TEMPO Interaktif, Ponorogo: Panitia Pengawas Pemilu Ponorogo tengah menyelidiki dugaan praktik politik uang yang dilakukan

tim sukses Edhie Baskoro Yudhoyono. Sejumlah warga mengaku menerima uang sebesar Rp 10 ribu agar memilih anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu. Menurut Edi Waluyo, anggota panitia pengawas, aksi bagi-bagi uang itu dipergoki di Kecamatan Jambon, pada Jumat (3/4). Salah seorang anggota tim sukses Edhie Baskoro yang diketahui bernama Samuji, warga Desa Blembem, Kecamatan Jambon, Ponorogo kepergok menebar uang kertas Rp 10.000 kepada warga . Kepada penerima, dia meminta untuk memberikan suaranya kepada anak Presiden Yudhoyono ini. “Dia tidak bisa mengelak lagi karena pemberian uang itu disertai gambar caleg yang bersangkutan,” kata Edi Wiyono kepada Tempo, Sabtu (4/4). Atas temuan itu, Panitia Pengawas Pemilu Ponorogo mengumpulkan bukti pendukungan dan memeriksa beberapa saksi. Di antaranya adalah Samuji, perangkat Desa Blembem, serta warga yang menerima uang. “Kami akan memplenokan kasus ini bersama anggota lainnya untuk menentukan sanksi yang dijatuhkan,” kata Edi. Sementara itu anggota Tim Carta Politika--tim sukses calon legislatif Edhie Baskoro-Lutfie Triadi mengatakan tuduhan yang dilontarkan kepada calon legislator Partai Demokrat Daerah Pemilihan Jawa Timur VII ini yang juga putra bungsu Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono membagi-bagi uang menjelang hari tenang merupakan black campaign atau kampanye hitam. "Tidak cukup alasan Mas Ibas melakukan itu, dia kan kondisinya leading," kata Lutfie saat dihubungi, Selasa (7/4).

17 Potensi Kecurangan Pemilu 2009 Kecurangan dalam Pemilu adalah segala upaya atau cara untuk mengambil, mendapatkan suara pemilih dengan cara yang ilegaldan bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku dengan sengaja. Yang mana suara tersebut dijadikan untuk pemenangan dirinya atau kelompok dan parpol tertentu. Kenapa orang berbuat curang, di dalam Pemilu 2009; Pertama, karena ingin mendapatkan kehormatan (post power syndrom) di tengah-tengah masyarakat. Di mana ketika terpilih menjadi wakil rakyat, sosok ia langsung melejit, dikenal luas dan dihormati oleh keluarga, kolega dan masyarakat luas. Untuk mendapatkan rasa terhormat itu maka berbagai cara pun dilakukan, termasuk dengan menghalalkan cara-cara yang curang.

Kedua, karena selama mengikuti proses pemilu telah mengeluarkan dana yang sangat besar. Mulai pendaftaran, tes kesehatan dan berbagai tahapan lain, berikut kampanye tertutup dan kampanye terbuka telah mengeluarkan dana yang sangat besar. Karena telah mengeluarkan dana besar, muncul kekhawatiran tidak akan terpilih. Bila kemungkinan buruk itu terjadi sementara, utang telah menumpuk dan banyak harta benda telah habis terjual, maka alternatif yang menjadi pilihan adalah dengan melakukan kecurangan dalam tahapan pemilu. Bila terpilih, tentu utang dan segala harta benda yang digadai dan dijual dapat diganti dan utang dibayarkan kembali. Ketiga, niat melakukan kecurangan didorong oleh keinginan besar untuk berkuasa. Apalagi selama ini telah pernah menjabat posisi tertentu, lalu jabatan itu hilang, lepas atau sudah pensiun. Sementara rasa haus terhadap kekuasaan sangat menggebu-gebu. Jika hanya dengan cara-cara biasa, kekuasaan itu sulit dicapai, maka melakukan kecurangan pemilu akhirnya menjadi salah satu pilihan. Berikut, banyak hal yang menjadi pemicu sehingga orang-orang tertentu melakukan kecurangan di dalam pelaksanaan Pemilu 2009. Ada penyebab karena merasa tenaga dan pikiran sudah terkuras habis sehingga memasang target harus terpilih. Berikut ada caleg yang telah dari jauh hari memasang target berlebihan, sementara peluang untuk terpilih sangat kecil. Akhirnya melakukan kecurangan agar target tersebut dapat tercapai. Kecurangan juga dapat didorong karena memiliki sifat yang korup, ingin mendulang harta ketika mendapat kekuasaan. Praktik kecurangan juga bisa disebabkan karena tidak siap menerima kekalahan di Pemilu. Selain itu juga disebabkan karena adanya peluang dan kesempatan, seiring dengan keinginan untuk melakukan kecurangan itu sendiri. Bila ditinjau dari pendekatan waktu, potensi kecurangan dapat terjadi pada tiga zona waktu pelaksanaan Pemilu. Pertama, waktu pemutakhiran data pemilih, yakni dari daftar pemilih sementara ke pemilihan daftar pemilih tetap. Potensi kecurangan ini dapat terjadi dari tanggal 5 April s/d 05 Oktober 2008. Berikutnya dari Oktober hingga 9 April 2009. Kedua, diwaktu pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS), hari Kamis 9 April 2009. Waktu kemungkinan potensi kecurangan itu terjadi dari pukul 06.30 – 24.00 WIB.

Ketiga, diwaktu melakukan rekapitulasi suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan terakhir di KPU. Potensi kecurangan dengan cara ini terjadi dari tanggal 9 April sampai dengan 5 Mei 2009. Kita akan membedah potensi kecurangan saat pemutahiran data pemilih. Ada upaya pihak tertentu melakukan infiltrasi terhadap anggota petugas pendapatan daftar pemilih (PPDP) dengan menguasai personal anggota PPDP sebagai ujung tombak pemutakhiran data pemilih. Dengan begitu bisa menjadi awal untuk mengakses dan mengintervensi data, seperti merekayasa, dan memodifikasi data. Berikut dengan mengeliminir pemilih yang teridentifikasi sebagai partisan partai lain. Dengan berbagai upaya dilakukan cara licik meminimalisir agar orang-orang dari anggota parpol lain, dari suku/agama lain tidak terdata atau tidak masuk di dalam daftar pemilih. Selanjutnya, memobilisasi pemilih tertentu agar terdaftar di dalam DPT tersebut bisa terkondisikan maksimal pemilih partisan dari kelompok tertentu (partai, agama, suku) yang akan memberikan suaranya di Pemilu 2009. Dengan cara me-mark up data pemilih, ini adalah cara untuk mendapatkan modal awal untuk bermain atau melakukan kecurangan pemilu. Di dalam teori kemungkinan mark up data pemilih itu dilakukan dengan cara memasukan data pemilih ganda dan tidak menghapus pemilih yang sebenarnya tidak ada, karena sudah di-PHK, pindah, meninggal dan penyebab lainnya. Zona potensi kecurangan pemilu 2009 juga sangat besar kemungkinan terjadi pada saat pemungutan suara. Indikasinya adalah dengan cara mendatangkan pemilih siluman. Pemilih siluman sengaja diset untuk memilih di tempat yang sudah terkondisikan. Dengan memanfaatkan DPT yang kacau, form A 5, dan sebagainya. Pemilih siluman ini bisa memilih berkeliling ke beberapa TPS untuk memberikan suaranya. Potensi kecurangan juga dapat dilakukan dengan menggunakan pemilih versi A 5. Pemilih versi A 5, adalah formulir tambahan bagi calon pemilih yang tidak terdata di DPT. Dan ini spesifikasinya adalah untuk saksi, peninjau, atau penduduk transit di atas 6 bulan. Peluang ini, sangat rentan dijadikan dalih untuk memasukan pemilih dadakan untuk kepentingan tertentu. *** Kecurangan juga dapat dilakukan dengan mengadakan TPS bodong. TPS yang sengaja direkayasa berdasarkan skenario penyebaran penduduk per wilayah. Dan TPS ini bisa dimunculkan di perumahan-perumahan yang sepi, tapi

direkayasa punya pemilih yang banyak untuk syarat diadakannya TPS tersebut. Potensi kecurangan juga bisa dilakukan dengan cara KPPS tidak memberikan sertifikat surat suara (C 1). Petugas KPPS yang orang partisan, dengan sengaja tidak memberikan form C 1. Di mana form ini adalah bukti utama untuk rekapitulasi suara apabila ada sangketa. Dengan berbagai alasan seperti: lupa, hilang, tidak cukup, dan berbagai alasan lain. Potensi kecurangan dan kekacauan hasil pemilu juga dapat dilakukan dengan cara KPPS tidak menandatangani sertifikat Form C 1. KPPS yang pintar tapi culas biasanya banyak memanfaatkan ketidak tahuan saksi. Petugas KPPS dengan sengaja tidak menandatangani form C 1. Secara hukum jelas form tersebut akan kehilangan kekuatan hukumnya. Alasan petugas KPPS bisa berbagai macam, seperti: sibuk, stempel hilang, dijanjikan tapi tiba-tiba menghilang. Potensi kecurangan dan kekacauan terhadap hasil pemilu juga dapat dilakukan dengan membuat form C 1 ganda. Peluang akan munculnya C 1 ganda ini sangat terbuka. Dan hal ini sangat berbahaya. Karena apa bila cukup 5 partai dan KPPS kongkalingkong dengan skenario ini. C 1 ganda digunakan untuk mem-back up hasil rekapitulasi rekayasa oknum tertentu. Baik di persidangan maupun tingkat pleno KPU. Potensi kecurangan berikutnya juga dapat terjadi dengan memanfaatkan saldo suara. Dengan sistem rekapitulasi yang rumit sangat berpeluang bisa dimanfaatkan oknum tersebut. Untuk memanfaatkan hal ini sebagai pintu masuk permainan. Apa lagi dari beberapa pengalaman yang ada. Banyak saksi yang bekerja hanya asal-asalan. Terima uang selesai. Setelah itu banyak mengabaikan tingkat akurasi hasil suara. Pada kesempatan ini maka akan terjadi jual beli, dan kongkalingkong terhadap saldo suara. Jika ingin Pemilu 2009 ini menghasilkan wakil rakyat yang betul-betul pilihan rakyat, maka mau tak mau peluang dan potensi kecurangan pemilu 2009 sebagaimana yang diuraikan tadi harus diantisipasi supaya tidak terjadi. Pemilih harus memastikan suara yang diberikan tidak menguap atau hilang. Begitu juga dengan saksi harus mengawal hasil suara dengan teliti. Pemantau juga harus melaksanakan tugas pemantauan dengan prinsip independen. Penyelenggara pemilu mulai dari tingkat TPS, PPS, PPK hingga KPU yang telah disumpah, haruslah bekerja dengan jujur. Jangan pula menjadi alat kepentingan caleg, parpol atau pihak-pihak tertentu. Sementara halnya dengan pengawas pemilu dan pihak kepolisian harus mengambil tindakan tegas ketika terjadi kecurangan dan pelanggaran pemilu. **

um'at, 26 Juni 2009, 16:47 WIB Siswanto, Mohammad Adam

Warga mengecek Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu Presiden 2009 (Antara/ FB Anggoro) BERITA TERKAIT
• • • • •

Ketua KPU ke Surabaya Periksa DPT Fiktif DPT Pilpres Dinilai Tetap Bermasalah Demokrat: Pansus Hak Angket DPT Salah Alamat Demokrat Yakin Hak Angket Tak Ganggu Komitmen DPT Bantul Belum Ditetapkan

VIVAnews – Tim kampanye nasional pasangan presiden dan wakil presiden, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto, melaporkan indikasi kecurangan daftar pemilih tetap yang digunakan untuk pemilihan presiden di Jawa Timur ke Badan Pengawas Pemilu, Jumat 26 Juni 2009. “Sekarang masih adanya masalah DPT yang sama seperti kasus pemilu legislatif lalu,” kata Arif Wibowo, Koordinator Teknologi Informasi tim kampanye nasional duet Mega-Prabowo di Bawaslu. Bentuk indikasi kecurangan yang dilaporkan ke Bawaslu, antara lain, adanya nama pemilih ganda yang jumlahnya mencapai 2.200.287 orang. Arif berharap pengaduan ini segera ditindaklanjuti dan diselesaikan. Sebab, jika tidak cepat-cepat selesai, dikhawatirkan mengganggu keabsahan hasil pemilihan presiden. Dugaan kecurangan itu didapatkan oleh Dewan Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Jawa Timur. Ketua DPW Jawa Timur, La Nyala, mengaku data itu merupakan bocoran yang diberikan orang dalam KPU sendiri. Data kemudian mereka olah lalu mencocokkannya dengan hasil rekapitulasi yang

dilakukan di seluruh kecamatan di Jawa Timur, kecuali Kabupaten Lumajang dan Jombang. Laporan indikasi kecurangan itu diterima oleh anggota Bawaslu, Bambang Eka Cahya. • VIVAnews
KECURANGAN PILPRES 2009

Mega-Pro Akan Menggugat
Kamis, 23 Juli 2009

JAKARTA (Suara Karya): Pasangan capres dan cawapres Megawati SoekarnoputriPrabowo Subianto (Mega-Pro) dan Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Wiranto) mempertimbangkan untuk menggugat hasil Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 karena ditemukan banyak kecurangan dan manipulasi. Bahkan pasangan Mega-Pro berniat mengadukan pelanggaran Pemilu 2009 ke Mahkamah Internasional. Berbagai pelanggaran ini dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. "Kalau MK (Mahkamah Konstitusi) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) tidak merespons laporan kami, kami akan mengajukan ini sebagai tindak kejahatan kemanusiaan dan mengajukannya ke Mahkamah Internasional sebagai langkah terakhir," kata tim hukum pasangan Mega-Pro, Artiria Dahlan, di Jakarta, Rabu (22/7). Artiria menambahkan, pasangan Mega-Pro juga akan melakukan koordinasi dengan tim JK-Wiranto untuk menunda rekapitulasi suara jika temuan pelanggaran yang ada tidak ditindaklanjuti. "Kita juga akan mendesak Fraksi PDIP untuk mepertanyakan kinerja KPU dan meminta klarifikasi Polri terkait dikeluarkannya SP3 terhadap proses penyelidikan tindak pidana pemilu," katanya. Sekretaris Tim Kampanye Nasional Mega-Pro, Fadli Zon, menambahkan, pihaknya siap mengajukan gugatan hukum bila hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU seolah melegalkan kecurangan dan manipulasi yang terjadi selama pemilihan presiden berlangsung. "Bahan-bahan untuk materi pelanggaran pada penghitungan suara pilpres sudah ada. Bukti itu siap untuk dipublikasikan pada waktunya," katanya. Fadli mengatakan, temuan bukti pelanggaran akan dipresentasikan pada Jumat (24/7) di Teuku Umar oleh Megawati dan Prabowo. "Ini menunjukkan bahwa kami sangat serius dalam usaha menegakkan dan menciptakan pilpres yang jujur, adil, dan demokratis, yang saya kira menjadi komitmen kita selama ini," katanya. Sekretaris Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto, Iskandar Mandji, menjelaskan, pihaknya saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti tentang adanya kecurangan pilpres. Data-data itu dinilai valid dan diharapkan bisa menjadi bukti kuat di dalam persidangan. "Kami menemukan 153 dugaan kecurangan pilpres. Sekarang ini masih dalam proses mengumpulkan bukti tambahan sambil mempertimbangkan soal itu (gugatan)," katanya. Sementara itu, proses rekapitulasi perolehan suara nasional Pilpres 2009 hari pertama yang digelar KPU, Rabu (22/7), sempat diwarnai penyampaian keberatan dari saksi pasangan calon JK-Wiranto dan Megawati-Pro terkait daftar pemilih tetap (DPT). Dalam pernyataan keberatan yang disampaikan saksi Tim JK-Wiranto, Chairuman Harahap, KPU diharapkan memberikan jumlah pemilih dalam DPT yang telah diperbaiki. Sebab, ternyata KPU berulang kali melakukan

penetapan DPT pilpres sehingga membingungkan tim kampanye capres dan cawapres. Pertama, pada 31 Mei 2009, KPU menetapkan DPT berjumlah 176.367.056 pemilih. Kedua, pada 8 Juni 2009 berjumlah 176.395.015 pemilih. Dua hari sebelum pemungutan suara pada 6 Juli 2009, KPU menetapkan DPT sebesar 176.411.434 pemilih. Chairuman mengatakan, pihaknya tidak menerima salinan data DPT untuk penetapan tertanggal 6 Juli 2009. Dia menjelaskan, pihaknya hanya mendapatkan soft copy DPT Riau yang jumlahnya 2.577.932. Jumlah ini berbeda dengan data DPT dari KPU Riau yang jumlah 3.647.420. "Ternyata ada DPT lain yang ditetapkan tanggal 6 Juli. Dan ternyata data tersebut ada yang tidak bisa kita akses. Bahkan data soft copy yang diberikan pada 7 Juli adalah DPT per 31 Mei 2009," ujarnya. Chairuman mengatakan, data yang diberikan KPU kepada tim kampanye pasangan calon saat 6 dan 7 Juli 2009 untuk dilakukan penyisiran merupakan data lama, yakni DPT per 31 Mei 2009. Karena itulah, menurut dia, hal ini menimbulkan pertanyaan yang ditujukan kepada KPU. Dalam kesempatan yang sama, saksi dari pasangan Mega-Pro, Arif Wibowo, meragukan kinerja Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Hal itu terkait dengan tidak ditemukannya selisih jumlah suara dalam laporan berita acara pemungutan suara. "Dengan adanya persoalan DPT dan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang bermasalah, serta banyaknya pelanggaran yang terjadi seperti masalah spanduk atau surat suara yang telah dicontreng terlebih dahulu pada kolom pasangan nomor 2, seharusnya tercermin dalam kacaunya administrasi surat di KPPS. Tapi, kok ini sangat rapi seolah administrasi surat suara itu dibuat sebelum pilpres berlangsung. Ini aneh, kan," ujarnya. Arif juga mengakui, DPT hasil perbaikan 6 Juli 2009 baru diterimanya saat proses rekapitulasi berlangsung. Sementara itu, Koordinator Nasional Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jeirry Sumampow menilai, KPU dapat dipidanakan terkait tindakannya yang melakukan perubahan berkali-kali dalam penetapan DPT pilpres. "Perubahan penetapan DPT secara berulang-ulang itu tidak diatur dalam ketentuan ataupun undang-undangnya. Secara subtansi, seharusnya DPT tidak boleh dilakukan perubahan sampai beberapa kali seperti yang terjadi sekarang. Apalagi sampai tidak diketahui oleh tim kampanye pasangan capres dan cawapres," ujarnya. Dia menambahkan, sejumlah hal terutama menyangkut persoalan DPT dapat menjadi bukti secara tertulis pengakuan formal untuk memidanakan KPU karena kinerjanya yang sangat amburadul. Sementara itu, anggota KPU Andi Nurpati menjelaskan, pemberitahuan mengenai DPT hanya disampaikan kepada penyelenggara dan saksi di tingkat TPS. "Kewajiban kami memberikan DPT hanya kepada panitia pengawas dan saksi di tingkat TPS," ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary mengakui adanya perubahan terhadap jumlah DPT yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) KPU pada 6 Juli 2009. Dia menjelaskan, KPU telah melakukan penetapan DPT pada 31 Mei 2009, tetapi dilakukan perubahan pada 8 Juni 2009, dan yang terakhir pada 6 Juli 2009. Terkait hal ini, Abdul Hafiz mengatakan, perubahan dilakukan karena banyaknya laporan yang menyebutkan pemilih yang belum tercantum dalam DPT. "Kami sebenarnya tidak akan mengubah DPT yang ditetapkan 31 Mei, tapi dari masyarakat mengatakan bahwa ada banyak yang tidak terdaftar, bahkan ada yang mengatakan sampai 49 juta. Malam 6 Juli kami

merampungkan DPT, tapi itu pun baru keputusan tapi perapian tanggal 7 Juli," katanya. Sementara itu, berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara yang telah dilakukan KPU di 12 provinsi, Rabu (22/7), pasangan capres dan cawapres nomor urut dua Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono menempati posisi pertama dengan 26.215.083 suara (59.73 persen). Sementara, pasangan capres dan cawapres nomor urut satu Mega-Pro meraih 11.361.355 suara (25.88 persen), dan pasangan nomor 3 JK-Wiranto memperoleh 6.316.178 suara (14.39 persen). (Tri Handayani/Feber Sianturi)

Kalla-Wiranto Waspadai Kecurangan Penghitungan Suara
Senin, 06 Juli 2009 | 21:28 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Tim kampanye Jusuf Kalla-Wiranto mewaspadai kecurangan pada Pemilihan Umum Presiden saat proses penghitungan suara. Kecurangan itu rentan terjadi di tingkat Panitia Pemungutan Suara dan Panitia Pemungutan Suara Kecamatan. "Kecurangan (ada) di penjumlahan atau rekapnya. Karena itu harus dikawal terus," kata Jusuf Kalla dalam jumpa pers di rumah dinas Wakil Presiden di Jalan Diponegoro No 1, Jakarta Pusat, Senin (6/7). Kasus kecurangan dalam penghitungan suara harus diwaspadai setelah ditemukannya ketidakakuratan daftar pemilih tetap. Sebelumnya, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut satu dan tiga ini bertemu Komisi Pemilihan Umum dan meminta lembaga itu memperbaiki Daftar Pemilih Tetap atau DPT. Tim kampanye Kalla-Wiranto dan Megawati-Prabowo menemukan sejumlah data ganda dan pemilih yang tidak terdata dalam Daftar Pemilih. Selain itu, kedua pasangan tersebut mendatangi Mahkamah Konstitusi sebelum lembaga itu memutuskan gugatan soal mekanisme memilih. Mahkamah akhirnya memutuskan pemilih yang tidak tercantum dalam Daftar Pemilih bisa memberi suara dengan membawa kartu tanda penduduk atau KTP maupun paspor. Menurut Kalla, langkah politik pasangan Kalla-Wiranto dan Mega-Prabowo bertujuan mengembalikan hak konstitusi warga negara. Kekeliruan Daftar Pemilih saat pemilu legislatif berakibat sejumlah warga negara tak bisa memilih. "Kami berterima kasih atas hal tersebut," ujarnya. Dia menegaskan, tuntutannya untuk memperbaiki Daftar Pemilih tak semata untuk kemenangan Kalla-Wiranto. Namun, ketidakakuratan Daftar Pemilih berakibat hasil pemilu tidak sah secara hukum. "Kami tidak ingin pemerintahan terpilih tidak legitimate dan pemilu tidak damai. Ini untuk menjaga kesatuan bangsa dan kami ingin pemilu legitimate," ucapnya. Keputusan Mahkamah yang memungkinkan pemilih tak terdata tetap memiliki hak

suara tak serta merta meniadakan Daftar Pemilih. Apalagi, Daftar Pemilih dapat menunjukkan jumlah pemilih di Indonesia. Dia mengusulkan panitia pemungutan suara menahan KTP maupun paspor pemilih di TPS setelah pemilih menggunakan hak pilih. Penahanan itu dilakukan hanya satu hingga dua jam. Tujuannya, menghindari penggunaan hak di tempat pemungutan suara lain. "Itu teknis, tahan dulu satu atau dua jam. KTP ditahan supaya tidak memilih di dua tempat," ujarnya. Dia menegaskan penggunaan KTP maupun paspor tidak akan berdampak penggunaan hak suara lebih dari satu kali secara masif. Apalagi, undang-undang mengatur soal pemberian hak pilih itu. "Pemilih memilih lebih dari sekali akan masuk penjara. Boleh saja coba," katanya. Saat ini, sejumlah fraksi di DPR mengajukan usul penggunaan hak angket terkait Daftar Pemilih. Tujuannya, menyelidiki penyebab puluhan juta pemilih tak terdaftar dan data pemilih ganda dalam Daftar Pemilih pada pemilu legislatif April lalu. Dia optimistis Komisi Pemilihan menyelesaikan perbaikan Daftar Pemilih hingga satu hari menjelang pemilu presiden pada 8 Juli mendatang. "Memang berat tapi diupayakan. Ini baru mulai berjalan," ujarnya. Kalla meminta Badan Pengawas Pemilu dan Panitia Pengawas Pemilu proaktif menjalankan tugasnya. Sehingga, kasus-kasus kecurangan pemilu dapat diantisipasi. Dia menyatakan pasangan Kalla-Wiranto tak pernah mewacanakan pengunduran jadwal pemilu presiden. Namun, pasangan itu meminta Komisi Pemilihan merevisi Daftar Pemilih. Kecurangan Pemilu Bisa Dibuktikan, Bergantung pada Keseriusan Kalangan Parpol OPINI Mas Zen | 15 April 2009 | 06:51 724 2 Nihil. Pesta penyentangan telah usai, namun rakyat kembali terabaikan hak-hak politiknya. Bagaimana tidak, proses pemilu legislatif belum selesai, elit politik sudah disibukkan oleh isu koalisi untuk pemilihan presiden 2009. Partai politik sebaiknya memfokuskan diri proses pemilu yang belum berakhir terutama proses penghitungan suara. Sangatlah naïf bila kalangan partai politik tidak memperhatikan suara kontituen yang telah diamanahkan padanya. Penyikapan sejumlah partai politik (parpol), yang merasa yakin telah terjadi berbagai bentuk kecurangan dalam proses pemilihan umum (pemilu) legislatif terbuka dan mendominasi dalam pemberitaan media baik media cetak, cyber maupun elektronik perlu mendapatkan dukungan yang lebih luas untuk meraih kembali kepercayaan

masyarakat pemilih. Setidaknya hal ini untuk menjernihkan permasalahan Pemilu 2009 yang sangat ruwet. Postulate Machiavelli yang mengatakan, politik akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan kekuasaan; mulai dari cara-cara yang sesuai dengan norma-norma, hingga cara-cara yang buruk yang melanggar norma, bahkan cara-cara yang kejam dan tidak manusiawi. Praktek semacam ini, bisa dibuktikan tidak menjadi stiqma setiap penyelenggaraan politik di Indonesia. Hal patut diprihatinkan bila kekacauan-kekacauan yang terjadi pada pemilu 2009 seperti, kesalahan DPT yang sangat massif, tertukarnya surat suara pada dapil yang tidak sesuai, manipulasi nama pemilih yang begitu merata disetiap TPS (Data DPT tidak akurat), Banyaknya masyarakat yang hilang hak pilih karena belum tercatat dalam DPT dsb, merupakan kecurangan yang dilakukan secara sistimatis. Hal ini harus bisa dicarikan akar permasalahannya, kalangan partai politik harus serius menangani dan membuktikan kecurangan-kecurangan ini. Pembuktian dari kalangan partai politik sangat penting untuk mencegah potensi konflik yang terjadi pada pemilihan presiden Juli mendatang. Penjernihan kecurangan-kecurangan pemilu setidaknya memberikan sedikit tawaran harapan baru dari partai politik untuk rakyat dalam pilpres nanti. Dan bila terjadi kecurangan yang sifatnya sistematis hal ini merupakan bentuk kampanye dari kalangan partai politik yang mengusung capres. Banyak celah untuk membuktikan kecurangan pemilu 2009 apa dilakukan secara sistematis atau dilakukan secara sporadis oleh oknum-oknum partai. Hal ini merupakan tantangan bagi kalangan partai politik terutama partai-partai politik yang menggagas pernyataan sikap bersama untuk menindaklanjuti kecurangan pemilu 2009. Kalangan partai politik diharapkan tidak omong doang agar tidak menambah keruwetan. Sinyalemen adanya kecurangan secara sistematis banyak diungkapkan oleh para akademisi dan peneliti. Salah satunya adalah pernyataan Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti di kompas.com (14/1), kecurangan itu bisa dicari akarnya, apakah dilakukan secara sistematis atau tidak. Misalnya, apakah penggembosan terjadi di daerah tertentu macam wilayah yang bukan daerah kekuatan Partai Demokrat, namun menjadi basis kekuatan parpol lain. Dengan begitu dapat diketahui, daerah mana saja yang paling banyak mengalami kekacauan DPT sekaligus bagaimana kondisi itu kemudian berdampak menguntungkan atau merugikan perolehan suara parpol tertentu. Terutama jika hal itu dikaitkan dengan fakta suatu daerah sebelumnya dipahami sebagai basis massa parpol tertentu. Partai politik juga harus memperhatikan jebakan pola kecurangan pemilu 2009 yang paling massif adalah melalui rekayasa DPT. Dari sinilah semua kecurangan yang besar dalam proses pemilu dimulai. Data adalah sumber informasi paling awal dan paling penting dalam seluruh proses pemilu, kemudian dimanipulasi sedemikian rupa sehingga lembaga pengawas pemilu dan

" tambahnya. Meskipun bukti dapat diketemukan. "Kita juga akan mendesak Fraksi PDIP untuk mepertanyakan kinerja KPU dan meminta klarifikasi Polri terkait dikeluarkannya SP3 terhadap proses penyelidikan tindak pidana pemilu. banyaknya pelanggaran Pemilu memang memprihatinkan." tegas tim hukum Mega-Prabowo.partai-partai akan kehilangan jejak untuk menemukan bukti-bukti kecurangan. Sebagaimana kita ketahui bahwa sumber data awal pemilu 2009 adalah berasal dati Departemen Dalam Negeri (Depdagri). langkah manipulasi DPT hanya dapat dilakukan oleh pihak yang memiliki otoritas atas lembaga yang melakukan pendataan dalam hal ini adalah pemerintah. Tim Mega-Prabowo juga akan melakukan koordinasi dengan tim JK-Wiranto untuk menunda rekapitulasi suara. 22/07/2009 | 17:31 WIB Jakarta press. jika temuan-temuan pelanggaran yang ada tidak ditindaklanjuti. Menurut Arteria. SP3 yang dilakukan polisi. Ia mengemukakan. Data tersebut yang kemudian disusun oleh KPU menjadi data daftar pemilu tetap dengan pemutahiran ala kadarnya. Penelusuran sampai ke akar juga bisa dilakukan dengan meminta penjelasan Depdagri terkait data awalnya daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4). Pasalnya. "Kita juga akan melayangkan gugatan baik secara pidana dan perdata. kita juga merekomendasikan untuk mengajukan gugatan perdata melawan hukum ke pengadilan negeri. . Rabu. Karena masih ada celah yakni. Arteria Dahlan. "Terkait perbuatan melawan hukum." paparnya. akan tetapi pembuktian secara hukum dan penyelesaiannya akan membutuhkan waktu yang relatif lama dan seringkali tidak memiliki signifikasi dengan hasil pemilu. maka kami akan mengajukan ini sebagai tindak kejahatan kemanusiaan dan mengajukannya ke Mahkamah Internasional sebagai langkah terakhir." tandasnya. Untuk Tim Kampanye Nasional (Timkamnas) Mega-Prabowo merekomendasikan untuk mengajukan gugatan perdata untuk KPU. Penyikapan kalangan partai politik untuk menindaklanjuti kecurangan-kecurangan akan mendapat animo positif masyarakat bila kalangan partai politik bisa membuktikan secara konkrit dan mempunyai kekuatan hukum. yang nyata-nyata sudah terbukti dilakukan KPU terkait banyak rekomendasi ini bukan tindak pemilu atau tim. Langkah lain yang akan diambil pasangan Mega-Prabowo adalah mengajukan gugatan Pemilu ke MK (Mahkamah Konstitusi). Keberhasilan pembuktian merupakan bentuk sikap perlawanan yang positif dan merangsang iklim oposisi pemerintah yang seimbang bila partainya nanti tidak mendapat jatah kekuasaan di pemerintah. Namun hal ini bukan merupakan hambatan bagi partai politik namun harus dijadikan tantangan dengan mengerahkan berbagai sumber daya dan jaringan. Rabu (22/7). "Kalau MK dan Bawaslu tidak merespon laporan kami.Tim kampanye Mega-Prabowo berniat mengadukan pelanggaran Pemilu 2009 ke Mahkamah Internasional (MI). berbagai pelanggaran tersebut dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.com Jakarta .

jika gugatannya ke Bawaslu ataupun Mahkamah Konstitusi nanti tidak dilanjutkan. tapi catatan kelam tentang penyelenggaraan Pemilu 2009 masih terus bergulir. terkait selisih penghitungan suara." beber tim hukum Mega-Prabowo ini. enta itu sengaja atau tidak. Iskandar Mandji. Sementara Tim JK-Wiranto juga sedang mempertimbangkan secara matang rencana menggugat hasil Pilpres 8 Juli lalu. Kalau sudah tuntas. dan KPU sudah memutuskan. gugatan pilpres merupakan kewenagan mutlak dari pasangan JKWiranto dan Timkamnas. "Sekarang kan masih proses. KPU sudah dinyatakan melanggar kode etik. Ia mengaku. Karena itu. Ia menegaskan. lebih mengutamakan agar KPU menunda proses hasil penghitungan suara. Iskandar menjamin tidak akan ada intervensi dari pihak manapun terkait kebijakan soal menggugat atau tidak. "Kita kan ada 153 temuan soal itu (dugaan kecurangan pilpres). pihaknya sudah melakukan langkah-langkah koordinatif dengan tim pasangan JK-Wiranto. dimana kita menemukan kesalahan hitung dari KPU. kami tidak menolak tapi demi demokrasi kami meminta agar semua temuan-temuan itu ditindaklanjuti terlebih dahulu. pihaknya sudah memperoleh pernyataan Bawaslu. KPU tidak hanya melanggar hukum. Menurutnya. Saat ini seluruh kekuatan Partai Golkar sedang berkonsentrasi menyiapkan data-data lapangan selama pilpres berlangsung. Sebabnya. selama proses pilpres belum selesai. tetapi KPU sudah direkomendasikan terkena atau terindikasi tindak pidana. Kedua terkait dengan pelangaran atau kecurangan yang berakibat langsung pada perolehan suara pasangan kami. dan apa yang dilakukan tim Mega-Prabowo semata-mata menjaga demokrasi serta memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik. bahwa apa yang dilakukan ini tidak semata-mata menolak hasil pemilu. . "Proses pilpres dan penghitungannya kan belum selesai semua." ujar Mandji. Sekarang ini masih proses untuk mengumpulkan bukti tambahan sambil mempertimbangkan soal itu (gugatan). dari awal pasangan Mega-Prabowo sudah siap untuk kalah. Masak kita punya data tidak kita apa-apakan. Terkait dengan itu." seru Arteria." tegasnya. Ya kita tunggu dulu itu. "Jadi.Tim Mega-Prabowo ini mengungkapkan. Kita sedang konsentrasi untuk pilpres ini. sampai ditindaklanjuti semua temuan pelanggaran. Tim Kampanye Nasional pasangan nomor urut 2 ini telah memegang data-data valid terkait dugaan kecurangan pilpres. "MK dan Bawaslu tidak mampu merespon laporan kami. maka kami akan ajukan sebagai tindak kejahatan kemanusiaan maka kami akan membawa hal ini ke Mahkamah Internasional. Selain itu." tukas Wakil Sekjen DPP Partai Golkar ini. baru kita persiapkan (Muspim). Kalau sudah lengkap. (*/KSN) Hajatan Pemilu 2009 memang sudah lewat. "Kira-kira ada 20 perbuatan hukum yang terkait dengan itu. maka pelanggaran yang dilakukan KPU akan diajukan ke Mahkamah Internasional. Golkar belum mempersiapkan agenda musyawarah pimpinan (Muspim) yang rencananya digelar pada tanggal 8-9 Agustus mendatang. Tetapi." papar Timkamnas JK-Wiranto. Timkamnas Mega-Prabowo mengancam. baru kita akan bergerak. Karena itu. Ke MK ada dua hal.

yang ditulis oleh orang yang langsung terlibat di dalam penyelenggaran Pemilu 2009. pun para peserta pemilu. melainkan juga antarcaleg dengan berbagai modus. Potret Aksesori Demokrasi Indonesia berusaha secara detail mengungkap fakta kecurangan dan kebobrokan Pemilu 2009. keadilan. pengamat. Dalam kondisi yang demikian. Meski kehadiran buku ini tidak berpengaruh pada hasil pemilu. Diawali dari kasus di Pilgub Jatim yang sempat menjadi isu nasional dan berdampak pada penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2009. Ramdansyah memberikan saran konkret tentang penyelenggaraan pemilu mendatang . Pada bagian jual-beli suara. Semu lapisan masyarakat mencsata Pemilu 2009 syarat dengan kecurang dan sikap pimpinan Bawaslu tidak bergerak cepat. dan LSM menyuarakan nada yang sama. dan tentunya pengawalan. Kinerja KPU dan Bawaslu dinilai sangat tidak memuaskan. Jual-beli suara tidak hanya berlaku antarparpol. Kelemahan dalam DPT ini sering menjadi sumber kecurangan berbagai oknum. dalam hal ini tentu saja KPU dan Bawaslu. catatan kelam Pemilu 2009 yang dihadirkan dalam buku ini jauh lebih komplet dan dalam karena didasarkan pada kekayaan data dan fakta di lapangan. Komnas HAM. Masalah DPT juga menjadi sorotan khusus buku ini. dan keterbukaan atas pemilu berada pada lembaga atau institusi yang bertanggung jawab menyelenggarakan pemilu. keadilan. politisi. Ramdansyah mengistilahkan dengan jual beli “eceran atau grosiran”. kejujuran. Apa jadinya jika KPU dan Bawaslu justru menjadi sumber kebobrokan pemilu itu? Buku Sisi Gelap Pemilu 2009. setidaknya bisa menjadi bahan refl eksi dan evaluasi untuk penyelenggaraan pemilu mendatang. Buku ini menjadi acuan data dan fakta tentang gambaran bagaimana kebobrokan Pemilu 2009. catatan buruk pernah dilontarkan oleh sebagian kalangan. Institusi sebesar Mahkamah Konstitusi. di Pemilu 2009 banyak sekali muncul suara hantu (orangnya sudah meninggal tapi suaranya masih ada). entah parpol atau institusi KPU. transparansi. Berbeda dengan buku-buku tentang pemilu lainnya yang lebih berkutat pada tataran idealitas. Transparansi. Terbukti. proses berlangsungnya demokratisasi tentu saja membutuhkan kejujuran. Mereka menyuarakan nada sumbang bahwa penyelenggaraan Pemilu 2009 merupakan pemilu terburuk sepanjang sejarah.Beberapa hari setelah penyelenggaraan Pemilu 2009. keterbukaan. Pemilu 2009 diwarnai dengan banyak masyarakat yang tidak terdaftar dalam DPT.

Untuk membahas hal tersebut. Selain itu kami pertegas dengan laporan tertulis yang digali di sekitar tempat kami merekam gambar terjadinya praktik itu. Jadi. Apa saja yang dilaporkan TII dan ICW berkaitan dengan politik uang dalam kampanye capres? Kami melaporkan berdasarkan fakta di lapangan. Kalibata Jakarta Selatan. Kami melihat terjadi mobilisasi massa untuk meramaikan kampanye capres-cawapres. Kalau di pedesaan atau kota-kota kecil tentu jumlahnya lebih kecil daripada yang di Jakarta. tim . Ini terlihat jelas dengan tindakan nyangoni mereka yang datang dengan jumlah lumayan untuk ukuran masyarakat setempat. 20 Juni 2004 BARU-BARU ini Indonesian Corruption Watch (ICW) dan Transparency International Indonesia (TII) melaporkan hasil penelitian mereka tentang politik uang dalam Kampanye Calon Presiden ke Panitia Pengawas Pemilu. mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah. Yang lucu. Di antaranya merekomendasikan atau mengusulkan amendemen UU dan keterlibatan KPK hingga tingkat bawah untuk melawan aksi politik uang atau kejahatan kerah putih yang menggurita di setiap penyelenggaraaan pemilu. Nggak perlu harus pakai tanda tangan segala. umumnya jumlah yang diberikan tergantung kondisi masyarakat. Mungkin karena sudah terbiasa begitu. Begitu menerima uang lalu nama sang penerima ditandai. Peresensi adalah Lailatul Tarwiyati. Jakarta Minggu. saat kami merekam gambar. Kalau di wilayah Jakarta dan Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi selain ”membeli” massa. Lalu dibagi sesuai daftar nama yang mereka pegang. mereka tetap saja berteriak-teriak mengabsen nama-nama yang akan mendapat jatah uang. Menurut saya mereka itu tidak tahu kalau hal itu tidak boleh dilakukan. kemarin. Ya. berikut wawancara Suara Merdeka dengan Wakil Koordinator Badan Pekerja Kontras Danang Widoyoko di kantor ICW. Hampir dalam waktu bersamaan juga terbongkar ”kasus jalan-jalan” anggota Komisi VIII DPR RI ke Korea dan Hong Kong yang dibiayai Pertamina.berdasarkan catatan dan pengalaman penyelenggaraan Pemilu 2009. praktik yang seperti ini jelas merupakan pembelian dukungan. Uang itu didrop kepada orang-orang yang menggerakkan massa. jadi mereka nggak merasa melakukan kesalahan. Sebagian besar berhasil direkam gambarnya.

Agar proses rekruitment tersebut bisa berjalan baik harus diatur. PDI-P mungkin punya dana yang cukup baik.kampanye juga banyak melibatkan tukang ojek. sopir angkot dan sebagainya. Apalagi momen seperti ini kan hanya lima tahun . Karena faktor uang itu tadi. PDI-P juga ada. Karena kalau jaringannya masih kacau atau tidak profesional. kami berharap Panwaslu segera bertindak sepat dan tegas. mengingat politik itu di mana saja tidak bisa dilepaskan dari ”gizi” atau uang? Dalam kampanye itu kan harus ada keseimbangan partisipasi politik masyarakat. Pasangan caprescawapres. maupun penanggung jawab tim kampanye yang terbukti melakukan hal itu bisa diganjar pidana penjara. Semua partai mempunyai kesempatan sama. sesuai hati nurani. Dan itu harus dilakukan secara wajar. Kita belum bisa mengetahui sebenarnya dana untuk itu besarnya seberapa. Ada yang Rp 50 ribu dan ada pula yang hanya Rp 25 ribu. Kalau sudah berpengalaman kan selain ngasih uang juga memberi kaos yang sangat pantas bahkan bagus. ya sulit bagi media menolak godaan-godaan untuk menayangkan lebih dari ketentuan. Kita lihat misalnya aturan penayangan iklan di televisi yang membatasi para calon untuk waktu tertentu. Adalah sangat mungkin kalau terjadi pemotongan di sana-sini sebelum sampai kepada massa yang dibayar. juga mereka mempunyai sumber dana dan jaringan yang solid. Kembali ke Partai Golkar. Selain sudah mempunyai pengalaman bertahun-tahun untuk menyukseskan pemilu dengan cara ini. Namun. Begitu juga Partai Demokrat dan lain-lain. Seperti kaos kerah yang bahannya adem. Setelah TII bersama kami melaporkan adanya praktik tersebut. Bukankah yang terbesar dilakukan pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid. Sudah ada ketegasan larangan untuk hal semacam itu? Perlu diketahui yang dikategorikan praktik money politics tersebut adalah yang bertujuan untuk memengaruhi pemilih dengan iming-iming uang atau barang. Minimal dua bulan sampai dengan maksimal satu tahun penjara dan atau denda Rp 1 hingga Rp 10 juta. tetapi juga partai atau tim sukses lain dengan capresnya. Jadi. memang dari awal kami memperhitungkan sebagai pihak yang paling siap untuk melakukan hal ini. Tapi bukankah itu sudah menjadi hal yang wajar. Bagaimana sebenarnya? Gambar yang kita miliki bukan hanya Golkar dengan Wirantonya. pemilu itu merupakan proses rekruitment politik secara berkala. kalau ditanya pengalaman maupun jaringan mungkin belum bisa diacungi jempol. maka itu selain membahayakan pemberi dana. KPU pun berwenang untuk membatalkan mereka yang terlibat hal itu sebagai peserta Pemilu Presiden. Ini masuk tindak pidana pelanggaran Pemilu. Ada yang bagi-baginya sampai Rp 100 ribu. Itu berarti melanggar Pasal 42 UU Pilpres. bisa-bisa dana yang dikucurkan juga tidak jelas ke mana larinya he he he.

sekali. Mengenai kasus di DPR. Ngapain harus pergi jauh-jauh ke Hongkong dan Korsel segala sampai bawa istri. kita tahu. kita patut acung jempol untuk Meliono dan Indira. bahkan oleh penguasa malah terus ditumbuhsuburkan ya jadilah budaya atau suatu kewajaran. sehingga mereka jadi mudah dibeli. Karena janganlah kita terus menerus memelihara budaya yang jelek. mereka yang seharusnya menegakkan hukum jadi menunggu saja. Praktik korupsi di DPRD terkait penganggaran atau budgeting. alasan menjual. Penegakkan hukum di negeri kita itu lemah. Ya karena selama bertahun-tahun tidak dikoreksi. Kami mendengar pertemuan di Hotel tertentu kemudian bagi-bagi uang kepada anggota DPR. Menariknya itu. Tidak hanya di DPR. Kalau praktik korupsi di DPR pusat justru di aspek pengawasan. serta siapa saja pembelinya. Sudah aturan tentang sumbangan perorangan dan korporasi yang dibatasi besarnya. Bagaimana tanggapan Anda? Ini jelas lucu. Kalaupun sekarang muncul alasan dari kalangan DPR bahwa itu pinjam sementara atau . Celakanya lagi media massa berhasil mengungkap bahwa yang membiayai itu Pertamina. Kalau menurut saya hal yang ”wajar” tersebut harus segera diakhiri. sebelum kasus dengan Pertamina kami sudah mendengar kasus divestasi Bank Niaga. Yang jelas. Apalagi kalau itu nantinya mendorong upaya untuk meciptakan ketidakberdayaan ekonomi rakyat. Reaksi tokoh parpol dan tim kampanye capres sepertinya adem-adem saja? Ya. Aspek pengawasan DPR ini justru peluang untuk terjadinya korupsi. ya janganlah dilakukan. Karena penegakkan hukum yang lemah itu. Tapi yang prinsipil kan kita berpegang pada aturan. Kasus Pertamina ini jelas ketara keanehannya. Karena bila hanya untuk mengecek alasan penjualan tanker berukuran besar kan cukup dengan meneliti dokumen-dokumen yang ada di kantor pusat Partamina. Uang itu ditolak oleh Meliono Suwondo dan Indira Damayanti. Mereka khawatir kalau menindak bakal mendapatkan imbas dari pertikaian politik. Namun kami tidak tahu kelanjutan kasus itu. UU nya melarang kita untuk melakukan itu. Dalam hal ini ya kolusi dengan yang diawasi itu tadi. Karena yang namanya membeli dukungan rakyat itu budaya kekuasaan kita yang jelek. Jelas kan di sana ada harga jual. Baru-baru ini juga terungkap ”jalan-jalan” anggota Komisi VIII beserta sebagian istri ke Korsel dan Hongkong yang dibiayai Pertamina. Baru-baru ini kita mendengar begitu banyak anggota DPRD yang menjadi tersangka korupsi bahkan yang di Padang sudah sampai pengadilan. Akhirnya terbongkarlah kasus tersebut dan dilaporkan ke Polri. Apalagi yang diawasi adalah instansi yang basah dan sering terjadi praktik korupsi. di mana saja di negeri ini yang namanya aspek pengawasan itu terbuka peluang untuk korupsi. di sini terlihat jelas beda praktik korupsi di DPR dan DPRD.

Masa sekarang sudah rugi begitu besar hingga harus jual tanker ukuran besar segala?. Seharusnya fungsi pengawasan DPR itu pada Meneg BUMN. Karena kami menengarai begitu banyak uang bersliweran. Jadi. Dan perlu diketahui Pertamina itu tahun lalu untung Rp 3. juga Pertamina. saya bingung mau menulis apa untuk prestasi yang “luar biasa” KPU pada penyelenggaran Pemilu 2009 ini. Aneh kan? (Hartono Harimurti72) Berita Utama | Bincang – Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA This entry was posted in Lain-lain. 2009 tags: bawaslu. Masa DPR ”gampang-gampangan” begitu saja pinjam dulu Pertamina lalu diganti. DPR itu kan instansi terhormat. Juga untuk mengurus SPJ itu ada prosedur yang harus dilalui. Yang namanya mau berangkat itu harus ada uangnya terlebih dahulu. Ini kan DPR. lembaga tinggi negara. Celakanya lagi saat ini ditengarai anggota DPR itu sulit dipegang. Ibaratnya sudah diservis pun belum otomatis permintaan si penyuap terkabul. baru hal itu bisa dilakukan.. Bookmark the permalink. mengapa DPR malah panggil Direksi Pertamina bukan panggil Laksamana Sukardi. Misteri Pemilu…Mengapa Laporan Bawaslu Tidak Ditanggapi Polisi? April 19. Karena kebobrokan lembaga KPU mulai tercium sejak Pilkada Jatim dimana KPUD Jatim tidak menjalankan tugas secara profesional dan secara tidak langsung tercium indikasi KPUD Jatim mendesain pilkada untuk memenangkan salah satu pasangan Gubernur.9 triliun. Kalau sama kawan sendiri.ditalangi dulu oleh Pertamina untuk kemudian diganti DPR ya nggak masuk akal. Wong ayah saya yang PNS biasa saja kalau mau pergi ada SPJ yang jelas. Pertanyaannya. Bukan langsung turun ke masalah tanker segala. Alasannya belum tentu anggota DPR lain sekomisi bahkan sefraksi menyetujui hal itu. Kalau praktik seperti ini tidak dihentikan maka BUMN akan digerogoti untuk membiayai atau menservis anggota DPR atau birokrat lain. Pemilu 2009 oleh nusantaraku Aduh…. Pertanyaanya. Menurut Anda bagaimana peran Meneg BUMN dalam hal ini? Sebenarnya fungsi pengawasan BUMN ini berada di bawah Meneg BUMN. dari mana uang tak terhitung jumlahnya itu berasal mengingat perekonomian kita lagi lesu. ada sesuatu di balik ini semua yang terkait pemilu mulai dari legislatif maupun presiden. Ini dugaan saya lo. tidak mudah dikontrol lagi. BUMN besar. Kasus ini sempat masuk dalam ranah .

Said Salahudin. PPS telah mencatat jumlah pemilih sebanyak 34. meskipun Pak Herman menyatakan mengundur diri karena kekecewaannya. saat dihubungi melalui telepon.Tudingan bahwa telah terjadi kecurangan sistematis dalam penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pileg tampaknya tidak main-main. PPS Akui KPU Merekayasa DPT Pileg Jakarta . Mereka (PPS) sudah menyusun data DPT per TPS. lalu dikirim ke KPU kota.180 orang. KPU Gelagat yang tidak profesional dan terkesan korup pun dilakukan KPU Pusat menjelang 9 April 2009 yakni pada 27 Maret 2009 KPU mengeluarkan Surat Edara 612/KPU/III/2009 perihal penjelasan teknis peraturan KPU No. bukan untuk mengubah. Dan 2 hari menjelang 9 April 2009. Padahal dari mana KPU kota bisa menambah atau mengurangi? Mereka kan hanya merekap dan menetapkan. KPU dengan arogan mengatakan TIDAK ADA MASALAH DPT. maka KPU kembali menunjukkan kegagalan terbesar dalam menetapkan DPT…….. di salah satu kelurahan di Jakarta Selatan. Misalnya." kata Said. Menurut Said.hukum penyelidikan oleh eks. "Dari 90 PPS yang kita datangi di Jakarta. Namun. Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kelurahan mengakui bahwa kecurangan itu benar-benar terjadi. Rabu (20/5/2009). Pas pemungutan suara 9 April. tampaknya kekuatan politik di Pusat lebih kuat dan segera menggantikan Pak Herman dengan Anton yang mana langsung menurunkan status ketua KPUD Jatim dari tersangka menjadi saksi. Proses keadilan dan kebenaran tampaknya kandas. semua mengakui DPT pileg kemarin adalah rekayasa KPU. Kapolda Jatim Pak Herman SS dengan menetapkan ketua KPUD Jatim sebagai tersangka. mengubah jumlah pemilih dalam DPT di tiap PPS. bertambah 67 ." kata Koordinator Divisi Pemilu SIGMA.247. Begitu dikembalikan lagi ke mereka datanya sudah berubah. 01/2009 mengenai audit laporan dana kampanye yang membolehkan seseorang menyumbang bermiliarmiliar rupiah padahal ini bertentangan dengan UU 10 tahun 2008. kasus pengelembungan DPT Pilkada Jatim bak ditelan bumi. Begitu data tersebut diserahkan ke KPU Kota Jaksel dan dikembalikan lagi ke PPS. Akhirnya. ada beberapa modus dalam aksi kecurangan sistematis tersebut. Pertama. "Ada yang berkurang ada yang bertambah. angkanya berubah menjadi 34.

menunjukkan ”belang” mereka yang amat konservatif dan bertanggungjawab atas keluh-kesah tentang ketidak-mandirian serta masalah akuntabilitas KPU selama ini.detiknews.baik dipandang secara . namun begitu data diserahkan ke KPU kota dan dikembalikan lagi ke PPS." kata Said. Dari pengalaman empiris politik Indonesia. konsep independen dan apapula konsep kredibilitas dan konsep martabat.. pemilu 1999 dapat kita tunjuk sebagai pemilu Indonesia yang relatif lebih jujur dan adil.. http://pemilu.. pasti mudah dilakukan di daerah-daerah. Modus ketiga.lebih baik memberi pola keterukuran kepada semua stakeholder untuk menjalankan syahwat (politik) secara bersama-bersama. Kalau boleh ngomong sedikit kasar. "Begitu yang 67 orang ini dicek.rupanya harus diterima dengan lapang dada bahwa tidak ada resep yang dapat difahami di negeri ini tentang apa yang dimaksud dengan konsep mandiri.com/read/2009/05/20/062208/1134222/700/pps-akui-kpumerekayasa-dpt-pileg Kira2 siapakah yang pantas untuk bertanggung jawab? KPU-kah? Pemerintah? Atau orang2 dibalik KPU yang jauh lebih mengerikan? Siapa pula yang paling diuntungkan atas itu? Kalau berhasil. Ketimbang berharap utopi independensi dan kredibilitas. seolah mereka semua membisu. Ada orang yang sebelumnya telah terdaftar. Dengan cara ini petugas KPPS menjadi kerepotan jika diharuskan mengecek lagi satu per satu daftar pemilih yang telah dikembalikan dari KPU kota. giliran gagal. namanya hilang. Sekarang saya meyakini betul. Kalau ini terjadi di ibu kota negara.!! Walkout Fraksi Partai Demokrat pada awal pembahasan revisi paket Undang-Undang Politik kemaren. Itu terlalu utopis untuk disematkan kepada KPU pasca 1999 dan segenap kinerjanya. yang di dalamnya pasal yang mengatur keanggotaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) boleh diisi orang dari partai politik.orang. Tapi sebaliknya. adalah dengan cara mengacak daftar nama pemilih di tiap TPS sehingga membingungkan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)." tutur Said. "Ini pasti ada rekayasa sistematis. ada yang tadinya tidak terdaftar malah namanya jadi muncul. Modus kedua adalah dengan cara mengubah nama pemilih. ‘nBASIS merekomendasikan pembubaran KPU dengan solusi pembentukan KPU baru yang akan diisi oleh orang-orang yang diutus partai politik. Rekomendasi 2009 Usai Pemilu 2009. pemilu kemarin memang benar2 biadab. lanjut Said. ternyata nama ini nggak dikenal. pada rebutan dan saling klaim. Lagi pula setelah pemilu 1955.

Sibolis Na Burju Kebobrokan perhelatan politik di Indonesia secara halus sering dianggap hanyalah rutinitas prosedural yang tidak menghasilkan apa-apa meski dengan pengorbanan material. karena itu relatif transaksi suara tidak akan terjadi. Siapa yang mau suara partainya dicuri? Tentu wakil partai itu akan marah dan melakukan perlawanan. . maka tak ada lagi masalah yang lebih besar dari itu sepanjang sejarah demokrasi di dunia ini. ‘nBASIS amat percaya dengan kembali ke pola 1999. Itu kan sesuatu keanehan luar biasa. dan UU apa pun tidak bisa mensiasati itu. pemilu dimaksudkan untuk meminta suara rakyat justru tingkat partisipasi rakyat tak begitu diperdulikan. Lebih dari itu. Siapa saja boleh tuding-tudingan. KPU itu tidak pernah merasa dirinya bersalah jika angka partisipasi politik rendah by design atau secara administratif. Parpol saling curi suara? Keuntungan yang jelas jika orang parpol yang akan mengisi KPU ialah bahwa di antara sesama mereka ada kewajiban yang sama untuk mempertahankan suara partai masing-masing." ujarnya kepada wartawan. "Bagaimana mungkin pemerintah melakukan kecurangan. Secara kelembagaan KPU itu diisi oleh orang-orang tidak boleh tidak mesti memiliki faktor ketidak-independensian. Apa yang menyebabkan kebobrokan itu ialah bahwa di dalam proses dan insttitusi politik Indonesia secara inheren terdapat apa yang oleh ‘nBASIS disebut sebagai Si Bolis Na Burju (iblis yang selalu berpura-pura baik hati). Namun dengan tegas hal tersebut dibantah oleh pakar hukum dan tata negara Irman Putrasidin. waktu dan perasaan keterampasan (rakyat) yang demikian besar. Kecuali memang jika sesuatu partai tertentu ingin “menyumbangkan” suaranya kepada partai lain dan dengan bayaran tertentu. dan ia meicu kolaborasi kekuatan-kekuatan destruktif negara-bangsa untuk suatu pembangunan jahatokrasi. Itu soal lain. itu keliru.demokrasi Indonesia bisa ditolong untuktidak separah yang sekarang. jangan mengklaim kebobrokan pemilu itu adalah kebobrokan presiden. bahkan beberapa kalangan menilai pemerintah berada di balik kecurangan pemilu. —————————————– AKARTA .Pemerintah disebut-sebut sebagai salah satu yang paling bertanggung jawab dalam masalah pemilu. apakah ini kesalahan eksekutif atau kesalahan KPU. Tetapi jika KPU tidak ngotot memperjuangkan tersalurnya aspirasi rakyat secara substantif. Hanya saja suply and demand transaksi suara akan berbeda sekali antara KPU parpol dan KPU non parpol. Jumat (2/5/2009). Omong kosonglah jika orang masih suka mengucapkan istilah itu hari ini.kualitatif maupun kuantitatif. Si Bolis Na Burju mengalahkan perasaan keadilan. kejujuran dan martabat.

rentan terhadap aksi kebrutalan dan begitu mudah larut dalam arus emosi “purba” yang sebenarnya kurang menguntungkan itu? . dan amuk massa terhadap fasilitas umum milik masyarakat nyaris menjadi “irama” khas yang menggema di sela-sela pesta demokrasi itu. "Saya menyarankan agar KPU saja yang harus dibenahi. dengan cara mengganti orang-orangnya dengan mengganti orang yang baru dengan tidak menghabiskan waktu panjang. Saya sarankan kasus kecurangan pemilu harus dibawa ke MK. karena angket ditujukan kepada pemerintahan seperti misalnya pemerintah melanggar undang-undang. 29 April 2008 (05:13) | 34 komentar | Print this Article S uasana tegang. dan mencekam (hampir) selalu mewarnai proses pemilihan kepala daerah/walikota (pilkada) belakangan ini. bentrok antarpendukung calon. Hak angket. tetapi tak urung juga mencuatkan tanda tanya di benak kita." tuturnya. Melalui jalur hukum dulu jangan jalur politik.Irman menambahkan. tidak tepat digunakan dalam hal ini. Irman menjelaskan pemerintah tidak ada intervensi dalam hal pendataan. pemerintah bukan malaikat yang turun dari langit dalam arti pasti memiliki kesalahan juga. seperti dengan cara langsung menunjuk siapa orang yang tepat dan kredibel. Aksi unjuk rasa." pungkasnya. kerusuhan. Ada apa gerangan di balik ulah sebagian warga yang cenderung destruktif dan menjurus ke tingkah anarkhi itu? Bukankah selama ini rakyat selalu disanjung puji sebagai warga bangsa yang polos. Mengenai hak angket daftar pemilih tetap (DPT) yang diajukan sejumlah fraksi di DPR. pemerintah juga harus melihat potret yang ada dan memang harus diakui pemerintah kurang maksimal dalam penanganan masalah kisruh pemilu. manutan. Namun menurutnya. karena nanti akan ada api dalam sekam. "Memang kami setuju tapi seharusnya kita bikin tatanannya dulu jangan langsung ke hak angket. Meski tidak semua daerah/kota yang tengah melangsungkan hajat demokrasi itu ditingkahi aksi kekerasan. panas. (lsi) Tuesday. ulah perusakan rumah tinggal penduduk yang dianggap menjadi “lawan politik”-nya. dan santun dalam segenap perilakunya? Mengapa tiba-tiba saja mereka berubah beringas. lanjutnya. lugu.

aman. mulai saat sang calon menjaring massa hingga proses . Cara yang ditempuhnya pun bervariasi. masing-masing kubu merasa calonnyalah yang paling pantas menjadi kepala daerah/kota. disegani. dan makmur. seorang kepala daerah/kota juga memegang posisi kunci (key position) dalam “menghitam-putihkan” corak dan warna dinamika daerah/kota yang dipimpinnya. proses pilkada di berbagai daerah/kota menampakkan kecenderungan untuk membersihkan praktek-praktek yang tidak jujur. setiap kali siklus demokrasi ini diputar. Seiring dengan terbukanya kran demokrasi. Para pendukung masing-masing calon menjelang hari “H” pelaksanaan pilkada sibuk menarik simpati massa dengan berbagai macam cara. kasak-kusuk. atau membeli suara calon pemilih dengan sejumlah uang. tidak sedikit warga yang memiliki cukup “modal” siap bersaing untuk memperebutkan kursi orang nomor satu di daerah/kotanya. atau tidak adil. daerah/kota yang bersangkutan akan mengalami set-back (langkah mundur) yang semakin jauh dari substansi ideal. upaya masing-masing kubu untuk menarik simpati massa menimbulkan situasi panas dan tegang. dihormati. tentu semakin mempersulit posisi daerah/kota dalam upaya mewujudkan tatanan masyarakat yang lebih demokratis. Ada semacam “keharusan” bahwa calonnya harus keluar sebagai pemenang. kalau pihak-pihak yang saling berseteru tidak bisa saling menahan diri. damai. akhirnya musnah dalam sekejap. dan dendam.Fenomena kekerasan yang mewarnai setiap hajatan demokrasi jelas sangat tidak kondusif dalam upaya mendinamisir dan memberdayakan daerah/kota dari sentuhan kemajuan. bahkan terus-menerus menaburkan benih kebencian. Yang jelas. Betapa tidak? Fasilitas umum yang dibangun bersama dengan susah-payah. Jika kondisi semacam ini tak teratasi. Yang mengkhawatirkan. Ia menjadi figur yang dianggap masyarakat memiliki “kelebihan” tersendiri. Ada yang mengobral janji. “memanjakan” calon pemilih dengan pesta. dan acapkali dijadikan sebagai sumber informasi bagi warganya. tak tahu lor-kidul pun tak luput terkena imbasnya. Selain menjanjikan naiknya status sosial. Warga yang tak berdosa. Bahkan. Sangatlah beralasan. jabatan kepala daerah/kota memang cukup strategis. Tak dapat dipungkiri. Kepala daerah/kota terpilih yang seharusnya sudah siap terjun ke lapangan memaksimalkan kemampuannya menjadi terhambat. curang. Yang menarik. Tidak jarang terjadi. dukungan yang diberikan oleh warga kepada calon yang dijagokan masing-masing tampak penuh greget dan antusias. adil. bisa dibilang.

Bagaikan kuda liar yang lepas dari kandang. Mereka bebas menyuarakan pendapat. tanpa takut lagi dicap sebagai pembangkang. Sepanjang tuntutan yang disuarakan warga lewat unjuk rasa itu wajar dan murni mengingat adanya praktek kecurangan dalam pilkada. jujur. . Derasnya arus reformasi yang diwarnai dengan berbagai aksi unjuk rasa seperti yang mereka lihat di layar televisi. begitu rezim Orde Baru tergusur dari panggung kekuasaan. dan adil. Ada keinginan kuat dari warga untuk menampilkan figur kepala daerah/kota yang benar-benar mumpuni. para warga merasa mendapatkan kembali kedaulatannya yang terampas. dan memiliki komitmen kuat untuk memajukan daerah/kota.penghitungan suara. mengkritik. lantaran ambisi calonnya tidak tercapai. padahal tidak ditemukan adanya unsur kecurangan dalam pilkada. bahkan melakukan unjuk rasa. Fenomena pilkada yang diwarnai berbagai aksi kekerasan di era reformasi ini setidaknya dilatarbelakangi oleh terciptanya suasana euforia massa setelah lebih dari tiga dasawarsa kebebasannya dibelenggu oleh rezim Orde Baru. Esensi demokrasi yang sebenaraya ialah kesediaan untuk bersikap jujur dan ksatria menerima kekalahan. memiliki integritas kepribadian yang tinggi. kejadian itu patut kita sayangkan. dan berbagai ulah amoral yang dilakukan oleh aparat daerah/kota. atau anti-Pancasila –julukan yang acap kali dilontarkan penguasa Orde Baru kepada rakyat yang suka mengkritik penguasa. kalau calon yang jadi ternyata bukan figur yang dikehendaki oleh sebagian besar warga. penyelewengan. mereka tak segan-segan melancarkan protes dan unjuk rasa. Tidak berlebihan kalau di beberapa daerah/kota terjadi pengulangan pilkada lantaran prosesnya dinilai tidak berlangsung demokratis. tentu saja hal itu dapat dimaklumi dan ditolerir. kian menyuburkan nyali warga untuk menggugat praktik-praktik penyimpangan. kalau sudah menjurus pada tindakan pemaksaan kehendak ditingkah dengan ulah perusakan. PKI. berbobot. sekaligus mengakui kemenangan pihak “lawan”. Akan tetapi. Tindakan seperti itu sebenarnya mengingkari makna hakiki demokrasi itu sendiri. pembakaran. Apalagi. dan amuk massa. serta masih ditemukan adanya unsur kecurangan. korup. Tidak mengherankan kalau banyak kepala daerah/kota yang diduga melakukan penyimpangan harus tergusur dari kursi kepejabatannya akibat gencarnya aksi unjuk rasa warga.

mengajak kita semua untuk bisa menjadi “aktor” demokrasi yang jujur. berbagai aksi unjuk rasa warga yang menuntut ulang pelaksanaan pilkada lantaran ditemukan bukti-bukti kecurangan. risikonya pun harus ditebus dengan harga yang cukup mahal. Bahkan. mestinya dijadikan cermin berharga untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Karena itu posisi politik rakyat dalam pilkada langsung memiliki makna penting dalam menentukan corak politik dan kepemimpinan di daerah. Dari sisi ini. partisipasif dan transparan sesuai . *** ooo Sumber: Pilkada Pasca-Reformasi. dan adil. tiba-tiba menjadi rusak dan porak-poranda oleh konflik antarkelompok kepentingan. pilkada benar-benar ingin dijadikan sebagai momentum untuk memilih seorang pemimpin yang dinilai mampu membawa kemajuan daerah/kota melalui proses pemilihan yang benar-benar demokratis. telah membawa konsekwensi terhadap format pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah dari sebelumnya pemilihan melalui DPRD. Tindak kerusuhan dan aksi kekerasan bukanlah solusi arif untuk menuntaskan masalah. dan mampu menahan diri sesuai dengan idaman Ibu Pertiwi. ketenteraman. dan bernegara. Pilkada langsung hakekatnya adalah sebuah proses untuk melahirkan dinamika politik lokal yang lebih demokratis. bertanggungjawab. ksatria.info/2008/04/29/pilkada-pasca-reformasi-quo-vadis/#ixzz16p5zmaQG Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike Pergeseran perubahan format politik dari otoritarian-sentralistik menuju demokratisasi desentralistik. dan kerukunan. jujur. patut disayangkan memang kalau situasi dan iklim semacam itu lantas dimanfaatkan untuk melampiaskan “dendam” dari kubu calon yang kalah dengan cara-cara yang kurang fair dalam berdemokrasi. jelas tak menginginkan suasana daerah/kota yang begitu kuyup oleh sentuhan kedamaian. Siapa pun orangnya. memang hal yang wajar di era keterbukaan ini.Bagi warga. anarkhis. Di negara mana pun yang menganut paham demokrasi mustahil “mengalalkan” caracara “purba” yang vulgar itu dalam menegakkan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. berbangsa. Fenomena vandalistis. Pemilihan kepala daerah langsung dianggap juga sangat strategis dan patut mendapat perhatian kita semua karena pilkada ini dilaksanakan pada masa transisi dan masih bersifat “trial dan error” juga terdapat perbedaan dalam tata aturan penyelenggaraan maupun tujuan politik yang hendak dicapai. tanpa mengurangi makna penting dari pemilihan kepala daerah sebelumnya pilkada langsung dianggap sebagai obat mujarab untuk menjawab berbagai persoalan antara pusat dan daerah baik kewenangan dan juga persoalan lainnya. Akan tetapi. dan bar-bar yang mewarnai siklus demokrasi ini. Quo-Vadis? » Catatan Sawali Tuhusetya http://sawali. Ini artinya. sekarang kepada rakyat.

Dalam konteks demokrasi. antar agama yang satu dengan yang lainnya. Resonansi adalah sebuah getaran yang terjadi atau ditimbulkan akibat dari adanya getaran dari orang lain atau benda lain sehingga menimbulkan implikasi terhadap kejadian berikutnya. para calon kepala dan wakil kepala daerah dengan berbagai cara akan lebih giat berusaha memainkan bidak-bidaknya untuk menggali dukungan masyarakat. Ber-aneka ragamnya karakter masyarakat yang ada di daerah akan mempengaruhi pola preferensi politik masyarakat yang akan diperebutkan suaranya itu. hal yang paling penting Demokrasi membutuhkan persetujuan. tidak ada yang salah dengan kedua cara pandang tersebut. Latar belakang seperti etnisitas. Tapi dewasa ini proses ini mulai banyak dipermasalahkan bahkan banyak kalangan menilai dan meminta agar pemilihan langsung kepala daerah sebaiknya dihapus saja hal ini dikarenakan begitu banyak kesalahan dan kekurangan dari pilkada yang telah dilaksanakan sebelumnya seperti konflik yang terjadi baik sebelum pemilihan maupun setelah pemilihan. memberikan . antar penduduk mayoritas dan minoritas. Hanya saja bobot dari kedua preferensi tersebut bila dibedah secara menyeluruh akan menunjukkan substansi kualitas yang berbeda juga dalam hal pandangan tentang pemimpin yang ideal bagi mereka. Kalkulasi kalkulasi mereka mempunyai andil besar mengantarkan pasangan calon tersebut untuk sampai ke kursi kepala daerah. legitimasi membutuhkan kinerja. Setiap individu berhak memiliki perspektif masing-masing. Hal tersebutlah yang kemudian menjadikan alasan mengapa pilkada secara langsung oleh beberapa kalangan diminta untuk dihapus / ditiadakan dan kembali pada sistim pemilihan sebelumnya yang diakibatkan oleh adanya resonansi dari kekerasan dan konflik yang terjadi dalam pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah secara langsung. Kekerasan-kekerasan yang terjadi akibat pemilihan langsung kepala daerah ini baik kekerasan langsung maupun kekerasan tidak langsung menyebabkan ekses negative menimbulkan dimensi baru yang sangat menghawatirkan yaitu timbulnya perpecahan antar masyarakat di daerah. mengkategorisasikan pola preferensi politik menjadi yang rasional dan yang emosional. Dalam rangka mencapai hal tersebut. biaya yang dikeluarkan teramat tinggi. Wawasan politik masyarakat lokal yang variatif dalam melihat dan memilih kriteria kepala daerah akan sangat menentukan kepemimpinan daerah Secara teoretis ada beberapa keuntungan pilkada langsung yaitu mendekatkan negara (state) kepada masyarakat (society).dengan nilai nilai politik lokal yang tumbuh dan berkembang di daerah. mengembalikan kedaulatan dari kedaulatan negara menjadi kedaulatan rakyat. (Larry Diamond) untuk dikhawatirkan adalah keikutsertaan masyarakat dalam kaidah dan kancah politik akan menimbulkan resonansi yang berlebihan terhadap wujud pembangunan. status sosial ekonomi dan golongan agama. suku mayaoritas dan suku minoritas dan banyak lainnya sehingga menimbulkan kerentanan terhadap disintegrasi bangsa. persetujuan membutuhkan legitimasi. baik biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun dana yang keluar selama proses pemilihan itu sehingga di khawatirkan nantinya akan menimbulakan budaya korupsi. Pilkada langsung di mata masyarakat lokal akan menentukan siapa yang akan terpilih menjadi kepala dan wakil kepala daerah dan akan mulai melakukan abstraksi terhadap pasangan calon tersebut. tetapi kinerja bisa dikorbankan demi persetujuan. Masyarakat lokal akan menjadi praktisi politik bagi dirinya sendiri.

pembangunan dikaitkan dengan program perencanaan nasional. civil society dan pemerintah pusat. di mana perasaan diperlakukan secara tidak adil merupakan penyebab timbulnya konflik. KONFLIK DALAM PILKADA LANGSUNG Dalam implementasi pilkada langsung sering sekali kita menemukan dan terjadi konflik yang diakibatkan oleh pemilihan kepala daerah langsung tersebut. tanpa adanya pengawasan kuat dari DPRD. Pada konsep ini.). kenyataan mengenai rendahnya tingkat partisipasi masyarakat di beberapa daerah dalam pilkada. kepala daerah/wakil kepala daerah terpilih kurang memiliki moralitas dan self-control yang kuat bahkan cenderung akan menyalahgunakan kekuasaan. secara psikologis pilkada langsung meningkatkan rasa harga diri dan otonomi masyarakat di daerah. atau karena munculnya kesadaran kritis masyarakat di daerah terhadap pesta demokrasi lokal di tengahtengah kesulitan ekonomi yang akut. UU 32 tentang pilkada dimana program pembangunan dikaitkan pada janji politik pilkada sementara UU 25 Tahun 2004. Keempat. kecurangan yang sistematis. Di luar kemungkinan adanya upaya mobilisasi massa dari pihak yang . pilkada langsung memberikan legitimasi yang kuat kepada kepala daerah dan wakilnya untuk memerintah. loyalitas buta pemilih yang mengabaikan pertimbangan rasionalitas. Pertama kenyataan bahwa tidak semua yang terpilih dalam pilkada langsung adalah putra-putri terbaik yang dimiliki daerah bersangkutan. karena distorsi dalam seleksi di tingkat parpol (politik uang. Dalam conflict fuctionalism terdapat konsep deprivation dan sense of injustice. kekerabatan. Di daerah masih terlihat jelas "garis-garis" pengelompokan sosial menurut tempat kelahiran. dan agama/ideologi. Kedua. Amanat rakyat tersebut jangan disiasiakan. adalah faktor klaim. Jumlah golput yang cukup banyak merupakan bukti kelelahan politik (political fatigue).pembelajaran politik kepada masyarakat. intervensi dari DPP parpol. banyaknya tumpang-tindih peraturan perundang-undangan menyebabkan terjadinya miss-interpretasi terhadap peraturan tersebut di daerah. dsb. dll. Eksklusivitas ini akan melahirkan klaim-klaim yang dapat merugikan kelompok lain. kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih memperoleh mandat langsung dari rakyat untuk memerintah dan membangun daerah. suku. Untuk menghindari konflik dan resistensi seharusnya ketika menjabat si pemenang harus mampu merengkuh pihak yang kalah untuk bersama-sama membangun daerah. Masalah ini muncul karena tidak adanya calon independen ( meskipun ada tetapi aturan untuk calon independen sedemikian ketatnya sehingga sulit untuk dipenuhi). sebagai contoh dalam hal perencanaan.). kejenuhan. Ketujuh. dan pilkada langsung berkontribusi terhadap pengembangan demokrasi ditingkat lokal. penegakan hukum yang tidak berjalan dengan baik. Keenam. atau karena faktor lain-lain (sosialisasi yang tidak memadai sehingga masyarakat "salah pilih". Ketiga. Oligarki baru di tingkat lokal akan lahir (atau menguat bila yang terpilih adalah pejabat-pejabat lama/incambent) dengan terpilihnya kepala daerah/wakil kepala daerah baru. Program-program pembangunan yang realistis dan penyusunan RAPBD yang berbasis pada pemecahan permasalahan lokal memerlukan kompetensi yang tinggi dari birokrasi lokal. Beberapa hal ideal dari pilkada langsung dalam realitasnya dihadapkan pada bias-bias dan distorsi praktik penyelenggaraan pilkada langsung. Kelima. pilkada langsung akan menyisakan sakit hati kepada kelompok yang kalah atau tidak puas dalam pilkada.

Bahkan ukuran kesuksesan dan kepemimpinan seorang tokoh sekarang adalah seberapa besar isi koper dan kekayaan yang dimiliki oleh seorang yang akan menjadi calon pemimpin dalam pilkada tersebut. Banyak sekali koflik yang terjadi pada pemilihan kepala daerah langsung terjadi akibat daripada proses setelah pilkada tersebut berlangsung. Justru dengan otonomi. konflik juga sering terjadi diakibatkan oleh kompanye-kompanye yang dilakukan oleh parpol / peserta pilkada bahkan oleh tim-tim dari pasangan yang akan ikut bertarung dalam pilkada tersebut sehingga masyarakat mulai dikotak kotakkan menjadi berbagai bagian bahkan ulama sekalipun terjadi kristalisasi figure-figur tersebut sehingga pengikutnyapun menjadi saling curiga dan akhirnya terciptalah konflik (black compigne) serta masih banyak lagi konflik yang diakibatkan oleh beradunya kepentingan antar pengikut. Bahkan. Ketidaksiapan kontestan dalam menerima kekalahan dituding sebagai penyebab . semakin besar kekayaan dan uang yang dimiliki maka besarlah kemungkinan khan-nya untuk memenangkan pilkada yang dilangsungkan sehingga pilkada yang kita jalani sekarang ini sering disebut PILKADA SEMBAKO dimana setiap melakukan kompaye dalam pemilihan kepala daerah maka tim sukses dari masing-masing akan datang untuk membagiakan berbagai jenis sembako kepada masyarakat yang akan memilih mereka. ras dan suku dari masyarakat (baik yang menjadi peserta pilkada maupun masyarakat yang akan memilih mereka). selain itu maka tim-tim tersebut kemudian melakukan provokasi kepada pihak lain sebagai lawan calon tersebut sehingga tak jarang konflik terjadi karena kompanye-kompaye dari arus bawah yang sama sekali tidak tersentuh dengan visi dan misi dari calon mereka masing-masing sehingga Black compaigne sering terjadi. KEKERASAN PASCA PILKADA Kekerasan pasca-pemilu adalah kekerasan yang terjadi setelah proses pemilihan umum tersebut dilaksanakan (pasca pilkada). mengakui dalam pengembangan kebijakan otonomi daerah yang bertujuan membangkitkan kemampuan daerah. banyak daerah yang menutup diri bagi daerah lain atau menimbulkan eksklusifisme yang tidak peduli terhadap daerah lain. Berikut kita akan membedah ragam konflik yang terjadi berdasarkan siklus / latar kejadiannya menjadi dua macam yakni kekerasan pra pilkada dan pasca pilkada. parpol. KEKERASAN PRA PILKADA Kekerasan pra-pilkada adalah kekerasan yang sering terjadi sebelum dilaksanakannya proses pilkada atau kekerasan pra-pilkada berlangsung. ternyata belum menunjukkan hasil yang memuaskan. dalam proses itu sering bakal calon yang diusulkan oleh masyarakat banyak tidak diakoomodir oleh partai yang mewakili mereka sehingga terjadilah benturan-benturan antar kepentingan dalam pemilihan bakal calon dari masing-masing elemen tersebut. kekerasan ini sering terjadi saat penjaringan bakal calon yang akan mewakili suatu partai politik tertentu. mantan Mendagri Mohammad Ma'ruf.memiliki kepentingan-kepentingan tertentu. peserta. semakin banyak sembako yang dikeluarkan dan diterima oleh masyarakat maka semakin besar peluang untuk memenangkan pilkada tersebut sehingga dapat dikatakan bahwa pilkada merupakan bukti dari egaliternya capitalism. agama.

kerusuhan bila dipicu oleh ketidakpercayaan terhadap pelaksanaan berbagai aturan.??????Telah uji coba. KPUD di beberapa daerah ditenggarai curang. Pertama. unjuk rasa muncul karena kontestan dan pendukungnya tidak siap kalah. Panwas harus benar-benar berdaya.. propagandapropaganda anti otonomi yang dilakukan oleh sebagian orang anggaplah sebagai suatu masukan untuk dipikirkan (perbaikan). Kedua.10:08:49 MST Kapan ke Jakarta. Dugaan adanya perilaku curang dan manipulatif ditengarai sebagai penyebab tidak berwibawanya penyelenggara dari kontestan tertentu. banyak warga tidak terdata sebagai pemilih. gabungan ketidakpercayaan atas pelaksanaan hukum dan ketidaksiapan menerima kekalahan mengakibatkan munculnya aksi unjuk rasa. Pendeknya. KPUD tidak bekerja serius dalam mendata pemilih. Kedua. Ketiga. Agar konflik tidak terjadi perlu perubahan-perubahan mendasar. akan meledak menjadi kerusuhan. Namun. dan memihak salah satu pasangan. Apabila semuanya terpenuhi dan semua aturan dijalankan secara baik maka kekhawatiran akan timbulnya anarkisme / konflik tidak akan terjadi sehingga disintegrasi bangsa yang dijadikan alasan ketakutan pemerintah tidak akan terjadi sebaliknya jika semua aturan dan perubahan-perubahan menuju perbaikan tidak dilakukan maka tidak menutup kemungkinan dis-integrasi bangsa yang dikhawatirkan pasti akan terjadi cepat atau lambat dan akhirnya mekanisme pilkada secara langsung dalam demokrasi-desentralisasi akan ditinjau kembali dan bahkan mungkin diganti atau kembali pada sistim awal. ZAINUL Direktur Yayasan “SANTOANA” Nusantara BAQRI an 25 2000 . . namun tanggung jawab atas tidak akuratnya data adalah ditangan KPUD. Mereka tahu kompetisi selalu melahirkan pihak menang dan kalah.. KPUD harus independen. Terlihat. Mereka tidak mampu menemukan titik ekuilibrium (keseimbangan) tempat segala hal dikompromikan. egoisme pribadi yang amat tinggi menutup kesadaran itu. Pilihan mereka. Jika unjuk rasa tidak direspon dengan baik oleh pejabat. tidak netral. Meski data adalah hasil kerja sama KPUD dengan dinas kependudukan.utama munculnya berbagai kerusahan pascapilkada. peran panwas harus dioptimalkan. Pertama. dan tegas terhadap batasan dan kewenangan sehingga tidak tumpang tindih dan menimbulkan penafsiran yang ganda. menang atau gagalkan pilkada. terutama saat pencalonan dan penghitungan hasil pilkada. Untuk itu. Ketidakpercayaan muncul karena tidak kredibelnya penyelenggara pilkada di mata masyarakat.telah dijajagi untuk pemanasan(belum all out). Selain itu. mereka tidak mendapat pendidikan politik yang baik.. Selain itu beberapa hal yang perlu diperhatikan juga adalah kekuasaan yang diperoleh kepala daerah harus melalui kompetisi politik yang sehat dan terbuka dan menumbuhkan swadaya politik masyarakat.. Dangkalnya rasionalitas para pendukung menjadikan amarah berkembang menjadi amuk massa. perubahan partai politik yakni dengan membentuk UU politik yang jauh lebih baik. Akibatnya. diperlukan kontrol kuat dari simpul-simpul masyarakat.

.dia bersama kroninya menjalankan pemerintahan disatu pihak dengan cara2 feodal dengan memanipulasi budaya kejawen 'manunggaling kawulo gusti' itu yang ditambah dengan trik2 pembenaran diri sendiri dan dipoles oleh privilis karena merasa paling berjasa menyelamatkan negara.Akan matangkah? Hal ini tergantung antisipasi dan counter pemerintahan Gus Dur dan pro demokrasi lainnya.adalah dilatarbelakangi kehausan Suharto beserta keluarga menjadi raja di raja di 'kerajaan Mataram'.l di Situbondo.. pengembangan narkoba.Depok.teori 'desa mengepung kota'-nya Mao.Kupang.maka Soeharto telah menuduhkan teori 'Mao' itu kepada lawan2nya. Jika ditelusuri lebih jauh.yaitu masa tahun 1997 ketika merebak ninja2 di kota2 di Jawa a.Medan terus digoyang sampai meledak dan kemudian bila telah matang.Pontianak.Makassar terus di panas panasin.tawur anak sekolah.Pada masa Habibie kerususan di Aceh.ketika perlawanan pro-demokrasi kepada Suharto/pro status quo semakin menguat. Doulos.Selatan/Tenggara. Jadi Soeharto itu sangat paham benar dengan teori Mao itu.pelaksanaan pemerintahan 'pro reformasi' yang diinginkan rakyat belum berjalan.masa Gus Dur.Riau/Batam.Malah realitas penyelenggaraan pemerintahan itu masih sarat dengan budaya2 penyelenggaraan pemerintahan masa orde baru/rezim Soeharto.l peristiwa Istiqlal. Sesudah pro status quo/rezim Soeharto/Habibie tumbang. sampai demo2/apel2 an. yang sadar atau tidak sadar sudah menjadi obsesinya.Tasikmalaya.KSADnya si Hartono.Papua terus dipelihara.Surabaya. yang resultantenya terhimpun dalam kekuasaan yang otoriter. Tapi jauh sebelum ini ketika Soeharto masih berkuasa. Maka dalam penyelenggaraan pemerintahan republik ini.akan ke Jakarta.Ambon telah hampir setahun dipelihara dan dikembangkan keseluruh pelosok Maluku baik Utara. Masa2 sekarang ini..kerusuhan2 telah mulai merebak kemana2.Pangkostrad-nya si mantu-nya.yang sangat jauh menyimpang dari kehendak/semangat dan jiwa dasar negara ini serta peraturan/ perundangan yang tersedia. Pontianak. padahal perangkat peraturan/ perundangannya sebagai pedoman yang menyemangati dan menjiwai mekanisme penyelenggaraannya telah banyak tersedia untuk itu. Makassar dst.ketika ulubalangnya masih si Feisal Tanjung. Tengah.Ambon. Ketentuan/perundang2an/hukum positif yang ada . Rengasdengklok.Aceh terus dipelihara diseluruh pelosok daerah.budaya KKN ini yang sengaja atau tidak sengaja dikembangkan oleh Sorharto.pematangan dari daerah2.realitas mekanisme pelaksanaan pemerintahan itu berjalan sesuai selera penyelenggaranya yang penuh dengan KKN..yang didominasi oleh penyelenggaraan atas dasar budaya KKN. Bali..dan diupayakan terus dipelihara didaerah itu. Garut.Papua tetap digosok2.yang tujuannya dalam rangka melemahkan perlawanan pro demokrasi.Pelangka raya.. percikan2 kecil di jakarta terus diadakan agar tetap hangat a. Dizaman orde baru/rezim Soeharto. kata cerdik pandai baru2 ini di koran.lanjutan narkoba..demo2 anti judi/maksiat. Lampung.Mataram telah diledakkan.

mahasiswa dll) yang bila tidak hati2 bisa berkembang kepada anarkhisme dan dapat dibelokkan untuk penumbangan atas pemerintahan yang ada .Maka perggantian yang telah terjadi itu. ormas.tetapi adalah sekaligus penumbangan suatu sistem kekuasaan otoriter yang telah menjajah rakyat Indonesia itu .justru yang sangat dominan adalah peranan social kontrol rakyat (NGO.jajahan yang tidak perlu diperhitungkan/dianggap. Pergantian pemerintahan sekarang dari rezim Orde Baru/Suharto ke era pro reformasi adalah pergantian pemerintahan yang tidak biasa.tidak mempan untuk mereka.Daerah adalah merupakan hinterland.bila perlu untuk pembenaran perbuatannya dia dengan kroninya mengeluarkan ketentuan2 spesiifik baru untuk mendukungnya. karena yang dilaksanakan biasanya suatu ketentuan spesifik berupa Kepres yang senaknya dikeluarkan.hanyalah untuk kawulo saja.tetapi kenyataannya berbeda.adalah suatu momentum yang harus terus dijaga keberadaannya untuk dapatnya semangat dan perilaku penyelenggaraan pemerintahan itu dirombak dari sistem kekuasaan otoriter/KKN ke sistem kekuasaan yang berdemokrasi/kedaulatan rakyat.yang sudah terpaku pada pola pikir serba sentralistik. Mekanisme penyelenggaraan pemerintahan pro reformasi itu termasuk mekanisme kontrol tidak berjalan. Ini adalah hasil dari pembentukan pola pikir (mind set) dari rakyat Indonesia oleh rezim Orde Baru/Status quo/Soeharto. maka sebenarnya tidak ada alasan lagi untuk Negara ini tidak makmur dan maju apabila ketentuan pelaksanaanya yang lebih rendah sejalan dengan ketentuan yang lebih tinggi (UU). Jika kita menghimpun seluruh peraturan/ ketentuan umum (UU) yang telah ada termasuk yang dibuat rezim Suharto selama 32 tahun itu dan membacanya. Pergantian personil dibidang legislatif mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah telah jalan dengan melalui mekanisme pemilihan umum.kembali kepada Negara dan pemerintahan yang didasarkan pada sistem demokrasi/kedaulatan rakyat.bila personil atau paling tidak pimpinan2 penyelenggara pemerintahan sampai yang level terendah itu masih menggunakan personil rezim yang sebelumnya.peranan personil sangat menentukan. Tidak ada artinya perjuangan penumbangan kekuasaan lama yang otoriter/KKN itu.bukan hanya sekedar pergantian kepala Negara/ Pemerintahan.semua tergantung dan ditentukan pemerintah pusat/presiden dari Jakarta. Suatu hal yang terlupakan dalam pergantian personil ini ialah terpukaunya seluruh pihak kepada pergantian personil di pemerintahan tingkat pusat saja (Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara) dan melupakan tingkat Daerah. Maka.yang kebanyakan sudah terkontaminasi pola pikir /sistem nilai / budaya pemerintahan dengan paradigma lama yang pasti susah dirombak.yang mau tidak .yang tidak boleh dan tidak pernah diuji oleh MA terhadap UU nya.

karena tidak terdapatnya kekuatan atau koalisi kekuatan yang jadi mayoritas di DPRD itu.BPK dan DPA yang masih warisan Soeharto/ Habibie. Lembaga2 Tertinggi Negara dan Tinggi Negara.belum pemerintahan di daerah.dengan mengakomodasikan seluruh kekuatan2 yang ada (baik yang pro status quo maupun yang pro reformasi) terwakili didalam kabinet Gus Dur itu.personil dan kinerja eksekutif itu.demikian halnya personil2 pendukung/birokrasinya.pimpinan lembaga tinggi Negara BPK.DPA.II.I maupun tk.dan bisa menjadi penghambat atas keberhasilan Gus Dur dalam mengadakan reformasi disatu pihak dan menyelenggarakan pemerintahan sesuai harapan rakyat dipihak lainnya. pimpinan2nya sudah diisi dengan pendekatan/model Gus Dur yang kompromis (balas jasa)juga.i unsur2 pendukung/birokrasi (Dirjen/Sekjen kebawah) masih banyak personil2 yang harus diganti/ dibersihkan yang telah karatan dengan nilai lama. tetapi tidak dominan lagi.malah menjadi penengah faksi2 itu . malah sebaliknya posisi menentukan (sentral) Gubernur . Walaupun anggota2 DPRDnya sudah hasil pemilu reformasi.Ternyata personil2 di pemerintahan daerah baik tk.Akibatnya.tetapi reformasi kelembagaan dan personilnya masih tersendat sendat. yang tentu memperkuat posisi eksekutif yang warisan rezim status quo didaerah itu. Khusus lembaga kabinetnya. Lebih2 kedalamnya y. disamping MA. Presiden dan Menteri serta Panglima TNI dan pergantian pejabat Negara/ Politis ditingkat Daerah yaitu anggota DPRD tk I&II beserta pimpinan2nya.minimal yang disebut pejabat Negara itu tidak hanya ditingkat pemerintah pusat saja tetapi juga yang ditingkat Daerah. paling tidak unsur pimpinan untuk lembaga yang paling strategis (MPR. walaupun masih terkandung unsur2 yang pro status quo/Suharto disana.yang bisa kontra produktif kepada semangat reformasi yang mengawali perobahan pemerintahan itu.agar dapat bekerja bersinergy keatas.yang berarti pergantian seluruh pejabat Negara/Politis baik ditingkat Pusat yaitu anggota DPR/MPR dan pimpinan2nya. Pemerintahan 'Pro Reformasi' sudah hampir berjalan 100 hari.personil2 pimpinannya/pejabat negaranya masih 95 % adalah warisan pemerintahan Soeharto/status quo.MA.maka sebenarnya yang ditumbangkan itu adalah personil2 pejabat Negara/ Politis yang lama diganti dengan yang baru. Seharusnya pergantian personil di bidang eksekutif juga.DPR dan Presiden) sudah diisi wajah2 baru yang diperoleh atas dasar kompromi/dagang sapi kekuatan politik/ elit politik yang ada.Gubernur KDH tk I dan Bupati/Walikota KDH tk II. Malah sebaliknya faksi2 yang ada di DPRD justru saling menjegal/tidak bersynergi.jika secara teoritis bahwa legislatif itu adalah sumber legitimasi atas lembaga . Hal diatas baru menyangkut Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara atau sering disebut Pemerintah Pusat. Dengan telah tumbangnya pemerintahan Orde baru/Suharto.mau harus diterima sebagai suatu kenyataan.ternyata lembaga DPRD itu tidak mempunyai suatu kekuatan yang cukup mengadakan reformasi atas personil yang berada di eksekutif.kebawah dan kesamping sesuai harapan reformasi yang diinginkan. kenyataanya bahwa legislatif/DPRD yang ada tidak mampu melakukan perombakan eksekutif.

/Bupati/Walikota warisan Soeharto/ Status quo itu masih tetap tak tergoyahkan sebagaimana pada zaman rezim Orde baru.DPR.atas dasar pertimbangan politis dan atas dasar ketentuan/ peraturan UU 5/74 itu. Dengan diberlakukannya UU no 22 mengenai pemerintahan Daerah pengganti UU no5/74. kenyataannya .95 % masih warisan rezim Orde baru/Soeharto.Maka realitas yang kita lihat bahwa penyelenggaraan pemerintahan pusat itu masih sarat dengan paradigma lama a.Presiden (Gus Dur) atau Pemerintah Pusat.l masih sarat dengan cara2 penyelenggaraan pemerintahan yang otoriter/ sentralistik dan yang berbau KKN atau malah sebagian personil2 warisan rezim lama itu yang terancam posisinya secara diam2 mendukung kembalinya kekuasaan lama yang dapat melindungi mereka.Maka dengan demikian Gubernur/Bupati/Walikota warisan rezim Soeharto yang pengangkatannya berdasarkan UU 5/74.yang penetapannya/persetujuan orangnya mutlak oleh Presiden/Pemerintah Pusat. Demikian halnya personil Gubernur (dan Bupati/Walikota).maka mutlak diperlukan personil2 yang baru.karena keberadaan mereka disana adalah sebagai pejabat Negara/politis yang merupakan bagian dari rezim Orde baru. Memang Presiden dan menteri yang di level pemerintah pusat telah terdiri atas orang2 'baru'.juga DPRD2 Daerah.MPR. Seharusnya pada saat dimulainya sidang umum MPR dimana personil2 Presiden (Habibie) dan Menterinya dinyatakan demisioner. seharusnya sudah demisioner dan sudah harus diganti.maka mereka2 itu juga ikut turun.maka juga jabatan pejabat negara/politis di daerah juga.Lebih2 penyelenggaraan pemerintahan yang hendak mengganti sistem pemerintahan lama ke sistem pemerintahan yang baru.Memang anggota2 DPRD Daerah yang pro reformasi itu masih gamang dalam menjalankan tugas pengabdiannya.mulai dari atas hingga yang paling rendah. yang tidak ada bedanya dengan keberadaan Menteri. Keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan oleh eksekutif/Presiden itu sangat ditentukan oleh personil2 yang menyelenggarakan.l fasilitas2 dan wang.yang menurut UU 5/74 dan kenyataan proses penunjukannya adalah merupakan kepanjangan tangan/bawahan langsung Presiden di daerah dan bertanggung jawab langsung ke Presiden .Seharusnya dengan tumbangnya sistem pemerintahan Orde Baru. .minimal pimpinan2/ pejabat negara pada posisi yang strategis mulai dari atas sampai kebawah.dan tidak mustahil mereka sering terpengaruh dan terjinakkan oleh eksekutif dengan berbagai cara a.yang merupakan kepanjangan tangan presiden sesuai UU 5/74 didaerah itu yaitu Gubernur/Bupati/Walikota.maka Kepala Daerah tk I dan II itu mutlak ditentukan oleh DPRD.tetapi personil2 pendukungnya mulai dari Sekjen/Dirjen masih personil2 warisan reziim lama yang kebanyakan sarat dengan sistem nilai/pola pikir paradigma yang lama. Ini adalah pekerjaan yang terlupakan dari.dinyatakan demisioner hingga terpilihnya Gubernur/Bupati/Walikota oleh DPRD berdasarkan UU 22/99.

atau sebaliknya pelaksanaan pemerintahan yang didasarkan kepada reformasi dan paradigma baru itu selalu sulit dan terhambat/digagalkan oleh tangan2 jahat yang pro rezim Orde Baru/status quo/Soeharto.setelah Presiden&Wk. Dengan masih bercokolnya Gubernur/Bupati/Walikota dengan aparatur birokrasinya yang warisan rezim Orba/Status quo/Soeharto didaerah daerah. . Karena adalah sangat masuk akal bahwa para pejabat di daerah yang masih kroninya Orde Baru/Status quo/Soeharto-Habibie akan memfasilitasi mereka baik secara langsung maupun tidak langsung atau secara sembunyi2.pejabat tinggi birokrasi di Pemerintah Pusat/Kabinet Gus Dur maupun di Daerah yang warisan rezim Orde Baru/Staus Quo itu dapat menduduki posisinya pada waktu itu adalah berdasarkan praktek2 KKN dan suap. maka DPRD Daerah itu berdasarkan UU 22/99 mulai bekerja memilih Gubernur/Bupati/ Walikotanya secepatnya.maka tidak mengherankan bahwa pelaksanaan pemerintahan ini baik menyangkut kebijakan dan operosionalnya disatu sisi maupun menyangkut hal politis atau teknis masih sarat dengan paradigma lama.sedangkan para Panglima Kodam.Habibie. Bagaimana hiruk pikuk kasus ijasah palsu calon Gubernur/pencalonan Gubernur NTB yang sekarang dilanda kerusuhan di Mataram.baik karena rela/bersedia memfasilitasi untuk kembalinya pro status quo/Soeharto-Habibie kembali berkuasa. Tidak terkecuali di daerah2. Kita mengetahui bersama bahwa para pejabat Negara (Gubernur/Bupati/ Walikota).presiden itu terpilih dan membentuk kabinetnya. atau karena terpaksa karena rahasia2nya sebagai senjata penekan oleh pihak provokator/pro status quo itu. Bagaimana di Sumatera barat.bagaimana di Riau. yang berpusat kepada kesetiaan tanpa kecuali kepada Soeharto sebagai pusat kekuasaan. dan masih sangat banyaknya (95 %) personil birokrasi Menteri2/Lembaga dibawah Presiden juga warisan rezim Orba/Status Quo/Soeharto-Habibie.Komandan Kodim adalah satpam/ centengnya di daerah.main mata.Selanjutnya.Jambi.Makanya muncul suatu istilah pada waktu itu bahwa Gubernur/Bupati/Walikota di daerah adalah merupakan mandor2nya Soeharto/kroni/ keluarganya di daerah.tapi dapat diredam dengan KKN dan suap melalui kroni/keluarga Suharto. Tidak mengherankan apabila para provokator/tangan2 jahat mempunyai akses yang mudah keseluruh daerah di Indonesia ini dalam rangka menciptakan kerusuhan.dimana untuk mendapat jabatan Bupati yang kedua harus menyediakan wang milyaran rupiah. Sampai sekarang ini mereka2 itu takut dan setia kepada Soeharto.Jawa Tengah dst yang sempat bermunculan kasus pencalonan Gubernurnya tapi dapat diredam/tidak diperdulikan karena kekuatan kroni Soeharto itu.dengan masih adanya juga personil menteri Kabinet Gus Dur yang diakomodir dari pihak pro status quo itu. Tentu kita masih ingat bagaimana hiruk pikuk kasus Bupati Bantul.apakah ketakutan atau kesetiaan karena balas jasa atau karena rahasia2 mereka yang tersimpan ditangan Soeharto/pengikut Soeharto.

Tidak mustahil bila Gus Dur dan pro reformasi hanya sekedar bertahan.tetap memfasilitasi provokator2/tangan2 jahatnya didaerahnya. Mahfud mengatakan sikap netral dari para aparat sangat diperlukan untuk menghindari konflik yang mungkin terjadi.terlupakan/ sengaja dilupakan Mendagri/ Menteri Otonomi Daerah ini." ujar Mahfud di Jakarta. Senin.terlupakan oleh anggota2 DPR pro reformasi. Memang ada ketidaknetralan tapi kecil.terlupakan oleh para menteri pro reformasi ini .maka strategi Mao 'desa mengepung kota' akan benar2 dapat terjadi sampai ke Jakarta. "Sebenarnya kalau kandidatnya menerima kekalahan dengan cepat rakyat juga tidak akan bergerak apa pun. adalah suatu ajakan yang tidak akan diperdulikan.karena hal yang mereka perjuangkan tidaklah sederhana melainkan sangat kompleks menyangkut eksistensi. "Itu bisa menimbulkan konflik sosial kalau tidak netral. Mahfud mengatakan secara garis besar pemilukada yang dilaksanakan di Indonesia sudah berjalan baik. Senin (12/7). menurut Mahfud. adalah karena para calon Kepala Daerah yang tidak siap kalah. terlupakan oleh anggota2 DPRD pro reformasi. Namun.harus segera diselesaikan secepatnya. agar kawan2 itu sadar dan tidak membuat kerusuhan lagi'.detikNews | 16:33 Akibat WIBSenin. keamanan sendiri maupun keluarga yang perlu diperjuangkan dan dipertahankan. Jakarta . Penyebab lainnya. .kalau tidak menginginkan daerah2 itu baik tingkat I maupun tingkat II. kerusuhan yang terjadi pasca pemilihan umum kepala daerah terutama disebabkan adanya kecurangan yang terstruktur. terlupakan oleh anggota2 MPR pro reformasi. "Kerusuhan pasca pilkada akibat kecurangan-kecurangan terstruktur dan massive.Maka tugas yang terlupakan oleh Presiden Gus Dur ini. tidak pro aktif dan tidak secepatnya menyelesaikan pekerjaan yang terlupakan diatas." katanya. 12 Juli 2010 Kerusuhan Pilkada Andi Saputra .harkat. KPUD 12/07/2010 Tak 23:01 Netral WIB TEMPO Interaktif." katanya. itu artinya pemilukada sudah berjalan dengan baik.kekuasaan." ujarnya. baik KPU maupun pemerintah daerah. Ajakan Gus Dur dengan hanya mengatakan agar 'tangan2 jahat itu sudah saya ketahui.Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan. "80 persen kan tidak dikabulkan. seperti ketidaknetralan aparat.

bukan tugas Bawaslu mencarikan barang bukti. Wahida Suaib. karena UU no 10/2008 mengatakan bahwa Surat suara tersebut harus tetap berada di dalam kotak suara yang tersegel. pihak penyidik dengan kewenangan yang dimilikinya dapat mengupayakannya melalui pengadilan. dan yang tidak diregistrasi 4 perkara dengan alasan permohonan ditarik kembali oleh pemohon. Kepolisian dan Pemerintah. dinilai Jeirry.”. Jelas. Bawaslu tidak memiliki kewenangan untuk mendapatkan surat suara yang sudah dicontreng tersebut. dengan rincian total perkara yang telah teregistrasi 69 perkara. Mabes Pori menolak berkas tersebut dengan alasan bahwa belum cukup bukti. ” Polisi salah. hingga saat ini MK telah menerima pendaftaran perkara Pemilukada sebanyak 95 perkara. berkas tidak dilengkapi. Padahal pihak Bawaslu seperti dilansir anggota Bawaslu. Melihat gelagat sejak Pilkada Jatim. Jika penyidik Polri membutuhkan bukti surat suara tersebut. “Ini memperlihatkan polisi tidak paham hukum pidana pemilu seperti apa. polisi harusnya lebih bisa proaktif. dan bukan kewenangan MK. yaitu dengan memasukkan suara ke suara partai yang mengakibatkan suara yang diberikan kepada caleg menjadi sia-sia [kompas]. telah menyerahkan 34 bukti awal.Berdasarkan data yang diperoleh dari bagian administrasi MK. Jeirry merasa heran dengan permintaan polisi supaya surat suara yang tertukar dihadirkan sebagai barang bukti. susah untuk dikabulkan. 10 perkara tidak diterima. 36 perkara ditolak. Sementara itu. MK sudah memutus 58 perkara dengan rincian 9 perkara dikabulkan. salah satunya berupa surat edaran KPU Nomor 676 dan 684 yang intinya menganggap surat-surat suara yang tertukar di berbagai daerah itu dianggap sah. Anehnya. Permintaan itu. sepertinya polisi tidak mau menerima laporan kalau tidak ada bukti yang kuat” [Bawaslu/detik]. pasti surat . “Tidak mungkin karena sedang proses rekapitulasi suara. 2. Menurut ahli hukum pidana UGM Eddy OS Hiariej. saya merasakan ada “sinyal” konspirasi politik antara KPU. Pihak kepolisian meminta supaya Bawaslu memberikan bukti surat suara tertukar yang sudah dicontreng tersebut. itu justru kewajiban polisi. untuk mendapatkan alat bukti lebih lanjut bukan merupakan tugas Bawaslu. Dan perasaan curiga saya semakin menguat tatkala Polisi menolak menindaklanjuti laporan Bawaslu tentang tertukarnya surat suara di sejumlah daerah karena kurang bukti [bawaslu]. Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Komite Pemilih Indonesia Jeirry Sumampow. bukti awal pihak Bawaslu sudah cukup untuk Polri menanggapi laporan Bawaslu karena: 1. Padahal!! Berdasarkan UU 10/2008. dan 3 ditarik kembali. belum teregistrasi 22 perkara.… Polisi jangan seperti ini.

Mari kita berandai sehat: (1) Jika sejak awal perumusan rancangan UU yang melandasi pileg 2009 tidak mengandung masalah besar (ingat inilah uu yang paling banyak dijudicial review dalam waktu singkat). lembaga kepolisian selalu mendapat rangking nomor 1 dalam survei Lembaga Publik Terkorup. Saya pun merasa sangat janggal. Benarkah penolakan laporan Bawaslu oleh lembaga kepolisian (khususnya Bareskrim Mabes Polri) merupakan skenario penguasa. namun hingga 17 April 2009.”. laporan Bawaslu telah ditolak polisi sebanyak 3 kali.. bukti itu bisa dihadirkan. ketidakprofesional. [bawaslu/detik] ***** Perlu dicatat bahwa Bawaslu telah berusaha mengungkap pelanggaran hukum sejak 9 April 2009.suara itu di jaga. Setiap hari Bawaslu Polri konsern terhadap masalah ini. ech for nusantaraku – 19 April 2009 Kronologis Lengkap : Press Release Bawaslu Terkait Upaya Tindak Pidana Pemilu terhadap KPU kepada Mabes Polri EMBILAN partai berhasil lolos parliamentary treshold adalah dengan catatan pemilu legislatif-nya (pileg) bermasalah terutama soal prinsip Jujur dan Adil (jurdil). apakah landasan Polisi (khususnya Bareskrim Mabes Polri) menolak laporan dugaan tindak pidana dengan bukti-bukti awalnya karena tidak paham mengenai mekanisme Pemilu atau karena ingin melindungi kepentingan penguasa atau karena apa? Karena selama ini dan hingga tahun 2008. Justru dengan kewenangan polisi. atau koruptif? Inilah misteri Pemilu 2009…. yakinkah hasil pileg serupa dengan yang sekarang? .

melainkan lebih pada masalah integritas. dan entah kenapa tahun 2009 banyak lagi. aspek penyelenggara. kiranya Sri Bintang Pamungkas pantas diacungi jempol. karena persoalan legitimasi hanya akan dipentingkan di negara yang masyarakatnya sudah memiliki standar moral/etika yang tinggi hingga dengan standar itu pasti merasa malu jika mencacatkan diri dalam proses suksesi. tetapi memang terdapat iklim pembiaran untuk kelangsungan berbagai pelanggaran yang ditoleransi oleh hukum. apakah hasil pileg akan seperti yang sekarang? (6) Jika jual beli suara tidak terjadi. apakah hasil pileg 2009 akan serupa dengan hasil yang terpaksa kita terima sekarang? Tampaknya terdapat paling tidak 5 faktor utama penyebab kebobrokan pileg 2009. Apa gerangan yang amat perlu dilakukan dalam keadaan seperti ini? Sri Bintang Pamungkas sudah memulai kampanye Golput. trend budaya politik yang machiavellis dalam berebut apa yang dimaui. Kelemahan dari segi ini sesungguhnya bukan soal profesionalitas. Pemerintahan gagal membangun iklim yang menumbuhkan harapan untuk memperoleh taraf hidup lebih layak bagi rakyat. Purifykasi atau pemurnian atau katakanlah pemikiran ulang tentang konsepsi-konsepsi politik yang mewarnai ambisi kekuasaan para elit amat perlu. Tabungan masalah itu sendiri mungkin bisa diklasifikasi menjadi tabungan masalah moral dan etika. Pertama. Sebagai gantinya pemerintah hanya membagi-bagi uang dengan dalih membantu rakyat yang menderita (BLT). tahun 2004 24. Kedua.(2) Jika tidak ada “policy” yang mendorong lahirnya partai-partai baru (ingat tahun 1999 parpol peserta pemilu 48. Keempat. kalau bukan sekadar membuat berita-berita kutipan dari media. untuk mengejar target sosialisasi di luar negeri. Bukan cuma penuh masalah. Sebagai sebuah interupsi politik yang amat mendidik. aspek perundangundangan yang mengatur pileg. aspek referensi pengalaman buruk dalam rangkaian pemilukada sejak tahun 2005. orangorang KPU buru-buru mengemasi travel bag masing-masing. 38). aspek sosial ekonomi. Website KPU malah lebih banyak menampilkan pengumuman tender daripada informasi pemilu. Kelima. dan tabungan masalah bersifat teknis elektoral. Rakyat tidak sampai mengetahui apakah ini sebuah kebijakan atau kebaikan hati seseorang. Ketiga. Seburuk-buruk pengalaman demokrasi di Indonesia sudah diperagakan dalam peristiwa-peristiwa perebutan kekuasaan tingkat lokal itu. apakah hasil pileg akan seperti yang sekarang? (4) Jika tidak ada penggolputan warga secara by design. Tidak ada masalah legitimasi dalam hal ini. apakah hasil pileg 2009 akan serupa dengan yang sekarang? (3) Jika tidak tidak ada money politic. apakah hasil pileg 2009 akan seperti yang sekarang? (5) Jika ada komitmen dan kredibilitas dari jajaran pelaksana dan pihak-pihak terkait. sementara sosialisasi di dalam negeri sendiri centang prenang. Ini bisa menyangkut . Sebagai contoh. Kebobrokan pileg adalah tabungan untuk kualitas yang amat diragukan untuk pilpres. Untunglah Indonesia punya seorang Sri Bintang Pamungkas.

dan juga agenda dan kebijakan yang mengakar pada kepentingan rakyat. metode dan implementasinya secara bermartabat.keniscayaan peninjauan atas keyakinan-keyakinan politik. Juga harus menyangkut penegakan wewenang yang sah. instrumentasi dan artikulasi peran negara sebagai sesuatu yang tidak sekadar ajang perebutan belaka di antara pihak-pihak serupa yang berbeda retorika. Jika tidak ada kemauan. termasuk pencurian suara. Perbaikan Daftar Pemilih tetap (DPT) tidak akan mengurangi kerugian moral bangsa atas pilpres 2009 mendatang. Paling parah Tuhan pun tak jarang membiarkan manusia benar-benar tak tahu membedakan mana yang hak dan mana yang bathil. struktur-struktur politik. Mungkin orang KPU itu harus diberi analogi begini : “wahai KPU. memunculkan bencana dimana-mana. Meneguhkan dan memelihara identitas bersama yang modern dan berwawasan serta berpereferensi pada sejarah dan kepribadian bangsa. jangan dibukukan atas nama si Paino. bayangkan saja dirimu tak ubahnya sebuah bank. Pengorganisasian alat-alat kekuasaan yang efektif sesuai pola kemajuan zaman dan memberdayakan. maka tidak mengapa. Terkadang Tuhan berbicara dengan bahasa yang mencemaskan manusia. standar ketokohan dan kenegarawanan. bahwa di tengah kebobrokan ini masih belum putus asa untuk berharap agar KPU dan jajarannya serta pihak-pihak terkait benar-benar jujur dan adil. Semua setoran (suara) harus diadministrasikan dengan sebaik-baiknya. Tak salah jika berharap. Itu dosa besar selain pasti akan meruntuhkan bank (negaramu)”. Jika si Sugeng menyetor hari ini. . Tuhan pasti tahu bangsa-bangsa yang bengal dan bebal. dan juga membiarkan semua kesenangan terbatas dan ad hock meruntuhkan kadar keimanan. Catatan: Posting ini didasarkan pada bahan Dialog di Binagraha Sumut (Medan) beberapa hari lalu. agenda perenungan kembali atas makna kebangsaan. Selain itu. menimpakan kemiskinan berstruktur. Akhirnya harus juga mencakup pemikiran ulang tentang produksi dan distribusi barang dan jasa secara berkeadilan. Jangan lagi ada masalah. Kekhawatiran akan neo lib justru berakar dari prinsip ini. Keempat faktor itulah masalah politik yang mestinya menjadi perenungan bagi setiap warga negara. terlepas ia seorang pentinggi atau sekadar buruh upahan di ladang pendodosan kebun sawit para kapitalis. menimpakan penyakit beruntun.

dan tingginya angka Golput. yang jumlah sangatlah fantastis. karena gagal terpilih. Sehingga. Hal itu diperparah dengan sikap KPU dan KPUD yang tidak netral . Yusril Ihza Mahendra (PBB). Ada sekitar 15 tokoh partai dan LSM. Belum lagi. Rizal Ramli (KBI). yang melakukan bunuh diri. dan pemerintah untuk menindak lanjuti semua laporan kecurangan pemilu dan menegakkan hukum terhadap pelanggaran/kecurangan yang terjadi. Pemilu 2009 ini tidak akan memberikan legitimasi politik yang kuat. justru tidak melahirkan sebuah harapan bagi perbaikan kehidupan rakyat. kalau partai— partai yang merasa tidak puas dengan hasil pemilu. ekses psychologis dari pemilu 2009. banyak caleg yang gagal mengalami ‘gangguan jiwa’ alias mengalami ‘mental disorder’. PKNU. keterpurukan.yang tidak akurat. PPNUI. Belum lagi. sehingga hal itu melanggar hak asasi manusia. serta mengundang kerawanan dan instabilitas. Prabowo (Partai Gerindra). Banwaslu. pemilu 9 April yang lalu adalah pemilu terburuk . 15 parpol itu (PDIP. dan pimpinan partai ramai-ramai menggugat hasil pemilu 2009. Setidaknya. Idham Cholid (PKNU). yang mencapai lebih 45 persen dari jumlah pemilih. antara lain. bukan hanya akan menimbulkan ‘political damage’. PDS. membahas dan mengavaluasi hasil-hasil pemilu 2009. dan bahkan kehilangan harapan masa depan. PBB. Amelia Yani (PPRN). Syahrir MS (Republikan). Zulvan Lindan (PNBKI). menurut penghitungan hampir mencapai 200 trilyun. PKDI dan Buruh). Pemilu 2009 ini. Rusdi Hanafi (PPP). . Sekarang para tokoh politik. Bursah Syarnubi (PBR). dan menyatakan adanya kecurangan. karena membela kepentingan politik tertentu. tidak memberikan arti apa-apa bagi masa depan demokrasi di Indonesia. Pertemuan yang berlangsung di rumah Ketua Umum PDIP itu. karena gagal terpilih menjadi anggota legislative. yang menyedihkan ada diantara caleg itu. partai-partai politik. PPRN. yang mencapai 21. yang menurut mereka dipenuhi dengan kecurangan. dan sudah lebih 10 partai politik. Barnas. menyisakan kesedihan. Ketiga. karena sistemnya yang amburadul. yang menginginkan pemilu di ulang. Golkar. Kedua. maka inilah yang menyuramkan masa depan. Hanura. Bahkan. yang berkumpul di rumah Mega. mereka tolak.7 trilyun rupiah.Pemilu 2009 ini adalah terburuk sepanjang sejarah Indonesia. ada 15 parpol yang menyatkan keberatan terhadap hasil pemilu 2009. Patriot. dan tuan rumah Megawati. mendesak KPU. dan perorangan yang terdiri dari para caleg. Diantara tokoh politik. yang harganya ‘cost’ sangat mahal. dan meminta diulang? Padahal. pemilu 2009 ini. Sehingga. Melebihi bencana ‘tsunami’ yang terjadi di Aceh. Apakah gerakan ini akan sampai membuat hasil pemilu itu. banyaknya kecurangan. itulah yang namanya pesta demokrasi. Merdeka. nyaris hasil pemilu 2009. lembaga swadaya masyarakat (LSM). diwarnai banyak kecurangan dan kesalahan administrasi. harapan. PIS. pemilu yang merupakan produk demokrasi ini. Sebauh ‘pesta’ yang tidak berakhir dengan ‘happy ending’. dan tidak terselesaikan dan mereka membuat gerakan. pemilu 9 April yang lalu. karena mereka kehilangan harta. ‘ongkos’ dari para peserta pemilu. Gerindra. Gus Dur (Ketua Dewan Syuro PKB). terjadinya potensi konflik dan ‘social disorder’. biayanya dari APBN. karena banyaknya rakyat tidak bisa melaksanakan hak pilihnya yang dilindungi UU. mulai dari DPT (daftar pemilih tetap). karena tidak masuk dalam DPT. Yaitu. tapi justru mengakibatkan ‘damage’ yang dahsyat di masa depan. Misbach Hidayat (PKB). Pertama. dan harus menanggung malu. Semuanya. dan akan melahirkan ‘political damage’ (kehancuran politik) bagi Indonesia.

Seleksi Awal dan Konflik Kepentingan Kualitas pemilu yang jujur dan adil tentunya sangat dipengaruhi oleh penyelenggaranya. Prinsip LUBER yang didengungkan pada era sebelumnya. melakukan proses seleksi dan terakhir menyerahkan 21 nama kepada presiden untuk . Panitia ini membuka pendaftaran. Pemilu dipahami sebagai praktik mengambil keputusan (voting) berskala luas dan masif karena umumnya berkaitan dengan penentuan pemimpin politik. kondisi fisik atau status sosial. Seperti di kebanyakan negara totaliter. Dengan memiliki hak pilih. Jalaluddin. dan Balthasar Kambuaya. Dimulai dari presiden yang membentuk tim seleksi calon anggota KPU yang terdiri dari lima orang. Besar harapan bahwa apa yang sudah dicapai pada pemilu tersebut dapat menjadi modal bagi pemilu berikutnya. Pada tahun 1999 KPU adalah representasi dari wakil-wakil partai.22/2007) sebagai penyelenggara pemilu di Indonesia. Tidak ditemukan adanya upaya-upaya secara sistematis. dipandang setara tanpa dibeda-bedakan asal-usul diri. Harapan tinggal harapan. disengaja dan masif berkenaan dengan buruknya pelaksanaan Pemilu. dan pada tahun 20042007 KPU diisi oleh para akademisi dan aktivis LSM. yang paling utama adalah masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan interpretasi penghitungan suara pembagi. Pada masa itu dunia memberi apresiasi positif atas pesta demokrasi yang telah berlangsung.Selubung Kebobrokan KPU dan Kisruh Pemilu 2009 Tidak ada demokrasi tanpa pemilihan umum. KPU telah melakukan kesalahan prosedur dan berlaku tidak profesional. Kontestasi antar berbagai aspirasi politik diwadahi oleh sebuah pemilihan umum yang bersifat jujur dan adil. pada tanggal 12 Agustus 2009 Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa berkaitan dengan masalah DPT. baru benarbenar dapat diwujudkan pada Pemilu 2004. Itu sebabnya hak memilih menjadi hak yang bersifat asasi. sebelum tahun 1999. Adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang ditunjuk oleh undang-undang (UU No. Meneruskan lembaga KPU seperti periode kedua. Mereka adalah Ridwan Nazir (ketua). Beberapa sengketa dan keberatan dibawa ke Mahkamah Konstitusi. Purnaman Natakusumah. Pemilu 2009 yang baru saja berlalu meninggalkan banyak kekisruhan. Sarlito Wirawan Sarwono. Aktivitas memilih atau menentukan aspirasi politik itu menjadi penting karena di dalamnya melekat hak politik warga dan sekaligus suatu pengakuan kedaulatannya sebagai individu. seseorang berkesempatan agar suara atau aspirasi dirinya didengarkan oleh otoritas politik. tahun 2009. pemilu di Indonesia lebih sebagai etalase kepada dunia luar bahwa negara Indonesia adalah negara yang demokratis. Dan akhirnya. diaturlah sebuah proses yang adil dan terbuka. yakni mengupayakan anggota KPU yang independen dan kompeten.

yang lolos seleksi administratif 270 orang. Memang tidak ada bau korupsi yang tercium sejauh ini. maka mengapa nama Theofilius Waimuri yang tercatat sebagai anggota Partai Demokrat dapat lolos dalam daftar 21 nama yang disodorkan kepada DPR? Padahal dalam UU No. yang dibacakan pada 12 Agustus 2009. beberapa nama yang dianggap punya cukup pengetahuan dan pengalaman di bidang pemilu tidak lolos. Bahkan Ketua Panitia Seleksi Ridwan Nazir. Sebuah syarat yang tak tercantum dalam UU. yang lolos tes tertulis dan rekam jejak 45 orang. Demi mendapatkan figur yang kredibel. Andi Nurpati. Inkompetensi Jadi. dari 21 orang yang mengikuti fit and proper test. menambahkan tafsir sendiri bahwa calon anggota KPU 2009 harus benar-benar bermoral. jika sedari awal pemilihan anggota KPU memiliki konflik kepentingan dan tidak mendahulukan kecakapan pengetahuan dan pengalaman. yakni bahwa KPU kurang profesional. dan harus menjalani serangkaian tes.02 miliar. Kalau memang panitia seleksi bekerja dengan serius.22/2007 menegaskan bahwa anggota KPU tidak pernah menjadi anggota parpol sekurangnya dalam jangka waktu lima tahun. yang ternyata tersangka dalam kasus penyimpangan dana kontrak pengawasan Kawasan Industri Gula Milik Masyarakat yang merugikan negara sebesar Rp3. selain tidak korupsi kita juga butuh individu yang cakap dalam menjalankan pekerjaan yang diembannya. Kita ambil satu contoh masalah . maka syarat pendaftar adalah orang-orang yang pernah terlibat dalam penyelengaraan pemilihan umum. terutama di bidang agama (lihat: www.B-VII/2009 tentang “Perselisihan Hasil Pemilu Capres” yang diajukan oleh pasangan MegawatiPrabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto.diajukan kepada DPR guna menjalani proses uji kelayakan. Seharusnya sejak awal Theofilus tidak bisa lolos menjadi anggota KPU. tiga orang adalah alumni dan sivitas akademika IAIN/ UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Abdul Hafiz Anshary. Jenis tes yang diberikan pun tidak berkaitan langsung dengan deskripsi pekerjaan yang akan dijalankan oleh anggota KPU. Mungkin nilai agama pula yang membuat ada preferensi akan figur yang “sealiran” tercium menyengat. maka tidak heran jika kemudian kinerja KPU pada periode ini tidak profesional. Akibatnya. Selain Ridwan Nazir adalah Purnaman Natakusumah yang menjabat sebagai Rektor IAIN Raden Patah Palembang. dan harus dinyatakan secara tertulis. Sayangnya. mengapa nama Syamsul Bahri lolos fit and proper test sebagai anggota KPU bahkan sempat dilantik. dan Abdul Aziz. Ini yang juga kemudian dinyatakan dalam unsur menimbang keputusan MK No. tes integritas dan tes kesetiaan pada NKRI dan Pancasila.com). Syamsul Bahri. seperti yang terjadi pada KPU periode sebelumnya. Demikian pula dengan anggota DPR. I Gusti Putu Artha. Sri Nuryanti. Namun. terpilih 7 orang: Abdul hafiz Anshary Az.elshinta. tapi sepertinya benar-benar diterapkan. tes psikologi. Andi Nurpati. yang adalah Rektor IAIN Sunan Ampel. seperti tes kecerdasan. Dalam perjalanannya tim seleksi ini menerima 545 pendaftar.108-109/PHPU. Abdul Aziz). sebab dari tujuh orang anggota KPU. pada saat itu tidak ada akademisi yang menguji kadar ilmiah dari alat tes yang dipakai. di antaranya Didik Supriyanto (mantan anggota Panwaslu). Ramlan Surbakti (Anggota KPU) dan Hadar Gumay (Cetro). Endang Sulastri.

tetap ada optimisme bagi para penggiat demokrasi di Indonesia. Akankah kita membiarkan modal nilai demokrasi yang ada sekarang tergerus terusmenerus oleh inkompetensi dan problem teknis? Jika sejak tahun 2007 sampai 2009. ternyata daftar isian proyek anggaran bagi KPU baru terbit pada Juni 2008. maka kepercayaan pada demokrasi akan terus ada. 10/ 2008 tentang Pemilu Anggota DPR. Belajar dari pemilu belakangan ini. dan DPRD. Meskipun demikian. DPD. Partisipasi Politik Kehidupan demokrasi yang sehat dapat terwujud jika ada partisipasi atau kepedulian yang tinggi dari warga negara. Hal ini penting guna memberi efek pembelajaran bagi penyelenggara lembaga publik. Kepedulian mereka datang pada hari itu. kita menjadi mahfum bahwa hambatan-hambatan teknis dapat menggagalkan pelembagaan demokrasi.menunjukkan kecenderungan bahwa partisipasi politik dipengaruhi oleh situasi lingkungan. dan bukan sedari awal mempermasalahkannya. Pada pemilu legislatif tercatat 70 persen pemilih dari jumlah yang terdaftar pada DPT yang menggunakan hak pilihnya. Angka partisipasi warga dalam menggunakan hak pilihnya cukup tinggi. perlu juga dibuat catatan bahwa ada faktor eksternal yang semakin memperparah output dari KPU. dan tetap muncul dalam pemilu di tingkat nasional. lalu DPR yang telat mengesahkan UU No. Selain itu.KPU. Optimisme akan potensi demokrasi di Indonesia semakin tinggi jika kita memperhatikan hasil pemilu bahwa para pemilih cenderung meninggalkan politik aliran. tahun depan akan ada . maka usulan mengganti anggota KPU adalah sebuah kepatutan. UU ini disahkan lima hari sebelum tahapan pemilu legislatif dimulai. Meskipun demikian. Berkaitan dengan anggaran. seharusnya tidak terjadi warga yang kehilangan hak pilihnya. Pemilu yang baik dan akuntabel adalah salah satu cara melembagakan demokrasi. maka KPU 2009 baru menerima SK pada 3 April 2008. di antaranya pilkada Sulawesi Selatan dan DKI Jakarta pada tahun 2007 dan pilkada Jawa Timur tahun 2008. dan pada pemilu presiden meningkat menjadi 72 persen. dari pilkada hingga pilpres persoalan yang sama yang terus berulang. Untuk itu perbaikan-perbaikan yang signifikan mesti dilakukan. Ini betul-betul jauh dari sikap profesional. Adalah Depdagri yang membuat daftar pemilih yang sama sekali tidak mutakhir. maka sempat terbersit kecemasan akan minimnya partisipasi aktif warga. beberapa hari sebelum masuk tahapan pemilu. Persoalan DPT setidaknya muncul beberapa kali di berbagai pemilihan kepala daerah (pilkada) sebelum Pemilu 2009. Jika kita melihat pemberitaan pada pemilu legislatif bahwa ada banyak warga yang mempermasalahkan hak pilihnya pada hari pencontrengan. Jika KPU 2004 punya waktu 3 tahun membuat persiapan pemilu karena dibentuk sejak tahun 2001. sementara itu ke depannya diperkirakan akan ada ratusan pilkada. KPU periode ini masih bertugas hingga 2012. Dengan partisipasi aktif warga. artinya KPU tidak melakukan evaluasi diri dan mencari solusi atas masalah yang mereka hadapi. Jika permasalahan yang sama muncul dalam tiga pilkada. yakni persoalan verifikasi DPT. KPU yang secara efektif bekerja sejak Januari 2008. Nilai-nilai yang mendukung demokrasi harus terus dikembangkan dan diseminasinya dapat dilakukan jika dimapankan melalui pelembagaan. Jika warganegara memahami bahwa hak pilihnya terjamin dan berlangsung kontestasi politik yang adil dan jujur.

"Marwan Effendy selalu bilang tidak ada bukti Cirus menerima suap. "Saya punya alat bukti. Pilihan lain yang terbuka adalah merevisi undang-undang pemilu dengan mengembalikan penyusunan daftar pemilu kepada Panitia Pemilih Setempat atau KPU. sampai peroalan NIK disempurnakan. Kamis." ujar Arafat yang juga adalah terdakwa kasus suap Gayus ini." kata Arafat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. tapi kami akan buktikan kejaksaan juga melakukan rekayasa kasus Gayus. Demi keberlangsungan demokrasi di Indonesia. Penyidik kasus Gayus itu pun siap membeberkannya di persidangan dengan terdakwa Gayus. Kamis. 16 September 2010. denda Rp150 juta subsider . 18:45 WIB Arry Anggadha. Iwan Kurniawan Terdakwa Komisaris Polisi Arafat Enanie (ANTARA/Reno Esnir) BERITA TERKAIT • • • • • AKP Sri Sumartini Dituntut 2 Tahun Penjara Alif Kuncoro Minta Pindah Tahanan Brigjen Edmon dan Erizman Jadi Saksi Syahril Buyung: Ada Tebang Pilih Dalam Kasus Gayus Gayus Terancam Dipenjara 20 Tahun VIVAnews . "Padahal polisi menyatakan berkas itu lengkap tapi jaksa bilang tidak relevan. Bukti ini bukan hanya omongan orang." Menurut Arafat. 16 September 2010. Arafat dituntut empat tahun penjara. Dalam kasus ini.Komisaris Polisi Arafat Enanie menyatakan telah mempersiapkan bukti keterlibatan jaksa Cirus Sinaga dalam kasus mafia pajak Gayus Tambunan. karenanya KPU dan Depdagri dapat menumpangi kegiatan ini untuk memperbaiki akurasi data pemilih. indikasi keterlibatan kejaksaan terlibat terlihat dari keputusan kejaksaan yang tidak juga menyatakan berkas Gayus lengkap.Sensus Penduduk Nasional.

"Karena itu." tandasnya lagi. 6 April 2010 lalu. Selengkapnya. . Gayus HP Tambunan. Depok." kata Cirus ketika ditanya soal ini." tegas anggota Komisi III DPR RI bidang Hukum. Cirus tak dapat dihubungi. Ia mengatakan hal itu terkait berbagai pemberitaan di balik "bebasnya" Gayus Tambunan keluar masuk Rumah Tahanan (Rutan) Kelapa Dua. karena inilah batu ujian atau pertaruhan bagi Timur Pradopo selaku Kapolri baru. Aburizal Bakrie. Membidik Golkar Bambang Soesatyo menduga kuat. Brimob. karena diduga menyuap para sipir." katanya. Hal tersebut terkait dengan pemberitaan yang dinilainya bernuansa sensasional dan insinuatif oleh pihak media tertentu. HAM. Arafat dinilai terbukti menerima suap saat menjadi ketua penyidik kasus pajak Gayus Tambunan. "Penuntasan kasus ini juga penting. "Nggak bisa saya.enam bulan penjara. Dikatakannya. seolah keluarnya Gayus Tambunan dari Rutan Mabes Polri lalu menuju Bali karena bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar. terkait kasus penyuapan Gayus Tambunan terhadap para sipir rutan itu. tanya Kapuspen saja. pihaknya merasa sangat dirugikan. Senin (15/11). karena kasus ’Gayus Plesiran’ telah dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk memojokkan partai dan Ketua Umum DPP partainya. apakah ia benar-benar ’Kapolri rakyat’ atau ’Kapolri Istana’." katanya di Jakarta. kader Partai Golkar mendesak Kapolri Jenderal Timur Pradopo melakukan penyelidikan menyeluruh dan mengungkap pihak yang selama ini menjadi ’beking’ Gayus. Bambang Soesatyo yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI tersebut kemudian menantang setiap upaya pihak mana pun yang ingin merusak citra partainya. klik di sini. Bambang Soesatyo mendesak jajaran Kepolisian RI untuk membongkar tuntas kelompok yang selama ini berada di belakang terdakwa kasus mafia pajak. (kd) • VIVAnews Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar. ada pihak tertentu yang melakukan rekayasa tingkat tinggi untuk membidik Partai Golkar dan Ketua Umum-nya. kendati kelompok tersebut diduga sangat dekat dengan ’Istana’. "Kapolri harus berani menuntaskan kasus Gayus ini. Selama ini dia selalu menolak berkomentar tentang kasus ini. "Karenanya cukup beralasan jika kader Partai Golkar curiga bahwa kasus ’Gayus plesiran’ merupakan rekayasa pihak tertentu untuk membidik Partai Golkar. Perundangan dan Kepolisian Negara serta KPK itu.

Kalau hakimnya minta didalami ya kita dalami. Mengenai tudingan adanya aliran dana ke para jenderal. Ini kan masih dalam proses. Karenanya. BHD mempersilakan publik menilainya dari persidangan. 05/08/2010 14:13 WIB Kapolri Bantah Ada Rekayasa BAP Gayus Tambunan Nograhany Widhi K . menurutnya.Rekayasa ini. Jawa Barat." katanya. "Pertanyaan yang membutuhkan jawaban berikutnya ialah mengapa pengawal Gayus tidak memaksa Gayus kembali ke rutan ketika batas yang ditentukan sudah habis? Lalu mengapa Gayus begitu ’powerfull’?. harus diperjelas agar Partai Golkar tidak dijadikan korban dari rekayasa kasus ’Gayus Plesiran’. Benarkah karena Gayus memiliki hubungan baik dengan Satgas Mafia Hukum. Bambang Soesatyo kembali mendesak penyelidikan internal Polri hendaknya menemukan jawaban tentang mengapa Gayus Tambunan berani berada di luar Rutan melampaui batas waktu yang diizinkan. semua sesuai proses dan bisa kita pertangungjawabkan. "Nanti. "Adanya peran unsur tertentu dari luar Polri terlihat pada kacaunya pola komando pengawalan Gayus selama dia di luar Rutan. Kamis (4/8/2010). BHD menjelaskan." ungkapnya. "Silahkan dengar di persidangan. "Tidak ada rekayasa." kata Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD). nanti." tanya Bambang bertubi-tubi. Menurutnya semua sudah sesuai prosedur." katanya . sampai saat ini belum ada langkah untuk melakukan penyelidikan internal terkait dugaan aliran dana itu. Semua kejanggalan ini. demikian Bambang Soesatyo. diduga melibatkan unsur kekuasaan dari luar Polri. (luc/Ant) Kamis. Hal itu disampaikan BHD di sela-sela Rapat Kerja III Presiden SBY dengan para menteri dan gubernur se-Indonesia di Istana Bogor.Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri membantah adanya rekayasa dalam pembuatan BAP Gayus Tambunan.detikNews Jakarta .

Pihaknya tetap menegaskan agar kader Muhammadiyah yang mendapatkan amanat untuk bekerja dengan baik. beberapa muspida Kabupaten Kediri. Hadir dalam kegiatan itu. KH Muamal juga datang dalam kegiatan tersebut. Kunjungan Din Syamsuddin ke Kabupaten Kediri ini adalah yang kedua kali. Sepak terjangnya sudah tidak perlu diragukan lagi. serta tamu undangan lainnya. Itu adalah dua kapasitas yang diperlukan. Ia juga yakin. sementara yang kedua ini adalah kunjungan untuk tablig akbar menyongsong musyawarah daerah. Busyro Muqoddas yang dipilih oleh DPR menggantikan Antasari Azhar adalah salah satu kader yang terbaik. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. "Penegakan hukum di Indonesia juga masih sebatas retorika belaka. serta masalah kasus suap Gayus Tambunan. Sabtu malam.Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan hingga saat ini proses penegakan hukum di Indonesia masih sebatas retorika. Pihaknya juga tidak segan segan memberi sanksi. sangat mengapresiasi keputusan Presiden untuk memilih kader Muhammadiyah sebagai pejabat." jelasnya. Ketua KPK baru. Kunjungan pertama tahun lalu. (ANT-073/K004) Senin. Masyarakat sudah kehilangan kehilangan kepercayaannya pada institusi Polri dan Kejagung." katanya saat membuka kegiatan tablig akbar menyongsong musyawarah daerah ke-4 Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri di kantor PDM Muhammadiyah Desa Gurah. seperti kasus Bank Century yang hingga kini belum ada kejelasan. Kabupaten Kediri. Jawa Timur. Kecamatan Gurah. Masih banyak masalah . Walaupun begitu. kedatangannya juga untuk meresmikan toko grosir dan pusat perbelanjaan di wilayah Kediri dan sekitarnya. Ia juga mengaku. Pihaknya menyambut dengan baik keputusan tersebut sebagai manifestasi dari "good will" serta "political will" dari pemerintah. Selain itu.14:17 wib . Ketua DPRD Kabupaten Kediri. dalam peresmian rumah sakit. pihaknya tidak ingin terlena dan lalai. terlalu muluk sehingga perlu sosok pemimpin yang tegas. Busyro akan mampu membawa lembaga penegakan hukum ini menjadi lebih baik. termasuk juga dengan penunjukan Basrief Arief menjadi Jaksa Agung. tidak memandang keluarga dan saudara. Pihaknya juga mempunyai mekanisme tersendiri untuk memberi sanksi bagi kadernya yang melakukan pelanggaran hukum seperti korupsi. 19 Juli 2010 . "Ia punya kemampuan dan pengalaman di bidang hukum serta mempunyai keberaniaan dan kejujuran. Pihaknya sangat prihatin dengan kondisi hukum di Indonesia.masalah yang melibatkan lembaga penegakan hukum baik di Polri maupun Kejagung.

yakni bisnis apa saja yang penting jangan bisnis batu bara. Senin (19/7/2010). Haposan. Selanjutnya rekayasa tersebut dituangkan dalam surat perjanjian antara Gayus dan Andi dan perjanjian tersebut dibuat mundur.810. dilakukan pertemuan antara Gayus. Haposan selaku pengacara Gayus lantas menghubungi Arafat selaku penyidik untuk meminta bantuan. yang sudah diblokir. “Terdakwa (Arafat) lalu memberi arahan kepada Haposan. Untuk melancarkan aksinya. Asep menambahkan. Gayus dan Haposan meminta bantuan Andi Kosasih untuk mengakui bahwa uang bernilai Rp28 miliar itu milik Andi. “Pada akhir Agustus 2009 bertempat di Hotel Sultan Jakarta Pusat.Okezone Arafat saat disidang di PN Jakarta Selatan (Foto: Heru H/okezone) JAKARTA .000 atau setara Rp28 miliar yang sudah diblokir penyidik menjadi seolah-olah bukan milik Gayus lagi. James Purba serta Andi Kosasih. Lambertus. untuk menyiasati uang tersebut. Hal tersebut sebagaimana disampaikan dalam dakwaan yang dibacakan JPU Asep M Mulyana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. dan Arafat menginstruksikan agar jangan memakai bisnis batu-bara.Frida Astuti . (lsi) MONDAY. “Seolah-olah terjadi kerja sama antara Andi kosasih dan Gayus Tambunan dalam rangka proyek pengadaan tanah di daerah Jakarta Utara. Haposan menghubungi terdakwa Arafat dan meminta petunjuk bisnis apa yang bisa digunakan untuk menyiasati uang milik Gayus.” tandas JPU Asep. jaksa penuntut umum (JPU) juga menyebut Kompol Arafat sebagai otak dalam bisnis rekayasa Gayus. untuk pembangunan Ruko. yang dalam pertemuan itu khusus dibicarakan cara menyiasati uang milik Gayus yang berada di rekening Panin Bank dan BCA sejumlah USD2.” tandas JPU meniru ucapan Afarat kala itu. karena bisnis batu bara pernah dipakai dalam kasus lain. Atas arahan Arafat lalu diputuskan bahwa bisnis yang digunakan sebagai alasan menyiasati uang milik Gayus itu ialah bisnis property.Selain membantu tersangka Gayus Tambunan untuk menghentikan perkara korupsi dan money laundering yang menjeratnya. 19 JULY 2010 Total View : 464 times .” beber JPU.

