan perbuatan. Dalam kasus ini. Aturan ini dibuat untuk dapat menghukum orang-orang yang sebagai otak kejahatan.´ Unsur-unsur yang terdapat dalam Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP: 1. Mereka yang melakukan. Menyuruh lakukan (doen pleger) 3.Rantie Septianti. terdakwa Hendi Lesmana yang melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan pencurian dengan terhadap korban Hanny Wahab. Dalam kasus ini. menurut Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP yang dapat dipidana adalah: 1. Menggerakkan melakukan (uitlokker) Karena semua unsur telah terpenuhi maka terdakwa Hendi Lesmana dapat dijerat dengan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 2. Hendi Lesmana sebagai pleger melaksanakan tindak pidana pembunuhan berencana dan pencurian. Jadi. Pasal 55 ayat (1) ke. Mereka yang melakukan.

Cukup kalau ia mengetahui bahwa bantuan yang diberikannya misalnya pencurian. Kejahatan harus ditujukan untuk mewujudkan suatu kejahatan tertentu. upaya (alat). Bila bantuan itu diberikan sesudah kejahatan itu dilakukan maka orang salah melakukan perbuatan sekongkol atau tadah (heling) melanggar Pasal 480 KUHP atau dalam pasal 221 KUHP. mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan. daya. kapan. 2. mereka yang sengaja memberi kesempatan. 2.1. 1. dan keterangan yang terbatas.´ Unsur yang terdapat dalam Pasal 56 KUHP: 1.  Hanya yang membantu melakukan kejahatan yang dapat dipidana (Pasal 56 dan 57 KUHP)  Ancaman pidana maksimal bagi seorang pembantu adalah pidana bagi pelaku kejahatan dikurangi sepertiganya Dalam kasus ini terdakwa Rahmatullah telah melakukan pembantuan terhadap tindak pidana yang dilakukan oleh Hendi Lesmana pada sebelum delik dilakukan. Dipidana sebagai pembantu (medeplichtige) segala kejahatan Membantu melakukan jika ia sengaja memberikan bantuan tersebut pada waktu atau sebelum kejahatan itu dilakukan.0806343020 ³ Dipidana sebagai pembantu (medeplichtige) sesuatu kejahatan: ke. Membantu sebelum delik dilakukan Sarana. kesempatan.Rantie Septianti. Jelasnya macam kejahatan yang sedang atau akan terjadi yang dikehendaki petindak harus diketahui oleh Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 10 . Membantu saat delik dilakukan Sarananya dapat berupa apa saja. dan dimana dimanfaatkan atau siapa yang dirugikan oleh pelaku utama. tidak ada kepentingan lebih lanjut. sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan. hanya sekedar membantu saja. Ini tidak berarti bahwa pembantu harus mengetahui pula cara bagaimana bantuan yang diberikannya dimanfaatkan. ke.2. Mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan Dilakukan dengan sengaja. tidak ada niat untuk melakukan tindak pidana.

(Jakarta: Alumni AhaemPetehaem.unsur atau ciri. kapan. kanter dan sianturi. II. Duri Kosambi Jakarta Barat.akibat lain yang tidak menyenangkan y y Diberikan dengan sengaja oleh badan yang memiliki kekuasaan (berwenang) Dikenakan pada seseorang penanggung jawab peristiwa pidana menurut UU (orang yang memenui perumusan delik atau pasal) 1 E.1 Dalam kasus ini Rahmatullah dengan sengaja mewujudkan suatu kejahatan pencurian walaupun ia tidak mengetahui cara bagaimana bantuan dimanfaatkan.ciri pidana: y Merupakan suatu pengenaan penderitaan atau nestapa atau akibat. dan dimana dimanfaatkan atau siapa yang dirugikan oleh Hendi Lesmana. Untuk melakukan kejahatan tertentu yang diketahuinya itulah kesengajaan ditujukan. sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan Penyertaan dalam bentuk pembantuan telah dibatasi secara limitatif dalam hal kesempatan. 1982). yang dijatuhkan dengan sengaja oleh negara melalui pengadilan.Asas Hukum Pidana di Indonesia dan Penerapannya. Asas. hal. Mereka yang sengaja memberi kesempatan. Y. sarana atu keterangan untuk melakukan kejahatan. Dalam kasus ini Rahmatullah telah memberikan sarana dengan mengantarkan Hendi Lesmana dengan mengguakan sepeda motor ke rumah korban Hanny Wahab di Perumahan Inter Kota Blok B 5 No 24-25. dikenakan pada seseorang. Pidana dan Pemidanaan Pidana adalah nestapa atau derita. Unsur. 3.0806343020 pembantu. 363 Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 11 .Rantie Septianti. Karena semua unsur telah terpenuhi maka terdakwa Rahmatullah dapat dijerat dengan Pasal 56 KUHP. yang secara sah telah melanggar hukum pidana. dan melaui proses peradilan pidana.

Dasar.0806343020 Pemidanaan adalah penjatuhan hukuman (sentencing). dan bersalah melakukan suatu tindak pidana. untuk mengenakan nestapa penderitaan. Orang yang salah harus dihukum. Tidak dipersoalkan akibat dari pemidanaan bagi terpidana. pada seseorang yang melalui proses peradilan pidana. jalan terakhir. terbukti secara sah dan meyakinkan. yaitu upaya yang sah. Masa datang yang bermaksud memperbaiki pelaku tindak pidana tidak dipersoalkan. Seperti hal melakukan perampasan terhadap harta kekayaan (pidana denda). Teori ini mempersoalkan akibat-akibat dari pemidanaan kepada penjahat atau kepada kepentingan masyarakat. pembatasan kebebasan bergerak atau kemerdekaan orang (pidana kurungan atau penjara).Rantie Septianti. Bahan pertimbangan untuk pemidanaan hanyalah masa lampau. terdiri atas: Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 12 . dilandasi oleh hukum. Terhadap pelaku tindak pidana mutlak harus diadakan pembalasan yang berupa pidana. dan perampasan terhadap nyawa (hukuman mati) Merupakan ultimum remedium (senjata pamungkas.dasar hukuman pidana: Hukum pidana sebagai suatu sanksi yang bersifat istimewa dimana terkadang dikatakan melanggar HAM. yaitu untuk perlindungan masyarakat atau pencegahan terjadinya kejahatan dan bukan hanya sekedar sebagai pembalasan.satunya. Pembahasannya yaitu : 1. Hukuman pada umumnya bersifat menakutkan dan seyogyanya hukuman bersifat memperbaiki atau merehabilitasi. atau tiada jalan lain) Alasan pemidanaan dapat digolong-golongkan dalam tiga golongan pokok. maksudnya masa terjadinya tindak pidana itu. Teori pembalasan/ absolut/ retributif (lex talionis) Teori ini membenarkan pemidanaan karena seseorang telah melakukan suatu tindak pidana dimana sebagai suatu konsekuensi dalam melakukan kejahatan. dan teori gabungan. 2. Teori tujuan/ relatif (utilitarian) Teori ini membenarkan pemidanaan berdasarkan pada tujuan pemidanaan. jalan satu. yaitu sebagai termasuk golongan teori pembalasan. teori tujuan. Dipertimbangkan juga pencegahan untuk masa mendatang. Prevensi atau hukuman yang dijatuhkan untuk pencegahan.

