TEMPO Interaktif, Ponorogo: Panitia Pengawas Pemilu Ponorogo tengah menyelidiki dugaan praktik politik uang yang dilakukan

tim sukses Edhie Baskoro Yudhoyono. Sejumlah warga mengaku menerima uang sebesar Rp 10 ribu agar memilih anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu. Menurut Edi Waluyo, anggota panitia pengawas, aksi bagi-bagi uang itu dipergoki di Kecamatan Jambon, pada Jumat (3/4). Salah seorang anggota tim sukses Edhie Baskoro yang diketahui bernama Samuji, warga Desa Blembem, Kecamatan Jambon, Ponorogo kepergok menebar uang kertas Rp 10.000 kepada warga . Kepada penerima, dia meminta untuk memberikan suaranya kepada anak Presiden Yudhoyono ini. “Dia tidak bisa mengelak lagi karena pemberian uang itu disertai gambar caleg yang bersangkutan,” kata Edi Wiyono kepada Tempo, Sabtu (4/4). Atas temuan itu, Panitia Pengawas Pemilu Ponorogo mengumpulkan bukti pendukungan dan memeriksa beberapa saksi. Di antaranya adalah Samuji, perangkat Desa Blembem, serta warga yang menerima uang. “Kami akan memplenokan kasus ini bersama anggota lainnya untuk menentukan sanksi yang dijatuhkan,” kata Edi. Sementara itu anggota Tim Carta Politika--tim sukses calon legislatif Edhie Baskoro-Lutfie Triadi mengatakan tuduhan yang dilontarkan kepada calon legislator Partai Demokrat Daerah Pemilihan Jawa Timur VII ini yang juga putra bungsu Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono membagi-bagi uang menjelang hari tenang merupakan black campaign atau kampanye hitam. "Tidak cukup alasan Mas Ibas melakukan itu, dia kan kondisinya leading," kata Lutfie saat dihubungi, Selasa (7/4).

17 Potensi Kecurangan Pemilu 2009 Kecurangan dalam Pemilu adalah segala upaya atau cara untuk mengambil, mendapatkan suara pemilih dengan cara yang ilegaldan bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku dengan sengaja. Yang mana suara tersebut dijadikan untuk pemenangan dirinya atau kelompok dan parpol tertentu. Kenapa orang berbuat curang, di dalam Pemilu 2009; Pertama, karena ingin mendapatkan kehormatan (post power syndrom) di tengah-tengah masyarakat. Di mana ketika terpilih menjadi wakil rakyat, sosok ia langsung melejit, dikenal luas dan dihormati oleh keluarga, kolega dan masyarakat luas. Untuk mendapatkan rasa terhormat itu maka berbagai cara pun dilakukan, termasuk dengan menghalalkan cara-cara yang curang.

Kedua, karena selama mengikuti proses pemilu telah mengeluarkan dana yang sangat besar. Mulai pendaftaran, tes kesehatan dan berbagai tahapan lain, berikut kampanye tertutup dan kampanye terbuka telah mengeluarkan dana yang sangat besar. Karena telah mengeluarkan dana besar, muncul kekhawatiran tidak akan terpilih. Bila kemungkinan buruk itu terjadi sementara, utang telah menumpuk dan banyak harta benda telah habis terjual, maka alternatif yang menjadi pilihan adalah dengan melakukan kecurangan dalam tahapan pemilu. Bila terpilih, tentu utang dan segala harta benda yang digadai dan dijual dapat diganti dan utang dibayarkan kembali. Ketiga, niat melakukan kecurangan didorong oleh keinginan besar untuk berkuasa. Apalagi selama ini telah pernah menjabat posisi tertentu, lalu jabatan itu hilang, lepas atau sudah pensiun. Sementara rasa haus terhadap kekuasaan sangat menggebu-gebu. Jika hanya dengan cara-cara biasa, kekuasaan itu sulit dicapai, maka melakukan kecurangan pemilu akhirnya menjadi salah satu pilihan. Berikut, banyak hal yang menjadi pemicu sehingga orang-orang tertentu melakukan kecurangan di dalam pelaksanaan Pemilu 2009. Ada penyebab karena merasa tenaga dan pikiran sudah terkuras habis sehingga memasang target harus terpilih. Berikut ada caleg yang telah dari jauh hari memasang target berlebihan, sementara peluang untuk terpilih sangat kecil. Akhirnya melakukan kecurangan agar target tersebut dapat tercapai. Kecurangan juga dapat didorong karena memiliki sifat yang korup, ingin mendulang harta ketika mendapat kekuasaan. Praktik kecurangan juga bisa disebabkan karena tidak siap menerima kekalahan di Pemilu. Selain itu juga disebabkan karena adanya peluang dan kesempatan, seiring dengan keinginan untuk melakukan kecurangan itu sendiri. Bila ditinjau dari pendekatan waktu, potensi kecurangan dapat terjadi pada tiga zona waktu pelaksanaan Pemilu. Pertama, waktu pemutakhiran data pemilih, yakni dari daftar pemilih sementara ke pemilihan daftar pemilih tetap. Potensi kecurangan ini dapat terjadi dari tanggal 5 April s/d 05 Oktober 2008. Berikutnya dari Oktober hingga 9 April 2009. Kedua, diwaktu pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS), hari Kamis 9 April 2009. Waktu kemungkinan potensi kecurangan itu terjadi dari pukul 06.30 – 24.00 WIB.

Ketiga, diwaktu melakukan rekapitulasi suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan terakhir di KPU. Potensi kecurangan dengan cara ini terjadi dari tanggal 9 April sampai dengan 5 Mei 2009. Kita akan membedah potensi kecurangan saat pemutahiran data pemilih. Ada upaya pihak tertentu melakukan infiltrasi terhadap anggota petugas pendapatan daftar pemilih (PPDP) dengan menguasai personal anggota PPDP sebagai ujung tombak pemutakhiran data pemilih. Dengan begitu bisa menjadi awal untuk mengakses dan mengintervensi data, seperti merekayasa, dan memodifikasi data. Berikut dengan mengeliminir pemilih yang teridentifikasi sebagai partisan partai lain. Dengan berbagai upaya dilakukan cara licik meminimalisir agar orang-orang dari anggota parpol lain, dari suku/agama lain tidak terdata atau tidak masuk di dalam daftar pemilih. Selanjutnya, memobilisasi pemilih tertentu agar terdaftar di dalam DPT tersebut bisa terkondisikan maksimal pemilih partisan dari kelompok tertentu (partai, agama, suku) yang akan memberikan suaranya di Pemilu 2009. Dengan cara me-mark up data pemilih, ini adalah cara untuk mendapatkan modal awal untuk bermain atau melakukan kecurangan pemilu. Di dalam teori kemungkinan mark up data pemilih itu dilakukan dengan cara memasukan data pemilih ganda dan tidak menghapus pemilih yang sebenarnya tidak ada, karena sudah di-PHK, pindah, meninggal dan penyebab lainnya. Zona potensi kecurangan pemilu 2009 juga sangat besar kemungkinan terjadi pada saat pemungutan suara. Indikasinya adalah dengan cara mendatangkan pemilih siluman. Pemilih siluman sengaja diset untuk memilih di tempat yang sudah terkondisikan. Dengan memanfaatkan DPT yang kacau, form A 5, dan sebagainya. Pemilih siluman ini bisa memilih berkeliling ke beberapa TPS untuk memberikan suaranya. Potensi kecurangan juga dapat dilakukan dengan menggunakan pemilih versi A 5. Pemilih versi A 5, adalah formulir tambahan bagi calon pemilih yang tidak terdata di DPT. Dan ini spesifikasinya adalah untuk saksi, peninjau, atau penduduk transit di atas 6 bulan. Peluang ini, sangat rentan dijadikan dalih untuk memasukan pemilih dadakan untuk kepentingan tertentu. *** Kecurangan juga dapat dilakukan dengan mengadakan TPS bodong. TPS yang sengaja direkayasa berdasarkan skenario penyebaran penduduk per wilayah. Dan TPS ini bisa dimunculkan di perumahan-perumahan yang sepi, tapi

direkayasa punya pemilih yang banyak untuk syarat diadakannya TPS tersebut. Potensi kecurangan juga bisa dilakukan dengan cara KPPS tidak memberikan sertifikat surat suara (C 1). Petugas KPPS yang orang partisan, dengan sengaja tidak memberikan form C 1. Di mana form ini adalah bukti utama untuk rekapitulasi suara apabila ada sangketa. Dengan berbagai alasan seperti: lupa, hilang, tidak cukup, dan berbagai alasan lain. Potensi kecurangan dan kekacauan hasil pemilu juga dapat dilakukan dengan cara KPPS tidak menandatangani sertifikat Form C 1. KPPS yang pintar tapi culas biasanya banyak memanfaatkan ketidak tahuan saksi. Petugas KPPS dengan sengaja tidak menandatangani form C 1. Secara hukum jelas form tersebut akan kehilangan kekuatan hukumnya. Alasan petugas KPPS bisa berbagai macam, seperti: sibuk, stempel hilang, dijanjikan tapi tiba-tiba menghilang. Potensi kecurangan dan kekacauan terhadap hasil pemilu juga dapat dilakukan dengan membuat form C 1 ganda. Peluang akan munculnya C 1 ganda ini sangat terbuka. Dan hal ini sangat berbahaya. Karena apa bila cukup 5 partai dan KPPS kongkalingkong dengan skenario ini. C 1 ganda digunakan untuk mem-back up hasil rekapitulasi rekayasa oknum tertentu. Baik di persidangan maupun tingkat pleno KPU. Potensi kecurangan berikutnya juga dapat terjadi dengan memanfaatkan saldo suara. Dengan sistem rekapitulasi yang rumit sangat berpeluang bisa dimanfaatkan oknum tersebut. Untuk memanfaatkan hal ini sebagai pintu masuk permainan. Apa lagi dari beberapa pengalaman yang ada. Banyak saksi yang bekerja hanya asal-asalan. Terima uang selesai. Setelah itu banyak mengabaikan tingkat akurasi hasil suara. Pada kesempatan ini maka akan terjadi jual beli, dan kongkalingkong terhadap saldo suara. Jika ingin Pemilu 2009 ini menghasilkan wakil rakyat yang betul-betul pilihan rakyat, maka mau tak mau peluang dan potensi kecurangan pemilu 2009 sebagaimana yang diuraikan tadi harus diantisipasi supaya tidak terjadi. Pemilih harus memastikan suara yang diberikan tidak menguap atau hilang. Begitu juga dengan saksi harus mengawal hasil suara dengan teliti. Pemantau juga harus melaksanakan tugas pemantauan dengan prinsip independen. Penyelenggara pemilu mulai dari tingkat TPS, PPS, PPK hingga KPU yang telah disumpah, haruslah bekerja dengan jujur. Jangan pula menjadi alat kepentingan caleg, parpol atau pihak-pihak tertentu. Sementara halnya dengan pengawas pemilu dan pihak kepolisian harus mengambil tindakan tegas ketika terjadi kecurangan dan pelanggaran pemilu. **

um'at, 26 Juni 2009, 16:47 WIB Siswanto, Mohammad Adam

Warga mengecek Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu Presiden 2009 (Antara/ FB Anggoro) BERITA TERKAIT
• • • • •

Ketua KPU ke Surabaya Periksa DPT Fiktif DPT Pilpres Dinilai Tetap Bermasalah Demokrat: Pansus Hak Angket DPT Salah Alamat Demokrat Yakin Hak Angket Tak Ganggu Komitmen DPT Bantul Belum Ditetapkan

VIVAnews – Tim kampanye nasional pasangan presiden dan wakil presiden, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto, melaporkan indikasi kecurangan daftar pemilih tetap yang digunakan untuk pemilihan presiden di Jawa Timur ke Badan Pengawas Pemilu, Jumat 26 Juni 2009. “Sekarang masih adanya masalah DPT yang sama seperti kasus pemilu legislatif lalu,” kata Arif Wibowo, Koordinator Teknologi Informasi tim kampanye nasional duet Mega-Prabowo di Bawaslu. Bentuk indikasi kecurangan yang dilaporkan ke Bawaslu, antara lain, adanya nama pemilih ganda yang jumlahnya mencapai 2.200.287 orang. Arif berharap pengaduan ini segera ditindaklanjuti dan diselesaikan. Sebab, jika tidak cepat-cepat selesai, dikhawatirkan mengganggu keabsahan hasil pemilihan presiden. Dugaan kecurangan itu didapatkan oleh Dewan Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Jawa Timur. Ketua DPW Jawa Timur, La Nyala, mengaku data itu merupakan bocoran yang diberikan orang dalam KPU sendiri. Data kemudian mereka olah lalu mencocokkannya dengan hasil rekapitulasi yang

dilakukan di seluruh kecamatan di Jawa Timur, kecuali Kabupaten Lumajang dan Jombang. Laporan indikasi kecurangan itu diterima oleh anggota Bawaslu, Bambang Eka Cahya. • VIVAnews
KECURANGAN PILPRES 2009

Mega-Pro Akan Menggugat
Kamis, 23 Juli 2009

JAKARTA (Suara Karya): Pasangan capres dan cawapres Megawati SoekarnoputriPrabowo Subianto (Mega-Pro) dan Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Wiranto) mempertimbangkan untuk menggugat hasil Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 karena ditemukan banyak kecurangan dan manipulasi. Bahkan pasangan Mega-Pro berniat mengadukan pelanggaran Pemilu 2009 ke Mahkamah Internasional. Berbagai pelanggaran ini dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. "Kalau MK (Mahkamah Konstitusi) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) tidak merespons laporan kami, kami akan mengajukan ini sebagai tindak kejahatan kemanusiaan dan mengajukannya ke Mahkamah Internasional sebagai langkah terakhir," kata tim hukum pasangan Mega-Pro, Artiria Dahlan, di Jakarta, Rabu (22/7). Artiria menambahkan, pasangan Mega-Pro juga akan melakukan koordinasi dengan tim JK-Wiranto untuk menunda rekapitulasi suara jika temuan pelanggaran yang ada tidak ditindaklanjuti. "Kita juga akan mendesak Fraksi PDIP untuk mepertanyakan kinerja KPU dan meminta klarifikasi Polri terkait dikeluarkannya SP3 terhadap proses penyelidikan tindak pidana pemilu," katanya. Sekretaris Tim Kampanye Nasional Mega-Pro, Fadli Zon, menambahkan, pihaknya siap mengajukan gugatan hukum bila hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU seolah melegalkan kecurangan dan manipulasi yang terjadi selama pemilihan presiden berlangsung. "Bahan-bahan untuk materi pelanggaran pada penghitungan suara pilpres sudah ada. Bukti itu siap untuk dipublikasikan pada waktunya," katanya. Fadli mengatakan, temuan bukti pelanggaran akan dipresentasikan pada Jumat (24/7) di Teuku Umar oleh Megawati dan Prabowo. "Ini menunjukkan bahwa kami sangat serius dalam usaha menegakkan dan menciptakan pilpres yang jujur, adil, dan demokratis, yang saya kira menjadi komitmen kita selama ini," katanya. Sekretaris Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto, Iskandar Mandji, menjelaskan, pihaknya saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti tentang adanya kecurangan pilpres. Data-data itu dinilai valid dan diharapkan bisa menjadi bukti kuat di dalam persidangan. "Kami menemukan 153 dugaan kecurangan pilpres. Sekarang ini masih dalam proses mengumpulkan bukti tambahan sambil mempertimbangkan soal itu (gugatan)," katanya. Sementara itu, proses rekapitulasi perolehan suara nasional Pilpres 2009 hari pertama yang digelar KPU, Rabu (22/7), sempat diwarnai penyampaian keberatan dari saksi pasangan calon JK-Wiranto dan Megawati-Pro terkait daftar pemilih tetap (DPT). Dalam pernyataan keberatan yang disampaikan saksi Tim JK-Wiranto, Chairuman Harahap, KPU diharapkan memberikan jumlah pemilih dalam DPT yang telah diperbaiki. Sebab, ternyata KPU berulang kali melakukan

penetapan DPT pilpres sehingga membingungkan tim kampanye capres dan cawapres. Pertama, pada 31 Mei 2009, KPU menetapkan DPT berjumlah 176.367.056 pemilih. Kedua, pada 8 Juni 2009 berjumlah 176.395.015 pemilih. Dua hari sebelum pemungutan suara pada 6 Juli 2009, KPU menetapkan DPT sebesar 176.411.434 pemilih. Chairuman mengatakan, pihaknya tidak menerima salinan data DPT untuk penetapan tertanggal 6 Juli 2009. Dia menjelaskan, pihaknya hanya mendapatkan soft copy DPT Riau yang jumlahnya 2.577.932. Jumlah ini berbeda dengan data DPT dari KPU Riau yang jumlah 3.647.420. "Ternyata ada DPT lain yang ditetapkan tanggal 6 Juli. Dan ternyata data tersebut ada yang tidak bisa kita akses. Bahkan data soft copy yang diberikan pada 7 Juli adalah DPT per 31 Mei 2009," ujarnya. Chairuman mengatakan, data yang diberikan KPU kepada tim kampanye pasangan calon saat 6 dan 7 Juli 2009 untuk dilakukan penyisiran merupakan data lama, yakni DPT per 31 Mei 2009. Karena itulah, menurut dia, hal ini menimbulkan pertanyaan yang ditujukan kepada KPU. Dalam kesempatan yang sama, saksi dari pasangan Mega-Pro, Arif Wibowo, meragukan kinerja Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Hal itu terkait dengan tidak ditemukannya selisih jumlah suara dalam laporan berita acara pemungutan suara. "Dengan adanya persoalan DPT dan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang bermasalah, serta banyaknya pelanggaran yang terjadi seperti masalah spanduk atau surat suara yang telah dicontreng terlebih dahulu pada kolom pasangan nomor 2, seharusnya tercermin dalam kacaunya administrasi surat di KPPS. Tapi, kok ini sangat rapi seolah administrasi surat suara itu dibuat sebelum pilpres berlangsung. Ini aneh, kan," ujarnya. Arif juga mengakui, DPT hasil perbaikan 6 Juli 2009 baru diterimanya saat proses rekapitulasi berlangsung. Sementara itu, Koordinator Nasional Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jeirry Sumampow menilai, KPU dapat dipidanakan terkait tindakannya yang melakukan perubahan berkali-kali dalam penetapan DPT pilpres. "Perubahan penetapan DPT secara berulang-ulang itu tidak diatur dalam ketentuan ataupun undang-undangnya. Secara subtansi, seharusnya DPT tidak boleh dilakukan perubahan sampai beberapa kali seperti yang terjadi sekarang. Apalagi sampai tidak diketahui oleh tim kampanye pasangan capres dan cawapres," ujarnya. Dia menambahkan, sejumlah hal terutama menyangkut persoalan DPT dapat menjadi bukti secara tertulis pengakuan formal untuk memidanakan KPU karena kinerjanya yang sangat amburadul. Sementara itu, anggota KPU Andi Nurpati menjelaskan, pemberitahuan mengenai DPT hanya disampaikan kepada penyelenggara dan saksi di tingkat TPS. "Kewajiban kami memberikan DPT hanya kepada panitia pengawas dan saksi di tingkat TPS," ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary mengakui adanya perubahan terhadap jumlah DPT yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) KPU pada 6 Juli 2009. Dia menjelaskan, KPU telah melakukan penetapan DPT pada 31 Mei 2009, tetapi dilakukan perubahan pada 8 Juni 2009, dan yang terakhir pada 6 Juli 2009. Terkait hal ini, Abdul Hafiz mengatakan, perubahan dilakukan karena banyaknya laporan yang menyebutkan pemilih yang belum tercantum dalam DPT. "Kami sebenarnya tidak akan mengubah DPT yang ditetapkan 31 Mei, tapi dari masyarakat mengatakan bahwa ada banyak yang tidak terdaftar, bahkan ada yang mengatakan sampai 49 juta. Malam 6 Juli kami

merampungkan DPT, tapi itu pun baru keputusan tapi perapian tanggal 7 Juli," katanya. Sementara itu, berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara yang telah dilakukan KPU di 12 provinsi, Rabu (22/7), pasangan capres dan cawapres nomor urut dua Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono menempati posisi pertama dengan 26.215.083 suara (59.73 persen). Sementara, pasangan capres dan cawapres nomor urut satu Mega-Pro meraih 11.361.355 suara (25.88 persen), dan pasangan nomor 3 JK-Wiranto memperoleh 6.316.178 suara (14.39 persen). (Tri Handayani/Feber Sianturi)

Kalla-Wiranto Waspadai Kecurangan Penghitungan Suara
Senin, 06 Juli 2009 | 21:28 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Tim kampanye Jusuf Kalla-Wiranto mewaspadai kecurangan pada Pemilihan Umum Presiden saat proses penghitungan suara. Kecurangan itu rentan terjadi di tingkat Panitia Pemungutan Suara dan Panitia Pemungutan Suara Kecamatan. "Kecurangan (ada) di penjumlahan atau rekapnya. Karena itu harus dikawal terus," kata Jusuf Kalla dalam jumpa pers di rumah dinas Wakil Presiden di Jalan Diponegoro No 1, Jakarta Pusat, Senin (6/7). Kasus kecurangan dalam penghitungan suara harus diwaspadai setelah ditemukannya ketidakakuratan daftar pemilih tetap. Sebelumnya, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut satu dan tiga ini bertemu Komisi Pemilihan Umum dan meminta lembaga itu memperbaiki Daftar Pemilih Tetap atau DPT. Tim kampanye Kalla-Wiranto dan Megawati-Prabowo menemukan sejumlah data ganda dan pemilih yang tidak terdata dalam Daftar Pemilih. Selain itu, kedua pasangan tersebut mendatangi Mahkamah Konstitusi sebelum lembaga itu memutuskan gugatan soal mekanisme memilih. Mahkamah akhirnya memutuskan pemilih yang tidak tercantum dalam Daftar Pemilih bisa memberi suara dengan membawa kartu tanda penduduk atau KTP maupun paspor. Menurut Kalla, langkah politik pasangan Kalla-Wiranto dan Mega-Prabowo bertujuan mengembalikan hak konstitusi warga negara. Kekeliruan Daftar Pemilih saat pemilu legislatif berakibat sejumlah warga negara tak bisa memilih. "Kami berterima kasih atas hal tersebut," ujarnya. Dia menegaskan, tuntutannya untuk memperbaiki Daftar Pemilih tak semata untuk kemenangan Kalla-Wiranto. Namun, ketidakakuratan Daftar Pemilih berakibat hasil pemilu tidak sah secara hukum. "Kami tidak ingin pemerintahan terpilih tidak legitimate dan pemilu tidak damai. Ini untuk menjaga kesatuan bangsa dan kami ingin pemilu legitimate," ucapnya. Keputusan Mahkamah yang memungkinkan pemilih tak terdata tetap memiliki hak

suara tak serta merta meniadakan Daftar Pemilih. Apalagi, Daftar Pemilih dapat menunjukkan jumlah pemilih di Indonesia. Dia mengusulkan panitia pemungutan suara menahan KTP maupun paspor pemilih di TPS setelah pemilih menggunakan hak pilih. Penahanan itu dilakukan hanya satu hingga dua jam. Tujuannya, menghindari penggunaan hak di tempat pemungutan suara lain. "Itu teknis, tahan dulu satu atau dua jam. KTP ditahan supaya tidak memilih di dua tempat," ujarnya. Dia menegaskan penggunaan KTP maupun paspor tidak akan berdampak penggunaan hak suara lebih dari satu kali secara masif. Apalagi, undang-undang mengatur soal pemberian hak pilih itu. "Pemilih memilih lebih dari sekali akan masuk penjara. Boleh saja coba," katanya. Saat ini, sejumlah fraksi di DPR mengajukan usul penggunaan hak angket terkait Daftar Pemilih. Tujuannya, menyelidiki penyebab puluhan juta pemilih tak terdaftar dan data pemilih ganda dalam Daftar Pemilih pada pemilu legislatif April lalu. Dia optimistis Komisi Pemilihan menyelesaikan perbaikan Daftar Pemilih hingga satu hari menjelang pemilu presiden pada 8 Juli mendatang. "Memang berat tapi diupayakan. Ini baru mulai berjalan," ujarnya. Kalla meminta Badan Pengawas Pemilu dan Panitia Pengawas Pemilu proaktif menjalankan tugasnya. Sehingga, kasus-kasus kecurangan pemilu dapat diantisipasi. Dia menyatakan pasangan Kalla-Wiranto tak pernah mewacanakan pengunduran jadwal pemilu presiden. Namun, pasangan itu meminta Komisi Pemilihan merevisi Daftar Pemilih. Kecurangan Pemilu Bisa Dibuktikan, Bergantung pada Keseriusan Kalangan Parpol OPINI Mas Zen | 15 April 2009 | 06:51 724 2 Nihil. Pesta penyentangan telah usai, namun rakyat kembali terabaikan hak-hak politiknya. Bagaimana tidak, proses pemilu legislatif belum selesai, elit politik sudah disibukkan oleh isu koalisi untuk pemilihan presiden 2009. Partai politik sebaiknya memfokuskan diri proses pemilu yang belum berakhir terutama proses penghitungan suara. Sangatlah naïf bila kalangan partai politik tidak memperhatikan suara kontituen yang telah diamanahkan padanya. Penyikapan sejumlah partai politik (parpol), yang merasa yakin telah terjadi berbagai bentuk kecurangan dalam proses pemilihan umum (pemilu) legislatif terbuka dan mendominasi dalam pemberitaan media baik media cetak, cyber maupun elektronik perlu mendapatkan dukungan yang lebih luas untuk meraih kembali kepercayaan

masyarakat pemilih. Setidaknya hal ini untuk menjernihkan permasalahan Pemilu 2009 yang sangat ruwet. Postulate Machiavelli yang mengatakan, politik akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan kekuasaan; mulai dari cara-cara yang sesuai dengan norma-norma, hingga cara-cara yang buruk yang melanggar norma, bahkan cara-cara yang kejam dan tidak manusiawi. Praktek semacam ini, bisa dibuktikan tidak menjadi stiqma setiap penyelenggaraan politik di Indonesia. Hal patut diprihatinkan bila kekacauan-kekacauan yang terjadi pada pemilu 2009 seperti, kesalahan DPT yang sangat massif, tertukarnya surat suara pada dapil yang tidak sesuai, manipulasi nama pemilih yang begitu merata disetiap TPS (Data DPT tidak akurat), Banyaknya masyarakat yang hilang hak pilih karena belum tercatat dalam DPT dsb, merupakan kecurangan yang dilakukan secara sistimatis. Hal ini harus bisa dicarikan akar permasalahannya, kalangan partai politik harus serius menangani dan membuktikan kecurangan-kecurangan ini. Pembuktian dari kalangan partai politik sangat penting untuk mencegah potensi konflik yang terjadi pada pemilihan presiden Juli mendatang. Penjernihan kecurangan-kecurangan pemilu setidaknya memberikan sedikit tawaran harapan baru dari partai politik untuk rakyat dalam pilpres nanti. Dan bila terjadi kecurangan yang sifatnya sistematis hal ini merupakan bentuk kampanye dari kalangan partai politik yang mengusung capres. Banyak celah untuk membuktikan kecurangan pemilu 2009 apa dilakukan secara sistematis atau dilakukan secara sporadis oleh oknum-oknum partai. Hal ini merupakan tantangan bagi kalangan partai politik terutama partai-partai politik yang menggagas pernyataan sikap bersama untuk menindaklanjuti kecurangan pemilu 2009. Kalangan partai politik diharapkan tidak omong doang agar tidak menambah keruwetan. Sinyalemen adanya kecurangan secara sistematis banyak diungkapkan oleh para akademisi dan peneliti. Salah satunya adalah pernyataan Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti di kompas.com (14/1), kecurangan itu bisa dicari akarnya, apakah dilakukan secara sistematis atau tidak. Misalnya, apakah penggembosan terjadi di daerah tertentu macam wilayah yang bukan daerah kekuatan Partai Demokrat, namun menjadi basis kekuatan parpol lain. Dengan begitu dapat diketahui, daerah mana saja yang paling banyak mengalami kekacauan DPT sekaligus bagaimana kondisi itu kemudian berdampak menguntungkan atau merugikan perolehan suara parpol tertentu. Terutama jika hal itu dikaitkan dengan fakta suatu daerah sebelumnya dipahami sebagai basis massa parpol tertentu. Partai politik juga harus memperhatikan jebakan pola kecurangan pemilu 2009 yang paling massif adalah melalui rekayasa DPT. Dari sinilah semua kecurangan yang besar dalam proses pemilu dimulai. Data adalah sumber informasi paling awal dan paling penting dalam seluruh proses pemilu, kemudian dimanipulasi sedemikian rupa sehingga lembaga pengawas pemilu dan

. Untuk Tim Kampanye Nasional (Timkamnas) Mega-Prabowo merekomendasikan untuk mengajukan gugatan perdata untuk KPU. Ia mengemukakan. Langkah lain yang akan diambil pasangan Mega-Prabowo adalah mengajukan gugatan Pemilu ke MK (Mahkamah Konstitusi).com Jakarta . "Terkait perbuatan melawan hukum. Keberhasilan pembuktian merupakan bentuk sikap perlawanan yang positif dan merangsang iklim oposisi pemerintah yang seimbang bila partainya nanti tidak mendapat jatah kekuasaan di pemerintah.Tim kampanye Mega-Prabowo berniat mengadukan pelanggaran Pemilu 2009 ke Mahkamah Internasional (MI). Namun hal ini bukan merupakan hambatan bagi partai politik namun harus dijadikan tantangan dengan mengerahkan berbagai sumber daya dan jaringan. berbagai pelanggaran tersebut dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Menurut Arteria. maka kami akan mengajukan ini sebagai tindak kejahatan kemanusiaan dan mengajukannya ke Mahkamah Internasional sebagai langkah terakhir. jika temuan-temuan pelanggaran yang ada tidak ditindaklanjuti. Arteria Dahlan. Sebagaimana kita ketahui bahwa sumber data awal pemilu 2009 adalah berasal dati Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Rabu. Meskipun bukti dapat diketemukan. SP3 yang dilakukan polisi." tegas tim hukum Mega-Prabowo." tambahnya. akan tetapi pembuktian secara hukum dan penyelesaiannya akan membutuhkan waktu yang relatif lama dan seringkali tidak memiliki signifikasi dengan hasil pemilu. Rabu (22/7)." paparnya. "Kalau MK dan Bawaslu tidak merespon laporan kami. Penyikapan kalangan partai politik untuk menindaklanjuti kecurangan-kecurangan akan mendapat animo positif masyarakat bila kalangan partai politik bisa membuktikan secara konkrit dan mempunyai kekuatan hukum. Tim Mega-Prabowo juga akan melakukan koordinasi dengan tim JK-Wiranto untuk menunda rekapitulasi suara. langkah manipulasi DPT hanya dapat dilakukan oleh pihak yang memiliki otoritas atas lembaga yang melakukan pendataan dalam hal ini adalah pemerintah. Pasalnya. Karena masih ada celah yakni. 22/07/2009 | 17:31 WIB Jakarta press. Data tersebut yang kemudian disusun oleh KPU menjadi data daftar pemilu tetap dengan pemutahiran ala kadarnya. Penelusuran sampai ke akar juga bisa dilakukan dengan meminta penjelasan Depdagri terkait data awalnya daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4). kita juga merekomendasikan untuk mengajukan gugatan perdata melawan hukum ke pengadilan negeri. banyaknya pelanggaran Pemilu memang memprihatinkan." tandasnya. yang nyata-nyata sudah terbukti dilakukan KPU terkait banyak rekomendasi ini bukan tindak pemilu atau tim. "Kita juga akan melayangkan gugatan baik secara pidana dan perdata. "Kita juga akan mendesak Fraksi PDIP untuk mepertanyakan kinerja KPU dan meminta klarifikasi Polri terkait dikeluarkannya SP3 terhadap proses penyelidikan tindak pidana pemilu.partai-partai akan kehilangan jejak untuk menemukan bukti-bukti kecurangan.

pihaknya sudah memperoleh pernyataan Bawaslu. Kalau sudah lengkap. Karena itu. dan KPU sudah memutuskan. selama proses pilpres belum selesai." beber tim hukum Mega-Prabowo ini. Saat ini seluruh kekuatan Partai Golkar sedang berkonsentrasi menyiapkan data-data lapangan selama pilpres berlangsung. baru kita persiapkan (Muspim). Selain itu. pihaknya sudah melakukan langkah-langkah koordinatif dengan tim pasangan JK-Wiranto. Golkar belum mempersiapkan agenda musyawarah pimpinan (Muspim) yang rencananya digelar pada tanggal 8-9 Agustus mendatang. Masak kita punya data tidak kita apa-apakan. Ya kita tunggu dulu itu. tapi catatan kelam tentang penyelenggaraan Pemilu 2009 masih terus bergulir. Ke MK ada dua hal. bahwa apa yang dilakukan ini tidak semata-mata menolak hasil pemilu. "Proses pilpres dan penghitungannya kan belum selesai semua. (*/KSN) Hajatan Pemilu 2009 memang sudah lewat." ujar Mandji." papar Timkamnas JK-Wiranto. Iskandar menjamin tidak akan ada intervensi dari pihak manapun terkait kebijakan soal menggugat atau tidak. baru kita akan bergerak. "Kira-kira ada 20 perbuatan hukum yang terkait dengan itu. "Jadi. Sebabnya. gugatan pilpres merupakan kewenagan mutlak dari pasangan JKWiranto dan Timkamnas. Ia mengaku. maka pelanggaran yang dilakukan KPU akan diajukan ke Mahkamah Internasional. Ia menegaskan. Iskandar Mandji." tegasnya. enta itu sengaja atau tidak. maka kami akan ajukan sebagai tindak kejahatan kemanusiaan maka kami akan membawa hal ini ke Mahkamah Internasional. Terkait dengan itu. "Sekarang kan masih proses. kami tidak menolak tapi demi demokrasi kami meminta agar semua temuan-temuan itu ditindaklanjuti terlebih dahulu. "MK dan Bawaslu tidak mampu merespon laporan kami. . Timkamnas Mega-Prabowo mengancam.Tim Mega-Prabowo ini mengungkapkan. Tetapi. Karena itu." seru Arteria. Sementara Tim JK-Wiranto juga sedang mempertimbangkan secara matang rencana menggugat hasil Pilpres 8 Juli lalu. dari awal pasangan Mega-Prabowo sudah siap untuk kalah. Menurutnya. Kedua terkait dengan pelangaran atau kecurangan yang berakibat langsung pada perolehan suara pasangan kami. Kita sedang konsentrasi untuk pilpres ini. dan apa yang dilakukan tim Mega-Prabowo semata-mata menjaga demokrasi serta memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik. jika gugatannya ke Bawaslu ataupun Mahkamah Konstitusi nanti tidak dilanjutkan. KPU sudah dinyatakan melanggar kode etik. KPU tidak hanya melanggar hukum. tetapi KPU sudah direkomendasikan terkena atau terindikasi tindak pidana. "Kita kan ada 153 temuan soal itu (dugaan kecurangan pilpres). sampai ditindaklanjuti semua temuan pelanggaran." tukas Wakil Sekjen DPP Partai Golkar ini. dimana kita menemukan kesalahan hitung dari KPU. Tim Kampanye Nasional pasangan nomor urut 2 ini telah memegang data-data valid terkait dugaan kecurangan pilpres. Sekarang ini masih proses untuk mengumpulkan bukti tambahan sambil mempertimbangkan soal itu (gugatan). terkait selisih penghitungan suara. Kalau sudah tuntas. lebih mengutamakan agar KPU menunda proses hasil penghitungan suara.

entah parpol atau institusi KPU. pengamat. Ramdansyah mengistilahkan dengan jual beli “eceran atau grosiran”. di Pemilu 2009 banyak sekali muncul suara hantu (orangnya sudah meninggal tapi suaranya masih ada). Institusi sebesar Mahkamah Konstitusi. keadilan. proses berlangsungnya demokratisasi tentu saja membutuhkan kejujuran. dan LSM menyuarakan nada yang sama. catatan kelam Pemilu 2009 yang dihadirkan dalam buku ini jauh lebih komplet dan dalam karena didasarkan pada kekayaan data dan fakta di lapangan. Pada bagian jual-beli suara. Pemilu 2009 diwarnai dengan banyak masyarakat yang tidak terdaftar dalam DPT. transparansi. yang ditulis oleh orang yang langsung terlibat di dalam penyelenggaran Pemilu 2009. Kinerja KPU dan Bawaslu dinilai sangat tidak memuaskan. Berbeda dengan buku-buku tentang pemilu lainnya yang lebih berkutat pada tataran idealitas. Komnas HAM. Meski kehadiran buku ini tidak berpengaruh pada hasil pemilu. Mereka menyuarakan nada sumbang bahwa penyelenggaraan Pemilu 2009 merupakan pemilu terburuk sepanjang sejarah. politisi. Buku ini menjadi acuan data dan fakta tentang gambaran bagaimana kebobrokan Pemilu 2009. pun para peserta pemilu. melainkan juga antarcaleg dengan berbagai modus. dan tentunya pengawalan. Kelemahan dalam DPT ini sering menjadi sumber kecurangan berbagai oknum. dan keterbukaan atas pemilu berada pada lembaga atau institusi yang bertanggung jawab menyelenggarakan pemilu.Beberapa hari setelah penyelenggaraan Pemilu 2009. keterbukaan. keadilan. Ramdansyah memberikan saran konkret tentang penyelenggaraan pemilu mendatang . dalam hal ini tentu saja KPU dan Bawaslu. Terbukti. catatan buruk pernah dilontarkan oleh sebagian kalangan. setidaknya bisa menjadi bahan refl eksi dan evaluasi untuk penyelenggaraan pemilu mendatang. Jual-beli suara tidak hanya berlaku antarparpol. Semu lapisan masyarakat mencsata Pemilu 2009 syarat dengan kecurang dan sikap pimpinan Bawaslu tidak bergerak cepat. Diawali dari kasus di Pilgub Jatim yang sempat menjadi isu nasional dan berdampak pada penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2009. kejujuran. Dalam kondisi yang demikian. Transparansi. Potret Aksesori Demokrasi Indonesia berusaha secara detail mengungkap fakta kecurangan dan kebobrokan Pemilu 2009. Apa jadinya jika KPU dan Bawaslu justru menjadi sumber kebobrokan pemilu itu? Buku Sisi Gelap Pemilu 2009. Masalah DPT juga menjadi sorotan khusus buku ini.

Kami melihat terjadi mobilisasi massa untuk meramaikan kampanye capres-cawapres. Nggak perlu harus pakai tanda tangan segala. Yang lucu. Ini terlihat jelas dengan tindakan nyangoni mereka yang datang dengan jumlah lumayan untuk ukuran masyarakat setempat. berikut wawancara Suara Merdeka dengan Wakil Koordinator Badan Pekerja Kontras Danang Widoyoko di kantor ICW. Selain itu kami pertegas dengan laporan tertulis yang digali di sekitar tempat kami merekam gambar terjadinya praktik itu. tim . praktik yang seperti ini jelas merupakan pembelian dukungan. Kalau di pedesaan atau kota-kota kecil tentu jumlahnya lebih kecil daripada yang di Jakarta.berdasarkan catatan dan pengalaman penyelenggaraan Pemilu 2009. Mungkin karena sudah terbiasa begitu. umumnya jumlah yang diberikan tergantung kondisi masyarakat. Di antaranya merekomendasikan atau mengusulkan amendemen UU dan keterlibatan KPK hingga tingkat bawah untuk melawan aksi politik uang atau kejahatan kerah putih yang menggurita di setiap penyelenggaraaan pemilu. saat kami merekam gambar. kemarin. Peresensi adalah Lailatul Tarwiyati. Menurut saya mereka itu tidak tahu kalau hal itu tidak boleh dilakukan. Jadi. mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah. Kalibata Jakarta Selatan. mereka tetap saja berteriak-teriak mengabsen nama-nama yang akan mendapat jatah uang. Jakarta Minggu. 20 Juni 2004 BARU-BARU ini Indonesian Corruption Watch (ICW) dan Transparency International Indonesia (TII) melaporkan hasil penelitian mereka tentang politik uang dalam Kampanye Calon Presiden ke Panitia Pengawas Pemilu. Ya. Apa saja yang dilaporkan TII dan ICW berkaitan dengan politik uang dalam kampanye capres? Kami melaporkan berdasarkan fakta di lapangan. Sebagian besar berhasil direkam gambarnya. Lalu dibagi sesuai daftar nama yang mereka pegang. Kalau di wilayah Jakarta dan Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi selain ”membeli” massa. jadi mereka nggak merasa melakukan kesalahan. Untuk membahas hal tersebut. Hampir dalam waktu bersamaan juga terbongkar ”kasus jalan-jalan” anggota Komisi VIII DPR RI ke Korea dan Hong Kong yang dibiayai Pertamina. Begitu menerima uang lalu nama sang penerima ditandai. Uang itu didrop kepada orang-orang yang menggerakkan massa.

bisa-bisa dana yang dikucurkan juga tidak jelas ke mana larinya he he he. Apalagi momen seperti ini kan hanya lima tahun . kami berharap Panwaslu segera bertindak sepat dan tegas. Sudah ada ketegasan larangan untuk hal semacam itu? Perlu diketahui yang dikategorikan praktik money politics tersebut adalah yang bertujuan untuk memengaruhi pemilih dengan iming-iming uang atau barang. KPU pun berwenang untuk membatalkan mereka yang terlibat hal itu sebagai peserta Pemilu Presiden. Karena kalau jaringannya masih kacau atau tidak profesional. Jadi. Bagaimana sebenarnya? Gambar yang kita miliki bukan hanya Golkar dengan Wirantonya. Itu berarti melanggar Pasal 42 UU Pilpres. Bukankah yang terbesar dilakukan pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid. PDI-P juga ada. Kembali ke Partai Golkar. pemilu itu merupakan proses rekruitment politik secara berkala. mengingat politik itu di mana saja tidak bisa dilepaskan dari ”gizi” atau uang? Dalam kampanye itu kan harus ada keseimbangan partisipasi politik masyarakat. Pasangan caprescawapres. tetapi juga partai atau tim sukses lain dengan capresnya. maupun penanggung jawab tim kampanye yang terbukti melakukan hal itu bisa diganjar pidana penjara. Dan itu harus dilakukan secara wajar. Seperti kaos kerah yang bahannya adem. Kita lihat misalnya aturan penayangan iklan di televisi yang membatasi para calon untuk waktu tertentu. Karena faktor uang itu tadi. Ada yang Rp 50 ribu dan ada pula yang hanya Rp 25 ribu. Kalau sudah berpengalaman kan selain ngasih uang juga memberi kaos yang sangat pantas bahkan bagus. Ini masuk tindak pidana pelanggaran Pemilu. juga mereka mempunyai sumber dana dan jaringan yang solid. ya sulit bagi media menolak godaan-godaan untuk menayangkan lebih dari ketentuan. Ada yang bagi-baginya sampai Rp 100 ribu. Kita belum bisa mengetahui sebenarnya dana untuk itu besarnya seberapa. PDI-P mungkin punya dana yang cukup baik. memang dari awal kami memperhitungkan sebagai pihak yang paling siap untuk melakukan hal ini. kalau ditanya pengalaman maupun jaringan mungkin belum bisa diacungi jempol.kampanye juga banyak melibatkan tukang ojek. Begitu juga Partai Demokrat dan lain-lain. maka itu selain membahayakan pemberi dana. Namun. Tapi bukankah itu sudah menjadi hal yang wajar. Agar proses rekruitment tersebut bisa berjalan baik harus diatur. Semua partai mempunyai kesempatan sama. sesuai hati nurani. Adalah sangat mungkin kalau terjadi pemotongan di sana-sini sebelum sampai kepada massa yang dibayar. Setelah TII bersama kami melaporkan adanya praktik tersebut. sopir angkot dan sebagainya. Minimal dua bulan sampai dengan maksimal satu tahun penjara dan atau denda Rp 1 hingga Rp 10 juta. Selain sudah mempunyai pengalaman bertahun-tahun untuk menyukseskan pemilu dengan cara ini.

Kalaupun sekarang muncul alasan dari kalangan DPR bahwa itu pinjam sementara atau . ya janganlah dilakukan. Mengenai kasus di DPR. Ya karena selama bertahun-tahun tidak dikoreksi. Akhirnya terbongkarlah kasus tersebut dan dilaporkan ke Polri. Celakanya lagi media massa berhasil mengungkap bahwa yang membiayai itu Pertamina. Kasus Pertamina ini jelas ketara keanehannya. Kalau menurut saya hal yang ”wajar” tersebut harus segera diakhiri. sebelum kasus dengan Pertamina kami sudah mendengar kasus divestasi Bank Niaga. Karena janganlah kita terus menerus memelihara budaya yang jelek. kita tahu. Reaksi tokoh parpol dan tim kampanye capres sepertinya adem-adem saja? Ya. kita patut acung jempol untuk Meliono dan Indira. Baru-baru ini juga terungkap ”jalan-jalan” anggota Komisi VIII beserta sebagian istri ke Korsel dan Hongkong yang dibiayai Pertamina. Karena yang namanya membeli dukungan rakyat itu budaya kekuasaan kita yang jelek. Bagaimana tanggapan Anda? Ini jelas lucu. bahkan oleh penguasa malah terus ditumbuhsuburkan ya jadilah budaya atau suatu kewajaran. Praktik korupsi di DPRD terkait penganggaran atau budgeting. sehingga mereka jadi mudah dibeli. Menariknya itu. Yang jelas. Karena bila hanya untuk mengecek alasan penjualan tanker berukuran besar kan cukup dengan meneliti dokumen-dokumen yang ada di kantor pusat Partamina. di mana saja di negeri ini yang namanya aspek pengawasan itu terbuka peluang untuk korupsi. Ngapain harus pergi jauh-jauh ke Hongkong dan Korsel segala sampai bawa istri. Sudah aturan tentang sumbangan perorangan dan korporasi yang dibatasi besarnya. Jelas kan di sana ada harga jual. Dalam hal ini ya kolusi dengan yang diawasi itu tadi. UU nya melarang kita untuk melakukan itu. di sini terlihat jelas beda praktik korupsi di DPR dan DPRD. Kami mendengar pertemuan di Hotel tertentu kemudian bagi-bagi uang kepada anggota DPR. Namun kami tidak tahu kelanjutan kasus itu. Apalagi yang diawasi adalah instansi yang basah dan sering terjadi praktik korupsi. Kalau praktik korupsi di DPR pusat justru di aspek pengawasan. Tapi yang prinsipil kan kita berpegang pada aturan. Penegakkan hukum di negeri kita itu lemah. mereka yang seharusnya menegakkan hukum jadi menunggu saja. Tidak hanya di DPR. Baru-baru ini kita mendengar begitu banyak anggota DPRD yang menjadi tersangka korupsi bahkan yang di Padang sudah sampai pengadilan.sekali. Karena penegakkan hukum yang lemah itu. Apalagi kalau itu nantinya mendorong upaya untuk meciptakan ketidakberdayaan ekonomi rakyat. Uang itu ditolak oleh Meliono Suwondo dan Indira Damayanti. alasan menjual. Aspek pengawasan DPR ini justru peluang untuk terjadinya korupsi. Mereka khawatir kalau menindak bakal mendapatkan imbas dari pertikaian politik. serta siapa saja pembelinya.

Bukan langsung turun ke masalah tanker segala. Juga untuk mengurus SPJ itu ada prosedur yang harus dilalui.ditalangi dulu oleh Pertamina untuk kemudian diganti DPR ya nggak masuk akal. Seharusnya fungsi pengawasan DPR itu pada Meneg BUMN. Karena kebobrokan lembaga KPU mulai tercium sejak Pilkada Jatim dimana KPUD Jatim tidak menjalankan tugas secara profesional dan secara tidak langsung tercium indikasi KPUD Jatim mendesain pilkada untuk memenangkan salah satu pasangan Gubernur. DPR itu kan instansi terhormat.9 triliun. Yang namanya mau berangkat itu harus ada uangnya terlebih dahulu. Masa DPR ”gampang-gampangan” begitu saja pinjam dulu Pertamina lalu diganti. Bookmark the permalink. 2009 tags: bawaslu. lembaga tinggi negara. Pemilu 2009 oleh nusantaraku Aduh…. BUMN besar.. Kasus ini sempat masuk dalam ranah . Ini kan DPR. Alasannya belum tentu anggota DPR lain sekomisi bahkan sefraksi menyetujui hal itu. Wong ayah saya yang PNS biasa saja kalau mau pergi ada SPJ yang jelas. Aneh kan? (Hartono Harimurti72) Berita Utama | Bincang – Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA This entry was posted in Lain-lain. juga Pertamina. Misteri Pemilu…Mengapa Laporan Bawaslu Tidak Ditanggapi Polisi? April 19. Ini dugaan saya lo. Celakanya lagi saat ini ditengarai anggota DPR itu sulit dipegang. mengapa DPR malah panggil Direksi Pertamina bukan panggil Laksamana Sukardi. Masa sekarang sudah rugi begitu besar hingga harus jual tanker ukuran besar segala?. saya bingung mau menulis apa untuk prestasi yang “luar biasa” KPU pada penyelenggaran Pemilu 2009 ini. Kalau praktik seperti ini tidak dihentikan maka BUMN akan digerogoti untuk membiayai atau menservis anggota DPR atau birokrat lain. Ibaratnya sudah diservis pun belum otomatis permintaan si penyuap terkabul. dari mana uang tak terhitung jumlahnya itu berasal mengingat perekonomian kita lagi lesu. Karena kami menengarai begitu banyak uang bersliweran. Menurut Anda bagaimana peran Meneg BUMN dalam hal ini? Sebenarnya fungsi pengawasan BUMN ini berada di bawah Meneg BUMN. Pertanyaanya. tidak mudah dikontrol lagi. Kalau sama kawan sendiri. Jadi. baru hal itu bisa dilakukan. ada sesuatu di balik ini semua yang terkait pemilu mulai dari legislatif maupun presiden. Dan perlu diketahui Pertamina itu tahun lalu untung Rp 3. Pertanyaannya.

Padahal dari mana KPU kota bisa menambah atau mengurangi? Mereka kan hanya merekap dan menetapkan.247. KPU Gelagat yang tidak profesional dan terkesan korup pun dilakukan KPU Pusat menjelang 9 April 2009 yakni pada 27 Maret 2009 KPU mengeluarkan Surat Edara 612/KPU/III/2009 perihal penjelasan teknis peraturan KPU No. di salah satu kelurahan di Jakarta Selatan. Rabu (20/5/2009)." kata Said. 01/2009 mengenai audit laporan dana kampanye yang membolehkan seseorang menyumbang bermiliarmiliar rupiah padahal ini bertentangan dengan UU 10 tahun 2008. meskipun Pak Herman menyatakan mengundur diri karena kekecewaannya.Tudingan bahwa telah terjadi kecurangan sistematis dalam penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pileg tampaknya tidak main-main. maka KPU kembali menunjukkan kegagalan terbesar dalam menetapkan DPT……. Pas pemungutan suara 9 April. bukan untuk mengubah.180 orang. Said Salahudin. PPS Akui KPU Merekayasa DPT Pileg Jakarta . mengubah jumlah pemilih dalam DPT di tiap PPS. Namun.hukum penyelidikan oleh eks. saat dihubungi melalui telepon. "Ada yang berkurang ada yang bertambah. Akhirnya. angkanya berubah menjadi 34. bertambah 67 . lalu dikirim ke KPU kota. Misalnya. Dan 2 hari menjelang 9 April 2009. Begitu data tersebut diserahkan ke KPU Kota Jaksel dan dikembalikan lagi ke PPS. "Dari 90 PPS yang kita datangi di Jakarta. PPS telah mencatat jumlah pemilih sebanyak 34. KPU dengan arogan mengatakan TIDAK ADA MASALAH DPT.." kata Koordinator Divisi Pemilu SIGMA. Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kelurahan mengakui bahwa kecurangan itu benar-benar terjadi. ada beberapa modus dalam aksi kecurangan sistematis tersebut. semua mengakui DPT pileg kemarin adalah rekayasa KPU. Kapolda Jatim Pak Herman SS dengan menetapkan ketua KPUD Jatim sebagai tersangka. Proses keadilan dan kebenaran tampaknya kandas. Begitu dikembalikan lagi ke mereka datanya sudah berubah. Menurut Said. tampaknya kekuatan politik di Pusat lebih kuat dan segera menggantikan Pak Herman dengan Anton yang mana langsung menurunkan status ketua KPUD Jatim dari tersangka menjadi saksi. Mereka (PPS) sudah menyusun data DPT per TPS. kasus pengelembungan DPT Pilkada Jatim bak ditelan bumi. Pertama.

menunjukkan ”belang” mereka yang amat konservatif dan bertanggungjawab atas keluh-kesah tentang ketidak-mandirian serta masalah akuntabilitas KPU selama ini. lanjut Said. Itu terlalu utopis untuk disematkan kepada KPU pasca 1999 dan segenap kinerjanya. Sekarang saya meyakini betul. pemilu kemarin memang benar2 biadab..orang. "Begitu yang 67 orang ini dicek. namun begitu data diserahkan ke KPU kota dan dikembalikan lagi ke PPS. seolah mereka semua membisu.lebih baik memberi pola keterukuran kepada semua stakeholder untuk menjalankan syahwat (politik) secara bersama-bersama. ‘nBASIS merekomendasikan pembubaran KPU dengan solusi pembentukan KPU baru yang akan diisi oleh orang-orang yang diutus partai politik. Lagi pula setelah pemilu 1955. ada yang tadinya tidak terdaftar malah namanya jadi muncul..detiknews. giliran gagal. Kalau ini terjadi di ibu kota negara. pemilu 1999 dapat kita tunjuk sebagai pemilu Indonesia yang relatif lebih jujur dan adil.baik dipandang secara . Dengan cara ini petugas KPPS menjadi kerepotan jika diharuskan mengecek lagi satu per satu daftar pemilih yang telah dikembalikan dari KPU kota. Ada orang yang sebelumnya telah terdaftar. Kalau boleh ngomong sedikit kasar." kata Said. pada rebutan dan saling klaim.!! Walkout Fraksi Partai Demokrat pada awal pembahasan revisi paket Undang-Undang Politik kemaren.. Tapi sebaliknya. http://pemilu. "Ini pasti ada rekayasa sistematis. Ketimbang berharap utopi independensi dan kredibilitas. Dari pengalaman empiris politik Indonesia. Rekomendasi 2009 Usai Pemilu 2009. Modus kedua adalah dengan cara mengubah nama pemilih. yang di dalamnya pasal yang mengatur keanggotaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) boleh diisi orang dari partai politik. Modus ketiga. namanya hilang. adalah dengan cara mengacak daftar nama pemilih di tiap TPS sehingga membingungkan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).rupanya harus diterima dengan lapang dada bahwa tidak ada resep yang dapat difahami di negeri ini tentang apa yang dimaksud dengan konsep mandiri." tutur Said. ternyata nama ini nggak dikenal. konsep independen dan apapula konsep kredibilitas dan konsep martabat. pasti mudah dilakukan di daerah-daerah.com/read/2009/05/20/062208/1134222/700/pps-akui-kpumerekayasa-dpt-pileg Kira2 siapakah yang pantas untuk bertanggung jawab? KPU-kah? Pemerintah? Atau orang2 dibalik KPU yang jauh lebih mengerikan? Siapa pula yang paling diuntungkan atas itu? Kalau berhasil.

waktu dan perasaan keterampasan (rakyat) yang demikian besar. Secara kelembagaan KPU itu diisi oleh orang-orang tidak boleh tidak mesti memiliki faktor ketidak-independensian. Namun dengan tegas hal tersebut dibantah oleh pakar hukum dan tata negara Irman Putrasidin. Si Bolis Na Burju mengalahkan perasaan keadilan. ." ujarnya kepada wartawan. Siapa yang mau suara partainya dicuri? Tentu wakil partai itu akan marah dan melakukan perlawanan. itu keliru. apakah ini kesalahan eksekutif atau kesalahan KPU. "Bagaimana mungkin pemerintah melakukan kecurangan. jangan mengklaim kebobrokan pemilu itu adalah kebobrokan presiden. Parpol saling curi suara? Keuntungan yang jelas jika orang parpol yang akan mengisi KPU ialah bahwa di antara sesama mereka ada kewajiban yang sama untuk mempertahankan suara partai masing-masing. dan UU apa pun tidak bisa mensiasati itu. —————————————– AKARTA . karena itu relatif transaksi suara tidak akan terjadi. maka tak ada lagi masalah yang lebih besar dari itu sepanjang sejarah demokrasi di dunia ini. Hanya saja suply and demand transaksi suara akan berbeda sekali antara KPU parpol dan KPU non parpol.kualitatif maupun kuantitatif. Itu kan sesuatu keanehan luar biasa. Apa yang menyebabkan kebobrokan itu ialah bahwa di dalam proses dan insttitusi politik Indonesia secara inheren terdapat apa yang oleh ‘nBASIS disebut sebagai Si Bolis Na Burju (iblis yang selalu berpura-pura baik hati). Tetapi jika KPU tidak ngotot memperjuangkan tersalurnya aspirasi rakyat secara substantif. KPU itu tidak pernah merasa dirinya bersalah jika angka partisipasi politik rendah by design atau secara administratif. Lebih dari itu. Sibolis Na Burju Kebobrokan perhelatan politik di Indonesia secara halus sering dianggap hanyalah rutinitas prosedural yang tidak menghasilkan apa-apa meski dengan pengorbanan material. Kecuali memang jika sesuatu partai tertentu ingin “menyumbangkan” suaranya kepada partai lain dan dengan bayaran tertentu.demokrasi Indonesia bisa ditolong untuktidak separah yang sekarang. Itu soal lain. Jumat (2/5/2009). pemilu dimaksudkan untuk meminta suara rakyat justru tingkat partisipasi rakyat tak begitu diperdulikan.Pemerintah disebut-sebut sebagai salah satu yang paling bertanggung jawab dalam masalah pemilu. kejujuran dan martabat. dan ia meicu kolaborasi kekuatan-kekuatan destruktif negara-bangsa untuk suatu pembangunan jahatokrasi. Omong kosonglah jika orang masih suka mengucapkan istilah itu hari ini. bahkan beberapa kalangan menilai pemerintah berada di balik kecurangan pemilu. Siapa saja boleh tuding-tudingan. ‘nBASIS amat percaya dengan kembali ke pola 1999.

dengan cara mengganti orang-orangnya dengan mengganti orang yang baru dengan tidak menghabiskan waktu panjang. (lsi) Tuesday. karena angket ditujukan kepada pemerintahan seperti misalnya pemerintah melanggar undang-undang. rentan terhadap aksi kebrutalan dan begitu mudah larut dalam arus emosi “purba” yang sebenarnya kurang menguntungkan itu? . "Saya menyarankan agar KPU saja yang harus dibenahi. 29 April 2008 (05:13) | 34 komentar | Print this Article S uasana tegang. pemerintah bukan malaikat yang turun dari langit dalam arti pasti memiliki kesalahan juga. Hak angket. dan amuk massa terhadap fasilitas umum milik masyarakat nyaris menjadi “irama” khas yang menggema di sela-sela pesta demokrasi itu. Mengenai hak angket daftar pemilih tetap (DPT) yang diajukan sejumlah fraksi di DPR. Irman menjelaskan pemerintah tidak ada intervensi dalam hal pendataan." pungkasnya. seperti dengan cara langsung menunjuk siapa orang yang tepat dan kredibel. Namun menurutnya. "Memang kami setuju tapi seharusnya kita bikin tatanannya dulu jangan langsung ke hak angket. karena nanti akan ada api dalam sekam. bentrok antarpendukung calon. Saya sarankan kasus kecurangan pemilu harus dibawa ke MK. lugu." tuturnya. kerusuhan. Melalui jalur hukum dulu jangan jalur politik.Irman menambahkan. manutan. Ada apa gerangan di balik ulah sebagian warga yang cenderung destruktif dan menjurus ke tingkah anarkhi itu? Bukankah selama ini rakyat selalu disanjung puji sebagai warga bangsa yang polos. tetapi tak urung juga mencuatkan tanda tanya di benak kita. tidak tepat digunakan dalam hal ini. Aksi unjuk rasa. panas. ulah perusakan rumah tinggal penduduk yang dianggap menjadi “lawan politik”-nya. dan santun dalam segenap perilakunya? Mengapa tiba-tiba saja mereka berubah beringas. pemerintah juga harus melihat potret yang ada dan memang harus diakui pemerintah kurang maksimal dalam penanganan masalah kisruh pemilu. lanjutnya. dan mencekam (hampir) selalu mewarnai proses pemilihan kepala daerah/walikota (pilkada) belakangan ini. Meski tidak semua daerah/kota yang tengah melangsungkan hajat demokrasi itu ditingkahi aksi kekerasan.

adil. dukungan yang diberikan oleh warga kepada calon yang dijagokan masing-masing tampak penuh greget dan antusias. Ada yang mengobral janji. atau membeli suara calon pemilih dengan sejumlah uang. Tidak jarang terjadi. kasak-kusuk. Para pendukung masing-masing calon menjelang hari “H” pelaksanaan pilkada sibuk menarik simpati massa dengan berbagai macam cara. disegani. dan dendam. tak tahu lor-kidul pun tak luput terkena imbasnya. bisa dibilang. dihormati. Bahkan. kalau pihak-pihak yang saling berseteru tidak bisa saling menahan diri. Kepala daerah/kota terpilih yang seharusnya sudah siap terjun ke lapangan memaksimalkan kemampuannya menjadi terhambat. Betapa tidak? Fasilitas umum yang dibangun bersama dengan susah-payah. upaya masing-masing kubu untuk menarik simpati massa menimbulkan situasi panas dan tegang. Tak dapat dipungkiri. masing-masing kubu merasa calonnyalah yang paling pantas menjadi kepala daerah/kota. Sangatlah beralasan. Cara yang ditempuhnya pun bervariasi. proses pilkada di berbagai daerah/kota menampakkan kecenderungan untuk membersihkan praktek-praktek yang tidak jujur. bahkan terus-menerus menaburkan benih kebencian. Jika kondisi semacam ini tak teratasi. Ada semacam “keharusan” bahwa calonnya harus keluar sebagai pemenang. Ia menjadi figur yang dianggap masyarakat memiliki “kelebihan” tersendiri. tidak sedikit warga yang memiliki cukup “modal” siap bersaing untuk memperebutkan kursi orang nomor satu di daerah/kotanya. tentu semakin mempersulit posisi daerah/kota dalam upaya mewujudkan tatanan masyarakat yang lebih demokratis. damai. curang. akhirnya musnah dalam sekejap. daerah/kota yang bersangkutan akan mengalami set-back (langkah mundur) yang semakin jauh dari substansi ideal.Fenomena kekerasan yang mewarnai setiap hajatan demokrasi jelas sangat tidak kondusif dalam upaya mendinamisir dan memberdayakan daerah/kota dari sentuhan kemajuan. Yang menarik. seorang kepala daerah/kota juga memegang posisi kunci (key position) dalam “menghitam-putihkan” corak dan warna dinamika daerah/kota yang dipimpinnya. Warga yang tak berdosa. dan acapkali dijadikan sebagai sumber informasi bagi warganya. Seiring dengan terbukanya kran demokrasi. Selain menjanjikan naiknya status sosial. atau tidak adil. Yang mengkhawatirkan. dan makmur. aman. “memanjakan” calon pemilih dengan pesta. setiap kali siklus demokrasi ini diputar. jabatan kepala daerah/kota memang cukup strategis. mulai saat sang calon menjaring massa hingga proses . Yang jelas.

sekaligus mengakui kemenangan pihak “lawan”. Esensi demokrasi yang sebenaraya ialah kesediaan untuk bersikap jujur dan ksatria menerima kekalahan. Derasnya arus reformasi yang diwarnai dengan berbagai aksi unjuk rasa seperti yang mereka lihat di layar televisi. tanpa takut lagi dicap sebagai pembangkang. dan adil. kalau sudah menjurus pada tindakan pemaksaan kehendak ditingkah dengan ulah perusakan. kian menyuburkan nyali warga untuk menggugat praktik-praktik penyimpangan. atau anti-Pancasila –julukan yang acap kali dilontarkan penguasa Orde Baru kepada rakyat yang suka mengkritik penguasa. dan amuk massa. jujur. Fenomena pilkada yang diwarnai berbagai aksi kekerasan di era reformasi ini setidaknya dilatarbelakangi oleh terciptanya suasana euforia massa setelah lebih dari tiga dasawarsa kebebasannya dibelenggu oleh rezim Orde Baru. dan berbagai ulah amoral yang dilakukan oleh aparat daerah/kota. . mereka tak segan-segan melancarkan protes dan unjuk rasa. kalau calon yang jadi ternyata bukan figur yang dikehendaki oleh sebagian besar warga. bahkan melakukan unjuk rasa. pembakaran. Ada keinginan kuat dari warga untuk menampilkan figur kepala daerah/kota yang benar-benar mumpuni. kejadian itu patut kita sayangkan. memiliki integritas kepribadian yang tinggi. Apalagi. Tindakan seperti itu sebenarnya mengingkari makna hakiki demokrasi itu sendiri. para warga merasa mendapatkan kembali kedaulatannya yang terampas. padahal tidak ditemukan adanya unsur kecurangan dalam pilkada. PKI. mengkritik. begitu rezim Orde Baru tergusur dari panggung kekuasaan. Akan tetapi.penghitungan suara. Mereka bebas menyuarakan pendapat. dan memiliki komitmen kuat untuk memajukan daerah/kota. tentu saja hal itu dapat dimaklumi dan ditolerir. Bagaikan kuda liar yang lepas dari kandang. serta masih ditemukan adanya unsur kecurangan. Tidak berlebihan kalau di beberapa daerah/kota terjadi pengulangan pilkada lantaran prosesnya dinilai tidak berlangsung demokratis. berbobot. korup. Tidak mengherankan kalau banyak kepala daerah/kota yang diduga melakukan penyimpangan harus tergusur dari kursi kepejabatannya akibat gencarnya aksi unjuk rasa warga. penyelewengan. lantaran ambisi calonnya tidak tercapai. Sepanjang tuntutan yang disuarakan warga lewat unjuk rasa itu wajar dan murni mengingat adanya praktek kecurangan dalam pilkada.

ksatria. berbangsa. telah membawa konsekwensi terhadap format pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah dari sebelumnya pemilihan melalui DPRD. Pilkada langsung hakekatnya adalah sebuah proses untuk melahirkan dinamika politik lokal yang lebih demokratis. jujur. Akan tetapi. tanpa mengurangi makna penting dari pemilihan kepala daerah sebelumnya pilkada langsung dianggap sebagai obat mujarab untuk menjawab berbagai persoalan antara pusat dan daerah baik kewenangan dan juga persoalan lainnya.Bagi warga. bertanggungjawab. dan bernegara. partisipasif dan transparan sesuai . ketenteraman. Di negara mana pun yang menganut paham demokrasi mustahil “mengalalkan” caracara “purba” yang vulgar itu dalam menegakkan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. Karena itu posisi politik rakyat dalam pilkada langsung memiliki makna penting dalam menentukan corak politik dan kepemimpinan di daerah. *** ooo Sumber: Pilkada Pasca-Reformasi. dan mampu menahan diri sesuai dengan idaman Ibu Pertiwi. patut disayangkan memang kalau situasi dan iklim semacam itu lantas dimanfaatkan untuk melampiaskan “dendam” dari kubu calon yang kalah dengan cara-cara yang kurang fair dalam berdemokrasi.info/2008/04/29/pilkada-pasca-reformasi-quo-vadis/#ixzz16p5zmaQG Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike Pergeseran perubahan format politik dari otoritarian-sentralistik menuju demokratisasi desentralistik. anarkhis. dan kerukunan. Siapa pun orangnya. Bahkan. Pemilihan kepala daerah langsung dianggap juga sangat strategis dan patut mendapat perhatian kita semua karena pilkada ini dilaksanakan pada masa transisi dan masih bersifat “trial dan error” juga terdapat perbedaan dalam tata aturan penyelenggaraan maupun tujuan politik yang hendak dicapai. jelas tak menginginkan suasana daerah/kota yang begitu kuyup oleh sentuhan kedamaian. sekarang kepada rakyat. risikonya pun harus ditebus dengan harga yang cukup mahal. Fenomena vandalistis. Tindak kerusuhan dan aksi kekerasan bukanlah solusi arif untuk menuntaskan masalah. dan bar-bar yang mewarnai siklus demokrasi ini. mestinya dijadikan cermin berharga untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. dan adil. tiba-tiba menjadi rusak dan porak-poranda oleh konflik antarkelompok kepentingan. mengajak kita semua untuk bisa menjadi “aktor” demokrasi yang jujur. Dari sisi ini. pilkada benar-benar ingin dijadikan sebagai momentum untuk memilih seorang pemimpin yang dinilai mampu membawa kemajuan daerah/kota melalui proses pemilihan yang benar-benar demokratis. Ini artinya. Quo-Vadis? » Catatan Sawali Tuhusetya http://sawali. berbagai aksi unjuk rasa warga yang menuntut ulang pelaksanaan pilkada lantaran ditemukan bukti-bukti kecurangan. memang hal yang wajar di era keterbukaan ini.

hal yang paling penting Demokrasi membutuhkan persetujuan. suku mayaoritas dan suku minoritas dan banyak lainnya sehingga menimbulkan kerentanan terhadap disintegrasi bangsa. mengkategorisasikan pola preferensi politik menjadi yang rasional dan yang emosional. tetapi kinerja bisa dikorbankan demi persetujuan. biaya yang dikeluarkan teramat tinggi. Kekerasan-kekerasan yang terjadi akibat pemilihan langsung kepala daerah ini baik kekerasan langsung maupun kekerasan tidak langsung menyebabkan ekses negative menimbulkan dimensi baru yang sangat menghawatirkan yaitu timbulnya perpecahan antar masyarakat di daerah. baik biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun dana yang keluar selama proses pemilihan itu sehingga di khawatirkan nantinya akan menimbulakan budaya korupsi. mengembalikan kedaulatan dari kedaulatan negara menjadi kedaulatan rakyat. status sosial ekonomi dan golongan agama. Dalam konteks demokrasi. Resonansi adalah sebuah getaran yang terjadi atau ditimbulkan akibat dari adanya getaran dari orang lain atau benda lain sehingga menimbulkan implikasi terhadap kejadian berikutnya. (Larry Diamond) untuk dikhawatirkan adalah keikutsertaan masyarakat dalam kaidah dan kancah politik akan menimbulkan resonansi yang berlebihan terhadap wujud pembangunan. Wawasan politik masyarakat lokal yang variatif dalam melihat dan memilih kriteria kepala daerah akan sangat menentukan kepemimpinan daerah Secara teoretis ada beberapa keuntungan pilkada langsung yaitu mendekatkan negara (state) kepada masyarakat (society). antar agama yang satu dengan yang lainnya. Pilkada langsung di mata masyarakat lokal akan menentukan siapa yang akan terpilih menjadi kepala dan wakil kepala daerah dan akan mulai melakukan abstraksi terhadap pasangan calon tersebut. tidak ada yang salah dengan kedua cara pandang tersebut. legitimasi membutuhkan kinerja. Masyarakat lokal akan menjadi praktisi politik bagi dirinya sendiri. Ber-aneka ragamnya karakter masyarakat yang ada di daerah akan mempengaruhi pola preferensi politik masyarakat yang akan diperebutkan suaranya itu. Kalkulasi kalkulasi mereka mempunyai andil besar mengantarkan pasangan calon tersebut untuk sampai ke kursi kepala daerah. Dalam rangka mencapai hal tersebut. persetujuan membutuhkan legitimasi. Hal tersebutlah yang kemudian menjadikan alasan mengapa pilkada secara langsung oleh beberapa kalangan diminta untuk dihapus / ditiadakan dan kembali pada sistim pemilihan sebelumnya yang diakibatkan oleh adanya resonansi dari kekerasan dan konflik yang terjadi dalam pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah secara langsung. Setiap individu berhak memiliki perspektif masing-masing.dengan nilai nilai politik lokal yang tumbuh dan berkembang di daerah. Hanya saja bobot dari kedua preferensi tersebut bila dibedah secara menyeluruh akan menunjukkan substansi kualitas yang berbeda juga dalam hal pandangan tentang pemimpin yang ideal bagi mereka. para calon kepala dan wakil kepala daerah dengan berbagai cara akan lebih giat berusaha memainkan bidak-bidaknya untuk menggali dukungan masyarakat. Latar belakang seperti etnisitas. antar penduduk mayoritas dan minoritas. Tapi dewasa ini proses ini mulai banyak dipermasalahkan bahkan banyak kalangan menilai dan meminta agar pemilihan langsung kepala daerah sebaiknya dihapus saja hal ini dikarenakan begitu banyak kesalahan dan kekurangan dari pilkada yang telah dilaksanakan sebelumnya seperti konflik yang terjadi baik sebelum pemilihan maupun setelah pemilihan. memberikan .

Kedua. Amanat rakyat tersebut jangan disiasiakan. kepala daerah/wakil kepala daerah terpilih kurang memiliki moralitas dan self-control yang kuat bahkan cenderung akan menyalahgunakan kekuasaan. Kelima. Dalam conflict fuctionalism terdapat konsep deprivation dan sense of injustice.). Beberapa hal ideal dari pilkada langsung dalam realitasnya dihadapkan pada bias-bias dan distorsi praktik penyelenggaraan pilkada langsung. pilkada langsung akan menyisakan sakit hati kepada kelompok yang kalah atau tidak puas dalam pilkada. Keenam. pilkada langsung memberikan legitimasi yang kuat kepada kepala daerah dan wakilnya untuk memerintah. dsb. Di luar kemungkinan adanya upaya mobilisasi massa dari pihak yang . banyaknya tumpang-tindih peraturan perundang-undangan menyebabkan terjadinya miss-interpretasi terhadap peraturan tersebut di daerah. Eksklusivitas ini akan melahirkan klaim-klaim yang dapat merugikan kelompok lain. suku. pembangunan dikaitkan dengan program perencanaan nasional. Program-program pembangunan yang realistis dan penyusunan RAPBD yang berbasis pada pemecahan permasalahan lokal memerlukan kompetensi yang tinggi dari birokrasi lokal. di mana perasaan diperlakukan secara tidak adil merupakan penyebab timbulnya konflik. loyalitas buta pemilih yang mengabaikan pertimbangan rasionalitas. sebagai contoh dalam hal perencanaan. atau karena faktor lain-lain (sosialisasi yang tidak memadai sehingga masyarakat "salah pilih". UU 32 tentang pilkada dimana program pembangunan dikaitkan pada janji politik pilkada sementara UU 25 Tahun 2004. kecurangan yang sistematis. Di daerah masih terlihat jelas "garis-garis" pengelompokan sosial menurut tempat kelahiran. kejenuhan. intervensi dari DPP parpol. dan pilkada langsung berkontribusi terhadap pengembangan demokrasi ditingkat lokal. Masalah ini muncul karena tidak adanya calon independen ( meskipun ada tetapi aturan untuk calon independen sedemikian ketatnya sehingga sulit untuk dipenuhi).pembelajaran politik kepada masyarakat. kenyataan mengenai rendahnya tingkat partisipasi masyarakat di beberapa daerah dalam pilkada. Ketiga. Oligarki baru di tingkat lokal akan lahir (atau menguat bila yang terpilih adalah pejabat-pejabat lama/incambent) dengan terpilihnya kepala daerah/wakil kepala daerah baru. Keempat. dll. KONFLIK DALAM PILKADA LANGSUNG Dalam implementasi pilkada langsung sering sekali kita menemukan dan terjadi konflik yang diakibatkan oleh pemilihan kepala daerah langsung tersebut. civil society dan pemerintah pusat. Pada konsep ini. kekerabatan. secara psikologis pilkada langsung meningkatkan rasa harga diri dan otonomi masyarakat di daerah. tanpa adanya pengawasan kuat dari DPRD. atau karena munculnya kesadaran kritis masyarakat di daerah terhadap pesta demokrasi lokal di tengahtengah kesulitan ekonomi yang akut. dan agama/ideologi. adalah faktor klaim. kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih memperoleh mandat langsung dari rakyat untuk memerintah dan membangun daerah. Ketujuh. penegakan hukum yang tidak berjalan dengan baik. Untuk menghindari konflik dan resistensi seharusnya ketika menjabat si pemenang harus mampu merengkuh pihak yang kalah untuk bersama-sama membangun daerah. karena distorsi dalam seleksi di tingkat parpol (politik uang. Jumlah golput yang cukup banyak merupakan bukti kelelahan politik (political fatigue).). Pertama kenyataan bahwa tidak semua yang terpilih dalam pilkada langsung adalah putra-putri terbaik yang dimiliki daerah bersangkutan.

semakin besar kekayaan dan uang yang dimiliki maka besarlah kemungkinan khan-nya untuk memenangkan pilkada yang dilangsungkan sehingga pilkada yang kita jalani sekarang ini sering disebut PILKADA SEMBAKO dimana setiap melakukan kompaye dalam pemilihan kepala daerah maka tim sukses dari masing-masing akan datang untuk membagiakan berbagai jenis sembako kepada masyarakat yang akan memilih mereka. Bahkan ukuran kesuksesan dan kepemimpinan seorang tokoh sekarang adalah seberapa besar isi koper dan kekayaan yang dimiliki oleh seorang yang akan menjadi calon pemimpin dalam pilkada tersebut. agama. Banyak sekali koflik yang terjadi pada pemilihan kepala daerah langsung terjadi akibat daripada proses setelah pilkada tersebut berlangsung. Ketidaksiapan kontestan dalam menerima kekalahan dituding sebagai penyebab . Justru dengan otonomi. selain itu maka tim-tim tersebut kemudian melakukan provokasi kepada pihak lain sebagai lawan calon tersebut sehingga tak jarang konflik terjadi karena kompanye-kompaye dari arus bawah yang sama sekali tidak tersentuh dengan visi dan misi dari calon mereka masing-masing sehingga Black compaigne sering terjadi. peserta. semakin banyak sembako yang dikeluarkan dan diterima oleh masyarakat maka semakin besar peluang untuk memenangkan pilkada tersebut sehingga dapat dikatakan bahwa pilkada merupakan bukti dari egaliternya capitalism. KEKERASAN PRA PILKADA Kekerasan pra-pilkada adalah kekerasan yang sering terjadi sebelum dilaksanakannya proses pilkada atau kekerasan pra-pilkada berlangsung. dalam proses itu sering bakal calon yang diusulkan oleh masyarakat banyak tidak diakoomodir oleh partai yang mewakili mereka sehingga terjadilah benturan-benturan antar kepentingan dalam pemilihan bakal calon dari masing-masing elemen tersebut.memiliki kepentingan-kepentingan tertentu. Bahkan. banyak daerah yang menutup diri bagi daerah lain atau menimbulkan eksklusifisme yang tidak peduli terhadap daerah lain. mengakui dalam pengembangan kebijakan otonomi daerah yang bertujuan membangkitkan kemampuan daerah. Berikut kita akan membedah ragam konflik yang terjadi berdasarkan siklus / latar kejadiannya menjadi dua macam yakni kekerasan pra pilkada dan pasca pilkada. mantan Mendagri Mohammad Ma'ruf. KEKERASAN PASCA PILKADA Kekerasan pasca-pemilu adalah kekerasan yang terjadi setelah proses pemilihan umum tersebut dilaksanakan (pasca pilkada). ras dan suku dari masyarakat (baik yang menjadi peserta pilkada maupun masyarakat yang akan memilih mereka). konflik juga sering terjadi diakibatkan oleh kompanye-kompanye yang dilakukan oleh parpol / peserta pilkada bahkan oleh tim-tim dari pasangan yang akan ikut bertarung dalam pilkada tersebut sehingga masyarakat mulai dikotak kotakkan menjadi berbagai bagian bahkan ulama sekalipun terjadi kristalisasi figure-figur tersebut sehingga pengikutnyapun menjadi saling curiga dan akhirnya terciptalah konflik (black compigne) serta masih banyak lagi konflik yang diakibatkan oleh beradunya kepentingan antar pengikut. kekerasan ini sering terjadi saat penjaringan bakal calon yang akan mewakili suatu partai politik tertentu. parpol. ternyata belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

Agar konflik tidak terjadi perlu perubahan-perubahan mendasar. Pertama. unjuk rasa muncul karena kontestan dan pendukungnya tidak siap kalah.10:08:49 MST Kapan ke Jakarta. Pilihan mereka. Pendeknya. akan meledak menjadi kerusuhan. Pertama. Jika unjuk rasa tidak direspon dengan baik oleh pejabat. banyak warga tidak terdata sebagai pemilih. tidak netral. Mereka tahu kompetisi selalu melahirkan pihak menang dan kalah. Meski data adalah hasil kerja sama KPUD dengan dinas kependudukan.. . dan tegas terhadap batasan dan kewenangan sehingga tidak tumpang tindih dan menimbulkan penafsiran yang ganda. mereka tidak mendapat pendidikan politik yang baik. perubahan partai politik yakni dengan membentuk UU politik yang jauh lebih baik. Terlihat. Akibatnya. terutama saat pencalonan dan penghitungan hasil pilkada. Mereka tidak mampu menemukan titik ekuilibrium (keseimbangan) tempat segala hal dikompromikan. namun tanggung jawab atas tidak akuratnya data adalah ditangan KPUD. Panwas harus benar-benar berdaya. diperlukan kontrol kuat dari simpul-simpul masyarakat.??????Telah uji coba.. Kedua.telah dijajagi untuk pemanasan(belum all out). Dangkalnya rasionalitas para pendukung menjadikan amarah berkembang menjadi amuk massa. Untuk itu.. propagandapropaganda anti otonomi yang dilakukan oleh sebagian orang anggaplah sebagai suatu masukan untuk dipikirkan (perbaikan). KPUD harus independen. egoisme pribadi yang amat tinggi menutup kesadaran itu. Apabila semuanya terpenuhi dan semua aturan dijalankan secara baik maka kekhawatiran akan timbulnya anarkisme / konflik tidak akan terjadi sehingga disintegrasi bangsa yang dijadikan alasan ketakutan pemerintah tidak akan terjadi sebaliknya jika semua aturan dan perubahan-perubahan menuju perbaikan tidak dilakukan maka tidak menutup kemungkinan dis-integrasi bangsa yang dikhawatirkan pasti akan terjadi cepat atau lambat dan akhirnya mekanisme pilkada secara langsung dalam demokrasi-desentralisasi akan ditinjau kembali dan bahkan mungkin diganti atau kembali pada sistim awal. Selain itu.utama munculnya berbagai kerusahan pascapilkada. peran panwas harus dioptimalkan. Selain itu beberapa hal yang perlu diperhatikan juga adalah kekuasaan yang diperoleh kepala daerah harus melalui kompetisi politik yang sehat dan terbuka dan menumbuhkan swadaya politik masyarakat. KPUD di beberapa daerah ditenggarai curang. Ketiga. ZAINUL Direktur Yayasan “SANTOANA” Nusantara BAQRI an 25 2000 .. Namun. KPUD tidak bekerja serius dalam mendata pemilih. kerusuhan bila dipicu oleh ketidakpercayaan terhadap pelaksanaan berbagai aturan. Kedua. Ketidakpercayaan muncul karena tidak kredibelnya penyelenggara pilkada di mata masyarakat. Dugaan adanya perilaku curang dan manipulatif ditengarai sebagai penyebab tidak berwibawanya penyelenggara dari kontestan tertentu. menang atau gagalkan pilkada. dan memihak salah satu pasangan. gabungan ketidakpercayaan atas pelaksanaan hukum dan ketidaksiapan menerima kekalahan mengakibatkan munculnya aksi unjuk rasa.

Tapi jauh sebelum ini ketika Soeharto masih berkuasa. Ketentuan/perundang2an/hukum positif yang ada ..budaya KKN ini yang sengaja atau tidak sengaja dikembangkan oleh Sorharto.l di Situbondo.yang sangat jauh menyimpang dari kehendak/semangat dan jiwa dasar negara ini serta peraturan/ perundangan yang tersedia.yang tujuannya dalam rangka melemahkan perlawanan pro demokrasi.ketika perlawanan pro-demokrasi kepada Suharto/pro status quo semakin menguat. Doulos.teori 'desa mengepung kota'-nya Mao. Masa2 sekarang ini.kerusuhan2 telah mulai merebak kemana2.Pontianak.dia bersama kroninya menjalankan pemerintahan disatu pihak dengan cara2 feodal dengan memanipulasi budaya kejawen 'manunggaling kawulo gusti' itu yang ditambah dengan trik2 pembenaran diri sendiri dan dipoles oleh privilis karena merasa paling berjasa menyelamatkan negara.lanjutan narkoba.ketika ulubalangnya masih si Feisal Tanjung. Pontianak.pematangan dari daerah2..KSADnya si Hartono. yang resultantenya terhimpun dalam kekuasaan yang otoriter.adalah dilatarbelakangi kehausan Suharto beserta keluarga menjadi raja di raja di 'kerajaan Mataram'. Jika ditelusuri lebih jauh.akan ke Jakarta.Papua terus dipelihara.realitas mekanisme pelaksanaan pemerintahan itu berjalan sesuai selera penyelenggaranya yang penuh dengan KKN.Tasikmalaya.Makassar terus di panas panasin.Malah realitas penyelenggaraan pemerintahan itu masih sarat dengan budaya2 penyelenggaraan pemerintahan masa orde baru/rezim Soeharto.l peristiwa Istiqlal..Mataram telah diledakkan. padahal perangkat peraturan/ perundangannya sebagai pedoman yang menyemangati dan menjiwai mekanisme penyelenggaraannya telah banyak tersedia untuk itu.Pelangka raya. sampai demo2/apel2 an. Dizaman orde baru/rezim Soeharto.Akan matangkah? Hal ini tergantung antisipasi dan counter pemerintahan Gus Dur dan pro demokrasi lainnya.Ambon.masa Gus Dur. percikan2 kecil di jakarta terus diadakan agar tetap hangat a. Bali. Sesudah pro status quo/rezim Soeharto/Habibie tumbang. Garut.. kata cerdik pandai baru2 ini di koran.yang didominasi oleh penyelenggaraan atas dasar budaya KKN. Rengasdengklok.Papua tetap digosok2. Maka dalam penyelenggaraan pemerintahan republik ini.Kupang.Surabaya..Aceh terus dipelihara diseluruh pelosok daerah.Medan terus digoyang sampai meledak dan kemudian bila telah matang. Makassar dst.pelaksanaan pemerintahan 'pro reformasi' yang diinginkan rakyat belum berjalan. Jadi Soeharto itu sangat paham benar dengan teori Mao itu. Tengah. yang sadar atau tidak sadar sudah menjadi obsesinya.Depok.Selatan/Tenggara.demo2 anti judi/maksiat.dan diupayakan terus dipelihara didaerah itu.Ambon telah hampir setahun dipelihara dan dikembangkan keseluruh pelosok Maluku baik Utara.Pangkostrad-nya si mantu-nya.. Lampung.Riau/Batam.tawur anak sekolah.yaitu masa tahun 1997 ketika merebak ninja2 di kota2 di Jawa a.Pada masa Habibie kerususan di Aceh.maka Soeharto telah menuduhkan teori 'Mao' itu kepada lawan2nya.. pengembangan narkoba.

kembali kepada Negara dan pemerintahan yang didasarkan pada sistem demokrasi/kedaulatan rakyat. mahasiswa dll) yang bila tidak hati2 bisa berkembang kepada anarkhisme dan dapat dibelokkan untuk penumbangan atas pemerintahan yang ada . Pergantian pemerintahan sekarang dari rezim Orde Baru/Suharto ke era pro reformasi adalah pergantian pemerintahan yang tidak biasa. Pergantian personil dibidang legislatif mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah telah jalan dengan melalui mekanisme pemilihan umum.semua tergantung dan ditentukan pemerintah pusat/presiden dari Jakarta.yang sudah terpaku pada pola pikir serba sentralistik.bukan hanya sekedar pergantian kepala Negara/ Pemerintahan.adalah suatu momentum yang harus terus dijaga keberadaannya untuk dapatnya semangat dan perilaku penyelenggaraan pemerintahan itu dirombak dari sistem kekuasaan otoriter/KKN ke sistem kekuasaan yang berdemokrasi/kedaulatan rakyat. Maka. Ini adalah hasil dari pembentukan pola pikir (mind set) dari rakyat Indonesia oleh rezim Orde Baru/Status quo/Soeharto. ormas.tetapi adalah sekaligus penumbangan suatu sistem kekuasaan otoriter yang telah menjajah rakyat Indonesia itu .tetapi kenyataannya berbeda.justru yang sangat dominan adalah peranan social kontrol rakyat (NGO. Jika kita menghimpun seluruh peraturan/ ketentuan umum (UU) yang telah ada termasuk yang dibuat rezim Suharto selama 32 tahun itu dan membacanya.yang mau tidak .bila personil atau paling tidak pimpinan2 penyelenggara pemerintahan sampai yang level terendah itu masih menggunakan personil rezim yang sebelumnya.Maka perggantian yang telah terjadi itu.yang tidak boleh dan tidak pernah diuji oleh MA terhadap UU nya.Daerah adalah merupakan hinterland.jajahan yang tidak perlu diperhitungkan/dianggap.tidak mempan untuk mereka. Suatu hal yang terlupakan dalam pergantian personil ini ialah terpukaunya seluruh pihak kepada pergantian personil di pemerintahan tingkat pusat saja (Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara) dan melupakan tingkat Daerah. karena yang dilaksanakan biasanya suatu ketentuan spesifik berupa Kepres yang senaknya dikeluarkan. Mekanisme penyelenggaraan pemerintahan pro reformasi itu termasuk mekanisme kontrol tidak berjalan.peranan personil sangat menentukan.yang kebanyakan sudah terkontaminasi pola pikir /sistem nilai / budaya pemerintahan dengan paradigma lama yang pasti susah dirombak.bila perlu untuk pembenaran perbuatannya dia dengan kroninya mengeluarkan ketentuan2 spesiifik baru untuk mendukungnya. maka sebenarnya tidak ada alasan lagi untuk Negara ini tidak makmur dan maju apabila ketentuan pelaksanaanya yang lebih rendah sejalan dengan ketentuan yang lebih tinggi (UU).hanyalah untuk kawulo saja. Tidak ada artinya perjuangan penumbangan kekuasaan lama yang otoriter/KKN itu.

jika secara teoritis bahwa legislatif itu adalah sumber legitimasi atas lembaga .pimpinan lembaga tinggi Negara BPK.Ternyata personil2 di pemerintahan daerah baik tk. Presiden dan Menteri serta Panglima TNI dan pergantian pejabat Negara/ Politis ditingkat Daerah yaitu anggota DPRD tk I&II beserta pimpinan2nya.dan bisa menjadi penghambat atas keberhasilan Gus Dur dalam mengadakan reformasi disatu pihak dan menyelenggarakan pemerintahan sesuai harapan rakyat dipihak lainnya.mau harus diterima sebagai suatu kenyataan. pimpinan2nya sudah diisi dengan pendekatan/model Gus Dur yang kompromis (balas jasa)juga. Khusus lembaga kabinetnya. disamping MA.kebawah dan kesamping sesuai harapan reformasi yang diinginkan.i unsur2 pendukung/birokrasi (Dirjen/Sekjen kebawah) masih banyak personil2 yang harus diganti/ dibersihkan yang telah karatan dengan nilai lama.tetapi reformasi kelembagaan dan personilnya masih tersendat sendat. walaupun masih terkandung unsur2 yang pro status quo/Suharto disana. Lebih2 kedalamnya y. yang tentu memperkuat posisi eksekutif yang warisan rezim status quo didaerah itu.Akibatnya. kenyataanya bahwa legislatif/DPRD yang ada tidak mampu melakukan perombakan eksekutif.malah menjadi penengah faksi2 itu .belum pemerintahan di daerah. Walaupun anggota2 DPRDnya sudah hasil pemilu reformasi.Gubernur KDH tk I dan Bupati/Walikota KDH tk II.I maupun tk.DPA.II. Seharusnya pergantian personil di bidang eksekutif juga. paling tidak unsur pimpinan untuk lembaga yang paling strategis (MPR.minimal yang disebut pejabat Negara itu tidak hanya ditingkat pemerintah pusat saja tetapi juga yang ditingkat Daerah.ternyata lembaga DPRD itu tidak mempunyai suatu kekuatan yang cukup mengadakan reformasi atas personil yang berada di eksekutif. Pemerintahan 'Pro Reformasi' sudah hampir berjalan 100 hari.yang berarti pergantian seluruh pejabat Negara/Politis baik ditingkat Pusat yaitu anggota DPR/MPR dan pimpinan2nya.dengan mengakomodasikan seluruh kekuatan2 yang ada (baik yang pro status quo maupun yang pro reformasi) terwakili didalam kabinet Gus Dur itu.karena tidak terdapatnya kekuatan atau koalisi kekuatan yang jadi mayoritas di DPRD itu.DPR dan Presiden) sudah diisi wajah2 baru yang diperoleh atas dasar kompromi/dagang sapi kekuatan politik/ elit politik yang ada.agar dapat bekerja bersinergy keatas.demikian halnya personil2 pendukung/birokrasinya.BPK dan DPA yang masih warisan Soeharto/ Habibie. tetapi tidak dominan lagi.personil dan kinerja eksekutif itu.maka sebenarnya yang ditumbangkan itu adalah personil2 pejabat Negara/ Politis yang lama diganti dengan yang baru.MA. Hal diatas baru menyangkut Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara atau sering disebut Pemerintah Pusat. malah sebaliknya posisi menentukan (sentral) Gubernur . Lembaga2 Tertinggi Negara dan Tinggi Negara. Dengan telah tumbangnya pemerintahan Orde baru/Suharto.yang bisa kontra produktif kepada semangat reformasi yang mengawali perobahan pemerintahan itu.personil2 pimpinannya/pejabat negaranya masih 95 % adalah warisan pemerintahan Soeharto/status quo. Malah sebaliknya faksi2 yang ada di DPRD justru saling menjegal/tidak bersynergi.

tetapi personil2 pendukungnya mulai dari Sekjen/Dirjen masih personil2 warisan reziim lama yang kebanyakan sarat dengan sistem nilai/pola pikir paradigma yang lama.mulai dari atas hingga yang paling rendah.l masih sarat dengan cara2 penyelenggaraan pemerintahan yang otoriter/ sentralistik dan yang berbau KKN atau malah sebagian personil2 warisan rezim lama itu yang terancam posisinya secara diam2 mendukung kembalinya kekuasaan lama yang dapat melindungi mereka. kenyataannya .yang merupakan kepanjangan tangan presiden sesuai UU 5/74 didaerah itu yaitu Gubernur/Bupati/Walikota.maka mereka2 itu juga ikut turun.atas dasar pertimbangan politis dan atas dasar ketentuan/ peraturan UU 5/74 itu./Bupati/Walikota warisan Soeharto/ Status quo itu masih tetap tak tergoyahkan sebagaimana pada zaman rezim Orde baru.Presiden (Gus Dur) atau Pemerintah Pusat.Maka realitas yang kita lihat bahwa penyelenggaraan pemerintahan pusat itu masih sarat dengan paradigma lama a.Memang anggota2 DPRD Daerah yang pro reformasi itu masih gamang dalam menjalankan tugas pengabdiannya.yang menurut UU 5/74 dan kenyataan proses penunjukannya adalah merupakan kepanjangan tangan/bawahan langsung Presiden di daerah dan bertanggung jawab langsung ke Presiden .maka mutlak diperlukan personil2 yang baru.l fasilitas2 dan wang.karena keberadaan mereka disana adalah sebagai pejabat Negara/politis yang merupakan bagian dari rezim Orde baru. seharusnya sudah demisioner dan sudah harus diganti.Lebih2 penyelenggaraan pemerintahan yang hendak mengganti sistem pemerintahan lama ke sistem pemerintahan yang baru.maka juga jabatan pejabat negara/politis di daerah juga. Dengan diberlakukannya UU no 22 mengenai pemerintahan Daerah pengganti UU no5/74. Ini adalah pekerjaan yang terlupakan dari. Keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan oleh eksekutif/Presiden itu sangat ditentukan oleh personil2 yang menyelenggarakan.juga DPRD2 Daerah.95 % masih warisan rezim Orde baru/Soeharto. Seharusnya pada saat dimulainya sidang umum MPR dimana personil2 Presiden (Habibie) dan Menterinya dinyatakan demisioner.yang penetapannya/persetujuan orangnya mutlak oleh Presiden/Pemerintah Pusat.dinyatakan demisioner hingga terpilihnya Gubernur/Bupati/Walikota oleh DPRD berdasarkan UU 22/99. Memang Presiden dan menteri yang di level pemerintah pusat telah terdiri atas orang2 'baru'.DPR.MPR.minimal pimpinan2/ pejabat negara pada posisi yang strategis mulai dari atas sampai kebawah.Seharusnya dengan tumbangnya sistem pemerintahan Orde Baru. .maka Kepala Daerah tk I dan II itu mutlak ditentukan oleh DPRD. Demikian halnya personil Gubernur (dan Bupati/Walikota).dan tidak mustahil mereka sering terpengaruh dan terjinakkan oleh eksekutif dengan berbagai cara a. yang tidak ada bedanya dengan keberadaan Menteri.Maka dengan demikian Gubernur/Bupati/Walikota warisan rezim Soeharto yang pengangkatannya berdasarkan UU 5/74.

Bagaimana di Sumatera barat. Kita mengetahui bersama bahwa para pejabat Negara (Gubernur/Bupati/ Walikota).pejabat tinggi birokrasi di Pemerintah Pusat/Kabinet Gus Dur maupun di Daerah yang warisan rezim Orde Baru/Staus Quo itu dapat menduduki posisinya pada waktu itu adalah berdasarkan praktek2 KKN dan suap.presiden itu terpilih dan membentuk kabinetnya.bagaimana di Riau.apakah ketakutan atau kesetiaan karena balas jasa atau karena rahasia2 mereka yang tersimpan ditangan Soeharto/pengikut Soeharto. maka DPRD Daerah itu berdasarkan UU 22/99 mulai bekerja memilih Gubernur/Bupati/ Walikotanya secepatnya. Sampai sekarang ini mereka2 itu takut dan setia kepada Soeharto. Tentu kita masih ingat bagaimana hiruk pikuk kasus Bupati Bantul. dan masih sangat banyaknya (95 %) personil birokrasi Menteri2/Lembaga dibawah Presiden juga warisan rezim Orba/Status Quo/Soeharto-Habibie.Jambi. yang berpusat kepada kesetiaan tanpa kecuali kepada Soeharto sebagai pusat kekuasaan.Selanjutnya. Bagaimana hiruk pikuk kasus ijasah palsu calon Gubernur/pencalonan Gubernur NTB yang sekarang dilanda kerusuhan di Mataram.sedangkan para Panglima Kodam. .main mata.Jawa Tengah dst yang sempat bermunculan kasus pencalonan Gubernurnya tapi dapat diredam/tidak diperdulikan karena kekuatan kroni Soeharto itu.setelah Presiden&Wk.baik karena rela/bersedia memfasilitasi untuk kembalinya pro status quo/Soeharto-Habibie kembali berkuasa. atau karena terpaksa karena rahasia2nya sebagai senjata penekan oleh pihak provokator/pro status quo itu. Tidak mengherankan apabila para provokator/tangan2 jahat mempunyai akses yang mudah keseluruh daerah di Indonesia ini dalam rangka menciptakan kerusuhan. Karena adalah sangat masuk akal bahwa para pejabat di daerah yang masih kroninya Orde Baru/Status quo/Soeharto-Habibie akan memfasilitasi mereka baik secara langsung maupun tidak langsung atau secara sembunyi2.maka tidak mengherankan bahwa pelaksanaan pemerintahan ini baik menyangkut kebijakan dan operosionalnya disatu sisi maupun menyangkut hal politis atau teknis masih sarat dengan paradigma lama.tapi dapat diredam dengan KKN dan suap melalui kroni/keluarga Suharto.Komandan Kodim adalah satpam/ centengnya di daerah.atau sebaliknya pelaksanaan pemerintahan yang didasarkan kepada reformasi dan paradigma baru itu selalu sulit dan terhambat/digagalkan oleh tangan2 jahat yang pro rezim Orde Baru/status quo/Soeharto. Dengan masih bercokolnya Gubernur/Bupati/Walikota dengan aparatur birokrasinya yang warisan rezim Orba/Status quo/Soeharto didaerah daerah.Makanya muncul suatu istilah pada waktu itu bahwa Gubernur/Bupati/Walikota di daerah adalah merupakan mandor2nya Soeharto/kroni/ keluarganya di daerah.dimana untuk mendapat jabatan Bupati yang kedua harus menyediakan wang milyaran rupiah. Tidak terkecuali di daerah2.Habibie.dengan masih adanya juga personil menteri Kabinet Gus Dur yang diakomodir dari pihak pro status quo itu.

terlupakan oleh anggota2 MPR pro reformasi. "Sebenarnya kalau kandidatnya menerima kekalahan dengan cepat rakyat juga tidak akan bergerak apa pun.kalau tidak menginginkan daerah2 itu baik tingkat I maupun tingkat II. agar kawan2 itu sadar dan tidak membuat kerusuhan lagi'. Penyebab lainnya. itu artinya pemilukada sudah berjalan dengan baik. Memang ada ketidaknetralan tapi kecil. Mahfud mengatakan sikap netral dari para aparat sangat diperlukan untuk menghindari konflik yang mungkin terjadi.tetap memfasilitasi provokator2/tangan2 jahatnya didaerahnya." ujar Mahfud di Jakarta.harkat. seperti ketidaknetralan aparat.terlupakan oleh anggota2 DPR pro reformasi.Maka tugas yang terlupakan oleh Presiden Gus Dur ini. adalah suatu ajakan yang tidak akan diperdulikan. Senin (12/7)." ujarnya. tidak pro aktif dan tidak secepatnya menyelesaikan pekerjaan yang terlupakan diatas. Mahfud mengatakan secara garis besar pemilukada yang dilaksanakan di Indonesia sudah berjalan baik.maka strategi Mao 'desa mengepung kota' akan benar2 dapat terjadi sampai ke Jakarta.kekuasaan. 12 Juli 2010 Kerusuhan Pilkada Andi Saputra . "Kerusuhan pasca pilkada akibat kecurangan-kecurangan terstruktur dan massive. Tidak mustahil bila Gus Dur dan pro reformasi hanya sekedar bertahan. Jakarta . Namun.karena hal yang mereka perjuangkan tidaklah sederhana melainkan sangat kompleks menyangkut eksistensi. Ajakan Gus Dur dengan hanya mengatakan agar 'tangan2 jahat itu sudah saya ketahui.detikNews | 16:33 Akibat WIBSenin.terlupakan/ sengaja dilupakan Mendagri/ Menteri Otonomi Daerah ini. baik KPU maupun pemerintah daerah." katanya. adalah karena para calon Kepala Daerah yang tidak siap kalah. Senin.Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan.harus segera diselesaikan secepatnya.terlupakan oleh para menteri pro reformasi ini . KPUD 12/07/2010 Tak 23:01 Netral WIB TEMPO Interaktif. . keamanan sendiri maupun keluarga yang perlu diperjuangkan dan dipertahankan. terlupakan oleh anggota2 DPRD pro reformasi. "80 persen kan tidak dikabulkan. kerusuhan yang terjadi pasca pemilihan umum kepala daerah terutama disebabkan adanya kecurangan yang terstruktur. "Itu bisa menimbulkan konflik sosial kalau tidak netral. menurut Mahfud." katanya.

sepertinya polisi tidak mau menerima laporan kalau tidak ada bukti yang kuat” [Bawaslu/detik]. polisi harusnya lebih bisa proaktif. MK sudah memutus 58 perkara dengan rincian 9 perkara dikabulkan.… Polisi jangan seperti ini. Wahida Suaib. Jika penyidik Polri membutuhkan bukti surat suara tersebut.”. 10 perkara tidak diterima. Mabes Pori menolak berkas tersebut dengan alasan bahwa belum cukup bukti. 2. dengan rincian total perkara yang telah teregistrasi 69 perkara. ” Polisi salah. Padahal pihak Bawaslu seperti dilansir anggota Bawaslu. Bawaslu tidak memiliki kewenangan untuk mendapatkan surat suara yang sudah dicontreng tersebut. Sementara itu. bukti awal pihak Bawaslu sudah cukup untuk Polri menanggapi laporan Bawaslu karena: 1. untuk mendapatkan alat bukti lebih lanjut bukan merupakan tugas Bawaslu. Jeirry merasa heran dengan permintaan polisi supaya surat suara yang tertukar dihadirkan sebagai barang bukti. dan 3 ditarik kembali. bukan tugas Bawaslu mencarikan barang bukti. Padahal!! Berdasarkan UU 10/2008. dan yang tidak diregistrasi 4 perkara dengan alasan permohonan ditarik kembali oleh pemohon. Anehnya. Dan perasaan curiga saya semakin menguat tatkala Polisi menolak menindaklanjuti laporan Bawaslu tentang tertukarnya surat suara di sejumlah daerah karena kurang bukti [bawaslu]. hingga saat ini MK telah menerima pendaftaran perkara Pemilukada sebanyak 95 perkara. Melihat gelagat sejak Pilkada Jatim. Permintaan itu. yaitu dengan memasukkan suara ke suara partai yang mengakibatkan suara yang diberikan kepada caleg menjadi sia-sia [kompas]. telah menyerahkan 34 bukti awal. Menurut ahli hukum pidana UGM Eddy OS Hiariej. belum teregistrasi 22 perkara. berkas tidak dilengkapi. salah satunya berupa surat edaran KPU Nomor 676 dan 684 yang intinya menganggap surat-surat suara yang tertukar di berbagai daerah itu dianggap sah. pasti surat . Pihak kepolisian meminta supaya Bawaslu memberikan bukti surat suara tertukar yang sudah dicontreng tersebut. “Tidak mungkin karena sedang proses rekapitulasi suara. Jelas. susah untuk dikabulkan. dan bukan kewenangan MK. itu justru kewajiban polisi. “Ini memperlihatkan polisi tidak paham hukum pidana pemilu seperti apa. dinilai Jeirry. saya merasakan ada “sinyal” konspirasi politik antara KPU.Berdasarkan data yang diperoleh dari bagian administrasi MK. karena UU no 10/2008 mengatakan bahwa Surat suara tersebut harus tetap berada di dalam kotak suara yang tersegel. pihak penyidik dengan kewenangan yang dimilikinya dapat mengupayakannya melalui pengadilan. Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Komite Pemilih Indonesia Jeirry Sumampow. 36 perkara ditolak. Kepolisian dan Pemerintah.

lembaga kepolisian selalu mendapat rangking nomor 1 dalam survei Lembaga Publik Terkorup. namun hingga 17 April 2009.suara itu di jaga. laporan Bawaslu telah ditolak polisi sebanyak 3 kali. Benarkah penolakan laporan Bawaslu oleh lembaga kepolisian (khususnya Bareskrim Mabes Polri) merupakan skenario penguasa. Mari kita berandai sehat: (1) Jika sejak awal perumusan rancangan UU yang melandasi pileg 2009 tidak mengandung masalah besar (ingat inilah uu yang paling banyak dijudicial review dalam waktu singkat). yakinkah hasil pileg serupa dengan yang sekarang? . ketidakprofesional.”.. atau koruptif? Inilah misteri Pemilu 2009…. ech for nusantaraku – 19 April 2009 Kronologis Lengkap : Press Release Bawaslu Terkait Upaya Tindak Pidana Pemilu terhadap KPU kepada Mabes Polri EMBILAN partai berhasil lolos parliamentary treshold adalah dengan catatan pemilu legislatif-nya (pileg) bermasalah terutama soal prinsip Jujur dan Adil (jurdil). Justru dengan kewenangan polisi. bukti itu bisa dihadirkan. Saya pun merasa sangat janggal. [bawaslu/detik] ***** Perlu dicatat bahwa Bawaslu telah berusaha mengungkap pelanggaran hukum sejak 9 April 2009. Setiap hari Bawaslu Polri konsern terhadap masalah ini. apakah landasan Polisi (khususnya Bareskrim Mabes Polri) menolak laporan dugaan tindak pidana dengan bukti-bukti awalnya karena tidak paham mengenai mekanisme Pemilu atau karena ingin melindungi kepentingan penguasa atau karena apa? Karena selama ini dan hingga tahun 2008.

Untunglah Indonesia punya seorang Sri Bintang Pamungkas. apakah hasil pileg akan seperti yang sekarang? (4) Jika tidak ada penggolputan warga secara by design. orangorang KPU buru-buru mengemasi travel bag masing-masing. tahun 2004 24. sementara sosialisasi di dalam negeri sendiri centang prenang. 38). Sebagai gantinya pemerintah hanya membagi-bagi uang dengan dalih membantu rakyat yang menderita (BLT). Tabungan masalah itu sendiri mungkin bisa diklasifikasi menjadi tabungan masalah moral dan etika. Kebobrokan pileg adalah tabungan untuk kualitas yang amat diragukan untuk pilpres. Bukan cuma penuh masalah. dan tabungan masalah bersifat teknis elektoral. Seburuk-buruk pengalaman demokrasi di Indonesia sudah diperagakan dalam peristiwa-peristiwa perebutan kekuasaan tingkat lokal itu. aspek perundangundangan yang mengatur pileg. Apa gerangan yang amat perlu dilakukan dalam keadaan seperti ini? Sri Bintang Pamungkas sudah memulai kampanye Golput. Kelemahan dari segi ini sesungguhnya bukan soal profesionalitas. Ketiga. Pertama. apakah hasil pileg 2009 akan serupa dengan yang sekarang? (3) Jika tidak tidak ada money politic. trend budaya politik yang machiavellis dalam berebut apa yang dimaui. Tidak ada masalah legitimasi dalam hal ini. karena persoalan legitimasi hanya akan dipentingkan di negara yang masyarakatnya sudah memiliki standar moral/etika yang tinggi hingga dengan standar itu pasti merasa malu jika mencacatkan diri dalam proses suksesi. tetapi memang terdapat iklim pembiaran untuk kelangsungan berbagai pelanggaran yang ditoleransi oleh hukum. Rakyat tidak sampai mengetahui apakah ini sebuah kebijakan atau kebaikan hati seseorang. melainkan lebih pada masalah integritas. apakah hasil pileg akan seperti yang sekarang? (6) Jika jual beli suara tidak terjadi. Sebagai contoh. Kedua. aspek penyelenggara. Ini bisa menyangkut . aspek sosial ekonomi. Sebagai sebuah interupsi politik yang amat mendidik. Keempat. kiranya Sri Bintang Pamungkas pantas diacungi jempol. Website KPU malah lebih banyak menampilkan pengumuman tender daripada informasi pemilu. aspek referensi pengalaman buruk dalam rangkaian pemilukada sejak tahun 2005. kalau bukan sekadar membuat berita-berita kutipan dari media. apakah hasil pileg 2009 akan seperti yang sekarang? (5) Jika ada komitmen dan kredibilitas dari jajaran pelaksana dan pihak-pihak terkait. Pemerintahan gagal membangun iklim yang menumbuhkan harapan untuk memperoleh taraf hidup lebih layak bagi rakyat. Kelima. untuk mengejar target sosialisasi di luar negeri. dan entah kenapa tahun 2009 banyak lagi.(2) Jika tidak ada “policy” yang mendorong lahirnya partai-partai baru (ingat tahun 1999 parpol peserta pemilu 48. Purifykasi atau pemurnian atau katakanlah pemikiran ulang tentang konsepsi-konsepsi politik yang mewarnai ambisi kekuasaan para elit amat perlu. apakah hasil pileg 2009 akan serupa dengan hasil yang terpaksa kita terima sekarang? Tampaknya terdapat paling tidak 5 faktor utama penyebab kebobrokan pileg 2009.

standar ketokohan dan kenegarawanan. metode dan implementasinya secara bermartabat. termasuk pencurian suara. agenda perenungan kembali atas makna kebangsaan. Keempat faktor itulah masalah politik yang mestinya menjadi perenungan bagi setiap warga negara. terlepas ia seorang pentinggi atau sekadar buruh upahan di ladang pendodosan kebun sawit para kapitalis. dan juga membiarkan semua kesenangan terbatas dan ad hock meruntuhkan kadar keimanan. Catatan: Posting ini didasarkan pada bahan Dialog di Binagraha Sumut (Medan) beberapa hari lalu. Jika si Sugeng menyetor hari ini. Terkadang Tuhan berbicara dengan bahasa yang mencemaskan manusia. maka tidak mengapa. Tuhan pasti tahu bangsa-bangsa yang bengal dan bebal. struktur-struktur politik. Pengorganisasian alat-alat kekuasaan yang efektif sesuai pola kemajuan zaman dan memberdayakan. Kekhawatiran akan neo lib justru berakar dari prinsip ini. Semua setoran (suara) harus diadministrasikan dengan sebaik-baiknya. dan juga agenda dan kebijakan yang mengakar pada kepentingan rakyat. bahwa di tengah kebobrokan ini masih belum putus asa untuk berharap agar KPU dan jajarannya serta pihak-pihak terkait benar-benar jujur dan adil. Juga harus menyangkut penegakan wewenang yang sah. Meneguhkan dan memelihara identitas bersama yang modern dan berwawasan serta berpereferensi pada sejarah dan kepribadian bangsa. memunculkan bencana dimana-mana. Tak salah jika berharap. instrumentasi dan artikulasi peran negara sebagai sesuatu yang tidak sekadar ajang perebutan belaka di antara pihak-pihak serupa yang berbeda retorika. Itu dosa besar selain pasti akan meruntuhkan bank (negaramu)”. jangan dibukukan atas nama si Paino. Jangan lagi ada masalah. . Paling parah Tuhan pun tak jarang membiarkan manusia benar-benar tak tahu membedakan mana yang hak dan mana yang bathil. Perbaikan Daftar Pemilih tetap (DPT) tidak akan mengurangi kerugian moral bangsa atas pilpres 2009 mendatang. bayangkan saja dirimu tak ubahnya sebuah bank. menimpakan penyakit beruntun. Jika tidak ada kemauan.keniscayaan peninjauan atas keyakinan-keyakinan politik. Akhirnya harus juga mencakup pemikiran ulang tentang produksi dan distribusi barang dan jasa secara berkeadilan. Mungkin orang KPU itu harus diberi analogi begini : “wahai KPU. Selain itu. menimpakan kemiskinan berstruktur.

bukan hanya akan menimbulkan ‘political damage’. Patriot. Belum lagi. . pemilu yang merupakan produk demokrasi ini. banyaknya kecurangan. Barnas. membahas dan mengavaluasi hasil-hasil pemilu 2009. dan tidak terselesaikan dan mereka membuat gerakan. itulah yang namanya pesta demokrasi. Golkar. karena tidak masuk dalam DPT. PIS. pemilu 2009 ini. ada 15 parpol yang menyatkan keberatan terhadap hasil pemilu 2009. dan harus menanggung malu. yang harganya ‘cost’ sangat mahal. Pertemuan yang berlangsung di rumah Ketua Umum PDIP itu. karena membela kepentingan politik tertentu. maka inilah yang menyuramkan masa depan. Misbach Hidayat (PKB). PDS. dan sudah lebih 10 partai politik. yang berkumpul di rumah Mega. dan pemerintah untuk menindak lanjuti semua laporan kecurangan pemilu dan menegakkan hukum terhadap pelanggaran/kecurangan yang terjadi. Rizal Ramli (KBI). Ada sekitar 15 tokoh partai dan LSM. Sehingga. PKNU. dan perorangan yang terdiri dari para caleg. Gus Dur (Ketua Dewan Syuro PKB). tapi justru mengakibatkan ‘damage’ yang dahsyat di masa depan. Sekarang para tokoh politik. partai-partai politik. dan pimpinan partai ramai-ramai menggugat hasil pemilu 2009. yang menginginkan pemilu di ulang. Yaitu. dan akan melahirkan ‘political damage’ (kehancuran politik) bagi Indonesia. Apakah gerakan ini akan sampai membuat hasil pemilu itu. Belum lagi. banyak caleg yang gagal mengalami ‘gangguan jiwa’ alias mengalami ‘mental disorder’. Setidaknya. mulai dari DPT (daftar pemilih tetap). Semuanya. karena gagal terpilih. pemilu 9 April yang lalu adalah pemilu terburuk . serta mengundang kerawanan dan instabilitas. harapan. antara lain. Bursah Syarnubi (PBR). ekses psychologis dari pemilu 2009. ‘ongkos’ dari para peserta pemilu. yang menyedihkan ada diantara caleg itu. 15 parpol itu (PDIP. Hal itu diperparah dengan sikap KPU dan KPUD yang tidak netral . Ketiga. karena mereka kehilangan harta. Bahkan. terjadinya potensi konflik dan ‘social disorder’. tidak memberikan arti apa-apa bagi masa depan demokrasi di Indonesia. menurut penghitungan hampir mencapai 200 trilyun. sehingga hal itu melanggar hak asasi manusia. Sebauh ‘pesta’ yang tidak berakhir dengan ‘happy ending’. pemilu 9 April yang lalu.yang tidak akurat. yang menurut mereka dipenuhi dengan kecurangan. karena sistemnya yang amburadul. Sehingga. keterpurukan. PKDI dan Buruh). menyisakan kesedihan. Rusdi Hanafi (PPP). Prabowo (Partai Gerindra). lembaga swadaya masyarakat (LSM). Idham Cholid (PKNU). karena banyaknya rakyat tidak bisa melaksanakan hak pilihnya yang dilindungi UU. diwarnai banyak kecurangan dan kesalahan administrasi. biayanya dari APBN. dan tuan rumah Megawati. karena gagal terpilih menjadi anggota legislative. Diantara tokoh politik. mereka tolak. yang mencapai 21. Banwaslu. Gerindra. yang melakukan bunuh diri. yang jumlah sangatlah fantastis. PBB. Hanura.7 trilyun rupiah. Kedua. Pemilu 2009 ini. PPNUI. Zulvan Lindan (PNBKI). mendesak KPU. justru tidak melahirkan sebuah harapan bagi perbaikan kehidupan rakyat. dan menyatakan adanya kecurangan. dan bahkan kehilangan harapan masa depan. dan tingginya angka Golput. Syahrir MS (Republikan). Pertama. yang mencapai lebih 45 persen dari jumlah pemilih. nyaris hasil pemilu 2009. Melebihi bencana ‘tsunami’ yang terjadi di Aceh. Amelia Yani (PPRN). Merdeka. kalau partai— partai yang merasa tidak puas dengan hasil pemilu.Pemilu 2009 ini adalah terburuk sepanjang sejarah Indonesia. dan meminta diulang? Padahal. PPRN. Pemilu 2009 ini tidak akan memberikan legitimasi politik yang kuat. Yusril Ihza Mahendra (PBB).

Seperti di kebanyakan negara totaliter. Jalaluddin. dan Balthasar Kambuaya. dipandang setara tanpa dibeda-bedakan asal-usul diri. Besar harapan bahwa apa yang sudah dicapai pada pemilu tersebut dapat menjadi modal bagi pemilu berikutnya. Mereka adalah Ridwan Nazir (ketua). yang paling utama adalah masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan interpretasi penghitungan suara pembagi. Adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang ditunjuk oleh undang-undang (UU No. Beberapa sengketa dan keberatan dibawa ke Mahkamah Konstitusi. seseorang berkesempatan agar suara atau aspirasi dirinya didengarkan oleh otoritas politik. tahun 2009. Purnaman Natakusumah. Itu sebabnya hak memilih menjadi hak yang bersifat asasi. Pada masa itu dunia memberi apresiasi positif atas pesta demokrasi yang telah berlangsung. sebelum tahun 1999. Pemilu dipahami sebagai praktik mengambil keputusan (voting) berskala luas dan masif karena umumnya berkaitan dengan penentuan pemimpin politik. pemilu di Indonesia lebih sebagai etalase kepada dunia luar bahwa negara Indonesia adalah negara yang demokratis. dan pada tahun 20042007 KPU diisi oleh para akademisi dan aktivis LSM. Seleksi Awal dan Konflik Kepentingan Kualitas pemilu yang jujur dan adil tentunya sangat dipengaruhi oleh penyelenggaranya. Harapan tinggal harapan. Dimulai dari presiden yang membentuk tim seleksi calon anggota KPU yang terdiri dari lima orang. kondisi fisik atau status sosial. Kontestasi antar berbagai aspirasi politik diwadahi oleh sebuah pemilihan umum yang bersifat jujur dan adil. Panitia ini membuka pendaftaran. yakni mengupayakan anggota KPU yang independen dan kompeten. Pemilu 2009 yang baru saja berlalu meninggalkan banyak kekisruhan. Tidak ditemukan adanya upaya-upaya secara sistematis. Dan akhirnya. Pada tahun 1999 KPU adalah representasi dari wakil-wakil partai. Dengan memiliki hak pilih. pada tanggal 12 Agustus 2009 Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa berkaitan dengan masalah DPT. Sarlito Wirawan Sarwono. KPU telah melakukan kesalahan prosedur dan berlaku tidak profesional.22/2007) sebagai penyelenggara pemilu di Indonesia. Aktivitas memilih atau menentukan aspirasi politik itu menjadi penting karena di dalamnya melekat hak politik warga dan sekaligus suatu pengakuan kedaulatannya sebagai individu.Selubung Kebobrokan KPU dan Kisruh Pemilu 2009 Tidak ada demokrasi tanpa pemilihan umum. diaturlah sebuah proses yang adil dan terbuka. Meneruskan lembaga KPU seperti periode kedua. melakukan proses seleksi dan terakhir menyerahkan 21 nama kepada presiden untuk . disengaja dan masif berkenaan dengan buruknya pelaksanaan Pemilu. Prinsip LUBER yang didengungkan pada era sebelumnya. baru benarbenar dapat diwujudkan pada Pemilu 2004.

tapi sepertinya benar-benar diterapkan. Abdul Aziz). yang dibacakan pada 12 Agustus 2009. terutama di bidang agama (lihat: www. Mungkin nilai agama pula yang membuat ada preferensi akan figur yang “sealiran” tercium menyengat. Syamsul Bahri. tiga orang adalah alumni dan sivitas akademika IAIN/ UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Abdul Hafiz Anshary. yang adalah Rektor IAIN Sunan Ampel. jika sedari awal pemilihan anggota KPU memiliki konflik kepentingan dan tidak mendahulukan kecakapan pengetahuan dan pengalaman. Andi Nurpati. mengapa nama Syamsul Bahri lolos fit and proper test sebagai anggota KPU bahkan sempat dilantik.108-109/PHPU. Kalau memang panitia seleksi bekerja dengan serius. beberapa nama yang dianggap punya cukup pengetahuan dan pengalaman di bidang pemilu tidak lolos. Kita ambil satu contoh masalah . Dalam perjalanannya tim seleksi ini menerima 545 pendaftar. terpilih 7 orang: Abdul hafiz Anshary Az. pada saat itu tidak ada akademisi yang menguji kadar ilmiah dari alat tes yang dipakai. Inkompetensi Jadi. Bahkan Ketua Panitia Seleksi Ridwan Nazir. Ramlan Surbakti (Anggota KPU) dan Hadar Gumay (Cetro). I Gusti Putu Artha.com). maka syarat pendaftar adalah orang-orang yang pernah terlibat dalam penyelengaraan pemilihan umum. dan Abdul Aziz. Endang Sulastri. dan harus menjalani serangkaian tes. Sri Nuryanti. yang lolos seleksi administratif 270 orang.02 miliar. sebab dari tujuh orang anggota KPU. yang lolos tes tertulis dan rekam jejak 45 orang. maka tidak heran jika kemudian kinerja KPU pada periode ini tidak profesional. Sayangnya. Jenis tes yang diberikan pun tidak berkaitan langsung dengan deskripsi pekerjaan yang akan dijalankan oleh anggota KPU. di antaranya Didik Supriyanto (mantan anggota Panwaslu). Seharusnya sejak awal Theofilus tidak bisa lolos menjadi anggota KPU. seperti yang terjadi pada KPU periode sebelumnya.elshinta. Ini yang juga kemudian dinyatakan dalam unsur menimbang keputusan MK No. Namun. yakni bahwa KPU kurang profesional.diajukan kepada DPR guna menjalani proses uji kelayakan. tes psikologi. dari 21 orang yang mengikuti fit and proper test. dan harus dinyatakan secara tertulis. maka mengapa nama Theofilius Waimuri yang tercatat sebagai anggota Partai Demokrat dapat lolos dalam daftar 21 nama yang disodorkan kepada DPR? Padahal dalam UU No.B-VII/2009 tentang “Perselisihan Hasil Pemilu Capres” yang diajukan oleh pasangan MegawatiPrabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto. tes integritas dan tes kesetiaan pada NKRI dan Pancasila. Andi Nurpati. menambahkan tafsir sendiri bahwa calon anggota KPU 2009 harus benar-benar bermoral. Selain Ridwan Nazir adalah Purnaman Natakusumah yang menjabat sebagai Rektor IAIN Raden Patah Palembang.22/2007 menegaskan bahwa anggota KPU tidak pernah menjadi anggota parpol sekurangnya dalam jangka waktu lima tahun. Sebuah syarat yang tak tercantum dalam UU. selain tidak korupsi kita juga butuh individu yang cakap dalam menjalankan pekerjaan yang diembannya. yang ternyata tersangka dalam kasus penyimpangan dana kontrak pengawasan Kawasan Industri Gula Milik Masyarakat yang merugikan negara sebesar Rp3. Demikian pula dengan anggota DPR. Demi mendapatkan figur yang kredibel. seperti tes kecerdasan. Akibatnya. Memang tidak ada bau korupsi yang tercium sejauh ini.

Dengan partisipasi aktif warga. Kepedulian mereka datang pada hari itu. Adalah Depdagri yang membuat daftar pemilih yang sama sekali tidak mutakhir. perlu juga dibuat catatan bahwa ada faktor eksternal yang semakin memperparah output dari KPU. dan pada pemilu presiden meningkat menjadi 72 persen. seharusnya tidak terjadi warga yang kehilangan hak pilihnya. Ini betul-betul jauh dari sikap profesional. UU ini disahkan lima hari sebelum tahapan pemilu legislatif dimulai. Untuk itu perbaikan-perbaikan yang signifikan mesti dilakukan. dari pilkada hingga pilpres persoalan yang sama yang terus berulang. Selain itu. maka kepercayaan pada demokrasi akan terus ada. tahun depan akan ada . sementara itu ke depannya diperkirakan akan ada ratusan pilkada. dan DPRD. Meskipun demikian. Angka partisipasi warga dalam menggunakan hak pilihnya cukup tinggi.menunjukkan kecenderungan bahwa partisipasi politik dipengaruhi oleh situasi lingkungan. Optimisme akan potensi demokrasi di Indonesia semakin tinggi jika kita memperhatikan hasil pemilu bahwa para pemilih cenderung meninggalkan politik aliran. Partisipasi Politik Kehidupan demokrasi yang sehat dapat terwujud jika ada partisipasi atau kepedulian yang tinggi dari warga negara. Jika permasalahan yang sama muncul dalam tiga pilkada. Pemilu yang baik dan akuntabel adalah salah satu cara melembagakan demokrasi. maka usulan mengganti anggota KPU adalah sebuah kepatutan. ternyata daftar isian proyek anggaran bagi KPU baru terbit pada Juni 2008.KPU. beberapa hari sebelum masuk tahapan pemilu. Persoalan DPT setidaknya muncul beberapa kali di berbagai pemilihan kepala daerah (pilkada) sebelum Pemilu 2009. Jika warganegara memahami bahwa hak pilihnya terjamin dan berlangsung kontestasi politik yang adil dan jujur. Berkaitan dengan anggaran. maka sempat terbersit kecemasan akan minimnya partisipasi aktif warga. lalu DPR yang telat mengesahkan UU No. KPU periode ini masih bertugas hingga 2012. maka KPU 2009 baru menerima SK pada 3 April 2008. Akankah kita membiarkan modal nilai demokrasi yang ada sekarang tergerus terusmenerus oleh inkompetensi dan problem teknis? Jika sejak tahun 2007 sampai 2009. di antaranya pilkada Sulawesi Selatan dan DKI Jakarta pada tahun 2007 dan pilkada Jawa Timur tahun 2008. Hal ini penting guna memberi efek pembelajaran bagi penyelenggara lembaga publik. Pada pemilu legislatif tercatat 70 persen pemilih dari jumlah yang terdaftar pada DPT yang menggunakan hak pilihnya. yakni persoalan verifikasi DPT. DPD. dan bukan sedari awal mempermasalahkannya. Jika KPU 2004 punya waktu 3 tahun membuat persiapan pemilu karena dibentuk sejak tahun 2001. Belajar dari pemilu belakangan ini. artinya KPU tidak melakukan evaluasi diri dan mencari solusi atas masalah yang mereka hadapi. Jika kita melihat pemberitaan pada pemilu legislatif bahwa ada banyak warga yang mempermasalahkan hak pilihnya pada hari pencontrengan. dan tetap muncul dalam pemilu di tingkat nasional. kita menjadi mahfum bahwa hambatan-hambatan teknis dapat menggagalkan pelembagaan demokrasi. Meskipun demikian. Nilai-nilai yang mendukung demokrasi harus terus dikembangkan dan diseminasinya dapat dilakukan jika dimapankan melalui pelembagaan. 10/ 2008 tentang Pemilu Anggota DPR. KPU yang secara efektif bekerja sejak Januari 2008. tetap ada optimisme bagi para penggiat demokrasi di Indonesia.

" ujar Arafat yang juga adalah terdakwa kasus suap Gayus ini. "Marwan Effendy selalu bilang tidak ada bukti Cirus menerima suap. Penyidik kasus Gayus itu pun siap membeberkannya di persidangan dengan terdakwa Gayus. sampai peroalan NIK disempurnakan. "Saya punya alat bukti. 18:45 WIB Arry Anggadha. Kamis. "Padahal polisi menyatakan berkas itu lengkap tapi jaksa bilang tidak relevan." kata Arafat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Iwan Kurniawan Terdakwa Komisaris Polisi Arafat Enanie (ANTARA/Reno Esnir) BERITA TERKAIT • • • • • AKP Sri Sumartini Dituntut 2 Tahun Penjara Alif Kuncoro Minta Pindah Tahanan Brigjen Edmon dan Erizman Jadi Saksi Syahril Buyung: Ada Tebang Pilih Dalam Kasus Gayus Gayus Terancam Dipenjara 20 Tahun VIVAnews . tapi kami akan buktikan kejaksaan juga melakukan rekayasa kasus Gayus. 16 September 2010. denda Rp150 juta subsider . 16 September 2010. Pilihan lain yang terbuka adalah merevisi undang-undang pemilu dengan mengembalikan penyusunan daftar pemilu kepada Panitia Pemilih Setempat atau KPU.Komisaris Polisi Arafat Enanie menyatakan telah mempersiapkan bukti keterlibatan jaksa Cirus Sinaga dalam kasus mafia pajak Gayus Tambunan. indikasi keterlibatan kejaksaan terlibat terlihat dari keputusan kejaksaan yang tidak juga menyatakan berkas Gayus lengkap. Dalam kasus ini. Bukti ini bukan hanya omongan orang. karenanya KPU dan Depdagri dapat menumpangi kegiatan ini untuk memperbaiki akurasi data pemilih. Arafat dituntut empat tahun penjara." Menurut Arafat. Demi keberlangsungan demokrasi di Indonesia.Sensus Penduduk Nasional. Kamis.

Arafat dinilai terbukti menerima suap saat menjadi ketua penyidik kasus pajak Gayus Tambunan." katanya di Jakarta. "Kapolri harus berani menuntaskan kasus Gayus ini. pihaknya merasa sangat dirugikan. 6 April 2010 lalu.enam bulan penjara. Dikatakannya. karena inilah batu ujian atau pertaruhan bagi Timur Pradopo selaku Kapolri baru. Ia mengatakan hal itu terkait berbagai pemberitaan di balik "bebasnya" Gayus Tambunan keluar masuk Rumah Tahanan (Rutan) Kelapa Dua." tegas anggota Komisi III DPR RI bidang Hukum. Selama ini dia selalu menolak berkomentar tentang kasus ini. "Karenanya cukup beralasan jika kader Partai Golkar curiga bahwa kasus ’Gayus plesiran’ merupakan rekayasa pihak tertentu untuk membidik Partai Golkar. Hal tersebut terkait dengan pemberitaan yang dinilainya bernuansa sensasional dan insinuatif oleh pihak media tertentu. Perundangan dan Kepolisian Negara serta KPK itu. Senin (15/11). "Penuntasan kasus ini juga penting. karena kasus ’Gayus Plesiran’ telah dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk memojokkan partai dan Ketua Umum DPP partainya. Aburizal Bakrie. Cirus tak dapat dihubungi. kendati kelompok tersebut diduga sangat dekat dengan ’Istana’. ada pihak tertentu yang melakukan rekayasa tingkat tinggi untuk membidik Partai Golkar dan Ketua Umum-nya. terkait kasus penyuapan Gayus Tambunan terhadap para sipir rutan itu. kader Partai Golkar mendesak Kapolri Jenderal Timur Pradopo melakukan penyelidikan menyeluruh dan mengungkap pihak yang selama ini menjadi ’beking’ Gayus." katanya. HAM. karena diduga menyuap para sipir. Depok. Brimob. Gayus HP Tambunan. "Nggak bisa saya. seolah keluarnya Gayus Tambunan dari Rutan Mabes Polri lalu menuju Bali karena bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar. (kd) • VIVAnews Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar." kata Cirus ketika ditanya soal ini. apakah ia benar-benar ’Kapolri rakyat’ atau ’Kapolri Istana’. tanya Kapuspen saja. Selengkapnya." tandasnya lagi. "Karena itu. Membidik Golkar Bambang Soesatyo menduga kuat. . Bambang Soesatyo yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI tersebut kemudian menantang setiap upaya pihak mana pun yang ingin merusak citra partainya. Bambang Soesatyo mendesak jajaran Kepolisian RI untuk membongkar tuntas kelompok yang selama ini berada di belakang terdakwa kasus mafia pajak. klik di sini.

Kamis (4/8/2010). "Tidak ada rekayasa. BHD menjelaskan. Karenanya.Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri membantah adanya rekayasa dalam pembuatan BAP Gayus Tambunan. Mengenai tudingan adanya aliran dana ke para jenderal. sampai saat ini belum ada langkah untuk melakukan penyelidikan internal terkait dugaan aliran dana itu. "Pertanyaan yang membutuhkan jawaban berikutnya ialah mengapa pengawal Gayus tidak memaksa Gayus kembali ke rutan ketika batas yang ditentukan sudah habis? Lalu mengapa Gayus begitu ’powerfull’?." katanya. menurutnya. 05/08/2010 14:13 WIB Kapolri Bantah Ada Rekayasa BAP Gayus Tambunan Nograhany Widhi K . Hal itu disampaikan BHD di sela-sela Rapat Kerja III Presiden SBY dengan para menteri dan gubernur se-Indonesia di Istana Bogor." kata Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD).detikNews Jakarta ." katanya . Jawa Barat. Benarkah karena Gayus memiliki hubungan baik dengan Satgas Mafia Hukum." tanya Bambang bertubi-tubi." ungkapnya. (luc/Ant) Kamis. Semua kejanggalan ini. semua sesuai proses dan bisa kita pertangungjawabkan. Kalau hakimnya minta didalami ya kita dalami. Ini kan masih dalam proses. "Silahkan dengar di persidangan. harus diperjelas agar Partai Golkar tidak dijadikan korban dari rekayasa kasus ’Gayus Plesiran’. Bambang Soesatyo kembali mendesak penyelidikan internal Polri hendaknya menemukan jawaban tentang mengapa Gayus Tambunan berani berada di luar Rutan melampaui batas waktu yang diizinkan. BHD mempersilakan publik menilainya dari persidangan. "Adanya peran unsur tertentu dari luar Polri terlihat pada kacaunya pola komando pengawalan Gayus selama dia di luar Rutan. nanti. demikian Bambang Soesatyo. diduga melibatkan unsur kekuasaan dari luar Polri.Rekayasa ini. "Nanti. Menurutnya semua sudah sesuai prosedur.

Kunjungan Din Syamsuddin ke Kabupaten Kediri ini adalah yang kedua kali. Hadir dalam kegiatan itu. Pihaknya menyambut dengan baik keputusan tersebut sebagai manifestasi dari "good will" serta "political will" dari pemerintah. Kunjungan pertama tahun lalu.masalah yang melibatkan lembaga penegakan hukum baik di Polri maupun Kejagung. Pihaknya sangat prihatin dengan kondisi hukum di Indonesia. kedatangannya juga untuk meresmikan toko grosir dan pusat perbelanjaan di wilayah Kediri dan sekitarnya. Masyarakat sudah kehilangan kehilangan kepercayaannya pada institusi Polri dan Kejagung. Itu adalah dua kapasitas yang diperlukan. Pihaknya tetap menegaskan agar kader Muhammadiyah yang mendapatkan amanat untuk bekerja dengan baik. seperti kasus Bank Century yang hingga kini belum ada kejelasan. serta tamu undangan lainnya." jelasnya. tidak memandang keluarga dan saudara.14:17 wib . Busyro Muqoddas yang dipilih oleh DPR menggantikan Antasari Azhar adalah salah satu kader yang terbaik. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. sangat mengapresiasi keputusan Presiden untuk memilih kader Muhammadiyah sebagai pejabat. Ketua DPRD Kabupaten Kediri. "Ia punya kemampuan dan pengalaman di bidang hukum serta mempunyai keberaniaan dan kejujuran. "Penegakan hukum di Indonesia juga masih sebatas retorika belaka. Walaupun begitu. Masih banyak masalah . Ia juga mengaku." katanya saat membuka kegiatan tablig akbar menyongsong musyawarah daerah ke-4 Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri di kantor PDM Muhammadiyah Desa Gurah. terlalu muluk sehingga perlu sosok pemimpin yang tegas. 19 Juli 2010 . Ketua KPK baru. sementara yang kedua ini adalah kunjungan untuk tablig akbar menyongsong musyawarah daerah. Pihaknya juga mempunyai mekanisme tersendiri untuk memberi sanksi bagi kadernya yang melakukan pelanggaran hukum seperti korupsi. pihaknya tidak ingin terlena dan lalai. dalam peresmian rumah sakit. termasuk juga dengan penunjukan Basrief Arief menjadi Jaksa Agung. Selain itu. beberapa muspida Kabupaten Kediri. Sepak terjangnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Kecamatan Gurah. Busyro akan mampu membawa lembaga penegakan hukum ini menjadi lebih baik. serta masalah kasus suap Gayus Tambunan.Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan hingga saat ini proses penegakan hukum di Indonesia masih sebatas retorika. Kabupaten Kediri. (ANT-073/K004) Senin. Ia juga yakin. KH Muamal juga datang dalam kegiatan tersebut. Jawa Timur. Sabtu malam. Pihaknya juga tidak segan segan memberi sanksi.