Semangat mengungkapkan keadilan dan kebenaran kiranya ada di dalam hati para jaksa. masih tujuh orang. Haposan Hutagalung. Lambertus (anak buah Haposan). Adapun pemberkasan tahap dua. AKP Sumartini. Mudah-mudahan saja persidangan mengenai kasus rekayasa hukum Gayus ini tidak ada rekayasa-rekayasa kembali. Menurut Tifaona. menurut Boli. Kompol Arafat. 04 August 2010 09:24 administrator . Rekayasa Kasus Sudah Jadi Modus Umum Aparat Hukum Wednesday. Soal rekayasa kasus dan penggelapan pajak. Ketujuh orang tersangka yang dimaksud oleh Nico Afinta ialah Gayus Tambunan. pengacara dan hakim kali ini. "Tersangkanya masih sama. "Kasus Gayus ada dua. Minggu (18/7)." ujar pria yang akrab dipanggil Boli. Boli mengatakan bila semua kelengkapan administrasi sudah dipenuhi maka dalam minggu-minggu ini atau bulan-bulan ini persidangan sudah dapat digelar. Source : metrotvnews Kasus Gayus Tambunan. akan segera menjalani proses persidangan. Demikian pernyataan penyidik independen kasus Gayus. kasus rekayasa penyidikan dan tuntutan terhadap Gayus akan disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. barang bukti." jelasnya. adalah penyerahan tersangka. dan Ali Kuncoro (konsultan pajak). Kalau yang rekayasa sudah pemberkasan tahap dua dan dinyatakan lengkap atau P-21. Rencananya.Pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang menghebohkan Indonesia beberapa waktu lalu. Gayus Tambunan. berkas kasus mengenai rekayasa penyidikan dan tuntutan terhadap Gayus telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan. Pria yang sehari-hari menjabat Kasat Jatanras Ditreskrimum PMJ itu mengungkapkan tersangka dalam kasus tersebut tetaplah sama. Ajun Komisaris Polisi Daniel Tifaona di Jakarta. dan berita acara (BAP) hasil penyidikan ke Kejaksaan. Keterangan Boli ini diamini dan dipertergas oleh penyidik Gayus yang lain yaitu AKB Nico Afinta. Andi Kosasih.

kalau batubara sudah dipakai di kasus sebelumnya. Ternyata ini bukanlah hal baru. dibuat berlaku surut seolah sudah lama. "Kalau itu sudah modus. kata Emerson. kabupaten maupun kota) terus meningkat seperti jamur yang tumbuh di musim hujan. yang saat ini telah berjalan selama 5 tahun. bukan sesuatu yang baru. masyarakat diwilayah tersebut berharap dapat menggali dan memanfaatkan peluang yang lebih besar dalam pengelolaan sumber daya daerah." jelas pria berkacamata tersebut. www. "Rekayasa kasus itu kalau tidak untuk mengurangi hukuman atau membebaskannya dan ini tentunya nggak gratis. by." ujar Kompol Arafat Enanie. "Bisnis pengadaan tanah untuk ruko.com Sejak kebijakan desentralisasi pemerintahan digulirkan. sosial maupun budaya. Haposan cs)." cetus Gayus. Keinginan seperti itu didasari oleh berbagai dinamika yang terjadi di tingkat masyarakat daerah. Saat itu Arafat menilai skenario yang dibuat Haposan terlalu sederhana. saya bilang itu terlalu sederhana. Sebelumnya dalam kesaksiannya untuk AKP Sri Sumartini.Jakarta . Akhirnya alibi yang dipilih untuk menutupi kasus Gayus adalah bisnis pengadaan tanah untuk ruko. sehingga usulan pemekaran wilayah menjadi bagian yang tak terelakkan.detik. Desentralisasi dimaksud adalah penyerahan wewenang pemerintahan dari pemerintah pusat kepada daerah otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. sejak tahun 2001 ICW dalam risetnya telah menemukan rekayasa berbagai kasus. Dengan pembentukan daerah otonom baru. kalau kata anak muda sekarang cemen. ekonomi. nilai kontraknya USD 6 juta. nggak meyakinkan (skenario yang dibuat Haposan). Selama . dari sekitar Juni 2008.Tersangka kasus mafia pajak Gayus Tambunan mengaku Haposan Hutagalung merekayasa kasus agar dirinya bebas dari jerat hukum. Dalam rekayasa tersebut. Kompol Arafat mengaku sudah ada skenario rekayasa kasus untuk membebaskan Gayus yang dibuat Haposan. Saya menanggapi surat perjanjian kerja yang sudah dibuat. "Seingat saya ngomong batu bara di KC (Hotel Kartika Chandra) kepada mereka (Gayus. Tujuan akhirnya adalah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah. baik dinamika politik. desakan masyarakat dan pemerintah daerah pada berbagai wilayah untuk membentuk daerah otonom baru (baik Provinsi. Batubara baru keren. karena sudah menjadi modus umum dalam penanganan kasus. Rabu (3/8/2010)." ungkap Gayus." ujar wakil koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Juntho kepada detikcom. berbagai hal bisa dilakukan mulai dari barang bukti yang disita hingga membuat kesepakatan untuk menentukan jerat hukum yang akan diberikan. Gayus dalam kesaksiannya juga menyatakan hal yang serupa. Menurut Emerson. "Bagusnya bisnis apa? Batubara? Arafat bilang.

setelah saat itu. khusus untuk pembentukkannya. dengan hanya 2 provinsi dan 38 kabupaten/kota baru. Hal ini terjadi karena eforia reformasi dan peluang yang sangat besar yang diberikan oleh undang-undang nomor 22 tahun 1999 pada masyarakat untuk mengusulkan pembentukan daerah baru. sehingga total daerah otonom yang ada di Indonesia saat ini adalah 467 (tidak termasuk 5 kotamadya dan 1 kabupaten administratif di DKI Jakarta) yang terdiri dari 33 provinsi. Secara keseluruhan jumlah daerah otonom yang dibentuk dari tahun 1999 hingga tahun 2004 yaitu 148 daerah otonom. Jawa Timur (1929) dan Jawa Tengah (1930). untuk beberapa tahun. dalam konteks dimana pemerintah mendorong masyarakat di bagian tertentu di Indonesia untuk mempertahankan visi Indonesia. tatanan daerah menjadi lebih stabil. Dalam masa orde baru.kurun waktu tersebut telah banyak kemajuan yang dihasilkan. namun sejak tahun 1950. yang nota bene membesar dua kali lipat selama orde baru (dari kira-kira 100 juta menjadi 200 juta). 114 kabupaten. Struktur ini dipertahankan setelah kemerdekaan. Pada zaman orde baru. dan provinsi pertama yang ditetapkan adalah Jawa Barat (1926). namun demikian masih membutuhkan serangkaian usaha perbaikan yang tidak mudah agar penyelenggaraan pemerintahan daerah menjadi optimal. jumlah daerah mulai tumbuh pesat. 348 kabupaten dan 86 kota. Namun jika dilihat kembali undang-undang pemerintahan daerah pada masa Belanda bahwasanya pada zaman Belanda hanya mengenal tingkat pemerintahan Pemerintah Belanda baru pemerintah kabupaten dan kota (Undang-undang desentralisasi tahun 1903). instrumen yang digunakan untuk menata daerah. dan 13 kota di luar Jawa. Perkembangan jumlah daerah ini masih lebih rendah laju pertumbuhan penduduk. Pada tahun 1922 lahir pula undang-undang pemerintahan daerah yang dikenal dengan Bestuurshervormingswet yang kemudian melahirkan tingkat pemerintahan baru yang dikenal dengan nama provinsi. Pembentukan Provinsi dan Kabupaten/Kota sampai dengan 2004 Periode Provinsi Kabupaten/Kota 1950 – 1955 6 99 1956 – 60 16 145 1961 – 1965 3 16 1966 – 1970 1 11 1971 s/d 1998 1 (-1)* 33 (-5)* 1999 s/d 2004 7 141 Total 33 440**) Ket : *) Timor-Timur **) Termasuk 5 Kotamadya dan 1 Kabuapten administrasi yang bukan daerah otonom di DKI Jakarta Dapat dilihat dari tabel diatas bahwa provinsi dan kabupaten/kota dibentuk dengan jumlah yang lebih besar di tahun-tahun 1950an. Kesimpulannya. adalah kriteria umum yang dituangkan dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 1974 (pasal 4 (1)) tentang Pokok- . Pada zaman ini 76 Kabupaten dan 32 kota ditetapkan di Jawa. hasil ini tercapai dengan mengabaikan aspirasi masyarakat/kelompok masyarakat di daerah. rezim orde baru mampu mengerem kecenderungan pemekaran. yang terdiri 7 provinsi. Di lain pihak keinginan sebagian masyarakat untuk membentuk daerah tetap tinggi. beberapa daerah dipertahankan dan beberapa dihilangkan. dan 27 kota.

Setelah kemerdekaan. Selain itu tidak ada peraturan pelaksanaan yang lebih rinci. yaitu kesejahteraan masyarakat. Sunday.pokok Pemerintahan di Daerah. Pengalaman di negara lain juga mendorong suatu peninjauan kembali kebijakan dan peningkatan kapasitas daerah untuk mendorong suatu penataan daerah yang sejalan upaya optimalisasi pelayanan publik agar tujuan utama desentralisasi/pemerintahan daerah dapat tercapai. sehingga kondisi saat ini terdiri dari 33 (tiga puluh tiga) provinsi. pemekaran di Indonesia mengakibatkan birokrasi yang kurang efisien. yaitu penambahan 7 (tujuh) provinsi dan 141 (seratus empat puluh satu) kabupaten/kota. “daerah yang tidak mampu menyelenggarakan otonomi daerah dapat dihapus dan atau digabung dengan daerah lain”. yaitu desentralisasi yang asimetris. Bicara lebih lanjut mengenai penataan daerah. yaitu “Daerah dibentuk dengan memperhatikan syarat-syarat kemampuan ekonomi. pertahanan dan keamanan nasional dan syarat-syarat lain yang memungkinkan daerah melaksanakan pembangunan. yang segera akan diganti dengan Peraturan Pemerintah (PP) pengganti sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 32 tahun 2004. Peraturan Pemerintah (PP) ini menjadi pedoman pembentukan daerah sejak tahun 1999 sampai tahun 2004.000 mempunyai gaji PNS yang dua kali lipat (per kapita) daerah yang berpenduduk 500. 09 May 2010 10:28 | Written by Administrator | . Hal ini terjadi karena eforia reformasi dan peluang yang sangat besar yang diberikan oleh Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 pada masyarakat untuk mengusulkan pembentukan daerah baru. Daerah yang hanya mempunyai penduduk kurang dari 100. Menurut studi Bank Dunia. pembinaan kestabilan politik dan kesatuan bangsa dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab”. muncul juga daerah istimewa Aceh dan Yogyakarta. Setelah era reformasi tahun 1999 s/d 2004 terjadi lagi penambahan provinsi dan kabupaten/kota dalam jumlah yang cukup besar. dan perlu mengacu pada konteks politis yang lebih luas serta peluang untuk mengemukakan aspirasi masyarakat lokal selama orde baru dibatasi. Pasal 6 Undang-undang nomor 22 tahun 1999 mengatur bahwa daerah dapat dimekarkan (tidak berbeda dengan undang-undang nomor 5 tahun 1974) dengan penambahan bahwa. 349 (tiga ratus empat puluh sembilan) kabuapten dan 91 (sembilan puluh satu) kota. Kebijakan diterapkan karena adanya tekanan politis baik dari dalam maupun dari luar negeri dan belum dikembangkan dalam bentuk kebijakan yang utuh.000 orang. Ketentuan pasal diatas mengakibatkan pemekaran yang tidak secepat laju pertumbuhan penduduk. Temuan ini menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pembinaan terhadap daerah otonom baru dan lebih mendorong ke arah konsilidasi (penggabungan) daripada pemekaran. luas daerah. jumlah penduduk. Namun sejak tahun 2004 telah diupayakan untuk meredam pembentukan daerah baru dan hanya 1 (satu) daerah otonom baru yang dibentuk yaitu provinsi Sulawesi Barat serta tahun 2005 tidak ada pembentukan daerah otonom baru sampai dikeluarkannya pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 129 tahun 2000 yang semangatnya masih dengan Undang-undang nomor 22 Tahun 1999. pengahapusan dan penggabungan daerah. kemudian aceh dan papua diberikan status “otonomi Khusus” yang bersifat Adhoc. Ketentuan teknis penilaian tentang persyaratan pembentukan dan kriteria pemekaran.

”Pembentukan daerah dapat berupa penggabungan beberapa daerah atau bagian daerah yang bersandingan atau pemekaran dari . Tetapi juga sebagai tindakan pendemokrasian untuk melatih diri dalam mempergunakan hak-hak demokrasi. Otonomi Dan Pemekeran Daerah Pengertian otonomi berarti pemerintahan sendiri (auto = Sendiri. UUD 1945 mengatur bahwa wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerahdaerah provinsi dan daerah provinsi dibagi atas kabupaten/kota yang masing-masing mempunyai pemerintahan daerah untuk menjalankan otonomi daerah seluas-luasnya. nomus = pemerintahan) yang mempunyai makna kemandirian untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Kedua. Kemudian Pasal 4 ayat (3) UU 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah berbunyi. dapat disebut pula penyerahan penuh kepada daerah otonom untuk melaksanakan urusan rumah tangga. ditinjau dari sudut kultural adanya perhatian terhadap keberadaan atau kekhususan daerah. Lebih jauh lagi. desentralisasi atau otonomi secara langsung memperhatikan dan melancarkan serta meratakan pembangunan. melainkan juga demokrasi ditingkat lokal (local democracy) yang arahnya kepada pemberdayaan (empowering) atau kemandirian daerah. hal ini berarti bahwa otonomi sangat erat kaitannya dengan demokrasi.Quo Vadis Pemekaran Daerah? Oleh Saldi Isra A. Dalam negara kesatuan. ditinjau dari sudut politik sebagian permainan kekuasaan yang dapat mengarah kepada penumpukan kekuasaan yang seharusnya kepada penyebaran kekuasaan (distribution or dispersion of power). otonomi dapat dilihat dari empat sudut pandang. Salah satu cara untuk menjalankan otonomi daerah tersebut adalah melalui pembentukan daerah. otonomi tidak saja merupakan penyerahan kewenangan dari pemerintah pusat kepada daerah untuk melaksanakan pemerintahan yang sifatnya technical administration atau pratical administration saja tetapi terdapat adanya kebebasan daerah dalam melaksanakan desentralisasi kewenangan berdasarkan aspirasi dari rakyat dalam wilayah territorial otonomi. Keempat ditinjau dari sudut pembangunan. Pertama. Ketiga. Proses tersebut merupakan suatu process of political interaction. ditinjau dari sudut teknis organisatoris sebagai cara untuk menerapkan dan melaksanakan pemerintahan yang efisien. hal mana yang diinginkan tidak hanya demokrasi pada tingkat nasional dalam suasana sentralistik.

pemekaran daerah jauh lebih mendapat perhatian dibandingkan penghapusan ataupun penggabungan daerah. tahun 2003 sebanyak 49 DOB. Mengacu kepada PP 78 Tahun 2007 tersebut. Yaitu. proses pembentukan daerah didasari pada 3 (tiga) persyaratan. sarana. Kabupaten Nduga. Penghapusan. dan rentang kendali penyelenggaraan pemerintahan. Ketentuan ini kemudian lebih teknis diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan. Praktiknya selama ini. tetapi kepentingan elite nasional dan elite lokal. potensi daerah. (3) Persyaratan fisik kewilayahan dalam pembentukan daerah meliputi cakupan wilayah. Adapun faktor lain tersebut meliputi pertimbangan kemampuan keuangan. . keamanan. pertahanan. sudah ada 483 kabupaten/kota dari 33 provinsi yang terbentuk. sudah ada penambahan 191 Daerah Otonom Baru (DOB). Sehingga yang terjadi pertimbangan pemekaran sekarang menjadi bukan pertimbangan pelayanan publik atau pemerataan pembangunan. Pemekaran paling banyak terjadi di Papua. tahun 1999 sebanyak 45 DOB. tingkat kesejahteraan masyarakat. sosial politik. Penggabungan Daerah. Namun dalam praktiknya. dan faktor lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah. sosial budaya. kependudukan. tahun 2001 sebanyak 12 DOB. Pemekaran Daerah di Era Reformasi Sampai saat. Kabupaten Lanny Jaya. teknis. tahun 2004 sebanyak 1 DOB. luas daerah. yakni administratif.satu daerah menjadi dua daerah atau lebih”. tahun 2000 sebanyak tiga DOB. tahun 2002 sebanyak 38 DOB. B. (1) Persyaratan administratif didasarkan atas aspirasi sebagian besar masyarakat setempat untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dengan melakukan kajian daerah terhadap rencana pembentukan daerah. Penambahan daerah ini dimulai pada tahun 1999. Sampai tahun 2008. yang meminta pemekaran adalah daerah-daerah yang jauh dari pusat pemerintahan (daerah induk) dan tidak mendapatkan pemerataan pelayanan pubik. Selama 2008 telah lahir delapan daerah baru. dan tahun 2009 sudah ada 2 DOB. Rinciannya. (2) Persyaratan secara teknis didasarkan pada faktor kemampuan ekonomi. Kabupaten Mambremo Tengah. Kabupaten Yalimo. yang menggantikan PP No 129/2000. dan fisik kewilayahan. lokasi calon ibukota. pada tahun 2007 sebanyak 25 DOB dan tahun 2008 sebanyak 18 daerah pemekaran. dan prasarana pemerintahan.

DPR sudah mengesahkan dua Undangundang pembentukan daerah. Papua Barat. Papua Barat. Dalam regulasi itu disebutkan bahwa saat ini otsus meliputi dua provinsi. Yakni. Jumlah Kabupaten/Kota dan Propinsi Sejak Pemberlakuan UU 22/1999 C. Selain itu. dan 93 kota. Dengan demikian. Maluku Utara. Kemudian tiga daerah baru lahir di Lampung dan dua daerah masing-masing di Sulawesi Utara dan Maluku. 396 kabupaten.7 triliun pada 2009. untuk otsus di tiga provinsi (Papua. Pemekaran yang Salah Sasaran . Kepulauan Riau. Papua dan Papua Barat. Disusul Sumatera Utara sebanyak lima daerah. dan Kabupaten Dogiyai. Undang-undang No. Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. serta Bengkulu dan Banten. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Di tahun 2009 ini. Keenam kabupaten tersebut berada di Papua. Sebagai catatan. dan Aceh). disahkan UU Nomor 35/2008 tentang Penetapan Perpu Nomor 1/2008 menjadi UU tentang Perubahan atas UU Nomor 21/2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. pemerintah mengalokasikan dana otsus Rp 8. 12 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti di Propinsi Riau dan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabupaten Maybrat di Propinsi Papua Barat.Kabupaten Puncak. di Indonesia sekarang terdapat 33 provinsi. Provinsiprovinsi yang memiliki satu daerah baru adalah Jambi.

Personil. Kemudian. Kondisi ini memberikan pesan kepada pemerintah pusat untuk membuat kriteria yang jelas dan tegas dalam menyetujui pemekaran pemerintah daerah baru. Selanjutnya. Terdapat empat bidang kajian. Kemudian. Hasil evaluasi UNDP dan Bappenas menyebutkan. 84. jumlah kabupaten/kota di Indonesia 336 (di luar DKI Jakarta) dengan 30 provinsi (bertambah 4 provinsi baru). keuangan daerah. kondisi daerah-daerah pemekaran lebih buruk dibandingkan dengan daerah induk. dan aparatur di daerah. Jumlah ini akan terus meningkat seiring masih berkembangnya tuntutan daerah untuk dapat dimekarkan. yaitu ekonomi daerah. Penjelasan pada awal 2005 dari Depdagri. Hasil penelitian yang dirilis Juli 2008 menyimpulkan tentang kegagalan pemekaran daerah.71 persen daerah induk belum menyelesaikan P3D (Pembiayaan. ada 87.2 persen pegawai negeri sipil (PNS) sulit dipindahkan dari daerah induk ke daerah pemekaran. Suatu pertumbuhan pemerintah daerah yang sangat fantastis terutama pada jumlah kabupaten/kota baru. 79 persen daerah otonomi baru belum memiliki batas wilayah yang jelas. Hasil penelitian Badan Dunia untuk Program Pembangunan (United Nations Development Program . sekitar 76 di antaranya masih bermasalah. pelayanan publik. Studi tersebut juga menemukan. Riset itu dilakukan terhadap enam provinsi dan 72 kabupaten/kota di Indonesia selama 2002-2007. kondisi daerah otonom baru masih berada di bawah kondisi daerah induk dan daerah kontrol. Tak dapat dipungkiri bahwa pemekaran pemerintah daerah ini telah menimbulkan tekanan terhadap APBN akibat adanya sejumlah dana yang harus ditransfer kepada pemerintah daerah baru. Hingga awal tahun 2009 ini Departemen Dalam Negeri telah menerima usulan pembentukan sebanyak 21 provinsi baru dan 94 kabuapaten/kota. Peralatan.Pada 2001. dari mulai aset daerah induk yang belum diserahkan ke daerah pemekaran sampai letak ibu kota yang masih belum pasti.UNDP) dan Bappenas menemukan setelah lima tahun dimekarkan. 89. UNDP dan Bappenas meminta pemerintah menghentikan sementara .48 persen daerah induk belum memberikan dukungan dana kepada daerah otonomi baru. beberapa persoalan yang muncul diantaranya. dan Dokumen). selama kurun waktu 2008. penyebab kondisi tersebut didominasi keterbatasan sumber daya alam dan manusia daerah pemekaran. Penduduk miskin menjadi terkonsentrasi di daerah otonom baru. Berbagai macam masalah yang timbul. Departemen Dalam Negeri dalam evaluasinya menyebutkan 104 daerah (lima provinsi dan 97 kabupaten) pemekaran yang terjadi dari tahun 2000 sampai 2004. Jumlah ini terus meningkat hingga pada awal 2004 terdapat 32 provinsi dengan 434 kabupaten/kota. Berdasar hasil studi tersebut.

biaya ekonomi membesar dan lokasi geografis kurang mendukung kegiatan ekonomi. Hal tersebut menyebabkan adanya kepastian daerah menerima DAU ini. terjadi perbedaan struktur ekonomi daerah baru dan lama. . Provinsi yang dimekarkan tersebut adalah Sumatera Selatan dan Bangka-Belitung. Dalam era desentralisasi ini. skala produksi mengecil. Aliran dana inilah yang akan ditransfer kepada pemerintah daerah termasuk pemerintah daerah baru berdasarkan kriteria dan formula tertentu. rumah dinas. Lebih jauh lagi hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan ekonomi menurun dan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Kondisi ketenagakerjaan setelah pemekaran provinsi justru lebih buruk dibanding sebelum pemekaran. Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2005 mengungkapkan pemekaran daerah berdampak pada penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat. Dampak dari adanya pemekaran daerah terhadap alokasi DAU dan akhirnya membebani APBN sebenarnya lebih bersifat tidak langsung. dan persaingan antardaerah menguat. serta pengeluaran lain yang berkaitan dengan belanja pegawai. Sebagai perbandingan. Dana Alokasi Khusus (DAK). Akibatnya. sehingga secara politis memberikan motivasi untuk memekarkan daerah. serta Dana Bagi Hasil baik bagi hasil pajak maupun bagi hasil sumber daya alam. Sulawesi Utara dan Gorontalo.Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan pemekaran daerah berdampak pada penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat. Motivasi untuk membentuk daerah baru tidak terlepas dari adanya jaminan dana transfer dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. penerimaan DAU tersebut lebih diarahkan pada pembangunan prasarana pemerintah seperti kantor pemerintahan. Komponen terbesar dalam dana transfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah adalah DAU. serta Maluku dan Maluku Utara. Berdasarkan penelitian pemekaran empat provinsi menjadi delapan provinsi.pemekaran daerah hingga dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap Provinsi dan Kabupaten Hasil pemekaran 10 tahun terakhir. Kesejahteraan masyarakat juga menurun akibat perlambatan kegiatan ekonomi masyarakat. kerja sama ekonomi masyarakat justru melemah. bentuk dana transfer ini dikenal sebagai dana perimbangan yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU). Penyebabnya. Jawa Barat dan Banten. setelah pemekaran. Hal ini dikarenakan DAU yang dialokasikan didasarkan pada perhitungan daerah induk dan baru kemudian dibagikan berdasarkan proporsi tertentu antara daerah induk dan daerah pemekaran. Tentunya sebagai daerah baru.

D. Selain itu. Kerangka normatif yang menjadi prasyarat pembentukan daerah otonom baru justru terabaikan. Sehingga yang terjadi selama ini pemekaran daerah otonom (yang dilaksanakan sejak 1999) disebabkan sentimen etnis dan tidak meratanya pembagian kue pembangunan. jumlah penduduk. yaitu untuk mengembangkan daerah dan pada akhirnya mewujudkan kesejahteran masyarakat. dinyatakan bahwa daerah dapat dibentuk atau dimekarkan jika memenuhi syarat-syarat antara lain: kemampuan ekonomi. mengandung potensi yang besar pula untuk suatu tindakan manipulasi. Bila dibaca Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007.Pemekaran daerah pun makin melenceng dari tujuan awal. Penghapusan. maka akan timbul posisi dan jabatan baru. ini berimplikasi lebih jauh lagi dengan munculnya sistem birokrasi baru yang lebih besar dibandingkan sebelumnya. semestinya pemerintah menetapkan kebijakan yang tegas menyangkut masalah pemekaran. Dalam nuansa politik yang kental itu. sosial politik. Posisi dan jabatan ini tentunya tidak terlepas dari adanya aliran dana dari pemerintah pusat (APBN) kepada pemerintah daerah. potensi daerah. sosial budaya. kriteria tersebut dirasakan kurang bersifat operasional. luas daerah. dan Penggabungan Daerah sudah sangat jelas mengatur tata cara pemekaran. Namun. dalam bentuk standardisasi berapa besar nilai setiap indikator sehingga suatu daerah layak untuk dimekarkan. Namun. Moratorium Pemekeran Daerah Pasca tragedi meninggalnya Ketua DPRD Sumut Azis Angkat setelah dikeroyok para demonstran. aturan itu tidak berjalan simetris dengan proses politik yang terjadi. Realitas ini semestinya menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk meninjau ulang pemekaran daerah. serta pertimbangan lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah. Sudah menjadi rahasia umum bahwa dengan adanya pemekaran pemerintah daerah. uang menjadi faktor dominan pertimbangan politik masih menjadi acuan utama pemekaran sebuah wilayah otonom. Misalnya. Dan. prosedur pemekaran yang berdasarkan hasil penelitian yang dibuat oleh daerah yang ingin dimekarkan tersebut. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran. Semua kriteria yang sudah terukur jelas menjadi kabur ketika prosesnya menjadi sangat politis. Lemahnya dasar penentuan kriteria ini telah menimbulkan celah terjadinya potensi kerja sama antara daerah yang ingin dimekarkan dan aparat pemerintah pusat termasuk DPR. “Tragedi .

Pemekaran juga dianggap sebagai bisnis kelompok elit di daerah yang menginginkan jabatan dan posisi. Mudahnya pengajuan aspirasi pemekaran wilayah membuat banyak pihak berlomba-lomba memanfaatkannya dengan tujuan mencari keuntungan. Dari berbagai hasil penelitian yang dijelaskan di atas. konsekuensi pemekaran jelas makin memberatkan beban anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk membiayai daerah-daerah baru tersebut. Partai politik. pemerintah daerah dituntut untuk menunjukkan kemampuannya menggali potensi daerah. Eforia demokrasi juga mendukung. Lebih jauh lagi. Hal ini bermuara kepada upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang pada gilirannya menghasilkan suatu perekonomian daerah berbiaya tinggi. .demokrasi” tersebut adalah momentum tepat untuk melakukan moratorium pemekaran daerah baru. pemekaran membuka peluang untuk terjadinya bureaucratic and political rentseeking. menjadi kendaraan kelompok elit ini menyuarakan aspirasinya. Dengan kejadian di Medan itu. yakni kesempatan untuk memperoleh keuntungan dari pemekaran wilayah. Tingginya konflik yang terjadi selama ini disebabkan oleh lemahnya kontrol pemerintah pusat dan luasnya ”partisipasi” masyarakat terhadap pemekaran daerah. Baik untuk pembiayaan aparatur baru. ataupun anggaran pelayanan publik. baik dana dari pemerintah pusat maupun dari penerimaan daerah sendiri. yang memang sedang tumbuh. Di sisi lain. Pemekaran ternyata tidak cukup sampai di sini. infrastruktur seperti perkantoran baru. Sebab. ada baiknya pemerintah menghentikan dulu pemekaran pada 2009 sampai selesai dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan otda dan pemekaran. sebagai sebuah daerah otonom baru. termasuk untuk mendorong pemekaran daerah. Moratorium atau penghentian itu diperlukan untuk membenahi rancangan dasar kebijakan pemekaran daerah yang selama ini telah melenceng dari tujuan awal dan kerap memicu konflik yang tak teredam. Meski. sejak dilakukan kali pertama pada 1999. dalam sidang paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada 22 Agustus 2008 Presiden SBY menyampaikan perlunya dilakukan evaluasi terhadap pemekaran. Yang terjadi adalah sebaliknya. tampak helas bahwa pemekaran bukanlah jawaban utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu. belum sekali pun pemerintah mengevaluasi daerah-daerah hasil pemekaran. DPR dan pemerintah harus berani mengambil keputusan politik menetapkan moratorium. Ini jelas berseberangan dengan tujuan dari otonomi itu sendiri.

Penggabungan. (2) mendorong kerjasama antar pemerintah daerah. Revitalisasi tersebut diarahkan untuk: (1) memperjelas pembagian kewenangan antar tingkat pemerintahan. Padang bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Padang 14 April 2009. pemerintah sudah mengeluar PP 6/2008 tentang Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD). 14 Juli 2009 hambatan otoda dalam pembangunan daerah . Memang. (4) meningkatkan kualitas aparatur pemerintah daerah. Selain PP 78/2007 tentang Pembentukan. dan Penghapusan Daerah. serta (6) menata daerah otonom baru (DOB). akan bisa dibuat pertimbangan. Padang. maka relevan juga soal tuntutan adanya evaluasi daerah otonom. Apakah daerah pemekaran layak tetap menjadi daerah otonom ataukah harus dilakukan penghapusan dan kemudian digabungkan dengan daerah lain. 14 April 2009. berbagai pemekaran daerah yang terjadi tak mesti ditimpakan begitu saja kepada pemerintah saat ini. sebab juga sudah berlangsung sejak tahun 1999. Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) dan Pengajar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas Selasa. Kalau kedua regulasi itu dilaksanakan. bila dibaca Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 menempatkan revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah ini sebagai satu prioritas dalam pembangunan nasional. (3) menata kelembagaan pemerintah daerah agar lebih efektif dan efisien. utamanya daerah otonom baru. Selain itu. Makalah dipersiapkan dalam rangka Seminar “Quo Vadis Pemekaran Daerah”. Dalam situasi pemekaran yang begitu marak ini. juga menjadi tetap relevan untuk melihat upaya pemerintah menata atau melakukan moratorium pemekaran. pemerintah tak perlu ragu untuk menggabung daerah yang memang gagal melakukan otonomi daerah.Padahal. diadakan oleh Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas. di Hotel Bumiminang. pemerintah sebenarnya sudah membuat dua instrumen evaluasi. Bahkan. Tapi. (5) meningkatkan kapasitas keuangan pemerintah daerah.

masih rendahnya kerjasama antar pemerintah daerah. misalnya tentang pendidikan. pengelolaan suatu kawasan atau pelayanan tertentu. antara lain: belum jelasnya pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah. dan kewenangan bidang lain) dan perubahan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Kebijakan ini dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan keadaan. agama. pertahanan keamanan. serta kehutanan dan pertambangan. masih terbatasnya kapasitas keuangan daerah. Hal demikian mengakibatkan berbagai permasalahan dan konflik antar berbagai pihak dalam pelaksanaan suatu peraturan. berbedanya persepsi para pelaku pembangunan terhadap kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. penanaman modal. baik di dalam maupun di luar negeri. Kebijakan tersebut merupakan pelaksanaan dari salah satu tuntutan reformasi yang muncul pada tahun 1998. dan pembentukan daerah otonom baru (pemekaran wilayah) yang masih belum sesuai dengan tujuannya. Hal ini mengakibatkan muncul berbagai permasalahan. dan lainnya. dan antara provinsi dan kabupaten/kota. tenaga kerja. pengaturan pembagian hasil sumberdaya alam dan pajak. masih terbatas dan rendahnya kapasitas aparatur pemerintah daerah. Kewenangan daerah masih banyak yang belum didesentralisasikan karena peraturan dan perundangan sektoral yang masih belum disesuaikan dengan undangundang tentang Pemerintahan Daerah. Hal ini ditandai antara lain dengan lemahnya peran Gubernur dalam koordinasi antar kabupaten/kota di wilayahnya. peradilan. Berbagai permasalahan tersebut diperbaiki melalui revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah. Persepsi yang belum sama antar para pelaku pembangunan baik di jajaran pemerintah pusat. yang efektif berlaku 1 Januari 2004. pemerintah daerah. karena dalam ketentuan Pasal 4 ayat (2) UndangUndang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan bahwa . pertanahan. pengelolaan APBD. belum terbentuknya kelembagaan pemerintah daerah yang efektif dan efisien. masih ditemukan berbagai permasalahan. Belum optimalnya proses desentralisasi dan otonomi daerah yang disebabkan oleh perbedaan persepsi para pelaku pembangunan terhadap kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. Belum jelasnya pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sejak dilaksanakannya undang-undang tersebut. Selain itu juga menimbulkan tumpang tindih kewenangan antara pusat dan daerah. yang telah dimulai dengan mengganti kedua undang-undang tersebut menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. Kebijakan ini merubah sistem penyelenggaraan pemerintahan dari yang sebelumnya bersifat terpusat menjadi terdesentralisasi meliputi antara lain penyerahan kewenangan pemerintah pusat ke pemerintah daerah (kecuali politik luar negeri. Melalui kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah maka pengambilan keputusan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan penyediaan pelayanan publik diharapkan akan menjadi lebih sederhana dan cepat karena dapat dilakukan oleh pemerintah daerah terdekat sesuai kewenangan yang ada. yaitu antara lain dalam hal kewenangan.Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. dan para pelaku pembangunan lainnya telah menimbulkan berbagai permasalahan dalam penyelenggaraan pemerintahan. pekerjaan umum. fiskal moneter.

Hal lainnya yang menjadi masalah adalah masih kurangnya etika kepemimpinan di jajaran pemerintahan daerah. Masih rendahnya kerjasama antar pemerintah daerah. maupun segi profesionalisme. dan lain-lain.masing-masing daerah berdiri sendiri dan tidak mempunyai hubungan hierarki satu sama lain. tidak adanya kepastian waktu. hutan. Hal ini ditandai dengan terbatasnya penerapan prinsip efektivitas. serta tidak proporsionalnya distribusi. perbatasan antar daerah. pertanian. Selain itu prasarana dan sarana pemerintahan masih minim dan penetapan dan pelaksanaan standar pelayanan minimum belum jelas. Masih terbatasnya kapasitas keuangan daerah. Ini kemudian dipersepsikan bahwa antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota tidak ada hubungan hirarkinya. Selain itu belum terbangunnya sistem dan regulasi yang memadai di dalam perekrutan dan pola karir aparatur pemerintah daerah menyebabkan rendahnya berkualitas SDM aparatur pemerintah daerah. tambang dan mineral. serta sumber daya laut yang melintas di beberapa daerah yang berdekatan. Belum efisiennya prioritas alokasi belanja daerah secara proporsional. Sehubungan dengan pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. yang ditandai dengan lambatnya kinerja pelayanan. dan hasil-hasil pembangunan maupun penyelenggaraan pemerintahan tidak dikoordinasikan dan dilaporkan kepada Gubernur namun langsung kepada Pemerintah Pusat. Juga dalam hubungan kerja antar lembaga. sumberdaya air. serta terbatasnya kemampuan pengelolaannya termasuk dalam melaksanakan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. dan wilayah dengan tingkat urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Masih terbatasnya dan masih rendahnya kapasitas aparatur pemerintah daerah. dan kurang responsif terhadap permasalahan yang berkembang di daerahnya. Struktur organisasi pemerintah daerah umumnya masih besar dan saling tumpang tindih. Belum efektif dan efisiennya penyelenggaraan kelembagaan pemerintah daerah. Bahkan menimbulkan berbagai penafsiran ketentuan peraturan perundangundangan dalam mengimplementasikan kewenangan otonomi khusus. termasuk antara Pemerintah Daerah. beberapa peraturan perundangan masih belum sejalan antara satu dengan lainnya. serta profesionalisme. perkebunan. serta pada pengelolaan dan pemanfaatan bersama sungai. perencanaan. Kerjasama antar pemerintah daerah masih rendah terutama dalam penyediaan pelayananan masyarakat di wilayah terpencil. dan organisasi non pemerintah belum berjalan secara optimal. pendidikan. kesehatan. Pada sisi lain hubungan hirarki secara langsung antara pemerintah kabupaten/kota dengan Pemerintah Pusat akan memperluas rentang kendali manajemen pemerintahan dan pembangunan. Berbagai hal tersebut berpotensi menimbulkan ketidakefisienan dan ketidakefektifan pemanfaatan sumber daya. dan optimalisasi pemanfaatan sumber-sumber penerimaan daerah. efisiensi. dan terbatasnya kesejahteraan aparat pemerintah daerah. Pembentukan daerah otonom baru (pemekaran wilayah) yang masih belum sesuai . Seringkali kebijakan. baik dari segi jumlah dan penempatan. Hal ini ditunjukkan masih terbatasnya ketersediaan aparatur pemerintah daerah. dan perikanan termasuk pengolahan pasca panen dan distribusi. masyarakat. dan dalam perdagangan. baik pada pemerintah provinsi maupun kabupataen/kota. menyebabkan tingkat pelayanan publik tidak berjalan optimal. tidak berjalannya prinsip transparansi.

Jalannya pemilu tahun 2009 bisa berjalan dengan baik. namum pada pelaksanaannya pengawasan terutama pada masa orde baru bertindak tidak indefenden karena secara Lembaga Pemilihan Umum (LPU) -kalau sekarang kedudukannya sama dengan Komisi Pemilihan Umum. tokoh masyarakat. dan wewenang pengawas pemilui diatur dalam undangundang no 23 tahun 2002 demi meningkatnya kualitas dari pemilu tahun 2004. dalam pelaksanaannya proses pembentukan daerah otonom baru lebih banyak mempertimbangkan aspek politis.dengan tujuannya. dan kewenangan tidak dirumuskan secara jelas. dan Undang-undang no 24 tahun 2004 tentang Makhkamah Konstitusi. Undang-undang no 2 tahun 2008 tentang partai politik. Selain itu. Meski dalam pelaksanaannya pemilu tahun 2004 berjalan dengan lancar dan tertib namun tetap saja masih meninggalkan beberapa macam catan besar yang mendasar dalam pemilihan umum yakni berupa pelanggaran pemilu baik curi start kampaye. dan belum mempertimbangkan aspek-aspek lain selain yang disyaratkan melalui peraturan perundang-undangan yang ada. Pengawas Pemilu Lapangan. dan Pengawas . politik uang. Panwaslu Kabupaten/Kota. Yang anggotannya terdiri dari anggota kepolisian.dipimpin oleh Jaksa Agung . maupun pelangaran lainnya. Panwaslu Kecamatan. kemauan sebagian kecil elite daerah. tidak dirasakan oleh masyarakatnya. tugas. Panwaslu Provinsi. Ketertinggalan pembangunan suatu wilayah karena rentang kendali pemerintahan yang sangat luas dan kurangnya perhatian pemerintah dalam penyediaan pelayanan publik. bahkan di beberapa daerah kondisinya tetap seperti semula. perguruan tinggi. serta terminimalisirnya pelanggaran pemilu Dalam undang-undang no 22 tahun 2007 pasal 70 ayat (1) Pengawasan penyelenggaraan Pemilu dilakukan oleh Bawaslu. terbentuknya daerah otonom baru setiap tahunnya akan membebani anggaran negara karena meningkatnya belanja daerah untuk keperluan penyusunan kelembagaan dan anggaran rutinnya sehingga pembangunan di daerah otonom lama (induk) dan baru tidak mengalami percepatan pembangunan yang berarti. Diharapkan dengan adanya Undang-undang no 22 tahun 2007 tentang penyelengaraan pemilu. Diposkan oleh daulah. fungsi. lancar.alfarisi di 16. dan pers. Namun demikian. Dewan Perwakilan daerah. Siapa yang yang berhak melakukan tindakan untuk menegakan aturan pemilihan umum dan kepada siapa pihak-pihak yang terlanggar haknya melakukan laporan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilu indonesia mencantuntumkan dengan jelas kedudukan. terutama apabila terjadinya pelanggaraan terhadap pelaksanaan pemilihan umum. kejaksaan. yaitu kesejahteraan masyarakat. Undang-undang no 10 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. sering menjadi alasan untuk pengusulan pembentukan daerah otonom baru sebagai solusinya.yang diketuai oleh Menteri Dalam Negeri dan Panitia Pengawas Pelaksanaan Pemungutan Suara (Panwaslakpus) -sekarang kedudukannya sama dengan Badan Pengawasa Pemilihan Umum. Pelayanan publik yang semestinya meningkat setelah adanya pembentukan daerah otonom baru (pemekaran wilayah).47 0 komentar pengawasan pemilu dan demokrasi Sejak bergulirnya pemilu pertama di Indonesia memang sudah ada konsep dan implimentasi dari kegiatan pengawasaan terhadap jalannnya pemilihan umum. Apa lagi dalam pelaksanaannya kedudukan.

dalam pasal 66 ayat (2) dan (3) Peraturan KPU no. kabupaten/kota. dan 9. memang undang-undang penyelengaraan pemilihan umum no 22 tahun 2007 dan undang-undang no 10 tahun 2008. atau KPU Kabupaten/Kota. Meneruskan temuan dan laporan yang bukan menjadi kewenangannya kepada instansi yang berwenang. bisa dikatakan lengkap. dengan tidak adanya kewajiban melakukan investigasi dan tindakan langsung tanpa menunggu laporan masyarakat . 8. Aturan ini sangat penting agar pembantu panitia baik dari tingkat pusat sampai tingkat daerah agar tidak terjadi perebutan kompetensi pelaksanaan tugas dan kewenangan . Sebenarnya yang menjadi masalah sebenarnya adalah bagaimana tugas dan wewenang itu dilaksanakan.Pemilu Luar Negeri. Sekretaris Jenderal KPU. 2. 19 tahun 2008. pegawai Sekretariat Jenderal KPU. Kedua. dan kecamatan. KPU Provinsi. namun kalau dilihat secara mendetail maka peran pengawas pemilu hanya berperan pasif saja. Mengawasi pelaksanaan penetapan daerah pemilihan dan jumlah kursi pada setiap daerah pemilihan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu. Akan muncul berbagai macam peyataan. pengawasan terhadap tahapan pemilu tidak dapat optimal . Menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan perundangundangan mengenai Pemilu. dan kecamatan dalam melakukan pengawasan terhadap tahapan penyelenggaran pada tingkat nasional. Ketiga. pembagian tugas yang jelas oleh badan pengawas pemilihan umum kepada panitia pengawas provinsi. 6. Mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu. PanwasKabupaten/Kota dan Panwas Kecamatan Hubungan pengawas pemilihan umum dengan Komisi Pemilihan Umum. provinsi. Dan Sengketa Pemilu diselesaikan oleh Bawaslu. dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu yang sedang berlangsung. Pertama. Komisi Pemilihan Umum Provinsi kedudukannya lebih tinggi dari pada Panitia Pengawas Pemilihan Umum Provinsi . kabu[aten/kota. pegawai sekretariat KPU Provinsi. Pertama. Yang tidak kalah penting ialah bagaimana sengketa diselesaikan oleh panitia pengawas pemilu yakni dari pangawas pemilu yang kedudukannya paling tinggi (bawaslu) sampai kepaling bawah sesuai dengan kompetensinya. di mana satu pengawas bertanggungjawab untuk mengawasi 9 TPS. 3. Menetapkan standar pengawasan tahapan penyelenggaraan Pemilu sebagai pedoman kerja bagi pengawas Pemilu di setiap tingkatan. sedangkan laporan pelanggaran ketentuan yang mengandung unsur pidana diteruskan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia sesuai tingkatannya. Mengawasi pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi pengenaan sanksi kepada anggota KPU. Yang mana Laporan pelanggaran ketentuan yang bersifat administratif diteruskan kepada KPU. sekretaris KPU Provinsi. 5. KPU Provinsi. Dengan keterbatasan ini. Walaupun sudah diatur mengenai panitia pengawas sampai pada pengawas lapangan tapi jumlah personil yang ada saat ini sangat terbatas. 4. Tugas dari pengawas pemilu (Bawaslu) diatur dalam pasal 74 ayat (1) yakni: 1. Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang ditetapkan oleh undang-undang. Menyampaikan temuan dan laporan kepada KPU untuk ditindaklanjuti. Panwas Provinsi. Inilah yang harus diatur oleh badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu). sekretaris KPU Kabupaten/Kota. KPU Kabupaten/Kota. 7.

Yang jelas bahwa bawaslu dengan KPU maupun Panwaslu provinsi. hubungan antara Bawaslu dengan KPU harus intensif tetapi ”jangan terlalu dekat”.kedudukanan. pasal 1 angka 6 meyatakan bahwa KPU sebagai penyelengara pemilu. Kedua peryataan ini perlu di jernihkan agar tidakmenimbulkan pertanyaan yang berkepanjangaan. serta KPU Provinsi. pegawai Sekretariat Jenderal KPU. Panwaslu Kecamatan. Panwaslu Daerah bukan bawahan dari KPU Daerah Benarkah pendapat atau sikap yang menyatakan bahwa Bawaslu bawahan dari KPU atau Panwaslu daerah adalah bawahan dari KPU daerah? Dalam pasal 70 ayat (1) UU no 22 tahun 2007 tentang penyelengaraan pemilihan umum. dalam menyampaikan temuan (pelanggaran yang bersifat administratif) dan melaporan kepada KPU untuk ditindaklanjuti (pasal 74 ayat (1) huruf c). pola hubungannya hampi sama dengan antara Bawaslu dengan KPU. Panwaslu kabupaten/kota dengan KPU provinsi. pegawai sekretariat KPU Provinsi. serta KPU sendiri yang mengusulkan 15 nama calon Bawaslu (pasal 88 ayat (3) huruf h). Disamping itu setelah terbentuknya Bawaslu. Sehingga dalam pertanggung jawaban juga sendiri tidak ada pertanggung jawabannya. dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu yang sedang berlangsung Sementara hubungan antara Panwaslu provinsi. Pasal 87 ayat (1)Undang-undang no 22 tahun 2007 sudah mengatur hubungan dari belum terbentuknya bawaslu yakni KPU membentuk tim seleksi untuk membentuk bawaslu. Panwaslu Lapangan. yang mana. Yang kerap mengemuka adalah peryataan bahwa adalah KPU dari pusat hingga daerah tidak dapat diawasi oleh pengawas pemilu. Panwaslu kabupaten/kota dengan KPU provinsi. KPU kabipaten/kota. 2. Menyatakan bahwa Panitia Pengawas Pemilu adalah Bawaslu. bahwa KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota tidak dapat diawasi oleh Panwaslu Provinsi dan Panwaslu Kabupaten/Kota. Bawaslu (pengawas pemilu secara umum) mengawasi seluruh tahapan penyelenggaraan pemilihan umum. Panwaslu Provinsi. Untuk menjawab dan menjernihkan peryataan diatas kita perlu kembali kepada UU pemilu berkenaan dengan pada tugas dan kewenangan pada pasal 74. sekretaris KPU Provinsi. yang tugasnya melakukan pengawasaan terhadap seluruh proses penyelengaraan. sekretaris KPU Kabupaten/Kota. Dan memberikan rekomendasi kepada KPU untuk menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan sanksi administratif atas pelanggaran sebagaimana yang dilakukan sanksi kepada anggota KPU. Peryataan ini agak kontras dengan pernyataan lainnya yang mengatakan bahwa Pengawas Pemilu bertugas mengawasi KPU. begitu juga KPU kabupaten/kota juga lebih tinggi dari Panwaslu Kabupaten/Kota atau Panwaslu Kabupaten/Kota bertanggung jawab kepada Panwaslu Provinsi atau KPU kabupaten/kota. dengan Panwaslu provinsi. Bawaslu terpisah dari KPU dan bersifat Mandiri. KPU Provinsi. Sekretaris Jenderal KPU. sementara penyelanggra pelaksanaan pemilu provinsi. kabupaten/kota. kabupaten/ kota. 1. KPU Kabupaten/Kota. Panwaslu Kabupaeten/Kota. Dan Panwaslu Luar Negeri. Kedua. kabupaten/kota adalah KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota (angka 7). Lalu siapa penyelengaraan pemilu. Lalu bagaimana hubungan antara KPU dengan Bawaslu. Kpu kabupaten/kota tidak ada hubungan hirarki (atasan dan bawahan) karena masing-masing supra suktur pemilu ini bekerja dengan terpisah dan mandiri. .

Anggota pengawas pemilu pun tidak luput dari ketentuan . Terhadap uang itu tersangka menyatakan uang itu untuk mengurus pajak PT Megah. sementara kasus pidana harus diteruskan kepada penyidik."Terhadap penanganan perkara i. Dengan demikian jelaslah bahwa tidak ada satu perundangan dan keputusan KPU manapun yang menyatakan bahawa panwaslu provinsi.07 0 komentar [html] Jakarta . Kejagung membeberkan kronologi bagaimana dakwaan disusun hingga alasan pasal korupsi dihapus." ungkap Cirus. hanya terbukti penggelapan. Pengawas pemilu berwenang menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan penyelenggaraan pemilu. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Jl Sultan Hasanuddin. hanya 2 pasal yang terbukti yaitu pencucian uang dan penggelapan. Diposkan oleh daulah. Eka Kurnia Sukmasari. . KPU kabupaten/ kota. Tapi berbeda dengan Polri. dan Ika Syafitri. jadi hanya diam di rekening Gayus. Baik itu peserta pemilu. kini giliran Kejagung yang membantah ada rekayasa dalam kasus Gayus Tambunan. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri .." ujar jaksa yang juga menangani kasus Antasari Azhar ini.alfarisi di 16. "Setelah dilimpahkan ke pengadilan. Senin (22/3/2010). baik dalam rekayasa kasus ataupun dugaan suap." kata jaksa peneliti kasus Gayus.Setelah Polri. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Jakarta. kini giliran Kejagung yang membantah ada rekayasa dalam kasus Gayus Tambunan.detikNews "Terhadap penanganan perkara ini tidak ada permainan. panwaslu kabupaten/ kota adalah bawahan dan bertanggung jawab kepada KPU provinsi.Dengan demikian dapat diartikan bahwa setiap pelanggaran peraturan perundangundangan yang terjadi pada setiap tahapan harus diproses oleh pengawas pemilu.detikNews Selain Cirus. Kejagung membeberkan kronologi bagaimana dakwaan disusun hingga alasan pasal korupsi dihapus. Saat itu dengan sangkaan korupsi. jaksa peneliti berkas perkara tersebut adalah Fadil Regan. Jakarta .. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Uang itu setoran pajak dari PT Megah Citra Jaya Garmindo. dan penggelapan. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. siapa pun yang melakukannya. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . berdasarkan hasil penelitian jaksa. Memang tidak semua pelanggaran atas peraturan perundang-undangan dapat diselesaikan oleh pengawas pemilu.detikNews Uang itu tidak digunakan dan dikembalikan.detikNews Cirus menyatakan. Tapi uang masuk ke rekening Gayus. pemiliknya Mr Sun. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri .detikNews Namun. Cirus Sinaga.detikNews "Uang itu berasal di transfer PT Megah Citra Jaya Garmindo. Misalnya pelanggaran administratif harus diteruskan kepada KPU. jaksa tidak menyebut setoran uang dari Roberto Antonious." terangnya. dalam jumpa pers di Kejagung. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri .Setelah Polri. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus... money laundering. itu 2 kali dalam 2 tahap.detikNews "Penanganan kasus ini dimulai dari pengiriman SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan) dari Mabes Polri ke Kejagung. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. tapi setelah dicek. tidak tahu berada di mana. pasal korupsi tidak disangkakan dengan pertimbangan uang Rp 370 juta masih dalam rekening. Jaksa mengajukan tuntutan 1 tahun dan masa percobaan 1 tahun. warga yang berhak memilih bahkan penyelenggara pemilu sekalipun. warga Korea.

detikNews "Karena takut hilang.detikNews "Uag Rp 370 juta bukan tindak pidana karena perjanjian mengurus pajak.” tuturnya usai sidang. dan 16 februari US$ 13 ribu. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. bukan money laundering. pengacara Asnun. dituntut hukuman penjara tiga tahun enam bulan dan denda Rp250 juta di Pengadilan Negeri Jakarta Timur." imbuhnya. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. lengkap dengan kwitansinya.6 miliar yang ada di rekening Gayus." tegas Cirus. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri ." jelasnya. Atas tuntutan ini. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . 22/03/2010 16:47 WIB Jakarta-Yustisi. Cirus menjelaskan. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . biaya yang dibutuhkan mencapai US$ 6 juta dolar dan Andi baru menyerahkan uang secara tunai dalam 6 tahap. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Sebelumnya.detikNews Selain itu. Itu mengurus pajak dalam jabatan Gayus sebagai pegawai.detiknews. 10 November US$ 200 ribu. Menurut Jaksa Penuntut Umum Yori Rowando. kliennya merupakan korban rekayasa kasus ini. jaksa berani mengambil sikap untuk menuntut Gayus dengan pasal 372 KUHP dengan pidana penjara 1 tahun dan percobaan 1 tahun. Total US$ 2. “Kan sudah jelas dalam kasus ini ada rekayasa yaitu rencana tuntutan.detikNews "Dan di Pengadilan Tangerang Gayus tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Yang pertama 1 Juni 2008 US$ 900 ribu.detikNews Terkait uang Rp 24.com I Senin. yah KAJIAN . hakim Muhtadi Asnun didakwa menerima uang sebesar US$ 40 ribu untuk membebaskan Gayus dari perkara pencucian uang pada 2009. tapi penggelapan pajak murni. Firman Wijaya mengatakan. Andi adalah pengusaha properti di Batam. Bukan korupsi. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . 15 September 2008 US$ 650 ribu.8 juta. Uang itu akan digunakan untuk membangun ruko.Jaksa juga berkesimpulan hal itu bukan money laundering. terdakwa kasus suap saat menangani perkara pajak Gayus H Tambunan. terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur Pasal 6 ayat 2 UU No. Perjanjian ditandatangani 25 Mei 2008. uang tersebut milik Andi Kosasih. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Senin (8/11).detikNews Sumber: us.detikNews (ndr/nrl) Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.detikNews "Gayus diberi kepercayaan Andi untuk pengadaan properti ruko seluas 2 hektar di Jakarta Utara. Uang diserahkan di rumah orang tua istri Gayus. 10 Desember US$ 500 ribu.detikNews Karena itu. Seharusnya masalah rentutnya dulu yang diselesaikan baru perkara Pak Asnun. bukan menyuap. setelah diteliti berdasarkan alat bukti. Sidang dilanjutkan pekan depan untuk penyampaian pembelaan terdakwa dan penasihat hukumnya." tutupnya. 31/1999 jo UU No 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.com: Hakim Muhtadi Asnun. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. 27 Oktober 2008 US$ 260 ribu. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. uang dimasukkan Gayus ke Bank Panin.

UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah jo PP Nomor 129 Tahun 2000 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran. (2) Implikasi pemekaran daerah. Pada Pasal 6 ayat (1) dan (2) UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan ?? Daerah dapat dihapus dan digabung dengan daerah lain. Dalam hubungan ini. Sementara. pada Pasal 5 ayat (1) disebutkan: ?Pembentukan daerah sebagaimana dimaksud pada pasal 4 harus memenuhi syarat administratif. pembentukan daerah atau dalam hal ini pemekaran daerah tidak bisa dilakukan secara serampangan. dan Daerah Otonom dapat dimekarkan menjadi lebih dari satu daerah jika dipandang sesuai dengan perkembangan daerah?. 129 Tahun 2000. Pemekaran. Sebuah pertumbuhan . sehingga total provinsi sebanyak 33 dan kabupaten/kota sebanyak 473. perihal pemekaran daerah diatur pada Pasal 46 ayat (3) dan (4). Pada ayat (4) disebutkan bahwa pemekaran dari satu daerah menjadi dua daerah atau lebih sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dilakukan setelah mencapai batas maksimal usia penyelenggaraan pemerintahan. tetapi pada kenyataannya daerah yang bersangkutan tidak menunjukkan kemajuan (progress) sebagaimana yang diharapkan. bukan rasional. terbukti adanya berbagai persyaratan dan kriteria yang harus dipenuhi dalam melakukan pemekaran. implikasi yang ditimbulkannya. sebagai berikut: ?Pembentukan daerah dapat berupa penggabungan beberapa daerah atau bagian daerah yang bersandingan atau pemekaran dari satu daerah menjadi dua daerah atau lebih?. jumlah daerah otonom baru sebanyak 7 provinsi dan 162 kabupaten/kota. Di dalam UU Nomor 32 Tahun 2004. kajian ini telah memperoleh temuan-temuan lapangan yang menarik. Sampai awal 2007. tentunya dapat ditelusuri hadirnya berbagai faktor yang melatarbelakangi pemekaran daerah. Melalui metode kajian yang bersifat kualitatif dan pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam di 14 (empat belas) provinsi dan 28 (dua puluh delapan) kabupaten/kota. dan (3) Kriteria-kriteria yang digunakan untuk melakukan pemekaran telah mengacu pada PP No.Model Evaluasi Pembentukan. telah menambah beban anggaran pemerintahan negara. Fakta bahwa pemekaran daerah telah menjadi euforia di era otonomi daerah pasca reformasi menjadi tidak terbantahkan. Secara legal formal. di antaranya: (1) Alasan utama pemekaran daerah ternyata lebih didasarkan pada faktor emosional. Dimotivasi oleh percepatan pertumbuhan demokrasi (lokal). Penggabungan Dan Penghapusan Daerah EXECUTIVE SUMMARY Era reformasi yang ditandai dengan meningkatnya tuntutan untuk melakukan pemekaran daerah berjalan seiring dengan regulasi pembentukan daerah otonom baru yang dianggap lebih mudah daripada waktu sebelumnya. dan kriteria-kriteria yang dapat ditawarkan dalam melakukan pemekaran daerah di Indonesia. Penghapusan dan Penggabungan Daerah memang memberikan ruang yang lebih leluasa bagi terbentuknya daerah otonom baru. teknis dan fisik kewilayahan?.

Zainal Abidin Syah) dinobatkan sebagai Gubernur pertama. 3. Implikasi pemekaran daerah terhadap daerah. Kondisi seperti ini terutama terjadi di Indonesia Timur seperti Papua (Keerom) dan Irian Jaya Barat (Kabupaten Sorong). terdapat alasan-alasan yang mendasari dilaksanakannya pemekaran daerah adalah: 1. pemekaran suatu daerah dilakukan karena alasan sejarah. 1. Sulawesi Tenggara (Konawe Selatan). Alasan historis. Alasan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. seperti terjadi pada pemekaran Provinsi Bangka Belitung (pemekaran dari Provinsi Sumatera Selatan) dan Provinsi Irian Jaya Barat (pemekaran dari Provinsi Papua) serta pemekaran Kabupaten Keerom (pemekaran dari Kabupaten Jayapura). 5. Alasan keadilan . Provinsi Bangka Belitung. Sebagaimana diketahui daerah yang dimekarkan akan mendapatkan anggaran dari daerah induk selama 3 tahun dan mendapatkan dana dari pemerintah pusat (DAU dan DAK). yaitu bahwa daerah hasil pemekaran memiliki nilai historis tertentu. Alasan anggaran. Sebagai contoh: Penduduk Bangka Belitung dengan penduduk Sumatera Selatan.pemerintahan daerah yang luar biasa. 6. Contoh: pemekaran Provinsi Kepulauan Riau. dan pemekaran yang terjadi di daerah lainnya seperti Kalimantan Timur (Kutai Timur). Hal ini dijadikan alasan utama karena adanya kendala geografis. Alasan ekonomi. 2. dan Lampung (Tanggamus). Artinya. 4. dan Provinsi Sulawesi Tenggara. Disamping itu di Pulau Movotai pada Perang Dunia II merupakan ajang penghalau udara Amerika Serikat. Berdasarkan hasil kajian. kemudian Provinsi Gorontalo dengan Sulawesi Utara. pemekaran daerah diharapkan akan menciptakan keadilan dalam hal pengisian jabatan pubik dan pemerataan pembangunan. dimana pemekaran daerah diharapkan dapat mempercepat pembangunan di daerah. Sebagai contoh: Provinsi Maluku Utara sebelumnya pernah menjadi ibukota Irian Barat. Sumatera Utara (Serdang Bedagai). pemekaran daerah dilakukan untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah. bahwa pemekaran dijadikan alasan untuk mendapatkan keadilan. terutama jika dibandingkan dengan masa Orde Baru. . Dari sisi implikasi. baik bagi pemerintahan daerah maupun pemerintahan pusat. Alasan kultural atau budaya (etnis). dimana Raja Ternate (Alm. yang meliputi organisasi perangkat daerah dan organisasi pusat di daerah. dimana pemekaran daerah terjadi karena menganggap adanya perbedaan budaya antara daerah yang bersangkutan dengan daerah induknya. infrastruktur dan sarana perhubungan yang minim. antara lain : o Pembentukan kelembagaan baru : Pemekaran daerah menimbulkan implikasi bagi kelembagaan daerah. demikian pula Kabupaten Minahasa Utara yang merasa berbeda budaya dengan Kabupaten Minahasa. Pembentukan daerah otonom baru telah menimbulkan berbagai implikasi yang terjadi pada semua level pemerintahan.

ternyata pemekaran daerah juga berpotensi menimbulkan kemiskinan atau dapat dikatakan pemekaran daerah berpotensi menimbulkan terjadinya pemiskinan. peralatan. maka pemekaran berimplikasi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di daerah tersebut. . baik itu mengenai demeografinya maupun kualitas dan komposisinya. o Lingkungan Hidup : Pemekaran daerah selain membawa implikasi positif juga dapat berdampak positif. Terbitnya berbagai Peraturan Daerah (Perda) yang berorientasi peningkatan PAD telah memberatkan masyarakat dan pada tataran yang lebih luas telah menimbulkan ekonomi biaya tinggi (high cost economy). dan BUMD. Penyebab ketidakharmonisan hubungan tersebut antara mengenai proses penyerahan P3D (penganggaran. baik berkenaan dengan politik anggaran maupun proses demokratisasi di daerah. antara lain : o Dalam aspek kelembagaan pemerintahan pusat. o Pola Hubungan Kerja di Daerah Pemekaran : Hubungan pemerintahan daerah dengan lembaga lainnya akan dapat berjalan dengan baik jika kondisi internal pemerintahan daerah tersebut telah berjalan baik dikarenakan pemerintahan daerah telah mampu menyelesaikan sebagian besar persoalan yang dihadapinya. o Pemberdayaan Ekonomi: Pemekaran daerah yang telah memperhitungkan potensi dan kesiapan daerah serta dilakukan dengan mekanisme yang tepat. o Sumber daya manusia : Pemekaran secara nyata telah membawa implikasi bagi dinamika sumber daya manusia di daerah otonom baru. o Kemiskinan : Selain meningkatnya pertumbuhan ekonomi di beberapa daerah yang secara nyata mempunyai daya saing sebagai daerah otonom baru. terutama dalam hal pemanfaatan sumber daya alam. Hal ini dapat bernilai positif jika itu ditunjukkan untuk meningkatkan kesejahteraan daerah. dan kewajiban-kewajiban lain yang harus diselesaikan oleh daerah induk selama masa pembinaan serta persoalan batas wilayah. DPRD. maka terbentuk kelembagaan daerah yang meliputi organisasi perangkat daerah (Dinas dan Lembaga Teknis Daerah). 2. Apabila tidak dikelola dengan baik. bukan saja mengenai penentuan ibukota daerah otonom baru dan penentuan batas wilayah. pemekaran daerah justru dapat menyebabkan kerusakan lingkungan akibat eksploitasi darerah yang berlebihan. namun jika terbentuknya daerah baru menimbulkan egosentris suatu masyarakat maka hal ini tentunya sangat merugikan bagi daerah yang bersangkutan. implikasi yang terjadi adalah penambahan jumlah kelembagaan vertikal di daerah. Implikasi pemekaran daerah terhadap pemerintahan pusat. o Politik lokal : Pemekaran daerah berimplikasi terhadap dinamika politik di daerah.Sebagai konsekuensi logis pemekaran daerah. personel dan dokumen) yang tidak tuntas. tetapi juga mengenai sumber-sumber kekuasaan dan tarik-menarik kepentingan di antara elit politik di daerah otonom baru.

bukan output. dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kemampuan daerah yang akan dimekarkan. Dari tabel dapat dilihat pelayanan yang dimakud adalah pelayanan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan. Tim merekomendasikan hal-hal sebagai berikut: 1. sebagaimana terdapat pada rekomendas kajian poin 2. Mencermati uraian pada kesimpulan di atas. dengan menambahkan beberapa perubahan khususnya untuk kriteria pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. sehingga banyak terjadi penyimpangan dari prosedur yang telah ditetapkan. sehingga 7 (tujuh) syarat/kriteria tersebut seolah-olah terpisah satu sama lain. implikasi yang terjadi adalah penambahan alokasi keuangan/anggaran untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerah. Tim mengusulkan persyaratan/kriteria untuk melakukan pemekaran daerah. 129/2000. dalam bentuk DAU maupun DAK. Pada indikator potensi daerah juga terdapat ’sarana pendidikan’ tetapi isinya bukan mengukur sarana tetapi kinerja. Dari syarat/kriteria dan indikator tersebut dapat disimpulkan hal-hal berikut: o Tidak ada kejelasan kluster yang memayungi syarat/kriteria. Hal ini sekaligus dapat menjadi alat untuk meminimalisir implikasi negatif yang ditimbulkan akibat pemekaran. o Pada indikator luas wilayah dan jumlah penduduk dibedakan . jumlah obyek wisata”. tetapi tidak ada penekanan pada tahap implementasi. Menurut hasil kajian. Sebagai contoh: dalam syarat/kriteria potensi daerah. pemerintah pusat – yang menangani urusan Pemerintah Pusat dan depertemen teknis – harus menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan penyerahan kewenangan tersebut. Secara garis besar dapat dikatakan terdapat dua prosedur pemekaran yakni pemekaran melalui jalur pemerintah (eksekutif) dan jalur DPR (legislatif). sehingga daerah otonom baru langsung memiliki tanggung jawab yang sama besar dengan daerah induknya. Dalam aspek hubungan keuangan dengan pemerintah pusat. indikator sarana pariwisata. Faktanya. Pemekaran daerah hendaknya didasarkan pada alasan-alasan yang rasional. Persyaratan dan kriteria: persyaratan dan kriteria yang ditetapkan lebih cenderung mengukur potensi/input. o Persyaratan/kriteria tersebut sebagian besar masih mengacu pada PP No. model evaluasi pemekaran daerah yang dilakukan berdasarkan PP 129/2000. Prosedur: untuk prosedur pemekaran daerah telah dirumuskan dengan cukup baik. adalah sebagai berikut: 1. 3. tercantum sub indikator ”jumlah hotel/akomodasi lainnya. indikator dan sub indikator tersedia. pemekaran daerah lebih banyak berasal dari inisiatif DPR.o o Dalam aspek kewenangan. Untuk itu. o Indikator dan sub indikator tersebut lebih mengukur potensi. 2. jumlah restoran/rumah makan. Prosedur pemekaran yang terjadi selama ini tidak melalui model ’transisi’.

2. o Namun. Penetapan daerah persiapan ditungkan dalam bentuk Perpres. 32 Tahun 2004 memang pernah diwacanakan. Terlebih lagi jika penilaian dilakukan melalui self-assesment. o Setelah 5 (lima) tahun menjadi daerah otonom. pemerintah daerah yang memenuhi persyaratan akan dimekarkan menjadi ’daerah persiapan’ dimana untuk provinsi dengan nomenklatur ’provinsi persiapan’ dan ’kabupaten/kota persiapan’ untuk kabupaten/kota. Sistem alokasi yang tersentralisasi telah gagal dalam memberikan hasil yang . Revisi UU No. apabila dinilai memenuhi persyaratan yang ditetapkan. maka dapat dilakukan penguatan (strengthtening) Kecamatan untuk mendekatkan pelayanan publik. persyaratan dan kriteria seketat apapun pada akhirnya tidak akan bermanfaat jika tim penilai (evaluator) tidak memiliki integritas (: kejujuran) yang memadai. Bagi pemerintah daerah yang tidak memenuhi persyaratan. 3. hal ini ditempuh guna mengurangi terjadinya in-efisiensi. maka faktor integritas menjadi kunci utama apakah sebuah daerah layak dimekarkan. tetapi dibentuk dalam ’daerah persiapan’. Selain itu adalah tidak efisiennya konsumsi sumberdaya lokal. yaitu daerah tidak langsung dimekarkan menjadi daerah otonom. Dalam hal ini reformasi desentralisasi mempunyai fokus pada perbedaan lokalitas dan mencoba mengembangkan kapasitas pemerintah daerah dalam memecahkan permasalahan-permasalahan di tingkat lokal. daerah tersebut dapat dipertimbangkan untuk dimekarkan kembali. Perlu dilakukan pentahapan dalam melakukan pemekaran daerah. Secara bertahap. o Setelah menjadi daerah persiapan selama dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun dan dilaksanakan penilaian oleh tim penilai.antara Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali. Pada tataran yang lebih tinggi dan skala yang lebih luas. tetapi mengalami keterbatasan-keterbatasan yang mengakibatkan tidak memenuhi persyaratan. maka daerah persiapan tersebut dapat diubah statusnya menjadi daerah otonom. tetapi belum menyentuh pengaturan tentang pemekaran daera 3-2. penghapusan dan penggabungan daerah (Pasal 5 s/d 8). pemekaran. 32 tahun 2004 yang terkait dengan pengaturan pembentukan. Pemerintah perlu merevisi UU No. 4. Mengapa Desentraliasi dan Tata Pemerintahan Lokal? Latar belakang dan asal muasal reformasi desentralisasi adalah tidak berfungsi dan gagalnya sistem pembuatan keputusan yang sentralistis dimana pemerintah pusat tidak dapat menyediakan solusi-solusi bagi tiaptiap komunitas di tiap-tiap lokalitas yang beragam. o Pemekaran daerah dilakukan secara berjenjang.

Dengan sistem desentralisasi. Namun demikian. Pajak yang ditarik secara terpusat oleh pemerintah pusat dan sistem konsumsi sumberdaya lokal merupakan sistem yang sangat menguntungkan bagi pemerintah pusat untuk mengontrol pengeluaran lokal dan pembuatan kebijakan di daerah. Tidak mengherankan apabila pada masa orde baru. pelayanan publik menjadi mudah direalisasikan mengingat adanya kedekatan antara penyedia layanan dan pengguna layanan. Asumsi dasar desentralisasi yaitu mendekatkan pelayanan dengan rakyat. Desentralisasi dan otonomi diharapkan menjadi solusi yang tepat untuk berbagai persoalan yang ada di daerah. Yang terakhir adalah kematangan sistem pemerintahan daerah dan masyarakat sipil di daerah. 22/1999 dan amandemennya UU No.efisien dan efektif dalam hal pengeluaran pemerintah pusat dan daerah. Sangatlah wajar jika kemudian tiap daerah telah mempunyai modal yang cukup mengenai pelaksanaan dan strategi tata pemerintahan lokal untuk kemudian memperkaya konsep otonomi daerah. salah satu mekanisme sentralisasi kekuasaan oleh pemerintah pusat berpusat pada pengontrolan alokasi dana untuk pembangunan daerah. Di setiap daerah. sistem tersebut dapat merusak hubungan antara penerimaan dan pengeluaraan di daerah dan masyarakat lokal tidak dapat mengawasi dan mengontrol keuangan pemerintah daerahnya masingmasing. Terlebih lagi mengingat bentuk negara Indonesia sebagai negara kepulauan yang sulit dijangkau dan setiap wilayah memiliki karakteristik yang sangat berbeda. pemerintah daerah dan masyarakat lokal memiliki pengalaman akan praktik tata pemerintahan yang baik seseuai dengan kondisi khusus masing-masing. Ketika masyarakat lokal cenderung untuk meminta banyak dari pemerintah daerah sehubungan dengan pelayanan publik dan lain sebagainya tanpa kesadaran akan biaya yang akan dikeluarkan oleh pemerintah daerah. . Hasilnya adalah kegagalan dalam alokasi sumberdaya lokal bagi masyarakat lokal itu sendiri. tingkat kepuasan masyarakat akan aktivitas pemerintah daerah akan semakin berkurang seiring ketidakmampuan pemerintah daerah membiayai pelayanan publik yang diinginkan oleh masyarakat lokal. Jalan yang terbaik untuk meminimalisasi persoalan yang diakibatkan gagalnya sistem yang tersentraliasi adalah reformasi desentralisasi. 32/2004 Indonesia memasuki tahapan baru kepemerintahan. Dengan diberlakukannya UU No. contohnya adalah sistem alokasi penerimaan pajak. dengan adanya tradisi mengenai tata pemerintahan lokal.

Prinsip rule of law termasuk di dalamnya due process of law dan prinsip keadilan. Untuk mencapai tata pemerintahan lokal yang baik. 3-3. Pemerintah daerah sendiri akan sulit untuk mereformasi dirinya sendiri. tata pemerintahan lokal mempunyai tahapan perubahan selayaknya evolusi dalam tiga tingkatan yaitu tata pemerintahan lokal responsif. Penciptaan demokrasi lokal adalah yang utama dimana dalam hal ini mencakup lembaga 2. tata pemerintahan yang baik adalah standar minimum bagi pemerintah daerah. Efisiensi dan efektifitas dari pemerintah daerah. sementara itu pembangunan masyarakat lokal sendiri sangat sulit dicapai jika hanya mengandalkan usaha sendirisendiri. tetapi juga menyangkut pengalihan kewenangan dari pemerintahan ke masyarakat. dan lainnya. kemudian berevolusi menjadi tata . tata pemerintahan lokal yang menjalankan desentralisasi membutuhkan lebih banyak kapasitas dan kapabilitas karena tata pemerintah lokal dalam bentuk ini mempunyai kewenangan dan sumber daya yang besar dan untuk memberdayakan kewenangan dan sumber daya tersebut dibutuhkan kapasitas dan kapabilitas Untuk itu diperlukan pembangunan dan reformasi dalam pemerintahan lokal dan masyarakat lokal. tata pemerintahan yang baik mengacu pada konsep sebagaimana yang sering ditekankan oleh World Bank selama dua dekade belakangan ini. kebijakan otonomi daerah itu tidak hanya perlu dilihat kaitannya dengan agenda pengalihan kewenangan dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah.Oleh karena itu. Mengutip Nikawa (2006). 4. hak pilih bagi masyarakat lokal. 3. 5. Selain itu. oleh karena itulah diperlukan suatu hubungan saling membangun antara pemerintah daerah dan masyarakat lokal dalam penciptaan tata pemerintahan lokal yang baik. terdapat beberapa prinsip utama yang harus diperhatikan. Perubahan Tata Pemerintahan Dalam tulisan ini. Pemberantasan korupsi. Justru inilah yang harus dilihat sebagai esensi pokok dari kebijakan otonomi daerah itu dalam arti yang sesungguhnya. Otonomi daerah berarti otonomi masyarakat di daerahdaerah yang diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang keprakarsaan dan kemandiriannya dalam iklim demokrasi dewasa ini. 1. partisipasi publik. Di era desentralisasi. Perwakilan lokal yang dipilih oleh masyarakat lokal.

Lebih lanjut Nikawa (2006) menjelaskan: “The responsive local governance means the good governance of local government. The governance partnership will keep and secure the sustainability of community. and provide the chance of citizen participation. The network governance is composed of the cooperation and responsiveness of local actors. In the network governance. which operate to organize the network issue and then policy network in specialized areas. dan tahapan terakhir adalah tata pemerintahan lokal kemitraan. This network functions in the participative decision-making process of local government. Reformasi pemerintah daerah dalam beberapa hal mengadopsi beberapa langkah berikut yaitu pemangkasan biaya. and NGOs are the actors. providing that the local people acquire maturity as an owner and user of power and control in locality. is characterized by the equal partnership between local actors and government. kondisi finansial pemerintah daerah yang stabil dan baik. 3-4. Also there is networking among local government and many local actors. dan pembangunan kapasitas dari pegawai negeri daerah. and the effective and efficient use of local resources though this cooperation. which attain more effective and efficient policy outcome. Untuk mencapai tata pemerintahan lokal oleh pemerintah daerah. peningkatan kemampuan organisasional dalam perumusan pengambilan kebijakan dan pelayanan publik. harus terdapat pengembangan kapasitas pemerintah daerah yang mencakup reformasi pemerintah daerah. the cooperation of provision of public services among them. the actors learn and grow in the governance partnership. Responsive local governance ought to carry out its duty of responsibility and accountability for local people. Local actors are mutually networked and exchange their information among them. While citizen participation is increasing. Reformasi Pemerintah Daerah. restrukturisasi. . local governance begins to change to the network governance. The community action group. pemerintah daerah dan masyaraka lokal harus mengubah dirinya sendiri. Dalam menuju tata pemerintahan lokal. privatisasi. Pemerintah daerah merupakan elemen penting dalam kehidupan masyarakat terutama pada era desentralisasi dan harus di tranformasikan untuk mencapai tata pemerintahan lokal yang sesuai dengan tuntutan desentralisasi. private company.pemerintahan network.

. Proses desentralisasi itu sendiri merupakan proses yang sangat penting dan menentukan masa depan Indonesia. pertumbuhan civil society. keterbukaan politik yang dirasakan belakangan ini. Tujuh tahun penyelenggaraan Desentraliasi di Indonesia setidaknya memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati angin demokrasi lokal yang disebut Pilkada ini. Pilkada sebagaimana diketahui bersama merupakan bentukan dari proses desentralisasi di Indonesia dengan dasar hukum UU No. tidak dapat dipungkiri bahwa kelahiran demokrasi di Indonesia membawa cerita yang tidak selalu manis. Sejak 2001. Saat ini semua kalangan masyarakat sudah menjadi partner dan stakeholder dalam demokratisasi Indonesia. elemen yang harus diperhatikan adalah pegawai negeri daerah dan masyarakat lokal. kampus. Namun demikian. 3-5. Perubahan dan transisi terjadi dimanamana di seluruh penjuru negeri. Hal ini terlihat dari dinamika masyarakat Lampung menyambut Pilkada yang akan diselenggarakan dalam waktu yang tidak lama lagi. Pembicaraan mengenai pilkada sudah menjadi bagian dari dinamika masyarakat lampung hari-hari belakangan ini dan sudah menjadi suatu yang awam dibicarakan berbagai kalangan masyarakat mulai dari pasar. sampai gedung pemerintahan. Pilkada Langsung dan Konsolidasi Demokrasi Satu peristiwa paling dramatis di akhir abad 21 adalah pergerakan Indonesia menuju demokratisasi. Pengembangan kapasitas dua element tersebut sangat menentukan dalam berfungsinya tata pemerintahan lokal. dan evaluasi kebijakan. harus diberikan kesempatan untuk berpastisipasi dalam skema kemitraan di tata pemerintahan lokal.indikator pelaksanaan tugas. kebebasan media dan tuntutan akuntabilitas pemerintah telah menjadi warna demokrasi Indonesia. Dalam reformasi demikian. Demi mencapai pengembangan kapasitas mereka. Keberhasilan dan kegagalan kebijakan ini akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap berbagai aspek kehidupan bangsa terutama kehidupan demokrasi di Indonesia. Indonesia memulai kembali proses desentralisasi yang terhenti sejak digagas pertama kali tahun 1933 oleh Hatta dalam tulisannya “Autonomi dan Centralisasi dalam Partai” dan selama tujuh tahun ini kebijakan desentralisasi memberikan banyak warna terhadap perjalanan berbangsa dan bernegara di Indonesia. 32 Tahun 2004 mengenai Pemerintahan Daerah.

Selain itu salah satu pemikiran diterapkannya desentralisasi adalah institusi demokrasi lokal akan lebih memahami dan merespon aspirasi lokal karena jika dilihat dari asfek jarak institusi dan masyarakat lokal yang dekat. Bagi calon . geliat Pilkada akhir-akhir ini semakin dinamis. masa depan demokrasi adalah adalah tiada henti. Oleh karena itulah demokrasi harus selalu diperkuat baik dengan penguatan institusi maupun penguatan civil society. Dipandang dari perspektif ini. Kepala daerah terpilih inilah yang nantinya akan menjadi pemimpin dalam pembangunan di daerah termasuk di dalamnya penguatan demokrasi lokal. Demokratisasi di Indonesia kemudian diperkuat dengan adanya pemilihan kepala daerah secara langsung atau yang lebih dikenal dengan Pilkada mulai tahun 2005. Hal ini akan tercapai melalui lembaga perwakilan masyarakat lokal dalam wadah yang DPRD melalui proses pemilu yang bebas. bisa menjadi semakin demokratik dan bisa juga semakin tidak demokratik. penyediaan pendidikan dasar dan layanan kesehatan. Pilkada merupakan institusi demokrasi lokal yang penting karena dengan Pilkada. di lampung sendiri. Di titik inilah desentralisasi dengan perwujudan otonomi daerah memiliki peran yang sangat penting dalam konsolidasi demokrasi. Kebijakan desentralisasi bukanlah tanggung jawab pemerintah pusat atau daerah semata namun juga merupakan tanggung jawab masyarakat lokal sebagai pihak yang memiliki hak utama dalam penyelenggaraan kehidupan lokal.Demokrasi menurut Diamond harus dipandang sebagai fenomena yang berkelanjutan (Diamond: 1999). mereka memiliki akses yang lebih baik terhadap informasi. Tantangan bagi penguatan demokrasi atau konsolidasi demokrasi ini adalah bagaimana memberikan akses demokrasi kepada masyarakat dan pembentukan serta penguatan institusi-institusi demokrasi. penerapan prinsip tata pemerintahan yang baik dan lain sebagainya. elemen-elemen demokrasi akan muncul dan berkembang dalam berbagai tingkatan dan tahapan dengan tingkat kecepatan yang berbeda-beda di setiap negara. Peran desentralisasi dalam konsolidasi demokrasi tersebut berasal dari adanya proses demokrasi yang memotivasi otoritas lokal dalam menjawab aspirasi dan kebutuhan konstituennya. perbaikan kesejahteraan rakyat. Perubahan demokrasi juga bergerak menuju arah yang berbeda. Desentralisasi bukan hanya persoalan pengaturan hubungan antar berbagai tingkatan pemerintahan namun juga merupakan persoalan mengenai hubungan antara negara dan rakyatnya. kepala daerah yang akan memimpin daerah dalam mencapai tujuan desentralisasi akan terpilih melalui tangantangan masyarakat lokal secara langsung.

Kesimpulan Meskipun banyak kritikus menyebut desentralisasi di Indonesia merupakan reformasi yang tidak selesai. 17(3): 251-68. Indra J. “Decentralization And Local Governance: Reinforcing Democracy And Effectiveness Of Local Government”. Nikawa. ‘Indonesia: What Do We Mean by Decentralization?’ Public Administration and Development. dkk (ed. 2006. N. Piliang. Tatsuro. Yayasan Harkat Bangsa bekerjasama dengan Partnership Governance Reform in Indonesia. Selain itu. Otonomi Daerah. 2003. Developing Democracy toward Consolidation. IV. lembaga swadaya masyarakat. Pilkada menjadi sarana masyarakat lokal untuk mengevaluasi kinerja calon selama yang bersangkutan menjabat sebagai kepala daerah. dengan demikian sedikit banyak akan semakin memupuk dan memperkuat demokrasi yang beranjak dewasa. Republic of Korea. swasta dan pemerintah daerah. S. Evaluasi dan Proyeksi. Diamond. University of Birmingham Devas. Lamb.incumbent yang maju untuk kedua kalinya. Saat ini bagi masyarakat lokal yang terpenting adalah memilih kepala daerah yang dinilai mampu untuk memimpin daerah. Daftar Pustaka Delay. (1997). Jakarta. Larry. Development Administration Group. Report to the Government of Indonesia. and Devas. Namun demikian tata pemerintahan partnership ini tampaknya masih jauh dari harapan untuk diwujudkan di Indonesia dalam waktu dekat. Seoul. Baltimore and London: The John Hopkins University Press. 1999. .. nada pesimis dan pandangan negatif dari berbagai kalangan tentang pelaksanaan pilkada di Indonesia tidak meniadakan arti pentingnya institusi ini dalam konsolidasi demokrasi di era desentralisasi ini.). Perubahan tersebut adalah perubahan dari tata pemerintahan sentralistik ke tata pemerintahan lokal menuju ke arah tata pemerintahan partnership antara masyarakat lokal. Paper presented in Regional Forum on Reinventing Government in Asia Building Trust in Government: Innovations to Improve Governance 6-8 September 2006. ‘Funding System for Daerah Percontohan’. N. perubahan yang significan banyak terjadi di tataran pemerintahan daerah. D. 1995.

February 6 Meninjau Ulang Urgensi Pemekaran Propinsi Batam Pos. R. dan di Nanggroe Aceh Darussalam yang mengalami isu pemekaran. Melbourne: Montech Pty Ltd. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Public Administration in Indonesia. Ini ironis mengingat pemerintah propinsi kerap mengkritik Jakarta yang kelewat membangun Jawa. Dampak infrastruktur yang lengkap ialah semakin berkembangnya daerah tersebut . Undang Undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah Indonesia.Rohdewohld. (1995). Kejadian ini tentu membuat miris semua pihak. Indonesia. Sementara pemerintah propinsi juga banyak dikritik karena gagal melakukan pemerataan. contohnya Provinsi Kepulauan Riau dan Banten yang sudah lama berdiri. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Sabtu 7 Februari 2009 Selasa (3/2) lalu kita dikejutkan peristiwa unjuk rasa rusuh yang berujung kematian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat. Indonesia. memang isu kesejahteraan menjadi sentral. Di banyak daerah. Betapa upaya pemekaran wilayah yang niatnya untuk kepentingan rakyat agar lebih sejahtera namun diperjuangkan dengan cara kasar. Biasanya yang sangat terasa adalah pembangunan infrastruktur oleh Pemerintah Propinsi (Pemprop) yang lebih banyak dilakukan di sekitar ibu kota propinsi. Undang Undang Nomor 33 Tahun 2004 Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Ditulis dalam Decentralization « Preman Makan Bakery Looking up Japan Local Amalgamation: Strategy for Decentralization Reform in Indonesia » Friday. Undang Undang Nomor 25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Indonesia. Unjuk rasa itu terkait desakan pendukung bakal propinsi Tapanuli terhadap DPRD agar segera mengeluarkan rekomendasi pemekaran.

Akibatnya. tapi juga pengadaan kantor. Maka pemekaran wilayah ibarat menambah mesin bajak baru dengan luas ladang yang tak bertambah. otonomi daerah memperbesar kewenangan tanpa memperkuat struktur keuangan kabupaten dan kota. Daerah sekitar ibu kota sebagai sentra terus tumbuh. Hitung saja. perlengkapan. Setelah pemekaran. Namun sayang. Sejak tahun 1999. Singkatnya. Sulawesi Utara dan Gorontalo. kue yang dihasilkan propinsi malah jauh lebih besar. skala produksi mengecil. Namun aturan ini tidak dibuat dengan kesadaran betapa niat pemekaran tak selalu lurus. Yang muncul ya inefisiensi. Nah. kendaraan dinas. Ini perlu dibiayai tidak hanya penghasilannya. peralatan. Ada posisi gubernur. dan masih banyak lagi. serta pajak galian C yang agak lumayan. anggota DPRD. perjalanan dinas.karena penanaman modal terus berdatangan. hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2006 menunjukkan justru daerah baru mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. kunjungan kerja. Saat itu LIPI meneliti Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Toh negara ini dibangun bukan untuk membangun sekat primordial. Jika dirunut dari masalah tadi. . Ini bergulir pada penyerapan lapangan kerja. sebagian besar tempat malah kerja sama ekonomi masyarakat melemah. biaya ekonomi membesar dan lokasi geografis kurang mendukung kegiatan ekonomi. Maka penyelesaian yang dilakukan harusnya juga bersifat struktur. Penghapusan. Hal sama dialami Sumut. Dan jalan pintas pasti selalu mahal. Akan jadi aneh jika potensi daerah yang masih jauh dari kesiapan dijadikan bakal sumber pendapatan. perihal kemampuan daerah inilah yang tidak benar-benar jadi pertimbangan. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang perlu diisi. Sementara propinsi mendapat PAD salah satunya pajak kendaraan bermotor yang jumlahnya sungguh besar. Dari sini. maka seharusnya kemampuan daerah membiayai diri dari berbagai sector menjadi sangat penting. Tak Harus Pemekaran Memang betul bahwa peluang pemekaran dimungkinkan oleh Undang Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 129 tahun 2000 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran. pemekaran berarti ada lembaga-lembaga baru. Sementara daerah pinggiran semakin tak terurus. Sementara wilayah barat masih berkutat pada masalah menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD). serta Maluku dan Maluku Utara. Buntutnya daya saing daerah sebagai tujuan investasi sulit didongkrak. maka pemekaran wilayah dapat dibaca sebagai upaya instan untuk menyelesaikan masalah. dan persaingan antar daerah menguat. Dengan pengeluaran yang banyak tadi. Pesisir timur tumbuh pesat menjadi kawasan niaga. dan Penggabungan Daerah. Buktinya. penulis ingin menjelaskan bahwa ketimpangan sentra dan pinggir ini murni soal struktur. Wajar pula lantas di banyak kabupaten kota muncul retribusi resmi maupun tak resmi yang aneh-aneh untuk mendatangkan PAD. Ini sekaligus membantah pendapat yang menyatakan suatu daerah perlu dimekarkan dengan alasan etnis dan agama. otonomi daerah memang dihajatkan untuk bertumpu pada kabupaten dan kota. Jawa Barat dan Banten. Pengalaman banyak daerah menunjukkan nilai tambah lebih dirasakan elit yang mendapat jabatan-jabatan baru. industri dan perkebunan. PAD kabupaten dan kota palinglah hanya dari pajak hotel dan restoran.

inovatif dan tidak korup. berbagai upaya publikasi tidak mendidik dilancarkan partai-partai besar. maka jangan harap daerah bisa tumbuh. namun sikap dan sifat mereka bak anak TK di hutan rimba. Inikah hal yang dianggap “positif” oleh partai besar yang perlu ditiru oleh masyarakat kita? . pertama. Anggota DPRD yang berkepentingan harus lebih ngotot memperjuangkan kepentingan daerahnya. sehingga masyarakat kecil tertipu bahkan menjadi objek eksploitasi. Artinya. maka daerah itu bakal lekas berkembang. mau daerah itu dimekarkan atau tidak. Dan ini patut jadi contoh tak hanya bagi daerah yang sudah dimekarkan. padahal propinsi juga membuat aturan yang sama. Agar kekuasaan mereka di legislatif tetap eksis hingga 2014. Meskipun mereka orang-orang yang dianggap besar dalam kekuasaan. Jadi tak usah heran jika ada SPBU yang mengantongi izin dari propinsi dan ada pula yang dapat dari pemerintah kabupaten. jika pimpinan daerahnya berbuat biasabiasa saja. Ini hal yang sering dipandang sepele namun sensitive. baru muncul seolah-olah “malaikat penyelamat” menjelang Pemilu. Sebagai contoh kecil di banyak propinsi masih mengeluarkan izin bagi praktek bidan. Mau dimekarkan seperti apapun. Membludaknya partai yang ikut dalam Pemilu 2009 dengan janji-janji dan iklan-iklan yang mengelitik sel saraf untuk mencerna secara cerdas membuat masyarakat akan semakin binggung. Ini aneh karena izin praktek dokter malah sudah dikeluarkan kabupaten dan kota. yang mengantor di Senayan dan telah menikmati berbagai fasilitas uang rakyat selama ini. Maka. Maka kalau ada ketimpangan anggaran yang patut dipertanyakan adalah sejauh mana kontribusi legislator benar-benar mewakili konstituennya dalam menyusun APBD. Kedua. Kebijakan yang berpihak ini juga bisa dikawal dengan rencana strategis jangka menengah dan jangka panjang. Gorontalo patut menjadi positive deviant. Kuncinya adalah inovasi yang dilakukan pimpinan daerah. namun juga bagi daerah yang berniat untuk memekarkan diri. Ketiga. mana pilihan yang tepat pada 9 April mendatang. perlu harmonisasi dalam hal kewenangan yang dimiliki propinsi dengan kabupaten dan kota. penting bagi masyarakat untuk memilih pemimpin daerah yang mampu menjawab tantangan ini. Contoh lain. Aksi saling klaim keberhasilan sepihak dengan mengabaikan dukungan kerja keras dari pihak (tim) serta membom-bardir data-data yang didesain sedemikian rupa.Lalu. Demikian juga sebaliknya. Pertumbuhan ekonomi selalu di atas 6% yang berarti di atas angka pertumbuhan nasional. di NAD saya temui ada kabupaten di Aceh yang mengeluarkan izin pendirian Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU). maka perlu menyusun kebijakan yang berpihak ke daerah pinggir. dengan pimpinan daerah yang kuat. Toh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selalu disahkan oleh DPRD. Partai-partai yang menang dalam Pemilu 2004. solusi apa yang bisa dilakukan? Mengacu pada kelemahan daerah induk yang relative gagal melakukan pemerataan.

mengapa begitu besarnya tendesius orang-orang untuk menjadi caleg baik di DPR maupun DPRD akhir-akhir ini meskipun mereka belum memiliki cukup kapasitas sebagai dewan yang terhormat. maka agunan si rakyat tersebut langsung disita. biaya rapat. yang menjadi preman pasar berdasi ketika berurusan anggaran negara dan daerah. maka seorang dewan yang pemalas (hadir rapat) pun. Dengan penghasilan rata-rata di atas 40-an juta per bulan. masih meminta kenaikan tunjangan kesejahteraan. biaya perjalanan. gaji. akan menjadi miliarder-miliarder baru. maka kekayaan mereka tetap meningkat minimal 1 miliar rupiah. para politisi negeri ini tidak memiliki mental mengakui kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan pada rakyat. pranata sosial maupun ekonomi hidup.Masih segar diingatan bagaimana anggota dewan terhormat kita di Senayan yang sering bolos dikala sidang. kepemimpinan” yang dikatakan tanpa cacat. lebih lembut dari kain sutra oleh “Bapak Antikorupsi” SBY. Ditengah kemiskinan masyarakat yang tidak kunjung berkurang (bahkan jumlahnya meningkat). Namun. anggota dewan tega meminta (menerima) uang gratifikasi dan tambahan gaji. karena para “toke” atau bos perusahaan tersebut (BUMI Resource) dimiliki oleh lingkaran dalam pemerintah (Bakrie Brothers). biaya legislasi UU yang menyedot uang pajak rakyat. Ketika rakyat kecil berhutang di Bank dan telat membayar bunga dan cicilan utang. Hmm……meskipun sampai saat ini. Kasus Korupsi Senayan (Terbukti) . akses administrasi. Data-Data Referensi Data-data ini saya kutip dari berbagai media massa online yang memberitakan perilaku korup dan skandal seks yang harusnya tidak dilakukan orang-orang terhormat yang terpilih langsung melalui mekanisme partai dan pemilu. dan tidur dikala rapur. Kita dapat mengira-ngira. Disparitas antara kekayaan dan kemewahan hidup anggota DPR dengan rakyat. Jika mereka cukup berhemat dan menyetor 10-15% penghasilan mereka ke partai. kehebatan. Setelah menjabat 1 periode (5 tahun). yang sering ngawur ketika membahas agenda rapat. sosial. minimal mereka mengantongi lebih 2. Saya tidak akan memaparkan bagaimana perasaan sebagian besar rakyat Indonesia melihat skandal dan pelecehan oleh perusahaan-perusahan tambang Batubara (sebagiannya milik Menko Kesra Kabinet SBY-JK) kepada konstitusi RI dengan tidak membayar pajak (royalti).4 miliar rupiah. Seorang dewan yang harusnya bisa merasakan penderitaaan rakyat karena berbagai kesulitan ekonomi. biaya aspirasi ditambah gaji pokok. kini tampaknya “jauh api dari panggangan”. bagaimana skandal-skandal di istana luput dari pembersihan praktik Orba (KKN). bagi saya fenomena ini bak Petir di tengah hari bolong. suasana adem-adem saja. Baik di Senayan maupun di Istana. semakin memberkikan jarak pisah baik secara psikologis. maka datadata dan objektivitas masyarakatlah yang dapat mematahkan “keberhasilan. tidak lain tidak bukan adalah “rupiah” ataupun ketenaran. kesucian. maka selama 1 periode. biaya komunikasi. maka hal ini dapat ditolerir dengan sangat lembut sekali.

dan terpilih kembali jadi anggota DPR periode 2004-2009 Jaka Aryadipa Singgih (PDI-P) : Tersangka kriminal penyerangan/penyerobotan.wordpress. Dharmono K Lawi (PDI-P) : Mantan buronan kasus pidana korupsi APBD Banten dan akhir ditangkap Kejagung Theo Syafei (PDI-P) : Pernah terjerat kasus korupsi di tahun 2002. dan yang Bermasalah (tersangka) • • • • • M Yahya Zaini (Golkar) : Skandal seks dan selingkuh dengan Maria Eva Max Moein (Partai PDI P) : Skandal Seks dan Foto Syur H. tetapi bebas. dan pernah merampas kamera yang digunakan satpam keamanan di kawasan perkantoran Sumber: http://nusantaranews. Kekerasan.com/2009/03/05/daftar-anggota-dprbermasalah-beserta-partainya/ .• • • • • • • • • • H. Saleh Djasit (Golkar) : kasus pengadaan Damkar Hamka Yandhu (Golkar) : kasus aliran dana BI Agus Condro (PDI-P) : kasus uang gratifikasi BI Sarjan Taher (Partai Demokrat) : kasus alih fungsi hutan Al-Amin Nasution (PPP) : kasus alih fungsi hutan Yusuf Emir Faishal (PKB) : kasus alih fungsi hutan Bulyan Royan (Partai Bintang Reformasi) :kasus pengadaan kapal Dephub Antony Zeidra Abidin (Golkar) : kasus aliran dana BI Adiwarsita Adinegoro (Golkar) : kasus dana kehutanan Abdul Hadi (PAN) : tersangka kasus korupsi pembangunan daerah tertinggal Skandal Seks. Pelecehan.

26 Mantan anggota DPR itu berasal dari tiga fraksi. Agus Condro Prayitno (ACP) Rp500 juta 2. atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) kesatu Kitab Undang-undang Hukum Pidana. dan Fraksi PPP. 26 Mantan anggota DPR itu adalah: Golkar 1. Fraksi PDI Perjuangan. Budiningsih (B) RP500 juta 10.Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan 26 mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat sebagai tersangka. KPK pun menyangkakan para mantan anggota DPR itu melanggar ketentuan mengenai penyuapan yakni Pasal 5 ayat (2) jo Pasal 5 ayat (1) huruf a dan b UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Boby Suhardiman (BS) Rp500 juta 5. Paskah Suzetta (PSz) Rp600 juta 4. Sofyan Usman (SU) Rp250 juta 2. Ahmad Hafiz Zawawi (AHZ) Rp600 juta 2. Hengky Baramuli (HB) PDIP 1. disisi lain mengembosi suara partai kecil. PDIP dan Golkar. saya hanya merasa aneh karena Keputusan Mahkamah Agung (MA). Reza Kamarullah (RK) Rp500 juta 9. Engelina Pattiasina (EP) Rp500 juta 8. Matheos Pormes (MP) Rp350 juta PPP 1. Sutanto Pranoto (SP) Rp600 juta 13. Mereka diduga menerima suap terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004. Pada tulisan saya sebelumnya. Keputusan MA yang dimaksud adalah keputusan pada 18 Juni yang memenangi permohonan hak . Baharuddin Aritonang (BA) Rp350 juta 10. secara tidak langsung melegalkan “korupsi kursi” untuk Partai Demokrat. Williem Tutuarima (WMT) Rp500 juta 6. Rusman Lumbantoruan (RL) Rp500 juta 4. Max Moein (MM) Rp500 juta 3. TM Nurlif (MN) Rp550 juta 7. Asep Ruchimat Sudjana (ARS) Rp150 juta 8. Marthin Bria Seran (MBS) Rp250 juta 3. Daniel Tandjung (DT) Rp500 juta. Antony Zeidra Abidin (AZA) Rp600 juta 6. Panda Nababan (PN) Rp1. Soewarno (S) Rp500 juta 14. Ni Luh Mariani Tirtasari (NLM) Rp500 juta 12.45 miliar 7. Poltak Sitorus (PS) Rp500 juta 5. yakni Fraksi Golkar. Jeffrey Tongas Lumban (JT) Rp500 juta 11. Muhammad Iqbal (MI) Rp500 juta 9.

khususnya Pasal 22 huruf c dan Pasal 23 Ayat 1 dan 3. Kok bisa? Keputusan MA.400.000 Tunjangan Komunikasi 12. PAN. Mungkinkah keputusan MA sarat dengan perilaku korup? Terlebih keputusan MA merupakan keputusan yang sangat mahal. Sementara Hanura yang mendapat 3. saya akan menjabarkan ringkas dari tulisan saya sebelumnya.496. Secara umum.000. Maret 2009] Pendapatan Anggota DPR RI Pendapatan Rutin Bulan Gaji Pokok 15.000 65. sebab Majelis Hakim hanya menerima gugatan uji materi peraturan KPU dari Zaenal Maarif cs yang berasal dari Partai Demokrat.120. keputusan yang menghianati proporsional demokrasi hingga gegabah dalam mengadili arena hukum.1% kursi di DPR.200. sebelumnya MA sudah pernah menolak total permohonan uji materiil peraturan KPU yang diajukkan oleh Hasto Kristiyanto yang berasal dari PDI Perjuangan.8% suara nasional di’mark-up’ menjadi 32.8% suara nasional digembosin menjadi 1.952. Demokrat yang hanya mendapat 20.000 144.uji materiil yang diajukan oleh beberapa caleg DPR dan Partai Demokrat yang dimotori oleh Zaenal Maarif terhadap peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2009.000 Tunjangan Listrik 5.000 Tunjangan Aspirasi 7. Dari dua kekeliruan di atas.1% kursi di DPR.000 . timbul pertanyaan besar? Mengapa bisa terjadi kekeliruan tersebut? Bukankah Mahkamah Agung adalah lembaga Pengadilan Negara Tertinggi yang menjadi sumber terakhir untuk mengayomi keadilan hukum secara formal di negeri ini? Bukankah MA merupakan lembaga yang bertugas dan digaji oleh uang negara untuk menjagar agar semua hukum dan undang-undang diseluruh wilayah negara RI diterapkan secara adil. Kekeliruan 1: MA tidak konsisten dan bahkan diskriminatif dalam penerapan hukum. Hal ini terjadi juga pada Golkar. Padahal. PKS (digembosin).000. Adapun opini saya dan pendapat dari Direktur Eksekutif Cetro Hadar N Gumay dapat saudara baca di sini. Gerindra. PDIP. Keputusan yang bernilai Rp 244 miliar Darimanakah saya mendapat angka Rp 244 miliar? Angka ini saya dapat dari gaji yang akan diperoleh oleh seorang anggota DPR selama 5 tahun dengan total kursi yang berubah yakni 66 kursi (versi Cetro). sebab putusan tersebut menyebabkan disproporsionalitas antara perolehan suara dan perolehan kursi.000 86.510. yakni keputusan senilai Rp 244 milyar. Mari kita telusuri gaji yang akan diperoleh oleh seorang anggota DPR RI [data Kabarinews. partai penguasa/incumbent. PKB (mark-up) dan PPP.000 Tahun 186. partai nonpenguasa. Kekeliruan 2: Keputusan MA tersebut mengkhianati sistem pemilu proporsional yang dianut oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang pemilu. tepat dan benar? Dari diskriminasi memberi keadilan dari dua pihak yang berbeda (Demokrat vs PDIP).

000 40.000.200.7 miliar untuk 5 tahun. bila keputusan MA diberlakukan maka ada 66 kursi yang akan mengalami perubahan yang mana Demokrat akan dimark-up 30 kursi.000 3. kita hanya akan membicarakan pendapatan/gaji ratarata minimum seorang anggota DPR yang malas sekalipun akan mengantongi Rp 742 juta per tahun atau Rp 3.000 16.4 miliar Rp 7. anggota DPR tersebut dapat mengantongi Rp 1 miliar per tahun. tapi saya hanya ambil ada 40 UU tiap tahun).000.000 Dari tabel di atas. Dari dua jenis sumber pendapatan.900.4 juta per bulan. dapat kita perhatikan bahwa seorang anggota DPR yang malas (jarang hadir di rapat) akan tetap mengantongi gaji Rp 45.000 197. maka seorang anggota DPR yang suka pembolos pun mengantongi Rp 742 juta per tahun.000 Per Term 31. Namun dalam perhitungan ini.100. PDIP 16 kursi dan PKB 2 kursi. Sementara 3 partai lainnya dapat Anda lihat dibawah ini. dana legislasi UU (tahun 2008 ada 55 UU.800. Angka ini belum ditambah pendapatan agenda tahunan yakni 4 kali dana reses.000. maka Demokrat akan mendapat gratis keuntungan materi terbesar yakni senilai Rp 111 miliar dari gaji 30 anggota DPR “mark-up” selama 5 tahun. Dan bagi mereka yang menjabat wakil/ketua komisi. Dari keputusan ini.872. gaji ke-13.456.000 Rp 3. Berikut daftar partai yang akan mengalami kerugian materiil dari gaji dewan selama 5 tahun.7 miliar = Rp 244 miliar.714.4 miliar Ro 66.4 miliar Ada yang mendapat keuntungan.400.360.000 45.000 15.150.000. Partai Demokrat Golkar PDIP PKB Kursi (+) 30 18 16 2 Aliran Gaji 5 Tahun Rp 111.000 545. dana insentif pembahasan RUU dan honor uji kelayakan RUU. Maka nilai keputusan ini secara materiil bernilai 66 kursi * Rp 3.000 53.000 5.000 37. maka pasti ada yang mendapat kerugian.Tunjangan Pengawasan Dana Kehormatan Total Rutin Bulanan Pendapatan Agenda Tahunan Dana penyerapan (reses) 4X Gaji ke-13 (Juni) Dana Legislasi per UU (40 UU) Dana insentf RUU dan Honor Uji RUU Total Non Rutin Bulanan Pendapatan Jabatan *) Ketua/Wakil Ketua Komisi Ketua Panja RUU Tunjangan Studi LN Pendapatan Total Per Tahun Pendapatan Total 1 Periode (5 tahun) 2.000 16.472.000 Rp 742.000 1.500.9 miliar Rp 59.400. ketua panja.000.000 0 0 0 25.000 Tahun 126. .400. Golkar 18 kursi. Dan berdasarkan perhitungan Cetro. ketua hak angket dll.

812 Dengan berlakunya keputusan MA atas sistem perhitungan kursi DPR.452 Gerindra 4.757 125 120. yang menjadi referensi utama adalah BPP yang telah memasukkan kriteria sedikit lebih adil.533. Artinya.955 50 164. Perbandingan yang digunakan adalah jumlah suara terhadap BPP. maka secara substansi dan keadilan. Bayangkan untuk mendapat sebuah kursi di DPR.6 miliar Rp 26 miliar Untuk partai yang dirugikan.870 6 653.091 111 131.641 Hanura 3.646. Padahal.137 180 120.146. sementara Golkar dan Demokrat akan memperoleh 11 kursi di DPR.122 29 177. Mari kita cermatin persfektif keadilan secara general (asumsi tidak 100% tepat) kursi DPR terhadap perolehan suara nasional partai tersebut.4 miliar disusul PAN.703. MA yang mendesak agar membatalkan keputusan kursi DPR yang ditetapkan KPU dengan paradigma bahwa keadilan kursi ditinjau dari perbandingan suara partai kecil terhadap suara partai besar merupakan perbandingan yang saya kira salah alamat.922. sementara Demokrat dan Golkar dengan mudah memperoleh sebuah kursi dengan berbekal 120 ribu. PKB (8 kursi). Gerindra (3 kursi).532 PKS 8. PDIP (10 kursi). keputusan tersebut MA yang harusnya adil menciptakan distorsi ketidakadilan dengan menciptakan disparitas yang tinggi.4 miliar Rp 59.139 PAN 6. Partai Suara Nasional Kursi “Harga” Kursi Demokrat 21. . Hanura harus mengumpulkan rata-rata 653 ribu suara.302 PDIP 14. PPP (5 kursi).486 PKB 5.7 miliar Rp 44. Hanura dan PKS.378 PPP 5. maka Hanura hanya mendapat 2 kursi.406 10 464. jumlah kerugian tersebar merata seperti Gerindra. dengan perolehan suara yang sama (misalnya 135 ribu) oleh masing-masing partai. Standar BPP atau bilangan pembagi pemilih menjadi syarat utama keadilan suara yang diterima oleh setiap partai.580 28 223. Analisis Kemungkinan di Balik Keputusan MA Keputusan MA yang sangat tergesa-gesa dalam mengadili keputusan KPU dan bahkan ditemukan kesalahan dokumen tergugat yang menyebut Komisi Pemilihan Umum sebagai Komisi Penyiaran Indonesia menimbulkan tanda tanya besar saya.4 miliar Rp 55.600.214 21 263. dan bukan jumlah suara suatu partai menengah terhadap suara partai yang memperoleh suara terbesar.Partai Gerindra PPP PAN Hanura PKS Kursi (-) 16 16 15 12 7 Aliran Gaji 5 Tahun Rp 59.573 Golkar 15. PKS (8 kursi).037.206.254. PPP yang masing-masing dirugikan Rp 59.

27 Juli 2009 VIVAnews . ketakutan atau ketidaktahuan?? Semoga prasangka saya tidak benar.89 persen). Jika tidak…. Jakarta. namun di mark-up secara legal menjadi 74% di DPR (416 dari 560 kursi). suara nasional dari Demokrat+Golkar+PDIP yang hanya 49%. Angka ini belum termasuk keuntungan kekuatan politik di parlemen untuk menguasai dan membuat berbagai aturan yang akan menguntungkan partai dan kekuasaannya. Bayangkan saja.63 persen). maka selamat datang kembali “hukum orba” di negeri ini! Selamat tinggal keadilan dan kebenaran hukum bagi rakyat Indonesia. prosesntase sebaran tersangkanya hanya dibawah 10 persen." kata peneliti ICW Febri Diansyah dalam seminar bertajuk 'Mengkaji Modus Korupsi dan Upaya Pemberantasannya' di DPD RI. kronisme. ada apa dibalik itu semua? Mengapa MA justru mengabulkan gugatan dari caleg Partai Demokrat.Apakah majelis hakim di MA tidak bisa melihat hal ini? Apakah MA tidak bisa mengambil nilai filosifis dibalik sebuah Undang-Undang khususnya UU 10/2008? Lalu. Menurut data ICW. Suap dan pemerasan merupakan lapis korupsi pertama. Bagaimana keadilan demokrasi bisa memberi ‘kursi korup” sebesar 25%??? Ataukah keputusan Majelis hakim MA sarat dengan perilaku korup? Mungkinkah majelis hakim MA mendapat kucuran sekian persen keuntungan materiil Demokrat sebesar Rp 111 miliar? Ataukah hakim-hakim MA ini bermental kolusi. dan BPK. "Kasus suap yang paling banyak menjadi modus korupsi. Paling berbahaya . Kamis 27 Agustus 2009. tapi menolak gugatan dari caleg PDIP padahal sebagian besar materi gugatan adalah sama? Salah satu menjadi tolak ukur adalah dengan dimenangkannya gugatan materi caleg dari Demokrat. Sisanya ada pejabat di level Komisi Negara. dan Kepala Daerah seperti Gubernur. Kemudian disusul oleh Pejabat Eselon/pimpro (17.68 persen). Bisa berlanjut kepada tahap berikutnya yaitu nepotisme. BUMN. Setelah itu disusul oleh pejabat departemen. dan pembentukan kelas baru.Indonesia Corruption Watch menyatakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada 2009 ini menempati urutan pertama pejabat yang menjadi tersangka korupsi. Hanya omong kosong merayakan 17 Agustus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan apalagi tidak ada keadilan hukum serta perlakuan diskriminatif dari aparat hukum! Salam Perubahan. Duta besar/pejabat konsulat/imigrasi (13. Bupati. Walikota (12. anggota DPR/DPRD yang menjadi tersangka atau terpidana korupsi sebanyak 18. Dewan Gubernur. Aparat Hukum.95 persen. maka partai Demokrat akan mendapat keuntungan materiil sebesar Rp 111 miliar dari 30 anggota dewan tambahannya.

tawaran strategis ICW dalam pemberantasan korupsi adalah dengan mempertahankan KPK yang sudah eksis dan mampu melakukan penyidikan sekaligus penuntutan. Selain itu RUU Pengadilan harus segera disahkan. tadi malam seraya menambahkan bahwa penyidikan kasus tersebut dapat melebihi 100 kasus hingga Agustus ini. "Jika tidak ada pengadilan korupsi sama saja kita tidak memberantas sebab di pengadilan umum kan banyak yang diputus bebas. .adalah lapis korupsi tingkat ketiga . emakin hari kelakuan anggota dewan semakin memperihatinkan." ujar Babul. Data Kejaksaan Agung mengungkapkan bahwa 75 persen dari 81 kasus korupsi melibatkan pejabat dan anggota dewan. Babul sedikit curhat mengenai kondisi para koleganya di Kejagung. yaitu jejaring.9 miliar. “Kami telah melakukan penyidikan terhadap 81 kasus dan penuntutan terhadap 12 kasus dan berhasil menyelamatkan uang negara senilai Rp76." kata Febri. Kapuspenkum Kejagung Babul Khoir Harahap mengatakan berdasrkan data yang sudah dilaksanakan selama kurun waktu Januari sampai Juni 2010. Menurut Febri. jejaring ini yang mengakibatkan korupsi amat potensial dilakukan secara masal dan besar-besaran. Dipenghujung kalimatnya. Mereka hanya memikirkan perut mereka sendiri tanpa memikirkan nasib rakyat yang mereka bawa untuk menaikkan popularitas saat mereka melakukan kampanye. meski tidak seluruhnya. Maka dari itu. Semakin terlihat bahwa anggota dewan kita tidak bermoral dan tidak bermanah terhadap rakyat. Ia berjanji pihaknya akan merilis nama-nama yang terlibat korupsi selama satu semester ini.

jika anak sekolah saja dikeluarkan karena sering membolos mengapa anggota dewan tidak?seharusnya mereka dipecat dari anggota dewan karena tidak amanah terhadap rakyat Indonesia. Abdul Kadir Karding (keduanya Fraksi PKB) – Semua tak hadir tanpa keterangan: 4 kali . Akbar Faizal (keduanya dari Fraksi Hanura). dan Ahmad Dese Sere (Fraksi PPP) — Semua tak hadir tanpa keterangan: 3 kali B. Arif Wibowo (keduanya Fraksi PDI Perjuangan). Ferdinand Sampurna Jaya. mereka hanya sanggup memakan uang rakyat tetapi tidak mampu membela nasib rakyat Indonesia. Abdul Malik Haramain. Agus Gumiwang Kartasasmita. Inilah daftar anggota yang paling bolos (sumber :tempo) : A. Alexander Litay. Nur Cahyo Anggorojati (Fraksi Partai Demokrat) – Tak hadir tanpa keterangan: 5 kali 3.Anggota DPR bolos Makin banyak anggota dewan yang bolos ketika rapat yang menetukan nasib rakyat Indonesia dengan alasan yang tidak jelas. Ratu Munawaroh (Fraksi PAN) — Tak hadir tanpa keterangan: 9 kali 2. Jeffrie Geovanie (Fraksi Partai Golkar)– Tak hadir tanpa keterangan: 6 kali 2. Nurcahyo Anggoro Jati (keduanya dari Fraksi Partai Demokrat). Nusyirwan Soejono (Fraksi PDI Perjuangan). Agus Sulistiyono (Fraksi PKB) — Tak hadir tanpa keterangan: 4 kali 3. Gondo Radityo Gambiro. Masa Sidang II (4 Januari-5 Maret 2010) sebanyak 10 kali persidangan: 1. Ibnu Munzir (keduanya Fraksi Partai Golkar). Masa Sidang III (5 April 2010-18 Juni 2010) sebanyak 9 kali persidangan: 1.

Maka tidak heran jika rakyat tidak peduli lagi dengan pemerintah khususnya pada anggota dewan yang bisanya hanya mencaci maki. . tidur. serta korupsi. sungguh benar-benar hal yang memalukan dan memprihatinkan bagi bangsa Indonesia. Lihat saja keadaan ruang sidang anggota dewan. Jika anggota dewan dipilih oleh rakyat maka sepantasnyalah rakyat juga berhak untuk memberhentikan wakilnya yang tidak amanah.Anggota dpr tidur Yang lebih mengecewakan banyak anggota dewan yang tertidur saat sidang. sehingga sidang pun minim interupsi. ketika seluruh rakyat Indonesia bahkan seluruh rakyat didunia menyaksikan jalannya sidang yang diputuskan untuk arah nasib rakyat indonesia yang lebih baik sebagia anggota dewan malah tertidur pulas. sungguh bejat sekali para anggota dewan tersebut. minta tunjangan.

persiapan rapat dengar pendapat dengan BUMN atau instansi swasta. kunjungan kerja ke suatu tempat atau daerah. Sarjan Taher Fraksi Partai Demokrat ditahan KPK dalam kasus dugaan korupsi alih fungsi hutan bakau menjadi Pelabuhan Tanjung Api Api di Kabupaten Banyuasin. Sumatra Selatan. Penangkapan AHD ini menambah catatan politisi asal Sulsel di DPR yang berurusan dengan KPK. pemekaran wilayah. Pasalnya ini terkait dengan harkat dan martabat masyarakat Sulsel yang terkenal dengan budaya siri na pacce dan sangat menjunjung nilai budaya itu sebagai norma yang mengikat dalam sendi-sendi kehidupan. meruntuhkan kepercayaan masyarakat dan membangun sikap pesimistik terhadap para wakilnya di DPR ataupun calon anggota dewan yang bertarung pada pemilu april 2009 mendatang. dan dari tangannya disita oleh KPK sejumlah uang yang diduga hasil suap. Namun. tentunya merasa terpukul dengan kejadian ini. Kenyataan ini memang pahit buat masyarakat Sulsel karena dari sebagian banyak anggota dewan. parlemen dan partai politik adalah lembaga paling korup sejak dua tahun berturut-turut. Biasanya hal ini terjadi ketika pembahasan rancangan undang-undang. Sebelumnya seperti Hamka Yandhu dari Fraksi Partai Golkar bermasalah akibat aliran dana Bank Indonesia.Begitupula dengan tender proyek yang melibatkan pengusaha dan uang milyaran rupiah masuk ke kantong pribadi anggota dewan. niat mulia tersebut belum sepenuhnya terinstalasi ke dalam jiwa setiap anggota partai. Ia ditangkap KPK bersama Darmawati.Sungguh mulia niat partai politik untuk menyatakan perang terhadap korupsi dan segalam macam yang merugikan negara. mantan Ketua Komisi IV. politisa dari daerah ini memiki jumlah terbanya. Fenomena Suap Korupsi yang terjadi di DPR sudah menjadi cerita biasa dan terjadi secara tidak langsung melalui modus opereandi yang sangat rapi. Jadi ada benarnya juga jika setiap bupati yang ingin meloloskan proyek untuk daerahnya mesti menyiapkan minimal 500 juta untuk dana awal demi kebagian ‘kue’. pegawai negeri sipil Bagian Tata Usaha Direktorat Jendral Perhubungan Laut Departemen Perhubungan. . atau proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and propert test) pejabat public. pengam bilan suatu kebijakan oleh DPR atau komisi. Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat sedikitnya ada 10 legislator di Senayan yang sedang tersandung kasus korupsi. Sebagai orang Sulsel. Kemudian wakil rakyat yang duduk di dewan sekarang ini tak semuanya bersih dan belum mampu memaknai budaya lokal sebagai salah satu prinsip hidup. Kasus yang menimpa AHD ini sejalan dengan Survei korupsi yang dilansir Transparency Internasional Indonesia menyebutkan. pembahasan anggaran. Sumatra Selatan dan Yusuf Amir Faisal. studi banding ke luar negeri. Kejadian ini tentunya mencoreng institusi lembaga legislatif. Fraksi FKB karena terlibat dalam kasus alih fungsi hutan lindung Tanjung Api-Api. Politisi asal Sulsel Abdul Hadi Jamal (AHD) dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) kembali berurusan dengan KPK. Belum usai deklarasi Antikorupsi di Gedung Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) 29 Februari lalu. penanganan kasus. Tapi hal ini mampu membangun kesadaran masyarakat jika di gedung DPR tersebut masih terjadi praktek suap menyuap.

Gayus mengatakan. akan kami tindak.” ujar Gayus. maka yang akan tertawa lebar adalah para koruptor. Ketiag instansi penegak hukum tersebut juga diminta untuk membuat kerjasama teknis dalam melakukan penegakan hukum. dan KPK dalam pengambilan tindakan terhadap tersangka korupsi. karena itu harus ada koordinasi yang baik diantara ketiga lembaga ini untuk sama-sama memberantas korupsi. dan Kejaksaan Agung untuk berkoordinasi dalam memberantas korupsi di Indonesia. Benny beranggapan. Sementara itu dari data ICW disebutkan terdapat 1. harus ada sebuah system koordinasi penegakan hukum di ketiga instansi penegak hukum Indonesia. Sementara rakyat jelata makin miskin dan tak berdaya dengan tingginya biaya sosial. Data ini sungguh membuat ironis karena negara masih belum stabil akibat krisis berkepanjangan. Kapolri. Namun itu ternyata hanya jargon dan mimpi belaka.” jelas Bambang.437 anggota DPRD dari seluruh Indonesia telah diproses hukum akibat kasus korupsi. Mabes Polri.Lain halnya dengan Badan Kehormatan (BK) DPR yang merilis 70 orang anggota dewan yang yang diadukan masyarakat karena terlibat kasusu hukum sejak Desember 2005Juni 2007 (ICW). Pihak Polri juga telah melakukan kerjasama dengan pihak Kejaksaan Agung dan KPK dalam rangka pemberantasan korupsi di Indonesia. Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri menjelaskan. Kapolri. Hal tersebut menurut Bambang dapat dilihat dari adanya beberapa kesepakatan yang telah ditanda tangani oleh pimpinan masingmasing institusi dalam menangani kasus korupsi. pemberantasan korupsi merupakan agenda 100 hari Polri. di DPR. “Apabila ada oknum penyidik Polri baik dari tingkat Polsek sampai Mabes Polri yang terlibat kasus mafia peradilan. dan Jaksa Agung. Benny Kabur Harman (F-PD) meminta ketiga institusi hukum yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Polri juga tidak segan-segan untuk menindak oknum penyidik polri yang terbukti terlibat dalam mafia peradilan. Hal yang sama diungkapkan oleh Anggota Komisi III DPR Gayus Lumbuun (F-PDIP). “Jika terjadi konflik diantara ketiga instansi penegak hukum kita. sementara para koruptor bebas berkeliaran di mana-mana. Hal tersebut ditegaskan Benny saat memimpin Rapat Kerja antara Komisi III DPR dengan KPK. Polri. Ketua Komisi III DPR RI. Rabu (18/11). Padahal Isu pemberantasan korupsi yang jadi semangat reformasi 1998 dalam menumbangkan kepemimpinan orde baru yang korup. di mata masyarakat terdapat pernyataan yang menyatakan bahwa ada ketidaksamaan antara Kejaksaan Agung. . “Jangan lembaga hukum kita berkelahi. Sebab prilaku para wakil rakyat tetap saja melakukan praktek haram tersebut.” tegas Benny.

namun sikap dan sifat mereka bak anak TK di hutan rimba. karena para penyidik KPK berasal dari kedua institusi tersebut. KPK juga akan memperkuat pengawasan internal agar para penyidik KPK tidak terlibat kasus mafia peradilan. Sedangkan mengenai koordinasi. yang sering ngawur ketika membahas agenda rapat. serat melakukan pertemuan dengan pimpinan KPK secara periodik. Meskipun mereka orang-orang yang dianggap besar dalam kekuasaan. Jaksa Agung Hendarman Supanji dalam Raker tersebut mengatakan. mengatakan. Partai-partai yang menang dalam Pemilu 2004.Sementara itu. baru muncul seolah-olah “malaikat penyelamat” menjelang Pemilu. Aksi saling klaim keberhasilan sepihak dengan mengabaikan dukungan kerja keras dari pihak (tim) serta membom-bardir data-data yang didesain sedemikian rupa. sebenarnya KPK sudah berkoordinasi dengan pihak Mabes Polri dan Kejaksaan Agung dalam rangka pemberantasan korupsi. sehingga masyarakat kecil tertipu bahkan menjadi objek eksploitasi. Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean. Kejaksaan Agung telah melakukan pembaharuan birokrasi yang tidak akan dimasuki oleh mafia peradilan. mana pilihan yang tepat pada 9 April mendatang. Hendarman menjelaskan. berbagai upaya publikasi tidak mendidik dilancarkan partai-partai besar. Inikah hal yang dianggap “positif” oleh partai besar yang perlu ditiru oleh masyarakat kita? Masih segar diingatan bagaimana anggota dewan terhormat kita di Senayan yang sering bolos dikala sidang. Agar kekuasaan mereka di legislatif tetap eksis hingga 2014. yang mengantor di Senayan dan telah menikmati berbagai fasilitas uang rakyat selama ini. Kejaksaan Agung juga telah melakukan langkah-langkah kongkrit berupa pengawasan melekat & fungsional terhadap sumber daya manusia di lingkungan Kejaksaan Agung. yang menjadi preman pasar .(ol) Membludaknya partai yang ikut dalam Pemilu 2009 dengan janjijanji dan iklan-iklan yang mengelitik sel saraf untuk mencerna secara cerdas membuat masyarakat akan semakin binggung. dalam penjelasannya kepada Komisi III DPR. dalam memberantas korupsi. pihaknya telah menandatangani pakta kerjasama dengan pihak Mabes Polri dan KPK seperti penanganan tindak pidana korupsi dengan gelar perkara.

tidak lain tidak bukan adalah “rupiah” ataupun ketenaran. Dengan penghasilan rata-rata di atas 40-an juta per bulan. semakin memberkikan jarak pisah baik secara psikologis. kesucian. maka seorang dewan yang pemalas (hadir rapat) pun. biaya legislasi UU yang menyedot uang pajak rakyat. sosial. pranata sosial maupun ekonomi hidup. Seorang dewan yang harusnya bisa merasakan penderitaaan rakyat karena berbagai kesulitan ekonomi.4 miliar rupiah. maka data-data dan objektivitas masyarakatlah yang dapat mematahkan “keberhasilan. Jika mereka cukup berhemat dan menyetor 10-15% penghasilan mereka ke partai. maka agunan si rakyat tersebut langsung disita. Ketika rakyat kecil berhutang di Bank dan telat membayar bunga dan cicilan utang. kini tampaknya “jauh api dari panggangan”. Namun. kehebatan. Saya tidak akan memaparkan bagaimana perasaan sebagian besar rakyat Indonesia melihat skandal dan pelecehan oleh perusahaanperusahan tambang Batubara (sebagiannya milik Menko Kesra Kabinet SBY-JK) kepada konstitusi RI dengan tidak membayar pajak (royalti). karena para “toke” atau bos perusahaan tersebut (BUMI Resource) dimiliki oleh lingkaran . biaya rapat. anggota dewan tega meminta (menerima) uang gratifikasi dan tambahan gaji. dan tidur dikala rapur. para politisi negeri ini tidak memiliki mental mengakui kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan pada rakyat. akan menjadi miliarder-miliarder baru. minimal mereka mengantongi lebih 2. mengapa begitu besarnya tendesius orang-orang untuk menjadi caleg baik di DPR maupun DPRD akhir-akhir ini meskipun mereka belum memiliki cukup kapasitas sebagai dewan yang terhormat. akses administrasi. maka kekayaan mereka tetap meningkat minimal 1 miliar rupiah. Kita dapat mengira-ngira. Setelah menjabat 1 periode (5 tahun). biaya komunikasi. kepemimpinan” yang dikatakan tanpa cacat. maka selama 1 periode. Baik di Senayan maupun di Istana. biaya perjalanan. masih meminta kenaikan tunjangan kesejahteraan. biaya aspirasi ditambah gaji pokok.berdasi ketika berurusan anggaran negara dan daerah. Disparitas antara kekayaan dan kemewahan hidup anggota DPR dengan rakyat. gaji. Ditengah kemiskinan masyarakat yang tidak kunjung berkurang (bahkan jumlahnya meningkat).

dalam pemerintah (Bakrie Brothers). Dharmono K Lawi (PDI-P) : Mantan buronan kasus pidana . Data-Data Referensi Data-data ini saya kutip dari berbagai media massa online yang memberitakan perilaku korup dan skandal seks yang harusnya tidak dilakukan orang-orang terhormat yang terpilih langsung melalui mekanisme partai dan pemilu. Kekerasan. suasana adem-adem saja. bagi saya fenomena ini bak Petir di tengah hari bolong. maka hal ini dapat ditolerir dengan sangat lembut sekali. dan yang Bermasalah (tersangka) * M Yahya Zaini (Golkar) : Skandal seks dan selingkuh dengan Maria Eva * Max Moein (Partai PDI P) : Skandal Seks dan Foto Syur * H. Pelecehan. Kasus Korupsi Senayan (Terbukti) * H. Saleh Djasit (Golkar) : kasus pengadaan Damkar * Hamka Yandhu (Golkar) : kasus aliran dana BI * Agus Condro (PDI-P) : kasus uang gratifikasi BI * Sarjan Taher (Partai Demokrat) : kasus alih fungsi hutan * Al-Amin Nasution (PPP) : kasus alih fungsi hutan * Yusuf Emir Faishal (PKB) : kasus alih fungsi hutan * Bulyan Royan (Partai Bintang Reformasi) :kasus pengadaan kapal Dephub * Antony Zeidra Abidin (Golkar) : kasus aliran dana BI * Adiwarsita Adinegoro (Golkar) : kasus dana kehutanan * Abdul Hadi (PAN) : tersangka kasus korupsi pembangunan daerah tertinggal Skandal Seks. bagaimana skandal-skandal di istana luput dari pembersihan praktik Orba (KKN). Hmm……meskipun sampai saat ini. lebih lembut dari kain sutra oleh “Bapak Antikorupsi” SBY.

suap. tetapi bebas. . skandal seks. kader Pak SBY-pun. hanya sebagian kecil partai yang sedikit bebas dari kasus korupsi (Namun masih belum bebas dari ketidakempatian anggota dewan atas kemiskinan rakyat yang ngotot mendesak kenaikan tunjangan dan gaji. dan pemerasan. terdapat sekitar 40-an anggota dewan yang terdiri dari kader-kader tiap partai. dari kurang berempati dengan kesulitan hidup masyarakat hingga rajin bolos. “hebat” dan “bersih” dibanding yang lain. Dari data sementara yang saya himpun. saya hanya berharap tulisan ini menjadi masukan kita untuk menjadi semakin cermat dan tidak begitu saja mempercayai iklan-iklan yang sok lebih “suci”. dan terpilih kembali jadi anggota DPR periode 2004-2009 * Jaka Aryadipa Singgih (PDI-P) : Tersangka kriminal penyerangan/penyerobotan. dan pernah merampas kamera yang digunakan satpam keamanan di kawasan perkantoran Penutup Untuk mengakhiri topik ini. Sampai saat ini (hampir 1/2 tahun). “berhasil”. Saya jadi khawatir jika KPK masih tebang pilih kasus dalam upaya pemberantasan korupsi di negeri ini. Sayang. KPK masih belum menindaklanjuti kasus pelaporan Agus Condro yang mengatakan sebagian besar anggota Komisi IX menerima uang gratifikasi BI dengan total nilai korupsi Rp 31. KPK belum berhasil mengungkap pengakuan Agus Condro yang mengaku banyak anggota DPR di komisi IX yang menerima gratifikasi BI masingmasing 500 juta. Bahkan ironisnya. ternyata hampir sebagian partai di DPR 2004-2009 berpenyakitan. Sehingga apakah KPK memang kesulitan mengungkap kasus ini karena harus menghadapi banyak partai atau ADA APA INI? Melalui kejadian demi kejadian di Senayan. yang tetap membolos rapat penting meskipun telah mendapat 40-an juta per bulan dari uang rakyat). sampai saat ini. Karena kita tahu bahwa dalam komisi IX DPR.korupsi APBD Banten dan akhir ditangkap Kejagung * Theo Syafei (PDI-P) : Pernah terjerat kasus korupsi di tahun 2002.5 miliar.

dan media-media yang dapat dipercaya). Inilah yang luput dari perhatian besar para wakil rakyat di daerah (DPRD) maupun DPR ketika mereka telah berkuasa dan mendapat puluhan juta meskipun sering bolos rapat. Belum lagi kasus Bupati Situbondo. ditengah-tengah 40 juta orang miskin Indonesia diambang kekurangan gizi. Pilihlah orang-orang yang berkompenten dalam pencalegan partai. kelas pembuat kebijakan yang merugikan masyarakat dalam jangka panjang.co.com. skandal royalti batubara. Ismunarso yang tidak lain tidak bukan adalah Ketua DPC Partai Demokrat Situbondo yang tersanjung kasus korupsi merugikan negara Rp 45. kesehatan bahkan kematian. Saya hanya mencantumkan nama-nama politisi tersebut dari sumber-sumber online yang terpercaya (kompas. Kasus korupsi Bulyan Royan. Untuk mengecek validitas data. Al Amin Nasution.7 miliar. surya. mereka lupa dan tanpa berhati perut tetap meminta kenaikan tunjangan dan sebagainya. lebih baik perbaiki dulu mental dan tabiat buruk caleg-caleg yang bermasalah. Jangan sampai masyarakat terkecoh dan memilih caleg yang hanya mencari uang dan kekuasaan yang setelah terpilih. . dan skandal UU titipan kepentingan Amerika dan kroninya.Pak Sarjan Taher terlibat dalam korupsi alih fungsi hutan. Mereka hanya bisa merintih dan seraya bekerja keras untuk dapat makan keesokan harinya. hanya saja apakah pemimpin partai dan kader-kader partai memiliki komitmen untuk menberangus kasus korupsi kelas kakap. uang. tempointeraktif. bukan popularitas (sekadar tampang). masih kelas anak kakap atau bahkan teri. silahkan Anda mengecek di Google. Dan beranikah pemimpin negeir ini mengusut orang internalnya (ring dalam) yang telah memberikan dana kampanye di tahun 2004 yang jelas-jelas telah melecehkan hukum negara…. waspada. Artinya apa? Setiap partai di Indonesia masih sedang sakit. pendidikan. inilah. pikiranrakyat. belum ada apa-apa jika dibanding skandal BLBI.? Sebelum partai-partai asyik berjanji ria di iklan.id. detiknews. mediaindonesia. atau kerabat.

dengan demikian ada kekosongan di tubuh pimpinan KPK. pansel KPK sudah memiliki trik untuk menangkal calon yang diduga kuat titipan koruptor. menolak calon pimpinan KPK titipan koruptor ini. Dalam hal ini. Sabtu (29/5/2010). Rhenald Kasali mengaku. Salah satunya melalui calon yang diduga titipan para koruptor. Pansel KPK Punya Trik Ketahui Calon Titipan Koruptor Corruptor fight back! Istilah itu marak setelah sejumlah tersangka korupsi melakukan perlawanan untuk melemahkan lembaga antikorupsi melalui gugatan ke pengadilan. . dirinya tidak tutup mata akan hal tersebut. Menurut Denny.” jelasnya. dan saya pikir beban berat itu ada di pansel. Rhenald pun menjamin pihaknya tidak akan kecolongan. Presiden secara pribadi punya preferensi. Menurut Denny.” ujarnya dalam diskusi “Polemik” yang digelar Trijaya FM di Cikini.Sumber : http://nusantaranews.com/2009/03/05/daftaranggota-dpr-bermasalah-beserta-partainy Banyaknya pendaftar calon pimpinan KPK tidak menutup kemungkinan adanya calon titipan koruptor agar bisa mengendalikan lembaga pemberantas korupsi itu.wordpress. Jakarta. Ini yang paling penting di pansel. para koruptor bukan hanya melakukan perlawanan dari luar. “Tentunya. Untuk itu menjadi pimpinan KPK tidak cukup dengan keberanian saja. Dua pimpinan KPK itu sedang bermasalah terkait kasus Anggodo Widjojo. Presiden pun memberikan perhatian besar untuk calon pimpinan KPK.” tegas Rhenald usai acara diskusi “Polemik” Trijaya FM di Warung Daun. “Jika praperadilan Anggodo dimenangkan. cirinya pun mudah dikenali. maka Bibit dan Chandra menjadi tersangka. “Kami memiliki pengalaman dan pengetahuan. “Cirinya ada permainan uang di situ. tetapi saya tidak tahu siapa preferensi beliau. Apakah pansel bermain atau tidak. Dengan tegas. Karena preferensi presiden pun tidak bisa menentukan lolosnya di DPR.” ungkap Denny. Namun demikian. Kini diendus. Anggota panitia seleksi pimpinan KPK. Staf Khusus Kepresidenan bidang hukum Denny Indrayana. KPK jilid ke dua ini punya tantangan yang sangat besar. Sabtu (29/5/2010). Cikini. tapi juga mencoba masuk ke dalam internal pimpinan KPK. yaitu kasus Bibit dan Chandra.

keberadaan dua institusi ini juga tidak mengurangi praktek menyimpang yang dilakukan oleh oknum kejaksaan. dan pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa biasanya terjadi pada proses penyelidikan. Wacana mengenai adanya calon pimpinan KPK titipan koruptor dilontarkan pertama kali oleh Sekretaris Satgas Antimafia Hukum. tapi kami akan mempelajari mereka bahkan menelpon orang yang kenal dengan calon untuk diketahui bagaimana latar belakangnya. 02 Juli 2008 | 17:24 WIB Bukti rekaman antara Artalyta Suryani dan pejabat tinggi Kejaksaan Agung yang diperdengarkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi sungguh memukul dan membuat kecewa seluruh jajaran korps Adhiyaksa. memiliki permasalahan besar dengan sistem integritasnya. Dia menaruh kecurigaan ada beberapa calon yang sebenarnya ingin melemahkan posisi KPK. memperkuat pendapat bahwa korupsi di kejaksaan bukan isapan jempol belaka. penyidikan. dan penundaan eksekusi merupakan pola yang umum dilakukan oleh oknum jaksa yang tidak bertanggung jawab. Komisi Kejaksaan sejak 1 Januari hingga 14 Desember 2007 menerima 422 laporan . khususnya di kejaksaan.” urai Rhenald. Terungkapnya praktek mafia peradilan di atas cukup memberikan penilaian bahwa institusi penegak hukum. Hasil penelitian Indonesia Corruption Watch (ICW) pada 2001-2002 mengenai pola-pola korupsi di lingkungan peradilan. Meskipun demikian. penggelapan dan penghentian perkara. yaitu Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan dan Komisi Kejaksaan. Pengalihan tahanan. “Rekam jejak bukan hanya tertulis. bahkan sudah menjadi rahasia umum. Terungkapnya praktek korupsi ini kenyataannya berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap kejaksaan ke tingkat yang paling rendah. Penelitian ICW di enam kota besar di Indonesia menemukan bahwa praktek kolusi. posisinya dapat dikatakan hampir tenggelam. hingga eksekusi suatu perkara. praktek korupsi di tubuh kejaksaan bukanlah hal baru. Padahal sejauh ini ada dua institusi yang khusus mengawasi perilaku dan kinerja jaksa. Hal ini terbukti dari semakin meningkatnya laporan masyarakat mengenai perilaku jaksa yang menyimpang tersebut. korupsi. penuntutan. Ibarat kapal. [okezone] Membersihkan Korupsi Kejaksaan Rabu. Dalam sejarahnya. pengalihan dari perkara pidana menjadi perkara perdata.Salah satu cara yang akan dilakukan pansel adalah dengan menelusuri rekam jejak calon yang diduga titipan koruptor tersebut. Institusi kejaksaan saat ini mengalami krisis kepercayaan. khususnya kejaksaan. Denny Indrayana. penghilangan barang bukti. negosiasi dakwaan dan tuntutan.

Dari laporan tersebut. dari 10 kasus suap yang melibatkan oknum jaksa. Jika sanksinya hanya mutasi. Hal demikian dapat dilihat dari sejumlah dugaan pemerasan atau gratifikasi yang dilakukan oleh oknum jaksa. Ironisnya. Dari jumlah tersebut. setelah menjalani masa tahanan selama 2 tahun. penjatuhan sanksi administratif terhadap jaksa-jaksa yang dinilai bermasalah. Selain karena faktor kesejahteraan jaksa yang rendah. meski dengan kategori berat berupa pencopotan jabatan. hingga pemberhentian secara tidak hormat. yang diteruskan ke Jaksa Agung sebanyak 204 laporan. sanksi tersebut tidak akan memutus mata rantai praktek mafia peradilan. apabila dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian pengawasan ditemukan adanya indikasi . Dalam pantauan ICW selama 2005-2007.masyarakat tentang kinerja dan perilaku jaksa. jaksa yang bersangkutan justru akan menerbitkan bibit penyakit (epidemi) korupsi baru di daerah yang ditempati. Kedua. yang disayangkan hanya sebatas pada pemeriksaan ada atau tidak adanya pelanggaran kode etik atau disiplin pegawai negeri sipil. sangat langka kasus yang berlanjut ke proses hukum. Total jaksa yang diberi sanksi pada 2007 adalah 89 jaksa yang terdiri atas 25 orang dijatuhi sanksi ringan. Meski sudah ada tindakan yang diambil. Jumlah yang masuk pada 2007 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Meski hasil pemeriksaan menyatakan terbukti adanya pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa tersebut. pada akhirnya tidak memberikan efek kejut (shock therapy) bagi jaksa-jaksa nakal lainnya. terdapat beberapa faktor lain yang menyebabkan kalangan internal kejaksaan gagal menyelesaikan persoalan korupsi yang dilakukan oleh oknum jaksa. Pemberian sanksinya juga terbatas hanya bersifat administratif. Ketiga. saat ini baru jaksa Cecep dan Burdju yang telah diproses hingga ke pengadilan dan akhirnya dijatuhi vonis bersalah oleh hakim. persoalan kultural. meskipun perlu mendapat respons positif. Dapat dipastikan akan selalu muncul oknum-oknum jaksa yang kembali melakukan tindakan serupa di masa yang akan datang. Pertama. Tindakan yang tidak tegas dari pimpinan kejaksaan juga akan melahirkan aktor-aktor korupsi baru di lingkungan kejaksaan. Harusnya ada sinergi antara bidang pengawasan dan bidang pidana khusus di lingkungan kejaksaan. kedua orang ini dapat kembali berdinas di lingkungan kejaksaan. mutasi. Tindakan pemeriksaan yang dilakukan oleh kalangan internal kejaksaan. sering kali terjadi praktek kolusi dalam proses pemeriksaan sehingga melahirkan kesimpulan dugaan penyimpangan tak terbukti. Terdapat kondisi di mana adanya keengganan (ewuh pakewuh) di kalangan jaksa untuk memeriksa sesama rekan seprofesi dan semangat untuk melindungi korps (espirit de corps) yang berlebihan. khususnya yang melibatkan jaksa. laporan masyarakat yang masuk ke Komisi Kejaksaan sebanyak 398. khususnya melakukan korupsi. 51 jaksa dijatuhi sanksi sedang berupa sanksi administrasi. sebanyak 202 laporan dilanjutkan ke Jaksa Agung. dan 13 jaksa dikenai sanksi berat seperti penurunan pangkat. kenyataannya persoalan korupsi di jajaran kejaksaan tetap saja tak kunjung usai. Pada 2006. Artinya. gaji. hingga non-job dan penurunan pangkat serta penundaan kenaikan gaji. Pada sisi lain.

Pernyataan Presiden ini sesungguhnya memberikan kewenangan penuh bagi Jaksa Agung untuk membersihkan jaksa-jaksa nakal di seluruh jajaran kejaksaan. Bukan sebaliknya. Widyo Pramono. melindungi jaksa-jaksa nakal hingga berdampak negatif sebagai "pelindung jaksa nakal". hal ini seharusnya ditindaklanjuti oleh bagian pidana khusus untuk memproses secara pidana. hal yang harus dilakukan oleh Jaksa Agung adalah berani bertindak tegas untuk meminimalkan praktek korupsi di lingkungan kejaksaan. keberanian. 28 Oktober 2010 12:13:21 | Berita | (70 view) JAKARTA (Suara Karya): Setelah terombang-ambing tidak menentu.suap atau pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa. Cirus. anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch Kejagung Kehilangan Kepercayaan Kamis. Dalam rangka memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan dan membersihkan dari oknum-oknum jaksa yang tidak bertanggung jawab. Kejaksaan Agung (Kejagung) akan menyerahkan kasus pemalsuan rentut yang diduga dilakukan dua orang jaksa dan Haposan Hutagalung itu ke pihak kepolisian. Ketua Tim 9 yang memeriksa rentut ganda Gayus Tambunan yang juga inspektur pada Pidum Kejaksaan Agung. akhirnya Kejaksaan Agung mengakui bahwa jaksa Cirus Sinaga dan jaksa Fadil Regan diduga terlibat dalam penyusunan rencana tuntutan (rentut) ganda yang menyebabkan Gayus Tambunan divonis bebas. dalam jumpa pers yang digelar pada Rabu di Jakarta menyatakan. kualitas. dan jaksa Ika Syafitri tergabung dalam jaksa penuntut (P16A) dalam berkas perkara Gayus. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri dalam amanat memperingati Hari Adhyaksa pada 2006 bahkan telah memerintahkan Jaksa Agung agar tidak segan-segan menindak tegas sesuai dengan hukum tanpa diskriminasi terhadap oknum-oknum jaksa yang tidak terpuji dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Persoalannya adalah apakah Jaksa Agung punya keinginan kuat untuk membersihkan institusi kejaksaan dari praktek korupsi? Rentetan peristiwa suap atau pemerasan atau kolusi yang dilakukan oleh sejumlah oknum jaksa seharusnya dapat menjadi momentum bagi kejaksaan untuk memperbaiki diri. Fadil. dan komitmen dalam pemberantasan korupsi. Upaya pembersihan dan menyelamatkan institusi kejaksaan saat ini sudah tidak dapat ditawar lagi dan harus segera dilakukan. . sebaiknya Presiden SBY perlu mempertimbangkan untuk mencopot Jaksa Agung Hendarman Supandji dan menggantinya dengan orang yang memiliki integritas. khususnya memperbaiki mekanisme pengawasan dan penjatuhan sanksi disiplin bagi jaksa yang dinilai bermasalah. Jika langkah tegas tidak juga dilakukan. Selanjutnya. Emerson Yuntho.

tim akan melaporkan pemalsuan itu ke pihak berwenang karena ada dugaan pelanggaran Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP. Jaksa F diperintahkan oleh C dan perintahnya untuk mengirim faks ke Kejari Jaksel. dari waktu pengiriman faksnya sama. kembali membuka tabir bahwa kejaksaan kerap "bermain-main" dengan kasus yang ditangani. menurut Widyo. yakni Plt Jaksa Agung Darmono dan Jampidsus M Amari perihal tindak lanjut penyelesaian perkara Bibit-Chandra. Indikasi pemalsuan dalam rentut tersebut. "Surat juktut yang palsu menggunakan sanksi hukuman untuk terdakwa narkoba Thio Ben Tjai. kasus itu berawal dari surat petunjuk penuntutan (juktut) tanggal 25 Februari 2010 yang memerintahkan kasubbag tata usaha bernama Emo untuk mengirimkan juktut ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. B dihubungi oleh F yang merupakan anggota jaksa P16 perkara Gayus. menilai kondisi penegakan hukum di Indonesia. Kemudian. Pohan Laspy memerintah stafnya. Selanjutnya. pengirimannya error dan B melaporkan hal itu ke Pohan. Karena itu. terlihat dari Surat Juktut Nomor R431 dan R455. Pemalsunya H. terutama terhadap Kejaksaan Agung. Hal senada juga dikemukakan anggota Komisi III DPR lainnya. Surat Juktut Nomor 431 sanksi hukumannya dihapus yang semua satu tahun penjara menjadi 6 bulan masa percobaan. Todung menunjuk aksi saling bantah dua pejabat teras kejaksaan. padahal tidak lazim karena biasanya menggunakan ballpoint. Bambang Soesatyo. Namun." katanya. Achmad Yani mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera melantik Jaksa Agung yang baru agar rivalitas di internal Kejaksaan Agung tidak berlarut-larut. Menurut Bambang. Hal itu sekaligus membuktikan bahwa Kejaksaan Agung tidak mampu menyelesaikan kasus yang menyita perhatian publik. juga dalam kasus Bibit-Chandra dan sisminbakum. "Sebelum dikirimkan ke Kejati Banten. rivalitas internal menuju kursi Jaksa Agung yang berlangsung begitu telanjang dan sarat intrik." katanya. "Selanjutnya juktut bernomor R455 diserahkan ke H dan diserahkan ke Gayus. sehingga tidak lagi memedulikan kepentingan bangsa. . Anggota Komisi II DPR Achmad Yani menyatakan. Atas temuan itu. B. Masing-masing kelompok berusaha saling menjatuhkan. Kemudian. F meminta staf TU di Kejari Jaksel untuk menyerahkan faks Jukut tersebut yang selanjutnya diserahkan kepada jaksa C. untuk mengirimkan faks juktut ke Kejati Banten." katanya. Ketua Dewan Pengurus Transparency International Indonesia (TII). dugaan keterlibatan Cirus Sinaga dkk dalam kasus Gayus Tambunan. saat ini makin kehilangan kepercayaannya. Todung Mulya Lubis.Berdasarkan pemeriksaan tim. Sementara itu. "Penulisan nomor surat pada R431 menggunakan spidol." katanya.

Selamatkan Polri. pekerja profesional. 22 Agustus 2010 | 17:37 WIB Besar Kecil Normal Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Masyarakat Koalisi Sipil Indonesia saat melakukan aksi damai di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). kepercayaan masyarakat terhadap jajaran kejaksaan pun akan menurun. justru mencerminkan ketidakpastian hukum. Jakarta. menurutnya disusun berdasarkan keprihatinan para aktivis LSM dan masyarakat sipil terhadap semakin menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum ini. (Jimmy Radjah/Sugandi/Nefan Kristiono) http://www. Minggu (22/8)." ujarnya.Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat membacakan petisi berjudul "Kembalikan Negara Hukum. Dalam pembacaan petisi ini. proses penegakan hukum membutuhkan sikap yang tegas. TEMPO/Eko Siswono Toyudho TEMPO Interaktif.com/news.html?id=264956 Sumber : Suarakarya Online Masyarakat Sipil Sampaikan Petisi Minggu. menurut Todung. pengacara Bibit S Rianto dan Chandra Hamzah. Pembacaan petisi dilakukan oleh Taufik Basari. Petisi ini. dan perorangan." di halaman gedung Mahkamah Konstitusi. Minggu (22/). Taufik meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengambil tindakan tegas dalam mereformasi Kepolisian Republik Indonesia. Imbasnya.suarakarya-online. Todung menilai sikap seperti itu juga merupakan cermin dari tidak tegasnya kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia juga meminta kepada SBY untuk membenahi struktur Polri secara menyeluruh. Jakarta . Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia (TII) Teten Masduki menengarai adanya masalah internal yang kompleks di Kejaksaan Agung. serta sekitar 50 aktivis.Sikap seperti itu. Penurunan kepercayaan ini dilatarbelakangi oleh . Padahal. "Kami meminta presiden SBY mencopot petinggi kepolisian yang terlibat praktek mafia peradilan dan rekayasa proses hukum.

jadi ini mafia. karena kami harap jika dari Polri nya sudah baik. maka di kejaksaan dan seterusnya juga baik. Alhamdulillah. Konflik antara KPK vs Polri yang berimbas pada pembentukan Tim 8 oleh Presiden. paling-paling orang marah karena Mahfud banyak ngomong. Apakah konflik kali ini serupakan usaha untuk melemahkan KPK yang selama ini dikenal sebagai lembaga pemberantasan korupsi? Sekarang citra penegakan hukum sedang menurun. Jadi perilaku seorang meskipun Ketua MK tidaklah menentukan. Bahwa jabatan adalah amanah dan tidak selayaknya dinimati. Kejaksaan. memang sistimnya sudah terbuka. rekening gendut polri. PNS." ujarnya. semua bisa melihatnya. Bagaimana pemberatasan korupsi di Indonesia pasca konflik KPK vs Polri ? Konflik yang memutuskan hakim. Jabatan tidak boleh dinikmati. Bahkan di semua daerah dimana ada 34 Perguruan Tinggi. Bagi saya ini sesuatu yang enteng dan biasa saja. Apakah ini menunjukkan aparat penegak hukum belum professional ? Bukan hanya aparat penegak hukum. maka mereka berjuang apa saja dikerjakan supaya dapat jabatan. jabatan itu biasa saja. Kalau logika itu diikuti. Jadi semuanya sedang mengalami penurunan kepercayaan dari masyarakat. Kemudian menjadi Ketua MK dan keluar lagi. Jadi kalau ada orang menikmati amanah. Bahkan KPK sendiri disinyalir tidak bersih seratus persen. padahal seharusnya itu tidak boleh. bagaimana tanggapan anda dengan adanya pemutaran kaset hasil penyadapan KPK di MK baru-baru ini ? MK tidak bisa tidak harus terbuka. Kalau mengambil lebih dari seharusnya. Selain itu meski sudah ada KPK sejak 6 tahun lalu. mereka masing-masing memiliki argumentasi yang benar menurut versinya sendiri-sendiri. berarti semua pengawaspun diawasi. Nanti kalau sudah dapat jabatan. bundaran HI atau televisi." ujarnya. Terbukti pernah ada beberapa personilnya yang terlibat praktek korupsi dan suap sehingga mereka diadili dan dipecat dari KPK. Meski kita telah memasuki era reformasi selama 10 tahun. Seluruh hakim MK sama kedudukannya. ustad dan termasuk di lingkungan ormas Islam. Karena itu mantan haram hukumnya. Padahal ada forum beradab untuk menyelesaikan semunya yakni pengadilan. Jadi peristiwa sekarang harus disyukuri. sistimnya sudah terbentuk video conference dan video streaming. Nanti siapa pengawasnya pengawas ? Sebagai mantan Ketua MK. dan Transparansi Internasional Indonesia. Ketua MK hanyalah tukang memimpin sidang dan ketok palu. Itulah sebabnya Islam melarang meminta-minta jabatan. ternyata korupsi dan suap masih melanda birokrasi dan lembaga penegak hukum. Seharusnya konflik diselesaikan di pengadilan atau diajukan ke MK meski belum tentu menang. Menurutnya. Itu yang menjadi masalah bukan lembaganya. ya salah. Kita belum terbiasa menyelesaikan konflik di pengadilan. Borok sistim penegakan hukum kita menjadi terbuka dan sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi. Mantan ketua KPK. Polri marah karena statemen yang ingin memecat Kapolri dan sebagainya. Sebab MK berbeda dengn PN yang menyangkut kepentingan orang perorang. kasus Gayus. tidak boleh menerima dan tidak boleh mengambil lebih dari yang seharusnya. semua itu akibat dari keterbukaan MK. Amanah tidak boleh dinikmati sendiri oleh orang yang diberi amanah. apalagi markus lebih haram lagi karena diluar aturan. Seharusnya hakim merupakan jabatan pendiam. Petisi ini juga didukung sejumlah lembaga swadaya masyarakat. karena kekuasaannya yang sedemikian besar ? Nanti pengawasnya diawasi siapa lagi. namun ternyata birokrasi dan lembaga penegak hukum seperti Polisi. . bagaimana tanggapan anda dengan adanya konflik terselubung antara MK vs Polri. dan banyak lagi. menunjukkan sistim penegakan hukum di Indonesia masih kacau. sehingga sidang-sidang MK bisa dilihat di seluruh dunia melalui internet. zaman Gus Dur keluar Istana. dia tidak boleh mengambil. Tinggal kita menjaga kualitas iman dan akhlaq. maka kita perlu memperbaiki diri. bahwa ini hanyalah sebuah awal dari upaya membersihkan sistem hukum di Indonesia.sejumlah kasus yang mencoreng nama Polri. Kehakiman bahkan Mahkamah Agung (MA) belum mampu di reformasi. Jadi kalau tidak sanggup." ujarnya. Pasalnya. Karena ini pula lembaga negara diatur dalam UU. lagi pula belum ditopang dengan ekonomi yang mapan. Apakah itu hakim. maka orang tidak boleh meminta-minta jabatan. yang diadili adalah UU yakni kepentingan publik sehingga rakyat perlu mengetahuinya. Sebaliknya. itulah konflik. Barangkali ada orang yang kurang enak dengan pemutaran rekaman. sehingga kalau ada alat bukti yang diajukan ke forum sidang MK. maka haram hukumnya yang berarti korupsi juga. sampai saat ini pendukung petisi ini berjumlah sekitar 540 orang. keluar masuk Istana biasa saja. Nanti dibawa ke pengadilan siapa yang benar. Tidak ada putusan MK diluar putusan 9 orang hakim MK atau minimal 7 orang hakim MK. itu kuncinya. Itu melanda semua lembaga penegak hukum termasuk KPK. Bagi saya. Pemberantasan korupsi di Indonesia sepertinya berjalan di tempat. Jadi seorang yang menduduki jabatan apa saja." ujarnya. jabatan dan profesi di Indonesia sekarang belum professional. Mereka saling menjelekkan. Itulah para makelar yang berkolaborasi untuk memperjuangkan orang agar dapat jabatan yang kelak dapat ikut menikmati jabatan tersebut. Tetapi kalau kewajiban tidak boleh kurang dari kewajibannya. yang juga turut dalam pembacaan ini mengatakan. Jelas sekarang kepercayaan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi sedang menurun. Jadi sekarang sudah zaman keterbukaan. karena begitu kuatnya perlawanan para koruptor yang bercokol di eksekutif. semestinya itu dilarang. legislatif dan yudikatif. Terbukti adanya penarikan pengawalan Polri terhadap Ketua MK. supaya tidak terjadi sengketa antar lembaga negara. jangan menduduki jabatan. rekayasa kasus pimpinan KPK. angtara lain Indonesia Corruption Watch (ICW). Pengumpulan dukungan ini direncanakan sampai Kamis minggu depan. advokad. baik kekuasaan politik maupun ekonomi. Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak kekerasan (Kontras). polisi. melalui internet video streaming maka seluruh dunia bisa menyaksikannya. kita diberi tahu dalam kenyataannya ada praktek-praktek yang sangat tidak terpuji dalam lingkungan lembaga penegak hukum. "Kenapa ini ditujukan kepada Polri. Presiden sebagai kepala negara tentu dapat menyusun agenda bagaimana memperbaiki persoalan ini. bagaimana mengatasi maraknya makelar kasus (markus) dan makelar jabatan (mantan) di pengadilan dan kejaksaan ? Semua orang harus berusaha untuk menjadi teladan dengan akhlaqul karimah. Jabatan sekecil apapun adalah amanah dan amanah berisi tanggungjawab. tidak boleh bicara diluar putusan apalagi yang menyerempet-nyerempet perkara yang menyangkut kewenangan orang lain. Apa perlu ada lembaga pengawas KPK. Erry Ryana Hardjapamengkas. otomatis terbuka. Menurut anda. Pemutaran rekaman itu bukan kesalahan MK. M Mahfud MD ? Tidak ada konflik MK vs Polri. Ia menambahkan. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). "Bagi teman-teman yang ingin bergabung bisa gabung di grup facebook dan tweeter kami. itu prinsipnya. Hanya menikmati jabatan untuk kepentingannya sendiri. Sebagai mantan Ketua MK. tetapi semua pekerjaan. Kalau negara sedang berkembang. Jadi bukan MK sebagai institusi. Karena tingkat perkembangan masyarakat masih belum terlalu maju. Prof Dr Jimly Asshiddiqie SH seputar penegakan hukum di Indonesia. Berikut ini wawancara Abdul Halim dari Tabloid Suara Islam dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia. "Selanjutnya akan diserahkan kepada Presiden. jaksa. Jika kurang dari kewajibannya. selanjutnya petisi yang sama juga akan ditujukan kepada kejaksaan dan pengadilan. Semua orang yang mengaku beriman. Mereka ada yang menduduki jabatan resmi atau diluar jabatan resmi. dia harus menunaikan tanggung jawabnya bahkan lebih dari seharusnya. pengumpulan dukungan untuk petisi ini akan terus dilakukan. Markus dan mantan semakin marak karena orang mau menikmati jabatan. dan kehakiman. masih primitif cara membangun mekanisme penegakan hukum dan masih banyak dipengaruhi para preman. Dulu zaman Habibie kita berkuasa. Menurut Taufik. Konflik biasanya diselesaikan di forum politik. tetapi pribadi Mahfudnya. dosen. Bukan cuma itu. maka wajib baginya menjadikan dirinya teladan dalam etika yang mulia dan akhlaqul akrimah. dia tidak mengerjakan kewajibannya. berarati korupsi dan haram hukumnya. "Seperti kasus mafia hukum.

Apa KPK harus menanggani semua perkara seperti sekarang. akuntabel. Sudah 10 tahun reformasi dan yang lain sudah di reformasi. bagaimana komentar anda ? Polisi dan TNI dibawah Presiden. Karena itu ada kecemburuan TNI terhadap Polri. KPK dimasa depan jangan lagi menanggani tindak pidana korupsi bagi semua orang. TNI tidak berada dibawah Dephan tetapi Presiden. Kalau jumlah adalah cara berfikir demokratis dimana makin banyak makin baik. termasuk memperbaiki kejaksaan. (Abdul Halim) Implikasi Politik Markus 28 Apr 2010 • • Koran Tempo Opini Wawan Sobari. Namun karena sudah menjadi isyu nasional. sehingga usaha untuk mengurangi peran KPK memang sudah ada. Manajemen pemerintahan seharusnya dibagi habis dimana koordinasinya dengan Menteri. serta Kejaksaan Agung. sedangkan lainnya dapat ditanggani Kejaksaan. dan bertanggung jawab. Jadi kasus-kasus besar terjadi di zaman Antasari. Sudah selama 6 tahun KPK dianggap lembaga superbody. KPK cukup menanggani tindak pidana korupsi dan suap terhadap penegak hukum seperti jaksa. yaitu Kementerian Keuangan dan Luar Negeri. maka masyarakat membelanya. Apa ini tidak menjadi sumber masalah hukum dikemudian hari ? Sistem penegakan hukum kita sekarang lagi kacau. yang penting mendorong tegaknya hukum untuk memperbaiki keadaan. dan MA belum direformasi dan belum substantif perubahannya. berdasarkan keputusan MK. Tetapi KPK jangan dibubarkan. Kapolripun demikian. Mulai dari Antasari yang dituduh membunuh. banyak dlihat terjadi overlaping dimana keputusan satu hakim agung dianulir hakim agung lainnya. Pemerintah dan DPR hampir sepakat wewenang KPK dikurangi sehingga tidak memiliki kewenangan menuntut. Misalnya. tetapi koordinasi. ketata laksanaan. polisi. Hubungan TNI dengan Dephan bukan atasan dan bawahan. Percuma. Bahkan banyak perkara yang sudah diperiksa sejak zaman Taufiqurrahman Ruki. bukan berapa jumlah tetapi kualitas perkara. Jadi seolah-olah berhadapan antara negara dan rakyat dalam isyu pemberantasan korupsi. Presiden sebagai Panglima Tertinggi TNI. atau kedua-duanya dimana aspek keamanan koordinasinya dengan Depdagri dan hukum dengan Depkumham. Itu kan hanya nasehat kepada presiden. Mestinya orang mundur dari jabatan tidak perlu harus bersalah. Selama ini dikatakan KPK terlalu berkuasa dan menjadi lembaga superbody sehingga membuat gerah lembaga penyidik lain seperti Polri dan Kejaksaan. supaya jangan terlalu banyak perkara yang ditangganinya. Tim 8 tidak mempunyai hak untuk merekomendasikan pemberhentian keduanya. Jadi di kalangan pejabat. Seperti kejaksaan. Misalnya waktu pembahasan UU Pengadilan Tipikor di DPR. Sesudah itu muncul kasus Bibit-Chandra. saya sudah mencetak 50 doktor. Mengapa tidak ada pejabat di Indonesia yang melakukan kesalahan seperti Kapolri dan Jaksa Agung. Karena semua tidak suka. Seluruh mekanisme penegakan hukum harus ditata kembali. Jadi tidaklah benar jika TNI berada dibawah Dephan. sebaiknya mundur saja. Jadi kalau perkaranya tidak berkualitas seperti kasus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri yang kualitasnya kecil hanya kasus beberapa ratus juta rupiah dan hanya kesalahan administrasi. Saya sebagai dosen terpaksa mengamen kesana kemari karena memang penghasilannya belum mencukupi sebagai guru besar. masak semua harus ditanggani Jaksa Agung. Jadi yang begitu kasusnya tidak bermutu dan hanya menimbulkan perasaan tidak adil bagi masyarakat. Meski sebagai professor. Karena dia hanya memperoleh keputusan politik dari Presiden untuk perang atau damai. hakim dan advokad. Sedangkan yang lainnya. sekarang tinggal menangkap saja. Jadi seharusnya hanya kasus berskala besar saja yang ditanggani KPK. Memperbaiki KPK dengan mengevaluasi kekurangannya. sebab ini kebobrokan lama. kehakiman dan kepolisian. itu salah juga. Jadi banyak orang yang marah. Seharusnya ada agenda yang harus diperbaiki. Polri tidak mau koordinasi dengan Menteri. kejaksaan. bukan hanya eksekutif tetapi juga legislatif dan hakim agung. Saya kira KPK harus diperbaiki. Kalau sudah merasa cukup mengabdi. follow-up nya baru sekarang. tetapi sistimnya belum dibenahi. Menurut anda. pembangunan dengan janji pertumbuhan ekonomi tidak akan berhasil. MPR memandatkan kekuasaan untuk menciptakan birokrasi yang transparan. maka tanpa disadari ada usaha untuk melemahkan KPK. Apalagi kalau melakukan kesalahan. Tetapi jaksanya harus diawasi supaya tidak melakukan suap dan tidak ada lagi mafia. Beberapa upaya kebijakan strategis diambil untuk menjalankan target reformasi tersebut. Makanya jabatan itu jangan dinikmati. Tetapi kalau keadilan. tetapi pejabatnya tidak mengerti peta jalan perbaikan kearah mana. itu berlaku buat semua termasuk peneliti dan dosen seperti saya. Saya kira Kapolri dan Jaksa Agung tidak merasa bersalah. Tegaknya hukum tidak bisa dihitung dari berapa jumlah orang yang ditangkap. cukup seperti MK dengan 9 orang hakim konstitusi. koordinasi dengan Departemen. sumber daya aparatur. Perubahannya hanya tambal sulam seperti soal usia dan gaji hakim agung. Jadi Kapolri dan Jaksa Agung tidak menangganinya. sedangkan Kapolri. maka jumlah hakim agung tidak perlu banyak-banyak. maka harus menyampaikannya ke DPR. tetapi birokrasi seperti polisi. Beberapa lembaga dilibatkan sebagai obyek reformasi tahap awal. Tetapi masyarakat dan LSM marah. bukan Menhan. sehingga disebut professor biasa diluar bukan professor luar biasa. siapakah dalang kasus KPK vs Polri yang semakin ruwet seperti sekarang ini ? Saya tidak percaya ada dalangnya. Jika mereka melakukan tindak pidana suap dan korupsi. Jaksa Agung dan Panglima TNI pejabat teknisnya. dikira Polri langsung dibawah Presiden. Karena ada kasus seperti ini maka menjadi terbuka. Setelah reformasi pertahanan dan keamanan dipisah. Jadi sebenarnya Kapolri dan Jaksa Agung tidak perlu mundur. karena ada Pengadilan Khusus Tipikor. Kalau ada yang mengatakan polisi menjadi arogan karena langsung dibawah presiden. Polri dan Kejaksaan semuanya berada dibawah Presiden sebagai lembaga eksekutif. Polisi koordinasi dengan Menko Polkam. yaitu perbaikan kelembagaan. Munculnya permasalahan sekarang ini seharusnya dapat dimanfaatkan untuk penataan kembali sistim hukum dan peradilan di Indonesia.sehingga materi menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan. Jadi ada semacam ketidaksukaan atau kebencian umum kepada KPK. Apa tidak bisa perkara ke MA dibatasi jangan terlalu banyak. Menteri adalah pejabat politik. Tetapi karena KPK dikeroyok ramai-ramai. harusnya sekarang koordinasinya dengan Depdagri atau Depkumham. seperti di Eropa dan AS ? Tanya saja sama yang bersangkutan. Mengenai MA. cukup ditanggani polisi dan jaksa. Tetapi karena Menko Polkam tidak memiliki aparat teknis. Kalau mengundurkan diri mungkin tidak baik juga. Kalau bagi saya. lantas dengan perasan malu mengundurkan diri. pengadilan akan memeriksa perkara tindak pidana korupsi.Namun terungkapnya praktek . Selain itu MA harus diperbaiki. TNI. KPK menakutkan dan harus diubah. dan teladan masyarakat. Dalam sejarah. tetapi sepertinya dalam pembuktian tidak menyuruh membunuh. mulai dari presiden sampai camat mau diakses semua. karena menganggap sudah langsung koordinasi dengan Presiden. Birokrasi diharapkan menjadi pelayan masyarakat. maka koordinasinya dulu era Orba dengan Dephan. legislatif dan yudikatif serta semua lembaga penegak hukum tidak suka sama KPK. Koordinasi bukan berarti bawahan. Panglima TNI berada dibawah Presiden. sehingga kita perlu memperkuat PT. itu kan proses hukum yang normal. bersih. tetapi dia kena getahnya karena harus bertanggungjawab. Sekarang ditambah lagi kasus Antasari yang dikaitkan dengan pembunuhan dan wanita. gara-gara Kabareskim Mabes Polri merasa disadap secara tidak mendasar melawan hukum menurut persepsi polisi. cuma koordinasinya dengan Menteri. ketua program studi ilmu politik fisip universitas brawijaya Agenda reformasi birokrasi bergulir sejak 2001. Bagaimana tanggapan anda ? UU KPK harus disempurnakan. Kalau jumlah perkaranya terbatas. berarti akan terjadi perubahan besar-besaran. Sebenarnya bisa kalau dibenahi. Semua cabang kekuasaan eksekutif. ini sesuatu yang mutlak harus dikerjakan. Kemudian diikuti beberapa lembaga setingkat kementerian lainnya. Semuanya tergantung pada Presiden SBY sebagai policy maker. KPK cukup mengawasi kejaksaan. perencanaan penegakan hukum pertahun dan anggarannya. tetapi mekanisme pemberantasan korupsi secara menyeluruh harus ditata kembali. Mahkamah Agung. Terdapat empat upaya penting reformasi birokrasi. barulah KPK turun tangan. Misalnya masalah logistik. Jadi ke depan lebih baik Polisi koordinasi dengan Depdagri untuk keamanan dan Depkumham untuk penegakan hukum. Kalau memang hal itu dapat dilaksanakan. abdi negara. Jadi kita harus membangun sistim hukum. kalau sistem hukum dan politik di Indonesia masih kacau seperti sekarang ini. KPK hanya khusus menanggani pemeriksaan tindak pidana korupsi keempat lembaga tadi. Tap Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VI Tahun 2001 mengamanatkan kepada presiden agar mulai memperbaiki birokrasi. Jadi jabatan digunakan untuk mendapatkan keuntungan materi. dan remunerasi. Polisi tidak mau karena tidak merasa dibawahnya.

Gaji seorang pegawai Ditjen Pajak setelah perbaikan remunerasi jumlahnya berkali-kali lipat lebih besar dari gaji pegawai di daerah yang berposisi sama dan sebagai ujung tombak pelayanan publik pula. pegawai Kejaksaan. dan reformasi ketatalaksanaan dalam beberapa tahun terakhir. Scott (1997) menyebut dua faktor lain yang men-determinasi para birokrat bawahan untuk melakukan diskresi. Hal terakhir cukup relevan menjelaskan praktek markus karena pihak yang be-perkara memiliki karakteristik yang khusus. Apalagi dalam kenyataannya permintaan peningkatan pelayanan seperti tidak pernah berhenti (Nielsen. klien yang mereka layani bukan hanya kalangan . MA. Birokrasi bawahan Dalam kajian teoretis. Mereka berada dalam situasi oportunistik membutuhkan kepastian hukum yang menguntungkan dirinya. Hanya. Artinya. yang melibatkan aparat Direktorat Jenderal Pajak. Bahkan telah menegasikan perbaikan remunerasi yang dianggap obat mujarab untuk menekan penyimpangan. Ada persoalan yang perlu dicari penyebab dan jalan keluarnya sehingga lembaga kontrol internal MA. MA. yakni sebagai upaya untuk keluar dari situasi frustratif antara besarnya permintaan pelayanan dan keterbatasansumber daya yang dimiliki. Kejaksaan. serta kepolisian. Artinya. Reformasi birokrasi dianggap tidak membuahkan hasil. Praktek markus terjadi dalam sebuah relasi tidak sehat antara pelayan dan yang dilayani (klien). Menariknya. Terjadi konflik antara pembuat kebijakan dan birokrasi bawahan sebagai pelaksana kebijakan. Masih ada faktor lain yang menyebabkan mereka berbuat demikian. Maka diskresi peraturan yang dipraktekkan birokrat bawahan menjadi lazim. praktek diskresi birokrasi bawahan tidak hanya terjadi di pusat. fakta markus merupakan bagian dari praktek birokrasi bawahan [street-level bureaucracy). keberadaan inspektorat di masing-masing lembaga itu tidak berhasil mencegah dan mendeteksi praktek diskresi tersebut. Bila sumber daya yang dimaksud berkaitan dengan fasilitas institusi dan gaji. pengembangan sumber daya manusia. Di satu sisi para legislator dan pembuat kebijakan lainnya berupaya menciptakan tujuan-tujuan ideal ke dalam peraturan. Kementerian Keuangan. Di sisi lainnya birokrasi bawahan berjalan dengan kepentingannya sendiri untukmemanfaatkan akses langsungnya terhadap klien. Karya seminal Iipsky (1980) menjelaskan bahwa birokrasi bawahan mempraktekkan pemberian diskresi atas dispensasi manfaat atau alokasi sankksi. dan kepolisian dapat mencegah praktek birokrasi bawahan yang menyimpang. namun terjadi pula di daerah. gaji besar bukan merupakan faktorfrustratif yang menjadikan para markus tersebut melakukan diskresi bagi pihak-pihak yang beperkara. 2006). Kejaksaan.Lipsky kemudian berargumen bahwa praktek birokrasi bawahan tersebut merupakan mekanisme untuk mengatasi situasi yang sulit {coping mechanism). Faktanya. dan Ditjen Pajak telah mengalami perbaikan remunerasi. Faktor kontrol internal organisasi kini menjadi pertanyaan.makelar kasus (markus). meman tik keraguan publik. teori tersebut relatif gagal menjelaskan fenomena markus. yakni karena tingkat kontrol organisasi dan karakteristik klien.

Entitas terkaitAgenda | Apalagi | Bahaya | Birokrasi | Dikhawatirkan | Faktor | Gaji | Gejala | Iipsky | Karya | Kebijakanyang | Kejaksaan | Kementerian | Kepercayaan | Lipsky | Mahkamah | Memasuki | Modus | MPR | Padahal | . Pertama. Meski belum terorganisasi. Setiap upaya perubahan yang dilakukan dianggap hanya tambal sulam. Kebijakanyang tidak antisipatif dan prospektif terhadap kondisi di lapangan menyebabkan kegagalan implementasinya. Sayangnya dilakukan secara menyimpang. Gejala menurunnya kepercayaan terhadap pemerintah mulai terlihat dari seruanseruan sejumlah pihak untuk memboikot kewajiban membayar pajak. Tidak dimungkiri. Saat ini mulai terungkap praktek pegawai negeri yang mengumpulkan dukungan bagi para keluarga incumbent yang mencalonkan lewat jalur perseorangan. karena publik tidak percaya pada perubahan-perubahan mendasar untuk memperbaiki birokrasi. di daerah terjadi praktek makelar politik. publik semakin menurunkan kepercayaannya {distrust) terhadap pemerintah. pemerintah perlu mengantisipasi merosotnya kepercayaan politik (political distrust) publik.Lebih jauh lagi. Dikhawatirkan akan terjadi penarikan legitimasi publik terhadap pemerintah (legitimacy rush) secara cepat Terutama bila publik tidak melihat perbaikan signifikan terhadap persoalan ketidakadilan yang dilakukan para markus dan praktek menyimpang birokrasi bawahan lainnya. Para birokrat bawahan tersebut melakukannya dalam dua modus. Ia berasumsi bahwa kumpulan individu yang merasa dirugikan oleh praktek diskresi birokrat bawahan bisa mengorganisasi aksi bersama. potensi aksi-aksi kolektif tersebut sudah diperkirakan oleh Lipsky (1980). para pegawai negeri ikut memposisikan diri dan mendukung setiap kebijakan dan program kepala daerah atau wakil kepala daerah guna mendapat kredit politik dari publik.masyarakat bawah yang membutuhkan pelayanan. Kepercayaan politik Bahaya politik yang mengancam kegagalan reformasi birokrasi yang dibanggakan pemerintah adalah munculnya gejala nihilisme pada masyarakat. Meskipun belum terakumulasi secara massal.Memasuki masa pemilihan kepala daerah (pilkada) 2010. Para pegawai negeri sipil yang semestinya netral terlibat dalam aksi saling dukung para pejabat kepala/wakil kepala daerah {incumbent) atau bahkan keluarganya yang mencalonkan diri. Kemudian birokrasi bawahan berupaya menerjemahkan sendiri kebijakan tersebut. tapi juga para elite yang membutuhkan dukungan politik. Mereka setia untuk mendampingi dan membantu para incumbent menjalankan kampanye politik secara tidak langsung. Apalagi ditunjang pesatnya perkembangan teknologi informasi yang memudahkan antarindividu untuk saling terkoneksi senasib-sepenanggungan. Padahal belum tentu demikian karena masih ada beberapa kemajuan atas upaya-upaya reformasi tersebut. yakni timbulnya persepsi massal yang menganggap bahwa perubahan birokrasi tidak ada hasilnya. Modus lainnya berupa pengumpulan dukungan secara langsung. praktek diskresi para birokrat bawahan merupakan buah dari konflik kebijakan antara pembuat dan pelaksana kebijakan. termasuk didaerah.

Juga denda Rp 500 juta untuk mantan ketua tim jaksa penyelidik perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Urip dinyatakan terbukti menerima uang terkait dengan jabatannya sebagai anggota tim jaksa penyelidik perkara BLBI.Praktek | Reformasi | Sayangnya | Scott | Terdapat | Terutama | Wawan | Direktorat Jenderal | Ditjen Pajak | Kementerian Keuangan | Implikasi Politik Markus | Tap Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VI Tahun | Ringkasan Artikel Ini Maka diskresi peraturan yang dipraktekkan birokrat bawahan menjadi lazim. Bila sumber daya yang dimaksud berkaitan dengan fasilitas institusi dan gaji. tapi juga para elite yang membutuhkan dukungan politik. Kejaksaan.Lipsky kemudian berargumen bahwa praktek birokrasi bawahan tersebut merupakan mekanisme untuk mengatasi situasi yang sulit {coping mechanism). MA. Sebelumnya. Selain itu. Pada sisi lain. vonis yang dijatuhkan hakim Pengadilan Tipikor itu patut mendapat apresiasi. klien yang mereka layani bukan hanya kalangan masyarakat bawah yang membutuhkan pelayanan. dalam sidang 22 Agustus 2008. di daerah terjadi praktek makelar politik. Menariknya. sangat melegakan dan memberi angin segar bagi upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. dan Ditjen Pajak telah mengalami perbaikan remunerasi. yakni timbulnya persepsi massal yang menganggap bahwa perubahan birokrasi tidak ada hasilnya. Dia dinilai menerima uang dari Artalyta Suryani USD 660. yakni sebagai upaya untuk keluar dari situasi frustratif antara besarnya permintaan pelayanan dan keterbatasansumber daya yang dimiliki. Sebagaimana diketahui. Ada persoalan yang perlu dicari penyebab dan jalan keluarnya sehingga lembaga kontrol internal MA. Padahal. vonis tertinggi yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor adalah 10 tahun penjara dalam kasus pengadaan helikopter dengan terdakwa Abdullah Puteh (gubernur nonaktif NAD). 05 September 2008 Pintu Masuk Usut Sjamsul Nursalim Jaksa terdakwa penyuapan dan pemerasan Urip Tri Gunawan divonis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan hukuman 20 tahun penjara. Vonis yang dijatuhkan. dan reformasi ketatalaksanaan dalam beberapa tahun terakhir. termasuk didaerah. pegawai Kejaksaan. Rp 1 miliar. Dikhawatirkan akan terjadi penarikan legitimasi publik terhadap pemerintah (legitimacy rush) secara cepat Terutama bila publik tidak melihat perbaikan signifikan terhadap persoalan ketidakadilan yang dilakukan para markus dan praktek menyimpang birokrasi bawahan lainnya. Kementerian Keuangan. Reno Iskandarsyah. Kepercayaan politik Bahaya politik yang mengancam kegagalan reformasi birokrasi yang dibanggakan pemerintah adalah munculnya gejala nihilisme pada masyarakat. vonis 20 tahun penjara merupakan pemecahan rekor sebagai vonis tertinggi di Pengadilan Tipikor. pengembangan sumber daya manusia. maksimal yang bisa dijatuhkan hakim adalah 20 tahun penjara atau seumur hidup.Memasuki masa pemilihan kepala daerah (pilkada) 2010. . Vonis 20 tahun penjara yang dijatuhkan hakim lebih tinggi daripada tuntutan jaksa yang hanya 15 tahun penjara.000 dan dari Glenn Muhammad Surya Jusuf melalui pengacaranya. Vonis untuk Urip Tri Gunawan Jumat. JPU menuntut Urip 15 tahun penjara. dan kepolisian dapat mencegah praktek birokrasi bawahan yang menyimpang. pada satu sisi.

6 tahun penjara untuk pelaku korupsi. vonis yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor itu cukup memberikan efek jera dan rata-rata lebih tinggi daripada vonis perkara korupsi yang dijatuhkan pengadilan umum. sebagai aparat penegak hukum. Urip tetap bersikukuh bahwa uang dari Artalyta itu merupakan pinjaman untuk usaha perbengkelan.Namun. bandingkan dengan pengadilan umum yang hanya 1. Pertama. Terungkapnya praktik penyuapan yang melibatkan ketua tim BLBI itu. Jusuf (mantan ketua BPPN). Urip juga terkesan menutupi keterlibatan petinggi di Kejaksaan Agung. Sebab. namun akhirnya divonis hakim Pengadilan Tipikor tujuh tahun penjara. selama tidak melebihi ancaman pidana sebagaimana pasal UU Korupsi yang didakwakan oleh jaksa. secara keseluruhan. tapi merupakan imbalan yang berhubungan dengan penghentian penyelidikan kasus BDNI-BLBI II. Selain itu. yang dituntut jaksa enam tahun. perbuatan terdakwa telah mencermarkan institusi kejaksaan. secara lebih luas.000 itu bukanlah pemberian yang berdiri sendiri.4 tahun penjara. bukan sebaliknya justru menjadi pelanggar hukum dan pelaku korupsi. Dengan demikian. khususnya jaksa. tidak ada ketentuan yang dilanggar bila vonis yang dijatuhkan hakim lebih berat daripada tuntutan jaksa. Pemberian vonis yang berat bagi Urip diharapkan bisa menjadi terapi kejut (shock therapy) bagi aparat penegak hukum lainnya. belum ada koruptor yang divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor. kejaksaan merupakan tulang punggung upaya pemberantasan korupsi yang sedang diusung pemerintah. Rokhmin Dahuri. Saat ini. Kedua. Nama baik institusi kejaksaan menjadi sangat tercemar akibat praktik suap-menyuap yang dilakukan Urip. Layak Meski mengundang perdebatan. Ketiga. berdampak pada menurunnya kepercayaan publik kepada kejaksaan pada tingkat yang paling rendah. Atau. Urip seharusnya mengerti hukum (dan tindakan korupsi) serta menjadi teladan bagi masyarakat. khususnya yang melibatkan Sjamsul Nursalim. Keempat. ketidakpercayaan publik terhadap kejaksaan harus diartikan pula sebagai ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah yang dipimpin SBY-Kalla. hakim tidak terikat terhadap jumlah tuntutan hukuman yang diajukan jaksa penuntut umum. satu-satunya harapan penuntasan korupsi BLBI hanya ada pada KPK. Catatan Indonesia Corruption Watch (ICW) selama dua tahun terakhir (2007-2008). Dalam sejarahnya. hingga sidang akan berakhir. sidang terhadap Urip (dan Artalyta Suryani) menegaskan banyak sinyalemen publik tentang indikasi permainan di balik penanganan korupsi BLBI. Meski fakta-fakta dalam sidang menyebutkan adanya komunikasi antara Artalyta dengan Urip dan pemberian uang suap terkait dengan pemeriksaan kasus korupsi BLBI. Contohnya. vonis rata-rata di Pengadilan Tipikor adalah 4. untuk tidak melakukan tindakan menyimpang serupa pada masa mendatang. selama sidang. Sjamsul Nursalim (pemegang saham BDNI). Faktafakta sidang dan penjatuhan vonis bersalah terhadap Urip setidaknya bisa menjadi pintu masuk bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangani kasus korupsi BLBI yang melibatkan Glenn M. Pintu Masuk Selain penjatuhan hukuman terhadap Urip. Fakta-fakta hukum yang terungkap dalam sidang dengan kedua terdakwa tersebut seharusnya dilihat sebagai poin penting bahwa suap USD 660. kenyataannya. Penjatuhan vonis hakim yang lebih tinggi daripada tuntutan jaksa merupakan suatu hal yang biasa dalam praktik penanganan perkara korupsi di pengadilan (umum maupun tipikor). berbeda dari pengadilan umum yang telah menjatuhkan vonis bebas terhadap 438 pelaku korupsi. Adanya fakta suapmenyuap yang dilakukan Urip dengan Artalyta terkait dengan penanganan korupsi BLBI Sjamsul Nursalim telah memenuhi alasan bagi KPK (sebagaimana diatur dalam pasal 9 dan 68 UU No 30 Tahun . Setiawan Haryono dalam kasus korupsi BLBI yang awalnya dituntut enam bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan justru divonis lima tahun penjara. vonis 20 tahun penjara sudah selayaknya diberikan terhadap Urip didasarkan pada beberapa alasan. mantan menteri kelautan. Urip tidak kooperatif dan berbelit-belit. serta sejumlah petinggi Kejaksaan Agung. Dalam pemeriksaan dan sidang.

serta Pemuda dan Olahraga. yang ditandai dengan merosotnya kepuasan responden. Menteri Riset dan Teknologi. Meski demikian. hasil evaluasi kabinet yang dilakukan oleh Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan atau UKP4 menyatakan kinerja 25 persen kementerian mengecewakan. Hasil evaluasi UKP4 itu tampaknya akan mendorong Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan evaluasi kinerja para menterinya. Kebudayaan dan Pariwisata.2002 tentang KPK) untuk mengambil alih kasus korupsi BLBI. terdapat kecenderungan menurunnya kepercayaan kepada para menteri. Menteri Pertahanan. Menteri Pertanian. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Rata-rata kepuasan terhadap kinerja menteri-menteri berada di bawah 50 persen (lihat grafik). Bahkan. Pendidikan Nasional. Menteri Sosial. serta Menteri Lingkungan Hidup. Agama. terutama bertepatan dengan setahun masa pemerintahannya pada 20 Oktober mendatang. Menteri Perindustrian. kecuali terhadap menteri-menteri seperti Perdagangan. tidak cukup signifikan dan rata-rata masih berada di bawah kisaran 50 persen dukungan kepuasan publik. Menteri-menteri lain yang juga dipandang merosot adalah Menteri Kesehatan. Emerson Yuntho. Sebenarnya. anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) di Jakarta Kepuasan terhadap Kinerja Menteri Merosot11 Oktober 2010 OLEH PALUPI PANCA ASTUTI Meskipun sudah hampir setahun para menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu jilid II bekerja. Menteri Luar Negeri. dan Menteri Perhubungan. walaupun ada yang mengalami kenaikan. Tidak buru-buru . Jika dibandingkan dengan jajak pendapat untuk hal yang sama pada bulan Juli 2010. Menteri Komunikasi dan Informatika. Beberapa menteri tercatat mengalami penurunan kepuasan publik yang cukup signifikan. Hal itu dikatakan Ketua UKP4 Kuntoro Mangkusubroto. Kelautan dan Perikanan. secara umum kepuasan masyarakat terhadap kinerja menteri-menteri tersebut cenderung turun. hasil evaluasi UKP4 tersebut sejalan dengan hasil jajak pendapat Litbang Kompas yang menyiratkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja menteri secara umum. Hanya Menteri Perdagangan yang tak mengalami perubahan. Beberapa menteri. Menteri Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sempat mengatakan bahwa evaluasi yang akan dilakukan Presiden nanti tidak selalu berarti adanya reshuffle atau penggantian menteri. di antaranya Menteri Dalam Negeri. belum tampak tanda-tanda mereka mampu mengatasi berbagai persoalan krusial yang dihadapi bangsa ini. Pada bulan Juli 2010.

Kenaikan tarif dasar listrik yang mengakibatkan kenaikan harga bahan pokok berlanjut dengan rutinitas kenaikan harga pada bulan puasa dan Lebaran.2 persen) dalam jajak pendapat Litbang Kompas menginginkan terjadinya reshuffle atau penggantian menteri-menteri kabinet. mayoritas responden (80 persen) jajak pendapat Litbang Kompas menyatakan setuju adanya penggantian menteri. Empat menteri yang dicopot dalam perombakan kabinet kedua adalah Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra. Ekonomi dan keamanan Setelah satu tahun berjalan. ketidakpuasan publik atas kinerja pemerintahan Presiden SBY masih menjadi batu sandungan yang cukup berarti. Ketika itu sebagian besar responden (69. .2 persen) jajak pendapat Litbang Kompas. Ungkapan tersebut disampaikan sebagian besar responden (43. tiga nama diberhentikan. Hingga tiga bulan terakhir. Menteri Perindustrian. khususnya kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. pada Mei 2007. bukan tidak mungkin untuk mengganti menteri. Empat menteri dan satu pejabat setingkat menteri dicopot serta dua menteri dirotasi. problem di bidang perekonomian. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. perombakan anggota kabinet terjadi lagi. serta Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh. Tiga nama yang keluar dari kabinet adalah Jusuf Anwar (Menteri Keuangan). serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. tiga nama masuk menjadi menteri. Di antara menteri yang dianggap perlu diganti saat itu adalah Menteri Pendidikan Nasional. dan tiga nama dirotasi posisinya. Jika reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu I terjadi dua kali dalam lima tahun. saat ini wacana tuntutan penggantian menteri tidak terlalu kencang berembus ke masyarakat. Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin.Meskipun opini negatif dialamatkan ke hampir semua menteri. Saat itu. masih menjadi kekhawatiran terbesar publik. Perombakan kabinet yang dilakukan SBY pada tahun pertama pemerintahannya pada waktu itu adalah reshuffle terbatas dengan merotasi dan mengganti beberapa menteri. sikap publik pun mungkin saja berubah. Dua tahun kemudian. Apabila kondisi yang dikeluhkan masyarakat tidak kunjung membaik. apakah hal yang sama akan terjadi pada anggota Kabinet Indonesia Bersatu II? Bisa ya bisa tidak. dan Andung Nitimihardja (Menteri Perindustrian). Kepuasan yang menurun adalah pertanda yang lebih nyata akan adanya persoalan. Namun. Alwi Shihab (Menko Kesra). Kondisi berbeda terjadi menjelang akhir tahun 2005. Menteri Negara BUMN Sugiharto. Meskipun sikap publik belum mengkristal menjadi tuntutan terhadap adanya perombakan kabinet saat ini. publik cenderung tidak terburu-buru ”menghukum” dengan mengusulkan penggantian sosok baru sebagai pengganti menteri-menteri saat ini. Penggantian beberapa anggota kabinet menjelang tiga tahun pemerintahan SBY itu juga didukung masyarakat. setahun pertama Kabinet Indonesia Bersatu I bekerja. dan Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf. Setidaknya. sebulan sebelum reshuffle dilakukan. Tampaknya.

Kasus kekerasan horizontal antarwarga di beberapa daerah dan ibu kota negara menjadi sorotan tajam belakangan ini. 2007 Wawancara Marianna Sutadi. Edisi lalu. kredit unit usaha masih sulit didapat dan bunganya cukup tinggi. tapi di rindu” Belakangan. wakil Ketua MA : “Pengadilan Dibenci. Apalagi periode kepemimpinan Bagir Manan sebagai Ketua MA bakal segera berakhir. kinerja para menteri di bidang politik dan keamanan juga menyiratkan ketidakefektifan.sebulan setelah masa Lebaran. persoalan kedua setelah ekonomi yang paling mendesak segera ditangani menurut responden adalah masalah keamanan. FORUM memperkenalkan sejumlah hakim agung yang berpeluang menggantikan Bagir Manan. Jika dapat segera dibenahi. Kondisi itu membuat sebagian masyarakat meragukan kemampuan kinerja para pembantu presiden. Di antara nama-nama yang muncul. Mahkamah Agung terus menjadi sorotan. Nyatanya.2 persen) merasa tidak puas dengan kinerja para menteri. khususnya di bidang politik dan keamanan. setidaknya akan dapat menghapus keraguan terhadap kemampuan para penggawa negara dalam menjamin rasa aman di masyarakat. Ketidaknyamanan terkait persoalan keamanan pada akhirnya melahirkan rasa gundah dan ketakutan publik akan terjadinya peristiwa yang sama pada waktu mendatang. Meskipun industri semakin berkembang. khususnya yang menangani masalah perekonomian. Bila itu terjadi. Efektivitas pengawasan dan penjagaan keamanan yang kurang memadai membuat mayoritas responden (61. . Terlebih setelah adanya usulan Komisi Yudisial tentang kocok ulang hakim agung dengan alasan lembaga tertinggi yudikatif ini dianggap sudah darurat. Meskipun operasi pasar bahan pokok digelar di mana-mana. masyarakat masih bisa merasakan beberapa harga bahan pokok yang tetap tinggi. May 21. peluang pergantian kepemimpinan juga makin terbuka. harga bahan pokok tetap tidak banyak turun.4 persen) menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja para menteri perekonomian. diajukan sebagai calon pengganti Bagir. ada seorang wanita. Oleh sebab itu. Publik pantas kecewa dengan kinerja menteri di bidang perekonomian. Namun. Perempuan berdarah Batak ini mengajukan alasan. Negara dianggap lengah dan lalai dalam menjaga keamanan warga negaranya. Selain bidang ekonomi. wakil Ketua Mahkamah Agung Marianna Sutadi.(Litbang Kompas) Monday. Marianna justru menolak. Dialah Marianna Sutadi yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua MA. persoalan ekonomi dianggap sebagai masalah yang paling mendesak harus ditangani. tak berambisi menjadi Ketua MA. Oleh karena itu. meski bunga acuan Bank Indonesia rendah. Sebagian besar responden (65. masih banyak angkatan kerja yang tidak terserap pasar tenaga kerja.

Semoga ini bisa menjadi ‘jurisprudensi' bagi penyelesaian sengketa pers kedepannya. Buat apa itu? Karena memang pengadilan itu konvensional. integritasnya. Ternyata.. pasti dia tidak akan dihormati anggotanya. Berikut petikan wawancaranya: Anda keberatan dengan poin mana? Tentang tulisan (FORUM edisi No. Negaranya sudah maju. Karena itu. Sempat memang mereka memiliki satu orang hakim agung perempuan. 40 tahun 1999 tentang Pers. Di Amerika juga hakimnya tetap pakai toga. ternyata dia lebih mengikuti mekanisme yang tertuang dalam UU no. untuk saya.Sebagai salah satu penguasa yudikatif. Marianna juga menceritakan "dapurnya" selama mengabdi di MA. . Mengapa dituakan? Karena kemampuannya.. Untuk duduk menjabat posisi wakil Ketua MA saja.sudah siap dana dan dukungan dari para hakim agung lain untuk menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung". sumbangan Marianna tak hanya itu saja. Mungkin orang lain tidak tahu. Termasuk perkembangan terakhir yang terjadi di lembaga benteng terakhir keadilan itu. saya tidak pernah bertemu siapa pun yang menunjukkan saya berambisi menjadi Ketua MA. Karena ini memang jabatan yang sulit. Tapi. kata-kata 'dengan menyiapkan dana' itu sangat menyinggung sekali. Kalau seorang Ketua MA tidak memenuhi persyaratan itu.. Termasuk jabatan Wakil Ketua MA ini. Bahkan untuk badan peradilan.. Orang melihat bahwa jabatan itu banyak. sejak Indonesia merdeka. Mengapa? Lihat saja pengadilan di Inggris. Dituakan karena semua lama. Terus terang. Amerika sendiri belum pernah ada pimpinannya yang perempuan.38 hal. Fakta ini tentu menggembirakan.13) ". dia agak konvensional. perilakunya. baru sayalah yang pertama. Pasalnya pucuk pimpinan MA saja sudah melestarikan penggunaan hak jawab dalam menyelesaikan sengketa pemberitaan pers. Tapi kini telah mengundurkan diri. keberatan itu disampaikan dalam wawancara dengan Irawan Santoso dari FORUM. tapi hakimnya tetap pakai wig. Marianna tentu saja mengerti keberatannya itu bisa saja dilampiaskannya lewat jalur pidana maupun perdata. Wakil Ketua MA itu memilih menggunakan hak jawab. Jabatan Ketua MA adalah jabatan primes interpares. Rabu pekan lalu. Tapi MA sebagai badan peradilan.

Di sana bertemu dengan seluruh hakim se-Kalimantan. Hari libur. Saya mau apa lagi? Saya tidak punya pikiran lain-lain lagi kecuali bekerja. Itu setara dengan mobil jabatan yang dipakai menteri. lalu dibuat putusan perdamaian. Secara tidak langsung akan membatasi perkara-perkara kasasi. hari Minggu lalu saya pergi ke Semarang. . tapi juga akademisi. Yaitu antara Wakai dan Chotei. Para pihak juga pasti senang. Keduanya itu orang kulit putih. ini yang penting agar publik tahu. Dalam kasus OJ Simpson di Amerika. kita harus tunduk pada putusan pengadilan. Denpasar Raya. Karena putusan itu. Kalau para pihak sudah setuju. red) yang mewajibkan para pihak yang berperkara untuk mengutamakan mediasi. Itulah terobosan yang saya inginkan sekarang ini. wong suami saya sudah pensiun kok. tidak akan ada yang bilang itu putusan direkayasa. tidak usah banding atau kasasi. bisa menyelesaikan tugas saya yang saya impiimpikan ini. jangan dikira kalau saya ke luar negeri itu untuk berjalan-jalan belaka. Jadi. Saya hanya memikirkan agar bisa selamat. Makelar perkara juga bisa dihindari. saya sangat mensyukuri ini dari Allah SWT. Oleh pengadilan di sana dibebaskan. Orang kulit hitam yang didakwa membunuh mantan istrinya dan pacar mantan istrinya. Konsep itu memang banyak juga yang menolak. Karena saya memang menangani bidang yudisial. Anda mengorbankan hari libur untuk bekerja? Nah. uang bermain dan lainnya. apa saja yangAnda lakukan? Saya memang sempat pergi ke Jepang. apakah orang yang sampai hari liburnya dikorbankan. Di sana melakukan sosialisasi terhadap sistem mediasi itu. Kuncinya. advokat. masih diragukan juga integritasnya? Masa sih masih cari dana. Tujuannya untuk dibahas guna dibuat sebuah peraturan MA. Itu bukan pekerjaan gampang. bagaimana sebenarnya keseharian Anda? Menduduki posisi Wakil Ketua MA. Tapi memang itu belum berjaIan. Bukan hanya untuk hakim. Mobil yang saya pakai. Menyelesaikan perkara dengan singkat. Hanya itu saja. kasus ini yang ingin saya ambil. Seperti itulah yang jadi mimpi saya. Tapi presiden mereka berkata. Tentu saya ingin agar hakim-hakim kita itu betul-betul dapat menjadi hakim yang dihormati karena putusannya. Kabarnya Anda sering berpergian ke luar negeri. Tujuannya untuk mendamaikan pihak yang berperkara di pengadilan. Itu kan berarti menggunakan waktu keluarga. Jadi secara alamiah akan menurun. betapa pentingnya mediasi itu. Jadi tak ada lagi yang perlu diurus. kondisi itu bisa dicapai di sini. terjadi keributan antara orang kulit hitam dan kulit putih. LBH dan lainnya. Jakarta Itu rumah jabatan kompleks menteri. LSM. Sebenarnya mimpi-mimpi saya banyak. Untuk merangkul agar kita punya pandangan sama.Dengan jabatan seperti ini. Karena kesepakatan mediasi itu kan dibuat para pihak.Toyota Camry. Kita lihat di negara lain misalnya. bayangkan! Mengapa saya bisa begitu. Nah. Waktu itu sebenarnya tidak pantaslah pimpinan MA untuk ikut. Sekarang sudah ada PERMA (Peraturan MA. Kenapa? Karena membicarakan mediasi. Untuk itu pula. Bahkan Sabtu pekan ini saya berangkat ke Kalimantan. Anak-anak saya sudah berdiri sendiri. sampai ke akhir masa jabatan. maka saya khusus menjadikan putusan hakim agar benar-benar memenuhi rasa keadilan. Nah. Nah. profesionalitas ditingkatkan. Saya tinggal di JI. Hari libur saya itu sengaja saya pakai.

Semua orang berduyun-duyun bagaimana mengatasi pencemaran itu. Semua manusia perlu udara. bagaimana komentarnya tentang pemeriksaan Ketua MA? Selalu saya menjawab. di PN itu lagi disimpan truk-truk illegal logging. Itu sah-sah saja. Tapi bukan karena saya ingin menyelamatkan orang lain. Jadi kondisi ini mirip. kalau saya tarik kesimpulan dari penanya-penanya itu. ternyata massa masuk keruangan pengadilan. Bisa dititipkan di kejaksaan atau di polisi. Orang bisa mengatakan saya cantik. banyak yang malah tidak percaya lagi terhadap pengadilan. "Saya sebelumnya didaulat oleh para hakim agung untuk jadi wakil Ketua MA". Maka mereka berteriakteriak meminta agar truk-truk itu dikembalikan dan terdakwa dibebaskan. apa tanggapan Anda terhadap hal ini? Saya senang sekali menjawabnya. Jumlah perkara yang masuk ke PN senantiasa meningkat. Saya ingin sampaikan. Ada diskusi panel. Terhadap kondisi hukum kita sekarang. saya tidak wajar berkomentar. tapi kantor polisi. 14red) di atasnya dikatakan. Anda tidak mengakar di kalangan hakim agung MA. Jadi untuk apa? Wong yang diminta komentar kok. Fenomena apa ini. Lalu di bawahnya dicantumkan bahwa saya tidak mengakar. Beberapa pekan lalu. Hasilnya juga bukan malah meluruskan keadaan. pengadilan tidak bisa melakukan itu.. Memang tidak gampang kan jadi hakim? Ada yang mengatakan. dengan lagu. benarkah begitu? Tidak mengakar? Seyogianya terhadap penilaian seperti itu. kepercayaan terhadap pengadilan menurun. buruk juga bisa. Karena di sana kan ada penjagaan. Penilaiannya dari mana? Ha . Makin mericuhkan keadaan. hakim PN Jakarta Selatan. Ketika masuk. maka kaca-kaca pengadilannya dipecahkan. Begitu ada polusi. 38 hal. mereka mengambil barang bukti kasus lain. Itu kan seperti udara (Marianna menghirup udara dalam-dalam). Kebetulan massa yang sambil berjalan itu melewati PN. Sebelumnya Anda mengatakan. Karena itulah saya ke sana. ha . Pembicaranya dari beberapa kalangan. saya agak bingung. Karena tidak bisa. bahwa kepercayaan kepada pengadilan menurun jumlahnya.. ketika petugas pengadilan sedang mengambil kunci. Jadi hilanglah. intinya satu. Tidak ada yang bisa memutus suatu sengketa selain pengadilan. kalau itu yang kita rasakan sekarang. Tapi bukan dibakar pengadilan itu. memang menghindar. kalau seandainya gedung pengadilan kita kecil. tidak ada manusia yang menghargai udara. mengapa bukan samasama kita memperbaikinya. memberikan penjelasan pada pers misalnya? Banyak wartawan yang datang kepada saya. Sebetulnya sasaran utamanya bukan pengadilan. Nah. Tapi mari kita lihat.. judulnya benci tapi rindu. Tapi kok jumlah perkara naik. Ini kan kontradiksi. Saya katakan. Nah.. Pengadilan Negeri (PN)-nya dirusak orang.. Herman Allositondi. hanya untuk meluruskan keadaan. ditangkap . Marilah kita sama-sama memperbaiki kekurangan. Waktu MA diserang terus-menerus. "Saya tidak berkomentar". mengapa barang bukti seperti itu mesti kita yang simpan. Karena memang risikonya besar. Padahal waktu itu. Jadi semua orang memerlukan pengadilan. Tidak barus.Apa agenda Anda pergi ke sana? Karena di sana ada masalah. Anda terkesan sama sekali tidak melakukan pembelaan. Hanya. ha. Kemarin saya ke Semarang. Bukan dengan menghujat atau membakarnya.. Padahal kalau di tulisan itu (FORUM edisi No. Mestinya kan turun. Karena sudah terlalu banyak orang berkomentar. Kalau saya dibilang cenderung menghindar. Pada waktu normal. baru orang-orang repot.

Lalu. saya usulkan kepada Pak Ketua MA. sebenarnya itu proses standar saja. petinggi Badan Intelijen Negara yang ditengarai terlibat kasus Munir. lalu perintah dikeluarkan. Karena itu Jaksa Agung mohon agar petunjuk Ketua MA untuk memeriksa Herman. saya bilang ini tidak bisa tidak. ganti majelis hakimnya. Lho. Berarti MA perlu public trust juga dong? Memang butuh. tapi tak tersentuh. Setelah mendengar penjelasan dia. Saya bilang. Namun kondisi sekarang sudah berubah. apa tidak ketuanya saja. Hanya masalah itu saja. Saya bilang. Karena kita perlu public trust.Kejaksaan. tidak. KPN berkata. Saya juga bilang. Tersangka pembunuh sudah ada. Karena kita juga menghormati azas praduga tidak bersalah. Usman Hamid Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) SEKELOMPOK aktivis dan wartawan suatu hari pada Juni 2008 datang menemui Bambang Hendarso Danuri (BHD). dari keterangan KPN. ini (hakimnya) pasti terkait. Saya minta dia supaya sore itu agar datang untuk melaporkan. kok. tapi MA malah membiarkannya? Sebenarnya saya yang memerintahkan agar dilakukannya pemeriksaan itu. Hasil rekaman jelas petunjuknya (Herman terlibat). red). Entah oleh siapa. majelis harus diganti semuanya. Kemudian Jaksa Agung menelepon saya lagi siangnya. Tapi. Mereka menanyakan nasib investigasi kasus Muniraktivis hak asasi manusia yang tewas diracun dalam perjalanan Jakarta-Amsterdam pada 2004. Esoknya Jaksa Agung menelepon Ketua MA. Kita semua tahu: BHD hendak menangkap Muchdi Pr. Kalau kita tidak bertindak. Tapi masalah lain kita memang tidak umumkan. Yang baru tertangkap tangan kan paniteranya. Hakimnya belum ada cerita. Nah. yang ketika itu Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia. Polisi kabarnya sempat akan menyerah. Mereka ditekan dari kiri-kanan. Karena memang kalau ada kejadian begini. Cuma selama ini tidak kita lakukan terbuka seperti itu. Kan cepat prosesnya. Saya usulkan kepada Ketua MA. Waktu itu kebetulan kita sedang rapat pimpinan. Setelah itu saya langsung press conference. Ketua PN Semarang yang sudah ditindak itu. saya setuju. . waktu kejadian di PN Jaksel. Karena dia akan segera berangkat meninjau PN di Lampung. saya langsung menelepon Ketua PN Jaksel (Seodarto. tolong buat surat penangkapannya segera. Bambang dan beberapa perwira bawahannya mendapat teror serius. Lalu Pak Ketua memanggil saya. Malam itu juga perintah Ketua MA kepada Ketua PN Jaksel adalah tarik semua perkara dari hakim tersebut. saya yang memerintahkan. Harus semuanya diganti. hakim anggotanya kita jadikan ketua. Maka. kami tidak mengumumkannya. Karena itu konsekwensinya luas. nanti dikira orang tidak bekerja..

Penggunaan senjata api lebih terkontrol kecuali dalam kasus perburuan teroris.Kepada para aktivis. Tapi yang terjadi. Muchdi tak melawan. Kita tahu ada klimaks dari cerita itu: BHD diangkat menjadi Kepala Kepolisian RI. Tentu saja niat itu positif meski penekanan kebijaksanaan mestinya bukan semata kehendak hati. Kita juga ingat kasus pencopotan Komisaris Jenderal Susno Duadji dari jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal dan kehadiran Susno sebagai saksi dalam sidang kasus pembunuhan pengusaha Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa Ketua KPK Antasari Azhar dan perwira polisi Wiliardi Wizar. terutama atas keberhasilannya mengungkap kasus Munir. Jawa Barat. Bank Indover. Suatu petang. Akuntabilitas juga mendapat perhatian penting. Ada juga Peraturan Kepala Polri Nomor 7 Tahun 2008 yang meminta publik menjadi subyek aktif membantu polisi mengatasi persoalan hukum di masyarakat. yang berlarut-larut. Lihat saja misalnya penanganan kasus penahanan dua pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi. Ada pula kasus rekomendasi kerja Tim 8 untuk mereposisi sejumlah pejabat kepolisian. Juga rekayasa kasus Aan dan dugaan rekening gendut milik perwira tinggi yang berakhir antiklimaks. Dia membuktikannya. ada usaha keras membenahi mindset perwira tinggi. Depok. BHD bukan sosok yang tanpa visi. Setahun terakhir. BHD ada di sana dengan wajah berkeringat dan senjata siap menyalak. Paradigma peraturan ini adalah menjunjung tinggi prinsip demokrasi. Namun sekarang kepercayaan itu menurun tajam dan jatuh pada titik terendah. Semua bernasib sama: menggantung. melainkan perlu sikap nyata. Wajah para anggota tim polisi yang membekuknya tegang. BHD mengesahkan seperangkat kebijakan maju. Inilah kemunduran terbesar dari reformasi kepolisian. juga kejaksaan dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. kepercayaan masyarakat kepada kepolisian sempat naik. Di bawah kepemimpinan BHD. kemajemukan. yang diakibatkan kasus Anggodo. Tak lupa pula ia menegaskan kehendaknya mewujudkan harapan masyarakat terhadap penegakan hukum yang adil. BHD selalu menekankan apresiasinya atas dorongan LSM agar polisi mereformasi diri. ia digelandang menuju markas Brigade Mobil. Bibit-Chandra. lll SETIAP kali ada kesempatan bertemu dengan pegiat masyarakat sipil. BHD berjanji akan mengambil risiko berat. sosok BHD yang tengah menunggu masa pensiun. Lebih spesifik lagi. Belum lagi kasus Bank Century. Di awal kepemimpinannya. alih-alih menangkap pelaku pelemparan bom molotov. Muchdi ditangkap saat keluar dari lobi sebuah hotel. Masaro. dan mafia pajak. Konon. Dibekap polisi. dan hak asasi manusia. polisi kini menuding kasus itu berkaitan dengan konflik . termasuk tidak melakukan penyiksaan dalam pemeriksaan. memperbaiki kinerja reserse dan petugas pelayanan masyarakat. misalnya Peraturan Kepala Polri Nomor 8 Tahun 2009 tentang implementasi hak asasi manusia yang memaksa petugas menghormati HAM. Ketika berniat menangkap pelaku serangan terhadap aktivis antikorupsi Tama Langkun dan pelaku pelemparan bom molotov di kantor majalah Tempo. Kelapa Dua. Adapun kisah Muchdi antiklimaks: ia dibebaskan pengadilan pada akhir 2008. mata publik terus menyoroti sepak terjang kepolisian. seharusnya BHD mengambil tindakan nyata.

Dalam hal ini. masyarakat sipil harus memastikan bahwa soal anggaran kepolisian segera diatasi. Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat. Sistem pembinaan karier seharusnya dilaksanakan agar promosi perwira-misalnya untuk jabatan kepala kepolisian daerah-sepenuhnya didasari kinerja. Sehingga tak ada lagi jalur "A" alias Asiong dan Aliong ataupun "parman" alias partisipasi teman. tahun ini mestinya Polri masuk fase membangun kepercayaan (trust building). ibarat pedang makan tuan.internal Tempo. Perubahan yang utama adalah menghapuskan off budget. Kepercayaan publik kian menurun dan hubungan kepolisian dan masyarakat sipil menjadi kian diametral. Dua dokumen "rahasia" tersebut merupakan potret yang bisa berbicara tentang mengapa dan dari mana sumber kekacauan kepolisian. yang merujuk pada praktek permintaan dana dari pengusaha untuk memenuhi anggaran kepolisian. Semangat dua dokumen itu bertolak belakang dengan grand strategy Polri 2005-2025 yang disusun Jenderal Sutanto. termasuk dengan membangun lobi politik di luar markas polisi. Saya berharap dua dokumen itu bukan merupakan sikap resmi Polri. arah kebijakan kepolisian ke depan bukan membaik. Di pihak lain. Polisi mestinya segera berbenah. bukan karena faktor "kedekatan" dengan pimpinan. yang akan pensiun Oktober tahun ini. Perang melawan judi dan penyelundup kehabisan logistik dan bahan bakar. Cara yang terakhir ini dipercaya telah membuat sejumlah perwira senior kecewa sehingga melakukan perlawanan diam-diam. menghasilkan perlawanan balik dan memukul mundur pasukan yang awalnya menyerang. praktek mencari dana untuk kebutuhan kerja polisi-sesuatu yang tak lain adalah korupsi-akan terus merajalela. Siapa yang menyusun dokumen ini? Barangkali ada perwira-perwira yang memiliki niat hitam. Dokumen "Program Kerja 2010 tertanggal 11 Juni 2010" dan "Rencana Strategis 2010-2014" yang diterbitkan pada Januari tahun lalu bahkan menyebutkan nama beberapa LSM yang dianggap merusak citra kepolisian. Jika BHD memang berkomitmen mengusut dugaan kepemilikan rekening gendut. bukan sekadar sikap batin. jika ya. negara harus memiliki batas waktu yang jelas kapan kepolisian dapat memperoleh 100 persen anggaran belanja bagi kebutuhan kerjanya. Perang melawan koruptor dan mafia peradilan. Perang melawan penyerang aktivis tak terdengar. Gugus kerja seperti Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan tak boleh pasif. Tak lagi jelas mana kawan. Cara ini dipercaya juga dilakukan untuk mencari celah agar mereka terpilih menggantikan BHD. Genderang perang yang telah lama ditabuh kini redup. Pemimpin politik formal harus aktif memantau dan mencarikan jalan reformasi polisi. yang . Alih-alih merangkul kawan dari elemen masyarakat sipil. Perang memberantas teroris memproduksi teroris baru. Mengutip Franz Magnis-Suseno. Kepala Polri sebelum BHD. melainkan makin memburuk. Sebab. polisi kini malah memusuhi mereka. Jika program itu dijalankan. mana lawan. etika kebijaksanaan mementingkan tindakan yang bijaksana. seharusnya ada perwira yang dibawa ke pengadilan. Selama polisi dibiarkan bekerja dengan anggaran yang cekak.

Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumut (Bakumsu) serta Security Sector Reform Community (SSRC) tercatat kasus kekerasan dan pelanggaran hak azasi manusia (HAM) pada 2009 banyak dilakukan oknum kepolisian di Sumatera Utara. dan Penegakan Disiplin Polrestabes Makassar. Lutfi menyebutkan di Makasar juga ada anggota polisi terkait kasus narkoba. Jangan pula mereka melanggar hukum. illegal fishing. Kasus itu meningkat 57. Lebih jauh. Lutfi mengatakan. Ini yang perlu diselesaikan di institusi Polri. Pengaduan. dan illegal mining. Dia memberi contoh yang baru terjadi di Jambi (11/10)." katanya. "Mereka itu penegak hukum. Timur Pradopo saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di DPR RI memaparkan 10 program kepolisian ke depan. pada 2009 melonjak menjadi 277 kasus dan 175 kasus di antaranya dilakukan aparat polisi. hal ini pada akhirnya nanti tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut menurun dan upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat sipil melemah. Ini menjadi tanggung jawab Kapolri untuk melakukan pembinaan terhadap aparatnya." kata Lutfi Hasan Ikhsan. Hasil monitoring Kontras. katanya di Jambi.membawahkan bidang kepolisian. menangkap anggota Samapta Polrestabes terkait kasus yang sama. pembrantasan preman dan kejahatan.Presiden Partai Keadilan Sejahterah (PKS) Lutfi Hasan Ikhsan menekankan Timur Pradopo membina mental dan akhlak anggotanya bila kelak dilantik sebagai Kapolri. Sabtu malam. Presiden harus mengambil bagian agar Kepala Kepolisian tak merasa seperti "komandan yang kehilangan komando". . Oknum polisi berpangkat Bripda dengan inisial AR nyaris melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap remaja putri daerah tersebut. Satuan Narkoba bersama Unit Pelayanan. Jika pada 2008 pelanggaran HAM di provinsi itu tercatat 176 kasus. Integritas dan profesionalitasnya dipertanyakan. Perihal itu perlu mendapat perhatian Timur Pradopo terkait dengan maraknya "perilaku miring" yang dilakukan oknum yang berada di lembaga kepolisian di Indonesia. Kejadian tersebut memperburuk citra Polri dalam menjalankan tugasnya selaku penegak hukum. Menurut dia. Jambi (ANTARA News) .4 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. pembrantasan illegal logging. "Adanya kejadian seperti itu dengan sendirinya membentuk opini di masyarakat bahwa rendahnya moral aparat. Timur di antarannya menyebutkan penyelesaian kasus-kasus yang menonjol. tak boleh dibiarkan lapuk digerogoti kepentingan jangka pendek.

hanya sanggup menjaga posisi Indonesia pa da level yang sama dengan tahun sebelumnya tanpa bisa mendongkraknya ke tingkat yang lebih tinggi. Brunei Darussalam (5. Mengapa Stagnan? Paling tidak. Di sisi lain. seperti Vietnam. Sebab. kinerja Kepolisian RI masih dikategorikan buruk. nilai terhadap kinerja pemberantasan korupsi di Indonesia tidak berubah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Skor yang diperoleh Indonesia hanya 2. Sebab. . semakin sulit bagi Indonesia meraih peringkat yang lebih baik pada tahun-tahun menda tang. kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum lain tidak kunjung pulih. dan Kosovo. Gabon. Laporan mengenai rekayasa perkara. lantas.8 poin atau sama dengan tahun sebelumnya. Bagaimanapun. Filipina. 5 November 2010 Stagnasi Pemberantasan Korupsi OLEH: ADNAN TOPAN HUSODO* TRANSPARANSI Internasional Indonesia (TII) baru saja melansir hasil survei indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia 2010. program pembrantasan korupsi.5). Sebaliknya. kepolisian dan kejaksaan justru selama ini dituding sebagai pihak yang berada di belakang kriminalisasi terhadap pimpinan KPK tersebut. ada beberapa persoalan krusial yang mengakibatkan skor IPK Indonesia tak beringsut naik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun ini Indonesia berada di peringkat ke-110 di antara 178 negara dunia yang disurvei.5). penolakan laporan masyarakat.3). Kamboja. Sisanya merupakan keluhan pada fungsi samapta. katanya. dan bina mitra. implementasi struktur Polri. Kasus dugaan mafia pajak yang melibatkan Gayus Tambunan juga tak bisa dilepaskan dari keterlibatan aparat penegak hukum di kepolisian maupun kejaksaan. (ANT-263/K004) Jumat. dan Myanmar. manipulasi alat bukti. Demikian halnya dengan ongkos serta energi yang telah dialokasikan untuk mendorong pemberantasan korupsi. harus diakui KPK merupakan salah satu faktor yang dapat mendongkrak peringkat pemberantasan korupsi Indonesia di mata internasional. apalagi sampai 5. Sementara itu. Malaysia (4. Faktor pelemahan KPK dan nasib yang tidak menentu atas kasus Bibit dan Chandra selama periode 2009–2010 menjadi salah satu pemicu stagnasi pemberantasan korupsi di Indonesia. Indonesia hanya berada di atas negara lemah.199 keluhan masyarakat berada pada satuan reskrim. itu berarti kita telah melewati waktu setahun dengan sia-sia. Timor Leste. dan Thailand (3. Stagnasi prestasi pemberantasan korupsi pada 2010 tentu saja merugikan.4).106 di antara 1. Lambannya program reformasi pada tubuh penegak hukum dapat dilihat juga dalam laporan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) per September 2010. Hasilnya bisa dikatakan mengecewakan. dan kriminalisasi terhadap kasus perdata –yang semua itu dikategorikan sebagai unfair trail– juga telah menjadi catatan tersendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pada 2010. Dengan peringkat itu. Dengan IPK itu.Selain itu. intelijen. Indonesia hanya disejajarkan dengan negara seperti Bolivia. pembenahan reserse. Indonesia masih kalah jauh oleh Singapura (9.0 poin sebagaimana target Presiden SBY pada 2015. Data statistik tersebut bisa diartikan bahwa dalam fungsi penegakan hukum yang diwakili reskrim. penguatan kemampuan Densus 88 bekerja sama dengan TNI dan BNPT. Kepulauan Solomon. pada level Asia Tenggara. Data pengaduan masyarakat terhadap dugaan penyimpangan oleh aparat kepolisian di 32 entitas setingkat polda dan Mabes Polri menunjukkan bahwa 1.

616 orang.123 responden di tingkat pemerintah kota. Pertimbangannya. dan pemerintah kota. Kegiatan itu melibatkan responden pengguna layanan sebanyak 12. semoga IPK Indonesia pada masa yang akan datang meningkat signifikan.Rasio Polisi adalah jumlah polisi dibandingkan dengan jumlah penduduk suatu wilayah atau negara. ditemukan beberapa hal positif. Sementara itu. agenda pemberantasan korupsi berada pada garis komandonya. Pada tiga hal tersebut.42 atau separo dari skala 10.730 responden di tingkat instansi vertikal. Mereka terdiri atas 2. khususnya penegak hukum. Dengan strategi itu. kegagalan reformasi birokrasi dapat dilihat dari masih buruknya kualitas pelayanan publik. menurunnya tingkat korupsi dapat ditandai dengan semakin efektif nya penerimaan dan penggunaan ang garan negara di pusat maupun daerah. Salah satunya adalah bertambahnya jumlah laporan keuangan di tingkat pemerintah pusat maupun daerah yang mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Berdasar laporan hasil pemerik saansemester I 2010 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hasilnya. Survei yang berlangsung pada April–Agustus 2010 tersebut dilakukan terhadap 353 unit layanan yang tersebar di 23 instansi pusat. program remunerasi yang dicanangkan pemerintah sebagai pemicu bagi perbaikan sektor birokrasi sudah diaplikasikan pada beberapa instansi pemerintah. semakin besar nilai. dan 22 pemerintah kota. KPK menggunakan ukuran standar minimal integritas sebesar 6. yang mendapatkan predikat disclaimer turun. publik akan secara langsung menikmati pelayanan yang lebih baik. delapan laporan mendapatkan opini disclaimer atau turun sepuluh laporan dari tahun sebelumnya.00 sebagai nilai tertinggi. instansi ver tikal. Sebaliknya. Artinya. itu bisa diartikan sebagai kegagalan presiden dalam mengawal perbaikan pada lembaga penegak hukum. IPK Indonesia dipertaruhkan. Lambannya –untuk tidak mengatakan stagnan– agenda reformasi pada berbagai sektor. Sebaliknya. indeks integritas nasional tahun ini hanya berada pada level 5. perlu menjadi catatan yang serius bagi presiden. (*) Jakarta . Sebab. Sebanyak 44 di antara 78 laporan keuangan kementerian/lembaga (LKKL) di tingkat pusat mendapatkan opini WTP. Menurut PBB Rasio Polisi yang ideal adalah 1 : 400. apakah strategi menaikkan remunerasi merupakan solusi yang efektif untuk mempercepat agenda reformasi birokrasi. Terakhir. Mendongkrak Citra Positif Selain pekerjaan rumah untuk memoles citra positif penegak hukum yang masih berat. serta semakin efisien dan efektifnya penerimaan dan penggunaan anggaran negara. Besar .IPK 2010 harus menjadi kritik sekaligus masukan yang berharga bagi Presiden SBY. strategi pemberantasan korupsi harus diarahkan demi terciptanya pemulihan kepercayaan publik terhadap penegak hukum. Mulai pelayanan dasar. naik sepuluh la poran jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 34. Dengan perbaikan pada sektor itu.00. semakin baik integritasnya. 6 instansi vertical. Barangkali perlu ada evaluasi ulang. perizinan.00 dari skala 0–10. Padahal. maupun pengurusan hal lain. Indeks integritas nasional merupakan nilai rata-rata dari sektor publik di tingkat nasional. perbaikan kualitas pelayanan publik. survei integritas sektor publik yang dilansir KPK pada awal November 2010 menunjukkan belum membaiknya mutu pelayanan publik secara umum. Masalahnya. dan 2. agenda pemberan tasan korupsi bertumpu pada agenda reformasi birokrasi. 7. Karena itu.763 responden di tingkat pusat. Membaiknya pelayanan publik menandakan keberhasilan reformasi pada sektor birokrasi. Seluruh responden merupakan pengguna langsung layanan publik yang disurvei dalam setahun terakhir.

1994) menyebutkan bahwa kota-kota Amerika Serikat yang berpenduduk lebih dari satu juta jiwa memiliki rasio polisi tertinggi (320 per 100.89 pada tahun 2007.789 per 100. Semenjak dipisahkannya Polri dari TNI pada tahun 2000 Rasio Polisi Indonesia semakin membaik (mengecil). Studi yang dilakukan oleh Lotfin and McDowall. tetapi memiliki angka kejahatan serius tertinggi.000) dan yang terendah adalah Kansas City. 104 pada tahun 2006. Dalam kurun waktu 2005 . 1994) menunjukkan bahwa analisa yang dilakukan berulang kali tidak menemukan hubungan antara jumlah personil kepolisian dengan angka kejahatan. Reiner. yaitu pada level Bintara. bukan pada berapa banyak anggota polisi lapangan (operasional) yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. 1979. 140. khususnya kejahatan konvensional cenderung stagnan pada kisaran 50 persen. sasaran Rasio Polisi 1 : 500 dapat tercapai. Sebaliknya semakin besar Rasio Polisi akan menyebabkan pengaduan masyarakat tidak tertangani dengan baik. Missouri (3. Diharapkan pada akhir tahun 2009. Karena pada dasarnya tindak kejahatan dapat terjadi karena ada kemauan dan kesempatan yang didukung oleh adanya gab kondisi sosial ekonomi suatu masyarakat. Data dari Bureau of Justice Statistics 1987 (dalam Bayley. Jika pada akhir Program Pembangunan Nasional (Propenas) 2000 . Dallas memiliki angka kejahatan tertinggi (16. 1989 (dalam Bayley. dan 128. 1983.282 per 100. Silberman. 1985.kecilnya Rasio Polisi menentukan efektivitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Padahal seharusnya dengan semakin . kejahatan terhadap kekayaan negara. Koenig. *** Di lembaga kepolisian kejahatan dikelompokkan dalam 4 jenis kejahatan yaitu kejahatan konvensional. Emsley. kejahatan transnasional. Gurr. Lane.000). 1985. Di antara kota-kota yang berpenduduk lebih dari satu juta jiwa. Laurie. Rasio Polisi tidak dapat dijadikan ukuran keberhasilan dalam menekan kriminalitas.2004 Rasio Polisi mencapai 1 : 750. Hal ini berarti bahwa semakin besar jumlah personil polisi tidak selalu menekan angka kejahatan. atau kehadiran polisi di tempat kejadian perkara (quick response) tidak tepat waktu. penyidikan berlarut-larut. tetapi kedua kota tersebut memiliki jumlah personil polisi per kapita yang hampir sama yaitu 2. dan kejahatan berimplikasi kontijensi.000).3 per 1000 di Dallas dan 2. intensitas patroli rendah.81 pada tahun 2008. 1978. 1991. Krahn and Kennedy. Sayangnya Rasio Polisi tersebut dibentuk berdasarkan pada jumlah total anggota polisi. Dalam hal penyelesaian perkara (clearing rate).2008 semua jenis kejahatan cenderung meningkat dengan indeks kriminalitas secara berturut-turut 110 pada tahun 2005. 1982. Senada dengan berbagai hasil studi meningkatnya Rasio Polisi Indonesia ternyata tidak menurunkan angka kriminalitas. maka sampai dengan akhir tahun 2008 Polisi Rasio telah mencapai 1 : 578. 1980. 1970. Logikanya semakin kecil Rasio Polisi semakin efektif pelayanan kepolisian kepada masyarakat.4 per 1000 di Kansas City. dan Walker.

sampai saat ini masih melekat di sebagian masyarakat. Dengan demikian setiap unit reserse kinerjanya diukur dari pencapaian target yang telah ditetapkan. pemerkosaan. penipuan. perampasan. Salah satu keberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi kepolisian. regional. . Artinya jika dalam satu tahun ditargetkan sebanyak 40 kasus maka maksimal kasus yang diselesaikan sebanyak 40 kasus. Seringkali masyarakat (pelapor) merasa tidak nyaman bila berhubungan dengan lembaga kepolisian karena proses yang berbelit-belit. Tanpa laporan dari masyarakat polisi tidak dapat melakukan langkah penyelidikan dan penyidikan terhadap suatu kasus kejahatan yang menimpa masyarakat. kinerja penyelesaian perkara relatif cukup baik. Stagnasi clearing rate kejahatan konvensional pada kisaran 50 persen diduga terkait dengan keterbatasan anggaran penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. untuk jenis kejahatan transnasional seperti terorisme yang bersifat lintas negara.5 persen dari total anggota Polri menjadikan lembaga kepolisian belum sepenuhnya menjadi andalan masyarakat dalam mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Citra Polisi juga masih dibayangi oleh masih banyaknya anggota Polisi yang melakukan tindakan menyimpang dari tugas pokok dan fungsinya. adalah seberapa besar partisipasi masyarakat dalam melaporkan tindak kejahatan yang dialaminya. Namun. Hal ini ditunjukkan oleh masih banyaknya kasus main hakim terhadap penyelesaian kejahatan di masyarakat atau dengan cara menyewa pengamanan swasta yang seringkali bertindak bengis dan anarkhis. Bahkan mendekati ke angka 100 persen. untuk 3 jenis kejahatan lainnya. penjambretan. Kondisi tersebut menyebabkan para penyidik tidak dapat melakukan improvisasi secara bebas dan terpaksa tebang pilih kasus yang dianggap menonjol dan dapat memoncer-kan kariernya. makan waktu yang lama. Akibatnya banyak kasus-kasus yang dianggap tidak berbobot terpaksa tidak ditindaklanjuti dan dilepas begitu saja. Pandangan bahwa "melapor kehilangan ayam malah kehilangan kambing". Sementara itu. sampai dengan pembunuhan yang dianggap sebagai pekerjaan rutin dan bersifat lokal kurang memiliki nilai politis sehingga keberhasilannya kurang terapresiasi. Jika melebihi target atau terlalu berprestasi justru akan dipertanyakan "dapat biaya dari mana". dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal ini cukup logis jika ditinjau dengan volume dan bobot suatu kasus. maupun global memiliki bobot politis yang tinggi. sehingga keberhasilan dalam penanganannya sangat signifikan mempengaruhi kinerja kepolisian. Sayangnya sampai saat ini lembaga kepolisian belum sepenuhnya mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. terutama dalam hal penanganan tindak kriminalitas.menurunnya Rasio Polisi kinerja penyelesaian perkara akan meningkat. Kasus-kasus kejahatan konvensional seperti pencurian. Sementara dari kinerja penyidikan masih banyak hasil penyidikan yang dibantah oleh terlapor ketika berperkara di pengadilan karena proses investigasi diwarnai intimidasi dan penyiksaan. Pelanggaran kode etik dan berbagai tindak pidana yang pada tahun 2008 kasusnya mencapai hampir 2. Tentunya dengan sejumlah persyaratan yang kadangkala memberatkan tersangka. Setiap kasus tindak pidana telah ditetapkan besaran biayanya.

Polisi ada ketika masyarakat membutuhkan (quick response) serta masyarakat merasa nyaman dan aman beraktivitas. Hal ini disampaikan oleh peneliti hukum ICW. Beberapa kalangan menilai. Namun demikian pemahaman terhadap hukum. Secara umum kualitas pendidikan anggota Polri sudah cukup baik. Minimal mencapai kondisi ideal yang ditetapkan PBB dan untuk mengatasi kesenjangan cakupan pelayanan.Menilik dari kondisi di atas ke depan diperlukan updating kebijakan dan regulasi secara terus-menerus untuk meningkatkan profesionalisme Polri. sehingga masyarakat semakin mempertanyakan keseriusan Polri untuk menyelesaikan kasus korupsi. Minggu (21/11). Jakarta. Indikatornya adalah masyarakat merasa nyaman berhubungan dengan polisi. Tetapi. Depok. KabariNews. kondisi sosial ekonomi masyarakat.com . ICW menilai Polri tidak serius dalam menangani kasus Gayus tersebut. Menurunkan Rasio Polisi masih tetap diperlukan. Langkah ini diperlukan untuk menekan angka penyimpangan dan pelanggaran profesi yang mengarah pada penistaan hak asasi manusia. Gunarta Perencana Bappenas ABOUT THE AUTHOR Nugroho Email: Info@KabariNews. Donal Faris. saat ini kepercayaan publik terhadap Polri semakin menurun. .com Jakarta. bebeberapa waktu lalu kembali membuat institusi Kepolisian Republik Indonesia mendapat sorotan publik. yang tidak kalah penting adalah kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat harus lebih baik. Jawa Barat. Persyaratan pendidikan minimal SLTA telah terpenuhi dan secara alamiah level tamtama akan terhapus di lembaga kepolisian dalam beberapa tahun ke depan.Kasus "bebas"nya terdakwa penggelapan pajak Gayus Halomoan Tambunan dari Rumah Tahanan Markas Komando Brigade Mobil (Rutan Mako Brimob) Polri di Kelapa Dua. dan hak asasi manusia perlu terus ditingkatkan. saat menggelar konfrensi pers di kantor ICW. Salah satunya disampaikan oleh Indonesian Corruption Watch (ICW) yang mendesak Polri untuk segera menyerahkan kasus Gayus Tambunan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Klik di sini Klik di sini untuk Forum Tanya Jawab Mereka Tumbuh dalam Generasi Tawuran KEKERASAN tampaknya sudah semakin akrab dengan dunia mahasiswa kita.KabariNews. Tak jarang perpeloncoan mengakibatkan mahasiswa sakit atau meninggal. saat ditemui wartawan di Gedung Manggala Wanabhakti Kementerian Kehutanan. Sebab. Dari dulu. Di pihak lain. Begitu pun dengan kekerasan yang terjadi pada mahasiswa. APA yang sebenarnya terjadi pada mahasiswa kita? Kriminolog dari Universitas Indonesia Erlangga Masdiana menyatakan. kekerasan dalam dunia kemahasiswaan sebenarnya tidak hanya terjadi akhir-akhir ini. kekerasan hampir selalu mewarnai kegiatan perpeloncoan. Julian menegaskan. kejadian kecil saja di dalam kampus bisa terekspos. zaman telah berubah. Dan Polri juga telah berkomitmen untuk menuntaskan kasus itu. "Presiden percaya dengan sistem hukum saat ini. ." pungkas Donal. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih tetap mempercayai penyelesaian kasus hukum tersebut ditangani Polri. kekerasan dalam perpeloncoan itu jarang terekspos ke masyarakat luas. Kasus Gayus masih ditangani secara intensif oleh Polri. Untuk share artikel ini klik www. mahasiswa STPDN. mengenai kekhawatiran masyarakat akan kinerja kepolisian.com/?35973 Untuk melihat artikel Jakarta lainnya. Jakarta. baik berbeda perguruan tinggi maupun sesama mahasiswa pada perguruan tinggi yang sama. Selasa (23/11). Dengan demikian." ucap Julian."Sudah terlihat jelas. Selain kematian Wahyu Hidayat. Akan tetapi. pers dan aparat kepolisian waktu itu sangat sulit masuk ke kampus untuk urusan intern. mari kita tunggu bersama-sama. kekerasan juga sering terjadi dalam tawuran antarmahasiswa. Sesuatu yang menyimpang dari kewajaran begitu menarik perhatian. bisa kaburnya Gayus Tambunan dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok telah menunjukkan bahwa kepolisian tidak 100% serius menangani kasus Gayus ini. masyarakat sekarang juga begitu kritis. Sementara itu. Hal ini disampaikan Juru Bicara Kepresidenan. Julian Alrdin Pasha. Namun demikian. Sekarang. Pers begitu banyak dan akses ke sumber-sumber berita begitu mudah. katanya. bahwa kasus "bebas"nya Gayus beberapa waktu lalu terjadi karena ulah beberapa oknum petugas saja.

tawuran juga terjadi hampir setiap pagi ketika akan berangkat sekolah. Maka. Akan tetapi.Masyarakat awam membayangkan mahasiswa sebagai intelektual calon pewaris bangsa mestinya mempunyai pola pikir dan pola tindak yang intelektual. Bukan hanya di sekitar Jakarta. tawuran pelajar itu kemudian menjadi modus baru kejahatan di Jakarta. Dalam keseharian. di kampus selalu saja ada individu-individu yang mempunyai kecenderungan berperilaku menyimpang. Tangerang. Menurut Erlangga. tawuran juga dilakukan anak-anak SMP. Perkembangan lain. menurut Erlangga. Seperti efek domino. Periode 1997-2002 adalah periode di mana perkelahian antarpelajar begitu sering terjadi. mereka sangat sulit memahami kenapa mahasiswa kita lebih senang tawuran atau bahkan menggunakan kekerasan fisik untuk yuniornya. Awalnya.nilai sendiri yang bisa jadi berbeda dengan norma yang ada sebelumnya. Bukan hanya di siang hari ketika mereka pulang sekolah. tetapi juga di daerah-daerah. individu. ada kecenderungan baru mengajak serta siswa dari sekolah lain untuk bergabung melawan siswa dari sekolah yang dianggap sebagai lawannya. Adapun mahasiswa senior di perguruan tinggi saat ini kira-kira duduk di SMU antara tahun 1997 dan 2002. Salah satunya adalah . dan Bogor. Dalam menyelesaikan persoalan. tawuran tidak lagi antarsekolah kemudian berkembang menjadi antarbasis. Selain itu. meskipun jumlahnya tidak besar. Dalam perkembangannya. Seperti halnya perilaku menyimpang lainnya. sementara segerombolan remaja berpakaian seragam merampasi harta benda milik para penumpang. tetapi tak jarang mereka melakukan tindak kejahatan. individu-individu menyimpang itu bergabung dalam satu kelompok. Itu berarti mereka berada di lingkungan SMU pada tahun 1999-2003 dan berada di lingkungan SLTP tahun 1997 hingga 2000. yaitu pelajar yang naik bus nomor tertentu melawan pelajar lain yang naik bus dengan nomor lain. tidak sewajarnya mereka menggunakan kekerasan dan kekuatan fisik. jika ada kesempatan. Akibatnya. Apalagi jika mereka mendapat peluang untuk "berkuasa".individu menyimpang itu mungkin tidak berpengaruh pada kelompok mahasiswa keseluruhan. Selama 1997-1999. Mahasiswa baru yang sekarang baru masuk dunia kampus adalah mereka yang lulus SMU pada tahun 2003. Pemberitaan yang gencar akhirnya membuat tawuran pelajar seolah menjadi tren pelajar di berbagai kota. ada suatu masa di mana tawuran pelajar akhirnya berkembang menjadi tawuran antara pelajar dan warga. Itu masih ditambah dengan dunia pergerakan kampus yang kerap turun ke jalan atas nama reformasi yang dalam aksinya juga sering memancing kekerasan. Tidak jarang awak bus dipaksa terus melaju. kekerasan di dunia kampus sebenarnya bisa dilakukan oleh mahasiswa sebagai individu atau kelompok. perilaku mereka bisa mengganggu kehidupan kampus. baik terhadap penumpang maupun awak bus.kata Erlangga sebenarnya tidaklah mudah. tawuran pelajar itu memang hanya terjadi di Jakarta. kemudian merambat ke Bekasi. bahwa mereka dibesarkan dalam subkultur delinquency (kenakalan anak-anak) itu pada akhirnya memunculkan nilai. hampir setiap hari terjadi tawuran pelajar di jalan-jalan Ibu Kota. Mereka naik bus dengan berpura-pura mencari lawannya. Mereka yang biasa tawuran itulah yang kini menjadi mahasiswa. baik yunior maupun seniornya. Akan tetapi. Warga yang muak dengan ulah para pelajar itu akhirnya bangkit melawan. Sebab. tawuran pelajar yang semula hanya melibatkan sebagian kecil sekolah di Jakarta kemudian meluas. MENGAITKAN begitu saja kebiasaan tawuran di kalangan pelajar dengan kekerasan di lingkungan kampus-khususnya masa orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek).

Itulah sebabnya.nilai tentang kekerasan yang sebenarnya merupakan penyimpangan itu. Membangun disiplin dengan cara-cara militer seperti banyak dilakukan selama ini sudah saatnya dihentikan dan diganti dengan memberikan sanksi yang mendidik kepada yunior yang melanggar aturan main yang telah disepakati sebelumnya. mereka yang berperilaku menyimpang sebenarnya tidak banyak. dalam tata pergaulan. Artinya. Dalam jumlah. Untuk itu. nilai-nilai pribadi yang baik itu akan sangat mudah terkooptasi." kata Erlangga. hanya bisa dilakukan dengan cara tidak memberi peluang kepada mereka yang mempunyai perilaku menyimpang itu untuk menunjukkan "kekuasaannya". kemudian dianggap lazim. Penyelenggaraan ospek yang dalam banyak kampus belum juga berubah dari pola lama yang tak ubahnya sebagai perpeloncoan itu pada akhirnya menyuburkan budaya kekerasan yang "secara alami" sudah biasa melingkupi para mahasiswa sejak masih SMU atau bahkan SLTP. Segala bentuk kegiatan yang hanya mengandalkan fisik harus dilarang dan diganti dengan kegiatan untuk memperkenalkan tradisi-tradisi ilmiah di dalam kampus. berbeda fakultas maupun lokasi kampus. Berkaitan dengan kekerasan yang timbul sebagai ekses ospek dan sejenisnya. konsep. Akan tetapi. Identitas kelompok itu bisa sangat terasa dalam perkelahian antarmahasiswa yang berbeda perguruan tinggi. Tujuannya. dalam suatu kelompok. Yang ada adalah identitas kelompok. Pemimpin universitas juga harus terlibat di dalamnya dan bertanggung jawab terhadap semua persoalan yang muncul akibat ospek. kekerasan dalam masa ospek seolah terus berulang. UNTUK menghentikan tindakan kekerasan selama masa ospek yang sebenarnya sudah tidak relevan lagi dilakukan. Untuk membangun hubungan lebih akrab antarsivitas akademika. Ospek atau perpeloncoan adalah ajang paling mudah untuk menanamkan pengaruh dari senior ke yuniornya. Kekerasan tak terkontrol biasa terjadi jika ada yunior yang dianggap melawan atau menentang kehendaknya. Materi yang diberikan kepada para yunior pun harus sesuatu yang dapat membangun kehidupan kampus sebagai institusi yang melahirkan pemikiran. penyelenggaraan ospek harus menjadi tanggung jawab seluruh sivitas akademika. penyelenggaraan ospek tidak bisa lagi diserahkan begitu saja kepada mahasiswa (senior). Persoalannya. Budaya kekerasan lalu menonjol. tidak jarang upaya menanamkan pengaruh itu dilakukan dengan cara-cara kekerasan yang tak terkontrol. Meski sebagian besar mahasiswa tidak terlibat dalam tawuran semasa SMU. atau berbeda angkatan. Sayangnya. untuk menaikkan posisi tawar dalam dinamika kehidupan kampus yang pada akhirnya juga menaikkan posisi tawarnya di masyarakat nantinya. menurut Erlangga. Tak heran kalau kemudian seorang mahasiswa yang di rumah begitu manis perilakunya tiba. budaya kekerasan bisa saja menjadi dominan ketika mereka sudah berbaur dalam satu kelompok atas nama senioritas. budaya kekerasan yang sebenarnya menyimpang itu justru sering dianggap benar dan bahkan menjadi tradisi yang harus dipertahankan atau diwariskan kepada yuniornya. "Jati diri bisa hilang. Erlangga melihat kenyataan bahwa kampus selalu cenderung menjadi ajang perebutan "kekuasaan" dari individu-individu di dalamnya.tiba berubah keras dan ganas ketika berada di dalam kelompok yang sudah terkooptasi kekerasan itu. . dan ilmu pengetahuan maupun teknologi. soalnya. diperlukan berbagai kegiatan yang sifatnya fun dan menyenangkan tanpa harus memberikan sanksi-sanksi yang hanya untuk memuaskan seniornya.

Contoh kelompok yang melakukan penyimpangan adalah kelompok pengedar narkotika. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai sosial suatu masyarakat. o Penyimpangan bersifat negatif: Penyimpangan ini berwujud dalam tindakan yang mengarah pada nilai-nolai sosial yang dipandang rendah dan dianggap tercela dalam masayarakat. Untuk keperluan pemberian sanksi tersebut. Contohnya: pemerkosaan. • Bentuk penyimpangan menurut Sifatnya: o Penyimpangan bersifat positif: Penyimpangan ini terarah pada nilai sosial yang berlaku dan dianggap ideal dalam masyarakat dan mempunyai dampak yang bersifat positif. Contoh: orang yang melanggar lalu lintas dengan tidak membawa SIM dan perbuatannya itu tidak diulangi lagi. o Penyimpangan Primer: merupakan penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan biasanya tidak diulangi lagi. • Bentuk penyimpangan menurut Lemert (1951). ϖ Bentuk-bentuk penyimpangan sosial • Bentuk pentimpangan menurut pelakunya: o Penyimpangan Individu: penyimpangan yang dilakukan oleh Individu yang berlawanan dengan Norma. . benar atau salah menurut pengertian umum. Dikti bahkan harus membuat standardisasi kegiatan ospek agar tidak lagi menyimpang.com/kompas-cetak/0309/14/Fokus/560673. upaya ke arah sana harus secara serius dilakukan lewat sosialisasi dan pendekatan kepada mahasiswa. Sebab. o Penyimpangan kelompok: dilakukan oleh kelompok orang yang tunduk pada norma kelompoknya yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. Pelanggaran terhadap larangan itu harus secara serius ditangani dengan sanksi yang keras. pembunuhan. (msh) URL Source: http://www. Menurut Bruce J. ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau buruk. dalam kenyataannya. pemimpin universitas harus bisa bekerja sama dengan polisi untuk menangani pelakunya. Akan tetapi. Penyimpangan ini biasanya dilakukan di lingkungan keluarga. pemimpin universitas juga tidak boleh menutup diri terhadap aparat kepolisian sebagai penegak hukum. sudah banyak universitas berhasil mengembangkan ospek menjadi sebuah kegiatan yang benar-benar menunjang kehidupan kampus tanpa harus diwarnai kekerasan.htm Pengertian dari penyimpangan sosial: Bentuk Perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini masih diterima di masyarakat. Cohen. Departemen Pendidikan Nasional lewat Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) seharusnya tidak tinggal diam menyaksikan jatuhnya korban-korban kekerasan selama masa ospek.kompas. Cara yang dilakukan seolah-olah menyimpang dari norma padahal tidak. Ospek yang selama ini lebih bersifat ritual inisiasi seorang mahasiswa baru harus dirombak menjadi kegiatan yang melahirkan mahasiswa dengan pemikiran yang futuristik.Pemimpin universitas harus menegaskan bahwa penggunaan kekerasan fisik sungguhsungguh dilarang. Jika ada pelanggaran yang bisa dikategorikan sebagai perbuatan kriminal. pencurian. Tidak mudah memang mengubah tradisi yang sudah bertahun-tahun eksis. perjudian dan pemakaian narkotika. Contohnya adalah: Bermunculan Wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita.

Perkelahian termasuk jenis kenakalan remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele. perampokan. Pertentangan antar agen sosialisasiΨ Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. jenis kelamin dan kedudukan seseorang dalam keluarga. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. Contoh: Pemabuk yang seringa mabuk-mabukan dipasar. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya.norma masyarakat yang berlaku. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. pergaulan dan media massa. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakatΨ Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. Faktor dari luar adalah kehidupan rumah tanggaΨ atau keluarga. media massa. Ψ Terbentuknya perilaku menyimpang juga merupakan hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama.obat-obat terlarang dan minuman keras. . Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa izin dengan tujuan hanya untuk memperoleh kenikmatan. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpamg. Misalnya: seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok. media elektronik. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan. Ψ Hubungan seks diluar nikah. ϖ Faktor-faktor Penyebab Penyimpangan Sosial Faktor dari dalam adalahΨ intelegensi atau tingkat kecerdasan. pemerkosaan pencurian. Pergaulan individu yang berhubungan teman-temannya. Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. ϖ Jenis-jenis penyimpangan sosial terdiri dari 5 jenis: Tawuran atauΨ perkelahian antar pelajar.o Penyimpangan Sekunder:merupakan penyimpangan sosial yang nyata dan dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan menunjukkan ciri khas suatu kelompok. sementara iklan rokok begitu menarik. media cetak. Latar Belakang/sebab-sebab terjadinyaϖ penyimpangan Sosial : Proses sosialisasi yang tidak sempurna atauΨ tidak berhasil karena seseorang mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi. Penyimpangan juga dapatΨ terjadi apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma. membuang sampah sembarangan. pendidikan di sekolah. Ψ Penyalahgunaan narotika. pelacuran dan HIV/AIDS merupakan penyimpangan sosial karena menyimpang norma sosial maupun agama. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini biasanya tidak akan diterima lagi di masyarakat. usia. di diskotik dll. Misalnya: seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan atau narkoba.

ϖ Pencegahan penyimpangan sosial. Menurut teori ini seseorang menjadi menyimpang karena proses Labeling. Labels: Sosiologi Posted by Mr. MerupakanΨ awal proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian seorang anak. Dengan demikian. Karl Mark. agar moralitas dan hukum itu berkembang secara formal. Teori Differential Association. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik. penberian julukan.dll.norma yang berlaku. Oleh sebab itu. Antara lain: Keluarga. mengemukakan bahwa kejahatan erat terkait dengan perkembangan kapitalisme. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik. Media Massa baik cetakΨ maupun elektronik merupakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Teori Merton. Menurut Merton terjadinya perilaku menyimpang itu sebagai bentuk adabtasi terhadap situasi tertentu. Disebabkan karena masalah kesulitan ekonomi. Dan merupakan profesi atau pekerjaanya karena sulit mencari pekerjaan yang halal Penyimpangan seksual.menodong. cap. Teori konflik. DianggapΨ menyimpang karena melanggar norma. Misalnya: mencuri. Lingkungan tempat tinggal dan teman sepermain. Ψ Teori Fungsi Durkheim. Bahwa kesadaran moral semua anggota masyarakat tidak mungkin terjadi karena setiap orang berbeda satu sama lainnya tergantung faktor keturunan. Menurtu teori ini apa yang merupakan perilaku menyimpang hanya dalam pandangan kelas yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka. Windu at 12:02 AM .Ψ Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial.Ψ Tindak kriminal adalah tindak kejahatan atau tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar norma hukum. lingkungan fisik dan lingkungan sosial. peradilan pidana pun lebih memihak pada kepentingan mereka. penyimpangan sosial bersumber pada pergaulan yang berbeda yang terjadi melalui proses alih budaya. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya. menjambret membunuh. orang yang dianggap melakukan kejahatan dan terkena hukuman pidana umumnya berasal dari kalangan rakyat miskin. Ψ Teori Labeling.Ψ Menurut pandangan teori ini.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya. ϖ Teori mengenai penyampangan sosial. Menurut Durkheim kejahatan itu perlu. etiket dan merek yang diberikan masyarakat secara menyimpang sehingga menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial. norma sosial dan norma agama. Teori penyimpangan iniΨ bersumber dari struktur sosial.

Pasalnya. Pertama. Bentrokan terjadi di IAIN Ambon. tawuran. Universitas 45 Makasar Sulawesi Selatan (10/05 dan 14/05) antara mahasiswa Jurusan Planologi dan Teknik Sipil serta arsitektur Fakultas Teknik kisruh dari aksi ditikamnya (Syamsuddin dan Saleh) rekannya dari jurusan Teknik Sipil. Aparat sempat menyerbu ke dalam kampus UMI.Mengeja "Rapot Merah" Mahasiswa Penulis : Ibn Ghifarie Maraknya aksi bentrokan antar mahasiswa di pelbagai Kampus. fakultas. tergolong yang paling parah semenjak 1996. Peristiwa itu dikenal dengan nama Amarah atau April Makassar Berdarah yang diperingati setiap tahun dan disebut-sebut sebagai peringatan atas kebrutalan polisi dan militer. Hingga berbuntut aksi lempar batu yang dimulai oleh para mahasiswa jurusan Planologi sebagai aksi balas dendam bentrokan. pembaharu. Tiga mahasiswa UMI tewas dan puluhan mahasiswa serta aparat luka-luka. membuat sebagian masyarakat tertentu mencibir peranan kaum pelajar. Ironis memang. Terlebih lagi saat pencitraan sekolah sudah diinjak-injak oleh sekolah lain. Militansi mahasiswa harus berhadapan dengan ketegasan Kepala Poltabes Yusuf Manggabarani. memang diakui atau tidak bentrokan antara mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan aparat keamanan (Sabtu. Adalah budaya tawuran dan adu fisik dalam menyelesaikan segala persoalan yang sedang dihadapainya. UISU (Universitas Islam Sumatra Utara). Ketiga. di tengah-tengah keterpurukan bangsa dan meroketnya biaya penididikan. menuntut ilmu tak bisa menciptakan manusia seutuhnya dengan budi pekerti yang arif. tapi memiliki sejarah yang amat panjang dan kelam. kontroling terhadap kebijakan pemerintah. Makasar dan UMI (Universitas Muslim Indonesia) Makasar. mulai dari aksi rusuh. Walhasil. penjualan narkoba. Sebut saja. (11/5) gara-gara tolak ajak demo. kasus Mei itu. jargon mahasiswa sebagai agen pengubah sosial. seks bebas. Kedua. Unhas (Universitas Hasanauddin). Peristiwa ini dipicu oleh penolakan mahasiswa terhadap kenaikan tarif angkutan kota. Namun. Malah mencetak anak didik berwatak barbar. Medan (09/10) akibat perseteruan dua kubu antara Helmi Nasution dan Saryani. Tak hanya itu. Kamis sore (10/5). Kini. Padahal. Catatan Kelam Bentrokan Mahasiswa Tengok saja. Hampir setiap tahunya selalu kedapatan tawuran antar jurusan. Selogan wajib menempuh pendidikan sembilan tahun hanya selogan semata. 01 Mei 2004) bukanlah yang pertama. Sebagai pertanda maraknya aksi Bentrokan Mahasiswa UMI vs Aparat Keamanan. perang menjadi jurus pamungkas yang tak bisa ditawar-tawar lagi. ada beberapa perguruan tinggi yang tak luput dari perbuatan lalim tersebut. hampir setiap hari golongan intelek acapkali berbuat ganjil. mendobrak kemapanan dan panutan dalam soal moral ikut punah seiring derasnya arus baku hantam di kalangan kaum pelajar. Universitas atau dengan pihak keamanan. kekerasan yang terjadi di IPDN dengan meninggalnya Wahyu Hidayat (2003) dan Chliff Muntu. Betapa tidak. kekerasan fisik. Seolah-olah melekatnya status mahasiswa tak berbanding lurus dengan kebiasaan tak terpuji saat siswa. 24 April 1996 Terjadi bentrokan antara mahasiswa dan aparat. aborsi sampai tradisi menghilangkan nyawa orang lain. 1998 Hampir sepanjang 1998 aksi mahasiswa UMI nyaris semuanya berakhir dengan bentrokan versus polisi. September 2000 Mahasiswa UMI beraksi menolak .

1 Mei 2004 Polisi menyerbu ke dalam kampus UMI. 18 Februari 2004 Mahasiswa bentrok dengan aparat karena memprotes Mahkamah Agung yang memvonis bebas Akbar Tandjung. (www.jakarta. serta puluhan lainnya dari pihak mahasiswa dan pihak aparat mengalami luka-luka. (www. Rektorat terpaksa membatalkan pelaksanaan ujian akhir. 16 Desember 2004 Dua kelompok mahasiswa Fakultas Teknik dan FISIP di kampus Unhas Tamalanrea bentrok. Sementara tiga mahasiswa lainnya masing-masing Zainal Mutakin. peristiwa serupa pun terjadi di IKIP Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Mataram. Ridwan meninggal dengan luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan di bawah ketiak kanan. Mahasiswa ngotot menutup jalan.masuknya beras impor ke Sulawesi Selatan. Mahasiswa Fakultas Teknik. Akibatnya. Bentrokan bermula di gedung DPRD Sulsel dan merembet ke depan kampus UMI di Jalan Urip Soemoharjo. Akibatnya.co.id) Di penghujung tahun 2006.com) Lagi Makasar. Mahasiswa sempat diburu anjing milik aparat dan disiram gas air mata. Pelaku penyerangan melakukan pembakaran dan menghanguskan empat ruangan lembaga kemahasiswaan di fakultas tersebut. tawuran melibatkan hampir sebagian besar mahasiswa Fakultas Teknik dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. pada Selasa (22/8/06) siang. empat orang mahasiswa dikabarkan mengalami luka ringan akibat terkena lemparan saat terjadi tawuran. sementara aparat perintis berkeras membuka jalur jalan. berakhir dengan bentrokan berdarah. Jurusan Arsitektur tertikam di punggung sebelah kirinya dan dilarikan ke RS Wahidin Sudirohusodo. Aparat sempat menerobos ke dalam kampus. Sejatinya . 12 Desember 2003 Bentrokan antar mahasiswa di Kampus Unhas antara Fakultas Teknik (FT) dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). meninggal dunia. Ketiga. 31 Agustus 2005 Terjadi tawuran antar fakultas di Unhas masing-masing FISIP dan Teknik. Dua mahasiswa UMI disel. puluhan mahasiswa luka-luka dan di rawat di rumah sakit. seorang ibu mengalami luka tembak.fajar. yaitu Surya dan almarhum Nasrullah. sekitar 14. menyebabkan 3 orang Brimob dan 1 intelijen TNI AU tewas. Kasus ini menyebabkan Kapolda Sulses Irjen Pol.org) Tertutupnya Ruang Dialog Mencermati ketidakberdayaan sekaligus tumpulnya akal dalam menuntaskan segala persoalan dengan arif. tujuh korban luka. M. Sekadar mengingatkan. Tiga mahasiswa ditangkap dan sebuah sepeda motor milik mahasiswa rusak.00 Wita. Kelima. Albertu. Kelima. 14 Desember 2003 Tujuh mahasiswa dan seorang satuan pengaman (Satpam) luka parah menyusul bentrokan antar mahasiswa di Unhas. berdarah di Kampus Unhas antara Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). mahasiswa semester V Fakultas MIPA jurusan Kimia. Keempat. 14 April 2004 Tawuran terjadi antara Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). perkelahian mahasiswa yang berbuntut pembakaran kampus di Unhas pernah terjadi pada 1992 lalu. Ridwan. Lima korban di antaranya berasal dari FISIP dan dua lainnya dari Fakultas Teknik. mengakibatkan seorang mahasiswa. Aksi pemblokiran jalan di depan Kampus Universitas Cendrawasih Abepura (16/03/06) oleh masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Parlemen Jalanan dan Front Pepera PB Kota Jayapura. Keenam. Karena tawuran ini.indymedia. Kedua.tempointeraktif. Dua di antaranya adalah mahasiswa FISIP dan lainnya adalah mahasiswa Fakultas Teknik. Juni 2001 Mahasiswa menuntut penghapusan Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya. Pertama. (www.45 Wita setelah menjalani perawatan di ruang ICU RSU Mataram. Kejadian itu kemudian dikenang sebagai \'Black September\' dari tahun 2003-2005. Nusatenggara Barat. Keempat. Mahasiswa UMI unjuk rasa di DPRD. Dalam aksi tawuran tiga korban dilarikan ke RS Wahidin. 31 Agustus 2005 di Pelataran Baruga Unhas. bukan memakai kekerasan. Sebab. Akibatnya. Ridwan (21) asal Lombok Timur. Heru dan Asmani mengalami luka-luka. meninggal sekitar pukul 19. Jusuf Manggabarani dicopot dan polisi menuai kecaman dari banyak kalangan.

Bila ruangruang tukar gagasan saja. dianiaya secara sadis. Terdapat ratusan wanita keturunan Tionghoa yang diperkosa dan mengalami pelecehan seksual dalam kerusuhan tersebut[2][3]. pakar pendidikan menilai perlakuan tak wajar itu hadir karena lunturnya budaya toleran. Pasalnya. tapi sudah termasuk pada kategori premanistik. harus kita junjung lebih tinggi. kebiasaan bogem pula akan terus melekat dalam sanubari kaum terpelajar. Dengan demikian. kita harus mencoba mengarifi segala kemelut yang menimpa diri kita dengan lapang dada. Konsentrasi kerusuhan terbesar terjadi di Jakarta. Alhasil. melunturnya budaya dialog tercermin dari seberapa jauh kita bisa menerima perbedaan dalam soal pendapat. seorang aktivis relawan kemanusiaan yang bergerak di bawah Romo Sandyawan. tapi rahmat. Apalagi. [Ibn Ghifarie] Cag Rampes. juga . Thus. 10/05. harus mengamini pernyataan Arif Rahman. Tak hanya itu. Kerusuhan Mei 1998 adalah kerusuhan yang terjadi di Indonesia pada 13 Mei . banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang meninggalkan Indonesia. Mestinya perbedaan bukan dijadikan sebagai laknat. seorang Kepala Sekolah rela membocorkan lembaran jawaban saat Ujian Nasional beberapa pekan yang lalu.34 WIB *Mahasiswa Studi Agama-Agama Fakultas Filsafat UIN SGD Bandung dan Koordinator Post Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK) Bandung. Bandung. bernama Ita Martadinata Haryono. maka tunggu keseragaman ide akan menjadi buahnya. Lebih parah lagi. Cita-cita mulia pendidikan sebagai upaya memanusiakan manis pun harus rela raib ditelan kepongkahan dan keserakahan kita dalam mendidik anak. 23. kemudian dibunuh. Seperti yang terjadi di Ngawi. Sebagian bahkan diperkosa beramai-ramai. dan Surakarta. Alih-alih pencitraan supaya sekolahnya termasuk ke dalam deretan sekolah unggulan dan percontohan pula menjadi pemicu aksi tak beradab tersebut. Kerusuhan ini diawali oleh krisis finansial Asia dan dipicu oleh tragedi Trisakti di mana empat mahasiswa Universitas Trisakti ditembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998.15 Mei 1998. bahkan hilang. kemajemukan pertanda hukum alam. Pojok Sekre Kere. Namun.kita. Apalagi saat berselisih pendapat. Menjamurnya bentrokan antar mahasiswa bukan saja dikategorikan sebagai kekerasan dalam pendidikan. Dalam kerusuhan tersebut. sang pendidik memberikan contoh tak layak. yang masih seorang siswi SMU berusia 18 tahun. khususnya di ibu kota Jakarta namun juga terjadi di beberapa daerah lain. dan tertutupnya ruang dialog dalam menyelesaikan permasalahan. sederetan rapot merah mahasiswa pun tak akan disandang lagi oleh kaum terpelajar. sudah tak nyaman. Keragaman merupakan sesuatu yang tak bisa kita nafikan. Pada kerusuhan ini banyak toko-toko dan perusahaan-perusahaan dihancurkan oleh amuk massa — terutama milik warga Indonesia keturunan Tionghoa[1].

Sebab dan alasan kerusuhan ini masih banyak diliputi ketidakjelasan dan kontroversi sampai hari ini. Barangkali juga ide Bung Karno tentang Nasakom berkaitan dengan pendapat Clifford Geertz yang dalam bukunya The Religion of Java yang membagi masyarakat Jawa dalam tiga varian: priyayi. Bahkan pemerintah mengeluarkan pernyataan berkontradiksi dengan fakta yang sebenarnya yang terjadi dengan mengatakan sama sekali tidak ada pemerkosaan massal terhadap wanita keturunan Tionghoa disebabkan tidak ada bukti-bukti konkret tentang pemerkosaan tersebut. santri. Ini menjadi suatu indikasi bahwa kasus pemerkosaan dalam Kerusuhan ini digerakkan secara sistematis. tak hanya sporadis. dan dibunuh karena aktivitasnya. dan golongan yang berideologi komunis. disiksa. dan abangan. Yang bisa diterjemahkan . golongan yang berideologi dengan latar belakang agama. Hal yang memalukan ini mengingatkan seseorang kepada peristiwa Kristallnacht di Jerman pada tanggal 9 November 1938 yang menjadi titik awal penganiayaan terhadap orang-orang Yahudi dan berpuncak pada pembunuhan massal atas mereka di hampir seluruh benua Eropa oleh pemerintahan Jerman Nazi. Sampai bertahun-tahun berikutnya Pemerintah Indonesia belum mengambil tindakan apapun terhadap nama-nama besar yang dianggap provokator kerusuhan Mei 1998. Amuk massa ini membuat para pemilik toko di kedua kota tersebut ketakutan dan menulisi muka toko mereka dengan tulisan "Milik pribumi" atau "Pro-reformasi". Bung Karno sampai dengan akhir hayatnya tetap bertahan terhadap ide Nasakom yang mengatakan bahwa kekuatan politik di Indonesia pada saat itu terdiri dari tiga golongan ideologi besar yaitu: golongan yang berideologi nasionalis. Walaupun tidak bisa dipungkiri memang Bung Karno pada periode 1959-1965 sangat terlihat lebih condong memberi angin kepada golongan komunis. Tapi buat penulis Bung Karno adalah seorang Nasionalis yang ide Nasakom semata-mata dicetuskan melihat realitas masyarakat pada saat itu demi persatuan Indonesia menginginkan suatu kolaborasi total semua anasir bangsa dari semua golongan ideologi yang ada termasuk golongan komunis untuk berama-sama bahu membahu membangun Indonesia. Namun demikian umumnya orang setuju bahwa peristiwa ini merupakan sebuah lembaran hitam sejarah Indonesia. sementara beberapa pihak. Tiga-tiganya merupakan kekuatan yang diharapkan tetap bersatu untuk menyelesaikan masalah bangsa secara bersama-sama. terutama pihak Tionghoa. Apakah dengan punya ide Nasakom tersebut bisa dikatakan bahwa Bung Karno adalah seorang Marxis yang lebih dekat dengan golongan komunis pada saat itu? Setiap orang boleh punya persepsi dan pendapatnya sendiri untuk hal ini. berpendapat ini merupakan tindakan pembasmian terhadap orang Tionghoa.diperkosa.

dan abangan adalah kaum Komunis.priyayi adalah kaum Nasionalis. selalu memakai pakaian lengkap militer Panglima Tertinggi – Jendral Bintang Lima – dengan segala atribut kebesarannya. Dalam realitasnya setiap golongan kekuatan politik yang pernah mendominasi kekuasaan dan menjalankan pemerintahan Republik Indonesia belum ada yang mampu mengantarkan Indonesia menuju cita-cita bangsa untuk menjadi negara yang adil. dan kaum militer (dan motor politik pendukungnya). serta merta ide Nasakom musnah dan aneh bin ajaib kekuatan kaum komunis serta merta digantikan oleh satu kekuatan politik baru di Indonesia yaitu kaum militer. kaum militer yang mendominasi kancah politik Indonesia dengan pemerintahan orde baru Pak Harto dengan motor partai politiknya Golkar pada periode 1966 s/d 1998. Kesimpulannnya bahwa realitas politik di Indonesia semenjak jaman kemerdekaan sampai dengan saat ini pernah ada empat golongan kekuatan politik: kaum nasionalis. Pada awal kemerdekaan kaum nasionalis dengan motor politiknya PNI (Partai Nasional Indonesia) pernah memegang dominasi pemerintahan sampai pada sekitar tahun 1959. kaum komunis. kaum militer tidak pernah mengakui bahwa mereka adalah satu kekuatan politik yang telah mendominasi Indonesia selama 32 tahun. Mereka selalu mengatakan bahwa militer berdiri dibelakang semua golongan. kaum komunis. Setelah Bung Karno membuat dekrit pada tanggal 1 Juli 1959 untuk kembali ke UUD ’45. Bung Karno walaupun bukan orang militer. makmur dan sejahtera. Walaupun dengan segala dalih. Masing-masing kekuatan politik pernah mengalami jaman keemasan dan juga pernah terhempas dalam kancah politik di Indonesia. Realitas sejarah memang berkata lain setelah terjadi peristiwa 30 September 1965 yang sampai sekarang masih menyimpan misteri dan banyak versi diceritakan dari berbagai pihak bagaimana kejadiannya sampai terjadi pembunuhan para Jendral dan PKI dituduh yang telah melakukan semua ini dan tentara melakukan pembalasan dengan menumpas PKI sampai dengan akar-akarnya. maka kekuasaan mutlak ada di tangan Bung Karno yang lebih memberikan angin pada kaum komunis untuk mendominasi kancah politik di Indonesia (atau terbawa oleh strategi kaum komunis) pada periode 1959 s/d 1965. kaum agamis. kaum agamis. kata beberapa analis ini adalah salah satu diplomasi model Bung Karno untuk meredam ambisi dan kekuatan militer untuk berkuasa. Setelah terjadi peristiwa 30 September 1965. Jadi dari empat kekuatan politik di Indonesia: kaum nasionalis. santri adalah kaum Agamis. Suatu realitas yang mungkin Bung Karno tidak pernah menyangka ataupun mimpipun mungkin tidak bahwa ada satu golongan kekuatan dalam peta politik di Indonesia yang tidak pernah terpikirkan menjadi suatu kekuatan penting dalam peta perpolitikan Indonesia yaitu kaum militer. Setelah kaum komunis terhapus dalam kancah politik Indonesia. hanya kaum agamis yang belum pernah . dan kaum militer.

Oleh karena itu Nasakom sekarang sudah jadi Nasa atau hanya ada golongan yang berideologi nasionalis dan berideologi agamis (agama disini lebih cenderung ke agama Islam karena penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam. kaum professional. PBB. golongan militer di kembalikan ke fungsi semula sebagai kekuatan pertahanan & keamanan saja seperti laiknya di negara-negara demokrasi lainnya diseluruh dunia (walaupun sebetulnya dikalangan militer sendiri masih ada yang punya mimpi untuk berkuasa terus). Dan ini tercermin dengan munculnya berbagai organisasi politik atau partai politik yang secara garis besar terbagi jadi dua golongan varian: kaum nasionalis dan kaum agamis. Karena Islam adalah agama mayoritas. PKS. Yang menjadi pertanyaan apakah satu-satunya harapan bangsa Indonesia untuk bisa mengantar bangsa Indonesi menuju masyarakat adil. Yang masing-masing merepresentasikan berbagai golongan yang ada di Islam itu sendiri. sedangkan rakyat yang beragama non-muslim lebih mendekat ke kaum nasionalis). sedangkan PDIP lebih fokus pada pendukung kelas menengah kebawah atau lapisan grass root. Makanya jangan heran kalau Golkar yang pada masa orde baru menjadi motor politik militer telah ancang-ancang lebih merapat ke PDIP yang sudah jelas berhaluan nasionalis. makmur dan sejahtera dari kaum agamis? Nasakom telah menjadi Nasa setelah reformasi 1998. tapi dimasa mendatang kelihatannya persaingan dua golongan ideologi ini akan makin menajam.mendominasi kancah dunia politik di Indonesia. Setelah masa reformasi 1998. PKB. Apakah Golkar betul-betul berhaluan nasionalis? Kalau melihat yang melahirkan Golkar adalah kaum militer (kaum militer karena doktrin yang diajarkan adalah bela negara pada umumnya mereka bahkan bisa dikatakan sebagai ultra nasionalis) kemungkinan memang mereka berhaluan nasionalis dengan mefokuskan kalangan pengusaha. PBR. dan semuanya gagal mengantarkan negara ini menuju cita-cita bangsa menjadikan negara Indonesia negara yang adil. dengan kejatuhan rejim orde baru dan dengan adanya amandemen UUD ’45. PAN. golongan kaum bepolitik di Indonesia tinggal dua golongan yaitu: golongan Nasionalis dan golongan Agamis atau kalau mengacu ke analisa varian dari Clifford Geertz yang teringgal adalah: kaum priyayi dan kaum santri. Kalau tiga kekuatan politik yang telah pernah mendominasi dan memegang tampuk kekuasaan dalam pemerintahan di Indonesia. karena dianggap kaum abangan sudah punah. tentu saja mereka mencoba punya pengaruh juga pada kantong-kantong kaum agamis yang belum dikuasai oleh partai-partai Islam yang ada. Jadi saingan utama partai dari kalangan yang berhaluan nasionalis adalah dari kalangan partai yang berhaluan agamis yang saat ini ada partai dengan deretan panjang: PPP. dll. dan golongan menengah keatas sebagai pendukungnya. Walaupun dalam realitas selama ini selalu ada suatu usaha untuk melakukan kolaborasi ataupun koalisi antara partai yang berhaluan nasionalis dengan yang berhaluan agamis. Sebagai akibatnya kalau kita mengacu pada analisis Nasakom dari Bung Karno. makmur dan sejahtera. dengan beberapa kegagalan-kegagalan yang telah dialami kaum nasionalis .

2. 5.04%). Ditengah jalan Gus Dur dilengserkan oleh MPR dengan alasan melanggar UUD ’45 dan pemerintahan digantikan oleh PDIP (yang waktu itu memegang kursi Wakil Presiden). ternyata realitas politik tidak memungkinkan PDIP menjalankan pemerintahan tanpa dukungan partai lain apalagi Golkar. Bisa saya sarikan sebagai berikut: 1. Yang lebih mengejutkan pada pemilu ekskutif yang pertama kali dilaksanakan secara langsung oleh rakyat tahun 2004 sesuai dengan amandemen UUD ’45. Walaupun pemilihan umum secara demokratis paska rejim Suharto baru dilakukan dua kali tapi telah banyak peristiwa yang dramatis terjadi dalam kancah peta politik nasional yang mau tidak mau telah terjadi proses timbal balik dari kinerja partai politik maupun persepsi masyarakat terhadap kinerja tersebut yang pasti akan mempengaruhi pilihan-pilhana yang akan dilakukan masyarakt luas pada pemilu-pemilu yang akan dating. Setelah PDIP memegang pimpinan eksekutif.27%) yang juga mendapatkan kursi wakil presiden. Usaha Gus Dur untuk membentuk pemerintahan PKB di eksekutif ternyata telah gagal karena dukungan yang lemah dari legislatif karena tentangan dari dua partai besar yang menguasai legislatif yaitu PDIP (33. Bahkan beberapa partai berhaluan agamis tidak sepenuhnya mendukung Gus Dur. Suatu kemunduran yang cukup significant. Dengan dukungan minimal di legislatif dari .27%).% jauh lebih rendah dari posisi 33.33%) tapi eksekutif yang waktu itu masih dipilih oleh MPR jatuh ketangan Gus Dur yang didukung oleh PKB (11.36%). 4. 3. dimenangkan oleh SBY yang didukung oleh partai baru yaitu partai Demokrat (10.36%) dengan wakil presiden dari partai Golkar (23.97%). Untuk mempertahankan pemerintahannya mau tidak mau SBY harus berkoalisi membentuk pemerinhan dengan parta-partai lain. Kebijakan PDIP yang salah pada saat diberi kepercayaan memerintah di eksekutif mengakibatkan peta politik berubah pada pemilu ke 2 pada jaman reformasi tahun 2004 dengan justru dimenangkan kembali Gokar dengan memegang kursi legislatif sebesar 23.memecahkan masalah bangsa terutama berkaitan dengan korupsi dan maupun representasi dalam mewujudkan pemerinthan yang bersih dan berwibawa. Demi mempertahankan kekuasaan di eksekutif.33%) dan Golkar (25.27% di pemilu legislatif dan PDIP jatuh di posisi ke 2 dengan memegang kursi 19.33% di pemilu 1999. Kebijakan PDIP ini sebetulnya justru malahan memberikan amunisi tambahan buat Golkar dan mengurangi dukungan terhadap PDIP itu sendiri. Disini awal distorsi para pendukung awal pendirian PDIP karena para pimpinan PDIP lebih senang mendekat ke Golkar – yang pada pra-reformasi telah mati-matian dilawan. Pada akhirnya karena dukungan SBY di legislatif hanya dari partai Demokrat (10. PDIP terpaksa berkoalisi dengan Golkar dan partai-partai lainnya. Pemilu legislatif tahun 1999 telah dimenangkan oleh PDIP (33. Kronologi perubahan peta politik di jaman reformasi.82. terutama dengan Golkar (23.

Kesimpulan NASAKOM telah menjadi NASA yang pada waktu antaranya kom-nya telah musnah dan pernah digantikan kaum militer. Kalau pemilih lebih memilih alternatif partai yang relatif lebih bersih. siapa yang harus disalahkan. bergulir dan berubah pada pemilu ke 3 tahun 2009 pada masa reformasi ini yang akan makin menguatnya kekuatan partai yang berhaluan agamis. Partai-partai besar yang berkuasa selama lima tahun terakhir ini ternyata tidak mampu mengangkat kesejahteraan rakyat seperti yang diharapkan. golongan agamis. golongan komunis. Jelas peta politik akan berjalan. Mungkin momentumnya telah tiba.04%) – apalagi wakil presiden di pegang oleh Golkar. dan golongan militer hanya golongan agamis yang belum pernah menonjol dalam menjalankan pemerintahan eksekutif. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. perdamaian abadi dan keadilan sosial. rasionalitas pemilih pasti akan mengevaluasi apa kontribusi yang telah diberikan partai-partai besar pada lima tahun yang telah berlalu. Kalau harapan-harapan rakyat tidak ter-realisasi sesuai dengan janji-janji yang telah pernah dikemukakan pasti akan terjadi pergeseran dukungan. Kemudian tergantung persepsi pemilih terhadap tingkah laku partai Golkar yang terus mengingatkan kembali tingkah lakunya pada masa orde baru. bahkan memperbanyak orang yang jatuh dibawah garis kemiskinan. untuk memperoleh minyak tanah harus antri. tidak terkontaminasi penyakit korupsi (masalah utama bangsa kita). .27% jadi sama saja pemerintahan SBY ini adalah penjelmaan kembali dari orde baru. 6. Perubahan pasti akan terjadi pada pola pemilih pada pemilu 2009 yang akan datang. pemerintahan SBY sangat sulit untuk tidak mengetengahnya kembali pengaruh Golkar yang memegang kursi legislatif 23. pasti akan cari alternatif seperti pada pilihan pilkada Jawa Barat dan pilkada Sumatera Utara yang partai berideologi agama telah memenangkan hati rakyat. Memang dari empat golongan ideologi yang pernah ada di Indonesia: golongan nasionalis.partai Demokrat (10.36%) – seperti waktu Gus Dur memerintah dengam dukungan legislatif minimal dari PKB (11. minyak goreng harus antri. apabila memang golongan agamis bisa menunjuknan dirinya sebagai partai yang bersih. mencerdaskan kehidupan bangsa. Bagaimana hasilnya? Kita lihat saja nanti pada tahun 2009. premium dibeberapa daerah juga harus antri. kalau mereka malahan memilih partai-partai berhaluan agamis. rakyat tidak mungkin terus menerus dibohongi. Mungkin partai dengan haluan agamis akan menjadi pilihan alternatif dikarenakan partai-partai besar yang ada saat ini telah gagal mengantarkan Indonesia menjadi negara yang seperti diamanatkan pada pembukaan UUD ’45: suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Ini dikarenakan makin berlanjutnya distorsi PDIP yang berhaluan nasionalis dengan kebijakan pimpinannya yang tidak begitu jelas apa betul-betul membela grass root.

sebagai lembaga ekonomi. Di samping itu. . serta melakukan kontrol sosial yang konstruktif. pendidikan. meluaskan komunikasi dan partisipasi masyarakat serta melakukan kontrol sosial yang konstruktif. Pelaksanaan fungsi pers tersebut sangat penting dalani kehidupan bermasyarakat. pelarangan dan atau penekanan agar hak masyarakat untuk memperoleh informasi terjamin. dan tanggung jawab profesi yang dijabarkan dalam kode etik jurnalistik serta sesuai dengan hati nurani insan pers. dijelaskan bahwa Organisasi pers ialah organisasi wartawan. penyalur aspirasi rakyat. Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982 dijelaskan bahwa dalam rangka meningkatkan. yang demokratis. maka pers berfungsi sebagai penyebar informasi yang objektif. meluaskan komunikasi dan partisipasi masyarakat. menyalurkan aspirasi rakyat. yang disetujui oleh Pemerintah. Kemerdekaan pers adalah kemerdekaan yang disertai kesadaran akan pentingnya penegakan supremasi hukum yang dilaksanakan oleh pengadilan. peranannya dalam pembangunan. dari tindakan pencegahan. Yang dimaksud dengan "kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara" adalah bahwa pers bebas. pers mempunyai fungsi yang penting yaitu: sebagai media infrmasi. 07 Januari 2010 Fungsi PERS & Peranan PERS Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982. hiburan dan kontrol sosial. Fungsi pers sebagai lembaga ekonomi mempunyai makna bahwa dalam menjalankan fungsinya pers harus menerapkan prinsip-prinsip ekonomi agar kualitas pers dan kesejahteraan para karyawan media penerbitan pers semakin meningkat dan tidak meninggalkan kewajiban sosialnya. Dalam hal ini perlu dikembangkan interaksi positif antara Pemerintah. pers dan masyarakat. organisasi grafika pers dan organisasi media periklanan.(Note: % adalah presentasi representasi partai tersebut di kursi DPR pada pemilu 1999/2004) Kamis. organisasi perusahaan pers. pers juga berfungsi menyebarkan informasi yang objektif. menurut pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Hal ini berbeda dengan fungsi Pers. berbangsa dan bernegara. Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

serta e. Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982. khususnya di bidang pers. d. Dimana kegiatan pers ini dapat menggelorakan semangat pengabdian perjuangan bangsa. melestarikan dan memasyarakatkan Pancasila sebagaimana termaktub di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dengan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. dan hak asasi manusia serta menghormati kebhinekaan. memperkokoh kesatuan dan persatuan nasional. dan intemasioal. yaitu: a. c. mendorong terwujudnya supremasi hukum. memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional. Pers Nasional melaksanakan peranan sebagai berikut a. b. memperjuangkan pelaksanaan amanat penderitaan rakyat berlandaskan Demokrasi Pancasila. memperjuangkan terwujudnya tata international baru di bidang informasi dan komunikasi atas dasar kepentingan nasional dan percaya pada kekuatan diri sendiri dalam menjalin kerjasama regional. Pers Nasional memiliki lima tugas dan kewajiban yang harus dipenuhi.Dengan demikian dapat kita lihat peranan pers sangat penting dalam memperjuangkan terwujudnya tatanan baru di bidang informasi dan komunikasi atas dasar kepentingan nasional dan percaya pada kekuatan diri sendiri dalam menjalin kerjasama regional. serta menggairahkan partisipasi rakyat dalam pembangunan. memperjuangkan kebenaran dan keadilan atas dasar kebebasan pers yang bertanggung jawab. membantu meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa serta menggairahkan partisipasi rakyat dalam pembangunan. nilai-nilai dasar demokrasi. . antar golongan. mempertebal rasa tanggung jawab dan disiplin nasional. menggelorakan semangat pengabdian perjuangan bangsa. antar regional dan international khususnya di bidang pers. Menegakkan. Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui. Menurut pasal 6 Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. membantu meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa. b.

hak. Masalah Kebebasan Pers Di Indonesia 1. dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum. kewajiban dan peranannya sesuai dengan ketentuan peraturan. Bahkan kebebasan informasi merupakan investasi melawan – dan mencegah lahirnya kembali-tirani. yang tepat. pembangunan. koreksi. sekjen PBB Kofi Annan menyatakan bahwa media massa dunia kini berperan utama dalam memajukan kebebasan dan pertukaran informasi dan gagasan dalam skala global. . Oleh karena itu peranan pers nasional. perundang-undangan yang berlaku". akurat dan benar. e. Kebebasan Pers Sebagai Prasyarat Penyiaran Instrumen Kontrol Dalam Negara Demokrasi Dalam wawancara dengan The World Association of Newspapers berkaitan dengan hari Kebebasan Pers se-Dunia. akurat dan benar. serta diwujudkannya supremasi hukum untuk menuju masyarakat yang tertib. kritik. sangat penting dalam memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui dan mengembangkan pendapat umum dengan menyampaikan informasi yang tepat. d. Hal ini akan mendorong ditegakkannya keadilan dan kebenaran. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi. Sehubungan dengan hal itu pemerintah juga harus memberikan perlindungan hukum. Kebebasan itu merupakan prasyarat utama bagi demokratisasi. Dalam hal ini yang dimaksud dengan perlindungan hukum itu "adalah jaminan perlindungan pemerintah dan/atau masyarakat kepada wartawan atau pekerja pers dalam melaksanakan fungsi. serta perdamaian.c. Melakukan pengawasan.

kebodohan dan kepandiran kita sebagai bangsa bisa diselesaikan dengan angka-angka. hanya akan bisa dijawab setelah Pemilu 9 April mendatang. Akan tetapi kalau kita berhenti pada hitungan-hitungan kuantitatif. maka kita akan menghentikan persoalan substansial dari demokrasi kita. pada angka-angka seperti 50 persen 1. yakni oligarki. Kita menganggap persoalan kebangsaan. Persoalan substansial seperti kemiskinan dan keterbelakangan. bahwa demokrasi kita saat ini amat sangat kuantitatif. dalam arti keterlibatan itu. Baik sebagai peserta aktif maupun pasif. Atau kita mengikuti siklus Polybios. sebagai limit agar menegaskan posisi kita untuk melakukan perubahan. karenanya. Demokrasi kuantitatif memang tidak sepenuhnya salah. 07 April 2009 Persoalan substansial dari demokrasi kita adalah pendidikan politik dan kemauan untuk meng-enganged diri dalam arena publik. SUARA BATAL. 17 April 2009 GOLPUT. keterbelakangan. tidak harus menjadi kontestan. Yang . kemelaratan. 50 persen + 1 adalah cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan problem kebangsaan itu. Demokrasi kita terlalu materialistis.umat. tidak bisa diselesaikan lewat hitungan 50 persen + 1. Pemilu tampaknya menyisakan berjuta harapan bagi konstruksi demokrasi di masa yang akan datang. problem epistemik kita sebagai bangsa amat berbahaya apabila itu yang kita jadikan ukuran untuk melakukan proses pembangunan. atau malah kita akan menghentikan proses transisi ini sebagai titik episetrum untuk kembali melakukan rekonsolidasi ke kutub otoritarianisme. Pemilu 2009 ini bagi sebagian besar pengamat menganggap sebagai puncak terakhir untuk menguji "kelayakan" proses transisi demokrasi untuk dievaluasi secara menyeluruh. Sebelumnya Robert Dahl mengingatkan. Tampaknya pertanyaan apapun di masa kini. atau Dahl mengatakan demokrasi prosedural (procedural democracy). namun juga memilih kontestan. DPT DAN MALAPETAKA DEMOKRASI Oleh Fajlurrahman Jurdi Direktur EKsekutif Pusat Kajian Politik. seperti kemiskinan. Apakah kita akan mengikuti "bisikan" demokrasi di masa mendatang. Batasan-batasan kuantitatif memang perlu untuk menegaskan diri sebagai bangsa yang teratur. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Harian Fajar. Partai tidak berpikir untuk bekerja untuk membangun kaderdisasi dan pendidikan politik. karenanya amat mahal. sehingga tidak ada satupun partai di Indonesia yang bisa disebut sebagai partai ideologis. bahwa kita akan segera secara perlahan-lahan menuju fase lanjutan siklus.

Komisi ini belakangan bekerja amburadul dibanding pada tahun 2004. tetapi kesiapan voters (pemilih) untuk melakukan pencontrengan. sebagai tahap ujian untuk menentukkan sikap dalam intaian ancaman.05 persen. sampai Pilgub: . sekalipun itu Fatwa yang agak "menyebalkan" dan bukan fatwa teologis. maka Golput akan mencapai angka dramatis.67 persen.2 persen. ada urutan nama caleg. Pertama. Golput. 22 persen. tinggal menunggu detik-detik suksesi itu dimulai. bahwa demokrasi kita. sedangkan angka golput tertinggi tercatat di Pilwalkot Pontianak yang mencapai 61 persen. Bogor 45 persen. Banten 39. Wajo 32 persen. maka Pemilu 2009.19 persen.bertebaran dalam arena demokrasi kita adalah partai massa. seolah-olah dalam ceramah tak ada masalah. namun lebih pada fatwa politik. Pilgub Sulsel 33 persen. Golput telah menjadi hantu yang amat menakutkan bagi partai politik dan para caleg. Kaltim 42. dan jumlah partai yang banyak akan menyulitkan bagi pemilih. sehingga agak mudah bagi mereka untuk membedakan. maka akan menjadi alasan bagi kelompok oposisi untuk mengatakan bahwa kinerja partai politik untuk meyakinkan rakyat telah gagal. Juga menjadi alasan. Ada beberapa masalah yang akan segera muncul dan akan menjadi ancaman serius bagi proses transisi demokrasi kita. Kalbar 37. Pilwalkot. yaitu partai yang seluruhnya bekerja membangun kekuatan untuk merebut kekuasaan. Dari beberapa hasil Pilkada berikut data Golput di masing-masing Pilkada. Sampai Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa haram Golput.3 persen.69 persen. sekalipun memang tidak akan mendelegitimasi mereka secara hukum. Jika pemilu tahun 2004 pemilih hanya memilih partai. telah menyimpan sejumlah persoalan bagi demokrasi kita. Letak dasar persoalannya bukan pada surat suara. Suara Batal. juga sekaligus betapa demokrasi kita di ambang petaka.2 persen. baik Pilbup. Ukuran kertas yang selebar 84 x 63 sentimeter. yakni (1) Jumlah partai yang banyak dengan warna partai yang sama untuk beberapa gambar. namun apabila jumlah pemilih tidak mencapai 50 persen. Jawa Barat 34. Kita lihat angka Golput di beberapa Pilkada. DKI Jakarta 36. ada beberapa persoalan teknis yang sengaja atau tidak sengaja dilakukan oleh negara/kekuasaan dalam upaya untuk menciptakan demokrasi. selain . Sumbar 37 persen. Dengan harapan dan dada membusung mengaku telah bekerja keras demi suksesnya ritual suksesi politik dan hajatan demokrasi. Kedua. Dalam kaitannya dengan pemilu dan harapan yang terlalu besar akan demokrasi. juga seolah-olah semuanya tak ada masalah. Golput atau golongan putih ini akan menjadi momok bagi eksistensi mereka. Keputusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan suara terbanyak. Ada dua problem besar bagi masyarakat yang tidak berpendidikan apabila melihat surat suara.33 persen. di Pekalongan dan Solo masing-masing 50 persen. Sukoharjo 42. Itulah lembaga Pemilihan Umum kita yang bernama KPU. Jika kita melihat ukuran kertas suara yang akan dicoblos di bilik suara pada tanggal 9 April nanti.28 persen. akan berkisar 35-45 persen. Tampaknya angka ini adalah merupakan angka yang luar biasa. Jatim 39. Sumatera Utara 41 persen. Kepri 46 persen. sama menakutkannya negara Orde Baru bagi civil Society di masa Soeharto berkuasa. Semua perangkat telah disiapkan dan prasyarat hajatan demokrasi telah ada.Golput di Pilgub Jateng 45. Seolah-olah dalam pidato telah bekerja maksimal. Bandung 30. sungguh ngeri bagi kualitas demokrasi. Wonogiri 39. Pilbup Cirebon 38. Kalsel 40 persen. Sebuah angka yang amat menakutkan bagi proses konsolidasi demokrasi. Jambi 34 persen. dan (2) Di dalam kotak partai itu. Pilbup Pati 50 persen.07 persen.

meramalkan demokrasi sebagai suatu harapan di masa yang akan datang adalah tidak masuk akal dengan melihat infrastruktur politik seperti ini. Jadi yang sah untuk merepresentasikan suara rakyat hanya 70 persen. 24 Maret 2009 PARTAI POLITIK PREDATOR MENUJU PEMILU 2009 Oleh: Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menjadi wacana hangat belakangan ini. memilih caleg dan cara mencontreng. Ketiga. Ini akan berpengaruh secara psikologis ketika mencoblos. Apalagi hitungan kuantitatif tidak mencapai limit yang tercantum dalam prosedur demokrasi. maka problem demokrasi kita akan tambah rumit. Bagi masyarakat awam. akan sangat banyak yang tidak bisa terlibat dalam pemilu. Mungkin saatnya memang mereka harus dihukum. Sungguh ini akan menjadi malapetaka bagi demokrasi. ketika masuk bilik. Diperkirakan mereka yang tidak bisa memilih pada pemilu ini akibat birokrasi negara yang bernama UU Pemilu. tidak bisa dilanjutkan dengan menempatkan rakyat sebagai yang berdaulat. Sehingga kita tidak mengalami kemunduran yang mengerikan di atas bertabuh harapan akan kemajuan demokrasi kita. Karena itu. juga sekaligus tidak adanya taktik untuk memberi ruang bagi yang tidak terdaftar sebagai pemilih untuk memilih pada tanggal 9 April. jumlah partai juga banyak. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 06. Katakanlah Golput 38 persen Suara batal 27 persen dan yang tidak bisa memilih 13 persen. menegosiasikan masa depan demokrasi pasca Pemilu 2009. Lalu. Karenanya. Jadi. Selama ini partai politik tidak pernah menjalankan kewajibannya sebagaimana layaknya seorang muslim yang menjalankan kewajiban menjalankan salat lima waktu. Mereka telah berkhianat kepada rakyat dalam rantai sejarah yang amat panjang. Di Sulsel saja jumlah DPT bermasalah berjumlah 67. karena apabila dikalikan tidak sampai limitasi demokrasi.088 DPT bermasalah. di mana hitungan kuantitatif itu bisa dilakukan. Begitu juga mungkin di tempat-tempat lain. dan yang sangat menyulitkan nanti adalah mencari nama para caleg yang akan dipilih. jika engangement masyarakat beserta tetek bengek yang lain bisa mencapai angka di atas 50 persen? Ini impossible untuk melanjutkan agenda transisi demokrasi dengan mengabaikan hak-hak rakyat yang paling asasi. Kita berharap ada perubahan mendadak dalam hitungan empat hari ke depan. menemukan kesulitan pemilih memilih partai. Kecuali partai bekerja dan memulai untuk selanjutnya menjalankan tugas-tugas wajibnya.639 nama. Di Jatim ada sekitar 43.52 0 komentar Selasa. (3) Metode Contreng. suara batal dalam Pemilu 2009 ini akan mencapai angka 2025 persen. Pengalaman beberapa fungsionaris PuKAP-Indonesia yang terlibat dalam proses pendidikan politik arus bawah di beberapa daerah di Sulsel. tangan mereka gemetar ketika memegang pulpen. apabila keadaan politik hanya untuk upper class.kertas suara banyak. agar segera menyadari kesalahannya. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia . Jika demikian. Karena itu. 38+23+9=70 persen. Hitungan 50 persen + 1 tidak mencapai ambang batas.

bahwa partai-partai politik akan mampu memberi harapan baru bagi masa depan Indonesia. Namun harapan itu pupus ditengah kemelut yang melanda partai politik kita. ia telah merumuskan gaya baru pemikiran Islam yang inferior dalam berpolitik. namun mereka adalah merupakan bagian dari pilar demokrasi. yang sekalipun telah lama dalam kubangan pragmatisme. partai telah menjadi penentang demokrasi yang paling sah. ia tidak lagi sebagai sarana untuk mengagregasikan kepentingan rakyat. memperjuangkan kepentingan rakyat dan berkhidmat untuk rakyat. Terlalu banyak orang yang menaruh harapan pada partai politik. juga bukan sarana untuk memperjuangkan hak-hak rakyat. yang mau tak mau. Belum ada partai yang benarbenar memiliki keberpihakan pada komunitas tertentu yang diatasnamakan. partai telah menjadi alat untuk menciptakan konflik komunal bagi perkumpuan sebagian para “bandit” politik. belum memiliki basis kekuatan buruh. sekalipun pasca reformasi usai mereka tak punya kontribusi besar bagi pembangunan demokrasi. Partai-partai raksasa seperti Golkar dan PDIP. adalah merupakan saran untuk menampung dan mengartikulasikan kepentingan rakyat. Partai buruh. 2009 adalah merupakan awal bagi mereka melakukan revitalisasi orientasi dan keberpihakannya bagi masyarakat. Partai sudah menjadi sebuah perkumpulan para “gerombolan” politik yang mencari kekuasaan dengan ’rakus’ dimana mereka adalah merupakan aliansi oligarki “nakal” yang sudah tidak lagi bisa diharapkan menjadi penopang tegaknya demokrasi. sebagaimana tujuan awal partai di dirikan. Partai politik secara institusional memang tidak salah. ada harapan yang menggebu dari banyak masyarakat Indonesia. namun perilaku orang-orang di dalamnya telah menyebabkan fungsi-fungsi penting partai politik tidak dijalankan.Menjelang pemilu 2009. PKS sudah mendeklarasikan diri sebagai partai Islam yang berideologi inklusif. Itulah partai. namun tidak jelas perjuangan kerakyatannya. Partai PDIP yang mengaku diri sebagai partai wong cilik. Partai. Di saat orang terlalu banyak berharap agar PKS menjadi penegak ajaran moral bagi simbol Islam Politik. yang tentu berbeda dengan Labour Party di Inggris. namun tidak sedikit rakyat yang kecewa dengan perilaku partai politik. namun partai yang hanya menjadikan ideologi sebagai tumbal. karena partai sudah tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. namun PKS telah “melacurkan diri” dalam pragmatisme dan oportunisme politik. Indonesia selama dan pasca Orde Baru tidak ada yang terlalu banyak berubah. paling tidak. Masih mewarisi sistem dan mekanisme politik masa lalu yang . ia telah menjadi virus demoralisasi massal dalam sebuah sindikat demokrasi. Parta-partai politik. partai-partai Islam seperti PKS justru menambah beban moral umat Islam. sebagaiman tujuan utamanya. partai telah menjadi perkumpulan orang-orang yang sedang menegakkan “ajaran dusta”. Partai telah menyebabkan rakyat hidup dalam “pintalan-pintalan” harapan yang sulit untuk mereka pahami. suka atauidak suka harus diakui baik secara yuridis maupun secara sosiologis dan politik. Apalagi sekarang PKS sudah tidak lagi menjadi partai Islam yang berideologi.

Sekalipun bukan satu-satunya jalan untuk membangun demokrasi. maka lebih arif dan dewasa partai-partai politik itu di “tiadakan” demi dan atas nama “kemanusiaan/kerakyatan”.dibangun di atas mentalitas para “Predator”. Karena kita harus jujur mengatakan. Partai politik. Sesungguhnya kita punya harapan yang besar. Pesta demokrasi bukan hanya sekedar acara rutin lima tahunan dengan menghadirkan kontestan partai politik yang begitu banyak. determinasi. tidak ada satupun yang mampu keluar dari mekanisme predator masa lalu tersebut. Tetapi sekaligus partai politik telah mengajarkan mentalitas “predator”. dari ideologi mananapun dan atas tujuan apapun serta identitas yang bagaimanapun juga yang ia gunakan. sekalipun tidak menjadi satu-satunya perkumpulan untuk menegakkan demokrasi. Dengan demikian. bukan “Indonesia siapa-siapa”. tanpa mempertimbangkan lagi mekanisme “ontologisnya”. yakni mentalitas menerabas dan jalan pintas dengan memangsa hak-hak rakyat. apapun alasannya. hanya harapan yang menumpuk dalam pikiran rakyat. namun lebih disebabkan pada artikulasi peran dan fungsi partai politik yang telah melenyapkan “moral demokrasi” untuk merebut kekuasaan dengan mempertaruhkan beruta-juta rakyat jelata yang selalu menjadi korban pikiran-pikiran “palsu” dalam partai politik. Sekalipun itu memang bukan harga mati. Partai telah menjadi “berhala” yang dianggap “sakral” untuk mengatakan demokratis atau tidak demokratisnya sebuah Negara. partai politik tidak didirikan untuk membangun “distingsi” antara “aku” dan “mereka”. bahwa partai politiklah yang dianggap sebagai jalan terbaik bagi tegaknya demokrasi yang sehat. dan bahkan alienasi “epistemologis” dan “aksiologis”. bahwa partai politik adalah tetap menjadi kekuatan penopang demokrasi yang visible. tetapi merupakan sebuah pesta untuk memikirkan tentang masa depan Indonesia Kita. jika partai politik masih mempertahankan identitas mereka seperti saat ini. Rakyat hidup dalam “kubangan” harapan akan janji-janji yang tak pernah ditepati dalam setiap episode rutinitas demokrasi. yang bernama Indonesia. maka seharusnya partai-partai besar maupun kecil yang hadir dalam setiap perhelatan “akbar demokrasi” mempertahankan identitas. janji dan keyakinan politik yang diberikan kepada rakyat. atau Indonesia “dia”. layaknya dalam tradisi Negara yang menganut paham demokrasi liberal. Dari “pesta demokrasi” yang satu ke pesta demokrasi yang lain. dimana partai politik menjadi bagian yang determinan. Mekanisme dimana seluruh urat nadi dan karakter sistem yang digunakan telah menciptakan polarisasi. tetapi Indonesia “miliki kita”. “Peniadaan” ini bukan karena tidak suka dengan partai politik. . Mentalitas inilah yang telah menyebabkan sistem politik Indonesia masuk dalam jebakan pramatisme dan oportunisme. namun partai begitu penting adanya di dunia modern. Jika memang partai politik masih merupakan jalan terbaik untuk menegakkan demokrasi. yakni sebagai “alat untuk mencapai kekuasaan” bukan “alat untuk memperjuangkan kepentingan kemanusiaan”. hingga mereka menjadi “kepala botak” hanya memikirkan dan mengharapkan janji-janji palsu partai politik. Namun. bukan Indonesia “mereka”. tetapi untuk membangun bangsa kita. Partai.

Di saat krisis kepercayaan atas Partai Politik saat ini. untuk siapa kekuasaan berguna. tanpa mengubah komitmen. Kekuasaan memang selalu meminta korban. Pertanyaan ini terus muncul disetiap zaman dan di setiap episode peradaban. tetapi justru banyak diantara mereka yang mewarisi mentalitas politik “masa lalu”. Berbagai pencarian bentuk sistem politik. Liberalisasi politik pasca Orde Baru. sehingga menghalalkan segala cara dalam upaya menciptakan teror politik yang melanda negeri transisi yang pongah ini. tetapi merupakan awal “peperangan” politik yang dahsyat bagi partai-partai yang ikut dalam kompetisi ini. gagasan baru. Pemilu 2009 bukan hanya sekedar ajang perebutan kekuasaan antar partai.Dalam konteks inilah partai politik kita tidak bisa menempatkan diri pada posisi yang wajar. Mereka harus hadir dengan ide baru.Tulisan ini hendak menguji keabsahan suksesi politik sebagai sebuah agenda negara demokrasi dengan kebiasaan ritual suksesi di Indonesia yang berakhir dengan radikalisme dan anarkisme yang disebabkan oleh ambisi kekuasaan yang terlampau besar. sementara partai kecil mengaca diri sambil mengubah nama dan platform. Inilah menurut penulis. suksesi di Indonesia diwarnai dengan ritual mistisisme elit-elit politik yang meminta kepada dunia abstrak dengan pertapaan dan bersemedi untuk mendapatkan “wahyu kemenangan” dengan ritual . seharusnya semua pengurus Partai melakukan “tobat politik” untuk segera merevitalisasi diri. aktor baru. tumbuh dan tenggelamnya peradaban. tidak diikuti dengan mentalitas aktor politik yang berjiwa demokratis.Untuk apa kekuasaan ada. 01-02-2007 Media Centre -. Mereka adalah anak kandung modernisasi. yang dengan modernisasi itu pula mereka berubah menjadi liberal. konsep baru. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. mengolah dan mengutak-atik kekuasaan untuk kepentingan partai dan individu. Mereka semua adalah sama. narasi baru. selama ini. Bukan mentalitas “predator”. pikiran baru. sistem dan mekanisme “permainan” dalam Partai.19 0 komentar SUKSESI POLITIK DAN RITUAL ANARKI Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. inilah saat yang tepat seharusnya bagi partai politik untuk mengubah diri. Padahal. Partai-Partai yang berkuasa dan yang hidup di “pinggiran” kekuasaan saat ini adalah partai yang tidak memiliki karakter dan komitmen keberpihakan. Partai pendatang baru harus bisa memberikan yang “berbeda” dari partai-partai lama yang telah masuk dalam kubangan pragmatisme tingkat tinggi. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Kamis. makam pahlawan dibangun diberbagai kota. agar “citra diri” partai tidak selalu jelek dimata masyarakat. yang menyebabkan “hampir” gagalnya proses transisi demokrasi yang sedang kita hadapi. Partai besar bekerja dengan “rakus” untuk mencari keuntungan agar bisa memegang kekuasaan pada Pemilu 2009. Atas nama kekuasaan. dan mentalitas baru. perjuangan baru. kepada siapa kekuasaan berkhidmat?. masa Orde Baru. lahirnya dan matinya suatu negara. semuanya bermuara pada satu soal: yakni bagaimana mencari bentuk kekuasaan. yakni para “predator” yang hendak merebut.

Menurut Alan Brier suksesi politik didefinisikan sebagai cara kekuatan politik disampaikan. Disinilah sesungguhnya akan terbangun satu rezim politik ideologis. sementara elit yang diatas mengakomodasi tokoh-tokoh kultural untuk mendukungnya dalam menyukseskan agenda politik yang diusungnya. suatu pikiran irasional masyarakat tradisional yang masih bisa disaksikan dalam masyarakat Indonesia. Bagi komunitas yang anti kemapanan. bahwa suksesi berlangsung dengan sukses jika dibarengi dengan anarki. Tingkat emosi sosial ditentukkan oleh dukungan politik yang diberikan oleh mereka atas orang-orang tertentu yang menjadi calon penguasa politik dalam proses suksesi tersebut. ke individu. sehingga ritual kekerasan. Provokasi elit kultural jauh lebih memiliki daya tarik kental dibanding dengan provokasi yang dimainkan oleh siapapun. yang terjadi biasanya adalah gesekan politik yang sedikit memanas. Dalam proses suksesi. pemerintah atau rezim lain. Hampir setiap proses suksesi politik. Seakan-akan anarki adalah merupakan salah satu syarat. hingga kemudian dianggap sebagai pembawa wahyu. pemerintah atau rezim. yang menghendaki bahwa konstruksi politik yang telah dirintisnya. tanpa ada rasa bersalah dari aktor-aktor pemain politik yang ada ditingkat elit. ritual anarki dan radikalisme adalah merupakan “persembahan” suksesi politik Indonesia yang telah lama menghiasi dunia politik kita. karena pertarungan antara kekuatan politik yang saling merebut kekuasaan bisa menyebabkan terjadinya mobilitas massa politik meningkat. di Jawa Timur. yang tentu saja kemampuan seseorang untuk mengapresiasi gagasan yang telah dirintis sebelumnya akan berbeda. bahwa suksesi berjalan dengan baik. atau ditransfer. Antara “kekuatan” dan “jabatan” dalam suksesi harus benar-benar diterjemahkan secara simultan. karena dalam kultur masyarakat Islam Jawa. suksesi seperti ini hanyalah merupakan ritual suksesi yang tidak membawa perubahan. Misalnya. Akibatnya dalam proses transisi diwarnai dengan restu politik dan keterlibatan aktor-aktor lama yang sedang berkuasa untuk menyukseskan kader ideologisnya. bahkan melabrak kekuatan politik yang mapan demi melancarkan agenda politik yang di usungnya. kekerasan dan anarki adalah merupakan simbol. akibatnya situasi politik dan pergeseran kekuasaan tidak menyebabkan terjadinya pergeseran kebijakan dan karakter atas sistem politik yang ada. Lahirlah kekuatan politik yang lain yang akan mengancam posisi kekuasaan yang mapan ini. Antara ritual anarki dan ritual suksesi sebagai proses politik tidak bisa . seorang ulama dianggap sebagai mesin penggerak massa yang efektif. dari seorang individu. suksesi politik Indonesia akan selalu diwarnai dengan korba-korban akibat ritual “sesat” dan ritual “sadis” tersebut. Jadi. Bahkan ada ulama yang kemudian dimitoskan.kekerasan militer yang menjaga kamar-kamar pencoblosan dan proses-proses kampanye politik yang mewarnainya. Tanpa pembedahan yang tajam. untuk meneguhkan dirinya sebagai salah satu indikator keberhasilan sebuah negara dalam melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses-proses politik yang berjalan. paling tidak bisa dilanjutkan oleh pewaris ideologis setelahnya. Sehingga anarki adalah merupakan ritual yang bersamaan dengan ritual suksesi itu sendiri. Suksesi politik adalah menyangkut upacara demokrasi. Ulama adalah pusat segala-galanya. karena yang ditransfer adalah “posisi kekuasaan” dan “otoritas kekuasaan” kepada orang lain. Emosi sosial ini dapat bangkit jika terjadi gesekan kencan ditingkat elit.

Akhirnya politik dan suksesi politik di Indonesia dipenuhi oleh berbagai cerita-cerita dusta. korban-korban anarki bertambah kuantitasnya dan tukang-tukang janji dusta semakin menganggap bahwa dusta adalah “berkah politik” yang harus diucapkan. yang selalu menjadi korban adalah “manusia-manusia kecil”. setahun sebelum Pemilu 1997. bahwa proses politik ditengah transisi demokrasi akan berjalan secara partisipatoris. Karena kekuasaan logikanya selalu meminta korban. Dan celakanya.dipisahkan. . Pilkada telah menambah rentetan korban atas ritual anarki ini. Soeharto mempertahankan kekuasaan yang begitu lama diatas suksesi politik dengan ritualritual anarki yang sangat sistematik. inilah ritual anarki terakhir yang termasuk dalam kategori sadis sepanjang kekuasaan Soeharto setelah tahun 1990-an. konflik horizontal. banyak pengamat politik yang bermimpi. Dan para korban atas tumbal tersebut bertebaran dimana-mana. Pilkada Langsung telah menambah intensitas suksesi politik lokal. Anarki massal yang telah menerabas menghancurkan kekuasaan Orde Baru yang hegemonik dan tuntutan politik massa brutal ditahun itu. dalam ritual ini. bejat dan penuh dusta-dusta. yang selalu menjadi korban persembahan ritual adalah masyarakat. korban-korban ritual anarki dan ditingkat yang lain pemain politik yang tak pernah merasa berdosa dengan tingkah laku bejatnya. dan gilanya. tanpa ada janji-janji dusta seperti dulu. Karena kehausan akan kekuasaan menyebabkan “laku bejat” untuk menukarkan darah orang lain dengan kekuasaan yang glamour. tanpa ada anarki lagi. yang selalu menjadi korban persembahan adalah “manusia-manusia kecil” yang hidup dalam ketergantungan penuh atas permainan kekuasaan yang ada diatas mereka. tanpa ada yang dikorbankan. radikalisme massa. Tetapi ritual anarki menjadi semakin gila. Ritual anarki yang secara serentak terjadi di seantero negeri ini adalah pasca Pemilu tahun 2004 dan Pilkada Langsung sepanjang tahun 2005. Akhir cerita kekuasaan Soeharto ini. sementara pemimpin-pemimpin ritual tidak terkena kecipratan atas persembahan ritual tersebut. Ritual anarki dalam proses suksesi politik memang sudah menjadi semacam kewajiban politik yang harus dijalani oleh masyarakat Indonesia. Suksesi politik di Indonesia selalu diwarnai oleh ritual-ritual anarki. Ritual anarki terakhir yang dipersembahkan oleh Soeharto adalah pada tanggal 27 juli 1996. utamanya bagi pemain-pemain politik yang haus akan kekuasaan. Perayaan ritual anarki yang paling besar dalam dunia perpolitikan Indonesia terjadi ketika proses penurunan Soeharto tahun 1998. melahirkan satu catatan politik terpenting bagi proses suksesi politik Indonesia. bahwa proses suksesi yang selama 32 tahun dibawah kendali rezim Soeharto dibajak secara “sadis” oleh kekuatan massa yang tak bisa dipahami sepenuhnya kemauan mereka. Karena ritual anarki terjadi berbarengan dengan suksesi politik yang terjadi disuatu wilayah. 22 tahun 1999 yang diganti dengan UU No. Bahkan perjalanan kekuasaannya dipertahankan dengan persembahan atas “manusia-manusia kecil” ini sebagai tumbal. 32 tahun 2004 tentang otonomi daerah dan pemilihan kepala daerah secara langsung. dan diganti oleh B. pada saat yang sama juga ditandai dengan meningkatnya korban-korban ritual anarki. Ritual anarki kemudian diperparah dengan kehadiran UU No. dan penghancuran institusi-institusi negara adalah merupakan korban-korban ritual anarki.J Habibie.

Keberadaan Mahkamah Konstitusi dalam struktur ketatanegaraan RI adalah merupakan bentuk dari tuntutan reformasi peradilan agar MA tidak berkuasa sewenang-wenang sebagaimana di masa Orde Baru. Salah satunya dalam tulisan ini mengenai UUD kita. Juga sebagai bentuk dari komitmen. terutama posisi Mahkamah Konstitusi yang merupakan lembaga hukum terpenting di negeri ini. sehingga persoalan hukum kemudian menjadi tambah rumit. Indikasi kearah ritual anarki menganga lebar dalam proses suksesi pilkada Sul-Sel nanti. Semenjak Pemilu 2004 dan rantai Pilkada secara langsung sebagai akibat dari "hasutan" demokrasi liberal. persoalan hukum. memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD. Semangat reformasi mewarnai aroma perubahan UUD mulai dari perubahan pertama sampai perubahan keempat.15 0 komentar Mahkamah Konstitusi Menghukum Tanpa Batas Oleh: Fajlurrahman Jurdi Fajar Kamis.Memasuki tahun 2007 ini. Mudah-mudahan suksesi Pilkada di Sul-Sel terjadi tanpa ritual anarki. memutus pembubaran partai politik. 19-03-09 Hasil kajian PuKAP-Indonesia beberapa minggu terakhir tentang konstitusi. persis seperti anjuran Machiavelli. . Pemilu. politik. Juga tersebarnya Baleho dan brosur salah satu calon di seluruh daerah di Sul-Sel padahal kampanye belum dimulai. Kekerasan politik dan ambivalensi demokrasi itu. Ditambah lagi munculnya produk legislatif yang banyak bertentangan dengan UUD 1945. berbarengan dengan tuntutan terhadap lembaga hukum untuk menyelesaikan perkara. Namun di dalamnya juga mengidap penyakit legitimasi dan hierarkis yang menjadi rantai panjang persoalan konstitusi hingga sekarang. agar UUD 1945 sebagai dasar bernegara tidak dilecehkan sebagaimana masa lalu. Ini tercantum dalam Bab IX yang berkaitan dengan kekuasaan kehakiman pasal 24C. yakni "Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji UU terhadap UUD. Korban dari ritual anarki ini adalah “manusia-mansuai kecil” yang dimanfaatkan oleh tangan-tangan “iblis” kekuasaan dan pemain-pemain politik yang ingin menghalalkan segala cara. Berikut ini hasil kajian itu. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. adalah indikasi akan rentan terjadinya ritual anarki yang berbahaya bagi masa depan demokrasi di Sul-Sel. dan ini menjadi problem lanjutan dari putusan-putusan Mahkamah Konstitusi. karena tokoh-tokoh primordial. yang sejatinya juga akan melahirkan ritual anarki. dan kekerasan mewarnai ritual demokrasi di Indonesia. Salah satu lembaga Negara yang diamanatkan dalam amandemen ketiga UUD 1945 adalah Mahkamah Konstitusi. Dalam pasal 24C ayat (1) UUD 1945 ditegaskan. dan memutus sengketa tentang hasil Pemilu. dan tokoh-tokoh kunci mistik telah banyak diakomodasi oleh para pemain politik untuk dijadikan mesin mengendali massa. elit-elit adat. Sulawesi Selatan akan diperhadapkan dengan proses suksesi politik. Demokrasi dan Kapitalisme menemukan berbagai problem bangsa kita. sementara pasal 24A dan 24B adalah masingmasing tentang Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial.

agar bisa saling mengontrol. KY sampai sekarang tidak memiliki fungsi yang jelas pasca keputusan MK. Sementara baik dalam UU No. MK memutuskan agar KPUD Jawa Timur (Jatim) melakukan pemungutan suara ulang di Kabupaten Bangkalan dan Sampang.D-VI/2008. Sementara dalam klausul pasal di atas dikatakan "Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final�". maka dengan alasan hukum. bahwa kata hakim dibagi. 005/PUU-IV/2006 atas UU No. 24 tahun 2003. 5 tahun 2004 masing-masing yang mengatur ketiga institusi kehakiman tidak memberikan instrumen hukum kepada lembaga mana yang akan menjadi eksekutor bagi putusan MK. Mungkin ini merupakan bagian dari cek and balances. juga sekaligus "banci"-nya UUD yang kita miliki. tetapi. 22 tahun 2004. Jika UUD memberikan kewenangan kepada MK melampaui UUD. akan tetapi yang ada hanya "menghitung ulang suara".Salah satu Putusan yang amat kontroversial adalah putusan MK pada tanggal 16 Agustus 2006. MK: Mahkamah Politik Apabila kita merujuk konteks ini. Otoritas penafsiran konstitusi sepenuhnya ada di pundak mereka. Ini dikaitkan dengan posisi ketua MK dan pertimbangan cost politik. MK . menjadi hakim MA. Ada dugaan bahwa putusan itu adalah putusan politik. tidak termasuk Hakim Agung dan Hakim Konstitusi. tiga orang dari DPR. Disamping secara tidak langsung. maka langkah hukum apa yang akan diambil?. 22 tahun 2004 tentang Komisi Yudisial. Di dalamnya berkecamuk berbagai kepentingan yang hiruk-pikuk. keanggotaan hakim di MK adalah merupakan hasil kolaborasi kuasa politik. ada pertanyaan yang hingga saat ini yang belum bisa dijawab. bukan menghitung ulang. Bagi MK. Melalui Putusan No 41/PHPU. Tetapi yang terjadi kemudian adalah memilih ulang. lalu siapa yang akan menjadi eksekutor (yang menjalankan keputusan tersebut?). terutama mengenai kata "hakim". Akibatnya. posisi MK ada di atas UUD. namun dalam kenyataanya. Tampaknya ini sudah diluar konteks UUD dan MK melewati kewenangan UUD. dan keputusan itu amat berani. dan celakanya itu dibenarkan oleh UUD. Padahal seharusnya posisi MK harus dikontrol oleh konstitusi. sekaligus mungkin inilah yang disebut dengan "kagagapan" demokrasi itu. Tetapi oleh MK. No. Apabila terjadi penafsiran hukum yang salah oleh MK. tiga orang dari presiden hingga jumlahnya sembilan orang. Kasus kedua. maka sebenarnya pada bagian-bagian tertentu MK adalah pengadilan politik. UU No. MK akan mudah menegosiasikan keputusan-keputusan politis. Di sinilah "banci"-nya DPR hasil pemilu 1999. Juga pertanyaan selanjutnya. serta pertimbangan hukum. Katakata ini menutup upaya hukum selanjutnya bagi pihak yang dirugikan. Inilah upaya "menghukum" tanpa batas. tidak ada pembagian kata "Hakim Agung" atau "Hakim Konstitusi". MK dan hakim PT dan dibawahnya. Tiga orang dari MA. sementara pada konteks lain. Setelah selesai putusan ini. UU No. tetapi juga kondisi psikologis hakim yang diproses secara politis dalam pengangkatannya merupakan masalah yang sulit untuk dibuktikan. Siapa yang akan menindaklanjuti keputusan tersebut?. kata "hakim" yang tercantum dalam UU KY. Bukankah keputusan itu melanggar hukum?. Persoalannya MK tidak mengenal kata "melanggar" hukum dalam putusannya. Sebab UUD memberi ruang "nalar" yang sungguh amat merdeka pada MK. adalah putusan MK mengenai Pilkada Jawa Timur. Ini menjadi suatu penyakit dalam demokrasi kita. tidak ada klausul yang menyuruh untuk "memilih ulang". bukan pengadilan hukum. Dalam UU Pemilu maupun UU MK. Padahal dalam UUD baik dalam batang tubuh maupun penjelasannya.

maka untuk apa keputusan itu dikeluarkan?. bahwa Pemilu 2009 ini akan membuat MK bekerja ekstra keras. MK bertindak tanpa batas. Jika MK. kecuali dengan alasan menjaga otoritas konstitusi. kalau dalam satu Daerah Pemilihan (Dapil) saja untuk Caleg DPRD di Kota Makassar jumlah Caleg berkisar antara 100 sampai 150 orang. Satu-satunya alasan hukum adalah pasal 1 UUD 1945. . Bayangkan. yaitu: 1. akan terjadi antara pihak-pihak dibawah ini. sedangkan secara politis. Juga hukuman-hukuman tanpa batas yang dimiliki oleh lembaga ini. yaitu: 1. juga tidak ada ruang untuk memperbaiki keputusan. Tergantung dinamika yang terjadi di suatu daerah. MK harus menjaga independensi dalam mengambil keputusan. Lembaga/institusi tersebut harus segera dikonsolidasikan dengan DPR. Presiden. Dengan berdasar dan berpijak atas UUD. dalam konteks cek and balances keberadaan MK adalah representasi dari trias politica. Untuk provinsi dan pusat juga jumlahnya bervariasi. Inilah persoalan penting yang akan segera menghadang Pemilu 2009 yang berkaitan dengan MK. maka MK harus bekerja siang dan malam untuk menyelesaikan kasus ini. Jika tidak ada eksekutor. dan UU No 24 tahun 2003 tentang MK.yang mengendalikan UUD. Tidak ada upaya hukum yang bisa menjerat MK apabila keputusan mereka melanggar nalar konstitusi. misalnya mengabulkan 3-5 persen dari jumlah secara keseluruhan gugatan sengketa Pemilu. Dengan melihat dan menduga akan muncul problem seperti ini. 3. Antar calon anggota legislatif 2. Kasus ini tidak akan sedikit jumlahnya nanti. Pada akhirnya lembaga ini menjadi absolut dan otoriter. Harus segera dibentuk lembaga atau intitusi yang akan menjadi eksekutor bagi keputusan MK. menghukum tanpa kendali dan memutus tanpa kontrol. 10 persen saja yang bermasalah. ruang sidang tersebut bertempat di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. institusi mana yang akan menjadi eksekutor dari hasil putusan tersebut?. Di kabupaten lain juga berkisar antara 25 sampai 50 orang dalam satu Dapil untuk kapubaten/kota. harus segera ada instrumen yang membatasi kekuasaan MK agar tidak terlalu absolut. Tampaknya disinilah kegagapan instrument hukum kita. MA. akan terjadi anarki politik yang berbarengan dengan ritual demokrasi. Tidak kah keputusan itu akan menambah masalah baru bagi MK dan bagi demokrasi?. Untuk Sulsel. cukup datang di tempat universitasuniversitas yang telah ditunjuk oleh MK dan memiliki fasilitas teleconference. Persiapan MK menjelang Pemilu 2009 Sudah diduga oleh banyak kalangan. Karena itu. lembaga yang pada awalnya secara filosofis membawa semangat perubahan justru masuk dalam jurang arogansi konstitusional. 2. Antara calon anggota legislatif dengan partai 3. maka harus ada tawaran alternatif yang harus segera diambil. KY dan KPU. Karenanya. Sengketa Pemilu 2009 ini. karena ada asumsi. Antar partai kontestan Pemilu. Dari jumlah secara keseluruhan itu. Maka dipersiapkan ruang sidang teleconference di berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia agar bagi para pihak yang terlibat dalam sengketa Pilkada maupun Pemilu tidak harus ke Jakarta.

. tetapi lama kelamaan berubah haluan menjadi partai "fantasi". 22/12). PKS memiliki ciri khas. terutama bagi mereka yang berkuasa dan dikuasai di negeri yang hampir "biadab" saat ini. Selain partai baru. "PKS: Partai Kroni Soeharto" (Tribun. tumbuh menjadi partai besar dan diharapkan sebagai alternatif bagi Indonesia dengan komitmen ideologinya. suatu penempatan yang luar biasa disaat Indonesia tidak memiliki satupun partai Ideologi.disamakan dengan Ahmad Dahlan. tentu merupakan keresahan akan fenomena penyakit Amnesia yang tidak memiliki obat untuk menyembuhkannya dengan baik. termasuk obyek dalam tulisannya. Tulisan ini menohok menurut saya. Padahal ada di tengah hanya ada satu yang pasti. yaitu: Fantasi. tetapi partai yang ada ditengah sebagaimana kata Irwan. anak muda yang menurut saya sedang mengalami penyakit amnesia sebagaimana kebanyakan anak muda yang lain. Demokrasi dan Perubahan Sosial Indonesia. Aswar masih punya ingatan yang tajam akan apa yang telah diikrarkan disaat Soeharto mengalami delegitimasi dan di usir dari panggung politik secara sadis dan menggelikan. yakni partai yang "dianggap" banyak orang sebagai partai "ideologis". Ini kemudian betul dengan gaya politik PKS yang suka berfantasi ria tentang Indonesia. sehingga kita harus mengatakan. Duverger hanya mengakui dua kategori partai. Inilah yang disinyalir oleh Duverger dalam "A Caucus and Brand. yaitu partai ideologis atau kader dan partai massa. persis seperti tulisan saudara irwan. sebuah harapan bagi siapa saja yang hidup dalam ketidakjelasan transisi demokrasi yang penuh ambisi dan nafsu. Yaitu bukan partai kader. disetarakan dengan Soekarno. namun itu adalah khayalan-khayalan yang menjijikan Membaca tulisan Aswar Hasan. Tribun Timur Sabtu. 27-12-2008 Soeharto . tentu semua orang sadar. karena sedang membela PKS yang memiliki "narasi besar" untuk membangun bangsa ini.oleh PKS .14 0 komentar PKS Disamakan Soeharto Sebuah Fantasi Oleh Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. Saya tahu siapa Aswar Hasan dan kenal siapa Irwan. bahwa pandangan Aswar terhadap citacita reformasi masih belum kabur. ide yang dibangun serta gagasan yang lontarkannya. Di saat sebagian besar anak bangsa mengidap penyakit "gila" ini. Sebagai partai baru yang lahir dari rahim reformasi. bahwa seorang Aswar tidak mengalami penyakit amnesia akan sejarah masa lalu. juga bukan partai massa. Tulisan ini ditanggap oleh Irwan (Tribun. 18/12) membuat saya tergelitik sekaligus terkekeh. Political Parties (1963). sebagaimana yang menghinggapi sebagian besar anak bangsa yang lain. dipadukan dengan Mohammad Natsir.Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. bahwa PKS sedang ingin menata Indonesia yang ambruk tidak berdaya menghadapi sirkulasi demokrasi liberal yang penuh gagap dengan pesona gilanya. Ingatan masa lalu yang melekat dalam dirinya masih segar. Dalam konteks ini. PKS sebagai partai baru yang lahir dari jerih payah reformasi. Betul-betul sebuah fantasi yang penuh godaan. tentang simbol politik. Cadre Party and Mass Party". tentang Islam. Kacamata berpikir yang digunakan. PKS pada awalnya adalah partai kader.

namun tidak berdaya. ia setara dengan fasisme. Namun menempatkan Soeharto sebagai guru bangsa dan pahlawan nasional. oligarki dibangun dengan megah sambil menindih rakyat. bahkan demi massa barangkali PKS dan saudara Irwan akan keluar dari Islam. Ia juga masih percaya akan masa lalu. Di satu sisi secara faktual ia adalah partai kanan konservatif. Soeharto . adalah betul-betul tindakan yang "tidak waras". serta hendak berpisah dari ideologi yang dianutnya. sama dengan tidak berdayanya Fajroel Rahman yang dipenjarakan oleh rezim yang hampir tidak waras itu. tetapi tetap mengaku PKS sebagai partai yang berideologi Islam. celana bergantung. dan berkoalisi dengan partai-partai sekular. Ini bisa dilihat dalam tulisan dan keyakinannya. Tingkah laku PKS belakangan ini. dibesarkan. disetarakan dengan Soekarno. Di Indonesia pasca Orde Baru. ini terbukti dengan keinginannya menjadi partai yang terbuka. Di saat yang sama ia tetap tampil sebagai kekuatan ideologis. sama dengan ketidakpastian Indonesia yang sedang berfantasi. demi massa ia lari dari keyakinannya. juga tidak hendak ke-kanan. jika tidak di rem dengan keyakinan ideologis yang kuat. Demi massa. dengan demikian. mereka yang mengkritik dihancurkan dengan gaya Fir'aun. mungkin ia berguru pada teksteks klasik Fir'aun. Dan inilah yang sedang . menurut hemat saya sebagai orang awam. adalah melupakan masa lalu. Pemilik otoritas partai mengalami kegagapan serius ke mana reformasi hendak dibawa. tetapi menghadirkan Soeharto beserta segala kebusukan yang dibangunnya dimasa lalu. sebab pada masa itu. tidak ke-kiri. tanpaknya adalah problem yang menimpa pemilik otoritas. bukan memaafkan masa lalu. Aswar adalah seorang intelektual yang masih konsisten dengan moralitas Islam. melebihi PBB dan PPP. namun di sisi lain.disamakan dengan Ahmad Dahlan. dipadukan dengan Mohammad Natsir. Soeharto adalah benar-benar seperti cerita Hannah Arend yang mengungkap kejahatan Nazi. namun itu adalah khayalan-khayalan yang menjijikan. citacita reformasi dan problem-problem yang dihadapinya. maka akan terseret arus pragmatisme yang betul-betul menjijikkan. dididik dengan kepongahan.Ia ingin seperti pelangi.oleh PKS . Aswar masih memiliki keterkaitan dengan kekuasan Soeharto. Inilah tingkah laku politik partai. menghapus diri dalam hingar-bingar politik aliran. Ketakutan ini. yang dalam kajian ilmu politik disebut perilaku politik (political behavior). bahwa masa lalu tidak boleh dilupakan. PKS sudah mulai tidak percaya dengan keyakinannya. Betul-betul sebuah fantasi yang penuh godaan. takut tidak menang di Pemilu 2009. telah terpisah dari akar persoalan masa lalu. Sebagai partai reformasi seharusnya PKS sadar diri. tetapi bukan berarti "memberhalakan" masa lalu yang dipercayainya. maka perilaku politiknya menjadi ambivalen. harta dikumpul dengan keringat rakyat. Karena PKS meragukan keyakinan dan hendak menjadi partai "tengah". Memaafkan masa lalu adalah untuk menjadi arif agar bisa belajar dari dosa-dosa masa lalu. padahal di dalam PKS mereka yang taat beragama. kopiah menempel di kepala ke mana-mana sebagai simbol politik. saudara Irwan menafikkan ideologi. ia telah hidup di dalamnya. membuka sekat-sekat ideologi. Utang negara menumpuk. berubah dalam ketidakpastian. masa lalu beserta kesalahannya harus dimaafkan. ingin meniadakan simbol demi pemilu 2009. juga tidak harus dijadikan sebagai dendam. baik otoritas negara maupun pemilik otoritas partai.

Keruntuhan kekuasaan rezim yang sangat langgeng berkuasa selama 32 tahun dan memiliki ideologi represif. sedang mengalami penyakit amnesia yang berbahaya.menubruk PKS sekarang. Selama 32 tahun. bahwa Aswar Hasan dengan segenap kelemahan dan kelebihannya. Jika anak muda kita mengidap penyakit "gila" ini. adalah satu catatan tersendiri bagi suatu proses politik. 18 November 2007 PREDATOR REFORMASI. betul-betul gila dan tidak waras lagi kita sekarang. kekangan rezim yang terlalu tiran dan kekerasan politik yang menjadi ritual yang tak bisa dihindari. adalah sikap orang-orang "munafik" sebagaimana yang disinyalir dalam Al Quran. Lupa akan segala jerih payah mereka yang telah meruntuhkan Soeharto dengan sisa tenaga yang dimilikinya. otoriter dan mempunyai kehendak represif atas demokrasi. maka tunggulah kehancuran Indonesia. bahkan negara-negara di dunia. (Tribun) Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. Berbeda dengan saudara Irwan yang masih muda belia seperti muda dan belianya PKS. perlu ada pemisahan dan tidak mencampuradukkan partai sebagai kendaraan politik dan Islam sebagai suatu keyakinan. Karena hari ini seorang tokoh koruptor dipenjara dan tahun depan keluar dari jeruji itu. PDIP dan PPP sebagai partai lama. Kekuasaan rezim yang terlampau otokratik. sang tokoh koruptor ini juga akan dinobatkan sebagai guru bangsa dan pahlawan nasional. resistentif dan kolaboratif dengan rezim pasar seperti Orde Baru. Sikap politik yang mudah berubah seperti bunglon. bahwa Orde Baru adalah merupakan nama yang harus tetap melekat dalam . bahkan berani memposisikan partai sama dengan "Islam". PKS sebagai partai yang baru lahir "kemarin sore". Saya menganggap. melewati renta-nya Golkar. secara telanjang anak bangsa yang hidup di dalamnya mengalami resistensi kekuasaan yang sangat rentan. adalah sikap naïf orang-orang tidak sehat cara berpikirnya. maka oleh orang-orang yang mengidap penyakit amnesia. STUDI ATAS KEGAGALAN PERUBAHAN SOSIAL DI INDONESIA Fajlurrahman Jurdi Salah satu tim Deklarator dan Inisiator Central Study Resistance (CSR)-Jakarta Tahun 1998 adalah merupakan tahun yang sulit untuk dilupakan bagi mereka yang hidup di akhir Abad XX di Indonesia. Indonesia diperintah oleh rezim politik yang tidak normal cara berpikirnya.06 0 komentar Minggu. Karena itu. hendak mengatakan kegelisahannya melihat tingkah laku politik PKS yang mulai mengalami tua renta. Selama rezim itu berkuasa. Ada pembelaan terhadap partai yang begitu kuat. ternyata telah mampu menjalankan pilihan-pilihan politik yang sangat dilematis. Kalau ini yang terjadi. sekalipun selama sekian puluh tahun itu demokrasi masih menjadi alat penindasan bagi pemerintah. secara tiba-tiba dan mengejutkan lupa akan dosa-dosa Soeharto.

Sebagai aktor tunggal. “firman-firman” politiknya cenderung menggerakan aparatus untuk patuh pada kehendak-kehendak personalnya. karena Orde Baru adalah sekaligus sebagai pembawa bencana dan pelaku kekerasan dalam dunia politik. Orde Baru adalah simbol pelapukan moral bangsa ini. Orde Baru adalah menjadi simbol kekerasan. dengan dukungan ideologi pancasila dan di apresiasi secara patuh oleh Aparatus represif sebagaimana yang di katakan oleh Althuser. Orde Baru adalah simbol keserakahan. benihbenih perlawanan itu tercipta secara genuine. sehingga di dalam tubuh Orde Baru melekat pintalan-pintalan penyakit sosial. tertanam di kepala aparatus negara yang juga otaknya di ciptakan secara represif. bukan jaminan untuk menciptakan dukungan tanpa reserve kepada kekuasaan. tentu saja Soeharto telah berubah menjadi ideologi yang menakutkan. bahkan mereka menjadi bagian dari kelompok yang menghancurkan “ayah kandung” yang membesarkan mereka yang bernama modernisasi tersebut. Mereka yang di besarkan dalam ruang modernisasi dan sekaligus menjadi anak kandung rezim industrialisasi Orde Baru. moral dan kekuasaan yang berlebihan. Soeharto sebagai simbol Orde Baru beserta pendukung setia dibelakangnya mengalami delegitimasi yang begitu serius di tahun 1998. . pengkhianatan dan pembusukan politik adalah pilihan-pilihan politik yang dianggap segar oleh elit kekuasaan. bukan jaminan bagi langgengnya kepatuhan. Soeharto telah mampu mentransendensikan diri sebagai “Nabi” politik yang selalu di takuti. menekan sikap korektif. Kemarahan anak muda Indonesia yang di desain oleh modernisasi selama kekuasaan Soeharto. menjadi marah terhadap negara yang mendidik dan mengajarkan serta memfasilitasi budaya pop bagi mereka. akan tetapi dari bangunan modernisasi yang di gerakkan dibawah komando kekuasaan itu. Akan tetapi kepatuhan yang berpintal-pintal itu. juga bersamaan dengan tertanamnya perasaan eksesif dari gerakan sosial yang ingin merubah kepatuhan itu menjadi modal perlawanan. “mulut” Soeharto sebagai pelakon tunggal kekuasaan Orde Baru adalah “mulut singa” yang lapar. Pada konteks inilah. yang membunuh kreatifitas. Di dalam tubuh Orde Baru. Tekanan. karena di dalam Orde Baru. Generasi muda yang dibesarkan dalam budaya pop Jakarta.pikiran anak bangsa yang hidup di akhir abad XX tersebut. bertemu penyakit moral dan etik yang “merogoh” kemanusiaan. Soeharto telah menjadi “nabi” kalau tidak bisa disebut sebagai “tuhan” bagi masyarakat. selalu meminta korban. tidak mampu menyelamatkan negara Birokratik tersebut dari kemarahan yang berpintal-pintal tadi. politik. penindasan dan pemiskinan. Pidato-pidato kekuasaan menandakan pidato yang bernuansa kekerasan. Orde Baru adalah simbol “pelacuran” kekuasaan yang harus selalu di ingat dalam pikiran anak bangsa ini. ekonomi. represi dan penindasan yang di agungkan secara terus-menerus ternyata bukanlah jalan keluar untuk menyelamatkan Soeharto dengan dinasti yang dibangunnya. menindas kekuatan-kekuatan oposisi di Indonesia. bahkan pontang-panting menghadapi kemarahan generasi yang mereka didik di bawah ideologi kepatuhan tersebut. Orde Baru terlalu percaya diri dalam membawa bangsa ini menjadi baik sebagaimana yang di improvivasi.

Jika sepanjang episode tahun 1970-an. karena peluang untuk kembali mundur ke kutub otoritarianisme sama besarnya dengan peluang maju ke kutub demokrasi (Mada Sukmajati: 2004). masa ini disebut sebagai masa transisi dari rejim otoritarianisme ke sebuah pembentukan rejim yang lebih demokratis. Kemarahan. maka di penghujung tahun 90-an adalah merupakan tahun kemenangan bagi mereka atas negara. adanya tarik menarik yang sangat kuat antara kekuatan-kekuatan pendukung status quo dengan kekuatan-kekuatan pendukung perubahan. demonstrasi dan sebagainya. mimpi yang tidak tercapai dari generasi muda Indonesia yang sempat mengamuk tahun 1998. yang telah sekian lama mengandalkan kepatuhan dan ketundukan. Dalam masa transisi ini juga. telah secara kasar mengusir otonomi Negara dibawah ketiak Soeharto tersebut. bahkan untuk menyelamatkan kejahatan-kejahatan tersebut harus menjalankan ritual pengorbanan. Nyawa manusia harus melayang tanpa beban.Orde Baru yang congkak. Desakan-desakan oposisional yang menjelma menjadi kemarahan itu telah menimbulkan perlawanan yang tak terbendung. Dan tumbal-tumbal itu telah menjadi korban bagi kelanggengan dan mempertahankan rezim otoriter yang ganas tersebut. satu dekade yang lalu. terkait dengan dua point sebelumnya. Indonesia telah memasuki apa yang dikenal dengan sebutan “Masa Reformasi”. mau tak mau harus di sebut sebagai pelaku yang melawan kekuasaan otokratisme negara tersebut. Rezim yang menyesakkan dada. 80-an. Dekade 70an hingga akhir 90-an adalah merupakan dekade dimana personalitas kekuasaan . kebebasan harus di intimidasi adalah pengorbanan yang sangat mahal bagi masyarakat Indonesia hanya untuk menyelamatkan kekuasaan. Mereka yang berlomba-lomba menghancurkan Soeharto. Lengsernya Soeharto dari kekuasaan pada tahun 1998 adalah merupakan bentuk kejengkelan. ideologi yang ditafsirkan secara tunggal. rakyat Indonesia di semua lapisan saat ini masih mengalami gejala yang dikenal dengan istilah “euphoria” politik. dan hampir menjadi “tuhan” tersebut dihancurkan oleh generasi yang mereka besarkan sendiri. Semenjak Soeharto lengser dari kekuasaannya. Kemiskinan yang di tutup-tutupi dengan penindasan. Dalam khasanah ilmu politik sendiri. pertama. kutukan. Kedua. Sebuah masa yang menurut Guillermo O’Donnell (1986) dipenuhi oleh ketidakpastian. protes. hingga awal dan pertengahan 90-an adalah tahun-tahun bencana bagi gerakan sosial. akumulasi kekecewaan. Ketiga. korupsi yang dijalankan secara kolaboratif antara pemiliki modal dan keluarga Soeharto. yang tidak pernah terjadi selama Soeharto berkuasa. hukum yang menjadi hamba penguasa. pada saat yang sama perubahan yang berjalan secara timpang sepanjang 32 tahun harus berakhir. menekan kebebasan dan membiarkan masyarakat menghirup “udara busuk yang diproduksi oleh rezim” tersebut. sebuah kekuasaan yang di besarkan dengan retorika politik yang penuh nafsu kekerasan. demokrasi yang ditelikung oleh apparatus represif. tidak adanya political will dan keseriusan terhadap pelaksanaan agenda-agenda reformasi (Mada Sukmajati: 2004). adalah representasi begitu jahatnya rezim Orde Baru. Reformasi hanyalah cerita yang tak bermakna. dan kemarahan masyarakat yang sudah tidak ingin lagi hidup dalam kepenatan rezim yang menyesakkan nafas tersebut. dinamika kehidupan politik rakyat jauh lebih tinggi ketimbang dalam masa kekuasaan rejim otoriter. Hal ini disebabkan.

juga tidak diduga oleh hampir saja semua kepala anak bangsa yang hidup di bawah komando Soeharto. di saat-saat Soeharto mengalami puncak kemapanan kekuasaannya yang bersamaan dengan usianya yang tua renta. serta pertanggungjawaban Orde Baru masih sebatas agenda. sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Tetapi secara tiba-tiba. muncul sporadisme dan kekerasan yang sangat serius untuk melakukan delegitimasi atas kehendak negara Orde Baru. Perubahan sosial yang tersumbat akibat kepemimpinan tersebut dibuka selebar mungkin dan perjalanannya dipercepat. Soeharto bersama aparatur represifnya telah melakukan proses pembusukan atas karakter kemanusiaan. Gerakan reformasi atau semi-revolusi tersebut adalah sebuah gerakan yang muncul dalam suatu konteks yang tidak di kehendaki oleh kekuasaan. yaitu: . akan tetapi kemarahan itu adalah bentuk kutukan mereka terhadap negara yang terlalu birokratis. bahkan telah menambah beban sosial politik yang makin berat. karena pada masa ini kebebasan di belenggu oleh kehendak politik yang personal. melacuri demokrasi dan mengkhianati pancasila yang di tafsirkan secara sewenangwenang oleh mereka. otonomi daerah. sehingga bagi mereka yang mencoba menembus mitologi kekuasaan yang keramat tersebut. Akan tetapi semua itu mengalami delegitimasi secara serius di penghujung abad XX. Reformasi. serta kelompok oportunis di belakangnya tidak lagi mendukungnya. budaya demokrasi yang rasional dan egaliter. Pada titik yang paling nadir. supremasi hukum. Enam visi reformasi yang terdiri dari amandemen UUD 1945. di gugat keabsahannya. Beberapa Indonesianis merasa kaget dengan situasi Indonesia yang penuh dengan emosi. Reformasi bukan hanya sekedar menghancurkan mitologi kekuasaan Soeharto yang birokratis dan represif itu. Kehancuran Soeharto bisa dimengerti adalah merupakan bentuk protes mereka terhadap negara yang begitu jahat atas kebebasan masyarakat. dilema dan pilihan-pilihan yang amat sulit untuk di dijalankan. Sekalipun di awali dengan krisis kurs rupiah terhadap dolar. Pada akhirnya kekuasaan yang tua renta itu. perubahan sosial yang kebetulan di beri nama reformasi itu kemudian mengalami disorientasi. dan belum menampakkan hasil sedikitpun. maka kutukan tak terhindarkan. akan tetapi juga adalah untuk mendorong perubahan sosial politik yang hampir tidak pernah berjalan selama tiga dekade kepemimpinan Soeharto. Menurut Eep Saifullah Fattah (2000: xxix-xxxiii) ada beberapa substansi perubahan mendasar bisa diidentifikasi dalam proses reformasi. dengan segala resiko yang telah bersama-sama dengannya.Soeharto masih di anggap mitos yang sulit untuk di tembus daya keramatnya. Sebuah fase yang menurut penulis penuh dengan intrik. Kekerasan atas kemanusiaan menjadi kenyataan politik yang hidup bersama dengan anak bangsa tersebut. membongkar secara telanjang kekecewaan rakyat atas Orde Baru. mencabut dwifungsi TNI/Polri. telah mendorong Indonesia pada sebuah fase politik yang disebut oleh berbagai pengamat dengan transisi demokrasi. represif dan pada saat-saat tertentu sewenang-wenang. Reformasi tahun 1998 sebagaimana yang penulis katakan di atas adalah merupakan satu bentuk semi-revolusi yang begitu dahsyat.

menjaga dan meningkatkan martabat manusia. Namun jika proses desakralisasi ini berlangsugn tanpa batas. kekuasaan mengalami proses desakralisasi. pembangunan ala Orde Baru terbukti gagal menjalankan humanisasi. sebelumnya. hak dan kewajiban rakyat mengalami redefinisi. di tengah reformasi.Pertama. Saat ini proses desakralisasi itu sedang berlangsung. Kelima. Orde Baru mengalami degradasi kredibilitas. Di satu sisi desakralisasi adalah positif. hampir tidak ada orang yang bersedia di identikkan dengan Orde Baru. sejarah mengalami reinterpretasi. Pendeknya degradasi kredibilitas Orde Baru terjadi secara tegas di tengah proses reformasi. Kedua. sebaik apapun yang dilakukan oleh lembaga-lembaga itu. menafikkan sepenuhnya hasil konkret pembangunan. Reformasi juga telah mengubah persepsi banyak orang tentang “pembangunan”. Salah satu hakikat reformasi yang penting adalah terciptanya desakralisasi (pengakhiran kesakralan) kekuasaan beserta perangkat-perangkatnya. Pengakuan seimbang seperti inilah yang seyogyanya dikembangkan dalam masyarakat. Desakralisasi menunjang tumbuhnya kekuasaan yang sehat dan bertanggung jawab. Saat ini. Bersamaan dengan berjalannya proses reformasi. Daftar hak politik rakyat pun bertambah panjang secara dramatis. Orde Baru menjadi sesuatu yang tidak laku. Di masa Orde Baru. Bahkan setiap kali ada aturan – sedikit apapu aspek pengendalian dalam aturan itu – banyak orang sertamerta berteriak bahwa hak-hak rakyat akan dipasung kembali. rakyat seolah-olah boleh menentukkan sendiri hak-hak politik yang harus dinimatinya. Peranan-peranan yang dimainkan . Proses reformasi juga ditandai dengan turunya secara drastis kredibiltas Orde Baru. Sebegitu hebatnya reinterpretasi ini berlangsung sehingga mantan Presiden Soeharto yang pada awalnya dipahami dalam sejarah sebagai penyelamat negara darikudeta komunis tahun 1965-1967. yang mungkin muncul justru sebuah bahaya: lembaga-lembaga pemerintahan yang berfungsi mengelola kehidupan bermasyarakat dan bernegara di tolak secara permanen. Jika sebelumnya pembangunan di mitoskan sebagai sesuatu niscaya yang mendatangkan kebaikankebaikan bagi masyarakat. Jika di masa sebelumnya sangat sedikit hak politik yang bisa dinikmati rakyat. banyak kalangan seperti menjadi kuda liar yang baru dilepaskan dari istal. Ini merupakan salah satu gejala dalam kerangkan terjadi redefinisi (pendefinisian ulang) hak-hak politik rakyat. Adalah tidak sehat terlalu mengagung-agungkan pembangunan dengan pendekatan kacamata kuda (hanya melihat aspek keberhasilannya dengan menutup mata pada aspek-aspek kegagalannya). sekalipun mesti diakui bahwa secara umum. Demitologisasi pembangunan di satu sisi merupakan hal positif. Kebebasan menjadi suasana umum dimana-mana. Ketiga. Orde Baru diagungkan secara heroik. kekuasaa cenderung disakralkan sehingga kritik atau penentangan atas kekuasaan tidak dimungkinkan. Namun di sisi lain. namun juga benar bahwa pembangunan telah mendatangkan banyak kemajuan fisik di tengah masyarakat. Saat ini banyak orang berbicara mengenai pembangunan sebagai sebuah kekeliruan. Ini merupakan salah satu gejala umum dimana-mana. belakangan ini justru di gugat peranannya dalam G-30-S/PKI. Padahal. Keempat. saat ini pembangunan banyak di kritik sebagai salah satu sumber dari banyak malapetaka sosial-politik-ekonomi yang dihadapi rakyat. pembangunan mengalami proses demitologisasi. sejarah mengalami penafsiran ulang. Segera setelah pergantian presiden.

Jumlah media massa mengalami pembengkakan secara sangat cepat dan dramatis. Negara yang mengalami transisi seperti Indonesia hanya memiliki dua pilihan yang sangat dilematis.oleh Soeharto dalam perjalanan sejarah bangsa pun – misalnya dalam peristiwa serangan umum 1 Maret di Yogyakarta – mengalami gugatan dan reinterpretasi serupa. pemerintah telah mengeluarkan sangat banyak surat izin usaha penerbitan pers baru. pemerintah melemah dan seolah-olah dilemahkan. sebuah proses yang memiliki akar genealogi yang kuat dengan tradisi yang tak mungkin di hindari begitu saja dalam arus modernisme kultural. akan menambah legitimasi bagi kekuatan anti demokrasi untuk mengambil alih kekuasaan. yaitu: Pertama. Reformasi sampai saat ini masih berproses untuk meneguhkan dirinya. dan konflik antar kekuatan pro demokrasi memperebutkan kekuasaan. tentu tak mungkin di pisahkan dari proses transisi. terjadi penelikungan transisi demokrasi untuk di tutup rapat prosesnya dan di geser kembali ke otoritarianisme. reinterpretasi sejarah yang dilakukan di tengah proses reformasi memang bisa dimaklumi. Kecenderungan perubahan yang terjadi di dalam masyarakat pasca reformasi adalah merupakan satu kenyataan yang paling penting untuk ditengok. Sebagai bagian dari proses politik. Reformasi juga ditandai oleh melemah dan dilemahkannya pemerintah. sehingga reformasi yang dikerjakan dengan pengorbanan yang sangat besar satu dekade silam hanyalah menjadi cerita untuk menambah emosi semata. Ketujuh. Keenam. reformasi meniscayakan perubahan-perubahan sistemik dalam konteks politik negara. Dalam kaitan ini. selepas Pemilu dan SU MPR 1999. Apalagi terjadi pertarungan kepentingan yang tanpa akhir. Untungnya. terkonsolidasinya demokrasi dengan merapatnya kelompok-kelompok yang berpikiran reformis. bahkan berkembang anggapan bahwa segala sesuatu yang datang dari pemerintah pasti salah adanya. Dalam kaitan ini. interpretasi atas sejarah telah dibuat sesuai dengan selera kekuasaannya. Semenjak pergantian presiden pada 21 Mei 1998. Pada konteks ini. Informasipun mengalami peragaman (pluralisasi). Ada anggapan yang saat ini berlaku umum bahwa pemerintah yang terbaik adalah pemerintahan yang bisa dibuat selemahlemahnya. Setidaknya anggapan-anggapan semacam ini berkembang begitu tegas selama masa pemerintahan Habibie. Tidak ada lagi sekarang sumber informasi yang cenderung tunggal dan jenis informasi yang cenderung seragam. dikaji dan di prediksi masa depannya. Reformasi masih harus di dorong hingga tuntutan-tuntutan reformasi dijalankan secara konsisten. misalnya tidak terlampau di tonjolkan. Reformasi pun ditandai oleh berkembangnya kebebasan pers serta peningkatan lalu lintas informasi. Reformasi dengan segala variannya. informasi mengalami pluralisasi. Ketika Soeharto menjadi “pemenang” selama masa Orde Baru. Kedua. Pendekatan sejarah yang tidak normatif memang sebuah dictum: sejarah ditulis oleh mereka yang menang. mulai dari perubahan mentalitas aktor politik hingga kultur . anggapan serupa itu mulai melemah sejalan dengan menguatnya legitimasi pemerintahan baru. Kehancuran transisi akan terjadi jika elemen-elemen sipil yang memiliki akar pikiran yang demokratis tidak secara serius mengelola transisi ini menjadi lebih demokratis. demokrasi akan gagal diterjemahkan dalam konteks sosial yang nyata. Peranan Sukarno dalam banyak hal.

negara yang sedang mengalami transisi politik harus menciptakan keteraturan sosial. aturan hukum yang selalu tidak pernah memiliki efek jera. bisa mengatakan apa saja yang ingin di katakannya. telah membawa Indonesia pada proses bertabrakannya diskursif. Indonesia yang dulunya semasa Orde Baru adalah negara pancasila yang mengalami proses penipuan akibat kokohnya rezim itu menempatkan dirinya di atas segala kepentingan bangsa dan negara. Kereta demokrasi yang hidup itu adalah merupakan kereta demokrasi yang harus di bangun di atas kehendak arus bawah yang dijalankan secara eksesif bagi pertumbuhan ekonomi. Bebas untuk melakukan langkah eksesif bagi perubahan sosial. (2) ambruknya sistem kekuasaan dengan sistem politik yang “buas”. Kegaduhan itu adalah akibat tersumbatnya saluran politik yang di tutup rapat selama Orde Baru. sehingga bersama-sama mendorong “kereta” demokrasi agar lebih terarah dan bertanggungjawab. sementara hubungan luar negeri yang pada masa Orde Baru yang dibangun di atas perasaan inferioritas tidak pernah mengalami perubahan.masyarakat merupakan “khayalan-khayalan” yang harus tetap hidup dalam benak masyarakat. memikirkan konsensus yang memiliki masa depan dan tidak . di tandai dengan. karena telah melanggar konsensus. Semuanya serba bebas dan serba boleh. (4) situasi Indonesia pasca Orde Baru yang bernama reformasi ini disebut sebagai proses transisi politik atau transisi demokrasi. sehingga muncul kegaduhan diskursif. Hampir semua orang bisa berbicara tentang apa saja yang ingin dibicarakanya. dan baru menemukan ruangnya di saat-saat reformasi baru mulai. Jika konsensus itu tidak mencapai kesepakatan. proses suksesi yang mengalami peningkatan partisipasi dengan adanya Pemilihan Kepala daerah secara langsung adalah bentuk-bentuk dari proses liberalisasi yang berjalan beiringan dengan reformasi. Dan jika konsensus tercapai. Yaitu situasi yang mengandaikan perubahan politik itu terjadi manakala seluruh sistem. Hancurnya legitimasi kekuasaan negara Orde Baru yang birokratis. maka reformasi telah merubah itu menjadi sangat bebas. maka di sinilah kita baru menemukan Indonesia yang betul-betul dibangun di atas liberalisasi. telah hancur berkeping-keping di atas gumpalangumpalan kemarahan massa yang mengamuk terhadap rezim tersebut. Produk politik yang hampir saja setiap hari di keluarkan. mekanisme dan model pengambilan kebijakan di dasarkan atas partisipasi masyarakat sebagai pelaku. maka tidak boleh menjalankan sesuatu. telah membawa Indonesia pada situasi yang serba gamang dan bingung. yang hampir saja di nobatkan sebagai “nabi” bangsa bagi Indonesia. Antara diskursif yang satu bertemu dengan diskursif yang lain. akan tetapi semuanya harus dibangun dengan konsensus bersama antara penguasa dan yang dikuasai. dan melakukan apa saja yang bisa dilakukanya. akan tetapi di khianati di tengah jalan. aset-aset negara banyak di privatisasi. Soeharto. (3) karena semuanya di bangun di atas kebebasan. bebas untuk mengartikulasikan diri di atas titah demokrasi yang bisa di tafsirkan secara “liar” oleh hampir semua orang. Jadi yang berhak menentukkan nasib dan masa depan sebuah bangsa bukan lagi berdasarkan atas kehendak bebas penguasa politik sebagaimana yang terjadi sepanjang kekuasaan Orde Baru. bersamaan dengan demitologisasi atas Soeharto yang menakutkan sepanjang sejarah kekuasaannya. maka rakyat berhak merebut kekuasaan itu atau paling tidak mengkritik keberadaan kekuasaan tersebut. teatrikal kekerasan yang mengatasnamakan demokrasi yang hampir setiap hari di pertontonkan. Reformasi. Pada saat yang sama. antara wacana yang satu bertabrakan dengan wacana yang lain dalam suasana yang timpang. Karena itu. (1). politik dan kultural menuju kesejahteraan sosial.

Karl Marx. harus memikirkan tentang preferensi politik masyarakat. Sebab itu. Perubahan yang determinis akan melahirkan sebuah anomali ketika proses itu menuju kearah kemajuan. dan preferensi politik itu harus dibangun di atas pertanggungjawaban.terjebak pada intrik politik yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. negara perlu melakukan pengaturan atas berbagai tindakan yang sporadis dan tiranik dari negara. Mereka inilah yang disebut sebagai kekuatan penghalang demokrasi atau disebut sebagai kekuatan status quo yang selalu menghambat laju pertumbuhan demokrasi. Akan tetapi perlu ditegaskan di sini. karena negara memiliki alat-alat yang bisa digunakan untuk meredam kegaduhan. bukan berarti keteraturan itu diciptakan dengan penindasan. Plato. 1962: 78. seringkali terjadi benturan kepentingan yang bisa saja membawa perubahan itu pada arah yang determinis. Thomas Hobbes. Keberpihakan politik suatu rezim. harus di tegakkan hukum untuk mengatur kegaduhan itu supaya tidak terjadi chaos dalam masyarakat. Mereka yang dibesarkan di atas suasana yang mapan. tentu akan sangat sulit menerima suasana baru yang serba bebas itu. akan tetapi akan membawa demokrasi pada titik nadir bahkan akan menuju lonceng kematian. negara adalah satu-satunya lembaga yang memiliki keabsahan untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap warganya (Gerth dan Mills. melakukan represi atas intrumen demokrasi dan menjalankan kekuasaan secara birokratis yang Max Weber menyebutkan bahwa birokrasi yang rasional itu harus dibangun di atas pertanggung jawaban. Bagi sebuah negara yang mengalami proses transisi politik. negara harus tetap aman dari rivalitas fisik dari penguasa dan karenanya. 1997: 6). Arif Budiman. Kenyataan inilah yang menyebabkan transisi menjadi dilema. . kekuasaan itu tidak bisa diciptakan dengan kekerasan. sehingga mereka mengalami kesulitan ketika berhadapan dengan kenyataan-kenyataan baru itu. Aristoteles. Dalam konteks ini. Di tengah kegaduhan dan intrik politik yang saling bertabrakan ini. dan Max Weber menganggap negara sebagai arena untuk menciptakan keteraturan sosial. Salah satu ciri negara otokratik adalah menciptakan penindasan. Mereka yang memiliki spirit perubahan dan konsensus politik untuk mendorong proses transisi politik yang berlangsung harus memiliki i’tikad baik agar transisi tidak dipenuhi oleh pertarungan kepentingan yang terlalu bias. Birokrasi rasional itu hanya ada dalam negara demokrasi. sekalipun negara juga menjadi alat bagi sekelompok orang untuk melakukan tindakan kekerasan kepada kelompok masyarakat tertentu. Hampir semua analis memprediksikan dan mengajukkan beberapa kenyataankenyataan penting diberbagai negara betapa demokrasi menjadi korban ketika proses transisi itu berlangsung. yang tentu saja akan membuat demokrasi menjadi tidak terdorong ke arah yang lebih baik. Hegel. pernah hidup dalam sebuah kondisi politik yang tertutup dan menyesakkan dada. Anak kandung rezim politik sebelumnya merasa terancam dengan kehadiran suasana yang baru tersebut. Pergumulan antara kepentingan kelompok pro demokrasi dengan status quo yang keras akan mengancam proses konsolidasi yang berlangsung jika tidak dibarengi dengan dorongan-dorongan kuat dari kekuatan pro demokrasi. tanpa itu demokrasi hanyalah sekedar alat represi kekuasaan. Menurut Max Weber.

karena negara telah di anggap sebagai sebuah entitas raksasa yang mampu menjawab persoalan-persoalan mereka dan melindungi serta mengamankan situasi sosial. manipulasi. Atau dengan kata lain. Orde Baru harus diakui telah mampu mensistematiskan perangkat-perangkat politik yang determinan atas semua pilihan politik rasional dari rakyat yang menyebabkan seluruh komunitas rakyat dari berbagai latar belakang merasa bahwa negara adalah merupakan penyelamat mereka. Pertama. kolusi. Jika pada masa Orde Baru negara memiliki mitologi tersendiri dalam ‘lembaran cerita sosial’. yakni satu institusi yang berhasil memiliki monopoli hukum untuk menggunakan kekerasan fisik di suatu wilayah tertentu.Anak-anak rezim yang di didik di bawah suasana dan kondisi yang patuh. 4-5) ada beberapa hal yang menyebabkan negara tidak mampu memainkan peranan penting dalam mengatur. Inilah yang melahirkan kultus atas negara yang berlebihan. Tiba-tiba saja negara tidak mampu mengendalikan gugatan komunitas yang selama ini percaya kepadanya. Menurut Aprinus Salam (2006. . Tentu saja reduksi kuasa negara itu tidak salah jika mengingat kembali artikulasi politik Soeharto yang demikian gigantis dan sekaligus penuh dengan pesona kekerasan dan dominasi. negara dan transisi demokrasi yang menyertainya menjadi sebuah huru hara yang menakutkan. tidak dianggap sebagai kejahatan dan kesalahan. sehingga ada ketakutanketakutan dan ketidakpercayaan diri. bahwa kuasa negara mengalami reduksi yang cukup serius semenjak Soeharto tersingkir dari panggung kekuasaan. dan mendisiplinkan masyarakat. Tak dapat di sangkal lagi oleh siapapun. menertibkan. Negara dipandang sebagai pusat dari sirkulasi kebenaran yang tak pernah cacat sehingga diskursif apa saja yang ‘muncrat’ dari ‘tenggorokan’ negara tidak pernah dianggap sebagai sebuah kesalahan. sehingga membutakan mata hati untuk tidak pernah melihat ‘sisi lain’ dari negara. Korupsi. Sebab itulah. akan tetapi yang bisa dilakukan adalah membersihkan ingatan atas apa yang menjadi kenyataan masa lalu. Akan tetapi ada yang ‘aneh’ dari negara pasca Orde Baru. negara sudah tidak punya legitimasi sosial untuk mengajak masyarakat agar selalu patuh pada kuasa politiknya. kecuali untuk mendorong demokrasi agar lebih baik. tentu saja akan protes pada kenyataan-kenyataan yang ada. penindasan dan kekerasan yang dilakukan oleh negara meskipun berulang-ulang. maka negara pasca Orde Baru adalah negara yang justru mengalami demitologisasi atas seluruh mitologi itu. negara (dan dalam hal ini khususnya pemerintah yang diberi mandat) berdiri dalam satu krisis sejarah politik pasca Orde Baru yang digugat. dan menjadi praktik bernegara di Indonesia pada masa Orde baru telah mengalami berbagai perubahan. Konsep negara seperti yang diteorikan oleh Weber. Pada akhirnya. karena negara bagi mereka sudah ditempatkan menjadi mitos. Apa yang menyebabkan negara demikian tidak berdaya menghadapi masyarakatnya?. pengkhianatan. demokrasi menjadi penting untuk di dorong bukan oleh kelas yang mapan dan status quo. kutukan dan ‘celoteh sosial’ yang muncul bersamaan dengan desakan kuat untuk menegakkan demokratisasi. Negara tidak bisa mengendalikan emosi. agar tidak megulangi kesalahan yang sama. Sejarah tidak mungkin digulung kembali seperti benang. Menentang negara adalah tabu bagi mereka. akan tetapi harus oleh kekuatan oposisi murni yang tidak pernah menginginkan imbalan material dan tidak mengharapkan berbagai konsesi dari tindakannya.

hampir tidak pernah ada yang mendiskusikannya. Golkar dulu.dikala Orde Baru hidup. Akan tetapi dikala keretakan rezim itu muncul. Selama Orde Baru berkuasa. entah dengan alasan yang tidak masuk akal sekalipun. “… Marilah jadi antek Soeharto. maka hiruk-pikuk dan diskusi menjadi gosip yang selalu dibicarakan. Bukti kesuksesan itu bisa dilihat bahwa dengan ajakan itu Hartono masih bisa mendapatkan kursi di parlemen sekalipun cuma hanya dua. masih mewariskan sejumlah dosa masa lalu yang tidak mungkin terelakkan. Fenomena Hartono adalah merupakan indikasi kuat bahwa Soehartoisme itu masih segar dalam tubuh sebagian aparatus ideologisnya di tengah arus transisi yang sedang berjalan.399.290 suara sah (2. Soehartoisme menjadi sebuah keyakinan yang tak mungkin terhindarkan. Di sana kita bisa menemukan secara konprehensif bahwa negara yang kita maksud memiliki basis material dan otoritas sah untuk melakukan kekerasan. karena partai ini menjadi alat untuk mendorong secara terus-menerus dominasi politik yang dijalankan oleh Soeharto. Kisah menarik yang dilakukan oleh Hartono ketika kampanye Pemilu tahun 2004 yang mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadi antek-antek Soeharto adalah merupakan pertanda betapa kukuhnya legitimasi Soehartoisme itu menancap dan hidup di dalam tubuh sebagian kader Soeharto. dalam beberapa kesempatan di kampanye pemilu legislatif yang lalu kepada masa pemilihnya. akan tetapi Soehartoisme tetap akan hidup bersamaan dengan upaya penghancuran itu.11%) dan mendapatkan 2 kursi di DPR RI. yang berubah menjadi partai Golkar. karena rezim ini adalah sempurna di bawah kendali kepemimpinan personal. Sukses Orde Baru adalah sukses dominasi politik dan kemampuan manajemen politik Soeharto yang menelikung seluruh oposisi untuk di singkirkan dari hiruk-pikuk politik Indonesia. Fase transisi ini harus diakui.” Demikianlah ajakan Hartono. Fase Indonesia pasca Soeharto yang dikenal dengan fase transisi demokrasi. bagi sebagian besar orang tidak ada yang mengalami perubahan signifikan. Jika mengingat Partai Golkar. sebuah fase yang mengajukan gugatan-gugatan serius atas legitimasi personal masa lalu. Berulang kali penulis mengatakan. Ini menandakan bahwa masih banyak antek-antek Soeharto yang siap untuk menjadi penerus kekuasaannya yang sebenarnya tidak di sadari oleh kebanyakan elemen gerakan sosial dan kekuatan pro demokrasi di Indonesia. Soeharto sudah bukan sekedar pemimpin personal. sehingga mereka tidak mampu berbuat lebih banyak dan bebas untuk mengontrol kekuasaan. Suatu prestasi yang tentu saja tidak terlalu mengecewakan untuk sebuah partai politik baru. Partai Golkar juga ikut meneriakkan . tentu saja tidak mungkin dipisahkan dari Soeharto. akan tetapi Soeharto telah berubah menjadi sebuah ideologi yang tidak mudah untuk dihadapi. Ketua Umum DPP Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). Ketika orang meneriakkan demokrasi. kecuali hanya perubahan slogan. Tesis itu juga tidak salah jika melihat jumlah suara di Partai Golkar. kita bisa menghancurkan Soeharto beserta seluruh keluarganya dari panggung kekuasaan hingga tidak satupun tersisa. yang dulu merupakan mesin politik bagi kekuasaan Soeharto. Di samping itu adalah reproduksi diskursif yang dilakukan berulang-ulang telah mendorong Orde Baru menjadi kekuatan politik dominatif dan sekaligus sebagai negara otoriter terpanjang di Asia. hingga kejatuhannya. Ajakan yang terus menerus diulangnya dan kemudian menjadi simbol bagi partai politik yang dalam pemilu legilstaif lalu akhirnya mendapatkan 2.

Jika saja ingatan masa lalu tidak lagi menjadi penting bagi masyarakat Indonesia. . bahwa Soeharto mampu mendidik kader-kader politik ideologis. yakni mereka yang meneriakkan demokrasi dan mengajukkan gugatan atas sistem politik otoritarian. akan tetapi tingkah lakunya tidak mengalami perubahan. tetapi watak dasar sebagai antek Orde Baru seperti Birokratis Otoriter.demokrasi. betul Golkar telah menanamkan tipuan-tipuan kebenaran kepada masyarakat. Transisi hanya akan menjadi humor. Tidak ada yang menduga kemudian akhirnya Golkar muncul sebagai partai pemenang dalam Pemilu legislatif 5 April 2004 yang lalu. pikiran dan keyakinan itu tidak mampu direduksi. Mereka berteriak lantang untuk menegakkan demokrasi. maka betul Soeharto sukses menjadi pemimpin ideologis. maka apa yang kemudian ditakutkan oleh sebagian besar komponen bangsa ini. ia adalah kader Golkar dan kader Orde Baru yang sukses memimpin partainya di tengah hantaman dan hujatan berjuta-juta orang di negeri ini. mengaduk-aduk sebuah keyakinan yang akan menghambat proses transisi demokrasi. Penulis masih sangat yakin. pilihan Golkar adalah pilihan terbaik karena telah memberikan keamanan dan ketentraman bagi mereka.757 suara (21. Dengan mengumpulkan 24. Kita harus akui. ketika orang berbicara tentang kebebasan. Atau justru anggapan kedua. bahwa betapa masa lalu tidak penting sama sekali atau bahkan bagi mereka bahwa masa lalu Golkar adalah baik.58%) dan mendapat 128 dari 550 total kursi di DPR. Bagi saya. fenomena Indonesia yang seperti ini adalah merupakan kenyataan yang tak terhindarkan. Hanya ada dua kemungkinan dalam konteks ini. akan tetapi mereka cepat melupakannya. sistem politik ideologis. nalar politik kepatuhan dan partai yang pintar memainkan tipuan-tipuan kebenaran. Inilah yang disebut sebagai aktor politik ’diaspora’. atau memaafkan dosa dan kesalahan itu. Manajemen konflik dan kesabarannya telah membuat partai Golkar eksis dengan keadaannya. bahan tertawaan dan hanya menghabiskan energi jika perasaan. padahal yang menciptakan sistem yang otoritarian itu adalah mereka. Segala kesalahan dan kejahatan masa lalu adalah benar sesungguhnya bagi mereka. Kondisi ini tentu saja tidak mudah untuk diubah dengan cepat. Golkar melaju melampau partai-partai politik yang lain (Sukmajati: 2004). partai inipun ikut berbicara tentang kebebasan. yakni bahwa Golkar masa lalu bagi masyarakat kita justru telah membawa perubahan-perubahan penting bagi mereka. Mereka adalah kelompok elit yang bersikap pura-pura sebagai kelompok demokrasi yang kemudian merubah citra dirinya ketika kondisi politik mengalami perubahan. juga benar bahwa Orde Baru tidak salah dimata rakyat. Perilaku yang di tunjukkan ke ruang publik adalah sama dengan mereka yang telah mati-matian memperjuangkan demokrasi. Korupsi dan manipulasi tidak bisa dilupakan. bahwa memang sejumlah tokoh kunci dan penting pada pemerintahan pasca Orde Baru masih merupakan bagian panjang dari tradisi politik yang diwariskan oleh pemerintahan Orde Baru. Kemungkinan pertama adalah bahwa masyarakat kita mengidap penyakit lupa sebagaimana yang penulis katakan di atas. Memilih Golkar adalah pilihan sadar.480. bahwa masyarakat kita sedang mengidap penyakit amnesia adalah tak terhindarkan. sehingga pilihan mereka atas Golkar adalah akibat dari penyakit amnesia yang melanda mereka. Jika pilihan ini yang digunakan. karena harus membongkar tirani wacana. Kita bisa membuktikan kasus yang menimpa Akbar Tanjung yang menjadi mantan terpidana kasus korupsi dana non bujeter BULOG.

Karena itu. kecenderungan politik yang biasa terjadi adalah politik jalan pintas dan cari aman. atau kebijakan yang diambil tidak begitu berpengaruh pada tingkat operasional. kapasitas. kejaksaan dan peradilan. Kegagapan negara dalam menjalankan roda kekuasaan itu di tunjukkan oleh negara pasca Orde Baru. Mesin kekuasaan sekuat apapun dan sehebat bagaimanapun aktor yang memimpin sebuah transisi. artikulasi politik rakyat adalah menuntut perubahan untuk mendapatkan kesejahteraan bagi mereka. tentu saja adalah merupakan satu perspektif yang mungkin saja akan di gugat oleh kelompok lain yang mampu menemukan sisi lain tentang Indonesia. dan kompetensi negara menjadi sangat berkurang. Pada akhirnya. Di samping itu. Inilah yang disebut dengan negara yang mengalami kehilangan legitimasi sosial. aparat pendidikan. Di satu sisi tergantung pada negara-negara ekonomi liberal. karena sulit untuk menemukan aktor yang bisa dipercaya pada tingkat decision. akan tetapi yang tidak kalah pentingnya juga adalah sisi ekonomi dan budaya yang cenderung di abaikan oleh banyak kalangan. sebagaimana yang terjadi pada masa Orde Baru. tentu akan berhadapan dengan situasi politik yang dilematis. bahwa segala aturan yang dibuat oleh negara seringkali berhadap-hadapan dengan masyarakat. dan mungkin juga tidak terlalu banyak disinggung dalam buku ini. Karena itu. Pemerintah yang diberi mandat dikondisikan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan insidental dan darurat. sehingga tidak terbantu untuk berpikir panjang dalam membangun negara yang kuat. ataupun instrumen politik lainnya. Politik jalan pintas inilah yang menyebabkan transisi demokrasi mengalami persoalan serius. sedangkan pada sisi lain tidak bisa menjelaskan ke arah mana kondisi politik itu di arahkan. Jatuh bangunnya sebuah negara yang hendak menegakkan demokrasi ternyata lebih . seperti kepolisian. Konstruksi tentang negara sebenarnya tidak bisa dilihat pada sisi politik semata. tanpa didasari dengan pikiran yang matang. Akibatnya. negara Indonesia pasca Orde Baru mengalami kegagapan dalam memilih cara dan gaya mengelola kekuasaan sehingga karena kegagapan tersebut otoritas. Negara Transisi dan Anomali Demokrasi Pertumbuhan dan perkembangan politik negara Indonesia sebagaimana dalam pembahasan di atas. rendahnya integritas dan kualitas SDM yang berposisi sebagai aparatus negara. merupakan masalah krusial yang hingga hari ini masih menjadi salah satu problem utama negeri ini. yang bisa saja membuat seseorang untuk mengambil keputusan yang tidak dikehendaki oleh masyarakat.Sadar atau tidak. Keberhasilan sebuah transisi demokrasi pada negara-negara yang pernah mengalami kondisi politik yang otoriter adalah sangat tergantung pada keadaan ekonomi negara yang bersangkutan. Dilema itu menjadi pintalan yang sulit untuk di pilah satu-persatu. Apa yang terjadi pada negara yang mengalami kehilangan legitimasi sosial. maka protes dan kutukan akan tetap terjadi. Kita bisa melihat. pemerintahan transisi adalah pemerintahan yang penuh dilema dalam mengambil pilihan-pilihan politik. karena jika pilihan itu keliru dan salah kaprah. masyarakat tidak taat dan takut lagi kepada negara. tidak lain adalah berupaya untuk melakukan kompromi-kompromi politik yang menyebabkan pemerintah yang diberi mandat tidak mampu mengambil kebijakan-kebijakan yang tegas dan berwibawa.

banyak di pengaruhi oleh faktor krisis ekonomi dibandingkan dengan faktor lain. Tentu saja kita bisa memberikan pandangan bahwa krisis ekonomi yang berbarengan dengan delegitimasi kekuasaan Soeharto itu adalah merupakan pertunjukkan yang tidak bagus. Diamond. Schmitter dan beberapa ilmuwan lain yang menekankan variabel perilaku elit itu juga sepakat untuk mengikuti jalan yang dirintis oleh Dahl. Akan tetapi jika berhenti pada pelembagaan institusi saja. Linz dan Stepan mencoba menjelaskan kejatuhan dan kebangkitan kembali demokrasi tidak dengan menelaah variabel-variabel konflik kelas atau kendala ekonomi. maka kita akan terjebak pada wilayah demokrasi posedural dan pemenuhan-pemenuhan atas tuntutan material demokrasi. 28) dalam paham negara demokratis modern. akan tetapi yang lebih penting adalah mendorong aparatus politik negara untuk menyadari posisinya sebagai penguasa. moderasi dan kompromi adalah kunci menuju keberhasilan transisi ke arah demokrasi. Korea dan Indonesia pada tahun 1998 adalah merupakan ‘drama’ krisis ekonomi yang menyakitkan. Mereka yakin bahwa kalau terdapat lingkungan struktural yang sangat tidak menguntungkan bagi demokratisasi. yang yakin bahwa gradualisme. Apa yang terjadi di Filipina. Lipset. agar tidak terjadi penelikungan atas transisi yang berputar. akan tetapi kenyataan politik telah memperlihatkan bahwa kondisi ini adalah sebuah kenyataan yang harus diterima. apalagi perangkat lunak sebagaimana yang dikatakan Oleh Eep Saifullah Fatah seperti yang penulis kutip pada bab lain di buku ini tidak terpenuhi. Mendemokratiskan kembali kekuasaan yang otoriter bukanlah persoalan yang mudah untuk ditembus. kontrol rakyat terhadap penyelenggara negara merupakan terjemahan yang sempurna dari asas kedaulatan rakyat. Dalam konteks ketidakjelasan kemana demokrasi itu melaju. Walaupun keduanya tidak mengatakan bahwa kendala struktural tidak penting. maka tetap diperlukan kontrol politik dari kekuatan oposisi. Namun dalam perkembangannya demokrasi repesentatif dapat terjerumus ke dalam . Pelembagaan demokrasi adalah penting sebagai instrumen untuk menilai baik atau tidaknya proses politik yang sedang dilewati. Pada awalnya kontrol rakyat terhadap penyelenggara negara “diejawantahkan” di dalam model demokrasi representatif semata. Menurut Hendardi (2002. Taiwan. Hancurnya kondisi ekonomi yang bersamaan dengan melemahnya legitimasi negara otoriter adalah merupakan sebuah kenyataan yang tak terhindarkan untuk melihat bahwa betapa negara otoriter itu sulit ditembus basis kekuasaannya. tetapi dengan mencurahkan perhatian pada perilaku elit atau kepemimpinan mereka. Perangkat keras terpenuhi dengan kehadiran lembaga pendukung demokrasi yang begitu banyak dengan alokasi akuntabilitas yang mungkin secara universal bisa dikategorikan baik. O’Donnell. seringkali itu terjadi sebagian karena ketidakmampuan para politisi untuk menghasilkan reformasi ekonomi dan inovasi pelembagaan yang diperlukan bagi tumbuhnya demokrasi. Di saat itu pula. legitimasi kekuasaan Soeharto mengalami krisis. akan tetapi kesiapan mental masyarakat dan elit yang telah lama terbiasa dengan kultur politik birokratis cenderung menghalangi laju pertumbuhan demokrasi. Linz. Ini dianggap tindakan politik yang bijaksana untuk mendemokratiskan kembali pemerintahan yang otoriter. Sekalipun demokrasi prosedural dan segala tuntutan materialnya adalah penting untuk mengevaluasi jalan terjal demokrasi yang dilewati.

Karena partai politik merupakan organ terpenting dalam proses pembentukan masyarakat sipil yang demokratis. Kondisi inilah yang menyebabkan transisi ini mengalami anomali. akan tetapi boleh jadi adalah suatu gugatan atas tesis-tesis mengenai masa depan politik Indonesia yang masih dalam keadaan gamang dan dalam bahasa penulis anomali. Tarikan-tarikan kekuasaan dan desakan kepentingan telah menyebabkan transisi menjadi bergerak kearah suatu pertanyaan besar. moral politik dalam kehidupan bernegara harus menjadi perhatian besar bagi para partai politik. Oleh karena itu. Dalam konteks ini.pemerintahan elitarisme. sangat rawan terhadap praktek-praktek penyelewengan kekuasaan. Anomali itu adalah situasi yang serba mungkin dan serba tidak mungkin. tuntutan reformasi telah berhasil dibelokkan oleh kekuatan status quo yang seolaholah hanya menjadi soal pergantian penguasa politik belaka. proses reformasi yang bergulir dan dipelopori oleh gerakan mahasiwa baru hanya berhasil menjatuhkan rezim otoritarian Orde Baru. karena harus segera mengakhiri kekuasaan otoriter Soeharto dengan memaksa dia turun dari kekuasaan. Salah saru pilar negara demokrasi adalah partai . di mana keputusan-keputusan penting hanya diambil oleh segelintir orang saja. Karena itu. Kasus Bank Bali dan dan non-budgeter Bulog yang melibatkan ketua Golkar Akbar Tanjung ditengah-tengah euforia reformasi (Hendardi: 2002. Transformasi nilai-nilai baru sebagai akar dari suatu proses perubahan fundamental menuju negara demokratis justru tidak sepenuhnya terjadi. yaitu ”kemungkinan”. karena memang reformasi itu hanyalah perubahan tambal sulam. sangat bergantung dengan kegiatan partai politik. penuh dengan pilihan-pilihan yang mungkin saja sulit untuk dipahami. Dengan demikian partai politik bertanggung-jawab atas kepercayaan masyarakat terhadap terciptanya clean governance. Tetapi apakah partai politik itu masih layak untuk menjadi pendorong demokrasi?. Mungkinkah transisi dilalui dengan modelmodel demokrasi yang diajukkan. Ini berbeda dengan revolusi yang perubahannya sangat dahsyat yang memang tentu saja akan banyak melahirkan korban jiwa tetapi dengan keyakinan akan melahirkan perubahan yang totalitas. Apa yang sesungguhnya terjadi di tahun 1998. Oleh karenanya. Hendardi (2002. partai politik adalah merupakan pendorong demokrasi. Terdesak. bisakah transisi dilewati dengan liberalisasi asetaset negara. keberhasilan demokratisasi yang ditandai dengan adanya proses kenegaraan yang transparan dan accountable. yang harus di dorong secara terus-menerus sehingga transisi demokrasi dengan harapan-harapan yang menyertainya menjadi tercipta dan terkonsolidasi. Di sini rakyat harus merupakan bagian integral dari proses kontrol terhadap penyelenggara negara. 28) berpendapat bahwa dalam masa transisi politik. Semuanya adalah pertanyaan-pertanyaan yang sulit untuk disebut sebagai pertanyaan sebenarnya. perlahan-lahan. 28). penyelewengan kekuasaan yang tampaknya di era reformasi tidak kalah dahsyatnya dengan apa yang terjadi di jaman Orde Baru. Reformasi hanyalah merupakan kondisi yang terdesak untuk dilakukan dan sifatnya sangat gradual. Secara sekilas dan dengan menggunakan premis umum. mampukah negara melewati transisi dengan melibatkan aktor-aktor penguasa tertentu yang berselingkuh dengan kekuatan kapitalisme global. Terbukti kemudian. sedangkan gradual.

bahwa kekuasaan negara begitu penting. negara bersama semua aparatusnya tidak boleh berdiam diri. hingga menjarah harta rakyat sekalipun. Fungsi-fungsi penting dari partai politik seperti sebagai sarana pendidikan dan agregasi hampir tidak berjalan sama sekali. keadilan. Dalam konteks ini Budiman mengajukan hipotesa.politik. sedangkan masyarakat hanya mewakili . Filosofi bahwa partai politik akan memperjuangkan kepentingan rakyat. Sehingga harapan bahwa partai sebagai kekuatan politik untuk mendorong demokrasi adalah mesti ditinjau ulang. keamanan. Yakni kecenderungan dominasi (penguasaan) sekelompok kecil orang (minoritas) yang tidak mewakili kepentingan mayoritas rakyat. negara harus bekerja menurut hukum besi keadaan. Karena di dalam partai politik itu menurut Sutoro Eko (2004. Partai politik dipercaya sebagai instrumen utama demokrasi. oleh utusan atas orang yang mengutus. Sekalipun secara teoritik dan praktik bisa kita temukan bahwa partai politik adalah faktor yang sangat penting bagi tumbuh berkembangnya sebuah negara demokrasi. Dalam hal ini Hobbes menegaskan. Partai politik yang diharapkan untuk menyokong terwujudnya perangkat lunak demokrasi. di Indonesia justru tidak terwujud sama sekali. Sebuah hukum sosiologi paling fundamental dan sekaligus paradoksal adalah bahwa organisasi (baik partai maupun negara) adalah sebuah entitas yang melahirkan dominasi oleh minoritas terpilih atas pemilih. Di sinilah kita tetap memandang negara sebagai instrumen penting untuk menetralisir keadaan dengan alat-alat yang dimilikinya. akan tetapi satu hal yang paradoks yang tidak mungkin dihindari adalah terjadinya apa yang disebut Robert Michel sebagai “hukum besi oligarki”. yang tentu saja sebagai bentuk ekspresi dari pemerintahan yang berkuasa selama ini tidak tunduk pada prinsip-prinsip yang baik itu. karena yang muncul adalah apa yang kita kenal dengan oligarki partai. 53) pasti menjanjikan demokrasi. kesejahteraan. kedamaian. tetapi khusus konteks Indonesia harapan itu barangkali sulit untuk diwujudkan. Di tengah situasi politik yang gamang dan tidak terarah. demikian Robert Michel. para warga akan saling berkelahi dalam memperjuangkan kepentingan mereka (Budiman. 1997: 7). oleh pemegang mandat atas pemberi mandat. ternyata gagal menjalankan tugastugasnya. Partai-partai politik yang ada hanyalah menambah kukuhnya dominasi penguasa atas rakyat yang menyebabkan kepentingan rakyat teralienasi dari perjuangan partai. artikulatif dan lebih bermakna. Sebab yang terjadi di dalam tubuh partai politik adalah memperjuangkan kelompok mereka sendiri. Hampir sebagian pemikir yang menulis tentang negara menekankan betapa besarnya peranan negara dan betapa absahnya lembaga ini melakukan tindakan atas warganya. bahwa negara merupakan wakil dari kepentingan umum atau publik. kalau tidak. Barang siapa orang bicara organisasi. sehingga perjuangan untuk mewujudkan demokrasi dengan mengharapkan terlalu besar keterlibatan partai politik adalah berlebihan. dan persatuan bagi semua elemen masyarakat Indonesia. yakni cepat mengendalikan proses diskursif yang terjadi di saat persilangan berbagai kepentingan bertemu dalam titik yang berseberangan. ia juga bicara tentang oligarki (Sutoro Eko: 2004. Sebab itu. 55). membangun kesadaran masyarakat agar memahami demokrasi secara lebih konsepsional. Kelompok oposisi dalam negara juga harus bekerja secara cepat untuk menghindari terjadinya pelacuran keadaan yang tengah terjadi untuk menunjang proses demokrasi yang berjalan.

tradisi kekuasaan yang personal justru akan bersikukuh pada kontekstualisasi negara yang birokratis. sehingga negara merasa menang diatas rakyat dengan mengalienasi peranperan politik mereka. maka harapan kemudian harus bertumpu pada kekuatan basis sosial dalam masyarakat. Segala keinginan untuk mementingkan diri sendirti harus dihilangkan dahulu bilamana kehidupan negara yang sungguh-sungguh sempurna akan dicapai. akselerasi publik atas negara dibatasi. 1997: 7). Dalam negara tersebut akan berkuasa akal (rasio) sebagai ganti Tuhan. Orde Baru itu langgeng dan aman adalah karena ruang-ruang diskusi ditutup rapat. sementara negara sendiri tidak bisa diharapkan untuk merekayasa masa depan demokrasi Indonesia. sebagaimana ditunjukan oleh Orde Baru. Kita harus menghidari apa yang dikatakan oleh Plato dan Aristoteles yang melihat teori kekuasaan negara dengan menyatakan bahwa negara memerlukan kekuasaan yang mutlak.kepentingan pribadi atau kelompok secara terpecah-pecah (Budiman. 1965: 26. 1997: 8). Negara harus menjinakkan mereka dan mengajarkan nilai-nilai moral yang rasional (Budiman. Persoalan ini dipertegas kembali oleh Hendardi (2002. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Plato dan Aristoteles yang mengatakan. tak dapat dikendalikan. Jika partai politik telah gagal mengagregasi kepentingan rakyat. Bagi penulis. Untuk menghindari terjadinya personalitas pada pemegangan kekuasaan negara. kontrol rakyat terhadap penyelenggara negara harus dapat bersifat langsung dan nyata. Kontrol rakyat terhadap penguasa hanya dapat berjalan efektif bila penyelenggara negara tidak dapat memaparkan program dan kebijakannya secara transparan. dimana di dalamnya harus tercipta basis politik yang bisa diandalkan untuk mendorong demokrasi yang partisipatif dengan tetap menghargai kepentingan lokal. Tegasnya Plato memberikan kerangka berpikirnya sendiri. Negara Orde Baru adalah negara yang gagal mengkonstruksikan perubahan sosial karena pada konteks ini negara gagal melahirkan rekayasa sosial yang bersifat terbuka bagi terciptanya demokrasi bagi rakyat. tidak ada partai oposisi yang terbentuk serta yang muncul adalah oligarki partai. sehingga rakayasa sosial atas negara yang sedang berubah akan kesulitan. 1997: 8). Individu harus sama sekali tunduk pada keseluruhan (kolektitet) (Schmid. Akibatnya. 28) bahwa. Penyelenggara negara tidak dapat mengelak dari tuntutan transparansi dan akuntabilitas publik. Individu akan menjadi liar. Transisi itu penting untuk di desak secara terus-menerus agar tercipta kondisi politik yang benar-benar demokratis sehingga kekuasaan negara tidak bersifat mutlak sebagaimana yang terjadi pada masa Orde Baru. sehingga rakyat akan kesulitan untuk menerjemahkan entah kemana proses politik itu di arahkan. demokrasi terkubur ditengah retorika kekuasaan . bila negara tidak memiliki kekuasaan yang besar. dengan demikian rakyat dapat secara nyata menuntut pertanggungjawaban atau akuntabilitas publik terhadap penyelenggara negara. bahwa kekuasaan yang besar pada negara merupakan hal yang sepatutnya. Karena model itu telah gagal melahirkan negara yang sejahtera dan berkeadaban. Budiman. maka tawaran yang diajukan oleh hampir semua orang untuk konteks transisi adalah tetap terciptanya kontrol sosial yang seimbang dalam masyarakat. misalnya melalui pemberitaan pers yang bebas dan pembentukan opini publik.

apa sumbangan negara dalam konteks ini. Akan tetapi jika saja optimisme itu berlebihan sehingga menyebabkan kita lupa akan esensi negara yang sesungguhnya. walaupun negara merupakan yang utama dalam komunitas politik. mempunyai fungsi sendiri di dalam organisasi secara keseluruhan. keluarga. negara mempunyai peran yang relatif otonom dalam proses-proses politik. demokrasi akan di tunggu oleh dua kemungkinan. sehingga ketika terjadi ‘kecelakaan’ politik yang menyebabkan kekukuhan negara itu berantakan. serta dukungan institusi-institusi represif seperti militer. Sehingga transisi demokrasi harus melewati jalan terjal dan menghalau ‘hutan belantara’ dengan ‘duri epistemik’ rezim masa lalu. keempat. kedua. Di saat yang seperti inilah perubahan sosial itu mengalami hambatan untuk bekerja secara maksimal dalam mendorong demokrasi. common good merupakan prinsip yang berbeda dalam mengontrol setiap kepentingan yang ada. Apa yang dimaksud dengan negara organis?. negara pada dasarnya mempunyai tujuan utama adalah moral. Stepan mengemukan lima prinsip dasar negara organis-statis (Alfred Stepan. padahal penguasa atau elit pemegang kendali adalah aparatus negara sebagaimana yang disebutkan oleh Althusser?. Rakyat adalah konsumen dari reproduksi kuasa wacana dari negara. penulis ingin mengajukan apa yang disebut dengan negara organis. sementara rakyat minimal. Keterjebakan ini ditandai dengan sistem politik yang tidak berubah. tetapi komponen dari negara seperti individu. Tentu mendedah konsep kenegaraan ini. selain negara organis ini. Artinya negara sangat percaya diri atas bekerjanya seluruh sistem yang sangat prosedural dan birokratis itu. 1978: 26-45) yaitu. bahwa transisi demokrasi tidak terbentuk dan gagal. negara memiliki sifat yang kuat dan intervensionis. yaitu mengokohkan kekuasaan sehingga bisa menimbulkan tirani atas rakyat. karena peran negara dominan. tujuan moral itu merupakan kebaikan bersama (common good) yang diarahkan dan diwujudkan kedalam komunitas politik (political community).yang justru mempertunjukkan sikap represivitas atas rakyat. sekalipun beberapa aktor mengalami pergantian. Desakan demokrasi yang kemudian digelar oleh semua elemen kebangsaan akan sulit untuk menyesuaikan diri di atas problem-problem politik dan konstitusional yang dialami. asosiasi-asosiasi pribadi. ada juga yang disebut dengan negara fasis sebagaimana yang dikatakan oleh Budiman (1997:18-19). baik secara prosedural maupun secara kultural. dan kelima. pertama. yaitu terjebak kembalinya demokrasi kedalam perangkap politik birokratis. Pada sisi ini. serta kultur yang tidak bergeser dari kondisi sebelumnya. ketiga. Rakyat dipandang sebagai kelas yang inferior atas kekuatan politik negara. dan kemungkinan kedua. Kecenderungan memandang negara sebagai basis perubahan sosial serta sebagai alat untuk mendorong demokrasi tidak sepenuhnya salah. Akan tetapi. yang terkadang kuasa wacana itu dibangun diatas kepalsuankepalsuan ideologi dan politik. Jadi. Jika demikian yang terjadi sudah bisa dipastikan. Kukuhnya dominasi negara atas rakyat serta suksesnya relasi kuasa wacana dalam tubuh negara otoriter birokratis adalah karena semua elemen pendukungnya bekerja secara massinis yang kemudian mendorong negara lebih mandiri dan tidak terkooptatif oleh elemen-elemen lain dari luar. . maka transformasi menjadi sulit tercipta. yaitu suksesnya transisi itu dengan terbentuknya perangkat demokrasi.

tidak pihak lain dalam negara yang berhak untuk menerapkan prinsip. sehingga peluang-peluang kemungkinan untuk tumbuh berkembangnya demokrasi akan selalu dihadang dengan pilihan-pilihan politik birokratis. Pada akhirnya. 1971: 70). bangsa dan negara. Reproduksi wacana . ekonomi. negara harus kuat. bahwa negara harus kuat. Dengan demikian. mengembangkan dan memberikan tenaga bagi seluruh kehidupan seorang manusia.Menurut Budiman. konsep negara dalam fasisme adalah bahwa negara itu meliputi keseluruhan. Dalam merealisasikan konsep kenegaraan yang dipahaminya. (1971: 37) mengatakan. Negara memiliki otoritas yang besar untuk membangun. Christenson menegaskan. mengukuhkan dominasi negara adalah penting. Untuk memperkuat realisasi gagasan ini Benito Mussolini seperti dikutip Christenson et al. persatuan yang kokoh dari sebuah bangsa. dan Negara Fasis – sebuah sintesis dan sebuah lembaga yang menggabungkan semua nilai – memberikan penafsiran. apalagi punya nilai. negara pun harus menegakkan disiplin. Sekalipun negara organis seperti yang digagas oleh Hegel masih terdapat nilai-nilai positifnya. Negara menguasai semuanya – politik. terutama kebutuhankebutuhan rakyat. ikatan yang erat. nilai dan kebebasan. bukan sekadar otoriter. bentuk negara ini menguasai seluruh aspek kehidupan masyarakat. demokrasi di bunuh atas dasar kepentingan negara. Tidak boleh ada nilai yang berkembang kecuali yang diperkenankan negara. tidak diperkenankan organisasi lain apapun tumbuh. 1997: 20). bahwa rakyat harus bersedia berkurban dan patuh. maka bisa di sederhanakan. Karena itu. semboyan kaum Fasis adalah “Percaya! Patuh! Berjuang! (Budiman. Demokrasi harus dikubur dari panggung politik. Merujuk kembali pandangan Mussolini. Artinya. dengan negara sebagai pimpinannya. dan moral”. “Negara menekankan haknya untuk membangun kembali masyarakat – ‘membentuk’ manusia dan memperingatkan akibat yang buruk bagi mereka yang mau membangkang” (Christenson et al. karena ia akan mengancam represivitas diskursif yang dikembangkan. dalam sebuah negara totaliter. Karena dalam konteks ini negara harus dominan mengartikulasikan kepentingan-kepentingan politiknya. Bagi seorang penguasa di negara totaliter seperti Musolini. Negara menegasikan kepentingan rakyat. Negara harus mengendalikan seluruh apa yang menjadi basis epistemik rakyat. negara totaliter dan otoriter tidak akan mungkin membiarkan demokrasi hidup. Dalam konsep negara fasis. sehingga pengendalian diskursif menjadi sangat urgen bagi pengembangan wacana dominasi dari negara. yang tentu saja bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi. “Pendeknya. Negara Fasis adalah sebuah negara totaliter. negara Fasis mengajak masyarakat untuk percaya dan patuh kepada apa yang diperbuat oleh negara. Kalau dalam totaliter masih memungkinkan pluralisme terbatas. mengarahkan perubahan dan sebagainya. Kata fasis berasal dari bahasa Latin yang berarti “seikat”. menyejahterakan rakyat. dengan kekuatan itu negara dapat memberikan kebaikan kepada warganya. Karena itu. di luar negara tidak ada kemanusiaan atau kejiwaan yang bisa tumbuh. Kata fasisme dimaksudkan sebagai sebuah ikatan yang kuat. tapi bagian lain dari bentuk ekstrem negara organis adalah negara fasis. negara Fasis merasa merekalah yang tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. kecuali organisasi yang di bentuk negara. sehingga demokrasi dialienasi dari persinggungan diskursif negara. Bentuk-bentuk lain yang mengikuti varian negara modern di lakukan pula dalam konteks negara Indonesia terutama yang dikembangkan oleh Orde Baru. Dengan kata lain. Fasisme bersifat totaliter. sementara rakyat harus lemah.

Pada konteks inilah. Seorang demokrat dalam situasi transisi seperti ini adalah merupakan penyelamat dan penyambung lidah kebenaran bagi masyarakat. Inilah yang disebut dengan tirani wacana dan represi aparatus yang kemudian melahirkan negara otoriter. apa yang kita saksikan saat ini adalah merupakan minimalisme demokrasi yang direduksi secara vulgar oleh perilaku elit dalam pertunjukan keseharian mereka. seperti perubahan konstitusi. akan tetapi mereka tidak ingin bersikap demokratis kepada rakyat. yakni dikala sejumlah kalangan elit tidak mau . Mereka melakukan “pembajakan” atas tesis demokrasi untuk memenuhi hasrat dan kepentingan pribadi/kelompoknya. kecuali hanya kekecewaan yang berpintal-pintal dari masyarakat atas perilaku politik sebagian elit yang belakangan ini tambah “buas” lebih buas dari Orde Baru. akan tetapi tidak menginjeksi secara lebih memadai dan jujur tesis demokrasi ini kepada rakyat. Padahal pada saat yang sama. sehingga isu demokrasi adalah merupakan isu yang sangat sensitif untuk dilempar ke ruang publik. akan tetapi demokrasi inilah yang menjadi persoalan hingga saat ini. Karena itu. belum ada tanda-tanda baik dari transisi ini. Mereka mengharapkan agar rakyat mau bersikap demokratis kepada mereka. Transisi demokrasi yang dialami Indonesia adalah merupakan transisi yang panjang.dilakukan berulang-ulang dan aparatus negara yang patuh tadi siap menjaga seluruh proses berputarnya diskursif itu di dalam masyarakat. lalu menebarlah virus-virus demokrasi kepada rakyat yang di suarakan oleh seorang/sekelompok orang yang ingin disebut sebagai pahlawan demokrat. Demokrasi menjadi sebuah kenyataan untuk ditegakkan. demokrasi telah berubah menjadi mesin kekuasaan bagi orangorang tertentu untuk diteriakkan agar bisa disebut sebagai seorang demokrat. demokrasi sudah bukan lagi persoalan penting untuk ditegakkan apalagi diperjuangkan. Demokrasi telah menjelma menjadi perilaku politik pragmatis yang dipertontonkan oleh aktor-aktor demokrat yang minimalis yang menyebabkan demokrasi di ‘kocak’ dengan pendekatan oportunisme politik. Mereka yang hidup di abad XXI. Mereka ini telah mengeruk tesis demokrasi dari wilayah substansial-nya untuk dipraktekkan secara artifisial dan “banal” hanya untuk memenuhi hasrat-hasrat maksimal bagi kelompok/pribadi tertentu dan meminimalkan praksisisme demokrasi. Teriakanteriakan demokrasi ini di ikuti dengan melakukan perubahan pada perangkat keras demokrasi. akan tetapi mereka tidak mau bersikap demokratis kepada rakyat. kegagalan terciptanya perangkat lunak demokrasi itu tak terhindarkan. akan tetapi lupa. Publik nanti akan menangkap isu itu. Pada akhirnya. dimana kekuasaan dijalankan secara otoriter dengan kendali penuh kekuasaan. adalah mereka yang memiliki keinginan kuat untuk mendorong reformasi yang belum selesai diperdebatkan. Artinya hanya rakyat yang di suruh untuk memahami secara demokratis apa yang mereka lakukan. Pasca Soeharto. Pada tingkat praksis. bahwa bangsa dan negara adalah jauh lebih penting dibandingkan dengan apa yang tengah dilakukannya. reformasi lembaga-lembaga negara yang merupakan instrumen demokrasi. Indonesia yang demikian adalah merupakan potret Indonesia dimasa Orde Baru. baik pada tingkat diskursif maupun pada tingkat praksis. demokrasi bagi mereka amat dibenci dan kebencian mereka atas demokrasi ini ditunjukkan pada keseharian mereka. tentu saja harapan untuk mengubur masa lalu itu adalah merupakan keinginan semua orang.

setiap unsur paksaan dianggap sebagai suatu hal yang sangat memalukan. Bingham Powel. termasuk partai-partai politik dan kelompok kepentingan yang bebas. Mereka pura-pura menjadi seorang demokrat. Pemimpin dipilih dengan interval yang teratur. Ketiga. Afan Gaffar: 1989) mengemukakan pemahaman yang lazim digunakan dalam Ilmu Politik mengenai “political performance” sebagai indikator kehidupan politik yang demokratis adalah sebagai berikut. Kedua. secara praktis. Pertama. maka harus disediakan juga ruang ekspresi bagi rakyat untuk mengajukan gugatan dan protes atas praktek-praktek kekuasaan. tata sosio ekonomi dan ideologi yang berlaku. setiap warga negara juga mempunyai hak untuk membentuk perkumpulan-perkumpulan atau organisasi yang relatif independen. semua orang dewasa mempunyai hak dalam memilih penjabat-penjabat resmi. Artinya klaim pemerintah untuk patuh kepada aturan hukum didasarkan pada penekanan bahwa apa yang dilakukannya merupakan kehendak rakyat. akan tetapi dibalik itu. karena memang sumber-sumber dimaksud ada dan dilindungi hukum. pertama. Keenam. para penjabat yang dipilih selalu berasal dari proses pemilihan yang dilakukan secara jujur. rakyat berhak untuk mendapatkan pendidikan politik dari perangkat lunak tadi. Kedua. paling tidak terdapat dua partai politik yang mempunyai kesempatan untuk menang sehingga pilihan tersebut benar-benar bermakna. sebagian besar orang dewasa dapat ikut serta dalam proses pemilihan. (1982: 3. misalnya akan tercermin bukan hanya pada perangkat lunak saja. Dalam prakteknya. Akan tetapi tidak berhenti sampai di situ. rezim. karena harus ada skenario lanjutan yaitu. warga negara mempunyai hak untuk mengeluarkan pendapat tanpa ancaman akan dihukum. Keempat. warganegara mempunyai hak untuk mendapatkan sumber-sumber informasi alternatif. lembaga-lembaga negara dan beberapa institusi lain yang membantu mendorong demokrasi lebih maju. Dahl. termasuk yang disebut di atas. akan tetapi juga pada perangkat keras demokrasi tersebut. dan pemilih dapat memilih diantara beberapa alternatif calon. Selain perangkat keras seperti partai politik. secara praktis semua orang dewasa mempunyai hak untuk dipilih sebagai penjabat resmi dalam pemerintahan. mereka ingin menjebak transisi yang berkembang ke arah pemerintahan otoritarian. legitimasi pemerintah berdasarkan atas klaim bahwa pemerintah tersebut mewakili keinginan rakyatnya. pengaturan yang mengorganisir bargaining untuk memperoleh legitimasi dilaksanakan melalui pemilihan umum yang kompetitif. Dahl ingin menyampaikan bagaimana idealnya demokrasi itu dibangun dan ditegakkan.bergeser dari pragmatisme dan oportunisme politik. termasuk melancarkan kritik terhadap para penjabat. pemerintahan. untuk mencapai berbagai hak mereka. pura-pura menjadi seorang pejuang reformasi. baik sebagai . Dahl (1986: 17-18) menyebutkan terdapat tujuh lembaga khusus yang berkembang yang membedakan rezim-rezim politik negara-negara demokrasi modern dari semua rezim lainnya. Ketujuh. Jr. kontrol atas keputusan-keputusan pemerintah tentang kebijaksanaan secara konstitusional dibebankan pada pejabat-pejabat yang dipilih. Kelima. Ketiga. mengenai soal-soal politik yang ditentukan secara luas. meskipun batas umur untuk dipilih mungkin lebih tinggi dari batas umur untuk memilih. Kontekstualisasi demokrasi sebagaimana yang di katakan Oleh Robert A. Biasanya yang memiliki tugas seperti ini adalah partai politik.

kebebasan membentuk dan bergabung dalam organisasi yang cukup untuk menjamin integritas kompetisi dan partisipasi politik (Jurdi & Irianto: 2006). telah melahirkan sebuah kondisi politik yang transisional. Kegagalan itu terindikasi dengan bangunan politik pasca Soeharto yang rapuh. berkumpul. berorganisasi. partisipasi politik yang melibatkan sebanyak mungkin warga negara dalam pemilihan pemimpin atau kebijakan lewat pemilihan umum yang diselenggarakan secara adil dan teratur sehingga tidak satupun kelompok sosial (warga negara dewasa) tanpa kecuali. Kelima. Ada yang begitu optimis dengan keadaan Indonesia akan sukses menuju transisi demokrasi. serta jabatan-jabatan kekuasaan yang diisi oleh orang-orang lama yang dulu juga berkuasa pada masa Orde Baru. karena antara satu lembaga dengan yang lain saling tumpah tindih fungsi dan kewenangan yang kemudian melahirkan perebutan wilayah kekuasaan. kebebasan pers. Keempat. Pada sisi yang lain perangkat keras demokrasi tidak bisa menjamin terbentuknya situasi demokrasi yang sukses. Pada waktu yang berbeda dalam rangka memaknai demokrasi yang berisikan kompetisi. Jika merujuk pada pandangan Elizabeth Santi Kumala Dewi (2005). Linz dan Lipset. pertama. Tumbuh sumburnya sejumlah partai politik baru. terbukanya ruang demokrasi (democracy space) yang sangat luas selama masa transisi ini belum menunjukkan adanya kerangka kuat untuk mewujudkan kemapanan budaya demokrasi. kegagalan demokrasi itu disebabkan oleh. Namun. kompetisi yang sungguh-sungguh dan meluas diantara anggota masyarakat dan kelompok-kelompok kepentingan didalam memperebutkan jabatan pemerintahan yang punya kekuasaan dalam jangka waktu yang teratur dan tidak menggunakan daya paksa. Lembaga Demokrasi Belum Menjadi Alat Demokrasi yang Baik: Harus diakui bahwa proses demokratisasi di Indonesia sejak runtuhnya kekuasaan represif Orde Baru 1998 lalu memang berlangsung cukup dramatis hingga ada yang menganggap Indonesia sebagai negara demokrasi ketiga terbesar (third largest democracy in the world) setelah India dan Amerika Serikat. seperti misalnya kebebasan berbicara. kemerdekaan mengeluarkan pendapat/berorganisasi. Kondisi dimana demokrasi memerlukan bangunan yang kuat dengan perangkat keras yang memadai yang di dukung oleh perangkan lunak yang cerdas. mendifinisikan demokrasi sebagai suatu sistem pemerintahan yang memenuhi tiga syarat pokok yaitu: pertama. sehingga keinginan untuk mendorong demokrasi bukan lagi menjadi tanggung jawabnya. Reformasi dan Kegagalan perubahan sosial di Indonesia Prediksi tentang demokrasi di Indonesia telah sangat banyak dilakukan oleh para pakar. kontestasi dan partisipasi –Larry Diamond. ketiga. Apa yang disebutkan oleh Bingham di atas adalah merupakan salah satu pendekatan yang ideal mengenai sebuah kondisi untuk mencapai posisi demokratis.pemilih maupun sebagai calon untuk menduduki jabatan penting. Indonesia dalam masa persilangan waktu yang serba tidak jelas saat ini. masyarakat dan pemimpin menikmati hak-hak dasar. Baik partai politik yang lama maupun yang baru dapat berusaha untuk memperoleh dukungan. penduduk memilih secara rahasia dan tanpa dipaksa. tingkat kebebasan sipil dan politik yaitu kebebasan berbicara. yang disertai pelaksanaan desentralisasi melalui pemberlakukan Undang-Undang Nomor 22 Tahun . adanya kebebasan pers. dan kebebasan pers. akan tetapi ada yang pesimis bahwa transisi demokrasi yang kita lewati saat ini akan gagal. kedua.

Justru perubahan yang terjadi adalah perubahan yang tambal sulam. Bahkan. Sementara pendidikan kewarganegaraan (civic education) selama masa transisi demokrasi ini belum diikuti peningkatan partisipasi politik masyarakat yang cukup signifikan dalam mendorong terwududnya Good Governance di pemerintahan lokal. lembaga-lembaga demokrasi yang tumbuh subur di Indonesia sejak runtuhnya Orde Baru lalu belum bisa menjadi alat demokrasi yang baik. Kedua. tingkat partisipasi politik masyarakat yang benar-benar belum otonom hanya akan mewujudkan bentuk-bentuk partisipasi politik yang dimobilisasi. Pengaruh budaya Jawa. Padahal. tidak terarah dan memiliki konstruksi demokrasi yang dilacurkan demi kepentingan kekuasaan. kemungkinan terjadinya tarik-menarik kepentingan di tingkatan internal partai politik bisa menciptakan kerwanan akan terjadi konflik yang bisa menimbulkan konflik kekerasan di tingkat massa pedukung partai. bahkan hampir tidak terbentuk sama sekali. Di sini Vedi R. Perlu dicatat bahwa yang mendorong pembangunan politik bukanlah banyaknya jumlah partai politik yang muncul.1999 serta Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999. jika melihat sepak terjang aktor-aktor keterwakilan dalam lembaga parlemen dan partai politk di Jawa Tengah selama masa transisi ini. ternyata belum bisa membangkitkan pilar-pilar demokrasi yang kokoh. melainkan tergantung kekokohan dan adaptabilitas sistem kepartaian dalam menyerap dan menyatukan semua kekuatan sosial baru yang muncul sebagai akibat modernisasi. akan tetapi tidak diiringi dengan perubahan-perubahan yang signifikan dari semua aspek. Artinya. sehingga transisi hanyalah menjadi alat analisis sebagian elit. Akibatnya. Sifat Partisipasi Politik Masyarakat Masih Tradisional: Pemerintahan sentralistik-militeristik dan kebijakan massa menggambang yang diterapkan Orde Baru selama 32 tahun rupanya benar-benar telah melumpuhkan wacana demokrasi dalam kehidupan masyarakat hingga menyingkirkan praktik-praktik seleksi kepemimpinan secara fair yang berdasarkan kompetensi. partai politik justru masih bersifat sentralistik hingga para pengurus partai di tingkat lokal tetap terhegemoni oleh kepentingan sempit pengurus partai di tingkat nasional. Karena aliansi kelas menengah oposisi tidak terkonsolidasi secara lebih baik. Ketika pemerintah pusat sudah mulai membagikan kewenangannya kepada pemerintah daerah melalui pelaksanaan Otonomi Daerah. Tapi. masih terkesan masih carut marut atau mengalami ketimpangan dan cenderung menegasikan aspirasi publik. seperti ewuh pakewuh (sungkan) dalam mengeluarkan pendapat atau kritik. Hal ini jelas sangat berpotensi menjadi sasaran manipulasi atau rekayasa pihak tertetu yang bisa menimbulkan konflik horizontal antar kelompok politik. dan rendahnya tingkat pendidikan serta kondisi perokonomian masyarakat Jawa Tengah masih menjadi penghambat upaya pembangunan kekuatan civil society sebagai pilar demokrasi. kapabilitas. Transisi demokrasi bisa diramalkan dengan melihat kondisi politik Indonesia yang penuh dengan harapan-harapan yang terlampau optimis. . Hadiz (2005: xvii) yang tampaknya menampik kemungkinan adanya semacam aliansi lintas kelas yang mampu menyusun dan mendesakkan agendaagenda transformatif di era pasca-Soeharto. sistem kepartaian di Indonesia yang dibangun selama masa transisi ini belum kokoh yang memiliki kapasitas dalam melancarkan partisipasi politik masyarakat melalui jalur partai hingga dapat mengalihkan segala bentuk aktivitas politik anomik dan kekerasan. dan integritas individu.

Hampir semuanya terjebak pada premis-premis kekuasaan “predator” yang menyeret mereka pada banalitas kekuasaan. Untuk melihat konteks bahwa “predator politik” sulit untuk dihindari di dalam permainan politik pasca Orde Baru. Siapapun yang berkuasa pasca Soeharto. tidak ada yang berani memutus hubungan dengan IMF dan mampu menyelesaikan utang-utang Negara. bahwa pada dasarnya perangkat kelembagaan kehidupan demokrasi di Indonesia telah ‘dibajak’ oleh kaum ‘penjarah’ politik. dengan vulgar Vedi mengatakan. ternyata harus tersedot juga ke dalam logika predatory politics. sebagaimana janji dan komitmen politik yang mereka tawarkan kepada publik. bahwa sifat dari relasi kekuasaan (power relations) yang menopang rezim yang lama tidak mengalami perubahan yang fundamental. Inilah yang disebut oleh Vedi dengan “predator capitalism”. Megawati. Relasi Soeharto yang telah menanamkan benih-benih ideologi politik konservatif tidak selamanya mudah untuk dihancurkan sekaligus. relasi kekuasaan yang dimaksud adalah yang melekat pada semacam predatory capitalism yang masih bercokol dengan kuat sebagai warisan utama era Orde Baru yang panjang. sehingga yang terjadi pada rezim pasca Orde Baru adalah transplantasi “penyakit” yang kukuh berkuasa selama 32 tahun itu tanpa mengalami perubahan fundamental. kepemimpinan Megawati yang mengaku sebagai pelindung wong cilik juga tidak jauh berbeda dengan kepemimpinan sebelumnya. sulit untuk keluar dari kukuhnya hegemoni system dan ideology politik masa lalu. tidak mampu mendorong perubahan Indonesia untuk menuju ke arah situasi demokratis. Penjualan aset negara seperti Satelindo dan pembelian pesawat Sukhoi dari Rusia. Vedi mencoba untuk melihat Gus dur sebagai contoh. Dalam hal ini. karena terlalu banyaknya kader ideologis yang dihasilkan oleh Soeharto serta kuat pengukuhan system politik sentalistik selama rezim ini berkuasa. baik itu system politik maupun kapitalisme yang memaksa mereka untuk secara terus-menerus patuh. Pada akhirnya komunikasi politik elit di hadapan Negara-negara “kapitalisme rente” seperti AS adalah komukasi inferior.Vedi percaya. Konsekuensinya. walaupun akhirnya dia kalah. karena mereka tidak bisa menarik diri dari kekuatan yang menggenggam mereka. Dari empat presiden Indonesia pasca Orde Baru. Sehingga transformasi – baik dalam bentuk system maupun institusi – sebagaimana yang awalnya diprediksikan gagal akibat dari tidak terjadinya pergeseran aktor dan mentalitas para aktor. Mereka yang berkuasa pasca Soeharto sulit untuk melepaskan diri dari cengkeraman masa lalu. Gusdur. Untuk survive. kerangka institusional kekuasaan dapat berubah – misalnya kearah yang lebih demokratis dan terdesentralisasi sebagaimana di Indonesia setelah jatuhnya Soeharto – tetapi relasi kekuasaan yang menopangnya mungkin saja bertahan dalam konteks institusional yang baru. sang kiai liberal pun harus menggunakan taktik yang kurang lebih sama dengan lawan-lawannya. Sehingga siapapun yang berkuasa di Indonesia akan gagal membangun demokrasi sebagaimana i’tidak awal mereka di saat-saat kampanye politik dilakukan. Habibie. Karena terlalu banyaknya ranjau . Tetapi yang lebih parah. Tentu demokrasi tidak mungkin diharapkan dari para “predator politik”. Jenis-jenis kekuatan lama yang menopang otoriterisme Soeharto kini menjadi bagian penopang demokrasi Indonesia pasca-Orde Baru (2005: xxv). adalah kebijakan politik yang tidak bisa menghindar dari tesis “predator” tadi. hingga SBY. Gus Dur adalah merupakan seorang intelektual proreformasi dan prodemokrasi sebelum menjadi presiden.

Tidak salah memandang politik Indonesia pada aras yang tumpang tindih. Karena perangkap yang dibangun menyulitkan orang untuk mengelak dari kenyataankenyataan politik yang ada. adalah akibat terlalu kuat dan kukuhnya hegemoni politik Orde Baru yang diwariskan melalui aparatus ideologisnya yang kemudian berganti muka di dalam sistem dan institusi-institusi demokratis. Karena mereka mampu meyakinkan investor asing bahwa Indonesia aman. dimana situasi politik serba tidak jelas. tentu sulit untuk keluar dari perangkap sistem dan ideologi politik konservatif yang begitu kukuh berkuasa selama 32 tahun dibawah Soeharto. Oligarki militer yang kemudian menguasai kantong-kantong ekonomi Indonesia selama masa Soeharto. Kepemimpinan politik yang hendak mendorong kereta demokrasi yang kemudian semuanya berakhir dengan gagal. sehingga keinginan untuk melakukan perubahan serat keinginan untuk membangun demokrasi sebagaimana keinginan kuat di awal-awal kehancuran Orde Baru akan selalu gagal. Fakta bahwa SBY tidak bisa keluar dari cengkeraman masa lalu dan sekaligus sebagai pemimpin yang patuh pada kehendak penguasa kapitalis adalah tak terhindarkan. tentu saja transisi demokrasi akan gagal bahkan bisa jadi akan muncul faksionalisme politik untuk menghancurkan transisi menuju kekuasaan otoritarian baru yang jauh lebih ganas dari masa lalu. Bukan mustahil Amien Rais akan menjadi “predator politik” yang juga sama dengan presiden yang lain.yang harus dilalui oleh aktor-aktor tersebut. yaitu antara memasuki wilayah banalitas politik dengan terlibatnya aktor lama yang tidak menghendai perubahan terjadi pada sistem politik Indonesia pasca Orde Baru. dimana di dalamnya adalah juga SBY. Di sinilah kita mesti melihat apakah Indonesia cukup kondusif untuk di dorong menuju transisi demokrasi ataukah justru demokrasi hanyalah menjadi isu elit belaka yang tidak mungkin bisa terwujud sama sekali?. Gelombang balik otoritarianisme ini akan berpeluang besar terjadi jika melihat Indonesia yang sedang terjadi saat ini. Tidak ada yang menjamin jika saja Amien Rais sempat menjadi presiden. karena harus tetap berada dibawah kendali politik dan . SBY tidak lebih dari ”budak” kapitalisme rente yang juga sama dengan mereka yang sebelumnya. yaitu terjebak pada tipuan-tipuan sistem politik ”predator”. Dan ini merupakan awal dari kegagalan untuk membangun demokrasi Indonesia dengan komitmen kebangsaan yang lebih mandiri. tidak mampu berbuat banyak. selain karena dia adalah merupakan kader politik Soeharto yang dibesarkan dalam tradisi kepemimpinan militer. Karena SBY yang pada awalnya merupakan harapan untuk mengembalikan posisi Indonesia yang pincang dan mendorong demokrasi. SBY yang dipundaknya hendak mendorong perubahan penting bagi transisi demokrasi yang tengah terjadi. telah mendorong militer menjadi pelaku bisnis dari pada menjalani profesionalisme sebagai pasukan negara. maka injeksi modal kapitalisme yang masuk. juga prinsip oligarki militer yang dikembangkan oleh Soharto – dimana SBY adalah bagian dari pelakunya – masih melekat bersama-sama dengannya. Itu juga yang sedang menimpa Susilo Bambang Yudoyono (SBY) saat ini. jika melihat kebijakan-kebijakan dan perilaku politiknya. Penyerahan pengelolaan pertambangan Blok Cepu kepada AS sebagai operator sebagaimana yang dibahas sekilas di bab selanjutnya adalah menjadi salah satu tanda bahwa SBY tidak lebih dari ”predatory capitalism” sebagaimana yang disebutkan oleh Vedi. Dalam konteks ini. juga ikut dinikmati oleh elit-elit militer. justru gagap untuk bersikap konsisten.

yang sering diwakili melalui tekanan dari lembaga-lembaga internasional seperi Bank Dunia atau IMF. birokrasi negara. Tetapi pilihan dan kemungkinan yang tersedia untuknya dibatasi pula oleh faktor-faktor seperti konstelasi kepentingan. Yudhoyono adalah politisi-jenderal – dibesarkan pada masa Orde Baru – yang harus menavigasikan dirinya di antara berbagai ’karang’ berupa sejumlah kepentingan yang saling berkompetisi untuk mendapatkan tempat yang aman dan menentukan dalam masyarakat dan politik Indonesia pasca-Soeharto. masa depan Indonesia tidak semata-mata tergantung niat baik seorang pemimpin. SBY tentu saja adalah biang keladi dari semua itu. Kedatangan Bush sebagai kepala negara penjajah. sebagaimana mungkin diharapkan oleh para pendukungnya. Bush (presiden AS) ke Indonesia tahun 2006 yang mendapat kritik dari berbagai kalangan. Dalam hal ini. Sebagaimana aktor politik manapun. struktur kekuasaan. yang digembar gemborkan pada awal masa pemerintahannya. Belum lagi anak kandung Orde Baru masih tumbuh subur diberbagai institusi politik yang hendak di dorong ke arah demokrasi. sama dengan dibawah kolonialisme Belanda. lanjut Vedi. karena sebagai ”predator capitalism” ia harus mematuhi kehendak negara satelit itu. serta kepentingan institusional aparat militer dan keamanan.ekonomi negara-negara satelit seperti Amerika. dia dihadapi oleh berbagai pilihan. yang selalu juga harus . Yang harus kita pahami adalah sifat dari konstelasi kekuatan dan kepentingan sosial yang ada. Belum lagi kepentingan investor asing. Tentu dia tidak bisa dipandang semacam Ratu Adil. Karena itu. Indonesia yang masih terjajah. yang resmi maupun setengah-resmi. sehingga perjalanan panjang transisi demokrasi melalui jebakanjebakan terjal yang sangat berbahaya. dan warisan kesejarahan. mahal dan yang paling menyakitkan sepertinya Indonesia sedang di jajah. Mereka berkompetisi untuk memenangkan akses dan kontrol terhadap sumber daya dan institusi negara. Karena itu sudah menyangkut tradisi kerangka politik yang sulit untuk diajak kompromi dalam jangka waktu yang pendek. harapan untuk mendorong demokrasi dan pemerintahan yang mandiri pasca Orde Baru adalah merupakan harapan yang terlampau gigantis. Liberalisme politik Indonesia pasca Soeharto. dalam kenyataannya tidak menghasilkan buah yang terlalu hebat sampai saat ini. Bush bagaikan ”tuhan” disambut dengan sangat meriah. Karena itu. kita perlu mempertimbangkan latar belakangnya seorang jenderal Orde Baru yang senior. pusat maupun lokal. Sehingga menurut Vedi (2005: xxix) posisi Yudhoyono harus dilihat dalam konteks struktur sosial. Di mana tempat Yudhoyono didalam konstelasi tersebut?. Sebagaimana diketahui. ekonomi dan politik secara lebih holistik. sebagaimana juga aktor politik lainnya. Fakta yang lain adalah persiapan SBY pada saat kunjungan Josh W. tidaklah mengherankan kalau gebrakannya terhadap korupsipun. apakah itu Yudhoyono atau pemimpin yang lain. Oleh karena itu. Fenomena itu menandakan Indonesia yang inferior. mengingat posisi politik Indonesia berada dibawah kendali negara-negara raksasa itu. diterima oleh Indonesia yang terjajah dengan cara-cara yang tidak masuk akal. sosialisasi politiknya dalam ideologi Orde Baru. yang memungkinkan pembentukan dan pelanggengan jaringa-jaringan patronase yang pada dasarnya bersifat predatoris. Mewakili kepentingan atau koalisi kepentingan macam apakah dia?. tidak serta merta menghancurkan karakter dasar rezim ini dari praktek-praktek keseharian. serta keperluannya terhadap dukungan pemodal.

Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan. Popular Education and Empowerment–Indonesia. Korankoran kampus liberal. Pengurus Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Sul-Sel 2004-2006. professor-profesor liberal. anggota Lembaga Pers DPD IMM Sul-Sel Periode 20032005. Sekretaris DPD IMM Sul-Sel periode 2005-2007. PC. Janji-janji perubahan hampir didendangkan oleh empat presiden Indonesia pasca Soeharto. Adakah civil society yang menjadi budak liberalisasi pasar. Project Officer pada Prophetic Institute. Deputi Lembaga Kajian Sosial dan Agama (LEKSA) Makassar 2004-2009. Koordinator bidang Provokasi Publik Lembaga Peduli Pembangunan Bangsa (LP2B)-Makassar. Sekarang sedang menjalani studi perbandingan di Universitas Indonesia. akan kusiapkan untukmu pemberontakan. redaktur ahli jurnal Profetik. Sebab itu. mendesak demokrasi agar segera di tegakkan. disana bersemayam kemerdekaan. radio-radio kampus liberal yang belakangan mereka itu disebut sebagai kekuatan civil society. Ketua Kajian Strategis Komunitas Mahasiswa Bima (KMB)-Makassar 2004-2005. Mereka itu telah menjadi parasit yang handal dalam upaya untuk menjebak demokrasi agar masuk pada premis-premis agen komprador dengan jalan legitimasi intelektual. Peneliti lapangan pada Lingkaran Survei Indonesia (LSI)-Jakarta. dengan mengerahkan kekuatan massa. IMM Makassar Perintis periode 2003-2005. Mantan Sekum IMM Kom. Menghancurkan seluruh agen komprador. [2]. dan melakukan tipuan-tipuan massal atas kebenaran-kebenaran yang otoritatif. FIS UNHAS Periode 2003-2004. Ketua Kajian strategis Komunitas Intelektual Muda Muslim FIS UNHAS 2003-2004. serta mengutuk agen-agen “jahat” kapitalisme yang hidup di kampus-kampus. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia. akan tetapi kesemuanya terbukti gagal mendorong perubahan tersebut. Wakil Ketua Majelis Tinggi Mahasiswa (MTM) Fakultas Hukum Unhas 2004-2005. yaitu revolusi.dipertimbangkan oleh Yudhoyono karena keterperosokan Indonesia dalam krisis ekonomi sebelumnya (2005: xxx). jika engkau paksa aku diam. dan sekarang menjabat Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. Ketua Badan Kehormatan Mahasiswa (BKM) Fakultas Hukum Unhas periode 2006-2007. Centre For Research. hamba kapitalisme dan dan melakukan pengingkaran atas demokratiasi?. Mereka adalah dosen-dosen liberal. Delegitimasi Terhadap Komisi Yudisial (Kreasi . jalan yang akan penulis tawarkan hanyalah satu untuk menuju Indonesia yang merdeka. membenarkan kepalsuan-kepalsuan dan mengajak kompromi pikiran-pikiran jahat mereka untuk menghancurkan demokrasi. mengalienasi rakyat dari hak-hak politik mereka. Aib Politik Muhammadiyah (2007). [1] . Makalah yang di sampaikan pada saat Diskusi Publik yang dilaksanakan oleh kelompok studi Eka Prasetya di Kampus UI Depok pada tanggal 3 November 2007. Karena itu. Atau boleh jadi mereka adalah buruk intelektual yang menciptakan tipuan-tipuan kebenaran. Menulis buku antara lain: Membalut Luka Demokrasi dan Islam (2004). dan mereka bagaikan buruh di pabrik-pabrik industrialisasi. meramalkan perubahan sosial di Indonesia dimasa depan tidak bisa lagi diharapkan kepada elit kekuasaan. Mereka mendapatkan upah yang tinggi atas “kejahatan” yang dilakukannya. karena mereka adalah agen komprador dari rezim sebelumnya yang bersilangan dengan kekuatan kapitalisme yang tentu saja akan memerangkap Indonesia pada tipuan gradualisme. pernah singgah di KAMMI Unhas. doctor-doktor liberal.

Meski pada tahun 1971 diadakan pemilu. Pembersihan MPR. juga mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia-kembali masuk PBB-juga bekerjasama dengan IMF. Tentunya prose itu sangat rumit dan tidak beraturan. Karena keduanya mempunyai kepentingan yang sama yaitu tidak suka parpol. Mengambil tema dispersion of power pada masa Orde Baru versus Reformasi. Kita flashback sebentar pada masa Orde Baru.2007). tentunya sangat menarik kita bahas dalam gagasan penyelenggaraan system pemerintahan di Indonesia. sehingga pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Juga peralihan yang significant dari status Indonesia yang Government menjadi Gorvernance.Wacana. Soeharto mengambil langkah-langkah antarlain: Membubarkan PKI. MPRS melantik Soeharto menjadi Presiden RI. Feminisme Profetik (editor) (Kreasi Wacana: 2007): Oposisi Lintas Kelas Mengukuhkan Demokrasi (Naskah Di Juxtapose. Sporadisme Oposisi. dan bisa dikatakan pada tahun 1969 Indonesia berada dalam genggaman Soeharto. Predator-Predator Politik. Yogyakarta). Surat perintah tersebut disalah artikan Soeharto untuk mengambil legitimasi dari Soekarno untuk akhirnya mendepak SOekarno dari singasana kepresidenan. tentara dan parpol dari unsur komunis dan Soekarnois. Maret 1968. Setelah menerima SUPERSEMAR. Yogyakarta). Sebuah Pengkhianatan Intelektual (Naskah di Kreasi Wacana. tetapi pemilu tersebut sangat jauh dari demokrasi karena penataan struktur politik saat itu telah direkayasa dan hanya menguntungkan partai beringinkuning saja. Juga karena saat itu MPRS yang dipegang oleh Nasution. Apalagi militer yang bekerjasama dengan intelektual sipil meletakkan pembangunan ekonomi sebagai substansi dari pembangunan Orde Baru. Membongkar Sindikat kekuasaan (Naskah Siap Terbit). meratifikasi SUPERSEMAR dan semakin memojokkan Soekarno dari jabatan Presiden seumur hidupnya. awal kekuasaan Soeharto sebagai pemimpin terlama di Indonesia diawali oleh diterimanya SUPERSEMAR oleh Soeharto yang diangkat sebagai pemimpin tertinggi di AD. Inilah awal kengerian system pemerintahan yang kekuasaan mulai saat itu dipegang oleh Presiden Soeharto. membenci . HP: 085299262424 Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 08. Apalagi dengan membandingkannya dengan beberapa factor yang sangat bertolak belakang.08 0 komentar ALDINO W PUTRA 08/267761/SP/23058 TUGAS MID-TERM EXAM SIPI ORDE BARU VS REFORMASI Dispersion of power berarti pembagian kekuasaan agar terjadi saling check and balance antar lembaga. Orde baru lahir dengan pusat kekuasaan di tangan Soeharto sebagai pemegang kekuasaan “tertinggi” di Indonesia.

Pergeseran ini bisa disebut juga perubahan dari goverment menjadi governance. Rakyat langsung memilih secara langsung anggotan DPD. Dari penjelasan diatas dapat saya simpulkan Karakter Orba saat itu adalah: Kekuasaan Negara/Pemerintah yang sangat dominan. Gus Dur sempat membuat heboh dengan ide pencabutan UU tentang PKI. Perjalan reformasi terjadi dari tahun 1998 yang kala itu pada akhir 1997 krisis moneter menerpa Indonesia.J Habibie (1998-1999) yang mengakibatkan Indonesia kehilangan Timor-timor karena referendum dari Presiden Habibie kala itu memutuskan bahwa rakyat Tim-tim lebih suka pecah dari NKRI. dll. tetapi karena maraknya KKN di setiap badan pemerintahan. dll. Pada masa kepemimpinannya. Inilah yang membedakan dengan aturan sebelum amandemen UUD 1945. Kemudian pemerintahan diserahkan kepada wakilnya B.kaum komunis dan sangat mendambakan pembangunan ekonomi. dan ideologi komunis diakui. Selain perubahan system pemilu. government . juga adanya dispersion of power yang melibatkan tidak hanya 3 ranah trias politica saja. karena partai-partai kecil kala itu berkoalisi dan memutuskan Gus Dur sebagai presiden RI dan Mega sebagai wakilnya (1999-2001). Proses kebijakan public didominasi sepenuhnya oleh pemerintah. tanpa dialog. Akan tetapi presiden RI bukan dari wakil PDI-P. Sehingga meskipun pembangunan disentralkan pada perekonomian. Karena kasus itulah Gus Dur di berhentikan dan di ganti oleh pasangan MegaHamzah. Lalu juga tidak adanya check and balance yang menjadi ciri dari pemerintahan yang baik. Kenapa langsung? Karena pada pemilu 2004 diperkenalkan system baru dalam pemilu. Konsep government sangat mengakar kuat saat itu. Kolusi. Kembali ke pambahasan dalam membandingkan dispersion of power masa Orba tentunya sangat jauh dari kata demokrasi. hanya dapat diserta sejauh negara mengijinkannya. Yang terdiri dari beberapa event penting seperti pecahnya elit-elit politik karena desakan dari demo mahasiswa yang mengakibatkan mundurnya penguasa 32 tahun Soeharto dari jabatannya sebagai Presiden Indonesia. Juga memberikan hak ekslusif bagi negara untuk mengatur hal-hal publik. DPR. Proses pembentukan bangsa melalui top down. Keadaan ini juga semakin diperkuat dengan dukungan teoritik yang saat itu sedang populer yaitu Seymor Martin Lipset (pembangunan demokrasi harus didahului dengan pembangunan ekonomi). uniformalitas. Tampilan negara sebagai rule and regulation juga negara yang terlalu dominan dan kuat mengakibatkan rakyat yang seharusnya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi menjadi seperti terbelenggu aspirasinya. Masyarakat yang sangat termarginal. Lalu pada pemilu 2004 memutuskan bahwa pasangan SBY-JK terpilih sebagai presiden dan capres pilihan rakyat langsung. hukuman. sementara aktor di luarnya. Nepotisme). yang berarti PKI boleh berdiri lagi sebagai salah satu parpol. seharusnya proses tersebut juga melibatkan aktor nonnegara misal LSM terkait. Jawanisasi. Pada masa reformasi ini. Lalu pemilu 1999 (pemilu terdemokratis sejak pemilu tahun 1971) memenangkan suara PDI-P sebagai pemenang pemilu. dan Presiden. Dispersion of power saat itu lebih mengarah pada Internal lembaga-lembaga pemerintahan. Peregeseran makna dispersion of power dari orde baru ke reformasi menjadi sangat significant karena apa yang dijalankan pada masa orde baru sangat bertolak belakang dari pengertian dispersion of power yang sebenarnya. mengakibatkan tergerogotinya sendi-sendi pemerintahan yang berujung gagalnya pembangunan ekonomi Indonesia. Proses pembentukan negara orde baru melalui instrumen kekerasan. menjadikan pada masa Orde Baru banyak sekali timbulnya KKN (Korupsi.

Governance juga terkait dengan proses pembuatan kebijakan yang melibatkan unsur non-negara secara lebih luas. Negara bukan lagi sentrum “kekuasaan formal” tetapi sebagai sentrum kapasitas politik. Membangun Konsensus. Supremasi Hukum. Pemerintah hanya menjadi salah satu aktor saja dalam proses governance.com at 22:21 0 comments Jumat. Pemilu 2009 ini bagi sebagian besar pengamat menganggap . 17 April 2009 GOLPUT. Posted by dinotheevil@yahoo. DPT DAN MALAPETAKA DEMOKRASI Oleh Fajlurrahman Jurdi Direktur EKsekutif Pusat Kajian Politik. Governance menuntut negara berbagi kekuasaan dengan civil society (demokrasi). koordinasi dan control. tapi sebagai kemampuan fasilitasi. Efektifitas dan Efisiensi. Adapun beberapa prinsip dasar good governance adalah Partisipasi. Pembagian kekuasaan yang tidak hanya di satu ranah saja memang didesain untuk menjaga lembaga satu dengan lainnya agar tidak saling over lap. Dispersion of power juga merupakan komponen yang musti diperhatikan untuk menuju pemerintahan yang baik. tidak harus menjadi kontestan. Transparansi. Juga negara tetap menjadi pemain kunci bukan dalam pengertian dominasi dan hegemoni. dalam arti keterlibatan itu. Responsif/cepat tanggap. Negara bukan lagi sebagai penguasaan politik. Sehingga negara akan bisa menjalankan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN. masyarakat local (desentralisasi). Akuntabilitas. Kesetaraan. serta proses formal dan non formal. namun juga memilih kontestan. pelaku bisnis (privatisasi). dan Visi Strategis. Kekuasaan negara harus ditransformasikan dari “kekuasaan atas” (power over) menuju “kekuasaan untuk” (power to). Tetapi negara juga memfasilitasi mekanisme informalantara lain rujukan nilai dan negosiasi. Proses ini melibatkan struktur formal (negara) dan struktur non formal (masyarakat).digantikan oleh governance yang mementingkan actor non negara dalam proses politik dan pemerintahan. dan actor multi-nasional (globalisasi). Negara tetap pemain kunci dlm Mekanisme Formal Governance yaitu penjamin kesetaraan (levelisasi kompetisi) dan penjamin ketaatan. Negara harus berbagi kekuasaan dan peran pada tiga level: “keatas” pada organisasi transnasional. “kesamping” pada NGO dan swasta’ serta “kebawah” pada daerah dan masyarakat lokal. Baik sebagai peserta aktif maupun pasif. Otomatis kapasitas negara otomatis memudar. 07 April 2009 Persoalan substansial dari demokrasi kita adalah pendidikan politik dan kemauan untuk meng-enganged diri dalam arena publik. SUARA BATAL. Pemilu tampaknya menyisakan berjuta harapan bagi konstruksi demokrasi di masa yang akan datang. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Harian Fajar. tetapi negara adalah aktor setara (primus inter pares) yang mempunyai kapasitas untuk memobilisasi aktor-aktor masyarakat dan pasar untuk mencapai tujuan besar. Kegiatan lembaga negara dapat dikontrol oleh actor non-negara.

tidak bisa diselesaikan lewat hitungan 50 persen + 1. ada beberapa persoalan teknis yang sengaja atau tidak sengaja dilakukan oleh negara/kekuasaan dalam upaya untuk menciptakan demokrasi. Golput telah menjadi hantu yang amat menakutkan bagi partai politik dan para caleg. Ada beberapa masalah yang akan segera muncul dan akan menjadi ancaman serius bagi proses transisi demokrasi kita. kemelaratan. Sampai Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa haram Golput. sehingga tidak ada satupun partai di Indonesia yang bisa disebut sebagai partai ideologis. seperti kemiskinan. Seolah-olah dalam pidato telah bekerja maksimal. bahwa kita akan segera secara perlahan-lahan menuju fase lanjutan siklus. problem epistemik kita sebagai bangsa amat berbahaya apabila itu yang kita jadikan ukuran untuk melakukan proses pembangunan. karenanya amat mahal. sebagai limit agar menegaskan posisi kita untuk melakukan perubahan. Juga menjadi alasan. bahwa demokrasi kita saat ini amat sangat kuantitatif. karenanya. Sebelumnya Robert Dahl mengingatkan. Apakah kita akan mengikuti "bisikan" demokrasi di masa mendatang. Kita menganggap persoalan kebangsaan. Atau kita mengikuti siklus Polybios. Dalam kaitannya dengan pemilu dan harapan yang terlalu besar akan demokrasi. Partai tidak berpikir untuk bekerja untuk membangun kaderdisasi dan pendidikan politik. atau Dahl mengatakan demokrasi prosedural (procedural democracy). Dengan harapan dan dada membusung mengaku telah bekerja keras demi suksesnya ritual suksesi politik dan hajatan demokrasi. maka akan menjadi alasan bagi kelompok oposisi untuk mengatakan bahwa kinerja partai politik untuk meyakinkan rakyat telah gagal. Yang bertebaran dalam arena demokrasi kita adalah partai massa. juga seolah-olah semuanya tak ada masalah. Pertama. 50 persen + 1 adalah cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan problem kebangsaan itu. keterbelakangan. atau malah kita akan menghentikan proses transisi ini sebagai titik episetrum untuk kembali melakukan rekonsolidasi ke kutub otoritarianisme. yaitu partai yang seluruhnya bekerja membangun kekuatan untuk merebut kekuasaan. Semua perangkat telah disiapkan dan prasyarat hajatan demokrasi telah ada. Golput atau golongan putih ini akan menjadi momok bagi eksistensi mereka. sekalipun memang tidak akan mendelegitimasi mereka secara hukum. hanya akan bisa dijawab setelah Pemilu 9 April mendatang. Tampaknya pertanyaan apapun di masa kini. yakni oligarki. Persoalan substansial seperti kemiskinan dan keterbelakangan. tinggal menunggu detik-detik suksesi itu dimulai. seolah-olah dalam ceramah tak ada masalah. sebagai tahap ujian untuk menentukkan sikap dalam intaian ancaman. Komisi ini belakangan bekerja amburadul dibanding pada tahun 2004. sama menakutkannya negara Orde Baru bagi civil Society di masa Soeharto berkuasa. Golput. namun apabila jumlah pemilih tidak mencapai 50 persen. bahwa demokrasi kita. Akan tetapi kalau kita berhenti pada hitungan-hitungan kuantitatif. kebodohan dan kepandiran kita sebagai bangsa bisa diselesaikan dengan angka-angka. Demokrasi kuantitatif memang tidak sepenuhnya salah. Batasan-batasan kuantitatif memang perlu untuk menegaskan diri sebagai bangsa yang teratur. . Demokrasi kita terlalu materialistis.sebagai puncak terakhir untuk menguji "kelayakan" proses transisi demokrasi untuk dievaluasi secara menyeluruh. Itulah lembaga Pemilihan Umum kita yang bernama KPU. pada angka-angka seperti 50 persen 1. maka kita akan menghentikan persoalan substansial dari demokrasi kita.

juga sekaligus betapa demokrasi kita di ambang petaka. Ini akan berpengaruh secara psikologis ketika mencoblos. Pilbup Cirebon 38. Apalagi hitungan kuantitatif tidak mencapai limit yang tercantum dalam prosedur demokrasi. Di Sulsel saja jumlah DPT bermasalah berjumlah 67. . Dari beberapa hasil Pilkada berikut data Golput di masing-masing Pilkada. apabila keadaan politik hanya untuk upper class. menemukan kesulitan pemilih memilih partai. Karenanya.05 persen. Pilwalkot. Bandung 30. Ada dua problem besar bagi masyarakat yang tidak berpendidikan apabila melihat surat suara. Bogor 45 persen. dan (2) Di dalam kotak partai itu.67 persen. Sebuah angka yang amat menakutkan bagi proses konsolidasi demokrasi. Kalsel 40 persen. Sumatera Utara 41 persen. Bagi masyarakat awam. 22 persen. Banten 39. jumlah partai juga banyak.sekalipun itu Fatwa yang agak "menyebalkan" dan bukan fatwa teologis. Kepri 46 persen. Ketiga. akan sangat banyak yang tidak bisa terlibat dalam pemilu. Jawa Barat 34. suara batal dalam Pemilu 2009 ini akan mencapai angka 2025 persen.2 persen. maka problem demokrasi kita akan tambah rumit. selain kertas suara banyak. Wajo 32 persen. Jika demikian. yakni (1) Jumlah partai yang banyak dengan warna partai yang sama untuk beberapa gambar. Sukoharjo 42. Kedua. Kita lihat angka Golput di beberapa Pilkada. Diperkirakan mereka yang tidak bisa memilih pada pemilu ini akibat birokrasi negara yang bernama UU Pemilu. Jatim 39. sedangkan angka golput tertinggi tercatat di Pilwalkot Pontianak yang mencapai 61 persen. Karena itu.3 persen.639 nama.33 persen. sampai Pilgub: . namun lebih pada fatwa politik. Wonogiri 39. Lalu. jika engangement masyarakat beserta tetek bengek yang lain bisa mencapai angka di atas 50 persen? Ini impossible untuk melanjutkan agenda transisi demokrasi dengan mengabaikan hak-hak rakyat yang paling asasi. dan yang sangat menyulitkan nanti adalah mencari nama para caleg yang akan dipilih.088 DPT bermasalah. ada urutan nama caleg. tangan mereka gemetar ketika memegang pulpen. ketika masuk bilik. di Pekalongan dan Solo masing-masing 50 persen. maka Golput akan mencapai angka dramatis.28 persen. Letak dasar persoalannya bukan pada surat suara.Golput di Pilgub Jateng 45. Pengalaman beberapa fungsionaris PuKAP-Indonesia yang terlibat dalam proses pendidikan politik arus bawah di beberapa daerah di Sulsel. Sumbar 37 persen. Jika pemilu tahun 2004 pemilih hanya memilih partai. Ukuran kertas yang selebar 84 x 63 sentimeter. telah menyimpan sejumlah persoalan bagi demokrasi kita. juga sekaligus tidak adanya taktik untuk memberi ruang bagi yang tidak terdaftar sebagai pemilih untuk memilih pada tanggal 9 April. Begitu juga mungkin di tempat-tempat lain. Keputusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan suara terbanyak. dan jumlah partai yang banyak akan menyulitkan bagi pemilih. tetapi kesiapan voters (pemilih) untuk melakukan pencontrengan. di mana hitungan kuantitatif itu bisa dilakukan.19 persen. tidak bisa dilanjutkan dengan menempatkan rakyat sebagai yang berdaulat. Kalbar 37. Pilgub Sulsel 33 persen. baik Pilbup. akan berkisar 35-45 persen.69 persen.07 persen. Kaltim 42.2 persen. (3) Metode Contreng. Pilbup Pati 50 persen. DKI Jakarta 36. sehingga agak mudah bagi mereka untuk membedakan. Suara Batal. Di Jatim ada sekitar 43. Jambi 34 persen. sungguh ngeri bagi kualitas demokrasi. Jika kita melihat ukuran kertas suara yang akan dicoblos di bilik suara pada tanggal 9 April nanti. Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menjadi wacana hangat belakangan ini. maka Pemilu 2009. Tampaknya angka ini adalah merupakan angka yang luar biasa. menegosiasikan masa depan demokrasi pasca Pemilu 2009. memilih caleg dan cara mencontreng.

Sungguh ini akan menjadi malapetaka bagi demokrasi. Selain historiografi formal yang merupakan karya para elite birokrat. Diperkirakan bahwa kejatuhannya ada kaitannya dengan ketidakserasian hubungan sipil-militer selama ini.Hitungan 50 persen + 1 tidak mencapai ambang batas. Sehingga kita tidak mengalami kemunduran yang mengerikan di atas bertabuh harapan akan kemajuan demokrasi kita. Namun. 24 Maret 2009 PARTAI POLITIK PREDATOR MENUJU PEMILU 2009 Oleh: Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. Mereka telah berkhianat kepada rakyat dalam rantai sejarah yang amat panjang. Mungkin saatnya memang mereka harus dihukum. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Tindak Kekerasan Dalam Hubungan Sipil Militer HUBUNGAN SIPIL-MILITER: TINJAUAN HISTORIOGRAFIS 1945-1998 POLA. Jadi. Katakanlah Golput 38 persen Suara batal 27 persen dan yang tidak bisa memilih 13 persen. Karena itu. Selama ini partai politik tidak pernah menjalankan kewajibannya sebagaimana layaknya seorang muslim yang menjalankan kewajiban menjalankan salat lima waktu. Historiografi dengan tema itu dapat dikatakan banyak sekali karena tema ini cukup menarik di panggung Sejarah Indonesia. Jadi yang sah untuk merepresentasikan suara rakyat hanya 70 persen. serta diminati oleh para pemerhati masalah militer. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 06. Kecuali partai bekerja dan memulai untuk selanjutnya menjalankan tugas-tugas wajibnya. agar segera menyadari kesalahannya. Tentu tema ini mempunyai daya tarik tersendiri. karena apabila dikalikan tidak sampai limitasi demokrasi. meramalkan demokrasi sebagai suatu harapan di masa yang akan datang adalah tidak masuk akal dengan melihat infrastruktur politik seperti ini. asumsi ini perlu dibuktikan lewat historiografi yang ada selama ini sehingga mempunyai dasar kuat adanya korelasi yang kuat pula bahwa hubungan sipil-militer itu . tema ini banyak ditulis oleh para pakar dalam maupun luar negeri. 38+23+9=70 persen.52 0 komentar Selasa. Kita berharap ada perubahan mendadak dalam hitungan empat hari ke depan. lebih-lebih pada masa pemerintahan sampai dengan jatuhnya Presiden Soeharto yang merupakan representasi golongan militer. ARAH. DAN PERSPEKTIF Oleh: Suhartono PENGANTAR Mempelajari historiografi Hubungan Sipil-Militer di Indonesia dalam kurun waktu 1945-1998 berarti melakukan stock opname tentang karya-karya sejarah militer umumnya dan sejarah hubungan sipil-militer khususnya.

Historiografi Indonesia umumnya dan historiografi militer khususnya mengalami perkembangan pesat setelah tahun 1960-an. sejarah sebagaimana yang terjadi. Sebelumnya historiografi Indonesia baru ada pada taraf yang setingkat dengan negara-negara lain yang belum berkembang karena historiografi moderen yang kritis masih dalam taraf pertumbuhan. status dan peran keduanya tidak terpisah. Merekalah yang nantinya akan menghasilkan historiografi yang bervariasi dengan sudut pandang yang bervariasi pula. Namun. tetapi kemudian berkembang makin kompleks ke disiplin sosial. yang berusaha menangkap dan memahami histoire recit_. Dengan demikian historiografi macam ini lebih bermakna daripada sekedar penulisan masa lampau yang hanya merupakan antikuariat. Karena itu terjadi tradisi kesejarahan yang berbeda-beda dari kelompok kultural. Historiografi pada mulanya lebih merupakan ekspresi kultural. dan kekuatan. Yang menjadi subyek adalah sipil dan militer yang tidak dapat dipisah baik kedudukan dan perannya. Monopoli ini hanya dinikmati golongan superordinasi. Dan menampakkan hasilnya. dll. histoire recit_.signifikan sekali dalam menentukan arah dan perkembangan sosio-politik Indonesia. Pada awal sejarahnya. Jika dibandingkan sipil hanya mempunyai status tunggal sedangkan militer setidak-tidaknya mempunyai tiga status. Dengan datangnya para pakar hasil pembelajaran negeri orang maka mereka mulai menapak ke arah historiografi Indonesia. Historiografi atau historical writing adalah puncak segalanya. Hubungan sipil-militer yang berlangsung dari dua belah pihak dapat terjadi karena hubungan setingkat atau hirarkis. Dalam perjalanan yang sangat panjang setelah proklamasi kemerdekaan sampai sekarang mengalami pergeseran dan perubahan . ekonomi. sedangkan yang dihasilkan para birokrat sipil maupun militer akan menghasilkan historiografi yang memperkuat legitimasi penguasa. Bukan hanya yang mengajar di perguruan tinggi tetapi juga di lembaga kesejarahan pemerintah dan swasta adalah pencipta historiografi. terbentuk secara organis dan alamiah sehingga sebenarnya sulit dipisahkan. Hasil pengerjaan sejarah akademik dan kritis ini berusaha mengungkap kebenaran historis dari setiap fakta. Historiografi adalah pantulan keprihatinan sosio-kultural masyarakat yang pencipta historiografi. Setiap status dimainkan dalam peran ganda atau majemuk. lembaga. yaitu sejarah yang dikisahkan. yaitu status sebagai kelompok. politik. Disharmonisasi hubungan terjadi dan berkembang karena keduanya menjaga jarak dengan memonopoli previlegenya. karena yang ditulis itu adalah sejarah. hubungan semacam ini dapat dikatakan tidak wajar dan tidak imbang sebagaimana akan tampak pada hubungan sipil-militer di Indonesia selama ini. Historiografi yang dihasilkan para pakar akan cenderung pada objektifitas. meneguhkan dinasti dan mempertahankan dasar nilai yang menjadi sandaran ideologis dari kekuasaan. Dalam hal ini dapat juga terjadi perubahan hubungan dari setingkat ke hirarkis yang mengakibatkan subordinasi dan bahkan tereksploitasi.

Pemuda dan pemudi direkrut dalam seinendan. Dalam setiap ekspedisi mercenarieslah yang diadu dengan sesama pasukan pribumi dari kerajaan lain. Tentu saja kemenangan dipegang oleh militer karena ia . Mereka akhirnya membentuk golongan militer di satu pihak dan kelompok partai politik di pihak lain. fujinkai. Di dalam masyarakat kerajaan pada tingkat awal prajurit adalah rakyat atau masyarakat sipil yang bersenjata. Setelah proklamasi. Akan tetapi setelah mendapat pengaruh kolonial. kerajaan-kerajaan itu membentuk pasukan profesional yang direkrut dari beberapa etnik. Bela "negara" merupakan tanggung jawab keduanya. Namun dalam hubungan kenegaraan keduanya seharusnya seimbang tetapi dalam kenyataannya hubungan ini makin renggang dan bahkan vis-_-vis. lebih-lebih nanti secara bersamaan lahir badan atau laskar perjuangan. Sejak itu sebenarnya militer mulai mengembangkan jati diri sebagai military group yang terpisah dengan societal group. Selama tiga bulan pertama setelah proklamasi hubungan mereka ekual dan harmonis tetapi setelah itu terjadi kompetisi. dll. Kedua golongan besar sipil dan militer ini saling berkompetisi. Latihan militer dilakukan untuk membentuk kelompok militer dan semi militer. barisan pelopor. Pada waktu Pendudukan Militer Jepang. Kelompok politik yang direpresentasikan dalam partai politik adalah manifestasi masyarakat sipil. Mereka sama-sama berkewajiban menjaga lestarinya negara RI. Akan tetapi setelah pemerintah mengembangkan profesionalisme maka dilakukan reorganisasi yang mengarah pada militer profesional. RI sebagai negara perlu menjaga keamanan yang kemudian dibentuk BKR. Kedudukan para mercenaries ditingkatkan menjadi pasukan organis pemerintah. Sejak berdirinya partai-partai politik beberapa bulan setelah proklamasi lahir juga organisasi massa sebagai onderbouwnya partai politik berupa badan perjuangan yang berafiliasi pada organisasi induk masing-masing. termasuk Peta dan heiho. sedangkan yang terseleksi harus mundur menjadi sipil.hubungan karena faktor internal maupun eksternal. keibodan. Jelas kiranya bahwa mereka adalah rakyat atau warga sipil yang tentunya memiliki full consciousness pula sebagai warga negara untuk mempertahankan eksistensi RI dari rongrongan musuh. Jadi. Bahkan pemerintah Belanda pun memanfaatkan model ini yang digunakan sebagai mercenaries atau pembantu prajurit pribumi. ada kesamaan tanggung jawab baik untuk masyarakat biasa maupun yang sudah dilatih sebagai militer. Di sini sebenarnya ada keseimbangan antara badan perjuangan dengan BKR atau TKR. preparasi ke arah physical training makin intensif sebagai side effect dari keterlibatan penduduk Indonesia dalam Perang Pasifik. sebagai kekuatan pembela tanah air waktu itu. yaitu Koninklijk Nederlandsch-Indicsh Leger (KNIL). Rekrutmennya berasal dari rakyat atau sipil. Pergeseran dan perubahan itu terjadi secara historis dengan interes masing-masing yang belum dapat dipertemukan. Perlu dikemukakan terminologi masing-masing pihak serta dalam hubungan mana keduanya terjalin sehingga dapat diketahui fluktuasi hubungan keduanya.

1942-1945. Nasution. Jakarta: Pembimbing. Ia . Sebenarnya hubungannya sudah berlaku sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda dan zaman Pendudukan Militer Jepang. The Hague: van Hoeve. 1958). Ia menjelaskan bahwa rekrutmen militer dan semi militer diambil dari para pemuda. Untuk dapat melihat hubungan sipil-militer harus dilakukan seperti mengail ikan. H.J. Perangkat lunak dari birokrasi sampai perangkat keras. Embrio hubungan sipil-militer digambarkan oleh Sihombing. 1945-1949 Periode ini merupakan awal hubungan sipil-militer setelah proklamasi. Indonesian Islam under the Japanese Occupation. Anggota peta. Nasution. "Bapak Sejarah Militer" Indonesia yang menghasilkan banyak historiografi yang berjilid-jilid.H. Demikian pula arah dan gejalanya juga akan tampak dalam setiap historiografi itu. meski di sela-sela atau dalam masa pemerintahan itu terdapat interupsi-interupsi sistem pemerintahan. yaitu senjata dan amunisi jelas dengan mudah menguasai sipil yang bukan tandingannya dan lagi tak bersenjata. DAN KECENDERUNGAN PERIODE AKSI. Tentara Nasional Indonesia. Jakarta: Gramedia. 1977-1979. Jakarta: Haji Masagung. Kepala Pusat Sejarah ABRI. 1978) yang juga diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Sekitar Perang Kemerdekaan. Anderson. Bandung Angkasa. Mereka direkrut dari pemuda dan dilatih serta kembali ke daerah asal masing-masing dan membaur dengan sesama rakyat pada zaman Pendudukan Militer Jepang. PERKEMBANGAN. arah. 1967. dan perspektifnya sehingga ditemukan ciri-ciri khas setiap periode. heiho sangat akrab dengan penduduk sipil.H. yang juga tidak jauh berbeda dengan karya-militernya (Nugroho Notosusanto. Melihat perkembangan hubungan sipil-militer sampai kini perlu difahami historiografi dengan pola. POLA. Jejak Nasution diikuti oleh Nugroho Notosusanto. 1945-1946. The Pemuda Revolution: Indonesian Politics.dilengkapi berbagai perangkat untuk menaklukkan musuh. B. Jakarta: Sinar Jaya. anggota masyarakat umumnya. Memenuhi Panggilan Tugas. Pemuda Indonesia menantang Fasisme Jepang. Disertasi. Benar-benar militer berasal dari rakyat (Sihombing. Ini dilakukan berdasarkan historiografi yang ada sampai kini dengan pola-pola kuat setiap periode. Pembagian periode lebih cocok mengikuti pergantian sistem pemerintahan yang berlaku di republik ini. Meski demikian banyak karyanya tetapi pertautan dengan sipil toh juga tidak pernah dibahas secara memadai.R. sebab kedudukan sipil sering dilupakan dan tidak diperhitungkan meski kedudukannya sebagai penyangga militer. Seorang militer-intelektual yang belum tampak penggantinya banyak mengemukakan peran militer di panggung Sejarah Indonesia sejak awal proklamasi sampai Orba. Benda The Crescent and the Rising Sun. Pemberontakan Peta di Blitar. Dari awal perlu dikorek karya A. 1982-1989). 1962. 1955. Ego-sentrismenya memang tinggi dengan pusat perhatian pada peran kelompok militer saja sebagaimana terlihat dalam karya besarnya (A.O'G. Hubungan mereka masih sangat murni meski untuk kepentingan penguasa Jepang.

sebenarnya berdiri pada dua kaki karena ia juga seorang dosen Ilmu Sejarah Universitas Indonesia. tetap si "anak kembar" ini mulai memisahkan diri pada masa kedewasaannya. Militer masa ini masih mengakui sebagai anak rakyat dan sehubungan prestasinya itu ia mulai menapak dan mengokohkan statusnya sebagai pembela negara dan pengawal keamanan. Jakarta: Sinar Harapan. Jakarta: Leknas. Sebenarnya ia adalah seorang sastrawan yang dengan bahasa yang cair menceritakan perjuangannya dan perjuangan militer umumnya. Karir militernya makin menonjol semasa revolusi Fisik yang menghadapi Sekutu. Konfidensi kelompok atau golongan makin membesar seperti yang dilukiskan Alfian (Alfian. dan juga perannya dalam menumpas Pemberontakan PKI/Madiun (1948). "Civil-Military Relation in the Third World: Introductory Taxonomy" Prisma. 1974). ia menulis tentang Pemberontakan G 30 S PKI (Nugroho Notosusanto. meski kemudian akan menjauh dari kandungan rakyat sipil. Defence and Security. 1991). 1970). Dari sini militer mulai menuntut jasa dan mulai menapak bagaimana kedudukan yang proporsional menurut kamus militer. Si anak rakyat ini sudah mulai dewasa tetapi malahan makin menjauh dari ibu kandungnya. Ia juga membahas secara konsepsional Dwifungsi ABRI sebagai wacana legitimasi fungsi rangkap ABRI (Nugroho Notosusanto. Dalam periode 1945-1949 historiografi sipil-militer lebih banyak ditandai oleh Ekafungsi yang taat azas untuk berjuang bersama sipil-militer. Kalau dari sini dijadikan starting pointnya maka sudah sewajarnya jika militer ada di jajaran paling depan dalam menghadapi semua rongrongan. Namun waktu itu masyarakat dengan jelas memback up militer. Ia tidak dapat mengingkari dirinya karena ia juga anak rakyat. Tidak diragukan lagi bahwa TNI memang berprestasi besar dalam mempertahankan RI dari intervensi asing maupun infiltrasi domestik. Kiranya sulit militer berjuang sendirian. Sebagai penanggung jawab dan sebagai Kepala Pusat Sejarah ABRI. Namun. Hubungan sipil-militer makin renggang sebab militer menuju jati dirinya sendiri. 20. Jakarta: Dephankam Pusjarah ABRI. Dari judulnya dapat diketahui bahwa pejuang dan prajurit berasal dari "satu bumi". Belanda dalam Perang Kemerdekaan I dan II. Hubungan Sipil-Militer dan Dwifungsi ABRI. Konsekuensi sebagai pejuang-militer dituangkan dan pelestarian Dwifungsi ABRI (Nugroho Notosusanto. Meski benar apa yang dilakukan militer tetapi tidak tepat karena sipil mulai ditinggalkan dan bahkan tidak dipercaya. Pejuang dan Prajurit: Konsepsi dan Implementasi Dwifungsi ABRI. March 1981). meski juga tidak salah karena fenomena sejarah memang membenarkan. Hal ini juga disebabkan oleh Kabinet Syahrir yang tidak percaya pada . Hubungan Sipil-Militer. The Coup Attemp of the September ini Indonesia. Untuk itu di masa kemudian fungsi rangkap dalam masyarakat dan pertahanan ini harus diformulasikan. 1978) dan Taufik Abdullah (Taufik Abdullah. pada akhir periode ini militer mulai menempatkan diri pada posisi berkompetisi dengan sipil yang diwakili partai-partai politik. karena medan joang ada di tengah masyarakat. Jakarta: Dept.

1967). 1967)."perwira bayaran" dan "perwira fasis". Kualalumpur: Oxford University Press. Lev. KSAD Jenderal Nasution mengusulkan untuk kembali ke UUD 1945 dan diterima oleh Presiden Sukarno dengan memberlakukan Demokrasi Terpimpin. 1949-1959 Periode ini RI diguncang oleh gangguan gerakan separatisme dan di sana-sini timbul gerakan lokal.Lev. Inilah benih awal saling ketidakpercayaan antara elit sipil dan militer. Hubungan sipil-militer makin renggang dan tidak stabil. Di satu pihak sipil membuat divisi-divisi dalam militer dan menentang usaha-usaha militer membentuk standar profesional. PERIODE AKOMODASI. Ithaca: Cornell University Press. San Fransisco: Chandler.). sedang militer sebenarnya mendukung upaya pembangunan demokrasi parlementer yang pada waktu yang bersamaan akan terbentuk profesionalisme militer yang otomatis terpisah dari aktifitas politik kepartaian. bahkan reputasinya dapat dibanggakan dalam menumpas PRRI/PERMESTA (1957/1958). Selanjutnya Lev terus mengamati perubahan politik dari Demokrasi Liberal ke Terpimpin yang dalam banyak hal karena reposisi militer dalam menangkap masa depan (D.J. "The Political Role of the Army" dalam Wilson C. McWilliams (ed. Princeton University Press. Mengenai hal ini Pauker menyoroti meningkatnya peran militer (Guy Pauker. Sebaliknya. dengan aksi gerilya militer setelah serangan ke ibukota Yogyakarta (19 Desember 1948). Princeton. Akhirnya. Lewat TNI gerakan-gerakan itu dipadamkan.). The Role of the Military in Underdeveloped Countries. Johnson (ed. 1966). Kedudukan militer dikembalikan ke masa awal proklamasi dalam hubungan seimbang karena diberlakukannya UUDS 1950 yang menempatkan sipil di atas militer atau dengan kata lain militer ada di bawah sipil sebagai manifestasi demokrasi liberal Barat. Kedudukan militer di negara baru yang beranjak makin mencari pijakan yang lebih kuat menjadi perhatian Lev (D. Presiden Sukarno tidak berdaya menghadapi permainan parlemen dan Konstituante yang dibentuk (1955) dan gagal menyusun konstitusi baru serta menyelesaikan kemelut politik. The Transition to Guided Democracy: Indonesian Politics. N. Setelah penyerahan kedaulatan dari RIS ke Negara Kesatuan RI peran politik militer dibatasi. 1957-1958. memberi keyakinan pada militer bahwa mereka telah memenangkan "revolusi" atau "pemegang saham revolusi". 1962). "The Role of the Military in Indonesia" dalam J. Sebagaimana kelaziman di negara yang sedang berkembang militer mulai memposisikan dirinya dalam pemerintahan. Ini menjadi bukti bahwa militer sebagai penyelamat negara. 1945-1967. Rupanya pemerintah tidak tanggap terhadap keinginan militer yang ditandai keengganan parlemen untuk tidak dapat menerima standar profesional militer maka muncullah Peristiwa 17 Oktober 1952 sebagai tanda kekesalan militer. Garrison and Governments: Politics and the Military in the New States. "Road to power" sebagaimana ditulis Sundhaussen mulai dilakukan (Ulf Sundhaussen. Road to Power: Indonesian Military Politics. Karya Nasution di atas masih relevan untuk memperkuat posisi TNI sebagai pengawal keamanan. selain berhasil menyelesaikan problem .

Prisma. aktor intelektualis mengingatkan bahwa peran mendatang ditentukan juga peran masa lalu (T. Demikian pula Rusli Karim menyatakan bahwa politiklah yang menjadi panglima untuk mendominasi pemerintahan (M. juga "Reexamining the Role of the Idonesian Army: Historical Reflections and Future Perspectives". Nasution. Nugroho Notosusanto mengawali Dwifungsi dalam kaitannya dengan hubungan sipil-militer (Nugroho Notosusanto. Dephankam mengeluarkan "surat perintah" Dwifungsi untuk jajaran militer yang juga harus dimengerti sipil (Dephankam. Peranan ABRI dalam Politik. Di sini pula militer mengatur pemantapan pelaksanaan dan mengatur siasat Dwifungsi dan ia dilegitimasikan baik konseptual maupun aplikasinya. militer makin "melek politik" karena diperkirakan bahwa dalam masa mendatang untuk massa aman politik akan lebih dominan. Runtuhnya ekonomi menjadi umpan makin besarnya pengaruh PKI sehingga terjadi Pemberontakan G 30 S/PKI. Namun. Crouch (eds. 1985). Laporan dari Banaran. Military-Civilian Relations in Southeast-Asia. 12 Desember 1981).Crouch. Ithaca: Cornell University Press. Prisma 20 Maret 1981). Nasution juga tak kalah terampilnya untuk memperkuat Dwifungsi ABRI yang selalu relevan dengan setiap situasi (A. Yang sangat menarik mengenai ketahanan Dwifungsi dalam era perubahan. Crouch menambahkan diperlukannya berbagai aspek yang mendukung hubungan sipil-militer (H. Rusli Karim. 1988). PERIODE DOMINASI. Djatikusumo. Jakarta: Dephankam. yang termasuk kelompok elite militer. Simatupang. Jakarta: Dephankam. Subiyono.Simatupang. The Army and Politics in Indonesia. 1981). "Dwifungsi ABRI".regionalisme dan fundamentalisme. Selanjutnya Presiden Sukarno tidak merengkuh partai oposan (termasuk Masyumi dan PSI) malahan merangkul PKI sebagai pengimbang militer. "Bapak Militer Indonesia".H. Jakarta: Idayu. Crouch mengamati ambisi militer di bidang politik makin tampak (H. sebab tanpa menelusuri politik masa depan eksistensi militer menjadi kurang dominan. Anjakan ke Demokrasi Terpimpin. 1962. 1974). "Indonesia" dalam Ahmad Zakaria dan H.B. Singapore: Oxford University Press. Crouch. 1993). seperti Hasnan Habibi. Counteraction dari militer (AD) berlangsung cepat dan berhasil menyelamatkan negara dari ancaman komunisme. Masa depan tetap merupakan conditio sine qua non bagi militer. Sajidiman Surjohadiprojo. Dari kalangan militer sendiri muncul banyak tulisan sebagai penguatan Dwifungsi. 1959-1965 Demokrasi terpimpin gagal menjalankan fungsinya karena lebih mengedepankan keterpimpinan daripada demokrasi yang lebih menunjukkan eksperimen sipil-otoritarian. Dwifungsi ABRI: Peran ABRI sebagai Kekuatan Sosial Politik. dll.). Preparasi dilakukan untuk menyongsong demokrasi yang mereka dukung meski pelaksanaannya lain dan bahkan sebaliknya. Hubungan Sipil-Militer dan Dwifungsi ABRI: Suatu Pembahasan Konsepsionil. adalah apakah Dwifungsi akan dijadikan "harga mati" atau fleksibel terhadap perubahan Belveer Singh memberi jalan ke luar . Subiyakto.

1994). et. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 1998).S. 1998). Indonesia Politics under Suharto. Dwifungsi ABRI. Selanjutnya perbaikan ekonomi menempati prioritas utama yang memerlukan waktu 25 tahun di atas persoalan politik. Hal ini segera dapat ditunjukkan dengan banyaknya jabatan sipil yang diganti oleh militer secara top down. tetapi sekarang memberlakukan Dwifungsi yang berarti mengefektifkan militer sebagai alat pertahanan dan keamanan serta kekuatan sosial politik.J. Penuturan Jenkins membuktikan betapa kuatnya pemerintahan militer Suharto yang dikelilingi para jenderalnya (David Jenkins. Najib Azca. Suharto and his . Jadi. Lebih-lebih setelah TNI AD berhasil menumpas Pemberontakan G 30 S/ PKI. Hegemoni Tentara. 1997). Babak baru telah dilakukan oleh militer di panggung politik Indonesia yang diberi istilah oleh Najib Azca "dari dominasi ke hegemoni" (M. ia makin ada di atas angin untuk merealisasikan Dwifungsi.al. TNI makin percaya diri untuk mandiri dengan bukti empirik sebagai domain aktor. Djoko Subroto menatap masas depan ABRI dengan optimis sambil berbenah diri dalam menghadapi perubahan situasi. menyatakan bahwa AD menjalankannya tanpa mendominasi goplongan lain. Hidayat Mukmin. Sampai sekarang militer tetap mendukung keberlanjutan kekuasaan pemerintahan Orde Baru. 1965 . Memang benar bahwa Dwifungsi bukan hanya faktor pertahanan dan keamanan saja yang diemban tetapi juga faktor sosial dan politik. PERIODE HEGEMONI. A. Jakarta. Dwifungsi ABRI. Kepemimpinan ABRI tetap menjadi teladan generasi militer baru (Djoko Subroto. London: Routledge. Vatikiotis. 1996). Dwifungsi makin memberi peluang militer untuk menjadi kekuatan dominan dalam masyarakat. Konsep "Jalan Tengah" (1958). Yogyakarta: LKIS. 1966). Jalan menuju kekuasaan yang telah dirintis makin dimantapkan dengan keberhasilan militer yang merasa self stadig ada di luar pemerintahan seperti yang dibuktikan Jenderal Sudirman dalam bergerilya sampai di pelosok pedesaan Jawa Timur selama enam bulan. Vatikiotis menyoroti pemerintahan Suharto yang melakukan pembangunan di bawah tekanan (Michael R. Jakarta: Gramedia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. dari presiden sampai petite bureaucrat di pedesaan. Visi ABRI Menatap Masa Depan. dan Roekmini Koesoemo Astoeti menggarisbawahi Dwifungsi ABRI yang tetap memegang peran penting dalam kehidupan politik Indonesia (Soebijono. Demikian pula Soebijono. periode ini memiliki pola pemantapan dwinfungsi sebagai conditio sine qua non kehidupan ABRI di masa depan jika tidak ingin kena supremasi sipil.S. Sajidiman Surjohadiprodjo menengarai kepemimpinan ABRI yang sangat lekat dengan perjuangannya (Sajidiman Suryohasdiprodjo.dengan alternatif meski akhirnya tetap berpendapat bahwa Dwifungsi akan tetap relevan serta fungsional untuk jangka waktu yang lama (Belveer Singh.1998 Krisis ekonomi yang diikuti krisis politik mempercepat pergantian kekuasaan dari Presiden Sukarno ke Suharto. Kepemimpinan ABRI dalam Sejarah dan Perjuangannya. Tambunan. Di sini secara sistematis mengikat militer dalam posisi yang harus mendukung namun tanpa memberi input yang memadai dalam pengambilan keputusan.

1995). Meski tujuan utamanya adalah sebagai hiburan masyarakat tetapi sebenarnya merupakan representasi hegemoni militer. 1996). Karya Sarjana S1 Universitas Gadjah Mada. Orde Baru 1966 . "Janur Kuning". Hasnan Habib. watak otoritarian dan totalitarian dari rezim Orde Baru bakal menghadapi tantangan yang tidak sederhana dalam waktu tiga tahun setelah skripsi ini diujikan (Budi Irwantono. North Sydney: Allen & Unwin. 1995). Indonesia: The Rise of Capital. Hegemoni ABRI tampaknya sudah berlangsung lama dan melembaga yang oleh Budi Susanto dikatakan membudaya (Budi Susanto SJ dan A. gubernur. New York: Columbia University Press. tetapi ekonomi Orde Baru memberi peluang besar pada monopoli dan kapitalisme pada kelompok militer.Generals: Indonesian Military Politics 1975 . camat. Yogyakarta: Kanisius.1983. . .1995. Jakarta: Sinar Harapan. 1993). Kajian Simiotik tentang Representasi Relasi Sipil-Militer dalam Film "Enam Jam di Yogya". tetapi sebagaimana dalam aplikasi Dwifungsi ABRI maka kolusi dengan Golkar untuk memenangkan dalam kompetisi dengan sipil harus didukung sepenuhnya. Jadi. Dominasi militer ditunjukkan oleh banyaknya jabatan pemerintahan yang dipegang militer. tiga buah film itu merupakan historiografi Orba yang melegitimasikan patriotisme kelompok militer. dirjen. 1989). Ekonomi dan Struktur Politik. Format yang demikian jelas tidak demokratis dalam arti tidak memberi kesempatan bagi perkembangan posisi sipil dalam pemerintahan.1971. Keunggulan militer terhadap sipil direproduksi sebagai upaya pembenaran sejarah di satu pihak dan peminggiran sipil di pihak lain. ABRI: Siasat Kebudayaan. yaitu nilai-nilai manusia dan kemanusiaan (A. 1993). Managing Indonesia. menteri-menteri. dan "Serangan Fajar". Skripsi S1. sekjen. Militer dan Politik di Indonesia. "Janur Kuning". Sjafri Sairin. 1984: Harold Crouch. Selanjutnya Mochtar Mas'oed menambahkan bahwa bukan hanya masalah politik. Akumulasi kapital ada pada kelompok bisnis militer (R. Karena itu terdapat hubungan asimitris dan determinatif sebagai corak pretorianisme. Leo Suryadinata memperkuat asumsi kolusi militer dan Golkar (Leo Suryadinata. mengulas supremasi militer atas masyarakat sipil sebagaimana terdapat dalam Fil "Enam Jam di Yogya". dan Alwi Dahlan (eds). Ithaca: Cornell University. Bresnan menangkap bahwa pembangunan ekonomi Indonesia ternyata juga tidak luput dari insiden. "Konstruksi Relasi Sipil Militer dalam Sinema Indonesia. Disadari oleh Hasnan Habib bahwa pembangunan nasional adalah pembangunan manusia. Militer dan Golkar. Jakarta: LP3ES. 1987). Made Tony Supriatma. 1945 . Karena penetrasi militer dalam lembaga-lembaga sipil dapat dikatakan mirip created warlords yang mengisi hampir semua jabatan strategis dalam pemerintahan Orde Baru. Menurutnya. malapetaka. Budi Irawanto. bupati. Robison. Meski dominasi militer sendiri sudah kuat. Jakarta: Sinar Harapan. dan krisis (John Bresnan. yaitu rezim otoriter-birokratik (Mochtar Mas'oed. dan "Serangan Fajar". "Pengembangan Kepemimpinan Masa Depan" dalam Sofian Effendi. UGM. Presiden.

Itulah sebabnya Syamsuddin Haris dan Riza Sihbudi menegaskan bahwa diperlukan telaah terhadap penyimpangan Orde Baru (Syamsuddin Harris dan Riza Sihbudi (eds. Leonards: Allen & Unwin. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. namun antara lain Rudini. di Yogyakarta yang menghasilkan buku yang telah disunting oleh Loekman (Loekman Soetrisno et al. Strategi dan Agenda Reformasi. demokrasi. 6. Masyarakat yang cenderung ekstrim menuntut bahwa ABRI harus back to barracks. bukan hanya ABRI. ABRI seharusnya mengarah pada proses demokrasi dan bersikap transparan sebagaimana harapan rakyat (Rudini. et al. Jakarta: Gramedia. Yogyakarta: P3PK. Mereduksi implementasi Dwifungsi ABRI di satu pihak berarti menciptakan masyarakat madan (civil society) yang aman tanpa tekanan (Arief Budiman (ed. Menelaah Kembali Format Orde Baru.). tidak akan langgeng (AS Hikam.1998 berfokus pada aplikasi Dwifungsi yang melebihi porsi sehingga terjadi sentralisasi kekuasaan. 1998). Bandung: Mizan. ABRI dan Kekerasan. Prisma. Sumartana. antara lain Rudini. pemerintahan otoriter. Ini semua sudah semestinya dipakai sebagai bekal oleh Orde Reformasi agar pengalaman pahit yang menyebabkan hubungan sipil-militer yang tidak harmonis tidak terulang lagi. Hikam menguatkan bahwa rakyat mempunyai akses. ABRI dan Demokratisasi. Selanjutnya. Periode 1965 . Melihat keadaan akhir-akhir ini Adam Schwarz menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia melaksanakan proses demokratisasi dan sipilisasi (Adam Schwarz. Sumartana (Th.). 1999). Monash Papers on Southeast Asia. Masyarakat sipil menanti lahirnya demokrasi baru Indonesia. State and Civil Society in Indonesia. No. 1994). masyarakat madani yang menjadi tujuan masyarakat sipil didiskusikan. 1990). dalam Selamat Ginting. Sistem politik yang ditekankan dari atas (imposed form above) dan cenderung mengasingkan (alenating) rakyat. kekerasan. 1993). Gelombang pasang dari masyarakat sipil makin keras sejalan dengan tuntutan demokrasi maka di masyarakat timbul resistensi terhadap pemerintah yang otoriter. Sejalan dengan arus reformasi masyarakat sipil menggugat kekerasan yang dilakukan ABRI. 1990). (eds). Akses Rakyat". A Nation in Waiting. CATATAN KESIMPULAN . Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Strategi Kebudayaan. Hal ini menjadi bahan diskusi yang dibukukan oleh Th. et al (eds). dan militeristis yang mengakibatkan pelanggaran hak sipil. 1995). St. 1992. Dari para elite militer sebagian berpendapat bahwa mereduksi peran ABRI yang berarti meningkatkan peran sipil di atasnya adalah anutan di negara liberal Barat. Jakarta. "Tantangan Dwifungsi ABRI". Menuju Masyarakat Mada.Membangun Martabat Manusia. 22. 1997). Soerjanto Poespowardojo. Ada yang menuntut bahwa sudah saatnya ABRI secara bertahap menarik personilnya dari jabatan sipil dan DPR dan ada yang masih mempertahankan status quo. yang rasional dan tanggap terhadap perkembangan zaman. lingkungan dan sejenisnya. Dominasi militer di wilayah sipil yang ditunjukkan dalam tindakan koersif bertentangan dengan pemulihan hak asasi dan proses demokratisasi.

End of forwarded message from John A MacDougall ----- . Pola historiografi sipil-militer memiliki fokus sesuai dengan tekanan dan jiwa zaman yang berlaku waktu itu. Dengan berbagai argumentasi ABRI membenarkan Dwifungsi beserta implikasinya yang mengakibatkan pelanggaran hak sipil.Menelusuri hubungan sipil-militer selama kurun waktu 1945 . tanggal 24-25 Mei 1999. yaitu secara gradual dan melihat situasi dan kondisi yang kondusif terhadap perubahan yang diinginkan bersama agar tercipta masyarakat madani. ----. ABRI sudah semestinya tanggap terhadap perubahan ke arah masyarakat madani yang sesuai dengan jiwa zaman yang dengan sendirinya mengurangi campur tangannya secara gradual terhadap hak-hak sipil. Periode 1965 . Masyarakat sipil perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna menyongsong masyarakat demokratis. Pada periode berikutnya. Periode 1959 . Realisasinya sedang ditunggu oleh masyarakat. 2. Dalam periode 1945 1949 berlangsung hubungan ekual dan beranjak berubah. * Makalah disampaikan dalam Seminar Nasional "Mencari Format Baru Hubungan Sipil-Militer di Indonesia" yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Politik. Fenomena historis menguatkan posisi TNI untuk mendominasi sipil. dan sejahtera. Oleh karena itu. Universitas Indonesia. Tentunya pelaksanaan sangat fleksibel.1998 merupakan periode militer-otoritarian yang menciptakan warldordism guna melakukan total control terhadap sipil meski akhirnya membawa lengsernya pemerintahan Suharto.1965 TNI mengkongkretkan legitimasi Dwifungsi. 3. Hubungan sipil-militer perlu difahami bersama dan saling mengerti posisi masing-masing merupakan prasyarat utama terciptanya negara demokratis. timbul resistensi yang diperkuat dengan keberhasilan gerakan reformasi menjatuhkan Orde Baru pemerintahan Presiden Suharto pada tanggal 21 Mei 1998. Reformasi terus bergulir untuk menghapus faktor dominan ABRI agar memulihkan hak sipil dan ABRI kembali pada posisi pertahanan dan keamanan minus sosial politik. adil. 1.1959.1998 akhirnya dapat ditarik beberapa kesimpulan. TNI mulai mencari jalan untuk melegitimasi prestasi di bidang pertahanan dan keamanan. aman. 1949 . Dengan kata lain proses demokratisasi untuk menciptakan masyarakat madani terhalang. Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik. Kecenderungan historiografi dapat dilihat dari hubungan sipil-militer yang mula-mula seimbang tetapi dalam perjalanan sejarahnya menjadi berat sebelah pada posisi militer yang dominan. Kompetisi sipil dan militer mulai tampak dalam panggung politik Indonesia.

Rakyat melakukan demonstrasi menuntut agar PKI berserta Organisasi Masanya dibubarkan serta tokoh-tokohnya diadili. .Mengoreksi total penyimpangan yang dilakukan pada masa Orde Lama. Kesatuan Aksi “Front Pancasila” pada 10 Januari 1966 di depan gedung DPR-GR mengajukan tuntutan”TRITURA”(Tri Tuntutan Rakyat) yang berisi : 1) Pembubaran PKI berserta Organisasi Massanya 2) Pembersihan Kabinet Dwikora 3) Penurunan Harga-harga barang. 5.I. Keadaan perekonomian semakin memburuk dimana inflasi mencapai 600% sedangkan upaya pemerintah melakukan devaluasi rupiah dan kenaikan harga bahan bakar menyebabkan timbulnya keresahan masyarakat. Kesatuan aksi (KAMI. Latar belakang lahirnya Orde Baru : 1. 7.KAPI. LATAR BELAKANG LAHIRNYA ORDE BARU Orde baru merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk memisahkan antara kekuasaan masa Sukarno(Orde Lama) dengan masa Suharto. 2. Keadaan politik dan keamanan negara menjadi kacau karena peristiwa Gerakan 30 September 1965 ditambah adanya konflik di angkatan darat yang sudah berlangsung lama. 4.Penataan kembali seluruh aspek kehidupan rakyat. Maka Presiden mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret 1966 (SUPERSEMAR) yang ditujukan bagi Letjen Suharto guna mengambil langkah yang dianggap perlu untuk mengatasi keadaan negara yang semakin kacau dan sulit dikendalikan. Terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965. Orde baru lahir sebagai upaya untuk : . Reaksi keras dan meluas dari masyarakat yang mengutuk peristiwa pembunuhan besar-besaran yang dilakukan oleh PKI. 8. 6.Menyusun kembali kekuatan bangsa untuk menumbuhkan stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan bangsa.KASI. bangsa. 9. . Wibawa dan kekuasaan presiden Sukarno semakin menurun setelah upaya untuk mengadili tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 tidak berhasil dilakukan meskipun telah dibentuk Mahkamah Militer Luar Biasa(Mahmilub).Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Upaya menuju pemerintahan Orde Baru : .dsb) yang ada di masyarakat bergabung membentuk Kesatuan Aksi berupa “Front Pancasila” yang selanjutnya lebih dikenal dengan “Angkatan 66” untuk menghacurkan tokoh yang terlibat dalam Gerakan 30 September 1965. 3. Sebagai masa yang menandai sebuah masa baru setelah pemberontakan PKI tahun 1965. dan negara Indonesia. Sidang Paripurna kabinet dalam rangka mencari solusi dari masalah yang sedang bergejolak tak juga berhasil.KAPPI. . Upaya reshuffle kabinet Dwikora pada 21 Februari 1966 dan Pembentukan Kabinet Seratus Menteri tidak juga memuaskan rakyat sebab rakyat menganggap di kabinet tersebut duduk tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Langkah yang diambil pemerintah untuk penataan kehidupan Politik : A. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Orde Lama dan dimulainya kekuasaan Orde Baru. ---Perkembangannya. KEHIDUPAN POLITIK MASA ORDE BARU Upaya untuk melaksanakan Orde Baru : Melakukan pembaharuan menuju perubahan seluruh tatanan kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. Penataan dilakukan di dalam lingkungan lembaga tertinggi negara dan pemerintahan. *Pada Sidang Umum bulan Maret 1968 MPRS mengangkat Jendral Suharto sebagai Presiden Republik Indonesia. Menetapkan Demokrasi Pancasila guna melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Pelaksanaan Orde Baru : ---Awalnya kehidupan demokrasi di Indonesia menunjukkan kemajuan. *Munculnya konflik dualisme kepemimpinan nasional di Indonesia. *Dikeluarkannya Supersemar berdampak semakin besarnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah karena Suharto berhasil memulihkan keamanan dan membubarkan PKI. *Konflik Dualisme inilah yang membawa Suharto mencapai puncak kekuasaannya karena akhirnya Sukarno mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Suharto.*Setelah dikelurkan Supersemar maka mulailah dilakukan penataan pada kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Hal ini disebabkan karena saat itu Soekarno masih berkuasa sebagai presiden sementara Soeharto menjadi pelaksana pemerintahan. XXXIII/1967 MPRS mencabut kekuasaan pemerintahan negara dan menarik kembali mandat MPRS dari Presiden Sukarno . Dengan Tap MPRS No. Legislatif) tetapi itupun tidak diperhatikan/diabaikan. kehidupan demokrasi di Indonesia tidak berbeda dengan masa Demokrasi Terpimpin.Yudikatif. PENATAAN POLITIK DALAM NEGERI . ---Untuk menjalankan Demokrasi Pancasila maka Indonesia memutuskan untuk menganut sistem pemerintahan berdasarkan Trias Politika(dimana terdapat tiga pemisahan kekuasaan di pemerintahan yaitu Eksekutif. Menyusun kembali kekuatan bangsa menuju stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan menuju masyarakat adil dan makmur. MPRS menyelenggarakan sidang istimewa untuk mengukuhkan pengunduran diri Presiden Sukarno dan mengangkat Suharto sebagai pejabat Presiden RI. *Pada tanggal 23 Februari 1967. II. *12 Maret 1967 Jendral Suharto dilantik sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia. Melaksanakan Pemilu secara teratur serta penataan pada lembaga-lembaga negara.

merupakan fusi dari PNI. Parmusi. Hal ini disebabkan muncul keraguan bahwa mereka tidak hendak membantu presiden untuk memulihkan keamanan dan ketertiban. Melanjutkan perjuangan anti imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya. ketenangan. Selanjutnya setelah sidang MPRS tahun 1968 menetapkan Suharto sebagai presiden untuk masa jabatan 5 tahun maka dibentuklah kabinet yang baru dengan nama Kabinet Pembangunan dengan tugasnya yang disebut dengan Pancakrida. Memperbaiki kehidupan rakyat terutama di bidang sandang dan pangan. 2. Penggabungan tersebut menghasilkan tiga kekuatan sosial-politik. 3. PSII. Partai . Sehingga pelaksanaannya kepartaian tidak lagi didasarkan pada ideologi tetapi atas persamaan program. Penyederhanaan dan Pengelompokan Partai Politik Setelah pemilu 1971 maka dilakukan penyederhanakan jumlah partai tetapi bukan berarti menghapuskan partai tertentu sehingga dilakukan penggabungan (fusi) sejumlah partai. yang meliputi : _-_Penciptaan stabilitas politik dan ekonomi _-_Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Pembangunan Lima Tahun Tahap pertama _-_Pelaksanaan Pemilihan Umum _-_Pengikisan habis sisa-sisa Gerakan 3o September _-_Pembersihan aparatur negara di pusat pemerintahan dan daerah dari pengaruh PKI. Pembentukan Kabinet Pembangunan Kabinet awal pada masa peralihan kekuasaan (28 Juli 1966) adalah Kabinet AMPERA dengan tugas yang dikenal dengan nama Dwi Darma Kabinet Ampera yaitu untuk menciptakan stabilitas politik dan ekonomi sebagai persyaratan untuk melaksanakan pembangunan nasional. Melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif untuk kepentingan nasional. Partai Katolik. 4. 1. + Dikeluarkan pula keputusan yang menyatakan bahwa PKI sebagai organisasi terlarang di Indonesia. IX Tahun 1966. serta kestabilan jalannya pemerintahan maka melakukan : + Pembubaran PKI pada tanggal 12 Maret 1966 yang diperkuat dengan dikukuhkannya Ketetapan MPRS No. 2.Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan fusi dari NU. + Pada tanggal 8 Maret 1966 dilakukan pengamanan 15 orang menteri yang dianggap terlibat Gerakan 30 September 1965. 3. yaitu : . Pembubaran PKI dan Organisasi masanya Suharto sebagai pengemban Supersemar guna menjamin keamanan. Melaksanakan pemilihan Umum dalam batas waktu yakni 5 Juli 1968. dan Partai Islam Perti yang dilakukan pada tanggal 5 Januari 1973 (kelompok partai politik Islam) .. Program Kabinet AMPERA yang disebut Catur Karya Kabinet AMPERA adalah sebagai berikut.Partai Demokrasi Indonesia (PDI).1.

Hasilnya perolehan suara Golkar secara nasional meningkat. Golkar gagal memperoleh kemenangan di Aceh tetapi di Jakarta dan Kalimantan Selatan Golkar berhasil merebut kemenangan dari PPP. Partai Murba dan Partai IPKI (tak satu kursipun). 1987. 1) Pemilu 1971 .Diikuti oleh 10 organisasi peserta pemilu yaitu Partai Golongan Karya (236 kursi). Partai Muslimin Indonesia (24 kusi). Partai Katolik (3 kursi). 1992.3 tahun 1975 yang mengatur mengenai penyederhanaan jumlah partai sehingga ditetapkan bahwa terdapat 2 partai politik (PPP dan PDI) serta Golkar. 2) Pemilu 1977 Sebelum dilaksanakan Pemilu 1977 pemerintah bersama DPR mengeluarkan UU No. Golkar berhasil memperoleh tambahan 10 kursi sementara PPP dan PDI kehilangan 5 kursi. dan 1997. 4) Pemilu 1987 Pemilu tahun 1987 dilaksanakan pada tanggal 23 April 1987. 99 kursi untuk PPP dan 29 kursi untuk PDI. 1982. 3) Pemilu 1982 Pelaksanaan Pemilu ketiga pada tanggal 4 Mei 1982. .Golongan Karya (Golkar) 4. dan Parkindo (kelompok partai politik yang bersifat nasionalis). .Murba. Pemilihan Umum Selama masa Orde Baru telah berhasil melaksanakan pemilihan umum sebanyak enam kali yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. _ PDI memperoleh kenaikan 40 kursi karena PDI berhasil membentuk DPP PDI sebagai hasil kongres tahun 1986 oleh Menteri Dalam Negeri Soepardjo Rustam. _ Sementara Golkar memperoleh tambahan 53 kursi sehingga menjadi 299 kursi.Organisasai politik yang dapat ikut pemilu adalah parpol yang pada saat pemilu sudah ada dan diakui mempunyai wakil di DPR/DPRD. Partai Nasional Indonesia (20 kursi).776pemilih untuk memilih 460 orang anggota DPR dimana 360 orang anggota dipilih dan 100 orang diangkat. . Partai Islam Perti (2 kursi). . sedangkan PPP memperoleh 62 kursi dan PDI meningkat menjadi 56 kursi. Hasil dari Pemilu 1977 yang diikuti oleh 3 kontestan menghasilkan 232 kursi untuk Golkar. Hasilnya perolehan Golkar menurun dari 299 kursi menjadi 282 kursi.Pemilu 1971 diikuti oleh 58. yaitu: tahun 1971. Hasil dari Pemilu 1987 adalah: _ PPP memperoleh 61 kursi mengalami pengurangan 33 kursi dibanding dengan pemilu 1982 hal ini dikarenakan adanya larangan penggunaan asas Islam (pemerintah mewajibkan hanya ada satu asas tunggal yaitu Pancasila) dan diubahnya lambang partai dari kabah menjadi bintang. IPKI. 5) Pemilu 1992 Pemilu tahun 1992 diselenggarakan pada tanggal 9 Juni 1992 menunjukkan perubahan yang cukup mengagetkan. Partai Nahdlatul Ulama (58 kursi). Partai Kristen Indonesia (7 kursi). 1977.558.Pejabat negara harus bersikap netral berbeda dengan pemilu 1955 dimana para pejabat negara termasuk perdana menteri yang berasal dari partai peserta pemilu dapat ikut menjadi calon partai secara formal. .

Peran Ganda ABRI Guna menciptakan stabilitas politik maka pemerintah menempatkan peran ganda bagi ABRI yaitu sebagai peran hankam dan sosial. sistem budaya. setiap Pertangungjawaban. Rancangan Undang-undang. Kedudukan TNI dan Polri dalam pemerintahan adalah sama di lembaga MPR/DPR dan DPRD mereka mendapat jatah kursi dengan pengangkatan. Apalagi pemilu itu berlangsung secara tertib dan dijiwai oleh asas LUBER(Langsung. PDI mengalami kemerosotan perolehan suara karena hanya mendapat 11 kursi di DPR. Guna mendukung program Orde baru yaitu Pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen maka sejak tahun 1978 diselenggarakan penataran P4 secara menyeluruh pada semua lapisan masyarakat. Kenyataannya pemilu diarahkan pada kemenangan peserta tertentu yaitu Golongan Karya (Golkar) yang selalu mencolok sejak pemilu 1971-1997. Hal ini disebabkan karena adanya konflik internal dan terpecah antara PDI Soerjadi dan PDI Megawati Soekarno Putri. Kemenangan Golkar yang selalu mendominasi tersebut sangat menguntungkan pemerintah dimana terjadi perimbangan suara di MPR dan DPR. Penataran P4 merupakan suatu bentuk indoktrinasi ideologi sehingga Pancasila menjadi bagian dari sistem kepribadian.51 % dengan perolehan kursi 325 kursi. Hal ini tampak dengan adanya himbauan pemerintah pada tahun 1985 kepada semua organisasi untuk menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal. Melalui penegasan tersebut maka opini rakyat akan mengarah pada dukungan yang kuat terhadap pemerintah Orde Baru. . 5. Bebas. Tujuan dari penataran P4 adalah membentuk pemahaman yang sama mengenai demokrasi Pancasila sehingga dengan pemahaman yang sama diharapkan persatuan dan kesatuan nasional akan terbentuk dan terpelihara. dan sistem sosial masyarakat Indonesia. Pelaksanaan Penataran P4 tersebut menunjukkan bahwa Pancasila telah dimanfaatkan oleh pemerintahan Orde Baru. Pertimbangan pengangkatannya didasarkan pada fungsi stabilisator dan dinamisator. Pemasyarakatan P4 Pada tanggal 12 April 1976. Peran ini dilandasi dengan adanya pemikiran bahwa TNI adalah tentara pejuang dan pejuang tentara. Perimbangan tersebut memungkinkan Suharto menjadi Presiden Republik Indonesia selama enam periode pemilihan. Selain itu. PPP mengalami peningkatan perolehan suara sebesar 5. Sehingga peran ABRI dikenal dengan Dwifungsi ABRI. dan usulan lainnya dari pemerintah selalu mendapat persetujuan dari MPR dan DPR tanpa catatan. dan Rahasia). 6.6) Pemilu 1997 Pemilu keenam dilaksanakan pada 29 Mei 1997. Penyelenggaraan Pemilu yang teratur selama Orde Baru menimbulkan kesan bahwa demokrasi di Indonesia sudah tercipta. Hasilnya: Golkar memperoleh suara mayoritas perolehan suara mencapai 74. Presiden Suharto mengemukakan gagasan mengenai pedoman untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila yaitu gagasan Ekaprasetia Pancakarsa. Gagasan tersebut selanjutnya ditetapkan sebagai Ketetapan MPR dalam sidang umum tahun 1978 mengenai “Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila” atau biasa dikenal sebagai P4. Umum.43 % dengan perolehan kursi 27 kursi.

Pemerintah Indonesia menyampikan nota pengakuan terhadap Republik Singapura pada tanggal 2 Juni 1966 yang disampikan pada Perdana Menteri Lee Kuan Yew. Kembalinya Indonesia mendapat sambutan baik dari sejumlah negara Asia bahkan dari pihak PBB sendiri hal ini ditunjukkan dengan ditunjuknya Adam Malik sebagai Ketua Majelis Umum PBB untuk masa sidang tahun 1974. Australia. kebenaran. Keputusan untuk kembali ini dikarenakan Indonesia sadar bahwa ada banyak manfaat yang diperoleh Indonesia selama menjadi anggota PBB pada tahun 1950-1964. 1) Kembali menjadi anggota PBB Indonesia kembali menjadi anggota PBB dikarenakan adanya desakan dari komisi bidang pertahanan keamanan dan luar negeri DPR GR terhadap pemerintah Indonesia. Indonesia secara resmi akhirnya kembali menjadi anggota PBB sejak tanggal 28 Desember 1966. Kembalinya Indonesia menjadi anggota PBB dilanjutkan dengan tindakan pemulihan hubungan dengan sejumlah negara seperti India. #Peresmian persetujuan pemulihan hubungan Indonesia-Malaysia oleh Adam Malik . serta keadilan. #Pemerintah kedua belah pihak menyetujui pemulihan hubungan diplomatik.7. dan sejumlah negara lainnya yang sempat remggang akibat politik konfrontasi Orde Lama. Dimana politik luar negeri Indonesia harus berdasarkan kepentingan nasional. seperti permbangunan nasional. Filipina. Mengadakan Penentuan Pendapat Rakyat (Perpera) di Irian Barat dengan disaksikan oleh wakil PBB pada tanggal 2 Agustus 1969. (2) Pemulihan hubungan dengan Malaysia Normalisasi hubungan Indonesia dan Malaysia dimulai dengan diadakan perundingan di Bangkok pada 29 Mei-1 Juni 1966 yang menghasilkan perjanjian Bangkok. PENATAAN POLITIK LUAR NEGERI Pada masa Orde Baru. Tindakan permusuhan antara kedua belah pihak akan dihentikan. yang berisi: #Rakyat Sabah diberi kesempatan menegaskan kembali keputusan yang telah mereka ambil mengenai kedudukan mereka dalam Federasi Malaysia. Untuk itu maka MPR mengeluarkan sejumlah ketetapan yang menjadi landasan politik luar negeri Indonesia. kemakmuran rakyat. politik luar negeri Indonesia diupayakan kembali kepada jalurnya yaitu politik luar negeri yang bebas aktif. Thailand. Pada tanggal 3 Juni 1966 akhirnya disepakati bahwa Indonesia harus kembali menjadi anggota PBB dan badan-badan internasional lainnya dalam rangka menjawab kepentingan nasional yang semakin mendesak. Akhirnya pemerintah Singapurapun menyampikan nota jawaban kesediaan untuk mengadakan hubungan diplomatik. 2) Normalisasi hubungan dengan beberapa negara (1) Pemulihan hubungan dengan Singapura Sebelum pemulihan hubungan dengan Malaysia Indonesia telah memulihkan hubungan dengan Singapura dengan perantaraan Habibur Rachman (Dubes Pakistan untuk Myanmar). B.

sarana dan prasarana. sandang. merupakan jabaran lebih rinci dari pembangunan jangka panjang sehingga tiap pelita akan selalu saling berkaitan/berkesinambungan. 1) Jangka panjang mencakup periode 25 sampai 30 tahun 2) Jangka pendek mencakup periode 5 tahun (Pelita/Pembangunan Lima Tahun). Hal ini dilanjutkan dengan penempatan perwakilan pemerintahan di masing-masing negara. KEHIDUPAN EKONOMI MASA ORDE BARU Pada masa Demokrasi Terpimpin. karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian. . Terjadilah pengrusakan dan pembakaran barang-barang buatan Jepang. pada permulaan Orde Baru program pemerintah berorientasi pada usaha penyelamatan ekonomi nasional terutama pada usaha mengendalikan tingkat inflasi.dan Tun Abdul Razak dilakukan di Jakarta tanggal 11 agustus 1966 dan ditandatangani persetujuan Jakarta (Jakarta Accord). Tindakan pemerintah ini dilakukan karena adanya kenaikan harga pada awal tahun 1966 yang menunjukkan tingkat inflasi kurang lebih 650 % setahun. Tujuan Pelita I : Untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya. Sasaran Pelita I : Pangan. Hal itu menjadi penyebab kurang lancarnya program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah. Perbaikan prasarana.5%. Sandang. yaitu : 1. penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. III. mensejahterakan rakyat dan memperluas kesempatan kerja. Pembangunan Nasional Pelaksanaannya pembangunan nasional dilakukan secara bertahap yaitu. Pelaksanaan Pelita II cukup berhasil pertumbuhan ekonomi rata-rata mencapai 7% per tahun. Pelita II Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1974 hingga 31 Maret 1979. 2.perumahan. Selama masa Orde Baru terdapat 6 Pelita. Kerja Sama Luar Negeri 3. Selanjutnya pada tahun keempat Pelita II. Peristiwa ini merupakan kelanjutan demonstrasi para mahasiswa yang menuntut Jepang agar tidak melakukan dominasi ekonomi di Indonesia sebab produk barang Jepang terlalu banyak beredar di Indonesia. dan kesejahteraan rohani. Pada awal pemerintahan Orde Baru laju inflasi mencapai 60% dan pada akhir Pelita I laju inflasi turun menjadi 47%. Sehingga. Oleh karena itu pemerintah menempuh cara sebagai berikut. Pelita I Dilaksanakan pada 1 April 1969 hingga 31 Maret 1974 yang menjadi landasan awal pembangunan Orde Baru. Muncul peristiwa Marali (Malapetaka Limabelas Januari) terjadi pada tanggal 15-16 Januari 1947 bertepatan dengan kedatangan PM Jepang Tanaka ke Indonesia. perumahan rakyat. 1. Stabilisasi dan Rehabilitasi Ekonomi 2.. perluasan lapangan kerja. negara bersama aparat ekonominya mendominasi seluruh kegiatan ekonomi sehingga mematikan potensi dan kreasi unit-unit ekonomi swasta. Titik Berat Pelita I : Pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian. Sasaran utamanya adalah tersedianya pangan. inflasi turun menjadi 9.

Titik beratnya adalah sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri sendiri. Suharto berusaha keras membenahi ekonomi Indonesia yang terpuruk. Terjadi resesi pada awal tahun 1980 yang berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Pelita IV Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1984 hingga 31 Maret 1989. Indonesia memiki kondisi ekonomi yang cukup baik dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6. 5. \Pemerataan pembagian pendapatan \Pemerataan kesempatan kerja \Pemerataan kesempatan berusaha \Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan kaum perempuan \Pemerataan penyebaran pembagunan di seluruh wilayah tanah air \Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan. Kondisi ekonomi Indonesia ketika Pak Harto pertama memerintah adalah keadaan ekonomi dengan inflasi sangat tinggi. Titik beratnya pada sektor pertanian dan industri. Titik beratnya masih pada pembangunan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. Peningkatan ekspor lebih baik dibanding sebelumnya. Pelita III pembangunan masih berdasarkan pada Trilogi Pembangunan dengan penekanan lebih menonjol pada segi pemerataan yang dikenal dengan Delapan Jalur Pemerataan. yaitu: \Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat. Pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan moneter dan fiskal sehingga kelangsungan pembangunan ekonomi dapat dipertahankan. Pelita III Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1979 hingga 31 Maret 1984. Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak utama pembangunan. KONDISI EKONOMI INDONESIA PADA AWAL MASA ORDE BARU Di awal Orde Baru. 650% setahun. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian menyebabkan rezim Orde Baru runtuh. 6. dan berhasil untuk beberapa lama. khususnya sandang. Posisi perdagangan luar negeri memperlihatkan gambaran yang menggembirakan. . pangan.” kata Emil Salim. \Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan. dan perumahan. mantan menteri pada pemerintahan Suharto. Pelita VI Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1994 hingga 31 Maret 1999. Pelita V Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1989 hingga 31 Maret 1994. 4.8 % per tahun.3. Pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Terlalu banyak dan tidak produktifnya ekspansi kredit bank d.XXIII/MPRS/1966 tentang Pembaruan Kebijakan ekonomi. adalah mengendalikan inflasi dari 650% menjadi di bawah 15% dalam waktu hanya dua tahun.Orang yang dulu dikenal sebagai salah seorang Emil Salim penasehat ekonomi presiden menambahkan langkah pertama yang diambil Suharto. Suharto membuat kebijakan yang berbeda jauh dengan kebijakan Sukarno. keuangan dan pembangunan. Lalu Kabinet AMPERA membuat kebijakan mengacu pada Tap MPRS tersebut adalah sebagai berikut. mengembalikan ekonomi pasar. Setelah itu di keluarkan ketetapan MPRS No. Menurut Emil Salim. Liberalisasi perdagangan dan investasi kemudian dibuka selebarnya. Ini dia lakukan dengan menertibkan anggaran. 1. Cara pemungutan pajak baru bagi pendapatan perorangan dan kekayaan dengan menghitung pajak sendiri dan menghitung pajak orang. Untuk melaksanakan langkah-langkah penyelamatan tersebut maka ditempuh cara: 1. Terlalu banyak tunggakan hutang luar negeri penggunaan devisa bagi impor yang sering kurang berorientasi pada kebutuhan prasarana. yang menilai kebijakan ekonomi Suharto membuat Indonesia terikat pada kekuatan modal asing. Pelita I (1 April 1969 – 31 Maret 1974) . Rendahnya penerimaan Negara b. dan merangkul negara-negara barat untuk menarik modal. Suharto menerapkan cara militer dalam menangani masalah ekonomi yang dihadapi Indonesia. yaitu dengan mencanangkan sasaran yang tegas. dia berhasil memperoleh pinjaman dari negara-negara Barat dan lembaga keuangan seperti IMF dan Bank Dunia. Mengadakan operasi pajak 2. Pemerintah lalu melakukan Pola Umum Pembangunan Jangka Panjang (25-30 tahun) dilakukan secara periodik lima tahunan yang disebut Pelita(Pembangunan Lima Tahun) yang dengan melibatkan para teknokrat dari Universitas Indonesia. Mendobrak kemacetan ekonomi dan memperbaiki sektor-sektor yang menyebabkan kemacetan. memperhatikan sektor ekonomi. pendahulunya. Untuk menekan inflasi yang begitu tinggi. Debirokratisasi untuk memperlancar kegiatan perekonomian. 1. 1. Inilah yang sejak awal dipertanyakan oleh Kwik Kian Gie. Berorientasi pada kepentingan produsen kecil. Tinggi dan tidak efisiennya pengeluaran Negara c. Pelita berlangsung dari Pelita I-Pelita VI. 2. yang bisa dikatakan berhasil. 1. seperti : a. menertibkan sektor perbankan.

karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. 2. perumahan. 1. dan memperluas lapangan kerja . • Tujuan Pelita I : Untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya. mensejahterakan rakyat. 1. Pelita II berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata penduduk 7% setahun. dan kesejahteraan rohani. sarana dan prasarana. Pelita II (1 April 1974 – 31 Maret 1979) Sasaran yang hendak di capai pada masa ini adalah pangan. Perbaikan dalam hal irigasi. 1. 2. perumahan rakyat. 3. Perbaikan prasarana. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. sandang. Sandang. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 3.Dilaksanakan pada 1 April 1969 hingga 31 Maret 1974 yang menjadi landasan awal pembangunan Orde Baru. Isi Trilogi Pembagunan adalah sebagai berikut. . Terjadilah pengrusakan dan pembakaran barang-barang buatan Jepang. Muncul peristiwa Marali (Malapetaka Limabelas Januari) terjadi pada tanggal 15-16 Januari 1947 bertepatan dengan kedatangan PM Jepang Tanaka ke Indonesia. Inti dari kedua pedoman tersebut adalah kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat dalam suasana politik dan ekonomi yang stabil. Lalu banyak jalan dan jembatan yang di rehabilitasi dan di bangun. Pelita III (1 April 1979 – 31 Maret 1984) Pelita III lebih menekankan pada Trilogi Pembangunan yang bertujuan terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Di bidang industri juga terjadi kenaikna produksi. • Sasaran Pelita I : Pangan. perluasan lapangan kerja. Pedoman pembangunan nasionalnya adalah Trilogi Pembangunan dan Delapan Jalur Pemerataan. • Titik Berat Pelita I : Pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian. Peristiwa ini merupakan kelanjutan demonstrasi para mahasiswa yang menuntut Jepang agar tidak melakukan dominasi ekonomi di Indonesia sebab produk barang Jepang terlalu banyak beredar di Indonesia. Arah dan kebijaksanaan ekonominya adalah pembangunan pada segala bidang.

1. Gaya kepemimpinan tegas seperti yang dijalankan Suharto pada masa Orde Baru oleh Kwik Kian Gie diakui memang dibutuhkan untuk membenahi perekonomian Indonesia yang berantakan di akhir tahun 1960. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian menyebabkan rezim Orde Baru runtuh. Kebijakan perampingan partai dan penerapan azas tunggal ditempuh pemerintah Orde Baru. Pelita V (1 April 1989 – 31 Maret 1994) Pada Pelita V ini. hal ini merupakan prestasi besar bagi Indonesia. pada Pelita IV juga dilakukan Program KB dan Rumah untuk keluarga. 4. Keberhasilan Pak Harto membenahi bidang ekonomi sehingga Indonesia mampu berswasembada pangan pada tahun 1980-an diawali dengan pembenahan di bidang politik. Pelita IV (1 April 1984 – 31 Maret 1989) Pada Pelita IV lebih dititik beratkan pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan ondustri yang dapat menghasilkan mesin industri itu sendiri. Puncaknya adalah penghasilan dari migas yang memiliki nilai sama dengan 80% ekspor Indonesia. . Indonesia di bawah Orde Baru. Pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negaranegara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Disamping itu Suharto sejak tahun 1970-an juga menggenjot penambangan minyak dan pertambangan. Hasil-nya Indonesia berhasil swasembada beras. Dengan kebijakan itu. sehingga pemasukan negara dari migas meningkat dari $0. 5. Selain swasembada pangan. 6. Pada tahun 1984 Indonesia berhasil memproduksi beras sebanyak 25. Lalu dilanjutkan pembangunan jangka panjang ke dua. Pelita V adalah akhir dari pola pembangunan jangka panjang tahap pertama. Pelita VI (1 April 1994 – 31 Maret 1999) Titik beratnya masih pada pembangunan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. yaitu dengan mengadakan Pelita VI yang di harapkan akan mulai memasuki proses tinggal landas Indonesia untuk memacu pembangunan dengan kekuatan sendiri demi menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. lebih menitik beratkan pada sektor pertanian dan industri untuk memantapakan swasembada pangan dan meningkatkan produksi pertanian lainnya serta menghasilkan barang ekspor. 1.6 miliar pada tahun 1973 menjadi $10. Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak utama pembangunan. bisa dihitung sebagai kasus sukses pembangunan ekonomi.8 ton. 1. kesuksesan ini mendapatkan penghargaan dari FAO(Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia) pada tahun 1985.6 miliar pada tahun 1980. Hasil yang dicapai pada Pelita IV antara lain swasembada pangan. dilatari pengalaman masa Orde Lama ketika politik multi partai menyebabkan energi terkuras untuk bertikai.

Pembagunan tidak merata tampak dengan adanya kemiskinan di sejumlah wilayah yang menjadi penyumbang devisa terbesar seperti Riau. hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil kalangan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi karena setiap program pembangunan pemerintah terencana dengan baik dan hasilnyapun dapat terlihat secara konkrit. dengan menstabilkan politik demi pertumbuhan ekonomi. Pelita VI pun kandas di tengah jalan.. 4. antar kelompok dalam masyarakat terasa semakin tajam.Namun. tapi secara fundamental pembangunan ekonomi sangat rapuh. malah menjadi gagal landas dan kapal pun rusak. Kalimantan Timur. dan Irian. Indonesia dilanda krisis ekonomi yang sulit di atasi pada akhir tahun 1997. Penurunan angka kemiskinan yang diikuti dengan perbaikan kesejahteraan rakyat. Semula berawal dari krisis moneter lalu berlanjut menjadi krisis ekonomi dan akhirnya menjadi krisis kepercayaan terhadap pemerintah. Pembangunan ekonomi ini berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. Namun pembangunan ekonomi pada masa Orde Baru merupakan pondasi bagi pembangunan ekonomi selanjutnya. Kondisi Ekonomi Indonesia Pada Akhir Masa Orde Baru Pelita VI (1 April 1994 – 31 Maret 1999) Pada masa ini pemerintah lebih menitikberatkan pada sektor bidang ekonomi. Pembagunan yang dilakukan. dan sosial yang demokratis dan berkeadilan. semua kekuatan yang berseberangan dengan Orde Baru kemudian tidak diberi tempat. Kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber daya alam. Meskipun perekonomian Indonesia meningkat. Dampak Positif Kebijakan ekonomi Orde Baru : 1. . 2. Penurunan angka kematian bayi dan angka partisipasi pendidikan dasar yang semakin meningkat. Kondisi ekonomi yang kian terpuruk ditambah dengan KKN yang merajalela..membuat perekonomian Indonesia gagal menunjukan taringnya. Namun Pelita VI yang diharapkan menjadi proses lepas landas Indonesia ke yang lebih baik lagi. Karena pembangunan cenderung terpusat dan tidak merata. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik. Indonesia mengubah status dari negara pengimpor beras terbesar menjadi bangsa yang memenuhi kebutuhan beras sendiri (swasembada beras). 3. antar golongan pekerjaan. yang sempat dapat dipertahankan antara 6%-7% per tahun. Perbedaan ekonomi antar daerah. Faktor inilah yang selantunya ikut menjadi penyebab terpuruknya perekonomian nasional Indonesia menjelang akhir tahun 1997. ekonomi. Terciptalah kelompok yang terpinggirkan (Marginalisasi sosial).

Prof Ing BJ Habibie sebagai wakil presiden. Kalimantan Timur. Meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat tapi secara fundamental pembangunan ekonomi sangat rapuh. Ketika di Mesir pada 13 Mei 1998. 8.org/wiki/Soeharto http://www. Kali ini. 6. 3. Sebelas menteri bidang ekonomi dan industri (ekuin) Kabinet Pembangunan VII mengundurkan diri (20 Mei 1998). Soeharto menyatakan bahwa reformasi akan dipersiapkan mulai tahun 2003. Presiden Soeharto menyatakan bersedia mundur kalau memang rakyat menghendaki dan tidak akan mempertahankan kedudukannya dengan kekuatan senjata.Dampak Negatif Kebijakan ekonomi Orde Baru : 1. antarkelompok dalam masyarakat terasa semakin tajam. ia menyumbangkan seluruh gaji dan tunjangannya sebagai presiden dan meminta kerelaan para pejabat tinggi lainnya untuk menyerahkan gaji pokoknya selama satu tahun dalam rangka krisis moneter. Kolusi dan Nepotisme) 5. Bahkan. krisis itu menerjang juga sektor krisis ekonomi. Krisis moneter dan ekonomi benar-benar . MPR mengesahkan Soeharto sebagai presiden untuk ketujuh kalinya.wikipedia.indonesiaindonesia. Presiden minta seluruh rakyat tetap tabah dalam menghadapi gejolak krisis moneter (29 November 1997).com/f/2390-indonesia-era-orde-baru/ Upaya mengatasi krisis dan meredam oposisi Krisis moneter yang melanda Asia pada tahun 1997 menerpa juga ke Indonesia. Terciptalah kelompok yang terpinggirkan (Marginalisasi sosial) 4. Pada 17 Maret 1998.blog. Menghadapi tuntutan untuk mundur. Pada 8 Oktober 1997. Kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber daya alam 2. Presiden meminta bantuan IMF dan Bank Dunia untuk memperkuat sektor keuangan dan menyatakan badai pasti berlalu. dan sosial yang demokratis dan berkeadilan.com/2008/11/indonesia-masa-orde-baru/ http://id. Di tengah krisis ekonomi yang parah dan adanya penolakan yang cukup tajam. DAFTAR PUSTAKA • • • http://rinahistory.friendster. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik. Faktor inilahh yang selantunya ikut menjadi penyebab terpuruknya perekonomian nasional Indonesia menjelang akhir tahun 1997. pembangunan cenderung terpusat dan tidak merata. Menimbulkan konglomerasi dan bisnis yang erat dengan KKN (Korupsi. 7. antargolongan pekerjaan. Perbedaan ekonomi antardaerah. ekonomi. pada 10 Maret 1998. pada 1 Mei 1998. Pembagunan tidak merata tampak dengan adanya kemiskinan di sejumlah wilayah yang justru menjadi penyumbang devisa terbesar seperti Riau. Pembagunan yang dilakukan hasilnya hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil kalangan masyarakat. dan Irian.

Seni. Sehari kemudian. Aksi mahasiswa menyebar ke seantero negeri. tanggal 13 Mei 1998.menggerogoti sistem kepemimpinannya. Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai presiden. Tanggal 15 Mei 1998. . Peserta aksi mulai keluar dari halaman kampus dan memasuki jalan artileri serta berniat datang ke Gedung MPR/DPR yang memang sangat stategis. Presiden Soeharto lengser tepat 21 Mei 1998. Mahasiswa Trisaksi. dan Budaya Abdul Latief mengajukan surat pengunduran diri sebagai menteri. Tewasnya keempat mahasiswa seakan sebagai ledakan suatu peristiwa yang lebih besar. Hanya berselang 70 hari setelah diangkat kembali menjadi presiden untuk periode yang ketujuh kalinya. jenasah keempat mahasiswa yang tewas diberangkatkan ke kediaman masing-masing. Tanggal 17 Mei 1998. mahasiswa yang tewas angkatan 1996 adalah Elang Mulia Lesmana (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur) dan Hendriawan Sie (Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen) . Sedang. ibukota negara (Jakarta) dilanda kerusuhan hebat. Tewasnya para mahasiswa disiarkan secara luas melalui pemberitaan radio. Peran dwifungsi ini adalah peran militer di bidang politik yang permanen. pesawat yang membawa Presiden Soeharto dan rombongan mendarat menjelang pukul 05. Soeharto terpaksa mundur dari jabatannya sebagai presiden.10 WIB (Waktu Indonesia Barat). Kamis. dan surat kabar. Dampaknya. Tanggal 16 Mei 1998. ribuan mahasiswa mendatangi Gedung MPR/DPR. Presiden mengadakan serangkaian pertemuan termasuk berkonsultasi dengan unsure pimpinan DPR.00 WIB pagi di pangkalan udara utama TNI AU Halim Perdanakusuma dari kunjungan ke Kairo. Tanggal 12 Mei 1998 sore. masa-masa itu kekuasaannya semakin tergerus oleh berbagai aksi dan peristiwa. Ribuan mahasiswa menggelar aksi keprihatinan di berbagai tempat. Menteri Pariwisata. Tanggal 18 Mei 1998. Soeharto membangun dan memperluas konsep "Jalan Tengah"-nya Jenderal Nasution menjadi konsep dwifungsi untuk memperoleh dukungan basis teoritis bagi militer untuk memperluas pengaruhnya melalui pejabat-pejabat pemerintahan. Mereka yang tewas adalah dua mahasiswa angkatan 1995 dan dua mahasiswa angkatan 1996. Soeharto tidak bisa bertahan di pucuk kepemimpinan negeri. 14 Mei 1998. Bagaimanapun. Tanggal 12-20 Mei 1998 menjadi periode yang teramat panjang. Tepat pukul 09. Mesir untuk mengikuti Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 15 (Group 15/G15). Jakarta mengelar aksinya tidak jauh dari kampus mereka. terdengar siaran berita meninggalnya empat mahasiswa Trisakti. Aksi tersebut berakhir seiring dengan mundurnya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998. Angkatan 1995 terdiri dari Hery Hartanto (Fakultas Teknik Industri Jurusan Mesin) dan Hafidhin Alifidin Royan (Fakultas Teknik Industri Jurusan Mesin). Layar kaca televisi saat itu menyiarkan secara langsung detik per detik proses pengunduran dirinya. Mahasiswa yang hadir menyanyikan lagu Gugur Bunga. televise. termasuk cadangan alokasi kursi di parlemen dan pos-pos utama dalam birokrasi sipil.

Dalam bidang ekonomi juga. Kelompok ini pun gagal serta tak pernah mampu tampil lagi sebagai kelompok oposisi yang efektif terhadap pemerintahan Orde Baru. Hubungan kegiatan mahasiswa dengan pihak kampus hanyalah kepada mereka yang diperbolehkan pemerintah lewat mekanisme kontrol dekanat dan rektorat. UNESCO dan WHO. Persaingan antara Ali Moertopo dan Sumitro dipergunakan untuk menyingkirkan Ali. Pada masanya. serta menuntut adanya reformasi politik. Peran IGGI ini digantikan oleh lembaga donor CGI yang disponsori Perancis. Indonesia mendapat bantuan dari lembaga internasional lainnya yang berada dibawah PBB seperti UNICEF. Beberapa bulan setelah peristiwa Malari sebanyak 12 surat kabar ditutup dan ratusan rakyat Indonesia termasuk mahasiswa ditangkap dan dipenjarakan. Mulut pers pun dibungkam dengan lahirnya UU Pokok Pers No. IGGI dihentikan oleh pemerintah Indonesia karena dianggap turut campur dalam urusan dalam negeri Indonesia. Sebagai balasannya. Kebijakan ini ditentang keras oleh banyak organisasi mahasiswa. Namun pada tahun 1992. [sunting] Puncak Orde Baru Pada masa pemerintahannya. membuat Indonesia akhirnya bergantung pada donor Internasional terutama paska Krisis 1997. Namun Sumitro pun segera ditarik dari jabatannya dan kendali Kopkamtib dipegang langsung oleh Soeharto karena dianggap potensial mengancam. 12 tahun 1982. tercatat Indonesia mengalami swasembada beras pada tahun 1984. Namun sayangnya. Industri dan Keuangan Indonesia. Organisasi massa yang terbentuk harus memperoleh izin pemerintah dengan hanya satu organisasi profesi buatan pemerintah yang diperbolehkan berdiri. UU ini mengisyaratkan adanya restriksi atau peringatan mengenai isi pemberitaan ataupun siaran. pemerintah mencekal mereka. yang tergabung dalam Petisi 50. Pada 1978 untuk mengeliminir gerakan mahasiswa maka segera diberlakukannya NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan). Teknokrat-teknokrat yang umumnya berpendidikan barat dan liberal (Amerika Serikat) diangkat adalah lulusan Berkeley sehingga mereka lebih dikenal di dalam klik ekonomi sebagai Mafia Berkeley di kalangan Ekonomi. Selain itu. kegagalan manajemen ekonomi yang bertumpu dalam sistem trickle down effect (menetes ke bawah) yang mementingkan pertumbuhan dan pengelolaan ekonomi pada segelintir kalangan serta buruknya manajemen ekonomi perdagangan industri dan keuangan (EKUIN) pemerintah.Sepak terjang Ali Murtopo dengan badan inteligennya mulai mengancam Soeharto. Indonesia mendapatkan bantuan ekonomi dan keuangan dari negara-negara donor (negara-negara maju) yang tergabung dalan IGGI yang diseponsori oleh pemerintah Belanda. Kemudian pada tahun 1979-1980 muncul sekelompok purnawirawan perwira tinggi angkatan bersenjata dan tokoh-tokoh sipil yang dikenal kritis. Dia mengangkat banyak teknokrat dan ahli ekonomi yang sebelumnya bertentangan dengan Presiden Soekarno yang cenderung bersifat sosialis. Presiden Soeharto menetapkan pertumbuhan ekonomi sebagai pokok tugas dan tujuan pemerintah. Sehingga organisasi massa tak lebih dari wayang-wayang Orde Baru. khususnya dalam kasus Timor Timur pasca Insiden Dili. mengeluarkan serial selebaran yang mengeluhkan sikap politik pemerintah Orde Baru yang menjadikan Angkatan Darat sebagai pendukung kemenangan Golkar. Namun prestasi itu .

Walaupun begitu. terjadi ketimpangan dalam kehidupan politik di mana muncullah istilah "mayoritas tunggal" di mana GOLKAR dijadikan partai utama dan mengebirikan dua parpol lainnya dalam setiap penyelenggaraan PEMILU. Sebuah komisi menemukan bahwa korupsi sangat umum. Berbagai ketidakpuasan muncul. dan 1998. sosial dan politik memunculkan kalangan yang tidak puas dan menuntut perbaikan. Dia juga terus memainkan faksi berlainan di militer melawan satu sama lain. 1988. Republik Cina. Di bidang politik. Soeharto terlibat persahabatan yang akrab dengan Lee Kuan Yew yang pernah manjadi Perdana Menteri Singapura yang beretnis Tionghoa. Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dalam upayanya menyederhanakan kehidupan berpolitik di Indonesia sebagai akibat dari politik masa presiden Soekarno yang menggunakan sistem multipartai yang berakibat pada jatuh bangunnya kabinet dan dianggap penyebab mandeknya pembangunan. . Dia memerintah melalui kontrol militer dan penyensoran media. 1983. 1993. Kemudian dikeluarkannnya UU Politik dan Asas tunggal Pancasila yang mewarnai kehidupan politik saat itu. Dia menguasai finansial dengan memberikan transaksi mudah dan monopoli kepada saudarasaudaranya. dan menutup organisasi Tionghoa karena tuduhan simpati mereka terhadap komunis. Kemudian kemajuan ekonomi Indonesia saat itu dianggap sangat signifikan sehingga Indonesia sempat dimasukkan dalam negara yang mendekati negara-negara Industri Baru bersama dengan Malaysia. Filipina dan Thailand. Korupsi kemudian menjadi sebuah endemik. Pada 1973 dia memenangkan jangka lima-tahun berikutnya melalui pemilihan "electoral college". Kemudian pada masa pemerintahannya. termasuk enam anaknya. [sunting] Beberapa catatan atas tindakan represif Orde Baru Presiden Soeharto dinilai memulai penekanan terhadap suku Tionghoa. muncullah berbagai kritik dan ketidakpuasan atas ketimpangan ketimpangan dalam pembangunan. dimulai dengan mendukung kelompok nasionalis dan kemudian mendukung unsur Islam. tercatat muncul peristiwa kekerasan di masyarakat yang umumnya sarat kepentingan politik. dan juga terpilih kembali pada 1978. Namun dalam perjalanannya. melarang penggunaan tulisan Tionghoa tertulis di berbagai material tertulis. selain Singapura. namun dapat diredam oleh sistem pada masa itu. selain memang karena ketidakpuasan dari masyarakat. Kesenjangan ekonomi. Presiden Soeharto melakukan penyatuan partai-partai politik sehingga pada masa itu dikenal tiga partai politik yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Seiring dengan naiknya taraf pendidikan pada masa pemerintahannya karena pertumbuhan ekonomi.ternyata tidak dapat dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya. Pada 1970 Soeharto melarang protes pelajar setelah demonstrasi yang meluas melawan korupsi. Soeharto menyetujui hanya dua kasus dan kemudian menutup komisi tersebut. dan Korea Selatan.

Soeharto mengubah UU Pemilu dengan mengizinkan hanya tiga partai yang boleh mengikuti pemilihan, termasuk partainya sendiri, Golkar. Oleh karena itu semua partai Islam yang ada diharuskan bergabung menjadi Partai Persatuan Pembangunan, sementara partai-partai non-Islam (Katolik dan Protestan) serta partai-partai nasionalis digabungkan menjadi Partai Demokrasi Indonesia. Pada 1975, dengan persetujuan bahkan permintaan Amerika Serikat dan Australia, ia memerintahkan pasukan Indonesia untuk memasuki bekas koloni Portugal Timor Timur setelah Portugal mundur dan gerakan Fretilin memegang kuasa yang menimbulkan kekacauan di masyarakat Timor Timur Sendiri, serta kekhawatiran Amerika Serikat atas tidakan Fretilin yang menurutnya mengundang campur tangan Uni Soviet. Kemudian pemerintahan pro integrasi dipasang oleh Indonesia meminta wilayah tersebut berintegrasi dengan Indonesia. Pada 15 Juli 1976 Timor Timur menjadi provinsi Timor Timur sampai wilayah tersebut dialihkan ke administrasi PBB pada 1999.

Soeharto dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat William Cohen pada tahun 1998. Korupsi menjadi beban berat pada 1980-an. Pada 5 Mei 1980 sebuah kelompok yang kemudian lebih dikenal dengan nama Petisi 50 menuntut kebebasan politik yang lebih besar. Kelompok ini terdiri dari anggota militer, politisi, akademik, dan mahasiswa. Media Indonesia menekan beritanya dan pemerintah mecekal penandatangannya. Setelah pada 1984 kelompok ini menuduh bahwa Soeharto menciptakan negara satu partai, beberapa pemimpinnya dipenjarakan. Catatan hak asasi manusia Soeharto juga semakin memburuk dari tahun ke tahun. Pada 1993 Komisi HAM PBB membuat resolusi yang mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap pelanggaran hak-hak asasi manusia di Indonesia dan di Timor Timur. Presiden AS Bill Clinton mendukungnya. Pada 1996 Soeharto berusaha menyingkirkan Megawati Soekarnoputri dari kepemimpinan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), salah satu dari tiga partai resmi. Di bulan Juni, pendukung Megawati menduduki markas besar partai tersebut. Setelah pasukan keamanan menahan mereka, kerusuhan pecah di Jakarta pada tanggal 27 Juli 1996 (peristiwa Sabtu Kelabu) yang dikenal sebagai "Peristiwa Kudatuli" (Kerusuhan Dua Tujuh Juli).

[sunting] Pengunduran diri Presiden Soeharto

Pada 21 Mei 1998, setelah tekanan politik besar dan beberapa demonstrasi, Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya di televisi. Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan Pernyataan Berhenti Sebagai Presiden Republik Indonesia, 21 Mei 1998 Pada 1997, menurut Bank Dunia, 20 sampai 30% dari dana pengembangan Indonesia telah disalahgunakan selama bertahun-tahun. Krisis finansial Asia di tahun yang sama tidak membawa hal bagus bagi pemerintahan Presiden Soeharto ketika ia dipaksa untuk meminta pinjaman, yang juga berarti pemeriksaan menyeluruh dan mendetail dari IMF. Mekipun sempat menyatakan untuk tidak dicalonkan kembali sebagai Presiden pada periode 1998-2003, terutama pada acara Golongan Karya, Soeharto tetap memastikan ia terpilih kembali oleh parlemen untuk ketujuh kalinya di Maret 1998. Setelah beberapa demonstrasi, kerusuhan, tekanan politik dan militer, serta berpuncak pada pendudukan gedung DPR/MPR RI, Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 untuk menghindari perpecahan dan meletusnya ketidakstabilan di Indonesia. Pemerintahan dilanjutkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, B.J. Habibie. Dalam pemerintahannya yang berlangsung selama 32 tahun lamanya, telah terjadi penyalahgunaan kekuasaan termasuk korupsi dan pelanggaran HAM. Hal ini merupakan salah satu faktor berakhirnya era Soeharto. Di Credentials Room, Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Presiden Soeharto membacakan pidato yang terakhir kali, demikian: Sejak beberapa waktu terakhir, saya mengikuti dengan cermat perkembangan situasi nasional kita, terutama aspirasi rakyat untuk mengadakan reformasi di segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Atas dasar pemahaman saya yang mendalam terhadap aspirasi tersebut dan terdorong oleh keyakinan bahwa reformasi perlu dilaksanakan secara tertib, damai, dan konstitusional. Demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa serta kelangsungan pembangunan nasional, saya telah menyatakan rencana pembentukan Komite Reformasi dan mengubah susunan Kabinet Pembangunan VII. Namun demikian, kenyataan hingga hari ini menunjukkan Komite Reformasi tersebut tidak dapat terwujud karena tidak adanya tanggapan yang memadai terhadap rencana pembentukan komite tersebut.

Dalam keinginan untuk melaksanakan reformasi dengan cara sebaik-baiknya tadi, saya menilai bahwa dengan tidak dapat diwujudkannya Komite Reformasi, maka perubahan susunan Kabinet Pembangunan VII menjadi tidak diperlukan lagi. Dengan memperhatikan keadaan di atas, saya berpendapat sangat sulit bagi saya untuk dapat menjalankan tugas pemerintahan negara dan pembangunan dengan baik. Oleh karena itu, dengan memperhatikan Pasal 8 UUD 1945 dan secara sungguh-sungguh memperhatikan pandangan pimpinan DPR dan pimpinan fraksifraksi yang ada di dalamnya, saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden RI terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari Kamis, 21 Mei 1998. Pernyataan saya berhenti dari jabatan sebagai Presiden RI saya sampaikan di hadapan saudara-saudara pimpinan DPR dan juga adalah pimpinan MPR pada kesempatan silaturahmi. Sesuai Pasal 8 UUD 1945, maka Wakil Presiden RI, Prof. Dr. Ing. BJ Habibie yang akan melanjutkan sisa waktu jabatan Presiden/Mandataris MPR 1998-2003. Atas bantuan dan dukungan rakyat selama saya memimpin negara dan bangsa Indonesia ini saya ucapkan terima kasih dan minta maaf bila ada kesalahan dan kekurangan-kekurangannya semoga bangsa Indonesia tetap jaya dengan Pancasila dan UUD 1945. Mulai hari ini pula Kabinet Pembangunan VI demisioner dan kepada para menteri saya ucapkan terima kasih. Oleh karena keadaan tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan pengucapan sumpah di hadapan DPR, maka untuk menghindari kekosongan pimpinan dalam menyelenggarakan pemerintahan negara, kiranya saudara wakil presiden sekarang juga akan melaksanakan sumpah jabatan presiden di hadapan Mahkamah Agung RI. Sesaat kemudian, Presiden Soeharto menyerahkan pucuk pimpinan negeri kepada Prof. Dr. Ing. BJ Habibie. Setelah melaksanakan sumpah jabatan, akhirnya BJ Habibie resmi memangku jabatan presiden ke-3 RI. Ucapan selamat datang mulai dari mantan Presiden Soeharto, pimpinan dan wakil-wakil pimpinan MPR/DPR, para menteri serta siapa saja yang turut dalam pengucapan sumpah jabatan presiden ketika itu. Tak berselang terlalu lama, Menteri Pertahanan Keamanan merangkap Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto membacakan pernyataan sikap, demikian: pertama, memahami situasi yang berkembang dan aspirasi masyarakat, ABRI mendukung dan menyambut baik permintaan berhenti Bapak Soeharto sebagai Presiden RI serta berdasarkan konstutusi mendukung Wakil Presiden Bapak BJ Habibie sebagai Presiden RI. Kedua, ABRI yang tetap kompak dan satu berharap dan mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menerima kehendak pribadi Presiden Soeharto tersebut yang telah sesuai dengan konstitusi, yakni Pasal 8 UUD 1945. Ketiga, dalam hal ini, ABRI akan tetap berperan aktif guna mencegah penyimpangan dan hal-hal lain yang dapat mengancam keutuhan bangsa. Keempat, menjunjung tinggi nilai luhur budaya bangsa, ABRI akan tetap menjaga keselamatan dan kehormatan para mantan Presiden/Mandataris MPR termasuk Bapak

Soeharto beserta keluarganya. Kelima, ABRI mengajak semua pihak agar bersikap tenang, mencegah terjadinya kerusuhan dan tindak kekerasan yang akhirnya akan merugikan masyarakat sendiri.

[sunting] Kasus dugaan korupsi
Artikel utama: Kasus dugaan korupsi Soeharto Setelah Soeharto resmi mundur dari jabatannya sebagai presiden, berbagai elemen masyarakat mulai menuntut agar digelar pengusutan dan pengadilan atas mantan presiden yang bekuasa paling lama di Indonesia itu. Pada 1 September 1998, tim Kejaksaan Agung mengumumkan adanya indikasi penggunaan uang yayasan di bawah pemerintahan mantan Presiden Soeharto. Melalui Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) pada 6 September 1998, Soeharto muncul dan menyatakan bahwa dia tidak mempunyai kekayaan di luar negeri. Jaksa Agung AM Ghalib dan Menko Wasbang/PAN Hartarto menemuinya di Jalan Cendana (Jakarta) untuk mengklarifikasi penyataan tersebut (21 September 1998). Pada 21 November 1998, Fraksi Karya Pembangunan (FKP) mengusulkan kepada pemerintah agar menetapkan mantan Presiden Soeharto sebagai tahanan kota. Ini merupakan tindak awal pengusutan harta dan kekayaan Soeharto yang diduga berasal dari Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN). Pada 3 Desember 1998, Presiden BJ Habibie menginstruksikan Jaksa Agung AM Ghalib segera mengambil tindakan hukum memeriksa mantan Presiden Soeharto. Pada 9 Desember 1998, Soeharto diperiksa tim Kejaksaan Agung di Kejaksaan Tinggi Jakarta sehubungan dengan dana yayasan, program mobil nasional, kekayaan Soeharto di luar negeri, dan kasus Tapos. Majalah Time melansir berita tentang kekayaan Soeharto di luar negeri yang mencapai US$15 miliar (22 Mei 1999). Pada 27 Mei 1999, Soeharto menyerahkan surat kuasa khusus kepada Jaksa Agung AM Ghalib untuk menelisik kekayaannya di Swiss dan Austria, seperti diberitakan Majalah Time. Pada 2 Juni 1999, Soeharto mengadukan Majalah Time ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia atas tuduhan memfitnah pada pemberitaannya. Soeharto menuntut ganti rugi sekitar 27 miliar dollar AS. Soeharto memiliki dan mengetuai tujuh buah yayasan, yaitu Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Yayasan Supersemar, Yayasan Dharma Bhakti Sosial (Dharmais), Yayasan Dana Abadi Karya Bhakti (Dakab), Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan, Yayasan Trikora. Pada 1995, Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 90 Tahun 1995. Keppres ini menghimbau para pengusaha untuk menyumbang 2 persen dari keuntungannya untuk Yayasan Dana Mandiri. Hasil penyidikan kasus tujuh yayasan Soeharto menghasilkan berkas setebal 2.000-an halaman. Berkas ini berisi hasil pemeriksaan 134 saksi fakta dan 9 saksi ahli, berikut ratusan dokumen otentik hasil penyitaan dua tim yang pernah dibentuk Kejaksaan Agung, sejak tahun 1999.

Menurut Transparency International, Soeharto menggelapkan uang dengan jumlah terbanyak dibandingkan pemimpin dunia lain dalam sejarah dengan perkiraan 15–35 miliar dolar A.S. selama 32 tahun masa pemerintahannya.[4] Pada 12 Mei 2006, bertepatan dengan peringatan sewindu Tragedi Trisakti, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP) perkara mantan Presiden Soeharto, yang isinya menghentikan penuntutan dugaan korupsi mantan Presiden Soeharto pada tujuh yayasan yang dipimpinnya dengan alasan kondisi fisik dan mental terdakwa yang tidak layak diajukan ke persidangan. SKPP itu dikeluarkan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada 11 Mei 2006, namun SKPP ini lalu dinyatakan tidak sah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 12 Juni 2006.

[sunting] Kasus perdata

BELANDA, JEPANG, ORDE BARU DAN NASIB PEMIKIRAN EMAS Robert B. Baowollo, Institut fuer Erziehungswissenschaft, Universitas Hamburg Pendahuluan Ada pengulangan sejarah -- atau lebih tepat: pengulangan tragedi sejarah -khususnya sejarah perkembangan pemikiran atau dunia intelektualisme dan kontribusinya dalam membentuk, menyertai dan mewarnai sejarah perjalanan kita sebagai bangsa. Pengulangan itu melahirkan bentuk-bentuk "excuse" secara sadar atas sebuah fase yang dianggap salah dan merupakan kesalahan tersendiri karena menemukan "another failure" terjalankan yang baru. Demikianlah, doktrin dan semangat (tidak sekedar isi buku sejarah!) nasionalisme memaksa orang harus memakai kacamata nasionalisme untuk memandang eksistensi kolonial Belanda dan Jepang di tanah air. Kacamata itu sedemikian pekatnya sehingga setiap pemakainya hanya bisa melihat dua hal: hitam dan putih. Kolonialisme itu jahat, biadab, tidak manusiasi. Bangsa penjajah terpaksa diidentikan dengan cara seperti itu. Jadilah Belanda dan Jepang itu adalah negara yang jahat, biadab, tidak manusiawi. Mengapa kita tidak mampu atau tidak bisa melihat sisi lain dari Belanda atau Jepang? Jawabannya sederhana: kita diajarkan untuk memakai kacamata indoktrinasi anti imperialisme-kolonialisme dalam membaca "sejarah masa lalu kitan". Pada suatu saat, ketika si Belanda tinggi-putih atau si Nipon pendek-coklat masih nyata bisa berdiri di depan rumah kita dengan sangkur terhunus di depan batang hidung, kacamata semacam itu menjadi sangat berguna, handal dan efektif untuk menarik garis antara musuh dan kawan. Siapa yang harus dimusuhi, mengapa mereka harus dimusihi, dan untuk apa mereka perlu dimusihi - semuanya adalah sebagian dari pertanyaan-pertanyaan yang relevan saat itu!

Dewasa ini Belanda, Jepang dan Orde Baru bergantian (sesuai perjalanan waktu sejarah) dipakai sebagai penyelamat sekaligus kambing hitam untuk ketidak mampuan kita menciptakan sejarah sendiri yang lebih baik dari jaman Belanda, Jepang maupun Orde Baru itu. Di jaman Orde Baru semua kesalahan bawaan (baik yang secara kultural terwariskan maupun karena ketidak-mampuan sendiri) selalu menjadikan kolonial Belanda dan Jepang sebagai pihak yang paling bertanggungjawab. Manusia Orde Baru tak pernah bersalah. Yang bersalah justru si Belanda atau si Nipon. Ketika Suharto turun semua pihak beramai-ramai menyepakati bahwa Orde Baru-lah yang bertanggungjawab atas praktek korupsi, kolusi, nepotisme, main kuasa, mau menang sendiri, masyarakat yang tidak transparan, oportunisme. Arwah kolonialisme mungkin akan bangkit dan berterimakasih kepada Suharto, sebab kebencian terhadap Suharto-Orde Baru telah membersihkan nama Belanda dan Nipon dari tumbal proyek nasionalisme -- sebagai pihak yang bersalah secara historis. Singkatnya, dalam lakon sejarah manusia Indonesia, yang bersalah dan harus, bahkan terus dipersalahkan adalah masa lalu. Kita enggan mengoreksi dan bila perlu mempermasalahkan dan mempersalahkan kita sendiri, baik sebagai gugus kesatuan sosial maupun sebagai penentu wacana kekinian kita. Belanda dan Nipon sebagai "kolonial almarhum" tak akan bangkit menuntut pemulihan nama baik, atau setidak-tidaknya penilaian yang seimbang. Tetapi seorang Suharto yang masih hidup tentu tidak akan mau begitu saja disebut sebagai sumber, biang, dalang dari semua kebangkrutan, kesemrawutan dan kebobrokan situasi saat ini. Wacara moral, nasionalisme, kebangsaan -- semuanya tidak bisa disederhanakan dalam bentuk Suharto dan Orde Baru yang bersalah dan "anggota sosietas yang sisa" adalah pihak yang benar atau bahkan paling benar. Kenyataan yang tidak bisa dihindari adalah bahwa Suharto, orang-orang Orde Baru dan KITA SEMUA masih hidup! Kalau memang demikian, apakah KITA SEMUA (minus Suharto, Orde Baru, Belanda dan Nipon) tidak mempunyai kontribusi dalam menciptakan wajah Indonesia yang bopeng, babak-belur hari ini? Tentu saja kita tidak sekedar membutuhkan sebuah jawaban yang jujur tetapi terutama suatu kejujuran untuk menjawab. Tidak tanpa konsep Orde Baru sebagai ide awal memiliki asumsi dan muara proyeksi yang sangat jelas. Para sejarahwan, pengamat masalah sosial dan politik sepakat, bahwa adalah Suharto dan rejimnya yang menyempitkan paham Orde Baru dan mereduksinya sebagai sebuah praksis manajemen pemerintahan pragmatis menyangkut kekuasaan dan mekanisme membangun dan mempertahankan kekuasaan -walau masih tetap dalam arah tujuan yang sama (setidaknya secara konseptual). Sebuah analisis yang lebih ketat akan menemukan kesimpulan berikut ini: Suharto meyakini konsep pembangunan yang disodorkan oleh para pakar sebagai konsep yang mulia, menarik, baik dan perlu tetapi ia sendiri tidak mengerti sepenuhnya apa yang dimaksudkan oleh para pakar yang bergelar Professor,

Doktor itu. Dengan kewenangan yang ada di tangannya ia sebagai tentara mengarahkan mekanisme politik untuk mengamankan pembangunan dengan visi dan misi agung yang digali dan dirumuskan oleh para pemikir bangsa. Tentara dijadikan satpam pembangunan. Siapapun yang setuju, sepikiran dan sejalan dengan tujuan pembangunan akan ditarik sebagai sahabat. Siapa yang berpikir lain, apalagi yang berpikir lain dan kritis terhadap pekerjaan pemerintah akan dengan mudah dikategorikan sebagai "pihak yang membahayakan pembangunan". Alergi terhadap kritik dengan tameng Pancasila adalah cerita lain lagi. Padahal para para pemikir yang melahirkan ide visi dan misi pembangunan nasional itu lahir dan besar dalam tradisi budaya kritis yang mengenal kritik, kritik dan kritik. Memang ada segelintir pemikir yang tergoda membonceng kereta kekuasaan sehingga tidak kritis lagi terhadap penyimpangan dan bias di lapangan. Lebih malang kalau mereka ini lalu terbeli oleh kekuasaan karena basis idealisme dan moralitas ilmuwan tidak cukup tertanam. Dalam praksis kita menemukan bahwa jurang antara penghasil konsep pembangunan, terutama pada tataran filosofis, dengan pelaksana pembangunan menjadi teramat sangat besar dan tak terjembatani. Yang satu menganggap pembangunan sebagai sesuatu yang sangat kompleks, tidak pernah selesai, dan tak bisa diukur -- karena menyangkut proses memanusiakan manusia (proses humanisasi), sementara yang lain memandang pembangunan sebagai sebuah proses pragmatis, sesuatu yang bisa digerakkan dengan managemen model MBO, bisa diukur dalam bentuk PDB/PDRB, devisa, daya beli dan daya saving, pendapatan per kapita, indeks inflasi yang rendah, dll. Benar, sebagaimana kata Driyarkara, semua proses fisik yang dikedepankan itu sebagai proses homonisasi yang mampu menjadikan manusia lebih kaya, lebih sehat dan montok badannya, lebih kekar ototnya, lebih tebal dompetnya, lebih berkilap sepatunya dan lebih halus deru mesin mobilnya, lebih cantik orangnya. Tetapi kita tiba-tiba sadar bahwa setelah sebagian anak negeri ini lulus proses homonisasi (walau yang miskin secara kuantitatif dan kualitatif semakin memprihatinkan), kita toh berhadapan dengan kenyataan yang paling keras, yaitu KOEKSISTENSI KITA terus mencari-cari jiwanya karena secara historis-sistematis ia didepak keluar dari praksis upaya memperebutkan dan mempertahankan kekuasaan atas nama pembangunan. Dan wacana-wacana humanisme pembangunan hanya hidup di buku teks karya monumental para pemikir besar bangsa ini. Nasib Pemikir dan Pikiran Mereka Tiba-tiba terasa seolah bangsa ini berjalan tanpa tuntunan para pemikirnya. Tetapi kesan ini juga segera kita bantah karena hal itu tidak benar. Cukup banyak bukti di rak buku, map seminar dan lokakarya, jurnal dan catatan lepas bahwa para pemikir bangsa ini telah memberi kontrbusi luar biasa bagi wacana pembangunan, sosial dan politik kita. Apakah pemikiran-pemikiran itu dihargai, artinya ditangkap dan dimanfaatkan dalam praktek pengambilan keputusan -- itu adalah sebuah pertanyaan yang teramat sulit dijawab. Sulit karena birokrat kita bukannya orang yang tidak lulus sekolah dasar: mereka menghadiri seminar, mendengar si Magnis mengoceh, si Kleden menggugat,

Syahrir mengoreksi, Ramli mengulas, Sujatmiko menggagas, Hatta mendasar etc. and so on. Mereka mengangguk-angguk kepala tanda kagum, tanda puas .. entah mengerti atau tidak, lalu pulang bawa sertifikat untuk kredit point naik pangkat,.atau keuntungan lainnya adalah bertambahnya relasi di forum seminar, bahkan sempat salaman dengan Pak Menteri Hikam yang rada kocak itu. Namun demikian, pemikir tidak pernah berniat untuk mencuci otak audiens-nya. Mereka hanya membuka horizon wawasan audiens, menggugat konsep yang mapan dan/atau yang melenceng dan menawarkan alternatif. Adalah tanggungjawab audiens untuk memperlakukan input tadi. Para pemikir tahu diri, bahwa panggilan profesinya adalah memberi pencerahan. Karya pikir mereka tetap hidup dalam dinding dan aturan akademik: bisa benar, bisa salah, bisa diterima bisa ditolak .. pendeknya pemikiran mereka siap diuji-ulang setiap saat oleh siapapun juga. Maka karya para pemikir di tanah air kita -- untuk saat ini -- adalah warisan tak ternilai bagi generasi pemikir berikutnya. Pemikiran mereka tidak akan hanyut-hilang bersamaan dengan perginya sebuah Orde. Relevansi Pemikiran Apa relevansi menggugat perlakuan pemikiran para pemikir bangsa kita? 1. Menghujat Orde Baru sebagai rejim "ein fuer allemal" dapat diterima, tetapi menihilkan semua pemikiran yang melandasi lahirnya Orde Baru adalah sebuah kenaifan tersendiri. Perlu ada upaya menghimpun semua pemikiran yang didengar bagus oleh Suharto dan rejimnya tetapi tidak dimengerti sepenuhnya oleh mereka sehingga perlakukan mereka terhadap pemikiran para pemikir bangsa ini menjadi proses pengurusan. 2. Belanda dan Nipon itu jelek sebagai penjajah, tetapi lewat penjajah itu pula kita menginjak anak tangga menuju pencerahan menyadari diri sebagai manusia merdeka yang menuntut bebas dari pejajahan. Majapahit dan Sriwijaya menaklukkan, bukan memerdekakan. Mari kira bertanya pada Mataram dan lainnya. Orde Baru menjajah kita, memasung intelektualisme, kreativisme dan kritisisme. Tetapi Orde Baru memberi pelajaran berharga, betapa rapuhnya barisan intelektual kita: ada yang setia pada lini pemikir, ada yang terbeli penjadi pemasok ide dan pemberi warna ilmiah pada ucapan birokrat, bahkan ikut menyusun studi kelayakan menggunduli hutan Yamdena (Tanimbar), Kalimantan, menyusun konsep rekayasa manusia untuk memenangkan kepentingan kelompok atau tokoh politik tertentu, bahkan membela para Jenderal yang diduga membunuh kemerdekaan orang yang berjuang untuk menjadi manusia merdeka. 3. Era baru dengan paradigma baru tidak cukup sekedar slogan tanpa kita mengerti apa itu paradigma, mengapa kita harus berpindah dari paradigma yang satu ke paradigma yang lain, innovasi baru mana yang menggugat kebenaran atau kekokohan paradigma lama. Jangan-jangan kita hanya berputar ditempat dengan cerita yang sama. Banyak pejabat menyampaikan pidato yang disusun oleh orang pintar penuh dengan jargon globalisasi, tetapi dari uraian selanjutnya nampak kerancuan pemahaman tentang globalisasi, globalisme,dan

globalitas. Orang berbicara tentang pluralisme, tetapi yang dimaksudkan adalah pluralitas. Orang berbicara tentang "das Sein" tetapi yang dimaksud adalah "Dasein". Orde Baru telah memberi peluang lahirnya berbagai konsep rumit pembangunan yang tidak mudah dicerna oleh para pelaksana dan pelaku pembangunan sehingga salah satu produk Orde Baru lainnya adalah "salah kaprah". 4. Kita semua dipanggil untuk kembali menggali, mencermati dan mendudukkan kembali pemikiran besar para pemikir bangsa sekaliber Sujatmiko, Driyarkara dan lain-lain, agar kita tidak terus-menerus menjadi bangsa penerima resep instan pembangunan yang diproduksi di laboratorum pemikiran Bank Dunia, UNESCO, dll. yang belum tentu mengenal dengan benar manusia Indonesia. (Gagasan orang Bank Dunia biasanya WAJIB dijalankan oleh pemerintah setempat karena gagasan mereka bernilai proyek yang ditunggu-tunggu banyak orang dalam negeri). Pemahaman yang tepat tentang Indonesia, juga berdasarkan renungan dan pemikiran anak bangsa ini, akan sangat menolong mengkritisi pemikiran dari luar dan menjadikan konsep pembangunan pedesaan Indonesia yang diajukan Bank Dunia misalnya, mengakar dan bisa jalan. Hamburg, 9 Februari 2000 Robert B. Bowollo

Kebijakan Untuk Pemiskinan Rakyat
27/05/2008

Kekuasaaan adalah amanah, yaitu amanah untuk mampu membimbing, memajukan, mencerdaskan, memberadapkan dan mensejahterakan rakyat atau bangsa yang dipimpin. Pemimpin datang untuk mengabdi kepada rakyat, bangsa dan negara, karena itu mereka sebesar-besarnya memberikan hidupnya, harta, tenaga dan pikirannya untuk kemajuan dan kemakmuran bangsanya. Dengan kemakmuran bangsa dan negaranya itu kemakmuran pribadinya akan terbawa dengan sendirinya. Ini prinsip kepemimpinan yang amanah, sangat berbeda dengan pemimpin yang melihat kepemimpinan atau kekuasaan sebagai lapangan kerja, seperti seorang professional, direktur sebuah perusahaan. Pada umumnya para elite yang menjadi pemimpin saat ini adalah pekerja politik, bukan aktivis politik, jadi niat dan tujuan serta seluruh pertimbangannya adalah dagang untuk mencari keuntungan pribadi, karena itu setiap langkahnya mesti ada fasilitas dan bayarannya. Bahkan tipe kepemimpinan seperti ini melihat seluruh aset negara sebagai hutan bebas yang boleh dijarah untuk kepentingan pribadi. Inilah yang dianggap sebagai kreatif dan kompetitif. Ini yang terjadi saat ini, pemimpin baik yang ada di pemerintahan, partai, perusahaan maupun organisasi kemasyarakatan, menggunakan

posisinya untuk memperoleh keuntungan pribadi, bukan untuk memajukan lembaga yang dipimpinnya. Sering lembaga dan anggotanya diterlantarkan, tetapi para pemimpin secara pribadi kaya raya. Seperti itulah kepemimpinan yang kita alamai saat ini, pemimpin seperti ini mengabaikan nasib rakyat banyak, hanya memperhatikan nasib sedikit kelompok yang selalu mengelilinginya, sehingga kebijakannya membuat rakyat semakin sengsara. Saat ini berbagai usaha kecil dan menengah dalam berbagai sektor telah tuitup karena kelangkaan bahan baku, dan karena kenaikan bahan bakar, sehingga produknya jadi mahal dan tak terjangkau oleh konsumen. Kebangkrutan usaha itu terutama akan dirasakan sangat pedih oleh buruh yang ada di berbagai industri dan usaha kecil itu, karena mereka dipecat dengan tanpa memiliki cadangan dana untuk hidup. Memang bahwa kemiskinan itu bukan nasib, bukan pula karena kemalasan, tetapi kemiskinan terjadi akibat kesalahan para pemimpin dalam mengambil kebijakan. Kebijakan yang diambil untuk menguntungkan kelompok kecil mafia bisnis berakibat mematikan ribuan usaha kecil dan menegah. Kebijakan ini selalu terjadi di tengah sistem yang penuh korupsi. Hanya sering kali kebijakan yang menyengsarakan itu dimanipulasi dengan berbagai santunan yang justeru sangat mematikan, sehingga masyarakat tidak bisa melihat secara jernih watak para pemimpinnya. Mereka telah menghancurkan dengan sistematis struktur perekonomian rakyat, tetapi kalau terjadi bencana, mereka segera datang pada rakyat seolah peduili pada rakyat, padahal seluruh kebijakan politiknya telah menyingkirkan kepedulian pada rakyat, menyengsarakan dan memiskinkan rakyat. Satu hal yang tidak bisa dipungkiri dari kebijakan ini adalah jumlah kemiskinan yang terus meningkat, sementara hutang luar negeri semakin menumpuk. Bagi pemimpin yang produktif semestinya bisa menggunakan dana utangan itu untuk usaha yang produktif, sehingga rakyat kaya, bangsa makmur dan negara berkecukupan, mampu membayar hutang dan tidak meminjam lagi. Ribuan sarjana politik diwisuda ribuan sarjana ekonomi dipekerjakan, tetapi tidak memiliki kempuan sedikitpun memperbaiki perekonomian rakyat dan negara. Ini tidak lain karena memang mereka tidak berorientasi pada rakyat dan Negara. Memang mustahil negeri ini bisa makmur walaupun sumber kekayaan alamnya melimpah, kalau para pemimpinnya bukan pemimpin yang bisa memikul amanah, tetapi hanya terdiri dari para pencari kerja, yang cita-citanya hanya mendapatkan gaji besar, tetapi tidak memiliki cita-cita untuk membangun bangsanya. Sekedar bercitacita bahkan mengeluarkan pernayaan sikap banyak. Tetapi mereka tidak berani bertindak. Sebab tindakan mengandung risiko. Seorang pemimpian yang amanah mesti memihak kepada rakyat dan bangsa sendiri, sementara prmimpin yang ada karena hanya pencari kerja mereka menjadi sangat oportunis, mengikuti arus, tanpa berani melawan arus perdagangan bebas yang didorong oleh liberalisasi dan swastanisasi. Kecenderungan itu diikuti begitu saja, padahal untuk dapat mensejahterakan rakyat dan menjadikan bangsa jaya dan negara mencapai kemegahannya hanya dengan membangun kedaulatan sendiri baik secara

mengingat sudah begitu banyak korban yang berjatuhan terutama dari pihak Muslim. Saya tetap yakin bahwa sumber utama konflik bukanlah masalah keagamaan mengingat bahwa sejak dulu baik di Ambon maupun di Poso umat Muslim dan Kristen sudah hidup saling berdampingan secara damai tanpa ada rasa permusuhan. Seluruh sistem politik ketatanegaraan harus kembali pada filosofi nasional dan kepentingan nasional. Jadi jelaslah saya dapat mengindikasikan bahwa selama ini beberapa konflik yang kerap meletus di berbagai daerah di Indonesia adalah bagian dari skenario busuk atau permainan intrik dari orang-orang Neo Orba dengan mengadu domba umat Muslim dan Kristen. semoga saja bermanfaat bagi para pembaca: Kompas: Kota Poso sedemikian mencekamnya. begitu menggetarkan hati semua warga. maka kedua sektor itu harus dinasionalisasi secara tuntas. Untuk memiliki kedaulatan politik dan ekonomi. belum lagi mereka yang luka-luka dan melarikan diri penuh dengan ketakutan. maupun secara ekonomi. Sesunggunya kalian sebenarnya adalah saudara sebangsa dan setanah air. Di situlah rakyat akan berkuasa. Bila sudah demikian tidak lagi usaha pemiskinan yang terjadi.politik. Di bawah ini adalah berita-berita yang saya ambil dari Kompas seputar masalah Poso. (Abdul Mun’im DZ) Konflik Poso adalah Permainan Intrik Orba Tergeraklah hati saya untuk mengangkat berita tentang konflik Poso ke permukaan. Jika di Ambon terkenal dengan semangat Pela-Gandong atau Salam Sarani maka di Poso terkenal dengan semangat Sintuwu Maroso sebagai tali pengikat persaudaraan dan kegotongroyongan antar warga. Kabar duka dari Desa Togolu. walau agama kalian berbeda namun jangan jadikan perbedaan sebagai pemicu rasa permusuhan. Sadarlah bahwa kalian itu semuanya sedang menjadi barang mainan oleh para pentolan-pentolan Orba yang tidak rela tergusur oleh gerakan reformasi. telekomunisasi. Sementara. Saya begitu khawatir jika Poso akan dijadikan oleh elemen Orba menjadi ladang pembantaian manusia seperti yang sudah terjadi di Ambon dan sekitarnya. . Ingatlah yang menjadi musuh kalian itu bukan umat Muslim atau Kristen tetapi adalah orang-orang dari rezim Orba dengan para simpatisannya yang doyan mengacau demi kepentingan politik mereka. Ratusan nyawa telah melayang di pesantren Wali Songo yang terletak di wilayah itu. harus segera dinasionalisiasi. tetapi menjadi langkah pemakmuran rakyat. Karena itu saya himbau kepada seluruh umat Muslim dan umat Kristen untuk saling menahan diri untuk tidak terprovokasi. transportasi dan pangan yang sekarang berada di tanagan swasta. negara berdaulat dan bangsa memiliki martabat. Poso. Kecamatan Lage. justru jadikanlah semua perbedaan sebagai bukti dari khazanah budaya kita yang penuh warna. Seluruh perusahaan strategis di sektor energi.

ratusan penghuni pesantren Wali Songo di Kilometer Sembilan (Desa Togolu) Kecamatan Lage Kabupaten Poso. dan manula telah diperintahkan mengungsi ke Markas Kompi 711-B Poso. Sejumlah saksi mata yang ditemui Antara di Palu dan Poso--205km timur Palu Senin mengatakan." kata sejumlah pengungsi kerusuhan Poso di Parigi." kata mereka. anak-anak. menyusul adanya intimidasi dari pasukan Kelompok Merah kepada warga muslim setempat. para wanita. mengenai tidak adanya pembantaian terhadap wanita dana anak-anak saat pecah kerusuhan bernuansa SARA fase ketiga melanda Poso sejak 23 Mei lalu. Andreas: Ini mungkin bukti sebagian dari kebiadaban para perusuh terhadap umat Muslim. membakar pesantren. "Pernyataan pimpinan Polri ini mengada-ada. namun beberapa di antaranya berhasil menyelamatkan diri lari ke hutan-hutan di sekitar pasantren itu. Mereka yang tidak sempat mengungsi itulah yang menjadi sasaran pembantaian dan perkosaan. Para pengungsi ini mengakui bahwa sehari sebelum meletusnya kerusuhan Poso fase ketiga (23/5). "hilang" dan diduga kuat lari menyelamatkan diri saat Kelompok perusuh melakukan penyerangan tanggal 28 Mei 2000. Kabupaten Donggala. Sekali lagi saya tegaskan bahwa ini bukanlah perbuatan kekristenan tetapi adalah perbuatan dari para setan yang sedang menyamar menjadi “murid Kristus”. atau menyerang tempat ibadah seperti masjid.Kantor Berita Antara menuturkan. bahkan hingga perkosaan terhadap beberapa wanita. Saya memang tidak bisa mengelak bahwa yang melakukannya adalah mungkin saja dari “kelompok merah” atau pihak Kristen namun sekali lagi saya tegaskan bahwa sesungguhnya yang melakukannya adalah tidak lebih dari umat setan/iblis yang mendompleng nama Kristen. penyerangan kelompok perusuh hari Minggu itu di pondok pesantren tersebut mengakibatkan banyak korban tewas. sebab di depan mata kami peristiwa pembantaian itu dilakukan." kata sejumlah saksi mata. Sulawesi Tengah. Para pengungsi asal desa Sintuwulembah itu tak merinci angka korban tewas yang dibantai di desa mereka. namun menyatakan jumlahnya mencapai ratusan orang. Selasa. Kompas: Warga Poso yang berada di sejumlah lokasi pengungsian di Kecamatan Parigi. Andreas: Kita memang tidak bisa membantah bahwa ternyata “kelompok merah” atau kelompok Kristenlah sebagai pelaku semua kebiadaban. Namun kini kitapun harus bertanya apakah “kelompok merah” yang disebut-sebut tersebut benar-benar mewakili umat Kristen sebenarnya ataukah hanya sekumpulan orang-orang Kristen gadungan yang dibayar oleh pentolan Orba untuk mengacau . sesali pernyataan Waka Polda Sulteng Kolonel (Pol) Drs Zainal Abidin Ishak. "Tak sedikit wanita ditelanjangi dan diperlakukan secara tidak senonoh sebelum dibantai hingga tewas. Sebab yang namanya orang Kristen atau pengikut Kristus sejati tidak mungkin sampai hati untuk membantai manusia lain yang berbeda agamanya. mereka sendiri sempat menyaksikan bahkan merasakan perbuatan sadis dan brutal yang dilakukan pasukan Kelompok Merah di desa mereka selama beberapa hari sejak pecah kerusuhan. Menurut beberapa pengungsi yang bermukim di sekitar Pondok Pesantren Wali Songo di desa Sintuwulemba (9 kilometer Selatan Poso) itu.

Siapapun sesungguhnya orang luar itu kalau bukannya lagi orang-orang bayaran yang memang sudah diperkerjakan secara profesional dengan tujuan untuk memecah belah dan mengadu domba antar umat beragama. Ia mengatakan pada dasarnya masyarakat Poso sudah jenuh dengan pertikaian dan mau hidup berdampingan seperti dulu. jam 15. namun orang dari luar memperkeruh lagi suasana dengan memancing emosi masyarakat agar beramai-ramai melakukan aksi balas dendam."Tertangkapnya dua orang warga sipil pelaku kekacauan di Poso pasca kerusuhan Mei tahun lalu ternyata dari hasil penyelidikan pihak keamanan.di Poso? Mengingat bahwa semua kerusuhan yang terjadi di negara kita baik itu di Ambon. Letkol Budiardjo. Pemeriksaan sementara oleh Pomdam VII Wirabuana menunjukkan. Ketika dihubungi KCM melalui telepon. Kompas: Dugaan keterlibatan sejumlah oknum TNI Kodim Poso dalam kasus Poso tak dipungkiri oleh Komandan Kodim 1307 Poso. Sabtu. Sabtu. membenarkan adanya pemeriksaan oleh . atau di Poso selalu saja melibatkan oknum-oknum pemerintahan dan para aparat yang turut bermain pula sebagai bidak Orba dengan maksud untuk menggoyahkan stabilitas nasional. Dari hasil pemeriksaan 28 orang anggota TNI yang terlibat dalam kerusuhan Poso untuk sementara ada indikasi enam orang diduga terlibat. ternyata berasal dari luar Sulawesi. Ingatlah bahwa pentolan Orba sudah mahir puluhan tahun untuk “bermain api” dengan rakyat dan cerdik dalam memainkan strategi “lempar batu sembunyi tangan”. Andreas: Kini terbukti bahwa memang ada orang luar yang turut “bermain api” untuk ikut memperkeruh Poso. Dan tragisnya “bahan bakar” reformasi kini sudah di ambang kehabisan terutama jika Gus Dur dapat diturunkan secara paksa oleh para politisi di tubuh DPR yang memang sudah “bau bangkai”. katanya. setelah melalui penyelidikan sementara diduga terlibat langsung dalam kerusuhan di Poso.00 WIB. Senin (29/1). Sudirman Panigoro. Letkol Budiardjo. 6 anggota Kodim Poso terlibat langsung. katanya kepada Antara di sela-sela acara HUT Bayangkara Ke 54 di Makassar. di Sampit. Kompas: Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) HB Paliudju mengatakan yang mengacaukan situasi di Kabupaten Poso pasca pertikaian berdarah Mei-Juni 1999 adalah orang dari luar kabupaten itu dengan motif balas dendam. Komandan Kodim 1307 Poso. "Enam dari 28 orang oknum TNI Kesatuan Kodim Poso. Hal ini memang sudah menjadi strategi andalah atau jurus pamungkas dari para pentolan Orba untuk menghancurkan setiap gerakan reformasi yang kini sedang limbung karena kehabisan “bahan bakar”." katanya di Palu. Dan ketika stabilitas nasional tersebut goyah maka orang-orang Orba akan mempunyai alasan yang cukup kuat untuk menggoyahkan pemerintahan Gus Dur sambil berteriak bahwa karena Gus Durlah situasi dan kondisi di Indonesia menjadi tidak aman alias rusuh." kata Komandan Pomdam VII/Wirabuana Kol. merupakan bukti bahwa yang melakukannya bukan warga Poso. Peristiwa yang terjadi di desa Sepe Kecamatan Poso Pesisir tanggal 23 Desember 2000. tapi orang luar yang mencoba memperparah lagi keadaan yang berangsur-angsur mulai kondusif itu.

warga Poso harus mengingat kembali semboyan "Sintuwu Maroso" (kerjasama dan tolong menolong antar-sesama manusia) sebab falsafah yang diwariskan oleh nenek-moyang ini memiliki arti penting dalam menapaki masa depan bersama yang lebih baik." kata Gubernur di Palu. saya akan menyodorkan suatu berita yang mengejutkan yang ternyata menegaskan bahwa kerusuhan di Poso itu bukanlah karena SARA. Sekedar menyinggung Sintuwu Maroso (kerjasama dan tolong menolong antar-sesama manusia) yang menjadi semboyan warga Poso."Banyak pihak melaporkan hal itu kepada kami.Menurut Paliudju."Saya minta semua warga Poso. Kompas: Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudju mengajak semua warga Poso yang berada di dalam dan luar kota itu segera menghilangkan perbedaan SARA (suku." kata Wakil Ketua MUI Sulteng KH Drs Dahlan Tangkaderi di Palu. bahkan sejumlah saksi mata mengatakan sempat melihat para desertir bergabung dengan salah satu kelompok yang bertikai. Semoga bukan hanya aparat “kelas teri” saja yang tertangkap tetapi para politisi besar yang sedang asyik bermain di “belakang layar”pun bisa ditangkap dan diadili. Rabu. Semoga. Apakah mungkin semboyan Sintuwu Maroso yang sudah beratus tahun tertanam di dalam hati sanubari dapat hilang menguap begitu cepat tanpa ada faktor lain sebagai penyebabnya? Penyebab apa lagi kalau bukan karena “sebab intrik Orba” yang bisa dijadikan alasan kuat untuk menjawab mengapa semboyan Sintuwu Maroso dapat hilang dengan begitu cepat? Ataukah pembaca punya alasan lain yang lebih logis? Kompas: Pihak MUI (Majelis Ulama Indonesia) Sulawesi Tengah menilai bahwa kasus pertikaian berdarah di Kabupaten Poso meluas dan menimbulkan banyak korban jiwa akibat beberapa oknum aparat keamanan (TNI/Polri) di daerah itu melakukan desersi. Andreas: Kini tabir tersebut tersingkap dengan sendirinya bahwa aparatpun ikut “bermain api” guna meramaikan tragedi Poso. mengingat pertikaian berkepanjangan selama ini telah menelan korban jiwa dan harta benda luar biasa besar. yang penanganannya kini sudah sampai pada Pomdam VII Wirabuana. Andreas: Mungkin sampai saat ini kita masih harus “terpaksa” memegang asumsi bahwa kerusuhan di Poso itu murni bermuatan SARA. sekaligus mengambil tindakan tegas bagi mereka yang membelot dari tugas . segera menghilangkan perbedaan SARA. guna mencegah munculnya kembali tindak kekerasan yang dapat meningkatkan jatuhnya korban jiwa dan harta benda. Namun pada akhir artikel saya. pihaknya telah melaporkan kepada pimpinan TNI/Polri setempat mengenai masalah tersebut. baik yang masih bertahan di daerah itu maupun di lokasi pengungsian. agama. ras dan antar-golongan).Denpom Palu terhadap anggota Kodim Poso yang diduga terlibat dalam aksi kerusuhan Poso.Menurut Tangkaderi. ternyata semboyan ini bukanlah semboyan yang baru “diciptakan” namun sudah merupakan falsafah yang diwariskan oleh nenek moyang selama ratusan tahun. Jumat.

Ternyata memang perlu dipertanyakan kualitas sebagian besar dari anggota TNI/Polri. Silahkan para pembaca nilai sendiri berita di bawah ini. Drs Akram Kamaruddin mengatakan kerusuhan di Kabupaten Poso Sulawesi Tengah yang menelan korban jiwa yang meninggal dunia lebih 200 orang. menjual dan meminumnya. bukan dipicu masalah SARA." katanya di Poso. tapi saling membantu. mengingat orang-orang semacam Bimantoropun pernah melakuan hal yang serupa yakni melawan atasannya dalam hal ini adalah presiden dengan menolak untuk dinonaktifkan. "Tapi alhamdulillah kami sudah melarang masyarakat untuk memasukkan. Dan saya tidak terkejut ketika melihat kasus ini. Andreas: Di bawah ini adalah berita yang telah saya janjikan itu. "Saya yakin kerusuhan Poso ini bukan karena SARA. Kamis (31/5).kedinasan dan ikut bergabung dengan kelompok yang bertikai untuk melakukan penyerangan terhadap warga sipil di Poso. Karena itu damailah kalian wahai umat Muslim dan Kristen karena berperang itu tidak ada gunanya! Marilah kita galakkan semangat persaudaraan dan cinta kasih dan buang jauh-jauh rasa dendam dan permusuhan! Jangan lupa teruslah nyalakan api reformasi yang kini hampir-hampi padam dan gilas Orba dengan kekuatan rakyat! Kerusuhan Poso Bukan SARA Poso. Akibatnya masyarakat mulai bertindak di luar batas dan mengganggu sesama mereka. Ia menjelaskan. Penyebab lainnya adalah faktor kenakalan remaja. pembelotan kepada musuh)." ujarnya. sebab antar-desa berpenduduk Muslim dan Kristen yang bertetangga tidak saling menyerang. Sampai di sinikah mental seorang prajurit di negara kita? Rupanya para anggota TNI/Polri perlu lagi dibina secara lebih serius supaya kasus Bimantoro atau kasus desersi di Poso tidak perlu terulang lagi di masa yang akan datang. Andreas: Ada desersi toh rupanya. Kamis Ketua DPRD Poso. penyebab terjadinya kerusuhan itu sebanyak 12 variabel antara lain merajalelanya peredaran minuman keras sehingga masyarakat menjadi terpengaruh dan mengkonsumsinya secara berlebihan. (Ket: desersi berarti lari dari dinas ketentaraan. apakah memang benar bahwa mereka adalah benar-benar prajurit sejati dan pengayom rakyat ataukah hanya terdiri dari sekelompok provokator bermuka tembok dan pengecut yang hanya bisa bersembunyi di ketiak para elite politik. bahwa kerusuhan di Poso itu sebenarnya bukan karena SARA. Semoga berita ini bisa memberikan sedikit kesejukan di tengah-tengah situasi dan konsidi bangsa yang sekarang lagi serba panas. Ikhwal kerusuhan di sini dipicu oleh perkelahian pemuda antar-kampung di terminal Lombogia lalu .

Tetapi. Dalam peristiwa Perang Kamang (1908) di Sumatera Barat. rendahnya kesadaran hukum dan pendidikan politik kemudian dibalut oleh sentimen pribadi dan gencarnya provokasi juga merupakan penyebab lain dari kerusuhan Poso. "Warga sudah menguasai perekonomian sehingga lahirlah kecemburuan dari penduduk pribumi yang mereka ekspresikan dengan membabat pohon coklat dan kelapa milik pendatang. sehingga suara orang awam pun bisa mereka wakili. Upaya paling maksimal adalah menempuh jalan kekerasan lewat pemberontakan bersenjata. sekalipun terbatas dalam hak dan wewenang. Sutan Syahrir. telah dengan sangat kritis menyampaikan pembelaan atas pikiran-pikirannya. Kemudian kesenjangan pendidikan baik formal maupun informal juga punya andil besar. Korban-korban pun berjatuhan. tanpa harus mengacu kepada substansi “kebenaran�? suara-suara itu. masyarakat telah berteriak tentang betapa pentingnya penolakan atas “pajak tanpa perwakilan�?." ungkapnya. Tokoh beraliran sosialis. Wakil Presiden Muhammad Hatta bahkan pernah menduduki kursi Perdana Menteri. Demokrasi Khas Indonesia: Riwayat Singkat dan Masa Depannya Kamis. pada gilirannya memupuk dendam antara sesama pejuang. Luka-luka zaman revolusi kemerdekaan. Jakarta. 21 Juni 2007 Indra J. Sejumlah manifesto juga dikeluarkan. dan Sutan Syahrir adalah contoh dari nama-nama yang terkikis oleh . Aristoteles dan filsuf-filsuf selanjutnya menjadi kehilangan kepercayaan kepada demokrasi yang memenangkan suara orang awam (Fuad Hassan. yang menunjukkan kedaulatan rakyat dilaksanakan dalam level tertinggi. Kerusuhan Poso. walaupun berlangsung secara inkonsistusional demi tujuan-tujuan politik dan diplomasi internasional. yakni dengan pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan KNIP Daerah. Demokrasi datang ke Indonesia juga bukan tanpa korban. sebagai perintis jalan bagi penentuan nasib sendiri dan sekaligus hak membentuk pemerintahan. yakni Presiden Soekarno. Anak-anak revolusi itu pun dimakan oleh arus cepat perubahan. bukan tidak ada demokrasi. Dalam model-model yang sederhana. sementara simbol negara. 1996). ketika politik aliran beranjak dari meja diskusi kepada sejumlah perang terbuka yang juga bermuara kepada pembunuhan. namun terkendala oleh perang kemerdekaan. Kaum bangsawan memang dengan sangat cerdik telah memanipulasi demokrasi demi keberlanjutan kekuasaan yang mereka miliki. yakni antara presidensial dan parlementer. Kemerdekaan Indonesia sejak 17 Agustus 1945 telah membuka kesempatan luas ke arah pemerintahan yang demokratis. adalah pengusung adanya parlemen yang tidak dipilih dalam pemilihan umum itu. Ketua Dewan Pengurus Yayasan Harkat Bangsa Indonesia Latar Belakang Demokrasi lahir bukan tanpa korban. dipicu oleh kesenjangan sosial yang kian mencolok antara penduduk asli dan warga pendatang. telah dimulai suara-suara yang mewakili kepentingan tanah jajahan.dimasuki oleh provokator kemudian membesar hingga tak terkendali dan menyebabkan salah satu kelompok warga terusir dari Kota Poso. Tan Malaka. serta membangun pemerintahan berdasarkan sistem yang seringkali campur baur. ketika berhadapan dengan keputusan demokratis yang menyatakan ia bersalah dan meminta meminum racun. Socrates yang menjadi filsuf paling berpengaruh dalam era Yunani. Amir Syarifuddin. penolakan atas kebijakan raja di tanah Jawa yang dianggap merugikan rakyat dilakukan dengan cara menjemur diri di depan alun-alun Istana Raja. Ada kehendak dalam penjelasan UUD 1945 untuk mengadakan pemilihan umum. Ia menambahkan. tetap dipertahankan pada kursi kekuasaannya. lanjut Kamaruddin. Piliang Analis Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS). antara lain dengan gerakan Indonesia Berparlemen. Lewat Volksraad. Pendidikan yang diterapkan orang tua di rumah dan guru di sekolah terkadang tidak sejalan dan ada kecenderungan kelompok warga tertentu tidak menikmati pendidikan formal seperti kelompok warga yang lain. Plato.

Nama yang dikenakan adalah demokrasi Pancasila yang berbentuk indoktrinasi lewat jalur-jalur pendidikan formal dan sertifikat Penataran P-4.terjangan debu. Tokoh-tokoh penting kemerdekaan Indonesia bisa dipastikan tumbuh dan berkembang di penjara-penjara yang dekat dan jauh dari pusat pemerintahan. sampai penyelenggaraan pemilu sendiri yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri. Aparatur militer juga menjadi mesin pengumpul suara yang maksimal. yakni keluarga Cendana. Republik pun dikepung oleh pemberontakan daerah. yakni stabilitas. nama sebuah jalan tempat rumah tinggal pribadi Soeharto dan keluarganya. dan tipologi sosial-politik lainnya. Padahal. Pemilu 1955 yang bisa jadi menjadi barometer ideal dari proses pemilihan wakil rakyat dengan membolehkan partai lokal dan perseorangan sebagai kandidat. Hanya saja. Tanpa disadari – atau memang didesain dengan sempurna – puncak kekuasaan ekonomi-politik berpindah dari lembaga-lembaga negara menjadi usaha rumah-tangga. kekayaan alam dan posisi geografis dalam simpang jalan jalur laut internasional. Peminggiran Peran Partai Politik Dalam buku-buku sejarah yang ditulis selama Orde Baru (1966-1998). selain memiliki perwakilan tetap dalam parlemen lokal dan nasional tanpa dipilih. terutama dari segi jumlah penduduk. kesadaran seperti itu tidak muncul di kalangan elite. apapun yang terjadi pastilah menarik perhatian dunia luar. nelayan. juga mantan-mantan pejabat penting pemerintahan. mulai dari pengarahan agar memilih Golkar. Kekuasaan berpusat kepada sekelompok orang di Jakarta yang melibatkan Golkar. seperti tenggang-rasa dan tepa-selira. para pendiri republik adalah orang-orang yang sangat paham dengan beragam literatur tentang demokrasi. partai politik digambarkan sebagai sosok yang asing. Selain itu juga bergerombol organisasi sosial kemasyarakatan yang berafiliasi dengan Golkar. Sebagai satu kekuatan negara dunia ketiga yang cukup diperhitungkan. kelangkaan minyak tanah. Pengembirian politik ini ditujukan untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan. Pancasila ditafsirkan menjadi 36 butir dan ditambah menjadi 45 butir. surat kelakuan baik. Turki. Cara mengendalikan politik lewat penjara ini adalah duplikasi atas kebijakan serupa yang ditempuh oleh pemerintahan kolonial. kelaparan. termasuk dengan mendatangkan dalam bentuk lengkap beragam jenis kendaraan. Perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Sovyet yang menjadi konteks geopolitik global ikut menyeret Indonesia. melainkan juga berisi kaum intelektual. politisi. dihiasi oleh rumahrumah gubuk yang reot. Stabilitas dan pertumbuhan berhasil dicapai. berhadapan dengan kota-kota lain yang kehabisan uang untuk sekadar memelihara koridor jalan dan selokan. pada akhirnya tidak melahirkan kestabilan pemerintahan. Perubahan-perubahan politik internasional pun menggiring kepada perubahan di tingkat nasional. sampai bintara pembina desa (babinsa). ketika politik menjadi panglima dan ekonomi tertinggal dalam keangkuhan nasionalisme. alat-alat kantor dan benda-benda yang menjadi bagian kehidupan masyarakat lainnya. masa-masa kebangkitan Islam. Keadaan ini berlanjut dalam masa Demokrasi Terpimpin (1959-1966). Investasi asing pada industri-industri strategis. seperti pemuda. Teori-teori Marxisme. penjara-penjara tidak hanya diisi oleh pelaku tindakan kriminal. Tetapi. Politik hanya berkisar di sekitar Soekarno yang dikitari oleh orang-orang yang mengagungkannya sebagai pemimpin besar revolusi dan memberikan jabatan sebagai presiden seumur hidup. Demokrasi parlementer (1955-1959) dalam DPR dan Dewan Konstituante begitu rapuh oleh orasi-orasi dan sidang-sidang yang penuh argumentasi. Filsafat Barat dan Timur berkumpul di atas meja makan dan tulisan-tulisan di media massa. mengingat terlalu asyik dengan kepentingan masing-masing. karena cenderung hanya mementingkan diri sendiri. Bangsa yang pernah mengalami kelaparan bertahun lewat beragam perang dan proyek kolonialisasi tiba-tiba berubah menjadi bangsa yang gandrung akan materi. telah menghilangkan dengan sistematis keunggulan komparatif produk dan teknologi dalam negeri. bayaran mahal atas kemajuan material itu adalah hilangnya kebebasan pers dan kebebasan politik. Perubahan itu dimulai dengan cara memenuhi kebutuhan akan pangan dan sandang. dan dilanda begitu banyak rakyat jelata yang miskin. Sampai bertahun-tahun kemudian. Gedung-gedung pencakar langit yang menjulang. Kota Jakarta yang bersolek. tetapi gagal mencapai kesepakatan. terutama dengan mengambil bagian-bagian penting dalam masyarakat desa di Jawa. bertahan lama dengan energi yang begitu kuat berhadapan dengan kolonialisme dan kapitalisme. Kalaupun diadakan pemilihan umum. pertumbuhan dan pemerataan. sifatnya hanya ritual belaka dengan intervensi yang kuat dari pemerintah. Upaya pemujaan diri yang berlebihan menyebabkan pemerintah Orde Baru terlalu terpaku kepada pertumbuhan ekonomi dan pemaksimalan pembangunan fisik dengan sarana hutang luar negeri. Rujukan ke Eropa. namun pemerataan malah tertinggal jauh di belakang. bukan berarti tidak ada demokrasi. misalnya. Terdapat puluhan Widya Iswara dalam lembaga-lembaga . mulai dari penjara Glodok yang dekat dengan area perdagangan. sampai Uni Sovyet kala itu telah menjadi menu yang menjadi santapan harian. perempuan. barang-barang rumah tangga. militer dan birokrasi. petani. peluru dan penjara revolusi. sampai ke Bandaneira yang berair jernih dan Tanah Merah di Papua yang masih berupa rimbabelantara. lalu perlahan maju lebih jauh lagi dengan pemenuhan akan papan (perumahan). Tetapi.

Terdapat juga organisasi masyarakat sipil. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia menghadapi himpitan serius. adalah satu organisasi yang terusmenerus diganggu dengan pelbagai bentuk intervensi. Demokrasi. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia terpaksa fokus di kampus-kampus Institut Agama Islam Negeri. tindas-menindas. sulit kita melihat organisasi lain menyediakan ruang demokratis yang baik. Patut disadari bahwa kalangan intelektual yang punya nama dalam era reformasi. Secara umum. akibat-akibat yang ditimbulkan tidak bisa ditebak dan ditanggung. Penyingkiran memang tidak dilakukan. juga masuk ke dalam organisasi sosial kemasyarakatan dan agama. yakni “aktor intelektual�?. benteng pertahanan terpenting dari demokrasi yang tanpa intimidasi masih tersedia. Nahdlatul Ulama.pelatihan resmi seperti BP-7 Pusat yang sudah bubar. dan ujungujungnya adalah prosesi kebulatan tekad yang mengusung kembali Soeharto sebagai presiden. terutama dengan pakaian loreng-loreng. Partai-partai politik tidak berkembang. Namun. dengan sangat terpaksa terpilah menjadi dua. dalam bentuk yang sangat sederhana. lewat tangan-tangannya dan aparatus intelijen yang kuat. Begitu pula Lembaga Penelitian. bahkan panggung-panggung pertunjukkan. Perbedaan pendapat berarti perlawanan atas pemerintah. sebagian berasal dari kalangan masyarakat sipil ini. sekalipun para aktivisnya terus mencoba membangun langkahlangkah alternatif yang dengan sendirinya harus mengikuti kehendak pemerintah. legislatif atau yudikatif). Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yang melahirkan majalah PRISMA. Hal itu dapat dimengerti. bahkan kematian yang tidak diduga. . pemilihan ketua-ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah. karena dirasa mewarisi pemikiran kalangan Soekarnois. bukan kebenaran. sebagai contoh lagi. sampai penahanan. sebagaimana dulu juga pernah dipraktekkan oleh Presiden Soekarno. terdapat indikasi betapa tokohtokoh penting itu justru berubah menjadi “Soeharto-Soeharto kecil�? dengan menjadikan perlawanan masa lalu sebagai latar. Selain organisasi-organisasi kecil dan organisasi masyarakat sipil. serta kantor menteri pemuda dan olahraga. satu-satunya referensi utama yang melawan arus dominasi pemikiran dan jurnal-jurnal resmi pada instansi pemerintah. Benteng Pertahanan Bahkan yang berkembang adalah organisasi kelaskaran pemuda yang mengasosiasikan diri dengan rezim. Satu sebutan yang terdengar manis selama Orde Baru. suap-menyuap. demokrasi tinggal nama. Aparatus negara berubah menjadi begitu menakutkan. Yang ada hanyalah pembenaran. pembubaran. sampai kepada buruh-buruh yang sedang memperjuangkan kenaikan upah. Sebuah desa bisa saja ditenggelamkan dengan air bah. intelektual. televisi dan koran-koran nasional. Dewan Pertahanan Nasional (Wantanas). untuk menghadapi mesin besar negara Orde Baru yang menggilas apa saja. Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Negara yang coba menaungi semua organisasi. selalu saja mencoba memasuki dan mengubah agenda-agenda kerjanya. setelah Soeharto tumbang. yakni pemilihan kepala desa atau kepala kampung.1 Lembaga swadaya masyarakat atau organisasi non-pemerintah ini ternyata juga mampu menjadi “tempat persembunyian�? atau bahkan “tempat magang�? bagi para aktivis yang tidak hendak masuk dalam skema besar pemerintah yang menyediakan lapangan kerja terbatas. seperti Himpunan Mahasiswa Islam. terus berupaya membela kepentingan masyarakat kecil yang butuh perlindungan hukum. Doktrin-doktrin juga disalurkan lewat radio. Para seniman. terutama dalam pemilihan pimpinannya. kelas-kelas pedagogi yang menihilkan peran sekolah. Di luar itu. bahkan hanya dengan modal uniform. telanjur dimasuki oleh aparatus negara lewat izin pertunjukan. Muhammadiyah harus mencari jalan tengah untuk mencegah politik belah bambu. Bahkan. Sekalipun begitu. ruang-ruang diskusi. baik yang masih bergerak dalam ranah masyarakat sipil atau sudah mengikuti arus zaman dengan menjadi bagian dari penyelenggara negara (baik di wilayah ekskutif. sampai penangkapan dan penahanan. Sejumlah tokoh besar lahir dari sini. Negara. sebagai contoh. yakni lewat pemilihan umum. arisan-arisan keluarga dan tetangga. sulit untuk mengatakan bahwa demokrasi juga hidup dalam ranah masyarakat sipil ini. Sesedikit apapun gerakan pembangkangan dilakukan. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. karena tidak mampu lagi diterbitkan ketika zaman kebebasan datang. atau proses pemilihan pengurus organisasi profesi dan keilmuan. sekaligus juga menangisi. penduduk diusir dengan mendatangkan gajah. Organisasi ekstra universitas yang mencoba mempertahankan azas. wartawan. namun dalam bentuk pemeliharaan atas ceruk-ceruk wilayah dan kanal-kanal pikiran yang mudah dikendalikan. organisasi masyarakat sipil ini tidak berkembang. tetapi sebagian mampu memajukan perspektif yang berlainan atas paradigma pembangunan Orde Baru. mengingat organisasi masyarakat sipil memerlukan pola keketatan dan kedisiplinan sendiri. baik berbentuk yayasan atau juga lembaga-lembaga advokasi dan penelitian. Kaum intelektual pantas mensyukuri keberadaan PRISMA ini. tuduhan tentang organisasi tanpa bentuk. sekalipun tidak semua bisa digeneralisasi. hanya datang sekali dalam lima tahun. pemilihan ketua-ketua Dewan Mahasiswa sebelum dibubarkan. agar “nafas demokrasi Pancasila�? tetap bisa dirasakan. penuh rekayasa. sekalipun jumlah kelompok oposisi terus bertambah secara diam-diam.

justru mendorong Soeharto mengambil langkah-langkah yang secara kental memicu lahirnya istilah Korupsi. Pembunuhan Marsinah. 04 Mei 2007). Ma’arif Institute. Opini publik langsung bisa dihitung. aboriginisasi di Papua. bahkan perseberangan antara profesi (militer atau sipil) dan bahkan wilayah (Jawa dan Luar Jawa) diangkat ke permukaan dengan cara yang sangat usang. Demokrasi yang Tersebar Kelompok yang paling tidak disukai Soeharto – dan juga kurang diminati kaum intelektual �?. aksi-aksi demonstrasi mahasiswa. Freedom Institute. elite LSM yang sarat kepentingan. Sebutan-sebutan yang melecehkan seperti itu menjadi kosa kata yang ampuh untuk menundukkan rakyat di bawah sepatu lars para penguasa. termasuk pemilihan langsung kepala daerah (pilkada). terutama Aceh. yakni dari penggunaan metode kualitatif ke arah penggunaan metode kuantitatif. The Indonesian Institute. seandainya pemilu atau pilkada terjadi pada waktu survei itu diadakan. Tidak heran kalau LSM tumbuh bak jamur di musim hujan. termasuk dengan mengerahkan para artis. Lembaga-lembaga itu ada yang memang bergerak menuju pengentalan ideologi tertentu. sehingga menciptakan profesi baru yang cukup memberi pengaruh. Mereka hanya bersalin rupa dengan cara membentuk partai-partai politik. Sikap pesta-pora dengan mengabaikan demokrasi dalam ritual pemilihan presiden dan wakil presiden. persaingan petinggi-petinggi militer. Para aktor politik dengan segala cara mencoba terus mempertahankan dan meningkatkan dukungan. melahirkan oligarki “industri�? LSM (Benny Subianto. Mega Center. yakni para politikus. para politikus ini juga datang dari orang-orang yang sudah malang melintang dalam kenyamanan kekuasaan Orde Baru. Soeharto. The Lead Institute Universitas Paramadina. pihak donor yang naif �? dan kadang-kadang kolutif�?. Bisa jadi memang demikian. ditunjuk sebagai pengganti. ketika melakukan aksi-aksi yang kejam. baik di Jakarta ataupun di daerah-daerah. Reform Institute. Sementara para politikus itu berbicara atas nama nasionalisme dan kesejahteraan. Demokrasi dalam bentuk pengarus-utamaan permasalahan rakyat juga terjadi dalam pertumbuhan media massa. justru mereka sendiri yang mengotak-otakkan masyarakat ke dalam sekat-sekat yang mereka bangun. sebagaimana dikatakan kepada Daoed Joesoef (2006).pada kenyataannya menyimpan kebencian dan kebengisan yang dalam kepada kaum intelektual. kekejaman di Aceh. Kolusi dan Nepotisme (KKN). perang di Timor Timur. menepati janji untuk menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada kaum ilmuwan. Kompas. tetapi juga ada yang hanya sebagai kamuflase sementara sebelum memasuki kancah formal kampanye-kampanye politik. apalagi kalau tokohtokohnya sudah cukup dikenal. Dr. pengusaha dan birokrat Orde Baru. agenda LSM telah bergeser dari perlawanan terhadap negara menjadi komplemen kebijakan demokratisasi negara. Semaraknya pembentukan dan kiprah lembaga-lembaga itu menunjukkan arah individualisasi politik atau personalisasi pemikiran. rezim yang semula dianggap sangat liat itu. termasuk yang melakukan kartelisasi atas dana-dana asing. Amien Rais Center. Tekanan dari dunia internasional. pada 21 Mei 1998. atau malahan juga kepada utopia tertentu yang coba terus dilakukan. Lembaga-lembaga ini secara berkala mengeluarkan hasil survei menyangkut posisi partai-partai politik dan tokoh-tokoh politik penting. Penanggulangan daerah-daerah bencana. kejatuhan nilai tukar. Di balik itu. Lembaga swadaya masyarakat juga berkembang secara masif. klan. Perubahan yang juga penting adalah munculnya lembaga-lembaga survei yang dengan jitu mampu memprediksi pihak mana yang bisa memenangkan pemilu. sampai peristiwa 27 Juli 1996. “LSM sebagai Sebuah Industri�?. tetapi belum mengarah kepada tujuan menggunakan kekuasaan itu. perkembangan lain adalah pembentukan sejumlah kelompok-kelompok pemikiran yang bermuara kepada satu tokoh. terutama mengingat kelumpuhan yang nyaris permanen yang dihadapi oleh partai-partai politik dalam menyalurkan aspirasi publik. Menurut Benny. Kehadiran lembaga-lembaga donor di Indonesia yang berjumlah banyak memang memicu LSM-LSM kian profesional. Era kemerdekaan media ini tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang baik. bermuara kepada pengunduran diri yang disambut sorak-sorai para mahasiswa. Tetapi. juga mensyaratkan keterlibatan LSM. Kemajuan yang dialami oleh lembaga-lembaga riset itu menunjukkan juga arah perubahan ilmu-ilmu politik. mulai menunjukkan kerapuhannya. Pemerintah tidak lagi dilihat sebagai satu-satunya lembaga yang layak mengurus dana-dana yang digelontorkan pihak asing itu. dan beragam lembagalembaga kajian lainnya mengisi lembaran-lembaran berita media massa. Pendekatan ini membuat pilihan-pilihan ideologi yang semarak pada tahun 1950-an menjadi tidak lagi penting. juga masih terdapat ribuan LSM yang masih hidup Senin-Kamis. BJ Habibie. Dalam bahasa Benny Subianto. Nusantara Center. Yang diperbaiki hanya proses mendapatkan kekuasaan. lama-kelamaan membuka borok-borok kerapuhan rezim. Fauzi Bowo Center. dan terutama karena usia yang menua ditimpa zaman yang dihadapi oleh Soeharto. tanpa harus melewati prosedur pemilihan langsung yang sebenarnya. tetapi sekaligus juga memberikan kepada publik pilihan-pilihan yang beragam. Persaingan antar kelompok.2 Selain lembaga-lembaga riset kuantitatif. Tetapi. The Habibie Center. langsung mengambil alih keadaan ketika demoralisasi melanda kalangan serdadu. Hampir sembilan tahun lalu. mengingat dihilangkannya pemberian kartu wartawan dengan lebih dahulu mengikuti . aliran politik. Prof. seorang tokoh yang sangat berpengaruh dalam upaya industrialisasi teknologi tinggi di Indonesia. satu aliran politik.

Selain keempat daerah itu. pemunculan Mbah Marijan sebagai ikon dalam mengantisipasi Gunung Merapi yang (hendak) meletus. 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. telah terus-menerus dijadikan sebagai agenda penting media yang lalu tampil sebagai agenda elite dan dijadikan asumsi sebagai agenda banyak orang. 13/2003 tentang Ketenagarakerjaan yang semula ingin direvisi oleh negara. Dengan model otonomi khusus. yustisi. melainkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia. kesadaran itu masih komunal. ketenagarakerjaan. Kepala-kepala desa mengajukan tuntutan peningkatan kesejahteraan. Semakin banyak keterlibatan masyarakat dalam mengubah kebijakan pemerintah. sebagai bagian yang penting dalam era demokrasi. sekalipun dalam proses hukum berikutnya sang Bupati kembali menempati jabatan semula. daerah istimewa dan daerah khusus ini. Yang tidak kalah penting adalah kemunculan daerah-daerah khusus dan istimewa yang mempunyai struktur pemerintahan yang berbeda dengan daerah-daerah yang diatur lewat UU No. yakni keberadaan pressure groups. terutama keterlambatan pemerintah pusat dalam mengeluarkan peraturan-peraturan perundang-undangan sebagai turunan dari undang-undang yang mengatur tentang otonomi daerah. Aceh dan Papua adalah dua daerah yang paling bergejolak. dan lingkungan hidup. Demokrasi. kesehatan. Sinansari Ecip. konsolidasi berupa pembentukan organisasi. dan Sambas (lihat S. yakni pembentukan organisasi-organisasi berbasis etnis dan sub-etnis. Latar belakang pembentukan model pemerintahan daerah yang berbeda itu berasal dari sejarah pemerintahan yang berlainan pada empat daerah itu. yakni UU No. Pemerintah pusat memiliki kewenangan (urusan) yang dibatasi dalam politik luar negeri. 2002). Ambon. Pelbagai operasi militer yang dirancang dan dijalankan Jakarta bermuara kepada dendam menahun. Akan tetapi. Bahkan murid-murid sekolah juga dengan gagah tidak lagi . lewat foto-foto dan video-video amatir yang dikemas menjadi begitu mengerikan dengan narasi yang kelewat batas. agama dan perbedaan sistem pemerintahan tradisional dengan sistem pemerintahan nasional telah menstimulasi upaya elite dan masyarakatnya untuk menekan pemerintah pusat agar mengakui perbedaan-perbedaan atas masing-masing daerah itu. terdapat pilihan pemerintahan lokal yang tidak lagi seragam. termasuk pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil. Di sejumlah daerah. sekalipun media berjumlah banyak. dekonsentrasi dan tugas perbantuan. “Hubungan pendek�? kekerasan itu memaparkan kepada dunia kekejaman-kekejaman khas kanibal. tanpa melibatkan calon independen. terlihat bagaimana agenda media mengendalikan agenda pemerintah dan parlemen. seperti Bali dan Sumatera Barat. Guru-guru di Kabupaten Kampar. Riau. sampai reshuffle kabinet yang berdasarkan opini publik. Dewan Pers dan LSMLSM yang bergerak khusus di bidang media. konflik meletus akibat penanganan negara yang kacau dalam mengelola kejadian-kejadian yang semula hanya melibatkan individu. namun bukan dilakukan oleh pemerintah. seperti lembaga kepresidenan dalam masa Orde Baru. moneter dan fiskal nasional. yakni pemerintah (an) provinsi. dan korban lumpur Sidoarjo menjadi komponen yang pantas mendapatkan tempat sebagai perwakilan warga yang paling gigih dan dalam beberapa hal berhasil menjalankan fungsi negosiasi dengan pemerintah. dalam level media. keterbatasan informasi memicu keseragaman. masih terdapat daerah-daerah lain yang mencoba menawarkan model otonomi khusus. seperti di Poso. Kaum buruh. Kaum buruh berhasil mempertahankan UU No. mampu menjungkalkan bupati dari kursi kekuasaannya. Hanya saja. Semula. media massa justru menjadi aktor berpengaruh dengan cara sentralisasi pemberitaan. Keterlibatan itu berupa aksi-aksi unjuk rasa. Terbunuhnya seorang praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri.pelatihan-pelatihan khusus. 21/2001 tentang Otonomi Khusus Provinsi Papua. Pergolakan-pergolakan itu banyak disebabkan oleh kekeliruan kebijakan oleh pemerintah nasional yang mengutamakan pendekatan keamanan untuk mencapai stabilitas politik dan pemerintahan. Ketika demokrasi digerakkan dengan cara meletakkan kekuasaan tidak pada satu lembaga yang kuat. Namun. Mereka berhasil melakukan tekanan politik. guru. Homogenitas budaya. sekaligus juga menyebabkan pembentukan faksi-faksi politik di daerah yang bisa jadi mengarah kepada oligarki. Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta sedang bergulat dengan rancangan perubahan undang-undang tersendiri. pertahanan. pengawasan terhadap media bukan berarti tidak ada. Kekerasan juga meletup dalam upaya membentuk atau menolak pemekaran wilayah. telah memberi jalan bagi kemunculan pemimpin-pemimpin daerah yang populer. 32/2004 justru menjadikan bawahan kepala desa. ketika UU No. Persebaran lain demokrasi muncul dalam bentuk otonomi daerah lewat desentralisasi. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. Provinsi Papua diatur lewat UU No. urusan-urusan lain dikelola secara bersama-sama oleh pemerintah (-an) daerah. Pemilihan langsung kepala daerah ini. serta agama. 32/2004 itu. keamanan. Dalam banyak pemberitaan akhirakhir ini. kabupaten dan kota yang antara lain meliputi pendidikan. sehingga memicu perlawanan bersenjata yang mengarah kepada separatisme (kemerdekaan). walaupun masih berasal dari kandidat yang diajukan oleh partai politik atau gabungan partai-partai politik. Kepala dan wakil kepada daerah bahkan dipilih secara langsung sejak 1 Juni 2005. implementasi masih sangat terbatas. 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh. Perkembangan yang juga patut dicatat adalah komponen-komponen masyarakat tidak lagi bersifat pasif. yakni Sekretaris Desa. tetapi juga berakibat pada persaingan antar wartawan dalam mendapatkan berita. kepala-kepala desa. Sementara. Aceh diatur lewat UU No. sebagai pegawai negeri sipil. bisa diartikan dengan adanya kebebasan wartawan. atau bahkan juga aksi-aksi anarkisme terutama yang bertalian dengan politik. negosiasi aktif atas persoalan-persoalan yang berhubungan dengan kepentingan warga.

juga memayungi negara-negara di planet bumi ini dalam hubungan antar bangsa. Dengan pelbagai capaian yang sudah diraih oleh Indonesia. Presiden Yudhoyono memperlihatkan dukungan positif atas demokrasi. Resolusi atau rekomendasi yang ditelorkan dalam pertemuan antara negara-negara di dunia juga terus mencoba membuka selubung ketertutupan negara-negara non-demokratis. sampai ke tingkatan pemerintahan daerah dan nasional. Memang pada sebagian besar negara-negara demokrasi. atau bahkan feodalisme dan favoritisme. Meretas Masa Depan Banyak yang mulai menyebut bahwa demokrasi akan kehilangan pesona. otokrasi. Kekurangan selama era Soekarno adalah perkembangan pesat demokrasi yang kemudian juga memicu kekecewaan. perdagangan. tetapi digerakkan untuk mencapai tujuan-tujuan bernegara. Demokrasi tidak akan berjalan tanpa makan pagi dan makan siang. baik dalam wilayah yang sangat kecil seperti sekolah dan kampung. apalagi kalau disengaja. termasuk dalam mengembangkan kebudayaan dan peradaban yang terkait dengan demokrasi dalam tataran apapun. dan mengeluarkan petisi-petisi yang ditujukan kepada pihak sekolah. Uniknya. maupun spirituil. kekuatan itu muncul dari kalangan partai-partai politik. ketertutupan informasi di kalangan penyelenggara negara. publik bisa melibatkan diri dengan cara mengajukan para kandidat yang dijamin lewat undang-undang. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga bertarung pada level serendah ini. Metode penjaringan yang dipilih mengarah kepada inklusifitas dan ekslusifitas. pelarangan buku. mengusung spanduk. dan pengelola pendidikan. perhubungan. baik materiil. Tanpa peningkatan kesejahteraan. melainkan untuk kepentingan diri sendiri. Kalaupun terdapat usaha untuk mendukung atau mengoposisi pemerintah. Demokrasi mengaliri setiap urat nadi pergerakan masyarakat. yayasan. tentu sudah harus memantapkan diri. sementara pada masa Soeharto adalah pertumbuhan ekonomi yang tidak disertai oleh demokrasi. melainkan mulai mencorat-coret dinding. sebagai negara demokrasi baru. dalam soal penjaringan calon-calon anggota legislatif dan eksekutif yang diajukan. Pada satu sisi. Kelompokkelompok itu berasal dari gerakan-gerakan internasional yang bertarung di tingkat nasional. demi kepentingan yang lebih luas. Sistem politik. eksekutif dan yudikatif. Dalam banyak aspek. ketika aktor-aktor dan lembaga-lembaga demokrasi tidak lagi bekerja demi publik. tetapi pada sisi yang lain terlihat betapa efisiensi penyelenggaraan pemerintahan belum berjalan maksimal. maka demokrasi saja tidak akan cukup. sembari menghilangkan kemiskinan dan juga bentuk-bentuk diktatorisme yang tanpa penghormatan atas hakhak asasi manusia. Mulai masuknya unsur-unsur perseorangan dalam proses kontestasi demokrasi juga memungkinkan keberadaan alternatif-alternatif kepemimpinan yang tidak hanya berasal dari partai-partai politik. pengebirian pers. Volume 18: January 2007). sehingga mengganggu capaian-capaian keberhasilan program yang sudah ditetapkan. tetapi juga dipicu oleh orang-orang yang pernah menjalankan pemerintahan dan kecewa dengan pemerintahan yang sedang berkuasa. termasuk dalam menangani bencana alam yang turun dalam skala besar dalam beberapa tahun terakhir. dan perubahan iklim menyebabkan ketergantungan satu negara dengan negara lain begitu tinggi. demokrasi membutuhkan partai-partai politik moderen dan profesional yang sekarang masih terlihat gagu dan hanya memikirkan diri sendiri. Sembari itu. Masa depan demokrasi akan sangat ditentukan oleh keberadaan dan kinerja pranata-pranata demokrasi formal. yakni menumbuhkan demokrasi dan memaksimalkan pembangunan. misalnya kembalinya militer ke kancah politik. diperlukan ikatan yang lebih luas antara publik dengan partai-partai politik.menjadikan jalanan sebagai arena perkelahian. Dalam level yang luas. Indonesia. Keabsahan pengendalian pemerintahan kurang mendapatkan gangguan berarti. misalnya. Untuk itu. Unsur-unsur negatif dalam perkembangan demokrasi layak dicegah. Journal of Democracy. Potret perjalanan demokrasi dalam wilayah yang luas itu menunjukkan bahwa tidak ada lagi ruang untuk kembali kepada teokrasi. Tugas kita sekarang adalah menggabungkan sisi-sisi positif pada masing-masing era itu. seperti legislatif. terasa sekali ada kebutuhan untuk menjaga agar dinamika demokrasi berlangsung stabil. Demokrasi juga membutuhkan kaum demokrat. . Akan tetapi. dengan cara memberikan jawaban atas keberadaan kelompok-kelompok yang hendak mengganti pemerintahan secara non-demokrasi. tidak ada undangundang yang mengikat partai politik tentang bagaimana memilih kandidatnya dan setiap partai politik memiliki kebebasan untuk membuat peraturan sendiri (Gideon Rahat. serta gerakan-gerakan politik yang mendefinisikan suara publik dengan sekehendak hati. dan ribuan negative list lainnya yang bisa ditemukan dalam setiap catatan sejarah bangsa ini. Kemajuan teknologi informasi. cita-cita negara kesejahteraan layak terus-menerus diusung dan dicarikan padanannya oleh setiap penyelenggara negara dan warga negara. krisis representasi terjadi. pemerintahan dan pranata demokrasi harus menjamin agar daftar negatif itu tidak kembali dalam bentuk tertutup atau terbuka. demokrasi bukan hanya sekadar melegitimasikan kekuasaan secara konstitusional. Upaya meruntuhkan demokrasi juga terjadi dengan kemunculan kelompok-kelompok teroris dan fundamentalis. tidak sengaja. pengadilan atas pikiran. dari sisi kinerja. Hanya saja.

Ini hanya sebagian tipis analisis saya (penulis) tentang kemenangan SBY-Boediono. tentu saja memciptakan kesenangan besar bagi para pendukungnya. PD . (Ant/ima) Oleh : uvie lutha Suara SBY yang mencapai lebih dari 60%. Artis. Rakyat kecil yang tidak tahu apa-apa hanya bisa berbangga dan bersenang hati saat mendapatkan BLT yang di berikan SBY di masa pemerintahannya. Jakarta: The Indonesian Institute. Soetrisno Bachir : Solusi untuk Bangsa. baik di tingkat infrastruktur maupun suprastruktur. Tetapi PD seolah meminta belas kasihan pada mitra koalisi sehingga SBY terpilih menjadi presiden tahun 2004. Tetapi kenaikan gaji PNS khususnya guru. 22 Januari 2003. membuat kurang lebih 4jt jiwa PNS khususnya guru menyuarakan hatinya kepada SBYboediono. secara otomatis akan kembali memilih SBY sebagai presiden. Terutama bagi rakyat kecil yang mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT). "Di saat masyarakat Poso menonton berita ada pembakaran dan pembunuhan di Jakarta. rakyat kecil yang tahunya hanya BLT. Piliang." demikian Akram Kamaruddin. dan iming-imingan akan di naikan kembali gaji PNS . 1 Selain itu. 2 Lihat Indra J. halaman 61-79. Tak hanya rakyat indonesia yang senang akan kemenangan SBY. Dari pemilu 2004 PD hanya mendapat suara 7%.____________________________ Diskusi soal perjalanan LSM. Bahkan JKWIN yang di prediksi mendapat suara terbesar kedua setelah SBY. Tentu saja hal ini sangat memberikan efek bagi pilpres mendatang . tetapi amerika juga turut merayakan kemenangan SBY yang merupakan pentolan partai demokrat (PD) ini. kerusuhan Poso ini juga disebabkan oleh kuatnya pengaruh situasi nasional dan adanya jaringan komunikasi yang tersumbat. Kemenangan SBY tidak hanya di dukung oleh sebagian rakyat miskin yang jumlahnya kurang lebih 40% dari jumlah penduduk indonesia. “Soetrisno. ternyata pasangan pentolan golkar-hanura ini kalan dengan suara Mega-Prabowo. SBY. BLT dan BLT. Kompas. lihat “Organisasi Non-Pemerintah di Tengah Gugatan dan Hujatan�?.SBY dan SBY. Jelas sudah kenapa suara SBY bisa mencapai lebih dari 50%. mereka juga ikut-ikutan melakukannya di Poso. Pengaruh situasi nasional seperti itu tak bisa dihindari sebagai konsekuensi dari reformasi dan kuatnya desakan globalisasi. dan Politik�? dalam Zaim Uchrowi (Ed).

tentu saja ini ada hubungannya dengan kepentingan amerika. Salah satunya waktu tahun 2004 SBY terpilih Georg bush mempunyai kepentingan dg mitra TNI yg mampu sapu bersih anasir-anasir teroris Islam ekstrim Asia Tenggara yg sebagian sedang bersemi dan bersarang di Indonesia. Mengapa begitu? Memang SBY pernah mengatakan kepada International Herald Tribune (8-8-2003): “I love USA. mengapa itu harus di pertahankan ? . (di kutip dari hasil wawancara Khusus Mayor Jenderal Saurip Kadi oleh Faizal Assegaf (Pemimpin Redaksi Majalah EXPAND) Dari situ bisa terlihat seberapa dekat hubungan SBY dengan amerika. di samping indonesiapun memiliki kepentingan sendiri dengan amerika. yang sulit-sulit. tentu saja kehadiran partai islam seperti PKS yang mengusung wacana “ islamisasi di segala bidang”. itu sama saja menggantungkan diri terhadap asing. SBY sudah terbiasa dimanjakan oleh sekelilingnya. dia tidak mempunyai kesempatan menghadapi keadaan yang nyata. Label: kopinews . with all its faults. Yang saya takutkan ketika negara ini sudah di naikkan oleh asing. soal kepemihakan dan bahkan Bisa jadi soal kepentingan. Dampaknya. Apapun yang menjadi pertimbangan SBY. karena dia tahu beresnya saja. dengan alasan unsur islam merupakan penghambat demokrasi. Yakni soal pilihan mazhab. Tetapi jika intervensi asing khususnya amerika malah banyak memberikan kerugian bagi negara. Dan SBY adalah figur yg tepat di mata Mr. I consider it my second country”. Tidak ada salahnya memang menjalin hubungan dan meminta dukungan dengan negara asing. mengingat SBY pun pernah bersekolah di amerika. Padahal indonesia ini negara kaya. Amerika makin leluasa untuk melaksanakan kepentingannya. Menurut Mayor jendral saurip dari awal.yang mengusung demokrasi dan nasionalis. ini bukan sekedar soal hubungan biasa. Mengapa amerika senang? tentu saja dengan naiknya SBY.Bush. Hubungan indonesia yang makin akrab dengan amerika. mudah-mudahan menjadikan negara ini lebih baik. Bahkan SBY di tuding terlalu nurut dengan amerika. tak pelak SBY pun di tuding sebagai antek-antek amerika. tetapi lebih mendasar lagi. Dan Jika partai islam naik menguasai indonesia tentu saja amat sulit bagi amerika untuk kepentingan politik hegemoni Amrik dan kelangsungan projek korporat-korporat raksasa Amrik di nusantara. soal ideologi. lalu mengapa SBY menolak kenaikan cawapres dari PKS? . menjadi halangan besar badi PD khususnya amerika yang mempunyai kepentingan – kepentingan tertentu. realitas yang tidak selalu mulus. maka siap-siap untuk di jatuhkan pula oleh asing. Sedangkan negara kecil seperti thailan dan malaisya saja bisa menghapuskan hutangnya secara singkat.

Sikap tersebut berlanjut dengan ke luarnya UU tentang Pengadilan HAM. Peristiwa tersebut adalah merupakan puncak dari pergulatan negara atas desakan untuk mempertanggungjawabkan berbagai peristiwa kejahatan HAM masa lalu. . Hal ini terlihat kasus Tanjung Priok.iaran Pers No 61/Kontras/SP/XII/2000 Tentang Tahun 2000. menandai keprihatinan menjelang akhir tahun 2000 ini. bahkan pemerintah tidak memberikan komentar atas korban jiwa yang terus berjatuhan. Konflik Maluku yang sudah berlangsung dua tahun lebih. Aceh sampai Papua. Dari beberapa peristiwa yang tercatat oleh Kontras. namun pelanggaran HAM tetap terjadi di Indonesia mulai dari ujung barat hingga ke ujung timur. Indikasi penolakan tersebut ialah: Amademen terhadap pasal 28 UUD. Respon negara terhadap berbagai pengaduan pelanggaran HAM masa lalu dan berbagai pelanggaran HAM yang tengah terjadi di Aceh dan Papua. yang dalam pasal 43 menentukan bahwa pengadilan atas pelanggaran HAM masa lalu harus diusulkan oleh DPR dan ditetapkan dengan Keppres. dan kekerasan yang masih berlangsung di Aceh dan Papua. Pasal 28 I UUD secara tegas memberlakukan azas non retroaktif sebagai HAK Azasi Manusia. 10 Desember 2000 Tahun 2000 sesudah hampir berakhir. terlihat negara secara sistematis berupaya menolak pertanggungjawaban terhadap pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi. Tahun Impunitas : Catatan Pelanggaran HAM di Indonesia Menyambut Peringatan Hari HAM Se-dunia. Tidak ada tindakan pemerintah untuk menghentikan segala bentuk kekerasan yang di lakukan aparatnya yang berlindung atas nama hukum. Dengan cerdiknya negara telah membangun benteng kontitusi untuk menghilangkan pertanggungjawaban masa lalu. serta diabaikannya pengaduan korban-korban kekerasan negara di Aceh menunjukan adanya penolakan itu. tidak mendapatkan prioritas bahwa cenderung untuk diabaikan.

Tingginya angka pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Polri dalam banyak peristiwa disebabkan karean kepolisian selama ini menjadi institusi yang seringkali menjadi perpanjangan tangan dan alat pengamanan dari kebijakan.selama bulan Januari . TNI juga melakukan pelanggaran HAM sebagai pelaksana dari kebijakan negara dengan kondisi doktrin dan ajaran yang masih bernuansa kekerasan. 185 peristiwa pembunuhan di luara prosedur dengan korban 310 jiwa dan 376 peristiwa penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya dengan jumlah korban 439 jiwa.7 Desember} Kontras mencatat telah terjadi 1216 kasus pelanggaran HAM dengan jumlah korban 2119 jiwa. di Aceh. Tentang Pelaku Dari sisi pelaku. terutama yang terjadi di Maluku. sehingga kepolisian seringkali menjadi tidak terkontrol dalam melakukan aksi dan tugas di lapangan. Kepolisian juga belum melakukan perubahan doktrin dan sikap dalam menangani persoalan di masyarakat. karena tidak disertakan konsep yang memadai. sebagai daerah yang tertinggi angka pelanggaran HAMnya. sehingga perilaku aparat kepolisian tidak pernah berubah. TNI ketika melakukan tugas bersama dengan kepolisian juga melakukan pelanggaran HAM dalam bentuk tindakan yang sama dengan kepolisian. Kasus aksi dan sweeping dalam pencarian GAM di Aceh yang dilakukan kepolsian sebagai pelaksana tugas pengamanan sering disertai dengan tindakan kekerasan. angka pelanggaran HAM tertinggi terjadi di Aceh. . Polri telah menjadi pelaku pelanggaran HAM terbanyak di Indonesia dengan melakukan pelanggaran HAM terbanyak. Tentang Peristiwa dan Korban Sepanjang Tahun 2000 (Januari . Korban-korban tersebut tercatat dalam peristiwa penghilangan orang secara paksa dalam 58 peristiwa dengan 74 korban. bersama dengan TNI Polri malakukan 76 pelanggaran dan TNI sendiri melakukan 29 pelanggaran. yaitu 910 kali. penahanan semena-mena dalam 450 peristiwa dengan 710 korban dan penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya dalam 429 peristiwa dengan 878 korban. dalam periode yang sama. Polri melakukan 735 pelanggaran. tidak pernah diupayakan untuk bisa di selesaikan secara cepat dengan metode yang non violence. Di Aceh. Selama ini penggunaan pendekatan keamanan dan peningkatan status keamanan daerah tidak bisa menyelesaikan konflik tersebut. Kontras mencatat terjadi 57 peristiwa penghilangan orang secara paksa dengan jumlah korban 73 jiwa.7 Desember 2000. Kecilnya angka pelanggaran HAM yang dilakukan oleh TNI bukan berarti TNI tidak lagi melakukan pelanggaran HAM.Konflik sosial yang terus terjadi di beberapa daerah. sedangkan TNI melakukan 29 pelanggaran HAM. Dari keseluruhan data tersebut di atas. pembunuhan di luar presedur hukum dalam 279 peristiwa dengan 457 korban.

Kemenangan politik otoritarian tersebut berupaya dijustikasi melalui system hukum seperti misalnya perubahan konstitusi. Di samping membiarkan aparaturnya melakukan pelanggaran HAM. Masih berlangsungnya konflik sosial di Kepulauan Maluku dan beberapa tempat lainya. Praktek politik otoritarian telah ditunjukkan oleh negara dalam menangani persoalan Aceh dan Papua. 9 Desember 2000 Munarman Koordinator Kontras Tabulasi Pelanggaran HAM di Aceh dan Papua Periode bulan Desember 2000 Peristiwa di Aceh Tanggal Peristiwa 3 4 5 0 2 0 0 15 0 1 2 1 0 0 0 Total 6 0 0 0 0 7 0 1 0 0 5 19 4 1 Penghilangan paksa Pembunuhan di luar proses hukum Penahanan semena-mena Penyiksaan dan perlakuan tidak 1 3 1 0 0 2 0 2 0 1 . Berlarut-larutnya konflik Maluku menujukkan bahwa negara tidak pernah membangun konsep penyelesaian.Pandangan Kontras Terhadap Kondisi Kemanusiaan Ke Depan Di Indonesia Melihat kondisis kemanusiaan di Indonesia saat ini. ada rasa pesimis dari sejumlah kalangan terhadap perbaikan kondisi HAM di masa yang akan datang. Dengan meyerahkan persoalan Maluku sepenuhnya kepada masyarakat Maluku. Pembiaran itu tampaknya masih terus berlanjut dengan tidak adanya pernyataan dari negara untuk melakukan klarifikasi terhadap pendekatan yang dilakukannya. pemerintah seakan-akan mencoba melarikan diri dari tanggung jawab penyelesaian. dan dilakukan oleh aparaturnya. Kecemasan ini dilatarbelakngi dengan kenyataan bahwa : Terjadi arus balik politik otoritarian yang dipraktekan negara dalam menangani problem ketimpangan struktural yang terjadi. Negara telah jelas-jelas melakukan pembiaran terjadinya pelanggaran HAM secara terus menerus sepanjang tahun 2000. semakin menunjukkan ketidakmampuan pemerintah menyelesaikan konflikkonflik yang terjadi. negara telah melegalkan sejumlah tindakan penyelesaian persoalan-persoalan yang menggunakan metode kekerasan seprti yang terjadi di Aceh dan Papua. Jakarta. penerapan UU Peradilan HAM dan UU PKB yang akan melanggengkan praktek poltik militeristik. Militerisme terhadap konflik didua wilayah tersebut ditunjukkan juga di Ambon .

Data di atas diambil dari hasil invetigasi Kontras Aceh dan Kontras Papua Friday. October 06.manusiawi lainnya Total TNI/POLRI TNI POLRI GAM Tak diketahui Total Peristiwa di Papua 4 3 0 0 1 0 4 3 0 0 0 0 3 3 1 0 0 1 0 0 1 19 11 7 0 1 0 19 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 29 15 8 1 2 3 29 Penghilangan paksa Pembunuhan di luar proses hukum Penahanan semena-mena Penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi lainnya Total TNI/POLRI TNI POLRI GBPK Tak diketahui Total Catatan : 1 0 2 0 1 3 3 0 0 0 0 3 Tanggal Peristiwa 2 3 4 5 0 0 0 0 8 0 0 0 0 47 0 0 2 0 0 0 10 9 0 0 1 0 10 47 0 0 47 0 0 47 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Total 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 0 6 80 0 86 84 0 0 2 0 86 0 16 127 3 146 96 0 47 3 0 146 Data di atas dihitung berdasarkan korban bukan peristiwa. 2006 Tinjauan Kecerdasan Spiritual (SQ) Terhadap Permasalahan Sosial di Indonesia .

BJ Habibie. Philipina dan Singapura dapat cepat membawa hasil. Korea. karena krisis yang mereka alami hanya menyangkut moneter saja. Philipina. Krisis multi dimensi di IndonesiaKrisis ekonomi di Indonesia diawali sejak dilakukannya praktik perdagangan monopoli yang dilakukan oleh elit tertentu dan . Singapura dan Indonesia. Melalui Sidang Istimewa MPR RI. pada bulan April 1997 telah terpuruk menjadi 50 Bath. diputuskan adanya pemilihan umum dipercepat. agama. Kerusuhan dengan latarbelakang kesukuan. dilanjutkan dengan penarikan dana yang sangat besar dari Bank Indonesia dalam bentuk BLBI untuk penyehatan sektor perbankan. Dimulai dengan adanya guncangan ekonomi di Kerajaan Gajah Putih Thailand. Akan tetapi justru yang terjadi adalah maraknya perdagangan valuta asing sehingga nilai tukar rupiah jatuh ke titik yang terendah. politik dan sosial di Indonesia. PendahuluanKrisis moneter yang diawali sejak pertengahan tahun 1997 dan terjadi di Asia Tenggara. Di Indonesia sangat dirasakan adanya krisis ekonomi yang dimulai dari kehancuran sektor perbankan. Malaysia. diangkat menjadi Presiden. main hakim sendiri hingga pertumpahan darah. yang juga tidak dapat bertahan lama karena dianggap sering mengambil keputusan yang kontroversial. dimana terjadinya krisis moneter telah diikuti pula oleh krisis politik yang pada akhirnya menjadi sebuah krisis sosial. Perbaikan yang dilakukan di negara-negara Thailand. Presiden Suharto setelah berkuasa lebih dari 32 tahun terpaksa harus meletakkan jabatan. Jatuhnya mata uang Bath ini menjadi pemicu dimulainya krisis ekonomi di Korea. politik dan ekonomi telah memicu berbagai unjuk rasa. Hasilnya terpilih Presiden baru Abdurrachman Wahid. telah membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan bangsa-bangsa menjelang diberlakukannya Zona Perdagangan Bebas. Muncul berbagai permasalahan sosial di hampir seluruh wilayah Indonesia. Pendekatan yang memanfaatkan Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intelligence) diharapkan dapat menjadi alernatif pemecahan masalah konflik sosial yang saat ini sedang terjadi di Indonesia.Oleh : Rahmat Ismail Ketua Umum PP Himpunan Psikologi Indonesia AbstrakKrisis moneter yang menimpa beberapa negara di Asia Tenggara pada tahun 1997 telah membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan ekonomi. dimana nilai tukar mata uang Bath yang selama 40 tahun terakhir berkisar sekitar 24 Bath untuk 1 dollar Amerika. Malaysia. Wakil Presiden saat itu. Kemelut dalam bidang politikpun terjadi. Berbeda dengan di Indonesia. Melalui Sidang Istimewa MPR RI Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri diangkat menjadi presiden.

12. Dalam bidang keuangan. Suatu nilai tukar yang tidak pernah terbayangkan akan terjadi menimpa ekonomi Indonesia. likwiditas perbankan menjadi sangat lemah. mereka meminjam dari bank yang lain dengan bunga yang sangat tinggi. 3. mantan Menteri Keuangan yang pernah memeriksa BLBI menyebut kasus ini sebagai "perampokan bank terbesar di dunia yang dilakukan secara terang-terangan di siang hari bolong" Nilai tukar rupiah yang sebelum masa krisis masih bisa bertahan pada posisi sekitar Rp. melainkan dipindahkan ke luar negeri dipakai untuk spekulasi valuta asing.250 untuk 1 dollar Amerika telah merosot ke Rp. 4. Untuk mengatasi permasalahan ini sekelompok pengusaha perbankan mengajukan permohonan bantuan likwiditas dari Bank Indonesia dan terjadilah penarikan uang negara secara besar-besaran yang diberikan kepada sekelompok pengusaha perbankan yang dikenal sebagai kasus Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) pada bulan Nopember 1997. Fuad Bawazier.000 pada saat BLBI dilakukan. lembaga perbankan lahir dengan mudah karena persyaratan pendirian yang sangat ringan.040 milyar 2. 23. nilai tukar rupiah justru merosot empat kali lipat hingga mencapai titik terendahnya pada pertengahan Februari 1998 senilai Rp 16. dana yang dikumpulkan oleh perbankan di Indonesia lebih banyak digunakan hanya untuk membiayai usaha dari kelompok pemilik bank itu sendiri. Akan tetapi dalam perkembangannya.866 milyar . maka perbankan harus memikul beban kerugian yang sangat berat. Karena sebagian besar dari usaha ini gagal. 26. BUN / Bob Hasan Rp.068 milyar 5. 4.didukung oleh kekuatan politik yang ada. Di perkirakan dana BLBI tersebut sebagian besar tidak digunakan untuk menyehatkan keuangan perbankan di dalam negeri. 37.000 untuk 1 dollar Amerika. Kekuatan ekonomi yang dibentuk dan ditentukan oleh kekuasaan politik ini telah mendorong tumbuh suburnya korupsi di pelbagai lini birokrasi pemerintahan dan militer. BIRA / Bambang Winarso Rp. BHS / Hendra Rahardja Rp. NAMA BANK PENERIMA JUMLAH POKOK 1. Akibatnya. tidak dapat dicairkan oleh bank-bank di luar negeri. Akan tetapi hanya dalam waktu 45 hari setelah BLBI dikucurkan. L/C yang sudah dibuka dan jatuh tempo untuk dibayarkan.050 milyar 4. BDNI / Sjamsul Nursalim Rp. 2. Oleh karena seringnya perbankan kalah kliring.596 milyar 3.018 milyar 6. BCA / Soedono Salim Rp. DANAMON / Usman Atmadjaja Rp.

Tabel 1. Kejadian paling parah terjadi di Palangkaraya pada 18 Pebruari 2001 dan berkembang hingga ke Sampit. Di Ambon terjadi pula kerusuhan antar agama pada tanggal 19 Januari 1999 terjadi tepat pada pada hari raya ‘Idul Fitri . Hal ini menyebabkan reaksi MPR RI mencabut mandat yang telah diberikan kepada Wahid dan mengaangkat Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden ke lima Indonesia. konflik sosialpun bermunculan di berberbagai daerah. Terjadi konflik antara lembaga eksekutif dan legislatif. Akan tetapi usia kepemimpinan Wahid inipun tidak dapat bertahan lama. semakin menyebabkan rasa ketidak percayaan rakyat terhadap pemerintahan yang ada.Bersamaan dengan terjadinya krisis ekonomi dan politik. Demikian pula di Tasikmalaya pada tanggal 26 Desember 1996 terjadi kerusuhan yang dipicu oleh adanya penganiayaan dua orang santri oleh polisi setempat. Dipicu oleh pengunduran diri sejumlah Menteri Kabinet Pembangunan 2 bidang Ekonomi. Konflik sosial di pelbagai daerah di Indonesia. Wahid yang seringkali mengambil keputusan yang kontroversial pada akhirnya mengeluarkan dekrit pembubarkan MPR RI. Bangsa Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai bangsa yang ramah dan memiliki tata krama yang sangat tinggi. Pemerintahan Soeharto yang telah berkuasa lebih dari 32 tahun berakhir dengan dibacakannya pengunduran diri Suharto sebagai presiden dan dilantiknya B. terjadinya penguasaan perekonomian di tangan sekelompok pengusaha besar dan penumpukan kekayaan pada sekelompok orang saja. Di Sanggauledo pada tanggal 29 Desember 1996. Kerusuhan antar agama yang tidak dapat dibuktikan siapa pelakunya terjadi di Situbondo pada tanggal 10 Oktober 1996. di Galela. di Pontianak 29 Januari 1997 dan 25 Oktober 2000. Sidang Istimewa MPR RI kemudian diadakan dan menetapkan dipercepatnya pelaksanaan pemilihan umum agar para wakil rakyat dapat memilih Presiden yang legitimate. Rezim Orde Baru yang telah berkuasa dengan sangat kokoh di Indonesia. ternyata tidak mampu untuk bisa membendung kehancuran perekonomian. Konflik antar suku terjadi beberapa kali di Kalimantan antara suku Dayak dan Madura. Maluku Utara terjadi pembantaian di dalam masjid pada bulan puasa Desember 1999 dan di Poso ditemukan ratusan mayat terapung di suangai Poso pada Mei 2000 menjelang pelaksanaan MTQ ke 19. Keuangan dan Industri yang diprakarsai oleh Ginanjar Kartasasmita. Konflik antar suku ini telah menyebabkan terjadinya arus pengungsi etnis Madura ke Surabaya dan Pulau Madura secara besar-besaran. terutama di tangan pejabat negara dan militer yang korup. seolah berubah menjadi bangsa yang brutal dan bengis. khususnya .J. serta di Sungaikunyit Hulu 18 Pebruari 1997. Lima besar penerima BLBI (Sumber BI dan BPK) Sebagai dampak dari merosotnya nilai tukar rupiah. Habibie sebagai Presiden Indonesia ke tiga pada pagi hari Kamis 21 Mei 1998. Melalui hasil pemilu inilah kemudian MPR RI memilih Abdurrachman Wahid menjadi Presiden RI ke empat. di 13 wilayah Jawa dan Madura. Sejak bulan Januari hingga Oktober 1998.

di Pasuruan 13 orang dan di Pamekasan 5 orang. Dapat dilihat dari sopan santun di jalan raya bagi pengendara kendaraan. sehingga tidak jarang terjadi pengeroyokan hingga mati terhadap pencuri yang tertangkap basah. Rektor sebuah universitas dibantai. Konflik yang terjadi hampir di seluruh wilayah negara kesatuan Republik Indonesia ini menyebabkan terjadinya pergeseran nilai-nilai. Di Jakarta juga terjadi berbagai konflik sosial dengan latar belakang permasalahan yang beraneka ragam. dimana kita dapat melihat dengan lengkap seluruh keterkaitan permasalahan dan mampu untuk bersikap secara luwes. diperlukan kemampuan untuk dapat melihat permasalahan yang ada secara holistik. Hafidin Royan dan Hery Hertanto pada tanggal 12 Mei 1998. konflik antar kampung/suku. rakyat membunuh tentara. Dalam kondisi sedemikian ini. Dalam kondisi anomi ini. Lumajang. Demak. saat ini sudah hampir tidak ada lagi. Kendaraan-kendaraan terutama yang besar-besar. Kecerdasan Spiritual sebagai alternatif pemecahan masalah konflik sosialMenghadapi bebagai permasalahan konflik sosial yang saat ini sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia dan bahkan telah mulai menjurus kepada kemungkinan terjadinya disintegrasi bangsa. Sikap main hakim sendiri juga sudah merupakan kejadian sehari-hari. di Sumenep 23 orang. Di Aceh telah terjadi konflik sosial yang pada akhirnya tidak diketahui lagi siapa yang memulainya. Sementara nilai-nilai yang lama masih belum dapat ditinggalkan. Pemerintah pada akhirnya menyetujui untuk memberikan Otonomi Khusus bagi Aceh melalui Undang-undang Nanggroe Atjeh Darussalam. Serang. Situbondo dan Probolinggo ditemukan korban tewas dan luka-luka parah. . Kejadian yang paling mencolok adalah korban pembantaian yang tewas di Banyuwangi yaitu 85 orang. Para ustadz dan kiai menjadi korban pembunuhan yang polanya mirip dengan pembunuhan yang dilakukan oleh PKI menjelang meletusnya G30S. Danah Zohar dan Ian Marshal memberikan batasan tentang Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intelligence) ini sebagai kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai. Elang Mulia. anggota legislatif dan eksekutif diculik dan dibunuh. masyarakat hidup dengan penuh ketidak jelasan. Antara lain mulai dari perebutan lahan parkir. sejak bulan Januari hingga Oktober 1998. konflik politik hingga konflik antara mahasiswa dan tentara/polisi yang menyebabkan meninggalnya 3 orang martir mahasiswa Universitas Trisakti. Hal ini dimungkinkan apabila seseoang itu memiliki Kecerdasan Spiritual yang tinggi. tertangkapnya pencuri. nilai-nilai baru sudah berlaku di masyarakat. diharapkan kita dapat memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai permasalahan ini dengan baik dan memecahkan persoalanpersoalan tersebut dengan mengetahui makna dan nilai yang terkandung di dalamnya. di Jember 17 orang. Bangkalan.di daerah Tapal Kuda Jawa Timur terjadi pembunuhan massal yang bermula dari isu pembersihan dukun santet. melaju dengan sesuka hati mereka tanpa memperhitungkan bahaya yang mungkin bisa terjadi bagi pengendara lain. Tentara membunuh rakyat. Di Bekasi. Fasilitas umum diluluh lantakkan.

dan secara aktif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi. Kecerdasan ini digunakan untuk memecahkan masalah logika maupun strategis. . memahami. Sekalipun SQ tidak sama dengan beragama. sehingga kita dapat menangkap makna dan nilainilai dengan lebih baik. Antara yang diketahui dan yang tidak diketahui. informasi. SQ dengan demikian merupakan landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif dan merupakan jenis pemikiran yang memungkinkan kita menata kembali dan mentransformasikan dua jenis pemikiran yang dihasilkan IQ dan EQ. adalah merupakan perkalian 100 atas Usia Mental (MA. yang didapat melalui nilai test psikologi) dibagi dengan Usia Kalender (CA. Kecerdasan Intelektual yang sangat dikenal sejak awal abad ke 20 dengan IQ (Intelligence Quotient). berwawasan jauh membuat dan bahkan mengubah aturan. Tanda-tanda dari SQ yang telah berkembang dengan baik adalah : Kemampuan bersikap fleksibel Tingkat kesadaran yang dimiliki tinggi Kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan Kemampuan untuk menghadapi dan melampaui rasa sakit Kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai Keengganan untuk mengalami kerugian yang tidak perlu Kemampuan untuk melihat keterkaitan berbagai hal Memiliki kecenderungan bertanya "mengapa" atau "bagaimana jika" dalam rangka mencari jawaban yang mendasar Memiliki kemampuan untuk bekerja mandiri. Daniel Goleman pada pertengahan 1990-an mempopulerkan Kecerdasan Emosional atau EQ (Emotional Quotion). maka saat ini kita sedang berada pada titik "ujung". EQ yang memungkinkan kita untuk bepikir asosiatif yang terbentuk oleh kebiasaan dan memampukan kita untuk dapat mengenali pola-pola emosi. Ditinjau dari ilmu saraf. IQ merupakan hasil dari pengorganisasian saraf yang memungkinkan kita untuk berpikir rasional.Apabila dikaitkan dengan teori chaos. tidak harus berhubungan dengan agama dan beragama itu tidak menjamin dimilikinya SQ yang tinggi. namun tantangan untuk mencapai kecerdasan spiritual yang tinggi sama sekali tidak bertentangan dengan agama. koneksi. Tetap diperlukan adanya kerangka acuan dari agama untuk dapat mempermudah kita dalam memahami makna dan nilai dalam kehidupan ini. Sedangkan SQ memungkinkan kita untuk berfikir secara kreatif. Untuk itulah diharapkan agar kita memiliki kemampuan untuk dapat membaca makna dan nilai yang tekandung di dalamnya. yang didapat dari usia kelahiran). Dengan demikian penguasaan agama akan membantu kita dalam mempermudah meningkatkan Kecerdasan Spiritual. EQ merupakan persyaratan dasar untuk dapat menggunakan IQ secara efektif. yaitu titik pertemuan antara tatanan dan kekacauan. logis dan taat asas. adalah kemampuan merasakan. dan pengaruh yang manusiawi.

diharapkan seseorang akan mampu untuk selalu membuka diri terhadap setiap pengalaman yang ditemuinya dan kemudian dapat menangkap makna yang terkandung di dalamnya.C.himpsi. Great Britain: Psychology Press Ltd. KepustakaanDanah Zohar & Ian Marshall (2000). Seseorang akan menjadi tegar untuk menghadapi setiap permasalahan dan membuka diri untuk memandang kehidupan dengan cara yang baru. Studying Psychology. egoisme diri yang sempit.org posted by Lukman Nul Hakim at 4:00 AM Bab 12 Jendral dibalik Pembantaian Umat Islam di Ambon-Maluku 12-01 Kerusuhan dan Perrkembangannya 12-02 Perlawanan Ummat Islam 12-03 Kerugian Ummat Islam Bab 12 JENDERAL DI BALIK PEMBANTAIAN UMMAT ISLAM DI AMBONMALUKU KERUSUHAN yang terjadi hampir di selu-ruh Maluku. pertama-tama sangat diperlukan adanya kemampuan untuk dapat melihat keterkaitan dari setiap permasalahan yang sedang dihadapi. Oleh karena itu ajaran-ajaran agama akan sangat membantu kita untuk dapat meningkatkan SQ agar dapat menjadi tinggi dan dapat keluar dari konflik sosial yang saat ini telah sampai pada "ujung"nya. SQ: Spiritual Intelligence – The Ultimate Intelligence. EXECUTIVE EQ. Manusianya berada dalam budaya yang secara spiritual bodoh yang ditandai oleh materialisme. NY: Advanced Intelligence Technologies Thomas M. Dengan dimilikinya kemampuan untuk melihat permasalahan secara holistik. Sumber : http://www. mampu untuk melepaskan dirinya dari kepentingan-kepentingan sempit kelompok. ternyata menurut Danah Zohar dan Ian Marshall memiliki SQ kolektif yang rendah. & Ayman S (1997) . Kita harus dapat melepaskan diri dari pengaruh budaya masyarakat modern yang saat ini sangat dipengaruhi oleh humanisme barat. KesimpulanDi dalam menghadapi berbagai konflik yang timbul sebagai akibat dari tidak segera diatasinya krisis multi dimensi yang saat ini sedang dihadapi bangsa Indonesia. kehilangan makna dan komitmen. termasuk Maluku Utara telah berlangsung setahun lebih dimulai pada tanggal 19 Januari 1999. Great Britain: Blomsbury Robert K.Dengan dapat terpenuhinya tanda-tanda SQ yang telah berkembang ini. Emotional Intelligence in Leadership and Organizations. kelayakan.H. yaitu saatnya ummat Islam merayakan hari Idul Fitri setelah berhasil . (2000). bertepatan dengan 1 Syawal 1419 H. diharapkan kita dapat menjadi lebih fleksibel dalam menentukan etika baru yang akan kita pergunakan untuk menggantikan etika lama yang penuh dengan kekerasan dan kekejaman. Diperlukan pula adanya seseorang pemimpin yang penuh dengan pengabdian. aliran atau partai politik yang dianutnya dan kemudian menjadikan kepentingan mayoritas dari bangsa ini sebagai acuan sikapnya.

Habibie rapuh karena dinilai tidak legitimated dan tidak sah. Kerusuhan yang oleh pihak Kristen ini telah direncanakan dengan matang untuk mencapai tujuan politik Kristen di Indonesia di mana diperkirakan Negara Boneka buatan Belanda pada tahun 1950. tetapi pulau-pulau lain terutama di Maluku Utara masih terus bergolak dalam bentuk perkelahian massal. Terlepasnya Tim-Tim dengan sutau proses yang di-dukung dunia internasional telah ikut merangsang pihak RMS untuk melepaskan diri dari Negara Kesa-tuan Republik Indonesia. Pekerjaan besar ini dilakukan dengan menghancur-kan ummat Islam yang. Sejak Januari 2000. Saparua.menunai-kan ibadah Puasa sebulan penuh. Isu separatis ini muncul kembali karena suasana dalam negeri RI yang sedang dalam proses reformasi menunjukkan kekacauan hampir di seluruh wilayah Nusantara. Akan tetapi. Banda. Seram. Republik Maluku Selatan (RMS) telah digunakan untuk mencapai tujuan politik tersebut sekaligus mencapai cita-cita RMS untuk melepaskan Maluku Selatan dari Negara Kesatuan RI. kota Ambon dapat dikatakan mulai tenang. maka tidak mustahil kerusuhan berikut akan terjadi lagi. seba-gai upaya memperkecil jumlahnya hingga mencapai titik minoritas yang tidak berarti. Jika aparat keamanan yang besar ini (16 yon) ditarik. Kerusuhan ini telah berkembang ke beberapa pulau di sekitar Ambon seperti pulau Kei. Bab 12-01 Kerusuhan dan Perrkembangannya Kerusuhan yang bertujuan memperkecil jumlah masyarakat Islam di Maluku dilakukan dengan amat keji. Pemerintahan Soeharto dijatuhkan sedang-kan Pemerintahan B.5 tahun. maka konflik ini tidak akan dapat selesai begitu saja. . Perluasan konflik seperti itu terjadi karena tidak segera diatasi pada akar permasalahannya. memang mem-buat keadaan sedikit terkendali. sebab mereka bangkit melakukan perlawanan dan mampu bertahan sehingga kerusuhan terus berkecamuk walau berlangsung sudah hampir 1. Banyaknya aparat keamanan. Haruku. ummat Islam adalah penghalang utama bagi berdiri-nya RMS karena itu harus dipukul dengan keras. Pembunuhan dan pembakaran terhadap ummat Islam yang tidak siap menghadapi ancaman itu mem-buat ummat Islam harus eksodus dari Maluku demi menyelamatkan diri dan keluarganya. Pihak RMS yang menghantam ummat Islam pada sendi-sendi keaga-mannya seperti pembakaran masjid. Bagi mere-ka. Karena itu konflik yang amat sensitif ini cepat menjalar ke seluruh Maluku. penghinaan terhadap Rasulullah Saw. Namun dikhawatirkan kalau akar perma-salahannya tidak diselesaikan terutama bila RMS yang diduga sebagai otak dan penggerak kerusuhan tidak ditangani. Konflik antar masyarakat Kristen dan Islam ini selalu ditutup-tutupi dengan mengangkat permasalahan horizontal yaitu konflik sosial kemasyarakat sebagai penyebab. dan sebagainya telah menyulut konflik ini ke arah Perang Agama. Sanana dan pulau-pulau lain yang kini termasuk Maluku Utara seperti Ternate.J. Halmahera dan Obi. untuk merdeka dan berdiri sendiri. pada tahun 1950 telah ikut bersama TNI menggagalkan berdirinya RMS. Ummat Islam ternyata tidak dapat dikalahkan semudah yang diperkirakan.

menjangkau beberapa desa di Seram dan seterusnya. Karena itu mereka mampu secara sistematik melakukan penyerangan walau dalam skala kecil sampai dengan akhir Juli 1999 yang telah menimbulkan kerugian terus-menerus di pihak Islam. tetapi kerugian yang dialami ummat Islam. termasuk senjata api rakitan dan organik militer. dihantamkan kepada ummat Islam yang tengah merayakan Idul Fitri. telah memberikan perlindungan-Nya dengan membangkitkan semangat perlawanan ummat Islam yang tampak dengan berduyun-duyunnya masyarakat pedesaan di sekeliling kota Ambon bahkan dari berbagai pulau sekitar Ambon datang ke kota Ambon untuk menghadapi ancaman pihak Kristen ini. karena itu dalam waktu satu minggu pertama keselamatan ummat Islam terletak pada bagaimana mereka mampu bertahan dengan kekuatan yang tersedia. dampaknya lebih besar dan berakibat jangkauan ke depan . maka dengan kemampuan seada-nya. Bab 12-03 Kerugian Ummat Islam Walaupun kerugian kedua belah pihak dapat dinilai seimbang. Ternyata dengan semangat Jihad Fie Sabilillah yang luar biasa. ummat Islam di akhir Juli 1999 itu bangkit melakukan serangan balasan. Namun demikian semangat jihad itu juga membawa dampak lain di pihak Muslim. Karena itu pihak Kristen mulai mengalihkan kerusuhan ke luar Ambon. ummat Islam mendapat kemajuan yang berarti. Pihak Kristen yang memang merencanakan kerusuhan untuk mencapai tujuan politik tertentu. dan pada Desember 1999 mencapai Maluku Utara dengan konflik fisik yang cukup dahsyat. Menghadapi serangan demikian. Allah swt. menunjukkan adanya suatu perencanaan melalui suatu organisasi yang solid.Bab 12-02 Perlawanan Ummat Islam Serangan mendadak yang dilakukan pihak Kristen. Kekuatan besar yang dikonsentrasikan. Suatu kenyatan yang sulit dipercaya adalah menggeloranya semangat Jihad Fie Sabilillah yang amat dahsyat. berupa perawatan kepada belasan ribu mujahidin dari luar daerah itu. Walaupun berat beban perawatan ini ternyata masyara-kat kota Ambon dengan segala keterbatasannya mampu menanggulangi bersama-sama sampai menjelang setahun mereka di kota Ambon. baik personil maupun persenjataan. Aparat keamanan yang juga terdesak tidak dapat berbuat banyak. sehingga tidak gampang melakukan serangan-serangan seperti minggu pertama kerusuhan. jauh hari sebelumnya telah mempersiapkan kekuatan. sedangkan ditiap pedesaan telah mengorganisir kekuatan tambahan. Dalam keadaan demikian. Semangat sebesar itu telah mengakibatkan pukulan moril besar terhadap pihak Kristen. inilah awal offensif ummat Islam setelah bertahan terus menerus selama enam bulan. ummat Islam melakukan pembelaan diri sebagai upaya penyela-matan. Bangkitnya ummat Islam melakukan pembelaan sesungguhnya hal yang terpaksa karena mereka belum cukup kuat untuk melakukan aksi pembelaan. sehingga September 1999 dapat dikatakan kondisi kekuatan dan kerugian kedua belah pihak menjadi relatif seimbang. tidak mungkin dapat dilakukan begitu tiba-tiba tanpa perencanaan yang matang. walaupun terpaksa dilakukan oleh kampung demi kampung secara mandiri. puluhan ribu mujahidin telah memasuki kota Ambon. dan tidak terkoordinasikan.

Rizal Panggabean DIREKTUR MAGISTER PERDAMAIAN DAN RESOLUSI KONFLIK. Sumatera Barat. lima orang tewas dan puluhan orang luka berat dan ringan. bentuk-bentuk konflik tidak baru. Walaupun potensinya tetap besar. seperti biasanya. UGM Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Perekonomian dalam skala besar dengan investasi ummat Islam terutama yang dari luar Maluku terpukul sehingga kini mereka menarik diri. Selain itu. konflik horizontal pada 2003 relatif berkurang. begitu juga penanam modal lainnya yang memberikan lapangan kerja bagi ummat Islam. Unpatti yang didanai 70 persen kekuatan Kristen telah dimanipulasi untuk menendang kepentingan Islam. Dosen dan Karyawan Islam. kondisi-kondisi strategis kerugian ummat Islam ini perlu mendapatkan penanganan khusus dari Pemerintah. benturan keras antarkelompok masyarakat cenderung menurun. baik dilihat dari intensitasnya maupun jumlah korban yang jatuh.karena hancurnya sendi-sendi dasar perekonomian serta pendidikan bagi puluhan ribu pelajar dan mahasiswa. Pada sektor pendidikan boleh dikatakan terhenti 90 % karena letak sekolah-sekolah pada umumnya di luar sektor yang dikuasai ummat Islam. seperti di Pasaman. Lebih fatal lagi untuk perguruan tinggi khususnya Universitas Patti-mura (Unpatti) tempat menimba ilmu calon sarjana dan calon pemimpin masa depan. . melainkan sudah akrab di telinga masyarakat. Kerugian pada rata-rata kebutuhan hidup masyarakat Islam cukup besar tetapi dampak kerugian itu akan dapat diatasi dalam waktu 2 atau 3 tahun ke depan. Dalam kerusuhan yang melibatkan dua desa yang bertetangga itu. sedangkan sektor perekonomian pada lingkup besar dan pendidikan akan memerlukan waktu lebih panjang dan akibat yang ditimbulkan besar. Konflik yang menimbulkan dendam horizontal mendalam ini akan sangat berpengaruh pada proses belajar mengajar yang dilaksanakan secara terpadu. Tidaklah berlebihan bila para tokoh memperkirakan akibat kerusuhan ini. Pemicu kerusuhan. adalah insiden kecil. Dua orang tewas dalam kerusuhan yang antara lain dilatari pemekaran wilayah berupa pembentukan provinsiprovinsi baru. ummat Islam akan kehilangan sumber daya berpendidikan selama satu generasi. Oleh karena itu. Salah satu di antaranya adalah kekerasan antardesa. pertengahan Januari lalu. Papua. 3000 mahasiswa telah tertutup sama sekali bagi mahasiswa Islam. Unpatti kini telah menjadi Kampus merah. warna yang diberikan sebagai pengenal bagi pihak Kristen dan untuk Islam dikenal dengan putih. seperti yang terjadi di kota Timika. yaitu perselisihan antara sopir angkutan pedesaan dari Desa Ujunggading dan pengemudi becak motor dari Desa Airbangis. awal September lalu. Bentuk lainnya adalah kekerasan antara warga pendatang dan warga setempat. khususnya sejak 1999.

Yang perlu dicermati lagi adalah apabila afiliasi kepartaian ini ditopang dengan pemilahan yang lain. keagamaan. dan kepartaian. kesukuan. kombinasi perbedaan afiliasi kepartaian dengan perbedaan banjar atau desa bisa menjadi bahan mentah bagi benturan horizontal yang keras dan berdarah. yaitu integrasi sosial pendatang dan penduduk asli. benturan antara pendukung Partai Golkar dan PDI Perjuangan menimbulkan dua korban tewas dan banyak lagi yang luka-luka. benturan antardesa pakraman di Bali juga sering terjadi. pengerahan kelompok-kelompok masyarakat yang berbenturan. dan antarpendukung partai mengisyaratkan beberapa ciri yang perlu diperhatikan dalam konflik horizontal di Indonesia. Bali. Dalam konflik antara pendatang dan penduduk asli. Provokator dan aktor intelektual. Walaupun jarang sekali menimbulkan korban jiwa. kemudian. antara penduduk asli dan pendatang. Buleleng. etnisitas biasanya menjadi ciri pembeda yang menjadi basis mobilisasi konflik. aparat keamanan cenderung mengikuti refleks mereka dan serta-merta berbicara mengenai provokator atau aktor intelektual di balik setiap insiden konflik horizontal. keadaan dianggap telah "aman terkendali". Selain di Sumatera Barat. Pengalaman menunjukkan beberapa sumber identitas yang sering menjadi basis mobilisasi adalah agama dan etnisitas. dengan kata lain. Dalam kasus-kasus seperti ini.Bentuk lainnya lagi adalah benturan antarpendukung partai yang terjadi di Singaraja. Buleleng. Setelah ditangkap dan diadili. seperti yang terjadi di Maluku. Kalimantan Tengah. cerita dari Pasaman di atas menunjukkan bagaimana satuan teritori yang kecil seperti desa semakin sering menjadi basis pembentukan dan pengerahan kelompokkelompok yang bertikai. provokator atau aktor intelektual memang sungguh sesuai karena dapat ditangkap. dan Sulawesi Tengah. Seringkali perbedaan etnis penduduk asli dan pendatang ini ditopang pula dengan perbedaan agama. pemerintah dan masyarakat perlu memberikan perhatian yang lebih serius terhadap afiliasi kedesaan. jarang diperhatikan sehingga dapat meletus sewaktu-waktu. Selama ini. Tentu saja. menjadi kambing hitam yang mudah didapat di mana saja. masalah yang lebih mendasar. Kalimantan Barat. Dalam definisi tugas dan tanggung jawab seperti ini. misalnya konflik antardesa atau antarbanjar. khususnya menangkap dan kemudian mengadili perusuh yang dianggap bertanggung jawab. . Karenanya. konflik antardesa adat di Bali cukup membuat pusing polisi dan tokoh adat setempat. Yang pertama adalah yang menyangkut unsur-unsur identitas yang melandasi pembentukan dan. Pada 26 Oktober. Benturan antardesa. Seperti halnya kombinasi perbedaan etnis dengan perbedaan agama. dan syukur-syukur diadili. Akhirnya. Bukan rahasia lagi bahwa dalam usaha mereka memulihkan keamanan dan ketertiban. dipukuli. pemerintah daerah dan polisi akan terfokus pada usaha penegakan hukum. afiliasi kepartaian dapat menjadi basis mobilisasi juga seperti tampak pada kisah dari Singaraja. kondisi yang lebih mendasar adalah persaingan antarpartai besar dalam memperebutkan suara dan dukungan yang sering dianggap langka dalam konteks kompetisi kepartaian. Tetapi. Maluku Utara.

atau Papua terdiri dari masyarakat yang homogen dengan tetangga dan warga yang selalu rukun. antara penduduk asli dan pendatang. kepartaian. Sadari juga bahwa partai-partai adalah cerminan konflik kepentingan dan pemilahan di masyarakat dan karenanya perlu dikelola melalui aturan main kampanye.Akan tetapi. Di lain pihak. Masalah itu bisa berupa ketidakselarasan antardesa. tetapi juga dapat menjadi awal bagi kemitraan dalam mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan menyelesaikan masalah-masalah mendasar di masyarakat. perbedaan tujuan dan kepentingan pihak-pihak yang bertikai. Penduduk dua desa dikawal. Masalah-masalah mendasar di atas tidak dapat ditangani dengan pendekatan menangkap provokator dan memulihkan keamanan dan ketertiban yang biasanya menekankan respons yang represif. Artikel 006_ 2001 Masalah Cina 3 MASA ORDE BARU . Ketidakselarasan itu bisa jadi terkait dengan kelangkaan sumber daya yang diperebutkan. kiranya perlu sekali apabila aparat keamanan dan masyarakat mengubah orientasi dalam menangani konflik horizontal. konflik kepentingan antara pendukung dan penentang pemekaran wilayah tidak dapat "ditangkap" atau "diburu" aparat. Sebagai contoh. dan barikade-barikade memisahkan dua komunitas beda agama. misalnya dengan mengirim dan menempatkan kompi-kompi polisi dan tentara. mengingat potensi konflik horizontal yang secara luas diakui sangat besar di Indonesia. Bali. dan pemilu yang melembaga. konflik horizontal tidak hanya potensial menimbulkan kekerasan. Hadapilah kenyataan bahwa desa-desa bisa terdiri dari kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan yang satu sama lain bertentangan. Masalah-masalah mendasar yang melatari konflik horizontal perlu mendapat perhatian yang semestinya. Bisakah aparat "memukuli" ketidakselarasan antara pendukung satu partai dan pendukung partai lainnya--lebih-lebih jika kedua kelompok berasal dari dua desa yang telah bermusuhan karena alasan lain? Jangan lupa pula bahwa tidak jarang pendekatan agresif dan represif yang dilakukan aparat justru memperparah polarisasi di masyarakat. masyarakat juga perlu mengubah cara berpikir dan bertindak. dua suku yang bertikai dipisahkan dengan mentransfer salah satu di antara keduanya ke tempat lain. dan antara partai-partai politik. Berhentilah berpikir bahwa desa-desa di Sumatera Barat. dan dominasi penguasaan suatu sumber daya yang langka. Dari pergeseran cara berpikir seperti di atas.

Disinilah mulai ada tuduhan kolusi (KKN) antara pejabat dan WNI keturunan Cina yang kemudian kita lihat menghasilkan ekonomi pertumbuhan gaya orde baru yang memang hebat tetapi menghasilkan produk sampingan berupa kesenjangan sosialekonomi yang makin lebar antara beberapa pengusaha Cina + Pribumi pejabat dengan rakyat orang-orang Pribumi pada umumnya.MASALAH Cina memang merupakan salah satu pekerjaan rumah berat bagi Pemerintahan Orde Baru yang mulai beroperasi pada tahun 1966. baik berupa surat kabar maupun penggunaan bahasa Cina dimuka umum. (5) WNI yang beragama Kristen/Katolik (yang berorientasi Belanda/Barat). lebih lagi keunggulan dalam perdagangan dan pendidikan waktu itu menyebabkan program ganti nama seakan-akan hanya berganti baju dengan badan dengan bau yang sama juga. tetapi pengaruhnya terhadap ekonomi sangatlah besar karena sebagian besar ekonomi RI ditengarai dimainkan aktor orang-orang Cina (sekitar 60-70%). Yang terakhir ini relatif masih kecil jumlahnya. kemudian masyarakat orang-orang Cina Indonesia dapat dibagi setidaknya menjadi tujuh golongan. Peran mereka yang sangat besar mendorong pemerintah Orde Baru untuk segera mengambil tindakan.5% saat itu). Kerjasama Ali-Baba ini memang saling menguntungkan kedua pihak. pemerintah melarang penggunaan simbol-simbol Cina. apalagi ketika dijaman Belanda diangkat sebagai warganegara hampir setingkat dengan Belanda dan dibuat lebih tinggi statusnya dari orang-orang Pribumi. Sekalipun demikian. . memang tidak mudah bagi orang-orang Cina yang secara tradisi budaya memiliki perasaan eksklusif dan superioritas untuk bisa menempatkan diri dalam konteks kemerdekaan. (6) WNI yang beragama Kristen/Katolik (yang berorientasi nasionalisme Indonesia). Namun. dan (7) WNI yang beragama Islam. Program Pembauran Orang-orang Cina kemudian di tahun 1967 dianjurkan untuk mengganti namanya dengan nama Indonesia untuk memperkecil perbedaan antara WNI keturunan Cina dengan WNI asli. padahal sebagian besar dari mereka tidak berstatus warganegara Indonesia dan nasionalisme ke-Indonesia-annya diragukan. Untuk meredam konflik lebih besar pemerintah Orde Baru memandang orang-orang Cina yang menjadi WNI sebagai berhak dan berkewajiban sama dengan yang Pribumi. Dari sikap sosialisasi yang makin bertumbuh. Untuk mengikis sikap eksklusivisme itu. (3) WN-Stateless. (2) WNA Cina-Taipeh. dan menganjurkan agar WNI keturunan Cina dapat membuka kran usahanya bersama orang Pribumi. Pada tahun itu pula dikeluarkan peraturan untuk tidak menggunakan nama 'tionghoa' karena konotasi keterkaitannya dengan 'tiongkok' negeri leluhur ras ini. dan kemudian BAPERKI dinyatakan terlarang. (4) WNI yang beragama Budha/Konghucu (yang mempunyai ikatan premordial dengan tanah leluhur dan masih berbahasa mandarin) . dan umumnya lebih banyak terjadi dari 'Ali' pejabat dengan 'Baba' pengusaha. dibalik itu dalam kehidupan ORBA kemudian sebenarnya banyak generasi muda Cina mulai bersosialisasi dan berintegrasi dengan yang Pribumi dan makin banyak yang kemudian melakukan kawin-campur dengan yang Pribumi terutama yang beragama sama. yaitu (1) WNA Cina-RRC. Indonesia yang baru merdeka dan baru dirongrong pemberontakan 'Madiun' cukup berat menghadapi masalah sebagian orang Cina yang terlihat lebih memihak Belanda pada waktu revolusi dan kemudian bersimpati pada waktu pada G-30-S. soalnya jumlah orang-orang Cina tergolong kecil dibandingkan seluruh penduduk Indonesia (hanya sekitar 1. Memang usaha-usaha yang selama ini menjadi monopoli orang-orang Cina kemudian mulai diisi pula dengan orang-orang Pribumi. Konsulat dan Kedutaan RRC ditutup menyusul kecurigaan keterlibatan mereka pada G-30-S di tahun 1965.

pabrik maupun supermal milik non-pri menjadi sasaran amuk massa. hanya sekarang timbul lagi masalah baru karena umumnya sekolah-sekolah swasta banyak yang kemudian diisi dengan mayoritas siswa/mahasiswa non-pri. dan pamor industri batik rakyat tradisional yang sempat jaya malah sekarang hancur diterjang usaha-usaha non-pri yang mendirikan pabrik batik raksasa seperti Batik Keris dan Batik Semar.Pertumbuhan Ekonomi Orba Pertumbuhan ekonomi gaya Orde Baru memang cenderung bersifat pasar bebas dimana modal besar diuntungkan dan jelas bersifat kapitalistis. Dalam karier di ABRI maupun menjadi Pegawai Negeri kesempatan itu kecil apalagi memang dari kalangan keturunan sendiri dorongan untuk memasukinya juga kecil. dan lainnya. sebab banyaknya sekolah-sekolah swasta yang berbasis agama atau tidak memberi peluang cukup pada non-pri untuk menambah ilmu. toko. disektor-sektor lainnya kesempatan itu kecil sekali. bahkan oleh pihak tertentu pengusaha Cina itu dijadikan sapi perahan. Jelas perbedaan demikian menimbulkan kesenjangan sosial yang makin parah yang menjurus pada terjadinya kerusuhan-kerusuhan dan huru-hara kota yang cenderung menjadikan rumah. Itulah sebabnya dalam setiap amuk yang melibatkan massa selalu arah perusakan akan kembali terarah pada minoritas ini. adalah berlebihan kalau peraturan-peraturan pelarangan menerbitkan surat kabar berbahasa mandarin dan pelarangan penggunaaan istilah 'Tionghoa' dijadikan alat stigmatisasi keburukan Orde-Baru. Apalagi Presiden ORBA Suharto mempunyai hubungan dekat dengan Liem Sioe Liong dan Bob Hasan. Situasi di atas mendorong makin banyak orang Cina bergerak dalam sektor bisnis dan makin dominanlah mereka. Kurangnya kesempatan masuk di Sekolah dan Perguruan Tinggi Negeri tidak menghalangi kemajuan pendidikan non-pri. Karena kurangnya pengalaman dan keunggulan dalam sektor perdagangan dapat dimaklumi kalau usaha konglomerasi yang melibatkan mayoritas Cina lebih unggul dan berkembang dan usaha Koperasi makin terpuruk. Jadi. Agama. Ternyata pertumbuhan ekonomi ORBA lebih membuka peluang tumbuhnya sektor ekonomi makro dan menghasilkan konglomerat-konglomerat yang sebagian besar dari etnis Cina/Tionghoa. Ras dan Antar-golongan) lebih diperparah lagi dengan usaha-usaha pemerintah RRC yang sekarang dalam alam demokrasinya kembali membuka diri dan secara aktip mulai lagi merangkul pengusaha-pengusaha Cina di perantauan. Banyak usaha koperasi hancur. Sempitnya kesempatan itu juga terjadi pada Sekolah Negeri dan Perguruan Tinggi Negeri dimana porsi untuk non-pri dibatasi. sebab kenyataannya dibalik itu justru pada waktu OrdeBarulah kesempatan ras-Cina untuk berkembang kembali meningkat pesat setelah sebelumnya pada masa Orde-Lama dibatasi kegiatan dagangnya. Masalah rasial yang kembali timbul dalam bentuk baru sebagai konsekwensi ekonomi pertumbuhan secara bebas yang dianut pemerintah ORBA yang kemudian berkembang sebagai masalah SARA (Suku. Hampir semua sektor perdagangan dari hulu sampai hilir terutama perbankan sekarang dikuasai oleh non-pri atau kolusi pri-non-pri. . Sekalipun WNI keturunan Cina diakui hak hidupnya oleh pemerintah ORBA dan istilahnya diperlunak menjadi 'Non-Pri' dan memperoleh kembali kebebasan bergerak di sektor ekonomi. Sektor pasar tradisional dan pedagang asongan non-formal yang umumnya dikuasai Pribumi sekarang dihantui supermal-supermal yang dimiliki non-pri seperti jaringan supermal Matahari yang juga masuk ke kota-kota kabupaten. Dan Pemerintah secara terbuka lebih memberi kebebasan dalam perkembangan usaha-usaha konglomerasi demikian. Sektor mikro seperti Koperasi umumnya dimasuki pedagang Pribumi.

" (Jhon K. sebab mereka tidak memberi komentar tetapi melakukan perusakan dan pembakaran obyek-obyek milik orang-orang non-pri secara massal. Naveront. 91) Kerusuhan Rasial Reaksi massa mengambang lain lagi. pengrusakan-pengrusakan . Konvensi ini dihadiri 800 pengusaha besar Cina yang datang dari 30 negara termasuk dari Indonesia. reaksi keras menyebabkan HIPPI kembali diartikan menjadi 'Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia' seperti semula." Karuan saja jaringan kerjasama yang berbau rasialis ini menggoncang nasionalisme Pribumi di negara-negara khususnya ASEAN.Persatuan Cina Sedunia Lee Kuan Yew. maunya cuma bergaul antara mereka. Tanpa orangorang keturunan Cina seperti Mochtar Riady atau Soedono Salim dari Indonesia. Tujuan Konvensi ini adalah untuk "membentuk jaringan kerjasama ekonomi masyarakat bisnis internasional Cina untuk memanfaatkan berbagai peluang bisnis. persatuan dan saling membantu. yaitu antara lain: "mereka hidup secara eksklusif. Pertemuan ini kembali membangkitkan premordialisme para pengusaha Cina bahwa keberhasilan mereka dalam bidang ekonomi tidak lepas dari kesamaan mereka yang mewarisi tradisi budaya super yaitu Cina. "Tanpa orang-orang keturunan Cina ini. Konvensi ini kemudian disusul dengan Konvensi serupa yang diadakan di Hongkong pada bulan November 1993 yang dihadiri 1000 pengusaha besar Cina dari seluruh dunia. tidak banyak modal yang akan masuk ke daratan Cina untuk investasi. Para pengamat memperkirakan bahwa 60% investasi asing didaratan Cina ini dibawa oleh para pengusaha keturunan Cina. Sejak peristiwa 10 Mei 1963 yang menimpa kota Bandung dan kota-kota lainnya dan disusul dengan sepuluh tahun kemudian di kota yang sama. bahkan ditekankan kembali Confucianisme sebagai etos pengikat orang-orang Cina. dan khususnya Indonesia yang sedang berusaha keras untuk mempersatukan non-pri ke dalam kesatuan dengan yang pri sangat dibuat marah dengan perilaku Konvensi yang dihadiri banyak pengusaha non-pri dari Indonesia itu. Reaksi juga datang dari Siswono Yudohusodo yang menyebut ada sembilan dosa orangorang keturunan Cina di Indonesia. kerja keras. 12). Indonesia diwakili 40 konglomerat non-pri. mereka yang menjadi pengusaha membuat diskriminasi dalam penerimaan buruh (karyawan). Reaksi ini memang patut dimaklumi. Jaringan Masyarakat China. sulit bagi RRC untuk bisa mewujudkan suatu pertumbuhan ekonomi yang begitu tinggi. Reaksi itu dapat dimaklumi karena persatuan Cina Sedunia demikian ditakuti sebagai usaha melarikan modal Indonesia ke luar negeri (capital flight) yang berarti merusak ekonomi dalam negeri. Reaksi premordialisme ini bisa dilihat dari reaksi pengusaha Probosutedjo yang sekalipun sejak tahun 1980 pemerintah sudah menganjurkan untuk meninggalkan istilah pri dan non-pri yang menyebabkan usaha HIPPI berubah arti menjadi 'Himpunan Pengusaha Putera Indonesia'." (Ibid. antara yang Pri dan Non-pri. mengutamakan pendidikan. diskriminasi dalam upah dan sebagainya. Timbulnya Reaksi Dampak pertemuan-pertemuan itu telah membangkitkan kembali reaksi kesadaran kaum Pribumi di negara-negara ASEAN terutama Malaysia dan Indonesia untuk mewaspadai gerak langkah para pengusaha Cina dinegara-negara itu. segregasi dalam kehidupan sosialnya. soalnya. Robert Kuok dari Malaysia atau Charoen Pokphan dari Thailand. mantan Perdana Menteri Singapura pada bulan Agustus 1991 memprakarsai diadakannya Konvensi Cina Sedunia di Singapura untuk mengumpulkan pengusahapengusaha Cina perantauan (Overseas Chinese) dari seluruh dunia. sudah lama pemerintah RRC sendiri menganjurkan pengusaha-pengusaha Cina perantauan untuk menanamkan modal mereka secara besar-besaran ke RRC. Ini kemudian dikaitkan dengan sifat-sifat tradisi budaya itu untuk bersikap hemat.

000 orang-orang Cina ke luar negeri dengan membawa uang banyak di tengah ekonomi dan kelaparan massa yang sudah terjadi menambah kepedihan konflik rasial yang sudah ada.119 mobil dan motor. 12 hotel. Tahun 1998 makin banyak diisi dengan kerusuhan dan huru-hara karena masalah sembako.5 trilyun.terhadap obyek-obyek harta milik orang-orang Cina makin sering terjadi lebih-lebih dalam dasawarsa terakhir abad ke-20. Di Medan 30% penduduknya adalah orang Cina dan ekonomi kota memang dikuasai orang-orang Cina. yang bermental begitu. Tahun 1997 lebih banyak diisi dengan kerusuhan seperti di Rengasdengklok dimana kesalahan sikap seorang wanita Cina menyebabkan seluruh toko-toko Cina dihancurkan dan dibakar massa termasuk gereja dan vihara. yang umumnya pengusaha. Nilai itu berkaitan terbakar dan rusaknya 13 pasar. dua kecamatan. Tasikmalaya juga mengalami hal yang sama dimana supermal Matahari dibakar dan mal Yogya dirusak dan ratusan toko milik orang Cina dan gereja dibakar massa. padahal penyebabnya anak polisi yang dihukum di pesantren. 3 Juli 1998) Selain itu ada sekitar 80 sinema dibakar. Apapun penyebabnya selalu tokotoko batik milik orang Cina dirusak dalam kerusuhan Massa. Huruhara besar yang menimpa toko-toko orang Cina terjadi juga di Banjarmasin dan Ujung Pandang. dan kerusuhan rasial anti-Cina di bulan Mei 1998 ini bahkan menyerang rumah orang Cina dan pemerkosaan 168 wanita Cina (152 di antaranya di Jakarta. padahal kita mengetahui bahwa hanya sebagian masyarakat Cina. sembilan pompa bensin.2. dan dalam tahun-tahun berikutnya memasuki tahun 2000 ada puluhan kota mengalami huru-hara yang sama yang menimpa etnis Cina. Inipun masih sering disusul dengan pembakaran pabrik atau penjarahan toko. pengrusakan dan pembakaran toko orang Cina. Solo dan memuncak di Ibukota Jakarta yang mengakibatkan: "Versi pemerintah mengatakan. Sebenarnya kota Medan sudah beberapa kali mengalami kerusuhan rasial. Di tahun 1996 di Situbondo banyak toko-toko milik orang Cina dirusak. Di kota Pekalongan pada bulan Nopember 1994 seorang Cina yang diisukan menyobek Al Quran menyebabkan toko-toko Cina dirusak dan dibakar. gudang dan tambak milik orang-orang Cina secara sporadis di banyak . Baik di Jawa Timur. Beberapa kerusuhan terjadi di tahun 1995 seperti di Purwakarta dimana seorang gadis yang dicurigai mencuri sepotong coklat dan dihukum menyebabkan banyak toko Cina dirusak massa. 45 bengkel. delapan bis kota/metromini." (Kompas. 383 kantor swasta. Di tahun yang sama konflik PDI dalam peristiwa 27 Juli di Jakarta merembet ke pembakaran obyek-obyek ekonomi orang Cina. 1.479 ruko.604 toko. 2. dan 1. Peristiwa Jakarta merupakan puncak kemarahan massa pada etnis Cina karena dosa-dosa mereka. dihancurkan dan dibakar massa (termasuk 27 gedung gereja) padahal pencetusnya tidak ada hubungannya dengan orang Cina maupun Kristen. 65 bank. Jawa Timur dan Madura dan kota-kota lain mengalami kerusuhan dan selalu merembet pada pengrusakan dan pembakaran toko-toko milik orang Cina. Palembang. Pada bulan April 1994 terjadi pembakaran puluhan pabrik dan ratusan toko di Medan dengan korban jiwa seorang pengusaha. Di tahun yang sama di seputar Pemilu. kerugian akibat kerusuhan itu Rp. tetapi menurut versi Tim Gabungan Pencari Fakta hanya sepertiga angka itu) dimana beberapa di antaranya dilaporkan terbunuh. Ini memuncak dengan kerusuhan berdarah yang terjadi di bulan Mei di Medan. Pantai Utara Jawa dan dibanyak kota terjadi penjarahan. 40 mal/plaza. Padang. banyak kota seperti di Jabotabek. bahkan di tahun 1997 ketika ada kerusuhan Pemilu kembali obyek ekonomi Cina di kota ini dijadikan sasaran. Kerusuhan Mei di Jakarta dan kota-kota lain itu diikuti larinya lebih dari 100. 11 polsek. 24 restoran.

Kolusi dan Nepotisme. euforia premordialisme budaya tanah leluhur Cina kembali bangkit dalam keterbukaan era Reformasi di akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 tentu dapat mempertebal eksklusifisme sebagian ras ini dan berdampak pada sikap antipati yang lebih besar. dari pembahasan pada Bab-bab sebelum ini. Lalu Bagaimana? Dari Bab-Bab sebelum ini kita melihat begitu dalam jurang kesenjangan yang sudah terpupuk di antara ras Cina dengan Pribumi yang terjadi dalam perjalanan sejarah yang keliru. dan berusaha dengan jujur dan telah membaur. naiknya harga-harga Sembako yang belum bisa diatasi oleh Pemerintah dan dengan tidak adanya pemecahan tuntas dari kerusuhan-kerusuhan anti Cina yang terjadi selama ini. dan yang jelas masyarakat Indonesia sendiri ikut menjadi korban bila terjadi anarki kerusuhan rasial. sekarang disamaratakan dan ikut menjadi korban. kita patut berkaca diri dan berjuang keras untuk mencari jalan keluar yang terbaik. rusaknya jaringan distribusi. Apalagi. mereka terdorong mencari alternatif hidup yang lebih baik. Melihat kondisi perekonomian yang makin terpuruk. mulai dari sejarah tradisi budaya Cina. sayang sekali bahwa banyak orang non-pri yang sudah tidak merasa punya kaitan apa-apa dengan negeri leluhur dan banyak yang bukan lagi menjadi pedagang kakap. masih berlakunya praktek Korupsi. Orang-orang Cina umumnya disamaratakan dan dianggap memiliki banyak sifat negatip oleh umumnya orang-orang Pribumi karena stigma praktek-praktek eksklusif. banyak pengangguran dan korban PHK. bahkan faktanya sudah berakibat fatal membuat negara Indonesia menuju kebangkrutan yang jelas membuat massa rakyat makin menderita. sehingga kerusuhan-kerusuhan massal itu seakanakan mendapat legitimasi selama tidak merugikan pemerintah. dan penghakiman massal sudah terjadi di puluhan kota dan korban yang didatangkan bukan saja menimpa orang-orang Cina yang bersalah tetapi juga diarahkan pada yang tidak bersalah. namun kesesakan sosial yang tidak tertahankan dan kehadiran mereka di bumi Indonesia yang dirasakan tidak disukai. .tempat di seluruh Indonesia. Memang tepat kata pepatah: "karena nila setitik rusak susu sebelangga. bulan madu konglomerat Cina dengan para pejabat Orba yang menghasilkan kebencian massal yang sering meletus dalam kerusuhan-kerusuhan di kotakota itu. tetapi ras Cina yang mayoritas yang tidak ikut ber-KKN juga kena batunya. besar kemungkinan kerusuhan-kerusuhan dan huru-hara anti Cina akan terus terjadi selama sumber-sumber konflik dan kesenjangan sosial ekonomi belum terpecahkan dan diperbaiki dengan serius. Yang lebih memperparah yang menyebabkan kerusuhan massal makin berlarut-larut itu adalah sikap pemerintah sendiri yang cenderung tidak pernah menghukum kelompokkelompok masa yang beringas yang telah mengorbankan segolongan ras tertentu yang juga menimpa banyak masyarakat rakyat kecil. kemewahan dan KKN sebagian dari ras itu. masuknya ke Indonesia dan perlakuan istimewa kolonialisme Belanda khususnya pada orang-orang Cina tertentu. Namun. padahal lebih banyak dari ras ini yang menunjukkan kesungguhan dalam membangun negara Indonesia. Emas pertama dan kedua Olympiade yang ikut mengharumkan negara yang direbut Indonesia diperjuangkan oleh atlet-atlet non-pri. Kenasionalan mereka cukup tinggi karena banyak di antaranya menjadi pegawai negeri. Apalagi kemerdekaan dan era reformasi menyebabkan massa mengambang ingin cepat-cepat menikmati kemakmuran bukan dengan kerajinan dan berusaha keras tetapi dengan merusak harta benda orang lain." Sekalipun reaksi itu pantas ditujukan pada pelaku ekonomi yang orientasinya memang ke daratan Cina dan melakukan KKN yang memberatkan rakyat banyak. sehingga mereka yang mampu dan memiliki harta cenderung kemudian banyak yang hijrah ke negara-negara Barat. soalnya kebencian rasial itu bukan saja berdampak kepada mereka yang memang ikut salah.

Sekalipun jumlah orang Cina di Indonesia ditaksir sekitar 3% saja. ini berarti 50%.Sebuah harian pro-reformasi terkenal Iran terbit lagi Minggu setelah larangan tiga tahun yang dianggap oleh para reformis sebagai upaya penguasa garis keras untuk membungkam pengecam Presiden Mahmoud Ahmadinejad.I. untuk pemecahan masalah ini secara proporsional. di banyak kalangan sebenarnya kesempatan yang sama bagi yang 'pri' dan 'non-pri' sudah terbuka. Dalam konperensi PBB tentang Permukiman dan Perkotaan di Istambul (1996). Dan bagi yang 'pri' daripada hanya menyalahkan aspek-aspek negatip non-pri. Semoga! Salam kasih dari Herlianto/YBA. khususnya generasi muda. di Indonesia pengetahuan itu ada di sekeliling kita. sebab kalau tidak 'Masalah Cina di Indonesia' tidak akan pernah terselesaikan dan ujung-ujungnya masyarakat mengambanglah yang akan menjadi korban. Memang benar 'non-pri' yang tinggal di Indonesia diharapkan tidak eksklusif dan lebih punya rasa tenggang-menenggang dengan lingkungan disekelilingnya. . Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa dibalik kecurigaan dimana ras Cina di anak tirikan. Republik Indonesia diwakili secara resmi oleh dua ahli non-pri. 3 orang adalah dari kalangan non-pri. ulet. persentasi mereka dalam mewakili pemerintah RI di forum-forum Internasional tidak sedikit. dari 6 penulis 'Laporan Resmi Pemerintah R.' untuk konperensi itu. Dalam sebuah konperensi UNDP di Bangkok mengenai 'Pembangunan Desa'. agar tidak lagi terjebak premordialisme masa lalu. pada 2007 karena menerbitkan wawancara dengan penyair "kontra-revolusi" di luar negeri. persaudaraan yang kuat. Kita tidak perlu jauh-jauh 'mencari pengetahuan ke negeri Cina'. kerja keras. Harian Sharq ditutup oleh Badan Pengawas Pers. yang berada di bawah Kementerian Bimbingan Islam dan Kebudayaan. bukankah lebih berguna bila kita juga melihat potensi positip orang Cina demi pembangunan tanah air dan tidak sekedar meng'kambing hitam'kan mereka? Gaya hidup yang hemat. yang satu mewakili LSM dan lainnya mewakili Pemerintah RI (=100%). Dari berbagai fakta demikian. tetapi agar memang yang bersalah karena warisan tradisi dan sejarah kolonialisme di Indonesia benar-benar dapat di adili dan dihukum. [ YBA Home Page | Artikel sebelumnya] Iran Cabut Larangan Terbit Harian Pro-reformasi Minggu. dapat menjadi asset yang menguntungkan semua pihak. dan agar stigmatisasi tidak ditujukan secara merata kepada semua orang non-pri. adalah merupakan dambaan semua orang agar solusi yang tepat diberikan oleh semua pihak. dan banyak contoh lainnya bisa disebutkan. dan professionalisme dalam bisnis dan bidang-bidang lain yang tidak tanggung-tanggung dari sebagian ras Cina. dan yang tidak bersalah dihargai sebagai layaknya warga negara dan penduduk Indonesia. namun misi ini perlu dicapai oleh semua pihak khususnya oleh Pemerintah RI. 11 April 2010 23:50 WIB | Mancanegara | Asia/Pasifik | Dibaca 597 kali Teheran (ANTARA News/Reuters) . dan sifat-sifat kalangan tertentu yang oportunis dan hanya mencari untung perlu diubah dengan mentalisme kebangsaan Indonesia yang lebih baik. Sebuah misi yang sulit memang.

bersikeras bahwa pemilihan Juni itu dicurangi untuk mendudukkan lagi Mahmoud Ahmadinejad ke tampuk kekuasaan. Sejumlah reformis senior."Surat kabar Sharq terbit lagi Minggu." kata surat kabar setengah resmi ILNA mengutip pemimpin redaksi harian itu Ahmad Gholami. Mir Hossein Mousavi dan Mehdi Karroubi. Termasuk yang diadili adalah pegawai-pegawai kedutaan besar Inggris dan Perancis . Sedikitnya empat penerbitan pro-reformasi dilarang sejak terpilihnya kembali Ahmadinejad sebagai presiden pada Juni tahun lalu dalam pemilihan umum yang dipersoalkan. menunjukkan rasa tidak hormat pada Islam dan pemimpin agama. Delapan orang tewas dan ratusan pendukung oposisi ditangkap dalam demonstrasi paling akhir pada 27 Desember. Sharq. para pendukung oposisi berulang kali memanfaatkan acara-acara umum untuk turun ke jalan. Para pengecam mengatakan. dulu biasa menerbitkan pandanganpandangan kebijakan luar negeri dan ekonomi Ahmadinejad. penutupan surat kabar pro-reformasi itu merupakan bagian dari penekanan bertahap terhadap penentang politik dan penggencetan kegiatan kebudayaan yang oleh pemerintah dianggap sebagai mendorong nilai-nilai "korup" Barat.. Protes besar berkobar sejak pemilihan presiden Juni dan sejumlah besar orang ditangkap. Surat kabar itu juga menghadapi tuduhan-tuduhan lain seperti menerbitkan iklan untuk organisasi oposisi. aktivis. Pemerintah menolak tuduhan pengecam dan menyatakan tidak menyensor media. mantan ketua parlemen yang berhaluan reformis. Koran itu terutama akan memperhatikan permasalahan sosial dan budaya. Meski ada larangan protes dan penindakan tegas dilakukan oleh aparat keamanan. Iran dilanda pergolakan besar setelah pemilihan umum tahun lalu. serta tidak menghormati Ahmadinejad dalam gambar karton.. yang dalam bahasa Parsi berarti "Timur". dan puluhan wartawan moderat hingga kini masih berada di dalam penjara. Ratusan reformis ditangkap dan diadili dalam penumpasan terhadap oposisi proreformasi setelah pemilihan umum presiden Juni lalu yang dipersoalkan. Oposisi mengecam persidangan itu. wartawan dan yang lain yang ditangkap setelah pemilu Juni itu dikabarkan masih berada di dalam penjara dan beberapa telah disidangkan atas tuduhan mengobarkan kerusuhan di jalan. ketika ribuan pendukung oposisi melakukan pawai semacam itu. Dua calon presiden yang kalah. yang disusul dengan kerusuhan terbesar dalam kurun waktu 31 tahun.

yang sudah menghadapi pembatasan ketat atas pekerjaan mereka. telah mengobarkan kerusuhan di Iran. namun sumber-sumber oposisi menyebutkan jumlah kematian 72. produsen minyak terbesar keempat dunia. khususnya AS dan Inggris. Para pemimpin dunia menyuarakan keprihatinan yang meningkat atas kerusuhan itu. BERCERAI KITA RUNTUH ---------------------------------------------------------------------SELAMATKAN DAN KEMBANGKAN PROSES REFORMASI DIATAS REL DEMOKRASI DAN KONSTITUSI Oleh :M. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengecam protes pasca pemilu itu dan memberikan dukungan tanpa syarat kepada Ahmadinejad dan mengumumkan bahwa pemilihan itu sah.D. Presiden Mahmoud Ahmadinejad. yang telah membawa Iran ke arah benturan dengan Barat selama masa empat tahun pertama kekuasaannya dengan slogan-slogan antiIsrael dan sikap pembangkangan menyangkut program nuklir negaranya. menurut data resmi.Kartaprawira *) .com Simpan dan akses berita ini dari HP anda dengan kode QR dibawah ini. yang telah mengguncang pilar-pilar pemerintahan Islam dan meningkatkan kekhawatiran mengenai masa depan negara muslim Syiah itu. Mailing List "NASIONAL" Diskusi bebas untuk semua orang yang mempunyai perhatian terhadap Kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Delapan orang lagi tewas selama protes anti-pemerintah pada 27 Desember.serta seorang wanita Perancis yang menjadi asisten dosen universitas. yang turun ke jalan-jalan untuk memprotes pemilihan kembali Ahmadinejad sebagai presiden. Sejauh ini sudah sejumlah orang yang dijatuhi hukuman mati dan puluhan orang divonis hukuman penjara hingga 15 tahun. didukung dan diarahkan oleh kekuatan-kekuatan Barat.antaranews. dinyatakan sebagai pemenang dengan memperoleh 63 persen suara dalam pemilihan tersebut. meski dipersoalkan banyak pihak. ---------------------------------------------------------------------BERSATU KITA TEGUH. Para pemimpin Iran mengecam "campur tangan" negara-negara Barat. Kubu garis keras di Iran menuduh para pendukung oposisi. Sejumlah pejabat Iran mengatakan bahwa 36 orang tewas selama kerusuhan itu. khususnya AS serta Inggris. dan menuduh media asing. (M014/K004) COPYRIGHT © 2010 Ikuti berita terkini di handphone anda http://m.

dll. yang mereka pandang sebagai sumber segala macam kesulitan di Indonesia. meskipun diktator Soeharto sudah lengser dari tahtanya. yang nota bene adalah rezim orba minus Soeharto. Mereka mengincar semua langkah-langkah pemerintahan Mega-Hamzah agar bisadijadikan penyulut ketidak puasan rakyat dengan maksud untuk menjatuhkan nama pemerintahan MegaHamzah. kesalahan mendasar gerakan reformasi. Batu sandungan perjuangan reformasi tersebut ditengarai dengan pecahnya gerakan mahasiswa/pemuda ketika melancarkan aksinya melawan kekuasaan rezim Soeharto di MPR/DPR pada th. yang akan menyelamatkan Negara dan bangsa dari kehancuran. sebab telah terbentuk pemerintahan Habibie yang dijajakan sebagai pembawa aspirasi muslim (untuk mempertentangkan dengan Soeharto yang dianggap sebagai muslim abangan). dicari alasan apa saja yang bisa dipakai untuk menjelek-jelekkan lawannya. Di pihak lainnya menghendaki dihentikannya gerakan mahasiswa/pemuda tersebut. yang terpenggal dengan ilusi pendukungan rezim Habibie. kehidupan kepartaian dan lembaga-lembaga negara. Sehingga pemerintahan di bawah pimpinan Presiden Megawati mereka jadikan sasaran serangan frontal. Paradigma demikianlah yang kini sedang dianut oleh lawan-lawan politik Pemerintah . yang kekuatannya masih tetap utuh di mana-mana dengan sumber daya-manusia dan sumber daya-logistik yang kuat (juga sampai sekarangini). kebebasan pers. sehinggaperjuangan reformasi yang kita lakukan tidaklah mudah mencapai sukses sebagai yang kita idealkan. Inilah. mencari) artinya kalau sudah tidak ada lagi hal-hal yang bisa dijelekjelekkan. percikan nilai-nilai demokrasi masih nampak di berbagai bidang kehidupan bermasyarakat dan bernegara: kebebasan berpendapat. menurut hemat saya. 1998.Kesulitan yang kita hadapi akibat pemerintahan rezim Soeharto besar sekali. Di satu pihak menghendaki terus dituntaskannya perjuangan melawan Orba. Meskipun demikian. Apalagi sejak semula perjuangan reformasi sudahterkena batu sandungan. Pemerintahan Habibie. Pepatah Jawa mengatakan “Entek amek” (Habis. apapun agama yang disandang tidak mungkin melaksanakan cita-cita reformasi. sebab pemerintahan tersebut merupakan rezim neo-orba. Dewasa ini agaknya telah terjadipembalikan pandang yang sengaja direkayasa oleh kelompok-kelompok tertentu. dan tokoh Megawati sendiri. yang mempersulit gerakannya.

Tapi seharusnya memaklumi bahwa pemerintahan Megawati adalah “pemerintahan cuci piring” setelah pesta ria pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. kerusuhan etnis dan suku-bangsa yang merupakan akibat kekuasaan orba dan masih banyak lagi kotoran-kotoran yang harus dibersihkan. BLBI yang diciptakan oleh orba untuk menyelamatkan konglomerat. kas negara yang kosong karena dijarah oleh penguasa orba. Memang harus diakui. Secara singkat: siapa saja pemerintahnya tidak akan bisa menanggulangi akibat musibah tersebut di atas secara cepat. yangtidak mudah dibersihkan oleh siapa saja pemerintahnya. yang dosanya terhadap rakyat dan negara memang besar sekali. timbulnya masalah disintegrasi. Menurut pendapat penulis. kita pun tidak luput dari kegagalan dan kekurangan yang mungkin bahkan menambah kesulitan rakyat yang sudah sulit. Tapi kitapun seharusnya berkepala dingin meskipun hati mendidih supaya bisa menilai kenyataan secara proporsional dan obyektif. Utang luar negeri yang menggunung. demi kepentingan politik mereka. Sebab dalam kenyataannya dengan diciptakannya BLBI (oleh Soeharto!) pemerintah telah memberikan ’subsidi’ kepada konglomerat-nakal dalam jumlah yang luar biasa . bahwa pemerintahan Megawati tidak banyak memperbaiki keadaan krisis di Indonesia.kekayaan alam yang ludes karena dijual kepada asing. Memang harus diakui adanya ketidak tepatan kebijakan pemerintah dalam menetapkan mana yang harus lebih diprioritaskan. seperti telah dikatakan di atas. Sebab dalam proses melaksanakan reformasi. PDI Perjuangan dan Megawati sendiri. yang sukar dibayangkan sampai generasi ke berapa bisa dilunasi. budaya KKN yang sudah mengakar di dalam kehidupan masyarakat terutama di lembaga-lembaga negara. sesungguhnya masalah BLBI inilah yang harus dinomor satukan penyelesaiannya.Megawati. pemerintah Mega-Hamzah sesungguhnya adalah “pemerintahan cuci piring” sehabis pesta ria dari pemerintah-pemerintah pendahulunya. melaksanakan pembenahan negara dan bangsa. Menyadari hal tersebut di atas tidak berarti kita harus menimpakan segala kegagalan perjuangan dalam era reformasi selalu dan terus menerus kepadaOrde Baru. Apalagi. sehingga tidak menumpahkan segala kesalahan hanyalah kepada pemerintah Mega-Hamzah saja.

sebagaimana peninjauan kembali terhadap masalah BBM. dibanding dengan subsudi untuk BBM. yang bisa menyinggung rasa keadilan dan merusak sistem hukum di Indonesia. Prinsip hukum pidana tersebut dengan tegas secara tekstual diterapkan dalam Pasal 4 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang menyebutkan bahwa pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara. Bebas Pidana dan Perdata”.8 Tahun 2002 tentang Release and Dischaarge (R&D) ditinjau kembali. 6/2/2003 ) Jadi pencabutan “subsidi” BLBI inilah yang seharusnya diprioritaskan penyelesaiannya. Penerapan R&D seharusnya hanya pada bidang perdata saja. di mana menteri-menteri yang terindikasi dan jelas melakukan korupsi (tindak pidana). Baru setelah ada vonis hakim pidana barulah Presiden bisa memberikan kemurahan hati (pembebasan) yang berwujud grasi atau amnesti sesuai pasal14 ayat 1 dan ayat 2 UUD 1945. Maka seyogyanya Inpres No. kalau ternyata ada bukti bahwa yang bersangkutan melanggar norma hukum pidana (mis. Dus. SUARA PEMBARUAN. Pemerintah tidak bisa bermurah hati membebaskan mereka dari tuntutan pidana. Jadi jaksa harus tetap melimpahkan tersangka debitur BPPN ke pengadilan. edisiKamis. KKN) yang bersangkutan harus dihadapkan kemuka pengadilan pidana. Hal itu diperkuat dengan UU Kejaksaan Nomor 5 Tahun 1991 di mana presiden tidak dapat memberi perintah Kejaksaan untuk membebaskan seseorang yang terdapat cukup bukti untuk diduga melakukan tindak pidana korupsi. (Lihat: Elly Burhaini Faizal “Release and Discharge. Asal Bayar. Pemerintah tidakpunya wewenang untuk menerapkan R&D di bidang pidana. TDL dan Telepon. Kita tidak boleh mengulangi praktek-praktek jaman rezim Soeharto. sebab bukan merupakan delik aduan. Dalam kaitan masalah keputusan R&D tampak ketidak-tepatan kebijakan pemerintah. dibebaskan oleh presiden Soeharto dengan alasan kesalahan administrasi yang sudah diselesaikan oleh presiden.besarnya. TLD dan Telepon. Tapi sebaliknya status “Pencuci piring” di atas tidak dapat selalu dijadikan alat pembenaran dan alat berlindung dari ketidaktepatan/kesalahan . tidak menghapuskan delik bersangkutan. walaupun sudah mendapatkan R&D dari BPPN.

bahkan kalau perlu didemonstrasi dsb. TDL dan Telepon. diprotes. . TDL dan Telepon tersebut untuk kepentingan politiknya. bisadikritisi. agaknya ada skenario kotor dari kelompok KN (Kebelet Naikkuasa) yang tak segan-segan menggunakan dan menunggangimasalah kenaikan BBM. yang pada zaman era Soeharto tidak mungkin terjadi. atau dianggap bertentangan atau merugikan kepentingan rakyat. Agaknya situasi demikian itulah yang lama ditunggu-tunggu oleh lawan-lawan politik Megawati/PDIP. Semuanya harus dilihat secara obyektif dan proporsional. Hal itu tidak saja menunjukkan bahwa tidak memahami bahwa kita hidup bernegara dan berbangsa dengan dasar konstitusi. masalah pencabutan subsidi dan kenaikan harga BBM. Apakah tidak terpikirkan. Apakah adamusuh dalam selimut di dalam pemerintahan Mega-Hamzah? Lepas dari itu. TLD dan Listrik menuju kepada gerakan inkonstitusional. adalah disayangkan seruan-seruan untuk menggulingkan Pemerintahan Mega-Hamzah. R&D dan sebagainya.Kebijakankebijakan pemerintah yang dirasakan. sesungguhnya aksi-aksi demonstrasi yang menentangkebijakan pemerintah tsb. Tidak mengherankan kalau ada kalangan yang mempertanyakan mengapa pemerintah sampai kecolongan dengan kebijakan yang tidak tepat demikian.kebijakan-kebijakan tertentu pemerintahan sekarang ini. tapi telah menjurus kepada menempuh cara-cara kekerasan dan anarkhis. Adalah suatu keberhasilan reformasi bahwa dewasa ini semua penyelenggara negara (eksekutif. pembentukan “presidium” yang dicanangkan akan mengganti pemerintahan sekarang ini. Tapi tuntutan pendemo telah jauh melenceng dari masalah BBM. BLBI. legislatif dan yudikatif) dapat diawasi dan dikontrol langsungoleh rakyat. Menyinggung masih maraknya aksi-aksi demonstrasi saat ini. Pertama. Tapikita tidak boleh menghancurkan hasil-hasil positif proses reformasi yang tercermin dari nilai-nilai demokrasi dan konstitusi yang kini berjalan. menyebarkan isu revolusi sosial. adalah wajar saja selama dilakukan di atas rel demokrasi dan sesuai konstitusi. Di samping itu pemerintah pun tampak responsive atas tuntutan rakyat agar mengubah kebijakan semula. Dalam hubungan ini ada beberapa masalah yang perlu mendapat perhatian. Misalnya. Mereka menyerukan penggulingan Pemerintahan Mega-Hamzah.

berilah penilaian atau putusan/vonis kepadanya dalam pemilu yang akan datang. Dan akhirnya. Atau mungkin sudah sengaja meninggalkannya. bukan jalur kekuatan. Dan yang juga sangat penting. yang mana setiap politisi dan mereka yang menamakan diri golongan intelektual/mahasiswa seharusnya mengetahui bahwa pemerintahan presidensial Mega-Hamzah tidak dapat digulingkan. Padahal seharusnya tantangan Mega diartikan sebagai ajakan berkompetisi melaksanakan proses demokrasi dalammemperjuangkan aspirasi rakyat untuk menegakkan/melaksanakan reformasi di atas rel konstitusional. hanya mengandalkan kekuatannya”( Ini juga termasuk dalam “Entek amek”!). Inilah aturan main yang demokratis dan konstitusional yang berlaku di negara-negara demokrasi. Bukan anarkhisan. . Kita sudah mempunyai konstitusi (UUD 45 yang telah diamandemen). selain berdasarkan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam UUD 45. yang penting bertujuan menjatuhkan pemerintahan Mega-Hamzah. Jadi bukan barang baru apa yang diserukan oleh Megawati tersebut. apalagi dengan cara-cara menunggangi situasi kesulitan rakyat. nama Megawati dan PDI Perjuangan. Berilah pemerintah kesempatan untuk melaksanakan tugasnya. dengan unjuk kekuatan dan unjuktenggorokan.siapakah yang akan mengganti setelah Pemerintahan Mega-Hamzah jatuh? Membentuk Pemerintahan Rakyat? Apa ini bukan omong kosong? Apakah tidak dimengerti oleh kelompok-kelompok “revolusioner” bahwa presiden/pemerintah bisa jatuh hanya sesuai ketentuan yang tercantum dalamkonstitusi? Agaknya “ politisi” Indonesia dewasa ini sudah kehilangan pegangan bagaimana melakukan perjuangan untuk reformasi dalam atmosfer demokrasi dan konstitusional. Tapi toh mereka terus berteriak “Gulingkan Pemerintahan MegaHamzah”.Sejak semula PDIP telah mencanangkan perjuangannya melalui jalur hukum. Apakah tidak menyadari bahwa tindakan mereka adalah inkonstitusional? Menunggangi rakyat (yang dalam keadaan sulit) untuk menimbulkan kerusuhan dan instabilitas politik di dalam negara. berilah kritik dan pengawasan terhadap kebijakannya berdasarkan aturan main yang konstitusional. Tantangan Mega untuk beradu di pemilu pun diartikan sebagai tindakan jelek yang kata mereka “Mega tidak mawas diri. berilah rakyat kesempatan atau bahkan kita sendiri untuk “belajar berdemokrasi”.

kalau kita mau melihat peta politik di Indonesia dewasa ini.Sungguh sangat tidak masuk akal seruan penggulingan Pemerintah MegaHamzah. sesungguhnya mereka perlu belajar pada Pemimpin-pemimpin Revolusi Dunia. Bukankah kalau sudah ada kerusuhan nasional mesti ada “golongan kuat” yang akan bertindak sebagai “penyelamat” negara dan bangsa? Nah di sinilah kita harus waspada siapa yang berkoar-koar tersebut. Demikian kira-kira gambaran rakyat Indonesia yang menderita kesulitanyang selalu disulut untuk meramaikan gerakan mereka. Mereka hanya melakukan taktik licik dengan menggunakan Habibie yang berbaju reformasi sebagai pelanjutnya dengan teriakan-teriakan reformasi.Sungguh suatu tindakan sangat tercela. Jangan dikira bahwa kekuatan rezim Soeharto pada waktu itu sudah lenyap. Seandainya pemerintah Mega-Hamzah ini terguling. maka akan terbakarlah. . tapi di dalamnya tetap tidak berubah. siapakah yang akan menggantikannya? Padahal sebagian besar parpol-parpol tidak menghendaki dijatuhkannya pemerintahan saat ini. Sama sekali tidak. Jadi maunya apa? Hanya sekedar membikin situasi tambah resah di dalam masyarakat yang sedang ketimpa kesulitan? Kedua. dikoar-koarkannya isu revolusi oleh sementara oknum atau kelompok adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Langsung atau tidak langsung mereka itu ingin membakar rakyat untuk melakukan kerusuhan. Kalau ada oknum/kelompok revolusioner merasa sok tahu revolusi.Ibaratnya rumput kering di musim kemarau. Keadaan tanah air yang sudah begitu sulit kini terus dipersulit dengan ulah sekelompok pseudo-revolusioner sok pembela rakyat yang agaknya tak malu-malu berkoalisi dengan kekuatan orba yang ingin revance dengan tujuan menjatuhkan pemerintahan Mega-Hamzah. yang masalahnya tidak semudah mengumbar suara. Apalagi sebentar lagi akan ada pemilihan umum untuk presiden dan anggota DPR/DPD. Apakah mereka yang berteriak-teriak tersebut sudah percaya diri akan bisa menjadi penggantinya? Tentu saja jauh tidak mungkin. apabila disulut dengan api apa saja wujudnya. Pengalaman gerakan mahasiswa/pemuda tahun 1998 di gedung MPR/DPR janganlah dijadikan ukuran. tanpa melihat faktor-faktor lainnya.

digelindingkannya isu pembentukan Presidium sebagai pengganti Pemerintahan Mega-Hamzah adalahjuga suatu cara sengaja untuk menimbulkan situasi instabilitas politik di Indonesia. Pemunculan isu revolusi sosial oleh kalangan tertentu juga menunjukkan keputus-asaan akan cara-cara demokratik dan konstitusional untuk mengatasi kesulitan-kesulitan negara dan bangsa. masih ada lembaga-lembaga negara lainnya sebagai penyelenggara kenegaraan di mana tetap penuh kekuataan orba seperti dulu. Mereka telah salah memilih kacamatasehingga tampak pemerintah Mega-Hamzah sebagai musuh nomor satu. yang harus digulingkan. Jadi gerakan mahasiswa bukan satu-satunya penyebab mengapa Soeharto lengser. menyusul diteriakkannya penggulingan Pemerintahan Mega-Hamzah. Jelas tindakan tersebut adalah inkonstitusional. Pada hal di samping lembaga eksekutif /Presiden(pemerintah).Jangan dikira rezim orba pada tahun 1998 tidak bisa membuat “peristiwa Tian An Mien” di Jakarta. Ketiga. bertentangan dengan UUD. sebab sudah tidak mendapat dukungan lagi dari Amerika Serikat dan negara-negara barat lainnya. Orangpun tidak tahu “binatang apa gerangan” Presidium yang akan menggantikan Pemerintahan Mega-Hamzah. Kita akan sangat kerdillah kalau mengatakan gerakan mahasiswa yang disusul dengan peristiwa pelengseran Soeharto tersebut sebagai revolusi. Sesudah isu pembentukan Presidium digulirkan. Lepas siapa tokoh-tokohnya yang tersangkutdalam isu masalah pembentukan presidium. Persoalannya jelas mengapa rezim orba lengser. kalau konstitusi dan demokrasi terus menerus dilanggar? Mengapa gagasan pembentukan “Presidium” tidak mereka perjuangkan (setidaktidaknya . Rakyat terus menerus digiring kepada pemikiran-pemikiran dan tindakantindakan yang inkonstitusional. Karena mereka tidak bisa dan tidak mampu bertarung dalam arena demokrasi. Agaknya lawan-lawan politik Megawati tersebut sudah nekad melahirkan kerusuhan dengan segala cara dan bentuknya. berdasarkan pengalaman sejarah (misalnya pada zaman Soekarno)bahwa kelompok-kelompokyang itu-itu sajalah yang selalu mendalangi kerusuhan dengan menunggangi gerakan mahasiswa. Kapan kita mulai belajar berdemokrasi. dipakainya jalan pintas membakar rakyat untuk “berevolusi” menumbangkan pemerintah yang ada: Pemerintah MegaHamzah. yang sudah bosan melihat tingkah Soeharto yang otoritarian dan KKN.

tapi jelas lembaga Presidium tersebut tidak dikenal di dalam UUD 1945. PDIP dan Megawati sendiri. dan kelompok sakit-hati/iri-hati. Yang sangat ajaib dalam era reformasi kini isu Presidium tersebutdidukung oleh unsur-unsur kelompok ekstrem kanan. UUD 1945 dan kerukunan dalam kehidupan beragama. Dus pembentukan Presidium merupakan tindakan yang inkonstitusional. sebab mereka telah menggunakan modus-modus yang bertentangan dengan nilai demokrasi dan konstitusi. Tapi yang sangat disayangkan kubu nasionalis sendiri telah mengalami keretakan dan sebagian menghanyutkan diri ke dalam gerakan inkostitusional dalam melawan Pemerintah Megawati. Apakah itu termasuk makar atau bukan. yang nyempal). Sangat disayangkanbahwa di antara kita yang konsekuen pada Pancasila. sebagai jalan pintas untuk mencapai kekuasaan dengan menghindari aturan main yang telah ditentukan dalam UUD 1945. Bisa dipertanyakan. baik sebelum atau sesudah di amandemen. Gerakan kaum nasionalis di Indonesia dewasa ini tampak menghadapi rival yang cukup memerlukan perhatian yang serius. Tapi mereka satu persatu mengingkari keterlibatannya dalam demo-demo tersebut. sehingga merupakan suatu koktail yang aneh “ingredient”nya dan sangat mencurigakan kelezatannya. Tunggu saja tanggal mainnya siapa yang berani minum pertama kali. Lepas apakah mereka jugaterkait dengan isu pembentukan Presidium atau tidak. Fuad Bawazir (mantan menteri Keuangan rezim Soeharto). ekstrem kiri. Juga sangat disayangkan sekali mereka gagal melihat prioritas dan menentukan sasaran pokok perjuangan kaum nasionalis dewasa ini. betulkah . antar suku dan etnik tidak cermat melihat peta politik Indonesia dewasa ini. sehingga salah memilih siapa kawan siapa lawan. Adi Sasono (ketua ICMI dan mantan menteri rezim neo-orba Habibie)dan Eros Jarot (bekas tokoh PDIP. biarlah hal tersebut menjadi obyek kajian bagi para peneliti dan pakar hukum.dilontarkan) di MPR ketika proses amandemen berjalan? Tentu menunggu momentum yang dapat ditunggangi! Sudah tersebar kabar angin baik di media massa maupun media internet bahwa di belakang gerakan-gerakan demo menentang Pemerintah tersebut berdiri Wiranto (jenderal kader Soeharto). NKRI. kekuatan orba legal dan illegal.

. tapi juga tidak memberikan pendidikan kepada rakyat untuk hidup bermasyarakat dan bernegara yang demokratik dan konstitusional. penjeblosan ribuan orang tanpa proses hukum di pulau Buru. sekali lagi kita perlu menyadari: . menjadikan Indonesia negara miskin karena hutangnya menggunung? Tanpa mengingkari kekurangan-kekurangan pemerintah Mega-Hamzah. UUD 1945 yang tak tergoyahkan.bahwa seruan-seruan untuk menggulingkan Pemerintah Mega-Hamzah. kotorannya tidak mudah dibersihkan dengan cepat olehpemerintah Mega-Hamzah dan siapapun yang memerintah kemudian. .bahwa seruan-seruan tersebut tidak saja inkonstitusional. revolusi sosial dan pembentukan Presidium adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab yang bisa menimbulkan instabilitas bangsa dan negara.bahwa pemerintah Mega-Hamzah adalah “pemerintahan cuci piring” setelah pesta ria pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. suku. isu dan tindakan yang dilakukan oleh orangorang tidak bertanggung jawab untuk merusak situasi sosial politik negara. etnik.bahwa pemerintah dibawah pimpinan Presiden Megawati (yang juga adalah Ketua Umum DPP PDI Perjuangan) adalah merupakan benteng penegakkan Pancasila. bahasa.pemerintahan Megawati ini sudah sejelek pemerintahan Soeharto. Marilah kita curahkan tenaga kita untuk menyelamatkandan mengembangkan proses reformasi agar . dan budaya di dalam mengontrol dan mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah hendaknya tidak terperosok kepada tindakan-tindakan bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dan konstitusi yang akan berakibat timbulnyaanarkhisme yang akan mengacaukan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. NKRI. Cilacap dan lain-lainnya). Maka mereka yang konsekuen akan Pancasila. yang antara lain telah melakukan pelanggaran-pelanggaran HAM besar (misalnya seperti pembunuhan massal 1965-1966. UUD 1945 dankerukunan masyarakat pluralis dalam agama. Perlu dicamkan instruksi Megawati yang menghimbau agar kader PDIP tidak terprovokasi oleh penyebaran informasi. Sebaliknya kita harus lebih waspada dan bersatu menghadapi situasi sulit dan kompleks dewasa ini. NKRI. .

jujur. terutama tabloid. untuk disampaikan kepada publik. pers haruslah bersikap independen. Benarkah pers. sebagian (besar) pers merupakan corong partai politik alias pers partisan. dengan sendirinya akan ditinggalkan oleh masyarakat pembaca. pers juga berperan mensosialisasikan gagasan untuk membantu mendorong perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu. bahwa pers bebas di era reformasi sekarang sangat berbeda dengan pers bebas di era tahun 1950-an yang lazim disebut (secara kurang benar) sebagai ‘zaman liberal’. pers juga berperan untuk melakukan social control dan oleh karena itu harus independen. yang lebih mengutamakan kepentingan partai ketimbang kepentingan publik. mengipas-ngipas. dan cukup bijak. seperti yang kita nikmati sekarang. 01 Februari 2003 Buruk muka. Maka. Di samping itu. hingga kerusuhan semakin merebak. seolah-olah sedikit banyak pers punya andil sebagai (salah satu) pemicu kerusuhan. membakar-bakar’ situasi. yang karena gampang terbakar lantas disebut sebagai ‘akar rumput kering’ itu? Sesungguhnyalah. Apalagi (sebagian) penerbitan.berjalan di atas rel demokrasi dan konstitusi. sering pula menurunkan berita utama dengan judul yang ‘keras’. berimbang. Nederland. sengaja atau tidak. adil. peran pers pertama-tama ialah (sekedar) memberitakan fakta. Hartoyo MARAKNYA penerbitan pers dewasa ini — dan bersamaan dengan itu juga sering terjadinya konflik sosial — rupanya membentuk asumsi di kalangan beberapa orang. ‘memotret’ situasi. yang layak kita syukuri. pers ikut . meskipun ada juga beberapa di antaranya yang independen. Artinya. Ketika itu. beberapa pejabat dan politisi serta-merta menuding pers ‘memanas-manasi. Perlu dicatat. tanpa memahami kodrat pers. merupakan salah satu buah terpenting dari era reformasi (yang dipelopori mahasiswa). Ketika itu. menyampaikan fakta secara obyektif. Jika pers mengkhianati publik. pers dibelah [Taufiq Ismail] / Budiman S. pers harus berpihak dan bertanggung-jawab kepada publik. Sejalan dengan itu. membakar-bakar keadaan hingga benar-benar membakar massa grass root. Pers bebas.

‘reaksioner’. “menimbulkan bayang-bayang yang mengancam proses pendidikan politik masyarakat ke arah yang tidak edukatif”. yang berhasil merumuskan UU Pokok Pers (1966).mengambil bagian dalam pertikaian politik antarpartai yang oleh Bung Karno disebut gontok-gontokan. Di era Orde Baru di tahun 1970-an. Persis seperti P4 yang merupakan tafsir Pancasila ala Soeharto. antara lain (almarhum) H. cukup tajam. Menjelang tahun 1960-an. Dalam UU tersebut tercantum satu ayat yang sangat penting (”bagi pers nasional tidak dikenai breidel”). ‘kontra revolusi’ — seperti halnya stempel ‘subversif’ di zaman Orde Baru. bahkan penyelenggara sebuah diskusi publik di Jakarta. bahkan juga konflik antarpartai. Yang dimaksud dengan masa transisi ialah sampai dengan terbentuknya pemerintahan baru hasil pemilihan umum 1971. Bung Karno menganjurkan agar semua kekuatan politik. sebagaimana tertulis dalam acuan diskusi. Hal itu. ikut meramaikan konflik politik. di tahun 1950-an juga merupakan era multipartai. Mahbub Djunaedi. dan harus berpedoman kepada Manipol-Usdek. briefing dan peringatan kepada . dan sebagai konsekwensinya dicantumkan pula satu ayat pendukungnya yang menyebutkan bahwa SIT (Surat Izin Terbit) hanya berlaku selama masa transisi. Dan anehnya. yang lahir berkat Dekrit Presiden 5 Juli 1959 untuk kembali ke UUD 1945. misalnya. bahkan mungkin punya andil dalam memperkeruh keadaan hingga mendorong timbulnya konflik? Seperti halnya masa kini. ketika itu media massa diwajibkan menjadi ‘alat revolusi’. Celakanya. Partai oposisi sering mampu menggoyang dan menjatuhkan kabinet (yang didominasi oleh partai yang berkuasa). saling jorjoran manipolis. dan sebagai jawaban Bung Karno terhadap ‘demokrasi liberal’. pers tak lagi bebas. tepatnya memasuki zaman ‘demokrasi terpimpin’. Wajah pers bebas ternyata cukup membikin keder sebagian kaum birokrat sebagai wakil kekuasaan negara. tercermin dari upaya sejumlah tokoh pers. Benarkah pers bebas saat ini membahayakan pendidikan politik. pers yang mulai bangkit dari trauma ‘demokrasi terpimpin’ benar-benar ingin bebas. Sejalan dengan itu pers. yaitu tafsir Pancasila ajaran ‘Pemimpin Besar Revolusi’ Bung Karno. Himbauan telepon. termasuk media massa. rezim Orde Baru telah mengkhianati UU yang telah dilahirkannya sendiri. baik yang independen maupun yang berafiliasi kepada partai politik. beberapa waktu lalu juga khawatir kalaukalau kebebasan pers saat ini. hingga Bung Karno menjuluki zaman itu (secara salah kaprah) sebagai zaman ‘demokrasi liberal’. Ketika itu perbedaan pendapat. Seperti halnya semua parpol dan ormas. Yang tidak manipolis digulung dan dituding sebagai ‘musuh revolusi’.

Kecuali jika menyiarkan berita tentang konflik dan kerusuhan sudah dilarang. Hal lain yang juga menarik. dan jangan harap publik akan membacanya. seperti halnya di zaman Orde Baru dan di zaman transisi sekarang. dan Harian Abadi (PBB). mengapa di era reformasi ini konflik horisontal seolah-olah merupakan ‘anak zaman’? Beberapa orang.pemimpin redaksi. menuduh konflik horisontal tersebut garagara pers yang ‘memanas-manasi’. di tahun 1950-an dan 1960-an hampir tak ada pejabat yang menuduh pers ikut ‘memanas-manasi’ atau ‘memancing-mancing’ situasi. tahun 1960-an (‘demokrasi terpimpin’ alias Orde Lama).Kini. melainkan Grup Jawa Pos. Di lain pihak. sementara di zaman ‘demokrasi terpimpin’ dan di zaman Orde Baru pers kurang bebas karena represi kekuasaan. Tabloid Amanat (PAN). memberitakan fakta sebagai fakta. sebab pemilik modalnya bukan 100% partai yang bersangkutan. Satu hal yang selama ini dilupakan ialah. di era Orde Baru — sejalan dengan pertumbuhan konglomerasi bidang ekonomi — tumbuh menjadi ‘pers industri’. di era reformasi ini pers tampil (relatif) lebih independen. Pers berusaha menggeliat menggapai kebebasan. sementara yang diizinkan hanyalah peristiwa yang ‘baik-baik’ saja. Tak ada konflik SARA (suku-agama-ras-antargolongan). pers yang semula merupakan ‘pers perjuangan’ kemudian menjadi ‘pers partisan’ (kalau bisa disebut demikian). Saat ini. jika di zaman ‘demokrasi liberal’ (sebagian besar) pers cenderung partisan. Tapi. Selama 32 tahun . dan benar-benar bebas. tak ada ancaman bom di masyarakat. umumnya para pejabat dan juga politisi yang tidak mengerti demokrasi. untuk kedua kalinya — setelah berjarak hampir satu generasi — kita kembali mengalami sistem multipartai. Pers sekedar meliput.Yang menarik. bahkan breidel tetap saja berlangsung. konflik yang merebak di masyarakat sekarang ini sangat jelas merupakan letupan dari kemampetan yang selama ini diderita oleh manusia Indonesia. Tulis saja semua hal yang serba baik. tapi tetap saja terbentur pada ketentuan SIUPP. Bahkan SIT bukannya dicabut. tidak ada satu pun pers yang tampil sebagai pers partisan murni. Tabloid Demokrat (PDI). Apa yang disebut Bung Karno sebagai gontok-gontokan tak sampai berdampak secara luas. konflik tersebut sudah terjadi sebelum pers memberitakannya. Dan buat kedua kalinya pula kita menikmati kebebasan pers. tidak ada kerusuhan disertai pembakaran pusat-pusat perdagangan. yang ‘ngipas-ngipasi’. baik di era tahun 1950-an (‘demokrasi liberal’). maupun di tahun 1970-1980-an (Orde Baru). Bedanya. Memang (dulu) ada Harian Duta Masyarakat (NU). keempat media massa tersebut tidak murni pers partisan. Padahal. Berbeda dari ‘zaman liberal’ yang tidak melahirkan konflik horisontal. tapi justru dilestarikan bahkan diperkuat sebagai lembaga SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) oleh mantan Menteri Penerangan Harmoko — yang ironisnya tetap mengaku ‘berjiwa wartawan’ dan ‘kerakyatan’. hampir tidak ada konflik sosial secara horisontal dan spektakuler seperti sekarang. memotret.

Toh selama ini belum (tidak) ada kriteria tentang apa yang disebut kebablasen itu. belajar toleran dalam sebuah masyarakat yang multikultur. Mereka cukup kritis. Tapi. apalagi jika kita percaya bahwa hati nurani dan akal sehat (common sense). Sementara pers yang tidak memperjuangkan kepentingan publik. tidak kritis. ketika kran dibuka air bah pun membludak tak terbendung. prasyarat demokrasi ialah multipartai dan pers yang bebas. Entah bersembunyi di balik azimat apa. Yang tumbuh hanyalah apatisme. Dan kini dengan gampang dan enak orang bicara tentang demokrasi. merupakan hal yang seharusnya kita perhitungkan. Pers yang bebas menyajikan sejumlah pilihan.terkungkung tanpa penyaluran. Kalaupun pers kita saat kini sudah kebablasen (dengan kriteria yang tak jelas). belum. Dengan multipartai dan pers yang bebas. mahasiswa dan pemuda yang kini berusia 25 sampai 30 tahun — yang secara kodrati progresif dan memiliki daya nalar kritis — merupakan korban represi tersebut.Pers bebas merupakan salah satu alat pendidikan (dan pendewasaan) sikap dan perilaku berpolitik. transparansi. hal itu bukan pula bisa menjadi alasan untuk membatasi kebebasan pers. Kita memang tengah belajar berdemokrasi. Kalaupun ada yang kebablasen (sekali lagi . tapi hal itu tidak dengan sendirinya lantas menolak demokrasi. Bahkan sebagian besar pers terkesan konservatif. tidak lagi diselesaikan di bawah tekanan kekuasaan negara. yaitu provokator (sementara pers dituding ‘manas-manasi’). satu dan lain hal karena ingin ‘menjaga harmoni’ dengan kekuasaan. Tapi. Sebagian besar pelajar. Memang ada kambing hitam yang dengan mudah dan aman dituding-tuding. terbuka. sementara nalar kritis terpasung secara perlahan-lahan. hidup bersama orang lain yang sikap dan pendapatnya berbeda. kebebasan. begitu sejumlah partai lahir dan pers tampil bebas.Apakah pers kita saat ini sudah kebablasen? Menurut saya. dan publik bebas pula menentukan pilihan mereka. Allahu a’lam bish-shawab. tapi sang provokator tak kunjung tertangkap. Sangat tepat penyair Taufiq Ismail yang menulis puisi yang hanya terdiri dari satu baris yang berbunyi: Buruk muka pers dibelah. Padahal. hal itu tidak otomatis lantas menjadi alasan menolak pers bebas. lambat-laun akan ditinggalkan oleh pembacanya. Tingkat pendidikan dan kecerdasan masyarakat memang relatif masih rendah. mereka niscaya akan bangkit membebaskan diri. sesungguhnya semata-mata merupakan ‘buah’ dari penyakit kronis yang diidap masyarakat yang selama 32 tahun terinjak hak-haknya. tanpa mengerti apa yang mereka omongkan. Dan yang disalahkan (lagi-lagi) pers. orang bingung. takut. Dan merekalah pula yang kini tampil sebagai pelopor pendobrakan untuk membuka kran reformasi. persoalan-persoalan negara dan masyarakat bisa diselesaikan secara publik. dengan atau tanpa pers bebas. Konflik sosial. Sebab. Tapi. rakyat — yang tingkat pendidikan dan kecerdasannya rendah sekalipun — bukanlah orang-orang bodoh. percayalah. dan semacamnya. menjadi pers partisan atau sensasional misalnya.

termasuk keberanian untuk menolak amplop. bahwa di dalam kebebasan itu sendiri secara implisit ada rasa tanggung-jawab. memiliki dedikasi dengan integritas tinggi. Besar dugaan. Barangkali. meskipun SIUPP masih dipertahankan. Jakarta Pusat. beberapa bulan sebelum pemilihan umum 1999. Jalan Jenderal Gatot Soebroto. Tapi. hukum. moral. bahkan dari rancangan PWI (Orde Baru) sendiri. tapi secara keseluruhan pers kita cukup baik dan dewasa. bahwa pers bebas merupakan tolok ukur bagi demokrasi. setelah Menteri Penerangan Mohamad Natsir di tahun 1950-an. melainkan kepada nilai-nilai: kebenaran. bahwa Yunus Yosfiah pula — dan justru bukan para tokoh pers yang terhormat — yang menyatakan. memotret. bahwa dewasa ini upaya ‘perjuangan’ untuk kebebasan pers (kalau bisa disebut demikian) justru datang dari pemerintah. pejabat atau politisi yang menuding pers kita kebablasen itu tiada lain karena belum terbiasa dengan pers bebas. Tak perlu disebutkan ‘pers yang bebas dan bertanggungjawab’. tidak ada pembatasan memperolehnya. dengan singkat bisa dijelaskan. melakukan investigative reporting. Dan kini. dan itu sah-sah saja. Bagaimana dengan si wartawan? Mereka tak cukup hanya belajar jurnalistik hingga mampu trampil dan lihai mewawancarai. setelah 32 tahun tanpa absen kebagian jatah cekokan resep Orde Baru.dengan kriteria yang tak jelas) hal itu bukanlah merupakan main stream. Sangat menarik. mereka juga harus independen. bahwa ratusan media massa yang terbit saat ini belum memadai bagi rakyat Indonesia yang jumlahnya lebih dari 200 juta. « Perawan yang Menangis itu Bernama Toba . kepentingan umum. Menteri Penerangan Mohamad Yunus Yosfiah. Juga tidak ada breidel. Sangat ironis. dan memiliki idealisme untuk membela kepentingan publik. Cuma yang jadi masalah bertanggung-jawab kepada siapa? Yang pasti bukan kepada penguasa. seringkali orang berasumsi bahwa pengertian ‘bebas’ seolah-olah bebas sebebas-bebasnya. belajar menimbang dan mengukur tulisan dengan nilai dan moral. adalah Yunus Yosfiah yang dalam konteks pers bebas berpikiran sangat progresif. *) Makalah ini dibacakan dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Komite Pendidikan Pemilih (KPP) di Gedung YTKI. Padahal. bahwa pers kita saat ini belum kebablasen. Dalam konteks pers bebas. dan menulis dengan bahasa dan gaya yang memikat. jauh lebih liberal ketimbang rancangan DPR-RI. sebab dalam pengertian ‘bebas’ sudah terkandung rasa ‘tanggungjawab’. Ia merancang UU Pokok Pers yang sangat progresif. keadilan. Dalam hal ini. Mungkin ada beberapa tabloid yang bisa dikategorikan sebagai yellow paper.

.

.

Agama Bukan Pe .

.

.

Kini perjalanan reformasi telah mencapai 10 tahun. Gelombang reformasi pun menumbangkan rezim Soeharto yang telah berkuasa lebih 30 tahun. sungguh mengerikan reformasi hanya .Jumat. 25 Juli 2008 ARTIKEL Reformasi Telah Mati Tags: Reformasi Wacana reformasi dan demokratisasi total. telah membius rakyat Indonesia dan menjelma menjadi kekuatan dahsyat menjelang Mei 1998.

hakikatnya bangsa Indonesia bisa mengambil pelajaran sangat faktual sepanjang perjalanan reformasi ini. Indonesia yang dikenal teritorialnya 70 persen terdiri lautan. Pemandangan antre minyak tanah. Namun ironisnya Indonesia yang telah menjalankan kehidupan politik yang sangat demokratis itu. ekonomi Indonesia terus terpuruk. perta-hanan dan keamanan selalu dilaporkan serba maju. Misalnya pemerintah terus-menerus melaporkan kema-juan ekonomi. padahal yang terjadi kini bangsa Indonesia justru mengalami pun-cak krisis ekonomi yang telah berlangsung lebih 10 tahun terakhir ini. Lebih dari itu Pilkada Gubernur. sungguh ironis kini pun telah mengimpor garam. kedelai. Capaian-capaian ekonomi. hingga hari ini? Perjalanan era refor-masi ini niscaya amat dibanggakan para pelaku dan penyelenggara Negara. minyak tanah. dan legislatif terdiri parlemen parpol dan politisi. Menjadi Bius Memabukkan Setelah sepuluh tahun reformasi berlalu. baik eksekutif. Indonesia sebagai penghasil minyak bumi. beras.membukukan kehancuran demi kehancuran bangsa ini. Angka kemis-kinan dan pengangguran terus-menerus meningkat. Contoh paling nyata adalah ketidakmandirian bangsa di bidang pangan. Tapi empat presiden ini ternyata tidak mampu mengenyahkan dan menyembuhkan penyakit kronis bernama: Krisis Multidimensi. Bahkan krisis ini berkobar menjadi-jadi. Kemandirian bangsa di segala bidang mengalami kemerosotan yang sangat mengenaskan. kini (2008) rakyatnya bergejolak dalam krisis susul-menyusul. demokratis menggantikan rezim dikta-torial yang dijalankan presiden Soeharto lebih tiga dasawarsa. minyak goreng dan beras ini menjadi pemandangan set-back seperti setengah abad yang lalu di zaman orde lama. Megawati dan kini Susilo Bam-bang Yudhoyono) pun telah silih berganti naik ke kursi kekuasaan dengan meng-usung sistem politik yang reformis. Empat presiden (Habibie. Bagaimana membaca secara konkrit dan obyektif hasil reformasi sepuluh tahun terakhir ini (Mei 1998-Mei 2008)? Apa yang terjadi sejak presiden Soeharto berhasil ditumbang-kan. bupati-walikota pun telah digelar di seluruh wilayah Indonesia dan menghasilkan belasan gubernur baru . yudikatif. Harga-harga kebutuhan bahan pokok terus melejit tak terkendali bahkan bahan baku yang semakin mahal itu sulit dicari di pasaran dan bisa diperoleh dengan antre. rakyatnya setiap hari antre minyak tanah (kerosine) sekadar untuk men-dapatkan dua liter minyak. Inilah fakta ironis dan menyakitkan. Indonesia disebut sebagai negara demokratis terbesar di dunia setelah AS dan India. dimulai dengan krisis minyak goreng. Walau kondisi bangsa Indonesia se-makin terpuruk. meningkat dan membaik. namun rakyat Indonesia terutama para penguasanya seringkali mendapat pujian dari negara-negara Barat. Pemilihan presiden secara langsung (2004) telah menghasilkan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Indonesia sebagai negara agraris dan maritim terbesar di dunia. sosial politik. Padahal fakta yang berlaku sebenar-nya justru diagonal terbalik. Abdurrahman Wahid. Rakyat Indonesia bagai terjebak dalam sistem demokrasi yang telah men-jeratnya dalam sistem Kapitalisme Global yang terus mengisapnya habis-habisan. Angka-angka kemiskinan semakin membengkak jum-lahnya.

kini bahkan anggota DPR pusat pun mulai dijebloskan ke penjara KPK. Model politik era reformasi ini secara pasti telah menempatkan partai politik menjadi ?panglima?. Membayangkan ekses Pilkada dengan politik uangnya memang mengerikan.Pejabat baru yang terpilih niscaya akan mengem-balikan modal yang telah ia keluarkan karena sebagian justru diperoleh dari sumbangan dan utang. sedangkan biaya untuk gubernur mencapai Rp 500 milyar. maka catatan statistiknya hampir setiap hari akan di-gelar Pilkada di suatu daerah di Indonesia. belum lagi ekses Pilkada dengan kerusuhan yang dikobarkan pihak yang kalah. Biaya Pilkada bupati disebut-sebut sedikitnya Rp 200 milyar. Bahkan jika Pilkada kelak sudah digelar secara keseluruhan. Pil-kada semakin banyak diikuti partisipan golput alias memboikot. Bersamaan dengan itu perfor-mance partai politik semakin terpuruk di mata rakyat secara luas. Dimulai dengan campur tangan IMF dengan berbagai formula yang dipaksakan menjelang dan awal reformasi dan justru menghancur-kan ekonomi negeri ini. Apa yang didapat setelah rakyat Indonesia kini dipimpin oleh presiden dan kepala daerah yang dipilih secara langsung oleh rakyat itu? Negatif. Maraknya pendirian partai politik baru sebagai peserta Pemilu 2009. Pusaran dan tarikannya telah mencip-takan politik uang yang membawa konsekuensi koruptif dan menghalalkan tujuan dengan segala cara. bukan mencerminkan meningkatnya gai-rah rakyat menyongsong Pemilu 2009. Sementara penelitian sebuah koran nasional di ibukota menegaskan bahwa kepemimpinan baru hasil pilkada ternyata tidak mengubah prestasi yang dicapai kepala daerah sebelumnya yang dihasilkan dengan mekanisme lama (dipilih melalui DPRD). Mulai pembekuan bank. Model Pilkada langsung memang telah menyeret bangsa ini pada pusaran bahaya di masa dekat yang akan menghancurkan seluruh sendi-sendi kehidupan rakyat Indonesia. Eksistensi mereka sejatinya hanya ?dagelan? yang sangat tidak lucu karena mempermainkan nasib bangsa Indonesia yang terus terpuruk. Pelajaran satu dekade perjalanan reformasi ini sejatinya amat gamblang dan mudah untuk disimpulkan. Hal ini karena perilaku politisi khususnya di parlemen yang amat koruptif dan tidak peduli kendati kritik bertubi-tubi diarahkan ke parlemen. Ratusan anggota parlemen daerah telah diadili dalam kasuskasus korupsi. Praktek Pilkada yang sarat dengan politik uang. Jumlah golput semakin membengkak mendekati angka 50 persen. Dipastikan partai-partai baru itu dibentuk oleh pengurus partai-partai gurem yang telah terpuruk sebelumnya. Adalah PBNU melalui Ketua Umum Hasyim Muzadi menyentak dengan imbauannya agar Pilkada dihentikan di Indonesia dan kembali ke sistem lama.puluhan bupati-walikota (hampir mencapai seratus orang). Inilah jawaban yang merata. telah menyurutkan optimisme Indonesia bisa melanjutkan model politik ini. melainkan ? kehebohan? orang-orang yang itu-itu juga dan selama ini selalu mengail di pusaran ? bisnis partai?. Agenda asing (Barat) telah mendikte perubahan yang kini terjadi di Indonesia dan terus terulur hingga hari ini. pemaksaan swatanisasi . Kini masyarakat luas dengan caranya sendiri ?menolak? sistem yang ternyata justru membuat rakyat menderita. sekaligus menerap-kan oligarki partai politik yang justru ? membunuh? aspirasi di luar partai politik.

Padahal utangnya tak berubah alias tak berkurang satu dolar pun. Di bidang sosial keagamaan. Konsep reformasi seperti ini ternyata hanya menjadi ?jembatan? menuju kehancuran bangsa Indonesia. Tepat di usia reformasi memasuki dekade pertama (Mei 2008). dan yang paling vital adalah perubahan UUD 45 yang kini berubah 125 persen menjadi liberalistis. Kini utang pemerintah seperti diumumkan Depkeu adalah AS$ 155. Negara dan bangsa ini akan terus diseret ke jurang kehancuran oleh rezim refor-masi. tapi sudah menyangkut aqidah yang konsekuensinya dunia akhirat. Selanjutnya muncul ke permukaan aliran Salamullah-nya Lia Aminudin. Pemerintah reformasi tak mampu melindungi umat dari penye-baran aliran sesat tersebut. Yang jelas catatan dalam perhitungan statistik dengan kenaikan BBM Juni 2008. Bisa dibayangkan rencana kenaikan BBM ini niscaya belaka akan menjebol seluruh daya tahan rakyat Indonesia. Padahal ketika pemerintah menaikkan BBM 125 persen pada Oktober 2005. Pornoaksi dan pornografi marak di mana-mana. dengan menjual aset-aset strategis milik Negara.29 milyar terdiri pinjaman dengan perjanjian utang sebesar AS $ 63.95 milyar. Sungguh mengerikan nasib bangsa Indonesia di tangan rezim reformasi. Tekanan kehidupan sehari-hari menyebabkan semakin sering ter-dengar kabar keluarga-keluarga yang bunuh diri bersama-sama antara bapak-ibu dan anak-anaknya.Angka resmi pemerintah jumlah rakyat miskin mencapai selama ini adalah 16. dan aliran-aliran sesat lokal lainnya. Yang paling mengerikan adalah rezim Susilo Bambang Yudhoyono idem-ditto belaka dengan tiga presiden sebelumnya di era reformasi yakni tak bisa mengubah status utang Indonesia.85 persen atau 36.dengan kenaikan BBM 30 persen ini akan mendorong inflasi 26. jumlah angka kemiskinan akan bertambah meroket sekitar 15.34 milyar ditambah obligasi AS $ 90. Pemerintah hanya sekadar menyelesaikan persoalan ini secara hukum. Alqiyadah Al Islamiyah-nya Ahmad Moshadeq.BUMN. Kekacauan diprediksi bakal mengiringi kenaikan BBM sekitar Juni 2008 mendatang. Muncul aliran-aliran sesat. Perjanjian utang sebesar itu diterapkan dengan rente ala ribawi yang sangat eksploitatif jauh dari adil dan dipaksakan para ?penjajah? baru. Di zaman Gus Dur. Reformasi yang mengagung-agung-kan HAM (hak asasi manusia) seperti memberi angin bagi upaya perusakan Islam.68 juta jiwa. Kondisi semakin parah karena pemerintah ?nekad? menaikkan BBM sampai 30 persen. kondisi bangsa Indonesia di bawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono justru meng-alami kesulitan kehidupan yang kian menghimpit. Bahkan sejumlah politisi meyakini akan terjadi suasana yang kacau (chaos) disusul terjadi instabilitas negara. rezim Kapitalis Global.8 juta jiwa. Ahmadiyah.4 milyar atau sebesar Rp 114 trilyun. Padahal ini bukan ranah hukum semata. Sampai-sampai kantor berita AP . kehidupan yang mengagungkan kebebasan tumbuh subur. pemerintah tegas-tegas menjanjikan tidak akan menaikkan BBM sampai 2009.94 persen. Bersamaan dengan itu. Sangat menge-rikan. Baha'i dilegal-kan. pemerintah Indonesia setiap tahun harus membayar bunga sebesar AS$ 12.Pemretelan kekuasaan presiden dengan dibentuknya puluhan komisi-komisi. kerusak-an seolah dibiarkan. Dengan bunga 8 persen setahun.

Lagi-lagi pemilik modal dan orang-orang yang punya link dengan asing yang mempengaruhi kekuasaan dan kebijakan ne-gara. siapa otak di belakang peritiwa berdarah dengan korban jiwa lebih dari 1000 orang dan korban harta benda yang tidak terkira besarnya. Undang-undang yang mengatur perilaku itu hingga kini tak keluar. Malah tahun lalu. sempatsempatnya dia membuat dan merekam lagu serta nonton film ramai-ramai. politik bebas aktif tak lagi menjadi acuan. Pembahasannya berlarut-larut. Ini kare-na pemerintah dan DPR lebih memen-tingkan kaum pemuja kebebasan dari-pada mayoritas penduduk Muslim. melengkapi . yang langsung ataupun tidak langsung diskriminatif terhadap masyarakat Tionghoa. dalam kondisi susah. yaitu peristiwa G30S PKI tahun 1965 dan kerusuhan Mei 1998. tercatat dua peristiwa yang dirasakan sebagai pukulan yang sangat menyakitkan bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia. Di mana nurani mereka??? REFORMASI DI INDONESIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP MASYARAKAT TIONGHOA INDONESIA. para penguasa dan wakil rakyat menunjukkan perilaku hedonis. Mereka seolah membiarkan rakyat tersiksa akibat krisis berkepanjangan. dan peristiwa yang kedua merupakan titik akhir dari pemerintahan Orde Baru tsb. Sejak reformasi Indonesia cenderung ke Ame-rika. mungkin karena takut dengan Amerika. Reformasi tsb merupakan akhir dari rentetan berbagai peristiwa anarkis sejak tahun 1997 yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Selama kurun waktu pemerintahan Orde Baru tsb telah dilahirkan berbagai Peraturan dan Keputusan Pemerintah. Reformasi di Indonesia secara resmi dimulai tanggal 21 Mei 1998. yang sampai sekarang masih belum terkuak. yaitu BJ Habibie.(Assosiate Press) dalam surveinya menyebut Indonesia sebagai surga pornografi terbesar kedua setelah Rusia. Berdasarkan UUD 45. Selama berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak tanggal 17 Agustuis 1945. Dalam politik luar negeri. Peristiwa yang pertama merupakan titik awal pemerintahan Orde Baru di bawah Presiden Suharto. Peme-rintah dikecam habis umat Islam. Malah dalam masa pemerintahan SBY sekarang. bertepatan dengan lengsernya mantan Presiden Suharto dari kursi kepresidenan Indonesia yang telah didudukinya selama 32 tahun. Puncak dari peristiwa anarkis tsb terjadi di Jakarta tanggal 13-14 Mei 1998. Indonesia mendu-kung sanksi terhadap Iran dalam kasus pengembangan energi nuklir Iran. Praktik tirani minoritas terhadap mayoritas sangat kasat mata. Yang menyedihkan lagi. kursi presiden yang kosong ini secara otomatis digantikan oleh Wakil Presiden saat itu.

Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina di muka umum. tercatat suatu perubahan yang cukup signifikan yang telah dilakukan oleh BJ Habibie dalam hubungannya dengan masyarakat Tionghoa di Indonesia. Gejolak politik di Indonesia yang belum mereda saat itu menyebabkan pemerintahan BJ Habibie. .26 tahun 1998 yang berisi 5 poin. di mana sebelumnya Tionghoa diidentikkan dengan non pribumi. Keputusan serupa sebenarnya sudah diterbitkan pada tahun 1996 pada masa pemerintahan presiden Suharto. tentang pembuktian seseorang sebagai warga negra Indonesia tidak perlu lagi dengan menggunakan SBKRI. Beberapa peraturan yang dirasa sangat menyakitkan masyarakat Tionghoa adalah : . .Peraturan Menteri kehakiman No. tepatnya 16 September 1998.14 tahun 1967 tentang Larangan Menjalankan Agama.Keputusan Seminar AD di Bandung tahun 1967 yang menetapkan penggunaan istilah Cina untuk menggantikan istilah Tionghoa dan Tiongkok.4 tahun 1999. Dalam prakteknya banyak yang mengganti namanya dengan nama barat atau nama lain yang tidak berbau nama Tionghoa. dengan segala kekurangannya. 477/74054 tanggal 18 Nopember 1978 yang meniadakan kolom agama Konghucu pada dokumen2 resmi pemerintah. BJ Habibie mengeluarkan Inpres (Instruksi Presiden) No. BJ Habibie juga menerbitkan Inpres No. JB. namun di lapangan dengan berbagai alasan Kepres tsb tidak dipatuhi oleh .Pada tahun 1967 beredar anjuran setengah memaksa bagi orang Tionghoa untuk mengganti namanya menjadi nama Indonesia. 14 Maret 1978 tentang kewajiban menunjukkan SBKRI (Surat Bukti Kewarganegaraan Indonesia) bagi orang Tionghoa untuk mendapatkan surat2 keterangan resmi dari instansi pemerintah.Inpress No. . yaitu sejak 21 Mei 1998 s/d 20 Oktober 1999. perencanaan program. Meskipun demikian.Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. yaitu melalui Keputusan Presiden No.56 tahun 1996 tentang Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia.5 tahun. yang berarti agama Konghucu tidak diakui lagi di Indonesia. ataupun pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan. tetapi bukan dengan nama Indonesia.3/4/12.Peraturan-peraturan dan UU lama peninggalan pemerintah kolonial Belanda yang juga diskriminatif terhadap masyarakat Tionghoa. yang dianggap sebagai kepanjangan Orde Baru hanya berlangsung 1. tetapi cukup dengan KTP dan atau Akta Kelahiran. . Jelas Inpres ini menjadi angin segar menuju berkurangnya diskriminasi resmi pemerintah terhadap masyarakat Tionghoa. Empat bulan setelah berkuasa. di mana salah satunya adalah: Menghentikan penggunaan istilah “pribumi” dan “non pribumi” dalam semua perumusan dan penyelenggaraan kebijakan.

. 477/74054 tanggal 18 Nopember 1978 telah dicabut oleh Mendagri RI. di mana Menko Perekonomian waktu itu dijabat oleh Kwik Kian Gie yang notabene orang Tionghoa. yaitu : . Dalam acara "Renungan Tahun baru Imlek 2552" di Gedung tennis Indoor Senayan.Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. Secara pisik juga cukup banyak orang Tionghoa yang tidak bisa dibedakan lagi dengan non Tionghoa. masih menunggu saat yang tepat.6 Tahun 2000. dan sebaliknya banyak orang2 non Tionghoa yang secara pisik mirip orang Tionghoa. Namun dalam situasi politik yang masih panas. Abdurachman Wachid (Gus Dur) sebagai Presdien RI berikutnya menggantikan BJ Habibie. Ketidak jelasan ini disebabkan sukar membedakan orang Tionghoa dan non Tionghoa hanya dari namanya saja. Sejak masa pemerintahan Gus Dur. sedikit banyak telah mendorong minat orang Tionghoa untuk aktif berpolitik. Tetapi dalam masa pemerintahan Megawati. Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina di muka umum. terhitung mulai tanggal 23 Juli 2001. dicabut oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid dengan Keputusan Presiden No. Dalam Sidang Istimewa MPR tahun 1999. Suryadi Sudirja dengan SE Mendagri No.H. didampingi Wakil Presiden Megawati Sukarnoputri. 14 Tahun 1967 tentang Larangan Menjalankan Agama. Namun karena situasi politik dan ekonomi waktu itu masih belum stabil. boleh kembali menggunakan nama Tionghoa mereka. Gus Dur akhirnya dimakjulkan (impache) dalam Sidang Istimewa MPR untuk digantikan oleh Megawati Sukarno Putri sebagai Presiden R. tertanggal 23 Juli 2001.I. DPD. Gus Dur juga menegaskan bahwa warga negara yang dulu dipaksa mengubah namanya. Tidak ada data yang pasti berapa jumlah orang Tionghoa yang terpilih sebagai anggota DPR. ditetapkan Tahun Baru Imlek 2553 yang jatuh pada hari Selasa 12 Pebruari 2002 sebagai Hari Libur Fakultatif. khususnya menjelang persiapan Pemilu 2004. cukup banyak juga orang Tionghoa yang belum berani terjun ke politik. minat berpolitik masyarakat Tionghoa semakin meningkat dan semakin banyak orang Tionghoa yang terdaftar sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2004. tetapi diyakini oleh berbagai pihak jumlahnya meningkat cukup tajam. Bp. kecuali yang menggunakan nama Tionghoa.477/805/SJ tanggal 31 Maret 2000 . DPRD tingkat I ataupun DPRD tingkat II. diputuskan melalui votting yang alot untuk mengangkat K.Melalui Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 383 tahun 2001.para pejabat pelaksana yang bersangkutan. .Instruksi Presiden No. Pada masa pemerintahan Gus Dur ini tercatat 3 keputusan penting dan fenomenal bagi masyarakat Tionghoa.

dsb). terpilih melalui pemilihan presiden secara langsung pertama kalinya di Indonesia menggantikan Presiden Megawati pada bulan Oktober 2004. karena data pribadi masing2 diperlukan untuk urusan keimigrasian. Meskipun demikian. Indonesia dibentuk berdasarkan kesepahaman politik yang melibatkan berbagai Suku dan Etnis yang ada di Indonesia. karena berdasarkan UUD. dan istilah Tionghoa mulai banyak digunakan kembali. Aspirasi politik orang Tionghoa di Indonesia dapat disalurkan melalui partai2 politik yang sudah ada. Oleh karena itu terlalu absurd kalau ada usaha2 sejumlah orang untuk membentuk partai politik yang khusus untuk menampung aspirasi politik orang Tionghoa di Indonesia. baik partai Nasionalis ataupun partai yang berlandaskan agama. tidak ada jumlah pasti orang Tionghoa yang menjadi anggota legislatif yang secara resmi diumumkan oleh pemerintah. DPRD tingkat I. pada masa pemerintahan Megawati tercatat keputusan penting dan fenomenal bagi masyarakat Tionghoa. terdengar isu dari mulut ke mulut bahwa semakin banyak orang Tionghoa yang mencalonkan diri menjadi anggota legislatif (DPR. Aris Ananta . dan tidak pernah menggunakan istilah Cina. bukan berdasarkan etnisitas atau kesukuan. DPD. Dalam berbagai kesempatan resmi Megawati selalu menggunakan istilah Tionghoa dan Tiongkok. karena secara prinsip bertentangan dengan makna yang terkandung dalam UUD’45. yaitu ditetapkannya Tahun Baru Imlek sebagai Hari Libur Nasional. begitu juga dengan data orang Tionghoa yang sudah menjadi WNI.Selain mencatat kemajuan yang cukup significant dalam memulihkan perekonomian Indonesia saat itu. bukan sesuatu yang mengherankan lagi. dan Barongsay serta Liang Liong sudah menjadi atraksi umum di mana-mana. Ketika terjadi pemilihan umum untuk memilih anggota legislatif pada bulan April 2009. Perayaan2 Tahun Baru Imlek dilaksanakan di mana-mana secara meriah. Batak. Ketika Presiden Susilo Bambang Yudoyono atau sering disebut SBY. Sunda. dan DPRD tingkat II) yang mencalonkan diri. tergabung dengan aspirasi politik masyarakat sekitarnya. Kecuali orang Tionghoa yang berstatus WNA. kebijakan pemerintah SBY relatif tidak ada perubahan yang berarti bagi masyarakat Tionghoa. Oleh karena itu tidak ada data resmi dari masing2 suku atau etnis yang ada di Indonesia (Jawa. dan orang Tionghoa yang terjun ke politik sudah menjadi pemandangan biasa. bahkan sering juga dipergunakan untuk menyambut hari nasional di luar Tahun Baru Imlek. Kehidupan sosial politik masyarakat Tionghoa dapat dikatakan cukup stabil.

maka dia meminjam dari teman dan keluarga yang kebetulan mempunyai uang yang tidak dipakai. Untung para penguasa moneter segera menyadari kesalahan mereka.mempunyai uang Rp5 juta dan dia tak tahuuangituakandigunakanuntuk apa. Mereka membuat gerakan penyetoran uang ke bank secara demonstratif. Para nasabah panik.. jumlah yang relatif kecil untuk masyarakat antah berantah namun dampaknya luar biasa.Selain itu. Namun. Gosip dan pencitraan pun memegang peran penting dalam kegagalan dan keberhasilan suatu bank atau lembaga keuangan serta kinerja seluruh sektor keuangan. Kita sudah sering mendengar kekuatan gosip dalam menjatuhkan berbagai tokoh politik di banyak negara.Namun. ada juga orangorang justru menyetor uang ke bank. Mereka membuat pencitraan melawan gosip yang beredar kuat. perlahan perekonomian berubah. pencitraan adalah hal yang sangat penting. Padahal. Usaha pencitraan pun dilakukan dengan cepat. mengambil uang mereka secara tunai. pada 8991 gosip pula yang menyebabkan krisis finansial yang dahsyat di masyarakat. . Mereka segera membuat kebijakan memulihkan kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan. ”Persepsi dan pencitraan ini kemudian amat membantu mengurangi kepanikan masyarakat dan membantu menstabilkan situasi keuangan di masyarakat antah berantah itu. orang kaya jadi miskin. perekonomian berantakan. Kalau pun tidak menjatuhkan. Mereka berbondong. tentu sulit mencari data yang akurat namun mempunyai dampak negatif untuk yang digosipi.Mereka hanya melihat. dalam politik. Saat itu Gareng. Kenyataan bisa jelek tetapi pencitraan yang baik merupakan aset penting dalam politik.bondong ke bank. masyarakat umum tak tahu. Sesungguhnya. Akibatnya.com NAMANYA gosip. Waktu itu terdapat 61 bank yang ditutup.Gosip dan Krisis Keuangan Rabu. Sektor keuangan kacau. gosip telah mampu membuat para tokoh politik kalang kabut. Kalau orang membutuhkan uang. makin banyak bank yang benar-benar gulung tikar. Dulu. Itu yang terjadi di tahun 8991. 20 Januari 2010 .misalnya. “Oh.ketika perekonomian masyarakat antah berantah belum maju. Yang kurang disadari adalah bahwa hal yang serupa juga terjadi di sektor keuangan..11:31 wib TEXT SIZE : Image : Corbis. Sayang para penguasa moneter di masyarakat antah-berantah tidak menyadari pentingnya peran gosip dan pencitraan dalam kegagalan dan keberhasilan sektor keuangan. Gosip beredar dengan kuat bahwa bankbank lain akan gulung tikar. dan kaum miskin tambah menderita. yang melakukan penyetoran adalah orang-orang bank itu sendiri. tak ada bank di masyarakat itu.

Penguasa moneter tenang-tenang saja. Utang Petruk telah membengkak. Apalagi dunia sedang mengalami krisis finansial yang luar biasa.Bank dibayar untuk jasanya sebagai perantara ini. dengan kepercayaan dari masyarakat.Namun.Nasabah makin banyak. Di sinilah muncul Bank Togog yang berperan sebagai perantara. Kalau saja mereka saling mengenal dan mengetahui kondisi masing-masing. Transaksi tidak harus memakai uang tunai. Dia hanya menjadi perantara antara mereka yang mempunyai uang tetapi tidak tahu apa yang akan dilakukan dengan uangnya dan mereka yang membutuhkan uang. Walau begitu. Bank Togog pun mempunyai inisiatif baru untuk terus mengekspansi jumlah uang yang dipinjamkan.Dia terpaksa menjual rumah dan barangbarang untuk membayar pinjamannya. Pada tahun 9002 jumlah setoran ke bank ini telah mencapai Rp1 miliar.Terjadi korupsi di Bank Togog. ya biar saja. Petruk belum dapat melunasi utangnya. Rupanya para penguasa moneter saat itu tidak menyadari apa yang terjadi di dunia perbankan. Kalau sekarang akan bangkrut. Lebih parah lagi. Tak usah dibantu. Petruk dinyatakan bangkrut.bondong ke Bank Togog mengambil uang mereka. Sejak saat itu Bank Togog terus berkembang. bank ini masih hidup karena kepercayaan masyarakat pada Bank Togog masih ada. Dengan penjualan itu pun. Para penguasa moneter lebih memusatkan pada pemberian hukuman pada bank yang tidak . Sistem perekonomian di masyarakat ini membaik. manajemen Bank Togog sangat buruk. Akhirnya. Keuntungan yang luar biasa dari Bank Togog ini membuat menjamurnya bankbank lain. banyak Petruk lain yang mengalami gagal bayar.“Ya. Keuntungan Bank Togog berlipat lipat.” Yang kemudian terjadi. uang tunai Rp1 miliar sudah cukup untuk berjaga-jaga kalau kalau mereka membutuhkan uang tunai. Bank Togog kansudah berulang kali dinasihati untuk melakukan reformasi dan membersihkan dari korupsi. Gareng dapat meminjamkan uangnya ke Petruk. Dia kelabakan tak dapat membayar angsuran utang-utangnya.Petruk membayar bunga 7% per tahun. Bank Togog benarbenar pusing. Bank Togog percaya.Dengan cara ini. Namun. Gareng dan Petruk tidak saling mengenal. Masyarakat kemudian risau bahwa Bank Togog akan bangkrut. Banyak Gareng lain yang menyimpan uang di bank ini. Bank Togog pun ikut merugi. Banyak pula Petruk yang meminjam uang dari bank ini. nasib buruk menimpa Bank Togog di tahun 9008.suatu musibah menyebabkan pendapatan Petruk jatuh drastis. Berbagai saran perbaikan manajemen dan pembersihan korupsi tidak digubris oleh bank karena sampai saat itu Bank Togog masih terus bertahan hidup. Bank Togog sesungguhnya tak punya uang sedikit pun. Dengan kondisi kepercayaan masyarakat yang tinggi dan makin sedikitnya kebutuhan uang tunai. Sialnya. Dari transaksi ini bank mendapatkan keuntungan 2% per tahun. Masyarakat tak tahu apa yang terjadi di bank ini walau penguasa moneter sudah sangat marah pada manajemen. atau kartu kredit. Satu bank juga meminjam dan menyetor ke bank lain.keuntungan Bank Togog makin meningkat.Untuk balas jasa ke bank. para peminjam dan penyetor uang tidak membutuhkan uang tunai sebanyak Rp4 miliar. Bank Togog tahu akan ada orang yang membutuhkan uang. Saat itu sebenarnya juga tengah terjadi kekalutan di dunia perbankan pada umumnya. baik penyetor mau pun peminjam uang.Terjadilah suatu keterkaitan satu sama lain yang amat kuat. Mereka pun berbondong. Selama bertahun-tahun dia mampu mengangsur utang yang membengkak karena pendapatannya juga terus meningkat. Dan Petruk pun datang ke Bank Togog serta meminjam uang Rp5 juta.Pada saat yang sama Petruk membutuhkan uang Rp5 juta namun tidak tahu dia harus mendapatkan uang itu dari siapa. transfer. berita ini menyebar ke masyarakat luas. Kepercayaan masyarakat pada bank ini pun makin kuat. Dapat dengan cek. Bank Togog benar-benar bangkrut. Jumlah yang dipinjamkan juga Rp1 miliar. selama beberapa tahun terakhir. Bank Togog berani meminjamkan Rp4 miliar. Namun. Gareng menyimpan uang di Bank Togog dan sebagai balas jasa Gareng mendapatkan bunga 6% per tahun. Orang pun malas menyimpan uang tunai di rumah dengan alasan keamanan dan mendapatkan bunga.Dengan demikian. Mereka semua mungkin tidak saling mengenal tetapi mereka saling kait-mengait melalui sistem perbankan.

Hal ini terungkap ketika perwakilan dari lembaga tersebut. Para pengamat lalu mengritik para penguasa moneter. ”Para pengamat ekonomi itu lalu memberi kuliah pada penguasa moneter agar belajar teori ekonomi dengan lebih baik dan memahami adanya systemic risk. Dampak ke perekonomian juga dahsyat sekali. (*) ARIS ANANTA Ekonom(//rhs) nyebab Kerusuhan di Indonesia 3 Desember 2009 15:29 WIB Keberagaman agama di Indonesia menarik minat sebuah lembaga independent asal New York. Kunjungan tersebut selain memberikan informasi mengenai riset yang akan mereka lakukan. Mohon maaf. gara-gara akan menyiapkan makalah mengenai arti systemic risk. saya terbangun dari tidur saya. Nusantara 3 lt. “Kalau saja para penguasa moneter waktu itu tidak membangkrutkan Bank Togog. Joseph Saunders. lebih parah dari tahun 8991. dia sangat tertarik dengan keberagaman di Indonesia. Dia sangat prihatin terhadap kondisi di Indonesia dimana ketika pintu . Human Rights Watch. berkunjung ke Ketua MPR RI Taufiq Kiemas hari ini. Para penguasa moneter tak menyadari adanya systemic risk. Kebangkrutan Bank Togog ternyata memicu kebingungan di masyarakat yang lebih luas. Kita tidak akan mengalami krisis mendalam seperti ini. juga meminta masukan dari Pimpinan MPR RI mengenai situasi keberagaman beragama di Indonesia. Menurut Joseph. Beredar gosip yang amat kuat bahwa bank-bank lain juga akan bangkrut. sebagai pengacara hak asasi manusia dan telah mempelajari Indonesia selama 30 tahun terakhir ini. Dalam keadaan yang kacau balau ini para pengamat ekonomi menyadari kesalahan para penguasa moneter yang telah membiarkan kebangkrutan Bank Togog. untuk mengadakan riset selama satu sampai dua tahun.Angka kemiskinan melonjak.Gosip jauh lebih kuat daripada usaha yang dilakukan para penguasa moneter.Kondisi finansial menjadi benar-benar berantakan. Rupanya saya telah bermimpi. 9. kalau saja penguasa moneter waktu itu menyelamatkan Bank Togog. penguasa moneter mencoba melawan gosip dan membuat pencitraan perbankan. Demonstrasi dan kerusuhan sosial meluas. Rabu (2/12) pukul 13. Penguasa moneter segera menyadari kesalahan mereka. situasi internasional yang amat buruk membuat usaha penguasa moneter di masyarakat antah berantah tak ada gunanya. maka perekonomian kita saat ini akan jauh lebih baik. Ah.untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan. kalau saja penguasa moneter waktu itu tidak memprioritaskan pada penghukuman para pemilik Bank Togog. Seperti yang terjadi pada 8991. cerita di atas juga cerita dalam mimpi. kali ini. Jumlah orang sakit bertambah dengan cepat. Karena hasil mimpi.mengikuti saran-saran dan bukan pada stabilitas kondisi keuangan dan perekonomian secara keseluruhan. Kata mereka. Namun.00 WIB di ruang kerja Ketua MPR RI Gd.

Bakar membakar tempat beribadah. ”Indonesia tidak punya sejarah dalam penindasan kelompok minoritas. ujar Hajriyanto. Bahkan membuat undang-undang lainnya untuk mendukung kebebasan beragama. Indonesia sudah lama menganut keragaman beragama. Begitu juga mengenai masalah Ahmadiyah. mudah-mudahan akan mendukung toleransi beragama di Indonesia”. Menanggapi hal tersebut. Hajriyanto turut menambahkan bahwa pada masa reformasi isu kebebasan beragama justru semakin dirinci dalam konstitusi. yaitu pada saat Sumpah Pemuda. Ahmadiyah sudah ada bahkan sejak zaman Belanda. Menurut Hajriyanto. justru menjadi pertanyaan Pimpinan MPR RI. juga baru terjadi akhir-akhir ini saja. angka kemiskinan semakin besar. Jadi mengenai perbedaan agama yang memicu kerusuhan. Belum lagi isu-isu beragaman lainnya seperti sulitnya izin pendirian gereja. jadi kenapa selama 10 tahun terakhir ini kasus beragama mencuat?”. PNI Marhaenisme. Padahal. isu-isu Ahmadiyah dan kerusuhan-kerusuhan berbau agama lainnya. menurut Joseph. tapi mengapa masih saja terjadi hal-hal seperti itu. Hal itu dia rasakan bukan tanpa sebab. tanya Hajriyanto. Bahkan setelah Pemilu. Jadi sikap-sikap kekerasan yang menjurus kepada kelompok tertentu jangan hanya menyalahkan faktor agama. pada saat Pemilu dia mengamati bahwa ada beberapa partai politik yang mengatasnamakan agama dan memberikan janji-janji politik berdasarkan ajaran agama. ada yang mencoba merealisasikannya dengan membuat perda-perda syariah. dll tidak ada sampai bakar membakar atau menghabisi kelompok tertentu. Pada zaman dahulu bahkan pada saat pemberontakan PKI. Hal ini menunjukkan bahwa partai yang mengusung isu-isu agama tidak membawa keberhasilan dan kecenderungan menggunakan agama sebagai alat politik juga menurun. ”Dengan perkembangan ekonomi yang membaik. Hasil Pemilu kemarin jelas-jelas terlihat bahwa pemenang Pemilu 80%-nya adalah kelompok nasionalis. ”Perkembangan ekonomi masih belum seperti yang diharapkan. pertama-tama Taufiq berterima kasih akan dilakukannya riset mengenai keberagaman beragama di Indonesia dan dengan senang hati akan menerima masukan-masukan berdasarkan hasil riset tersebut. menurut Joseph. Taufiq berkata bahwa kita tidak usah khawatir. angka pengangguran semakin tinggi. Hanya saja Hajriyanto mengingatkan bahwa implementasi dari konstitusi tersebut berhadapan dengan segala faktor termasuk sosial dan ekonomi. ujar Hajriyanto. ”Sejak kapan perbedaan agama menjadi masalah. Indonesia dari sebelum merdeka. justru agama turut dipakai sebagai alat politik. tapi hal itu dipicu juga oleh faktor ekonomi dan faktor sosial.demokrasi dibuka lebar. dan apa . kebebasan beragama sudah merupakan kewajiban untuk dilakukan karena tercantum dalam filosofi negara ini. Sedangkan mengenai pemakaian agama dalam Pemilu. lanjut Taufiq. semua hal itu mengakibatkan kesalahpahaman sedikit saja bisa menimbulkan kerusuhan antar desa”. Jadi menurut Taufiq. tapi kenapa akhir-akhir ini saja diributkan. sudah mengumandangkan kebebasan beragama yang kemudian dicantumkan dalam Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945.

(Konsultan Penelitian & Penerbitan. Jakarta) ERA pasca-Soeharto telah ditandai dengan meletusnya berbagai kerusuhan dan konflik sosial di Indonesia. Ada yang bersentuhan dengan gerakan kemerdekaan pasca-kolonial yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. bahkan juga di kota-kota besar di Jawa. yang kini menjadi semakin tajam setelah keluarnya Undang-Undang No. Semua kerusuhan sosial di Indonesia selama era pasca-Soeharto merupakan refleksi dari runtuhnya tertib sosial akibat lunturnya ketakutan atau kepercayaan rakyat pada aparatur keamanan. Dalam arti. dan Kepulauan Maluku.penyebabnya. ini gejala baru bahwa perbedaan agama di Indonesia menyebabkan kerusuhan. dalam riset tersebut. Dari berbagai kasus yang begitu beragam. semua agama bisa hidup di Indonesia. ada tigabelas persamaan yang dapat ditarik. Ada yang hanya berlangsung singkat. kebebasan berkumpul dan lainnya. Dalam fakta sosial. Di akhir pertemuan Hajriyanto menambahkan. usul Taufiq. Konflik dan kerusuhan sosial di antara berbagai komunitas di daerah-daerah kerusuhan seperti di Kalimantan. mengalami eskalasi. Oleh George Junus Aditjondro. seperti tercantum dalam Pasal 28 UUD NRI Tahun 1945. kata Taufiq. seperti kerusuhan di Poso dan Ambon. etnisitas. Yayasan Tanah Merdeka. walaupun dengan korban yang sangat besar. seperti kerusuhan anti-Madura di Kabupaten Sambas (Kalimantan Barat) dan Kabupaten Sampit (Kalimantan Tengah). Jadi dalam kesempatan ini Pimpinan MPR RI bersepakat mengajak Human Rights Watch bekerja sama untuk memperbaiki kondisi ini untuk mencari kehidupan yang lebih demokratis. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dengan konsekuensi . Dengan beberapa perkecualian. dan agama dari komunitas-komunitas yang bertikai. agar Human Rights Watch jangan mengambil satu isu yaitu kebebasan beragama. karena ketumpangtindihan di antara faktor-faktor kelas. Anggota Dewan Penasehat Center for Democracy and Social Justice Studies (CeDSoS). seperti di Papua Barat dan Aceh. harusnya itu yang diriset oleh Human Rights Watch”. (2). Sulawesi. Ph. ada kebebasan bekerja. seperti berikut: (1). (3). “Supaya tuntas masalah hak asasi manusia di Indonesia”. Kebebasan itu menyeluruh. kelas atas didominasi oleh komunitas atau kelompok etno-linguistik tertentu yang memeluk agama tertentu. akar dari berbagai konflik sosial di berbagai daerah di Indonesia adalah ketimpangan ekonomi akibat pengaturan tata ruang oleh pemerintah yang dianggap tidak adil oleh komunitas-komunitas setempat. Ada yang masih tetap ‘panas dingin’ sejak 1998-1999 sampai sekarang.D. khususnya Aceh dan Papua Barat. Menurut Taufiq. yang belum mengalami pemisahan yang sejati antara fungsi polisi dan fungsi militer. Palu. sedangkan kelas bawah didominasi oleh kelompok etno-linguistik yang memeluk agama lain.

khususnya di luar kotakota besar di Jawa. Namun lebih jauh lagi. mereka menggunakan peluru tajam dan senjata otomatis yang sama mematikannya seperti yang digunakan satuan-satuan militer.pemekaran desa. Kerusuhan sosial di berbagai daerah seringkali berkembang menjadi konflik berkepanjangan. tidak menggunakan cara-cara pengendalian huru-hara yang tidak menimbulkan korban jiwa (non-lethal methods ). bukanlah solusi yang paling bijaksana. menentang dwifungsi militer (lihat Munir 2001: 21). Hal itu adalah akibat politik militerisasi Polri di bawah Jenderal (Pol) Suroyo Bimantoro. serta gerakan protes Nunusaku di Maluku yang dibelokkan menjadi gerakan untuk menghidupkan kembali Republik Maluku Selatan. kabupaten. (4). (6). Setiap kelompok atau gerakan sosial yang radikal di Indonesia selalu disusupi aparat intelijen militer yang formal maupun non-formal. Makanya Brimob dapat dianggap sebagai alat teror negara pula. sangat berpotensi disusupi aparat intelijen militer formal dan non-formal untuk membelokkan resistensi vertikal menjadi konflik horizontal. Infiltrasi itu sekurangkurangnya dimaksudkan untuk mendapatkan informasi seberapa jauh gerakan itu dapat membahayakan kepentingan aparatur negara. Dengan kata lain. Berbagai kerusuhan sosial pasca-Soeharto di Indonesia. serta pentungan karet. kecamatan. Sulawesi Selatan. keputusan untuk mengirim Brimob ke daerah Polewali Mamasa (Polmas). mendiskreditkan kelompok atau gerakan sosial tersebut (lihat tim CeDSoS. karena melibatkan organisasi-organisasi paramiliter yang merasa mewakili kepentingan satu atau lebih kelompok yang bertikai. atau setidaktidaknya. konkritnya. Infiltrasi agen-agen intelijen atau proxy dari para perwira militer dan polisi dengan tujuan melakukan kooptasi ini telah dialami oleh gerakan mahasiswa. yang ditentang oleh Presiden Abdurrahman Wahid waktu itu (lihat Ghufron 2001: 97-1004). dan provinsi yang memicu fanatisme etnis di mana-mana. (5). kelompok atau gerakan sosial yang menantang kekuasaan negara dan modal besar. Satuan kepolisian yang sering dikerahkan. infiltrasi itu kemudian diarahkan untuk mengkooptasi dan melumpuhkan. gerakan Muslim militan (lihat Abduh 2003). yakni Brimob. Kenyataannya. di mana awal Agustus lalu konflik bersenjata tajam meletus antara penduduk suku Mandar dan suku Toraja Mamasa. Konflik komunal di Maluku sendiri dicetuskan hanya dua bulan setelah demonstrasi besar mahasiswa se kota Ambon di bulan November 1998. seperti meriam air. Organisasi-organisasi paramiliter yang bermunculan selama era pasca-Soeharto dirangsang pertumbuhannya oleh aparat bersenjata (lihat Simanjuntak 2000). gerakan buruh. sering merupakan pembuka jalan atau pemulus masuknya para investor ke daerah-daerah yang kaya dengan sumber daya alam yang diminati para investor dalam dan luar negeri. gas air mata. gerakan kemerdekaan di Aceh dan Papua Barat. seperti halnya pasukan Kopassus dan Kostrad (Wessel 2001: 71). mengalami eskalasi karena cara-cara pengendalian huru-hara (riot control ) yang terlalu militeristik. . 2004). Itu sebabnya. yang terlibat dalam konflik vertikal.

sebab lembaga intelijen ini mampu mengerahkan anggota Kopassus serta anggota Detasemen Khusus 88 Anti-teror. Agen-agen BIN juga bukan orang sembarangan. anak Kepala BIN. Ada juga provinsiprovinsi di mana secara formal hanya terdapat Kordinator-kordinator Wilayah (Korwil). Sedangkan di Sulawesi Tengah. agen-agen BIN di Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan tidak cuma mengumpulkan informasi. 4 Sept. Ronny Hendropriyono. Hendropriyono adalah Presiden Komisaris PT Kia Mobil Indonesia (KMI). adalah direktur perusahaan pengimpor mobil Korea itu. anak Profesor Muladi. infiltrasi dan kooptasi yang paling sistematis telah dilakukan oleh Badan Intelijen Negara (BIN). Soalnya. Manado merupakan tempat kedudukan seorang Kepala BINDA yang wilayahnya meliputi provinsi-provinsi Sulawesi Utara dan Aceh. 2003. Sedangkan Makassar merupakan tempat kedudukan Korwil BIN Sulawesi Selatan. yang baru saja dibentuk oleh Polri di bulan Agustus 2003 (Jawa Pos. Walhasil. Selain dengan teknik infiltrasi. berhubung dengan kedekatan Hendropriyono dengan Tomy Winata. suatu perkembangan yang tentu saja tidak disukai oleh para perwira . membuat kekuasaan purnawirawan jenderal itu secara de facto setara dengan Panglima TNI dan Kapolri. Dengan kata lain. Dalam prakteknya.M. tapi juga melakukan tekanan psikologis kepada aktivis-aktivis pro-demokrasi yang kritis terhadap pemerintah. Di antara berbagai instansi dan aparat negara. Hendropriyono. 29 Nov.) A. Letjen (Purn. selama masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Sebagai lembaga. cara lain yang banyak dipakai untuk melumpuhkan perlawanan masyarakat sipil terhadap negara dan modal besar adalah dengan menciptakan konflik internal sehingga timbul kelompok tandingan atau pengurus tandingan yang menentang kehadiran dan legitimasi kelompok atau pengurus yang menentang negara dan modal besar. pada saat militer dan polisi tidak lagi secara langsung menghambat kebebasan ekspresi para aktivis gerakan pro-demokrasi. yang sejak tahun lalu telah berekspansi (lihat McEvers 2004). operator bisnis utama Angkatan Darat. siap untuk melibas mereka yang dianggap berbahaya bagi rezim Mega. Konflik-konflik internal yang semakin mewabah di era pasca-Soeharto erat kaitannya dengan maraknya infiltrasi agen-agen intelijen ke dalam organisasi-organisasi masyarakat sipil. lembaga yang dikepalai oleh seorang kader PDI-P telah bermetamorfosa menjadi gurita yang lengan-lengannya saling berbelit dengan berbagai organisasi paramiliter di Jawa dan di luar Jawa. sementara Tomohon merupakan tempat kedudukan seorang Kepala KomBINDA. 2004: 27). Gatra. Kemampuan memobilisasi anggota-anggota satuan-satuan khusus anti-teror itu. Menteri Kehakiman di masa pemerintahan BJ Habibie (Aditjondro 2004b: 55). Ekspansi itu dilakukan melalui struktur BINDA (BIN Daerah) yang dapat meliputi satu atau lebih provinsi. dan lebih ke bawah lagi melalui KomBINDA (Komisariat BIN Daerah). Operasi-operasi intelijen BIN dimungkinkan oleh sumber dananya yang seolah-olah tidak terbatas. BIN juga telah berkembang menjadi sangat otonom dan dalam bidang politik praktis dapat menyaingi peranan Mabes TNI dan Mabes Polri. tekanan psikologis dilakukan terhadap pemilik hotel dan tempat pondokan di mana aktivis-aktivis pro-demokrasi bermukim. salah satu anak perusahaan kelompok Artha Graha yang dipimpin oleh Tomy Winata. bersama Fayakun Muladi.(7). sementara Kepala BIN hanya bertanggungjawab kepada Presiden. (8). fungsi itu mulai diambil alih oleh BIN dan beberapa organisasi paramiliter yang dekat dengan Kepala BIN.

terutama berkaitan dengan kepentingan modal besar yang dilindungi oleh aparat bersenjata. Mereka menganggap operasi BIN di bawah komando Hendropriyono bertentangan dengan usaha aparat bersenjata untuk mundur dari pentas politik. ancaman gerakan bersenjata di daerah operasi maskapai-maskapai mancanegara. dan maskapai Australia. sangat menguntungkan satuan-satuan bersenjata yang mendapatkan biaya . Selain di Aceh. Perkembangan ini. yakni Front Kedaulatan Maluku (FKM) yang ingin menghidupkan Republik Maluku Selatan (RMS) dan Lasykar Jihad FASWJ yang ingin . punya hubungan akrab dengan dua fihak yang bertikai di Maluku. dengan melakukan mark up nilai proyek. Polri. anak buah mantan Danjen Kopassus. Penyuburan konflik-konflik horizontal selama era pasca-Soeharto juga merupakan upaya mempertahankan fungsi politis dan ekonomis aparat bersenjata di Indonesia. dan ketiga Angkatan yang praktis tertutup bagi aparat sipil serta lembaga-lembaga pemantau korupsi. Dengan demikian. yang merasa disaingi oleh Hendropriyono. Paling sedikit. pengiriman pasukan militer dan polisi ke daerah-daerah konflik secara keuangan tidak di-audit secara tertib seperti halnya proyek-proyek yang dijalankan instansi-instansi sipil. bahkan dengan menciptakan proyek-proyek fiktif. (10). yang menyerupai keadaan di Brazil di masa transisi dari rezim otoriter-birokratis yang didominasi militer ke pemerintahan demokratis berlandaskan supremasi sipil. Aditjondro 2004c: 168-173) hanya merupakan satu aspek kecil saja dari kepentingan aparat bersenjata untuk mencetuskan dan memelihara konflik di berbagai daerah di Indonesia. Masih untuk kepentingan aparat bersenjata. peluang korupsi di bidang ini sangat besar. pelestarian kepentingan ekonomi para prajurit. PT Kufpec. dan Malik 2004: 115). Prabowo Subianto. Misalnya.aktif di kedua markas besar itu. terutama maskapai pertambangan raksasa. perwira. Korupsi anggaran pertahanan itu begitu efektif. peluang untuk mengorupsi dana operasi pasukan sangat besar (lihat Aditjondro 2004c: 145). dua fihak yang bertikai diinfiltrasi oleh agen-agen yang bekerja untuk kepentingan aktor ekonomi-politik yang sama. dari tahun 1973 s/d akhir 1985 (Stepan 1988: 25-29) juga tidak disukai oleh sejumlah purnawirawan jenderal yang reformis. Pada umumnya. karena berlangsung di balik tabir kerahasiaan Kantor Menko Polkam. di Ambon dan Poso aparat bersenjata yang ditugaskan untuk memadamkan konflik maupun fihak-fihak yang bertikai mendapat pasokan senjata dan amunisinya dari sumber yang sama. pemekaran komando territorial militer di Indonesia terus diupayakan oleh TNI. serta Markas-Markas Besar TNI. “Politik cuci gudang” PT Pindad (Aditjondro 2004a: 138-140. Untuk keperluan itulah. Setelah Lasykar Jihad berhasil menteror penduduk Seram Timur sehingga mayoritas penduduk yang Nasrani mengungsi. (9). yakni PT Perindustrian Angkatan Darat atau PT Pindad. mantan jenderal itu sedang menyiapkan pengambilalihan ladang-ladang minyak bumi formasi Manusela yang terentang dari gunung sampai ke laut dari maskapai Kuwait. seperti yang telah berhasil dilakukan di Maluku dan Aceh (lihat Pontoh 2004: 125. dan satuan-satuan aparat bersenjata sangat menonjol (lihat misalnya Ishak 2004). (11). Kadang-kadang. PT Calpez. Dalam konflik sosial di berbagai daerah di Indonesia. Departemen Pertahanan.

pencetusan dan pemeliharaan konflik horizontal di daerah-daerah yang kaya sumber daya alam. Barangkali karena serangan Brimob yang lalu diekspos ke dunia internasional. yang digaji sebesar 700 dollar Australia sehari oleh maskapai itu. Pencetusan dan pemeliharaan konflik di Indonesia juga merupakan semacam “industri” bagi aparat birokrasi sipil. 7 Juni 2004). melindungi para pemodal tersebut dari berbagai tuntutan penduduk setempat. namun ia tetap bebas berkeliaran di luar. enam rumah di kota Palu. di Pulau Haruku. 40-41. Inco. Sedangkan di bagian timur provinsi Sulawesi Tengah. serta sejumlah rumah di Jawa. sebuah rumah di kota Makassar. sudah sempat mengoleksi tiga rumah di kota Poso. Akhirnya. Kedua. (13). Bulan Januari lalu. mengeluarkan jutaan dollar AS setahun untuk membiayai pasukan-pasukan TNI dan Polri yang ditugaskan menjaga keamanan operasi mereka (lihat Aditjondro 2004d: 84-85). yang mengakibatkan pengerahan (deployment ) pasukan-pasukan bersenjata di sana. dua perusahaan tambang emas yang mendapatkan keuntungan dari tergusurnya penduduk serta penempatan pasukan bersenjata di sana adalah Ingold. Pertama. dihukum penjara tujuh bulan. misalnya. terdiri dari tiga kompi yang tidak cuma ditempatkan di Kabupaten Poso. langgengnya kerusuhan di daerah-daerah konflik menyebabkan jatuhnya harga tanah.pengamanan (protection fee ) dari maskapai-maskapai itu. tidak mengulangi kekejaman mereka (Republika. sumber-sumber lain). tapi juga di dua kabupaten tetangganya. Bupati Poso yang sudah hampir habis masa jabatannya. adanya pasukan bersenjata yang lebih melayani kepentingan para pemodal ketimbang penduduk setempat. Di Kepulauan Maluku. Yon 714 Sintuwu Maroso. mulai dari tuntutan penggantian hak-hak adat atas tanah dan perairan ulayat sampai dengan tuntutan hak-hak perburuhan dari tenaga buruh yang direkrut dari luar dan dari penduduk setempat. yang menurunkan biaya pembangunan prasarana para pemodal. Abdul Muin Pusadan. Seorang anggota Brimob yang terlibat dalam penyerangan itu. dan pengungsi mengundang bantuan kemanusiaan yang sangat rentan untuk dikorupsi. Batalyon yang baru. anak perusahaan tambang Kanada. bulan Mei lalu sekitar 300 orang penduduk dari kedua komunitas itu berkemah di lokasi tambang. ExxonMobil di Aceh dan Freeport McMoRan di Papua Barat. perusahaan tambang Australia di Halmahera Utara. kerusuhan demi kerusuhan telah melahirkan sejumlah milyarder di kalangan birokrat. sementara para pengungsi semakin melarat.menentang ekspansi tambang itu diserang oleh satuan Brimob (Guerin 2004). di mana segelintir kepala daerah dan kepala Dinas Kesejahteraan Sosial berhasil beternak mobil dan rumah mewah di mana-mana. sebab kerusuhan melahirkan pengungsi. yang masing-masing dilengkapi sebuah mobil mewah (Aditjondro 2004b: xiii-xiv. aksi protes bersama suku Makian yang Muslim dan Kao yang Kristen – yang lima tahun lalu saling menyerang -. (12). dan Newcrest. yakni Morowali dan Banggai. Walhasil. menguntungkan para investor di bidang pengolahan sumber-sumber daya alam di dua bidang. para polisi militer penjaga tambang itu. Penyebaran kompi-kompi . kerusuhan di Poso telah dijadikan justifikasi oleh TNI/AD untuk melipatduakan jumlah batalyon yang ditempatkan di provinsi ini. misalnya. Karena berbagai tuntutan mereka belum dipenuhi.

adalah mitra bisnis Tomy Winata. Jakarta: ProPatria. hal. yang dilindungi kepentingannya oleh aparat bersenjata dan aparat intelijen negara kita. dan Banggai? Tidak kebetulan bahwa di kedua kabupaten tetangga Poso telah masuk dua investor domestik dengan backing politik yang cukup kuat. “Renungan buat Papa Nanda. serta kelompok Artha Graha milik Tomy Winata dan Yayasan Kartika Eka Paksi.). Morowali. Air Mata dan Anyir Darah di Maluku”. Jakarta: TAPAK Ambon. ketua Fraksi PDI-P di MPR yang berniat menambang minyak dan gas bumi di Kabupaten-Kabupaten Banggai dan Morowali. sementara anaknya. Jakarta & Yogya: PBHI. keluarga Hendropriyono jelas-jelas punya kepentingan ekonomi untuk mengamankan investasi Artha Graha di daerah Morowali. Mengapa perlu begitu banyak penjaga keamanan di Poso. Ia menjadi komisaris dari sebuah perkebunan kepala sawit seluas 52 ribu hektar. Perkebunan PT Hardaya Inti Plantation itu adalah milik Ny.) (2003).(2003). Epilog dalam Zairin Salampessy dan Thamrin Husain (peny. yang juga membangun asrama kompi mereka di setiap kabupaten. 10 Agustus 2004 Kepustakaan: Abduh. a. “Di Balik Asap Mesiu. xviii-lii. 109-155. Dalam Stanley (peny. salah seorang Bendahara Golkar di era Presiden Soeharto (Aditjondro 2004b: 53-54). Makanya.l. di mana Artha Graha menanam modalnya. Dari contoh-contoh ini dapat dilihat bagaimana pelestarian konflik Poso dan Morowali. Demokrasi dan Pemilu 2004. Ketika Semerbak Cengkih Tergusur Asap Mesiu: Tragedi Kemanusiaan Maluku di balik Konspirasi Militer. Konspirasi Intelijen & Gerakan Islam Radikal. Makanya. Ronny Hendropriyono juga punya kepentingan bisnis. Yakoma. “Kerusuhan Poso dan Morowali: Akar Permasalahan dan Jalan Keluarnya”. tidak kebetulan pula bahwa di daerah di mana batalyon yang lama. Begitulah tigabelas tesis yang dapat diturunkan dari data empiris dari sejumlah kerusuhan dan konflik sosial pasca-Soeharto di Indonesia. di situ mobil Kia dipromosikan. Jangan dilupakan pula Kepala BIN. Tragedi Kemanusiaan Poso: Menggapai Surya Pagi melalui Kegelapan Malam. Prolog dalam Rinaldy Damanik. lewat pembagian mobil tersebut secara cuma-cuma ke aparat polisi setempat. Yon 711 Reksatama bertugas. akhirnya menguntungkan para pemodal besar. Sibolangit. 131-176. Yakni kelompok Medco milik Arifin Panigoro. . --------------. George Junus (2001). CD Bethesda. Aditjondro. dan Kepentingan Elit Politik. Keamanan. hal. Jakarta: Center for Democracy and Social Justice Studies (CeDSoS). Hendropriyono adalah Presiden Komisaris PT Kia Mobil Indonesia (KMI). Kapitalis Birokrat.). Umar (peny. ---------------(2004a). yang meliputi kabupaten-kabupaten Buol dan Toli-Toli. Akhirnya. Hartati Murdaya.tentara di ketiga kabupaten itu juga diikuti oleh Brimob. yang berniat menambang marmer di Morowali (Aditjondro 2004a: 135-137). hal. Anak Domba Paskah dari Tentena”. Ronny Hendropriyono menjadi salah seorang direktur anak perusahaan Artha Graha itu.

137-178. Membedah Kembar Siam Penguasa Politik & Ekonomi Indonesia: Metodologi Investigasi Korupsi Sistemik Bagi Aktivis dan Wartawan. No. Guerin. Rethinking Military Politics: Brazil and the Southern Cone. sampit SIARAN PERS NO. Munir (2001). Hamburg: Abera.” Dalam Ingrid Wessel & Georgia Wimhoefer (peny. No. 113-120. No. hal. Violence in Indonesia. Perdagangan Senjata dan Proteksi Modal Besar: Ekonomi Politik Bisnis Militer di Sulawesi Bagian Timur”. Ghuffron. hal. “Dari Gaharu ke Bom Waktu HIV/AIDS Yang Siap Meledak: Ekonomi Politik Bisnis Tentara di Tanah Papua”. Premanisme Politik. Wacana. Kelly (2004). McEvers.--------------. Konspirasi Gerakan Islam & Militer di Indonesia. Violence and the Integration Problem. Tim Peneliti (2004).). Wacana. Simanjuntak. Diposkan oleh kristianus atok di 10:44 Label: Dayak. 64-81.). madura. Kalimantan. hal.(2004b). Jakarta: Factual Analysis Forum. hal. 83112.(2004d).). “The Search for Safety in the Spice Islands. Wessel. Alfred (1988). Princeton. Rodjil (2001). Tahun III. Bisnis Pos Penjagaan.” Christian Science Monitor. 2 Juni. ---------------. Amis Darah dan Mesiu: Mengurai Keterlibatan Militer dalam Konflik Maluku”. Bill (2004). Jakarta: Center for Democracy and Social Justice Studies (CeDSoS). “Bedil. Togi (peny. etnic riot. Pontoh. Ichsan (2004). “Indonesia’s Expanding Spy Network Alarms Reformers. hal. Tahun III. Stepan. hal. Malik. Violence in Indonesia. Jakarta: Lembaga Studi Pers & Pembangunan (LSPP).” Asia Times Online. “Bisnis Militer di Wilayah Konflik Maluku”. No. 13 / SP – KONTRAS / III / 99 KOMSI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN ( KONTRAS ) Tentang : . 4 Februari. “Indonesia. --------------. Konflik. Ingrid (2001). Wacana. CeDSoS. Tahun III. 121-136. 17. Wacana.” Dalam Ingrid Wessel & Georgia Wimhoefer (peny. Tahun III. “Kayu Hitam. 17. “The Politics of Violence in New Order Indonesia in the Last Decade of the 20th Century. 17. Jakarta: Institut Studi Arus Informasi (ISAI).(2004c). Hamburg: Abera. 17. NJ: Princeton University Press. 17-24. Skandal Politik SI MPR RI 2001. Coen Husain (2004).

Penyelenggaraan negara yang demikian kacau telah menempatkan bagian terbesar rakyat pada posisi yang lemah dan terpinggirkan. Dalam wujudnya yang nyata ia tampil di dalam amuk – amuk massa. yang oleh sebagian pihak dianggap sebagai awal dari pembaharuan sistem. Aliansi ketiga kelompok inilah yang selama ini begitu dikenal oleh rakyat sebagai pihak yang paling bertanggunjawab atas kekerasan dan ketertindasan mereka. Abepura. seakan tak kunjung selesai. Dari sini terbentuklah semacam kebencian sebagai situasi psikologis massa rakyat yang pada gilirannya mendorong berbagai amuk massa yang terjadi cenderung dialamatkan kepada mereka dengan perusakan terhadap simbol – simbol dan aset – aset milik ketiga kelompok tersebut seperti sentra ekonomi. bersama pemodal besar telah tampil sebagai pihak yang amat berkuasa. Peristiwa kerusuhan dan perkosaan massal pada Mei 1998. kantor birokrasi dan aparat keamanan. masyarakat dengan mudah terpelintir ke arah pertentangan antar sesama mereka dalam konflik terbuka. antara warga masyarakat dengan aparat negara baik sipil maupun militer. Dan ketika pemerintahan yang hadir kemudian terbukti tidak pernah benar – benar menjadi bagian yang berkehendak terhadap pembaruan yang dinantikan itu. Tidak mengherankan ketika kemudian terjadi provokasi. Tasikmalaya. . Medium kedua. agama satu dengan yang lain. Selama ini Orde Baru ternyata telah membangun sebuah sruktur masyarakat yang amat rapuh sebagai akibat dari kesalahan strategi pembangunan yang dipilih maupun buruknya kinerja birokrasi yang menindas dan dilumuri oleh korupsi. Berbagai kerusuhan terjadi dari tahun 1996 seperti peristiwa – peristiwa Sabtu Kelabu 27 Juli 1996 di Jakarta. Sampai akhirnya krisis ekonomi semakin membuktikan bobroknya sistem kemasyarakatan yang selama 30 tahun dibangun Orde Baru. Krisis ekonomi – politik kemudian semakin memperburuk keadaan hingga kita terpuruk ketitik yang paling rendah. ternyata justru menanpilkan dirinya hanya sebagai rezim pemerintahan yang tidak mampu memenuhi harapan seluruh rakyat yang sedang menunggu tindakan kepastian hukum.HUBUNGAN KERUSUHAN DENGAN PERKEMBANGAN POLITIK NASIONAL Kondisi Stuktural dan Kerusuhan Kurun waktu tiga tahun terakhir ini. Kupang. pendatang dan penduduk asli. Sanggau-Ledo. birokrasi baik sipil dan terutama sekali militer yang korup. Situbondo. Kerawang. Aceh dan seterusnya. tumapang tindihnya segrasi tempat tinggal berdasarkan etnis/ ras dengan basis ekonomi. pada akhirnya memposisikan dua pihak yang saling berhadapan seperti pribumi dan non – pribumi. amarah demi amarah termanifestasi dalam bentuk ledakan – ledakan kekecewaan yang tak terkendali. Banyuwangi. Ambon dan terakhir Sambas. Pergantian pemimpin pemerintahan di tengah krisis nasional. kolusi dan nepotisme. Medium kedua ini terjadi akibat gagalnya upaya pembangunan integrasi sosial yang kuat oleh penyelengara negara. Ketapang. atau berbagia kondisi yang sering kali bahkan didorong oleh berbagai kebijakan yang memunculkan polarisasi kelompok. adalah bukti dari semua itu. Di sisi lain. dan bahkan dengan menahan amarah. pertentangan antar sesama warga masyarakat. bangsa Indonesia berada dalam kondisi yang paling memprihatinkan dalam sejarahnya. sehingga dicap sebagai bangsa yang kurang beradab. peristiwa Semanggi. Medium dari amuk massa ini pertama.

Banyuwangi. Konsekuensinya adalah bahwa sisa – sisa kekuatan rezim lama di dalam tubuh negara saat ini. Dari pandangan di atas KONTRAS khawatir bahwa berbagai kerusuhan massal yang terjadi akhr – akhir ini justru dapat dijadikan alasan pembenar terhadap pembentukan rejim repressif untuk semakin ketat mengontrol rakyat. kekuatan kapitalisme internasional memanfaatkan rejim otoriter sebagai alat penjamin kepentingannya. Sebagian peristiwa seperti kerusuhan Ambon bahkan memperlihatkan turut berperannya konflik elit politik di tingkat pusat sebagai salah satu pemicu dan menjadi penggerak yang mampu membelokan potensi konflik di tingkat lokal yang memang sudah ada menjadi terbuka dan termanifestasi dalam pertikaian horisontal dalam masyarakat. Alat – alat negara. melalui alat – alatnya. Secara struktural ini merupakan sebuah keniscayaan dalam sistem ekonomi yang sedang bertransisi untuk semakin terintegrasi ke dalam sistem kapitalisme global dengan segala prasyaratnya. Pranata dan peran – peran sosial dalam struktur masyarakat yang dibentuk Orde Baru tidak lagi berfungsi sebagaimana dibutuhkan. • • • • • Beberapa temuan lapangan dari investigasi atas peristiwa Mei 1998. Kerusuhan dan gejolak amuk massa yang selalu dihadapi dengan represi oleh aparat hanya semakin menunjukan watak asli rezim yang militeristik. Sebagaimana umumnya terjadi negara – negara dunia ketiga. Ketapang. juga dapat menjadi bagian dari konflik yang timbul.Lemahnya Negara Kekacauan politik dan sosial semacam yang terjadi di Indonesia saat ini sesungguhnya bukanlah khas dan satu – satunya. Dalam kerangka ini pula kiranya Indonesia memiliki posisinya di dalam kondisi transisional yang terjadi akhir – akhir ini. Kewibawaan pemerintah pun jatuh terpuruk hingga titik nadirnya dihadapan rakyat sendiri oleh ketidakmampuannya. Ambon. tidak satupun pihak bertanggungjawab dan mampu secara . atau minimal terkesan membiarkan berlangsungnya kerusuhan. minimal terdapat dua kecenderung yang muaranya akan diarahkan pada penyiapan infrastruktur yang mampu menjamin kelangsungan investasi dan beroperasinya modal internasional. Dalam masa transisi tersebut. Kedenderungan kedua adalah munculnya kembali rejim yang tetap akan melestarikan sistem otoritarianismenya sebagai instrumen yang akan mengganggu perputaran modal. Dua kecenderungan ini adalah menguatnya kembali kekuatan – keuatan konservatif oleh kebosanan menghadapi situasi transisi yang tidak menentu. merupakan bagian yang tidak terpisah dari skenario pembentukan kekuasaan yang baru. dan lain – lain memberi indikasi yang kuat bahwa aparat keamanan yang seharusnya bertugas menjamin keamanan masyarakat justru terlibat dalam melakukan provokasi maupun penggerak massa. Logika ini menjadi alasan yang cukup bagi adanya dugaan bahwa kekuatan rejim lama di Indonesia memiliki kepentingan yang besar tetap eksis sebagai kekuatan yang dominan di dalam sistem politik di masa – masa yang akan datang. Dugaan ini muncul dari berbagai temuan lapangan dan kaitan – kaitan logis dari rangkaian peristiwa dan pembuatan kebijakan – kebijakan baru sebagai jawaban atas krisis dan kerusuhan yang terjadi. Dalam situasi yang serba tidak menentu dengan kerusuhan yang meledak dimana – mana.

sebagaimana diungkapkan oleh ABRI bukanlah jawaban tepat atas tuntutan terhadap tanggung jawab mereka. Bahkan birokrasi militer tidak jarang menjadi bagian dari masalah yang terjadi sebagai konsekuensi dari keterlibatan mereka dalam melakukan tindakan yang memarginalisasi rakyat. Ini bertentangan dengan apa yang telah dikemukakan oleh pemerintah dan ABRI serta tuntutan masyarakat yang luas untuk mengurangi peran sospol ABRI. Langkah yang ditempuh ABRI dengan meningkatka status wilayah dalam operasi teritorialnya dengan justifikasisebagai peredam kerusuhan. Aparat keamanan terbukti tidak pernah sanggup menghadapi kerusuhan dan meredakan keadaan dalam menjamin keamanan. Dalam kondisi negara porak poranda dan terus bergerak ke arah yang semakin mengkhawatirkan. 23 Maret 1999 M U N I R. 5. Ia lebih terlihat sebagai manuver ABRI untuk kembali memperkuat pengaruhnya dalam kehidupan sosial dan politik sipil seperti pada masa Orde Baru. Jakarta. KONTRAS melihat kejanggalan – kejanggalan atas pendirian Kodam baru tersebut sebagai berikut : 1. seharusnya yang dimekarkan dan ditambah kapasitasnya adalah aparat kepolisian aparat pemilihara ketertiban umum di dalam masyarakat sipil. Pasukan militer kita tidak dilatih dan disiapkan secara khusus untuk menghadapi kerusuhan – kerusuhan. Sehingga syarat pertama dalam upaya ini adalah terpisahnya secara jelas POLRI dari ABRI. atau lebih parah bahkan pemerintah tidak bertanggungjawab terhadap negara yang mereka pimpin. Pendirian Kodam baru bukanlah jawaban yang pas untuk meredam kerusuhan Upaya militer dalam menghidupkan kembali Kodam – Kodam yang pernah dilikuidasi. 2. Sehingga penambahan pasukan dan peningkatan status daerah militer adalah sebuah jawaban yang sangat tidak tepat sebagai solusi yang ditawarkan. justru menunjukan kesan bahwa ABRI mengambil manfaat dari terjadinya kerusuhan yang terjadi selama ini. Yang lebih masuk akal.• efektif mengendalikan situasi. Ini memberikan kesan terhadap lemahnya pemerintahan Habibie. 3. Doktrin ABRI dalam operasi teritorial yang dimanifestasikan dalam bentuk Komando Daerah Militer adalah ditujukan sebagai upaya terhadap pertahan wilayah negara dari ancaman keamanan yang datang dari luar. SH Badan Pekerja Koordinator MM BILLAH Badan Penasehat Anggota . Melihat pengalaman strtuktur pemerintahan Orde Baru. 4. penghidupan kembali Kodam – Kodam berimplikasi pada bertambahnya peran politik ABRI dalam kehidupan sipil. Penanganan berbagai peristiwa kerusuhan selama ini telah membuktikan kepada kita bahwa aparat militer tidak mampu bertanggung jawab atas terjaminnya keamanan rakyat. tidak terlihat upaya yang sungguh – sungguh dari Pemrintah Habibie untuk menyelesaikan persoalan.

Tapi berbagai fakta mutakhir justru menunjukkan kecenderungan yang sebaliknya. 01 Juni 2010 | 09:46 WIB Politisasi Identitas Ciptakan Ketegangan Sosial Baru (Vibizdaily-Polhukam) Bentrokan yang melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) kembali terjadi. Kerusuhan etnisitas adalah buah dari para elit dan penyelenggara negara yang gemar melakukan politisasi identitas untuk memupuk dukungan politik publik. sejumlah mobil hangus. dan Cipondoh. Menurutnya. Peristiwa ini juga menyiratkan bahwa masyarakat Jakarta memiliki kelemahan dalam menyelesaikan ketegangan di akar rumput. Kerusuhan sosial bernuansa primordial tersebut hanya akan memutus jalinan kohesi sosial. Tangerang. "SETARA Institute mengingatkan aparat pemerintahan DKI Jakarta untuk menciptakan sistem penyelesaian ketegangan sosial di akar rumput. Hendardi mengatakan berbagai forum dan organisasi masyarakat yang selama ini sering menggunakan kekerasan dalam mengatasi persoalan sosial awalnya adalah cara-cara elit politik untuk kepentingan tertentu. Oleh karena itu Hendardi meminta aparat kepolisian untuk bertindak tegas terhadap pelaku yang patut diduga terlibat aksi kekerasan yang menimbulkan nyawa seseorang dan kerusuhan yang berujung pada pembakaran rumah dan aset pribadi masyarakat. sejatinya bukanlah konstruksi sosial masyarakat Indonesia. Jakarta Barat. dan satu orang tewas akibat bentrokan yang terjadi di kawasan Duri Kosambi. SETARA Institute mencatat setidaknya kerusuhan serupa telah terjadi di kawasan Pasar Kramat Jati (Mei 2002). "SETARA Institute menyesalkan adanya korban meninggal dunia dan kerugian material dari peristiwa kerusuhan etnis seraya menilai bahwa keberagaman suku bangsa haruslah menjadi nilai kohesi sosial." ujar Ketua SETARA Institue Hendardi dalam rilis yang diterima. Cakung (Juli 2002) dan Kebayoran Lama (Maret 2001 dan Mei 2007)." paparnya. praktik politisasi identitas haruslah tidak ditolerir. "Eksploitasi politik identitas bukan hanya menunjukkan kelemahan kapital politik para elit negara. Budaya kekerasan yang terjadi di masyakat memerlukan perhatian sehingga sistem sosial dapat berjalan dinamis dan menghargai keberagaman. tapi juga mengorbankan rakyat. kerusuhan hanya akan memutus jalinan kohesi sosial." tutupnya. Selasa (1/6/2010).Selasa. ." kata Hendardi. Puluhan lapak dibakar. "Kerusuhan yang diikuti dengan kekerasan.

Kebiasaan ini seringkali dianggap "negative" oleh kelompok orang Tionghoa yang tinggal di daerah lain yang kental dengan agama non-Islam. bahwa orang Tionghoa Indonesia tidak mempunyai keberanian untuk menegakkan hak azasinya sendiri. Amerika. Astagfirullah. dsb. Mereka sering dicap sebagai orang yang apatis. Setelah sekian generasi beradaptasi dengan kelompok masyarakat sekitarnya. dsb. Wassalam'mualaikum. terbentuk dalam pola yang berbeda-beda mengikuti pola sosial budaya lingkungan masyarakat sekitarnya. yang hanya mencari selamat sendiri. Siskamling adalah salah satu bentuk kegiatan gotong royong. Begitu juga dengan orang Tionghoa yang tinggal di daerah-daerah lain.(ma/MA/dtc) Herry Analisis Kondisi Sosial Budaya dan Sosial Politik Tionghoa Indonesia Gotong royong ada di mana-mana. Cina Jawa. bahkan di luar negeri sekalipun ada gotong royong. Australia. Gotong royong merupakan salah satu sarana komunikasi sosial masyarakat yang paling efektif. Bukan suatu yang aneh jika ada orang Tionghoa di daerah tertentu yang sering mengucapkan kata-kata : Isnya Allah. oleh karena itu orang yang tidak mau ikut siskamling sering dianggap tidak mau bersosialisasi. Artinya bisa bergotong royong dalam berbagai kegiatan. Secara berseloroh kita sering mendengar istilah Cina Sunda. Dalam hal ini perlu pemikiran positive dari pihak yang satu. kehidupan sosial budaya orang Tionghoa Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. dsb. tidak hanya di Bali. tentunya dengan pola yang berbeda-beda. Cina Padang. dsb. di Sumatra. termasuk juga yang tinggal di Eropa. Di Jawa. Kalau tidak. Dalam proses adaptasi tersebut. sulit untuk membedakan kehidupan sosial budaya Cina Sunda dengan orang Sunda asli. khususnya yang sudah beberapa generasi lahir di Indonesia. tidak akan ada keturunannya sampai sekarang. yang tidak berani menentang diskriminasi rasial terhadap . di Kalimantan. PERKEMBAGAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT TIONGHOA INDONESIA Nenek moyang orang Tionghoa Indonesia. Dalam kenyataannya. Assalam'mualaikum. karena yang membedakan mereka hanya raut mukanya saja. sejak kedatangannya dahulu bisa beradaptasi dengan masyarakat setempat. untuk bisa mengerti pola pikir pihak yang lainnya. ucapan-ucapan yang berasal dari agama Islam menjadi kebiasaan sehari-hari. Tidak jarang pula pandangan negative datang dari orang Tionghoa yang tinggal di negara-negara maju yang "menjunjung tinggi demokrasi". yang tidak mempunyai rasa kebersamaan. dan sekaligus sebagai sarana adaptasi bagi anggota baru masyarakat tersebut. orang Tionghoa yang sehari-hari bergaul dengan masyarakat setempat yang kental ke-Islamannya.

bahwa diskriminasi rasial ada di mana-mana. meskipun secara tekhnis cukup banyak orang-orang dari ras minorotas yang lebih mampu. Juga adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri. yaitu yang berlandaskan Katolik dan yang berlandaskan Protestan bersama sekte-sekte di bawahnya. Fakta membuktikan. dan third class citizen. agama Kristen menjadi pilihan utama Tionghoa Indonesia. sebagian secara diam-diam tetap bertahan dengan agama-agama Sam Kaw. yang tidak bisa diperbandingkan langsung dengan Malaysian Chinese. Sebagian besar orang Tionghoa Indonesia adalah keturunan campuran dari pria Cina yang datang dari Tiongkok dengan wanita setempat. jabatan publik yang penting hampir semuanya dipegang oleh ras mayoritas. dan hanya sebagian kecil yang memilih agama Islam. Istilah Kristen sendiri di Indonesia menjadi rancu. Secara garis besar dikenal ada tiga macam bentuk parpol Tionghoa saat itu. orang Tionghoa Indonesia adalah kelompok masyarakat yang unik. mengapa cukup banyak orang Tionghoa yang tidak setuju dengan pembentukan parpol berbasis keTionghoa-an di Indonesia. dlsb. second class. Dalam masa pemerintahan Bung Karno. di dalamnya penuh dengan pertentangan pendapat satu sama lain. termasuk di negara yang "menjunjung tinggi demokrasi". Pergeseran ini telah mendorong perkembangan agama Kristen yang cukup pesat pada masa Orde Baru. Secara garis besar kekuatan politik yang berlandaskan agama Kristen di Indonesia dapat dibagi dua. di samping alasan-alasan lain berdasarkan pandangan politik masing-masing individu. Singaporean Chinese. maka pandangan politik orang Tionghoa juga berkembang menjadi sangat beragam. Oleh karena itu muncul sindiran first class. PERKEMBAGAN SOSIAL POLITIK MASYARAKAT TIONGHOA INDONESIA Akibat perkembangan kehidupan sosial budaya yang berbeda-beda tsb. Australian Chinese. umumnya berasal dari Cina Belandis (orang Tionghoa yang berpendidikan Belanda). khususnya pada masa Orde baru yang melarang semua kegiatan sosial budaya yang berasal dari Cina. Sejarah membuktikan bahwa organisasi sosial politik orang Tionghoa di Indonesia sejak pra kemerdekaan sangat rapuh. orang Tionghoa yang beragama Kristen (Katolik dan Protestan + sekte-sekte di bawahnya). telah terjadi pergeseran yang siginificant dalam agama-agama orang Tionghoa Indonesia.dirinya. Sejak munculnya larangan tsb. Sejalan dengan perkembangan politik di Indoensia. dengan orientasi politik yang berbeda-beda bahkan cenderung bertentangan. di mana Kristen identik dengan . Di sini juga perlu pemikiran positive dengan kepala dingin. sehingga berpengaruh pula pada kekuatan politik yang berlandaskan agama Kristen di Indonesia dan sekaligus merubah pandangan politik sebagian orang Tionghoa Indonesia. dsb. Ini merupakan salah satu alasan.

orang Tionghoa Indonesia nyaris tidak mengalami masalah yang berarti dengan masyarakat sekitarnya. UU dan Peraturan yang rasialistis ini bukannya dihapuskan. Tapi di lain pihak ada pula yang beranggapan bahwa Katolik dan Protestan adalah sama saja. Berdasarkan hukum Ketatanegaraan Indoensia. Persoalan baru muncul jika berhubungan dengan isntansi pemerintah. Dalam kenyatannya ada perbedaan yang significant antara paham politik berlandaskan Katolik dan Protestan. di mana UU yang baru harus disyahkan DPR. UU hanya bisa dihapus dengan UU yang baru. Dalam hal ini harus dibedakan antara diskriminatif resmi yang dilakukan pemerintah melalui UU & Peraturan. Fakta lain. Inilah salah satu keunikan lain dari masyarakat Tionghoa Indonesia. seolah-olah Katolik bukan Kristen. . pandangan politik orang Tionghoa menjadi lebih beragam dibandingkan masa sebelumnya. Dalam kehidupan pribadi sehari-hari. yaitu pendekatan hukum dan pendekatan sosial. Oleh karena itu. ataupun dengan sekelompok masyarakat tertentu. bukan semuanya. sehingga sering muncul pertanyaan apakah sebenarnya oknum pejabat tsb rasialis atau hanya sekedar korupsi. malah ditambah dengan berbagai UU dan Peraturan lain yang lebih rasialis. tentunya dengan beberapa pengecualian.Protestan. Namun dalam kenyataannya. semua UU dan Peraturan ex Nederlansche Indie diambil alih oleh pemerintah RI. a. Kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum birokrat dengan semangat korupsi yang tinggi untuk memeras orang Tionghoa. Dalam proses penyerahan kedaulatan. yang secara kebetulan di kota-kota besar umumnya relatif lebih makmur dari kehidupan masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu banyak sekali UU dan Peraturan di Indonesia yang secara de facto masih berlaku adalah sisa-sisa peninggalan Belanda. dan disktriminatif sosial yang dilakukan oleh sebagian kecil anggota masyarakat. Sehingga muncul pemikiran praktis agar pandangan politik orang Tionghoa disalurkan ke partai-partai politik yang sudah ada. Dengan demikian. usaha-usaha untuk mempersatukan orang Tionghoa dalam suatu wadah politik menjadi semakin kabur dan nyaris mustahil. usaha-usaha untuk menghapus tindakan diskriminatif rasial dapat dibagi dalam 2 macam pendekatan. oknum-oknum pejabat tsb banyak yang bersahabat baik dengan orang-orang Tionghoa. Selama masa Orde Baru. Dengan pergeseran agama tersebut. USAHA-USAHA UNTUK MENGHAPUS TINDAKAN DISKRIMINATIF RASIAL Persoalan utama yang dihadapi orang Tionghoa Indonesia adalah tindakan diskriminatif rasial yang dilakukan SEBAGIAN KECIL anggota masyarakat. termasuk pula UU dan Peraturan yang bersikap diskriminatif rasial terhadap Tionghoa Indonesia. Pendekatan Hukum. dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. oknumoknum pejabat tsb juga memeras kalangan non-Tionghoa yang dianggap kaya.

muncul pemikiran untuk mengintensifkan kembali pendekatan sosial. antara lain melalui pendidikan. Salah satu contoh yang dapat dikemukakan adalah sekolah yang didirikan oleh dr. b. Dalam kenyataannya. Dengan cara ini akan terjalin suatu rasa kebersamaan antara murid-murid Tionghoa dan non Tionghoa. untuk mengapus UU dan Peraturan tsb bukan pekerjaan yang mudah. Di mata para akhli hukum. UU dan Peraturan lama tsb walaupun de facto masih berlaku. Murid-muridnya hampir semua berasal dari kalangan miskin. gotong royong dalam menghadapi bencana alam. Sesuai dengan hukum Ketatanegaraan di Indonesia. bukan memberi ikan. agar lebih efektif dan efisien sejalan dengan kondisi saat ini. tapi dalam kenyataannya banyak yang sudah tidak dipakai lagi. diharapkan akan muncul pemikiran baru yang mematahkan pemikiran lama yang menganggap bahwa orang Tionghoa selalu hidup exclusive. diharapkan secara bertahap akan muncul pandangan positif terhadap kalangan Tionghoa yang selama ini cenderung dicap hanya mau mencari untung semata-mata. Kail yang dimaksud bisa bermacammacam jenisnya. termasuk sisa-sisa UU dan Peraturan ex Nederlandsche Indie.Dalam masa reformasi. Di luar kegiatan sekolah. baik formal maupun informal. sebenarnya sudah sejak lama dilakukan oleh kalangan Tionghoa Indonesia pada masa pemerintahan Bung Karno. kondisi ini memungkinkan birokrat mempunyai kesempatan untuk bersikap rasialis terhadap orang Tionghoa. semua murid disuruh bekerja membuat barang tertentu. karena DPR saat ini masih sibuk menangani persoalan-persoalan baru yang muncul selama masa trasisi.Simon Tan di Medan. baik Tionghoa maupun non Tionghoa. Pendekatan Sosial. pola pendekatan sosial yang dimaksud adalah cooperative persuasif untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Di kalangan orang Tionghoa moderat. tanpa pandang bulu. Dengan bergotong royong. gotong royong dalam membangun sarana umum. Para akhli hukum juga tahu. dan kerja sama usaha yang saling menguntungkan. muncul usaha-usaha untuk menghapus 62 macam UU dan Peraturan yang bersifat rasialistis. Dalam hal ini pola pendakatan yang dimaksud ibarat pepatah : memberi kail. dalam usaha-usaha untuk menghapus tindakan diskriminatif rasial terhadap orang Tionghoa Indonesia. yang kelak setelah terjun ke masyarakat . Melalui berbagai macam pendekatan tersebut. sehingga muncul nada-nada sumbang terhadap tuntutan mereka. tidak mudah untuk menghapus UU sedemikian banyaknya. Sampai sekarang tidak jelas kemajuan tuntutan tsb sampai di mana. bisa disebutkan antara lain : pelayanan rumah sakit dengan subsidi silang untuk membantu pihak yang kurang mampu. Pada prinsipnya. Pola pendekatan sosial. yang hasilnya untuk membiayai sekolah mereka sendiri. dan lain-lain. Dalam bidang sosial kemasyarakatan. perbaikan kampung. Pemikiran baru yang muncul hanya merubah strategi pendekatan. di samping sibuk mengisi kantong pribadinya. namun mereka tetap melaksanakan protes terhadap pemerintah.

yahoo.dr. bahwa Bandung saat itu aman berkat jasa dr.Tan bisa melakukan diplomasi sembako kalau tidak ada hubungan baik sebelumnya. Contoh lain adalah usaha yang dilakukan alm. Masyarakat Tionghoa Indonesia merupakan masyarakat yang sangat heterogen. Pola pikir sosial politik "pihak luar" dengan latar belakang sosial budaya yang berbeda. Sangat ideal jika semua UU dan Peraturan rasial bisa dihapus. informasi tentang dr.Tan Tjin Hong di Bandung pada tahun 1998. Sayangnya. b. c.Tan menghimpun dana untuk pembagian sembako tsb hanya dari bunga deposito para donaturnya. Sekian dan terima kasih. Bandung 11 November 2002 Herry Antono Catatan: Tulisan di atas pada awal November 2002 pernah dimuat di milis tionghoanet ( http://groups. dan secara tekhnis lebih mudah dilaksanakan.Simon Tan sangat terbatas sekali. secara tekhnis tidak mudah dilaksanakan dan akan memakan waktu lama. KESIMPULAN. Tidak banyak orang yang tahu.com/group/tionghoa-net/messages/ ) sekitar 2 bulan yang lalu . Beberapa kasus menunjukkan. Padahal Bandung saat itu sudah dijadikan target kerusuhan berikutnya setelah Solo. sejalan dengan banyaknya suku-suku di Indonesia yang berpengaruh dalam terhadap kehidupan sosial budaya masing-masing. Mustahil dr. meskipun secara psychologis bukan sesuatu yang mudah. Uniknya. tapi tindakan diskriminatif rasial tidak tergantung ada tidaknya UU dan Peraturan yang bersifat diskriminatif. bahwa pendekatan sosial ternyata lebih efektif dalam usaha mengeliminir tindakan diskriminatif rasial. a. e.Tan yang melakukan diplomasi sembako ke berbagai pihak yang mampu mengendalikan massa yang potensial melakukan kerusuhan ala kerusuhan Mei 98. Pendekatan hukum dalam usaha menghapus tindakan diskriminatif rasial.dapat diharapkan akan menjadi pionir-pionir yang bebas dari sikap diskriminatif. Pandangan politik masyarakat Tionghoa. bertentangan dengan paham sekularisme yang didukung hampir seluruh masyarakat Tionghoa Indonesia. dr. sedangkan pokok deposito dikembalikan kepada pemiliknya masingmasing. d. akan sangat sulit diterima kelompok masyarakat Tionghoa di masing-masing daerah. sesaat setelah kerusuhan Mei 98 di Jakarta. tapi lebih tergantung pada pribadi oknum birokrat yang terlibat. jika dikombinasikan dengan pandangan politik berdasarkan agama tertentu.

sebagaimana kita selalu mengingat black Tuesday yang menandai awal . Laporan akhir tahun ekonomi akan mengungkap semua persoalan itu dan mencoba menggambarkan keadaan untuk tahun mendatang. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Pada awal kemerdekaan dengan mengerahkan segala potensi yang ada padanya. Itulah istilah yang paling pantas diberikan bagi perekonomian Indonesia sepanjang tahun 1998. TAHUN 1998 menjadi saksi bagi tragedi perekonomian bangsa. Simon Saragih. Banu Astono. menjadikan negara mandiri yang merdeka. Andi Suruji. Semua dituliskan oleh wartawan ekonomi Kompas. Pieter P Gero. sekarang mereka seolah-olah merasa kecewa. Laporan akan dituangkan dua hari berturut-turut. tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi begitu hebat. Senin (21/12) dan Selasa. Mungkin dia akan selalu diingat. dan Yovita Arika. dan ingin berdiri sebagai negara mandiri. 3/2000 Abstrak:Akhir-akhir ini terlihat semacam isyarat yang mengarah kepada kemungkinan akan terjadinya disintegrasi dalam kehidupan bangsa . Disintegrasi Senin. No. Tjahja Gunawan. masyarakat Aceh telah menunjukkan dukungan mutlak terhadap kemerdekaan yang diproklamasikan Bung Karno dan Bung Hatta. lepas dari induknya. padahal dulu mereka sendiri turut mendukung berdirinya negara kesatuan Indonesia itu . Isyarat ini semakin kuat denyutnya dalam detak jantung kehidupan politik bangsa Indonesia akhir-akhir ini . dengan mengumpulkan harta benda rakyat. 21 Desember 1998 LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Krisis Ekonomi 1998. Dedi Muhtadi. Namun. Kata Kunci:Kerusuhan sosial. Sejumlah orang Aceh dan Papua secara transparan telah menunjukkan keinginannya untuk melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yosef Umar Hadi. Republik Indonesia . Setelah berpuluh-puluh tahun terbuai oleh pertumbuhan yang begitu mengagumkan.DISINTEGRASI SOSIAL : SEBUAH TINJAUAN BUDAYA Oleh: Sjafri Sairin Artikel di Jurnal Humaniora Volume XII. membeli dan menyerahkan sebuah pesawat terbang yang diberi nama Seulawah menjadi milik negara yang baru merdeka itu . Subur Tjahjono. Ninuk M Pambudy. Begitu pula masyarakat Papua yang memilih menjadi bagian dari Republik Indonesia pada awal 1960 an . Tragedi tak Terlupakan PENGANTAR REDAKSI "KEAJAIBAN yang hilang". Sri Hartati Samhadi. Unsur kedaerahan. Ferry Irwanto. Ini adalah pesawat terbang pertama yang dimiliki negara ini . di Rubrik UTAMA dan Rubrik OPINI.

Dia juga sekaligus membalikkan semua bayangan indah dan cerah di depan mata menyongsong milenium ketiga. Mungkin Soeharto.resesi ekonomi dunia tanggal 29 Oktober 1929 yang juga disebut sebagai malaise.44 milyar dollar AS. Bahkan situasi seperti lepas kendali. tenggelam begitu saja. Efek bola salju Faktor yang mempercepat efek bola salju ini adalah menguapnya dengan cepat kepercayaan masyarakat. atau terdepresiasi lebih dari 80 persen sejak mata uang tersebut diambangkan 14 Agustus 1997.850/dollar AS pada tahun 1997. Bahkan kursi atau tahta mantan Presiden Soeharto pun goyah. Krisis yang sudah berjalan enam bulan selama tahun 1997. perubahan dramatis terjadi. Akhirnya. namun terbukti tidak bisa segera memperbaiki stabilitas ekonomi dan rupiah. Sementara pada saat itu cadangan devisa tinggal sekitar 14. dalam tahun 1998 dengan cepat berkembang menjadi krisis ekonomi. Dari total utang luar negeri per Maret 1998 yang mencapai 138 milyar dollar AS.5 milyar dollar AS adalah utang swasta yang dua pertiganya jangka pendek. sikap plin-plan pemerintah dalam pengambilan kebijakan.000/dollar AS pada 22 Januari 1998. . selama sisa hidupnya akan mengutuk devaluasi baht. tak pelak lagi merupakan periode paling hiruk pikuk dalam perekonomian. di mana sekitar 20 milyar dollar AS akan jatuh tempo dalam tahun 1998. dan bencana alam La Nina yang membawa kekeringan terburuk dalam 50 tahun terakhir. juga sebagai reaksi terhadap angka-angka RAPBN 1998/ 1999 yang diumumkan 6 Januari 1998 dan dinilai tak realistis. Selama periode sembilan bulan pertama 1998. krisis yang semula hanya berawal dari krisis nilai tukar baht di Thailand 2 Juli 1997. Katakan. yang menjadi pemicu semua itu. Rupiah yang melayang. dan akhirnya dia tinggalkan. berlanjut lagi krisis sosial kemudian ke krisis politik. bagai layang-layang yang putus talinya. sekitar 72. Dampak krisis pun mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Prestasi ekonomi yang dicapai dalam dua dekade.berkembang semakin buruk dalam tempo cepat. Dana Moneter Internasional (IMF) mulai turun tangan sejak Oktober 1997. besarnya utang luar negeri yang segera jatuh tempo. selain akibat meningkatnya permintaan dollar untuk membayar utang. sektor apa di negara ini yang tidak goyah. Seperti efek bola salju. situasi perdagangan internasional yang kurang menguntungkan. memburuknya kondisi kesehatan Presiden Soeharto memasuki tahun 1998. ketidakpastian suksesi kepemimpinan. Krisis ekonomi Indonesia bahkan tercatat sebagai yang terparah di Asia Tenggara. meluncur dengan cepat ke level sekitar Rp 17. Hanya dalam waktu setahun. dia juga berkembang menjadi krisis total yang melumpuhkan nyaris seluruh sendi-sendi kehidupan bangsa. Terpuruknya kepercayaan ke titik nol membuat rupiah yang ditutup pada level Rp 4. dunia usaha.

Pengangguran melonjak ke level yang belum pernah terjadi sejak akhir 1960-an. dinaikkannya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) menjadi 70. yakni sekitar 20 juta orang atau 20 persen lebih dari angkatan kerja.088 dollar/kapita tahun 1997. perekonomian yang masih mencatat pertumbuhan positif 3. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) anjlok ke titik terendah. kesulitan trade financing. pada 15 September 1998.75 persen pada awal krisis). bertumbangan.12 poin. Di pasar uang. menyebabkan kesulitan bank semakin memuncak. 16. Anjloknya rupiah secara dramatis.87 persen dan 14.9 persen kuartal III 1998. bahkan ratusan perusahaan.5 persen kuartal II 1998. menyebabkan pasar uang dan pasar modal juga rontok. ternyata sama terpuruknya dan tak mampu memanfaatkan momentum depresiasi rupiah.1 persen dibandingkan periode .67 persen. dengan angka inflasi Februari mencapai 12. sektor ekspor yang diharapkan bisa menjadi penyelamat di tengah krisis. jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan juga meningkat mencapai sekitar 50 persen dari total penduduk. Sementara kapitalisasi pasar menciut drastis dari Rp 226 trilyun menjadi Rp 196 trilyun pada awal Juli 1998.8 persen dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) menjadi 60 persen pada Juli 1998 (dari masing-masing 10.339 pada awal krisis 1 Juli 1997. dan 17. dan perbankan. Demikian pula laju inflasi hingga Agustus 1998 sudah 54.9 persen pada kuartal I 1998. Di pasar modal.4 persen pada kuartal ketiga 1997 dan nol persen kuartal terakhir 1997.54 persen. Sektor yang paling terpukul terutama adalah sektor konstruksi. 292. dan persaingan ketat di pasar global. dari 467.155 dollar/kapita tahun 1996 dan 1. ketergantungan besar pada komponen impor. bank-bank nasional dalam kesulitan besar dan peringkat internasional bank-bank besar bahkan juga surat utang pemerintah terus merosot ke level di bawah junk atau menjadi sampah. Sekitar 70 persen lebih perusahaan yang tercatat di pasar modal juga insolvent atau nota bene bangkrut. ekspor migas anjlok sekitar 34.Krisis yang membuka borok-borok kerapuhan fundamental ekonomi ini dengan cepat merambah ke semua sektor. sehingga melahirkan gelombang besar pemutusan hubungan kerja (PHK). Data Badan Pusat Statistik juga menunjukkan. Akibat PHK dan naiknya harga-harga dengan cepat ini. mulai dari skala kecil hingga konglomerat. Perbankan mengalami negative spread dan tak mampu menjalankan fungsinya sebagai pemasok dana ke sektor riil. terus menciut tajam menjadi kontraksi sebesar 7. akibat beban utang. Selama periode Januari-Juni 1998. dan dua dari tiga penduduk Indonesia disebut Organisasi Buruh Internasional (ILO) dalam kondisi sangat miskin pada tahun 1999 jika ekonomi tak segera membaik. khawatir harga akan terus melonjak. Puluhan. Sementara si kaya sibuk menyerbu toko-toko sembako dalam suasana kepanikan luar biasa. Di sisi lain. manufaktur. Pendapatan per kapita yang mencapai 1. menciut menjadi 610 dollar/kapita tahun 1998.

36 persen. karena memperoleh keberatan di sana-sini bahkan sempat memunculkan ketegangan dengan IMF. Situasi yang terus memburuk dengan cepat membuat pemerintah seperti kehilangan arah dan orientasi dalam menangani krisis. terputusnya pembiayaan luar negeri. yang menuntun ke tumbangnya Soeharto pada 21 Mei 1998. rusaknya jaringan distribusi nasional. tidak banyak menolong keadaan. membuat dukungan IMF dan internasional mengalir lagi. dan ditangguhkannya banyak rencana investasi asing di Indonesia. dan IMF sempat menangguhkan bantuannya. Begitulah. jaminan itu tak kunjung bisa mengakhiri krisis perbankan yang sudah . Tragedi berdarah ini memicu pelarian modal dalam skala yang disebut-sebut mencapai 20 milyar dollar AS. Sementara di sisi lain. juga dalam tekanan akibat surutnya penerimaan. dan lebih sibuk dengan manuvernya untuk merebut hati rakyat. Pada 4 April 1998. yang dikeluarkan pemerintah awal tahun 1998 juga. Ditinggalkannya rencana CBS dan janji pemerintah untuk kembali ke program IMF. Untung ada jaminan atas simpanan nasabah. Anomali Krisis kepercayaan ini menciptakan kondisi anomali dan membuat instrumen moneter tak mampu bekerja untuk menstabilkan rupiah dan perekonomian. Bahkan memicu adrenali masyarakat. Akan tetapi kelimbungan Soeharto. yang sebelumnya terbilang tenang menjadi beringas. Di tengah posisi goyahnya.sama 1997. Antrean panjang nasabah menyambut industri perbankan awal tahun 1998. Namun demikian. menjadi awal dari semua prahara perbankan itu. segera berubah menjadi aksi protes. Mereka benar-benar telah menempatkan kepercayaan pada bank di bawah telapak kaki. kerusuhan dan bentrokan berdarah di Ibu Kota dan berbagai wilayah lain. Munculnya pemerintahan baru yang tidak memiliki legitimasi. kita telah menyaksikan episode terburuk perekonomian sepanjang tahun 1998. Tindakan likuidasi tanpa memperhitungkan kepanikan nasabah. Pemburukan kondisi ekonomi. telah sempat menghilangkan berbagai momentum atau kesempatan untuk mencegah krisis yang berkelanjutan. Kemarahan rakyat atas ketidakberdayaan pemerintah mengendalikan krisis di tengah harga-harga yang terus melonjak dan gelombang PHK. Soeharto sempat menyampaikan konsep "IMF Plus". sebelum akhirnya ide tersebut ditinggalkan sama sekali tanggal 20 Maret. dan politik dengan cepat ini setidaknya terus berlangsung hingga kuartal kedua. Letter of Intent ketiga ditandatangani. Kesulitan perbankan di satu sisi bisa tertolong karena tidak lagi harus dicecer nasabah panik. bahkan kuartal ketiga 1998.* LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Era Bank-bank Bangkrut INDUSTRI perbankan selama tahun 1998 begitu hiruk-pikuk. gelombang hengkang para pengusaha keturunan. sosial. sementara ekspor nonmigas hanya tumbuh 5. sektor fiskal yang diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi. yakni IMF plus CBS (Currency Board System) di depan MPR.

ada sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk menyehatkan perbankan. Pemilik bank juga bangkrut. juga tak menyelesaikan masalah. Resesi ekonomi telah mencampakkan semua kredit yang disalurkan menjadi sampah. Idealnya. Bahkan sebagian besar saham-saham bank swasta telah dicengkeram oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Beban bankir semakin bertambah saja. Namun pemerintah pun kini bagai tunggang langgang. pola pengembalian . Diperkirakan akan ada Rp 257 trilyun untuk menyuntikkan modal perbankan. telah pula menjadikan pemilik menghadapi beban yang terus bertambah. sebagian kredit itu telah menguap dan sebagian besar menjadi simpanan pemilik bank yang ada di sistem perbankan internasional. Secara de facto. yakni suku bunga kredit yang lebih tinggi ketimbang suku bunga simpanan nasabah. Akan tetapi pengambilalihan Bank Indonesia atas saham-saham perbankan nasional. Akan tetapi pengenaan suku bunga BLBI. Borok-borok itu. Ambil contoh. Akibatnya terjadi negative spread. Bank Indonesia memang menyuntikkan likuiditas berupa BLBI. Pertama adalah warisan dari kepanikan nasabah yang mengakibatkan sumber pendanaan kosong melompong. kebijakan yang dikeluarkan pun-untuk menyehatkan perbankan-seperti anak-anak bermain tali. sebagaimana di berbagai negara. angka Rp 257 trilyun itu juga bukan hal mudah untuk dipenuhi. pemilik bank sendiri harus menyuntikkan modal untuk memberi roh pada perbankan. Tambahan pula. Idealnya. Akibatnya. Pemerintah memang merencanakan rekapitalisasi dengan penerbitan obligasi. Tarik ulur hampir selalu mewarnai kebijakan pemerintah atas perbankan. Kekhawatiran akan bisnis yang tidak nyaman di Indonesia. ** SEBELUM rencana rekapitalisasi. pemerintah menjadi penolong mayoritas kesulitan perbankan. Kredit bermasalah bank sendiri pun mencapai kurang lebih Rp 300 trilyun. jauh dari memadai. Ironisnya. Selain warisan dari penyakit masa lalu. terjerat kredit macet. karena kredit yang disalurkan ke kelompok sendiri. Akan tetapi angka itu dianggap terlalu moderat. Ada lagi faktor lain yang mewarnai. Bisa dikatakan. ada beberapa karakter yang membantai industri perbankan selama tahun 1998. pemilik saham mayoritas perbankan nasional adalah pemerintah melalui Bank Indonesia. Akan tetapi itu tidak dapat dilakukan. telah membuat mereka lari tunggang langgang. BI harus menanggung semua beban yang ada di perbankan. tiba-tiba dihadapkan pada beban dashyat akibat borok-borok industri perbankan. Kebijakan di bidang keuangan dan perbankan seringkali direvisi.berkembang menjadi kronis. sangat jelas terlihat pada peringkat perbankan yang mayoritas berkategori B (modal sudah menjadi negatif 25 persen terhadap aset) dan C (modal sudah negatif di bawah 25 persen) terhadap aset. bank-bank kita sudah tinggal gedung-gedung saja tanpa isi. Meski demikian.

Sampai akhirnya setelah melalui bebagai perdebatan. atau bankbank swasta yang selama ini cukup berhati-hati menyalurkan dananya. Tahun 1999. Itu merupakan bagian dari reformasi perbankan. hal itu mutlak diperlukan. Namun keunikan Indonesia. . Untuk kawasan Asia Pasifik. Sebelumnya pemerintah menentukan batas waktu pengembalian BLBI selama lima tahun. pemerintah menetapkan batas waktu empat tahun bagi pemilik lama saham mayoritas bank beku operasi (BBO) dan bank take over (BTO) untuk menyelesaikan kewajibannya. Aliran modal itu. termasuk yang dalam kategori investasi portofolio-berbentuk saham obligasi atau produk di pasar uang lainnya. Bagaimana pun. mengamati industri perbankan sepanjang tahun 1999 adalah sesuatu yang mereka nantikan. tahun 1999. *** DI tengah kebingungan itu. Berbagai kalangan. Aliran modal lainnya. tetapi untuk menyehatkan industri perbankan. akan masih terus dilanjutkan dengan sejumlah pertanyaan bagaimana menyelesaikan perbankan. Kebijakan yang hendak dilaksanakan itu pun. Sebenarnya ada hal paling urgen yang kelihatannya tak punya korelasi. Kalaupun ada yang bisa beroperasi normal.dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang berubah-ubah. domestik maupun dunia internasional di berbagai seminar. Mereka belum cukup mampu mengucurkan kredit. juga masih merupakan langkah sumir. Sebagaimana diketahui. belum memperjelas arah kebijakan pemerintah yang hendak ditempuh dalam dunia perbankan. likuidasi adalah suatu yang tak terhindarkan. Hingga kini semua itu masih menjadi tanya besar? Maka itu. dalam dunia yang sudah terintegrasi ini. Lalu bagaimana prospektif perbankan nasional? Hingga saat ini tak ada yang bisa memberikan jawaban tuntas. Maka itu. termasuk Indonesia. itu hanyalah bank-bank asing atau campuran. juga sangat kebingungan melihat endemik penyakit perbankan. adalah yang juga disebut sebagai foreign direct investment (aliran investasi asing langsung). Setelah kebijakan pengembalian BLBI sudah agak terang dan jelas. Maka itu. Bagaimana menyehatkan perbankan. Akan tetapi jumlah bank yang bisa bertindak seperti hanya dalam bilangan jari tangan. kebijakan pemerintah yang plintat-plintut bisa membingungkan pelaku pasar dan mengurangi kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan. sekarang muncul program rekapitalisasi (penambahan modal) perbankan yang merupakan bagian dari kebijakan restrukturisasi perbankan nasional. industri perbankan belum bisa diharapkan beroperasi seperti sediakala. jangan heran jika masyarakat terus bingung. kita bertanya. dan sekaligus juga perbankan satu negara. Namun yang jelas. Sebenarnya kebingungan dan kepanikan dalam masyarakat secara tidak langsung diciptakan sendiri oleh pemerintah melalui kebijakan yang tidak utuh. yang bisa dikatakan. peran aliran modal sudah menjadi penyangga perekonomian. Dengan rekapitalisasi perbankan pemerintah berobsesi menciptakan perbankan yang sehat dan kuat serta mampu bertarung di pasar global. hal itu sudah terjadi. kemudian diubah lagi menjadi satu tahun.

karena investor pasti akan datang kembali ke Indonesia. Apabila demikian. tetapi kerusuhan berdarah telah membuat investor ngeri untuk masuk ke Indonesia. apabila diinginkan ekonomi akan segera pulih. Karena itu. keinginan seluruh rakyat Indonesia yang menghendaki agar pemilu berlangsung jujur. Sebaliknya. Kedua hal itu menjadi syarat pembentukan pemerintahan yang bisa dipercaya rakyat. transparan. kondisi perekonomian di tahun 1999 berada dalam situasi yang kritis. *** MELIHAT pentingnya faktor penyelesaian politik. didukung rakyat. apakah pemilu akan berjalan jujur dan adil. Selain masalah politik. Melalui dialog nasional tersebut. pembenahan sektor ekonomi terutama moneter juga sangat penting. Oleh karena itu. meski dipandang menarik. rencana pegelaran dialog nasional sangat penting. serta menyadari pentingnya kembali arus modal masuk itu. Menurut dia. pemerintahan yang demokratis dan didukung rakyat. Korea Selatan dan Thailand. Kita sama-sama menghendaki. Untuk Indonesia. Investor bersikap menunggu. bahwa dirinya bersifat transisi dan hanya mempersiapkan pemerintahan yang akan datang. masuknya aliran modal asing sebagai jalan terbaik dalam pemulihan ekonomi hanya bisa terjadi kalau ada pemerintahan yang bersih. Jangankan untuk berbinis. adanya kepastian hukum dan sistem peradilan yang independen. lancar. Namun bayangan kegagalan masih berkecamuk. adil. bila kerusuhan sosial terus meningkat dan pemilu tidak dapat dilaksanakan. mengingat intensitas kekerasan dan kejadian perampokan dan penjarahan yang membuat masyarakat merasa tidak aman masih sering terjadi. Mulai saat ini harus dipersiapkan. adalah hal mutlak yang harus didengarkan otoritas. maka pemulihan ekonomi sulit diharapkan dalam waktu cepat. Pemerintah sekarang berani mengakui. Suksesnya pemilu dan Sidang Umum di tahun 1999 tidak serta merta terjadi begitu saja. untuk berkunjung pun mereka sudah enggan. Artinya perekonomian nasional berada di persimpangan jalan antara kemungkinan terjadi recovery dan kehancuran.tidak bisa segera membalikkan arus modal keluar menjadi arus modal masuk. apabila . ketenangan politik. serta demokratis. tertib dan sesuai dengan aspirasi sebagian besar rakyat merupakan keharusan. serta demokratis harus benar-benar dilaksanakan dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. adalah negara yang paling jitu dan lihai. maka dengan cepat ekonomi Indonesia akan pulih. LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Pemulihan Ekonomi Tergantung Penyelesaian Agenda Politik PELAKSANAAN agenda politik secara aman. Sebaliknya tokoh-tokoh nasional juga harus berani mengakui pemerintahan yang sekarang. Peluangnya separuh-separuh. Laksamana Sukardi menilai. diharapkan tokoh-tokoh yang terlibat menyamakan persepsi bahwa pemilu harus berhasil dan sesuai aspirasi rakyat.

Tetapi kalau melihat di lapangan terutama perkembangan politik yang ada. masalah utang luar negeri pemerintah dan swasta. bank-bank BUMN harus juga selesai. Bila default. tetapi intensitas kekerasan sudah cukup tinggi. yaitu restrukturisasi perbankan dan utang luar negeri. apalagi nanti kalau mendekati kampanye dan pemilu. Kabut tebal (situasi sosial politik-Red) menyebabkan pengendara (baca: pengusaha) tidak bisa memandang jauh ke depan.* LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Rupiah dan Saham. Yang dikhawatirkan ialah kalau terjadi gejolak sosial akibat kegagalan pemilu yang tidak menampung aspirasi rakyat. para pengusaha hanya meningkatkan volume dan penjualan dari yang sudah ada. restrukturisasi perbankan harus berhasil. Dengan pertimbangan-pertimbangan seperti itu. Kalau penyelesaian politiknya baik. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. mengakhiri krisis perbankan kepercayaan dunia internasional terhadap pemerintah tergantung dari penyelesaian utang tersebut. maka ekonomi akan cepat sekali kembalinya. Kedua. tetapi luar negeri. Oleh karena itu sikap para pengusaha di tahun 1999 ini sudah pasti akan menunggu. Yang terjadi. maka tidak akan ada kegiatan ekonomi. Haryadi B Sukamdani mengatakan. Pengusaha tidak mungkin mengandalkan pasar domestik. Apabila persoalan bank ini tidak diselesaikan. Atas dasar pertimbangan keselamatan. dunia usaha melihat kondisi perekonomian nasional di tahun 1999 ibarat seseorang yang sedang mengendarai mobil di tengah "kabut tebal". maka kredibilitas turun dan investor enggan masuk ke Indonesia. Rencana rekapitalisasi kemungkinan besar tidak akan berhasil. dengan demikian hanya tinggal sedikit bank yang kuat dan profesional. Oleh karena itu. Dua persoalan mendasar yang harus diselesaikan. maka yang ada hanya rasa waswas dan gamang. Sebelum mengatasi perbankan swasta. Investasi tidak akan ada. sebagai pengusaha pihaknya memang harus optimis. maka pengendara itu tidak punya pilihan lain kecuali menghentikan perjalanannya dan menunggu sampai kabut itu berlalu. Pertama. Meliuk-liuk Bagai Ular . karena tidak ada kodal kerja dan perdagangan.kita mengharapkan pemulihan ekonomi. pemerintah harus berani melakukan penutupan bank-bank yang memang tidak solvent. Sebab pemilu masih jauh. Sebab. masyarakat mendukung pemerintahan yang baru. Seberapa jauh masalah utang LN ini bisa diselesaikan.

Kondisi ekonomi yang mengalami kontraksi hingga minus 13 persen. terus menjadi-jadi sejak aksi penembakan mahasiswa Trisakti tanggal 12 Mei dan aksi penjarahan 14 Mei di Jakarta.RUPIAH pun tak mau ketinggalan telah menorehkan tinta merah dalam sejarah perekonomian.000 bulan Juni lalu. Pukulan bertubi-tubi atas rupiah mencapai gongnya. inflasi yang tinggi. Hal itu diikuti gelombang kerusuhan dan aksi politik yang sepertinya tidak habis-habisnya setelah mundurnya Soeharto. Menjelang tutup tahun 1998. Kurs rupiah selanjutnya terjun bebas mencapai Rp 17. Hal serupa juga dialami rupiah yang cenderung membaik sejak September lalu dan kini terus bertengger pada level Rp 7. Masih ingat ketika kurs rupiah hampir menembus Rp 17.000.000. indeks saham sedikit menapak naik melampaui tingkat 400 poin. *** MENGIKUTI perjalanan kurs rupiah dan indeks saham selama tahun 1998 ibarat naik turun gunung dengan lembah dan ngarai yang terjal. tingkat paling rendah selama sejarahnya. Rupiah masih sekitar Rp 11.000 per dollar AS pada 17 Juni 1998? Begitu Soeharto menyatakan diri mundur sebagai Presiden ke-2 RI tanggal 21 Mei 1998-yang diinginkan pasar dan diperkirakan bisa meredakan gelombang-tak juga menolong rupiah. Kecenderungan pelemahan rupiah pasar. bergejolak dan jika digambar terlihat seperti ular yang meliukliuk." ujar pengamat ekonomi Hartojo Wignjowijoto ketika kurs rupiah terus melemah mendekati Rp 17. setelah mata uang yen Jepang mengalami depresiasi tajam 12 Juni 1998. . mengakhiri krisis perbankan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) bulan September lalu akhirnya mencapai titik terendah 254 poin.000 per dollar AS. Bursa saham pun demikian halnya. Tingkat suku bunga yang mulai menurun akibat inflasi yang mulai terkendali dan aksi spekulasi pada valuta asing yang mulai mereda ikut membantu.000 sampai Rp 8. "Batas rupiah adalah langit. suku bunga bank yang melambung memberikan dampak buruk bagi perusahaan-perusahaan termasuk yang sudah terdaftar di bursa.

Kurs rupiah segera kembali menguat hingga di bawah Rp 10. Di bursa saham.Rp 5. penandatanganan letter of intent pemerintah dengan IMF tanggal 15 Januari membuat pasar valas dan saham bereaksi positif pada membaiknya perekonomian. Tidak terlalu "buruk" apabila dikaitkan dengan keadaan saat ini yang bergerak antara Rp 7. Sikap pemerintah yang juga tarik ulur dalam mencapai kesepakatan program bantuan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) semakin mempersulit keadaan. Hal serupa juga terlihat pada harga-harga saham di BEJ. krisis juga mulai masuk ke politik yang selama ini praktis menjadi "kawasan tabu". juga menunjukkan sikap serius pemerintahan menghadapi krisis. Kesepakatan dengan IMF juga memberikan sentimen positif krisis ekonomi Indonesia akan segera membaik. para investor asing mulai mengincar saham-saham unggulan Indonesia yang ketika itu sudah sangat murah. indeks saham terus terjun bebas hampir mendekati 300 poin pada bulan Desember dan Januari 1998. Revisi atas RAPBN 1998/ 1999. Indeks terus naik melampaui 500 poin pada Februari 1998. Kehadiran calon wakil presiden BJ Habibie pada waktu itu. Manuver-manuver politik semakin memperburuk kepercayaan pasar atas perekonomian Indonesia. krisis keuangan Indonesia ternyata sudah melebar menjadi krisis ekonomi. membuat pasar berkeyakinan bahwa Indonesia masih akan tetap dengan ekonomi biaya tinggi. suatu tindakan revisi pertama yang dilakukan pemerintahan selama ini. Intervensi BI di pasar valas ikut membantu. Kondisi negatif ini semakin diperparah dengan perkembangan global seperti jatuhnya kurs yen.000 per dollar AS.000.000 per dollar AS pada bulan Februari. Kurs rupiah setahun yang lalu masih bergerak antara Rp 4. Bukan hanya itu.000 .000. Setelah sempat melambung melampaui 700 poin pada bulan Juni 1997.Rp 8. Menurut pengamat pasar modal Jasso Winarto saat itu. Akibatnya. Bahkan sempat berada di bawah Rp 8. Beruntung. kepercayaan akan perekonomian Indonesia secara perlahan . *** SEBAGAIMANA dikatakan banyak pengamat.000 .Pasar memang tidak bisa kompromi dengan perkembangan politik. Akan tetapi kondisi ekonomi dalam negeri ternyata tidak bisa lagi diharapkan untuk mendukung rupiah agar tetap stabil sejak Bank Indonesia (BI) melepaskan rentang intervensi 14 Agustus 1997 dan menutup 16 bank swasta bulan November. harga-harga saham juga kembali melonjak.

Sayangnya.8 milyar dollar AS utang jangka pendek pihak swasta Indonesia yang jatuh tempo. Jerman.000). harus mulai diselesaikan dari diri sendiri.000 (di Singapura sudah mencapai Rp 17. Indeks saham pun terus turun hingga bulan September mencapai titik terendah 254 poin. IMF juga mulai mengucurkan dana bantuannya. rupiah yang mencapai kurs paling rendah. Sejak Juni dan Juli 1998. rupiah dan bursa agak pulih. apakah kurs rupiah dan indeks saham ini masih akan stabil pada tingkat ini saat memasuki tahun 1999? Penghujung tahun 1998. persoalan yang dihadapi seseorang atau sebuah negara. langkah pemulihan ini belum terlihat di bursa saham. Waktu itu. Sejumlah negara sahabat juga mulai memperlihatkan sikap mendukung program ekonomi Indonesia. ethnic and violence ignited at many places in Indonesia. sejak itu kurs rupiah terus anjlok hingga mendekati Rp 17. Transparan. Irian Jaya and “religious” violence between the majority Muslims and minority Christians on the eastern Maluku . Harga-harga saham terus berjatuhan. Seperti telah diungkapkan di atas. Jangan sampai malah menimbulkan kebingungan dan ketidakjelasan. mulai pupus. pemerintah sejak sekarang harus bisa menyelesaikan semua persoalan ekonomi dan politik yang di dalam negeri. setelah sejumlah perundingan bagi penyelesaian utang luar negeri pihak swasta dicapai kesepakatan di Frankfurt. Itu berarti. Akibatnya. Lebih kalut lagi. Tekanan terhadap rupiah mulai melemah. which was started with East Timor to be independent. Harga rokok ataupun air mineral jauh di atas harga per lembar saham. jelas. Indeks harga saham juga mulai menunjukkan tendensi merosot menembus angka 400 poin dengan beberapa kali naik sedikit sekadar koreksi kecil. Then.namun pasti. Tidak jarang. tekanan terhadap rupiah semakin bertubi-tubi. Pasar valas maupun bursa saham seperti telah patah arang terhadap pemerintah RI. diperkirakan sekitar 9. Akan tetapi sebagaimana dikemukakan. secara perlahan mulai membaik. harga saham di BEJ sudah senilai harga permen. Unfortunately in the same time. Pertanyaannya. Tri Nuke Pudjiastuti♦ Since 1998 the political uncertainties and acute economic crisis have result of the long ruling authoritarian regime of President Suharto and design the installation of a new democratic system. pihak peminjam di luar negeri mendesak para penerima pinjaman di dalam negeri agar segera membayar utangnya. dan cepat diperlukan. Letter of credit (L/C) dari Indonesia tidak lagi diterima semua pihak di luar negeri. tegas. there are the revival of ethno-nationalism in the provinces of Aceh (in the northern Sumatra).* MIGRATION AND CONFLICT IN INDONESIA By.

2 Although there are some actions from many kinds of local. when the complex process of state making was not creating political space for pluralism. not only from Kalimantan and Ambon. See Susan F. Irian Jaya dan Nusa Tenggara. It was more in the SARA concepts (ethnic.ch/refworld/pubs/pubon. 10-13 June 2002 ♦ Researcher at the Centre for Political Studies. Resistance of Ethnics Ethnic tension actually is not a recent phenomenon. Since 1998 the flow of IDPs is already more than 1. but also from Sumatra. the government is also still weak and ineffectual in dealing with the situation. Solo. it will focus on what actually the reason was behind the movement and how to create the solution. it seems no real government effort to solve the IDPs problems. when a sustainable economy recovery is so slowly and looks un-focusing. but more uniforms. religion. Remaining the IDPs problem that will be discussed. 1 IDP actually is a part of forced migration. human right abuses and political repression that displace people from their home communities. Since the crisis started the structure Indonesian society faces many social. 3 It could be detected from stigma of Indonesian and Chinese minority. today in the social-political transition there is changing pattern and more complicate.1 This flow of them becomes recent phenomenon around regions in Indonesia. Working Paper 41: Global Migration Trends and Asylum. New Issues In Refugee Research. the Indonesian Institute of Sciences (P2P-LIPI). One of big real effect is in the grassroots population which directly faces the violence and the hard time in the shelters and tents as internally displacement persons (IDPs). which the stronger indication has shown on 13-14 May 1998 tragedy at Medan Jakarta. It is potential in Indonesia and the seed of conflict were planted more than 30 years ago.idpproject. 2 1998. economy and political problem of ethnic. Ethnic violence . Surabaya and Palembang. Moreover social commitment was so fragile.org/database/.3 million persons. Http://www. However. such as among social relationships or political cooperation.Islands and Poso (Central Sulawesi). race and among groups) which actually it created negative impact for harmonize of civil society.unhcr.htm> 2 See the data of WFP. Sulawesi. as Susan F Martin remains that their flow is caused more of push factors in their home communities which is fuelled by conflicts. Martin. VAM Unit Jakarta. April 2001: <http:www. Even many the violence remains linked to elements of the military. national and international organizations since This paper will be presented at 2002 IUSSP Regional Population Conference in Bangkok. In the recent years Indonesia still continues to suffer. Discussing IDPs in Indonesia.

to their cause. East Nusa Tenggara. That was such as what happened in Maluku 1999. communal and seed of ethnic consciousness. From this phenomenon of conflicts. Tasikmalaya. whereas in fact from the people composition. The suffer continues and secular nationalism which based on region and largely on the sidelines. the violence dispread to West Lombok district. but there are some those dominated.6 In Mataram the composition of ethnic are so heterogenic. as usually in other region in Indonesia. Those situation causes the widespread of conflict have succeeded in attracting religious matter. and (3) Natural resources struggle. . Sumba. Maluku. such as violence between the majority Muslims and minority Christians on eastern Maluku islands and Poso–Central Sulawesi. which are Moslem. and Pekalongan (Central Java). Unfortunately at the same time government recruited employees. which the majority is Christian. such as at Situbondo (East Java). Akar Masalah dan Solusi atas Konflik-konflik Lokal di Aceh. Bara Dalam Sekam: Identifikasi 3 dimensional and latent. Central Lombok and Senggagi Tour region. This pattern is also showed in Waikabubak. social. First. West Nusa Tenggara. as occurred at Ambon and Mataram. Look Riza Sihbudi et. Religion becomes tool of pressure the mass movement.ignited with East Timor’s drive to independence. Sumbawa and Bima ethnics. there are Sasak. economic and political dimension. (2) Political conflict movement and nationalism. there are three general patterns of conflicts: (1) Economic and political conflict multi 3 Since 1996 there were the big and wide riots with religious. the revival of ethnonationalism in the provinces of Aceh (in northern Sumatra) and Irian Jaya.5 This condition really disappointed and discriminated the Ambon Christian indirectly. These social conflicts phenomenon is interested in term of friction and transformation pattern from Indonesian and Chinese minority pattern to the local people and the new settlers and the other things.4 The main reason of conflict actually related with the history of new settlers came and the reason why they live there. When social violence was trigger by government recruitment employees (Pegawai Negeri Sipil= PNS) at East Nusa Tenggara. All are the economical reasons. which mostly the Moslem and usually they should be the ICMI member. as their identity. between local ethnic and Maduras in East Kalimantan. the new settlers are much less than local people. the economic and political conflict multi dimensional and latent pattern grows particularly in the regions which actually had religion harmony. have consequences the ethnics conflicts. Rangkas Dengklok (West Java).al. Beside that. Papua dan Riau. These three regions had long histories of resistance to central authority in Java. in January of that year Ambonese Christians mobilized anti-new settlers feeling against the Bugis (ethnic from Sulawesi) and Butonese minorities.

Although the base of conflict much more of economic interest. 7 restaurants. . communal and seed of ethnic consciousness pattern is showed such as in Sambas. but not the extent of the emotion invested in ethnic conflict. Menristek RI dan Pustaka Mizan. separatist movements are the best way for them. this political conflict ethnic movement and nationalism kind of conflict actually grows on the region which has good and rich natural resources. 4 Second. The violence fights and murder. 4 Kompas.Kerjasama LIPI. Indonesian Academic Moslem Community). 77 houses. He remains that there are conception of the role of cultural differences in the politics 7 See Riza Sihbudi et al. such as in Aceh. See P2P-LIPI research. The national government has controlled them to much and exploited their natural resources all. 5 Around the end of 1995. the straightforward relationships between economic competition and ethnic conflict are difficult to establish. but the economic problem explains much more at the top than at the bottom of developing societies. that involves as the parts of managing these resources. the Jakarta Post. it was among Malay. Anatomi Kerusuhan Sosial Di Indonesia (The Anatomy of Social Conflict in Indonesia). Riau and Irian Jaya. Indonesia di Ambang Perpecahan. 2 May 2001. Republika. preferences and imputed aptitudes and environment. West Kalimantan. 8 Kompas. Bandung. This organization spread to all of Indonesian Provinces through PNS. 29 shops. Potensi Disintegrasi Nasional: Kasus Empat Dearah. 8 June 2001. Kerjasama Kantor Menteri Negara Riset dan Tehnologi RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Even though the base of conflict is economic interest. January 2001: 9-11. the former Vice President BJ Habibie developed the new Moslem organization. Then they took revenge by burning houses. Started from the armed robbery have been done by Maduras to Melayu on 17 January 1999 on Paritsetia village. Therefore. such as churches. this natural resources struggle.al. 8 March 2001. which is called ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia. 2001 and Syamsuddin Haris. under Suharto power. Yayasan Insan Politika. 6 In the first case shows a lot of places burnt. Suara Pembaruan. 1999: 314. in Syamsuddin Haris et. but the local people do not have enough power and resource sharing. 2002. and Media Indonesia. The Asian Foundation and Erlangga Publisher. the local people feel on the discrimination position. history. Mizan. and 14 cars were burnt. As Horowitz points out that ethnic conflict are often labelled cultural conflicts. such as even the Madurese in Kalimantan does not adapt easily with other Madurese in Madura Island – East Java. economic theories can explain it as a part of conflict interest. The political power which is base on PNS is use to be on the new order regime. Dayak and Chinese with Madurese. Every ethnic or a part of ethnic usually has difference in culture. The Sambas conflict was so unique.8 Much more obviously. Such relationships are not wholly absent. because cultural differences that usually divide ethnic groups.Kerjasama PPW-LIPI. 7 Third. February 1999. even genocide could not be avoidable.

Such as scores of IDPs now live in camps or shelters along with conflict of many areas in Aceh. Central Sulawesi had first emerged in a 1998 fight over a local political appointment. but tens of thousands fled their homes over the course of the year. Horowittz.idpproject.000 IDPs from Central and West Kalimantan of the recent outbreaks of violence living in appalling in tents and shelters in Pontianak. which make the society has many cultural sections and one of them dominates the others. especially in . which resulted in sharp increases in the number of people suffering from diarrhea and skin disease. but the available information shows that large IDPs do not find enough shelters in organized camps or protected areas.10 AS seen in the map one.9 In spite of this. VAM Unit Jakarta. Thousands of non-Acehnese migrated to other provinces in Sumatra and Java. many in the face of violent police and military “sweeps” for suspected rebels. the dominate culture does not come from the local community. As seen in map two. 6 In July 2001 the approximately 60.html/ 11 Source: WFP. They have lost everything. Ambon. which lives day-to-day in temporary camps. Sambas.5 of ethnic relations. It is so hard to establish the exact figure. Thus the core of problem is marginalization of local communal that is related with the self of ethnic identity. such as: The eruption of a separate Christian and Muslim conflict in Poso. California. the intention of population flow recently around 1. The worse ethnic conflict affects the flow of displacement population in many places in Indonesia. The Flow of Internally Displacement Persons (IDPs) Nothing expression in discussing the situation and condition can say just “becoming stranger at their own house”.136 people (30 November 2001)11.org/database/. Ethnic Groups in Conflict.321.12 People who have been forced to leave their homes because of conflict are put in an extremely vulnerable situation. There was also a scarcity of clean water. the number of persons displaced by the conflict ebbed and flowed. Left at lease 200 dead and an estimated 60. but the culture of new settler or the government. Http://www. This has evoked frustration among the displaced. the main camps of IDPs are widespread in almost all Indonesian islands. West Kalimantan.000 people temporarily displaced. many after having been threatened by rebels. Respiratory diseases were not the only problem. 9 Donald L. Poso and Irian Jaya. In Aceh. or military barracks with very limited infrastructure.hrw. which includes internal as well as across borders. It really becomes the fuse factor of conflict. University of California Press. 1985: 135-136. 10 Http://www.org/wr2k1/asia/indonesia. which are in widespread from many conflict places in Indonesia. Sampit.

because they promote the new conflict with local population in the new place. Some of them have to shuffle from one place to another as manual labourer to make ends meet. but the local community of Buton is reluctant to accept them. Nusa Tenggara and Central Sulawesi. Kompas. Madura. they have found themselves treated as aliens by the local. they have been virtual prisoners in their camp and have not been allowed to go outside the camp. 7 assistance so far. IDPs seem have taken some chance of land for working. which come from not only local and national NGOs but also international NGOs and other countries governments. It seems that both the local Buton ethnic and the Butan IDPs have had difficulties to find to integrate themselves after the long separation. for example they are from Sampit. 14 The Jakarta Post. maybe because the IDPs have been exposed to different cultures in Ambon. are struggling to suppress the growing strain of accommodating thousands of IDPs Madurese from conflict in Central Kalimantan. Until on 8 October 2001 IDPs in their camp have been involved in deadly bawls with local community. In actual fact both the local people and IDPs of Maluku originate from Button Island. The worse situation is the psychical condition among IDPs. because neither the provincial nor national government has provided meaningful 12 Koran Tempo 16 July 2001 7 June 2001.14 Most of them are the responsibility of feeding and houses on the local villagers in Sampang. In Sampang Madura. These all go to show that they really need the humanitarian assistance. Maluku Island.13 Beside that. but many of them face another conflict with local people. More than 55. Although the IDPs only left the island around two generations ago. do not want to go to school and develop social live. which live at Sampang district. Medan. IDPs from Maluku in Buton. one of the examples.000 IDPs from Sampit are spread on 40 villages are in psycho-social trauma. because trauma to threaten far away with their parents. 22 October 2001. 25-30 April 2001 13 Republika. Suara Pembaruan. It is interested. particularly when they work as a vendor or labourer. actually the Button ethnic.the economic sense. in some places there are potential conflict with the local people.17 After that. There are the small example. actually IDPs’ flow or displacement population in Indonesia is still far from reducing the conflict.16 The local residents always corner and portray the Maluku IDPs as trouble-makers and frequently have been violence to them.15 Although it looks can run in the daily time. Children. for example. Most of them came with little more than the clothes they were wearing. such job which does not easily create new opportunities in the camps where they live. Central Kalimantan. Life in the various camps is actually fraught with suffering. It is possibly. Since 1998 there is some Crisis Centre that . for examples. which can find in many places IDPs camps or shelters such as in West Kalimantan.

It means also one ethnic group can not claim their land is their ethnic land. Although at that time the National Board Coordination (Badan Koordinasi Nasional = Bakornas) created for tacking the natural disaster and refugee (or IDPs) and now under the State Minister of Social Welfare participate dealing with natural disaster and IDPs. but still no really effort of government to maintain a sense of unity and domestic security. but there are some fragile problems come out. 17 Ibid. the government and police should not blame ethnic Madurese. 8 government.special for social conflicts in Indonesia. from food. 12-13 and 19-20 October 2001. 9 Sampit. First. They are active to providing humanitarian assistance. This concept means that every citizen can stay and live in all other places in Indonesia. Through the Social Welfare Minister Bachtiar Chamsyah tried to adopt a part of the policy of transmigration. This physical rehabilitation project actually has some serious weakness that should be understood. there is not sense of urgency of the Government. IDPs from Aceh resettled from Medan to Bengkulu. the national government and police exploited their power to push Madurese to move other places. transmigration project already did to some of IDPs in Sulawesi. which try to give solution of displacement. Sulawesi. Resettlement policy is as the one of solving problem in many places for IDPs looks a good point for them.18 And. Therefore. in the case of Madurese in 18 Kompas. They share all. Ambon and Irian jaya. At the side of that. See many new about IDPs in Sampang. which it has to have for encouraging sense of belonging among societies. such as Suara Karya 27 August 2001. There are around 800 IDPs families resettled to transmigration settler unit (Unit Pemukiman Transmigrasi: UPT) Donggala district – South-east Sulawesi. The Unclear Government Policies Since the government of President Abdurrahman Wahid. Media Indonesia and Koran Tempo. normalization and resettlement back. it was not causes directly by inter-group differences. when they did not want to do resettlement. Media Indonesia 19 July 2001. 22 December 2001. without concerning with what ethnic they are. there is no real government effort to prosecute anyone to stop the conflict and offer the humanitarian aid for IDPs. but again. Kalimantan. Kompas 8 March 2001. These policies are in the three kinds of project: transmigration. 16 The Jakarta Post. Actually there are policies of the IDPs. particularly in many places in Sumatra. a closer examination of the conflicts and the causes of conflict. Koran Tempo 12 May 2001. which usually they work together with international organisation and many other NGOs and sometimes with 15 Many local family of five are now having to accommodate and feed as many as 20 50 IDPs. However . space and help send children of IDPs to local schools also. The concept of resettlement is in contradiction with the concept of Indonesian nation building and state building.

Under transmigration program the government hoped to ease the pressure of the growing population in Java and populate those areas of Indonesia that were less densely populated and the abundance of natural resource. but the hardest to be implemented. institutions and infrastructure that guaranteed equitable distribution and protected and respect the indigenous peoples’ sensitive in promoting real growth. Word “normalization” actually is the ideal idea for solving the problems. Lake and Rothchild remain that there are some push and pull factors. using and highlighting their ethnic diversity as a justification for mobilization support. 19 David A Lake and Donald Rothchild. being replaced by palm oil and coconut plantations. but the process of mix diverse cultures without supporting of adequate policies or delivery mechanisms. The combatants in the several ethnic conflicts are around Indonesia.the ethnicity merely becomes an excuse for using of state force to quell violence and historically the Indonesian government has been quick to seek IDPs behind the veil of only ethnic conflict without addressing the real issues. Princeton University Press. Most of ethnics or religious violence has happened in areas or regions where there is a diverse mix of ethnicity. security dilemma. the International Spread of Ethnic Conflict: Fear Diffusion. normalization of the riot places. with a single predominant ethnic group. and Escalation. there is a number of conflict pattern cannot be ignored.20 The case in a point is one episode of ethnic violence in Kalimantan. This pattern of misery has been replicated in other parts of Indonesia. Even though this pattern could not use generally. Case . This situation made the Dayaks soon found them at the bottom of the economic without pursuing their traditional means of exercise.19 Although statistic can mislead. New Jersey. was a recipe for disaster. Second. No chance for them to share in the exploitation of their traditional resources. such as problems of commitment. whether they are majority or not within their respective communities. Historically the first Madurese arrived in Kalimantan in 1930s in the transmigration program which was initially started by the Dutch colonial. The numbers increased dramatically in the 1970s as a direct consequence of Indonesian government’s transmigration plan. which are an inextricable part of the Dayak way of life. there has been a long history of conflict between the Dayaks (the indigenous people of Kalimantan) and the Madurese (the new settlers). the state is weakened. but the exercise can prove that in the recent picture many local people is anger and violence to the arrival people dealing with ethnic or religion reasons actually is more the existence of identity. Spread Fear: The Genesis of Transnational Ethnic Conflict. cultural domination and polarize society. 10 Now this kind of people movement has gone down. 1998: 4. The transmigration program in Kalimantan resulted in rainforests.

11 civilian emergency. . So. resettlement back the IDPs is not always a fair solution. On one hand. Moreover. Although they could not be generalized. Talking normalization. Government sometimes do not take into account the financial things which have lost. Some places in conflict areas indicated that the excesses of the security approach highlighted by events in Aceh. Actually the condition will not much better than resettlement through transmigration. Historically. It is so important. Normalization means returning the situation normally but because of the lack of professionalism among military and police raises concern over out of control abuses of human rights. but the most important is normalization when the violence happened. Ambon and Irian Jaya. with in same understanding each other will be expected they have sense of belonging to their IDPs and it can easier to find the way out of solving the IDPs problems.21 The infrastructure and other financial capital for IDPs should be developed first. there are some main things need to be consider. Indonesian government did not have an experience dealing with making situation in the regency is deemed to have returned to normal from the societies perspective. Secondly. many factors should be taken into account to normalize the situation. Sometimes. not more try to catch the rioters. normalization should not to the point after the riot. On the other hand. It needs good and fast effort of police or government to anticipate them. because the main risk to develop again the societies without infrastructure create the new problem and conflict with local people. government need to impose a state of 20 Sidhesh Kaul. 9 March 2001. they seem take no responsibility for the situation and give this problem to the communities. informal leader of both ethnic should in the same understanding to the root of conflict and the facilitated factors. the mechanism of reconciliation between them is needed. mosques and churches have been burn down in a wave of violence. There are a lot of constrain that should be accounted. when they so reactive their approaches. which local and new settlers communities feel safety and not necessary displaced. Third. Ethnic Conflict or Policy Failure? The Jakarta Post. but as long as it is implemented properly and the operation is under good control of them. “normalization” in the Indonesian government or police’s way of action mostly has contradiction meaning. They should be responsibility for protecting the people got violence. Actually.by case of ethnic conflict indicates that the government and police reacted to the situation slowly. thus the normalization starts with the preventive situation. the role of local government. houses. but nothing other than for security on region. such as in Central Sulawesi. Firstly.

13 region. 12 March 2001.23 Megawati is not really sensitive with the conflict and IDP camps. Still the statement of local and national government are more uniform and distortion dealing with human tragedy. In 1999 Indonesian parliament approved legislation number 22/1999 and 25/1999 which shifted political and economic power from centre to the 23 See many newsletters in Indonesia. delegating to solve the conflict problem and IDPs actually really close to the new policy that dealing with decentralization region in Indonesia. Hakekat dan Dinamika Konflik Domestik di Negara Berkembang. A responsible government would be marshalling resources for providing humanitarian aid for IDPs. and way too late. the Malay community has remained unwilling to accept the Madurese IDPs. Global 8/2001: 28.22 It is not easy for both ethnics to be cooled down and understand each other soon. The autonomy province and district should see as a challenge as their authority to develop their-own societies. Kompas. such as: Media Indonesia. considerable authority has been passed directly to districts and municipalities. Suara Karya. 13 March 2001. Therefore these problems should be minimized with supposing considerable challenges to Indonesian cohesion and corporation among provinces. Thousands of them are in need of medical care. Suara Pembaruan. by passing provincial governments. 24 March 2001. Beside suffering and ethnicity conflicts. also IDP problems could also destabilize society. because effort to solve the conflict and the IDP problems has been so slow. the most important is the process of normalization should not for the stability of region. 22 Bob 12 living in the diversity ethnics and should be respect each other. while officials are making excuses about some obstructions to peace. 6 March 2001.Additionally. Republika. 5 December 2001 Sugeng Hawinata. but for building understanding and sense of mix diversity ethnics. Too much blood has already been split for there to be any chance of reconciliation in the near future and the government has insufficient legitimacy to exercise any sort of moral authority over local population. 1-5 March 2001. Whatever steps the government decides to take now will be far too little. food and shelter. Such as in Sambas. The Local Authority as the Alternative Many people have begun to suspect that there is an unexplained grand design to destroy the Indonesian nation building. Kontan. Under new legislation. 28 March 2001. They need more time to understand that they are 21 The Jakarta Post. When government already try delegated the task of solving the conflict and to look after the IDPs to the provincial government.24 Mac Donald .

with doing strengthened the local police. The settlement should not be compartmentalized as before the riot.26 there are the main stream that could be consider. If the military still involve the local riot. building the integrated pattern of settlement is dealing with the level of ability to buy it. Many conflicts and that kind of displaced people have the possibility of undermining stability of state and Indonesian security treat. it has not been smooth. it should be in emergency period and temporary. In this case national and local Governments. 23 March 2001. See Thamrin Amal Tomagola. Even increasing friction is not only among ethnic itself but also between national and local government. Even though the implementation of legislation number 22/1999 does not yet clear. especially since the end of Soeharto’s era. they can take their all responsibility in their region. particularly to Java Island. Current History. particularly to make decision about solving IDP problems. 30 percent of earnings from natural gas. but how they together manage the conflict and the IDPs. Among ethnic can learn and develop their respect each other. Undang-Undang (Legislation) Number 22 and 25 /1999. First. April 2001:181.25 Uncertain has grown that the new legislation risks failure. there are some positive thing that can be done by local government and community. Weak economies and turbulent politics have effect such as raising regional or province tensions and reducing national integrity. education and cultural facility. MacDonald and Jonathan Lemco. Conclusion Conflicts between people of different ethnic background have spread of and mushroomed in many places in Indonesia in the last few years. In the frame of decentralization it does not mean they should solve by themselves. Differences root of conflict and level of conflict have shown the intensity of the conflict itself and the effect to their societies. 26 Thamrin Amal Tomagola wrote that after knowing the root of conflict. They need social and political . 14 the uncontrolled IDPs to many places and regions in Indonesia. 25 Scoot B. This condition has emerged which not only causes the destroyed regions. The last one is how local government and communities get their power and resources sharing with national government. As Indonesian sociologic Tomagola recommended for Sampit conflict. Suara Pembaruan. and 15 percent from oil. Indonesia: Living Dangerously.and Lemco discuss that although an effort has been made to implement meaningful decentralization. Second. also 20 percent of local income-tax and at least 25 percent of special fund of centrally collected revenue. Anatomi Konflict Sampit. include the Province and Districts can play their own role. he gives some suggestion that give the solution for resolution of conflict and also for to manage the IDPs get their settlement. but also 24 The distribution is districts will receive 80 percent of income from most mining and logging operations. Actually government and NGOs have been learning about how to deal with conflicts and IDPs today.

Kerjasama PPW-LIPI. 13 March 2001. 1999. 15 References Haris. Anatomi Kerusuhan Sosial Di Indonesia (The Anatomy of Social Conflict in Indonesia). Http://www.htm> Media Indonesia. Donald L. in Syamsuddin Haris et. Lake. Hakekat dan Dinamika Konflik Domestik di Negara Berkembang. MacDonald.al. Koran Tempo 12 May. 1998: 3-32. 19 July. Sihbudi. Bob Sugeng. Indonesia: Living Dangerously. Kompas. Yayasan Insan Politika. New Jersey. Current History. . February 1999. Susan F.org/wr2k1/asia/indonesia. Therefore. January 2001. April 2001: <http:www. 24 March. Then they can build the new pattern of settlement. Ethnic Groups in Conflict. February 1999. 7-8 June 2001. Sidhesh. Working Paper 41: Global Migration Trends and Asylum. Kerjasama LIPI. Bara Dalam Sekam: Identifikasi Akar Masalah dan Solusi atas Konflik-konflik Lokal di Aceh. Donald.html/ Kaul.dialogues among them. The Asian Foundation and Erlangga Publisher. Papua dan Riau. Kontan. Ethnic Conflict or Policy Failure? The Jakarta Post. 16 July. Horowittz. University of California Press. the International Spread of Ethnic Conflict: Fear Diffusion. 1985: 95-140. Republika. Spread Fear: The Genesis of Transnational Ethnic Conflict. California. if not they will lose their legitimacy worse. This proposal appears to be somewhat premature.Riza et. David A and Rothchild. 9 March 2001.al. but steps need to be taken to begin to seriously consider the most meaningful forum or mechanism for a regional dialogue in Indonesia. Bandung. 12-13 and 19-20 October 2001. April 2001. Mizan. but also their community in term of the nation building and the pluralism society in Indonesia. 12-13 and 19-20 October 2001. Menristek RI dan Pustaka Mizan. Global 8/2001: 27-39. New Issues in Refugee Research. Indonesia di Ambang Perpecahan. which is dealing with pluralism society. Syamsuddin. local government and local communities should work together and open their main that decentralization actually is not only on the context of region building. 25-30 April.unhcr. Martin.hrw. and Escalation. 12-13 and 19-20 October 2001. Jonathan . The Indonesian government – in the central or in the province and district – should take this chance. Potensi Disintegrasi Nasional :Kasus Empat Dearah. Maluku. and Lemco. 12 March 2001. 2002. 1-5 and 8 March. Kerjasama Kantor Menteri Negara Riset dan Tehnologi RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.ch/refworld/pubs/pubon. Hawinata. P2P-LIPI research. Princeton University Press. Scoot B.

Menurut teori ini. Pembangunan ekonomi di bawah Orde Baru memang sangat berhasil. Tapi. Ini berarti kesenjangan sosial-ekonomi yang melebar itu berimpitan dengan perbedaan etnik dan religius. nuansa dan pengungkapan etno-religius dari kerusuhan di Situbondo dan Tasikmalaya . menurut teori ini. dapat disebut sebagai teori kesenjangan. 28 March. Anatomi Konflik Sampit. 11 Januari 1997 Tanggal dimuat: 11 January 1997 Kerusuhan di Tasikmalaya dan Situbondo sudah selayaknya membuat kita menarik napas dalam-dalam. hasil pembangunan hanya dinikmati segelintir kalangan. VAM Unit Jakarta.idpproject.mengumbar nafsu angkara murka serta berkelakuan seperti binatang. "mayoritas" yang tersisih itu adalah umat Islam dan pribumi. Internally Displacement Persons Champs Source: Many sources in The Jakarta Post. 5 and 22 December 2001. The Jakarta Post. Suara Pembaruan. sedangkan yang “segelintir kalangan" adalah kaum non-Islam dan non-pri. Perimpitan semacam inilah yang melahirkan potensi kecemburuan sosial yang sangat tajam.org/database/.Suara Karya.Thamrin Amal. Dalam teori ini. Suara Pembaruan. WFP. 22 October 2001.org/database/ Teori dan Kerusuhan di Dua Kota Kolom. Tomagola. 23 March 2001 Undang-Undang (National Legislation) Number 22 and 25 /1999. dan pejabat terhadap kedua pertanyaan ini. Dalam peristiwa ini ribuan orang menggelar "pengadilan jalanan" dan -. 2001 18 Map 2. VAM Unit Jakarta.meminjam kata Kiai Makmun. GATRA. http://www. The Estimated of IDP’s Flow in Indonesia on 2001 19 Source: WFP. tokoh pesantren di Tasikmalaya -. Dengan demikian. 27 August 2001. aktivis. bagi teori ini.idpproject. Http://www. Jika potensi demikian sudah muncul. 6 March. Selama beberapa jam di dua kota ini situasi sosial berubah menjadi "situasi alamiah" ala Hobbes: manusia yang satu menjadi serigala bagi manusia lainnya. Mayoritas masyarakat hanya mendapat tetesannya. sederhananya. Mengapa kerusuhan "primitif ' ini muncul berturut-turut justru pada saat pertumbuhan ekonomi berlangsung pesat? Apakah kerusuhan ini menandakan memburuknya hubungan etno-religius di negeri kita? Seperti terbaca di berbagai media. 2 May. maka kita tinggal mencari faktor pemicu kecil bagi lahirnya kerusuhan besar. 16 Map 1. February 1999. jawaban paling populer yang diberikan para pengamat. akar persoalan kerusuhan sosial di dua kota itu adalah kesenjangan sosial-ekonomi yang makin melebar.

dari ukuran tertentu (dalam hal ini indeks pengeluaran rumah tangga dari hasil survei nasional). teori ini bersandar pada sebuah asumsi yang akhir-akhir ini jarang dipertanyakan lagi. Tapi justru karena itu pula kita harus hati-hati dan melontarkan beberapa pertanyaan. pada 1981 0. yaitu bahwa kesenjangan sosial-ekonomi dalam masyarakat kita meningkat tajam. Kita juga harus membuka diri pada teori yang berbeda. Kita belum memandang seseorang sebagai individu. Kalau dibandingkan dengan Jakarta.34%. Jakarta adalah "surganya" ketimpangan dan keberlebihan dalam sega1a hal. Tentu. maka Tasikmalaya. Namun saya kira akan sangat sulit mencari dukungan faktual dan dapat diuji secara akademis bagi asumsi bahwa realitas ketimpangan kita „meningkat tajam”. Setidaknya ada beberapa hal yang membuat saya ragu atas teori ini.hanyalah bentuk luarnya. kalau teori kesenjangan benar. rasionya 0. karena itu sangat gampang menjadi teori yang dominan. Dari fakta yang ada. dalam realitas ketimpangan kita tak terjadi perubahan berarti selama 20 tahun ini. Ini berarti. misalnya. mungkin dapat disebut sebagai civitas del-nya Santo Agustinus. Kalau kita amati kecenderungan dalam Index Gini sejak 1969 hingga 1993. dan agamanya. kesimpulan berbeda dapat pula dimunculkan. kita jangan terpaku sepenuhnya pada sebuah penjelasan yang tampaknya "sudah benar". Kita mungkin akan tiba pada angka-angka yang sedikit lebih kecil atau sedikit lebih besar. Kedua. Dua alasan ini memang belum memadai untuk menolak sama sekali teori kesenjangan itu. kalau teori ini benar. sebagai si Ruly atau si Tuti. untuk memahami peristiwa penting seperti di Situbondo dan Tasikmalaya itu. kalau memakai ukuran yang berbeda. Singkatnya. bahkan mungkin berlawanan dengan apa yang ingin kita percayai. Dalam hal ini teori lain yang patut dipikirkan adalah teori yang lebih bersifat psikologis-kultural. Kita masih memandang manusia lain berdasarkan asal-usulnya. akibat pertumbuhan ekonomi yang pesat. atau lebih merata. Pertama. akhir-akhir ini melalui kebijaksanaan publik dalam beberapa bidang kehidupan (misalnya .33%. terlebih Jakarta. maka kita bisa bertanya: kenapa kerusuhan itu justru terjadi di Situbondo dan Tasikmalaya? Kenapa bukan di Jakarta dan Surabaya? Di dua kota ini. Pada 1969-1970. Teori ini menerima kenyataan babwa memang ketegangan etnoreligius masih hidup subur dalam masyarakat kita. kota utopia yang bersih dari keserakahan. sukunya. angka-angka yang tampak tak banyak berubah. Akar persoalannya terletak pada realitas "objektif': pada kondisi sosial-ekonomi kita yang makin timpang. melainkan sebagai "keturunan asing" atau "Islam" atau "pribumi". kelompoknya. Lebih jauh lagi. asumsi semacam ini patut diragukan. Buat saya.34 %. atau paling tidak diperdebatkan lebih-jauh. Yang penting adalah. dan pada 1993 0. teori ini memang cukup mudah dimengerti sesuai dengan popular sentiment yang ada dalam masyarakat kita. Kita tak lebih timpang. Sebaliknya. maka Jakarta mestinya sudah lama porak-poranda dilanda kerusuhan massa. ekses-ekses ketimpangan hidup berdampingan sangat ekstrem. dengan cuaca pegunungannya yang sejuk.

dalam pencarian legitimasi bagi sebuah negara nasional. Semua ini tentu saja tak harus benar dan relevan. Karena itu pula saat ini kita sangat membutuhkan perdebatan dan diskusi-diskusi publik yang terbuka terhadap berbagai persoalan mendasar dalam masyarakat kita.perkawinan dan distribusi ekonomi). kita cenderung mendorong terjadinya proses institusionalisasi bagi cara pandang semacam ini. Bagi teori ini. Kita harus mengerti apa yang terjadi. Berbeda dengan pandangan umum itu. 30 Maret 2001). penjelasan lain akan muncul dan secara empiris lebih meyakinkan.Kristen dan Islam . penelitian kepustakaan dan wawancara-wawancara penulis dengan sejumlah sumber di Maluku dan di luar Maluku menunjukkan bahwa tragedi itu secara sistematis dipicu dan dipelihara oleh sejumlah tokoh politik dan militer di Jakarta. Dalam hal ini kita harus melihat bagaimana pendidikan civic diberikan dalam bentuk indoktrinasi yang membosankan sejak SD hingga universitas. menurut dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. . atau karena ulah 'sisa-sisa kelompok separatis RMS' di sana. lalu mengalami eskalasi setelah kedatangan ribuan anggota Lasykar Jihad dari Jawa. dan dari situ kita baru bisa mengambil langkah untuk mengatasinya.di Maluku. ORANG-ORANG JAKARTA DI BALIK BERBAGAI KERUSUHAN Pengantar --------Tragedi kerusuhan sosial di Maluku. Pandangan umum yang beredar di Indonesia adalah bahwa konflik itu murni timbul karena persaingan antara kedua kelompok agama . dalam dua setengah tahun terakhir telah menelan lebih dari 9000 korban jiwa. Kalau semua ini tak kita lakukan. Ia menyebutnya sebagai 'tragedi kemanusiaan terbesar di Indonesia' belakangan ini (Kompas. haruskah kita menunggu peristiwaperisiwa lain yang lebih besar. Mungkin setelah kita teliti dan diskusikan. yang bisa merontokkan dasar-dasar kebangsaan kita? *Mahasiswa S3 Jurusan Ilmu Politik. Selanjutnya. Ichsan Malik. untuk melindungi kepentingan mereka. Dalam makalah ini. yang terentang dari Jakarta sampai ke Ambon. dalam dogmatisme pendidikan agama. penulis akan menggambarkan bagaimana konflik itu dipicu dengan bantuan sejumlah preman Ambon yang didatangkan dari Jakarta. Jakarta. penulis juga akan mengungkapkan agenda militer dalam memelihara kerusuhan-kerusuhan itu. dengan kata lain. --Kini Direktur Freedom Institute. akar persoalan kerusuhan sosial seperti di Situbondo dan Tasikmalaya harus dicari pada dimensi yang lebih bersifat subjektif. The Ohio State University. dan masih banyak lagi. dalam retorika yang digunakan pemimpin. Intensitas konflik dipelihara oleh satu jaringan militer aktif dan purnawirawan.

Akhirnya, dalam kesimpulan penulis akan mengajukan beberapa usul untuk penyelesaian kasus Maluku. Jaringan Preman Ambon ---------------------Pada tahun 1980-an, seorang preman Ambon beragama Kristen di Jakarta, Ongkie Pieters membangkitkan rasa hormat dan ketakutan di kalangan kaum muda Ambon, tanpa menghiraukan agama mereka. Meskipun penghidupan mereka didapatkan lebih dengan menggunakan otot ketimbang otak, para preman Ambon di Jakarta masih menghormati tradisi pela (persekutuan darah antara kampung Kristen dan kampung Islam). Kalau berkelahi, mereka sering memakai ikat kepala merah, yang lebih merupakan simbol ke-Ambon-an yang berakar dalam kultur Alifuru ketimbang lambang agama Samawi yang mereka anut. Hal ini secara radikal berbeda dengan makna yang kini diberikan terhadap 'merah' sebagai simbol Kristen dan 'putih' sebagai simbol Islam. Tidak berapa lama, seorang preman Ambon yang lain, Milton Matuanakotta muncul ke tengah-tengah gelanggang. Ia memiliki banyak pendukung di kalangan kaum muda baik di kalangan Ambon Kristen maupun Muslim, dan dengan cepat menjadi lebih populer di kalangan preman Ambon di Jakarta daripada pendahulunya. Pada saat itu, orang-orang Ambon Muslim beranggapan perlu memiliki 'pahlawan' mereka sendiri, maka mereka memilih Dedy Hamdun, seorang Ambon keturunan Arab. Figur ini agak kontroversial, sebab di satu sisi ia aktif berkampanye untuk PPP, tetapi di sisi lain suami artis Eva Arnaz itu juga bekerja untuk membebaskan tanah bagi bisnis properti Ibnu Hartomo, adik ipar bekas Presiden Soeharto. Entah karena aktivitas politik atau bisnisnya, di awal 1998 Deddy Hamdun diculik bersama sejumlah aktivis PRD, Aldera, dan PDI-P oleh satu reguKopassus bernama Tim Mawar yang berada di bawah komando Jenderal Prabowo Subianto, menantu Presiden Soeharto waktu itu. Hilangnya Hamdun setelah 3 1/2 bulan dalam tahanan Tim Mawar (Siagian 1999: 20-21) mengubah peta politik preman Ambon di Jakarta. Kepemimpinan pemuda Muslim Maluku diambilalih oleh Ongen Sangaji, seorang preman Maluku Muslim yang juga anggota Pemuda Pancasila. Secara ironis, dalam bersaing untuk loyalitas di kalangan kaum muda Maluku di Jakarta kedua pemimpin preman itu juga bersaing dalam mendapatkan akses ke bisnis keamanan pribadi anak-anak Soeharto. Milton memperoleh akses ke mereka melalui Yorris Raweyai, wakil ketua Pemuda Pancasila yang berasal dari Papua Barat dan dekat dengan Bambang Trihatmodo. Selain itu, Milton adalah ipar Tinton Soeprapto, pimpinan arena pacuan mobil milik Tommy Soeharto di Sentul, Bogor. Sementara itu, Ongen lebih dekat ke Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut melalui Abdul Gafur, bekas Menteri Pemuda dan Olahraga di zaman pemerintahan Soeharto. Anak buah Ongen terutama berasal dari desa-desa Pelauw dan Kalolo di Haruku. Menjelang Sidang Istimewa MPR November 1998, ketika B.J.Habibie berusaha mencari mandat untuk melegitimasi kepresidenannya, sejumlah politisi, jendral dan usahawan menciptakan kelompok paramiliter baru untuk menangkal aksi-aksi demonstrasi mahasiswa yang menentang pencalonan kembali Habibie.

Kelompok Pam Swakarsa ini antara lain terdiri dari preman-preman Ambon Muslim yang direkrut oleh Ongen Sangaji. Dukungan keuangan untuk kelompok ini berasal dari keluarga Soeharto dan seorang pengusaha keturunan Arab, Fadel Muhammad, yang dekat dengan keluarga Soeharto. Sementara dukungan politis untuk kelompok itu berasal dari Jenderal Wiranto, Menteri Pertahanan waktu itu, Mayor Jenderal Kivlan Zein, Kepala Staf KOSTRAD waktu itu, Abdul Gafur, Wakil Ketua MPR waktu itu, dan Pangdam Jaya Mayjen Djadja Suparman. Untuk meningkatkan militansi para milisi yang miskin dan berpendidikan rendah itu, mereka diindoktrinasi bahwa para aktivis mahasiswa adalah "orang-orang komunis" yang didukung oleh jendral dan pengusaha Kristen. Dengan demikian banyak anggota PAM Swakarsa beranggapan bahwa mereka ber'jihad' melawan "orang kafir". Kenyataan bahwa bentrokan yang paling sengit antara para mahasiswa dan tentara terjadi di kampus Universitas Katolik Atmajaya, hanya karena kedekatan kampus itu dengan gedung parlemen, memberikan kesan kredibilitas dari propaganda sektarian dan anti komunis ini. Dalam kerusuhan Semanggi menjelang Sidang Istimewa MPR itu, empat orang anak buah Ongen yang berasal dari Kailolo (Haruku), Tulehu dan Hitu (Ambon), dan Kei (Maluku Tenggara), dibunuh oleh penduduk setempat yang berusaha melindungi para aktivis mahasiswa dari serangan kelompok milisi Muslim itu. Maka terbukalah peluang untuk menghasut preman-preman Ambon Islam itu untuk melakukan balas dendam. Konyolnya, balas dendam itu tidak diarahkan terhadap para aktivis mahasiswa, tetapi terhadap sesama preman Ambon yang beragama Kristen. Kesempatan itu timbul ketika terjadi kerusuhan di daerah Ketapang, Jakarta Pusat, pada hari Minggu dan Senin, 22-23 November 1998. Apa yang dimulai adalah percekcokan antara para satpam Ambon Kristen yang menjaga sebuah pusat perjudian dan penduduk setempat segera berkembang menjadi kerusuhan anti Kristen di mana lusinan gereja, sekolah, bank, toko, dan sepeda motor dihancurkan. Ternyata, kekuatan-kekuatan dari luar dikerahkan untuk mengubah konflik lokal itu menjadi konflik antar-agama. Kekuatan-kekuatan luar ini mencakup sekelompok orang yang mirip orang Ambon, yang menyerang lingkungan Ketapang pada jam 5.30 pagi. Mereka dibayar Rp 40.000 ditambah makan tiga kali sehari untuk menteror orang-orang Muslim setempat. Meskipun salah seorang dari mereka yang tertangkap adalah orang Batak yang kemudian disiksa dan dibunuh oleh penduduk setempat, namun mayoritas preman ini adalah orang Ambon anggota PAM Swakarsa bentukan Gafur. Mereka yang menyerang semua penduduk setempat yang terlihat melintas di sekitarnya dan membakar semua sepeda motor yang diparkir di depan mesjid setempat yang menyebabkan jendela-jendela mesjid itu pecah. Dipicu oleh kabar angin bahwa sebuah mesjid telah dibakar oleh 'orang-orang kafir', penduduk Muslim setempat balik menyerang orang-orang luar tadi dengan dukungan para anggota Front Pembela Islam (FPI) yang didatangkan dari berbagai tempat di Jakarta. Selama kerusuhan ini, enam orang meninggal korban main hakim sendiri oleh penduduk Muslim setempat dan para anggota FPI. Tiga orang dari korban itu adalah orang-orang Kristen dari Saparua dan Haruku.

Memang tidak jelas apakah rangkaian pembunuhan terhadap para preman Ambon di Senayan dan Ketapang itu telah dipersiapkan oleh sekutu-sekutu politik Soeharto. Yang jelas, kerusuhan di Ketapang mengukuhkan monopoli sebuah pusat perjudian lain di jalan Kunir, Jakarta. Pusat perjudian itu dikelola oleh Tomy Winata, mitra bisnis Bambang Trihatmodjo dan teman dekat Yorris Raweyai dari Pemuda Pancasila. Terlepas dari motif di balik pembakaran pusat perjudian di Ketapang, pembunuhan terhadap para preman Ambon Muslim dan Kristen itu mengakibatkan kedua kelompok itu bertekad melakukan balas dendam terhadap satu sama lain di kampung halaman mereka di Maluku. Dengan menggunakan kerusuhan Ketapang sebagai alasan, aparat keamanan di Jakarta menangkap semua orang Maluku yang tidak memiliki KTP, dan menaikkan mereka ke kapal penumpang sipil maupun Angkatan Laut yang berlayar ke Ambon. Menurut seorang sumber penulis yang berlayar dengan KM Bukit Siguntang ke Ambon pada bulan Desember 1998, sekelompok preman Ketapang yang menumpang di geladak kapal dengan suara keras menggembar-gemborkan niat mereka untuk membalas dendam terhadap musuh mereka di Ambon. Di mata orang awam, langkah-langkah aparat keamanan ini tidak tampak mencurigakan, karena banyak orang Ambon Kristen pulang ke kampung halamannya untuk merayakan Natal, sementara banyak orang Ambon Muslim juga merencanakan untuk melalui bulan puasa dan liburan Idul Fritri bersama sanak keluarga di kampung mereka. Baru kemudian tersebar berita bahwa antara 165 dan 600 pemuda Ambon telah berlayar pulang ke Ambon selama akhir tahun 1998. Di antara mereka terdapat preman Ambon Kristen yang terlibat dalam serangan fajar di Ketapang, maupun Sadrakh Mustamu, kepala keamanan di pusat perjudian Ketapang. Ongen Sangaji dan Milton Matuanakotta juga termasuk preman Ambon yang pulang ke Ambon pada akhir tahun 1998, untuk menyulut kerusuhan di sana. Preman Ambon yang datang dari Jakarta, segera melebur ke dalam kalangannya masing-masing. Di kotamadya Ambon yang berpenduduk hampir 350 ribu jiwa itu, dunia preman dikuasai oleh dua orang tokoh yang berbeda kepribadiannya, Berty Loupati yang masih muda lebih merupakan seorang preman profesional, serta Agus Wattimena yang tua, seorang penatua (anggota Majelis Gereja) yang juga jago berkelahi. Berty Loupati adalah pemimpin kelompok 'Coker' yang didirikannya awal 1980-an di daerah Kudamati dekat RS Dr. Haulussy setelah ia pulang dari "berguru" ilmu kriminalitas kelas teri (petty crime) di Surabaya. Kelompok ini adalah hasil peleburan kelompok-kelompok preman yang lebih kecil di Ambon, seperti Van Boomen, Papi Coret, Sex Pistol. Anggota kelompok preman gabungan itu kurang lebih seratus orang, Nasrani maupun Muslim. Walaupun anggotanya ada juga yang perempuan, Coker semula merupakan kepanjangan dari "Cowok Keren" ('Handsome Boys'), walaupun kemudian ada yang mempelesetkan arti Coker menjadi Cowok Kerempeng ('Skinny Boys'), karena kebanyakan anggotanya memang kurus kerempeng. Di kemudian hari, setelah konflik antar-agama mulai berkecamuk di kota Ambon, majalah mingguan Tajuk (April

1999) mengubah arti Coker menjadi 'Cowok Keristen' ('Christian Boys'). Singkatan "Cowok Kristen" itu kemudian dipopulerkan oleh media massa yang mendukung kehadiran Lasykar Jihad di Maluku. Di luar struktur Coker, Agus Wattimena mendirikan Lasykar Kristus, khusus dibentuk untuk berperang melawan kelompok milisi Islam asli Ambon sertaLasykar Jihad yang datang dari luar Ambon. Jagoan yang sering menyandang pistol Colt kaliber 45 mengaku punya 60 ribu anak buah (Hajari 2000). Tidak jelas seberapa jauh kebenaran klaim Agus itu. Yang jelas, adanya dua kelompok yang sama-sama mengklaim membela kepentingan masyarakat Ambon Kristen menimbulkan rivalitas yang sangat tajam antara Berty dan Agus, apalagi setelah beredar kabar burung bahwa Berty mulai condong ke kepentingan penguasa dari Jakarta. Tidak lama setelah nama Agus Wattimena diumumkan sebagai "Pimpinan Akar Rumput" (Grassroots Leader ) Front Kedaulatan Maluku (FKM), yang diproklamasikan oleh dokter Alex Manuputty dan kawan-kawannya pada tanggal 18 Desember 2000, riwayat Agus tampaknya sudah tamat. Hari Selasa malam, 20 Maret 2001, Agus Wattimena tewas tertembak di rumahnya sendiri, dengan dua lubang tembakan di jidat dan lengan kirinya (Jakarta Post, 22 Maret 2001). Menurut sumber-sumber Lasykar Jihad (Laskarjihad.or.id, 21 Maret 2001), "Agus ditembak oleh pesaingnya, Berty Loupatty, kepala geng Coker (Cowok Kristen), yang satu daerah dengan Agus. Berty dan Agus memang akhir-akhir ini sudah tidak akur dan pernah terlibat baku tembak melibatkan seluruh anak buah mereka di kawasan Kudamati beberapa bulan lalu". Namun melihat pola adu domba antara sesama kelompok sipil yang semakin sering dilakukan oleh kelompok-kelompok militer di berbagai penjuru Nusantara, bisa saja Agus Wattimena ditembak mati oleh seorang sniper profesional. Soalnya, ia baru dibunuh setelah melibatkan diri secara langsung dalam sebuah organisasi yang terangterangan memperjuangkan kedaulatan rakyat Maluku yang diproklamasikan oleh RMS tahun 1950. Jadi saat itu ia bukan lagi sekedar panglima satu kelompok milisi yang semata-mata memperjuangkan keselamatan separuh penduduk kota Ambon yang beragama Kristen. Kendati demikian, buat kebanyakan orang Ambon yang beragama Kristen, kematian laki-laki setengah ompong berumur 50 tahun itu tetap dihargai sebagaimana layaknya gugurnya seorang pahlawan. Ia dikuburkan di tengah-tengah 400 orang anakbuahnya yang telah meninggal terlebih dahulu di kota Ambon. Kematiannya tidak hanya diperingati di kota Ambon, tapi juga oleh masyarakat Ambon Kristen di Jakarta, dihadiri oleh sejumlah artis terkenal. Sementara itu, Ongen Sangaji dan Milton Matuanakotta sudah sama-sama bersembunyi untuk menghindarkan diri dari kemarahan masyarakat Ambon di Jakarta. Ongen kabarnya telah bersumpah untuk tidak akan terlibat lagi dalam proyek kerusuhan di tempat-tempat lain di Indonesia, sedangkan Milton kabarnya disembunyikan atas perintah Jenderal (Purn.) Wiranto, yang peranannya akan dibahas kemudian dalam makalah ini.

Eskalasi dua tahap ------------------Setelah dipicu oleh para preman Ambon dari Jakarta, konflik di Maluku dapat dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama mulai Januari 1999 sampai dengan akhir April 2000, dan ditandai oleh saling menyerang antara penduduk Kristen dan Muslim yang sebagian besar menggunakan senjata primitif buatan sendiri, termasuk bom rakitan. Ada keseimbangan kekuatan antara kedua belah fihak. Selanjutnya, fase kedua mulai dari bulan Mei 2000, yang ditandai oleh kedatangan orang non-Maluku, yang sebagian besar adalah orang Muslim dari Jawa, Sulawesi, dan Sumatera, yang dikenal sebagai Lasykar Jihad. Mereka membawa senjata modern dan bersekutu dengan personil militer Muslim yang berjumlah 80% dari pasukan yang ditempatkan di kepulauan rempah-rempah itu. Perkembangan ini secara total menghancurkan keseimbangan sebelumnya, dan menciptakan perimbangan kekuagan yang menguntungkan orang Muslim. Selama tahap pertama, ketika secara relatif jumlah orang yang terbunuh masih sedikit dan tingkat kebencian antaragama belum mencapai klimaksnya, maka operasi intelijen direncanakan secara cermat untuk mengkondisikan kedua komunitas menerkam leher satu sama lain, segera setelah kerusuhan sosial dipicu. Operasi-operasi intelijen ini mencakup penyaluran pamflet-pamflet provokatif di kalangan penduduk dan penyaluran handie-talkie di kalangan pemimpin kelompok-kelompok setempat agar kerusuhan dapat dipicu secara simultan dalam jangkauan yang luas. Beberapa pamflet tanpa nama yang disebarkan di Ambon menjelang kerusuhan bulan Januari dan Februari 1999, memperingatkan kedua belah pihak, bahwa pihak lain sedang merencanakan untuk membakar rumah-rumah ibadah mereka, dan memperingatkan sebuah kelompok etnik bahwa kelompok etnik lain sedang merencanakan untuk membinasakan mereka. Pamflet-pamflet serupa disebarkan di kalangan kaum Muslim di Maluku Utara, menjelang kerusuhan bulan Agustus dan November 1999. Ditandatangani oleh para pemimpin gereja Protestan di Ambon, isi pamflet-pamflet itu mendesak orang Kristen untuk membinasakan semua orang Muslim. Salah satu pamflet jatuh ke tangan aparat desa di Tidore. Sebuah pertemuan diadakan dan ketika pendeta setempat, Ari Risakotta, tidak muncul untuk menjelaskan isi surat itu, ia diserang dan dibunuh di rumahnya. Mengingat bahwa pertarungan yang masih berlangsung di Ambon, rasanya sangat tidak mungkin bahwa ada pemimpin gereja menginginkan konflik itu merambat ke daerah lain di kepulauan itu. Jadi dapat disimpulkan bahwa pamflet-pamflet ini dibuat oleh para agitator yang sangat profesional, yang mengenal masyarakat Maluku Utara dengan sangat baik. Akhirnya, setelah perang saudara berlangsung beberapa bulan dan kedua belah fihak telah banyak saling membunuh, seruan jihad dikumandangkan oleh organisasiorganisasi militan Muslim yang didukung oleh sejumlah politisi Muslim dalam tablig akbar pada tanggal 7 Januari 2000 di Lapangan Monas Jakarta, yang menjadi platform untuk memobilisasi kekuatan-kekuatan Lasykar Jihad, untuk dikirim ke Maluku. Sepintas lalu, semua perkembangan ini tampak berlangsung secara spontan. Tetapi di

bawah permukaan, ada dua jaringan yang saling berhubungan, yakni jaringan militer dan jaringan Muslim militan, yang masing-masing punya agenda sendiri, tetapi dipersatukan oleh tujuan bersama untuk menyabot tujuan pemerintah untuk menurunkan kekuasaan militer dan untuk menciptakan masyarakat yang terbuka, toleran, dan bebas dari dominasi suatu agama. Jaringan Militer -----------------Jaringan militer yang menjembatani kedua tahap itu terentang dari Jakarta sampai ke Ambon, dan terdiri dari perwira-perwira aktif maupun purnawirawan yang bekerja keras untuk memprovokasi orang-orang Muslim dan Kristen untuk bertarung. Mereka termasuk dalam faksi militer yang dengan kuat menentang pengurangan politik dan kepentingan bisnis militer, atau ikut dalam jaringan ini untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dari sorotan dan kemungkinan pengadilan atas pelanggaran hak-hak asasi manusia serta kejahatan melawan kemanusiaan. Dua orang jendral purnawirawan, tiga orang jendral aktif, dan seorang pensiunan perwira TNI/AU, terlibat dalam jaringan ini. Mereka terdiri dari Jendral (Purn.) Wiranto, Mayor Jenderal Kivlan Zein, Letjen (Purn.) A.M. Hendropriyono, Letjen Djadja Suparman, Letjen Suaidy Marasabessy, Mayjen Sudi Silalahi, dan Mayor TNI/AU (Purn.) Abdul Gafur. Wiranto adalah Penglima Angkatan Bersenjata yang bertanggungjawab atas pestapora kekerasan dan kehancuran pasca referendum di Timor Lorosa'e pada bulan September 1999, dan juga bertanggungjawab atas pecahnya kekerasan di Ambon, delapan bulan kemudian. Nama Kivlan Zein, pernah dikemukakan sekali oleh Abdurrahman Wahid, walaupun dengan secara agak tersamar, yakni "Mayjen K" (Tempo, 29 Maret 1999: 32-33). Menurut informasi yang saya peroleh, Kivlan Zein, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Staf KOSTRAD, memang ditugaskan oleh Wiranto untuk mengamankan Sidang Istimewa MPR bulan November 1998. Tugas itu antara lain dilaksanakan dengan pembentukan PAM Swakarsa, yang sebagian besar beragama Islam. Untuk melakukan tugas-tugas counter-insurgency semacam itu, Kivlan Zein punya satu sumber dana yang luarbiasa, yakni kelompok perusahaan Tri Usaha Bhakti (TRUBA), di mana ia duduk sebagai komisaris (Kompas, 3 November 2000). Awal November tahun lalu, anggota Komisi I DPR, Effendi Choirie dari Fraksi Kebangkitan Bangsa mendesak Departemen Pertahanan dan Markas Besar TNI agar secara serius menindaklanjuti hasil auditing BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) terhadap sejumlah yayasan milik TNI, yang baru saja dilaporkan ke DPR. Di situ termasuk bisnis Yayasan Kartika Eka Paksi, pemilik seluruh saham TRUBA itu. Sayangnya, seruan politisi PKB itu tidak ditanggapi oleh pemerintah maupun para anggota DPR yang lain. Djadja Suparman adalah Pangdam Jaya yang ikut bertanggungjawab atas pembentukan PAM Swakarsa. Setelah dipromosikan menjadi Pangkostrad, ialah yang memerintahkan pasukan Kostrad di Makassar untuk terbang ke Ambon, hanya satu

jam setelah bentrokan antara seorang pengendara angkutan umum Ambon Kristen dan seorang penumpang Bugis Muslim pecah di Ambon pada tanggal 14 Januari 1999. Belakangan ini ada sinyalemen di Jakarta, bahwa korupsi sebesar Rp 173 milyar di lingkungan yayasan-yayasan Kostrad ketika kesatuan militer elit itu masih berada di bawah Djadja Suparman (Tempo, 24-30 April 2001, Laporan Utama), ada hubungan dengan kerusuhan di Maluku. Sebagian dana itu digunakan untuk membiayai pelatihan dan pengiriman 6000 orang anggota Lasykar Jihad ke Maluku. Paling tidak, begitulah yang dipercayai oleh para anggota Kongres AS, yang menolak normalisasi kerjasama militer antara AS dan Indonesia. Seperti yang telah disinggung di depan, Abdul Gafur yang mantan Menteri Pemuda dan Olahraga di bawah Soeharto itu ikut terlibat dalam pembentukan pasukan PAM Swakarsa tersebut, khususnya kelompok preman Maluku Muslim yang diketuai oleh Ongen Sangaji. Di kalangan orang Maluku di Jakarta, ia dikenal sangat tekun berusaha memecahbelah masyarakat Maluku berdasarkan garis agama. Pada 15 Mei 1995, ketika komunitas Ambon di Jakarta memperingati pemberontakan Pattimura melawan Belanda pada tahun 1817, Gafur memboikot perayaan orang Maluku di Gedung Joang di lingkungan Menteng di mana dua pemuka agama -- Kristen dan Muslim -memanjatkan doa mereka. Ia sebaliknya mengorganisir perayaan eksklusif bagi orang Maluku Muslim di Taman Mini Indonesia Indah dengan mengorganisir lari membawa obor. Pada kesempatan lain, Gafur mengatakan bahwa Pattimura beragama Islam, bertentangan dengan pandangan umum bahwa pahlawan nasional itu, yang sesungguhnya bernama Thomas Matulessy, beragama Kristen. Setelah kerusuhan meletus di Ambon, dan propinsi Maluku dipecah dua menjadi Maluku Utara dan Maluku, Gafur yang beradarah campiran Ternate dan Acheh itu segera berkampanye untuk menjadi kandidat Gubernur Maluku Utara, memanfaatkan koneksi-koneksi Golkarnya. Ketua DPP Golkar yang juga ketua DPR-RI, Akbar Tanjung, mendukung pencalonan Gafur oleh Golkar, yang menguasai kursi terbanyak di DPRD Maluku Utara (Gamma, 17-23 Jan. 2001, hal. 39; Mandiri, 28 Febr. 2001), namun sejumlah cendekiawan asal Maluku Utara menentang pencalonan orang yang selama ini sangat bersikap menjilat pantat Soeharto dan keluarganya. Tidak lama setelah kerusuhan meletus di kota Ambon, mulai beredar kabar-kabar burung bahwa kerusuhan itu didalangi oleh orang-orang Maluku Nasrani, yang ingin menghidupkan kembali 'Republik Maluku Selatan' (RMS) yang pernah dicetuskan di Ambon pada tanggal 25 April 1950, dan meneruskan perjuangan mereka lewat gerilya bersenjata di Pulau Seram hingga tahun 1964. Tuduhan itu, di mana cap 'RMS' selanjutnya dipelesetkan menjadi 'Republik Maluku Serani', yang akan dibahas tersendiri di bagian ini, sejak dini ikut disebarluaskan oleh Letjen (pur) A.M. Hendropriyono, mantan Menteri Transmigrasi dalam pemerintahan Habibie. Dalam sebuah pertemuan publik pada tanggal 19 Maret 1999 dengan gubernur Maluku, para pemimpin agama dan informal lain, serta para mahasiswa dan pemuda di Ambon, Hendropriyono melontarkan tuduhan itu. Seorang jendral purnawirawan lain, Feisal Tanjung, yang pernah menjadi Pangab dalam kabinet Soeharto, segera menggarisbawahi tuduhan Hendropriyono itu.

Hendropriyono, memang punya kepentingan praktis untuk menyebarluaskan tuduhan itu. Soalnya, setelah Soeharto dipaksa turun dari takhta kepresidenannya, peranan Hendropriyono dalam tragedi Lampung yang menewaskan sekitar 250 jiwa – termasuk perempuan dan anak-anak - pada tanggal 7 Februari 1989, mulai dibongkar oleh berbagai kelompok hak asasi manusia di Indonesia. Kolonel Hendropriyono waktu itu adalah Komandan Korem 043 Garuda Hitam Lampung yang memimpin operasi gabungan tentara, polisi, dan Angkatan Udara, ke sebuah perkampungan para migran dari Jawa, yang dicap sebagai Islam fundamentalis (Awwas 2000).Cap itu, oleh berbagai pengamat, telah dianggap terlalu berlebihan. Sebab konflik antara pemerintah dan perkampungan Islam itu, lebih berakar pada permasalahan pembebasan tanah, yang lebih jauh lagi berakar pada sejarah pembukaan daerah Lampung oleh Belanda untuk kepentingan para transmigran dari Jawa (Wertheim 1989). Dengan mengalihkan perhatian ke Maluku, dengan cara-cara yang seolah-olah merangkul kepentingan umat Islam, Hendropriyono untuk sementara waktu berhasil mengurangi sorotan para korban tragedi Lampung. Suaidy Marasabessy, seorang veteran dari perang Timor yang kemudian menjadi Pangdam Hasanuddin di Sulawesi Selatan, yang menyetujui pengiriman pasukan Kostrad dari Makassar ke Ambon, kendati mereka secara emosional berpihak untuk menentang Ambon Kristen dan membela para migran Bugis dan Makasar di Ambon, karena didorong oleh solidaritas etnik. Sebagai konsekuensinya Marasabessy dipindahkan ke Markas Besar Angkatan Darat dan dipromosikan menjadi Kasum TNI oleh Presiden Abdurahman Wahid. Baik promosi Marasabessy maupun Djadja Suparman didasarkan pada rekomendasi dari Wiranto, waktu itu masih menjadi Menko Polkam. Wiranto kemudian mengangkat Marasabessy untuk mengepalai Team 19 yang terutama terdiri dari para perwira Maluku untuk mengadakan investigasi latar belakang dari kekerasan di Maluku dan menyarankan cara-cara penyelesaian persoalan itu. Selama kedua fase konflik itu, Sudi Silalahi menjadi Pangdam Brawijaya di Jawa Timur, dan telah bertanggungjawab atas pengiriman pasukan Brawijaya berdampingan dengan pasukan Kostrad - yang ikut meningkatkan kekerasan antaragama di Maluku. Dalam kapasitasnya sebagai Pangdam Brawijaya, ia juga membiarkan ribuan anggota Lasykar Jihad untuk berlayar dari Surabaya ke Ambon, meskipun Presiden Wahid menghimbau kepada seluruh jajaran TNI dan Polri untuk menghalanginya. Harap diingat bahwa di awal bulan-bulan kekerasan, seluruh Kepulauan Maluku masih berada di bawah Kodam Trikora yang bermarkas di Jayapura, Papua Barat. Berarti sebenarnya Wiranto dapat mengirim pasukan Trikora dari Papua Barat ke Ambon, ketimbang mengirim pasukan dari Jawa dan Sulawesi Selatan, yang kebanyakan beragama Islam, untuk menghadapi kerusuhan di Maluku. Baru pada tanggal 15 Mei 1999, setelah puluhan batalion tentara tersebar di

Kepulauan Maluku, status Korem Pattimura ditingkatkan menjadi Kodam. Di Maluku sendiri, dua orang kolonel yang waktu itu berkedudukan di Ambon ikut mengipas-ngipas api kebencian antara orang Kristen dan Islam. Asisten Teritorial Pattimura, Kol. Budiatmo, memupuk hubungan dengan para Preman Kristen, khususnya Agus Wattimena, untuk mempertahankan kemarahan mereka terhadap para tetangga mereka yang Muslim, sementara Asisten Intelijen Kodam Pattimura, Kol. Nano Sutarmo, menjaga agar api tetap menyala di kalangan perusuh Muslim. Dua orang kolonel itu, yang sudah ditempatkan di Ambon ketika Suaidy Marasabessy menjadi Komandan Korem Pattimura, juga memiliki teman-teman di kalangan atas di Jakarta. Saudara laki-laki Nano Sutarno, Brigjen Marinir Nono Sampurno, adalah komandan pengawal keamanan Wakil Presidan Megawati. Ini membuat Megawati secara praktis "tertawan" oleh agenda militer, meskipun ia justru adalah orang yang ditugaskan Presiden Wahid untuk menyelesaikan masalah Maluku. Selain kedua orang kolonel itu, yang di akhir tahun 2000 telah dipindahkan dari Maluku, beberapa orang purnawirawan dan perwira aktif dan masih tinggal di Ambon juga memainkan peran dalam mengipas-ngipas api permusuhan antaragama. Mereka adalah Brigjen (Purn) Rustam Kastor dan Letkol (Pur) Rusdi Hasanussy. Lahir di Ambon pada tanggal 9 Juli 1939, Rustam Kastor adalah mantan Komandan Korem Pattimura, mantan Kepala Staf Kodam Trikora (Papua Barat), dan telah ditempatkan di Markas Besar di Jakarta. Barangkali dialah yang paling tepat dijuluki sebagai 'bapak ideologis' dari kekerasan Maluku. Ia memberikan pembenaran 'pseudo-ilmiah' untuk mengundang Lasykar Jihad ke Maluku, konon untuk menyelamatkan orang Muslim dari pembinasaan yang dilakukan oleh orang-orang Maluku Kristen, dengan menuduh orang-orang Kristen mencoba menghidupkan kembali pemberontakan 'RMS' tahun 1950 s/d 1964. Tidak hanya Gereja Protestan Maluku, tetapi juga PDI-P Megawati Sukarnoputri cabang Maluku dituduh terlibat dalam pemberontakan itu, yang bertujuan untuk menciptakan negara Maluku yang berasas Kristen, di mana tidak ada tempat bagi orang Maluku yang beragama Islam, menurut buku Rustam Kastor (2000) yang menjadi best-seller di kalangan pendukung Lasykar Jihad di Jawa. Sesungguhnya, teori konspirasi ini pertama kali dikemukakan pada 28 Januari 1999 dalam konperensi pers yang diorganisir oleh dua organisasi militan Muslim, KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam) dan PPMI (Persatuan Pekerja Muslim Indonesia). Teori konspirasi ini segera disebarluaskan oleh Letjen (pur) A.M. Hendropriyono, seperti yang telah dijelaskan di depan. Seorang jendral purnawirawan yang lain, Feisal Tanjung, bekas Pangab dalam kabinet Soeharto dan terakhir menjabat sebagai Menko Polkam dalam kabinet Habibie, ikut menggarisbawahi tuduhan Hendropriyono. Teori ini kemudian menyebar seperti api yang membakar ranting-ranting kering setelah disiarkan oleh sebagian media massa di Indonesia, di mana singkatan RMS diplesetkan menjadi 'Republik Maluku Serani'. Plesetan itu mendistorsi kenyataan seolah-olah semua orang Ambon Kristen mengambil bagian dalam mendirikan

gerakan kemerdekaan ini, dan seolah-olah orang Ambon Islam semuanya menolak pemberontakan itu. Disertasi Richard Chauvel tentang pemberontakan itu (1990) menunjukkan ketidakbenaran pelesetan 'Republik Maluku Serani', dan bahwa RMS bukan bertujuan membentuk negara Kristen. Chauvel jelas-jelas membeberkan bagaimana salah seorang pemimpin RMS yang diperiksa oleh TNI setelah pemberontakan di Ambon berhasil ditumpas adalah Ibrahim Ohorella. Raja (kepala desa) Tulehu itu malah menjadi tuan rumah rapat-rapat persiapan proklamasi RMS, mengerahkan sebagian besar warga desanya untuk menghadiri proklamasi RMS di alun-alun kota Ambon yang dihadiri sekitar 9000 orang, dan memasok kebutuhan sagu senilai Rp 25 ribu (waktu itu) untuk makanan para serdadu Angkatan Perang RMS sebelum Tulehu diduduki oleh TNI. Sebaliknya, masyarakat Kristen di Ambon serta orang Ambon Kristen di luar Ambon juga tidak sepenuhnya mendukung proklamasi RMS. Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) sendiri, bersikap netral terhadap proklamasi itu. Seorang tokoh Ambon di Jakarta yang kemudian menjadi Wakil Perdana Menteri, Dr. J. Leimena, dipercayai oleh Sukarno untuk berunding dengan pencetus RMS untuk mengakhiri gerakan mereka. Setelah hampir setahun disebarkan oleh berbagai media di Indonesia, teori ini diabadikan oleh Rustam Kastor ke dalam bentuk buku (2000), yang telah menjadi paling laku, tidak hanya di lingkungan Muslim tertentu di Maluku, Jawa dan Sulawesi. Selain dari bahasa Provokatifnya tentang orang Kristen, buku itu menuding aksi demonstrasi mahasiswa Ambon secara besar-besaran pada bulan November 1998, sebagai tahap 'pematangan situasi' bagi pemberontakan RMS yang didukung oleh GPM dan PDI-Perjuangan cabang Maluku. Menurut Kastor, demonstrasi itu merupakan upaya yang sadar untuk memperlemah militer, sehingga mereka tidak akan dapat menghancurkan 'pemberontakan RMS' selanjutnya yang bertujuan untuk membersihkan Maluku dari penduduk Muslimnya. Kastor juga menuduh orang-orang Kristen memanipulasi gerakan reformasi yang dipimpin mahasiswa untuk menghancurkan perekonomian Indonesia, dan dengan demikian mempromosikan disintegrasi Republik dengan memisahkan provinsiprovinsi yang didominasi Kristen di Indonesia bagian Timur -- termasuk Timor Lorosa'e --, yang kemudian dapat membentuk negara baru yang didominasi Kristen dengan sumber-sumber daya alami yang fantastik, karena negara itu akan meliputi Papua Barat dan provinsi Maluku yang sekarang. Apa yang diabaikan Kastor dalam bukunya adalah kenyataan bahwa gerakan kemerdekaan Timor Lorosa'e dan Papua Barat ikut dipimpin oleh tokoh-tokoh Muslim setempat, seperti Mar'i Alkatiri yang kini menjadi Menteri Ekonomi dan sumberdaya Alam dalam pemerintahan transisi di Timor Lorosa'e, serta Thaha Mohamad Alhamid, Sekjen Presidium Dewan Papua yang kini sedang ditahan oleh pemerintah Indonesia di Papua Barat. Alkatiri dan Alhamid tentu saja tidak berjuang untuk menciptakan suatu aliansi negara Kristen di Timur Indonesia. Di samping itu, kehendak untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia bukanlah

maka tidaklah mengherankan jika para serdadu itu dapat beroperasi dengan bebas di kedua provinsi kembar itu. Ambon. Tanpa dukungan militer ini. Kehadiran para anggota Kopassus di Ambon itu sudah diketahui oleh para jurnalis sejak Januari 1999.seperti menembak dan melempar granat dari dalam drum minyak yang kosong yang digelindingkan oleh anggota Lasykar Jihad ketika menyerang kampus UKIM (Universitas Kristen Indonesia Maluku) -. sersan polisi yang secara fatal dilukai oleh penembak gelap pada hari Rabu. kira-kira 70 orang perwira Kopassus dilihat oleh para jurnalis dan para relawan kemanusiaan meninggalkan Ambon dengan menumpang pesawat terbang militer Hercules. di mana sampai Mei 2000. dalam setiap konfrontasi antaragama. Pada dasarnya. H. Dengan begitu banyak tokoh militer yang terlibat dalam menghasut kekacauan di Maluku. Kehadiran Kopassus di antara Lasykar Jihad dapat disimpulkan dari ketrampilan tempur mereka yang khas -. ia kehilangan anaknya. Keterlibatan Kopassus tidak begitu kentara sebagaimana tiga kesatuan lain. 70% dari para korban di kedua belah pihak dibunuh atau dilukai dari tembakan senjata organik militer dan polisi. Secara ironis. sebagaimana terjadi ketika empat orang tentara Kopassus berambut panjang ditahan di atas kapal KM Lambelu. Brawijaya. Tokoh selanjutnya. dan memupuk fanatisme mereka melalui khotbah-khotbah yang membakar. yakni pasukan-pasukan Kostrad. Memang tembakan kepala yang fatal tidak merupakan monopoli anggota Kopassus. Kopassus dan Brimob. Lasykar Jihad sendiri pada tanggal 21-22 juni 2000 tidak mungkin menghancurkan markas Brimob di Tantui. mungkin merupakan satu-satunya perwira polisi aktif yang memimpin sebuah cabang Majelis Ulama Indonesia. 17 Mei. yang sering bertindak secara tenang dan berhatihati untuk menetapkan jumlah korban yang setara bagi kedua komunitas. dengan mendorong sebuah peti kayu besar yang berisi perlengkapan mereka ke dalam pesawat terbang. 2000. pada 5 Agustus 2000. membakar asrama yang . Selain menulis buku untuk membenarkan perang antaragama di Maluku. Rusdi Hassanusi. ketua MUI Maluku itu pergi ke Makassar untuk merekrut enampuluh orang anggota Muhammadiyah dan mengapalkan mereka ke Ambon untuk bergabung dengan milisi Muslim lokal (TPG. Pada bulan Juli 1999. tiga kesatuan tentara dan satu kesatuan polisi telah mengambil bagian dalam pembunuhan besar-besaran itu. dan telah dikuasai pula oleh pasukan-pasukan khusus Angkatan Darat memiliki waktu dan kesempatan yang lebih lama untuk mengembangkan keterampilan yang mematikan ini selama masa tugas mereka di Timor Lorosa'e dan berkat latihan bersama para penembak jitu SAS di Australia. yang telah didokumentasikan dengan baik oleh para jurnalis asing. Mereka memakai seragam loreng. atau menggunakan kaos-kaos Lasykar Maluku sebagai ciri dari milisi Kristen. Para tentara Kopassus sering menyamarkan dengan menggunakan jubah Arab dan jenggot palsu sebagai ciri Lasykar Jihad. Kastor terlibat aktif mempersiapkan kedatangan Lasykar Jihad di Maluku. lengkap dengan lencana Kopassusnya. Beberapa orang dari mereka ditangkap sebelum mencapai Ambon.atau dengan kelaziman dari para penembak gelap.merupakan monopoli Kristen sebagaimana ditunjukkan oleh rakyat Aceh. 1999). Alfian ("Eki") Hassanusi (10).

000 sampai 10. untuk membedakan mereka dari gerakan bawah tanah yang pernah dihubungkan dengan operasi intelijen almarhum Jendral Ali Murtopo. Kebanyakan pemimpin massa yang direkrut untuk mengobarkan Jihad di Maluku berasal dari arus kaum militan Muslim baru. ketua MPR. Gerakan internasional ini bertujuan untuk kembali kepada Islam dari generasi awal yang didanai oleh para anggota dinasti Saud. untuk mengirimkan enam ribu orang pemuda Muslim ke Kepulauan Maluku diharapkan dapat 'membebaskan saudara laki-laki dan perempuan Muslim mereka dari para penindas Kristen mereka'. Muhammad bin Abdul-Wahab (1705-1787). Hamzah Haz.dalam gerakan Tarbiyah. Keterlibatan dari tokoh-tokoh politisi Poros Tengah seperti Amien Rais. Di Indonesia.Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah -. Jaringan Muslim -------------------Berbicara tentang Lasykar Jihad membawa kita pada jaringan Muslim militan. yang mengikuti ajaran gerakan Wahhabi. Tujuannya adalah untuk mendirikan negara Islam. para politisi Islam itu mengkampanyekan "demokrasi proposional" dalam sistem politik dan ekonomi Indonesia. berasal dari Aceh. 8. yang menurut mereka saat itu masih didominasi oleh golongan minoritas Kristen dan Tionghoa (Hefner 2000: 141-142. parlemen. ketika ia mendirikan monarki Saudi pada tahun 1925. yang bekerjasama dengan jaringan militer yang diuraikan sebelumnya. Makanya ia menampik tawaran masuk ICMI dan sebaliknya ikut mendirikan Forum Demokrasi (Fordem) bersama sejumlah cendekiawan non-Muslim (Hefner 2000: 162). menghancurkan dua gudang amunisi. karena itu mereka juga dikenal sebagai gerakan 'neo-NII'. dan Fuad Bawazier itu. mereka berkembang pesat di luar dua organisasi Muslim yang paling besar -. yang ajarannya diterapkan oleh Ibnu Saud. 212). Sikap itu justru bertolakbelakang dengan sikap politik Abdurrahman Wahid. dan lusinan seragam Brimob. maka mereka harus mendominasi pemerintahan. serta 22 organisasi Muslim militan. mantan menteri dalam kabinet Soeharto. yang membentuk jamaah salaf di kalangan mahasiswa di beberapa universitas negeri yang bergengsi. yang mengorganisir tabligh akbar yang dihadiri antara 40. Tak ketinggalan. termasuk KISDI. 147-148. dan mencuri 832 pucuk senjata. Maksudnya. seperti ITB. Seorang aktivis 'neo NII' adalah Al-Chaidar.000 orang anggota Polri dan anggota keluarga mereka. dan ekonomi Indponesia. tentara. Hamzah Haz. PPMI. Gerakan itu dinamai dengan nama pendirinya. karena umat Islam merupakan mayoritas penduduk Indonesia.. Dirintis melalui ICMI di bawah pimpinan BJ Habibie. Golkar dan militer.dihuni kira-kira 2. Wahid pun menganjurkan rekonsiliasi dengan . FPI dan Asosiasi Muslim Maluku yang dipimpin oleh Ongen Sangaji.000 Orang di Monumen Nasional Jakarta pada tanggal 7 Januari 2000. mantan menteri dalam kabinet Wahid. 150. Fuad Bawazier. Tabligh akbar yang menghimbau agar orang Muslim berjihad ke Amdon dihadiri oleh Amien Rais. Sikap itu dilanjutkannya setelah dipilih menjadi Presiden dengan dukungan Poros Tengah. tidak terlepas dari perbedaan pendapat mereka dengan Presiden Abdurrahman Wahid soal peranan Islam dalam kehidupan bernegara di Indonesia.000 butir peluru.

melalui ideolog partai itu. serta ketegaran para perwira dari faksi Wiranto. Gerakan militan Muslim ini juga menikmati dukungan diam-diam dari berbagai faksi di Polri dan Angkatan Laut. juga berasal dari gerakan Wahhabi. tidak di seluruh Indonesia. patut digarisbawahi bahwa komandan Lasykar Jihad di Maluku. Laksamana Widodo (Fealy 2001). Ia adalah imam gerakan Salafi di Indonesia yang berkiblat ke Arab Saudi. 25 Tahun 1966 yang melarang penyebaran faham Marxisme-Leninisme di Indonesia. Ja'far Umar Thalib. Keterlibatan Lasykar Jihad berperang melawan kaum Kristen di Maluku itu karena turunnya sebuah fatwa. Sementara itu. Ini barangkali ada hubungannya dengan pernyataan komandan Lasykar Jihad.kaum kiri di Indonesia dengan mengusulkan pencabutan Ketetapan MPR No. dari Surabaya ke Ambon. ada ikatan yang kuat antara Lasykar Jihad dan Partai Keadilan.di mata para politisi Poros Tengah. dukungan politis bagi Lasykar Jihad di dalam Angkatan Bersenjata tidak hanya berasal dari faksi Wiranto di TNI/AD. namun Kapolda Jawa Timur waktu itu. Berbagai 'penyimpangan' ini . pernah kuliah di Universitas Madinah. Meskipun Presiden Wahid memerintahkan seluruh jajaran TNI dan Polri untuk mencegah pasukan Lasykar Jihad meninggalkan Jawa. bukan di pelabuhan Angkatan Laut di Halong. yang mengklaim punya 'hotline' langsung ke Panglima TNI. Abu Rido juga menentang sekte-sekte Islam lain yang dirasakannya tidak mengajarkan doktrin yang benar. Abdi Sumaiti alias Abu Rido. Ustadz Ja'far Umar Thalib. yang mencapai Ambon setelah kedatangan pasukan itu. penyebaran Lasykar Jihad yang cepat di kedua provinsi kembar itu. orang . di mana tidak seorang pun telah diajukan ke pengadilan atau bahkan diselidiki keterkaitannya dengan konflik berkepanjangan di Maluku. Mantan dosen agama Islam ITB itu. Majalah Sabili yang dimulainya ketika gerakan 'neo-NII'-nya masih di bawah tanah. membiarkan saja mereka berlayar dengan kapal Pelni. Kembali ke mereka yang bergerak di garis depan. di mana ia bergabung dengan gerakan Wahhabi. yang disembunyikan dalam kotak-kotak sabun dalam 200 buah peti kemas. Fatwa itu dikeluarkan khusus untuk berjihad di Maluku. dan dari sana bergabung dengan gerilyawan Taliban di Afghanistan (1987-1989). Kenyataannya. Agenda Militer --------------Dilihat dari langgengnya pembunuhan antaragama di Kepulauan Maluku. keberfihakan sejumlah besar anggota TNI dan Polri dengan fihak-fihak yang bertikai. merupakan salah satu corong Lasykar Jihad. Alumnus pesantren Persis di Bangil itu melanjutkan sekolah ke Maududi Institute di Lahore. aparat keamanan membiarkan saja peti-peti kemas penuh senjata itu diturunkan di pelabuhan Yos Sudarso yang dikuasai komunitas Muslim di Waihoang. Golkar dan militer mendorong munculnya aliansi untuk mendongkel Wahid dari kursi kepresidenannya dengan antara lain menggunakan kerusuhan Maluku sebagai tongkat pendongkel. yang kini Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Partai Keadilan. dari salah seorang Imam Salafi di Yaman yaitu Syaikh Muqbil Bin Had Al Wadi'. para anggota Lasykar Jihad juga dibiarkan mengapalkan senjata mereka dengan kapal lain. awal 2000 yang lalu. H. Pakistan. Di Ambon. KM Tanto Sakti. Di Maluku Utara yang dominan Muslim. Drs. KM Rinjani. Mayjen Da'i Bahtiar.

yang terletak di sebelah utara Timor Lorosa'e. yang didominasi oleh angkatan bersenjata Australia. Kedua. sedangkan agenda yang kelima yang tidak kalah pentingnya ketimbang semua agenda di atas adalah mencegah pemeriksaan dan peradilan para perwira tinggi dan purnawirawan ABRI yang dituduh terlibat kejahatan korupsi serta pelanggaran hakhak asasi manusia. agenda yang ketiga adalah mempertahankan struktur teritorial TNI. tetapi juga dengan menimbulkan perpecahan agama antara para mahasiswa Muslim dan Kristen di provinsi itu. penjelasan mengenai kerusuhan yang berkesinambungan di Kepulauan Maluku harus ditemukan dalam kepentingankepentingan militer yang lebih sistemik. Ini telah dicapai. Maluku. agenda yang keempat adalah mempertahankan kepentingan bisnis militer. dalam hal ini Laut Banda. tidak hanya dengan penghancuran dua kampus di mana para mahasiswanya berada di front depan dalam gerakan reformasi di Maluku. dapatlah dikatakan bahwa ada lima agenda militer dalam melanggengkan konflik di Maluku. penarikan diri aparatur negara Indonesia secara terpaksa dari Timor Lorosa'e telah meninggalkan satu lubang yang rawan dalam rantai pertahanan di wilayah Indonesia timur. pemicuan konflik horisontal di Maluku dan di tempat-tempat lain di Indonesia sengaja dilakukan oleh militer untuk membelokkan perhatian jauh dari tuntutan para mahasiswa untuk penghapusan dwifungsi ABRI. dan dalam tingkat tertentu. Maka. Pertama-tama. di Indonesia pada umumnya. Makanya. Dengan menganalisis data dan mengkaji cara berfikir dan operasi militer. sebagian besar penduduk Kristen di Maluku dipandang kurang dapat dipercaya di mata militer untuk mempertahankan sisi Tenggara NKRI. Menurut doktrin pertahanan TNI yang dikenal dengan istilah Wawasan Nusantara. di Timor Lorosa'e. khususnya ancaman yang dirasakan oleh TNI dengan kehadiran ribuan pasukan PBB.tidak dapat lagi mempercayai retorika resmi di Indonesia bahwa yang terlibat hanyalah "oknum-oknum pembangkang" (rogue elements). secara langsung berhadapan dengan ancaman potensial dari Selatan. Agenda yang pertama dan paling langsung adalah membalas oposisi para mahasiswa terhadap dwifungsi ABRI dengan mengalihkan konflik vertikal menjadi konflik horisontal. dengan lepasnya Timor Lorosa'e. di mata TNI rantai kepulauan untuk pertahanan negara di kawasan timur Indonesia telah diperlemah secara serius. khususnya Angkatan Darat. karena diyakini bahwa mereka mungkin memiliki kecenderungan separatis yang sama sebagaimana rakyat Timor Lorosa'e yang mayoritas beragama Katolik. Dari sudut militer perlu penyesuaian demografik strategik di Maluku berupa . pulau-pulau berpenduduk berfungsi untuk membentengi laut pedalaman (territorial sea). agenda yang kedua adalah mempertahankan konsep Wawasan Nusantara. Selain dari putusnya rantai pertahanan geo-strategis akibat lepasnya setengah pulau Timor dari wilayah NKRI.

Untuk menemukan dasar pemikiran dalam menciptakan kembali komando-komando daerah militer yang terbengkalai perlu ditunjukkan bahwa pasukan-pasukan itu dibutuhkan untuk menghadapi keresahan di wilayah-wilayah itu. Setiap Kodam memiliki sejumlah batalyon yang mewakili spesialisasi pelayanan yang berbeda-beda di dalam Angkatan Darat. setelah pasukan itu disebarkan. Jendral Benny Murdani. semacam negara di dalam negara. sementara uang suap untuk memudahkan promosi sebaliknya mengalir dari dasar ke puncak. selain dari menghidupkan kembali Kodam Pattimura yang lama. di samping unit-unit yang berdasarkan wilayah ada batalyon-batalyon dengan kemampuan tempur khusus. Untuk mengklarifikasi hal ini. kita perlu memahami struktur territorial Angkatan Darat. Struktur teritorial ini sejajar dengan struktur pemerintah. Lalu. yang oleh pendahulunya. yang dikenal dengan doktrin 'dwifungsi ABRI'. Ada perwira aktif maupun purnawirawan yang merasa terancam oleh . Agenda militer yang ketiga. yakni untuk mempertahankan kepentingan ekonomi militer. maka kebakaran harus ditimbulkan. mereka perlu ditempatkan secara permanen di sana. Akhirnya. sehingga dengan demikian membenarkan penempatan pasukan yang lebih banyak di Maluku. Setiap Kodam terdiri dari empat sampai enam Korem yang dikepalai oleh seorang kolonel. di samping fungsinya sebagai kekuatan pertahanan. Pentingnya struktur teritorial ini tidak dapat diremehkan. untuk membenarkan kehadiran para pemadam kebakaran itu. Di bawah Panglima Angkatan Bersenjata Jendral Wiranto. Pertukaran penduduk Maluku itu diharapkan dapat mencegah Maluku dari mengikuti contoh Timor Lorosa'e untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. telah dikurangi menjadi sepuluh. Berbicara tentang uang suap adalah berbicara tentang agenda keempat dalam melanggengkankekerasan di Maluku. Dengan kata lain. yakni mempertahankan struktur teritorial TNI. Batalyon-batalyon yang dikomandani oleh seorang mayor atau letnal kolonel itu merupakan tulang punggung struktur teritorial Angkatan Darat. Angkatan Darat merencanakan untuk membangun kembali tujuh belas Kodam. Menurut rencana Wiranto. dengan komandannya adalah jendral berbintang dua. di mana instruksi mengalir dari puncak (ibu kota nasional) ke dasar (kecamatan). yakni Kopassus dan Kostrad. dapat ditunjukkan dari keputusan Jendral Wiranto meningkatkan Korem Pattimura menjadi Kodam. Di bawah Korem adalah Kodim yang dikepalai oleh letnan kolonel. Kodam-Kodam lain yang pernah ada antara tahun 1958 dan 1985 juga akan dihidupkan kembali. di mana garis komando terentang dari Kepala Staf Angkatan Darat ke Panglima Kodam.pengiriman ribuan anggota Lasykar Jihad yang akhirnya diharapkan menetap di kepulauan itu dengan membawa keluarga mereka dari Jawa dan pulau-pulau lain. karena inilah tulang punggungmiliter untuk melaksanakan fungsinya sebagai kekuatan politik.

yang sebagian besar diperoleh dari konglomerat yang beroperasi di Maluku. serdadu Brawijaya mencuri kelapa dari para petani Muslim. sekitar 75 persen dari pengeluaran militer diperoleh dari bisnis Militer dan cara-cara lain. Kepentingan ekonomi ini juga tidak terbatas pada Angkatan Darat. Jika rencana otonomi daerah dan pembangian pendapatan daerah mulai diwujudkan tahun ini. Mereka juga menjadi penembak bayaran bagi siapa yang memberikan upah paling tinggi. Anggota Batalyon 321 Kostrad dilaporkan menyerang tiga bank di Ambon pada hari Minggu. militer tidak tampak ingin mengurangi peran mereka. ketika mereka tidak diberi kunci tempat penyimpanan uang kontan. yang memasok kayu glondongan dari konsesi mereka seluas 74. Wirahadikusumah serta merta digeser dari jabatannya sebagai Pangkostrad. Memang. yang berhasil dibeberkan oleh Letjen. kehutanan dan pertambangan. Setelah membeberkan skandal itu. Di Ambon. Maluku sesungguhnya sarat dengan kepentingan bisnis militer. Kegiatan penghimpunan dana ini biasanya tidak Tunduk pada penelitian publik yang cermat: para komandan militer memiliki Akses terhadap sejumlah besar uang yang dapat digunakan untuk membiayai manuver-manuver politik di masa depan. ketika kekerasan di sana sudah memperoleh momentumnya sendiri. dan memaksa para pekerja Kristen untuk mrmproduksi kopra yang akan diekspor oleh para serdadu ke Manado. adalah sebuah Perusahaan yang dimiliki oleh Angkatan Udara. PT Green Delta. karena ini merupakan fenomena yang berlingkup nasional. Celakanya. Maluku bukan satu-satunya wilayah yang sarat kepentingan bisnis militer. pasukan yang tersebar di Maluku mulai menemukan caranya untuk mengeruk keuntungan bagi dirinya sendiri. hanyalah merupakan puncak gunung es. misalnya melalui desa-desa yang sedang berperang atau dari dan ke pelabuhan udara dan pelabuhan laut. Akhirnya. 2000. agenda militer yang kelima didasarkan pada observasi bahwa pertempuran di Maluku sering berkobar kembali manakala interogasi terhadap mantan Presiden Soeharto mengenai korupsinya. para serdadu memberikan 'jasa perlindungan' bagi pengusaha dan orang-orang yang harus melewati rute-rute berbahaya. Skandal korupsi Rp 189 milyar rupiah di Yayasan Dharma Putera Kostrad. Brigjen I Made Yasa secara terbuka menyatakan bahwa TNI . Agus Wirahadikusumah. Di Maluku Utara. 16 Juli.prospek desentralisasi. maka parlemen-parlemen daerah akan memiliki kekuasaan untuk membatalkan atau menolak untuk memperbaharui kontrak yang menguntungkan perusahaan yang didukung militer di bidang perikanan. dan menganiaya satpam bank-bank itu. tetapi juga pada Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Celakannya bagi rakyat kecil di Maluku. Soalnya.000 hektar di pulau Morotai untuk penggergajian perusahaan Barito Pasific di pulau lain di Maluku Utara. Sebaliknya. Kerusuhan-kerusuhan di daerah akan menunda kerugian-kerugian semacam itu. atau interogasi terhadap mantan Jendral Wiranto mengenai perannya dalam kekerasan pasca referendum di Timor Lorosa'e sedang dijalankan. Dan di kedua provinsi. militer menjadi sumber utama mengenai persenjataan dan amunisi bagi kedua belah pihak yang berperang. Pangdam Pattimura.

dengan menggunakan keresahan di Maluku untuk memperlemah kemampuan pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. untuk mengurangi kemampuan ABRI mengadudomba rakyat sipil di wilayah-wilayah yang jauh dari Jakarta. yang sedang terancam oleh gerakan reformasi serta desentralisasi politik ke daerah-daerah. kartu terakhir masih berada di tangan militer. sebagaimana dibuktikan dalam Sidang Tahunan MPR di mana jangka waktu fraksi TNI/Polri bukannya diperpendek. sedang di Maluku militer memilih untuk bekerjasama dengan kaum militan Muslim yang didatangkan dari Jawa dan kepulauan lain. yang pada akhirnya bermaksud mengkonsolidasikan kekuasaan politik dan ekonomi mereka. Situasi ini paralel dengan perang antara pejuang pro-kemerdekaan dan milisi proIndonesia yang didukung oleh TNI dan Polri. yang secara terbuka didukung pula oleh militer aktif. sebelum dan sesudah referendum yang diawasi PBB di Timor Lorosa'e.sedang mempertimbangkan untuk membentuk Kodim-Kodim baru untuk dua kabupaten baru di Buru dan Maluku Tenggara Barat. Dalam fase konflik ini. Dengan mempertimbangkan bahwa rezim di Jakarta telah dibajak oleh kekuatan yang menolak mengakhiri kekerasan di Kepulauan Maluku. Tekanan politik ini harus dibarengi dengan tekanan terhadap sumber-sumber keuangan militer Indonesia. tampaknya tidak ada pilihan lain selain menggunakan tekanan internasional terhadap Pemerintah Indonesia -khususnya terhadap ABRI dan para pendukung mereka di DPR -. Kesimpulan & Saran-saran ------------------------Kekerasan antaragama yang berkesinambungan di Kepulauan Maluku dimatangkan dan dipertahankan oleh jaringan militer yang didukung oleh sebagian politisi Poros Tengah. di Aeh mereka berkolaborasi dengan mantan gerilyawan Aceh. dengan menggunakan preman Ambon untuk memicu kekerasan komunal. Kerusuhan sosial di Maluku memenuhi beberapa tujuan strategis dari ABRI. Sementara di Timor Lorosa'e ABRI memilih untuk mendukung kekuatan paramiliter Timor Lorosa'e yang beragama Katolik. sifat kekerasan beralih dari konflik antardesa menjadi perang terbuka. . di mana desa-desa Kristen harus mempertahankan diri dari serangan ribuan anggota Lasykar Jihad. untuk mengakhiri penderitaan rakyat di provinsi kembar Maluku dan Maluku Utara. melainkan diperpanjang lima tahun lagi.oleh PBB dan semua badan terkait. termasuk Komisi HAM di Jenewa dan Dewan Keamanan di New York. Namun sesungguhnya. dan sedang mencoba untuk memanfaatkan aliansi ini demi keuntungan mereka. dari Acheh sampai ke Maluku dan Papua Barat. Jaringan militer dan kaum militan Muslim yang jalin-menjalin ini mengeksploitasi etno-religius yang membara di Maluku. dan kemudian menyebarkan ribuan militan Muslim setelah pertempuran internal di Maluku agak mereda. Mungkin sekali bahwa Lasykar Jihad dan para politisi pendukung mereka di DPR menyadari sifat 'sementara' dari aliansi taktis mereka dengan tentara.

" Time. hal. Yogyakarta: Wihdah Press. ---------. 100-129." Dalam Ingrid Wessel & Georgia Winhoefer (eds). air mata dan anyir darah di Maluku. Fealy. air mata dan anyir darah. Aditjondro posted by Analis Kebudayaan at 1:11 AM Kamis. Greg (2001). hal. (2000). George J. Hajari. 36-37. Trauma Lampung berdarah: Di balik manuver Hendro Priyono. (1989). "Guns. Hefner. 28-29. W. (2000). Siagian. Civil Islam: Muslims and democratization in Indonesia. April. Wertheim. Ketika semerbak cengkeh tergusur oleh asap mesiu. (2001a).Kepustakaan ------------Aditjondro. * Sumber dari artikel oleh George J.F. Irfan S. 22/04/2010 12:02:28 WIB Kerusuhan lumpuhkan Drydock World Batam Oleh: Yoseph Pencawan . F." Inside Indonesia. Robert W." [Behind the smoke. 78-108. "Di balik asap mesiu. Sihol (1999). hal. "The Lampung affair: A personal perspective. pamphlets and handie-talkies: how the military exploited local ethno-religious tensions in Maluku to preserve their political and economic interests. Princeton: Princeton University Press." Inside Indonesia. 20-21. Nisid (2000). Jakarta: Team Advokasi Penyelesaian Kasus (TAPAK) Ambon.(2001a). Violence in Indonesia. Jakarta: Grasindo. 24 Januari. Januari-Maret. tears and blood in Maluku]. Dalam Zairin Salampessy & Thamrin Hussein (eds). Hamburg: Abera. Awwas. pp. Pius Lustrilanang menolak bungkam: Kesaksian korban penculikan rezim Orde Baru. "A wasteland called peace. "Inside the Laskar Jihad. hal.

Sedangkan pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti meraih 20. Karyawan lokal terus melakukan penyisiran dan penganiayaan terhadap pekerja asing asal India. PT Drydock merupakan anak perusahaan Drydock World Dubai yang bergerak di bidang perbaikan dan pembuatan kapal.20% atau 150. Di putaran I. bahkan dua di antaranya hancur dan dibakar. polisi dibantu TNI langsung turun membuat pagar kawat berduri untuk mengantisipasi keadaan. Penghinaan ini memancing kemarahan karyawan yang lain sehingga pekerja asing itu dipukuli hingga memasuki ruang kantor Drydock Graha. seluruh karyawan masih bertahan di luar pagar perusahaan.000 orang. (er) ari Sabtu (19/6) ini. Total investasi yang ditanamkan perusahaan ini mencapai US$500 juta dengan jumlah karyawan sekitar 2.676 suara. Kedua pasangan calon tersebut yakni. warga Kota Medan kembali memilih pemimpinnya. baik yang berada di lokasi workshop maupun di gedung kantor. Kekesalan karyawan semakin memuncak dan tidak terkendali yang berujung dengan pembakaran tiga gedung administrasi milik perusahaan. Hanya tinggal 2 pasangan calon yang melaju ke putaran II pemilihan walikota dan wakil walikota Medan.72% atau 140. Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin yang diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar. pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memperoleh 22.BATAM (Bisnis.com): Aktivitas PT Drydock World Batam lumpuh setelah ratusan pekerja membakar dan menghancurkan hampir 50% fasilitas yang ada di lokasi perusahaan tersebut.991 orang dari 1.671 suara.15 tadi pagi bermula dari seorang pekerja asal India yang diduga menghina satu pekerja lokal ketika sedang mengerjakan perbaikan sebuah kapal.” ujar seorang karyawan kepada Bisnis. baik yang berada di areal workshop maupun yang terperangkap dalam gedung yang terbakar. Tidak cukup membakar gedung. .com yang memantau langsung di lokasi kejadian.155 orang yang terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT). Tingkat partisipasi pemilih putaran I sebanyak 35. karyawan semakin beringas dan menghancurkan 33 unit mobil yang diduga milik pekerja asing dan enam di antaranya dibakar. dan pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Damai Sejahtera (PDS). “Aktivitas perusahaan langsung lumpuh total. Sementara itu.961. Kerusuhan yang terjadi sejak pukul 08.69% atau hanya 699. Perusahaan ini berlokasi di kawasan industri shipyard Tanjung Uncang dan beroperasi sejak 2008. Kedua pasangan calon didukung partai politik terbesar di Kota Medan. Saat ini polisi sedang mengevakuasi seluruh pekerja asal India.

di antaranya banyaknya pemilih bermasalah masih terdaftar di DPT. lurah dan kepling agar berlaku netral kepada kedua pasangan calon. menurut pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara. Lagipula nggak ada calon yang saya suka. “Ah.” kata Dadang.961. Pertama. pemungutan suara putaran II juga masih menyisakan sejumlah masalah. Medan Selayang. Dadang Darmawan. malaslah milih lagi. lanjutnya. Alasan kedua. Karena walaupun dapat menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai alat bukti untuk mencoblos.” jelas Dadang. adalah sosialisasi putaran II yang tidak menarik dan cenderung monoton sehingga tak mampu menggerakkan warga untuk menggunakan hak pilihnya. hal itu tidak berpengaruh signifikan terhadap partisipasi pemilih. Medan Tembung. tetap saja harus repot mencari TPS tempat dia terdaftar sebagai pemilih. Sahala Saragih. Mereka juga menuntut KPU Medan mendesak aparat Pemko Medan seperti camat. Sekalipun ada kesepakatan calon yang gagal memberi dukungannya baik ke Rahudman-Eldin. Medan Timur. Para pendemo juga mendesak KPU Medan melaksanakan semua tahapan pilkada dengan jujur. Medan Johor. Dadang mengatakan. Jadi. mengungkapkan pihaknya menemukan sedikitnya puluhan warga yang berdomisili di Kecamatan Medan Helvetia. dan dugaan keberpihakan aparatur Pemko Medan terhadap pasangan calon tertentu. Namun. tidak berpengaruh terhadap minat warga untuk memilih. warga Padang Bulan yang memilih di kawasan Tanjung Sari. tidak sampai ke bawah. hingga sehari menjelang pemungutan suara. ada juga warga yang masih berharap pilkada menghasilkan walikota yang . turunnya minat memilih para simpatisan dan pendukung dari 8 pasangan calon yang kalah di putaran I. Medan Perjuangan. Mereka memprotes masih banyaknya warga yang belum menerima undangan memilih hingga sehari menjelang hari pemungutan suara.Sama seperti putaran I lalu.155 orang. Jumat kemarin. berunjuk rasa di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan. Ada juga warga yang enggan memilih karena tidak menerima undangan memilih. Selain itu. Untuk persoalan C6. “Kalaupun bertambah atau berkurang paling hanya 5% dari tingkat partisipasi di putaran I lalu.” tutur ibu Sembiring. “Kesepakatan itu kan hanya terjadi di tingkat elit saja. yang belum menerima formulir C6. adil. warga Medan yang menggunakan hak pilihnya tidak jauh berbeda dari putaran I lalu. Golput Tetap Tinggi DPT putaran II tidak mengalami perubahan dari putaran I lalu. seorang pendemo. Medan Area dan Medan Timur. Namun. banyak warga yang belum menerima undangan memilih atau formulir C6. ada tiga alasan warga masih enggan menggunakan hak pilihnya di putaran I. yakni 1. Dan yang ketiga adalah faktor kejenuhan warga terhadap pilkada apalagi calon yang tersisa tidak ada sesuai dengan hati nuraninya. ke TPS aja saya harus keluar uang Rp20 ribu. terbuka dan tidak berpihak kepada pasangan calon tertentu. puluhan orang yang menamakan diri Forum Masyarakat Menggugat (Forasgat). maupun Sofyan Tan-Nelly.

Rombongan Syamsul tersebut diterima Ketua KPU Medan Evi Novida Ginting. KPU Medan berharap semua warga yang memiliki hak pilih untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya. “Memilih itu kan hak. Syamsul mengatakan hal di luar kekuasaan pemerintah maupun KPU sebagai penyelenggara. didampingi Sekda Medan Fitriyus. di Hotel Grand Angkasa. Menjawab pertanyaan Syamsul ini. Padahal seharusnya sebagai aparat pemerintahan kedua lurah . Sebab. Syamsul bertanya seputar persiapan pelaksanaan pilkada dan DPT.897 TPS sudah dikerjakan dan diharapkan seluruhnya rampung pada Jumat malam. seluruh kebutuhan logistik di TPS saat ini sudah tiba di 151 kelurahan di Medan.00 WIB. dan sejumlah pejabat Pemko dan Pempropsu. ya sah-sah saja. Lurah Perintis dan lurah Gang Buntu Kecamatan Medan Timur dianggap sudah melampaui kewenangannya yang meminta pergantian anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di wilayahnya. Semuanya sudah kami lakukan seperti menyurati perusahaanperusahaan agar memberi kesempatan karyawannya untuk memilih. jadi kalau warga memilih tidak menggunakan hak pilihnya. Jumat sore meninjau persiapan pelaksanaan pilkada putaran II ke Kantor KPU Medan. Menurut dia.” kata Evi. Mula Tinambunan. pilkada adalah terkait dengan warga. Persiapan Pilkada Pejabat sementara (Pjs) Walikota Medan Syamsul Arifin. Menurut Ketua KPU Medan. Rekapitulasi Dua hari pascapemungutan suara. “Harus aku milih. Ketua KPU Medan Evi Novida Ginting menyatakan pihaknya telah siap melaksanakan pilkada putaran II hari ini.” ujar Syamsul. Begitu juga dengan pendirian 3. Menurut seorang warga yang tinggal di Jalan Pintu Air IV Gang Guru Patimpus Kelurahan Kwala Bekala. Tindakan kedua lurah itu dinilai telah mencampuri urusan penyelenggaraan pilkada dan terindikasi memihak pasangan calon tertentu.” kata Evi. yang berketetapan hati memilih salah satu pasangan calon.” tandas Mula. supaya masih ada waktu bagi PPK untuk merampungkan penghitungan sampai Senin siang. “Kami harapkan ada peningkatan partisipasi pemilih di putaran II ini. Ditanya rendahnya partisipasi pemilih di putaran I. KPU Medan akan mengumumkan perolehan suara kedua pasangan calon sekaligus mengumumkan walikota dan wakil walikota Medan terpilih dalam rapat pleno terbuka. KPU Medan Rekomendasikan Pemecatan 2 Lurah Komisi Pemilihan Umum Medan merekomendasikan pemecatan 2 lurah yang dinilai telah mengintervensi penyelenggaran pemilihan kepala daerah Kota Medan putaran II ke Pemerintah Kota Medan. dan empat komisioner KPU Medan lainnya. penghitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) akan rampung pada hari Minggu atau selambat-lambatnya hari Senin siang. kata dia. “Makanya kita lakukan jam 3 sore. Kabag Humas Pemko Medan Hanas Hasibuan.dapat membawa perubahan sehingga dia merasa harus menggunakan hak pilihnya. Kecamatan Medan Johor. Pada kesempatan itu. tepatnya hari Senin (21/6) pukul 15.

” kata Syamsul Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan sudah siap-siap menggelar pilkada putaran ke-II yang rencananya pada 16 Juni mendatang. TPS 38 Sunggal. mutlak wewenang PPS. tindakan kedua lurah tersebut yang berupaya mengganti KPPS merupakan bentuk intervensi yang harus ditanggapi serius. dan anggota PPS Kelurahan gang Buntu. Rabu (16/6) lalu. Teknik Ginting. “Pemungutan suara Pilkada Medan putaran II dilaksanakan pada 16 Juni 2010. Terungkapnya tindakan kedua lurah tersebut. PPK dan PPS menilai alasan itu yang tidak masuk akal. Candra Sirait.” kata anggota KPU Medan Pandapotan Tamba. ke KPU Medan saat digelarnya rapat evaluasi di Hotel Garuda Plaza Medan. “Hanya KPPS ini yang di ganti. Mariani. Stefani Tendi. Sedangkan KPPS di TPS lainnya. TPS 51 Tanjung Mulia Medan Deli. maka pihaknya akan menindak mereka sesuai aturan yang berlaku. mengatakan. yang rata-rata dari etnis Tionghoa. berawal dari laporan yang disampaikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kelurahan Perintis.tersebut berlaku netral. termasuk KPPS. misalnya membawa kasus ini ke Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kota Medan. Pandapotan mengatakan. “Kalau memang ada kan ada aturan untuk menindaknya. Mereka pun menyerahkan surat dari Lurah Perintis bernomor 270/320 tertanggal 11 Juni 2010 yang ditandatangani Rushendra. lurah atau aparat pemerintah lainnya tidak berwenang mengganti aparat penyelenggara pemilu atau pilkada. “Kami minta kedua lurah ini segera dipecat. Menurut PPK dan PPS. Jahari. Untuk itu. tapi sampai sekarang saya belum terima laporannya makan jangan berandai-andai. . kata dia. Jumat (18/6). Anggota KPU Medan Pandapotan Tamba.” kata Pandapotan. karena tindakan yang mereka lakukan merupakan intervensi terhadap penyelenggara Pilkada. Namun. Yang berhak mengganti KPPS. Arifin Daulay. Pjs Walikota Medan Syamsul Arifin mengatakan. Dalam surat itu KPU Medan diminta mengganti KPPS di Kelurahan Perintis karena tidak aktif bekerja. pihaknya akan menyurati Walikota Medan agar mengambil tindakan tegas terhadap kedua luran itu. alasan penggantian KPPS itu karena beberapa di antaranya etnis Tionghoa.” kata Pandapotan. Kedua anggota PPS ini mengaku diancam lurah masing-masing akan dipecat jika tidak mengganti KPPS. Badiah Pangaribuan. dan TPS 53 Kelurahan Besar Medan Labuhan. yakni KPPS TPS 7 Sidorejo III Medan Amplas. kami tegaskan tidak ada pergantian. jika terbukti. pihaknya belum menerima laporan kedua lurah tersebut yang bertindak di luar kewenangannya. Dia menegaskan. penggantian KPPS di putaran I hanya dilakukan terhadap KPPS yang menjadi saksi bagi pasangan Arif Nasution-Supratikno di Mahkamah Konstitusi (MK). TPS 51 Mangga Medan Tuntungan. di Kantor KPU Medan Jalan Kejaksaan.

200.medantalk..net . Rp 38. Sepintas formulir itu tertulis TPS 23. kampanye Rp 4. DETIKPOS.mengatakan awal terungkap saat kecurigaan petugas panitia pengawas Pemilukada di TPS 23. Kapolsekta Patumbak AKP Wahyudin. Karena ada kecurigaan. pendistribusian 9 Juni sampai 15 Juni 2010. Ironisnya.372.939.540. Kecamatan Medan Amplas. “Anehnya pelaku sendiri tak tau saat ditanya TPS berapa pada putaran pertama lalu.082. KPPS Rp 12.099.586. Timbangdeli. Sabtu (19/6). sosialisasi Rp 134.com AMEDAN (Pos Kota) – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Medan. dirinci seperti berikut: logistik Rp 2. masih diperiksa secara intensif di Polsekta Patumbak.957 untuk putaran II. putaran kedua diwarnai kecurangan.129. Pilkada Medan Tahun 2010 memiliki anggaran sebesar Rp 55. Gang Idaman. PPK Rp 152. Belakangan diketahui usia calon pemilih itu belum memenuhi kriteria DPT. keduanya warga Jalan Damai.500.” kata Wahyudin. kubu . kedua remaja yang belum memiliki hak suara itu mengaku nekat ikut mencoblos karena dijanjikan uang Rp 10 ribu. (samosir) MEDAN. Timbang Deli.068. Faisal Sutono Sirait .648. tapi setelah diamati lebih mirip angka 22. Source: Rp 16.250.14. dan pengamanan Rp 2. Medan. Masa kampanye 10 Juni sampai 12 Juni 2010 dan masa tenang 13 Juni sampai 15 Juni 2010 (3 hari). Hingga saat ini kedua remaja itu.083 dengan rincian.000.Tim sukses Sofyan Tan-Nelly Armayanti menduga adanya kecurangan secara sistemik pada putaran kedua pemilihan wali kota dan wakil wali kota Medan.125 untuk putaran I dan Rp 16.000. Dua remaja yang belum masuk daftar pemilih tetap (DPT) diamankan polisi karena kedapatan ikut memilih di tempat pemungutan suara (TPS) 23. 16. Dari keduanya diamankan selembar surat formulir pemilihan yang sudah dicoblos oleh Rudianto. Untuk putaran kedua itu. untuk memilih calon pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti. dan Rudianto Sirait.550. Jadwal tahapan putaran II dimulai dengan pengadaan logistik 23 Mei sampai 8 Juni 2010.com/rp-169-m-untuk-pilkada-putaran-kedua/#ixzz0rO0MjJoO Copyright: www. atas formulir pemilihan (C6) yang dimiliki Rudianto.9 M untuk Pilkada Putaran Kedua | Berita Cerita Kota Medan http://www. Sementara formulir yang dicoblos Faisal Sutono Sirait sudah terlanjur dimasukkan ke dalam kotak suara.000. PPS Rp 7.148. digelar Sabtu (19/6) pagi.821.328.MedanTalk.514. dia langsung kami amankan.Ia menjelaskan.596.000.000.133.000. Perhitungan suara Rp 38. Atas temuan pelanggaran itu.

net – Tim sukses Sofyan Tan-Nelly Armayanti menduga adanya kecurangan secara sistemik pada putaran kedua pemilihan wali kota dan wakil wali kota Medan. Pelanggaran lain.” ujar Evi.detikpos. “KPU Medan sudah berkali-kali menegaskan KPU netral dan tidak berpihak. kami lagi menyusun langkah selanjutnya. “Kami meminta dilakukan penghitungan ulang di TPS. menunjukkan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memperoleh 502. digelar Sabtu (19/6) pagi.Sofyan Tan akan melakukan gugatan pelaksanaan Pilkada putaran kedua. Budiman juga menyoalkan banyaknya surat suara Sofyan Tan dinyatakan rusak. Atas temuan pelanggaran itu. “Kalau punya data dan bukti silakan laporkan ke Panwas Medan. “Rapat pleno Senin depan pukul 15. bersaing ketat dengan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin yang disokong Partai Demokrat dan Partai Golkar. “Ini kan. Evi Novida Ginting.html#ixzz0rO1oRFTo MEDAN. tindakan sesuai proses hukum akan dilakukan. Sabtu malam.502 suara. “Adanya 50 surat suara yang telah dicoblos dimasukkan ke dalam kotak suara. kecurangan masif melibatkan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).” sebutnya. mempersilakan pihak Sofyan Tan-Nelly Armayanti melaporkan kecurangan yang ditemukan. didukung PDIP dan partai lainnya.” jelas Evi.00 Wib.” ujar Budiman.” kata Budiman kepada Tempo. dan pengetatan di PPK. bila bukti kecurangan dilakukan KPPS. kubu Sofyan Tan akan melakukan gugatan pelaksanaan Pilkada putaran kedua. didukung PDIP dan partai lainnya. Karena kalau katanya-katanya berarti cakapcakap saja. Sementara pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti memperoleh 261.” tegasnya. Sementara hasil perolehan suara dari 21 kecamatan di Kota Medan yang masuk ke Media Center Panwas Kota Medan. menyatakan.671 suara. adanya saksi Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memakai atribut di area TPS. . Ketua Tim Pemenangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti. sebut dia. KPU Medan menjadwalkan pemenang putaran kedua Pilkada Medan akan diumumkan pada Senin (21/6). Sofyan Tan-Nelly Armayanti.” Ketua KPU Medan.00 WIB. DETIKPOS. Dan. bersaing ketat dengan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin yang disokong Partai Demokrat dan Partai Golkar. [ti/ris] Read more: http://www. tidak boleh. Sofyan Tan-Nelly Armayanti. Jalan Sultan Agung.net/2010/06/pilkada-medan-tim-sukses-sofyantan. Budiman Nadapdap. Ditegaskannya. TPS 23. “Apakah ini dirusak atau dinyatakan rusak. Itu kami temukan di Tangguk Bongkar 11. hingga pukul 20.

Jalan Sultan Agung.” ujar Budiman. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan Hendry Jhon . Dan. 9/6 (ANTARA) – Pasangan Sofyan Tan/Nelly Armayanti ditargetkan meraih dukungan minimal dari 450 ribu suara pemilih pada pilkada Kota Medan putaran kedua yang akan berlangsung 19 Juni 2010. tindakan sesuai proses hukum akan dilakukan. Sementara hasil perolehan suara dari 21 kecamatan di Kota Medan yang masuk ke Media Center Panwas Kota Medan.” sebutnya. Evi Novida Ginting. menunjukkan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memperoleh 502. kecurangan masif melibatkan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). mempersilakan pihak Sofyan Tan-Nelly Armayanti melaporkan kecurangan yang ditemukan.502 suara.” tegasnya. Selain Sofyan/Nelly. Karena kalau katanya-katanya berarti cakapcakap saja. Budiman juga menyoalkan banyaknya surat suara Sofyan Tan dinyatakan rusak. [ti/ris] Blog Berita Hari Ini Indonesia Terkini Soyan/Nelly Targetkan 450 Ribu suara Putaran Kedua Medan. “KPU Medan sudah berkali-kali menegaskan KPU netral dan tidak berpihak. Itu kami temukan di Tangguk Bongkar 11.671 suara.” jelas Evi. “Adanya 50 surat suara yang telah dicoblos dimasukkan ke dalam kotak suara. Sementara pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti memperoleh 261.00 WIB. “Ini kan.” Ketua KPU Medan. sebut dia. tidak boleh. bila bukti kecurangan dilakukan KPPS. Ditegaskannya. Sabtu malam. Budiman Nadapdap.” ujar Evi. “Rapat pleno Senin depan pukul 15. kami lagi menyusun langkah selanjutnya. TPS 23. Rabu. “Apakah ini dirusak atau dinyatakan rusak.Ketua Tim Pemenangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti.00 Wib. “Kalau punya data dan bukti silakan laporkan ke Panwas Medan.” kata Ketua Tim Pemenangan Sofyan Tan/Nelly Armayanti.” kata Budiman kepada Tempo. dan pengetatan di PPK. KPU Medan menjadwalkan pemenang putaran kedua Pilkada Medan akan diumumkan pada Senin (21/6). menyatakan. “Target kita meraih 450 ribu suara plus satu. Budiman Nadapdap pada silaturahim PDI Perjuangan dengan tokoh masyarakat di Medan. “Kami meminta dilakukan penghitungan ulang di TPS. Pelanggaran lain. adanya saksi Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memakai atribut di area TPS. hadir pada kesempatan itu Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Panda Nababan. hingga pukul 20.

671 suara (22. “Sejumlah calon yang kalah pada pertarungan putaran pertama bahkan sudah menyatakan dukungannya bagi pasangan Sofyan/Nelly. Jika pada putaran pertama hanya 699. termasuk calon wali kota Maulana Pohan beserta jaringannya dan jajaran partai pendukung calon wali kota Ajib Shah.676 suara (20. Kalau sudah begini ‘kiamat’ kita. maka jumlah pemilih pada putaran kedua diperkirakan mencapai 900 ribu orang.R014/B/S015/S015) Medan. “Karena itu. Mereka menyisihkan delapan pasangan lain sekaligus maju ke putaran kedua. Sofyan Tan/Nelly Armayanti optimistis memenangkan pilkada putaran kedua yang akan berlangsung 19 Juni 2010. Karena itu kita harus benar-benar waspada. sementara Sofyan/Nelly yang didukung PDI Perjuangan dan PDS meraih 140. tetapi kita akhirnya kalah karena suara tidak dijaga.72 persen).961.Pasangan calon wali kota/wakil wali kota Medan. Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut HM Affan.” katanya. Ia mengaku optimistis target tersebut akan dapat dicapai menyusul semakin besarnya dukungan yang mengalir untuk pasangan Sofyan/Nelly.” katanya. Rahudman/Eldin yang diusung koalisi Partai Demokrat dan Partai Golkar memperoleh 150. “Menjaga suara ini harus dilakukan dengan serius. tambah Budiman Nadapdap. jumlah pemilih yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada pilkada putaran kedua meningkat dibanding putaran pertama. Apalagi.20 persen). ***1*** (T. Ia mengingatkan para relawan pendukung Sofyan/Nelly mengawal pelaksanaan pilkada dan menjaga suara mulai dari TPS-TPS sampai ke KPU Kota Medan. target kita meraih minimal 450 ribu suara plus satu sekaligus memenangkan pertarungan menuju kursi Wali Kota dan Wali Kota Medan periode 2010-2015. .155 orang. KPU Kota Medan menetapkan pasangan Rahudman Harahap/Dzulmi Eldin dan Sofyan Tan/Nelly Armayanti sebagai dua pasangan peraih suara terbanyak pada pilkada putara pertama yang berlangsung 12 Mei 2010. pihaknya telah mendapat informasi terkait adanya skenario kecurangan di setiap lini penyelenggara pilkada putaran kedua.Hutagalung.69 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 1. tim supervisi Brilian Moktar serta sejumlah pengurus dan fungsionaris PDI Perjuangan lainnya.” tegasnya.” ujarnya. 25/5 (Antara/FINROLL News) . “Ada iming-iming tambahan insentif bagi penyelenggara pilkada yang mampu menambah perolehan suara pasangan tertentu. Nadapdap memperkirakan. Bisa saja memang banyak yang memilih pasangan Sofyan/Nelly.991 pemilih yang datang ke TPS atau dengan tingkat partipsiasi sekitar 35.

Aparat pemerintahan diminta melayani masyarakat pemilih tanpa keberpihakan.897 TPS yang tersebar di 21 kecamatan. 2010 by pemiluindonesia. termasuk yang dilakukan aparat pemerintahan. PDI Perjuangan sendiri menyinyalir adanya aparat pemerintahan mulai dari tingkat kecamatan." jelasnya. "Ada indikasi mereka tidak netral dengan melakukan sejumlah pertemuan koordinasi dengan pasangan calon lain. Rahudman/Eldin yang diusung koalisi Partai Demokrat dan Partai Golkar memperoleh 150.453 warga Medan tidak mendapatkan hak pilihnya dalam putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Medan. Pasalnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat memberikan payung hukum kepada . Sehubungan dengan itu. t