maka penjatuhan pidana yang berat tidak akan memenuhi rasa keadilan. y Diragukan adanya hak negara untuk menjatuhkan pidana sebagai pembalasan. upaya prevensi (pencegahan tindak pidana).Rantie Septianti. Teori Gabungan Teori ini berdasarkan hukuman pada tujuan (multifungsi) retributif atau pembalasan dan relatif atu tujuan. Maka harus ada keseimbangan antara pidana yang dijatuhkan dengan kejahatan yang dilakukan. ditujukan bagi pelaku sendiri agar jera dan tidak mengulangi perbuatan kejahatan yang serupa atau kejahatan lain dengan tujuan deference atau menakut. y Jika ternyata kejahatan itu ringan. sebagai contoh pada masyarakat luas agar tidak meniru perbuatan atau kejahatan yang telah dilakukan y Prevensi khusus. sehingga dijatuhkan pidana yang berat baik oleh teori pencegahan umum maupun teori pencegahan khusus.0806343020 y Prevensi umum. Terhadap teori pembalasan : y Sukar menentukan berat/ringannya pidana atau ukuran pembalasan yang tidak jelas. Oleh karena itu. tetapi juga kepada penjahat itu sendiri. Terhadap teori tujuan : y Pidana hanya ditujukan untuk mencegah kejahatan. merehabilitasi pelaku. Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 13 . pidana ditujukan untuk pembalasan (membuat pelaku menderita). Teori ini mengatakan bahwa baik teori pembalasan maupun teori tujuan masing-masing memiliki kelemahan. y Hukuman pidana sebagai pembalasan tidak bermanfaat bagi masyarakat. dan melindungi masyarakat. y Bukan hanya masyarakat yang harus diberi kepuasan.nakuti dan perlindungan masyarakat luas 3.

hak tertentu. Pidana tambahan. Pidana pokok. Dalam hubungannya dengan teori tujuan. paling lama dua puluh tahun (berdasarkan pasal 340 KUHP) yang dijatuhkan kepada Hendi Lesmana dianggap sebagai ganjaran terhadap perbuatan mereka dan hukuman penjara selama 3 tahun 4 bulan (berdasarkan Pasal 57 ayat (1) KUHP tentang pembantuan maka pidana pokok delik pencurian yaitu 5 tahun dikurangi sepertiga) kepada Rahmatullah. Dalam KUHP Pembunuhan berencana Kejahatan terhadap keamanan negara Pencurian dengan pemberatan Pembajakan di laut dengan pemberatan b. yaitu pidana mati. kurungan.Rantie Septianti. pidana penjara. dalam hubungannya dengan teori pembalasan maka hukuman mati/ penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu.barang tertentu. terdiri atas: a. paling lama dua puluh tahun yang dijatuhkan kepada mereka (berdasarkan Pasal 340 KUHP) kepada Hendi Lesmana dan hukuman penjara 3 tahun 4 bulan kepada Rahmatullah dimaksudkan untuk pencegahan terjadinya suatu kejahatan dengan mengadakan ancaman pidana Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 14 . yaitu pencabutan hak. perampasan barang. dan pengumuman putusan hakim Hukuman atau pidana mati: (Pasal 11 jo Pasal 10 KUHP) Tindak pidana yang diancam dengan hukuman mati a. dan denda b. hukuman mati/ penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu. Luar KUHP Terorisme Narkoba Pelanggaran HAM berat: kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida yang dilakukan secara meluas dan sistematis Kaitannya dengan kasus pidana Berapapun hukuman penjara yang akan dijatuhkan kepada Hendi Lesmana sebagai pelaku yang melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan pencurian terhadap korban Hanny Wahab dan kepada Rahmatullah yang melakukan pembantuan dalam tindak pidana tersebut. Masa depan mereka tidak begitu diperhitungkan dalam teori ini.0806343020 Berdasarkan Pasal 10 KUHP tentang pidana.

upaya prevensi (pencegahan tindak pidana). Pidana ditujukan untuk pembalasan (membuat pelaku menderita). Teori gabungan mengharapkan gabungan efek dari dua teori sebelumnya. baik psikis maupun fisik dari manusia. pertentangan antar kewajiban hukum. merehabilitasi pelaku. dan pertentangan antara kepentingan hukum dengan kewajiban hukum. Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 15 . dan melindungi masyarakat. Terdiri dari dasar-dasar pembenar dan dasar-dasar pemaaf. Dasar Penghapus Pidana Dasar atau alasan penghapus pidana adalah hal.0806343020 yang cukup berat untuk menakuti calon-calon penjahat lain yang bermaksud untuk melakukan kegiatan yang serupa. Overmacht adalah dorongan/ kekuatan/ paksaan (absolut dimana pelaku hanya sebagai alat belaka atau relatif berupa psikis diatur dalam Pasal 48 KUHP) yang tidak bisa dilawan. III.hal atau keadaan yang dapat mengakibatkan tidak dijatuhkannya pidana pada seseorang yang telah melakukan perbuatan yang dengan tegas dilarang dan diancam dengan sanksi pidana oleh UU. Dasar Penghapus Pidana di dalam KUHP berdasarkan keberlakuan. yaitu : Bersifat umum (Pasal 44 KUHP ± Pasal 51 KUHP) y y Pasal 44 KUHP adalah dasar pemaaf (mengenai gangguan jiwa/ idiot/ imbisil) Pasal 48 KUHP adalah dasar pembenar (mengenai keadaan darurat/ noodtoestand) dan pemaaf (mengenai overmacht). pendidikan untuk penjahat sehingga kelak dapat kembali ke lingkungan masyarakat dalam keadaan mental yang lebih baik dan berguna.Rantie Septianti. baik yang terdapat di dalam KUHP maupun di luar KUHP. dan menjamin ketertiban hukum. tergantung dari sudut pandang melihatnya Noodtoestand adalah dorongan/ paksaan/ kekuatan dari luar yang membuat seseorang terjepit sehingga terpaksa melakukan suatu delik karena terjadi pertentangan antar kepentingan hukum. Harus memenuhi asas subsidiaritas (tiada jalan lain) dan proporsionalitas (keseimbangan antara kepentingan/ kewajiban yang dilindungi dengan kepentingan/ kewajiban yang dikorbankan).