(lsi) MONDAY.” tandas JPU meniru ucapan Afarat kala itu. Selanjutnya rekayasa tersebut dituangkan dalam surat perjanjian antara Gayus dan Andi dan perjanjian tersebut dibuat mundur. 19 JULY 2010 Total View : 464 times . dilakukan pertemuan antara Gayus. Gayus dan Haposan meminta bantuan Andi Kosasih untuk mengakui bahwa uang bernilai Rp28 miliar itu milik Andi. karena bisnis batu bara pernah dipakai dalam kasus lain.810. Haposan selaku pengacara Gayus lantas menghubungi Arafat selaku penyidik untuk meminta bantuan.Okezone Arafat saat disidang di PN Jakarta Selatan (Foto: Heru H/okezone) JAKARTA . Senin (19/7/2010). Atas arahan Arafat lalu diputuskan bahwa bisnis yang digunakan sebagai alasan menyiasati uang milik Gayus itu ialah bisnis property. Lambertus. Asep menambahkan. untuk menyiasati uang tersebut.000 atau setara Rp28 miliar yang sudah diblokir penyidik menjadi seolah-olah bukan milik Gayus lagi. Hal tersebut sebagaimana disampaikan dalam dakwaan yang dibacakan JPU Asep M Mulyana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. yakni bisnis apa saja yang penting jangan bisnis batu bara. dan Arafat menginstruksikan agar jangan memakai bisnis batu-bara.Selain membantu tersangka Gayus Tambunan untuk menghentikan perkara korupsi dan money laundering yang menjeratnya. untuk pembangunan Ruko. Haposan menghubungi terdakwa Arafat dan meminta petunjuk bisnis apa yang bisa digunakan untuk menyiasati uang milik Gayus. jaksa penuntut umum (JPU) juga menyebut Kompol Arafat sebagai otak dalam bisnis rekayasa Gayus. “Pada akhir Agustus 2009 bertempat di Hotel Sultan Jakarta Pusat. yang sudah diblokir. Haposan.” tandas JPU Asep. Untuk melancarkan aksinya.” beber JPU. “Terdakwa (Arafat) lalu memberi arahan kepada Haposan.Frida Astuti . “Seolah-olah terjadi kerja sama antara Andi kosasih dan Gayus Tambunan dalam rangka proyek pengadaan tanah di daerah Jakarta Utara. James Purba serta Andi Kosasih. yang dalam pertemuan itu khusus dibicarakan cara menyiasati uang milik Gayus yang berada di rekening Panin Bank dan BCA sejumlah USD2.

Rencananya." jelasnya. Semangat mengungkapkan keadilan dan kebenaran kiranya ada di dalam hati para jaksa. berkas kasus mengenai rekayasa penyidikan dan tuntutan terhadap Gayus telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan. adalah penyerahan tersangka. Mudah-mudahan saja persidangan mengenai kasus rekayasa hukum Gayus ini tidak ada rekayasa-rekayasa kembali. Rekayasa Kasus Sudah Jadi Modus Umum Aparat Hukum Wednesday. "Tersangkanya masih sama. dan Ali Kuncoro (konsultan pajak). AKP Sumartini. pengacara dan hakim kali ini. dan berita acara (BAP) hasil penyidikan ke Kejaksaan. Pria yang sehari-hari menjabat Kasat Jatanras Ditreskrimum PMJ itu mengungkapkan tersangka dalam kasus tersebut tetaplah sama. Ketujuh orang tersangka yang dimaksud oleh Nico Afinta ialah Gayus Tambunan. akan segera menjalani proses persidangan. Boli mengatakan bila semua kelengkapan administrasi sudah dipenuhi maka dalam minggu-minggu ini atau bulan-bulan ini persidangan sudah dapat digelar. Adapun pemberkasan tahap dua. Soal rekayasa kasus dan penggelapan pajak. kasus rekayasa penyidikan dan tuntutan terhadap Gayus akan disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Lambertus (anak buah Haposan). 04 August 2010 09:24 administrator .Pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang menghebohkan Indonesia beberapa waktu lalu." ujar pria yang akrab dipanggil Boli. Source : metrotvnews Kasus Gayus Tambunan. Demikian pernyataan penyidik independen kasus Gayus. Ajun Komisaris Polisi Daniel Tifaona di Jakarta. barang bukti. Kalau yang rekayasa sudah pemberkasan tahap dua dan dinyatakan lengkap atau P-21. Gayus Tambunan. Kompol Arafat. masih tujuh orang. Menurut Tifaona. menurut Boli. Haposan Hutagalung. Minggu (18/7). "Kasus Gayus ada dua. Andi Kosasih. Keterangan Boli ini diamini dan dipertergas oleh penyidik Gayus yang lain yaitu AKB Nico Afinta.

nggak meyakinkan (skenario yang dibuat Haposan). baik dinamika politik.com Sejak kebijakan desentralisasi pemerintahan digulirkan. karena sudah menjadi modus umum dalam penanganan kasus. "Rekayasa kasus itu kalau tidak untuk mengurangi hukuman atau membebaskannya dan ini tentunya nggak gratis. Keinginan seperti itu didasari oleh berbagai dinamika yang terjadi di tingkat masyarakat daerah. Kompol Arafat mengaku sudah ada skenario rekayasa kasus untuk membebaskan Gayus yang dibuat Haposan. Rabu (3/8/2010). ekonomi. kalau kata anak muda sekarang cemen. "Kalau itu sudah modus. "Seingat saya ngomong batu bara di KC (Hotel Kartika Chandra) kepada mereka (Gayus." ujar Kompol Arafat Enanie. Gayus dalam kesaksiannya juga menyatakan hal yang serupa. kabupaten maupun kota) terus meningkat seperti jamur yang tumbuh di musim hujan. Desentralisasi dimaksud adalah penyerahan wewenang pemerintahan dari pemerintah pusat kepada daerah otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. by. kalau batubara sudah dipakai di kasus sebelumnya. bukan sesuatu yang baru. Saya menanggapi surat perjanjian kerja yang sudah dibuat. saya bilang itu terlalu sederhana. "Bagusnya bisnis apa? Batubara? Arafat bilang. Batubara baru keren. yang saat ini telah berjalan selama 5 tahun. Saat itu Arafat menilai skenario yang dibuat Haposan terlalu sederhana.Jakarta . dibuat berlaku surut seolah sudah lama. "Bisnis pengadaan tanah untuk ruko." cetus Gayus.detik. sosial maupun budaya." jelas pria berkacamata tersebut.Tersangka kasus mafia pajak Gayus Tambunan mengaku Haposan Hutagalung merekayasa kasus agar dirinya bebas dari jerat hukum. Akhirnya alibi yang dipilih untuk menutupi kasus Gayus adalah bisnis pengadaan tanah untuk ruko. Tujuan akhirnya adalah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah. www. dari sekitar Juni 2008. Menurut Emerson. Dengan pembentukan daerah otonom baru. Ternyata ini bukanlah hal baru. Selama . berbagai hal bisa dilakukan mulai dari barang bukti yang disita hingga membuat kesepakatan untuk menentukan jerat hukum yang akan diberikan. Sebelumnya dalam kesaksiannya untuk AKP Sri Sumartini. masyarakat diwilayah tersebut berharap dapat menggali dan memanfaatkan peluang yang lebih besar dalam pengelolaan sumber daya daerah. sehingga usulan pemekaran wilayah menjadi bagian yang tak terelakkan. desakan masyarakat dan pemerintah daerah pada berbagai wilayah untuk membentuk daerah otonom baru (baik Provinsi." ungkap Gayus. sejak tahun 2001 ICW dalam risetnya telah menemukan rekayasa berbagai kasus. Dalam rekayasa tersebut. kata Emerson. Haposan cs)." ujar wakil koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Juntho kepada detikcom. nilai kontraknya USD 6 juta.

114 kabupaten. rezim orde baru mampu mengerem kecenderungan pemekaran. Di lain pihak keinginan sebagian masyarakat untuk membentuk daerah tetap tinggi. hasil ini tercapai dengan mengabaikan aspirasi masyarakat/kelompok masyarakat di daerah. dan provinsi pertama yang ditetapkan adalah Jawa Barat (1926). jumlah daerah mulai tumbuh pesat. sehingga total daerah otonom yang ada di Indonesia saat ini adalah 467 (tidak termasuk 5 kotamadya dan 1 kabupaten administratif di DKI Jakarta) yang terdiri dari 33 provinsi. Pada zaman ini 76 Kabupaten dan 32 kota ditetapkan di Jawa. Pada zaman orde baru. adalah kriteria umum yang dituangkan dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 1974 (pasal 4 (1)) tentang Pokok- . yang terdiri 7 provinsi. dan 27 kota. namun sejak tahun 1950. khusus untuk pembentukkannya. Pada tahun 1922 lahir pula undang-undang pemerintahan daerah yang dikenal dengan Bestuurshervormingswet yang kemudian melahirkan tingkat pemerintahan baru yang dikenal dengan nama provinsi. Pembentukan Provinsi dan Kabupaten/Kota sampai dengan 2004 Periode Provinsi Kabupaten/Kota 1950 – 1955 6 99 1956 – 60 16 145 1961 – 1965 3 16 1966 – 1970 1 11 1971 s/d 1998 1 (-1)* 33 (-5)* 1999 s/d 2004 7 141 Total 33 440**) Ket : *) Timor-Timur **) Termasuk 5 Kotamadya dan 1 Kabuapten administrasi yang bukan daerah otonom di DKI Jakarta Dapat dilihat dari tabel diatas bahwa provinsi dan kabupaten/kota dibentuk dengan jumlah yang lebih besar di tahun-tahun 1950an. Kesimpulannya. 348 kabupaten dan 86 kota. beberapa daerah dipertahankan dan beberapa dihilangkan. Struktur ini dipertahankan setelah kemerdekaan. untuk beberapa tahun. Secara keseluruhan jumlah daerah otonom yang dibentuk dari tahun 1999 hingga tahun 2004 yaitu 148 daerah otonom. Namun jika dilihat kembali undang-undang pemerintahan daerah pada masa Belanda bahwasanya pada zaman Belanda hanya mengenal tingkat pemerintahan Pemerintah Belanda baru pemerintah kabupaten dan kota (Undang-undang desentralisasi tahun 1903). dan 13 kota di luar Jawa. setelah saat itu. tatanan daerah menjadi lebih stabil. dengan hanya 2 provinsi dan 38 kabupaten/kota baru. namun demikian masih membutuhkan serangkaian usaha perbaikan yang tidak mudah agar penyelenggaraan pemerintahan daerah menjadi optimal. dalam konteks dimana pemerintah mendorong masyarakat di bagian tertentu di Indonesia untuk mempertahankan visi Indonesia. instrumen yang digunakan untuk menata daerah. yang nota bene membesar dua kali lipat selama orde baru (dari kira-kira 100 juta menjadi 200 juta). Dalam masa orde baru.kurun waktu tersebut telah banyak kemajuan yang dihasilkan. Perkembangan jumlah daerah ini masih lebih rendah laju pertumbuhan penduduk. Hal ini terjadi karena eforia reformasi dan peluang yang sangat besar yang diberikan oleh undang-undang nomor 22 tahun 1999 pada masyarakat untuk mengusulkan pembentukan daerah baru. Jawa Timur (1929) dan Jawa Tengah (1930).

Pasal 6 Undang-undang nomor 22 tahun 1999 mengatur bahwa daerah dapat dimekarkan (tidak berbeda dengan undang-undang nomor 5 tahun 1974) dengan penambahan bahwa. Peraturan Pemerintah (PP) ini menjadi pedoman pembentukan daerah sejak tahun 1999 sampai tahun 2004. Pengalaman di negara lain juga mendorong suatu peninjauan kembali kebijakan dan peningkatan kapasitas daerah untuk mendorong suatu penataan daerah yang sejalan upaya optimalisasi pelayanan publik agar tujuan utama desentralisasi/pemerintahan daerah dapat tercapai. pengahapusan dan penggabungan daerah. Ketentuan pasal diatas mengakibatkan pemekaran yang tidak secepat laju pertumbuhan penduduk. Daerah yang hanya mempunyai penduduk kurang dari 100. Sunday. sehingga kondisi saat ini terdiri dari 33 (tiga puluh tiga) provinsi. yaitu desentralisasi yang asimetris. Kebijakan diterapkan karena adanya tekanan politis baik dari dalam maupun dari luar negeri dan belum dikembangkan dalam bentuk kebijakan yang utuh. muncul juga daerah istimewa Aceh dan Yogyakarta. 349 (tiga ratus empat puluh sembilan) kabuapten dan 91 (sembilan puluh satu) kota. pembinaan kestabilan politik dan kesatuan bangsa dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab”. jumlah penduduk. yaitu “Daerah dibentuk dengan memperhatikan syarat-syarat kemampuan ekonomi. Temuan ini menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pembinaan terhadap daerah otonom baru dan lebih mendorong ke arah konsilidasi (penggabungan) daripada pemekaran. yaitu kesejahteraan masyarakat.000 orang. Hal ini terjadi karena eforia reformasi dan peluang yang sangat besar yang diberikan oleh Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 pada masyarakat untuk mengusulkan pembentukan daerah baru. Menurut studi Bank Dunia. luas daerah. dan perlu mengacu pada konteks politis yang lebih luas serta peluang untuk mengemukakan aspirasi masyarakat lokal selama orde baru dibatasi. Setelah era reformasi tahun 1999 s/d 2004 terjadi lagi penambahan provinsi dan kabupaten/kota dalam jumlah yang cukup besar. Namun sejak tahun 2004 telah diupayakan untuk meredam pembentukan daerah baru dan hanya 1 (satu) daerah otonom baru yang dibentuk yaitu provinsi Sulawesi Barat serta tahun 2005 tidak ada pembentukan daerah otonom baru sampai dikeluarkannya pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 129 tahun 2000 yang semangatnya masih dengan Undang-undang nomor 22 Tahun 1999. Bicara lebih lanjut mengenai penataan daerah. yaitu penambahan 7 (tujuh) provinsi dan 141 (seratus empat puluh satu) kabupaten/kota. Setelah kemerdekaan.pokok Pemerintahan di Daerah. pemekaran di Indonesia mengakibatkan birokrasi yang kurang efisien. Ketentuan teknis penilaian tentang persyaratan pembentukan dan kriteria pemekaran.000 mempunyai gaji PNS yang dua kali lipat (per kapita) daerah yang berpenduduk 500. yang segera akan diganti dengan Peraturan Pemerintah (PP) pengganti sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 32 tahun 2004. pertahanan dan keamanan nasional dan syarat-syarat lain yang memungkinkan daerah melaksanakan pembangunan. kemudian aceh dan papua diberikan status “otonomi Khusus” yang bersifat Adhoc. 09 May 2010 10:28 | Written by Administrator | . Selain itu tidak ada peraturan pelaksanaan yang lebih rinci. “daerah yang tidak mampu menyelenggarakan otonomi daerah dapat dihapus dan atau digabung dengan daerah lain”.

otonomi tidak saja merupakan penyerahan kewenangan dari pemerintah pusat kepada daerah untuk melaksanakan pemerintahan yang sifatnya technical administration atau pratical administration saja tetapi terdapat adanya kebebasan daerah dalam melaksanakan desentralisasi kewenangan berdasarkan aspirasi dari rakyat dalam wilayah territorial otonomi. otonomi dapat dilihat dari empat sudut pandang. melainkan juga demokrasi ditingkat lokal (local democracy) yang arahnya kepada pemberdayaan (empowering) atau kemandirian daerah. ditinjau dari sudut politik sebagian permainan kekuasaan yang dapat mengarah kepada penumpukan kekuasaan yang seharusnya kepada penyebaran kekuasaan (distribution or dispersion of power). ”Pembentukan daerah dapat berupa penggabungan beberapa daerah atau bagian daerah yang bersandingan atau pemekaran dari . Keempat ditinjau dari sudut pembangunan. Ketiga. Dalam negara kesatuan. Salah satu cara untuk menjalankan otonomi daerah tersebut adalah melalui pembentukan daerah. Otonomi Dan Pemekeran Daerah Pengertian otonomi berarti pemerintahan sendiri (auto = Sendiri. desentralisasi atau otonomi secara langsung memperhatikan dan melancarkan serta meratakan pembangunan. dapat disebut pula penyerahan penuh kepada daerah otonom untuk melaksanakan urusan rumah tangga. Kedua. nomus = pemerintahan) yang mempunyai makna kemandirian untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. ditinjau dari sudut kultural adanya perhatian terhadap keberadaan atau kekhususan daerah. Tetapi juga sebagai tindakan pendemokrasian untuk melatih diri dalam mempergunakan hak-hak demokrasi. Lebih jauh lagi. Pertama.Quo Vadis Pemekaran Daerah? Oleh Saldi Isra A. ditinjau dari sudut teknis organisatoris sebagai cara untuk menerapkan dan melaksanakan pemerintahan yang efisien. hal mana yang diinginkan tidak hanya demokrasi pada tingkat nasional dalam suasana sentralistik. hal ini berarti bahwa otonomi sangat erat kaitannya dengan demokrasi. Kemudian Pasal 4 ayat (3) UU 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah berbunyi. Proses tersebut merupakan suatu process of political interaction. UUD 1945 mengatur bahwa wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerahdaerah provinsi dan daerah provinsi dibagi atas kabupaten/kota yang masing-masing mempunyai pemerintahan daerah untuk menjalankan otonomi daerah seluas-luasnya.

teknis. Kabupaten Lanny Jaya. dan faktor lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah. tahun 2002 sebanyak 38 DOB. Selama 2008 telah lahir delapan daerah baru. yang meminta pemekaran adalah daerah-daerah yang jauh dari pusat pemerintahan (daerah induk) dan tidak mendapatkan pemerataan pelayanan pubik. dan prasarana pemerintahan. pertahanan. Mengacu kepada PP 78 Tahun 2007 tersebut. Kabupaten Nduga. Rinciannya. luas daerah. Penghapusan. yang menggantikan PP No 129/2000. (2) Persyaratan secara teknis didasarkan pada faktor kemampuan ekonomi. pada tahun 2007 sebanyak 25 DOB dan tahun 2008 sebanyak 18 daerah pemekaran. dan rentang kendali penyelenggaraan pemerintahan. sudah ada penambahan 191 Daerah Otonom Baru (DOB). B. sosial politik. keamanan. tetapi kepentingan elite nasional dan elite lokal. pemekaran daerah jauh lebih mendapat perhatian dibandingkan penghapusan ataupun penggabungan daerah. Kabupaten Yalimo. kependudukan. Pemekaran paling banyak terjadi di Papua. (1) Persyaratan administratif didasarkan atas aspirasi sebagian besar masyarakat setempat untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dengan melakukan kajian daerah terhadap rencana pembentukan daerah. dan fisik kewilayahan. Praktiknya selama ini. tahun 2000 sebanyak tiga DOB. proses pembentukan daerah didasari pada 3 (tiga) persyaratan. Pemekaran Daerah di Era Reformasi Sampai saat. Namun dalam praktiknya. Penggabungan Daerah. potensi daerah. tingkat kesejahteraan masyarakat. Penambahan daerah ini dimulai pada tahun 1999. Kabupaten Mambremo Tengah. Yaitu. sudah ada 483 kabupaten/kota dari 33 provinsi yang terbentuk. (3) Persyaratan fisik kewilayahan dalam pembentukan daerah meliputi cakupan wilayah. Adapun faktor lain tersebut meliputi pertimbangan kemampuan keuangan. dan tahun 2009 sudah ada 2 DOB. tahun 2004 sebanyak 1 DOB. tahun 2003 sebanyak 49 DOB. . tahun 1999 sebanyak 45 DOB. lokasi calon ibukota. Sampai tahun 2008.satu daerah menjadi dua daerah atau lebih”. sarana. yakni administratif. tahun 2001 sebanyak 12 DOB. sosial budaya. Ketentuan ini kemudian lebih teknis diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan. Sehingga yang terjadi pertimbangan pemekaran sekarang menjadi bukan pertimbangan pelayanan publik atau pemerataan pembangunan.

dan Kabupaten Dogiyai. di Indonesia sekarang terdapat 33 provinsi. Yakni. Keenam kabupaten tersebut berada di Papua. Disusul Sumatera Utara sebanyak lima daerah. Provinsiprovinsi yang memiliki satu daerah baru adalah Jambi.Kabupaten Puncak. disahkan UU Nomor 35/2008 tentang Penetapan Perpu Nomor 1/2008 menjadi UU tentang Perubahan atas UU Nomor 21/2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. pemerintah mengalokasikan dana otsus Rp 8. dan 93 kota. Di tahun 2009 ini. Papua Barat. Sebagai catatan. Kemudian tiga daerah baru lahir di Lampung dan dua daerah masing-masing di Sulawesi Utara dan Maluku. Undang-undang No. Jumlah Kabupaten/Kota dan Propinsi Sejak Pemberlakuan UU 22/1999 C. Maluku Utara. Dalam regulasi itu disebutkan bahwa saat ini otsus meliputi dua provinsi. 12 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti di Propinsi Riau dan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabupaten Maybrat di Propinsi Papua Barat. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Papua Barat. Papua dan Papua Barat. Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Selain itu. serta Bengkulu dan Banten. Dengan demikian. Pemekaran yang Salah Sasaran . 396 kabupaten. Kepulauan Riau. DPR sudah mengesahkan dua Undangundang pembentukan daerah.7 triliun pada 2009. dan Aceh). untuk otsus di tiga provinsi (Papua.

selama kurun waktu 2008.2 persen pegawai negeri sipil (PNS) sulit dipindahkan dari daerah induk ke daerah pemekaran. dan Dokumen). penyebab kondisi tersebut didominasi keterbatasan sumber daya alam dan manusia daerah pemekaran. Studi tersebut juga menemukan. Hingga awal tahun 2009 ini Departemen Dalam Negeri telah menerima usulan pembentukan sebanyak 21 provinsi baru dan 94 kabuapaten/kota. 89. Jumlah ini terus meningkat hingga pada awal 2004 terdapat 32 provinsi dengan 434 kabupaten/kota. UNDP dan Bappenas meminta pemerintah menghentikan sementara . kondisi daerah-daerah pemekaran lebih buruk dibandingkan dengan daerah induk. Berdasar hasil studi tersebut. Penjelasan pada awal 2005 dari Depdagri. Selanjutnya. Peralatan. Personil. ada 87. Tak dapat dipungkiri bahwa pemekaran pemerintah daerah ini telah menimbulkan tekanan terhadap APBN akibat adanya sejumlah dana yang harus ditransfer kepada pemerintah daerah baru. Terdapat empat bidang kajian. Hasil evaluasi UNDP dan Bappenas menyebutkan. Jumlah ini akan terus meningkat seiring masih berkembangnya tuntutan daerah untuk dapat dimekarkan. Penduduk miskin menjadi terkonsentrasi di daerah otonom baru. beberapa persoalan yang muncul diantaranya. Suatu pertumbuhan pemerintah daerah yang sangat fantastis terutama pada jumlah kabupaten/kota baru. Departemen Dalam Negeri dalam evaluasinya menyebutkan 104 daerah (lima provinsi dan 97 kabupaten) pemekaran yang terjadi dari tahun 2000 sampai 2004.48 persen daerah induk belum memberikan dukungan dana kepada daerah otonomi baru. Kemudian. dari mulai aset daerah induk yang belum diserahkan ke daerah pemekaran sampai letak ibu kota yang masih belum pasti. Kemudian. Hasil penelitian Badan Dunia untuk Program Pembangunan (United Nations Development Program . dan aparatur di daerah.UNDP) dan Bappenas menemukan setelah lima tahun dimekarkan.Pada 2001. Riset itu dilakukan terhadap enam provinsi dan 72 kabupaten/kota di Indonesia selama 2002-2007. Hasil penelitian yang dirilis Juli 2008 menyimpulkan tentang kegagalan pemekaran daerah. jumlah kabupaten/kota di Indonesia 336 (di luar DKI Jakarta) dengan 30 provinsi (bertambah 4 provinsi baru). 84.71 persen daerah induk belum menyelesaikan P3D (Pembiayaan. 79 persen daerah otonomi baru belum memiliki batas wilayah yang jelas. sekitar 76 di antaranya masih bermasalah. pelayanan publik. yaitu ekonomi daerah. kondisi daerah otonom baru masih berada di bawah kondisi daerah induk dan daerah kontrol. Kondisi ini memberikan pesan kepada pemerintah pusat untuk membuat kriteria yang jelas dan tegas dalam menyetujui pemekaran pemerintah daerah baru. keuangan daerah. Berbagai macam masalah yang timbul.

Dana Alokasi Khusus (DAK). Tentunya sebagai daerah baru. Komponen terbesar dalam dana transfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah adalah DAU. biaya ekonomi membesar dan lokasi geografis kurang mendukung kegiatan ekonomi. Hal ini dikarenakan DAU yang dialokasikan didasarkan pada perhitungan daerah induk dan baru kemudian dibagikan berdasarkan proporsi tertentu antara daerah induk dan daerah pemekaran. Aliran dana inilah yang akan ditransfer kepada pemerintah daerah termasuk pemerintah daerah baru berdasarkan kriteria dan formula tertentu. serta Maluku dan Maluku Utara. sehingga secara politis memberikan motivasi untuk memekarkan daerah. Jawa Barat dan Banten. Hal tersebut menyebabkan adanya kepastian daerah menerima DAU ini. dan persaingan antardaerah menguat. Lebih jauh lagi hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan ekonomi menurun dan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Motivasi untuk membentuk daerah baru tidak terlepas dari adanya jaminan dana transfer dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. skala produksi mengecil. kerja sama ekonomi masyarakat justru melemah. penerimaan DAU tersebut lebih diarahkan pada pembangunan prasarana pemerintah seperti kantor pemerintahan. rumah dinas. terjadi perbedaan struktur ekonomi daerah baru dan lama. Provinsi yang dimekarkan tersebut adalah Sumatera Selatan dan Bangka-Belitung. . Dampak dari adanya pemekaran daerah terhadap alokasi DAU dan akhirnya membebani APBN sebenarnya lebih bersifat tidak langsung. Akibatnya. Kesejahteraan masyarakat juga menurun akibat perlambatan kegiatan ekonomi masyarakat. Kondisi ketenagakerjaan setelah pemekaran provinsi justru lebih buruk dibanding sebelum pemekaran.Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan pemekaran daerah berdampak pada penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat. setelah pemekaran. Sulawesi Utara dan Gorontalo.pemekaran daerah hingga dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap Provinsi dan Kabupaten Hasil pemekaran 10 tahun terakhir. serta pengeluaran lain yang berkaitan dengan belanja pegawai. Sebagai perbandingan. Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2005 mengungkapkan pemekaran daerah berdampak pada penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan penelitian pemekaran empat provinsi menjadi delapan provinsi. bentuk dana transfer ini dikenal sebagai dana perimbangan yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU). Penyebabnya. Dalam era desentralisasi ini. serta Dana Bagi Hasil baik bagi hasil pajak maupun bagi hasil sumber daya alam.

serta pertimbangan lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah. mengandung potensi yang besar pula untuk suatu tindakan manipulasi. Namun. kriteria tersebut dirasakan kurang bersifat operasional. ini berimplikasi lebih jauh lagi dengan munculnya sistem birokrasi baru yang lebih besar dibandingkan sebelumnya.Pemekaran daerah pun makin melenceng dari tujuan awal. sosial politik. potensi daerah. Namun. Kerangka normatif yang menjadi prasyarat pembentukan daerah otonom baru justru terabaikan. yaitu untuk mengembangkan daerah dan pada akhirnya mewujudkan kesejahteran masyarakat. Misalnya. Penghapusan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa dengan adanya pemekaran pemerintah daerah. uang menjadi faktor dominan pertimbangan politik masih menjadi acuan utama pemekaran sebuah wilayah otonom. aturan itu tidak berjalan simetris dengan proses politik yang terjadi. “Tragedi . prosedur pemekaran yang berdasarkan hasil penelitian yang dibuat oleh daerah yang ingin dimekarkan tersebut. sosial budaya. luas daerah. D. semestinya pemerintah menetapkan kebijakan yang tegas menyangkut masalah pemekaran. Sehingga yang terjadi selama ini pemekaran daerah otonom (yang dilaksanakan sejak 1999) disebabkan sentimen etnis dan tidak meratanya pembagian kue pembangunan. dalam bentuk standardisasi berapa besar nilai setiap indikator sehingga suatu daerah layak untuk dimekarkan. maka akan timbul posisi dan jabatan baru. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran. Realitas ini semestinya menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk meninjau ulang pemekaran daerah. jumlah penduduk. Bila dibaca Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007. dan Penggabungan Daerah sudah sangat jelas mengatur tata cara pemekaran. Posisi dan jabatan ini tentunya tidak terlepas dari adanya aliran dana dari pemerintah pusat (APBN) kepada pemerintah daerah. dinyatakan bahwa daerah dapat dibentuk atau dimekarkan jika memenuhi syarat-syarat antara lain: kemampuan ekonomi. Dalam nuansa politik yang kental itu. Lemahnya dasar penentuan kriteria ini telah menimbulkan celah terjadinya potensi kerja sama antara daerah yang ingin dimekarkan dan aparat pemerintah pusat termasuk DPR. Moratorium Pemekeran Daerah Pasca tragedi meninggalnya Ketua DPRD Sumut Azis Angkat setelah dikeroyok para demonstran. Selain itu. Semua kriteria yang sudah terukur jelas menjadi kabur ketika prosesnya menjadi sangat politis. Dan.

konsekuensi pemekaran jelas makin memberatkan beban anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk membiayai daerah-daerah baru tersebut. infrastruktur seperti perkantoran baru. pemerintah daerah dituntut untuk menunjukkan kemampuannya menggali potensi daerah. Dengan kejadian di Medan itu. Di sisi lain. yakni kesempatan untuk memperoleh keuntungan dari pemekaran wilayah. Eforia demokrasi juga mendukung. dalam sidang paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada 22 Agustus 2008 Presiden SBY menyampaikan perlunya dilakukan evaluasi terhadap pemekaran. termasuk untuk mendorong pemekaran daerah. belum sekali pun pemerintah mengevaluasi daerah-daerah hasil pemekaran. baik dana dari pemerintah pusat maupun dari penerimaan daerah sendiri. Tingginya konflik yang terjadi selama ini disebabkan oleh lemahnya kontrol pemerintah pusat dan luasnya ”partisipasi” masyarakat terhadap pemekaran daerah. DPR dan pemerintah harus berani mengambil keputusan politik menetapkan moratorium. sejak dilakukan kali pertama pada 1999. Partai politik. Karena itu. Dari berbagai hasil penelitian yang dijelaskan di atas. sebagai sebuah daerah otonom baru. ataupun anggaran pelayanan publik. Yang terjadi adalah sebaliknya. menjadi kendaraan kelompok elit ini menyuarakan aspirasinya. Pemekaran ternyata tidak cukup sampai di sini. Pemekaran juga dianggap sebagai bisnis kelompok elit di daerah yang menginginkan jabatan dan posisi. ada baiknya pemerintah menghentikan dulu pemekaran pada 2009 sampai selesai dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan otda dan pemekaran. Baik untuk pembiayaan aparatur baru. Meski. . Mudahnya pengajuan aspirasi pemekaran wilayah membuat banyak pihak berlomba-lomba memanfaatkannya dengan tujuan mencari keuntungan. Sebab. Moratorium atau penghentian itu diperlukan untuk membenahi rancangan dasar kebijakan pemekaran daerah yang selama ini telah melenceng dari tujuan awal dan kerap memicu konflik yang tak teredam. pemekaran membuka peluang untuk terjadinya bureaucratic and political rentseeking. Ini jelas berseberangan dengan tujuan dari otonomi itu sendiri. tampak helas bahwa pemekaran bukanlah jawaban utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini bermuara kepada upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang pada gilirannya menghasilkan suatu perekonomian daerah berbiaya tinggi. yang memang sedang tumbuh.demokrasi” tersebut adalah momentum tepat untuk melakukan moratorium pemekaran daerah baru. Lebih jauh lagi.

Revitalisasi tersebut diarahkan untuk: (1) memperjelas pembagian kewenangan antar tingkat pemerintahan. 14 April 2009. (2) mendorong kerjasama antar pemerintah daerah. sebab juga sudah berlangsung sejak tahun 1999. Bahkan. maka relevan juga soal tuntutan adanya evaluasi daerah otonom. Tapi. utamanya daerah otonom baru. di Hotel Bumiminang. dan Penghapusan Daerah. bila dibaca Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 menempatkan revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah ini sebagai satu prioritas dalam pembangunan nasional. Selain PP 78/2007 tentang Pembentukan. serta (6) menata daerah otonom baru (DOB). (5) meningkatkan kapasitas keuangan pemerintah daerah. Memang. berbagai pemekaran daerah yang terjadi tak mesti ditimpakan begitu saja kepada pemerintah saat ini. Penggabungan. 14 Juli 2009 hambatan otoda dalam pembangunan daerah . Apakah daerah pemekaran layak tetap menjadi daerah otonom ataukah harus dilakukan penghapusan dan kemudian digabungkan dengan daerah lain. Padang 14 April 2009. diadakan oleh Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas. juga menjadi tetap relevan untuk melihat upaya pemerintah menata atau melakukan moratorium pemekaran. Dalam situasi pemekaran yang begitu marak ini. akan bisa dibuat pertimbangan. pemerintah sudah mengeluar PP 6/2008 tentang Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD). Padang. (3) menata kelembagaan pemerintah daerah agar lebih efektif dan efisien. Makalah dipersiapkan dalam rangka Seminar “Quo Vadis Pemekaran Daerah”. Kalau kedua regulasi itu dilaksanakan. (4) meningkatkan kualitas aparatur pemerintah daerah. pemerintah sebenarnya sudah membuat dua instrumen evaluasi.Padahal. Selain itu. pemerintah tak perlu ragu untuk menggabung daerah yang memang gagal melakukan otonomi daerah. Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) dan Pengajar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas Selasa. Padang bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

dan pembentukan daerah otonom baru (pemekaran wilayah) yang masih belum sesuai dengan tujuannya. Hal ini mengakibatkan muncul berbagai permasalahan. pemerintah daerah. Melalui kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah maka pengambilan keputusan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan penyediaan pelayanan publik diharapkan akan menjadi lebih sederhana dan cepat karena dapat dilakukan oleh pemerintah daerah terdekat sesuai kewenangan yang ada. Kebijakan ini dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan keadaan. berbedanya persepsi para pelaku pembangunan terhadap kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. agama. Selain itu juga menimbulkan tumpang tindih kewenangan antara pusat dan daerah. Hal ini ditandai antara lain dengan lemahnya peran Gubernur dalam koordinasi antar kabupaten/kota di wilayahnya. penanaman modal. misalnya tentang pendidikan. fiskal moneter. Berbagai permasalahan tersebut diperbaiki melalui revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah. Belum jelasnya pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. pengelolaan suatu kawasan atau pelayanan tertentu. karena dalam ketentuan Pasal 4 ayat (2) UndangUndang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan bahwa . dan lainnya. baik di dalam maupun di luar negeri. belum terbentuknya kelembagaan pemerintah daerah yang efektif dan efisien. masih terbatasnya kapasitas keuangan daerah. Hal demikian mengakibatkan berbagai permasalahan dan konflik antar berbagai pihak dalam pelaksanaan suatu peraturan. masih terbatas dan rendahnya kapasitas aparatur pemerintah daerah. Sejak dilaksanakannya undang-undang tersebut. serta kehutanan dan pertambangan. Kebijakan tersebut merupakan pelaksanaan dari salah satu tuntutan reformasi yang muncul pada tahun 1998. Kebijakan ini merubah sistem penyelenggaraan pemerintahan dari yang sebelumnya bersifat terpusat menjadi terdesentralisasi meliputi antara lain penyerahan kewenangan pemerintah pusat ke pemerintah daerah (kecuali politik luar negeri. masih rendahnya kerjasama antar pemerintah daerah. Belum optimalnya proses desentralisasi dan otonomi daerah yang disebabkan oleh perbedaan persepsi para pelaku pembangunan terhadap kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. Persepsi yang belum sama antar para pelaku pembangunan baik di jajaran pemerintah pusat. dan antara provinsi dan kabupaten/kota. pertahanan keamanan.Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. dan para pelaku pembangunan lainnya telah menimbulkan berbagai permasalahan dalam penyelenggaraan pemerintahan. peradilan. Kewenangan daerah masih banyak yang belum didesentralisasikan karena peraturan dan perundangan sektoral yang masih belum disesuaikan dengan undangundang tentang Pemerintahan Daerah. tenaga kerja. pengelolaan APBD. antara lain: belum jelasnya pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah. yaitu antara lain dalam hal kewenangan. yang efektif berlaku 1 Januari 2004. pekerjaan umum. pertanahan. pengaturan pembagian hasil sumberdaya alam dan pajak. masih ditemukan berbagai permasalahan. dan kewenangan bidang lain) dan perubahan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. yang telah dimulai dengan mengganti kedua undang-undang tersebut menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah.

Selain itu prasarana dan sarana pemerintahan masih minim dan penetapan dan pelaksanaan standar pelayanan minimum belum jelas. dan dalam perdagangan. sumberdaya air. Belum efisiennya prioritas alokasi belanja daerah secara proporsional. serta tidak proporsionalnya distribusi. beberapa peraturan perundangan masih belum sejalan antara satu dengan lainnya. maupun segi profesionalisme. serta terbatasnya kemampuan pengelolaannya termasuk dalam melaksanakan prinsip transparansi dan akuntabilitas. tidak adanya kepastian waktu. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Hal ini ditunjukkan masih terbatasnya ketersediaan aparatur pemerintah daerah. dan organisasi non pemerintah belum berjalan secara optimal. dan terbatasnya kesejahteraan aparat pemerintah daerah. pertanian. baik pada pemerintah provinsi maupun kabupataen/kota. yang ditandai dengan lambatnya kinerja pelayanan. Struktur organisasi pemerintah daerah umumnya masih besar dan saling tumpang tindih. serta profesionalisme. kesehatan. perkebunan. termasuk antara Pemerintah Daerah. efisiensi. pendidikan. Sehubungan dengan pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. dan wilayah dengan tingkat urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.masing-masing daerah berdiri sendiri dan tidak mempunyai hubungan hierarki satu sama lain. Selain itu belum terbangunnya sistem dan regulasi yang memadai di dalam perekrutan dan pola karir aparatur pemerintah daerah menyebabkan rendahnya berkualitas SDM aparatur pemerintah daerah. Bahkan menimbulkan berbagai penafsiran ketentuan peraturan perundangundangan dalam mengimplementasikan kewenangan otonomi khusus. baik dari segi jumlah dan penempatan. dan perikanan termasuk pengolahan pasca panen dan distribusi. Seringkali kebijakan. serta sumber daya laut yang melintas di beberapa daerah yang berdekatan. Masih terbatasnya dan masih rendahnya kapasitas aparatur pemerintah daerah. hutan. Ini kemudian dipersepsikan bahwa antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota tidak ada hubungan hirarkinya. Belum efektif dan efisiennya penyelenggaraan kelembagaan pemerintah daerah. masyarakat. perencanaan. Masih rendahnya kerjasama antar pemerintah daerah. tambang dan mineral. serta pada pengelolaan dan pemanfaatan bersama sungai. Hal lainnya yang menjadi masalah adalah masih kurangnya etika kepemimpinan di jajaran pemerintahan daerah. Kerjasama antar pemerintah daerah masih rendah terutama dalam penyediaan pelayananan masyarakat di wilayah terpencil. menyebabkan tingkat pelayanan publik tidak berjalan optimal. Juga dalam hubungan kerja antar lembaga. dan optimalisasi pemanfaatan sumber-sumber penerimaan daerah. Pada sisi lain hubungan hirarki secara langsung antara pemerintah kabupaten/kota dengan Pemerintah Pusat akan memperluas rentang kendali manajemen pemerintahan dan pembangunan. Berbagai hal tersebut berpotensi menimbulkan ketidakefisienan dan ketidakefektifan pemanfaatan sumber daya. Hal ini ditandai dengan terbatasnya penerapan prinsip efektivitas. dan lain-lain. dan hasil-hasil pembangunan maupun penyelenggaraan pemerintahan tidak dikoordinasikan dan dilaporkan kepada Gubernur namun langsung kepada Pemerintah Pusat. Pembentukan daerah otonom baru (pemekaran wilayah) yang masih belum sesuai . dan kurang responsif terhadap permasalahan yang berkembang di daerahnya. Masih terbatasnya kapasitas keuangan daerah. tidak berjalannya prinsip transparansi. perbatasan antar daerah.

47 0 komentar pengawasan pemilu dan demokrasi Sejak bergulirnya pemilu pertama di Indonesia memang sudah ada konsep dan implimentasi dari kegiatan pengawasaan terhadap jalannnya pemilihan umum. kemauan sebagian kecil elite daerah. dan wewenang pengawas pemilui diatur dalam undangundang no 23 tahun 2002 demi meningkatnya kualitas dari pemilu tahun 2004. Jalannya pemilu tahun 2009 bisa berjalan dengan baik. dan kewenangan tidak dirumuskan secara jelas. dan belum mempertimbangkan aspek-aspek lain selain yang disyaratkan melalui peraturan perundang-undangan yang ada. terbentuknya daerah otonom baru setiap tahunnya akan membebani anggaran negara karena meningkatnya belanja daerah untuk keperluan penyusunan kelembagaan dan anggaran rutinnya sehingga pembangunan di daerah otonom lama (induk) dan baru tidak mengalami percepatan pembangunan yang berarti. Namun demikian. serta terminimalisirnya pelanggaran pemilu Dalam undang-undang no 22 tahun 2007 pasal 70 ayat (1) Pengawasan penyelenggaraan Pemilu dilakukan oleh Bawaslu. Yang anggotannya terdiri dari anggota kepolisian. dan Undang-undang no 24 tahun 2004 tentang Makhkamah Konstitusi. Pengawas Pemilu Lapangan. Panwaslu Provinsi. Panwaslu Kabupaten/Kota. Siapa yang yang berhak melakukan tindakan untuk menegakan aturan pemilihan umum dan kepada siapa pihak-pihak yang terlanggar haknya melakukan laporan. Diharapkan dengan adanya Undang-undang no 22 tahun 2007 tentang penyelengaraan pemilu. lancar.dengan tujuannya. namum pada pelaksanaannya pengawasan terutama pada masa orde baru bertindak tidak indefenden karena secara Lembaga Pemilihan Umum (LPU) -kalau sekarang kedudukannya sama dengan Komisi Pemilihan Umum. sering menjadi alasan untuk pengusulan pembentukan daerah otonom baru sebagai solusinya.yang diketuai oleh Menteri Dalam Negeri dan Panitia Pengawas Pelaksanaan Pemungutan Suara (Panwaslakpus) -sekarang kedudukannya sama dengan Badan Pengawasa Pemilihan Umum. Selain itu. Pelayanan publik yang semestinya meningkat setelah adanya pembentukan daerah otonom baru (pemekaran wilayah). Panwaslu Kecamatan. kejaksaan. fungsi. Diposkan oleh daulah. politik uang. Ketertinggalan pembangunan suatu wilayah karena rentang kendali pemerintahan yang sangat luas dan kurangnya perhatian pemerintah dalam penyediaan pelayanan publik. dan pers. bahkan di beberapa daerah kondisinya tetap seperti semula. Undang-undang no 10 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilu indonesia mencantuntumkan dengan jelas kedudukan. maupun pelangaran lainnya.dipimpin oleh Jaksa Agung . Apa lagi dalam pelaksanaannya kedudukan. tugas. yaitu kesejahteraan masyarakat. Meski dalam pelaksanaannya pemilu tahun 2004 berjalan dengan lancar dan tertib namun tetap saja masih meninggalkan beberapa macam catan besar yang mendasar dalam pemilihan umum yakni berupa pelanggaran pemilu baik curi start kampaye. dalam pelaksanaannya proses pembentukan daerah otonom baru lebih banyak mempertimbangkan aspek politis. Dewan Perwakilan daerah. tidak dirasakan oleh masyarakatnya.alfarisi di 16. perguruan tinggi. dan Pengawas . tokoh masyarakat. terutama apabila terjadinya pelanggaraan terhadap pelaksanaan pemilihan umum. Undang-undang no 2 tahun 2008 tentang partai politik.

6. Mengawasi pelaksanaan penetapan daerah pemilihan dan jumlah kursi pada setiap daerah pemilihan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Menetapkan standar pengawasan tahapan penyelenggaraan Pemilu sebagai pedoman kerja bagi pengawas Pemilu di setiap tingkatan. Meneruskan temuan dan laporan yang bukan menjadi kewenangannya kepada instansi yang berwenang. sekretaris KPU Provinsi. 8. dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu yang sedang berlangsung. Inilah yang harus diatur oleh badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu). provinsi. atau KPU Kabupaten/Kota. Yang tidak kalah penting ialah bagaimana sengketa diselesaikan oleh panitia pengawas pemilu yakni dari pangawas pemilu yang kedudukannya paling tinggi (bawaslu) sampai kepaling bawah sesuai dengan kompetensinya. 2. pembagian tugas yang jelas oleh badan pengawas pemilihan umum kepada panitia pengawas provinsi. Pertama. 19 tahun 2008. Menyampaikan temuan dan laporan kepada KPU untuk ditindaklanjuti. kabu[aten/kota. Dan Sengketa Pemilu diselesaikan oleh Bawaslu. Mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu. memang undang-undang penyelengaraan pemilihan umum no 22 tahun 2007 dan undang-undang no 10 tahun 2008. Sekretaris Jenderal KPU. 7. pengawasan terhadap tahapan pemilu tidak dapat optimal . pegawai Sekretariat Jenderal KPU. sekretaris KPU Kabupaten/Kota. dan 9. Kedua. Ketiga. di mana satu pengawas bertanggungjawab untuk mengawasi 9 TPS. Mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu. dan kecamatan.Pemilu Luar Negeri. Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang ditetapkan oleh undang-undang. sedangkan laporan pelanggaran ketentuan yang mengandung unsur pidana diteruskan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia sesuai tingkatannya. namun kalau dilihat secara mendetail maka peran pengawas pemilu hanya berperan pasif saja. bisa dikatakan lengkap. Yang mana Laporan pelanggaran ketentuan yang bersifat administratif diteruskan kepada KPU. dalam pasal 66 ayat (2) dan (3) Peraturan KPU no. Tugas dari pengawas pemilu (Bawaslu) diatur dalam pasal 74 ayat (1) yakni: 1. 3. Dengan keterbatasan ini. KPU Kabupaten/Kota. PanwasKabupaten/Kota dan Panwas Kecamatan Hubungan pengawas pemilihan umum dengan Komisi Pemilihan Umum. Komisi Pemilihan Umum Provinsi kedudukannya lebih tinggi dari pada Panitia Pengawas Pemilihan Umum Provinsi . dan kecamatan dalam melakukan pengawasan terhadap tahapan penyelenggaran pada tingkat nasional. KPU Provinsi. Menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan perundangundangan mengenai Pemilu. Panwas Provinsi. 5. Mengawasi pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi pengenaan sanksi kepada anggota KPU. 4. Walaupun sudah diatur mengenai panitia pengawas sampai pada pengawas lapangan tapi jumlah personil yang ada saat ini sangat terbatas. Aturan ini sangat penting agar pembantu panitia baik dari tingkat pusat sampai tingkat daerah agar tidak terjadi perebutan kompetensi pelaksanaan tugas dan kewenangan . dengan tidak adanya kewajiban melakukan investigasi dan tindakan langsung tanpa menunggu laporan masyarakat . Sebenarnya yang menjadi masalah sebenarnya adalah bagaimana tugas dan wewenang itu dilaksanakan. pegawai sekretariat KPU Provinsi. Pertama. kabupaten/kota. KPU Provinsi. Akan muncul berbagai macam peyataan.

Untuk menjawab dan menjernihkan peryataan diatas kita perlu kembali kepada UU pemilu berkenaan dengan pada tugas dan kewenangan pada pasal 74. dengan Panwaslu provinsi. Panwaslu Lapangan. Panwaslu kabupaten/kota dengan KPU provinsi. Peryataan ini agak kontras dengan pernyataan lainnya yang mengatakan bahwa Pengawas Pemilu bertugas mengawasi KPU. Lalu bagaimana hubungan antara KPU dengan Bawaslu. begitu juga KPU kabupaten/kota juga lebih tinggi dari Panwaslu Kabupaten/Kota atau Panwaslu Kabupaten/Kota bertanggung jawab kepada Panwaslu Provinsi atau KPU kabupaten/kota. pola hubungannya hampi sama dengan antara Bawaslu dengan KPU. kabupaten/kota. Disamping itu setelah terbentuknya Bawaslu. Sekretaris Jenderal KPU. Panwaslu Daerah bukan bawahan dari KPU Daerah Benarkah pendapat atau sikap yang menyatakan bahwa Bawaslu bawahan dari KPU atau Panwaslu daerah adalah bawahan dari KPU daerah? Dalam pasal 70 ayat (1) UU no 22 tahun 2007 tentang penyelengaraan pemilihan umum. 2. Kpu kabupaten/kota tidak ada hubungan hirarki (atasan dan bawahan) karena masing-masing supra suktur pemilu ini bekerja dengan terpisah dan mandiri. sementara penyelanggra pelaksanaan pemilu provinsi. 1. Panwaslu Kabupaeten/Kota. serta KPU sendiri yang mengusulkan 15 nama calon Bawaslu (pasal 88 ayat (3) huruf h). yang tugasnya melakukan pengawasaan terhadap seluruh proses penyelengaraan. Pasal 87 ayat (1)Undang-undang no 22 tahun 2007 sudah mengatur hubungan dari belum terbentuknya bawaslu yakni KPU membentuk tim seleksi untuk membentuk bawaslu. Panwaslu kabupaten/kota dengan KPU provinsi. Yang kerap mengemuka adalah peryataan bahwa adalah KPU dari pusat hingga daerah tidak dapat diawasi oleh pengawas pemilu. KPU Kabupaten/Kota. Dan Panwaslu Luar Negeri. hubungan antara Bawaslu dengan KPU harus intensif tetapi ”jangan terlalu dekat”. Panwaslu Provinsi. Menyatakan bahwa Panitia Pengawas Pemilu adalah Bawaslu. sekretaris KPU Kabupaten/Kota. pasal 1 angka 6 meyatakan bahwa KPU sebagai penyelengara pemilu. sekretaris KPU Provinsi. serta KPU Provinsi. bahwa KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota tidak dapat diawasi oleh Panwaslu Provinsi dan Panwaslu Kabupaten/Kota. kabupaten/ kota. dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu yang sedang berlangsung Sementara hubungan antara Panwaslu provinsi. . KPU kabipaten/kota. Panwaslu Kecamatan. KPU Provinsi. dalam menyampaikan temuan (pelanggaran yang bersifat administratif) dan melaporan kepada KPU untuk ditindaklanjuti (pasal 74 ayat (1) huruf c). Bawaslu terpisah dari KPU dan bersifat Mandiri. yang mana. kabupaten/kota adalah KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota (angka 7). Dan memberikan rekomendasi kepada KPU untuk menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan sanksi administratif atas pelanggaran sebagaimana yang dilakukan sanksi kepada anggota KPU. Yang jelas bahwa bawaslu dengan KPU maupun Panwaslu provinsi. Sehingga dalam pertanggung jawaban juga sendiri tidak ada pertanggung jawabannya.kedudukanan. pegawai sekretariat KPU Provinsi. pegawai Sekretariat Jenderal KPU. Kedua. Kedua peryataan ini perlu di jernihkan agar tidakmenimbulkan pertanyaan yang berkepanjangaan. Lalu siapa penyelengaraan pemilu. Bawaslu (pengawas pemilu secara umum) mengawasi seluruh tahapan penyelenggaraan pemilihan umum.

Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.alfarisi di 16. Eka Kurnia Sukmasari. Tapi berbeda dengan Polri. dan penggelapan. dalam jumpa pers di Kejagung." kata jaksa peneliti kasus Gayus.detikNews "Uang itu berasal di transfer PT Megah Citra Jaya Garmindo. money laundering.detikNews Cirus menyatakan. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. warga yang berhak memilih bahkan penyelenggara pemilu sekalipun. hanya terbukti penggelapan. Baik itu peserta pemilu.detikNews Uang itu tidak digunakan dan dikembalikan. warga Korea. Pengawas pemilu berwenang menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan penyelenggaraan pemilu. Saat itu dengan sangkaan korupsi. Kejagung membeberkan kronologi bagaimana dakwaan disusun hingga alasan pasal korupsi dihapus. jaksa tidak menyebut setoran uang dari Roberto Antonious. Terhadap uang itu tersangka menyatakan uang itu untuk mengurus pajak PT Megah. tidak tahu berada di mana.Setelah Polri.. baik dalam rekayasa kasus ataupun dugaan suap." ujar jaksa yang juga menangani kasus Antasari Azhar ini.. Dengan demikian jelaslah bahwa tidak ada satu perundangan dan keputusan KPU manapun yang menyatakan bahawa panwaslu provinsi. hanya 2 pasal yang terbukti yaitu pencucian uang dan penggelapan. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Jaksa mengajukan tuntutan 1 tahun dan masa percobaan 1 tahun. itu 2 kali dalam 2 tahap. panwaslu kabupaten/ kota adalah bawahan dan bertanggung jawab kepada KPU provinsi. Kejagung membeberkan kronologi bagaimana dakwaan disusun hingga alasan pasal korupsi dihapus. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus." terangnya. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. kini giliran Kejagung yang membantah ada rekayasa dalam kasus Gayus Tambunan. "Setelah dilimpahkan ke pengadilan. Memang tidak semua pelanggaran atas peraturan perundang-undangan dapat diselesaikan oleh pengawas pemilu. Uang itu setoran pajak dari PT Megah Citra Jaya Garmindo.detikNews Selain Cirus. dan Ika Syafitri. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus." ungkap Cirus.. pemiliknya Mr Sun. KPU kabupaten/ kota. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri .detikNews Namun. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Diposkan oleh daulah. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.detikNews "Terhadap penanganan perkara ini tidak ada permainan. Cirus Sinaga. jadi hanya diam di rekening Gayus. pasal korupsi tidak disangkakan dengan pertimbangan uang Rp 370 juta masih dalam rekening. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri .Setelah Polri. Jakarta. Misalnya pelanggaran administratif harus diteruskan kepada KPU. Anggota pengawas pemilu pun tidak luput dari ketentuan . berdasarkan hasil penelitian jaksa.detikNews "Penanganan kasus ini dimulai dari pengiriman SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan) dari Mabes Polri ke Kejagung.. kini giliran Kejagung yang membantah ada rekayasa dalam kasus Gayus Tambunan. siapa pun yang melakukannya. Tapi uang masuk ke rekening Gayus.07 0 komentar [html] Jakarta ."Terhadap penanganan perkara i. Jakarta . tapi setelah dicek. jaksa peneliti berkas perkara tersebut adalah Fadil Regan. Senin (22/3/2010). Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri .Dengan demikian dapat diartikan bahwa setiap pelanggaran peraturan perundangundangan yang terjadi pada setiap tahapan harus diproses oleh pengawas pemilu. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Jl Sultan Hasanuddin. . Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . sementara kasus pidana harus diteruskan kepada penyidik.

terdakwa kasus suap saat menangani perkara pajak Gayus H Tambunan.com: Hakim Muhtadi Asnun. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . uang tersebut milik Andi Kosasih. dituntut hukuman penjara tiga tahun enam bulan dan denda Rp250 juta di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri ." tutupnya. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Sidang dilanjutkan pekan depan untuk penyampaian pembelaan terdakwa dan penasihat hukumnya." imbuhnya. Senin (8/11). 22/03/2010 16:47 WIB Jakarta-Yustisi. Menurut Jaksa Penuntut Umum Yori Rowando. 10 November US$ 200 ribu. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . 31/1999 jo UU No 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Firman Wijaya mengatakan. biaya yang dibutuhkan mencapai US$ 6 juta dolar dan Andi baru menyerahkan uang secara tunai dalam 6 tahap. terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur Pasal 6 ayat 2 UU No.” tuturnya usai sidang. Total US$ 2. setelah diteliti berdasarkan alat bukti. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Andi adalah pengusaha properti di Batam.detikNews Karena itu. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. 15 September 2008 US$ 650 ribu. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.8 juta. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri .detikNews "Karena takut hilang. bukan money laundering. jaksa berani mengambil sikap untuk menuntut Gayus dengan pasal 372 KUHP dengan pidana penjara 1 tahun dan percobaan 1 tahun. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Bukan korupsi. Atas tuntutan ini.detikNews Terkait uang Rp 24. uang dimasukkan Gayus ke Bank Panin. hakim Muhtadi Asnun didakwa menerima uang sebesar US$ 40 ribu untuk membebaskan Gayus dari perkara pencucian uang pada 2009.detikNews Sumber: us.detikNews "Dan di Pengadilan Tangerang Gayus tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan. kliennya merupakan korban rekayasa kasus ini. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.detiknews.Jaksa juga berkesimpulan hal itu bukan money laundering. dan 16 februari US$ 13 ribu. Seharusnya masalah rentutnya dulu yang diselesaikan baru perkara Pak Asnun. tapi penggelapan pajak murni. lengkap dengan kwitansinya. Perjanjian ditandatangani 25 Mei 2008. Uang itu akan digunakan untuk membangun ruko." tegas Cirus. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri .detikNews "Uag Rp 370 juta bukan tindak pidana karena perjanjian mengurus pajak.6 miliar yang ada di rekening Gayus. Uang diserahkan di rumah orang tua istri Gayus. Sebelumnya. Yang pertama 1 Juni 2008 US$ 900 ribu. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. yah KAJIAN . 10 Desember US$ 500 ribu." jelasnya. 27 Oktober 2008 US$ 260 ribu. “Kan sudah jelas dalam kasus ini ada rekayasa yaitu rencana tuntutan. Itu mengurus pajak dalam jabatan Gayus sebagai pegawai.com I Senin. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri .detikNews "Gayus diberi kepercayaan Andi untuk pengadaan properti ruko seluas 2 hektar di Jakarta Utara.detikNews Selain itu. bukan menyuap. pengacara Asnun.detikNews (ndr/nrl) Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Cirus menjelaskan.

bukan rasional. dan Daerah Otonom dapat dimekarkan menjadi lebih dari satu daerah jika dipandang sesuai dengan perkembangan daerah?. Dalam hubungan ini. tetapi pada kenyataannya daerah yang bersangkutan tidak menunjukkan kemajuan (progress) sebagaimana yang diharapkan. perihal pemekaran daerah diatur pada Pasal 46 ayat (3) dan (4). (2) Implikasi pemekaran daerah. Sementara. Fakta bahwa pemekaran daerah telah menjadi euforia di era otonomi daerah pasca reformasi menjadi tidak terbantahkan. Secara legal formal. Sebuah pertumbuhan . teknis dan fisik kewilayahan?. Dimotivasi oleh percepatan pertumbuhan demokrasi (lokal). terbukti adanya berbagai persyaratan dan kriteria yang harus dipenuhi dalam melakukan pemekaran. Penggabungan Dan Penghapusan Daerah EXECUTIVE SUMMARY Era reformasi yang ditandai dengan meningkatnya tuntutan untuk melakukan pemekaran daerah berjalan seiring dengan regulasi pembentukan daerah otonom baru yang dianggap lebih mudah daripada waktu sebelumnya. pada Pasal 5 ayat (1) disebutkan: ?Pembentukan daerah sebagaimana dimaksud pada pasal 4 harus memenuhi syarat administratif. Sampai awal 2007. Pada ayat (4) disebutkan bahwa pemekaran dari satu daerah menjadi dua daerah atau lebih sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dilakukan setelah mencapai batas maksimal usia penyelenggaraan pemerintahan.Model Evaluasi Pembentukan. Di dalam UU Nomor 32 Tahun 2004. sehingga total provinsi sebanyak 33 dan kabupaten/kota sebanyak 473. tentunya dapat ditelusuri hadirnya berbagai faktor yang melatarbelakangi pemekaran daerah. implikasi yang ditimbulkannya. Melalui metode kajian yang bersifat kualitatif dan pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam di 14 (empat belas) provinsi dan 28 (dua puluh delapan) kabupaten/kota. jumlah daerah otonom baru sebanyak 7 provinsi dan 162 kabupaten/kota. UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah jo PP Nomor 129 Tahun 2000 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran. Pada Pasal 6 ayat (1) dan (2) UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan ?? Daerah dapat dihapus dan digabung dengan daerah lain. Pemekaran. sebagai berikut: ?Pembentukan daerah dapat berupa penggabungan beberapa daerah atau bagian daerah yang bersandingan atau pemekaran dari satu daerah menjadi dua daerah atau lebih?. pembentukan daerah atau dalam hal ini pemekaran daerah tidak bisa dilakukan secara serampangan. kajian ini telah memperoleh temuan-temuan lapangan yang menarik. di antaranya: (1) Alasan utama pemekaran daerah ternyata lebih didasarkan pada faktor emosional. dan (3) Kriteria-kriteria yang digunakan untuk melakukan pemekaran telah mengacu pada PP No. telah menambah beban anggaran pemerintahan negara. 129 Tahun 2000. Penghapusan dan Penggabungan Daerah memang memberikan ruang yang lebih leluasa bagi terbentuknya daerah otonom baru. dan kriteria-kriteria yang dapat ditawarkan dalam melakukan pemekaran daerah di Indonesia.

Implikasi pemekaran daerah terhadap daerah. Zainal Abidin Syah) dinobatkan sebagai Gubernur pertama. 1. Artinya. Sebagaimana diketahui daerah yang dimekarkan akan mendapatkan anggaran dari daerah induk selama 3 tahun dan mendapatkan dana dari pemerintah pusat (DAU dan DAK). Sulawesi Tenggara (Konawe Selatan). dimana pemekaran daerah terjadi karena menganggap adanya perbedaan budaya antara daerah yang bersangkutan dengan daerah induknya. 6. 4. Sumatera Utara (Serdang Bedagai). pemekaran daerah dilakukan untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah. Contoh: pemekaran Provinsi Kepulauan Riau. . Disamping itu di Pulau Movotai pada Perang Dunia II merupakan ajang penghalau udara Amerika Serikat. kemudian Provinsi Gorontalo dengan Sulawesi Utara. demikian pula Kabupaten Minahasa Utara yang merasa berbeda budaya dengan Kabupaten Minahasa. 2. infrastruktur dan sarana perhubungan yang minim. 3. pemekaran suatu daerah dilakukan karena alasan sejarah. Alasan historis. Pembentukan daerah otonom baru telah menimbulkan berbagai implikasi yang terjadi pada semua level pemerintahan. Sebagai contoh: Provinsi Maluku Utara sebelumnya pernah menjadi ibukota Irian Barat. terdapat alasan-alasan yang mendasari dilaksanakannya pemekaran daerah adalah: 1. pemekaran daerah diharapkan akan menciptakan keadilan dalam hal pengisian jabatan pubik dan pemerataan pembangunan. dimana pemekaran daerah diharapkan dapat mempercepat pembangunan di daerah. dimana Raja Ternate (Alm. antara lain : o Pembentukan kelembagaan baru : Pemekaran daerah menimbulkan implikasi bagi kelembagaan daerah. yang meliputi organisasi perangkat daerah dan organisasi pusat di daerah. 5. Alasan keadilan . dan pemekaran yang terjadi di daerah lainnya seperti Kalimantan Timur (Kutai Timur). Dari sisi implikasi. Berdasarkan hasil kajian. yaitu bahwa daerah hasil pemekaran memiliki nilai historis tertentu. baik bagi pemerintahan daerah maupun pemerintahan pusat. Alasan anggaran. terutama jika dibandingkan dengan masa Orde Baru. Alasan kultural atau budaya (etnis). dan Lampung (Tanggamus). Kondisi seperti ini terutama terjadi di Indonesia Timur seperti Papua (Keerom) dan Irian Jaya Barat (Kabupaten Sorong). Sebagai contoh: Penduduk Bangka Belitung dengan penduduk Sumatera Selatan. bahwa pemekaran dijadikan alasan untuk mendapatkan keadilan. Alasan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. seperti terjadi pada pemekaran Provinsi Bangka Belitung (pemekaran dari Provinsi Sumatera Selatan) dan Provinsi Irian Jaya Barat (pemekaran dari Provinsi Papua) serta pemekaran Kabupaten Keerom (pemekaran dari Kabupaten Jayapura). Hal ini dijadikan alasan utama karena adanya kendala geografis. Provinsi Bangka Belitung. Alasan ekonomi. dan Provinsi Sulawesi Tenggara.pemerintahan daerah yang luar biasa.

baik berkenaan dengan politik anggaran maupun proses demokratisasi di daerah. 2. baik itu mengenai demeografinya maupun kualitas dan komposisinya. ternyata pemekaran daerah juga berpotensi menimbulkan kemiskinan atau dapat dikatakan pemekaran daerah berpotensi menimbulkan terjadinya pemiskinan. Implikasi pemekaran daerah terhadap pemerintahan pusat. Apabila tidak dikelola dengan baik. o Pemberdayaan Ekonomi: Pemekaran daerah yang telah memperhitungkan potensi dan kesiapan daerah serta dilakukan dengan mekanisme yang tepat. Penyebab ketidakharmonisan hubungan tersebut antara mengenai proses penyerahan P3D (penganggaran. antara lain : o Dalam aspek kelembagaan pemerintahan pusat. DPRD. dan BUMD. o Lingkungan Hidup : Pemekaran daerah selain membawa implikasi positif juga dapat berdampak positif. personel dan dokumen) yang tidak tuntas. o Pola Hubungan Kerja di Daerah Pemekaran : Hubungan pemerintahan daerah dengan lembaga lainnya akan dapat berjalan dengan baik jika kondisi internal pemerintahan daerah tersebut telah berjalan baik dikarenakan pemerintahan daerah telah mampu menyelesaikan sebagian besar persoalan yang dihadapinya. maka pemekaran berimplikasi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di daerah tersebut. Terbitnya berbagai Peraturan Daerah (Perda) yang berorientasi peningkatan PAD telah memberatkan masyarakat dan pada tataran yang lebih luas telah menimbulkan ekonomi biaya tinggi (high cost economy). namun jika terbentuknya daerah baru menimbulkan egosentris suatu masyarakat maka hal ini tentunya sangat merugikan bagi daerah yang bersangkutan. peralatan. . o Sumber daya manusia : Pemekaran secara nyata telah membawa implikasi bagi dinamika sumber daya manusia di daerah otonom baru.Sebagai konsekuensi logis pemekaran daerah. Hal ini dapat bernilai positif jika itu ditunjukkan untuk meningkatkan kesejahteraan daerah. dan kewajiban-kewajiban lain yang harus diselesaikan oleh daerah induk selama masa pembinaan serta persoalan batas wilayah. implikasi yang terjadi adalah penambahan jumlah kelembagaan vertikal di daerah. terutama dalam hal pemanfaatan sumber daya alam. maka terbentuk kelembagaan daerah yang meliputi organisasi perangkat daerah (Dinas dan Lembaga Teknis Daerah). pemekaran daerah justru dapat menyebabkan kerusakan lingkungan akibat eksploitasi darerah yang berlebihan. o Kemiskinan : Selain meningkatnya pertumbuhan ekonomi di beberapa daerah yang secara nyata mempunyai daya saing sebagai daerah otonom baru. bukan saja mengenai penentuan ibukota daerah otonom baru dan penentuan batas wilayah. tetapi juga mengenai sumber-sumber kekuasaan dan tarik-menarik kepentingan di antara elit politik di daerah otonom baru. o Politik lokal : Pemekaran daerah berimplikasi terhadap dinamika politik di daerah.

bukan output. o Indikator dan sub indikator tersebut lebih mengukur potensi. Dalam aspek hubungan keuangan dengan pemerintah pusat. Sebagai contoh: dalam syarat/kriteria potensi daerah. indikator sarana pariwisata. sehingga banyak terjadi penyimpangan dari prosedur yang telah ditetapkan. model evaluasi pemekaran daerah yang dilakukan berdasarkan PP 129/2000. tetapi tidak ada penekanan pada tahap implementasi. jumlah obyek wisata”. sehingga 7 (tujuh) syarat/kriteria tersebut seolah-olah terpisah satu sama lain. Untuk itu. Tim mengusulkan persyaratan/kriteria untuk melakukan pemekaran daerah. sehingga daerah otonom baru langsung memiliki tanggung jawab yang sama besar dengan daerah induknya. o Persyaratan/kriteria tersebut sebagian besar masih mengacu pada PP No. Hal ini sekaligus dapat menjadi alat untuk meminimalisir implikasi negatif yang ditimbulkan akibat pemekaran. Pada indikator potensi daerah juga terdapat ’sarana pendidikan’ tetapi isinya bukan mengukur sarana tetapi kinerja. Dari tabel dapat dilihat pelayanan yang dimakud adalah pelayanan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan. pemerintah pusat – yang menangani urusan Pemerintah Pusat dan depertemen teknis – harus menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan penyerahan kewenangan tersebut. dengan menambahkan beberapa perubahan khususnya untuk kriteria pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. 129/2000. Prosedur pemekaran yang terjadi selama ini tidak melalui model ’transisi’. Pemekaran daerah hendaknya didasarkan pada alasan-alasan yang rasional. adalah sebagai berikut: 1. 2. jumlah restoran/rumah makan. indikator dan sub indikator tersedia. dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kemampuan daerah yang akan dimekarkan. sebagaimana terdapat pada rekomendas kajian poin 2. implikasi yang terjadi adalah penambahan alokasi keuangan/anggaran untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerah. Prosedur: untuk prosedur pemekaran daerah telah dirumuskan dengan cukup baik. pemekaran daerah lebih banyak berasal dari inisiatif DPR. tercantum sub indikator ”jumlah hotel/akomodasi lainnya.o o Dalam aspek kewenangan. Faktanya. Tim merekomendasikan hal-hal sebagai berikut: 1. dalam bentuk DAU maupun DAK. 3. Menurut hasil kajian. Persyaratan dan kriteria: persyaratan dan kriteria yang ditetapkan lebih cenderung mengukur potensi/input. Secara garis besar dapat dikatakan terdapat dua prosedur pemekaran yakni pemekaran melalui jalur pemerintah (eksekutif) dan jalur DPR (legislatif). o Pada indikator luas wilayah dan jumlah penduduk dibedakan . Dari syarat/kriteria dan indikator tersebut dapat disimpulkan hal-hal berikut: o Tidak ada kejelasan kluster yang memayungi syarat/kriteria. Mencermati uraian pada kesimpulan di atas.

Mengapa Desentraliasi dan Tata Pemerintahan Lokal? Latar belakang dan asal muasal reformasi desentralisasi adalah tidak berfungsi dan gagalnya sistem pembuatan keputusan yang sentralistis dimana pemerintah pusat tidak dapat menyediakan solusi-solusi bagi tiaptiap komunitas di tiap-tiap lokalitas yang beragam. maka faktor integritas menjadi kunci utama apakah sebuah daerah layak dimekarkan. pemekaran. o Namun. Pemerintah perlu merevisi UU No. Bagi pemerintah daerah yang tidak memenuhi persyaratan. 4. persyaratan dan kriteria seketat apapun pada akhirnya tidak akan bermanfaat jika tim penilai (evaluator) tidak memiliki integritas (: kejujuran) yang memadai. tetapi mengalami keterbatasan-keterbatasan yang mengakibatkan tidak memenuhi persyaratan. maka daerah persiapan tersebut dapat diubah statusnya menjadi daerah otonom. 32 tahun 2004 yang terkait dengan pengaturan pembentukan. Revisi UU No. yaitu daerah tidak langsung dimekarkan menjadi daerah otonom. 32 Tahun 2004 memang pernah diwacanakan. Pada tataran yang lebih tinggi dan skala yang lebih luas. hal ini ditempuh guna mengurangi terjadinya in-efisiensi. o Setelah menjadi daerah persiapan selama dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun dan dilaksanakan penilaian oleh tim penilai. pemerintah daerah yang memenuhi persyaratan akan dimekarkan menjadi ’daerah persiapan’ dimana untuk provinsi dengan nomenklatur ’provinsi persiapan’ dan ’kabupaten/kota persiapan’ untuk kabupaten/kota. maka dapat dilakukan penguatan (strengthtening) Kecamatan untuk mendekatkan pelayanan publik. Penetapan daerah persiapan ditungkan dalam bentuk Perpres. o Pemekaran daerah dilakukan secara berjenjang. Terlebih lagi jika penilaian dilakukan melalui self-assesment.antara Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali. apabila dinilai memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 2. Secara bertahap. o Setelah 5 (lima) tahun menjadi daerah otonom. daerah tersebut dapat dipertimbangkan untuk dimekarkan kembali. 3. Dalam hal ini reformasi desentralisasi mempunyai fokus pada perbedaan lokalitas dan mencoba mengembangkan kapasitas pemerintah daerah dalam memecahkan permasalahan-permasalahan di tingkat lokal. tetapi dibentuk dalam ’daerah persiapan’. Perlu dilakukan pentahapan dalam melakukan pemekaran daerah. Selain itu adalah tidak efisiennya konsumsi sumberdaya lokal. tetapi belum menyentuh pengaturan tentang pemekaran daera 3-2. Sistem alokasi yang tersentralisasi telah gagal dalam memberikan hasil yang . penghapusan dan penggabungan daerah (Pasal 5 s/d 8).

efisien dan efektif dalam hal pengeluaran pemerintah pusat dan daerah. Namun demikian. tingkat kepuasan masyarakat akan aktivitas pemerintah daerah akan semakin berkurang seiring ketidakmampuan pemerintah daerah membiayai pelayanan publik yang diinginkan oleh masyarakat lokal. Yang terakhir adalah kematangan sistem pemerintahan daerah dan masyarakat sipil di daerah. Dengan sistem desentralisasi. contohnya adalah sistem alokasi penerimaan pajak. Sangatlah wajar jika kemudian tiap daerah telah mempunyai modal yang cukup mengenai pelaksanaan dan strategi tata pemerintahan lokal untuk kemudian memperkaya konsep otonomi daerah. Jalan yang terbaik untuk meminimalisasi persoalan yang diakibatkan gagalnya sistem yang tersentraliasi adalah reformasi desentralisasi. Tidak mengherankan apabila pada masa orde baru. . 32/2004 Indonesia memasuki tahapan baru kepemerintahan. Ketika masyarakat lokal cenderung untuk meminta banyak dari pemerintah daerah sehubungan dengan pelayanan publik dan lain sebagainya tanpa kesadaran akan biaya yang akan dikeluarkan oleh pemerintah daerah. salah satu mekanisme sentralisasi kekuasaan oleh pemerintah pusat berpusat pada pengontrolan alokasi dana untuk pembangunan daerah. Terlebih lagi mengingat bentuk negara Indonesia sebagai negara kepulauan yang sulit dijangkau dan setiap wilayah memiliki karakteristik yang sangat berbeda. sistem tersebut dapat merusak hubungan antara penerimaan dan pengeluaraan di daerah dan masyarakat lokal tidak dapat mengawasi dan mengontrol keuangan pemerintah daerahnya masingmasing. pemerintah daerah dan masyarakat lokal memiliki pengalaman akan praktik tata pemerintahan yang baik seseuai dengan kondisi khusus masing-masing. 22/1999 dan amandemennya UU No. dengan adanya tradisi mengenai tata pemerintahan lokal. pelayanan publik menjadi mudah direalisasikan mengingat adanya kedekatan antara penyedia layanan dan pengguna layanan. Desentralisasi dan otonomi diharapkan menjadi solusi yang tepat untuk berbagai persoalan yang ada di daerah. Dengan diberlakukannya UU No. Asumsi dasar desentralisasi yaitu mendekatkan pelayanan dengan rakyat. Hasilnya adalah kegagalan dalam alokasi sumberdaya lokal bagi masyarakat lokal itu sendiri. Pajak yang ditarik secara terpusat oleh pemerintah pusat dan sistem konsumsi sumberdaya lokal merupakan sistem yang sangat menguntungkan bagi pemerintah pusat untuk mengontrol pengeluaran lokal dan pembuatan kebijakan di daerah. Di setiap daerah.

Pemberantasan korupsi. Untuk mencapai tata pemerintahan lokal yang baik. Di era desentralisasi. Selain itu. partisipasi publik. 3. Otonomi daerah berarti otonomi masyarakat di daerahdaerah yang diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang keprakarsaan dan kemandiriannya dalam iklim demokrasi dewasa ini. 3-3. 4.Oleh karena itu. tata pemerintahan lokal mempunyai tahapan perubahan selayaknya evolusi dalam tiga tingkatan yaitu tata pemerintahan lokal responsif. 5. sementara itu pembangunan masyarakat lokal sendiri sangat sulit dicapai jika hanya mengandalkan usaha sendirisendiri. Perwakilan lokal yang dipilih oleh masyarakat lokal. oleh karena itulah diperlukan suatu hubungan saling membangun antara pemerintah daerah dan masyarakat lokal dalam penciptaan tata pemerintahan lokal yang baik. 1. Prinsip rule of law termasuk di dalamnya due process of law dan prinsip keadilan. Perubahan Tata Pemerintahan Dalam tulisan ini. Justru inilah yang harus dilihat sebagai esensi pokok dari kebijakan otonomi daerah itu dalam arti yang sesungguhnya. tata pemerintahan yang baik mengacu pada konsep sebagaimana yang sering ditekankan oleh World Bank selama dua dekade belakangan ini. Mengutip Nikawa (2006). kemudian berevolusi menjadi tata . terdapat beberapa prinsip utama yang harus diperhatikan. Penciptaan demokrasi lokal adalah yang utama dimana dalam hal ini mencakup lembaga 2. Efisiensi dan efektifitas dari pemerintah daerah. Pemerintah daerah sendiri akan sulit untuk mereformasi dirinya sendiri. tata pemerintahan yang baik adalah standar minimum bagi pemerintah daerah. kebijakan otonomi daerah itu tidak hanya perlu dilihat kaitannya dengan agenda pengalihan kewenangan dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah. dan lainnya. hak pilih bagi masyarakat lokal. tata pemerintahan lokal yang menjalankan desentralisasi membutuhkan lebih banyak kapasitas dan kapabilitas karena tata pemerintah lokal dalam bentuk ini mempunyai kewenangan dan sumber daya yang besar dan untuk memberdayakan kewenangan dan sumber daya tersebut dibutuhkan kapasitas dan kapabilitas Untuk itu diperlukan pembangunan dan reformasi dalam pemerintahan lokal dan masyarakat lokal. tetapi juga menyangkut pengalihan kewenangan dari pemerintahan ke masyarakat.

is characterized by the equal partnership between local actors and government. Pemerintah daerah merupakan elemen penting dalam kehidupan masyarakat terutama pada era desentralisasi dan harus di tranformasikan untuk mencapai tata pemerintahan lokal yang sesuai dengan tuntutan desentralisasi. Local actors are mutually networked and exchange their information among them. local governance begins to change to the network governance. Responsive local governance ought to carry out its duty of responsibility and accountability for local people. 3-4. which operate to organize the network issue and then policy network in specialized areas. providing that the local people acquire maturity as an owner and user of power and control in locality. private company. restrukturisasi. dan pembangunan kapasitas dari pegawai negeri daerah. pemerintah daerah dan masyaraka lokal harus mengubah dirinya sendiri. . the cooperation of provision of public services among them. The governance partnership will keep and secure the sustainability of community. dan tahapan terakhir adalah tata pemerintahan lokal kemitraan. While citizen participation is increasing. Also there is networking among local government and many local actors. kondisi finansial pemerintah daerah yang stabil dan baik. harus terdapat pengembangan kapasitas pemerintah daerah yang mencakup reformasi pemerintah daerah. peningkatan kemampuan organisasional dalam perumusan pengambilan kebijakan dan pelayanan publik. The network governance is composed of the cooperation and responsiveness of local actors. and NGOs are the actors. the actors learn and grow in the governance partnership. Reformasi Pemerintah Daerah. This network functions in the participative decision-making process of local government. which attain more effective and efficient policy outcome. Dalam menuju tata pemerintahan lokal.pemerintahan network. Untuk mencapai tata pemerintahan lokal oleh pemerintah daerah. Lebih lanjut Nikawa (2006) menjelaskan: “The responsive local governance means the good governance of local government. In the network governance. and the effective and efficient use of local resources though this cooperation. The community action group. privatisasi. Reformasi pemerintah daerah dalam beberapa hal mengadopsi beberapa langkah berikut yaitu pemangkasan biaya. and provide the chance of citizen participation.

Hal ini terlihat dari dinamika masyarakat Lampung menyambut Pilkada yang akan diselenggarakan dalam waktu yang tidak lama lagi. 32 Tahun 2004 mengenai Pemerintahan Daerah. Sejak 2001. elemen yang harus diperhatikan adalah pegawai negeri daerah dan masyarakat lokal. Dalam reformasi demikian. Indonesia memulai kembali proses desentralisasi yang terhenti sejak digagas pertama kali tahun 1933 oleh Hatta dalam tulisannya “Autonomi dan Centralisasi dalam Partai” dan selama tujuh tahun ini kebijakan desentralisasi memberikan banyak warna terhadap perjalanan berbangsa dan bernegara di Indonesia. harus diberikan kesempatan untuk berpastisipasi dalam skema kemitraan di tata pemerintahan lokal. Namun demikian. Demi mencapai pengembangan kapasitas mereka.indikator pelaksanaan tugas. Pengembangan kapasitas dua element tersebut sangat menentukan dalam berfungsinya tata pemerintahan lokal. keterbukaan politik yang dirasakan belakangan ini. Pilkada Langsung dan Konsolidasi Demokrasi Satu peristiwa paling dramatis di akhir abad 21 adalah pergerakan Indonesia menuju demokratisasi. Tujuh tahun penyelenggaraan Desentraliasi di Indonesia setidaknya memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati angin demokrasi lokal yang disebut Pilkada ini. Proses desentralisasi itu sendiri merupakan proses yang sangat penting dan menentukan masa depan Indonesia. kampus. Pembicaraan mengenai pilkada sudah menjadi bagian dari dinamika masyarakat lampung hari-hari belakangan ini dan sudah menjadi suatu yang awam dibicarakan berbagai kalangan masyarakat mulai dari pasar. kebebasan media dan tuntutan akuntabilitas pemerintah telah menjadi warna demokrasi Indonesia. Keberhasilan dan kegagalan kebijakan ini akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap berbagai aspek kehidupan bangsa terutama kehidupan demokrasi di Indonesia. Saat ini semua kalangan masyarakat sudah menjadi partner dan stakeholder dalam demokratisasi Indonesia. sampai gedung pemerintahan. . tidak dapat dipungkiri bahwa kelahiran demokrasi di Indonesia membawa cerita yang tidak selalu manis. pertumbuhan civil society. dan evaluasi kebijakan. 3-5. Pilkada sebagaimana diketahui bersama merupakan bentukan dari proses desentralisasi di Indonesia dengan dasar hukum UU No. Perubahan dan transisi terjadi dimanamana di seluruh penjuru negeri.

Pilkada merupakan institusi demokrasi lokal yang penting karena dengan Pilkada. Kepala daerah terpilih inilah yang nantinya akan menjadi pemimpin dalam pembangunan di daerah termasuk di dalamnya penguatan demokrasi lokal. Desentralisasi bukan hanya persoalan pengaturan hubungan antar berbagai tingkatan pemerintahan namun juga merupakan persoalan mengenai hubungan antara negara dan rakyatnya. kepala daerah yang akan memimpin daerah dalam mencapai tujuan desentralisasi akan terpilih melalui tangantangan masyarakat lokal secara langsung. elemen-elemen demokrasi akan muncul dan berkembang dalam berbagai tingkatan dan tahapan dengan tingkat kecepatan yang berbeda-beda di setiap negara. Oleh karena itulah demokrasi harus selalu diperkuat baik dengan penguatan institusi maupun penguatan civil society. geliat Pilkada akhir-akhir ini semakin dinamis. bisa menjadi semakin demokratik dan bisa juga semakin tidak demokratik. Dipandang dari perspektif ini. mereka memiliki akses yang lebih baik terhadap informasi. Peran desentralisasi dalam konsolidasi demokrasi tersebut berasal dari adanya proses demokrasi yang memotivasi otoritas lokal dalam menjawab aspirasi dan kebutuhan konstituennya. Perubahan demokrasi juga bergerak menuju arah yang berbeda. Hal ini akan tercapai melalui lembaga perwakilan masyarakat lokal dalam wadah yang DPRD melalui proses pemilu yang bebas.Demokrasi menurut Diamond harus dipandang sebagai fenomena yang berkelanjutan (Diamond: 1999). penerapan prinsip tata pemerintahan yang baik dan lain sebagainya. perbaikan kesejahteraan rakyat. penyediaan pendidikan dasar dan layanan kesehatan. Bagi calon . Demokratisasi di Indonesia kemudian diperkuat dengan adanya pemilihan kepala daerah secara langsung atau yang lebih dikenal dengan Pilkada mulai tahun 2005. Tantangan bagi penguatan demokrasi atau konsolidasi demokrasi ini adalah bagaimana memberikan akses demokrasi kepada masyarakat dan pembentukan serta penguatan institusi-institusi demokrasi. Kebijakan desentralisasi bukanlah tanggung jawab pemerintah pusat atau daerah semata namun juga merupakan tanggung jawab masyarakat lokal sebagai pihak yang memiliki hak utama dalam penyelenggaraan kehidupan lokal. Di titik inilah desentralisasi dengan perwujudan otonomi daerah memiliki peran yang sangat penting dalam konsolidasi demokrasi. masa depan demokrasi adalah adalah tiada henti. Selain itu salah satu pemikiran diterapkannya desentralisasi adalah institusi demokrasi lokal akan lebih memahami dan merespon aspirasi lokal karena jika dilihat dari asfek jarak institusi dan masyarakat lokal yang dekat. di lampung sendiri.

17(3): 251-68. Perubahan tersebut adalah perubahan dari tata pemerintahan sentralistik ke tata pemerintahan lokal menuju ke arah tata pemerintahan partnership antara masyarakat lokal. . D. Nikawa. dengan demikian sedikit banyak akan semakin memupuk dan memperkuat demokrasi yang beranjak dewasa. 1995. Larry. University of Birmingham Devas. “Decentralization And Local Governance: Reinforcing Democracy And Effectiveness Of Local Government”. swasta dan pemerintah daerah. 2006. Namun demikian tata pemerintahan partnership ini tampaknya masih jauh dari harapan untuk diwujudkan di Indonesia dalam waktu dekat. Otonomi Daerah. Selain itu. (1997). Yayasan Harkat Bangsa bekerjasama dengan Partnership Governance Reform in Indonesia. Republic of Korea. 1999. Indra J. Evaluasi dan Proyeksi. Baltimore and London: The John Hopkins University Press. Kesimpulan Meskipun banyak kritikus menyebut desentralisasi di Indonesia merupakan reformasi yang tidak selesai. Tatsuro. Piliang. ‘Indonesia: What Do We Mean by Decentralization?’ Public Administration and Development. Developing Democracy toward Consolidation. Daftar Pustaka Delay.).. and Devas. dkk (ed. N. nada pesimis dan pandangan negatif dari berbagai kalangan tentang pelaksanaan pilkada di Indonesia tidak meniadakan arti pentingnya institusi ini dalam konsolidasi demokrasi di era desentralisasi ini.incumbent yang maju untuk kedua kalinya. Paper presented in Regional Forum on Reinventing Government in Asia Building Trust in Government: Innovations to Improve Governance 6-8 September 2006. N. Jakarta. Development Administration Group. Diamond. Seoul. IV. lembaga swadaya masyarakat. ‘Funding System for Daerah Percontohan’. Report to the Government of Indonesia. perubahan yang significan banyak terjadi di tataran pemerintahan daerah. Lamb. Saat ini bagi masyarakat lokal yang terpenting adalah memilih kepala daerah yang dinilai mampu untuk memimpin daerah. 2003. Pilkada menjadi sarana masyarakat lokal untuk mengevaluasi kinerja calon selama yang bersangkutan menjabat sebagai kepala daerah. S.

Undang Undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah Indonesia. contohnya Provinsi Kepulauan Riau dan Banten yang sudah lama berdiri. Undang Undang Nomor 25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Indonesia. memang isu kesejahteraan menjadi sentral. Kejadian ini tentu membuat miris semua pihak. dan di Nanggroe Aceh Darussalam yang mengalami isu pemekaran. Sementara pemerintah propinsi juga banyak dikritik karena gagal melakukan pemerataan. Di banyak daerah. Ini ironis mengingat pemerintah propinsi kerap mengkritik Jakarta yang kelewat membangun Jawa. Undang Undang Nomor 33 Tahun 2004 Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Ditulis dalam Decentralization « Preman Makan Bakery Looking up Japan Local Amalgamation: Strategy for Decentralization Reform in Indonesia » Friday. Public Administration in Indonesia. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Indonesia. Melbourne: Montech Pty Ltd. February 6 Meninjau Ulang Urgensi Pemekaran Propinsi Batam Pos. Dampak infrastruktur yang lengkap ialah semakin berkembangnya daerah tersebut .Rohdewohld. Biasanya yang sangat terasa adalah pembangunan infrastruktur oleh Pemerintah Propinsi (Pemprop) yang lebih banyak dilakukan di sekitar ibu kota propinsi. Betapa upaya pemekaran wilayah yang niatnya untuk kepentingan rakyat agar lebih sejahtera namun diperjuangkan dengan cara kasar. Indonesia. R. (1995). Sabtu 7 Februari 2009 Selasa (3/2) lalu kita dikejutkan peristiwa unjuk rasa rusuh yang berujung kematian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat. Unjuk rasa itu terkait desakan pendukung bakal propinsi Tapanuli terhadap DPRD agar segera mengeluarkan rekomendasi pemekaran.

kunjungan kerja. Toh negara ini dibangun bukan untuk membangun sekat primordial. Tak Harus Pemekaran Memang betul bahwa peluang pemekaran dimungkinkan oleh Undang Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 129 tahun 2000 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran. Ini perlu dibiayai tidak hanya penghasilannya. Hitung saja. perjalanan dinas. kue yang dihasilkan propinsi malah jauh lebih besar. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang perlu diisi. serta pajak galian C yang agak lumayan. Namun aturan ini tidak dibuat dengan kesadaran betapa niat pemekaran tak selalu lurus.karena penanaman modal terus berdatangan. Akan jadi aneh jika potensi daerah yang masih jauh dari kesiapan dijadikan bakal sumber pendapatan. otonomi daerah memperbesar kewenangan tanpa memperkuat struktur keuangan kabupaten dan kota. otonomi daerah memang dihajatkan untuk bertumpu pada kabupaten dan kota. Namun sayang. maka pemekaran wilayah dapat dibaca sebagai upaya instan untuk menyelesaikan masalah. PAD kabupaten dan kota palinglah hanya dari pajak hotel dan restoran. serta Maluku dan Maluku Utara. Pengalaman banyak daerah menunjukkan nilai tambah lebih dirasakan elit yang mendapat jabatan-jabatan baru. Pesisir timur tumbuh pesat menjadi kawasan niaga. Nah. Maka penyelesaian yang dilakukan harusnya juga bersifat struktur. anggota DPRD. Akibatnya. peralatan. kendaraan dinas. . Dengan pengeluaran yang banyak tadi. Saat itu LIPI meneliti Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Hal sama dialami Sumut. dan masih banyak lagi. Sementara propinsi mendapat PAD salah satunya pajak kendaraan bermotor yang jumlahnya sungguh besar. biaya ekonomi membesar dan lokasi geografis kurang mendukung kegiatan ekonomi. maka seharusnya kemampuan daerah membiayai diri dari berbagai sector menjadi sangat penting. Sementara wilayah barat masih berkutat pada masalah menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dan jalan pintas pasti selalu mahal. Buktinya. Ada posisi gubernur. Sulawesi Utara dan Gorontalo. Singkatnya. Sejak tahun 1999. Jika dirunut dari masalah tadi. Ini bergulir pada penyerapan lapangan kerja. pemekaran berarti ada lembaga-lembaga baru. dan Penggabungan Daerah. Maka pemekaran wilayah ibarat menambah mesin bajak baru dengan luas ladang yang tak bertambah. Yang muncul ya inefisiensi. dan persaingan antar daerah menguat. Penghapusan. Ini sekaligus membantah pendapat yang menyatakan suatu daerah perlu dimekarkan dengan alasan etnis dan agama. sebagian besar tempat malah kerja sama ekonomi masyarakat melemah. industri dan perkebunan. Dari sini. Sementara daerah pinggiran semakin tak terurus. perlengkapan. tapi juga pengadaan kantor. Wajar pula lantas di banyak kabupaten kota muncul retribusi resmi maupun tak resmi yang aneh-aneh untuk mendatangkan PAD. Setelah pemekaran. penulis ingin menjelaskan bahwa ketimpangan sentra dan pinggir ini murni soal struktur. Buntutnya daya saing daerah sebagai tujuan investasi sulit didongkrak. Daerah sekitar ibu kota sebagai sentra terus tumbuh. skala produksi mengecil. perihal kemampuan daerah inilah yang tidak benar-benar jadi pertimbangan. Jawa Barat dan Banten. hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2006 menunjukkan justru daerah baru mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.

inovatif dan tidak korup. mau daerah itu dimekarkan atau tidak. perlu harmonisasi dalam hal kewenangan yang dimiliki propinsi dengan kabupaten dan kota. Kedua. Sebagai contoh kecil di banyak propinsi masih mengeluarkan izin bagi praktek bidan. Aksi saling klaim keberhasilan sepihak dengan mengabaikan dukungan kerja keras dari pihak (tim) serta membom-bardir data-data yang didesain sedemikian rupa. namun sikap dan sifat mereka bak anak TK di hutan rimba. Ini aneh karena izin praktek dokter malah sudah dikeluarkan kabupaten dan kota. Ketiga. pertama. dengan pimpinan daerah yang kuat. Agar kekuasaan mereka di legislatif tetap eksis hingga 2014. di NAD saya temui ada kabupaten di Aceh yang mengeluarkan izin pendirian Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU). Contoh lain. sehingga masyarakat kecil tertipu bahkan menjadi objek eksploitasi. Mau dimekarkan seperti apapun. Demikian juga sebaliknya. Kebijakan yang berpihak ini juga bisa dikawal dengan rencana strategis jangka menengah dan jangka panjang. Toh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selalu disahkan oleh DPRD. Kuncinya adalah inovasi yang dilakukan pimpinan daerah. namun juga bagi daerah yang berniat untuk memekarkan diri.Lalu. Jadi tak usah heran jika ada SPBU yang mengantongi izin dari propinsi dan ada pula yang dapat dari pemerintah kabupaten. Maka kalau ada ketimpangan anggaran yang patut dipertanyakan adalah sejauh mana kontribusi legislator benar-benar mewakili konstituennya dalam menyusun APBD. Artinya. Anggota DPRD yang berkepentingan harus lebih ngotot memperjuangkan kepentingan daerahnya. mana pilihan yang tepat pada 9 April mendatang. jika pimpinan daerahnya berbuat biasabiasa saja. Gorontalo patut menjadi positive deviant. penting bagi masyarakat untuk memilih pemimpin daerah yang mampu menjawab tantangan ini. baru muncul seolah-olah “malaikat penyelamat” menjelang Pemilu. Membludaknya partai yang ikut dalam Pemilu 2009 dengan janji-janji dan iklan-iklan yang mengelitik sel saraf untuk mencerna secara cerdas membuat masyarakat akan semakin binggung. Dan ini patut jadi contoh tak hanya bagi daerah yang sudah dimekarkan. yang mengantor di Senayan dan telah menikmati berbagai fasilitas uang rakyat selama ini. solusi apa yang bisa dilakukan? Mengacu pada kelemahan daerah induk yang relative gagal melakukan pemerataan. maka jangan harap daerah bisa tumbuh. Meskipun mereka orang-orang yang dianggap besar dalam kekuasaan. maka perlu menyusun kebijakan yang berpihak ke daerah pinggir. Inikah hal yang dianggap “positif” oleh partai besar yang perlu ditiru oleh masyarakat kita? . padahal propinsi juga membuat aturan yang sama. Pertumbuhan ekonomi selalu di atas 6% yang berarti di atas angka pertumbuhan nasional. Maka. Partai-partai yang menang dalam Pemilu 2004. maka daerah itu bakal lekas berkembang. Ini hal yang sering dipandang sepele namun sensitive. berbagai upaya publikasi tidak mendidik dilancarkan partai-partai besar.

maka hal ini dapat ditolerir dengan sangat lembut sekali. Setelah menjabat 1 periode (5 tahun). akses administrasi. masih meminta kenaikan tunjangan kesejahteraan. gaji. bagi saya fenomena ini bak Petir di tengah hari bolong. anggota dewan tega meminta (menerima) uang gratifikasi dan tambahan gaji. Disparitas antara kekayaan dan kemewahan hidup anggota DPR dengan rakyat. akan menjadi miliarder-miliarder baru. biaya perjalanan. Hmm……meskipun sampai saat ini. biaya legislasi UU yang menyedot uang pajak rakyat. yang menjadi preman pasar berdasi ketika berurusan anggaran negara dan daerah. karena para “toke” atau bos perusahaan tersebut (BUMI Resource) dimiliki oleh lingkaran dalam pemerintah (Bakrie Brothers). bagaimana skandal-skandal di istana luput dari pembersihan praktik Orba (KKN). Dengan penghasilan rata-rata di atas 40-an juta per bulan. mengapa begitu besarnya tendesius orang-orang untuk menjadi caleg baik di DPR maupun DPRD akhir-akhir ini meskipun mereka belum memiliki cukup kapasitas sebagai dewan yang terhormat. biaya rapat. Ketika rakyat kecil berhutang di Bank dan telat membayar bunga dan cicilan utang. Ditengah kemiskinan masyarakat yang tidak kunjung berkurang (bahkan jumlahnya meningkat). maka datadata dan objektivitas masyarakatlah yang dapat mematahkan “keberhasilan. lebih lembut dari kain sutra oleh “Bapak Antikorupsi” SBY. Jika mereka cukup berhemat dan menyetor 10-15% penghasilan mereka ke partai. biaya komunikasi. Kita dapat mengira-ngira. biaya aspirasi ditambah gaji pokok. kepemimpinan” yang dikatakan tanpa cacat. minimal mereka mengantongi lebih 2. kini tampaknya “jauh api dari panggangan”. kehebatan. Saya tidak akan memaparkan bagaimana perasaan sebagian besar rakyat Indonesia melihat skandal dan pelecehan oleh perusahaan-perusahan tambang Batubara (sebagiannya milik Menko Kesra Kabinet SBY-JK) kepada konstitusi RI dengan tidak membayar pajak (royalti). tidak lain tidak bukan adalah “rupiah” ataupun ketenaran.4 miliar rupiah. Seorang dewan yang harusnya bisa merasakan penderitaaan rakyat karena berbagai kesulitan ekonomi. maka seorang dewan yang pemalas (hadir rapat) pun. yang sering ngawur ketika membahas agenda rapat. Data-Data Referensi Data-data ini saya kutip dari berbagai media massa online yang memberitakan perilaku korup dan skandal seks yang harusnya tidak dilakukan orang-orang terhormat yang terpilih langsung melalui mekanisme partai dan pemilu. maka selama 1 periode. kesucian. Baik di Senayan maupun di Istana. dan tidur dikala rapur.Masih segar diingatan bagaimana anggota dewan terhormat kita di Senayan yang sering bolos dikala sidang. Kasus Korupsi Senayan (Terbukti) . suasana adem-adem saja. sosial. Namun. maka agunan si rakyat tersebut langsung disita. semakin memberkikan jarak pisah baik secara psikologis. maka kekayaan mereka tetap meningkat minimal 1 miliar rupiah. para politisi negeri ini tidak memiliki mental mengakui kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan pada rakyat. pranata sosial maupun ekonomi hidup.

dan yang Bermasalah (tersangka) • • • • • M Yahya Zaini (Golkar) : Skandal seks dan selingkuh dengan Maria Eva Max Moein (Partai PDI P) : Skandal Seks dan Foto Syur H.• • • • • • • • • • H.wordpress. tetapi bebas. dan terpilih kembali jadi anggota DPR periode 2004-2009 Jaka Aryadipa Singgih (PDI-P) : Tersangka kriminal penyerangan/penyerobotan. Saleh Djasit (Golkar) : kasus pengadaan Damkar Hamka Yandhu (Golkar) : kasus aliran dana BI Agus Condro (PDI-P) : kasus uang gratifikasi BI Sarjan Taher (Partai Demokrat) : kasus alih fungsi hutan Al-Amin Nasution (PPP) : kasus alih fungsi hutan Yusuf Emir Faishal (PKB) : kasus alih fungsi hutan Bulyan Royan (Partai Bintang Reformasi) :kasus pengadaan kapal Dephub Antony Zeidra Abidin (Golkar) : kasus aliran dana BI Adiwarsita Adinegoro (Golkar) : kasus dana kehutanan Abdul Hadi (PAN) : tersangka kasus korupsi pembangunan daerah tertinggal Skandal Seks. Dharmono K Lawi (PDI-P) : Mantan buronan kasus pidana korupsi APBD Banten dan akhir ditangkap Kejagung Theo Syafei (PDI-P) : Pernah terjerat kasus korupsi di tahun 2002.com/2009/03/05/daftar-anggota-dprbermasalah-beserta-partainya/ . Kekerasan. dan pernah merampas kamera yang digunakan satpam keamanan di kawasan perkantoran Sumber: http://nusantaranews. Pelecehan.

Antony Zeidra Abidin (AZA) Rp600 juta 6. Max Moein (MM) Rp500 juta 3. PDIP dan Golkar. TM Nurlif (MN) Rp550 juta 7. KPK pun menyangkakan para mantan anggota DPR itu melanggar ketentuan mengenai penyuapan yakni Pasal 5 ayat (2) jo Pasal 5 ayat (1) huruf a dan b UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Marthin Bria Seran (MBS) Rp250 juta 3. disisi lain mengembosi suara partai kecil. Rusman Lumbantoruan (RL) Rp500 juta 4. Pada tulisan saya sebelumnya. secara tidak langsung melegalkan “korupsi kursi” untuk Partai Demokrat. Sofyan Usman (SU) Rp250 juta 2. Williem Tutuarima (WMT) Rp500 juta 6. Ni Luh Mariani Tirtasari (NLM) Rp500 juta 12. Panda Nababan (PN) Rp1. dan Fraksi PPP.Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan 26 mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat sebagai tersangka. Sutanto Pranoto (SP) Rp600 juta 13. Budiningsih (B) RP500 juta 10. Jeffrey Tongas Lumban (JT) Rp500 juta 11. Ahmad Hafiz Zawawi (AHZ) Rp600 juta 2. Baharuddin Aritonang (BA) Rp350 juta 10. saya hanya merasa aneh karena Keputusan Mahkamah Agung (MA). yakni Fraksi Golkar. Poltak Sitorus (PS) Rp500 juta 5. Agus Condro Prayitno (ACP) Rp500 juta 2. Hengky Baramuli (HB) PDIP 1. 26 Mantan anggota DPR itu adalah: Golkar 1. Keputusan MA yang dimaksud adalah keputusan pada 18 Juni yang memenangi permohonan hak . Fraksi PDI Perjuangan. Engelina Pattiasina (EP) Rp500 juta 8. 26 Mantan anggota DPR itu berasal dari tiga fraksi. Asep Ruchimat Sudjana (ARS) Rp150 juta 8. Paskah Suzetta (PSz) Rp600 juta 4.45 miliar 7. Boby Suhardiman (BS) Rp500 juta 5. Matheos Pormes (MP) Rp350 juta PPP 1. atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) kesatu Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Muhammad Iqbal (MI) Rp500 juta 9. Soewarno (S) Rp500 juta 14. Daniel Tandjung (DT) Rp500 juta. Mereka diduga menerima suap terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004. Reza Kamarullah (RK) Rp500 juta 9.

8% suara nasional di’mark-up’ menjadi 32. tepat dan benar? Dari diskriminasi memberi keadilan dari dua pihak yang berbeda (Demokrat vs PDIP).000 Tunjangan Aspirasi 7. Secara umum. Keputusan yang bernilai Rp 244 miliar Darimanakah saya mendapat angka Rp 244 miliar? Angka ini saya dapat dari gaji yang akan diperoleh oleh seorang anggota DPR selama 5 tahun dengan total kursi yang berubah yakni 66 kursi (versi Cetro).000 . keputusan yang menghianati proporsional demokrasi hingga gegabah dalam mengadili arena hukum. yakni keputusan senilai Rp 244 milyar.952.8% suara nasional digembosin menjadi 1.000 86.000. sebelumnya MA sudah pernah menolak total permohonan uji materiil peraturan KPU yang diajukkan oleh Hasto Kristiyanto yang berasal dari PDI Perjuangan.uji materiil yang diajukan oleh beberapa caleg DPR dan Partai Demokrat yang dimotori oleh Zaenal Maarif terhadap peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2009. Kekeliruan 2: Keputusan MA tersebut mengkhianati sistem pemilu proporsional yang dianut oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang pemilu.200. PKB (mark-up) dan PPP. PKS (digembosin).000 Tahun 186. Padahal.000. Hal ini terjadi juga pada Golkar.120.000 Tunjangan Komunikasi 12. Mungkinkah keputusan MA sarat dengan perilaku korup? Terlebih keputusan MA merupakan keputusan yang sangat mahal. partai penguasa/incumbent. Kekeliruan 1: MA tidak konsisten dan bahkan diskriminatif dalam penerapan hukum.1% kursi di DPR. Adapun opini saya dan pendapat dari Direktur Eksekutif Cetro Hadar N Gumay dapat saudara baca di sini. Sementara Hanura yang mendapat 3. timbul pertanyaan besar? Mengapa bisa terjadi kekeliruan tersebut? Bukankah Mahkamah Agung adalah lembaga Pengadilan Negara Tertinggi yang menjadi sumber terakhir untuk mengayomi keadilan hukum secara formal di negeri ini? Bukankah MA merupakan lembaga yang bertugas dan digaji oleh uang negara untuk menjagar agar semua hukum dan undang-undang diseluruh wilayah negara RI diterapkan secara adil. Kok bisa? Keputusan MA. PAN.000 Tunjangan Listrik 5. Dari dua kekeliruan di atas. sebab Majelis Hakim hanya menerima gugatan uji materi peraturan KPU dari Zaenal Maarif cs yang berasal dari Partai Demokrat.400. Gerindra.496.1% kursi di DPR.000 65. saya akan menjabarkan ringkas dari tulisan saya sebelumnya. PDIP. Mari kita telusuri gaji yang akan diperoleh oleh seorang anggota DPR RI [data Kabarinews. sebab putusan tersebut menyebabkan disproporsionalitas antara perolehan suara dan perolehan kursi. khususnya Pasal 22 huruf c dan Pasal 23 Ayat 1 dan 3. Demokrat yang hanya mendapat 20.510. Maret 2009] Pendapatan Anggota DPR RI Pendapatan Rutin Bulan Gaji Pokok 15.000 144. partai nonpenguasa.

9 miliar Rp 59.000. Sementara 3 partai lainnya dapat Anda lihat dibawah ini. ketua hak angket dll. Angka ini belum ditambah pendapatan agenda tahunan yakni 4 kali dana reses.400.000 Tahun 126. Dari dua jenis sumber pendapatan.000 15. dana legislasi UU (tahun 2008 ada 55 UU.4 miliar Ro 66.000.000 Rp 3. PDIP 16 kursi dan PKB 2 kursi. kita hanya akan membicarakan pendapatan/gaji ratarata minimum seorang anggota DPR yang malas sekalipun akan mengantongi Rp 742 juta per tahun atau Rp 3.4 miliar Ada yang mendapat keuntungan.000. Berikut daftar partai yang akan mengalami kerugian materiil dari gaji dewan selama 5 tahun.900.000 Rp 742. Maka nilai keputusan ini secara materiil bernilai 66 kursi * Rp 3.000. dapat kita perhatikan bahwa seorang anggota DPR yang malas (jarang hadir di rapat) akan tetap mengantongi gaji Rp 45. Namun dalam perhitungan ini.800.000 Per Term 31.400.000 45.000 16. Partai Demokrat Golkar PDIP PKB Kursi (+) 30 18 16 2 Aliran Gaji 5 Tahun Rp 111.456.500.000 37.Tunjangan Pengawasan Dana Kehormatan Total Rutin Bulanan Pendapatan Agenda Tahunan Dana penyerapan (reses) 4X Gaji ke-13 (Juni) Dana Legislasi per UU (40 UU) Dana insentf RUU dan Honor Uji RUU Total Non Rutin Bulanan Pendapatan Jabatan *) Ketua/Wakil Ketua Komisi Ketua Panja RUU Tunjangan Studi LN Pendapatan Total Per Tahun Pendapatan Total 1 Periode (5 tahun) 2. Dan bagi mereka yang menjabat wakil/ketua komisi. bila keputusan MA diberlakukan maka ada 66 kursi yang akan mengalami perubahan yang mana Demokrat akan dimark-up 30 kursi.4 juta per bulan. ketua panja.000.200.400. .000 5.7 miliar = Rp 244 miliar.000 545.000 Dari tabel di atas.000 3.000 53. maka seorang anggota DPR yang suka pembolos pun mengantongi Rp 742 juta per tahun.000 197.872. maka pasti ada yang mendapat kerugian.150.000 1.472.714. gaji ke-13.4 miliar Rp 7. dana insentif pembahasan RUU dan honor uji kelayakan RUU. tapi saya hanya ambil ada 40 UU tiap tahun). Dari keputusan ini. maka Demokrat akan mendapat gratis keuntungan materi terbesar yakni senilai Rp 111 miliar dari gaji 30 anggota DPR “mark-up” selama 5 tahun.100. Golkar 18 kursi.360. anggota DPR tersebut dapat mengantongi Rp 1 miliar per tahun. Dan berdasarkan perhitungan Cetro.7 miliar untuk 5 tahun.000 0 0 0 25.000 40.000 16.

7 miliar Rp 44.533.214 21 263. Standar BPP atau bilangan pembagi pemilih menjadi syarat utama keadilan suara yang diterima oleh setiap partai. dengan perolehan suara yang sama (misalnya 135 ribu) oleh masing-masing partai.206. maka secara substansi dan keadilan.757 125 120.870 6 653. Hanura dan PKS. PPP (5 kursi).302 PDIP 14.532 PKS 8. MA yang mendesak agar membatalkan keputusan kursi DPR yang ditetapkan KPU dengan paradigma bahwa keadilan kursi ditinjau dari perbandingan suara partai kecil terhadap suara partai besar merupakan perbandingan yang saya kira salah alamat. Mari kita cermatin persfektif keadilan secara general (asumsi tidak 100% tepat) kursi DPR terhadap perolehan suara nasional partai tersebut. Analisis Kemungkinan di Balik Keputusan MA Keputusan MA yang sangat tergesa-gesa dalam mengadili keputusan KPU dan bahkan ditemukan kesalahan dokumen tergugat yang menyebut Komisi Pemilihan Umum sebagai Komisi Penyiaran Indonesia menimbulkan tanda tanya besar saya.254.955 50 164. PDIP (10 kursi).580 28 223.641 Hanura 3.4 miliar Rp 55.4 miliar disusul PAN.6 miliar Rp 26 miliar Untuk partai yang dirugikan. dan bukan jumlah suara suatu partai menengah terhadap suara partai yang memperoleh suara terbesar. maka Hanura hanya mendapat 2 kursi.146.922. sementara Golkar dan Demokrat akan memperoleh 11 kursi di DPR. .4 miliar Rp 59. Bayangkan untuk mendapat sebuah kursi di DPR.812 Dengan berlakunya keputusan MA atas sistem perhitungan kursi DPR. keputusan tersebut MA yang harusnya adil menciptakan distorsi ketidakadilan dengan menciptakan disparitas yang tinggi. Hanura harus mengumpulkan rata-rata 653 ribu suara.037.600. sementara Demokrat dan Golkar dengan mudah memperoleh sebuah kursi dengan berbekal 120 ribu. Perbandingan yang digunakan adalah jumlah suara terhadap BPP. Artinya. Gerindra (3 kursi).137 180 120.378 PPP 5. PKS (8 kursi). Partai Suara Nasional Kursi “Harga” Kursi Demokrat 21.573 Golkar 15.452 Gerindra 4. Padahal.646.703.486 PKB 5. PPP yang masing-masing dirugikan Rp 59. PKB (8 kursi).406 10 464. yang menjadi referensi utama adalah BPP yang telah memasukkan kriteria sedikit lebih adil.091 111 131.122 29 177. jumlah kerugian tersebar merata seperti Gerindra.139 PAN 6.Partai Gerindra PPP PAN Hanura PKS Kursi (-) 16 16 15 12 7 Aliran Gaji 5 Tahun Rp 59.

Duta besar/pejabat konsulat/imigrasi (13. tapi menolak gugatan dari caleg PDIP padahal sebagian besar materi gugatan adalah sama? Salah satu menjadi tolak ukur adalah dengan dimenangkannya gugatan materi caleg dari Demokrat. Kemudian disusul oleh Pejabat Eselon/pimpro (17. anggota DPR/DPRD yang menjadi tersangka atau terpidana korupsi sebanyak 18. Sisanya ada pejabat di level Komisi Negara. 27 Juli 2009 VIVAnews . Bisa berlanjut kepada tahap berikutnya yaitu nepotisme. Dewan Gubernur. suara nasional dari Demokrat+Golkar+PDIP yang hanya 49%.89 persen).Apakah majelis hakim di MA tidak bisa melihat hal ini? Apakah MA tidak bisa mengambil nilai filosifis dibalik sebuah Undang-Undang khususnya UU 10/2008? Lalu. Aparat Hukum.68 persen). Jika tidak…. prosesntase sebaran tersangkanya hanya dibawah 10 persen. Walikota (12. maka selamat datang kembali “hukum orba” di negeri ini! Selamat tinggal keadilan dan kebenaran hukum bagi rakyat Indonesia. Bayangkan saja. Angka ini belum termasuk keuntungan kekuatan politik di parlemen untuk menguasai dan membuat berbagai aturan yang akan menguntungkan partai dan kekuasaannya. maka partai Demokrat akan mendapat keuntungan materiil sebesar Rp 111 miliar dari 30 anggota dewan tambahannya. Bagaimana keadilan demokrasi bisa memberi ‘kursi korup” sebesar 25%??? Ataukah keputusan Majelis hakim MA sarat dengan perilaku korup? Mungkinkah majelis hakim MA mendapat kucuran sekian persen keuntungan materiil Demokrat sebesar Rp 111 miliar? Ataukah hakim-hakim MA ini bermental kolusi.95 persen. "Kasus suap yang paling banyak menjadi modus korupsi. kronisme.Indonesia Corruption Watch menyatakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada 2009 ini menempati urutan pertama pejabat yang menjadi tersangka korupsi. Kamis 27 Agustus 2009. namun di mark-up secara legal menjadi 74% di DPR (416 dari 560 kursi). dan Kepala Daerah seperti Gubernur. ketakutan atau ketidaktahuan?? Semoga prasangka saya tidak benar. BUMN. Menurut data ICW." kata peneliti ICW Febri Diansyah dalam seminar bertajuk 'Mengkaji Modus Korupsi dan Upaya Pemberantasannya' di DPD RI. dan BPK. Jakarta. Hanya omong kosong merayakan 17 Agustus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan apalagi tidak ada keadilan hukum serta perlakuan diskriminatif dari aparat hukum! Salam Perubahan.63 persen). Bupati. Setelah itu disusul oleh pejabat departemen. Suap dan pemerasan merupakan lapis korupsi pertama. Paling berbahaya . dan pembentukan kelas baru. ada apa dibalik itu semua? Mengapa MA justru mengabulkan gugatan dari caleg Partai Demokrat.

Ia berjanji pihaknya akan merilis nama-nama yang terlibat korupsi selama satu semester ini. Selain itu RUU Pengadilan harus segera disahkan. tawaran strategis ICW dalam pemberantasan korupsi adalah dengan mempertahankan KPK yang sudah eksis dan mampu melakukan penyidikan sekaligus penuntutan. tadi malam seraya menambahkan bahwa penyidikan kasus tersebut dapat melebihi 100 kasus hingga Agustus ini. Menurut Febri. . Data Kejaksaan Agung mengungkapkan bahwa 75 persen dari 81 kasus korupsi melibatkan pejabat dan anggota dewan." kata Febri. Babul sedikit curhat mengenai kondisi para koleganya di Kejagung. “Kami telah melakukan penyidikan terhadap 81 kasus dan penuntutan terhadap 12 kasus dan berhasil menyelamatkan uang negara senilai Rp76." ujar Babul. "Jika tidak ada pengadilan korupsi sama saja kita tidak memberantas sebab di pengadilan umum kan banyak yang diputus bebas. emakin hari kelakuan anggota dewan semakin memperihatinkan. Mereka hanya memikirkan perut mereka sendiri tanpa memikirkan nasib rakyat yang mereka bawa untuk menaikkan popularitas saat mereka melakukan kampanye. jejaring ini yang mengakibatkan korupsi amat potensial dilakukan secara masal dan besar-besaran. meski tidak seluruhnya. Kapuspenkum Kejagung Babul Khoir Harahap mengatakan berdasrkan data yang sudah dilaksanakan selama kurun waktu Januari sampai Juni 2010. yaitu jejaring. Dipenghujung kalimatnya.9 miliar. Maka dari itu.adalah lapis korupsi tingkat ketiga . Semakin terlihat bahwa anggota dewan kita tidak bermoral dan tidak bermanah terhadap rakyat.

Nusyirwan Soejono (Fraksi PDI Perjuangan). Agus Sulistiyono (Fraksi PKB) — Tak hadir tanpa keterangan: 4 kali 3. Ratu Munawaroh (Fraksi PAN) — Tak hadir tanpa keterangan: 9 kali 2. Gondo Radityo Gambiro. mereka hanya sanggup memakan uang rakyat tetapi tidak mampu membela nasib rakyat Indonesia. Jeffrie Geovanie (Fraksi Partai Golkar)– Tak hadir tanpa keterangan: 6 kali 2. Abdul Malik Haramain. Inilah daftar anggota yang paling bolos (sumber :tempo) : A. Nur Cahyo Anggorojati (Fraksi Partai Demokrat) – Tak hadir tanpa keterangan: 5 kali 3. jika anak sekolah saja dikeluarkan karena sering membolos mengapa anggota dewan tidak?seharusnya mereka dipecat dari anggota dewan karena tidak amanah terhadap rakyat Indonesia. Nurcahyo Anggoro Jati (keduanya dari Fraksi Partai Demokrat). Akbar Faizal (keduanya dari Fraksi Hanura). Arif Wibowo (keduanya Fraksi PDI Perjuangan). Masa Sidang II (4 Januari-5 Maret 2010) sebanyak 10 kali persidangan: 1. Agus Gumiwang Kartasasmita.Anggota DPR bolos Makin banyak anggota dewan yang bolos ketika rapat yang menetukan nasib rakyat Indonesia dengan alasan yang tidak jelas. Ferdinand Sampurna Jaya. Alexander Litay. Masa Sidang III (5 April 2010-18 Juni 2010) sebanyak 9 kali persidangan: 1. dan Ahmad Dese Sere (Fraksi PPP) — Semua tak hadir tanpa keterangan: 3 kali B. Abdul Kadir Karding (keduanya Fraksi PKB) – Semua tak hadir tanpa keterangan: 4 kali . Ibnu Munzir (keduanya Fraksi Partai Golkar).

Maka tidak heran jika rakyat tidak peduli lagi dengan pemerintah khususnya pada anggota dewan yang bisanya hanya mencaci maki. Lihat saja keadaan ruang sidang anggota dewan. tidur. ketika seluruh rakyat Indonesia bahkan seluruh rakyat didunia menyaksikan jalannya sidang yang diputuskan untuk arah nasib rakyat indonesia yang lebih baik sebagia anggota dewan malah tertidur pulas. Jika anggota dewan dipilih oleh rakyat maka sepantasnyalah rakyat juga berhak untuk memberhentikan wakilnya yang tidak amanah. sehingga sidang pun minim interupsi. serta korupsi. minta tunjangan.Anggota dpr tidur Yang lebih mengecewakan banyak anggota dewan yang tertidur saat sidang. . sungguh benar-benar hal yang memalukan dan memprihatinkan bagi bangsa Indonesia. sungguh bejat sekali para anggota dewan tersebut.

Pasalnya ini terkait dengan harkat dan martabat masyarakat Sulsel yang terkenal dengan budaya siri na pacce dan sangat menjunjung nilai budaya itu sebagai norma yang mengikat dalam sendi-sendi kehidupan. Kenyataan ini memang pahit buat masyarakat Sulsel karena dari sebagian banyak anggota dewan. Sumatra Selatan dan Yusuf Amir Faisal.Sungguh mulia niat partai politik untuk menyatakan perang terhadap korupsi dan segalam macam yang merugikan negara. pemekaran wilayah. Namun. Sebelumnya seperti Hamka Yandhu dari Fraksi Partai Golkar bermasalah akibat aliran dana Bank Indonesia. Politisi asal Sulsel Abdul Hadi Jamal (AHD) dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) kembali berurusan dengan KPK. parlemen dan partai politik adalah lembaga paling korup sejak dua tahun berturut-turut. Biasanya hal ini terjadi ketika pembahasan rancangan undang-undang. kunjungan kerja ke suatu tempat atau daerah. Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat sedikitnya ada 10 legislator di Senayan yang sedang tersandung kasus korupsi. Kemudian wakil rakyat yang duduk di dewan sekarang ini tak semuanya bersih dan belum mampu memaknai budaya lokal sebagai salah satu prinsip hidup. tentunya merasa terpukul dengan kejadian ini. Fraksi FKB karena terlibat dalam kasus alih fungsi hutan lindung Tanjung Api-Api. persiapan rapat dengar pendapat dengan BUMN atau instansi swasta.Begitupula dengan tender proyek yang melibatkan pengusaha dan uang milyaran rupiah masuk ke kantong pribadi anggota dewan. Kejadian ini tentunya mencoreng institusi lembaga legislatif. niat mulia tersebut belum sepenuhnya terinstalasi ke dalam jiwa setiap anggota partai. mantan Ketua Komisi IV. atau proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and propert test) pejabat public. penanganan kasus. dan dari tangannya disita oleh KPK sejumlah uang yang diduga hasil suap. Sebagai orang Sulsel. Ia ditangkap KPK bersama Darmawati. pembahasan anggaran. pegawai negeri sipil Bagian Tata Usaha Direktorat Jendral Perhubungan Laut Departemen Perhubungan. Belum usai deklarasi Antikorupsi di Gedung Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) 29 Februari lalu. politisa dari daerah ini memiki jumlah terbanya. Tapi hal ini mampu membangun kesadaran masyarakat jika di gedung DPR tersebut masih terjadi praktek suap menyuap. Kasus yang menimpa AHD ini sejalan dengan Survei korupsi yang dilansir Transparency Internasional Indonesia menyebutkan. . Sumatra Selatan. Penangkapan AHD ini menambah catatan politisi asal Sulsel di DPR yang berurusan dengan KPK. studi banding ke luar negeri. Jadi ada benarnya juga jika setiap bupati yang ingin meloloskan proyek untuk daerahnya mesti menyiapkan minimal 500 juta untuk dana awal demi kebagian ‘kue’. Sarjan Taher Fraksi Partai Demokrat ditahan KPK dalam kasus dugaan korupsi alih fungsi hutan bakau menjadi Pelabuhan Tanjung Api Api di Kabupaten Banyuasin. Fenomena Suap Korupsi yang terjadi di DPR sudah menjadi cerita biasa dan terjadi secara tidak langsung melalui modus opereandi yang sangat rapi. meruntuhkan kepercayaan masyarakat dan membangun sikap pesimistik terhadap para wakilnya di DPR ataupun calon anggota dewan yang bertarung pada pemilu april 2009 mendatang. pengam bilan suatu kebijakan oleh DPR atau komisi.

akan kami tindak. Sebab prilaku para wakil rakyat tetap saja melakukan praktek haram tersebut. Padahal Isu pemberantasan korupsi yang jadi semangat reformasi 1998 dalam menumbangkan kepemimpinan orde baru yang korup. Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri menjelaskan.” ujar Gayus. dan Jaksa Agung. Data ini sungguh membuat ironis karena negara masih belum stabil akibat krisis berkepanjangan. harus ada sebuah system koordinasi penegakan hukum di ketiga instansi penegak hukum Indonesia. Benny beranggapan. “Jangan lembaga hukum kita berkelahi. Sementara itu dari data ICW disebutkan terdapat 1. Benny Kabur Harman (F-PD) meminta ketiga institusi hukum yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).” jelas Bambang. karena itu harus ada koordinasi yang baik diantara ketiga lembaga ini untuk sama-sama memberantas korupsi. “Jika terjadi konflik diantara ketiga instansi penegak hukum kita. Gayus mengatakan. Ketiag instansi penegak hukum tersebut juga diminta untuk membuat kerjasama teknis dalam melakukan penegakan hukum. Kapolri. .437 anggota DPRD dari seluruh Indonesia telah diproses hukum akibat kasus korupsi. di mata masyarakat terdapat pernyataan yang menyatakan bahwa ada ketidaksamaan antara Kejaksaan Agung.Lain halnya dengan Badan Kehormatan (BK) DPR yang merilis 70 orang anggota dewan yang yang diadukan masyarakat karena terlibat kasusu hukum sejak Desember 2005Juni 2007 (ICW). Mabes Polri. Hal tersebut ditegaskan Benny saat memimpin Rapat Kerja antara Komisi III DPR dengan KPK. maka yang akan tertawa lebar adalah para koruptor. pemberantasan korupsi merupakan agenda 100 hari Polri. dan KPK dalam pengambilan tindakan terhadap tersangka korupsi. Namun itu ternyata hanya jargon dan mimpi belaka. Hal yang sama diungkapkan oleh Anggota Komisi III DPR Gayus Lumbuun (F-PDIP). dan Kejaksaan Agung untuk berkoordinasi dalam memberantas korupsi di Indonesia. sementara para koruptor bebas berkeliaran di mana-mana. “Apabila ada oknum penyidik Polri baik dari tingkat Polsek sampai Mabes Polri yang terlibat kasus mafia peradilan. Kapolri. Hal tersebut menurut Bambang dapat dilihat dari adanya beberapa kesepakatan yang telah ditanda tangani oleh pimpinan masingmasing institusi dalam menangani kasus korupsi. Polri juga tidak segan-segan untuk menindak oknum penyidik polri yang terbukti terlibat dalam mafia peradilan.” tegas Benny. Rabu (18/11). di DPR. Ketua Komisi III DPR RI. Pihak Polri juga telah melakukan kerjasama dengan pihak Kejaksaan Agung dan KPK dalam rangka pemberantasan korupsi di Indonesia. Polri. Sementara rakyat jelata makin miskin dan tak berdaya dengan tingginya biaya sosial.

yang mengantor di Senayan dan telah menikmati berbagai fasilitas uang rakyat selama ini. Meskipun mereka orang-orang yang dianggap besar dalam kekuasaan. Sedangkan mengenai koordinasi. berbagai upaya publikasi tidak mendidik dilancarkan partai-partai besar. Agar kekuasaan mereka di legislatif tetap eksis hingga 2014. dalam penjelasannya kepada Komisi III DPR. Kejaksaan Agung juga telah melakukan langkah-langkah kongkrit berupa pengawasan melekat & fungsional terhadap sumber daya manusia di lingkungan Kejaksaan Agung. Jaksa Agung Hendarman Supanji dalam Raker tersebut mengatakan. Inikah hal yang dianggap “positif” oleh partai besar yang perlu ditiru oleh masyarakat kita? Masih segar diingatan bagaimana anggota dewan terhormat kita di Senayan yang sering bolos dikala sidang. Kejaksaan Agung telah melakukan pembaharuan birokrasi yang tidak akan dimasuki oleh mafia peradilan. Aksi saling klaim keberhasilan sepihak dengan mengabaikan dukungan kerja keras dari pihak (tim) serta membom-bardir data-data yang didesain sedemikian rupa. namun sikap dan sifat mereka bak anak TK di hutan rimba. dalam memberantas korupsi. sebenarnya KPK sudah berkoordinasi dengan pihak Mabes Polri dan Kejaksaan Agung dalam rangka pemberantasan korupsi.(ol) Membludaknya partai yang ikut dalam Pemilu 2009 dengan janjijanji dan iklan-iklan yang mengelitik sel saraf untuk mencerna secara cerdas membuat masyarakat akan semakin binggung. sehingga masyarakat kecil tertipu bahkan menjadi objek eksploitasi. Partai-partai yang menang dalam Pemilu 2004. mengatakan. Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean. KPK juga akan memperkuat pengawasan internal agar para penyidik KPK tidak terlibat kasus mafia peradilan. yang menjadi preman pasar . pihaknya telah menandatangani pakta kerjasama dengan pihak Mabes Polri dan KPK seperti penanganan tindak pidana korupsi dengan gelar perkara. karena para penyidik KPK berasal dari kedua institusi tersebut. serat melakukan pertemuan dengan pimpinan KPK secara periodik. yang sering ngawur ketika membahas agenda rapat. Hendarman menjelaskan. mana pilihan yang tepat pada 9 April mendatang.Sementara itu. baru muncul seolah-olah “malaikat penyelamat” menjelang Pemilu.

minimal mereka mengantongi lebih 2. anggota dewan tega meminta (menerima) uang gratifikasi dan tambahan gaji. tidak lain tidak bukan adalah “rupiah” ataupun ketenaran. Ketika rakyat kecil berhutang di Bank dan telat membayar bunga dan cicilan utang. akses administrasi. maka data-data dan objektivitas masyarakatlah yang dapat mematahkan “keberhasilan. biaya aspirasi ditambah gaji pokok. kepemimpinan” yang dikatakan tanpa cacat. karena para “toke” atau bos perusahaan tersebut (BUMI Resource) dimiliki oleh lingkaran . Ditengah kemiskinan masyarakat yang tidak kunjung berkurang (bahkan jumlahnya meningkat). Baik di Senayan maupun di Istana. gaji. Dengan penghasilan rata-rata di atas 40-an juta per bulan. Setelah menjabat 1 periode (5 tahun). dan tidur dikala rapur. Kita dapat mengira-ngira. Jika mereka cukup berhemat dan menyetor 10-15% penghasilan mereka ke partai. Disparitas antara kekayaan dan kemewahan hidup anggota DPR dengan rakyat. sosial. maka selama 1 periode.4 miliar rupiah. maka kekayaan mereka tetap meningkat minimal 1 miliar rupiah. semakin memberkikan jarak pisah baik secara psikologis. biaya rapat. kini tampaknya “jauh api dari panggangan”. kehebatan. biaya legislasi UU yang menyedot uang pajak rakyat. pranata sosial maupun ekonomi hidup.berdasi ketika berurusan anggaran negara dan daerah. kesucian. mengapa begitu besarnya tendesius orang-orang untuk menjadi caleg baik di DPR maupun DPRD akhir-akhir ini meskipun mereka belum memiliki cukup kapasitas sebagai dewan yang terhormat. Namun. maka agunan si rakyat tersebut langsung disita. para politisi negeri ini tidak memiliki mental mengakui kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan pada rakyat. akan menjadi miliarder-miliarder baru. biaya perjalanan. biaya komunikasi. masih meminta kenaikan tunjangan kesejahteraan. Saya tidak akan memaparkan bagaimana perasaan sebagian besar rakyat Indonesia melihat skandal dan pelecehan oleh perusahaanperusahan tambang Batubara (sebagiannya milik Menko Kesra Kabinet SBY-JK) kepada konstitusi RI dengan tidak membayar pajak (royalti). maka seorang dewan yang pemalas (hadir rapat) pun. Seorang dewan yang harusnya bisa merasakan penderitaaan rakyat karena berbagai kesulitan ekonomi.

lebih lembut dari kain sutra oleh “Bapak Antikorupsi” SBY.dalam pemerintah (Bakrie Brothers). suasana adem-adem saja. Dharmono K Lawi (PDI-P) : Mantan buronan kasus pidana . Data-Data Referensi Data-data ini saya kutip dari berbagai media massa online yang memberitakan perilaku korup dan skandal seks yang harusnya tidak dilakukan orang-orang terhormat yang terpilih langsung melalui mekanisme partai dan pemilu. bagaimana skandal-skandal di istana luput dari pembersihan praktik Orba (KKN). Pelecehan. dan yang Bermasalah (tersangka) * M Yahya Zaini (Golkar) : Skandal seks dan selingkuh dengan Maria Eva * Max Moein (Partai PDI P) : Skandal Seks dan Foto Syur * H. Kekerasan. Hmm……meskipun sampai saat ini. maka hal ini dapat ditolerir dengan sangat lembut sekali. bagi saya fenomena ini bak Petir di tengah hari bolong. Saleh Djasit (Golkar) : kasus pengadaan Damkar * Hamka Yandhu (Golkar) : kasus aliran dana BI * Agus Condro (PDI-P) : kasus uang gratifikasi BI * Sarjan Taher (Partai Demokrat) : kasus alih fungsi hutan * Al-Amin Nasution (PPP) : kasus alih fungsi hutan * Yusuf Emir Faishal (PKB) : kasus alih fungsi hutan * Bulyan Royan (Partai Bintang Reformasi) :kasus pengadaan kapal Dephub * Antony Zeidra Abidin (Golkar) : kasus aliran dana BI * Adiwarsita Adinegoro (Golkar) : kasus dana kehutanan * Abdul Hadi (PAN) : tersangka kasus korupsi pembangunan daerah tertinggal Skandal Seks. Kasus Korupsi Senayan (Terbukti) * H.

kader Pak SBY-pun. Bahkan ironisnya. suap. dan pernah merampas kamera yang digunakan satpam keamanan di kawasan perkantoran Penutup Untuk mengakhiri topik ini. yang tetap membolos rapat penting meskipun telah mendapat 40-an juta per bulan dari uang rakyat). Saya jadi khawatir jika KPK masih tebang pilih kasus dalam upaya pemberantasan korupsi di negeri ini. skandal seks. “berhasil”. Dari data sementara yang saya himpun. sampai saat ini. “hebat” dan “bersih” dibanding yang lain.korupsi APBD Banten dan akhir ditangkap Kejagung * Theo Syafei (PDI-P) : Pernah terjerat kasus korupsi di tahun 2002.5 miliar. dan terpilih kembali jadi anggota DPR periode 2004-2009 * Jaka Aryadipa Singgih (PDI-P) : Tersangka kriminal penyerangan/penyerobotan. saya hanya berharap tulisan ini menjadi masukan kita untuk menjadi semakin cermat dan tidak begitu saja mempercayai iklan-iklan yang sok lebih “suci”. ternyata hampir sebagian partai di DPR 2004-2009 berpenyakitan. . KPK masih belum menindaklanjuti kasus pelaporan Agus Condro yang mengatakan sebagian besar anggota Komisi IX menerima uang gratifikasi BI dengan total nilai korupsi Rp 31. Karena kita tahu bahwa dalam komisi IX DPR. KPK belum berhasil mengungkap pengakuan Agus Condro yang mengaku banyak anggota DPR di komisi IX yang menerima gratifikasi BI masingmasing 500 juta. hanya sebagian kecil partai yang sedikit bebas dari kasus korupsi (Namun masih belum bebas dari ketidakempatian anggota dewan atas kemiskinan rakyat yang ngotot mendesak kenaikan tunjangan dan gaji. Sayang. Sampai saat ini (hampir 1/2 tahun). dari kurang berempati dengan kesulitan hidup masyarakat hingga rajin bolos. Sehingga apakah KPK memang kesulitan mengungkap kasus ini karena harus menghadapi banyak partai atau ADA APA INI? Melalui kejadian demi kejadian di Senayan. tetapi bebas. dan pemerasan. terdapat sekitar 40-an anggota dewan yang terdiri dari kader-kader tiap partai.

com.? Sebelum partai-partai asyik berjanji ria di iklan. Dan beranikah pemimpin negeir ini mengusut orang internalnya (ring dalam) yang telah memberikan dana kampanye di tahun 2004 yang jelas-jelas telah melecehkan hukum negara…. dan media-media yang dapat dipercaya). uang. ditengah-tengah 40 juta orang miskin Indonesia diambang kekurangan gizi. Belum lagi kasus Bupati Situbondo. mediaindonesia. masih kelas anak kakap atau bahkan teri. Al Amin Nasution. skandal royalti batubara. Ismunarso yang tidak lain tidak bukan adalah Ketua DPC Partai Demokrat Situbondo yang tersanjung kasus korupsi merugikan negara Rp 45. silahkan Anda mengecek di Google. Artinya apa? Setiap partai di Indonesia masih sedang sakit. detiknews. Pilihlah orang-orang yang berkompenten dalam pencalegan partai. Untuk mengecek validitas data. surya. pikiranrakyat. pendidikan. kesehatan bahkan kematian. Saya hanya mencantumkan nama-nama politisi tersebut dari sumber-sumber online yang terpercaya (kompas. waspada.Pak Sarjan Taher terlibat dalam korupsi alih fungsi hutan. Mereka hanya bisa merintih dan seraya bekerja keras untuk dapat makan keesokan harinya. kelas pembuat kebijakan yang merugikan masyarakat dalam jangka panjang. tempointeraktif. belum ada apa-apa jika dibanding skandal BLBI. inilah. mereka lupa dan tanpa berhati perut tetap meminta kenaikan tunjangan dan sebagainya.co. atau kerabat. Inilah yang luput dari perhatian besar para wakil rakyat di daerah (DPRD) maupun DPR ketika mereka telah berkuasa dan mendapat puluhan juta meskipun sering bolos rapat. Kasus korupsi Bulyan Royan.id.7 miliar. Jangan sampai masyarakat terkecoh dan memilih caleg yang hanya mencari uang dan kekuasaan yang setelah terpilih. . bukan popularitas (sekadar tampang). lebih baik perbaiki dulu mental dan tabiat buruk caleg-caleg yang bermasalah. dan skandal UU titipan kepentingan Amerika dan kroninya. hanya saja apakah pemimpin partai dan kader-kader partai memiliki komitmen untuk menberangus kasus korupsi kelas kakap.