kehormatan seksual. Dasar Penghapus Pidana yang diatur di luar UU berdasarkan keberlakuan. y Pasal 49 ayat (2) KUHP adalah dasar pemaaf (mengenai bela paksa lampau batas/ noodweer excess) Pembelaan tidak memenuhi asas subsidaritas dan/ atau proporsionalitas Yang harus dibuktikan adalah pembelaan lampau batas terjadi karena goncangan jiwa dan goncangan tersebut terjadi karena serangan/ ancaman serangan. dsb. y Pasal 50 KUHP adalah dasar pembenar (menjalankan undang-undang) Contohnya adalah algojo. Syarat pembelaan adalah seketika/ langsung dan memenuhi unsur subsidiaritas dan proporsionalitas. nyawa. yaitu: Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 16 . y Pasal 51 ayat (1) KUHP adalah dasar pembenar (menjalankan jabatan sah dan berwenang) y Pasal 51 ayat (2) KUHP adalah dasar pemaaf (menjalankan perintah jabatan tidak sah dengan itikad baik) Bersifat khusus (Pasal 166 KUHP dan Pasal 221 ayat (2) KUHP) Hanya berlaku untuk delik tertentu dan orang-orang tertentu yang ditunjuk dalam perumusan delik tersebut.Rantie Septianti. yaitu: Bersifat khusus: y y y Hak mengawas dan mendidik Hak jabatan: dokter Ijin korban: olahraga bela diri seperti tinju. dan harta benda. ditujukan pada diri sendiri/ orang lain. pasien yang dioperasi Bersifat umum: y y Tiada sifat melawan hukum dalam arti materiil Tiada kesalahan dalam arti materiil (AVAS) Dasar Penghapus Pidana di luar KUHP (menurut ahli/ doktrin). dan terhadap badan/ tubuh. eksekutor hukuman mati. karate.0806343020 y Pasal 49 ayat (1) KUHP adalah dasar pembenar (mengenai bela paksa/ noodweer) Syarat ancaman serangan adalah melawan hukum. seketika/ langsung.

tidak melaksanakan ketentuan UU. perbuatan pelaku dibenarkan/ dibolehkan. tidak dalam keadaan pengaruh daya paksa atau overmacht. Hendi Lesmana (22) adalah pribadi yang dewasa dan karena semua orang dianggap mengetahui hukum maka Hendi Lesmana pun dapat diancamkan sesuai dengan apa yang tertera di dalam KUHP. Hendi Lesmana merupakan orang yang berjiwa normal atau tidak cacat dalam tumbuhnya atau terganggu karena penyakit. Oleh karena itu. Dasar Peringan dan Pemberat Pidana Dasar Peringan Pidana 1. y Dasar pemaaf.0806343020 y Dasar pembenar.Rantie Septianti. tidak ada dasar pembenar maupun dasar pemaaf yang dapat menghapus tindak pidananya. Umum Usia belum dewasa Diatur dalam UU No. Kaitannya dengan kasus pidana Bagi Hendi Lesmana dan Rahmatullah sang pelaku yang melakukan seluruh tindak pidana pembunuhan berencana dan pencurian tersebut.aturan lain dalam KUHP serta KUHAP tetap dipergunakan sepanjang tidak diatur secara khusus oleh UU No. Khusus Delik yang diperingan (diprevilisir) Page 17 Fakultas Hukum Universitas Indonesia . Jadi dalam hal ini. Dalam hal ini perbuatan pelaku tetap dianggap melawan hukum namun unsur kesalahannya dihapuskan (dimaafkan). IV.47 KUHP Asas.asas umum dan aturan. tidak dalam keadaan pembelaan terpaksa atau noodweer. tidak dalam keadaan darurat atau noodtoestand. tidak dalam keadaan pembelaan terpaksa yang melampaui batas atau noodweer excess. dan tidak dalam perintah jabatan.3/ 1997 2. Hal yang sama berlaku bagi Rahmatullah (21 tahun) dan tidak ada dasar pembenar maupun dasar pemaaf yang dapat membenarkan maupun memaafkan tindak pidana yang telah dibuatnya. 3/ 1997 tentang Pengadilan Anak mengganti Pasal 45. walaupun perbuatannya itu dilarang dan diancam hukuman oleh UU/ KUHP. maksudnya adalah dalam hal ini perbuatannya dianggap tidak melawan hukum.

yaitu seorang ibu yang membuang anaknya dalam keadaan-keadaan tertentu.< 18 tahun dan belum pernah kawin dapat diajukan ke sidang anak y Jika melakukan tindak pidana < 18 tahun tapi telah kawin maka tunduk pada KUHP Dasar-dasar yang memperingan pidana ditentukan secara umum dalam pasal 45.Rantie Septianti. 47. Pasal 56 dan 57 KUHP mengenai pembantuan dalam tindak pidana dimana intensitas pelaku pembantuan dalam melakukan tindak pidana dianggap lebih rendah atau kurang. Batas usia dewasa menurut KUHP adalah 16 tahun. 56. Hukumannya dapat berupa: 1. Contohnya adalah pasal 308 KUHP. 2. 53. 3/ 1997 tentang Pengadilan Anak y Mereka yang berusia 8. maka untuk poging diubah menjadi ancaman pidana lima belas tahun penjara. Kaitannya dengan kasus pidana Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 18 .0806343020 Terdapat berbagai batasan usia anak dalam kategori masih di bawah umur: y UU No. 3. Dikembalikan kepada orangtuanya tanpa pidana apapun Diserahkan kepada pemerintah sampai batas anak berumur 18 tahun Dipidana dengan maksimum pidana pokok dikurangi sepertiga Pasal 53 KUHP mengenai poging dimana ancaman pidana pokoknya dikurangi sepertiga dan jika ancaman pidana pokoknya adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup. Pasal 45 dan 47 KUHP mengenai anak-anak di bawah umur / belum dewasa. yaitu delik yang diprevilisir. Ada juga hal khusus yang memperingan pidana. Ancaman pidana pokoknya dikurangi sepertiga dan jika ancaman pidana pokoknya adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup maka ancamannya untuk pembantuan diubah menjadi lima belas tahun penjara. 23/ 2002 tentang Perlindungan Anak < 18 tahun termasuk anak dalam kandungan Khusus untuk anak yang melakukan tindak pidana berlaku UU No. dan 57 KUHP.

dan 488 KUHP Pada waktu melakukan tindak pidana menyalahgunakan kewenangan yang diperoleh karena jabatan (abuse of power) dalam Pasal 52 KUHP Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 19 . Andaikan Hendi Lesmana dan Rahmatullah belum menyelesaikan delik dengan sempurna/ poging maka ancaman pidana pokoknya dikurangi sepertiga dan jika ancaman pidana pokoknya adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup maka untuk poging diubah menjadi ancaman pidana lima belas tahun penjara. 47. dan 57 KUHP. Recidive atau pengulangan tindak pidana Recidive terjadi dalam hal seseorang yang telah melakukan suatu tindak pidana dan yang telah dijatuhi pidana dengan suatu putusan hakim yang berkekuatan hukum tetap.Rantie Septianti.dasar pemberat pidana dalam KUHP. Menurut doktrin terdapat dua sistem pemberat pidana berdasarkan recidive. Andaikan kedua pelaku tindak pidana merupakan anak-anak di bawah umur / belum dewasa dimana batas usia dewasa menurut KUHP adalah 16 tahun maka hukumannya dapat diperingan berupa dikembalikan kepada orangtuanya tanpa pidana apapun. alasan yurisis) 1. dan dipidana dengan maksimum pidana pokok dikurangi sepertiga. Dasar. yaitu: (UU. diserahkan kepada pemerintah sampai batas anak berumur 18 tahun. kemudian melakukan suatu tindak pidana lagi. Andaikan salah satu diantara keduanya hanya melakukan pembantuan dalam tindak pidana dimana intensitas pelaku pembantuan lebih rendah atau kurang maka ncaman pidana pokoknya dikurangi sepertiga dan jika ancaman pidana pokoknya adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup maka ancamannya untuk pembantuan diubah menjadi lima belas tahun penjara.0806343020 Bagi Hendi Lesmana sang eksekutor pembunuhan berencana dan pencurian terhadap korban Hanny Wahab dan Rahmatullah yang melakukan pembantuan tidak dapat diberikan dasar pembenar oleh pasal 45. 53. yaitu : y Umum (setiap pengulangan tindak pidana apapun dan dilakukan kapanpun) Setiap pengulangan tindak pidana dalam Pasal 486. baru kemudian pelaku mengulangi tindak pidananya (jenisnya diatur secara limitatif). 56. Pada recidive sudah ada putusan hakim pada pelaku. Dasar Pemberat Pidana Dasar/ alasan yang menyebabkan pidana yang diancamkan terhadap seseorang menjadi lebih berat dibandingkan dengan pidana yang diancamkan pada umumnya (pada orang lainnya). 487.

yaitu: (alasan non. 351 ayat (2).Rantie Septianti. mereka bukan sebagai recidive dimana telah adanya keputusan hakim tetap. dan 488 KUHP. belum lewat 5 tahun sebelum hukuman dijalankan. dan 488 KUHP dan tidak mempergunakan bendera kebangsaan negara. yaitu yang tertera dalam ketentuan pasal 486. Tindak pidananya bersifat limitatif. 349.dasar pemberat pidana di luar KUHP. kedua terdakwa tidak dapat dijerat dengan dasar-dasar pemberat pidana karena tidak ada unsur yang terpenuhi oleh mereka. Tentang Gabungan Tindak Pidana (Concursus/ Samenloop) Gabungan/ perbarengan tindak pidana adalah seseorang yang melakukan satu perbuatan/ beberapa perbuatan yang melanggar satu aturan pidana/ beberapa aturan pidana dan perbuatanperbuatan itu belum ada yang pernah dijatuhi pidana dan akan diadili sekaligus.delik yang dikualifisir/ diperberat Contoh pasal 356. Kaitannya dengan kasus pidana Dalam kasus ini. Tindak pidana pembunuhan dan pencurian yang dilakukan oleh mereka adalah hal yang umum karena bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang jabatan yang melekat pada diri mereka. 365 ayat (4) KUHP Dasar. Rentang waktunya ialah lima tahun setelah pelaku dikeluarkan dari penjara dan hukumannya ditambah sepertiganya. 73/ 1958) y Khusus (pengulangan tindak pidana tertentu dan dalam tenggang waktu tertentu pula) Pengulangan tindak pidana tertentu dan dalam tenggang waktu tertentu dalam Pasal 374 KUHP Delik. dan tindak pidana yang dilakukan adalah bukan termasuk tindak pidana segolongan pada Pasal 486.yuridis) y y Tidak memperberat ancaman pidana Ancaman pidana tidak bertambah berat tetapi pidana yang dijatuhkan relatif berat KUHP menganut ditengah-tengah dari dua sistem tersebut. Stelsel pemidanaan: Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 20 . V. 487.0806343020 Pada waktu melakukan tindak pidana menggunakan bendera kebangsaan dalam Pasal 52a KUHP (ditambahkan dalam KUHP berdasarkan UU No. 487.

atau karena tempatnya. Kumulasi Murni Apabila lebih dari satu pidana yang diancamkan maka maksimal pidana yang dapat dijatuhkan adalah jumlah semua pidana yang diancamkan 4. para pakar berusaha membuat pengertian tentang perbuatan (feit) Prof. ada suatu norma pidana khusus.0806343020 1.pidana yang diancamkan ditambah 1/3 nya Jenis gabungan. yang karena cara melakukan. Mr. Kumulasi Terbatas Apabila lebih dari satu pidana yang diancamkan maka maksimal pidana yang dapat dijatuhkan adalah jumlah semua pidana yang diancamkan tetapi tidak boleh lebih berat daripada yang terberat diantara pidana. yaitu: 1. yang dipakai hanya salah satu dari norma pidana itu . yaitu yang terberat di antara pidana. Hazewinkel-Suringa menjelaskan arti perbuatan yang dimuat dalam pasal 63 KUHP sebagai berikut: ³Perbuatan yang dimaksud adalah suatu perbuatan yang berguna menurut hukum pidana. norma pidana khusus ini saja yang harus dipakai.pidana tersebut.Rantie Septianti. Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 21 . atau karena orang yang melakukannya. 2. Eendaadsche Samenloop / gabungan berupa satu perbuatan/ concursus idealis Yaitu tindak pidana yang sekali perbuatan tersebut dilakukan melanggar lebih dari satu ketentuan yang berlaku. Absorbsi Dipertajam/ Diperberat Apabila lebih dari satu pidana yang diancamkan maka maksimal pidana yang dapat dijatuhkan adalah satu pidana saja. Hal ini diatur dalam Pasal 63 KUHP yang berbunyi sebagai berikut : (1) Jika suatu perbuatan termasuk dalam lebih dari satu norma pidana. yaitu yang terberat di antara pidana. (2) Jika bagi suatu perbuatan yang termasuk dalam norma pidana umum. yang dipakai adalah norma pidana yang diancam pidananya yang terberat. Absorbsi Murni Apabila lebih dari satu pidana yang diancamkan maka maksimal pidana yang dapat dijatuhkan adalah satu pidana saja. jika hukumannya berlainan.pidana tersebut ditambah 1/3 nya 3. Berdasarkan rumusan Pasal 63 KUHP tersebut.