Presiden secara pribadi punya preferensi. para koruptor bukan hanya melakukan perlawanan dari luar.Sumber : http://nusantaranews. tapi juga mencoba masuk ke dalam internal pimpinan KPK. Salah satunya melalui calon yang diduga titipan para koruptor. Rhenald pun menjamin pihaknya tidak akan kecolongan. maka Bibit dan Chandra menjadi tersangka. Jakarta. dengan demikian ada kekosongan di tubuh pimpinan KPK. Presiden pun memberikan perhatian besar untuk calon pimpinan KPK.wordpress. Namun demikian. Staf Khusus Kepresidenan bidang hukum Denny Indrayana. dirinya tidak tutup mata akan hal tersebut. menolak calon pimpinan KPK titipan koruptor ini. pansel KPK sudah memiliki trik untuk menangkal calon yang diduga kuat titipan koruptor. yaitu kasus Bibit dan Chandra. “Jika praperadilan Anggodo dimenangkan. Pansel KPK Punya Trik Ketahui Calon Titipan Koruptor Corruptor fight back! Istilah itu marak setelah sejumlah tersangka korupsi melakukan perlawanan untuk melemahkan lembaga antikorupsi melalui gugatan ke pengadilan. Untuk itu menjadi pimpinan KPK tidak cukup dengan keberanian saja. Anggota panitia seleksi pimpinan KPK.” jelasnya. “Tentunya. Dalam hal ini.” ujarnya dalam diskusi “Polemik” yang digelar Trijaya FM di Cikini. Cikini. Ini yang paling penting di pansel.com/2009/03/05/daftaranggota-dpr-bermasalah-beserta-partainy Banyaknya pendaftar calon pimpinan KPK tidak menutup kemungkinan adanya calon titipan koruptor agar bisa mengendalikan lembaga pemberantas korupsi itu. cirinya pun mudah dikenali. Sabtu (29/5/2010). Karena preferensi presiden pun tidak bisa menentukan lolosnya di DPR.” tegas Rhenald usai acara diskusi “Polemik” Trijaya FM di Warung Daun. Rhenald Kasali mengaku. Kini diendus. Menurut Denny.” ungkap Denny. “Kami memiliki pengalaman dan pengetahuan. Sabtu (29/5/2010). dan saya pikir beban berat itu ada di pansel. Dua pimpinan KPK itu sedang bermasalah terkait kasus Anggodo Widjojo. Menurut Denny. tetapi saya tidak tahu siapa preferensi beliau. KPK jilid ke dua ini punya tantangan yang sangat besar. Apakah pansel bermain atau tidak. “Cirinya ada permainan uang di situ. . Dengan tegas.

memperkuat pendapat bahwa korupsi di kejaksaan bukan isapan jempol belaka. korupsi.Salah satu cara yang akan dilakukan pansel adalah dengan menelusuri rekam jejak calon yang diduga titipan koruptor tersebut. dan penundaan eksekusi merupakan pola yang umum dilakukan oleh oknum jaksa yang tidak bertanggung jawab. Wacana mengenai adanya calon pimpinan KPK titipan koruptor dilontarkan pertama kali oleh Sekretaris Satgas Antimafia Hukum. pengalihan dari perkara pidana menjadi perkara perdata. Ibarat kapal. Dalam sejarahnya. Institusi kejaksaan saat ini mengalami krisis kepercayaan. Terungkapnya praktek mafia peradilan di atas cukup memberikan penilaian bahwa institusi penegak hukum. praktek korupsi di tubuh kejaksaan bukanlah hal baru. tapi kami akan mempelajari mereka bahkan menelpon orang yang kenal dengan calon untuk diketahui bagaimana latar belakangnya. penyidikan. bahkan sudah menjadi rahasia umum. Komisi Kejaksaan sejak 1 Januari hingga 14 Desember 2007 menerima 422 laporan . hingga eksekusi suatu perkara. Denny Indrayana. 02 Juli 2008 | 17:24 WIB Bukti rekaman antara Artalyta Suryani dan pejabat tinggi Kejaksaan Agung yang diperdengarkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi sungguh memukul dan membuat kecewa seluruh jajaran korps Adhiyaksa. Pengalihan tahanan. Terungkapnya praktek korupsi ini kenyataannya berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap kejaksaan ke tingkat yang paling rendah. khususnya kejaksaan. Penelitian ICW di enam kota besar di Indonesia menemukan bahwa praktek kolusi. dan pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa biasanya terjadi pada proses penyelidikan. khususnya di kejaksaan. Hal ini terbukti dari semakin meningkatnya laporan masyarakat mengenai perilaku jaksa yang menyimpang tersebut. penghilangan barang bukti. yaitu Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan dan Komisi Kejaksaan. posisinya dapat dikatakan hampir tenggelam. “Rekam jejak bukan hanya tertulis. penuntutan. memiliki permasalahan besar dengan sistem integritasnya. keberadaan dua institusi ini juga tidak mengurangi praktek menyimpang yang dilakukan oleh oknum kejaksaan. Meskipun demikian. Hasil penelitian Indonesia Corruption Watch (ICW) pada 2001-2002 mengenai pola-pola korupsi di lingkungan peradilan. Padahal sejauh ini ada dua institusi yang khusus mengawasi perilaku dan kinerja jaksa. Dia menaruh kecurigaan ada beberapa calon yang sebenarnya ingin melemahkan posisi KPK. penggelapan dan penghentian perkara. [okezone] Membersihkan Korupsi Kejaksaan Rabu.” urai Rhenald. negosiasi dakwaan dan tuntutan.

sanksi tersebut tidak akan memutus mata rantai praktek mafia peradilan. Jika sanksinya hanya mutasi. kedua orang ini dapat kembali berdinas di lingkungan kejaksaan. Dari jumlah tersebut. sangat langka kasus yang berlanjut ke proses hukum. gaji. meskipun perlu mendapat respons positif. setelah menjalani masa tahanan selama 2 tahun. 51 jaksa dijatuhi sanksi sedang berupa sanksi administrasi. khususnya yang melibatkan jaksa. Selain karena faktor kesejahteraan jaksa yang rendah. meski dengan kategori berat berupa pencopotan jabatan. penjatuhan sanksi administratif terhadap jaksa-jaksa yang dinilai bermasalah. Total jaksa yang diberi sanksi pada 2007 adalah 89 jaksa yang terdiri atas 25 orang dijatuhi sanksi ringan. Dari laporan tersebut. pada akhirnya tidak memberikan efek kejut (shock therapy) bagi jaksa-jaksa nakal lainnya.masyarakat tentang kinerja dan perilaku jaksa. dari 10 kasus suap yang melibatkan oknum jaksa. yang disayangkan hanya sebatas pada pemeriksaan ada atau tidak adanya pelanggaran kode etik atau disiplin pegawai negeri sipil. Artinya. terdapat beberapa faktor lain yang menyebabkan kalangan internal kejaksaan gagal menyelesaikan persoalan korupsi yang dilakukan oleh oknum jaksa. hingga pemberhentian secara tidak hormat. apabila dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian pengawasan ditemukan adanya indikasi . Tindakan yang tidak tegas dari pimpinan kejaksaan juga akan melahirkan aktor-aktor korupsi baru di lingkungan kejaksaan. sering kali terjadi praktek kolusi dalam proses pemeriksaan sehingga melahirkan kesimpulan dugaan penyimpangan tak terbukti. hingga non-job dan penurunan pangkat serta penundaan kenaikan gaji. Dapat dipastikan akan selalu muncul oknum-oknum jaksa yang kembali melakukan tindakan serupa di masa yang akan datang. Kedua. kenyataannya persoalan korupsi di jajaran kejaksaan tetap saja tak kunjung usai. Pemberian sanksinya juga terbatas hanya bersifat administratif. Pada sisi lain. Hal demikian dapat dilihat dari sejumlah dugaan pemerasan atau gratifikasi yang dilakukan oleh oknum jaksa. Ketiga. saat ini baru jaksa Cecep dan Burdju yang telah diproses hingga ke pengadilan dan akhirnya dijatuhi vonis bersalah oleh hakim. Pertama. Pada 2006. Tindakan pemeriksaan yang dilakukan oleh kalangan internal kejaksaan. yang diteruskan ke Jaksa Agung sebanyak 204 laporan. mutasi. khususnya melakukan korupsi. Dalam pantauan ICW selama 2005-2007. Jumlah yang masuk pada 2007 meningkat dibanding tahun sebelumnya. jaksa yang bersangkutan justru akan menerbitkan bibit penyakit (epidemi) korupsi baru di daerah yang ditempati. dan 13 jaksa dikenai sanksi berat seperti penurunan pangkat. sebanyak 202 laporan dilanjutkan ke Jaksa Agung. laporan masyarakat yang masuk ke Komisi Kejaksaan sebanyak 398. persoalan kultural. Meski sudah ada tindakan yang diambil. Harusnya ada sinergi antara bidang pengawasan dan bidang pidana khusus di lingkungan kejaksaan. Terdapat kondisi di mana adanya keengganan (ewuh pakewuh) di kalangan jaksa untuk memeriksa sesama rekan seprofesi dan semangat untuk melindungi korps (espirit de corps) yang berlebihan. Ironisnya. Meski hasil pemeriksaan menyatakan terbukti adanya pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa tersebut.

Dalam rangka memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan dan membersihkan dari oknum-oknum jaksa yang tidak bertanggung jawab. Upaya pembersihan dan menyelamatkan institusi kejaksaan saat ini sudah tidak dapat ditawar lagi dan harus segera dilakukan. dan jaksa Ika Syafitri tergabung dalam jaksa penuntut (P16A) dalam berkas perkara Gayus. melindungi jaksa-jaksa nakal hingga berdampak negatif sebagai "pelindung jaksa nakal". Cirus. kualitas. dalam jumpa pers yang digelar pada Rabu di Jakarta menyatakan.suap atau pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa. Fadil. 28 Oktober 2010 12:13:21 | Berita | (70 view) JAKARTA (Suara Karya): Setelah terombang-ambing tidak menentu. akhirnya Kejaksaan Agung mengakui bahwa jaksa Cirus Sinaga dan jaksa Fadil Regan diduga terlibat dalam penyusunan rencana tuntutan (rentut) ganda yang menyebabkan Gayus Tambunan divonis bebas. anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch Kejagung Kehilangan Kepercayaan Kamis. Emerson Yuntho. Pernyataan Presiden ini sesungguhnya memberikan kewenangan penuh bagi Jaksa Agung untuk membersihkan jaksa-jaksa nakal di seluruh jajaran kejaksaan. . sebaiknya Presiden SBY perlu mempertimbangkan untuk mencopot Jaksa Agung Hendarman Supandji dan menggantinya dengan orang yang memiliki integritas. Widyo Pramono. Jika langkah tegas tidak juga dilakukan. keberanian. hal yang harus dilakukan oleh Jaksa Agung adalah berani bertindak tegas untuk meminimalkan praktek korupsi di lingkungan kejaksaan. Selanjutnya. khususnya memperbaiki mekanisme pengawasan dan penjatuhan sanksi disiplin bagi jaksa yang dinilai bermasalah. Kejaksaan Agung (Kejagung) akan menyerahkan kasus pemalsuan rentut yang diduga dilakukan dua orang jaksa dan Haposan Hutagalung itu ke pihak kepolisian. Persoalannya adalah apakah Jaksa Agung punya keinginan kuat untuk membersihkan institusi kejaksaan dari praktek korupsi? Rentetan peristiwa suap atau pemerasan atau kolusi yang dilakukan oleh sejumlah oknum jaksa seharusnya dapat menjadi momentum bagi kejaksaan untuk memperbaiki diri. hal ini seharusnya ditindaklanjuti oleh bagian pidana khusus untuk memproses secara pidana. dan komitmen dalam pemberantasan korupsi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri dalam amanat memperingati Hari Adhyaksa pada 2006 bahkan telah memerintahkan Jaksa Agung agar tidak segan-segan menindak tegas sesuai dengan hukum tanpa diskriminasi terhadap oknum-oknum jaksa yang tidak terpuji dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Bukan sebaliknya. Ketua Tim 9 yang memeriksa rentut ganda Gayus Tambunan yang juga inspektur pada Pidum Kejaksaan Agung.

Kemudian. B. kembali membuka tabir bahwa kejaksaan kerap "bermain-main" dengan kasus yang ditangani. Jaksa F diperintahkan oleh C dan perintahnya untuk mengirim faks ke Kejari Jaksel. yakni Plt Jaksa Agung Darmono dan Jampidsus M Amari perihal tindak lanjut penyelesaian perkara Bibit-Chandra. Selanjutnya. Indikasi pemalsuan dalam rentut tersebut. juga dalam kasus Bibit-Chandra dan sisminbakum. saat ini makin kehilangan kepercayaannya. Pohan Laspy memerintah stafnya. tim akan melaporkan pemalsuan itu ke pihak berwenang karena ada dugaan pelanggaran Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP. menurut Widyo." katanya. Kemudian. sehingga tidak lagi memedulikan kepentingan bangsa. Bambang Soesatyo. dari waktu pengiriman faksnya sama. Hal itu sekaligus membuktikan bahwa Kejaksaan Agung tidak mampu menyelesaikan kasus yang menyita perhatian publik. B dihubungi oleh F yang merupakan anggota jaksa P16 perkara Gayus." katanya. Ketua Dewan Pengurus Transparency International Indonesia (TII)." katanya. Todung menunjuk aksi saling bantah dua pejabat teras kejaksaan. terutama terhadap Kejaksaan Agung. pengirimannya error dan B melaporkan hal itu ke Pohan. Atas temuan itu. dugaan keterlibatan Cirus Sinaga dkk dalam kasus Gayus Tambunan. F meminta staf TU di Kejari Jaksel untuk menyerahkan faks Jukut tersebut yang selanjutnya diserahkan kepada jaksa C. Anggota Komisi II DPR Achmad Yani menyatakan. . Todung Mulya Lubis. Hal senada juga dikemukakan anggota Komisi III DPR lainnya. padahal tidak lazim karena biasanya menggunakan ballpoint. Sementara itu. kasus itu berawal dari surat petunjuk penuntutan (juktut) tanggal 25 Februari 2010 yang memerintahkan kasubbag tata usaha bernama Emo untuk mengirimkan juktut ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten." katanya. terlihat dari Surat Juktut Nomor R431 dan R455. Pemalsunya H. untuk mengirimkan faks juktut ke Kejati Banten. Menurut Bambang. "Penulisan nomor surat pada R431 menggunakan spidol.Berdasarkan pemeriksaan tim. Surat Juktut Nomor 431 sanksi hukumannya dihapus yang semua satu tahun penjara menjadi 6 bulan masa percobaan. "Surat juktut yang palsu menggunakan sanksi hukuman untuk terdakwa narkoba Thio Ben Tjai. Karena itu. Achmad Yani mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera melantik Jaksa Agung yang baru agar rivalitas di internal Kejaksaan Agung tidak berlarut-larut. Masing-masing kelompok berusaha saling menjatuhkan. "Selanjutnya juktut bernomor R455 diserahkan ke H dan diserahkan ke Gayus. "Sebelum dikirimkan ke Kejati Banten. Namun. menilai kondisi penegakan hukum di Indonesia. rivalitas internal menuju kursi Jaksa Agung yang berlangsung begitu telanjang dan sarat intrik.

proses penegakan hukum membutuhkan sikap yang tegas." ujarnya. Padahal. Jakarta . dan perorangan.Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat membacakan petisi berjudul "Kembalikan Negara Hukum. Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia (TII) Teten Masduki menengarai adanya masalah internal yang kompleks di Kejaksaan Agung. pekerja profesional." di halaman gedung Mahkamah Konstitusi. 22 Agustus 2010 | 17:37 WIB Besar Kecil Normal Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Masyarakat Koalisi Sipil Indonesia saat melakukan aksi damai di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Jakarta. Minggu (22/8).com/news. TEMPO/Eko Siswono Toyudho TEMPO Interaktif. kepercayaan masyarakat terhadap jajaran kejaksaan pun akan menurun. Ia juga meminta kepada SBY untuk membenahi struktur Polri secara menyeluruh. justru mencerminkan ketidakpastian hukum. Dalam pembacaan petisi ini. serta sekitar 50 aktivis. Minggu (22/). Petisi ini. Penurunan kepercayaan ini dilatarbelakangi oleh . Todung menilai sikap seperti itu juga merupakan cermin dari tidak tegasnya kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selamatkan Polri. pengacara Bibit S Rianto dan Chandra Hamzah. menurutnya disusun berdasarkan keprihatinan para aktivis LSM dan masyarakat sipil terhadap semakin menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum ini.Sikap seperti itu. "Kami meminta presiden SBY mencopot petinggi kepolisian yang terlibat praktek mafia peradilan dan rekayasa proses hukum. Taufik meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengambil tindakan tegas dalam mereformasi Kepolisian Republik Indonesia.html?id=264956 Sumber : Suarakarya Online Masyarakat Sipil Sampaikan Petisi Minggu. menurut Todung. (Jimmy Radjah/Sugandi/Nefan Kristiono) http://www. Pembacaan petisi dilakukan oleh Taufik Basari. Imbasnya.suarakarya-online.

Pemberantasan korupsi di Indonesia sepertinya berjalan di tempat. M Mahfud MD ? Tidak ada konflik MK vs Polri. Menurut anda. sampai saat ini pendukung petisi ini berjumlah sekitar 540 orang.sejumlah kasus yang mencoreng nama Polri. selanjutnya petisi yang sama juga akan ditujukan kepada kejaksaan dan pengadilan. Terbukti adanya penarikan pengawalan Polri terhadap Ketua MK. jabatan dan profesi di Indonesia sekarang belum professional. maka kita perlu memperbaiki diri. berarti semua pengawaspun diawasi. Jadi semuanya sedang mengalami penurunan kepercayaan dari masyarakat. Konflik antara KPK vs Polri yang berimbas pada pembentukan Tim 8 oleh Presiden. kita diberi tahu dalam kenyataannya ada praktek-praktek yang sangat tidak terpuji dalam lingkungan lembaga penegak hukum. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). angtara lain Indonesia Corruption Watch (ICW). Jadi peristiwa sekarang harus disyukuri. itulah konflik. tidak boleh menerima dan tidak boleh mengambil lebih dari yang seharusnya. Padahal ada forum beradab untuk menyelesaikan semunya yakni pengadilan. bagaimana mengatasi maraknya makelar kasus (markus) dan makelar jabatan (mantan) di pengadilan dan kejaksaan ? Semua orang harus berusaha untuk menjadi teladan dengan akhlaqul karimah. Jadi perilaku seorang meskipun Ketua MK tidaklah menentukan." ujarnya. Prof Dr Jimly Asshiddiqie SH seputar penegakan hukum di Indonesia. Seluruh hakim MK sama kedudukannya. Karena ini pula lembaga negara diatur dalam UU. legislatif dan yudikatif. Kalau mengambil lebih dari seharusnya. Seharusnya hakim merupakan jabatan pendiam. melalui internet video streaming maka seluruh dunia bisa menyaksikannya. jabatan itu biasa saja. memang sistimnya sudah terbuka. . Terbukti pernah ada beberapa personilnya yang terlibat praktek korupsi dan suap sehingga mereka diadili dan dipecat dari KPK." ujarnya. sehingga kalau ada alat bukti yang diajukan ke forum sidang MK. jangan menduduki jabatan. Apa perlu ada lembaga pengawas KPK. Mereka ada yang menduduki jabatan resmi atau diluar jabatan resmi. Berikut ini wawancara Abdul Halim dari Tabloid Suara Islam dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia. maka mereka berjuang apa saja dikerjakan supaya dapat jabatan. Bahkan KPK sendiri disinyalir tidak bersih seratus persen. Jadi bukan MK sebagai institusi. Amanah tidak boleh dinikmati sendiri oleh orang yang diberi amanah. Nanti siapa pengawasnya pengawas ? Sebagai mantan Ketua MK. jaksa. dan banyak lagi. Menurut Taufik. semestinya itu dilarang. Mereka saling menjelekkan. Markus dan mantan semakin marak karena orang mau menikmati jabatan. supaya tidak terjadi sengketa antar lembaga negara. bundaran HI atau televisi. maka haram hukumnya yang berarti korupsi juga. sistimnya sudah terbentuk video conference dan video streaming. kasus Gayus. padahal seharusnya itu tidak boleh. dan Transparansi Internasional Indonesia. pengumpulan dukungan untuk petisi ini akan terus dilakukan. Kalau negara sedang berkembang. karena kami harap jika dari Polri nya sudah baik. Jabatan tidak boleh dinikmati." ujarnya. mereka masing-masing memiliki argumentasi yang benar menurut versinya sendiri-sendiri. tidak boleh bicara diluar putusan apalagi yang menyerempet-nyerempet perkara yang menyangkut kewenangan orang lain. Itulah para makelar yang berkolaborasi untuk memperjuangkan orang agar dapat jabatan yang kelak dapat ikut menikmati jabatan tersebut. Itulah sebabnya Islam melarang meminta-minta jabatan. keluar masuk Istana biasa saja. Borok sistim penegakan hukum kita menjadi terbuka dan sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi. Mantan ketua KPK. itu prinsipnya. dia harus menunaikan tanggung jawabnya bahkan lebih dari seharusnya. Polri marah karena statemen yang ingin memecat Kapolri dan sebagainya. semua bisa melihatnya. Apakah konflik kali ini serupakan usaha untuk melemahkan KPK yang selama ini dikenal sebagai lembaga pemberantasan korupsi? Sekarang citra penegakan hukum sedang menurun. jadi ini mafia. lagi pula belum ditopang dengan ekonomi yang mapan. Jadi kalau tidak sanggup. Pengumpulan dukungan ini direncanakan sampai Kamis minggu depan. Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak kekerasan (Kontras). PNS. Ia menambahkan. Konflik biasanya diselesaikan di forum politik. Bukan cuma itu. Erry Ryana Hardjapamengkas. Bagaimana pemberatasan korupsi di Indonesia pasca konflik KPK vs Polri ? Konflik yang memutuskan hakim. "Selanjutnya akan diserahkan kepada Presiden. Bahkan di semua daerah dimana ada 34 Perguruan Tinggi. Barangkali ada orang yang kurang enak dengan pemutaran rekaman. Semua orang yang mengaku beriman. zaman Gus Dur keluar Istana. Jabatan sekecil apapun adalah amanah dan amanah berisi tanggungjawab. semua itu akibat dari keterbukaan MK. Nanti dibawa ke pengadilan siapa yang benar. polisi. Pasalnya. maka wajib baginya menjadikan dirinya teladan dalam etika yang mulia dan akhlaqul akrimah. berarati korupsi dan haram hukumnya. dia tidak mengerjakan kewajibannya. Jadi seorang yang menduduki jabatan apa saja. maka orang tidak boleh meminta-minta jabatan. tetapi pribadi Mahfudnya. Itu melanda semua lembaga penegak hukum termasuk KPK. advokad. Hanya menikmati jabatan untuk kepentingannya sendiri. Ketua MK hanyalah tukang memimpin sidang dan ketok palu. ustad dan termasuk di lingkungan ormas Islam. rekening gendut polri. Nanti kalau sudah dapat jabatan. tetapi semua pekerjaan. Apakah itu hakim. Presiden sebagai kepala negara tentu dapat menyusun agenda bagaimana memperbaiki persoalan ini. Kehakiman bahkan Mahkamah Agung (MA) belum mampu di reformasi. namun ternyata birokrasi dan lembaga penegak hukum seperti Polisi. yang juga turut dalam pembacaan ini mengatakan. bagaimana tanggapan anda dengan adanya pemutaran kaset hasil penyadapan KPK di MK baru-baru ini ? MK tidak bisa tidak harus terbuka. menunjukkan sistim penegakan hukum di Indonesia masih kacau. Alhamdulillah. Apakah ini menunjukkan aparat penegak hukum belum professional ? Bukan hanya aparat penegak hukum. bagaimana tanggapan anda dengan adanya konflik terselubung antara MK vs Polri. Tidak ada putusan MK diluar putusan 9 orang hakim MK atau minimal 7 orang hakim MK. Itu yang menjadi masalah bukan lembaganya. Kejaksaan." ujarnya. apalagi markus lebih haram lagi karena diluar aturan. Kemudian menjadi Ketua MK dan keluar lagi. Tinggal kita menjaga kualitas iman dan akhlaq. Jelas sekarang kepercayaan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi sedang menurun. itu kuncinya. Bagi saya. Bagi saya ini sesuatu yang enteng dan biasa saja. baik kekuasaan politik maupun ekonomi. Kalau logika itu diikuti. ya salah. "Seperti kasus mafia hukum. paling-paling orang marah karena Mahfud banyak ngomong. Sebagai mantan Ketua MK. Karena tingkat perkembangan masyarakat masih belum terlalu maju. Kita belum terbiasa menyelesaikan konflik di pengadilan. bahwa ini hanyalah sebuah awal dari upaya membersihkan sistem hukum di Indonesia. masih primitif cara membangun mekanisme penegakan hukum dan masih banyak dipengaruhi para preman. dan kehakiman. Jika kurang dari kewajibannya. Bahwa jabatan adalah amanah dan tidak selayaknya dinimati. rekayasa kasus pimpinan KPK. sehingga sidang-sidang MK bisa dilihat di seluruh dunia melalui internet. dosen. "Bagi teman-teman yang ingin bergabung bisa gabung di grup facebook dan tweeter kami. karena begitu kuatnya perlawanan para koruptor yang bercokol di eksekutif. Pemutaran rekaman itu bukan kesalahan MK. Petisi ini juga didukung sejumlah lembaga swadaya masyarakat. Selain itu meski sudah ada KPK sejak 6 tahun lalu. Menurutnya. "Kenapa ini ditujukan kepada Polri. Tetapi kalau kewajiban tidak boleh kurang dari kewajibannya. karena kekuasaannya yang sedemikian besar ? Nanti pengawasnya diawasi siapa lagi. Jadi sekarang sudah zaman keterbukaan. Meski kita telah memasuki era reformasi selama 10 tahun. Karena itu mantan haram hukumnya. Dulu zaman Habibie kita berkuasa. dia tidak boleh mengambil. yang diadili adalah UU yakni kepentingan publik sehingga rakyat perlu mengetahuinya. Jadi kalau ada orang menikmati amanah. Sebaliknya. maka di kejaksaan dan seterusnya juga baik. Seharusnya konflik diselesaikan di pengadilan atau diajukan ke MK meski belum tentu menang. otomatis terbuka. ternyata korupsi dan suap masih melanda birokrasi dan lembaga penegak hukum. Sebab MK berbeda dengn PN yang menyangkut kepentingan orang perorang.

sebab ini kebobrokan lama. Sedangkan yang lainnya. Percuma. ketata laksanaan. TNI tidak berada dibawah Dephan tetapi Presiden. Jadi di kalangan pejabat. sedangkan Kapolri. Mahkamah Agung. Saya kira Kapolri dan Jaksa Agung tidak merasa bersalah. maka harus menyampaikannya ke DPR. dan teladan masyarakat. ini sesuatu yang mutlak harus dikerjakan. Karena semua tidak suka. Jaksa Agung dan Panglima TNI pejabat teknisnya. dan remunerasi.Namun terungkapnya praktek . Setelah reformasi pertahanan dan keamanan dipisah. banyak dlihat terjadi overlaping dimana keputusan satu hakim agung dianulir hakim agung lainnya. Jadi ada semacam ketidaksukaan atau kebencian umum kepada KPK. Presiden sebagai Panglima Tertinggi TNI. cuma koordinasinya dengan Menteri. Menteri adalah pejabat politik. Sesudah itu muncul kasus Bibit-Chandra. Polri tidak mau koordinasi dengan Menteri. karena menganggap sudah langsung koordinasi dengan Presiden. Hubungan TNI dengan Dephan bukan atasan dan bawahan. Karena itu ada kecemburuan TNI terhadap Polri. sehingga usaha untuk mengurangi peran KPK memang sudah ada. Kalau ada yang mengatakan polisi menjadi arogan karena langsung dibawah presiden. KPK menakutkan dan harus diubah. MPR memandatkan kekuasaan untuk menciptakan birokrasi yang transparan. (Abdul Halim) Implikasi Politik Markus 28 Apr 2010 • • Koran Tempo Opini Wawan Sobari. Jadi kalau perkaranya tidak berkualitas seperti kasus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri yang kualitasnya kecil hanya kasus beberapa ratus juta rupiah dan hanya kesalahan administrasi. termasuk memperbaiki kejaksaan. sebaiknya mundur saja. Panglima TNI berada dibawah Presiden. mulai dari presiden sampai camat mau diakses semua. Polisi koordinasi dengan Menko Polkam. Beberapa lembaga dilibatkan sebagai obyek reformasi tahap awal. Jadi kasus-kasus besar terjadi di zaman Antasari. kehakiman dan kepolisian. Mengenai MA. supaya jangan terlalu banyak perkara yang ditangganinya. bersih. Terdapat empat upaya penting reformasi birokrasi. barulah KPK turun tangan. Sekarang ditambah lagi kasus Antasari yang dikaitkan dengan pembunuhan dan wanita. tetapi sepertinya dalam pembuktian tidak menyuruh membunuh. TNI. sekarang tinggal menangkap saja. Jadi seharusnya hanya kasus berskala besar saja yang ditanggani KPK. legislatif dan yudikatif serta semua lembaga penegak hukum tidak suka sama KPK. Mestinya orang mundur dari jabatan tidak perlu harus bersalah. cukup ditanggani polisi dan jaksa. serta Kejaksaan Agung. Memperbaiki KPK dengan mengevaluasi kekurangannya. berdasarkan keputusan MK. Polisi tidak mau karena tidak merasa dibawahnya. Apalagi kalau melakukan kesalahan. KPK dimasa depan jangan lagi menanggani tindak pidana korupsi bagi semua orang. itu berlaku buat semua termasuk peneliti dan dosen seperti saya. tetapi sistimnya belum dibenahi. dikira Polri langsung dibawah Presiden. Jadi tidaklah benar jika TNI berada dibawah Dephan. itu salah juga. Menurut anda. tetapi mekanisme pemberantasan korupsi secara menyeluruh harus ditata kembali. koordinasi dengan Departemen. bagaimana komentar anda ? Polisi dan TNI dibawah Presiden. sehingga disebut professor biasa diluar bukan professor luar biasa. Polri dan Kejaksaan semuanya berada dibawah Presiden sebagai lembaga eksekutif. Jadi ke depan lebih baik Polisi koordinasi dengan Depdagri untuk keamanan dan Depkumham untuk penegakan hukum. saya sudah mencetak 50 doktor. Bahkan banyak perkara yang sudah diperiksa sejak zaman Taufiqurrahman Ruki. lantas dengan perasan malu mengundurkan diri. yang penting mendorong tegaknya hukum untuk memperbaiki keadaan. atau kedua-duanya dimana aspek keamanan koordinasinya dengan Depdagri dan hukum dengan Depkumham. Bagaimana tanggapan anda ? UU KPK harus disempurnakan. Kalau bagi saya. KPK hanya khusus menanggani pemeriksaan tindak pidana korupsi keempat lembaga tadi. gara-gara Kabareskim Mabes Polri merasa disadap secara tidak mendasar melawan hukum menurut persepsi polisi. itu kan proses hukum yang normal. Mulai dari Antasari yang dituduh membunuh. Apa tidak bisa perkara ke MA dibatasi jangan terlalu banyak. bukan Menhan. follow-up nya baru sekarang. bukan hanya eksekutif tetapi juga legislatif dan hakim agung. maka jumlah hakim agung tidak perlu banyak-banyak. Kalau sudah merasa cukup mengabdi. Tetapi jaksanya harus diawasi supaya tidak melakukan suap dan tidak ada lagi mafia. Karena dia hanya memperoleh keputusan politik dari Presiden untuk perang atau damai. Pemerintah dan DPR hampir sepakat wewenang KPK dikurangi sehingga tidak memiliki kewenangan menuntut. akuntabel. tetapi birokrasi seperti polisi. Makanya jabatan itu jangan dinikmati. Meski sebagai professor. Tetapi karena Menko Polkam tidak memiliki aparat teknis. Tetapi masyarakat dan LSM marah. Seperti kejaksaan. Misalnya waktu pembahasan UU Pengadilan Tipikor di DPR. pembangunan dengan janji pertumbuhan ekonomi tidak akan berhasil. Jadi yang begitu kasusnya tidak bermutu dan hanya menimbulkan perasaan tidak adil bagi masyarakat. Tetapi karena KPK dikeroyok ramai-ramai.sehingga materi menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan. Seharusnya ada agenda yang harus diperbaiki. KPK cukup mengawasi kejaksaan. Semua cabang kekuasaan eksekutif. Tetapi KPK jangan dibubarkan. Semuanya tergantung pada Presiden SBY sebagai policy maker. Kalau mengundurkan diri mungkin tidak baik juga. Jika mereka melakukan tindak pidana suap dan korupsi. Tap Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VI Tahun 2001 mengamanatkan kepada presiden agar mulai memperbaiki birokrasi. Birokrasi diharapkan menjadi pelayan masyarakat. Kapolripun demikian. dan bertanggung jawab. sumber daya aparatur. Tetapi kalau keadilan. Apa ini tidak menjadi sumber masalah hukum dikemudian hari ? Sistem penegakan hukum kita sekarang lagi kacau. masak semua harus ditanggani Jaksa Agung. kejaksaan. Misalnya masalah logistik. sedangkan lainnya dapat ditanggani Kejaksaan. Tegaknya hukum tidak bisa dihitung dari berapa jumlah orang yang ditangkap. Apa KPK harus menanggani semua perkara seperti sekarang. Namun karena sudah menjadi isyu nasional. Sudah 10 tahun reformasi dan yang lain sudah di reformasi. Jadi seolah-olah berhadapan antara negara dan rakyat dalam isyu pemberantasan korupsi. Kalau jumlah perkaranya terbatas. Seluruh mekanisme penegakan hukum harus ditata kembali. Selain itu MA harus diperbaiki. perencanaan penegakan hukum pertahun dan anggarannya. polisi. maka koordinasinya dulu era Orba dengan Dephan. Misalnya. Kalau memang hal itu dapat dilaksanakan. Selama ini dikatakan KPK terlalu berkuasa dan menjadi lembaga superbody sehingga membuat gerah lembaga penyidik lain seperti Polri dan Kejaksaan. abdi negara. ketua program studi ilmu politik fisip universitas brawijaya Agenda reformasi birokrasi bergulir sejak 2001. Sebenarnya bisa kalau dibenahi. yaitu perbaikan kelembagaan. harusnya sekarang koordinasinya dengan Depdagri atau Depkumham. Dalam sejarah. Perubahannya hanya tambal sulam seperti soal usia dan gaji hakim agung. Mengapa tidak ada pejabat di Indonesia yang melakukan kesalahan seperti Kapolri dan Jaksa Agung. Koordinasi bukan berarti bawahan. Manajemen pemerintahan seharusnya dibagi habis dimana koordinasinya dengan Menteri. Munculnya permasalahan sekarang ini seharusnya dapat dimanfaatkan untuk penataan kembali sistim hukum dan peradilan di Indonesia. maka tanpa disadari ada usaha untuk melemahkan KPK. Tim 8 tidak mempunyai hak untuk merekomendasikan pemberhentian keduanya. hakim dan advokad. Jadi sebenarnya Kapolri dan Jaksa Agung tidak perlu mundur. pengadilan akan memeriksa perkara tindak pidana korupsi. tetapi dia kena getahnya karena harus bertanggungjawab. sehingga kita perlu memperkuat PT. Saya sebagai dosen terpaksa mengamen kesana kemari karena memang penghasilannya belum mencukupi sebagai guru besar. Jadi kita harus membangun sistim hukum. Itu kan hanya nasehat kepada presiden. tetapi koordinasi. Karena ada kasus seperti ini maka menjadi terbuka. Jadi banyak orang yang marah. Kemudian diikuti beberapa lembaga setingkat kementerian lainnya. yaitu Kementerian Keuangan dan Luar Negeri. karena ada Pengadilan Khusus Tipikor. siapakah dalang kasus KPK vs Polri yang semakin ruwet seperti sekarang ini ? Saya tidak percaya ada dalangnya. Jadi jabatan digunakan untuk mendapatkan keuntungan materi. KPK cukup menanggani tindak pidana korupsi dan suap terhadap penegak hukum seperti jaksa. Saya kira KPK harus diperbaiki. Kalau jumlah adalah cara berfikir demokratis dimana makin banyak makin baik. bukan berapa jumlah tetapi kualitas perkara. Sudah selama 6 tahun KPK dianggap lembaga superbody. Jadi Kapolri dan Jaksa Agung tidak menangganinya. maka masyarakat membelanya. dan MA belum direformasi dan belum substantif perubahannya. tetapi pejabatnya tidak mengerti peta jalan perbaikan kearah mana. kalau sistem hukum dan politik di Indonesia masih kacau seperti sekarang ini. Beberapa upaya kebijakan strategis diambil untuk menjalankan target reformasi tersebut. berarti akan terjadi perubahan besar-besaran. cukup seperti MK dengan 9 orang hakim konstitusi. seperti di Eropa dan AS ? Tanya saja sama yang bersangkutan.

klien yang mereka layani bukan hanya kalangan . Praktek markus terjadi dalam sebuah relasi tidak sehat antara pelayan dan yang dilayani (klien). Artinya. 2006). serta kepolisian. gaji besar bukan merupakan faktorfrustratif yang menjadikan para markus tersebut melakukan diskresi bagi pihak-pihak yang beperkara. Faktor kontrol internal organisasi kini menjadi pertanyaan. Faktanya.makelar kasus (markus). keberadaan inspektorat di masing-masing lembaga itu tidak berhasil mencegah dan mendeteksi praktek diskresi tersebut. Masih ada faktor lain yang menyebabkan mereka berbuat demikian. Kementerian Keuangan. Reformasi birokrasi dianggap tidak membuahkan hasil. yakni karena tingkat kontrol organisasi dan karakteristik klien. fakta markus merupakan bagian dari praktek birokrasi bawahan [street-level bureaucracy). dan reformasi ketatalaksanaan dalam beberapa tahun terakhir. Kejaksaan. Hanya. meman tik keraguan publik. Bahkan telah menegasikan perbaikan remunerasi yang dianggap obat mujarab untuk menekan penyimpangan. Apalagi dalam kenyataannya permintaan peningkatan pelayanan seperti tidak pernah berhenti (Nielsen. Bila sumber daya yang dimaksud berkaitan dengan fasilitas institusi dan gaji. yakni sebagai upaya untuk keluar dari situasi frustratif antara besarnya permintaan pelayanan dan keterbatasansumber daya yang dimiliki. Di satu sisi para legislator dan pembuat kebijakan lainnya berupaya menciptakan tujuan-tujuan ideal ke dalam peraturan. dan kepolisian dapat mencegah praktek birokrasi bawahan yang menyimpang. pengembangan sumber daya manusia. Artinya. Mereka berada dalam situasi oportunistik membutuhkan kepastian hukum yang menguntungkan dirinya. MA. Terjadi konflik antara pembuat kebijakan dan birokrasi bawahan sebagai pelaksana kebijakan. Hal terakhir cukup relevan menjelaskan praktek markus karena pihak yang be-perkara memiliki karakteristik yang khusus. namun terjadi pula di daerah. yang melibatkan aparat Direktorat Jenderal Pajak. Karya seminal Iipsky (1980) menjelaskan bahwa birokrasi bawahan mempraktekkan pemberian diskresi atas dispensasi manfaat atau alokasi sankksi. Di sisi lainnya birokrasi bawahan berjalan dengan kepentingannya sendiri untukmemanfaatkan akses langsungnya terhadap klien. Gaji seorang pegawai Ditjen Pajak setelah perbaikan remunerasi jumlahnya berkali-kali lipat lebih besar dari gaji pegawai di daerah yang berposisi sama dan sebagai ujung tombak pelayanan publik pula. Ada persoalan yang perlu dicari penyebab dan jalan keluarnya sehingga lembaga kontrol internal MA. Maka diskresi peraturan yang dipraktekkan birokrat bawahan menjadi lazim. Kejaksaan. dan Ditjen Pajak telah mengalami perbaikan remunerasi. Scott (1997) menyebut dua faktor lain yang men-determinasi para birokrat bawahan untuk melakukan diskresi. pegawai Kejaksaan. teori tersebut relatif gagal menjelaskan fenomena markus. Birokrasi bawahan Dalam kajian teoretis. praktek diskresi birokrasi bawahan tidak hanya terjadi di pusat. MA.Lipsky kemudian berargumen bahwa praktek birokrasi bawahan tersebut merupakan mekanisme untuk mengatasi situasi yang sulit {coping mechanism). Menariknya.

termasuk didaerah. Para pegawai negeri sipil yang semestinya netral terlibat dalam aksi saling dukung para pejabat kepala/wakil kepala daerah {incumbent) atau bahkan keluarganya yang mencalonkan diri. Meskipun belum terakumulasi secara massal. Entitas terkaitAgenda | Apalagi | Bahaya | Birokrasi | Dikhawatirkan | Faktor | Gaji | Gejala | Iipsky | Karya | Kebijakanyang | Kejaksaan | Kementerian | Kepercayaan | Lipsky | Mahkamah | Memasuki | Modus | MPR | Padahal | .Memasuki masa pemilihan kepala daerah (pilkada) 2010. pemerintah perlu mengantisipasi merosotnya kepercayaan politik (political distrust) publik. Tidak dimungkiri. Ia berasumsi bahwa kumpulan individu yang merasa dirugikan oleh praktek diskresi birokrat bawahan bisa mengorganisasi aksi bersama. Gejala menurunnya kepercayaan terhadap pemerintah mulai terlihat dari seruanseruan sejumlah pihak untuk memboikot kewajiban membayar pajak. praktek diskresi para birokrat bawahan merupakan buah dari konflik kebijakan antara pembuat dan pelaksana kebijakan. Mereka setia untuk mendampingi dan membantu para incumbent menjalankan kampanye politik secara tidak langsung. Modus lainnya berupa pengumpulan dukungan secara langsung. Pertama. Para birokrat bawahan tersebut melakukannya dalam dua modus. di daerah terjadi praktek makelar politik. tapi juga para elite yang membutuhkan dukungan politik. Dikhawatirkan akan terjadi penarikan legitimasi publik terhadap pemerintah (legitimacy rush) secara cepat Terutama bila publik tidak melihat perbaikan signifikan terhadap persoalan ketidakadilan yang dilakukan para markus dan praktek menyimpang birokrasi bawahan lainnya. Apalagi ditunjang pesatnya perkembangan teknologi informasi yang memudahkan antarindividu untuk saling terkoneksi senasib-sepenanggungan. Kemudian birokrasi bawahan berupaya menerjemahkan sendiri kebijakan tersebut. para pegawai negeri ikut memposisikan diri dan mendukung setiap kebijakan dan program kepala daerah atau wakil kepala daerah guna mendapat kredit politik dari publik. Padahal belum tentu demikian karena masih ada beberapa kemajuan atas upaya-upaya reformasi tersebut. karena publik tidak percaya pada perubahan-perubahan mendasar untuk memperbaiki birokrasi. yakni timbulnya persepsi massal yang menganggap bahwa perubahan birokrasi tidak ada hasilnya. Kebijakanyang tidak antisipatif dan prospektif terhadap kondisi di lapangan menyebabkan kegagalan implementasinya. Kepercayaan politik Bahaya politik yang mengancam kegagalan reformasi birokrasi yang dibanggakan pemerintah adalah munculnya gejala nihilisme pada masyarakat.masyarakat bawah yang membutuhkan pelayanan. potensi aksi-aksi kolektif tersebut sudah diperkirakan oleh Lipsky (1980). Setiap upaya perubahan yang dilakukan dianggap hanya tambal sulam.Lebih jauh lagi. Meski belum terorganisasi. Saat ini mulai terungkap praktek pegawai negeri yang mengumpulkan dukungan bagi para keluarga incumbent yang mencalonkan lewat jalur perseorangan. publik semakin menurunkan kepercayaannya {distrust) terhadap pemerintah. Sayangnya dilakukan secara menyimpang.

Dikhawatirkan akan terjadi penarikan legitimasi publik terhadap pemerintah (legitimacy rush) secara cepat Terutama bila publik tidak melihat perbaikan signifikan terhadap persoalan ketidakadilan yang dilakukan para markus dan praktek menyimpang birokrasi bawahan lainnya. Rp 1 miliar. maksimal yang bisa dijatuhkan hakim adalah 20 tahun penjara atau seumur hidup. Padahal. Vonis 20 tahun penjara yang dijatuhkan hakim lebih tinggi daripada tuntutan jaksa yang hanya 15 tahun penjara. Ada persoalan yang perlu dicari penyebab dan jalan keluarnya sehingga lembaga kontrol internal MA. JPU menuntut Urip 15 tahun penjara. sangat melegakan dan memberi angin segar bagi upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. vonis tertinggi yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor adalah 10 tahun penjara dalam kasus pengadaan helikopter dengan terdakwa Abdullah Puteh (gubernur nonaktif NAD). Sebagaimana diketahui. dan reformasi ketatalaksanaan dalam beberapa tahun terakhir. Vonis yang dijatuhkan. Kementerian Keuangan. Selain itu. Kepercayaan politik Bahaya politik yang mengancam kegagalan reformasi birokrasi yang dibanggakan pemerintah adalah munculnya gejala nihilisme pada masyarakat. MA. dan Ditjen Pajak telah mengalami perbaikan remunerasi. tapi juga para elite yang membutuhkan dukungan politik. termasuk didaerah. Reno Iskandarsyah. di daerah terjadi praktek makelar politik. Bila sumber daya yang dimaksud berkaitan dengan fasilitas institusi dan gaji. 05 September 2008 Pintu Masuk Usut Sjamsul Nursalim Jaksa terdakwa penyuapan dan pemerasan Urip Tri Gunawan divonis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan hukuman 20 tahun penjara. Juga denda Rp 500 juta untuk mantan ketua tim jaksa penyelidik perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). . Kejaksaan. Vonis untuk Urip Tri Gunawan Jumat. vonis 20 tahun penjara merupakan pemecahan rekor sebagai vonis tertinggi di Pengadilan Tipikor.000 dan dari Glenn Muhammad Surya Jusuf melalui pengacaranya. pada satu sisi. dan kepolisian dapat mencegah praktek birokrasi bawahan yang menyimpang.Praktek | Reformasi | Sayangnya | Scott | Terdapat | Terutama | Wawan | Direktorat Jenderal | Ditjen Pajak | Kementerian Keuangan | Implikasi Politik Markus | Tap Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VI Tahun | Ringkasan Artikel Ini Maka diskresi peraturan yang dipraktekkan birokrat bawahan menjadi lazim. vonis yang dijatuhkan hakim Pengadilan Tipikor itu patut mendapat apresiasi. Dia dinilai menerima uang dari Artalyta Suryani USD 660. pengembangan sumber daya manusia. dalam sidang 22 Agustus 2008. Sebelumnya. yakni sebagai upaya untuk keluar dari situasi frustratif antara besarnya permintaan pelayanan dan keterbatasansumber daya yang dimiliki. Menariknya. Pada sisi lain. pegawai Kejaksaan.Lipsky kemudian berargumen bahwa praktek birokrasi bawahan tersebut merupakan mekanisme untuk mengatasi situasi yang sulit {coping mechanism).Memasuki masa pemilihan kepala daerah (pilkada) 2010. klien yang mereka layani bukan hanya kalangan masyarakat bawah yang membutuhkan pelayanan. yakni timbulnya persepsi massal yang menganggap bahwa perubahan birokrasi tidak ada hasilnya. Urip dinyatakan terbukti menerima uang terkait dengan jabatannya sebagai anggota tim jaksa penyelidik perkara BLBI.

sebagai aparat penegak hukum. Dalam pemeriksaan dan sidang. Ketiga. Faktafakta sidang dan penjatuhan vonis bersalah terhadap Urip setidaknya bisa menjadi pintu masuk bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangani kasus korupsi BLBI yang melibatkan Glenn M. hingga sidang akan berakhir.6 tahun penjara untuk pelaku korupsi. kejaksaan merupakan tulang punggung upaya pemberantasan korupsi yang sedang diusung pemerintah. Sjamsul Nursalim (pemegang saham BDNI). Kedua. Setiawan Haryono dalam kasus korupsi BLBI yang awalnya dituntut enam bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan justru divonis lima tahun penjara. mantan menteri kelautan. bandingkan dengan pengadilan umum yang hanya 1. satu-satunya harapan penuntasan korupsi BLBI hanya ada pada KPK. Nama baik institusi kejaksaan menjadi sangat tercemar akibat praktik suap-menyuap yang dilakukan Urip. tapi merupakan imbalan yang berhubungan dengan penghentian penyelidikan kasus BDNI-BLBI II. Rokhmin Dahuri. yang dituntut jaksa enam tahun. Dalam sejarahnya. hakim tidak terikat terhadap jumlah tuntutan hukuman yang diajukan jaksa penuntut umum. Meski fakta-fakta dalam sidang menyebutkan adanya komunikasi antara Artalyta dengan Urip dan pemberian uang suap terkait dengan pemeriksaan kasus korupsi BLBI. secara lebih luas. khususnya jaksa. vonis 20 tahun penjara sudah selayaknya diberikan terhadap Urip didasarkan pada beberapa alasan. Urip tidak kooperatif dan berbelit-belit. selama sidang. belum ada koruptor yang divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor. vonis rata-rata di Pengadilan Tipikor adalah 4. secara keseluruhan. Dengan demikian.000 itu bukanlah pemberian yang berdiri sendiri. sidang terhadap Urip (dan Artalyta Suryani) menegaskan banyak sinyalemen publik tentang indikasi permainan di balik penanganan korupsi BLBI. Terungkapnya praktik penyuapan yang melibatkan ketua tim BLBI itu. berdampak pada menurunnya kepercayaan publik kepada kejaksaan pada tingkat yang paling rendah. Urip tetap bersikukuh bahwa uang dari Artalyta itu merupakan pinjaman untuk usaha perbengkelan. tidak ada ketentuan yang dilanggar bila vonis yang dijatuhkan hakim lebih berat daripada tuntutan jaksa. Catatan Indonesia Corruption Watch (ICW) selama dua tahun terakhir (2007-2008). khususnya yang melibatkan Sjamsul Nursalim. Fakta-fakta hukum yang terungkap dalam sidang dengan kedua terdakwa tersebut seharusnya dilihat sebagai poin penting bahwa suap USD 660.4 tahun penjara. Urip seharusnya mengerti hukum (dan tindakan korupsi) serta menjadi teladan bagi masyarakat. serta sejumlah petinggi Kejaksaan Agung. Jusuf (mantan ketua BPPN). Atau. untuk tidak melakukan tindakan menyimpang serupa pada masa mendatang. namun akhirnya divonis hakim Pengadilan Tipikor tujuh tahun penjara. Urip juga terkesan menutupi keterlibatan petinggi di Kejaksaan Agung. Sebab. berbeda dari pengadilan umum yang telah menjatuhkan vonis bebas terhadap 438 pelaku korupsi. Layak Meski mengundang perdebatan. Keempat. vonis yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor itu cukup memberikan efek jera dan rata-rata lebih tinggi daripada vonis perkara korupsi yang dijatuhkan pengadilan umum. Pemberian vonis yang berat bagi Urip diharapkan bisa menjadi terapi kejut (shock therapy) bagi aparat penegak hukum lainnya. perbuatan terdakwa telah mencermarkan institusi kejaksaan. Contohnya. Adanya fakta suapmenyuap yang dilakukan Urip dengan Artalyta terkait dengan penanganan korupsi BLBI Sjamsul Nursalim telah memenuhi alasan bagi KPK (sebagaimana diatur dalam pasal 9 dan 68 UU No 30 Tahun . bukan sebaliknya justru menjadi pelanggar hukum dan pelaku korupsi. selama tidak melebihi ancaman pidana sebagaimana pasal UU Korupsi yang didakwakan oleh jaksa. Pertama. Selain itu. ketidakpercayaan publik terhadap kejaksaan harus diartikan pula sebagai ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah yang dipimpin SBY-Kalla. kenyataannya. Penjatuhan vonis hakim yang lebih tinggi daripada tuntutan jaksa merupakan suatu hal yang biasa dalam praktik penanganan perkara korupsi di pengadilan (umum maupun tipikor). Saat ini.Namun. Pintu Masuk Selain penjatuhan hukuman terhadap Urip.

Menteri Sosial. terdapat kecenderungan menurunnya kepercayaan kepada para menteri. Hanya Menteri Perdagangan yang tak mengalami perubahan. kecuali terhadap menteri-menteri seperti Perdagangan. di antaranya Menteri Dalam Negeri. hasil evaluasi UKP4 tersebut sejalan dengan hasil jajak pendapat Litbang Kompas yang menyiratkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja menteri secara umum. Jika dibandingkan dengan jajak pendapat untuk hal yang sama pada bulan Juli 2010. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Hal itu dikatakan Ketua UKP4 Kuntoro Mangkusubroto. Sebenarnya. Pada bulan Juli 2010. Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sempat mengatakan bahwa evaluasi yang akan dilakukan Presiden nanti tidak selalu berarti adanya reshuffle atau penggantian menteri. walaupun ada yang mengalami kenaikan. Bahkan. Pendidikan Nasional. Tidak buru-buru . serta Menteri Lingkungan Hidup.2002 tentang KPK) untuk mengambil alih kasus korupsi BLBI. serta Pemuda dan Olahraga. Menteri-menteri lain yang juga dipandang merosot adalah Menteri Kesehatan. Menteri Pertahanan. Menteri Riset dan Teknologi. belum tampak tanda-tanda mereka mampu mengatasi berbagai persoalan krusial yang dihadapi bangsa ini. anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) di Jakarta Kepuasan terhadap Kinerja Menteri Merosot11 Oktober 2010 OLEH PALUPI PANCA ASTUTI Meskipun sudah hampir setahun para menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu jilid II bekerja. Meski demikian. Menteri Perindustrian. secara umum kepuasan masyarakat terhadap kinerja menteri-menteri tersebut cenderung turun. Menteri Pertanian. Kelautan dan Perikanan. Rata-rata kepuasan terhadap kinerja menteri-menteri berada di bawah 50 persen (lihat grafik). hasil evaluasi kabinet yang dilakukan oleh Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan atau UKP4 menyatakan kinerja 25 persen kementerian mengecewakan. tidak cukup signifikan dan rata-rata masih berada di bawah kisaran 50 persen dukungan kepuasan publik. Kebudayaan dan Pariwisata. Agama. Menteri Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. terutama bertepatan dengan setahun masa pemerintahannya pada 20 Oktober mendatang. Beberapa menteri. Menteri Komunikasi dan Informatika. Hasil evaluasi UKP4 itu tampaknya akan mendorong Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan evaluasi kinerja para menterinya. dan Menteri Perhubungan. Emerson Yuntho. Menteri Luar Negeri. yang ditandai dengan merosotnya kepuasan responden. Beberapa menteri tercatat mengalami penurunan kepuasan publik yang cukup signifikan.

Alwi Shihab (Menko Kesra). Setidaknya. Kenaikan tarif dasar listrik yang mengakibatkan kenaikan harga bahan pokok berlanjut dengan rutinitas kenaikan harga pada bulan puasa dan Lebaran. dan Andung Nitimihardja (Menteri Perindustrian). masih menjadi kekhawatiran terbesar publik. Ekonomi dan keamanan Setelah satu tahun berjalan. Empat menteri yang dicopot dalam perombakan kabinet kedua adalah Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra. Perombakan kabinet yang dilakukan SBY pada tahun pertama pemerintahannya pada waktu itu adalah reshuffle terbatas dengan merotasi dan mengganti beberapa menteri. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Jika reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu I terjadi dua kali dalam lima tahun. perombakan anggota kabinet terjadi lagi. dan Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf. ketidakpuasan publik atas kinerja pemerintahan Presiden SBY masih menjadi batu sandungan yang cukup berarti. . Saat itu. Apabila kondisi yang dikeluhkan masyarakat tidak kunjung membaik. Dua tahun kemudian. sikap publik pun mungkin saja berubah. pada Mei 2007. Di antara menteri yang dianggap perlu diganti saat itu adalah Menteri Pendidikan Nasional. setahun pertama Kabinet Indonesia Bersatu I bekerja. Hingga tiga bulan terakhir. tiga nama masuk menjadi menteri. mayoritas responden (80 persen) jajak pendapat Litbang Kompas menyatakan setuju adanya penggantian menteri. apakah hal yang sama akan terjadi pada anggota Kabinet Indonesia Bersatu II? Bisa ya bisa tidak. khususnya kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. Tiga nama yang keluar dari kabinet adalah Jusuf Anwar (Menteri Keuangan). problem di bidang perekonomian. Kondisi berbeda terjadi menjelang akhir tahun 2005. Kepuasan yang menurun adalah pertanda yang lebih nyata akan adanya persoalan.2 persen) dalam jajak pendapat Litbang Kompas menginginkan terjadinya reshuffle atau penggantian menteri-menteri kabinet.Meskipun opini negatif dialamatkan ke hampir semua menteri. Tampaknya. publik cenderung tidak terburu-buru ”menghukum” dengan mengusulkan penggantian sosok baru sebagai pengganti menteri-menteri saat ini. Ketika itu sebagian besar responden (69. tiga nama diberhentikan. serta Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh. saat ini wacana tuntutan penggantian menteri tidak terlalu kencang berembus ke masyarakat. Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin. Empat menteri dan satu pejabat setingkat menteri dicopot serta dua menteri dirotasi. Ungkapan tersebut disampaikan sebagian besar responden (43. Menteri Negara BUMN Sugiharto.2 persen) jajak pendapat Litbang Kompas. sebulan sebelum reshuffle dilakukan. Namun. Penggantian beberapa anggota kabinet menjelang tiga tahun pemerintahan SBY itu juga didukung masyarakat. Meskipun sikap publik belum mengkristal menjadi tuntutan terhadap adanya perombakan kabinet saat ini. Menteri Perindustrian. serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. dan tiga nama dirotasi posisinya. bukan tidak mungkin untuk mengganti menteri.

Kondisi itu membuat sebagian masyarakat meragukan kemampuan kinerja para pembantu presiden. diajukan sebagai calon pengganti Bagir. Mahkamah Agung terus menjadi sorotan. FORUM memperkenalkan sejumlah hakim agung yang berpeluang menggantikan Bagir Manan. Ketidaknyamanan terkait persoalan keamanan pada akhirnya melahirkan rasa gundah dan ketakutan publik akan terjadinya peristiwa yang sama pada waktu mendatang. kinerja para menteri di bidang politik dan keamanan juga menyiratkan ketidakefektifan. Meskipun industri semakin berkembang. khususnya yang menangani masalah perekonomian. Marianna justru menolak. persoalan ekonomi dianggap sebagai masalah yang paling mendesak harus ditangani. Dialah Marianna Sutadi yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua MA. Jika dapat segera dibenahi.(Litbang Kompas) Monday. meski bunga acuan Bank Indonesia rendah. Terlebih setelah adanya usulan Komisi Yudisial tentang kocok ulang hakim agung dengan alasan lembaga tertinggi yudikatif ini dianggap sudah darurat. masih banyak angkatan kerja yang tidak terserap pasar tenaga kerja. tapi di rindu” Belakangan. wakil Ketua MA : “Pengadilan Dibenci. kredit unit usaha masih sulit didapat dan bunganya cukup tinggi. Efektivitas pengawasan dan penjagaan keamanan yang kurang memadai membuat mayoritas responden (61. Di antara nama-nama yang muncul.4 persen) menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja para menteri perekonomian. Meskipun operasi pasar bahan pokok digelar di mana-mana. harga bahan pokok tetap tidak banyak turun. Apalagi periode kepemimpinan Bagir Manan sebagai Ketua MA bakal segera berakhir. Sebagian besar responden (65. peluang pergantian kepemimpinan juga makin terbuka. Bila itu terjadi. 2007 Wawancara Marianna Sutadi. . khususnya di bidang politik dan keamanan. tak berambisi menjadi Ketua MA. wakil Ketua Mahkamah Agung Marianna Sutadi. Perempuan berdarah Batak ini mengajukan alasan. Publik pantas kecewa dengan kinerja menteri di bidang perekonomian. Selain bidang ekonomi.sebulan setelah masa Lebaran. May 21. Namun. setidaknya akan dapat menghapus keraguan terhadap kemampuan para penggawa negara dalam menjamin rasa aman di masyarakat. Edisi lalu. ada seorang wanita. Nyatanya. Oleh sebab itu. Oleh karena itu. Kasus kekerasan horizontal antarwarga di beberapa daerah dan ibu kota negara menjadi sorotan tajam belakangan ini. masyarakat masih bisa merasakan beberapa harga bahan pokok yang tetap tinggi. Negara dianggap lengah dan lalai dalam menjaga keamanan warga negaranya. persoalan kedua setelah ekonomi yang paling mendesak segera ditangani menurut responden adalah masalah keamanan.2 persen) merasa tidak puas dengan kinerja para menteri.

tapi hakimnya tetap pakai wig. 40 tahun 1999 tentang Pers. Semoga ini bisa menjadi ‘jurisprudensi' bagi penyelesaian sengketa pers kedepannya. .sudah siap dana dan dukungan dari para hakim agung lain untuk menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung". Bahkan untuk badan peradilan. Orang melihat bahwa jabatan itu banyak. Mengapa dituakan? Karena kemampuannya. Marianna juga menceritakan "dapurnya" selama mengabdi di MA. Rabu pekan lalu. perilakunya. Wakil Ketua MA itu memilih menggunakan hak jawab. Marianna tentu saja mengerti keberatannya itu bisa saja dilampiaskannya lewat jalur pidana maupun perdata. untuk saya. baru sayalah yang pertama. Terus terang. Untuk duduk menjabat posisi wakil Ketua MA saja. Kalau seorang Ketua MA tidak memenuhi persyaratan itu. keberatan itu disampaikan dalam wawancara dengan Irawan Santoso dari FORUM. ternyata dia lebih mengikuti mekanisme yang tertuang dalam UU no. Jabatan Ketua MA adalah jabatan primes interpares. Sempat memang mereka memiliki satu orang hakim agung perempuan. Fakta ini tentu menggembirakan. sumbangan Marianna tak hanya itu saja. Amerika sendiri belum pernah ada pimpinannya yang perempuan.Sebagai salah satu penguasa yudikatif. Negaranya sudah maju.. Tapi..38 hal. Mengapa? Lihat saja pengadilan di Inggris. kata-kata 'dengan menyiapkan dana' itu sangat menyinggung sekali. sejak Indonesia merdeka. Tapi MA sebagai badan peradilan. pasti dia tidak akan dihormati anggotanya. saya tidak pernah bertemu siapa pun yang menunjukkan saya berambisi menjadi Ketua MA. integritasnya. Berikut petikan wawancaranya: Anda keberatan dengan poin mana? Tentang tulisan (FORUM edisi No. Tapi kini telah mengundurkan diri. Termasuk perkembangan terakhir yang terjadi di lembaga benteng terakhir keadilan itu.13) ". Di Amerika juga hakimnya tetap pakai toga. dia agak konvensional.. Termasuk jabatan Wakil Ketua MA ini. Mungkin orang lain tidak tahu. Ternyata. Buat apa itu? Karena memang pengadilan itu konvensional. Pasalnya pucuk pimpinan MA saja sudah melestarikan penggunaan hak jawab dalam menyelesaikan sengketa pemberitaan pers.. Karena itu. Dituakan karena semua lama. Karena ini memang jabatan yang sulit.

Waktu itu sebenarnya tidak pantaslah pimpinan MA untuk ikut. Hari libur. Tentu saya ingin agar hakim-hakim kita itu betul-betul dapat menjadi hakim yang dihormati karena putusannya. Jadi tak ada lagi yang perlu diurus. Saya mau apa lagi? Saya tidak punya pikiran lain-lain lagi kecuali bekerja. Jadi secara alamiah akan menurun. Anak-anak saya sudah berdiri sendiri. Karena saya memang menangani bidang yudisial. Kuncinya. Tapi presiden mereka berkata. Sebenarnya mimpi-mimpi saya banyak. Kabarnya Anda sering berpergian ke luar negeri. Saya hanya memikirkan agar bisa selamat. Nah. betapa pentingnya mediasi itu. Dalam kasus OJ Simpson di Amerika. LSM. Untuk itu pula. Hari libur saya itu sengaja saya pakai. apa saja yangAnda lakukan? Saya memang sempat pergi ke Jepang. lalu dibuat putusan perdamaian. hari Minggu lalu saya pergi ke Semarang. kasus ini yang ingin saya ambil. Mobil yang saya pakai. Kalau para pihak sudah setuju. Itu kan berarti menggunakan waktu keluarga. Tujuannya untuk dibahas guna dibuat sebuah peraturan MA. Sekarang sudah ada PERMA (Peraturan MA. Menyelesaikan perkara dengan singkat. tidak akan ada yang bilang itu putusan direkayasa. bagaimana sebenarnya keseharian Anda? Menduduki posisi Wakil Ketua MA. masih diragukan juga integritasnya? Masa sih masih cari dana. terjadi keributan antara orang kulit hitam dan kulit putih. LBH dan lainnya. Tujuannya untuk mendamaikan pihak yang berperkara di pengadilan. profesionalitas ditingkatkan. Anda mengorbankan hari libur untuk bekerja? Nah. Bukan hanya untuk hakim. red) yang mewajibkan para pihak yang berperkara untuk mengutamakan mediasi. Seperti itulah yang jadi mimpi saya. saya sangat mensyukuri ini dari Allah SWT. Oleh pengadilan di sana dibebaskan. Tapi memang itu belum berjaIan. advokat. . apakah orang yang sampai hari liburnya dikorbankan. Yaitu antara Wakai dan Chotei. Denpasar Raya. Kita lihat di negara lain misalnya. Nah. kondisi itu bisa dicapai di sini. tidak usah banding atau kasasi. Jakarta Itu rumah jabatan kompleks menteri. Orang kulit hitam yang didakwa membunuh mantan istrinya dan pacar mantan istrinya. Konsep itu memang banyak juga yang menolak. tapi juga akademisi. bisa menyelesaikan tugas saya yang saya impiimpikan ini. Di sana bertemu dengan seluruh hakim se-Kalimantan. Nah. wong suami saya sudah pensiun kok. maka saya khusus menjadikan putusan hakim agar benar-benar memenuhi rasa keadilan. Kenapa? Karena membicarakan mediasi. uang bermain dan lainnya. Itulah terobosan yang saya inginkan sekarang ini. Di sana melakukan sosialisasi terhadap sistem mediasi itu. kita harus tunduk pada putusan pengadilan. Keduanya itu orang kulit putih.Toyota Camry. bayangkan! Mengapa saya bisa begitu. sampai ke akhir masa jabatan. Itu setara dengan mobil jabatan yang dipakai menteri. Secara tidak langsung akan membatasi perkara-perkara kasasi. Makelar perkara juga bisa dihindari. Karena putusan itu. Jadi. Saya tinggal di JI.Dengan jabatan seperti ini. Para pihak juga pasti senang. Untuk merangkul agar kita punya pandangan sama. Bahkan Sabtu pekan ini saya berangkat ke Kalimantan. Karena kesepakatan mediasi itu kan dibuat para pihak. jangan dikira kalau saya ke luar negeri itu untuk berjalan-jalan belaka. Itu bukan pekerjaan gampang. ini yang penting agar publik tahu. Hanya itu saja.

Padahal waktu itu. Tapi kok jumlah perkara naik. Tidak barus. Marilah kita sama-sama memperbaiki kekurangan. Sebetulnya sasaran utamanya bukan pengadilan.. tidak ada manusia yang menghargai udara. Penilaiannya dari mana? Ha . Jadi untuk apa? Wong yang diminta komentar kok. Karena sudah terlalu banyak orang berkomentar. kalau seandainya gedung pengadilan kita kecil. Makin mericuhkan keadaan. mengapa bukan samasama kita memperbaikinya.. Fenomena apa ini. "Saya tidak berkomentar". Hasilnya juga bukan malah meluruskan keadaan. 38 hal. Itu kan seperti udara (Marianna menghirup udara dalam-dalam). Anda tidak mengakar di kalangan hakim agung MA. Karena tidak bisa. Memang tidak gampang kan jadi hakim? Ada yang mengatakan. bahwa kepercayaan kepada pengadilan menurun jumlahnya. Pada waktu normal.Apa agenda Anda pergi ke sana? Karena di sana ada masalah. Jumlah perkara yang masuk ke PN senantiasa meningkat. Semua orang berduyun-duyun bagaimana mengatasi pencemaran itu. Bisa dititipkan di kejaksaan atau di polisi. kepercayaan terhadap pengadilan menurun. buruk juga bisa. Tapi bukan karena saya ingin menyelamatkan orang lain. Pembicaranya dari beberapa kalangan. kalau itu yang kita rasakan sekarang. Orang bisa mengatakan saya cantik. Saya katakan. Jadi kondisi ini mirip. intinya satu. "Saya sebelumnya didaulat oleh para hakim agung untuk jadi wakil Ketua MA". Begitu ada polusi.. Kebetulan massa yang sambil berjalan itu melewati PN. dengan lagu. di PN itu lagi disimpan truk-truk illegal logging. Jadi semua orang memerlukan pengadilan. ha. Nah.. Kemarin saya ke Semarang. ternyata massa masuk keruangan pengadilan... apa tanggapan Anda terhadap hal ini? Saya senang sekali menjawabnya. Karena memang risikonya besar. ketika petugas pengadilan sedang mengambil kunci. Sebelumnya Anda mengatakan. Ketika masuk. Itu sah-sah saja. Hanya. Lalu di bawahnya dicantumkan bahwa saya tidak mengakar. saya tidak wajar berkomentar. Padahal kalau di tulisan itu (FORUM edisi No. Tapi bukan dibakar pengadilan itu. Kalau saya dibilang cenderung menghindar. Semua manusia perlu udara. mengapa barang bukti seperti itu mesti kita yang simpan. Bukan dengan menghujat atau membakarnya. pengadilan tidak bisa melakukan itu. 14red) di atasnya dikatakan. tapi kantor polisi. bagaimana komentarnya tentang pemeriksaan Ketua MA? Selalu saya menjawab. hakim PN Jakarta Selatan. ha . judulnya benci tapi rindu. kalau saya tarik kesimpulan dari penanya-penanya itu. saya agak bingung. Saya ingin sampaikan. memang menghindar. Maka mereka berteriakteriak meminta agar truk-truk itu dikembalikan dan terdakwa dibebaskan. hanya untuk meluruskan keadaan. Karena di sana kan ada penjagaan. banyak yang malah tidak percaya lagi terhadap pengadilan. Karena itulah saya ke sana. baru orang-orang repot. ditangkap . mereka mengambil barang bukti kasus lain. Pengadilan Negeri (PN)-nya dirusak orang. Tidak ada yang bisa memutus suatu sengketa selain pengadilan. Terhadap kondisi hukum kita sekarang. Waktu MA diserang terus-menerus. Ada diskusi panel. Mestinya kan turun. memberikan penjelasan pada pers misalnya? Banyak wartawan yang datang kepada saya. Beberapa pekan lalu. maka kaca-kaca pengadilannya dipecahkan. Nah. Jadi hilanglah. Anda terkesan sama sekali tidak melakukan pembelaan. Herman Allositondi. benarkah begitu? Tidak mengakar? Seyogianya terhadap penilaian seperti itu. Ini kan kontradiksi. Tapi mari kita lihat.

Esoknya Jaksa Agung menelepon Ketua MA. Bambang dan beberapa perwira bawahannya mendapat teror serius. hakim anggotanya kita jadikan ketua.. tapi MA malah membiarkannya? Sebenarnya saya yang memerintahkan agar dilakukannya pemeriksaan itu. kami tidak mengumumkannya. Kan cepat prosesnya. nanti dikira orang tidak bekerja. tolong buat surat penangkapannya segera. . Tapi. Saya juga bilang.Kejaksaan. Maka. tapi tak tersentuh. Kemudian Jaksa Agung menelepon saya lagi siangnya. saya setuju. Kalau kita tidak bertindak. Karena memang kalau ada kejadian begini. KPN berkata. Mereka ditekan dari kiri-kanan. Hakimnya belum ada cerita. saya yang memerintahkan. Polisi kabarnya sempat akan menyerah. yang ketika itu Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia. ganti majelis hakimnya. kok. saya langsung menelepon Ketua PN Jaksel (Seodarto. waktu kejadian di PN Jaksel. Harus semuanya diganti. Malam itu juga perintah Ketua MA kepada Ketua PN Jaksel adalah tarik semua perkara dari hakim tersebut. majelis harus diganti semuanya. Saya bilang. Setelah mendengar penjelasan dia. lalu perintah dikeluarkan. red). sebenarnya itu proses standar saja. Karena kita perlu public trust. Namun kondisi sekarang sudah berubah. Kita semua tahu: BHD hendak menangkap Muchdi Pr. dari keterangan KPN. ini (hakimnya) pasti terkait. Setelah itu saya langsung press conference. Lalu Pak Ketua memanggil saya. Nah. Tapi masalah lain kita memang tidak umumkan. Saya usulkan kepada Ketua MA. Cuma selama ini tidak kita lakukan terbuka seperti itu. Lho. petinggi Badan Intelijen Negara yang ditengarai terlibat kasus Munir. Karena itu Jaksa Agung mohon agar petunjuk Ketua MA untuk memeriksa Herman. Lalu. Hasil rekaman jelas petunjuknya (Herman terlibat). saya bilang ini tidak bisa tidak. Entah oleh siapa. Karena itu konsekwensinya luas. Saya bilang. Hanya masalah itu saja. Karena dia akan segera berangkat meninjau PN di Lampung. Waktu itu kebetulan kita sedang rapat pimpinan. Yang baru tertangkap tangan kan paniteranya. Mereka menanyakan nasib investigasi kasus Muniraktivis hak asasi manusia yang tewas diracun dalam perjalanan Jakarta-Amsterdam pada 2004. tidak. Saya minta dia supaya sore itu agar datang untuk melaporkan. apa tidak ketuanya saja. Usman Hamid Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) SEKELOMPOK aktivis dan wartawan suatu hari pada Juni 2008 datang menemui Bambang Hendarso Danuri (BHD). saya usulkan kepada Pak Ketua MA. Tersangka pembunuh sudah ada. Berarti MA perlu public trust juga dong? Memang butuh. Ketua PN Semarang yang sudah ditindak itu. Karena kita juga menghormati azas praduga tidak bersalah.

Muchdi tak melawan. Bibit-Chandra. Di awal kepemimpinannya.Kepada para aktivis. Konon. ada usaha keras membenahi mindset perwira tinggi. Paradigma peraturan ini adalah menjunjung tinggi prinsip demokrasi. Lebih spesifik lagi. BHD bukan sosok yang tanpa visi. yang berlarut-larut. Juga rekayasa kasus Aan dan dugaan rekening gendut milik perwira tinggi yang berakhir antiklimaks. Muchdi ditangkap saat keluar dari lobi sebuah hotel. BHD berjanji akan mengambil risiko berat. polisi kini menuding kasus itu berkaitan dengan konflik . Tapi yang terjadi. seharusnya BHD mengambil tindakan nyata. kemajemukan. BHD selalu menekankan apresiasinya atas dorongan LSM agar polisi mereformasi diri. Wajah para anggota tim polisi yang membekuknya tegang. Kita tahu ada klimaks dari cerita itu: BHD diangkat menjadi Kepala Kepolisian RI. Suatu petang. dan mafia pajak. Dia membuktikannya. Lihat saja misalnya penanganan kasus penahanan dua pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi. BHD mengesahkan seperangkat kebijakan maju. melainkan perlu sikap nyata. Bank Indover. Adapun kisah Muchdi antiklimaks: ia dibebaskan pengadilan pada akhir 2008. BHD ada di sana dengan wajah berkeringat dan senjata siap menyalak. sosok BHD yang tengah menunggu masa pensiun. ia digelandang menuju markas Brigade Mobil. Ketika berniat menangkap pelaku serangan terhadap aktivis antikorupsi Tama Langkun dan pelaku pelemparan bom molotov di kantor majalah Tempo. Inilah kemunduran terbesar dari reformasi kepolisian. Jawa Barat. Kita juga ingat kasus pencopotan Komisaris Jenderal Susno Duadji dari jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal dan kehadiran Susno sebagai saksi dalam sidang kasus pembunuhan pengusaha Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa Ketua KPK Antasari Azhar dan perwira polisi Wiliardi Wizar. termasuk tidak melakukan penyiksaan dalam pemeriksaan. Dibekap polisi. Akuntabilitas juga mendapat perhatian penting. mata publik terus menyoroti sepak terjang kepolisian. Kelapa Dua. Setahun terakhir. juga kejaksaan dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Ada pula kasus rekomendasi kerja Tim 8 untuk mereposisi sejumlah pejabat kepolisian. Namun sekarang kepercayaan itu menurun tajam dan jatuh pada titik terendah. Depok. dan hak asasi manusia. lll SETIAP kali ada kesempatan bertemu dengan pegiat masyarakat sipil. memperbaiki kinerja reserse dan petugas pelayanan masyarakat. Penggunaan senjata api lebih terkontrol kecuali dalam kasus perburuan teroris. alih-alih menangkap pelaku pelemparan bom molotov. Tentu saja niat itu positif meski penekanan kebijaksanaan mestinya bukan semata kehendak hati. terutama atas keberhasilannya mengungkap kasus Munir. misalnya Peraturan Kepala Polri Nomor 8 Tahun 2009 tentang implementasi hak asasi manusia yang memaksa petugas menghormati HAM. Belum lagi kasus Bank Century. Semua bernasib sama: menggantung. Tak lupa pula ia menegaskan kehendaknya mewujudkan harapan masyarakat terhadap penegakan hukum yang adil. Di bawah kepemimpinan BHD. Ada juga Peraturan Kepala Polri Nomor 7 Tahun 2008 yang meminta publik menjadi subyek aktif membantu polisi mengatasi persoalan hukum di masyarakat. kepercayaan masyarakat kepada kepolisian sempat naik. yang diakibatkan kasus Anggodo. Masaro.

melainkan makin memburuk. Jika BHD memang berkomitmen mengusut dugaan kepemilikan rekening gendut. praktek mencari dana untuk kebutuhan kerja polisi-sesuatu yang tak lain adalah korupsi-akan terus merajalela. arah kebijakan kepolisian ke depan bukan membaik. Dua dokumen "rahasia" tersebut merupakan potret yang bisa berbicara tentang mengapa dan dari mana sumber kekacauan kepolisian. Polisi mestinya segera berbenah. Alih-alih merangkul kawan dari elemen masyarakat sipil. mana lawan. Cara ini dipercaya juga dilakukan untuk mencari celah agar mereka terpilih menggantikan BHD. Cara yang terakhir ini dipercaya telah membuat sejumlah perwira senior kecewa sehingga melakukan perlawanan diam-diam. yang . polisi kini malah memusuhi mereka. Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat. Genderang perang yang telah lama ditabuh kini redup. etika kebijaksanaan mementingkan tindakan yang bijaksana. seharusnya ada perwira yang dibawa ke pengadilan. menghasilkan perlawanan balik dan memukul mundur pasukan yang awalnya menyerang. Tak lagi jelas mana kawan. Di pihak lain. Siapa yang menyusun dokumen ini? Barangkali ada perwira-perwira yang memiliki niat hitam. Semangat dua dokumen itu bertolak belakang dengan grand strategy Polri 2005-2025 yang disusun Jenderal Sutanto. jika ya.internal Tempo. Perang melawan penyerang aktivis tak terdengar. Sehingga tak ada lagi jalur "A" alias Asiong dan Aliong ataupun "parman" alias partisipasi teman. ibarat pedang makan tuan. Perang memberantas teroris memproduksi teroris baru. negara harus memiliki batas waktu yang jelas kapan kepolisian dapat memperoleh 100 persen anggaran belanja bagi kebutuhan kerjanya. yang merujuk pada praktek permintaan dana dari pengusaha untuk memenuhi anggaran kepolisian. Gugus kerja seperti Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan tak boleh pasif. Kepala Polri sebelum BHD. Saya berharap dua dokumen itu bukan merupakan sikap resmi Polri. Dokumen "Program Kerja 2010 tertanggal 11 Juni 2010" dan "Rencana Strategis 2010-2014" yang diterbitkan pada Januari tahun lalu bahkan menyebutkan nama beberapa LSM yang dianggap merusak citra kepolisian. Sebab. Jika program itu dijalankan. tahun ini mestinya Polri masuk fase membangun kepercayaan (trust building). bukan karena faktor "kedekatan" dengan pimpinan. Dalam hal ini. Perubahan yang utama adalah menghapuskan off budget. Selama polisi dibiarkan bekerja dengan anggaran yang cekak. Sistem pembinaan karier seharusnya dilaksanakan agar promosi perwira-misalnya untuk jabatan kepala kepolisian daerah-sepenuhnya didasari kinerja. Perang melawan koruptor dan mafia peradilan. Perang melawan judi dan penyelundup kehabisan logistik dan bahan bakar. masyarakat sipil harus memastikan bahwa soal anggaran kepolisian segera diatasi. Mengutip Franz Magnis-Suseno. termasuk dengan membangun lobi politik di luar markas polisi. bukan sekadar sikap batin. yang akan pensiun Oktober tahun ini. Kepercayaan publik kian menurun dan hubungan kepolisian dan masyarakat sipil menjadi kian diametral. Pemimpin politik formal harus aktif memantau dan mencarikan jalan reformasi polisi.

Timur Pradopo saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di DPR RI memaparkan 10 program kepolisian ke depan. Lebih jauh. Timur di antarannya menyebutkan penyelesaian kasus-kasus yang menonjol. Hasil monitoring Kontras. Integritas dan profesionalitasnya dipertanyakan. pembrantasan illegal logging. Satuan Narkoba bersama Unit Pelayanan. Kejadian tersebut memperburuk citra Polri dalam menjalankan tugasnya selaku penegak hukum. Lutfi mengatakan. Kasus itu meningkat 57. menangkap anggota Samapta Polrestabes terkait kasus yang sama. Dia memberi contoh yang baru terjadi di Jambi (11/10).membawahkan bidang kepolisian. Ini yang perlu diselesaikan di institusi Polri. pada 2009 melonjak menjadi 277 kasus dan 175 kasus di antaranya dilakukan aparat polisi. Ini menjadi tanggung jawab Kapolri untuk melakukan pembinaan terhadap aparatnya. Jangan pula mereka melanggar hukum. Menurut dia. . Jika pada 2008 pelanggaran HAM di provinsi itu tercatat 176 kasus. dan Penegakan Disiplin Polrestabes Makassar. "Adanya kejadian seperti itu dengan sendirinya membentuk opini di masyarakat bahwa rendahnya moral aparat. Presiden harus mengambil bagian agar Kepala Kepolisian tak merasa seperti "komandan yang kehilangan komando". Lutfi menyebutkan di Makasar juga ada anggota polisi terkait kasus narkoba. dan illegal mining. Jambi (ANTARA News) . "Mereka itu penegak hukum.Presiden Partai Keadilan Sejahterah (PKS) Lutfi Hasan Ikhsan menekankan Timur Pradopo membina mental dan akhlak anggotanya bila kelak dilantik sebagai Kapolri. Sabtu malam. katanya di Jambi.4 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya." kata Lutfi Hasan Ikhsan. Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumut (Bakumsu) serta Security Sector Reform Community (SSRC) tercatat kasus kekerasan dan pelanggaran hak azasi manusia (HAM) pada 2009 banyak dilakukan oknum kepolisian di Sumatera Utara." katanya. illegal fishing. tak boleh dibiarkan lapuk digerogoti kepentingan jangka pendek. Pengaduan. Perihal itu perlu mendapat perhatian Timur Pradopo terkait dengan maraknya "perilaku miring" yang dilakukan oknum yang berada di lembaga kepolisian di Indonesia. pembrantasan preman dan kejahatan. Oknum polisi berpangkat Bripda dengan inisial AR nyaris melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap remaja putri daerah tersebut. hal ini pada akhirnya nanti tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut menurun dan upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat sipil melemah.

Gabon. Sebaliknya. semakin sulit bagi Indonesia meraih peringkat yang lebih baik pada tahun-tahun menda tang. Sebab. Malaysia (4. harus diakui KPK merupakan salah satu faktor yang dapat mendongkrak peringkat pemberantasan korupsi Indonesia di mata internasional. Sisanya merupakan keluhan pada fungsi samapta. penolakan laporan masyarakat. Brunei Darussalam (5. intelijen. Sebab. Kasus dugaan mafia pajak yang melibatkan Gayus Tambunan juga tak bisa dilepaskan dari keterlibatan aparat penegak hukum di kepolisian maupun kejaksaan.5). dan Kosovo. manipulasi alat bukti. ada beberapa persoalan krusial yang mengakibatkan skor IPK Indonesia tak beringsut naik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Indonesia hanya berada di atas negara lemah. Laporan mengenai rekayasa perkara. hanya sanggup menjaga posisi Indonesia pa da level yang sama dengan tahun sebelumnya tanpa bisa mendongkraknya ke tingkat yang lebih tinggi.Selain itu. (ANT-263/K004) Jumat. Dengan peringkat itu. Di sisi lain. kinerja Kepolisian RI masih dikategorikan buruk. . Bagaimanapun. Stagnasi prestasi pemberantasan korupsi pada 2010 tentu saja merugikan. Hasilnya bisa dikatakan mengecewakan. apalagi sampai 5.199 keluhan masyarakat berada pada satuan reskrim. Timor Leste. Data pengaduan masyarakat terhadap dugaan penyimpangan oleh aparat kepolisian di 32 entitas setingkat polda dan Mabes Polri menunjukkan bahwa 1. dan Thailand (3.0 poin sebagaimana target Presiden SBY pada 2015. program pembrantasan korupsi. dan kriminalisasi terhadap kasus perdata –yang semua itu dikategorikan sebagai unfair trail– juga telah menjadi catatan tersendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pada 2010. Indonesia hanya disejajarkan dengan negara seperti Bolivia. 5 November 2010 Stagnasi Pemberantasan Korupsi OLEH: ADNAN TOPAN HUSODO* TRANSPARANSI Internasional Indonesia (TII) baru saja melansir hasil survei indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia 2010.4).5). Filipina. dan bina mitra.106 di antara 1. Mengapa Stagnan? Paling tidak. kepolisian dan kejaksaan justru selama ini dituding sebagai pihak yang berada di belakang kriminalisasi terhadap pimpinan KPK tersebut. Dengan IPK itu. Lambannya program reformasi pada tubuh penegak hukum dapat dilihat juga dalam laporan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) per September 2010. seperti Vietnam. itu berarti kita telah melewati waktu setahun dengan sia-sia.8 poin atau sama dengan tahun sebelumnya. implementasi struktur Polri. Kamboja. Skor yang diperoleh Indonesia hanya 2. Faktor pelemahan KPK dan nasib yang tidak menentu atas kasus Bibit dan Chandra selama periode 2009–2010 menjadi salah satu pemicu stagnasi pemberantasan korupsi di Indonesia. Indonesia masih kalah jauh oleh Singapura (9. katanya. dan Myanmar. nilai terhadap kinerja pemberantasan korupsi di Indonesia tidak berubah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. penguatan kemampuan Densus 88 bekerja sama dengan TNI dan BNPT. Kepulauan Solomon. lantas. Tahun ini Indonesia berada di peringkat ke-110 di antara 178 negara dunia yang disurvei. pembenahan reserse. Demikian halnya dengan ongkos serta energi yang telah dialokasikan untuk mendorong pemberantasan korupsi. kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum lain tidak kunjung pulih. Data statistik tersebut bisa diartikan bahwa dalam fungsi penegakan hukum yang diwakili reskrim. pada level Asia Tenggara.3). Sementara itu.

Kegiatan itu melibatkan responden pengguna layanan sebanyak 12. Survei yang berlangsung pada April–Agustus 2010 tersebut dilakukan terhadap 353 unit layanan yang tersebar di 23 instansi pusat. Hasilnya.763 responden di tingkat pusat. Terakhir. ditemukan beberapa hal positif. Mereka terdiri atas 2. perlu menjadi catatan yang serius bagi presiden. Barangkali perlu ada evaluasi ulang. naik sepuluh la poran jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 34. delapan laporan mendapatkan opini disclaimer atau turun sepuluh laporan dari tahun sebelumnya. Sementara itu. kegagalan reformasi birokrasi dapat dilihat dari masih buruknya kualitas pelayanan publik. yang mendapatkan predikat disclaimer turun. program remunerasi yang dicanangkan pemerintah sebagai pemicu bagi perbaikan sektor birokrasi sudah diaplikasikan pada beberapa instansi pemerintah.00. instansi ver tikal. Sebanyak 44 di antara 78 laporan keuangan kementerian/lembaga (LKKL) di tingkat pusat mendapatkan opini WTP. 6 instansi vertical.42 atau separo dari skala 10. strategi pemberantasan korupsi harus diarahkan demi terciptanya pemulihan kepercayaan publik terhadap penegak hukum. itu bisa diartikan sebagai kegagalan presiden dalam mengawal perbaikan pada lembaga penegak hukum. Mendongkrak Citra Positif Selain pekerjaan rumah untuk memoles citra positif penegak hukum yang masih berat. Pada tiga hal tersebut. agenda pemberantasan korupsi berada pada garis komandonya. indeks integritas nasional tahun ini hanya berada pada level 5. perbaikan kualitas pelayanan publik. semakin besar nilai. Pertimbangannya. Sebaliknya.616 orang. 7.00 dari skala 0–10. Salah satunya adalah bertambahnya jumlah laporan keuangan di tingkat pemerintah pusat maupun daerah yang mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Lambannya –untuk tidak mengatakan stagnan– agenda reformasi pada berbagai sektor. KPK menggunakan ukuran standar minimal integritas sebesar 6. (*) Jakarta . Seluruh responden merupakan pengguna langsung layanan publik yang disurvei dalam setahun terakhir. Dengan perbaikan pada sektor itu. dan 2.00 sebagai nilai tertinggi. semakin baik integritasnya. Mulai pelayanan dasar. maupun pengurusan hal lain. dan pemerintah kota. publik akan secara langsung menikmati pelayanan yang lebih baik. Padahal. khususnya penegak hukum.IPK 2010 harus menjadi kritik sekaligus masukan yang berharga bagi Presiden SBY. perizinan. Besar . Berdasar laporan hasil pemerik saansemester I 2010 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurut PBB Rasio Polisi yang ideal adalah 1 : 400. serta semakin efisien dan efektifnya penerimaan dan penggunaan anggaran negara.730 responden di tingkat instansi vertikal. Artinya. menurunnya tingkat korupsi dapat ditandai dengan semakin efektif nya penerimaan dan penggunaan ang garan negara di pusat maupun daerah. Indeks integritas nasional merupakan nilai rata-rata dari sektor publik di tingkat nasional. Karena itu. IPK Indonesia dipertaruhkan. Dengan strategi itu. Sebab. Masalahnya. dan 22 pemerintah kota. semoga IPK Indonesia pada masa yang akan datang meningkat signifikan. survei integritas sektor publik yang dilansir KPK pada awal November 2010 menunjukkan belum membaiknya mutu pelayanan publik secara umum. Membaiknya pelayanan publik menandakan keberhasilan reformasi pada sektor birokrasi.123 responden di tingkat pemerintah kota. Sebaliknya. agenda pemberan tasan korupsi bertumpu pada agenda reformasi birokrasi.Rasio Polisi adalah jumlah polisi dibandingkan dengan jumlah penduduk suatu wilayah atau negara. apakah strategi menaikkan remunerasi merupakan solusi yang efektif untuk mempercepat agenda reformasi birokrasi.

bukan pada berapa banyak anggota polisi lapangan (operasional) yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.81 pada tahun 2008.282 per 100.3 per 1000 di Dallas dan 2. 1979.4 per 1000 di Kansas City. 1982.89 pada tahun 2007. Padahal seharusnya dengan semakin . Gurr. Koenig. Jika pada akhir Program Pembangunan Nasional (Propenas) 2000 . Sayangnya Rasio Polisi tersebut dibentuk berdasarkan pada jumlah total anggota polisi.2004 Rasio Polisi mencapai 1 : 750. dan kejahatan berimplikasi kontijensi. Data dari Bureau of Justice Statistics 1987 (dalam Bayley. Dalam kurun waktu 2005 . 104 pada tahun 2006.000). tetapi memiliki angka kejahatan serius tertinggi. yaitu pada level Bintara. sasaran Rasio Polisi 1 : 500 dapat tercapai. kejahatan transnasional. kejahatan terhadap kekayaan negara. Di antara kota-kota yang berpenduduk lebih dari satu juta jiwa. Semenjak dipisahkannya Polri dari TNI pada tahun 2000 Rasio Polisi Indonesia semakin membaik (mengecil). 1989 (dalam Bayley. dan Walker. Hal ini berarti bahwa semakin besar jumlah personil polisi tidak selalu menekan angka kejahatan. maka sampai dengan akhir tahun 2008 Polisi Rasio telah mencapai 1 : 578. 1970. intensitas patroli rendah. Dallas memiliki angka kejahatan tertinggi (16.000). Krahn and Kennedy. Diharapkan pada akhir tahun 2009. 1985.kecilnya Rasio Polisi menentukan efektivitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. 1983. Studi yang dilakukan oleh Lotfin and McDowall. Emsley.2008 semua jenis kejahatan cenderung meningkat dengan indeks kriminalitas secara berturut-turut 110 pada tahun 2005. Lane. Dalam hal penyelesaian perkara (clearing rate). 1980. atau kehadiran polisi di tempat kejadian perkara (quick response) tidak tepat waktu. Reiner.789 per 100. 140. penyidikan berlarut-larut. 1994) menunjukkan bahwa analisa yang dilakukan berulang kali tidak menemukan hubungan antara jumlah personil kepolisian dengan angka kejahatan. Laurie.000) dan yang terendah adalah Kansas City. Sebaliknya semakin besar Rasio Polisi akan menyebabkan pengaduan masyarakat tidak tertangani dengan baik. Logikanya semakin kecil Rasio Polisi semakin efektif pelayanan kepolisian kepada masyarakat. tetapi kedua kota tersebut memiliki jumlah personil polisi per kapita yang hampir sama yaitu 2. *** Di lembaga kepolisian kejahatan dikelompokkan dalam 4 jenis kejahatan yaitu kejahatan konvensional. 1994) menyebutkan bahwa kota-kota Amerika Serikat yang berpenduduk lebih dari satu juta jiwa memiliki rasio polisi tertinggi (320 per 100. 1985. Rasio Polisi tidak dapat dijadikan ukuran keberhasilan dalam menekan kriminalitas. dan 128. Karena pada dasarnya tindak kejahatan dapat terjadi karena ada kemauan dan kesempatan yang didukung oleh adanya gab kondisi sosial ekonomi suatu masyarakat. Senada dengan berbagai hasil studi meningkatnya Rasio Polisi Indonesia ternyata tidak menurunkan angka kriminalitas. khususnya kejahatan konvensional cenderung stagnan pada kisaran 50 persen. Silberman. Missouri (3. 1978. 1991.

penipuan. Tentunya dengan sejumlah persyaratan yang kadangkala memberatkan tersangka. regional. terutama dalam hal penanganan tindak kriminalitas. perampasan. Salah satu keberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi kepolisian. Sementara itu. Hal ini ditunjukkan oleh masih banyaknya kasus main hakim terhadap penyelesaian kejahatan di masyarakat atau dengan cara menyewa pengamanan swasta yang seringkali bertindak bengis dan anarkhis.5 persen dari total anggota Polri menjadikan lembaga kepolisian belum sepenuhnya menjadi andalan masyarakat dalam mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. sampai saat ini masih melekat di sebagian masyarakat. Jika melebihi target atau terlalu berprestasi justru akan dipertanyakan "dapat biaya dari mana". Bahkan mendekati ke angka 100 persen. Setiap kasus tindak pidana telah ditetapkan besaran biayanya. maupun global memiliki bobot politis yang tinggi. kinerja penyelesaian perkara relatif cukup baik. Tanpa laporan dari masyarakat polisi tidak dapat melakukan langkah penyelidikan dan penyidikan terhadap suatu kasus kejahatan yang menimpa masyarakat. Kondisi tersebut menyebabkan para penyidik tidak dapat melakukan improvisasi secara bebas dan terpaksa tebang pilih kasus yang dianggap menonjol dan dapat memoncer-kan kariernya. adalah seberapa besar partisipasi masyarakat dalam melaporkan tindak kejahatan yang dialaminya. Pandangan bahwa "melapor kehilangan ayam malah kehilangan kambing". penjambretan. Hal ini cukup logis jika ditinjau dengan volume dan bobot suatu kasus. makan waktu yang lama. Kasus-kasus kejahatan konvensional seperti pencurian. pemerkosaan. Citra Polisi juga masih dibayangi oleh masih banyaknya anggota Polisi yang melakukan tindakan menyimpang dari tugas pokok dan fungsinya. Artinya jika dalam satu tahun ditargetkan sebanyak 40 kasus maka maksimal kasus yang diselesaikan sebanyak 40 kasus. Sayangnya sampai saat ini lembaga kepolisian belum sepenuhnya mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Pelanggaran kode etik dan berbagai tindak pidana yang pada tahun 2008 kasusnya mencapai hampir 2. Akibatnya banyak kasus-kasus yang dianggap tidak berbobot terpaksa tidak ditindaklanjuti dan dilepas begitu saja. Namun. untuk jenis kejahatan transnasional seperti terorisme yang bersifat lintas negara. sehingga keberhasilan dalam penanganannya sangat signifikan mempengaruhi kinerja kepolisian. Sementara dari kinerja penyidikan masih banyak hasil penyidikan yang dibantah oleh terlapor ketika berperkara di pengadilan karena proses investigasi diwarnai intimidasi dan penyiksaan. Seringkali masyarakat (pelapor) merasa tidak nyaman bila berhubungan dengan lembaga kepolisian karena proses yang berbelit-belit. untuk 3 jenis kejahatan lainnya. Stagnasi clearing rate kejahatan konvensional pada kisaran 50 persen diduga terkait dengan keterbatasan anggaran penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. sampai dengan pembunuhan yang dianggap sebagai pekerjaan rutin dan bersifat lokal kurang memiliki nilai politis sehingga keberhasilannya kurang terapresiasi. . Dengan demikian setiap unit reserse kinerjanya diukur dari pencapaian target yang telah ditetapkan. dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.menurunnya Rasio Polisi kinerja penyelesaian perkara akan meningkat.

Donal Faris. Gunarta Perencana Bappenas ABOUT THE AUTHOR Nugroho Email: Info@KabariNews. sehingga masyarakat semakin mempertanyakan keseriusan Polri untuk menyelesaikan kasus korupsi. Persyaratan pendidikan minimal SLTA telah terpenuhi dan secara alamiah level tamtama akan terhapus di lembaga kepolisian dalam beberapa tahun ke depan. Minimal mencapai kondisi ideal yang ditetapkan PBB dan untuk mengatasi kesenjangan cakupan pelayanan. Indikatornya adalah masyarakat merasa nyaman berhubungan dengan polisi. . Tetapi. Jawa Barat. Hal ini disampaikan oleh peneliti hukum ICW. Secara umum kualitas pendidikan anggota Polri sudah cukup baik. KabariNews. kondisi sosial ekonomi masyarakat.com Jakarta. Menurunkan Rasio Polisi masih tetap diperlukan. dan hak asasi manusia perlu terus ditingkatkan. ICW menilai Polri tidak serius dalam menangani kasus Gayus tersebut. saat menggelar konfrensi pers di kantor ICW. Minggu (21/11). Salah satunya disampaikan oleh Indonesian Corruption Watch (ICW) yang mendesak Polri untuk segera menyerahkan kasus Gayus Tambunan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Depok. yang tidak kalah penting adalah kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat harus lebih baik. Jakarta.Kasus "bebas"nya terdakwa penggelapan pajak Gayus Halomoan Tambunan dari Rumah Tahanan Markas Komando Brigade Mobil (Rutan Mako Brimob) Polri di Kelapa Dua. bebeberapa waktu lalu kembali membuat institusi Kepolisian Republik Indonesia mendapat sorotan publik. saat ini kepercayaan publik terhadap Polri semakin menurun. Namun demikian pemahaman terhadap hukum.com . Polisi ada ketika masyarakat membutuhkan (quick response) serta masyarakat merasa nyaman dan aman beraktivitas. Langkah ini diperlukan untuk menekan angka penyimpangan dan pelanggaran profesi yang mengarah pada penistaan hak asasi manusia.Menilik dari kondisi di atas ke depan diperlukan updating kebijakan dan regulasi secara terus-menerus untuk meningkatkan profesionalisme Polri. Beberapa kalangan menilai.

Di pihak lain.KabariNews. Begitu pun dengan kekerasan yang terjadi pada mahasiswa." ucap Julian. bisa kaburnya Gayus Tambunan dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok telah menunjukkan bahwa kepolisian tidak 100% serius menangani kasus Gayus ini. Akan tetapi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih tetap mempercayai penyelesaian kasus hukum tersebut ditangani Polri."Sudah terlihat jelas. kekerasan hampir selalu mewarnai kegiatan perpeloncoan." pungkas Donal.com/?35973 Untuk melihat artikel Jakarta lainnya. Klik di sini Klik di sini untuk Forum Tanya Jawab Mereka Tumbuh dalam Generasi Tawuran KEKERASAN tampaknya sudah semakin akrab dengan dunia mahasiswa kita. Selain kematian Wahyu Hidayat. mari kita tunggu bersama-sama. Sekarang. Julian menegaskan. kejadian kecil saja di dalam kampus bisa terekspos. Sebab. . Sesuatu yang menyimpang dari kewajaran begitu menarik perhatian. Sementara itu. Untuk share artikel ini klik www. saat ditemui wartawan di Gedung Manggala Wanabhakti Kementerian Kehutanan. "Presiden percaya dengan sistem hukum saat ini. kekerasan dalam perpeloncoan itu jarang terekspos ke masyarakat luas. Julian Alrdin Pasha. Jakarta. bahwa kasus "bebas"nya Gayus beberapa waktu lalu terjadi karena ulah beberapa oknum petugas saja. mahasiswa STPDN. baik berbeda perguruan tinggi maupun sesama mahasiswa pada perguruan tinggi yang sama. Dari dulu. mengenai kekhawatiran masyarakat akan kinerja kepolisian. zaman telah berubah. kekerasan dalam dunia kemahasiswaan sebenarnya tidak hanya terjadi akhir-akhir ini. kekerasan juga sering terjadi dalam tawuran antarmahasiswa. Dengan demikian. APA yang sebenarnya terjadi pada mahasiswa kita? Kriminolog dari Universitas Indonesia Erlangga Masdiana menyatakan. pers dan aparat kepolisian waktu itu sangat sulit masuk ke kampus untuk urusan intern. Kasus Gayus masih ditangani secara intensif oleh Polri. masyarakat sekarang juga begitu kritis. Selasa (23/11). Tak jarang perpeloncoan mengakibatkan mahasiswa sakit atau meninggal. Dan Polri juga telah berkomitmen untuk menuntaskan kasus itu. Hal ini disampaikan Juru Bicara Kepresidenan. Pers begitu banyak dan akses ke sumber-sumber berita begitu mudah. Namun demikian. katanya.

Warga yang muak dengan ulah para pelajar itu akhirnya bangkit melawan. Seperti efek domino. Selain itu. Sebab. Adapun mahasiswa senior di perguruan tinggi saat ini kira-kira duduk di SMU antara tahun 1997 dan 2002. yaitu pelajar yang naik bus nomor tertentu melawan pelajar lain yang naik bus dengan nomor lain. Periode 1997-2002 adalah periode di mana perkelahian antarpelajar begitu sering terjadi. Pemberitaan yang gencar akhirnya membuat tawuran pelajar seolah menjadi tren pelajar di berbagai kota. Mereka yang biasa tawuran itulah yang kini menjadi mahasiswa. Akibatnya. tidak sewajarnya mereka menggunakan kekerasan dan kekuatan fisik. Tangerang. jika ada kesempatan. Itu masih ditambah dengan dunia pergerakan kampus yang kerap turun ke jalan atas nama reformasi yang dalam aksinya juga sering memancing kekerasan. tawuran juga terjadi hampir setiap pagi ketika akan berangkat sekolah. Dalam menyelesaikan persoalan. Dalam perkembangannya. kekerasan di dunia kampus sebenarnya bisa dilakukan oleh mahasiswa sebagai individu atau kelompok. Seperti halnya perilaku menyimpang lainnya. Bukan hanya di siang hari ketika mereka pulang sekolah. sementara segerombolan remaja berpakaian seragam merampasi harta benda milik para penumpang. Bukan hanya di sekitar Jakarta. dan Bogor. tawuran tidak lagi antarsekolah kemudian berkembang menjadi antarbasis. tawuran juga dilakukan anak-anak SMP. tawuran pelajar yang semula hanya melibatkan sebagian kecil sekolah di Jakarta kemudian meluas. hampir setiap hari terjadi tawuran pelajar di jalan-jalan Ibu Kota. MENGAITKAN begitu saja kebiasaan tawuran di kalangan pelajar dengan kekerasan di lingkungan kampus-khususnya masa orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek). Mahasiswa baru yang sekarang baru masuk dunia kampus adalah mereka yang lulus SMU pada tahun 2003. Awalnya.nilai sendiri yang bisa jadi berbeda dengan norma yang ada sebelumnya. mereka sangat sulit memahami kenapa mahasiswa kita lebih senang tawuran atau bahkan menggunakan kekerasan fisik untuk yuniornya. ada suatu masa di mana tawuran pelajar akhirnya berkembang menjadi tawuran antara pelajar dan warga. Dalam keseharian. baik terhadap penumpang maupun awak bus.kata Erlangga sebenarnya tidaklah mudah. di kampus selalu saja ada individu-individu yang mempunyai kecenderungan berperilaku menyimpang. Salah satunya adalah . Akan tetapi. individu. meskipun jumlahnya tidak besar. Mereka naik bus dengan berpura-pura mencari lawannya. Akan tetapi. Selama 1997-1999. baik yunior maupun seniornya.Masyarakat awam membayangkan mahasiswa sebagai intelektual calon pewaris bangsa mestinya mempunyai pola pikir dan pola tindak yang intelektual. Tidak jarang awak bus dipaksa terus melaju. Maka. tawuran pelajar itu memang hanya terjadi di Jakarta. Menurut Erlangga. perilaku mereka bisa mengganggu kehidupan kampus.individu menyimpang itu mungkin tidak berpengaruh pada kelompok mahasiswa keseluruhan. tetapi juga di daerah-daerah. tawuran pelajar itu kemudian menjadi modus baru kejahatan di Jakarta. kemudian merambat ke Bekasi. tetapi tak jarang mereka melakukan tindak kejahatan. Perkembangan lain. Apalagi jika mereka mendapat peluang untuk "berkuasa". menurut Erlangga. bahwa mereka dibesarkan dalam subkultur delinquency (kenakalan anak-anak) itu pada akhirnya memunculkan nilai. individu-individu menyimpang itu bergabung dalam satu kelompok. Itu berarti mereka berada di lingkungan SMU pada tahun 1999-2003 dan berada di lingkungan SLTP tahun 1997 hingga 2000. ada kecenderungan baru mengajak serta siswa dari sekolah lain untuk bergabung melawan siswa dari sekolah yang dianggap sebagai lawannya.

tidak jarang upaya menanamkan pengaruh itu dilakukan dengan cara-cara kekerasan yang tak terkontrol. Meski sebagian besar mahasiswa tidak terlibat dalam tawuran semasa SMU. Identitas kelompok itu bisa sangat terasa dalam perkelahian antarmahasiswa yang berbeda perguruan tinggi. Kekerasan tak terkontrol biasa terjadi jika ada yunior yang dianggap melawan atau menentang kehendaknya. berbeda fakultas maupun lokasi kampus. Membangun disiplin dengan cara-cara militer seperti banyak dilakukan selama ini sudah saatnya dihentikan dan diganti dengan memberikan sanksi yang mendidik kepada yunior yang melanggar aturan main yang telah disepakati sebelumnya. hanya bisa dilakukan dengan cara tidak memberi peluang kepada mereka yang mempunyai perilaku menyimpang itu untuk menunjukkan "kekuasaannya". UNTUK menghentikan tindakan kekerasan selama masa ospek yang sebenarnya sudah tidak relevan lagi dilakukan. Sayangnya. nilai-nilai pribadi yang baik itu akan sangat mudah terkooptasi. diperlukan berbagai kegiatan yang sifatnya fun dan menyenangkan tanpa harus memberikan sanksi-sanksi yang hanya untuk memuaskan seniornya. . untuk menaikkan posisi tawar dalam dinamika kehidupan kampus yang pada akhirnya juga menaikkan posisi tawarnya di masyarakat nantinya. atau berbeda angkatan. dan ilmu pengetahuan maupun teknologi. budaya kekerasan bisa saja menjadi dominan ketika mereka sudah berbaur dalam satu kelompok atas nama senioritas. menurut Erlangga. "Jati diri bisa hilang. dalam tata pergaulan. Untuk membangun hubungan lebih akrab antarsivitas akademika. konsep. kekerasan dalam masa ospek seolah terus berulang." kata Erlangga. Akan tetapi. Tujuannya. Pemimpin universitas juga harus terlibat di dalamnya dan bertanggung jawab terhadap semua persoalan yang muncul akibat ospek. penyelenggaraan ospek harus menjadi tanggung jawab seluruh sivitas akademika. Materi yang diberikan kepada para yunior pun harus sesuatu yang dapat membangun kehidupan kampus sebagai institusi yang melahirkan pemikiran.nilai tentang kekerasan yang sebenarnya merupakan penyimpangan itu. Untuk itu. Segala bentuk kegiatan yang hanya mengandalkan fisik harus dilarang dan diganti dengan kegiatan untuk memperkenalkan tradisi-tradisi ilmiah di dalam kampus. budaya kekerasan yang sebenarnya menyimpang itu justru sering dianggap benar dan bahkan menjadi tradisi yang harus dipertahankan atau diwariskan kepada yuniornya. Ospek atau perpeloncoan adalah ajang paling mudah untuk menanamkan pengaruh dari senior ke yuniornya. Artinya. mereka yang berperilaku menyimpang sebenarnya tidak banyak. Yang ada adalah identitas kelompok. Itulah sebabnya. Budaya kekerasan lalu menonjol. soalnya. kemudian dianggap lazim. penyelenggaraan ospek tidak bisa lagi diserahkan begitu saja kepada mahasiswa (senior). Persoalannya. dalam suatu kelompok. Erlangga melihat kenyataan bahwa kampus selalu cenderung menjadi ajang perebutan "kekuasaan" dari individu-individu di dalamnya. Tak heran kalau kemudian seorang mahasiswa yang di rumah begitu manis perilakunya tiba.tiba berubah keras dan ganas ketika berada di dalam kelompok yang sudah terkooptasi kekerasan itu. Berkaitan dengan kekerasan yang timbul sebagai ekses ospek dan sejenisnya. Penyelenggaraan ospek yang dalam banyak kampus belum juga berubah dari pola lama yang tak ubahnya sebagai perpeloncoan itu pada akhirnya menyuburkan budaya kekerasan yang "secara alami" sudah biasa melingkupi para mahasiswa sejak masih SMU atau bahkan SLTP. Dalam jumlah.

Sebab. Menurut Bruce J. o Penyimpangan bersifat negatif: Penyimpangan ini berwujud dalam tindakan yang mengarah pada nilai-nolai sosial yang dipandang rendah dan dianggap tercela dalam masayarakat. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai sosial suatu masyarakat. Contoh: orang yang melanggar lalu lintas dengan tidak membawa SIM dan perbuatannya itu tidak diulangi lagi. Cohen. • Bentuk penyimpangan menurut Sifatnya: o Penyimpangan bersifat positif: Penyimpangan ini terarah pada nilai sosial yang berlaku dan dianggap ideal dalam masyarakat dan mempunyai dampak yang bersifat positif. upaya ke arah sana harus secara serius dilakukan lewat sosialisasi dan pendekatan kepada mahasiswa. Cara yang dilakukan seolah-olah menyimpang dari norma padahal tidak. Akan tetapi. pemimpin universitas juga tidak boleh menutup diri terhadap aparat kepolisian sebagai penegak hukum. Contohnya adalah: Bermunculan Wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita. . Penyimpangan ini biasanya dilakukan di lingkungan keluarga. o Penyimpangan kelompok: dilakukan oleh kelompok orang yang tunduk pada norma kelompoknya yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat.Pemimpin universitas harus menegaskan bahwa penggunaan kekerasan fisik sungguhsungguh dilarang. Dikti bahkan harus membuat standardisasi kegiatan ospek agar tidak lagi menyimpang. o Penyimpangan Primer: merupakan penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan biasanya tidak diulangi lagi. pencurian. Pelanggaran terhadap larangan itu harus secara serius ditangani dengan sanksi yang keras. Tidak mudah memang mengubah tradisi yang sudah bertahun-tahun eksis. pemimpin universitas harus bisa bekerja sama dengan polisi untuk menangani pelakunya. perjudian dan pemakaian narkotika. Contohnya: pemerkosaan. Departemen Pendidikan Nasional lewat Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) seharusnya tidak tinggal diam menyaksikan jatuhnya korban-korban kekerasan selama masa ospek. (msh) URL Source: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0309/14/Fokus/560673. Untuk keperluan pemberian sanksi tersebut. • Bentuk penyimpangan menurut Lemert (1951). Jika ada pelanggaran yang bisa dikategorikan sebagai perbuatan kriminal. sudah banyak universitas berhasil mengembangkan ospek menjadi sebuah kegiatan yang benar-benar menunjang kehidupan kampus tanpa harus diwarnai kekerasan. pembunuhan. ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau buruk. ϖ Bentuk-bentuk penyimpangan sosial • Bentuk pentimpangan menurut pelakunya: o Penyimpangan Individu: penyimpangan yang dilakukan oleh Individu yang berlawanan dengan Norma. dalam kenyataannya. Ospek yang selama ini lebih bersifat ritual inisiasi seorang mahasiswa baru harus dirombak menjadi kegiatan yang melahirkan mahasiswa dengan pemikiran yang futuristik.htm Pengertian dari penyimpangan sosial: Bentuk Perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Contoh kelompok yang melakukan penyimpangan adalah kelompok pengedar narkotika. benar atau salah menurut pengertian umum. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini masih diterima di masyarakat.

Seseorang yang melakukan penyimpangan ini biasanya tidak akan diterima lagi di masyarakat. pendidikan di sekolah. . Ψ Hubungan seks diluar nikah. Misalnya: seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan atau narkoba. sementara iklan rokok begitu menarik. pergaulan dan media massa. media elektronik. jenis kelamin dan kedudukan seseorang dalam keluarga. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakatΨ Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa. Faktor dari luar adalah kehidupan rumah tanggaΨ atau keluarga. media massa. ϖ Jenis-jenis penyimpangan sosial terdiri dari 5 jenis: Tawuran atauΨ perkelahian antar pelajar. Pertentangan antar agen sosialisasiΨ Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. Contoh: Pemabuk yang seringa mabuk-mabukan dipasar. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor. di diskotik dll. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. Misalnya: seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia. media cetak. Ψ Penyalahgunaan narotika. Pergaulan individu yang berhubungan teman-temannya. Penyimpangan juga dapatΨ terjadi apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. ϖ Faktor-faktor Penyebab Penyimpangan Sosial Faktor dari dalam adalahΨ intelegensi atau tingkat kecerdasan. usia. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpamg. Ψ Terbentuknya perilaku menyimpang juga merupakan hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan. Perkelahian termasuk jenis kenakalan remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele. membuang sampah sembarangan. pelacuran dan HIV/AIDS merupakan penyimpangan sosial karena menyimpang norma sosial maupun agama. Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa izin dengan tujuan hanya untuk memperoleh kenikmatan. perampokan. pemerkosaan pencurian. Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya.o Penyimpangan Sekunder:merupakan penyimpangan sosial yang nyata dan dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan menunjukkan ciri khas suatu kelompok.norma masyarakat yang berlaku. Latar Belakang/sebab-sebab terjadinyaϖ penyimpangan Sosial : Proses sosialisasi yang tidak sempurna atauΨ tidak berhasil karena seseorang mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi.obat-obat terlarang dan minuman keras.

Antara lain: Keluarga. Bahwa kesadaran moral semua anggota masyarakat tidak mungkin terjadi karena setiap orang berbeda satu sama lainnya tergantung faktor keturunan. Lingkungan tempat tinggal dan teman sepermain. Media Massa baik cetakΨ maupun elektronik merupakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Ψ Teori Fungsi Durkheim.Ψ Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya. norma sosial dan norma agama.Ψ Menurut pandangan teori ini. peradilan pidana pun lebih memihak pada kepentingan mereka. ϖ Pencegahan penyimpangan sosial. mengemukakan bahwa kejahatan erat terkait dengan perkembangan kapitalisme.menodong. DianggapΨ menyimpang karena melanggar norma.Ψ Tindak kriminal adalah tindak kejahatan atau tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar norma hukum. Ψ Teori Labeling. Karl Mark. Teori Differential Association. MerupakanΨ awal proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian seorang anak. menjambret membunuh. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik. Teori Merton. Oleh sebab itu. etiket dan merek yang diberikan masyarakat secara menyimpang sehingga menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial. penyimpangan sosial bersumber pada pergaulan yang berbeda yang terjadi melalui proses alih budaya. Menurut teori ini seseorang menjadi menyimpang karena proses Labeling. ϖ Teori mengenai penyampangan sosial. lingkungan fisik dan lingkungan sosial. cap.dll. Misalnya: mencuri. Menurtu teori ini apa yang merupakan perilaku menyimpang hanya dalam pandangan kelas yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya. orang yang dianggap melakukan kejahatan dan terkena hukuman pidana umumnya berasal dari kalangan rakyat miskin. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik. Dan merupakan profesi atau pekerjaanya karena sulit mencari pekerjaan yang halal Penyimpangan seksual. Teori penyimpangan iniΨ bersumber dari struktur sosial. agar moralitas dan hukum itu berkembang secara formal.norma yang berlaku. Dengan demikian. penberian julukan. Teori konflik. Disebabkan karena masalah kesulitan ekonomi. Menurut Durkheim kejahatan itu perlu. Menurut Merton terjadinya perilaku menyimpang itu sebagai bentuk adabtasi terhadap situasi tertentu. Windu at 12:02 AM . Labels: Sosiologi Posted by Mr.

Betapa tidak. Sebut saja. tergolong yang paling parah semenjak 1996. perang menjadi jurus pamungkas yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Adalah budaya tawuran dan adu fisik dalam menyelesaikan segala persoalan yang sedang dihadapainya. mendobrak kemapanan dan panutan dalam soal moral ikut punah seiring derasnya arus baku hantam di kalangan kaum pelajar. penjualan narkoba. Bentrokan terjadi di IAIN Ambon. 24 April 1996 Terjadi bentrokan antara mahasiswa dan aparat. Pasalnya. Medan (09/10) akibat perseteruan dua kubu antara Helmi Nasution dan Saryani. Ketiga. Tiga mahasiswa UMI tewas dan puluhan mahasiswa serta aparat luka-luka. memang diakui atau tidak bentrokan antara mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan aparat keamanan (Sabtu. kekerasan yang terjadi di IPDN dengan meninggalnya Wahyu Hidayat (2003) dan Chliff Muntu. Padahal. Aparat sempat menyerbu ke dalam kampus UMI. Malah mencetak anak didik berwatak barbar.Mengeja "Rapot Merah" Mahasiswa Penulis : Ibn Ghifarie Maraknya aksi bentrokan antar mahasiswa di pelbagai Kampus. Selogan wajib menempuh pendidikan sembilan tahun hanya selogan semata. Militansi mahasiswa harus berhadapan dengan ketegasan Kepala Poltabes Yusuf Manggabarani. kekerasan fisik. kasus Mei itu. Unhas (Universitas Hasanauddin). Kini. fakultas. Hampir setiap tahunya selalu kedapatan tawuran antar jurusan. ada beberapa perguruan tinggi yang tak luput dari perbuatan lalim tersebut. pembaharu. 1998 Hampir sepanjang 1998 aksi mahasiswa UMI nyaris semuanya berakhir dengan bentrokan versus polisi. Universitas atau dengan pihak keamanan. tapi memiliki sejarah yang amat panjang dan kelam. kontroling terhadap kebijakan pemerintah. mulai dari aksi rusuh. Tak hanya itu. (11/5) gara-gara tolak ajak demo. menuntut ilmu tak bisa menciptakan manusia seutuhnya dengan budi pekerti yang arif. Sebagai pertanda maraknya aksi Bentrokan Mahasiswa UMI vs Aparat Keamanan. Kedua. 01 Mei 2004) bukanlah yang pertama. Pertama. Seolah-olah melekatnya status mahasiswa tak berbanding lurus dengan kebiasaan tak terpuji saat siswa. tawuran. hampir setiap hari golongan intelek acapkali berbuat ganjil. UISU (Universitas Islam Sumatra Utara). Namun. membuat sebagian masyarakat tertentu mencibir peranan kaum pelajar. Kamis sore (10/5). Hingga berbuntut aksi lempar batu yang dimulai oleh para mahasiswa jurusan Planologi sebagai aksi balas dendam bentrokan. Ironis memang. Peristiwa itu dikenal dengan nama Amarah atau April Makassar Berdarah yang diperingati setiap tahun dan disebut-sebut sebagai peringatan atas kebrutalan polisi dan militer. Makasar dan UMI (Universitas Muslim Indonesia) Makasar. Catatan Kelam Bentrokan Mahasiswa Tengok saja. seks bebas. Walhasil. Universitas 45 Makasar Sulawesi Selatan (10/05 dan 14/05) antara mahasiswa Jurusan Planologi dan Teknik Sipil serta arsitektur Fakultas Teknik kisruh dari aksi ditikamnya (Syamsuddin dan Saleh) rekannya dari jurusan Teknik Sipil. di tengah-tengah keterpurukan bangsa dan meroketnya biaya penididikan. jargon mahasiswa sebagai agen pengubah sosial. Terlebih lagi saat pencitraan sekolah sudah diinjak-injak oleh sekolah lain. aborsi sampai tradisi menghilangkan nyawa orang lain. September 2000 Mahasiswa UMI beraksi menolak . Peristiwa ini dipicu oleh penolakan mahasiswa terhadap kenaikan tarif angkutan kota.

31 Agustus 2005 di Pelataran Baruga Unhas. bukan memakai kekerasan. berdarah di Kampus Unhas antara Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Mahasiswa sempat diburu anjing milik aparat dan disiram gas air mata. (www. Jurusan Arsitektur tertikam di punggung sebelah kirinya dan dilarikan ke RS Wahidin Sudirohusodo. tujuh korban luka. Ketiga. Pelaku penyerangan melakukan pembakaran dan menghanguskan empat ruangan lembaga kemahasiswaan di fakultas tersebut. Kejadian itu kemudian dikenang sebagai \'Black September\' dari tahun 2003-2005. Pertama. empat orang mahasiswa dikabarkan mengalami luka ringan akibat terkena lemparan saat terjadi tawuran. mengakibatkan seorang mahasiswa. Bentrokan bermula di gedung DPRD Sulsel dan merembet ke depan kampus UMI di Jalan Urip Soemoharjo. Dalam aksi tawuran tiga korban dilarikan ke RS Wahidin. meninggal dunia. Sejatinya . Sekadar mengingatkan. Akibatnya. Tiga mahasiswa ditangkap dan sebuah sepeda motor milik mahasiswa rusak. (www. 12 Desember 2003 Bentrokan antar mahasiswa di Kampus Unhas antara Fakultas Teknik (FT) dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). Heru dan Asmani mengalami luka-luka.jakarta. 18 Februari 2004 Mahasiswa bentrok dengan aparat karena memprotes Mahkamah Agung yang memvonis bebas Akbar Tandjung. Karena tawuran ini. Aparat sempat menerobos ke dalam kampus. Juni 2001 Mahasiswa menuntut penghapusan Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya. Keempat. tawuran melibatkan hampir sebagian besar mahasiswa Fakultas Teknik dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Keenam. Sementara tiga mahasiswa lainnya masing-masing Zainal Mutakin. serta puluhan lainnya dari pihak mahasiswa dan pihak aparat mengalami luka-luka. Dua di antaranya adalah mahasiswa FISIP dan lainnya adalah mahasiswa Fakultas Teknik. 14 April 2004 Tawuran terjadi antara Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Albertu. Keempat. M. pada Selasa (22/8/06) siang. Rektorat terpaksa membatalkan pelaksanaan ujian akhir. Kasus ini menyebabkan Kapolda Sulses Irjen Pol. Aksi pemblokiran jalan di depan Kampus Universitas Cendrawasih Abepura (16/03/06) oleh masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Parlemen Jalanan dan Front Pepera PB Kota Jayapura.fajar. Kelima. perkelahian mahasiswa yang berbuntut pembakaran kampus di Unhas pernah terjadi pada 1992 lalu. 14 Desember 2003 Tujuh mahasiswa dan seorang satuan pengaman (Satpam) luka parah menyusul bentrokan antar mahasiswa di Unhas. Nusatenggara Barat. menyebabkan 3 orang Brimob dan 1 intelijen TNI AU tewas. 31 Agustus 2005 Terjadi tawuran antar fakultas di Unhas masing-masing FISIP dan Teknik. Akibatnya.org) Tertutupnya Ruang Dialog Mencermati ketidakberdayaan sekaligus tumpulnya akal dalam menuntaskan segala persoalan dengan arif. 1 Mei 2004 Polisi menyerbu ke dalam kampus UMI. seorang ibu mengalami luka tembak. Ridwan meninggal dengan luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan di bawah ketiak kanan. sementara aparat perintis berkeras membuka jalur jalan.masuknya beras impor ke Sulawesi Selatan. mahasiswa semester V Fakultas MIPA jurusan Kimia. 16 Desember 2004 Dua kelompok mahasiswa Fakultas Teknik dan FISIP di kampus Unhas Tamalanrea bentrok.com) Lagi Makasar. meninggal sekitar pukul 19. berakhir dengan bentrokan berdarah. Kelima.45 Wita setelah menjalani perawatan di ruang ICU RSU Mataram.co. Dua mahasiswa UMI disel. peristiwa serupa pun terjadi di IKIP Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Mataram. Mahasiswa Fakultas Teknik. (www.00 Wita. Akibatnya.tempointeraktif. Mahasiswa UMI unjuk rasa di DPRD. Jusuf Manggabarani dicopot dan polisi menuai kecaman dari banyak kalangan. Kedua. puluhan mahasiswa luka-luka dan di rawat di rumah sakit.indymedia. Ridwan. Ridwan (21) asal Lombok Timur. yaitu Surya dan almarhum Nasrullah. Sebab. Lima korban di antaranya berasal dari FISIP dan dua lainnya dari Fakultas Teknik.id) Di penghujung tahun 2006. sekitar 14. Mahasiswa ngotot menutup jalan.

Cita-cita mulia pendidikan sebagai upaya memanusiakan manis pun harus rela raib ditelan kepongkahan dan keserakahan kita dalam mendidik anak. seorang Kepala Sekolah rela membocorkan lembaran jawaban saat Ujian Nasional beberapa pekan yang lalu. Pada kerusuhan ini banyak toko-toko dan perusahaan-perusahaan dihancurkan oleh amuk massa — terutama milik warga Indonesia keturunan Tionghoa[1]. Terdapat ratusan wanita keturunan Tionghoa yang diperkosa dan mengalami pelecehan seksual dalam kerusuhan tersebut[2][3]. seorang aktivis relawan kemanusiaan yang bergerak di bawah Romo Sandyawan. tapi sudah termasuk pada kategori premanistik. 10/05. bernama Ita Martadinata Haryono. Kerusuhan Mei 1998 adalah kerusuhan yang terjadi di Indonesia pada 13 Mei . Dengan demikian. maka tunggu keseragaman ide akan menjadi buahnya. Apalagi. Pojok Sekre Kere. 23. Keragaman merupakan sesuatu yang tak bisa kita nafikan. Dalam kerusuhan tersebut. Alih-alih pencitraan supaya sekolahnya termasuk ke dalam deretan sekolah unggulan dan percontohan pula menjadi pemicu aksi tak beradab tersebut. Mestinya perbedaan bukan dijadikan sebagai laknat. kemudian dibunuh. dianiaya secara sadis. Tak hanya itu. Sebagian bahkan diperkosa beramai-ramai. juga . sudah tak nyaman. Namun. pakar pendidikan menilai perlakuan tak wajar itu hadir karena lunturnya budaya toleran. Pasalnya. Apalagi saat berselisih pendapat. kebiasaan bogem pula akan terus melekat dalam sanubari kaum terpelajar. kemajemukan pertanda hukum alam. harus mengamini pernyataan Arif Rahman. [Ibn Ghifarie] Cag Rampes. kita harus mencoba mengarifi segala kemelut yang menimpa diri kita dengan lapang dada. Menjamurnya bentrokan antar mahasiswa bukan saja dikategorikan sebagai kekerasan dalam pendidikan. dan Surakarta. Seperti yang terjadi di Ngawi. tapi rahmat. sederetan rapot merah mahasiswa pun tak akan disandang lagi oleh kaum terpelajar. dan tertutupnya ruang dialog dalam menyelesaikan permasalahan. Konsentrasi kerusuhan terbesar terjadi di Jakarta. Kerusuhan ini diawali oleh krisis finansial Asia dan dipicu oleh tragedi Trisakti di mana empat mahasiswa Universitas Trisakti ditembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998.34 WIB *Mahasiswa Studi Agama-Agama Fakultas Filsafat UIN SGD Bandung dan Koordinator Post Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK) Bandung.kita. bahkan hilang. sang pendidik memberikan contoh tak layak. Bila ruangruang tukar gagasan saja. Thus. yang masih seorang siswi SMU berusia 18 tahun. Bandung. Alhasil. khususnya di ibu kota Jakarta namun juga terjadi di beberapa daerah lain. harus kita junjung lebih tinggi. banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang meninggalkan Indonesia. melunturnya budaya dialog tercermin dari seberapa jauh kita bisa menerima perbedaan dalam soal pendapat.15 Mei 1998. Lebih parah lagi.

sementara beberapa pihak. Barangkali juga ide Bung Karno tentang Nasakom berkaitan dengan pendapat Clifford Geertz yang dalam bukunya The Religion of Java yang membagi masyarakat Jawa dalam tiga varian: priyayi. golongan yang berideologi dengan latar belakang agama. Bahkan pemerintah mengeluarkan pernyataan berkontradiksi dengan fakta yang sebenarnya yang terjadi dengan mengatakan sama sekali tidak ada pemerkosaan massal terhadap wanita keturunan Tionghoa disebabkan tidak ada bukti-bukti konkret tentang pemerkosaan tersebut. Apakah dengan punya ide Nasakom tersebut bisa dikatakan bahwa Bung Karno adalah seorang Marxis yang lebih dekat dengan golongan komunis pada saat itu? Setiap orang boleh punya persepsi dan pendapatnya sendiri untuk hal ini. dan dibunuh karena aktivitasnya. Ini menjadi suatu indikasi bahwa kasus pemerkosaan dalam Kerusuhan ini digerakkan secara sistematis. Sebab dan alasan kerusuhan ini masih banyak diliputi ketidakjelasan dan kontroversi sampai hari ini. Tapi buat penulis Bung Karno adalah seorang Nasionalis yang ide Nasakom semata-mata dicetuskan melihat realitas masyarakat pada saat itu demi persatuan Indonesia menginginkan suatu kolaborasi total semua anasir bangsa dari semua golongan ideologi yang ada termasuk golongan komunis untuk berama-sama bahu membahu membangun Indonesia. dan abangan. Namun demikian umumnya orang setuju bahwa peristiwa ini merupakan sebuah lembaran hitam sejarah Indonesia. Sampai bertahun-tahun berikutnya Pemerintah Indonesia belum mengambil tindakan apapun terhadap nama-nama besar yang dianggap provokator kerusuhan Mei 1998. Yang bisa diterjemahkan . disiksa. dan golongan yang berideologi komunis. santri. tak hanya sporadis. Walaupun tidak bisa dipungkiri memang Bung Karno pada periode 1959-1965 sangat terlihat lebih condong memberi angin kepada golongan komunis. Tiga-tiganya merupakan kekuatan yang diharapkan tetap bersatu untuk menyelesaikan masalah bangsa secara bersama-sama. Amuk massa ini membuat para pemilik toko di kedua kota tersebut ketakutan dan menulisi muka toko mereka dengan tulisan "Milik pribumi" atau "Pro-reformasi". Bung Karno sampai dengan akhir hayatnya tetap bertahan terhadap ide Nasakom yang mengatakan bahwa kekuatan politik di Indonesia pada saat itu terdiri dari tiga golongan ideologi besar yaitu: golongan yang berideologi nasionalis. Hal yang memalukan ini mengingatkan seseorang kepada peristiwa Kristallnacht di Jerman pada tanggal 9 November 1938 yang menjadi titik awal penganiayaan terhadap orang-orang Yahudi dan berpuncak pada pembunuhan massal atas mereka di hampir seluruh benua Eropa oleh pemerintahan Jerman Nazi.diperkosa. terutama pihak Tionghoa. berpendapat ini merupakan tindakan pembasmian terhadap orang Tionghoa.

serta merta ide Nasakom musnah dan aneh bin ajaib kekuatan kaum komunis serta merta digantikan oleh satu kekuatan politik baru di Indonesia yaitu kaum militer. Kesimpulannnya bahwa realitas politik di Indonesia semenjak jaman kemerdekaan sampai dengan saat ini pernah ada empat golongan kekuatan politik: kaum nasionalis. kata beberapa analis ini adalah salah satu diplomasi model Bung Karno untuk meredam ambisi dan kekuatan militer untuk berkuasa. kaum militer tidak pernah mengakui bahwa mereka adalah satu kekuatan politik yang telah mendominasi Indonesia selama 32 tahun. kaum agamis. kaum militer yang mendominasi kancah politik Indonesia dengan pemerintahan orde baru Pak Harto dengan motor partai politiknya Golkar pada periode 1966 s/d 1998. Masing-masing kekuatan politik pernah mengalami jaman keemasan dan juga pernah terhempas dalam kancah politik di Indonesia. hanya kaum agamis yang belum pernah . Mereka selalu mengatakan bahwa militer berdiri dibelakang semua golongan. kaum agamis. Pada awal kemerdekaan kaum nasionalis dengan motor politiknya PNI (Partai Nasional Indonesia) pernah memegang dominasi pemerintahan sampai pada sekitar tahun 1959. kaum komunis. selalu memakai pakaian lengkap militer Panglima Tertinggi – Jendral Bintang Lima – dengan segala atribut kebesarannya.priyayi adalah kaum Nasionalis. dan kaum militer. Dalam realitasnya setiap golongan kekuatan politik yang pernah mendominasi kekuasaan dan menjalankan pemerintahan Republik Indonesia belum ada yang mampu mengantarkan Indonesia menuju cita-cita bangsa untuk menjadi negara yang adil. Setelah terjadi peristiwa 30 September 1965. makmur dan sejahtera. Suatu realitas yang mungkin Bung Karno tidak pernah menyangka ataupun mimpipun mungkin tidak bahwa ada satu golongan kekuatan dalam peta politik di Indonesia yang tidak pernah terpikirkan menjadi suatu kekuatan penting dalam peta perpolitikan Indonesia yaitu kaum militer. dan abangan adalah kaum Komunis. santri adalah kaum Agamis. Realitas sejarah memang berkata lain setelah terjadi peristiwa 30 September 1965 yang sampai sekarang masih menyimpan misteri dan banyak versi diceritakan dari berbagai pihak bagaimana kejadiannya sampai terjadi pembunuhan para Jendral dan PKI dituduh yang telah melakukan semua ini dan tentara melakukan pembalasan dengan menumpas PKI sampai dengan akar-akarnya. dan kaum militer (dan motor politik pendukungnya). Setelah kaum komunis terhapus dalam kancah politik Indonesia. Jadi dari empat kekuatan politik di Indonesia: kaum nasionalis. maka kekuasaan mutlak ada di tangan Bung Karno yang lebih memberikan angin pada kaum komunis untuk mendominasi kancah politik di Indonesia (atau terbawa oleh strategi kaum komunis) pada periode 1959 s/d 1965. Setelah Bung Karno membuat dekrit pada tanggal 1 Juli 1959 untuk kembali ke UUD ’45. Walaupun dengan segala dalih. kaum komunis. Bung Karno walaupun bukan orang militer.

Oleh karena itu Nasakom sekarang sudah jadi Nasa atau hanya ada golongan yang berideologi nasionalis dan berideologi agamis (agama disini lebih cenderung ke agama Islam karena penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam. Kalau tiga kekuatan politik yang telah pernah mendominasi dan memegang tampuk kekuasaan dalam pemerintahan di Indonesia. dan golongan menengah keatas sebagai pendukungnya. kaum professional. Yang menjadi pertanyaan apakah satu-satunya harapan bangsa Indonesia untuk bisa mengantar bangsa Indonesi menuju masyarakat adil.mendominasi kancah dunia politik di Indonesia. sedangkan rakyat yang beragama non-muslim lebih mendekat ke kaum nasionalis). dll. PKS. dengan kejatuhan rejim orde baru dan dengan adanya amandemen UUD ’45. Jadi saingan utama partai dari kalangan yang berhaluan nasionalis adalah dari kalangan partai yang berhaluan agamis yang saat ini ada partai dengan deretan panjang: PPP. Walaupun dalam realitas selama ini selalu ada suatu usaha untuk melakukan kolaborasi ataupun koalisi antara partai yang berhaluan nasionalis dengan yang berhaluan agamis. Makanya jangan heran kalau Golkar yang pada masa orde baru menjadi motor politik militer telah ancang-ancang lebih merapat ke PDIP yang sudah jelas berhaluan nasionalis. dengan beberapa kegagalan-kegagalan yang telah dialami kaum nasionalis . Setelah masa reformasi 1998. karena dianggap kaum abangan sudah punah. golongan kaum bepolitik di Indonesia tinggal dua golongan yaitu: golongan Nasionalis dan golongan Agamis atau kalau mengacu ke analisa varian dari Clifford Geertz yang teringgal adalah: kaum priyayi dan kaum santri. Sebagai akibatnya kalau kita mengacu pada analisis Nasakom dari Bung Karno. dan semuanya gagal mengantarkan negara ini menuju cita-cita bangsa menjadikan negara Indonesia negara yang adil. makmur dan sejahtera. PBR. Dan ini tercermin dengan munculnya berbagai organisasi politik atau partai politik yang secara garis besar terbagi jadi dua golongan varian: kaum nasionalis dan kaum agamis. tentu saja mereka mencoba punya pengaruh juga pada kantong-kantong kaum agamis yang belum dikuasai oleh partai-partai Islam yang ada. makmur dan sejahtera dari kaum agamis? Nasakom telah menjadi Nasa setelah reformasi 1998. golongan militer di kembalikan ke fungsi semula sebagai kekuatan pertahanan & keamanan saja seperti laiknya di negara-negara demokrasi lainnya diseluruh dunia (walaupun sebetulnya dikalangan militer sendiri masih ada yang punya mimpi untuk berkuasa terus). Yang masing-masing merepresentasikan berbagai golongan yang ada di Islam itu sendiri. PAN. PBB. PKB. Apakah Golkar betul-betul berhaluan nasionalis? Kalau melihat yang melahirkan Golkar adalah kaum militer (kaum militer karena doktrin yang diajarkan adalah bela negara pada umumnya mereka bahkan bisa dikatakan sebagai ultra nasionalis) kemungkinan memang mereka berhaluan nasionalis dengan mefokuskan kalangan pengusaha. tapi dimasa mendatang kelihatannya persaingan dua golongan ideologi ini akan makin menajam. Karena Islam adalah agama mayoritas. sedangkan PDIP lebih fokus pada pendukung kelas menengah kebawah atau lapisan grass root.

Bisa saya sarikan sebagai berikut: 1. Usaha Gus Dur untuk membentuk pemerintahan PKB di eksekutif ternyata telah gagal karena dukungan yang lemah dari legislatif karena tentangan dari dua partai besar yang menguasai legislatif yaitu PDIP (33. dimenangkan oleh SBY yang didukung oleh partai baru yaitu partai Demokrat (10. ternyata realitas politik tidak memungkinkan PDIP menjalankan pemerintahan tanpa dukungan partai lain apalagi Golkar.82.% jauh lebih rendah dari posisi 33.97%). 3. PDIP terpaksa berkoalisi dengan Golkar dan partai-partai lainnya. Pada akhirnya karena dukungan SBY di legislatif hanya dari partai Demokrat (10. Kronologi perubahan peta politik di jaman reformasi.27%). Pemilu legislatif tahun 1999 telah dimenangkan oleh PDIP (33. Setelah PDIP memegang pimpinan eksekutif.33% di pemilu 1999. Demi mempertahankan kekuasaan di eksekutif. Disini awal distorsi para pendukung awal pendirian PDIP karena para pimpinan PDIP lebih senang mendekat ke Golkar – yang pada pra-reformasi telah mati-matian dilawan. Dengan dukungan minimal di legislatif dari . Walaupun pemilihan umum secara demokratis paska rejim Suharto baru dilakukan dua kali tapi telah banyak peristiwa yang dramatis terjadi dalam kancah peta politik nasional yang mau tidak mau telah terjadi proses timbal balik dari kinerja partai politik maupun persepsi masyarakat terhadap kinerja tersebut yang pasti akan mempengaruhi pilihan-pilhana yang akan dilakukan masyarakt luas pada pemilu-pemilu yang akan dating. Untuk mempertahankan pemerintahannya mau tidak mau SBY harus berkoalisi membentuk pemerinhan dengan parta-partai lain. Kebijakan PDIP yang salah pada saat diberi kepercayaan memerintah di eksekutif mengakibatkan peta politik berubah pada pemilu ke 2 pada jaman reformasi tahun 2004 dengan justru dimenangkan kembali Gokar dengan memegang kursi legislatif sebesar 23. Bahkan beberapa partai berhaluan agamis tidak sepenuhnya mendukung Gus Dur. 2.04%).27% di pemilu legislatif dan PDIP jatuh di posisi ke 2 dengan memegang kursi 19.27%) yang juga mendapatkan kursi wakil presiden. Ditengah jalan Gus Dur dilengserkan oleh MPR dengan alasan melanggar UUD ’45 dan pemerintahan digantikan oleh PDIP (yang waktu itu memegang kursi Wakil Presiden). 4. Suatu kemunduran yang cukup significant.36%). Yang lebih mengejutkan pada pemilu ekskutif yang pertama kali dilaksanakan secara langsung oleh rakyat tahun 2004 sesuai dengan amandemen UUD ’45. Kebijakan PDIP ini sebetulnya justru malahan memberikan amunisi tambahan buat Golkar dan mengurangi dukungan terhadap PDIP itu sendiri. terutama dengan Golkar (23.36%) dengan wakil presiden dari partai Golkar (23. 5.33%) dan Golkar (25.33%) tapi eksekutif yang waktu itu masih dipilih oleh MPR jatuh ketangan Gus Dur yang didukung oleh PKB (11.memecahkan masalah bangsa terutama berkaitan dengan korupsi dan maupun representasi dalam mewujudkan pemerinthan yang bersih dan berwibawa.

partai Demokrat (10. mencerdaskan kehidupan bangsa. bahkan memperbanyak orang yang jatuh dibawah garis kemiskinan. Bagaimana hasilnya? Kita lihat saja nanti pada tahun 2009. golongan komunis. Partai-partai besar yang berkuasa selama lima tahun terakhir ini ternyata tidak mampu mengangkat kesejahteraan rakyat seperti yang diharapkan. pemerintahan SBY sangat sulit untuk tidak mengetengahnya kembali pengaruh Golkar yang memegang kursi legislatif 23. 6. premium dibeberapa daerah juga harus antri. rakyat tidak mungkin terus menerus dibohongi. dan golongan militer hanya golongan agamis yang belum pernah menonjol dalam menjalankan pemerintahan eksekutif. minyak goreng harus antri.04%) – apalagi wakil presiden di pegang oleh Golkar. Kesimpulan NASAKOM telah menjadi NASA yang pada waktu antaranya kom-nya telah musnah dan pernah digantikan kaum militer. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. rasionalitas pemilih pasti akan mengevaluasi apa kontribusi yang telah diberikan partai-partai besar pada lima tahun yang telah berlalu. tidak terkontaminasi penyakit korupsi (masalah utama bangsa kita). siapa yang harus disalahkan. kalau mereka malahan memilih partai-partai berhaluan agamis.27% jadi sama saja pemerintahan SBY ini adalah penjelmaan kembali dari orde baru. Ini dikarenakan makin berlanjutnya distorsi PDIP yang berhaluan nasionalis dengan kebijakan pimpinannya yang tidak begitu jelas apa betul-betul membela grass root. pasti akan cari alternatif seperti pada pilihan pilkada Jawa Barat dan pilkada Sumatera Utara yang partai berideologi agama telah memenangkan hati rakyat. Memang dari empat golongan ideologi yang pernah ada di Indonesia: golongan nasionalis. Kalau pemilih lebih memilih alternatif partai yang relatif lebih bersih. . perdamaian abadi dan keadilan sosial. bergulir dan berubah pada pemilu ke 3 tahun 2009 pada masa reformasi ini yang akan makin menguatnya kekuatan partai yang berhaluan agamis.36%) – seperti waktu Gus Dur memerintah dengam dukungan legislatif minimal dari PKB (11. Mungkin partai dengan haluan agamis akan menjadi pilihan alternatif dikarenakan partai-partai besar yang ada saat ini telah gagal mengantarkan Indonesia menjadi negara yang seperti diamanatkan pada pembukaan UUD ’45: suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. golongan agamis. apabila memang golongan agamis bisa menunjuknan dirinya sebagai partai yang bersih. Perubahan pasti akan terjadi pada pola pemilih pada pemilu 2009 yang akan datang. Kalau harapan-harapan rakyat tidak ter-realisasi sesuai dengan janji-janji yang telah pernah dikemukakan pasti akan terjadi pergeseran dukungan. Jelas peta politik akan berjalan. Mungkin momentumnya telah tiba. untuk memperoleh minyak tanah harus antri. Kemudian tergantung persepsi pemilih terhadap tingkah laku partai Golkar yang terus mengingatkan kembali tingkah lakunya pada masa orde baru.

peranannya dalam pembangunan. 07 Januari 2010 Fungsi PERS & Peranan PERS Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982. dari tindakan pencegahan. sebagai lembaga ekonomi. Dalam hal ini perlu dikembangkan interaksi positif antara Pemerintah. pelarangan dan atau penekanan agar hak masyarakat untuk memperoleh informasi terjamin. pendidikan.(Note: % adalah presentasi representasi partai tersebut di kursi DPR pada pemilu 1999/2004) Kamis. yang demokratis. penyalur aspirasi rakyat. berbangsa dan bernegara. Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982 dijelaskan bahwa dalam rangka meningkatkan. . organisasi grafika pers dan organisasi media periklanan. dijelaskan bahwa Organisasi pers ialah organisasi wartawan. serta melakukan kontrol sosial yang konstruktif. Kemerdekaan pers adalah kemerdekaan yang disertai kesadaran akan pentingnya penegakan supremasi hukum yang dilaksanakan oleh pengadilan. Pelaksanaan fungsi pers tersebut sangat penting dalani kehidupan bermasyarakat. meluaskan komunikasi dan partisipasi masyarakat serta melakukan kontrol sosial yang konstruktif. hiburan dan kontrol sosial. pers mempunyai fungsi yang penting yaitu: sebagai media infrmasi. Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Fungsi pers sebagai lembaga ekonomi mempunyai makna bahwa dalam menjalankan fungsinya pers harus menerapkan prinsip-prinsip ekonomi agar kualitas pers dan kesejahteraan para karyawan media penerbitan pers semakin meningkat dan tidak meninggalkan kewajiban sosialnya. Hal ini berbeda dengan fungsi Pers. Di samping itu. yang disetujui oleh Pemerintah. pers dan masyarakat. meluaskan komunikasi dan partisipasi masyarakat. pers juga berfungsi menyebarkan informasi yang objektif. menurut pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Yang dimaksud dengan "kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara" adalah bahwa pers bebas. menyalurkan aspirasi rakyat. dan tanggung jawab profesi yang dijabarkan dalam kode etik jurnalistik serta sesuai dengan hati nurani insan pers. organisasi perusahaan pers. maka pers berfungsi sebagai penyebar informasi yang objektif.

memperjuangkan terwujudnya tata international baru di bidang informasi dan komunikasi atas dasar kepentingan nasional dan percaya pada kekuatan diri sendiri dalam menjalin kerjasama regional. Menurut pasal 6 Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. memperkokoh kesatuan dan persatuan nasional. d. memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional. Menegakkan. memperjuangkan pelaksanaan amanat penderitaan rakyat berlandaskan Demokrasi Pancasila. c. Pers Nasional melaksanakan peranan sebagai berikut a. membantu meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa. b. serta menggairahkan partisipasi rakyat dalam pembangunan. melestarikan dan memasyarakatkan Pancasila sebagaimana termaktub di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dengan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. antar regional dan international khususnya di bidang pers. nilai-nilai dasar demokrasi. antar golongan. memperjuangkan kebenaran dan keadilan atas dasar kebebasan pers yang bertanggung jawab. Pers Nasional memiliki lima tugas dan kewajiban yang harus dipenuhi. menggelorakan semangat pengabdian perjuangan bangsa.Dengan demikian dapat kita lihat peranan pers sangat penting dalam memperjuangkan terwujudnya tatanan baru di bidang informasi dan komunikasi atas dasar kepentingan nasional dan percaya pada kekuatan diri sendiri dalam menjalin kerjasama regional. b. serta e. membantu meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa serta menggairahkan partisipasi rakyat dalam pembangunan. mendorong terwujudnya supremasi hukum. mempertebal rasa tanggung jawab dan disiplin nasional. Dimana kegiatan pers ini dapat menggelorakan semangat pengabdian perjuangan bangsa. khususnya di bidang pers. . dan intemasioal. Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui. dan hak asasi manusia serta menghormati kebhinekaan. Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982. yaitu: a.

Kebebasan Pers Sebagai Prasyarat Penyiaran Instrumen Kontrol Dalam Negara Demokrasi Dalam wawancara dengan The World Association of Newspapers berkaitan dengan hari Kebebasan Pers se-Dunia. perundang-undangan yang berlaku". kritik. dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum. serta diwujudkannya supremasi hukum untuk menuju masyarakat yang tertib.c. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran. akurat dan benar. Bahkan kebebasan informasi merupakan investasi melawan – dan mencegah lahirnya kembali-tirani. hak. Hal ini akan mendorong ditegakkannya keadilan dan kebenaran. pembangunan. yang tepat. Masalah Kebebasan Pers Di Indonesia 1. kewajiban dan peranannya sesuai dengan ketentuan peraturan. Sehubungan dengan hal itu pemerintah juga harus memberikan perlindungan hukum. e. Kebebasan itu merupakan prasyarat utama bagi demokratisasi. Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi. koreksi. Oleh karena itu peranan pers nasional. Dalam hal ini yang dimaksud dengan perlindungan hukum itu "adalah jaminan perlindungan pemerintah dan/atau masyarakat kepada wartawan atau pekerja pers dalam melaksanakan fungsi. . serta perdamaian. d. Melakukan pengawasan. akurat dan benar. sekjen PBB Kofi Annan menyatakan bahwa media massa dunia kini berperan utama dalam memajukan kebebasan dan pertukaran informasi dan gagasan dalam skala global. sangat penting dalam memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui dan mengembangkan pendapat umum dengan menyampaikan informasi yang tepat.

keterbelakangan. 50 persen + 1 adalah cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan problem kebangsaan itu. karenanya. Apakah kita akan mengikuti "bisikan" demokrasi di masa mendatang. bahwa demokrasi kita saat ini amat sangat kuantitatif. Kita menganggap persoalan kebangsaan. problem epistemik kita sebagai bangsa amat berbahaya apabila itu yang kita jadikan ukuran untuk melakukan proses pembangunan. Yang . Pemilu tampaknya menyisakan berjuta harapan bagi konstruksi demokrasi di masa yang akan datang. kemelaratan. pada angka-angka seperti 50 persen 1. namun juga memilih kontestan. seperti kemiskinan. yakni oligarki. dalam arti keterlibatan itu. karenanya amat mahal. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Harian Fajar. maka kita akan menghentikan persoalan substansial dari demokrasi kita. Akan tetapi kalau kita berhenti pada hitungan-hitungan kuantitatif. atau Dahl mengatakan demokrasi prosedural (procedural democracy). 17 April 2009 GOLPUT. sehingga tidak ada satupun partai di Indonesia yang bisa disebut sebagai partai ideologis. 07 April 2009 Persoalan substansial dari demokrasi kita adalah pendidikan politik dan kemauan untuk meng-enganged diri dalam arena publik. kebodohan dan kepandiran kita sebagai bangsa bisa diselesaikan dengan angka-angka. Pemilu 2009 ini bagi sebagian besar pengamat menganggap sebagai puncak terakhir untuk menguji "kelayakan" proses transisi demokrasi untuk dievaluasi secara menyeluruh. bahwa kita akan segera secara perlahan-lahan menuju fase lanjutan siklus. Partai tidak berpikir untuk bekerja untuk membangun kaderdisasi dan pendidikan politik. tidak bisa diselesaikan lewat hitungan 50 persen + 1.umat. tidak harus menjadi kontestan. Tampaknya pertanyaan apapun di masa kini. Batasan-batasan kuantitatif memang perlu untuk menegaskan diri sebagai bangsa yang teratur. Demokrasi kita terlalu materialistis. Persoalan substansial seperti kemiskinan dan keterbelakangan. Atau kita mengikuti siklus Polybios. atau malah kita akan menghentikan proses transisi ini sebagai titik episetrum untuk kembali melakukan rekonsolidasi ke kutub otoritarianisme. hanya akan bisa dijawab setelah Pemilu 9 April mendatang. Sebelumnya Robert Dahl mengingatkan. sebagai limit agar menegaskan posisi kita untuk melakukan perubahan. DPT DAN MALAPETAKA DEMOKRASI Oleh Fajlurrahman Jurdi Direktur EKsekutif Pusat Kajian Politik. Demokrasi kuantitatif memang tidak sepenuhnya salah. SUARA BATAL. Baik sebagai peserta aktif maupun pasif.

Juga menjadi alasan. Bogor 45 persen. Sukoharjo 42. Golput atau golongan putih ini akan menjadi momok bagi eksistensi mereka. Letak dasar persoalannya bukan pada surat suara. Tampaknya angka ini adalah merupakan angka yang luar biasa. Pilbup Pati 50 persen. Bandung 30. Sumbar 37 persen. dan (2) Di dalam kotak partai itu.2 persen. sedangkan angka golput tertinggi tercatat di Pilwalkot Pontianak yang mencapai 61 persen. sampai Pilgub: . sekalipun itu Fatwa yang agak "menyebalkan" dan bukan fatwa teologis. selain . Ada beberapa masalah yang akan segera muncul dan akan menjadi ancaman serius bagi proses transisi demokrasi kita. dan jumlah partai yang banyak akan menyulitkan bagi pemilih. Wonogiri 39. sehingga agak mudah bagi mereka untuk membedakan. maka akan menjadi alasan bagi kelompok oposisi untuk mengatakan bahwa kinerja partai politik untuk meyakinkan rakyat telah gagal. Jatim 39.19 persen. telah menyimpan sejumlah persoalan bagi demokrasi kita.bertebaran dalam arena demokrasi kita adalah partai massa. yakni (1) Jumlah partai yang banyak dengan warna partai yang sama untuk beberapa gambar. akan berkisar 35-45 persen. Itulah lembaga Pemilihan Umum kita yang bernama KPU. juga sekaligus betapa demokrasi kita di ambang petaka. namun apabila jumlah pemilih tidak mencapai 50 persen. Kita lihat angka Golput di beberapa Pilkada. Jawa Barat 34. Sampai Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa haram Golput. Jambi 34 persen.3 persen.28 persen. sungguh ngeri bagi kualitas demokrasi. namun lebih pada fatwa politik. Pertama.2 persen. Kalsel 40 persen. Dalam kaitannya dengan pemilu dan harapan yang terlalu besar akan demokrasi. Kalbar 37. sekalipun memang tidak akan mendelegitimasi mereka secara hukum. Pilgub Sulsel 33 persen. Golput telah menjadi hantu yang amat menakutkan bagi partai politik dan para caleg.69 persen. juga seolah-olah semuanya tak ada masalah. DKI Jakarta 36. yaitu partai yang seluruhnya bekerja membangun kekuatan untuk merebut kekuasaan. Jika pemilu tahun 2004 pemilih hanya memilih partai. Dari beberapa hasil Pilkada berikut data Golput di masing-masing Pilkada. Kaltim 42. maka Golput akan mencapai angka dramatis.67 persen. ada urutan nama caleg.Golput di Pilgub Jateng 45. Ada dua problem besar bagi masyarakat yang tidak berpendidikan apabila melihat surat suara. Ukuran kertas yang selebar 84 x 63 sentimeter. tetapi kesiapan voters (pemilih) untuk melakukan pencontrengan. Pilwalkot. Komisi ini belakangan bekerja amburadul dibanding pada tahun 2004. Sebuah angka yang amat menakutkan bagi proses konsolidasi demokrasi.33 persen. tinggal menunggu detik-detik suksesi itu dimulai. Kedua. sama menakutkannya negara Orde Baru bagi civil Society di masa Soeharto berkuasa. Seolah-olah dalam pidato telah bekerja maksimal. Jika kita melihat ukuran kertas suara yang akan dicoblos di bilik suara pada tanggal 9 April nanti. ada beberapa persoalan teknis yang sengaja atau tidak sengaja dilakukan oleh negara/kekuasaan dalam upaya untuk menciptakan demokrasi. Dengan harapan dan dada membusung mengaku telah bekerja keras demi suksesnya ritual suksesi politik dan hajatan demokrasi. Sumatera Utara 41 persen. Pilbup Cirebon 38. maka Pemilu 2009. di Pekalongan dan Solo masing-masing 50 persen. Golput.07 persen. Suara Batal. 22 persen. sebagai tahap ujian untuk menentukkan sikap dalam intaian ancaman. Keputusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan suara terbanyak. Kepri 46 persen. bahwa demokrasi kita. Banten 39. Wajo 32 persen.05 persen. baik Pilbup. seolah-olah dalam ceramah tak ada masalah. Semua perangkat telah disiapkan dan prasyarat hajatan demokrasi telah ada.

24 Maret 2009 PARTAI POLITIK PREDATOR MENUJU PEMILU 2009 Oleh: Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. Kecuali partai bekerja dan memulai untuk selanjutnya menjalankan tugas-tugas wajibnya. Mungkin saatnya memang mereka harus dihukum. Jadi. Karenanya. menemukan kesulitan pemilih memilih partai. Ini akan berpengaruh secara psikologis ketika mencoblos. (3) Metode Contreng. agar segera menyadari kesalahannya.088 DPT bermasalah. Karena itu. dan yang sangat menyulitkan nanti adalah mencari nama para caleg yang akan dipilih. jumlah partai juga banyak. tangan mereka gemetar ketika memegang pulpen. jika engangement masyarakat beserta tetek bengek yang lain bisa mencapai angka di atas 50 persen? Ini impossible untuk melanjutkan agenda transisi demokrasi dengan mengabaikan hak-hak rakyat yang paling asasi. Jika demikian. maka problem demokrasi kita akan tambah rumit. Jadi yang sah untuk merepresentasikan suara rakyat hanya 70 persen. Lalu. akan sangat banyak yang tidak bisa terlibat dalam pemilu. di mana hitungan kuantitatif itu bisa dilakukan.639 nama. Hitungan 50 persen + 1 tidak mencapai ambang batas. juga sekaligus tidak adanya taktik untuk memberi ruang bagi yang tidak terdaftar sebagai pemilih untuk memilih pada tanggal 9 April. Pengalaman beberapa fungsionaris PuKAP-Indonesia yang terlibat dalam proses pendidikan politik arus bawah di beberapa daerah di Sulsel. 38+23+9=70 persen. apabila keadaan politik hanya untuk upper class. Sungguh ini akan menjadi malapetaka bagi demokrasi. Bagi masyarakat awam. Selama ini partai politik tidak pernah menjalankan kewajibannya sebagaimana layaknya seorang muslim yang menjalankan kewajiban menjalankan salat lima waktu.kertas suara banyak. tidak bisa dilanjutkan dengan menempatkan rakyat sebagai yang berdaulat. meramalkan demokrasi sebagai suatu harapan di masa yang akan datang adalah tidak masuk akal dengan melihat infrastruktur politik seperti ini. Di Sulsel saja jumlah DPT bermasalah berjumlah 67. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia . Ketiga. menegosiasikan masa depan demokrasi pasca Pemilu 2009. suara batal dalam Pemilu 2009 ini akan mencapai angka 2025 persen. Apalagi hitungan kuantitatif tidak mencapai limit yang tercantum dalam prosedur demokrasi. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 06. Begitu juga mungkin di tempat-tempat lain. karena apabila dikalikan tidak sampai limitasi demokrasi. Di Jatim ada sekitar 43. Katakanlah Golput 38 persen Suara batal 27 persen dan yang tidak bisa memilih 13 persen. Diperkirakan mereka yang tidak bisa memilih pada pemilu ini akibat birokrasi negara yang bernama UU Pemilu. Sehingga kita tidak mengalami kemunduran yang mengerikan di atas bertabuh harapan akan kemajuan demokrasi kita.52 0 komentar Selasa. Karena itu. memilih caleg dan cara mencontreng. Mereka telah berkhianat kepada rakyat dalam rantai sejarah yang amat panjang. Kita berharap ada perubahan mendadak dalam hitungan empat hari ke depan. ketika masuk bilik. Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menjadi wacana hangat belakangan ini.

namun mereka adalah merupakan bagian dari pilar demokrasi. ia telah merumuskan gaya baru pemikiran Islam yang inferior dalam berpolitik. namun tidak jelas perjuangan kerakyatannya. bahwa partai-partai politik akan mampu memberi harapan baru bagi masa depan Indonesia. PKS sudah mendeklarasikan diri sebagai partai Islam yang berideologi inklusif. Itulah partai. sebagaimana tujuan awal partai di dirikan. yang mau tak mau. adalah merupakan saran untuk menampung dan mengartikulasikan kepentingan rakyat. partai-partai Islam seperti PKS justru menambah beban moral umat Islam. paling tidak. Belum ada partai yang benarbenar memiliki keberpihakan pada komunitas tertentu yang diatasnamakan. Partai sudah menjadi sebuah perkumpulan para “gerombolan” politik yang mencari kekuasaan dengan ’rakus’ dimana mereka adalah merupakan aliansi oligarki “nakal” yang sudah tidak lagi bisa diharapkan menjadi penopang tegaknya demokrasi. juga bukan sarana untuk memperjuangkan hak-hak rakyat. 2009 adalah merupakan awal bagi mereka melakukan revitalisasi orientasi dan keberpihakannya bagi masyarakat. yang sekalipun telah lama dalam kubangan pragmatisme. namun tidak sedikit rakyat yang kecewa dengan perilaku partai politik. Partai politik secara institusional memang tidak salah. Masih mewarisi sistem dan mekanisme politik masa lalu yang . Indonesia selama dan pasca Orde Baru tidak ada yang terlalu banyak berubah. ia tidak lagi sebagai sarana untuk mengagregasikan kepentingan rakyat. partai telah menjadi penentang demokrasi yang paling sah. namun perilaku orang-orang di dalamnya telah menyebabkan fungsi-fungsi penting partai politik tidak dijalankan. sebagaiman tujuan utamanya. suka atauidak suka harus diakui baik secara yuridis maupun secara sosiologis dan politik. belum memiliki basis kekuatan buruh. partai telah menjadi perkumpulan orang-orang yang sedang menegakkan “ajaran dusta”. ia telah menjadi virus demoralisasi massal dalam sebuah sindikat demokrasi. Namun harapan itu pupus ditengah kemelut yang melanda partai politik kita.Menjelang pemilu 2009. Terlalu banyak orang yang menaruh harapan pada partai politik. karena partai sudah tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Partai-partai raksasa seperti Golkar dan PDIP. Parta-partai politik. sekalipun pasca reformasi usai mereka tak punya kontribusi besar bagi pembangunan demokrasi. ada harapan yang menggebu dari banyak masyarakat Indonesia. memperjuangkan kepentingan rakyat dan berkhidmat untuk rakyat. Partai buruh. Partai. partai telah menjadi alat untuk menciptakan konflik komunal bagi perkumpuan sebagian para “bandit” politik. namun partai yang hanya menjadikan ideologi sebagai tumbal. Partai telah menyebabkan rakyat hidup dalam “pintalan-pintalan” harapan yang sulit untuk mereka pahami. Partai PDIP yang mengaku diri sebagai partai wong cilik. namun PKS telah “melacurkan diri” dalam pragmatisme dan oportunisme politik. Di saat orang terlalu banyak berharap agar PKS menjadi penegak ajaran moral bagi simbol Islam Politik. yang tentu berbeda dengan Labour Party di Inggris. Apalagi sekarang PKS sudah tidak lagi menjadi partai Islam yang berideologi.

Dengan demikian. maka lebih arif dan dewasa partai-partai politik itu di “tiadakan” demi dan atas nama “kemanusiaan/kerakyatan”. bukan “Indonesia siapa-siapa”. namun partai begitu penting adanya di dunia modern. partai politik tidak didirikan untuk membangun “distingsi” antara “aku” dan “mereka”. yang bernama Indonesia. dari ideologi mananapun dan atas tujuan apapun serta identitas yang bagaimanapun juga yang ia gunakan. maka seharusnya partai-partai besar maupun kecil yang hadir dalam setiap perhelatan “akbar demokrasi” mempertahankan identitas. tanpa mempertimbangkan lagi mekanisme “ontologisnya”. tetapi merupakan sebuah pesta untuk memikirkan tentang masa depan Indonesia Kita. determinasi. sekalipun tidak menjadi satu-satunya perkumpulan untuk menegakkan demokrasi. jika partai politik masih mempertahankan identitas mereka seperti saat ini. Sekalipun bukan satu-satunya jalan untuk membangun demokrasi. Mentalitas inilah yang telah menyebabkan sistem politik Indonesia masuk dalam jebakan pramatisme dan oportunisme. Sesungguhnya kita punya harapan yang besar. hanya harapan yang menumpuk dalam pikiran rakyat. Dari “pesta demokrasi” yang satu ke pesta demokrasi yang lain. apapun alasannya. Partai telah menjadi “berhala” yang dianggap “sakral” untuk mengatakan demokratis atau tidak demokratisnya sebuah Negara. “Peniadaan” ini bukan karena tidak suka dengan partai politik. Rakyat hidup dalam “kubangan” harapan akan janji-janji yang tak pernah ditepati dalam setiap episode rutinitas demokrasi. Jika memang partai politik masih merupakan jalan terbaik untuk menegakkan demokrasi. dan bahkan alienasi “epistemologis” dan “aksiologis”. Tetapi sekaligus partai politik telah mengajarkan mentalitas “predator”. Karena kita harus jujur mengatakan. Partai. Namun. Mekanisme dimana seluruh urat nadi dan karakter sistem yang digunakan telah menciptakan polarisasi. Sekalipun itu memang bukan harga mati. tetapi untuk membangun bangsa kita. bahwa partai politiklah yang dianggap sebagai jalan terbaik bagi tegaknya demokrasi yang sehat. dimana partai politik menjadi bagian yang determinan. bukan Indonesia “mereka”. yakni sebagai “alat untuk mencapai kekuasaan” bukan “alat untuk memperjuangkan kepentingan kemanusiaan”. Pesta demokrasi bukan hanya sekedar acara rutin lima tahunan dengan menghadirkan kontestan partai politik yang begitu banyak. tidak ada satupun yang mampu keluar dari mekanisme predator masa lalu tersebut. layaknya dalam tradisi Negara yang menganut paham demokrasi liberal. hingga mereka menjadi “kepala botak” hanya memikirkan dan mengharapkan janji-janji palsu partai politik. yakni mentalitas menerabas dan jalan pintas dengan memangsa hak-hak rakyat. tetapi Indonesia “miliki kita”. namun lebih disebabkan pada artikulasi peran dan fungsi partai politik yang telah melenyapkan “moral demokrasi” untuk merebut kekuasaan dengan mempertaruhkan beruta-juta rakyat jelata yang selalu menjadi korban pikiran-pikiran “palsu” dalam partai politik. bahwa partai politik adalah tetap menjadi kekuatan penopang demokrasi yang visible. atau Indonesia “dia”. .dibangun di atas mentalitas para “Predator”. janji dan keyakinan politik yang diberikan kepada rakyat. Partai politik.

sementara partai kecil mengaca diri sambil mengubah nama dan platform.Tulisan ini hendak menguji keabsahan suksesi politik sebagai sebuah agenda negara demokrasi dengan kebiasaan ritual suksesi di Indonesia yang berakhir dengan radikalisme dan anarkisme yang disebabkan oleh ambisi kekuasaan yang terlampau besar. dan mentalitas baru. Pemilu 2009 bukan hanya sekedar ajang perebutan kekuasaan antar partai. Mereka semua adalah sama. Partai besar bekerja dengan “rakus” untuk mencari keuntungan agar bisa memegang kekuasaan pada Pemilu 2009. sistem dan mekanisme “permainan” dalam Partai. sehingga menghalalkan segala cara dalam upaya menciptakan teror politik yang melanda negeri transisi yang pongah ini. makam pahlawan dibangun diberbagai kota. suksesi di Indonesia diwarnai dengan ritual mistisisme elit-elit politik yang meminta kepada dunia abstrak dengan pertapaan dan bersemedi untuk mendapatkan “wahyu kemenangan” dengan ritual . tidak diikuti dengan mentalitas aktor politik yang berjiwa demokratis. semuanya bermuara pada satu soal: yakni bagaimana mencari bentuk kekuasaan. Pertanyaan ini terus muncul disetiap zaman dan di setiap episode peradaban. Di saat krisis kepercayaan atas Partai Politik saat ini.Dalam konteks inilah partai politik kita tidak bisa menempatkan diri pada posisi yang wajar. Partai-Partai yang berkuasa dan yang hidup di “pinggiran” kekuasaan saat ini adalah partai yang tidak memiliki karakter dan komitmen keberpihakan. mengolah dan mengutak-atik kekuasaan untuk kepentingan partai dan individu. Mereka adalah anak kandung modernisasi. Partai pendatang baru harus bisa memberikan yang “berbeda” dari partai-partai lama yang telah masuk dalam kubangan pragmatisme tingkat tinggi.19 0 komentar SUKSESI POLITIK DAN RITUAL ANARKI Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. seharusnya semua pengurus Partai melakukan “tobat politik” untuk segera merevitalisasi diri. narasi baru. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. kepada siapa kekuasaan berkhidmat?. yang dengan modernisasi itu pula mereka berubah menjadi liberal. inilah saat yang tepat seharusnya bagi partai politik untuk mengubah diri. tanpa mengubah komitmen. konsep baru. lahirnya dan matinya suatu negara. Kekuasaan memang selalu meminta korban. tetapi merupakan awal “peperangan” politik yang dahsyat bagi partai-partai yang ikut dalam kompetisi ini. tumbuh dan tenggelamnya peradaban. Atas nama kekuasaan. pikiran baru. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Kamis. Liberalisasi politik pasca Orde Baru. Berbagai pencarian bentuk sistem politik. selama ini. tetapi justru banyak diantara mereka yang mewarisi mentalitas politik “masa lalu”. agar “citra diri” partai tidak selalu jelek dimata masyarakat. perjuangan baru. gagasan baru. aktor baru. Mereka harus hadir dengan ide baru.Untuk apa kekuasaan ada. masa Orde Baru. Bukan mentalitas “predator”. 01-02-2007 Media Centre -. untuk siapa kekuasaan berguna. Padahal. Inilah menurut penulis. yang menyebabkan “hampir” gagalnya proses transisi demokrasi yang sedang kita hadapi. yakni para “predator” yang hendak merebut.

karena yang ditransfer adalah “posisi kekuasaan” dan “otoritas kekuasaan” kepada orang lain. seorang ulama dianggap sebagai mesin penggerak massa yang efektif. Bahkan ada ulama yang kemudian dimitoskan. Ulama adalah pusat segala-galanya. Hampir setiap proses suksesi politik. karena dalam kultur masyarakat Islam Jawa. Antara “kekuatan” dan “jabatan” dalam suksesi harus benar-benar diterjemahkan secara simultan. Seakan-akan anarki adalah merupakan salah satu syarat. ritual anarki dan radikalisme adalah merupakan “persembahan” suksesi politik Indonesia yang telah lama menghiasi dunia politik kita. Lahirlah kekuatan politik yang lain yang akan mengancam posisi kekuasaan yang mapan ini. Dalam proses suksesi. ke individu. bahkan melabrak kekuatan politik yang mapan demi melancarkan agenda politik yang di usungnya. pemerintah atau rezim. Sehingga anarki adalah merupakan ritual yang bersamaan dengan ritual suksesi itu sendiri. pemerintah atau rezim lain. sementara elit yang diatas mengakomodasi tokoh-tokoh kultural untuk mendukungnya dalam menyukseskan agenda politik yang diusungnya. Tingkat emosi sosial ditentukkan oleh dukungan politik yang diberikan oleh mereka atas orang-orang tertentu yang menjadi calon penguasa politik dalam proses suksesi tersebut. karena pertarungan antara kekuatan politik yang saling merebut kekuasaan bisa menyebabkan terjadinya mobilitas massa politik meningkat. suksesi politik Indonesia akan selalu diwarnai dengan korba-korban akibat ritual “sesat” dan ritual “sadis” tersebut. Misalnya. yang terjadi biasanya adalah gesekan politik yang sedikit memanas. suksesi seperti ini hanyalah merupakan ritual suksesi yang tidak membawa perubahan. Antara ritual anarki dan ritual suksesi sebagai proses politik tidak bisa . bahwa suksesi berlangsung dengan sukses jika dibarengi dengan anarki. tanpa ada rasa bersalah dari aktor-aktor pemain politik yang ada ditingkat elit. kekerasan dan anarki adalah merupakan simbol. atau ditransfer. Akibatnya dalam proses transisi diwarnai dengan restu politik dan keterlibatan aktor-aktor lama yang sedang berkuasa untuk menyukseskan kader ideologisnya. yang tentu saja kemampuan seseorang untuk mengapresiasi gagasan yang telah dirintis sebelumnya akan berbeda. paling tidak bisa dilanjutkan oleh pewaris ideologis setelahnya. bahwa suksesi berjalan dengan baik. dari seorang individu. untuk meneguhkan dirinya sebagai salah satu indikator keberhasilan sebuah negara dalam melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses-proses politik yang berjalan. Bagi komunitas yang anti kemapanan. Jadi. hingga kemudian dianggap sebagai pembawa wahyu.kekerasan militer yang menjaga kamar-kamar pencoblosan dan proses-proses kampanye politik yang mewarnainya. yang menghendaki bahwa konstruksi politik yang telah dirintisnya. Suksesi politik adalah menyangkut upacara demokrasi. akibatnya situasi politik dan pergeseran kekuasaan tidak menyebabkan terjadinya pergeseran kebijakan dan karakter atas sistem politik yang ada. di Jawa Timur. Disinilah sesungguhnya akan terbangun satu rezim politik ideologis. Emosi sosial ini dapat bangkit jika terjadi gesekan kencan ditingkat elit. Menurut Alan Brier suksesi politik didefinisikan sebagai cara kekuatan politik disampaikan. Tanpa pembedahan yang tajam. sehingga ritual kekerasan. Provokasi elit kultural jauh lebih memiliki daya tarik kental dibanding dengan provokasi yang dimainkan oleh siapapun. suatu pikiran irasional masyarakat tradisional yang masih bisa disaksikan dalam masyarakat Indonesia.

Ritual anarki kemudian diperparah dengan kehadiran UU No. dan gilanya. bahwa proses suksesi yang selama 32 tahun dibawah kendali rezim Soeharto dibajak secara “sadis” oleh kekuatan massa yang tak bisa dipahami sepenuhnya kemauan mereka. tanpa ada anarki lagi. yang selalu menjadi korban persembahan adalah “manusia-manusia kecil” yang hidup dalam ketergantungan penuh atas permainan kekuasaan yang ada diatas mereka. Anarki massal yang telah menerabas menghancurkan kekuasaan Orde Baru yang hegemonik dan tuntutan politik massa brutal ditahun itu. sementara pemimpin-pemimpin ritual tidak terkena kecipratan atas persembahan ritual tersebut. melahirkan satu catatan politik terpenting bagi proses suksesi politik Indonesia. Perayaan ritual anarki yang paling besar dalam dunia perpolitikan Indonesia terjadi ketika proses penurunan Soeharto tahun 1998. bahwa proses politik ditengah transisi demokrasi akan berjalan secara partisipatoris. Soeharto mempertahankan kekuasaan yang begitu lama diatas suksesi politik dengan ritualritual anarki yang sangat sistematik. Dan celakanya. bejat dan penuh dusta-dusta. Ritual anarki terakhir yang dipersembahkan oleh Soeharto adalah pada tanggal 27 juli 1996. Karena kehausan akan kekuasaan menyebabkan “laku bejat” untuk menukarkan darah orang lain dengan kekuasaan yang glamour. pada saat yang sama juga ditandai dengan meningkatnya korban-korban ritual anarki. Bahkan perjalanan kekuasaannya dipertahankan dengan persembahan atas “manusia-manusia kecil” ini sebagai tumbal. inilah ritual anarki terakhir yang termasuk dalam kategori sadis sepanjang kekuasaan Soeharto setelah tahun 1990-an. banyak pengamat politik yang bermimpi. radikalisme massa. 22 tahun 1999 yang diganti dengan UU No. Pilkada telah menambah rentetan korban atas ritual anarki ini. dan penghancuran institusi-institusi negara adalah merupakan korban-korban ritual anarki. Akhir cerita kekuasaan Soeharto ini. korban-korban anarki bertambah kuantitasnya dan tukang-tukang janji dusta semakin menganggap bahwa dusta adalah “berkah politik” yang harus diucapkan. dan diganti oleh B. konflik horizontal. Tetapi ritual anarki menjadi semakin gila. Dan para korban atas tumbal tersebut bertebaran dimana-mana. tanpa ada janji-janji dusta seperti dulu.J Habibie. Pilkada Langsung telah menambah intensitas suksesi politik lokal. yang selalu menjadi korban adalah “manusia-manusia kecil”. dalam ritual ini. yang selalu menjadi korban persembahan ritual adalah masyarakat. . tanpa ada yang dikorbankan. Akhirnya politik dan suksesi politik di Indonesia dipenuhi oleh berbagai cerita-cerita dusta. korban-korban ritual anarki dan ditingkat yang lain pemain politik yang tak pernah merasa berdosa dengan tingkah laku bejatnya. utamanya bagi pemain-pemain politik yang haus akan kekuasaan. Karena ritual anarki terjadi berbarengan dengan suksesi politik yang terjadi disuatu wilayah. Ritual anarki yang secara serentak terjadi di seantero negeri ini adalah pasca Pemilu tahun 2004 dan Pilkada Langsung sepanjang tahun 2005.dipisahkan. 32 tahun 2004 tentang otonomi daerah dan pemilihan kepala daerah secara langsung. Suksesi politik di Indonesia selalu diwarnai oleh ritual-ritual anarki. Ritual anarki dalam proses suksesi politik memang sudah menjadi semacam kewajiban politik yang harus dijalani oleh masyarakat Indonesia. Karena kekuasaan logikanya selalu meminta korban. setahun sebelum Pemilu 1997.

dan ini menjadi problem lanjutan dari putusan-putusan Mahkamah Konstitusi. Sulawesi Selatan akan diperhadapkan dengan proses suksesi politik.15 0 komentar Mahkamah Konstitusi Menghukum Tanpa Batas Oleh: Fajlurrahman Jurdi Fajar Kamis. Keberadaan Mahkamah Konstitusi dalam struktur ketatanegaraan RI adalah merupakan bentuk dari tuntutan reformasi peradilan agar MA tidak berkuasa sewenang-wenang sebagaimana di masa Orde Baru. Juga sebagai bentuk dari komitmen. sementara pasal 24A dan 24B adalah masingmasing tentang Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial. Indikasi kearah ritual anarki menganga lebar dalam proses suksesi pilkada Sul-Sel nanti. memutus pembubaran partai politik. berbarengan dengan tuntutan terhadap lembaga hukum untuk menyelesaikan perkara. Demokrasi dan Kapitalisme menemukan berbagai problem bangsa kita. Semenjak Pemilu 2004 dan rantai Pilkada secara langsung sebagai akibat dari "hasutan" demokrasi liberal. Ini tercantum dalam Bab IX yang berkaitan dengan kekuasaan kehakiman pasal 24C. 19-03-09 Hasil kajian PuKAP-Indonesia beberapa minggu terakhir tentang konstitusi. dan kekerasan mewarnai ritual demokrasi di Indonesia. yakni "Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji UU terhadap UUD. dan tokoh-tokoh kunci mistik telah banyak diakomodasi oleh para pemain politik untuk dijadikan mesin mengendali massa. Korban dari ritual anarki ini adalah “manusia-mansuai kecil” yang dimanfaatkan oleh tangan-tangan “iblis” kekuasaan dan pemain-pemain politik yang ingin menghalalkan segala cara. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. sehingga persoalan hukum kemudian menjadi tambah rumit. adalah indikasi akan rentan terjadinya ritual anarki yang berbahaya bagi masa depan demokrasi di Sul-Sel. . memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD. karena tokoh-tokoh primordial. Berikut ini hasil kajian itu. Salah satu lembaga Negara yang diamanatkan dalam amandemen ketiga UUD 1945 adalah Mahkamah Konstitusi. Ditambah lagi munculnya produk legislatif yang banyak bertentangan dengan UUD 1945.Memasuki tahun 2007 ini. persis seperti anjuran Machiavelli. elit-elit adat. Mudah-mudahan suksesi Pilkada di Sul-Sel terjadi tanpa ritual anarki. yang sejatinya juga akan melahirkan ritual anarki. Kekerasan politik dan ambivalensi demokrasi itu. Dalam pasal 24C ayat (1) UUD 1945 ditegaskan. terutama posisi Mahkamah Konstitusi yang merupakan lembaga hukum terpenting di negeri ini. persoalan hukum. politik. dan memutus sengketa tentang hasil Pemilu. Namun di dalamnya juga mengidap penyakit legitimasi dan hierarkis yang menjadi rantai panjang persoalan konstitusi hingga sekarang. Pemilu. Salah satunya dalam tulisan ini mengenai UUD kita. Juga tersebarnya Baleho dan brosur salah satu calon di seluruh daerah di Sul-Sel padahal kampanye belum dimulai. Semangat reformasi mewarnai aroma perubahan UUD mulai dari perubahan pertama sampai perubahan keempat. agar UUD 1945 sebagai dasar bernegara tidak dilecehkan sebagaimana masa lalu.

Persoalannya MK tidak mengenal kata "melanggar" hukum dalam putusannya. MK memutuskan agar KPUD Jawa Timur (Jatim) melakukan pemungutan suara ulang di Kabupaten Bangkalan dan Sampang. tidak ada klausul yang menyuruh untuk "memilih ulang".D-VI/2008. lalu siapa yang akan menjadi eksekutor (yang menjalankan keputusan tersebut?). Ini menjadi suatu penyakit dalam demokrasi kita. 5 tahun 2004 masing-masing yang mengatur ketiga institusi kehakiman tidak memberikan instrumen hukum kepada lembaga mana yang akan menjadi eksekutor bagi putusan MK. Tetapi yang terjadi kemudian adalah memilih ulang. dan celakanya itu dibenarkan oleh UUD. bukan menghitung ulang. Kasus kedua. Dalam UU Pemilu maupun UU MK. 005/PUU-IV/2006 atas UU No. dan keputusan itu amat berani. bahwa kata hakim dibagi. keanggotaan hakim di MK adalah merupakan hasil kolaborasi kuasa politik. tetapi juga kondisi psikologis hakim yang diproses secara politis dalam pengangkatannya merupakan masalah yang sulit untuk dibuktikan. tidak ada pembagian kata "Hakim Agung" atau "Hakim Konstitusi". Juga pertanyaan selanjutnya. Tetapi oleh MK. kata "hakim" yang tercantum dalam UU KY. Apabila terjadi penafsiran hukum yang salah oleh MK. MK akan mudah menegosiasikan keputusan-keputusan politis. Bukankah keputusan itu melanggar hukum?. adalah putusan MK mengenai Pilkada Jawa Timur. sekaligus mungkin inilah yang disebut dengan "kagagapan" demokrasi itu. sementara pada konteks lain. agar bisa saling mengontrol. akan tetapi yang ada hanya "menghitung ulang suara". Sementara baik dalam UU No. bukan pengadilan hukum. Tampaknya ini sudah diluar konteks UUD dan MK melewati kewenangan UUD. menjadi hakim MA. KY sampai sekarang tidak memiliki fungsi yang jelas pasca keputusan MK. 22 tahun 2004. Mungkin ini merupakan bagian dari cek and balances.Salah satu Putusan yang amat kontroversial adalah putusan MK pada tanggal 16 Agustus 2006. Akibatnya. Disamping secara tidak langsung. Inilah upaya "menghukum" tanpa batas. maka dengan alasan hukum. Padahal seharusnya posisi MK harus dikontrol oleh konstitusi. Sementara dalam klausul pasal di atas dikatakan "Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final�". tiga orang dari presiden hingga jumlahnya sembilan orang. Setelah selesai putusan ini. Jika UUD memberikan kewenangan kepada MK melampaui UUD. 22 tahun 2004 tentang Komisi Yudisial. Padahal dalam UUD baik dalam batang tubuh maupun penjelasannya. MK dan hakim PT dan dibawahnya. tetapi. 24 tahun 2003. tiga orang dari DPR. Ini dikaitkan dengan posisi ketua MK dan pertimbangan cost politik. Katakata ini menutup upaya hukum selanjutnya bagi pihak yang dirugikan. Melalui Putusan No 41/PHPU. MK: Mahkamah Politik Apabila kita merujuk konteks ini. serta pertimbangan hukum. tidak termasuk Hakim Agung dan Hakim Konstitusi. juga sekaligus "banci"-nya UUD yang kita miliki. maka langkah hukum apa yang akan diambil?. MK . Otoritas penafsiran konstitusi sepenuhnya ada di pundak mereka. UU No. ada pertanyaan yang hingga saat ini yang belum bisa dijawab. maka sebenarnya pada bagian-bagian tertentu MK adalah pengadilan politik. Siapa yang akan menindaklanjuti keputusan tersebut?. Di dalamnya berkecamuk berbagai kepentingan yang hiruk-pikuk. Tiga orang dari MA. Sebab UUD memberi ruang "nalar" yang sungguh amat merdeka pada MK. Di sinilah "banci"-nya DPR hasil pemilu 1999. terutama mengenai kata "hakim". UU No. namun dalam kenyataanya. posisi MK ada di atas UUD. Bagi MK. No. Ada dugaan bahwa putusan itu adalah putusan politik.

Pada akhirnya lembaga ini menjadi absolut dan otoriter. Kasus ini tidak akan sedikit jumlahnya nanti. Karenanya. Presiden. akan terjadi anarki politik yang berbarengan dengan ritual demokrasi. Tampaknya disinilah kegagapan instrument hukum kita. Untuk provinsi dan pusat juga jumlahnya bervariasi. Dari jumlah secara keseluruhan itu. Tergantung dinamika yang terjadi di suatu daerah. institusi mana yang akan menjadi eksekutor dari hasil putusan tersebut?. Sengketa Pemilu 2009 ini. Dengan berdasar dan berpijak atas UUD. MK bertindak tanpa batas. harus segera ada instrumen yang membatasi kekuasaan MK agar tidak terlalu absolut. Karena itu. Dengan melihat dan menduga akan muncul problem seperti ini. Persiapan MK menjelang Pemilu 2009 Sudah diduga oleh banyak kalangan. menghukum tanpa kendali dan memutus tanpa kontrol. MA. Antar calon anggota legislatif 2. Antar partai kontestan Pemilu. dalam konteks cek and balances keberadaan MK adalah representasi dari trias politica. Jika tidak ada eksekutor. maka harus ada tawaran alternatif yang harus segera diambil. kecuali dengan alasan menjaga otoritas konstitusi. MK harus menjaga independensi dalam mengambil keputusan. 10 persen saja yang bermasalah. Antara calon anggota legislatif dengan partai 3. maka untuk apa keputusan itu dikeluarkan?. dan UU No 24 tahun 2003 tentang MK. Inilah persoalan penting yang akan segera menghadang Pemilu 2009 yang berkaitan dengan MK. kalau dalam satu Daerah Pemilihan (Dapil) saja untuk Caleg DPRD di Kota Makassar jumlah Caleg berkisar antara 100 sampai 150 orang. Di kabupaten lain juga berkisar antara 25 sampai 50 orang dalam satu Dapil untuk kapubaten/kota. 3. akan terjadi antara pihak-pihak dibawah ini. Lembaga/institusi tersebut harus segera dikonsolidasikan dengan DPR. yaitu: 1. Bayangkan. 2. juga tidak ada ruang untuk memperbaiki keputusan. KY dan KPU. Maka dipersiapkan ruang sidang teleconference di berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia agar bagi para pihak yang terlibat dalam sengketa Pilkada maupun Pemilu tidak harus ke Jakarta. Jika MK. . maka MK harus bekerja siang dan malam untuk menyelesaikan kasus ini. yaitu: 1. Tidak kah keputusan itu akan menambah masalah baru bagi MK dan bagi demokrasi?.yang mengendalikan UUD. misalnya mengabulkan 3-5 persen dari jumlah secara keseluruhan gugatan sengketa Pemilu. Satu-satunya alasan hukum adalah pasal 1 UUD 1945. Untuk Sulsel. Harus segera dibentuk lembaga atau intitusi yang akan menjadi eksekutor bagi keputusan MK. lembaga yang pada awalnya secara filosofis membawa semangat perubahan justru masuk dalam jurang arogansi konstitusional. bahwa Pemilu 2009 ini akan membuat MK bekerja ekstra keras. cukup datang di tempat universitasuniversitas yang telah ditunjuk oleh MK dan memiliki fasilitas teleconference. ruang sidang tersebut bertempat di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Tidak ada upaya hukum yang bisa menjerat MK apabila keputusan mereka melanggar nalar konstitusi. sedangkan secara politis. karena ada asumsi. Juga hukuman-hukuman tanpa batas yang dimiliki oleh lembaga ini.

Selain partai baru. Saya tahu siapa Aswar Hasan dan kenal siapa Irwan. Sebagai partai baru yang lahir dari rahim reformasi. Di saat sebagian besar anak bangsa mengidap penyakit "gila" ini. juga bukan partai massa. tentang simbol politik. Aswar masih punya ingatan yang tajam akan apa yang telah diikrarkan disaat Soeharto mengalami delegitimasi dan di usir dari panggung politik secara sadis dan menggelikan. termasuk obyek dalam tulisannya. persis seperti tulisan saudara irwan. Betul-betul sebuah fantasi yang penuh godaan. bahwa PKS sedang ingin menata Indonesia yang ambruk tidak berdaya menghadapi sirkulasi demokrasi liberal yang penuh gagap dengan pesona gilanya. Tribun Timur Sabtu.oleh PKS . sebuah harapan bagi siapa saja yang hidup dalam ketidakjelasan transisi demokrasi yang penuh ambisi dan nafsu. Tulisan ini ditanggap oleh Irwan (Tribun. Ini kemudian betul dengan gaya politik PKS yang suka berfantasi ria tentang Indonesia. Tulisan ini menohok menurut saya. Duverger hanya mengakui dua kategori partai. PKS sebagai partai baru yang lahir dari jerih payah reformasi. yakni partai yang "dianggap" banyak orang sebagai partai "ideologis". suatu penempatan yang luar biasa disaat Indonesia tidak memiliki satupun partai Ideologi. Dalam konteks ini. 18/12) membuat saya tergelitik sekaligus terkekeh. bahwa pandangan Aswar terhadap citacita reformasi masih belum kabur. terutama bagi mereka yang berkuasa dan dikuasai di negeri yang hampir "biadab" saat ini. Cadre Party and Mass Party". sehingga kita harus mengatakan. Demokrasi dan Perubahan Sosial Indonesia. PKS pada awalnya adalah partai kader. karena sedang membela PKS yang memiliki "narasi besar" untuk membangun bangsa ini. tentu semua orang sadar. dipadukan dengan Mohammad Natsir. PKS memiliki ciri khas. "PKS: Partai Kroni Soeharto" (Tribun. bahwa seorang Aswar tidak mengalami penyakit amnesia akan sejarah masa lalu. namun itu adalah khayalan-khayalan yang menjijikan Membaca tulisan Aswar Hasan.disamakan dengan Ahmad Dahlan. disetarakan dengan Soekarno. tentang Islam. tumbuh menjadi partai besar dan diharapkan sebagai alternatif bagi Indonesia dengan komitmen ideologinya. tetapi partai yang ada ditengah sebagaimana kata Irwan. Kacamata berpikir yang digunakan. Ingatan masa lalu yang melekat dalam dirinya masih segar. Padahal ada di tengah hanya ada satu yang pasti.14 0 komentar PKS Disamakan Soeharto Sebuah Fantasi Oleh Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. yaitu partai ideologis atau kader dan partai massa. tetapi lama kelamaan berubah haluan menjadi partai "fantasi". Political Parties (1963). yaitu: Fantasi. . ide yang dibangun serta gagasan yang lontarkannya. Yaitu bukan partai kader. sebagaimana yang menghinggapi sebagian besar anak bangsa yang lain. 27-12-2008 Soeharto .Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. Inilah yang disinyalir oleh Duverger dalam "A Caucus and Brand. anak muda yang menurut saya sedang mengalami penyakit amnesia sebagaimana kebanyakan anak muda yang lain. tentu merupakan keresahan akan fenomena penyakit Amnesia yang tidak memiliki obat untuk menyembuhkannya dengan baik. 22/12).

ia setara dengan fasisme. PKS sudah mulai tidak percaya dengan keyakinannya. menurut hemat saya sebagai orang awam. mungkin ia berguru pada teksteks klasik Fir'aun. masa lalu beserta kesalahannya harus dimaafkan. Dan inilah yang sedang . ia telah hidup di dalamnya. Aswar adalah seorang intelektual yang masih konsisten dengan moralitas Islam. membuka sekat-sekat ideologi. bahwa masa lalu tidak boleh dilupakan. sama dengan ketidakpastian Indonesia yang sedang berfantasi. Tingkah laku PKS belakangan ini. baik otoritas negara maupun pemilik otoritas partai. telah terpisah dari akar persoalan masa lalu. celana bergantung. ini terbukti dengan keinginannya menjadi partai yang terbuka. dan berkoalisi dengan partai-partai sekular. jika tidak di rem dengan keyakinan ideologis yang kuat. adalah melupakan masa lalu. dengan demikian. citacita reformasi dan problem-problem yang dihadapinya. maka perilaku politiknya menjadi ambivalen. Karena PKS meragukan keyakinan dan hendak menjadi partai "tengah". yang dalam kajian ilmu politik disebut perilaku politik (political behavior). Betul-betul sebuah fantasi yang penuh godaan. melebihi PBB dan PPP. saudara Irwan menafikkan ideologi. Ketakutan ini. menghapus diri dalam hingar-bingar politik aliran. Pemilik otoritas partai mengalami kegagapan serius ke mana reformasi hendak dibawa. Aswar masih memiliki keterkaitan dengan kekuasan Soeharto. Inilah tingkah laku politik partai. oligarki dibangun dengan megah sambil menindih rakyat. namun tidak berdaya. Di saat yang sama ia tetap tampil sebagai kekuatan ideologis. dididik dengan kepongahan. Ini bisa dilihat dalam tulisan dan keyakinannya. berubah dalam ketidakpastian. tetapi bukan berarti "memberhalakan" masa lalu yang dipercayainya. Soeharto adalah benar-benar seperti cerita Hannah Arend yang mengungkap kejahatan Nazi. demi massa ia lari dari keyakinannya. tetapi menghadirkan Soeharto beserta segala kebusukan yang dibangunnya dimasa lalu. Di satu sisi secara faktual ia adalah partai kanan konservatif. disetarakan dengan Soekarno. Namun menempatkan Soeharto sebagai guru bangsa dan pahlawan nasional. Demi massa. bahkan demi massa barangkali PKS dan saudara Irwan akan keluar dari Islam. namun di sisi lain.Ia ingin seperti pelangi. Soeharto . serta hendak berpisah dari ideologi yang dianutnya. juga tidak harus dijadikan sebagai dendam. Ia juga masih percaya akan masa lalu. Memaafkan masa lalu adalah untuk menjadi arif agar bisa belajar dari dosa-dosa masa lalu. sebab pada masa itu. sama dengan tidak berdayanya Fajroel Rahman yang dipenjarakan oleh rezim yang hampir tidak waras itu. padahal di dalam PKS mereka yang taat beragama.disamakan dengan Ahmad Dahlan. takut tidak menang di Pemilu 2009. Utang negara menumpuk. harta dikumpul dengan keringat rakyat. bukan memaafkan masa lalu. adalah betul-betul tindakan yang "tidak waras". Di Indonesia pasca Orde Baru.oleh PKS . tidak ke-kiri. kopiah menempel di kepala ke mana-mana sebagai simbol politik. mereka yang mengkritik dihancurkan dengan gaya Fir'aun. maka akan terseret arus pragmatisme yang betul-betul menjijikkan. namun itu adalah khayalan-khayalan yang menjijikan. juga tidak hendak ke-kanan. dibesarkan. tanpaknya adalah problem yang menimpa pemilik otoritas. Sebagai partai reformasi seharusnya PKS sadar diri. tetapi tetap mengaku PKS sebagai partai yang berideologi Islam. dipadukan dengan Mohammad Natsir. ingin meniadakan simbol demi pemilu 2009.

maka tunggulah kehancuran Indonesia. adalah sikap naïf orang-orang tidak sehat cara berpikirnya. sang tokoh koruptor ini juga akan dinobatkan sebagai guru bangsa dan pahlawan nasional. Kalau ini yang terjadi. Keruntuhan kekuasaan rezim yang sangat langgeng berkuasa selama 32 tahun dan memiliki ideologi represif. adalah sikap orang-orang "munafik" sebagaimana yang disinyalir dalam Al Quran. bahwa Aswar Hasan dengan segenap kelemahan dan kelebihannya. Lupa akan segala jerih payah mereka yang telah meruntuhkan Soeharto dengan sisa tenaga yang dimilikinya. Berbeda dengan saudara Irwan yang masih muda belia seperti muda dan belianya PKS. adalah satu catatan tersendiri bagi suatu proses politik. STUDI ATAS KEGAGALAN PERUBAHAN SOSIAL DI INDONESIA Fajlurrahman Jurdi Salah satu tim Deklarator dan Inisiator Central Study Resistance (CSR)-Jakarta Tahun 1998 adalah merupakan tahun yang sulit untuk dilupakan bagi mereka yang hidup di akhir Abad XX di Indonesia. maka oleh orang-orang yang mengidap penyakit amnesia. otoriter dan mempunyai kehendak represif atas demokrasi. Sikap politik yang mudah berubah seperti bunglon. Karena itu. melewati renta-nya Golkar. Ada pembelaan terhadap partai yang begitu kuat. Kekuasaan rezim yang terlampau otokratik. secara telanjang anak bangsa yang hidup di dalamnya mengalami resistensi kekuasaan yang sangat rentan. Indonesia diperintah oleh rezim politik yang tidak normal cara berpikirnya. Karena hari ini seorang tokoh koruptor dipenjara dan tahun depan keluar dari jeruji itu. sekalipun selama sekian puluh tahun itu demokrasi masih menjadi alat penindasan bagi pemerintah. secara tiba-tiba dan mengejutkan lupa akan dosa-dosa Soeharto. betul-betul gila dan tidak waras lagi kita sekarang. Selama 32 tahun. Jika anak muda kita mengidap penyakit "gila" ini. (Tribun) Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. sedang mengalami penyakit amnesia yang berbahaya. resistentif dan kolaboratif dengan rezim pasar seperti Orde Baru. Saya menganggap. kekangan rezim yang terlalu tiran dan kekerasan politik yang menjadi ritual yang tak bisa dihindari. hendak mengatakan kegelisahannya melihat tingkah laku politik PKS yang mulai mengalami tua renta. ternyata telah mampu menjalankan pilihan-pilihan politik yang sangat dilematis. Selama rezim itu berkuasa. 18 November 2007 PREDATOR REFORMASI.menubruk PKS sekarang. bahkan berani memposisikan partai sama dengan "Islam". perlu ada pemisahan dan tidak mencampuradukkan partai sebagai kendaraan politik dan Islam sebagai suatu keyakinan. bahkan negara-negara di dunia. PKS sebagai partai yang baru lahir "kemarin sore". PDIP dan PPP sebagai partai lama.06 0 komentar Minggu. bahwa Orde Baru adalah merupakan nama yang harus tetap melekat dalam .

Soeharto telah mampu mentransendensikan diri sebagai “Nabi” politik yang selalu di takuti. Orde Baru terlalu percaya diri dalam membawa bangsa ini menjadi baik sebagaimana yang di improvivasi. bertemu penyakit moral dan etik yang “merogoh” kemanusiaan. tertanam di kepala aparatus negara yang juga otaknya di ciptakan secara represif. Soeharto sebagai simbol Orde Baru beserta pendukung setia dibelakangnya mengalami delegitimasi yang begitu serius di tahun 1998. sehingga di dalam tubuh Orde Baru melekat pintalan-pintalan penyakit sosial. Mereka yang di besarkan dalam ruang modernisasi dan sekaligus menjadi anak kandung rezim industrialisasi Orde Baru. penindasan dan pemiskinan. Orde Baru adalah menjadi simbol kekerasan. “mulut” Soeharto sebagai pelakon tunggal kekuasaan Orde Baru adalah “mulut singa” yang lapar. karena di dalam Orde Baru. Orde Baru adalah simbol keserakahan. Pidato-pidato kekuasaan menandakan pidato yang bernuansa kekerasan. Tekanan. tentu saja Soeharto telah berubah menjadi ideologi yang menakutkan. Soeharto telah menjadi “nabi” kalau tidak bisa disebut sebagai “tuhan” bagi masyarakat. Orde Baru adalah simbol “pelacuran” kekuasaan yang harus selalu di ingat dalam pikiran anak bangsa ini.pikiran anak bangsa yang hidup di akhir abad XX tersebut. bahkan mereka menjadi bagian dari kelompok yang menghancurkan “ayah kandung” yang membesarkan mereka yang bernama modernisasi tersebut. ekonomi. bukan jaminan bagi langgengnya kepatuhan. Kemarahan anak muda Indonesia yang di desain oleh modernisasi selama kekuasaan Soeharto. bahkan pontang-panting menghadapi kemarahan generasi yang mereka didik di bawah ideologi kepatuhan tersebut. menindas kekuatan-kekuatan oposisi di Indonesia. juga bersamaan dengan tertanamnya perasaan eksesif dari gerakan sosial yang ingin merubah kepatuhan itu menjadi modal perlawanan. tidak mampu menyelamatkan negara Birokratik tersebut dari kemarahan yang berpintal-pintal tadi. politik. bukan jaminan untuk menciptakan dukungan tanpa reserve kepada kekuasaan. menjadi marah terhadap negara yang mendidik dan mengajarkan serta memfasilitasi budaya pop bagi mereka. pengkhianatan dan pembusukan politik adalah pilihan-pilihan politik yang dianggap segar oleh elit kekuasaan. akan tetapi dari bangunan modernisasi yang di gerakkan dibawah komando kekuasaan itu. Orde Baru adalah simbol pelapukan moral bangsa ini. . represi dan penindasan yang di agungkan secara terus-menerus ternyata bukanlah jalan keluar untuk menyelamatkan Soeharto dengan dinasti yang dibangunnya. Generasi muda yang dibesarkan dalam budaya pop Jakarta. karena Orde Baru adalah sekaligus sebagai pembawa bencana dan pelaku kekerasan dalam dunia politik. Sebagai aktor tunggal. moral dan kekuasaan yang berlebihan. menekan sikap korektif. Di dalam tubuh Orde Baru. selalu meminta korban. Pada konteks inilah. dengan dukungan ideologi pancasila dan di apresiasi secara patuh oleh Aparatus represif sebagaimana yang di katakan oleh Althuser. “firman-firman” politiknya cenderung menggerakan aparatus untuk patuh pada kehendak-kehendak personalnya. Akan tetapi kepatuhan yang berpintal-pintal itu. yang membunuh kreatifitas. benihbenih perlawanan itu tercipta secara genuine.

kutukan. tidak adanya political will dan keseriusan terhadap pelaksanaan agenda-agenda reformasi (Mada Sukmajati: 2004). ideologi yang ditafsirkan secara tunggal. adalah representasi begitu jahatnya rezim Orde Baru. mau tak mau harus di sebut sebagai pelaku yang melawan kekuasaan otokratisme negara tersebut. Kemiskinan yang di tutup-tutupi dengan penindasan. Jika sepanjang episode tahun 1970-an. adanya tarik menarik yang sangat kuat antara kekuatan-kekuatan pendukung status quo dengan kekuatan-kekuatan pendukung perubahan. dan hampir menjadi “tuhan” tersebut dihancurkan oleh generasi yang mereka besarkan sendiri. Dalam masa transisi ini juga. maka di penghujung tahun 90-an adalah merupakan tahun kemenangan bagi mereka atas negara. Nyawa manusia harus melayang tanpa beban. akumulasi kekecewaan. dan kemarahan masyarakat yang sudah tidak ingin lagi hidup dalam kepenatan rezim yang menyesakkan nafas tersebut. Kemarahan. pada saat yang sama perubahan yang berjalan secara timpang sepanjang 32 tahun harus berakhir.Orde Baru yang congkak. satu dekade yang lalu. masa ini disebut sebagai masa transisi dari rejim otoritarianisme ke sebuah pembentukan rejim yang lebih demokratis. menekan kebebasan dan membiarkan masyarakat menghirup “udara busuk yang diproduksi oleh rezim” tersebut. Semenjak Soeharto lengser dari kekuasaannya. demonstrasi dan sebagainya. yang telah sekian lama mengandalkan kepatuhan dan ketundukan. Dekade 70an hingga akhir 90-an adalah merupakan dekade dimana personalitas kekuasaan . hukum yang menjadi hamba penguasa. demokrasi yang ditelikung oleh apparatus represif. protes. Hal ini disebabkan. pertama. terkait dengan dua point sebelumnya. dinamika kehidupan politik rakyat jauh lebih tinggi ketimbang dalam masa kekuasaan rejim otoriter. bahkan untuk menyelamatkan kejahatan-kejahatan tersebut harus menjalankan ritual pengorbanan. rakyat Indonesia di semua lapisan saat ini masih mengalami gejala yang dikenal dengan istilah “euphoria” politik. Desakan-desakan oposisional yang menjelma menjadi kemarahan itu telah menimbulkan perlawanan yang tak terbendung. sebuah kekuasaan yang di besarkan dengan retorika politik yang penuh nafsu kekerasan. mimpi yang tidak tercapai dari generasi muda Indonesia yang sempat mengamuk tahun 1998. Dalam khasanah ilmu politik sendiri. 80-an. Dan tumbal-tumbal itu telah menjadi korban bagi kelanggengan dan mempertahankan rezim otoriter yang ganas tersebut. kebebasan harus di intimidasi adalah pengorbanan yang sangat mahal bagi masyarakat Indonesia hanya untuk menyelamatkan kekuasaan. Kedua. Lengsernya Soeharto dari kekuasaan pada tahun 1998 adalah merupakan bentuk kejengkelan. Ketiga. Indonesia telah memasuki apa yang dikenal dengan sebutan “Masa Reformasi”. karena peluang untuk kembali mundur ke kutub otoritarianisme sama besarnya dengan peluang maju ke kutub demokrasi (Mada Sukmajati: 2004). telah secara kasar mengusir otonomi Negara dibawah ketiak Soeharto tersebut. yang tidak pernah terjadi selama Soeharto berkuasa. Sebuah masa yang menurut Guillermo O’Donnell (1986) dipenuhi oleh ketidakpastian. Mereka yang berlomba-lomba menghancurkan Soeharto. Rezim yang menyesakkan dada. hingga awal dan pertengahan 90-an adalah tahun-tahun bencana bagi gerakan sosial. Reformasi hanyalah cerita yang tak bermakna. korupsi yang dijalankan secara kolaboratif antara pemiliki modal dan keluarga Soeharto.

Tetapi secara tiba-tiba. karena pada masa ini kebebasan di belenggu oleh kehendak politik yang personal. muncul sporadisme dan kekerasan yang sangat serius untuk melakukan delegitimasi atas kehendak negara Orde Baru. Menurut Eep Saifullah Fattah (2000: xxix-xxxiii) ada beberapa substansi perubahan mendasar bisa diidentifikasi dalam proses reformasi. Gerakan reformasi atau semi-revolusi tersebut adalah sebuah gerakan yang muncul dalam suatu konteks yang tidak di kehendaki oleh kekuasaan. juga tidak diduga oleh hampir saja semua kepala anak bangsa yang hidup di bawah komando Soeharto. Pada titik yang paling nadir. melacuri demokrasi dan mengkhianati pancasila yang di tafsirkan secara sewenangwenang oleh mereka. sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Pada akhirnya kekuasaan yang tua renta itu. dan belum menampakkan hasil sedikitpun. serta pertanggungjawaban Orde Baru masih sebatas agenda. yaitu: . otonomi daerah. dengan segala resiko yang telah bersama-sama dengannya. akan tetapi kemarahan itu adalah bentuk kutukan mereka terhadap negara yang terlalu birokratis. Kehancuran Soeharto bisa dimengerti adalah merupakan bentuk protes mereka terhadap negara yang begitu jahat atas kebebasan masyarakat. Sekalipun di awali dengan krisis kurs rupiah terhadap dolar. telah mendorong Indonesia pada sebuah fase politik yang disebut oleh berbagai pengamat dengan transisi demokrasi. mencabut dwifungsi TNI/Polri. Reformasi bukan hanya sekedar menghancurkan mitologi kekuasaan Soeharto yang birokratis dan represif itu. bahkan telah menambah beban sosial politik yang makin berat. dilema dan pilihan-pilihan yang amat sulit untuk di dijalankan. di gugat keabsahannya. akan tetapi juga adalah untuk mendorong perubahan sosial politik yang hampir tidak pernah berjalan selama tiga dekade kepemimpinan Soeharto.Soeharto masih di anggap mitos yang sulit untuk di tembus daya keramatnya. Enam visi reformasi yang terdiri dari amandemen UUD 1945. membongkar secara telanjang kekecewaan rakyat atas Orde Baru. Sebuah fase yang menurut penulis penuh dengan intrik. sehingga bagi mereka yang mencoba menembus mitologi kekuasaan yang keramat tersebut. Beberapa Indonesianis merasa kaget dengan situasi Indonesia yang penuh dengan emosi. Akan tetapi semua itu mengalami delegitimasi secara serius di penghujung abad XX. Reformasi. budaya demokrasi yang rasional dan egaliter. supremasi hukum. Reformasi tahun 1998 sebagaimana yang penulis katakan di atas adalah merupakan satu bentuk semi-revolusi yang begitu dahsyat. Soeharto bersama aparatur represifnya telah melakukan proses pembusukan atas karakter kemanusiaan. maka kutukan tak terhindarkan. represif dan pada saat-saat tertentu sewenang-wenang. di saat-saat Soeharto mengalami puncak kemapanan kekuasaannya yang bersamaan dengan usianya yang tua renta. perubahan sosial yang kebetulan di beri nama reformasi itu kemudian mengalami disorientasi. serta kelompok oportunis di belakangnya tidak lagi mendukungnya. Perubahan sosial yang tersumbat akibat kepemimpinan tersebut dibuka selebar mungkin dan perjalanannya dipercepat. Kekerasan atas kemanusiaan menjadi kenyataan politik yang hidup bersama dengan anak bangsa tersebut.

Di masa Orde Baru. hak dan kewajiban rakyat mengalami redefinisi. Daftar hak politik rakyat pun bertambah panjang secara dramatis. Ini merupakan salah satu gejala dalam kerangkan terjadi redefinisi (pendefinisian ulang) hak-hak politik rakyat. Desakralisasi menunjang tumbuhnya kekuasaan yang sehat dan bertanggung jawab. Kedua. menjaga dan meningkatkan martabat manusia. Adalah tidak sehat terlalu mengagung-agungkan pembangunan dengan pendekatan kacamata kuda (hanya melihat aspek keberhasilannya dengan menutup mata pada aspek-aspek kegagalannya). Proses reformasi juga ditandai dengan turunya secara drastis kredibiltas Orde Baru. pembangunan ala Orde Baru terbukti gagal menjalankan humanisasi. Kelima. Jika sebelumnya pembangunan di mitoskan sebagai sesuatu niscaya yang mendatangkan kebaikankebaikan bagi masyarakat. Bahkan setiap kali ada aturan – sedikit apapu aspek pengendalian dalam aturan itu – banyak orang sertamerta berteriak bahwa hak-hak rakyat akan dipasung kembali. Reformasi juga telah mengubah persepsi banyak orang tentang “pembangunan”. hampir tidak ada orang yang bersedia di identikkan dengan Orde Baru. yang mungkin muncul justru sebuah bahaya: lembaga-lembaga pemerintahan yang berfungsi mengelola kehidupan bermasyarakat dan bernegara di tolak secara permanen. Orde Baru menjadi sesuatu yang tidak laku. kekuasaa cenderung disakralkan sehingga kritik atau penentangan atas kekuasaan tidak dimungkinkan. Namun di sisi lain. Salah satu hakikat reformasi yang penting adalah terciptanya desakralisasi (pengakhiran kesakralan) kekuasaan beserta perangkat-perangkatnya. Ini merupakan salah satu gejala umum dimana-mana. Pendeknya degradasi kredibilitas Orde Baru terjadi secara tegas di tengah proses reformasi. sebaik apapun yang dilakukan oleh lembaga-lembaga itu. namun juga benar bahwa pembangunan telah mendatangkan banyak kemajuan fisik di tengah masyarakat. kekuasaan mengalami proses desakralisasi. Namun jika proses desakralisasi ini berlangsugn tanpa batas. sejarah mengalami reinterpretasi. Bersamaan dengan berjalannya proses reformasi. Pengakuan seimbang seperti inilah yang seyogyanya dikembangkan dalam masyarakat. Kebebasan menjadi suasana umum dimana-mana. banyak kalangan seperti menjadi kuda liar yang baru dilepaskan dari istal. sebelumnya. Saat ini. sekalipun mesti diakui bahwa secara umum. Jika di masa sebelumnya sangat sedikit hak politik yang bisa dinikmati rakyat. belakangan ini justru di gugat peranannya dalam G-30-S/PKI. Padahal. Demitologisasi pembangunan di satu sisi merupakan hal positif.Pertama. Saat ini proses desakralisasi itu sedang berlangsung. Ketiga. Orde Baru mengalami degradasi kredibilitas. Peranan-peranan yang dimainkan . Saat ini banyak orang berbicara mengenai pembangunan sebagai sebuah kekeliruan. Keempat. saat ini pembangunan banyak di kritik sebagai salah satu sumber dari banyak malapetaka sosial-politik-ekonomi yang dihadapi rakyat. sejarah mengalami penafsiran ulang. di tengah reformasi. Sebegitu hebatnya reinterpretasi ini berlangsung sehingga mantan Presiden Soeharto yang pada awalnya dipahami dalam sejarah sebagai penyelamat negara darikudeta komunis tahun 1965-1967. menafikkan sepenuhnya hasil konkret pembangunan. Di satu sisi desakralisasi adalah positif. rakyat seolah-olah boleh menentukkan sendiri hak-hak politik yang harus dinimatinya. pembangunan mengalami proses demitologisasi. Orde Baru diagungkan secara heroik. Segera setelah pergantian presiden.

Untungnya. Ketujuh. Reformasi masih harus di dorong hingga tuntutan-tuntutan reformasi dijalankan secara konsisten. tentu tak mungkin di pisahkan dari proses transisi. sebuah proses yang memiliki akar genealogi yang kuat dengan tradisi yang tak mungkin di hindari begitu saja dalam arus modernisme kultural. Pendekatan sejarah yang tidak normatif memang sebuah dictum: sejarah ditulis oleh mereka yang menang. Apalagi terjadi pertarungan kepentingan yang tanpa akhir. Reformasi sampai saat ini masih berproses untuk meneguhkan dirinya. Informasipun mengalami peragaman (pluralisasi). reformasi meniscayakan perubahan-perubahan sistemik dalam konteks politik negara. Dalam kaitan ini. Keenam. Negara yang mengalami transisi seperti Indonesia hanya memiliki dua pilihan yang sangat dilematis. Kehancuran transisi akan terjadi jika elemen-elemen sipil yang memiliki akar pikiran yang demokratis tidak secara serius mengelola transisi ini menjadi lebih demokratis. Reformasi juga ditandai oleh melemah dan dilemahkannya pemerintah. anggapan serupa itu mulai melemah sejalan dengan menguatnya legitimasi pemerintahan baru. Reformasi pun ditandai oleh berkembangnya kebebasan pers serta peningkatan lalu lintas informasi. demokrasi akan gagal diterjemahkan dalam konteks sosial yang nyata. Ketika Soeharto menjadi “pemenang” selama masa Orde Baru. Tidak ada lagi sekarang sumber informasi yang cenderung tunggal dan jenis informasi yang cenderung seragam. dikaji dan di prediksi masa depannya. reinterpretasi sejarah yang dilakukan di tengah proses reformasi memang bisa dimaklumi. Kedua. Ada anggapan yang saat ini berlaku umum bahwa pemerintah yang terbaik adalah pemerintahan yang bisa dibuat selemahlemahnya. Sebagai bagian dari proses politik. Dalam kaitan ini. Jumlah media massa mengalami pembengkakan secara sangat cepat dan dramatis. dan konflik antar kekuatan pro demokrasi memperebutkan kekuasaan. misalnya tidak terlampau di tonjolkan. Reformasi dengan segala variannya. Pada konteks ini. terkonsolidasinya demokrasi dengan merapatnya kelompok-kelompok yang berpikiran reformis. yaitu: Pertama. selepas Pemilu dan SU MPR 1999. pemerintah telah mengeluarkan sangat banyak surat izin usaha penerbitan pers baru. terjadi penelikungan transisi demokrasi untuk di tutup rapat prosesnya dan di geser kembali ke otoritarianisme. mulai dari perubahan mentalitas aktor politik hingga kultur . Setidaknya anggapan-anggapan semacam ini berkembang begitu tegas selama masa pemerintahan Habibie. Kecenderungan perubahan yang terjadi di dalam masyarakat pasca reformasi adalah merupakan satu kenyataan yang paling penting untuk ditengok. Peranan Sukarno dalam banyak hal.oleh Soeharto dalam perjalanan sejarah bangsa pun – misalnya dalam peristiwa serangan umum 1 Maret di Yogyakarta – mengalami gugatan dan reinterpretasi serupa. interpretasi atas sejarah telah dibuat sesuai dengan selera kekuasaannya. bahkan berkembang anggapan bahwa segala sesuatu yang datang dari pemerintah pasti salah adanya. akan menambah legitimasi bagi kekuatan anti demokrasi untuk mengambil alih kekuasaan. pemerintah melemah dan seolah-olah dilemahkan. informasi mengalami pluralisasi. Semenjak pergantian presiden pada 21 Mei 1998. sehingga reformasi yang dikerjakan dengan pengorbanan yang sangat besar satu dekade silam hanyalah menjadi cerita untuk menambah emosi semata.

masyarakat merupakan “khayalan-khayalan” yang harus tetap hidup dalam benak masyarakat. aturan hukum yang selalu tidak pernah memiliki efek jera. proses suksesi yang mengalami peningkatan partisipasi dengan adanya Pemilihan Kepala daerah secara langsung adalah bentuk-bentuk dari proses liberalisasi yang berjalan beiringan dengan reformasi. (2) ambruknya sistem kekuasaan dengan sistem politik yang “buas”. dan melakukan apa saja yang bisa dilakukanya. aset-aset negara banyak di privatisasi. Hampir semua orang bisa berbicara tentang apa saja yang ingin dibicarakanya. Produk politik yang hampir saja setiap hari di keluarkan. (3) karena semuanya di bangun di atas kebebasan. maka reformasi telah merubah itu menjadi sangat bebas. Kereta demokrasi yang hidup itu adalah merupakan kereta demokrasi yang harus di bangun di atas kehendak arus bawah yang dijalankan secara eksesif bagi pertumbuhan ekonomi. bisa mengatakan apa saja yang ingin di katakannya. mekanisme dan model pengambilan kebijakan di dasarkan atas partisipasi masyarakat sebagai pelaku. sehingga bersama-sama mendorong “kereta” demokrasi agar lebih terarah dan bertanggungjawab. Antara diskursif yang satu bertemu dengan diskursif yang lain. Pada saat yang sama. Bebas untuk melakukan langkah eksesif bagi perubahan sosial. Dan jika konsensus tercapai. maka tidak boleh menjalankan sesuatu. akan tetapi semuanya harus dibangun dengan konsensus bersama antara penguasa dan yang dikuasai. bebas untuk mengartikulasikan diri di atas titah demokrasi yang bisa di tafsirkan secara “liar” oleh hampir semua orang. dan baru menemukan ruangnya di saat-saat reformasi baru mulai. negara yang sedang mengalami transisi politik harus menciptakan keteraturan sosial. yang hampir saja di nobatkan sebagai “nabi” bangsa bagi Indonesia. maka rakyat berhak merebut kekuasaan itu atau paling tidak mengkritik keberadaan kekuasaan tersebut. politik dan kultural menuju kesejahteraan sosial. telah hancur berkeping-keping di atas gumpalangumpalan kemarahan massa yang mengamuk terhadap rezim tersebut. Hancurnya legitimasi kekuasaan negara Orde Baru yang birokratis. telah membawa Indonesia pada situasi yang serba gamang dan bingung. Indonesia yang dulunya semasa Orde Baru adalah negara pancasila yang mengalami proses penipuan akibat kokohnya rezim itu menempatkan dirinya di atas segala kepentingan bangsa dan negara. akan tetapi di khianati di tengah jalan. memikirkan konsensus yang memiliki masa depan dan tidak . Semuanya serba bebas dan serba boleh. maka di sinilah kita baru menemukan Indonesia yang betul-betul dibangun di atas liberalisasi. Kegaduhan itu adalah akibat tersumbatnya saluran politik yang di tutup rapat selama Orde Baru. Reformasi. bersamaan dengan demitologisasi atas Soeharto yang menakutkan sepanjang sejarah kekuasaannya. di tandai dengan. Jadi yang berhak menentukkan nasib dan masa depan sebuah bangsa bukan lagi berdasarkan atas kehendak bebas penguasa politik sebagaimana yang terjadi sepanjang kekuasaan Orde Baru. telah membawa Indonesia pada proses bertabrakannya diskursif. teatrikal kekerasan yang mengatasnamakan demokrasi yang hampir setiap hari di pertontonkan. (1). antara wacana yang satu bertabrakan dengan wacana yang lain dalam suasana yang timpang. (4) situasi Indonesia pasca Orde Baru yang bernama reformasi ini disebut sebagai proses transisi politik atau transisi demokrasi. karena telah melanggar konsensus. sehingga muncul kegaduhan diskursif. Yaitu situasi yang mengandaikan perubahan politik itu terjadi manakala seluruh sistem. Karena itu. Soeharto. Jika konsensus itu tidak mencapai kesepakatan. sementara hubungan luar negeri yang pada masa Orde Baru yang dibangun di atas perasaan inferioritas tidak pernah mengalami perubahan.

1997: 6). 1962: 78. Kenyataan inilah yang menyebabkan transisi menjadi dilema. tanpa itu demokrasi hanyalah sekedar alat represi kekuasaan. Mereka yang dibesarkan di atas suasana yang mapan. seringkali terjadi benturan kepentingan yang bisa saja membawa perubahan itu pada arah yang determinis. Arif Budiman. Thomas Hobbes. harus memikirkan tentang preferensi politik masyarakat.terjebak pada intrik politik yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. akan tetapi akan membawa demokrasi pada titik nadir bahkan akan menuju lonceng kematian. negara harus tetap aman dari rivalitas fisik dari penguasa dan karenanya. sehingga mereka mengalami kesulitan ketika berhadapan dengan kenyataan-kenyataan baru itu. karena negara memiliki alat-alat yang bisa digunakan untuk meredam kegaduhan. Mereka inilah yang disebut sebagai kekuatan penghalang demokrasi atau disebut sebagai kekuatan status quo yang selalu menghambat laju pertumbuhan demokrasi. tentu akan sangat sulit menerima suasana baru yang serba bebas itu. sekalipun negara juga menjadi alat bagi sekelompok orang untuk melakukan tindakan kekerasan kepada kelompok masyarakat tertentu. Birokrasi rasional itu hanya ada dalam negara demokrasi. Anak kandung rezim politik sebelumnya merasa terancam dengan kehadiran suasana yang baru tersebut. harus di tegakkan hukum untuk mengatur kegaduhan itu supaya tidak terjadi chaos dalam masyarakat. Perubahan yang determinis akan melahirkan sebuah anomali ketika proses itu menuju kearah kemajuan. Karl Marx. negara perlu melakukan pengaturan atas berbagai tindakan yang sporadis dan tiranik dari negara. dan Max Weber menganggap negara sebagai arena untuk menciptakan keteraturan sosial. Akan tetapi perlu ditegaskan di sini. negara adalah satu-satunya lembaga yang memiliki keabsahan untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap warganya (Gerth dan Mills. Di tengah kegaduhan dan intrik politik yang saling bertabrakan ini. dan preferensi politik itu harus dibangun di atas pertanggungjawaban. Dalam konteks ini. yang tentu saja akan membuat demokrasi menjadi tidak terdorong ke arah yang lebih baik. pernah hidup dalam sebuah kondisi politik yang tertutup dan menyesakkan dada. Menurut Max Weber. Mereka yang memiliki spirit perubahan dan konsensus politik untuk mendorong proses transisi politik yang berlangsung harus memiliki i’tikad baik agar transisi tidak dipenuhi oleh pertarungan kepentingan yang terlalu bias. bukan berarti keteraturan itu diciptakan dengan penindasan. kekuasaan itu tidak bisa diciptakan dengan kekerasan. . Hampir semua analis memprediksikan dan mengajukkan beberapa kenyataankenyataan penting diberbagai negara betapa demokrasi menjadi korban ketika proses transisi itu berlangsung. Pergumulan antara kepentingan kelompok pro demokrasi dengan status quo yang keras akan mengancam proses konsolidasi yang berlangsung jika tidak dibarengi dengan dorongan-dorongan kuat dari kekuatan pro demokrasi. Hegel. Aristoteles. Plato. Salah satu ciri negara otokratik adalah menciptakan penindasan. Bagi sebuah negara yang mengalami proses transisi politik. Keberpihakan politik suatu rezim. Sebab itu. melakukan represi atas intrumen demokrasi dan menjalankan kekuasaan secara birokratis yang Max Weber menyebutkan bahwa birokrasi yang rasional itu harus dibangun di atas pertanggung jawaban.

sehingga membutakan mata hati untuk tidak pernah melihat ‘sisi lain’ dari negara. maka negara pasca Orde Baru adalah negara yang justru mengalami demitologisasi atas seluruh mitologi itu. 4-5) ada beberapa hal yang menyebabkan negara tidak mampu memainkan peranan penting dalam mengatur. dan mendisiplinkan masyarakat. manipulasi. sehingga ada ketakutanketakutan dan ketidakpercayaan diri. Apa yang menyebabkan negara demikian tidak berdaya menghadapi masyarakatnya?. negara sudah tidak punya legitimasi sosial untuk mengajak masyarakat agar selalu patuh pada kuasa politiknya. Inilah yang melahirkan kultus atas negara yang berlebihan. Pertama. Tak dapat di sangkal lagi oleh siapapun. Negara tidak bisa mengendalikan emosi. karena negara bagi mereka sudah ditempatkan menjadi mitos. kecuali untuk mendorong demokrasi agar lebih baik. kolusi. akan tetapi harus oleh kekuatan oposisi murni yang tidak pernah menginginkan imbalan material dan tidak mengharapkan berbagai konsesi dari tindakannya. tentu saja akan protes pada kenyataan-kenyataan yang ada. tidak dianggap sebagai kejahatan dan kesalahan. dan menjadi praktik bernegara di Indonesia pada masa Orde baru telah mengalami berbagai perubahan. karena negara telah di anggap sebagai sebuah entitas raksasa yang mampu menjawab persoalan-persoalan mereka dan melindungi serta mengamankan situasi sosial. Konsep negara seperti yang diteorikan oleh Weber. Menurut Aprinus Salam (2006. pengkhianatan. Sejarah tidak mungkin digulung kembali seperti benang.Anak-anak rezim yang di didik di bawah suasana dan kondisi yang patuh. Menentang negara adalah tabu bagi mereka. Orde Baru harus diakui telah mampu mensistematiskan perangkat-perangkat politik yang determinan atas semua pilihan politik rasional dari rakyat yang menyebabkan seluruh komunitas rakyat dari berbagai latar belakang merasa bahwa negara adalah merupakan penyelamat mereka. negara (dan dalam hal ini khususnya pemerintah yang diberi mandat) berdiri dalam satu krisis sejarah politik pasca Orde Baru yang digugat. kutukan dan ‘celoteh sosial’ yang muncul bersamaan dengan desakan kuat untuk menegakkan demokratisasi. . Negara dipandang sebagai pusat dari sirkulasi kebenaran yang tak pernah cacat sehingga diskursif apa saja yang ‘muncrat’ dari ‘tenggorokan’ negara tidak pernah dianggap sebagai sebuah kesalahan. Akan tetapi ada yang ‘aneh’ dari negara pasca Orde Baru. Sebab itulah. Tiba-tiba saja negara tidak mampu mengendalikan gugatan komunitas yang selama ini percaya kepadanya. Atau dengan kata lain. Pada akhirnya. agar tidak megulangi kesalahan yang sama. Jika pada masa Orde Baru negara memiliki mitologi tersendiri dalam ‘lembaran cerita sosial’. demokrasi menjadi penting untuk di dorong bukan oleh kelas yang mapan dan status quo. akan tetapi yang bisa dilakukan adalah membersihkan ingatan atas apa yang menjadi kenyataan masa lalu. yakni satu institusi yang berhasil memiliki monopoli hukum untuk menggunakan kekerasan fisik di suatu wilayah tertentu. negara dan transisi demokrasi yang menyertainya menjadi sebuah huru hara yang menakutkan. menertibkan. penindasan dan kekerasan yang dilakukan oleh negara meskipun berulang-ulang. Korupsi. bahwa kuasa negara mengalami reduksi yang cukup serius semenjak Soeharto tersingkir dari panggung kekuasaan. Tentu saja reduksi kuasa negara itu tidak salah jika mengingat kembali artikulasi politik Soeharto yang demikian gigantis dan sekaligus penuh dengan pesona kekerasan dan dominasi.

Partai Golkar juga ikut meneriakkan . Ini menandakan bahwa masih banyak antek-antek Soeharto yang siap untuk menjadi penerus kekuasaannya yang sebenarnya tidak di sadari oleh kebanyakan elemen gerakan sosial dan kekuatan pro demokrasi di Indonesia. Bukti kesuksesan itu bisa dilihat bahwa dengan ajakan itu Hartono masih bisa mendapatkan kursi di parlemen sekalipun cuma hanya dua. yang berubah menjadi partai Golkar. Fenomena Hartono adalah merupakan indikasi kuat bahwa Soehartoisme itu masih segar dalam tubuh sebagian aparatus ideologisnya di tengah arus transisi yang sedang berjalan. karena rezim ini adalah sempurna di bawah kendali kepemimpinan personal. Soeharto sudah bukan sekedar pemimpin personal. kita bisa menghancurkan Soeharto beserta seluruh keluarganya dari panggung kekuasaan hingga tidak satupun tersisa. bagi sebagian besar orang tidak ada yang mengalami perubahan signifikan. Kisah menarik yang dilakukan oleh Hartono ketika kampanye Pemilu tahun 2004 yang mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadi antek-antek Soeharto adalah merupakan pertanda betapa kukuhnya legitimasi Soehartoisme itu menancap dan hidup di dalam tubuh sebagian kader Soeharto.290 suara sah (2. akan tetapi Soeharto telah berubah menjadi sebuah ideologi yang tidak mudah untuk dihadapi.” Demikianlah ajakan Hartono. Di samping itu adalah reproduksi diskursif yang dilakukan berulang-ulang telah mendorong Orde Baru menjadi kekuatan politik dominatif dan sekaligus sebagai negara otoriter terpanjang di Asia. Selama Orde Baru berkuasa. karena partai ini menjadi alat untuk mendorong secara terus-menerus dominasi politik yang dijalankan oleh Soeharto. Jika mengingat Partai Golkar. entah dengan alasan yang tidak masuk akal sekalipun. Suatu prestasi yang tentu saja tidak terlalu mengecewakan untuk sebuah partai politik baru. hampir tidak pernah ada yang mendiskusikannya. yang dulu merupakan mesin politik bagi kekuasaan Soeharto. akan tetapi Soehartoisme tetap akan hidup bersamaan dengan upaya penghancuran itu. Akan tetapi dikala keretakan rezim itu muncul.399. Soehartoisme menjadi sebuah keyakinan yang tak mungkin terhindarkan. tentu saja tidak mungkin dipisahkan dari Soeharto. Golkar dulu. Berulang kali penulis mengatakan. dalam beberapa kesempatan di kampanye pemilu legislatif yang lalu kepada masa pemilihnya. Ketika orang meneriakkan demokrasi. maka hiruk-pikuk dan diskusi menjadi gosip yang selalu dibicarakan. hingga kejatuhannya. Sukses Orde Baru adalah sukses dominasi politik dan kemampuan manajemen politik Soeharto yang menelikung seluruh oposisi untuk di singkirkan dari hiruk-pikuk politik Indonesia. Fase Indonesia pasca Soeharto yang dikenal dengan fase transisi demokrasi. sehingga mereka tidak mampu berbuat lebih banyak dan bebas untuk mengontrol kekuasaan. Di sana kita bisa menemukan secara konprehensif bahwa negara yang kita maksud memiliki basis material dan otoritas sah untuk melakukan kekerasan. Ajakan yang terus menerus diulangnya dan kemudian menjadi simbol bagi partai politik yang dalam pemilu legilstaif lalu akhirnya mendapatkan 2. “… Marilah jadi antek Soeharto. kecuali hanya perubahan slogan.dikala Orde Baru hidup. Tesis itu juga tidak salah jika melihat jumlah suara di Partai Golkar. Ketua Umum DPP Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). Fase transisi ini harus diakui. sebuah fase yang mengajukan gugatan-gugatan serius atas legitimasi personal masa lalu.11%) dan mendapatkan 2 kursi di DPR RI. masih mewariskan sejumlah dosa masa lalu yang tidak mungkin terelakkan.

Kemungkinan pertama adalah bahwa masyarakat kita mengidap penyakit lupa sebagaimana yang penulis katakan di atas. Kondisi ini tentu saja tidak mudah untuk diubah dengan cepat. mengaduk-aduk sebuah keyakinan yang akan menghambat proses transisi demokrasi. juga benar bahwa Orde Baru tidak salah dimata rakyat. yakni bahwa Golkar masa lalu bagi masyarakat kita justru telah membawa perubahan-perubahan penting bagi mereka. akan tetapi mereka cepat melupakannya. bahwa memang sejumlah tokoh kunci dan penting pada pemerintahan pasca Orde Baru masih merupakan bagian panjang dari tradisi politik yang diwariskan oleh pemerintahan Orde Baru. fenomena Indonesia yang seperti ini adalah merupakan kenyataan yang tak terhindarkan. Transisi hanya akan menjadi humor. Kita harus akui. Perilaku yang di tunjukkan ke ruang publik adalah sama dengan mereka yang telah mati-matian memperjuangkan demokrasi. partai inipun ikut berbicara tentang kebebasan. Tidak ada yang menduga kemudian akhirnya Golkar muncul sebagai partai pemenang dalam Pemilu legislatif 5 April 2004 yang lalu. Mereka berteriak lantang untuk menegakkan demokrasi. Segala kesalahan dan kejahatan masa lalu adalah benar sesungguhnya bagi mereka. pilihan Golkar adalah pilihan terbaik karena telah memberikan keamanan dan ketentraman bagi mereka. betul Golkar telah menanamkan tipuan-tipuan kebenaran kepada masyarakat. ia adalah kader Golkar dan kader Orde Baru yang sukses memimpin partainya di tengah hantaman dan hujatan berjuta-juta orang di negeri ini. maka betul Soeharto sukses menjadi pemimpin ideologis. Jika pilihan ini yang digunakan. Manajemen konflik dan kesabarannya telah membuat partai Golkar eksis dengan keadaannya. ketika orang berbicara tentang kebebasan. Atau justru anggapan kedua. Dengan mengumpulkan 24. Kita bisa membuktikan kasus yang menimpa Akbar Tanjung yang menjadi mantan terpidana kasus korupsi dana non bujeter BULOG. atau memaafkan dosa dan kesalahan itu. nalar politik kepatuhan dan partai yang pintar memainkan tipuan-tipuan kebenaran. Inilah yang disebut sebagai aktor politik ’diaspora’. Golkar melaju melampau partai-partai politik yang lain (Sukmajati: 2004). yakni mereka yang meneriakkan demokrasi dan mengajukkan gugatan atas sistem politik otoritarian. bahwa Soeharto mampu mendidik kader-kader politik ideologis. sehingga pilihan mereka atas Golkar adalah akibat dari penyakit amnesia yang melanda mereka. Mereka adalah kelompok elit yang bersikap pura-pura sebagai kelompok demokrasi yang kemudian merubah citra dirinya ketika kondisi politik mengalami perubahan.480. Penulis masih sangat yakin. bahwa betapa masa lalu tidak penting sama sekali atau bahkan bagi mereka bahwa masa lalu Golkar adalah baik. akan tetapi tingkah lakunya tidak mengalami perubahan. bahan tertawaan dan hanya menghabiskan energi jika perasaan. .58%) dan mendapat 128 dari 550 total kursi di DPR. sistem politik ideologis.demokrasi. tetapi watak dasar sebagai antek Orde Baru seperti Birokratis Otoriter.757 suara (21. Bagi saya. karena harus membongkar tirani wacana. bahwa masyarakat kita sedang mengidap penyakit amnesia adalah tak terhindarkan. Korupsi dan manipulasi tidak bisa dilupakan. Jika saja ingatan masa lalu tidak lagi menjadi penting bagi masyarakat Indonesia. Hanya ada dua kemungkinan dalam konteks ini. maka apa yang kemudian ditakutkan oleh sebagian besar komponen bangsa ini. pikiran dan keyakinan itu tidak mampu direduksi. padahal yang menciptakan sistem yang otoritarian itu adalah mereka. Memilih Golkar adalah pilihan sadar.

Di satu sisi tergantung pada negara-negara ekonomi liberal. Akibatnya. seperti kepolisian. artikulasi politik rakyat adalah menuntut perubahan untuk mendapatkan kesejahteraan bagi mereka. negara Indonesia pasca Orde Baru mengalami kegagapan dalam memilih cara dan gaya mengelola kekuasaan sehingga karena kegagapan tersebut otoritas. Negara Transisi dan Anomali Demokrasi Pertumbuhan dan perkembangan politik negara Indonesia sebagaimana dalam pembahasan di atas. karena jika pilihan itu keliru dan salah kaprah. akan tetapi yang tidak kalah pentingnya juga adalah sisi ekonomi dan budaya yang cenderung di abaikan oleh banyak kalangan. aparat pendidikan. ataupun instrumen politik lainnya. sehingga tidak terbantu untuk berpikir panjang dalam membangun negara yang kuat. dan mungkin juga tidak terlalu banyak disinggung dalam buku ini. sebagaimana yang terjadi pada masa Orde Baru. kejaksaan dan peradilan. tentu saja adalah merupakan satu perspektif yang mungkin saja akan di gugat oleh kelompok lain yang mampu menemukan sisi lain tentang Indonesia. pemerintahan transisi adalah pemerintahan yang penuh dilema dalam mengambil pilihan-pilihan politik. Keberhasilan sebuah transisi demokrasi pada negara-negara yang pernah mengalami kondisi politik yang otoriter adalah sangat tergantung pada keadaan ekonomi negara yang bersangkutan.Sadar atau tidak. Pemerintah yang diberi mandat dikondisikan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan insidental dan darurat. Inilah yang disebut dengan negara yang mengalami kehilangan legitimasi sosial. dan kompetensi negara menjadi sangat berkurang. Jatuh bangunnya sebuah negara yang hendak menegakkan demokrasi ternyata lebih . sedangkan pada sisi lain tidak bisa menjelaskan ke arah mana kondisi politik itu di arahkan. masyarakat tidak taat dan takut lagi kepada negara. maka protes dan kutukan akan tetap terjadi. yang bisa saja membuat seseorang untuk mengambil keputusan yang tidak dikehendaki oleh masyarakat. Karena itu. atau kebijakan yang diambil tidak begitu berpengaruh pada tingkat operasional. kecenderungan politik yang biasa terjadi adalah politik jalan pintas dan cari aman. Kegagapan negara dalam menjalankan roda kekuasaan itu di tunjukkan oleh negara pasca Orde Baru. Dilema itu menjadi pintalan yang sulit untuk di pilah satu-persatu. merupakan masalah krusial yang hingga hari ini masih menjadi salah satu problem utama negeri ini. tidak lain adalah berupaya untuk melakukan kompromi-kompromi politik yang menyebabkan pemerintah yang diberi mandat tidak mampu mengambil kebijakan-kebijakan yang tegas dan berwibawa. Apa yang terjadi pada negara yang mengalami kehilangan legitimasi sosial. tentu akan berhadapan dengan situasi politik yang dilematis. kapasitas. Mesin kekuasaan sekuat apapun dan sehebat bagaimanapun aktor yang memimpin sebuah transisi. Politik jalan pintas inilah yang menyebabkan transisi demokrasi mengalami persoalan serius. tanpa didasari dengan pikiran yang matang. rendahnya integritas dan kualitas SDM yang berposisi sebagai aparatus negara. karena sulit untuk menemukan aktor yang bisa dipercaya pada tingkat decision. Di samping itu. Pada akhirnya. bahwa segala aturan yang dibuat oleh negara seringkali berhadap-hadapan dengan masyarakat. Karena itu. Konstruksi tentang negara sebenarnya tidak bisa dilihat pada sisi politik semata. Kita bisa melihat.

Ini dianggap tindakan politik yang bijaksana untuk mendemokratiskan kembali pemerintahan yang otoriter. agar tidak terjadi penelikungan atas transisi yang berputar. Diamond. akan tetapi kenyataan politik telah memperlihatkan bahwa kondisi ini adalah sebuah kenyataan yang harus diterima. seringkali itu terjadi sebagian karena ketidakmampuan para politisi untuk menghasilkan reformasi ekonomi dan inovasi pelembagaan yang diperlukan bagi tumbuhnya demokrasi. moderasi dan kompromi adalah kunci menuju keberhasilan transisi ke arah demokrasi. Namun dalam perkembangannya demokrasi repesentatif dapat terjerumus ke dalam . Linz dan Stepan mencoba menjelaskan kejatuhan dan kebangkitan kembali demokrasi tidak dengan menelaah variabel-variabel konflik kelas atau kendala ekonomi. Linz. Di saat itu pula. Walaupun keduanya tidak mengatakan bahwa kendala struktural tidak penting. Mereka yakin bahwa kalau terdapat lingkungan struktural yang sangat tidak menguntungkan bagi demokratisasi. maka tetap diperlukan kontrol politik dari kekuatan oposisi. Sekalipun demokrasi prosedural dan segala tuntutan materialnya adalah penting untuk mengevaluasi jalan terjal demokrasi yang dilewati. yang yakin bahwa gradualisme. Korea dan Indonesia pada tahun 1998 adalah merupakan ‘drama’ krisis ekonomi yang menyakitkan. 28) dalam paham negara demokratis modern. akan tetapi yang lebih penting adalah mendorong aparatus politik negara untuk menyadari posisinya sebagai penguasa. legitimasi kekuasaan Soeharto mengalami krisis. Menurut Hendardi (2002. Hancurnya kondisi ekonomi yang bersamaan dengan melemahnya legitimasi negara otoriter adalah merupakan sebuah kenyataan yang tak terhindarkan untuk melihat bahwa betapa negara otoriter itu sulit ditembus basis kekuasaannya. Tentu saja kita bisa memberikan pandangan bahwa krisis ekonomi yang berbarengan dengan delegitimasi kekuasaan Soeharto itu adalah merupakan pertunjukkan yang tidak bagus. O’Donnell. Akan tetapi jika berhenti pada pelembagaan institusi saja. maka kita akan terjebak pada wilayah demokrasi posedural dan pemenuhan-pemenuhan atas tuntutan material demokrasi. Dalam konteks ketidakjelasan kemana demokrasi itu melaju. Pada awalnya kontrol rakyat terhadap penyelenggara negara “diejawantahkan” di dalam model demokrasi representatif semata. Taiwan. apalagi perangkat lunak sebagaimana yang dikatakan Oleh Eep Saifullah Fatah seperti yang penulis kutip pada bab lain di buku ini tidak terpenuhi. Mendemokratiskan kembali kekuasaan yang otoriter bukanlah persoalan yang mudah untuk ditembus. Perangkat keras terpenuhi dengan kehadiran lembaga pendukung demokrasi yang begitu banyak dengan alokasi akuntabilitas yang mungkin secara universal bisa dikategorikan baik.banyak di pengaruhi oleh faktor krisis ekonomi dibandingkan dengan faktor lain. Lipset. akan tetapi kesiapan mental masyarakat dan elit yang telah lama terbiasa dengan kultur politik birokratis cenderung menghalangi laju pertumbuhan demokrasi. kontrol rakyat terhadap penyelenggara negara merupakan terjemahan yang sempurna dari asas kedaulatan rakyat. Schmitter dan beberapa ilmuwan lain yang menekankan variabel perilaku elit itu juga sepakat untuk mengikuti jalan yang dirintis oleh Dahl. Pelembagaan demokrasi adalah penting sebagai instrumen untuk menilai baik atau tidaknya proses politik yang sedang dilewati. Apa yang terjadi di Filipina. tetapi dengan mencurahkan perhatian pada perilaku elit atau kepemimpinan mereka.

karena harus segera mengakhiri kekuasaan otoriter Soeharto dengan memaksa dia turun dari kekuasaan. keberhasilan demokratisasi yang ditandai dengan adanya proses kenegaraan yang transparan dan accountable. 28) berpendapat bahwa dalam masa transisi politik. 28). sedangkan gradual. Ini berbeda dengan revolusi yang perubahannya sangat dahsyat yang memang tentu saja akan banyak melahirkan korban jiwa tetapi dengan keyakinan akan melahirkan perubahan yang totalitas. mampukah negara melewati transisi dengan melibatkan aktor-aktor penguasa tertentu yang berselingkuh dengan kekuatan kapitalisme global. Anomali itu adalah situasi yang serba mungkin dan serba tidak mungkin. yaitu ”kemungkinan”. bisakah transisi dilewati dengan liberalisasi asetaset negara. sangat rawan terhadap praktek-praktek penyelewengan kekuasaan. Kondisi inilah yang menyebabkan transisi ini mengalami anomali. Hendardi (2002. Tarikan-tarikan kekuasaan dan desakan kepentingan telah menyebabkan transisi menjadi bergerak kearah suatu pertanyaan besar. Oleh karenanya.pemerintahan elitarisme. Terdesak. Kasus Bank Bali dan dan non-budgeter Bulog yang melibatkan ketua Golkar Akbar Tanjung ditengah-tengah euforia reformasi (Hendardi: 2002. partai politik adalah merupakan pendorong demokrasi. penyelewengan kekuasaan yang tampaknya di era reformasi tidak kalah dahsyatnya dengan apa yang terjadi di jaman Orde Baru. Semuanya adalah pertanyaan-pertanyaan yang sulit untuk disebut sebagai pertanyaan sebenarnya. di mana keputusan-keputusan penting hanya diambil oleh segelintir orang saja. karena memang reformasi itu hanyalah perubahan tambal sulam. Dalam konteks ini. moral politik dalam kehidupan bernegara harus menjadi perhatian besar bagi para partai politik. Transformasi nilai-nilai baru sebagai akar dari suatu proses perubahan fundamental menuju negara demokratis justru tidak sepenuhnya terjadi. Salah saru pilar negara demokrasi adalah partai . Di sini rakyat harus merupakan bagian integral dari proses kontrol terhadap penyelenggara negara. Secara sekilas dan dengan menggunakan premis umum. proses reformasi yang bergulir dan dipelopori oleh gerakan mahasiwa baru hanya berhasil menjatuhkan rezim otoritarian Orde Baru. Terbukti kemudian. penuh dengan pilihan-pilihan yang mungkin saja sulit untuk dipahami. Dengan demikian partai politik bertanggung-jawab atas kepercayaan masyarakat terhadap terciptanya clean governance. sangat bergantung dengan kegiatan partai politik. tuntutan reformasi telah berhasil dibelokkan oleh kekuatan status quo yang seolaholah hanya menjadi soal pergantian penguasa politik belaka. yang harus di dorong secara terus-menerus sehingga transisi demokrasi dengan harapan-harapan yang menyertainya menjadi tercipta dan terkonsolidasi. Reformasi hanyalah merupakan kondisi yang terdesak untuk dilakukan dan sifatnya sangat gradual. Apa yang sesungguhnya terjadi di tahun 1998. Oleh karena itu. Mungkinkah transisi dilalui dengan modelmodel demokrasi yang diajukkan. Karena partai politik merupakan organ terpenting dalam proses pembentukan masyarakat sipil yang demokratis. perlahan-lahan. Karena itu. akan tetapi boleh jadi adalah suatu gugatan atas tesis-tesis mengenai masa depan politik Indonesia yang masih dalam keadaan gamang dan dalam bahasa penulis anomali. Tetapi apakah partai politik itu masih layak untuk menjadi pendorong demokrasi?.

bahwa kekuasaan negara begitu penting. demikian Robert Michel. ternyata gagal menjalankan tugastugasnya. Di tengah situasi politik yang gamang dan tidak terarah. tetapi khusus konteks Indonesia harapan itu barangkali sulit untuk diwujudkan. keamanan. kalau tidak.politik. yakni cepat mengendalikan proses diskursif yang terjadi di saat persilangan berbagai kepentingan bertemu dalam titik yang berseberangan. Filosofi bahwa partai politik akan memperjuangkan kepentingan rakyat. artikulatif dan lebih bermakna. negara harus bekerja menurut hukum besi keadaan. kedamaian. kesejahteraan. ia juga bicara tentang oligarki (Sutoro Eko: 2004. Sekalipun secara teoritik dan praktik bisa kita temukan bahwa partai politik adalah faktor yang sangat penting bagi tumbuh berkembangnya sebuah negara demokrasi. akan tetapi satu hal yang paradoks yang tidak mungkin dihindari adalah terjadinya apa yang disebut Robert Michel sebagai “hukum besi oligarki”. yang tentu saja sebagai bentuk ekspresi dari pemerintahan yang berkuasa selama ini tidak tunduk pada prinsip-prinsip yang baik itu. Sebuah hukum sosiologi paling fundamental dan sekaligus paradoksal adalah bahwa organisasi (baik partai maupun negara) adalah sebuah entitas yang melahirkan dominasi oleh minoritas terpilih atas pemilih. Kelompok oposisi dalam negara juga harus bekerja secara cepat untuk menghindari terjadinya pelacuran keadaan yang tengah terjadi untuk menunjang proses demokrasi yang berjalan. negara bersama semua aparatusnya tidak boleh berdiam diri. sedangkan masyarakat hanya mewakili . Partai politik dipercaya sebagai instrumen utama demokrasi. dan persatuan bagi semua elemen masyarakat Indonesia. karena yang muncul adalah apa yang kita kenal dengan oligarki partai. oleh utusan atas orang yang mengutus. Dalam hal ini Hobbes menegaskan. para warga akan saling berkelahi dalam memperjuangkan kepentingan mereka (Budiman. bahwa negara merupakan wakil dari kepentingan umum atau publik. Sehingga harapan bahwa partai sebagai kekuatan politik untuk mendorong demokrasi adalah mesti ditinjau ulang. hingga menjarah harta rakyat sekalipun. keadilan. membangun kesadaran masyarakat agar memahami demokrasi secara lebih konsepsional. oleh pemegang mandat atas pemberi mandat. Fungsi-fungsi penting dari partai politik seperti sebagai sarana pendidikan dan agregasi hampir tidak berjalan sama sekali. 53) pasti menjanjikan demokrasi. Di sinilah kita tetap memandang negara sebagai instrumen penting untuk menetralisir keadaan dengan alat-alat yang dimilikinya. sehingga perjuangan untuk mewujudkan demokrasi dengan mengharapkan terlalu besar keterlibatan partai politik adalah berlebihan. Karena di dalam partai politik itu menurut Sutoro Eko (2004. 55). Dalam konteks ini Budiman mengajukan hipotesa. Yakni kecenderungan dominasi (penguasaan) sekelompok kecil orang (minoritas) yang tidak mewakili kepentingan mayoritas rakyat. di Indonesia justru tidak terwujud sama sekali. Hampir sebagian pemikir yang menulis tentang negara menekankan betapa besarnya peranan negara dan betapa absahnya lembaga ini melakukan tindakan atas warganya. Barang siapa orang bicara organisasi. 1997: 7). Sebab itu. Partai-partai politik yang ada hanyalah menambah kukuhnya dominasi penguasa atas rakyat yang menyebabkan kepentingan rakyat teralienasi dari perjuangan partai. Sebab yang terjadi di dalam tubuh partai politik adalah memperjuangkan kelompok mereka sendiri. Partai politik yang diharapkan untuk menyokong terwujudnya perangkat lunak demokrasi.

Orde Baru itu langgeng dan aman adalah karena ruang-ruang diskusi ditutup rapat. demokrasi terkubur ditengah retorika kekuasaan . maka harapan kemudian harus bertumpu pada kekuatan basis sosial dalam masyarakat. 1965: 26. bila negara tidak memiliki kekuasaan yang besar. sehingga rakyat akan kesulitan untuk menerjemahkan entah kemana proses politik itu di arahkan. Jika partai politik telah gagal mengagregasi kepentingan rakyat. Akibatnya. Penyelenggara negara tidak dapat mengelak dari tuntutan transparansi dan akuntabilitas publik. sehingga negara merasa menang diatas rakyat dengan mengalienasi peranperan politik mereka. tradisi kekuasaan yang personal justru akan bersikukuh pada kontekstualisasi negara yang birokratis. bahwa kekuasaan yang besar pada negara merupakan hal yang sepatutnya. Negara Orde Baru adalah negara yang gagal mengkonstruksikan perubahan sosial karena pada konteks ini negara gagal melahirkan rekayasa sosial yang bersifat terbuka bagi terciptanya demokrasi bagi rakyat. Individu akan menjadi liar. Kontrol rakyat terhadap penguasa hanya dapat berjalan efektif bila penyelenggara negara tidak dapat memaparkan program dan kebijakannya secara transparan. Persoalan ini dipertegas kembali oleh Hendardi (2002. misalnya melalui pemberitaan pers yang bebas dan pembentukan opini publik. Bagi penulis. Untuk menghindari terjadinya personalitas pada pemegangan kekuasaan negara. Karena model itu telah gagal melahirkan negara yang sejahtera dan berkeadaban.kepentingan pribadi atau kelompok secara terpecah-pecah (Budiman. kontrol rakyat terhadap penyelenggara negara harus dapat bersifat langsung dan nyata. dimana di dalamnya harus tercipta basis politik yang bisa diandalkan untuk mendorong demokrasi yang partisipatif dengan tetap menghargai kepentingan lokal. 1997: 7). 1997: 8). akselerasi publik atas negara dibatasi. Budiman. tidak ada partai oposisi yang terbentuk serta yang muncul adalah oligarki partai. sehingga rakayasa sosial atas negara yang sedang berubah akan kesulitan. Individu harus sama sekali tunduk pada keseluruhan (kolektitet) (Schmid. maka tawaran yang diajukan oleh hampir semua orang untuk konteks transisi adalah tetap terciptanya kontrol sosial yang seimbang dalam masyarakat. Tegasnya Plato memberikan kerangka berpikirnya sendiri. Transisi itu penting untuk di desak secara terus-menerus agar tercipta kondisi politik yang benar-benar demokratis sehingga kekuasaan negara tidak bersifat mutlak sebagaimana yang terjadi pada masa Orde Baru. sebagaimana ditunjukan oleh Orde Baru. 1997: 8). tak dapat dikendalikan. dengan demikian rakyat dapat secara nyata menuntut pertanggungjawaban atau akuntabilitas publik terhadap penyelenggara negara. Kita harus menghidari apa yang dikatakan oleh Plato dan Aristoteles yang melihat teori kekuasaan negara dengan menyatakan bahwa negara memerlukan kekuasaan yang mutlak. 28) bahwa. Negara harus menjinakkan mereka dan mengajarkan nilai-nilai moral yang rasional (Budiman. sementara negara sendiri tidak bisa diharapkan untuk merekayasa masa depan demokrasi Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Plato dan Aristoteles yang mengatakan. Dalam negara tersebut akan berkuasa akal (rasio) sebagai ganti Tuhan. Segala keinginan untuk mementingkan diri sendirti harus dihilangkan dahulu bilamana kehidupan negara yang sungguh-sungguh sempurna akan dicapai.

ada juga yang disebut dengan negara fasis sebagaimana yang dikatakan oleh Budiman (1997:18-19). karena peran negara dominan. kedua. serta dukungan institusi-institusi represif seperti militer. pertama. padahal penguasa atau elit pemegang kendali adalah aparatus negara sebagaimana yang disebutkan oleh Althusser?. baik secara prosedural maupun secara kultural. tetapi komponen dari negara seperti individu. negara pada dasarnya mempunyai tujuan utama adalah moral. dan kelima. Pada sisi ini. yaitu suksesnya transisi itu dengan terbentuknya perangkat demokrasi. penulis ingin mengajukan apa yang disebut dengan negara organis. Kukuhnya dominasi negara atas rakyat serta suksesnya relasi kuasa wacana dalam tubuh negara otoriter birokratis adalah karena semua elemen pendukungnya bekerja secara massinis yang kemudian mendorong negara lebih mandiri dan tidak terkooptatif oleh elemen-elemen lain dari luar. mempunyai fungsi sendiri di dalam organisasi secara keseluruhan. tujuan moral itu merupakan kebaikan bersama (common good) yang diarahkan dan diwujudkan kedalam komunitas politik (political community). Sehingga transisi demokrasi harus melewati jalan terjal dan menghalau ‘hutan belantara’ dengan ‘duri epistemik’ rezim masa lalu. Kecenderungan memandang negara sebagai basis perubahan sosial serta sebagai alat untuk mendorong demokrasi tidak sepenuhnya salah. sehingga ketika terjadi ‘kecelakaan’ politik yang menyebabkan kekukuhan negara itu berantakan. keempat. demokrasi akan di tunggu oleh dua kemungkinan. Akan tetapi. Akan tetapi jika saja optimisme itu berlebihan sehingga menyebabkan kita lupa akan esensi negara yang sesungguhnya. Di saat yang seperti inilah perubahan sosial itu mengalami hambatan untuk bekerja secara maksimal dalam mendorong demokrasi.yang justru mempertunjukkan sikap represivitas atas rakyat. Rakyat dipandang sebagai kelas yang inferior atas kekuatan politik negara. keluarga. Stepan mengemukan lima prinsip dasar negara organis-statis (Alfred Stepan. common good merupakan prinsip yang berbeda dalam mengontrol setiap kepentingan yang ada. yaitu mengokohkan kekuasaan sehingga bisa menimbulkan tirani atas rakyat. Jadi. serta kultur yang tidak bergeser dari kondisi sebelumnya. ketiga. walaupun negara merupakan yang utama dalam komunitas politik. Rakyat adalah konsumen dari reproduksi kuasa wacana dari negara. 1978: 26-45) yaitu. Keterjebakan ini ditandai dengan sistem politik yang tidak berubah. Artinya negara sangat percaya diri atas bekerjanya seluruh sistem yang sangat prosedural dan birokratis itu. yang terkadang kuasa wacana itu dibangun diatas kepalsuankepalsuan ideologi dan politik. Desakan demokrasi yang kemudian digelar oleh semua elemen kebangsaan akan sulit untuk menyesuaikan diri di atas problem-problem politik dan konstitusional yang dialami. . Jika demikian yang terjadi sudah bisa dipastikan. Tentu mendedah konsep kenegaraan ini. apa sumbangan negara dalam konteks ini. sekalipun beberapa aktor mengalami pergantian. Apa yang dimaksud dengan negara organis?. yaitu terjebak kembalinya demokrasi kedalam perangkap politik birokratis. asosiasi-asosiasi pribadi. sementara rakyat minimal. negara mempunyai peran yang relatif otonom dalam proses-proses politik. dan kemungkinan kedua. negara memiliki sifat yang kuat dan intervensionis. maka transformasi menjadi sulit tercipta. bahwa transisi demokrasi tidak terbentuk dan gagal. selain negara organis ini.

sementara rakyat harus lemah. Dalam konsep negara fasis. persatuan yang kokoh dari sebuah bangsa. Negara menguasai semuanya – politik. terutama kebutuhankebutuhan rakyat. nilai dan kebebasan. Dengan demikian. Kalau dalam totaliter masih memungkinkan pluralisme terbatas. Negara menegasikan kepentingan rakyat. Negara memiliki otoritas yang besar untuk membangun. dengan negara sebagai pimpinannya. di luar negara tidak ada kemanusiaan atau kejiwaan yang bisa tumbuh. mengembangkan dan memberikan tenaga bagi seluruh kehidupan seorang manusia. ekonomi. Merujuk kembali pandangan Mussolini. bentuk negara ini menguasai seluruh aspek kehidupan masyarakat. Negara Fasis adalah sebuah negara totaliter. Negara harus mengendalikan seluruh apa yang menjadi basis epistemik rakyat. menyejahterakan rakyat. Kata fasis berasal dari bahasa Latin yang berarti “seikat”. karena ia akan mengancam represivitas diskursif yang dikembangkan. 1997: 20). Christenson menegaskan. kecuali organisasi yang di bentuk negara. Dalam merealisasikan konsep kenegaraan yang dipahaminya. Tidak boleh ada nilai yang berkembang kecuali yang diperkenankan negara. bahwa rakyat harus bersedia berkurban dan patuh. ikatan yang erat. tidak pihak lain dalam negara yang berhak untuk menerapkan prinsip. bangsa dan negara. sehingga pengendalian diskursif menjadi sangat urgen bagi pengembangan wacana dominasi dari negara. mengarahkan perubahan dan sebagainya. negara totaliter dan otoriter tidak akan mungkin membiarkan demokrasi hidup. yang tentu saja bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi. apalagi punya nilai. negara Fasis mengajak masyarakat untuk percaya dan patuh kepada apa yang diperbuat oleh negara. dalam sebuah negara totaliter. Bagi seorang penguasa di negara totaliter seperti Musolini. (1971: 37) mengatakan. konsep negara dalam fasisme adalah bahwa negara itu meliputi keseluruhan. Karena itu. Pada akhirnya. bahwa negara harus kuat. Karena dalam konteks ini negara harus dominan mengartikulasikan kepentingan-kepentingan politiknya. maka bisa di sederhanakan. Untuk memperkuat realisasi gagasan ini Benito Mussolini seperti dikutip Christenson et al. demokrasi di bunuh atas dasar kepentingan negara. sehingga peluang-peluang kemungkinan untuk tumbuh berkembangnya demokrasi akan selalu dihadang dengan pilihan-pilihan politik birokratis. dengan kekuatan itu negara dapat memberikan kebaikan kepada warganya. dan moral”. Fasisme bersifat totaliter. semboyan kaum Fasis adalah “Percaya! Patuh! Berjuang! (Budiman. mengukuhkan dominasi negara adalah penting. bukan sekadar otoriter. dan Negara Fasis – sebuah sintesis dan sebuah lembaga yang menggabungkan semua nilai – memberikan penafsiran. 1971: 70). Sekalipun negara organis seperti yang digagas oleh Hegel masih terdapat nilai-nilai positifnya. negara pun harus menegakkan disiplin. Reproduksi wacana . Bentuk-bentuk lain yang mengikuti varian negara modern di lakukan pula dalam konteks negara Indonesia terutama yang dikembangkan oleh Orde Baru. sehingga demokrasi dialienasi dari persinggungan diskursif negara. Dengan kata lain. tapi bagian lain dari bentuk ekstrem negara organis adalah negara fasis. negara Fasis merasa merekalah yang tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Artinya. Karena itu. tidak diperkenankan organisasi lain apapun tumbuh. Demokrasi harus dikubur dari panggung politik. “Pendeknya.Menurut Budiman. negara harus kuat. Kata fasisme dimaksudkan sebagai sebuah ikatan yang kuat. “Negara menekankan haknya untuk membangun kembali masyarakat – ‘membentuk’ manusia dan memperingatkan akibat yang buruk bagi mereka yang mau membangkang” (Christenson et al.

Mereka melakukan “pembajakan” atas tesis demokrasi untuk memenuhi hasrat dan kepentingan pribadi/kelompoknya. Publik nanti akan menangkap isu itu. belum ada tanda-tanda baik dari transisi ini. Seorang demokrat dalam situasi transisi seperti ini adalah merupakan penyelamat dan penyambung lidah kebenaran bagi masyarakat. Demokrasi menjadi sebuah kenyataan untuk ditegakkan. Inilah yang disebut dengan tirani wacana dan represi aparatus yang kemudian melahirkan negara otoriter. tentu saja harapan untuk mengubur masa lalu itu adalah merupakan keinginan semua orang. baik pada tingkat diskursif maupun pada tingkat praksis. seperti perubahan konstitusi. adalah mereka yang memiliki keinginan kuat untuk mendorong reformasi yang belum selesai diperdebatkan. Pasca Soeharto. Demokrasi telah menjelma menjadi perilaku politik pragmatis yang dipertontonkan oleh aktor-aktor demokrat yang minimalis yang menyebabkan demokrasi di ‘kocak’ dengan pendekatan oportunisme politik. reformasi lembaga-lembaga negara yang merupakan instrumen demokrasi. Artinya hanya rakyat yang di suruh untuk memahami secara demokratis apa yang mereka lakukan. yakni dikala sejumlah kalangan elit tidak mau . bahwa bangsa dan negara adalah jauh lebih penting dibandingkan dengan apa yang tengah dilakukannya. Pada tingkat praksis. akan tetapi demokrasi inilah yang menjadi persoalan hingga saat ini. demokrasi bagi mereka amat dibenci dan kebencian mereka atas demokrasi ini ditunjukkan pada keseharian mereka. Pada akhirnya. akan tetapi mereka tidak ingin bersikap demokratis kepada rakyat. apa yang kita saksikan saat ini adalah merupakan minimalisme demokrasi yang direduksi secara vulgar oleh perilaku elit dalam pertunjukan keseharian mereka. Transisi demokrasi yang dialami Indonesia adalah merupakan transisi yang panjang. Teriakanteriakan demokrasi ini di ikuti dengan melakukan perubahan pada perangkat keras demokrasi. sehingga isu demokrasi adalah merupakan isu yang sangat sensitif untuk dilempar ke ruang publik. Mereka ini telah mengeruk tesis demokrasi dari wilayah substansial-nya untuk dipraktekkan secara artifisial dan “banal” hanya untuk memenuhi hasrat-hasrat maksimal bagi kelompok/pribadi tertentu dan meminimalkan praksisisme demokrasi. demokrasi telah berubah menjadi mesin kekuasaan bagi orangorang tertentu untuk diteriakkan agar bisa disebut sebagai seorang demokrat. akan tetapi mereka tidak mau bersikap demokratis kepada rakyat. lalu menebarlah virus-virus demokrasi kepada rakyat yang di suarakan oleh seorang/sekelompok orang yang ingin disebut sebagai pahlawan demokrat. Mereka mengharapkan agar rakyat mau bersikap demokratis kepada mereka. demokrasi sudah bukan lagi persoalan penting untuk ditegakkan apalagi diperjuangkan. Karena itu. Indonesia yang demikian adalah merupakan potret Indonesia dimasa Orde Baru. Padahal pada saat yang sama. kecuali hanya kekecewaan yang berpintal-pintal dari masyarakat atas perilaku politik sebagian elit yang belakangan ini tambah “buas” lebih buas dari Orde Baru. dimana kekuasaan dijalankan secara otoriter dengan kendali penuh kekuasaan. Pada konteks inilah.dilakukan berulang-ulang dan aparatus negara yang patuh tadi siap menjaga seluruh proses berputarnya diskursif itu di dalam masyarakat. akan tetapi tidak menginjeksi secara lebih memadai dan jujur tesis demokrasi ini kepada rakyat. kegagalan terciptanya perangkat lunak demokrasi itu tak terhindarkan. akan tetapi lupa. Mereka yang hidup di abad XXI.

Ketiga. lembaga-lembaga negara dan beberapa institusi lain yang membantu mendorong demokrasi lebih maju. Bingham Powel. Kontekstualisasi demokrasi sebagaimana yang di katakan Oleh Robert A. para penjabat yang dipilih selalu berasal dari proses pemilihan yang dilakukan secara jujur. Jr. akan tetapi dibalik itu. Akan tetapi tidak berhenti sampai di situ. kontrol atas keputusan-keputusan pemerintah tentang kebijaksanaan secara konstitusional dibebankan pada pejabat-pejabat yang dipilih. paling tidak terdapat dua partai politik yang mempunyai kesempatan untuk menang sehingga pilihan tersebut benar-benar bermakna. Artinya klaim pemerintah untuk patuh kepada aturan hukum didasarkan pada penekanan bahwa apa yang dilakukannya merupakan kehendak rakyat. Dahl. mengenai soal-soal politik yang ditentukan secara luas. rezim. Pemimpin dipilih dengan interval yang teratur. Dahl (1986: 17-18) menyebutkan terdapat tujuh lembaga khusus yang berkembang yang membedakan rezim-rezim politik negara-negara demokrasi modern dari semua rezim lainnya. Pertama. Dalam prakteknya. Afan Gaffar: 1989) mengemukakan pemahaman yang lazim digunakan dalam Ilmu Politik mengenai “political performance” sebagai indikator kehidupan politik yang demokratis adalah sebagai berikut. sebagian besar orang dewasa dapat ikut serta dalam proses pemilihan. Ketiga. (1982: 3. pura-pura menjadi seorang pejuang reformasi. warga negara mempunyai hak untuk mengeluarkan pendapat tanpa ancaman akan dihukum. Keenam. untuk mencapai berbagai hak mereka. Selain perangkat keras seperti partai politik. tata sosio ekonomi dan ideologi yang berlaku. Kelima. pemerintahan. termasuk melancarkan kritik terhadap para penjabat. semua orang dewasa mempunyai hak dalam memilih penjabat-penjabat resmi. setiap unsur paksaan dianggap sebagai suatu hal yang sangat memalukan. mereka ingin menjebak transisi yang berkembang ke arah pemerintahan otoritarian.bergeser dari pragmatisme dan oportunisme politik. dan pemilih dapat memilih diantara beberapa alternatif calon. misalnya akan tercermin bukan hanya pada perangkat lunak saja. Dahl ingin menyampaikan bagaimana idealnya demokrasi itu dibangun dan ditegakkan. warganegara mempunyai hak untuk mendapatkan sumber-sumber informasi alternatif. Ketujuh. termasuk yang disebut di atas. Biasanya yang memiliki tugas seperti ini adalah partai politik. Mereka pura-pura menjadi seorang demokrat. baik sebagai . karena memang sumber-sumber dimaksud ada dan dilindungi hukum. meskipun batas umur untuk dipilih mungkin lebih tinggi dari batas umur untuk memilih. maka harus disediakan juga ruang ekspresi bagi rakyat untuk mengajukan gugatan dan protes atas praktek-praktek kekuasaan. Kedua. pengaturan yang mengorganisir bargaining untuk memperoleh legitimasi dilaksanakan melalui pemilihan umum yang kompetitif. secara praktis. akan tetapi juga pada perangkat keras demokrasi tersebut. legitimasi pemerintah berdasarkan atas klaim bahwa pemerintah tersebut mewakili keinginan rakyatnya. termasuk partai-partai politik dan kelompok kepentingan yang bebas. Keempat. rakyat berhak untuk mendapatkan pendidikan politik dari perangkat lunak tadi. pertama. karena harus ada skenario lanjutan yaitu. setiap warga negara juga mempunyai hak untuk membentuk perkumpulan-perkumpulan atau organisasi yang relatif independen. Kedua. secara praktis semua orang dewasa mempunyai hak untuk dipilih sebagai penjabat resmi dalam pemerintahan.

serta jabatan-jabatan kekuasaan yang diisi oleh orang-orang lama yang dulu juga berkuasa pada masa Orde Baru. Pada waktu yang berbeda dalam rangka memaknai demokrasi yang berisikan kompetisi. Ada yang begitu optimis dengan keadaan Indonesia akan sukses menuju transisi demokrasi. penduduk memilih secara rahasia dan tanpa dipaksa. Lembaga Demokrasi Belum Menjadi Alat Demokrasi yang Baik: Harus diakui bahwa proses demokratisasi di Indonesia sejak runtuhnya kekuasaan represif Orde Baru 1998 lalu memang berlangsung cukup dramatis hingga ada yang menganggap Indonesia sebagai negara demokrasi ketiga terbesar (third largest democracy in the world) setelah India dan Amerika Serikat. kontestasi dan partisipasi –Larry Diamond. berorganisasi. ketiga. Tumbuh sumburnya sejumlah partai politik baru. karena antara satu lembaga dengan yang lain saling tumpah tindih fungsi dan kewenangan yang kemudian melahirkan perebutan wilayah kekuasaan. Reformasi dan Kegagalan perubahan sosial di Indonesia Prediksi tentang demokrasi di Indonesia telah sangat banyak dilakukan oleh para pakar. mendifinisikan demokrasi sebagai suatu sistem pemerintahan yang memenuhi tiga syarat pokok yaitu: pertama. tingkat kebebasan sipil dan politik yaitu kebebasan berbicara. partisipasi politik yang melibatkan sebanyak mungkin warga negara dalam pemilihan pemimpin atau kebijakan lewat pemilihan umum yang diselenggarakan secara adil dan teratur sehingga tidak satupun kelompok sosial (warga negara dewasa) tanpa kecuali. Linz dan Lipset. terbukanya ruang demokrasi (democracy space) yang sangat luas selama masa transisi ini belum menunjukkan adanya kerangka kuat untuk mewujudkan kemapanan budaya demokrasi. Namun. yang disertai pelaksanaan desentralisasi melalui pemberlakukan Undang-Undang Nomor 22 Tahun . Apa yang disebutkan oleh Bingham di atas adalah merupakan salah satu pendekatan yang ideal mengenai sebuah kondisi untuk mencapai posisi demokratis. kebebasan pers. dan kebebasan pers. Keempat. adanya kebebasan pers. Indonesia dalam masa persilangan waktu yang serba tidak jelas saat ini. pertama. kebebasan membentuk dan bergabung dalam organisasi yang cukup untuk menjamin integritas kompetisi dan partisipasi politik (Jurdi & Irianto: 2006). sehingga keinginan untuk mendorong demokrasi bukan lagi menjadi tanggung jawabnya. Jika merujuk pada pandangan Elizabeth Santi Kumala Dewi (2005). kedua. masyarakat dan pemimpin menikmati hak-hak dasar. kemerdekaan mengeluarkan pendapat/berorganisasi. kompetisi yang sungguh-sungguh dan meluas diantara anggota masyarakat dan kelompok-kelompok kepentingan didalam memperebutkan jabatan pemerintahan yang punya kekuasaan dalam jangka waktu yang teratur dan tidak menggunakan daya paksa. Kelima. telah melahirkan sebuah kondisi politik yang transisional. Pada sisi yang lain perangkat keras demokrasi tidak bisa menjamin terbentuknya situasi demokrasi yang sukses. berkumpul. kegagalan demokrasi itu disebabkan oleh. seperti misalnya kebebasan berbicara. akan tetapi ada yang pesimis bahwa transisi demokrasi yang kita lewati saat ini akan gagal.pemilih maupun sebagai calon untuk menduduki jabatan penting. Kegagalan itu terindikasi dengan bangunan politik pasca Soeharto yang rapuh. Kondisi dimana demokrasi memerlukan bangunan yang kuat dengan perangkat keras yang memadai yang di dukung oleh perangkan lunak yang cerdas. Baik partai politik yang lama maupun yang baru dapat berusaha untuk memperoleh dukungan.

tidak terarah dan memiliki konstruksi demokrasi yang dilacurkan demi kepentingan kekuasaan. dan integritas individu. kemungkinan terjadinya tarik-menarik kepentingan di tingkatan internal partai politik bisa menciptakan kerwanan akan terjadi konflik yang bisa menimbulkan konflik kekerasan di tingkat massa pedukung partai. Sementara pendidikan kewarganegaraan (civic education) selama masa transisi demokrasi ini belum diikuti peningkatan partisipasi politik masyarakat yang cukup signifikan dalam mendorong terwududnya Good Governance di pemerintahan lokal. Kedua. dan rendahnya tingkat pendidikan serta kondisi perokonomian masyarakat Jawa Tengah masih menjadi penghambat upaya pembangunan kekuatan civil society sebagai pilar demokrasi. bahkan hampir tidak terbentuk sama sekali. lembaga-lembaga demokrasi yang tumbuh subur di Indonesia sejak runtuhnya Orde Baru lalu belum bisa menjadi alat demokrasi yang baik. kapabilitas. Ketika pemerintah pusat sudah mulai membagikan kewenangannya kepada pemerintah daerah melalui pelaksanaan Otonomi Daerah. partai politik justru masih bersifat sentralistik hingga para pengurus partai di tingkat lokal tetap terhegemoni oleh kepentingan sempit pengurus partai di tingkat nasional. Padahal. masih terkesan masih carut marut atau mengalami ketimpangan dan cenderung menegasikan aspirasi publik. Hadiz (2005: xvii) yang tampaknya menampik kemungkinan adanya semacam aliansi lintas kelas yang mampu menyusun dan mendesakkan agendaagenda transformatif di era pasca-Soeharto. Tapi. seperti ewuh pakewuh (sungkan) dalam mengeluarkan pendapat atau kritik. sehingga transisi hanyalah menjadi alat analisis sebagian elit. tingkat partisipasi politik masyarakat yang benar-benar belum otonom hanya akan mewujudkan bentuk-bentuk partisipasi politik yang dimobilisasi. Sifat Partisipasi Politik Masyarakat Masih Tradisional: Pemerintahan sentralistik-militeristik dan kebijakan massa menggambang yang diterapkan Orde Baru selama 32 tahun rupanya benar-benar telah melumpuhkan wacana demokrasi dalam kehidupan masyarakat hingga menyingkirkan praktik-praktik seleksi kepemimpinan secara fair yang berdasarkan kompetensi. Pengaruh budaya Jawa. Transisi demokrasi bisa diramalkan dengan melihat kondisi politik Indonesia yang penuh dengan harapan-harapan yang terlampau optimis. Akibatnya. Bahkan. jika melihat sepak terjang aktor-aktor keterwakilan dalam lembaga parlemen dan partai politk di Jawa Tengah selama masa transisi ini.1999 serta Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999. Di sini Vedi R. . ternyata belum bisa membangkitkan pilar-pilar demokrasi yang kokoh. Justru perubahan yang terjadi adalah perubahan yang tambal sulam. sistem kepartaian di Indonesia yang dibangun selama masa transisi ini belum kokoh yang memiliki kapasitas dalam melancarkan partisipasi politik masyarakat melalui jalur partai hingga dapat mengalihkan segala bentuk aktivitas politik anomik dan kekerasan. melainkan tergantung kekokohan dan adaptabilitas sistem kepartaian dalam menyerap dan menyatukan semua kekuatan sosial baru yang muncul sebagai akibat modernisasi. akan tetapi tidak diiringi dengan perubahan-perubahan yang signifikan dari semua aspek. Karena aliansi kelas menengah oposisi tidak terkonsolidasi secara lebih baik. Hal ini jelas sangat berpotensi menjadi sasaran manipulasi atau rekayasa pihak tertetu yang bisa menimbulkan konflik horizontal antar kelompok politik. Artinya. Perlu dicatat bahwa yang mendorong pembangunan politik bukanlah banyaknya jumlah partai politik yang muncul.

sang kiai liberal pun harus menggunakan taktik yang kurang lebih sama dengan lawan-lawannya. Tetapi yang lebih parah. sehingga yang terjadi pada rezim pasca Orde Baru adalah transplantasi “penyakit” yang kukuh berkuasa selama 32 tahun itu tanpa mengalami perubahan fundamental. bahwa sifat dari relasi kekuasaan (power relations) yang menopang rezim yang lama tidak mengalami perubahan yang fundamental. tidak mampu mendorong perubahan Indonesia untuk menuju ke arah situasi demokratis. Habibie. sebagaimana janji dan komitmen politik yang mereka tawarkan kepada publik. kerangka institusional kekuasaan dapat berubah – misalnya kearah yang lebih demokratis dan terdesentralisasi sebagaimana di Indonesia setelah jatuhnya Soeharto – tetapi relasi kekuasaan yang menopangnya mungkin saja bertahan dalam konteks institusional yang baru.Vedi percaya. Vedi mencoba untuk melihat Gus dur sebagai contoh. Untuk melihat konteks bahwa “predator politik” sulit untuk dihindari di dalam permainan politik pasca Orde Baru. hingga SBY. sulit untuk keluar dari kukuhnya hegemoni system dan ideology politik masa lalu. Mereka yang berkuasa pasca Soeharto sulit untuk melepaskan diri dari cengkeraman masa lalu. walaupun akhirnya dia kalah. Inilah yang disebut oleh Vedi dengan “predator capitalism”. Gusdur. Megawati. ternyata harus tersedot juga ke dalam logika predatory politics. Hampir semuanya terjebak pada premis-premis kekuasaan “predator” yang menyeret mereka pada banalitas kekuasaan. karena mereka tidak bisa menarik diri dari kekuatan yang menggenggam mereka. Konsekuensinya. Sehingga transformasi – baik dalam bentuk system maupun institusi – sebagaimana yang awalnya diprediksikan gagal akibat dari tidak terjadinya pergeseran aktor dan mentalitas para aktor. tidak ada yang berani memutus hubungan dengan IMF dan mampu menyelesaikan utang-utang Negara. Dalam hal ini. bahwa pada dasarnya perangkat kelembagaan kehidupan demokrasi di Indonesia telah ‘dibajak’ oleh kaum ‘penjarah’ politik. relasi kekuasaan yang dimaksud adalah yang melekat pada semacam predatory capitalism yang masih bercokol dengan kuat sebagai warisan utama era Orde Baru yang panjang. adalah kebijakan politik yang tidak bisa menghindar dari tesis “predator” tadi. Penjualan aset negara seperti Satelindo dan pembelian pesawat Sukhoi dari Rusia. Pada akhirnya komunikasi politik elit di hadapan Negara-negara “kapitalisme rente” seperti AS adalah komukasi inferior. Relasi Soeharto yang telah menanamkan benih-benih ideologi politik konservatif tidak selamanya mudah untuk dihancurkan sekaligus. Untuk survive. Sehingga siapapun yang berkuasa di Indonesia akan gagal membangun demokrasi sebagaimana i’tidak awal mereka di saat-saat kampanye politik dilakukan. Gus Dur adalah merupakan seorang intelektual proreformasi dan prodemokrasi sebelum menjadi presiden. baik itu system politik maupun kapitalisme yang memaksa mereka untuk secara terus-menerus patuh. kepemimpinan Megawati yang mengaku sebagai pelindung wong cilik juga tidak jauh berbeda dengan kepemimpinan sebelumnya. Karena terlalu banyaknya ranjau . Tentu demokrasi tidak mungkin diharapkan dari para “predator politik”. Siapapun yang berkuasa pasca Soeharto. Dari empat presiden Indonesia pasca Orde Baru. Jenis-jenis kekuatan lama yang menopang otoriterisme Soeharto kini menjadi bagian penopang demokrasi Indonesia pasca-Orde Baru (2005: xxv). dengan vulgar Vedi mengatakan. karena terlalu banyaknya kader ideologis yang dihasilkan oleh Soeharto serta kuat pengukuhan system politik sentalistik selama rezim ini berkuasa.

dimana situasi politik serba tidak jelas. yaitu antara memasuki wilayah banalitas politik dengan terlibatnya aktor lama yang tidak menghendai perubahan terjadi pada sistem politik Indonesia pasca Orde Baru. sehingga keinginan untuk melakukan perubahan serat keinginan untuk membangun demokrasi sebagaimana keinginan kuat di awal-awal kehancuran Orde Baru akan selalu gagal. jika melihat kebijakan-kebijakan dan perilaku politiknya. Tidak salah memandang politik Indonesia pada aras yang tumpang tindih. Kepemimpinan politik yang hendak mendorong kereta demokrasi yang kemudian semuanya berakhir dengan gagal. Karena perangkap yang dibangun menyulitkan orang untuk mengelak dari kenyataankenyataan politik yang ada. Gelombang balik otoritarianisme ini akan berpeluang besar terjadi jika melihat Indonesia yang sedang terjadi saat ini. SBY tidak lebih dari ”budak” kapitalisme rente yang juga sama dengan mereka yang sebelumnya. dimana di dalamnya adalah juga SBY. yaitu terjebak pada tipuan-tipuan sistem politik ”predator”. Itu juga yang sedang menimpa Susilo Bambang Yudoyono (SBY) saat ini. Karena mereka mampu meyakinkan investor asing bahwa Indonesia aman. Fakta bahwa SBY tidak bisa keluar dari cengkeraman masa lalu dan sekaligus sebagai pemimpin yang patuh pada kehendak penguasa kapitalis adalah tak terhindarkan. telah mendorong militer menjadi pelaku bisnis dari pada menjalani profesionalisme sebagai pasukan negara. tidak mampu berbuat banyak. maka injeksi modal kapitalisme yang masuk. Tidak ada yang menjamin jika saja Amien Rais sempat menjadi presiden. juga prinsip oligarki militer yang dikembangkan oleh Soharto – dimana SBY adalah bagian dari pelakunya – masih melekat bersama-sama dengannya. karena harus tetap berada dibawah kendali politik dan . tentu saja transisi demokrasi akan gagal bahkan bisa jadi akan muncul faksionalisme politik untuk menghancurkan transisi menuju kekuasaan otoritarian baru yang jauh lebih ganas dari masa lalu. juga ikut dinikmati oleh elit-elit militer. SBY yang dipundaknya hendak mendorong perubahan penting bagi transisi demokrasi yang tengah terjadi. Dan ini merupakan awal dari kegagalan untuk membangun demokrasi Indonesia dengan komitmen kebangsaan yang lebih mandiri. Penyerahan pengelolaan pertambangan Blok Cepu kepada AS sebagai operator sebagaimana yang dibahas sekilas di bab selanjutnya adalah menjadi salah satu tanda bahwa SBY tidak lebih dari ”predatory capitalism” sebagaimana yang disebutkan oleh Vedi. Di sinilah kita mesti melihat apakah Indonesia cukup kondusif untuk di dorong menuju transisi demokrasi ataukah justru demokrasi hanyalah menjadi isu elit belaka yang tidak mungkin bisa terwujud sama sekali?. selain karena dia adalah merupakan kader politik Soeharto yang dibesarkan dalam tradisi kepemimpinan militer. Dalam konteks ini. justru gagap untuk bersikap konsisten. Karena SBY yang pada awalnya merupakan harapan untuk mengembalikan posisi Indonesia yang pincang dan mendorong demokrasi.yang harus dilalui oleh aktor-aktor tersebut. Oligarki militer yang kemudian menguasai kantong-kantong ekonomi Indonesia selama masa Soeharto. tentu sulit untuk keluar dari perangkap sistem dan ideologi politik konservatif yang begitu kukuh berkuasa selama 32 tahun dibawah Soeharto. Bukan mustahil Amien Rais akan menjadi “predator politik” yang juga sama dengan presiden yang lain. adalah akibat terlalu kuat dan kukuhnya hegemoni politik Orde Baru yang diwariskan melalui aparatus ideologisnya yang kemudian berganti muka di dalam sistem dan institusi-institusi demokratis.

Belum lagi anak kandung Orde Baru masih tumbuh subur diberbagai institusi politik yang hendak di dorong ke arah demokrasi. yang sering diwakili melalui tekanan dari lembaga-lembaga internasional seperi Bank Dunia atau IMF. kita perlu mempertimbangkan latar belakangnya seorang jenderal Orde Baru yang senior. tidaklah mengherankan kalau gebrakannya terhadap korupsipun. Sebagaimana aktor politik manapun. dan warisan kesejarahan. Fakta yang lain adalah persiapan SBY pada saat kunjungan Josh W. sehingga perjalanan panjang transisi demokrasi melalui jebakanjebakan terjal yang sangat berbahaya. harapan untuk mendorong demokrasi dan pemerintahan yang mandiri pasca Orde Baru adalah merupakan harapan yang terlampau gigantis. Sebagaimana diketahui. birokrasi negara. Tentu dia tidak bisa dipandang semacam Ratu Adil. yang memungkinkan pembentukan dan pelanggengan jaringa-jaringan patronase yang pada dasarnya bersifat predatoris. sosialisasi politiknya dalam ideologi Orde Baru. Karena itu. pusat maupun lokal. lanjut Vedi. Indonesia yang masih terjajah. masa depan Indonesia tidak semata-mata tergantung niat baik seorang pemimpin. Bush (presiden AS) ke Indonesia tahun 2006 yang mendapat kritik dari berbagai kalangan. serta keperluannya terhadap dukungan pemodal. Kedatangan Bush sebagai kepala negara penjajah. serta kepentingan institusional aparat militer dan keamanan. Mewakili kepentingan atau koalisi kepentingan macam apakah dia?. Yudhoyono adalah politisi-jenderal – dibesarkan pada masa Orde Baru – yang harus menavigasikan dirinya di antara berbagai ’karang’ berupa sejumlah kepentingan yang saling berkompetisi untuk mendapatkan tempat yang aman dan menentukan dalam masyarakat dan politik Indonesia pasca-Soeharto. dalam kenyataannya tidak menghasilkan buah yang terlalu hebat sampai saat ini. Liberalisme politik Indonesia pasca Soeharto. Sehingga menurut Vedi (2005: xxix) posisi Yudhoyono harus dilihat dalam konteks struktur sosial. sama dengan dibawah kolonialisme Belanda. yang selalu juga harus . Oleh karena itu. Karena itu sudah menyangkut tradisi kerangka politik yang sulit untuk diajak kompromi dalam jangka waktu yang pendek. apakah itu Yudhoyono atau pemimpin yang lain. mahal dan yang paling menyakitkan sepertinya Indonesia sedang di jajah. Dalam hal ini. sebagaimana mungkin diharapkan oleh para pendukungnya. Belum lagi kepentingan investor asing. Di mana tempat Yudhoyono didalam konstelasi tersebut?. Fenomena itu menandakan Indonesia yang inferior.ekonomi negara-negara satelit seperti Amerika. yang resmi maupun setengah-resmi. tidak serta merta menghancurkan karakter dasar rezim ini dari praktek-praktek keseharian. Tetapi pilihan dan kemungkinan yang tersedia untuknya dibatasi pula oleh faktor-faktor seperti konstelasi kepentingan. Yang harus kita pahami adalah sifat dari konstelasi kekuatan dan kepentingan sosial yang ada. diterima oleh Indonesia yang terjajah dengan cara-cara yang tidak masuk akal. SBY tentu saja adalah biang keladi dari semua itu. Bush bagaikan ”tuhan” disambut dengan sangat meriah. ekonomi dan politik secara lebih holistik. karena sebagai ”predator capitalism” ia harus mematuhi kehendak negara satelit itu. yang digembar gemborkan pada awal masa pemerintahannya. struktur kekuasaan. sebagaimana juga aktor politik lainnya. mengingat posisi politik Indonesia berada dibawah kendali negara-negara raksasa itu. Karena itu. dia dihadapi oleh berbagai pilihan. Mereka berkompetisi untuk memenangkan akses dan kontrol terhadap sumber daya dan institusi negara.

Deputi Lembaga Kajian Sosial dan Agama (LEKSA) Makassar 2004-2009. meramalkan perubahan sosial di Indonesia dimasa depan tidak bisa lagi diharapkan kepada elit kekuasaan. Atau boleh jadi mereka adalah buruk intelektual yang menciptakan tipuan-tipuan kebenaran. jika engkau paksa aku diam. Koordinator bidang Provokasi Publik Lembaga Peduli Pembangunan Bangsa (LP2B)-Makassar. Wakil Ketua Majelis Tinggi Mahasiswa (MTM) Fakultas Hukum Unhas 2004-2005. Sekretaris DPD IMM Sul-Sel periode 2005-2007. Mantan Sekum IMM Kom. Menulis buku antara lain: Membalut Luka Demokrasi dan Islam (2004). dan melakukan tipuan-tipuan massal atas kebenaran-kebenaran yang otoritatif. Ketua Badan Kehormatan Mahasiswa (BKM) Fakultas Hukum Unhas periode 2006-2007. jalan yang akan penulis tawarkan hanyalah satu untuk menuju Indonesia yang merdeka. akan tetapi kesemuanya terbukti gagal mendorong perubahan tersebut. membenarkan kepalsuan-kepalsuan dan mengajak kompromi pikiran-pikiran jahat mereka untuk menghancurkan demokrasi. doctor-doktor liberal. Mereka adalah dosen-dosen liberal. hamba kapitalisme dan dan melakukan pengingkaran atas demokratiasi?. dan sekarang menjabat Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. Menghancurkan seluruh agen komprador. dengan mengerahkan kekuatan massa. Adakah civil society yang menjadi budak liberalisasi pasar. Sebab itu. serta mengutuk agen-agen “jahat” kapitalisme yang hidup di kampus-kampus. PC.dipertimbangkan oleh Yudhoyono karena keterperosokan Indonesia dalam krisis ekonomi sebelumnya (2005: xxx). disana bersemayam kemerdekaan. Popular Education and Empowerment–Indonesia. anggota Lembaga Pers DPD IMM Sul-Sel Periode 20032005. Centre For Research. pernah singgah di KAMMI Unhas. Mereka itu telah menjadi parasit yang handal dalam upaya untuk menjebak demokrasi agar masuk pada premis-premis agen komprador dengan jalan legitimasi intelektual. FIS UNHAS Periode 2003-2004. Karena itu. Ketua Kajian Strategis Komunitas Mahasiswa Bima (KMB)-Makassar 2004-2005. yaitu revolusi. Mereka mendapatkan upah yang tinggi atas “kejahatan” yang dilakukannya. Sekarang sedang menjalani studi perbandingan di Universitas Indonesia. Ketua Kajian strategis Komunitas Intelektual Muda Muslim FIS UNHAS 2003-2004. mendesak demokrasi agar segera di tegakkan. Makalah yang di sampaikan pada saat Diskusi Publik yang dilaksanakan oleh kelompok studi Eka Prasetya di Kampus UI Depok pada tanggal 3 November 2007. redaktur ahli jurnal Profetik. Janji-janji perubahan hampir didendangkan oleh empat presiden Indonesia pasca Soeharto. karena mereka adalah agen komprador dari rezim sebelumnya yang bersilangan dengan kekuatan kapitalisme yang tentu saja akan memerangkap Indonesia pada tipuan gradualisme. Pengurus Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Sul-Sel 2004-2006. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia. Korankoran kampus liberal. Peneliti lapangan pada Lingkaran Survei Indonesia (LSI)-Jakarta. mengalienasi rakyat dari hak-hak politik mereka. Project Officer pada Prophetic Institute. radio-radio kampus liberal yang belakangan mereka itu disebut sebagai kekuatan civil society. professor-profesor liberal. Delegitimasi Terhadap Komisi Yudisial (Kreasi . Aib Politik Muhammadiyah (2007). [2]. [1] . Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan. dan mereka bagaikan buruh di pabrik-pabrik industrialisasi. IMM Makassar Perintis periode 2003-2005. akan kusiapkan untukmu pemberontakan.

Membongkar Sindikat kekuasaan (Naskah Siap Terbit).Wacana. Apalagi militer yang bekerjasama dengan intelektual sipil meletakkan pembangunan ekonomi sebagai substansi dari pembangunan Orde Baru. Kita flashback sebentar pada masa Orde Baru. Surat perintah tersebut disalah artikan Soeharto untuk mengambil legitimasi dari Soekarno untuk akhirnya mendepak SOekarno dari singasana kepresidenan. Yogyakarta). Yogyakarta). Soeharto mengambil langkah-langkah antarlain: Membubarkan PKI.08 0 komentar ALDINO W PUTRA 08/267761/SP/23058 TUGAS MID-TERM EXAM SIPI ORDE BARU VS REFORMASI Dispersion of power berarti pembagian kekuasaan agar terjadi saling check and balance antar lembaga. Inilah awal kengerian system pemerintahan yang kekuasaan mulai saat itu dipegang oleh Presiden Soeharto. meratifikasi SUPERSEMAR dan semakin memojokkan Soekarno dari jabatan Presiden seumur hidupnya. dan bisa dikatakan pada tahun 1969 Indonesia berada dalam genggaman Soeharto. Karena keduanya mempunyai kepentingan yang sama yaitu tidak suka parpol. Sporadisme Oposisi. tentara dan parpol dari unsur komunis dan Soekarnois.2007). tentunya sangat menarik kita bahas dalam gagasan penyelenggaraan system pemerintahan di Indonesia. Feminisme Profetik (editor) (Kreasi Wacana: 2007): Oposisi Lintas Kelas Mengukuhkan Demokrasi (Naskah Di Juxtapose. Orde baru lahir dengan pusat kekuasaan di tangan Soeharto sebagai pemegang kekuasaan “tertinggi” di Indonesia. Meski pada tahun 1971 diadakan pemilu. MPRS melantik Soeharto menjadi Presiden RI. Predator-Predator Politik. Apalagi dengan membandingkannya dengan beberapa factor yang sangat bertolak belakang. tetapi pemilu tersebut sangat jauh dari demokrasi karena penataan struktur politik saat itu telah direkayasa dan hanya menguntungkan partai beringinkuning saja. juga mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia-kembali masuk PBB-juga bekerjasama dengan IMF. awal kekuasaan Soeharto sebagai pemimpin terlama di Indonesia diawali oleh diterimanya SUPERSEMAR oleh Soeharto yang diangkat sebagai pemimpin tertinggi di AD. HP: 085299262424 Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 08. membenci . Tentunya prose itu sangat rumit dan tidak beraturan. Setelah menerima SUPERSEMAR. Pembersihan MPR. Sebuah Pengkhianatan Intelektual (Naskah di Kreasi Wacana. Maret 1968. Juga karena saat itu MPRS yang dipegang oleh Nasution. Mengambil tema dispersion of power pada masa Orde Baru versus Reformasi. Juga peralihan yang significant dari status Indonesia yang Government menjadi Gorvernance. sehingga pemerintahan dapat berjalan dengan baik.

tetapi karena maraknya KKN di setiap badan pemerintahan. Pada masa reformasi ini.kaum komunis dan sangat mendambakan pembangunan ekonomi. Juga memberikan hak ekslusif bagi negara untuk mengatur hal-hal publik. Pergeseran ini bisa disebut juga perubahan dari goverment menjadi governance. DPR. mengakibatkan tergerogotinya sendi-sendi pemerintahan yang berujung gagalnya pembangunan ekonomi Indonesia. Gus Dur sempat membuat heboh dengan ide pencabutan UU tentang PKI. Akan tetapi presiden RI bukan dari wakil PDI-P.J Habibie (1998-1999) yang mengakibatkan Indonesia kehilangan Timor-timor karena referendum dari Presiden Habibie kala itu memutuskan bahwa rakyat Tim-tim lebih suka pecah dari NKRI. Jawanisasi. Kemudian pemerintahan diserahkan kepada wakilnya B. Tampilan negara sebagai rule and regulation juga negara yang terlalu dominan dan kuat mengakibatkan rakyat yang seharusnya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi menjadi seperti terbelenggu aspirasinya. Pada masa kepemimpinannya. seharusnya proses tersebut juga melibatkan aktor nonnegara misal LSM terkait. Kembali ke pambahasan dalam membandingkan dispersion of power masa Orba tentunya sangat jauh dari kata demokrasi. Proses kebijakan public didominasi sepenuhnya oleh pemerintah. Dari penjelasan diatas dapat saya simpulkan Karakter Orba saat itu adalah: Kekuasaan Negara/Pemerintah yang sangat dominan. Peregeseran makna dispersion of power dari orde baru ke reformasi menjadi sangat significant karena apa yang dijalankan pada masa orde baru sangat bertolak belakang dari pengertian dispersion of power yang sebenarnya. Sehingga meskipun pembangunan disentralkan pada perekonomian. Keadaan ini juga semakin diperkuat dengan dukungan teoritik yang saat itu sedang populer yaitu Seymor Martin Lipset (pembangunan demokrasi harus didahului dengan pembangunan ekonomi). Kenapa langsung? Karena pada pemilu 2004 diperkenalkan system baru dalam pemilu. Lalu juga tidak adanya check and balance yang menjadi ciri dari pemerintahan yang baik. dll. hanya dapat diserta sejauh negara mengijinkannya. Selain perubahan system pemilu. Proses pembentukan bangsa melalui top down. juga adanya dispersion of power yang melibatkan tidak hanya 3 ranah trias politica saja. Rakyat langsung memilih secara langsung anggotan DPD. karena partai-partai kecil kala itu berkoalisi dan memutuskan Gus Dur sebagai presiden RI dan Mega sebagai wakilnya (1999-2001). uniformalitas. tanpa dialog. menjadikan pada masa Orde Baru banyak sekali timbulnya KKN (Korupsi. dll. Inilah yang membedakan dengan aturan sebelum amandemen UUD 1945. Nepotisme). government . yang berarti PKI boleh berdiri lagi sebagai salah satu parpol. Konsep government sangat mengakar kuat saat itu. Karena kasus itulah Gus Dur di berhentikan dan di ganti oleh pasangan MegaHamzah. Dispersion of power saat itu lebih mengarah pada Internal lembaga-lembaga pemerintahan. sementara aktor di luarnya. dan ideologi komunis diakui. Yang terdiri dari beberapa event penting seperti pecahnya elit-elit politik karena desakan dari demo mahasiswa yang mengakibatkan mundurnya penguasa 32 tahun Soeharto dari jabatannya sebagai Presiden Indonesia. Lalu pemilu 1999 (pemilu terdemokratis sejak pemilu tahun 1971) memenangkan suara PDI-P sebagai pemenang pemilu. dan Presiden. Perjalan reformasi terjadi dari tahun 1998 yang kala itu pada akhir 1997 krisis moneter menerpa Indonesia. Proses pembentukan negara orde baru melalui instrumen kekerasan. Masyarakat yang sangat termarginal. Kolusi. hukuman. Lalu pada pemilu 2004 memutuskan bahwa pasangan SBY-JK terpilih sebagai presiden dan capres pilihan rakyat langsung.

masyarakat local (desentralisasi). Adapun beberapa prinsip dasar good governance adalah Partisipasi.com at 22:21 0 comments Jumat. pelaku bisnis (privatisasi). Negara harus berbagi kekuasaan dan peran pada tiga level: “keatas” pada organisasi transnasional. Posted by dinotheevil@yahoo. Negara tetap pemain kunci dlm Mekanisme Formal Governance yaitu penjamin kesetaraan (levelisasi kompetisi) dan penjamin ketaatan. Pemilu 2009 ini bagi sebagian besar pengamat menganggap . Tetapi negara juga memfasilitasi mekanisme informalantara lain rujukan nilai dan negosiasi. Kegiatan lembaga negara dapat dikontrol oleh actor non-negara. namun juga memilih kontestan. SUARA BATAL. 17 April 2009 GOLPUT. Negara bukan lagi sentrum “kekuasaan formal” tetapi sebagai sentrum kapasitas politik. Pemilu tampaknya menyisakan berjuta harapan bagi konstruksi demokrasi di masa yang akan datang. “kesamping” pada NGO dan swasta’ serta “kebawah” pada daerah dan masyarakat lokal. tidak harus menjadi kontestan. dan actor multi-nasional (globalisasi). serta proses formal dan non formal. Otomatis kapasitas negara otomatis memudar. Pemerintah hanya menjadi salah satu aktor saja dalam proses governance. tapi sebagai kemampuan fasilitasi. Governance juga terkait dengan proses pembuatan kebijakan yang melibatkan unsur non-negara secara lebih luas. Proses ini melibatkan struktur formal (negara) dan struktur non formal (masyarakat). DPT DAN MALAPETAKA DEMOKRASI Oleh Fajlurrahman Jurdi Direktur EKsekutif Pusat Kajian Politik. Governance menuntut negara berbagi kekuasaan dengan civil society (demokrasi). Transparansi. Negara bukan lagi sebagai penguasaan politik. Dispersion of power juga merupakan komponen yang musti diperhatikan untuk menuju pemerintahan yang baik. dan Visi Strategis. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Harian Fajar. Efektifitas dan Efisiensi. Kekuasaan negara harus ditransformasikan dari “kekuasaan atas” (power over) menuju “kekuasaan untuk” (power to). Supremasi Hukum. 07 April 2009 Persoalan substansial dari demokrasi kita adalah pendidikan politik dan kemauan untuk meng-enganged diri dalam arena publik. Pembagian kekuasaan yang tidak hanya di satu ranah saja memang didesain untuk menjaga lembaga satu dengan lainnya agar tidak saling over lap. dalam arti keterlibatan itu. Juga negara tetap menjadi pemain kunci bukan dalam pengertian dominasi dan hegemoni.digantikan oleh governance yang mementingkan actor non negara dalam proses politik dan pemerintahan. Kesetaraan. Membangun Konsensus. Responsif/cepat tanggap. Baik sebagai peserta aktif maupun pasif. Akuntabilitas. tetapi negara adalah aktor setara (primus inter pares) yang mempunyai kapasitas untuk memobilisasi aktor-aktor masyarakat dan pasar untuk mencapai tujuan besar. Sehingga negara akan bisa menjalankan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN. koordinasi dan control.

Golput telah menjadi hantu yang amat menakutkan bagi partai politik dan para caleg. karenanya amat mahal. Yang bertebaran dalam arena demokrasi kita adalah partai massa. Demokrasi kuantitatif memang tidak sepenuhnya salah. hanya akan bisa dijawab setelah Pemilu 9 April mendatang. maka akan menjadi alasan bagi kelompok oposisi untuk mengatakan bahwa kinerja partai politik untuk meyakinkan rakyat telah gagal. Persoalan substansial seperti kemiskinan dan keterbelakangan. Dalam kaitannya dengan pemilu dan harapan yang terlalu besar akan demokrasi. Sampai Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa haram Golput. seperti kemiskinan. Ada beberapa masalah yang akan segera muncul dan akan menjadi ancaman serius bagi proses transisi demokrasi kita. tidak bisa diselesaikan lewat hitungan 50 persen + 1. kemelaratan. seolah-olah dalam ceramah tak ada masalah. Pertama. Apakah kita akan mengikuti "bisikan" demokrasi di masa mendatang. Semua perangkat telah disiapkan dan prasyarat hajatan demokrasi telah ada. keterbelakangan. sebagai tahap ujian untuk menentukkan sikap dalam intaian ancaman. Kita menganggap persoalan kebangsaan. pada angka-angka seperti 50 persen 1. Sebelumnya Robert Dahl mengingatkan. Akan tetapi kalau kita berhenti pada hitungan-hitungan kuantitatif. bahwa demokrasi kita saat ini amat sangat kuantitatif.sebagai puncak terakhir untuk menguji "kelayakan" proses transisi demokrasi untuk dievaluasi secara menyeluruh. sehingga tidak ada satupun partai di Indonesia yang bisa disebut sebagai partai ideologis. Golput. Juga menjadi alasan. Batasan-batasan kuantitatif memang perlu untuk menegaskan diri sebagai bangsa yang teratur. karenanya. Partai tidak berpikir untuk bekerja untuk membangun kaderdisasi dan pendidikan politik. yaitu partai yang seluruhnya bekerja membangun kekuatan untuk merebut kekuasaan. Atau kita mengikuti siklus Polybios. maka kita akan menghentikan persoalan substansial dari demokrasi kita. Seolah-olah dalam pidato telah bekerja maksimal. problem epistemik kita sebagai bangsa amat berbahaya apabila itu yang kita jadikan ukuran untuk melakukan proses pembangunan. juga seolah-olah semuanya tak ada masalah. sama menakutkannya negara Orde Baru bagi civil Society di masa Soeharto berkuasa. Komisi ini belakangan bekerja amburadul dibanding pada tahun 2004. Golput atau golongan putih ini akan menjadi momok bagi eksistensi mereka. atau Dahl mengatakan demokrasi prosedural (procedural democracy). tinggal menunggu detik-detik suksesi itu dimulai. Dengan harapan dan dada membusung mengaku telah bekerja keras demi suksesnya ritual suksesi politik dan hajatan demokrasi. atau malah kita akan menghentikan proses transisi ini sebagai titik episetrum untuk kembali melakukan rekonsolidasi ke kutub otoritarianisme. bahwa demokrasi kita. sekalipun memang tidak akan mendelegitimasi mereka secara hukum. ada beberapa persoalan teknis yang sengaja atau tidak sengaja dilakukan oleh negara/kekuasaan dalam upaya untuk menciptakan demokrasi. 50 persen + 1 adalah cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan problem kebangsaan itu. sebagai limit agar menegaskan posisi kita untuk melakukan perubahan. namun apabila jumlah pemilih tidak mencapai 50 persen. yakni oligarki. kebodohan dan kepandiran kita sebagai bangsa bisa diselesaikan dengan angka-angka. Demokrasi kita terlalu materialistis. Tampaknya pertanyaan apapun di masa kini. . bahwa kita akan segera secara perlahan-lahan menuju fase lanjutan siklus. Itulah lembaga Pemilihan Umum kita yang bernama KPU.

2 persen.19 persen. baik Pilbup. Karena itu. di Pekalongan dan Solo masing-masing 50 persen. Ini akan berpengaruh secara psikologis ketika mencoblos. Jawa Barat 34.Golput di Pilgub Jateng 45. Ketiga. Banten 39. Di Jatim ada sekitar 43. tetapi kesiapan voters (pemilih) untuk melakukan pencontrengan. Di Sulsel saja jumlah DPT bermasalah berjumlah 67. Jika pemilu tahun 2004 pemilih hanya memilih partai.69 persen. Kepri 46 persen. selain kertas suara banyak. tidak bisa dilanjutkan dengan menempatkan rakyat sebagai yang berdaulat.639 nama. Letak dasar persoalannya bukan pada surat suara. jika engangement masyarakat beserta tetek bengek yang lain bisa mencapai angka di atas 50 persen? Ini impossible untuk melanjutkan agenda transisi demokrasi dengan mengabaikan hak-hak rakyat yang paling asasi. Kedua. Jika demikian. Ukuran kertas yang selebar 84 x 63 sentimeter. Wajo 32 persen. Pilbup Cirebon 38. Jika kita melihat ukuran kertas suara yang akan dicoblos di bilik suara pada tanggal 9 April nanti. sungguh ngeri bagi kualitas demokrasi. Kalsel 40 persen. juga sekaligus tidak adanya taktik untuk memberi ruang bagi yang tidak terdaftar sebagai pemilih untuk memilih pada tanggal 9 April. sedangkan angka golput tertinggi tercatat di Pilwalkot Pontianak yang mencapai 61 persen. maka Pemilu 2009. sampai Pilgub: . tangan mereka gemetar ketika memegang pulpen. Kita lihat angka Golput di beberapa Pilkada. maka Golput akan mencapai angka dramatis.088 DPT bermasalah. sehingga agak mudah bagi mereka untuk membedakan. Sumbar 37 persen. Diperkirakan mereka yang tidak bisa memilih pada pemilu ini akibat birokrasi negara yang bernama UU Pemilu. Wonogiri 39. (3) Metode Contreng.67 persen.sekalipun itu Fatwa yang agak "menyebalkan" dan bukan fatwa teologis. Pilgub Sulsel 33 persen. maka problem demokrasi kita akan tambah rumit. dan yang sangat menyulitkan nanti adalah mencari nama para caleg yang akan dipilih. 22 persen. telah menyimpan sejumlah persoalan bagi demokrasi kita.07 persen. ada urutan nama caleg. dan jumlah partai yang banyak akan menyulitkan bagi pemilih. Ada dua problem besar bagi masyarakat yang tidak berpendidikan apabila melihat surat suara. . namun lebih pada fatwa politik. Sebuah angka yang amat menakutkan bagi proses konsolidasi demokrasi. juga sekaligus betapa demokrasi kita di ambang petaka. dan (2) Di dalam kotak partai itu. Bagi masyarakat awam. Karenanya. yakni (1) Jumlah partai yang banyak dengan warna partai yang sama untuk beberapa gambar. jumlah partai juga banyak. akan sangat banyak yang tidak bisa terlibat dalam pemilu.2 persen. Dari beberapa hasil Pilkada berikut data Golput di masing-masing Pilkada. Tampaknya angka ini adalah merupakan angka yang luar biasa. Sumatera Utara 41 persen. Jatim 39. Pengalaman beberapa fungsionaris PuKAP-Indonesia yang terlibat dalam proses pendidikan politik arus bawah di beberapa daerah di Sulsel. DKI Jakarta 36. Pilwalkot. Jambi 34 persen. Lalu. akan berkisar 35-45 persen. apabila keadaan politik hanya untuk upper class.3 persen. menemukan kesulitan pemilih memilih partai. Bogor 45 persen. memilih caleg dan cara mencontreng. Keputusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan suara terbanyak. Kalbar 37. Begitu juga mungkin di tempat-tempat lain. ketika masuk bilik.28 persen. suara batal dalam Pemilu 2009 ini akan mencapai angka 2025 persen. Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menjadi wacana hangat belakangan ini. Pilbup Pati 50 persen. di mana hitungan kuantitatif itu bisa dilakukan. Suara Batal. Bandung 30.05 persen. menegosiasikan masa depan demokrasi pasca Pemilu 2009. Sukoharjo 42. Kaltim 42.33 persen. Apalagi hitungan kuantitatif tidak mencapai limit yang tercantum dalam prosedur demokrasi.

Sungguh ini akan menjadi malapetaka bagi demokrasi. Jadi yang sah untuk merepresentasikan suara rakyat hanya 70 persen. Mungkin saatnya memang mereka harus dihukum. Diperkirakan bahwa kejatuhannya ada kaitannya dengan ketidakserasian hubungan sipil-militer selama ini. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 06. Sehingga kita tidak mengalami kemunduran yang mengerikan di atas bertabuh harapan akan kemajuan demokrasi kita. Selain historiografi formal yang merupakan karya para elite birokrat. Historiografi dengan tema itu dapat dikatakan banyak sekali karena tema ini cukup menarik di panggung Sejarah Indonesia. Tentu tema ini mempunyai daya tarik tersendiri. lebih-lebih pada masa pemerintahan sampai dengan jatuhnya Presiden Soeharto yang merupakan representasi golongan militer.52 0 komentar Selasa. ARAH. asumsi ini perlu dibuktikan lewat historiografi yang ada selama ini sehingga mempunyai dasar kuat adanya korelasi yang kuat pula bahwa hubungan sipil-militer itu . Karena itu.Hitungan 50 persen + 1 tidak mencapai ambang batas. serta diminati oleh para pemerhati masalah militer. 24 Maret 2009 PARTAI POLITIK PREDATOR MENUJU PEMILU 2009 Oleh: Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. agar segera menyadari kesalahannya. Kita berharap ada perubahan mendadak dalam hitungan empat hari ke depan. Mereka telah berkhianat kepada rakyat dalam rantai sejarah yang amat panjang. Kecuali partai bekerja dan memulai untuk selanjutnya menjalankan tugas-tugas wajibnya. Jadi. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Tindak Kekerasan Dalam Hubungan Sipil Militer HUBUNGAN SIPIL-MILITER: TINJAUAN HISTORIOGRAFIS 1945-1998 POLA. karena apabila dikalikan tidak sampai limitasi demokrasi. meramalkan demokrasi sebagai suatu harapan di masa yang akan datang adalah tidak masuk akal dengan melihat infrastruktur politik seperti ini. Namun. Selama ini partai politik tidak pernah menjalankan kewajibannya sebagaimana layaknya seorang muslim yang menjalankan kewajiban menjalankan salat lima waktu. 38+23+9=70 persen. DAN PERSPEKTIF Oleh: Suhartono PENGANTAR Mempelajari historiografi Hubungan Sipil-Militer di Indonesia dalam kurun waktu 1945-1998 berarti melakukan stock opname tentang karya-karya sejarah militer umumnya dan sejarah hubungan sipil-militer khususnya. Katakanlah Golput 38 persen Suara batal 27 persen dan yang tidak bisa memilih 13 persen. tema ini banyak ditulis oleh para pakar dalam maupun luar negeri.

Disharmonisasi hubungan terjadi dan berkembang karena keduanya menjaga jarak dengan memonopoli previlegenya. Sebelumnya historiografi Indonesia baru ada pada taraf yang setingkat dengan negara-negara lain yang belum berkembang karena historiografi moderen yang kritis masih dalam taraf pertumbuhan. yang berusaha menangkap dan memahami histoire recit_. sedangkan yang dihasilkan para birokrat sipil maupun militer akan menghasilkan historiografi yang memperkuat legitimasi penguasa. sejarah sebagaimana yang terjadi. Dengan demikian historiografi macam ini lebih bermakna daripada sekedar penulisan masa lampau yang hanya merupakan antikuariat. Namun. Dalam hal ini dapat juga terjadi perubahan hubungan dari setingkat ke hirarkis yang mengakibatkan subordinasi dan bahkan tereksploitasi. Jika dibandingkan sipil hanya mempunyai status tunggal sedangkan militer setidak-tidaknya mempunyai tiga status. dan kekuatan. hubungan semacam ini dapat dikatakan tidak wajar dan tidak imbang sebagaimana akan tampak pada hubungan sipil-militer di Indonesia selama ini. Bukan hanya yang mengajar di perguruan tinggi tetapi juga di lembaga kesejarahan pemerintah dan swasta adalah pencipta historiografi. meneguhkan dinasti dan mempertahankan dasar nilai yang menjadi sandaran ideologis dari kekuasaan.signifikan sekali dalam menentukan arah dan perkembangan sosio-politik Indonesia. status dan peran keduanya tidak terpisah. Dan menampakkan hasilnya. Dengan datangnya para pakar hasil pembelajaran negeri orang maka mereka mulai menapak ke arah historiografi Indonesia. Karena itu terjadi tradisi kesejarahan yang berbeda-beda dari kelompok kultural. Merekalah yang nantinya akan menghasilkan historiografi yang bervariasi dengan sudut pandang yang bervariasi pula. Historiografi adalah pantulan keprihatinan sosio-kultural masyarakat yang pencipta historiografi. yaitu status sebagai kelompok. lembaga. Historiografi Indonesia umumnya dan historiografi militer khususnya mengalami perkembangan pesat setelah tahun 1960-an. karena yang ditulis itu adalah sejarah. ekonomi. Dalam perjalanan yang sangat panjang setelah proklamasi kemerdekaan sampai sekarang mengalami pergeseran dan perubahan . Historiografi atau historical writing adalah puncak segalanya. dll. yaitu sejarah yang dikisahkan. terbentuk secara organis dan alamiah sehingga sebenarnya sulit dipisahkan. Pada awal sejarahnya. Hubungan sipil-militer yang berlangsung dari dua belah pihak dapat terjadi karena hubungan setingkat atau hirarkis. Yang menjadi subyek adalah sipil dan militer yang tidak dapat dipisah baik kedudukan dan perannya. Hasil pengerjaan sejarah akademik dan kritis ini berusaha mengungkap kebenaran historis dari setiap fakta. Setiap status dimainkan dalam peran ganda atau majemuk. Historiografi pada mulanya lebih merupakan ekspresi kultural. politik. histoire recit_. Monopoli ini hanya dinikmati golongan superordinasi. tetapi kemudian berkembang makin kompleks ke disiplin sosial. Historiografi yang dihasilkan para pakar akan cenderung pada objektifitas.

ada kesamaan tanggung jawab baik untuk masyarakat biasa maupun yang sudah dilatih sebagai militer. yaitu Koninklijk Nederlandsch-Indicsh Leger (KNIL). preparasi ke arah physical training makin intensif sebagai side effect dari keterlibatan penduduk Indonesia dalam Perang Pasifik. Di dalam masyarakat kerajaan pada tingkat awal prajurit adalah rakyat atau masyarakat sipil yang bersenjata. Mereka sama-sama berkewajiban menjaga lestarinya negara RI. Kedudukan para mercenaries ditingkatkan menjadi pasukan organis pemerintah. Namun dalam hubungan kenegaraan keduanya seharusnya seimbang tetapi dalam kenyataannya hubungan ini makin renggang dan bahkan vis-_-vis. Bela "negara" merupakan tanggung jawab keduanya. Sejak itu sebenarnya militer mulai mengembangkan jati diri sebagai military group yang terpisah dengan societal group. Rekrutmennya berasal dari rakyat atau sipil. keibodan. sebagai kekuatan pembela tanah air waktu itu. sedangkan yang terseleksi harus mundur menjadi sipil. Bahkan pemerintah Belanda pun memanfaatkan model ini yang digunakan sebagai mercenaries atau pembantu prajurit pribumi. dll. Latihan militer dilakukan untuk membentuk kelompok militer dan semi militer. Dalam setiap ekspedisi mercenarieslah yang diadu dengan sesama pasukan pribumi dari kerajaan lain. Pergeseran dan perubahan itu terjadi secara historis dengan interes masing-masing yang belum dapat dipertemukan. Setelah proklamasi. Perlu dikemukakan terminologi masing-masing pihak serta dalam hubungan mana keduanya terjalin sehingga dapat diketahui fluktuasi hubungan keduanya. termasuk Peta dan heiho. Pada waktu Pendudukan Militer Jepang. Di sini sebenarnya ada keseimbangan antara badan perjuangan dengan BKR atau TKR. Kedua golongan besar sipil dan militer ini saling berkompetisi. barisan pelopor. Jelas kiranya bahwa mereka adalah rakyat atau warga sipil yang tentunya memiliki full consciousness pula sebagai warga negara untuk mempertahankan eksistensi RI dari rongrongan musuh. Jadi. Mereka akhirnya membentuk golongan militer di satu pihak dan kelompok partai politik di pihak lain.hubungan karena faktor internal maupun eksternal. kerajaan-kerajaan itu membentuk pasukan profesional yang direkrut dari beberapa etnik. Selama tiga bulan pertama setelah proklamasi hubungan mereka ekual dan harmonis tetapi setelah itu terjadi kompetisi. Akan tetapi setelah mendapat pengaruh kolonial. Akan tetapi setelah pemerintah mengembangkan profesionalisme maka dilakukan reorganisasi yang mengarah pada militer profesional. Tentu saja kemenangan dipegang oleh militer karena ia . Kelompok politik yang direpresentasikan dalam partai politik adalah manifestasi masyarakat sipil. Pemuda dan pemudi direkrut dalam seinendan. RI sebagai negara perlu menjaga keamanan yang kemudian dibentuk BKR. Sejak berdirinya partai-partai politik beberapa bulan setelah proklamasi lahir juga organisasi massa sebagai onderbouwnya partai politik berupa badan perjuangan yang berafiliasi pada organisasi induk masing-masing. fujinkai. lebih-lebih nanti secara bersamaan lahir badan atau laskar perjuangan.

Pembagian periode lebih cocok mengikuti pergantian sistem pemerintahan yang berlaku di republik ini. B. 1978) yang juga diterjemahkan dalam bahasa Inggris. dan perspektifnya sehingga ditemukan ciri-ciri khas setiap periode. Nasution. Seorang militer-intelektual yang belum tampak penggantinya banyak mengemukakan peran militer di panggung Sejarah Indonesia sejak awal proklamasi sampai Orba. "Bapak Sejarah Militer" Indonesia yang menghasilkan banyak historiografi yang berjilid-jilid. POLA. 1945-1949 Periode ini merupakan awal hubungan sipil-militer setelah proklamasi. 1945-1946. yang juga tidak jauh berbeda dengan karya-militernya (Nugroho Notosusanto. Untuk dapat melihat hubungan sipil-militer harus dilakukan seperti mengail ikan.R. Ia . Tentara Nasional Indonesia. Jakarta: Gramedia.dilengkapi berbagai perangkat untuk menaklukkan musuh. 1977-1979. Pemberontakan Peta di Blitar. Bandung Angkasa. Kepala Pusat Sejarah ABRI. Nasution. 1958). Mereka direkrut dari pemuda dan dilatih serta kembali ke daerah asal masing-masing dan membaur dengan sesama rakyat pada zaman Pendudukan Militer Jepang. Meski demikian banyak karyanya tetapi pertautan dengan sipil toh juga tidak pernah dibahas secara memadai. Benar-benar militer berasal dari rakyat (Sihombing. Ini dilakukan berdasarkan historiografi yang ada sampai kini dengan pola-pola kuat setiap periode. PERKEMBANGAN. Disertasi. Sekitar Perang Kemerdekaan.O'G. heiho sangat akrab dengan penduduk sipil. 1962. Pemuda Indonesia menantang Fasisme Jepang. Perangkat lunak dari birokrasi sampai perangkat keras. Jejak Nasution diikuti oleh Nugroho Notosusanto. 1967. arah. Hubungan mereka masih sangat murni meski untuk kepentingan penguasa Jepang. Ia menjelaskan bahwa rekrutmen militer dan semi militer diambil dari para pemuda. Melihat perkembangan hubungan sipil-militer sampai kini perlu difahami historiografi dengan pola. Dari awal perlu dikorek karya A. DAN KECENDERUNGAN PERIODE AKSI. Ego-sentrismenya memang tinggi dengan pusat perhatian pada peran kelompok militer saja sebagaimana terlihat dalam karya besarnya (A. sebab kedudukan sipil sering dilupakan dan tidak diperhitungkan meski kedudukannya sebagai penyangga militer. Embrio hubungan sipil-militer digambarkan oleh Sihombing. The Pemuda Revolution: Indonesian Politics. Jakarta: Sinar Jaya. Indonesian Islam under the Japanese Occupation. Jakarta: Pembimbing. Sebenarnya hubungannya sudah berlaku sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda dan zaman Pendudukan Militer Jepang. yaitu senjata dan amunisi jelas dengan mudah menguasai sipil yang bukan tandingannya dan lagi tak bersenjata. H. Anggota peta. Memenuhi Panggilan Tugas.H. 1955. anggota masyarakat umumnya. The Hague: van Hoeve. Jakarta: Haji Masagung. 1942-1945. meski di sela-sela atau dalam masa pemerintahan itu terdapat interupsi-interupsi sistem pemerintahan. Demikian pula arah dan gejalanya juga akan tampak dalam setiap historiografi itu. 1982-1989). Benda The Crescent and the Rising Sun.H.J. Anderson.

karena medan joang ada di tengah masyarakat. 20. Kiranya sulit militer berjuang sendirian. Belanda dalam Perang Kemerdekaan I dan II. Jakarta: Leknas. "Civil-Military Relation in the Third World: Introductory Taxonomy" Prisma. Defence and Security. meski juga tidak salah karena fenomena sejarah memang membenarkan. Jakarta: Sinar Harapan. March 1981). ia menulis tentang Pemberontakan G 30 S PKI (Nugroho Notosusanto. tetap si "anak kembar" ini mulai memisahkan diri pada masa kedewasaannya.sebenarnya berdiri pada dua kaki karena ia juga seorang dosen Ilmu Sejarah Universitas Indonesia. Ia juga membahas secara konsepsional Dwifungsi ABRI sebagai wacana legitimasi fungsi rangkap ABRI (Nugroho Notosusanto. Pejuang dan Prajurit: Konsepsi dan Implementasi Dwifungsi ABRI. Meski benar apa yang dilakukan militer tetapi tidak tepat karena sipil mulai ditinggalkan dan bahkan tidak dipercaya. Kalau dari sini dijadikan starting pointnya maka sudah sewajarnya jika militer ada di jajaran paling depan dalam menghadapi semua rongrongan. Karir militernya makin menonjol semasa revolusi Fisik yang menghadapi Sekutu. Dari sini militer mulai menuntut jasa dan mulai menapak bagaimana kedudukan yang proporsional menurut kamus militer. Hal ini juga disebabkan oleh Kabinet Syahrir yang tidak percaya pada . 1978) dan Taufik Abdullah (Taufik Abdullah. Ia tidak dapat mengingkari dirinya karena ia juga anak rakyat. Dalam periode 1945-1949 historiografi sipil-militer lebih banyak ditandai oleh Ekafungsi yang taat azas untuk berjuang bersama sipil-militer. pada akhir periode ini militer mulai menempatkan diri pada posisi berkompetisi dengan sipil yang diwakili partai-partai politik. Tidak diragukan lagi bahwa TNI memang berprestasi besar dalam mempertahankan RI dari intervensi asing maupun infiltrasi domestik. Jakarta: Dephankam Pusjarah ABRI. Namun. The Coup Attemp of the September ini Indonesia. Konfidensi kelompok atau golongan makin membesar seperti yang dilukiskan Alfian (Alfian. Sebagai penanggung jawab dan sebagai Kepala Pusat Sejarah ABRI. dan juga perannya dalam menumpas Pemberontakan PKI/Madiun (1948). Namun waktu itu masyarakat dengan jelas memback up militer. Hubungan Sipil-Militer dan Dwifungsi ABRI. Si anak rakyat ini sudah mulai dewasa tetapi malahan makin menjauh dari ibu kandungnya. 1970). Konsekuensi sebagai pejuang-militer dituangkan dan pelestarian Dwifungsi ABRI (Nugroho Notosusanto. Hubungan sipil-militer makin renggang sebab militer menuju jati dirinya sendiri. Dari judulnya dapat diketahui bahwa pejuang dan prajurit berasal dari "satu bumi". Militer masa ini masih mengakui sebagai anak rakyat dan sehubungan prestasinya itu ia mulai menapak dan mengokohkan statusnya sebagai pembela negara dan pengawal keamanan. 1974). Jakarta: Dept. Hubungan Sipil-Militer. meski kemudian akan menjauh dari kandungan rakyat sipil. 1991). Untuk itu di masa kemudian fungsi rangkap dalam masyarakat dan pertahanan ini harus diformulasikan. Sebenarnya ia adalah seorang sastrawan yang dengan bahasa yang cair menceritakan perjuangannya dan perjuangan militer umumnya.

"The Political Role of the Army" dalam Wilson C."perwira bayaran" dan "perwira fasis". Sebaliknya. Di satu pihak sipil membuat divisi-divisi dalam militer dan menentang usaha-usaha militer membentuk standar profesional. Hubungan sipil-militer makin renggang dan tidak stabil. Karya Nasution di atas masih relevan untuk memperkuat posisi TNI sebagai pengawal keamanan. The Role of the Military in Underdeveloped Countries. Setelah penyerahan kedaulatan dari RIS ke Negara Kesatuan RI peran politik militer dibatasi.). N. Ithaca: Cornell University Press. 1962). memberi keyakinan pada militer bahwa mereka telah memenangkan "revolusi" atau "pemegang saham revolusi". Mengenai hal ini Pauker menyoroti meningkatnya peran militer (Guy Pauker. bahkan reputasinya dapat dibanggakan dalam menumpas PRRI/PERMESTA (1957/1958). selain berhasil menyelesaikan problem . Lewat TNI gerakan-gerakan itu dipadamkan. sedang militer sebenarnya mendukung upaya pembangunan demokrasi parlementer yang pada waktu yang bersamaan akan terbentuk profesionalisme militer yang otomatis terpisah dari aktifitas politik kepartaian. 1966). 1967). The Transition to Guided Democracy: Indonesian Politics. "Road to power" sebagaimana ditulis Sundhaussen mulai dilakukan (Ulf Sundhaussen. Kedudukan militer dikembalikan ke masa awal proklamasi dalam hubungan seimbang karena diberlakukannya UUDS 1950 yang menempatkan sipil di atas militer atau dengan kata lain militer ada di bawah sipil sebagai manifestasi demokrasi liberal Barat.Lev. 1957-1958. KSAD Jenderal Nasution mengusulkan untuk kembali ke UUD 1945 dan diterima oleh Presiden Sukarno dengan memberlakukan Demokrasi Terpimpin. 1945-1967. Kualalumpur: Oxford University Press.). 1967). Lev.J. Garrison and Governments: Politics and the Military in the New States. Rupanya pemerintah tidak tanggap terhadap keinginan militer yang ditandai keengganan parlemen untuk tidak dapat menerima standar profesional militer maka muncullah Peristiwa 17 Oktober 1952 sebagai tanda kekesalan militer. Kedudukan militer di negara baru yang beranjak makin mencari pijakan yang lebih kuat menjadi perhatian Lev (D. PERIODE AKOMODASI. 1949-1959 Periode ini RI diguncang oleh gangguan gerakan separatisme dan di sana-sini timbul gerakan lokal. Akhirnya. "The Role of the Military in Indonesia" dalam J. Presiden Sukarno tidak berdaya menghadapi permainan parlemen dan Konstituante yang dibentuk (1955) dan gagal menyusun konstitusi baru serta menyelesaikan kemelut politik. Road to Power: Indonesian Military Politics. San Fransisco: Chandler. dengan aksi gerilya militer setelah serangan ke ibukota Yogyakarta (19 Desember 1948). Selanjutnya Lev terus mengamati perubahan politik dari Demokrasi Liberal ke Terpimpin yang dalam banyak hal karena reposisi militer dalam menangkap masa depan (D. Johnson (ed. Inilah benih awal saling ketidakpercayaan antara elit sipil dan militer. Ini menjadi bukti bahwa militer sebagai penyelamat negara. Princeton University Press. Princeton. McWilliams (ed. Sebagaimana kelaziman di negara yang sedang berkembang militer mulai memposisikan dirinya dalam pemerintahan.

Masa depan tetap merupakan conditio sine qua non bagi militer. Dephankam mengeluarkan "surat perintah" Dwifungsi untuk jajaran militer yang juga harus dimengerti sipil (Dephankam. "Dwifungsi ABRI". militer makin "melek politik" karena diperkirakan bahwa dalam masa mendatang untuk massa aman politik akan lebih dominan. Preparasi dilakukan untuk menyongsong demokrasi yang mereka dukung meski pelaksanaannya lain dan bahkan sebaliknya. Hubungan Sipil-Militer dan Dwifungsi ABRI: Suatu Pembahasan Konsepsionil. Peranan ABRI dalam Politik. adalah apakah Dwifungsi akan dijadikan "harga mati" atau fleksibel terhadap perubahan Belveer Singh memberi jalan ke luar .B. Runtuhnya ekonomi menjadi umpan makin besarnya pengaruh PKI sehingga terjadi Pemberontakan G 30 S/PKI. Rusli Karim. Military-Civilian Relations in Southeast-Asia. Counteraction dari militer (AD) berlangsung cepat dan berhasil menyelamatkan negara dari ancaman komunisme. Ithaca: Cornell University Press.Simatupang. Demikian pula Rusli Karim menyatakan bahwa politiklah yang menjadi panglima untuk mendominasi pemerintahan (M. PERIODE DOMINASI. 1981). Singapore: Oxford University Press. The Army and Politics in Indonesia. Selanjutnya Presiden Sukarno tidak merengkuh partai oposan (termasuk Masyumi dan PSI) malahan merangkul PKI sebagai pengimbang militer. Simatupang. Namun.H. Crouch. 1962. Jakarta: Dephankam. Crouch menambahkan diperlukannya berbagai aspek yang mendukung hubungan sipil-militer (H. Laporan dari Banaran. Nugroho Notosusanto mengawali Dwifungsi dalam kaitannya dengan hubungan sipil-militer (Nugroho Notosusanto. "Indonesia" dalam Ahmad Zakaria dan H. seperti Hasnan Habibi. Yang sangat menarik mengenai ketahanan Dwifungsi dalam era perubahan. Prisma 20 Maret 1981). Anjakan ke Demokrasi Terpimpin. Prisma.regionalisme dan fundamentalisme. Sajidiman Surjohadiprojo. Dwifungsi ABRI: Peran ABRI sebagai Kekuatan Sosial Politik. Jakarta: Dephankam. aktor intelektualis mengingatkan bahwa peran mendatang ditentukan juga peran masa lalu (T. Nasution juga tak kalah terampilnya untuk memperkuat Dwifungsi ABRI yang selalu relevan dengan setiap situasi (A. yang termasuk kelompok elite militer. sebab tanpa menelusuri politik masa depan eksistensi militer menjadi kurang dominan. Subiyono. dll. 1974). 1993). Crouch (eds. 1985). Jakarta: Idayu. Djatikusumo. 1959-1965 Demokrasi terpimpin gagal menjalankan fungsinya karena lebih mengedepankan keterpimpinan daripada demokrasi yang lebih menunjukkan eksperimen sipil-otoritarian. "Bapak Militer Indonesia". 1988). juga "Reexamining the Role of the Idonesian Army: Historical Reflections and Future Perspectives". Subiyakto.). 12 Desember 1981). Di sini pula militer mengatur pemantapan pelaksanaan dan mengatur siasat Dwifungsi dan ia dilegitimasikan baik konseptual maupun aplikasinya.Crouch. Dari kalangan militer sendiri muncul banyak tulisan sebagai penguatan Dwifungsi. Crouch mengamati ambisi militer di bidang politik makin tampak (H. Nasution.

Jakarta: Gramedia. Memang benar bahwa Dwifungsi bukan hanya faktor pertahanan dan keamanan saja yang diemban tetapi juga faktor sosial dan politik. Hegemoni Tentara. Najib Azca. et. Dwifungsi makin memberi peluang militer untuk menjadi kekuatan dominan dalam masyarakat. TNI makin percaya diri untuk mandiri dengan bukti empirik sebagai domain aktor. Konsep "Jalan Tengah" (1958). London: Routledge. Hal ini segera dapat ditunjukkan dengan banyaknya jabatan sipil yang diganti oleh militer secara top down. Dwifungsi ABRI. Kepemimpinan ABRI tetap menjadi teladan generasi militer baru (Djoko Subroto. Djoko Subroto menatap masas depan ABRI dengan optimis sambil berbenah diri dalam menghadapi perubahan situasi. 1998).S.al. 1996). dari presiden sampai petite bureaucrat di pedesaan. ia makin ada di atas angin untuk merealisasikan Dwifungsi. Penuturan Jenkins membuktikan betapa kuatnya pemerintahan militer Suharto yang dikelilingi para jenderalnya (David Jenkins. Kepemimpinan ABRI dalam Sejarah dan Perjuangannya. Suharto and his . Jadi. Vatikiotis. Visi ABRI Menatap Masa Depan. A. Vatikiotis menyoroti pemerintahan Suharto yang melakukan pembangunan di bawah tekanan (Michael R. 1998). Di sini secara sistematis mengikat militer dalam posisi yang harus mendukung namun tanpa memberi input yang memadai dalam pengambilan keputusan. Sampai sekarang militer tetap mendukung keberlanjutan kekuasaan pemerintahan Orde Baru. 1966). Lebih-lebih setelah TNI AD berhasil menumpas Pemberontakan G 30 S/ PKI. 1997). dan Roekmini Koesoemo Astoeti menggarisbawahi Dwifungsi ABRI yang tetap memegang peran penting dalam kehidupan politik Indonesia (Soebijono. Sajidiman Surjohadiprodjo menengarai kepemimpinan ABRI yang sangat lekat dengan perjuangannya (Sajidiman Suryohasdiprodjo. Babak baru telah dilakukan oleh militer di panggung politik Indonesia yang diberi istilah oleh Najib Azca "dari dominasi ke hegemoni" (M. Demikian pula Soebijono. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. menyatakan bahwa AD menjalankannya tanpa mendominasi goplongan lain. 1965 . Yogyakarta: LKIS. Selanjutnya perbaikan ekonomi menempati prioritas utama yang memerlukan waktu 25 tahun di atas persoalan politik. Jakarta. Hidayat Mukmin. 1994).1998 Krisis ekonomi yang diikuti krisis politik mempercepat pergantian kekuasaan dari Presiden Sukarno ke Suharto. Dwifungsi ABRI. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. tetapi sekarang memberlakukan Dwifungsi yang berarti mengefektifkan militer sebagai alat pertahanan dan keamanan serta kekuatan sosial politik. periode ini memiliki pola pemantapan dwinfungsi sebagai conditio sine qua non kehidupan ABRI di masa depan jika tidak ingin kena supremasi sipil. PERIODE HEGEMONI. Jalan menuju kekuasaan yang telah dirintis makin dimantapkan dengan keberhasilan militer yang merasa self stadig ada di luar pemerintahan seperti yang dibuktikan Jenderal Sudirman dalam bergerilya sampai di pelosok pedesaan Jawa Timur selama enam bulan.J.S.dengan alternatif meski akhirnya tetap berpendapat bahwa Dwifungsi akan tetap relevan serta fungsional untuk jangka waktu yang lama (Belveer Singh. Indonesia Politics under Suharto. Tambunan.

Skripsi S1. UGM. Karena itu terdapat hubungan asimitris dan determinatif sebagai corak pretorianisme. dan krisis (John Bresnan. "Pengembangan Kepemimpinan Masa Depan" dalam Sofian Effendi. .1971. Jakarta: LP3ES. gubernur. Ithaca: Cornell University. yaitu nilai-nilai manusia dan kemanusiaan (A. Menurutnya. dan "Serangan Fajar". Karena penetrasi militer dalam lembaga-lembaga sipil dapat dikatakan mirip created warlords yang mengisi hampir semua jabatan strategis dalam pemerintahan Orde Baru. 1993).1995. Meski dominasi militer sendiri sudah kuat. Disadari oleh Hasnan Habib bahwa pembangunan nasional adalah pembangunan manusia. Hasnan Habib. Jakarta: Sinar Harapan. ABRI: Siasat Kebudayaan. 1996). dan Alwi Dahlan (eds). Managing Indonesia. Hegemoni ABRI tampaknya sudah berlangsung lama dan melembaga yang oleh Budi Susanto dikatakan membudaya (Budi Susanto SJ dan A. Jadi. Ekonomi dan Struktur Politik. 1987). Indonesia: The Rise of Capital. Made Tony Supriatma. Budi Irawanto. . Yogyakarta: Kanisius. Robison. Kajian Simiotik tentang Representasi Relasi Sipil-Militer dalam Film "Enam Jam di Yogya". Presiden. Keunggulan militer terhadap sipil direproduksi sebagai upaya pembenaran sejarah di satu pihak dan peminggiran sipil di pihak lain. New York: Columbia University Press. Leo Suryadinata memperkuat asumsi kolusi militer dan Golkar (Leo Suryadinata. Orde Baru 1966 . Selanjutnya Mochtar Mas'oed menambahkan bahwa bukan hanya masalah politik. "Janur Kuning". 1995). tiga buah film itu merupakan historiografi Orba yang melegitimasikan patriotisme kelompok militer. mengulas supremasi militer atas masyarakat sipil sebagaimana terdapat dalam Fil "Enam Jam di Yogya". dan "Serangan Fajar". "Janur Kuning". watak otoritarian dan totalitarian dari rezim Orde Baru bakal menghadapi tantangan yang tidak sederhana dalam waktu tiga tahun setelah skripsi ini diujikan (Budi Irwantono. 1984: Harold Crouch. Militer dan Golkar. 1945 . bupati. yaitu rezim otoriter-birokratik (Mochtar Mas'oed. tetapi ekonomi Orde Baru memberi peluang besar pada monopoli dan kapitalisme pada kelompok militer. Meski tujuan utamanya adalah sebagai hiburan masyarakat tetapi sebenarnya merupakan representasi hegemoni militer. 1989). 1993). camat. menteri-menteri. Dominasi militer ditunjukkan oleh banyaknya jabatan pemerintahan yang dipegang militer. Bresnan menangkap bahwa pembangunan ekonomi Indonesia ternyata juga tidak luput dari insiden. dirjen.1983. "Konstruksi Relasi Sipil Militer dalam Sinema Indonesia.Generals: Indonesian Military Politics 1975 . Karya Sarjana S1 Universitas Gadjah Mada. Akumulasi kapital ada pada kelompok bisnis militer (R. North Sydney: Allen & Unwin. malapetaka. tetapi sebagaimana dalam aplikasi Dwifungsi ABRI maka kolusi dengan Golkar untuk memenangkan dalam kompetisi dengan sipil harus didukung sepenuhnya. Jakarta: Sinar Harapan. sekjen. Format yang demikian jelas tidak demokratis dalam arti tidak memberi kesempatan bagi perkembangan posisi sipil dalam pemerintahan. Sjafri Sairin. Militer dan Politik di Indonesia. 1995).

Monash Papers on Southeast Asia. 1998). "Tantangan Dwifungsi ABRI". No. kekerasan. 1995). namun antara lain Rudini. Ini semua sudah semestinya dipakai sebagai bekal oleh Orde Reformasi agar pengalaman pahit yang menyebabkan hubungan sipil-militer yang tidak harmonis tidak terulang lagi. ABRI seharusnya mengarah pada proses demokrasi dan bersikap transparan sebagaimana harapan rakyat (Rudini. Soerjanto Poespowardojo. Dari para elite militer sebagian berpendapat bahwa mereduksi peran ABRI yang berarti meningkatkan peran sipil di atasnya adalah anutan di negara liberal Barat. Mereduksi implementasi Dwifungsi ABRI di satu pihak berarti menciptakan masyarakat madan (civil society) yang aman tanpa tekanan (Arief Budiman (ed. State and Civil Society in Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 1994). Hal ini menjadi bahan diskusi yang dibukukan oleh Th. Sumartana. lingkungan dan sejenisnya. dan militeristis yang mengakibatkan pelanggaran hak sipil. Strategi dan Agenda Reformasi. di Yogyakarta yang menghasilkan buku yang telah disunting oleh Loekman (Loekman Soetrisno et al. 1999). Jakarta: Gramedia. bukan hanya ABRI. 6. Masyarakat yang cenderung ekstrim menuntut bahwa ABRI harus back to barracks. Menuju Masyarakat Mada. A Nation in Waiting. Yogyakarta: P3PK. 1990). Itulah sebabnya Syamsuddin Haris dan Riza Sihbudi menegaskan bahwa diperlukan telaah terhadap penyimpangan Orde Baru (Syamsuddin Harris dan Riza Sihbudi (eds. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. et al (eds). dalam Selamat Ginting. ABRI dan Kekerasan. CATATAN KESIMPULAN .). 1992. Bandung: Mizan. Ada yang menuntut bahwa sudah saatnya ABRI secara bertahap menarik personilnya dari jabatan sipil dan DPR dan ada yang masih mempertahankan status quo. Sejalan dengan arus reformasi masyarakat sipil menggugat kekerasan yang dilakukan ABRI. ABRI dan Demokratisasi. Sistem politik yang ditekankan dari atas (imposed form above) dan cenderung mengasingkan (alenating) rakyat. Jakarta. Menelaah Kembali Format Orde Baru.1998 berfokus pada aplikasi Dwifungsi yang melebihi porsi sehingga terjadi sentralisasi kekuasaan.). demokrasi. (eds). pemerintahan otoriter. Periode 1965 . Hikam menguatkan bahwa rakyat mempunyai akses. Masyarakat sipil menanti lahirnya demokrasi baru Indonesia.Membangun Martabat Manusia. Strategi Kebudayaan. Akses Rakyat". 1990). tidak akan langgeng (AS Hikam. 22. masyarakat madani yang menjadi tujuan masyarakat sipil didiskusikan. Leonards: Allen & Unwin. Melihat keadaan akhir-akhir ini Adam Schwarz menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia melaksanakan proses demokratisasi dan sipilisasi (Adam Schwarz. Prisma. et al. 1997). Sumartana (Th. antara lain Rudini. St. 1993). Selanjutnya. Dominasi militer di wilayah sipil yang ditunjukkan dalam tindakan koersif bertentangan dengan pemulihan hak asasi dan proses demokratisasi. yang rasional dan tanggap terhadap perkembangan zaman. Gelombang pasang dari masyarakat sipil makin keras sejalan dengan tuntutan demokrasi maka di masyarakat timbul resistensi terhadap pemerintah yang otoriter.

Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik. Dengan berbagai argumentasi ABRI membenarkan Dwifungsi beserta implikasinya yang mengakibatkan pelanggaran hak sipil.1998 merupakan periode militer-otoritarian yang menciptakan warldordism guna melakukan total control terhadap sipil meski akhirnya membawa lengsernya pemerintahan Suharto. Pada periode berikutnya. dan sejahtera. 1. 3. ABRI sudah semestinya tanggap terhadap perubahan ke arah masyarakat madani yang sesuai dengan jiwa zaman yang dengan sendirinya mengurangi campur tangannya secara gradual terhadap hak-hak sipil. Dengan kata lain proses demokratisasi untuk menciptakan masyarakat madani terhalang.1998 akhirnya dapat ditarik beberapa kesimpulan. Masyarakat sipil perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna menyongsong masyarakat demokratis.1959. Periode 1965 . Fenomena historis menguatkan posisi TNI untuk mendominasi sipil. Pola historiografi sipil-militer memiliki fokus sesuai dengan tekanan dan jiwa zaman yang berlaku waktu itu. Realisasinya sedang ditunggu oleh masyarakat. * Makalah disampaikan dalam Seminar Nasional "Mencari Format Baru Hubungan Sipil-Militer di Indonesia" yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Politik. Kecenderungan historiografi dapat dilihat dari hubungan sipil-militer yang mula-mula seimbang tetapi dalam perjalanan sejarahnya menjadi berat sebelah pada posisi militer yang dominan. Periode 1959 .End of forwarded message from John A MacDougall ----- .Menelusuri hubungan sipil-militer selama kurun waktu 1945 . adil. aman. Tentunya pelaksanaan sangat fleksibel. TNI mulai mencari jalan untuk melegitimasi prestasi di bidang pertahanan dan keamanan. 1949 .1965 TNI mengkongkretkan legitimasi Dwifungsi. ----. Universitas Indonesia. tanggal 24-25 Mei 1999. Hubungan sipil-militer perlu difahami bersama dan saling mengerti posisi masing-masing merupakan prasyarat utama terciptanya negara demokratis. Kompetisi sipil dan militer mulai tampak dalam panggung politik Indonesia. Reformasi terus bergulir untuk menghapus faktor dominan ABRI agar memulihkan hak sipil dan ABRI kembali pada posisi pertahanan dan keamanan minus sosial politik. 2. timbul resistensi yang diperkuat dengan keberhasilan gerakan reformasi menjatuhkan Orde Baru pemerintahan Presiden Suharto pada tanggal 21 Mei 1998. Dalam periode 1945 1949 berlangsung hubungan ekual dan beranjak berubah. yaitu secara gradual dan melihat situasi dan kondisi yang kondusif terhadap perubahan yang diinginkan bersama agar tercipta masyarakat madani. Oleh karena itu.

Orde baru lahir sebagai upaya untuk : .Mengoreksi total penyimpangan yang dilakukan pada masa Orde Lama.KAPPI. . Reaksi keras dan meluas dari masyarakat yang mengutuk peristiwa pembunuhan besar-besaran yang dilakukan oleh PKI. 8.KAPI. Wibawa dan kekuasaan presiden Sukarno semakin menurun setelah upaya untuk mengadili tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 tidak berhasil dilakukan meskipun telah dibentuk Mahkamah Militer Luar Biasa(Mahmilub). 3. Keadaan politik dan keamanan negara menjadi kacau karena peristiwa Gerakan 30 September 1965 ditambah adanya konflik di angkatan darat yang sudah berlangsung lama.Penataan kembali seluruh aspek kehidupan rakyat. Latar belakang lahirnya Orde Baru : 1. dan negara Indonesia.Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Upaya menuju pemerintahan Orde Baru : . Upaya reshuffle kabinet Dwikora pada 21 Februari 1966 dan Pembentukan Kabinet Seratus Menteri tidak juga memuaskan rakyat sebab rakyat menganggap di kabinet tersebut duduk tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965.Menyusun kembali kekuatan bangsa untuk menumbuhkan stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan bangsa. Kesatuan aksi (KAMI. .dsb) yang ada di masyarakat bergabung membentuk Kesatuan Aksi berupa “Front Pancasila” yang selanjutnya lebih dikenal dengan “Angkatan 66” untuk menghacurkan tokoh yang terlibat dalam Gerakan 30 September 1965. LATAR BELAKANG LAHIRNYA ORDE BARU Orde baru merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk memisahkan antara kekuasaan masa Sukarno(Orde Lama) dengan masa Suharto. 2. Keadaan perekonomian semakin memburuk dimana inflasi mencapai 600% sedangkan upaya pemerintah melakukan devaluasi rupiah dan kenaikan harga bahan bakar menyebabkan timbulnya keresahan masyarakat. 5. 4. Sebagai masa yang menandai sebuah masa baru setelah pemberontakan PKI tahun 1965. 7. Rakyat melakukan demonstrasi menuntut agar PKI berserta Organisasi Masanya dibubarkan serta tokoh-tokohnya diadili. . 6. Sidang Paripurna kabinet dalam rangka mencari solusi dari masalah yang sedang bergejolak tak juga berhasil.KASI. Maka Presiden mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret 1966 (SUPERSEMAR) yang ditujukan bagi Letjen Suharto guna mengambil langkah yang dianggap perlu untuk mengatasi keadaan negara yang semakin kacau dan sulit dikendalikan. Kesatuan Aksi “Front Pancasila” pada 10 Januari 1966 di depan gedung DPR-GR mengajukan tuntutan”TRITURA”(Tri Tuntutan Rakyat) yang berisi : 1) Pembubaran PKI berserta Organisasi Massanya 2) Pembersihan Kabinet Dwikora 3) Penurunan Harga-harga barang. bangsa. Terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965.I. 9.

Legislatif) tetapi itupun tidak diperhatikan/diabaikan. *12 Maret 1967 Jendral Suharto dilantik sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia. *Konflik Dualisme inilah yang membawa Suharto mencapai puncak kekuasaannya karena akhirnya Sukarno mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Suharto. PENATAAN POLITIK DALAM NEGERI . XXXIII/1967 MPRS mencabut kekuasaan pemerintahan negara dan menarik kembali mandat MPRS dari Presiden Sukarno .Yudikatif. Pelaksanaan Orde Baru : ---Awalnya kehidupan demokrasi di Indonesia menunjukkan kemajuan. Dengan Tap MPRS No. *Munculnya konflik dualisme kepemimpinan nasional di Indonesia. II. ---Perkembangannya. Hal ini disebabkan karena saat itu Soekarno masih berkuasa sebagai presiden sementara Soeharto menjadi pelaksana pemerintahan. ---Untuk menjalankan Demokrasi Pancasila maka Indonesia memutuskan untuk menganut sistem pemerintahan berdasarkan Trias Politika(dimana terdapat tiga pemisahan kekuasaan di pemerintahan yaitu Eksekutif. Langkah yang diambil pemerintah untuk penataan kehidupan Politik : A. MPRS menyelenggarakan sidang istimewa untuk mengukuhkan pengunduran diri Presiden Sukarno dan mengangkat Suharto sebagai pejabat Presiden RI. *Pada Sidang Umum bulan Maret 1968 MPRS mengangkat Jendral Suharto sebagai Presiden Republik Indonesia. *Pada tanggal 23 Februari 1967.*Setelah dikelurkan Supersemar maka mulailah dilakukan penataan pada kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Melaksanakan Pemilu secara teratur serta penataan pada lembaga-lembaga negara. *Dikeluarkannya Supersemar berdampak semakin besarnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah karena Suharto berhasil memulihkan keamanan dan membubarkan PKI. kehidupan demokrasi di Indonesia tidak berbeda dengan masa Demokrasi Terpimpin. Menyusun kembali kekuatan bangsa menuju stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan menuju masyarakat adil dan makmur. Penataan dilakukan di dalam lingkungan lembaga tertinggi negara dan pemerintahan. KEHIDUPAN POLITIK MASA ORDE BARU Upaya untuk melaksanakan Orde Baru : Melakukan pembaharuan menuju perubahan seluruh tatanan kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. Menetapkan Demokrasi Pancasila guna melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Orde Lama dan dimulainya kekuasaan Orde Baru.

.Partai Demokrasi Indonesia (PDI).Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan fusi dari NU. Pembubaran PKI dan Organisasi masanya Suharto sebagai pengemban Supersemar guna menjamin keamanan. dan Partai Islam Perti yang dilakukan pada tanggal 5 Januari 1973 (kelompok partai politik Islam) . Hal ini disebabkan muncul keraguan bahwa mereka tidak hendak membantu presiden untuk memulihkan keamanan dan ketertiban. Melaksanakan pemilihan Umum dalam batas waktu yakni 5 Juli 1968. Partai . + Dikeluarkan pula keputusan yang menyatakan bahwa PKI sebagai organisasi terlarang di Indonesia. 2. 4. 1. Selanjutnya setelah sidang MPRS tahun 1968 menetapkan Suharto sebagai presiden untuk masa jabatan 5 tahun maka dibentuklah kabinet yang baru dengan nama Kabinet Pembangunan dengan tugasnya yang disebut dengan Pancakrida. ketenangan. 3. IX Tahun 1966. Melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif untuk kepentingan nasional. Melanjutkan perjuangan anti imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya. Sehingga pelaksanaannya kepartaian tidak lagi didasarkan pada ideologi tetapi atas persamaan program. Partai Katolik. PSII. 3. Program Kabinet AMPERA yang disebut Catur Karya Kabinet AMPERA adalah sebagai berikut. + Pada tanggal 8 Maret 1966 dilakukan pengamanan 15 orang menteri yang dianggap terlibat Gerakan 30 September 1965. Parmusi. Penggabungan tersebut menghasilkan tiga kekuatan sosial-politik. yaitu : .1. Penyederhanaan dan Pengelompokan Partai Politik Setelah pemilu 1971 maka dilakukan penyederhanakan jumlah partai tetapi bukan berarti menghapuskan partai tertentu sehingga dilakukan penggabungan (fusi) sejumlah partai. 2. Memperbaiki kehidupan rakyat terutama di bidang sandang dan pangan. Pembentukan Kabinet Pembangunan Kabinet awal pada masa peralihan kekuasaan (28 Juli 1966) adalah Kabinet AMPERA dengan tugas yang dikenal dengan nama Dwi Darma Kabinet Ampera yaitu untuk menciptakan stabilitas politik dan ekonomi sebagai persyaratan untuk melaksanakan pembangunan nasional. merupakan fusi dari PNI. yang meliputi : _-_Penciptaan stabilitas politik dan ekonomi _-_Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Pembangunan Lima Tahun Tahap pertama _-_Pelaksanaan Pemilihan Umum _-_Pengikisan habis sisa-sisa Gerakan 3o September _-_Pembersihan aparatur negara di pusat pemerintahan dan daerah dari pengaruh PKI. serta kestabilan jalannya pemerintahan maka melakukan : + Pembubaran PKI pada tanggal 12 Maret 1966 yang diperkuat dengan dikukuhkannya Ketetapan MPRS No.

5) Pemilu 1992 Pemilu tahun 1992 diselenggarakan pada tanggal 9 Juni 1992 menunjukkan perubahan yang cukup mengagetkan. . Pemilihan Umum Selama masa Orde Baru telah berhasil melaksanakan pemilihan umum sebanyak enam kali yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. sedangkan PPP memperoleh 62 kursi dan PDI meningkat menjadi 56 kursi. Partai Murba dan Partai IPKI (tak satu kursipun). Partai Kristen Indonesia (7 kursi). dan Parkindo (kelompok partai politik yang bersifat nasionalis). 4) Pemilu 1987 Pemilu tahun 1987 dilaksanakan pada tanggal 23 April 1987. Partai Nasional Indonesia (20 kursi). 1982. Hasil dari Pemilu 1987 adalah: _ PPP memperoleh 61 kursi mengalami pengurangan 33 kursi dibanding dengan pemilu 1982 hal ini dikarenakan adanya larangan penggunaan asas Islam (pemerintah mewajibkan hanya ada satu asas tunggal yaitu Pancasila) dan diubahnya lambang partai dari kabah menjadi bintang. . 1987. Golkar berhasil memperoleh tambahan 10 kursi sementara PPP dan PDI kehilangan 5 kursi.558.776pemilih untuk memilih 460 orang anggota DPR dimana 360 orang anggota dipilih dan 100 orang diangkat. .Pejabat negara harus bersikap netral berbeda dengan pemilu 1955 dimana para pejabat negara termasuk perdana menteri yang berasal dari partai peserta pemilu dapat ikut menjadi calon partai secara formal.Pemilu 1971 diikuti oleh 58. Hasilnya perolehan suara Golkar secara nasional meningkat. Golkar gagal memperoleh kemenangan di Aceh tetapi di Jakarta dan Kalimantan Selatan Golkar berhasil merebut kemenangan dari PPP. dan 1997.Organisasai politik yang dapat ikut pemilu adalah parpol yang pada saat pemilu sudah ada dan diakui mempunyai wakil di DPR/DPRD.Golongan Karya (Golkar) 4. Partai Islam Perti (2 kursi). Hasil dari Pemilu 1977 yang diikuti oleh 3 kontestan menghasilkan 232 kursi untuk Golkar.3 tahun 1975 yang mengatur mengenai penyederhanaan jumlah partai sehingga ditetapkan bahwa terdapat 2 partai politik (PPP dan PDI) serta Golkar. Partai Katolik (3 kursi). Partai Muslimin Indonesia (24 kusi). 2) Pemilu 1977 Sebelum dilaksanakan Pemilu 1977 pemerintah bersama DPR mengeluarkan UU No.Murba. . 99 kursi untuk PPP dan 29 kursi untuk PDI. 3) Pemilu 1982 Pelaksanaan Pemilu ketiga pada tanggal 4 Mei 1982. _ Sementara Golkar memperoleh tambahan 53 kursi sehingga menjadi 299 kursi. IPKI. yaitu: tahun 1971. 1) Pemilu 1971 .Diikuti oleh 10 organisasi peserta pemilu yaitu Partai Golongan Karya (236 kursi). Hasilnya perolehan Golkar menurun dari 299 kursi menjadi 282 kursi. 1992. Partai Nahdlatul Ulama (58 kursi). 1977. _ PDI memperoleh kenaikan 40 kursi karena PDI berhasil membentuk DPP PDI sebagai hasil kongres tahun 1986 oleh Menteri Dalam Negeri Soepardjo Rustam. .

Apalagi pemilu itu berlangsung secara tertib dan dijiwai oleh asas LUBER(Langsung. setiap Pertangungjawaban. PDI mengalami kemerosotan perolehan suara karena hanya mendapat 11 kursi di DPR. Hasilnya: Golkar memperoleh suara mayoritas perolehan suara mencapai 74. 6.6) Pemilu 1997 Pemilu keenam dilaksanakan pada 29 Mei 1997. Pertimbangan pengangkatannya didasarkan pada fungsi stabilisator dan dinamisator. Peran Ganda ABRI Guna menciptakan stabilitas politik maka pemerintah menempatkan peran ganda bagi ABRI yaitu sebagai peran hankam dan sosial. Hal ini tampak dengan adanya himbauan pemerintah pada tahun 1985 kepada semua organisasi untuk menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal. Rancangan Undang-undang. dan usulan lainnya dari pemerintah selalu mendapat persetujuan dari MPR dan DPR tanpa catatan. Pelaksanaan Penataran P4 tersebut menunjukkan bahwa Pancasila telah dimanfaatkan oleh pemerintahan Orde Baru. Kemenangan Golkar yang selalu mendominasi tersebut sangat menguntungkan pemerintah dimana terjadi perimbangan suara di MPR dan DPR. Perimbangan tersebut memungkinkan Suharto menjadi Presiden Republik Indonesia selama enam periode pemilihan. PPP mengalami peningkatan perolehan suara sebesar 5. .43 % dengan perolehan kursi 27 kursi. Umum. Penataran P4 merupakan suatu bentuk indoktrinasi ideologi sehingga Pancasila menjadi bagian dari sistem kepribadian. Selain itu. Hal ini disebabkan karena adanya konflik internal dan terpecah antara PDI Soerjadi dan PDI Megawati Soekarno Putri. Guna mendukung program Orde baru yaitu Pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen maka sejak tahun 1978 diselenggarakan penataran P4 secara menyeluruh pada semua lapisan masyarakat. Kenyataannya pemilu diarahkan pada kemenangan peserta tertentu yaitu Golongan Karya (Golkar) yang selalu mencolok sejak pemilu 1971-1997.51 % dengan perolehan kursi 325 kursi. Pemasyarakatan P4 Pada tanggal 12 April 1976. Sehingga peran ABRI dikenal dengan Dwifungsi ABRI. Bebas. Gagasan tersebut selanjutnya ditetapkan sebagai Ketetapan MPR dalam sidang umum tahun 1978 mengenai “Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila” atau biasa dikenal sebagai P4. dan Rahasia). dan sistem sosial masyarakat Indonesia. sistem budaya. Presiden Suharto mengemukakan gagasan mengenai pedoman untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila yaitu gagasan Ekaprasetia Pancakarsa. Kedudukan TNI dan Polri dalam pemerintahan adalah sama di lembaga MPR/DPR dan DPRD mereka mendapat jatah kursi dengan pengangkatan. Melalui penegasan tersebut maka opini rakyat akan mengarah pada dukungan yang kuat terhadap pemerintah Orde Baru. Tujuan dari penataran P4 adalah membentuk pemahaman yang sama mengenai demokrasi Pancasila sehingga dengan pemahaman yang sama diharapkan persatuan dan kesatuan nasional akan terbentuk dan terpelihara. Peran ini dilandasi dengan adanya pemikiran bahwa TNI adalah tentara pejuang dan pejuang tentara. Penyelenggaraan Pemilu yang teratur selama Orde Baru menimbulkan kesan bahwa demokrasi di Indonesia sudah tercipta. 5.

Untuk itu maka MPR mengeluarkan sejumlah ketetapan yang menjadi landasan politik luar negeri Indonesia.7. serta keadilan. Kembalinya Indonesia menjadi anggota PBB dilanjutkan dengan tindakan pemulihan hubungan dengan sejumlah negara seperti India. Akhirnya pemerintah Singapurapun menyampikan nota jawaban kesediaan untuk mengadakan hubungan diplomatik. Thailand. #Peresmian persetujuan pemulihan hubungan Indonesia-Malaysia oleh Adam Malik . Filipina. Pemerintah Indonesia menyampikan nota pengakuan terhadap Republik Singapura pada tanggal 2 Juni 1966 yang disampikan pada Perdana Menteri Lee Kuan Yew. Australia. Pada tanggal 3 Juni 1966 akhirnya disepakati bahwa Indonesia harus kembali menjadi anggota PBB dan badan-badan internasional lainnya dalam rangka menjawab kepentingan nasional yang semakin mendesak. Kembalinya Indonesia mendapat sambutan baik dari sejumlah negara Asia bahkan dari pihak PBB sendiri hal ini ditunjukkan dengan ditunjuknya Adam Malik sebagai Ketua Majelis Umum PBB untuk masa sidang tahun 1974. kebenaran. seperti permbangunan nasional. PENATAAN POLITIK LUAR NEGERI Pada masa Orde Baru. kemakmuran rakyat. Tindakan permusuhan antara kedua belah pihak akan dihentikan. politik luar negeri Indonesia diupayakan kembali kepada jalurnya yaitu politik luar negeri yang bebas aktif. Keputusan untuk kembali ini dikarenakan Indonesia sadar bahwa ada banyak manfaat yang diperoleh Indonesia selama menjadi anggota PBB pada tahun 1950-1964. 2) Normalisasi hubungan dengan beberapa negara (1) Pemulihan hubungan dengan Singapura Sebelum pemulihan hubungan dengan Malaysia Indonesia telah memulihkan hubungan dengan Singapura dengan perantaraan Habibur Rachman (Dubes Pakistan untuk Myanmar). yang berisi: #Rakyat Sabah diberi kesempatan menegaskan kembali keputusan yang telah mereka ambil mengenai kedudukan mereka dalam Federasi Malaysia. dan sejumlah negara lainnya yang sempat remggang akibat politik konfrontasi Orde Lama. Indonesia secara resmi akhirnya kembali menjadi anggota PBB sejak tanggal 28 Desember 1966. (2) Pemulihan hubungan dengan Malaysia Normalisasi hubungan Indonesia dan Malaysia dimulai dengan diadakan perundingan di Bangkok pada 29 Mei-1 Juni 1966 yang menghasilkan perjanjian Bangkok. Dimana politik luar negeri Indonesia harus berdasarkan kepentingan nasional. #Pemerintah kedua belah pihak menyetujui pemulihan hubungan diplomatik. B. 1) Kembali menjadi anggota PBB Indonesia kembali menjadi anggota PBB dikarenakan adanya desakan dari komisi bidang pertahanan keamanan dan luar negeri DPR GR terhadap pemerintah Indonesia. Mengadakan Penentuan Pendapat Rakyat (Perpera) di Irian Barat dengan disaksikan oleh wakil PBB pada tanggal 2 Agustus 1969.

1. mensejahterakan rakyat dan memperluas kesempatan kerja. Muncul peristiwa Marali (Malapetaka Limabelas Januari) terjadi pada tanggal 15-16 Januari 1947 bertepatan dengan kedatangan PM Jepang Tanaka ke Indonesia. Perbaikan prasarana. 2. pada permulaan Orde Baru program pemerintah berorientasi pada usaha penyelamatan ekonomi nasional terutama pada usaha mengendalikan tingkat inflasi. Oleh karena itu pemerintah menempuh cara sebagai berikut. perumahan rakyat. .. yaitu : 1.dan Tun Abdul Razak dilakukan di Jakarta tanggal 11 agustus 1966 dan ditandatangani persetujuan Jakarta (Jakarta Accord). Sasaran utamanya adalah tersedianya pangan. Tujuan Pelita I : Untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya. Pembangunan Nasional Pelaksanaannya pembangunan nasional dilakukan secara bertahap yaitu. Pada awal pemerintahan Orde Baru laju inflasi mencapai 60% dan pada akhir Pelita I laju inflasi turun menjadi 47%.5%. Selama masa Orde Baru terdapat 6 Pelita. Sandang. Kerja Sama Luar Negeri 3. Sehingga. Titik Berat Pelita I : Pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian. sandang. penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Terjadilah pengrusakan dan pembakaran barang-barang buatan Jepang. Hal itu menjadi penyebab kurang lancarnya program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah. Pelita I Dilaksanakan pada 1 April 1969 hingga 31 Maret 1974 yang menjadi landasan awal pembangunan Orde Baru. perluasan lapangan kerja. Peristiwa ini merupakan kelanjutan demonstrasi para mahasiswa yang menuntut Jepang agar tidak melakukan dominasi ekonomi di Indonesia sebab produk barang Jepang terlalu banyak beredar di Indonesia. 1) Jangka panjang mencakup periode 25 sampai 30 tahun 2) Jangka pendek mencakup periode 5 tahun (Pelita/Pembangunan Lima Tahun). karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian. Pelita II Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1974 hingga 31 Maret 1979. III. merupakan jabaran lebih rinci dari pembangunan jangka panjang sehingga tiap pelita akan selalu saling berkaitan/berkesinambungan. Tindakan pemerintah ini dilakukan karena adanya kenaikan harga pada awal tahun 1966 yang menunjukkan tingkat inflasi kurang lebih 650 % setahun. inflasi turun menjadi 9. Pelaksanaan Pelita II cukup berhasil pertumbuhan ekonomi rata-rata mencapai 7% per tahun. Stabilisasi dan Rehabilitasi Ekonomi 2. Sasaran Pelita I : Pangan. dan kesejahteraan rohani. Hal ini dilanjutkan dengan penempatan perwakilan pemerintahan di masing-masing negara. KEHIDUPAN EKONOMI MASA ORDE BARU Pada masa Demokrasi Terpimpin.perumahan. negara bersama aparat ekonominya mendominasi seluruh kegiatan ekonomi sehingga mematikan potensi dan kreasi unit-unit ekonomi swasta. sarana dan prasarana. Selanjutnya pada tahun keempat Pelita II.

. Titik beratnya pada sektor pertanian dan industri. Titik beratnya adalah sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri sendiri. yaitu: \Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat. KONDISI EKONOMI INDONESIA PADA AWAL MASA ORDE BARU Di awal Orde Baru. Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak utama pembangunan. Indonesia memiki kondisi ekonomi yang cukup baik dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6. Terjadi resesi pada awal tahun 1980 yang berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. 650% setahun.8 % per tahun. Pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. 6. Pelita V Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1989 hingga 31 Maret 1994. dan perumahan. Titik beratnya masih pada pembangunan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. \Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan. Pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan moneter dan fiskal sehingga kelangsungan pembangunan ekonomi dapat dipertahankan. 4. Kondisi ekonomi Indonesia ketika Pak Harto pertama memerintah adalah keadaan ekonomi dengan inflasi sangat tinggi.3. 5. khususnya sandang. Pelita IV Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1984 hingga 31 Maret 1989. pangan. Pelita III pembangunan masih berdasarkan pada Trilogi Pembangunan dengan penekanan lebih menonjol pada segi pemerataan yang dikenal dengan Delapan Jalur Pemerataan. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian menyebabkan rezim Orde Baru runtuh. Peningkatan ekspor lebih baik dibanding sebelumnya. Suharto berusaha keras membenahi ekonomi Indonesia yang terpuruk. Pelita VI Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1994 hingga 31 Maret 1999. \Pemerataan pembagian pendapatan \Pemerataan kesempatan kerja \Pemerataan kesempatan berusaha \Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan kaum perempuan \Pemerataan penyebaran pembagunan di seluruh wilayah tanah air \Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan. mantan menteri pada pemerintahan Suharto. dan berhasil untuk beberapa lama. Posisi perdagangan luar negeri memperlihatkan gambaran yang menggembirakan. Pelita III Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1979 hingga 31 Maret 1984.” kata Emil Salim.

adalah mengendalikan inflasi dari 650% menjadi di bawah 15% dalam waktu hanya dua tahun. Mendobrak kemacetan ekonomi dan memperbaiki sektor-sektor yang menyebabkan kemacetan. 2. Inilah yang sejak awal dipertanyakan oleh Kwik Kian Gie. seperti : a. Liberalisasi perdagangan dan investasi kemudian dibuka selebarnya. Rendahnya penerimaan Negara b. menertibkan sektor perbankan. Menurut Emil Salim. pendahulunya. 1. Berorientasi pada kepentingan produsen kecil. yang bisa dikatakan berhasil. Ini dia lakukan dengan menertibkan anggaran. Pelita berlangsung dari Pelita I-Pelita VI. 1. Terlalu banyak dan tidak produktifnya ekspansi kredit bank d. mengembalikan ekonomi pasar. Suharto membuat kebijakan yang berbeda jauh dengan kebijakan Sukarno. Debirokratisasi untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Lalu Kabinet AMPERA membuat kebijakan mengacu pada Tap MPRS tersebut adalah sebagai berikut. yang menilai kebijakan ekonomi Suharto membuat Indonesia terikat pada kekuatan modal asing. Untuk melaksanakan langkah-langkah penyelamatan tersebut maka ditempuh cara: 1. 1. dan merangkul negara-negara barat untuk menarik modal.Orang yang dulu dikenal sebagai salah seorang Emil Salim penasehat ekonomi presiden menambahkan langkah pertama yang diambil Suharto. Tinggi dan tidak efisiennya pengeluaran Negara c. Mengadakan operasi pajak 2. Setelah itu di keluarkan ketetapan MPRS No. Suharto menerapkan cara militer dalam menangani masalah ekonomi yang dihadapi Indonesia. Terlalu banyak tunggakan hutang luar negeri penggunaan devisa bagi impor yang sering kurang berorientasi pada kebutuhan prasarana.XXIII/MPRS/1966 tentang Pembaruan Kebijakan ekonomi. keuangan dan pembangunan. Pemerintah lalu melakukan Pola Umum Pembangunan Jangka Panjang (25-30 tahun) dilakukan secara periodik lima tahunan yang disebut Pelita(Pembangunan Lima Tahun) yang dengan melibatkan para teknokrat dari Universitas Indonesia. Untuk menekan inflasi yang begitu tinggi. Pelita I (1 April 1969 – 31 Maret 1974) . 1. dia berhasil memperoleh pinjaman dari negara-negara Barat dan lembaga keuangan seperti IMF dan Bank Dunia. memperhatikan sektor ekonomi. yaitu dengan mencanangkan sasaran yang tegas. Cara pemungutan pajak baru bagi pendapatan perorangan dan kekayaan dengan menghitung pajak sendiri dan menghitung pajak orang.

Isi Trilogi Pembagunan adalah sebagai berikut. • Tujuan Pelita I : Untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya. Arah dan kebijaksanaan ekonominya adalah pembangunan pada segala bidang. . Pedoman pembangunan nasionalnya adalah Trilogi Pembangunan dan Delapan Jalur Pemerataan. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. 3. perumahan rakyat. Pelita II berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata penduduk 7% setahun. Sandang. 2. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. 3. Peristiwa ini merupakan kelanjutan demonstrasi para mahasiswa yang menuntut Jepang agar tidak melakukan dominasi ekonomi di Indonesia sebab produk barang Jepang terlalu banyak beredar di Indonesia. 1. Pelita II (1 April 1974 – 31 Maret 1979) Sasaran yang hendak di capai pada masa ini adalah pangan. Perbaikan dalam hal irigasi. Terjadilah pengrusakan dan pembakaran barang-barang buatan Jepang. mensejahterakan rakyat. Lalu banyak jalan dan jembatan yang di rehabilitasi dan di bangun. 2. Pelita III (1 April 1979 – 31 Maret 1984) Pelita III lebih menekankan pada Trilogi Pembangunan yang bertujuan terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Di bidang industri juga terjadi kenaikna produksi. perluasan lapangan kerja. sarana dan prasarana. Inti dari kedua pedoman tersebut adalah kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat dalam suasana politik dan ekonomi yang stabil. dan kesejahteraan rohani. • Sasaran Pelita I : Pangan. Muncul peristiwa Marali (Malapetaka Limabelas Januari) terjadi pada tanggal 15-16 Januari 1947 bertepatan dengan kedatangan PM Jepang Tanaka ke Indonesia.Dilaksanakan pada 1 April 1969 hingga 31 Maret 1974 yang menjadi landasan awal pembangunan Orde Baru. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. sandang. karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian. 1. perumahan. dan memperluas lapangan kerja . Perbaikan prasarana. • Titik Berat Pelita I : Pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian. 1.

hal ini merupakan prestasi besar bagi Indonesia. 5. Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak utama pembangunan. Pelita IV (1 April 1984 – 31 Maret 1989) Pada Pelita IV lebih dititik beratkan pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan ondustri yang dapat menghasilkan mesin industri itu sendiri. Pelita V adalah akhir dari pola pembangunan jangka panjang tahap pertama. Pelita VI (1 April 1994 – 31 Maret 1999) Titik beratnya masih pada pembangunan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. . Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian menyebabkan rezim Orde Baru runtuh. yaitu dengan mengadakan Pelita VI yang di harapkan akan mulai memasuki proses tinggal landas Indonesia untuk memacu pembangunan dengan kekuatan sendiri demi menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.6 miliar pada tahun 1980. Disamping itu Suharto sejak tahun 1970-an juga menggenjot penambangan minyak dan pertambangan. Dengan kebijakan itu. pada Pelita IV juga dilakukan Program KB dan Rumah untuk keluarga. kesuksesan ini mendapatkan penghargaan dari FAO(Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia) pada tahun 1985. 1. sehingga pemasukan negara dari migas meningkat dari $0. Indonesia di bawah Orde Baru. dilatari pengalaman masa Orde Lama ketika politik multi partai menyebabkan energi terkuras untuk bertikai. 6. Hasil-nya Indonesia berhasil swasembada beras.6 miliar pada tahun 1973 menjadi $10. Puncaknya adalah penghasilan dari migas yang memiliki nilai sama dengan 80% ekspor Indonesia. Pelita V (1 April 1989 – 31 Maret 1994) Pada Pelita V ini. bisa dihitung sebagai kasus sukses pembangunan ekonomi.1.8 ton. Pada tahun 1984 Indonesia berhasil memproduksi beras sebanyak 25. Hasil yang dicapai pada Pelita IV antara lain swasembada pangan. 1. Lalu dilanjutkan pembangunan jangka panjang ke dua. Gaya kepemimpinan tegas seperti yang dijalankan Suharto pada masa Orde Baru oleh Kwik Kian Gie diakui memang dibutuhkan untuk membenahi perekonomian Indonesia yang berantakan di akhir tahun 1960. Pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negaranegara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Keberhasilan Pak Harto membenahi bidang ekonomi sehingga Indonesia mampu berswasembada pangan pada tahun 1980-an diawali dengan pembenahan di bidang politik. Kebijakan perampingan partai dan penerapan azas tunggal ditempuh pemerintah Orde Baru. 4. Selain swasembada pangan. lebih menitik beratkan pada sektor pertanian dan industri untuk memantapakan swasembada pangan dan meningkatkan produksi pertanian lainnya serta menghasilkan barang ekspor.

Indonesia dilanda krisis ekonomi yang sulit di atasi pada akhir tahun 1997.. Terciptalah kelompok yang terpinggirkan (Marginalisasi sosial). dan Irian. antar golongan pekerjaan.. Kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber daya alam. semua kekuatan yang berseberangan dengan Orde Baru kemudian tidak diberi tempat. Namun Pelita VI yang diharapkan menjadi proses lepas landas Indonesia ke yang lebih baik lagi. antar kelompok dalam masyarakat terasa semakin tajam. 2. Indonesia mengubah status dari negara pengimpor beras terbesar menjadi bangsa yang memenuhi kebutuhan beras sendiri (swasembada beras). Kondisi Ekonomi Indonesia Pada Akhir Masa Orde Baru Pelita VI (1 April 1994 – 31 Maret 1999) Pada masa ini pemerintah lebih menitikberatkan pada sektor bidang ekonomi. Pelita VI pun kandas di tengah jalan. Faktor inilah yang selantunya ikut menjadi penyebab terpuruknya perekonomian nasional Indonesia menjelang akhir tahun 1997. tapi secara fundamental pembangunan ekonomi sangat rapuh. Semula berawal dari krisis moneter lalu berlanjut menjadi krisis ekonomi dan akhirnya menjadi krisis kepercayaan terhadap pemerintah. Namun pembangunan ekonomi pada masa Orde Baru merupakan pondasi bagi pembangunan ekonomi selanjutnya. dengan menstabilkan politik demi pertumbuhan ekonomi. yang sempat dapat dipertahankan antara 6%-7% per tahun. Kondisi ekonomi yang kian terpuruk ditambah dengan KKN yang merajalela. Pembagunan yang dilakukan. Penurunan angka kemiskinan yang diikuti dengan perbaikan kesejahteraan rakyat. . Perbedaan ekonomi antar daerah. ekonomi. Pembagunan tidak merata tampak dengan adanya kemiskinan di sejumlah wilayah yang menjadi penyumbang devisa terbesar seperti Riau.Namun. Dampak Positif Kebijakan ekonomi Orde Baru : 1. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi karena setiap program pembangunan pemerintah terencana dengan baik dan hasilnyapun dapat terlihat secara konkrit. Meskipun perekonomian Indonesia meningkat. Karena pembangunan cenderung terpusat dan tidak merata. Penurunan angka kematian bayi dan angka partisipasi pendidikan dasar yang semakin meningkat. hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil kalangan masyarakat. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik. dan sosial yang demokratis dan berkeadilan. 3. Kalimantan Timur. malah menjadi gagal landas dan kapal pun rusak. 4. Pembangunan ekonomi ini berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya.membuat perekonomian Indonesia gagal menunjukan taringnya.

Menghadapi tuntutan untuk mundur.Dampak Negatif Kebijakan ekonomi Orde Baru : 1. Presiden minta seluruh rakyat tetap tabah dalam menghadapi gejolak krisis moneter (29 November 1997). 8. Perbedaan ekonomi antardaerah. Pembagunan tidak merata tampak dengan adanya kemiskinan di sejumlah wilayah yang justru menjadi penyumbang devisa terbesar seperti Riau. Ketika di Mesir pada 13 Mei 1998. 6. Di tengah krisis ekonomi yang parah dan adanya penolakan yang cukup tajam. dan sosial yang demokratis dan berkeadilan. Faktor inilahh yang selantunya ikut menjadi penyebab terpuruknya perekonomian nasional Indonesia menjelang akhir tahun 1997. Sebelas menteri bidang ekonomi dan industri (ekuin) Kabinet Pembangunan VII mengundurkan diri (20 Mei 1998). krisis itu menerjang juga sektor krisis ekonomi. pembangunan cenderung terpusat dan tidak merata.indonesiaindonesia. Kolusi dan Nepotisme) 5. 3. Kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber daya alam 2.wikipedia. Prof Ing BJ Habibie sebagai wakil presiden. Soeharto menyatakan bahwa reformasi akan dipersiapkan mulai tahun 2003. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik.com/f/2390-indonesia-era-orde-baru/ Upaya mengatasi krisis dan meredam oposisi Krisis moneter yang melanda Asia pada tahun 1997 menerpa juga ke Indonesia. Presiden meminta bantuan IMF dan Bank Dunia untuk memperkuat sektor keuangan dan menyatakan badai pasti berlalu. Meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat tapi secara fundamental pembangunan ekonomi sangat rapuh. antarkelompok dalam masyarakat terasa semakin tajam. MPR mengesahkan Soeharto sebagai presiden untuk ketujuh kalinya. ekonomi.friendster. Kalimantan Timur. Krisis moneter dan ekonomi benar-benar .com/2008/11/indonesia-masa-orde-baru/ http://id. Pada 8 Oktober 1997. Kali ini. Pada 17 Maret 1998. Terciptalah kelompok yang terpinggirkan (Marginalisasi sosial) 4. Presiden Soeharto menyatakan bersedia mundur kalau memang rakyat menghendaki dan tidak akan mempertahankan kedudukannya dengan kekuatan senjata. pada 10 Maret 1998. 7. Menimbulkan konglomerasi dan bisnis yang erat dengan KKN (Korupsi. pada 1 Mei 1998. Bahkan. DAFTAR PUSTAKA • • • http://rinahistory. Pembagunan yang dilakukan hasilnya hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil kalangan masyarakat. ia menyumbangkan seluruh gaji dan tunjangannya sebagai presiden dan meminta kerelaan para pejabat tinggi lainnya untuk menyerahkan gaji pokoknya selama satu tahun dalam rangka krisis moneter.blog. dan Irian.org/wiki/Soeharto http://www. antargolongan pekerjaan.

Aksi tersebut berakhir seiring dengan mundurnya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998. tanggal 13 Mei 1998. Soeharto tidak bisa bertahan di pucuk kepemimpinan negeri. Mahasiswa Trisaksi.00 WIB pagi di pangkalan udara utama TNI AU Halim Perdanakusuma dari kunjungan ke Kairo. Soeharto membangun dan memperluas konsep "Jalan Tengah"-nya Jenderal Nasution menjadi konsep dwifungsi untuk memperoleh dukungan basis teoritis bagi militer untuk memperluas pengaruhnya melalui pejabat-pejabat pemerintahan. Tepat pukul 09. . Presiden Soeharto lengser tepat 21 Mei 1998. Mahasiswa yang hadir menyanyikan lagu Gugur Bunga. Tanggal 15 Mei 1998.menggerogoti sistem kepemimpinannya. Tanggal 17 Mei 1998. Ribuan mahasiswa menggelar aksi keprihatinan di berbagai tempat. Jakarta mengelar aksinya tidak jauh dari kampus mereka. Soeharto terpaksa mundur dari jabatannya sebagai presiden. Tanggal 16 Mei 1998. Seni. Kamis. ribuan mahasiswa mendatangi Gedung MPR/DPR. Peserta aksi mulai keluar dari halaman kampus dan memasuki jalan artileri serta berniat datang ke Gedung MPR/DPR yang memang sangat stategis. Dampaknya. Mesir untuk mengikuti Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 15 (Group 15/G15). mahasiswa yang tewas angkatan 1996 adalah Elang Mulia Lesmana (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur) dan Hendriawan Sie (Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen) . Menteri Pariwisata. Tewasnya keempat mahasiswa seakan sebagai ledakan suatu peristiwa yang lebih besar. Tanggal 12-20 Mei 1998 menjadi periode yang teramat panjang. Mereka yang tewas adalah dua mahasiswa angkatan 1995 dan dua mahasiswa angkatan 1996. Angkatan 1995 terdiri dari Hery Hartanto (Fakultas Teknik Industri Jurusan Mesin) dan Hafidhin Alifidin Royan (Fakultas Teknik Industri Jurusan Mesin). terdengar siaran berita meninggalnya empat mahasiswa Trisakti. dan surat kabar.10 WIB (Waktu Indonesia Barat). Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai presiden. masa-masa itu kekuasaannya semakin tergerus oleh berbagai aksi dan peristiwa. pesawat yang membawa Presiden Soeharto dan rombongan mendarat menjelang pukul 05. Aksi mahasiswa menyebar ke seantero negeri. Tewasnya para mahasiswa disiarkan secara luas melalui pemberitaan radio. termasuk cadangan alokasi kursi di parlemen dan pos-pos utama dalam birokrasi sipil. ibukota negara (Jakarta) dilanda kerusuhan hebat. jenasah keempat mahasiswa yang tewas diberangkatkan ke kediaman masing-masing. Tanggal 12 Mei 1998 sore. 14 Mei 1998. Layar kaca televisi saat itu menyiarkan secara langsung detik per detik proses pengunduran dirinya. televise. dan Budaya Abdul Latief mengajukan surat pengunduran diri sebagai menteri. Presiden mengadakan serangkaian pertemuan termasuk berkonsultasi dengan unsure pimpinan DPR. Sedang. Sehari kemudian. Peran dwifungsi ini adalah peran militer di bidang politik yang permanen. Tanggal 18 Mei 1998. Bagaimanapun. Hanya berselang 70 hari setelah diangkat kembali menjadi presiden untuk periode yang ketujuh kalinya.

Kebijakan ini ditentang keras oleh banyak organisasi mahasiswa. Dia mengangkat banyak teknokrat dan ahli ekonomi yang sebelumnya bertentangan dengan Presiden Soekarno yang cenderung bersifat sosialis. UNESCO dan WHO. Pada masanya. yang tergabung dalam Petisi 50. Sehingga organisasi massa tak lebih dari wayang-wayang Orde Baru. Namun sayangnya. IGGI dihentikan oleh pemerintah Indonesia karena dianggap turut campur dalam urusan dalam negeri Indonesia. Peran IGGI ini digantikan oleh lembaga donor CGI yang disponsori Perancis. pemerintah mencekal mereka. Beberapa bulan setelah peristiwa Malari sebanyak 12 surat kabar ditutup dan ratusan rakyat Indonesia termasuk mahasiswa ditangkap dan dipenjarakan. Selain itu. Industri dan Keuangan Indonesia. khususnya dalam kasus Timor Timur pasca Insiden Dili. 12 tahun 1982. Pada 1978 untuk mengeliminir gerakan mahasiswa maka segera diberlakukannya NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan). Organisasi massa yang terbentuk harus memperoleh izin pemerintah dengan hanya satu organisasi profesi buatan pemerintah yang diperbolehkan berdiri. Indonesia mendapatkan bantuan ekonomi dan keuangan dari negara-negara donor (negara-negara maju) yang tergabung dalan IGGI yang diseponsori oleh pemerintah Belanda. Sebagai balasannya. Kelompok ini pun gagal serta tak pernah mampu tampil lagi sebagai kelompok oposisi yang efektif terhadap pemerintahan Orde Baru. Persaingan antara Ali Moertopo dan Sumitro dipergunakan untuk menyingkirkan Ali. kegagalan manajemen ekonomi yang bertumpu dalam sistem trickle down effect (menetes ke bawah) yang mementingkan pertumbuhan dan pengelolaan ekonomi pada segelintir kalangan serta buruknya manajemen ekonomi perdagangan industri dan keuangan (EKUIN) pemerintah. Presiden Soeharto menetapkan pertumbuhan ekonomi sebagai pokok tugas dan tujuan pemerintah. Mulut pers pun dibungkam dengan lahirnya UU Pokok Pers No. tercatat Indonesia mengalami swasembada beras pada tahun 1984. serta menuntut adanya reformasi politik. Namun prestasi itu . Kemudian pada tahun 1979-1980 muncul sekelompok purnawirawan perwira tinggi angkatan bersenjata dan tokoh-tokoh sipil yang dikenal kritis. Dalam bidang ekonomi juga. membuat Indonesia akhirnya bergantung pada donor Internasional terutama paska Krisis 1997. Namun pada tahun 1992. Teknokrat-teknokrat yang umumnya berpendidikan barat dan liberal (Amerika Serikat) diangkat adalah lulusan Berkeley sehingga mereka lebih dikenal di dalam klik ekonomi sebagai Mafia Berkeley di kalangan Ekonomi. Namun Sumitro pun segera ditarik dari jabatannya dan kendali Kopkamtib dipegang langsung oleh Soeharto karena dianggap potensial mengancam. Indonesia mendapat bantuan dari lembaga internasional lainnya yang berada dibawah PBB seperti UNICEF. Hubungan kegiatan mahasiswa dengan pihak kampus hanyalah kepada mereka yang diperbolehkan pemerintah lewat mekanisme kontrol dekanat dan rektorat. UU ini mengisyaratkan adanya restriksi atau peringatan mengenai isi pemberitaan ataupun siaran.Sepak terjang Ali Murtopo dengan badan inteligennya mulai mengancam Soeharto. mengeluarkan serial selebaran yang mengeluhkan sikap politik pemerintah Orde Baru yang menjadikan Angkatan Darat sebagai pendukung kemenangan Golkar. [sunting] Puncak Orde Baru Pada masa pemerintahannya.

Seiring dengan naiknya taraf pendidikan pada masa pemerintahannya karena pertumbuhan ekonomi. Korupsi kemudian menjadi sebuah endemik. Presiden Soeharto melakukan penyatuan partai-partai politik sehingga pada masa itu dikenal tiga partai politik yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP). selain memang karena ketidakpuasan dari masyarakat. termasuk enam anaknya. Dia juga terus memainkan faksi berlainan di militer melawan satu sama lain. Walaupun begitu. Dia memerintah melalui kontrol militer dan penyensoran media. Soeharto menyetujui hanya dua kasus dan kemudian menutup komisi tersebut. 1983. muncullah berbagai kritik dan ketidakpuasan atas ketimpangan ketimpangan dalam pembangunan. tercatat muncul peristiwa kekerasan di masyarakat yang umumnya sarat kepentingan politik. melarang penggunaan tulisan Tionghoa tertulis di berbagai material tertulis. 1988. Sebuah komisi menemukan bahwa korupsi sangat umum. dimulai dengan mendukung kelompok nasionalis dan kemudian mendukung unsur Islam. [sunting] Beberapa catatan atas tindakan represif Orde Baru Presiden Soeharto dinilai memulai penekanan terhadap suku Tionghoa. Soeharto terlibat persahabatan yang akrab dengan Lee Kuan Yew yang pernah manjadi Perdana Menteri Singapura yang beretnis Tionghoa. Namun dalam perjalanannya. terjadi ketimpangan dalam kehidupan politik di mana muncullah istilah "mayoritas tunggal" di mana GOLKAR dijadikan partai utama dan mengebirikan dua parpol lainnya dalam setiap penyelenggaraan PEMILU. sosial dan politik memunculkan kalangan yang tidak puas dan menuntut perbaikan.ternyata tidak dapat dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya. Kesenjangan ekonomi. Kemudian dikeluarkannnya UU Politik dan Asas tunggal Pancasila yang mewarnai kehidupan politik saat itu. dan menutup organisasi Tionghoa karena tuduhan simpati mereka terhadap komunis. selain Singapura. dan 1998. Kemudian kemajuan ekonomi Indonesia saat itu dianggap sangat signifikan sehingga Indonesia sempat dimasukkan dalam negara yang mendekati negara-negara Industri Baru bersama dengan Malaysia. Pada 1973 dia memenangkan jangka lima-tahun berikutnya melalui pemilihan "electoral college". 1993. Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dalam upayanya menyederhanakan kehidupan berpolitik di Indonesia sebagai akibat dari politik masa presiden Soekarno yang menggunakan sistem multipartai yang berakibat pada jatuh bangunnya kabinet dan dianggap penyebab mandeknya pembangunan. Filipina dan Thailand. namun dapat diredam oleh sistem pada masa itu. Kemudian pada masa pemerintahannya. Berbagai ketidakpuasan muncul. dan juga terpilih kembali pada 1978. . Republik Cina. Pada 1970 Soeharto melarang protes pelajar setelah demonstrasi yang meluas melawan korupsi. dan Korea Selatan. Di bidang politik. Dia menguasai finansial dengan memberikan transaksi mudah dan monopoli kepada saudarasaudaranya.

Soeharto mengubah UU Pemilu dengan mengizinkan hanya tiga partai yang boleh mengikuti pemilihan, termasuk partainya sendiri, Golkar. Oleh karena itu semua partai Islam yang ada diharuskan bergabung menjadi Partai Persatuan Pembangunan, sementara partai-partai non-Islam (Katolik dan Protestan) serta partai-partai nasionalis digabungkan menjadi Partai Demokrasi Indonesia. Pada 1975, dengan persetujuan bahkan permintaan Amerika Serikat dan Australia, ia memerintahkan pasukan Indonesia untuk memasuki bekas koloni Portugal Timor Timur setelah Portugal mundur dan gerakan Fretilin memegang kuasa yang menimbulkan kekacauan di masyarakat Timor Timur Sendiri, serta kekhawatiran Amerika Serikat atas tidakan Fretilin yang menurutnya mengundang campur tangan Uni Soviet. Kemudian pemerintahan pro integrasi dipasang oleh Indonesia meminta wilayah tersebut berintegrasi dengan Indonesia. Pada 15 Juli 1976 Timor Timur menjadi provinsi Timor Timur sampai wilayah tersebut dialihkan ke administrasi PBB pada 1999.

Soeharto dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat William Cohen pada tahun 1998. Korupsi menjadi beban berat pada 1980-an. Pada 5 Mei 1980 sebuah kelompok yang kemudian lebih dikenal dengan nama Petisi 50 menuntut kebebasan politik yang lebih besar. Kelompok ini terdiri dari anggota militer, politisi, akademik, dan mahasiswa. Media Indonesia menekan beritanya dan pemerintah mecekal penandatangannya. Setelah pada 1984 kelompok ini menuduh bahwa Soeharto menciptakan negara satu partai, beberapa pemimpinnya dipenjarakan. Catatan hak asasi manusia Soeharto juga semakin memburuk dari tahun ke tahun. Pada 1993 Komisi HAM PBB membuat resolusi yang mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap pelanggaran hak-hak asasi manusia di Indonesia dan di Timor Timur. Presiden AS Bill Clinton mendukungnya. Pada 1996 Soeharto berusaha menyingkirkan Megawati Soekarnoputri dari kepemimpinan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), salah satu dari tiga partai resmi. Di bulan Juni, pendukung Megawati menduduki markas besar partai tersebut. Setelah pasukan keamanan menahan mereka, kerusuhan pecah di Jakarta pada tanggal 27 Juli 1996 (peristiwa Sabtu Kelabu) yang dikenal sebagai "Peristiwa Kudatuli" (Kerusuhan Dua Tujuh Juli).

[sunting] Pengunduran diri Presiden Soeharto

Pada 21 Mei 1998, setelah tekanan politik besar dan beberapa demonstrasi, Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya di televisi. Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan Pernyataan Berhenti Sebagai Presiden Republik Indonesia, 21 Mei 1998 Pada 1997, menurut Bank Dunia, 20 sampai 30% dari dana pengembangan Indonesia telah disalahgunakan selama bertahun-tahun. Krisis finansial Asia di tahun yang sama tidak membawa hal bagus bagi pemerintahan Presiden Soeharto ketika ia dipaksa untuk meminta pinjaman, yang juga berarti pemeriksaan menyeluruh dan mendetail dari IMF. Mekipun sempat menyatakan untuk tidak dicalonkan kembali sebagai Presiden pada periode 1998-2003, terutama pada acara Golongan Karya, Soeharto tetap memastikan ia terpilih kembali oleh parlemen untuk ketujuh kalinya di Maret 1998. Setelah beberapa demonstrasi, kerusuhan, tekanan politik dan militer, serta berpuncak pada pendudukan gedung DPR/MPR RI, Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 untuk menghindari perpecahan dan meletusnya ketidakstabilan di Indonesia. Pemerintahan dilanjutkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, B.J. Habibie. Dalam pemerintahannya yang berlangsung selama 32 tahun lamanya, telah terjadi penyalahgunaan kekuasaan termasuk korupsi dan pelanggaran HAM. Hal ini merupakan salah satu faktor berakhirnya era Soeharto. Di Credentials Room, Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Presiden Soeharto membacakan pidato yang terakhir kali, demikian: Sejak beberapa waktu terakhir, saya mengikuti dengan cermat perkembangan situasi nasional kita, terutama aspirasi rakyat untuk mengadakan reformasi di segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Atas dasar pemahaman saya yang mendalam terhadap aspirasi tersebut dan terdorong oleh keyakinan bahwa reformasi perlu dilaksanakan secara tertib, damai, dan konstitusional. Demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa serta kelangsungan pembangunan nasional, saya telah menyatakan rencana pembentukan Komite Reformasi dan mengubah susunan Kabinet Pembangunan VII. Namun demikian, kenyataan hingga hari ini menunjukkan Komite Reformasi tersebut tidak dapat terwujud karena tidak adanya tanggapan yang memadai terhadap rencana pembentukan komite tersebut.

Dalam keinginan untuk melaksanakan reformasi dengan cara sebaik-baiknya tadi, saya menilai bahwa dengan tidak dapat diwujudkannya Komite Reformasi, maka perubahan susunan Kabinet Pembangunan VII menjadi tidak diperlukan lagi. Dengan memperhatikan keadaan di atas, saya berpendapat sangat sulit bagi saya untuk dapat menjalankan tugas pemerintahan negara dan pembangunan dengan baik. Oleh karena itu, dengan memperhatikan Pasal 8 UUD 1945 dan secara sungguh-sungguh memperhatikan pandangan pimpinan DPR dan pimpinan fraksifraksi yang ada di dalamnya, saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden RI terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari Kamis, 21 Mei 1998. Pernyataan saya berhenti dari jabatan sebagai Presiden RI saya sampaikan di hadapan saudara-saudara pimpinan DPR dan juga adalah pimpinan MPR pada kesempatan silaturahmi. Sesuai Pasal 8 UUD 1945, maka Wakil Presiden RI, Prof. Dr. Ing. BJ Habibie yang akan melanjutkan sisa waktu jabatan Presiden/Mandataris MPR 1998-2003. Atas bantuan dan dukungan rakyat selama saya memimpin negara dan bangsa Indonesia ini saya ucapkan terima kasih dan minta maaf bila ada kesalahan dan kekurangan-kekurangannya semoga bangsa Indonesia tetap jaya dengan Pancasila dan UUD 1945. Mulai hari ini pula Kabinet Pembangunan VI demisioner dan kepada para menteri saya ucapkan terima kasih. Oleh karena keadaan tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan pengucapan sumpah di hadapan DPR, maka untuk menghindari kekosongan pimpinan dalam menyelenggarakan pemerintahan negara, kiranya saudara wakil presiden sekarang juga akan melaksanakan sumpah jabatan presiden di hadapan Mahkamah Agung RI. Sesaat kemudian, Presiden Soeharto menyerahkan pucuk pimpinan negeri kepada Prof. Dr. Ing. BJ Habibie. Setelah melaksanakan sumpah jabatan, akhirnya BJ Habibie resmi memangku jabatan presiden ke-3 RI. Ucapan selamat datang mulai dari mantan Presiden Soeharto, pimpinan dan wakil-wakil pimpinan MPR/DPR, para menteri serta siapa saja yang turut dalam pengucapan sumpah jabatan presiden ketika itu. Tak berselang terlalu lama, Menteri Pertahanan Keamanan merangkap Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto membacakan pernyataan sikap, demikian: pertama, memahami situasi yang berkembang dan aspirasi masyarakat, ABRI mendukung dan menyambut baik permintaan berhenti Bapak Soeharto sebagai Presiden RI serta berdasarkan konstutusi mendukung Wakil Presiden Bapak BJ Habibie sebagai Presiden RI. Kedua, ABRI yang tetap kompak dan satu berharap dan mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menerima kehendak pribadi Presiden Soeharto tersebut yang telah sesuai dengan konstitusi, yakni Pasal 8 UUD 1945. Ketiga, dalam hal ini, ABRI akan tetap berperan aktif guna mencegah penyimpangan dan hal-hal lain yang dapat mengancam keutuhan bangsa. Keempat, menjunjung tinggi nilai luhur budaya bangsa, ABRI akan tetap menjaga keselamatan dan kehormatan para mantan Presiden/Mandataris MPR termasuk Bapak

Soeharto beserta keluarganya. Kelima, ABRI mengajak semua pihak agar bersikap tenang, mencegah terjadinya kerusuhan dan tindak kekerasan yang akhirnya akan merugikan masyarakat sendiri.

[sunting] Kasus dugaan korupsi
Artikel utama: Kasus dugaan korupsi Soeharto Setelah Soeharto resmi mundur dari jabatannya sebagai presiden, berbagai elemen masyarakat mulai menuntut agar digelar pengusutan dan pengadilan atas mantan presiden yang bekuasa paling lama di Indonesia itu. Pada 1 September 1998, tim Kejaksaan Agung mengumumkan adanya indikasi penggunaan uang yayasan di bawah pemerintahan mantan Presiden Soeharto. Melalui Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) pada 6 September 1998, Soeharto muncul dan menyatakan bahwa dia tidak mempunyai kekayaan di luar negeri. Jaksa Agung AM Ghalib dan Menko Wasbang/PAN Hartarto menemuinya di Jalan Cendana (Jakarta) untuk mengklarifikasi penyataan tersebut (21 September 1998). Pada 21 November 1998, Fraksi Karya Pembangunan (FKP) mengusulkan kepada pemerintah agar menetapkan mantan Presiden Soeharto sebagai tahanan kota. Ini merupakan tindak awal pengusutan harta dan kekayaan Soeharto yang diduga berasal dari Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN). Pada 3 Desember 1998, Presiden BJ Habibie menginstruksikan Jaksa Agung AM Ghalib segera mengambil tindakan hukum memeriksa mantan Presiden Soeharto. Pada 9 Desember 1998, Soeharto diperiksa tim Kejaksaan Agung di Kejaksaan Tinggi Jakarta sehubungan dengan dana yayasan, program mobil nasional, kekayaan Soeharto di luar negeri, dan kasus Tapos. Majalah Time melansir berita tentang kekayaan Soeharto di luar negeri yang mencapai US$15 miliar (22 Mei 1999). Pada 27 Mei 1999, Soeharto menyerahkan surat kuasa khusus kepada Jaksa Agung AM Ghalib untuk menelisik kekayaannya di Swiss dan Austria, seperti diberitakan Majalah Time. Pada 2 Juni 1999, Soeharto mengadukan Majalah Time ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia atas tuduhan memfitnah pada pemberitaannya. Soeharto menuntut ganti rugi sekitar 27 miliar dollar AS. Soeharto memiliki dan mengetuai tujuh buah yayasan, yaitu Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Yayasan Supersemar, Yayasan Dharma Bhakti Sosial (Dharmais), Yayasan Dana Abadi Karya Bhakti (Dakab), Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan, Yayasan Trikora. Pada 1995, Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 90 Tahun 1995. Keppres ini menghimbau para pengusaha untuk menyumbang 2 persen dari keuntungannya untuk Yayasan Dana Mandiri. Hasil penyidikan kasus tujuh yayasan Soeharto menghasilkan berkas setebal 2.000-an halaman. Berkas ini berisi hasil pemeriksaan 134 saksi fakta dan 9 saksi ahli, berikut ratusan dokumen otentik hasil penyitaan dua tim yang pernah dibentuk Kejaksaan Agung, sejak tahun 1999.

Menurut Transparency International, Soeharto menggelapkan uang dengan jumlah terbanyak dibandingkan pemimpin dunia lain dalam sejarah dengan perkiraan 15–35 miliar dolar A.S. selama 32 tahun masa pemerintahannya.[4] Pada 12 Mei 2006, bertepatan dengan peringatan sewindu Tragedi Trisakti, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP) perkara mantan Presiden Soeharto, yang isinya menghentikan penuntutan dugaan korupsi mantan Presiden Soeharto pada tujuh yayasan yang dipimpinnya dengan alasan kondisi fisik dan mental terdakwa yang tidak layak diajukan ke persidangan. SKPP itu dikeluarkan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada 11 Mei 2006, namun SKPP ini lalu dinyatakan tidak sah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 12 Juni 2006.

[sunting] Kasus perdata

BELANDA, JEPANG, ORDE BARU DAN NASIB PEMIKIRAN EMAS Robert B. Baowollo, Institut fuer Erziehungswissenschaft, Universitas Hamburg Pendahuluan Ada pengulangan sejarah -- atau lebih tepat: pengulangan tragedi sejarah -khususnya sejarah perkembangan pemikiran atau dunia intelektualisme dan kontribusinya dalam membentuk, menyertai dan mewarnai sejarah perjalanan kita sebagai bangsa. Pengulangan itu melahirkan bentuk-bentuk "excuse" secara sadar atas sebuah fase yang dianggap salah dan merupakan kesalahan tersendiri karena menemukan "another failure" terjalankan yang baru. Demikianlah, doktrin dan semangat (tidak sekedar isi buku sejarah!) nasionalisme memaksa orang harus memakai kacamata nasionalisme untuk memandang eksistensi kolonial Belanda dan Jepang di tanah air. Kacamata itu sedemikian pekatnya sehingga setiap pemakainya hanya bisa melihat dua hal: hitam dan putih. Kolonialisme itu jahat, biadab, tidak manusiasi. Bangsa penjajah terpaksa diidentikan dengan cara seperti itu. Jadilah Belanda dan Jepang itu adalah negara yang jahat, biadab, tidak manusiawi. Mengapa kita tidak mampu atau tidak bisa melihat sisi lain dari Belanda atau Jepang? Jawabannya sederhana: kita diajarkan untuk memakai kacamata indoktrinasi anti imperialisme-kolonialisme dalam membaca "sejarah masa lalu kitan". Pada suatu saat, ketika si Belanda tinggi-putih atau si Nipon pendek-coklat masih nyata bisa berdiri di depan rumah kita dengan sangkur terhunus di depan batang hidung, kacamata semacam itu menjadi sangat berguna, handal dan efektif untuk menarik garis antara musuh dan kawan. Siapa yang harus dimusuhi, mengapa mereka harus dimusihi, dan untuk apa mereka perlu dimusihi - semuanya adalah sebagian dari pertanyaan-pertanyaan yang relevan saat itu!

Dewasa ini Belanda, Jepang dan Orde Baru bergantian (sesuai perjalanan waktu sejarah) dipakai sebagai penyelamat sekaligus kambing hitam untuk ketidak mampuan kita menciptakan sejarah sendiri yang lebih baik dari jaman Belanda, Jepang maupun Orde Baru itu. Di jaman Orde Baru semua kesalahan bawaan (baik yang secara kultural terwariskan maupun karena ketidak-mampuan sendiri) selalu menjadikan kolonial Belanda dan Jepang sebagai pihak yang paling bertanggungjawab. Manusia Orde Baru tak pernah bersalah. Yang bersalah justru si Belanda atau si Nipon. Ketika Suharto turun semua pihak beramai-ramai menyepakati bahwa Orde Baru-lah yang bertanggungjawab atas praktek korupsi, kolusi, nepotisme, main kuasa, mau menang sendiri, masyarakat yang tidak transparan, oportunisme. Arwah kolonialisme mungkin akan bangkit dan berterimakasih kepada Suharto, sebab kebencian terhadap Suharto-Orde Baru telah membersihkan nama Belanda dan Nipon dari tumbal proyek nasionalisme -- sebagai pihak yang bersalah secara historis. Singkatnya, dalam lakon sejarah manusia Indonesia, yang bersalah dan harus, bahkan terus dipersalahkan adalah masa lalu. Kita enggan mengoreksi dan bila perlu mempermasalahkan dan mempersalahkan kita sendiri, baik sebagai gugus kesatuan sosial maupun sebagai penentu wacana kekinian kita. Belanda dan Nipon sebagai "kolonial almarhum" tak akan bangkit menuntut pemulihan nama baik, atau setidak-tidaknya penilaian yang seimbang. Tetapi seorang Suharto yang masih hidup tentu tidak akan mau begitu saja disebut sebagai sumber, biang, dalang dari semua kebangkrutan, kesemrawutan dan kebobrokan situasi saat ini. Wacara moral, nasionalisme, kebangsaan -- semuanya tidak bisa disederhanakan dalam bentuk Suharto dan Orde Baru yang bersalah dan "anggota sosietas yang sisa" adalah pihak yang benar atau bahkan paling benar. Kenyataan yang tidak bisa dihindari adalah bahwa Suharto, orang-orang Orde Baru dan KITA SEMUA masih hidup! Kalau memang demikian, apakah KITA SEMUA (minus Suharto, Orde Baru, Belanda dan Nipon) tidak mempunyai kontribusi dalam menciptakan wajah Indonesia yang bopeng, babak-belur hari ini? Tentu saja kita tidak sekedar membutuhkan sebuah jawaban yang jujur tetapi terutama suatu kejujuran untuk menjawab. Tidak tanpa konsep Orde Baru sebagai ide awal memiliki asumsi dan muara proyeksi yang sangat jelas. Para sejarahwan, pengamat masalah sosial dan politik sepakat, bahwa adalah Suharto dan rejimnya yang menyempitkan paham Orde Baru dan mereduksinya sebagai sebuah praksis manajemen pemerintahan pragmatis menyangkut kekuasaan dan mekanisme membangun dan mempertahankan kekuasaan -walau masih tetap dalam arah tujuan yang sama (setidaknya secara konseptual). Sebuah analisis yang lebih ketat akan menemukan kesimpulan berikut ini: Suharto meyakini konsep pembangunan yang disodorkan oleh para pakar sebagai konsep yang mulia, menarik, baik dan perlu tetapi ia sendiri tidak mengerti sepenuhnya apa yang dimaksudkan oleh para pakar yang bergelar Professor,

Doktor itu. Dengan kewenangan yang ada di tangannya ia sebagai tentara mengarahkan mekanisme politik untuk mengamankan pembangunan dengan visi dan misi agung yang digali dan dirumuskan oleh para pemikir bangsa. Tentara dijadikan satpam pembangunan. Siapapun yang setuju, sepikiran dan sejalan dengan tujuan pembangunan akan ditarik sebagai sahabat. Siapa yang berpikir lain, apalagi yang berpikir lain dan kritis terhadap pekerjaan pemerintah akan dengan mudah dikategorikan sebagai "pihak yang membahayakan pembangunan". Alergi terhadap kritik dengan tameng Pancasila adalah cerita lain lagi. Padahal para para pemikir yang melahirkan ide visi dan misi pembangunan nasional itu lahir dan besar dalam tradisi budaya kritis yang mengenal kritik, kritik dan kritik. Memang ada segelintir pemikir yang tergoda membonceng kereta kekuasaan sehingga tidak kritis lagi terhadap penyimpangan dan bias di lapangan. Lebih malang kalau mereka ini lalu terbeli oleh kekuasaan karena basis idealisme dan moralitas ilmuwan tidak cukup tertanam. Dalam praksis kita menemukan bahwa jurang antara penghasil konsep pembangunan, terutama pada tataran filosofis, dengan pelaksana pembangunan menjadi teramat sangat besar dan tak terjembatani. Yang satu menganggap pembangunan sebagai sesuatu yang sangat kompleks, tidak pernah selesai, dan tak bisa diukur -- karena menyangkut proses memanusiakan manusia (proses humanisasi), sementara yang lain memandang pembangunan sebagai sebuah proses pragmatis, sesuatu yang bisa digerakkan dengan managemen model MBO, bisa diukur dalam bentuk PDB/PDRB, devisa, daya beli dan daya saving, pendapatan per kapita, indeks inflasi yang rendah, dll. Benar, sebagaimana kata Driyarkara, semua proses fisik yang dikedepankan itu sebagai proses homonisasi yang mampu menjadikan manusia lebih kaya, lebih sehat dan montok badannya, lebih kekar ototnya, lebih tebal dompetnya, lebih berkilap sepatunya dan lebih halus deru mesin mobilnya, lebih cantik orangnya. Tetapi kita tiba-tiba sadar bahwa setelah sebagian anak negeri ini lulus proses homonisasi (walau yang miskin secara kuantitatif dan kualitatif semakin memprihatinkan), kita toh berhadapan dengan kenyataan yang paling keras, yaitu KOEKSISTENSI KITA terus mencari-cari jiwanya karena secara historis-sistematis ia didepak keluar dari praksis upaya memperebutkan dan mempertahankan kekuasaan atas nama pembangunan. Dan wacana-wacana humanisme pembangunan hanya hidup di buku teks karya monumental para pemikir besar bangsa ini. Nasib Pemikir dan Pikiran Mereka Tiba-tiba terasa seolah bangsa ini berjalan tanpa tuntunan para pemikirnya. Tetapi kesan ini juga segera kita bantah karena hal itu tidak benar. Cukup banyak bukti di rak buku, map seminar dan lokakarya, jurnal dan catatan lepas bahwa para pemikir bangsa ini telah memberi kontrbusi luar biasa bagi wacana pembangunan, sosial dan politik kita. Apakah pemikiran-pemikiran itu dihargai, artinya ditangkap dan dimanfaatkan dalam praktek pengambilan keputusan -- itu adalah sebuah pertanyaan yang teramat sulit dijawab. Sulit karena birokrat kita bukannya orang yang tidak lulus sekolah dasar: mereka menghadiri seminar, mendengar si Magnis mengoceh, si Kleden menggugat,

Syahrir mengoreksi, Ramli mengulas, Sujatmiko menggagas, Hatta mendasar etc. and so on. Mereka mengangguk-angguk kepala tanda kagum, tanda puas .. entah mengerti atau tidak, lalu pulang bawa sertifikat untuk kredit point naik pangkat,.atau keuntungan lainnya adalah bertambahnya relasi di forum seminar, bahkan sempat salaman dengan Pak Menteri Hikam yang rada kocak itu. Namun demikian, pemikir tidak pernah berniat untuk mencuci otak audiens-nya. Mereka hanya membuka horizon wawasan audiens, menggugat konsep yang mapan dan/atau yang melenceng dan menawarkan alternatif. Adalah tanggungjawab audiens untuk memperlakukan input tadi. Para pemikir tahu diri, bahwa panggilan profesinya adalah memberi pencerahan. Karya pikir mereka tetap hidup dalam dinding dan aturan akademik: bisa benar, bisa salah, bisa diterima bisa ditolak .. pendeknya pemikiran mereka siap diuji-ulang setiap saat oleh siapapun juga. Maka karya para pemikir di tanah air kita -- untuk saat ini -- adalah warisan tak ternilai bagi generasi pemikir berikutnya. Pemikiran mereka tidak akan hanyut-hilang bersamaan dengan perginya sebuah Orde. Relevansi Pemikiran Apa relevansi menggugat perlakuan pemikiran para pemikir bangsa kita? 1. Menghujat Orde Baru sebagai rejim "ein fuer allemal" dapat diterima, tetapi menihilkan semua pemikiran yang melandasi lahirnya Orde Baru adalah sebuah kenaifan tersendiri. Perlu ada upaya menghimpun semua pemikiran yang didengar bagus oleh Suharto dan rejimnya tetapi tidak dimengerti sepenuhnya oleh mereka sehingga perlakukan mereka terhadap pemikiran para pemikir bangsa ini menjadi proses pengurusan. 2. Belanda dan Nipon itu jelek sebagai penjajah, tetapi lewat penjajah itu pula kita menginjak anak tangga menuju pencerahan menyadari diri sebagai manusia merdeka yang menuntut bebas dari pejajahan. Majapahit dan Sriwijaya menaklukkan, bukan memerdekakan. Mari kira bertanya pada Mataram dan lainnya. Orde Baru menjajah kita, memasung intelektualisme, kreativisme dan kritisisme. Tetapi Orde Baru memberi pelajaran berharga, betapa rapuhnya barisan intelektual kita: ada yang setia pada lini pemikir, ada yang terbeli penjadi pemasok ide dan pemberi warna ilmiah pada ucapan birokrat, bahkan ikut menyusun studi kelayakan menggunduli hutan Yamdena (Tanimbar), Kalimantan, menyusun konsep rekayasa manusia untuk memenangkan kepentingan kelompok atau tokoh politik tertentu, bahkan membela para Jenderal yang diduga membunuh kemerdekaan orang yang berjuang untuk menjadi manusia merdeka. 3. Era baru dengan paradigma baru tidak cukup sekedar slogan tanpa kita mengerti apa itu paradigma, mengapa kita harus berpindah dari paradigma yang satu ke paradigma yang lain, innovasi baru mana yang menggugat kebenaran atau kekokohan paradigma lama. Jangan-jangan kita hanya berputar ditempat dengan cerita yang sama. Banyak pejabat menyampaikan pidato yang disusun oleh orang pintar penuh dengan jargon globalisasi, tetapi dari uraian selanjutnya nampak kerancuan pemahaman tentang globalisasi, globalisme,dan

globalitas. Orang berbicara tentang pluralisme, tetapi yang dimaksudkan adalah pluralitas. Orang berbicara tentang "das Sein" tetapi yang dimaksud adalah "Dasein". Orde Baru telah memberi peluang lahirnya berbagai konsep rumit pembangunan yang tidak mudah dicerna oleh para pelaksana dan pelaku pembangunan sehingga salah satu produk Orde Baru lainnya adalah "salah kaprah". 4. Kita semua dipanggil untuk kembali menggali, mencermati dan mendudukkan kembali pemikiran besar para pemikir bangsa sekaliber Sujatmiko, Driyarkara dan lain-lain, agar kita tidak terus-menerus menjadi bangsa penerima resep instan pembangunan yang diproduksi di laboratorum pemikiran Bank Dunia, UNESCO, dll. yang belum tentu mengenal dengan benar manusia Indonesia. (Gagasan orang Bank Dunia biasanya WAJIB dijalankan oleh pemerintah setempat karena gagasan mereka bernilai proyek yang ditunggu-tunggu banyak orang dalam negeri). Pemahaman yang tepat tentang Indonesia, juga berdasarkan renungan dan pemikiran anak bangsa ini, akan sangat menolong mengkritisi pemikiran dari luar dan menjadikan konsep pembangunan pedesaan Indonesia yang diajukan Bank Dunia misalnya, mengakar dan bisa jalan. Hamburg, 9 Februari 2000 Robert B. Bowollo

Kebijakan Untuk Pemiskinan Rakyat
27/05/2008

Kekuasaaan adalah amanah, yaitu amanah untuk mampu membimbing, memajukan, mencerdaskan, memberadapkan dan mensejahterakan rakyat atau bangsa yang dipimpin. Pemimpin datang untuk mengabdi kepada rakyat, bangsa dan negara, karena itu mereka sebesar-besarnya memberikan hidupnya, harta, tenaga dan pikirannya untuk kemajuan dan kemakmuran bangsanya. Dengan kemakmuran bangsa dan negaranya itu kemakmuran pribadinya akan terbawa dengan sendirinya. Ini prinsip kepemimpinan yang amanah, sangat berbeda dengan pemimpin yang melihat kepemimpinan atau kekuasaan sebagai lapangan kerja, seperti seorang professional, direktur sebuah perusahaan. Pada umumnya para elite yang menjadi pemimpin saat ini adalah pekerja politik, bukan aktivis politik, jadi niat dan tujuan serta seluruh pertimbangannya adalah dagang untuk mencari keuntungan pribadi, karena itu setiap langkahnya mesti ada fasilitas dan bayarannya. Bahkan tipe kepemimpinan seperti ini melihat seluruh aset negara sebagai hutan bebas yang boleh dijarah untuk kepentingan pribadi. Inilah yang dianggap sebagai kreatif dan kompetitif. Ini yang terjadi saat ini, pemimpin baik yang ada di pemerintahan, partai, perusahaan maupun organisasi kemasyarakatan, menggunakan

posisinya untuk memperoleh keuntungan pribadi, bukan untuk memajukan lembaga yang dipimpinnya. Sering lembaga dan anggotanya diterlantarkan, tetapi para pemimpin secara pribadi kaya raya. Seperti itulah kepemimpinan yang kita alamai saat ini, pemimpin seperti ini mengabaikan nasib rakyat banyak, hanya memperhatikan nasib sedikit kelompok yang selalu mengelilinginya, sehingga kebijakannya membuat rakyat semakin sengsara. Saat ini berbagai usaha kecil dan menengah dalam berbagai sektor telah tuitup karena kelangkaan bahan baku, dan karena kenaikan bahan bakar, sehingga produknya jadi mahal dan tak terjangkau oleh konsumen. Kebangkrutan usaha itu terutama akan dirasakan sangat pedih oleh buruh yang ada di berbagai industri dan usaha kecil itu, karena mereka dipecat dengan tanpa memiliki cadangan dana untuk hidup. Memang bahwa kemiskinan itu bukan nasib, bukan pula karena kemalasan, tetapi kemiskinan terjadi akibat kesalahan para pemimpin dalam mengambil kebijakan. Kebijakan yang diambil untuk menguntungkan kelompok kecil mafia bisnis berakibat mematikan ribuan usaha kecil dan menegah. Kebijakan ini selalu terjadi di tengah sistem yang penuh korupsi. Hanya sering kali kebijakan yang menyengsarakan itu dimanipulasi dengan berbagai santunan yang justeru sangat mematikan, sehingga masyarakat tidak bisa melihat secara jernih watak para pemimpinnya. Mereka telah menghancurkan dengan sistematis struktur perekonomian rakyat, tetapi kalau terjadi bencana, mereka segera datang pada rakyat seolah peduili pada rakyat, padahal seluruh kebijakan politiknya telah menyingkirkan kepedulian pada rakyat, menyengsarakan dan memiskinkan rakyat. Satu hal yang tidak bisa dipungkiri dari kebijakan ini adalah jumlah kemiskinan yang terus meningkat, sementara hutang luar negeri semakin menumpuk. Bagi pemimpin yang produktif semestinya bisa menggunakan dana utangan itu untuk usaha yang produktif, sehingga rakyat kaya, bangsa makmur dan negara berkecukupan, mampu membayar hutang dan tidak meminjam lagi. Ribuan sarjana politik diwisuda ribuan sarjana ekonomi dipekerjakan, tetapi tidak memiliki kempuan sedikitpun memperbaiki perekonomian rakyat dan negara. Ini tidak lain karena memang mereka tidak berorientasi pada rakyat dan Negara. Memang mustahil negeri ini bisa makmur walaupun sumber kekayaan alamnya melimpah, kalau para pemimpinnya bukan pemimpin yang bisa memikul amanah, tetapi hanya terdiri dari para pencari kerja, yang cita-citanya hanya mendapatkan gaji besar, tetapi tidak memiliki cita-cita untuk membangun bangsanya. Sekedar bercitacita bahkan mengeluarkan pernayaan sikap banyak. Tetapi mereka tidak berani bertindak. Sebab tindakan mengandung risiko. Seorang pemimpian yang amanah mesti memihak kepada rakyat dan bangsa sendiri, sementara prmimpin yang ada karena hanya pencari kerja mereka menjadi sangat oportunis, mengikuti arus, tanpa berani melawan arus perdagangan bebas yang didorong oleh liberalisasi dan swastanisasi. Kecenderungan itu diikuti begitu saja, padahal untuk dapat mensejahterakan rakyat dan menjadikan bangsa jaya dan negara mencapai kemegahannya hanya dengan membangun kedaulatan sendiri baik secara

. Untuk memiliki kedaulatan politik dan ekonomi. Jadi jelaslah saya dapat mengindikasikan bahwa selama ini beberapa konflik yang kerap meletus di berbagai daerah di Indonesia adalah bagian dari skenario busuk atau permainan intrik dari orang-orang Neo Orba dengan mengadu domba umat Muslim dan Kristen. belum lagi mereka yang luka-luka dan melarikan diri penuh dengan ketakutan. maka kedua sektor itu harus dinasionalisasi secara tuntas. mengingat sudah begitu banyak korban yang berjatuhan terutama dari pihak Muslim. maupun secara ekonomi. Karena itu saya himbau kepada seluruh umat Muslim dan umat Kristen untuk saling menahan diri untuk tidak terprovokasi. Jika di Ambon terkenal dengan semangat Pela-Gandong atau Salam Sarani maka di Poso terkenal dengan semangat Sintuwu Maroso sebagai tali pengikat persaudaraan dan kegotongroyongan antar warga. transportasi dan pangan yang sekarang berada di tanagan swasta. Ratusan nyawa telah melayang di pesantren Wali Songo yang terletak di wilayah itu. Kabar duka dari Desa Togolu.politik. negara berdaulat dan bangsa memiliki martabat. semoga saja bermanfaat bagi para pembaca: Kompas: Kota Poso sedemikian mencekamnya. Ingatlah yang menjadi musuh kalian itu bukan umat Muslim atau Kristen tetapi adalah orang-orang dari rezim Orba dengan para simpatisannya yang doyan mengacau demi kepentingan politik mereka. Sadarlah bahwa kalian itu semuanya sedang menjadi barang mainan oleh para pentolan-pentolan Orba yang tidak rela tergusur oleh gerakan reformasi. Kecamatan Lage. Poso. Saya tetap yakin bahwa sumber utama konflik bukanlah masalah keagamaan mengingat bahwa sejak dulu baik di Ambon maupun di Poso umat Muslim dan Kristen sudah hidup saling berdampingan secara damai tanpa ada rasa permusuhan. walau agama kalian berbeda namun jangan jadikan perbedaan sebagai pemicu rasa permusuhan. Di bawah ini adalah berita-berita yang saya ambil dari Kompas seputar masalah Poso. Seluruh perusahaan strategis di sektor energi. Di situlah rakyat akan berkuasa. begitu menggetarkan hati semua warga. (Abdul Mun’im DZ) Konflik Poso adalah Permainan Intrik Orba Tergeraklah hati saya untuk mengangkat berita tentang konflik Poso ke permukaan. Sementara. Seluruh sistem politik ketatanegaraan harus kembali pada filosofi nasional dan kepentingan nasional. Bila sudah demikian tidak lagi usaha pemiskinan yang terjadi. harus segera dinasionalisiasi. Sesunggunya kalian sebenarnya adalah saudara sebangsa dan setanah air. justru jadikanlah semua perbedaan sebagai bukti dari khazanah budaya kita yang penuh warna. Saya begitu khawatir jika Poso akan dijadikan oleh elemen Orba menjadi ladang pembantaian manusia seperti yang sudah terjadi di Ambon dan sekitarnya. tetapi menjadi langkah pemakmuran rakyat. telekomunisasi.

" kata mereka. Andreas: Ini mungkin bukti sebagian dari kebiadaban para perusuh terhadap umat Muslim. mengenai tidak adanya pembantaian terhadap wanita dana anak-anak saat pecah kerusuhan bernuansa SARA fase ketiga melanda Poso sejak 23 Mei lalu. Kompas: Warga Poso yang berada di sejumlah lokasi pengungsian di Kecamatan Parigi. menyusul adanya intimidasi dari pasukan Kelompok Merah kepada warga muslim setempat. namun menyatakan jumlahnya mencapai ratusan orang. Saya memang tidak bisa mengelak bahwa yang melakukannya adalah mungkin saja dari “kelompok merah” atau pihak Kristen namun sekali lagi saya tegaskan bahwa sesungguhnya yang melakukannya adalah tidak lebih dari umat setan/iblis yang mendompleng nama Kristen. Sulawesi Tengah. bahkan hingga perkosaan terhadap beberapa wanita. Sejumlah saksi mata yang ditemui Antara di Palu dan Poso--205km timur Palu Senin mengatakan. anak-anak. mereka sendiri sempat menyaksikan bahkan merasakan perbuatan sadis dan brutal yang dilakukan pasukan Kelompok Merah di desa mereka selama beberapa hari sejak pecah kerusuhan. "hilang" dan diduga kuat lari menyelamatkan diri saat Kelompok perusuh melakukan penyerangan tanggal 28 Mei 2000. sesali pernyataan Waka Polda Sulteng Kolonel (Pol) Drs Zainal Abidin Ishak. Selasa. penyerangan kelompok perusuh hari Minggu itu di pondok pesantren tersebut mengakibatkan banyak korban tewas. sebab di depan mata kami peristiwa pembantaian itu dilakukan. ratusan penghuni pesantren Wali Songo di Kilometer Sembilan (Desa Togolu) Kecamatan Lage Kabupaten Poso." kata sejumlah saksi mata. Sekali lagi saya tegaskan bahwa ini bukanlah perbuatan kekristenan tetapi adalah perbuatan dari para setan yang sedang menyamar menjadi “murid Kristus”. "Pernyataan pimpinan Polri ini mengada-ada. Menurut beberapa pengungsi yang bermukim di sekitar Pondok Pesantren Wali Songo di desa Sintuwulemba (9 kilometer Selatan Poso) itu. atau menyerang tempat ibadah seperti masjid. Sebab yang namanya orang Kristen atau pengikut Kristus sejati tidak mungkin sampai hati untuk membantai manusia lain yang berbeda agamanya. Kabupaten Donggala. Para pengungsi asal desa Sintuwulembah itu tak merinci angka korban tewas yang dibantai di desa mereka. "Tak sedikit wanita ditelanjangi dan diperlakukan secara tidak senonoh sebelum dibantai hingga tewas. Andreas: Kita memang tidak bisa membantah bahwa ternyata “kelompok merah” atau kelompok Kristenlah sebagai pelaku semua kebiadaban. Para pengungsi ini mengakui bahwa sehari sebelum meletusnya kerusuhan Poso fase ketiga (23/5). para wanita. Namun kini kitapun harus bertanya apakah “kelompok merah” yang disebut-sebut tersebut benar-benar mewakili umat Kristen sebenarnya ataukah hanya sekumpulan orang-orang Kristen gadungan yang dibayar oleh pentolan Orba untuk mengacau . Mereka yang tidak sempat mengungsi itulah yang menjadi sasaran pembantaian dan perkosaan.Kantor Berita Antara menuturkan. dan manula telah diperintahkan mengungsi ke Markas Kompi 711-B Poso. namun beberapa di antaranya berhasil menyelamatkan diri lari ke hutan-hutan di sekitar pasantren itu." kata sejumlah pengungsi kerusuhan Poso di Parigi. membakar pesantren.

Peristiwa yang terjadi di desa Sepe Kecamatan Poso Pesisir tanggal 23 Desember 2000. 6 anggota Kodim Poso terlibat langsung. Komandan Kodim 1307 Poso. Andreas: Kini terbukti bahwa memang ada orang luar yang turut “bermain api” untuk ikut memperkeruh Poso. Ia mengatakan pada dasarnya masyarakat Poso sudah jenuh dengan pertikaian dan mau hidup berdampingan seperti dulu. Senin (29/1). membenarkan adanya pemeriksaan oleh . Ketika dihubungi KCM melalui telepon. Dan tragisnya “bahan bakar” reformasi kini sudah di ambang kehabisan terutama jika Gus Dur dapat diturunkan secara paksa oleh para politisi di tubuh DPR yang memang sudah “bau bangkai”. Letkol Budiardjo. merupakan bukti bahwa yang melakukannya bukan warga Poso. Pemeriksaan sementara oleh Pomdam VII Wirabuana menunjukkan. Sabtu. Letkol Budiardjo. tapi orang luar yang mencoba memperparah lagi keadaan yang berangsur-angsur mulai kondusif itu. "Enam dari 28 orang oknum TNI Kesatuan Kodim Poso. katanya. Dari hasil pemeriksaan 28 orang anggota TNI yang terlibat dalam kerusuhan Poso untuk sementara ada indikasi enam orang diduga terlibat. di Sampit. Kompas: Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) HB Paliudju mengatakan yang mengacaukan situasi di Kabupaten Poso pasca pertikaian berdarah Mei-Juni 1999 adalah orang dari luar kabupaten itu dengan motif balas dendam. Kompas: Dugaan keterlibatan sejumlah oknum TNI Kodim Poso dalam kasus Poso tak dipungkiri oleh Komandan Kodim 1307 Poso. katanya kepada Antara di sela-sela acara HUT Bayangkara Ke 54 di Makassar. Dan ketika stabilitas nasional tersebut goyah maka orang-orang Orba akan mempunyai alasan yang cukup kuat untuk menggoyahkan pemerintahan Gus Dur sambil berteriak bahwa karena Gus Durlah situasi dan kondisi di Indonesia menjadi tidak aman alias rusuh. Sabtu. atau di Poso selalu saja melibatkan oknum-oknum pemerintahan dan para aparat yang turut bermain pula sebagai bidak Orba dengan maksud untuk menggoyahkan stabilitas nasional. Sudirman Panigoro.00 WIB." katanya di Palu."Tertangkapnya dua orang warga sipil pelaku kekacauan di Poso pasca kerusuhan Mei tahun lalu ternyata dari hasil penyelidikan pihak keamanan." kata Komandan Pomdam VII/Wirabuana Kol. Ingatlah bahwa pentolan Orba sudah mahir puluhan tahun untuk “bermain api” dengan rakyat dan cerdik dalam memainkan strategi “lempar batu sembunyi tangan”. Siapapun sesungguhnya orang luar itu kalau bukannya lagi orang-orang bayaran yang memang sudah diperkerjakan secara profesional dengan tujuan untuk memecah belah dan mengadu domba antar umat beragama.di Poso? Mengingat bahwa semua kerusuhan yang terjadi di negara kita baik itu di Ambon. ternyata berasal dari luar Sulawesi. namun orang dari luar memperkeruh lagi suasana dengan memancing emosi masyarakat agar beramai-ramai melakukan aksi balas dendam. Hal ini memang sudah menjadi strategi andalah atau jurus pamungkas dari para pentolan Orba untuk menghancurkan setiap gerakan reformasi yang kini sedang limbung karena kehabisan “bahan bakar”. setelah melalui penyelidikan sementara diduga terlibat langsung dalam kerusuhan di Poso. jam 15.

" kata Wakil Ketua MUI Sulteng KH Drs Dahlan Tangkaderi di Palu. Jumat. Namun pada akhir artikel saya.Menurut Paliudju. guna mencegah munculnya kembali tindak kekerasan yang dapat meningkatkan jatuhnya korban jiwa dan harta benda. segera menghilangkan perbedaan SARA." kata Gubernur di Palu. Rabu. Sekedar menyinggung Sintuwu Maroso (kerjasama dan tolong menolong antar-sesama manusia) yang menjadi semboyan warga Poso. Andreas: Mungkin sampai saat ini kita masih harus “terpaksa” memegang asumsi bahwa kerusuhan di Poso itu murni bermuatan SARA. Semoga bukan hanya aparat “kelas teri” saja yang tertangkap tetapi para politisi besar yang sedang asyik bermain di “belakang layar”pun bisa ditangkap dan diadili. sekaligus mengambil tindakan tegas bagi mereka yang membelot dari tugas . Semoga. agama."Saya minta semua warga Poso.Denpom Palu terhadap anggota Kodim Poso yang diduga terlibat dalam aksi kerusuhan Poso.Menurut Tangkaderi. ternyata semboyan ini bukanlah semboyan yang baru “diciptakan” namun sudah merupakan falsafah yang diwariskan oleh nenek moyang selama ratusan tahun. bahkan sejumlah saksi mata mengatakan sempat melihat para desertir bergabung dengan salah satu kelompok yang bertikai. Andreas: Kini tabir tersebut tersingkap dengan sendirinya bahwa aparatpun ikut “bermain api” guna meramaikan tragedi Poso. pihaknya telah melaporkan kepada pimpinan TNI/Polri setempat mengenai masalah tersebut. ras dan antar-golongan). baik yang masih bertahan di daerah itu maupun di lokasi pengungsian. Apakah mungkin semboyan Sintuwu Maroso yang sudah beratus tahun tertanam di dalam hati sanubari dapat hilang menguap begitu cepat tanpa ada faktor lain sebagai penyebabnya? Penyebab apa lagi kalau bukan karena “sebab intrik Orba” yang bisa dijadikan alasan kuat untuk menjawab mengapa semboyan Sintuwu Maroso dapat hilang dengan begitu cepat? Ataukah pembaca punya alasan lain yang lebih logis? Kompas: Pihak MUI (Majelis Ulama Indonesia) Sulawesi Tengah menilai bahwa kasus pertikaian berdarah di Kabupaten Poso meluas dan menimbulkan banyak korban jiwa akibat beberapa oknum aparat keamanan (TNI/Polri) di daerah itu melakukan desersi. mengingat pertikaian berkepanjangan selama ini telah menelan korban jiwa dan harta benda luar biasa besar. saya akan menyodorkan suatu berita yang mengejutkan yang ternyata menegaskan bahwa kerusuhan di Poso itu bukanlah karena SARA."Banyak pihak melaporkan hal itu kepada kami. Kompas: Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudju mengajak semua warga Poso yang berada di dalam dan luar kota itu segera menghilangkan perbedaan SARA (suku. yang penanganannya kini sudah sampai pada Pomdam VII Wirabuana. warga Poso harus mengingat kembali semboyan "Sintuwu Maroso" (kerjasama dan tolong menolong antar-sesama manusia) sebab falsafah yang diwariskan oleh nenek-moyang ini memiliki arti penting dalam menapaki masa depan bersama yang lebih baik.

Semoga berita ini bisa memberikan sedikit kesejukan di tengah-tengah situasi dan konsidi bangsa yang sekarang lagi serba panas. Kamis Ketua DPRD Poso. mengingat orang-orang semacam Bimantoropun pernah melakuan hal yang serupa yakni melawan atasannya dalam hal ini adalah presiden dengan menolak untuk dinonaktifkan. Ternyata memang perlu dipertanyakan kualitas sebagian besar dari anggota TNI/Polri. Ikhwal kerusuhan di sini dipicu oleh perkelahian pemuda antar-kampung di terminal Lombogia lalu . tapi saling membantu. Silahkan para pembaca nilai sendiri berita di bawah ini. menjual dan meminumnya. Andreas: Ada desersi toh rupanya. Kamis (31/5). (Ket: desersi berarti lari dari dinas ketentaraan." katanya di Poso. "Tapi alhamdulillah kami sudah melarang masyarakat untuk memasukkan. Drs Akram Kamaruddin mengatakan kerusuhan di Kabupaten Poso Sulawesi Tengah yang menelan korban jiwa yang meninggal dunia lebih 200 orang." ujarnya. Dan saya tidak terkejut ketika melihat kasus ini. "Saya yakin kerusuhan Poso ini bukan karena SARA. Penyebab lainnya adalah faktor kenakalan remaja. Ia menjelaskan.kedinasan dan ikut bergabung dengan kelompok yang bertikai untuk melakukan penyerangan terhadap warga sipil di Poso. pembelotan kepada musuh). penyebab terjadinya kerusuhan itu sebanyak 12 variabel antara lain merajalelanya peredaran minuman keras sehingga masyarakat menjadi terpengaruh dan mengkonsumsinya secara berlebihan. bukan dipicu masalah SARA. Akibatnya masyarakat mulai bertindak di luar batas dan mengganggu sesama mereka. Karena itu damailah kalian wahai umat Muslim dan Kristen karena berperang itu tidak ada gunanya! Marilah kita galakkan semangat persaudaraan dan cinta kasih dan buang jauh-jauh rasa dendam dan permusuhan! Jangan lupa teruslah nyalakan api reformasi yang kini hampir-hampi padam dan gilas Orba dengan kekuatan rakyat! Kerusuhan Poso Bukan SARA Poso. Sampai di sinikah mental seorang prajurit di negara kita? Rupanya para anggota TNI/Polri perlu lagi dibina secara lebih serius supaya kasus Bimantoro atau kasus desersi di Poso tidak perlu terulang lagi di masa yang akan datang. bahwa kerusuhan di Poso itu sebenarnya bukan karena SARA. Andreas: Di bawah ini adalah berita yang telah saya janjikan itu. sebab antar-desa berpenduduk Muslim dan Kristen yang bertetangga tidak saling menyerang. apakah memang benar bahwa mereka adalah benar-benar prajurit sejati dan pengayom rakyat ataukah hanya terdiri dari sekelompok provokator bermuka tembok dan pengecut yang hanya bisa bersembunyi di ketiak para elite politik.

Upaya paling maksimal adalah menempuh jalan kekerasan lewat pemberontakan bersenjata. Kerusuhan Poso. tetap dipertahankan pada kursi kekuasaannya. Demokrasi datang ke Indonesia juga bukan tanpa korban. 21 Juni 2007 Indra J. Sutan Syahrir. adalah pengusung adanya parlemen yang tidak dipilih dalam pemilihan umum itu. Kemudian kesenjangan pendidikan baik formal maupun informal juga punya andil besar. 1996). Amir Syarifuddin. yakni dengan pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan KNIP Daerah. Piliang Analis Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS). bukan tidak ada demokrasi. ketika politik aliran beranjak dari meja diskusi kepada sejumlah perang terbuka yang juga bermuara kepada pembunuhan. serta membangun pemerintahan berdasarkan sistem yang seringkali campur baur. Wakil Presiden Muhammad Hatta bahkan pernah menduduki kursi Perdana Menteri. Socrates yang menjadi filsuf paling berpengaruh dalam era Yunani. Kaum bangsawan memang dengan sangat cerdik telah memanipulasi demokrasi demi keberlanjutan kekuasaan yang mereka miliki. namun terkendala oleh perang kemerdekaan. Tan Malaka. Demokrasi Khas Indonesia: Riwayat Singkat dan Masa Depannya Kamis. Ketua Dewan Pengurus Yayasan Harkat Bangsa Indonesia Latar Belakang Demokrasi lahir bukan tanpa korban. masyarakat telah berteriak tentang betapa pentingnya penolakan atas “pajak tanpa perwakilan�?. dipicu oleh kesenjangan sosial yang kian mencolok antara penduduk asli dan warga pendatang. Anak-anak revolusi itu pun dimakan oleh arus cepat perubahan. yang menunjukkan kedaulatan rakyat dilaksanakan dalam level tertinggi. yakni Presiden Soekarno. Kemerdekaan Indonesia sejak 17 Agustus 1945 telah membuka kesempatan luas ke arah pemerintahan yang demokratis.dimasuki oleh provokator kemudian membesar hingga tak terkendali dan menyebabkan salah satu kelompok warga terusir dari Kota Poso. yakni antara presidensial dan parlementer. Pendidikan yang diterapkan orang tua di rumah dan guru di sekolah terkadang tidak sejalan dan ada kecenderungan kelompok warga tertentu tidak menikmati pendidikan formal seperti kelompok warga yang lain. Lewat Volksraad. pada gilirannya memupuk dendam antara sesama pejuang. Sejumlah manifesto juga dikeluarkan. "Warga sudah menguasai perekonomian sehingga lahirlah kecemburuan dari penduduk pribumi yang mereka ekspresikan dengan membabat pohon coklat dan kelapa milik pendatang." ungkapnya. Tokoh beraliran sosialis. rendahnya kesadaran hukum dan pendidikan politik kemudian dibalut oleh sentimen pribadi dan gencarnya provokasi juga merupakan penyebab lain dari kerusuhan Poso. tanpa harus mengacu kepada substansi “kebenaran�? suara-suara itu. sekalipun terbatas dalam hak dan wewenang. Dalam peristiwa Perang Kamang (1908) di Sumatera Barat. antara lain dengan gerakan Indonesia Berparlemen. telah dimulai suara-suara yang mewakili kepentingan tanah jajahan. sementara simbol negara. telah dengan sangat kritis menyampaikan pembelaan atas pikiran-pikirannya. Ia menambahkan. penolakan atas kebijakan raja di tanah Jawa yang dianggap merugikan rakyat dilakukan dengan cara menjemur diri di depan alun-alun Istana Raja. Dalam model-model yang sederhana. sebagai perintis jalan bagi penentuan nasib sendiri dan sekaligus hak membentuk pemerintahan. walaupun berlangsung secara inkonsistusional demi tujuan-tujuan politik dan diplomasi internasional. ketika berhadapan dengan keputusan demokratis yang menyatakan ia bersalah dan meminta meminum racun. sehingga suara orang awam pun bisa mereka wakili. Jakarta. dan Sutan Syahrir adalah contoh dari nama-nama yang terkikis oleh . Ada kehendak dalam penjelasan UUD 1945 untuk mengadakan pemilihan umum. Aristoteles dan filsuf-filsuf selanjutnya menjadi kehilangan kepercayaan kepada demokrasi yang memenangkan suara orang awam (Fuad Hassan. Korban-korban pun berjatuhan. Tetapi. Luka-luka zaman revolusi kemerdekaan. Plato. lanjut Kamaruddin.

nama sebuah jalan tempat rumah tinggal pribadi Soeharto dan keluarganya. dihiasi oleh rumahrumah gubuk yang reot. Hanya saja. nelayan. Turki. militer dan birokrasi. ketika politik menjadi panglima dan ekonomi tertinggal dalam keangkuhan nasionalisme. Kalaupun diadakan pemilihan umum. Republik pun dikepung oleh pemberontakan daerah. surat kelakuan baik. yakni keluarga Cendana. Demokrasi parlementer (1955-1959) dalam DPR dan Dewan Konstituante begitu rapuh oleh orasi-orasi dan sidang-sidang yang penuh argumentasi. perempuan. Bangsa yang pernah mengalami kelaparan bertahun lewat beragam perang dan proyek kolonialisasi tiba-tiba berubah menjadi bangsa yang gandrung akan materi. misalnya. pertumbuhan dan pemerataan. Terdapat puluhan Widya Iswara dalam lembaga-lembaga . Selain itu juga bergerombol organisasi sosial kemasyarakatan yang berafiliasi dengan Golkar. Tetapi. terutama dari segi jumlah penduduk. Perubahan-perubahan politik internasional pun menggiring kepada perubahan di tingkat nasional. selain memiliki perwakilan tetap dalam parlemen lokal dan nasional tanpa dipilih. Pemilu 1955 yang bisa jadi menjadi barometer ideal dari proses pemilihan wakil rakyat dengan membolehkan partai lokal dan perseorangan sebagai kandidat. alat-alat kantor dan benda-benda yang menjadi bagian kehidupan masyarakat lainnya. barang-barang rumah tangga.terjangan debu. politisi. Sebagai satu kekuatan negara dunia ketiga yang cukup diperhitungkan. Investasi asing pada industri-industri strategis. Peminggiran Peran Partai Politik Dalam buku-buku sejarah yang ditulis selama Orde Baru (1966-1998). termasuk dengan mendatangkan dalam bentuk lengkap beragam jenis kendaraan. sampai penyelenggaraan pemilu sendiri yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri. sampai ke Bandaneira yang berair jernih dan Tanah Merah di Papua yang masih berupa rimbabelantara. karena cenderung hanya mementingkan diri sendiri. peluru dan penjara revolusi. apapun yang terjadi pastilah menarik perhatian dunia luar. Teori-teori Marxisme. kelangkaan minyak tanah. sampai Uni Sovyet kala itu telah menjadi menu yang menjadi santapan harian. Tetapi. Rujukan ke Eropa. mulai dari pengarahan agar memilih Golkar. Stabilitas dan pertumbuhan berhasil dicapai. mengingat terlalu asyik dengan kepentingan masing-masing. bukan berarti tidak ada demokrasi. lalu perlahan maju lebih jauh lagi dengan pemenuhan akan papan (perumahan). Politik hanya berkisar di sekitar Soekarno yang dikitari oleh orang-orang yang mengagungkannya sebagai pemimpin besar revolusi dan memberikan jabatan sebagai presiden seumur hidup. terutama dengan mengambil bagian-bagian penting dalam masyarakat desa di Jawa. mulai dari penjara Glodok yang dekat dengan area perdagangan. masa-masa kebangkitan Islam. berhadapan dengan kota-kota lain yang kehabisan uang untuk sekadar memelihara koridor jalan dan selokan. petani. Kota Jakarta yang bersolek. Sampai bertahun-tahun kemudian. Perubahan itu dimulai dengan cara memenuhi kebutuhan akan pangan dan sandang. dan tipologi sosial-politik lainnya. seperti pemuda. Aparatur militer juga menjadi mesin pengumpul suara yang maksimal. Keadaan ini berlanjut dalam masa Demokrasi Terpimpin (1959-1966). sifatnya hanya ritual belaka dengan intervensi yang kuat dari pemerintah. Tanpa disadari – atau memang didesain dengan sempurna – puncak kekuasaan ekonomi-politik berpindah dari lembaga-lembaga negara menjadi usaha rumah-tangga. Cara mengendalikan politik lewat penjara ini adalah duplikasi atas kebijakan serupa yang ditempuh oleh pemerintahan kolonial. Padahal. Pengembirian politik ini ditujukan untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan. partai politik digambarkan sebagai sosok yang asing. Nama yang dikenakan adalah demokrasi Pancasila yang berbentuk indoktrinasi lewat jalur-jalur pendidikan formal dan sertifikat Penataran P-4. Tokoh-tokoh penting kemerdekaan Indonesia bisa dipastikan tumbuh dan berkembang di penjara-penjara yang dekat dan jauh dari pusat pemerintahan. seperti tenggang-rasa dan tepa-selira. kesadaran seperti itu tidak muncul di kalangan elite. juga mantan-mantan pejabat penting pemerintahan. dan dilanda begitu banyak rakyat jelata yang miskin. para pendiri republik adalah orang-orang yang sangat paham dengan beragam literatur tentang demokrasi. telah menghilangkan dengan sistematis keunggulan komparatif produk dan teknologi dalam negeri. Kekuasaan berpusat kepada sekelompok orang di Jakarta yang melibatkan Golkar. penjara-penjara tidak hanya diisi oleh pelaku tindakan kriminal. kekayaan alam dan posisi geografis dalam simpang jalan jalur laut internasional. Perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Sovyet yang menjadi konteks geopolitik global ikut menyeret Indonesia. pada akhirnya tidak melahirkan kestabilan pemerintahan. kelaparan. bayaran mahal atas kemajuan material itu adalah hilangnya kebebasan pers dan kebebasan politik. melainkan juga berisi kaum intelektual. Upaya pemujaan diri yang berlebihan menyebabkan pemerintah Orde Baru terlalu terpaku kepada pertumbuhan ekonomi dan pemaksimalan pembangunan fisik dengan sarana hutang luar negeri. namun pemerataan malah tertinggal jauh di belakang. sampai bintara pembina desa (babinsa). Pancasila ditafsirkan menjadi 36 butir dan ditambah menjadi 45 butir. Gedung-gedung pencakar langit yang menjulang. bertahan lama dengan energi yang begitu kuat berhadapan dengan kolonialisme dan kapitalisme. Filsafat Barat dan Timur berkumpul di atas meja makan dan tulisan-tulisan di media massa. tetapi gagal mencapai kesepakatan. yakni stabilitas.

Sesedikit apapun gerakan pembangkangan dilakukan. Sebuah desa bisa saja ditenggelamkan dengan air bah. arisan-arisan keluarga dan tetangga. suap-menyuap. Selain organisasi-organisasi kecil dan organisasi masyarakat sipil. Patut disadari bahwa kalangan intelektual yang punya nama dalam era reformasi. Benteng Pertahanan Bahkan yang berkembang adalah organisasi kelaskaran pemuda yang mengasosiasikan diri dengan rezim. Di luar itu. Bahkan.pelatihan resmi seperti BP-7 Pusat yang sudah bubar. baik yang masih bergerak dalam ranah masyarakat sipil atau sudah mengikuti arus zaman dengan menjadi bagian dari penyelenggara negara (baik di wilayah ekskutif. setelah Soeharto tumbang. legislatif atau yudikatif). juga masuk ke dalam organisasi sosial kemasyarakatan dan agama. adalah satu organisasi yang terusmenerus diganggu dengan pelbagai bentuk intervensi. intelektual. bahkan kematian yang tidak diduga. akibat-akibat yang ditimbulkan tidak bisa ditebak dan ditanggung. Kaum intelektual pantas mensyukuri keberadaan PRISMA ini. Nahdlatul Ulama. Negara yang coba menaungi semua organisasi. yakni “aktor intelektual�?. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yang melahirkan majalah PRISMA. sampai penahanan. seperti Himpunan Mahasiswa Islam. tuduhan tentang organisasi tanpa bentuk. selalu saja mencoba memasuki dan mengubah agenda-agenda kerjanya. dan ujungujungnya adalah prosesi kebulatan tekad yang mengusung kembali Soeharto sebagai presiden.1 Lembaga swadaya masyarakat atau organisasi non-pemerintah ini ternyata juga mampu menjadi “tempat persembunyian�? atau bahkan “tempat magang�? bagi para aktivis yang tidak hendak masuk dalam skema besar pemerintah yang menyediakan lapangan kerja terbatas. wartawan. baik berbentuk yayasan atau juga lembaga-lembaga advokasi dan penelitian. sampai kepada buruh-buruh yang sedang memperjuangkan kenaikan upah. ruang-ruang diskusi. agar “nafas demokrasi Pancasila�? tetap bisa dirasakan. atau proses pemilihan pengurus organisasi profesi dan keilmuan. hanya datang sekali dalam lima tahun. Sejumlah tokoh besar lahir dari sini. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. sebagaimana dulu juga pernah dipraktekkan oleh Presiden Soekarno. Sekalipun begitu. demokrasi tinggal nama. televisi dan koran-koran nasional. untuk menghadapi mesin besar negara Orde Baru yang menggilas apa saja. dalam bentuk yang sangat sederhana. Dewan Pertahanan Nasional (Wantanas). sulit untuk mengatakan bahwa demokrasi juga hidup dalam ranah masyarakat sipil ini. organisasi masyarakat sipil ini tidak berkembang. dengan sangat terpaksa terpilah menjadi dua. Perbedaan pendapat berarti perlawanan atas pemerintah. bahkan hanya dengan modal uniform. kelas-kelas pedagogi yang menihilkan peran sekolah. sulit kita melihat organisasi lain menyediakan ruang demokratis yang baik. Doktrin-doktrin juga disalurkan lewat radio. Hal itu dapat dimengerti. sekalipun jumlah kelompok oposisi terus bertambah secara diam-diam. telanjur dimasuki oleh aparatus negara lewat izin pertunjukan. Partai-partai politik tidak berkembang. bukan kebenaran. sekalipun para aktivisnya terus mencoba membangun langkahlangkah alternatif yang dengan sendirinya harus mengikuti kehendak pemerintah. sebagian berasal dari kalangan masyarakat sipil ini. Para seniman. lewat tangan-tangannya dan aparatus intelijen yang kuat. benteng pertahanan terpenting dari demokrasi yang tanpa intimidasi masih tersedia. yakni pemilihan kepala desa atau kepala kampung. sekaligus juga menangisi. Yang ada hanyalah pembenaran. Penyingkiran memang tidak dilakukan. Satu sebutan yang terdengar manis selama Orde Baru. bahkan panggung-panggung pertunjukkan. terutama dengan pakaian loreng-loreng. terutama dalam pemilihan pimpinannya. sebagai contoh lagi. Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Negara. sekalipun tidak semua bisa digeneralisasi. Muhammadiyah harus mencari jalan tengah untuk mencegah politik belah bambu. Terdapat juga organisasi masyarakat sipil. Demokrasi. pembubaran. . Organisasi ekstra universitas yang mencoba mempertahankan azas. Secara umum. Aparatus negara berubah menjadi begitu menakutkan. namun dalam bentuk pemeliharaan atas ceruk-ceruk wilayah dan kanal-kanal pikiran yang mudah dikendalikan. Namun. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia terpaksa fokus di kampus-kampus Institut Agama Islam Negeri. tetapi sebagian mampu memajukan perspektif yang berlainan atas paradigma pembangunan Orde Baru. serta kantor menteri pemuda dan olahraga. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia menghadapi himpitan serius. satu-satunya referensi utama yang melawan arus dominasi pemikiran dan jurnal-jurnal resmi pada instansi pemerintah. penuh rekayasa. yakni lewat pemilihan umum. sebagai contoh. terdapat indikasi betapa tokohtokoh penting itu justru berubah menjadi “Soeharto-Soeharto kecil�? dengan menjadikan perlawanan masa lalu sebagai latar. penduduk diusir dengan mendatangkan gajah. pemilihan ketua-ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah. sampai penangkapan dan penahanan. tindas-menindas. karena dirasa mewarisi pemikiran kalangan Soekarnois. pemilihan ketua-ketua Dewan Mahasiswa sebelum dibubarkan. Begitu pula Lembaga Penelitian. mengingat organisasi masyarakat sipil memerlukan pola keketatan dan kedisiplinan sendiri. karena tidak mampu lagi diterbitkan ketika zaman kebebasan datang. terus berupaya membela kepentingan masyarakat kecil yang butuh perlindungan hukum.

tanpa harus melewati prosedur pemilihan langsung yang sebenarnya. Prof. pihak donor yang naif �? dan kadang-kadang kolutif�?. Sementara para politikus itu berbicara atas nama nasionalisme dan kesejahteraan. Menurut Benny. Freedom Institute. pada 21 Mei 1998. Kemajuan yang dialami oleh lembaga-lembaga riset itu menunjukkan juga arah perubahan ilmu-ilmu politik. Opini publik langsung bisa dihitung. bahkan perseberangan antara profesi (militer atau sipil) dan bahkan wilayah (Jawa dan Luar Jawa) diangkat ke permukaan dengan cara yang sangat usang. apalagi kalau tokohtokohnya sudah cukup dikenal. Ma’arif Institute. ketika melakukan aksi-aksi yang kejam. The Lead Institute Universitas Paramadina. justru mereka sendiri yang mengotak-otakkan masyarakat ke dalam sekat-sekat yang mereka bangun. dan terutama karena usia yang menua ditimpa zaman yang dihadapi oleh Soeharto. baik di Jakarta ataupun di daerah-daerah. seorang tokoh yang sangat berpengaruh dalam upaya industrialisasi teknologi tinggi di Indonesia. Bisa jadi memang demikian. The Habibie Center. agenda LSM telah bergeser dari perlawanan terhadap negara menjadi komplemen kebijakan demokratisasi negara. Nusantara Center. Yang diperbaiki hanya proses mendapatkan kekuasaan. Tekanan dari dunia internasional. ditunjuk sebagai pengganti. seandainya pemilu atau pilkada terjadi pada waktu survei itu diadakan. bermuara kepada pengunduran diri yang disambut sorak-sorai para mahasiswa. Tetapi. sampai peristiwa 27 Juli 1996. “LSM sebagai Sebuah Industri�?. Para aktor politik dengan segala cara mencoba terus mempertahankan dan meningkatkan dukungan. Penanggulangan daerah-daerah bencana. klan. sebagaimana dikatakan kepada Daoed Joesoef (2006). mengingat dihilangkannya pemberian kartu wartawan dengan lebih dahulu mengikuti . aliran politik. Amien Rais Center. Kolusi dan Nepotisme (KKN). Lembaga-lembaga ini secara berkala mengeluarkan hasil survei menyangkut posisi partai-partai politik dan tokoh-tokoh politik penting. Era kemerdekaan media ini tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang baik. menepati janji untuk menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada kaum ilmuwan. terutama mengingat kelumpuhan yang nyaris permanen yang dihadapi oleh partai-partai politik dalam menyalurkan aspirasi publik. Kehadiran lembaga-lembaga donor di Indonesia yang berjumlah banyak memang memicu LSM-LSM kian profesional.2 Selain lembaga-lembaga riset kuantitatif. mulai menunjukkan kerapuhannya. termasuk pemilihan langsung kepala daerah (pilkada). juga mensyaratkan keterlibatan LSM. dan beragam lembagalembaga kajian lainnya mengisi lembaran-lembaran berita media massa. melahirkan oligarki “industri�? LSM (Benny Subianto. terutama Aceh. Sikap pesta-pora dengan mengabaikan demokrasi dalam ritual pemilihan presiden dan wakil presiden. Soeharto. satu aliran politik. yakni para politikus. Demokrasi yang Tersebar Kelompok yang paling tidak disukai Soeharto – dan juga kurang diminati kaum intelektual �?. Mereka hanya bersalin rupa dengan cara membentuk partai-partai politik. Pembunuhan Marsinah. Demokrasi dalam bentuk pengarus-utamaan permasalahan rakyat juga terjadi dalam pertumbuhan media massa. pengusaha dan birokrat Orde Baru. Lembaga swadaya masyarakat juga berkembang secara masif. yakni dari penggunaan metode kualitatif ke arah penggunaan metode kuantitatif. 04 Mei 2007).pada kenyataannya menyimpan kebencian dan kebengisan yang dalam kepada kaum intelektual. Sebutan-sebutan yang melecehkan seperti itu menjadi kosa kata yang ampuh untuk menundukkan rakyat di bawah sepatu lars para penguasa. Pemerintah tidak lagi dilihat sebagai satu-satunya lembaga yang layak mengurus dana-dana yang digelontorkan pihak asing itu. Lembaga-lembaga itu ada yang memang bergerak menuju pengentalan ideologi tertentu. aksi-aksi demonstrasi mahasiswa. perkembangan lain adalah pembentukan sejumlah kelompok-kelompok pemikiran yang bermuara kepada satu tokoh. BJ Habibie. Semaraknya pembentukan dan kiprah lembaga-lembaga itu menunjukkan arah individualisasi politik atau personalisasi pemikiran. justru mendorong Soeharto mengambil langkah-langkah yang secara kental memicu lahirnya istilah Korupsi. para politikus ini juga datang dari orang-orang yang sudah malang melintang dalam kenyamanan kekuasaan Orde Baru. kejatuhan nilai tukar. perang di Timor Timur. aboriginisasi di Papua. Kompas. Reform Institute. The Indonesian Institute. rezim yang semula dianggap sangat liat itu. termasuk yang melakukan kartelisasi atas dana-dana asing. elite LSM yang sarat kepentingan. Dalam bahasa Benny Subianto. atau malahan juga kepada utopia tertentu yang coba terus dilakukan. Mega Center. Perubahan yang juga penting adalah munculnya lembaga-lembaga survei yang dengan jitu mampu memprediksi pihak mana yang bisa memenangkan pemilu. persaingan petinggi-petinggi militer. langsung mengambil alih keadaan ketika demoralisasi melanda kalangan serdadu. Fauzi Bowo Center. Tetapi. Hampir sembilan tahun lalu. tetapi juga ada yang hanya sebagai kamuflase sementara sebelum memasuki kancah formal kampanye-kampanye politik. sehingga menciptakan profesi baru yang cukup memberi pengaruh. Persaingan antar kelompok. juga masih terdapat ribuan LSM yang masih hidup Senin-Kamis. Pendekatan ini membuat pilihan-pilihan ideologi yang semarak pada tahun 1950-an menjadi tidak lagi penting. tetapi belum mengarah kepada tujuan menggunakan kekuasaan itu. termasuk dengan mengerahkan para artis. Dr. Di balik itu. tetapi sekaligus juga memberikan kepada publik pilihan-pilihan yang beragam. Tidak heran kalau LSM tumbuh bak jamur di musim hujan. kekejaman di Aceh. lama-kelamaan membuka borok-borok kerapuhan rezim.

Pemerintah pusat memiliki kewenangan (urusan) yang dibatasi dalam politik luar negeri. Sinansari Ecip. Bahkan murid-murid sekolah juga dengan gagah tidak lagi . keterbatasan informasi memicu keseragaman. sekaligus juga menyebabkan pembentukan faksi-faksi politik di daerah yang bisa jadi mengarah kepada oligarki. kesehatan. pemunculan Mbah Marijan sebagai ikon dalam mengantisipasi Gunung Merapi yang (hendak) meletus. dan lingkungan hidup. atau bahkan juga aksi-aksi anarkisme terutama yang bertalian dengan politik. Selain keempat daerah itu. Demokrasi. Namun. sekalipun media berjumlah banyak. media massa justru menjadi aktor berpengaruh dengan cara sentralisasi pemberitaan. telah memberi jalan bagi kemunculan pemimpin-pemimpin daerah yang populer. yakni UU No. seperti Bali dan Sumatera Barat. Dalam banyak pemberitaan akhirakhir ini. kesadaran itu masih komunal. terlihat bagaimana agenda media mengendalikan agenda pemerintah dan parlemen. tetapi juga berakibat pada persaingan antar wartawan dalam mendapatkan berita. Kaum buruh. tanpa melibatkan calon independen. yakni pembentukan organisasi-organisasi berbasis etnis dan sub-etnis. negosiasi aktif atas persoalan-persoalan yang berhubungan dengan kepentingan warga. Pemilihan langsung kepala daerah ini. Mereka berhasil melakukan tekanan politik. sebagai bagian yang penting dalam era demokrasi. sehingga memicu perlawanan bersenjata yang mengarah kepada separatisme (kemerdekaan). pengawasan terhadap media bukan berarti tidak ada. 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh. moneter dan fiskal nasional. Pergolakan-pergolakan itu banyak disebabkan oleh kekeliruan kebijakan oleh pemerintah nasional yang mengutamakan pendekatan keamanan untuk mencapai stabilitas politik dan pemerintahan. Semula. yakni keberadaan pressure groups. dan Sambas (lihat S. seperti di Poso. dan korban lumpur Sidoarjo menjadi komponen yang pantas mendapatkan tempat sebagai perwakilan warga yang paling gigih dan dalam beberapa hal berhasil menjalankan fungsi negosiasi dengan pemerintah. Aceh dan Papua adalah dua daerah yang paling bergejolak. konsolidasi berupa pembentukan organisasi. daerah istimewa dan daerah khusus ini. pertahanan. Perkembangan yang juga patut dicatat adalah komponen-komponen masyarakat tidak lagi bersifat pasif. Kepala-kepala desa mengajukan tuntutan peningkatan kesejahteraan. Kaum buruh berhasil mempertahankan UU No. serta agama. dekonsentrasi dan tugas perbantuan. implementasi masih sangat terbatas. urusan-urusan lain dikelola secara bersama-sama oleh pemerintah (-an) daerah. dalam level media. Ambon. termasuk pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil. Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta sedang bergulat dengan rancangan perubahan undang-undang tersendiri. guru. sampai reshuffle kabinet yang berdasarkan opini publik. Keterlibatan itu berupa aksi-aksi unjuk rasa. Ketika demokrasi digerakkan dengan cara meletakkan kekuasaan tidak pada satu lembaga yang kuat. kabupaten dan kota yang antara lain meliputi pendidikan. sebagai pegawai negeri sipil. kepala-kepala desa. 13/2003 tentang Ketenagarakerjaan yang semula ingin direvisi oleh negara. Persebaran lain demokrasi muncul dalam bentuk otonomi daerah lewat desentralisasi. Dengan model otonomi khusus. yakni pemerintah (an) provinsi. lewat foto-foto dan video-video amatir yang dikemas menjadi begitu mengerikan dengan narasi yang kelewat batas. Sementara. Yang tidak kalah penting adalah kemunculan daerah-daerah khusus dan istimewa yang mempunyai struktur pemerintahan yang berbeda dengan daerah-daerah yang diatur lewat UU No. Riau. Akan tetapi. terutama keterlambatan pemerintah pusat dalam mengeluarkan peraturan-peraturan perundang-undangan sebagai turunan dari undang-undang yang mengatur tentang otonomi daerah. ketenagarakerjaan. “Hubungan pendek�? kekerasan itu memaparkan kepada dunia kekejaman-kekejaman khas kanibal. Kekerasan juga meletup dalam upaya membentuk atau menolak pemekaran wilayah. Pelbagai operasi militer yang dirancang dan dijalankan Jakarta bermuara kepada dendam menahun. 32/2004 justru menjadikan bawahan kepala desa.pelatihan-pelatihan khusus. Di sejumlah daerah. Kepala dan wakil kepada daerah bahkan dipilih secara langsung sejak 1 Juni 2005. bisa diartikan dengan adanya kebebasan wartawan. keamanan. masih terdapat daerah-daerah lain yang mencoba menawarkan model otonomi khusus. 32/2004 itu. sekalipun dalam proses hukum berikutnya sang Bupati kembali menempati jabatan semula. Provinsi Papua diatur lewat UU No. yustisi. ketika UU No. konflik meletus akibat penanganan negara yang kacau dalam mengelola kejadian-kejadian yang semula hanya melibatkan individu. Dewan Pers dan LSMLSM yang bergerak khusus di bidang media. Guru-guru di Kabupaten Kampar. 2002). Aceh diatur lewat UU No. walaupun masih berasal dari kandidat yang diajukan oleh partai politik atau gabungan partai-partai politik. 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. terdapat pilihan pemerintahan lokal yang tidak lagi seragam. seperti lembaga kepresidenan dalam masa Orde Baru. telah terus-menerus dijadikan sebagai agenda penting media yang lalu tampil sebagai agenda elite dan dijadikan asumsi sebagai agenda banyak orang. Latar belakang pembentukan model pemerintahan daerah yang berbeda itu berasal dari sejarah pemerintahan yang berlainan pada empat daerah itu. agama dan perbedaan sistem pemerintahan tradisional dengan sistem pemerintahan nasional telah menstimulasi upaya elite dan masyarakatnya untuk menekan pemerintah pusat agar mengakui perbedaan-perbedaan atas masing-masing daerah itu. namun bukan dilakukan oleh pemerintah. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. Homogenitas budaya. melainkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia. Terbunuhnya seorang praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri. 21/2001 tentang Otonomi Khusus Provinsi Papua. yakni Sekretaris Desa. Semakin banyak keterlibatan masyarakat dalam mengubah kebijakan pemerintah. Hanya saja. mampu menjungkalkan bupati dari kursi kekuasaannya.

Untuk itu. dalam soal penjaringan calon-calon anggota legislatif dan eksekutif yang diajukan. pemerintahan dan pranata demokrasi harus menjamin agar daftar negatif itu tidak kembali dalam bentuk tertutup atau terbuka. diperlukan ikatan yang lebih luas antara publik dengan partai-partai politik. dari sisi kinerja. Kelompokkelompok itu berasal dari gerakan-gerakan internasional yang bertarung di tingkat nasional. termasuk dalam menangani bencana alam yang turun dalam skala besar dalam beberapa tahun terakhir. Uniknya. sampai ke tingkatan pemerintahan daerah dan nasional. Demokrasi mengaliri setiap urat nadi pergerakan masyarakat. Akan tetapi. juga memayungi negara-negara di planet bumi ini dalam hubungan antar bangsa. Kalaupun terdapat usaha untuk mendukung atau mengoposisi pemerintah. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga bertarung pada level serendah ini. Sembari itu. tetapi juga dipicu oleh orang-orang yang pernah menjalankan pemerintahan dan kecewa dengan pemerintahan yang sedang berkuasa. misalnya kembalinya militer ke kancah politik. Kemajuan teknologi informasi. sehingga mengganggu capaian-capaian keberhasilan program yang sudah ditetapkan. maka demokrasi saja tidak akan cukup. Pada satu sisi. Potret perjalanan demokrasi dalam wilayah yang luas itu menunjukkan bahwa tidak ada lagi ruang untuk kembali kepada teokrasi. tidak ada undangundang yang mengikat partai politik tentang bagaimana memilih kandidatnya dan setiap partai politik memiliki kebebasan untuk membuat peraturan sendiri (Gideon Rahat. ketika aktor-aktor dan lembaga-lembaga demokrasi tidak lagi bekerja demi publik. Meretas Masa Depan Banyak yang mulai menyebut bahwa demokrasi akan kehilangan pesona. dan pengelola pendidikan. Unsur-unsur negatif dalam perkembangan demokrasi layak dicegah. mengusung spanduk. demokrasi bukan hanya sekadar melegitimasikan kekuasaan secara konstitusional. dan mengeluarkan petisi-petisi yang ditujukan kepada pihak sekolah. seperti legislatif. yayasan.menjadikan jalanan sebagai arena perkelahian. demokrasi membutuhkan partai-partai politik moderen dan profesional yang sekarang masih terlihat gagu dan hanya memikirkan diri sendiri. pengebirian pers. kekuatan itu muncul dari kalangan partai-partai politik. Demokrasi juga membutuhkan kaum demokrat. perhubungan. dengan cara memberikan jawaban atas keberadaan kelompok-kelompok yang hendak mengganti pemerintahan secara non-demokrasi. demi kepentingan yang lebih luas. Journal of Democracy. pengadilan atas pikiran. dan perubahan iklim menyebabkan ketergantungan satu negara dengan negara lain begitu tinggi. pelarangan buku. Dengan pelbagai capaian yang sudah diraih oleh Indonesia. . tetapi digerakkan untuk mencapai tujuan-tujuan bernegara. cita-cita negara kesejahteraan layak terus-menerus diusung dan dicarikan padanannya oleh setiap penyelenggara negara dan warga negara. Tanpa peningkatan kesejahteraan. otokrasi. melainkan untuk kepentingan diri sendiri. Volume 18: January 2007). tetapi pada sisi yang lain terlihat betapa efisiensi penyelenggaraan pemerintahan belum berjalan maksimal. Hanya saja. Presiden Yudhoyono memperlihatkan dukungan positif atas demokrasi. Kekurangan selama era Soekarno adalah perkembangan pesat demokrasi yang kemudian juga memicu kekecewaan. Sistem politik. tentu sudah harus memantapkan diri. Upaya meruntuhkan demokrasi juga terjadi dengan kemunculan kelompok-kelompok teroris dan fundamentalis. baik materiil. Dalam banyak aspek. misalnya. krisis representasi terjadi. sembari menghilangkan kemiskinan dan juga bentuk-bentuk diktatorisme yang tanpa penghormatan atas hakhak asasi manusia. sebagai negara demokrasi baru. Mulai masuknya unsur-unsur perseorangan dalam proses kontestasi demokrasi juga memungkinkan keberadaan alternatif-alternatif kepemimpinan yang tidak hanya berasal dari partai-partai politik. Metode penjaringan yang dipilih mengarah kepada inklusifitas dan ekslusifitas. Tugas kita sekarang adalah menggabungkan sisi-sisi positif pada masing-masing era itu. eksekutif dan yudikatif. atau bahkan feodalisme dan favoritisme. Masa depan demokrasi akan sangat ditentukan oleh keberadaan dan kinerja pranata-pranata demokrasi formal. baik dalam wilayah yang sangat kecil seperti sekolah dan kampung. tidak sengaja. Dalam level yang luas. serta gerakan-gerakan politik yang mendefinisikan suara publik dengan sekehendak hati. sementara pada masa Soeharto adalah pertumbuhan ekonomi yang tidak disertai oleh demokrasi. Keabsahan pengendalian pemerintahan kurang mendapatkan gangguan berarti. perdagangan. melainkan mulai mencorat-coret dinding. terasa sekali ada kebutuhan untuk menjaga agar dinamika demokrasi berlangsung stabil. publik bisa melibatkan diri dengan cara mengajukan para kandidat yang dijamin lewat undang-undang. Demokrasi tidak akan berjalan tanpa makan pagi dan makan siang. apalagi kalau disengaja. termasuk dalam mengembangkan kebudayaan dan peradaban yang terkait dengan demokrasi dalam tataran apapun. yakni menumbuhkan demokrasi dan memaksimalkan pembangunan. Resolusi atau rekomendasi yang ditelorkan dalam pertemuan antara negara-negara di dunia juga terus mencoba membuka selubung ketertutupan negara-negara non-demokratis. ketertutupan informasi di kalangan penyelenggara negara. maupun spirituil. Memang pada sebagian besar negara-negara demokrasi. Indonesia. dan ribuan negative list lainnya yang bisa ditemukan dalam setiap catatan sejarah bangsa ini.

"Di saat masyarakat Poso menonton berita ada pembakaran dan pembunuhan di Jakarta." demikian Akram Kamaruddin.____________________________ Diskusi soal perjalanan LSM. Bahkan JKWIN yang di prediksi mendapat suara terbesar kedua setelah SBY. secara otomatis akan kembali memilih SBY sebagai presiden. (Ant/ima) Oleh : uvie lutha Suara SBY yang mencapai lebih dari 60%. 2 Lihat Indra J. Kemenangan SBY tidak hanya di dukung oleh sebagian rakyat miskin yang jumlahnya kurang lebih 40% dari jumlah penduduk indonesia. dan iming-imingan akan di naikan kembali gaji PNS . Terutama bagi rakyat kecil yang mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT). Tak hanya rakyat indonesia yang senang akan kemenangan SBY. baik di tingkat infrastruktur maupun suprastruktur. Kompas. PD .SBY dan SBY. tentu saja memciptakan kesenangan besar bagi para pendukungnya. Dari pemilu 2004 PD hanya mendapat suara 7%. Artis. “Soetrisno. halaman 61-79. ternyata pasangan pentolan golkar-hanura ini kalan dengan suara Mega-Prabowo. Tetapi PD seolah meminta belas kasihan pada mitra koalisi sehingga SBY terpilih menjadi presiden tahun 2004. lihat “Organisasi Non-Pemerintah di Tengah Gugatan dan Hujatan�?. kerusuhan Poso ini juga disebabkan oleh kuatnya pengaruh situasi nasional dan adanya jaringan komunikasi yang tersumbat. dan Politik�? dalam Zaim Uchrowi (Ed). 22 Januari 2003. Piliang. Tetapi kenaikan gaji PNS khususnya guru. tetapi amerika juga turut merayakan kemenangan SBY yang merupakan pentolan partai demokrat (PD) ini. Rakyat kecil yang tidak tahu apa-apa hanya bisa berbangga dan bersenang hati saat mendapatkan BLT yang di berikan SBY di masa pemerintahannya. Jelas sudah kenapa suara SBY bisa mencapai lebih dari 50%. Jakarta: The Indonesian Institute. mereka juga ikut-ikutan melakukannya di Poso. membuat kurang lebih 4jt jiwa PNS khususnya guru menyuarakan hatinya kepada SBYboediono. rakyat kecil yang tahunya hanya BLT. 1 Selain itu. Soetrisno Bachir : Solusi untuk Bangsa. Tentu saja hal ini sangat memberikan efek bagi pilpres mendatang . Ini hanya sebagian tipis analisis saya (penulis) tentang kemenangan SBY-Boediono. SBY. Pengaruh situasi nasional seperti itu tak bisa dihindari sebagai konsekuensi dari reformasi dan kuatnya desakan globalisasi. BLT dan BLT.

Mengapa begitu? Memang SBY pernah mengatakan kepada International Herald Tribune (8-8-2003): “I love USA. Bahkan SBY di tuding terlalu nurut dengan amerika. mengapa itu harus di pertahankan ? . Sedangkan negara kecil seperti thailan dan malaisya saja bisa menghapuskan hutangnya secara singkat. mudah-mudahan menjadikan negara ini lebih baik. soal kepemihakan dan bahkan Bisa jadi soal kepentingan. tentu saja kehadiran partai islam seperti PKS yang mengusung wacana “ islamisasi di segala bidang”. soal ideologi. lalu mengapa SBY menolak kenaikan cawapres dari PKS? . menjadi halangan besar badi PD khususnya amerika yang mempunyai kepentingan – kepentingan tertentu.yang mengusung demokrasi dan nasionalis. Menurut Mayor jendral saurip dari awal. SBY sudah terbiasa dimanjakan oleh sekelilingnya. Dampaknya. I consider it my second country”. dengan alasan unsur islam merupakan penghambat demokrasi. (di kutip dari hasil wawancara Khusus Mayor Jenderal Saurip Kadi oleh Faizal Assegaf (Pemimpin Redaksi Majalah EXPAND) Dari situ bisa terlihat seberapa dekat hubungan SBY dengan amerika. Dan SBY adalah figur yg tepat di mata Mr. Mengapa amerika senang? tentu saja dengan naiknya SBY. Label: kopinews . tentu saja ini ada hubungannya dengan kepentingan amerika. mengingat SBY pun pernah bersekolah di amerika. Dan Jika partai islam naik menguasai indonesia tentu saja amat sulit bagi amerika untuk kepentingan politik hegemoni Amrik dan kelangsungan projek korporat-korporat raksasa Amrik di nusantara. yang sulit-sulit. Tidak ada salahnya memang menjalin hubungan dan meminta dukungan dengan negara asing. realitas yang tidak selalu mulus. dia tidak mempunyai kesempatan menghadapi keadaan yang nyata. Hubungan indonesia yang makin akrab dengan amerika. di samping indonesiapun memiliki kepentingan sendiri dengan amerika. tak pelak SBY pun di tuding sebagai antek-antek amerika. Yakni soal pilihan mazhab. maka siap-siap untuk di jatuhkan pula oleh asing. itu sama saja menggantungkan diri terhadap asing. ini bukan sekedar soal hubungan biasa. tetapi lebih mendasar lagi. Tetapi jika intervensi asing khususnya amerika malah banyak memberikan kerugian bagi negara. Yang saya takutkan ketika negara ini sudah di naikkan oleh asing.Bush. Salah satunya waktu tahun 2004 SBY terpilih Georg bush mempunyai kepentingan dg mitra TNI yg mampu sapu bersih anasir-anasir teroris Islam ekstrim Asia Tenggara yg sebagian sedang bersemi dan bersarang di Indonesia. Amerika makin leluasa untuk melaksanakan kepentingannya. Apapun yang menjadi pertimbangan SBY. karena dia tahu beresnya saja. Padahal indonesia ini negara kaya. with all its faults.

namun pelanggaran HAM tetap terjadi di Indonesia mulai dari ujung barat hingga ke ujung timur. terlihat negara secara sistematis berupaya menolak pertanggungjawaban terhadap pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi. serta diabaikannya pengaduan korban-korban kekerasan negara di Aceh menunjukan adanya penolakan itu. Tahun Impunitas : Catatan Pelanggaran HAM di Indonesia Menyambut Peringatan Hari HAM Se-dunia. Konflik Maluku yang sudah berlangsung dua tahun lebih. bahkan pemerintah tidak memberikan komentar atas korban jiwa yang terus berjatuhan. Pasal 28 I UUD secara tegas memberlakukan azas non retroaktif sebagai HAK Azasi Manusia. dan kekerasan yang masih berlangsung di Aceh dan Papua. tidak mendapatkan prioritas bahwa cenderung untuk diabaikan. Dari beberapa peristiwa yang tercatat oleh Kontras. . yang dalam pasal 43 menentukan bahwa pengadilan atas pelanggaran HAM masa lalu harus diusulkan oleh DPR dan ditetapkan dengan Keppres. Tidak ada tindakan pemerintah untuk menghentikan segala bentuk kekerasan yang di lakukan aparatnya yang berlindung atas nama hukum. Hal ini terlihat kasus Tanjung Priok. Dengan cerdiknya negara telah membangun benteng kontitusi untuk menghilangkan pertanggungjawaban masa lalu. menandai keprihatinan menjelang akhir tahun 2000 ini. Aceh sampai Papua. Respon negara terhadap berbagai pengaduan pelanggaran HAM masa lalu dan berbagai pelanggaran HAM yang tengah terjadi di Aceh dan Papua. Sikap tersebut berlanjut dengan ke luarnya UU tentang Pengadilan HAM. Peristiwa tersebut adalah merupakan puncak dari pergulatan negara atas desakan untuk mempertanggungjawabkan berbagai peristiwa kejahatan HAM masa lalu.iaran Pers No 61/Kontras/SP/XII/2000 Tentang Tahun 2000. Indikasi penolakan tersebut ialah: Amademen terhadap pasal 28 UUD. 10 Desember 2000 Tahun 2000 sesudah hampir berakhir.

selama bulan Januari . yaitu 910 kali. sebagai daerah yang tertinggi angka pelanggaran HAMnya. Polri melakukan 735 pelanggaran. dalam periode yang sama. 185 peristiwa pembunuhan di luara prosedur dengan korban 310 jiwa dan 376 peristiwa penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya dengan jumlah korban 439 jiwa. Kontras mencatat terjadi 57 peristiwa penghilangan orang secara paksa dengan jumlah korban 73 jiwa. TNI juga melakukan pelanggaran HAM sebagai pelaksana dari kebijakan negara dengan kondisi doktrin dan ajaran yang masih bernuansa kekerasan. Tingginya angka pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Polri dalam banyak peristiwa disebabkan karean kepolisian selama ini menjadi institusi yang seringkali menjadi perpanjangan tangan dan alat pengamanan dari kebijakan. bersama dengan TNI Polri malakukan 76 pelanggaran dan TNI sendiri melakukan 29 pelanggaran. Tentang Peristiwa dan Korban Sepanjang Tahun 2000 (Januari . sehingga kepolisian seringkali menjadi tidak terkontrol dalam melakukan aksi dan tugas di lapangan. Korban-korban tersebut tercatat dalam peristiwa penghilangan orang secara paksa dalam 58 peristiwa dengan 74 korban. Dari keseluruhan data tersebut di atas. penahanan semena-mena dalam 450 peristiwa dengan 710 korban dan penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya dalam 429 peristiwa dengan 878 korban. Polri telah menjadi pelaku pelanggaran HAM terbanyak di Indonesia dengan melakukan pelanggaran HAM terbanyak.Konflik sosial yang terus terjadi di beberapa daerah. Tentang Pelaku Dari sisi pelaku. terutama yang terjadi di Maluku.7 Desember} Kontras mencatat telah terjadi 1216 kasus pelanggaran HAM dengan jumlah korban 2119 jiwa. angka pelanggaran HAM tertinggi terjadi di Aceh. sedangkan TNI melakukan 29 pelanggaran HAM. Kecilnya angka pelanggaran HAM yang dilakukan oleh TNI bukan berarti TNI tidak lagi melakukan pelanggaran HAM. . karena tidak disertakan konsep yang memadai. Kasus aksi dan sweeping dalam pencarian GAM di Aceh yang dilakukan kepolsian sebagai pelaksana tugas pengamanan sering disertai dengan tindakan kekerasan. Selama ini penggunaan pendekatan keamanan dan peningkatan status keamanan daerah tidak bisa menyelesaikan konflik tersebut. Di Aceh. tidak pernah diupayakan untuk bisa di selesaikan secara cepat dengan metode yang non violence. di Aceh. pembunuhan di luar presedur hukum dalam 279 peristiwa dengan 457 korban. sehingga perilaku aparat kepolisian tidak pernah berubah.7 Desember 2000. TNI ketika melakukan tugas bersama dengan kepolisian juga melakukan pelanggaran HAM dalam bentuk tindakan yang sama dengan kepolisian. Kepolisian juga belum melakukan perubahan doktrin dan sikap dalam menangani persoalan di masyarakat.

ada rasa pesimis dari sejumlah kalangan terhadap perbaikan kondisi HAM di masa yang akan datang. penerapan UU Peradilan HAM dan UU PKB yang akan melanggengkan praktek poltik militeristik. Praktek politik otoritarian telah ditunjukkan oleh negara dalam menangani persoalan Aceh dan Papua. negara telah melegalkan sejumlah tindakan penyelesaian persoalan-persoalan yang menggunakan metode kekerasan seprti yang terjadi di Aceh dan Papua. Pembiaran itu tampaknya masih terus berlanjut dengan tidak adanya pernyataan dari negara untuk melakukan klarifikasi terhadap pendekatan yang dilakukannya. Negara telah jelas-jelas melakukan pembiaran terjadinya pelanggaran HAM secara terus menerus sepanjang tahun 2000. semakin menunjukkan ketidakmampuan pemerintah menyelesaikan konflikkonflik yang terjadi. Kecemasan ini dilatarbelakngi dengan kenyataan bahwa : Terjadi arus balik politik otoritarian yang dipraktekan negara dalam menangani problem ketimpangan struktural yang terjadi. 9 Desember 2000 Munarman Koordinator Kontras Tabulasi Pelanggaran HAM di Aceh dan Papua Periode bulan Desember 2000 Peristiwa di Aceh Tanggal Peristiwa 3 4 5 0 2 0 0 15 0 1 2 1 0 0 0 Total 6 0 0 0 0 7 0 1 0 0 5 19 4 1 Penghilangan paksa Pembunuhan di luar proses hukum Penahanan semena-mena Penyiksaan dan perlakuan tidak 1 3 1 0 0 2 0 2 0 1 . Di samping membiarkan aparaturnya melakukan pelanggaran HAM. pemerintah seakan-akan mencoba melarikan diri dari tanggung jawab penyelesaian. Militerisme terhadap konflik didua wilayah tersebut ditunjukkan juga di Ambon . Dengan meyerahkan persoalan Maluku sepenuhnya kepada masyarakat Maluku.Pandangan Kontras Terhadap Kondisi Kemanusiaan Ke Depan Di Indonesia Melihat kondisis kemanusiaan di Indonesia saat ini. Kemenangan politik otoritarian tersebut berupaya dijustikasi melalui system hukum seperti misalnya perubahan konstitusi. Jakarta. Masih berlangsungnya konflik sosial di Kepulauan Maluku dan beberapa tempat lainya. Berlarut-larutnya konflik Maluku menujukkan bahwa negara tidak pernah membangun konsep penyelesaian. dan dilakukan oleh aparaturnya.

October 06. 2006 Tinjauan Kecerdasan Spiritual (SQ) Terhadap Permasalahan Sosial di Indonesia . Data di atas diambil dari hasil invetigasi Kontras Aceh dan Kontras Papua Friday.manusiawi lainnya Total TNI/POLRI TNI POLRI GAM Tak diketahui Total Peristiwa di Papua 4 3 0 0 1 0 4 3 0 0 0 0 3 3 1 0 0 1 0 0 1 19 11 7 0 1 0 19 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 29 15 8 1 2 3 29 Penghilangan paksa Pembunuhan di luar proses hukum Penahanan semena-mena Penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi lainnya Total TNI/POLRI TNI POLRI GBPK Tak diketahui Total Catatan : 1 0 2 0 1 3 3 0 0 0 0 3 Tanggal Peristiwa 2 3 4 5 0 0 0 0 8 0 0 0 0 47 0 0 2 0 0 0 10 9 0 0 1 0 10 47 0 0 47 0 0 47 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Total 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 0 6 80 0 86 84 0 0 2 0 86 0 16 127 3 146 96 0 47 3 0 146 Data di atas dihitung berdasarkan korban bukan peristiwa.

diangkat menjadi Presiden. Pendekatan yang memanfaatkan Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intelligence) diharapkan dapat menjadi alernatif pemecahan masalah konflik sosial yang saat ini sedang terjadi di Indonesia. Kerusuhan dengan latarbelakang kesukuan. diputuskan adanya pemilihan umum dipercepat. Dimulai dengan adanya guncangan ekonomi di Kerajaan Gajah Putih Thailand. Wakil Presiden saat itu. politik dan ekonomi telah memicu berbagai unjuk rasa. agama. BJ Habibie. main hakim sendiri hingga pertumpahan darah.Oleh : Rahmat Ismail Ketua Umum PP Himpunan Psikologi Indonesia AbstrakKrisis moneter yang menimpa beberapa negara di Asia Tenggara pada tahun 1997 telah membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan ekonomi. yang juga tidak dapat bertahan lama karena dianggap sering mengambil keputusan yang kontroversial. Hasilnya terpilih Presiden baru Abdurrachman Wahid. Berbeda dengan di Indonesia. Di Indonesia sangat dirasakan adanya krisis ekonomi yang dimulai dari kehancuran sektor perbankan. Malaysia. Melalui Sidang Istimewa MPR RI Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri diangkat menjadi presiden. Philipina. Korea. Krisis multi dimensi di IndonesiaKrisis ekonomi di Indonesia diawali sejak dilakukannya praktik perdagangan monopoli yang dilakukan oleh elit tertentu dan . pada bulan April 1997 telah terpuruk menjadi 50 Bath. Akan tetapi justru yang terjadi adalah maraknya perdagangan valuta asing sehingga nilai tukar rupiah jatuh ke titik yang terendah. telah membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan bangsa-bangsa menjelang diberlakukannya Zona Perdagangan Bebas. PendahuluanKrisis moneter yang diawali sejak pertengahan tahun 1997 dan terjadi di Asia Tenggara. Singapura dan Indonesia. Perbaikan yang dilakukan di negara-negara Thailand. Muncul berbagai permasalahan sosial di hampir seluruh wilayah Indonesia. Melalui Sidang Istimewa MPR RI. politik dan sosial di Indonesia. Malaysia. Jatuhnya mata uang Bath ini menjadi pemicu dimulainya krisis ekonomi di Korea. Kemelut dalam bidang politikpun terjadi. dilanjutkan dengan penarikan dana yang sangat besar dari Bank Indonesia dalam bentuk BLBI untuk penyehatan sektor perbankan. Presiden Suharto setelah berkuasa lebih dari 32 tahun terpaksa harus meletakkan jabatan. Philipina dan Singapura dapat cepat membawa hasil. karena krisis yang mereka alami hanya menyangkut moneter saja. dimana terjadinya krisis moneter telah diikuti pula oleh krisis politik yang pada akhirnya menjadi sebuah krisis sosial. dimana nilai tukar mata uang Bath yang selama 40 tahun terakhir berkisar sekitar 24 Bath untuk 1 dollar Amerika.

DANAMON / Usman Atmadjaja Rp. 4. Fuad Bawazier. Di perkirakan dana BLBI tersebut sebagian besar tidak digunakan untuk menyehatkan keuangan perbankan di dalam negeri.didukung oleh kekuatan politik yang ada. 4. BUN / Bob Hasan Rp. Akan tetapi dalam perkembangannya. 3. maka perbankan harus memikul beban kerugian yang sangat berat. Akan tetapi hanya dalam waktu 45 hari setelah BLBI dikucurkan. BCA / Soedono Salim Rp. NAMA BANK PENERIMA JUMLAH POKOK 1. dana yang dikumpulkan oleh perbankan di Indonesia lebih banyak digunakan hanya untuk membiayai usaha dari kelompok pemilik bank itu sendiri. Untuk mengatasi permasalahan ini sekelompok pengusaha perbankan mengajukan permohonan bantuan likwiditas dari Bank Indonesia dan terjadilah penarikan uang negara secara besar-besaran yang diberikan kepada sekelompok pengusaha perbankan yang dikenal sebagai kasus Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) pada bulan Nopember 1997. BIRA / Bambang Winarso Rp. 12. Karena sebagian besar dari usaha ini gagal.068 milyar 5. Oleh karena seringnya perbankan kalah kliring.866 milyar .040 milyar 2.000 pada saat BLBI dilakukan. likwiditas perbankan menjadi sangat lemah. Akibatnya. lembaga perbankan lahir dengan mudah karena persyaratan pendirian yang sangat ringan. Kekuatan ekonomi yang dibentuk dan ditentukan oleh kekuasaan politik ini telah mendorong tumbuh suburnya korupsi di pelbagai lini birokrasi pemerintahan dan militer.000 untuk 1 dollar Amerika.596 milyar 3.050 milyar 4. 26. mantan Menteri Keuangan yang pernah memeriksa BLBI menyebut kasus ini sebagai "perampokan bank terbesar di dunia yang dilakukan secara terang-terangan di siang hari bolong" Nilai tukar rupiah yang sebelum masa krisis masih bisa bertahan pada posisi sekitar Rp. L/C yang sudah dibuka dan jatuh tempo untuk dibayarkan. 2.018 milyar 6. Suatu nilai tukar yang tidak pernah terbayangkan akan terjadi menimpa ekonomi Indonesia. 37. nilai tukar rupiah justru merosot empat kali lipat hingga mencapai titik terendahnya pada pertengahan Februari 1998 senilai Rp 16. BHS / Hendra Rahardja Rp. tidak dapat dicairkan oleh bank-bank di luar negeri. 23. mereka meminjam dari bank yang lain dengan bunga yang sangat tinggi. BDNI / Sjamsul Nursalim Rp.250 untuk 1 dollar Amerika telah merosot ke Rp. melainkan dipindahkan ke luar negeri dipakai untuk spekulasi valuta asing. Dalam bidang keuangan.

Terjadi konflik antara lembaga eksekutif dan legislatif. terjadinya penguasaan perekonomian di tangan sekelompok pengusaha besar dan penumpukan kekayaan pada sekelompok orang saja. Demikian pula di Tasikmalaya pada tanggal 26 Desember 1996 terjadi kerusuhan yang dipicu oleh adanya penganiayaan dua orang santri oleh polisi setempat. Di Sanggauledo pada tanggal 29 Desember 1996. terutama di tangan pejabat negara dan militer yang korup. Akan tetapi usia kepemimpinan Wahid inipun tidak dapat bertahan lama. di Pontianak 29 Januari 1997 dan 25 Oktober 2000. Bangsa Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai bangsa yang ramah dan memiliki tata krama yang sangat tinggi. seolah berubah menjadi bangsa yang brutal dan bengis. serta di Sungaikunyit Hulu 18 Pebruari 1997.Bersamaan dengan terjadinya krisis ekonomi dan politik. Dipicu oleh pengunduran diri sejumlah Menteri Kabinet Pembangunan 2 bidang Ekonomi. konflik sosialpun bermunculan di berberbagai daerah. Maluku Utara terjadi pembantaian di dalam masjid pada bulan puasa Desember 1999 dan di Poso ditemukan ratusan mayat terapung di suangai Poso pada Mei 2000 menjelang pelaksanaan MTQ ke 19. Melalui hasil pemilu inilah kemudian MPR RI memilih Abdurrachman Wahid menjadi Presiden RI ke empat. Kerusuhan antar agama yang tidak dapat dibuktikan siapa pelakunya terjadi di Situbondo pada tanggal 10 Oktober 1996. Kejadian paling parah terjadi di Palangkaraya pada 18 Pebruari 2001 dan berkembang hingga ke Sampit. Konflik sosial di pelbagai daerah di Indonesia. Pemerintahan Soeharto yang telah berkuasa lebih dari 32 tahun berakhir dengan dibacakannya pengunduran diri Suharto sebagai presiden dan dilantiknya B. Habibie sebagai Presiden Indonesia ke tiga pada pagi hari Kamis 21 Mei 1998. ternyata tidak mampu untuk bisa membendung kehancuran perekonomian. Hal ini menyebabkan reaksi MPR RI mencabut mandat yang telah diberikan kepada Wahid dan mengaangkat Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden ke lima Indonesia.Tabel 1. Di Ambon terjadi pula kerusuhan antar agama pada tanggal 19 Januari 1999 terjadi tepat pada pada hari raya ‘Idul Fitri . Konflik antar suku ini telah menyebabkan terjadinya arus pengungsi etnis Madura ke Surabaya dan Pulau Madura secara besar-besaran. di 13 wilayah Jawa dan Madura. Lima besar penerima BLBI (Sumber BI dan BPK) Sebagai dampak dari merosotnya nilai tukar rupiah. Sidang Istimewa MPR RI kemudian diadakan dan menetapkan dipercepatnya pelaksanaan pemilihan umum agar para wakil rakyat dapat memilih Presiden yang legitimate. semakin menyebabkan rasa ketidak percayaan rakyat terhadap pemerintahan yang ada. Wahid yang seringkali mengambil keputusan yang kontroversial pada akhirnya mengeluarkan dekrit pembubarkan MPR RI. Rezim Orde Baru yang telah berkuasa dengan sangat kokoh di Indonesia.J. khususnya . Konflik antar suku terjadi beberapa kali di Kalimantan antara suku Dayak dan Madura. Keuangan dan Industri yang diprakarsai oleh Ginanjar Kartasasmita. di Galela. Sejak bulan Januari hingga Oktober 1998.

Demak. di Pasuruan 13 orang dan di Pamekasan 5 orang. Lumajang. Fasilitas umum diluluh lantakkan. Kejadian yang paling mencolok adalah korban pembantaian yang tewas di Banyuwangi yaitu 85 orang. . Serang. anggota legislatif dan eksekutif diculik dan dibunuh. Sikap main hakim sendiri juga sudah merupakan kejadian sehari-hari. tertangkapnya pencuri. rakyat membunuh tentara. masyarakat hidup dengan penuh ketidak jelasan. nilai-nilai baru sudah berlaku di masyarakat. Dalam kondisi anomi ini. diperlukan kemampuan untuk dapat melihat permasalahan yang ada secara holistik. di Sumenep 23 orang. dimana kita dapat melihat dengan lengkap seluruh keterkaitan permasalahan dan mampu untuk bersikap secara luwes. Antara lain mulai dari perebutan lahan parkir. Konflik yang terjadi hampir di seluruh wilayah negara kesatuan Republik Indonesia ini menyebabkan terjadinya pergeseran nilai-nilai. konflik politik hingga konflik antara mahasiswa dan tentara/polisi yang menyebabkan meninggalnya 3 orang martir mahasiswa Universitas Trisakti. Hafidin Royan dan Hery Hertanto pada tanggal 12 Mei 1998. sejak bulan Januari hingga Oktober 1998. saat ini sudah hampir tidak ada lagi. konflik antar kampung/suku. melaju dengan sesuka hati mereka tanpa memperhitungkan bahaya yang mungkin bisa terjadi bagi pengendara lain. Dalam kondisi sedemikian ini. Pemerintah pada akhirnya menyetujui untuk memberikan Otonomi Khusus bagi Aceh melalui Undang-undang Nanggroe Atjeh Darussalam. Di Bekasi. Kendaraan-kendaraan terutama yang besar-besar. Elang Mulia. Bangkalan. Situbondo dan Probolinggo ditemukan korban tewas dan luka-luka parah. Di Aceh telah terjadi konflik sosial yang pada akhirnya tidak diketahui lagi siapa yang memulainya. Di Jakarta juga terjadi berbagai konflik sosial dengan latar belakang permasalahan yang beraneka ragam. Dapat dilihat dari sopan santun di jalan raya bagi pengendara kendaraan. Kecerdasan Spiritual sebagai alternatif pemecahan masalah konflik sosialMenghadapi bebagai permasalahan konflik sosial yang saat ini sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia dan bahkan telah mulai menjurus kepada kemungkinan terjadinya disintegrasi bangsa. Tentara membunuh rakyat. Para ustadz dan kiai menjadi korban pembunuhan yang polanya mirip dengan pembunuhan yang dilakukan oleh PKI menjelang meletusnya G30S. Danah Zohar dan Ian Marshal memberikan batasan tentang Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intelligence) ini sebagai kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai. diharapkan kita dapat memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai permasalahan ini dengan baik dan memecahkan persoalanpersoalan tersebut dengan mengetahui makna dan nilai yang terkandung di dalamnya. sehingga tidak jarang terjadi pengeroyokan hingga mati terhadap pencuri yang tertangkap basah. Hal ini dimungkinkan apabila seseoang itu memiliki Kecerdasan Spiritual yang tinggi. Rektor sebuah universitas dibantai.di daerah Tapal Kuda Jawa Timur terjadi pembunuhan massal yang bermula dari isu pembersihan dukun santet. di Jember 17 orang. Sementara nilai-nilai yang lama masih belum dapat ditinggalkan.

yang didapat dari usia kelahiran). koneksi. Tetap diperlukan adanya kerangka acuan dari agama untuk dapat mempermudah kita dalam memahami makna dan nilai dalam kehidupan ini. Kecerdasan Intelektual yang sangat dikenal sejak awal abad ke 20 dengan IQ (Intelligence Quotient). Daniel Goleman pada pertengahan 1990-an mempopulerkan Kecerdasan Emosional atau EQ (Emotional Quotion). EQ merupakan persyaratan dasar untuk dapat menggunakan IQ secara efektif. EQ yang memungkinkan kita untuk bepikir asosiatif yang terbentuk oleh kebiasaan dan memampukan kita untuk dapat mengenali pola-pola emosi. namun tantangan untuk mencapai kecerdasan spiritual yang tinggi sama sekali tidak bertentangan dengan agama. adalah kemampuan merasakan. adalah merupakan perkalian 100 atas Usia Mental (MA. Sedangkan SQ memungkinkan kita untuk berfikir secara kreatif. Ditinjau dari ilmu saraf. dan secara aktif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi.Apabila dikaitkan dengan teori chaos. Antara yang diketahui dan yang tidak diketahui. tidak harus berhubungan dengan agama dan beragama itu tidak menjamin dimilikinya SQ yang tinggi. Sekalipun SQ tidak sama dengan beragama. yang didapat melalui nilai test psikologi) dibagi dengan Usia Kalender (CA. dan pengaruh yang manusiawi. Untuk itulah diharapkan agar kita memiliki kemampuan untuk dapat membaca makna dan nilai yang tekandung di dalamnya. IQ merupakan hasil dari pengorganisasian saraf yang memungkinkan kita untuk berpikir rasional. Dengan demikian penguasaan agama akan membantu kita dalam mempermudah meningkatkan Kecerdasan Spiritual. maka saat ini kita sedang berada pada titik "ujung". Kecerdasan ini digunakan untuk memecahkan masalah logika maupun strategis. informasi. Tanda-tanda dari SQ yang telah berkembang dengan baik adalah : Kemampuan bersikap fleksibel Tingkat kesadaran yang dimiliki tinggi Kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan Kemampuan untuk menghadapi dan melampaui rasa sakit Kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai Keengganan untuk mengalami kerugian yang tidak perlu Kemampuan untuk melihat keterkaitan berbagai hal Memiliki kecenderungan bertanya "mengapa" atau "bagaimana jika" dalam rangka mencari jawaban yang mendasar Memiliki kemampuan untuk bekerja mandiri. SQ dengan demikian merupakan landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif dan merupakan jenis pemikiran yang memungkinkan kita menata kembali dan mentransformasikan dua jenis pemikiran yang dihasilkan IQ dan EQ. . yaitu titik pertemuan antara tatanan dan kekacauan. memahami. logis dan taat asas. sehingga kita dapat menangkap makna dan nilainilai dengan lebih baik. berwawasan jauh membuat dan bahkan mengubah aturan.

Dengan dimilikinya kemampuan untuk melihat permasalahan secara holistik. diharapkan kita dapat menjadi lebih fleksibel dalam menentukan etika baru yang akan kita pergunakan untuk menggantikan etika lama yang penuh dengan kekerasan dan kekejaman.org posted by Lukman Nul Hakim at 4:00 AM Bab 12 Jendral dibalik Pembantaian Umat Islam di Ambon-Maluku 12-01 Kerusuhan dan Perrkembangannya 12-02 Perlawanan Ummat Islam 12-03 Kerugian Ummat Islam Bab 12 JENDERAL DI BALIK PEMBANTAIAN UMMAT ISLAM DI AMBONMALUKU KERUSUHAN yang terjadi hampir di selu-ruh Maluku. (2000). aliran atau partai politik yang dianutnya dan kemudian menjadikan kepentingan mayoritas dari bangsa ini sebagai acuan sikapnya. kehilangan makna dan komitmen.diharapkan seseorang akan mampu untuk selalu membuka diri terhadap setiap pengalaman yang ditemuinya dan kemudian dapat menangkap makna yang terkandung di dalamnya. Diperlukan pula adanya seseorang pemimpin yang penuh dengan pengabdian. pertama-tama sangat diperlukan adanya kemampuan untuk dapat melihat keterkaitan dari setiap permasalahan yang sedang dihadapi. yaitu saatnya ummat Islam merayakan hari Idul Fitri setelah berhasil . Studying Psychology. KesimpulanDi dalam menghadapi berbagai konflik yang timbul sebagai akibat dari tidak segera diatasinya krisis multi dimensi yang saat ini sedang dihadapi bangsa Indonesia. mampu untuk melepaskan dirinya dari kepentingan-kepentingan sempit kelompok. egoisme diri yang sempit. Sumber : http://www. Emotional Intelligence in Leadership and Organizations. Oleh karena itu ajaran-ajaran agama akan sangat membantu kita untuk dapat meningkatkan SQ agar dapat menjadi tinggi dan dapat keluar dari konflik sosial yang saat ini telah sampai pada "ujung"nya. ternyata menurut Danah Zohar dan Ian Marshall memiliki SQ kolektif yang rendah.C. & Ayman S (1997) .H. SQ: Spiritual Intelligence – The Ultimate Intelligence. EXECUTIVE EQ. Great Britain: Blomsbury Robert K. NY: Advanced Intelligence Technologies Thomas M. Great Britain: Psychology Press Ltd. bertepatan dengan 1 Syawal 1419 H. termasuk Maluku Utara telah berlangsung setahun lebih dimulai pada tanggal 19 Januari 1999.Dengan dapat terpenuhinya tanda-tanda SQ yang telah berkembang ini. Seseorang akan menjadi tegar untuk menghadapi setiap permasalahan dan membuka diri untuk memandang kehidupan dengan cara yang baru.himpsi. Manusianya berada dalam budaya yang secara spiritual bodoh yang ditandai oleh materialisme. kelayakan. KepustakaanDanah Zohar & Ian Marshall (2000). Kita harus dapat melepaskan diri dari pengaruh budaya masyarakat modern yang saat ini sangat dipengaruhi oleh humanisme barat.

untuk merdeka dan berdiri sendiri. kota Ambon dapat dikatakan mulai tenang. Bagi mere-ka. Konflik antar masyarakat Kristen dan Islam ini selalu ditutup-tutupi dengan mengangkat permasalahan horizontal yaitu konflik sosial kemasyarakat sebagai penyebab. Ummat Islam ternyata tidak dapat dikalahkan semudah yang diperkirakan. Isu separatis ini muncul kembali karena suasana dalam negeri RI yang sedang dalam proses reformasi menunjukkan kekacauan hampir di seluruh wilayah Nusantara. maka tidak mustahil kerusuhan berikut akan terjadi lagi. seba-gai upaya memperkecil jumlahnya hingga mencapai titik minoritas yang tidak berarti. Haruku. dan sebagainya telah menyulut konflik ini ke arah Perang Agama. Banda.J. Pembunuhan dan pembakaran terhadap ummat Islam yang tidak siap menghadapi ancaman itu mem-buat ummat Islam harus eksodus dari Maluku demi menyelamatkan diri dan keluarganya. Akan tetapi. maka konflik ini tidak akan dapat selesai begitu saja. Republik Maluku Selatan (RMS) telah digunakan untuk mencapai tujuan politik tersebut sekaligus mencapai cita-cita RMS untuk melepaskan Maluku Selatan dari Negara Kesatuan RI. pada tahun 1950 telah ikut bersama TNI menggagalkan berdirinya RMS. Banyaknya aparat keamanan. tetapi pulau-pulau lain terutama di Maluku Utara masih terus bergolak dalam bentuk perkelahian massal. Namun dikhawatirkan kalau akar perma-salahannya tidak diselesaikan terutama bila RMS yang diduga sebagai otak dan penggerak kerusuhan tidak ditangani. Pemerintahan Soeharto dijatuhkan sedang-kan Pemerintahan B. Bab 12-01 Kerusuhan dan Perrkembangannya Kerusuhan yang bertujuan memperkecil jumlah masyarakat Islam di Maluku dilakukan dengan amat keji. Jika aparat keamanan yang besar ini (16 yon) ditarik.5 tahun. Kerusuhan ini telah berkembang ke beberapa pulau di sekitar Ambon seperti pulau Kei. Kerusuhan yang oleh pihak Kristen ini telah direncanakan dengan matang untuk mencapai tujuan politik Kristen di Indonesia di mana diperkirakan Negara Boneka buatan Belanda pada tahun 1950. Saparua. Karena itu konflik yang amat sensitif ini cepat menjalar ke seluruh Maluku. Pekerjaan besar ini dilakukan dengan menghancur-kan ummat Islam yang. memang mem-buat keadaan sedikit terkendali. sebab mereka bangkit melakukan perlawanan dan mampu bertahan sehingga kerusuhan terus berkecamuk walau berlangsung sudah hampir 1. Seram. Sejak Januari 2000. Halmahera dan Obi. ummat Islam adalah penghalang utama bagi berdiri-nya RMS karena itu harus dipukul dengan keras. . Pihak RMS yang menghantam ummat Islam pada sendi-sendi keaga-mannya seperti pembakaran masjid. Habibie rapuh karena dinilai tidak legitimated dan tidak sah. Terlepasnya Tim-Tim dengan sutau proses yang di-dukung dunia internasional telah ikut merangsang pihak RMS untuk melepaskan diri dari Negara Kesa-tuan Republik Indonesia. Sanana dan pulau-pulau lain yang kini termasuk Maluku Utara seperti Ternate. penghinaan terhadap Rasulullah Saw.menunai-kan ibadah Puasa sebulan penuh. Perluasan konflik seperti itu terjadi karena tidak segera diatasi pada akar permasalahannya.

termasuk senjata api rakitan dan organik militer. Karena itu mereka mampu secara sistematik melakukan penyerangan walau dalam skala kecil sampai dengan akhir Juli 1999 yang telah menimbulkan kerugian terus-menerus di pihak Islam. ummat Islam mendapat kemajuan yang berarti. telah memberikan perlindungan-Nya dengan membangkitkan semangat perlawanan ummat Islam yang tampak dengan berduyun-duyunnya masyarakat pedesaan di sekeliling kota Ambon bahkan dari berbagai pulau sekitar Ambon datang ke kota Ambon untuk menghadapi ancaman pihak Kristen ini. jauh hari sebelumnya telah mempersiapkan kekuatan. Menghadapi serangan demikian. sedangkan ditiap pedesaan telah mengorganisir kekuatan tambahan. tidak mungkin dapat dilakukan begitu tiba-tiba tanpa perencanaan yang matang. dan pada Desember 1999 mencapai Maluku Utara dengan konflik fisik yang cukup dahsyat. karena itu dalam waktu satu minggu pertama keselamatan ummat Islam terletak pada bagaimana mereka mampu bertahan dengan kekuatan yang tersedia. Semangat sebesar itu telah mengakibatkan pukulan moril besar terhadap pihak Kristen. ummat Islam melakukan pembelaan diri sebagai upaya penyela-matan. Kekuatan besar yang dikonsentrasikan.Bab 12-02 Perlawanan Ummat Islam Serangan mendadak yang dilakukan pihak Kristen. Walaupun berat beban perawatan ini ternyata masyara-kat kota Ambon dengan segala keterbatasannya mampu menanggulangi bersama-sama sampai menjelang setahun mereka di kota Ambon. Dalam keadaan demikian. inilah awal offensif ummat Islam setelah bertahan terus menerus selama enam bulan. berupa perawatan kepada belasan ribu mujahidin dari luar daerah itu. Bangkitnya ummat Islam melakukan pembelaan sesungguhnya hal yang terpaksa karena mereka belum cukup kuat untuk melakukan aksi pembelaan. Aparat keamanan yang juga terdesak tidak dapat berbuat banyak. Suatu kenyatan yang sulit dipercaya adalah menggeloranya semangat Jihad Fie Sabilillah yang amat dahsyat. Bab 12-03 Kerugian Ummat Islam Walaupun kerugian kedua belah pihak dapat dinilai seimbang. dampaknya lebih besar dan berakibat jangkauan ke depan . menunjukkan adanya suatu perencanaan melalui suatu organisasi yang solid. Karena itu pihak Kristen mulai mengalihkan kerusuhan ke luar Ambon. Pihak Kristen yang memang merencanakan kerusuhan untuk mencapai tujuan politik tertentu. ummat Islam di akhir Juli 1999 itu bangkit melakukan serangan balasan. Namun demikian semangat jihad itu juga membawa dampak lain di pihak Muslim. dihantamkan kepada ummat Islam yang tengah merayakan Idul Fitri. sehingga tidak gampang melakukan serangan-serangan seperti minggu pertama kerusuhan. Allah swt. maka dengan kemampuan seada-nya. baik personil maupun persenjataan. walaupun terpaksa dilakukan oleh kampung demi kampung secara mandiri. tetapi kerugian yang dialami ummat Islam. sehingga September 1999 dapat dikatakan kondisi kekuatan dan kerugian kedua belah pihak menjadi relatif seimbang. Ternyata dengan semangat Jihad Fie Sabilillah yang luar biasa. puluhan ribu mujahidin telah memasuki kota Ambon. menjangkau beberapa desa di Seram dan seterusnya. dan tidak terkoordinasikan.

konflik horizontal pada 2003 relatif berkurang. yaitu perselisihan antara sopir angkutan pedesaan dari Desa Ujunggading dan pengemudi becak motor dari Desa Airbangis. adalah insiden kecil. Sumatera Barat. Rizal Panggabean DIREKTUR MAGISTER PERDAMAIAN DAN RESOLUSI KONFLIK. Salah satu di antaranya adalah kekerasan antardesa. ummat Islam akan kehilangan sumber daya berpendidikan selama satu generasi. pertengahan Januari lalu. Papua. Tidaklah berlebihan bila para tokoh memperkirakan akibat kerusuhan ini. benturan keras antarkelompok masyarakat cenderung menurun. Unpatti kini telah menjadi Kampus merah. Bentuk lainnya adalah kekerasan antara warga pendatang dan warga setempat. khususnya sejak 1999. warna yang diberikan sebagai pengenal bagi pihak Kristen dan untuk Islam dikenal dengan putih. 3000 mahasiswa telah tertutup sama sekali bagi mahasiswa Islam. Konflik yang menimbulkan dendam horizontal mendalam ini akan sangat berpengaruh pada proses belajar mengajar yang dilaksanakan secara terpadu. UGM Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. kondisi-kondisi strategis kerugian ummat Islam ini perlu mendapatkan penanganan khusus dari Pemerintah. Dua orang tewas dalam kerusuhan yang antara lain dilatari pemekaran wilayah berupa pembentukan provinsiprovinsi baru. bentuk-bentuk konflik tidak baru. sedangkan sektor perekonomian pada lingkup besar dan pendidikan akan memerlukan waktu lebih panjang dan akibat yang ditimbulkan besar. Unpatti yang didanai 70 persen kekuatan Kristen telah dimanipulasi untuk menendang kepentingan Islam. Dalam kerusuhan yang melibatkan dua desa yang bertetangga itu. lima orang tewas dan puluhan orang luka berat dan ringan. Oleh karena itu. Lebih fatal lagi untuk perguruan tinggi khususnya Universitas Patti-mura (Unpatti) tempat menimba ilmu calon sarjana dan calon pemimpin masa depan.karena hancurnya sendi-sendi dasar perekonomian serta pendidikan bagi puluhan ribu pelajar dan mahasiswa. . baik dilihat dari intensitasnya maupun jumlah korban yang jatuh. Pemicu kerusuhan. seperti yang terjadi di kota Timika. awal September lalu. melainkan sudah akrab di telinga masyarakat. Walaupun potensinya tetap besar. Perekonomian dalam skala besar dengan investasi ummat Islam terutama yang dari luar Maluku terpukul sehingga kini mereka menarik diri. Dosen dan Karyawan Islam. seperti biasanya. begitu juga penanam modal lainnya yang memberikan lapangan kerja bagi ummat Islam. seperti di Pasaman. Kerugian pada rata-rata kebutuhan hidup masyarakat Islam cukup besar tetapi dampak kerugian itu akan dapat diatasi dalam waktu 2 atau 3 tahun ke depan. Selain itu. Pada sektor pendidikan boleh dikatakan terhenti 90 % karena letak sekolah-sekolah pada umumnya di luar sektor yang dikuasai ummat Islam.

Pada 26 Oktober. dan kepartaian. Buleleng. jarang diperhatikan sehingga dapat meletus sewaktu-waktu. benturan antardesa pakraman di Bali juga sering terjadi. Pengalaman menunjukkan beberapa sumber identitas yang sering menjadi basis mobilisasi adalah agama dan etnisitas. Bali. kondisi yang lebih mendasar adalah persaingan antarpartai besar dalam memperebutkan suara dan dukungan yang sering dianggap langka dalam konteks kompetisi kepartaian. dan antarpendukung partai mengisyaratkan beberapa ciri yang perlu diperhatikan dalam konflik horizontal di Indonesia. Tentu saja. pemerintah dan masyarakat perlu memberikan perhatian yang lebih serius terhadap afiliasi kedesaan. Karenanya. Selama ini. Kalimantan Barat. pengerahan kelompok-kelompok masyarakat yang berbenturan. misalnya konflik antardesa atau antarbanjar. Seperti halnya kombinasi perbedaan etnis dengan perbedaan agama. pemerintah daerah dan polisi akan terfokus pada usaha penegakan hukum. kemudian. afiliasi kepartaian dapat menjadi basis mobilisasi juga seperti tampak pada kisah dari Singaraja. Yang perlu dicermati lagi adalah apabila afiliasi kepartaian ini ditopang dengan pemilahan yang lain. kombinasi perbedaan afiliasi kepartaian dengan perbedaan banjar atau desa bisa menjadi bahan mentah bagi benturan horizontal yang keras dan berdarah. menjadi kambing hitam yang mudah didapat di mana saja. yaitu integrasi sosial pendatang dan penduduk asli. Setelah ditangkap dan diadili. aparat keamanan cenderung mengikuti refleks mereka dan serta-merta berbicara mengenai provokator atau aktor intelektual di balik setiap insiden konflik horizontal. Buleleng. dipukuli. Yang pertama adalah yang menyangkut unsur-unsur identitas yang melandasi pembentukan dan. Dalam konflik antara pendatang dan penduduk asli. dan Sulawesi Tengah. Selain di Sumatera Barat. Maluku Utara. provokator atau aktor intelektual memang sungguh sesuai karena dapat ditangkap. Dalam kasus-kasus seperti ini. etnisitas biasanya menjadi ciri pembeda yang menjadi basis mobilisasi konflik. Tetapi. Walaupun jarang sekali menimbulkan korban jiwa. antara penduduk asli dan pendatang. konflik antardesa adat di Bali cukup membuat pusing polisi dan tokoh adat setempat. keadaan dianggap telah "aman terkendali". masalah yang lebih mendasar. Kalimantan Tengah. khususnya menangkap dan kemudian mengadili perusuh yang dianggap bertanggung jawab. . Seringkali perbedaan etnis penduduk asli dan pendatang ini ditopang pula dengan perbedaan agama. seperti yang terjadi di Maluku. keagamaan. cerita dari Pasaman di atas menunjukkan bagaimana satuan teritori yang kecil seperti desa semakin sering menjadi basis pembentukan dan pengerahan kelompokkelompok yang bertikai. benturan antara pendukung Partai Golkar dan PDI Perjuangan menimbulkan dua korban tewas dan banyak lagi yang luka-luka. Provokator dan aktor intelektual. Akhirnya. dengan kata lain. Benturan antardesa.Bentuk lainnya lagi adalah benturan antarpendukung partai yang terjadi di Singaraja. kesukuan. Dalam definisi tugas dan tanggung jawab seperti ini. Bukan rahasia lagi bahwa dalam usaha mereka memulihkan keamanan dan ketertiban. dan syukur-syukur diadili.

tetapi juga dapat menjadi awal bagi kemitraan dalam mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan menyelesaikan masalah-masalah mendasar di masyarakat. antara penduduk asli dan pendatang. atau Papua terdiri dari masyarakat yang homogen dengan tetangga dan warga yang selalu rukun. Masalah itu bisa berupa ketidakselarasan antardesa. konflik kepentingan antara pendukung dan penentang pemekaran wilayah tidak dapat "ditangkap" atau "diburu" aparat. dan antara partai-partai politik. Berhentilah berpikir bahwa desa-desa di Sumatera Barat. Di lain pihak. Masalah-masalah mendasar yang melatari konflik horizontal perlu mendapat perhatian yang semestinya. Sebagai contoh. masyarakat juga perlu mengubah cara berpikir dan bertindak. misalnya dengan mengirim dan menempatkan kompi-kompi polisi dan tentara. Hadapilah kenyataan bahwa desa-desa bisa terdiri dari kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan yang satu sama lain bertentangan. Dari pergeseran cara berpikir seperti di atas. kepartaian. Bali. mengingat potensi konflik horizontal yang secara luas diakui sangat besar di Indonesia.Akan tetapi. Artikel 006_ 2001 Masalah Cina 3 MASA ORDE BARU . konflik horizontal tidak hanya potensial menimbulkan kekerasan. Bisakah aparat "memukuli" ketidakselarasan antara pendukung satu partai dan pendukung partai lainnya--lebih-lebih jika kedua kelompok berasal dari dua desa yang telah bermusuhan karena alasan lain? Jangan lupa pula bahwa tidak jarang pendekatan agresif dan represif yang dilakukan aparat justru memperparah polarisasi di masyarakat. dan pemilu yang melembaga. Masalah-masalah mendasar di atas tidak dapat ditangani dengan pendekatan menangkap provokator dan memulihkan keamanan dan ketertiban yang biasanya menekankan respons yang represif. dan barikade-barikade memisahkan dua komunitas beda agama. dua suku yang bertikai dipisahkan dengan mentransfer salah satu di antara keduanya ke tempat lain. Penduduk dua desa dikawal. Ketidakselarasan itu bisa jadi terkait dengan kelangkaan sumber daya yang diperebutkan. dan dominasi penguasaan suatu sumber daya yang langka. Sadari juga bahwa partai-partai adalah cerminan konflik kepentingan dan pemilahan di masyarakat dan karenanya perlu dikelola melalui aturan main kampanye. perbedaan tujuan dan kepentingan pihak-pihak yang bertikai. kiranya perlu sekali apabila aparat keamanan dan masyarakat mengubah orientasi dalam menangani konflik horizontal.

dan kemudian BAPERKI dinyatakan terlarang. tetapi pengaruhnya terhadap ekonomi sangatlah besar karena sebagian besar ekonomi RI ditengarai dimainkan aktor orang-orang Cina (sekitar 60-70%). dan umumnya lebih banyak terjadi dari 'Ali' pejabat dengan 'Baba' pengusaha. Yang terakhir ini relatif masih kecil jumlahnya. Namun. (5) WNI yang beragama Kristen/Katolik (yang berorientasi Belanda/Barat). baik berupa surat kabar maupun penggunaan bahasa Cina dimuka umum. lebih lagi keunggulan dalam perdagangan dan pendidikan waktu itu menyebabkan program ganti nama seakan-akan hanya berganti baju dengan badan dengan bau yang sama juga. (4) WNI yang beragama Budha/Konghucu (yang mempunyai ikatan premordial dengan tanah leluhur dan masih berbahasa mandarin) . soalnya jumlah orang-orang Cina tergolong kecil dibandingkan seluruh penduduk Indonesia (hanya sekitar 1. Dari sikap sosialisasi yang makin bertumbuh. Peran mereka yang sangat besar mendorong pemerintah Orde Baru untuk segera mengambil tindakan. pemerintah melarang penggunaan simbol-simbol Cina. Disinilah mulai ada tuduhan kolusi (KKN) antara pejabat dan WNI keturunan Cina yang kemudian kita lihat menghasilkan ekonomi pertumbuhan gaya orde baru yang memang hebat tetapi menghasilkan produk sampingan berupa kesenjangan sosialekonomi yang makin lebar antara beberapa pengusaha Cina + Pribumi pejabat dengan rakyat orang-orang Pribumi pada umumnya. kemudian masyarakat orang-orang Cina Indonesia dapat dibagi setidaknya menjadi tujuh golongan. Program Pembauran Orang-orang Cina kemudian di tahun 1967 dianjurkan untuk mengganti namanya dengan nama Indonesia untuk memperkecil perbedaan antara WNI keturunan Cina dengan WNI asli. apalagi ketika dijaman Belanda diangkat sebagai warganegara hampir setingkat dengan Belanda dan dibuat lebih tinggi statusnya dari orang-orang Pribumi. Sekalipun demikian. Memang usaha-usaha yang selama ini menjadi monopoli orang-orang Cina kemudian mulai diisi pula dengan orang-orang Pribumi. Kerjasama Ali-Baba ini memang saling menguntungkan kedua pihak. Pada tahun itu pula dikeluarkan peraturan untuk tidak menggunakan nama 'tionghoa' karena konotasi keterkaitannya dengan 'tiongkok' negeri leluhur ras ini.MASALAH Cina memang merupakan salah satu pekerjaan rumah berat bagi Pemerintahan Orde Baru yang mulai beroperasi pada tahun 1966. yaitu (1) WNA Cina-RRC. . Untuk mengikis sikap eksklusivisme itu. (6) WNI yang beragama Kristen/Katolik (yang berorientasi nasionalisme Indonesia). padahal sebagian besar dari mereka tidak berstatus warganegara Indonesia dan nasionalisme ke-Indonesia-annya diragukan. dan menganjurkan agar WNI keturunan Cina dapat membuka kran usahanya bersama orang Pribumi. Untuk meredam konflik lebih besar pemerintah Orde Baru memandang orang-orang Cina yang menjadi WNI sebagai berhak dan berkewajiban sama dengan yang Pribumi. (2) WNA Cina-Taipeh. Indonesia yang baru merdeka dan baru dirongrong pemberontakan 'Madiun' cukup berat menghadapi masalah sebagian orang Cina yang terlihat lebih memihak Belanda pada waktu revolusi dan kemudian bersimpati pada waktu pada G-30-S.5% saat itu). dan (7) WNI yang beragama Islam. memang tidak mudah bagi orang-orang Cina yang secara tradisi budaya memiliki perasaan eksklusif dan superioritas untuk bisa menempatkan diri dalam konteks kemerdekaan. Konsulat dan Kedutaan RRC ditutup menyusul kecurigaan keterlibatan mereka pada G-30-S di tahun 1965. (3) WN-Stateless. dibalik itu dalam kehidupan ORBA kemudian sebenarnya banyak generasi muda Cina mulai bersosialisasi dan berintegrasi dengan yang Pribumi dan makin banyak yang kemudian melakukan kawin-campur dengan yang Pribumi terutama yang beragama sama.

Karena kurangnya pengalaman dan keunggulan dalam sektor perdagangan dapat dimaklumi kalau usaha konglomerasi yang melibatkan mayoritas Cina lebih unggul dan berkembang dan usaha Koperasi makin terpuruk. Jelas perbedaan demikian menimbulkan kesenjangan sosial yang makin parah yang menjurus pada terjadinya kerusuhan-kerusuhan dan huru-hara kota yang cenderung menjadikan rumah. Situasi di atas mendorong makin banyak orang Cina bergerak dalam sektor bisnis dan makin dominanlah mereka. Banyak usaha koperasi hancur. pabrik maupun supermal milik non-pri menjadi sasaran amuk massa. adalah berlebihan kalau peraturan-peraturan pelarangan menerbitkan surat kabar berbahasa mandarin dan pelarangan penggunaaan istilah 'Tionghoa' dijadikan alat stigmatisasi keburukan Orde-Baru. sebab banyaknya sekolah-sekolah swasta yang berbasis agama atau tidak memberi peluang cukup pada non-pri untuk menambah ilmu. Sektor mikro seperti Koperasi umumnya dimasuki pedagang Pribumi. . Apalagi Presiden ORBA Suharto mempunyai hubungan dekat dengan Liem Sioe Liong dan Bob Hasan. Sekalipun WNI keturunan Cina diakui hak hidupnya oleh pemerintah ORBA dan istilahnya diperlunak menjadi 'Non-Pri' dan memperoleh kembali kebebasan bergerak di sektor ekonomi. Itulah sebabnya dalam setiap amuk yang melibatkan massa selalu arah perusakan akan kembali terarah pada minoritas ini. Hampir semua sektor perdagangan dari hulu sampai hilir terutama perbankan sekarang dikuasai oleh non-pri atau kolusi pri-non-pri. Sempitnya kesempatan itu juga terjadi pada Sekolah Negeri dan Perguruan Tinggi Negeri dimana porsi untuk non-pri dibatasi. hanya sekarang timbul lagi masalah baru karena umumnya sekolah-sekolah swasta banyak yang kemudian diisi dengan mayoritas siswa/mahasiswa non-pri. dan pamor industri batik rakyat tradisional yang sempat jaya malah sekarang hancur diterjang usaha-usaha non-pri yang mendirikan pabrik batik raksasa seperti Batik Keris dan Batik Semar. Jadi.Pertumbuhan Ekonomi Orba Pertumbuhan ekonomi gaya Orde Baru memang cenderung bersifat pasar bebas dimana modal besar diuntungkan dan jelas bersifat kapitalistis. Masalah rasial yang kembali timbul dalam bentuk baru sebagai konsekwensi ekonomi pertumbuhan secara bebas yang dianut pemerintah ORBA yang kemudian berkembang sebagai masalah SARA (Suku. Kurangnya kesempatan masuk di Sekolah dan Perguruan Tinggi Negeri tidak menghalangi kemajuan pendidikan non-pri. Dalam karier di ABRI maupun menjadi Pegawai Negeri kesempatan itu kecil apalagi memang dari kalangan keturunan sendiri dorongan untuk memasukinya juga kecil. bahkan oleh pihak tertentu pengusaha Cina itu dijadikan sapi perahan. Sektor pasar tradisional dan pedagang asongan non-formal yang umumnya dikuasai Pribumi sekarang dihantui supermal-supermal yang dimiliki non-pri seperti jaringan supermal Matahari yang juga masuk ke kota-kota kabupaten. Ternyata pertumbuhan ekonomi ORBA lebih membuka peluang tumbuhnya sektor ekonomi makro dan menghasilkan konglomerat-konglomerat yang sebagian besar dari etnis Cina/Tionghoa. toko. sebab kenyataannya dibalik itu justru pada waktu OrdeBarulah kesempatan ras-Cina untuk berkembang kembali meningkat pesat setelah sebelumnya pada masa Orde-Lama dibatasi kegiatan dagangnya. Agama. disektor-sektor lainnya kesempatan itu kecil sekali. dan lainnya. Ras dan Antar-golongan) lebih diperparah lagi dengan usaha-usaha pemerintah RRC yang sekarang dalam alam demokrasinya kembali membuka diri dan secara aktip mulai lagi merangkul pengusaha-pengusaha Cina di perantauan. Dan Pemerintah secara terbuka lebih memberi kebebasan dalam perkembangan usaha-usaha konglomerasi demikian.

Tanpa orangorang keturunan Cina seperti Mochtar Riady atau Soedono Salim dari Indonesia. persatuan dan saling membantu. sudah lama pemerintah RRC sendiri menganjurkan pengusaha-pengusaha Cina perantauan untuk menanamkan modal mereka secara besar-besaran ke RRC. Tujuan Konvensi ini adalah untuk "membentuk jaringan kerjasama ekonomi masyarakat bisnis internasional Cina untuk memanfaatkan berbagai peluang bisnis. maunya cuma bergaul antara mereka. Reaksi itu dapat dimaklumi karena persatuan Cina Sedunia demikian ditakuti sebagai usaha melarikan modal Indonesia ke luar negeri (capital flight) yang berarti merusak ekonomi dalam negeri. Konvensi ini dihadiri 800 pengusaha besar Cina yang datang dari 30 negara termasuk dari Indonesia." Karuan saja jaringan kerjasama yang berbau rasialis ini menggoncang nasionalisme Pribumi di negara-negara khususnya ASEAN. kerja keras." (Jhon K. Indonesia diwakili 40 konglomerat non-pri. sebab mereka tidak memberi komentar tetapi melakukan perusakan dan pembakaran obyek-obyek milik orang-orang non-pri secara massal. mengutamakan pendidikan. Reaksi premordialisme ini bisa dilihat dari reaksi pengusaha Probosutedjo yang sekalipun sejak tahun 1980 pemerintah sudah menganjurkan untuk meninggalkan istilah pri dan non-pri yang menyebabkan usaha HIPPI berubah arti menjadi 'Himpunan Pengusaha Putera Indonesia'. "Tanpa orang-orang keturunan Cina ini." (Ibid. Pertemuan ini kembali membangkitkan premordialisme para pengusaha Cina bahwa keberhasilan mereka dalam bidang ekonomi tidak lepas dari kesamaan mereka yang mewarisi tradisi budaya super yaitu Cina. Para pengamat memperkirakan bahwa 60% investasi asing didaratan Cina ini dibawa oleh para pengusaha keturunan Cina. mereka yang menjadi pengusaha membuat diskriminasi dalam penerimaan buruh (karyawan). Konvensi ini kemudian disusul dengan Konvensi serupa yang diadakan di Hongkong pada bulan November 1993 yang dihadiri 1000 pengusaha besar Cina dari seluruh dunia. soalnya. Timbulnya Reaksi Dampak pertemuan-pertemuan itu telah membangkitkan kembali reaksi kesadaran kaum Pribumi di negara-negara ASEAN terutama Malaysia dan Indonesia untuk mewaspadai gerak langkah para pengusaha Cina dinegara-negara itu. 12). Robert Kuok dari Malaysia atau Charoen Pokphan dari Thailand. Ini kemudian dikaitkan dengan sifat-sifat tradisi budaya itu untuk bersikap hemat. diskriminasi dalam upah dan sebagainya. Naveront. Sejak peristiwa 10 Mei 1963 yang menimpa kota Bandung dan kota-kota lainnya dan disusul dengan sepuluh tahun kemudian di kota yang sama. dan khususnya Indonesia yang sedang berusaha keras untuk mempersatukan non-pri ke dalam kesatuan dengan yang pri sangat dibuat marah dengan perilaku Konvensi yang dihadiri banyak pengusaha non-pri dari Indonesia itu. Jaringan Masyarakat China. yaitu antara lain: "mereka hidup secara eksklusif. bahkan ditekankan kembali Confucianisme sebagai etos pengikat orang-orang Cina.Persatuan Cina Sedunia Lee Kuan Yew. segregasi dalam kehidupan sosialnya. reaksi keras menyebabkan HIPPI kembali diartikan menjadi 'Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia' seperti semula. mantan Perdana Menteri Singapura pada bulan Agustus 1991 memprakarsai diadakannya Konvensi Cina Sedunia di Singapura untuk mengumpulkan pengusahapengusaha Cina perantauan (Overseas Chinese) dari seluruh dunia. tidak banyak modal yang akan masuk ke daratan Cina untuk investasi. Reaksi ini memang patut dimaklumi. Reaksi juga datang dari Siswono Yudohusodo yang menyebut ada sembilan dosa orangorang keturunan Cina di Indonesia. antara yang Pri dan Non-pri. pengrusakan-pengrusakan . 91) Kerusuhan Rasial Reaksi massa mengambang lain lagi. sulit bagi RRC untuk bisa mewujudkan suatu pertumbuhan ekonomi yang begitu tinggi.

bahkan di tahun 1997 ketika ada kerusuhan Pemilu kembali obyek ekonomi Cina di kota ini dijadikan sasaran. Peristiwa Jakarta merupakan puncak kemarahan massa pada etnis Cina karena dosa-dosa mereka. dan dalam tahun-tahun berikutnya memasuki tahun 2000 ada puluhan kota mengalami huru-hara yang sama yang menimpa etnis Cina.604 toko. Sebenarnya kota Medan sudah beberapa kali mengalami kerusuhan rasial. padahal penyebabnya anak polisi yang dihukum di pesantren. Inipun masih sering disusul dengan pembakaran pabrik atau penjarahan toko. pengrusakan dan pembakaran toko orang Cina. kerugian akibat kerusuhan itu Rp. delapan bis kota/metromini. 383 kantor swasta.5 trilyun. 45 bengkel. 1. Padang. banyak kota seperti di Jabotabek. dua kecamatan. Tahun 1998 makin banyak diisi dengan kerusuhan dan huru-hara karena masalah sembako. padahal kita mengetahui bahwa hanya sebagian masyarakat Cina. 65 bank. Apapun penyebabnya selalu tokotoko batik milik orang Cina dirusak dalam kerusuhan Massa. 11 polsek.terhadap obyek-obyek harta milik orang-orang Cina makin sering terjadi lebih-lebih dalam dasawarsa terakhir abad ke-20. 40 mal/plaza. Beberapa kerusuhan terjadi di tahun 1995 seperti di Purwakarta dimana seorang gadis yang dicurigai mencuri sepotong coklat dan dihukum menyebabkan banyak toko Cina dirusak massa. Pada bulan April 1994 terjadi pembakaran puluhan pabrik dan ratusan toko di Medan dengan korban jiwa seorang pengusaha. yang umumnya pengusaha. dan kerusuhan rasial anti-Cina di bulan Mei 1998 ini bahkan menyerang rumah orang Cina dan pemerkosaan 168 wanita Cina (152 di antaranya di Jakarta. Di tahun yang sama konflik PDI dalam peristiwa 27 Juli di Jakarta merembet ke pembakaran obyek-obyek ekonomi orang Cina.2. Huruhara besar yang menimpa toko-toko orang Cina terjadi juga di Banjarmasin dan Ujung Pandang. 2. dihancurkan dan dibakar massa (termasuk 27 gedung gereja) padahal pencetusnya tidak ada hubungannya dengan orang Cina maupun Kristen. 24 restoran. Ini memuncak dengan kerusuhan berdarah yang terjadi di bulan Mei di Medan. Tasikmalaya juga mengalami hal yang sama dimana supermal Matahari dibakar dan mal Yogya dirusak dan ratusan toko milik orang Cina dan gereja dibakar massa. Pantai Utara Jawa dan dibanyak kota terjadi penjarahan. Baik di Jawa Timur. Di Medan 30% penduduknya adalah orang Cina dan ekonomi kota memang dikuasai orang-orang Cina. 3 Juli 1998) Selain itu ada sekitar 80 sinema dibakar.479 ruko. Palembang.119 mobil dan motor. yang bermental begitu. dan 1." (Kompas. Di tahun 1996 di Situbondo banyak toko-toko milik orang Cina dirusak. tetapi menurut versi Tim Gabungan Pencari Fakta hanya sepertiga angka itu) dimana beberapa di antaranya dilaporkan terbunuh. Kerusuhan Mei di Jakarta dan kota-kota lain itu diikuti larinya lebih dari 100. Di kota Pekalongan pada bulan Nopember 1994 seorang Cina yang diisukan menyobek Al Quran menyebabkan toko-toko Cina dirusak dan dibakar. gudang dan tambak milik orang-orang Cina secara sporadis di banyak . sembilan pompa bensin. Jawa Timur dan Madura dan kota-kota lain mengalami kerusuhan dan selalu merembet pada pengrusakan dan pembakaran toko-toko milik orang Cina. 12 hotel.000 orang-orang Cina ke luar negeri dengan membawa uang banyak di tengah ekonomi dan kelaparan massa yang sudah terjadi menambah kepedihan konflik rasial yang sudah ada. Di tahun yang sama di seputar Pemilu. Tahun 1997 lebih banyak diisi dengan kerusuhan seperti di Rengasdengklok dimana kesalahan sikap seorang wanita Cina menyebabkan seluruh toko-toko Cina dihancurkan dan dibakar massa termasuk gereja dan vihara. Nilai itu berkaitan terbakar dan rusaknya 13 pasar. Solo dan memuncak di Ibukota Jakarta yang mengakibatkan: "Versi pemerintah mengatakan.

Emas pertama dan kedua Olympiade yang ikut mengharumkan negara yang direbut Indonesia diperjuangkan oleh atlet-atlet non-pri. soalnya kebencian rasial itu bukan saja berdampak kepada mereka yang memang ikut salah. namun kesesakan sosial yang tidak tertahankan dan kehadiran mereka di bumi Indonesia yang dirasakan tidak disukai. mereka terdorong mencari alternatif hidup yang lebih baik. Kenasionalan mereka cukup tinggi karena banyak di antaranya menjadi pegawai negeri. masih berlakunya praktek Korupsi. Yang lebih memperparah yang menyebabkan kerusuhan massal makin berlarut-larut itu adalah sikap pemerintah sendiri yang cenderung tidak pernah menghukum kelompokkelompok masa yang beringas yang telah mengorbankan segolongan ras tertentu yang juga menimpa banyak masyarakat rakyat kecil. dari pembahasan pada Bab-bab sebelum ini. banyak pengangguran dan korban PHK. kita patut berkaca diri dan berjuang keras untuk mencari jalan keluar yang terbaik. besar kemungkinan kerusuhan-kerusuhan dan huru-hara anti Cina akan terus terjadi selama sumber-sumber konflik dan kesenjangan sosial ekonomi belum terpecahkan dan diperbaiki dengan serius. bulan madu konglomerat Cina dengan para pejabat Orba yang menghasilkan kebencian massal yang sering meletus dalam kerusuhan-kerusuhan di kotakota itu. . Melihat kondisi perekonomian yang makin terpuruk. bahkan faktanya sudah berakibat fatal membuat negara Indonesia menuju kebangkrutan yang jelas membuat massa rakyat makin menderita. masuknya ke Indonesia dan perlakuan istimewa kolonialisme Belanda khususnya pada orang-orang Cina tertentu. Namun. Kolusi dan Nepotisme." Sekalipun reaksi itu pantas ditujukan pada pelaku ekonomi yang orientasinya memang ke daratan Cina dan melakukan KKN yang memberatkan rakyat banyak. tetapi ras Cina yang mayoritas yang tidak ikut ber-KKN juga kena batunya. Lalu Bagaimana? Dari Bab-Bab sebelum ini kita melihat begitu dalam jurang kesenjangan yang sudah terpupuk di antara ras Cina dengan Pribumi yang terjadi dalam perjalanan sejarah yang keliru. dan penghakiman massal sudah terjadi di puluhan kota dan korban yang didatangkan bukan saja menimpa orang-orang Cina yang bersalah tetapi juga diarahkan pada yang tidak bersalah. dan berusaha dengan jujur dan telah membaur. sayang sekali bahwa banyak orang non-pri yang sudah tidak merasa punya kaitan apa-apa dengan negeri leluhur dan banyak yang bukan lagi menjadi pedagang kakap. kemewahan dan KKN sebagian dari ras itu. Apalagi kemerdekaan dan era reformasi menyebabkan massa mengambang ingin cepat-cepat menikmati kemakmuran bukan dengan kerajinan dan berusaha keras tetapi dengan merusak harta benda orang lain. euforia premordialisme budaya tanah leluhur Cina kembali bangkit dalam keterbukaan era Reformasi di akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 tentu dapat mempertebal eksklusifisme sebagian ras ini dan berdampak pada sikap antipati yang lebih besar. rusaknya jaringan distribusi. dan yang jelas masyarakat Indonesia sendiri ikut menjadi korban bila terjadi anarki kerusuhan rasial. sehingga kerusuhan-kerusuhan massal itu seakanakan mendapat legitimasi selama tidak merugikan pemerintah.tempat di seluruh Indonesia. padahal lebih banyak dari ras ini yang menunjukkan kesungguhan dalam membangun negara Indonesia. Orang-orang Cina umumnya disamaratakan dan dianggap memiliki banyak sifat negatip oleh umumnya orang-orang Pribumi karena stigma praktek-praktek eksklusif. sekarang disamaratakan dan ikut menjadi korban. Memang tepat kata pepatah: "karena nila setitik rusak susu sebelangga. mulai dari sejarah tradisi budaya Cina. naiknya harga-harga Sembako yang belum bisa diatasi oleh Pemerintah dan dengan tidak adanya pemecahan tuntas dari kerusuhan-kerusuhan anti Cina yang terjadi selama ini. sehingga mereka yang mampu dan memiliki harta cenderung kemudian banyak yang hijrah ke negara-negara Barat. Apalagi.

Republik Indonesia diwakili secara resmi oleh dua ahli non-pri. Dalam sebuah konperensi UNDP di Bangkok mengenai 'Pembangunan Desa'. dapat menjadi asset yang menguntungkan semua pihak.I. Dalam konperensi PBB tentang Permukiman dan Perkotaan di Istambul (1996). yang satu mewakili LSM dan lainnya mewakili Pemerintah RI (=100%). Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa dibalik kecurigaan dimana ras Cina di anak tirikan.' untuk konperensi itu.Sebuah harian pro-reformasi terkenal Iran terbit lagi Minggu setelah larangan tiga tahun yang dianggap oleh para reformis sebagai upaya penguasa garis keras untuk membungkam pengecam Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Sebuah misi yang sulit memang. persentasi mereka dalam mewakili pemerintah RI di forum-forum Internasional tidak sedikit. Kita tidak perlu jauh-jauh 'mencari pengetahuan ke negeri Cina'.Sekalipun jumlah orang Cina di Indonesia ditaksir sekitar 3% saja. khususnya generasi muda. di Indonesia pengetahuan itu ada di sekeliling kita. Memang benar 'non-pri' yang tinggal di Indonesia diharapkan tidak eksklusif dan lebih punya rasa tenggang-menenggang dengan lingkungan disekelilingnya. adalah merupakan dambaan semua orang agar solusi yang tepat diberikan oleh semua pihak. dan banyak contoh lainnya bisa disebutkan. dan sifat-sifat kalangan tertentu yang oportunis dan hanya mencari untung perlu diubah dengan mentalisme kebangsaan Indonesia yang lebih baik. sebab kalau tidak 'Masalah Cina di Indonesia' tidak akan pernah terselesaikan dan ujung-ujungnya masyarakat mengambanglah yang akan menjadi korban. persaudaraan yang kuat. namun misi ini perlu dicapai oleh semua pihak khususnya oleh Pemerintah RI. Dari berbagai fakta demikian. dari 6 penulis 'Laporan Resmi Pemerintah R. dan professionalisme dalam bisnis dan bidang-bidang lain yang tidak tanggung-tanggung dari sebagian ras Cina. kerja keras. bukankah lebih berguna bila kita juga melihat potensi positip orang Cina demi pembangunan tanah air dan tidak sekedar meng'kambing hitam'kan mereka? Gaya hidup yang hemat. Dan bagi yang 'pri' daripada hanya menyalahkan aspek-aspek negatip non-pri. 11 April 2010 23:50 WIB | Mancanegara | Asia/Pasifik | Dibaca 597 kali Teheran (ANTARA News/Reuters) . ini berarti 50%. . dan agar stigmatisasi tidak ditujukan secara merata kepada semua orang non-pri. Semoga! Salam kasih dari Herlianto/YBA. pada 2007 karena menerbitkan wawancara dengan penyair "kontra-revolusi" di luar negeri. tetapi agar memang yang bersalah karena warisan tradisi dan sejarah kolonialisme di Indonesia benar-benar dapat di adili dan dihukum. yang berada di bawah Kementerian Bimbingan Islam dan Kebudayaan. dan yang tidak bersalah dihargai sebagai layaknya warga negara dan penduduk Indonesia. ulet. untuk pemecahan masalah ini secara proporsional. di banyak kalangan sebenarnya kesempatan yang sama bagi yang 'pri' dan 'non-pri' sudah terbuka. [ YBA Home Page | Artikel sebelumnya] Iran Cabut Larangan Terbit Harian Pro-reformasi Minggu. agar tidak lagi terjebak premordialisme masa lalu. 3 orang adalah dari kalangan non-pri. Harian Sharq ditutup oleh Badan Pengawas Pers.

mantan ketua parlemen yang berhaluan reformis. Iran dilanda pergolakan besar setelah pemilihan umum tahun lalu. ketika ribuan pendukung oposisi melakukan pawai semacam itu. Protes besar berkobar sejak pemilihan presiden Juni dan sejumlah besar orang ditangkap. aktivis. Meski ada larangan protes dan penindakan tegas dilakukan oleh aparat keamanan. yang dalam bahasa Parsi berarti "Timur". Para pengecam mengatakan. Koran itu terutama akan memperhatikan permasalahan sosial dan budaya.. wartawan dan yang lain yang ditangkap setelah pemilu Juni itu dikabarkan masih berada di dalam penjara dan beberapa telah disidangkan atas tuduhan mengobarkan kerusuhan di jalan. yang disusul dengan kerusuhan terbesar dalam kurun waktu 31 tahun. Surat kabar itu juga menghadapi tuduhan-tuduhan lain seperti menerbitkan iklan untuk organisasi oposisi. menunjukkan rasa tidak hormat pada Islam dan pemimpin agama. Mir Hossein Mousavi dan Mehdi Karroubi. Sedikitnya empat penerbitan pro-reformasi dilarang sejak terpilihnya kembali Ahmadinejad sebagai presiden pada Juni tahun lalu dalam pemilihan umum yang dipersoalkan. Sejumlah reformis senior. bersikeras bahwa pemilihan Juni itu dicurangi untuk mendudukkan lagi Mahmoud Ahmadinejad ke tampuk kekuasaan. dulu biasa menerbitkan pandanganpandangan kebijakan luar negeri dan ekonomi Ahmadinejad. Oposisi mengecam persidangan itu." kata surat kabar setengah resmi ILNA mengutip pemimpin redaksi harian itu Ahmad Gholami. dan puluhan wartawan moderat hingga kini masih berada di dalam penjara. Dua calon presiden yang kalah. penutupan surat kabar pro-reformasi itu merupakan bagian dari penekanan bertahap terhadap penentang politik dan penggencetan kegiatan kebudayaan yang oleh pemerintah dianggap sebagai mendorong nilai-nilai "korup" Barat. Delapan orang tewas dan ratusan pendukung oposisi ditangkap dalam demonstrasi paling akhir pada 27 Desember. para pendukung oposisi berulang kali memanfaatkan acara-acara umum untuk turun ke jalan. Ratusan reformis ditangkap dan diadili dalam penumpasan terhadap oposisi proreformasi setelah pemilihan umum presiden Juni lalu yang dipersoalkan. Termasuk yang diadili adalah pegawai-pegawai kedutaan besar Inggris dan Perancis . Sharq."Surat kabar Sharq terbit lagi Minggu. serta tidak menghormati Ahmadinejad dalam gambar karton.. Pemerintah menolak tuduhan pengecam dan menyatakan tidak menyensor media.

khususnya AS serta Inggris. meski dipersoalkan banyak pihak. yang telah mengguncang pilar-pilar pemerintahan Islam dan meningkatkan kekhawatiran mengenai masa depan negara muslim Syiah itu. yang telah membawa Iran ke arah benturan dengan Barat selama masa empat tahun pertama kekuasaannya dengan slogan-slogan antiIsrael dan sikap pembangkangan menyangkut program nuklir negaranya. Para pemimpin Iran mengecam "campur tangan" negara-negara Barat. produsen minyak terbesar keempat dunia.D. Sejauh ini sudah sejumlah orang yang dijatuhi hukuman mati dan puluhan orang divonis hukuman penjara hingga 15 tahun. (M014/K004) COPYRIGHT © 2010 Ikuti berita terkini di handphone anda http://m. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengecam protes pasca pemilu itu dan memberikan dukungan tanpa syarat kepada Ahmadinejad dan mengumumkan bahwa pemilihan itu sah. namun sumber-sumber oposisi menyebutkan jumlah kematian 72. khususnya AS dan Inggris.com Simpan dan akses berita ini dari HP anda dengan kode QR dibawah ini.Kartaprawira *) . Delapan orang lagi tewas selama protes anti-pemerintah pada 27 Desember. yang sudah menghadapi pembatasan ketat atas pekerjaan mereka. ---------------------------------------------------------------------BERSATU KITA TEGUH. Para pemimpin dunia menyuarakan keprihatinan yang meningkat atas kerusuhan itu. Presiden Mahmoud Ahmadinejad. telah mengobarkan kerusuhan di Iran. Kubu garis keras di Iran menuduh para pendukung oposisi. menurut data resmi. dinyatakan sebagai pemenang dengan memperoleh 63 persen suara dalam pemilihan tersebut. BERCERAI KITA RUNTUH ---------------------------------------------------------------------SELAMATKAN DAN KEMBANGKAN PROSES REFORMASI DIATAS REL DEMOKRASI DAN KONSTITUSI Oleh :M. Sejumlah pejabat Iran mengatakan bahwa 36 orang tewas selama kerusuhan itu. Mailing List "NASIONAL" Diskusi bebas untuk semua orang yang mempunyai perhatian terhadap Kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. yang turun ke jalan-jalan untuk memprotes pemilihan kembali Ahmadinejad sebagai presiden.serta seorang wanita Perancis yang menjadi asisten dosen universitas.antaranews. dan menuduh media asing. didukung dan diarahkan oleh kekuatan-kekuatan Barat.

yang terpenggal dengan ilusi pendukungan rezim Habibie. dan tokoh Megawati sendiri. Apalagi sejak semula perjuangan reformasi sudahterkena batu sandungan. yang akan menyelamatkan Negara dan bangsa dari kehancuran. Batu sandungan perjuangan reformasi tersebut ditengarai dengan pecahnya gerakan mahasiswa/pemuda ketika melancarkan aksinya melawan kekuasaan rezim Soeharto di MPR/DPR pada th. Mereka mengincar semua langkah-langkah pemerintahan Mega-Hamzah agar bisadijadikan penyulut ketidak puasan rakyat dengan maksud untuk menjatuhkan nama pemerintahan MegaHamzah. Pepatah Jawa mengatakan “Entek amek” (Habis. yang mempersulit gerakannya. sehinggaperjuangan reformasi yang kita lakukan tidaklah mudah mencapai sukses sebagai yang kita idealkan. Inilah.Kesulitan yang kita hadapi akibat pemerintahan rezim Soeharto besar sekali. kehidupan kepartaian dan lembaga-lembaga negara. sebab pemerintahan tersebut merupakan rezim neo-orba. Pemerintahan Habibie. dll. kesalahan mendasar gerakan reformasi. Meskipun demikian. Sehingga pemerintahan di bawah pimpinan Presiden Megawati mereka jadikan sasaran serangan frontal. kebebasan pers. apapun agama yang disandang tidak mungkin melaksanakan cita-cita reformasi. percikan nilai-nilai demokrasi masih nampak di berbagai bidang kehidupan bermasyarakat dan bernegara: kebebasan berpendapat. menurut hemat saya. meskipun diktator Soeharto sudah lengser dari tahtanya. mencari) artinya kalau sudah tidak ada lagi hal-hal yang bisa dijelekjelekkan. yang kekuatannya masih tetap utuh di mana-mana dengan sumber daya-manusia dan sumber daya-logistik yang kuat (juga sampai sekarangini). Di pihak lainnya menghendaki dihentikannya gerakan mahasiswa/pemuda tersebut. Di satu pihak menghendaki terus dituntaskannya perjuangan melawan Orba. Paradigma demikianlah yang kini sedang dianut oleh lawan-lawan politik Pemerintah . yang mereka pandang sebagai sumber segala macam kesulitan di Indonesia. sebab telah terbentuk pemerintahan Habibie yang dijajakan sebagai pembawa aspirasi muslim (untuk mempertentangkan dengan Soeharto yang dianggap sebagai muslim abangan). yang nota bene adalah rezim orba minus Soeharto. 1998. Dewasa ini agaknya telah terjadipembalikan pandang yang sengaja direkayasa oleh kelompok-kelompok tertentu. dicari alasan apa saja yang bisa dipakai untuk menjelek-jelekkan lawannya.

Sebab dalam kenyataannya dengan diciptakannya BLBI (oleh Soeharto!) pemerintah telah memberikan ’subsidi’ kepada konglomerat-nakal dalam jumlah yang luar biasa . kas negara yang kosong karena dijarah oleh penguasa orba. BLBI yang diciptakan oleh orba untuk menyelamatkan konglomerat. Tapi seharusnya memaklumi bahwa pemerintahan Megawati adalah “pemerintahan cuci piring” setelah pesta ria pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Tapi kitapun seharusnya berkepala dingin meskipun hati mendidih supaya bisa menilai kenyataan secara proporsional dan obyektif. pemerintah Mega-Hamzah sesungguhnya adalah “pemerintahan cuci piring” sehabis pesta ria dari pemerintah-pemerintah pendahulunya. Utang luar negeri yang menggunung. Secara singkat: siapa saja pemerintahnya tidak akan bisa menanggulangi akibat musibah tersebut di atas secara cepat. seperti telah dikatakan di atas. bahwa pemerintahan Megawati tidak banyak memperbaiki keadaan krisis di Indonesia. sesungguhnya masalah BLBI inilah yang harus dinomor satukan penyelesaiannya. Memang harus diakui adanya ketidak tepatan kebijakan pemerintah dalam menetapkan mana yang harus lebih diprioritaskan. Sebab dalam proses melaksanakan reformasi. PDI Perjuangan dan Megawati sendiri. Apalagi. yangtidak mudah dibersihkan oleh siapa saja pemerintahnya. kita pun tidak luput dari kegagalan dan kekurangan yang mungkin bahkan menambah kesulitan rakyat yang sudah sulit. melaksanakan pembenahan negara dan bangsa. Menurut pendapat penulis. yang sukar dibayangkan sampai generasi ke berapa bisa dilunasi.kekayaan alam yang ludes karena dijual kepada asing. budaya KKN yang sudah mengakar di dalam kehidupan masyarakat terutama di lembaga-lembaga negara. Menyadari hal tersebut di atas tidak berarti kita harus menimpakan segala kegagalan perjuangan dalam era reformasi selalu dan terus menerus kepadaOrde Baru. yang dosanya terhadap rakyat dan negara memang besar sekali. demi kepentingan politik mereka. Memang harus diakui. timbulnya masalah disintegrasi. sehingga tidak menumpahkan segala kesalahan hanyalah kepada pemerintah Mega-Hamzah saja. kerusuhan etnis dan suku-bangsa yang merupakan akibat kekuasaan orba dan masih banyak lagi kotoran-kotoran yang harus dibersihkan.Megawati.

Dalam kaitan masalah keputusan R&D tampak ketidak-tepatan kebijakan pemerintah. Dus. dibebaskan oleh presiden Soeharto dengan alasan kesalahan administrasi yang sudah diselesaikan oleh presiden. di mana menteri-menteri yang terindikasi dan jelas melakukan korupsi (tindak pidana). Maka seyogyanya Inpres No. Bebas Pidana dan Perdata”. sebagaimana peninjauan kembali terhadap masalah BBM. kalau ternyata ada bukti bahwa yang bersangkutan melanggar norma hukum pidana (mis. KKN) yang bersangkutan harus dihadapkan kemuka pengadilan pidana. Jadi jaksa harus tetap melimpahkan tersangka debitur BPPN ke pengadilan. Hal itu diperkuat dengan UU Kejaksaan Nomor 5 Tahun 1991 di mana presiden tidak dapat memberi perintah Kejaksaan untuk membebaskan seseorang yang terdapat cukup bukti untuk diduga melakukan tindak pidana korupsi. Pemerintah tidakpunya wewenang untuk menerapkan R&D di bidang pidana.8 Tahun 2002 tentang Release and Dischaarge (R&D) ditinjau kembali. Asal Bayar. walaupun sudah mendapatkan R&D dari BPPN.besarnya. TDL dan Telepon. Penerapan R&D seharusnya hanya pada bidang perdata saja. Pemerintah tidak bisa bermurah hati membebaskan mereka dari tuntutan pidana. Kita tidak boleh mengulangi praktek-praktek jaman rezim Soeharto. Tapi sebaliknya status “Pencuci piring” di atas tidak dapat selalu dijadikan alat pembenaran dan alat berlindung dari ketidaktepatan/kesalahan . tidak menghapuskan delik bersangkutan. (Lihat: Elly Burhaini Faizal “Release and Discharge. SUARA PEMBARUAN. yang bisa menyinggung rasa keadilan dan merusak sistem hukum di Indonesia. sebab bukan merupakan delik aduan. edisiKamis. Baru setelah ada vonis hakim pidana barulah Presiden bisa memberikan kemurahan hati (pembebasan) yang berwujud grasi atau amnesti sesuai pasal14 ayat 1 dan ayat 2 UUD 1945. TLD dan Telepon. dibanding dengan subsudi untuk BBM. 6/2/2003 ) Jadi pencabutan “subsidi” BLBI inilah yang seharusnya diprioritaskan penyelesaiannya. Prinsip hukum pidana tersebut dengan tegas secara tekstual diterapkan dalam Pasal 4 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang menyebutkan bahwa pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara.

bisadikritisi. bahkan kalau perlu didemonstrasi dsb. Mereka menyerukan penggulingan Pemerintahan Mega-Hamzah. Menyinggung masih maraknya aksi-aksi demonstrasi saat ini. menyebarkan isu revolusi sosial. TDL dan Telepon tersebut untuk kepentingan politiknya. Dalam hubungan ini ada beberapa masalah yang perlu mendapat perhatian. Misalnya. Apakah tidak terpikirkan.kebijakan-kebijakan tertentu pemerintahan sekarang ini. masalah pencabutan subsidi dan kenaikan harga BBM. adalah disayangkan seruan-seruan untuk menggulingkan Pemerintahan Mega-Hamzah. Pertama. Apakah adamusuh dalam selimut di dalam pemerintahan Mega-Hamzah? Lepas dari itu. Semuanya harus dilihat secara obyektif dan proporsional. Tapikita tidak boleh menghancurkan hasil-hasil positif proses reformasi yang tercermin dari nilai-nilai demokrasi dan konstitusi yang kini berjalan. pembentukan “presidium” yang dicanangkan akan mengganti pemerintahan sekarang ini. adalah wajar saja selama dilakukan di atas rel demokrasi dan sesuai konstitusi. . tapi telah menjurus kepada menempuh cara-cara kekerasan dan anarkhis. agaknya ada skenario kotor dari kelompok KN (Kebelet Naikkuasa) yang tak segan-segan menggunakan dan menunggangimasalah kenaikan BBM. Di samping itu pemerintah pun tampak responsive atas tuntutan rakyat agar mengubah kebijakan semula. TLD dan Listrik menuju kepada gerakan inkonstitusional. legislatif dan yudikatif) dapat diawasi dan dikontrol langsungoleh rakyat. yang pada zaman era Soeharto tidak mungkin terjadi. atau dianggap bertentangan atau merugikan kepentingan rakyat. Tidak mengherankan kalau ada kalangan yang mempertanyakan mengapa pemerintah sampai kecolongan dengan kebijakan yang tidak tepat demikian. Adalah suatu keberhasilan reformasi bahwa dewasa ini semua penyelenggara negara (eksekutif. Agaknya situasi demikian itulah yang lama ditunggu-tunggu oleh lawan-lawan politik Megawati/PDIP.Kebijakankebijakan pemerintah yang dirasakan. TDL dan Telepon. Hal itu tidak saja menunjukkan bahwa tidak memahami bahwa kita hidup bernegara dan berbangsa dengan dasar konstitusi. R&D dan sebagainya. sesungguhnya aksi-aksi demonstrasi yang menentangkebijakan pemerintah tsb. diprotes. BLBI. Tapi tuntutan pendemo telah jauh melenceng dari masalah BBM.

. yang mana setiap politisi dan mereka yang menamakan diri golongan intelektual/mahasiswa seharusnya mengetahui bahwa pemerintahan presidensial Mega-Hamzah tidak dapat digulingkan. Tantangan Mega untuk beradu di pemilu pun diartikan sebagai tindakan jelek yang kata mereka “Mega tidak mawas diri. Berilah pemerintah kesempatan untuk melaksanakan tugasnya. Kita sudah mempunyai konstitusi (UUD 45 yang telah diamandemen). dengan unjuk kekuatan dan unjuktenggorokan. Padahal seharusnya tantangan Mega diartikan sebagai ajakan berkompetisi melaksanakan proses demokrasi dalammemperjuangkan aspirasi rakyat untuk menegakkan/melaksanakan reformasi di atas rel konstitusional.Sejak semula PDIP telah mencanangkan perjuangannya melalui jalur hukum. berilah rakyat kesempatan atau bahkan kita sendiri untuk “belajar berdemokrasi”. bukan jalur kekuatan. yang penting bertujuan menjatuhkan pemerintahan Mega-Hamzah. Apakah tidak menyadari bahwa tindakan mereka adalah inkonstitusional? Menunggangi rakyat (yang dalam keadaan sulit) untuk menimbulkan kerusuhan dan instabilitas politik di dalam negara. selain berdasarkan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam UUD 45. Bukan anarkhisan. berilah kritik dan pengawasan terhadap kebijakannya berdasarkan aturan main yang konstitusional. Dan yang juga sangat penting.siapakah yang akan mengganti setelah Pemerintahan Mega-Hamzah jatuh? Membentuk Pemerintahan Rakyat? Apa ini bukan omong kosong? Apakah tidak dimengerti oleh kelompok-kelompok “revolusioner” bahwa presiden/pemerintah bisa jatuh hanya sesuai ketentuan yang tercantum dalamkonstitusi? Agaknya “ politisi” Indonesia dewasa ini sudah kehilangan pegangan bagaimana melakukan perjuangan untuk reformasi dalam atmosfer demokrasi dan konstitusional. hanya mengandalkan kekuatannya”( Ini juga termasuk dalam “Entek amek”!). Atau mungkin sudah sengaja meninggalkannya. nama Megawati dan PDI Perjuangan. Jadi bukan barang baru apa yang diserukan oleh Megawati tersebut. berilah penilaian atau putusan/vonis kepadanya dalam pemilu yang akan datang. Inilah aturan main yang demokratis dan konstitusional yang berlaku di negara-negara demokrasi. Dan akhirnya. apalagi dengan cara-cara menunggangi situasi kesulitan rakyat. Tapi toh mereka terus berteriak “Gulingkan Pemerintahan MegaHamzah”.

apabila disulut dengan api apa saja wujudnya. Langsung atau tidak langsung mereka itu ingin membakar rakyat untuk melakukan kerusuhan. Sama sekali tidak. tanpa melihat faktor-faktor lainnya. Seandainya pemerintah Mega-Hamzah ini terguling. yang masalahnya tidak semudah mengumbar suara. tapi di dalamnya tetap tidak berubah. Demikian kira-kira gambaran rakyat Indonesia yang menderita kesulitanyang selalu disulut untuk meramaikan gerakan mereka. dikoar-koarkannya isu revolusi oleh sementara oknum atau kelompok adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Pengalaman gerakan mahasiswa/pemuda tahun 1998 di gedung MPR/DPR janganlah dijadikan ukuran. Jangan dikira bahwa kekuatan rezim Soeharto pada waktu itu sudah lenyap. Jadi maunya apa? Hanya sekedar membikin situasi tambah resah di dalam masyarakat yang sedang ketimpa kesulitan? Kedua. kalau kita mau melihat peta politik di Indonesia dewasa ini. Apakah mereka yang berteriak-teriak tersebut sudah percaya diri akan bisa menjadi penggantinya? Tentu saja jauh tidak mungkin.Sungguh suatu tindakan sangat tercela. Kalau ada oknum/kelompok revolusioner merasa sok tahu revolusi. Keadaan tanah air yang sudah begitu sulit kini terus dipersulit dengan ulah sekelompok pseudo-revolusioner sok pembela rakyat yang agaknya tak malu-malu berkoalisi dengan kekuatan orba yang ingin revance dengan tujuan menjatuhkan pemerintahan Mega-Hamzah. Bukankah kalau sudah ada kerusuhan nasional mesti ada “golongan kuat” yang akan bertindak sebagai “penyelamat” negara dan bangsa? Nah di sinilah kita harus waspada siapa yang berkoar-koar tersebut.Ibaratnya rumput kering di musim kemarau. Apalagi sebentar lagi akan ada pemilihan umum untuk presiden dan anggota DPR/DPD. Mereka hanya melakukan taktik licik dengan menggunakan Habibie yang berbaju reformasi sebagai pelanjutnya dengan teriakan-teriakan reformasi. siapakah yang akan menggantikannya? Padahal sebagian besar parpol-parpol tidak menghendaki dijatuhkannya pemerintahan saat ini. sesungguhnya mereka perlu belajar pada Pemimpin-pemimpin Revolusi Dunia. maka akan terbakarlah. .Sungguh sangat tidak masuk akal seruan penggulingan Pemerintah MegaHamzah.

Pada hal di samping lembaga eksekutif /Presiden(pemerintah). Karena mereka tidak bisa dan tidak mampu bertarung dalam arena demokrasi. berdasarkan pengalaman sejarah (misalnya pada zaman Soekarno)bahwa kelompok-kelompokyang itu-itu sajalah yang selalu mendalangi kerusuhan dengan menunggangi gerakan mahasiswa. Jadi gerakan mahasiswa bukan satu-satunya penyebab mengapa Soeharto lengser. Agaknya lawan-lawan politik Megawati tersebut sudah nekad melahirkan kerusuhan dengan segala cara dan bentuknya. Rakyat terus menerus digiring kepada pemikiran-pemikiran dan tindakantindakan yang inkonstitusional. digelindingkannya isu pembentukan Presidium sebagai pengganti Pemerintahan Mega-Hamzah adalahjuga suatu cara sengaja untuk menimbulkan situasi instabilitas politik di Indonesia. yang sudah bosan melihat tingkah Soeharto yang otoritarian dan KKN.Jangan dikira rezim orba pada tahun 1998 tidak bisa membuat “peristiwa Tian An Mien” di Jakarta. Orangpun tidak tahu “binatang apa gerangan” Presidium yang akan menggantikan Pemerintahan Mega-Hamzah. Jelas tindakan tersebut adalah inkonstitusional. masih ada lembaga-lembaga negara lainnya sebagai penyelenggara kenegaraan di mana tetap penuh kekuataan orba seperti dulu. Kapan kita mulai belajar berdemokrasi. Kita akan sangat kerdillah kalau mengatakan gerakan mahasiswa yang disusul dengan peristiwa pelengseran Soeharto tersebut sebagai revolusi. dipakainya jalan pintas membakar rakyat untuk “berevolusi” menumbangkan pemerintah yang ada: Pemerintah MegaHamzah. Persoalannya jelas mengapa rezim orba lengser. kalau konstitusi dan demokrasi terus menerus dilanggar? Mengapa gagasan pembentukan “Presidium” tidak mereka perjuangkan (setidaktidaknya . sebab sudah tidak mendapat dukungan lagi dari Amerika Serikat dan negara-negara barat lainnya. yang harus digulingkan. Mereka telah salah memilih kacamatasehingga tampak pemerintah Mega-Hamzah sebagai musuh nomor satu. Pemunculan isu revolusi sosial oleh kalangan tertentu juga menunjukkan keputus-asaan akan cara-cara demokratik dan konstitusional untuk mengatasi kesulitan-kesulitan negara dan bangsa. Ketiga. Sesudah isu pembentukan Presidium digulirkan. menyusul diteriakkannya penggulingan Pemerintahan Mega-Hamzah. bertentangan dengan UUD. Lepas siapa tokoh-tokohnya yang tersangkutdalam isu masalah pembentukan presidium.

sebagai jalan pintas untuk mencapai kekuasaan dengan menghindari aturan main yang telah ditentukan dalam UUD 1945. betulkah . sehingga salah memilih siapa kawan siapa lawan. antar suku dan etnik tidak cermat melihat peta politik Indonesia dewasa ini. Tunggu saja tanggal mainnya siapa yang berani minum pertama kali. UUD 1945 dan kerukunan dalam kehidupan beragama. Fuad Bawazir (mantan menteri Keuangan rezim Soeharto). Adi Sasono (ketua ICMI dan mantan menteri rezim neo-orba Habibie)dan Eros Jarot (bekas tokoh PDIP. Yang sangat ajaib dalam era reformasi kini isu Presidium tersebutdidukung oleh unsur-unsur kelompok ekstrem kanan. Apakah itu termasuk makar atau bukan. kekuatan orba legal dan illegal. sebab mereka telah menggunakan modus-modus yang bertentangan dengan nilai demokrasi dan konstitusi. Lepas apakah mereka jugaterkait dengan isu pembentukan Presidium atau tidak. biarlah hal tersebut menjadi obyek kajian bagi para peneliti dan pakar hukum. ekstrem kiri. tapi jelas lembaga Presidium tersebut tidak dikenal di dalam UUD 1945. dan kelompok sakit-hati/iri-hati. baik sebelum atau sesudah di amandemen.dilontarkan) di MPR ketika proses amandemen berjalan? Tentu menunggu momentum yang dapat ditunggangi! Sudah tersebar kabar angin baik di media massa maupun media internet bahwa di belakang gerakan-gerakan demo menentang Pemerintah tersebut berdiri Wiranto (jenderal kader Soeharto). yang nyempal). Tapi yang sangat disayangkan kubu nasionalis sendiri telah mengalami keretakan dan sebagian menghanyutkan diri ke dalam gerakan inkostitusional dalam melawan Pemerintah Megawati. NKRI. Tapi mereka satu persatu mengingkari keterlibatannya dalam demo-demo tersebut. sehingga merupakan suatu koktail yang aneh “ingredient”nya dan sangat mencurigakan kelezatannya. PDIP dan Megawati sendiri. Sangat disayangkanbahwa di antara kita yang konsekuen pada Pancasila. Bisa dipertanyakan. Gerakan kaum nasionalis di Indonesia dewasa ini tampak menghadapi rival yang cukup memerlukan perhatian yang serius. Juga sangat disayangkan sekali mereka gagal melihat prioritas dan menentukan sasaran pokok perjuangan kaum nasionalis dewasa ini. Dus pembentukan Presidium merupakan tindakan yang inkonstitusional.

kotorannya tidak mudah dibersihkan dengan cepat olehpemerintah Mega-Hamzah dan siapapun yang memerintah kemudian. UUD 1945 dankerukunan masyarakat pluralis dalam agama. . NKRI. Maka mereka yang konsekuen akan Pancasila. dan budaya di dalam mengontrol dan mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah hendaknya tidak terperosok kepada tindakan-tindakan bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dan konstitusi yang akan berakibat timbulnyaanarkhisme yang akan mengacaukan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. sekali lagi kita perlu menyadari: . UUD 1945 yang tak tergoyahkan.bahwa seruan-seruan tersebut tidak saja inkonstitusional. isu dan tindakan yang dilakukan oleh orangorang tidak bertanggung jawab untuk merusak situasi sosial politik negara. bahasa. Sebaliknya kita harus lebih waspada dan bersatu menghadapi situasi sulit dan kompleks dewasa ini. menjadikan Indonesia negara miskin karena hutangnya menggunung? Tanpa mengingkari kekurangan-kekurangan pemerintah Mega-Hamzah. . Perlu dicamkan instruksi Megawati yang menghimbau agar kader PDIP tidak terprovokasi oleh penyebaran informasi.bahwa pemerintah dibawah pimpinan Presiden Megawati (yang juga adalah Ketua Umum DPP PDI Perjuangan) adalah merupakan benteng penegakkan Pancasila. suku. Cilacap dan lain-lainnya). Marilah kita curahkan tenaga kita untuk menyelamatkandan mengembangkan proses reformasi agar .bahwa seruan-seruan untuk menggulingkan Pemerintah Mega-Hamzah. tapi juga tidak memberikan pendidikan kepada rakyat untuk hidup bermasyarakat dan bernegara yang demokratik dan konstitusional. revolusi sosial dan pembentukan Presidium adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab yang bisa menimbulkan instabilitas bangsa dan negara. . NKRI. yang antara lain telah melakukan pelanggaran-pelanggaran HAM besar (misalnya seperti pembunuhan massal 1965-1966. penjeblosan ribuan orang tanpa proses hukum di pulau Buru.pemerintahan Megawati ini sudah sejelek pemerintahan Soeharto.bahwa pemerintah Mega-Hamzah adalah “pemerintahan cuci piring” setelah pesta ria pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. etnik.

peran pers pertama-tama ialah (sekedar) memberitakan fakta. pers harus berpihak dan bertanggung-jawab kepada publik. sengaja atau tidak. seolah-olah sedikit banyak pers punya andil sebagai (salah satu) pemicu kerusuhan. membakar-bakar keadaan hingga benar-benar membakar massa grass root. sebagian (besar) pers merupakan corong partai politik alias pers partisan.berjalan di atas rel demokrasi dan konstitusi. Artinya. Oleh karena itu. jujur. Apalagi (sebagian) penerbitan. yang karena gampang terbakar lantas disebut sebagai ‘akar rumput kering’ itu? Sesungguhnyalah. seperti yang kita nikmati sekarang. merupakan salah satu buah terpenting dari era reformasi (yang dipelopori mahasiswa). beberapa pejabat dan politisi serta-merta menuding pers ‘memanas-manasi. pers dibelah [Taufiq Ismail] / Budiman S. Perlu dicatat. membakar-bakar’ situasi. menyampaikan fakta secara obyektif. Nederland. bahwa pers bebas di era reformasi sekarang sangat berbeda dengan pers bebas di era tahun 1950-an yang lazim disebut (secara kurang benar) sebagai ‘zaman liberal’. Di samping itu. meskipun ada juga beberapa di antaranya yang independen. untuk disampaikan kepada publik. Hartoyo MARAKNYA penerbitan pers dewasa ini — dan bersamaan dengan itu juga sering terjadinya konflik sosial — rupanya membentuk asumsi di kalangan beberapa orang. Sejalan dengan itu. Maka. Pers bebas. Jika pers mengkhianati publik. tanpa memahami kodrat pers. Ketika itu. terutama tabloid. berimbang. adil. dengan sendirinya akan ditinggalkan oleh masyarakat pembaca. ‘memotret’ situasi. pers haruslah bersikap independen. yang lebih mengutamakan kepentingan partai ketimbang kepentingan publik. pers ikut . dan cukup bijak. pers juga berperan untuk melakukan social control dan oleh karena itu harus independen. yang layak kita syukuri. 01 Februari 2003 Buruk muka. Ketika itu. mengipas-ngipas. sering pula menurunkan berita utama dengan judul yang ‘keras’. Benarkah pers. hingga kerusuhan semakin merebak. pers juga berperan mensosialisasikan gagasan untuk membantu mendorong perubahan sosial ke arah yang lebih baik.

pers tak lagi bebas. cukup tajam. yaitu tafsir Pancasila ajaran ‘Pemimpin Besar Revolusi’ Bung Karno. baik yang independen maupun yang berafiliasi kepada partai politik. dan harus berpedoman kepada Manipol-Usdek. misalnya. di tahun 1950-an juga merupakan era multipartai. Ketika itu perbedaan pendapat. ‘kontra revolusi’ — seperti halnya stempel ‘subversif’ di zaman Orde Baru. tercermin dari upaya sejumlah tokoh pers. ‘reaksioner’.mengambil bagian dalam pertikaian politik antarpartai yang oleh Bung Karno disebut gontok-gontokan. yang lahir berkat Dekrit Presiden 5 Juli 1959 untuk kembali ke UUD 1945. Seperti halnya semua parpol dan ormas. Celakanya. “menimbulkan bayang-bayang yang mengancam proses pendidikan politik masyarakat ke arah yang tidak edukatif”. Bung Karno menganjurkan agar semua kekuatan politik. pers yang mulai bangkit dari trauma ‘demokrasi terpimpin’ benar-benar ingin bebas. beberapa waktu lalu juga khawatir kalaukalau kebebasan pers saat ini. Dalam UU tersebut tercantum satu ayat yang sangat penting (”bagi pers nasional tidak dikenai breidel”). sebagaimana tertulis dalam acuan diskusi. termasuk media massa. Mahbub Djunaedi. Benarkah pers bebas saat ini membahayakan pendidikan politik. saling jorjoran manipolis. Himbauan telepon. Partai oposisi sering mampu menggoyang dan menjatuhkan kabinet (yang didominasi oleh partai yang berkuasa). Sejalan dengan itu pers. Di era Orde Baru di tahun 1970-an. Yang tidak manipolis digulung dan dituding sebagai ‘musuh revolusi’. ketika itu media massa diwajibkan menjadi ‘alat revolusi’. rezim Orde Baru telah mengkhianati UU yang telah dilahirkannya sendiri. bahkan mungkin punya andil dalam memperkeruh keadaan hingga mendorong timbulnya konflik? Seperti halnya masa kini. yang berhasil merumuskan UU Pokok Pers (1966). Wajah pers bebas ternyata cukup membikin keder sebagian kaum birokrat sebagai wakil kekuasaan negara. dan sebagai jawaban Bung Karno terhadap ‘demokrasi liberal’. Menjelang tahun 1960-an. bahkan penyelenggara sebuah diskusi publik di Jakarta. Yang dimaksud dengan masa transisi ialah sampai dengan terbentuknya pemerintahan baru hasil pemilihan umum 1971. Dan anehnya. ikut meramaikan konflik politik. tepatnya memasuki zaman ‘demokrasi terpimpin’. hingga Bung Karno menjuluki zaman itu (secara salah kaprah) sebagai zaman ‘demokrasi liberal’. Persis seperti P4 yang merupakan tafsir Pancasila ala Soeharto. dan sebagai konsekwensinya dicantumkan pula satu ayat pendukungnya yang menyebutkan bahwa SIT (Surat Izin Terbit) hanya berlaku selama masa transisi. briefing dan peringatan kepada . Hal itu. bahkan juga konflik antarpartai. antara lain (almarhum) H.

sebab pemilik modalnya bukan 100% partai yang bersangkutan. konflik yang merebak di masyarakat sekarang ini sangat jelas merupakan letupan dari kemampetan yang selama ini diderita oleh manusia Indonesia. Memang (dulu) ada Harian Duta Masyarakat (NU). untuk kedua kalinya — setelah berjarak hampir satu generasi — kita kembali mengalami sistem multipartai. Dan buat kedua kalinya pula kita menikmati kebebasan pers. dan benar-benar bebas. tak ada ancaman bom di masyarakat. Hal lain yang juga menarik. Selama 32 tahun . Saat ini. mengapa di era reformasi ini konflik horisontal seolah-olah merupakan ‘anak zaman’? Beberapa orang. tidak ada kerusuhan disertai pembakaran pusat-pusat perdagangan. Tabloid Amanat (PAN). sementara yang diizinkan hanyalah peristiwa yang ‘baik-baik’ saja. Pers berusaha menggeliat menggapai kebebasan. Kecuali jika menyiarkan berita tentang konflik dan kerusuhan sudah dilarang. pers yang semula merupakan ‘pers perjuangan’ kemudian menjadi ‘pers partisan’ (kalau bisa disebut demikian). Tulis saja semua hal yang serba baik. Berbeda dari ‘zaman liberal’ yang tidak melahirkan konflik horisontal. melainkan Grup Jawa Pos. umumnya para pejabat dan juga politisi yang tidak mengerti demokrasi. dan jangan harap publik akan membacanya. Tapi. Pers sekedar meliput. Satu hal yang selama ini dilupakan ialah. Tabloid Demokrat (PDI). tahun 1960-an (‘demokrasi terpimpin’ alias Orde Lama). memotret.Yang menarik. Apa yang disebut Bung Karno sebagai gontok-gontokan tak sampai berdampak secara luas. dan Harian Abadi (PBB). yang ‘ngipas-ngipasi’. Bahkan SIT bukannya dicabut. sementara di zaman ‘demokrasi terpimpin’ dan di zaman Orde Baru pers kurang bebas karena represi kekuasaan. tidak ada satu pun pers yang tampil sebagai pers partisan murni. Tak ada konflik SARA (suku-agama-ras-antargolongan). di era reformasi ini pers tampil (relatif) lebih independen. tapi tetap saja terbentur pada ketentuan SIUPP. konflik tersebut sudah terjadi sebelum pers memberitakannya. hampir tidak ada konflik sosial secara horisontal dan spektakuler seperti sekarang. maupun di tahun 1970-1980-an (Orde Baru). tapi justru dilestarikan bahkan diperkuat sebagai lembaga SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) oleh mantan Menteri Penerangan Harmoko — yang ironisnya tetap mengaku ‘berjiwa wartawan’ dan ‘kerakyatan’. di era Orde Baru — sejalan dengan pertumbuhan konglomerasi bidang ekonomi — tumbuh menjadi ‘pers industri’. jika di zaman ‘demokrasi liberal’ (sebagian besar) pers cenderung partisan.Kini. memberitakan fakta sebagai fakta. Padahal. Di lain pihak. menuduh konflik horisontal tersebut garagara pers yang ‘memanas-manasi’. keempat media massa tersebut tidak murni pers partisan. bahkan breidel tetap saja berlangsung. baik di era tahun 1950-an (‘demokrasi liberal’). Bedanya. seperti halnya di zaman Orde Baru dan di zaman transisi sekarang. di tahun 1950-an dan 1960-an hampir tak ada pejabat yang menuduh pers ikut ‘memanas-manasi’ atau ‘memancing-mancing’ situasi.pemimpin redaksi.

transparansi. tapi hal itu tidak dengan sendirinya lantas menolak demokrasi. Yang tumbuh hanyalah apatisme. Konflik sosial. Kalaupun pers kita saat kini sudah kebablasen (dengan kriteria yang tak jelas). tidak lagi diselesaikan di bawah tekanan kekuasaan negara. tapi sang provokator tak kunjung tertangkap. Memang ada kambing hitam yang dengan mudah dan aman dituding-tuding. lambat-laun akan ditinggalkan oleh pembacanya. Padahal. Dan yang disalahkan (lagi-lagi) pers. dan semacamnya. merupakan hal yang seharusnya kita perhitungkan. belajar toleran dalam sebuah masyarakat yang multikultur. prasyarat demokrasi ialah multipartai dan pers yang bebas. Bahkan sebagian besar pers terkesan konservatif. Dan kini dengan gampang dan enak orang bicara tentang demokrasi. hal itu bukan pula bisa menjadi alasan untuk membatasi kebebasan pers. Dengan multipartai dan pers yang bebas. yaitu provokator (sementara pers dituding ‘manas-manasi’). begitu sejumlah partai lahir dan pers tampil bebas. belum. orang bingung. terbuka. Kita memang tengah belajar berdemokrasi. dengan atau tanpa pers bebas. Allahu a’lam bish-shawab. hidup bersama orang lain yang sikap dan pendapatnya berbeda. apalagi jika kita percaya bahwa hati nurani dan akal sehat (common sense). satu dan lain hal karena ingin ‘menjaga harmoni’ dengan kekuasaan. Tapi. dan publik bebas pula menentukan pilihan mereka. mahasiswa dan pemuda yang kini berusia 25 sampai 30 tahun — yang secara kodrati progresif dan memiliki daya nalar kritis — merupakan korban represi tersebut. Entah bersembunyi di balik azimat apa. tidak kritis. ketika kran dibuka air bah pun membludak tak terbendung. Tingkat pendidikan dan kecerdasan masyarakat memang relatif masih rendah. Kalaupun ada yang kebablasen (sekali lagi . persoalan-persoalan negara dan masyarakat bisa diselesaikan secara publik.Pers bebas merupakan salah satu alat pendidikan (dan pendewasaan) sikap dan perilaku berpolitik. Dan merekalah pula yang kini tampil sebagai pelopor pendobrakan untuk membuka kran reformasi. Sebagian besar pelajar. mereka niscaya akan bangkit membebaskan diri. sementara nalar kritis terpasung secara perlahan-lahan. takut. sesungguhnya semata-mata merupakan ‘buah’ dari penyakit kronis yang diidap masyarakat yang selama 32 tahun terinjak hak-haknya. Toh selama ini belum (tidak) ada kriteria tentang apa yang disebut kebablasen itu. kebebasan. menjadi pers partisan atau sensasional misalnya. Pers yang bebas menyajikan sejumlah pilihan. Tapi. Tapi. Sementara pers yang tidak memperjuangkan kepentingan publik.Apakah pers kita saat ini sudah kebablasen? Menurut saya. tanpa mengerti apa yang mereka omongkan.terkungkung tanpa penyaluran. Mereka cukup kritis. percayalah. Sangat tepat penyair Taufiq Ismail yang menulis puisi yang hanya terdiri dari satu baris yang berbunyi: Buruk muka pers dibelah. rakyat — yang tingkat pendidikan dan kecerdasannya rendah sekalipun — bukanlah orang-orang bodoh. Sebab. hal itu tidak otomatis lantas menjadi alasan menolak pers bebas.

beberapa bulan sebelum pemilihan umum 1999. Padahal. Barangkali. belajar menimbang dan mengukur tulisan dengan nilai dan moral. memotret. Juga tidak ada breidel. meskipun SIUPP masih dipertahankan. dan memiliki idealisme untuk membela kepentingan publik. Menteri Penerangan Mohamad Yunus Yosfiah. bahwa dewasa ini upaya ‘perjuangan’ untuk kebebasan pers (kalau bisa disebut demikian) justru datang dari pemerintah. Sangat ironis. setelah 32 tahun tanpa absen kebagian jatah cekokan resep Orde Baru. termasuk keberanian untuk menolak amplop. Jakarta Pusat. bahwa ratusan media massa yang terbit saat ini belum memadai bagi rakyat Indonesia yang jumlahnya lebih dari 200 juta. *) Makalah ini dibacakan dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Komite Pendidikan Pemilih (KPP) di Gedung YTKI. dan menulis dengan bahasa dan gaya yang memikat. Sangat menarik. bahwa di dalam kebebasan itu sendiri secara implisit ada rasa tanggung-jawab. Bagaimana dengan si wartawan? Mereka tak cukup hanya belajar jurnalistik hingga mampu trampil dan lihai mewawancarai. setelah Menteri Penerangan Mohamad Natsir di tahun 1950-an. melakukan investigative reporting. bahwa pers bebas merupakan tolok ukur bagi demokrasi. Jalan Jenderal Gatot Soebroto. Dalam hal ini. adalah Yunus Yosfiah yang dalam konteks pers bebas berpikiran sangat progresif. Dalam konteks pers bebas. keadilan. kepentingan umum. Cuma yang jadi masalah bertanggung-jawab kepada siapa? Yang pasti bukan kepada penguasa. Tak perlu disebutkan ‘pers yang bebas dan bertanggungjawab’. memiliki dedikasi dengan integritas tinggi. dan itu sah-sah saja. jauh lebih liberal ketimbang rancangan DPR-RI. dengan singkat bisa dijelaskan. sebab dalam pengertian ‘bebas’ sudah terkandung rasa ‘tanggungjawab’. Mungkin ada beberapa tabloid yang bisa dikategorikan sebagai yellow paper. bahwa Yunus Yosfiah pula — dan justru bukan para tokoh pers yang terhormat — yang menyatakan. tapi secara keseluruhan pers kita cukup baik dan dewasa. melainkan kepada nilai-nilai: kebenaran. « Perawan yang Menangis itu Bernama Toba . Dan kini. tidak ada pembatasan memperolehnya. Besar dugaan. bahkan dari rancangan PWI (Orde Baru) sendiri. pejabat atau politisi yang menuding pers kita kebablasen itu tiada lain karena belum terbiasa dengan pers bebas. hukum. Tapi. seringkali orang berasumsi bahwa pengertian ‘bebas’ seolah-olah bebas sebebas-bebasnya. bahwa pers kita saat ini belum kebablasen. Ia merancang UU Pokok Pers yang sangat progresif. moral. mereka juga harus independen.dengan kriteria yang tak jelas) hal itu bukanlah merupakan main stream.

.

.

Agama Bukan Pe .

.

.

Gelombang reformasi pun menumbangkan rezim Soeharto yang telah berkuasa lebih 30 tahun. Kini perjalanan reformasi telah mencapai 10 tahun. 25 Juli 2008 ARTIKEL Reformasi Telah Mati Tags: Reformasi Wacana reformasi dan demokratisasi total.Jumat. telah membius rakyat Indonesia dan menjelma menjadi kekuatan dahsyat menjelang Mei 1998. sungguh mengerikan reformasi hanya .

beras. hakikatnya bangsa Indonesia bisa mengambil pelajaran sangat faktual sepanjang perjalanan reformasi ini. dimulai dengan krisis minyak goreng.membukukan kehancuran demi kehancuran bangsa ini. Capaian-capaian ekonomi. baik eksekutif. Bagaimana membaca secara konkrit dan obyektif hasil reformasi sepuluh tahun terakhir ini (Mei 1998-Mei 2008)? Apa yang terjadi sejak presiden Soeharto berhasil ditumbang-kan. Indonesia disebut sebagai negara demokratis terbesar di dunia setelah AS dan India. Indonesia sebagai negara agraris dan maritim terbesar di dunia. Lebih dari itu Pilkada Gubernur. Misalnya pemerintah terus-menerus melaporkan kema-juan ekonomi. Empat presiden (Habibie. Inilah fakta ironis dan menyakitkan. bupati-walikota pun telah digelar di seluruh wilayah Indonesia dan menghasilkan belasan gubernur baru . yudikatif. Indonesia sebagai penghasil minyak bumi. Kemandirian bangsa di segala bidang mengalami kemerosotan yang sangat mengenaskan. Namun ironisnya Indonesia yang telah menjalankan kehidupan politik yang sangat demokratis itu. Pemandangan antre minyak tanah. perta-hanan dan keamanan selalu dilaporkan serba maju. Rakyat Indonesia bagai terjebak dalam sistem demokrasi yang telah men-jeratnya dalam sistem Kapitalisme Global yang terus mengisapnya habis-habisan. namun rakyat Indonesia terutama para penguasanya seringkali mendapat pujian dari negara-negara Barat. Indonesia yang dikenal teritorialnya 70 persen terdiri lautan. minyak tanah. sungguh ironis kini pun telah mengimpor garam. padahal yang terjadi kini bangsa Indonesia justru mengalami pun-cak krisis ekonomi yang telah berlangsung lebih 10 tahun terakhir ini. Tapi empat presiden ini ternyata tidak mampu mengenyahkan dan menyembuhkan penyakit kronis bernama: Krisis Multidimensi. rakyatnya setiap hari antre minyak tanah (kerosine) sekadar untuk men-dapatkan dua liter minyak. Abdurrahman Wahid. sosial politik. Angka kemis-kinan dan pengangguran terus-menerus meningkat. meningkat dan membaik. ekonomi Indonesia terus terpuruk. demokratis menggantikan rezim dikta-torial yang dijalankan presiden Soeharto lebih tiga dasawarsa. Padahal fakta yang berlaku sebenar-nya justru diagonal terbalik. Menjadi Bius Memabukkan Setelah sepuluh tahun reformasi berlalu. dan legislatif terdiri parlemen parpol dan politisi. Contoh paling nyata adalah ketidakmandirian bangsa di bidang pangan. hingga hari ini? Perjalanan era refor-masi ini niscaya amat dibanggakan para pelaku dan penyelenggara Negara. kini (2008) rakyatnya bergejolak dalam krisis susul-menyusul. minyak goreng dan beras ini menjadi pemandangan set-back seperti setengah abad yang lalu di zaman orde lama. Harga-harga kebutuhan bahan pokok terus melejit tak terkendali bahkan bahan baku yang semakin mahal itu sulit dicari di pasaran dan bisa diperoleh dengan antre. Angka-angka kemiskinan semakin membengkak jum-lahnya. Pemilihan presiden secara langsung (2004) telah menghasilkan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Walau kondisi bangsa Indonesia se-makin terpuruk. Bahkan krisis ini berkobar menjadi-jadi. kedelai. Megawati dan kini Susilo Bam-bang Yudhoyono) pun telah silih berganti naik ke kursi kekuasaan dengan meng-usung sistem politik yang reformis.

Pelajaran satu dekade perjalanan reformasi ini sejatinya amat gamblang dan mudah untuk disimpulkan.Pejabat baru yang terpilih niscaya akan mengem-balikan modal yang telah ia keluarkan karena sebagian justru diperoleh dari sumbangan dan utang. kini bahkan anggota DPR pusat pun mulai dijebloskan ke penjara KPK. Agenda asing (Barat) telah mendikte perubahan yang kini terjadi di Indonesia dan terus terulur hingga hari ini. Kini masyarakat luas dengan caranya sendiri ?menolak? sistem yang ternyata justru membuat rakyat menderita. Adalah PBNU melalui Ketua Umum Hasyim Muzadi menyentak dengan imbauannya agar Pilkada dihentikan di Indonesia dan kembali ke sistem lama. Model politik era reformasi ini secara pasti telah menempatkan partai politik menjadi ?panglima?. bukan mencerminkan meningkatnya gai-rah rakyat menyongsong Pemilu 2009. Bahkan jika Pilkada kelak sudah digelar secara keseluruhan. Hal ini karena perilaku politisi khususnya di parlemen yang amat koruptif dan tidak peduli kendati kritik bertubi-tubi diarahkan ke parlemen. pemaksaan swatanisasi . Ratusan anggota parlemen daerah telah diadili dalam kasuskasus korupsi. Inilah jawaban yang merata. maka catatan statistiknya hampir setiap hari akan di-gelar Pilkada di suatu daerah di Indonesia. Pusaran dan tarikannya telah mencip-takan politik uang yang membawa konsekuensi koruptif dan menghalalkan tujuan dengan segala cara. Eksistensi mereka sejatinya hanya ?dagelan? yang sangat tidak lucu karena mempermainkan nasib bangsa Indonesia yang terus terpuruk. Mulai pembekuan bank. Model Pilkada langsung memang telah menyeret bangsa ini pada pusaran bahaya di masa dekat yang akan menghancurkan seluruh sendi-sendi kehidupan rakyat Indonesia. Dipastikan partai-partai baru itu dibentuk oleh pengurus partai-partai gurem yang telah terpuruk sebelumnya. Membayangkan ekses Pilkada dengan politik uangnya memang mengerikan. melainkan ? kehebohan? orang-orang yang itu-itu juga dan selama ini selalu mengail di pusaran ? bisnis partai?. telah menyurutkan optimisme Indonesia bisa melanjutkan model politik ini. Dimulai dengan campur tangan IMF dengan berbagai formula yang dipaksakan menjelang dan awal reformasi dan justru menghancur-kan ekonomi negeri ini. Bersamaan dengan itu perfor-mance partai politik semakin terpuruk di mata rakyat secara luas. Apa yang didapat setelah rakyat Indonesia kini dipimpin oleh presiden dan kepala daerah yang dipilih secara langsung oleh rakyat itu? Negatif. Biaya Pilkada bupati disebut-sebut sedikitnya Rp 200 milyar.puluhan bupati-walikota (hampir mencapai seratus orang). Jumlah golput semakin membengkak mendekati angka 50 persen. sedangkan biaya untuk gubernur mencapai Rp 500 milyar. Pil-kada semakin banyak diikuti partisipan golput alias memboikot. belum lagi ekses Pilkada dengan kerusuhan yang dikobarkan pihak yang kalah. Sementara penelitian sebuah koran nasional di ibukota menegaskan bahwa kepemimpinan baru hasil pilkada ternyata tidak mengubah prestasi yang dicapai kepala daerah sebelumnya yang dihasilkan dengan mekanisme lama (dipilih melalui DPRD). sekaligus menerap-kan oligarki partai politik yang justru ? membunuh? aspirasi di luar partai politik. Maraknya pendirian partai politik baru sebagai peserta Pemilu 2009. Praktek Pilkada yang sarat dengan politik uang.

Pemretelan kekuasaan presiden dengan dibentuknya puluhan komisi-komisi. jumlah angka kemiskinan akan bertambah meroket sekitar 15. Padahal utangnya tak berubah alias tak berkurang satu dolar pun. Pemerintah hanya sekadar menyelesaikan persoalan ini secara hukum. kerusak-an seolah dibiarkan. Negara dan bangsa ini akan terus diseret ke jurang kehancuran oleh rezim refor-masi. kehidupan yang mengagungkan kebebasan tumbuh subur. Padahal ketika pemerintah menaikkan BBM 125 persen pada Oktober 2005.95 milyar. Kini utang pemerintah seperti diumumkan Depkeu adalah AS$ 155. Tekanan kehidupan sehari-hari menyebabkan semakin sering ter-dengar kabar keluarga-keluarga yang bunuh diri bersama-sama antara bapak-ibu dan anak-anaknya. dengan menjual aset-aset strategis milik Negara. Kekacauan diprediksi bakal mengiringi kenaikan BBM sekitar Juni 2008 mendatang. Sangat menge-rikan. Pornoaksi dan pornografi marak di mana-mana. rezim Kapitalis Global. Ahmadiyah. Sungguh mengerikan nasib bangsa Indonesia di tangan rezim reformasi.29 milyar terdiri pinjaman dengan perjanjian utang sebesar AS $ 63. Alqiyadah Al Islamiyah-nya Ahmad Moshadeq.8 juta jiwa. dan aliran-aliran sesat lokal lainnya. Bahkan sejumlah politisi meyakini akan terjadi suasana yang kacau (chaos) disusul terjadi instabilitas negara.4 milyar atau sebesar Rp 114 trilyun.85 persen atau 36. Tepat di usia reformasi memasuki dekade pertama (Mei 2008).94 persen. Dengan bunga 8 persen setahun. dan yang paling vital adalah perubahan UUD 45 yang kini berubah 125 persen menjadi liberalistis.BUMN. Padahal ini bukan ranah hukum semata. Reformasi yang mengagung-agung-kan HAM (hak asasi manusia) seperti memberi angin bagi upaya perusakan Islam. Pemerintah reformasi tak mampu melindungi umat dari penye-baran aliran sesat tersebut. pemerintah tegas-tegas menjanjikan tidak akan menaikkan BBM sampai 2009. Di zaman Gus Dur. kondisi bangsa Indonesia di bawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono justru meng-alami kesulitan kehidupan yang kian menghimpit. Yang jelas catatan dalam perhitungan statistik dengan kenaikan BBM Juni 2008. Yang paling mengerikan adalah rezim Susilo Bambang Yudhoyono idem-ditto belaka dengan tiga presiden sebelumnya di era reformasi yakni tak bisa mengubah status utang Indonesia.Angka resmi pemerintah jumlah rakyat miskin mencapai selama ini adalah 16. Bersamaan dengan itu. pemerintah Indonesia setiap tahun harus membayar bunga sebesar AS$ 12. Selanjutnya muncul ke permukaan aliran Salamullah-nya Lia Aminudin. Kondisi semakin parah karena pemerintah ?nekad? menaikkan BBM sampai 30 persen.dengan kenaikan BBM 30 persen ini akan mendorong inflasi 26. Konsep reformasi seperti ini ternyata hanya menjadi ?jembatan? menuju kehancuran bangsa Indonesia. tapi sudah menyangkut aqidah yang konsekuensinya dunia akhirat. Sampai-sampai kantor berita AP .68 juta jiwa. Di bidang sosial keagamaan. Bisa dibayangkan rencana kenaikan BBM ini niscaya belaka akan menjebol seluruh daya tahan rakyat Indonesia. Muncul aliran-aliran sesat.34 milyar ditambah obligasi AS $ 90. Baha'i dilegal-kan. Perjanjian utang sebesar itu diterapkan dengan rente ala ribawi yang sangat eksploitatif jauh dari adil dan dipaksakan para ?penjajah? baru.

Reformasi di Indonesia secara resmi dimulai tanggal 21 Mei 1998. Sejak reformasi Indonesia cenderung ke Ame-rika. Yang menyedihkan lagi. Peme-rintah dikecam habis umat Islam. Indonesia mendu-kung sanksi terhadap Iran dalam kasus pengembangan energi nuklir Iran. tercatat dua peristiwa yang dirasakan sebagai pukulan yang sangat menyakitkan bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia. yaitu BJ Habibie. Dalam politik luar negeri. Ini kare-na pemerintah dan DPR lebih memen-tingkan kaum pemuja kebebasan dari-pada mayoritas penduduk Muslim. melengkapi . Lagi-lagi pemilik modal dan orang-orang yang punya link dengan asing yang mempengaruhi kekuasaan dan kebijakan ne-gara. Mereka seolah membiarkan rakyat tersiksa akibat krisis berkepanjangan. Puncak dari peristiwa anarkis tsb terjadi di Jakarta tanggal 13-14 Mei 1998. mungkin karena takut dengan Amerika. Pembahasannya berlarut-larut. kursi presiden yang kosong ini secara otomatis digantikan oleh Wakil Presiden saat itu. Praktik tirani minoritas terhadap mayoritas sangat kasat mata. Berdasarkan UUD 45. Selama kurun waktu pemerintahan Orde Baru tsb telah dilahirkan berbagai Peraturan dan Keputusan Pemerintah. Malah tahun lalu. dalam kondisi susah.(Assosiate Press) dalam surveinya menyebut Indonesia sebagai surga pornografi terbesar kedua setelah Rusia. Undang-undang yang mengatur perilaku itu hingga kini tak keluar. para penguasa dan wakil rakyat menunjukkan perilaku hedonis. Reformasi tsb merupakan akhir dari rentetan berbagai peristiwa anarkis sejak tahun 1997 yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. dan peristiwa yang kedua merupakan titik akhir dari pemerintahan Orde Baru tsb. Malah dalam masa pemerintahan SBY sekarang. politik bebas aktif tak lagi menjadi acuan. yang sampai sekarang masih belum terkuak. sempatsempatnya dia membuat dan merekam lagu serta nonton film ramai-ramai. bertepatan dengan lengsernya mantan Presiden Suharto dari kursi kepresidenan Indonesia yang telah didudukinya selama 32 tahun. siapa otak di belakang peritiwa berdarah dengan korban jiwa lebih dari 1000 orang dan korban harta benda yang tidak terkira besarnya. Peristiwa yang pertama merupakan titik awal pemerintahan Orde Baru di bawah Presiden Suharto. Di mana nurani mereka??? REFORMASI DI INDONESIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP MASYARAKAT TIONGHOA INDONESIA. yang langsung ataupun tidak langsung diskriminatif terhadap masyarakat Tionghoa. yaitu peristiwa G30S PKI tahun 1965 dan kerusuhan Mei 1998. Selama berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak tanggal 17 Agustuis 1945.

BJ Habibie mengeluarkan Inpres (Instruksi Presiden) No.3/4/12. perencanaan program. Jelas Inpres ini menjadi angin segar menuju berkurangnya diskriminasi resmi pemerintah terhadap masyarakat Tionghoa. .56 tahun 1996 tentang Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia. Beberapa peraturan yang dirasa sangat menyakitkan masyarakat Tionghoa adalah : . tentang pembuktian seseorang sebagai warga negra Indonesia tidak perlu lagi dengan menggunakan SBKRI. Meskipun demikian. . BJ Habibie juga menerbitkan Inpres No.Peraturan Menteri kehakiman No. Dalam prakteknya banyak yang mengganti namanya dengan nama barat atau nama lain yang tidak berbau nama Tionghoa. JB. di mana sebelumnya Tionghoa diidentikkan dengan non pribumi.Peraturan-peraturan dan UU lama peninggalan pemerintah kolonial Belanda yang juga diskriminatif terhadap masyarakat Tionghoa. .Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. di mana salah satunya adalah: Menghentikan penggunaan istilah “pribumi” dan “non pribumi” dalam semua perumusan dan penyelenggaraan kebijakan. ataupun pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan. Gejolak politik di Indonesia yang belum mereda saat itu menyebabkan pemerintahan BJ Habibie.14 tahun 1967 tentang Larangan Menjalankan Agama.Pada tahun 1967 beredar anjuran setengah memaksa bagi orang Tionghoa untuk mengganti namanya menjadi nama Indonesia. tepatnya 16 September 1998. tercatat suatu perubahan yang cukup signifikan yang telah dilakukan oleh BJ Habibie dalam hubungannya dengan masyarakat Tionghoa di Indonesia. yaitu sejak 21 Mei 1998 s/d 20 Oktober 1999. Keputusan serupa sebenarnya sudah diterbitkan pada tahun 1996 pada masa pemerintahan presiden Suharto. Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina di muka umum. yang dianggap sebagai kepanjangan Orde Baru hanya berlangsung 1.26 tahun 1998 yang berisi 5 poin. . namun di lapangan dengan berbagai alasan Kepres tsb tidak dipatuhi oleh . Empat bulan setelah berkuasa.5 tahun. yang berarti agama Konghucu tidak diakui lagi di Indonesia. tetapi cukup dengan KTP dan atau Akta Kelahiran. 477/74054 tanggal 18 Nopember 1978 yang meniadakan kolom agama Konghucu pada dokumen2 resmi pemerintah. tetapi bukan dengan nama Indonesia.Inpress No. 14 Maret 1978 tentang kewajiban menunjukkan SBKRI (Surat Bukti Kewarganegaraan Indonesia) bagi orang Tionghoa untuk mendapatkan surat2 keterangan resmi dari instansi pemerintah.Keputusan Seminar AD di Bandung tahun 1967 yang menetapkan penggunaan istilah Cina untuk menggantikan istilah Tionghoa dan Tiongkok. dengan segala kekurangannya. yaitu melalui Keputusan Presiden No.4 tahun 1999.

tertanggal 23 Juli 2001. boleh kembali menggunakan nama Tionghoa mereka. 477/74054 tanggal 18 Nopember 1978 telah dicabut oleh Mendagri RI.para pejabat pelaksana yang bersangkutan.6 Tahun 2000. Abdurachman Wachid (Gus Dur) sebagai Presdien RI berikutnya menggantikan BJ Habibie. terhitung mulai tanggal 23 Juli 2001. dan sebaliknya banyak orang2 non Tionghoa yang secara pisik mirip orang Tionghoa. kecuali yang menggunakan nama Tionghoa. Namun dalam situasi politik yang masih panas. yaitu : . Suryadi Sudirja dengan SE Mendagri No. Tidak ada data yang pasti berapa jumlah orang Tionghoa yang terpilih sebagai anggota DPR. cukup banyak juga orang Tionghoa yang belum berani terjun ke politik. . Namun karena situasi politik dan ekonomi waktu itu masih belum stabil. Tetapi dalam masa pemerintahan Megawati. Ketidak jelasan ini disebabkan sukar membedakan orang Tionghoa dan non Tionghoa hanya dari namanya saja. 14 Tahun 1967 tentang Larangan Menjalankan Agama. Gus Dur akhirnya dimakjulkan (impache) dalam Sidang Istimewa MPR untuk digantikan oleh Megawati Sukarno Putri sebagai Presiden R. sedikit banyak telah mendorong minat orang Tionghoa untuk aktif berpolitik.Instruksi Presiden No. dicabut oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid dengan Keputusan Presiden No. diputuskan melalui votting yang alot untuk mengangkat K. masih menunggu saat yang tepat. . Secara pisik juga cukup banyak orang Tionghoa yang tidak bisa dibedakan lagi dengan non Tionghoa. DPRD tingkat I ataupun DPRD tingkat II. minat berpolitik masyarakat Tionghoa semakin meningkat dan semakin banyak orang Tionghoa yang terdaftar sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2004. di mana Menko Perekonomian waktu itu dijabat oleh Kwik Kian Gie yang notabene orang Tionghoa.H. didampingi Wakil Presiden Megawati Sukarnoputri. Dalam Sidang Istimewa MPR tahun 1999.Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. tetapi diyakini oleh berbagai pihak jumlahnya meningkat cukup tajam.477/805/SJ tanggal 31 Maret 2000 . DPD. khususnya menjelang persiapan Pemilu 2004. ditetapkan Tahun Baru Imlek 2553 yang jatuh pada hari Selasa 12 Pebruari 2002 sebagai Hari Libur Fakultatif. Pada masa pemerintahan Gus Dur ini tercatat 3 keputusan penting dan fenomenal bagi masyarakat Tionghoa. Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina di muka umum. Gus Dur juga menegaskan bahwa warga negara yang dulu dipaksa mengubah namanya. Dalam acara "Renungan Tahun baru Imlek 2552" di Gedung tennis Indoor Senayan.Melalui Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 383 tahun 2001.I. Sejak masa pemerintahan Gus Dur. Bp.

Selain mencatat kemajuan yang cukup significant dalam memulihkan perekonomian Indonesia saat itu. bukan berdasarkan etnisitas atau kesukuan. dan orang Tionghoa yang terjun ke politik sudah menjadi pemandangan biasa. dan tidak pernah menggunakan istilah Cina. Oleh karena itu tidak ada data resmi dari masing2 suku atau etnis yang ada di Indonesia (Jawa. karena data pribadi masing2 diperlukan untuk urusan keimigrasian. DPD. tergabung dengan aspirasi politik masyarakat sekitarnya. Aris Ananta . Oleh karena itu terlalu absurd kalau ada usaha2 sejumlah orang untuk membentuk partai politik yang khusus untuk menampung aspirasi politik orang Tionghoa di Indonesia. Ketika terjadi pemilihan umum untuk memilih anggota legislatif pada bulan April 2009. tidak ada jumlah pasti orang Tionghoa yang menjadi anggota legislatif yang secara resmi diumumkan oleh pemerintah. Meskipun demikian. Kehidupan sosial politik masyarakat Tionghoa dapat dikatakan cukup stabil. karena secara prinsip bertentangan dengan makna yang terkandung dalam UUD’45. DPRD tingkat I. Dalam berbagai kesempatan resmi Megawati selalu menggunakan istilah Tionghoa dan Tiongkok. begitu juga dengan data orang Tionghoa yang sudah menjadi WNI. dan DPRD tingkat II) yang mencalonkan diri. Indonesia dibentuk berdasarkan kesepahaman politik yang melibatkan berbagai Suku dan Etnis yang ada di Indonesia. Kecuali orang Tionghoa yang berstatus WNA. Aspirasi politik orang Tionghoa di Indonesia dapat disalurkan melalui partai2 politik yang sudah ada. yaitu ditetapkannya Tahun Baru Imlek sebagai Hari Libur Nasional. dan istilah Tionghoa mulai banyak digunakan kembali. terpilih melalui pemilihan presiden secara langsung pertama kalinya di Indonesia menggantikan Presiden Megawati pada bulan Oktober 2004. baik partai Nasionalis ataupun partai yang berlandaskan agama. Batak. Ketika Presiden Susilo Bambang Yudoyono atau sering disebut SBY. Perayaan2 Tahun Baru Imlek dilaksanakan di mana-mana secara meriah. kebijakan pemerintah SBY relatif tidak ada perubahan yang berarti bagi masyarakat Tionghoa. bukan sesuatu yang mengherankan lagi. bahkan sering juga dipergunakan untuk menyambut hari nasional di luar Tahun Baru Imlek. dan Barongsay serta Liang Liong sudah menjadi atraksi umum di mana-mana. karena berdasarkan UUD. pada masa pemerintahan Megawati tercatat keputusan penting dan fenomenal bagi masyarakat Tionghoa. Sunda. terdengar isu dari mulut ke mulut bahwa semakin banyak orang Tionghoa yang mencalonkan diri menjadi anggota legislatif (DPR. dsb).

ada juga orangorang justru menyetor uang ke bank. Sektor keuangan kacau. Sayang para penguasa moneter di masyarakat antah-berantah tidak menyadari pentingnya peran gosip dan pencitraan dalam kegagalan dan keberhasilan sektor keuangan.Namun. orang kaya jadi miskin.bondong ke bank. tentu sulit mencari data yang akurat namun mempunyai dampak negatif untuk yang digosipi. Kita sudah sering mendengar kekuatan gosip dalam menjatuhkan berbagai tokoh politik di banyak negara. Kenyataan bisa jelek tetapi pencitraan yang baik merupakan aset penting dalam politik. masyarakat umum tak tahu. pencitraan adalah hal yang sangat penting. perlahan perekonomian berubah. mengambil uang mereka secara tunai. perekonomian berantakan. “Oh.misalnya.. Akibatnya. Sesungguhnya.mempunyai uang Rp5 juta dan dia tak tahuuangituakandigunakanuntuk apa. yang melakukan penyetoran adalah orang-orang bank itu sendiri. Mereka membuat pencitraan melawan gosip yang beredar kuat. Mereka berbondong. dalam politik. 20 Januari 2010 . Gosip beredar dengan kuat bahwa bankbank lain akan gulung tikar. ”Persepsi dan pencitraan ini kemudian amat membantu mengurangi kepanikan masyarakat dan membantu menstabilkan situasi keuangan di masyarakat antah berantah itu. Untung para penguasa moneter segera menyadari kesalahan mereka. Kalau pun tidak menjatuhkan. Waktu itu terdapat 61 bank yang ditutup. Padahal. Saat itu Gareng. Para nasabah panik. makin banyak bank yang benar-benar gulung tikar.maka dia meminjam dari teman dan keluarga yang kebetulan mempunyai uang yang tidak dipakai.com NAMANYA gosip. tak ada bank di masyarakat itu. jumlah yang relatif kecil untuk masyarakat antah berantah namun dampaknya luar biasa. Itu yang terjadi di tahun 8991. Dulu. Usaha pencitraan pun dilakukan dengan cepat. Mereka membuat gerakan penyetoran uang ke bank secara demonstratif.11:31 wib TEXT SIZE : Image : Corbis.. Kalau orang membutuhkan uang.Mereka hanya melihat. dan kaum miskin tambah menderita. Yang kurang disadari adalah bahwa hal yang serupa juga terjadi di sektor keuangan.ketika perekonomian masyarakat antah berantah belum maju. . Mereka segera membuat kebijakan memulihkan kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan. pada 8991 gosip pula yang menyebabkan krisis finansial yang dahsyat di masyarakat. Gosip dan pencitraan pun memegang peran penting dalam kegagalan dan keberhasilan suatu bank atau lembaga keuangan serta kinerja seluruh sektor keuangan. Namun.Gosip dan Krisis Keuangan Rabu. gosip telah mampu membuat para tokoh politik kalang kabut.Selain itu.

Dari transaksi ini bank mendapatkan keuntungan 2% per tahun. Kalau sekarang akan bangkrut. manajemen Bank Togog sangat buruk.keuntungan Bank Togog makin meningkat. Namun. Akhirnya. Sialnya. Dengan penjualan itu pun.Terjadi korupsi di Bank Togog. nasib buruk menimpa Bank Togog di tahun 9008.bondong ke Bank Togog mengambil uang mereka. Orang pun malas menyimpan uang tunai di rumah dengan alasan keamanan dan mendapatkan bunga. Utang Petruk telah membengkak. Rupanya para penguasa moneter saat itu tidak menyadari apa yang terjadi di dunia perbankan.Petruk membayar bunga 7% per tahun. Di sinilah muncul Bank Togog yang berperan sebagai perantara. Dapat dengan cek. Bank Togog sesungguhnya tak punya uang sedikit pun.Namun. atau kartu kredit. Mereka pun berbondong. Walau begitu.Nasabah makin banyak. Dia hanya menjadi perantara antara mereka yang mempunyai uang tetapi tidak tahu apa yang akan dilakukan dengan uangnya dan mereka yang membutuhkan uang. para peminjam dan penyetor uang tidak membutuhkan uang tunai sebanyak Rp4 miliar. Bank Togog benarbenar pusing. Lebih parah lagi. Bank Togog benar-benar bangkrut. Kepercayaan masyarakat pada bank ini pun makin kuat.suatu musibah menyebabkan pendapatan Petruk jatuh drastis. Satu bank juga meminjam dan menyetor ke bank lain. Bank Togog pun ikut merugi.Dengan cara ini. Bank Togog kansudah berulang kali dinasihati untuk melakukan reformasi dan membersihkan dari korupsi. Gareng dapat meminjamkan uangnya ke Petruk. Pada tahun 9002 jumlah setoran ke bank ini telah mencapai Rp1 miliar. Petruk dinyatakan bangkrut. Sejak saat itu Bank Togog terus berkembang. Bank Togog pun mempunyai inisiatif baru untuk terus mengekspansi jumlah uang yang dipinjamkan. Namun. Dan Petruk pun datang ke Bank Togog serta meminjam uang Rp5 juta. Saat itu sebenarnya juga tengah terjadi kekalutan di dunia perbankan pada umumnya.Penguasa moneter tenang-tenang saja. uang tunai Rp1 miliar sudah cukup untuk berjaga-jaga kalau kalau mereka membutuhkan uang tunai.Dia terpaksa menjual rumah dan barangbarang untuk membayar pinjamannya. ya biar saja. Dengan kondisi kepercayaan masyarakat yang tinggi dan makin sedikitnya kebutuhan uang tunai.Dengan demikian. Keuntungan yang luar biasa dari Bank Togog ini membuat menjamurnya bankbank lain. Mereka semua mungkin tidak saling mengenal tetapi mereka saling kait-mengait melalui sistem perbankan. Masyarakat kemudian risau bahwa Bank Togog akan bangkrut. Masyarakat tak tahu apa yang terjadi di bank ini walau penguasa moneter sudah sangat marah pada manajemen. Banyak Gareng lain yang menyimpan uang di bank ini.Pada saat yang sama Petruk membutuhkan uang Rp5 juta namun tidak tahu dia harus mendapatkan uang itu dari siapa.Bank dibayar untuk jasanya sebagai perantara ini. Jumlah yang dipinjamkan juga Rp1 miliar. Bank Togog percaya. Tak usah dibantu.“Ya. Selama bertahun-tahun dia mampu mengangsur utang yang membengkak karena pendapatannya juga terus meningkat. Para penguasa moneter lebih memusatkan pada pemberian hukuman pada bank yang tidak . dengan kepercayaan dari masyarakat. Petruk belum dapat melunasi utangnya. berita ini menyebar ke masyarakat luas. Gareng menyimpan uang di Bank Togog dan sebagai balas jasa Gareng mendapatkan bunga 6% per tahun. Bank Togog berani meminjamkan Rp4 miliar. Berbagai saran perbaikan manajemen dan pembersihan korupsi tidak digubris oleh bank karena sampai saat itu Bank Togog masih terus bertahan hidup. Bank Togog tahu akan ada orang yang membutuhkan uang. baik penyetor mau pun peminjam uang. transfer. selama beberapa tahun terakhir. Sistem perekonomian di masyarakat ini membaik. bank ini masih hidup karena kepercayaan masyarakat pada Bank Togog masih ada. Keuntungan Bank Togog berlipat lipat. Kalau saja mereka saling mengenal dan mengetahui kondisi masing-masing.Untuk balas jasa ke bank. Dia kelabakan tak dapat membayar angsuran utang-utangnya. banyak Petruk lain yang mengalami gagal bayar. Banyak pula Petruk yang meminjam uang dari bank ini. Gareng dan Petruk tidak saling mengenal. Apalagi dunia sedang mengalami krisis finansial yang luar biasa. Transaksi tidak harus memakai uang tunai.Terjadilah suatu keterkaitan satu sama lain yang amat kuat.” Yang kemudian terjadi.

”Para pengamat ekonomi itu lalu memberi kuliah pada penguasa moneter agar belajar teori ekonomi dengan lebih baik dan memahami adanya systemic risk. lebih parah dari tahun 8991. maka perekonomian kita saat ini akan jauh lebih baik. Hal ini terungkap ketika perwakilan dari lembaga tersebut. situasi internasional yang amat buruk membuat usaha penguasa moneter di masyarakat antah berantah tak ada gunanya.mengikuti saran-saran dan bukan pada stabilitas kondisi keuangan dan perekonomian secara keseluruhan. Menurut Joseph. berkunjung ke Ketua MPR RI Taufiq Kiemas hari ini. Ah. Human Rights Watch. Kita tidak akan mengalami krisis mendalam seperti ini. Dampak ke perekonomian juga dahsyat sekali. Karena hasil mimpi. Joseph Saunders. Para pengamat lalu mengritik para penguasa moneter.Gosip jauh lebih kuat daripada usaha yang dilakukan para penguasa moneter. kalau saja penguasa moneter waktu itu menyelamatkan Bank Togog. kali ini. (*) ARIS ANANTA Ekonom(//rhs) nyebab Kerusuhan di Indonesia 3 Desember 2009 15:29 WIB Keberagaman agama di Indonesia menarik minat sebuah lembaga independent asal New York. Demonstrasi dan kerusuhan sosial meluas. Mohon maaf. Namun. saya terbangun dari tidur saya. dia sangat tertarik dengan keberagaman di Indonesia. penguasa moneter mencoba melawan gosip dan membuat pencitraan perbankan. untuk mengadakan riset selama satu sampai dua tahun. cerita di atas juga cerita dalam mimpi.00 WIB di ruang kerja Ketua MPR RI Gd. Kebangkrutan Bank Togog ternyata memicu kebingungan di masyarakat yang lebih luas. Para penguasa moneter tak menyadari adanya systemic risk.untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan. 9. Dia sangat prihatin terhadap kondisi di Indonesia dimana ketika pintu .Angka kemiskinan melonjak. Kata mereka. “Kalau saja para penguasa moneter waktu itu tidak membangkrutkan Bank Togog. Rabu (2/12) pukul 13. Jumlah orang sakit bertambah dengan cepat. gara-gara akan menyiapkan makalah mengenai arti systemic risk. Nusantara 3 lt. Rupanya saya telah bermimpi. juga meminta masukan dari Pimpinan MPR RI mengenai situasi keberagaman beragama di Indonesia. Penguasa moneter segera menyadari kesalahan mereka. sebagai pengacara hak asasi manusia dan telah mempelajari Indonesia selama 30 tahun terakhir ini. Kunjungan tersebut selain memberikan informasi mengenai riset yang akan mereka lakukan. Beredar gosip yang amat kuat bahwa bank-bank lain juga akan bangkrut. Seperti yang terjadi pada 8991. Dalam keadaan yang kacau balau ini para pengamat ekonomi menyadari kesalahan para penguasa moneter yang telah membiarkan kebangkrutan Bank Togog.Kondisi finansial menjadi benar-benar berantakan. kalau saja penguasa moneter waktu itu tidak memprioritaskan pada penghukuman para pemilik Bank Togog.

kebebasan beragama sudah merupakan kewajiban untuk dilakukan karena tercantum dalam filosofi negara ini. pertama-tama Taufiq berterima kasih akan dilakukannya riset mengenai keberagaman beragama di Indonesia dan dengan senang hati akan menerima masukan-masukan berdasarkan hasil riset tersebut. Hajriyanto turut menambahkan bahwa pada masa reformasi isu kebebasan beragama justru semakin dirinci dalam konstitusi. tapi mengapa masih saja terjadi hal-hal seperti itu. ”Perkembangan ekonomi masih belum seperti yang diharapkan. Hasil Pemilu kemarin jelas-jelas terlihat bahwa pemenang Pemilu 80%-nya adalah kelompok nasionalis. Menurut Hajriyanto. menurut Joseph. yaitu pada saat Sumpah Pemuda. angka pengangguran semakin tinggi. ”Indonesia tidak punya sejarah dalam penindasan kelompok minoritas. Bahkan membuat undang-undang lainnya untuk mendukung kebebasan beragama. semua hal itu mengakibatkan kesalahpahaman sedikit saja bisa menimbulkan kerusuhan antar desa”. Menanggapi hal tersebut. Ahmadiyah sudah ada bahkan sejak zaman Belanda. Taufiq berkata bahwa kita tidak usah khawatir. ”Sejak kapan perbedaan agama menjadi masalah. Jadi sikap-sikap kekerasan yang menjurus kepada kelompok tertentu jangan hanya menyalahkan faktor agama. Belum lagi isu-isu beragaman lainnya seperti sulitnya izin pendirian gereja. ada yang mencoba merealisasikannya dengan membuat perda-perda syariah. Indonesia sudah lama menganut keragaman beragama. Hal ini menunjukkan bahwa partai yang mengusung isu-isu agama tidak membawa keberhasilan dan kecenderungan menggunakan agama sebagai alat politik juga menurun. Bakar membakar tempat beribadah. Bahkan setelah Pemilu. Jadi menurut Taufiq. juga baru terjadi akhir-akhir ini saja. Begitu juga mengenai masalah Ahmadiyah. Sedangkan mengenai pemakaian agama dalam Pemilu. tapi hal itu dipicu juga oleh faktor ekonomi dan faktor sosial. Hanya saja Hajriyanto mengingatkan bahwa implementasi dari konstitusi tersebut berhadapan dengan segala faktor termasuk sosial dan ekonomi. PNI Marhaenisme. Hal itu dia rasakan bukan tanpa sebab. jadi kenapa selama 10 tahun terakhir ini kasus beragama mencuat?”. lanjut Taufiq. isu-isu Ahmadiyah dan kerusuhan-kerusuhan berbau agama lainnya. dll tidak ada sampai bakar membakar atau menghabisi kelompok tertentu. Padahal. angka kemiskinan semakin besar. ujar Hajriyanto. ”Dengan perkembangan ekonomi yang membaik. sudah mengumandangkan kebebasan beragama yang kemudian dicantumkan dalam Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. Pada zaman dahulu bahkan pada saat pemberontakan PKI. dan apa . menurut Joseph. mudah-mudahan akan mendukung toleransi beragama di Indonesia”. Indonesia dari sebelum merdeka. justru menjadi pertanyaan Pimpinan MPR RI. justru agama turut dipakai sebagai alat politik. pada saat Pemilu dia mengamati bahwa ada beberapa partai politik yang mengatasnamakan agama dan memberikan janji-janji politik berdasarkan ajaran agama. ujar Hajriyanto. tapi kenapa akhir-akhir ini saja diributkan. tanya Hajriyanto.demokrasi dibuka lebar. Jadi mengenai perbedaan agama yang memicu kerusuhan.

Jadi dalam kesempatan ini Pimpinan MPR RI bersepakat mengajak Human Rights Watch bekerja sama untuk memperbaiki kondisi ini untuk mencari kehidupan yang lebih demokratis. bahkan juga di kota-kota besar di Jawa. dan Kepulauan Maluku. ini gejala baru bahwa perbedaan agama di Indonesia menyebabkan kerusuhan. Konflik dan kerusuhan sosial di antara berbagai komunitas di daerah-daerah kerusuhan seperti di Kalimantan. walaupun dengan korban yang sangat besar. seperti kerusuhan anti-Madura di Kabupaten Sambas (Kalimantan Barat) dan Kabupaten Sampit (Kalimantan Tengah). Oleh George Junus Aditjondro. sedangkan kelas bawah didominasi oleh kelompok etno-linguistik yang memeluk agama lain. Kebebasan itu menyeluruh. kata Taufiq. ada kebebasan bekerja. dan agama dari komunitas-komunitas yang bertikai. karena ketumpangtindihan di antara faktor-faktor kelas. Palu. “Supaya tuntas masalah hak asasi manusia di Indonesia”. usul Taufiq. Ada yang bersentuhan dengan gerakan kemerdekaan pasca-kolonial yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Dalam fakta sosial. Dengan beberapa perkecualian. akar dari berbagai konflik sosial di berbagai daerah di Indonesia adalah ketimpangan ekonomi akibat pengaturan tata ruang oleh pemerintah yang dianggap tidak adil oleh komunitas-komunitas setempat. dalam riset tersebut. Menurut Taufiq. Yayasan Tanah Merdeka. Dalam arti. Jakarta) ERA pasca-Soeharto telah ditandai dengan meletusnya berbagai kerusuhan dan konflik sosial di Indonesia. Dari berbagai kasus yang begitu beragam. Di akhir pertemuan Hajriyanto menambahkan.D. (2). Sulawesi. mengalami eskalasi. kebebasan berkumpul dan lainnya. seperti di Papua Barat dan Aceh. kelas atas didominasi oleh komunitas atau kelompok etno-linguistik tertentu yang memeluk agama tertentu. Ada yang masih tetap ‘panas dingin’ sejak 1998-1999 sampai sekarang. Semua kerusuhan sosial di Indonesia selama era pasca-Soeharto merupakan refleksi dari runtuhnya tertib sosial akibat lunturnya ketakutan atau kepercayaan rakyat pada aparatur keamanan. yang belum mengalami pemisahan yang sejati antara fungsi polisi dan fungsi militer. (Konsultan Penelitian & Penerbitan.penyebabnya. agar Human Rights Watch jangan mengambil satu isu yaitu kebebasan beragama. etnisitas. seperti berikut: (1). ada tigabelas persamaan yang dapat ditarik. khususnya Aceh dan Papua Barat. yang kini menjadi semakin tajam setelah keluarnya Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dengan konsekuensi . semua agama bisa hidup di Indonesia. seperti tercantum dalam Pasal 28 UUD NRI Tahun 1945. (3). Ada yang hanya berlangsung singkat. harusnya itu yang diriset oleh Human Rights Watch”. seperti kerusuhan di Poso dan Ambon. Ph. Anggota Dewan Penasehat Center for Democracy and Social Justice Studies (CeDSoS).

seperti meriam air. Berbagai kerusuhan sosial pasca-Soeharto di Indonesia. karena melibatkan organisasi-organisasi paramiliter yang merasa mewakili kepentingan satu atau lebih kelompok yang bertikai. (4). gas air mata. mereka menggunakan peluru tajam dan senjata otomatis yang sama mematikannya seperti yang digunakan satuan-satuan militer. sangat berpotensi disusupi aparat intelijen militer formal dan non-formal untuk membelokkan resistensi vertikal menjadi konflik horizontal. Makanya Brimob dapat dianggap sebagai alat teror negara pula. kabupaten. (5). dan provinsi yang memicu fanatisme etnis di mana-mana. Namun lebih jauh lagi. keputusan untuk mengirim Brimob ke daerah Polewali Mamasa (Polmas). kecamatan. bukanlah solusi yang paling bijaksana. di mana awal Agustus lalu konflik bersenjata tajam meletus antara penduduk suku Mandar dan suku Toraja Mamasa. Konflik komunal di Maluku sendiri dicetuskan hanya dua bulan setelah demonstrasi besar mahasiswa se kota Ambon di bulan November 1998. 2004). Sulawesi Selatan. infiltrasi itu kemudian diarahkan untuk mengkooptasi dan melumpuhkan. seperti halnya pasukan Kopassus dan Kostrad (Wessel 2001: 71). Infiltrasi agen-agen intelijen atau proxy dari para perwira militer dan polisi dengan tujuan melakukan kooptasi ini telah dialami oleh gerakan mahasiswa. Itu sebabnya. yakni Brimob. Setiap kelompok atau gerakan sosial yang radikal di Indonesia selalu disusupi aparat intelijen militer yang formal maupun non-formal. .pemekaran desa. Infiltrasi itu sekurangkurangnya dimaksudkan untuk mendapatkan informasi seberapa jauh gerakan itu dapat membahayakan kepentingan aparatur negara. gerakan buruh. yang ditentang oleh Presiden Abdurrahman Wahid waktu itu (lihat Ghufron 2001: 97-1004). Satuan kepolisian yang sering dikerahkan. (6). Hal itu adalah akibat politik militerisasi Polri di bawah Jenderal (Pol) Suroyo Bimantoro. mendiskreditkan kelompok atau gerakan sosial tersebut (lihat tim CeDSoS. tidak menggunakan cara-cara pengendalian huru-hara yang tidak menimbulkan korban jiwa (non-lethal methods ). Kenyataannya. gerakan kemerdekaan di Aceh dan Papua Barat. mengalami eskalasi karena cara-cara pengendalian huru-hara (riot control ) yang terlalu militeristik. Kerusuhan sosial di berbagai daerah seringkali berkembang menjadi konflik berkepanjangan. kelompok atau gerakan sosial yang menantang kekuasaan negara dan modal besar. konkritnya. serta pentungan karet. menentang dwifungsi militer (lihat Munir 2001: 21). Organisasi-organisasi paramiliter yang bermunculan selama era pasca-Soeharto dirangsang pertumbuhannya oleh aparat bersenjata (lihat Simanjuntak 2000). Dengan kata lain. serta gerakan protes Nunusaku di Maluku yang dibelokkan menjadi gerakan untuk menghidupkan kembali Republik Maluku Selatan. gerakan Muslim militan (lihat Abduh 2003). khususnya di luar kotakota besar di Jawa. sering merupakan pembuka jalan atau pemulus masuknya para investor ke daerah-daerah yang kaya dengan sumber daya alam yang diminati para investor dalam dan luar negeri. atau setidaktidaknya. yang terlibat dalam konflik vertikal.

berhubung dengan kedekatan Hendropriyono dengan Tomy Winata.M. Agen-agen BIN juga bukan orang sembarangan. Dalam prakteknya. yang baru saja dibentuk oleh Polri di bulan Agustus 2003 (Jawa Pos. operator bisnis utama Angkatan Darat. Hendropriyono adalah Presiden Komisaris PT Kia Mobil Indonesia (KMI). yang sejak tahun lalu telah berekspansi (lihat McEvers 2004). sementara Tomohon merupakan tempat kedudukan seorang Kepala KomBINDA. 4 Sept. Ada juga provinsiprovinsi di mana secara formal hanya terdapat Kordinator-kordinator Wilayah (Korwil). Menteri Kehakiman di masa pemerintahan BJ Habibie (Aditjondro 2004b: 55). Letjen (Purn. Konflik-konflik internal yang semakin mewabah di era pasca-Soeharto erat kaitannya dengan maraknya infiltrasi agen-agen intelijen ke dalam organisasi-organisasi masyarakat sipil. infiltrasi dan kooptasi yang paling sistematis telah dilakukan oleh Badan Intelijen Negara (BIN). selama masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. membuat kekuasaan purnawirawan jenderal itu secara de facto setara dengan Panglima TNI dan Kapolri. Kemampuan memobilisasi anggota-anggota satuan-satuan khusus anti-teror itu. anak Profesor Muladi.(7).) A. fungsi itu mulai diambil alih oleh BIN dan beberapa organisasi paramiliter yang dekat dengan Kepala BIN. anak Kepala BIN. Selain dengan teknik infiltrasi. Sedangkan Makassar merupakan tempat kedudukan Korwil BIN Sulawesi Selatan. (8). Manado merupakan tempat kedudukan seorang Kepala BINDA yang wilayahnya meliputi provinsi-provinsi Sulawesi Utara dan Aceh. cara lain yang banyak dipakai untuk melumpuhkan perlawanan masyarakat sipil terhadap negara dan modal besar adalah dengan menciptakan konflik internal sehingga timbul kelompok tandingan atau pengurus tandingan yang menentang kehadiran dan legitimasi kelompok atau pengurus yang menentang negara dan modal besar. pada saat militer dan polisi tidak lagi secara langsung menghambat kebebasan ekspresi para aktivis gerakan pro-demokrasi. sementara Kepala BIN hanya bertanggungjawab kepada Presiden. Dengan kata lain. 2004: 27). Hendropriyono. siap untuk melibas mereka yang dianggap berbahaya bagi rezim Mega. Sebagai lembaga. Walhasil. Operasi-operasi intelijen BIN dimungkinkan oleh sumber dananya yang seolah-olah tidak terbatas. Gatra. agen-agen BIN di Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan tidak cuma mengumpulkan informasi. lembaga yang dikepalai oleh seorang kader PDI-P telah bermetamorfosa menjadi gurita yang lengan-lengannya saling berbelit dengan berbagai organisasi paramiliter di Jawa dan di luar Jawa. adalah direktur perusahaan pengimpor mobil Korea itu. Ronny Hendropriyono. Soalnya. tapi juga melakukan tekanan psikologis kepada aktivis-aktivis pro-demokrasi yang kritis terhadap pemerintah. sebab lembaga intelijen ini mampu mengerahkan anggota Kopassus serta anggota Detasemen Khusus 88 Anti-teror. bersama Fayakun Muladi. tekanan psikologis dilakukan terhadap pemilik hotel dan tempat pondokan di mana aktivis-aktivis pro-demokrasi bermukim. Sedangkan di Sulawesi Tengah. BIN juga telah berkembang menjadi sangat otonom dan dalam bidang politik praktis dapat menyaingi peranan Mabes TNI dan Mabes Polri. salah satu anak perusahaan kelompok Artha Graha yang dipimpin oleh Tomy Winata. 29 Nov. dan lebih ke bawah lagi melalui KomBINDA (Komisariat BIN Daerah). 2003. suatu perkembangan yang tentu saja tidak disukai oleh para perwira . Ekspansi itu dilakukan melalui struktur BINDA (BIN Daerah) yang dapat meliputi satu atau lebih provinsi. Di antara berbagai instansi dan aparat negara.

serta Markas-Markas Besar TNI. yang merasa disaingi oleh Hendropriyono. Aditjondro 2004c: 168-173) hanya merupakan satu aspek kecil saja dari kepentingan aparat bersenjata untuk mencetuskan dan memelihara konflik di berbagai daerah di Indonesia. Departemen Pertahanan. “Politik cuci gudang” PT Pindad (Aditjondro 2004a: 138-140. dari tahun 1973 s/d akhir 1985 (Stepan 1988: 25-29) juga tidak disukai oleh sejumlah purnawirawan jenderal yang reformis. Dengan demikian. anak buah mantan Danjen Kopassus. Prabowo Subianto. Polri. dengan melakukan mark up nilai proyek. (9). dua fihak yang bertikai diinfiltrasi oleh agen-agen yang bekerja untuk kepentingan aktor ekonomi-politik yang sama. di Ambon dan Poso aparat bersenjata yang ditugaskan untuk memadamkan konflik maupun fihak-fihak yang bertikai mendapat pasokan senjata dan amunisinya dari sumber yang sama. peluang untuk mengorupsi dana operasi pasukan sangat besar (lihat Aditjondro 2004c: 145). karena berlangsung di balik tabir kerahasiaan Kantor Menko Polkam. perwira. Untuk keperluan itulah. peluang korupsi di bidang ini sangat besar. Penyuburan konflik-konflik horizontal selama era pasca-Soeharto juga merupakan upaya mempertahankan fungsi politis dan ekonomis aparat bersenjata di Indonesia. Pada umumnya. yakni PT Perindustrian Angkatan Darat atau PT Pindad. yakni Front Kedaulatan Maluku (FKM) yang ingin menghidupkan Republik Maluku Selatan (RMS) dan Lasykar Jihad FASWJ yang ingin . pengiriman pasukan militer dan polisi ke daerah-daerah konflik secara keuangan tidak di-audit secara tertib seperti halnya proyek-proyek yang dijalankan instansi-instansi sipil. Paling sedikit. pelestarian kepentingan ekonomi para prajurit. Selain di Aceh. Kadang-kadang. Perkembangan ini. Mereka menganggap operasi BIN di bawah komando Hendropriyono bertentangan dengan usaha aparat bersenjata untuk mundur dari pentas politik. (10). Setelah Lasykar Jihad berhasil menteror penduduk Seram Timur sehingga mayoritas penduduk yang Nasrani mengungsi. dan satuan-satuan aparat bersenjata sangat menonjol (lihat misalnya Ishak 2004). Korupsi anggaran pertahanan itu begitu efektif. ancaman gerakan bersenjata di daerah operasi maskapai-maskapai mancanegara. seperti yang telah berhasil dilakukan di Maluku dan Aceh (lihat Pontoh 2004: 125. Misalnya. pemekaran komando territorial militer di Indonesia terus diupayakan oleh TNI. yang menyerupai keadaan di Brazil di masa transisi dari rezim otoriter-birokratis yang didominasi militer ke pemerintahan demokratis berlandaskan supremasi sipil. PT Calpez. sangat menguntungkan satuan-satuan bersenjata yang mendapatkan biaya .aktif di kedua markas besar itu. Dalam konflik sosial di berbagai daerah di Indonesia. mantan jenderal itu sedang menyiapkan pengambilalihan ladang-ladang minyak bumi formasi Manusela yang terentang dari gunung sampai ke laut dari maskapai Kuwait. bahkan dengan menciptakan proyek-proyek fiktif. dan Malik 2004: 115). PT Kufpec. terutama maskapai pertambangan raksasa. dan maskapai Australia. (11). dan ketiga Angkatan yang praktis tertutup bagi aparat sipil serta lembaga-lembaga pemantau korupsi. Masih untuk kepentingan aparat bersenjata. terutama berkaitan dengan kepentingan modal besar yang dilindungi oleh aparat bersenjata. punya hubungan akrab dengan dua fihak yang bertikai di Maluku.

yakni Morowali dan Banggai. yang menurunkan biaya pembangunan prasarana para pemodal. ExxonMobil di Aceh dan Freeport McMoRan di Papua Barat. Walhasil. dihukum penjara tujuh bulan. serta sejumlah rumah di Jawa. sebuah rumah di kota Makassar. bulan Mei lalu sekitar 300 orang penduduk dari kedua komunitas itu berkemah di lokasi tambang. kerusuhan di Poso telah dijadikan justifikasi oleh TNI/AD untuk melipatduakan jumlah batalyon yang ditempatkan di provinsi ini.menentang ekspansi tambang itu diserang oleh satuan Brimob (Guerin 2004). mengeluarkan jutaan dollar AS setahun untuk membiayai pasukan-pasukan TNI dan Polri yang ditugaskan menjaga keamanan operasi mereka (lihat Aditjondro 2004d: 84-85). di Pulau Haruku. sebab kerusuhan melahirkan pengungsi. Abdul Muin Pusadan. tapi juga di dua kabupaten tetangganya. terdiri dari tiga kompi yang tidak cuma ditempatkan di Kabupaten Poso. namun ia tetap bebas berkeliaran di luar. 7 Juni 2004). di mana segelintir kepala daerah dan kepala Dinas Kesejahteraan Sosial berhasil beternak mobil dan rumah mewah di mana-mana. melindungi para pemodal tersebut dari berbagai tuntutan penduduk setempat. enam rumah di kota Palu. Kedua. 40-41. para polisi militer penjaga tambang itu. yang digaji sebesar 700 dollar Australia sehari oleh maskapai itu. (13). Sedangkan di bagian timur provinsi Sulawesi Tengah. sumber-sumber lain). misalnya. Pertama. Yon 714 Sintuwu Maroso. aksi protes bersama suku Makian yang Muslim dan Kao yang Kristen – yang lima tahun lalu saling menyerang -. langgengnya kerusuhan di daerah-daerah konflik menyebabkan jatuhnya harga tanah. Penyebaran kompi-kompi . Barangkali karena serangan Brimob yang lalu diekspos ke dunia internasional. anak perusahaan tambang Kanada. menguntungkan para investor di bidang pengolahan sumber-sumber daya alam di dua bidang. dan Newcrest. mulai dari tuntutan penggantian hak-hak adat atas tanah dan perairan ulayat sampai dengan tuntutan hak-hak perburuhan dari tenaga buruh yang direkrut dari luar dan dari penduduk setempat. dua perusahaan tambang emas yang mendapatkan keuntungan dari tergusurnya penduduk serta penempatan pasukan bersenjata di sana adalah Ingold. Inco.pengamanan (protection fee ) dari maskapai-maskapai itu. dan pengungsi mengundang bantuan kemanusiaan yang sangat rentan untuk dikorupsi. sementara para pengungsi semakin melarat. Di Kepulauan Maluku. misalnya. yang mengakibatkan pengerahan (deployment ) pasukan-pasukan bersenjata di sana. pencetusan dan pemeliharaan konflik horizontal di daerah-daerah yang kaya sumber daya alam. Karena berbagai tuntutan mereka belum dipenuhi. (12). sudah sempat mengoleksi tiga rumah di kota Poso. tidak mengulangi kekejaman mereka (Republika. yang masing-masing dilengkapi sebuah mobil mewah (Aditjondro 2004b: xiii-xiv. Bulan Januari lalu. Akhirnya. Pencetusan dan pemeliharaan konflik di Indonesia juga merupakan semacam “industri” bagi aparat birokrasi sipil. adanya pasukan bersenjata yang lebih melayani kepentingan para pemodal ketimbang penduduk setempat. kerusuhan demi kerusuhan telah melahirkan sejumlah milyarder di kalangan birokrat. Seorang anggota Brimob yang terlibat dalam penyerangan itu. perusahaan tambang Australia di Halmahera Utara. Batalyon yang baru. Bupati Poso yang sudah hampir habis masa jabatannya.

Yon 711 Reksatama bertugas. ketua Fraksi PDI-P di MPR yang berniat menambang minyak dan gas bumi di Kabupaten-Kabupaten Banggai dan Morowali. Ketika Semerbak Cengkih Tergusur Asap Mesiu: Tragedi Kemanusiaan Maluku di balik Konspirasi Militer. yang juga membangun asrama kompi mereka di setiap kabupaten. Jakarta: TAPAK Ambon. Makanya. 109-155.). Morowali.(2003). serta kelompok Artha Graha milik Tomy Winata dan Yayasan Kartika Eka Paksi. Jakarta & Yogya: PBHI. Ia menjadi komisaris dari sebuah perkebunan kepala sawit seluas 52 ribu hektar. salah seorang Bendahara Golkar di era Presiden Soeharto (Aditjondro 2004b: 53-54). Jakarta: ProPatria. “Kerusuhan Poso dan Morowali: Akar Permasalahan dan Jalan Keluarnya”. Dalam Stanley (peny. a. 131-176. CD Bethesda. 10 Agustus 2004 Kepustakaan: Abduh. Umar (peny. Demokrasi dan Pemilu 2004.tentara di ketiga kabupaten itu juga diikuti oleh Brimob. adalah mitra bisnis Tomy Winata. Ronny Hendropriyono juga punya kepentingan bisnis. Akhirnya. di situ mobil Kia dipromosikan. keluarga Hendropriyono jelas-jelas punya kepentingan ekonomi untuk mengamankan investasi Artha Graha di daerah Morowali.l. Mengapa perlu begitu banyak penjaga keamanan di Poso. Hartati Murdaya. Keamanan. ---------------(2004a). Yakoma. Makanya. Perkebunan PT Hardaya Inti Plantation itu adalah milik Ny. Kapitalis Birokrat. Epilog dalam Zairin Salampessy dan Thamrin Husain (peny. Dari contoh-contoh ini dapat dilihat bagaimana pelestarian konflik Poso dan Morowali. Air Mata dan Anyir Darah di Maluku”. “Di Balik Asap Mesiu. . dan Banggai? Tidak kebetulan bahwa di kedua kabupaten tetangga Poso telah masuk dua investor domestik dengan backing politik yang cukup kuat. yang berniat menambang marmer di Morowali (Aditjondro 2004a: 135-137). yang dilindungi kepentingannya oleh aparat bersenjata dan aparat intelijen negara kita. Jangan dilupakan pula Kepala BIN. Begitulah tigabelas tesis yang dapat diturunkan dari data empiris dari sejumlah kerusuhan dan konflik sosial pasca-Soeharto di Indonesia. Anak Domba Paskah dari Tentena”. xviii-lii. Sibolangit. Tragedi Kemanusiaan Poso: Menggapai Surya Pagi melalui Kegelapan Malam.) (2003). George Junus (2001). tidak kebetulan pula bahwa di daerah di mana batalyon yang lama. --------------.). Prolog dalam Rinaldy Damanik. hal. yang meliputi kabupaten-kabupaten Buol dan Toli-Toli. sementara anaknya. lewat pembagian mobil tersebut secara cuma-cuma ke aparat polisi setempat. di mana Artha Graha menanam modalnya. hal. Ronny Hendropriyono menjadi salah seorang direktur anak perusahaan Artha Graha itu. Aditjondro. akhirnya menguntungkan para pemodal besar. “Renungan buat Papa Nanda. Hendropriyono adalah Presiden Komisaris PT Kia Mobil Indonesia (KMI). Konspirasi Intelijen & Gerakan Islam Radikal. Jakarta: Center for Democracy and Social Justice Studies (CeDSoS). hal. Yakni kelompok Medco milik Arifin Panigoro. dan Kepentingan Elit Politik.

“Indonesia. No. Amis Darah dan Mesiu: Mengurai Keterlibatan Militer dalam Konflik Maluku”.--------------. Coen Husain (2004). No. 17. Konspirasi Gerakan Islam & Militer di Indonesia.). 64-81. 137-178. 4 Februari. Bill (2004). hal. 2 Juni. Wacana. Hamburg: Abera. Perdagangan Senjata dan Proteksi Modal Besar: Ekonomi Politik Bisnis Militer di Sulawesi Bagian Timur”. Jakarta: Center for Democracy and Social Justice Studies (CeDSoS). Tahun III.(2004d). Konflik. Premanisme Politik.” Dalam Ingrid Wessel & Georgia Wimhoefer (peny. Wessel. 13 / SP – KONTRAS / III / 99 KOMSI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN ( KONTRAS ) Tentang : . Princeton. Ghuffron. hal. etnic riot. 83112. Violence and the Integration Problem. Kelly (2004). Skandal Politik SI MPR RI 2001. Jakarta: Factual Analysis Forum. Tahun III. sampit SIARAN PERS NO. Rodjil (2001). 17-24. Wacana. 121-136.” Asia Times Online. --------------. madura.” Christian Science Monitor. Violence in Indonesia. “Dari Gaharu ke Bom Waktu HIV/AIDS Yang Siap Meledak: Ekonomi Politik Bisnis Tentara di Tanah Papua”. Membedah Kembar Siam Penguasa Politik & Ekonomi Indonesia: Metodologi Investigasi Korupsi Sistemik Bagi Aktivis dan Wartawan. Jakarta: Institut Studi Arus Informasi (ISAI). No.(2004b). “Indonesia’s Expanding Spy Network Alarms Reformers. 17. “The Politics of Violence in New Order Indonesia in the Last Decade of the 20th Century. Diposkan oleh kristianus atok di 10:44 Label: Dayak. Wacana. Simanjuntak. Pontoh. Malik. 17.” Dalam Ingrid Wessel & Georgia Wimhoefer (peny. Wacana.(2004c). Tahun III. 113-120. ---------------. hal. Stepan. “The Search for Safety in the Spice Islands. hal. Togi (peny. Hamburg: Abera. 17. Guerin. Kalimantan. No. Tahun III. McEvers. hal. NJ: Princeton University Press. Munir (2001). Ichsan (2004). Alfred (1988). CeDSoS. Ingrid (2001). Rethinking Military Politics: Brazil and the Southern Cone. “Kayu Hitam.). Jakarta: Lembaga Studi Pers & Pembangunan (LSPP).). Violence in Indonesia. Bisnis Pos Penjagaan. “Bedil. Tim Peneliti (2004). “Bisnis Militer di Wilayah Konflik Maluku”. hal.

Aliansi ketiga kelompok inilah yang selama ini begitu dikenal oleh rakyat sebagai pihak yang paling bertanggunjawab atas kekerasan dan ketertindasan mereka. Aceh dan seterusnya. . Pergantian pemimpin pemerintahan di tengah krisis nasional. masyarakat dengan mudah terpelintir ke arah pertentangan antar sesama mereka dalam konflik terbuka. atau berbagia kondisi yang sering kali bahkan didorong oleh berbagai kebijakan yang memunculkan polarisasi kelompok. pendatang dan penduduk asli. Kerawang. Tasikmalaya. Medium kedua. Selama ini Orde Baru ternyata telah membangun sebuah sruktur masyarakat yang amat rapuh sebagai akibat dari kesalahan strategi pembangunan yang dipilih maupun buruknya kinerja birokrasi yang menindas dan dilumuri oleh korupsi. tumapang tindihnya segrasi tempat tinggal berdasarkan etnis/ ras dengan basis ekonomi. antara warga masyarakat dengan aparat negara baik sipil maupun militer. amarah demi amarah termanifestasi dalam bentuk ledakan – ledakan kekecewaan yang tak terkendali. dan bahkan dengan menahan amarah. Dalam wujudnya yang nyata ia tampil di dalam amuk – amuk massa. pertentangan antar sesama warga masyarakat. kolusi dan nepotisme. Penyelenggaraan negara yang demikian kacau telah menempatkan bagian terbesar rakyat pada posisi yang lemah dan terpinggirkan. Banyuwangi. kantor birokrasi dan aparat keamanan. pada akhirnya memposisikan dua pihak yang saling berhadapan seperti pribumi dan non – pribumi. ternyata justru menanpilkan dirinya hanya sebagai rezim pemerintahan yang tidak mampu memenuhi harapan seluruh rakyat yang sedang menunggu tindakan kepastian hukum. Medium kedua ini terjadi akibat gagalnya upaya pembangunan integrasi sosial yang kuat oleh penyelengara negara. Situbondo. Medium dari amuk massa ini pertama. Abepura. Di sisi lain. birokrasi baik sipil dan terutama sekali militer yang korup. Tidak mengherankan ketika kemudian terjadi provokasi. Ambon dan terakhir Sambas. Sampai akhirnya krisis ekonomi semakin membuktikan bobroknya sistem kemasyarakatan yang selama 30 tahun dibangun Orde Baru. Peristiwa kerusuhan dan perkosaan massal pada Mei 1998. Krisis ekonomi – politik kemudian semakin memperburuk keadaan hingga kita terpuruk ketitik yang paling rendah. bersama pemodal besar telah tampil sebagai pihak yang amat berkuasa. yang oleh sebagian pihak dianggap sebagai awal dari pembaharuan sistem. Berbagai kerusuhan terjadi dari tahun 1996 seperti peristiwa – peristiwa Sabtu Kelabu 27 Juli 1996 di Jakarta. agama satu dengan yang lain.HUBUNGAN KERUSUHAN DENGAN PERKEMBANGAN POLITIK NASIONAL Kondisi Stuktural dan Kerusuhan Kurun waktu tiga tahun terakhir ini. Kupang. seakan tak kunjung selesai. Ketapang. Dan ketika pemerintahan yang hadir kemudian terbukti tidak pernah benar – benar menjadi bagian yang berkehendak terhadap pembaruan yang dinantikan itu. bangsa Indonesia berada dalam kondisi yang paling memprihatinkan dalam sejarahnya. sehingga dicap sebagai bangsa yang kurang beradab. Sanggau-Ledo. peristiwa Semanggi. adalah bukti dari semua itu. Dari sini terbentuklah semacam kebencian sebagai situasi psikologis massa rakyat yang pada gilirannya mendorong berbagai amuk massa yang terjadi cenderung dialamatkan kepada mereka dengan perusakan terhadap simbol – simbol dan aset – aset milik ketiga kelompok tersebut seperti sentra ekonomi.

Dua kecenderungan ini adalah menguatnya kembali kekuatan – keuatan konservatif oleh kebosanan menghadapi situasi transisi yang tidak menentu. merupakan bagian yang tidak terpisah dari skenario pembentukan kekuasaan yang baru. atau minimal terkesan membiarkan berlangsungnya kerusuhan. minimal terdapat dua kecenderung yang muaranya akan diarahkan pada penyiapan infrastruktur yang mampu menjamin kelangsungan investasi dan beroperasinya modal internasional. dan lain – lain memberi indikasi yang kuat bahwa aparat keamanan yang seharusnya bertugas menjamin keamanan masyarakat justru terlibat dalam melakukan provokasi maupun penggerak massa. Alat – alat negara. Dari pandangan di atas KONTRAS khawatir bahwa berbagai kerusuhan massal yang terjadi akhr – akhir ini justru dapat dijadikan alasan pembenar terhadap pembentukan rejim repressif untuk semakin ketat mengontrol rakyat. Dalam situasi yang serba tidak menentu dengan kerusuhan yang meledak dimana – mana. Pranata dan peran – peran sosial dalam struktur masyarakat yang dibentuk Orde Baru tidak lagi berfungsi sebagaimana dibutuhkan. juga dapat menjadi bagian dari konflik yang timbul. melalui alat – alatnya. Kewibawaan pemerintah pun jatuh terpuruk hingga titik nadirnya dihadapan rakyat sendiri oleh ketidakmampuannya. Kedenderungan kedua adalah munculnya kembali rejim yang tetap akan melestarikan sistem otoritarianismenya sebagai instrumen yang akan mengganggu perputaran modal. Sebagaimana umumnya terjadi negara – negara dunia ketiga. Banyuwangi. Ambon. Dalam kerangka ini pula kiranya Indonesia memiliki posisinya di dalam kondisi transisional yang terjadi akhir – akhir ini. Dugaan ini muncul dari berbagai temuan lapangan dan kaitan – kaitan logis dari rangkaian peristiwa dan pembuatan kebijakan – kebijakan baru sebagai jawaban atas krisis dan kerusuhan yang terjadi. Secara struktural ini merupakan sebuah keniscayaan dalam sistem ekonomi yang sedang bertransisi untuk semakin terintegrasi ke dalam sistem kapitalisme global dengan segala prasyaratnya. kekuatan kapitalisme internasional memanfaatkan rejim otoriter sebagai alat penjamin kepentingannya. Sebagian peristiwa seperti kerusuhan Ambon bahkan memperlihatkan turut berperannya konflik elit politik di tingkat pusat sebagai salah satu pemicu dan menjadi penggerak yang mampu membelokan potensi konflik di tingkat lokal yang memang sudah ada menjadi terbuka dan termanifestasi dalam pertikaian horisontal dalam masyarakat.Lemahnya Negara Kekacauan politik dan sosial semacam yang terjadi di Indonesia saat ini sesungguhnya bukanlah khas dan satu – satunya. • • • • • Beberapa temuan lapangan dari investigasi atas peristiwa Mei 1998. Logika ini menjadi alasan yang cukup bagi adanya dugaan bahwa kekuatan rejim lama di Indonesia memiliki kepentingan yang besar tetap eksis sebagai kekuatan yang dominan di dalam sistem politik di masa – masa yang akan datang. Konsekuensinya adalah bahwa sisa – sisa kekuatan rezim lama di dalam tubuh negara saat ini. Dalam masa transisi tersebut. tidak satupun pihak bertanggungjawab dan mampu secara . Ketapang. Kerusuhan dan gejolak amuk massa yang selalu dihadapi dengan represi oleh aparat hanya semakin menunjukan watak asli rezim yang militeristik.

Sehingga penambahan pasukan dan peningkatan status daerah militer adalah sebuah jawaban yang sangat tidak tepat sebagai solusi yang ditawarkan. SH Badan Pekerja Koordinator MM BILLAH Badan Penasehat Anggota . 5. Doktrin ABRI dalam operasi teritorial yang dimanifestasikan dalam bentuk Komando Daerah Militer adalah ditujukan sebagai upaya terhadap pertahan wilayah negara dari ancaman keamanan yang datang dari luar. Pendirian Kodam baru bukanlah jawaban yang pas untuk meredam kerusuhan Upaya militer dalam menghidupkan kembali Kodam – Kodam yang pernah dilikuidasi. 23 Maret 1999 M U N I R. Jakarta. sebagaimana diungkapkan oleh ABRI bukanlah jawaban tepat atas tuntutan terhadap tanggung jawab mereka. Sehingga syarat pertama dalam upaya ini adalah terpisahnya secara jelas POLRI dari ABRI. seharusnya yang dimekarkan dan ditambah kapasitasnya adalah aparat kepolisian aparat pemilihara ketertiban umum di dalam masyarakat sipil. justru menunjukan kesan bahwa ABRI mengambil manfaat dari terjadinya kerusuhan yang terjadi selama ini. penghidupan kembali Kodam – Kodam berimplikasi pada bertambahnya peran politik ABRI dalam kehidupan sipil. 4.• efektif mengendalikan situasi. Langkah yang ditempuh ABRI dengan meningkatka status wilayah dalam operasi teritorialnya dengan justifikasisebagai peredam kerusuhan. KONTRAS melihat kejanggalan – kejanggalan atas pendirian Kodam baru tersebut sebagai berikut : 1. Pasukan militer kita tidak dilatih dan disiapkan secara khusus untuk menghadapi kerusuhan – kerusuhan. Ia lebih terlihat sebagai manuver ABRI untuk kembali memperkuat pengaruhnya dalam kehidupan sosial dan politik sipil seperti pada masa Orde Baru. atau lebih parah bahkan pemerintah tidak bertanggungjawab terhadap negara yang mereka pimpin. Penanganan berbagai peristiwa kerusuhan selama ini telah membuktikan kepada kita bahwa aparat militer tidak mampu bertanggung jawab atas terjaminnya keamanan rakyat. tidak terlihat upaya yang sungguh – sungguh dari Pemrintah Habibie untuk menyelesaikan persoalan. Melihat pengalaman strtuktur pemerintahan Orde Baru. Dalam kondisi negara porak poranda dan terus bergerak ke arah yang semakin mengkhawatirkan. 3. 2. Bahkan birokrasi militer tidak jarang menjadi bagian dari masalah yang terjadi sebagai konsekuensi dari keterlibatan mereka dalam melakukan tindakan yang memarginalisasi rakyat. Ini bertentangan dengan apa yang telah dikemukakan oleh pemerintah dan ABRI serta tuntutan masyarakat yang luas untuk mengurangi peran sospol ABRI. Yang lebih masuk akal. Aparat keamanan terbukti tidak pernah sanggup menghadapi kerusuhan dan meredakan keadaan dalam menjamin keamanan. Ini memberikan kesan terhadap lemahnya pemerintahan Habibie.

Menurutnya. SETARA Institute mencatat setidaknya kerusuhan serupa telah terjadi di kawasan Pasar Kramat Jati (Mei 2002)." paparnya. sejatinya bukanlah konstruksi sosial masyarakat Indonesia. Oleh karena itu Hendardi meminta aparat kepolisian untuk bertindak tegas terhadap pelaku yang patut diduga terlibat aksi kekerasan yang menimbulkan nyawa seseorang dan kerusuhan yang berujung pada pembakaran rumah dan aset pribadi masyarakat. Peristiwa ini juga menyiratkan bahwa masyarakat Jakarta memiliki kelemahan dalam menyelesaikan ketegangan di akar rumput. dan satu orang tewas akibat bentrokan yang terjadi di kawasan Duri Kosambi. Hendardi mengatakan berbagai forum dan organisasi masyarakat yang selama ini sering menggunakan kekerasan dalam mengatasi persoalan sosial awalnya adalah cara-cara elit politik untuk kepentingan tertentu." ujar Ketua SETARA Institue Hendardi dalam rilis yang diterima. Kerusuhan sosial bernuansa primordial tersebut hanya akan memutus jalinan kohesi sosial.Selasa. sejumlah mobil hangus. "Eksploitasi politik identitas bukan hanya menunjukkan kelemahan kapital politik para elit negara. "SETARA Institute mengingatkan aparat pemerintahan DKI Jakarta untuk menciptakan sistem penyelesaian ketegangan sosial di akar rumput. Budaya kekerasan yang terjadi di masyakat memerlukan perhatian sehingga sistem sosial dapat berjalan dinamis dan menghargai keberagaman. Puluhan lapak dibakar. 01 Juni 2010 | 09:46 WIB Politisasi Identitas Ciptakan Ketegangan Sosial Baru (Vibizdaily-Polhukam) Bentrokan yang melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) kembali terjadi." tutupnya. Tangerang." kata Hendardi. Cakung (Juli 2002) dan Kebayoran Lama (Maret 2001 dan Mei 2007). tapi juga mengorbankan rakyat. . kerusuhan hanya akan memutus jalinan kohesi sosial. Selasa (1/6/2010). "SETARA Institute menyesalkan adanya korban meninggal dunia dan kerugian material dari peristiwa kerusuhan etnis seraya menilai bahwa keberagaman suku bangsa haruslah menjadi nilai kohesi sosial. Kerusuhan etnisitas adalah buah dari para elit dan penyelenggara negara yang gemar melakukan politisasi identitas untuk memupuk dukungan politik publik. "Kerusuhan yang diikuti dengan kekerasan. Tapi berbagai fakta mutakhir justru menunjukkan kecenderungan yang sebaliknya. dan Cipondoh. praktik politisasi identitas haruslah tidak ditolerir. Jakarta Barat.

sulit untuk membedakan kehidupan sosial budaya Cina Sunda dengan orang Sunda asli. PERKEMBAGAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT TIONGHOA INDONESIA Nenek moyang orang Tionghoa Indonesia. yang hanya mencari selamat sendiri. Australia. Kalau tidak. Tidak jarang pula pandangan negative datang dari orang Tionghoa yang tinggal di negara-negara maju yang "menjunjung tinggi demokrasi". tidak hanya di Bali. yang tidak mempunyai rasa kebersamaan. yang tidak berani menentang diskriminasi rasial terhadap . dsb. bahwa orang Tionghoa Indonesia tidak mempunyai keberanian untuk menegakkan hak azasinya sendiri. Bukan suatu yang aneh jika ada orang Tionghoa di daerah tertentu yang sering mengucapkan kata-kata : Isnya Allah. untuk bisa mengerti pola pikir pihak yang lainnya. sejak kedatangannya dahulu bisa beradaptasi dengan masyarakat setempat. karena yang membedakan mereka hanya raut mukanya saja. tentunya dengan pola yang berbeda-beda. terbentuk dalam pola yang berbeda-beda mengikuti pola sosial budaya lingkungan masyarakat sekitarnya. Begitu juga dengan orang Tionghoa yang tinggal di daerah-daerah lain. dsb. Siskamling adalah salah satu bentuk kegiatan gotong royong. Dalam proses adaptasi tersebut. Artinya bisa bergotong royong dalam berbagai kegiatan. Setelah sekian generasi beradaptasi dengan kelompok masyarakat sekitarnya. Kebiasaan ini seringkali dianggap "negative" oleh kelompok orang Tionghoa yang tinggal di daerah lain yang kental dengan agama non-Islam. di Sumatra. Wassalam'mualaikum. Mereka sering dicap sebagai orang yang apatis. Cina Jawa. kehidupan sosial budaya orang Tionghoa Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. dan sekaligus sebagai sarana adaptasi bagi anggota baru masyarakat tersebut. di Kalimantan. bahkan di luar negeri sekalipun ada gotong royong. Astagfirullah. Amerika. tidak akan ada keturunannya sampai sekarang. Dalam kenyataannya. Dalam hal ini perlu pemikiran positive dari pihak yang satu. termasuk juga yang tinggal di Eropa. Assalam'mualaikum. Di Jawa.(ma/MA/dtc) Herry Analisis Kondisi Sosial Budaya dan Sosial Politik Tionghoa Indonesia Gotong royong ada di mana-mana. dsb. oleh karena itu orang yang tidak mau ikut siskamling sering dianggap tidak mau bersosialisasi. Cina Padang. khususnya yang sudah beberapa generasi lahir di Indonesia. dsb. orang Tionghoa yang sehari-hari bergaul dengan masyarakat setempat yang kental ke-Islamannya. Secara berseloroh kita sering mendengar istilah Cina Sunda. Gotong royong merupakan salah satu sarana komunikasi sosial masyarakat yang paling efektif. ucapan-ucapan yang berasal dari agama Islam menjadi kebiasaan sehari-hari.

orang Tionghoa Indonesia adalah kelompok masyarakat yang unik. dan hanya sebagian kecil yang memilih agama Islam. jabatan publik yang penting hampir semuanya dipegang oleh ras mayoritas. agama Kristen menjadi pilihan utama Tionghoa Indonesia. di dalamnya penuh dengan pertentangan pendapat satu sama lain. Sebagian besar orang Tionghoa Indonesia adalah keturunan campuran dari pria Cina yang datang dari Tiongkok dengan wanita setempat. di mana Kristen identik dengan . khususnya pada masa Orde baru yang melarang semua kegiatan sosial budaya yang berasal dari Cina. termasuk di negara yang "menjunjung tinggi demokrasi". Secara garis besar dikenal ada tiga macam bentuk parpol Tionghoa saat itu. dengan orientasi politik yang berbeda-beda bahkan cenderung bertentangan. sebagian secara diam-diam tetap bertahan dengan agama-agama Sam Kaw. Pergeseran ini telah mendorong perkembangan agama Kristen yang cukup pesat pada masa Orde Baru. dsb. Istilah Kristen sendiri di Indonesia menjadi rancu. sehingga berpengaruh pula pada kekuatan politik yang berlandaskan agama Kristen di Indonesia dan sekaligus merubah pandangan politik sebagian orang Tionghoa Indonesia. maka pandangan politik orang Tionghoa juga berkembang menjadi sangat beragam. Singaporean Chinese. dan third class citizen. yang tidak bisa diperbandingkan langsung dengan Malaysian Chinese. Oleh karena itu muncul sindiran first class. orang Tionghoa yang beragama Kristen (Katolik dan Protestan + sekte-sekte di bawahnya). mengapa cukup banyak orang Tionghoa yang tidak setuju dengan pembentukan parpol berbasis keTionghoa-an di Indonesia. meskipun secara tekhnis cukup banyak orang-orang dari ras minorotas yang lebih mampu. second class. Australian Chinese. Juga adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri.dirinya. Sejak munculnya larangan tsb. Ini merupakan salah satu alasan. yaitu yang berlandaskan Katolik dan yang berlandaskan Protestan bersama sekte-sekte di bawahnya. telah terjadi pergeseran yang siginificant dalam agama-agama orang Tionghoa Indonesia. bahwa diskriminasi rasial ada di mana-mana. Sejalan dengan perkembangan politik di Indoensia. umumnya berasal dari Cina Belandis (orang Tionghoa yang berpendidikan Belanda). PERKEMBAGAN SOSIAL POLITIK MASYARAKAT TIONGHOA INDONESIA Akibat perkembangan kehidupan sosial budaya yang berbeda-beda tsb. Di sini juga perlu pemikiran positive dengan kepala dingin. di samping alasan-alasan lain berdasarkan pandangan politik masing-masing individu. Fakta membuktikan. Dalam masa pemerintahan Bung Karno. dlsb. Sejarah membuktikan bahwa organisasi sosial politik orang Tionghoa di Indonesia sejak pra kemerdekaan sangat rapuh. Secara garis besar kekuatan politik yang berlandaskan agama Kristen di Indonesia dapat dibagi dua.

Selama masa Orde Baru. seolah-olah Katolik bukan Kristen. Sehingga muncul pemikiran praktis agar pandangan politik orang Tionghoa disalurkan ke partai-partai politik yang sudah ada. di mana UU yang baru harus disyahkan DPR. semua UU dan Peraturan ex Nederlansche Indie diambil alih oleh pemerintah RI. Kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum birokrat dengan semangat korupsi yang tinggi untuk memeras orang Tionghoa. Dalam kenyatannya ada perbedaan yang significant antara paham politik berlandaskan Katolik dan Protestan. yang secara kebetulan di kota-kota besar umumnya relatif lebih makmur dari kehidupan masyarakat sekitarnya. . pandangan politik orang Tionghoa menjadi lebih beragam dibandingkan masa sebelumnya. usaha-usaha untuk menghapus tindakan diskriminatif rasial dapat dibagi dalam 2 macam pendekatan. Inilah salah satu keunikan lain dari masyarakat Tionghoa Indonesia. Namun dalam kenyataannya. orang Tionghoa Indonesia nyaris tidak mengalami masalah yang berarti dengan masyarakat sekitarnya. Pendekatan Hukum. usaha-usaha untuk mempersatukan orang Tionghoa dalam suatu wadah politik menjadi semakin kabur dan nyaris mustahil. Fakta lain. Oleh karena itu. USAHA-USAHA UNTUK MENGHAPUS TINDAKAN DISKRIMINATIF RASIAL Persoalan utama yang dihadapi orang Tionghoa Indonesia adalah tindakan diskriminatif rasial yang dilakukan SEBAGIAN KECIL anggota masyarakat. Dalam kehidupan pribadi sehari-hari. Dalam proses penyerahan kedaulatan. termasuk pula UU dan Peraturan yang bersikap diskriminatif rasial terhadap Tionghoa Indonesia. Tapi di lain pihak ada pula yang beranggapan bahwa Katolik dan Protestan adalah sama saja. oknum-oknum pejabat tsb banyak yang bersahabat baik dengan orang-orang Tionghoa. dan disktriminatif sosial yang dilakukan oleh sebagian kecil anggota masyarakat. Dengan demikian. Dalam hal ini harus dibedakan antara diskriminatif resmi yang dilakukan pemerintah melalui UU & Peraturan. Oleh karena itu banyak sekali UU dan Peraturan di Indonesia yang secara de facto masih berlaku adalah sisa-sisa peninggalan Belanda.Protestan. bukan semuanya. UU hanya bisa dihapus dengan UU yang baru. UU dan Peraturan yang rasialistis ini bukannya dihapuskan. malah ditambah dengan berbagai UU dan Peraturan lain yang lebih rasialis. dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. a. Persoalan baru muncul jika berhubungan dengan isntansi pemerintah. tentunya dengan beberapa pengecualian. ataupun dengan sekelompok masyarakat tertentu. oknumoknum pejabat tsb juga memeras kalangan non-Tionghoa yang dianggap kaya. Dengan pergeseran agama tersebut. sehingga sering muncul pertanyaan apakah sebenarnya oknum pejabat tsb rasialis atau hanya sekedar korupsi. Berdasarkan hukum Ketatanegaraan Indoensia. yaitu pendekatan hukum dan pendekatan sosial.

Pendekatan Sosial. yang kelak setelah terjun ke masyarakat . Murid-muridnya hampir semua berasal dari kalangan miskin. tapi dalam kenyataannya banyak yang sudah tidak dipakai lagi. tanpa pandang bulu. dan kerja sama usaha yang saling menguntungkan. Melalui berbagai macam pendekatan tersebut. bisa disebutkan antara lain : pelayanan rumah sakit dengan subsidi silang untuk membantu pihak yang kurang mampu. namun mereka tetap melaksanakan protes terhadap pemerintah. baik Tionghoa maupun non Tionghoa. tidak mudah untuk menghapus UU sedemikian banyaknya. muncul pemikiran untuk mengintensifkan kembali pendekatan sosial.Dalam masa reformasi. dan lain-lain. sebenarnya sudah sejak lama dilakukan oleh kalangan Tionghoa Indonesia pada masa pemerintahan Bung Karno. gotong royong dalam membangun sarana umum. Di mata para akhli hukum. sehingga muncul nada-nada sumbang terhadap tuntutan mereka. gotong royong dalam menghadapi bencana alam. Pada prinsipnya. yang hasilnya untuk membiayai sekolah mereka sendiri. Dengan cara ini akan terjalin suatu rasa kebersamaan antara murid-murid Tionghoa dan non Tionghoa. Salah satu contoh yang dapat dikemukakan adalah sekolah yang didirikan oleh dr. diharapkan akan muncul pemikiran baru yang mematahkan pemikiran lama yang menganggap bahwa orang Tionghoa selalu hidup exclusive. pola pendekatan sosial yang dimaksud adalah cooperative persuasif untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Pola pendekatan sosial. Di luar kegiatan sekolah. Pemikiran baru yang muncul hanya merubah strategi pendekatan. b. agar lebih efektif dan efisien sejalan dengan kondisi saat ini. Dalam kenyataannya. Para akhli hukum juga tahu. di samping sibuk mengisi kantong pribadinya. antara lain melalui pendidikan. untuk mengapus UU dan Peraturan tsb bukan pekerjaan yang mudah. diharapkan secara bertahap akan muncul pandangan positif terhadap kalangan Tionghoa yang selama ini cenderung dicap hanya mau mencari untung semata-mata. baik formal maupun informal. Kail yang dimaksud bisa bermacammacam jenisnya. muncul usaha-usaha untuk menghapus 62 macam UU dan Peraturan yang bersifat rasialistis. perbaikan kampung.Simon Tan di Medan. kondisi ini memungkinkan birokrat mempunyai kesempatan untuk bersikap rasialis terhadap orang Tionghoa. bukan memberi ikan. Dalam bidang sosial kemasyarakatan. Sesuai dengan hukum Ketatanegaraan di Indonesia. semua murid disuruh bekerja membuat barang tertentu. dalam usaha-usaha untuk menghapus tindakan diskriminatif rasial terhadap orang Tionghoa Indonesia. Dengan bergotong royong. Di kalangan orang Tionghoa moderat. karena DPR saat ini masih sibuk menangani persoalan-persoalan baru yang muncul selama masa trasisi. Sampai sekarang tidak jelas kemajuan tuntutan tsb sampai di mana. termasuk sisa-sisa UU dan Peraturan ex Nederlandsche Indie. Dalam hal ini pola pendakatan yang dimaksud ibarat pepatah : memberi kail. UU dan Peraturan lama tsb walaupun de facto masih berlaku.

Tan bisa melakukan diplomasi sembako kalau tidak ada hubungan baik sebelumnya. jika dikombinasikan dengan pandangan politik berdasarkan agama tertentu. Sekian dan terima kasih. e.Tan Tjin Hong di Bandung pada tahun 1998. Beberapa kasus menunjukkan. Uniknya. tapi tindakan diskriminatif rasial tidak tergantung ada tidaknya UU dan Peraturan yang bersifat diskriminatif. b.com/group/tionghoa-net/messages/ ) sekitar 2 bulan yang lalu .dapat diharapkan akan menjadi pionir-pionir yang bebas dari sikap diskriminatif.Tan yang melakukan diplomasi sembako ke berbagai pihak yang mampu mengendalikan massa yang potensial melakukan kerusuhan ala kerusuhan Mei 98. bahwa Bandung saat itu aman berkat jasa dr. informasi tentang dr. Mustahil dr. bahwa pendekatan sosial ternyata lebih efektif dalam usaha mengeliminir tindakan diskriminatif rasial. bertentangan dengan paham sekularisme yang didukung hampir seluruh masyarakat Tionghoa Indonesia.dr. Pola pikir sosial politik "pihak luar" dengan latar belakang sosial budaya yang berbeda. tapi lebih tergantung pada pribadi oknum birokrat yang terlibat. Bandung 11 November 2002 Herry Antono Catatan: Tulisan di atas pada awal November 2002 pernah dimuat di milis tionghoanet ( http://groups. dr. sesaat setelah kerusuhan Mei 98 di Jakarta. a. Pandangan politik masyarakat Tionghoa. sejalan dengan banyaknya suku-suku di Indonesia yang berpengaruh dalam terhadap kehidupan sosial budaya masing-masing. Pendekatan hukum dalam usaha menghapus tindakan diskriminatif rasial. akan sangat sulit diterima kelompok masyarakat Tionghoa di masing-masing daerah. Sangat ideal jika semua UU dan Peraturan rasial bisa dihapus. Contoh lain adalah usaha yang dilakukan alm. Sayangnya. dan secara tekhnis lebih mudah dilaksanakan.Simon Tan sangat terbatas sekali. c. d. meskipun secara psychologis bukan sesuatu yang mudah.yahoo. Tidak banyak orang yang tahu.Tan menghimpun dana untuk pembagian sembako tsb hanya dari bunga deposito para donaturnya. secara tekhnis tidak mudah dilaksanakan dan akan memakan waktu lama. sedangkan pokok deposito dikembalikan kepada pemiliknya masingmasing. Masyarakat Tionghoa Indonesia merupakan masyarakat yang sangat heterogen. Padahal Bandung saat itu sudah dijadikan target kerusuhan berikutnya setelah Solo. KESIMPULAN.

Dedi Muhtadi. Senin (21/12) dan Selasa. Kata Kunci:Kerusuhan sosial. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Begitu pula masyarakat Papua yang memilih menjadi bagian dari Republik Indonesia pada awal 1960 an . padahal dulu mereka sendiri turut mendukung berdirinya negara kesatuan Indonesia itu .DISINTEGRASI SOSIAL : SEBUAH TINJAUAN BUDAYA Oleh: Sjafri Sairin Artikel di Jurnal Humaniora Volume XII. Sri Hartati Samhadi. Disintegrasi Senin. dan Yovita Arika. Isyarat ini semakin kuat denyutnya dalam detak jantung kehidupan politik bangsa Indonesia akhir-akhir ini . No. Unsur kedaerahan. Namun. Subur Tjahjono. masyarakat Aceh telah menunjukkan dukungan mutlak terhadap kemerdekaan yang diproklamasikan Bung Karno dan Bung Hatta. membeli dan menyerahkan sebuah pesawat terbang yang diberi nama Seulawah menjadi milik negara yang baru merdeka itu . menjadikan negara mandiri yang merdeka. TAHUN 1998 menjadi saksi bagi tragedi perekonomian bangsa. Banu Astono. 21 Desember 1998 LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Krisis Ekonomi 1998. Tjahja Gunawan. di Rubrik UTAMA dan Rubrik OPINI. Sejumlah orang Aceh dan Papua secara transparan telah menunjukkan keinginannya untuk melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Andi Suruji. lepas dari induknya. Pada awal kemerdekaan dengan mengerahkan segala potensi yang ada padanya. Yosef Umar Hadi. sebagaimana kita selalu mengingat black Tuesday yang menandai awal . dan ingin berdiri sebagai negara mandiri. 3/2000 Abstrak:Akhir-akhir ini terlihat semacam isyarat yang mengarah kepada kemungkinan akan terjadinya disintegrasi dalam kehidupan bangsa . Simon Saragih. Pieter P Gero. sekarang mereka seolah-olah merasa kecewa. dengan mengumpulkan harta benda rakyat. Ini adalah pesawat terbang pertama yang dimiliki negara ini . Laporan akan dituangkan dua hari berturut-turut. Ferry Irwanto. Mungkin dia akan selalu diingat. Tragedi tak Terlupakan PENGANTAR REDAKSI "KEAJAIBAN yang hilang". tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi begitu hebat. Republik Indonesia . Semua dituliskan oleh wartawan ekonomi Kompas. Ninuk M Pambudy. Laporan akhir tahun ekonomi akan mengungkap semua persoalan itu dan mencoba menggambarkan keadaan untuk tahun mendatang. Setelah berpuluh-puluh tahun terbuai oleh pertumbuhan yang begitu mengagumkan. Itulah istilah yang paling pantas diberikan bagi perekonomian Indonesia sepanjang tahun 1998.

Dia juga sekaligus membalikkan semua bayangan indah dan cerah di depan mata menyongsong milenium ketiga.000/dollar AS pada 22 Januari 1998. Rupiah yang melayang. tak pelak lagi merupakan periode paling hiruk pikuk dalam perekonomian. Dari total utang luar negeri per Maret 1998 yang mencapai 138 milyar dollar AS. yang menjadi pemicu semua itu. Sementara pada saat itu cadangan devisa tinggal sekitar 14. sekitar 72. memburuknya kondisi kesehatan Presiden Soeharto memasuki tahun 1998. besarnya utang luar negeri yang segera jatuh tempo. atau terdepresiasi lebih dari 80 persen sejak mata uang tersebut diambangkan 14 Agustus 1997. Seperti efek bola salju. Selama periode sembilan bulan pertama 1998. Hanya dalam waktu setahun. dan bencana alam La Nina yang membawa kekeringan terburuk dalam 50 tahun terakhir. ketidakpastian suksesi kepemimpinan. Bahkan kursi atau tahta mantan Presiden Soeharto pun goyah.44 milyar dollar AS. dan akhirnya dia tinggalkan. juga sebagai reaksi terhadap angka-angka RAPBN 1998/ 1999 yang diumumkan 6 Januari 1998 dan dinilai tak realistis. Katakan. namun terbukti tidak bisa segera memperbaiki stabilitas ekonomi dan rupiah. tenggelam begitu saja. situasi perdagangan internasional yang kurang menguntungkan. dunia usaha.resesi ekonomi dunia tanggal 29 Oktober 1929 yang juga disebut sebagai malaise. dia juga berkembang menjadi krisis total yang melumpuhkan nyaris seluruh sendi-sendi kehidupan bangsa. Mungkin Soeharto. meluncur dengan cepat ke level sekitar Rp 17. berlanjut lagi krisis sosial kemudian ke krisis politik. Dana Moneter Internasional (IMF) mulai turun tangan sejak Oktober 1997. selama sisa hidupnya akan mengutuk devaluasi baht. . di mana sekitar 20 milyar dollar AS akan jatuh tempo dalam tahun 1998. Krisis yang sudah berjalan enam bulan selama tahun 1997. bagai layang-layang yang putus talinya. perubahan dramatis terjadi. Akhirnya.berkembang semakin buruk dalam tempo cepat. sektor apa di negara ini yang tidak goyah.850/dollar AS pada tahun 1997. sikap plin-plan pemerintah dalam pengambilan kebijakan. Krisis ekonomi Indonesia bahkan tercatat sebagai yang terparah di Asia Tenggara. krisis yang semula hanya berawal dari krisis nilai tukar baht di Thailand 2 Juli 1997. Prestasi ekonomi yang dicapai dalam dua dekade. Efek bola salju Faktor yang mempercepat efek bola salju ini adalah menguapnya dengan cepat kepercayaan masyarakat. selain akibat meningkatnya permintaan dollar untuk membayar utang. dalam tahun 1998 dengan cepat berkembang menjadi krisis ekonomi.5 milyar dollar AS adalah utang swasta yang dua pertiganya jangka pendek. Dampak krisis pun mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Terpuruknya kepercayaan ke titik nol membuat rupiah yang ditutup pada level Rp 4. Bahkan situasi seperti lepas kendali.

dan dua dari tiga penduduk Indonesia disebut Organisasi Buruh Internasional (ILO) dalam kondisi sangat miskin pada tahun 1999 jika ekonomi tak segera membaik. Sekitar 70 persen lebih perusahaan yang tercatat di pasar modal juga insolvent atau nota bene bangkrut. sehingga melahirkan gelombang besar pemutusan hubungan kerja (PHK). Di pasar uang. khawatir harga akan terus melonjak.155 dollar/kapita tahun 1996 dan 1. 16.8 persen dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) menjadi 60 persen pada Juli 1998 (dari masing-masing 10.088 dollar/kapita tahun 1997.9 persen pada kuartal I 1998. ternyata sama terpuruknya dan tak mampu memanfaatkan momentum depresiasi rupiah. bertumbangan. bank-bank nasional dalam kesulitan besar dan peringkat internasional bank-bank besar bahkan juga surat utang pemerintah terus merosot ke level di bawah junk atau menjadi sampah. dan perbankan. akibat beban utang. dan persaingan ketat di pasar global. Data Badan Pusat Statistik juga menunjukkan. ekspor migas anjlok sekitar 34.5 persen kuartal II 1998. jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan juga meningkat mencapai sekitar 50 persen dari total penduduk. terus menciut tajam menjadi kontraksi sebesar 7. kesulitan trade financing. pada 15 September 1998. yakni sekitar 20 juta orang atau 20 persen lebih dari angkatan kerja. Anjloknya rupiah secara dramatis. dengan angka inflasi Februari mencapai 12. Pengangguran melonjak ke level yang belum pernah terjadi sejak akhir 1960-an.339 pada awal krisis 1 Juli 1997. menciut menjadi 610 dollar/kapita tahun 1998. menyebabkan pasar uang dan pasar modal juga rontok. Sementara si kaya sibuk menyerbu toko-toko sembako dalam suasana kepanikan luar biasa.4 persen pada kuartal ketiga 1997 dan nol persen kuartal terakhir 1997. dan 17. Perbankan mengalami negative spread dan tak mampu menjalankan fungsinya sebagai pemasok dana ke sektor riil.12 poin. Pendapatan per kapita yang mencapai 1. dinaikkannya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) menjadi 70. mulai dari skala kecil hingga konglomerat. menyebabkan kesulitan bank semakin memuncak.75 persen pada awal krisis). Demikian pula laju inflasi hingga Agustus 1998 sudah 54. manufaktur. Sektor yang paling terpukul terutama adalah sektor konstruksi. 292. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) anjlok ke titik terendah. dari 467. ketergantungan besar pada komponen impor.67 persen. Selama periode Januari-Juni 1998.Krisis yang membuka borok-borok kerapuhan fundamental ekonomi ini dengan cepat merambah ke semua sektor. Di pasar modal. sektor ekspor yang diharapkan bisa menjadi penyelamat di tengah krisis. Akibat PHK dan naiknya harga-harga dengan cepat ini.87 persen dan 14. Di sisi lain. bahkan ratusan perusahaan. Puluhan.1 persen dibandingkan periode .9 persen kuartal III 1998. perekonomian yang masih mencatat pertumbuhan positif 3.54 persen. Sementara kapitalisasi pasar menciut drastis dari Rp 226 trilyun menjadi Rp 196 trilyun pada awal Juli 1998.

Antrean panjang nasabah menyambut industri perbankan awal tahun 1998. rusaknya jaringan distribusi nasional. yakni IMF plus CBS (Currency Board System) di depan MPR. juga dalam tekanan akibat surutnya penerimaan. jaminan itu tak kunjung bisa mengakhiri krisis perbankan yang sudah . Situasi yang terus memburuk dengan cepat membuat pemerintah seperti kehilangan arah dan orientasi dalam menangani krisis. sementara ekspor nonmigas hanya tumbuh 5. dan IMF sempat menangguhkan bantuannya. dan lebih sibuk dengan manuvernya untuk merebut hati rakyat. Sementara di sisi lain. Namun demikian. yang dikeluarkan pemerintah awal tahun 1998 juga. Di tengah posisi goyahnya. segera berubah menjadi aksi protes. sosial. Kesulitan perbankan di satu sisi bisa tertolong karena tidak lagi harus dicecer nasabah panik. Begitulah. Akan tetapi kelimbungan Soeharto. Untung ada jaminan atas simpanan nasabah. kita telah menyaksikan episode terburuk perekonomian sepanjang tahun 1998.* LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Era Bank-bank Bangkrut INDUSTRI perbankan selama tahun 1998 begitu hiruk-pikuk. Letter of Intent ketiga ditandatangani. Mereka benar-benar telah menempatkan kepercayaan pada bank di bawah telapak kaki. dan politik dengan cepat ini setidaknya terus berlangsung hingga kuartal kedua. sebelum akhirnya ide tersebut ditinggalkan sama sekali tanggal 20 Maret. sektor fiskal yang diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi. Munculnya pemerintahan baru yang tidak memiliki legitimasi. dan ditangguhkannya banyak rencana investasi asing di Indonesia. bahkan kuartal ketiga 1998. membuat dukungan IMF dan internasional mengalir lagi. Pemburukan kondisi ekonomi. tidak banyak menolong keadaan. Kemarahan rakyat atas ketidakberdayaan pemerintah mengendalikan krisis di tengah harga-harga yang terus melonjak dan gelombang PHK. Bahkan memicu adrenali masyarakat. Pada 4 April 1998. Tindakan likuidasi tanpa memperhitungkan kepanikan nasabah. kerusuhan dan bentrokan berdarah di Ibu Kota dan berbagai wilayah lain. gelombang hengkang para pengusaha keturunan. yang sebelumnya terbilang tenang menjadi beringas.36 persen. yang menuntun ke tumbangnya Soeharto pada 21 Mei 1998. Anomali Krisis kepercayaan ini menciptakan kondisi anomali dan membuat instrumen moneter tak mampu bekerja untuk menstabilkan rupiah dan perekonomian. Ditinggalkannya rencana CBS dan janji pemerintah untuk kembali ke program IMF. Soeharto sempat menyampaikan konsep "IMF Plus". Tragedi berdarah ini memicu pelarian modal dalam skala yang disebut-sebut mencapai 20 milyar dollar AS. karena memperoleh keberatan di sana-sini bahkan sempat memunculkan ketegangan dengan IMF. menjadi awal dari semua prahara perbankan itu. telah sempat menghilangkan berbagai momentum atau kesempatan untuk mencegah krisis yang berkelanjutan. terputusnya pembiayaan luar negeri.sama 1997.

Akibatnya terjadi negative spread. juga tak menyelesaikan masalah. Akan tetapi pengenaan suku bunga BLBI. ada sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk menyehatkan perbankan. Kebijakan di bidang keuangan dan perbankan seringkali direvisi. Pertama adalah warisan dari kepanikan nasabah yang mengakibatkan sumber pendanaan kosong melompong. Ada lagi faktor lain yang mewarnai. Pemerintah memang merencanakan rekapitalisasi dengan penerbitan obligasi. Bisa dikatakan. Akan tetapi pengambilalihan Bank Indonesia atas saham-saham perbankan nasional. Diperkirakan akan ada Rp 257 trilyun untuk menyuntikkan modal perbankan. pemerintah menjadi penolong mayoritas kesulitan perbankan. Akan tetapi angka itu dianggap terlalu moderat. Ironisnya. sebagian kredit itu telah menguap dan sebagian besar menjadi simpanan pemilik bank yang ada di sistem perbankan internasional. sebagaimana di berbagai negara. bank-bank kita sudah tinggal gedung-gedung saja tanpa isi. telah pula menjadikan pemilik menghadapi beban yang terus bertambah. Tambahan pula.berkembang menjadi kronis. Meski demikian. pemilik bank sendiri harus menyuntikkan modal untuk memberi roh pada perbankan. Kekhawatiran akan bisnis yang tidak nyaman di Indonesia. ** SEBELUM rencana rekapitalisasi. Akibatnya. sangat jelas terlihat pada peringkat perbankan yang mayoritas berkategori B (modal sudah menjadi negatif 25 persen terhadap aset) dan C (modal sudah negatif di bawah 25 persen) terhadap aset. ada beberapa karakter yang membantai industri perbankan selama tahun 1998. Selain warisan dari penyakit masa lalu. Resesi ekonomi telah mencampakkan semua kredit yang disalurkan menjadi sampah. tiba-tiba dihadapkan pada beban dashyat akibat borok-borok industri perbankan. angka Rp 257 trilyun itu juga bukan hal mudah untuk dipenuhi. Tarik ulur hampir selalu mewarnai kebijakan pemerintah atas perbankan. yakni suku bunga kredit yang lebih tinggi ketimbang suku bunga simpanan nasabah. Beban bankir semakin bertambah saja. Borok-borok itu. Akan tetapi itu tidak dapat dilakukan. telah membuat mereka lari tunggang langgang. Kredit bermasalah bank sendiri pun mencapai kurang lebih Rp 300 trilyun. pemilik saham mayoritas perbankan nasional adalah pemerintah melalui Bank Indonesia. Bahkan sebagian besar saham-saham bank swasta telah dicengkeram oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). jauh dari memadai. BI harus menanggung semua beban yang ada di perbankan. terjerat kredit macet. Idealnya. kebijakan yang dikeluarkan pun-untuk menyehatkan perbankan-seperti anak-anak bermain tali. Bank Indonesia memang menyuntikkan likuiditas berupa BLBI. Namun pemerintah pun kini bagai tunggang langgang. Pemilik bank juga bangkrut. karena kredit yang disalurkan ke kelompok sendiri. Ambil contoh. pola pengembalian . Idealnya. Secara de facto.

juga masih merupakan langkah sumir. Aliran modal itu. kebijakan pemerintah yang plintat-plintut bisa membingungkan pelaku pasar dan mengurangi kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan. . Maka itu. tahun 1999. dan sekaligus juga perbankan satu negara. kemudian diubah lagi menjadi satu tahun. juga sangat kebingungan melihat endemik penyakit perbankan. Namun keunikan Indonesia. yang bisa dikatakan. adalah yang juga disebut sebagai foreign direct investment (aliran investasi asing langsung). Sebagaimana diketahui. Kalaupun ada yang bisa beroperasi normal. Itu merupakan bagian dari reformasi perbankan. hal itu sudah terjadi. belum memperjelas arah kebijakan pemerintah yang hendak ditempuh dalam dunia perbankan. Maka itu. itu hanyalah bank-bank asing atau campuran. mengamati industri perbankan sepanjang tahun 1999 adalah sesuatu yang mereka nantikan. hal itu mutlak diperlukan. Bagaimana menyehatkan perbankan. Tahun 1999. termasuk Indonesia. Untuk kawasan Asia Pasifik. kita bertanya. *** DI tengah kebingungan itu. Hingga kini semua itu masih menjadi tanya besar? Maka itu. tetapi untuk menyehatkan industri perbankan. Sampai akhirnya setelah melalui bebagai perdebatan. Sebenarnya kebingungan dan kepanikan dalam masyarakat secara tidak langsung diciptakan sendiri oleh pemerintah melalui kebijakan yang tidak utuh. Mereka belum cukup mampu mengucurkan kredit. Berbagai kalangan. sekarang muncul program rekapitalisasi (penambahan modal) perbankan yang merupakan bagian dari kebijakan restrukturisasi perbankan nasional. peran aliran modal sudah menjadi penyangga perekonomian. Dengan rekapitalisasi perbankan pemerintah berobsesi menciptakan perbankan yang sehat dan kuat serta mampu bertarung di pasar global. atau bankbank swasta yang selama ini cukup berhati-hati menyalurkan dananya. Namun yang jelas. jangan heran jika masyarakat terus bingung. dalam dunia yang sudah terintegrasi ini. Akan tetapi jumlah bank yang bisa bertindak seperti hanya dalam bilangan jari tangan. industri perbankan belum bisa diharapkan beroperasi seperti sediakala. Sebelumnya pemerintah menentukan batas waktu pengembalian BLBI selama lima tahun. Aliran modal lainnya. Setelah kebijakan pengembalian BLBI sudah agak terang dan jelas. termasuk yang dalam kategori investasi portofolio-berbentuk saham obligasi atau produk di pasar uang lainnya. Kebijakan yang hendak dilaksanakan itu pun.dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang berubah-ubah. Sebenarnya ada hal paling urgen yang kelihatannya tak punya korelasi. Bagaimana pun. pemerintah menetapkan batas waktu empat tahun bagi pemilik lama saham mayoritas bank beku operasi (BBO) dan bank take over (BTO) untuk menyelesaikan kewajibannya. domestik maupun dunia internasional di berbagai seminar. likuidasi adalah suatu yang tak terhindarkan. akan masih terus dilanjutkan dengan sejumlah pertanyaan bagaimana menyelesaikan perbankan. Lalu bagaimana prospektif perbankan nasional? Hingga saat ini tak ada yang bisa memberikan jawaban tuntas.

apakah pemilu akan berjalan jujur dan adil. pembenahan sektor ekonomi terutama moneter juga sangat penting. Peluangnya separuh-separuh. Jangankan untuk berbinis. transparan. serta demokratis. bila kerusuhan sosial terus meningkat dan pemilu tidak dapat dilaksanakan. Untuk Indonesia. apabila diinginkan ekonomi akan segera pulih. bahwa dirinya bersifat transisi dan hanya mempersiapkan pemerintahan yang akan datang. serta menyadari pentingnya kembali arus modal masuk itu. masuknya aliran modal asing sebagai jalan terbaik dalam pemulihan ekonomi hanya bisa terjadi kalau ada pemerintahan yang bersih. lancar. *** MELIHAT pentingnya faktor penyelesaian politik. maka dengan cepat ekonomi Indonesia akan pulih. Sebaliknya. untuk berkunjung pun mereka sudah enggan. Sebaliknya tokoh-tokoh nasional juga harus berani mengakui pemerintahan yang sekarang. Oleh karena itu. tetapi kerusuhan berdarah telah membuat investor ngeri untuk masuk ke Indonesia. Artinya perekonomian nasional berada di persimpangan jalan antara kemungkinan terjadi recovery dan kehancuran.tidak bisa segera membalikkan arus modal keluar menjadi arus modal masuk. tertib dan sesuai dengan aspirasi sebagian besar rakyat merupakan keharusan. Kita sama-sama menghendaki. Pemerintah sekarang berani mengakui. pemerintahan yang demokratis dan didukung rakyat. Suksesnya pemilu dan Sidang Umum di tahun 1999 tidak serta merta terjadi begitu saja. Menurut dia. didukung rakyat. adalah negara yang paling jitu dan lihai. Laksamana Sukardi menilai. diharapkan tokoh-tokoh yang terlibat menyamakan persepsi bahwa pemilu harus berhasil dan sesuai aspirasi rakyat. Selain masalah politik. adil. kondisi perekonomian di tahun 1999 berada dalam situasi yang kritis. LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Pemulihan Ekonomi Tergantung Penyelesaian Agenda Politik PELAKSANAAN agenda politik secara aman. ketenangan politik. Apabila demikian. apabila . rencana pegelaran dialog nasional sangat penting. Melalui dialog nasional tersebut. maka pemulihan ekonomi sulit diharapkan dalam waktu cepat. adanya kepastian hukum dan sistem peradilan yang independen. Karena itu. mengingat intensitas kekerasan dan kejadian perampokan dan penjarahan yang membuat masyarakat merasa tidak aman masih sering terjadi. keinginan seluruh rakyat Indonesia yang menghendaki agar pemilu berlangsung jujur. Kedua hal itu menjadi syarat pembentukan pemerintahan yang bisa dipercaya rakyat. adalah hal mutlak yang harus didengarkan otoritas. Mulai saat ini harus dipersiapkan. meski dipandang menarik. karena investor pasti akan datang kembali ke Indonesia. Namun bayangan kegagalan masih berkecamuk. serta demokratis harus benar-benar dilaksanakan dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Korea Selatan dan Thailand. Investor bersikap menunggu.

karena tidak ada kodal kerja dan perdagangan. tetapi intensitas kekerasan sudah cukup tinggi. Yang dikhawatirkan ialah kalau terjadi gejolak sosial akibat kegagalan pemilu yang tidak menampung aspirasi rakyat. tetapi luar negeri. Kedua. Apabila persoalan bank ini tidak diselesaikan. Pengusaha tidak mungkin mengandalkan pasar domestik. pemerintah harus berani melakukan penutupan bank-bank yang memang tidak solvent. Meliuk-liuk Bagai Ular . Sebab. maka kredibilitas turun dan investor enggan masuk ke Indonesia. maka tidak akan ada kegiatan ekonomi. yaitu restrukturisasi perbankan dan utang luar negeri. Oleh karena itu. Atas dasar pertimbangan keselamatan. restrukturisasi perbankan harus berhasil.kita mengharapkan pemulihan ekonomi. Tetapi kalau melihat di lapangan terutama perkembangan politik yang ada. sebagai pengusaha pihaknya memang harus optimis. apalagi nanti kalau mendekati kampanye dan pemilu. Dua persoalan mendasar yang harus diselesaikan. Oleh karena itu sikap para pengusaha di tahun 1999 ini sudah pasti akan menunggu. Investasi tidak akan ada. dunia usaha melihat kondisi perekonomian nasional di tahun 1999 ibarat seseorang yang sedang mengendarai mobil di tengah "kabut tebal". Bila default. para pengusaha hanya meningkatkan volume dan penjualan dari yang sudah ada. Pertama. Dengan pertimbangan-pertimbangan seperti itu. Rencana rekapitalisasi kemungkinan besar tidak akan berhasil. Kalau penyelesaian politiknya baik. Sebab pemilu masih jauh. Yang terjadi.* LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Rupiah dan Saham. masalah utang luar negeri pemerintah dan swasta. Seberapa jauh masalah utang LN ini bisa diselesaikan. dengan demikian hanya tinggal sedikit bank yang kuat dan profesional. masyarakat mendukung pemerintahan yang baru. Haryadi B Sukamdani mengatakan. mengakhiri krisis perbankan kepercayaan dunia internasional terhadap pemerintah tergantung dari penyelesaian utang tersebut. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. maka pengendara itu tidak punya pilihan lain kecuali menghentikan perjalanannya dan menunggu sampai kabut itu berlalu. maka yang ada hanya rasa waswas dan gamang. Sebelum mengatasi perbankan swasta. maka ekonomi akan cepat sekali kembalinya. Kabut tebal (situasi sosial politik-Red) menyebabkan pengendara (baca: pengusaha) tidak bisa memandang jauh ke depan. bank-bank BUMN harus juga selesai.

" ujar pengamat ekonomi Hartojo Wignjowijoto ketika kurs rupiah terus melemah mendekati Rp 17.RUPIAH pun tak mau ketinggalan telah menorehkan tinta merah dalam sejarah perekonomian. Kurs rupiah selanjutnya terjun bebas mencapai Rp 17. Hal itu diikuti gelombang kerusuhan dan aksi politik yang sepertinya tidak habis-habisnya setelah mundurnya Soeharto. setelah mata uang yen Jepang mengalami depresiasi tajam 12 Juni 1998.000 bulan Juni lalu. Kecenderungan pelemahan rupiah pasar.000 per dollar AS pada 17 Juni 1998? Begitu Soeharto menyatakan diri mundur sebagai Presiden ke-2 RI tanggal 21 Mei 1998-yang diinginkan pasar dan diperkirakan bisa meredakan gelombang-tak juga menolong rupiah. Tingkat suku bunga yang mulai menurun akibat inflasi yang mulai terkendali dan aksi spekulasi pada valuta asing yang mulai mereda ikut membantu. Menjelang tutup tahun 1998. Pukulan bertubi-tubi atas rupiah mencapai gongnya. Bursa saham pun demikian halnya. Hal serupa juga dialami rupiah yang cenderung membaik sejak September lalu dan kini terus bertengger pada level Rp 7. *** MENGIKUTI perjalanan kurs rupiah dan indeks saham selama tahun 1998 ibarat naik turun gunung dengan lembah dan ngarai yang terjal. suku bunga bank yang melambung memberikan dampak buruk bagi perusahaan-perusahaan termasuk yang sudah terdaftar di bursa. terus menjadi-jadi sejak aksi penembakan mahasiswa Trisakti tanggal 12 Mei dan aksi penjarahan 14 Mei di Jakarta. "Batas rupiah adalah langit.000. indeks saham sedikit menapak naik melampaui tingkat 400 poin. mengakhiri krisis perbankan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) bulan September lalu akhirnya mencapai titik terendah 254 poin. tingkat paling rendah selama sejarahnya. . bergejolak dan jika digambar terlihat seperti ular yang meliukliuk. inflasi yang tinggi.000 sampai Rp 8. Rupiah masih sekitar Rp 11.000.000 per dollar AS. Kondisi ekonomi yang mengalami kontraksi hingga minus 13 persen. Masih ingat ketika kurs rupiah hampir menembus Rp 17.

indeks saham terus terjun bebas hampir mendekati 300 poin pada bulan Desember dan Januari 1998. para investor asing mulai mengincar saham-saham unggulan Indonesia yang ketika itu sudah sangat murah.000 per dollar AS pada bulan Februari. Di bursa saham. Beruntung. Kurs rupiah setahun yang lalu masih bergerak antara Rp 4. Bahkan sempat berada di bawah Rp 8. Kurs rupiah segera kembali menguat hingga di bawah Rp 10.000. Menurut pengamat pasar modal Jasso Winarto saat itu.Pasar memang tidak bisa kompromi dengan perkembangan politik.Rp 5. Akibatnya. Manuver-manuver politik semakin memperburuk kepercayaan pasar atas perekonomian Indonesia. *** SEBAGAIMANA dikatakan banyak pengamat. penandatanganan letter of intent pemerintah dengan IMF tanggal 15 Januari membuat pasar valas dan saham bereaksi positif pada membaiknya perekonomian. Bukan hanya itu. krisis keuangan Indonesia ternyata sudah melebar menjadi krisis ekonomi. Indeks terus naik melampaui 500 poin pada Februari 1998.Rp 8. Setelah sempat melambung melampaui 700 poin pada bulan Juni 1997.000 . Tidak terlalu "buruk" apabila dikaitkan dengan keadaan saat ini yang bergerak antara Rp 7. Hal serupa juga terlihat pada harga-harga saham di BEJ. kepercayaan akan perekonomian Indonesia secara perlahan . Revisi atas RAPBN 1998/ 1999.000 . Kesepakatan dengan IMF juga memberikan sentimen positif krisis ekonomi Indonesia akan segera membaik. Sikap pemerintah yang juga tarik ulur dalam mencapai kesepakatan program bantuan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) semakin mempersulit keadaan.000. krisis juga mulai masuk ke politik yang selama ini praktis menjadi "kawasan tabu". Akan tetapi kondisi ekonomi dalam negeri ternyata tidak bisa lagi diharapkan untuk mendukung rupiah agar tetap stabil sejak Bank Indonesia (BI) melepaskan rentang intervensi 14 Agustus 1997 dan menutup 16 bank swasta bulan November. harga-harga saham juga kembali melonjak. suatu tindakan revisi pertama yang dilakukan pemerintahan selama ini.000 per dollar AS. Kondisi negatif ini semakin diperparah dengan perkembangan global seperti jatuhnya kurs yen. membuat pasar berkeyakinan bahwa Indonesia masih akan tetap dengan ekonomi biaya tinggi. Intervensi BI di pasar valas ikut membantu. juga menunjukkan sikap serius pemerintahan menghadapi krisis. Kehadiran calon wakil presiden BJ Habibie pada waktu itu.

Transparan. apakah kurs rupiah dan indeks saham ini masih akan stabil pada tingkat ini saat memasuki tahun 1999? Penghujung tahun 1998. Lebih kalut lagi.namun pasti. harus mulai diselesaikan dari diri sendiri. Tri Nuke Pudjiastuti♦ Since 1998 the political uncertainties and acute economic crisis have result of the long ruling authoritarian regime of President Suharto and design the installation of a new democratic system. sejak itu kurs rupiah terus anjlok hingga mendekati Rp 17. pemerintah sejak sekarang harus bisa menyelesaikan semua persoalan ekonomi dan politik yang di dalam negeri. persoalan yang dihadapi seseorang atau sebuah negara. Seperti telah diungkapkan di atas. Waktu itu. setelah sejumlah perundingan bagi penyelesaian utang luar negeri pihak swasta dicapai kesepakatan di Frankfurt. harga saham di BEJ sudah senilai harga permen. rupiah dan bursa agak pulih. Harga-harga saham terus berjatuhan.000 (di Singapura sudah mencapai Rp 17. Tidak jarang. Tekanan terhadap rupiah mulai melemah. pihak peminjam di luar negeri mendesak para penerima pinjaman di dalam negeri agar segera membayar utangnya. tegas.* MIGRATION AND CONFLICT IN INDONESIA By. ethnic and violence ignited at many places in Indonesia. rupiah yang mencapai kurs paling rendah. Pertanyaannya. Indeks harga saham juga mulai menunjukkan tendensi merosot menembus angka 400 poin dengan beberapa kali naik sedikit sekadar koreksi kecil. Unfortunately in the same time. Letter of credit (L/C) dari Indonesia tidak lagi diterima semua pihak di luar negeri. which was started with East Timor to be independent. Irian Jaya and “religious” violence between the majority Muslims and minority Christians on the eastern Maluku . Jerman. Harga rokok ataupun air mineral jauh di atas harga per lembar saham. Akan tetapi sebagaimana dikemukakan. Itu berarti.8 milyar dollar AS utang jangka pendek pihak swasta Indonesia yang jatuh tempo. secara perlahan mulai membaik. tekanan terhadap rupiah semakin bertubi-tubi. Sayangnya. jelas. IMF juga mulai mengucurkan dana bantuannya. diperkirakan sekitar 9. Sejak Juni dan Juli 1998. Jangan sampai malah menimbulkan kebingungan dan ketidakjelasan. dan cepat diperlukan. Akibatnya. langkah pemulihan ini belum terlihat di bursa saham. there are the revival of ethno-nationalism in the provinces of Aceh (in the northern Sumatra). mulai pupus. Pasar valas maupun bursa saham seperti telah patah arang terhadap pemerintah RI. Then. Indeks saham pun terus turun hingga bulan September mencapai titik terendah 254 poin.000). Sejumlah negara sahabat juga mulai memperlihatkan sikap mendukung program ekonomi Indonesia.

the Indonesian Institute of Sciences (P2P-LIPI). 10-13 June 2002 ♦ Researcher at the Centre for Political Studies. but more uniforms.2 Although there are some actions from many kinds of local. Since the crisis started the structure Indonesian society faces many social. Http://www. economy and political problem of ethnic. Remaining the IDPs problem that will be discussed. 3 It could be detected from stigma of Indonesian and Chinese minority.3 million persons.htm> 2 See the data of WFP. It is potential in Indonesia and the seed of conflict were planted more than 30 years ago. April 2001: <http:www. Even many the violence remains linked to elements of the military. Ethnic violence . race and among groups) which actually it created negative impact for harmonize of civil society. One of big real effect is in the grassroots population which directly faces the violence and the hard time in the shelters and tents as internally displacement persons (IDPs). 2 1998. as Susan F Martin remains that their flow is caused more of push factors in their home communities which is fuelled by conflicts. In the recent years Indonesia still continues to suffer. However. See Susan F. Since 1998 the flow of IDPs is already more than 1. Working Paper 41: Global Migration Trends and Asylum. it seems no real government effort to solve the IDPs problems. when a sustainable economy recovery is so slowly and looks un-focusing.idpproject. Surabaya and Palembang. which the stronger indication has shown on 13-14 May 1998 tragedy at Medan Jakarta. human right abuses and political repression that displace people from their home communities. today in the social-political transition there is changing pattern and more complicate.unhcr. religion. such as among social relationships or political cooperation.ch/refworld/pubs/pubon. Sulawesi. VAM Unit Jakarta. Solo. 1 IDP actually is a part of forced migration. national and international organizations since This paper will be presented at 2002 IUSSP Regional Population Conference in Bangkok.1 This flow of them becomes recent phenomenon around regions in Indonesia. Martin. but also from Sumatra. not only from Kalimantan and Ambon. Resistance of Ethnics Ethnic tension actually is not a recent phenomenon. it will focus on what actually the reason was behind the movement and how to create the solution.Islands and Poso (Central Sulawesi). Irian Jaya dan Nusa Tenggara. Discussing IDPs in Indonesia. Moreover social commitment was so fragile.org/database/. New Issues In Refugee Research. the government is also still weak and ineffectual in dealing with the situation. when the complex process of state making was not creating political space for pluralism. It was more in the SARA concepts (ethnic.

Look Riza Sihbudi et.al. Those situation causes the widespread of conflict have succeeded in attracting religious matter. This pattern is also showed in Waikabubak. Sumba. there are Sasak. which are Moslem. When social violence was trigger by government recruitment employees (Pegawai Negeri Sipil= PNS) at East Nusa Tenggara. and Pekalongan (Central Java). in January of that year Ambonese Christians mobilized anti-new settlers feeling against the Bugis (ethnic from Sulawesi) and Butonese minorities. such as violence between the majority Muslims and minority Christians on eastern Maluku islands and Poso–Central Sulawesi. but there are some those dominated. and (3) Natural resources struggle. which mostly the Moslem and usually they should be the ICMI member. (2) Political conflict movement and nationalism. Maluku. as their identity. social. The suffer continues and secular nationalism which based on region and largely on the sidelines. Rangkas Dengklok (West Java). to their cause. . Bara Dalam Sekam: Identifikasi 3 dimensional and latent. communal and seed of ethnic consciousness. economic and political dimension. which the majority is Christian. between local ethnic and Maduras in East Kalimantan. All are the economical reasons.ignited with East Timor’s drive to independence. First. From this phenomenon of conflicts. there are three general patterns of conflicts: (1) Economic and political conflict multi 3 Since 1996 there were the big and wide riots with religious. Papua dan Riau. That was such as what happened in Maluku 1999. Akar Masalah dan Solusi atas Konflik-konflik Lokal di Aceh. Sumbawa and Bima ethnics. the violence dispread to West Lombok district.4 The main reason of conflict actually related with the history of new settlers came and the reason why they live there. These three regions had long histories of resistance to central authority in Java. Central Lombok and Senggagi Tour region. Beside that. Tasikmalaya. the new settlers are much less than local people. as usually in other region in Indonesia. the economic and political conflict multi dimensional and latent pattern grows particularly in the regions which actually had religion harmony. such as at Situbondo (East Java). the revival of ethnonationalism in the provinces of Aceh (in northern Sumatra) and Irian Jaya. East Nusa Tenggara. Unfortunately at the same time government recruited employees. West Nusa Tenggara. These social conflicts phenomenon is interested in term of friction and transformation pattern from Indonesian and Chinese minority pattern to the local people and the new settlers and the other things. have consequences the ethnics conflicts.6 In Mataram the composition of ethnic are so heterogenic. whereas in fact from the people composition. Religion becomes tool of pressure the mass movement. as occurred at Ambon and Mataram.5 This condition really disappointed and discriminated the Ambon Christian indirectly.

such as even the Madurese in Kalimantan does not adapt easily with other Madurese in Madura Island – East Java. Then they took revenge by burning houses. communal and seed of ethnic consciousness pattern is showed such as in Sambas. Yayasan Insan Politika. Such relationships are not wholly absent. under Suharto power.8 Much more obviously. West Kalimantan. 8 March 2001. such as in Aceh. this political conflict ethnic movement and nationalism kind of conflict actually grows on the region which has good and rich natural resources. The Sambas conflict was so unique.Kerjasama PPW-LIPI. 5 Around the end of 1995. but not the extent of the emotion invested in ethnic conflict. The violence fights and murder. See P2P-LIPI research. Therefore. Indonesia di Ambang Perpecahan. Started from the armed robbery have been done by Maduras to Melayu on 17 January 1999 on Paritsetia village. Although the base of conflict much more of economic interest. January 2001: 9-11. economic theories can explain it as a part of conflict interest. Menristek RI dan Pustaka Mizan. Dayak and Chinese with Madurese. Republika. . such as churches. The Asian Foundation and Erlangga Publisher. which is called ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia. The national government has controlled them to much and exploited their natural resources all. 6 In the first case shows a lot of places burnt. in Syamsuddin Haris et. As Horowitz points out that ethnic conflict are often labelled cultural conflicts. 7 Third. Every ethnic or a part of ethnic usually has difference in culture. Riau and Irian Jaya. Indonesian Academic Moslem Community). that involves as the parts of managing these resources. Even though the base of conflict is economic interest. 8 Kompas. Anatomi Kerusuhan Sosial Di Indonesia (The Anatomy of Social Conflict in Indonesia). because cultural differences that usually divide ethnic groups. 8 June 2001.al. Suara Pembaruan. The political power which is base on PNS is use to be on the new order regime. 29 shops. this natural resources struggle. separatist movements are the best way for them. February 1999. history. 2002. 2001 and Syamsuddin Haris. Potensi Disintegrasi Nasional: Kasus Empat Dearah. 4 Second. but the local people do not have enough power and resource sharing. 77 houses. This organization spread to all of Indonesian Provinces through PNS. 1999: 314. the local people feel on the discrimination position.Kerjasama LIPI. preferences and imputed aptitudes and environment. Kerjasama Kantor Menteri Negara Riset dan Tehnologi RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Bandung. the straightforward relationships between economic competition and ethnic conflict are difficult to establish. 2 May 2001. 7 restaurants. it was among Malay. but the economic problem explains much more at the top than at the bottom of developing societies. the Jakarta Post. even genocide could not be avoidable. and Media Indonesia. and 14 cars were burnt. the former Vice President BJ Habibie developed the new Moslem organization. He remains that there are conception of the role of cultural differences in the politics 7 See Riza Sihbudi et al. Mizan. 4 Kompas.

idpproject.org/database/.136 people (30 November 2001)11.org/wr2k1/asia/indonesia. the number of persons displaced by the conflict ebbed and flowed. many after having been threatened by rebels.000 IDPs from Central and West Kalimantan of the recent outbreaks of violence living in appalling in tents and shelters in Pontianak. VAM Unit Jakarta. many in the face of violent police and military “sweeps” for suspected rebels. It is so hard to establish the exact figure.html/ 11 Source: WFP. This has evoked frustration among the displaced. In Aceh. such as: The eruption of a separate Christian and Muslim conflict in Poso. 9 Donald L. Such as scores of IDPs now live in camps or shelters along with conflict of many areas in Aceh. West Kalimantan.321. Central Sulawesi had first emerged in a 1998 fight over a local political appointment. Horowittz. Thousands of non-Acehnese migrated to other provinces in Sumatra and Java. Http://www. Sambas. or military barracks with very limited infrastructure. 10 Http://www. especially in . The Flow of Internally Displacement Persons (IDPs) Nothing expression in discussing the situation and condition can say just “becoming stranger at their own house”. University of California Press. the dominate culture does not come from the local community. It really becomes the fuse factor of conflict.000 people temporarily displaced. California. which resulted in sharp increases in the number of people suffering from diarrhea and skin disease. which make the society has many cultural sections and one of them dominates the others. The worse ethnic conflict affects the flow of displacement population in many places in Indonesia. Sampit.9 In spite of this. They have lost everything. 6 In July 2001 the approximately 60. the main camps of IDPs are widespread in almost all Indonesian islands. There was also a scarcity of clean water. but tens of thousands fled their homes over the course of the year. which includes internal as well as across borders. Left at lease 200 dead and an estimated 60. but the culture of new settler or the government. Ethnic Groups in Conflict. the intention of population flow recently around 1. which lives day-to-day in temporary camps.hrw.12 People who have been forced to leave their homes because of conflict are put in an extremely vulnerable situation. Thus the core of problem is marginalization of local communal that is related with the self of ethnic identity. As seen in map two.5 of ethnic relations.10 AS seen in the map one. Ambon. which are in widespread from many conflict places in Indonesia. Respiratory diseases were not the only problem. 1985: 135-136. but the available information shows that large IDPs do not find enough shelters in organized camps or protected areas. Poso and Irian Jaya.

13 Beside that. because trauma to threaten far away with their parents. they have been virtual prisoners in their camp and have not been allowed to go outside the camp. Nusa Tenggara and Central Sulawesi. do not want to go to school and develop social live. Maluku Island. in some places there are potential conflict with the local people. Suara Pembaruan. IDPs seem have taken some chance of land for working. for examples. Most of them came with little more than the clothes they were wearing. Medan. particularly when they work as a vendor or labourer.000 IDPs from Sampit are spread on 40 villages are in psycho-social trauma. In Sampang Madura.the economic sense. There are the small example. for example they are from Sampit. are struggling to suppress the growing strain of accommodating thousands of IDPs Madurese from conflict in Central Kalimantan. 14 The Jakarta Post. It is possibly. but many of them face another conflict with local people. Although the IDPs only left the island around two generations ago. Since 1998 there is some Crisis Centre that . 22 October 2001. which live at Sampang district. actually IDPs’ flow or displacement population in Indonesia is still far from reducing the conflict. In actual fact both the local people and IDPs of Maluku originate from Button Island. one of the examples. actually the Button ethnic. because they promote the new conflict with local population in the new place.15 Although it looks can run in the daily time. such job which does not easily create new opportunities in the camps where they live. Children.16 The local residents always corner and portray the Maluku IDPs as trouble-makers and frequently have been violence to them. The worse situation is the psychical condition among IDPs. Madura. Until on 8 October 2001 IDPs in their camp have been involved in deadly bawls with local community. maybe because the IDPs have been exposed to different cultures in Ambon. which come from not only local and national NGOs but also international NGOs and other countries governments. IDPs from Maluku in Buton.17 After that. Kompas. for example.14 Most of them are the responsibility of feeding and houses on the local villagers in Sampang. These all go to show that they really need the humanitarian assistance. they have found themselves treated as aliens by the local. because neither the provincial nor national government has provided meaningful 12 Koran Tempo 16 July 2001 7 June 2001. which can find in many places IDPs camps or shelters such as in West Kalimantan. Some of them have to shuffle from one place to another as manual labourer to make ends meet. It seems that both the local Buton ethnic and the Butan IDPs have had difficulties to find to integrate themselves after the long separation. but the local community of Buton is reluctant to accept them. 7 assistance so far. It is interested. More than 55. 25-30 April 2001 13 Republika. Central Kalimantan. Life in the various camps is actually fraught with suffering.

18 And. 16 The Jakarta Post. The Unclear Government Policies Since the government of President Abdurrahman Wahid. transmigration project already did to some of IDPs in Sulawesi. but still no really effort of government to maintain a sense of unity and domestic security. Through the Social Welfare Minister Bachtiar Chamsyah tried to adopt a part of the policy of transmigration. 12-13 and 19-20 October 2001. These policies are in the three kinds of project: transmigration. but again. which try to give solution of displacement. Ambon and Irian jaya. but there are some fragile problems come out. it was not causes directly by inter-group differences. Media Indonesia 19 July 2001. Kompas 8 March 2001. They share all.special for social conflicts in Indonesia. space and help send children of IDPs to local schools also. 8 government. in the case of Madurese in 18 Kompas. There are around 800 IDPs families resettled to transmigration settler unit (Unit Pemukiman Transmigrasi: UPT) Donggala district – South-east Sulawesi. Therefore. such as Suara Karya 27 August 2001. there is no real government effort to prosecute anyone to stop the conflict and offer the humanitarian aid for IDPs. which usually they work together with international organisation and many other NGOs and sometimes with 15 Many local family of five are now having to accommodate and feed as many as 20 50 IDPs. Media Indonesia and Koran Tempo. Although at that time the National Board Coordination (Badan Koordinasi Nasional = Bakornas) created for tacking the natural disaster and refugee (or IDPs) and now under the State Minister of Social Welfare participate dealing with natural disaster and IDPs. However . a closer examination of the conflicts and the causes of conflict. particularly in many places in Sumatra. Sulawesi. First. See many new about IDPs in Sampang. from food. Koran Tempo 12 May 2001. without concerning with what ethnic they are. Actually there are policies of the IDPs. Kalimantan. It means also one ethnic group can not claim their land is their ethnic land. 17 Ibid. the national government and police exploited their power to push Madurese to move other places. which it has to have for encouraging sense of belonging among societies. 9 Sampit. 22 December 2001. the government and police should not blame ethnic Madurese. They are active to providing humanitarian assistance. This physical rehabilitation project actually has some serious weakness that should be understood. there is not sense of urgency of the Government. IDPs from Aceh resettled from Medan to Bengkulu. At the side of that. Resettlement policy is as the one of solving problem in many places for IDPs looks a good point for them. The concept of resettlement is in contradiction with the concept of Indonesian nation building and state building. when they did not want to do resettlement. normalization and resettlement back. This concept means that every citizen can stay and live in all other places in Indonesia.

19 David A Lake and Donald Rothchild. No chance for them to share in the exploitation of their traditional resources. but the exercise can prove that in the recent picture many local people is anger and violence to the arrival people dealing with ethnic or religion reasons actually is more the existence of identity. security dilemma. New Jersey.the ethnicity merely becomes an excuse for using of state force to quell violence and historically the Indonesian government has been quick to seek IDPs behind the veil of only ethnic conflict without addressing the real issues. with a single predominant ethnic group. but the hardest to be implemented. using and highlighting their ethnic diversity as a justification for mobilization support. Case . there has been a long history of conflict between the Dayaks (the indigenous people of Kalimantan) and the Madurese (the new settlers). Word “normalization” actually is the ideal idea for solving the problems.19 Although statistic can mislead. cultural domination and polarize society. the state is weakened. Lake and Rothchild remain that there are some push and pull factors. there is a number of conflict pattern cannot be ignored. Second. normalization of the riot places. This situation made the Dayaks soon found them at the bottom of the economic without pursuing their traditional means of exercise. Most of ethnics or religious violence has happened in areas or regions where there is a diverse mix of ethnicity. Princeton University Press. Spread Fear: The Genesis of Transnational Ethnic Conflict. which are an inextricable part of the Dayak way of life. The transmigration program in Kalimantan resulted in rainforests. The combatants in the several ethnic conflicts are around Indonesia. This pattern of misery has been replicated in other parts of Indonesia. being replaced by palm oil and coconut plantations. The numbers increased dramatically in the 1970s as a direct consequence of Indonesian government’s transmigration plan. whether they are majority or not within their respective communities. Even though this pattern could not use generally. the International Spread of Ethnic Conflict: Fear Diffusion. such as problems of commitment. and Escalation.20 The case in a point is one episode of ethnic violence in Kalimantan. Under transmigration program the government hoped to ease the pressure of the growing population in Java and populate those areas of Indonesia that were less densely populated and the abundance of natural resource. Historically the first Madurese arrived in Kalimantan in 1930s in the transmigration program which was initially started by the Dutch colonial. but the process of mix diverse cultures without supporting of adequate policies or delivery mechanisms. 1998: 4. institutions and infrastructure that guaranteed equitable distribution and protected and respect the indigenous peoples’ sensitive in promoting real growth. was a recipe for disaster. 10 Now this kind of people movement has gone down.

because the main risk to develop again the societies without infrastructure create the new problem and conflict with local people. when they so reactive their approaches. Some places in conflict areas indicated that the excesses of the security approach highlighted by events in Aceh. with in same understanding each other will be expected they have sense of belonging to their IDPs and it can easier to find the way out of solving the IDPs problems. 9 March 2001. Although they could not be generalized. Secondly. It needs good and fast effort of police or government to anticipate them. There are a lot of constrain that should be accounted. Firstly. normalization should not to the point after the riot. many factors should be taken into account to normalize the situation. Ambon and Irian Jaya. the role of local government. Moreover. houses. there are some main things need to be consider. Talking normalization. resettlement back the IDPs is not always a fair solution. Actually. but as long as it is implemented properly and the operation is under good control of them. Ethnic Conflict or Policy Failure? The Jakarta Post.by case of ethnic conflict indicates that the government and police reacted to the situation slowly. “normalization” in the Indonesian government or police’s way of action mostly has contradiction meaning. They should be responsibility for protecting the people got violence. Normalization means returning the situation normally but because of the lack of professionalism among military and police raises concern over out of control abuses of human rights. 11 civilian emergency. . Third. government need to impose a state of 20 Sidhesh Kaul. but nothing other than for security on region. It is so important. Historically. they seem take no responsibility for the situation and give this problem to the communities. Government sometimes do not take into account the financial things which have lost. Actually the condition will not much better than resettlement through transmigration.21 The infrastructure and other financial capital for IDPs should be developed first. So. informal leader of both ethnic should in the same understanding to the root of conflict and the facilitated factors. Indonesian government did not have an experience dealing with making situation in the regency is deemed to have returned to normal from the societies perspective. which local and new settlers communities feel safety and not necessary displaced. such as in Central Sulawesi. but the most important is normalization when the violence happened. the mechanism of reconciliation between them is needed. thus the normalization starts with the preventive situation. mosques and churches have been burn down in a wave of violence. Sometimes. On the other hand. not more try to catch the rioters. On one hand.

the most important is the process of normalization should not for the stability of region. Kompas. 22 Bob 12 living in the diversity ethnics and should be respect each other. while officials are making excuses about some obstructions to peace. Suara Karya. 13 region.Additionally. the Malay community has remained unwilling to accept the Madurese IDPs. Under new legislation. Republika. 13 March 2001. The Local Authority as the Alternative Many people have begun to suspect that there is an unexplained grand design to destroy the Indonesian nation building. considerable authority has been passed directly to districts and municipalities. because effort to solve the conflict and the IDP problems has been so slow. 5 December 2001 Sugeng Hawinata. also IDP problems could also destabilize society. 12 March 2001.22 It is not easy for both ethnics to be cooled down and understand each other soon. Kontan. delegating to solve the conflict problem and IDPs actually really close to the new policy that dealing with decentralization region in Indonesia. They need more time to understand that they are 21 The Jakarta Post. The autonomy province and district should see as a challenge as their authority to develop their-own societies. Hakekat dan Dinamika Konflik Domestik di Negara Berkembang. In 1999 Indonesian parliament approved legislation number 22/1999 and 25/1999 which shifted political and economic power from centre to the 23 See many newsletters in Indonesia. by passing provincial governments. Suara Pembaruan. Too much blood has already been split for there to be any chance of reconciliation in the near future and the government has insufficient legitimacy to exercise any sort of moral authority over local population. 24 March 2001. A responsible government would be marshalling resources for providing humanitarian aid for IDPs. food and shelter. 1-5 March 2001. such as: Media Indonesia. Still the statement of local and national government are more uniform and distortion dealing with human tragedy. Thousands of them are in need of medical care. Therefore these problems should be minimized with supposing considerable challenges to Indonesian cohesion and corporation among provinces. but for building understanding and sense of mix diversity ethnics.23 Megawati is not really sensitive with the conflict and IDP camps. Whatever steps the government decides to take now will be far too little. 28 March 2001.24 Mac Donald . When government already try delegated the task of solving the conflict and to look after the IDPs to the provincial government. 6 March 2001. Global 8/2001: 28. and way too late. Such as in Sambas. Beside suffering and ethnicity conflicts.

Differences root of conflict and level of conflict have shown the intensity of the conflict itself and the effect to their societies. In this case national and local Governments. Indonesia: Living Dangerously. also 20 percent of local income-tax and at least 25 percent of special fund of centrally collected revenue. it should be in emergency period and temporary.and Lemco discuss that although an effort has been made to implement meaningful decentralization. they can take their all responsibility in their region. They need social and political .25 Uncertain has grown that the new legislation risks failure. he gives some suggestion that give the solution for resolution of conflict and also for to manage the IDPs get their settlement. building the integrated pattern of settlement is dealing with the level of ability to buy it. Even increasing friction is not only among ethnic itself but also between national and local government. The last one is how local government and communities get their power and resources sharing with national government. but how they together manage the conflict and the IDPs. with doing strengthened the local police. Even though the implementation of legislation number 22/1999 does not yet clear.26 there are the main stream that could be consider. 26 Thamrin Amal Tomagola wrote that after knowing the root of conflict. education and cultural facility. Many conflicts and that kind of displaced people have the possibility of undermining stability of state and Indonesian security treat. First. particularly to make decision about solving IDP problems. but also 24 The distribution is districts will receive 80 percent of income from most mining and logging operations. See Thamrin Amal Tomagola. 23 March 2001. If the military still involve the local riot. 30 percent of earnings from natural gas. especially since the end of Soeharto’s era. 25 Scoot B. Among ethnic can learn and develop their respect each other. The settlement should not be compartmentalized as before the riot. there are some positive thing that can be done by local government and community. In the frame of decentralization it does not mean they should solve by themselves. Conclusion Conflicts between people of different ethnic background have spread of and mushroomed in many places in Indonesia in the last few years. April 2001:181. Current History. Anatomi Konflict Sampit. Suara Pembaruan. 14 the uncontrolled IDPs to many places and regions in Indonesia. This condition has emerged which not only causes the destroyed regions. and 15 percent from oil. MacDonald and Jonathan Lemco. As Indonesian sociologic Tomagola recommended for Sampit conflict. it has not been smooth. particularly to Java Island. Undang-Undang (Legislation) Number 22 and 25 /1999. Actually government and NGOs have been learning about how to deal with conflicts and IDPs today. Second. include the Province and Districts can play their own role. Weak economies and turbulent politics have effect such as raising regional or province tensions and reducing national integrity.

Syamsuddin. 1-5 and 8 March. Hakekat dan Dinamika Konflik Domestik di Negara Berkembang. Indonesia: Living Dangerously. 12-13 and 19-20 October 2001. 9 March 2001. University of California Press. Menristek RI dan Pustaka Mizan. but also their community in term of the nation building and the pluralism society in Indonesia.al. Then they can build the new pattern of settlement. Martin. The Indonesian government – in the central or in the province and district – should take this chance.al. 1999. February 1999. 1985: 95-140. Sihbudi. Donald. Global 8/2001: 27-39. in Syamsuddin Haris et. 12-13 and 19-20 October 2001. but steps need to be taken to begin to seriously consider the most meaningful forum or mechanism for a regional dialogue in Indonesia.html/ Kaul. . 12 March 2001. Spread Fear: The Genesis of Transnational Ethnic Conflict. P2P-LIPI research. Mizan. Scoot B. and Lemco. January 2001. Kontan. Ethnic Conflict or Policy Failure? The Jakarta Post. The Asian Foundation and Erlangga Publisher. Current History. Hawinata. Therefore. David A and Rothchild. Anatomi Kerusuhan Sosial Di Indonesia (The Anatomy of Social Conflict in Indonesia). Kompas. 24 March. MacDonald. 7-8 June 2001. Indonesia di Ambang Perpecahan. Maluku. New Jersey. 16 July.dialogues among them. local government and local communities should work together and open their main that decentralization actually is not only on the context of region building. Bandung. Bara Dalam Sekam: Identifikasi Akar Masalah dan Solusi atas Konflik-konflik Lokal di Aceh. Donald L. 15 References Haris. Potensi Disintegrasi Nasional :Kasus Empat Dearah. if not they will lose their legitimacy worse. Http://www. Princeton University Press. Horowittz. which is dealing with pluralism society. 12-13 and 19-20 October 2001. 19 July. April 2001. 2002. Papua dan Riau. Koran Tempo 12 May. Kerjasama Kantor Menteri Negara Riset dan Tehnologi RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 1998: 3-32. Susan F.Kerjasama PPW-LIPI.hrw. April 2001: <http:www. 13 March 2001. and Escalation. Sidhesh. New Issues in Refugee Research.ch/refworld/pubs/pubon. February 1999. the International Spread of Ethnic Conflict: Fear Diffusion. California. Ethnic Groups in Conflict. This proposal appears to be somewhat premature.Riza et. Jonathan .unhcr. 25-30 April. Lake. Yayasan Insan Politika. Republika. Bob Sugeng. Kerjasama LIPI.org/wr2k1/asia/indonesia. Working Paper 41: Global Migration Trends and Asylum.htm> Media Indonesia.

nuansa dan pengungkapan etno-religius dari kerusuhan di Situbondo dan Tasikmalaya . The Estimated of IDP’s Flow in Indonesia on 2001 19 Source: WFP. Dengan demikian.Suara Karya. sederhananya.mengumbar nafsu angkara murka serta berkelakuan seperti binatang. 11 Januari 1997 Tanggal dimuat: 11 January 1997 Kerusuhan di Tasikmalaya dan Situbondo sudah selayaknya membuat kita menarik napas dalam-dalam. Http://www. aktivis. dan pejabat terhadap kedua pertanyaan ini. Pembangunan ekonomi di bawah Orde Baru memang sangat berhasil. Suara Pembaruan.idpproject. Internally Displacement Persons Champs Source: Many sources in The Jakarta Post. The Jakarta Post. 16 Map 1. sedangkan yang “segelintir kalangan" adalah kaum non-Islam dan non-pri. 6 March. Menurut teori ini. "mayoritas" yang tersisih itu adalah umat Islam dan pribumi. 27 August 2001. GATRA. 2001 18 Map 2.Thamrin Amal. 22 October 2001.idpproject. Jika potensi demikian sudah muncul. tokoh pesantren di Tasikmalaya -. Ini berarti kesenjangan sosial-ekonomi yang melebar itu berimpitan dengan perbedaan etnik dan religius. VAM Unit Jakarta. 28 March. jawaban paling populer yang diberikan para pengamat. Tapi. Dalam teori ini. akar persoalan kerusuhan sosial di dua kota itu adalah kesenjangan sosial-ekonomi yang makin melebar. dapat disebut sebagai teori kesenjangan. 23 March 2001 Undang-Undang (National Legislation) Number 22 and 25 /1999.meminjam kata Kiai Makmun. Selama beberapa jam di dua kota ini situasi sosial berubah menjadi "situasi alamiah" ala Hobbes: manusia yang satu menjadi serigala bagi manusia lainnya. Suara Pembaruan.org/database/ Teori dan Kerusuhan di Dua Kota Kolom. Mayoritas masyarakat hanya mendapat tetesannya. February 1999. 5 and 22 December 2001.org/database/. Perimpitan semacam inilah yang melahirkan potensi kecemburuan sosial yang sangat tajam. Anatomi Konflik Sampit. http://www. Mengapa kerusuhan "primitif ' ini muncul berturut-turut justru pada saat pertumbuhan ekonomi berlangsung pesat? Apakah kerusuhan ini menandakan memburuknya hubungan etno-religius di negeri kita? Seperti terbaca di berbagai media. Dalam peristiwa ini ribuan orang menggelar "pengadilan jalanan" dan -. WFP. bagi teori ini. maka kita tinggal mencari faktor pemicu kecil bagi lahirnya kerusuhan besar. Tomagola. 2 May. VAM Unit Jakarta. menurut teori ini. hasil pembangunan hanya dinikmati segelintir kalangan.

kesimpulan berbeda dapat pula dimunculkan. kalau teori kesenjangan benar. Ini berarti. Sebaliknya. yaitu bahwa kesenjangan sosial-ekonomi dalam masyarakat kita meningkat tajam. Dari fakta yang ada. untuk memahami peristiwa penting seperti di Situbondo dan Tasikmalaya itu. asumsi semacam ini patut diragukan. Pada 1969-1970. sukunya. kalau memakai ukuran yang berbeda. Kita belum memandang seseorang sebagai individu. karena itu sangat gampang menjadi teori yang dominan. teori ini memang cukup mudah dimengerti sesuai dengan popular sentiment yang ada dalam masyarakat kita.33%. Tapi justru karena itu pula kita harus hati-hati dan melontarkan beberapa pertanyaan. Teori ini menerima kenyataan babwa memang ketegangan etnoreligius masih hidup subur dalam masyarakat kita. Akar persoalannya terletak pada realitas "objektif': pada kondisi sosial-ekonomi kita yang makin timpang. atau lebih merata.34%. dan agamanya. akhir-akhir ini melalui kebijaksanaan publik dalam beberapa bidang kehidupan (misalnya . maka Jakarta mestinya sudah lama porak-poranda dilanda kerusuhan massa. teori ini bersandar pada sebuah asumsi yang akhir-akhir ini jarang dipertanyakan lagi. Pertama. Kita masih memandang manusia lain berdasarkan asal-usulnya. Buat saya. melainkan sebagai "keturunan asing" atau "Islam" atau "pribumi". Kedua. Lebih jauh lagi. kelompoknya. maka Tasikmalaya. atau paling tidak diperdebatkan lebih-jauh. mungkin dapat disebut sebagai civitas del-nya Santo Agustinus. Yang penting adalah. maka kita bisa bertanya: kenapa kerusuhan itu justru terjadi di Situbondo dan Tasikmalaya? Kenapa bukan di Jakarta dan Surabaya? Di dua kota ini. Dua alasan ini memang belum memadai untuk menolak sama sekali teori kesenjangan itu. terlebih Jakarta. Kalau dibandingkan dengan Jakarta. kalau teori ini benar. kota utopia yang bersih dari keserakahan. sebagai si Ruly atau si Tuti. pada 1981 0. bahkan mungkin berlawanan dengan apa yang ingin kita percayai. Namun saya kira akan sangat sulit mencari dukungan faktual dan dapat diuji secara akademis bagi asumsi bahwa realitas ketimpangan kita „meningkat tajam”.hanyalah bentuk luarnya.34 %. Singkatnya. dan pada 1993 0. rasionya 0. angka-angka yang tampak tak banyak berubah. dalam realitas ketimpangan kita tak terjadi perubahan berarti selama 20 tahun ini. Dalam hal ini teori lain yang patut dipikirkan adalah teori yang lebih bersifat psikologis-kultural. Jakarta adalah "surganya" ketimpangan dan keberlebihan dalam sega1a hal. Kita mungkin akan tiba pada angka-angka yang sedikit lebih kecil atau sedikit lebih besar. Kalau kita amati kecenderungan dalam Index Gini sejak 1969 hingga 1993. Tentu. kita jangan terpaku sepenuhnya pada sebuah penjelasan yang tampaknya "sudah benar". Kita juga harus membuka diri pada teori yang berbeda. dengan cuaca pegunungannya yang sejuk. misalnya. ekses-ekses ketimpangan hidup berdampingan sangat ekstrem. Kita tak lebih timpang. akibat pertumbuhan ekonomi yang pesat. Setidaknya ada beberapa hal yang membuat saya ragu atas teori ini. dari ukuran tertentu (dalam hal ini indeks pengeluaran rumah tangga dari hasil survei nasional).

penulis akan menggambarkan bagaimana konflik itu dipicu dengan bantuan sejumlah preman Ambon yang didatangkan dari Jakarta. Ichsan Malik. Ia menyebutnya sebagai 'tragedi kemanusiaan terbesar di Indonesia' belakangan ini (Kompas. . atau karena ulah 'sisa-sisa kelompok separatis RMS' di sana. 30 Maret 2001). Pandangan umum yang beredar di Indonesia adalah bahwa konflik itu murni timbul karena persaingan antara kedua kelompok agama . Dalam hal ini kita harus melihat bagaimana pendidikan civic diberikan dalam bentuk indoktrinasi yang membosankan sejak SD hingga universitas. kita cenderung mendorong terjadinya proses institusionalisasi bagi cara pandang semacam ini. penelitian kepustakaan dan wawancara-wawancara penulis dengan sejumlah sumber di Maluku dan di luar Maluku menunjukkan bahwa tragedi itu secara sistematis dipicu dan dipelihara oleh sejumlah tokoh politik dan militer di Jakarta.di Maluku. Kalau semua ini tak kita lakukan. yang bisa merontokkan dasar-dasar kebangsaan kita? *Mahasiswa S3 Jurusan Ilmu Politik. penulis juga akan mengungkapkan agenda militer dalam memelihara kerusuhan-kerusuhan itu. Berbeda dengan pandangan umum itu. dan dari situ kita baru bisa mengambil langkah untuk mengatasinya. Karena itu pula saat ini kita sangat membutuhkan perdebatan dan diskusi-diskusi publik yang terbuka terhadap berbagai persoalan mendasar dalam masyarakat kita. akar persoalan kerusuhan sosial seperti di Situbondo dan Tasikmalaya harus dicari pada dimensi yang lebih bersifat subjektif. Selanjutnya. yang terentang dari Jakarta sampai ke Ambon. The Ohio State University. lalu mengalami eskalasi setelah kedatangan ribuan anggota Lasykar Jihad dari Jawa. Bagi teori ini. ORANG-ORANG JAKARTA DI BALIK BERBAGAI KERUSUHAN Pengantar --------Tragedi kerusuhan sosial di Maluku. Kita harus mengerti apa yang terjadi. penjelasan lain akan muncul dan secara empiris lebih meyakinkan. dalam pencarian legitimasi bagi sebuah negara nasional. Mungkin setelah kita teliti dan diskusikan. menurut dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. dan masih banyak lagi. --Kini Direktur Freedom Institute. haruskah kita menunggu peristiwaperisiwa lain yang lebih besar. Dalam makalah ini. Intensitas konflik dipelihara oleh satu jaringan militer aktif dan purnawirawan. Semua ini tentu saja tak harus benar dan relevan. dalam retorika yang digunakan pemimpin. dengan kata lain. dalam dogmatisme pendidikan agama.Kristen dan Islam . untuk melindungi kepentingan mereka.perkawinan dan distribusi ekonomi). Jakarta. dalam dua setengah tahun terakhir telah menelan lebih dari 9000 korban jiwa.

Akhirnya, dalam kesimpulan penulis akan mengajukan beberapa usul untuk penyelesaian kasus Maluku. Jaringan Preman Ambon ---------------------Pada tahun 1980-an, seorang preman Ambon beragama Kristen di Jakarta, Ongkie Pieters membangkitkan rasa hormat dan ketakutan di kalangan kaum muda Ambon, tanpa menghiraukan agama mereka. Meskipun penghidupan mereka didapatkan lebih dengan menggunakan otot ketimbang otak, para preman Ambon di Jakarta masih menghormati tradisi pela (persekutuan darah antara kampung Kristen dan kampung Islam). Kalau berkelahi, mereka sering memakai ikat kepala merah, yang lebih merupakan simbol ke-Ambon-an yang berakar dalam kultur Alifuru ketimbang lambang agama Samawi yang mereka anut. Hal ini secara radikal berbeda dengan makna yang kini diberikan terhadap 'merah' sebagai simbol Kristen dan 'putih' sebagai simbol Islam. Tidak berapa lama, seorang preman Ambon yang lain, Milton Matuanakotta muncul ke tengah-tengah gelanggang. Ia memiliki banyak pendukung di kalangan kaum muda baik di kalangan Ambon Kristen maupun Muslim, dan dengan cepat menjadi lebih populer di kalangan preman Ambon di Jakarta daripada pendahulunya. Pada saat itu, orang-orang Ambon Muslim beranggapan perlu memiliki 'pahlawan' mereka sendiri, maka mereka memilih Dedy Hamdun, seorang Ambon keturunan Arab. Figur ini agak kontroversial, sebab di satu sisi ia aktif berkampanye untuk PPP, tetapi di sisi lain suami artis Eva Arnaz itu juga bekerja untuk membebaskan tanah bagi bisnis properti Ibnu Hartomo, adik ipar bekas Presiden Soeharto. Entah karena aktivitas politik atau bisnisnya, di awal 1998 Deddy Hamdun diculik bersama sejumlah aktivis PRD, Aldera, dan PDI-P oleh satu reguKopassus bernama Tim Mawar yang berada di bawah komando Jenderal Prabowo Subianto, menantu Presiden Soeharto waktu itu. Hilangnya Hamdun setelah 3 1/2 bulan dalam tahanan Tim Mawar (Siagian 1999: 20-21) mengubah peta politik preman Ambon di Jakarta. Kepemimpinan pemuda Muslim Maluku diambilalih oleh Ongen Sangaji, seorang preman Maluku Muslim yang juga anggota Pemuda Pancasila. Secara ironis, dalam bersaing untuk loyalitas di kalangan kaum muda Maluku di Jakarta kedua pemimpin preman itu juga bersaing dalam mendapatkan akses ke bisnis keamanan pribadi anak-anak Soeharto. Milton memperoleh akses ke mereka melalui Yorris Raweyai, wakil ketua Pemuda Pancasila yang berasal dari Papua Barat dan dekat dengan Bambang Trihatmodo. Selain itu, Milton adalah ipar Tinton Soeprapto, pimpinan arena pacuan mobil milik Tommy Soeharto di Sentul, Bogor. Sementara itu, Ongen lebih dekat ke Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut melalui Abdul Gafur, bekas Menteri Pemuda dan Olahraga di zaman pemerintahan Soeharto. Anak buah Ongen terutama berasal dari desa-desa Pelauw dan Kalolo di Haruku. Menjelang Sidang Istimewa MPR November 1998, ketika B.J.Habibie berusaha mencari mandat untuk melegitimasi kepresidenannya, sejumlah politisi, jendral dan usahawan menciptakan kelompok paramiliter baru untuk menangkal aksi-aksi demonstrasi mahasiswa yang menentang pencalonan kembali Habibie.

Kelompok Pam Swakarsa ini antara lain terdiri dari preman-preman Ambon Muslim yang direkrut oleh Ongen Sangaji. Dukungan keuangan untuk kelompok ini berasal dari keluarga Soeharto dan seorang pengusaha keturunan Arab, Fadel Muhammad, yang dekat dengan keluarga Soeharto. Sementara dukungan politis untuk kelompok itu berasal dari Jenderal Wiranto, Menteri Pertahanan waktu itu, Mayor Jenderal Kivlan Zein, Kepala Staf KOSTRAD waktu itu, Abdul Gafur, Wakil Ketua MPR waktu itu, dan Pangdam Jaya Mayjen Djadja Suparman. Untuk meningkatkan militansi para milisi yang miskin dan berpendidikan rendah itu, mereka diindoktrinasi bahwa para aktivis mahasiswa adalah "orang-orang komunis" yang didukung oleh jendral dan pengusaha Kristen. Dengan demikian banyak anggota PAM Swakarsa beranggapan bahwa mereka ber'jihad' melawan "orang kafir". Kenyataan bahwa bentrokan yang paling sengit antara para mahasiswa dan tentara terjadi di kampus Universitas Katolik Atmajaya, hanya karena kedekatan kampus itu dengan gedung parlemen, memberikan kesan kredibilitas dari propaganda sektarian dan anti komunis ini. Dalam kerusuhan Semanggi menjelang Sidang Istimewa MPR itu, empat orang anak buah Ongen yang berasal dari Kailolo (Haruku), Tulehu dan Hitu (Ambon), dan Kei (Maluku Tenggara), dibunuh oleh penduduk setempat yang berusaha melindungi para aktivis mahasiswa dari serangan kelompok milisi Muslim itu. Maka terbukalah peluang untuk menghasut preman-preman Ambon Islam itu untuk melakukan balas dendam. Konyolnya, balas dendam itu tidak diarahkan terhadap para aktivis mahasiswa, tetapi terhadap sesama preman Ambon yang beragama Kristen. Kesempatan itu timbul ketika terjadi kerusuhan di daerah Ketapang, Jakarta Pusat, pada hari Minggu dan Senin, 22-23 November 1998. Apa yang dimulai adalah percekcokan antara para satpam Ambon Kristen yang menjaga sebuah pusat perjudian dan penduduk setempat segera berkembang menjadi kerusuhan anti Kristen di mana lusinan gereja, sekolah, bank, toko, dan sepeda motor dihancurkan. Ternyata, kekuatan-kekuatan dari luar dikerahkan untuk mengubah konflik lokal itu menjadi konflik antar-agama. Kekuatan-kekuatan luar ini mencakup sekelompok orang yang mirip orang Ambon, yang menyerang lingkungan Ketapang pada jam 5.30 pagi. Mereka dibayar Rp 40.000 ditambah makan tiga kali sehari untuk menteror orang-orang Muslim setempat. Meskipun salah seorang dari mereka yang tertangkap adalah orang Batak yang kemudian disiksa dan dibunuh oleh penduduk setempat, namun mayoritas preman ini adalah orang Ambon anggota PAM Swakarsa bentukan Gafur. Mereka yang menyerang semua penduduk setempat yang terlihat melintas di sekitarnya dan membakar semua sepeda motor yang diparkir di depan mesjid setempat yang menyebabkan jendela-jendela mesjid itu pecah. Dipicu oleh kabar angin bahwa sebuah mesjid telah dibakar oleh 'orang-orang kafir', penduduk Muslim setempat balik menyerang orang-orang luar tadi dengan dukungan para anggota Front Pembela Islam (FPI) yang didatangkan dari berbagai tempat di Jakarta. Selama kerusuhan ini, enam orang meninggal korban main hakim sendiri oleh penduduk Muslim setempat dan para anggota FPI. Tiga orang dari korban itu adalah orang-orang Kristen dari Saparua dan Haruku.

Memang tidak jelas apakah rangkaian pembunuhan terhadap para preman Ambon di Senayan dan Ketapang itu telah dipersiapkan oleh sekutu-sekutu politik Soeharto. Yang jelas, kerusuhan di Ketapang mengukuhkan monopoli sebuah pusat perjudian lain di jalan Kunir, Jakarta. Pusat perjudian itu dikelola oleh Tomy Winata, mitra bisnis Bambang Trihatmodjo dan teman dekat Yorris Raweyai dari Pemuda Pancasila. Terlepas dari motif di balik pembakaran pusat perjudian di Ketapang, pembunuhan terhadap para preman Ambon Muslim dan Kristen itu mengakibatkan kedua kelompok itu bertekad melakukan balas dendam terhadap satu sama lain di kampung halaman mereka di Maluku. Dengan menggunakan kerusuhan Ketapang sebagai alasan, aparat keamanan di Jakarta menangkap semua orang Maluku yang tidak memiliki KTP, dan menaikkan mereka ke kapal penumpang sipil maupun Angkatan Laut yang berlayar ke Ambon. Menurut seorang sumber penulis yang berlayar dengan KM Bukit Siguntang ke Ambon pada bulan Desember 1998, sekelompok preman Ketapang yang menumpang di geladak kapal dengan suara keras menggembar-gemborkan niat mereka untuk membalas dendam terhadap musuh mereka di Ambon. Di mata orang awam, langkah-langkah aparat keamanan ini tidak tampak mencurigakan, karena banyak orang Ambon Kristen pulang ke kampung halamannya untuk merayakan Natal, sementara banyak orang Ambon Muslim juga merencanakan untuk melalui bulan puasa dan liburan Idul Fritri bersama sanak keluarga di kampung mereka. Baru kemudian tersebar berita bahwa antara 165 dan 600 pemuda Ambon telah berlayar pulang ke Ambon selama akhir tahun 1998. Di antara mereka terdapat preman Ambon Kristen yang terlibat dalam serangan fajar di Ketapang, maupun Sadrakh Mustamu, kepala keamanan di pusat perjudian Ketapang. Ongen Sangaji dan Milton Matuanakotta juga termasuk preman Ambon yang pulang ke Ambon pada akhir tahun 1998, untuk menyulut kerusuhan di sana. Preman Ambon yang datang dari Jakarta, segera melebur ke dalam kalangannya masing-masing. Di kotamadya Ambon yang berpenduduk hampir 350 ribu jiwa itu, dunia preman dikuasai oleh dua orang tokoh yang berbeda kepribadiannya, Berty Loupati yang masih muda lebih merupakan seorang preman profesional, serta Agus Wattimena yang tua, seorang penatua (anggota Majelis Gereja) yang juga jago berkelahi. Berty Loupati adalah pemimpin kelompok 'Coker' yang didirikannya awal 1980-an di daerah Kudamati dekat RS Dr. Haulussy setelah ia pulang dari "berguru" ilmu kriminalitas kelas teri (petty crime) di Surabaya. Kelompok ini adalah hasil peleburan kelompok-kelompok preman yang lebih kecil di Ambon, seperti Van Boomen, Papi Coret, Sex Pistol. Anggota kelompok preman gabungan itu kurang lebih seratus orang, Nasrani maupun Muslim. Walaupun anggotanya ada juga yang perempuan, Coker semula merupakan kepanjangan dari "Cowok Keren" ('Handsome Boys'), walaupun kemudian ada yang mempelesetkan arti Coker menjadi Cowok Kerempeng ('Skinny Boys'), karena kebanyakan anggotanya memang kurus kerempeng. Di kemudian hari, setelah konflik antar-agama mulai berkecamuk di kota Ambon, majalah mingguan Tajuk (April

1999) mengubah arti Coker menjadi 'Cowok Keristen' ('Christian Boys'). Singkatan "Cowok Kristen" itu kemudian dipopulerkan oleh media massa yang mendukung kehadiran Lasykar Jihad di Maluku. Di luar struktur Coker, Agus Wattimena mendirikan Lasykar Kristus, khusus dibentuk untuk berperang melawan kelompok milisi Islam asli Ambon sertaLasykar Jihad yang datang dari luar Ambon. Jagoan yang sering menyandang pistol Colt kaliber 45 mengaku punya 60 ribu anak buah (Hajari 2000). Tidak jelas seberapa jauh kebenaran klaim Agus itu. Yang jelas, adanya dua kelompok yang sama-sama mengklaim membela kepentingan masyarakat Ambon Kristen menimbulkan rivalitas yang sangat tajam antara Berty dan Agus, apalagi setelah beredar kabar burung bahwa Berty mulai condong ke kepentingan penguasa dari Jakarta. Tidak lama setelah nama Agus Wattimena diumumkan sebagai "Pimpinan Akar Rumput" (Grassroots Leader ) Front Kedaulatan Maluku (FKM), yang diproklamasikan oleh dokter Alex Manuputty dan kawan-kawannya pada tanggal 18 Desember 2000, riwayat Agus tampaknya sudah tamat. Hari Selasa malam, 20 Maret 2001, Agus Wattimena tewas tertembak di rumahnya sendiri, dengan dua lubang tembakan di jidat dan lengan kirinya (Jakarta Post, 22 Maret 2001). Menurut sumber-sumber Lasykar Jihad (Laskarjihad.or.id, 21 Maret 2001), "Agus ditembak oleh pesaingnya, Berty Loupatty, kepala geng Coker (Cowok Kristen), yang satu daerah dengan Agus. Berty dan Agus memang akhir-akhir ini sudah tidak akur dan pernah terlibat baku tembak melibatkan seluruh anak buah mereka di kawasan Kudamati beberapa bulan lalu". Namun melihat pola adu domba antara sesama kelompok sipil yang semakin sering dilakukan oleh kelompok-kelompok militer di berbagai penjuru Nusantara, bisa saja Agus Wattimena ditembak mati oleh seorang sniper profesional. Soalnya, ia baru dibunuh setelah melibatkan diri secara langsung dalam sebuah organisasi yang terangterangan memperjuangkan kedaulatan rakyat Maluku yang diproklamasikan oleh RMS tahun 1950. Jadi saat itu ia bukan lagi sekedar panglima satu kelompok milisi yang semata-mata memperjuangkan keselamatan separuh penduduk kota Ambon yang beragama Kristen. Kendati demikian, buat kebanyakan orang Ambon yang beragama Kristen, kematian laki-laki setengah ompong berumur 50 tahun itu tetap dihargai sebagaimana layaknya gugurnya seorang pahlawan. Ia dikuburkan di tengah-tengah 400 orang anakbuahnya yang telah meninggal terlebih dahulu di kota Ambon. Kematiannya tidak hanya diperingati di kota Ambon, tapi juga oleh masyarakat Ambon Kristen di Jakarta, dihadiri oleh sejumlah artis terkenal. Sementara itu, Ongen Sangaji dan Milton Matuanakotta sudah sama-sama bersembunyi untuk menghindarkan diri dari kemarahan masyarakat Ambon di Jakarta. Ongen kabarnya telah bersumpah untuk tidak akan terlibat lagi dalam proyek kerusuhan di tempat-tempat lain di Indonesia, sedangkan Milton kabarnya disembunyikan atas perintah Jenderal (Purn.) Wiranto, yang peranannya akan dibahas kemudian dalam makalah ini.

Eskalasi dua tahap ------------------Setelah dipicu oleh para preman Ambon dari Jakarta, konflik di Maluku dapat dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama mulai Januari 1999 sampai dengan akhir April 2000, dan ditandai oleh saling menyerang antara penduduk Kristen dan Muslim yang sebagian besar menggunakan senjata primitif buatan sendiri, termasuk bom rakitan. Ada keseimbangan kekuatan antara kedua belah fihak. Selanjutnya, fase kedua mulai dari bulan Mei 2000, yang ditandai oleh kedatangan orang non-Maluku, yang sebagian besar adalah orang Muslim dari Jawa, Sulawesi, dan Sumatera, yang dikenal sebagai Lasykar Jihad. Mereka membawa senjata modern dan bersekutu dengan personil militer Muslim yang berjumlah 80% dari pasukan yang ditempatkan di kepulauan rempah-rempah itu. Perkembangan ini secara total menghancurkan keseimbangan sebelumnya, dan menciptakan perimbangan kekuagan yang menguntungkan orang Muslim. Selama tahap pertama, ketika secara relatif jumlah orang yang terbunuh masih sedikit dan tingkat kebencian antaragama belum mencapai klimaksnya, maka operasi intelijen direncanakan secara cermat untuk mengkondisikan kedua komunitas menerkam leher satu sama lain, segera setelah kerusuhan sosial dipicu. Operasi-operasi intelijen ini mencakup penyaluran pamflet-pamflet provokatif di kalangan penduduk dan penyaluran handie-talkie di kalangan pemimpin kelompok-kelompok setempat agar kerusuhan dapat dipicu secara simultan dalam jangkauan yang luas. Beberapa pamflet tanpa nama yang disebarkan di Ambon menjelang kerusuhan bulan Januari dan Februari 1999, memperingatkan kedua belah pihak, bahwa pihak lain sedang merencanakan untuk membakar rumah-rumah ibadah mereka, dan memperingatkan sebuah kelompok etnik bahwa kelompok etnik lain sedang merencanakan untuk membinasakan mereka. Pamflet-pamflet serupa disebarkan di kalangan kaum Muslim di Maluku Utara, menjelang kerusuhan bulan Agustus dan November 1999. Ditandatangani oleh para pemimpin gereja Protestan di Ambon, isi pamflet-pamflet itu mendesak orang Kristen untuk membinasakan semua orang Muslim. Salah satu pamflet jatuh ke tangan aparat desa di Tidore. Sebuah pertemuan diadakan dan ketika pendeta setempat, Ari Risakotta, tidak muncul untuk menjelaskan isi surat itu, ia diserang dan dibunuh di rumahnya. Mengingat bahwa pertarungan yang masih berlangsung di Ambon, rasanya sangat tidak mungkin bahwa ada pemimpin gereja menginginkan konflik itu merambat ke daerah lain di kepulauan itu. Jadi dapat disimpulkan bahwa pamflet-pamflet ini dibuat oleh para agitator yang sangat profesional, yang mengenal masyarakat Maluku Utara dengan sangat baik. Akhirnya, setelah perang saudara berlangsung beberapa bulan dan kedua belah fihak telah banyak saling membunuh, seruan jihad dikumandangkan oleh organisasiorganisasi militan Muslim yang didukung oleh sejumlah politisi Muslim dalam tablig akbar pada tanggal 7 Januari 2000 di Lapangan Monas Jakarta, yang menjadi platform untuk memobilisasi kekuatan-kekuatan Lasykar Jihad, untuk dikirim ke Maluku. Sepintas lalu, semua perkembangan ini tampak berlangsung secara spontan. Tetapi di

bawah permukaan, ada dua jaringan yang saling berhubungan, yakni jaringan militer dan jaringan Muslim militan, yang masing-masing punya agenda sendiri, tetapi dipersatukan oleh tujuan bersama untuk menyabot tujuan pemerintah untuk menurunkan kekuasaan militer dan untuk menciptakan masyarakat yang terbuka, toleran, dan bebas dari dominasi suatu agama. Jaringan Militer -----------------Jaringan militer yang menjembatani kedua tahap itu terentang dari Jakarta sampai ke Ambon, dan terdiri dari perwira-perwira aktif maupun purnawirawan yang bekerja keras untuk memprovokasi orang-orang Muslim dan Kristen untuk bertarung. Mereka termasuk dalam faksi militer yang dengan kuat menentang pengurangan politik dan kepentingan bisnis militer, atau ikut dalam jaringan ini untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dari sorotan dan kemungkinan pengadilan atas pelanggaran hak-hak asasi manusia serta kejahatan melawan kemanusiaan. Dua orang jendral purnawirawan, tiga orang jendral aktif, dan seorang pensiunan perwira TNI/AU, terlibat dalam jaringan ini. Mereka terdiri dari Jendral (Purn.) Wiranto, Mayor Jenderal Kivlan Zein, Letjen (Purn.) A.M. Hendropriyono, Letjen Djadja Suparman, Letjen Suaidy Marasabessy, Mayjen Sudi Silalahi, dan Mayor TNI/AU (Purn.) Abdul Gafur. Wiranto adalah Penglima Angkatan Bersenjata yang bertanggungjawab atas pestapora kekerasan dan kehancuran pasca referendum di Timor Lorosa'e pada bulan September 1999, dan juga bertanggungjawab atas pecahnya kekerasan di Ambon, delapan bulan kemudian. Nama Kivlan Zein, pernah dikemukakan sekali oleh Abdurrahman Wahid, walaupun dengan secara agak tersamar, yakni "Mayjen K" (Tempo, 29 Maret 1999: 32-33). Menurut informasi yang saya peroleh, Kivlan Zein, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Staf KOSTRAD, memang ditugaskan oleh Wiranto untuk mengamankan Sidang Istimewa MPR bulan November 1998. Tugas itu antara lain dilaksanakan dengan pembentukan PAM Swakarsa, yang sebagian besar beragama Islam. Untuk melakukan tugas-tugas counter-insurgency semacam itu, Kivlan Zein punya satu sumber dana yang luarbiasa, yakni kelompok perusahaan Tri Usaha Bhakti (TRUBA), di mana ia duduk sebagai komisaris (Kompas, 3 November 2000). Awal November tahun lalu, anggota Komisi I DPR, Effendi Choirie dari Fraksi Kebangkitan Bangsa mendesak Departemen Pertahanan dan Markas Besar TNI agar secara serius menindaklanjuti hasil auditing BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) terhadap sejumlah yayasan milik TNI, yang baru saja dilaporkan ke DPR. Di situ termasuk bisnis Yayasan Kartika Eka Paksi, pemilik seluruh saham TRUBA itu. Sayangnya, seruan politisi PKB itu tidak ditanggapi oleh pemerintah maupun para anggota DPR yang lain. Djadja Suparman adalah Pangdam Jaya yang ikut bertanggungjawab atas pembentukan PAM Swakarsa. Setelah dipromosikan menjadi Pangkostrad, ialah yang memerintahkan pasukan Kostrad di Makassar untuk terbang ke Ambon, hanya satu

jam setelah bentrokan antara seorang pengendara angkutan umum Ambon Kristen dan seorang penumpang Bugis Muslim pecah di Ambon pada tanggal 14 Januari 1999. Belakangan ini ada sinyalemen di Jakarta, bahwa korupsi sebesar Rp 173 milyar di lingkungan yayasan-yayasan Kostrad ketika kesatuan militer elit itu masih berada di bawah Djadja Suparman (Tempo, 24-30 April 2001, Laporan Utama), ada hubungan dengan kerusuhan di Maluku. Sebagian dana itu digunakan untuk membiayai pelatihan dan pengiriman 6000 orang anggota Lasykar Jihad ke Maluku. Paling tidak, begitulah yang dipercayai oleh para anggota Kongres AS, yang menolak normalisasi kerjasama militer antara AS dan Indonesia. Seperti yang telah disinggung di depan, Abdul Gafur yang mantan Menteri Pemuda dan Olahraga di bawah Soeharto itu ikut terlibat dalam pembentukan pasukan PAM Swakarsa tersebut, khususnya kelompok preman Maluku Muslim yang diketuai oleh Ongen Sangaji. Di kalangan orang Maluku di Jakarta, ia dikenal sangat tekun berusaha memecahbelah masyarakat Maluku berdasarkan garis agama. Pada 15 Mei 1995, ketika komunitas Ambon di Jakarta memperingati pemberontakan Pattimura melawan Belanda pada tahun 1817, Gafur memboikot perayaan orang Maluku di Gedung Joang di lingkungan Menteng di mana dua pemuka agama -- Kristen dan Muslim -memanjatkan doa mereka. Ia sebaliknya mengorganisir perayaan eksklusif bagi orang Maluku Muslim di Taman Mini Indonesia Indah dengan mengorganisir lari membawa obor. Pada kesempatan lain, Gafur mengatakan bahwa Pattimura beragama Islam, bertentangan dengan pandangan umum bahwa pahlawan nasional itu, yang sesungguhnya bernama Thomas Matulessy, beragama Kristen. Setelah kerusuhan meletus di Ambon, dan propinsi Maluku dipecah dua menjadi Maluku Utara dan Maluku, Gafur yang beradarah campiran Ternate dan Acheh itu segera berkampanye untuk menjadi kandidat Gubernur Maluku Utara, memanfaatkan koneksi-koneksi Golkarnya. Ketua DPP Golkar yang juga ketua DPR-RI, Akbar Tanjung, mendukung pencalonan Gafur oleh Golkar, yang menguasai kursi terbanyak di DPRD Maluku Utara (Gamma, 17-23 Jan. 2001, hal. 39; Mandiri, 28 Febr. 2001), namun sejumlah cendekiawan asal Maluku Utara menentang pencalonan orang yang selama ini sangat bersikap menjilat pantat Soeharto dan keluarganya. Tidak lama setelah kerusuhan meletus di kota Ambon, mulai beredar kabar-kabar burung bahwa kerusuhan itu didalangi oleh orang-orang Maluku Nasrani, yang ingin menghidupkan kembali 'Republik Maluku Selatan' (RMS) yang pernah dicetuskan di Ambon pada tanggal 25 April 1950, dan meneruskan perjuangan mereka lewat gerilya bersenjata di Pulau Seram hingga tahun 1964. Tuduhan itu, di mana cap 'RMS' selanjutnya dipelesetkan menjadi 'Republik Maluku Serani', yang akan dibahas tersendiri di bagian ini, sejak dini ikut disebarluaskan oleh Letjen (pur) A.M. Hendropriyono, mantan Menteri Transmigrasi dalam pemerintahan Habibie. Dalam sebuah pertemuan publik pada tanggal 19 Maret 1999 dengan gubernur Maluku, para pemimpin agama dan informal lain, serta para mahasiswa dan pemuda di Ambon, Hendropriyono melontarkan tuduhan itu. Seorang jendral purnawirawan lain, Feisal Tanjung, yang pernah menjadi Pangab dalam kabinet Soeharto, segera menggarisbawahi tuduhan Hendropriyono itu.

Hendropriyono, memang punya kepentingan praktis untuk menyebarluaskan tuduhan itu. Soalnya, setelah Soeharto dipaksa turun dari takhta kepresidenannya, peranan Hendropriyono dalam tragedi Lampung yang menewaskan sekitar 250 jiwa – termasuk perempuan dan anak-anak - pada tanggal 7 Februari 1989, mulai dibongkar oleh berbagai kelompok hak asasi manusia di Indonesia. Kolonel Hendropriyono waktu itu adalah Komandan Korem 043 Garuda Hitam Lampung yang memimpin operasi gabungan tentara, polisi, dan Angkatan Udara, ke sebuah perkampungan para migran dari Jawa, yang dicap sebagai Islam fundamentalis (Awwas 2000).Cap itu, oleh berbagai pengamat, telah dianggap terlalu berlebihan. Sebab konflik antara pemerintah dan perkampungan Islam itu, lebih berakar pada permasalahan pembebasan tanah, yang lebih jauh lagi berakar pada sejarah pembukaan daerah Lampung oleh Belanda untuk kepentingan para transmigran dari Jawa (Wertheim 1989). Dengan mengalihkan perhatian ke Maluku, dengan cara-cara yang seolah-olah merangkul kepentingan umat Islam, Hendropriyono untuk sementara waktu berhasil mengurangi sorotan para korban tragedi Lampung. Suaidy Marasabessy, seorang veteran dari perang Timor yang kemudian menjadi Pangdam Hasanuddin di Sulawesi Selatan, yang menyetujui pengiriman pasukan Kostrad dari Makassar ke Ambon, kendati mereka secara emosional berpihak untuk menentang Ambon Kristen dan membela para migran Bugis dan Makasar di Ambon, karena didorong oleh solidaritas etnik. Sebagai konsekuensinya Marasabessy dipindahkan ke Markas Besar Angkatan Darat dan dipromosikan menjadi Kasum TNI oleh Presiden Abdurahman Wahid. Baik promosi Marasabessy maupun Djadja Suparman didasarkan pada rekomendasi dari Wiranto, waktu itu masih menjadi Menko Polkam. Wiranto kemudian mengangkat Marasabessy untuk mengepalai Team 19 yang terutama terdiri dari para perwira Maluku untuk mengadakan investigasi latar belakang dari kekerasan di Maluku dan menyarankan cara-cara penyelesaian persoalan itu. Selama kedua fase konflik itu, Sudi Silalahi menjadi Pangdam Brawijaya di Jawa Timur, dan telah bertanggungjawab atas pengiriman pasukan Brawijaya berdampingan dengan pasukan Kostrad - yang ikut meningkatkan kekerasan antaragama di Maluku. Dalam kapasitasnya sebagai Pangdam Brawijaya, ia juga membiarkan ribuan anggota Lasykar Jihad untuk berlayar dari Surabaya ke Ambon, meskipun Presiden Wahid menghimbau kepada seluruh jajaran TNI dan Polri untuk menghalanginya. Harap diingat bahwa di awal bulan-bulan kekerasan, seluruh Kepulauan Maluku masih berada di bawah Kodam Trikora yang bermarkas di Jayapura, Papua Barat. Berarti sebenarnya Wiranto dapat mengirim pasukan Trikora dari Papua Barat ke Ambon, ketimbang mengirim pasukan dari Jawa dan Sulawesi Selatan, yang kebanyakan beragama Islam, untuk menghadapi kerusuhan di Maluku. Baru pada tanggal 15 Mei 1999, setelah puluhan batalion tentara tersebar di

Kepulauan Maluku, status Korem Pattimura ditingkatkan menjadi Kodam. Di Maluku sendiri, dua orang kolonel yang waktu itu berkedudukan di Ambon ikut mengipas-ngipas api kebencian antara orang Kristen dan Islam. Asisten Teritorial Pattimura, Kol. Budiatmo, memupuk hubungan dengan para Preman Kristen, khususnya Agus Wattimena, untuk mempertahankan kemarahan mereka terhadap para tetangga mereka yang Muslim, sementara Asisten Intelijen Kodam Pattimura, Kol. Nano Sutarmo, menjaga agar api tetap menyala di kalangan perusuh Muslim. Dua orang kolonel itu, yang sudah ditempatkan di Ambon ketika Suaidy Marasabessy menjadi Komandan Korem Pattimura, juga memiliki teman-teman di kalangan atas di Jakarta. Saudara laki-laki Nano Sutarno, Brigjen Marinir Nono Sampurno, adalah komandan pengawal keamanan Wakil Presidan Megawati. Ini membuat Megawati secara praktis "tertawan" oleh agenda militer, meskipun ia justru adalah orang yang ditugaskan Presiden Wahid untuk menyelesaikan masalah Maluku. Selain kedua orang kolonel itu, yang di akhir tahun 2000 telah dipindahkan dari Maluku, beberapa orang purnawirawan dan perwira aktif dan masih tinggal di Ambon juga memainkan peran dalam mengipas-ngipas api permusuhan antaragama. Mereka adalah Brigjen (Purn) Rustam Kastor dan Letkol (Pur) Rusdi Hasanussy. Lahir di Ambon pada tanggal 9 Juli 1939, Rustam Kastor adalah mantan Komandan Korem Pattimura, mantan Kepala Staf Kodam Trikora (Papua Barat), dan telah ditempatkan di Markas Besar di Jakarta. Barangkali dialah yang paling tepat dijuluki sebagai 'bapak ideologis' dari kekerasan Maluku. Ia memberikan pembenaran 'pseudo-ilmiah' untuk mengundang Lasykar Jihad ke Maluku, konon untuk menyelamatkan orang Muslim dari pembinasaan yang dilakukan oleh orang-orang Maluku Kristen, dengan menuduh orang-orang Kristen mencoba menghidupkan kembali pemberontakan 'RMS' tahun 1950 s/d 1964. Tidak hanya Gereja Protestan Maluku, tetapi juga PDI-P Megawati Sukarnoputri cabang Maluku dituduh terlibat dalam pemberontakan itu, yang bertujuan untuk menciptakan negara Maluku yang berasas Kristen, di mana tidak ada tempat bagi orang Maluku yang beragama Islam, menurut buku Rustam Kastor (2000) yang menjadi best-seller di kalangan pendukung Lasykar Jihad di Jawa. Sesungguhnya, teori konspirasi ini pertama kali dikemukakan pada 28 Januari 1999 dalam konperensi pers yang diorganisir oleh dua organisasi militan Muslim, KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam) dan PPMI (Persatuan Pekerja Muslim Indonesia). Teori konspirasi ini segera disebarluaskan oleh Letjen (pur) A.M. Hendropriyono, seperti yang telah dijelaskan di depan. Seorang jendral purnawirawan yang lain, Feisal Tanjung, bekas Pangab dalam kabinet Soeharto dan terakhir menjabat sebagai Menko Polkam dalam kabinet Habibie, ikut menggarisbawahi tuduhan Hendropriyono. Teori ini kemudian menyebar seperti api yang membakar ranting-ranting kering setelah disiarkan oleh sebagian media massa di Indonesia, di mana singkatan RMS diplesetkan menjadi 'Republik Maluku Serani'. Plesetan itu mendistorsi kenyataan seolah-olah semua orang Ambon Kristen mengambil bagian dalam mendirikan

gerakan kemerdekaan ini, dan seolah-olah orang Ambon Islam semuanya menolak pemberontakan itu. Disertasi Richard Chauvel tentang pemberontakan itu (1990) menunjukkan ketidakbenaran pelesetan 'Republik Maluku Serani', dan bahwa RMS bukan bertujuan membentuk negara Kristen. Chauvel jelas-jelas membeberkan bagaimana salah seorang pemimpin RMS yang diperiksa oleh TNI setelah pemberontakan di Ambon berhasil ditumpas adalah Ibrahim Ohorella. Raja (kepala desa) Tulehu itu malah menjadi tuan rumah rapat-rapat persiapan proklamasi RMS, mengerahkan sebagian besar warga desanya untuk menghadiri proklamasi RMS di alun-alun kota Ambon yang dihadiri sekitar 9000 orang, dan memasok kebutuhan sagu senilai Rp 25 ribu (waktu itu) untuk makanan para serdadu Angkatan Perang RMS sebelum Tulehu diduduki oleh TNI. Sebaliknya, masyarakat Kristen di Ambon serta orang Ambon Kristen di luar Ambon juga tidak sepenuhnya mendukung proklamasi RMS. Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) sendiri, bersikap netral terhadap proklamasi itu. Seorang tokoh Ambon di Jakarta yang kemudian menjadi Wakil Perdana Menteri, Dr. J. Leimena, dipercayai oleh Sukarno untuk berunding dengan pencetus RMS untuk mengakhiri gerakan mereka. Setelah hampir setahun disebarkan oleh berbagai media di Indonesia, teori ini diabadikan oleh Rustam Kastor ke dalam bentuk buku (2000), yang telah menjadi paling laku, tidak hanya di lingkungan Muslim tertentu di Maluku, Jawa dan Sulawesi. Selain dari bahasa Provokatifnya tentang orang Kristen, buku itu menuding aksi demonstrasi mahasiswa Ambon secara besar-besaran pada bulan November 1998, sebagai tahap 'pematangan situasi' bagi pemberontakan RMS yang didukung oleh GPM dan PDI-Perjuangan cabang Maluku. Menurut Kastor, demonstrasi itu merupakan upaya yang sadar untuk memperlemah militer, sehingga mereka tidak akan dapat menghancurkan 'pemberontakan RMS' selanjutnya yang bertujuan untuk membersihkan Maluku dari penduduk Muslimnya. Kastor juga menuduh orang-orang Kristen memanipulasi gerakan reformasi yang dipimpin mahasiswa untuk menghancurkan perekonomian Indonesia, dan dengan demikian mempromosikan disintegrasi Republik dengan memisahkan provinsiprovinsi yang didominasi Kristen di Indonesia bagian Timur -- termasuk Timor Lorosa'e --, yang kemudian dapat membentuk negara baru yang didominasi Kristen dengan sumber-sumber daya alami yang fantastik, karena negara itu akan meliputi Papua Barat dan provinsi Maluku yang sekarang. Apa yang diabaikan Kastor dalam bukunya adalah kenyataan bahwa gerakan kemerdekaan Timor Lorosa'e dan Papua Barat ikut dipimpin oleh tokoh-tokoh Muslim setempat, seperti Mar'i Alkatiri yang kini menjadi Menteri Ekonomi dan sumberdaya Alam dalam pemerintahan transisi di Timor Lorosa'e, serta Thaha Mohamad Alhamid, Sekjen Presidium Dewan Papua yang kini sedang ditahan oleh pemerintah Indonesia di Papua Barat. Alkatiri dan Alhamid tentu saja tidak berjuang untuk menciptakan suatu aliansi negara Kristen di Timur Indonesia. Di samping itu, kehendak untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia bukanlah

dan memupuk fanatisme mereka melalui khotbah-khotbah yang membakar. Brawijaya. 70% dari para korban di kedua belah pihak dibunuh atau dilukai dari tembakan senjata organik militer dan polisi. mungkin merupakan satu-satunya perwira polisi aktif yang memimpin sebuah cabang Majelis Ulama Indonesia.seperti menembak dan melempar granat dari dalam drum minyak yang kosong yang digelindingkan oleh anggota Lasykar Jihad ketika menyerang kampus UKIM (Universitas Kristen Indonesia Maluku) -. atau menggunakan kaos-kaos Lasykar Maluku sebagai ciri dari milisi Kristen. dengan mendorong sebuah peti kayu besar yang berisi perlengkapan mereka ke dalam pesawat terbang. Alfian ("Eki") Hassanusi (10). dalam setiap konfrontasi antaragama. yang sering bertindak secara tenang dan berhatihati untuk menetapkan jumlah korban yang setara bagi kedua komunitas. maka tidaklah mengherankan jika para serdadu itu dapat beroperasi dengan bebas di kedua provinsi kembar itu. sebagaimana terjadi ketika empat orang tentara Kopassus berambut panjang ditahan di atas kapal KM Lambelu. tiga kesatuan tentara dan satu kesatuan polisi telah mengambil bagian dalam pembunuhan besar-besaran itu. Beberapa orang dari mereka ditangkap sebelum mencapai Ambon. sersan polisi yang secara fatal dilukai oleh penembak gelap pada hari Rabu.atau dengan kelaziman dari para penembak gelap. Kehadiran Kopassus di antara Lasykar Jihad dapat disimpulkan dari ketrampilan tempur mereka yang khas -. Kastor terlibat aktif mempersiapkan kedatangan Lasykar Jihad di Maluku. Kopassus dan Brimob. dan telah dikuasai pula oleh pasukan-pasukan khusus Angkatan Darat memiliki waktu dan kesempatan yang lebih lama untuk mengembangkan keterampilan yang mematikan ini selama masa tugas mereka di Timor Lorosa'e dan berkat latihan bersama para penembak jitu SAS di Australia. Dengan begitu banyak tokoh militer yang terlibat dalam menghasut kekacauan di Maluku. membakar asrama yang . di mana sampai Mei 2000. lengkap dengan lencana Kopassusnya. Kehadiran para anggota Kopassus di Ambon itu sudah diketahui oleh para jurnalis sejak Januari 1999. Lasykar Jihad sendiri pada tanggal 21-22 juni 2000 tidak mungkin menghancurkan markas Brimob di Tantui. ia kehilangan anaknya. 17 Mei. yang telah didokumentasikan dengan baik oleh para jurnalis asing. Rusdi Hassanusi. Tokoh selanjutnya.merupakan monopoli Kristen sebagaimana ditunjukkan oleh rakyat Aceh. H. ketua MUI Maluku itu pergi ke Makassar untuk merekrut enampuluh orang anggota Muhammadiyah dan mengapalkan mereka ke Ambon untuk bergabung dengan milisi Muslim lokal (TPG. Para tentara Kopassus sering menyamarkan dengan menggunakan jubah Arab dan jenggot palsu sebagai ciri Lasykar Jihad. 1999). pada 5 Agustus 2000. Pada bulan Juli 1999. Keterlibatan Kopassus tidak begitu kentara sebagaimana tiga kesatuan lain. Pada dasarnya. Selain menulis buku untuk membenarkan perang antaragama di Maluku. Tanpa dukungan militer ini. 2000. yakni pasukan-pasukan Kostrad. Mereka memakai seragam loreng. kira-kira 70 orang perwira Kopassus dilihat oleh para jurnalis dan para relawan kemanusiaan meninggalkan Ambon dengan menumpang pesawat terbang militer Hercules. Memang tembakan kepala yang fatal tidak merupakan monopoli anggota Kopassus. Secara ironis. Ambon.

mantan menteri dalam kabinet Soeharto. dan ekonomi Indponesia. dan Fuad Bawazier itu. dan mencuri 832 pucuk senjata. tidak terlepas dari perbedaan pendapat mereka dengan Presiden Abdurrahman Wahid soal peranan Islam dalam kehidupan bernegara di Indonesia. Maksudnya. Tak ketinggalan. FPI dan Asosiasi Muslim Maluku yang dipimpin oleh Ongen Sangaji. yang membentuk jamaah salaf di kalangan mahasiswa di beberapa universitas negeri yang bergengsi. Fuad Bawazier. Jaringan Muslim -------------------Berbicara tentang Lasykar Jihad membawa kita pada jaringan Muslim militan. ketika ia mendirikan monarki Saudi pada tahun 1925. serta 22 organisasi Muslim militan.. Sikap itu dilanjutkannya setelah dipilih menjadi Presiden dengan dukungan Poros Tengah. para politisi Islam itu mengkampanyekan "demokrasi proposional" dalam sistem politik dan ekonomi Indonesia. tentara. Wahid pun menganjurkan rekonsiliasi dengan . Tujuannya adalah untuk mendirikan negara Islam.000 orang anggota Polri dan anggota keluarga mereka.000 Orang di Monumen Nasional Jakarta pada tanggal 7 Januari 2000. mantan menteri dalam kabinet Wahid. Golkar dan militer. Gerakan internasional ini bertujuan untuk kembali kepada Islam dari generasi awal yang didanai oleh para anggota dinasti Saud. termasuk KISDI. Muhammad bin Abdul-Wahab (1705-1787). 147-148. yang bekerjasama dengan jaringan militer yang diuraikan sebelumnya. dan lusinan seragam Brimob. untuk membedakan mereka dari gerakan bawah tanah yang pernah dihubungkan dengan operasi intelijen almarhum Jendral Ali Murtopo. berasal dari Aceh. yang mengikuti ajaran gerakan Wahhabi. yang mengorganisir tabligh akbar yang dihadiri antara 40.dihuni kira-kira 2. parlemen. Makanya ia menampik tawaran masuk ICMI dan sebaliknya ikut mendirikan Forum Demokrasi (Fordem) bersama sejumlah cendekiawan non-Muslim (Hefner 2000: 162). Gerakan itu dinamai dengan nama pendirinya. Tabligh akbar yang menghimbau agar orang Muslim berjihad ke Amdon dihadiri oleh Amien Rais. seperti ITB. menghancurkan dua gudang amunisi. Kebanyakan pemimpin massa yang direkrut untuk mengobarkan Jihad di Maluku berasal dari arus kaum militan Muslim baru. Dirintis melalui ICMI di bawah pimpinan BJ Habibie. 8. Keterlibatan dari tokoh-tokoh politisi Poros Tengah seperti Amien Rais. yang ajarannya diterapkan oleh Ibnu Saud. Hamzah Haz.dalam gerakan Tarbiyah. Seorang aktivis 'neo NII' adalah Al-Chaidar. 150. yang menurut mereka saat itu masih didominasi oleh golongan minoritas Kristen dan Tionghoa (Hefner 2000: 141-142. Di Indonesia. maka mereka harus mendominasi pemerintahan.Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah -. untuk mengirimkan enam ribu orang pemuda Muslim ke Kepulauan Maluku diharapkan dapat 'membebaskan saudara laki-laki dan perempuan Muslim mereka dari para penindas Kristen mereka'.000 butir peluru. PPMI.000 sampai 10. mereka berkembang pesat di luar dua organisasi Muslim yang paling besar -. ketua MPR. Hamzah Haz. Sikap itu justru bertolakbelakang dengan sikap politik Abdurrahman Wahid. karena umat Islam merupakan mayoritas penduduk Indonesia. 212). karena itu mereka juga dikenal sebagai gerakan 'neo-NII'.

Mantan dosen agama Islam ITB itu. membiarkan saja mereka berlayar dengan kapal Pelni. dari Surabaya ke Ambon. dukungan politis bagi Lasykar Jihad di dalam Angkatan Bersenjata tidak hanya berasal dari faksi Wiranto di TNI/AD. Ja'far Umar Thalib. orang . bukan di pelabuhan Angkatan Laut di Halong. Ini barangkali ada hubungannya dengan pernyataan komandan Lasykar Jihad. penyebaran Lasykar Jihad yang cepat di kedua provinsi kembar itu. Abdi Sumaiti alias Abu Rido. Kembali ke mereka yang bergerak di garis depan. Agenda Militer --------------Dilihat dari langgengnya pembunuhan antaragama di Kepulauan Maluku. yang kini Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Partai Keadilan. aparat keamanan membiarkan saja peti-peti kemas penuh senjata itu diturunkan di pelabuhan Yos Sudarso yang dikuasai komunitas Muslim di Waihoang. Gerakan militan Muslim ini juga menikmati dukungan diam-diam dari berbagai faksi di Polri dan Angkatan Laut. keberfihakan sejumlah besar anggota TNI dan Polri dengan fihak-fihak yang bertikai. Ia adalah imam gerakan Salafi di Indonesia yang berkiblat ke Arab Saudi. para anggota Lasykar Jihad juga dibiarkan mengapalkan senjata mereka dengan kapal lain. Meskipun Presiden Wahid memerintahkan seluruh jajaran TNI dan Polri untuk mencegah pasukan Lasykar Jihad meninggalkan Jawa. Berbagai 'penyimpangan' ini . Drs.di mata para politisi Poros Tengah. H. serta ketegaran para perwira dari faksi Wiranto. Abu Rido juga menentang sekte-sekte Islam lain yang dirasakannya tidak mengajarkan doktrin yang benar. awal 2000 yang lalu.kaum kiri di Indonesia dengan mengusulkan pencabutan Ketetapan MPR No. Sementara itu. Fatwa itu dikeluarkan khusus untuk berjihad di Maluku. KM Tanto Sakti. juga berasal dari gerakan Wahhabi. namun Kapolda Jawa Timur waktu itu. 25 Tahun 1966 yang melarang penyebaran faham Marxisme-Leninisme di Indonesia. Alumnus pesantren Persis di Bangil itu melanjutkan sekolah ke Maududi Institute di Lahore. merupakan salah satu corong Lasykar Jihad. Golkar dan militer mendorong munculnya aliansi untuk mendongkel Wahid dari kursi kepresidenannya dengan antara lain menggunakan kerusuhan Maluku sebagai tongkat pendongkel. di mana tidak seorang pun telah diajukan ke pengadilan atau bahkan diselidiki keterkaitannya dengan konflik berkepanjangan di Maluku. Keterlibatan Lasykar Jihad berperang melawan kaum Kristen di Maluku itu karena turunnya sebuah fatwa. melalui ideolog partai itu. yang mengklaim punya 'hotline' langsung ke Panglima TNI. Pakistan. Laksamana Widodo (Fealy 2001). pernah kuliah di Universitas Madinah. Mayjen Da'i Bahtiar. Ustadz Ja'far Umar Thalib. Di Maluku Utara yang dominan Muslim. Kenyataannya. KM Rinjani. yang mencapai Ambon setelah kedatangan pasukan itu. Di Ambon. di mana ia bergabung dengan gerakan Wahhabi. dari salah seorang Imam Salafi di Yaman yaitu Syaikh Muqbil Bin Had Al Wadi'. ada ikatan yang kuat antara Lasykar Jihad dan Partai Keadilan. dan dari sana bergabung dengan gerilyawan Taliban di Afghanistan (1987-1989). tidak di seluruh Indonesia. Majalah Sabili yang dimulainya ketika gerakan 'neo-NII'-nya masih di bawah tanah. patut digarisbawahi bahwa komandan Lasykar Jihad di Maluku. yang disembunyikan dalam kotak-kotak sabun dalam 200 buah peti kemas.

dengan lepasnya Timor Lorosa'e. Maka. penjelasan mengenai kerusuhan yang berkesinambungan di Kepulauan Maluku harus ditemukan dalam kepentingankepentingan militer yang lebih sistemik. tidak hanya dengan penghancuran dua kampus di mana para mahasiswanya berada di front depan dalam gerakan reformasi di Maluku. sebagian besar penduduk Kristen di Maluku dipandang kurang dapat dipercaya di mata militer untuk mempertahankan sisi Tenggara NKRI. penarikan diri aparatur negara Indonesia secara terpaksa dari Timor Lorosa'e telah meninggalkan satu lubang yang rawan dalam rantai pertahanan di wilayah Indonesia timur. Ini telah dicapai. di Indonesia pada umumnya. Agenda yang pertama dan paling langsung adalah membalas oposisi para mahasiswa terhadap dwifungsi ABRI dengan mengalihkan konflik vertikal menjadi konflik horisontal. Menurut doktrin pertahanan TNI yang dikenal dengan istilah Wawasan Nusantara. Maluku.tidak dapat lagi mempercayai retorika resmi di Indonesia bahwa yang terlibat hanyalah "oknum-oknum pembangkang" (rogue elements). Dari sudut militer perlu penyesuaian demografik strategik di Maluku berupa . yang terletak di sebelah utara Timor Lorosa'e. khususnya ancaman yang dirasakan oleh TNI dengan kehadiran ribuan pasukan PBB. agenda yang kedua adalah mempertahankan konsep Wawasan Nusantara. pulau-pulau berpenduduk berfungsi untuk membentengi laut pedalaman (territorial sea). Kedua. agenda yang ketiga adalah mempertahankan struktur teritorial TNI. dapatlah dikatakan bahwa ada lima agenda militer dalam melanggengkan konflik di Maluku. tetapi juga dengan menimbulkan perpecahan agama antara para mahasiswa Muslim dan Kristen di provinsi itu. dan dalam tingkat tertentu. di Timor Lorosa'e. di mata TNI rantai kepulauan untuk pertahanan negara di kawasan timur Indonesia telah diperlemah secara serius. Makanya. dalam hal ini Laut Banda. Selain dari putusnya rantai pertahanan geo-strategis akibat lepasnya setengah pulau Timor dari wilayah NKRI. agenda yang keempat adalah mempertahankan kepentingan bisnis militer. secara langsung berhadapan dengan ancaman potensial dari Selatan. Pertama-tama. yang didominasi oleh angkatan bersenjata Australia. Dengan menganalisis data dan mengkaji cara berfikir dan operasi militer. khususnya Angkatan Darat. karena diyakini bahwa mereka mungkin memiliki kecenderungan separatis yang sama sebagaimana rakyat Timor Lorosa'e yang mayoritas beragama Katolik. sedangkan agenda yang kelima yang tidak kalah pentingnya ketimbang semua agenda di atas adalah mencegah pemeriksaan dan peradilan para perwira tinggi dan purnawirawan ABRI yang dituduh terlibat kejahatan korupsi serta pelanggaran hakhak asasi manusia. pemicuan konflik horisontal di Maluku dan di tempat-tempat lain di Indonesia sengaja dilakukan oleh militer untuk membelokkan perhatian jauh dari tuntutan para mahasiswa untuk penghapusan dwifungsi ABRI.

di samping fungsinya sebagai kekuatan pertahanan. Jendral Benny Murdani. Angkatan Darat merencanakan untuk membangun kembali tujuh belas Kodam. Pentingnya struktur teritorial ini tidak dapat diremehkan. Untuk menemukan dasar pemikiran dalam menciptakan kembali komando-komando daerah militer yang terbengkalai perlu ditunjukkan bahwa pasukan-pasukan itu dibutuhkan untuk menghadapi keresahan di wilayah-wilayah itu. di samping unit-unit yang berdasarkan wilayah ada batalyon-batalyon dengan kemampuan tempur khusus. Agenda militer yang ketiga.pengiriman ribuan anggota Lasykar Jihad yang akhirnya diharapkan menetap di kepulauan itu dengan membawa keluarga mereka dari Jawa dan pulau-pulau lain. sehingga dengan demikian membenarkan penempatan pasukan yang lebih banyak di Maluku. mereka perlu ditempatkan secara permanen di sana. Untuk mengklarifikasi hal ini. di mana instruksi mengalir dari puncak (ibu kota nasional) ke dasar (kecamatan). Setiap Kodam terdiri dari empat sampai enam Korem yang dikepalai oleh seorang kolonel. dapat ditunjukkan dari keputusan Jendral Wiranto meningkatkan Korem Pattimura menjadi Kodam. Setiap Kodam memiliki sejumlah batalyon yang mewakili spesialisasi pelayanan yang berbeda-beda di dalam Angkatan Darat. Pertukaran penduduk Maluku itu diharapkan dapat mencegah Maluku dari mengikuti contoh Timor Lorosa'e untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di bawah Korem adalah Kodim yang dikepalai oleh letnan kolonel. Menurut rencana Wiranto. yakni mempertahankan struktur teritorial TNI. Berbicara tentang uang suap adalah berbicara tentang agenda keempat dalam melanggengkankekerasan di Maluku. semacam negara di dalam negara. Ada perwira aktif maupun purnawirawan yang merasa terancam oleh . kita perlu memahami struktur territorial Angkatan Darat. Akhirnya. karena inilah tulang punggungmiliter untuk melaksanakan fungsinya sebagai kekuatan politik. untuk membenarkan kehadiran para pemadam kebakaran itu. Di bawah Panglima Angkatan Bersenjata Jendral Wiranto. selain dari menghidupkan kembali Kodam Pattimura yang lama. Struktur teritorial ini sejajar dengan struktur pemerintah. telah dikurangi menjadi sepuluh. Batalyon-batalyon yang dikomandani oleh seorang mayor atau letnal kolonel itu merupakan tulang punggung struktur teritorial Angkatan Darat. setelah pasukan itu disebarkan. dengan komandannya adalah jendral berbintang dua. sementara uang suap untuk memudahkan promosi sebaliknya mengalir dari dasar ke puncak. yakni untuk mempertahankan kepentingan ekonomi militer. Lalu. yakni Kopassus dan Kostrad. yang oleh pendahulunya. di mana garis komando terentang dari Kepala Staf Angkatan Darat ke Panglima Kodam. yang dikenal dengan doktrin 'dwifungsi ABRI'. Kodam-Kodam lain yang pernah ada antara tahun 1958 dan 1985 juga akan dihidupkan kembali. Dengan kata lain. maka kebakaran harus ditimbulkan.

Wirahadikusumah serta merta digeser dari jabatannya sebagai Pangkostrad. Maluku sesungguhnya sarat dengan kepentingan bisnis militer. militer tidak tampak ingin mengurangi peran mereka. para serdadu memberikan 'jasa perlindungan' bagi pengusaha dan orang-orang yang harus melewati rute-rute berbahaya. yang berhasil dibeberkan oleh Letjen. pasukan yang tersebar di Maluku mulai menemukan caranya untuk mengeruk keuntungan bagi dirinya sendiri. 16 Juli. Sebaliknya. maka parlemen-parlemen daerah akan memiliki kekuasaan untuk membatalkan atau menolak untuk memperbaharui kontrak yang menguntungkan perusahaan yang didukung militer di bidang perikanan. Dan di kedua provinsi. Jika rencana otonomi daerah dan pembangian pendapatan daerah mulai diwujudkan tahun ini. ketika mereka tidak diberi kunci tempat penyimpanan uang kontan. atau interogasi terhadap mantan Jendral Wiranto mengenai perannya dalam kekerasan pasca referendum di Timor Lorosa'e sedang dijalankan. Memang. Celakanya. Maluku bukan satu-satunya wilayah yang sarat kepentingan bisnis militer. yang memasok kayu glondongan dari konsesi mereka seluas 74. ketika kekerasan di sana sudah memperoleh momentumnya sendiri. Di Ambon. agenda militer yang kelima didasarkan pada observasi bahwa pertempuran di Maluku sering berkobar kembali manakala interogasi terhadap mantan Presiden Soeharto mengenai korupsinya. serdadu Brawijaya mencuri kelapa dari para petani Muslim. Setelah membeberkan skandal itu. Skandal korupsi Rp 189 milyar rupiah di Yayasan Dharma Putera Kostrad. hanyalah merupakan puncak gunung es. sekitar 75 persen dari pengeluaran militer diperoleh dari bisnis Militer dan cara-cara lain. PT Green Delta. 2000. adalah sebuah Perusahaan yang dimiliki oleh Angkatan Udara. Anggota Batalyon 321 Kostrad dilaporkan menyerang tiga bank di Ambon pada hari Minggu. Akhirnya. dan menganiaya satpam bank-bank itu. Celakannya bagi rakyat kecil di Maluku. Brigjen I Made Yasa secara terbuka menyatakan bahwa TNI . tetapi juga pada Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Kegiatan penghimpunan dana ini biasanya tidak Tunduk pada penelitian publik yang cermat: para komandan militer memiliki Akses terhadap sejumlah besar uang yang dapat digunakan untuk membiayai manuver-manuver politik di masa depan. Soalnya. Mereka juga menjadi penembak bayaran bagi siapa yang memberikan upah paling tinggi. Kerusuhan-kerusuhan di daerah akan menunda kerugian-kerugian semacam itu. kehutanan dan pertambangan. Kepentingan ekonomi ini juga tidak terbatas pada Angkatan Darat.prospek desentralisasi. Agus Wirahadikusumah. karena ini merupakan fenomena yang berlingkup nasional.000 hektar di pulau Morotai untuk penggergajian perusahaan Barito Pasific di pulau lain di Maluku Utara. militer menjadi sumber utama mengenai persenjataan dan amunisi bagi kedua belah pihak yang berperang. Di Maluku Utara. yang sebagian besar diperoleh dari konglomerat yang beroperasi di Maluku. Pangdam Pattimura. misalnya melalui desa-desa yang sedang berperang atau dari dan ke pelabuhan udara dan pelabuhan laut. dan memaksa para pekerja Kristen untuk mrmproduksi kopra yang akan diekspor oleh para serdadu ke Manado.

sebelum dan sesudah referendum yang diawasi PBB di Timor Lorosa'e. Tekanan politik ini harus dibarengi dengan tekanan terhadap sumber-sumber keuangan militer Indonesia. yang sedang terancam oleh gerakan reformasi serta desentralisasi politik ke daerah-daerah. dan sedang mencoba untuk memanfaatkan aliansi ini demi keuntungan mereka. termasuk Komisi HAM di Jenewa dan Dewan Keamanan di New York. kartu terakhir masih berada di tangan militer. dengan menggunakan preman Ambon untuk memicu kekerasan komunal. Dengan mempertimbangkan bahwa rezim di Jakarta telah dibajak oleh kekuatan yang menolak mengakhiri kekerasan di Kepulauan Maluku. yang pada akhirnya bermaksud mengkonsolidasikan kekuasaan politik dan ekonomi mereka. Situasi ini paralel dengan perang antara pejuang pro-kemerdekaan dan milisi proIndonesia yang didukung oleh TNI dan Polri. yang secara terbuka didukung pula oleh militer aktif. Kesimpulan & Saran-saran ------------------------Kekerasan antaragama yang berkesinambungan di Kepulauan Maluku dimatangkan dan dipertahankan oleh jaringan militer yang didukung oleh sebagian politisi Poros Tengah. Namun sesungguhnya. dan kemudian menyebarkan ribuan militan Muslim setelah pertempuran internal di Maluku agak mereda. Kerusuhan sosial di Maluku memenuhi beberapa tujuan strategis dari ABRI. untuk mengurangi kemampuan ABRI mengadudomba rakyat sipil di wilayah-wilayah yang jauh dari Jakarta. di Aeh mereka berkolaborasi dengan mantan gerilyawan Aceh. tampaknya tidak ada pilihan lain selain menggunakan tekanan internasional terhadap Pemerintah Indonesia -khususnya terhadap ABRI dan para pendukung mereka di DPR -. untuk mengakhiri penderitaan rakyat di provinsi kembar Maluku dan Maluku Utara. . Jaringan militer dan kaum militan Muslim yang jalin-menjalin ini mengeksploitasi etno-religius yang membara di Maluku. melainkan diperpanjang lima tahun lagi. dengan menggunakan keresahan di Maluku untuk memperlemah kemampuan pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri.sedang mempertimbangkan untuk membentuk Kodim-Kodim baru untuk dua kabupaten baru di Buru dan Maluku Tenggara Barat. Dalam fase konflik ini.oleh PBB dan semua badan terkait. sebagaimana dibuktikan dalam Sidang Tahunan MPR di mana jangka waktu fraksi TNI/Polri bukannya diperpendek. sifat kekerasan beralih dari konflik antardesa menjadi perang terbuka. Sementara di Timor Lorosa'e ABRI memilih untuk mendukung kekuatan paramiliter Timor Lorosa'e yang beragama Katolik. sedang di Maluku militer memilih untuk bekerjasama dengan kaum militan Muslim yang didatangkan dari Jawa dan kepulauan lain. di mana desa-desa Kristen harus mempertahankan diri dari serangan ribuan anggota Lasykar Jihad. dari Acheh sampai ke Maluku dan Papua Barat. Mungkin sekali bahwa Lasykar Jihad dan para politisi pendukung mereka di DPR menyadari sifat 'sementara' dari aliansi taktis mereka dengan tentara.

20-21.(2001a). Aditjondro posted by Analis Kebudayaan at 1:11 AM Kamis. Ketika semerbak cengkeh tergusur oleh asap mesiu. Januari-Maret. Siagian. * Sumber dari artikel oleh George J. April. air mata dan anyir darah di Maluku. Violence in Indonesia.Kepustakaan ------------Aditjondro. Princeton: Princeton University Press. Nisid (2000). Robert W. George J. Jakarta: Team Advokasi Penyelesaian Kasus (TAPAK) Ambon. Hefner. 78-108. (2001a). (1989). Jakarta: Grasindo. 24 Januari. hal. "The Lampung affair: A personal perspective. 100-129. Pius Lustrilanang menolak bungkam: Kesaksian korban penculikan rezim Orde Baru. hal." Inside Indonesia. tears and blood in Maluku]. "Guns. W.F. Sihol (1999). Hamburg: Abera. Dalam Zairin Salampessy & Thamrin Hussein (eds). 28-29. Hajari. pamphlets and handie-talkies: how the military exploited local ethno-religious tensions in Maluku to preserve their political and economic interests. 22/04/2010 12:02:28 WIB Kerusuhan lumpuhkan Drydock World Batam Oleh: Yoseph Pencawan ." Inside Indonesia. (2000). "Inside the Laskar Jihad. F. Greg (2001). Trauma Lampung berdarah: Di balik manuver Hendro Priyono." [Behind the smoke. "Di balik asap mesiu. ---------. hal. 36-37. Fealy." Time. Wertheim. air mata dan anyir darah." Dalam Ingrid Wessel & Georgia Winhoefer (eds). Awwas. hal. "A wasteland called peace. Irfan S. pp. Yogyakarta: Wihdah Press. Civil Islam: Muslims and democratization in Indonesia. (2000).

72% atau 140. Tingkat partisipasi pemilih putaran I sebanyak 35. baik yang berada di areal workshop maupun yang terperangkap dalam gedung yang terbakar. Sementara itu. Penghinaan ini memancing kemarahan karyawan yang lain sehingga pekerja asing itu dipukuli hingga memasuki ruang kantor Drydock Graha. (er) ari Sabtu (19/6) ini. Kedua pasangan calon didukung partai politik terbesar di Kota Medan. karyawan semakin beringas dan menghancurkan 33 unit mobil yang diduga milik pekerja asing dan enam di antaranya dibakar. Total investasi yang ditanamkan perusahaan ini mencapai US$500 juta dengan jumlah karyawan sekitar 2.com yang memantau langsung di lokasi kejadian. Karyawan lokal terus melakukan penyisiran dan penganiayaan terhadap pekerja asing asal India. Kekesalan karyawan semakin memuncak dan tidak terkendali yang berujung dengan pembakaran tiga gedung administrasi milik perusahaan. Sedangkan pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti meraih 20. Di putaran I.15 tadi pagi bermula dari seorang pekerja asal India yang diduga menghina satu pekerja lokal ketika sedang mengerjakan perbaikan sebuah kapal.155 orang yang terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT). seluruh karyawan masih bertahan di luar pagar perusahaan. warga Kota Medan kembali memilih pemimpinnya. Kerusuhan yang terjadi sejak pukul 08.BATAM (Bisnis. Tidak cukup membakar gedung. . Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin yang diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar.676 suara. PT Drydock merupakan anak perusahaan Drydock World Dubai yang bergerak di bidang perbaikan dan pembuatan kapal.69% atau hanya 699. Hanya tinggal 2 pasangan calon yang melaju ke putaran II pemilihan walikota dan wakil walikota Medan.961. baik yang berada di lokasi workshop maupun di gedung kantor. pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memperoleh 22.com): Aktivitas PT Drydock World Batam lumpuh setelah ratusan pekerja membakar dan menghancurkan hampir 50% fasilitas yang ada di lokasi perusahaan tersebut.000 orang. Saat ini polisi sedang mengevakuasi seluruh pekerja asal India.671 suara. dan pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Damai Sejahtera (PDS).” ujar seorang karyawan kepada Bisnis. polisi dibantu TNI langsung turun membuat pagar kawat berduri untuk mengantisipasi keadaan.991 orang dari 1.20% atau 150. bahkan dua di antaranya hancur dan dibakar. “Aktivitas perusahaan langsung lumpuh total. Perusahaan ini berlokasi di kawasan industri shipyard Tanjung Uncang dan beroperasi sejak 2008. Kedua pasangan calon tersebut yakni.

Namun. “Kalaupun bertambah atau berkurang paling hanya 5% dari tingkat partisipasi di putaran I lalu. tidak berpengaruh terhadap minat warga untuk memilih. Sekalipun ada kesepakatan calon yang gagal memberi dukungannya baik ke Rahudman-Eldin. ke TPS aja saya harus keluar uang Rp20 ribu. banyak warga yang belum menerima undangan memilih atau formulir C6. Jumat kemarin. “Kesepakatan itu kan hanya terjadi di tingkat elit saja. tidak sampai ke bawah. Jadi. Medan Perjuangan. puluhan orang yang menamakan diri Forum Masyarakat Menggugat (Forasgat). Karena walaupun dapat menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai alat bukti untuk mencoblos. Sahala Saragih. menurut pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara. Namun. lurah dan kepling agar berlaku netral kepada kedua pasangan calon. lanjutnya. hal itu tidak berpengaruh signifikan terhadap partisipasi pemilih. warga Medan yang menggunakan hak pilihnya tidak jauh berbeda dari putaran I lalu. warga Padang Bulan yang memilih di kawasan Tanjung Sari. Dan yang ketiga adalah faktor kejenuhan warga terhadap pilkada apalagi calon yang tersisa tidak ada sesuai dengan hati nuraninya. Ada juga warga yang enggan memilih karena tidak menerima undangan memilih. Dadang mengatakan. Medan Area dan Medan Timur.” jelas Dadang.” kata Dadang.” tutur ibu Sembiring. Alasan kedua. seorang pendemo. malaslah milih lagi. Dadang Darmawan. terbuka dan tidak berpihak kepada pasangan calon tertentu. Golput Tetap Tinggi DPT putaran II tidak mengalami perubahan dari putaran I lalu. Medan Johor. Medan Tembung. yakni 1. mengungkapkan pihaknya menemukan sedikitnya puluhan warga yang berdomisili di Kecamatan Medan Helvetia. berunjuk rasa di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan.Sama seperti putaran I lalu. adil. “Ah. tetap saja harus repot mencari TPS tempat dia terdaftar sebagai pemilih. Para pendemo juga mendesak KPU Medan melaksanakan semua tahapan pilkada dengan jujur. maupun Sofyan Tan-Nelly. Mereka juga menuntut KPU Medan mendesak aparat Pemko Medan seperti camat. Selain itu. Pertama. dan dugaan keberpihakan aparatur Pemko Medan terhadap pasangan calon tertentu. Medan Timur. pemungutan suara putaran II juga masih menyisakan sejumlah masalah. Mereka memprotes masih banyaknya warga yang belum menerima undangan memilih hingga sehari menjelang hari pemungutan suara. ada juga warga yang masih berharap pilkada menghasilkan walikota yang . ada tiga alasan warga masih enggan menggunakan hak pilihnya di putaran I. di antaranya banyaknya pemilih bermasalah masih terdaftar di DPT.961. yang belum menerima formulir C6. hingga sehari menjelang pemungutan suara.155 orang. Medan Selayang. adalah sosialisasi putaran II yang tidak menarik dan cenderung monoton sehingga tak mampu menggerakkan warga untuk menggunakan hak pilihnya. Lagipula nggak ada calon yang saya suka. Untuk persoalan C6. turunnya minat memilih para simpatisan dan pendukung dari 8 pasangan calon yang kalah di putaran I.

Mula Tinambunan. jadi kalau warga memilih tidak menggunakan hak pilihnya. Padahal seharusnya sebagai aparat pemerintahan kedua lurah . Ketua KPU Medan Evi Novida Ginting menyatakan pihaknya telah siap melaksanakan pilkada putaran II hari ini. seluruh kebutuhan logistik di TPS saat ini sudah tiba di 151 kelurahan di Medan. “Memilih itu kan hak. Syamsul mengatakan hal di luar kekuasaan pemerintah maupun KPU sebagai penyelenggara. Pada kesempatan itu. pilkada adalah terkait dengan warga. penghitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) akan rampung pada hari Minggu atau selambat-lambatnya hari Senin siang. Menurut seorang warga yang tinggal di Jalan Pintu Air IV Gang Guru Patimpus Kelurahan Kwala Bekala. Menurut dia. dan empat komisioner KPU Medan lainnya. KPU Medan Rekomendasikan Pemecatan 2 Lurah Komisi Pemilihan Umum Medan merekomendasikan pemecatan 2 lurah yang dinilai telah mengintervensi penyelenggaran pemilihan kepala daerah Kota Medan putaran II ke Pemerintah Kota Medan. ya sah-sah saja. kata dia. Rombongan Syamsul tersebut diterima Ketua KPU Medan Evi Novida Ginting. Tindakan kedua lurah itu dinilai telah mencampuri urusan penyelenggaraan pilkada dan terindikasi memihak pasangan calon tertentu. tepatnya hari Senin (21/6) pukul 15. Lurah Perintis dan lurah Gang Buntu Kecamatan Medan Timur dianggap sudah melampaui kewenangannya yang meminta pergantian anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di wilayahnya. yang berketetapan hati memilih salah satu pasangan calon. supaya masih ada waktu bagi PPK untuk merampungkan penghitungan sampai Senin siang. dan sejumlah pejabat Pemko dan Pempropsu. Persiapan Pilkada Pejabat sementara (Pjs) Walikota Medan Syamsul Arifin. Jumat sore meninjau persiapan pelaksanaan pilkada putaran II ke Kantor KPU Medan. Menurut Ketua KPU Medan. Kabag Humas Pemko Medan Hanas Hasibuan. didampingi Sekda Medan Fitriyus.897 TPS sudah dikerjakan dan diharapkan seluruhnya rampung pada Jumat malam.” kata Evi.dapat membawa perubahan sehingga dia merasa harus menggunakan hak pilihnya. Begitu juga dengan pendirian 3. Menjawab pertanyaan Syamsul ini. Kecamatan Medan Johor.” ujar Syamsul.” tandas Mula. “Kami harapkan ada peningkatan partisipasi pemilih di putaran II ini. di Hotel Grand Angkasa. “Makanya kita lakukan jam 3 sore. KPU Medan akan mengumumkan perolehan suara kedua pasangan calon sekaligus mengumumkan walikota dan wakil walikota Medan terpilih dalam rapat pleno terbuka. Sebab. “Harus aku milih. Syamsul bertanya seputar persiapan pelaksanaan pilkada dan DPT. KPU Medan berharap semua warga yang memiliki hak pilih untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya. Rekapitulasi Dua hari pascapemungutan suara.” kata Evi.00 WIB. Semuanya sudah kami lakukan seperti menyurati perusahaanperusahaan agar memberi kesempatan karyawannya untuk memilih. Ditanya rendahnya partisipasi pemilih di putaran I.

” kata Syamsul Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan sudah siap-siap menggelar pilkada putaran ke-II yang rencananya pada 16 Juni mendatang. Anggota KPU Medan Pandapotan Tamba. dan anggota PPS Kelurahan gang Buntu. TPS 51 Mangga Medan Tuntungan. Pjs Walikota Medan Syamsul Arifin mengatakan. ke KPU Medan saat digelarnya rapat evaluasi di Hotel Garuda Plaza Medan. dan TPS 53 Kelurahan Besar Medan Labuhan. misalnya membawa kasus ini ke Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kota Medan. jika terbukti. mutlak wewenang PPS. mengatakan. Rabu (16/6) lalu. termasuk KPPS. Namun. Untuk itu. Stefani Tendi. PPK dan PPS menilai alasan itu yang tidak masuk akal. Dalam surat itu KPU Medan diminta mengganti KPPS di Kelurahan Perintis karena tidak aktif bekerja. tindakan kedua lurah tersebut yang berupaya mengganti KPPS merupakan bentuk intervensi yang harus ditanggapi serius.” kata anggota KPU Medan Pandapotan Tamba. Yang berhak mengganti KPPS. Badiah Pangaribuan. karena tindakan yang mereka lakukan merupakan intervensi terhadap penyelenggara Pilkada. . Candra Sirait. penggantian KPPS di putaran I hanya dilakukan terhadap KPPS yang menjadi saksi bagi pasangan Arif Nasution-Supratikno di Mahkamah Konstitusi (MK). Dia menegaskan. Jumat (18/6).” kata Pandapotan. yang rata-rata dari etnis Tionghoa.” kata Pandapotan. Jahari. Terungkapnya tindakan kedua lurah tersebut. pihaknya akan menyurati Walikota Medan agar mengambil tindakan tegas terhadap kedua luran itu. Kedua anggota PPS ini mengaku diancam lurah masing-masing akan dipecat jika tidak mengganti KPPS. “Kalau memang ada kan ada aturan untuk menindaknya. berawal dari laporan yang disampaikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kelurahan Perintis. TPS 38 Sunggal. maka pihaknya akan menindak mereka sesuai aturan yang berlaku. Mereka pun menyerahkan surat dari Lurah Perintis bernomor 270/320 tertanggal 11 Juni 2010 yang ditandatangani Rushendra.tersebut berlaku netral. lurah atau aparat pemerintah lainnya tidak berwenang mengganti aparat penyelenggara pemilu atau pilkada. kami tegaskan tidak ada pergantian. Menurut PPK dan PPS. TPS 51 Tanjung Mulia Medan Deli. “Hanya KPPS ini yang di ganti. “Kami minta kedua lurah ini segera dipecat. di Kantor KPU Medan Jalan Kejaksaan. tapi sampai sekarang saya belum terima laporannya makan jangan berandai-andai. kata dia. Arifin Daulay. Sedangkan KPPS di TPS lainnya. alasan penggantian KPPS itu karena beberapa di antaranya etnis Tionghoa. Pandapotan mengatakan. yakni KPPS TPS 7 Sidorejo III Medan Amplas. Teknik Ginting. Mariani. “Pemungutan suara Pilkada Medan putaran II dilaksanakan pada 16 Juni 2010. pihaknya belum menerima laporan kedua lurah tersebut yang bertindak di luar kewenangannya.

putaran kedua diwarnai kecurangan.000. KPPS Rp 12.500.com/rp-169-m-untuk-pilkada-putaran-kedua/#ixzz0rO0MjJoO Copyright: www. Untuk putaran kedua itu.082. Medan. keduanya warga Jalan Damai. Sementara formulir yang dicoblos Faisal Sutono Sirait sudah terlanjur dimasukkan ke dalam kotak suara. kampanye Rp 4.372. Jadwal tahapan putaran II dimulai dengan pengadaan logistik 23 Mei sampai 8 Juni 2010. Sabtu (19/6).000.000.250.648. dan Rudianto Sirait.14. pendistribusian 9 Juni sampai 15 Juni 2010.586.mengatakan awal terungkap saat kecurigaan petugas panitia pengawas Pemilukada di TPS 23. Kapolsekta Patumbak AKP Wahyudin.133.. digelar Sabtu (19/6) pagi. (samosir) MEDAN. Dua remaja yang belum masuk daftar pemilih tetap (DPT) diamankan polisi karena kedapatan ikut memilih di tempat pemungutan suara (TPS) 23. dirinci seperti berikut: logistik Rp 2. PPK Rp 152.medantalk. Perhitungan suara Rp 38. Karena ada kecurigaan.148. untuk memilih calon pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti. dia langsung kami amankan. Atas temuan pelanggaran itu.000. Belakangan diketahui usia calon pemilih itu belum memenuhi kriteria DPT.083 dengan rincian. kedua remaja yang belum memiliki hak suara itu mengaku nekat ikut mencoblos karena dijanjikan uang Rp 10 ribu. sosialisasi Rp 134.Tim sukses Sofyan Tan-Nelly Armayanti menduga adanya kecurangan secara sistemik pada putaran kedua pemilihan wali kota dan wakil wali kota Medan.000.125 untuk putaran I dan Rp 16. PPS Rp 7. Timbangdeli.550.328.net . “Anehnya pelaku sendiri tak tau saat ditanya TPS berapa pada putaran pertama lalu. dan pengamanan Rp 2. Kecamatan Medan Amplas.514.099.821. Pilkada Medan Tahun 2010 memiliki anggaran sebesar Rp 55.596. Gang Idaman.957 untuk putaran II. atas formulir pemilihan (C6) yang dimiliki Rudianto. Source: Rp 16. masih diperiksa secara intensif di Polsekta Patumbak. Ironisnya. Timbang Deli.” kata Wahyudin.540.Ia menjelaskan. Dari keduanya diamankan selembar surat formulir pemilihan yang sudah dicoblos oleh Rudianto. DETIKPOS.000.com AMEDAN (Pos Kota) – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Medan.MedanTalk.068. tapi setelah diamati lebih mirip angka 22. Sepintas formulir itu tertulis TPS 23.9 M untuk Pilkada Putaran Kedua | Berita Cerita Kota Medan http://www. Masa kampanye 10 Juni sampai 12 Juni 2010 dan masa tenang 13 Juni sampai 15 Juni 2010 (3 hari). kubu . Faisal Sutono Sirait . 16.129. Hingga saat ini kedua remaja itu.200.939. Rp 38.

Karena kalau katanya-katanya berarti cakapcakap saja. Budiman juga menyoalkan banyaknya surat suara Sofyan Tan dinyatakan rusak. Sabtu malam. bila bukti kecurangan dilakukan KPPS. Atas temuan pelanggaran itu.671 suara.” kata Budiman kepada Tempo. TPS 23.” tegasnya. Sofyan Tan-Nelly Armayanti. Ditegaskannya. DETIKPOS. bersaing ketat dengan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin yang disokong Partai Demokrat dan Partai Golkar. Jalan Sultan Agung. hingga pukul 20. Itu kami temukan di Tangguk Bongkar 11.00 WIB. “Rapat pleno Senin depan pukul 15. digelar Sabtu (19/6) pagi. “Adanya 50 surat suara yang telah dicoblos dimasukkan ke dalam kotak suara.” sebutnya.Sofyan Tan akan melakukan gugatan pelaksanaan Pilkada putaran kedua.” ujar Evi. sebut dia. Pelanggaran lain. “Kalau punya data dan bukti silakan laporkan ke Panwas Medan.detikpos. Budiman Nadapdap. .html#ixzz0rO1oRFTo MEDAN. bersaing ketat dengan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin yang disokong Partai Demokrat dan Partai Golkar. “Apakah ini dirusak atau dinyatakan rusak. dan pengetatan di PPK. “KPU Medan sudah berkali-kali menegaskan KPU netral dan tidak berpihak. Sementara pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti memperoleh 261.502 suara.” ujar Budiman. Sementara hasil perolehan suara dari 21 kecamatan di Kota Medan yang masuk ke Media Center Panwas Kota Medan. Evi Novida Ginting. [ti/ris] Read more: http://www. menyatakan. Dan. tindakan sesuai proses hukum akan dilakukan. didukung PDIP dan partai lainnya. kecurangan masif melibatkan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).net – Tim sukses Sofyan Tan-Nelly Armayanti menduga adanya kecurangan secara sistemik pada putaran kedua pemilihan wali kota dan wakil wali kota Medan. menunjukkan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memperoleh 502. didukung PDIP dan partai lainnya. Sofyan Tan-Nelly Armayanti.” Ketua KPU Medan. kubu Sofyan Tan akan melakukan gugatan pelaksanaan Pilkada putaran kedua. “Ini kan.00 Wib. adanya saksi Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memakai atribut di area TPS. mempersilakan pihak Sofyan Tan-Nelly Armayanti melaporkan kecurangan yang ditemukan.” jelas Evi.net/2010/06/pilkada-medan-tim-sukses-sofyantan. KPU Medan menjadwalkan pemenang putaran kedua Pilkada Medan akan diumumkan pada Senin (21/6). tidak boleh. “Kami meminta dilakukan penghitungan ulang di TPS. Ketua Tim Pemenangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti. kami lagi menyusun langkah selanjutnya.

tidak boleh.671 suara.” Ketua KPU Medan.” kata Budiman kepada Tempo. Budiman Nadapdap. [ti/ris] Blog Berita Hari Ini Indonesia Terkini Soyan/Nelly Targetkan 450 Ribu suara Putaran Kedua Medan.00 WIB. “Adanya 50 surat suara yang telah dicoblos dimasukkan ke dalam kotak suara. dan pengetatan di PPK. Dan.Ketua Tim Pemenangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti. menyatakan. menunjukkan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memperoleh 502. Itu kami temukan di Tangguk Bongkar 11. Pelanggaran lain. Sementara pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti memperoleh 261. kami lagi menyusun langkah selanjutnya. hadir pada kesempatan itu Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Panda Nababan. Budiman Nadapdap pada silaturahim PDI Perjuangan dengan tokoh masyarakat di Medan. hingga pukul 20. tindakan sesuai proses hukum akan dilakukan.” ujar Evi. “Kalau punya data dan bukti silakan laporkan ke Panwas Medan.502 suara. mempersilakan pihak Sofyan Tan-Nelly Armayanti melaporkan kecurangan yang ditemukan. “KPU Medan sudah berkali-kali menegaskan KPU netral dan tidak berpihak. “Kami meminta dilakukan penghitungan ulang di TPS. Evi Novida Ginting.” jelas Evi. adanya saksi Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memakai atribut di area TPS. “Target kita meraih 450 ribu suara plus satu. Sementara hasil perolehan suara dari 21 kecamatan di Kota Medan yang masuk ke Media Center Panwas Kota Medan. TPS 23.” ujar Budiman. Rabu.” kata Ketua Tim Pemenangan Sofyan Tan/Nelly Armayanti. Sabtu malam. KPU Medan menjadwalkan pemenang putaran kedua Pilkada Medan akan diumumkan pada Senin (21/6). Ditegaskannya. Selain Sofyan/Nelly. 9/6 (ANTARA) – Pasangan Sofyan Tan/Nelly Armayanti ditargetkan meraih dukungan minimal dari 450 ribu suara pemilih pada pilkada Kota Medan putaran kedua yang akan berlangsung 19 Juni 2010. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan Hendry Jhon . kecurangan masif melibatkan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).00 Wib. “Rapat pleno Senin depan pukul 15. Jalan Sultan Agung.” tegasnya. Budiman juga menyoalkan banyaknya surat suara Sofyan Tan dinyatakan rusak. “Ini kan. Karena kalau katanya-katanya berarti cakapcakap saja. “Apakah ini dirusak atau dinyatakan rusak. bila bukti kecurangan dilakukan KPPS. sebut dia.” sebutnya.

69 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 1. Nadapdap memperkirakan.” katanya. Sofyan Tan/Nelly Armayanti optimistis memenangkan pilkada putaran kedua yang akan berlangsung 19 Juni 2010.991 pemilih yang datang ke TPS atau dengan tingkat partipsiasi sekitar 35. “Menjaga suara ini harus dilakukan dengan serius. ***1*** (T. Karena itu kita harus benar-benar waspada. “Sejumlah calon yang kalah pada pertarungan putaran pertama bahkan sudah menyatakan dukungannya bagi pasangan Sofyan/Nelly. Kalau sudah begini ‘kiamat’ kita.671 suara (22. termasuk calon wali kota Maulana Pohan beserta jaringannya dan jajaran partai pendukung calon wali kota Ajib Shah. maka jumlah pemilih pada putaran kedua diperkirakan mencapai 900 ribu orang.676 suara (20. Rahudman/Eldin yang diusung koalisi Partai Demokrat dan Partai Golkar memperoleh 150.R014/B/S015/S015) Medan.72 persen). sementara Sofyan/Nelly yang didukung PDI Perjuangan dan PDS meraih 140. tambah Budiman Nadapdap.20 persen). Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut HM Affan.155 orang. 25/5 (Antara/FINROLL News) . “Karena itu. Apalagi. . tetapi kita akhirnya kalah karena suara tidak dijaga.961. Bisa saja memang banyak yang memilih pasangan Sofyan/Nelly.Pasangan calon wali kota/wakil wali kota Medan. jumlah pemilih yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada pilkada putaran kedua meningkat dibanding putaran pertama.” tegasnya. Ia mengingatkan para relawan pendukung Sofyan/Nelly mengawal pelaksanaan pilkada dan menjaga suara mulai dari TPS-TPS sampai ke KPU Kota Medan. Ia mengaku optimistis target tersebut akan dapat dicapai menyusul semakin besarnya dukungan yang mengalir untuk pasangan Sofyan/Nelly. target kita meraih minimal 450 ribu suara plus satu sekaligus memenangkan pertarungan menuju kursi Wali Kota dan Wali Kota Medan periode 2010-2015.Hutagalung. pihaknya telah mendapat informasi terkait adanya skenario kecurangan di setiap lini penyelenggara pilkada putaran kedua. Jika pada putaran pertama hanya 699.” ujarnya. Mereka menyisihkan delapan pasangan lain sekaligus maju ke putaran kedua.” katanya. tim supervisi Brilian Moktar serta sejumlah pengurus dan fungsionaris PDI Perjuangan lainnya. “Ada iming-iming tambahan insentif bagi penyelenggara pilkada yang mampu menambah perolehan suara pasangan tertentu. KPU Kota Medan menetapkan pasangan Rahudman Harahap/Dzulmi Eldin dan Sofyan Tan/Nelly Armayanti sebagai dua pasangan peraih suara terbanyak pada pilkada putara pertama yang berlangsung 12 Mei 2010.

Selasa. Sehubungan dengan itu. Aparat pemerintahan diminta melayani masyarakat pemilih tanpa keberpihakan. termasuk yang dilakukan aparat pemerintahan. "Jika pilkada berjalan jujur-adil dan semua pihak bisa bersikap netral. "Ada indikasi mereka tidak netral dengan melakukan sejumlah pertemuan koordinasi dengan pas