juga merusak kepentingan hukum. dan 67 KUHP. Dengan catatan bahwa diantara perbuatan-perbuatan yang dilakukan pada concursus realis dan perbuatan berlanjut harus belum ada putusan Hakim atau Vonis. Pada penerapan kumulasi murni terhadap pelanggaranpelanggaran. Adapun pelanggaran dengan pelanggaran disebut kumulasi murni. Hal tersebut dimaksudkan guna memenuhi rasa keadilan. yang telah dilindungi oleh undang-undang lain. Untuk mencermati hal ini.0806343020 atau karena objek yang ditujunya. Dalam hal ini diatur di dalam Pasal 64 KUHP. Meerdaadsche Samenloop/ gabungan beberapa perbuatan/ concursus realis Yaitu tindak pidana yang berlaku lebih dari sekali dan perbuatan tersebut bediri sendiri serta ada selang waktu antara satu tindak pidana yang dilakukan dengan yang lainnya.Rantie Septianti. Yakni satu perbuatan melanggar beberapa norma pidana. dan diantara perbuatan-perbuatan itu terdapat hubungan yang sedemikian eratnya sehingga rangkaian perbuatan itu harus dianggap sebagai perbuatan lanjutan. masing-masing pasal perlu diamati secara seksama. selain berpedoman pada pasal 70 juga harus diperhatikan pasal 30 ayat 6 KUHP yang berbunyi: ³Hukuman kurungan sekali-kali tidak boleh lebih dari 8 bulan. Paling mudah contohnya ditemukan dalam bentuk korupsi yang dilakukan oleh oknum tertentu dengan beberapa jalan yang menggunakan kekuasaan jabatannya. Pada Pasal 65 dan 66 KUHP menganut sistem kumulasi sedang dan Pasal 70 KUHP disebut menganut sistem absorpsi yang di perkeras. Contoh: menggunakan surat palsu untuk menipu 2. dalam hal yang demikian yang diterapkan hanya satu norma pidana yakni yang ancaman hukumannya terberat. Dalam MvT. hubungan itu harus memenuhi 3 ( tiga ) syarat: a. 66. beberapa perbuatan yang dilakukan itu harus timbul dari suat keputusan kehendak yang terlarang Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 22 . Vorgezette Handeling/ perbuatan berlanjut Yaitu tindak pidana yang berlangsung beberapa kali secara sistematis untuk mencapai suatu tujuan. Hal ini diatur dalam Pasal 65.´ HOGE RAAD menyatakan pendapatnya mengenai concursus idealis. Terjadi apabila seseorang melakukan perbuatan yang sama beberapa kali.´ Contoh: mengendarai motor tanpa lampu di malam hari dan dalam keadaan mabuk 3.

Pasal 70 KUHP: Kejahatan dan pelanggaran Pelanggaran dan pelanggaran: sistem kumulasi murni Pasal 70 bis KUHP: Concursus realis Kejahatan. Pasal 65 KUHP: kejahatan dan kejahatan. 482 Dianggap sebagai pelanggaran Jika dijatuhkan pidana penjara maksimal 8 bulan Pasal 71 KUHP: (delik yang tertinggal) Pidana maksimal untuk tindak pidana yang diketahui belakangan (P2) = pidana maksimal jika diadili sekaligus (Ps) ± pidana yang telah dijatuhkan (P1) Pasal Jenis Gabungan Stelsel Pemidanaan Contoh dan Dasar Hukum Berapa Pidananya Page 23 Fakultas Hukum Universitas Indonesia .perbuatan itu tidak terlalu lama.kejahatan ringan seperti Pasal 302 ayat (1). 379. Pasal 64 KUHP: (perbuatan berlanjut) seseorang melakukan beberapa perbuatan yang masing. syarat suatu hubungan dikatakan berlanjut antara lain. Berlaku sistem pemidanaan absorpsi. harus ada satu keputusan kehendak. masing. 364.masing perbuatan harus sejenis. dan sistem kumulasi terbatas. 352. beberapa perbuatan yang dilakukan itu harus sejenis Penjelasan pasal yang terkait dengan materi gabungan tindak pidana: Pasal 63 KUHP: sistem absorpsi dan lex specialis derogate lex generalis (ayat 2). diancam pidana pokok yang sejenis. dan tenggat waktu antara perbuatan. Menurut MvT. 373. dan sistem kumulasi terbatas. diancam pidana pokok tidak sejenis.Rantie Septianti. antara perbuatan-perbuatan yang dilakukan itu tidak boleh melampaui jangka waktu yang terlalu lama c.0806343020 b.masing merupakan kejahatan/ pelanggaran dimana antara perbuatan.perbuatan itu ada hubungan sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai suatu perbuatan berlanjut. Pasal 66 KUHP: kejahatan dan kejahatan.

Pasal 281 KUHP ancamannya 2 tahun 8 bulan penjara atau denda Rp 500. yang : . Berarti melanggar pasal 281 KUHP tentang kesusilaan dan pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan. diatur dalam pasal 341 KUHP . Ada pasal khusus mengenai pembunuhan oleh seorang ibu kepada anaknya. diatur dalam pasal 342 KUHP Seseorang pembantu ingin mencuri uang majikannya sebesar satu juta rupiah. Page 24 Fakultas Hukum Universitas Indonesia .0806343020 Pasal 63 (1) Eendaadse Samenloop Absorbsi Murni Pria memperkosa wanita di muka umum. Lex specialis derogat lex generalis.direncanakan.Pasal 285 KUHP ancamannya 12 tahun penjara Maka yang digunakan adalah hukuman dengan ancaman 12 tahun penjara Pasal 341 KUHP ancamannya 7 tahun penjara Pasal 342 KUHP ancamannya 9 tahun penjara *tergantung situasi Seorang ibu membunuh anaknya sendiri.Rantie Septianti.tanpa direncanakan. Pasal 285 KUHP yang dijatuhkan karena merupakan pidana pokoknya. Pembunuhan termasuk dalam pasal 338 KUHP dan pembunuhan berencana dalam pasal 340 KUHP. Pencurian tidak dilakukan langsung tetapi dilakukan Pasal 63 (2) Eendaadse Samenloop Absorbsi Murni Pasal Vorgezette Absorbsi Murni Dikenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Lamanya hukuman maksimum berdasarkan perhitungan kumulasi dibatasi adalah yang ancaman pidananya terberat ditambah sepertiganya. Pencurian dikenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Membunuh dikenakan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara Memperkosa dikenakan pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.Rantie Septianti. misalnya setiap minggu ia mengambil seratus ribu rupiah dan dilakukan secara belanjut. dan minggu ini memperkosa orang. yaitu (berikut perhitungannya) : Pasal 65 Meerdaadse Samenloop Kumulasi Dibatasi Seseorang dua minggu lalu mencuri barang. Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 25 .0806343020 64 Handeling secara bertahap agar tidak ketahuan. lalu satu minggu lalu membunuh. Maka dalam kasus ini yang menjadi acuan adalah ancaman hukuman terhadap pembunuhan.

Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 26 . Lamanya hukuman maksimum berdasarkan perhitungan kumulasi dibatasi adalah yang ancaman pidananya terberat ditambah sepertiganya. orang tersebut mencuri barang milik tetangganya.0806343020 15 tahun + (1/3 x 15 tahun) = 20 tahun Pasal 503 KUHP tentang membuat kegaduhan di tempat umum diancam kurungan tiga hari atau denda paling banyak lima belas rupiah. Pasal 66 Meerdaadse Samenloop Kumulasi Dibatasi Minggu lalu seseorang membuat kegaduhan di tempat umum pada malam hari. ancaman hukuman yang dijatuhkan adalah 5 tahun penjara dan 3 hari kurungan. Lalu selang satu minggu kemudian.Rantie Septianti. Jadi berdasarkan pasal 362 KUHP.3 tahun. Pasal 362 KUHP tentang pencurian diancam 5 tahun penjara atau denda paling banyak lima puluh rupiah. Batas maksimum penjara adalah 5 tahun + (1/3 x 5 tahun) = 6.

Duri Kosambi. diancam dengan pidana pokok yang tidak sejenis (hukuman mati dan penjara).tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa Hendi Lemana yaitu pembunuhan berencana dan pencurian terhadap korban Hanny Wahab di rumah korban di Perumahan Inter Kota Blok B 5 No 24-25. Maka.Rantie Septianti. Tindak pidana. Pasal 492 ayat 1 ancaman hukumannya yaitu kurungan paling lama 6 hari atau denda paling banyak 25 rupiah. concursus realis heterogenius. Kaitannya dengan kasus pidana Dalam kasus ini. yaitu 6 hari + 3 hari = 9 hari. Jakarta Barat terkait dengan Pasal 66 KUHP dimana tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa adalah kejahatan dan kejahatan. yaitu tindak pidana yang berlaku lebih dari sekali dan perbuatan tersebut bediri sendiri serta ada selang waktu antara satu tindak pidana yang dilakukan dengan yang lainnya dan melanggar beberapa ketentuan pidana.0806343020 Pasal 70 Meerdaadse Samenloop Kumulasi Murni Seseorang minggu lalu mabok di depan umum lalu minggu ini berulah lagi dengan membuat kegaduhan pada malam hari. ada kaitannya dengan meerdaadschesamenloop yaitu. dan menggunakan stelsel kumulasi terbatas. kurungannya adalah dikumulasikan. Pasal 503 kesatu KUHP tentang membuat kegaduhan di tempat umum diancam kurungan tiga hari atau denda paling banyak lima belas rupiah. Batas maksimum kurungan adalah 8 bulan. Berdasarkan pasal tersebut bahwa dalam hal perbarengan perbuatan yang masingFakultas Hukum Universitas Indonesia Page 27 .

Hazewinkel. yaitu Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 28 . perampasan barang. (Pompe. dan pengumuman putusan hakim.tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa Hendi Lesmana diancam dengan pidana pokok yang tidak sejenis dan salah satunya adalah dijatuhi pidana mati atau pidana penjara seumur hidup (delik pembunuhan berencana) maka merujuk pada Pasal 67 KUHP sehingga tidak boleh dijatuhkan pidana lain lagi kecuali pencabutan hak.barang yang telah disita sebelumnya. (Simons. penyertaan merupakan suatu delik yang istimewa. Ia hanya melakukan pembantuan pada delik pencurian. dalam hal pembantuan maksimum pidana pokok terhadap kejahatan dikurangi sepertiga. Penyertaan merupakan dasar memperluas dapat dipidananya seseorang.tiap kejahatan tetapi jumlahnya tidak boleh melebihi maksimum pidana yang terberat ditambah sepertiga. Mulyatno. Roeslan Saleh) Golongan peserta dalam tindak pidana menurut KUHP Indonesia. Lalu. Bagi Rahmatullah yang melakukan pembantuan pada delik pencurian yang termasuk ke dalam unsur. Van Hatum. VI.Suringa) Penyertaan merupakan dasar dapat dipidananya suatu perbuatan. penyertaan dianggap suatu bentuk khusus dari tindak pidana.unsurnya pada Pasal 56 KUHP.sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan diancam dengan pidana pokok yang tidak sejenis maka dijatuhkan pidana atas tiap. penyertaan bukan merupakan suatu delik karena bentuknya tak sempurna.0806343020 masing harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri. Sehingga tidak terdapat gabungan tindak pidana yang dilakukan Rahmatullah.hak tertentu. terdakwa Rahmatullah dapat diancam dengan pidana penjara maksimal 3 tahun 4 bulan. berdasarkan Pasal 67 ayat (2) KUHP menyatakan bahwa denda dihitung menurut lamanya maksimum kurungan pengganti yang ditentukan untuk perbuatan itu. Tentang Penyertaan/ Deelneming Adalah terlibatnya lebih dari satu orang dalam satu tindak pidana (sebelum dan atau pada saat delik terjadi ± merupakan syarat yang terpenting). Penyertaan dipandaang sebagai persoalan pertanggungjawaban pidana. Oleh karena itu. Oleh karena itu. berdasarkan kasus dimana tindak pidana.Rantie Septianti. Berdasarkan Pasal 57 ayat (1) KUHP.

0806343020 a. dan tidak unsur. putative). Syarat turut serta adalah: y Kerja sama secara sadar. Yang disuruh atau pelaku perbuatan materiil hanya menjadi alat belaka dan melakukan tindakan itu karena ketidaktahuan/ kekeliruan/ adanya paksaan. 48. y Kerja sama secara fisik. Semua dari mereka yang terlibat memenuhi semua unsur. Yang turut serta (medepleger) Medepleger diterjemahkan sebagai mereka yang bersama. adanya perbuatan pelaksanaan yang langsung menyebabkan selesainya suatu delik. Yang dapat dipidana sebagai pelaku: Yang melakukan/ pelaku (pleger) Pembuat.unsur itu dirumuskan dalam undang. Yang menganjurkan/ penggerak/ pembujuk/ pemancing (uitlokker) Syarat: y Ada kesengajaan untuk menggerakan orang lain melakukan tindak pidana Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 29 . dan bukan dengan cara sebagaimana ditentukan dalam Pasal 56 KUHP. sebagian. pelaku utama. Para pelaku tahu pelaku peserta (medepleger) dipidana sebagai petindak (dader). orang. Subyeknya paling sedikit dua orang.undang. dan semua hanya memenuhi sebagian unsur saja. 51 ayat (2) KUHP. AVAS.sama orang lain melakukan suatu tindakan.Rantie Septianti.unsur (termasuk unsur subyek) dari sesuatu tindak pidana sebagaimana unsur. ada yang memenuhi semua. berarti bahwa setiap pelaku peserta saling mengetahui dan menyadari tindakan dari para pelaku peserta lainnya. Pembuat/ dader (Pasal 55 KUHP) adalah barang siapa yang telah meweujudkan/ memenuhi semua unsur. Yang menyuruh diancam sebagai pelaku dan yang disuruh/ pelaku langsung tidak diancam pidana karena hilangnya unsur kesalahan (adanya dasar penghapus pidana berupa dasar pemaaf yaitu pada Pasal 44. berarti bahwa perwujudan dari tindak pidana itu adalah secara langsung sebagai akibat dari tindakan para pelaku peserta itu.orang yang memenuhi semua unsur delik Yang menyuruh lakukan (doen pleger) Seseorang hendak melakukan tindak pidana tetapi tidak mau melakukannya sendiri melainkan menyuruh orang lain untuk melakukannya.

279. upaya (alat). dan 483 KUHP. hanya sekedar membantu saja  Ada dua macam pembantuan menurut pasal 56 KUHP yaitu : 3. Hendi Lesmana diancam Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 30 . 284. Penyertaan mutlak perlu: Pasal 149.tindakan sesudah tindak pidana terjadi: Pasal 221. Pembantu/ medeplichtige (Pasal 56 dan 57 KUHP). salah memakai kekuasaan. pengaruh. tidak ada niat untuk melakukan tindak pidana. memberi kesempatan. Pengertian dari mereka yang melakukan dapat satu orang saja atu lebih. yaitu pemberian.0806343020 y Dengan upaya. 482. daya.unsur yang melakukan/ pelaku/ pleger. Terdakwa sebagai pembuat. 481. 223.upaya di atas Yang digerakkan dapat dipertanggungjawabkan menurut hukum pidanaseperti halnya penggerak dapat dopidana karena menggerakkan y Yang menggerakkan bertanggung jawab terhadap akibat yang timbul b. 480. ancaman kekerasan atau tipu daya atau dengan.  Hanya yang membantu melakukan kejahatan yang dapat dipidana (Pasal 56 dan 57 KUHP)  Ancaman pidana maksimal bagi seorang pembantu adalah pidana bagi pelaku kejahatan dikurangi sepertiganya Tindakan. kesempatan. dipidana sebagai pelaku: Pembantu pada saat kejahatan dilakukan Pembantu sebelum kejahatan dilakukan Persyaratan dalam menentukan membantu melakukan adalah :  Dilakukan dengan sengaja. 345 KUHP. dan keterangan yang terbatas. Membantu saat delik dilakukan Sarananya dapat berupa apa saja. tidak ada kepentingan lebih lanjut. dan orang yang memenuhi semua unsur delik.Rantie Septianti. Membantu sebelum delik dilakukan Sarana. pelaku utama.upaya yang diatur secara limitatif dalam Pasal 55 ayat (1) butir 2 KUHP. Kaitannya dengan kasus pidana Hendi Lesmana adalah seorang yang memenuhi unsur. 238. kekerasan. 4. perjanjian. daya upaya atau keterangan y y Ada yang tergerak untuk melakukan tindak pidana dengan upaya.

78. Sudah ada putusan hakim yang telah berkekuatan hukum tetap y Matinya Tersangka/Terdakwa (Psl. Pembantuan dilakukan dengan sengaja. Gugurnya hak menuntut diatur: Dalam KUHP: y y Tidak adanya Pengaduan Pada Delik-Delik Aduan (Psl. daya. Rahmatullah diancam dengan pidana Pasal 362 jo Pasal 56 KUHP.0806343020 dengan pidana berlapis Pasal 340 jo Pasal 55 ayat (1) ke.1 KUHP dan Pasal 362 jo Pasal 55 ayat (1) ke. Rahmatullah adalah seorang yang memenuhi unsur-unsur pembantuan pada Pasal 56 KUHP. hanya sekedar membantu dengan ketentuan yang telah ditentukan secara limitatif menurut Pasal 56 ke. Syarat Ne bis in Idem adalah 1.hal yang menyebabkan hapusnya kewenangan menuntut pidana Suatu penuntutan pada seseorang yang dituduh melakukan tindak pidana dapat dilakukan terus menerus atau tidak ada akhirnya.Rantie Septianti. Perbuatannya adalah satu perbuatan tertentu 2. Rahmatullah melakukan pembantuan pada saat sebelum kejahatan pencurian dilakukan. 72-75 KUHP) Ne bis in Idem (psl. upaya (alat). tidak ada niat untuk melakukan tindak pidana. Gugurnya Hak Jaksa Untuk Menuntut Tindak Pidana dan Kewajiban Terpidana untuk Menjalani Pidana  Hal. dan keterangan yang terbatas.2 KUHP berupa sarana. kesempatan. Pada suatu saat penuntutan harus berhenti karena gugurnya hak untuk menuntut pidananya. tidak ada kepentingan lebih lanjut. 77 KUHP) Pada dasarnya pidana bersifat pribadi sehingga bila tersangka/ terdakwa mati maka pidana itu tidak dapat diwariskan. VII. Orangnya adalah satu orang tertentu 3. 76 KUHP) Seseorang tidak dapat dituntut untuk kedua kalinya berdasarkan suatu perbuatan apabila untuk perbuatan tersebut telah ada putusan hakim yang telah berkekuatan hukum tetap.1 KUHP. y Daluwarsa/ Verjaring (Psl.81KUHP) Page 31 Fakultas Hukum Universitas Indonesia .

Perselisihan pra. Luar KUHP: y Abolisi Abolisi adalah hak yang diberikan kepada Presiden untuk menghapus hak penuntutan dari Penuntut Umum dan penghentian penuntutan apabila sudah dimulai terhadap pelakupelaku tindak pidana tertentu. kecuali yaitu 1. 82 KUHP) Pasal ini memberikan kemungkinan untuk menyelesaikan perkara di luar sidang.0806343020 Tidak dapat dilakukan penuntutan terhadap seseorang karena telah dilampauinya jangka waktu tertentu untuk melakukan penuntutan (Pasal 78 KUHP).d. Tenggang waktu daluwarsa penuntutan: Mulai dihitung sejak keesokan hari setelah perbuatan dilakukan. Selama ditunda. Mulai tenggang daluwarsa yang baru Penundaan (schorsing) daluwarsa: 1.yudisial 2. perhitungan tenggang waktu daluwarsa berhenti untuk sementara waktu y Penyelesaian di luar sidang (psl. 330. Psl. 556 s. 328. Pemalsuan atau Perusakan Uang 2. 329. y Amnesti Amnesti adalah hak yang diberikan kepada Presiden untuk menghapus hak penuntutan dari penuntut umum dan penghentiannya serta sekaligus penghapusan hak/ wewenang Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 32 . Syaratnya adalah hanya berlaku bagi pelanggaran yang semata. yaitu dengan cara membayar denda tertinggi yang ditentukan bagi pelanggaran tersebut kepada Pejabat Berwenagn (JPU). 333 KUHP 3.Rantie Septianti. berdasarkan UU/ merupakan hak preogratif Presiden (Pasal 14 UUD 1945). Tindakan penuntutan menghentikan daluwarsa 2. 558a KUHP Pencegahan (stuiting) daluwarsa: 1.mata diancam dengan pidana denda. Psl. yang diberikan Presiden dengan UU.

0806343020 melaksanakan pidana dari penuntut umum/ menghapus kewajiban menjalankan pidana bagi pelaku tindak pidana.Rantie Septianti. pegurangan. peringanan. keesokan hari setelah dicabut mulai tenggang waktu daluwarsa baru. tenggang daluwarsa baru dihitung pada keesokan hari setelah melarikan diri. Pencegahan (stuiting): 1. Matinya terdakwa/ terpidana (Pasal 83 KUHP) 2. Daluwarsa (Pasal 84 dan 85 KUHP) Lewatnya tenggang waktu tertentu untuk menjalankan pidana sehingga kewenangan jaksa untuk menjalankannya menjadi hapus. Terpidana melarikan diri ketika menjalani pidana. Putusan pemidanaan yang dapat dimohonkan grasi adalah pidana mati. Penundaan (schorsing): 1.hal yang menyebabkan hapusnya kewenangan menjalankan pidana Dalam KUHP: 1. Dasar hukumnya adalah Psl. 2. Grasi Pengampuan berupa perubahan. dan penjara paling rendah 2 tahun. Amnesti 2. penjara sumur hidup. Penjalanan pidana ditunda menurut UU 2. 22 tahun 2002. Pelepasan bersyarat dicabut. Dasar hukum Pasal 14 UUD 1945 Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 33 . Selama terpidana dirampas kemerdekaannya (ada dalam tahanan) Luar KUHP: 1. 14 UUD 1945  Hal. atau penghapusan pelaksanaan pidana kepada terpidana yang diberikan oleh Presiden Diatur dalam UU No.

0806343020 Kaitannya dengan kasus pidana Dalam kasus ini terdakwa Hendi Lesmana sebagai pelaku tindak pidana dan Rahmatullah sebagai melakukan pembantuan terhadap korban Hanny Wahab terkait dengan delik pembunuhan berencana dan pencurian tidak dapat digugurkan dakwaannya.delik aduan. terdakwa masih dapat dituntut berdasarkan tindak pidana yang telah dilakukannya sampai 12 Maret 2027.3 KUHP jo Pasal 79 ayat (1) KUHP dimana daluwarsa setelah jangka waktu sesudah dua belas tahun dan tenggang daluwarsa mulai berlaku pada hari sesudah perbuatan dilakukan. Oleh karena itu. Ne bis in Idem (seseorang tidak dapat dituntut untuk kedua kalinya berdasarkan suatu perbuatan apabila untuk perbuatan tersebut telah ada putusan hakim yang telah berkekuatan hukum tetap). Oleh karena itu. amnesti. Kategori. dan grasi juga tidak tercakup dalam kasus yang dilakukan oleh Hendi Lesmana dan Rahmatullah terkait dengan delik pembunuhan berencana dan pencurian. daluwarsa/ verjaring.kategori pengguguran hak menjalani pidana. daluwarsa.kategori pengguguran hak untuk menuntut seperti tidak adanya pengaduan pada delik. amnesti. Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 34 . terdakwa masih dapat dituntut berdasarkan tindak pidana yang telah dilakukannya sampai 12 Maret 2021. serta abolisi tidak terpenuhi. Terhadap Hendi Lesmana dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun: jika berdasarkan daluwarsa penuntutan pidana maka terkait dengan Pasal 78 ayat (1) ke. Hak jaksa untuk melakukan penuntutan tetap dapat terlaksana sehingga terdakwa wajib melaksanakan sanksi pidana yang telah diperbuatnya. yaitu matinya terdakwa. matinya tersangka/ terdakwa. Kategori. Terhadap Rahmatullah dengan ancaman pidana penjara 3 tahun 4 bulan: jika berdasarkan daluwarsa penuntutan pidana maka terkait dengan Pasal 78 ayat (1) ke. penyelesaian di luar sidang.Rantie Septianti.4 KUHP jo Pasal 79 ayat (1) KUHP dimana daluwarsa setelah jangka waktu sesudah delapan belas tahun dan tenggang daluwarsa mulai berlaku pada hari sesudah perbuatan dilakukan.

Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 35 . Terhadap Rahmatullah: jika berdasarkan daluwarsa penjalanan pidana maka terkait dengan Pasal 84 ayat (2) KUHP jo Pasal 85 ayat (1) KUHP dimana wewenang menjalankan pidana penjara 3 tahun 4 bulan adalah daluwarsa penuntutan pidana mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana penjara lebih dari tiga tahun sesudah dua belas tahun ditambah sepertiga (16 tahun) pada tanggal 12 Maret 2025.0806343020 Terhadap Hendi Lesmana: jika berdasarkan daluwarsa penjalanan pidana maka terkait dengan Pasal 84 ayat (4) KUHP jo Pasal 85 ayat (1) KUHP dimana wewenang menjalankan pidana mati tidak mungkin daluwarsa.Rantie Septianti.

S. Jember Sianturi. Sukabumi: Politeia Bogor Fakultas Hukum Universitas Indonesia Page 36 . Jakarta: PT Bumi Aksara Soesilo. Hukum Pidana II. R. 1996. E.0806343020 Daftar Pustaka Utrecht. Kitab Undang.R.Rantie Septianti. E. 1996.Undang Hukum Pidana. Jakarta: Alumni Ahaem-Petehaem Moeliatno. 1962. Bandung Utrecht. Kitab Undang. 2007.Undang Hukum Pidana. 1958. Asas-Asas Hukum Pidana di Indonesia dan Penerapannya. Hukum Pidana I.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful