TEMPO Interaktif, Ponorogo: Panitia Pengawas Pemilu Ponorogo tengah menyelidiki dugaan praktik politik uang yang dilakukan

tim sukses Edhie Baskoro Yudhoyono. Sejumlah warga mengaku menerima uang sebesar Rp 10 ribu agar memilih anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu. Menurut Edi Waluyo, anggota panitia pengawas, aksi bagi-bagi uang itu dipergoki di Kecamatan Jambon, pada Jumat (3/4). Salah seorang anggota tim sukses Edhie Baskoro yang diketahui bernama Samuji, warga Desa Blembem, Kecamatan Jambon, Ponorogo kepergok menebar uang kertas Rp 10.000 kepada warga . Kepada penerima, dia meminta untuk memberikan suaranya kepada anak Presiden Yudhoyono ini. “Dia tidak bisa mengelak lagi karena pemberian uang itu disertai gambar caleg yang bersangkutan,” kata Edi Wiyono kepada Tempo, Sabtu (4/4). Atas temuan itu, Panitia Pengawas Pemilu Ponorogo mengumpulkan bukti pendukungan dan memeriksa beberapa saksi. Di antaranya adalah Samuji, perangkat Desa Blembem, serta warga yang menerima uang. “Kami akan memplenokan kasus ini bersama anggota lainnya untuk menentukan sanksi yang dijatuhkan,” kata Edi. Sementara itu anggota Tim Carta Politika--tim sukses calon legislatif Edhie Baskoro-Lutfie Triadi mengatakan tuduhan yang dilontarkan kepada calon legislator Partai Demokrat Daerah Pemilihan Jawa Timur VII ini yang juga putra bungsu Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono membagi-bagi uang menjelang hari tenang merupakan black campaign atau kampanye hitam. "Tidak cukup alasan Mas Ibas melakukan itu, dia kan kondisinya leading," kata Lutfie saat dihubungi, Selasa (7/4).

17 Potensi Kecurangan Pemilu 2009 Kecurangan dalam Pemilu adalah segala upaya atau cara untuk mengambil, mendapatkan suara pemilih dengan cara yang ilegaldan bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku dengan sengaja. Yang mana suara tersebut dijadikan untuk pemenangan dirinya atau kelompok dan parpol tertentu. Kenapa orang berbuat curang, di dalam Pemilu 2009; Pertama, karena ingin mendapatkan kehormatan (post power syndrom) di tengah-tengah masyarakat. Di mana ketika terpilih menjadi wakil rakyat, sosok ia langsung melejit, dikenal luas dan dihormati oleh keluarga, kolega dan masyarakat luas. Untuk mendapatkan rasa terhormat itu maka berbagai cara pun dilakukan, termasuk dengan menghalalkan cara-cara yang curang.

Kedua, karena selama mengikuti proses pemilu telah mengeluarkan dana yang sangat besar. Mulai pendaftaran, tes kesehatan dan berbagai tahapan lain, berikut kampanye tertutup dan kampanye terbuka telah mengeluarkan dana yang sangat besar. Karena telah mengeluarkan dana besar, muncul kekhawatiran tidak akan terpilih. Bila kemungkinan buruk itu terjadi sementara, utang telah menumpuk dan banyak harta benda telah habis terjual, maka alternatif yang menjadi pilihan adalah dengan melakukan kecurangan dalam tahapan pemilu. Bila terpilih, tentu utang dan segala harta benda yang digadai dan dijual dapat diganti dan utang dibayarkan kembali. Ketiga, niat melakukan kecurangan didorong oleh keinginan besar untuk berkuasa. Apalagi selama ini telah pernah menjabat posisi tertentu, lalu jabatan itu hilang, lepas atau sudah pensiun. Sementara rasa haus terhadap kekuasaan sangat menggebu-gebu. Jika hanya dengan cara-cara biasa, kekuasaan itu sulit dicapai, maka melakukan kecurangan pemilu akhirnya menjadi salah satu pilihan. Berikut, banyak hal yang menjadi pemicu sehingga orang-orang tertentu melakukan kecurangan di dalam pelaksanaan Pemilu 2009. Ada penyebab karena merasa tenaga dan pikiran sudah terkuras habis sehingga memasang target harus terpilih. Berikut ada caleg yang telah dari jauh hari memasang target berlebihan, sementara peluang untuk terpilih sangat kecil. Akhirnya melakukan kecurangan agar target tersebut dapat tercapai. Kecurangan juga dapat didorong karena memiliki sifat yang korup, ingin mendulang harta ketika mendapat kekuasaan. Praktik kecurangan juga bisa disebabkan karena tidak siap menerima kekalahan di Pemilu. Selain itu juga disebabkan karena adanya peluang dan kesempatan, seiring dengan keinginan untuk melakukan kecurangan itu sendiri. Bila ditinjau dari pendekatan waktu, potensi kecurangan dapat terjadi pada tiga zona waktu pelaksanaan Pemilu. Pertama, waktu pemutakhiran data pemilih, yakni dari daftar pemilih sementara ke pemilihan daftar pemilih tetap. Potensi kecurangan ini dapat terjadi dari tanggal 5 April s/d 05 Oktober 2008. Berikutnya dari Oktober hingga 9 April 2009. Kedua, diwaktu pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS), hari Kamis 9 April 2009. Waktu kemungkinan potensi kecurangan itu terjadi dari pukul 06.30 – 24.00 WIB.

Ketiga, diwaktu melakukan rekapitulasi suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan terakhir di KPU. Potensi kecurangan dengan cara ini terjadi dari tanggal 9 April sampai dengan 5 Mei 2009. Kita akan membedah potensi kecurangan saat pemutahiran data pemilih. Ada upaya pihak tertentu melakukan infiltrasi terhadap anggota petugas pendapatan daftar pemilih (PPDP) dengan menguasai personal anggota PPDP sebagai ujung tombak pemutakhiran data pemilih. Dengan begitu bisa menjadi awal untuk mengakses dan mengintervensi data, seperti merekayasa, dan memodifikasi data. Berikut dengan mengeliminir pemilih yang teridentifikasi sebagai partisan partai lain. Dengan berbagai upaya dilakukan cara licik meminimalisir agar orang-orang dari anggota parpol lain, dari suku/agama lain tidak terdata atau tidak masuk di dalam daftar pemilih. Selanjutnya, memobilisasi pemilih tertentu agar terdaftar di dalam DPT tersebut bisa terkondisikan maksimal pemilih partisan dari kelompok tertentu (partai, agama, suku) yang akan memberikan suaranya di Pemilu 2009. Dengan cara me-mark up data pemilih, ini adalah cara untuk mendapatkan modal awal untuk bermain atau melakukan kecurangan pemilu. Di dalam teori kemungkinan mark up data pemilih itu dilakukan dengan cara memasukan data pemilih ganda dan tidak menghapus pemilih yang sebenarnya tidak ada, karena sudah di-PHK, pindah, meninggal dan penyebab lainnya. Zona potensi kecurangan pemilu 2009 juga sangat besar kemungkinan terjadi pada saat pemungutan suara. Indikasinya adalah dengan cara mendatangkan pemilih siluman. Pemilih siluman sengaja diset untuk memilih di tempat yang sudah terkondisikan. Dengan memanfaatkan DPT yang kacau, form A 5, dan sebagainya. Pemilih siluman ini bisa memilih berkeliling ke beberapa TPS untuk memberikan suaranya. Potensi kecurangan juga dapat dilakukan dengan menggunakan pemilih versi A 5. Pemilih versi A 5, adalah formulir tambahan bagi calon pemilih yang tidak terdata di DPT. Dan ini spesifikasinya adalah untuk saksi, peninjau, atau penduduk transit di atas 6 bulan. Peluang ini, sangat rentan dijadikan dalih untuk memasukan pemilih dadakan untuk kepentingan tertentu. *** Kecurangan juga dapat dilakukan dengan mengadakan TPS bodong. TPS yang sengaja direkayasa berdasarkan skenario penyebaran penduduk per wilayah. Dan TPS ini bisa dimunculkan di perumahan-perumahan yang sepi, tapi

direkayasa punya pemilih yang banyak untuk syarat diadakannya TPS tersebut. Potensi kecurangan juga bisa dilakukan dengan cara KPPS tidak memberikan sertifikat surat suara (C 1). Petugas KPPS yang orang partisan, dengan sengaja tidak memberikan form C 1. Di mana form ini adalah bukti utama untuk rekapitulasi suara apabila ada sangketa. Dengan berbagai alasan seperti: lupa, hilang, tidak cukup, dan berbagai alasan lain. Potensi kecurangan dan kekacauan hasil pemilu juga dapat dilakukan dengan cara KPPS tidak menandatangani sertifikat Form C 1. KPPS yang pintar tapi culas biasanya banyak memanfaatkan ketidak tahuan saksi. Petugas KPPS dengan sengaja tidak menandatangani form C 1. Secara hukum jelas form tersebut akan kehilangan kekuatan hukumnya. Alasan petugas KPPS bisa berbagai macam, seperti: sibuk, stempel hilang, dijanjikan tapi tiba-tiba menghilang. Potensi kecurangan dan kekacauan terhadap hasil pemilu juga dapat dilakukan dengan membuat form C 1 ganda. Peluang akan munculnya C 1 ganda ini sangat terbuka. Dan hal ini sangat berbahaya. Karena apa bila cukup 5 partai dan KPPS kongkalingkong dengan skenario ini. C 1 ganda digunakan untuk mem-back up hasil rekapitulasi rekayasa oknum tertentu. Baik di persidangan maupun tingkat pleno KPU. Potensi kecurangan berikutnya juga dapat terjadi dengan memanfaatkan saldo suara. Dengan sistem rekapitulasi yang rumit sangat berpeluang bisa dimanfaatkan oknum tersebut. Untuk memanfaatkan hal ini sebagai pintu masuk permainan. Apa lagi dari beberapa pengalaman yang ada. Banyak saksi yang bekerja hanya asal-asalan. Terima uang selesai. Setelah itu banyak mengabaikan tingkat akurasi hasil suara. Pada kesempatan ini maka akan terjadi jual beli, dan kongkalingkong terhadap saldo suara. Jika ingin Pemilu 2009 ini menghasilkan wakil rakyat yang betul-betul pilihan rakyat, maka mau tak mau peluang dan potensi kecurangan pemilu 2009 sebagaimana yang diuraikan tadi harus diantisipasi supaya tidak terjadi. Pemilih harus memastikan suara yang diberikan tidak menguap atau hilang. Begitu juga dengan saksi harus mengawal hasil suara dengan teliti. Pemantau juga harus melaksanakan tugas pemantauan dengan prinsip independen. Penyelenggara pemilu mulai dari tingkat TPS, PPS, PPK hingga KPU yang telah disumpah, haruslah bekerja dengan jujur. Jangan pula menjadi alat kepentingan caleg, parpol atau pihak-pihak tertentu. Sementara halnya dengan pengawas pemilu dan pihak kepolisian harus mengambil tindakan tegas ketika terjadi kecurangan dan pelanggaran pemilu. **

um'at, 26 Juni 2009, 16:47 WIB Siswanto, Mohammad Adam

Warga mengecek Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu Presiden 2009 (Antara/ FB Anggoro) BERITA TERKAIT
• • • • •

Ketua KPU ke Surabaya Periksa DPT Fiktif DPT Pilpres Dinilai Tetap Bermasalah Demokrat: Pansus Hak Angket DPT Salah Alamat Demokrat Yakin Hak Angket Tak Ganggu Komitmen DPT Bantul Belum Ditetapkan

VIVAnews – Tim kampanye nasional pasangan presiden dan wakil presiden, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto, melaporkan indikasi kecurangan daftar pemilih tetap yang digunakan untuk pemilihan presiden di Jawa Timur ke Badan Pengawas Pemilu, Jumat 26 Juni 2009. “Sekarang masih adanya masalah DPT yang sama seperti kasus pemilu legislatif lalu,” kata Arif Wibowo, Koordinator Teknologi Informasi tim kampanye nasional duet Mega-Prabowo di Bawaslu. Bentuk indikasi kecurangan yang dilaporkan ke Bawaslu, antara lain, adanya nama pemilih ganda yang jumlahnya mencapai 2.200.287 orang. Arif berharap pengaduan ini segera ditindaklanjuti dan diselesaikan. Sebab, jika tidak cepat-cepat selesai, dikhawatirkan mengganggu keabsahan hasil pemilihan presiden. Dugaan kecurangan itu didapatkan oleh Dewan Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Jawa Timur. Ketua DPW Jawa Timur, La Nyala, mengaku data itu merupakan bocoran yang diberikan orang dalam KPU sendiri. Data kemudian mereka olah lalu mencocokkannya dengan hasil rekapitulasi yang

dilakukan di seluruh kecamatan di Jawa Timur, kecuali Kabupaten Lumajang dan Jombang. Laporan indikasi kecurangan itu diterima oleh anggota Bawaslu, Bambang Eka Cahya. • VIVAnews
KECURANGAN PILPRES 2009

Mega-Pro Akan Menggugat
Kamis, 23 Juli 2009

JAKARTA (Suara Karya): Pasangan capres dan cawapres Megawati SoekarnoputriPrabowo Subianto (Mega-Pro) dan Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Wiranto) mempertimbangkan untuk menggugat hasil Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 karena ditemukan banyak kecurangan dan manipulasi. Bahkan pasangan Mega-Pro berniat mengadukan pelanggaran Pemilu 2009 ke Mahkamah Internasional. Berbagai pelanggaran ini dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. "Kalau MK (Mahkamah Konstitusi) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) tidak merespons laporan kami, kami akan mengajukan ini sebagai tindak kejahatan kemanusiaan dan mengajukannya ke Mahkamah Internasional sebagai langkah terakhir," kata tim hukum pasangan Mega-Pro, Artiria Dahlan, di Jakarta, Rabu (22/7). Artiria menambahkan, pasangan Mega-Pro juga akan melakukan koordinasi dengan tim JK-Wiranto untuk menunda rekapitulasi suara jika temuan pelanggaran yang ada tidak ditindaklanjuti. "Kita juga akan mendesak Fraksi PDIP untuk mepertanyakan kinerja KPU dan meminta klarifikasi Polri terkait dikeluarkannya SP3 terhadap proses penyelidikan tindak pidana pemilu," katanya. Sekretaris Tim Kampanye Nasional Mega-Pro, Fadli Zon, menambahkan, pihaknya siap mengajukan gugatan hukum bila hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU seolah melegalkan kecurangan dan manipulasi yang terjadi selama pemilihan presiden berlangsung. "Bahan-bahan untuk materi pelanggaran pada penghitungan suara pilpres sudah ada. Bukti itu siap untuk dipublikasikan pada waktunya," katanya. Fadli mengatakan, temuan bukti pelanggaran akan dipresentasikan pada Jumat (24/7) di Teuku Umar oleh Megawati dan Prabowo. "Ini menunjukkan bahwa kami sangat serius dalam usaha menegakkan dan menciptakan pilpres yang jujur, adil, dan demokratis, yang saya kira menjadi komitmen kita selama ini," katanya. Sekretaris Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto, Iskandar Mandji, menjelaskan, pihaknya saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti tentang adanya kecurangan pilpres. Data-data itu dinilai valid dan diharapkan bisa menjadi bukti kuat di dalam persidangan. "Kami menemukan 153 dugaan kecurangan pilpres. Sekarang ini masih dalam proses mengumpulkan bukti tambahan sambil mempertimbangkan soal itu (gugatan)," katanya. Sementara itu, proses rekapitulasi perolehan suara nasional Pilpres 2009 hari pertama yang digelar KPU, Rabu (22/7), sempat diwarnai penyampaian keberatan dari saksi pasangan calon JK-Wiranto dan Megawati-Pro terkait daftar pemilih tetap (DPT). Dalam pernyataan keberatan yang disampaikan saksi Tim JK-Wiranto, Chairuman Harahap, KPU diharapkan memberikan jumlah pemilih dalam DPT yang telah diperbaiki. Sebab, ternyata KPU berulang kali melakukan

penetapan DPT pilpres sehingga membingungkan tim kampanye capres dan cawapres. Pertama, pada 31 Mei 2009, KPU menetapkan DPT berjumlah 176.367.056 pemilih. Kedua, pada 8 Juni 2009 berjumlah 176.395.015 pemilih. Dua hari sebelum pemungutan suara pada 6 Juli 2009, KPU menetapkan DPT sebesar 176.411.434 pemilih. Chairuman mengatakan, pihaknya tidak menerima salinan data DPT untuk penetapan tertanggal 6 Juli 2009. Dia menjelaskan, pihaknya hanya mendapatkan soft copy DPT Riau yang jumlahnya 2.577.932. Jumlah ini berbeda dengan data DPT dari KPU Riau yang jumlah 3.647.420. "Ternyata ada DPT lain yang ditetapkan tanggal 6 Juli. Dan ternyata data tersebut ada yang tidak bisa kita akses. Bahkan data soft copy yang diberikan pada 7 Juli adalah DPT per 31 Mei 2009," ujarnya. Chairuman mengatakan, data yang diberikan KPU kepada tim kampanye pasangan calon saat 6 dan 7 Juli 2009 untuk dilakukan penyisiran merupakan data lama, yakni DPT per 31 Mei 2009. Karena itulah, menurut dia, hal ini menimbulkan pertanyaan yang ditujukan kepada KPU. Dalam kesempatan yang sama, saksi dari pasangan Mega-Pro, Arif Wibowo, meragukan kinerja Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Hal itu terkait dengan tidak ditemukannya selisih jumlah suara dalam laporan berita acara pemungutan suara. "Dengan adanya persoalan DPT dan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang bermasalah, serta banyaknya pelanggaran yang terjadi seperti masalah spanduk atau surat suara yang telah dicontreng terlebih dahulu pada kolom pasangan nomor 2, seharusnya tercermin dalam kacaunya administrasi surat di KPPS. Tapi, kok ini sangat rapi seolah administrasi surat suara itu dibuat sebelum pilpres berlangsung. Ini aneh, kan," ujarnya. Arif juga mengakui, DPT hasil perbaikan 6 Juli 2009 baru diterimanya saat proses rekapitulasi berlangsung. Sementara itu, Koordinator Nasional Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jeirry Sumampow menilai, KPU dapat dipidanakan terkait tindakannya yang melakukan perubahan berkali-kali dalam penetapan DPT pilpres. "Perubahan penetapan DPT secara berulang-ulang itu tidak diatur dalam ketentuan ataupun undang-undangnya. Secara subtansi, seharusnya DPT tidak boleh dilakukan perubahan sampai beberapa kali seperti yang terjadi sekarang. Apalagi sampai tidak diketahui oleh tim kampanye pasangan capres dan cawapres," ujarnya. Dia menambahkan, sejumlah hal terutama menyangkut persoalan DPT dapat menjadi bukti secara tertulis pengakuan formal untuk memidanakan KPU karena kinerjanya yang sangat amburadul. Sementara itu, anggota KPU Andi Nurpati menjelaskan, pemberitahuan mengenai DPT hanya disampaikan kepada penyelenggara dan saksi di tingkat TPS. "Kewajiban kami memberikan DPT hanya kepada panitia pengawas dan saksi di tingkat TPS," ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary mengakui adanya perubahan terhadap jumlah DPT yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) KPU pada 6 Juli 2009. Dia menjelaskan, KPU telah melakukan penetapan DPT pada 31 Mei 2009, tetapi dilakukan perubahan pada 8 Juni 2009, dan yang terakhir pada 6 Juli 2009. Terkait hal ini, Abdul Hafiz mengatakan, perubahan dilakukan karena banyaknya laporan yang menyebutkan pemilih yang belum tercantum dalam DPT. "Kami sebenarnya tidak akan mengubah DPT yang ditetapkan 31 Mei, tapi dari masyarakat mengatakan bahwa ada banyak yang tidak terdaftar, bahkan ada yang mengatakan sampai 49 juta. Malam 6 Juli kami

merampungkan DPT, tapi itu pun baru keputusan tapi perapian tanggal 7 Juli," katanya. Sementara itu, berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara yang telah dilakukan KPU di 12 provinsi, Rabu (22/7), pasangan capres dan cawapres nomor urut dua Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono menempati posisi pertama dengan 26.215.083 suara (59.73 persen). Sementara, pasangan capres dan cawapres nomor urut satu Mega-Pro meraih 11.361.355 suara (25.88 persen), dan pasangan nomor 3 JK-Wiranto memperoleh 6.316.178 suara (14.39 persen). (Tri Handayani/Feber Sianturi)

Kalla-Wiranto Waspadai Kecurangan Penghitungan Suara
Senin, 06 Juli 2009 | 21:28 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Tim kampanye Jusuf Kalla-Wiranto mewaspadai kecurangan pada Pemilihan Umum Presiden saat proses penghitungan suara. Kecurangan itu rentan terjadi di tingkat Panitia Pemungutan Suara dan Panitia Pemungutan Suara Kecamatan. "Kecurangan (ada) di penjumlahan atau rekapnya. Karena itu harus dikawal terus," kata Jusuf Kalla dalam jumpa pers di rumah dinas Wakil Presiden di Jalan Diponegoro No 1, Jakarta Pusat, Senin (6/7). Kasus kecurangan dalam penghitungan suara harus diwaspadai setelah ditemukannya ketidakakuratan daftar pemilih tetap. Sebelumnya, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut satu dan tiga ini bertemu Komisi Pemilihan Umum dan meminta lembaga itu memperbaiki Daftar Pemilih Tetap atau DPT. Tim kampanye Kalla-Wiranto dan Megawati-Prabowo menemukan sejumlah data ganda dan pemilih yang tidak terdata dalam Daftar Pemilih. Selain itu, kedua pasangan tersebut mendatangi Mahkamah Konstitusi sebelum lembaga itu memutuskan gugatan soal mekanisme memilih. Mahkamah akhirnya memutuskan pemilih yang tidak tercantum dalam Daftar Pemilih bisa memberi suara dengan membawa kartu tanda penduduk atau KTP maupun paspor. Menurut Kalla, langkah politik pasangan Kalla-Wiranto dan Mega-Prabowo bertujuan mengembalikan hak konstitusi warga negara. Kekeliruan Daftar Pemilih saat pemilu legislatif berakibat sejumlah warga negara tak bisa memilih. "Kami berterima kasih atas hal tersebut," ujarnya. Dia menegaskan, tuntutannya untuk memperbaiki Daftar Pemilih tak semata untuk kemenangan Kalla-Wiranto. Namun, ketidakakuratan Daftar Pemilih berakibat hasil pemilu tidak sah secara hukum. "Kami tidak ingin pemerintahan terpilih tidak legitimate dan pemilu tidak damai. Ini untuk menjaga kesatuan bangsa dan kami ingin pemilu legitimate," ucapnya. Keputusan Mahkamah yang memungkinkan pemilih tak terdata tetap memiliki hak

suara tak serta merta meniadakan Daftar Pemilih. Apalagi, Daftar Pemilih dapat menunjukkan jumlah pemilih di Indonesia. Dia mengusulkan panitia pemungutan suara menahan KTP maupun paspor pemilih di TPS setelah pemilih menggunakan hak pilih. Penahanan itu dilakukan hanya satu hingga dua jam. Tujuannya, menghindari penggunaan hak di tempat pemungutan suara lain. "Itu teknis, tahan dulu satu atau dua jam. KTP ditahan supaya tidak memilih di dua tempat," ujarnya. Dia menegaskan penggunaan KTP maupun paspor tidak akan berdampak penggunaan hak suara lebih dari satu kali secara masif. Apalagi, undang-undang mengatur soal pemberian hak pilih itu. "Pemilih memilih lebih dari sekali akan masuk penjara. Boleh saja coba," katanya. Saat ini, sejumlah fraksi di DPR mengajukan usul penggunaan hak angket terkait Daftar Pemilih. Tujuannya, menyelidiki penyebab puluhan juta pemilih tak terdaftar dan data pemilih ganda dalam Daftar Pemilih pada pemilu legislatif April lalu. Dia optimistis Komisi Pemilihan menyelesaikan perbaikan Daftar Pemilih hingga satu hari menjelang pemilu presiden pada 8 Juli mendatang. "Memang berat tapi diupayakan. Ini baru mulai berjalan," ujarnya. Kalla meminta Badan Pengawas Pemilu dan Panitia Pengawas Pemilu proaktif menjalankan tugasnya. Sehingga, kasus-kasus kecurangan pemilu dapat diantisipasi. Dia menyatakan pasangan Kalla-Wiranto tak pernah mewacanakan pengunduran jadwal pemilu presiden. Namun, pasangan itu meminta Komisi Pemilihan merevisi Daftar Pemilih. Kecurangan Pemilu Bisa Dibuktikan, Bergantung pada Keseriusan Kalangan Parpol OPINI Mas Zen | 15 April 2009 | 06:51 724 2 Nihil. Pesta penyentangan telah usai, namun rakyat kembali terabaikan hak-hak politiknya. Bagaimana tidak, proses pemilu legislatif belum selesai, elit politik sudah disibukkan oleh isu koalisi untuk pemilihan presiden 2009. Partai politik sebaiknya memfokuskan diri proses pemilu yang belum berakhir terutama proses penghitungan suara. Sangatlah naïf bila kalangan partai politik tidak memperhatikan suara kontituen yang telah diamanahkan padanya. Penyikapan sejumlah partai politik (parpol), yang merasa yakin telah terjadi berbagai bentuk kecurangan dalam proses pemilihan umum (pemilu) legislatif terbuka dan mendominasi dalam pemberitaan media baik media cetak, cyber maupun elektronik perlu mendapatkan dukungan yang lebih luas untuk meraih kembali kepercayaan

masyarakat pemilih. Setidaknya hal ini untuk menjernihkan permasalahan Pemilu 2009 yang sangat ruwet. Postulate Machiavelli yang mengatakan, politik akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan kekuasaan; mulai dari cara-cara yang sesuai dengan norma-norma, hingga cara-cara yang buruk yang melanggar norma, bahkan cara-cara yang kejam dan tidak manusiawi. Praktek semacam ini, bisa dibuktikan tidak menjadi stiqma setiap penyelenggaraan politik di Indonesia. Hal patut diprihatinkan bila kekacauan-kekacauan yang terjadi pada pemilu 2009 seperti, kesalahan DPT yang sangat massif, tertukarnya surat suara pada dapil yang tidak sesuai, manipulasi nama pemilih yang begitu merata disetiap TPS (Data DPT tidak akurat), Banyaknya masyarakat yang hilang hak pilih karena belum tercatat dalam DPT dsb, merupakan kecurangan yang dilakukan secara sistimatis. Hal ini harus bisa dicarikan akar permasalahannya, kalangan partai politik harus serius menangani dan membuktikan kecurangan-kecurangan ini. Pembuktian dari kalangan partai politik sangat penting untuk mencegah potensi konflik yang terjadi pada pemilihan presiden Juli mendatang. Penjernihan kecurangan-kecurangan pemilu setidaknya memberikan sedikit tawaran harapan baru dari partai politik untuk rakyat dalam pilpres nanti. Dan bila terjadi kecurangan yang sifatnya sistematis hal ini merupakan bentuk kampanye dari kalangan partai politik yang mengusung capres. Banyak celah untuk membuktikan kecurangan pemilu 2009 apa dilakukan secara sistematis atau dilakukan secara sporadis oleh oknum-oknum partai. Hal ini merupakan tantangan bagi kalangan partai politik terutama partai-partai politik yang menggagas pernyataan sikap bersama untuk menindaklanjuti kecurangan pemilu 2009. Kalangan partai politik diharapkan tidak omong doang agar tidak menambah keruwetan. Sinyalemen adanya kecurangan secara sistematis banyak diungkapkan oleh para akademisi dan peneliti. Salah satunya adalah pernyataan Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti di kompas.com (14/1), kecurangan itu bisa dicari akarnya, apakah dilakukan secara sistematis atau tidak. Misalnya, apakah penggembosan terjadi di daerah tertentu macam wilayah yang bukan daerah kekuatan Partai Demokrat, namun menjadi basis kekuatan parpol lain. Dengan begitu dapat diketahui, daerah mana saja yang paling banyak mengalami kekacauan DPT sekaligus bagaimana kondisi itu kemudian berdampak menguntungkan atau merugikan perolehan suara parpol tertentu. Terutama jika hal itu dikaitkan dengan fakta suatu daerah sebelumnya dipahami sebagai basis massa parpol tertentu. Partai politik juga harus memperhatikan jebakan pola kecurangan pemilu 2009 yang paling massif adalah melalui rekayasa DPT. Dari sinilah semua kecurangan yang besar dalam proses pemilu dimulai. Data adalah sumber informasi paling awal dan paling penting dalam seluruh proses pemilu, kemudian dimanipulasi sedemikian rupa sehingga lembaga pengawas pemilu dan

banyaknya pelanggaran Pemilu memang memprihatinkan. Arteria Dahlan." tambahnya." tandasnya. Namun hal ini bukan merupakan hambatan bagi partai politik namun harus dijadikan tantangan dengan mengerahkan berbagai sumber daya dan jaringan. . "Kalau MK dan Bawaslu tidak merespon laporan kami. langkah manipulasi DPT hanya dapat dilakukan oleh pihak yang memiliki otoritas atas lembaga yang melakukan pendataan dalam hal ini adalah pemerintah. Untuk Tim Kampanye Nasional (Timkamnas) Mega-Prabowo merekomendasikan untuk mengajukan gugatan perdata untuk KPU. "Kita juga akan mendesak Fraksi PDIP untuk mepertanyakan kinerja KPU dan meminta klarifikasi Polri terkait dikeluarkannya SP3 terhadap proses penyelidikan tindak pidana pemilu. jika temuan-temuan pelanggaran yang ada tidak ditindaklanjuti.com Jakarta . yang nyata-nyata sudah terbukti dilakukan KPU terkait banyak rekomendasi ini bukan tindak pemilu atau tim. Ia mengemukakan. Penelusuran sampai ke akar juga bisa dilakukan dengan meminta penjelasan Depdagri terkait data awalnya daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4). 22/07/2009 | 17:31 WIB Jakarta press. Meskipun bukti dapat diketemukan. Langkah lain yang akan diambil pasangan Mega-Prabowo adalah mengajukan gugatan Pemilu ke MK (Mahkamah Konstitusi). Pasalnya. Penyikapan kalangan partai politik untuk menindaklanjuti kecurangan-kecurangan akan mendapat animo positif masyarakat bila kalangan partai politik bisa membuktikan secara konkrit dan mempunyai kekuatan hukum." tegas tim hukum Mega-Prabowo. Data tersebut yang kemudian disusun oleh KPU menjadi data daftar pemilu tetap dengan pemutahiran ala kadarnya. Keberhasilan pembuktian merupakan bentuk sikap perlawanan yang positif dan merangsang iklim oposisi pemerintah yang seimbang bila partainya nanti tidak mendapat jatah kekuasaan di pemerintah. Rabu. SP3 yang dilakukan polisi." paparnya. Sebagaimana kita ketahui bahwa sumber data awal pemilu 2009 adalah berasal dati Departemen Dalam Negeri (Depdagri).Tim kampanye Mega-Prabowo berniat mengadukan pelanggaran Pemilu 2009 ke Mahkamah Internasional (MI). berbagai pelanggaran tersebut dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. kita juga merekomendasikan untuk mengajukan gugatan perdata melawan hukum ke pengadilan negeri. "Kita juga akan melayangkan gugatan baik secara pidana dan perdata. akan tetapi pembuktian secara hukum dan penyelesaiannya akan membutuhkan waktu yang relatif lama dan seringkali tidak memiliki signifikasi dengan hasil pemilu. Menurut Arteria. maka kami akan mengajukan ini sebagai tindak kejahatan kemanusiaan dan mengajukannya ke Mahkamah Internasional sebagai langkah terakhir. Rabu (22/7).partai-partai akan kehilangan jejak untuk menemukan bukti-bukti kecurangan. "Terkait perbuatan melawan hukum. Tim Mega-Prabowo juga akan melakukan koordinasi dengan tim JK-Wiranto untuk menunda rekapitulasi suara. Karena masih ada celah yakni.

Karena itu. KPU tidak hanya melanggar hukum. (*/KSN) Hajatan Pemilu 2009 memang sudah lewat. maka pelanggaran yang dilakukan KPU akan diajukan ke Mahkamah Internasional. "Jadi. Kalau sudah tuntas. . Saat ini seluruh kekuatan Partai Golkar sedang berkonsentrasi menyiapkan data-data lapangan selama pilpres berlangsung. KPU sudah dinyatakan melanggar kode etik. pihaknya sudah melakukan langkah-langkah koordinatif dengan tim pasangan JK-Wiranto. jika gugatannya ke Bawaslu ataupun Mahkamah Konstitusi nanti tidak dilanjutkan. Kalau sudah lengkap. kami tidak menolak tapi demi demokrasi kami meminta agar semua temuan-temuan itu ditindaklanjuti terlebih dahulu. dan KPU sudah memutuskan. Ia mengaku. bahwa apa yang dilakukan ini tidak semata-mata menolak hasil pemilu." papar Timkamnas JK-Wiranto. Tetapi." tukas Wakil Sekjen DPP Partai Golkar ini. baru kita persiapkan (Muspim). Sekarang ini masih proses untuk mengumpulkan bukti tambahan sambil mempertimbangkan soal itu (gugatan). Iskandar Mandji. Masak kita punya data tidak kita apa-apakan. Ia menegaskan. Timkamnas Mega-Prabowo mengancam. gugatan pilpres merupakan kewenagan mutlak dari pasangan JKWiranto dan Timkamnas. "Sekarang kan masih proses." beber tim hukum Mega-Prabowo ini. baru kita akan bergerak. dari awal pasangan Mega-Prabowo sudah siap untuk kalah. dimana kita menemukan kesalahan hitung dari KPU.Tim Mega-Prabowo ini mengungkapkan. terkait selisih penghitungan suara. "MK dan Bawaslu tidak mampu merespon laporan kami. Tim Kampanye Nasional pasangan nomor urut 2 ini telah memegang data-data valid terkait dugaan kecurangan pilpres." seru Arteria. tapi catatan kelam tentang penyelenggaraan Pemilu 2009 masih terus bergulir. "Proses pilpres dan penghitungannya kan belum selesai semua." ujar Mandji. Kita sedang konsentrasi untuk pilpres ini. enta itu sengaja atau tidak. lebih mengutamakan agar KPU menunda proses hasil penghitungan suara. Ke MK ada dua hal. Golkar belum mempersiapkan agenda musyawarah pimpinan (Muspim) yang rencananya digelar pada tanggal 8-9 Agustus mendatang. dan apa yang dilakukan tim Mega-Prabowo semata-mata menjaga demokrasi serta memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik. Iskandar menjamin tidak akan ada intervensi dari pihak manapun terkait kebijakan soal menggugat atau tidak. tetapi KPU sudah direkomendasikan terkena atau terindikasi tindak pidana. Kedua terkait dengan pelangaran atau kecurangan yang berakibat langsung pada perolehan suara pasangan kami. Ya kita tunggu dulu itu. "Kira-kira ada 20 perbuatan hukum yang terkait dengan itu. selama proses pilpres belum selesai. maka kami akan ajukan sebagai tindak kejahatan kemanusiaan maka kami akan membawa hal ini ke Mahkamah Internasional. Terkait dengan itu. Sebabnya." tegasnya. Karena itu. "Kita kan ada 153 temuan soal itu (dugaan kecurangan pilpres). Selain itu. Sementara Tim JK-Wiranto juga sedang mempertimbangkan secara matang rencana menggugat hasil Pilpres 8 Juli lalu. Menurutnya. pihaknya sudah memperoleh pernyataan Bawaslu. sampai ditindaklanjuti semua temuan pelanggaran.

dan LSM menyuarakan nada yang sama. catatan buruk pernah dilontarkan oleh sebagian kalangan. pengamat. Dalam kondisi yang demikian. proses berlangsungnya demokratisasi tentu saja membutuhkan kejujuran. Potret Aksesori Demokrasi Indonesia berusaha secara detail mengungkap fakta kecurangan dan kebobrokan Pemilu 2009. Ramdansyah memberikan saran konkret tentang penyelenggaraan pemilu mendatang . Kelemahan dalam DPT ini sering menjadi sumber kecurangan berbagai oknum. entah parpol atau institusi KPU. Jual-beli suara tidak hanya berlaku antarparpol. setidaknya bisa menjadi bahan refl eksi dan evaluasi untuk penyelenggaraan pemilu mendatang. Terbukti. Diawali dari kasus di Pilgub Jatim yang sempat menjadi isu nasional dan berdampak pada penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2009. keterbukaan. Semu lapisan masyarakat mencsata Pemilu 2009 syarat dengan kecurang dan sikap pimpinan Bawaslu tidak bergerak cepat.Beberapa hari setelah penyelenggaraan Pemilu 2009. Pada bagian jual-beli suara. dan tentunya pengawalan. catatan kelam Pemilu 2009 yang dihadirkan dalam buku ini jauh lebih komplet dan dalam karena didasarkan pada kekayaan data dan fakta di lapangan. Kinerja KPU dan Bawaslu dinilai sangat tidak memuaskan. di Pemilu 2009 banyak sekali muncul suara hantu (orangnya sudah meninggal tapi suaranya masih ada). yang ditulis oleh orang yang langsung terlibat di dalam penyelenggaran Pemilu 2009. transparansi. Meski kehadiran buku ini tidak berpengaruh pada hasil pemilu. Masalah DPT juga menjadi sorotan khusus buku ini. Berbeda dengan buku-buku tentang pemilu lainnya yang lebih berkutat pada tataran idealitas. keadilan. Buku ini menjadi acuan data dan fakta tentang gambaran bagaimana kebobrokan Pemilu 2009. politisi. Pemilu 2009 diwarnai dengan banyak masyarakat yang tidak terdaftar dalam DPT. Mereka menyuarakan nada sumbang bahwa penyelenggaraan Pemilu 2009 merupakan pemilu terburuk sepanjang sejarah. melainkan juga antarcaleg dengan berbagai modus. kejujuran. pun para peserta pemilu. dan keterbukaan atas pemilu berada pada lembaga atau institusi yang bertanggung jawab menyelenggarakan pemilu. Komnas HAM. Apa jadinya jika KPU dan Bawaslu justru menjadi sumber kebobrokan pemilu itu? Buku Sisi Gelap Pemilu 2009. dalam hal ini tentu saja KPU dan Bawaslu. Transparansi. Institusi sebesar Mahkamah Konstitusi. keadilan. Ramdansyah mengistilahkan dengan jual beli “eceran atau grosiran”.

20 Juni 2004 BARU-BARU ini Indonesian Corruption Watch (ICW) dan Transparency International Indonesia (TII) melaporkan hasil penelitian mereka tentang politik uang dalam Kampanye Calon Presiden ke Panitia Pengawas Pemilu. Uang itu didrop kepada orang-orang yang menggerakkan massa. Jakarta Minggu. Nggak perlu harus pakai tanda tangan segala. Begitu menerima uang lalu nama sang penerima ditandai. Ya. Kalibata Jakarta Selatan. Hampir dalam waktu bersamaan juga terbongkar ”kasus jalan-jalan” anggota Komisi VIII DPR RI ke Korea dan Hong Kong yang dibiayai Pertamina. berikut wawancara Suara Merdeka dengan Wakil Koordinator Badan Pekerja Kontras Danang Widoyoko di kantor ICW. mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah. Menurut saya mereka itu tidak tahu kalau hal itu tidak boleh dilakukan. Yang lucu. umumnya jumlah yang diberikan tergantung kondisi masyarakat. Apa saja yang dilaporkan TII dan ICW berkaitan dengan politik uang dalam kampanye capres? Kami melaporkan berdasarkan fakta di lapangan. Kalau di pedesaan atau kota-kota kecil tentu jumlahnya lebih kecil daripada yang di Jakarta. Selain itu kami pertegas dengan laporan tertulis yang digali di sekitar tempat kami merekam gambar terjadinya praktik itu. Peresensi adalah Lailatul Tarwiyati. praktik yang seperti ini jelas merupakan pembelian dukungan. Di antaranya merekomendasikan atau mengusulkan amendemen UU dan keterlibatan KPK hingga tingkat bawah untuk melawan aksi politik uang atau kejahatan kerah putih yang menggurita di setiap penyelenggaraaan pemilu. mereka tetap saja berteriak-teriak mengabsen nama-nama yang akan mendapat jatah uang. Untuk membahas hal tersebut. jadi mereka nggak merasa melakukan kesalahan. saat kami merekam gambar. Kalau di wilayah Jakarta dan Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi selain ”membeli” massa. Mungkin karena sudah terbiasa begitu.berdasarkan catatan dan pengalaman penyelenggaraan Pemilu 2009. Lalu dibagi sesuai daftar nama yang mereka pegang. Kami melihat terjadi mobilisasi massa untuk meramaikan kampanye capres-cawapres. Ini terlihat jelas dengan tindakan nyangoni mereka yang datang dengan jumlah lumayan untuk ukuran masyarakat setempat. tim . Sebagian besar berhasil direkam gambarnya. Jadi. kemarin.

Bagaimana sebenarnya? Gambar yang kita miliki bukan hanya Golkar dengan Wirantonya. sesuai hati nurani. Tapi bukankah itu sudah menjadi hal yang wajar. PDI-P mungkin punya dana yang cukup baik. ya sulit bagi media menolak godaan-godaan untuk menayangkan lebih dari ketentuan. Bukankah yang terbesar dilakukan pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid. Karena faktor uang itu tadi. KPU pun berwenang untuk membatalkan mereka yang terlibat hal itu sebagai peserta Pemilu Presiden. kami berharap Panwaslu segera bertindak sepat dan tegas. Ada yang Rp 50 ribu dan ada pula yang hanya Rp 25 ribu. Minimal dua bulan sampai dengan maksimal satu tahun penjara dan atau denda Rp 1 hingga Rp 10 juta. Agar proses rekruitment tersebut bisa berjalan baik harus diatur. Setelah TII bersama kami melaporkan adanya praktik tersebut. tetapi juga partai atau tim sukses lain dengan capresnya. memang dari awal kami memperhitungkan sebagai pihak yang paling siap untuk melakukan hal ini. Pasangan caprescawapres. Ada yang bagi-baginya sampai Rp 100 ribu. mengingat politik itu di mana saja tidak bisa dilepaskan dari ”gizi” atau uang? Dalam kampanye itu kan harus ada keseimbangan partisipasi politik masyarakat. Jadi. Karena kalau jaringannya masih kacau atau tidak profesional. Apalagi momen seperti ini kan hanya lima tahun . Selain sudah mempunyai pengalaman bertahun-tahun untuk menyukseskan pemilu dengan cara ini. Ini masuk tindak pidana pelanggaran Pemilu. Kembali ke Partai Golkar. pemilu itu merupakan proses rekruitment politik secara berkala.kampanye juga banyak melibatkan tukang ojek. Kita belum bisa mengetahui sebenarnya dana untuk itu besarnya seberapa. Kita lihat misalnya aturan penayangan iklan di televisi yang membatasi para calon untuk waktu tertentu. kalau ditanya pengalaman maupun jaringan mungkin belum bisa diacungi jempol. Itu berarti melanggar Pasal 42 UU Pilpres. Dan itu harus dilakukan secara wajar. juga mereka mempunyai sumber dana dan jaringan yang solid. Kalau sudah berpengalaman kan selain ngasih uang juga memberi kaos yang sangat pantas bahkan bagus. PDI-P juga ada. Namun. bisa-bisa dana yang dikucurkan juga tidak jelas ke mana larinya he he he. maupun penanggung jawab tim kampanye yang terbukti melakukan hal itu bisa diganjar pidana penjara. Sudah ada ketegasan larangan untuk hal semacam itu? Perlu diketahui yang dikategorikan praktik money politics tersebut adalah yang bertujuan untuk memengaruhi pemilih dengan iming-iming uang atau barang. maka itu selain membahayakan pemberi dana. sopir angkot dan sebagainya. Semua partai mempunyai kesempatan sama. Seperti kaos kerah yang bahannya adem. Adalah sangat mungkin kalau terjadi pemotongan di sana-sini sebelum sampai kepada massa yang dibayar. Begitu juga Partai Demokrat dan lain-lain.

Karena bila hanya untuk mengecek alasan penjualan tanker berukuran besar kan cukup dengan meneliti dokumen-dokumen yang ada di kantor pusat Partamina. Baru-baru ini juga terungkap ”jalan-jalan” anggota Komisi VIII beserta sebagian istri ke Korsel dan Hongkong yang dibiayai Pertamina. alasan menjual. Dalam hal ini ya kolusi dengan yang diawasi itu tadi. ya janganlah dilakukan. Praktik korupsi di DPRD terkait penganggaran atau budgeting. Reaksi tokoh parpol dan tim kampanye capres sepertinya adem-adem saja? Ya. Karena yang namanya membeli dukungan rakyat itu budaya kekuasaan kita yang jelek. sebelum kasus dengan Pertamina kami sudah mendengar kasus divestasi Bank Niaga. Tapi yang prinsipil kan kita berpegang pada aturan. Kami mendengar pertemuan di Hotel tertentu kemudian bagi-bagi uang kepada anggota DPR. Apalagi kalau itu nantinya mendorong upaya untuk meciptakan ketidakberdayaan ekonomi rakyat.sekali. Uang itu ditolak oleh Meliono Suwondo dan Indira Damayanti. Tidak hanya di DPR. Kasus Pertamina ini jelas ketara keanehannya. Namun kami tidak tahu kelanjutan kasus itu. bahkan oleh penguasa malah terus ditumbuhsuburkan ya jadilah budaya atau suatu kewajaran. di mana saja di negeri ini yang namanya aspek pengawasan itu terbuka peluang untuk korupsi. Kalaupun sekarang muncul alasan dari kalangan DPR bahwa itu pinjam sementara atau . Menariknya itu. Kalau menurut saya hal yang ”wajar” tersebut harus segera diakhiri. Apalagi yang diawasi adalah instansi yang basah dan sering terjadi praktik korupsi. Mereka khawatir kalau menindak bakal mendapatkan imbas dari pertikaian politik. Ngapain harus pergi jauh-jauh ke Hongkong dan Korsel segala sampai bawa istri. Celakanya lagi media massa berhasil mengungkap bahwa yang membiayai itu Pertamina. Mengenai kasus di DPR. Jelas kan di sana ada harga jual. UU nya melarang kita untuk melakukan itu. Bagaimana tanggapan Anda? Ini jelas lucu. Sudah aturan tentang sumbangan perorangan dan korporasi yang dibatasi besarnya. Ya karena selama bertahun-tahun tidak dikoreksi. Akhirnya terbongkarlah kasus tersebut dan dilaporkan ke Polri. Karena janganlah kita terus menerus memelihara budaya yang jelek. Karena penegakkan hukum yang lemah itu. serta siapa saja pembelinya. Baru-baru ini kita mendengar begitu banyak anggota DPRD yang menjadi tersangka korupsi bahkan yang di Padang sudah sampai pengadilan. Aspek pengawasan DPR ini justru peluang untuk terjadinya korupsi. mereka yang seharusnya menegakkan hukum jadi menunggu saja. sehingga mereka jadi mudah dibeli. kita tahu. Penegakkan hukum di negeri kita itu lemah. kita patut acung jempol untuk Meliono dan Indira. di sini terlihat jelas beda praktik korupsi di DPR dan DPRD. Yang jelas. Kalau praktik korupsi di DPR pusat justru di aspek pengawasan.

9 triliun. Pemilu 2009 oleh nusantaraku Aduh…. Pertanyaannya.. Jadi. Ibaratnya sudah diservis pun belum otomatis permintaan si penyuap terkabul. Ini kan DPR. Karena kami menengarai begitu banyak uang bersliweran. Masa DPR ”gampang-gampangan” begitu saja pinjam dulu Pertamina lalu diganti. Alasannya belum tentu anggota DPR lain sekomisi bahkan sefraksi menyetujui hal itu. Wong ayah saya yang PNS biasa saja kalau mau pergi ada SPJ yang jelas. Bukan langsung turun ke masalah tanker segala. Bookmark the permalink. Kalau sama kawan sendiri. Aneh kan? (Hartono Harimurti72) Berita Utama | Bincang – Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA This entry was posted in Lain-lain. BUMN besar. Kasus ini sempat masuk dalam ranah . Yang namanya mau berangkat itu harus ada uangnya terlebih dahulu. lembaga tinggi negara. Pertanyaanya. Menurut Anda bagaimana peran Meneg BUMN dalam hal ini? Sebenarnya fungsi pengawasan BUMN ini berada di bawah Meneg BUMN. saya bingung mau menulis apa untuk prestasi yang “luar biasa” KPU pada penyelenggaran Pemilu 2009 ini. Misteri Pemilu…Mengapa Laporan Bawaslu Tidak Ditanggapi Polisi? April 19. Dan perlu diketahui Pertamina itu tahun lalu untung Rp 3. Masa sekarang sudah rugi begitu besar hingga harus jual tanker ukuran besar segala?.ditalangi dulu oleh Pertamina untuk kemudian diganti DPR ya nggak masuk akal. Ini dugaan saya lo. mengapa DPR malah panggil Direksi Pertamina bukan panggil Laksamana Sukardi. DPR itu kan instansi terhormat. Karena kebobrokan lembaga KPU mulai tercium sejak Pilkada Jatim dimana KPUD Jatim tidak menjalankan tugas secara profesional dan secara tidak langsung tercium indikasi KPUD Jatim mendesain pilkada untuk memenangkan salah satu pasangan Gubernur. dari mana uang tak terhitung jumlahnya itu berasal mengingat perekonomian kita lagi lesu. Kalau praktik seperti ini tidak dihentikan maka BUMN akan digerogoti untuk membiayai atau menservis anggota DPR atau birokrat lain. 2009 tags: bawaslu. Celakanya lagi saat ini ditengarai anggota DPR itu sulit dipegang. juga Pertamina. Juga untuk mengurus SPJ itu ada prosedur yang harus dilalui. baru hal itu bisa dilakukan. tidak mudah dikontrol lagi. Seharusnya fungsi pengawasan DPR itu pada Meneg BUMN. ada sesuatu di balik ini semua yang terkait pemilu mulai dari legislatif maupun presiden.

PPS Akui KPU Merekayasa DPT Pileg Jakarta . tampaknya kekuatan politik di Pusat lebih kuat dan segera menggantikan Pak Herman dengan Anton yang mana langsung menurunkan status ketua KPUD Jatim dari tersangka menjadi saksi.Tudingan bahwa telah terjadi kecurangan sistematis dalam penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pileg tampaknya tidak main-main. Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kelurahan mengakui bahwa kecurangan itu benar-benar terjadi. Dan 2 hari menjelang 9 April 2009." kata Said. ada beberapa modus dalam aksi kecurangan sistematis tersebut.. Akhirnya. Pas pemungutan suara 9 April. Misalnya. "Ada yang berkurang ada yang bertambah. Begitu data tersebut diserahkan ke KPU Kota Jaksel dan dikembalikan lagi ke PPS. maka KPU kembali menunjukkan kegagalan terbesar dalam menetapkan DPT……. "Dari 90 PPS yang kita datangi di Jakarta." kata Koordinator Divisi Pemilu SIGMA. Proses keadilan dan kebenaran tampaknya kandas. KPU dengan arogan mengatakan TIDAK ADA MASALAH DPT. saat dihubungi melalui telepon. lalu dikirim ke KPU kota. semua mengakui DPT pileg kemarin adalah rekayasa KPU.180 orang. PPS telah mencatat jumlah pemilih sebanyak 34.247. Rabu (20/5/2009). di salah satu kelurahan di Jakarta Selatan. Said Salahudin. 01/2009 mengenai audit laporan dana kampanye yang membolehkan seseorang menyumbang bermiliarmiliar rupiah padahal ini bertentangan dengan UU 10 tahun 2008. angkanya berubah menjadi 34. Padahal dari mana KPU kota bisa menambah atau mengurangi? Mereka kan hanya merekap dan menetapkan. mengubah jumlah pemilih dalam DPT di tiap PPS. kasus pengelembungan DPT Pilkada Jatim bak ditelan bumi. KPU Gelagat yang tidak profesional dan terkesan korup pun dilakukan KPU Pusat menjelang 9 April 2009 yakni pada 27 Maret 2009 KPU mengeluarkan Surat Edara 612/KPU/III/2009 perihal penjelasan teknis peraturan KPU No.hukum penyelidikan oleh eks. bertambah 67 . Mereka (PPS) sudah menyusun data DPT per TPS. Begitu dikembalikan lagi ke mereka datanya sudah berubah. Pertama. meskipun Pak Herman menyatakan mengundur diri karena kekecewaannya. Namun. bukan untuk mengubah. Menurut Said. Kapolda Jatim Pak Herman SS dengan menetapkan ketua KPUD Jatim sebagai tersangka.

Modus ketiga. http://pemilu.!! Walkout Fraksi Partai Demokrat pada awal pembahasan revisi paket Undang-Undang Politik kemaren. Sekarang saya meyakini betul. yang di dalamnya pasal yang mengatur keanggotaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) boleh diisi orang dari partai politik. ‘nBASIS merekomendasikan pembubaran KPU dengan solusi pembentukan KPU baru yang akan diisi oleh orang-orang yang diutus partai politik. Ada orang yang sebelumnya telah terdaftar. Itu terlalu utopis untuk disematkan kepada KPU pasca 1999 dan segenap kinerjanya.. "Begitu yang 67 orang ini dicek. Lagi pula setelah pemilu 1955.lebih baik memberi pola keterukuran kepada semua stakeholder untuk menjalankan syahwat (politik) secara bersama-bersama. Dari pengalaman empiris politik Indonesia. pemilu kemarin memang benar2 biadab. pemilu 1999 dapat kita tunjuk sebagai pemilu Indonesia yang relatif lebih jujur dan adil." tutur Said. Tapi sebaliknya. Ketimbang berharap utopi independensi dan kredibilitas.baik dipandang secara ." kata Said. ada yang tadinya tidak terdaftar malah namanya jadi muncul.. pada rebutan dan saling klaim.. Kalau ini terjadi di ibu kota negara. menunjukkan ”belang” mereka yang amat konservatif dan bertanggungjawab atas keluh-kesah tentang ketidak-mandirian serta masalah akuntabilitas KPU selama ini. Kalau boleh ngomong sedikit kasar. ternyata nama ini nggak dikenal.detiknews. konsep independen dan apapula konsep kredibilitas dan konsep martabat. Dengan cara ini petugas KPPS menjadi kerepotan jika diharuskan mengecek lagi satu per satu daftar pemilih yang telah dikembalikan dari KPU kota.com/read/2009/05/20/062208/1134222/700/pps-akui-kpumerekayasa-dpt-pileg Kira2 siapakah yang pantas untuk bertanggung jawab? KPU-kah? Pemerintah? Atau orang2 dibalik KPU yang jauh lebih mengerikan? Siapa pula yang paling diuntungkan atas itu? Kalau berhasil. pasti mudah dilakukan di daerah-daerah. giliran gagal. namanya hilang. "Ini pasti ada rekayasa sistematis. lanjut Said. Modus kedua adalah dengan cara mengubah nama pemilih. adalah dengan cara mengacak daftar nama pemilih di tiap TPS sehingga membingungkan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). namun begitu data diserahkan ke KPU kota dan dikembalikan lagi ke PPS. Rekomendasi 2009 Usai Pemilu 2009.orang.rupanya harus diterima dengan lapang dada bahwa tidak ada resep yang dapat difahami di negeri ini tentang apa yang dimaksud dengan konsep mandiri. seolah mereka semua membisu.

—————————————– AKARTA . Tetapi jika KPU tidak ngotot memperjuangkan tersalurnya aspirasi rakyat secara substantif. Lebih dari itu. maka tak ada lagi masalah yang lebih besar dari itu sepanjang sejarah demokrasi di dunia ini. dan ia meicu kolaborasi kekuatan-kekuatan destruktif negara-bangsa untuk suatu pembangunan jahatokrasi. Sibolis Na Burju Kebobrokan perhelatan politik di Indonesia secara halus sering dianggap hanyalah rutinitas prosedural yang tidak menghasilkan apa-apa meski dengan pengorbanan material. itu keliru. Itu kan sesuatu keanehan luar biasa. Omong kosonglah jika orang masih suka mengucapkan istilah itu hari ini. ‘nBASIS amat percaya dengan kembali ke pola 1999. "Bagaimana mungkin pemerintah melakukan kecurangan. Siapa yang mau suara partainya dicuri? Tentu wakil partai itu akan marah dan melakukan perlawanan.demokrasi Indonesia bisa ditolong untuktidak separah yang sekarang. waktu dan perasaan keterampasan (rakyat) yang demikian besar. Kecuali memang jika sesuatu partai tertentu ingin “menyumbangkan” suaranya kepada partai lain dan dengan bayaran tertentu. Hanya saja suply and demand transaksi suara akan berbeda sekali antara KPU parpol dan KPU non parpol. KPU itu tidak pernah merasa dirinya bersalah jika angka partisipasi politik rendah by design atau secara administratif. dan UU apa pun tidak bisa mensiasati itu. Siapa saja boleh tuding-tudingan. Apa yang menyebabkan kebobrokan itu ialah bahwa di dalam proses dan insttitusi politik Indonesia secara inheren terdapat apa yang oleh ‘nBASIS disebut sebagai Si Bolis Na Burju (iblis yang selalu berpura-pura baik hati).kualitatif maupun kuantitatif." ujarnya kepada wartawan. Parpol saling curi suara? Keuntungan yang jelas jika orang parpol yang akan mengisi KPU ialah bahwa di antara sesama mereka ada kewajiban yang sama untuk mempertahankan suara partai masing-masing. . Si Bolis Na Burju mengalahkan perasaan keadilan. Jumat (2/5/2009). apakah ini kesalahan eksekutif atau kesalahan KPU. bahkan beberapa kalangan menilai pemerintah berada di balik kecurangan pemilu. pemilu dimaksudkan untuk meminta suara rakyat justru tingkat partisipasi rakyat tak begitu diperdulikan. Itu soal lain. jangan mengklaim kebobrokan pemilu itu adalah kebobrokan presiden.Pemerintah disebut-sebut sebagai salah satu yang paling bertanggung jawab dalam masalah pemilu. karena itu relatif transaksi suara tidak akan terjadi. Secara kelembagaan KPU itu diisi oleh orang-orang tidak boleh tidak mesti memiliki faktor ketidak-independensian. Namun dengan tegas hal tersebut dibantah oleh pakar hukum dan tata negara Irman Putrasidin. kejujuran dan martabat.

pemerintah juga harus melihat potret yang ada dan memang harus diakui pemerintah kurang maksimal dalam penanganan masalah kisruh pemilu. Mengenai hak angket daftar pemilih tetap (DPT) yang diajukan sejumlah fraksi di DPR. "Memang kami setuju tapi seharusnya kita bikin tatanannya dulu jangan langsung ke hak angket. 29 April 2008 (05:13) | 34 komentar | Print this Article S uasana tegang. kerusuhan. Irman menjelaskan pemerintah tidak ada intervensi dalam hal pendataan. pemerintah bukan malaikat yang turun dari langit dalam arti pasti memiliki kesalahan juga. ulah perusakan rumah tinggal penduduk yang dianggap menjadi “lawan politik”-nya. panas. Ada apa gerangan di balik ulah sebagian warga yang cenderung destruktif dan menjurus ke tingkah anarkhi itu? Bukankah selama ini rakyat selalu disanjung puji sebagai warga bangsa yang polos.Irman menambahkan." pungkasnya. karena nanti akan ada api dalam sekam. dan amuk massa terhadap fasilitas umum milik masyarakat nyaris menjadi “irama” khas yang menggema di sela-sela pesta demokrasi itu. lanjutnya. tidak tepat digunakan dalam hal ini." tuturnya. Saya sarankan kasus kecurangan pemilu harus dibawa ke MK. "Saya menyarankan agar KPU saja yang harus dibenahi. karena angket ditujukan kepada pemerintahan seperti misalnya pemerintah melanggar undang-undang. manutan. lugu. Meski tidak semua daerah/kota yang tengah melangsungkan hajat demokrasi itu ditingkahi aksi kekerasan. dan santun dalam segenap perilakunya? Mengapa tiba-tiba saja mereka berubah beringas. Hak angket. (lsi) Tuesday. dengan cara mengganti orang-orangnya dengan mengganti orang yang baru dengan tidak menghabiskan waktu panjang. dan mencekam (hampir) selalu mewarnai proses pemilihan kepala daerah/walikota (pilkada) belakangan ini. Namun menurutnya. tetapi tak urung juga mencuatkan tanda tanya di benak kita. Aksi unjuk rasa. seperti dengan cara langsung menunjuk siapa orang yang tepat dan kredibel. bentrok antarpendukung calon. Melalui jalur hukum dulu jangan jalur politik. rentan terhadap aksi kebrutalan dan begitu mudah larut dalam arus emosi “purba” yang sebenarnya kurang menguntungkan itu? .

Ada semacam “keharusan” bahwa calonnya harus keluar sebagai pemenang. seorang kepala daerah/kota juga memegang posisi kunci (key position) dalam “menghitam-putihkan” corak dan warna dinamika daerah/kota yang dipimpinnya. dan dendam. dan makmur. Jika kondisi semacam ini tak teratasi. Yang mengkhawatirkan. Ia menjadi figur yang dianggap masyarakat memiliki “kelebihan” tersendiri. Bahkan. Ada yang mengobral janji. tak tahu lor-kidul pun tak luput terkena imbasnya.Fenomena kekerasan yang mewarnai setiap hajatan demokrasi jelas sangat tidak kondusif dalam upaya mendinamisir dan memberdayakan daerah/kota dari sentuhan kemajuan. proses pilkada di berbagai daerah/kota menampakkan kecenderungan untuk membersihkan praktek-praktek yang tidak jujur. dan acapkali dijadikan sebagai sumber informasi bagi warganya. Tidak jarang terjadi. kasak-kusuk. Yang jelas. kalau pihak-pihak yang saling berseteru tidak bisa saling menahan diri. Cara yang ditempuhnya pun bervariasi. upaya masing-masing kubu untuk menarik simpati massa menimbulkan situasi panas dan tegang. bahkan terus-menerus menaburkan benih kebencian. dukungan yang diberikan oleh warga kepada calon yang dijagokan masing-masing tampak penuh greget dan antusias. Selain menjanjikan naiknya status sosial. Para pendukung masing-masing calon menjelang hari “H” pelaksanaan pilkada sibuk menarik simpati massa dengan berbagai macam cara. aman. akhirnya musnah dalam sekejap. atau tidak adil. setiap kali siklus demokrasi ini diputar. Betapa tidak? Fasilitas umum yang dibangun bersama dengan susah-payah. Kepala daerah/kota terpilih yang seharusnya sudah siap terjun ke lapangan memaksimalkan kemampuannya menjadi terhambat. masing-masing kubu merasa calonnyalah yang paling pantas menjadi kepala daerah/kota. Seiring dengan terbukanya kran demokrasi. “memanjakan” calon pemilih dengan pesta. damai. daerah/kota yang bersangkutan akan mengalami set-back (langkah mundur) yang semakin jauh dari substansi ideal. tentu semakin mempersulit posisi daerah/kota dalam upaya mewujudkan tatanan masyarakat yang lebih demokratis. adil. dihormati. Warga yang tak berdosa. curang. bisa dibilang. Yang menarik. Tak dapat dipungkiri. Sangatlah beralasan. jabatan kepala daerah/kota memang cukup strategis. mulai saat sang calon menjaring massa hingga proses . atau membeli suara calon pemilih dengan sejumlah uang. disegani. tidak sedikit warga yang memiliki cukup “modal” siap bersaing untuk memperebutkan kursi orang nomor satu di daerah/kotanya.

Esensi demokrasi yang sebenaraya ialah kesediaan untuk bersikap jujur dan ksatria menerima kekalahan. dan amuk massa. mereka tak segan-segan melancarkan protes dan unjuk rasa. Sepanjang tuntutan yang disuarakan warga lewat unjuk rasa itu wajar dan murni mengingat adanya praktek kecurangan dalam pilkada. serta masih ditemukan adanya unsur kecurangan. memiliki integritas kepribadian yang tinggi. kalau sudah menjurus pada tindakan pemaksaan kehendak ditingkah dengan ulah perusakan. Tidak mengherankan kalau banyak kepala daerah/kota yang diduga melakukan penyimpangan harus tergusur dari kursi kepejabatannya akibat gencarnya aksi unjuk rasa warga. Akan tetapi. Mereka bebas menyuarakan pendapat. Apalagi. Ada keinginan kuat dari warga untuk menampilkan figur kepala daerah/kota yang benar-benar mumpuni. Tindakan seperti itu sebenarnya mengingkari makna hakiki demokrasi itu sendiri. penyelewengan. kejadian itu patut kita sayangkan. jujur. tanpa takut lagi dicap sebagai pembangkang.penghitungan suara. kalau calon yang jadi ternyata bukan figur yang dikehendaki oleh sebagian besar warga. dan berbagai ulah amoral yang dilakukan oleh aparat daerah/kota. mengkritik. padahal tidak ditemukan adanya unsur kecurangan dalam pilkada. korup. Bagaikan kuda liar yang lepas dari kandang. dan memiliki komitmen kuat untuk memajukan daerah/kota. sekaligus mengakui kemenangan pihak “lawan”. dan adil. kian menyuburkan nyali warga untuk menggugat praktik-praktik penyimpangan. Tidak berlebihan kalau di beberapa daerah/kota terjadi pengulangan pilkada lantaran prosesnya dinilai tidak berlangsung demokratis. atau anti-Pancasila –julukan yang acap kali dilontarkan penguasa Orde Baru kepada rakyat yang suka mengkritik penguasa. Derasnya arus reformasi yang diwarnai dengan berbagai aksi unjuk rasa seperti yang mereka lihat di layar televisi. bahkan melakukan unjuk rasa. . para warga merasa mendapatkan kembali kedaulatannya yang terampas. Fenomena pilkada yang diwarnai berbagai aksi kekerasan di era reformasi ini setidaknya dilatarbelakangi oleh terciptanya suasana euforia massa setelah lebih dari tiga dasawarsa kebebasannya dibelenggu oleh rezim Orde Baru. berbobot. PKI. lantaran ambisi calonnya tidak tercapai. pembakaran. begitu rezim Orde Baru tergusur dari panggung kekuasaan. tentu saja hal itu dapat dimaklumi dan ditolerir.

telah membawa konsekwensi terhadap format pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah dari sebelumnya pemilihan melalui DPRD. *** ooo Sumber: Pilkada Pasca-Reformasi.info/2008/04/29/pilkada-pasca-reformasi-quo-vadis/#ixzz16p5zmaQG Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike Pergeseran perubahan format politik dari otoritarian-sentralistik menuju demokratisasi desentralistik. Siapa pun orangnya. memang hal yang wajar di era keterbukaan ini. ketenteraman. Bahkan.Bagi warga. risikonya pun harus ditebus dengan harga yang cukup mahal. partisipasif dan transparan sesuai . tiba-tiba menjadi rusak dan porak-poranda oleh konflik antarkelompok kepentingan. Quo-Vadis? » Catatan Sawali Tuhusetya http://sawali. anarkhis. Ini artinya. ksatria. dan kerukunan. jujur. Di negara mana pun yang menganut paham demokrasi mustahil “mengalalkan” caracara “purba” yang vulgar itu dalam menegakkan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. berbangsa. Tindak kerusuhan dan aksi kekerasan bukanlah solusi arif untuk menuntaskan masalah. dan adil. jelas tak menginginkan suasana daerah/kota yang begitu kuyup oleh sentuhan kedamaian. Dari sisi ini. sekarang kepada rakyat. mengajak kita semua untuk bisa menjadi “aktor” demokrasi yang jujur. Akan tetapi. mestinya dijadikan cermin berharga untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Karena itu posisi politik rakyat dalam pilkada langsung memiliki makna penting dalam menentukan corak politik dan kepemimpinan di daerah. pilkada benar-benar ingin dijadikan sebagai momentum untuk memilih seorang pemimpin yang dinilai mampu membawa kemajuan daerah/kota melalui proses pemilihan yang benar-benar demokratis. patut disayangkan memang kalau situasi dan iklim semacam itu lantas dimanfaatkan untuk melampiaskan “dendam” dari kubu calon yang kalah dengan cara-cara yang kurang fair dalam berdemokrasi. dan bernegara. berbagai aksi unjuk rasa warga yang menuntut ulang pelaksanaan pilkada lantaran ditemukan bukti-bukti kecurangan. dan bar-bar yang mewarnai siklus demokrasi ini. bertanggungjawab. Pemilihan kepala daerah langsung dianggap juga sangat strategis dan patut mendapat perhatian kita semua karena pilkada ini dilaksanakan pada masa transisi dan masih bersifat “trial dan error” juga terdapat perbedaan dalam tata aturan penyelenggaraan maupun tujuan politik yang hendak dicapai. dan mampu menahan diri sesuai dengan idaman Ibu Pertiwi. Fenomena vandalistis. tanpa mengurangi makna penting dari pemilihan kepala daerah sebelumnya pilkada langsung dianggap sebagai obat mujarab untuk menjawab berbagai persoalan antara pusat dan daerah baik kewenangan dan juga persoalan lainnya. Pilkada langsung hakekatnya adalah sebuah proses untuk melahirkan dinamika politik lokal yang lebih demokratis.

Latar belakang seperti etnisitas. Tapi dewasa ini proses ini mulai banyak dipermasalahkan bahkan banyak kalangan menilai dan meminta agar pemilihan langsung kepala daerah sebaiknya dihapus saja hal ini dikarenakan begitu banyak kesalahan dan kekurangan dari pilkada yang telah dilaksanakan sebelumnya seperti konflik yang terjadi baik sebelum pemilihan maupun setelah pemilihan. (Larry Diamond) untuk dikhawatirkan adalah keikutsertaan masyarakat dalam kaidah dan kancah politik akan menimbulkan resonansi yang berlebihan terhadap wujud pembangunan. Kalkulasi kalkulasi mereka mempunyai andil besar mengantarkan pasangan calon tersebut untuk sampai ke kursi kepala daerah. Pilkada langsung di mata masyarakat lokal akan menentukan siapa yang akan terpilih menjadi kepala dan wakil kepala daerah dan akan mulai melakukan abstraksi terhadap pasangan calon tersebut. Hal tersebutlah yang kemudian menjadikan alasan mengapa pilkada secara langsung oleh beberapa kalangan diminta untuk dihapus / ditiadakan dan kembali pada sistim pemilihan sebelumnya yang diakibatkan oleh adanya resonansi dari kekerasan dan konflik yang terjadi dalam pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah secara langsung. suku mayaoritas dan suku minoritas dan banyak lainnya sehingga menimbulkan kerentanan terhadap disintegrasi bangsa.dengan nilai nilai politik lokal yang tumbuh dan berkembang di daerah. Dalam rangka mencapai hal tersebut. status sosial ekonomi dan golongan agama. Wawasan politik masyarakat lokal yang variatif dalam melihat dan memilih kriteria kepala daerah akan sangat menentukan kepemimpinan daerah Secara teoretis ada beberapa keuntungan pilkada langsung yaitu mendekatkan negara (state) kepada masyarakat (society). legitimasi membutuhkan kinerja. Resonansi adalah sebuah getaran yang terjadi atau ditimbulkan akibat dari adanya getaran dari orang lain atau benda lain sehingga menimbulkan implikasi terhadap kejadian berikutnya. antar penduduk mayoritas dan minoritas. tidak ada yang salah dengan kedua cara pandang tersebut. biaya yang dikeluarkan teramat tinggi. persetujuan membutuhkan legitimasi. Dalam konteks demokrasi. memberikan . para calon kepala dan wakil kepala daerah dengan berbagai cara akan lebih giat berusaha memainkan bidak-bidaknya untuk menggali dukungan masyarakat. Kekerasan-kekerasan yang terjadi akibat pemilihan langsung kepala daerah ini baik kekerasan langsung maupun kekerasan tidak langsung menyebabkan ekses negative menimbulkan dimensi baru yang sangat menghawatirkan yaitu timbulnya perpecahan antar masyarakat di daerah. antar agama yang satu dengan yang lainnya. Setiap individu berhak memiliki perspektif masing-masing. Hanya saja bobot dari kedua preferensi tersebut bila dibedah secara menyeluruh akan menunjukkan substansi kualitas yang berbeda juga dalam hal pandangan tentang pemimpin yang ideal bagi mereka. mengkategorisasikan pola preferensi politik menjadi yang rasional dan yang emosional. baik biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun dana yang keluar selama proses pemilihan itu sehingga di khawatirkan nantinya akan menimbulakan budaya korupsi. Ber-aneka ragamnya karakter masyarakat yang ada di daerah akan mempengaruhi pola preferensi politik masyarakat yang akan diperebutkan suaranya itu. Masyarakat lokal akan menjadi praktisi politik bagi dirinya sendiri. hal yang paling penting Demokrasi membutuhkan persetujuan. tetapi kinerja bisa dikorbankan demi persetujuan. mengembalikan kedaulatan dari kedaulatan negara menjadi kedaulatan rakyat.

atau karena faktor lain-lain (sosialisasi yang tidak memadai sehingga masyarakat "salah pilih".). Kelima. Oligarki baru di tingkat lokal akan lahir (atau menguat bila yang terpilih adalah pejabat-pejabat lama/incambent) dengan terpilihnya kepala daerah/wakil kepala daerah baru. Ketiga. Di daerah masih terlihat jelas "garis-garis" pengelompokan sosial menurut tempat kelahiran. pembangunan dikaitkan dengan program perencanaan nasional. secara psikologis pilkada langsung meningkatkan rasa harga diri dan otonomi masyarakat di daerah. dll. Di luar kemungkinan adanya upaya mobilisasi massa dari pihak yang . Ketujuh. kecurangan yang sistematis. dan pilkada langsung berkontribusi terhadap pengembangan demokrasi ditingkat lokal. Keenam. Dalam conflict fuctionalism terdapat konsep deprivation dan sense of injustice. dan agama/ideologi. kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih memperoleh mandat langsung dari rakyat untuk memerintah dan membangun daerah. loyalitas buta pemilih yang mengabaikan pertimbangan rasionalitas. Program-program pembangunan yang realistis dan penyusunan RAPBD yang berbasis pada pemecahan permasalahan lokal memerlukan kompetensi yang tinggi dari birokrasi lokal. sebagai contoh dalam hal perencanaan. dsb. Amanat rakyat tersebut jangan disiasiakan. di mana perasaan diperlakukan secara tidak adil merupakan penyebab timbulnya konflik. Eksklusivitas ini akan melahirkan klaim-klaim yang dapat merugikan kelompok lain. Kedua. atau karena munculnya kesadaran kritis masyarakat di daerah terhadap pesta demokrasi lokal di tengahtengah kesulitan ekonomi yang akut. Masalah ini muncul karena tidak adanya calon independen ( meskipun ada tetapi aturan untuk calon independen sedemikian ketatnya sehingga sulit untuk dipenuhi). intervensi dari DPP parpol.). penegakan hukum yang tidak berjalan dengan baik. Pertama kenyataan bahwa tidak semua yang terpilih dalam pilkada langsung adalah putra-putri terbaik yang dimiliki daerah bersangkutan.pembelajaran politik kepada masyarakat. tanpa adanya pengawasan kuat dari DPRD. Keempat. Beberapa hal ideal dari pilkada langsung dalam realitasnya dihadapkan pada bias-bias dan distorsi praktik penyelenggaraan pilkada langsung. pilkada langsung akan menyisakan sakit hati kepada kelompok yang kalah atau tidak puas dalam pilkada. kenyataan mengenai rendahnya tingkat partisipasi masyarakat di beberapa daerah dalam pilkada. Jumlah golput yang cukup banyak merupakan bukti kelelahan politik (political fatigue). kepala daerah/wakil kepala daerah terpilih kurang memiliki moralitas dan self-control yang kuat bahkan cenderung akan menyalahgunakan kekuasaan. banyaknya tumpang-tindih peraturan perundang-undangan menyebabkan terjadinya miss-interpretasi terhadap peraturan tersebut di daerah. Pada konsep ini. KONFLIK DALAM PILKADA LANGSUNG Dalam implementasi pilkada langsung sering sekali kita menemukan dan terjadi konflik yang diakibatkan oleh pemilihan kepala daerah langsung tersebut. kejenuhan. adalah faktor klaim. UU 32 tentang pilkada dimana program pembangunan dikaitkan pada janji politik pilkada sementara UU 25 Tahun 2004. Untuk menghindari konflik dan resistensi seharusnya ketika menjabat si pemenang harus mampu merengkuh pihak yang kalah untuk bersama-sama membangun daerah. civil society dan pemerintah pusat. suku. pilkada langsung memberikan legitimasi yang kuat kepada kepala daerah dan wakilnya untuk memerintah. kekerabatan. karena distorsi dalam seleksi di tingkat parpol (politik uang.

agama. konflik juga sering terjadi diakibatkan oleh kompanye-kompanye yang dilakukan oleh parpol / peserta pilkada bahkan oleh tim-tim dari pasangan yang akan ikut bertarung dalam pilkada tersebut sehingga masyarakat mulai dikotak kotakkan menjadi berbagai bagian bahkan ulama sekalipun terjadi kristalisasi figure-figur tersebut sehingga pengikutnyapun menjadi saling curiga dan akhirnya terciptalah konflik (black compigne) serta masih banyak lagi konflik yang diakibatkan oleh beradunya kepentingan antar pengikut. ternyata belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Banyak sekali koflik yang terjadi pada pemilihan kepala daerah langsung terjadi akibat daripada proses setelah pilkada tersebut berlangsung. selain itu maka tim-tim tersebut kemudian melakukan provokasi kepada pihak lain sebagai lawan calon tersebut sehingga tak jarang konflik terjadi karena kompanye-kompaye dari arus bawah yang sama sekali tidak tersentuh dengan visi dan misi dari calon mereka masing-masing sehingga Black compaigne sering terjadi. KEKERASAN PRA PILKADA Kekerasan pra-pilkada adalah kekerasan yang sering terjadi sebelum dilaksanakannya proses pilkada atau kekerasan pra-pilkada berlangsung. dalam proses itu sering bakal calon yang diusulkan oleh masyarakat banyak tidak diakoomodir oleh partai yang mewakili mereka sehingga terjadilah benturan-benturan antar kepentingan dalam pemilihan bakal calon dari masing-masing elemen tersebut.memiliki kepentingan-kepentingan tertentu. parpol. semakin besar kekayaan dan uang yang dimiliki maka besarlah kemungkinan khan-nya untuk memenangkan pilkada yang dilangsungkan sehingga pilkada yang kita jalani sekarang ini sering disebut PILKADA SEMBAKO dimana setiap melakukan kompaye dalam pemilihan kepala daerah maka tim sukses dari masing-masing akan datang untuk membagiakan berbagai jenis sembako kepada masyarakat yang akan memilih mereka. peserta. Bahkan ukuran kesuksesan dan kepemimpinan seorang tokoh sekarang adalah seberapa besar isi koper dan kekayaan yang dimiliki oleh seorang yang akan menjadi calon pemimpin dalam pilkada tersebut. mantan Mendagri Mohammad Ma'ruf. semakin banyak sembako yang dikeluarkan dan diterima oleh masyarakat maka semakin besar peluang untuk memenangkan pilkada tersebut sehingga dapat dikatakan bahwa pilkada merupakan bukti dari egaliternya capitalism. Bahkan. Justru dengan otonomi. Ketidaksiapan kontestan dalam menerima kekalahan dituding sebagai penyebab . Berikut kita akan membedah ragam konflik yang terjadi berdasarkan siklus / latar kejadiannya menjadi dua macam yakni kekerasan pra pilkada dan pasca pilkada. mengakui dalam pengembangan kebijakan otonomi daerah yang bertujuan membangkitkan kemampuan daerah. KEKERASAN PASCA PILKADA Kekerasan pasca-pemilu adalah kekerasan yang terjadi setelah proses pemilihan umum tersebut dilaksanakan (pasca pilkada). kekerasan ini sering terjadi saat penjaringan bakal calon yang akan mewakili suatu partai politik tertentu. banyak daerah yang menutup diri bagi daerah lain atau menimbulkan eksklusifisme yang tidak peduli terhadap daerah lain. ras dan suku dari masyarakat (baik yang menjadi peserta pilkada maupun masyarakat yang akan memilih mereka).

??????Telah uji coba. Akibatnya. Kedua. Agar konflik tidak terjadi perlu perubahan-perubahan mendasar.. Ketidakpercayaan muncul karena tidak kredibelnya penyelenggara pilkada di mata masyarakat. Terlihat.utama munculnya berbagai kerusahan pascapilkada. perubahan partai politik yakni dengan membentuk UU politik yang jauh lebih baik. dan tegas terhadap batasan dan kewenangan sehingga tidak tumpang tindih dan menimbulkan penafsiran yang ganda. peran panwas harus dioptimalkan.. Selain itu. Panwas harus benar-benar berdaya. Dugaan adanya perilaku curang dan manipulatif ditengarai sebagai penyebab tidak berwibawanya penyelenggara dari kontestan tertentu.telah dijajagi untuk pemanasan(belum all out). Pertama. Kedua. Jika unjuk rasa tidak direspon dengan baik oleh pejabat. diperlukan kontrol kuat dari simpul-simpul masyarakat. banyak warga tidak terdata sebagai pemilih. KPUD di beberapa daerah ditenggarai curang. KPUD harus independen.10:08:49 MST Kapan ke Jakarta. tidak netral. Ketiga. Namun. egoisme pribadi yang amat tinggi menutup kesadaran itu. Dangkalnya rasionalitas para pendukung menjadikan amarah berkembang menjadi amuk massa. menang atau gagalkan pilkada. Apabila semuanya terpenuhi dan semua aturan dijalankan secara baik maka kekhawatiran akan timbulnya anarkisme / konflik tidak akan terjadi sehingga disintegrasi bangsa yang dijadikan alasan ketakutan pemerintah tidak akan terjadi sebaliknya jika semua aturan dan perubahan-perubahan menuju perbaikan tidak dilakukan maka tidak menutup kemungkinan dis-integrasi bangsa yang dikhawatirkan pasti akan terjadi cepat atau lambat dan akhirnya mekanisme pilkada secara langsung dalam demokrasi-desentralisasi akan ditinjau kembali dan bahkan mungkin diganti atau kembali pada sistim awal. Pendeknya. akan meledak menjadi kerusuhan. Untuk itu. KPUD tidak bekerja serius dalam mendata pemilih. propagandapropaganda anti otonomi yang dilakukan oleh sebagian orang anggaplah sebagai suatu masukan untuk dipikirkan (perbaikan).. namun tanggung jawab atas tidak akuratnya data adalah ditangan KPUD. Mereka tidak mampu menemukan titik ekuilibrium (keseimbangan) tempat segala hal dikompromikan. Selain itu beberapa hal yang perlu diperhatikan juga adalah kekuasaan yang diperoleh kepala daerah harus melalui kompetisi politik yang sehat dan terbuka dan menumbuhkan swadaya politik masyarakat. gabungan ketidakpercayaan atas pelaksanaan hukum dan ketidaksiapan menerima kekalahan mengakibatkan munculnya aksi unjuk rasa. ZAINUL Direktur Yayasan “SANTOANA” Nusantara BAQRI an 25 2000 .. mereka tidak mendapat pendidikan politik yang baik. unjuk rasa muncul karena kontestan dan pendukungnya tidak siap kalah. terutama saat pencalonan dan penghitungan hasil pilkada. Pilihan mereka. Mereka tahu kompetisi selalu melahirkan pihak menang dan kalah. Meski data adalah hasil kerja sama KPUD dengan dinas kependudukan. Pertama. kerusuhan bila dipicu oleh ketidakpercayaan terhadap pelaksanaan berbagai aturan. dan memihak salah satu pasangan. .

. Pontianak.ketika ulubalangnya masih si Feisal Tanjung.l di Situbondo.dia bersama kroninya menjalankan pemerintahan disatu pihak dengan cara2 feodal dengan memanipulasi budaya kejawen 'manunggaling kawulo gusti' itu yang ditambah dengan trik2 pembenaran diri sendiri dan dipoles oleh privilis karena merasa paling berjasa menyelamatkan negara.l peristiwa Istiqlal. padahal perangkat peraturan/ perundangannya sebagai pedoman yang menyemangati dan menjiwai mekanisme penyelenggaraannya telah banyak tersedia untuk itu.Papua terus dipelihara.yang tujuannya dalam rangka melemahkan perlawanan pro demokrasi.teori 'desa mengepung kota'-nya Mao.yaitu masa tahun 1997 ketika merebak ninja2 di kota2 di Jawa a.Tasikmalaya.maka Soeharto telah menuduhkan teori 'Mao' itu kepada lawan2nya.realitas mekanisme pelaksanaan pemerintahan itu berjalan sesuai selera penyelenggaranya yang penuh dengan KKN. sampai demo2/apel2 an. Bali.Selatan/Tenggara. Makassar dst.kerusuhan2 telah mulai merebak kemana2.Pada masa Habibie kerususan di Aceh.Kupang.demo2 anti judi/maksiat.Depok. Tapi jauh sebelum ini ketika Soeharto masih berkuasa.Papua tetap digosok2. Masa2 sekarang ini.ketika perlawanan pro-demokrasi kepada Suharto/pro status quo semakin menguat. yang sadar atau tidak sadar sudah menjadi obsesinya. Jika ditelusuri lebih jauh... Tengah. Doulos. kata cerdik pandai baru2 ini di koran. Sesudah pro status quo/rezim Soeharto/Habibie tumbang.Medan terus digoyang sampai meledak dan kemudian bila telah matang.Surabaya.Makassar terus di panas panasin. Maka dalam penyelenggaraan pemerintahan republik ini.Malah realitas penyelenggaraan pemerintahan itu masih sarat dengan budaya2 penyelenggaraan pemerintahan masa orde baru/rezim Soeharto.Pangkostrad-nya si mantu-nya.Riau/Batam.yang didominasi oleh penyelenggaraan atas dasar budaya KKN.Ambon.Aceh terus dipelihara diseluruh pelosok daerah.pelaksanaan pemerintahan 'pro reformasi' yang diinginkan rakyat belum berjalan.Mataram telah diledakkan.akan ke Jakarta. Lampung.... Rengasdengklok.dan diupayakan terus dipelihara didaerah itu. Jadi Soeharto itu sangat paham benar dengan teori Mao itu.yang sangat jauh menyimpang dari kehendak/semangat dan jiwa dasar negara ini serta peraturan/ perundangan yang tersedia.lanjutan narkoba. pengembangan narkoba.Pontianak.budaya KKN ini yang sengaja atau tidak sengaja dikembangkan oleh Sorharto.Akan matangkah? Hal ini tergantung antisipasi dan counter pemerintahan Gus Dur dan pro demokrasi lainnya. percikan2 kecil di jakarta terus diadakan agar tetap hangat a. yang resultantenya terhimpun dalam kekuasaan yang otoriter.masa Gus Dur.tawur anak sekolah.KSADnya si Hartono.Pelangka raya.Ambon telah hampir setahun dipelihara dan dikembangkan keseluruh pelosok Maluku baik Utara.adalah dilatarbelakangi kehausan Suharto beserta keluarga menjadi raja di raja di 'kerajaan Mataram'. Dizaman orde baru/rezim Soeharto. Ketentuan/perundang2an/hukum positif yang ada . Garut..pematangan dari daerah2.

bila perlu untuk pembenaran perbuatannya dia dengan kroninya mengeluarkan ketentuan2 spesiifik baru untuk mendukungnya. karena yang dilaksanakan biasanya suatu ketentuan spesifik berupa Kepres yang senaknya dikeluarkan.Maka perggantian yang telah terjadi itu. Maka.yang kebanyakan sudah terkontaminasi pola pikir /sistem nilai / budaya pemerintahan dengan paradigma lama yang pasti susah dirombak.justru yang sangat dominan adalah peranan social kontrol rakyat (NGO.kembali kepada Negara dan pemerintahan yang didasarkan pada sistem demokrasi/kedaulatan rakyat.Daerah adalah merupakan hinterland.bukan hanya sekedar pergantian kepala Negara/ Pemerintahan. Mekanisme penyelenggaraan pemerintahan pro reformasi itu termasuk mekanisme kontrol tidak berjalan. Suatu hal yang terlupakan dalam pergantian personil ini ialah terpukaunya seluruh pihak kepada pergantian personil di pemerintahan tingkat pusat saja (Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara) dan melupakan tingkat Daerah.hanyalah untuk kawulo saja.yang tidak boleh dan tidak pernah diuji oleh MA terhadap UU nya. maka sebenarnya tidak ada alasan lagi untuk Negara ini tidak makmur dan maju apabila ketentuan pelaksanaanya yang lebih rendah sejalan dengan ketentuan yang lebih tinggi (UU). Tidak ada artinya perjuangan penumbangan kekuasaan lama yang otoriter/KKN itu.adalah suatu momentum yang harus terus dijaga keberadaannya untuk dapatnya semangat dan perilaku penyelenggaraan pemerintahan itu dirombak dari sistem kekuasaan otoriter/KKN ke sistem kekuasaan yang berdemokrasi/kedaulatan rakyat.peranan personil sangat menentukan.yang sudah terpaku pada pola pikir serba sentralistik.tetapi adalah sekaligus penumbangan suatu sistem kekuasaan otoriter yang telah menjajah rakyat Indonesia itu .tetapi kenyataannya berbeda.yang mau tidak . Jika kita menghimpun seluruh peraturan/ ketentuan umum (UU) yang telah ada termasuk yang dibuat rezim Suharto selama 32 tahun itu dan membacanya. Ini adalah hasil dari pembentukan pola pikir (mind set) dari rakyat Indonesia oleh rezim Orde Baru/Status quo/Soeharto.bila personil atau paling tidak pimpinan2 penyelenggara pemerintahan sampai yang level terendah itu masih menggunakan personil rezim yang sebelumnya. Pergantian personil dibidang legislatif mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah telah jalan dengan melalui mekanisme pemilihan umum. ormas. Pergantian pemerintahan sekarang dari rezim Orde Baru/Suharto ke era pro reformasi adalah pergantian pemerintahan yang tidak biasa.tidak mempan untuk mereka.jajahan yang tidak perlu diperhitungkan/dianggap. mahasiswa dll) yang bila tidak hati2 bisa berkembang kepada anarkhisme dan dapat dibelokkan untuk penumbangan atas pemerintahan yang ada .semua tergantung dan ditentukan pemerintah pusat/presiden dari Jakarta.

Hal diatas baru menyangkut Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara atau sering disebut Pemerintah Pusat. Malah sebaliknya faksi2 yang ada di DPRD justru saling menjegal/tidak bersynergi.demikian halnya personil2 pendukung/birokrasinya.ternyata lembaga DPRD itu tidak mempunyai suatu kekuatan yang cukup mengadakan reformasi atas personil yang berada di eksekutif.mau harus diterima sebagai suatu kenyataan.personil dan kinerja eksekutif itu.dan bisa menjadi penghambat atas keberhasilan Gus Dur dalam mengadakan reformasi disatu pihak dan menyelenggarakan pemerintahan sesuai harapan rakyat dipihak lainnya. Khusus lembaga kabinetnya.dengan mengakomodasikan seluruh kekuatan2 yang ada (baik yang pro status quo maupun yang pro reformasi) terwakili didalam kabinet Gus Dur itu.karena tidak terdapatnya kekuatan atau koalisi kekuatan yang jadi mayoritas di DPRD itu.maka sebenarnya yang ditumbangkan itu adalah personil2 pejabat Negara/ Politis yang lama diganti dengan yang baru. Walaupun anggota2 DPRDnya sudah hasil pemilu reformasi. Lebih2 kedalamnya y. paling tidak unsur pimpinan untuk lembaga yang paling strategis (MPR. Lembaga2 Tertinggi Negara dan Tinggi Negara. disamping MA.I maupun tk. pimpinan2nya sudah diisi dengan pendekatan/model Gus Dur yang kompromis (balas jasa)juga. malah sebaliknya posisi menentukan (sentral) Gubernur .belum pemerintahan di daerah.agar dapat bekerja bersinergy keatas.Ternyata personil2 di pemerintahan daerah baik tk. Pemerintahan 'Pro Reformasi' sudah hampir berjalan 100 hari.kebawah dan kesamping sesuai harapan reformasi yang diinginkan.yang bisa kontra produktif kepada semangat reformasi yang mengawali perobahan pemerintahan itu.DPA. walaupun masih terkandung unsur2 yang pro status quo/Suharto disana. tetapi tidak dominan lagi. kenyataanya bahwa legislatif/DPRD yang ada tidak mampu melakukan perombakan eksekutif.DPR dan Presiden) sudah diisi wajah2 baru yang diperoleh atas dasar kompromi/dagang sapi kekuatan politik/ elit politik yang ada.malah menjadi penengah faksi2 itu .yang berarti pergantian seluruh pejabat Negara/Politis baik ditingkat Pusat yaitu anggota DPR/MPR dan pimpinan2nya. Dengan telah tumbangnya pemerintahan Orde baru/Suharto.personil2 pimpinannya/pejabat negaranya masih 95 % adalah warisan pemerintahan Soeharto/status quo.i unsur2 pendukung/birokrasi (Dirjen/Sekjen kebawah) masih banyak personil2 yang harus diganti/ dibersihkan yang telah karatan dengan nilai lama.minimal yang disebut pejabat Negara itu tidak hanya ditingkat pemerintah pusat saja tetapi juga yang ditingkat Daerah. Presiden dan Menteri serta Panglima TNI dan pergantian pejabat Negara/ Politis ditingkat Daerah yaitu anggota DPRD tk I&II beserta pimpinan2nya.II.BPK dan DPA yang masih warisan Soeharto/ Habibie.tetapi reformasi kelembagaan dan personilnya masih tersendat sendat.pimpinan lembaga tinggi Negara BPK.Akibatnya.MA.Gubernur KDH tk I dan Bupati/Walikota KDH tk II.jika secara teoritis bahwa legislatif itu adalah sumber legitimasi atas lembaga . Seharusnya pergantian personil di bidang eksekutif juga. yang tentu memperkuat posisi eksekutif yang warisan rezim status quo didaerah itu.

atas dasar pertimbangan politis dan atas dasar ketentuan/ peraturan UU 5/74 itu.Memang anggota2 DPRD Daerah yang pro reformasi itu masih gamang dalam menjalankan tugas pengabdiannya. Seharusnya pada saat dimulainya sidang umum MPR dimana personil2 Presiden (Habibie) dan Menterinya dinyatakan demisioner. Ini adalah pekerjaan yang terlupakan dari.minimal pimpinan2/ pejabat negara pada posisi yang strategis mulai dari atas sampai kebawah. Dengan diberlakukannya UU no 22 mengenai pemerintahan Daerah pengganti UU no5/74.maka Kepala Daerah tk I dan II itu mutlak ditentukan oleh DPRD. seharusnya sudah demisioner dan sudah harus diganti.dan tidak mustahil mereka sering terpengaruh dan terjinakkan oleh eksekutif dengan berbagai cara a.Seharusnya dengan tumbangnya sistem pemerintahan Orde Baru.karena keberadaan mereka disana adalah sebagai pejabat Negara/politis yang merupakan bagian dari rezim Orde baru. .juga DPRD2 Daerah.Lebih2 penyelenggaraan pemerintahan yang hendak mengganti sistem pemerintahan lama ke sistem pemerintahan yang baru. yang tidak ada bedanya dengan keberadaan Menteri. Memang Presiden dan menteri yang di level pemerintah pusat telah terdiri atas orang2 'baru'.dinyatakan demisioner hingga terpilihnya Gubernur/Bupati/Walikota oleh DPRD berdasarkan UU 22/99.mulai dari atas hingga yang paling rendah.maka mereka2 itu juga ikut turun.yang merupakan kepanjangan tangan presiden sesuai UU 5/74 didaerah itu yaitu Gubernur/Bupati/Walikota./Bupati/Walikota warisan Soeharto/ Status quo itu masih tetap tak tergoyahkan sebagaimana pada zaman rezim Orde baru.maka juga jabatan pejabat negara/politis di daerah juga. kenyataannya .Maka dengan demikian Gubernur/Bupati/Walikota warisan rezim Soeharto yang pengangkatannya berdasarkan UU 5/74. Keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan oleh eksekutif/Presiden itu sangat ditentukan oleh personil2 yang menyelenggarakan.l fasilitas2 dan wang.l masih sarat dengan cara2 penyelenggaraan pemerintahan yang otoriter/ sentralistik dan yang berbau KKN atau malah sebagian personil2 warisan rezim lama itu yang terancam posisinya secara diam2 mendukung kembalinya kekuasaan lama yang dapat melindungi mereka.yang penetapannya/persetujuan orangnya mutlak oleh Presiden/Pemerintah Pusat.maka mutlak diperlukan personil2 yang baru.DPR.95 % masih warisan rezim Orde baru/Soeharto.Presiden (Gus Dur) atau Pemerintah Pusat.MPR.Maka realitas yang kita lihat bahwa penyelenggaraan pemerintahan pusat itu masih sarat dengan paradigma lama a.yang menurut UU 5/74 dan kenyataan proses penunjukannya adalah merupakan kepanjangan tangan/bawahan langsung Presiden di daerah dan bertanggung jawab langsung ke Presiden . Demikian halnya personil Gubernur (dan Bupati/Walikota).tetapi personil2 pendukungnya mulai dari Sekjen/Dirjen masih personil2 warisan reziim lama yang kebanyakan sarat dengan sistem nilai/pola pikir paradigma yang lama.

tapi dapat diredam dengan KKN dan suap melalui kroni/keluarga Suharto.Selanjutnya. maka DPRD Daerah itu berdasarkan UU 22/99 mulai bekerja memilih Gubernur/Bupati/ Walikotanya secepatnya. Bagaimana hiruk pikuk kasus ijasah palsu calon Gubernur/pencalonan Gubernur NTB yang sekarang dilanda kerusuhan di Mataram. Sampai sekarang ini mereka2 itu takut dan setia kepada Soeharto.Makanya muncul suatu istilah pada waktu itu bahwa Gubernur/Bupati/Walikota di daerah adalah merupakan mandor2nya Soeharto/kroni/ keluarganya di daerah. atau karena terpaksa karena rahasia2nya sebagai senjata penekan oleh pihak provokator/pro status quo itu.dengan masih adanya juga personil menteri Kabinet Gus Dur yang diakomodir dari pihak pro status quo itu.maka tidak mengherankan bahwa pelaksanaan pemerintahan ini baik menyangkut kebijakan dan operosionalnya disatu sisi maupun menyangkut hal politis atau teknis masih sarat dengan paradigma lama.Jawa Tengah dst yang sempat bermunculan kasus pencalonan Gubernurnya tapi dapat diredam/tidak diperdulikan karena kekuatan kroni Soeharto itu. Bagaimana di Sumatera barat.Komandan Kodim adalah satpam/ centengnya di daerah. Kita mengetahui bersama bahwa para pejabat Negara (Gubernur/Bupati/ Walikota).dimana untuk mendapat jabatan Bupati yang kedua harus menyediakan wang milyaran rupiah. dan masih sangat banyaknya (95 %) personil birokrasi Menteri2/Lembaga dibawah Presiden juga warisan rezim Orba/Status Quo/Soeharto-Habibie. Tidak terkecuali di daerah2.pejabat tinggi birokrasi di Pemerintah Pusat/Kabinet Gus Dur maupun di Daerah yang warisan rezim Orde Baru/Staus Quo itu dapat menduduki posisinya pada waktu itu adalah berdasarkan praktek2 KKN dan suap.presiden itu terpilih dan membentuk kabinetnya.apakah ketakutan atau kesetiaan karena balas jasa atau karena rahasia2 mereka yang tersimpan ditangan Soeharto/pengikut Soeharto. yang berpusat kepada kesetiaan tanpa kecuali kepada Soeharto sebagai pusat kekuasaan.Habibie. Tentu kita masih ingat bagaimana hiruk pikuk kasus Bupati Bantul. Karena adalah sangat masuk akal bahwa para pejabat di daerah yang masih kroninya Orde Baru/Status quo/Soeharto-Habibie akan memfasilitasi mereka baik secara langsung maupun tidak langsung atau secara sembunyi2.bagaimana di Riau.Jambi.atau sebaliknya pelaksanaan pemerintahan yang didasarkan kepada reformasi dan paradigma baru itu selalu sulit dan terhambat/digagalkan oleh tangan2 jahat yang pro rezim Orde Baru/status quo/Soeharto.main mata. Dengan masih bercokolnya Gubernur/Bupati/Walikota dengan aparatur birokrasinya yang warisan rezim Orba/Status quo/Soeharto didaerah daerah. .sedangkan para Panglima Kodam.baik karena rela/bersedia memfasilitasi untuk kembalinya pro status quo/Soeharto-Habibie kembali berkuasa. Tidak mengherankan apabila para provokator/tangan2 jahat mempunyai akses yang mudah keseluruh daerah di Indonesia ini dalam rangka menciptakan kerusuhan.setelah Presiden&Wk.

terlupakan oleh anggota2 MPR pro reformasi. "Sebenarnya kalau kandidatnya menerima kekalahan dengan cepat rakyat juga tidak akan bergerak apa pun. tidak pro aktif dan tidak secepatnya menyelesaikan pekerjaan yang terlupakan diatas. itu artinya pemilukada sudah berjalan dengan baik.Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan. KPUD 12/07/2010 Tak 23:01 Netral WIB TEMPO Interaktif. Mahfud mengatakan sikap netral dari para aparat sangat diperlukan untuk menghindari konflik yang mungkin terjadi. terlupakan oleh anggota2 DPRD pro reformasi. .Maka tugas yang terlupakan oleh Presiden Gus Dur ini." katanya.tetap memfasilitasi provokator2/tangan2 jahatnya didaerahnya. Jakarta . "Kerusuhan pasca pilkada akibat kecurangan-kecurangan terstruktur dan massive. menurut Mahfud.terlupakan/ sengaja dilupakan Mendagri/ Menteri Otonomi Daerah ini.harkat. Senin." ujarnya. Mahfud mengatakan secara garis besar pemilukada yang dilaksanakan di Indonesia sudah berjalan baik.maka strategi Mao 'desa mengepung kota' akan benar2 dapat terjadi sampai ke Jakarta.terlupakan oleh anggota2 DPR pro reformasi. seperti ketidaknetralan aparat. Memang ada ketidaknetralan tapi kecil. "Itu bisa menimbulkan konflik sosial kalau tidak netral. Penyebab lainnya. kerusuhan yang terjadi pasca pemilihan umum kepala daerah terutama disebabkan adanya kecurangan yang terstruktur.terlupakan oleh para menteri pro reformasi ini . baik KPU maupun pemerintah daerah. agar kawan2 itu sadar dan tidak membuat kerusuhan lagi'. adalah karena para calon Kepala Daerah yang tidak siap kalah." ujar Mahfud di Jakarta. keamanan sendiri maupun keluarga yang perlu diperjuangkan dan dipertahankan. "80 persen kan tidak dikabulkan.karena hal yang mereka perjuangkan tidaklah sederhana melainkan sangat kompleks menyangkut eksistensi. Namun.harus segera diselesaikan secepatnya.kekuasaan. adalah suatu ajakan yang tidak akan diperdulikan.kalau tidak menginginkan daerah2 itu baik tingkat I maupun tingkat II. 12 Juli 2010 Kerusuhan Pilkada Andi Saputra . Tidak mustahil bila Gus Dur dan pro reformasi hanya sekedar bertahan.detikNews | 16:33 Akibat WIBSenin." katanya. Senin (12/7). Ajakan Gus Dur dengan hanya mengatakan agar 'tangan2 jahat itu sudah saya ketahui.

”.Berdasarkan data yang diperoleh dari bagian administrasi MK. ” Polisi salah. telah menyerahkan 34 bukti awal. Jika penyidik Polri membutuhkan bukti surat suara tersebut. Wahida Suaib. saya merasakan ada “sinyal” konspirasi politik antara KPU. susah untuk dikabulkan. pihak penyidik dengan kewenangan yang dimilikinya dapat mengupayakannya melalui pengadilan.… Polisi jangan seperti ini. Menurut ahli hukum pidana UGM Eddy OS Hiariej. 10 perkara tidak diterima. Pihak kepolisian meminta supaya Bawaslu memberikan bukti surat suara tertukar yang sudah dicontreng tersebut. dinilai Jeirry. yaitu dengan memasukkan suara ke suara partai yang mengakibatkan suara yang diberikan kepada caleg menjadi sia-sia [kompas]. dan yang tidak diregistrasi 4 perkara dengan alasan permohonan ditarik kembali oleh pemohon. Anehnya. Padahal!! Berdasarkan UU 10/2008. salah satunya berupa surat edaran KPU Nomor 676 dan 684 yang intinya menganggap surat-surat suara yang tertukar di berbagai daerah itu dianggap sah. Kepolisian dan Pemerintah. Jeirry merasa heran dengan permintaan polisi supaya surat suara yang tertukar dihadirkan sebagai barang bukti. 2. Padahal pihak Bawaslu seperti dilansir anggota Bawaslu. Jelas. dan 3 ditarik kembali. “Tidak mungkin karena sedang proses rekapitulasi suara. bukan tugas Bawaslu mencarikan barang bukti. belum teregistrasi 22 perkara. berkas tidak dilengkapi. Permintaan itu. pasti surat . dengan rincian total perkara yang telah teregistrasi 69 perkara. dan bukan kewenangan MK. Bawaslu tidak memiliki kewenangan untuk mendapatkan surat suara yang sudah dicontreng tersebut. Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Komite Pemilih Indonesia Jeirry Sumampow. Dan perasaan curiga saya semakin menguat tatkala Polisi menolak menindaklanjuti laporan Bawaslu tentang tertukarnya surat suara di sejumlah daerah karena kurang bukti [bawaslu]. hingga saat ini MK telah menerima pendaftaran perkara Pemilukada sebanyak 95 perkara. Melihat gelagat sejak Pilkada Jatim. untuk mendapatkan alat bukti lebih lanjut bukan merupakan tugas Bawaslu. “Ini memperlihatkan polisi tidak paham hukum pidana pemilu seperti apa. 36 perkara ditolak. Mabes Pori menolak berkas tersebut dengan alasan bahwa belum cukup bukti. itu justru kewajiban polisi. bukti awal pihak Bawaslu sudah cukup untuk Polri menanggapi laporan Bawaslu karena: 1. polisi harusnya lebih bisa proaktif. sepertinya polisi tidak mau menerima laporan kalau tidak ada bukti yang kuat” [Bawaslu/detik]. karena UU no 10/2008 mengatakan bahwa Surat suara tersebut harus tetap berada di dalam kotak suara yang tersegel. Sementara itu. MK sudah memutus 58 perkara dengan rincian 9 perkara dikabulkan.

lembaga kepolisian selalu mendapat rangking nomor 1 dalam survei Lembaga Publik Terkorup. yakinkah hasil pileg serupa dengan yang sekarang? .suara itu di jaga.. Justru dengan kewenangan polisi. apakah landasan Polisi (khususnya Bareskrim Mabes Polri) menolak laporan dugaan tindak pidana dengan bukti-bukti awalnya karena tidak paham mengenai mekanisme Pemilu atau karena ingin melindungi kepentingan penguasa atau karena apa? Karena selama ini dan hingga tahun 2008. atau koruptif? Inilah misteri Pemilu 2009…. ech for nusantaraku – 19 April 2009 Kronologis Lengkap : Press Release Bawaslu Terkait Upaya Tindak Pidana Pemilu terhadap KPU kepada Mabes Polri EMBILAN partai berhasil lolos parliamentary treshold adalah dengan catatan pemilu legislatif-nya (pileg) bermasalah terutama soal prinsip Jujur dan Adil (jurdil). bukti itu bisa dihadirkan. Mari kita berandai sehat: (1) Jika sejak awal perumusan rancangan UU yang melandasi pileg 2009 tidak mengandung masalah besar (ingat inilah uu yang paling banyak dijudicial review dalam waktu singkat). Saya pun merasa sangat janggal. [bawaslu/detik] ***** Perlu dicatat bahwa Bawaslu telah berusaha mengungkap pelanggaran hukum sejak 9 April 2009. namun hingga 17 April 2009. Benarkah penolakan laporan Bawaslu oleh lembaga kepolisian (khususnya Bareskrim Mabes Polri) merupakan skenario penguasa. ketidakprofesional. laporan Bawaslu telah ditolak polisi sebanyak 3 kali. Setiap hari Bawaslu Polri konsern terhadap masalah ini.”.

Apa gerangan yang amat perlu dilakukan dalam keadaan seperti ini? Sri Bintang Pamungkas sudah memulai kampanye Golput. apakah hasil pileg 2009 akan serupa dengan hasil yang terpaksa kita terima sekarang? Tampaknya terdapat paling tidak 5 faktor utama penyebab kebobrokan pileg 2009. Kelima. Bukan cuma penuh masalah. sementara sosialisasi di dalam negeri sendiri centang prenang. aspek sosial ekonomi. Seburuk-buruk pengalaman demokrasi di Indonesia sudah diperagakan dalam peristiwa-peristiwa perebutan kekuasaan tingkat lokal itu. dan entah kenapa tahun 2009 banyak lagi. apakah hasil pileg akan seperti yang sekarang? (6) Jika jual beli suara tidak terjadi. aspek perundangundangan yang mengatur pileg. tahun 2004 24. Kebobrokan pileg adalah tabungan untuk kualitas yang amat diragukan untuk pilpres. Keempat. Tabungan masalah itu sendiri mungkin bisa diklasifikasi menjadi tabungan masalah moral dan etika. Sebagai contoh. orangorang KPU buru-buru mengemasi travel bag masing-masing. Kedua. Website KPU malah lebih banyak menampilkan pengumuman tender daripada informasi pemilu. kiranya Sri Bintang Pamungkas pantas diacungi jempol. Pertama. Pemerintahan gagal membangun iklim yang menumbuhkan harapan untuk memperoleh taraf hidup lebih layak bagi rakyat. Ketiga. tetapi memang terdapat iklim pembiaran untuk kelangsungan berbagai pelanggaran yang ditoleransi oleh hukum. aspek referensi pengalaman buruk dalam rangkaian pemilukada sejak tahun 2005. dan tabungan masalah bersifat teknis elektoral. Sebagai sebuah interupsi politik yang amat mendidik. trend budaya politik yang machiavellis dalam berebut apa yang dimaui. Kelemahan dari segi ini sesungguhnya bukan soal profesionalitas. Untunglah Indonesia punya seorang Sri Bintang Pamungkas. Rakyat tidak sampai mengetahui apakah ini sebuah kebijakan atau kebaikan hati seseorang. Tidak ada masalah legitimasi dalam hal ini. aspek penyelenggara. karena persoalan legitimasi hanya akan dipentingkan di negara yang masyarakatnya sudah memiliki standar moral/etika yang tinggi hingga dengan standar itu pasti merasa malu jika mencacatkan diri dalam proses suksesi.(2) Jika tidak ada “policy” yang mendorong lahirnya partai-partai baru (ingat tahun 1999 parpol peserta pemilu 48. Sebagai gantinya pemerintah hanya membagi-bagi uang dengan dalih membantu rakyat yang menderita (BLT). apakah hasil pileg 2009 akan seperti yang sekarang? (5) Jika ada komitmen dan kredibilitas dari jajaran pelaksana dan pihak-pihak terkait. untuk mengejar target sosialisasi di luar negeri. melainkan lebih pada masalah integritas. 38). kalau bukan sekadar membuat berita-berita kutipan dari media. Ini bisa menyangkut . apakah hasil pileg akan seperti yang sekarang? (4) Jika tidak ada penggolputan warga secara by design. Purifykasi atau pemurnian atau katakanlah pemikiran ulang tentang konsepsi-konsepsi politik yang mewarnai ambisi kekuasaan para elit amat perlu. apakah hasil pileg 2009 akan serupa dengan yang sekarang? (3) Jika tidak tidak ada money politic.

agenda perenungan kembali atas makna kebangsaan. termasuk pencurian suara. metode dan implementasinya secara bermartabat. Jika si Sugeng menyetor hari ini. menimpakan kemiskinan berstruktur. Terkadang Tuhan berbicara dengan bahasa yang mencemaskan manusia. bayangkan saja dirimu tak ubahnya sebuah bank. Paling parah Tuhan pun tak jarang membiarkan manusia benar-benar tak tahu membedakan mana yang hak dan mana yang bathil. Itu dosa besar selain pasti akan meruntuhkan bank (negaramu)”. menimpakan penyakit beruntun. Kekhawatiran akan neo lib justru berakar dari prinsip ini. Selain itu. instrumentasi dan artikulasi peran negara sebagai sesuatu yang tidak sekadar ajang perebutan belaka di antara pihak-pihak serupa yang berbeda retorika. Juga harus menyangkut penegakan wewenang yang sah. bahwa di tengah kebobrokan ini masih belum putus asa untuk berharap agar KPU dan jajarannya serta pihak-pihak terkait benar-benar jujur dan adil. Tuhan pasti tahu bangsa-bangsa yang bengal dan bebal. Pengorganisasian alat-alat kekuasaan yang efektif sesuai pola kemajuan zaman dan memberdayakan. Meneguhkan dan memelihara identitas bersama yang modern dan berwawasan serta berpereferensi pada sejarah dan kepribadian bangsa.keniscayaan peninjauan atas keyakinan-keyakinan politik. maka tidak mengapa. terlepas ia seorang pentinggi atau sekadar buruh upahan di ladang pendodosan kebun sawit para kapitalis. Jika tidak ada kemauan. Semua setoran (suara) harus diadministrasikan dengan sebaik-baiknya. Akhirnya harus juga mencakup pemikiran ulang tentang produksi dan distribusi barang dan jasa secara berkeadilan. dan juga agenda dan kebijakan yang mengakar pada kepentingan rakyat. standar ketokohan dan kenegarawanan. Keempat faktor itulah masalah politik yang mestinya menjadi perenungan bagi setiap warga negara. . jangan dibukukan atas nama si Paino. Catatan: Posting ini didasarkan pada bahan Dialog di Binagraha Sumut (Medan) beberapa hari lalu. memunculkan bencana dimana-mana. dan juga membiarkan semua kesenangan terbatas dan ad hock meruntuhkan kadar keimanan. Perbaikan Daftar Pemilih tetap (DPT) tidak akan mengurangi kerugian moral bangsa atas pilpres 2009 mendatang. Jangan lagi ada masalah. Mungkin orang KPU itu harus diberi analogi begini : “wahai KPU. struktur-struktur politik. Tak salah jika berharap.

dan pemerintah untuk menindak lanjuti semua laporan kecurangan pemilu dan menegakkan hukum terhadap pelanggaran/kecurangan yang terjadi. Rusdi Hanafi (PPP). mereka tolak. Pertemuan yang berlangsung di rumah Ketua Umum PDIP itu. kalau partai— partai yang merasa tidak puas dengan hasil pemilu. pemilu 2009 ini. membahas dan mengavaluasi hasil-hasil pemilu 2009. Yaitu. dan tidak terselesaikan dan mereka membuat gerakan. yang menurut mereka dipenuhi dengan kecurangan. Pemilu 2009 ini tidak akan memberikan legitimasi politik yang kuat. Melebihi bencana ‘tsunami’ yang terjadi di Aceh. Rizal Ramli (KBI). yang menyedihkan ada diantara caleg itu. Idham Cholid (PKNU). dan akan melahirkan ‘political damage’ (kehancuran politik) bagi Indonesia. partai-partai politik. PDS.yang tidak akurat. Amelia Yani (PPRN). menurut penghitungan hampir mencapai 200 trilyun. dan perorangan yang terdiri dari para caleg. Setidaknya. Sehingga.7 trilyun rupiah. Bursah Syarnubi (PBR). biayanya dari APBN. yang melakukan bunuh diri. mendesak KPU. harapan. 15 parpol itu (PDIP. PKDI dan Buruh). mulai dari DPT (daftar pemilih tetap). PPNUI. tapi justru mengakibatkan ‘damage’ yang dahsyat di masa depan.Pemilu 2009 ini adalah terburuk sepanjang sejarah Indonesia. yang mencapai lebih 45 persen dari jumlah pemilih. Banwaslu. Kedua. ekses psychologis dari pemilu 2009. terjadinya potensi konflik dan ‘social disorder’. Belum lagi. Ada sekitar 15 tokoh partai dan LSM. pemilu 9 April yang lalu. dan pimpinan partai ramai-ramai menggugat hasil pemilu 2009. karena gagal terpilih. karena gagal terpilih menjadi anggota legislative. sehingga hal itu melanggar hak asasi manusia. dan tingginya angka Golput. Syahrir MS (Republikan). karena sistemnya yang amburadul. Misbach Hidayat (PKB). Prabowo (Partai Gerindra). karena tidak masuk dalam DPT. dan sudah lebih 10 partai politik. karena membela kepentingan politik tertentu. Hanura. menyisakan kesedihan. PPRN. dan menyatakan adanya kecurangan. yang berkumpul di rumah Mega. yang harganya ‘cost’ sangat mahal. Sekarang para tokoh politik. tidak memberikan arti apa-apa bagi masa depan demokrasi di Indonesia. bukan hanya akan menimbulkan ‘political damage’. Semuanya. yang mencapai 21. itulah yang namanya pesta demokrasi. Belum lagi. Sehingga. antara lain. Diantara tokoh politik. PKNU. lembaga swadaya masyarakat (LSM). karena banyaknya rakyat tidak bisa melaksanakan hak pilihnya yang dilindungi UU. Barnas. Golkar. Pemilu 2009 ini. banyak caleg yang gagal mengalami ‘gangguan jiwa’ alias mengalami ‘mental disorder’. nyaris hasil pemilu 2009. dan bahkan kehilangan harapan masa depan. . Gus Dur (Ketua Dewan Syuro PKB). Patriot. Gerindra. dan harus menanggung malu. justru tidak melahirkan sebuah harapan bagi perbaikan kehidupan rakyat. Merdeka. ‘ongkos’ dari para peserta pemilu. PIS. Apakah gerakan ini akan sampai membuat hasil pemilu itu. yang jumlah sangatlah fantastis. Zulvan Lindan (PNBKI). diwarnai banyak kecurangan dan kesalahan administrasi. banyaknya kecurangan. Yusril Ihza Mahendra (PBB). keterpurukan. Hal itu diperparah dengan sikap KPU dan KPUD yang tidak netral . yang menginginkan pemilu di ulang. Ketiga. dan tuan rumah Megawati. Pertama. PBB. pemilu yang merupakan produk demokrasi ini. Bahkan. pemilu 9 April yang lalu adalah pemilu terburuk . karena mereka kehilangan harta. maka inilah yang menyuramkan masa depan. dan meminta diulang? Padahal. ada 15 parpol yang menyatkan keberatan terhadap hasil pemilu 2009. serta mengundang kerawanan dan instabilitas. Sebauh ‘pesta’ yang tidak berakhir dengan ‘happy ending’.

Seperti di kebanyakan negara totaliter. yang paling utama adalah masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan interpretasi penghitungan suara pembagi. Panitia ini membuka pendaftaran. Dan akhirnya. Kontestasi antar berbagai aspirasi politik diwadahi oleh sebuah pemilihan umum yang bersifat jujur dan adil. diaturlah sebuah proses yang adil dan terbuka. Harapan tinggal harapan. kondisi fisik atau status sosial. Pada tahun 1999 KPU adalah representasi dari wakil-wakil partai. baru benarbenar dapat diwujudkan pada Pemilu 2004. Tidak ditemukan adanya upaya-upaya secara sistematis. dan Balthasar Kambuaya. Dengan memiliki hak pilih. Jalaluddin. Besar harapan bahwa apa yang sudah dicapai pada pemilu tersebut dapat menjadi modal bagi pemilu berikutnya. pemilu di Indonesia lebih sebagai etalase kepada dunia luar bahwa negara Indonesia adalah negara yang demokratis.22/2007) sebagai penyelenggara pemilu di Indonesia. Sarlito Wirawan Sarwono. Itu sebabnya hak memilih menjadi hak yang bersifat asasi. pada tanggal 12 Agustus 2009 Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa berkaitan dengan masalah DPT. Purnaman Natakusumah. Prinsip LUBER yang didengungkan pada era sebelumnya. KPU telah melakukan kesalahan prosedur dan berlaku tidak profesional. Dimulai dari presiden yang membentuk tim seleksi calon anggota KPU yang terdiri dari lima orang. tahun 2009. seseorang berkesempatan agar suara atau aspirasi dirinya didengarkan oleh otoritas politik. sebelum tahun 1999. melakukan proses seleksi dan terakhir menyerahkan 21 nama kepada presiden untuk . Aktivitas memilih atau menentukan aspirasi politik itu menjadi penting karena di dalamnya melekat hak politik warga dan sekaligus suatu pengakuan kedaulatannya sebagai individu. Seleksi Awal dan Konflik Kepentingan Kualitas pemilu yang jujur dan adil tentunya sangat dipengaruhi oleh penyelenggaranya. Pada masa itu dunia memberi apresiasi positif atas pesta demokrasi yang telah berlangsung. dan pada tahun 20042007 KPU diisi oleh para akademisi dan aktivis LSM. Beberapa sengketa dan keberatan dibawa ke Mahkamah Konstitusi. dipandang setara tanpa dibeda-bedakan asal-usul diri. Meneruskan lembaga KPU seperti periode kedua. Pemilu dipahami sebagai praktik mengambil keputusan (voting) berskala luas dan masif karena umumnya berkaitan dengan penentuan pemimpin politik. disengaja dan masif berkenaan dengan buruknya pelaksanaan Pemilu. Pemilu 2009 yang baru saja berlalu meninggalkan banyak kekisruhan. yakni mengupayakan anggota KPU yang independen dan kompeten. Adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang ditunjuk oleh undang-undang (UU No.Selubung Kebobrokan KPU dan Kisruh Pemilu 2009 Tidak ada demokrasi tanpa pemilihan umum. Mereka adalah Ridwan Nazir (ketua).

di antaranya Didik Supriyanto (mantan anggota Panwaslu). tapi sepertinya benar-benar diterapkan. Mungkin nilai agama pula yang membuat ada preferensi akan figur yang “sealiran” tercium menyengat. I Gusti Putu Artha.B-VII/2009 tentang “Perselisihan Hasil Pemilu Capres” yang diajukan oleh pasangan MegawatiPrabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto. dan harus menjalani serangkaian tes.elshinta. Ini yang juga kemudian dinyatakan dalam unsur menimbang keputusan MK No. yang ternyata tersangka dalam kasus penyimpangan dana kontrak pengawasan Kawasan Industri Gula Milik Masyarakat yang merugikan negara sebesar Rp3. tiga orang adalah alumni dan sivitas akademika IAIN/ UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Abdul Hafiz Anshary. Ramlan Surbakti (Anggota KPU) dan Hadar Gumay (Cetro). selain tidak korupsi kita juga butuh individu yang cakap dalam menjalankan pekerjaan yang diembannya. Selain Ridwan Nazir adalah Purnaman Natakusumah yang menjabat sebagai Rektor IAIN Raden Patah Palembang. yakni bahwa KPU kurang profesional. Demikian pula dengan anggota DPR. yang adalah Rektor IAIN Sunan Ampel. yang lolos seleksi administratif 270 orang. Dalam perjalanannya tim seleksi ini menerima 545 pendaftar. mengapa nama Syamsul Bahri lolos fit and proper test sebagai anggota KPU bahkan sempat dilantik. pada saat itu tidak ada akademisi yang menguji kadar ilmiah dari alat tes yang dipakai. yang dibacakan pada 12 Agustus 2009. Memang tidak ada bau korupsi yang tercium sejauh ini. tes integritas dan tes kesetiaan pada NKRI dan Pancasila. Syamsul Bahri. terpilih 7 orang: Abdul hafiz Anshary Az. maka tidak heran jika kemudian kinerja KPU pada periode ini tidak profesional. Bahkan Ketua Panitia Seleksi Ridwan Nazir. dari 21 orang yang mengikuti fit and proper test. Jenis tes yang diberikan pun tidak berkaitan langsung dengan deskripsi pekerjaan yang akan dijalankan oleh anggota KPU. beberapa nama yang dianggap punya cukup pengetahuan dan pengalaman di bidang pemilu tidak lolos. Endang Sulastri. seperti yang terjadi pada KPU periode sebelumnya.108-109/PHPU. dan Abdul Aziz. Abdul Aziz). dan harus dinyatakan secara tertulis. Kita ambil satu contoh masalah . seperti tes kecerdasan. Andi Nurpati. maka syarat pendaftar adalah orang-orang yang pernah terlibat dalam penyelengaraan pemilihan umum. maka mengapa nama Theofilius Waimuri yang tercatat sebagai anggota Partai Demokrat dapat lolos dalam daftar 21 nama yang disodorkan kepada DPR? Padahal dalam UU No. tes psikologi. Namun.22/2007 menegaskan bahwa anggota KPU tidak pernah menjadi anggota parpol sekurangnya dalam jangka waktu lima tahun. Andi Nurpati. Akibatnya. Sri Nuryanti. Kalau memang panitia seleksi bekerja dengan serius. Sayangnya. yang lolos tes tertulis dan rekam jejak 45 orang. Seharusnya sejak awal Theofilus tidak bisa lolos menjadi anggota KPU.com). terutama di bidang agama (lihat: www. Sebuah syarat yang tak tercantum dalam UU.02 miliar. Inkompetensi Jadi. menambahkan tafsir sendiri bahwa calon anggota KPU 2009 harus benar-benar bermoral. Demi mendapatkan figur yang kredibel.diajukan kepada DPR guna menjalani proses uji kelayakan. jika sedari awal pemilihan anggota KPU memiliki konflik kepentingan dan tidak mendahulukan kecakapan pengetahuan dan pengalaman. sebab dari tujuh orang anggota KPU.

dan bukan sedari awal mempermasalahkannya. Jika warganegara memahami bahwa hak pilihnya terjamin dan berlangsung kontestasi politik yang adil dan jujur. Optimisme akan potensi demokrasi di Indonesia semakin tinggi jika kita memperhatikan hasil pemilu bahwa para pemilih cenderung meninggalkan politik aliran. seharusnya tidak terjadi warga yang kehilangan hak pilihnya. maka kepercayaan pada demokrasi akan terus ada. Berkaitan dengan anggaran. dan pada pemilu presiden meningkat menjadi 72 persen. ternyata daftar isian proyek anggaran bagi KPU baru terbit pada Juni 2008. tetap ada optimisme bagi para penggiat demokrasi di Indonesia. Dengan partisipasi aktif warga. dari pilkada hingga pilpres persoalan yang sama yang terus berulang. Pemilu yang baik dan akuntabel adalah salah satu cara melembagakan demokrasi. Ini betul-betul jauh dari sikap profesional. dan tetap muncul dalam pemilu di tingkat nasional. UU ini disahkan lima hari sebelum tahapan pemilu legislatif dimulai. Jika kita melihat pemberitaan pada pemilu legislatif bahwa ada banyak warga yang mempermasalahkan hak pilihnya pada hari pencontrengan. Partisipasi Politik Kehidupan demokrasi yang sehat dapat terwujud jika ada partisipasi atau kepedulian yang tinggi dari warga negara. Meskipun demikian. Selain itu. lalu DPR yang telat mengesahkan UU No. Belajar dari pemilu belakangan ini. Angka partisipasi warga dalam menggunakan hak pilihnya cukup tinggi. DPD. KPU periode ini masih bertugas hingga 2012. Jika permasalahan yang sama muncul dalam tiga pilkada. Jika KPU 2004 punya waktu 3 tahun membuat persiapan pemilu karena dibentuk sejak tahun 2001. Adalah Depdagri yang membuat daftar pemilih yang sama sekali tidak mutakhir. Akankah kita membiarkan modal nilai demokrasi yang ada sekarang tergerus terusmenerus oleh inkompetensi dan problem teknis? Jika sejak tahun 2007 sampai 2009. sementara itu ke depannya diperkirakan akan ada ratusan pilkada. maka usulan mengganti anggota KPU adalah sebuah kepatutan. Nilai-nilai yang mendukung demokrasi harus terus dikembangkan dan diseminasinya dapat dilakukan jika dimapankan melalui pelembagaan. di antaranya pilkada Sulawesi Selatan dan DKI Jakarta pada tahun 2007 dan pilkada Jawa Timur tahun 2008. yakni persoalan verifikasi DPT.menunjukkan kecenderungan bahwa partisipasi politik dipengaruhi oleh situasi lingkungan. dan DPRD. maka KPU 2009 baru menerima SK pada 3 April 2008. Persoalan DPT setidaknya muncul beberapa kali di berbagai pemilihan kepala daerah (pilkada) sebelum Pemilu 2009.KPU. beberapa hari sebelum masuk tahapan pemilu. 10/ 2008 tentang Pemilu Anggota DPR. maka sempat terbersit kecemasan akan minimnya partisipasi aktif warga. kita menjadi mahfum bahwa hambatan-hambatan teknis dapat menggagalkan pelembagaan demokrasi. Meskipun demikian. tahun depan akan ada . KPU yang secara efektif bekerja sejak Januari 2008. artinya KPU tidak melakukan evaluasi diri dan mencari solusi atas masalah yang mereka hadapi. Kepedulian mereka datang pada hari itu. perlu juga dibuat catatan bahwa ada faktor eksternal yang semakin memperparah output dari KPU. Hal ini penting guna memberi efek pembelajaran bagi penyelenggara lembaga publik. Pada pemilu legislatif tercatat 70 persen pemilih dari jumlah yang terdaftar pada DPT yang menggunakan hak pilihnya. Untuk itu perbaikan-perbaikan yang signifikan mesti dilakukan.

denda Rp150 juta subsider ." kata Arafat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. tapi kami akan buktikan kejaksaan juga melakukan rekayasa kasus Gayus. "Marwan Effendy selalu bilang tidak ada bukti Cirus menerima suap. Iwan Kurniawan Terdakwa Komisaris Polisi Arafat Enanie (ANTARA/Reno Esnir) BERITA TERKAIT • • • • • AKP Sri Sumartini Dituntut 2 Tahun Penjara Alif Kuncoro Minta Pindah Tahanan Brigjen Edmon dan Erizman Jadi Saksi Syahril Buyung: Ada Tebang Pilih Dalam Kasus Gayus Gayus Terancam Dipenjara 20 Tahun VIVAnews . Pilihan lain yang terbuka adalah merevisi undang-undang pemilu dengan mengembalikan penyusunan daftar pemilu kepada Panitia Pemilih Setempat atau KPU. "Saya punya alat bukti. Demi keberlangsungan demokrasi di Indonesia.Sensus Penduduk Nasional. 18:45 WIB Arry Anggadha. indikasi keterlibatan kejaksaan terlibat terlihat dari keputusan kejaksaan yang tidak juga menyatakan berkas Gayus lengkap. Kamis." Menurut Arafat." ujar Arafat yang juga adalah terdakwa kasus suap Gayus ini. Kamis.Komisaris Polisi Arafat Enanie menyatakan telah mempersiapkan bukti keterlibatan jaksa Cirus Sinaga dalam kasus mafia pajak Gayus Tambunan. Dalam kasus ini. karenanya KPU dan Depdagri dapat menumpangi kegiatan ini untuk memperbaiki akurasi data pemilih. sampai peroalan NIK disempurnakan. 16 September 2010. 16 September 2010. Arafat dituntut empat tahun penjara. Bukti ini bukan hanya omongan orang. "Padahal polisi menyatakan berkas itu lengkap tapi jaksa bilang tidak relevan. Penyidik kasus Gayus itu pun siap membeberkannya di persidangan dengan terdakwa Gayus.

pihaknya merasa sangat dirugikan." katanya. ada pihak tertentu yang melakukan rekayasa tingkat tinggi untuk membidik Partai Golkar dan Ketua Umum-nya. Senin (15/11). Selama ini dia selalu menolak berkomentar tentang kasus ini. Bambang Soesatyo yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI tersebut kemudian menantang setiap upaya pihak mana pun yang ingin merusak citra partainya. "Penuntasan kasus ini juga penting. Gayus HP Tambunan. Cirus tak dapat dihubungi. klik di sini. Hal tersebut terkait dengan pemberitaan yang dinilainya bernuansa sensasional dan insinuatif oleh pihak media tertentu. karena kasus ’Gayus Plesiran’ telah dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk memojokkan partai dan Ketua Umum DPP partainya. kader Partai Golkar mendesak Kapolri Jenderal Timur Pradopo melakukan penyelidikan menyeluruh dan mengungkap pihak yang selama ini menjadi ’beking’ Gayus. karena inilah batu ujian atau pertaruhan bagi Timur Pradopo selaku Kapolri baru." tandasnya lagi. Arafat dinilai terbukti menerima suap saat menjadi ketua penyidik kasus pajak Gayus Tambunan. Ia mengatakan hal itu terkait berbagai pemberitaan di balik "bebasnya" Gayus Tambunan keluar masuk Rumah Tahanan (Rutan) Kelapa Dua. Depok. seolah keluarnya Gayus Tambunan dari Rutan Mabes Polri lalu menuju Bali karena bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar. 6 April 2010 lalu. . (kd) • VIVAnews Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar. "Nggak bisa saya. "Kapolri harus berani menuntaskan kasus Gayus ini. Brimob. Selengkapnya." kata Cirus ketika ditanya soal ini. kendati kelompok tersebut diduga sangat dekat dengan ’Istana’. Dikatakannya." katanya di Jakarta. Perundangan dan Kepolisian Negara serta KPK itu. HAM. Membidik Golkar Bambang Soesatyo menduga kuat." tegas anggota Komisi III DPR RI bidang Hukum. karena diduga menyuap para sipir. Bambang Soesatyo mendesak jajaran Kepolisian RI untuk membongkar tuntas kelompok yang selama ini berada di belakang terdakwa kasus mafia pajak. "Karena itu. Aburizal Bakrie. tanya Kapuspen saja. "Karenanya cukup beralasan jika kader Partai Golkar curiga bahwa kasus ’Gayus plesiran’ merupakan rekayasa pihak tertentu untuk membidik Partai Golkar. apakah ia benar-benar ’Kapolri rakyat’ atau ’Kapolri Istana’.enam bulan penjara. terkait kasus penyuapan Gayus Tambunan terhadap para sipir rutan itu.

Hal itu disampaikan BHD di sela-sela Rapat Kerja III Presiden SBY dengan para menteri dan gubernur se-Indonesia di Istana Bogor. BHD mempersilakan publik menilainya dari persidangan. Karenanya. "Pertanyaan yang membutuhkan jawaban berikutnya ialah mengapa pengawal Gayus tidak memaksa Gayus kembali ke rutan ketika batas yang ditentukan sudah habis? Lalu mengapa Gayus begitu ’powerfull’?. Kamis (4/8/2010). Jawa Barat. Benarkah karena Gayus memiliki hubungan baik dengan Satgas Mafia Hukum. Semua kejanggalan ini. "Nanti. Bambang Soesatyo kembali mendesak penyelidikan internal Polri hendaknya menemukan jawaban tentang mengapa Gayus Tambunan berani berada di luar Rutan melampaui batas waktu yang diizinkan.detikNews Jakarta . "Tidak ada rekayasa. 05/08/2010 14:13 WIB Kapolri Bantah Ada Rekayasa BAP Gayus Tambunan Nograhany Widhi K . sampai saat ini belum ada langkah untuk melakukan penyelidikan internal terkait dugaan aliran dana itu. BHD menjelaskan. semua sesuai proses dan bisa kita pertangungjawabkan." katanya . nanti.Rekayasa ini." tanya Bambang bertubi-tubi. harus diperjelas agar Partai Golkar tidak dijadikan korban dari rekayasa kasus ’Gayus Plesiran’. diduga melibatkan unsur kekuasaan dari luar Polri. menurutnya. Mengenai tudingan adanya aliran dana ke para jenderal. Ini kan masih dalam proses. Menurutnya semua sudah sesuai prosedur." ungkapnya. "Silahkan dengar di persidangan." katanya.Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri membantah adanya rekayasa dalam pembuatan BAP Gayus Tambunan." kata Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD). demikian Bambang Soesatyo. Kalau hakimnya minta didalami ya kita dalami. (luc/Ant) Kamis. "Adanya peran unsur tertentu dari luar Polri terlihat pada kacaunya pola komando pengawalan Gayus selama dia di luar Rutan.

Kunjungan pertama tahun lalu. dalam peresmian rumah sakit. sangat mengapresiasi keputusan Presiden untuk memilih kader Muhammadiyah sebagai pejabat. seperti kasus Bank Century yang hingga kini belum ada kejelasan. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. terlalu muluk sehingga perlu sosok pemimpin yang tegas. Pihaknya juga mempunyai mekanisme tersendiri untuk memberi sanksi bagi kadernya yang melakukan pelanggaran hukum seperti korupsi. Ketua KPK baru. Pihaknya tetap menegaskan agar kader Muhammadiyah yang mendapatkan amanat untuk bekerja dengan baik." katanya saat membuka kegiatan tablig akbar menyongsong musyawarah daerah ke-4 Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri di kantor PDM Muhammadiyah Desa Gurah." jelasnya. Hadir dalam kegiatan itu. Busyro akan mampu membawa lembaga penegakan hukum ini menjadi lebih baik. KH Muamal juga datang dalam kegiatan tersebut. Ketua DPRD Kabupaten Kediri. tidak memandang keluarga dan saudara.14:17 wib . "Penegakan hukum di Indonesia juga masih sebatas retorika belaka. Kunjungan Din Syamsuddin ke Kabupaten Kediri ini adalah yang kedua kali. Walaupun begitu. Pihaknya menyambut dengan baik keputusan tersebut sebagai manifestasi dari "good will" serta "political will" dari pemerintah. serta masalah kasus suap Gayus Tambunan. Ia juga yakin. serta tamu undangan lainnya. Ia juga mengaku. beberapa muspida Kabupaten Kediri. Busyro Muqoddas yang dipilih oleh DPR menggantikan Antasari Azhar adalah salah satu kader yang terbaik. (ANT-073/K004) Senin. Selain itu. Itu adalah dua kapasitas yang diperlukan. Sepak terjangnya sudah tidak perlu diragukan lagi. pihaknya tidak ingin terlena dan lalai. Jawa Timur. 19 Juli 2010 .Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan hingga saat ini proses penegakan hukum di Indonesia masih sebatas retorika. Pihaknya sangat prihatin dengan kondisi hukum di Indonesia. Pihaknya juga tidak segan segan memberi sanksi. Kabupaten Kediri. sementara yang kedua ini adalah kunjungan untuk tablig akbar menyongsong musyawarah daerah. "Ia punya kemampuan dan pengalaman di bidang hukum serta mempunyai keberaniaan dan kejujuran. Masyarakat sudah kehilangan kehilangan kepercayaannya pada institusi Polri dan Kejagung. Kecamatan Gurah. termasuk juga dengan penunjukan Basrief Arief menjadi Jaksa Agung. kedatangannya juga untuk meresmikan toko grosir dan pusat perbelanjaan di wilayah Kediri dan sekitarnya. Masih banyak masalah . Sabtu malam.masalah yang melibatkan lembaga penegakan hukum baik di Polri maupun Kejagung.

Atas arahan Arafat lalu diputuskan bahwa bisnis yang digunakan sebagai alasan menyiasati uang milik Gayus itu ialah bisnis property. Lambertus. yang dalam pertemuan itu khusus dibicarakan cara menyiasati uang milik Gayus yang berada di rekening Panin Bank dan BCA sejumlah USD2. jaksa penuntut umum (JPU) juga menyebut Kompol Arafat sebagai otak dalam bisnis rekayasa Gayus. yakni bisnis apa saja yang penting jangan bisnis batu bara. Haposan. Haposan menghubungi terdakwa Arafat dan meminta petunjuk bisnis apa yang bisa digunakan untuk menyiasati uang milik Gayus. dilakukan pertemuan antara Gayus. Untuk melancarkan aksinya. “Seolah-olah terjadi kerja sama antara Andi kosasih dan Gayus Tambunan dalam rangka proyek pengadaan tanah di daerah Jakarta Utara.000 atau setara Rp28 miliar yang sudah diblokir penyidik menjadi seolah-olah bukan milik Gayus lagi.Frida Astuti .” tandas JPU Asep.” tandas JPU meniru ucapan Afarat kala itu. yang sudah diblokir. Selanjutnya rekayasa tersebut dituangkan dalam surat perjanjian antara Gayus dan Andi dan perjanjian tersebut dibuat mundur. Gayus dan Haposan meminta bantuan Andi Kosasih untuk mengakui bahwa uang bernilai Rp28 miliar itu milik Andi. karena bisnis batu bara pernah dipakai dalam kasus lain.Okezone Arafat saat disidang di PN Jakarta Selatan (Foto: Heru H/okezone) JAKARTA . (lsi) MONDAY. James Purba serta Andi Kosasih.810. Hal tersebut sebagaimana disampaikan dalam dakwaan yang dibacakan JPU Asep M Mulyana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.” beber JPU. 19 JULY 2010 Total View : 464 times . untuk pembangunan Ruko. Asep menambahkan. Haposan selaku pengacara Gayus lantas menghubungi Arafat selaku penyidik untuk meminta bantuan. Senin (19/7/2010). “Terdakwa (Arafat) lalu memberi arahan kepada Haposan. dan Arafat menginstruksikan agar jangan memakai bisnis batu-bara. untuk menyiasati uang tersebut. “Pada akhir Agustus 2009 bertempat di Hotel Sultan Jakarta Pusat.Selain membantu tersangka Gayus Tambunan untuk menghentikan perkara korupsi dan money laundering yang menjeratnya.

pengacara dan hakim kali ini. Kompol Arafat. "Tersangkanya masih sama. Pria yang sehari-hari menjabat Kasat Jatanras Ditreskrimum PMJ itu mengungkapkan tersangka dalam kasus tersebut tetaplah sama. Lambertus (anak buah Haposan). AKP Sumartini. Kalau yang rekayasa sudah pemberkasan tahap dua dan dinyatakan lengkap atau P-21. Menurut Tifaona. Boli mengatakan bila semua kelengkapan administrasi sudah dipenuhi maka dalam minggu-minggu ini atau bulan-bulan ini persidangan sudah dapat digelar. dan berita acara (BAP) hasil penyidikan ke Kejaksaan. adalah penyerahan tersangka. Source : metrotvnews Kasus Gayus Tambunan. Ketujuh orang tersangka yang dimaksud oleh Nico Afinta ialah Gayus Tambunan.Pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang menghebohkan Indonesia beberapa waktu lalu. akan segera menjalani proses persidangan. 04 August 2010 09:24 administrator . masih tujuh orang. Mudah-mudahan saja persidangan mengenai kasus rekayasa hukum Gayus ini tidak ada rekayasa-rekayasa kembali. Rekayasa Kasus Sudah Jadi Modus Umum Aparat Hukum Wednesday. Semangat mengungkapkan keadilan dan kebenaran kiranya ada di dalam hati para jaksa. Ajun Komisaris Polisi Daniel Tifaona di Jakarta. Haposan Hutagalung. Andi Kosasih. berkas kasus mengenai rekayasa penyidikan dan tuntutan terhadap Gayus telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan. Keterangan Boli ini diamini dan dipertergas oleh penyidik Gayus yang lain yaitu AKB Nico Afinta. Gayus Tambunan. Rencananya. menurut Boli. kasus rekayasa penyidikan dan tuntutan terhadap Gayus akan disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Minggu (18/7). Adapun pemberkasan tahap dua. dan Ali Kuncoro (konsultan pajak). "Kasus Gayus ada dua. barang bukti." ujar pria yang akrab dipanggil Boli." jelasnya. Demikian pernyataan penyidik independen kasus Gayus. Soal rekayasa kasus dan penggelapan pajak.

kalau batubara sudah dipakai di kasus sebelumnya. karena sudah menjadi modus umum dalam penanganan kasus.Tersangka kasus mafia pajak Gayus Tambunan mengaku Haposan Hutagalung merekayasa kasus agar dirinya bebas dari jerat hukum." jelas pria berkacamata tersebut. "Rekayasa kasus itu kalau tidak untuk mengurangi hukuman atau membebaskannya dan ini tentunya nggak gratis. nggak meyakinkan (skenario yang dibuat Haposan). desakan masyarakat dan pemerintah daerah pada berbagai wilayah untuk membentuk daerah otonom baru (baik Provinsi. Saya menanggapi surat perjanjian kerja yang sudah dibuat. by. sehingga usulan pemekaran wilayah menjadi bagian yang tak terelakkan. dari sekitar Juni 2008. ekonomi. Rabu (3/8/2010)." ujar wakil koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Juntho kepada detikcom. kata Emerson. www. Akhirnya alibi yang dipilih untuk menutupi kasus Gayus adalah bisnis pengadaan tanah untuk ruko. sejak tahun 2001 ICW dalam risetnya telah menemukan rekayasa berbagai kasus. Desentralisasi dimaksud adalah penyerahan wewenang pemerintahan dari pemerintah pusat kepada daerah otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. kabupaten maupun kota) terus meningkat seperti jamur yang tumbuh di musim hujan. Ternyata ini bukanlah hal baru. "Bisnis pengadaan tanah untuk ruko. Dalam rekayasa tersebut. "Bagusnya bisnis apa? Batubara? Arafat bilang. bukan sesuatu yang baru. yang saat ini telah berjalan selama 5 tahun.Jakarta . sosial maupun budaya. "Kalau itu sudah modus. Batubara baru keren.detik. dibuat berlaku surut seolah sudah lama. nilai kontraknya USD 6 juta." ungkap Gayus. Dengan pembentukan daerah otonom baru." cetus Gayus. Saat itu Arafat menilai skenario yang dibuat Haposan terlalu sederhana. Kompol Arafat mengaku sudah ada skenario rekayasa kasus untuk membebaskan Gayus yang dibuat Haposan. saya bilang itu terlalu sederhana.com Sejak kebijakan desentralisasi pemerintahan digulirkan. Keinginan seperti itu didasari oleh berbagai dinamika yang terjadi di tingkat masyarakat daerah. Tujuan akhirnya adalah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah. Gayus dalam kesaksiannya juga menyatakan hal yang serupa. baik dinamika politik. Sebelumnya dalam kesaksiannya untuk AKP Sri Sumartini. masyarakat diwilayah tersebut berharap dapat menggali dan memanfaatkan peluang yang lebih besar dalam pengelolaan sumber daya daerah. Haposan cs). kalau kata anak muda sekarang cemen. "Seingat saya ngomong batu bara di KC (Hotel Kartika Chandra) kepada mereka (Gayus. berbagai hal bisa dilakukan mulai dari barang bukti yang disita hingga membuat kesepakatan untuk menentukan jerat hukum yang akan diberikan." ujar Kompol Arafat Enanie. Menurut Emerson. Selama .

Kesimpulannya. untuk beberapa tahun. hasil ini tercapai dengan mengabaikan aspirasi masyarakat/kelompok masyarakat di daerah. Pada zaman ini 76 Kabupaten dan 32 kota ditetapkan di Jawa. Dalam masa orde baru. dan provinsi pertama yang ditetapkan adalah Jawa Barat (1926). 114 kabupaten. Pembentukan Provinsi dan Kabupaten/Kota sampai dengan 2004 Periode Provinsi Kabupaten/Kota 1950 – 1955 6 99 1956 – 60 16 145 1961 – 1965 3 16 1966 – 1970 1 11 1971 s/d 1998 1 (-1)* 33 (-5)* 1999 s/d 2004 7 141 Total 33 440**) Ket : *) Timor-Timur **) Termasuk 5 Kotamadya dan 1 Kabuapten administrasi yang bukan daerah otonom di DKI Jakarta Dapat dilihat dari tabel diatas bahwa provinsi dan kabupaten/kota dibentuk dengan jumlah yang lebih besar di tahun-tahun 1950an. yang terdiri 7 provinsi. dan 13 kota di luar Jawa. Jawa Timur (1929) dan Jawa Tengah (1930). dan 27 kota. dengan hanya 2 provinsi dan 38 kabupaten/kota baru. adalah kriteria umum yang dituangkan dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 1974 (pasal 4 (1)) tentang Pokok- . instrumen yang digunakan untuk menata daerah. namun sejak tahun 1950.kurun waktu tersebut telah banyak kemajuan yang dihasilkan. beberapa daerah dipertahankan dan beberapa dihilangkan. Namun jika dilihat kembali undang-undang pemerintahan daerah pada masa Belanda bahwasanya pada zaman Belanda hanya mengenal tingkat pemerintahan Pemerintah Belanda baru pemerintah kabupaten dan kota (Undang-undang desentralisasi tahun 1903). tatanan daerah menjadi lebih stabil. rezim orde baru mampu mengerem kecenderungan pemekaran. Pada zaman orde baru. namun demikian masih membutuhkan serangkaian usaha perbaikan yang tidak mudah agar penyelenggaraan pemerintahan daerah menjadi optimal. 348 kabupaten dan 86 kota. Hal ini terjadi karena eforia reformasi dan peluang yang sangat besar yang diberikan oleh undang-undang nomor 22 tahun 1999 pada masyarakat untuk mengusulkan pembentukan daerah baru. Secara keseluruhan jumlah daerah otonom yang dibentuk dari tahun 1999 hingga tahun 2004 yaitu 148 daerah otonom. Perkembangan jumlah daerah ini masih lebih rendah laju pertumbuhan penduduk. sehingga total daerah otonom yang ada di Indonesia saat ini adalah 467 (tidak termasuk 5 kotamadya dan 1 kabupaten administratif di DKI Jakarta) yang terdiri dari 33 provinsi. setelah saat itu. yang nota bene membesar dua kali lipat selama orde baru (dari kira-kira 100 juta menjadi 200 juta). khusus untuk pembentukkannya. Pada tahun 1922 lahir pula undang-undang pemerintahan daerah yang dikenal dengan Bestuurshervormingswet yang kemudian melahirkan tingkat pemerintahan baru yang dikenal dengan nama provinsi. dalam konteks dimana pemerintah mendorong masyarakat di bagian tertentu di Indonesia untuk mempertahankan visi Indonesia. Struktur ini dipertahankan setelah kemerdekaan. jumlah daerah mulai tumbuh pesat. Di lain pihak keinginan sebagian masyarakat untuk membentuk daerah tetap tinggi.

luas daerah. yaitu “Daerah dibentuk dengan memperhatikan syarat-syarat kemampuan ekonomi. Ketentuan teknis penilaian tentang persyaratan pembentukan dan kriteria pemekaran. Temuan ini menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pembinaan terhadap daerah otonom baru dan lebih mendorong ke arah konsilidasi (penggabungan) daripada pemekaran. Namun sejak tahun 2004 telah diupayakan untuk meredam pembentukan daerah baru dan hanya 1 (satu) daerah otonom baru yang dibentuk yaitu provinsi Sulawesi Barat serta tahun 2005 tidak ada pembentukan daerah otonom baru sampai dikeluarkannya pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 129 tahun 2000 yang semangatnya masih dengan Undang-undang nomor 22 Tahun 1999. pembinaan kestabilan politik dan kesatuan bangsa dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab”. Hal ini terjadi karena eforia reformasi dan peluang yang sangat besar yang diberikan oleh Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 pada masyarakat untuk mengusulkan pembentukan daerah baru. dan perlu mengacu pada konteks politis yang lebih luas serta peluang untuk mengemukakan aspirasi masyarakat lokal selama orde baru dibatasi. Peraturan Pemerintah (PP) ini menjadi pedoman pembentukan daerah sejak tahun 1999 sampai tahun 2004. Pasal 6 Undang-undang nomor 22 tahun 1999 mengatur bahwa daerah dapat dimekarkan (tidak berbeda dengan undang-undang nomor 5 tahun 1974) dengan penambahan bahwa. yaitu penambahan 7 (tujuh) provinsi dan 141 (seratus empat puluh satu) kabupaten/kota. 349 (tiga ratus empat puluh sembilan) kabuapten dan 91 (sembilan puluh satu) kota. Ketentuan pasal diatas mengakibatkan pemekaran yang tidak secepat laju pertumbuhan penduduk. Daerah yang hanya mempunyai penduduk kurang dari 100. yaitu desentralisasi yang asimetris.000 mempunyai gaji PNS yang dua kali lipat (per kapita) daerah yang berpenduduk 500. Kebijakan diterapkan karena adanya tekanan politis baik dari dalam maupun dari luar negeri dan belum dikembangkan dalam bentuk kebijakan yang utuh. pertahanan dan keamanan nasional dan syarat-syarat lain yang memungkinkan daerah melaksanakan pembangunan. Setelah era reformasi tahun 1999 s/d 2004 terjadi lagi penambahan provinsi dan kabupaten/kota dalam jumlah yang cukup besar. Bicara lebih lanjut mengenai penataan daerah. Pengalaman di negara lain juga mendorong suatu peninjauan kembali kebijakan dan peningkatan kapasitas daerah untuk mendorong suatu penataan daerah yang sejalan upaya optimalisasi pelayanan publik agar tujuan utama desentralisasi/pemerintahan daerah dapat tercapai. muncul juga daerah istimewa Aceh dan Yogyakarta. yang segera akan diganti dengan Peraturan Pemerintah (PP) pengganti sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 32 tahun 2004.pokok Pemerintahan di Daerah. kemudian aceh dan papua diberikan status “otonomi Khusus” yang bersifat Adhoc. 09 May 2010 10:28 | Written by Administrator | . sehingga kondisi saat ini terdiri dari 33 (tiga puluh tiga) provinsi. Selain itu tidak ada peraturan pelaksanaan yang lebih rinci. pengahapusan dan penggabungan daerah. Sunday. jumlah penduduk. yaitu kesejahteraan masyarakat.000 orang. Setelah kemerdekaan. Menurut studi Bank Dunia. “daerah yang tidak mampu menyelenggarakan otonomi daerah dapat dihapus dan atau digabung dengan daerah lain”. pemekaran di Indonesia mengakibatkan birokrasi yang kurang efisien.

hal ini berarti bahwa otonomi sangat erat kaitannya dengan demokrasi. otonomi tidak saja merupakan penyerahan kewenangan dari pemerintah pusat kepada daerah untuk melaksanakan pemerintahan yang sifatnya technical administration atau pratical administration saja tetapi terdapat adanya kebebasan daerah dalam melaksanakan desentralisasi kewenangan berdasarkan aspirasi dari rakyat dalam wilayah territorial otonomi. ”Pembentukan daerah dapat berupa penggabungan beberapa daerah atau bagian daerah yang bersandingan atau pemekaran dari . nomus = pemerintahan) yang mempunyai makna kemandirian untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. UUD 1945 mengatur bahwa wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerahdaerah provinsi dan daerah provinsi dibagi atas kabupaten/kota yang masing-masing mempunyai pemerintahan daerah untuk menjalankan otonomi daerah seluas-luasnya. Lebih jauh lagi. melainkan juga demokrasi ditingkat lokal (local democracy) yang arahnya kepada pemberdayaan (empowering) atau kemandirian daerah. Salah satu cara untuk menjalankan otonomi daerah tersebut adalah melalui pembentukan daerah. otonomi dapat dilihat dari empat sudut pandang. desentralisasi atau otonomi secara langsung memperhatikan dan melancarkan serta meratakan pembangunan. Kemudian Pasal 4 ayat (3) UU 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah berbunyi. ditinjau dari sudut politik sebagian permainan kekuasaan yang dapat mengarah kepada penumpukan kekuasaan yang seharusnya kepada penyebaran kekuasaan (distribution or dispersion of power). Pertama. Kedua. Dalam negara kesatuan. Tetapi juga sebagai tindakan pendemokrasian untuk melatih diri dalam mempergunakan hak-hak demokrasi. Ketiga. Proses tersebut merupakan suatu process of political interaction.Quo Vadis Pemekaran Daerah? Oleh Saldi Isra A. ditinjau dari sudut teknis organisatoris sebagai cara untuk menerapkan dan melaksanakan pemerintahan yang efisien. hal mana yang diinginkan tidak hanya demokrasi pada tingkat nasional dalam suasana sentralistik. Otonomi Dan Pemekeran Daerah Pengertian otonomi berarti pemerintahan sendiri (auto = Sendiri. Keempat ditinjau dari sudut pembangunan. dapat disebut pula penyerahan penuh kepada daerah otonom untuk melaksanakan urusan rumah tangga. ditinjau dari sudut kultural adanya perhatian terhadap keberadaan atau kekhususan daerah.

tahun 1999 sebanyak 45 DOB. B. pada tahun 2007 sebanyak 25 DOB dan tahun 2008 sebanyak 18 daerah pemekaran. pertahanan. sosial budaya. tetapi kepentingan elite nasional dan elite lokal. Mengacu kepada PP 78 Tahun 2007 tersebut. Penambahan daerah ini dimulai pada tahun 1999. proses pembentukan daerah didasari pada 3 (tiga) persyaratan. yakni administratif. kependudukan. Adapun faktor lain tersebut meliputi pertimbangan kemampuan keuangan. dan faktor lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah. Namun dalam praktiknya. tahun 2002 sebanyak 38 DOB. luas daerah. dan rentang kendali penyelenggaraan pemerintahan. . Pemekaran Daerah di Era Reformasi Sampai saat. lokasi calon ibukota. Ketentuan ini kemudian lebih teknis diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan. Rinciannya. Sehingga yang terjadi pertimbangan pemekaran sekarang menjadi bukan pertimbangan pelayanan publik atau pemerataan pembangunan. tahun 2004 sebanyak 1 DOB. (3) Persyaratan fisik kewilayahan dalam pembentukan daerah meliputi cakupan wilayah. Penghapusan. Praktiknya selama ini. Penggabungan Daerah. dan prasarana pemerintahan. dan fisik kewilayahan. keamanan. Kabupaten Lanny Jaya. pemekaran daerah jauh lebih mendapat perhatian dibandingkan penghapusan ataupun penggabungan daerah. Kabupaten Nduga. Kabupaten Yalimo. yang menggantikan PP No 129/2000. tingkat kesejahteraan masyarakat. teknis. sudah ada penambahan 191 Daerah Otonom Baru (DOB). (2) Persyaratan secara teknis didasarkan pada faktor kemampuan ekonomi. tahun 2000 sebanyak tiga DOB. sarana. tahun 2001 sebanyak 12 DOB. Sampai tahun 2008. Yaitu. Pemekaran paling banyak terjadi di Papua. yang meminta pemekaran adalah daerah-daerah yang jauh dari pusat pemerintahan (daerah induk) dan tidak mendapatkan pemerataan pelayanan pubik. (1) Persyaratan administratif didasarkan atas aspirasi sebagian besar masyarakat setempat untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dengan melakukan kajian daerah terhadap rencana pembentukan daerah. Kabupaten Mambremo Tengah. potensi daerah. Selama 2008 telah lahir delapan daerah baru. sudah ada 483 kabupaten/kota dari 33 provinsi yang terbentuk. dan tahun 2009 sudah ada 2 DOB.satu daerah menjadi dua daerah atau lebih”. tahun 2003 sebanyak 49 DOB. sosial politik.

12 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti di Propinsi Riau dan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabupaten Maybrat di Propinsi Papua Barat. Dengan demikian. Di tahun 2009 ini. Pemekaran yang Salah Sasaran . DPR sudah mengesahkan dua Undangundang pembentukan daerah. Papua dan Papua Barat. 396 kabupaten. Jumlah Kabupaten/Kota dan Propinsi Sejak Pemberlakuan UU 22/1999 C. Selain itu. Papua Barat. dan Aceh).7 triliun pada 2009. Papua Barat. untuk otsus di tiga provinsi (Papua. Provinsiprovinsi yang memiliki satu daerah baru adalah Jambi. Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. dan Kabupaten Dogiyai. disahkan UU Nomor 35/2008 tentang Penetapan Perpu Nomor 1/2008 menjadi UU tentang Perubahan atas UU Nomor 21/2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Keenam kabupaten tersebut berada di Papua. Sebagai catatan.Kabupaten Puncak. Kepulauan Riau. Disusul Sumatera Utara sebanyak lima daerah. serta Bengkulu dan Banten. Dalam regulasi itu disebutkan bahwa saat ini otsus meliputi dua provinsi. pemerintah mengalokasikan dana otsus Rp 8. Maluku Utara. dan 93 kota. Undang-undang No. Yakni. di Indonesia sekarang terdapat 33 provinsi. Kemudian tiga daerah baru lahir di Lampung dan dua daerah masing-masing di Sulawesi Utara dan Maluku.

Pada 2001. Jumlah ini terus meningkat hingga pada awal 2004 terdapat 32 provinsi dengan 434 kabupaten/kota. beberapa persoalan yang muncul diantaranya. 79 persen daerah otonomi baru belum memiliki batas wilayah yang jelas. Penduduk miskin menjadi terkonsentrasi di daerah otonom baru. Jumlah ini akan terus meningkat seiring masih berkembangnya tuntutan daerah untuk dapat dimekarkan. sekitar 76 di antaranya masih bermasalah. selama kurun waktu 2008. dari mulai aset daerah induk yang belum diserahkan ke daerah pemekaran sampai letak ibu kota yang masih belum pasti. Hasil penelitian Badan Dunia untuk Program Pembangunan (United Nations Development Program . Tak dapat dipungkiri bahwa pemekaran pemerintah daerah ini telah menimbulkan tekanan terhadap APBN akibat adanya sejumlah dana yang harus ditransfer kepada pemerintah daerah baru. Personil. UNDP dan Bappenas meminta pemerintah menghentikan sementara . kondisi daerah otonom baru masih berada di bawah kondisi daerah induk dan daerah kontrol. Departemen Dalam Negeri dalam evaluasinya menyebutkan 104 daerah (lima provinsi dan 97 kabupaten) pemekaran yang terjadi dari tahun 2000 sampai 2004. Kemudian. kondisi daerah-daerah pemekaran lebih buruk dibandingkan dengan daerah induk. 84. yaitu ekonomi daerah. dan Dokumen). Suatu pertumbuhan pemerintah daerah yang sangat fantastis terutama pada jumlah kabupaten/kota baru. pelayanan publik. Berbagai macam masalah yang timbul. Studi tersebut juga menemukan. Peralatan. Berdasar hasil studi tersebut. penyebab kondisi tersebut didominasi keterbatasan sumber daya alam dan manusia daerah pemekaran. keuangan daerah.2 persen pegawai negeri sipil (PNS) sulit dipindahkan dari daerah induk ke daerah pemekaran.71 persen daerah induk belum menyelesaikan P3D (Pembiayaan. 89. jumlah kabupaten/kota di Indonesia 336 (di luar DKI Jakarta) dengan 30 provinsi (bertambah 4 provinsi baru). Riset itu dilakukan terhadap enam provinsi dan 72 kabupaten/kota di Indonesia selama 2002-2007.UNDP) dan Bappenas menemukan setelah lima tahun dimekarkan. Hingga awal tahun 2009 ini Departemen Dalam Negeri telah menerima usulan pembentukan sebanyak 21 provinsi baru dan 94 kabuapaten/kota. Terdapat empat bidang kajian. dan aparatur di daerah. Penjelasan pada awal 2005 dari Depdagri. ada 87. Selanjutnya. Kondisi ini memberikan pesan kepada pemerintah pusat untuk membuat kriteria yang jelas dan tegas dalam menyetujui pemekaran pemerintah daerah baru. Hasil evaluasi UNDP dan Bappenas menyebutkan. Hasil penelitian yang dirilis Juli 2008 menyimpulkan tentang kegagalan pemekaran daerah.48 persen daerah induk belum memberikan dukungan dana kepada daerah otonomi baru. Kemudian.

Dalam era desentralisasi ini. .Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan pemekaran daerah berdampak pada penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat. Kondisi ketenagakerjaan setelah pemekaran provinsi justru lebih buruk dibanding sebelum pemekaran. rumah dinas. serta Maluku dan Maluku Utara. dan persaingan antardaerah menguat. Hal tersebut menyebabkan adanya kepastian daerah menerima DAU ini. terjadi perbedaan struktur ekonomi daerah baru dan lama. serta pengeluaran lain yang berkaitan dengan belanja pegawai. Jawa Barat dan Banten. kerja sama ekonomi masyarakat justru melemah. Sulawesi Utara dan Gorontalo. sehingga secara politis memberikan motivasi untuk memekarkan daerah. Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2005 mengungkapkan pemekaran daerah berdampak pada penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat. Hal ini dikarenakan DAU yang dialokasikan didasarkan pada perhitungan daerah induk dan baru kemudian dibagikan berdasarkan proporsi tertentu antara daerah induk dan daerah pemekaran. biaya ekonomi membesar dan lokasi geografis kurang mendukung kegiatan ekonomi. Sebagai perbandingan. Provinsi yang dimekarkan tersebut adalah Sumatera Selatan dan Bangka-Belitung. Tentunya sebagai daerah baru. Penyebabnya.pemekaran daerah hingga dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap Provinsi dan Kabupaten Hasil pemekaran 10 tahun terakhir. bentuk dana transfer ini dikenal sebagai dana perimbangan yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU). Lebih jauh lagi hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan ekonomi menurun dan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi. skala produksi mengecil. penerimaan DAU tersebut lebih diarahkan pada pembangunan prasarana pemerintah seperti kantor pemerintahan. Akibatnya. serta Dana Bagi Hasil baik bagi hasil pajak maupun bagi hasil sumber daya alam. Aliran dana inilah yang akan ditransfer kepada pemerintah daerah termasuk pemerintah daerah baru berdasarkan kriteria dan formula tertentu. setelah pemekaran. Komponen terbesar dalam dana transfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah adalah DAU. Dampak dari adanya pemekaran daerah terhadap alokasi DAU dan akhirnya membebani APBN sebenarnya lebih bersifat tidak langsung. Kesejahteraan masyarakat juga menurun akibat perlambatan kegiatan ekonomi masyarakat. Motivasi untuk membentuk daerah baru tidak terlepas dari adanya jaminan dana transfer dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Berdasarkan penelitian pemekaran empat provinsi menjadi delapan provinsi. Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Tragedi . yaitu untuk mengembangkan daerah dan pada akhirnya mewujudkan kesejahteran masyarakat. Kerangka normatif yang menjadi prasyarat pembentukan daerah otonom baru justru terabaikan. Selain itu. prosedur pemekaran yang berdasarkan hasil penelitian yang dibuat oleh daerah yang ingin dimekarkan tersebut. uang menjadi faktor dominan pertimbangan politik masih menjadi acuan utama pemekaran sebuah wilayah otonom. kriteria tersebut dirasakan kurang bersifat operasional. Bila dibaca Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007. Dalam nuansa politik yang kental itu. mengandung potensi yang besar pula untuk suatu tindakan manipulasi. dinyatakan bahwa daerah dapat dibentuk atau dimekarkan jika memenuhi syarat-syarat antara lain: kemampuan ekonomi. potensi daerah. sosial politik. luas daerah. Namun. ini berimplikasi lebih jauh lagi dengan munculnya sistem birokrasi baru yang lebih besar dibandingkan sebelumnya. aturan itu tidak berjalan simetris dengan proses politik yang terjadi. Moratorium Pemekeran Daerah Pasca tragedi meninggalnya Ketua DPRD Sumut Azis Angkat setelah dikeroyok para demonstran. semestinya pemerintah menetapkan kebijakan yang tegas menyangkut masalah pemekaran. maka akan timbul posisi dan jabatan baru. Penghapusan. D. Posisi dan jabatan ini tentunya tidak terlepas dari adanya aliran dana dari pemerintah pusat (APBN) kepada pemerintah daerah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran. Sudah menjadi rahasia umum bahwa dengan adanya pemekaran pemerintah daerah. Semua kriteria yang sudah terukur jelas menjadi kabur ketika prosesnya menjadi sangat politis. Dan. Namun. jumlah penduduk. Sehingga yang terjadi selama ini pemekaran daerah otonom (yang dilaksanakan sejak 1999) disebabkan sentimen etnis dan tidak meratanya pembagian kue pembangunan. dalam bentuk standardisasi berapa besar nilai setiap indikator sehingga suatu daerah layak untuk dimekarkan. serta pertimbangan lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah. Lemahnya dasar penentuan kriteria ini telah menimbulkan celah terjadinya potensi kerja sama antara daerah yang ingin dimekarkan dan aparat pemerintah pusat termasuk DPR. sosial budaya. dan Penggabungan Daerah sudah sangat jelas mengatur tata cara pemekaran. Realitas ini semestinya menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk meninjau ulang pemekaran daerah. Misalnya.Pemekaran daerah pun makin melenceng dari tujuan awal.

ada baiknya pemerintah menghentikan dulu pemekaran pada 2009 sampai selesai dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan otda dan pemekaran. sejak dilakukan kali pertama pada 1999. belum sekali pun pemerintah mengevaluasi daerah-daerah hasil pemekaran. dalam sidang paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada 22 Agustus 2008 Presiden SBY menyampaikan perlunya dilakukan evaluasi terhadap pemekaran. Tingginya konflik yang terjadi selama ini disebabkan oleh lemahnya kontrol pemerintah pusat dan luasnya ”partisipasi” masyarakat terhadap pemekaran daerah. tampak helas bahwa pemekaran bukanlah jawaban utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemekaran ternyata tidak cukup sampai di sini. Eforia demokrasi juga mendukung. baik dana dari pemerintah pusat maupun dari penerimaan daerah sendiri. pemerintah daerah dituntut untuk menunjukkan kemampuannya menggali potensi daerah. Sebab. yang memang sedang tumbuh. Lebih jauh lagi. Mudahnya pengajuan aspirasi pemekaran wilayah membuat banyak pihak berlomba-lomba memanfaatkannya dengan tujuan mencari keuntungan. Karena itu. Ini jelas berseberangan dengan tujuan dari otonomi itu sendiri. Meski. sebagai sebuah daerah otonom baru. Dari berbagai hasil penelitian yang dijelaskan di atas. ataupun anggaran pelayanan publik.demokrasi” tersebut adalah momentum tepat untuk melakukan moratorium pemekaran daerah baru. Moratorium atau penghentian itu diperlukan untuk membenahi rancangan dasar kebijakan pemekaran daerah yang selama ini telah melenceng dari tujuan awal dan kerap memicu konflik yang tak teredam. . DPR dan pemerintah harus berani mengambil keputusan politik menetapkan moratorium. Dengan kejadian di Medan itu. termasuk untuk mendorong pemekaran daerah. konsekuensi pemekaran jelas makin memberatkan beban anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk membiayai daerah-daerah baru tersebut. Di sisi lain. Yang terjadi adalah sebaliknya. Baik untuk pembiayaan aparatur baru. infrastruktur seperti perkantoran baru. yakni kesempatan untuk memperoleh keuntungan dari pemekaran wilayah. Partai politik. Hal ini bermuara kepada upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang pada gilirannya menghasilkan suatu perekonomian daerah berbiaya tinggi. pemekaran membuka peluang untuk terjadinya bureaucratic and political rentseeking. menjadi kendaraan kelompok elit ini menyuarakan aspirasinya. Pemekaran juga dianggap sebagai bisnis kelompok elit di daerah yang menginginkan jabatan dan posisi.

pemerintah sudah mengeluar PP 6/2008 tentang Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD). (3) menata kelembagaan pemerintah daerah agar lebih efektif dan efisien. Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) dan Pengajar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas Selasa. bila dibaca Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 menempatkan revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah ini sebagai satu prioritas dalam pembangunan nasional. Selain itu. juga menjadi tetap relevan untuk melihat upaya pemerintah menata atau melakukan moratorium pemekaran. Penggabungan. akan bisa dibuat pertimbangan. 14 Juli 2009 hambatan otoda dalam pembangunan daerah . Padang bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Revitalisasi tersebut diarahkan untuk: (1) memperjelas pembagian kewenangan antar tingkat pemerintahan. Dalam situasi pemekaran yang begitu marak ini. 14 April 2009. Selain PP 78/2007 tentang Pembentukan. (5) meningkatkan kapasitas keuangan pemerintah daerah. di Hotel Bumiminang. Padang 14 April 2009. pemerintah sebenarnya sudah membuat dua instrumen evaluasi. maka relevan juga soal tuntutan adanya evaluasi daerah otonom. Apakah daerah pemekaran layak tetap menjadi daerah otonom ataukah harus dilakukan penghapusan dan kemudian digabungkan dengan daerah lain. berbagai pemekaran daerah yang terjadi tak mesti ditimpakan begitu saja kepada pemerintah saat ini. Kalau kedua regulasi itu dilaksanakan. Tapi. Memang.Padahal. sebab juga sudah berlangsung sejak tahun 1999. serta (6) menata daerah otonom baru (DOB). diadakan oleh Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas. (4) meningkatkan kualitas aparatur pemerintah daerah. Padang. (2) mendorong kerjasama antar pemerintah daerah. Makalah dipersiapkan dalam rangka Seminar “Quo Vadis Pemekaran Daerah”. pemerintah tak perlu ragu untuk menggabung daerah yang memang gagal melakukan otonomi daerah. dan Penghapusan Daerah. utamanya daerah otonom baru. Bahkan.

Belum jelasnya pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Hal demikian mengakibatkan berbagai permasalahan dan konflik antar berbagai pihak dalam pelaksanaan suatu peraturan. Kebijakan tersebut merupakan pelaksanaan dari salah satu tuntutan reformasi yang muncul pada tahun 1998. dan antara provinsi dan kabupaten/kota. pertanahan. pemerintah daerah. masih terbatasnya kapasitas keuangan daerah. dan kewenangan bidang lain) dan perubahan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. pengelolaan APBD. peradilan. pekerjaan umum. pertahanan keamanan. pengaturan pembagian hasil sumberdaya alam dan pajak. Belum optimalnya proses desentralisasi dan otonomi daerah yang disebabkan oleh perbedaan persepsi para pelaku pembangunan terhadap kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. masih terbatas dan rendahnya kapasitas aparatur pemerintah daerah. Berbagai permasalahan tersebut diperbaiki melalui revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah. masih rendahnya kerjasama antar pemerintah daerah. dan pembentukan daerah otonom baru (pemekaran wilayah) yang masih belum sesuai dengan tujuannya. dan lainnya. agama. dan para pelaku pembangunan lainnya telah menimbulkan berbagai permasalahan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Hal ini mengakibatkan muncul berbagai permasalahan. Kebijakan ini dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan keadaan. Kewenangan daerah masih banyak yang belum didesentralisasikan karena peraturan dan perundangan sektoral yang masih belum disesuaikan dengan undangundang tentang Pemerintahan Daerah. Persepsi yang belum sama antar para pelaku pembangunan baik di jajaran pemerintah pusat. belum terbentuknya kelembagaan pemerintah daerah yang efektif dan efisien. yaitu antara lain dalam hal kewenangan. antara lain: belum jelasnya pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah. Selain itu juga menimbulkan tumpang tindih kewenangan antara pusat dan daerah. yang telah dimulai dengan mengganti kedua undang-undang tersebut menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. berbedanya persepsi para pelaku pembangunan terhadap kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. tenaga kerja.Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. pengelolaan suatu kawasan atau pelayanan tertentu. karena dalam ketentuan Pasal 4 ayat (2) UndangUndang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan bahwa . Kebijakan ini merubah sistem penyelenggaraan pemerintahan dari yang sebelumnya bersifat terpusat menjadi terdesentralisasi meliputi antara lain penyerahan kewenangan pemerintah pusat ke pemerintah daerah (kecuali politik luar negeri. Melalui kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah maka pengambilan keputusan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan penyediaan pelayanan publik diharapkan akan menjadi lebih sederhana dan cepat karena dapat dilakukan oleh pemerintah daerah terdekat sesuai kewenangan yang ada. Hal ini ditandai antara lain dengan lemahnya peran Gubernur dalam koordinasi antar kabupaten/kota di wilayahnya. misalnya tentang pendidikan. serta kehutanan dan pertambangan. yang efektif berlaku 1 Januari 2004. fiskal moneter. Sejak dilaksanakannya undang-undang tersebut. masih ditemukan berbagai permasalahan. baik di dalam maupun di luar negeri. penanaman modal.

dan wilayah dengan tingkat urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. serta profesionalisme. perencanaan. dan optimalisasi pemanfaatan sumber-sumber penerimaan daerah. serta pada pengelolaan dan pemanfaatan bersama sungai. dan organisasi non pemerintah belum berjalan secara optimal. pendidikan. dan kurang responsif terhadap permasalahan yang berkembang di daerahnya. Pada sisi lain hubungan hirarki secara langsung antara pemerintah kabupaten/kota dengan Pemerintah Pusat akan memperluas rentang kendali manajemen pemerintahan dan pembangunan. serta terbatasnya kemampuan pengelolaannya termasuk dalam melaksanakan prinsip transparansi dan akuntabilitas. dan terbatasnya kesejahteraan aparat pemerintah daerah. kesehatan. Ini kemudian dipersepsikan bahwa antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota tidak ada hubungan hirarkinya. sumberdaya air. perbatasan antar daerah. baik dari segi jumlah dan penempatan. Hal ini ditunjukkan masih terbatasnya ketersediaan aparatur pemerintah daerah. Juga dalam hubungan kerja antar lembaga. Sehubungan dengan pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. maupun segi profesionalisme. Masih terbatasnya kapasitas keuangan daerah. Pembentukan daerah otonom baru (pemekaran wilayah) yang masih belum sesuai . perkebunan. hutan. Selain itu prasarana dan sarana pemerintahan masih minim dan penetapan dan pelaksanaan standar pelayanan minimum belum jelas. Hal ini ditandai dengan terbatasnya penerapan prinsip efektivitas. Seringkali kebijakan. beberapa peraturan perundangan masih belum sejalan antara satu dengan lainnya. serta tidak proporsionalnya distribusi. termasuk antara Pemerintah Daerah. Masih rendahnya kerjasama antar pemerintah daerah. tidak berjalannya prinsip transparansi. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. dan perikanan termasuk pengolahan pasca panen dan distribusi. Kerjasama antar pemerintah daerah masih rendah terutama dalam penyediaan pelayananan masyarakat di wilayah terpencil. Struktur organisasi pemerintah daerah umumnya masih besar dan saling tumpang tindih. Berbagai hal tersebut berpotensi menimbulkan ketidakefisienan dan ketidakefektifan pemanfaatan sumber daya. Belum efisiennya prioritas alokasi belanja daerah secara proporsional. Hal lainnya yang menjadi masalah adalah masih kurangnya etika kepemimpinan di jajaran pemerintahan daerah.masing-masing daerah berdiri sendiri dan tidak mempunyai hubungan hierarki satu sama lain. Selain itu belum terbangunnya sistem dan regulasi yang memadai di dalam perekrutan dan pola karir aparatur pemerintah daerah menyebabkan rendahnya berkualitas SDM aparatur pemerintah daerah. baik pada pemerintah provinsi maupun kabupataen/kota. serta sumber daya laut yang melintas di beberapa daerah yang berdekatan. masyarakat. menyebabkan tingkat pelayanan publik tidak berjalan optimal. dan hasil-hasil pembangunan maupun penyelenggaraan pemerintahan tidak dikoordinasikan dan dilaporkan kepada Gubernur namun langsung kepada Pemerintah Pusat. Masih terbatasnya dan masih rendahnya kapasitas aparatur pemerintah daerah. efisiensi. dan dalam perdagangan. Bahkan menimbulkan berbagai penafsiran ketentuan peraturan perundangundangan dalam mengimplementasikan kewenangan otonomi khusus. tambang dan mineral. pertanian. tidak adanya kepastian waktu. dan lain-lain. Belum efektif dan efisiennya penyelenggaraan kelembagaan pemerintah daerah. yang ditandai dengan lambatnya kinerja pelayanan.

Pengawas Pemilu Lapangan.dipimpin oleh Jaksa Agung . Pelayanan publik yang semestinya meningkat setelah adanya pembentukan daerah otonom baru (pemekaran wilayah). dan pers. Diharapkan dengan adanya Undang-undang no 22 tahun 2007 tentang penyelengaraan pemilu. Undang-undang no 10 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. fungsi. Undang-undang no 2 tahun 2008 tentang partai politik. Meski dalam pelaksanaannya pemilu tahun 2004 berjalan dengan lancar dan tertib namun tetap saja masih meninggalkan beberapa macam catan besar yang mendasar dalam pemilihan umum yakni berupa pelanggaran pemilu baik curi start kampaye. kemauan sebagian kecil elite daerah. yaitu kesejahteraan masyarakat. tugas. bahkan di beberapa daerah kondisinya tetap seperti semula. dan Pengawas . politik uang. Yang anggotannya terdiri dari anggota kepolisian.47 0 komentar pengawasan pemilu dan demokrasi Sejak bergulirnya pemilu pertama di Indonesia memang sudah ada konsep dan implimentasi dari kegiatan pengawasaan terhadap jalannnya pemilihan umum. Panwaslu Provinsi. maupun pelangaran lainnya. namum pada pelaksanaannya pengawasan terutama pada masa orde baru bertindak tidak indefenden karena secara Lembaga Pemilihan Umum (LPU) -kalau sekarang kedudukannya sama dengan Komisi Pemilihan Umum. terutama apabila terjadinya pelanggaraan terhadap pelaksanaan pemilihan umum.yang diketuai oleh Menteri Dalam Negeri dan Panitia Pengawas Pelaksanaan Pemungutan Suara (Panwaslakpus) -sekarang kedudukannya sama dengan Badan Pengawasa Pemilihan Umum. Siapa yang yang berhak melakukan tindakan untuk menegakan aturan pemilihan umum dan kepada siapa pihak-pihak yang terlanggar haknya melakukan laporan. tidak dirasakan oleh masyarakatnya. dalam pelaksanaannya proses pembentukan daerah otonom baru lebih banyak mempertimbangkan aspek politis. Panwaslu Kecamatan. perguruan tinggi. Untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilu indonesia mencantuntumkan dengan jelas kedudukan. serta terminimalisirnya pelanggaran pemilu Dalam undang-undang no 22 tahun 2007 pasal 70 ayat (1) Pengawasan penyelenggaraan Pemilu dilakukan oleh Bawaslu. Diposkan oleh daulah. Namun demikian.alfarisi di 16. dan belum mempertimbangkan aspek-aspek lain selain yang disyaratkan melalui peraturan perundang-undangan yang ada. lancar. terbentuknya daerah otonom baru setiap tahunnya akan membebani anggaran negara karena meningkatnya belanja daerah untuk keperluan penyusunan kelembagaan dan anggaran rutinnya sehingga pembangunan di daerah otonom lama (induk) dan baru tidak mengalami percepatan pembangunan yang berarti. Apa lagi dalam pelaksanaannya kedudukan. Panwaslu Kabupaten/Kota. Ketertinggalan pembangunan suatu wilayah karena rentang kendali pemerintahan yang sangat luas dan kurangnya perhatian pemerintah dalam penyediaan pelayanan publik. Dewan Perwakilan daerah. dan Undang-undang no 24 tahun 2004 tentang Makhkamah Konstitusi. sering menjadi alasan untuk pengusulan pembentukan daerah otonom baru sebagai solusinya. Selain itu. tokoh masyarakat. dan kewenangan tidak dirumuskan secara jelas. Jalannya pemilu tahun 2009 bisa berjalan dengan baik.dengan tujuannya. dan wewenang pengawas pemilui diatur dalam undangundang no 23 tahun 2002 demi meningkatnya kualitas dari pemilu tahun 2004. kejaksaan.

Kedua. Menyampaikan temuan dan laporan kepada KPU untuk ditindaklanjuti. 3. Sebenarnya yang menjadi masalah sebenarnya adalah bagaimana tugas dan wewenang itu dilaksanakan. bisa dikatakan lengkap.Pemilu Luar Negeri. dan kecamatan. 5. PanwasKabupaten/Kota dan Panwas Kecamatan Hubungan pengawas pemilihan umum dengan Komisi Pemilihan Umum. KPU Provinsi. Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang ditetapkan oleh undang-undang. Menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan perundangundangan mengenai Pemilu. kabupaten/kota. 7. Komisi Pemilihan Umum Provinsi kedudukannya lebih tinggi dari pada Panitia Pengawas Pemilihan Umum Provinsi . Ketiga. Yang mana Laporan pelanggaran ketentuan yang bersifat administratif diteruskan kepada KPU. Dengan keterbatasan ini. Yang tidak kalah penting ialah bagaimana sengketa diselesaikan oleh panitia pengawas pemilu yakni dari pangawas pemilu yang kedudukannya paling tinggi (bawaslu) sampai kepaling bawah sesuai dengan kompetensinya. sedangkan laporan pelanggaran ketentuan yang mengandung unsur pidana diteruskan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia sesuai tingkatannya. Pertama. dan kecamatan dalam melakukan pengawasan terhadap tahapan penyelenggaran pada tingkat nasional. Inilah yang harus diatur oleh badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu). dalam pasal 66 ayat (2) dan (3) Peraturan KPU no. 2. di mana satu pengawas bertanggungjawab untuk mengawasi 9 TPS. Mengawasi pelaksanaan penetapan daerah pemilihan dan jumlah kursi pada setiap daerah pemilihan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu. Mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu. memang undang-undang penyelengaraan pemilihan umum no 22 tahun 2007 dan undang-undang no 10 tahun 2008. sekretaris KPU Provinsi. Walaupun sudah diatur mengenai panitia pengawas sampai pada pengawas lapangan tapi jumlah personil yang ada saat ini sangat terbatas. Pertama. pegawai sekretariat KPU Provinsi. 4. pembagian tugas yang jelas oleh badan pengawas pemilihan umum kepada panitia pengawas provinsi. Sekretaris Jenderal KPU. 8. Akan muncul berbagai macam peyataan. dengan tidak adanya kewajiban melakukan investigasi dan tindakan langsung tanpa menunggu laporan masyarakat . Panwas Provinsi. namun kalau dilihat secara mendetail maka peran pengawas pemilu hanya berperan pasif saja. dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu yang sedang berlangsung. Dan Sengketa Pemilu diselesaikan oleh Bawaslu. atau KPU Kabupaten/Kota. Meneruskan temuan dan laporan yang bukan menjadi kewenangannya kepada instansi yang berwenang. 19 tahun 2008. 6. Aturan ini sangat penting agar pembantu panitia baik dari tingkat pusat sampai tingkat daerah agar tidak terjadi perebutan kompetensi pelaksanaan tugas dan kewenangan . KPU Provinsi. KPU Kabupaten/Kota. Tugas dari pengawas pemilu (Bawaslu) diatur dalam pasal 74 ayat (1) yakni: 1. provinsi. Menetapkan standar pengawasan tahapan penyelenggaraan Pemilu sebagai pedoman kerja bagi pengawas Pemilu di setiap tingkatan. sekretaris KPU Kabupaten/Kota. pengawasan terhadap tahapan pemilu tidak dapat optimal . kabu[aten/kota. pegawai Sekretariat Jenderal KPU. dan 9. Mengawasi pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi pengenaan sanksi kepada anggota KPU.

Panwaslu Provinsi. Panwaslu Lapangan. Panwaslu kabupaten/kota dengan KPU provinsi. KPU Kabupaten/Kota. Bawaslu (pengawas pemilu secara umum) mengawasi seluruh tahapan penyelenggaraan pemilihan umum. 2. kabupaten/ kota. dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu yang sedang berlangsung Sementara hubungan antara Panwaslu provinsi. pasal 1 angka 6 meyatakan bahwa KPU sebagai penyelengara pemilu. sekretaris KPU Provinsi. 1. begitu juga KPU kabupaten/kota juga lebih tinggi dari Panwaslu Kabupaten/Kota atau Panwaslu Kabupaten/Kota bertanggung jawab kepada Panwaslu Provinsi atau KPU kabupaten/kota.kedudukanan. Kpu kabupaten/kota tidak ada hubungan hirarki (atasan dan bawahan) karena masing-masing supra suktur pemilu ini bekerja dengan terpisah dan mandiri. serta KPU sendiri yang mengusulkan 15 nama calon Bawaslu (pasal 88 ayat (3) huruf h). Sekretaris Jenderal KPU. KPU kabipaten/kota. Yang jelas bahwa bawaslu dengan KPU maupun Panwaslu provinsi. dengan Panwaslu provinsi. Lalu bagaimana hubungan antara KPU dengan Bawaslu. Peryataan ini agak kontras dengan pernyataan lainnya yang mengatakan bahwa Pengawas Pemilu bertugas mengawasi KPU. Kedua. Sehingga dalam pertanggung jawaban juga sendiri tidak ada pertanggung jawabannya. Yang kerap mengemuka adalah peryataan bahwa adalah KPU dari pusat hingga daerah tidak dapat diawasi oleh pengawas pemilu. sementara penyelanggra pelaksanaan pemilu provinsi. bahwa KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota tidak dapat diawasi oleh Panwaslu Provinsi dan Panwaslu Kabupaten/Kota. Panwaslu kabupaten/kota dengan KPU provinsi. pegawai sekretariat KPU Provinsi. yang mana. kabupaten/kota. KPU Provinsi. hubungan antara Bawaslu dengan KPU harus intensif tetapi ”jangan terlalu dekat”. Dan memberikan rekomendasi kepada KPU untuk menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan sanksi administratif atas pelanggaran sebagaimana yang dilakukan sanksi kepada anggota KPU. sekretaris KPU Kabupaten/Kota. yang tugasnya melakukan pengawasaan terhadap seluruh proses penyelengaraan. Dan Panwaslu Luar Negeri. serta KPU Provinsi. Menyatakan bahwa Panitia Pengawas Pemilu adalah Bawaslu. Untuk menjawab dan menjernihkan peryataan diatas kita perlu kembali kepada UU pemilu berkenaan dengan pada tugas dan kewenangan pada pasal 74. dalam menyampaikan temuan (pelanggaran yang bersifat administratif) dan melaporan kepada KPU untuk ditindaklanjuti (pasal 74 ayat (1) huruf c). pola hubungannya hampi sama dengan antara Bawaslu dengan KPU. kabupaten/kota adalah KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota (angka 7). pegawai Sekretariat Jenderal KPU. Panwaslu Kecamatan. Bawaslu terpisah dari KPU dan bersifat Mandiri. Kedua peryataan ini perlu di jernihkan agar tidakmenimbulkan pertanyaan yang berkepanjangaan. Disamping itu setelah terbentuknya Bawaslu. Panwaslu Kabupaeten/Kota. Pasal 87 ayat (1)Undang-undang no 22 tahun 2007 sudah mengatur hubungan dari belum terbentuknya bawaslu yakni KPU membentuk tim seleksi untuk membentuk bawaslu. . Panwaslu Daerah bukan bawahan dari KPU Daerah Benarkah pendapat atau sikap yang menyatakan bahwa Bawaslu bawahan dari KPU atau Panwaslu daerah adalah bawahan dari KPU daerah? Dalam pasal 70 ayat (1) UU no 22 tahun 2007 tentang penyelengaraan pemilihan umum. Lalu siapa penyelengaraan pemilu.

kini giliran Kejagung yang membantah ada rekayasa dalam kasus Gayus Tambunan. tapi setelah dicek.detikNews "Terhadap penanganan perkara ini tidak ada permainan. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Kejagung membeberkan kronologi bagaimana dakwaan disusun hingga alasan pasal korupsi dihapus. Saat itu dengan sangkaan korupsi.alfarisi di 16. Cirus Sinaga. hanya 2 pasal yang terbukti yaitu pencucian uang dan penggelapan. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Eka Kurnia Sukmasari. Jl Sultan Hasanuddin. panwaslu kabupaten/ kota adalah bawahan dan bertanggung jawab kepada KPU provinsi. "Setelah dilimpahkan ke pengadilan. Pengawas pemilu berwenang menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan penyelenggaraan pemilu.07 0 komentar [html] Jakarta . jadi hanya diam di rekening Gayus.. pasal korupsi tidak disangkakan dengan pertimbangan uang Rp 370 juta masih dalam rekening. Jakarta. hanya terbukti penggelapan. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. . Kejagung membeberkan kronologi bagaimana dakwaan disusun hingga alasan pasal korupsi dihapus. siapa pun yang melakukannya. baik dalam rekayasa kasus ataupun dugaan suap. Dengan demikian jelaslah bahwa tidak ada satu perundangan dan keputusan KPU manapun yang menyatakan bahawa panwaslu provinsi.detikNews Namun. berdasarkan hasil penelitian jaksa. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Memang tidak semua pelanggaran atas peraturan perundang-undangan dapat diselesaikan oleh pengawas pemilu.detikNews Selain Cirus. kini giliran Kejagung yang membantah ada rekayasa dalam kasus Gayus Tambunan. tidak tahu berada di mana. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri .Setelah Polri. Tapi berbeda dengan Polri.detikNews Uang itu tidak digunakan dan dikembalikan. KPU kabupaten/ kota. jaksa peneliti berkas perkara tersebut adalah Fadil Regan." ujar jaksa yang juga menangani kasus Antasari Azhar ini. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus." ungkap Cirus. itu 2 kali dalam 2 tahap. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.. Diposkan oleh daulah. money laundering. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. sementara kasus pidana harus diteruskan kepada penyidik. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri .. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. jaksa tidak menyebut setoran uang dari Roberto Antonious. dan Ika Syafitri." kata jaksa peneliti kasus Gayus. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Terhadap uang itu tersangka menyatakan uang itu untuk mengurus pajak PT Megah."Terhadap penanganan perkara i.detikNews Cirus menyatakan..detikNews "Uang itu berasal di transfer PT Megah Citra Jaya Garmindo. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Baik itu peserta pemilu. dan penggelapan. Senin (22/3/2010). Tapi uang masuk ke rekening Gayus.detikNews "Penanganan kasus ini dimulai dari pengiriman SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan) dari Mabes Polri ke Kejagung. Misalnya pelanggaran administratif harus diteruskan kepada KPU.Dengan demikian dapat diartikan bahwa setiap pelanggaran peraturan perundangundangan yang terjadi pada setiap tahapan harus diproses oleh pengawas pemilu. warga Korea. dalam jumpa pers di Kejagung. warga yang berhak memilih bahkan penyelenggara pemilu sekalipun. Anggota pengawas pemilu pun tidak luput dari ketentuan . pemiliknya Mr Sun. Jaksa mengajukan tuntutan 1 tahun dan masa percobaan 1 tahun. Jakarta ." terangnya.Setelah Polri. Uang itu setoran pajak dari PT Megah Citra Jaya Garmindo.

Total US$ 2. biaya yang dibutuhkan mencapai US$ 6 juta dolar dan Andi baru menyerahkan uang secara tunai dalam 6 tahap. 15 September 2008 US$ 650 ribu. “Kan sudah jelas dalam kasus ini ada rekayasa yaitu rencana tuntutan.detikNews "Dan di Pengadilan Tangerang Gayus tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan.detikNews Terkait uang Rp 24. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. dituntut hukuman penjara tiga tahun enam bulan dan denda Rp250 juta di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. lengkap dengan kwitansinya. pengacara Asnun.8 juta.6 miliar yang ada di rekening Gayus. bukan menyuap.” tuturnya usai sidang. 31/1999 jo UU No 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Menurut Jaksa Penuntut Umum Yori Rowando. tapi penggelapan pajak murni. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Bukan korupsi. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus." tutupnya.detikNews "Uag Rp 370 juta bukan tindak pidana karena perjanjian mengurus pajak. terdakwa kasus suap saat menangani perkara pajak Gayus H Tambunan.detiknews. setelah diteliti berdasarkan alat bukti.detikNews Selain itu. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri .detikNews "Karena takut hilang. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.com: Hakim Muhtadi Asnun. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Yang pertama 1 Juni 2008 US$ 900 ribu. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri ." imbuhnya. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Cirus menjelaskan. terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur Pasal 6 ayat 2 UU No. Atas tuntutan ini. 10 Desember US$ 500 ribu. Senin (8/11). Uang itu akan digunakan untuk membangun ruko. Itu mengurus pajak dalam jabatan Gayus sebagai pegawai. kliennya merupakan korban rekayasa kasus ini. 27 Oktober 2008 US$ 260 ribu. yah KAJIAN . jaksa berani mengambil sikap untuk menuntut Gayus dengan pasal 372 KUHP dengan pidana penjara 1 tahun dan percobaan 1 tahun." jelasnya. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Seharusnya masalah rentutnya dulu yang diselesaikan baru perkara Pak Asnun.detikNews Karena itu. dan 16 februari US$ 13 ribu.Jaksa juga berkesimpulan hal itu bukan money laundering. Sebelumnya. 22/03/2010 16:47 WIB Jakarta-Yustisi. bukan money laundering.detikNews "Gayus diberi kepercayaan Andi untuk pengadaan properti ruko seluas 2 hektar di Jakarta Utara. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. hakim Muhtadi Asnun didakwa menerima uang sebesar US$ 40 ribu untuk membebaskan Gayus dari perkara pencucian uang pada 2009. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Sidang dilanjutkan pekan depan untuk penyampaian pembelaan terdakwa dan penasihat hukumnya. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . uang dimasukkan Gayus ke Bank Panin. uang tersebut milik Andi Kosasih.detikNews (ndr/nrl) Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Andi adalah pengusaha properti di Batam.com I Senin. Firman Wijaya mengatakan. Uang diserahkan di rumah orang tua istri Gayus. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. 10 November US$ 200 ribu." tegas Cirus. Perjanjian ditandatangani 25 Mei 2008.detikNews Sumber: us. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.

Sementara. Penggabungan Dan Penghapusan Daerah EXECUTIVE SUMMARY Era reformasi yang ditandai dengan meningkatnya tuntutan untuk melakukan pemekaran daerah berjalan seiring dengan regulasi pembentukan daerah otonom baru yang dianggap lebih mudah daripada waktu sebelumnya. dan (3) Kriteria-kriteria yang digunakan untuk melakukan pemekaran telah mengacu pada PP No. bukan rasional. Sampai awal 2007. perihal pemekaran daerah diatur pada Pasal 46 ayat (3) dan (4). implikasi yang ditimbulkannya. teknis dan fisik kewilayahan?. Melalui metode kajian yang bersifat kualitatif dan pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam di 14 (empat belas) provinsi dan 28 (dua puluh delapan) kabupaten/kota. di antaranya: (1) Alasan utama pemekaran daerah ternyata lebih didasarkan pada faktor emosional. Pemekaran.Model Evaluasi Pembentukan. Fakta bahwa pemekaran daerah telah menjadi euforia di era otonomi daerah pasca reformasi menjadi tidak terbantahkan. pembentukan daerah atau dalam hal ini pemekaran daerah tidak bisa dilakukan secara serampangan. Pada Pasal 6 ayat (1) dan (2) UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan ?? Daerah dapat dihapus dan digabung dengan daerah lain. kajian ini telah memperoleh temuan-temuan lapangan yang menarik. sebagai berikut: ?Pembentukan daerah dapat berupa penggabungan beberapa daerah atau bagian daerah yang bersandingan atau pemekaran dari satu daerah menjadi dua daerah atau lebih?. tetapi pada kenyataannya daerah yang bersangkutan tidak menunjukkan kemajuan (progress) sebagaimana yang diharapkan. telah menambah beban anggaran pemerintahan negara. Secara legal formal. sehingga total provinsi sebanyak 33 dan kabupaten/kota sebanyak 473. Dimotivasi oleh percepatan pertumbuhan demokrasi (lokal). dan Daerah Otonom dapat dimekarkan menjadi lebih dari satu daerah jika dipandang sesuai dengan perkembangan daerah?. Penghapusan dan Penggabungan Daerah memang memberikan ruang yang lebih leluasa bagi terbentuknya daerah otonom baru. 129 Tahun 2000. (2) Implikasi pemekaran daerah. Sebuah pertumbuhan . terbukti adanya berbagai persyaratan dan kriteria yang harus dipenuhi dalam melakukan pemekaran. pada Pasal 5 ayat (1) disebutkan: ?Pembentukan daerah sebagaimana dimaksud pada pasal 4 harus memenuhi syarat administratif. Di dalam UU Nomor 32 Tahun 2004. dan kriteria-kriteria yang dapat ditawarkan dalam melakukan pemekaran daerah di Indonesia. Pada ayat (4) disebutkan bahwa pemekaran dari satu daerah menjadi dua daerah atau lebih sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dilakukan setelah mencapai batas maksimal usia penyelenggaraan pemerintahan. Dalam hubungan ini. tentunya dapat ditelusuri hadirnya berbagai faktor yang melatarbelakangi pemekaran daerah. UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah jo PP Nomor 129 Tahun 2000 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran. jumlah daerah otonom baru sebanyak 7 provinsi dan 162 kabupaten/kota.

Alasan historis. . dimana pemekaran daerah diharapkan dapat mempercepat pembangunan di daerah. bahwa pemekaran dijadikan alasan untuk mendapatkan keadilan. Alasan keadilan . Sulawesi Tenggara (Konawe Selatan). Sebagai contoh: Penduduk Bangka Belitung dengan penduduk Sumatera Selatan.pemerintahan daerah yang luar biasa. antara lain : o Pembentukan kelembagaan baru : Pemekaran daerah menimbulkan implikasi bagi kelembagaan daerah. 1. Berdasarkan hasil kajian. dan Provinsi Sulawesi Tenggara. Alasan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Contoh: pemekaran Provinsi Kepulauan Riau. Sumatera Utara (Serdang Bedagai). seperti terjadi pada pemekaran Provinsi Bangka Belitung (pemekaran dari Provinsi Sumatera Selatan) dan Provinsi Irian Jaya Barat (pemekaran dari Provinsi Papua) serta pemekaran Kabupaten Keerom (pemekaran dari Kabupaten Jayapura). Provinsi Bangka Belitung. Alasan kultural atau budaya (etnis). pemekaran suatu daerah dilakukan karena alasan sejarah. Disamping itu di Pulau Movotai pada Perang Dunia II merupakan ajang penghalau udara Amerika Serikat. Alasan anggaran. Kondisi seperti ini terutama terjadi di Indonesia Timur seperti Papua (Keerom) dan Irian Jaya Barat (Kabupaten Sorong). infrastruktur dan sarana perhubungan yang minim. Implikasi pemekaran daerah terhadap daerah. Artinya. dimana Raja Ternate (Alm. Alasan ekonomi. 4. dan pemekaran yang terjadi di daerah lainnya seperti Kalimantan Timur (Kutai Timur). baik bagi pemerintahan daerah maupun pemerintahan pusat. dan Lampung (Tanggamus). Zainal Abidin Syah) dinobatkan sebagai Gubernur pertama. yang meliputi organisasi perangkat daerah dan organisasi pusat di daerah. 5. Dari sisi implikasi. Hal ini dijadikan alasan utama karena adanya kendala geografis. pemekaran daerah diharapkan akan menciptakan keadilan dalam hal pengisian jabatan pubik dan pemerataan pembangunan. kemudian Provinsi Gorontalo dengan Sulawesi Utara. pemekaran daerah dilakukan untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah. terutama jika dibandingkan dengan masa Orde Baru. 2. Sebagaimana diketahui daerah yang dimekarkan akan mendapatkan anggaran dari daerah induk selama 3 tahun dan mendapatkan dana dari pemerintah pusat (DAU dan DAK). 3. Pembentukan daerah otonom baru telah menimbulkan berbagai implikasi yang terjadi pada semua level pemerintahan. yaitu bahwa daerah hasil pemekaran memiliki nilai historis tertentu. Sebagai contoh: Provinsi Maluku Utara sebelumnya pernah menjadi ibukota Irian Barat. terdapat alasan-alasan yang mendasari dilaksanakannya pemekaran daerah adalah: 1. dimana pemekaran daerah terjadi karena menganggap adanya perbedaan budaya antara daerah yang bersangkutan dengan daerah induknya. demikian pula Kabupaten Minahasa Utara yang merasa berbeda budaya dengan Kabupaten Minahasa. 6.

personel dan dokumen) yang tidak tuntas. Penyebab ketidakharmonisan hubungan tersebut antara mengenai proses penyerahan P3D (penganggaran. bukan saja mengenai penentuan ibukota daerah otonom baru dan penentuan batas wilayah. antara lain : o Dalam aspek kelembagaan pemerintahan pusat. o Sumber daya manusia : Pemekaran secara nyata telah membawa implikasi bagi dinamika sumber daya manusia di daerah otonom baru. implikasi yang terjadi adalah penambahan jumlah kelembagaan vertikal di daerah. Hal ini dapat bernilai positif jika itu ditunjukkan untuk meningkatkan kesejahteraan daerah. baik itu mengenai demeografinya maupun kualitas dan komposisinya. o Kemiskinan : Selain meningkatnya pertumbuhan ekonomi di beberapa daerah yang secara nyata mempunyai daya saing sebagai daerah otonom baru.Sebagai konsekuensi logis pemekaran daerah. ternyata pemekaran daerah juga berpotensi menimbulkan kemiskinan atau dapat dikatakan pemekaran daerah berpotensi menimbulkan terjadinya pemiskinan. maka terbentuk kelembagaan daerah yang meliputi organisasi perangkat daerah (Dinas dan Lembaga Teknis Daerah). terutama dalam hal pemanfaatan sumber daya alam. o Pola Hubungan Kerja di Daerah Pemekaran : Hubungan pemerintahan daerah dengan lembaga lainnya akan dapat berjalan dengan baik jika kondisi internal pemerintahan daerah tersebut telah berjalan baik dikarenakan pemerintahan daerah telah mampu menyelesaikan sebagian besar persoalan yang dihadapinya. Terbitnya berbagai Peraturan Daerah (Perda) yang berorientasi peningkatan PAD telah memberatkan masyarakat dan pada tataran yang lebih luas telah menimbulkan ekonomi biaya tinggi (high cost economy). maka pemekaran berimplikasi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di daerah tersebut. . dan kewajiban-kewajiban lain yang harus diselesaikan oleh daerah induk selama masa pembinaan serta persoalan batas wilayah. tetapi juga mengenai sumber-sumber kekuasaan dan tarik-menarik kepentingan di antara elit politik di daerah otonom baru. baik berkenaan dengan politik anggaran maupun proses demokratisasi di daerah. Implikasi pemekaran daerah terhadap pemerintahan pusat. o Lingkungan Hidup : Pemekaran daerah selain membawa implikasi positif juga dapat berdampak positif. Apabila tidak dikelola dengan baik. pemekaran daerah justru dapat menyebabkan kerusakan lingkungan akibat eksploitasi darerah yang berlebihan. 2. dan BUMD. DPRD. o Pemberdayaan Ekonomi: Pemekaran daerah yang telah memperhitungkan potensi dan kesiapan daerah serta dilakukan dengan mekanisme yang tepat. peralatan. o Politik lokal : Pemekaran daerah berimplikasi terhadap dinamika politik di daerah. namun jika terbentuknya daerah baru menimbulkan egosentris suatu masyarakat maka hal ini tentunya sangat merugikan bagi daerah yang bersangkutan.

Dalam aspek hubungan keuangan dengan pemerintah pusat. sehingga daerah otonom baru langsung memiliki tanggung jawab yang sama besar dengan daerah induknya. pemerintah pusat – yang menangani urusan Pemerintah Pusat dan depertemen teknis – harus menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan penyerahan kewenangan tersebut. Persyaratan dan kriteria: persyaratan dan kriteria yang ditetapkan lebih cenderung mengukur potensi/input. Mencermati uraian pada kesimpulan di atas.o o Dalam aspek kewenangan. sehingga 7 (tujuh) syarat/kriteria tersebut seolah-olah terpisah satu sama lain. dalam bentuk DAU maupun DAK. tetapi tidak ada penekanan pada tahap implementasi. Dari tabel dapat dilihat pelayanan yang dimakud adalah pelayanan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan. Pemekaran daerah hendaknya didasarkan pada alasan-alasan yang rasional. model evaluasi pemekaran daerah yang dilakukan berdasarkan PP 129/2000. Prosedur: untuk prosedur pemekaran daerah telah dirumuskan dengan cukup baik. Tim merekomendasikan hal-hal sebagai berikut: 1. Dari syarat/kriteria dan indikator tersebut dapat disimpulkan hal-hal berikut: o Tidak ada kejelasan kluster yang memayungi syarat/kriteria. o Pada indikator luas wilayah dan jumlah penduduk dibedakan . dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kemampuan daerah yang akan dimekarkan. jumlah obyek wisata”. sebagaimana terdapat pada rekomendas kajian poin 2. o Persyaratan/kriteria tersebut sebagian besar masih mengacu pada PP No. Sebagai contoh: dalam syarat/kriteria potensi daerah. Secara garis besar dapat dikatakan terdapat dua prosedur pemekaran yakni pemekaran melalui jalur pemerintah (eksekutif) dan jalur DPR (legislatif). Tim mengusulkan persyaratan/kriteria untuk melakukan pemekaran daerah. 3. Prosedur pemekaran yang terjadi selama ini tidak melalui model ’transisi’. Untuk itu. Faktanya. tercantum sub indikator ”jumlah hotel/akomodasi lainnya. 129/2000. bukan output. o Indikator dan sub indikator tersebut lebih mengukur potensi. indikator dan sub indikator tersedia. Hal ini sekaligus dapat menjadi alat untuk meminimalisir implikasi negatif yang ditimbulkan akibat pemekaran. implikasi yang terjadi adalah penambahan alokasi keuangan/anggaran untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerah. Menurut hasil kajian. dengan menambahkan beberapa perubahan khususnya untuk kriteria pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. jumlah restoran/rumah makan. pemekaran daerah lebih banyak berasal dari inisiatif DPR. sehingga banyak terjadi penyimpangan dari prosedur yang telah ditetapkan. adalah sebagai berikut: 1. Pada indikator potensi daerah juga terdapat ’sarana pendidikan’ tetapi isinya bukan mengukur sarana tetapi kinerja. 2. indikator sarana pariwisata.

o Setelah 5 (lima) tahun menjadi daerah otonom. hal ini ditempuh guna mengurangi terjadinya in-efisiensi. o Pemekaran daerah dilakukan secara berjenjang. tetapi mengalami keterbatasan-keterbatasan yang mengakibatkan tidak memenuhi persyaratan. Sistem alokasi yang tersentralisasi telah gagal dalam memberikan hasil yang . pemekaran. Selain itu adalah tidak efisiennya konsumsi sumberdaya lokal. apabila dinilai memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 32 tahun 2004 yang terkait dengan pengaturan pembentukan. 32 Tahun 2004 memang pernah diwacanakan. maka daerah persiapan tersebut dapat diubah statusnya menjadi daerah otonom.antara Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali. yaitu daerah tidak langsung dimekarkan menjadi daerah otonom. o Namun. 2. daerah tersebut dapat dipertimbangkan untuk dimekarkan kembali. persyaratan dan kriteria seketat apapun pada akhirnya tidak akan bermanfaat jika tim penilai (evaluator) tidak memiliki integritas (: kejujuran) yang memadai. Bagi pemerintah daerah yang tidak memenuhi persyaratan. penghapusan dan penggabungan daerah (Pasal 5 s/d 8). maka dapat dilakukan penguatan (strengthtening) Kecamatan untuk mendekatkan pelayanan publik. pemerintah daerah yang memenuhi persyaratan akan dimekarkan menjadi ’daerah persiapan’ dimana untuk provinsi dengan nomenklatur ’provinsi persiapan’ dan ’kabupaten/kota persiapan’ untuk kabupaten/kota. Pemerintah perlu merevisi UU No. 4. 3. Dalam hal ini reformasi desentralisasi mempunyai fokus pada perbedaan lokalitas dan mencoba mengembangkan kapasitas pemerintah daerah dalam memecahkan permasalahan-permasalahan di tingkat lokal. o Setelah menjadi daerah persiapan selama dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun dan dilaksanakan penilaian oleh tim penilai. Penetapan daerah persiapan ditungkan dalam bentuk Perpres. Perlu dilakukan pentahapan dalam melakukan pemekaran daerah. Revisi UU No. maka faktor integritas menjadi kunci utama apakah sebuah daerah layak dimekarkan. tetapi dibentuk dalam ’daerah persiapan’. Mengapa Desentraliasi dan Tata Pemerintahan Lokal? Latar belakang dan asal muasal reformasi desentralisasi adalah tidak berfungsi dan gagalnya sistem pembuatan keputusan yang sentralistis dimana pemerintah pusat tidak dapat menyediakan solusi-solusi bagi tiaptiap komunitas di tiap-tiap lokalitas yang beragam. tetapi belum menyentuh pengaturan tentang pemekaran daera 3-2. Terlebih lagi jika penilaian dilakukan melalui self-assesment. Pada tataran yang lebih tinggi dan skala yang lebih luas. Secara bertahap.

Pajak yang ditarik secara terpusat oleh pemerintah pusat dan sistem konsumsi sumberdaya lokal merupakan sistem yang sangat menguntungkan bagi pemerintah pusat untuk mengontrol pengeluaran lokal dan pembuatan kebijakan di daerah. pemerintah daerah dan masyarakat lokal memiliki pengalaman akan praktik tata pemerintahan yang baik seseuai dengan kondisi khusus masing-masing. Desentralisasi dan otonomi diharapkan menjadi solusi yang tepat untuk berbagai persoalan yang ada di daerah. dengan adanya tradisi mengenai tata pemerintahan lokal. salah satu mekanisme sentralisasi kekuasaan oleh pemerintah pusat berpusat pada pengontrolan alokasi dana untuk pembangunan daerah. . Jalan yang terbaik untuk meminimalisasi persoalan yang diakibatkan gagalnya sistem yang tersentraliasi adalah reformasi desentralisasi. Hasilnya adalah kegagalan dalam alokasi sumberdaya lokal bagi masyarakat lokal itu sendiri. contohnya adalah sistem alokasi penerimaan pajak. tingkat kepuasan masyarakat akan aktivitas pemerintah daerah akan semakin berkurang seiring ketidakmampuan pemerintah daerah membiayai pelayanan publik yang diinginkan oleh masyarakat lokal.efisien dan efektif dalam hal pengeluaran pemerintah pusat dan daerah. Yang terakhir adalah kematangan sistem pemerintahan daerah dan masyarakat sipil di daerah. Namun demikian. Dengan diberlakukannya UU No. Tidak mengherankan apabila pada masa orde baru. 32/2004 Indonesia memasuki tahapan baru kepemerintahan. Ketika masyarakat lokal cenderung untuk meminta banyak dari pemerintah daerah sehubungan dengan pelayanan publik dan lain sebagainya tanpa kesadaran akan biaya yang akan dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Terlebih lagi mengingat bentuk negara Indonesia sebagai negara kepulauan yang sulit dijangkau dan setiap wilayah memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Dengan sistem desentralisasi. 22/1999 dan amandemennya UU No. sistem tersebut dapat merusak hubungan antara penerimaan dan pengeluaraan di daerah dan masyarakat lokal tidak dapat mengawasi dan mengontrol keuangan pemerintah daerahnya masingmasing. Di setiap daerah. Asumsi dasar desentralisasi yaitu mendekatkan pelayanan dengan rakyat. Sangatlah wajar jika kemudian tiap daerah telah mempunyai modal yang cukup mengenai pelaksanaan dan strategi tata pemerintahan lokal untuk kemudian memperkaya konsep otonomi daerah. pelayanan publik menjadi mudah direalisasikan mengingat adanya kedekatan antara penyedia layanan dan pengguna layanan.

Prinsip rule of law termasuk di dalamnya due process of law dan prinsip keadilan. Perwakilan lokal yang dipilih oleh masyarakat lokal. 4.Oleh karena itu. Untuk mencapai tata pemerintahan lokal yang baik. Penciptaan demokrasi lokal adalah yang utama dimana dalam hal ini mencakup lembaga 2. Efisiensi dan efektifitas dari pemerintah daerah. tata pemerintahan lokal mempunyai tahapan perubahan selayaknya evolusi dalam tiga tingkatan yaitu tata pemerintahan lokal responsif. hak pilih bagi masyarakat lokal. dan lainnya. Justru inilah yang harus dilihat sebagai esensi pokok dari kebijakan otonomi daerah itu dalam arti yang sesungguhnya. Pemberantasan korupsi. kebijakan otonomi daerah itu tidak hanya perlu dilihat kaitannya dengan agenda pengalihan kewenangan dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah. kemudian berevolusi menjadi tata . terdapat beberapa prinsip utama yang harus diperhatikan. partisipasi publik. 5. tata pemerintahan lokal yang menjalankan desentralisasi membutuhkan lebih banyak kapasitas dan kapabilitas karena tata pemerintah lokal dalam bentuk ini mempunyai kewenangan dan sumber daya yang besar dan untuk memberdayakan kewenangan dan sumber daya tersebut dibutuhkan kapasitas dan kapabilitas Untuk itu diperlukan pembangunan dan reformasi dalam pemerintahan lokal dan masyarakat lokal. Mengutip Nikawa (2006). tata pemerintahan yang baik adalah standar minimum bagi pemerintah daerah. 1. Pemerintah daerah sendiri akan sulit untuk mereformasi dirinya sendiri. Selain itu. oleh karena itulah diperlukan suatu hubungan saling membangun antara pemerintah daerah dan masyarakat lokal dalam penciptaan tata pemerintahan lokal yang baik. 3-3. Perubahan Tata Pemerintahan Dalam tulisan ini. Di era desentralisasi. tetapi juga menyangkut pengalihan kewenangan dari pemerintahan ke masyarakat. sementara itu pembangunan masyarakat lokal sendiri sangat sulit dicapai jika hanya mengandalkan usaha sendirisendiri. tata pemerintahan yang baik mengacu pada konsep sebagaimana yang sering ditekankan oleh World Bank selama dua dekade belakangan ini. Otonomi daerah berarti otonomi masyarakat di daerahdaerah yang diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang keprakarsaan dan kemandiriannya dalam iklim demokrasi dewasa ini. 3.

Responsive local governance ought to carry out its duty of responsibility and accountability for local people. which attain more effective and efficient policy outcome. the cooperation of provision of public services among them. dan tahapan terakhir adalah tata pemerintahan lokal kemitraan. and NGOs are the actors. Lebih lanjut Nikawa (2006) menjelaskan: “The responsive local governance means the good governance of local government. While citizen participation is increasing. privatisasi. pemerintah daerah dan masyaraka lokal harus mengubah dirinya sendiri. and provide the chance of citizen participation. restrukturisasi. kondisi finansial pemerintah daerah yang stabil dan baik. This network functions in the participative decision-making process of local government. is characterized by the equal partnership between local actors and government. The community action group. the actors learn and grow in the governance partnership. dan pembangunan kapasitas dari pegawai negeri daerah. Pemerintah daerah merupakan elemen penting dalam kehidupan masyarakat terutama pada era desentralisasi dan harus di tranformasikan untuk mencapai tata pemerintahan lokal yang sesuai dengan tuntutan desentralisasi. Local actors are mutually networked and exchange their information among them. The governance partnership will keep and secure the sustainability of community. The network governance is composed of the cooperation and responsiveness of local actors. and the effective and efficient use of local resources though this cooperation. private company. peningkatan kemampuan organisasional dalam perumusan pengambilan kebijakan dan pelayanan publik. Dalam menuju tata pemerintahan lokal. Reformasi pemerintah daerah dalam beberapa hal mengadopsi beberapa langkah berikut yaitu pemangkasan biaya. harus terdapat pengembangan kapasitas pemerintah daerah yang mencakup reformasi pemerintah daerah.pemerintahan network. Reformasi Pemerintah Daerah. 3-4. which operate to organize the network issue and then policy network in specialized areas. Also there is networking among local government and many local actors. Untuk mencapai tata pemerintahan lokal oleh pemerintah daerah. local governance begins to change to the network governance. providing that the local people acquire maturity as an owner and user of power and control in locality. In the network governance. .

Hal ini terlihat dari dinamika masyarakat Lampung menyambut Pilkada yang akan diselenggarakan dalam waktu yang tidak lama lagi. dan evaluasi kebijakan. Saat ini semua kalangan masyarakat sudah menjadi partner dan stakeholder dalam demokratisasi Indonesia. 3-5. Indonesia memulai kembali proses desentralisasi yang terhenti sejak digagas pertama kali tahun 1933 oleh Hatta dalam tulisannya “Autonomi dan Centralisasi dalam Partai” dan selama tujuh tahun ini kebijakan desentralisasi memberikan banyak warna terhadap perjalanan berbangsa dan bernegara di Indonesia. . pertumbuhan civil society. Namun demikian. Tujuh tahun penyelenggaraan Desentraliasi di Indonesia setidaknya memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati angin demokrasi lokal yang disebut Pilkada ini. Pembicaraan mengenai pilkada sudah menjadi bagian dari dinamika masyarakat lampung hari-hari belakangan ini dan sudah menjadi suatu yang awam dibicarakan berbagai kalangan masyarakat mulai dari pasar. kampus. 32 Tahun 2004 mengenai Pemerintahan Daerah. keterbukaan politik yang dirasakan belakangan ini. tidak dapat dipungkiri bahwa kelahiran demokrasi di Indonesia membawa cerita yang tidak selalu manis. Dalam reformasi demikian. Perubahan dan transisi terjadi dimanamana di seluruh penjuru negeri. Pengembangan kapasitas dua element tersebut sangat menentukan dalam berfungsinya tata pemerintahan lokal. Keberhasilan dan kegagalan kebijakan ini akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap berbagai aspek kehidupan bangsa terutama kehidupan demokrasi di Indonesia. kebebasan media dan tuntutan akuntabilitas pemerintah telah menjadi warna demokrasi Indonesia. harus diberikan kesempatan untuk berpastisipasi dalam skema kemitraan di tata pemerintahan lokal. Pilkada Langsung dan Konsolidasi Demokrasi Satu peristiwa paling dramatis di akhir abad 21 adalah pergerakan Indonesia menuju demokratisasi. Demi mencapai pengembangan kapasitas mereka. elemen yang harus diperhatikan adalah pegawai negeri daerah dan masyarakat lokal.indikator pelaksanaan tugas. Pilkada sebagaimana diketahui bersama merupakan bentukan dari proses desentralisasi di Indonesia dengan dasar hukum UU No. Proses desentralisasi itu sendiri merupakan proses yang sangat penting dan menentukan masa depan Indonesia. Sejak 2001. sampai gedung pemerintahan.

Pilkada merupakan institusi demokrasi lokal yang penting karena dengan Pilkada. Dipandang dari perspektif ini. Hal ini akan tercapai melalui lembaga perwakilan masyarakat lokal dalam wadah yang DPRD melalui proses pemilu yang bebas. mereka memiliki akses yang lebih baik terhadap informasi. Desentralisasi bukan hanya persoalan pengaturan hubungan antar berbagai tingkatan pemerintahan namun juga merupakan persoalan mengenai hubungan antara negara dan rakyatnya. bisa menjadi semakin demokratik dan bisa juga semakin tidak demokratik. Demokratisasi di Indonesia kemudian diperkuat dengan adanya pemilihan kepala daerah secara langsung atau yang lebih dikenal dengan Pilkada mulai tahun 2005. di lampung sendiri. Bagi calon . Peran desentralisasi dalam konsolidasi demokrasi tersebut berasal dari adanya proses demokrasi yang memotivasi otoritas lokal dalam menjawab aspirasi dan kebutuhan konstituennya. geliat Pilkada akhir-akhir ini semakin dinamis. Kebijakan desentralisasi bukanlah tanggung jawab pemerintah pusat atau daerah semata namun juga merupakan tanggung jawab masyarakat lokal sebagai pihak yang memiliki hak utama dalam penyelenggaraan kehidupan lokal. Tantangan bagi penguatan demokrasi atau konsolidasi demokrasi ini adalah bagaimana memberikan akses demokrasi kepada masyarakat dan pembentukan serta penguatan institusi-institusi demokrasi. penerapan prinsip tata pemerintahan yang baik dan lain sebagainya. Selain itu salah satu pemikiran diterapkannya desentralisasi adalah institusi demokrasi lokal akan lebih memahami dan merespon aspirasi lokal karena jika dilihat dari asfek jarak institusi dan masyarakat lokal yang dekat. masa depan demokrasi adalah adalah tiada henti. Perubahan demokrasi juga bergerak menuju arah yang berbeda. Di titik inilah desentralisasi dengan perwujudan otonomi daerah memiliki peran yang sangat penting dalam konsolidasi demokrasi.Demokrasi menurut Diamond harus dipandang sebagai fenomena yang berkelanjutan (Diamond: 1999). Oleh karena itulah demokrasi harus selalu diperkuat baik dengan penguatan institusi maupun penguatan civil society. elemen-elemen demokrasi akan muncul dan berkembang dalam berbagai tingkatan dan tahapan dengan tingkat kecepatan yang berbeda-beda di setiap negara. perbaikan kesejahteraan rakyat. Kepala daerah terpilih inilah yang nantinya akan menjadi pemimpin dalam pembangunan di daerah termasuk di dalamnya penguatan demokrasi lokal. penyediaan pendidikan dasar dan layanan kesehatan. kepala daerah yang akan memimpin daerah dalam mencapai tujuan desentralisasi akan terpilih melalui tangantangan masyarakat lokal secara langsung.

Saat ini bagi masyarakat lokal yang terpenting adalah memilih kepala daerah yang dinilai mampu untuk memimpin daerah. Daftar Pustaka Delay. Lamb. Namun demikian tata pemerintahan partnership ini tampaknya masih jauh dari harapan untuk diwujudkan di Indonesia dalam waktu dekat. and Devas. Diamond. Evaluasi dan Proyeksi. Kesimpulan Meskipun banyak kritikus menyebut desentralisasi di Indonesia merupakan reformasi yang tidak selesai. Tatsuro. Indra J. dkk (ed. Selain itu. 2006. Yayasan Harkat Bangsa bekerjasama dengan Partnership Governance Reform in Indonesia. (1997).. Paper presented in Regional Forum on Reinventing Government in Asia Building Trust in Government: Innovations to Improve Governance 6-8 September 2006. Developing Democracy toward Consolidation. N. IV. ‘Funding System for Daerah Percontohan’. Republic of Korea. lembaga swadaya masyarakat. D. Perubahan tersebut adalah perubahan dari tata pemerintahan sentralistik ke tata pemerintahan lokal menuju ke arah tata pemerintahan partnership antara masyarakat lokal. . dengan demikian sedikit banyak akan semakin memupuk dan memperkuat demokrasi yang beranjak dewasa. Otonomi Daerah. 1999. Jakarta. Nikawa. University of Birmingham Devas. Piliang. swasta dan pemerintah daerah. “Decentralization And Local Governance: Reinforcing Democracy And Effectiveness Of Local Government”. Larry. 2003. Development Administration Group. 1995. Report to the Government of Indonesia. Seoul. Baltimore and London: The John Hopkins University Press. S. ‘Indonesia: What Do We Mean by Decentralization?’ Public Administration and Development. Pilkada menjadi sarana masyarakat lokal untuk mengevaluasi kinerja calon selama yang bersangkutan menjabat sebagai kepala daerah. N. 17(3): 251-68. perubahan yang significan banyak terjadi di tataran pemerintahan daerah. nada pesimis dan pandangan negatif dari berbagai kalangan tentang pelaksanaan pilkada di Indonesia tidak meniadakan arti pentingnya institusi ini dalam konsolidasi demokrasi di era desentralisasi ini.).incumbent yang maju untuk kedua kalinya.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. memang isu kesejahteraan menjadi sentral. Indonesia. R. Biasanya yang sangat terasa adalah pembangunan infrastruktur oleh Pemerintah Propinsi (Pemprop) yang lebih banyak dilakukan di sekitar ibu kota propinsi. contohnya Provinsi Kepulauan Riau dan Banten yang sudah lama berdiri. (1995). February 6 Meninjau Ulang Urgensi Pemekaran Propinsi Batam Pos. Melbourne: Montech Pty Ltd. Undang Undang Nomor 25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Indonesia. Ini ironis mengingat pemerintah propinsi kerap mengkritik Jakarta yang kelewat membangun Jawa. Di banyak daerah.Rohdewohld. Undang Undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah Indonesia. Indonesia. Sabtu 7 Februari 2009 Selasa (3/2) lalu kita dikejutkan peristiwa unjuk rasa rusuh yang berujung kematian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat. dan di Nanggroe Aceh Darussalam yang mengalami isu pemekaran. Public Administration in Indonesia. Dampak infrastruktur yang lengkap ialah semakin berkembangnya daerah tersebut . Kejadian ini tentu membuat miris semua pihak. Sementara pemerintah propinsi juga banyak dikritik karena gagal melakukan pemerataan. Undang Undang Nomor 33 Tahun 2004 Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Ditulis dalam Decentralization « Preman Makan Bakery Looking up Japan Local Amalgamation: Strategy for Decentralization Reform in Indonesia » Friday. Betapa upaya pemekaran wilayah yang niatnya untuk kepentingan rakyat agar lebih sejahtera namun diperjuangkan dengan cara kasar. Unjuk rasa itu terkait desakan pendukung bakal propinsi Tapanuli terhadap DPRD agar segera mengeluarkan rekomendasi pemekaran.

maka seharusnya kemampuan daerah membiayai diri dari berbagai sector menjadi sangat penting. skala produksi mengecil. Sementara daerah pinggiran semakin tak terurus. kue yang dihasilkan propinsi malah jauh lebih besar. otonomi daerah memang dihajatkan untuk bertumpu pada kabupaten dan kota. Daerah sekitar ibu kota sebagai sentra terus tumbuh. Akan jadi aneh jika potensi daerah yang masih jauh dari kesiapan dijadikan bakal sumber pendapatan. dan masih banyak lagi. Sulawesi Utara dan Gorontalo. Penghapusan. serta pajak galian C yang agak lumayan. Pesisir timur tumbuh pesat menjadi kawasan niaga. peralatan. Singkatnya. . Nah. Toh negara ini dibangun bukan untuk membangun sekat primordial. kendaraan dinas. pemekaran berarti ada lembaga-lembaga baru. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang perlu diisi. Akibatnya. Buntutnya daya saing daerah sebagai tujuan investasi sulit didongkrak. biaya ekonomi membesar dan lokasi geografis kurang mendukung kegiatan ekonomi. Pengalaman banyak daerah menunjukkan nilai tambah lebih dirasakan elit yang mendapat jabatan-jabatan baru. otonomi daerah memperbesar kewenangan tanpa memperkuat struktur keuangan kabupaten dan kota. Maka penyelesaian yang dilakukan harusnya juga bersifat struktur.karena penanaman modal terus berdatangan. Maka pemekaran wilayah ibarat menambah mesin bajak baru dengan luas ladang yang tak bertambah. Hitung saja. perihal kemampuan daerah inilah yang tidak benar-benar jadi pertimbangan. anggota DPRD. Sejak tahun 1999. hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2006 menunjukkan justru daerah baru mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Ini bergulir pada penyerapan lapangan kerja. Dengan pengeluaran yang banyak tadi. Sementara propinsi mendapat PAD salah satunya pajak kendaraan bermotor yang jumlahnya sungguh besar. industri dan perkebunan. Namun aturan ini tidak dibuat dengan kesadaran betapa niat pemekaran tak selalu lurus. Namun sayang. Dari sini. dan persaingan antar daerah menguat. perjalanan dinas. maka pemekaran wilayah dapat dibaca sebagai upaya instan untuk menyelesaikan masalah. kunjungan kerja. Ini sekaligus membantah pendapat yang menyatakan suatu daerah perlu dimekarkan dengan alasan etnis dan agama. Hal sama dialami Sumut. penulis ingin menjelaskan bahwa ketimpangan sentra dan pinggir ini murni soal struktur. Tak Harus Pemekaran Memang betul bahwa peluang pemekaran dimungkinkan oleh Undang Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 129 tahun 2000 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran. Jawa Barat dan Banten. Sementara wilayah barat masih berkutat pada masalah menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat itu LIPI meneliti Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Wajar pula lantas di banyak kabupaten kota muncul retribusi resmi maupun tak resmi yang aneh-aneh untuk mendatangkan PAD. serta Maluku dan Maluku Utara. Dan jalan pintas pasti selalu mahal. Buktinya. Ada posisi gubernur. dan Penggabungan Daerah. perlengkapan. tapi juga pengadaan kantor. sebagian besar tempat malah kerja sama ekonomi masyarakat melemah. Ini perlu dibiayai tidak hanya penghasilannya. Yang muncul ya inefisiensi. Setelah pemekaran. Jika dirunut dari masalah tadi. PAD kabupaten dan kota palinglah hanya dari pajak hotel dan restoran.

Agar kekuasaan mereka di legislatif tetap eksis hingga 2014. dengan pimpinan daerah yang kuat. namun juga bagi daerah yang berniat untuk memekarkan diri. Partai-partai yang menang dalam Pemilu 2004. Ketiga. Contoh lain. perlu harmonisasi dalam hal kewenangan yang dimiliki propinsi dengan kabupaten dan kota. penting bagi masyarakat untuk memilih pemimpin daerah yang mampu menjawab tantangan ini. di NAD saya temui ada kabupaten di Aceh yang mengeluarkan izin pendirian Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU).Lalu. maka daerah itu bakal lekas berkembang. baru muncul seolah-olah “malaikat penyelamat” menjelang Pemilu. Kedua. Inikah hal yang dianggap “positif” oleh partai besar yang perlu ditiru oleh masyarakat kita? . Sebagai contoh kecil di banyak propinsi masih mengeluarkan izin bagi praktek bidan. Ini hal yang sering dipandang sepele namun sensitive. Jadi tak usah heran jika ada SPBU yang mengantongi izin dari propinsi dan ada pula yang dapat dari pemerintah kabupaten. Ini aneh karena izin praktek dokter malah sudah dikeluarkan kabupaten dan kota. padahal propinsi juga membuat aturan yang sama. namun sikap dan sifat mereka bak anak TK di hutan rimba. jika pimpinan daerahnya berbuat biasabiasa saja. Kebijakan yang berpihak ini juga bisa dikawal dengan rencana strategis jangka menengah dan jangka panjang. Dan ini patut jadi contoh tak hanya bagi daerah yang sudah dimekarkan. solusi apa yang bisa dilakukan? Mengacu pada kelemahan daerah induk yang relative gagal melakukan pemerataan. Membludaknya partai yang ikut dalam Pemilu 2009 dengan janji-janji dan iklan-iklan yang mengelitik sel saraf untuk mencerna secara cerdas membuat masyarakat akan semakin binggung. Maka kalau ada ketimpangan anggaran yang patut dipertanyakan adalah sejauh mana kontribusi legislator benar-benar mewakili konstituennya dalam menyusun APBD. Mau dimekarkan seperti apapun. Anggota DPRD yang berkepentingan harus lebih ngotot memperjuangkan kepentingan daerahnya. maka jangan harap daerah bisa tumbuh. berbagai upaya publikasi tidak mendidik dilancarkan partai-partai besar. Pertumbuhan ekonomi selalu di atas 6% yang berarti di atas angka pertumbuhan nasional. Kuncinya adalah inovasi yang dilakukan pimpinan daerah. Maka. Demikian juga sebaliknya. Gorontalo patut menjadi positive deviant. inovatif dan tidak korup. mana pilihan yang tepat pada 9 April mendatang. Meskipun mereka orang-orang yang dianggap besar dalam kekuasaan. Artinya. pertama. yang mengantor di Senayan dan telah menikmati berbagai fasilitas uang rakyat selama ini. sehingga masyarakat kecil tertipu bahkan menjadi objek eksploitasi. Toh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selalu disahkan oleh DPRD. maka perlu menyusun kebijakan yang berpihak ke daerah pinggir. Aksi saling klaim keberhasilan sepihak dengan mengabaikan dukungan kerja keras dari pihak (tim) serta membom-bardir data-data yang didesain sedemikian rupa. mau daerah itu dimekarkan atau tidak.

dan tidur dikala rapur. kehebatan. maka kekayaan mereka tetap meningkat minimal 1 miliar rupiah. akses administrasi. bagi saya fenomena ini bak Petir di tengah hari bolong. Ditengah kemiskinan masyarakat yang tidak kunjung berkurang (bahkan jumlahnya meningkat). yang menjadi preman pasar berdasi ketika berurusan anggaran negara dan daerah. gaji. semakin memberkikan jarak pisah baik secara psikologis. biaya legislasi UU yang menyedot uang pajak rakyat. Kasus Korupsi Senayan (Terbukti) .4 miliar rupiah. maka agunan si rakyat tersebut langsung disita. maka selama 1 periode. masih meminta kenaikan tunjangan kesejahteraan. kesucian. Baik di Senayan maupun di Istana. yang sering ngawur ketika membahas agenda rapat. biaya rapat. para politisi negeri ini tidak memiliki mental mengakui kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan pada rakyat. pranata sosial maupun ekonomi hidup. suasana adem-adem saja. Dengan penghasilan rata-rata di atas 40-an juta per bulan. maka datadata dan objektivitas masyarakatlah yang dapat mematahkan “keberhasilan. Data-Data Referensi Data-data ini saya kutip dari berbagai media massa online yang memberitakan perilaku korup dan skandal seks yang harusnya tidak dilakukan orang-orang terhormat yang terpilih langsung melalui mekanisme partai dan pemilu. biaya komunikasi. Namun. sosial. Setelah menjabat 1 periode (5 tahun). Kita dapat mengira-ngira. karena para “toke” atau bos perusahaan tersebut (BUMI Resource) dimiliki oleh lingkaran dalam pemerintah (Bakrie Brothers). mengapa begitu besarnya tendesius orang-orang untuk menjadi caleg baik di DPR maupun DPRD akhir-akhir ini meskipun mereka belum memiliki cukup kapasitas sebagai dewan yang terhormat. Disparitas antara kekayaan dan kemewahan hidup anggota DPR dengan rakyat. lebih lembut dari kain sutra oleh “Bapak Antikorupsi” SBY. minimal mereka mengantongi lebih 2. maka hal ini dapat ditolerir dengan sangat lembut sekali.Masih segar diingatan bagaimana anggota dewan terhormat kita di Senayan yang sering bolos dikala sidang. Saya tidak akan memaparkan bagaimana perasaan sebagian besar rakyat Indonesia melihat skandal dan pelecehan oleh perusahaan-perusahan tambang Batubara (sebagiannya milik Menko Kesra Kabinet SBY-JK) kepada konstitusi RI dengan tidak membayar pajak (royalti). kepemimpinan” yang dikatakan tanpa cacat. Hmm……meskipun sampai saat ini. tidak lain tidak bukan adalah “rupiah” ataupun ketenaran. Seorang dewan yang harusnya bisa merasakan penderitaaan rakyat karena berbagai kesulitan ekonomi. anggota dewan tega meminta (menerima) uang gratifikasi dan tambahan gaji. Jika mereka cukup berhemat dan menyetor 10-15% penghasilan mereka ke partai. biaya aspirasi ditambah gaji pokok. Ketika rakyat kecil berhutang di Bank dan telat membayar bunga dan cicilan utang. akan menjadi miliarder-miliarder baru. biaya perjalanan. maka seorang dewan yang pemalas (hadir rapat) pun. kini tampaknya “jauh api dari panggangan”. bagaimana skandal-skandal di istana luput dari pembersihan praktik Orba (KKN).

dan terpilih kembali jadi anggota DPR periode 2004-2009 Jaka Aryadipa Singgih (PDI-P) : Tersangka kriminal penyerangan/penyerobotan. Dharmono K Lawi (PDI-P) : Mantan buronan kasus pidana korupsi APBD Banten dan akhir ditangkap Kejagung Theo Syafei (PDI-P) : Pernah terjerat kasus korupsi di tahun 2002. Saleh Djasit (Golkar) : kasus pengadaan Damkar Hamka Yandhu (Golkar) : kasus aliran dana BI Agus Condro (PDI-P) : kasus uang gratifikasi BI Sarjan Taher (Partai Demokrat) : kasus alih fungsi hutan Al-Amin Nasution (PPP) : kasus alih fungsi hutan Yusuf Emir Faishal (PKB) : kasus alih fungsi hutan Bulyan Royan (Partai Bintang Reformasi) :kasus pengadaan kapal Dephub Antony Zeidra Abidin (Golkar) : kasus aliran dana BI Adiwarsita Adinegoro (Golkar) : kasus dana kehutanan Abdul Hadi (PAN) : tersangka kasus korupsi pembangunan daerah tertinggal Skandal Seks. dan pernah merampas kamera yang digunakan satpam keamanan di kawasan perkantoran Sumber: http://nusantaranews. Kekerasan. tetapi bebas.com/2009/03/05/daftar-anggota-dprbermasalah-beserta-partainya/ . Pelecehan. dan yang Bermasalah (tersangka) • • • • • M Yahya Zaini (Golkar) : Skandal seks dan selingkuh dengan Maria Eva Max Moein (Partai PDI P) : Skandal Seks dan Foto Syur H.• • • • • • • • • • H.wordpress.

Marthin Bria Seran (MBS) Rp250 juta 3. Sofyan Usman (SU) Rp250 juta 2. 26 Mantan anggota DPR itu adalah: Golkar 1. Jeffrey Tongas Lumban (JT) Rp500 juta 11. Agus Condro Prayitno (ACP) Rp500 juta 2. Baharuddin Aritonang (BA) Rp350 juta 10. Ahmad Hafiz Zawawi (AHZ) Rp600 juta 2. yakni Fraksi Golkar. Boby Suhardiman (BS) Rp500 juta 5. Fraksi PDI Perjuangan. Poltak Sitorus (PS) Rp500 juta 5. dan Fraksi PPP.Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan 26 mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat sebagai tersangka. TM Nurlif (MN) Rp550 juta 7. Paskah Suzetta (PSz) Rp600 juta 4.45 miliar 7. 26 Mantan anggota DPR itu berasal dari tiga fraksi. Budiningsih (B) RP500 juta 10. Williem Tutuarima (WMT) Rp500 juta 6. Reza Kamarullah (RK) Rp500 juta 9. Ni Luh Mariani Tirtasari (NLM) Rp500 juta 12. atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) kesatu Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Pada tulisan saya sebelumnya. Mereka diduga menerima suap terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004. Keputusan MA yang dimaksud adalah keputusan pada 18 Juni yang memenangi permohonan hak . Rusman Lumbantoruan (RL) Rp500 juta 4. Hengky Baramuli (HB) PDIP 1. Asep Ruchimat Sudjana (ARS) Rp150 juta 8. Panda Nababan (PN) Rp1. Daniel Tandjung (DT) Rp500 juta. Sutanto Pranoto (SP) Rp600 juta 13. saya hanya merasa aneh karena Keputusan Mahkamah Agung (MA). Max Moein (MM) Rp500 juta 3. KPK pun menyangkakan para mantan anggota DPR itu melanggar ketentuan mengenai penyuapan yakni Pasal 5 ayat (2) jo Pasal 5 ayat (1) huruf a dan b UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. PDIP dan Golkar. Antony Zeidra Abidin (AZA) Rp600 juta 6. Engelina Pattiasina (EP) Rp500 juta 8. disisi lain mengembosi suara partai kecil. Soewarno (S) Rp500 juta 14. Muhammad Iqbal (MI) Rp500 juta 9. Matheos Pormes (MP) Rp350 juta PPP 1. secara tidak langsung melegalkan “korupsi kursi” untuk Partai Demokrat.

8% suara nasional di’mark-up’ menjadi 32.000. Padahal. Mari kita telusuri gaji yang akan diperoleh oleh seorang anggota DPR RI [data Kabarinews.000 Tunjangan Listrik 5. PDIP.000. partai penguasa/incumbent. PKB (mark-up) dan PPP. PKS (digembosin).400. partai nonpenguasa. tepat dan benar? Dari diskriminasi memberi keadilan dari dua pihak yang berbeda (Demokrat vs PDIP).000 86.uji materiil yang diajukan oleh beberapa caleg DPR dan Partai Demokrat yang dimotori oleh Zaenal Maarif terhadap peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2009. timbul pertanyaan besar? Mengapa bisa terjadi kekeliruan tersebut? Bukankah Mahkamah Agung adalah lembaga Pengadilan Negara Tertinggi yang menjadi sumber terakhir untuk mengayomi keadilan hukum secara formal di negeri ini? Bukankah MA merupakan lembaga yang bertugas dan digaji oleh uang negara untuk menjagar agar semua hukum dan undang-undang diseluruh wilayah negara RI diterapkan secara adil. sebab putusan tersebut menyebabkan disproporsionalitas antara perolehan suara dan perolehan kursi. saya akan menjabarkan ringkas dari tulisan saya sebelumnya. Adapun opini saya dan pendapat dari Direktur Eksekutif Cetro Hadar N Gumay dapat saudara baca di sini.000 144.000 Tunjangan Komunikasi 12.1% kursi di DPR.000 Tahun 186. sebab Majelis Hakim hanya menerima gugatan uji materi peraturan KPU dari Zaenal Maarif cs yang berasal dari Partai Demokrat. sebelumnya MA sudah pernah menolak total permohonan uji materiil peraturan KPU yang diajukkan oleh Hasto Kristiyanto yang berasal dari PDI Perjuangan. Dari dua kekeliruan di atas. Demokrat yang hanya mendapat 20. Kok bisa? Keputusan MA. keputusan yang menghianati proporsional demokrasi hingga gegabah dalam mengadili arena hukum. PAN. Mungkinkah keputusan MA sarat dengan perilaku korup? Terlebih keputusan MA merupakan keputusan yang sangat mahal. Hal ini terjadi juga pada Golkar.000 65.510.952.120. Kekeliruan 2: Keputusan MA tersebut mengkhianati sistem pemilu proporsional yang dianut oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang pemilu.200. Maret 2009] Pendapatan Anggota DPR RI Pendapatan Rutin Bulan Gaji Pokok 15.000 Tunjangan Aspirasi 7. Keputusan yang bernilai Rp 244 miliar Darimanakah saya mendapat angka Rp 244 miliar? Angka ini saya dapat dari gaji yang akan diperoleh oleh seorang anggota DPR selama 5 tahun dengan total kursi yang berubah yakni 66 kursi (versi Cetro). yakni keputusan senilai Rp 244 milyar.000 .496.8% suara nasional digembosin menjadi 1. khususnya Pasal 22 huruf c dan Pasal 23 Ayat 1 dan 3. Kekeliruan 1: MA tidak konsisten dan bahkan diskriminatif dalam penerapan hukum. Gerindra. Sementara Hanura yang mendapat 3.1% kursi di DPR. Secara umum.

900.714.100.4 miliar Ada yang mendapat keuntungan.872.000 545. gaji ke-13.000. Maka nilai keputusan ini secara materiil bernilai 66 kursi * Rp 3. maka Demokrat akan mendapat gratis keuntungan materi terbesar yakni senilai Rp 111 miliar dari gaji 30 anggota DPR “mark-up” selama 5 tahun.000 3. Dari dua jenis sumber pendapatan.000.200. anggota DPR tersebut dapat mengantongi Rp 1 miliar per tahun.000 Tahun 126. maka pasti ada yang mendapat kerugian. Sementara 3 partai lainnya dapat Anda lihat dibawah ini.000 16.000 15. dana legislasi UU (tahun 2008 ada 55 UU.000 53. PDIP 16 kursi dan PKB 2 kursi.4 miliar Ro 66. Namun dalam perhitungan ini.000 Per Term 31.472. .000.400.456. Berikut daftar partai yang akan mengalami kerugian materiil dari gaji dewan selama 5 tahun.000 0 0 0 25. Angka ini belum ditambah pendapatan agenda tahunan yakni 4 kali dana reses.000 40. ketua hak angket dll.000 197.000 1. dapat kita perhatikan bahwa seorang anggota DPR yang malas (jarang hadir di rapat) akan tetap mengantongi gaji Rp 45. bila keputusan MA diberlakukan maka ada 66 kursi yang akan mengalami perubahan yang mana Demokrat akan dimark-up 30 kursi.000 Rp 742.4 juta per bulan.7 miliar untuk 5 tahun.9 miliar Rp 59.150.000 Dari tabel di atas. Dari keputusan ini. ketua panja. tapi saya hanya ambil ada 40 UU tiap tahun).000 Rp 3.4 miliar Rp 7.000 45.000 37. Golkar 18 kursi.000.000 16.000.7 miliar = Rp 244 miliar.360.500. maka seorang anggota DPR yang suka pembolos pun mengantongi Rp 742 juta per tahun.800. Dan bagi mereka yang menjabat wakil/ketua komisi.400. Partai Demokrat Golkar PDIP PKB Kursi (+) 30 18 16 2 Aliran Gaji 5 Tahun Rp 111. kita hanya akan membicarakan pendapatan/gaji ratarata minimum seorang anggota DPR yang malas sekalipun akan mengantongi Rp 742 juta per tahun atau Rp 3. dana insentif pembahasan RUU dan honor uji kelayakan RUU.000 5. Dan berdasarkan perhitungan Cetro.Tunjangan Pengawasan Dana Kehormatan Total Rutin Bulanan Pendapatan Agenda Tahunan Dana penyerapan (reses) 4X Gaji ke-13 (Juni) Dana Legislasi per UU (40 UU) Dana insentf RUU dan Honor Uji RUU Total Non Rutin Bulanan Pendapatan Jabatan *) Ketua/Wakil Ketua Komisi Ketua Panja RUU Tunjangan Studi LN Pendapatan Total Per Tahun Pendapatan Total 1 Periode (5 tahun) 2.400.

Artinya.533.4 miliar disusul PAN.452 Gerindra 4. . Hanura harus mengumpulkan rata-rata 653 ribu suara.4 miliar Rp 59. sementara Golkar dan Demokrat akan memperoleh 11 kursi di DPR.254.870 6 653.Partai Gerindra PPP PAN Hanura PKS Kursi (-) 16 16 15 12 7 Aliran Gaji 5 Tahun Rp 59. Mari kita cermatin persfektif keadilan secara general (asumsi tidak 100% tepat) kursi DPR terhadap perolehan suara nasional partai tersebut.146. Standar BPP atau bilangan pembagi pemilih menjadi syarat utama keadilan suara yang diterima oleh setiap partai. maka Hanura hanya mendapat 2 kursi.600. Analisis Kemungkinan di Balik Keputusan MA Keputusan MA yang sangat tergesa-gesa dalam mengadili keputusan KPU dan bahkan ditemukan kesalahan dokumen tergugat yang menyebut Komisi Pemilihan Umum sebagai Komisi Penyiaran Indonesia menimbulkan tanda tanya besar saya. dengan perolehan suara yang sama (misalnya 135 ribu) oleh masing-masing partai. Partai Suara Nasional Kursi “Harga” Kursi Demokrat 21.757 125 120.922. Gerindra (3 kursi). PDIP (10 kursi).206.580 28 223. dan bukan jumlah suara suatu partai menengah terhadap suara partai yang memperoleh suara terbesar. MA yang mendesak agar membatalkan keputusan kursi DPR yang ditetapkan KPU dengan paradigma bahwa keadilan kursi ditinjau dari perbandingan suara partai kecil terhadap suara partai besar merupakan perbandingan yang saya kira salah alamat.214 21 263.6 miliar Rp 26 miliar Untuk partai yang dirugikan.646.4 miliar Rp 55.532 PKS 8.641 Hanura 3. sementara Demokrat dan Golkar dengan mudah memperoleh sebuah kursi dengan berbekal 120 ribu. Bayangkan untuk mendapat sebuah kursi di DPR. Perbandingan yang digunakan adalah jumlah suara terhadap BPP.091 111 131.406 10 464.139 PAN 6.122 29 177.137 180 120.7 miliar Rp 44. yang menjadi referensi utama adalah BPP yang telah memasukkan kriteria sedikit lebih adil.955 50 164. keputusan tersebut MA yang harusnya adil menciptakan distorsi ketidakadilan dengan menciptakan disparitas yang tinggi.302 PDIP 14. Padahal.486 PKB 5. Hanura dan PKS. PKB (8 kursi).573 Golkar 15. maka secara substansi dan keadilan.703.037. PPP yang masing-masing dirugikan Rp 59. jumlah kerugian tersebar merata seperti Gerindra.378 PPP 5.812 Dengan berlakunya keputusan MA atas sistem perhitungan kursi DPR. PKS (8 kursi). PPP (5 kursi).

dan BPK. 27 Juli 2009 VIVAnews . maka partai Demokrat akan mendapat keuntungan materiil sebesar Rp 111 miliar dari 30 anggota dewan tambahannya. "Kasus suap yang paling banyak menjadi modus korupsi.63 persen). dan pembentukan kelas baru. tapi menolak gugatan dari caleg PDIP padahal sebagian besar materi gugatan adalah sama? Salah satu menjadi tolak ukur adalah dengan dimenangkannya gugatan materi caleg dari Demokrat. kronisme. Bayangkan saja. Bisa berlanjut kepada tahap berikutnya yaitu nepotisme.Indonesia Corruption Watch menyatakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada 2009 ini menempati urutan pertama pejabat yang menjadi tersangka korupsi. Aparat Hukum." kata peneliti ICW Febri Diansyah dalam seminar bertajuk 'Mengkaji Modus Korupsi dan Upaya Pemberantasannya' di DPD RI.89 persen). Kemudian disusul oleh Pejabat Eselon/pimpro (17. Kamis 27 Agustus 2009.95 persen. Suap dan pemerasan merupakan lapis korupsi pertama. anggota DPR/DPRD yang menjadi tersangka atau terpidana korupsi sebanyak 18. Jika tidak…. Bupati. Jakarta. ada apa dibalik itu semua? Mengapa MA justru mengabulkan gugatan dari caleg Partai Demokrat. suara nasional dari Demokrat+Golkar+PDIP yang hanya 49%. Dewan Gubernur.Apakah majelis hakim di MA tidak bisa melihat hal ini? Apakah MA tidak bisa mengambil nilai filosifis dibalik sebuah Undang-Undang khususnya UU 10/2008? Lalu. ketakutan atau ketidaktahuan?? Semoga prasangka saya tidak benar. namun di mark-up secara legal menjadi 74% di DPR (416 dari 560 kursi). Sisanya ada pejabat di level Komisi Negara. Setelah itu disusul oleh pejabat departemen. Bagaimana keadilan demokrasi bisa memberi ‘kursi korup” sebesar 25%??? Ataukah keputusan Majelis hakim MA sarat dengan perilaku korup? Mungkinkah majelis hakim MA mendapat kucuran sekian persen keuntungan materiil Demokrat sebesar Rp 111 miliar? Ataukah hakim-hakim MA ini bermental kolusi. Duta besar/pejabat konsulat/imigrasi (13. dan Kepala Daerah seperti Gubernur. prosesntase sebaran tersangkanya hanya dibawah 10 persen.68 persen). Walikota (12. Hanya omong kosong merayakan 17 Agustus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan apalagi tidak ada keadilan hukum serta perlakuan diskriminatif dari aparat hukum! Salam Perubahan. Angka ini belum termasuk keuntungan kekuatan politik di parlemen untuk menguasai dan membuat berbagai aturan yang akan menguntungkan partai dan kekuasaannya. Paling berbahaya . BUMN. maka selamat datang kembali “hukum orba” di negeri ini! Selamat tinggal keadilan dan kebenaran hukum bagi rakyat Indonesia. Menurut data ICW.

" ujar Babul. Mereka hanya memikirkan perut mereka sendiri tanpa memikirkan nasib rakyat yang mereka bawa untuk menaikkan popularitas saat mereka melakukan kampanye." kata Febri. Semakin terlihat bahwa anggota dewan kita tidak bermoral dan tidak bermanah terhadap rakyat. meski tidak seluruhnya.adalah lapis korupsi tingkat ketiga . tawaran strategis ICW dalam pemberantasan korupsi adalah dengan mempertahankan KPK yang sudah eksis dan mampu melakukan penyidikan sekaligus penuntutan. Data Kejaksaan Agung mengungkapkan bahwa 75 persen dari 81 kasus korupsi melibatkan pejabat dan anggota dewan. .9 miliar. yaitu jejaring. jejaring ini yang mengakibatkan korupsi amat potensial dilakukan secara masal dan besar-besaran. Menurut Febri. Ia berjanji pihaknya akan merilis nama-nama yang terlibat korupsi selama satu semester ini. Babul sedikit curhat mengenai kondisi para koleganya di Kejagung. Selain itu RUU Pengadilan harus segera disahkan. Dipenghujung kalimatnya. emakin hari kelakuan anggota dewan semakin memperihatinkan. Maka dari itu. Kapuspenkum Kejagung Babul Khoir Harahap mengatakan berdasrkan data yang sudah dilaksanakan selama kurun waktu Januari sampai Juni 2010. tadi malam seraya menambahkan bahwa penyidikan kasus tersebut dapat melebihi 100 kasus hingga Agustus ini. "Jika tidak ada pengadilan korupsi sama saja kita tidak memberantas sebab di pengadilan umum kan banyak yang diputus bebas. “Kami telah melakukan penyidikan terhadap 81 kasus dan penuntutan terhadap 12 kasus dan berhasil menyelamatkan uang negara senilai Rp76.

Masa Sidang III (5 April 2010-18 Juni 2010) sebanyak 9 kali persidangan: 1. Masa Sidang II (4 Januari-5 Maret 2010) sebanyak 10 kali persidangan: 1. Agus Gumiwang Kartasasmita. Ferdinand Sampurna Jaya.Anggota DPR bolos Makin banyak anggota dewan yang bolos ketika rapat yang menetukan nasib rakyat Indonesia dengan alasan yang tidak jelas. Akbar Faizal (keduanya dari Fraksi Hanura). jika anak sekolah saja dikeluarkan karena sering membolos mengapa anggota dewan tidak?seharusnya mereka dipecat dari anggota dewan karena tidak amanah terhadap rakyat Indonesia. mereka hanya sanggup memakan uang rakyat tetapi tidak mampu membela nasib rakyat Indonesia. Nusyirwan Soejono (Fraksi PDI Perjuangan). Inilah daftar anggota yang paling bolos (sumber :tempo) : A. Ibnu Munzir (keduanya Fraksi Partai Golkar). Agus Sulistiyono (Fraksi PKB) — Tak hadir tanpa keterangan: 4 kali 3. Gondo Radityo Gambiro. Alexander Litay. Abdul Kadir Karding (keduanya Fraksi PKB) – Semua tak hadir tanpa keterangan: 4 kali . Nurcahyo Anggoro Jati (keduanya dari Fraksi Partai Demokrat). Ratu Munawaroh (Fraksi PAN) — Tak hadir tanpa keterangan: 9 kali 2. dan Ahmad Dese Sere (Fraksi PPP) — Semua tak hadir tanpa keterangan: 3 kali B. Jeffrie Geovanie (Fraksi Partai Golkar)– Tak hadir tanpa keterangan: 6 kali 2. Arif Wibowo (keduanya Fraksi PDI Perjuangan). Nur Cahyo Anggorojati (Fraksi Partai Demokrat) – Tak hadir tanpa keterangan: 5 kali 3. Abdul Malik Haramain.

minta tunjangan. Lihat saja keadaan ruang sidang anggota dewan. sehingga sidang pun minim interupsi.Anggota dpr tidur Yang lebih mengecewakan banyak anggota dewan yang tertidur saat sidang. serta korupsi. . ketika seluruh rakyat Indonesia bahkan seluruh rakyat didunia menyaksikan jalannya sidang yang diputuskan untuk arah nasib rakyat indonesia yang lebih baik sebagia anggota dewan malah tertidur pulas. sungguh benar-benar hal yang memalukan dan memprihatinkan bagi bangsa Indonesia. Maka tidak heran jika rakyat tidak peduli lagi dengan pemerintah khususnya pada anggota dewan yang bisanya hanya mencaci maki. tidur. sungguh bejat sekali para anggota dewan tersebut. Jika anggota dewan dipilih oleh rakyat maka sepantasnyalah rakyat juga berhak untuk memberhentikan wakilnya yang tidak amanah.

pemekaran wilayah. Kejadian ini tentunya mencoreng institusi lembaga legislatif. persiapan rapat dengar pendapat dengan BUMN atau instansi swasta. parlemen dan partai politik adalah lembaga paling korup sejak dua tahun berturut-turut. pembahasan anggaran. . Kenyataan ini memang pahit buat masyarakat Sulsel karena dari sebagian banyak anggota dewan.Sungguh mulia niat partai politik untuk menyatakan perang terhadap korupsi dan segalam macam yang merugikan negara. mantan Ketua Komisi IV. Sebelumnya seperti Hamka Yandhu dari Fraksi Partai Golkar bermasalah akibat aliran dana Bank Indonesia. Ia ditangkap KPK bersama Darmawati. Kasus yang menimpa AHD ini sejalan dengan Survei korupsi yang dilansir Transparency Internasional Indonesia menyebutkan. Namun. Tapi hal ini mampu membangun kesadaran masyarakat jika di gedung DPR tersebut masih terjadi praktek suap menyuap. penanganan kasus. Penangkapan AHD ini menambah catatan politisi asal Sulsel di DPR yang berurusan dengan KPK. tentunya merasa terpukul dengan kejadian ini. Sarjan Taher Fraksi Partai Demokrat ditahan KPK dalam kasus dugaan korupsi alih fungsi hutan bakau menjadi Pelabuhan Tanjung Api Api di Kabupaten Banyuasin. Sumatra Selatan dan Yusuf Amir Faisal. politisa dari daerah ini memiki jumlah terbanya. atau proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and propert test) pejabat public. Kemudian wakil rakyat yang duduk di dewan sekarang ini tak semuanya bersih dan belum mampu memaknai budaya lokal sebagai salah satu prinsip hidup. Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat sedikitnya ada 10 legislator di Senayan yang sedang tersandung kasus korupsi. studi banding ke luar negeri. Belum usai deklarasi Antikorupsi di Gedung Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) 29 Februari lalu.Begitupula dengan tender proyek yang melibatkan pengusaha dan uang milyaran rupiah masuk ke kantong pribadi anggota dewan. Biasanya hal ini terjadi ketika pembahasan rancangan undang-undang. Jadi ada benarnya juga jika setiap bupati yang ingin meloloskan proyek untuk daerahnya mesti menyiapkan minimal 500 juta untuk dana awal demi kebagian ‘kue’. pegawai negeri sipil Bagian Tata Usaha Direktorat Jendral Perhubungan Laut Departemen Perhubungan. Pasalnya ini terkait dengan harkat dan martabat masyarakat Sulsel yang terkenal dengan budaya siri na pacce dan sangat menjunjung nilai budaya itu sebagai norma yang mengikat dalam sendi-sendi kehidupan. Sumatra Selatan. pengam bilan suatu kebijakan oleh DPR atau komisi. kunjungan kerja ke suatu tempat atau daerah. Sebagai orang Sulsel. meruntuhkan kepercayaan masyarakat dan membangun sikap pesimistik terhadap para wakilnya di DPR ataupun calon anggota dewan yang bertarung pada pemilu april 2009 mendatang. Fraksi FKB karena terlibat dalam kasus alih fungsi hutan lindung Tanjung Api-Api. Fenomena Suap Korupsi yang terjadi di DPR sudah menjadi cerita biasa dan terjadi secara tidak langsung melalui modus opereandi yang sangat rapi. niat mulia tersebut belum sepenuhnya terinstalasi ke dalam jiwa setiap anggota partai. dan dari tangannya disita oleh KPK sejumlah uang yang diduga hasil suap. Politisi asal Sulsel Abdul Hadi Jamal (AHD) dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) kembali berurusan dengan KPK.

Polri.” ujar Gayus. sementara para koruptor bebas berkeliaran di mana-mana. dan Kejaksaan Agung untuk berkoordinasi dalam memberantas korupsi di Indonesia. “Jangan lembaga hukum kita berkelahi.” jelas Bambang. Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri menjelaskan. Sementara itu dari data ICW disebutkan terdapat 1.” tegas Benny. Mabes Polri. Polri juga tidak segan-segan untuk menindak oknum penyidik polri yang terbukti terlibat dalam mafia peradilan.Lain halnya dengan Badan Kehormatan (BK) DPR yang merilis 70 orang anggota dewan yang yang diadukan masyarakat karena terlibat kasusu hukum sejak Desember 2005Juni 2007 (ICW). “Apabila ada oknum penyidik Polri baik dari tingkat Polsek sampai Mabes Polri yang terlibat kasus mafia peradilan. harus ada sebuah system koordinasi penegakan hukum di ketiga instansi penegak hukum Indonesia. Kapolri. pemberantasan korupsi merupakan agenda 100 hari Polri. di DPR. Kapolri. “Jika terjadi konflik diantara ketiga instansi penegak hukum kita. Pihak Polri juga telah melakukan kerjasama dengan pihak Kejaksaan Agung dan KPK dalam rangka pemberantasan korupsi di Indonesia. maka yang akan tertawa lebar adalah para koruptor. karena itu harus ada koordinasi yang baik diantara ketiga lembaga ini untuk sama-sama memberantas korupsi. Hal yang sama diungkapkan oleh Anggota Komisi III DPR Gayus Lumbuun (F-PDIP).437 anggota DPRD dari seluruh Indonesia telah diproses hukum akibat kasus korupsi. Benny Kabur Harman (F-PD) meminta ketiga institusi hukum yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sementara rakyat jelata makin miskin dan tak berdaya dengan tingginya biaya sosial. Data ini sungguh membuat ironis karena negara masih belum stabil akibat krisis berkepanjangan. Hal tersebut ditegaskan Benny saat memimpin Rapat Kerja antara Komisi III DPR dengan KPK. Ketiag instansi penegak hukum tersebut juga diminta untuk membuat kerjasama teknis dalam melakukan penegakan hukum. Gayus mengatakan. dan Jaksa Agung. akan kami tindak. Sebab prilaku para wakil rakyat tetap saja melakukan praktek haram tersebut. Benny beranggapan. . di mata masyarakat terdapat pernyataan yang menyatakan bahwa ada ketidaksamaan antara Kejaksaan Agung. Ketua Komisi III DPR RI. Rabu (18/11). dan KPK dalam pengambilan tindakan terhadap tersangka korupsi. Padahal Isu pemberantasan korupsi yang jadi semangat reformasi 1998 dalam menumbangkan kepemimpinan orde baru yang korup. Hal tersebut menurut Bambang dapat dilihat dari adanya beberapa kesepakatan yang telah ditanda tangani oleh pimpinan masingmasing institusi dalam menangani kasus korupsi. Namun itu ternyata hanya jargon dan mimpi belaka.

Partai-partai yang menang dalam Pemilu 2004. sehingga masyarakat kecil tertipu bahkan menjadi objek eksploitasi. Kejaksaan Agung juga telah melakukan langkah-langkah kongkrit berupa pengawasan melekat & fungsional terhadap sumber daya manusia di lingkungan Kejaksaan Agung. KPK juga akan memperkuat pengawasan internal agar para penyidik KPK tidak terlibat kasus mafia peradilan. Jaksa Agung Hendarman Supanji dalam Raker tersebut mengatakan. Aksi saling klaim keberhasilan sepihak dengan mengabaikan dukungan kerja keras dari pihak (tim) serta membom-bardir data-data yang didesain sedemikian rupa. mengatakan. baru muncul seolah-olah “malaikat penyelamat” menjelang Pemilu. Kejaksaan Agung telah melakukan pembaharuan birokrasi yang tidak akan dimasuki oleh mafia peradilan. yang mengantor di Senayan dan telah menikmati berbagai fasilitas uang rakyat selama ini. pihaknya telah menandatangani pakta kerjasama dengan pihak Mabes Polri dan KPK seperti penanganan tindak pidana korupsi dengan gelar perkara. dalam penjelasannya kepada Komisi III DPR. yang sering ngawur ketika membahas agenda rapat. serat melakukan pertemuan dengan pimpinan KPK secara periodik. sebenarnya KPK sudah berkoordinasi dengan pihak Mabes Polri dan Kejaksaan Agung dalam rangka pemberantasan korupsi.(ol) Membludaknya partai yang ikut dalam Pemilu 2009 dengan janjijanji dan iklan-iklan yang mengelitik sel saraf untuk mencerna secara cerdas membuat masyarakat akan semakin binggung. mana pilihan yang tepat pada 9 April mendatang. yang menjadi preman pasar . berbagai upaya publikasi tidak mendidik dilancarkan partai-partai besar. Sedangkan mengenai koordinasi. Inikah hal yang dianggap “positif” oleh partai besar yang perlu ditiru oleh masyarakat kita? Masih segar diingatan bagaimana anggota dewan terhormat kita di Senayan yang sering bolos dikala sidang. Hendarman menjelaskan.Sementara itu. dalam memberantas korupsi. karena para penyidik KPK berasal dari kedua institusi tersebut. Meskipun mereka orang-orang yang dianggap besar dalam kekuasaan. Agar kekuasaan mereka di legislatif tetap eksis hingga 2014. Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean. namun sikap dan sifat mereka bak anak TK di hutan rimba.

Disparitas antara kekayaan dan kemewahan hidup anggota DPR dengan rakyat. karena para “toke” atau bos perusahaan tersebut (BUMI Resource) dimiliki oleh lingkaran . semakin memberkikan jarak pisah baik secara psikologis. Ketika rakyat kecil berhutang di Bank dan telat membayar bunga dan cicilan utang. Dengan penghasilan rata-rata di atas 40-an juta per bulan. biaya perjalanan. biaya rapat. dan tidur dikala rapur. maka agunan si rakyat tersebut langsung disita. Ditengah kemiskinan masyarakat yang tidak kunjung berkurang (bahkan jumlahnya meningkat). biaya legislasi UU yang menyedot uang pajak rakyat. kesucian. Setelah menjabat 1 periode (5 tahun). kepemimpinan” yang dikatakan tanpa cacat. kini tampaknya “jauh api dari panggangan”. biaya aspirasi ditambah gaji pokok. maka selama 1 periode. Jika mereka cukup berhemat dan menyetor 10-15% penghasilan mereka ke partai. Kita dapat mengira-ngira. Baik di Senayan maupun di Istana. Seorang dewan yang harusnya bisa merasakan penderitaaan rakyat karena berbagai kesulitan ekonomi. Namun.4 miliar rupiah. pranata sosial maupun ekonomi hidup. masih meminta kenaikan tunjangan kesejahteraan. kehebatan. mengapa begitu besarnya tendesius orang-orang untuk menjadi caleg baik di DPR maupun DPRD akhir-akhir ini meskipun mereka belum memiliki cukup kapasitas sebagai dewan yang terhormat. minimal mereka mengantongi lebih 2. sosial. anggota dewan tega meminta (menerima) uang gratifikasi dan tambahan gaji. akses administrasi. para politisi negeri ini tidak memiliki mental mengakui kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan pada rakyat. akan menjadi miliarder-miliarder baru. maka seorang dewan yang pemalas (hadir rapat) pun. tidak lain tidak bukan adalah “rupiah” ataupun ketenaran. maka data-data dan objektivitas masyarakatlah yang dapat mematahkan “keberhasilan. biaya komunikasi. gaji.berdasi ketika berurusan anggaran negara dan daerah. maka kekayaan mereka tetap meningkat minimal 1 miliar rupiah. Saya tidak akan memaparkan bagaimana perasaan sebagian besar rakyat Indonesia melihat skandal dan pelecehan oleh perusahaanperusahan tambang Batubara (sebagiannya milik Menko Kesra Kabinet SBY-JK) kepada konstitusi RI dengan tidak membayar pajak (royalti).

Pelecehan. maka hal ini dapat ditolerir dengan sangat lembut sekali. Kasus Korupsi Senayan (Terbukti) * H. bagaimana skandal-skandal di istana luput dari pembersihan praktik Orba (KKN). Data-Data Referensi Data-data ini saya kutip dari berbagai media massa online yang memberitakan perilaku korup dan skandal seks yang harusnya tidak dilakukan orang-orang terhormat yang terpilih langsung melalui mekanisme partai dan pemilu. Kekerasan. suasana adem-adem saja.dalam pemerintah (Bakrie Brothers). Saleh Djasit (Golkar) : kasus pengadaan Damkar * Hamka Yandhu (Golkar) : kasus aliran dana BI * Agus Condro (PDI-P) : kasus uang gratifikasi BI * Sarjan Taher (Partai Demokrat) : kasus alih fungsi hutan * Al-Amin Nasution (PPP) : kasus alih fungsi hutan * Yusuf Emir Faishal (PKB) : kasus alih fungsi hutan * Bulyan Royan (Partai Bintang Reformasi) :kasus pengadaan kapal Dephub * Antony Zeidra Abidin (Golkar) : kasus aliran dana BI * Adiwarsita Adinegoro (Golkar) : kasus dana kehutanan * Abdul Hadi (PAN) : tersangka kasus korupsi pembangunan daerah tertinggal Skandal Seks. lebih lembut dari kain sutra oleh “Bapak Antikorupsi” SBY. Dharmono K Lawi (PDI-P) : Mantan buronan kasus pidana . bagi saya fenomena ini bak Petir di tengah hari bolong. dan yang Bermasalah (tersangka) * M Yahya Zaini (Golkar) : Skandal seks dan selingkuh dengan Maria Eva * Max Moein (Partai PDI P) : Skandal Seks dan Foto Syur * H. Hmm……meskipun sampai saat ini.

Saya jadi khawatir jika KPK masih tebang pilih kasus dalam upaya pemberantasan korupsi di negeri ini. skandal seks. tetapi bebas.korupsi APBD Banten dan akhir ditangkap Kejagung * Theo Syafei (PDI-P) : Pernah terjerat kasus korupsi di tahun 2002. suap. terdapat sekitar 40-an anggota dewan yang terdiri dari kader-kader tiap partai. Sehingga apakah KPK memang kesulitan mengungkap kasus ini karena harus menghadapi banyak partai atau ADA APA INI? Melalui kejadian demi kejadian di Senayan. . hanya sebagian kecil partai yang sedikit bebas dari kasus korupsi (Namun masih belum bebas dari ketidakempatian anggota dewan atas kemiskinan rakyat yang ngotot mendesak kenaikan tunjangan dan gaji. Dari data sementara yang saya himpun. Sayang. dan pernah merampas kamera yang digunakan satpam keamanan di kawasan perkantoran Penutup Untuk mengakhiri topik ini.5 miliar. Karena kita tahu bahwa dalam komisi IX DPR. dan pemerasan. “berhasil”. Bahkan ironisnya. yang tetap membolos rapat penting meskipun telah mendapat 40-an juta per bulan dari uang rakyat). sampai saat ini. KPK masih belum menindaklanjuti kasus pelaporan Agus Condro yang mengatakan sebagian besar anggota Komisi IX menerima uang gratifikasi BI dengan total nilai korupsi Rp 31. dari kurang berempati dengan kesulitan hidup masyarakat hingga rajin bolos. dan terpilih kembali jadi anggota DPR periode 2004-2009 * Jaka Aryadipa Singgih (PDI-P) : Tersangka kriminal penyerangan/penyerobotan. Sampai saat ini (hampir 1/2 tahun). saya hanya berharap tulisan ini menjadi masukan kita untuk menjadi semakin cermat dan tidak begitu saja mempercayai iklan-iklan yang sok lebih “suci”. ternyata hampir sebagian partai di DPR 2004-2009 berpenyakitan. kader Pak SBY-pun. “hebat” dan “bersih” dibanding yang lain. KPK belum berhasil mengungkap pengakuan Agus Condro yang mengaku banyak anggota DPR di komisi IX yang menerima gratifikasi BI masingmasing 500 juta.

7 miliar. . Al Amin Nasution.? Sebelum partai-partai asyik berjanji ria di iklan. kesehatan bahkan kematian. pendidikan. Mereka hanya bisa merintih dan seraya bekerja keras untuk dapat makan keesokan harinya. bukan popularitas (sekadar tampang). waspada. Untuk mengecek validitas data. silahkan Anda mengecek di Google. Ismunarso yang tidak lain tidak bukan adalah Ketua DPC Partai Demokrat Situbondo yang tersanjung kasus korupsi merugikan negara Rp 45. kelas pembuat kebijakan yang merugikan masyarakat dalam jangka panjang. ditengah-tengah 40 juta orang miskin Indonesia diambang kekurangan gizi. detiknews. Artinya apa? Setiap partai di Indonesia masih sedang sakit. mediaindonesia. uang. Jangan sampai masyarakat terkecoh dan memilih caleg yang hanya mencari uang dan kekuasaan yang setelah terpilih. atau kerabat. pikiranrakyat. Inilah yang luput dari perhatian besar para wakil rakyat di daerah (DPRD) maupun DPR ketika mereka telah berkuasa dan mendapat puluhan juta meskipun sering bolos rapat. masih kelas anak kakap atau bahkan teri. lebih baik perbaiki dulu mental dan tabiat buruk caleg-caleg yang bermasalah. belum ada apa-apa jika dibanding skandal BLBI. Dan beranikah pemimpin negeir ini mengusut orang internalnya (ring dalam) yang telah memberikan dana kampanye di tahun 2004 yang jelas-jelas telah melecehkan hukum negara…. tempointeraktif. skandal royalti batubara. surya. dan media-media yang dapat dipercaya). dan skandal UU titipan kepentingan Amerika dan kroninya. Pilihlah orang-orang yang berkompenten dalam pencalegan partai.co. hanya saja apakah pemimpin partai dan kader-kader partai memiliki komitmen untuk menberangus kasus korupsi kelas kakap.id. mereka lupa dan tanpa berhati perut tetap meminta kenaikan tunjangan dan sebagainya.Pak Sarjan Taher terlibat dalam korupsi alih fungsi hutan. Belum lagi kasus Bupati Situbondo. inilah. Kasus korupsi Bulyan Royan.com. Saya hanya mencantumkan nama-nama politisi tersebut dari sumber-sumber online yang terpercaya (kompas.

Apakah pansel bermain atau tidak.” ujarnya dalam diskusi “Polemik” yang digelar Trijaya FM di Cikini. Pansel KPK Punya Trik Ketahui Calon Titipan Koruptor Corruptor fight back! Istilah itu marak setelah sejumlah tersangka korupsi melakukan perlawanan untuk melemahkan lembaga antikorupsi melalui gugatan ke pengadilan.com/2009/03/05/daftaranggota-dpr-bermasalah-beserta-partainy Banyaknya pendaftar calon pimpinan KPK tidak menutup kemungkinan adanya calon titipan koruptor agar bisa mengendalikan lembaga pemberantas korupsi itu. Sabtu (29/5/2010). Namun demikian. “Cirinya ada permainan uang di situ. dengan demikian ada kekosongan di tubuh pimpinan KPK. para koruptor bukan hanya melakukan perlawanan dari luar. Dalam hal ini. menolak calon pimpinan KPK titipan koruptor ini. Anggota panitia seleksi pimpinan KPK. “Kami memiliki pengalaman dan pengetahuan. Dengan tegas. KPK jilid ke dua ini punya tantangan yang sangat besar. Menurut Denny. Dua pimpinan KPK itu sedang bermasalah terkait kasus Anggodo Widjojo. “Tentunya. Rhenald pun menjamin pihaknya tidak akan kecolongan. dan saya pikir beban berat itu ada di pansel. dirinya tidak tutup mata akan hal tersebut. Salah satunya melalui calon yang diduga titipan para koruptor.Sumber : http://nusantaranews. . Cikini. Staf Khusus Kepresidenan bidang hukum Denny Indrayana. maka Bibit dan Chandra menjadi tersangka. Untuk itu menjadi pimpinan KPK tidak cukup dengan keberanian saja. Sabtu (29/5/2010).” jelasnya. Kini diendus. Presiden pun memberikan perhatian besar untuk calon pimpinan KPK. Menurut Denny.wordpress. yaitu kasus Bibit dan Chandra. Presiden secara pribadi punya preferensi. tapi juga mencoba masuk ke dalam internal pimpinan KPK. Rhenald Kasali mengaku. tetapi saya tidak tahu siapa preferensi beliau. pansel KPK sudah memiliki trik untuk menangkal calon yang diduga kuat titipan koruptor.” tegas Rhenald usai acara diskusi “Polemik” Trijaya FM di Warung Daun. Jakarta. “Jika praperadilan Anggodo dimenangkan.” ungkap Denny. Ini yang paling penting di pansel. cirinya pun mudah dikenali. Karena preferensi presiden pun tidak bisa menentukan lolosnya di DPR.

Terungkapnya praktek mafia peradilan di atas cukup memberikan penilaian bahwa institusi penegak hukum. yaitu Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan dan Komisi Kejaksaan. khususnya di kejaksaan. penggelapan dan penghentian perkara. Ibarat kapal. 02 Juli 2008 | 17:24 WIB Bukti rekaman antara Artalyta Suryani dan pejabat tinggi Kejaksaan Agung yang diperdengarkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi sungguh memukul dan membuat kecewa seluruh jajaran korps Adhiyaksa. memiliki permasalahan besar dengan sistem integritasnya. Denny Indrayana. [okezone] Membersihkan Korupsi Kejaksaan Rabu. Hasil penelitian Indonesia Corruption Watch (ICW) pada 2001-2002 mengenai pola-pola korupsi di lingkungan peradilan. memperkuat pendapat bahwa korupsi di kejaksaan bukan isapan jempol belaka. praktek korupsi di tubuh kejaksaan bukanlah hal baru. dan pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa biasanya terjadi pada proses penyelidikan. penyidikan. Hal ini terbukti dari semakin meningkatnya laporan masyarakat mengenai perilaku jaksa yang menyimpang tersebut. khususnya kejaksaan. Komisi Kejaksaan sejak 1 Januari hingga 14 Desember 2007 menerima 422 laporan . Terungkapnya praktek korupsi ini kenyataannya berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap kejaksaan ke tingkat yang paling rendah. Pengalihan tahanan.” urai Rhenald. tapi kami akan mempelajari mereka bahkan menelpon orang yang kenal dengan calon untuk diketahui bagaimana latar belakangnya. dan penundaan eksekusi merupakan pola yang umum dilakukan oleh oknum jaksa yang tidak bertanggung jawab. posisinya dapat dikatakan hampir tenggelam. hingga eksekusi suatu perkara. korupsi. penghilangan barang bukti. Penelitian ICW di enam kota besar di Indonesia menemukan bahwa praktek kolusi. penuntutan. Wacana mengenai adanya calon pimpinan KPK titipan koruptor dilontarkan pertama kali oleh Sekretaris Satgas Antimafia Hukum. Dalam sejarahnya.Salah satu cara yang akan dilakukan pansel adalah dengan menelusuri rekam jejak calon yang diduga titipan koruptor tersebut. negosiasi dakwaan dan tuntutan. “Rekam jejak bukan hanya tertulis. Padahal sejauh ini ada dua institusi yang khusus mengawasi perilaku dan kinerja jaksa. bahkan sudah menjadi rahasia umum. Institusi kejaksaan saat ini mengalami krisis kepercayaan. keberadaan dua institusi ini juga tidak mengurangi praktek menyimpang yang dilakukan oleh oknum kejaksaan. Meskipun demikian. Dia menaruh kecurigaan ada beberapa calon yang sebenarnya ingin melemahkan posisi KPK. pengalihan dari perkara pidana menjadi perkara perdata.

khususnya melakukan korupsi. apabila dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian pengawasan ditemukan adanya indikasi . pada akhirnya tidak memberikan efek kejut (shock therapy) bagi jaksa-jaksa nakal lainnya. gaji. setelah menjalani masa tahanan selama 2 tahun. sering kali terjadi praktek kolusi dalam proses pemeriksaan sehingga melahirkan kesimpulan dugaan penyimpangan tak terbukti. meskipun perlu mendapat respons positif. Kedua. Ketiga. kedua orang ini dapat kembali berdinas di lingkungan kejaksaan. meski dengan kategori berat berupa pencopotan jabatan. Tindakan yang tidak tegas dari pimpinan kejaksaan juga akan melahirkan aktor-aktor korupsi baru di lingkungan kejaksaan. jaksa yang bersangkutan justru akan menerbitkan bibit penyakit (epidemi) korupsi baru di daerah yang ditempati. Pemberian sanksinya juga terbatas hanya bersifat administratif. sanksi tersebut tidak akan memutus mata rantai praktek mafia peradilan. Dari jumlah tersebut. Meski hasil pemeriksaan menyatakan terbukti adanya pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa tersebut. kenyataannya persoalan korupsi di jajaran kejaksaan tetap saja tak kunjung usai. Selain karena faktor kesejahteraan jaksa yang rendah. Pada 2006. Artinya.masyarakat tentang kinerja dan perilaku jaksa. yang disayangkan hanya sebatas pada pemeriksaan ada atau tidak adanya pelanggaran kode etik atau disiplin pegawai negeri sipil. Ironisnya. Dari laporan tersebut. sangat langka kasus yang berlanjut ke proses hukum. Pertama. Total jaksa yang diberi sanksi pada 2007 adalah 89 jaksa yang terdiri atas 25 orang dijatuhi sanksi ringan. Terdapat kondisi di mana adanya keengganan (ewuh pakewuh) di kalangan jaksa untuk memeriksa sesama rekan seprofesi dan semangat untuk melindungi korps (espirit de corps) yang berlebihan. dan 13 jaksa dikenai sanksi berat seperti penurunan pangkat. saat ini baru jaksa Cecep dan Burdju yang telah diproses hingga ke pengadilan dan akhirnya dijatuhi vonis bersalah oleh hakim. Meski sudah ada tindakan yang diambil. Dalam pantauan ICW selama 2005-2007. mutasi. Harusnya ada sinergi antara bidang pengawasan dan bidang pidana khusus di lingkungan kejaksaan. penjatuhan sanksi administratif terhadap jaksa-jaksa yang dinilai bermasalah. dari 10 kasus suap yang melibatkan oknum jaksa. yang diteruskan ke Jaksa Agung sebanyak 204 laporan. persoalan kultural. Pada sisi lain. khususnya yang melibatkan jaksa. hingga non-job dan penurunan pangkat serta penundaan kenaikan gaji. Tindakan pemeriksaan yang dilakukan oleh kalangan internal kejaksaan. laporan masyarakat yang masuk ke Komisi Kejaksaan sebanyak 398. hingga pemberhentian secara tidak hormat. sebanyak 202 laporan dilanjutkan ke Jaksa Agung. terdapat beberapa faktor lain yang menyebabkan kalangan internal kejaksaan gagal menyelesaikan persoalan korupsi yang dilakukan oleh oknum jaksa. Dapat dipastikan akan selalu muncul oknum-oknum jaksa yang kembali melakukan tindakan serupa di masa yang akan datang. Jika sanksinya hanya mutasi. Jumlah yang masuk pada 2007 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Hal demikian dapat dilihat dari sejumlah dugaan pemerasan atau gratifikasi yang dilakukan oleh oknum jaksa. 51 jaksa dijatuhi sanksi sedang berupa sanksi administrasi.

akhirnya Kejaksaan Agung mengakui bahwa jaksa Cirus Sinaga dan jaksa Fadil Regan diduga terlibat dalam penyusunan rencana tuntutan (rentut) ganda yang menyebabkan Gayus Tambunan divonis bebas. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri dalam amanat memperingati Hari Adhyaksa pada 2006 bahkan telah memerintahkan Jaksa Agung agar tidak segan-segan menindak tegas sesuai dengan hukum tanpa diskriminasi terhadap oknum-oknum jaksa yang tidak terpuji dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Ketua Tim 9 yang memeriksa rentut ganda Gayus Tambunan yang juga inspektur pada Pidum Kejaksaan Agung. Bukan sebaliknya. dan komitmen dalam pemberantasan korupsi. Dalam rangka memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan dan membersihkan dari oknum-oknum jaksa yang tidak bertanggung jawab. melindungi jaksa-jaksa nakal hingga berdampak negatif sebagai "pelindung jaksa nakal". dan jaksa Ika Syafitri tergabung dalam jaksa penuntut (P16A) dalam berkas perkara Gayus. Persoalannya adalah apakah Jaksa Agung punya keinginan kuat untuk membersihkan institusi kejaksaan dari praktek korupsi? Rentetan peristiwa suap atau pemerasan atau kolusi yang dilakukan oleh sejumlah oknum jaksa seharusnya dapat menjadi momentum bagi kejaksaan untuk memperbaiki diri. Emerson Yuntho. 28 Oktober 2010 12:13:21 | Berita | (70 view) JAKARTA (Suara Karya): Setelah terombang-ambing tidak menentu. keberanian. Fadil. Upaya pembersihan dan menyelamatkan institusi kejaksaan saat ini sudah tidak dapat ditawar lagi dan harus segera dilakukan. hal yang harus dilakukan oleh Jaksa Agung adalah berani bertindak tegas untuk meminimalkan praktek korupsi di lingkungan kejaksaan. Kejaksaan Agung (Kejagung) akan menyerahkan kasus pemalsuan rentut yang diduga dilakukan dua orang jaksa dan Haposan Hutagalung itu ke pihak kepolisian. dalam jumpa pers yang digelar pada Rabu di Jakarta menyatakan.suap atau pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa. Cirus. khususnya memperbaiki mekanisme pengawasan dan penjatuhan sanksi disiplin bagi jaksa yang dinilai bermasalah. Pernyataan Presiden ini sesungguhnya memberikan kewenangan penuh bagi Jaksa Agung untuk membersihkan jaksa-jaksa nakal di seluruh jajaran kejaksaan. Selanjutnya. hal ini seharusnya ditindaklanjuti oleh bagian pidana khusus untuk memproses secara pidana. sebaiknya Presiden SBY perlu mempertimbangkan untuk mencopot Jaksa Agung Hendarman Supandji dan menggantinya dengan orang yang memiliki integritas. Widyo Pramono. kualitas. Jika langkah tegas tidak juga dilakukan. . anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch Kejagung Kehilangan Kepercayaan Kamis.

"Selanjutnya juktut bernomor R455 diserahkan ke H dan diserahkan ke Gayus. Pohan Laspy memerintah stafnya. menilai kondisi penegakan hukum di Indonesia." katanya. sehingga tidak lagi memedulikan kepentingan bangsa. Todung menunjuk aksi saling bantah dua pejabat teras kejaksaan. tim akan melaporkan pemalsuan itu ke pihak berwenang karena ada dugaan pelanggaran Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP. Sementara itu. terlihat dari Surat Juktut Nomor R431 dan R455. kasus itu berawal dari surat petunjuk penuntutan (juktut) tanggal 25 Februari 2010 yang memerintahkan kasubbag tata usaha bernama Emo untuk mengirimkan juktut ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. B dihubungi oleh F yang merupakan anggota jaksa P16 perkara Gayus. yakni Plt Jaksa Agung Darmono dan Jampidsus M Amari perihal tindak lanjut penyelesaian perkara Bibit-Chandra. Hal itu sekaligus membuktikan bahwa Kejaksaan Agung tidak mampu menyelesaikan kasus yang menyita perhatian publik. padahal tidak lazim karena biasanya menggunakan ballpoint. Atas temuan itu. menurut Widyo. Kemudian. Masing-masing kelompok berusaha saling menjatuhkan. rivalitas internal menuju kursi Jaksa Agung yang berlangsung begitu telanjang dan sarat intrik. Jaksa F diperintahkan oleh C dan perintahnya untuk mengirim faks ke Kejari Jaksel. ." katanya. kembali membuka tabir bahwa kejaksaan kerap "bermain-main" dengan kasus yang ditangani. Todung Mulya Lubis. F meminta staf TU di Kejari Jaksel untuk menyerahkan faks Jukut tersebut yang selanjutnya diserahkan kepada jaksa C. Anggota Komisi II DPR Achmad Yani menyatakan. Selanjutnya. Namun. terutama terhadap Kejaksaan Agung. "Surat juktut yang palsu menggunakan sanksi hukuman untuk terdakwa narkoba Thio Ben Tjai. pengirimannya error dan B melaporkan hal itu ke Pohan. juga dalam kasus Bibit-Chandra dan sisminbakum." katanya. Indikasi pemalsuan dalam rentut tersebut. Karena itu. saat ini makin kehilangan kepercayaannya. Hal senada juga dikemukakan anggota Komisi III DPR lainnya. "Penulisan nomor surat pada R431 menggunakan spidol. Achmad Yani mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera melantik Jaksa Agung yang baru agar rivalitas di internal Kejaksaan Agung tidak berlarut-larut. Bambang Soesatyo. B. "Sebelum dikirimkan ke Kejati Banten. dari waktu pengiriman faksnya sama.Berdasarkan pemeriksaan tim. Ketua Dewan Pengurus Transparency International Indonesia (TII). untuk mengirimkan faks juktut ke Kejati Banten. dugaan keterlibatan Cirus Sinaga dkk dalam kasus Gayus Tambunan. Kemudian." katanya. Surat Juktut Nomor 431 sanksi hukumannya dihapus yang semua satu tahun penjara menjadi 6 bulan masa percobaan. Pemalsunya H. Menurut Bambang.

Dalam pembacaan petisi ini.Sikap seperti itu. Penurunan kepercayaan ini dilatarbelakangi oleh ." ujarnya.suarakarya-online. "Kami meminta presiden SBY mencopot petinggi kepolisian yang terlibat praktek mafia peradilan dan rekayasa proses hukum. kepercayaan masyarakat terhadap jajaran kejaksaan pun akan menurun. TEMPO/Eko Siswono Toyudho TEMPO Interaktif. serta sekitar 50 aktivis. proses penegakan hukum membutuhkan sikap yang tegas. Imbasnya. (Jimmy Radjah/Sugandi/Nefan Kristiono) http://www.com/news. Minggu (22/8). justru mencerminkan ketidakpastian hukum. Jakarta . Todung menilai sikap seperti itu juga merupakan cermin dari tidak tegasnya kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. pengacara Bibit S Rianto dan Chandra Hamzah. pekerja profesional. Minggu (22/)." di halaman gedung Mahkamah Konstitusi.html?id=264956 Sumber : Suarakarya Online Masyarakat Sipil Sampaikan Petisi Minggu. 22 Agustus 2010 | 17:37 WIB Besar Kecil Normal Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Masyarakat Koalisi Sipil Indonesia saat melakukan aksi damai di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). menurut Todung. Selamatkan Polri. Petisi ini. Pembacaan petisi dilakukan oleh Taufik Basari. Jakarta. dan perorangan.Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat membacakan petisi berjudul "Kembalikan Negara Hukum. Taufik meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengambil tindakan tegas dalam mereformasi Kepolisian Republik Indonesia. Padahal. Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia (TII) Teten Masduki menengarai adanya masalah internal yang kompleks di Kejaksaan Agung. Ia juga meminta kepada SBY untuk membenahi struktur Polri secara menyeluruh. menurutnya disusun berdasarkan keprihatinan para aktivis LSM dan masyarakat sipil terhadap semakin menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum ini.

"Bagi teman-teman yang ingin bergabung bisa gabung di grup facebook dan tweeter kami. Barangkali ada orang yang kurang enak dengan pemutaran rekaman. maka haram hukumnya yang berarti korupsi juga. Karena tingkat perkembangan masyarakat masih belum terlalu maju. dan Transparansi Internasional Indonesia. Jika kurang dari kewajibannya. Itu melanda semua lembaga penegak hukum termasuk KPK. Pasalnya. Menurutnya. polisi. Pemutaran rekaman itu bukan kesalahan MK. sistimnya sudah terbentuk video conference dan video streaming. Presiden sebagai kepala negara tentu dapat menyusun agenda bagaimana memperbaiki persoalan ini. Apa perlu ada lembaga pengawas KPK. namun ternyata birokrasi dan lembaga penegak hukum seperti Polisi. Kalau negara sedang berkembang.sejumlah kasus yang mencoreng nama Polri. tidak boleh bicara diluar putusan apalagi yang menyerempet-nyerempet perkara yang menyangkut kewenangan orang lain. jadi ini mafia." ujarnya. dia tidak mengerjakan kewajibannya. bagaimana tanggapan anda dengan adanya pemutaran kaset hasil penyadapan KPK di MK baru-baru ini ? MK tidak bisa tidak harus terbuka. Prof Dr Jimly Asshiddiqie SH seputar penegakan hukum di Indonesia. Nanti kalau sudah dapat jabatan. pengumpulan dukungan untuk petisi ini akan terus dilakukan. Pengumpulan dukungan ini direncanakan sampai Kamis minggu depan. Mereka ada yang menduduki jabatan resmi atau diluar jabatan resmi. karena kami harap jika dari Polri nya sudah baik. sehingga sidang-sidang MK bisa dilihat di seluruh dunia melalui internet. maka mereka berjuang apa saja dikerjakan supaya dapat jabatan. Jadi perilaku seorang meskipun Ketua MK tidaklah menentukan. Seharusnya konflik diselesaikan di pengadilan atau diajukan ke MK meski belum tentu menang. supaya tidak terjadi sengketa antar lembaga negara. Erry Ryana Hardjapamengkas. tetapi semua pekerjaan. Terbukti pernah ada beberapa personilnya yang terlibat praktek korupsi dan suap sehingga mereka diadili dan dipecat dari KPK. Jadi kalau ada orang menikmati amanah. bagaimana tanggapan anda dengan adanya konflik terselubung antara MK vs Polri. Bahkan di semua daerah dimana ada 34 Perguruan Tinggi. Konflik antara KPK vs Polri yang berimbas pada pembentukan Tim 8 oleh Presiden. Bagi saya. Kehakiman bahkan Mahkamah Agung (MA) belum mampu di reformasi. Ketua MK hanyalah tukang memimpin sidang dan ketok palu. yang juga turut dalam pembacaan ini mengatakan. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Alhamdulillah. berarati korupsi dan haram hukumnya. Bukan cuma itu. karena begitu kuatnya perlawanan para koruptor yang bercokol di eksekutif. Jabatan tidak boleh dinikmati. Tinggal kita menjaga kualitas iman dan akhlaq. Seluruh hakim MK sama kedudukannya. itulah konflik. legislatif dan yudikatif. maka kita perlu memperbaiki diri. PNS. Jadi seorang yang menduduki jabatan apa saja. Itulah sebabnya Islam melarang meminta-minta jabatan. bundaran HI atau televisi. Sebab MK berbeda dengn PN yang menyangkut kepentingan orang perorang. Apakah konflik kali ini serupakan usaha untuk melemahkan KPK yang selama ini dikenal sebagai lembaga pemberantasan korupsi? Sekarang citra penegakan hukum sedang menurun. Menurut anda. ternyata korupsi dan suap masih melanda birokrasi dan lembaga penegak hukum. Nanti siapa pengawasnya pengawas ? Sebagai mantan Ketua MK. Karena ini pula lembaga negara diatur dalam UU. otomatis terbuka. Borok sistim penegakan hukum kita menjadi terbuka dan sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi. Dulu zaman Habibie kita berkuasa. Jadi sekarang sudah zaman keterbukaan. Kalau logika itu diikuti. "Seperti kasus mafia hukum. berarti semua pengawaspun diawasi." ujarnya. mereka masing-masing memiliki argumentasi yang benar menurut versinya sendiri-sendiri. "Selanjutnya akan diserahkan kepada Presiden. Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak kekerasan (Kontras). Hanya menikmati jabatan untuk kepentingannya sendiri. sampai saat ini pendukung petisi ini berjumlah sekitar 540 orang. dia harus menunaikan tanggung jawabnya bahkan lebih dari seharusnya. itu kuncinya. advokad. Meski kita telah memasuki era reformasi selama 10 tahun. paling-paling orang marah karena Mahfud banyak ngomong. masih primitif cara membangun mekanisme penegakan hukum dan masih banyak dipengaruhi para preman. Markus dan mantan semakin marak karena orang mau menikmati jabatan. dan banyak lagi. maka orang tidak boleh meminta-minta jabatan. "Kenapa ini ditujukan kepada Polri. Kalau mengambil lebih dari seharusnya. Padahal ada forum beradab untuk menyelesaikan semunya yakni pengadilan. Sebaliknya. Polri marah karena statemen yang ingin memecat Kapolri dan sebagainya. Tidak ada putusan MK diluar putusan 9 orang hakim MK atau minimal 7 orang hakim MK. Jabatan sekecil apapun adalah amanah dan amanah berisi tanggungjawab. Kita belum terbiasa menyelesaikan konflik di pengadilan. Selain itu meski sudah ada KPK sejak 6 tahun lalu. dia tidak boleh mengambil. Kejaksaan. semua itu akibat dari keterbukaan MK. memang sistimnya sudah terbuka. Berikut ini wawancara Abdul Halim dari Tabloid Suara Islam dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia. maka di kejaksaan dan seterusnya juga baik. kasus Gayus. Karena itu mantan haram hukumnya. baik kekuasaan politik maupun ekonomi. Kemudian menjadi Ketua MK dan keluar lagi. M Mahfud MD ? Tidak ada konflik MK vs Polri. ustad dan termasuk di lingkungan ormas Islam. Bagaimana pemberatasan korupsi di Indonesia pasca konflik KPK vs Polri ? Konflik yang memutuskan hakim. maka wajib baginya menjadikan dirinya teladan dalam etika yang mulia dan akhlaqul akrimah. Nanti dibawa ke pengadilan siapa yang benar. selanjutnya petisi yang sama juga akan ditujukan kepada kejaksaan dan pengadilan. zaman Gus Dur keluar Istana. rekayasa kasus pimpinan KPK." ujarnya. Petisi ini juga didukung sejumlah lembaga swadaya masyarakat. Bahkan KPK sendiri disinyalir tidak bersih seratus persen. padahal seharusnya itu tidak boleh. melalui internet video streaming maka seluruh dunia bisa menyaksikannya. Konflik biasanya diselesaikan di forum politik. menunjukkan sistim penegakan hukum di Indonesia masih kacau. Amanah tidak boleh dinikmati sendiri oleh orang yang diberi amanah. Jadi semuanya sedang mengalami penurunan kepercayaan dari masyarakat. Jadi peristiwa sekarang harus disyukuri. Sebagai mantan Ketua MK. tetapi pribadi Mahfudnya. tidak boleh menerima dan tidak boleh mengambil lebih dari yang seharusnya. Apakah ini menunjukkan aparat penegak hukum belum professional ? Bukan hanya aparat penegak hukum. angtara lain Indonesia Corruption Watch (ICW). jabatan dan profesi di Indonesia sekarang belum professional. Menurut Taufik. karena kekuasaannya yang sedemikian besar ? Nanti pengawasnya diawasi siapa lagi. Bahwa jabatan adalah amanah dan tidak selayaknya dinimati. yang diadili adalah UU yakni kepentingan publik sehingga rakyat perlu mengetahuinya. itu prinsipnya. Bagi saya ini sesuatu yang enteng dan biasa saja. rekening gendut polri. apalagi markus lebih haram lagi karena diluar aturan. Pemberantasan korupsi di Indonesia sepertinya berjalan di tempat. dan kehakiman. semestinya itu dilarang. kita diberi tahu dalam kenyataannya ada praktek-praktek yang sangat tidak terpuji dalam lingkungan lembaga penegak hukum. bagaimana mengatasi maraknya makelar kasus (markus) dan makelar jabatan (mantan) di pengadilan dan kejaksaan ? Semua orang harus berusaha untuk menjadi teladan dengan akhlaqul karimah. Seharusnya hakim merupakan jabatan pendiam. Apakah itu hakim. Semua orang yang mengaku beriman. Mereka saling menjelekkan. semua bisa melihatnya. Jadi bukan MK sebagai institusi. sehingga kalau ada alat bukti yang diajukan ke forum sidang MK. lagi pula belum ditopang dengan ekonomi yang mapan. jabatan itu biasa saja. Itulah para makelar yang berkolaborasi untuk memperjuangkan orang agar dapat jabatan yang kelak dapat ikut menikmati jabatan tersebut. keluar masuk Istana biasa saja. Terbukti adanya penarikan pengawalan Polri terhadap Ketua MK. Tetapi kalau kewajiban tidak boleh kurang dari kewajibannya. jaksa." ujarnya. bahwa ini hanyalah sebuah awal dari upaya membersihkan sistem hukum di Indonesia. Ia menambahkan. Itu yang menjadi masalah bukan lembaganya. Jadi kalau tidak sanggup. Mantan ketua KPK. ya salah. Jelas sekarang kepercayaan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi sedang menurun. . jangan menduduki jabatan. dosen.

Seperti kejaksaan. Kemudian diikuti beberapa lembaga setingkat kementerian lainnya. pengadilan akan memeriksa perkara tindak pidana korupsi. Setelah reformasi pertahanan dan keamanan dipisah. Sudah selama 6 tahun KPK dianggap lembaga superbody. Polri dan Kejaksaan semuanya berada dibawah Presiden sebagai lembaga eksekutif. dan remunerasi. banyak dlihat terjadi overlaping dimana keputusan satu hakim agung dianulir hakim agung lainnya. Mulai dari Antasari yang dituduh membunuh. Percuma. itu salah juga. Polisi koordinasi dengan Menko Polkam. Meski sebagai professor. Jadi banyak orang yang marah. Mahkamah Agung. serta Kejaksaan Agung. pembangunan dengan janji pertumbuhan ekonomi tidak akan berhasil. Kalau bagi saya. Apa KPK harus menanggani semua perkara seperti sekarang. tetapi sistimnya belum dibenahi. Jadi sebenarnya Kapolri dan Jaksa Agung tidak perlu mundur. berarti akan terjadi perubahan besar-besaran. KPK menakutkan dan harus diubah. karena menganggap sudah langsung koordinasi dengan Presiden. KPK dimasa depan jangan lagi menanggani tindak pidana korupsi bagi semua orang. Tim 8 tidak mempunyai hak untuk merekomendasikan pemberhentian keduanya. Tegaknya hukum tidak bisa dihitung dari berapa jumlah orang yang ditangkap. tetapi birokrasi seperti polisi. Jadi kalau perkaranya tidak berkualitas seperti kasus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri yang kualitasnya kecil hanya kasus beberapa ratus juta rupiah dan hanya kesalahan administrasi. Saya kira KPK harus diperbaiki. seperti di Eropa dan AS ? Tanya saja sama yang bersangkutan. follow-up nya baru sekarang. Jika mereka melakukan tindak pidana suap dan korupsi. Seluruh mekanisme penegakan hukum harus ditata kembali. kalau sistem hukum dan politik di Indonesia masih kacau seperti sekarang ini. Jadi Kapolri dan Jaksa Agung tidak menangganinya. mulai dari presiden sampai camat mau diakses semua. hakim dan advokad. cukup ditanggani polisi dan jaksa. Selama ini dikatakan KPK terlalu berkuasa dan menjadi lembaga superbody sehingga membuat gerah lembaga penyidik lain seperti Polri dan Kejaksaan. bukan hanya eksekutif tetapi juga legislatif dan hakim agung. sebaiknya mundur saja. tetapi mekanisme pemberantasan korupsi secara menyeluruh harus ditata kembali. Koordinasi bukan berarti bawahan. sehingga kita perlu memperkuat PT. sehingga disebut professor biasa diluar bukan professor luar biasa. kejaksaan. Munculnya permasalahan sekarang ini seharusnya dapat dimanfaatkan untuk penataan kembali sistim hukum dan peradilan di Indonesia. Jadi seolah-olah berhadapan antara negara dan rakyat dalam isyu pemberantasan korupsi. (Abdul Halim) Implikasi Politik Markus 28 Apr 2010 • • Koran Tempo Opini Wawan Sobari. saya sudah mencetak 50 doktor. legislatif dan yudikatif serta semua lembaga penegak hukum tidak suka sama KPK. Karena itu ada kecemburuan TNI terhadap Polri. Terdapat empat upaya penting reformasi birokrasi. Jadi jabatan digunakan untuk mendapatkan keuntungan materi. cukup seperti MK dengan 9 orang hakim konstitusi. maka koordinasinya dulu era Orba dengan Dephan. bukan berapa jumlah tetapi kualitas perkara. Itu kan hanya nasehat kepada presiden. polisi. Sudah 10 tahun reformasi dan yang lain sudah di reformasi. Polri tidak mau koordinasi dengan Menteri. Jadi ada semacam ketidaksukaan atau kebencian umum kepada KPK. yaitu perbaikan kelembagaan. Selain itu MA harus diperbaiki. Karena ada kasus seperti ini maka menjadi terbuka. Mestinya orang mundur dari jabatan tidak perlu harus bersalah. Menteri adalah pejabat politik. dan MA belum direformasi dan belum substantif perubahannya. barulah KPK turun tangan. Semua cabang kekuasaan eksekutif. Kalau jumlah perkaranya terbatas. Kalau mengundurkan diri mungkin tidak baik juga. maka jumlah hakim agung tidak perlu banyak-banyak. Tap Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VI Tahun 2001 mengamanatkan kepada presiden agar mulai memperbaiki birokrasi. Bahkan banyak perkara yang sudah diperiksa sejak zaman Taufiqurrahman Ruki. yaitu Kementerian Keuangan dan Luar Negeri. sumber daya aparatur. ini sesuatu yang mutlak harus dikerjakan. abdi negara. Kalau sudah merasa cukup mengabdi. Tetapi kalau keadilan. TNI. Sekarang ditambah lagi kasus Antasari yang dikaitkan dengan pembunuhan dan wanita. Bagaimana tanggapan anda ? UU KPK harus disempurnakan. ketua program studi ilmu politik fisip universitas brawijaya Agenda reformasi birokrasi bergulir sejak 2001.Namun terungkapnya praktek . maka tanpa disadari ada usaha untuk melemahkan KPK. tetapi sepertinya dalam pembuktian tidak menyuruh membunuh. tetapi koordinasi. KPK cukup mengawasi kejaksaan. sekarang tinggal menangkap saja. Apalagi kalau melakukan kesalahan. gara-gara Kabareskim Mabes Polri merasa disadap secara tidak mendasar melawan hukum menurut persepsi polisi.sehingga materi menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan. maka masyarakat membelanya. Sedangkan yang lainnya. Misalnya waktu pembahasan UU Pengadilan Tipikor di DPR. berdasarkan keputusan MK. Jadi tidaklah benar jika TNI berada dibawah Dephan. KPK hanya khusus menanggani pemeriksaan tindak pidana korupsi keempat lembaga tadi. dikira Polri langsung dibawah Presiden. Presiden sebagai Panglima Tertinggi TNI. Apa ini tidak menjadi sumber masalah hukum dikemudian hari ? Sistem penegakan hukum kita sekarang lagi kacau. Misalnya masalah logistik. bukan Menhan. TNI tidak berada dibawah Dephan tetapi Presiden. koordinasi dengan Departemen. Jadi di kalangan pejabat. tetapi dia kena getahnya karena harus bertanggungjawab. supaya jangan terlalu banyak perkara yang ditangganinya. siapakah dalang kasus KPK vs Polri yang semakin ruwet seperti sekarang ini ? Saya tidak percaya ada dalangnya. Panglima TNI berada dibawah Presiden. dan teladan masyarakat. bagaimana komentar anda ? Polisi dan TNI dibawah Presiden. termasuk memperbaiki kejaksaan. itu berlaku buat semua termasuk peneliti dan dosen seperti saya. Perubahannya hanya tambal sulam seperti soal usia dan gaji hakim agung. sebab ini kebobrokan lama. Manajemen pemerintahan seharusnya dibagi habis dimana koordinasinya dengan Menteri. harusnya sekarang koordinasinya dengan Depdagri atau Depkumham. Makanya jabatan itu jangan dinikmati. kehakiman dan kepolisian. Dalam sejarah. Tetapi masyarakat dan LSM marah. atau kedua-duanya dimana aspek keamanan koordinasinya dengan Depdagri dan hukum dengan Depkumham. tetapi pejabatnya tidak mengerti peta jalan perbaikan kearah mana. Sebenarnya bisa kalau dibenahi. akuntabel. KPK cukup menanggani tindak pidana korupsi dan suap terhadap penegak hukum seperti jaksa. Tetapi karena KPK dikeroyok ramai-ramai. sedangkan lainnya dapat ditanggani Kejaksaan. masak semua harus ditanggani Jaksa Agung. Tetapi karena Menko Polkam tidak memiliki aparat teknis. Tetapi jaksanya harus diawasi supaya tidak melakukan suap dan tidak ada lagi mafia. MPR memandatkan kekuasaan untuk menciptakan birokrasi yang transparan. Jadi kita harus membangun sistim hukum. bersih. Misalnya. maka harus menyampaikannya ke DPR. Jadi kasus-kasus besar terjadi di zaman Antasari. Kapolripun demikian. Polisi tidak mau karena tidak merasa dibawahnya. Jadi yang begitu kasusnya tidak bermutu dan hanya menimbulkan perasaan tidak adil bagi masyarakat. Kalau memang hal itu dapat dilaksanakan. Karena dia hanya memperoleh keputusan politik dari Presiden untuk perang atau damai. Kalau jumlah adalah cara berfikir demokratis dimana makin banyak makin baik. Mengapa tidak ada pejabat di Indonesia yang melakukan kesalahan seperti Kapolri dan Jaksa Agung. Memperbaiki KPK dengan mengevaluasi kekurangannya. Hubungan TNI dengan Dephan bukan atasan dan bawahan. sehingga usaha untuk mengurangi peran KPK memang sudah ada. Sesudah itu muncul kasus Bibit-Chandra. Kalau ada yang mengatakan polisi menjadi arogan karena langsung dibawah presiden. perencanaan penegakan hukum pertahun dan anggarannya. Jadi ke depan lebih baik Polisi koordinasi dengan Depdagri untuk keamanan dan Depkumham untuk penegakan hukum. sedangkan Kapolri. Tetapi KPK jangan dibubarkan. karena ada Pengadilan Khusus Tipikor. ketata laksanaan. Apa tidak bisa perkara ke MA dibatasi jangan terlalu banyak. yang penting mendorong tegaknya hukum untuk memperbaiki keadaan. Namun karena sudah menjadi isyu nasional. cuma koordinasinya dengan Menteri. dan bertanggung jawab. Saya kira Kapolri dan Jaksa Agung tidak merasa bersalah. Karena semua tidak suka. Beberapa upaya kebijakan strategis diambil untuk menjalankan target reformasi tersebut. Beberapa lembaga dilibatkan sebagai obyek reformasi tahap awal. Menurut anda. Jadi seharusnya hanya kasus berskala besar saja yang ditanggani KPK. Saya sebagai dosen terpaksa mengamen kesana kemari karena memang penghasilannya belum mencukupi sebagai guru besar. lantas dengan perasan malu mengundurkan diri. Birokrasi diharapkan menjadi pelayan masyarakat. Mengenai MA. itu kan proses hukum yang normal. Semuanya tergantung pada Presiden SBY sebagai policy maker. Pemerintah dan DPR hampir sepakat wewenang KPK dikurangi sehingga tidak memiliki kewenangan menuntut. Seharusnya ada agenda yang harus diperbaiki. Jaksa Agung dan Panglima TNI pejabat teknisnya.

Faktor kontrol internal organisasi kini menjadi pertanyaan. klien yang mereka layani bukan hanya kalangan . Apalagi dalam kenyataannya permintaan peningkatan pelayanan seperti tidak pernah berhenti (Nielsen. Masih ada faktor lain yang menyebabkan mereka berbuat demikian. namun terjadi pula di daerah. yakni karena tingkat kontrol organisasi dan karakteristik klien. Mereka berada dalam situasi oportunistik membutuhkan kepastian hukum yang menguntungkan dirinya. dan reformasi ketatalaksanaan dalam beberapa tahun terakhir. Terjadi konflik antara pembuat kebijakan dan birokrasi bawahan sebagai pelaksana kebijakan. yakni sebagai upaya untuk keluar dari situasi frustratif antara besarnya permintaan pelayanan dan keterbatasansumber daya yang dimiliki. pegawai Kejaksaan. Birokrasi bawahan Dalam kajian teoretis. pengembangan sumber daya manusia. Kejaksaan. Artinya. yang melibatkan aparat Direktorat Jenderal Pajak. praktek diskresi birokrasi bawahan tidak hanya terjadi di pusat. gaji besar bukan merupakan faktorfrustratif yang menjadikan para markus tersebut melakukan diskresi bagi pihak-pihak yang beperkara. MA. keberadaan inspektorat di masing-masing lembaga itu tidak berhasil mencegah dan mendeteksi praktek diskresi tersebut. 2006). teori tersebut relatif gagal menjelaskan fenomena markus. Karya seminal Iipsky (1980) menjelaskan bahwa birokrasi bawahan mempraktekkan pemberian diskresi atas dispensasi manfaat atau alokasi sankksi. Hal terakhir cukup relevan menjelaskan praktek markus karena pihak yang be-perkara memiliki karakteristik yang khusus. Ada persoalan yang perlu dicari penyebab dan jalan keluarnya sehingga lembaga kontrol internal MA.Lipsky kemudian berargumen bahwa praktek birokrasi bawahan tersebut merupakan mekanisme untuk mengatasi situasi yang sulit {coping mechanism). Gaji seorang pegawai Ditjen Pajak setelah perbaikan remunerasi jumlahnya berkali-kali lipat lebih besar dari gaji pegawai di daerah yang berposisi sama dan sebagai ujung tombak pelayanan publik pula. dan Ditjen Pajak telah mengalami perbaikan remunerasi. Faktanya. Kejaksaan. Scott (1997) menyebut dua faktor lain yang men-determinasi para birokrat bawahan untuk melakukan diskresi. Menariknya. MA. meman tik keraguan publik. Praktek markus terjadi dalam sebuah relasi tidak sehat antara pelayan dan yang dilayani (klien). dan kepolisian dapat mencegah praktek birokrasi bawahan yang menyimpang. Reformasi birokrasi dianggap tidak membuahkan hasil. Artinya. Di satu sisi para legislator dan pembuat kebijakan lainnya berupaya menciptakan tujuan-tujuan ideal ke dalam peraturan. Kementerian Keuangan.makelar kasus (markus). fakta markus merupakan bagian dari praktek birokrasi bawahan [street-level bureaucracy). Hanya. serta kepolisian. Bila sumber daya yang dimaksud berkaitan dengan fasilitas institusi dan gaji. Di sisi lainnya birokrasi bawahan berjalan dengan kepentingannya sendiri untukmemanfaatkan akses langsungnya terhadap klien. Bahkan telah menegasikan perbaikan remunerasi yang dianggap obat mujarab untuk menekan penyimpangan. Maka diskresi peraturan yang dipraktekkan birokrat bawahan menjadi lazim.

Lebih jauh lagi. Para pegawai negeri sipil yang semestinya netral terlibat dalam aksi saling dukung para pejabat kepala/wakil kepala daerah {incumbent) atau bahkan keluarganya yang mencalonkan diri. pemerintah perlu mengantisipasi merosotnya kepercayaan politik (political distrust) publik. Kepercayaan politik Bahaya politik yang mengancam kegagalan reformasi birokrasi yang dibanggakan pemerintah adalah munculnya gejala nihilisme pada masyarakat. Meskipun belum terakumulasi secara massal. Padahal belum tentu demikian karena masih ada beberapa kemajuan atas upaya-upaya reformasi tersebut. Sayangnya dilakukan secara menyimpang. Para birokrat bawahan tersebut melakukannya dalam dua modus. yakni timbulnya persepsi massal yang menganggap bahwa perubahan birokrasi tidak ada hasilnya.masyarakat bawah yang membutuhkan pelayanan. Ia berasumsi bahwa kumpulan individu yang merasa dirugikan oleh praktek diskresi birokrat bawahan bisa mengorganisasi aksi bersama. publik semakin menurunkan kepercayaannya {distrust) terhadap pemerintah. Mereka setia untuk mendampingi dan membantu para incumbent menjalankan kampanye politik secara tidak langsung. para pegawai negeri ikut memposisikan diri dan mendukung setiap kebijakan dan program kepala daerah atau wakil kepala daerah guna mendapat kredit politik dari publik. tapi juga para elite yang membutuhkan dukungan politik. Apalagi ditunjang pesatnya perkembangan teknologi informasi yang memudahkan antarindividu untuk saling terkoneksi senasib-sepenanggungan. Setiap upaya perubahan yang dilakukan dianggap hanya tambal sulam. potensi aksi-aksi kolektif tersebut sudah diperkirakan oleh Lipsky (1980). Dikhawatirkan akan terjadi penarikan legitimasi publik terhadap pemerintah (legitimacy rush) secara cepat Terutama bila publik tidak melihat perbaikan signifikan terhadap persoalan ketidakadilan yang dilakukan para markus dan praktek menyimpang birokrasi bawahan lainnya. di daerah terjadi praktek makelar politik. termasuk didaerah. Kemudian birokrasi bawahan berupaya menerjemahkan sendiri kebijakan tersebut. Modus lainnya berupa pengumpulan dukungan secara langsung. Entitas terkaitAgenda | Apalagi | Bahaya | Birokrasi | Dikhawatirkan | Faktor | Gaji | Gejala | Iipsky | Karya | Kebijakanyang | Kejaksaan | Kementerian | Kepercayaan | Lipsky | Mahkamah | Memasuki | Modus | MPR | Padahal | . Meski belum terorganisasi. Saat ini mulai terungkap praktek pegawai negeri yang mengumpulkan dukungan bagi para keluarga incumbent yang mencalonkan lewat jalur perseorangan. karena publik tidak percaya pada perubahan-perubahan mendasar untuk memperbaiki birokrasi.Memasuki masa pemilihan kepala daerah (pilkada) 2010. praktek diskresi para birokrat bawahan merupakan buah dari konflik kebijakan antara pembuat dan pelaksana kebijakan. Pertama. Tidak dimungkiri. Gejala menurunnya kepercayaan terhadap pemerintah mulai terlihat dari seruanseruan sejumlah pihak untuk memboikot kewajiban membayar pajak. Kebijakanyang tidak antisipatif dan prospektif terhadap kondisi di lapangan menyebabkan kegagalan implementasinya.

vonis 20 tahun penjara merupakan pemecahan rekor sebagai vonis tertinggi di Pengadilan Tipikor. vonis yang dijatuhkan hakim Pengadilan Tipikor itu patut mendapat apresiasi. 05 September 2008 Pintu Masuk Usut Sjamsul Nursalim Jaksa terdakwa penyuapan dan pemerasan Urip Tri Gunawan divonis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan hukuman 20 tahun penjara. dan Ditjen Pajak telah mengalami perbaikan remunerasi. pada satu sisi. Kejaksaan. tapi juga para elite yang membutuhkan dukungan politik. Vonis 20 tahun penjara yang dijatuhkan hakim lebih tinggi daripada tuntutan jaksa yang hanya 15 tahun penjara.000 dan dari Glenn Muhammad Surya Jusuf melalui pengacaranya. MA. dan kepolisian dapat mencegah praktek birokrasi bawahan yang menyimpang. sangat melegakan dan memberi angin segar bagi upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Bila sumber daya yang dimaksud berkaitan dengan fasilitas institusi dan gaji. . Urip dinyatakan terbukti menerima uang terkait dengan jabatannya sebagai anggota tim jaksa penyelidik perkara BLBI.Memasuki masa pemilihan kepala daerah (pilkada) 2010.Lipsky kemudian berargumen bahwa praktek birokrasi bawahan tersebut merupakan mekanisme untuk mengatasi situasi yang sulit {coping mechanism). Vonis untuk Urip Tri Gunawan Jumat. Ada persoalan yang perlu dicari penyebab dan jalan keluarnya sehingga lembaga kontrol internal MA. Sebagaimana diketahui. vonis tertinggi yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor adalah 10 tahun penjara dalam kasus pengadaan helikopter dengan terdakwa Abdullah Puteh (gubernur nonaktif NAD). Juga denda Rp 500 juta untuk mantan ketua tim jaksa penyelidik perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). termasuk didaerah. pegawai Kejaksaan. di daerah terjadi praktek makelar politik. Kementerian Keuangan. Dikhawatirkan akan terjadi penarikan legitimasi publik terhadap pemerintah (legitimacy rush) secara cepat Terutama bila publik tidak melihat perbaikan signifikan terhadap persoalan ketidakadilan yang dilakukan para markus dan praktek menyimpang birokrasi bawahan lainnya. Padahal. dan reformasi ketatalaksanaan dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya. klien yang mereka layani bukan hanya kalangan masyarakat bawah yang membutuhkan pelayanan. yakni timbulnya persepsi massal yang menganggap bahwa perubahan birokrasi tidak ada hasilnya. pengembangan sumber daya manusia. Pada sisi lain. Dia dinilai menerima uang dari Artalyta Suryani USD 660. Selain itu. JPU menuntut Urip 15 tahun penjara. maksimal yang bisa dijatuhkan hakim adalah 20 tahun penjara atau seumur hidup. Menariknya.Praktek | Reformasi | Sayangnya | Scott | Terdapat | Terutama | Wawan | Direktorat Jenderal | Ditjen Pajak | Kementerian Keuangan | Implikasi Politik Markus | Tap Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VI Tahun | Ringkasan Artikel Ini Maka diskresi peraturan yang dipraktekkan birokrat bawahan menjadi lazim. Kepercayaan politik Bahaya politik yang mengancam kegagalan reformasi birokrasi yang dibanggakan pemerintah adalah munculnya gejala nihilisme pada masyarakat. Reno Iskandarsyah. yakni sebagai upaya untuk keluar dari situasi frustratif antara besarnya permintaan pelayanan dan keterbatasansumber daya yang dimiliki. dalam sidang 22 Agustus 2008. Vonis yang dijatuhkan. Rp 1 miliar.

satu-satunya harapan penuntasan korupsi BLBI hanya ada pada KPK. Setiawan Haryono dalam kasus korupsi BLBI yang awalnya dituntut enam bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan justru divonis lima tahun penjara. Sebab. Penjatuhan vonis hakim yang lebih tinggi daripada tuntutan jaksa merupakan suatu hal yang biasa dalam praktik penanganan perkara korupsi di pengadilan (umum maupun tipikor). Pertama. Dengan demikian. secara keseluruhan. Kedua. Keempat. Nama baik institusi kejaksaan menjadi sangat tercemar akibat praktik suap-menyuap yang dilakukan Urip. sidang terhadap Urip (dan Artalyta Suryani) menegaskan banyak sinyalemen publik tentang indikasi permainan di balik penanganan korupsi BLBI. Fakta-fakta hukum yang terungkap dalam sidang dengan kedua terdakwa tersebut seharusnya dilihat sebagai poin penting bahwa suap USD 660. Contohnya. bandingkan dengan pengadilan umum yang hanya 1. belum ada koruptor yang divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor. namun akhirnya divonis hakim Pengadilan Tipikor tujuh tahun penjara. Catatan Indonesia Corruption Watch (ICW) selama dua tahun terakhir (2007-2008). Urip tidak kooperatif dan berbelit-belit. Adanya fakta suapmenyuap yang dilakukan Urip dengan Artalyta terkait dengan penanganan korupsi BLBI Sjamsul Nursalim telah memenuhi alasan bagi KPK (sebagaimana diatur dalam pasal 9 dan 68 UU No 30 Tahun . Terungkapnya praktik penyuapan yang melibatkan ketua tim BLBI itu. vonis 20 tahun penjara sudah selayaknya diberikan terhadap Urip didasarkan pada beberapa alasan. mantan menteri kelautan. Dalam pemeriksaan dan sidang. kejaksaan merupakan tulang punggung upaya pemberantasan korupsi yang sedang diusung pemerintah. hingga sidang akan berakhir. Ketiga. berbeda dari pengadilan umum yang telah menjatuhkan vonis bebas terhadap 438 pelaku korupsi. Pemberian vonis yang berat bagi Urip diharapkan bisa menjadi terapi kejut (shock therapy) bagi aparat penegak hukum lainnya. sebagai aparat penegak hukum. berdampak pada menurunnya kepercayaan publik kepada kejaksaan pada tingkat yang paling rendah. Jusuf (mantan ketua BPPN). ketidakpercayaan publik terhadap kejaksaan harus diartikan pula sebagai ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah yang dipimpin SBY-Kalla. khususnya jaksa. secara lebih luas. Saat ini. selama sidang. Dalam sejarahnya. perbuatan terdakwa telah mencermarkan institusi kejaksaan.000 itu bukanlah pemberian yang berdiri sendiri. Rokhmin Dahuri. Atau. selama tidak melebihi ancaman pidana sebagaimana pasal UU Korupsi yang didakwakan oleh jaksa. yang dituntut jaksa enam tahun. Meski fakta-fakta dalam sidang menyebutkan adanya komunikasi antara Artalyta dengan Urip dan pemberian uang suap terkait dengan pemeriksaan kasus korupsi BLBI. untuk tidak melakukan tindakan menyimpang serupa pada masa mendatang.Namun. khususnya yang melibatkan Sjamsul Nursalim. Sjamsul Nursalim (pemegang saham BDNI). vonis yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor itu cukup memberikan efek jera dan rata-rata lebih tinggi daripada vonis perkara korupsi yang dijatuhkan pengadilan umum.4 tahun penjara. Urip tetap bersikukuh bahwa uang dari Artalyta itu merupakan pinjaman untuk usaha perbengkelan. tapi merupakan imbalan yang berhubungan dengan penghentian penyelidikan kasus BDNI-BLBI II. Urip seharusnya mengerti hukum (dan tindakan korupsi) serta menjadi teladan bagi masyarakat. serta sejumlah petinggi Kejaksaan Agung. tidak ada ketentuan yang dilanggar bila vonis yang dijatuhkan hakim lebih berat daripada tuntutan jaksa.6 tahun penjara untuk pelaku korupsi. vonis rata-rata di Pengadilan Tipikor adalah 4. kenyataannya. Layak Meski mengundang perdebatan. bukan sebaliknya justru menjadi pelanggar hukum dan pelaku korupsi. Urip juga terkesan menutupi keterlibatan petinggi di Kejaksaan Agung. hakim tidak terikat terhadap jumlah tuntutan hukuman yang diajukan jaksa penuntut umum. Selain itu. Faktafakta sidang dan penjatuhan vonis bersalah terhadap Urip setidaknya bisa menjadi pintu masuk bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangani kasus korupsi BLBI yang melibatkan Glenn M. Pintu Masuk Selain penjatuhan hukuman terhadap Urip.

secara umum kepuasan masyarakat terhadap kinerja menteri-menteri tersebut cenderung turun. Jika dibandingkan dengan jajak pendapat untuk hal yang sama pada bulan Juli 2010.2002 tentang KPK) untuk mengambil alih kasus korupsi BLBI. Beberapa menteri. di antaranya Menteri Dalam Negeri. Pada bulan Juli 2010. Beberapa menteri tercatat mengalami penurunan kepuasan publik yang cukup signifikan. Emerson Yuntho. tidak cukup signifikan dan rata-rata masih berada di bawah kisaran 50 persen dukungan kepuasan publik. Menteri Komunikasi dan Informatika. terutama bertepatan dengan setahun masa pemerintahannya pada 20 Oktober mendatang. Kelautan dan Perikanan. Bahkan. hasil evaluasi kabinet yang dilakukan oleh Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan atau UKP4 menyatakan kinerja 25 persen kementerian mengecewakan. Menteri Riset dan Teknologi. serta Menteri Lingkungan Hidup. dan Menteri Perhubungan. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. hasil evaluasi UKP4 tersebut sejalan dengan hasil jajak pendapat Litbang Kompas yang menyiratkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja menteri secara umum. Menteri Perindustrian. belum tampak tanda-tanda mereka mampu mengatasi berbagai persoalan krusial yang dihadapi bangsa ini. Menteri Luar Negeri. Kebudayaan dan Pariwisata. anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) di Jakarta Kepuasan terhadap Kinerja Menteri Merosot11 Oktober 2010 OLEH PALUPI PANCA ASTUTI Meskipun sudah hampir setahun para menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu jilid II bekerja. Pendidikan Nasional. Meski demikian. terdapat kecenderungan menurunnya kepercayaan kepada para menteri. Hasil evaluasi UKP4 itu tampaknya akan mendorong Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan evaluasi kinerja para menterinya. Rata-rata kepuasan terhadap kinerja menteri-menteri berada di bawah 50 persen (lihat grafik). Menteri Pertanian. kecuali terhadap menteri-menteri seperti Perdagangan. Agama. Hanya Menteri Perdagangan yang tak mengalami perubahan. Menteri Sosial. yang ditandai dengan merosotnya kepuasan responden. walaupun ada yang mengalami kenaikan. Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sempat mengatakan bahwa evaluasi yang akan dilakukan Presiden nanti tidak selalu berarti adanya reshuffle atau penggantian menteri. Hal itu dikatakan Ketua UKP4 Kuntoro Mangkusubroto. Menteri Pertahanan. Tidak buru-buru . serta Pemuda dan Olahraga. Sebenarnya. Menteri-menteri lain yang juga dipandang merosot adalah Menteri Kesehatan. Menteri Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Di antara menteri yang dianggap perlu diganti saat itu adalah Menteri Pendidikan Nasional. Namun. tiga nama diberhentikan. Perombakan kabinet yang dilakukan SBY pada tahun pertama pemerintahannya pada waktu itu adalah reshuffle terbatas dengan merotasi dan mengganti beberapa menteri.Meskipun opini negatif dialamatkan ke hampir semua menteri. Saat itu. Penggantian beberapa anggota kabinet menjelang tiga tahun pemerintahan SBY itu juga didukung masyarakat. bukan tidak mungkin untuk mengganti menteri. Kondisi berbeda terjadi menjelang akhir tahun 2005. Tampaknya. setahun pertama Kabinet Indonesia Bersatu I bekerja. Ungkapan tersebut disampaikan sebagian besar responden (43. perombakan anggota kabinet terjadi lagi. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Ekonomi dan keamanan Setelah satu tahun berjalan. masih menjadi kekhawatiran terbesar publik. dan Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf. Hingga tiga bulan terakhir. sebulan sebelum reshuffle dilakukan. apakah hal yang sama akan terjadi pada anggota Kabinet Indonesia Bersatu II? Bisa ya bisa tidak.2 persen) jajak pendapat Litbang Kompas. Empat menteri dan satu pejabat setingkat menteri dicopot serta dua menteri dirotasi. Kenaikan tarif dasar listrik yang mengakibatkan kenaikan harga bahan pokok berlanjut dengan rutinitas kenaikan harga pada bulan puasa dan Lebaran. Alwi Shihab (Menko Kesra). Meskipun sikap publik belum mengkristal menjadi tuntutan terhadap adanya perombakan kabinet saat ini. dan Andung Nitimihardja (Menteri Perindustrian). Setidaknya. tiga nama masuk menjadi menteri. serta Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh. ketidakpuasan publik atas kinerja pemerintahan Presiden SBY masih menjadi batu sandungan yang cukup berarti. khususnya kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. Ketika itu sebagian besar responden (69. Kepuasan yang menurun adalah pertanda yang lebih nyata akan adanya persoalan. mayoritas responden (80 persen) jajak pendapat Litbang Kompas menyatakan setuju adanya penggantian menteri. publik cenderung tidak terburu-buru ”menghukum” dengan mengusulkan penggantian sosok baru sebagai pengganti menteri-menteri saat ini. problem di bidang perekonomian. pada Mei 2007. Menteri Negara BUMN Sugiharto. Menteri Perindustrian.2 persen) dalam jajak pendapat Litbang Kompas menginginkan terjadinya reshuffle atau penggantian menteri-menteri kabinet. Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin. serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. dan tiga nama dirotasi posisinya. Dua tahun kemudian. Tiga nama yang keluar dari kabinet adalah Jusuf Anwar (Menteri Keuangan). saat ini wacana tuntutan penggantian menteri tidak terlalu kencang berembus ke masyarakat. sikap publik pun mungkin saja berubah. . Jika reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu I terjadi dua kali dalam lima tahun. Empat menteri yang dicopot dalam perombakan kabinet kedua adalah Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra. Apabila kondisi yang dikeluhkan masyarakat tidak kunjung membaik.

2 persen) merasa tidak puas dengan kinerja para menteri. Sebagian besar responden (65. tapi di rindu” Belakangan. FORUM memperkenalkan sejumlah hakim agung yang berpeluang menggantikan Bagir Manan. Marianna justru menolak. meski bunga acuan Bank Indonesia rendah. setidaknya akan dapat menghapus keraguan terhadap kemampuan para penggawa negara dalam menjamin rasa aman di masyarakat. kinerja para menteri di bidang politik dan keamanan juga menyiratkan ketidakefektifan. May 21. Mahkamah Agung terus menjadi sorotan. wakil Ketua MA : “Pengadilan Dibenci. Jika dapat segera dibenahi. tak berambisi menjadi Ketua MA. harga bahan pokok tetap tidak banyak turun. Meskipun industri semakin berkembang. Di antara nama-nama yang muncul.4 persen) menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja para menteri perekonomian. ada seorang wanita. Oleh sebab itu. Edisi lalu.sebulan setelah masa Lebaran. persoalan kedua setelah ekonomi yang paling mendesak segera ditangani menurut responden adalah masalah keamanan. Nyatanya. Meskipun operasi pasar bahan pokok digelar di mana-mana. Negara dianggap lengah dan lalai dalam menjaga keamanan warga negaranya. . diajukan sebagai calon pengganti Bagir. Kondisi itu membuat sebagian masyarakat meragukan kemampuan kinerja para pembantu presiden. Apalagi periode kepemimpinan Bagir Manan sebagai Ketua MA bakal segera berakhir. masih banyak angkatan kerja yang tidak terserap pasar tenaga kerja. khususnya di bidang politik dan keamanan. Bila itu terjadi.(Litbang Kompas) Monday. peluang pergantian kepemimpinan juga makin terbuka. Selain bidang ekonomi. masyarakat masih bisa merasakan beberapa harga bahan pokok yang tetap tinggi. Ketidaknyamanan terkait persoalan keamanan pada akhirnya melahirkan rasa gundah dan ketakutan publik akan terjadinya peristiwa yang sama pada waktu mendatang. Efektivitas pengawasan dan penjagaan keamanan yang kurang memadai membuat mayoritas responden (61. Namun. wakil Ketua Mahkamah Agung Marianna Sutadi. kredit unit usaha masih sulit didapat dan bunganya cukup tinggi. 2007 Wawancara Marianna Sutadi. Dialah Marianna Sutadi yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua MA. Oleh karena itu. khususnya yang menangani masalah perekonomian. persoalan ekonomi dianggap sebagai masalah yang paling mendesak harus ditangani. Perempuan berdarah Batak ini mengajukan alasan. Kasus kekerasan horizontal antarwarga di beberapa daerah dan ibu kota negara menjadi sorotan tajam belakangan ini. Terlebih setelah adanya usulan Komisi Yudisial tentang kocok ulang hakim agung dengan alasan lembaga tertinggi yudikatif ini dianggap sudah darurat. Publik pantas kecewa dengan kinerja menteri di bidang perekonomian.

Jabatan Ketua MA adalah jabatan primes interpares. perilakunya. Tapi kini telah mengundurkan diri. Negaranya sudah maju.. baru sayalah yang pertama. Ternyata. keberatan itu disampaikan dalam wawancara dengan Irawan Santoso dari FORUM. Wakil Ketua MA itu memilih menggunakan hak jawab.. Untuk duduk menjabat posisi wakil Ketua MA saja. Terus terang. Tapi. pasti dia tidak akan dihormati anggotanya. Amerika sendiri belum pernah ada pimpinannya yang perempuan. sumbangan Marianna tak hanya itu saja..Sebagai salah satu penguasa yudikatif. Mengapa? Lihat saja pengadilan di Inggris. Di Amerika juga hakimnya tetap pakai toga. Orang melihat bahwa jabatan itu banyak. Sempat memang mereka memiliki satu orang hakim agung perempuan. Marianna juga menceritakan "dapurnya" selama mengabdi di MA. Mengapa dituakan? Karena kemampuannya. Termasuk jabatan Wakil Ketua MA ini.13) ". sejak Indonesia merdeka. Bahkan untuk badan peradilan. Termasuk perkembangan terakhir yang terjadi di lembaga benteng terakhir keadilan itu. . Mungkin orang lain tidak tahu. Rabu pekan lalu.sudah siap dana dan dukungan dari para hakim agung lain untuk menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung". tapi hakimnya tetap pakai wig. Buat apa itu? Karena memang pengadilan itu konvensional. Dituakan karena semua lama. kata-kata 'dengan menyiapkan dana' itu sangat menyinggung sekali. Karena ini memang jabatan yang sulit. Marianna tentu saja mengerti keberatannya itu bisa saja dilampiaskannya lewat jalur pidana maupun perdata. ternyata dia lebih mengikuti mekanisme yang tertuang dalam UU no. Karena itu. Berikut petikan wawancaranya: Anda keberatan dengan poin mana? Tentang tulisan (FORUM edisi No. dia agak konvensional.. Fakta ini tentu menggembirakan. untuk saya. Pasalnya pucuk pimpinan MA saja sudah melestarikan penggunaan hak jawab dalam menyelesaikan sengketa pemberitaan pers. integritasnya. Tapi MA sebagai badan peradilan. saya tidak pernah bertemu siapa pun yang menunjukkan saya berambisi menjadi Ketua MA. Kalau seorang Ketua MA tidak memenuhi persyaratan itu.38 hal. 40 tahun 1999 tentang Pers. Semoga ini bisa menjadi ‘jurisprudensi' bagi penyelesaian sengketa pers kedepannya.

bisa menyelesaikan tugas saya yang saya impiimpikan ini. Jakarta Itu rumah jabatan kompleks menteri.Toyota Camry. Jadi secara alamiah akan menurun. Kita lihat di negara lain misalnya. wong suami saya sudah pensiun kok. apa saja yangAnda lakukan? Saya memang sempat pergi ke Jepang. Karena kesepakatan mediasi itu kan dibuat para pihak. Secara tidak langsung akan membatasi perkara-perkara kasasi. saya sangat mensyukuri ini dari Allah SWT. apakah orang yang sampai hari liburnya dikorbankan. uang bermain dan lainnya. terjadi keributan antara orang kulit hitam dan kulit putih. Hanya itu saja. ini yang penting agar publik tahu. Saya hanya memikirkan agar bisa selamat. Tapi presiden mereka berkata.Dengan jabatan seperti ini. Karena saya memang menangani bidang yudisial. bagaimana sebenarnya keseharian Anda? Menduduki posisi Wakil Ketua MA. Sebenarnya mimpi-mimpi saya banyak. Tentu saya ingin agar hakim-hakim kita itu betul-betul dapat menjadi hakim yang dihormati karena putusannya. advokat. betapa pentingnya mediasi itu. Anda mengorbankan hari libur untuk bekerja? Nah. Tujuannya untuk dibahas guna dibuat sebuah peraturan MA. Menyelesaikan perkara dengan singkat. Hari libur. Nah. jangan dikira kalau saya ke luar negeri itu untuk berjalan-jalan belaka. profesionalitas ditingkatkan. Keduanya itu orang kulit putih. Bukan hanya untuk hakim. Mobil yang saya pakai. Kalau para pihak sudah setuju. Waktu itu sebenarnya tidak pantaslah pimpinan MA untuk ikut. Kuncinya. Jadi tak ada lagi yang perlu diurus. Untuk merangkul agar kita punya pandangan sama. Seperti itulah yang jadi mimpi saya. tidak akan ada yang bilang itu putusan direkayasa. Bahkan Sabtu pekan ini saya berangkat ke Kalimantan. red) yang mewajibkan para pihak yang berperkara untuk mengutamakan mediasi. Anak-anak saya sudah berdiri sendiri. Nah. tidak usah banding atau kasasi. Saya mau apa lagi? Saya tidak punya pikiran lain-lain lagi kecuali bekerja. Tapi memang itu belum berjaIan. masih diragukan juga integritasnya? Masa sih masih cari dana. Hari libur saya itu sengaja saya pakai. bayangkan! Mengapa saya bisa begitu. Untuk itu pula. Orang kulit hitam yang didakwa membunuh mantan istrinya dan pacar mantan istrinya. Yaitu antara Wakai dan Chotei. LSM. Nah. Kenapa? Karena membicarakan mediasi. Denpasar Raya. Karena putusan itu. Kabarnya Anda sering berpergian ke luar negeri. Oleh pengadilan di sana dibebaskan. Jadi. Sekarang sudah ada PERMA (Peraturan MA. Dalam kasus OJ Simpson di Amerika. LBH dan lainnya. Konsep itu memang banyak juga yang menolak. maka saya khusus menjadikan putusan hakim agar benar-benar memenuhi rasa keadilan. Saya tinggal di JI. sampai ke akhir masa jabatan. Di sana bertemu dengan seluruh hakim se-Kalimantan. hari Minggu lalu saya pergi ke Semarang. Itu bukan pekerjaan gampang. Itu kan berarti menggunakan waktu keluarga. . kita harus tunduk pada putusan pengadilan. kondisi itu bisa dicapai di sini. Makelar perkara juga bisa dihindari. Itulah terobosan yang saya inginkan sekarang ini. lalu dibuat putusan perdamaian. tapi juga akademisi. kasus ini yang ingin saya ambil. Di sana melakukan sosialisasi terhadap sistem mediasi itu. Tujuannya untuk mendamaikan pihak yang berperkara di pengadilan. Itu setara dengan mobil jabatan yang dipakai menteri. Para pihak juga pasti senang.

Nah. Ketika masuk.. Hasilnya juga bukan malah meluruskan keadaan. Semua manusia perlu udara. Pengadilan Negeri (PN)-nya dirusak orang. Mestinya kan turun. mengapa bukan samasama kita memperbaikinya. Maka mereka berteriakteriak meminta agar truk-truk itu dikembalikan dan terdakwa dibebaskan. hanya untuk meluruskan keadaan. ha . Kemarin saya ke Semarang.. dengan lagu. Hanya. Sebetulnya sasaran utamanya bukan pengadilan. Saya katakan. tidak ada manusia yang menghargai udara. Jadi semua orang memerlukan pengadilan. Tapi mari kita lihat. Jumlah perkara yang masuk ke PN senantiasa meningkat.Apa agenda Anda pergi ke sana? Karena di sana ada masalah. tapi kantor polisi. "Saya tidak berkomentar". Beberapa pekan lalu. maka kaca-kaca pengadilannya dipecahkan. Lalu di bawahnya dicantumkan bahwa saya tidak mengakar. Jadi untuk apa? Wong yang diminta komentar kok. Tapi bukan dibakar pengadilan itu. baru orang-orang repot. Karena itulah saya ke sana. Sebelumnya Anda mengatakan. Karena tidak bisa. Itu sah-sah saja. bagaimana komentarnya tentang pemeriksaan Ketua MA? Selalu saya menjawab. Karena sudah terlalu banyak orang berkomentar. Karena di sana kan ada penjagaan. mengapa barang bukti seperti itu mesti kita yang simpan. intinya satu. ha. apa tanggapan Anda terhadap hal ini? Saya senang sekali menjawabnya. Tidak ada yang bisa memutus suatu sengketa selain pengadilan. kalau saya tarik kesimpulan dari penanya-penanya itu. Jadi hilanglah. Begitu ada polusi. mereka mengambil barang bukti kasus lain. di PN itu lagi disimpan truk-truk illegal logging. Terhadap kondisi hukum kita sekarang. Kalau saya dibilang cenderung menghindar. bahwa kepercayaan kepada pengadilan menurun jumlahnya.. Orang bisa mengatakan saya cantik. Anda terkesan sama sekali tidak melakukan pembelaan. Padahal waktu itu. Karena memang risikonya besar. kalau seandainya gedung pengadilan kita kecil. Bisa dititipkan di kejaksaan atau di polisi. Pada waktu normal. Marilah kita sama-sama memperbaiki kekurangan. 14red) di atasnya dikatakan. Makin mericuhkan keadaan. Tapi bukan karena saya ingin menyelamatkan orang lain. Saya ingin sampaikan. pengadilan tidak bisa melakukan itu. ditangkap . benarkah begitu? Tidak mengakar? Seyogianya terhadap penilaian seperti itu. ternyata massa masuk keruangan pengadilan. Padahal kalau di tulisan itu (FORUM edisi No.. Anda tidak mengakar di kalangan hakim agung MA. saya agak bingung. memberikan penjelasan pada pers misalnya? Banyak wartawan yang datang kepada saya. Ini kan kontradiksi. Memang tidak gampang kan jadi hakim? Ada yang mengatakan. 38 hal. hakim PN Jakarta Selatan.. buruk juga bisa. Semua orang berduyun-duyun bagaimana mengatasi pencemaran itu. memang menghindar. saya tidak wajar berkomentar. Ada diskusi panel. kalau itu yang kita rasakan sekarang. Penilaiannya dari mana? Ha . Pembicaranya dari beberapa kalangan. Bukan dengan menghujat atau membakarnya. Nah. Tapi kok jumlah perkara naik. Waktu MA diserang terus-menerus. Itu kan seperti udara (Marianna menghirup udara dalam-dalam). kepercayaan terhadap pengadilan menurun.. Tidak barus. ketika petugas pengadilan sedang mengambil kunci. banyak yang malah tidak percaya lagi terhadap pengadilan. Jadi kondisi ini mirip. "Saya sebelumnya didaulat oleh para hakim agung untuk jadi wakil Ketua MA". Fenomena apa ini. judulnya benci tapi rindu. Kebetulan massa yang sambil berjalan itu melewati PN. Herman Allositondi.

Hakimnya belum ada cerita. Namun kondisi sekarang sudah berubah. Kita semua tahu: BHD hendak menangkap Muchdi Pr. Lho. Yang baru tertangkap tangan kan paniteranya. ganti majelis hakimnya. Karena kita perlu public trust. Malam itu juga perintah Ketua MA kepada Ketua PN Jaksel adalah tarik semua perkara dari hakim tersebut. apa tidak ketuanya saja. red). nanti dikira orang tidak bekerja.Kejaksaan. saya yang memerintahkan. Cuma selama ini tidak kita lakukan terbuka seperti itu. Karena itu Jaksa Agung mohon agar petunjuk Ketua MA untuk memeriksa Herman. tolong buat surat penangkapannya segera. Nah. Tersangka pembunuh sudah ada. Saya usulkan kepada Ketua MA. Saya bilang. tidak. saya usulkan kepada Pak Ketua MA. Karena memang kalau ada kejadian begini. Setelah mendengar penjelasan dia. yang ketika itu Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia. KPN berkata. Harus semuanya diganti. Maka. Tapi masalah lain kita memang tidak umumkan. sebenarnya itu proses standar saja. dari keterangan KPN. Kemudian Jaksa Agung menelepon saya lagi siangnya. saya langsung menelepon Ketua PN Jaksel (Seodarto. kok. Saya juga bilang. Lalu Pak Ketua memanggil saya. Entah oleh siapa. Kan cepat prosesnya. Waktu itu kebetulan kita sedang rapat pimpinan. Karena dia akan segera berangkat meninjau PN di Lampung. petinggi Badan Intelijen Negara yang ditengarai terlibat kasus Munir. Hasil rekaman jelas petunjuknya (Herman terlibat). saya setuju. Berarti MA perlu public trust juga dong? Memang butuh. Polisi kabarnya sempat akan menyerah. Karena kita juga menghormati azas praduga tidak bersalah. Ketua PN Semarang yang sudah ditindak itu. Usman Hamid Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) SEKELOMPOK aktivis dan wartawan suatu hari pada Juni 2008 datang menemui Bambang Hendarso Danuri (BHD). Saya minta dia supaya sore itu agar datang untuk melaporkan. Mereka ditekan dari kiri-kanan. . Kalau kita tidak bertindak. Saya bilang.. Bambang dan beberapa perwira bawahannya mendapat teror serius. tapi tak tersentuh. waktu kejadian di PN Jaksel. Mereka menanyakan nasib investigasi kasus Muniraktivis hak asasi manusia yang tewas diracun dalam perjalanan Jakarta-Amsterdam pada 2004. ini (hakimnya) pasti terkait. Karena itu konsekwensinya luas. Lalu. majelis harus diganti semuanya. kami tidak mengumumkannya. tapi MA malah membiarkannya? Sebenarnya saya yang memerintahkan agar dilakukannya pemeriksaan itu. Setelah itu saya langsung press conference. Hanya masalah itu saja. saya bilang ini tidak bisa tidak. hakim anggotanya kita jadikan ketua. lalu perintah dikeluarkan. Esoknya Jaksa Agung menelepon Ketua MA. Tapi.

Semua bernasib sama: menggantung. termasuk tidak melakukan penyiksaan dalam pemeriksaan. Inilah kemunduran terbesar dari reformasi kepolisian. Lihat saja misalnya penanganan kasus penahanan dua pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi. Tentu saja niat itu positif meski penekanan kebijaksanaan mestinya bukan semata kehendak hati. BHD selalu menekankan apresiasinya atas dorongan LSM agar polisi mereformasi diri. Belum lagi kasus Bank Century. Muchdi ditangkap saat keluar dari lobi sebuah hotel. Adapun kisah Muchdi antiklimaks: ia dibebaskan pengadilan pada akhir 2008. Di bawah kepemimpinan BHD. Bank Indover. dan mafia pajak. yang berlarut-larut. seharusnya BHD mengambil tindakan nyata. Konon. terutama atas keberhasilannya mengungkap kasus Munir. Ketika berniat menangkap pelaku serangan terhadap aktivis antikorupsi Tama Langkun dan pelaku pelemparan bom molotov di kantor majalah Tempo. Depok. BHD ada di sana dengan wajah berkeringat dan senjata siap menyalak. Ada pula kasus rekomendasi kerja Tim 8 untuk mereposisi sejumlah pejabat kepolisian. misalnya Peraturan Kepala Polri Nomor 8 Tahun 2009 tentang implementasi hak asasi manusia yang memaksa petugas menghormati HAM. Tak lupa pula ia menegaskan kehendaknya mewujudkan harapan masyarakat terhadap penegakan hukum yang adil. polisi kini menuding kasus itu berkaitan dengan konflik . Lebih spesifik lagi. Muchdi tak melawan. Di awal kepemimpinannya. dan hak asasi manusia. Kita tahu ada klimaks dari cerita itu: BHD diangkat menjadi Kepala Kepolisian RI. Penggunaan senjata api lebih terkontrol kecuali dalam kasus perburuan teroris. melainkan perlu sikap nyata. Ada juga Peraturan Kepala Polri Nomor 7 Tahun 2008 yang meminta publik menjadi subyek aktif membantu polisi mengatasi persoalan hukum di masyarakat. Wajah para anggota tim polisi yang membekuknya tegang. Tapi yang terjadi. ia digelandang menuju markas Brigade Mobil. Kita juga ingat kasus pencopotan Komisaris Jenderal Susno Duadji dari jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal dan kehadiran Susno sebagai saksi dalam sidang kasus pembunuhan pengusaha Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa Ketua KPK Antasari Azhar dan perwira polisi Wiliardi Wizar. Jawa Barat. Paradigma peraturan ini adalah menjunjung tinggi prinsip demokrasi. Akuntabilitas juga mendapat perhatian penting. BHD bukan sosok yang tanpa visi.Kepada para aktivis. kepercayaan masyarakat kepada kepolisian sempat naik. Dia membuktikannya. Bibit-Chandra. Dibekap polisi. memperbaiki kinerja reserse dan petugas pelayanan masyarakat. kemajemukan. BHD berjanji akan mengambil risiko berat. Masaro. Namun sekarang kepercayaan itu menurun tajam dan jatuh pada titik terendah. BHD mengesahkan seperangkat kebijakan maju. Setahun terakhir. Juga rekayasa kasus Aan dan dugaan rekening gendut milik perwira tinggi yang berakhir antiklimaks. juga kejaksaan dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. alih-alih menangkap pelaku pelemparan bom molotov. mata publik terus menyoroti sepak terjang kepolisian. Kelapa Dua. Suatu petang. yang diakibatkan kasus Anggodo. ada usaha keras membenahi mindset perwira tinggi. lll SETIAP kali ada kesempatan bertemu dengan pegiat masyarakat sipil. sosok BHD yang tengah menunggu masa pensiun.

yang merujuk pada praktek permintaan dana dari pengusaha untuk memenuhi anggaran kepolisian. etika kebijaksanaan mementingkan tindakan yang bijaksana. Pemimpin politik formal harus aktif memantau dan mencarikan jalan reformasi polisi. Perubahan yang utama adalah menghapuskan off budget. Tak lagi jelas mana kawan. Dalam hal ini. praktek mencari dana untuk kebutuhan kerja polisi-sesuatu yang tak lain adalah korupsi-akan terus merajalela. Cara yang terakhir ini dipercaya telah membuat sejumlah perwira senior kecewa sehingga melakukan perlawanan diam-diam. Kepercayaan publik kian menurun dan hubungan kepolisian dan masyarakat sipil menjadi kian diametral. Perang memberantas teroris memproduksi teroris baru. Semangat dua dokumen itu bertolak belakang dengan grand strategy Polri 2005-2025 yang disusun Jenderal Sutanto. yang . termasuk dengan membangun lobi politik di luar markas polisi. Siapa yang menyusun dokumen ini? Barangkali ada perwira-perwira yang memiliki niat hitam. Di pihak lain.internal Tempo. ibarat pedang makan tuan. Perang melawan penyerang aktivis tak terdengar. Cara ini dipercaya juga dilakukan untuk mencari celah agar mereka terpilih menggantikan BHD. Saya berharap dua dokumen itu bukan merupakan sikap resmi Polri. masyarakat sipil harus memastikan bahwa soal anggaran kepolisian segera diatasi. negara harus memiliki batas waktu yang jelas kapan kepolisian dapat memperoleh 100 persen anggaran belanja bagi kebutuhan kerjanya. Dokumen "Program Kerja 2010 tertanggal 11 Juni 2010" dan "Rencana Strategis 2010-2014" yang diterbitkan pada Januari tahun lalu bahkan menyebutkan nama beberapa LSM yang dianggap merusak citra kepolisian. seharusnya ada perwira yang dibawa ke pengadilan. Jika BHD memang berkomitmen mengusut dugaan kepemilikan rekening gendut. Sebab. Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat. menghasilkan perlawanan balik dan memukul mundur pasukan yang awalnya menyerang. melainkan makin memburuk. Genderang perang yang telah lama ditabuh kini redup. Selama polisi dibiarkan bekerja dengan anggaran yang cekak. Polisi mestinya segera berbenah. Sehingga tak ada lagi jalur "A" alias Asiong dan Aliong ataupun "parman" alias partisipasi teman. Perang melawan koruptor dan mafia peradilan. arah kebijakan kepolisian ke depan bukan membaik. Mengutip Franz Magnis-Suseno. Perang melawan judi dan penyelundup kehabisan logistik dan bahan bakar. Dua dokumen "rahasia" tersebut merupakan potret yang bisa berbicara tentang mengapa dan dari mana sumber kekacauan kepolisian. Gugus kerja seperti Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan tak boleh pasif. yang akan pensiun Oktober tahun ini. bukan sekadar sikap batin. polisi kini malah memusuhi mereka. Kepala Polri sebelum BHD. bukan karena faktor "kedekatan" dengan pimpinan. Sistem pembinaan karier seharusnya dilaksanakan agar promosi perwira-misalnya untuk jabatan kepala kepolisian daerah-sepenuhnya didasari kinerja. Jika program itu dijalankan. Alih-alih merangkul kawan dari elemen masyarakat sipil. jika ya. tahun ini mestinya Polri masuk fase membangun kepercayaan (trust building). mana lawan.

pada 2009 melonjak menjadi 277 kasus dan 175 kasus di antaranya dilakukan aparat polisi. Kejadian tersebut memperburuk citra Polri dalam menjalankan tugasnya selaku penegak hukum. Timur Pradopo saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di DPR RI memaparkan 10 program kepolisian ke depan.Presiden Partai Keadilan Sejahterah (PKS) Lutfi Hasan Ikhsan menekankan Timur Pradopo membina mental dan akhlak anggotanya bila kelak dilantik sebagai Kapolri. Pengaduan.4 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya." katanya. Satuan Narkoba bersama Unit Pelayanan. Integritas dan profesionalitasnya dipertanyakan. Ini yang perlu diselesaikan di institusi Polri. Dia memberi contoh yang baru terjadi di Jambi (11/10)." kata Lutfi Hasan Ikhsan. Hasil monitoring Kontras. Lebih jauh. Presiden harus mengambil bagian agar Kepala Kepolisian tak merasa seperti "komandan yang kehilangan komando". . tak boleh dibiarkan lapuk digerogoti kepentingan jangka pendek. illegal fishing. Menurut dia. hal ini pada akhirnya nanti tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut menurun dan upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat sipil melemah. Lutfi mengatakan. Perihal itu perlu mendapat perhatian Timur Pradopo terkait dengan maraknya "perilaku miring" yang dilakukan oknum yang berada di lembaga kepolisian di Indonesia. "Adanya kejadian seperti itu dengan sendirinya membentuk opini di masyarakat bahwa rendahnya moral aparat.membawahkan bidang kepolisian. dan Penegakan Disiplin Polrestabes Makassar. Jika pada 2008 pelanggaran HAM di provinsi itu tercatat 176 kasus. pembrantasan illegal logging. Lutfi menyebutkan di Makasar juga ada anggota polisi terkait kasus narkoba. dan illegal mining. Oknum polisi berpangkat Bripda dengan inisial AR nyaris melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap remaja putri daerah tersebut. Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumut (Bakumsu) serta Security Sector Reform Community (SSRC) tercatat kasus kekerasan dan pelanggaran hak azasi manusia (HAM) pada 2009 banyak dilakukan oknum kepolisian di Sumatera Utara. Jambi (ANTARA News) . Jangan pula mereka melanggar hukum. pembrantasan preman dan kejahatan. Kasus itu meningkat 57. katanya di Jambi. Sabtu malam. menangkap anggota Samapta Polrestabes terkait kasus yang sama. Ini menjadi tanggung jawab Kapolri untuk melakukan pembinaan terhadap aparatnya. Timur di antarannya menyebutkan penyelesaian kasus-kasus yang menonjol. "Mereka itu penegak hukum.

dan kriminalisasi terhadap kasus perdata –yang semua itu dikategorikan sebagai unfair trail– juga telah menjadi catatan tersendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pada 2010. Indonesia masih kalah jauh oleh Singapura (9. ada beberapa persoalan krusial yang mengakibatkan skor IPK Indonesia tak beringsut naik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. pada level Asia Tenggara. Brunei Darussalam (5. nilai terhadap kinerja pemberantasan korupsi di Indonesia tidak berubah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. dan bina mitra.4). Data statistik tersebut bisa diartikan bahwa dalam fungsi penegakan hukum yang diwakili reskrim. (ANT-263/K004) Jumat. itu berarti kita telah melewati waktu setahun dengan sia-sia.Selain itu. 5 November 2010 Stagnasi Pemberantasan Korupsi OLEH: ADNAN TOPAN HUSODO* TRANSPARANSI Internasional Indonesia (TII) baru saja melansir hasil survei indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia 2010. manipulasi alat bukti. .106 di antara 1. Hasilnya bisa dikatakan mengecewakan. Timor Leste. Filipina. Di sisi lain.8 poin atau sama dengan tahun sebelumnya. Bagaimanapun. Kamboja. dan Kosovo. pembenahan reserse. Sebaliknya. implementasi struktur Polri.0 poin sebagaimana target Presiden SBY pada 2015. Gabon. program pembrantasan korupsi. Indonesia hanya disejajarkan dengan negara seperti Bolivia. Lambannya program reformasi pada tubuh penegak hukum dapat dilihat juga dalam laporan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) per September 2010. Kasus dugaan mafia pajak yang melibatkan Gayus Tambunan juga tak bisa dilepaskan dari keterlibatan aparat penegak hukum di kepolisian maupun kejaksaan. lantas.5). Demikian halnya dengan ongkos serta energi yang telah dialokasikan untuk mendorong pemberantasan korupsi. Stagnasi prestasi pemberantasan korupsi pada 2010 tentu saja merugikan. harus diakui KPK merupakan salah satu faktor yang dapat mendongkrak peringkat pemberantasan korupsi Indonesia di mata internasional. semakin sulit bagi Indonesia meraih peringkat yang lebih baik pada tahun-tahun menda tang. Sisanya merupakan keluhan pada fungsi samapta. Sebab. Laporan mengenai rekayasa perkara.3). katanya. kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum lain tidak kunjung pulih. penguatan kemampuan Densus 88 bekerja sama dengan TNI dan BNPT. hanya sanggup menjaga posisi Indonesia pa da level yang sama dengan tahun sebelumnya tanpa bisa mendongkraknya ke tingkat yang lebih tinggi. Malaysia (4. seperti Vietnam. kinerja Kepolisian RI masih dikategorikan buruk. Sebab. penolakan laporan masyarakat. Data pengaduan masyarakat terhadap dugaan penyimpangan oleh aparat kepolisian di 32 entitas setingkat polda dan Mabes Polri menunjukkan bahwa 1. Kepulauan Solomon. Faktor pelemahan KPK dan nasib yang tidak menentu atas kasus Bibit dan Chandra selama periode 2009–2010 menjadi salah satu pemicu stagnasi pemberantasan korupsi di Indonesia.5).199 keluhan masyarakat berada pada satuan reskrim. Skor yang diperoleh Indonesia hanya 2. Sementara itu. dan Thailand (3. kepolisian dan kejaksaan justru selama ini dituding sebagai pihak yang berada di belakang kriminalisasi terhadap pimpinan KPK tersebut. Mengapa Stagnan? Paling tidak. intelijen. Tahun ini Indonesia berada di peringkat ke-110 di antara 178 negara dunia yang disurvei. dan Myanmar. apalagi sampai 5. Dengan peringkat itu. Indonesia hanya berada di atas negara lemah. Dengan IPK itu.

IPK 2010 harus menjadi kritik sekaligus masukan yang berharga bagi Presiden SBY. naik sepuluh la poran jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 34.763 responden di tingkat pusat. Berdasar laporan hasil pemerik saansemester I 2010 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sementara itu. Artinya. Masalahnya. apakah strategi menaikkan remunerasi merupakan solusi yang efektif untuk mempercepat agenda reformasi birokrasi. khususnya penegak hukum. dan 22 pemerintah kota. IPK Indonesia dipertaruhkan.616 orang. Mereka terdiri atas 2. semakin baik integritasnya. Sebaliknya. Pertimbangannya. Lambannya –untuk tidak mengatakan stagnan– agenda reformasi pada berbagai sektor. kegagalan reformasi birokrasi dapat dilihat dari masih buruknya kualitas pelayanan publik. KPK menggunakan ukuran standar minimal integritas sebesar 6. strategi pemberantasan korupsi harus diarahkan demi terciptanya pemulihan kepercayaan publik terhadap penegak hukum. Padahal. menurunnya tingkat korupsi dapat ditandai dengan semakin efektif nya penerimaan dan penggunaan ang garan negara di pusat maupun daerah. Mendongkrak Citra Positif Selain pekerjaan rumah untuk memoles citra positif penegak hukum yang masih berat. Survei yang berlangsung pada April–Agustus 2010 tersebut dilakukan terhadap 353 unit layanan yang tersebar di 23 instansi pusat. Indeks integritas nasional merupakan nilai rata-rata dari sektor publik di tingkat nasional. Sebab. (*) Jakarta . Barangkali perlu ada evaluasi ulang. ditemukan beberapa hal positif. 6 instansi vertical.123 responden di tingkat pemerintah kota. yang mendapatkan predikat disclaimer turun.00. Mulai pelayanan dasar. Besar .730 responden di tingkat instansi vertikal. agenda pemberantasan korupsi berada pada garis komandonya. agenda pemberan tasan korupsi bertumpu pada agenda reformasi birokrasi. Membaiknya pelayanan publik menandakan keberhasilan reformasi pada sektor birokrasi. Dengan strategi itu. publik akan secara langsung menikmati pelayanan yang lebih baik. Terakhir.00 dari skala 0–10. perizinan. survei integritas sektor publik yang dilansir KPK pada awal November 2010 menunjukkan belum membaiknya mutu pelayanan publik secara umum.00 sebagai nilai tertinggi. Dengan perbaikan pada sektor itu.Rasio Polisi adalah jumlah polisi dibandingkan dengan jumlah penduduk suatu wilayah atau negara. Sebanyak 44 di antara 78 laporan keuangan kementerian/lembaga (LKKL) di tingkat pusat mendapatkan opini WTP. 7. delapan laporan mendapatkan opini disclaimer atau turun sepuluh laporan dari tahun sebelumnya. serta semakin efisien dan efektifnya penerimaan dan penggunaan anggaran negara. Menurut PBB Rasio Polisi yang ideal adalah 1 : 400. Karena itu.42 atau separo dari skala 10. semakin besar nilai. Sebaliknya. instansi ver tikal. itu bisa diartikan sebagai kegagalan presiden dalam mengawal perbaikan pada lembaga penegak hukum. perbaikan kualitas pelayanan publik. Pada tiga hal tersebut. indeks integritas nasional tahun ini hanya berada pada level 5. Salah satunya adalah bertambahnya jumlah laporan keuangan di tingkat pemerintah pusat maupun daerah yang mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Hasilnya. dan pemerintah kota. dan 2. semoga IPK Indonesia pada masa yang akan datang meningkat signifikan. perlu menjadi catatan yang serius bagi presiden. Kegiatan itu melibatkan responden pengguna layanan sebanyak 12. Seluruh responden merupakan pengguna langsung layanan publik yang disurvei dalam setahun terakhir. program remunerasi yang dicanangkan pemerintah sebagai pemicu bagi perbaikan sektor birokrasi sudah diaplikasikan pada beberapa instansi pemerintah. maupun pengurusan hal lain.

sasaran Rasio Polisi 1 : 500 dapat tercapai. 1994) menyebutkan bahwa kota-kota Amerika Serikat yang berpenduduk lebih dari satu juta jiwa memiliki rasio polisi tertinggi (320 per 100. 1985. Rasio Polisi tidak dapat dijadikan ukuran keberhasilan dalam menekan kriminalitas. 1994) menunjukkan bahwa analisa yang dilakukan berulang kali tidak menemukan hubungan antara jumlah personil kepolisian dengan angka kejahatan. penyidikan berlarut-larut.282 per 100. Hal ini berarti bahwa semakin besar jumlah personil polisi tidak selalu menekan angka kejahatan. Logikanya semakin kecil Rasio Polisi semakin efektif pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Studi yang dilakukan oleh Lotfin and McDowall. dan 128. Diharapkan pada akhir tahun 2009. Data dari Bureau of Justice Statistics 1987 (dalam Bayley.3 per 1000 di Dallas dan 2. Lane. tetapi memiliki angka kejahatan serius tertinggi. 104 pada tahun 2006. intensitas patroli rendah. 1985. Laurie. 1982. 1978. yaitu pada level Bintara.789 per 100. 1991. 1979. dan Walker. Reiner.kecilnya Rasio Polisi menentukan efektivitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. dan kejahatan berimplikasi kontijensi.81 pada tahun 2008. Krahn and Kennedy. 140. khususnya kejahatan konvensional cenderung stagnan pada kisaran 50 persen. Sebaliknya semakin besar Rasio Polisi akan menyebabkan pengaduan masyarakat tidak tertangani dengan baik.2008 semua jenis kejahatan cenderung meningkat dengan indeks kriminalitas secara berturut-turut 110 pada tahun 2005. Padahal seharusnya dengan semakin . Dalam kurun waktu 2005 . Senada dengan berbagai hasil studi meningkatnya Rasio Polisi Indonesia ternyata tidak menurunkan angka kriminalitas.000). 1989 (dalam Bayley. Karena pada dasarnya tindak kejahatan dapat terjadi karena ada kemauan dan kesempatan yang didukung oleh adanya gab kondisi sosial ekonomi suatu masyarakat. Semenjak dipisahkannya Polri dari TNI pada tahun 2000 Rasio Polisi Indonesia semakin membaik (mengecil). bukan pada berapa banyak anggota polisi lapangan (operasional) yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Missouri (3. Dalam hal penyelesaian perkara (clearing rate). kejahatan terhadap kekayaan negara. atau kehadiran polisi di tempat kejadian perkara (quick response) tidak tepat waktu. Sayangnya Rasio Polisi tersebut dibentuk berdasarkan pada jumlah total anggota polisi. tetapi kedua kota tersebut memiliki jumlah personil polisi per kapita yang hampir sama yaitu 2. 1980.000) dan yang terendah adalah Kansas City. 1970. maka sampai dengan akhir tahun 2008 Polisi Rasio telah mencapai 1 : 578. Di antara kota-kota yang berpenduduk lebih dari satu juta jiwa. Gurr. 1983.2004 Rasio Polisi mencapai 1 : 750. Silberman. Emsley.4 per 1000 di Kansas City.000). kejahatan transnasional. *** Di lembaga kepolisian kejahatan dikelompokkan dalam 4 jenis kejahatan yaitu kejahatan konvensional. Koenig. Jika pada akhir Program Pembangunan Nasional (Propenas) 2000 . Dallas memiliki angka kejahatan tertinggi (16.89 pada tahun 2007.

Tentunya dengan sejumlah persyaratan yang kadangkala memberatkan tersangka. Hal ini ditunjukkan oleh masih banyaknya kasus main hakim terhadap penyelesaian kejahatan di masyarakat atau dengan cara menyewa pengamanan swasta yang seringkali bertindak bengis dan anarkhis. adalah seberapa besar partisipasi masyarakat dalam melaporkan tindak kejahatan yang dialaminya. untuk jenis kejahatan transnasional seperti terorisme yang bersifat lintas negara. Sementara dari kinerja penyidikan masih banyak hasil penyidikan yang dibantah oleh terlapor ketika berperkara di pengadilan karena proses investigasi diwarnai intimidasi dan penyiksaan. penipuan.menurunnya Rasio Polisi kinerja penyelesaian perkara akan meningkat. Tanpa laporan dari masyarakat polisi tidak dapat melakukan langkah penyelidikan dan penyidikan terhadap suatu kasus kejahatan yang menimpa masyarakat. Kasus-kasus kejahatan konvensional seperti pencurian. untuk 3 jenis kejahatan lainnya. pemerkosaan. Hal ini cukup logis jika ditinjau dengan volume dan bobot suatu kasus. Bahkan mendekati ke angka 100 persen. Jika melebihi target atau terlalu berprestasi justru akan dipertanyakan "dapat biaya dari mana". sampai dengan pembunuhan yang dianggap sebagai pekerjaan rutin dan bersifat lokal kurang memiliki nilai politis sehingga keberhasilannya kurang terapresiasi. Artinya jika dalam satu tahun ditargetkan sebanyak 40 kasus maka maksimal kasus yang diselesaikan sebanyak 40 kasus. perampasan. Stagnasi clearing rate kejahatan konvensional pada kisaran 50 persen diduga terkait dengan keterbatasan anggaran penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. terutama dalam hal penanganan tindak kriminalitas. makan waktu yang lama. Pelanggaran kode etik dan berbagai tindak pidana yang pada tahun 2008 kasusnya mencapai hampir 2. dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. maupun global memiliki bobot politis yang tinggi. Setiap kasus tindak pidana telah ditetapkan besaran biayanya. Citra Polisi juga masih dibayangi oleh masih banyaknya anggota Polisi yang melakukan tindakan menyimpang dari tugas pokok dan fungsinya. Salah satu keberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi kepolisian. kinerja penyelesaian perkara relatif cukup baik. . Namun. sampai saat ini masih melekat di sebagian masyarakat. Seringkali masyarakat (pelapor) merasa tidak nyaman bila berhubungan dengan lembaga kepolisian karena proses yang berbelit-belit. Sementara itu. penjambretan. Sayangnya sampai saat ini lembaga kepolisian belum sepenuhnya mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Pandangan bahwa "melapor kehilangan ayam malah kehilangan kambing". Dengan demikian setiap unit reserse kinerjanya diukur dari pencapaian target yang telah ditetapkan. regional. sehingga keberhasilan dalam penanganannya sangat signifikan mempengaruhi kinerja kepolisian. Kondisi tersebut menyebabkan para penyidik tidak dapat melakukan improvisasi secara bebas dan terpaksa tebang pilih kasus yang dianggap menonjol dan dapat memoncer-kan kariernya. Akibatnya banyak kasus-kasus yang dianggap tidak berbobot terpaksa tidak ditindaklanjuti dan dilepas begitu saja.5 persen dari total anggota Polri menjadikan lembaga kepolisian belum sepenuhnya menjadi andalan masyarakat dalam mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Persyaratan pendidikan minimal SLTA telah terpenuhi dan secara alamiah level tamtama akan terhapus di lembaga kepolisian dalam beberapa tahun ke depan. sehingga masyarakat semakin mempertanyakan keseriusan Polri untuk menyelesaikan kasus korupsi. Salah satunya disampaikan oleh Indonesian Corruption Watch (ICW) yang mendesak Polri untuk segera menyerahkan kasus Gayus Tambunan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). saat ini kepercayaan publik terhadap Polri semakin menurun. Donal Faris. Namun demikian pemahaman terhadap hukum. KabariNews. dan hak asasi manusia perlu terus ditingkatkan.com . Jawa Barat.com Jakarta. Indikatornya adalah masyarakat merasa nyaman berhubungan dengan polisi. Hal ini disampaikan oleh peneliti hukum ICW. Tetapi. ICW menilai Polri tidak serius dalam menangani kasus Gayus tersebut. Depok. Langkah ini diperlukan untuk menekan angka penyimpangan dan pelanggaran profesi yang mengarah pada penistaan hak asasi manusia. Secara umum kualitas pendidikan anggota Polri sudah cukup baik. saat menggelar konfrensi pers di kantor ICW. Menurunkan Rasio Polisi masih tetap diperlukan. Gunarta Perencana Bappenas ABOUT THE AUTHOR Nugroho Email: Info@KabariNews. kondisi sosial ekonomi masyarakat. bebeberapa waktu lalu kembali membuat institusi Kepolisian Republik Indonesia mendapat sorotan publik. Jakarta.Menilik dari kondisi di atas ke depan diperlukan updating kebijakan dan regulasi secara terus-menerus untuk meningkatkan profesionalisme Polri. Beberapa kalangan menilai. Minimal mencapai kondisi ideal yang ditetapkan PBB dan untuk mengatasi kesenjangan cakupan pelayanan. Polisi ada ketika masyarakat membutuhkan (quick response) serta masyarakat merasa nyaman dan aman beraktivitas. yang tidak kalah penting adalah kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat harus lebih baik. Minggu (21/11).Kasus "bebas"nya terdakwa penggelapan pajak Gayus Halomoan Tambunan dari Rumah Tahanan Markas Komando Brigade Mobil (Rutan Mako Brimob) Polri di Kelapa Dua. .

Namun demikian. zaman telah berubah. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih tetap mempercayai penyelesaian kasus hukum tersebut ditangani Polri. Hal ini disampaikan Juru Bicara Kepresidenan. Begitu pun dengan kekerasan yang terjadi pada mahasiswa. Untuk share artikel ini klik www. kekerasan dalam perpeloncoan itu jarang terekspos ke masyarakat luas. bisa kaburnya Gayus Tambunan dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok telah menunjukkan bahwa kepolisian tidak 100% serius menangani kasus Gayus ini." ucap Julian. masyarakat sekarang juga begitu kritis. Sekarang. katanya." pungkas Donal.com/?35973 Untuk melihat artikel Jakarta lainnya. mengenai kekhawatiran masyarakat akan kinerja kepolisian. kekerasan juga sering terjadi dalam tawuran antarmahasiswa. Sementara itu. Jakarta. pers dan aparat kepolisian waktu itu sangat sulit masuk ke kampus untuk urusan intern. "Presiden percaya dengan sistem hukum saat ini. saat ditemui wartawan di Gedung Manggala Wanabhakti Kementerian Kehutanan. Klik di sini Klik di sini untuk Forum Tanya Jawab Mereka Tumbuh dalam Generasi Tawuran KEKERASAN tampaknya sudah semakin akrab dengan dunia mahasiswa kita. Julian Alrdin Pasha. APA yang sebenarnya terjadi pada mahasiswa kita? Kriminolog dari Universitas Indonesia Erlangga Masdiana menyatakan.KabariNews. kejadian kecil saja di dalam kampus bisa terekspos. baik berbeda perguruan tinggi maupun sesama mahasiswa pada perguruan tinggi yang sama. Julian menegaskan. . Akan tetapi. mahasiswa STPDN. mari kita tunggu bersama-sama. Di pihak lain. Pers begitu banyak dan akses ke sumber-sumber berita begitu mudah. Dari dulu. kekerasan dalam dunia kemahasiswaan sebenarnya tidak hanya terjadi akhir-akhir ini. Sesuatu yang menyimpang dari kewajaran begitu menarik perhatian. Selain kematian Wahyu Hidayat. Dan Polri juga telah berkomitmen untuk menuntaskan kasus itu. Tak jarang perpeloncoan mengakibatkan mahasiswa sakit atau meninggal. Dengan demikian. Selasa (23/11). Sebab. bahwa kasus "bebas"nya Gayus beberapa waktu lalu terjadi karena ulah beberapa oknum petugas saja."Sudah terlihat jelas. kekerasan hampir selalu mewarnai kegiatan perpeloncoan. Kasus Gayus masih ditangani secara intensif oleh Polri.

meskipun jumlahnya tidak besar. Itu masih ditambah dengan dunia pergerakan kampus yang kerap turun ke jalan atas nama reformasi yang dalam aksinya juga sering memancing kekerasan.kata Erlangga sebenarnya tidaklah mudah. Dalam menyelesaikan persoalan. Sebab.individu menyimpang itu mungkin tidak berpengaruh pada kelompok mahasiswa keseluruhan. ada kecenderungan baru mengajak serta siswa dari sekolah lain untuk bergabung melawan siswa dari sekolah yang dianggap sebagai lawannya. Adapun mahasiswa senior di perguruan tinggi saat ini kira-kira duduk di SMU antara tahun 1997 dan 2002. Bukan hanya di siang hari ketika mereka pulang sekolah. bahwa mereka dibesarkan dalam subkultur delinquency (kenakalan anak-anak) itu pada akhirnya memunculkan nilai. tidak sewajarnya mereka menggunakan kekerasan dan kekuatan fisik. Maka. Bukan hanya di sekitar Jakarta. Akan tetapi. Apalagi jika mereka mendapat peluang untuk "berkuasa". perilaku mereka bisa mengganggu kehidupan kampus. tawuran pelajar itu memang hanya terjadi di Jakarta. mereka sangat sulit memahami kenapa mahasiswa kita lebih senang tawuran atau bahkan menggunakan kekerasan fisik untuk yuniornya. tawuran tidak lagi antarsekolah kemudian berkembang menjadi antarbasis. hampir setiap hari terjadi tawuran pelajar di jalan-jalan Ibu Kota. Selama 1997-1999. Mereka naik bus dengan berpura-pura mencari lawannya. Tangerang. Warga yang muak dengan ulah para pelajar itu akhirnya bangkit melawan. Mahasiswa baru yang sekarang baru masuk dunia kampus adalah mereka yang lulus SMU pada tahun 2003. Dalam perkembangannya. Periode 1997-2002 adalah periode di mana perkelahian antarpelajar begitu sering terjadi. Itu berarti mereka berada di lingkungan SMU pada tahun 1999-2003 dan berada di lingkungan SLTP tahun 1997 hingga 2000. individu. ada suatu masa di mana tawuran pelajar akhirnya berkembang menjadi tawuran antara pelajar dan warga. Menurut Erlangga. kemudian merambat ke Bekasi. jika ada kesempatan. baik terhadap penumpang maupun awak bus. Seperti efek domino. tawuran juga terjadi hampir setiap pagi ketika akan berangkat sekolah. Perkembangan lain. Dalam keseharian. menurut Erlangga. Akan tetapi. tetapi tak jarang mereka melakukan tindak kejahatan. tawuran juga dilakukan anak-anak SMP. baik yunior maupun seniornya. kekerasan di dunia kampus sebenarnya bisa dilakukan oleh mahasiswa sebagai individu atau kelompok. sementara segerombolan remaja berpakaian seragam merampasi harta benda milik para penumpang. di kampus selalu saja ada individu-individu yang mempunyai kecenderungan berperilaku menyimpang. Seperti halnya perilaku menyimpang lainnya. yaitu pelajar yang naik bus nomor tertentu melawan pelajar lain yang naik bus dengan nomor lain. Selain itu. Tidak jarang awak bus dipaksa terus melaju. Pemberitaan yang gencar akhirnya membuat tawuran pelajar seolah menjadi tren pelajar di berbagai kota. dan Bogor. MENGAITKAN begitu saja kebiasaan tawuran di kalangan pelajar dengan kekerasan di lingkungan kampus-khususnya masa orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek). individu-individu menyimpang itu bergabung dalam satu kelompok. tawuran pelajar yang semula hanya melibatkan sebagian kecil sekolah di Jakarta kemudian meluas. Akibatnya. Salah satunya adalah .Masyarakat awam membayangkan mahasiswa sebagai intelektual calon pewaris bangsa mestinya mempunyai pola pikir dan pola tindak yang intelektual. Mereka yang biasa tawuran itulah yang kini menjadi mahasiswa. tawuran pelajar itu kemudian menjadi modus baru kejahatan di Jakarta.nilai sendiri yang bisa jadi berbeda dengan norma yang ada sebelumnya. Awalnya. tetapi juga di daerah-daerah.

. Tujuannya. Persoalannya. Berkaitan dengan kekerasan yang timbul sebagai ekses ospek dan sejenisnya. Meski sebagian besar mahasiswa tidak terlibat dalam tawuran semasa SMU. Dalam jumlah. Ospek atau perpeloncoan adalah ajang paling mudah untuk menanamkan pengaruh dari senior ke yuniornya. Tak heran kalau kemudian seorang mahasiswa yang di rumah begitu manis perilakunya tiba. Sayangnya. tidak jarang upaya menanamkan pengaruh itu dilakukan dengan cara-cara kekerasan yang tak terkontrol. Materi yang diberikan kepada para yunior pun harus sesuatu yang dapat membangun kehidupan kampus sebagai institusi yang melahirkan pemikiran. Membangun disiplin dengan cara-cara militer seperti banyak dilakukan selama ini sudah saatnya dihentikan dan diganti dengan memberikan sanksi yang mendidik kepada yunior yang melanggar aturan main yang telah disepakati sebelumnya. Untuk itu. Budaya kekerasan lalu menonjol. konsep. Akan tetapi. hanya bisa dilakukan dengan cara tidak memberi peluang kepada mereka yang mempunyai perilaku menyimpang itu untuk menunjukkan "kekuasaannya". kemudian dianggap lazim. Segala bentuk kegiatan yang hanya mengandalkan fisik harus dilarang dan diganti dengan kegiatan untuk memperkenalkan tradisi-tradisi ilmiah di dalam kampus. mereka yang berperilaku menyimpang sebenarnya tidak banyak. diperlukan berbagai kegiatan yang sifatnya fun dan menyenangkan tanpa harus memberikan sanksi-sanksi yang hanya untuk memuaskan seniornya. soalnya. budaya kekerasan bisa saja menjadi dominan ketika mereka sudah berbaur dalam satu kelompok atas nama senioritas. dalam suatu kelompok.tiba berubah keras dan ganas ketika berada di dalam kelompok yang sudah terkooptasi kekerasan itu. dalam tata pergaulan. Untuk membangun hubungan lebih akrab antarsivitas akademika. Penyelenggaraan ospek yang dalam banyak kampus belum juga berubah dari pola lama yang tak ubahnya sebagai perpeloncoan itu pada akhirnya menyuburkan budaya kekerasan yang "secara alami" sudah biasa melingkupi para mahasiswa sejak masih SMU atau bahkan SLTP.nilai tentang kekerasan yang sebenarnya merupakan penyimpangan itu. nilai-nilai pribadi yang baik itu akan sangat mudah terkooptasi. penyelenggaraan ospek tidak bisa lagi diserahkan begitu saja kepada mahasiswa (senior). kekerasan dalam masa ospek seolah terus berulang. atau berbeda angkatan. UNTUK menghentikan tindakan kekerasan selama masa ospek yang sebenarnya sudah tidak relevan lagi dilakukan. Pemimpin universitas juga harus terlibat di dalamnya dan bertanggung jawab terhadap semua persoalan yang muncul akibat ospek. berbeda fakultas maupun lokasi kampus. Itulah sebabnya. dan ilmu pengetahuan maupun teknologi. penyelenggaraan ospek harus menjadi tanggung jawab seluruh sivitas akademika. Erlangga melihat kenyataan bahwa kampus selalu cenderung menjadi ajang perebutan "kekuasaan" dari individu-individu di dalamnya." kata Erlangga. "Jati diri bisa hilang. untuk menaikkan posisi tawar dalam dinamika kehidupan kampus yang pada akhirnya juga menaikkan posisi tawarnya di masyarakat nantinya. budaya kekerasan yang sebenarnya menyimpang itu justru sering dianggap benar dan bahkan menjadi tradisi yang harus dipertahankan atau diwariskan kepada yuniornya. Kekerasan tak terkontrol biasa terjadi jika ada yunior yang dianggap melawan atau menentang kehendaknya. Yang ada adalah identitas kelompok. Identitas kelompok itu bisa sangat terasa dalam perkelahian antarmahasiswa yang berbeda perguruan tinggi. Artinya. menurut Erlangga.

Cara yang dilakukan seolah-olah menyimpang dari norma padahal tidak. Menurut Bruce J. Pelanggaran terhadap larangan itu harus secara serius ditangani dengan sanksi yang keras. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini masih diterima di masyarakat. Untuk keperluan pemberian sanksi tersebut. Sebab. pemimpin universitas harus bisa bekerja sama dengan polisi untuk menangani pelakunya. • Bentuk penyimpangan menurut Sifatnya: o Penyimpangan bersifat positif: Penyimpangan ini terarah pada nilai sosial yang berlaku dan dianggap ideal dalam masyarakat dan mempunyai dampak yang bersifat positif. Dikti bahkan harus membuat standardisasi kegiatan ospek agar tidak lagi menyimpang. Penyimpangan ini biasanya dilakukan di lingkungan keluarga. pembunuhan.com/kompas-cetak/0309/14/Fokus/560673. o Penyimpangan kelompok: dilakukan oleh kelompok orang yang tunduk pada norma kelompoknya yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. . ϖ Bentuk-bentuk penyimpangan sosial • Bentuk pentimpangan menurut pelakunya: o Penyimpangan Individu: penyimpangan yang dilakukan oleh Individu yang berlawanan dengan Norma. o Penyimpangan bersifat negatif: Penyimpangan ini berwujud dalam tindakan yang mengarah pada nilai-nolai sosial yang dipandang rendah dan dianggap tercela dalam masayarakat.kompas. upaya ke arah sana harus secara serius dilakukan lewat sosialisasi dan pendekatan kepada mahasiswa. Departemen Pendidikan Nasional lewat Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) seharusnya tidak tinggal diam menyaksikan jatuhnya korban-korban kekerasan selama masa ospek. sudah banyak universitas berhasil mengembangkan ospek menjadi sebuah kegiatan yang benar-benar menunjang kehidupan kampus tanpa harus diwarnai kekerasan. ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau buruk. pemimpin universitas juga tidak boleh menutup diri terhadap aparat kepolisian sebagai penegak hukum. dalam kenyataannya. Tidak mudah memang mengubah tradisi yang sudah bertahun-tahun eksis.Pemimpin universitas harus menegaskan bahwa penggunaan kekerasan fisik sungguhsungguh dilarang. Akan tetapi. Jika ada pelanggaran yang bisa dikategorikan sebagai perbuatan kriminal. Ospek yang selama ini lebih bersifat ritual inisiasi seorang mahasiswa baru harus dirombak menjadi kegiatan yang melahirkan mahasiswa dengan pemikiran yang futuristik. Contohnya: pemerkosaan. Cohen. perjudian dan pemakaian narkotika. • Bentuk penyimpangan menurut Lemert (1951). Contohnya adalah: Bermunculan Wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita. o Penyimpangan Primer: merupakan penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan biasanya tidak diulangi lagi.htm Pengertian dari penyimpangan sosial: Bentuk Perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Contoh: orang yang melanggar lalu lintas dengan tidak membawa SIM dan perbuatannya itu tidak diulangi lagi. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai sosial suatu masyarakat. (msh) URL Source: http://www. Contoh kelompok yang melakukan penyimpangan adalah kelompok pengedar narkotika. pencurian. benar atau salah menurut pengertian umum.

pergaulan dan media massa. Ψ Penyalahgunaan narotika. membuang sampah sembarangan. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpamg. media cetak. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. sementara iklan rokok begitu menarik. Ψ Hubungan seks diluar nikah. Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa izin dengan tujuan hanya untuk memperoleh kenikmatan. Penyimpangan juga dapatΨ terjadi apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. Pertentangan antar agen sosialisasiΨ Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. pelacuran dan HIV/AIDS merupakan penyimpangan sosial karena menyimpang norma sosial maupun agama. pendidikan di sekolah. Ψ Terbentuknya perilaku menyimpang juga merupakan hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. media massa. ϖ Jenis-jenis penyimpangan sosial terdiri dari 5 jenis: Tawuran atauΨ perkelahian antar pelajar. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor. jenis kelamin dan kedudukan seseorang dalam keluarga. Latar Belakang/sebab-sebab terjadinyaϖ penyimpangan Sosial : Proses sosialisasi yang tidak sempurna atauΨ tidak berhasil karena seseorang mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi. di diskotik dll. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini biasanya tidak akan diterima lagi di masyarakat. Contoh: Pemabuk yang seringa mabuk-mabukan dipasar. ϖ Faktor-faktor Penyebab Penyimpangan Sosial Faktor dari dalam adalahΨ intelegensi atau tingkat kecerdasan. Misalnya: seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan atau narkoba. Pergaulan individu yang berhubungan teman-temannya.o Penyimpangan Sekunder:merupakan penyimpangan sosial yang nyata dan dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan menunjukkan ciri khas suatu kelompok. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. Perkelahian termasuk jenis kenakalan remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele. Faktor dari luar adalah kehidupan rumah tanggaΨ atau keluarga.obat-obat terlarang dan minuman keras. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakatΨ Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. usia. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan.norma masyarakat yang berlaku. perampokan. Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. media elektronik. pemerkosaan pencurian. . Misalnya: seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia.

penyimpangan sosial bersumber pada pergaulan yang berbeda yang terjadi melalui proses alih budaya. penberian julukan.Ψ Tindak kriminal adalah tindak kejahatan atau tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar norma hukum. Karl Mark. ϖ Pencegahan penyimpangan sosial. peradilan pidana pun lebih memihak pada kepentingan mereka. Dengan demikian. orang yang dianggap melakukan kejahatan dan terkena hukuman pidana umumnya berasal dari kalangan rakyat miskin. Media Massa baik cetakΨ maupun elektronik merupakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. mengemukakan bahwa kejahatan erat terkait dengan perkembangan kapitalisme. DianggapΨ menyimpang karena melanggar norma. Menurtu teori ini apa yang merupakan perilaku menyimpang hanya dalam pandangan kelas yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik. Menurut teori ini seseorang menjadi menyimpang karena proses Labeling. Teori Differential Association. Teori konflik. MerupakanΨ awal proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian seorang anak. agar moralitas dan hukum itu berkembang secara formal. Ψ Teori Labeling. menjambret membunuh.Ψ Menurut pandangan teori ini. Ψ Teori Fungsi Durkheim.norma yang berlaku. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik. Lingkungan tempat tinggal dan teman sepermain. ϖ Teori mengenai penyampangan sosial. norma sosial dan norma agama. cap. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya. Misalnya: mencuri. Bahwa kesadaran moral semua anggota masyarakat tidak mungkin terjadi karena setiap orang berbeda satu sama lainnya tergantung faktor keturunan. Antara lain: Keluarga. Labels: Sosiologi Posted by Mr. Oleh sebab itu. etiket dan merek yang diberikan masyarakat secara menyimpang sehingga menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial. Teori Merton. Menurut Merton terjadinya perilaku menyimpang itu sebagai bentuk adabtasi terhadap situasi tertentu. Menurut Durkheim kejahatan itu perlu.dll. lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Dan merupakan profesi atau pekerjaanya karena sulit mencari pekerjaan yang halal Penyimpangan seksual. Disebabkan karena masalah kesulitan ekonomi.Ψ Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial. Windu at 12:02 AM .menodong. Teori penyimpangan iniΨ bersumber dari struktur sosial.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya.

jargon mahasiswa sebagai agen pengubah sosial. Tak hanya itu. kekerasan yang terjadi di IPDN dengan meninggalnya Wahyu Hidayat (2003) dan Chliff Muntu. Tiga mahasiswa UMI tewas dan puluhan mahasiswa serta aparat luka-luka. Hampir setiap tahunya selalu kedapatan tawuran antar jurusan. Pasalnya. Unhas (Universitas Hasanauddin). Makasar dan UMI (Universitas Muslim Indonesia) Makasar. Kamis sore (10/5). tawuran. Padahal. kekerasan fisik. Sebagai pertanda maraknya aksi Bentrokan Mahasiswa UMI vs Aparat Keamanan. perang menjadi jurus pamungkas yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Ketiga. Hingga berbuntut aksi lempar batu yang dimulai oleh para mahasiswa jurusan Planologi sebagai aksi balas dendam bentrokan. kasus Mei itu. Kini. Adalah budaya tawuran dan adu fisik dalam menyelesaikan segala persoalan yang sedang dihadapainya. fakultas. Kedua. Namun. hampir setiap hari golongan intelek acapkali berbuat ganjil. di tengah-tengah keterpurukan bangsa dan meroketnya biaya penididikan. Terlebih lagi saat pencitraan sekolah sudah diinjak-injak oleh sekolah lain. ada beberapa perguruan tinggi yang tak luput dari perbuatan lalim tersebut. September 2000 Mahasiswa UMI beraksi menolak . memang diakui atau tidak bentrokan antara mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan aparat keamanan (Sabtu. tapi memiliki sejarah yang amat panjang dan kelam.Mengeja "Rapot Merah" Mahasiswa Penulis : Ibn Ghifarie Maraknya aksi bentrokan antar mahasiswa di pelbagai Kampus. menuntut ilmu tak bisa menciptakan manusia seutuhnya dengan budi pekerti yang arif. 1998 Hampir sepanjang 1998 aksi mahasiswa UMI nyaris semuanya berakhir dengan bentrokan versus polisi. Medan (09/10) akibat perseteruan dua kubu antara Helmi Nasution dan Saryani. aborsi sampai tradisi menghilangkan nyawa orang lain. Peristiwa itu dikenal dengan nama Amarah atau April Makassar Berdarah yang diperingati setiap tahun dan disebut-sebut sebagai peringatan atas kebrutalan polisi dan militer. Bentrokan terjadi di IAIN Ambon. kontroling terhadap kebijakan pemerintah. Walhasil. Catatan Kelam Bentrokan Mahasiswa Tengok saja. Selogan wajib menempuh pendidikan sembilan tahun hanya selogan semata. seks bebas. Malah mencetak anak didik berwatak barbar. Pertama. penjualan narkoba. Betapa tidak. pembaharu. Aparat sempat menyerbu ke dalam kampus UMI. 24 April 1996 Terjadi bentrokan antara mahasiswa dan aparat. UISU (Universitas Islam Sumatra Utara). Universitas 45 Makasar Sulawesi Selatan (10/05 dan 14/05) antara mahasiswa Jurusan Planologi dan Teknik Sipil serta arsitektur Fakultas Teknik kisruh dari aksi ditikamnya (Syamsuddin dan Saleh) rekannya dari jurusan Teknik Sipil. 01 Mei 2004) bukanlah yang pertama. tergolong yang paling parah semenjak 1996. Seolah-olah melekatnya status mahasiswa tak berbanding lurus dengan kebiasaan tak terpuji saat siswa. Militansi mahasiswa harus berhadapan dengan ketegasan Kepala Poltabes Yusuf Manggabarani. Universitas atau dengan pihak keamanan. mulai dari aksi rusuh. mendobrak kemapanan dan panutan dalam soal moral ikut punah seiring derasnya arus baku hantam di kalangan kaum pelajar. Ironis memang. Sebut saja. (11/5) gara-gara tolak ajak demo. Peristiwa ini dipicu oleh penolakan mahasiswa terhadap kenaikan tarif angkutan kota. membuat sebagian masyarakat tertentu mencibir peranan kaum pelajar.

Bentrokan bermula di gedung DPRD Sulsel dan merembet ke depan kampus UMI di Jalan Urip Soemoharjo. Kasus ini menyebabkan Kapolda Sulses Irjen Pol. Sementara tiga mahasiswa lainnya masing-masing Zainal Mutakin. puluhan mahasiswa luka-luka dan di rawat di rumah sakit.com) Lagi Makasar. Ridwan (21) asal Lombok Timur. Juni 2001 Mahasiswa menuntut penghapusan Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya. Akibatnya.tempointeraktif.45 Wita setelah menjalani perawatan di ruang ICU RSU Mataram. bukan memakai kekerasan. Kejadian itu kemudian dikenang sebagai \'Black September\' dari tahun 2003-2005.co. (www. (www. Rektorat terpaksa membatalkan pelaksanaan ujian akhir. Pelaku penyerangan melakukan pembakaran dan menghanguskan empat ruangan lembaga kemahasiswaan di fakultas tersebut. Sebab. Akibatnya. 18 Februari 2004 Mahasiswa bentrok dengan aparat karena memprotes Mahkamah Agung yang memvonis bebas Akbar Tandjung. sekitar 14. berakhir dengan bentrokan berdarah. Jusuf Manggabarani dicopot dan polisi menuai kecaman dari banyak kalangan. berdarah di Kampus Unhas antara Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Kelima. Dalam aksi tawuran tiga korban dilarikan ke RS Wahidin. Keempat. yaitu Surya dan almarhum Nasrullah.masuknya beras impor ke Sulawesi Selatan. Dua di antaranya adalah mahasiswa FISIP dan lainnya adalah mahasiswa Fakultas Teknik. Sekadar mengingatkan. Sejatinya .fajar. 31 Agustus 2005 di Pelataran Baruga Unhas. Mahasiswa ngotot menutup jalan. peristiwa serupa pun terjadi di IKIP Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Mataram.00 Wita. Lima korban di antaranya berasal dari FISIP dan dua lainnya dari Fakultas Teknik. 14 Desember 2003 Tujuh mahasiswa dan seorang satuan pengaman (Satpam) luka parah menyusul bentrokan antar mahasiswa di Unhas. pada Selasa (22/8/06) siang. 1 Mei 2004 Polisi menyerbu ke dalam kampus UMI. meninggal dunia. empat orang mahasiswa dikabarkan mengalami luka ringan akibat terkena lemparan saat terjadi tawuran. serta puluhan lainnya dari pihak mahasiswa dan pihak aparat mengalami luka-luka. perkelahian mahasiswa yang berbuntut pembakaran kampus di Unhas pernah terjadi pada 1992 lalu. tujuh korban luka. 14 April 2004 Tawuran terjadi antara Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). 12 Desember 2003 Bentrokan antar mahasiswa di Kampus Unhas antara Fakultas Teknik (FT) dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). mengakibatkan seorang mahasiswa. Ridwan meninggal dengan luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan di bawah ketiak kanan. Pertama. tawuran melibatkan hampir sebagian besar mahasiswa Fakultas Teknik dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Aparat sempat menerobos ke dalam kampus. Mahasiswa sempat diburu anjing milik aparat dan disiram gas air mata. Mahasiswa Fakultas Teknik. menyebabkan 3 orang Brimob dan 1 intelijen TNI AU tewas. Keempat. Ridwan. Kedua. Ketiga.jakarta.id) Di penghujung tahun 2006. Kelima. Akibatnya.org) Tertutupnya Ruang Dialog Mencermati ketidakberdayaan sekaligus tumpulnya akal dalam menuntaskan segala persoalan dengan arif. M. Heru dan Asmani mengalami luka-luka. 31 Agustus 2005 Terjadi tawuran antar fakultas di Unhas masing-masing FISIP dan Teknik. sementara aparat perintis berkeras membuka jalur jalan. (www. Jurusan Arsitektur tertikam di punggung sebelah kirinya dan dilarikan ke RS Wahidin Sudirohusodo. seorang ibu mengalami luka tembak.indymedia. mahasiswa semester V Fakultas MIPA jurusan Kimia. Nusatenggara Barat. Tiga mahasiswa ditangkap dan sebuah sepeda motor milik mahasiswa rusak. Mahasiswa UMI unjuk rasa di DPRD. Aksi pemblokiran jalan di depan Kampus Universitas Cendrawasih Abepura (16/03/06) oleh masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Parlemen Jalanan dan Front Pepera PB Kota Jayapura. Keenam. Dua mahasiswa UMI disel. meninggal sekitar pukul 19. Karena tawuran ini. 16 Desember 2004 Dua kelompok mahasiswa Fakultas Teknik dan FISIP di kampus Unhas Tamalanrea bentrok. Albertu.

maka tunggu keseragaman ide akan menjadi buahnya. Dengan demikian. Tak hanya itu. sang pendidik memberikan contoh tak layak. Alih-alih pencitraan supaya sekolahnya termasuk ke dalam deretan sekolah unggulan dan percontohan pula menjadi pemicu aksi tak beradab tersebut. kebiasaan bogem pula akan terus melekat dalam sanubari kaum terpelajar.34 WIB *Mahasiswa Studi Agama-Agama Fakultas Filsafat UIN SGD Bandung dan Koordinator Post Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK) Bandung. kemudian dibunuh. Menjamurnya bentrokan antar mahasiswa bukan saja dikategorikan sebagai kekerasan dalam pendidikan. Namun. juga . yang masih seorang siswi SMU berusia 18 tahun. Dalam kerusuhan tersebut. Konsentrasi kerusuhan terbesar terjadi di Jakarta. Lebih parah lagi. harus kita junjung lebih tinggi. Bandung. seorang aktivis relawan kemanusiaan yang bergerak di bawah Romo Sandyawan. 10/05. tapi rahmat. Mestinya perbedaan bukan dijadikan sebagai laknat. Pasalnya. Pojok Sekre Kere. Alhasil. Apalagi saat berselisih pendapat. Kerusuhan ini diawali oleh krisis finansial Asia dan dipicu oleh tragedi Trisakti di mana empat mahasiswa Universitas Trisakti ditembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998. bernama Ita Martadinata Haryono. Seperti yang terjadi di Ngawi. dianiaya secara sadis. dan Surakarta. Apalagi. 23. dan tertutupnya ruang dialog dalam menyelesaikan permasalahan. [Ibn Ghifarie] Cag Rampes. pakar pendidikan menilai perlakuan tak wajar itu hadir karena lunturnya budaya toleran. sederetan rapot merah mahasiswa pun tak akan disandang lagi oleh kaum terpelajar. melunturnya budaya dialog tercermin dari seberapa jauh kita bisa menerima perbedaan dalam soal pendapat. seorang Kepala Sekolah rela membocorkan lembaran jawaban saat Ujian Nasional beberapa pekan yang lalu. Sebagian bahkan diperkosa beramai-ramai. khususnya di ibu kota Jakarta namun juga terjadi di beberapa daerah lain. kita harus mencoba mengarifi segala kemelut yang menimpa diri kita dengan lapang dada. tapi sudah termasuk pada kategori premanistik.15 Mei 1998. Pada kerusuhan ini banyak toko-toko dan perusahaan-perusahaan dihancurkan oleh amuk massa — terutama milik warga Indonesia keturunan Tionghoa[1]. Kerusuhan Mei 1998 adalah kerusuhan yang terjadi di Indonesia pada 13 Mei . Cita-cita mulia pendidikan sebagai upaya memanusiakan manis pun harus rela raib ditelan kepongkahan dan keserakahan kita dalam mendidik anak. Bila ruangruang tukar gagasan saja. banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang meninggalkan Indonesia. harus mengamini pernyataan Arif Rahman. bahkan hilang. Keragaman merupakan sesuatu yang tak bisa kita nafikan. Terdapat ratusan wanita keturunan Tionghoa yang diperkosa dan mengalami pelecehan seksual dalam kerusuhan tersebut[2][3]. kemajemukan pertanda hukum alam. Thus.kita. sudah tak nyaman.

Bung Karno sampai dengan akhir hayatnya tetap bertahan terhadap ide Nasakom yang mengatakan bahwa kekuatan politik di Indonesia pada saat itu terdiri dari tiga golongan ideologi besar yaitu: golongan yang berideologi nasionalis. Yang bisa diterjemahkan . dan abangan. terutama pihak Tionghoa.diperkosa. disiksa. santri. Tiga-tiganya merupakan kekuatan yang diharapkan tetap bersatu untuk menyelesaikan masalah bangsa secara bersama-sama. berpendapat ini merupakan tindakan pembasmian terhadap orang Tionghoa. Ini menjadi suatu indikasi bahwa kasus pemerkosaan dalam Kerusuhan ini digerakkan secara sistematis. Walaupun tidak bisa dipungkiri memang Bung Karno pada periode 1959-1965 sangat terlihat lebih condong memberi angin kepada golongan komunis. sementara beberapa pihak. Apakah dengan punya ide Nasakom tersebut bisa dikatakan bahwa Bung Karno adalah seorang Marxis yang lebih dekat dengan golongan komunis pada saat itu? Setiap orang boleh punya persepsi dan pendapatnya sendiri untuk hal ini. Hal yang memalukan ini mengingatkan seseorang kepada peristiwa Kristallnacht di Jerman pada tanggal 9 November 1938 yang menjadi titik awal penganiayaan terhadap orang-orang Yahudi dan berpuncak pada pembunuhan massal atas mereka di hampir seluruh benua Eropa oleh pemerintahan Jerman Nazi. Bahkan pemerintah mengeluarkan pernyataan berkontradiksi dengan fakta yang sebenarnya yang terjadi dengan mengatakan sama sekali tidak ada pemerkosaan massal terhadap wanita keturunan Tionghoa disebabkan tidak ada bukti-bukti konkret tentang pemerkosaan tersebut. Barangkali juga ide Bung Karno tentang Nasakom berkaitan dengan pendapat Clifford Geertz yang dalam bukunya The Religion of Java yang membagi masyarakat Jawa dalam tiga varian: priyayi. dan golongan yang berideologi komunis. dan dibunuh karena aktivitasnya. Sampai bertahun-tahun berikutnya Pemerintah Indonesia belum mengambil tindakan apapun terhadap nama-nama besar yang dianggap provokator kerusuhan Mei 1998. Sebab dan alasan kerusuhan ini masih banyak diliputi ketidakjelasan dan kontroversi sampai hari ini. Tapi buat penulis Bung Karno adalah seorang Nasionalis yang ide Nasakom semata-mata dicetuskan melihat realitas masyarakat pada saat itu demi persatuan Indonesia menginginkan suatu kolaborasi total semua anasir bangsa dari semua golongan ideologi yang ada termasuk golongan komunis untuk berama-sama bahu membahu membangun Indonesia. Amuk massa ini membuat para pemilik toko di kedua kota tersebut ketakutan dan menulisi muka toko mereka dengan tulisan "Milik pribumi" atau "Pro-reformasi". Namun demikian umumnya orang setuju bahwa peristiwa ini merupakan sebuah lembaran hitam sejarah Indonesia. tak hanya sporadis. golongan yang berideologi dengan latar belakang agama.

priyayi adalah kaum Nasionalis. dan kaum militer. Setelah kaum komunis terhapus dalam kancah politik Indonesia. kaum militer tidak pernah mengakui bahwa mereka adalah satu kekuatan politik yang telah mendominasi Indonesia selama 32 tahun. kata beberapa analis ini adalah salah satu diplomasi model Bung Karno untuk meredam ambisi dan kekuatan militer untuk berkuasa. Bung Karno walaupun bukan orang militer. selalu memakai pakaian lengkap militer Panglima Tertinggi – Jendral Bintang Lima – dengan segala atribut kebesarannya. Walaupun dengan segala dalih. kaum agamis. serta merta ide Nasakom musnah dan aneh bin ajaib kekuatan kaum komunis serta merta digantikan oleh satu kekuatan politik baru di Indonesia yaitu kaum militer. Suatu realitas yang mungkin Bung Karno tidak pernah menyangka ataupun mimpipun mungkin tidak bahwa ada satu golongan kekuatan dalam peta politik di Indonesia yang tidak pernah terpikirkan menjadi suatu kekuatan penting dalam peta perpolitikan Indonesia yaitu kaum militer. Mereka selalu mengatakan bahwa militer berdiri dibelakang semua golongan. dan kaum militer (dan motor politik pendukungnya). kaum militer yang mendominasi kancah politik Indonesia dengan pemerintahan orde baru Pak Harto dengan motor partai politiknya Golkar pada periode 1966 s/d 1998. Pada awal kemerdekaan kaum nasionalis dengan motor politiknya PNI (Partai Nasional Indonesia) pernah memegang dominasi pemerintahan sampai pada sekitar tahun 1959. Setelah Bung Karno membuat dekrit pada tanggal 1 Juli 1959 untuk kembali ke UUD ’45. dan abangan adalah kaum Komunis. kaum agamis. Setelah terjadi peristiwa 30 September 1965. kaum komunis. maka kekuasaan mutlak ada di tangan Bung Karno yang lebih memberikan angin pada kaum komunis untuk mendominasi kancah politik di Indonesia (atau terbawa oleh strategi kaum komunis) pada periode 1959 s/d 1965. Kesimpulannnya bahwa realitas politik di Indonesia semenjak jaman kemerdekaan sampai dengan saat ini pernah ada empat golongan kekuatan politik: kaum nasionalis. Masing-masing kekuatan politik pernah mengalami jaman keemasan dan juga pernah terhempas dalam kancah politik di Indonesia. hanya kaum agamis yang belum pernah . Dalam realitasnya setiap golongan kekuatan politik yang pernah mendominasi kekuasaan dan menjalankan pemerintahan Republik Indonesia belum ada yang mampu mengantarkan Indonesia menuju cita-cita bangsa untuk menjadi negara yang adil. makmur dan sejahtera. santri adalah kaum Agamis. kaum komunis. Realitas sejarah memang berkata lain setelah terjadi peristiwa 30 September 1965 yang sampai sekarang masih menyimpan misteri dan banyak versi diceritakan dari berbagai pihak bagaimana kejadiannya sampai terjadi pembunuhan para Jendral dan PKI dituduh yang telah melakukan semua ini dan tentara melakukan pembalasan dengan menumpas PKI sampai dengan akar-akarnya. Jadi dari empat kekuatan politik di Indonesia: kaum nasionalis.

Walaupun dalam realitas selama ini selalu ada suatu usaha untuk melakukan kolaborasi ataupun koalisi antara partai yang berhaluan nasionalis dengan yang berhaluan agamis.mendominasi kancah dunia politik di Indonesia. dengan beberapa kegagalan-kegagalan yang telah dialami kaum nasionalis . Apakah Golkar betul-betul berhaluan nasionalis? Kalau melihat yang melahirkan Golkar adalah kaum militer (kaum militer karena doktrin yang diajarkan adalah bela negara pada umumnya mereka bahkan bisa dikatakan sebagai ultra nasionalis) kemungkinan memang mereka berhaluan nasionalis dengan mefokuskan kalangan pengusaha. PAN. Jadi saingan utama partai dari kalangan yang berhaluan nasionalis adalah dari kalangan partai yang berhaluan agamis yang saat ini ada partai dengan deretan panjang: PPP. Oleh karena itu Nasakom sekarang sudah jadi Nasa atau hanya ada golongan yang berideologi nasionalis dan berideologi agamis (agama disini lebih cenderung ke agama Islam karena penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam. kaum professional. sedangkan PDIP lebih fokus pada pendukung kelas menengah kebawah atau lapisan grass root. karena dianggap kaum abangan sudah punah. Sebagai akibatnya kalau kita mengacu pada analisis Nasakom dari Bung Karno. PKS. tapi dimasa mendatang kelihatannya persaingan dua golongan ideologi ini akan makin menajam. Dan ini tercermin dengan munculnya berbagai organisasi politik atau partai politik yang secara garis besar terbagi jadi dua golongan varian: kaum nasionalis dan kaum agamis. Kalau tiga kekuatan politik yang telah pernah mendominasi dan memegang tampuk kekuasaan dalam pemerintahan di Indonesia. sedangkan rakyat yang beragama non-muslim lebih mendekat ke kaum nasionalis). makmur dan sejahtera. Yang masing-masing merepresentasikan berbagai golongan yang ada di Islam itu sendiri. makmur dan sejahtera dari kaum agamis? Nasakom telah menjadi Nasa setelah reformasi 1998. Makanya jangan heran kalau Golkar yang pada masa orde baru menjadi motor politik militer telah ancang-ancang lebih merapat ke PDIP yang sudah jelas berhaluan nasionalis. PBR. Yang menjadi pertanyaan apakah satu-satunya harapan bangsa Indonesia untuk bisa mengantar bangsa Indonesi menuju masyarakat adil. golongan militer di kembalikan ke fungsi semula sebagai kekuatan pertahanan & keamanan saja seperti laiknya di negara-negara demokrasi lainnya diseluruh dunia (walaupun sebetulnya dikalangan militer sendiri masih ada yang punya mimpi untuk berkuasa terus). PKB. PBB. dan golongan menengah keatas sebagai pendukungnya. dll. tentu saja mereka mencoba punya pengaruh juga pada kantong-kantong kaum agamis yang belum dikuasai oleh partai-partai Islam yang ada. dan semuanya gagal mengantarkan negara ini menuju cita-cita bangsa menjadikan negara Indonesia negara yang adil. Setelah masa reformasi 1998. golongan kaum bepolitik di Indonesia tinggal dua golongan yaitu: golongan Nasionalis dan golongan Agamis atau kalau mengacu ke analisa varian dari Clifford Geertz yang teringgal adalah: kaum priyayi dan kaum santri. dengan kejatuhan rejim orde baru dan dengan adanya amandemen UUD ’45. Karena Islam adalah agama mayoritas.

27%). dimenangkan oleh SBY yang didukung oleh partai baru yaitu partai Demokrat (10.33%) tapi eksekutif yang waktu itu masih dipilih oleh MPR jatuh ketangan Gus Dur yang didukung oleh PKB (11. Pada akhirnya karena dukungan SBY di legislatif hanya dari partai Demokrat (10.33% di pemilu 1999.% jauh lebih rendah dari posisi 33. 2.33%) dan Golkar (25. 4. Demi mempertahankan kekuasaan di eksekutif. Dengan dukungan minimal di legislatif dari .27% di pemilu legislatif dan PDIP jatuh di posisi ke 2 dengan memegang kursi 19. 5. Bahkan beberapa partai berhaluan agamis tidak sepenuhnya mendukung Gus Dur.82. Kronologi perubahan peta politik di jaman reformasi.04%). Untuk mempertahankan pemerintahannya mau tidak mau SBY harus berkoalisi membentuk pemerinhan dengan parta-partai lain. Pemilu legislatif tahun 1999 telah dimenangkan oleh PDIP (33. Usaha Gus Dur untuk membentuk pemerintahan PKB di eksekutif ternyata telah gagal karena dukungan yang lemah dari legislatif karena tentangan dari dua partai besar yang menguasai legislatif yaitu PDIP (33.36%) dengan wakil presiden dari partai Golkar (23. Kebijakan PDIP ini sebetulnya justru malahan memberikan amunisi tambahan buat Golkar dan mengurangi dukungan terhadap PDIP itu sendiri. terutama dengan Golkar (23. Disini awal distorsi para pendukung awal pendirian PDIP karena para pimpinan PDIP lebih senang mendekat ke Golkar – yang pada pra-reformasi telah mati-matian dilawan. Ditengah jalan Gus Dur dilengserkan oleh MPR dengan alasan melanggar UUD ’45 dan pemerintahan digantikan oleh PDIP (yang waktu itu memegang kursi Wakil Presiden). Bisa saya sarikan sebagai berikut: 1.27%) yang juga mendapatkan kursi wakil presiden. Suatu kemunduran yang cukup significant. Setelah PDIP memegang pimpinan eksekutif. PDIP terpaksa berkoalisi dengan Golkar dan partai-partai lainnya. Yang lebih mengejutkan pada pemilu ekskutif yang pertama kali dilaksanakan secara langsung oleh rakyat tahun 2004 sesuai dengan amandemen UUD ’45.memecahkan masalah bangsa terutama berkaitan dengan korupsi dan maupun representasi dalam mewujudkan pemerinthan yang bersih dan berwibawa.97%).36%). ternyata realitas politik tidak memungkinkan PDIP menjalankan pemerintahan tanpa dukungan partai lain apalagi Golkar. 3. Kebijakan PDIP yang salah pada saat diberi kepercayaan memerintah di eksekutif mengakibatkan peta politik berubah pada pemilu ke 2 pada jaman reformasi tahun 2004 dengan justru dimenangkan kembali Gokar dengan memegang kursi legislatif sebesar 23. Walaupun pemilihan umum secara demokratis paska rejim Suharto baru dilakukan dua kali tapi telah banyak peristiwa yang dramatis terjadi dalam kancah peta politik nasional yang mau tidak mau telah terjadi proses timbal balik dari kinerja partai politik maupun persepsi masyarakat terhadap kinerja tersebut yang pasti akan mempengaruhi pilihan-pilhana yang akan dilakukan masyarakt luas pada pemilu-pemilu yang akan dating.

Mungkin partai dengan haluan agamis akan menjadi pilihan alternatif dikarenakan partai-partai besar yang ada saat ini telah gagal mengantarkan Indonesia menjadi negara yang seperti diamanatkan pada pembukaan UUD ’45: suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. . apabila memang golongan agamis bisa menunjuknan dirinya sebagai partai yang bersih. siapa yang harus disalahkan. pemerintahan SBY sangat sulit untuk tidak mengetengahnya kembali pengaruh Golkar yang memegang kursi legislatif 23. bergulir dan berubah pada pemilu ke 3 tahun 2009 pada masa reformasi ini yang akan makin menguatnya kekuatan partai yang berhaluan agamis. mencerdaskan kehidupan bangsa. untuk memperoleh minyak tanah harus antri. Mungkin momentumnya telah tiba. rasionalitas pemilih pasti akan mengevaluasi apa kontribusi yang telah diberikan partai-partai besar pada lima tahun yang telah berlalu. pasti akan cari alternatif seperti pada pilihan pilkada Jawa Barat dan pilkada Sumatera Utara yang partai berideologi agama telah memenangkan hati rakyat. 6. Bagaimana hasilnya? Kita lihat saja nanti pada tahun 2009. kalau mereka malahan memilih partai-partai berhaluan agamis. Kalau harapan-harapan rakyat tidak ter-realisasi sesuai dengan janji-janji yang telah pernah dikemukakan pasti akan terjadi pergeseran dukungan. Perubahan pasti akan terjadi pada pola pemilih pada pemilu 2009 yang akan datang.04%) – apalagi wakil presiden di pegang oleh Golkar. rakyat tidak mungkin terus menerus dibohongi. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Kesimpulan NASAKOM telah menjadi NASA yang pada waktu antaranya kom-nya telah musnah dan pernah digantikan kaum militer. Kemudian tergantung persepsi pemilih terhadap tingkah laku partai Golkar yang terus mengingatkan kembali tingkah lakunya pada masa orde baru. tidak terkontaminasi penyakit korupsi (masalah utama bangsa kita). Partai-partai besar yang berkuasa selama lima tahun terakhir ini ternyata tidak mampu mengangkat kesejahteraan rakyat seperti yang diharapkan. dan golongan militer hanya golongan agamis yang belum pernah menonjol dalam menjalankan pemerintahan eksekutif. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. golongan komunis.partai Demokrat (10. Kalau pemilih lebih memilih alternatif partai yang relatif lebih bersih. bahkan memperbanyak orang yang jatuh dibawah garis kemiskinan. Jelas peta politik akan berjalan.27% jadi sama saja pemerintahan SBY ini adalah penjelmaan kembali dari orde baru. golongan agamis. Memang dari empat golongan ideologi yang pernah ada di Indonesia: golongan nasionalis. minyak goreng harus antri.36%) – seperti waktu Gus Dur memerintah dengam dukungan legislatif minimal dari PKB (11. premium dibeberapa daerah juga harus antri. Ini dikarenakan makin berlanjutnya distorsi PDIP yang berhaluan nasionalis dengan kebijakan pimpinannya yang tidak begitu jelas apa betul-betul membela grass root.

dan tanggung jawab profesi yang dijabarkan dalam kode etik jurnalistik serta sesuai dengan hati nurani insan pers.(Note: % adalah presentasi representasi partai tersebut di kursi DPR pada pemilu 1999/2004) Kamis. Fungsi pers sebagai lembaga ekonomi mempunyai makna bahwa dalam menjalankan fungsinya pers harus menerapkan prinsip-prinsip ekonomi agar kualitas pers dan kesejahteraan para karyawan media penerbitan pers semakin meningkat dan tidak meninggalkan kewajiban sosialnya. menyalurkan aspirasi rakyat. Hal ini berbeda dengan fungsi Pers. yang disetujui oleh Pemerintah. dijelaskan bahwa Organisasi pers ialah organisasi wartawan. Di samping itu. Dalam hal ini perlu dikembangkan interaksi positif antara Pemerintah. Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982 dijelaskan bahwa dalam rangka meningkatkan. menurut pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. berbangsa dan bernegara. meluaskan komunikasi dan partisipasi masyarakat serta melakukan kontrol sosial yang konstruktif. pers mempunyai fungsi yang penting yaitu: sebagai media infrmasi. 07 Januari 2010 Fungsi PERS & Peranan PERS Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982. meluaskan komunikasi dan partisipasi masyarakat. serta melakukan kontrol sosial yang konstruktif. sebagai lembaga ekonomi. dari tindakan pencegahan. . organisasi perusahaan pers. pers dan masyarakat. Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. maka pers berfungsi sebagai penyebar informasi yang objektif. pendidikan. hiburan dan kontrol sosial. pers juga berfungsi menyebarkan informasi yang objektif. yang demokratis. pelarangan dan atau penekanan agar hak masyarakat untuk memperoleh informasi terjamin. penyalur aspirasi rakyat. organisasi grafika pers dan organisasi media periklanan. Pelaksanaan fungsi pers tersebut sangat penting dalani kehidupan bermasyarakat. Kemerdekaan pers adalah kemerdekaan yang disertai kesadaran akan pentingnya penegakan supremasi hukum yang dilaksanakan oleh pengadilan. Yang dimaksud dengan "kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara" adalah bahwa pers bebas. peranannya dalam pembangunan.

menggelorakan semangat pengabdian perjuangan bangsa. memperjuangkan pelaksanaan amanat penderitaan rakyat berlandaskan Demokrasi Pancasila. serta menggairahkan partisipasi rakyat dalam pembangunan. khususnya di bidang pers. memperjuangkan terwujudnya tata international baru di bidang informasi dan komunikasi atas dasar kepentingan nasional dan percaya pada kekuatan diri sendiri dalam menjalin kerjasama regional. d. mendorong terwujudnya supremasi hukum. Dimana kegiatan pers ini dapat menggelorakan semangat pengabdian perjuangan bangsa. yaitu: a. mempertebal rasa tanggung jawab dan disiplin nasional. membantu meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa. dan intemasioal. Pers Nasional melaksanakan peranan sebagai berikut a. membantu meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa serta menggairahkan partisipasi rakyat dalam pembangunan. . nilai-nilai dasar demokrasi.Dengan demikian dapat kita lihat peranan pers sangat penting dalam memperjuangkan terwujudnya tatanan baru di bidang informasi dan komunikasi atas dasar kepentingan nasional dan percaya pada kekuatan diri sendiri dalam menjalin kerjasama regional. antar golongan. memperkokoh kesatuan dan persatuan nasional. serta e. Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui. memperjuangkan kebenaran dan keadilan atas dasar kebebasan pers yang bertanggung jawab. Pers Nasional memiliki lima tugas dan kewajiban yang harus dipenuhi. antar regional dan international khususnya di bidang pers. Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982. c. Menurut pasal 6 Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. b. melestarikan dan memasyarakatkan Pancasila sebagaimana termaktub di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dengan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Menegakkan. dan hak asasi manusia serta menghormati kebhinekaan. b. memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional.

sangat penting dalam memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui dan mengembangkan pendapat umum dengan menyampaikan informasi yang tepat. akurat dan benar. Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Masalah Kebebasan Pers Di Indonesia 1. . e. Dalam hal ini yang dimaksud dengan perlindungan hukum itu "adalah jaminan perlindungan pemerintah dan/atau masyarakat kepada wartawan atau pekerja pers dalam melaksanakan fungsi. dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.c. Kebebasan itu merupakan prasyarat utama bagi demokratisasi. yang tepat. hak. Kebebasan Pers Sebagai Prasyarat Penyiaran Instrumen Kontrol Dalam Negara Demokrasi Dalam wawancara dengan The World Association of Newspapers berkaitan dengan hari Kebebasan Pers se-Dunia. perundang-undangan yang berlaku". kewajiban dan peranannya sesuai dengan ketentuan peraturan. Oleh karena itu peranan pers nasional. kritik. koreksi. serta diwujudkannya supremasi hukum untuk menuju masyarakat yang tertib. pembangunan. sekjen PBB Kofi Annan menyatakan bahwa media massa dunia kini berperan utama dalam memajukan kebebasan dan pertukaran informasi dan gagasan dalam skala global. Melakukan pengawasan. akurat dan benar. serta perdamaian. Sehubungan dengan hal itu pemerintah juga harus memberikan perlindungan hukum. Hal ini akan mendorong ditegakkannya keadilan dan kebenaran. d. Bahkan kebebasan informasi merupakan investasi melawan – dan mencegah lahirnya kembali-tirani.

50 persen + 1 adalah cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan problem kebangsaan itu. Atau kita mengikuti siklus Polybios. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Harian Fajar. pada angka-angka seperti 50 persen 1. sebagai limit agar menegaskan posisi kita untuk melakukan perubahan. sehingga tidak ada satupun partai di Indonesia yang bisa disebut sebagai partai ideologis. Persoalan substansial seperti kemiskinan dan keterbelakangan. seperti kemiskinan. Sebelumnya Robert Dahl mengingatkan. Baik sebagai peserta aktif maupun pasif. namun juga memilih kontestan. Apakah kita akan mengikuti "bisikan" demokrasi di masa mendatang. Demokrasi kuantitatif memang tidak sepenuhnya salah. Batasan-batasan kuantitatif memang perlu untuk menegaskan diri sebagai bangsa yang teratur. Yang . atau malah kita akan menghentikan proses transisi ini sebagai titik episetrum untuk kembali melakukan rekonsolidasi ke kutub otoritarianisme. tidak bisa diselesaikan lewat hitungan 50 persen + 1. bahwa kita akan segera secara perlahan-lahan menuju fase lanjutan siklus. bahwa demokrasi kita saat ini amat sangat kuantitatif. kemelaratan. Pemilu 2009 ini bagi sebagian besar pengamat menganggap sebagai puncak terakhir untuk menguji "kelayakan" proses transisi demokrasi untuk dievaluasi secara menyeluruh. problem epistemik kita sebagai bangsa amat berbahaya apabila itu yang kita jadikan ukuran untuk melakukan proses pembangunan. karenanya amat mahal. hanya akan bisa dijawab setelah Pemilu 9 April mendatang. keterbelakangan. 07 April 2009 Persoalan substansial dari demokrasi kita adalah pendidikan politik dan kemauan untuk meng-enganged diri dalam arena publik. kebodohan dan kepandiran kita sebagai bangsa bisa diselesaikan dengan angka-angka. Tampaknya pertanyaan apapun di masa kini. karenanya. Akan tetapi kalau kita berhenti pada hitungan-hitungan kuantitatif. maka kita akan menghentikan persoalan substansial dari demokrasi kita. Partai tidak berpikir untuk bekerja untuk membangun kaderdisasi dan pendidikan politik. tidak harus menjadi kontestan.umat. dalam arti keterlibatan itu. atau Dahl mengatakan demokrasi prosedural (procedural democracy). 17 April 2009 GOLPUT. Demokrasi kita terlalu materialistis. Pemilu tampaknya menyisakan berjuta harapan bagi konstruksi demokrasi di masa yang akan datang. DPT DAN MALAPETAKA DEMOKRASI Oleh Fajlurrahman Jurdi Direktur EKsekutif Pusat Kajian Politik. Kita menganggap persoalan kebangsaan. SUARA BATAL. yakni oligarki.

DKI Jakarta 36. Jika kita melihat ukuran kertas suara yang akan dicoblos di bilik suara pada tanggal 9 April nanti. sebagai tahap ujian untuk menentukkan sikap dalam intaian ancaman. namun lebih pada fatwa politik. juga seolah-olah semuanya tak ada masalah. Sumbar 37 persen. Banten 39. Sampai Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa haram Golput. Jika pemilu tahun 2004 pemilih hanya memilih partai. Pilbup Pati 50 persen. Dari beberapa hasil Pilkada berikut data Golput di masing-masing Pilkada.Golput di Pilgub Jateng 45. Jatim 39. Kepri 46 persen. 22 persen. Golput atau golongan putih ini akan menjadi momok bagi eksistensi mereka. Pilwalkot.69 persen. Tampaknya angka ini adalah merupakan angka yang luar biasa. tetapi kesiapan voters (pemilih) untuk melakukan pencontrengan. Pilgub Sulsel 33 persen. Bogor 45 persen. dan (2) Di dalam kotak partai itu. sekalipun memang tidak akan mendelegitimasi mereka secara hukum. sekalipun itu Fatwa yang agak "menyebalkan" dan bukan fatwa teologis. sama menakutkannya negara Orde Baru bagi civil Society di masa Soeharto berkuasa. ada beberapa persoalan teknis yang sengaja atau tidak sengaja dilakukan oleh negara/kekuasaan dalam upaya untuk menciptakan demokrasi. Sebuah angka yang amat menakutkan bagi proses konsolidasi demokrasi. yakni (1) Jumlah partai yang banyak dengan warna partai yang sama untuk beberapa gambar. sampai Pilgub: . telah menyimpan sejumlah persoalan bagi demokrasi kita. Wonogiri 39.67 persen. maka Pemilu 2009. dan jumlah partai yang banyak akan menyulitkan bagi pemilih.07 persen. di Pekalongan dan Solo masing-masing 50 persen. Kaltim 42. sungguh ngeri bagi kualitas demokrasi.bertebaran dalam arena demokrasi kita adalah partai massa.2 persen. Ukuran kertas yang selebar 84 x 63 sentimeter. Kalsel 40 persen. baik Pilbup. tinggal menunggu detik-detik suksesi itu dimulai. Itulah lembaga Pemilihan Umum kita yang bernama KPU. Pilbup Cirebon 38. Ada dua problem besar bagi masyarakat yang tidak berpendidikan apabila melihat surat suara. Dalam kaitannya dengan pemilu dan harapan yang terlalu besar akan demokrasi. Komisi ini belakangan bekerja amburadul dibanding pada tahun 2004. Golput telah menjadi hantu yang amat menakutkan bagi partai politik dan para caleg.28 persen. Pertama. juga sekaligus betapa demokrasi kita di ambang petaka. seolah-olah dalam ceramah tak ada masalah. Suara Batal. Keputusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan suara terbanyak. maka akan menjadi alasan bagi kelompok oposisi untuk mengatakan bahwa kinerja partai politik untuk meyakinkan rakyat telah gagal. Sumatera Utara 41 persen. sehingga agak mudah bagi mereka untuk membedakan. Seolah-olah dalam pidato telah bekerja maksimal. Golput. selain . Ada beberapa masalah yang akan segera muncul dan akan menjadi ancaman serius bagi proses transisi demokrasi kita. Wajo 32 persen. Kedua.33 persen. Jambi 34 persen. Dengan harapan dan dada membusung mengaku telah bekerja keras demi suksesnya ritual suksesi politik dan hajatan demokrasi. bahwa demokrasi kita. sedangkan angka golput tertinggi tercatat di Pilwalkot Pontianak yang mencapai 61 persen. yaitu partai yang seluruhnya bekerja membangun kekuatan untuk merebut kekuasaan.2 persen. Jawa Barat 34. ada urutan nama caleg. Sukoharjo 42. namun apabila jumlah pemilih tidak mencapai 50 persen. akan berkisar 35-45 persen. Kalbar 37. Kita lihat angka Golput di beberapa Pilkada.05 persen. Bandung 30. Semua perangkat telah disiapkan dan prasyarat hajatan demokrasi telah ada. Juga menjadi alasan.19 persen.3 persen. Letak dasar persoalannya bukan pada surat suara. maka Golput akan mencapai angka dramatis.

Mereka telah berkhianat kepada rakyat dalam rantai sejarah yang amat panjang. suara batal dalam Pemilu 2009 ini akan mencapai angka 2025 persen. tangan mereka gemetar ketika memegang pulpen. 24 Maret 2009 PARTAI POLITIK PREDATOR MENUJU PEMILU 2009 Oleh: Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. (3) Metode Contreng. Mungkin saatnya memang mereka harus dihukum. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 06. Hitungan 50 persen + 1 tidak mencapai ambang batas. Di Sulsel saja jumlah DPT bermasalah berjumlah 67. Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menjadi wacana hangat belakangan ini. Lalu. Begitu juga mungkin di tempat-tempat lain.kertas suara banyak.088 DPT bermasalah. 38+23+9=70 persen. juga sekaligus tidak adanya taktik untuk memberi ruang bagi yang tidak terdaftar sebagai pemilih untuk memilih pada tanggal 9 April. Selama ini partai politik tidak pernah menjalankan kewajibannya sebagaimana layaknya seorang muslim yang menjalankan kewajiban menjalankan salat lima waktu. Karena itu. menemukan kesulitan pemilih memilih partai. meramalkan demokrasi sebagai suatu harapan di masa yang akan datang adalah tidak masuk akal dengan melihat infrastruktur politik seperti ini. apabila keadaan politik hanya untuk upper class. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia . Bagi masyarakat awam. maka problem demokrasi kita akan tambah rumit. tidak bisa dilanjutkan dengan menempatkan rakyat sebagai yang berdaulat. Kita berharap ada perubahan mendadak dalam hitungan empat hari ke depan. Sehingga kita tidak mengalami kemunduran yang mengerikan di atas bertabuh harapan akan kemajuan demokrasi kita. memilih caleg dan cara mencontreng. di mana hitungan kuantitatif itu bisa dilakukan. Sungguh ini akan menjadi malapetaka bagi demokrasi. Ketiga. Jika demikian. menegosiasikan masa depan demokrasi pasca Pemilu 2009. dan yang sangat menyulitkan nanti adalah mencari nama para caleg yang akan dipilih. Kecuali partai bekerja dan memulai untuk selanjutnya menjalankan tugas-tugas wajibnya. Apalagi hitungan kuantitatif tidak mencapai limit yang tercantum dalam prosedur demokrasi. Jadi yang sah untuk merepresentasikan suara rakyat hanya 70 persen. karena apabila dikalikan tidak sampai limitasi demokrasi. jumlah partai juga banyak. Karena itu. Katakanlah Golput 38 persen Suara batal 27 persen dan yang tidak bisa memilih 13 persen. jika engangement masyarakat beserta tetek bengek yang lain bisa mencapai angka di atas 50 persen? Ini impossible untuk melanjutkan agenda transisi demokrasi dengan mengabaikan hak-hak rakyat yang paling asasi. Karenanya.639 nama. Pengalaman beberapa fungsionaris PuKAP-Indonesia yang terlibat dalam proses pendidikan politik arus bawah di beberapa daerah di Sulsel. agar segera menyadari kesalahannya. Ini akan berpengaruh secara psikologis ketika mencoblos. ketika masuk bilik. akan sangat banyak yang tidak bisa terlibat dalam pemilu. Jadi. Diperkirakan mereka yang tidak bisa memilih pada pemilu ini akibat birokrasi negara yang bernama UU Pemilu. Di Jatim ada sekitar 43.52 0 komentar Selasa.

2009 adalah merupakan awal bagi mereka melakukan revitalisasi orientasi dan keberpihakannya bagi masyarakat. karena partai sudah tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Terlalu banyak orang yang menaruh harapan pada partai politik. Partai telah menyebabkan rakyat hidup dalam “pintalan-pintalan” harapan yang sulit untuk mereka pahami. memperjuangkan kepentingan rakyat dan berkhidmat untuk rakyat. yang sekalipun telah lama dalam kubangan pragmatisme. Masih mewarisi sistem dan mekanisme politik masa lalu yang .Menjelang pemilu 2009. sebagaimana tujuan awal partai di dirikan. namun partai yang hanya menjadikan ideologi sebagai tumbal. juga bukan sarana untuk memperjuangkan hak-hak rakyat. ia telah merumuskan gaya baru pemikiran Islam yang inferior dalam berpolitik. belum memiliki basis kekuatan buruh. partai telah menjadi perkumpulan orang-orang yang sedang menegakkan “ajaran dusta”. Partai-partai raksasa seperti Golkar dan PDIP. Partai. Di saat orang terlalu banyak berharap agar PKS menjadi penegak ajaran moral bagi simbol Islam Politik. paling tidak. ia tidak lagi sebagai sarana untuk mengagregasikan kepentingan rakyat. suka atauidak suka harus diakui baik secara yuridis maupun secara sosiologis dan politik. Partai buruh. namun tidak jelas perjuangan kerakyatannya. sebagaiman tujuan utamanya. Apalagi sekarang PKS sudah tidak lagi menjadi partai Islam yang berideologi. Indonesia selama dan pasca Orde Baru tidak ada yang terlalu banyak berubah. Parta-partai politik. Itulah partai. Namun harapan itu pupus ditengah kemelut yang melanda partai politik kita. ia telah menjadi virus demoralisasi massal dalam sebuah sindikat demokrasi. partai telah menjadi alat untuk menciptakan konflik komunal bagi perkumpuan sebagian para “bandit” politik. partai-partai Islam seperti PKS justru menambah beban moral umat Islam. partai telah menjadi penentang demokrasi yang paling sah. Partai politik secara institusional memang tidak salah. Belum ada partai yang benarbenar memiliki keberpihakan pada komunitas tertentu yang diatasnamakan. namun mereka adalah merupakan bagian dari pilar demokrasi. yang mau tak mau. namun perilaku orang-orang di dalamnya telah menyebabkan fungsi-fungsi penting partai politik tidak dijalankan. sekalipun pasca reformasi usai mereka tak punya kontribusi besar bagi pembangunan demokrasi. yang tentu berbeda dengan Labour Party di Inggris. PKS sudah mendeklarasikan diri sebagai partai Islam yang berideologi inklusif. adalah merupakan saran untuk menampung dan mengartikulasikan kepentingan rakyat. bahwa partai-partai politik akan mampu memberi harapan baru bagi masa depan Indonesia. namun tidak sedikit rakyat yang kecewa dengan perilaku partai politik. ada harapan yang menggebu dari banyak masyarakat Indonesia. namun PKS telah “melacurkan diri” dalam pragmatisme dan oportunisme politik. Partai sudah menjadi sebuah perkumpulan para “gerombolan” politik yang mencari kekuasaan dengan ’rakus’ dimana mereka adalah merupakan aliansi oligarki “nakal” yang sudah tidak lagi bisa diharapkan menjadi penopang tegaknya demokrasi. Partai PDIP yang mengaku diri sebagai partai wong cilik.

tetapi untuk membangun bangsa kita. yang bernama Indonesia. Jika memang partai politik masih merupakan jalan terbaik untuk menegakkan demokrasi. yakni mentalitas menerabas dan jalan pintas dengan memangsa hak-hak rakyat. Dari “pesta demokrasi” yang satu ke pesta demokrasi yang lain. hingga mereka menjadi “kepala botak” hanya memikirkan dan mengharapkan janji-janji palsu partai politik. Sekalipun bukan satu-satunya jalan untuk membangun demokrasi. Partai. sekalipun tidak menjadi satu-satunya perkumpulan untuk menegakkan demokrasi. dari ideologi mananapun dan atas tujuan apapun serta identitas yang bagaimanapun juga yang ia gunakan. tidak ada satupun yang mampu keluar dari mekanisme predator masa lalu tersebut. Partai telah menjadi “berhala” yang dianggap “sakral” untuk mengatakan demokratis atau tidak demokratisnya sebuah Negara. maka lebih arif dan dewasa partai-partai politik itu di “tiadakan” demi dan atas nama “kemanusiaan/kerakyatan”. “Peniadaan” ini bukan karena tidak suka dengan partai politik. bahwa partai politiklah yang dianggap sebagai jalan terbaik bagi tegaknya demokrasi yang sehat. hanya harapan yang menumpuk dalam pikiran rakyat. yakni sebagai “alat untuk mencapai kekuasaan” bukan “alat untuk memperjuangkan kepentingan kemanusiaan”. tetapi merupakan sebuah pesta untuk memikirkan tentang masa depan Indonesia Kita. bukan Indonesia “mereka”. maka seharusnya partai-partai besar maupun kecil yang hadir dalam setiap perhelatan “akbar demokrasi” mempertahankan identitas. janji dan keyakinan politik yang diberikan kepada rakyat. dimana partai politik menjadi bagian yang determinan. atau Indonesia “dia”. dan bahkan alienasi “epistemologis” dan “aksiologis”. layaknya dalam tradisi Negara yang menganut paham demokrasi liberal. bukan “Indonesia siapa-siapa”. Pesta demokrasi bukan hanya sekedar acara rutin lima tahunan dengan menghadirkan kontestan partai politik yang begitu banyak. Mekanisme dimana seluruh urat nadi dan karakter sistem yang digunakan telah menciptakan polarisasi. namun lebih disebabkan pada artikulasi peran dan fungsi partai politik yang telah melenyapkan “moral demokrasi” untuk merebut kekuasaan dengan mempertaruhkan beruta-juta rakyat jelata yang selalu menjadi korban pikiran-pikiran “palsu” dalam partai politik. jika partai politik masih mempertahankan identitas mereka seperti saat ini. Rakyat hidup dalam “kubangan” harapan akan janji-janji yang tak pernah ditepati dalam setiap episode rutinitas demokrasi. Mentalitas inilah yang telah menyebabkan sistem politik Indonesia masuk dalam jebakan pramatisme dan oportunisme. bahwa partai politik adalah tetap menjadi kekuatan penopang demokrasi yang visible. namun partai begitu penting adanya di dunia modern. determinasi. Namun. Dengan demikian. Partai politik. Karena kita harus jujur mengatakan. Sesungguhnya kita punya harapan yang besar. Tetapi sekaligus partai politik telah mengajarkan mentalitas “predator”. . tetapi Indonesia “miliki kita”. partai politik tidak didirikan untuk membangun “distingsi” antara “aku” dan “mereka”. apapun alasannya. Sekalipun itu memang bukan harga mati.dibangun di atas mentalitas para “Predator”. tanpa mempertimbangkan lagi mekanisme “ontologisnya”.

inilah saat yang tepat seharusnya bagi partai politik untuk mengubah diri. sistem dan mekanisme “permainan” dalam Partai. Pemilu 2009 bukan hanya sekedar ajang perebutan kekuasaan antar partai. yakni para “predator” yang hendak merebut. tumbuh dan tenggelamnya peradaban. narasi baru.Dalam konteks inilah partai politik kita tidak bisa menempatkan diri pada posisi yang wajar. Partai besar bekerja dengan “rakus” untuk mencari keuntungan agar bisa memegang kekuasaan pada Pemilu 2009. sehingga menghalalkan segala cara dalam upaya menciptakan teror politik yang melanda negeri transisi yang pongah ini. perjuangan baru. gagasan baru. Inilah menurut penulis. mengolah dan mengutak-atik kekuasaan untuk kepentingan partai dan individu. aktor baru. Kekuasaan memang selalu meminta korban. 01-02-2007 Media Centre -. tidak diikuti dengan mentalitas aktor politik yang berjiwa demokratis. Mereka adalah anak kandung modernisasi. sementara partai kecil mengaca diri sambil mengubah nama dan platform. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Kamis. seharusnya semua pengurus Partai melakukan “tobat politik” untuk segera merevitalisasi diri.Untuk apa kekuasaan ada. Atas nama kekuasaan. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. Berbagai pencarian bentuk sistem politik. Partai-Partai yang berkuasa dan yang hidup di “pinggiran” kekuasaan saat ini adalah partai yang tidak memiliki karakter dan komitmen keberpihakan. agar “citra diri” partai tidak selalu jelek dimata masyarakat. dan mentalitas baru. tanpa mengubah komitmen. makam pahlawan dibangun diberbagai kota. Partai pendatang baru harus bisa memberikan yang “berbeda” dari partai-partai lama yang telah masuk dalam kubangan pragmatisme tingkat tinggi.Tulisan ini hendak menguji keabsahan suksesi politik sebagai sebuah agenda negara demokrasi dengan kebiasaan ritual suksesi di Indonesia yang berakhir dengan radikalisme dan anarkisme yang disebabkan oleh ambisi kekuasaan yang terlampau besar. masa Orde Baru. lahirnya dan matinya suatu negara. selama ini. Mereka harus hadir dengan ide baru. Padahal. tetapi justru banyak diantara mereka yang mewarisi mentalitas politik “masa lalu”. Liberalisasi politik pasca Orde Baru. Bukan mentalitas “predator”.19 0 komentar SUKSESI POLITIK DAN RITUAL ANARKI Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. yang menyebabkan “hampir” gagalnya proses transisi demokrasi yang sedang kita hadapi. yang dengan modernisasi itu pula mereka berubah menjadi liberal. Mereka semua adalah sama. Pertanyaan ini terus muncul disetiap zaman dan di setiap episode peradaban. tetapi merupakan awal “peperangan” politik yang dahsyat bagi partai-partai yang ikut dalam kompetisi ini. kepada siapa kekuasaan berkhidmat?. suksesi di Indonesia diwarnai dengan ritual mistisisme elit-elit politik yang meminta kepada dunia abstrak dengan pertapaan dan bersemedi untuk mendapatkan “wahyu kemenangan” dengan ritual . untuk siapa kekuasaan berguna. semuanya bermuara pada satu soal: yakni bagaimana mencari bentuk kekuasaan. konsep baru. pikiran baru. Di saat krisis kepercayaan atas Partai Politik saat ini.

Bagi komunitas yang anti kemapanan. Suksesi politik adalah menyangkut upacara demokrasi. yang tentu saja kemampuan seseorang untuk mengapresiasi gagasan yang telah dirintis sebelumnya akan berbeda. seorang ulama dianggap sebagai mesin penggerak massa yang efektif.kekerasan militer yang menjaga kamar-kamar pencoblosan dan proses-proses kampanye politik yang mewarnainya. Emosi sosial ini dapat bangkit jika terjadi gesekan kencan ditingkat elit. Tanpa pembedahan yang tajam. Hampir setiap proses suksesi politik. suksesi seperti ini hanyalah merupakan ritual suksesi yang tidak membawa perubahan. sehingga ritual kekerasan. Dalam proses suksesi. ritual anarki dan radikalisme adalah merupakan “persembahan” suksesi politik Indonesia yang telah lama menghiasi dunia politik kita. Ulama adalah pusat segala-galanya. yang terjadi biasanya adalah gesekan politik yang sedikit memanas. Seakan-akan anarki adalah merupakan salah satu syarat. pemerintah atau rezim. Tingkat emosi sosial ditentukkan oleh dukungan politik yang diberikan oleh mereka atas orang-orang tertentu yang menjadi calon penguasa politik dalam proses suksesi tersebut. Akibatnya dalam proses transisi diwarnai dengan restu politik dan keterlibatan aktor-aktor lama yang sedang berkuasa untuk menyukseskan kader ideologisnya. suksesi politik Indonesia akan selalu diwarnai dengan korba-korban akibat ritual “sesat” dan ritual “sadis” tersebut. atau ditransfer. Sehingga anarki adalah merupakan ritual yang bersamaan dengan ritual suksesi itu sendiri. karena yang ditransfer adalah “posisi kekuasaan” dan “otoritas kekuasaan” kepada orang lain. Lahirlah kekuatan politik yang lain yang akan mengancam posisi kekuasaan yang mapan ini. Jadi. kekerasan dan anarki adalah merupakan simbol. Bahkan ada ulama yang kemudian dimitoskan. karena dalam kultur masyarakat Islam Jawa. dari seorang individu. Menurut Alan Brier suksesi politik didefinisikan sebagai cara kekuatan politik disampaikan. Provokasi elit kultural jauh lebih memiliki daya tarik kental dibanding dengan provokasi yang dimainkan oleh siapapun. di Jawa Timur. suatu pikiran irasional masyarakat tradisional yang masih bisa disaksikan dalam masyarakat Indonesia. Antara ritual anarki dan ritual suksesi sebagai proses politik tidak bisa . hingga kemudian dianggap sebagai pembawa wahyu. akibatnya situasi politik dan pergeseran kekuasaan tidak menyebabkan terjadinya pergeseran kebijakan dan karakter atas sistem politik yang ada. tanpa ada rasa bersalah dari aktor-aktor pemain politik yang ada ditingkat elit. paling tidak bisa dilanjutkan oleh pewaris ideologis setelahnya. karena pertarungan antara kekuatan politik yang saling merebut kekuasaan bisa menyebabkan terjadinya mobilitas massa politik meningkat. Disinilah sesungguhnya akan terbangun satu rezim politik ideologis. bahkan melabrak kekuatan politik yang mapan demi melancarkan agenda politik yang di usungnya. pemerintah atau rezim lain. bahwa suksesi berlangsung dengan sukses jika dibarengi dengan anarki. Antara “kekuatan” dan “jabatan” dalam suksesi harus benar-benar diterjemahkan secara simultan. Misalnya. sementara elit yang diatas mengakomodasi tokoh-tokoh kultural untuk mendukungnya dalam menyukseskan agenda politik yang diusungnya. bahwa suksesi berjalan dengan baik. ke individu. untuk meneguhkan dirinya sebagai salah satu indikator keberhasilan sebuah negara dalam melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses-proses politik yang berjalan. yang menghendaki bahwa konstruksi politik yang telah dirintisnya.

Ritual anarki yang secara serentak terjadi di seantero negeri ini adalah pasca Pemilu tahun 2004 dan Pilkada Langsung sepanjang tahun 2005. radikalisme massa. 22 tahun 1999 yang diganti dengan UU No.J Habibie. inilah ritual anarki terakhir yang termasuk dalam kategori sadis sepanjang kekuasaan Soeharto setelah tahun 1990-an. Dan para korban atas tumbal tersebut bertebaran dimana-mana. yang selalu menjadi korban adalah “manusia-manusia kecil”. melahirkan satu catatan politik terpenting bagi proses suksesi politik Indonesia. banyak pengamat politik yang bermimpi. Karena kekuasaan logikanya selalu meminta korban. dan gilanya. konflik horizontal. Akhir cerita kekuasaan Soeharto ini. bejat dan penuh dusta-dusta. korban-korban ritual anarki dan ditingkat yang lain pemain politik yang tak pernah merasa berdosa dengan tingkah laku bejatnya. Ritual anarki dalam proses suksesi politik memang sudah menjadi semacam kewajiban politik yang harus dijalani oleh masyarakat Indonesia. Bahkan perjalanan kekuasaannya dipertahankan dengan persembahan atas “manusia-manusia kecil” ini sebagai tumbal. Karena kehausan akan kekuasaan menyebabkan “laku bejat” untuk menukarkan darah orang lain dengan kekuasaan yang glamour. setahun sebelum Pemilu 1997. yang selalu menjadi korban persembahan adalah “manusia-manusia kecil” yang hidup dalam ketergantungan penuh atas permainan kekuasaan yang ada diatas mereka. tanpa ada anarki lagi. Suksesi politik di Indonesia selalu diwarnai oleh ritual-ritual anarki. 32 tahun 2004 tentang otonomi daerah dan pemilihan kepala daerah secara langsung. Akhirnya politik dan suksesi politik di Indonesia dipenuhi oleh berbagai cerita-cerita dusta. Soeharto mempertahankan kekuasaan yang begitu lama diatas suksesi politik dengan ritualritual anarki yang sangat sistematik. utamanya bagi pemain-pemain politik yang haus akan kekuasaan. Pilkada Langsung telah menambah intensitas suksesi politik lokal. Perayaan ritual anarki yang paling besar dalam dunia perpolitikan Indonesia terjadi ketika proses penurunan Soeharto tahun 1998. bahwa proses suksesi yang selama 32 tahun dibawah kendali rezim Soeharto dibajak secara “sadis” oleh kekuatan massa yang tak bisa dipahami sepenuhnya kemauan mereka. dan diganti oleh B. Ritual anarki terakhir yang dipersembahkan oleh Soeharto adalah pada tanggal 27 juli 1996. korban-korban anarki bertambah kuantitasnya dan tukang-tukang janji dusta semakin menganggap bahwa dusta adalah “berkah politik” yang harus diucapkan. yang selalu menjadi korban persembahan ritual adalah masyarakat. Dan celakanya.dipisahkan. dan penghancuran institusi-institusi negara adalah merupakan korban-korban ritual anarki. Anarki massal yang telah menerabas menghancurkan kekuasaan Orde Baru yang hegemonik dan tuntutan politik massa brutal ditahun itu. Karena ritual anarki terjadi berbarengan dengan suksesi politik yang terjadi disuatu wilayah. Pilkada telah menambah rentetan korban atas ritual anarki ini. tanpa ada yang dikorbankan. sementara pemimpin-pemimpin ritual tidak terkena kecipratan atas persembahan ritual tersebut. Ritual anarki kemudian diperparah dengan kehadiran UU No. Tetapi ritual anarki menjadi semakin gila. pada saat yang sama juga ditandai dengan meningkatnya korban-korban ritual anarki. dalam ritual ini. bahwa proses politik ditengah transisi demokrasi akan berjalan secara partisipatoris. tanpa ada janji-janji dusta seperti dulu. .

memutus pembubaran partai politik. terutama posisi Mahkamah Konstitusi yang merupakan lembaga hukum terpenting di negeri ini. Juga tersebarnya Baleho dan brosur salah satu calon di seluruh daerah di Sul-Sel padahal kampanye belum dimulai. Keberadaan Mahkamah Konstitusi dalam struktur ketatanegaraan RI adalah merupakan bentuk dari tuntutan reformasi peradilan agar MA tidak berkuasa sewenang-wenang sebagaimana di masa Orde Baru. Mudah-mudahan suksesi Pilkada di Sul-Sel terjadi tanpa ritual anarki. politik.15 0 komentar Mahkamah Konstitusi Menghukum Tanpa Batas Oleh: Fajlurrahman Jurdi Fajar Kamis. agar UUD 1945 sebagai dasar bernegara tidak dilecehkan sebagaimana masa lalu. Namun di dalamnya juga mengidap penyakit legitimasi dan hierarkis yang menjadi rantai panjang persoalan konstitusi hingga sekarang. elit-elit adat. 19-03-09 Hasil kajian PuKAP-Indonesia beberapa minggu terakhir tentang konstitusi. Semangat reformasi mewarnai aroma perubahan UUD mulai dari perubahan pertama sampai perubahan keempat. Semenjak Pemilu 2004 dan rantai Pilkada secara langsung sebagai akibat dari "hasutan" demokrasi liberal. memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD. Pemilu. yang sejatinya juga akan melahirkan ritual anarki. Kekerasan politik dan ambivalensi demokrasi itu. dan memutus sengketa tentang hasil Pemilu. Demokrasi dan Kapitalisme menemukan berbagai problem bangsa kita. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. berbarengan dengan tuntutan terhadap lembaga hukum untuk menyelesaikan perkara. Juga sebagai bentuk dari komitmen. Salah satu lembaga Negara yang diamanatkan dalam amandemen ketiga UUD 1945 adalah Mahkamah Konstitusi. karena tokoh-tokoh primordial. adalah indikasi akan rentan terjadinya ritual anarki yang berbahaya bagi masa depan demokrasi di Sul-Sel. Ini tercantum dalam Bab IX yang berkaitan dengan kekuasaan kehakiman pasal 24C. dan tokoh-tokoh kunci mistik telah banyak diakomodasi oleh para pemain politik untuk dijadikan mesin mengendali massa. Salah satunya dalam tulisan ini mengenai UUD kita. persis seperti anjuran Machiavelli. Indikasi kearah ritual anarki menganga lebar dalam proses suksesi pilkada Sul-Sel nanti. Dalam pasal 24C ayat (1) UUD 1945 ditegaskan. sehingga persoalan hukum kemudian menjadi tambah rumit. Korban dari ritual anarki ini adalah “manusia-mansuai kecil” yang dimanfaatkan oleh tangan-tangan “iblis” kekuasaan dan pemain-pemain politik yang ingin menghalalkan segala cara. . Berikut ini hasil kajian itu. dan ini menjadi problem lanjutan dari putusan-putusan Mahkamah Konstitusi. yakni "Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji UU terhadap UUD.Memasuki tahun 2007 ini. dan kekerasan mewarnai ritual demokrasi di Indonesia. Ditambah lagi munculnya produk legislatif yang banyak bertentangan dengan UUD 1945. persoalan hukum. Sulawesi Selatan akan diperhadapkan dengan proses suksesi politik. sementara pasal 24A dan 24B adalah masingmasing tentang Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial.

Di sinilah "banci"-nya DPR hasil pemilu 1999.Salah satu Putusan yang amat kontroversial adalah putusan MK pada tanggal 16 Agustus 2006. tiga orang dari DPR. Ini dikaitkan dengan posisi ketua MK dan pertimbangan cost politik. Setelah selesai putusan ini. 22 tahun 2004.D-VI/2008. Padahal seharusnya posisi MK harus dikontrol oleh konstitusi. Melalui Putusan No 41/PHPU. Bagi MK. UU No. Tetapi oleh MK. adalah putusan MK mengenai Pilkada Jawa Timur. bukan pengadilan hukum. Dalam UU Pemilu maupun UU MK. agar bisa saling mengontrol. UU No. maka dengan alasan hukum. Sementara dalam klausul pasal di atas dikatakan "Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final�". akan tetapi yang ada hanya "menghitung ulang suara". Juga pertanyaan selanjutnya. Tiga orang dari MA. 22 tahun 2004 tentang Komisi Yudisial. Siapa yang akan menindaklanjuti keputusan tersebut?. serta pertimbangan hukum. lalu siapa yang akan menjadi eksekutor (yang menjalankan keputusan tersebut?). Ini menjadi suatu penyakit dalam demokrasi kita. Kasus kedua. Mungkin ini merupakan bagian dari cek and balances. Di dalamnya berkecamuk berbagai kepentingan yang hiruk-pikuk. Inilah upaya "menghukum" tanpa batas. tetapi juga kondisi psikologis hakim yang diproses secara politis dalam pengangkatannya merupakan masalah yang sulit untuk dibuktikan. terutama mengenai kata "hakim". posisi MK ada di atas UUD. bukan menghitung ulang. Katakata ini menutup upaya hukum selanjutnya bagi pihak yang dirugikan. tidak ada klausul yang menyuruh untuk "memilih ulang". Persoalannya MK tidak mengenal kata "melanggar" hukum dalam putusannya. MK: Mahkamah Politik Apabila kita merujuk konteks ini. Sebab UUD memberi ruang "nalar" yang sungguh amat merdeka pada MK. bahwa kata hakim dibagi. Akibatnya. Bukankah keputusan itu melanggar hukum?. sementara pada konteks lain. tidak termasuk Hakim Agung dan Hakim Konstitusi. 005/PUU-IV/2006 atas UU No. 5 tahun 2004 masing-masing yang mengatur ketiga institusi kehakiman tidak memberikan instrumen hukum kepada lembaga mana yang akan menjadi eksekutor bagi putusan MK. tetapi. Jika UUD memberikan kewenangan kepada MK melampaui UUD. MK dan hakim PT dan dibawahnya. Tetapi yang terjadi kemudian adalah memilih ulang. 24 tahun 2003. MK akan mudah menegosiasikan keputusan-keputusan politis. Ada dugaan bahwa putusan itu adalah putusan politik. juga sekaligus "banci"-nya UUD yang kita miliki. Tampaknya ini sudah diluar konteks UUD dan MK melewati kewenangan UUD. Apabila terjadi penafsiran hukum yang salah oleh MK. KY sampai sekarang tidak memiliki fungsi yang jelas pasca keputusan MK. kata "hakim" yang tercantum dalam UU KY. keanggotaan hakim di MK adalah merupakan hasil kolaborasi kuasa politik. Padahal dalam UUD baik dalam batang tubuh maupun penjelasannya. namun dalam kenyataanya. sekaligus mungkin inilah yang disebut dengan "kagagapan" demokrasi itu. dan celakanya itu dibenarkan oleh UUD. MK memutuskan agar KPUD Jawa Timur (Jatim) melakukan pemungutan suara ulang di Kabupaten Bangkalan dan Sampang. dan keputusan itu amat berani. Sementara baik dalam UU No. Disamping secara tidak langsung. Otoritas penafsiran konstitusi sepenuhnya ada di pundak mereka. maka sebenarnya pada bagian-bagian tertentu MK adalah pengadilan politik. No. MK . tidak ada pembagian kata "Hakim Agung" atau "Hakim Konstitusi". maka langkah hukum apa yang akan diambil?. ada pertanyaan yang hingga saat ini yang belum bisa dijawab. menjadi hakim MA. tiga orang dari presiden hingga jumlahnya sembilan orang.

Untuk provinsi dan pusat juga jumlahnya bervariasi. Antar partai kontestan Pemilu. Di kabupaten lain juga berkisar antara 25 sampai 50 orang dalam satu Dapil untuk kapubaten/kota. yaitu: 1. akan terjadi antara pihak-pihak dibawah ini. Presiden. Lembaga/institusi tersebut harus segera dikonsolidasikan dengan DPR. Karenanya. 2. Inilah persoalan penting yang akan segera menghadang Pemilu 2009 yang berkaitan dengan MK. MK bertindak tanpa batas. kalau dalam satu Daerah Pemilihan (Dapil) saja untuk Caleg DPRD di Kota Makassar jumlah Caleg berkisar antara 100 sampai 150 orang. menghukum tanpa kendali dan memutus tanpa kontrol. dalam konteks cek and balances keberadaan MK adalah representasi dari trias politica. Juga hukuman-hukuman tanpa batas yang dimiliki oleh lembaga ini. Jika tidak ada eksekutor. Untuk Sulsel. Jika MK. Antar calon anggota legislatif 2. maka harus ada tawaran alternatif yang harus segera diambil. harus segera ada instrumen yang membatasi kekuasaan MK agar tidak terlalu absolut. ruang sidang tersebut bertempat di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. lembaga yang pada awalnya secara filosofis membawa semangat perubahan justru masuk dalam jurang arogansi konstitusional. yaitu: 1. misalnya mengabulkan 3-5 persen dari jumlah secara keseluruhan gugatan sengketa Pemilu. Antara calon anggota legislatif dengan partai 3. Maka dipersiapkan ruang sidang teleconference di berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia agar bagi para pihak yang terlibat dalam sengketa Pilkada maupun Pemilu tidak harus ke Jakarta. maka untuk apa keputusan itu dikeluarkan?. Bayangkan. maka MK harus bekerja siang dan malam untuk menyelesaikan kasus ini. Dari jumlah secara keseluruhan itu. cukup datang di tempat universitasuniversitas yang telah ditunjuk oleh MK dan memiliki fasilitas teleconference. MK harus menjaga independensi dalam mengambil keputusan. 10 persen saja yang bermasalah. Tidak kah keputusan itu akan menambah masalah baru bagi MK dan bagi demokrasi?. karena ada asumsi. institusi mana yang akan menjadi eksekutor dari hasil putusan tersebut?.yang mengendalikan UUD. . Dengan melihat dan menduga akan muncul problem seperti ini. Sengketa Pemilu 2009 ini. Tidak ada upaya hukum yang bisa menjerat MK apabila keputusan mereka melanggar nalar konstitusi. Harus segera dibentuk lembaga atau intitusi yang akan menjadi eksekutor bagi keputusan MK. KY dan KPU. kecuali dengan alasan menjaga otoritas konstitusi. Tergantung dinamika yang terjadi di suatu daerah. Kasus ini tidak akan sedikit jumlahnya nanti. sedangkan secara politis. dan UU No 24 tahun 2003 tentang MK. 3. Satu-satunya alasan hukum adalah pasal 1 UUD 1945. bahwa Pemilu 2009 ini akan membuat MK bekerja ekstra keras. Persiapan MK menjelang Pemilu 2009 Sudah diduga oleh banyak kalangan. juga tidak ada ruang untuk memperbaiki keputusan. Tampaknya disinilah kegagapan instrument hukum kita. Dengan berdasar dan berpijak atas UUD. Pada akhirnya lembaga ini menjadi absolut dan otoriter. Karena itu. MA. akan terjadi anarki politik yang berbarengan dengan ritual demokrasi.

sebuah harapan bagi siapa saja yang hidup dalam ketidakjelasan transisi demokrasi yang penuh ambisi dan nafsu. Inilah yang disinyalir oleh Duverger dalam "A Caucus and Brand. terutama bagi mereka yang berkuasa dan dikuasai di negeri yang hampir "biadab" saat ini. Cadre Party and Mass Party". 27-12-2008 Soeharto . Dalam konteks ini. karena sedang membela PKS yang memiliki "narasi besar" untuk membangun bangsa ini.oleh PKS . PKS pada awalnya adalah partai kader. Saya tahu siapa Aswar Hasan dan kenal siapa Irwan. tetapi lama kelamaan berubah haluan menjadi partai "fantasi". Sebagai partai baru yang lahir dari rahim reformasi. Demokrasi dan Perubahan Sosial Indonesia. juga bukan partai massa. tentu semua orang sadar. tentang Islam. "PKS: Partai Kroni Soeharto" (Tribun. Ini kemudian betul dengan gaya politik PKS yang suka berfantasi ria tentang Indonesia. bahwa PKS sedang ingin menata Indonesia yang ambruk tidak berdaya menghadapi sirkulasi demokrasi liberal yang penuh gagap dengan pesona gilanya. 22/12). .14 0 komentar PKS Disamakan Soeharto Sebuah Fantasi Oleh Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. persis seperti tulisan saudara irwan. suatu penempatan yang luar biasa disaat Indonesia tidak memiliki satupun partai Ideologi. yaitu: Fantasi. Kacamata berpikir yang digunakan. Ingatan masa lalu yang melekat dalam dirinya masih segar. bahwa seorang Aswar tidak mengalami penyakit amnesia akan sejarah masa lalu. Padahal ada di tengah hanya ada satu yang pasti. sebagaimana yang menghinggapi sebagian besar anak bangsa yang lain. PKS memiliki ciri khas. Selain partai baru. Aswar masih punya ingatan yang tajam akan apa yang telah diikrarkan disaat Soeharto mengalami delegitimasi dan di usir dari panggung politik secara sadis dan menggelikan.Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. sehingga kita harus mengatakan. namun itu adalah khayalan-khayalan yang menjijikan Membaca tulisan Aswar Hasan. tumbuh menjadi partai besar dan diharapkan sebagai alternatif bagi Indonesia dengan komitmen ideologinya. Tulisan ini menohok menurut saya. tetapi partai yang ada ditengah sebagaimana kata Irwan. Di saat sebagian besar anak bangsa mengidap penyakit "gila" ini. Yaitu bukan partai kader. Political Parties (1963). Betul-betul sebuah fantasi yang penuh godaan. Tribun Timur Sabtu. ide yang dibangun serta gagasan yang lontarkannya.disamakan dengan Ahmad Dahlan. termasuk obyek dalam tulisannya. yaitu partai ideologis atau kader dan partai massa. 18/12) membuat saya tergelitik sekaligus terkekeh. dipadukan dengan Mohammad Natsir. PKS sebagai partai baru yang lahir dari jerih payah reformasi. disetarakan dengan Soekarno. yakni partai yang "dianggap" banyak orang sebagai partai "ideologis". tentu merupakan keresahan akan fenomena penyakit Amnesia yang tidak memiliki obat untuk menyembuhkannya dengan baik. anak muda yang menurut saya sedang mengalami penyakit amnesia sebagaimana kebanyakan anak muda yang lain. Duverger hanya mengakui dua kategori partai. bahwa pandangan Aswar terhadap citacita reformasi masih belum kabur. tentang simbol politik. Tulisan ini ditanggap oleh Irwan (Tribun.

yang dalam kajian ilmu politik disebut perilaku politik (political behavior). bukan memaafkan masa lalu. Namun menempatkan Soeharto sebagai guru bangsa dan pahlawan nasional.Ia ingin seperti pelangi. demi massa ia lari dari keyakinannya.oleh PKS . sebab pada masa itu. telah terpisah dari akar persoalan masa lalu. Utang negara menumpuk. adalah melupakan masa lalu. ia telah hidup di dalamnya. maka akan terseret arus pragmatisme yang betul-betul menjijikkan. ini terbukti dengan keinginannya menjadi partai yang terbuka. dengan demikian. ia setara dengan fasisme. tidak ke-kiri. tetapi tetap mengaku PKS sebagai partai yang berideologi Islam. citacita reformasi dan problem-problem yang dihadapinya. disetarakan dengan Soekarno. Ketakutan ini. PKS sudah mulai tidak percaya dengan keyakinannya. tetapi menghadirkan Soeharto beserta segala kebusukan yang dibangunnya dimasa lalu. Sebagai partai reformasi seharusnya PKS sadar diri. dibesarkan.disamakan dengan Ahmad Dahlan. namun tidak berdaya. bahkan demi massa barangkali PKS dan saudara Irwan akan keluar dari Islam. ingin meniadakan simbol demi pemilu 2009. celana bergantung. Di Indonesia pasca Orde Baru. Demi massa. Dan inilah yang sedang . menghapus diri dalam hingar-bingar politik aliran. dididik dengan kepongahan. Memaafkan masa lalu adalah untuk menjadi arif agar bisa belajar dari dosa-dosa masa lalu. Tingkah laku PKS belakangan ini. dan berkoalisi dengan partai-partai sekular. juga tidak harus dijadikan sebagai dendam. berubah dalam ketidakpastian. serta hendak berpisah dari ideologi yang dianutnya. saudara Irwan menafikkan ideologi. mereka yang mengkritik dihancurkan dengan gaya Fir'aun. namun di sisi lain. mungkin ia berguru pada teksteks klasik Fir'aun. takut tidak menang di Pemilu 2009. sama dengan ketidakpastian Indonesia yang sedang berfantasi. dipadukan dengan Mohammad Natsir. Karena PKS meragukan keyakinan dan hendak menjadi partai "tengah". padahal di dalam PKS mereka yang taat beragama. tetapi bukan berarti "memberhalakan" masa lalu yang dipercayainya. bahwa masa lalu tidak boleh dilupakan. kopiah menempel di kepala ke mana-mana sebagai simbol politik. membuka sekat-sekat ideologi. baik otoritas negara maupun pemilik otoritas partai. jika tidak di rem dengan keyakinan ideologis yang kuat. menurut hemat saya sebagai orang awam. Aswar adalah seorang intelektual yang masih konsisten dengan moralitas Islam. Di saat yang sama ia tetap tampil sebagai kekuatan ideologis. juga tidak hendak ke-kanan. namun itu adalah khayalan-khayalan yang menjijikan. Soeharto . Ini bisa dilihat dalam tulisan dan keyakinannya. Ia juga masih percaya akan masa lalu. maka perilaku politiknya menjadi ambivalen. Aswar masih memiliki keterkaitan dengan kekuasan Soeharto. melebihi PBB dan PPP. Di satu sisi secara faktual ia adalah partai kanan konservatif. masa lalu beserta kesalahannya harus dimaafkan. Betul-betul sebuah fantasi yang penuh godaan. sama dengan tidak berdayanya Fajroel Rahman yang dipenjarakan oleh rezim yang hampir tidak waras itu. tanpaknya adalah problem yang menimpa pemilik otoritas. harta dikumpul dengan keringat rakyat. Inilah tingkah laku politik partai. oligarki dibangun dengan megah sambil menindih rakyat. adalah betul-betul tindakan yang "tidak waras". Pemilik otoritas partai mengalami kegagapan serius ke mana reformasi hendak dibawa. Soeharto adalah benar-benar seperti cerita Hannah Arend yang mengungkap kejahatan Nazi.

bahwa Orde Baru adalah merupakan nama yang harus tetap melekat dalam . secara telanjang anak bangsa yang hidup di dalamnya mengalami resistensi kekuasaan yang sangat rentan. perlu ada pemisahan dan tidak mencampuradukkan partai sebagai kendaraan politik dan Islam sebagai suatu keyakinan. 18 November 2007 PREDATOR REFORMASI. bahkan berani memposisikan partai sama dengan "Islam". betul-betul gila dan tidak waras lagi kita sekarang. Saya menganggap. sang tokoh koruptor ini juga akan dinobatkan sebagai guru bangsa dan pahlawan nasional. adalah sikap orang-orang "munafik" sebagaimana yang disinyalir dalam Al Quran. Ada pembelaan terhadap partai yang begitu kuat. Selama 32 tahun.menubruk PKS sekarang. STUDI ATAS KEGAGALAN PERUBAHAN SOSIAL DI INDONESIA Fajlurrahman Jurdi Salah satu tim Deklarator dan Inisiator Central Study Resistance (CSR)-Jakarta Tahun 1998 adalah merupakan tahun yang sulit untuk dilupakan bagi mereka yang hidup di akhir Abad XX di Indonesia. hendak mengatakan kegelisahannya melihat tingkah laku politik PKS yang mulai mengalami tua renta. resistentif dan kolaboratif dengan rezim pasar seperti Orde Baru. Berbeda dengan saudara Irwan yang masih muda belia seperti muda dan belianya PKS. adalah sikap naïf orang-orang tidak sehat cara berpikirnya. kekangan rezim yang terlalu tiran dan kekerasan politik yang menjadi ritual yang tak bisa dihindari. Jika anak muda kita mengidap penyakit "gila" ini. adalah satu catatan tersendiri bagi suatu proses politik. bahkan negara-negara di dunia. Indonesia diperintah oleh rezim politik yang tidak normal cara berpikirnya. PDIP dan PPP sebagai partai lama. PKS sebagai partai yang baru lahir "kemarin sore". Sikap politik yang mudah berubah seperti bunglon. Kekuasaan rezim yang terlampau otokratik. (Tribun) Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. maka tunggulah kehancuran Indonesia. melewati renta-nya Golkar. secara tiba-tiba dan mengejutkan lupa akan dosa-dosa Soeharto. Kalau ini yang terjadi. maka oleh orang-orang yang mengidap penyakit amnesia. Selama rezim itu berkuasa. bahwa Aswar Hasan dengan segenap kelemahan dan kelebihannya. ternyata telah mampu menjalankan pilihan-pilihan politik yang sangat dilematis. otoriter dan mempunyai kehendak represif atas demokrasi. Karena itu.06 0 komentar Minggu. Lupa akan segala jerih payah mereka yang telah meruntuhkan Soeharto dengan sisa tenaga yang dimilikinya. Karena hari ini seorang tokoh koruptor dipenjara dan tahun depan keluar dari jeruji itu. sekalipun selama sekian puluh tahun itu demokrasi masih menjadi alat penindasan bagi pemerintah. Keruntuhan kekuasaan rezim yang sangat langgeng berkuasa selama 32 tahun dan memiliki ideologi represif. sedang mengalami penyakit amnesia yang berbahaya.

Orde Baru adalah menjadi simbol kekerasan. tentu saja Soeharto telah berubah menjadi ideologi yang menakutkan. selalu meminta korban. Mereka yang di besarkan dalam ruang modernisasi dan sekaligus menjadi anak kandung rezim industrialisasi Orde Baru. Soeharto sebagai simbol Orde Baru beserta pendukung setia dibelakangnya mengalami delegitimasi yang begitu serius di tahun 1998. menjadi marah terhadap negara yang mendidik dan mengajarkan serta memfasilitasi budaya pop bagi mereka. Orde Baru terlalu percaya diri dalam membawa bangsa ini menjadi baik sebagaimana yang di improvivasi. Akan tetapi kepatuhan yang berpintal-pintal itu. pengkhianatan dan pembusukan politik adalah pilihan-pilihan politik yang dianggap segar oleh elit kekuasaan. bukan jaminan bagi langgengnya kepatuhan. tertanam di kepala aparatus negara yang juga otaknya di ciptakan secara represif. karena Orde Baru adalah sekaligus sebagai pembawa bencana dan pelaku kekerasan dalam dunia politik. “firman-firman” politiknya cenderung menggerakan aparatus untuk patuh pada kehendak-kehendak personalnya. tidak mampu menyelamatkan negara Birokratik tersebut dari kemarahan yang berpintal-pintal tadi. akan tetapi dari bangunan modernisasi yang di gerakkan dibawah komando kekuasaan itu. bukan jaminan untuk menciptakan dukungan tanpa reserve kepada kekuasaan. Generasi muda yang dibesarkan dalam budaya pop Jakarta. bahkan pontang-panting menghadapi kemarahan generasi yang mereka didik di bawah ideologi kepatuhan tersebut. bahkan mereka menjadi bagian dari kelompok yang menghancurkan “ayah kandung” yang membesarkan mereka yang bernama modernisasi tersebut. yang membunuh kreatifitas. Orde Baru adalah simbol pelapukan moral bangsa ini. ekonomi. Soeharto telah mampu mentransendensikan diri sebagai “Nabi” politik yang selalu di takuti. karena di dalam Orde Baru. penindasan dan pemiskinan. dengan dukungan ideologi pancasila dan di apresiasi secara patuh oleh Aparatus represif sebagaimana yang di katakan oleh Althuser. Tekanan. Soeharto telah menjadi “nabi” kalau tidak bisa disebut sebagai “tuhan” bagi masyarakat. Orde Baru adalah simbol “pelacuran” kekuasaan yang harus selalu di ingat dalam pikiran anak bangsa ini. juga bersamaan dengan tertanamnya perasaan eksesif dari gerakan sosial yang ingin merubah kepatuhan itu menjadi modal perlawanan.pikiran anak bangsa yang hidup di akhir abad XX tersebut. bertemu penyakit moral dan etik yang “merogoh” kemanusiaan. Orde Baru adalah simbol keserakahan. Sebagai aktor tunggal. “mulut” Soeharto sebagai pelakon tunggal kekuasaan Orde Baru adalah “mulut singa” yang lapar. Kemarahan anak muda Indonesia yang di desain oleh modernisasi selama kekuasaan Soeharto. represi dan penindasan yang di agungkan secara terus-menerus ternyata bukanlah jalan keluar untuk menyelamatkan Soeharto dengan dinasti yang dibangunnya. benihbenih perlawanan itu tercipta secara genuine. menekan sikap korektif. sehingga di dalam tubuh Orde Baru melekat pintalan-pintalan penyakit sosial. . Di dalam tubuh Orde Baru. menindas kekuatan-kekuatan oposisi di Indonesia. politik. Pada konteks inilah. Pidato-pidato kekuasaan menandakan pidato yang bernuansa kekerasan. moral dan kekuasaan yang berlebihan.

Reformasi hanyalah cerita yang tak bermakna. adanya tarik menarik yang sangat kuat antara kekuatan-kekuatan pendukung status quo dengan kekuatan-kekuatan pendukung perubahan. kebebasan harus di intimidasi adalah pengorbanan yang sangat mahal bagi masyarakat Indonesia hanya untuk menyelamatkan kekuasaan. satu dekade yang lalu. dinamika kehidupan politik rakyat jauh lebih tinggi ketimbang dalam masa kekuasaan rejim otoriter. pada saat yang sama perubahan yang berjalan secara timpang sepanjang 32 tahun harus berakhir. akumulasi kekecewaan. Dekade 70an hingga akhir 90-an adalah merupakan dekade dimana personalitas kekuasaan . Desakan-desakan oposisional yang menjelma menjadi kemarahan itu telah menimbulkan perlawanan yang tak terbendung. Lengsernya Soeharto dari kekuasaan pada tahun 1998 adalah merupakan bentuk kejengkelan. mau tak mau harus di sebut sebagai pelaku yang melawan kekuasaan otokratisme negara tersebut. rakyat Indonesia di semua lapisan saat ini masih mengalami gejala yang dikenal dengan istilah “euphoria” politik. Ketiga. demonstrasi dan sebagainya.Orde Baru yang congkak. Semenjak Soeharto lengser dari kekuasaannya. Kemiskinan yang di tutup-tutupi dengan penindasan. ideologi yang ditafsirkan secara tunggal. bahkan untuk menyelamatkan kejahatan-kejahatan tersebut harus menjalankan ritual pengorbanan. Dalam khasanah ilmu politik sendiri. korupsi yang dijalankan secara kolaboratif antara pemiliki modal dan keluarga Soeharto. yang telah sekian lama mengandalkan kepatuhan dan ketundukan. Dan tumbal-tumbal itu telah menjadi korban bagi kelanggengan dan mempertahankan rezim otoriter yang ganas tersebut. Dalam masa transisi ini juga. yang tidak pernah terjadi selama Soeharto berkuasa. demokrasi yang ditelikung oleh apparatus represif. protes. dan kemarahan masyarakat yang sudah tidak ingin lagi hidup dalam kepenatan rezim yang menyesakkan nafas tersebut. dan hampir menjadi “tuhan” tersebut dihancurkan oleh generasi yang mereka besarkan sendiri. mimpi yang tidak tercapai dari generasi muda Indonesia yang sempat mengamuk tahun 1998. adalah representasi begitu jahatnya rezim Orde Baru. Mereka yang berlomba-lomba menghancurkan Soeharto. sebuah kekuasaan yang di besarkan dengan retorika politik yang penuh nafsu kekerasan. tidak adanya political will dan keseriusan terhadap pelaksanaan agenda-agenda reformasi (Mada Sukmajati: 2004). terkait dengan dua point sebelumnya. maka di penghujung tahun 90-an adalah merupakan tahun kemenangan bagi mereka atas negara. 80-an. Hal ini disebabkan. Nyawa manusia harus melayang tanpa beban. kutukan. masa ini disebut sebagai masa transisi dari rejim otoritarianisme ke sebuah pembentukan rejim yang lebih demokratis. Kedua. Sebuah masa yang menurut Guillermo O’Donnell (1986) dipenuhi oleh ketidakpastian. Indonesia telah memasuki apa yang dikenal dengan sebutan “Masa Reformasi”. menekan kebebasan dan membiarkan masyarakat menghirup “udara busuk yang diproduksi oleh rezim” tersebut. pertama. telah secara kasar mengusir otonomi Negara dibawah ketiak Soeharto tersebut. Rezim yang menyesakkan dada. hingga awal dan pertengahan 90-an adalah tahun-tahun bencana bagi gerakan sosial. Jika sepanjang episode tahun 1970-an. karena peluang untuk kembali mundur ke kutub otoritarianisme sama besarnya dengan peluang maju ke kutub demokrasi (Mada Sukmajati: 2004). hukum yang menjadi hamba penguasa. Kemarahan.

Perubahan sosial yang tersumbat akibat kepemimpinan tersebut dibuka selebar mungkin dan perjalanannya dipercepat. Pada akhirnya kekuasaan yang tua renta itu. membongkar secara telanjang kekecewaan rakyat atas Orde Baru. Kekerasan atas kemanusiaan menjadi kenyataan politik yang hidup bersama dengan anak bangsa tersebut. represif dan pada saat-saat tertentu sewenang-wenang. dilema dan pilihan-pilihan yang amat sulit untuk di dijalankan. otonomi daerah. perubahan sosial yang kebetulan di beri nama reformasi itu kemudian mengalami disorientasi. Soeharto bersama aparatur represifnya telah melakukan proses pembusukan atas karakter kemanusiaan. sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Sekalipun di awali dengan krisis kurs rupiah terhadap dolar. Tetapi secara tiba-tiba. karena pada masa ini kebebasan di belenggu oleh kehendak politik yang personal. akan tetapi juga adalah untuk mendorong perubahan sosial politik yang hampir tidak pernah berjalan selama tiga dekade kepemimpinan Soeharto. Reformasi. mencabut dwifungsi TNI/Polri. maka kutukan tak terhindarkan. di saat-saat Soeharto mengalami puncak kemapanan kekuasaannya yang bersamaan dengan usianya yang tua renta. yaitu: . juga tidak diduga oleh hampir saja semua kepala anak bangsa yang hidup di bawah komando Soeharto. melacuri demokrasi dan mengkhianati pancasila yang di tafsirkan secara sewenangwenang oleh mereka. supremasi hukum. muncul sporadisme dan kekerasan yang sangat serius untuk melakukan delegitimasi atas kehendak negara Orde Baru. sehingga bagi mereka yang mencoba menembus mitologi kekuasaan yang keramat tersebut. Kehancuran Soeharto bisa dimengerti adalah merupakan bentuk protes mereka terhadap negara yang begitu jahat atas kebebasan masyarakat. Menurut Eep Saifullah Fattah (2000: xxix-xxxiii) ada beberapa substansi perubahan mendasar bisa diidentifikasi dalam proses reformasi. Enam visi reformasi yang terdiri dari amandemen UUD 1945. Pada titik yang paling nadir. Gerakan reformasi atau semi-revolusi tersebut adalah sebuah gerakan yang muncul dalam suatu konteks yang tidak di kehendaki oleh kekuasaan. di gugat keabsahannya. Reformasi bukan hanya sekedar menghancurkan mitologi kekuasaan Soeharto yang birokratis dan represif itu. akan tetapi kemarahan itu adalah bentuk kutukan mereka terhadap negara yang terlalu birokratis. budaya demokrasi yang rasional dan egaliter.Soeharto masih di anggap mitos yang sulit untuk di tembus daya keramatnya. telah mendorong Indonesia pada sebuah fase politik yang disebut oleh berbagai pengamat dengan transisi demokrasi. Sebuah fase yang menurut penulis penuh dengan intrik. bahkan telah menambah beban sosial politik yang makin berat. Akan tetapi semua itu mengalami delegitimasi secara serius di penghujung abad XX. dengan segala resiko yang telah bersama-sama dengannya. Beberapa Indonesianis merasa kaget dengan situasi Indonesia yang penuh dengan emosi. Reformasi tahun 1998 sebagaimana yang penulis katakan di atas adalah merupakan satu bentuk semi-revolusi yang begitu dahsyat. serta kelompok oportunis di belakangnya tidak lagi mendukungnya. serta pertanggungjawaban Orde Baru masih sebatas agenda. dan belum menampakkan hasil sedikitpun.

Pertama. banyak kalangan seperti menjadi kuda liar yang baru dilepaskan dari istal. Ini merupakan salah satu gejala dalam kerangkan terjadi redefinisi (pendefinisian ulang) hak-hak politik rakyat. kekuasaan mengalami proses desakralisasi. Saat ini. Daftar hak politik rakyat pun bertambah panjang secara dramatis. namun juga benar bahwa pembangunan telah mendatangkan banyak kemajuan fisik di tengah masyarakat. sekalipun mesti diakui bahwa secara umum. Bersamaan dengan berjalannya proses reformasi. Kedua. Saat ini proses desakralisasi itu sedang berlangsung. hampir tidak ada orang yang bersedia di identikkan dengan Orde Baru. Di satu sisi desakralisasi adalah positif. Pengakuan seimbang seperti inilah yang seyogyanya dikembangkan dalam masyarakat. Demitologisasi pembangunan di satu sisi merupakan hal positif. menjaga dan meningkatkan martabat manusia. Kelima. Salah satu hakikat reformasi yang penting adalah terciptanya desakralisasi (pengakhiran kesakralan) kekuasaan beserta perangkat-perangkatnya. Ketiga. Jika di masa sebelumnya sangat sedikit hak politik yang bisa dinikmati rakyat. Sebegitu hebatnya reinterpretasi ini berlangsung sehingga mantan Presiden Soeharto yang pada awalnya dipahami dalam sejarah sebagai penyelamat negara darikudeta komunis tahun 1965-1967. Adalah tidak sehat terlalu mengagung-agungkan pembangunan dengan pendekatan kacamata kuda (hanya melihat aspek keberhasilannya dengan menutup mata pada aspek-aspek kegagalannya). rakyat seolah-olah boleh menentukkan sendiri hak-hak politik yang harus dinimatinya. saat ini pembangunan banyak di kritik sebagai salah satu sumber dari banyak malapetaka sosial-politik-ekonomi yang dihadapi rakyat. Namun di sisi lain. Orde Baru menjadi sesuatu yang tidak laku. Reformasi juga telah mengubah persepsi banyak orang tentang “pembangunan”. hak dan kewajiban rakyat mengalami redefinisi. sejarah mengalami penafsiran ulang. Di masa Orde Baru. Proses reformasi juga ditandai dengan turunya secara drastis kredibiltas Orde Baru. Orde Baru mengalami degradasi kredibilitas. Desakralisasi menunjang tumbuhnya kekuasaan yang sehat dan bertanggung jawab. sebelumnya. Padahal. yang mungkin muncul justru sebuah bahaya: lembaga-lembaga pemerintahan yang berfungsi mengelola kehidupan bermasyarakat dan bernegara di tolak secara permanen. pembangunan mengalami proses demitologisasi. di tengah reformasi. menafikkan sepenuhnya hasil konkret pembangunan. Bahkan setiap kali ada aturan – sedikit apapu aspek pengendalian dalam aturan itu – banyak orang sertamerta berteriak bahwa hak-hak rakyat akan dipasung kembali. Namun jika proses desakralisasi ini berlangsugn tanpa batas. Peranan-peranan yang dimainkan . belakangan ini justru di gugat peranannya dalam G-30-S/PKI. Kebebasan menjadi suasana umum dimana-mana. Keempat. sebaik apapun yang dilakukan oleh lembaga-lembaga itu. pembangunan ala Orde Baru terbukti gagal menjalankan humanisasi. Ini merupakan salah satu gejala umum dimana-mana. kekuasaa cenderung disakralkan sehingga kritik atau penentangan atas kekuasaan tidak dimungkinkan. Pendeknya degradasi kredibilitas Orde Baru terjadi secara tegas di tengah proses reformasi. Jika sebelumnya pembangunan di mitoskan sebagai sesuatu niscaya yang mendatangkan kebaikankebaikan bagi masyarakat. Orde Baru diagungkan secara heroik. Segera setelah pergantian presiden. sejarah mengalami reinterpretasi. Saat ini banyak orang berbicara mengenai pembangunan sebagai sebuah kekeliruan.

Reformasi sampai saat ini masih berproses untuk meneguhkan dirinya. Reformasi pun ditandai oleh berkembangnya kebebasan pers serta peningkatan lalu lintas informasi. misalnya tidak terlampau di tonjolkan. Reformasi masih harus di dorong hingga tuntutan-tuntutan reformasi dijalankan secara konsisten. Setidaknya anggapan-anggapan semacam ini berkembang begitu tegas selama masa pemerintahan Habibie. Reformasi dengan segala variannya. selepas Pemilu dan SU MPR 1999. anggapan serupa itu mulai melemah sejalan dengan menguatnya legitimasi pemerintahan baru. dan konflik antar kekuatan pro demokrasi memperebutkan kekuasaan. pemerintah melemah dan seolah-olah dilemahkan. Peranan Sukarno dalam banyak hal. Semenjak pergantian presiden pada 21 Mei 1998. Ketujuh. reinterpretasi sejarah yang dilakukan di tengah proses reformasi memang bisa dimaklumi. Dalam kaitan ini. akan menambah legitimasi bagi kekuatan anti demokrasi untuk mengambil alih kekuasaan. Sebagai bagian dari proses politik. Untungnya. mulai dari perubahan mentalitas aktor politik hingga kultur . sebuah proses yang memiliki akar genealogi yang kuat dengan tradisi yang tak mungkin di hindari begitu saja dalam arus modernisme kultural. pemerintah telah mengeluarkan sangat banyak surat izin usaha penerbitan pers baru. interpretasi atas sejarah telah dibuat sesuai dengan selera kekuasaannya. Kedua. Reformasi juga ditandai oleh melemah dan dilemahkannya pemerintah. terkonsolidasinya demokrasi dengan merapatnya kelompok-kelompok yang berpikiran reformis. yaitu: Pertama. Keenam. Apalagi terjadi pertarungan kepentingan yang tanpa akhir. sehingga reformasi yang dikerjakan dengan pengorbanan yang sangat besar satu dekade silam hanyalah menjadi cerita untuk menambah emosi semata. Pendekatan sejarah yang tidak normatif memang sebuah dictum: sejarah ditulis oleh mereka yang menang. Informasipun mengalami peragaman (pluralisasi). Ketika Soeharto menjadi “pemenang” selama masa Orde Baru. demokrasi akan gagal diterjemahkan dalam konteks sosial yang nyata. informasi mengalami pluralisasi. Jumlah media massa mengalami pembengkakan secara sangat cepat dan dramatis. tentu tak mungkin di pisahkan dari proses transisi. Dalam kaitan ini. terjadi penelikungan transisi demokrasi untuk di tutup rapat prosesnya dan di geser kembali ke otoritarianisme. Kecenderungan perubahan yang terjadi di dalam masyarakat pasca reformasi adalah merupakan satu kenyataan yang paling penting untuk ditengok.oleh Soeharto dalam perjalanan sejarah bangsa pun – misalnya dalam peristiwa serangan umum 1 Maret di Yogyakarta – mengalami gugatan dan reinterpretasi serupa. dikaji dan di prediksi masa depannya. Pada konteks ini. Ada anggapan yang saat ini berlaku umum bahwa pemerintah yang terbaik adalah pemerintahan yang bisa dibuat selemahlemahnya. bahkan berkembang anggapan bahwa segala sesuatu yang datang dari pemerintah pasti salah adanya. Tidak ada lagi sekarang sumber informasi yang cenderung tunggal dan jenis informasi yang cenderung seragam. reformasi meniscayakan perubahan-perubahan sistemik dalam konteks politik negara. Kehancuran transisi akan terjadi jika elemen-elemen sipil yang memiliki akar pikiran yang demokratis tidak secara serius mengelola transisi ini menjadi lebih demokratis. Negara yang mengalami transisi seperti Indonesia hanya memiliki dua pilihan yang sangat dilematis.

di tandai dengan. telah membawa Indonesia pada proses bertabrakannya diskursif. telah membawa Indonesia pada situasi yang serba gamang dan bingung. Kegaduhan itu adalah akibat tersumbatnya saluran politik yang di tutup rapat selama Orde Baru. karena telah melanggar konsensus. yang hampir saja di nobatkan sebagai “nabi” bangsa bagi Indonesia. akan tetapi di khianati di tengah jalan. telah hancur berkeping-keping di atas gumpalangumpalan kemarahan massa yang mengamuk terhadap rezim tersebut. maka rakyat berhak merebut kekuasaan itu atau paling tidak mengkritik keberadaan kekuasaan tersebut. Karena itu. (3) karena semuanya di bangun di atas kebebasan. teatrikal kekerasan yang mengatasnamakan demokrasi yang hampir setiap hari di pertontonkan. Kereta demokrasi yang hidup itu adalah merupakan kereta demokrasi yang harus di bangun di atas kehendak arus bawah yang dijalankan secara eksesif bagi pertumbuhan ekonomi. Produk politik yang hampir saja setiap hari di keluarkan. mekanisme dan model pengambilan kebijakan di dasarkan atas partisipasi masyarakat sebagai pelaku. politik dan kultural menuju kesejahteraan sosial. Hancurnya legitimasi kekuasaan negara Orde Baru yang birokratis. aturan hukum yang selalu tidak pernah memiliki efek jera. Bebas untuk melakukan langkah eksesif bagi perubahan sosial. aset-aset negara banyak di privatisasi. Pada saat yang sama. sementara hubungan luar negeri yang pada masa Orde Baru yang dibangun di atas perasaan inferioritas tidak pernah mengalami perubahan. Dan jika konsensus tercapai. Jika konsensus itu tidak mencapai kesepakatan. Reformasi. sehingga muncul kegaduhan diskursif. antara wacana yang satu bertabrakan dengan wacana yang lain dalam suasana yang timpang. (1). maka reformasi telah merubah itu menjadi sangat bebas. Hampir semua orang bisa berbicara tentang apa saja yang ingin dibicarakanya. dan melakukan apa saja yang bisa dilakukanya. (2) ambruknya sistem kekuasaan dengan sistem politik yang “buas”. maka tidak boleh menjalankan sesuatu. Semuanya serba bebas dan serba boleh. bisa mengatakan apa saja yang ingin di katakannya. (4) situasi Indonesia pasca Orde Baru yang bernama reformasi ini disebut sebagai proses transisi politik atau transisi demokrasi. maka di sinilah kita baru menemukan Indonesia yang betul-betul dibangun di atas liberalisasi. bebas untuk mengartikulasikan diri di atas titah demokrasi yang bisa di tafsirkan secara “liar” oleh hampir semua orang. Indonesia yang dulunya semasa Orde Baru adalah negara pancasila yang mengalami proses penipuan akibat kokohnya rezim itu menempatkan dirinya di atas segala kepentingan bangsa dan negara. Jadi yang berhak menentukkan nasib dan masa depan sebuah bangsa bukan lagi berdasarkan atas kehendak bebas penguasa politik sebagaimana yang terjadi sepanjang kekuasaan Orde Baru. bersamaan dengan demitologisasi atas Soeharto yang menakutkan sepanjang sejarah kekuasaannya. sehingga bersama-sama mendorong “kereta” demokrasi agar lebih terarah dan bertanggungjawab. akan tetapi semuanya harus dibangun dengan konsensus bersama antara penguasa dan yang dikuasai. dan baru menemukan ruangnya di saat-saat reformasi baru mulai. memikirkan konsensus yang memiliki masa depan dan tidak . proses suksesi yang mengalami peningkatan partisipasi dengan adanya Pemilihan Kepala daerah secara langsung adalah bentuk-bentuk dari proses liberalisasi yang berjalan beiringan dengan reformasi. Yaitu situasi yang mengandaikan perubahan politik itu terjadi manakala seluruh sistem. negara yang sedang mengalami transisi politik harus menciptakan keteraturan sosial.masyarakat merupakan “khayalan-khayalan” yang harus tetap hidup dalam benak masyarakat. Soeharto. Antara diskursif yang satu bertemu dengan diskursif yang lain.

kekuasaan itu tidak bisa diciptakan dengan kekerasan. pernah hidup dalam sebuah kondisi politik yang tertutup dan menyesakkan dada. Di tengah kegaduhan dan intrik politik yang saling bertabrakan ini. Dalam konteks ini. Salah satu ciri negara otokratik adalah menciptakan penindasan. Mereka yang dibesarkan di atas suasana yang mapan.terjebak pada intrik politik yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. dan preferensi politik itu harus dibangun di atas pertanggungjawaban. negara adalah satu-satunya lembaga yang memiliki keabsahan untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap warganya (Gerth dan Mills. akan tetapi akan membawa demokrasi pada titik nadir bahkan akan menuju lonceng kematian. Anak kandung rezim politik sebelumnya merasa terancam dengan kehadiran suasana yang baru tersebut. yang tentu saja akan membuat demokrasi menjadi tidak terdorong ke arah yang lebih baik. . sehingga mereka mengalami kesulitan ketika berhadapan dengan kenyataan-kenyataan baru itu. negara perlu melakukan pengaturan atas berbagai tindakan yang sporadis dan tiranik dari negara. karena negara memiliki alat-alat yang bisa digunakan untuk meredam kegaduhan. Pergumulan antara kepentingan kelompok pro demokrasi dengan status quo yang keras akan mengancam proses konsolidasi yang berlangsung jika tidak dibarengi dengan dorongan-dorongan kuat dari kekuatan pro demokrasi. Aristoteles. Menurut Max Weber. tanpa itu demokrasi hanyalah sekedar alat represi kekuasaan. tentu akan sangat sulit menerima suasana baru yang serba bebas itu. Akan tetapi perlu ditegaskan di sini. Mereka yang memiliki spirit perubahan dan konsensus politik untuk mendorong proses transisi politik yang berlangsung harus memiliki i’tikad baik agar transisi tidak dipenuhi oleh pertarungan kepentingan yang terlalu bias. melakukan represi atas intrumen demokrasi dan menjalankan kekuasaan secara birokratis yang Max Weber menyebutkan bahwa birokrasi yang rasional itu harus dibangun di atas pertanggung jawaban. harus memikirkan tentang preferensi politik masyarakat. Birokrasi rasional itu hanya ada dalam negara demokrasi. Karl Marx. Kenyataan inilah yang menyebabkan transisi menjadi dilema. seringkali terjadi benturan kepentingan yang bisa saja membawa perubahan itu pada arah yang determinis. Arif Budiman. dan Max Weber menganggap negara sebagai arena untuk menciptakan keteraturan sosial. Hampir semua analis memprediksikan dan mengajukkan beberapa kenyataankenyataan penting diberbagai negara betapa demokrasi menjadi korban ketika proses transisi itu berlangsung. Keberpihakan politik suatu rezim. Mereka inilah yang disebut sebagai kekuatan penghalang demokrasi atau disebut sebagai kekuatan status quo yang selalu menghambat laju pertumbuhan demokrasi. Perubahan yang determinis akan melahirkan sebuah anomali ketika proses itu menuju kearah kemajuan. 1962: 78. harus di tegakkan hukum untuk mengatur kegaduhan itu supaya tidak terjadi chaos dalam masyarakat. Sebab itu. sekalipun negara juga menjadi alat bagi sekelompok orang untuk melakukan tindakan kekerasan kepada kelompok masyarakat tertentu. Bagi sebuah negara yang mengalami proses transisi politik. Plato. Thomas Hobbes. bukan berarti keteraturan itu diciptakan dengan penindasan. 1997: 6). Hegel. negara harus tetap aman dari rivalitas fisik dari penguasa dan karenanya.

. Menentang negara adalah tabu bagi mereka. Pertama. Konsep negara seperti yang diteorikan oleh Weber. Jika pada masa Orde Baru negara memiliki mitologi tersendiri dalam ‘lembaran cerita sosial’.Anak-anak rezim yang di didik di bawah suasana dan kondisi yang patuh. penindasan dan kekerasan yang dilakukan oleh negara meskipun berulang-ulang. akan tetapi yang bisa dilakukan adalah membersihkan ingatan atas apa yang menjadi kenyataan masa lalu. kecuali untuk mendorong demokrasi agar lebih baik. demokrasi menjadi penting untuk di dorong bukan oleh kelas yang mapan dan status quo. tidak dianggap sebagai kejahatan dan kesalahan. Sebab itulah. Korupsi. Tentu saja reduksi kuasa negara itu tidak salah jika mengingat kembali artikulasi politik Soeharto yang demikian gigantis dan sekaligus penuh dengan pesona kekerasan dan dominasi. kutukan dan ‘celoteh sosial’ yang muncul bersamaan dengan desakan kuat untuk menegakkan demokratisasi. bahwa kuasa negara mengalami reduksi yang cukup serius semenjak Soeharto tersingkir dari panggung kekuasaan. negara (dan dalam hal ini khususnya pemerintah yang diberi mandat) berdiri dalam satu krisis sejarah politik pasca Orde Baru yang digugat. maka negara pasca Orde Baru adalah negara yang justru mengalami demitologisasi atas seluruh mitologi itu. sehingga membutakan mata hati untuk tidak pernah melihat ‘sisi lain’ dari negara. karena negara bagi mereka sudah ditempatkan menjadi mitos. menertibkan. negara dan transisi demokrasi yang menyertainya menjadi sebuah huru hara yang menakutkan. Negara dipandang sebagai pusat dari sirkulasi kebenaran yang tak pernah cacat sehingga diskursif apa saja yang ‘muncrat’ dari ‘tenggorokan’ negara tidak pernah dianggap sebagai sebuah kesalahan. karena negara telah di anggap sebagai sebuah entitas raksasa yang mampu menjawab persoalan-persoalan mereka dan melindungi serta mengamankan situasi sosial. dan menjadi praktik bernegara di Indonesia pada masa Orde baru telah mengalami berbagai perubahan. 4-5) ada beberapa hal yang menyebabkan negara tidak mampu memainkan peranan penting dalam mengatur. Menurut Aprinus Salam (2006. Negara tidak bisa mengendalikan emosi. Tak dapat di sangkal lagi oleh siapapun. negara sudah tidak punya legitimasi sosial untuk mengajak masyarakat agar selalu patuh pada kuasa politiknya. dan mendisiplinkan masyarakat. yakni satu institusi yang berhasil memiliki monopoli hukum untuk menggunakan kekerasan fisik di suatu wilayah tertentu. Inilah yang melahirkan kultus atas negara yang berlebihan. Tiba-tiba saja negara tidak mampu mengendalikan gugatan komunitas yang selama ini percaya kepadanya. tentu saja akan protes pada kenyataan-kenyataan yang ada. kolusi. sehingga ada ketakutanketakutan dan ketidakpercayaan diri. akan tetapi harus oleh kekuatan oposisi murni yang tidak pernah menginginkan imbalan material dan tidak mengharapkan berbagai konsesi dari tindakannya. Akan tetapi ada yang ‘aneh’ dari negara pasca Orde Baru. Sejarah tidak mungkin digulung kembali seperti benang. pengkhianatan. agar tidak megulangi kesalahan yang sama. Pada akhirnya. manipulasi. Apa yang menyebabkan negara demikian tidak berdaya menghadapi masyarakatnya?. Orde Baru harus diakui telah mampu mensistematiskan perangkat-perangkat politik yang determinan atas semua pilihan politik rasional dari rakyat yang menyebabkan seluruh komunitas rakyat dari berbagai latar belakang merasa bahwa negara adalah merupakan penyelamat mereka. Atau dengan kata lain.

Ini menandakan bahwa masih banyak antek-antek Soeharto yang siap untuk menjadi penerus kekuasaannya yang sebenarnya tidak di sadari oleh kebanyakan elemen gerakan sosial dan kekuatan pro demokrasi di Indonesia. Sukses Orde Baru adalah sukses dominasi politik dan kemampuan manajemen politik Soeharto yang menelikung seluruh oposisi untuk di singkirkan dari hiruk-pikuk politik Indonesia. kecuali hanya perubahan slogan.290 suara sah (2. Jika mengingat Partai Golkar. dalam beberapa kesempatan di kampanye pemilu legislatif yang lalu kepada masa pemilihnya. Soeharto sudah bukan sekedar pemimpin personal.” Demikianlah ajakan Hartono. Selama Orde Baru berkuasa. Fase transisi ini harus diakui. hingga kejatuhannya. Akan tetapi dikala keretakan rezim itu muncul. “… Marilah jadi antek Soeharto. Golkar dulu. Ajakan yang terus menerus diulangnya dan kemudian menjadi simbol bagi partai politik yang dalam pemilu legilstaif lalu akhirnya mendapatkan 2. sehingga mereka tidak mampu berbuat lebih banyak dan bebas untuk mengontrol kekuasaan. Di samping itu adalah reproduksi diskursif yang dilakukan berulang-ulang telah mendorong Orde Baru menjadi kekuatan politik dominatif dan sekaligus sebagai negara otoriter terpanjang di Asia. kita bisa menghancurkan Soeharto beserta seluruh keluarganya dari panggung kekuasaan hingga tidak satupun tersisa. Bukti kesuksesan itu bisa dilihat bahwa dengan ajakan itu Hartono masih bisa mendapatkan kursi di parlemen sekalipun cuma hanya dua. Partai Golkar juga ikut meneriakkan . Fase Indonesia pasca Soeharto yang dikenal dengan fase transisi demokrasi.dikala Orde Baru hidup. karena partai ini menjadi alat untuk mendorong secara terus-menerus dominasi politik yang dijalankan oleh Soeharto. tentu saja tidak mungkin dipisahkan dari Soeharto.11%) dan mendapatkan 2 kursi di DPR RI. entah dengan alasan yang tidak masuk akal sekalipun. karena rezim ini adalah sempurna di bawah kendali kepemimpinan personal. maka hiruk-pikuk dan diskusi menjadi gosip yang selalu dibicarakan. sebuah fase yang mengajukan gugatan-gugatan serius atas legitimasi personal masa lalu. Ketika orang meneriakkan demokrasi. Berulang kali penulis mengatakan. bagi sebagian besar orang tidak ada yang mengalami perubahan signifikan. Ketua Umum DPP Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). Soehartoisme menjadi sebuah keyakinan yang tak mungkin terhindarkan. Fenomena Hartono adalah merupakan indikasi kuat bahwa Soehartoisme itu masih segar dalam tubuh sebagian aparatus ideologisnya di tengah arus transisi yang sedang berjalan. Di sana kita bisa menemukan secara konprehensif bahwa negara yang kita maksud memiliki basis material dan otoritas sah untuk melakukan kekerasan. yang dulu merupakan mesin politik bagi kekuasaan Soeharto. masih mewariskan sejumlah dosa masa lalu yang tidak mungkin terelakkan. Tesis itu juga tidak salah jika melihat jumlah suara di Partai Golkar. akan tetapi Soehartoisme tetap akan hidup bersamaan dengan upaya penghancuran itu. yang berubah menjadi partai Golkar. hampir tidak pernah ada yang mendiskusikannya.399. akan tetapi Soeharto telah berubah menjadi sebuah ideologi yang tidak mudah untuk dihadapi. Suatu prestasi yang tentu saja tidak terlalu mengecewakan untuk sebuah partai politik baru. Kisah menarik yang dilakukan oleh Hartono ketika kampanye Pemilu tahun 2004 yang mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadi antek-antek Soeharto adalah merupakan pertanda betapa kukuhnya legitimasi Soehartoisme itu menancap dan hidup di dalam tubuh sebagian kader Soeharto.

partai inipun ikut berbicara tentang kebebasan. sistem politik ideologis. Hanya ada dua kemungkinan dalam konteks ini. Tidak ada yang menduga kemudian akhirnya Golkar muncul sebagai partai pemenang dalam Pemilu legislatif 5 April 2004 yang lalu. bahwa masyarakat kita sedang mengidap penyakit amnesia adalah tak terhindarkan. bahan tertawaan dan hanya menghabiskan energi jika perasaan. nalar politik kepatuhan dan partai yang pintar memainkan tipuan-tipuan kebenaran. yakni mereka yang meneriakkan demokrasi dan mengajukkan gugatan atas sistem politik otoritarian. Dengan mengumpulkan 24. Jika pilihan ini yang digunakan. bahwa memang sejumlah tokoh kunci dan penting pada pemerintahan pasca Orde Baru masih merupakan bagian panjang dari tradisi politik yang diwariskan oleh pemerintahan Orde Baru. pilihan Golkar adalah pilihan terbaik karena telah memberikan keamanan dan ketentraman bagi mereka.58%) dan mendapat 128 dari 550 total kursi di DPR. Segala kesalahan dan kejahatan masa lalu adalah benar sesungguhnya bagi mereka. akan tetapi tingkah lakunya tidak mengalami perubahan. tetapi watak dasar sebagai antek Orde Baru seperti Birokratis Otoriter.demokrasi. Penulis masih sangat yakin. Kita bisa membuktikan kasus yang menimpa Akbar Tanjung yang menjadi mantan terpidana kasus korupsi dana non bujeter BULOG. Golkar melaju melampau partai-partai politik yang lain (Sukmajati: 2004). Jika saja ingatan masa lalu tidak lagi menjadi penting bagi masyarakat Indonesia. Inilah yang disebut sebagai aktor politik ’diaspora’. Memilih Golkar adalah pilihan sadar. padahal yang menciptakan sistem yang otoritarian itu adalah mereka. Perilaku yang di tunjukkan ke ruang publik adalah sama dengan mereka yang telah mati-matian memperjuangkan demokrasi. pikiran dan keyakinan itu tidak mampu direduksi. bahwa Soeharto mampu mendidik kader-kader politik ideologis. ia adalah kader Golkar dan kader Orde Baru yang sukses memimpin partainya di tengah hantaman dan hujatan berjuta-juta orang di negeri ini. Kemungkinan pertama adalah bahwa masyarakat kita mengidap penyakit lupa sebagaimana yang penulis katakan di atas. atau memaafkan dosa dan kesalahan itu. karena harus membongkar tirani wacana. yakni bahwa Golkar masa lalu bagi masyarakat kita justru telah membawa perubahan-perubahan penting bagi mereka. Atau justru anggapan kedua. betul Golkar telah menanamkan tipuan-tipuan kebenaran kepada masyarakat. fenomena Indonesia yang seperti ini adalah merupakan kenyataan yang tak terhindarkan. maka betul Soeharto sukses menjadi pemimpin ideologis. Manajemen konflik dan kesabarannya telah membuat partai Golkar eksis dengan keadaannya.757 suara (21. maka apa yang kemudian ditakutkan oleh sebagian besar komponen bangsa ini. Kita harus akui. Mereka adalah kelompok elit yang bersikap pura-pura sebagai kelompok demokrasi yang kemudian merubah citra dirinya ketika kondisi politik mengalami perubahan. Transisi hanya akan menjadi humor. juga benar bahwa Orde Baru tidak salah dimata rakyat. Mereka berteriak lantang untuk menegakkan demokrasi. akan tetapi mereka cepat melupakannya. bahwa betapa masa lalu tidak penting sama sekali atau bahkan bagi mereka bahwa masa lalu Golkar adalah baik. mengaduk-aduk sebuah keyakinan yang akan menghambat proses transisi demokrasi. . sehingga pilihan mereka atas Golkar adalah akibat dari penyakit amnesia yang melanda mereka.480. ketika orang berbicara tentang kebebasan. Korupsi dan manipulasi tidak bisa dilupakan. Bagi saya. Kondisi ini tentu saja tidak mudah untuk diubah dengan cepat.

Keberhasilan sebuah transisi demokrasi pada negara-negara yang pernah mengalami kondisi politik yang otoriter adalah sangat tergantung pada keadaan ekonomi negara yang bersangkutan. kejaksaan dan peradilan. Pada akhirnya. Karena itu. bahwa segala aturan yang dibuat oleh negara seringkali berhadap-hadapan dengan masyarakat. sebagaimana yang terjadi pada masa Orde Baru. Apa yang terjadi pada negara yang mengalami kehilangan legitimasi sosial. Jatuh bangunnya sebuah negara yang hendak menegakkan demokrasi ternyata lebih . atau kebijakan yang diambil tidak begitu berpengaruh pada tingkat operasional. tentu saja adalah merupakan satu perspektif yang mungkin saja akan di gugat oleh kelompok lain yang mampu menemukan sisi lain tentang Indonesia. tidak lain adalah berupaya untuk melakukan kompromi-kompromi politik yang menyebabkan pemerintah yang diberi mandat tidak mampu mengambil kebijakan-kebijakan yang tegas dan berwibawa. sehingga tidak terbantu untuk berpikir panjang dalam membangun negara yang kuat. tanpa didasari dengan pikiran yang matang. Inilah yang disebut dengan negara yang mengalami kehilangan legitimasi sosial. tentu akan berhadapan dengan situasi politik yang dilematis. negara Indonesia pasca Orde Baru mengalami kegagapan dalam memilih cara dan gaya mengelola kekuasaan sehingga karena kegagapan tersebut otoritas. Politik jalan pintas inilah yang menyebabkan transisi demokrasi mengalami persoalan serius. Di satu sisi tergantung pada negara-negara ekonomi liberal. masyarakat tidak taat dan takut lagi kepada negara. yang bisa saja membuat seseorang untuk mengambil keputusan yang tidak dikehendaki oleh masyarakat. dan kompetensi negara menjadi sangat berkurang. Mesin kekuasaan sekuat apapun dan sehebat bagaimanapun aktor yang memimpin sebuah transisi. Negara Transisi dan Anomali Demokrasi Pertumbuhan dan perkembangan politik negara Indonesia sebagaimana dalam pembahasan di atas. maka protes dan kutukan akan tetap terjadi. aparat pendidikan. Konstruksi tentang negara sebenarnya tidak bisa dilihat pada sisi politik semata. dan mungkin juga tidak terlalu banyak disinggung dalam buku ini. rendahnya integritas dan kualitas SDM yang berposisi sebagai aparatus negara. karena sulit untuk menemukan aktor yang bisa dipercaya pada tingkat decision. Dilema itu menjadi pintalan yang sulit untuk di pilah satu-persatu. Di samping itu. artikulasi politik rakyat adalah menuntut perubahan untuk mendapatkan kesejahteraan bagi mereka. merupakan masalah krusial yang hingga hari ini masih menjadi salah satu problem utama negeri ini. karena jika pilihan itu keliru dan salah kaprah. ataupun instrumen politik lainnya. Akibatnya. pemerintahan transisi adalah pemerintahan yang penuh dilema dalam mengambil pilihan-pilihan politik. sedangkan pada sisi lain tidak bisa menjelaskan ke arah mana kondisi politik itu di arahkan. akan tetapi yang tidak kalah pentingnya juga adalah sisi ekonomi dan budaya yang cenderung di abaikan oleh banyak kalangan. Karena itu. Pemerintah yang diberi mandat dikondisikan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan insidental dan darurat.Sadar atau tidak. Kegagapan negara dalam menjalankan roda kekuasaan itu di tunjukkan oleh negara pasca Orde Baru. Kita bisa melihat. seperti kepolisian. kapasitas. kecenderungan politik yang biasa terjadi adalah politik jalan pintas dan cari aman.

Akan tetapi jika berhenti pada pelembagaan institusi saja. Di saat itu pula. Schmitter dan beberapa ilmuwan lain yang menekankan variabel perilaku elit itu juga sepakat untuk mengikuti jalan yang dirintis oleh Dahl. Walaupun keduanya tidak mengatakan bahwa kendala struktural tidak penting. maka tetap diperlukan kontrol politik dari kekuatan oposisi. Perangkat keras terpenuhi dengan kehadiran lembaga pendukung demokrasi yang begitu banyak dengan alokasi akuntabilitas yang mungkin secara universal bisa dikategorikan baik. akan tetapi kenyataan politik telah memperlihatkan bahwa kondisi ini adalah sebuah kenyataan yang harus diterima. agar tidak terjadi penelikungan atas transisi yang berputar. maka kita akan terjebak pada wilayah demokrasi posedural dan pemenuhan-pemenuhan atas tuntutan material demokrasi. Hancurnya kondisi ekonomi yang bersamaan dengan melemahnya legitimasi negara otoriter adalah merupakan sebuah kenyataan yang tak terhindarkan untuk melihat bahwa betapa negara otoriter itu sulit ditembus basis kekuasaannya. 28) dalam paham negara demokratis modern. tetapi dengan mencurahkan perhatian pada perilaku elit atau kepemimpinan mereka. Taiwan. apalagi perangkat lunak sebagaimana yang dikatakan Oleh Eep Saifullah Fatah seperti yang penulis kutip pada bab lain di buku ini tidak terpenuhi. Diamond. Pelembagaan demokrasi adalah penting sebagai instrumen untuk menilai baik atau tidaknya proses politik yang sedang dilewati. yang yakin bahwa gradualisme. Tentu saja kita bisa memberikan pandangan bahwa krisis ekonomi yang berbarengan dengan delegitimasi kekuasaan Soeharto itu adalah merupakan pertunjukkan yang tidak bagus. Apa yang terjadi di Filipina. Menurut Hendardi (2002. Linz dan Stepan mencoba menjelaskan kejatuhan dan kebangkitan kembali demokrasi tidak dengan menelaah variabel-variabel konflik kelas atau kendala ekonomi. Dalam konteks ketidakjelasan kemana demokrasi itu melaju. kontrol rakyat terhadap penyelenggara negara merupakan terjemahan yang sempurna dari asas kedaulatan rakyat. Pada awalnya kontrol rakyat terhadap penyelenggara negara “diejawantahkan” di dalam model demokrasi representatif semata. akan tetapi yang lebih penting adalah mendorong aparatus politik negara untuk menyadari posisinya sebagai penguasa. Korea dan Indonesia pada tahun 1998 adalah merupakan ‘drama’ krisis ekonomi yang menyakitkan. legitimasi kekuasaan Soeharto mengalami krisis. Mereka yakin bahwa kalau terdapat lingkungan struktural yang sangat tidak menguntungkan bagi demokratisasi. Sekalipun demokrasi prosedural dan segala tuntutan materialnya adalah penting untuk mengevaluasi jalan terjal demokrasi yang dilewati. seringkali itu terjadi sebagian karena ketidakmampuan para politisi untuk menghasilkan reformasi ekonomi dan inovasi pelembagaan yang diperlukan bagi tumbuhnya demokrasi. Namun dalam perkembangannya demokrasi repesentatif dapat terjerumus ke dalam . moderasi dan kompromi adalah kunci menuju keberhasilan transisi ke arah demokrasi. Mendemokratiskan kembali kekuasaan yang otoriter bukanlah persoalan yang mudah untuk ditembus. Linz. Lipset. O’Donnell.banyak di pengaruhi oleh faktor krisis ekonomi dibandingkan dengan faktor lain. Ini dianggap tindakan politik yang bijaksana untuk mendemokratiskan kembali pemerintahan yang otoriter. akan tetapi kesiapan mental masyarakat dan elit yang telah lama terbiasa dengan kultur politik birokratis cenderung menghalangi laju pertumbuhan demokrasi.

pemerintahan elitarisme. keberhasilan demokratisasi yang ditandai dengan adanya proses kenegaraan yang transparan dan accountable. partai politik adalah merupakan pendorong demokrasi. sedangkan gradual. Anomali itu adalah situasi yang serba mungkin dan serba tidak mungkin. Kondisi inilah yang menyebabkan transisi ini mengalami anomali. mampukah negara melewati transisi dengan melibatkan aktor-aktor penguasa tertentu yang berselingkuh dengan kekuatan kapitalisme global. Karena itu. Hendardi (2002. Kasus Bank Bali dan dan non-budgeter Bulog yang melibatkan ketua Golkar Akbar Tanjung ditengah-tengah euforia reformasi (Hendardi: 2002. moral politik dalam kehidupan bernegara harus menjadi perhatian besar bagi para partai politik. Oleh karenanya. Terdesak. Transformasi nilai-nilai baru sebagai akar dari suatu proses perubahan fundamental menuju negara demokratis justru tidak sepenuhnya terjadi. Terbukti kemudian. Karena partai politik merupakan organ terpenting dalam proses pembentukan masyarakat sipil yang demokratis. penuh dengan pilihan-pilihan yang mungkin saja sulit untuk dipahami. 28). karena memang reformasi itu hanyalah perubahan tambal sulam. penyelewengan kekuasaan yang tampaknya di era reformasi tidak kalah dahsyatnya dengan apa yang terjadi di jaman Orde Baru. Semuanya adalah pertanyaan-pertanyaan yang sulit untuk disebut sebagai pertanyaan sebenarnya. Dengan demikian partai politik bertanggung-jawab atas kepercayaan masyarakat terhadap terciptanya clean governance. Salah saru pilar negara demokrasi adalah partai . bisakah transisi dilewati dengan liberalisasi asetaset negara. tuntutan reformasi telah berhasil dibelokkan oleh kekuatan status quo yang seolaholah hanya menjadi soal pergantian penguasa politik belaka. akan tetapi boleh jadi adalah suatu gugatan atas tesis-tesis mengenai masa depan politik Indonesia yang masih dalam keadaan gamang dan dalam bahasa penulis anomali. Secara sekilas dan dengan menggunakan premis umum. Oleh karena itu. Mungkinkah transisi dilalui dengan modelmodel demokrasi yang diajukkan. perlahan-lahan. proses reformasi yang bergulir dan dipelopori oleh gerakan mahasiwa baru hanya berhasil menjatuhkan rezim otoritarian Orde Baru. yang harus di dorong secara terus-menerus sehingga transisi demokrasi dengan harapan-harapan yang menyertainya menjadi tercipta dan terkonsolidasi. Reformasi hanyalah merupakan kondisi yang terdesak untuk dilakukan dan sifatnya sangat gradual. di mana keputusan-keputusan penting hanya diambil oleh segelintir orang saja. Tetapi apakah partai politik itu masih layak untuk menjadi pendorong demokrasi?. sangat rawan terhadap praktek-praktek penyelewengan kekuasaan. Di sini rakyat harus merupakan bagian integral dari proses kontrol terhadap penyelenggara negara. Tarikan-tarikan kekuasaan dan desakan kepentingan telah menyebabkan transisi menjadi bergerak kearah suatu pertanyaan besar. Apa yang sesungguhnya terjadi di tahun 1998. Dalam konteks ini. Ini berbeda dengan revolusi yang perubahannya sangat dahsyat yang memang tentu saja akan banyak melahirkan korban jiwa tetapi dengan keyakinan akan melahirkan perubahan yang totalitas. 28) berpendapat bahwa dalam masa transisi politik. sangat bergantung dengan kegiatan partai politik. yaitu ”kemungkinan”. karena harus segera mengakhiri kekuasaan otoriter Soeharto dengan memaksa dia turun dari kekuasaan.

Di tengah situasi politik yang gamang dan tidak terarah. kedamaian. dan persatuan bagi semua elemen masyarakat Indonesia. Di sinilah kita tetap memandang negara sebagai instrumen penting untuk menetralisir keadaan dengan alat-alat yang dimilikinya. Filosofi bahwa partai politik akan memperjuangkan kepentingan rakyat. Yakni kecenderungan dominasi (penguasaan) sekelompok kecil orang (minoritas) yang tidak mewakili kepentingan mayoritas rakyat. keamanan. tetapi khusus konteks Indonesia harapan itu barangkali sulit untuk diwujudkan. negara harus bekerja menurut hukum besi keadaan. Sebuah hukum sosiologi paling fundamental dan sekaligus paradoksal adalah bahwa organisasi (baik partai maupun negara) adalah sebuah entitas yang melahirkan dominasi oleh minoritas terpilih atas pemilih. Dalam hal ini Hobbes menegaskan. yang tentu saja sebagai bentuk ekspresi dari pemerintahan yang berkuasa selama ini tidak tunduk pada prinsip-prinsip yang baik itu. kesejahteraan. Karena di dalam partai politik itu menurut Sutoro Eko (2004. para warga akan saling berkelahi dalam memperjuangkan kepentingan mereka (Budiman. Sehingga harapan bahwa partai sebagai kekuatan politik untuk mendorong demokrasi adalah mesti ditinjau ulang. 55). artikulatif dan lebih bermakna. Partai politik dipercaya sebagai instrumen utama demokrasi. Partai-partai politik yang ada hanyalah menambah kukuhnya dominasi penguasa atas rakyat yang menyebabkan kepentingan rakyat teralienasi dari perjuangan partai. Sebab yang terjadi di dalam tubuh partai politik adalah memperjuangkan kelompok mereka sendiri. Sekalipun secara teoritik dan praktik bisa kita temukan bahwa partai politik adalah faktor yang sangat penting bagi tumbuh berkembangnya sebuah negara demokrasi. 1997: 7). oleh utusan atas orang yang mengutus. sedangkan masyarakat hanya mewakili . Barang siapa orang bicara organisasi. Dalam konteks ini Budiman mengajukan hipotesa. Hampir sebagian pemikir yang menulis tentang negara menekankan betapa besarnya peranan negara dan betapa absahnya lembaga ini melakukan tindakan atas warganya. bahwa kekuasaan negara begitu penting. oleh pemegang mandat atas pemberi mandat. negara bersama semua aparatusnya tidak boleh berdiam diri. Sebab itu. karena yang muncul adalah apa yang kita kenal dengan oligarki partai. hingga menjarah harta rakyat sekalipun. yakni cepat mengendalikan proses diskursif yang terjadi di saat persilangan berbagai kepentingan bertemu dalam titik yang berseberangan. di Indonesia justru tidak terwujud sama sekali. bahwa negara merupakan wakil dari kepentingan umum atau publik. keadilan. akan tetapi satu hal yang paradoks yang tidak mungkin dihindari adalah terjadinya apa yang disebut Robert Michel sebagai “hukum besi oligarki”. ternyata gagal menjalankan tugastugasnya. demikian Robert Michel. Kelompok oposisi dalam negara juga harus bekerja secara cepat untuk menghindari terjadinya pelacuran keadaan yang tengah terjadi untuk menunjang proses demokrasi yang berjalan. sehingga perjuangan untuk mewujudkan demokrasi dengan mengharapkan terlalu besar keterlibatan partai politik adalah berlebihan. ia juga bicara tentang oligarki (Sutoro Eko: 2004. 53) pasti menjanjikan demokrasi. membangun kesadaran masyarakat agar memahami demokrasi secara lebih konsepsional. kalau tidak.politik. Partai politik yang diharapkan untuk menyokong terwujudnya perangkat lunak demokrasi. Fungsi-fungsi penting dari partai politik seperti sebagai sarana pendidikan dan agregasi hampir tidak berjalan sama sekali.

bila negara tidak memiliki kekuasaan yang besar. Akibatnya. Orde Baru itu langgeng dan aman adalah karena ruang-ruang diskusi ditutup rapat. Transisi itu penting untuk di desak secara terus-menerus agar tercipta kondisi politik yang benar-benar demokratis sehingga kekuasaan negara tidak bersifat mutlak sebagaimana yang terjadi pada masa Orde Baru. bahwa kekuasaan yang besar pada negara merupakan hal yang sepatutnya. Segala keinginan untuk mementingkan diri sendirti harus dihilangkan dahulu bilamana kehidupan negara yang sungguh-sungguh sempurna akan dicapai. Persoalan ini dipertegas kembali oleh Hendardi (2002. dengan demikian rakyat dapat secara nyata menuntut pertanggungjawaban atau akuntabilitas publik terhadap penyelenggara negara. Kontrol rakyat terhadap penguasa hanya dapat berjalan efektif bila penyelenggara negara tidak dapat memaparkan program dan kebijakannya secara transparan. Bagi penulis. dimana di dalamnya harus tercipta basis politik yang bisa diandalkan untuk mendorong demokrasi yang partisipatif dengan tetap menghargai kepentingan lokal. tak dapat dikendalikan. sehingga rakyat akan kesulitan untuk menerjemahkan entah kemana proses politik itu di arahkan. Karena model itu telah gagal melahirkan negara yang sejahtera dan berkeadaban. Budiman. kontrol rakyat terhadap penyelenggara negara harus dapat bersifat langsung dan nyata. akselerasi publik atas negara dibatasi. maka harapan kemudian harus bertumpu pada kekuatan basis sosial dalam masyarakat. Jika partai politik telah gagal mengagregasi kepentingan rakyat. Negara harus menjinakkan mereka dan mengajarkan nilai-nilai moral yang rasional (Budiman. tradisi kekuasaan yang personal justru akan bersikukuh pada kontekstualisasi negara yang birokratis. demokrasi terkubur ditengah retorika kekuasaan . Hal tersebut sejalan dengan pendapat Plato dan Aristoteles yang mengatakan. Untuk menghindari terjadinya personalitas pada pemegangan kekuasaan negara. Kita harus menghidari apa yang dikatakan oleh Plato dan Aristoteles yang melihat teori kekuasaan negara dengan menyatakan bahwa negara memerlukan kekuasaan yang mutlak. Dalam negara tersebut akan berkuasa akal (rasio) sebagai ganti Tuhan. 1997: 8). Individu akan menjadi liar.kepentingan pribadi atau kelompok secara terpecah-pecah (Budiman. sehingga negara merasa menang diatas rakyat dengan mengalienasi peranperan politik mereka. 28) bahwa. Individu harus sama sekali tunduk pada keseluruhan (kolektitet) (Schmid. 1997: 7). tidak ada partai oposisi yang terbentuk serta yang muncul adalah oligarki partai. Tegasnya Plato memberikan kerangka berpikirnya sendiri. misalnya melalui pemberitaan pers yang bebas dan pembentukan opini publik. sebagaimana ditunjukan oleh Orde Baru. Penyelenggara negara tidak dapat mengelak dari tuntutan transparansi dan akuntabilitas publik. sehingga rakayasa sosial atas negara yang sedang berubah akan kesulitan. sementara negara sendiri tidak bisa diharapkan untuk merekayasa masa depan demokrasi Indonesia. Negara Orde Baru adalah negara yang gagal mengkonstruksikan perubahan sosial karena pada konteks ini negara gagal melahirkan rekayasa sosial yang bersifat terbuka bagi terciptanya demokrasi bagi rakyat. 1965: 26. 1997: 8). maka tawaran yang diajukan oleh hampir semua orang untuk konteks transisi adalah tetap terciptanya kontrol sosial yang seimbang dalam masyarakat.

maka transformasi menjadi sulit tercipta. Jadi. dan kemungkinan kedua. Desakan demokrasi yang kemudian digelar oleh semua elemen kebangsaan akan sulit untuk menyesuaikan diri di atas problem-problem politik dan konstitusional yang dialami. Kukuhnya dominasi negara atas rakyat serta suksesnya relasi kuasa wacana dalam tubuh negara otoriter birokratis adalah karena semua elemen pendukungnya bekerja secara massinis yang kemudian mendorong negara lebih mandiri dan tidak terkooptatif oleh elemen-elemen lain dari luar. Stepan mengemukan lima prinsip dasar negara organis-statis (Alfred Stepan. dan kelima. negara mempunyai peran yang relatif otonom dalam proses-proses politik. serta dukungan institusi-institusi represif seperti militer. ketiga. sekalipun beberapa aktor mengalami pergantian. sehingga ketika terjadi ‘kecelakaan’ politik yang menyebabkan kekukuhan negara itu berantakan. Akan tetapi. Artinya negara sangat percaya diri atas bekerjanya seluruh sistem yang sangat prosedural dan birokratis itu. kedua. mempunyai fungsi sendiri di dalam organisasi secara keseluruhan. padahal penguasa atau elit pemegang kendali adalah aparatus negara sebagaimana yang disebutkan oleh Althusser?. Apa yang dimaksud dengan negara organis?. common good merupakan prinsip yang berbeda dalam mengontrol setiap kepentingan yang ada. negara pada dasarnya mempunyai tujuan utama adalah moral. ada juga yang disebut dengan negara fasis sebagaimana yang dikatakan oleh Budiman (1997:18-19). Kecenderungan memandang negara sebagai basis perubahan sosial serta sebagai alat untuk mendorong demokrasi tidak sepenuhnya salah. yang terkadang kuasa wacana itu dibangun diatas kepalsuankepalsuan ideologi dan politik. tetapi komponen dari negara seperti individu. sementara rakyat minimal. penulis ingin mengajukan apa yang disebut dengan negara organis. baik secara prosedural maupun secara kultural. karena peran negara dominan. Di saat yang seperti inilah perubahan sosial itu mengalami hambatan untuk bekerja secara maksimal dalam mendorong demokrasi. apa sumbangan negara dalam konteks ini. Akan tetapi jika saja optimisme itu berlebihan sehingga menyebabkan kita lupa akan esensi negara yang sesungguhnya. Pada sisi ini. tujuan moral itu merupakan kebaikan bersama (common good) yang diarahkan dan diwujudkan kedalam komunitas politik (political community). keluarga. Rakyat dipandang sebagai kelas yang inferior atas kekuatan politik negara. walaupun negara merupakan yang utama dalam komunitas politik. serta kultur yang tidak bergeser dari kondisi sebelumnya. 1978: 26-45) yaitu. bahwa transisi demokrasi tidak terbentuk dan gagal. asosiasi-asosiasi pribadi. yaitu suksesnya transisi itu dengan terbentuknya perangkat demokrasi. demokrasi akan di tunggu oleh dua kemungkinan. Keterjebakan ini ditandai dengan sistem politik yang tidak berubah. negara memiliki sifat yang kuat dan intervensionis.yang justru mempertunjukkan sikap represivitas atas rakyat. yaitu mengokohkan kekuasaan sehingga bisa menimbulkan tirani atas rakyat. keempat. yaitu terjebak kembalinya demokrasi kedalam perangkap politik birokratis. pertama. Rakyat adalah konsumen dari reproduksi kuasa wacana dari negara. . selain negara organis ini. Jika demikian yang terjadi sudah bisa dipastikan. Tentu mendedah konsep kenegaraan ini. Sehingga transisi demokrasi harus melewati jalan terjal dan menghalau ‘hutan belantara’ dengan ‘duri epistemik’ rezim masa lalu.

bentuk negara ini menguasai seluruh aspek kehidupan masyarakat. Dengan kata lain. negara pun harus menegakkan disiplin. “Negara menekankan haknya untuk membangun kembali masyarakat – ‘membentuk’ manusia dan memperingatkan akibat yang buruk bagi mereka yang mau membangkang” (Christenson et al. tidak pihak lain dalam negara yang berhak untuk menerapkan prinsip. dan moral”. 1997: 20). Merujuk kembali pandangan Mussolini. apalagi punya nilai. Untuk memperkuat realisasi gagasan ini Benito Mussolini seperti dikutip Christenson et al. Dalam konsep negara fasis. (1971: 37) mengatakan. 1971: 70). Karena itu. maka bisa di sederhanakan. sehingga pengendalian diskursif menjadi sangat urgen bagi pengembangan wacana dominasi dari negara. “Pendeknya. Kata fasisme dimaksudkan sebagai sebuah ikatan yang kuat. negara Fasis merasa merekalah yang tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. demokrasi di bunuh atas dasar kepentingan negara. terutama kebutuhankebutuhan rakyat. dalam sebuah negara totaliter. negara Fasis mengajak masyarakat untuk percaya dan patuh kepada apa yang diperbuat oleh negara. yang tentu saja bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi. bahwa negara harus kuat.Menurut Budiman. Reproduksi wacana . Pada akhirnya. mengembangkan dan memberikan tenaga bagi seluruh kehidupan seorang manusia. persatuan yang kokoh dari sebuah bangsa. Sekalipun negara organis seperti yang digagas oleh Hegel masih terdapat nilai-nilai positifnya. mengukuhkan dominasi negara adalah penting. dengan negara sebagai pimpinannya. Karena dalam konteks ini negara harus dominan mengartikulasikan kepentingan-kepentingan politiknya. Negara harus mengendalikan seluruh apa yang menjadi basis epistemik rakyat. mengarahkan perubahan dan sebagainya. semboyan kaum Fasis adalah “Percaya! Patuh! Berjuang! (Budiman. dan Negara Fasis – sebuah sintesis dan sebuah lembaga yang menggabungkan semua nilai – memberikan penafsiran. bangsa dan negara. ekonomi. Kalau dalam totaliter masih memungkinkan pluralisme terbatas. Negara menguasai semuanya – politik. Demokrasi harus dikubur dari panggung politik. Tidak boleh ada nilai yang berkembang kecuali yang diperkenankan negara. konsep negara dalam fasisme adalah bahwa negara itu meliputi keseluruhan. sementara rakyat harus lemah. Negara Fasis adalah sebuah negara totaliter. Bagi seorang penguasa di negara totaliter seperti Musolini. sehingga demokrasi dialienasi dari persinggungan diskursif negara. Karena itu. menyejahterakan rakyat. di luar negara tidak ada kemanusiaan atau kejiwaan yang bisa tumbuh. bukan sekadar otoriter. Negara memiliki otoritas yang besar untuk membangun. tidak diperkenankan organisasi lain apapun tumbuh. ikatan yang erat. nilai dan kebebasan. Artinya. tapi bagian lain dari bentuk ekstrem negara organis adalah negara fasis. Kata fasis berasal dari bahasa Latin yang berarti “seikat”. kecuali organisasi yang di bentuk negara. karena ia akan mengancam represivitas diskursif yang dikembangkan. Dengan demikian. Fasisme bersifat totaliter. bahwa rakyat harus bersedia berkurban dan patuh. Bentuk-bentuk lain yang mengikuti varian negara modern di lakukan pula dalam konteks negara Indonesia terutama yang dikembangkan oleh Orde Baru. Dalam merealisasikan konsep kenegaraan yang dipahaminya. negara totaliter dan otoriter tidak akan mungkin membiarkan demokrasi hidup. Negara menegasikan kepentingan rakyat. sehingga peluang-peluang kemungkinan untuk tumbuh berkembangnya demokrasi akan selalu dihadang dengan pilihan-pilihan politik birokratis. negara harus kuat. Christenson menegaskan. dengan kekuatan itu negara dapat memberikan kebaikan kepada warganya.

baik pada tingkat diskursif maupun pada tingkat praksis. belum ada tanda-tanda baik dari transisi ini. Karena itu. reformasi lembaga-lembaga negara yang merupakan instrumen demokrasi. seperti perubahan konstitusi. akan tetapi lupa. akan tetapi demokrasi inilah yang menjadi persoalan hingga saat ini. dimana kekuasaan dijalankan secara otoriter dengan kendali penuh kekuasaan. Indonesia yang demikian adalah merupakan potret Indonesia dimasa Orde Baru. Mereka mengharapkan agar rakyat mau bersikap demokratis kepada mereka. Pasca Soeharto. akan tetapi mereka tidak mau bersikap demokratis kepada rakyat. Mereka yang hidup di abad XXI. kecuali hanya kekecewaan yang berpintal-pintal dari masyarakat atas perilaku politik sebagian elit yang belakangan ini tambah “buas” lebih buas dari Orde Baru. Seorang demokrat dalam situasi transisi seperti ini adalah merupakan penyelamat dan penyambung lidah kebenaran bagi masyarakat. Demokrasi menjadi sebuah kenyataan untuk ditegakkan. Mereka melakukan “pembajakan” atas tesis demokrasi untuk memenuhi hasrat dan kepentingan pribadi/kelompoknya. sehingga isu demokrasi adalah merupakan isu yang sangat sensitif untuk dilempar ke ruang publik. yakni dikala sejumlah kalangan elit tidak mau . Transisi demokrasi yang dialami Indonesia adalah merupakan transisi yang panjang. apa yang kita saksikan saat ini adalah merupakan minimalisme demokrasi yang direduksi secara vulgar oleh perilaku elit dalam pertunjukan keseharian mereka. Publik nanti akan menangkap isu itu. Mereka ini telah mengeruk tesis demokrasi dari wilayah substansial-nya untuk dipraktekkan secara artifisial dan “banal” hanya untuk memenuhi hasrat-hasrat maksimal bagi kelompok/pribadi tertentu dan meminimalkan praksisisme demokrasi. Inilah yang disebut dengan tirani wacana dan represi aparatus yang kemudian melahirkan negara otoriter. akan tetapi tidak menginjeksi secara lebih memadai dan jujur tesis demokrasi ini kepada rakyat. bahwa bangsa dan negara adalah jauh lebih penting dibandingkan dengan apa yang tengah dilakukannya. Padahal pada saat yang sama. adalah mereka yang memiliki keinginan kuat untuk mendorong reformasi yang belum selesai diperdebatkan. Pada konteks inilah. Pada akhirnya. Teriakanteriakan demokrasi ini di ikuti dengan melakukan perubahan pada perangkat keras demokrasi. lalu menebarlah virus-virus demokrasi kepada rakyat yang di suarakan oleh seorang/sekelompok orang yang ingin disebut sebagai pahlawan demokrat. tentu saja harapan untuk mengubur masa lalu itu adalah merupakan keinginan semua orang. demokrasi bagi mereka amat dibenci dan kebencian mereka atas demokrasi ini ditunjukkan pada keseharian mereka. demokrasi telah berubah menjadi mesin kekuasaan bagi orangorang tertentu untuk diteriakkan agar bisa disebut sebagai seorang demokrat. demokrasi sudah bukan lagi persoalan penting untuk ditegakkan apalagi diperjuangkan. Pada tingkat praksis.dilakukan berulang-ulang dan aparatus negara yang patuh tadi siap menjaga seluruh proses berputarnya diskursif itu di dalam masyarakat. kegagalan terciptanya perangkat lunak demokrasi itu tak terhindarkan. Demokrasi telah menjelma menjadi perilaku politik pragmatis yang dipertontonkan oleh aktor-aktor demokrat yang minimalis yang menyebabkan demokrasi di ‘kocak’ dengan pendekatan oportunisme politik. akan tetapi mereka tidak ingin bersikap demokratis kepada rakyat. Artinya hanya rakyat yang di suruh untuk memahami secara demokratis apa yang mereka lakukan.

baik sebagai . Keempat. paling tidak terdapat dua partai politik yang mempunyai kesempatan untuk menang sehingga pilihan tersebut benar-benar bermakna. warga negara mempunyai hak untuk mengeluarkan pendapat tanpa ancaman akan dihukum. sebagian besar orang dewasa dapat ikut serta dalam proses pemilihan. Pertama. Kedua. Kedua. semua orang dewasa mempunyai hak dalam memilih penjabat-penjabat resmi. Kontekstualisasi demokrasi sebagaimana yang di katakan Oleh Robert A. secara praktis semua orang dewasa mempunyai hak untuk dipilih sebagai penjabat resmi dalam pemerintahan. (1982: 3. setiap warga negara juga mempunyai hak untuk membentuk perkumpulan-perkumpulan atau organisasi yang relatif independen. rezim.bergeser dari pragmatisme dan oportunisme politik. untuk mencapai berbagai hak mereka. pengaturan yang mengorganisir bargaining untuk memperoleh legitimasi dilaksanakan melalui pemilihan umum yang kompetitif. termasuk partai-partai politik dan kelompok kepentingan yang bebas. Mereka pura-pura menjadi seorang demokrat. Afan Gaffar: 1989) mengemukakan pemahaman yang lazim digunakan dalam Ilmu Politik mengenai “political performance” sebagai indikator kehidupan politik yang demokratis adalah sebagai berikut. Dahl. warganegara mempunyai hak untuk mendapatkan sumber-sumber informasi alternatif. Dalam prakteknya. pura-pura menjadi seorang pejuang reformasi. termasuk yang disebut di atas. lembaga-lembaga negara dan beberapa institusi lain yang membantu mendorong demokrasi lebih maju. Ketiga. karena memang sumber-sumber dimaksud ada dan dilindungi hukum. dan pemilih dapat memilih diantara beberapa alternatif calon. Ketujuh. Keenam. tata sosio ekonomi dan ideologi yang berlaku. Artinya klaim pemerintah untuk patuh kepada aturan hukum didasarkan pada penekanan bahwa apa yang dilakukannya merupakan kehendak rakyat. akan tetapi juga pada perangkat keras demokrasi tersebut. legitimasi pemerintah berdasarkan atas klaim bahwa pemerintah tersebut mewakili keinginan rakyatnya. Ketiga. Bingham Powel. Jr. Dahl (1986: 17-18) menyebutkan terdapat tujuh lembaga khusus yang berkembang yang membedakan rezim-rezim politik negara-negara demokrasi modern dari semua rezim lainnya. mengenai soal-soal politik yang ditentukan secara luas. Biasanya yang memiliki tugas seperti ini adalah partai politik. karena harus ada skenario lanjutan yaitu. para penjabat yang dipilih selalu berasal dari proses pemilihan yang dilakukan secara jujur. secara praktis. pertama. Selain perangkat keras seperti partai politik. pemerintahan. Akan tetapi tidak berhenti sampai di situ. meskipun batas umur untuk dipilih mungkin lebih tinggi dari batas umur untuk memilih. termasuk melancarkan kritik terhadap para penjabat. Kelima. misalnya akan tercermin bukan hanya pada perangkat lunak saja. mereka ingin menjebak transisi yang berkembang ke arah pemerintahan otoritarian. akan tetapi dibalik itu. Dahl ingin menyampaikan bagaimana idealnya demokrasi itu dibangun dan ditegakkan. kontrol atas keputusan-keputusan pemerintah tentang kebijaksanaan secara konstitusional dibebankan pada pejabat-pejabat yang dipilih. maka harus disediakan juga ruang ekspresi bagi rakyat untuk mengajukan gugatan dan protes atas praktek-praktek kekuasaan. rakyat berhak untuk mendapatkan pendidikan politik dari perangkat lunak tadi. setiap unsur paksaan dianggap sebagai suatu hal yang sangat memalukan. Pemimpin dipilih dengan interval yang teratur.

pertama. berorganisasi. penduduk memilih secara rahasia dan tanpa dipaksa. mendifinisikan demokrasi sebagai suatu sistem pemerintahan yang memenuhi tiga syarat pokok yaitu: pertama. Tumbuh sumburnya sejumlah partai politik baru. yang disertai pelaksanaan desentralisasi melalui pemberlakukan Undang-Undang Nomor 22 Tahun .pemilih maupun sebagai calon untuk menduduki jabatan penting. Baik partai politik yang lama maupun yang baru dapat berusaha untuk memperoleh dukungan. terbukanya ruang demokrasi (democracy space) yang sangat luas selama masa transisi ini belum menunjukkan adanya kerangka kuat untuk mewujudkan kemapanan budaya demokrasi. sehingga keinginan untuk mendorong demokrasi bukan lagi menjadi tanggung jawabnya. kontestasi dan partisipasi –Larry Diamond. Kelima. Jika merujuk pada pandangan Elizabeth Santi Kumala Dewi (2005). Ada yang begitu optimis dengan keadaan Indonesia akan sukses menuju transisi demokrasi. Kondisi dimana demokrasi memerlukan bangunan yang kuat dengan perangkat keras yang memadai yang di dukung oleh perangkan lunak yang cerdas. Indonesia dalam masa persilangan waktu yang serba tidak jelas saat ini. Keempat. Linz dan Lipset. Namun. adanya kebebasan pers. kebebasan pers. Apa yang disebutkan oleh Bingham di atas adalah merupakan salah satu pendekatan yang ideal mengenai sebuah kondisi untuk mencapai posisi demokratis. Kegagalan itu terindikasi dengan bangunan politik pasca Soeharto yang rapuh. dan kebebasan pers. ketiga. Pada waktu yang berbeda dalam rangka memaknai demokrasi yang berisikan kompetisi. Pada sisi yang lain perangkat keras demokrasi tidak bisa menjamin terbentuknya situasi demokrasi yang sukses. kemerdekaan mengeluarkan pendapat/berorganisasi. kedua. kompetisi yang sungguh-sungguh dan meluas diantara anggota masyarakat dan kelompok-kelompok kepentingan didalam memperebutkan jabatan pemerintahan yang punya kekuasaan dalam jangka waktu yang teratur dan tidak menggunakan daya paksa. akan tetapi ada yang pesimis bahwa transisi demokrasi yang kita lewati saat ini akan gagal. telah melahirkan sebuah kondisi politik yang transisional. berkumpul. Reformasi dan Kegagalan perubahan sosial di Indonesia Prediksi tentang demokrasi di Indonesia telah sangat banyak dilakukan oleh para pakar. seperti misalnya kebebasan berbicara. karena antara satu lembaga dengan yang lain saling tumpah tindih fungsi dan kewenangan yang kemudian melahirkan perebutan wilayah kekuasaan. serta jabatan-jabatan kekuasaan yang diisi oleh orang-orang lama yang dulu juga berkuasa pada masa Orde Baru. kegagalan demokrasi itu disebabkan oleh. masyarakat dan pemimpin menikmati hak-hak dasar. partisipasi politik yang melibatkan sebanyak mungkin warga negara dalam pemilihan pemimpin atau kebijakan lewat pemilihan umum yang diselenggarakan secara adil dan teratur sehingga tidak satupun kelompok sosial (warga negara dewasa) tanpa kecuali. tingkat kebebasan sipil dan politik yaitu kebebasan berbicara. kebebasan membentuk dan bergabung dalam organisasi yang cukup untuk menjamin integritas kompetisi dan partisipasi politik (Jurdi & Irianto: 2006). Lembaga Demokrasi Belum Menjadi Alat Demokrasi yang Baik: Harus diakui bahwa proses demokratisasi di Indonesia sejak runtuhnya kekuasaan represif Orde Baru 1998 lalu memang berlangsung cukup dramatis hingga ada yang menganggap Indonesia sebagai negara demokrasi ketiga terbesar (third largest democracy in the world) setelah India dan Amerika Serikat.

dan rendahnya tingkat pendidikan serta kondisi perokonomian masyarakat Jawa Tengah masih menjadi penghambat upaya pembangunan kekuatan civil society sebagai pilar demokrasi. Kedua. Pengaruh budaya Jawa. sehingga transisi hanyalah menjadi alat analisis sebagian elit. Hal ini jelas sangat berpotensi menjadi sasaran manipulasi atau rekayasa pihak tertetu yang bisa menimbulkan konflik horizontal antar kelompok politik. Padahal. tingkat partisipasi politik masyarakat yang benar-benar belum otonom hanya akan mewujudkan bentuk-bentuk partisipasi politik yang dimobilisasi. akan tetapi tidak diiringi dengan perubahan-perubahan yang signifikan dari semua aspek. Artinya. Justru perubahan yang terjadi adalah perubahan yang tambal sulam. sistem kepartaian di Indonesia yang dibangun selama masa transisi ini belum kokoh yang memiliki kapasitas dalam melancarkan partisipasi politik masyarakat melalui jalur partai hingga dapat mengalihkan segala bentuk aktivitas politik anomik dan kekerasan. Akibatnya. Di sini Vedi R. tidak terarah dan memiliki konstruksi demokrasi yang dilacurkan demi kepentingan kekuasaan. Perlu dicatat bahwa yang mendorong pembangunan politik bukanlah banyaknya jumlah partai politik yang muncul. kapabilitas. partai politik justru masih bersifat sentralistik hingga para pengurus partai di tingkat lokal tetap terhegemoni oleh kepentingan sempit pengurus partai di tingkat nasional. Ketika pemerintah pusat sudah mulai membagikan kewenangannya kepada pemerintah daerah melalui pelaksanaan Otonomi Daerah. masih terkesan masih carut marut atau mengalami ketimpangan dan cenderung menegasikan aspirasi publik. lembaga-lembaga demokrasi yang tumbuh subur di Indonesia sejak runtuhnya Orde Baru lalu belum bisa menjadi alat demokrasi yang baik. ternyata belum bisa membangkitkan pilar-pilar demokrasi yang kokoh. jika melihat sepak terjang aktor-aktor keterwakilan dalam lembaga parlemen dan partai politk di Jawa Tengah selama masa transisi ini. Tapi. bahkan hampir tidak terbentuk sama sekali. melainkan tergantung kekokohan dan adaptabilitas sistem kepartaian dalam menyerap dan menyatukan semua kekuatan sosial baru yang muncul sebagai akibat modernisasi. kemungkinan terjadinya tarik-menarik kepentingan di tingkatan internal partai politik bisa menciptakan kerwanan akan terjadi konflik yang bisa menimbulkan konflik kekerasan di tingkat massa pedukung partai. Sifat Partisipasi Politik Masyarakat Masih Tradisional: Pemerintahan sentralistik-militeristik dan kebijakan massa menggambang yang diterapkan Orde Baru selama 32 tahun rupanya benar-benar telah melumpuhkan wacana demokrasi dalam kehidupan masyarakat hingga menyingkirkan praktik-praktik seleksi kepemimpinan secara fair yang berdasarkan kompetensi. Hadiz (2005: xvii) yang tampaknya menampik kemungkinan adanya semacam aliansi lintas kelas yang mampu menyusun dan mendesakkan agendaagenda transformatif di era pasca-Soeharto.1999 serta Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999. Sementara pendidikan kewarganegaraan (civic education) selama masa transisi demokrasi ini belum diikuti peningkatan partisipasi politik masyarakat yang cukup signifikan dalam mendorong terwududnya Good Governance di pemerintahan lokal. Bahkan. Transisi demokrasi bisa diramalkan dengan melihat kondisi politik Indonesia yang penuh dengan harapan-harapan yang terlampau optimis. . Karena aliansi kelas menengah oposisi tidak terkonsolidasi secara lebih baik. dan integritas individu. seperti ewuh pakewuh (sungkan) dalam mengeluarkan pendapat atau kritik.

kerangka institusional kekuasaan dapat berubah – misalnya kearah yang lebih demokratis dan terdesentralisasi sebagaimana di Indonesia setelah jatuhnya Soeharto – tetapi relasi kekuasaan yang menopangnya mungkin saja bertahan dalam konteks institusional yang baru. tidak ada yang berani memutus hubungan dengan IMF dan mampu menyelesaikan utang-utang Negara. karena mereka tidak bisa menarik diri dari kekuatan yang menggenggam mereka. Mereka yang berkuasa pasca Soeharto sulit untuk melepaskan diri dari cengkeraman masa lalu. Gusdur. Habibie. sang kiai liberal pun harus menggunakan taktik yang kurang lebih sama dengan lawan-lawannya. Vedi mencoba untuk melihat Gus dur sebagai contoh. Inilah yang disebut oleh Vedi dengan “predator capitalism”. kepemimpinan Megawati yang mengaku sebagai pelindung wong cilik juga tidak jauh berbeda dengan kepemimpinan sebelumnya. sulit untuk keluar dari kukuhnya hegemoni system dan ideology politik masa lalu. Siapapun yang berkuasa pasca Soeharto. Penjualan aset negara seperti Satelindo dan pembelian pesawat Sukhoi dari Rusia. Relasi Soeharto yang telah menanamkan benih-benih ideologi politik konservatif tidak selamanya mudah untuk dihancurkan sekaligus. adalah kebijakan politik yang tidak bisa menghindar dari tesis “predator” tadi. bahwa pada dasarnya perangkat kelembagaan kehidupan demokrasi di Indonesia telah ‘dibajak’ oleh kaum ‘penjarah’ politik. dengan vulgar Vedi mengatakan. Gus Dur adalah merupakan seorang intelektual proreformasi dan prodemokrasi sebelum menjadi presiden. Sehingga siapapun yang berkuasa di Indonesia akan gagal membangun demokrasi sebagaimana i’tidak awal mereka di saat-saat kampanye politik dilakukan. tidak mampu mendorong perubahan Indonesia untuk menuju ke arah situasi demokratis. Megawati. Tetapi yang lebih parah. Untuk melihat konteks bahwa “predator politik” sulit untuk dihindari di dalam permainan politik pasca Orde Baru. Dari empat presiden Indonesia pasca Orde Baru. bahwa sifat dari relasi kekuasaan (power relations) yang menopang rezim yang lama tidak mengalami perubahan yang fundamental. Dalam hal ini. baik itu system politik maupun kapitalisme yang memaksa mereka untuk secara terus-menerus patuh. karena terlalu banyaknya kader ideologis yang dihasilkan oleh Soeharto serta kuat pengukuhan system politik sentalistik selama rezim ini berkuasa. Konsekuensinya. walaupun akhirnya dia kalah. Pada akhirnya komunikasi politik elit di hadapan Negara-negara “kapitalisme rente” seperti AS adalah komukasi inferior. Jenis-jenis kekuatan lama yang menopang otoriterisme Soeharto kini menjadi bagian penopang demokrasi Indonesia pasca-Orde Baru (2005: xxv). ternyata harus tersedot juga ke dalam logika predatory politics. relasi kekuasaan yang dimaksud adalah yang melekat pada semacam predatory capitalism yang masih bercokol dengan kuat sebagai warisan utama era Orde Baru yang panjang. sebagaimana janji dan komitmen politik yang mereka tawarkan kepada publik. hingga SBY. Untuk survive. Hampir semuanya terjebak pada premis-premis kekuasaan “predator” yang menyeret mereka pada banalitas kekuasaan. sehingga yang terjadi pada rezim pasca Orde Baru adalah transplantasi “penyakit” yang kukuh berkuasa selama 32 tahun itu tanpa mengalami perubahan fundamental. Tentu demokrasi tidak mungkin diharapkan dari para “predator politik”. Sehingga transformasi – baik dalam bentuk system maupun institusi – sebagaimana yang awalnya diprediksikan gagal akibat dari tidak terjadinya pergeseran aktor dan mentalitas para aktor. Karena terlalu banyaknya ranjau .Vedi percaya.

telah mendorong militer menjadi pelaku bisnis dari pada menjalani profesionalisme sebagai pasukan negara. Kepemimpinan politik yang hendak mendorong kereta demokrasi yang kemudian semuanya berakhir dengan gagal. dimana di dalamnya adalah juga SBY. Karena mereka mampu meyakinkan investor asing bahwa Indonesia aman. Di sinilah kita mesti melihat apakah Indonesia cukup kondusif untuk di dorong menuju transisi demokrasi ataukah justru demokrasi hanyalah menjadi isu elit belaka yang tidak mungkin bisa terwujud sama sekali?. Dalam konteks ini. SBY tidak lebih dari ”budak” kapitalisme rente yang juga sama dengan mereka yang sebelumnya. karena harus tetap berada dibawah kendali politik dan . justru gagap untuk bersikap konsisten. Penyerahan pengelolaan pertambangan Blok Cepu kepada AS sebagai operator sebagaimana yang dibahas sekilas di bab selanjutnya adalah menjadi salah satu tanda bahwa SBY tidak lebih dari ”predatory capitalism” sebagaimana yang disebutkan oleh Vedi. Tidak salah memandang politik Indonesia pada aras yang tumpang tindih. tentu saja transisi demokrasi akan gagal bahkan bisa jadi akan muncul faksionalisme politik untuk menghancurkan transisi menuju kekuasaan otoritarian baru yang jauh lebih ganas dari masa lalu. Itu juga yang sedang menimpa Susilo Bambang Yudoyono (SBY) saat ini. maka injeksi modal kapitalisme yang masuk. Oligarki militer yang kemudian menguasai kantong-kantong ekonomi Indonesia selama masa Soeharto. yaitu terjebak pada tipuan-tipuan sistem politik ”predator”. Karena SBY yang pada awalnya merupakan harapan untuk mengembalikan posisi Indonesia yang pincang dan mendorong demokrasi. adalah akibat terlalu kuat dan kukuhnya hegemoni politik Orde Baru yang diwariskan melalui aparatus ideologisnya yang kemudian berganti muka di dalam sistem dan institusi-institusi demokratis. sehingga keinginan untuk melakukan perubahan serat keinginan untuk membangun demokrasi sebagaimana keinginan kuat di awal-awal kehancuran Orde Baru akan selalu gagal.yang harus dilalui oleh aktor-aktor tersebut. selain karena dia adalah merupakan kader politik Soeharto yang dibesarkan dalam tradisi kepemimpinan militer. juga prinsip oligarki militer yang dikembangkan oleh Soharto – dimana SBY adalah bagian dari pelakunya – masih melekat bersama-sama dengannya. Karena perangkap yang dibangun menyulitkan orang untuk mengelak dari kenyataankenyataan politik yang ada. tentu sulit untuk keluar dari perangkap sistem dan ideologi politik konservatif yang begitu kukuh berkuasa selama 32 tahun dibawah Soeharto. Dan ini merupakan awal dari kegagalan untuk membangun demokrasi Indonesia dengan komitmen kebangsaan yang lebih mandiri. Gelombang balik otoritarianisme ini akan berpeluang besar terjadi jika melihat Indonesia yang sedang terjadi saat ini. SBY yang dipundaknya hendak mendorong perubahan penting bagi transisi demokrasi yang tengah terjadi. juga ikut dinikmati oleh elit-elit militer. dimana situasi politik serba tidak jelas. tidak mampu berbuat banyak. yaitu antara memasuki wilayah banalitas politik dengan terlibatnya aktor lama yang tidak menghendai perubahan terjadi pada sistem politik Indonesia pasca Orde Baru. Bukan mustahil Amien Rais akan menjadi “predator politik” yang juga sama dengan presiden yang lain. Tidak ada yang menjamin jika saja Amien Rais sempat menjadi presiden. jika melihat kebijakan-kebijakan dan perilaku politiknya. Fakta bahwa SBY tidak bisa keluar dari cengkeraman masa lalu dan sekaligus sebagai pemimpin yang patuh pada kehendak penguasa kapitalis adalah tak terhindarkan.

serta keperluannya terhadap dukungan pemodal. Liberalisme politik Indonesia pasca Soeharto. Fakta yang lain adalah persiapan SBY pada saat kunjungan Josh W. kita perlu mempertimbangkan latar belakangnya seorang jenderal Orde Baru yang senior. masa depan Indonesia tidak semata-mata tergantung niat baik seorang pemimpin. dalam kenyataannya tidak menghasilkan buah yang terlalu hebat sampai saat ini. Fenomena itu menandakan Indonesia yang inferior. Karena itu. sosialisasi politiknya dalam ideologi Orde Baru. sebagaimana juga aktor politik lainnya. Dalam hal ini. Mewakili kepentingan atau koalisi kepentingan macam apakah dia?. pusat maupun lokal. Di mana tempat Yudhoyono didalam konstelasi tersebut?. Kedatangan Bush sebagai kepala negara penjajah. Mereka berkompetisi untuk memenangkan akses dan kontrol terhadap sumber daya dan institusi negara. yang sering diwakili melalui tekanan dari lembaga-lembaga internasional seperi Bank Dunia atau IMF. sehingga perjalanan panjang transisi demokrasi melalui jebakanjebakan terjal yang sangat berbahaya. apakah itu Yudhoyono atau pemimpin yang lain. Sebagaimana aktor politik manapun. Yang harus kita pahami adalah sifat dari konstelasi kekuatan dan kepentingan sosial yang ada. diterima oleh Indonesia yang terjajah dengan cara-cara yang tidak masuk akal. serta kepentingan institusional aparat militer dan keamanan. dan warisan kesejarahan.ekonomi negara-negara satelit seperti Amerika. struktur kekuasaan. Indonesia yang masih terjajah. Bush bagaikan ”tuhan” disambut dengan sangat meriah. yang selalu juga harus . yang resmi maupun setengah-resmi. sebagaimana mungkin diharapkan oleh para pendukungnya. Oleh karena itu. dia dihadapi oleh berbagai pilihan. SBY tentu saja adalah biang keladi dari semua itu. Sehingga menurut Vedi (2005: xxix) posisi Yudhoyono harus dilihat dalam konteks struktur sosial. birokrasi negara. yang memungkinkan pembentukan dan pelanggengan jaringa-jaringan patronase yang pada dasarnya bersifat predatoris. Belum lagi kepentingan investor asing. ekonomi dan politik secara lebih holistik. Yudhoyono adalah politisi-jenderal – dibesarkan pada masa Orde Baru – yang harus menavigasikan dirinya di antara berbagai ’karang’ berupa sejumlah kepentingan yang saling berkompetisi untuk mendapatkan tempat yang aman dan menentukan dalam masyarakat dan politik Indonesia pasca-Soeharto. Karena itu sudah menyangkut tradisi kerangka politik yang sulit untuk diajak kompromi dalam jangka waktu yang pendek. Karena itu. karena sebagai ”predator capitalism” ia harus mematuhi kehendak negara satelit itu. mengingat posisi politik Indonesia berada dibawah kendali negara-negara raksasa itu. tidak serta merta menghancurkan karakter dasar rezim ini dari praktek-praktek keseharian. sama dengan dibawah kolonialisme Belanda. Belum lagi anak kandung Orde Baru masih tumbuh subur diberbagai institusi politik yang hendak di dorong ke arah demokrasi. Tentu dia tidak bisa dipandang semacam Ratu Adil. mahal dan yang paling menyakitkan sepertinya Indonesia sedang di jajah. yang digembar gemborkan pada awal masa pemerintahannya. lanjut Vedi. harapan untuk mendorong demokrasi dan pemerintahan yang mandiri pasca Orde Baru adalah merupakan harapan yang terlampau gigantis. Tetapi pilihan dan kemungkinan yang tersedia untuknya dibatasi pula oleh faktor-faktor seperti konstelasi kepentingan. Bush (presiden AS) ke Indonesia tahun 2006 yang mendapat kritik dari berbagai kalangan. Sebagaimana diketahui. tidaklah mengherankan kalau gebrakannya terhadap korupsipun.

doctor-doktor liberal. Ketua Badan Kehormatan Mahasiswa (BKM) Fakultas Hukum Unhas periode 2006-2007. Janji-janji perubahan hampir didendangkan oleh empat presiden Indonesia pasca Soeharto. karena mereka adalah agen komprador dari rezim sebelumnya yang bersilangan dengan kekuatan kapitalisme yang tentu saja akan memerangkap Indonesia pada tipuan gradualisme. Sekretaris DPD IMM Sul-Sel periode 2005-2007. membenarkan kepalsuan-kepalsuan dan mengajak kompromi pikiran-pikiran jahat mereka untuk menghancurkan demokrasi. Project Officer pada Prophetic Institute. Makalah yang di sampaikan pada saat Diskusi Publik yang dilaksanakan oleh kelompok studi Eka Prasetya di Kampus UI Depok pada tanggal 3 November 2007. jika engkau paksa aku diam. Ketua Kajian strategis Komunitas Intelektual Muda Muslim FIS UNHAS 2003-2004. Wakil Ketua Majelis Tinggi Mahasiswa (MTM) Fakultas Hukum Unhas 2004-2005. Koordinator bidang Provokasi Publik Lembaga Peduli Pembangunan Bangsa (LP2B)-Makassar.dipertimbangkan oleh Yudhoyono karena keterperosokan Indonesia dalam krisis ekonomi sebelumnya (2005: xxx). Pengurus Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Sul-Sel 2004-2006. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia. Peneliti lapangan pada Lingkaran Survei Indonesia (LSI)-Jakarta. mendesak demokrasi agar segera di tegakkan. Atau boleh jadi mereka adalah buruk intelektual yang menciptakan tipuan-tipuan kebenaran. dengan mengerahkan kekuatan massa. Korankoran kampus liberal. IMM Makassar Perintis periode 2003-2005. akan kusiapkan untukmu pemberontakan. Aib Politik Muhammadiyah (2007). [1] . mengalienasi rakyat dari hak-hak politik mereka. FIS UNHAS Periode 2003-2004. Centre For Research. meramalkan perubahan sosial di Indonesia dimasa depan tidak bisa lagi diharapkan kepada elit kekuasaan. radio-radio kampus liberal yang belakangan mereka itu disebut sebagai kekuatan civil society. Mantan Sekum IMM Kom. Popular Education and Empowerment–Indonesia. hamba kapitalisme dan dan melakukan pengingkaran atas demokratiasi?. Karena itu. jalan yang akan penulis tawarkan hanyalah satu untuk menuju Indonesia yang merdeka. dan mereka bagaikan buruh di pabrik-pabrik industrialisasi. akan tetapi kesemuanya terbukti gagal mendorong perubahan tersebut. Mereka itu telah menjadi parasit yang handal dalam upaya untuk menjebak demokrasi agar masuk pada premis-premis agen komprador dengan jalan legitimasi intelektual. [2]. Delegitimasi Terhadap Komisi Yudisial (Kreasi . Menulis buku antara lain: Membalut Luka Demokrasi dan Islam (2004). dan sekarang menjabat Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan. Ketua Kajian Strategis Komunitas Mahasiswa Bima (KMB)-Makassar 2004-2005. yaitu revolusi. anggota Lembaga Pers DPD IMM Sul-Sel Periode 20032005. pernah singgah di KAMMI Unhas. disana bersemayam kemerdekaan. Sebab itu. Mereka mendapatkan upah yang tinggi atas “kejahatan” yang dilakukannya. Mereka adalah dosen-dosen liberal. Sekarang sedang menjalani studi perbandingan di Universitas Indonesia. professor-profesor liberal. Adakah civil society yang menjadi budak liberalisasi pasar. PC. serta mengutuk agen-agen “jahat” kapitalisme yang hidup di kampus-kampus. dan melakukan tipuan-tipuan massal atas kebenaran-kebenaran yang otoritatif. Deputi Lembaga Kajian Sosial dan Agama (LEKSA) Makassar 2004-2009. redaktur ahli jurnal Profetik. Menghancurkan seluruh agen komprador.

Meski pada tahun 1971 diadakan pemilu. membenci .Wacana. Inilah awal kengerian system pemerintahan yang kekuasaan mulai saat itu dipegang oleh Presiden Soeharto.08 0 komentar ALDINO W PUTRA 08/267761/SP/23058 TUGAS MID-TERM EXAM SIPI ORDE BARU VS REFORMASI Dispersion of power berarti pembagian kekuasaan agar terjadi saling check and balance antar lembaga. Surat perintah tersebut disalah artikan Soeharto untuk mengambil legitimasi dari Soekarno untuk akhirnya mendepak SOekarno dari singasana kepresidenan. Feminisme Profetik (editor) (Kreasi Wacana: 2007): Oposisi Lintas Kelas Mengukuhkan Demokrasi (Naskah Di Juxtapose. juga mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia-kembali masuk PBB-juga bekerjasama dengan IMF. Apalagi militer yang bekerjasama dengan intelektual sipil meletakkan pembangunan ekonomi sebagai substansi dari pembangunan Orde Baru. Juga karena saat itu MPRS yang dipegang oleh Nasution. tetapi pemilu tersebut sangat jauh dari demokrasi karena penataan struktur politik saat itu telah direkayasa dan hanya menguntungkan partai beringinkuning saja. Membongkar Sindikat kekuasaan (Naskah Siap Terbit). Yogyakarta). Juga peralihan yang significant dari status Indonesia yang Government menjadi Gorvernance. Setelah menerima SUPERSEMAR. meratifikasi SUPERSEMAR dan semakin memojokkan Soekarno dari jabatan Presiden seumur hidupnya. Kita flashback sebentar pada masa Orde Baru. Pembersihan MPR. Mengambil tema dispersion of power pada masa Orde Baru versus Reformasi. tentunya sangat menarik kita bahas dalam gagasan penyelenggaraan system pemerintahan di Indonesia. Yogyakarta). Soeharto mengambil langkah-langkah antarlain: Membubarkan PKI.2007). awal kekuasaan Soeharto sebagai pemimpin terlama di Indonesia diawali oleh diterimanya SUPERSEMAR oleh Soeharto yang diangkat sebagai pemimpin tertinggi di AD. Sebuah Pengkhianatan Intelektual (Naskah di Kreasi Wacana. Predator-Predator Politik. Orde baru lahir dengan pusat kekuasaan di tangan Soeharto sebagai pemegang kekuasaan “tertinggi” di Indonesia. MPRS melantik Soeharto menjadi Presiden RI. HP: 085299262424 Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 08. Sporadisme Oposisi. tentara dan parpol dari unsur komunis dan Soekarnois. sehingga pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Tentunya prose itu sangat rumit dan tidak beraturan. Apalagi dengan membandingkannya dengan beberapa factor yang sangat bertolak belakang. Maret 1968. Karena keduanya mempunyai kepentingan yang sama yaitu tidak suka parpol. dan bisa dikatakan pada tahun 1969 Indonesia berada dalam genggaman Soeharto.

Rakyat langsung memilih secara langsung anggotan DPD. Kemudian pemerintahan diserahkan kepada wakilnya B. Perjalan reformasi terjadi dari tahun 1998 yang kala itu pada akhir 1997 krisis moneter menerpa Indonesia. juga adanya dispersion of power yang melibatkan tidak hanya 3 ranah trias politica saja. Konsep government sangat mengakar kuat saat itu. dll. Kolusi. dan Presiden. Keadaan ini juga semakin diperkuat dengan dukungan teoritik yang saat itu sedang populer yaitu Seymor Martin Lipset (pembangunan demokrasi harus didahului dengan pembangunan ekonomi). government . dll. Kembali ke pambahasan dalam membandingkan dispersion of power masa Orba tentunya sangat jauh dari kata demokrasi. Yang terdiri dari beberapa event penting seperti pecahnya elit-elit politik karena desakan dari demo mahasiswa yang mengakibatkan mundurnya penguasa 32 tahun Soeharto dari jabatannya sebagai Presiden Indonesia. DPR. Jawanisasi. tetapi karena maraknya KKN di setiap badan pemerintahan. menjadikan pada masa Orde Baru banyak sekali timbulnya KKN (Korupsi. Selain perubahan system pemilu. Proses pembentukan bangsa melalui top down. seharusnya proses tersebut juga melibatkan aktor nonnegara misal LSM terkait. Pada masa reformasi ini. Proses pembentukan negara orde baru melalui instrumen kekerasan. Karena kasus itulah Gus Dur di berhentikan dan di ganti oleh pasangan MegaHamzah. hanya dapat diserta sejauh negara mengijinkannya. sementara aktor di luarnya. Proses kebijakan public didominasi sepenuhnya oleh pemerintah. Peregeseran makna dispersion of power dari orde baru ke reformasi menjadi sangat significant karena apa yang dijalankan pada masa orde baru sangat bertolak belakang dari pengertian dispersion of power yang sebenarnya. Juga memberikan hak ekslusif bagi negara untuk mengatur hal-hal publik. Lalu pada pemilu 2004 memutuskan bahwa pasangan SBY-JK terpilih sebagai presiden dan capres pilihan rakyat langsung. Kenapa langsung? Karena pada pemilu 2004 diperkenalkan system baru dalam pemilu. Akan tetapi presiden RI bukan dari wakil PDI-P. mengakibatkan tergerogotinya sendi-sendi pemerintahan yang berujung gagalnya pembangunan ekonomi Indonesia. dan ideologi komunis diakui. Pergeseran ini bisa disebut juga perubahan dari goverment menjadi governance. yang berarti PKI boleh berdiri lagi sebagai salah satu parpol. Tampilan negara sebagai rule and regulation juga negara yang terlalu dominan dan kuat mengakibatkan rakyat yang seharusnya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi menjadi seperti terbelenggu aspirasinya. Dispersion of power saat itu lebih mengarah pada Internal lembaga-lembaga pemerintahan. tanpa dialog. Inilah yang membedakan dengan aturan sebelum amandemen UUD 1945. Dari penjelasan diatas dapat saya simpulkan Karakter Orba saat itu adalah: Kekuasaan Negara/Pemerintah yang sangat dominan. uniformalitas. Pada masa kepemimpinannya. Nepotisme). Gus Dur sempat membuat heboh dengan ide pencabutan UU tentang PKI. Lalu pemilu 1999 (pemilu terdemokratis sejak pemilu tahun 1971) memenangkan suara PDI-P sebagai pemenang pemilu.J Habibie (1998-1999) yang mengakibatkan Indonesia kehilangan Timor-timor karena referendum dari Presiden Habibie kala itu memutuskan bahwa rakyat Tim-tim lebih suka pecah dari NKRI. Sehingga meskipun pembangunan disentralkan pada perekonomian. Lalu juga tidak adanya check and balance yang menjadi ciri dari pemerintahan yang baik. hukuman. karena partai-partai kecil kala itu berkoalisi dan memutuskan Gus Dur sebagai presiden RI dan Mega sebagai wakilnya (1999-2001). Masyarakat yang sangat termarginal.kaum komunis dan sangat mendambakan pembangunan ekonomi.

tapi sebagai kemampuan fasilitasi. Juga negara tetap menjadi pemain kunci bukan dalam pengertian dominasi dan hegemoni.digantikan oleh governance yang mementingkan actor non negara dalam proses politik dan pemerintahan.com at 22:21 0 comments Jumat. 17 April 2009 GOLPUT. dan Visi Strategis. Adapun beberapa prinsip dasar good governance adalah Partisipasi. tidak harus menjadi kontestan. masyarakat local (desentralisasi). Responsif/cepat tanggap. DPT DAN MALAPETAKA DEMOKRASI Oleh Fajlurrahman Jurdi Direktur EKsekutif Pusat Kajian Politik. Pemilu 2009 ini bagi sebagian besar pengamat menganggap . Dispersion of power juga merupakan komponen yang musti diperhatikan untuk menuju pemerintahan yang baik. pelaku bisnis (privatisasi). Kegiatan lembaga negara dapat dikontrol oleh actor non-negara. Sehingga negara akan bisa menjalankan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN. Negara tetap pemain kunci dlm Mekanisme Formal Governance yaitu penjamin kesetaraan (levelisasi kompetisi) dan penjamin ketaatan. Governance juga terkait dengan proses pembuatan kebijakan yang melibatkan unsur non-negara secara lebih luas. Tetapi negara juga memfasilitasi mekanisme informalantara lain rujukan nilai dan negosiasi. Kesetaraan. Efektifitas dan Efisiensi. Pemerintah hanya menjadi salah satu aktor saja dalam proses governance. dalam arti keterlibatan itu. Negara bukan lagi sebagai penguasaan politik. Posted by dinotheevil@yahoo. namun juga memilih kontestan. dan actor multi-nasional (globalisasi). Governance menuntut negara berbagi kekuasaan dengan civil society (demokrasi). Supremasi Hukum. koordinasi dan control. Proses ini melibatkan struktur formal (negara) dan struktur non formal (masyarakat). Kekuasaan negara harus ditransformasikan dari “kekuasaan atas” (power over) menuju “kekuasaan untuk” (power to). Akuntabilitas. “kesamping” pada NGO dan swasta’ serta “kebawah” pada daerah dan masyarakat lokal. Pembagian kekuasaan yang tidak hanya di satu ranah saja memang didesain untuk menjaga lembaga satu dengan lainnya agar tidak saling over lap. SUARA BATAL. Negara bukan lagi sentrum “kekuasaan formal” tetapi sebagai sentrum kapasitas politik. Membangun Konsensus. 07 April 2009 Persoalan substansial dari demokrasi kita adalah pendidikan politik dan kemauan untuk meng-enganged diri dalam arena publik. serta proses formal dan non formal. Negara harus berbagi kekuasaan dan peran pada tiga level: “keatas” pada organisasi transnasional. Pemilu tampaknya menyisakan berjuta harapan bagi konstruksi demokrasi di masa yang akan datang. Baik sebagai peserta aktif maupun pasif. Otomatis kapasitas negara otomatis memudar. tetapi negara adalah aktor setara (primus inter pares) yang mempunyai kapasitas untuk memobilisasi aktor-aktor masyarakat dan pasar untuk mencapai tujuan besar. Transparansi. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Harian Fajar.

tinggal menunggu detik-detik suksesi itu dimulai. kemelaratan. Ada beberapa masalah yang akan segera muncul dan akan menjadi ancaman serius bagi proses transisi demokrasi kita. bahwa kita akan segera secara perlahan-lahan menuju fase lanjutan siklus. maka akan menjadi alasan bagi kelompok oposisi untuk mengatakan bahwa kinerja partai politik untuk meyakinkan rakyat telah gagal. Semua perangkat telah disiapkan dan prasyarat hajatan demokrasi telah ada. atau Dahl mengatakan demokrasi prosedural (procedural democracy). Seolah-olah dalam pidato telah bekerja maksimal. ada beberapa persoalan teknis yang sengaja atau tidak sengaja dilakukan oleh negara/kekuasaan dalam upaya untuk menciptakan demokrasi. Dengan harapan dan dada membusung mengaku telah bekerja keras demi suksesnya ritual suksesi politik dan hajatan demokrasi. Tampaknya pertanyaan apapun di masa kini. Partai tidak berpikir untuk bekerja untuk membangun kaderdisasi dan pendidikan politik. hanya akan bisa dijawab setelah Pemilu 9 April mendatang. Sampai Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa haram Golput. Akan tetapi kalau kita berhenti pada hitungan-hitungan kuantitatif. yakni oligarki. Batasan-batasan kuantitatif memang perlu untuk menegaskan diri sebagai bangsa yang teratur. Golput.sebagai puncak terakhir untuk menguji "kelayakan" proses transisi demokrasi untuk dievaluasi secara menyeluruh. problem epistemik kita sebagai bangsa amat berbahaya apabila itu yang kita jadikan ukuran untuk melakukan proses pembangunan. sebagai limit agar menegaskan posisi kita untuk melakukan perubahan. seolah-olah dalam ceramah tak ada masalah. Persoalan substansial seperti kemiskinan dan keterbelakangan. seperti kemiskinan. pada angka-angka seperti 50 persen 1. karenanya. atau malah kita akan menghentikan proses transisi ini sebagai titik episetrum untuk kembali melakukan rekonsolidasi ke kutub otoritarianisme. Komisi ini belakangan bekerja amburadul dibanding pada tahun 2004. Demokrasi kuantitatif memang tidak sepenuhnya salah. Kita menganggap persoalan kebangsaan. Atau kita mengikuti siklus Polybios. Demokrasi kita terlalu materialistis. . Juga menjadi alasan. 50 persen + 1 adalah cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan problem kebangsaan itu. yaitu partai yang seluruhnya bekerja membangun kekuatan untuk merebut kekuasaan. karenanya amat mahal. Itulah lembaga Pemilihan Umum kita yang bernama KPU. juga seolah-olah semuanya tak ada masalah. maka kita akan menghentikan persoalan substansial dari demokrasi kita. Sebelumnya Robert Dahl mengingatkan. sebagai tahap ujian untuk menentukkan sikap dalam intaian ancaman. Dalam kaitannya dengan pemilu dan harapan yang terlalu besar akan demokrasi. Golput telah menjadi hantu yang amat menakutkan bagi partai politik dan para caleg. Yang bertebaran dalam arena demokrasi kita adalah partai massa. sama menakutkannya negara Orde Baru bagi civil Society di masa Soeharto berkuasa. bahwa demokrasi kita. tidak bisa diselesaikan lewat hitungan 50 persen + 1. Apakah kita akan mengikuti "bisikan" demokrasi di masa mendatang. Pertama. kebodohan dan kepandiran kita sebagai bangsa bisa diselesaikan dengan angka-angka. namun apabila jumlah pemilih tidak mencapai 50 persen. sehingga tidak ada satupun partai di Indonesia yang bisa disebut sebagai partai ideologis. bahwa demokrasi kita saat ini amat sangat kuantitatif. Golput atau golongan putih ini akan menjadi momok bagi eksistensi mereka. sekalipun memang tidak akan mendelegitimasi mereka secara hukum. keterbelakangan.

2 persen. sampai Pilgub: . Sebuah angka yang amat menakutkan bagi proses konsolidasi demokrasi. Ketiga. Bogor 45 persen. Ada dua problem besar bagi masyarakat yang tidak berpendidikan apabila melihat surat suara. tidak bisa dilanjutkan dengan menempatkan rakyat sebagai yang berdaulat. Ini akan berpengaruh secara psikologis ketika mencoblos. Bagi masyarakat awam. telah menyimpan sejumlah persoalan bagi demokrasi kita. Jika pemilu tahun 2004 pemilih hanya memilih partai. tangan mereka gemetar ketika memegang pulpen.28 persen.07 persen. memilih caleg dan cara mencontreng. Pilbup Cirebon 38. akan berkisar 35-45 persen. Sukoharjo 42. ada urutan nama caleg.639 nama. dan jumlah partai yang banyak akan menyulitkan bagi pemilih. juga sekaligus tidak adanya taktik untuk memberi ruang bagi yang tidak terdaftar sebagai pemilih untuk memilih pada tanggal 9 April.2 persen. Sumbar 37 persen. Wajo 32 persen. Banten 39. Jatim 39. Letak dasar persoalannya bukan pada surat suara. juga sekaligus betapa demokrasi kita di ambang petaka. Di Jatim ada sekitar 43.sekalipun itu Fatwa yang agak "menyebalkan" dan bukan fatwa teologis. Lalu. Jambi 34 persen. Pilgub Sulsel 33 persen. Jika kita melihat ukuran kertas suara yang akan dicoblos di bilik suara pada tanggal 9 April nanti.Golput di Pilgub Jateng 45. namun lebih pada fatwa politik. 22 persen. Diperkirakan mereka yang tidak bisa memilih pada pemilu ini akibat birokrasi negara yang bernama UU Pemilu. akan sangat banyak yang tidak bisa terlibat dalam pemilu. Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menjadi wacana hangat belakangan ini. Kita lihat angka Golput di beberapa Pilkada. Jawa Barat 34. Karena itu. Pilwalkot. selain kertas suara banyak.19 persen. Tampaknya angka ini adalah merupakan angka yang luar biasa. Sumatera Utara 41 persen. .69 persen. apabila keadaan politik hanya untuk upper class. Begitu juga mungkin di tempat-tempat lain.67 persen.33 persen. di mana hitungan kuantitatif itu bisa dilakukan. yakni (1) Jumlah partai yang banyak dengan warna partai yang sama untuk beberapa gambar. Bandung 30. dan yang sangat menyulitkan nanti adalah mencari nama para caleg yang akan dipilih. Pengalaman beberapa fungsionaris PuKAP-Indonesia yang terlibat dalam proses pendidikan politik arus bawah di beberapa daerah di Sulsel. sungguh ngeri bagi kualitas demokrasi. Karenanya. menegosiasikan masa depan demokrasi pasca Pemilu 2009. tetapi kesiapan voters (pemilih) untuk melakukan pencontrengan. Suara Batal. Wonogiri 39. ketika masuk bilik. baik Pilbup. Dari beberapa hasil Pilkada berikut data Golput di masing-masing Pilkada. Kalbar 37. jika engangement masyarakat beserta tetek bengek yang lain bisa mencapai angka di atas 50 persen? Ini impossible untuk melanjutkan agenda transisi demokrasi dengan mengabaikan hak-hak rakyat yang paling asasi. menemukan kesulitan pemilih memilih partai. sehingga agak mudah bagi mereka untuk membedakan. Keputusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan suara terbanyak. (3) Metode Contreng. maka problem demokrasi kita akan tambah rumit. maka Pemilu 2009. Kaltim 42. Kedua. Kalsel 40 persen. dan (2) Di dalam kotak partai itu. jumlah partai juga banyak. Jika demikian. Apalagi hitungan kuantitatif tidak mencapai limit yang tercantum dalam prosedur demokrasi. DKI Jakarta 36.05 persen. di Pekalongan dan Solo masing-masing 50 persen. sedangkan angka golput tertinggi tercatat di Pilwalkot Pontianak yang mencapai 61 persen. Pilbup Pati 50 persen. maka Golput akan mencapai angka dramatis.088 DPT bermasalah. Di Sulsel saja jumlah DPT bermasalah berjumlah 67. suara batal dalam Pemilu 2009 ini akan mencapai angka 2025 persen. Ukuran kertas yang selebar 84 x 63 sentimeter. Kepri 46 persen.3 persen.

DAN PERSPEKTIF Oleh: Suhartono PENGANTAR Mempelajari historiografi Hubungan Sipil-Militer di Indonesia dalam kurun waktu 1945-1998 berarti melakukan stock opname tentang karya-karya sejarah militer umumnya dan sejarah hubungan sipil-militer khususnya. Kecuali partai bekerja dan memulai untuk selanjutnya menjalankan tugas-tugas wajibnya. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Tindak Kekerasan Dalam Hubungan Sipil Militer HUBUNGAN SIPIL-MILITER: TINJAUAN HISTORIOGRAFIS 1945-1998 POLA. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 06.52 0 komentar Selasa. Jadi. meramalkan demokrasi sebagai suatu harapan di masa yang akan datang adalah tidak masuk akal dengan melihat infrastruktur politik seperti ini. Jadi yang sah untuk merepresentasikan suara rakyat hanya 70 persen. Tentu tema ini mempunyai daya tarik tersendiri. Kita berharap ada perubahan mendadak dalam hitungan empat hari ke depan. 24 Maret 2009 PARTAI POLITIK PREDATOR MENUJU PEMILU 2009 Oleh: Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. agar segera menyadari kesalahannya. Mereka telah berkhianat kepada rakyat dalam rantai sejarah yang amat panjang. Selama ini partai politik tidak pernah menjalankan kewajibannya sebagaimana layaknya seorang muslim yang menjalankan kewajiban menjalankan salat lima waktu. ARAH. serta diminati oleh para pemerhati masalah militer. Historiografi dengan tema itu dapat dikatakan banyak sekali karena tema ini cukup menarik di panggung Sejarah Indonesia. Katakanlah Golput 38 persen Suara batal 27 persen dan yang tidak bisa memilih 13 persen. lebih-lebih pada masa pemerintahan sampai dengan jatuhnya Presiden Soeharto yang merupakan representasi golongan militer. Karena itu. Diperkirakan bahwa kejatuhannya ada kaitannya dengan ketidakserasian hubungan sipil-militer selama ini. Selain historiografi formal yang merupakan karya para elite birokrat. Sehingga kita tidak mengalami kemunduran yang mengerikan di atas bertabuh harapan akan kemajuan demokrasi kita. tema ini banyak ditulis oleh para pakar dalam maupun luar negeri. Mungkin saatnya memang mereka harus dihukum. 38+23+9=70 persen. Sungguh ini akan menjadi malapetaka bagi demokrasi.Hitungan 50 persen + 1 tidak mencapai ambang batas. asumsi ini perlu dibuktikan lewat historiografi yang ada selama ini sehingga mempunyai dasar kuat adanya korelasi yang kuat pula bahwa hubungan sipil-militer itu . karena apabila dikalikan tidak sampai limitasi demokrasi. Namun.

Historiografi adalah pantulan keprihatinan sosio-kultural masyarakat yang pencipta historiografi. terbentuk secara organis dan alamiah sehingga sebenarnya sulit dipisahkan. Hubungan sipil-militer yang berlangsung dari dua belah pihak dapat terjadi karena hubungan setingkat atau hirarkis. Yang menjadi subyek adalah sipil dan militer yang tidak dapat dipisah baik kedudukan dan perannya. status dan peran keduanya tidak terpisah. yang berusaha menangkap dan memahami histoire recit_. politik. Karena itu terjadi tradisi kesejarahan yang berbeda-beda dari kelompok kultural. Monopoli ini hanya dinikmati golongan superordinasi.signifikan sekali dalam menentukan arah dan perkembangan sosio-politik Indonesia. Namun. sedangkan yang dihasilkan para birokrat sipil maupun militer akan menghasilkan historiografi yang memperkuat legitimasi penguasa. Bukan hanya yang mengajar di perguruan tinggi tetapi juga di lembaga kesejarahan pemerintah dan swasta adalah pencipta historiografi. Merekalah yang nantinya akan menghasilkan historiografi yang bervariasi dengan sudut pandang yang bervariasi pula. Dengan demikian historiografi macam ini lebih bermakna daripada sekedar penulisan masa lampau yang hanya merupakan antikuariat. meneguhkan dinasti dan mempertahankan dasar nilai yang menjadi sandaran ideologis dari kekuasaan. Disharmonisasi hubungan terjadi dan berkembang karena keduanya menjaga jarak dengan memonopoli previlegenya. lembaga. Dalam perjalanan yang sangat panjang setelah proklamasi kemerdekaan sampai sekarang mengalami pergeseran dan perubahan . Setiap status dimainkan dalam peran ganda atau majemuk. yaitu status sebagai kelompok. Historiografi yang dihasilkan para pakar akan cenderung pada objektifitas. Pada awal sejarahnya. Dan menampakkan hasilnya. Jika dibandingkan sipil hanya mempunyai status tunggal sedangkan militer setidak-tidaknya mempunyai tiga status. Sebelumnya historiografi Indonesia baru ada pada taraf yang setingkat dengan negara-negara lain yang belum berkembang karena historiografi moderen yang kritis masih dalam taraf pertumbuhan. Historiografi atau historical writing adalah puncak segalanya. hubungan semacam ini dapat dikatakan tidak wajar dan tidak imbang sebagaimana akan tampak pada hubungan sipil-militer di Indonesia selama ini. karena yang ditulis itu adalah sejarah. dan kekuatan. Dengan datangnya para pakar hasil pembelajaran negeri orang maka mereka mulai menapak ke arah historiografi Indonesia. ekonomi. sejarah sebagaimana yang terjadi. Historiografi Indonesia umumnya dan historiografi militer khususnya mengalami perkembangan pesat setelah tahun 1960-an. dll. Hasil pengerjaan sejarah akademik dan kritis ini berusaha mengungkap kebenaran historis dari setiap fakta. histoire recit_. Dalam hal ini dapat juga terjadi perubahan hubungan dari setingkat ke hirarkis yang mengakibatkan subordinasi dan bahkan tereksploitasi. Historiografi pada mulanya lebih merupakan ekspresi kultural. tetapi kemudian berkembang makin kompleks ke disiplin sosial. yaitu sejarah yang dikisahkan.

lebih-lebih nanti secara bersamaan lahir badan atau laskar perjuangan. Di sini sebenarnya ada keseimbangan antara badan perjuangan dengan BKR atau TKR. yaitu Koninklijk Nederlandsch-Indicsh Leger (KNIL). Kedudukan para mercenaries ditingkatkan menjadi pasukan organis pemerintah. Pemuda dan pemudi direkrut dalam seinendan. Setelah proklamasi. Sejak itu sebenarnya militer mulai mengembangkan jati diri sebagai military group yang terpisah dengan societal group.hubungan karena faktor internal maupun eksternal. Tentu saja kemenangan dipegang oleh militer karena ia . Jelas kiranya bahwa mereka adalah rakyat atau warga sipil yang tentunya memiliki full consciousness pula sebagai warga negara untuk mempertahankan eksistensi RI dari rongrongan musuh. barisan pelopor. sebagai kekuatan pembela tanah air waktu itu. Rekrutmennya berasal dari rakyat atau sipil. dll. Bela "negara" merupakan tanggung jawab keduanya. RI sebagai negara perlu menjaga keamanan yang kemudian dibentuk BKR. Mereka akhirnya membentuk golongan militer di satu pihak dan kelompok partai politik di pihak lain. fujinkai. Kelompok politik yang direpresentasikan dalam partai politik adalah manifestasi masyarakat sipil. Akan tetapi setelah pemerintah mengembangkan profesionalisme maka dilakukan reorganisasi yang mengarah pada militer profesional. Jadi. Namun dalam hubungan kenegaraan keduanya seharusnya seimbang tetapi dalam kenyataannya hubungan ini makin renggang dan bahkan vis-_-vis. keibodan. Sejak berdirinya partai-partai politik beberapa bulan setelah proklamasi lahir juga organisasi massa sebagai onderbouwnya partai politik berupa badan perjuangan yang berafiliasi pada organisasi induk masing-masing. Pergeseran dan perubahan itu terjadi secara historis dengan interes masing-masing yang belum dapat dipertemukan. Dalam setiap ekspedisi mercenarieslah yang diadu dengan sesama pasukan pribumi dari kerajaan lain. preparasi ke arah physical training makin intensif sebagai side effect dari keterlibatan penduduk Indonesia dalam Perang Pasifik. Kedua golongan besar sipil dan militer ini saling berkompetisi. kerajaan-kerajaan itu membentuk pasukan profesional yang direkrut dari beberapa etnik. Mereka sama-sama berkewajiban menjaga lestarinya negara RI. sedangkan yang terseleksi harus mundur menjadi sipil. Bahkan pemerintah Belanda pun memanfaatkan model ini yang digunakan sebagai mercenaries atau pembantu prajurit pribumi. ada kesamaan tanggung jawab baik untuk masyarakat biasa maupun yang sudah dilatih sebagai militer. Selama tiga bulan pertama setelah proklamasi hubungan mereka ekual dan harmonis tetapi setelah itu terjadi kompetisi. Perlu dikemukakan terminologi masing-masing pihak serta dalam hubungan mana keduanya terjalin sehingga dapat diketahui fluktuasi hubungan keduanya. Latihan militer dilakukan untuk membentuk kelompok militer dan semi militer. Akan tetapi setelah mendapat pengaruh kolonial. termasuk Peta dan heiho. Pada waktu Pendudukan Militer Jepang. Di dalam masyarakat kerajaan pada tingkat awal prajurit adalah rakyat atau masyarakat sipil yang bersenjata.

Sekitar Perang Kemerdekaan. Memenuhi Panggilan Tugas. Ia menjelaskan bahwa rekrutmen militer dan semi militer diambil dari para pemuda. 1962. Jakarta: Gramedia. Hubungan mereka masih sangat murni meski untuk kepentingan penguasa Jepang. Pemberontakan Peta di Blitar. Jejak Nasution diikuti oleh Nugroho Notosusanto.H. Disertasi. Jakarta: Haji Masagung. Melihat perkembangan hubungan sipil-militer sampai kini perlu difahami historiografi dengan pola. Embrio hubungan sipil-militer digambarkan oleh Sihombing. dan perspektifnya sehingga ditemukan ciri-ciri khas setiap periode. Benar-benar militer berasal dari rakyat (Sihombing. Bandung Angkasa. 1978) yang juga diterjemahkan dalam bahasa Inggris. 1967.dilengkapi berbagai perangkat untuk menaklukkan musuh. POLA. Seorang militer-intelektual yang belum tampak penggantinya banyak mengemukakan peran militer di panggung Sejarah Indonesia sejak awal proklamasi sampai Orba. anggota masyarakat umumnya. Kepala Pusat Sejarah ABRI. yang juga tidak jauh berbeda dengan karya-militernya (Nugroho Notosusanto. Untuk dapat melihat hubungan sipil-militer harus dilakukan seperti mengail ikan. The Hague: van Hoeve.O'G. Jakarta: Sinar Jaya. Demikian pula arah dan gejalanya juga akan tampak dalam setiap historiografi itu. Tentara Nasional Indonesia. H. PERKEMBANGAN. arah. Meski demikian banyak karyanya tetapi pertautan dengan sipil toh juga tidak pernah dibahas secara memadai.H. sebab kedudukan sipil sering dilupakan dan tidak diperhitungkan meski kedudukannya sebagai penyangga militer. 1945-1946. Ia . Nasution. The Pemuda Revolution: Indonesian Politics. Anderson. DAN KECENDERUNGAN PERIODE AKSI. Perangkat lunak dari birokrasi sampai perangkat keras. Benda The Crescent and the Rising Sun. Indonesian Islam under the Japanese Occupation. yaitu senjata dan amunisi jelas dengan mudah menguasai sipil yang bukan tandingannya dan lagi tak bersenjata. 1982-1989). "Bapak Sejarah Militer" Indonesia yang menghasilkan banyak historiografi yang berjilid-jilid.R. 1945-1949 Periode ini merupakan awal hubungan sipil-militer setelah proklamasi. heiho sangat akrab dengan penduduk sipil. Nasution. Sebenarnya hubungannya sudah berlaku sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda dan zaman Pendudukan Militer Jepang. 1977-1979. Pembagian periode lebih cocok mengikuti pergantian sistem pemerintahan yang berlaku di republik ini. 1958). Dari awal perlu dikorek karya A. Ego-sentrismenya memang tinggi dengan pusat perhatian pada peran kelompok militer saja sebagaimana terlihat dalam karya besarnya (A. Jakarta: Pembimbing. meski di sela-sela atau dalam masa pemerintahan itu terdapat interupsi-interupsi sistem pemerintahan. Pemuda Indonesia menantang Fasisme Jepang. Anggota peta. 1955.J. B. Ini dilakukan berdasarkan historiografi yang ada sampai kini dengan pola-pola kuat setiap periode. Mereka direkrut dari pemuda dan dilatih serta kembali ke daerah asal masing-masing dan membaur dengan sesama rakyat pada zaman Pendudukan Militer Jepang. 1942-1945.

The Coup Attemp of the September ini Indonesia. Jakarta: Leknas. Dari judulnya dapat diketahui bahwa pejuang dan prajurit berasal dari "satu bumi". Sebagai penanggung jawab dan sebagai Kepala Pusat Sejarah ABRI. Belanda dalam Perang Kemerdekaan I dan II. Kiranya sulit militer berjuang sendirian. "Civil-Military Relation in the Third World: Introductory Taxonomy" Prisma. Jakarta: Dephankam Pusjarah ABRI. Hubungan Sipil-Militer. Jakarta: Dept. Hubungan sipil-militer makin renggang sebab militer menuju jati dirinya sendiri. 20. Pejuang dan Prajurit: Konsepsi dan Implementasi Dwifungsi ABRI. Kalau dari sini dijadikan starting pointnya maka sudah sewajarnya jika militer ada di jajaran paling depan dalam menghadapi semua rongrongan. Defence and Security. Ia tidak dapat mengingkari dirinya karena ia juga anak rakyat. Karir militernya makin menonjol semasa revolusi Fisik yang menghadapi Sekutu.sebenarnya berdiri pada dua kaki karena ia juga seorang dosen Ilmu Sejarah Universitas Indonesia. Si anak rakyat ini sudah mulai dewasa tetapi malahan makin menjauh dari ibu kandungnya. Konfidensi kelompok atau golongan makin membesar seperti yang dilukiskan Alfian (Alfian. Sebenarnya ia adalah seorang sastrawan yang dengan bahasa yang cair menceritakan perjuangannya dan perjuangan militer umumnya. dan juga perannya dalam menumpas Pemberontakan PKI/Madiun (1948). Jakarta: Sinar Harapan. Dari sini militer mulai menuntut jasa dan mulai menapak bagaimana kedudukan yang proporsional menurut kamus militer. meski juga tidak salah karena fenomena sejarah memang membenarkan. Untuk itu di masa kemudian fungsi rangkap dalam masyarakat dan pertahanan ini harus diformulasikan. ia menulis tentang Pemberontakan G 30 S PKI (Nugroho Notosusanto. Meski benar apa yang dilakukan militer tetapi tidak tepat karena sipil mulai ditinggalkan dan bahkan tidak dipercaya. Namun waktu itu masyarakat dengan jelas memback up militer. 1970). Hubungan Sipil-Militer dan Dwifungsi ABRI. meski kemudian akan menjauh dari kandungan rakyat sipil. Konsekuensi sebagai pejuang-militer dituangkan dan pelestarian Dwifungsi ABRI (Nugroho Notosusanto. Ia juga membahas secara konsepsional Dwifungsi ABRI sebagai wacana legitimasi fungsi rangkap ABRI (Nugroho Notosusanto. Tidak diragukan lagi bahwa TNI memang berprestasi besar dalam mempertahankan RI dari intervensi asing maupun infiltrasi domestik. Hal ini juga disebabkan oleh Kabinet Syahrir yang tidak percaya pada . Namun. 1978) dan Taufik Abdullah (Taufik Abdullah. tetap si "anak kembar" ini mulai memisahkan diri pada masa kedewasaannya. Dalam periode 1945-1949 historiografi sipil-militer lebih banyak ditandai oleh Ekafungsi yang taat azas untuk berjuang bersama sipil-militer. karena medan joang ada di tengah masyarakat. 1991). March 1981). 1974). pada akhir periode ini militer mulai menempatkan diri pada posisi berkompetisi dengan sipil yang diwakili partai-partai politik. Militer masa ini masih mengakui sebagai anak rakyat dan sehubungan prestasinya itu ia mulai menapak dan mengokohkan statusnya sebagai pembela negara dan pengawal keamanan.

KSAD Jenderal Nasution mengusulkan untuk kembali ke UUD 1945 dan diterima oleh Presiden Sukarno dengan memberlakukan Demokrasi Terpimpin. Johnson (ed. Di satu pihak sipil membuat divisi-divisi dalam militer dan menentang usaha-usaha militer membentuk standar profesional. Akhirnya. The Transition to Guided Democracy: Indonesian Politics. McWilliams (ed. Karya Nasution di atas masih relevan untuk memperkuat posisi TNI sebagai pengawal keamanan. memberi keyakinan pada militer bahwa mereka telah memenangkan "revolusi" atau "pemegang saham revolusi". San Fransisco: Chandler. Ithaca: Cornell University Press. 1962)."perwira bayaran" dan "perwira fasis". Setelah penyerahan kedaulatan dari RIS ke Negara Kesatuan RI peran politik militer dibatasi. "The Role of the Military in Indonesia" dalam J. Lewat TNI gerakan-gerakan itu dipadamkan. Inilah benih awal saling ketidakpercayaan antara elit sipil dan militer.). dengan aksi gerilya militer setelah serangan ke ibukota Yogyakarta (19 Desember 1948). 1945-1967. bahkan reputasinya dapat dibanggakan dalam menumpas PRRI/PERMESTA (1957/1958). Kedudukan militer di negara baru yang beranjak makin mencari pijakan yang lebih kuat menjadi perhatian Lev (D. 1967).J. Mengenai hal ini Pauker menyoroti meningkatnya peran militer (Guy Pauker. sedang militer sebenarnya mendukung upaya pembangunan demokrasi parlementer yang pada waktu yang bersamaan akan terbentuk profesionalisme militer yang otomatis terpisah dari aktifitas politik kepartaian. The Role of the Military in Underdeveloped Countries. selain berhasil menyelesaikan problem . 1949-1959 Periode ini RI diguncang oleh gangguan gerakan separatisme dan di sana-sini timbul gerakan lokal. Rupanya pemerintah tidak tanggap terhadap keinginan militer yang ditandai keengganan parlemen untuk tidak dapat menerima standar profesional militer maka muncullah Peristiwa 17 Oktober 1952 sebagai tanda kekesalan militer. Road to Power: Indonesian Military Politics. Hubungan sipil-militer makin renggang dan tidak stabil. "The Political Role of the Army" dalam Wilson C. Sebagaimana kelaziman di negara yang sedang berkembang militer mulai memposisikan dirinya dalam pemerintahan. "Road to power" sebagaimana ditulis Sundhaussen mulai dilakukan (Ulf Sundhaussen.Lev. PERIODE AKOMODASI. Ini menjadi bukti bahwa militer sebagai penyelamat negara. Kualalumpur: Oxford University Press. Lev. Kedudukan militer dikembalikan ke masa awal proklamasi dalam hubungan seimbang karena diberlakukannya UUDS 1950 yang menempatkan sipil di atas militer atau dengan kata lain militer ada di bawah sipil sebagai manifestasi demokrasi liberal Barat. Presiden Sukarno tidak berdaya menghadapi permainan parlemen dan Konstituante yang dibentuk (1955) dan gagal menyusun konstitusi baru serta menyelesaikan kemelut politik. Sebaliknya. 1966).). Selanjutnya Lev terus mengamati perubahan politik dari Demokrasi Liberal ke Terpimpin yang dalam banyak hal karena reposisi militer dalam menangkap masa depan (D. Princeton University Press. Garrison and Governments: Politics and the Military in the New States. 1967). N. Princeton. 1957-1958.

PERIODE DOMINASI. Ithaca: Cornell University Press. Peranan ABRI dalam Politik. Runtuhnya ekonomi menjadi umpan makin besarnya pengaruh PKI sehingga terjadi Pemberontakan G 30 S/PKI. Masa depan tetap merupakan conditio sine qua non bagi militer. 12 Desember 1981). Jakarta: Dephankam. Preparasi dilakukan untuk menyongsong demokrasi yang mereka dukung meski pelaksanaannya lain dan bahkan sebaliknya. Military-Civilian Relations in Southeast-Asia. sebab tanpa menelusuri politik masa depan eksistensi militer menjadi kurang dominan. 1959-1965 Demokrasi terpimpin gagal menjalankan fungsinya karena lebih mengedepankan keterpimpinan daripada demokrasi yang lebih menunjukkan eksperimen sipil-otoritarian. aktor intelektualis mengingatkan bahwa peran mendatang ditentukan juga peran masa lalu (T. Namun. Dari kalangan militer sendiri muncul banyak tulisan sebagai penguatan Dwifungsi. 1988). Anjakan ke Demokrasi Terpimpin. yang termasuk kelompok elite militer. Jakarta: Dephankam. Demikian pula Rusli Karim menyatakan bahwa politiklah yang menjadi panglima untuk mendominasi pemerintahan (M. Sajidiman Surjohadiprojo. 1974). 1962. Singapore: Oxford University Press. Crouch. 1981). Laporan dari Banaran. 1985).H. Counteraction dari militer (AD) berlangsung cepat dan berhasil menyelamatkan negara dari ancaman komunisme. Crouch menambahkan diperlukannya berbagai aspek yang mendukung hubungan sipil-militer (H. adalah apakah Dwifungsi akan dijadikan "harga mati" atau fleksibel terhadap perubahan Belveer Singh memberi jalan ke luar . Dephankam mengeluarkan "surat perintah" Dwifungsi untuk jajaran militer yang juga harus dimengerti sipil (Dephankam. The Army and Politics in Indonesia. "Bapak Militer Indonesia". Subiyono. Yang sangat menarik mengenai ketahanan Dwifungsi dalam era perubahan. Djatikusumo.Crouch. Subiyakto. juga "Reexamining the Role of the Idonesian Army: Historical Reflections and Future Perspectives". Simatupang.). Nasution juga tak kalah terampilnya untuk memperkuat Dwifungsi ABRI yang selalu relevan dengan setiap situasi (A. militer makin "melek politik" karena diperkirakan bahwa dalam masa mendatang untuk massa aman politik akan lebih dominan. dll. "Dwifungsi ABRI". Rusli Karim. Dwifungsi ABRI: Peran ABRI sebagai Kekuatan Sosial Politik.regionalisme dan fundamentalisme. Jakarta: Idayu. Hubungan Sipil-Militer dan Dwifungsi ABRI: Suatu Pembahasan Konsepsionil. Nasution. "Indonesia" dalam Ahmad Zakaria dan H. Selanjutnya Presiden Sukarno tidak merengkuh partai oposan (termasuk Masyumi dan PSI) malahan merangkul PKI sebagai pengimbang militer. Di sini pula militer mengatur pemantapan pelaksanaan dan mengatur siasat Dwifungsi dan ia dilegitimasikan baik konseptual maupun aplikasinya.B. 1993). seperti Hasnan Habibi. Crouch (eds. Prisma. Prisma 20 Maret 1981). Nugroho Notosusanto mengawali Dwifungsi dalam kaitannya dengan hubungan sipil-militer (Nugroho Notosusanto. Crouch mengamati ambisi militer di bidang politik makin tampak (H.Simatupang.

1998).J.1998 Krisis ekonomi yang diikuti krisis politik mempercepat pergantian kekuasaan dari Presiden Sukarno ke Suharto. A. Konsep "Jalan Tengah" (1958).S. Di sini secara sistematis mengikat militer dalam posisi yang harus mendukung namun tanpa memberi input yang memadai dalam pengambilan keputusan. 1997). PERIODE HEGEMONI. Hidayat Mukmin. Demikian pula Soebijono. Visi ABRI Menatap Masa Depan. ia makin ada di atas angin untuk merealisasikan Dwifungsi. Najib Azca. Indonesia Politics under Suharto. Penuturan Jenkins membuktikan betapa kuatnya pemerintahan militer Suharto yang dikelilingi para jenderalnya (David Jenkins. tetapi sekarang memberlakukan Dwifungsi yang berarti mengefektifkan militer sebagai alat pertahanan dan keamanan serta kekuatan sosial politik. 1996). 1966). Suharto and his . 1994). Dwifungsi makin memberi peluang militer untuk menjadi kekuatan dominan dalam masyarakat. Jalan menuju kekuasaan yang telah dirintis makin dimantapkan dengan keberhasilan militer yang merasa self stadig ada di luar pemerintahan seperti yang dibuktikan Jenderal Sudirman dalam bergerilya sampai di pelosok pedesaan Jawa Timur selama enam bulan. 1965 . Jakarta: Gramedia. Sampai sekarang militer tetap mendukung keberlanjutan kekuasaan pemerintahan Orde Baru.dengan alternatif meski akhirnya tetap berpendapat bahwa Dwifungsi akan tetap relevan serta fungsional untuk jangka waktu yang lama (Belveer Singh. Kepemimpinan ABRI tetap menjadi teladan generasi militer baru (Djoko Subroto. Kepemimpinan ABRI dalam Sejarah dan Perjuangannya. Djoko Subroto menatap masas depan ABRI dengan optimis sambil berbenah diri dalam menghadapi perubahan situasi. Sajidiman Surjohadiprodjo menengarai kepemimpinan ABRI yang sangat lekat dengan perjuangannya (Sajidiman Suryohasdiprodjo. dari presiden sampai petite bureaucrat di pedesaan. Memang benar bahwa Dwifungsi bukan hanya faktor pertahanan dan keamanan saja yang diemban tetapi juga faktor sosial dan politik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Vatikiotis. periode ini memiliki pola pemantapan dwinfungsi sebagai conditio sine qua non kehidupan ABRI di masa depan jika tidak ingin kena supremasi sipil. Hal ini segera dapat ditunjukkan dengan banyaknya jabatan sipil yang diganti oleh militer secara top down. Vatikiotis menyoroti pemerintahan Suharto yang melakukan pembangunan di bawah tekanan (Michael R. Tambunan. Yogyakarta: LKIS. Babak baru telah dilakukan oleh militer di panggung politik Indonesia yang diberi istilah oleh Najib Azca "dari dominasi ke hegemoni" (M. Jadi.S. Dwifungsi ABRI.al. TNI makin percaya diri untuk mandiri dengan bukti empirik sebagai domain aktor. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Jakarta. Hegemoni Tentara. Lebih-lebih setelah TNI AD berhasil menumpas Pemberontakan G 30 S/ PKI. 1998). et. Selanjutnya perbaikan ekonomi menempati prioritas utama yang memerlukan waktu 25 tahun di atas persoalan politik. menyatakan bahwa AD menjalankannya tanpa mendominasi goplongan lain. dan Roekmini Koesoemo Astoeti menggarisbawahi Dwifungsi ABRI yang tetap memegang peran penting dalam kehidupan politik Indonesia (Soebijono. London: Routledge. Dwifungsi ABRI.

. watak otoritarian dan totalitarian dari rezim Orde Baru bakal menghadapi tantangan yang tidak sederhana dalam waktu tiga tahun setelah skripsi ini diujikan (Budi Irwantono. Format yang demikian jelas tidak demokratis dalam arti tidak memberi kesempatan bagi perkembangan posisi sipil dalam pemerintahan. tetapi ekonomi Orde Baru memberi peluang besar pada monopoli dan kapitalisme pada kelompok militer. Keunggulan militer terhadap sipil direproduksi sebagai upaya pembenaran sejarah di satu pihak dan peminggiran sipil di pihak lain. Karena itu terdapat hubungan asimitris dan determinatif sebagai corak pretorianisme. tiga buah film itu merupakan historiografi Orba yang melegitimasikan patriotisme kelompok militer. Ithaca: Cornell University. Leo Suryadinata memperkuat asumsi kolusi militer dan Golkar (Leo Suryadinata. Bresnan menangkap bahwa pembangunan ekonomi Indonesia ternyata juga tidak luput dari insiden. yaitu nilai-nilai manusia dan kemanusiaan (A. Militer dan Politik di Indonesia. Disadari oleh Hasnan Habib bahwa pembangunan nasional adalah pembangunan manusia. yaitu rezim otoriter-birokratik (Mochtar Mas'oed. 1987). 1993). Robison. UGM. Kajian Simiotik tentang Representasi Relasi Sipil-Militer dalam Film "Enam Jam di Yogya". 1945 . Jakarta: Sinar Harapan. New York: Columbia University Press. Made Tony Supriatma. bupati. Ekonomi dan Struktur Politik. ABRI: Siasat Kebudayaan. Jakarta: LP3ES. Jakarta: Sinar Harapan. Jadi. camat. North Sydney: Allen & Unwin. Yogyakarta: Kanisius. . gubernur. "Janur Kuning". Karya Sarjana S1 Universitas Gadjah Mada. Selanjutnya Mochtar Mas'oed menambahkan bahwa bukan hanya masalah politik. mengulas supremasi militer atas masyarakat sipil sebagaimana terdapat dalam Fil "Enam Jam di Yogya". Karena penetrasi militer dalam lembaga-lembaga sipil dapat dikatakan mirip created warlords yang mengisi hampir semua jabatan strategis dalam pemerintahan Orde Baru. Presiden. dirjen. "Konstruksi Relasi Sipil Militer dalam Sinema Indonesia.Generals: Indonesian Military Politics 1975 . sekjen. Akumulasi kapital ada pada kelompok bisnis militer (R. 1993). "Pengembangan Kepemimpinan Masa Depan" dalam Sofian Effendi.1983. 1984: Harold Crouch. Budi Irawanto.1971. dan "Serangan Fajar". Sjafri Sairin. tetapi sebagaimana dalam aplikasi Dwifungsi ABRI maka kolusi dengan Golkar untuk memenangkan dalam kompetisi dengan sipil harus didukung sepenuhnya. Meski dominasi militer sendiri sudah kuat. Hegemoni ABRI tampaknya sudah berlangsung lama dan melembaga yang oleh Budi Susanto dikatakan membudaya (Budi Susanto SJ dan A. "Janur Kuning". Managing Indonesia. 1996).1995. Indonesia: The Rise of Capital. 1995). menteri-menteri. Orde Baru 1966 . Skripsi S1. Meski tujuan utamanya adalah sebagai hiburan masyarakat tetapi sebenarnya merupakan representasi hegemoni militer. dan krisis (John Bresnan. Militer dan Golkar. dan "Serangan Fajar". 1989). malapetaka. Dominasi militer ditunjukkan oleh banyaknya jabatan pemerintahan yang dipegang militer. dan Alwi Dahlan (eds). Menurutnya. Hasnan Habib. 1995).

Yogyakarta: Pustaka Pelajar. ABRI seharusnya mengarah pada proses demokrasi dan bersikap transparan sebagaimana harapan rakyat (Rudini. Akses Rakyat". No. Dominasi militer di wilayah sipil yang ditunjukkan dalam tindakan koersif bertentangan dengan pemulihan hak asasi dan proses demokratisasi. Masyarakat sipil menanti lahirnya demokrasi baru Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. namun antara lain Rudini. Itulah sebabnya Syamsuddin Haris dan Riza Sihbudi menegaskan bahwa diperlukan telaah terhadap penyimpangan Orde Baru (Syamsuddin Harris dan Riza Sihbudi (eds. Masyarakat yang cenderung ekstrim menuntut bahwa ABRI harus back to barracks. dan militeristis yang mengakibatkan pelanggaran hak sipil. Ini semua sudah semestinya dipakai sebagai bekal oleh Orde Reformasi agar pengalaman pahit yang menyebabkan hubungan sipil-militer yang tidak harmonis tidak terulang lagi. 6. Bandung: Mizan. Gelombang pasang dari masyarakat sipil makin keras sejalan dengan tuntutan demokrasi maka di masyarakat timbul resistensi terhadap pemerintah yang otoriter. Sistem politik yang ditekankan dari atas (imposed form above) dan cenderung mengasingkan (alenating) rakyat. CATATAN KESIMPULAN . 1993). 1994). Yogyakarta: P3PK.Membangun Martabat Manusia. Leonards: Allen & Unwin. 1999). dalam Selamat Ginting. antara lain Rudini. Ada yang menuntut bahwa sudah saatnya ABRI secara bertahap menarik personilnya dari jabatan sipil dan DPR dan ada yang masih mempertahankan status quo. A Nation in Waiting. Periode 1965 . 1990). Soerjanto Poespowardojo. Selanjutnya. Menelaah Kembali Format Orde Baru. Sumartana (Th. 1997). (eds). 1992. Sumartana. di Yogyakarta yang menghasilkan buku yang telah disunting oleh Loekman (Loekman Soetrisno et al. Jakarta: Gramedia. 1998). Hal ini menjadi bahan diskusi yang dibukukan oleh Th. pemerintahan otoriter. 22. ABRI dan Kekerasan.1998 berfokus pada aplikasi Dwifungsi yang melebihi porsi sehingga terjadi sentralisasi kekuasaan. "Tantangan Dwifungsi ABRI". et al (eds). masyarakat madani yang menjadi tujuan masyarakat sipil didiskusikan. Prisma. Jakarta. State and Civil Society in Indonesia. Hikam menguatkan bahwa rakyat mempunyai akses. yang rasional dan tanggap terhadap perkembangan zaman. kekerasan. bukan hanya ABRI. Dari para elite militer sebagian berpendapat bahwa mereduksi peran ABRI yang berarti meningkatkan peran sipil di atasnya adalah anutan di negara liberal Barat. Sejalan dengan arus reformasi masyarakat sipil menggugat kekerasan yang dilakukan ABRI. 1995). Monash Papers on Southeast Asia. lingkungan dan sejenisnya. Melihat keadaan akhir-akhir ini Adam Schwarz menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia melaksanakan proses demokratisasi dan sipilisasi (Adam Schwarz. Mereduksi implementasi Dwifungsi ABRI di satu pihak berarti menciptakan masyarakat madan (civil society) yang aman tanpa tekanan (Arief Budiman (ed. demokrasi.). et al. tidak akan langgeng (AS Hikam. 1990). St. Strategi Kebudayaan. Strategi dan Agenda Reformasi. Menuju Masyarakat Mada.). ABRI dan Demokratisasi.

Universitas Indonesia.Menelusuri hubungan sipil-militer selama kurun waktu 1945 . Kompetisi sipil dan militer mulai tampak dalam panggung politik Indonesia. Dengan berbagai argumentasi ABRI membenarkan Dwifungsi beserta implikasinya yang mengakibatkan pelanggaran hak sipil. adil. Periode 1965 . Tentunya pelaksanaan sangat fleksibel. Hubungan sipil-militer perlu difahami bersama dan saling mengerti posisi masing-masing merupakan prasyarat utama terciptanya negara demokratis. 2. Fenomena historis menguatkan posisi TNI untuk mendominasi sipil. ABRI sudah semestinya tanggap terhadap perubahan ke arah masyarakat madani yang sesuai dengan jiwa zaman yang dengan sendirinya mengurangi campur tangannya secara gradual terhadap hak-hak sipil. Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik. aman.1959. tanggal 24-25 Mei 1999. Dalam periode 1945 1949 berlangsung hubungan ekual dan beranjak berubah.1998 merupakan periode militer-otoritarian yang menciptakan warldordism guna melakukan total control terhadap sipil meski akhirnya membawa lengsernya pemerintahan Suharto. timbul resistensi yang diperkuat dengan keberhasilan gerakan reformasi menjatuhkan Orde Baru pemerintahan Presiden Suharto pada tanggal 21 Mei 1998. 1949 . ----. Reformasi terus bergulir untuk menghapus faktor dominan ABRI agar memulihkan hak sipil dan ABRI kembali pada posisi pertahanan dan keamanan minus sosial politik. TNI mulai mencari jalan untuk melegitimasi prestasi di bidang pertahanan dan keamanan.1965 TNI mengkongkretkan legitimasi Dwifungsi. Masyarakat sipil perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna menyongsong masyarakat demokratis. dan sejahtera. * Makalah disampaikan dalam Seminar Nasional "Mencari Format Baru Hubungan Sipil-Militer di Indonesia" yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Politik. Pada periode berikutnya. 1. Dengan kata lain proses demokratisasi untuk menciptakan masyarakat madani terhalang. Kecenderungan historiografi dapat dilihat dari hubungan sipil-militer yang mula-mula seimbang tetapi dalam perjalanan sejarahnya menjadi berat sebelah pada posisi militer yang dominan. yaitu secara gradual dan melihat situasi dan kondisi yang kondusif terhadap perubahan yang diinginkan bersama agar tercipta masyarakat madani. 3. Realisasinya sedang ditunggu oleh masyarakat. Pola historiografi sipil-militer memiliki fokus sesuai dengan tekanan dan jiwa zaman yang berlaku waktu itu.End of forwarded message from John A MacDougall ----- . Periode 1959 .1998 akhirnya dapat ditarik beberapa kesimpulan. Oleh karena itu.

Upaya reshuffle kabinet Dwikora pada 21 Februari 1966 dan Pembentukan Kabinet Seratus Menteri tidak juga memuaskan rakyat sebab rakyat menganggap di kabinet tersebut duduk tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965. 2. Kesatuan aksi (KAMI.Penataan kembali seluruh aspek kehidupan rakyat.dsb) yang ada di masyarakat bergabung membentuk Kesatuan Aksi berupa “Front Pancasila” yang selanjutnya lebih dikenal dengan “Angkatan 66” untuk menghacurkan tokoh yang terlibat dalam Gerakan 30 September 1965.Menyusun kembali kekuatan bangsa untuk menumbuhkan stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan bangsa.Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. bangsa. Rakyat melakukan demonstrasi menuntut agar PKI berserta Organisasi Masanya dibubarkan serta tokoh-tokohnya diadili. 6. Maka Presiden mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret 1966 (SUPERSEMAR) yang ditujukan bagi Letjen Suharto guna mengambil langkah yang dianggap perlu untuk mengatasi keadaan negara yang semakin kacau dan sulit dikendalikan. Terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965. Reaksi keras dan meluas dari masyarakat yang mengutuk peristiwa pembunuhan besar-besaran yang dilakukan oleh PKI. 9. Sidang Paripurna kabinet dalam rangka mencari solusi dari masalah yang sedang bergejolak tak juga berhasil. 8. . Wibawa dan kekuasaan presiden Sukarno semakin menurun setelah upaya untuk mengadili tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 tidak berhasil dilakukan meskipun telah dibentuk Mahkamah Militer Luar Biasa(Mahmilub). LATAR BELAKANG LAHIRNYA ORDE BARU Orde baru merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk memisahkan antara kekuasaan masa Sukarno(Orde Lama) dengan masa Suharto.Mengoreksi total penyimpangan yang dilakukan pada masa Orde Lama. 3.KAPPI. . Keadaan perekonomian semakin memburuk dimana inflasi mencapai 600% sedangkan upaya pemerintah melakukan devaluasi rupiah dan kenaikan harga bahan bakar menyebabkan timbulnya keresahan masyarakat.KASI. 5. dan negara Indonesia.KAPI. Orde baru lahir sebagai upaya untuk : . 4. 7. . Kesatuan Aksi “Front Pancasila” pada 10 Januari 1966 di depan gedung DPR-GR mengajukan tuntutan”TRITURA”(Tri Tuntutan Rakyat) yang berisi : 1) Pembubaran PKI berserta Organisasi Massanya 2) Pembersihan Kabinet Dwikora 3) Penurunan Harga-harga barang. Keadaan politik dan keamanan negara menjadi kacau karena peristiwa Gerakan 30 September 1965 ditambah adanya konflik di angkatan darat yang sudah berlangsung lama. Upaya menuju pemerintahan Orde Baru : .I. Sebagai masa yang menandai sebuah masa baru setelah pemberontakan PKI tahun 1965. Latar belakang lahirnya Orde Baru : 1.

Menyusun kembali kekuatan bangsa menuju stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan menuju masyarakat adil dan makmur. Penataan dilakukan di dalam lingkungan lembaga tertinggi negara dan pemerintahan. Melaksanakan Pemilu secara teratur serta penataan pada lembaga-lembaga negara. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Orde Lama dan dimulainya kekuasaan Orde Baru. ---Untuk menjalankan Demokrasi Pancasila maka Indonesia memutuskan untuk menganut sistem pemerintahan berdasarkan Trias Politika(dimana terdapat tiga pemisahan kekuasaan di pemerintahan yaitu Eksekutif. Menetapkan Demokrasi Pancasila guna melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Langkah yang diambil pemerintah untuk penataan kehidupan Politik : A. *12 Maret 1967 Jendral Suharto dilantik sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia. Hal ini disebabkan karena saat itu Soekarno masih berkuasa sebagai presiden sementara Soeharto menjadi pelaksana pemerintahan. Legislatif) tetapi itupun tidak diperhatikan/diabaikan. *Munculnya konflik dualisme kepemimpinan nasional di Indonesia.*Setelah dikelurkan Supersemar maka mulailah dilakukan penataan pada kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.Yudikatif. MPRS menyelenggarakan sidang istimewa untuk mengukuhkan pengunduran diri Presiden Sukarno dan mengangkat Suharto sebagai pejabat Presiden RI. XXXIII/1967 MPRS mencabut kekuasaan pemerintahan negara dan menarik kembali mandat MPRS dari Presiden Sukarno . *Konflik Dualisme inilah yang membawa Suharto mencapai puncak kekuasaannya karena akhirnya Sukarno mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Suharto. II. KEHIDUPAN POLITIK MASA ORDE BARU Upaya untuk melaksanakan Orde Baru : Melakukan pembaharuan menuju perubahan seluruh tatanan kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. *Pada Sidang Umum bulan Maret 1968 MPRS mengangkat Jendral Suharto sebagai Presiden Republik Indonesia. ---Perkembangannya. *Dikeluarkannya Supersemar berdampak semakin besarnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah karena Suharto berhasil memulihkan keamanan dan membubarkan PKI. Pelaksanaan Orde Baru : ---Awalnya kehidupan demokrasi di Indonesia menunjukkan kemajuan. Dengan Tap MPRS No. kehidupan demokrasi di Indonesia tidak berbeda dengan masa Demokrasi Terpimpin. PENATAAN POLITIK DALAM NEGERI . *Pada tanggal 23 Februari 1967.

2. yaitu : . 3. IX Tahun 1966.Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan fusi dari NU. Pembubaran PKI dan Organisasi masanya Suharto sebagai pengemban Supersemar guna menjamin keamanan. 4. Selanjutnya setelah sidang MPRS tahun 1968 menetapkan Suharto sebagai presiden untuk masa jabatan 5 tahun maka dibentuklah kabinet yang baru dengan nama Kabinet Pembangunan dengan tugasnya yang disebut dengan Pancakrida. Pembentukan Kabinet Pembangunan Kabinet awal pada masa peralihan kekuasaan (28 Juli 1966) adalah Kabinet AMPERA dengan tugas yang dikenal dengan nama Dwi Darma Kabinet Ampera yaitu untuk menciptakan stabilitas politik dan ekonomi sebagai persyaratan untuk melaksanakan pembangunan nasional. 3. Melaksanakan pemilihan Umum dalam batas waktu yakni 5 Juli 1968.Partai Demokrasi Indonesia (PDI). 1. Parmusi. Partai .1. + Pada tanggal 8 Maret 1966 dilakukan pengamanan 15 orang menteri yang dianggap terlibat Gerakan 30 September 1965. Penyederhanaan dan Pengelompokan Partai Politik Setelah pemilu 1971 maka dilakukan penyederhanakan jumlah partai tetapi bukan berarti menghapuskan partai tertentu sehingga dilakukan penggabungan (fusi) sejumlah partai. Memperbaiki kehidupan rakyat terutama di bidang sandang dan pangan. serta kestabilan jalannya pemerintahan maka melakukan : + Pembubaran PKI pada tanggal 12 Maret 1966 yang diperkuat dengan dikukuhkannya Ketetapan MPRS No. + Dikeluarkan pula keputusan yang menyatakan bahwa PKI sebagai organisasi terlarang di Indonesia. PSII. Program Kabinet AMPERA yang disebut Catur Karya Kabinet AMPERA adalah sebagai berikut. Melanjutkan perjuangan anti imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya. Partai Katolik. yang meliputi : _-_Penciptaan stabilitas politik dan ekonomi _-_Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Pembangunan Lima Tahun Tahap pertama _-_Pelaksanaan Pemilihan Umum _-_Pengikisan habis sisa-sisa Gerakan 3o September _-_Pembersihan aparatur negara di pusat pemerintahan dan daerah dari pengaruh PKI. Penggabungan tersebut menghasilkan tiga kekuatan sosial-politik. merupakan fusi dari PNI. 2. dan Partai Islam Perti yang dilakukan pada tanggal 5 Januari 1973 (kelompok partai politik Islam) . Melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif untuk kepentingan nasional. Sehingga pelaksanaannya kepartaian tidak lagi didasarkan pada ideologi tetapi atas persamaan program. Hal ini disebabkan muncul keraguan bahwa mereka tidak hendak membantu presiden untuk memulihkan keamanan dan ketertiban.. ketenangan.

. Golkar gagal memperoleh kemenangan di Aceh tetapi di Jakarta dan Kalimantan Selatan Golkar berhasil merebut kemenangan dari PPP.3 tahun 1975 yang mengatur mengenai penyederhanaan jumlah partai sehingga ditetapkan bahwa terdapat 2 partai politik (PPP dan PDI) serta Golkar.558. Golkar berhasil memperoleh tambahan 10 kursi sementara PPP dan PDI kehilangan 5 kursi. Partai Nahdlatul Ulama (58 kursi). dan Parkindo (kelompok partai politik yang bersifat nasionalis). Partai Murba dan Partai IPKI (tak satu kursipun). 2) Pemilu 1977 Sebelum dilaksanakan Pemilu 1977 pemerintah bersama DPR mengeluarkan UU No. 3) Pemilu 1982 Pelaksanaan Pemilu ketiga pada tanggal 4 Mei 1982. 1977. _ PDI memperoleh kenaikan 40 kursi karena PDI berhasil membentuk DPP PDI sebagai hasil kongres tahun 1986 oleh Menteri Dalam Negeri Soepardjo Rustam. Hasil dari Pemilu 1987 adalah: _ PPP memperoleh 61 kursi mengalami pengurangan 33 kursi dibanding dengan pemilu 1982 hal ini dikarenakan adanya larangan penggunaan asas Islam (pemerintah mewajibkan hanya ada satu asas tunggal yaitu Pancasila) dan diubahnya lambang partai dari kabah menjadi bintang. dan 1997. Hasilnya perolehan suara Golkar secara nasional meningkat. 1) Pemilu 1971 .776pemilih untuk memilih 460 orang anggota DPR dimana 360 orang anggota dipilih dan 100 orang diangkat. 99 kursi untuk PPP dan 29 kursi untuk PDI. Partai Nasional Indonesia (20 kursi).Pemilu 1971 diikuti oleh 58. 1982. Hasil dari Pemilu 1977 yang diikuti oleh 3 kontestan menghasilkan 232 kursi untuk Golkar. IPKI. Partai Kristen Indonesia (7 kursi). sedangkan PPP memperoleh 62 kursi dan PDI meningkat menjadi 56 kursi. 1992.Diikuti oleh 10 organisasi peserta pemilu yaitu Partai Golongan Karya (236 kursi). _ Sementara Golkar memperoleh tambahan 53 kursi sehingga menjadi 299 kursi. . 1987. Partai Muslimin Indonesia (24 kusi). .Organisasai politik yang dapat ikut pemilu adalah parpol yang pada saat pemilu sudah ada dan diakui mempunyai wakil di DPR/DPRD. 5) Pemilu 1992 Pemilu tahun 1992 diselenggarakan pada tanggal 9 Juni 1992 menunjukkan perubahan yang cukup mengagetkan. yaitu: tahun 1971.Pejabat negara harus bersikap netral berbeda dengan pemilu 1955 dimana para pejabat negara termasuk perdana menteri yang berasal dari partai peserta pemilu dapat ikut menjadi calon partai secara formal. Partai Katolik (3 kursi). Partai Islam Perti (2 kursi).Golongan Karya (Golkar) 4. Hasilnya perolehan Golkar menurun dari 299 kursi menjadi 282 kursi. 4) Pemilu 1987 Pemilu tahun 1987 dilaksanakan pada tanggal 23 April 1987. . Pemilihan Umum Selama masa Orde Baru telah berhasil melaksanakan pemilihan umum sebanyak enam kali yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. .Murba.

Pelaksanaan Penataran P4 tersebut menunjukkan bahwa Pancasila telah dimanfaatkan oleh pemerintahan Orde Baru. Peran ini dilandasi dengan adanya pemikiran bahwa TNI adalah tentara pejuang dan pejuang tentara. Hasilnya: Golkar memperoleh suara mayoritas perolehan suara mencapai 74. PPP mengalami peningkatan perolehan suara sebesar 5. Peran Ganda ABRI Guna menciptakan stabilitas politik maka pemerintah menempatkan peran ganda bagi ABRI yaitu sebagai peran hankam dan sosial. dan usulan lainnya dari pemerintah selalu mendapat persetujuan dari MPR dan DPR tanpa catatan. Sehingga peran ABRI dikenal dengan Dwifungsi ABRI. dan Rahasia). Gagasan tersebut selanjutnya ditetapkan sebagai Ketetapan MPR dalam sidang umum tahun 1978 mengenai “Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila” atau biasa dikenal sebagai P4. Melalui penegasan tersebut maka opini rakyat akan mengarah pada dukungan yang kuat terhadap pemerintah Orde Baru. Guna mendukung program Orde baru yaitu Pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen maka sejak tahun 1978 diselenggarakan penataran P4 secara menyeluruh pada semua lapisan masyarakat.6) Pemilu 1997 Pemilu keenam dilaksanakan pada 29 Mei 1997. Bebas. PDI mengalami kemerosotan perolehan suara karena hanya mendapat 11 kursi di DPR. Perimbangan tersebut memungkinkan Suharto menjadi Presiden Republik Indonesia selama enam periode pemilihan. Rancangan Undang-undang. Selain itu. Hal ini disebabkan karena adanya konflik internal dan terpecah antara PDI Soerjadi dan PDI Megawati Soekarno Putri. Apalagi pemilu itu berlangsung secara tertib dan dijiwai oleh asas LUBER(Langsung. Kedudukan TNI dan Polri dalam pemerintahan adalah sama di lembaga MPR/DPR dan DPRD mereka mendapat jatah kursi dengan pengangkatan. . dan sistem sosial masyarakat Indonesia. Pertimbangan pengangkatannya didasarkan pada fungsi stabilisator dan dinamisator.43 % dengan perolehan kursi 27 kursi. Penataran P4 merupakan suatu bentuk indoktrinasi ideologi sehingga Pancasila menjadi bagian dari sistem kepribadian. Pemasyarakatan P4 Pada tanggal 12 April 1976. Kemenangan Golkar yang selalu mendominasi tersebut sangat menguntungkan pemerintah dimana terjadi perimbangan suara di MPR dan DPR. Presiden Suharto mengemukakan gagasan mengenai pedoman untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila yaitu gagasan Ekaprasetia Pancakarsa. Umum. Hal ini tampak dengan adanya himbauan pemerintah pada tahun 1985 kepada semua organisasi untuk menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal. Tujuan dari penataran P4 adalah membentuk pemahaman yang sama mengenai demokrasi Pancasila sehingga dengan pemahaman yang sama diharapkan persatuan dan kesatuan nasional akan terbentuk dan terpelihara. Kenyataannya pemilu diarahkan pada kemenangan peserta tertentu yaitu Golongan Karya (Golkar) yang selalu mencolok sejak pemilu 1971-1997. setiap Pertangungjawaban. Penyelenggaraan Pemilu yang teratur selama Orde Baru menimbulkan kesan bahwa demokrasi di Indonesia sudah tercipta. 6. 5. sistem budaya.51 % dengan perolehan kursi 325 kursi.

7. 1) Kembali menjadi anggota PBB Indonesia kembali menjadi anggota PBB dikarenakan adanya desakan dari komisi bidang pertahanan keamanan dan luar negeri DPR GR terhadap pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia menyampikan nota pengakuan terhadap Republik Singapura pada tanggal 2 Juni 1966 yang disampikan pada Perdana Menteri Lee Kuan Yew. seperti permbangunan nasional. (2) Pemulihan hubungan dengan Malaysia Normalisasi hubungan Indonesia dan Malaysia dimulai dengan diadakan perundingan di Bangkok pada 29 Mei-1 Juni 1966 yang menghasilkan perjanjian Bangkok. Akhirnya pemerintah Singapurapun menyampikan nota jawaban kesediaan untuk mengadakan hubungan diplomatik. kemakmuran rakyat. Indonesia secara resmi akhirnya kembali menjadi anggota PBB sejak tanggal 28 Desember 1966. Kembalinya Indonesia menjadi anggota PBB dilanjutkan dengan tindakan pemulihan hubungan dengan sejumlah negara seperti India. #Peresmian persetujuan pemulihan hubungan Indonesia-Malaysia oleh Adam Malik . yang berisi: #Rakyat Sabah diberi kesempatan menegaskan kembali keputusan yang telah mereka ambil mengenai kedudukan mereka dalam Federasi Malaysia. Untuk itu maka MPR mengeluarkan sejumlah ketetapan yang menjadi landasan politik luar negeri Indonesia. Thailand. Tindakan permusuhan antara kedua belah pihak akan dihentikan. dan sejumlah negara lainnya yang sempat remggang akibat politik konfrontasi Orde Lama. Australia. Keputusan untuk kembali ini dikarenakan Indonesia sadar bahwa ada banyak manfaat yang diperoleh Indonesia selama menjadi anggota PBB pada tahun 1950-1964. kebenaran. Mengadakan Penentuan Pendapat Rakyat (Perpera) di Irian Barat dengan disaksikan oleh wakil PBB pada tanggal 2 Agustus 1969. Dimana politik luar negeri Indonesia harus berdasarkan kepentingan nasional. Pada tanggal 3 Juni 1966 akhirnya disepakati bahwa Indonesia harus kembali menjadi anggota PBB dan badan-badan internasional lainnya dalam rangka menjawab kepentingan nasional yang semakin mendesak. Kembalinya Indonesia mendapat sambutan baik dari sejumlah negara Asia bahkan dari pihak PBB sendiri hal ini ditunjukkan dengan ditunjuknya Adam Malik sebagai Ketua Majelis Umum PBB untuk masa sidang tahun 1974. Filipina. #Pemerintah kedua belah pihak menyetujui pemulihan hubungan diplomatik. B. PENATAAN POLITIK LUAR NEGERI Pada masa Orde Baru. politik luar negeri Indonesia diupayakan kembali kepada jalurnya yaitu politik luar negeri yang bebas aktif. serta keadilan. 2) Normalisasi hubungan dengan beberapa negara (1) Pemulihan hubungan dengan Singapura Sebelum pemulihan hubungan dengan Malaysia Indonesia telah memulihkan hubungan dengan Singapura dengan perantaraan Habibur Rachman (Dubes Pakistan untuk Myanmar).

yaitu : 1. Selama masa Orde Baru terdapat 6 Pelita. Hal itu menjadi penyebab kurang lancarnya program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah. Muncul peristiwa Marali (Malapetaka Limabelas Januari) terjadi pada tanggal 15-16 Januari 1947 bertepatan dengan kedatangan PM Jepang Tanaka ke Indonesia. Pelaksanaan Pelita II cukup berhasil pertumbuhan ekonomi rata-rata mencapai 7% per tahun. inflasi turun menjadi 9. penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Sasaran utamanya adalah tersedianya pangan. KEHIDUPAN EKONOMI MASA ORDE BARU Pada masa Demokrasi Terpimpin. 2. pada permulaan Orde Baru program pemerintah berorientasi pada usaha penyelamatan ekonomi nasional terutama pada usaha mengendalikan tingkat inflasi.. Hal ini dilanjutkan dengan penempatan perwakilan pemerintahan di masing-masing negara. sarana dan prasarana. Sasaran Pelita I : Pangan.dan Tun Abdul Razak dilakukan di Jakarta tanggal 11 agustus 1966 dan ditandatangani persetujuan Jakarta (Jakarta Accord). Pada awal pemerintahan Orde Baru laju inflasi mencapai 60% dan pada akhir Pelita I laju inflasi turun menjadi 47%.5%. Perbaikan prasarana. Tujuan Pelita I : Untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya. Stabilisasi dan Rehabilitasi Ekonomi 2. Titik Berat Pelita I : Pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian. Tindakan pemerintah ini dilakukan karena adanya kenaikan harga pada awal tahun 1966 yang menunjukkan tingkat inflasi kurang lebih 650 % setahun. mensejahterakan rakyat dan memperluas kesempatan kerja. Sehingga. 1) Jangka panjang mencakup periode 25 sampai 30 tahun 2) Jangka pendek mencakup periode 5 tahun (Pelita/Pembangunan Lima Tahun). Pelita I Dilaksanakan pada 1 April 1969 hingga 31 Maret 1974 yang menjadi landasan awal pembangunan Orde Baru. dan kesejahteraan rohani. III. Sandang. 1. Oleh karena itu pemerintah menempuh cara sebagai berikut. Pelita II Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1974 hingga 31 Maret 1979. karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian. Terjadilah pengrusakan dan pembakaran barang-barang buatan Jepang.perumahan. perumahan rakyat. merupakan jabaran lebih rinci dari pembangunan jangka panjang sehingga tiap pelita akan selalu saling berkaitan/berkesinambungan. negara bersama aparat ekonominya mendominasi seluruh kegiatan ekonomi sehingga mematikan potensi dan kreasi unit-unit ekonomi swasta. perluasan lapangan kerja. . Kerja Sama Luar Negeri 3. sandang. Peristiwa ini merupakan kelanjutan demonstrasi para mahasiswa yang menuntut Jepang agar tidak melakukan dominasi ekonomi di Indonesia sebab produk barang Jepang terlalu banyak beredar di Indonesia. Selanjutnya pada tahun keempat Pelita II. Pembangunan Nasional Pelaksanaannya pembangunan nasional dilakukan secara bertahap yaitu.

Peningkatan ekspor lebih baik dibanding sebelumnya. KONDISI EKONOMI INDONESIA PADA AWAL MASA ORDE BARU Di awal Orde Baru. 650% setahun. \Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan. Titik beratnya adalah sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri sendiri. 4. Suharto berusaha keras membenahi ekonomi Indonesia yang terpuruk. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian menyebabkan rezim Orde Baru runtuh. dan perumahan. Kondisi ekonomi Indonesia ketika Pak Harto pertama memerintah adalah keadaan ekonomi dengan inflasi sangat tinggi. Indonesia memiki kondisi ekonomi yang cukup baik dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6. Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak utama pembangunan. mantan menteri pada pemerintahan Suharto.8 % per tahun. Titik beratnya pada sektor pertanian dan industri.3. Pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan moneter dan fiskal sehingga kelangsungan pembangunan ekonomi dapat dipertahankan. 6. Pelita IV Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1984 hingga 31 Maret 1989. Pelita VI Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1994 hingga 31 Maret 1999. Pelita V Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1989 hingga 31 Maret 1994. khususnya sandang. 5. Titik beratnya masih pada pembangunan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. Pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. . Posisi perdagangan luar negeri memperlihatkan gambaran yang menggembirakan. Terjadi resesi pada awal tahun 1980 yang berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. pangan. Pelita III Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1979 hingga 31 Maret 1984. yaitu: \Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat.” kata Emil Salim. Pelita III pembangunan masih berdasarkan pada Trilogi Pembangunan dengan penekanan lebih menonjol pada segi pemerataan yang dikenal dengan Delapan Jalur Pemerataan. \Pemerataan pembagian pendapatan \Pemerataan kesempatan kerja \Pemerataan kesempatan berusaha \Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan kaum perempuan \Pemerataan penyebaran pembagunan di seluruh wilayah tanah air \Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan. dan berhasil untuk beberapa lama.

Mendobrak kemacetan ekonomi dan memperbaiki sektor-sektor yang menyebabkan kemacetan. 2.XXIII/MPRS/1966 tentang Pembaruan Kebijakan ekonomi. pendahulunya. Setelah itu di keluarkan ketetapan MPRS No.Orang yang dulu dikenal sebagai salah seorang Emil Salim penasehat ekonomi presiden menambahkan langkah pertama yang diambil Suharto. Suharto menerapkan cara militer dalam menangani masalah ekonomi yang dihadapi Indonesia. Terlalu banyak dan tidak produktifnya ekspansi kredit bank d. Pelita berlangsung dari Pelita I-Pelita VI. 1. Debirokratisasi untuk memperlancar kegiatan perekonomian. keuangan dan pembangunan. Mengadakan operasi pajak 2. dia berhasil memperoleh pinjaman dari negara-negara Barat dan lembaga keuangan seperti IMF dan Bank Dunia. Pemerintah lalu melakukan Pola Umum Pembangunan Jangka Panjang (25-30 tahun) dilakukan secara periodik lima tahunan yang disebut Pelita(Pembangunan Lima Tahun) yang dengan melibatkan para teknokrat dari Universitas Indonesia. Suharto membuat kebijakan yang berbeda jauh dengan kebijakan Sukarno. menertibkan sektor perbankan. Untuk menekan inflasi yang begitu tinggi. Inilah yang sejak awal dipertanyakan oleh Kwik Kian Gie. Cara pemungutan pajak baru bagi pendapatan perorangan dan kekayaan dengan menghitung pajak sendiri dan menghitung pajak orang. seperti : a. 1. Liberalisasi perdagangan dan investasi kemudian dibuka selebarnya. Pelita I (1 April 1969 – 31 Maret 1974) . mengembalikan ekonomi pasar. dan merangkul negara-negara barat untuk menarik modal. Terlalu banyak tunggakan hutang luar negeri penggunaan devisa bagi impor yang sering kurang berorientasi pada kebutuhan prasarana. adalah mengendalikan inflasi dari 650% menjadi di bawah 15% dalam waktu hanya dua tahun. yang bisa dikatakan berhasil. yaitu dengan mencanangkan sasaran yang tegas. Tinggi dan tidak efisiennya pengeluaran Negara c. 1. Rendahnya penerimaan Negara b. Lalu Kabinet AMPERA membuat kebijakan mengacu pada Tap MPRS tersebut adalah sebagai berikut. Untuk melaksanakan langkah-langkah penyelamatan tersebut maka ditempuh cara: 1. Berorientasi pada kepentingan produsen kecil. 1. yang menilai kebijakan ekonomi Suharto membuat Indonesia terikat pada kekuatan modal asing. Menurut Emil Salim. memperhatikan sektor ekonomi. Ini dia lakukan dengan menertibkan anggaran.

2. . Lalu banyak jalan dan jembatan yang di rehabilitasi dan di bangun. Sandang. Inti dari kedua pedoman tersebut adalah kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat dalam suasana politik dan ekonomi yang stabil. Pelita II (1 April 1974 – 31 Maret 1979) Sasaran yang hendak di capai pada masa ini adalah pangan. Di bidang industri juga terjadi kenaikna produksi. 1. dan memperluas lapangan kerja . karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian. perumahan. mensejahterakan rakyat. Perbaikan prasarana. • Tujuan Pelita I : Untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya. • Sasaran Pelita I : Pangan. sarana dan prasarana. sandang. perumahan rakyat. dan kesejahteraan rohani.Dilaksanakan pada 1 April 1969 hingga 31 Maret 1974 yang menjadi landasan awal pembangunan Orde Baru. Muncul peristiwa Marali (Malapetaka Limabelas Januari) terjadi pada tanggal 15-16 Januari 1947 bertepatan dengan kedatangan PM Jepang Tanaka ke Indonesia. 3. Peristiwa ini merupakan kelanjutan demonstrasi para mahasiswa yang menuntut Jepang agar tidak melakukan dominasi ekonomi di Indonesia sebab produk barang Jepang terlalu banyak beredar di Indonesia. Pedoman pembangunan nasionalnya adalah Trilogi Pembangunan dan Delapan Jalur Pemerataan. perluasan lapangan kerja. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. • Titik Berat Pelita I : Pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian. Pelita II berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata penduduk 7% setahun. Isi Trilogi Pembagunan adalah sebagai berikut. 2. 1. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. Arah dan kebijaksanaan ekonominya adalah pembangunan pada segala bidang. Perbaikan dalam hal irigasi. 3. 1. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Terjadilah pengrusakan dan pembakaran barang-barang buatan Jepang. Pelita III (1 April 1979 – 31 Maret 1984) Pelita III lebih menekankan pada Trilogi Pembangunan yang bertujuan terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Lalu dilanjutkan pembangunan jangka panjang ke dua. 1. 5. Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak utama pembangunan. pada Pelita IV juga dilakukan Program KB dan Rumah untuk keluarga. hal ini merupakan prestasi besar bagi Indonesia. Pelita V adalah akhir dari pola pembangunan jangka panjang tahap pertama. Selain swasembada pangan. Pelita VI (1 April 1994 – 31 Maret 1999) Titik beratnya masih pada pembangunan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. Indonesia di bawah Orde Baru. kesuksesan ini mendapatkan penghargaan dari FAO(Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia) pada tahun 1985. Puncaknya adalah penghasilan dari migas yang memiliki nilai sama dengan 80% ekspor Indonesia. Keberhasilan Pak Harto membenahi bidang ekonomi sehingga Indonesia mampu berswasembada pangan pada tahun 1980-an diawali dengan pembenahan di bidang politik.6 miliar pada tahun 1980. Pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negaranegara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian menyebabkan rezim Orde Baru runtuh. Gaya kepemimpinan tegas seperti yang dijalankan Suharto pada masa Orde Baru oleh Kwik Kian Gie diakui memang dibutuhkan untuk membenahi perekonomian Indonesia yang berantakan di akhir tahun 1960. Hasil-nya Indonesia berhasil swasembada beras. Pelita V (1 April 1989 – 31 Maret 1994) Pada Pelita V ini. yaitu dengan mengadakan Pelita VI yang di harapkan akan mulai memasuki proses tinggal landas Indonesia untuk memacu pembangunan dengan kekuatan sendiri demi menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. lebih menitik beratkan pada sektor pertanian dan industri untuk memantapakan swasembada pangan dan meningkatkan produksi pertanian lainnya serta menghasilkan barang ekspor. dilatari pengalaman masa Orde Lama ketika politik multi partai menyebabkan energi terkuras untuk bertikai. Dengan kebijakan itu. Hasil yang dicapai pada Pelita IV antara lain swasembada pangan.8 ton.6 miliar pada tahun 1973 menjadi $10. bisa dihitung sebagai kasus sukses pembangunan ekonomi. 6. Kebijakan perampingan partai dan penerapan azas tunggal ditempuh pemerintah Orde Baru. 4. . sehingga pemasukan negara dari migas meningkat dari $0.1. Pelita IV (1 April 1984 – 31 Maret 1989) Pada Pelita IV lebih dititik beratkan pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan ondustri yang dapat menghasilkan mesin industri itu sendiri. Disamping itu Suharto sejak tahun 1970-an juga menggenjot penambangan minyak dan pertambangan. Pada tahun 1984 Indonesia berhasil memproduksi beras sebanyak 25. 1.

Pembangunan ekonomi ini berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. Namun Pelita VI yang diharapkan menjadi proses lepas landas Indonesia ke yang lebih baik lagi. . antar golongan pekerjaan. Penurunan angka kematian bayi dan angka partisipasi pendidikan dasar yang semakin meningkat. tapi secara fundamental pembangunan ekonomi sangat rapuh. Terciptalah kelompok yang terpinggirkan (Marginalisasi sosial). Namun pembangunan ekonomi pada masa Orde Baru merupakan pondasi bagi pembangunan ekonomi selanjutnya. 3. Kondisi Ekonomi Indonesia Pada Akhir Masa Orde Baru Pelita VI (1 April 1994 – 31 Maret 1999) Pada masa ini pemerintah lebih menitikberatkan pada sektor bidang ekonomi. Perbedaan ekonomi antar daerah. antar kelompok dalam masyarakat terasa semakin tajam. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi karena setiap program pembangunan pemerintah terencana dengan baik dan hasilnyapun dapat terlihat secara konkrit. Semula berawal dari krisis moneter lalu berlanjut menjadi krisis ekonomi dan akhirnya menjadi krisis kepercayaan terhadap pemerintah. Faktor inilah yang selantunya ikut menjadi penyebab terpuruknya perekonomian nasional Indonesia menjelang akhir tahun 1997. Meskipun perekonomian Indonesia meningkat. Indonesia mengubah status dari negara pengimpor beras terbesar menjadi bangsa yang memenuhi kebutuhan beras sendiri (swasembada beras). Kondisi ekonomi yang kian terpuruk ditambah dengan KKN yang merajalela. hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil kalangan masyarakat. semua kekuatan yang berseberangan dengan Orde Baru kemudian tidak diberi tempat. Pembagunan tidak merata tampak dengan adanya kemiskinan di sejumlah wilayah yang menjadi penyumbang devisa terbesar seperti Riau. 4. Kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber daya alam. Karena pembangunan cenderung terpusat dan tidak merata.. Dampak Positif Kebijakan ekonomi Orde Baru : 1. dan Irian. dan sosial yang demokratis dan berkeadilan. Penurunan angka kemiskinan yang diikuti dengan perbaikan kesejahteraan rakyat.membuat perekonomian Indonesia gagal menunjukan taringnya. Kalimantan Timur. Indonesia dilanda krisis ekonomi yang sulit di atasi pada akhir tahun 1997. Pelita VI pun kandas di tengah jalan.. 2. dengan menstabilkan politik demi pertumbuhan ekonomi. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik.Namun. Pembagunan yang dilakukan. ekonomi. malah menjadi gagal landas dan kapal pun rusak. yang sempat dapat dipertahankan antara 6%-7% per tahun.

Kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber daya alam 2. Menimbulkan konglomerasi dan bisnis yang erat dengan KKN (Korupsi. antargolongan pekerjaan. Soeharto menyatakan bahwa reformasi akan dipersiapkan mulai tahun 2003. Presiden meminta bantuan IMF dan Bank Dunia untuk memperkuat sektor keuangan dan menyatakan badai pasti berlalu. Menghadapi tuntutan untuk mundur. 3. Kali ini. 7. dan sosial yang demokratis dan berkeadilan. dan Irian. pada 1 Mei 1998. Kolusi dan Nepotisme) 5.indonesiaindonesia. DAFTAR PUSTAKA • • • http://rinahistory. Bahkan. Presiden Soeharto menyatakan bersedia mundur kalau memang rakyat menghendaki dan tidak akan mempertahankan kedudukannya dengan kekuatan senjata. pembangunan cenderung terpusat dan tidak merata.blog.org/wiki/Soeharto http://www. 8. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik. Terciptalah kelompok yang terpinggirkan (Marginalisasi sosial) 4. Ketika di Mesir pada 13 Mei 1998. 6. Pembagunan yang dilakukan hasilnya hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil kalangan masyarakat. Kalimantan Timur. Perbedaan ekonomi antardaerah. krisis itu menerjang juga sektor krisis ekonomi. Presiden minta seluruh rakyat tetap tabah dalam menghadapi gejolak krisis moneter (29 November 1997).friendster. Prof Ing BJ Habibie sebagai wakil presiden.wikipedia. Pada 8 Oktober 1997. Krisis moneter dan ekonomi benar-benar . Meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat tapi secara fundamental pembangunan ekonomi sangat rapuh. Sebelas menteri bidang ekonomi dan industri (ekuin) Kabinet Pembangunan VII mengundurkan diri (20 Mei 1998). pada 10 Maret 1998. Pada 17 Maret 1998. Pembagunan tidak merata tampak dengan adanya kemiskinan di sejumlah wilayah yang justru menjadi penyumbang devisa terbesar seperti Riau. ekonomi.com/f/2390-indonesia-era-orde-baru/ Upaya mengatasi krisis dan meredam oposisi Krisis moneter yang melanda Asia pada tahun 1997 menerpa juga ke Indonesia. MPR mengesahkan Soeharto sebagai presiden untuk ketujuh kalinya. antarkelompok dalam masyarakat terasa semakin tajam. Faktor inilahh yang selantunya ikut menjadi penyebab terpuruknya perekonomian nasional Indonesia menjelang akhir tahun 1997. ia menyumbangkan seluruh gaji dan tunjangannya sebagai presiden dan meminta kerelaan para pejabat tinggi lainnya untuk menyerahkan gaji pokoknya selama satu tahun dalam rangka krisis moneter.Dampak Negatif Kebijakan ekonomi Orde Baru : 1. Di tengah krisis ekonomi yang parah dan adanya penolakan yang cukup tajam.com/2008/11/indonesia-masa-orde-baru/ http://id.

tanggal 13 Mei 1998. Tanggal 12 Mei 1998 sore. Aksi tersebut berakhir seiring dengan mundurnya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998. Kamis. jenasah keempat mahasiswa yang tewas diberangkatkan ke kediaman masing-masing. terdengar siaran berita meninggalnya empat mahasiswa Trisakti. dan surat kabar. Tepat pukul 09. Presiden Soeharto lengser tepat 21 Mei 1998. ribuan mahasiswa mendatangi Gedung MPR/DPR. ibukota negara (Jakarta) dilanda kerusuhan hebat. Tewasnya keempat mahasiswa seakan sebagai ledakan suatu peristiwa yang lebih besar. Aksi mahasiswa menyebar ke seantero negeri. Jakarta mengelar aksinya tidak jauh dari kampus mereka. Mahasiswa yang hadir menyanyikan lagu Gugur Bunga. termasuk cadangan alokasi kursi di parlemen dan pos-pos utama dalam birokrasi sipil. Peran dwifungsi ini adalah peran militer di bidang politik yang permanen.menggerogoti sistem kepemimpinannya. Mesir untuk mengikuti Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 15 (Group 15/G15). mahasiswa yang tewas angkatan 1996 adalah Elang Mulia Lesmana (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur) dan Hendriawan Sie (Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen) . masa-masa itu kekuasaannya semakin tergerus oleh berbagai aksi dan peristiwa. Mahasiswa Trisaksi. Peserta aksi mulai keluar dari halaman kampus dan memasuki jalan artileri serta berniat datang ke Gedung MPR/DPR yang memang sangat stategis.10 WIB (Waktu Indonesia Barat). . Mereka yang tewas adalah dua mahasiswa angkatan 1995 dan dua mahasiswa angkatan 1996. Sedang. Layar kaca televisi saat itu menyiarkan secara langsung detik per detik proses pengunduran dirinya. Soeharto membangun dan memperluas konsep "Jalan Tengah"-nya Jenderal Nasution menjadi konsep dwifungsi untuk memperoleh dukungan basis teoritis bagi militer untuk memperluas pengaruhnya melalui pejabat-pejabat pemerintahan. Tewasnya para mahasiswa disiarkan secara luas melalui pemberitaan radio. 14 Mei 1998. televise. Presiden mengadakan serangkaian pertemuan termasuk berkonsultasi dengan unsure pimpinan DPR. Ribuan mahasiswa menggelar aksi keprihatinan di berbagai tempat. Bagaimanapun. Soeharto terpaksa mundur dari jabatannya sebagai presiden. Tanggal 18 Mei 1998. Tanggal 15 Mei 1998. Tanggal 16 Mei 1998. Sehari kemudian. Angkatan 1995 terdiri dari Hery Hartanto (Fakultas Teknik Industri Jurusan Mesin) dan Hafidhin Alifidin Royan (Fakultas Teknik Industri Jurusan Mesin). Hanya berselang 70 hari setelah diangkat kembali menjadi presiden untuk periode yang ketujuh kalinya.00 WIB pagi di pangkalan udara utama TNI AU Halim Perdanakusuma dari kunjungan ke Kairo. Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai presiden. Menteri Pariwisata. dan Budaya Abdul Latief mengajukan surat pengunduran diri sebagai menteri. Dampaknya. Tanggal 12-20 Mei 1998 menjadi periode yang teramat panjang. Seni. pesawat yang membawa Presiden Soeharto dan rombongan mendarat menjelang pukul 05. Tanggal 17 Mei 1998. Soeharto tidak bisa bertahan di pucuk kepemimpinan negeri.

Indonesia mendapat bantuan dari lembaga internasional lainnya yang berada dibawah PBB seperti UNICEF. UU ini mengisyaratkan adanya restriksi atau peringatan mengenai isi pemberitaan ataupun siaran. membuat Indonesia akhirnya bergantung pada donor Internasional terutama paska Krisis 1997. Teknokrat-teknokrat yang umumnya berpendidikan barat dan liberal (Amerika Serikat) diangkat adalah lulusan Berkeley sehingga mereka lebih dikenal di dalam klik ekonomi sebagai Mafia Berkeley di kalangan Ekonomi. Kemudian pada tahun 1979-1980 muncul sekelompok purnawirawan perwira tinggi angkatan bersenjata dan tokoh-tokoh sipil yang dikenal kritis. Sebagai balasannya. serta menuntut adanya reformasi politik. Kebijakan ini ditentang keras oleh banyak organisasi mahasiswa. pemerintah mencekal mereka. Pada 1978 untuk mengeliminir gerakan mahasiswa maka segera diberlakukannya NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan). yang tergabung dalam Petisi 50. 12 tahun 1982. Industri dan Keuangan Indonesia. Mulut pers pun dibungkam dengan lahirnya UU Pokok Pers No. Dalam bidang ekonomi juga. Namun pada tahun 1992. Beberapa bulan setelah peristiwa Malari sebanyak 12 surat kabar ditutup dan ratusan rakyat Indonesia termasuk mahasiswa ditangkap dan dipenjarakan. IGGI dihentikan oleh pemerintah Indonesia karena dianggap turut campur dalam urusan dalam negeri Indonesia. mengeluarkan serial selebaran yang mengeluhkan sikap politik pemerintah Orde Baru yang menjadikan Angkatan Darat sebagai pendukung kemenangan Golkar. Persaingan antara Ali Moertopo dan Sumitro dipergunakan untuk menyingkirkan Ali. [sunting] Puncak Orde Baru Pada masa pemerintahannya. Presiden Soeharto menetapkan pertumbuhan ekonomi sebagai pokok tugas dan tujuan pemerintah. Namun prestasi itu . Pada masanya. khususnya dalam kasus Timor Timur pasca Insiden Dili. Namun Sumitro pun segera ditarik dari jabatannya dan kendali Kopkamtib dipegang langsung oleh Soeharto karena dianggap potensial mengancam. Organisasi massa yang terbentuk harus memperoleh izin pemerintah dengan hanya satu organisasi profesi buatan pemerintah yang diperbolehkan berdiri. Hubungan kegiatan mahasiswa dengan pihak kampus hanyalah kepada mereka yang diperbolehkan pemerintah lewat mekanisme kontrol dekanat dan rektorat. Indonesia mendapatkan bantuan ekonomi dan keuangan dari negara-negara donor (negara-negara maju) yang tergabung dalan IGGI yang diseponsori oleh pemerintah Belanda. Selain itu. Namun sayangnya. Sehingga organisasi massa tak lebih dari wayang-wayang Orde Baru. Kelompok ini pun gagal serta tak pernah mampu tampil lagi sebagai kelompok oposisi yang efektif terhadap pemerintahan Orde Baru.Sepak terjang Ali Murtopo dengan badan inteligennya mulai mengancam Soeharto. Peran IGGI ini digantikan oleh lembaga donor CGI yang disponsori Perancis. Dia mengangkat banyak teknokrat dan ahli ekonomi yang sebelumnya bertentangan dengan Presiden Soekarno yang cenderung bersifat sosialis. UNESCO dan WHO. tercatat Indonesia mengalami swasembada beras pada tahun 1984. kegagalan manajemen ekonomi yang bertumpu dalam sistem trickle down effect (menetes ke bawah) yang mementingkan pertumbuhan dan pengelolaan ekonomi pada segelintir kalangan serta buruknya manajemen ekonomi perdagangan industri dan keuangan (EKUIN) pemerintah.

Kemudian dikeluarkannnya UU Politik dan Asas tunggal Pancasila yang mewarnai kehidupan politik saat itu. Pada 1970 Soeharto melarang protes pelajar setelah demonstrasi yang meluas melawan korupsi. Korupsi kemudian menjadi sebuah endemik. muncullah berbagai kritik dan ketidakpuasan atas ketimpangan ketimpangan dalam pembangunan. [sunting] Beberapa catatan atas tindakan represif Orde Baru Presiden Soeharto dinilai memulai penekanan terhadap suku Tionghoa. dan Korea Selatan. Dia juga terus memainkan faksi berlainan di militer melawan satu sama lain. dan 1998. 1993. dan juga terpilih kembali pada 1978. Sebuah komisi menemukan bahwa korupsi sangat umum. termasuk enam anaknya. Presiden Soeharto melakukan penyatuan partai-partai politik sehingga pada masa itu dikenal tiga partai politik yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP). . namun dapat diredam oleh sistem pada masa itu. Republik Cina. Kemudian kemajuan ekonomi Indonesia saat itu dianggap sangat signifikan sehingga Indonesia sempat dimasukkan dalam negara yang mendekati negara-negara Industri Baru bersama dengan Malaysia. Dia memerintah melalui kontrol militer dan penyensoran media. Berbagai ketidakpuasan muncul. Seiring dengan naiknya taraf pendidikan pada masa pemerintahannya karena pertumbuhan ekonomi. Walaupun begitu. melarang penggunaan tulisan Tionghoa tertulis di berbagai material tertulis. Kemudian pada masa pemerintahannya. selain memang karena ketidakpuasan dari masyarakat. Filipina dan Thailand. tercatat muncul peristiwa kekerasan di masyarakat yang umumnya sarat kepentingan politik. Soeharto terlibat persahabatan yang akrab dengan Lee Kuan Yew yang pernah manjadi Perdana Menteri Singapura yang beretnis Tionghoa. Pada 1973 dia memenangkan jangka lima-tahun berikutnya melalui pemilihan "electoral college". Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dalam upayanya menyederhanakan kehidupan berpolitik di Indonesia sebagai akibat dari politik masa presiden Soekarno yang menggunakan sistem multipartai yang berakibat pada jatuh bangunnya kabinet dan dianggap penyebab mandeknya pembangunan.ternyata tidak dapat dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya. dan menutup organisasi Tionghoa karena tuduhan simpati mereka terhadap komunis. Namun dalam perjalanannya. Di bidang politik. selain Singapura. Soeharto menyetujui hanya dua kasus dan kemudian menutup komisi tersebut. sosial dan politik memunculkan kalangan yang tidak puas dan menuntut perbaikan. Dia menguasai finansial dengan memberikan transaksi mudah dan monopoli kepada saudarasaudaranya. 1983. Kesenjangan ekonomi. dimulai dengan mendukung kelompok nasionalis dan kemudian mendukung unsur Islam. terjadi ketimpangan dalam kehidupan politik di mana muncullah istilah "mayoritas tunggal" di mana GOLKAR dijadikan partai utama dan mengebirikan dua parpol lainnya dalam setiap penyelenggaraan PEMILU. 1988.

Soeharto mengubah UU Pemilu dengan mengizinkan hanya tiga partai yang boleh mengikuti pemilihan, termasuk partainya sendiri, Golkar. Oleh karena itu semua partai Islam yang ada diharuskan bergabung menjadi Partai Persatuan Pembangunan, sementara partai-partai non-Islam (Katolik dan Protestan) serta partai-partai nasionalis digabungkan menjadi Partai Demokrasi Indonesia. Pada 1975, dengan persetujuan bahkan permintaan Amerika Serikat dan Australia, ia memerintahkan pasukan Indonesia untuk memasuki bekas koloni Portugal Timor Timur setelah Portugal mundur dan gerakan Fretilin memegang kuasa yang menimbulkan kekacauan di masyarakat Timor Timur Sendiri, serta kekhawatiran Amerika Serikat atas tidakan Fretilin yang menurutnya mengundang campur tangan Uni Soviet. Kemudian pemerintahan pro integrasi dipasang oleh Indonesia meminta wilayah tersebut berintegrasi dengan Indonesia. Pada 15 Juli 1976 Timor Timur menjadi provinsi Timor Timur sampai wilayah tersebut dialihkan ke administrasi PBB pada 1999.

Soeharto dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat William Cohen pada tahun 1998. Korupsi menjadi beban berat pada 1980-an. Pada 5 Mei 1980 sebuah kelompok yang kemudian lebih dikenal dengan nama Petisi 50 menuntut kebebasan politik yang lebih besar. Kelompok ini terdiri dari anggota militer, politisi, akademik, dan mahasiswa. Media Indonesia menekan beritanya dan pemerintah mecekal penandatangannya. Setelah pada 1984 kelompok ini menuduh bahwa Soeharto menciptakan negara satu partai, beberapa pemimpinnya dipenjarakan. Catatan hak asasi manusia Soeharto juga semakin memburuk dari tahun ke tahun. Pada 1993 Komisi HAM PBB membuat resolusi yang mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap pelanggaran hak-hak asasi manusia di Indonesia dan di Timor Timur. Presiden AS Bill Clinton mendukungnya. Pada 1996 Soeharto berusaha menyingkirkan Megawati Soekarnoputri dari kepemimpinan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), salah satu dari tiga partai resmi. Di bulan Juni, pendukung Megawati menduduki markas besar partai tersebut. Setelah pasukan keamanan menahan mereka, kerusuhan pecah di Jakarta pada tanggal 27 Juli 1996 (peristiwa Sabtu Kelabu) yang dikenal sebagai "Peristiwa Kudatuli" (Kerusuhan Dua Tujuh Juli).

[sunting] Pengunduran diri Presiden Soeharto

Pada 21 Mei 1998, setelah tekanan politik besar dan beberapa demonstrasi, Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya di televisi. Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan Pernyataan Berhenti Sebagai Presiden Republik Indonesia, 21 Mei 1998 Pada 1997, menurut Bank Dunia, 20 sampai 30% dari dana pengembangan Indonesia telah disalahgunakan selama bertahun-tahun. Krisis finansial Asia di tahun yang sama tidak membawa hal bagus bagi pemerintahan Presiden Soeharto ketika ia dipaksa untuk meminta pinjaman, yang juga berarti pemeriksaan menyeluruh dan mendetail dari IMF. Mekipun sempat menyatakan untuk tidak dicalonkan kembali sebagai Presiden pada periode 1998-2003, terutama pada acara Golongan Karya, Soeharto tetap memastikan ia terpilih kembali oleh parlemen untuk ketujuh kalinya di Maret 1998. Setelah beberapa demonstrasi, kerusuhan, tekanan politik dan militer, serta berpuncak pada pendudukan gedung DPR/MPR RI, Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 untuk menghindari perpecahan dan meletusnya ketidakstabilan di Indonesia. Pemerintahan dilanjutkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, B.J. Habibie. Dalam pemerintahannya yang berlangsung selama 32 tahun lamanya, telah terjadi penyalahgunaan kekuasaan termasuk korupsi dan pelanggaran HAM. Hal ini merupakan salah satu faktor berakhirnya era Soeharto. Di Credentials Room, Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Presiden Soeharto membacakan pidato yang terakhir kali, demikian: Sejak beberapa waktu terakhir, saya mengikuti dengan cermat perkembangan situasi nasional kita, terutama aspirasi rakyat untuk mengadakan reformasi di segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Atas dasar pemahaman saya yang mendalam terhadap aspirasi tersebut dan terdorong oleh keyakinan bahwa reformasi perlu dilaksanakan secara tertib, damai, dan konstitusional. Demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa serta kelangsungan pembangunan nasional, saya telah menyatakan rencana pembentukan Komite Reformasi dan mengubah susunan Kabinet Pembangunan VII. Namun demikian, kenyataan hingga hari ini menunjukkan Komite Reformasi tersebut tidak dapat terwujud karena tidak adanya tanggapan yang memadai terhadap rencana pembentukan komite tersebut.

Dalam keinginan untuk melaksanakan reformasi dengan cara sebaik-baiknya tadi, saya menilai bahwa dengan tidak dapat diwujudkannya Komite Reformasi, maka perubahan susunan Kabinet Pembangunan VII menjadi tidak diperlukan lagi. Dengan memperhatikan keadaan di atas, saya berpendapat sangat sulit bagi saya untuk dapat menjalankan tugas pemerintahan negara dan pembangunan dengan baik. Oleh karena itu, dengan memperhatikan Pasal 8 UUD 1945 dan secara sungguh-sungguh memperhatikan pandangan pimpinan DPR dan pimpinan fraksifraksi yang ada di dalamnya, saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden RI terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari Kamis, 21 Mei 1998. Pernyataan saya berhenti dari jabatan sebagai Presiden RI saya sampaikan di hadapan saudara-saudara pimpinan DPR dan juga adalah pimpinan MPR pada kesempatan silaturahmi. Sesuai Pasal 8 UUD 1945, maka Wakil Presiden RI, Prof. Dr. Ing. BJ Habibie yang akan melanjutkan sisa waktu jabatan Presiden/Mandataris MPR 1998-2003. Atas bantuan dan dukungan rakyat selama saya memimpin negara dan bangsa Indonesia ini saya ucapkan terima kasih dan minta maaf bila ada kesalahan dan kekurangan-kekurangannya semoga bangsa Indonesia tetap jaya dengan Pancasila dan UUD 1945. Mulai hari ini pula Kabinet Pembangunan VI demisioner dan kepada para menteri saya ucapkan terima kasih. Oleh karena keadaan tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan pengucapan sumpah di hadapan DPR, maka untuk menghindari kekosongan pimpinan dalam menyelenggarakan pemerintahan negara, kiranya saudara wakil presiden sekarang juga akan melaksanakan sumpah jabatan presiden di hadapan Mahkamah Agung RI. Sesaat kemudian, Presiden Soeharto menyerahkan pucuk pimpinan negeri kepada Prof. Dr. Ing. BJ Habibie. Setelah melaksanakan sumpah jabatan, akhirnya BJ Habibie resmi memangku jabatan presiden ke-3 RI. Ucapan selamat datang mulai dari mantan Presiden Soeharto, pimpinan dan wakil-wakil pimpinan MPR/DPR, para menteri serta siapa saja yang turut dalam pengucapan sumpah jabatan presiden ketika itu. Tak berselang terlalu lama, Menteri Pertahanan Keamanan merangkap Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto membacakan pernyataan sikap, demikian: pertama, memahami situasi yang berkembang dan aspirasi masyarakat, ABRI mendukung dan menyambut baik permintaan berhenti Bapak Soeharto sebagai Presiden RI serta berdasarkan konstutusi mendukung Wakil Presiden Bapak BJ Habibie sebagai Presiden RI. Kedua, ABRI yang tetap kompak dan satu berharap dan mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menerima kehendak pribadi Presiden Soeharto tersebut yang telah sesuai dengan konstitusi, yakni Pasal 8 UUD 1945. Ketiga, dalam hal ini, ABRI akan tetap berperan aktif guna mencegah penyimpangan dan hal-hal lain yang dapat mengancam keutuhan bangsa. Keempat, menjunjung tinggi nilai luhur budaya bangsa, ABRI akan tetap menjaga keselamatan dan kehormatan para mantan Presiden/Mandataris MPR termasuk Bapak

Soeharto beserta keluarganya. Kelima, ABRI mengajak semua pihak agar bersikap tenang, mencegah terjadinya kerusuhan dan tindak kekerasan yang akhirnya akan merugikan masyarakat sendiri.

[sunting] Kasus dugaan korupsi
Artikel utama: Kasus dugaan korupsi Soeharto Setelah Soeharto resmi mundur dari jabatannya sebagai presiden, berbagai elemen masyarakat mulai menuntut agar digelar pengusutan dan pengadilan atas mantan presiden yang bekuasa paling lama di Indonesia itu. Pada 1 September 1998, tim Kejaksaan Agung mengumumkan adanya indikasi penggunaan uang yayasan di bawah pemerintahan mantan Presiden Soeharto. Melalui Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) pada 6 September 1998, Soeharto muncul dan menyatakan bahwa dia tidak mempunyai kekayaan di luar negeri. Jaksa Agung AM Ghalib dan Menko Wasbang/PAN Hartarto menemuinya di Jalan Cendana (Jakarta) untuk mengklarifikasi penyataan tersebut (21 September 1998). Pada 21 November 1998, Fraksi Karya Pembangunan (FKP) mengusulkan kepada pemerintah agar menetapkan mantan Presiden Soeharto sebagai tahanan kota. Ini merupakan tindak awal pengusutan harta dan kekayaan Soeharto yang diduga berasal dari Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN). Pada 3 Desember 1998, Presiden BJ Habibie menginstruksikan Jaksa Agung AM Ghalib segera mengambil tindakan hukum memeriksa mantan Presiden Soeharto. Pada 9 Desember 1998, Soeharto diperiksa tim Kejaksaan Agung di Kejaksaan Tinggi Jakarta sehubungan dengan dana yayasan, program mobil nasional, kekayaan Soeharto di luar negeri, dan kasus Tapos. Majalah Time melansir berita tentang kekayaan Soeharto di luar negeri yang mencapai US$15 miliar (22 Mei 1999). Pada 27 Mei 1999, Soeharto menyerahkan surat kuasa khusus kepada Jaksa Agung AM Ghalib untuk menelisik kekayaannya di Swiss dan Austria, seperti diberitakan Majalah Time. Pada 2 Juni 1999, Soeharto mengadukan Majalah Time ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia atas tuduhan memfitnah pada pemberitaannya. Soeharto menuntut ganti rugi sekitar 27 miliar dollar AS. Soeharto memiliki dan mengetuai tujuh buah yayasan, yaitu Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Yayasan Supersemar, Yayasan Dharma Bhakti Sosial (Dharmais), Yayasan Dana Abadi Karya Bhakti (Dakab), Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan, Yayasan Trikora. Pada 1995, Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 90 Tahun 1995. Keppres ini menghimbau para pengusaha untuk menyumbang 2 persen dari keuntungannya untuk Yayasan Dana Mandiri. Hasil penyidikan kasus tujuh yayasan Soeharto menghasilkan berkas setebal 2.000-an halaman. Berkas ini berisi hasil pemeriksaan 134 saksi fakta dan 9 saksi ahli, berikut ratusan dokumen otentik hasil penyitaan dua tim yang pernah dibentuk Kejaksaan Agung, sejak tahun 1999.

Menurut Transparency International, Soeharto menggelapkan uang dengan jumlah terbanyak dibandingkan pemimpin dunia lain dalam sejarah dengan perkiraan 15–35 miliar dolar A.S. selama 32 tahun masa pemerintahannya.[4] Pada 12 Mei 2006, bertepatan dengan peringatan sewindu Tragedi Trisakti, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP) perkara mantan Presiden Soeharto, yang isinya menghentikan penuntutan dugaan korupsi mantan Presiden Soeharto pada tujuh yayasan yang dipimpinnya dengan alasan kondisi fisik dan mental terdakwa yang tidak layak diajukan ke persidangan. SKPP itu dikeluarkan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada 11 Mei 2006, namun SKPP ini lalu dinyatakan tidak sah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 12 Juni 2006.

[sunting] Kasus perdata

BELANDA, JEPANG, ORDE BARU DAN NASIB PEMIKIRAN EMAS Robert B. Baowollo, Institut fuer Erziehungswissenschaft, Universitas Hamburg Pendahuluan Ada pengulangan sejarah -- atau lebih tepat: pengulangan tragedi sejarah -khususnya sejarah perkembangan pemikiran atau dunia intelektualisme dan kontribusinya dalam membentuk, menyertai dan mewarnai sejarah perjalanan kita sebagai bangsa. Pengulangan itu melahirkan bentuk-bentuk "excuse" secara sadar atas sebuah fase yang dianggap salah dan merupakan kesalahan tersendiri karena menemukan "another failure" terjalankan yang baru. Demikianlah, doktrin dan semangat (tidak sekedar isi buku sejarah!) nasionalisme memaksa orang harus memakai kacamata nasionalisme untuk memandang eksistensi kolonial Belanda dan Jepang di tanah air. Kacamata itu sedemikian pekatnya sehingga setiap pemakainya hanya bisa melihat dua hal: hitam dan putih. Kolonialisme itu jahat, biadab, tidak manusiasi. Bangsa penjajah terpaksa diidentikan dengan cara seperti itu. Jadilah Belanda dan Jepang itu adalah negara yang jahat, biadab, tidak manusiawi. Mengapa kita tidak mampu atau tidak bisa melihat sisi lain dari Belanda atau Jepang? Jawabannya sederhana: kita diajarkan untuk memakai kacamata indoktrinasi anti imperialisme-kolonialisme dalam membaca "sejarah masa lalu kitan". Pada suatu saat, ketika si Belanda tinggi-putih atau si Nipon pendek-coklat masih nyata bisa berdiri di depan rumah kita dengan sangkur terhunus di depan batang hidung, kacamata semacam itu menjadi sangat berguna, handal dan efektif untuk menarik garis antara musuh dan kawan. Siapa yang harus dimusuhi, mengapa mereka harus dimusihi, dan untuk apa mereka perlu dimusihi - semuanya adalah sebagian dari pertanyaan-pertanyaan yang relevan saat itu!

Dewasa ini Belanda, Jepang dan Orde Baru bergantian (sesuai perjalanan waktu sejarah) dipakai sebagai penyelamat sekaligus kambing hitam untuk ketidak mampuan kita menciptakan sejarah sendiri yang lebih baik dari jaman Belanda, Jepang maupun Orde Baru itu. Di jaman Orde Baru semua kesalahan bawaan (baik yang secara kultural terwariskan maupun karena ketidak-mampuan sendiri) selalu menjadikan kolonial Belanda dan Jepang sebagai pihak yang paling bertanggungjawab. Manusia Orde Baru tak pernah bersalah. Yang bersalah justru si Belanda atau si Nipon. Ketika Suharto turun semua pihak beramai-ramai menyepakati bahwa Orde Baru-lah yang bertanggungjawab atas praktek korupsi, kolusi, nepotisme, main kuasa, mau menang sendiri, masyarakat yang tidak transparan, oportunisme. Arwah kolonialisme mungkin akan bangkit dan berterimakasih kepada Suharto, sebab kebencian terhadap Suharto-Orde Baru telah membersihkan nama Belanda dan Nipon dari tumbal proyek nasionalisme -- sebagai pihak yang bersalah secara historis. Singkatnya, dalam lakon sejarah manusia Indonesia, yang bersalah dan harus, bahkan terus dipersalahkan adalah masa lalu. Kita enggan mengoreksi dan bila perlu mempermasalahkan dan mempersalahkan kita sendiri, baik sebagai gugus kesatuan sosial maupun sebagai penentu wacana kekinian kita. Belanda dan Nipon sebagai "kolonial almarhum" tak akan bangkit menuntut pemulihan nama baik, atau setidak-tidaknya penilaian yang seimbang. Tetapi seorang Suharto yang masih hidup tentu tidak akan mau begitu saja disebut sebagai sumber, biang, dalang dari semua kebangkrutan, kesemrawutan dan kebobrokan situasi saat ini. Wacara moral, nasionalisme, kebangsaan -- semuanya tidak bisa disederhanakan dalam bentuk Suharto dan Orde Baru yang bersalah dan "anggota sosietas yang sisa" adalah pihak yang benar atau bahkan paling benar. Kenyataan yang tidak bisa dihindari adalah bahwa Suharto, orang-orang Orde Baru dan KITA SEMUA masih hidup! Kalau memang demikian, apakah KITA SEMUA (minus Suharto, Orde Baru, Belanda dan Nipon) tidak mempunyai kontribusi dalam menciptakan wajah Indonesia yang bopeng, babak-belur hari ini? Tentu saja kita tidak sekedar membutuhkan sebuah jawaban yang jujur tetapi terutama suatu kejujuran untuk menjawab. Tidak tanpa konsep Orde Baru sebagai ide awal memiliki asumsi dan muara proyeksi yang sangat jelas. Para sejarahwan, pengamat masalah sosial dan politik sepakat, bahwa adalah Suharto dan rejimnya yang menyempitkan paham Orde Baru dan mereduksinya sebagai sebuah praksis manajemen pemerintahan pragmatis menyangkut kekuasaan dan mekanisme membangun dan mempertahankan kekuasaan -walau masih tetap dalam arah tujuan yang sama (setidaknya secara konseptual). Sebuah analisis yang lebih ketat akan menemukan kesimpulan berikut ini: Suharto meyakini konsep pembangunan yang disodorkan oleh para pakar sebagai konsep yang mulia, menarik, baik dan perlu tetapi ia sendiri tidak mengerti sepenuhnya apa yang dimaksudkan oleh para pakar yang bergelar Professor,

Doktor itu. Dengan kewenangan yang ada di tangannya ia sebagai tentara mengarahkan mekanisme politik untuk mengamankan pembangunan dengan visi dan misi agung yang digali dan dirumuskan oleh para pemikir bangsa. Tentara dijadikan satpam pembangunan. Siapapun yang setuju, sepikiran dan sejalan dengan tujuan pembangunan akan ditarik sebagai sahabat. Siapa yang berpikir lain, apalagi yang berpikir lain dan kritis terhadap pekerjaan pemerintah akan dengan mudah dikategorikan sebagai "pihak yang membahayakan pembangunan". Alergi terhadap kritik dengan tameng Pancasila adalah cerita lain lagi. Padahal para para pemikir yang melahirkan ide visi dan misi pembangunan nasional itu lahir dan besar dalam tradisi budaya kritis yang mengenal kritik, kritik dan kritik. Memang ada segelintir pemikir yang tergoda membonceng kereta kekuasaan sehingga tidak kritis lagi terhadap penyimpangan dan bias di lapangan. Lebih malang kalau mereka ini lalu terbeli oleh kekuasaan karena basis idealisme dan moralitas ilmuwan tidak cukup tertanam. Dalam praksis kita menemukan bahwa jurang antara penghasil konsep pembangunan, terutama pada tataran filosofis, dengan pelaksana pembangunan menjadi teramat sangat besar dan tak terjembatani. Yang satu menganggap pembangunan sebagai sesuatu yang sangat kompleks, tidak pernah selesai, dan tak bisa diukur -- karena menyangkut proses memanusiakan manusia (proses humanisasi), sementara yang lain memandang pembangunan sebagai sebuah proses pragmatis, sesuatu yang bisa digerakkan dengan managemen model MBO, bisa diukur dalam bentuk PDB/PDRB, devisa, daya beli dan daya saving, pendapatan per kapita, indeks inflasi yang rendah, dll. Benar, sebagaimana kata Driyarkara, semua proses fisik yang dikedepankan itu sebagai proses homonisasi yang mampu menjadikan manusia lebih kaya, lebih sehat dan montok badannya, lebih kekar ototnya, lebih tebal dompetnya, lebih berkilap sepatunya dan lebih halus deru mesin mobilnya, lebih cantik orangnya. Tetapi kita tiba-tiba sadar bahwa setelah sebagian anak negeri ini lulus proses homonisasi (walau yang miskin secara kuantitatif dan kualitatif semakin memprihatinkan), kita toh berhadapan dengan kenyataan yang paling keras, yaitu KOEKSISTENSI KITA terus mencari-cari jiwanya karena secara historis-sistematis ia didepak keluar dari praksis upaya memperebutkan dan mempertahankan kekuasaan atas nama pembangunan. Dan wacana-wacana humanisme pembangunan hanya hidup di buku teks karya monumental para pemikir besar bangsa ini. Nasib Pemikir dan Pikiran Mereka Tiba-tiba terasa seolah bangsa ini berjalan tanpa tuntunan para pemikirnya. Tetapi kesan ini juga segera kita bantah karena hal itu tidak benar. Cukup banyak bukti di rak buku, map seminar dan lokakarya, jurnal dan catatan lepas bahwa para pemikir bangsa ini telah memberi kontrbusi luar biasa bagi wacana pembangunan, sosial dan politik kita. Apakah pemikiran-pemikiran itu dihargai, artinya ditangkap dan dimanfaatkan dalam praktek pengambilan keputusan -- itu adalah sebuah pertanyaan yang teramat sulit dijawab. Sulit karena birokrat kita bukannya orang yang tidak lulus sekolah dasar: mereka menghadiri seminar, mendengar si Magnis mengoceh, si Kleden menggugat,

Syahrir mengoreksi, Ramli mengulas, Sujatmiko menggagas, Hatta mendasar etc. and so on. Mereka mengangguk-angguk kepala tanda kagum, tanda puas .. entah mengerti atau tidak, lalu pulang bawa sertifikat untuk kredit point naik pangkat,.atau keuntungan lainnya adalah bertambahnya relasi di forum seminar, bahkan sempat salaman dengan Pak Menteri Hikam yang rada kocak itu. Namun demikian, pemikir tidak pernah berniat untuk mencuci otak audiens-nya. Mereka hanya membuka horizon wawasan audiens, menggugat konsep yang mapan dan/atau yang melenceng dan menawarkan alternatif. Adalah tanggungjawab audiens untuk memperlakukan input tadi. Para pemikir tahu diri, bahwa panggilan profesinya adalah memberi pencerahan. Karya pikir mereka tetap hidup dalam dinding dan aturan akademik: bisa benar, bisa salah, bisa diterima bisa ditolak .. pendeknya pemikiran mereka siap diuji-ulang setiap saat oleh siapapun juga. Maka karya para pemikir di tanah air kita -- untuk saat ini -- adalah warisan tak ternilai bagi generasi pemikir berikutnya. Pemikiran mereka tidak akan hanyut-hilang bersamaan dengan perginya sebuah Orde. Relevansi Pemikiran Apa relevansi menggugat perlakuan pemikiran para pemikir bangsa kita? 1. Menghujat Orde Baru sebagai rejim "ein fuer allemal" dapat diterima, tetapi menihilkan semua pemikiran yang melandasi lahirnya Orde Baru adalah sebuah kenaifan tersendiri. Perlu ada upaya menghimpun semua pemikiran yang didengar bagus oleh Suharto dan rejimnya tetapi tidak dimengerti sepenuhnya oleh mereka sehingga perlakukan mereka terhadap pemikiran para pemikir bangsa ini menjadi proses pengurusan. 2. Belanda dan Nipon itu jelek sebagai penjajah, tetapi lewat penjajah itu pula kita menginjak anak tangga menuju pencerahan menyadari diri sebagai manusia merdeka yang menuntut bebas dari pejajahan. Majapahit dan Sriwijaya menaklukkan, bukan memerdekakan. Mari kira bertanya pada Mataram dan lainnya. Orde Baru menjajah kita, memasung intelektualisme, kreativisme dan kritisisme. Tetapi Orde Baru memberi pelajaran berharga, betapa rapuhnya barisan intelektual kita: ada yang setia pada lini pemikir, ada yang terbeli penjadi pemasok ide dan pemberi warna ilmiah pada ucapan birokrat, bahkan ikut menyusun studi kelayakan menggunduli hutan Yamdena (Tanimbar), Kalimantan, menyusun konsep rekayasa manusia untuk memenangkan kepentingan kelompok atau tokoh politik tertentu, bahkan membela para Jenderal yang diduga membunuh kemerdekaan orang yang berjuang untuk menjadi manusia merdeka. 3. Era baru dengan paradigma baru tidak cukup sekedar slogan tanpa kita mengerti apa itu paradigma, mengapa kita harus berpindah dari paradigma yang satu ke paradigma yang lain, innovasi baru mana yang menggugat kebenaran atau kekokohan paradigma lama. Jangan-jangan kita hanya berputar ditempat dengan cerita yang sama. Banyak pejabat menyampaikan pidato yang disusun oleh orang pintar penuh dengan jargon globalisasi, tetapi dari uraian selanjutnya nampak kerancuan pemahaman tentang globalisasi, globalisme,dan

globalitas. Orang berbicara tentang pluralisme, tetapi yang dimaksudkan adalah pluralitas. Orang berbicara tentang "das Sein" tetapi yang dimaksud adalah "Dasein". Orde Baru telah memberi peluang lahirnya berbagai konsep rumit pembangunan yang tidak mudah dicerna oleh para pelaksana dan pelaku pembangunan sehingga salah satu produk Orde Baru lainnya adalah "salah kaprah". 4. Kita semua dipanggil untuk kembali menggali, mencermati dan mendudukkan kembali pemikiran besar para pemikir bangsa sekaliber Sujatmiko, Driyarkara dan lain-lain, agar kita tidak terus-menerus menjadi bangsa penerima resep instan pembangunan yang diproduksi di laboratorum pemikiran Bank Dunia, UNESCO, dll. yang belum tentu mengenal dengan benar manusia Indonesia. (Gagasan orang Bank Dunia biasanya WAJIB dijalankan oleh pemerintah setempat karena gagasan mereka bernilai proyek yang ditunggu-tunggu banyak orang dalam negeri). Pemahaman yang tepat tentang Indonesia, juga berdasarkan renungan dan pemikiran anak bangsa ini, akan sangat menolong mengkritisi pemikiran dari luar dan menjadikan konsep pembangunan pedesaan Indonesia yang diajukan Bank Dunia misalnya, mengakar dan bisa jalan. Hamburg, 9 Februari 2000 Robert B. Bowollo

Kebijakan Untuk Pemiskinan Rakyat
27/05/2008

Kekuasaaan adalah amanah, yaitu amanah untuk mampu membimbing, memajukan, mencerdaskan, memberadapkan dan mensejahterakan rakyat atau bangsa yang dipimpin. Pemimpin datang untuk mengabdi kepada rakyat, bangsa dan negara, karena itu mereka sebesar-besarnya memberikan hidupnya, harta, tenaga dan pikirannya untuk kemajuan dan kemakmuran bangsanya. Dengan kemakmuran bangsa dan negaranya itu kemakmuran pribadinya akan terbawa dengan sendirinya. Ini prinsip kepemimpinan yang amanah, sangat berbeda dengan pemimpin yang melihat kepemimpinan atau kekuasaan sebagai lapangan kerja, seperti seorang professional, direktur sebuah perusahaan. Pada umumnya para elite yang menjadi pemimpin saat ini adalah pekerja politik, bukan aktivis politik, jadi niat dan tujuan serta seluruh pertimbangannya adalah dagang untuk mencari keuntungan pribadi, karena itu setiap langkahnya mesti ada fasilitas dan bayarannya. Bahkan tipe kepemimpinan seperti ini melihat seluruh aset negara sebagai hutan bebas yang boleh dijarah untuk kepentingan pribadi. Inilah yang dianggap sebagai kreatif dan kompetitif. Ini yang terjadi saat ini, pemimpin baik yang ada di pemerintahan, partai, perusahaan maupun organisasi kemasyarakatan, menggunakan

posisinya untuk memperoleh keuntungan pribadi, bukan untuk memajukan lembaga yang dipimpinnya. Sering lembaga dan anggotanya diterlantarkan, tetapi para pemimpin secara pribadi kaya raya. Seperti itulah kepemimpinan yang kita alamai saat ini, pemimpin seperti ini mengabaikan nasib rakyat banyak, hanya memperhatikan nasib sedikit kelompok yang selalu mengelilinginya, sehingga kebijakannya membuat rakyat semakin sengsara. Saat ini berbagai usaha kecil dan menengah dalam berbagai sektor telah tuitup karena kelangkaan bahan baku, dan karena kenaikan bahan bakar, sehingga produknya jadi mahal dan tak terjangkau oleh konsumen. Kebangkrutan usaha itu terutama akan dirasakan sangat pedih oleh buruh yang ada di berbagai industri dan usaha kecil itu, karena mereka dipecat dengan tanpa memiliki cadangan dana untuk hidup. Memang bahwa kemiskinan itu bukan nasib, bukan pula karena kemalasan, tetapi kemiskinan terjadi akibat kesalahan para pemimpin dalam mengambil kebijakan. Kebijakan yang diambil untuk menguntungkan kelompok kecil mafia bisnis berakibat mematikan ribuan usaha kecil dan menegah. Kebijakan ini selalu terjadi di tengah sistem yang penuh korupsi. Hanya sering kali kebijakan yang menyengsarakan itu dimanipulasi dengan berbagai santunan yang justeru sangat mematikan, sehingga masyarakat tidak bisa melihat secara jernih watak para pemimpinnya. Mereka telah menghancurkan dengan sistematis struktur perekonomian rakyat, tetapi kalau terjadi bencana, mereka segera datang pada rakyat seolah peduili pada rakyat, padahal seluruh kebijakan politiknya telah menyingkirkan kepedulian pada rakyat, menyengsarakan dan memiskinkan rakyat. Satu hal yang tidak bisa dipungkiri dari kebijakan ini adalah jumlah kemiskinan yang terus meningkat, sementara hutang luar negeri semakin menumpuk. Bagi pemimpin yang produktif semestinya bisa menggunakan dana utangan itu untuk usaha yang produktif, sehingga rakyat kaya, bangsa makmur dan negara berkecukupan, mampu membayar hutang dan tidak meminjam lagi. Ribuan sarjana politik diwisuda ribuan sarjana ekonomi dipekerjakan, tetapi tidak memiliki kempuan sedikitpun memperbaiki perekonomian rakyat dan negara. Ini tidak lain karena memang mereka tidak berorientasi pada rakyat dan Negara. Memang mustahil negeri ini bisa makmur walaupun sumber kekayaan alamnya melimpah, kalau para pemimpinnya bukan pemimpin yang bisa memikul amanah, tetapi hanya terdiri dari para pencari kerja, yang cita-citanya hanya mendapatkan gaji besar, tetapi tidak memiliki cita-cita untuk membangun bangsanya. Sekedar bercitacita bahkan mengeluarkan pernayaan sikap banyak. Tetapi mereka tidak berani bertindak. Sebab tindakan mengandung risiko. Seorang pemimpian yang amanah mesti memihak kepada rakyat dan bangsa sendiri, sementara prmimpin yang ada karena hanya pencari kerja mereka menjadi sangat oportunis, mengikuti arus, tanpa berani melawan arus perdagangan bebas yang didorong oleh liberalisasi dan swastanisasi. Kecenderungan itu diikuti begitu saja, padahal untuk dapat mensejahterakan rakyat dan menjadikan bangsa jaya dan negara mencapai kemegahannya hanya dengan membangun kedaulatan sendiri baik secara

Ratusan nyawa telah melayang di pesantren Wali Songo yang terletak di wilayah itu. justru jadikanlah semua perbedaan sebagai bukti dari khazanah budaya kita yang penuh warna. semoga saja bermanfaat bagi para pembaca: Kompas: Kota Poso sedemikian mencekamnya. Sadarlah bahwa kalian itu semuanya sedang menjadi barang mainan oleh para pentolan-pentolan Orba yang tidak rela tergusur oleh gerakan reformasi. Bila sudah demikian tidak lagi usaha pemiskinan yang terjadi. Kecamatan Lage. Karena itu saya himbau kepada seluruh umat Muslim dan umat Kristen untuk saling menahan diri untuk tidak terprovokasi. Saya tetap yakin bahwa sumber utama konflik bukanlah masalah keagamaan mengingat bahwa sejak dulu baik di Ambon maupun di Poso umat Muslim dan Kristen sudah hidup saling berdampingan secara damai tanpa ada rasa permusuhan. . Di bawah ini adalah berita-berita yang saya ambil dari Kompas seputar masalah Poso. (Abdul Mun’im DZ) Konflik Poso adalah Permainan Intrik Orba Tergeraklah hati saya untuk mengangkat berita tentang konflik Poso ke permukaan. belum lagi mereka yang luka-luka dan melarikan diri penuh dengan ketakutan. Seluruh sistem politik ketatanegaraan harus kembali pada filosofi nasional dan kepentingan nasional. Seluruh perusahaan strategis di sektor energi. Sementara. begitu menggetarkan hati semua warga. telekomunisasi. walau agama kalian berbeda namun jangan jadikan perbedaan sebagai pemicu rasa permusuhan. maupun secara ekonomi. Untuk memiliki kedaulatan politik dan ekonomi.politik. maka kedua sektor itu harus dinasionalisasi secara tuntas. Poso. harus segera dinasionalisiasi. Sesunggunya kalian sebenarnya adalah saudara sebangsa dan setanah air. negara berdaulat dan bangsa memiliki martabat. mengingat sudah begitu banyak korban yang berjatuhan terutama dari pihak Muslim. Jadi jelaslah saya dapat mengindikasikan bahwa selama ini beberapa konflik yang kerap meletus di berbagai daerah di Indonesia adalah bagian dari skenario busuk atau permainan intrik dari orang-orang Neo Orba dengan mengadu domba umat Muslim dan Kristen. Di situlah rakyat akan berkuasa. Jika di Ambon terkenal dengan semangat Pela-Gandong atau Salam Sarani maka di Poso terkenal dengan semangat Sintuwu Maroso sebagai tali pengikat persaudaraan dan kegotongroyongan antar warga. transportasi dan pangan yang sekarang berada di tanagan swasta. Ingatlah yang menjadi musuh kalian itu bukan umat Muslim atau Kristen tetapi adalah orang-orang dari rezim Orba dengan para simpatisannya yang doyan mengacau demi kepentingan politik mereka. Saya begitu khawatir jika Poso akan dijadikan oleh elemen Orba menjadi ladang pembantaian manusia seperti yang sudah terjadi di Ambon dan sekitarnya. tetapi menjadi langkah pemakmuran rakyat. Kabar duka dari Desa Togolu.

" kata sejumlah saksi mata. mengenai tidak adanya pembantaian terhadap wanita dana anak-anak saat pecah kerusuhan bernuansa SARA fase ketiga melanda Poso sejak 23 Mei lalu. Para pengungsi asal desa Sintuwulembah itu tak merinci angka korban tewas yang dibantai di desa mereka. bahkan hingga perkosaan terhadap beberapa wanita. Sebab yang namanya orang Kristen atau pengikut Kristus sejati tidak mungkin sampai hati untuk membantai manusia lain yang berbeda agamanya. Kompas: Warga Poso yang berada di sejumlah lokasi pengungsian di Kecamatan Parigi. Sekali lagi saya tegaskan bahwa ini bukanlah perbuatan kekristenan tetapi adalah perbuatan dari para setan yang sedang menyamar menjadi “murid Kristus”. Sulawesi Tengah. "hilang" dan diduga kuat lari menyelamatkan diri saat Kelompok perusuh melakukan penyerangan tanggal 28 Mei 2000. para wanita. Sejumlah saksi mata yang ditemui Antara di Palu dan Poso--205km timur Palu Senin mengatakan. Menurut beberapa pengungsi yang bermukim di sekitar Pondok Pesantren Wali Songo di desa Sintuwulemba (9 kilometer Selatan Poso) itu. sesali pernyataan Waka Polda Sulteng Kolonel (Pol) Drs Zainal Abidin Ishak. dan manula telah diperintahkan mengungsi ke Markas Kompi 711-B Poso. ratusan penghuni pesantren Wali Songo di Kilometer Sembilan (Desa Togolu) Kecamatan Lage Kabupaten Poso. "Tak sedikit wanita ditelanjangi dan diperlakukan secara tidak senonoh sebelum dibantai hingga tewas. mereka sendiri sempat menyaksikan bahkan merasakan perbuatan sadis dan brutal yang dilakukan pasukan Kelompok Merah di desa mereka selama beberapa hari sejak pecah kerusuhan. Mereka yang tidak sempat mengungsi itulah yang menjadi sasaran pembantaian dan perkosaan.Kantor Berita Antara menuturkan. Selasa. anak-anak. Saya memang tidak bisa mengelak bahwa yang melakukannya adalah mungkin saja dari “kelompok merah” atau pihak Kristen namun sekali lagi saya tegaskan bahwa sesungguhnya yang melakukannya adalah tidak lebih dari umat setan/iblis yang mendompleng nama Kristen. namun menyatakan jumlahnya mencapai ratusan orang. namun beberapa di antaranya berhasil menyelamatkan diri lari ke hutan-hutan di sekitar pasantren itu." kata mereka. "Pernyataan pimpinan Polri ini mengada-ada." kata sejumlah pengungsi kerusuhan Poso di Parigi. Andreas: Kita memang tidak bisa membantah bahwa ternyata “kelompok merah” atau kelompok Kristenlah sebagai pelaku semua kebiadaban. penyerangan kelompok perusuh hari Minggu itu di pondok pesantren tersebut mengakibatkan banyak korban tewas. Namun kini kitapun harus bertanya apakah “kelompok merah” yang disebut-sebut tersebut benar-benar mewakili umat Kristen sebenarnya ataukah hanya sekumpulan orang-orang Kristen gadungan yang dibayar oleh pentolan Orba untuk mengacau . Kabupaten Donggala. Para pengungsi ini mengakui bahwa sehari sebelum meletusnya kerusuhan Poso fase ketiga (23/5). sebab di depan mata kami peristiwa pembantaian itu dilakukan. menyusul adanya intimidasi dari pasukan Kelompok Merah kepada warga muslim setempat. membakar pesantren. Andreas: Ini mungkin bukti sebagian dari kebiadaban para perusuh terhadap umat Muslim. atau menyerang tempat ibadah seperti masjid.

" kata Komandan Pomdam VII/Wirabuana Kol.di Poso? Mengingat bahwa semua kerusuhan yang terjadi di negara kita baik itu di Ambon. namun orang dari luar memperkeruh lagi suasana dengan memancing emosi masyarakat agar beramai-ramai melakukan aksi balas dendam. Letkol Budiardjo. katanya. tapi orang luar yang mencoba memperparah lagi keadaan yang berangsur-angsur mulai kondusif itu. membenarkan adanya pemeriksaan oleh . setelah melalui penyelidikan sementara diduga terlibat langsung dalam kerusuhan di Poso. Ketika dihubungi KCM melalui telepon. Sabtu. Ingatlah bahwa pentolan Orba sudah mahir puluhan tahun untuk “bermain api” dengan rakyat dan cerdik dalam memainkan strategi “lempar batu sembunyi tangan”. Pemeriksaan sementara oleh Pomdam VII Wirabuana menunjukkan. Ia mengatakan pada dasarnya masyarakat Poso sudah jenuh dengan pertikaian dan mau hidup berdampingan seperti dulu. merupakan bukti bahwa yang melakukannya bukan warga Poso. Sabtu. Kompas: Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) HB Paliudju mengatakan yang mengacaukan situasi di Kabupaten Poso pasca pertikaian berdarah Mei-Juni 1999 adalah orang dari luar kabupaten itu dengan motif balas dendam. ternyata berasal dari luar Sulawesi.00 WIB. Dari hasil pemeriksaan 28 orang anggota TNI yang terlibat dalam kerusuhan Poso untuk sementara ada indikasi enam orang diduga terlibat."Tertangkapnya dua orang warga sipil pelaku kekacauan di Poso pasca kerusuhan Mei tahun lalu ternyata dari hasil penyelidikan pihak keamanan. Peristiwa yang terjadi di desa Sepe Kecamatan Poso Pesisir tanggal 23 Desember 2000. Komandan Kodim 1307 Poso. Senin (29/1). jam 15. Kompas: Dugaan keterlibatan sejumlah oknum TNI Kodim Poso dalam kasus Poso tak dipungkiri oleh Komandan Kodim 1307 Poso. di Sampit." katanya di Palu. Letkol Budiardjo. Dan ketika stabilitas nasional tersebut goyah maka orang-orang Orba akan mempunyai alasan yang cukup kuat untuk menggoyahkan pemerintahan Gus Dur sambil berteriak bahwa karena Gus Durlah situasi dan kondisi di Indonesia menjadi tidak aman alias rusuh. Sudirman Panigoro. Hal ini memang sudah menjadi strategi andalah atau jurus pamungkas dari para pentolan Orba untuk menghancurkan setiap gerakan reformasi yang kini sedang limbung karena kehabisan “bahan bakar”. Siapapun sesungguhnya orang luar itu kalau bukannya lagi orang-orang bayaran yang memang sudah diperkerjakan secara profesional dengan tujuan untuk memecah belah dan mengadu domba antar umat beragama. "Enam dari 28 orang oknum TNI Kesatuan Kodim Poso. Dan tragisnya “bahan bakar” reformasi kini sudah di ambang kehabisan terutama jika Gus Dur dapat diturunkan secara paksa oleh para politisi di tubuh DPR yang memang sudah “bau bangkai”. Andreas: Kini terbukti bahwa memang ada orang luar yang turut “bermain api” untuk ikut memperkeruh Poso. katanya kepada Antara di sela-sela acara HUT Bayangkara Ke 54 di Makassar. 6 anggota Kodim Poso terlibat langsung. atau di Poso selalu saja melibatkan oknum-oknum pemerintahan dan para aparat yang turut bermain pula sebagai bidak Orba dengan maksud untuk menggoyahkan stabilitas nasional.

agama. saya akan menyodorkan suatu berita yang mengejutkan yang ternyata menegaskan bahwa kerusuhan di Poso itu bukanlah karena SARA. Semoga. Rabu. ternyata semboyan ini bukanlah semboyan yang baru “diciptakan” namun sudah merupakan falsafah yang diwariskan oleh nenek moyang selama ratusan tahun. Andreas: Mungkin sampai saat ini kita masih harus “terpaksa” memegang asumsi bahwa kerusuhan di Poso itu murni bermuatan SARA."Saya minta semua warga Poso. Kompas: Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudju mengajak semua warga Poso yang berada di dalam dan luar kota itu segera menghilangkan perbedaan SARA (suku. Apakah mungkin semboyan Sintuwu Maroso yang sudah beratus tahun tertanam di dalam hati sanubari dapat hilang menguap begitu cepat tanpa ada faktor lain sebagai penyebabnya? Penyebab apa lagi kalau bukan karena “sebab intrik Orba” yang bisa dijadikan alasan kuat untuk menjawab mengapa semboyan Sintuwu Maroso dapat hilang dengan begitu cepat? Ataukah pembaca punya alasan lain yang lebih logis? Kompas: Pihak MUI (Majelis Ulama Indonesia) Sulawesi Tengah menilai bahwa kasus pertikaian berdarah di Kabupaten Poso meluas dan menimbulkan banyak korban jiwa akibat beberapa oknum aparat keamanan (TNI/Polri) di daerah itu melakukan desersi. Andreas: Kini tabir tersebut tersingkap dengan sendirinya bahwa aparatpun ikut “bermain api” guna meramaikan tragedi Poso. sekaligus mengambil tindakan tegas bagi mereka yang membelot dari tugas . guna mencegah munculnya kembali tindak kekerasan yang dapat meningkatkan jatuhnya korban jiwa dan harta benda. bahkan sejumlah saksi mata mengatakan sempat melihat para desertir bergabung dengan salah satu kelompok yang bertikai. Sekedar menyinggung Sintuwu Maroso (kerjasama dan tolong menolong antar-sesama manusia) yang menjadi semboyan warga Poso.Menurut Paliudju. yang penanganannya kini sudah sampai pada Pomdam VII Wirabuana. pihaknya telah melaporkan kepada pimpinan TNI/Polri setempat mengenai masalah tersebut. ras dan antar-golongan)."Banyak pihak melaporkan hal itu kepada kami. Jumat. Namun pada akhir artikel saya. mengingat pertikaian berkepanjangan selama ini telah menelan korban jiwa dan harta benda luar biasa besar.Menurut Tangkaderi. warga Poso harus mengingat kembali semboyan "Sintuwu Maroso" (kerjasama dan tolong menolong antar-sesama manusia) sebab falsafah yang diwariskan oleh nenek-moyang ini memiliki arti penting dalam menapaki masa depan bersama yang lebih baik." kata Wakil Ketua MUI Sulteng KH Drs Dahlan Tangkaderi di Palu. Semoga bukan hanya aparat “kelas teri” saja yang tertangkap tetapi para politisi besar yang sedang asyik bermain di “belakang layar”pun bisa ditangkap dan diadili. baik yang masih bertahan di daerah itu maupun di lokasi pengungsian.Denpom Palu terhadap anggota Kodim Poso yang diduga terlibat dalam aksi kerusuhan Poso. segera menghilangkan perbedaan SARA." kata Gubernur di Palu.

Penyebab lainnya adalah faktor kenakalan remaja. Kamis Ketua DPRD Poso.kedinasan dan ikut bergabung dengan kelompok yang bertikai untuk melakukan penyerangan terhadap warga sipil di Poso. menjual dan meminumnya. Karena itu damailah kalian wahai umat Muslim dan Kristen karena berperang itu tidak ada gunanya! Marilah kita galakkan semangat persaudaraan dan cinta kasih dan buang jauh-jauh rasa dendam dan permusuhan! Jangan lupa teruslah nyalakan api reformasi yang kini hampir-hampi padam dan gilas Orba dengan kekuatan rakyat! Kerusuhan Poso Bukan SARA Poso. (Ket: desersi berarti lari dari dinas ketentaraan. Sampai di sinikah mental seorang prajurit di negara kita? Rupanya para anggota TNI/Polri perlu lagi dibina secara lebih serius supaya kasus Bimantoro atau kasus desersi di Poso tidak perlu terulang lagi di masa yang akan datang. Andreas: Di bawah ini adalah berita yang telah saya janjikan itu. Dan saya tidak terkejut ketika melihat kasus ini. Ikhwal kerusuhan di sini dipicu oleh perkelahian pemuda antar-kampung di terminal Lombogia lalu . Ia menjelaskan. Akibatnya masyarakat mulai bertindak di luar batas dan mengganggu sesama mereka. bahwa kerusuhan di Poso itu sebenarnya bukan karena SARA. tapi saling membantu. apakah memang benar bahwa mereka adalah benar-benar prajurit sejati dan pengayom rakyat ataukah hanya terdiri dari sekelompok provokator bermuka tembok dan pengecut yang hanya bisa bersembunyi di ketiak para elite politik. pembelotan kepada musuh). bukan dipicu masalah SARA. penyebab terjadinya kerusuhan itu sebanyak 12 variabel antara lain merajalelanya peredaran minuman keras sehingga masyarakat menjadi terpengaruh dan mengkonsumsinya secara berlebihan. sebab antar-desa berpenduduk Muslim dan Kristen yang bertetangga tidak saling menyerang." ujarnya." katanya di Poso. "Saya yakin kerusuhan Poso ini bukan karena SARA. Silahkan para pembaca nilai sendiri berita di bawah ini. Ternyata memang perlu dipertanyakan kualitas sebagian besar dari anggota TNI/Polri. Andreas: Ada desersi toh rupanya. mengingat orang-orang semacam Bimantoropun pernah melakuan hal yang serupa yakni melawan atasannya dalam hal ini adalah presiden dengan menolak untuk dinonaktifkan. Semoga berita ini bisa memberikan sedikit kesejukan di tengah-tengah situasi dan konsidi bangsa yang sekarang lagi serba panas. "Tapi alhamdulillah kami sudah melarang masyarakat untuk memasukkan. Kamis (31/5). Drs Akram Kamaruddin mengatakan kerusuhan di Kabupaten Poso Sulawesi Tengah yang menelan korban jiwa yang meninggal dunia lebih 200 orang.

namun terkendala oleh perang kemerdekaan. Piliang Analis Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS). Wakil Presiden Muhammad Hatta bahkan pernah menduduki kursi Perdana Menteri. yakni dengan pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan KNIP Daerah. 1996). yang menunjukkan kedaulatan rakyat dilaksanakan dalam level tertinggi. Kemudian kesenjangan pendidikan baik formal maupun informal juga punya andil besar. Demokrasi datang ke Indonesia juga bukan tanpa korban.dimasuki oleh provokator kemudian membesar hingga tak terkendali dan menyebabkan salah satu kelompok warga terusir dari Kota Poso. Korban-korban pun berjatuhan." ungkapnya. Aristoteles dan filsuf-filsuf selanjutnya menjadi kehilangan kepercayaan kepada demokrasi yang memenangkan suara orang awam (Fuad Hassan. ketika berhadapan dengan keputusan demokratis yang menyatakan ia bersalah dan meminta meminum racun. Ada kehendak dalam penjelasan UUD 1945 untuk mengadakan pemilihan umum. bukan tidak ada demokrasi. ketika politik aliran beranjak dari meja diskusi kepada sejumlah perang terbuka yang juga bermuara kepada pembunuhan. Socrates yang menjadi filsuf paling berpengaruh dalam era Yunani. rendahnya kesadaran hukum dan pendidikan politik kemudian dibalut oleh sentimen pribadi dan gencarnya provokasi juga merupakan penyebab lain dari kerusuhan Poso. serta membangun pemerintahan berdasarkan sistem yang seringkali campur baur. yakni antara presidensial dan parlementer. Amir Syarifuddin. tetap dipertahankan pada kursi kekuasaannya. Dalam peristiwa Perang Kamang (1908) di Sumatera Barat. antara lain dengan gerakan Indonesia Berparlemen. yakni Presiden Soekarno. Sutan Syahrir. Sejumlah manifesto juga dikeluarkan. Tokoh beraliran sosialis. Ia menambahkan. dipicu oleh kesenjangan sosial yang kian mencolok antara penduduk asli dan warga pendatang. Kemerdekaan Indonesia sejak 17 Agustus 1945 telah membuka kesempatan luas ke arah pemerintahan yang demokratis. Luka-luka zaman revolusi kemerdekaan. telah dimulai suara-suara yang mewakili kepentingan tanah jajahan. Anak-anak revolusi itu pun dimakan oleh arus cepat perubahan. penolakan atas kebijakan raja di tanah Jawa yang dianggap merugikan rakyat dilakukan dengan cara menjemur diri di depan alun-alun Istana Raja. Dalam model-model yang sederhana. Upaya paling maksimal adalah menempuh jalan kekerasan lewat pemberontakan bersenjata. Tetapi. sekalipun terbatas dalam hak dan wewenang. Kerusuhan Poso. sehingga suara orang awam pun bisa mereka wakili. lanjut Kamaruddin. adalah pengusung adanya parlemen yang tidak dipilih dalam pemilihan umum itu. pada gilirannya memupuk dendam antara sesama pejuang. Ketua Dewan Pengurus Yayasan Harkat Bangsa Indonesia Latar Belakang Demokrasi lahir bukan tanpa korban. Lewat Volksraad. Demokrasi Khas Indonesia: Riwayat Singkat dan Masa Depannya Kamis. telah dengan sangat kritis menyampaikan pembelaan atas pikiran-pikirannya. masyarakat telah berteriak tentang betapa pentingnya penolakan atas “pajak tanpa perwakilan�?. 21 Juni 2007 Indra J. "Warga sudah menguasai perekonomian sehingga lahirlah kecemburuan dari penduduk pribumi yang mereka ekspresikan dengan membabat pohon coklat dan kelapa milik pendatang. dan Sutan Syahrir adalah contoh dari nama-nama yang terkikis oleh . Kaum bangsawan memang dengan sangat cerdik telah memanipulasi demokrasi demi keberlanjutan kekuasaan yang mereka miliki. Plato. walaupun berlangsung secara inkonsistusional demi tujuan-tujuan politik dan diplomasi internasional. sementara simbol negara. sebagai perintis jalan bagi penentuan nasib sendiri dan sekaligus hak membentuk pemerintahan. Tan Malaka. Jakarta. tanpa harus mengacu kepada substansi “kebenaran�? suara-suara itu. Pendidikan yang diterapkan orang tua di rumah dan guru di sekolah terkadang tidak sejalan dan ada kecenderungan kelompok warga tertentu tidak menikmati pendidikan formal seperti kelompok warga yang lain.

sampai penyelenggaraan pemilu sendiri yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri. Teori-teori Marxisme. mulai dari pengarahan agar memilih Golkar. nama sebuah jalan tempat rumah tinggal pribadi Soeharto dan keluarganya. Perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Sovyet yang menjadi konteks geopolitik global ikut menyeret Indonesia. Turki. Tanpa disadari – atau memang didesain dengan sempurna – puncak kekuasaan ekonomi-politik berpindah dari lembaga-lembaga negara menjadi usaha rumah-tangga. petani. dihiasi oleh rumahrumah gubuk yang reot. sampai ke Bandaneira yang berair jernih dan Tanah Merah di Papua yang masih berupa rimbabelantara. bukan berarti tidak ada demokrasi. Kekuasaan berpusat kepada sekelompok orang di Jakarta yang melibatkan Golkar. lalu perlahan maju lebih jauh lagi dengan pemenuhan akan papan (perumahan). masa-masa kebangkitan Islam. pertumbuhan dan pemerataan. dan dilanda begitu banyak rakyat jelata yang miskin. perempuan. Pemilu 1955 yang bisa jadi menjadi barometer ideal dari proses pemilihan wakil rakyat dengan membolehkan partai lokal dan perseorangan sebagai kandidat. partai politik digambarkan sebagai sosok yang asing. alat-alat kantor dan benda-benda yang menjadi bagian kehidupan masyarakat lainnya. juga mantan-mantan pejabat penting pemerintahan. Upaya pemujaan diri yang berlebihan menyebabkan pemerintah Orde Baru terlalu terpaku kepada pertumbuhan ekonomi dan pemaksimalan pembangunan fisik dengan sarana hutang luar negeri. karena cenderung hanya mementingkan diri sendiri. Investasi asing pada industri-industri strategis. Rujukan ke Eropa. kelaparan. kelangkaan minyak tanah. Tetapi. Tetapi. Keadaan ini berlanjut dalam masa Demokrasi Terpimpin (1959-1966). termasuk dengan mendatangkan dalam bentuk lengkap beragam jenis kendaraan. tetapi gagal mencapai kesepakatan. berhadapan dengan kota-kota lain yang kehabisan uang untuk sekadar memelihara koridor jalan dan selokan. Pancasila ditafsirkan menjadi 36 butir dan ditambah menjadi 45 butir. terutama dari segi jumlah penduduk. terutama dengan mengambil bagian-bagian penting dalam masyarakat desa di Jawa. seperti pemuda. Perubahan-perubahan politik internasional pun menggiring kepada perubahan di tingkat nasional. mengingat terlalu asyik dengan kepentingan masing-masing. kesadaran seperti itu tidak muncul di kalangan elite. Padahal. Aparatur militer juga menjadi mesin pengumpul suara yang maksimal. Nama yang dikenakan adalah demokrasi Pancasila yang berbentuk indoktrinasi lewat jalur-jalur pendidikan formal dan sertifikat Penataran P-4. barang-barang rumah tangga. Tokoh-tokoh penting kemerdekaan Indonesia bisa dipastikan tumbuh dan berkembang di penjara-penjara yang dekat dan jauh dari pusat pemerintahan. Demokrasi parlementer (1955-1959) dalam DPR dan Dewan Konstituante begitu rapuh oleh orasi-orasi dan sidang-sidang yang penuh argumentasi. Sampai bertahun-tahun kemudian. bertahan lama dengan energi yang begitu kuat berhadapan dengan kolonialisme dan kapitalisme. Bangsa yang pernah mengalami kelaparan bertahun lewat beragam perang dan proyek kolonialisasi tiba-tiba berubah menjadi bangsa yang gandrung akan materi. Sebagai satu kekuatan negara dunia ketiga yang cukup diperhitungkan. apapun yang terjadi pastilah menarik perhatian dunia luar. Hanya saja. Peminggiran Peran Partai Politik Dalam buku-buku sejarah yang ditulis selama Orde Baru (1966-1998). Kalaupun diadakan pemilihan umum. pada akhirnya tidak melahirkan kestabilan pemerintahan. Politik hanya berkisar di sekitar Soekarno yang dikitari oleh orang-orang yang mengagungkannya sebagai pemimpin besar revolusi dan memberikan jabatan sebagai presiden seumur hidup. mulai dari penjara Glodok yang dekat dengan area perdagangan. namun pemerataan malah tertinggal jauh di belakang. ketika politik menjadi panglima dan ekonomi tertinggal dalam keangkuhan nasionalisme. selain memiliki perwakilan tetap dalam parlemen lokal dan nasional tanpa dipilih. surat kelakuan baik. politisi. bayaran mahal atas kemajuan material itu adalah hilangnya kebebasan pers dan kebebasan politik. misalnya. melainkan juga berisi kaum intelektual. sampai bintara pembina desa (babinsa). kekayaan alam dan posisi geografis dalam simpang jalan jalur laut internasional. nelayan. Perubahan itu dimulai dengan cara memenuhi kebutuhan akan pangan dan sandang. Republik pun dikepung oleh pemberontakan daerah. Pengembirian politik ini ditujukan untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan. telah menghilangkan dengan sistematis keunggulan komparatif produk dan teknologi dalam negeri. militer dan birokrasi. Selain itu juga bergerombol organisasi sosial kemasyarakatan yang berafiliasi dengan Golkar. yakni stabilitas. seperti tenggang-rasa dan tepa-selira. yakni keluarga Cendana. peluru dan penjara revolusi.terjangan debu. sampai Uni Sovyet kala itu telah menjadi menu yang menjadi santapan harian. para pendiri republik adalah orang-orang yang sangat paham dengan beragam literatur tentang demokrasi. Stabilitas dan pertumbuhan berhasil dicapai. Cara mengendalikan politik lewat penjara ini adalah duplikasi atas kebijakan serupa yang ditempuh oleh pemerintahan kolonial. dan tipologi sosial-politik lainnya. Terdapat puluhan Widya Iswara dalam lembaga-lembaga . sifatnya hanya ritual belaka dengan intervensi yang kuat dari pemerintah. Kota Jakarta yang bersolek. Gedung-gedung pencakar langit yang menjulang. penjara-penjara tidak hanya diisi oleh pelaku tindakan kriminal. Filsafat Barat dan Timur berkumpul di atas meja makan dan tulisan-tulisan di media massa.

akibat-akibat yang ditimbulkan tidak bisa ditebak dan ditanggung. setelah Soeharto tumbang. Sebuah desa bisa saja ditenggelamkan dengan air bah. lewat tangan-tangannya dan aparatus intelijen yang kuat. terus berupaya membela kepentingan masyarakat kecil yang butuh perlindungan hukum. yakni “aktor intelektual�?. ruang-ruang diskusi. sebagai contoh lagi. Di luar itu. hanya datang sekali dalam lima tahun. Namun. Secara umum.pelatihan resmi seperti BP-7 Pusat yang sudah bubar. Patut disadari bahwa kalangan intelektual yang punya nama dalam era reformasi. dan ujungujungnya adalah prosesi kebulatan tekad yang mengusung kembali Soeharto sebagai presiden. Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Muhammadiyah harus mencari jalan tengah untuk mencegah politik belah bambu. bahkan kematian yang tidak diduga.1 Lembaga swadaya masyarakat atau organisasi non-pemerintah ini ternyata juga mampu menjadi “tempat persembunyian�? atau bahkan “tempat magang�? bagi para aktivis yang tidak hendak masuk dalam skema besar pemerintah yang menyediakan lapangan kerja terbatas. wartawan. serta kantor menteri pemuda dan olahraga. pemilihan ketua-ketua Dewan Mahasiswa sebelum dibubarkan. suap-menyuap. . yakni pemilihan kepala desa atau kepala kampung. Negara. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia menghadapi himpitan serius. karena dirasa mewarisi pemikiran kalangan Soekarnois. sebagai contoh. organisasi masyarakat sipil ini tidak berkembang. tetapi sebagian mampu memajukan perspektif yang berlainan atas paradigma pembangunan Orde Baru. pemilihan ketua-ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah. Nahdlatul Ulama. sampai penahanan. pembubaran. telanjur dimasuki oleh aparatus negara lewat izin pertunjukan. intelektual. sekalipun tidak semua bisa digeneralisasi. terutama dengan pakaian loreng-loreng. demokrasi tinggal nama. namun dalam bentuk pemeliharaan atas ceruk-ceruk wilayah dan kanal-kanal pikiran yang mudah dikendalikan. tindas-menindas. Begitu pula Lembaga Penelitian. selalu saja mencoba memasuki dan mengubah agenda-agenda kerjanya. penduduk diusir dengan mendatangkan gajah. sampai kepada buruh-buruh yang sedang memperjuangkan kenaikan upah. Demokrasi. sulit kita melihat organisasi lain menyediakan ruang demokratis yang baik. Sejumlah tokoh besar lahir dari sini. tuduhan tentang organisasi tanpa bentuk. benteng pertahanan terpenting dari demokrasi yang tanpa intimidasi masih tersedia. sekaligus juga menangisi. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. sulit untuk mengatakan bahwa demokrasi juga hidup dalam ranah masyarakat sipil ini. satu-satunya referensi utama yang melawan arus dominasi pemikiran dan jurnal-jurnal resmi pada instansi pemerintah. Benteng Pertahanan Bahkan yang berkembang adalah organisasi kelaskaran pemuda yang mengasosiasikan diri dengan rezim. terutama dalam pemilihan pimpinannya. agar “nafas demokrasi Pancasila�? tetap bisa dirasakan. baik yang masih bergerak dalam ranah masyarakat sipil atau sudah mengikuti arus zaman dengan menjadi bagian dari penyelenggara negara (baik di wilayah ekskutif. sekalipun jumlah kelompok oposisi terus bertambah secara diam-diam. Yang ada hanyalah pembenaran. legislatif atau yudikatif). adalah satu organisasi yang terusmenerus diganggu dengan pelbagai bentuk intervensi. karena tidak mampu lagi diterbitkan ketika zaman kebebasan datang. arisan-arisan keluarga dan tetangga. Satu sebutan yang terdengar manis selama Orde Baru. dalam bentuk yang sangat sederhana. Para seniman. bahkan panggung-panggung pertunjukkan. Bahkan. mengingat organisasi masyarakat sipil memerlukan pola keketatan dan kedisiplinan sendiri. untuk menghadapi mesin besar negara Orde Baru yang menggilas apa saja. Sekalipun begitu. bukan kebenaran. seperti Himpunan Mahasiswa Islam. Negara yang coba menaungi semua organisasi. televisi dan koran-koran nasional. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yang melahirkan majalah PRISMA. kelas-kelas pedagogi yang menihilkan peran sekolah. Dewan Pertahanan Nasional (Wantanas). Kaum intelektual pantas mensyukuri keberadaan PRISMA ini. dengan sangat terpaksa terpilah menjadi dua. juga masuk ke dalam organisasi sosial kemasyarakatan dan agama. Terdapat juga organisasi masyarakat sipil. Doktrin-doktrin juga disalurkan lewat radio. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia terpaksa fokus di kampus-kampus Institut Agama Islam Negeri. sampai penangkapan dan penahanan. atau proses pemilihan pengurus organisasi profesi dan keilmuan. sekalipun para aktivisnya terus mencoba membangun langkahlangkah alternatif yang dengan sendirinya harus mengikuti kehendak pemerintah. sebagaimana dulu juga pernah dipraktekkan oleh Presiden Soekarno. penuh rekayasa. Perbedaan pendapat berarti perlawanan atas pemerintah. bahkan hanya dengan modal uniform. Penyingkiran memang tidak dilakukan. sebagian berasal dari kalangan masyarakat sipil ini. baik berbentuk yayasan atau juga lembaga-lembaga advokasi dan penelitian. Partai-partai politik tidak berkembang. Selain organisasi-organisasi kecil dan organisasi masyarakat sipil. yakni lewat pemilihan umum. Aparatus negara berubah menjadi begitu menakutkan. terdapat indikasi betapa tokohtokoh penting itu justru berubah menjadi “Soeharto-Soeharto kecil�? dengan menjadikan perlawanan masa lalu sebagai latar. Hal itu dapat dimengerti. Organisasi ekstra universitas yang mencoba mempertahankan azas. Sesedikit apapun gerakan pembangkangan dilakukan.

apalagi kalau tokohtokohnya sudah cukup dikenal. Pembunuhan Marsinah. justru mendorong Soeharto mengambil langkah-langkah yang secara kental memicu lahirnya istilah Korupsi. persaingan petinggi-petinggi militer. Tetapi. bermuara kepada pengunduran diri yang disambut sorak-sorai para mahasiswa. Pemerintah tidak lagi dilihat sebagai satu-satunya lembaga yang layak mengurus dana-dana yang digelontorkan pihak asing itu. Lembaga-lembaga ini secara berkala mengeluarkan hasil survei menyangkut posisi partai-partai politik dan tokoh-tokoh politik penting. Para aktor politik dengan segala cara mencoba terus mempertahankan dan meningkatkan dukungan. perkembangan lain adalah pembentukan sejumlah kelompok-kelompok pemikiran yang bermuara kepada satu tokoh. Menurut Benny. para politikus ini juga datang dari orang-orang yang sudah malang melintang dalam kenyamanan kekuasaan Orde Baru. Tetapi. Reform Institute. Penanggulangan daerah-daerah bencana. pada 21 Mei 1998. Lembaga-lembaga itu ada yang memang bergerak menuju pengentalan ideologi tertentu. satu aliran politik. Tidak heran kalau LSM tumbuh bak jamur di musim hujan. Demokrasi yang Tersebar Kelompok yang paling tidak disukai Soeharto – dan juga kurang diminati kaum intelektual �?.pada kenyataannya menyimpan kebencian dan kebengisan yang dalam kepada kaum intelektual. atau malahan juga kepada utopia tertentu yang coba terus dilakukan. mulai menunjukkan kerapuhannya. Semaraknya pembentukan dan kiprah lembaga-lembaga itu menunjukkan arah individualisasi politik atau personalisasi pemikiran.2 Selain lembaga-lembaga riset kuantitatif. Kompas. elite LSM yang sarat kepentingan. yakni para politikus. juga masih terdapat ribuan LSM yang masih hidup Senin-Kamis. terutama mengingat kelumpuhan yang nyaris permanen yang dihadapi oleh partai-partai politik dalam menyalurkan aspirasi publik. Hampir sembilan tahun lalu. termasuk yang melakukan kartelisasi atas dana-dana asing. langsung mengambil alih keadaan ketika demoralisasi melanda kalangan serdadu. The Habibie Center. Persaingan antar kelompok. seandainya pemilu atau pilkada terjadi pada waktu survei itu diadakan. Bisa jadi memang demikian. Kehadiran lembaga-lembaga donor di Indonesia yang berjumlah banyak memang memicu LSM-LSM kian profesional. Dalam bahasa Benny Subianto. BJ Habibie. sehingga menciptakan profesi baru yang cukup memberi pengaruh. The Indonesian Institute. The Lead Institute Universitas Paramadina. Kolusi dan Nepotisme (KKN). sampai peristiwa 27 Juli 1996. juga mensyaratkan keterlibatan LSM. aksi-aksi demonstrasi mahasiswa. aboriginisasi di Papua. Amien Rais Center. Fauzi Bowo Center. kejatuhan nilai tukar. menepati janji untuk menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada kaum ilmuwan. “LSM sebagai Sebuah Industri�?. tanpa harus melewati prosedur pemilihan langsung yang sebenarnya. Yang diperbaiki hanya proses mendapatkan kekuasaan. termasuk dengan mengerahkan para artis. Ma’arif Institute. kekejaman di Aceh. Prof. baik di Jakarta ataupun di daerah-daerah. tetapi sekaligus juga memberikan kepada publik pilihan-pilihan yang beragam. Perubahan yang juga penting adalah munculnya lembaga-lembaga survei yang dengan jitu mampu memprediksi pihak mana yang bisa memenangkan pemilu. dan terutama karena usia yang menua ditimpa zaman yang dihadapi oleh Soeharto. pengusaha dan birokrat Orde Baru. Tekanan dari dunia internasional. Demokrasi dalam bentuk pengarus-utamaan permasalahan rakyat juga terjadi dalam pertumbuhan media massa. 04 Mei 2007). dan beragam lembagalembaga kajian lainnya mengisi lembaran-lembaran berita media massa. agenda LSM telah bergeser dari perlawanan terhadap negara menjadi komplemen kebijakan demokratisasi negara. yakni dari penggunaan metode kualitatif ke arah penggunaan metode kuantitatif. terutama Aceh. rezim yang semula dianggap sangat liat itu. Pendekatan ini membuat pilihan-pilihan ideologi yang semarak pada tahun 1950-an menjadi tidak lagi penting. mengingat dihilangkannya pemberian kartu wartawan dengan lebih dahulu mengikuti . Opini publik langsung bisa dihitung. sebagaimana dikatakan kepada Daoed Joesoef (2006). Sikap pesta-pora dengan mengabaikan demokrasi dalam ritual pemilihan presiden dan wakil presiden. Di balik itu. Nusantara Center. Freedom Institute. Dr. termasuk pemilihan langsung kepala daerah (pilkada). bahkan perseberangan antara profesi (militer atau sipil) dan bahkan wilayah (Jawa dan Luar Jawa) diangkat ke permukaan dengan cara yang sangat usang. melahirkan oligarki “industri�? LSM (Benny Subianto. Sementara para politikus itu berbicara atas nama nasionalisme dan kesejahteraan. pihak donor yang naif �? dan kadang-kadang kolutif�?. Lembaga swadaya masyarakat juga berkembang secara masif. Kemajuan yang dialami oleh lembaga-lembaga riset itu menunjukkan juga arah perubahan ilmu-ilmu politik. Mega Center. ketika melakukan aksi-aksi yang kejam. perang di Timor Timur. Era kemerdekaan media ini tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang baik. Soeharto. Sebutan-sebutan yang melecehkan seperti itu menjadi kosa kata yang ampuh untuk menundukkan rakyat di bawah sepatu lars para penguasa. tetapi juga ada yang hanya sebagai kamuflase sementara sebelum memasuki kancah formal kampanye-kampanye politik. aliran politik. seorang tokoh yang sangat berpengaruh dalam upaya industrialisasi teknologi tinggi di Indonesia. ditunjuk sebagai pengganti. tetapi belum mengarah kepada tujuan menggunakan kekuasaan itu. lama-kelamaan membuka borok-borok kerapuhan rezim. justru mereka sendiri yang mengotak-otakkan masyarakat ke dalam sekat-sekat yang mereka bangun. klan. Mereka hanya bersalin rupa dengan cara membentuk partai-partai politik.

Pergolakan-pergolakan itu banyak disebabkan oleh kekeliruan kebijakan oleh pemerintah nasional yang mengutamakan pendekatan keamanan untuk mencapai stabilitas politik dan pemerintahan. Semakin banyak keterlibatan masyarakat dalam mengubah kebijakan pemerintah. sehingga memicu perlawanan bersenjata yang mengarah kepada separatisme (kemerdekaan). urusan-urusan lain dikelola secara bersama-sama oleh pemerintah (-an) daerah. mampu menjungkalkan bupati dari kursi kekuasaannya. Semula. sekalipun media berjumlah banyak. Kepala-kepala desa mengajukan tuntutan peningkatan kesejahteraan. kesehatan. negosiasi aktif atas persoalan-persoalan yang berhubungan dengan kepentingan warga. lewat foto-foto dan video-video amatir yang dikemas menjadi begitu mengerikan dengan narasi yang kelewat batas. 2002). bisa diartikan dengan adanya kebebasan wartawan. walaupun masih berasal dari kandidat yang diajukan oleh partai politik atau gabungan partai-partai politik. kesadaran itu masih komunal. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. ketika UU No. keamanan. Mereka berhasil melakukan tekanan politik. Ketika demokrasi digerakkan dengan cara meletakkan kekuasaan tidak pada satu lembaga yang kuat. Keterlibatan itu berupa aksi-aksi unjuk rasa. sebagai bagian yang penting dalam era demokrasi. Yang tidak kalah penting adalah kemunculan daerah-daerah khusus dan istimewa yang mempunyai struktur pemerintahan yang berbeda dengan daerah-daerah yang diatur lewat UU No. Pelbagai operasi militer yang dirancang dan dijalankan Jakarta bermuara kepada dendam menahun. pengawasan terhadap media bukan berarti tidak ada. yakni keberadaan pressure groups. terdapat pilihan pemerintahan lokal yang tidak lagi seragam. 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. sekaligus juga menyebabkan pembentukan faksi-faksi politik di daerah yang bisa jadi mengarah kepada oligarki. ketenagarakerjaan. Kepala dan wakil kepada daerah bahkan dipilih secara langsung sejak 1 Juni 2005. yustisi. Akan tetapi. 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh. 32/2004 itu. konflik meletus akibat penanganan negara yang kacau dalam mengelola kejadian-kejadian yang semula hanya melibatkan individu. seperti Bali dan Sumatera Barat. Dewan Pers dan LSMLSM yang bergerak khusus di bidang media. seperti lembaga kepresidenan dalam masa Orde Baru. masih terdapat daerah-daerah lain yang mencoba menawarkan model otonomi khusus. Ambon. moneter dan fiskal nasional. dan korban lumpur Sidoarjo menjadi komponen yang pantas mendapatkan tempat sebagai perwakilan warga yang paling gigih dan dalam beberapa hal berhasil menjalankan fungsi negosiasi dengan pemerintah. agama dan perbedaan sistem pemerintahan tradisional dengan sistem pemerintahan nasional telah menstimulasi upaya elite dan masyarakatnya untuk menekan pemerintah pusat agar mengakui perbedaan-perbedaan atas masing-masing daerah itu. Provinsi Papua diatur lewat UU No. Sinansari Ecip. Pemilihan langsung kepala daerah ini. Latar belakang pembentukan model pemerintahan daerah yang berbeda itu berasal dari sejarah pemerintahan yang berlainan pada empat daerah itu. Pemerintah pusat memiliki kewenangan (urusan) yang dibatasi dalam politik luar negeri. keterbatasan informasi memicu keseragaman. kabupaten dan kota yang antara lain meliputi pendidikan. Aceh diatur lewat UU No. daerah istimewa dan daerah khusus ini. Di sejumlah daerah. Sementara. yakni pembentukan organisasi-organisasi berbasis etnis dan sub-etnis. yakni Sekretaris Desa. Terbunuhnya seorang praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Homogenitas budaya. Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta sedang bergulat dengan rancangan perubahan undang-undang tersendiri. Kaum buruh. sebagai pegawai negeri sipil. Dalam banyak pemberitaan akhirakhir ini. 13/2003 tentang Ketenagarakerjaan yang semula ingin direvisi oleh negara.pelatihan-pelatihan khusus. guru. dekonsentrasi dan tugas perbantuan. dalam level media. Demokrasi. konsolidasi berupa pembentukan organisasi. dan lingkungan hidup. 21/2001 tentang Otonomi Khusus Provinsi Papua. Perkembangan yang juga patut dicatat adalah komponen-komponen masyarakat tidak lagi bersifat pasif. Persebaran lain demokrasi muncul dalam bentuk otonomi daerah lewat desentralisasi. pertahanan. Aceh dan Papua adalah dua daerah yang paling bergejolak. tanpa melibatkan calon independen. telah memberi jalan bagi kemunculan pemimpin-pemimpin daerah yang populer. Guru-guru di Kabupaten Kampar. dan Sambas (lihat S. terlihat bagaimana agenda media mengendalikan agenda pemerintah dan parlemen. Namun. “Hubungan pendek�? kekerasan itu memaparkan kepada dunia kekejaman-kekejaman khas kanibal. Kaum buruh berhasil mempertahankan UU No. 32/2004 justru menjadikan bawahan kepala desa. seperti di Poso. terutama keterlambatan pemerintah pusat dalam mengeluarkan peraturan-peraturan perundang-undangan sebagai turunan dari undang-undang yang mengatur tentang otonomi daerah. media massa justru menjadi aktor berpengaruh dengan cara sentralisasi pemberitaan. melainkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia. tetapi juga berakibat pada persaingan antar wartawan dalam mendapatkan berita. yakni UU No. pemunculan Mbah Marijan sebagai ikon dalam mengantisipasi Gunung Merapi yang (hendak) meletus. yakni pemerintah (an) provinsi. telah terus-menerus dijadikan sebagai agenda penting media yang lalu tampil sebagai agenda elite dan dijadikan asumsi sebagai agenda banyak orang. Dengan model otonomi khusus. Hanya saja. namun bukan dilakukan oleh pemerintah. serta agama. Bahkan murid-murid sekolah juga dengan gagah tidak lagi . termasuk pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil. Riau. implementasi masih sangat terbatas. Kekerasan juga meletup dalam upaya membentuk atau menolak pemekaran wilayah. sekalipun dalam proses hukum berikutnya sang Bupati kembali menempati jabatan semula. Selain keempat daerah itu. atau bahkan juga aksi-aksi anarkisme terutama yang bertalian dengan politik. sampai reshuffle kabinet yang berdasarkan opini publik. kepala-kepala desa.

dan mengeluarkan petisi-petisi yang ditujukan kepada pihak sekolah. Pada satu sisi. eksekutif dan yudikatif. dari sisi kinerja. Tanpa peningkatan kesejahteraan. Metode penjaringan yang dipilih mengarah kepada inklusifitas dan ekslusifitas. misalnya. terasa sekali ada kebutuhan untuk menjaga agar dinamika demokrasi berlangsung stabil. tentu sudah harus memantapkan diri. Meretas Masa Depan Banyak yang mulai menyebut bahwa demokrasi akan kehilangan pesona. misalnya kembalinya militer ke kancah politik. atau bahkan feodalisme dan favoritisme. demokrasi bukan hanya sekadar melegitimasikan kekuasaan secara konstitusional. dan pengelola pendidikan. demokrasi membutuhkan partai-partai politik moderen dan profesional yang sekarang masih terlihat gagu dan hanya memikirkan diri sendiri. apalagi kalau disengaja. Sembari itu. Upaya meruntuhkan demokrasi juga terjadi dengan kemunculan kelompok-kelompok teroris dan fundamentalis. baik dalam wilayah yang sangat kecil seperti sekolah dan kampung. ketika aktor-aktor dan lembaga-lembaga demokrasi tidak lagi bekerja demi publik. Sistem politik. Untuk itu. Uniknya. melainkan untuk kepentingan diri sendiri. Kelompokkelompok itu berasal dari gerakan-gerakan internasional yang bertarung di tingkat nasional. dan ribuan negative list lainnya yang bisa ditemukan dalam setiap catatan sejarah bangsa ini. demi kepentingan yang lebih luas. sementara pada masa Soeharto adalah pertumbuhan ekonomi yang tidak disertai oleh demokrasi. sampai ke tingkatan pemerintahan daerah dan nasional. Dalam banyak aspek. melainkan mulai mencorat-coret dinding. perhubungan. ketertutupan informasi di kalangan penyelenggara negara. Kemajuan teknologi informasi. Dalam level yang luas. Kekurangan selama era Soekarno adalah perkembangan pesat demokrasi yang kemudian juga memicu kekecewaan. yakni menumbuhkan demokrasi dan memaksimalkan pembangunan. yayasan. Tugas kita sekarang adalah menggabungkan sisi-sisi positif pada masing-masing era itu. mengusung spanduk. Volume 18: January 2007). otokrasi. tetapi pada sisi yang lain terlihat betapa efisiensi penyelenggaraan pemerintahan belum berjalan maksimal. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga bertarung pada level serendah ini. Mulai masuknya unsur-unsur perseorangan dalam proses kontestasi demokrasi juga memungkinkan keberadaan alternatif-alternatif kepemimpinan yang tidak hanya berasal dari partai-partai politik. sembari menghilangkan kemiskinan dan juga bentuk-bentuk diktatorisme yang tanpa penghormatan atas hakhak asasi manusia. Resolusi atau rekomendasi yang ditelorkan dalam pertemuan antara negara-negara di dunia juga terus mencoba membuka selubung ketertutupan negara-negara non-demokratis. publik bisa melibatkan diri dengan cara mengajukan para kandidat yang dijamin lewat undang-undang. Memang pada sebagian besar negara-negara demokrasi. Presiden Yudhoyono memperlihatkan dukungan positif atas demokrasi. termasuk dalam mengembangkan kebudayaan dan peradaban yang terkait dengan demokrasi dalam tataran apapun. tetapi juga dipicu oleh orang-orang yang pernah menjalankan pemerintahan dan kecewa dengan pemerintahan yang sedang berkuasa. Hanya saja. Potret perjalanan demokrasi dalam wilayah yang luas itu menunjukkan bahwa tidak ada lagi ruang untuk kembali kepada teokrasi. tidak ada undangundang yang mengikat partai politik tentang bagaimana memilih kandidatnya dan setiap partai politik memiliki kebebasan untuk membuat peraturan sendiri (Gideon Rahat. pelarangan buku. sehingga mengganggu capaian-capaian keberhasilan program yang sudah ditetapkan. krisis representasi terjadi. termasuk dalam menangani bencana alam yang turun dalam skala besar dalam beberapa tahun terakhir. maupun spirituil. Kalaupun terdapat usaha untuk mendukung atau mengoposisi pemerintah. seperti legislatif. Masa depan demokrasi akan sangat ditentukan oleh keberadaan dan kinerja pranata-pranata demokrasi formal.menjadikan jalanan sebagai arena perkelahian. tetapi digerakkan untuk mencapai tujuan-tujuan bernegara. tidak sengaja. Keabsahan pengendalian pemerintahan kurang mendapatkan gangguan berarti. Akan tetapi. serta gerakan-gerakan politik yang mendefinisikan suara publik dengan sekehendak hati. dan perubahan iklim menyebabkan ketergantungan satu negara dengan negara lain begitu tinggi. perdagangan. dengan cara memberikan jawaban atas keberadaan kelompok-kelompok yang hendak mengganti pemerintahan secara non-demokrasi. Demokrasi tidak akan berjalan tanpa makan pagi dan makan siang. cita-cita negara kesejahteraan layak terus-menerus diusung dan dicarikan padanannya oleh setiap penyelenggara negara dan warga negara. . Dengan pelbagai capaian yang sudah diraih oleh Indonesia. baik materiil. pemerintahan dan pranata demokrasi harus menjamin agar daftar negatif itu tidak kembali dalam bentuk tertutup atau terbuka. pengebirian pers. Demokrasi juga membutuhkan kaum demokrat. sebagai negara demokrasi baru. Unsur-unsur negatif dalam perkembangan demokrasi layak dicegah. diperlukan ikatan yang lebih luas antara publik dengan partai-partai politik. pengadilan atas pikiran. Indonesia. Demokrasi mengaliri setiap urat nadi pergerakan masyarakat. Journal of Democracy. dalam soal penjaringan calon-calon anggota legislatif dan eksekutif yang diajukan. maka demokrasi saja tidak akan cukup. juga memayungi negara-negara di planet bumi ini dalam hubungan antar bangsa. kekuatan itu muncul dari kalangan partai-partai politik.

mereka juga ikut-ikutan melakukannya di Poso. (Ant/ima) Oleh : uvie lutha Suara SBY yang mencapai lebih dari 60%. Dari pemilu 2004 PD hanya mendapat suara 7%. Tak hanya rakyat indonesia yang senang akan kemenangan SBY. dan Politik�? dalam Zaim Uchrowi (Ed). Soetrisno Bachir : Solusi untuk Bangsa. tentu saja memciptakan kesenangan besar bagi para pendukungnya. Tetapi PD seolah meminta belas kasihan pada mitra koalisi sehingga SBY terpilih menjadi presiden tahun 2004. Bahkan JKWIN yang di prediksi mendapat suara terbesar kedua setelah SBY. Kemenangan SBY tidak hanya di dukung oleh sebagian rakyat miskin yang jumlahnya kurang lebih 40% dari jumlah penduduk indonesia. 1 Selain itu. Pengaruh situasi nasional seperti itu tak bisa dihindari sebagai konsekuensi dari reformasi dan kuatnya desakan globalisasi." demikian Akram Kamaruddin. SBY. lihat “Organisasi Non-Pemerintah di Tengah Gugatan dan Hujatan�?.SBY dan SBY. halaman 61-79. PD . ternyata pasangan pentolan golkar-hanura ini kalan dengan suara Mega-Prabowo. Terutama bagi rakyat kecil yang mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT). Jakarta: The Indonesian Institute. baik di tingkat infrastruktur maupun suprastruktur. 2 Lihat Indra J. membuat kurang lebih 4jt jiwa PNS khususnya guru menyuarakan hatinya kepada SBYboediono. Tetapi kenaikan gaji PNS khususnya guru. Piliang. rakyat kecil yang tahunya hanya BLT. kerusuhan Poso ini juga disebabkan oleh kuatnya pengaruh situasi nasional dan adanya jaringan komunikasi yang tersumbat.____________________________ Diskusi soal perjalanan LSM. BLT dan BLT. Kompas. dan iming-imingan akan di naikan kembali gaji PNS . 22 Januari 2003. "Di saat masyarakat Poso menonton berita ada pembakaran dan pembunuhan di Jakarta. tetapi amerika juga turut merayakan kemenangan SBY yang merupakan pentolan partai demokrat (PD) ini. Jelas sudah kenapa suara SBY bisa mencapai lebih dari 50%. “Soetrisno. Artis. Tentu saja hal ini sangat memberikan efek bagi pilpres mendatang . Ini hanya sebagian tipis analisis saya (penulis) tentang kemenangan SBY-Boediono. secara otomatis akan kembali memilih SBY sebagai presiden. Rakyat kecil yang tidak tahu apa-apa hanya bisa berbangga dan bersenang hati saat mendapatkan BLT yang di berikan SBY di masa pemerintahannya.

Hubungan indonesia yang makin akrab dengan amerika. Dan SBY adalah figur yg tepat di mata Mr. mengingat SBY pun pernah bersekolah di amerika. Apapun yang menjadi pertimbangan SBY. Tetapi jika intervensi asing khususnya amerika malah banyak memberikan kerugian bagi negara. di samping indonesiapun memiliki kepentingan sendiri dengan amerika. Padahal indonesia ini negara kaya. tetapi lebih mendasar lagi. dengan alasan unsur islam merupakan penghambat demokrasi. SBY sudah terbiasa dimanjakan oleh sekelilingnya. karena dia tahu beresnya saja. soal ideologi. Mengapa amerika senang? tentu saja dengan naiknya SBY. ini bukan sekedar soal hubungan biasa. Tidak ada salahnya memang menjalin hubungan dan meminta dukungan dengan negara asing. Mengapa begitu? Memang SBY pernah mengatakan kepada International Herald Tribune (8-8-2003): “I love USA. soal kepemihakan dan bahkan Bisa jadi soal kepentingan. dia tidak mempunyai kesempatan menghadapi keadaan yang nyata. Yang saya takutkan ketika negara ini sudah di naikkan oleh asing. maka siap-siap untuk di jatuhkan pula oleh asing. with all its faults. yang sulit-sulit.Bush. mudah-mudahan menjadikan negara ini lebih baik. lalu mengapa SBY menolak kenaikan cawapres dari PKS? . (di kutip dari hasil wawancara Khusus Mayor Jenderal Saurip Kadi oleh Faizal Assegaf (Pemimpin Redaksi Majalah EXPAND) Dari situ bisa terlihat seberapa dekat hubungan SBY dengan amerika. mengapa itu harus di pertahankan ? . Sedangkan negara kecil seperti thailan dan malaisya saja bisa menghapuskan hutangnya secara singkat.yang mengusung demokrasi dan nasionalis. menjadi halangan besar badi PD khususnya amerika yang mempunyai kepentingan – kepentingan tertentu. Amerika makin leluasa untuk melaksanakan kepentingannya. tentu saja kehadiran partai islam seperti PKS yang mengusung wacana “ islamisasi di segala bidang”. Label: kopinews . tentu saja ini ada hubungannya dengan kepentingan amerika. tak pelak SBY pun di tuding sebagai antek-antek amerika. realitas yang tidak selalu mulus. Dan Jika partai islam naik menguasai indonesia tentu saja amat sulit bagi amerika untuk kepentingan politik hegemoni Amrik dan kelangsungan projek korporat-korporat raksasa Amrik di nusantara. Bahkan SBY di tuding terlalu nurut dengan amerika. Dampaknya. Yakni soal pilihan mazhab. Menurut Mayor jendral saurip dari awal. itu sama saja menggantungkan diri terhadap asing. Salah satunya waktu tahun 2004 SBY terpilih Georg bush mempunyai kepentingan dg mitra TNI yg mampu sapu bersih anasir-anasir teroris Islam ekstrim Asia Tenggara yg sebagian sedang bersemi dan bersarang di Indonesia. I consider it my second country”.

terlihat negara secara sistematis berupaya menolak pertanggungjawaban terhadap pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi. 10 Desember 2000 Tahun 2000 sesudah hampir berakhir. Peristiwa tersebut adalah merupakan puncak dari pergulatan negara atas desakan untuk mempertanggungjawabkan berbagai peristiwa kejahatan HAM masa lalu. yang dalam pasal 43 menentukan bahwa pengadilan atas pelanggaran HAM masa lalu harus diusulkan oleh DPR dan ditetapkan dengan Keppres. serta diabaikannya pengaduan korban-korban kekerasan negara di Aceh menunjukan adanya penolakan itu. namun pelanggaran HAM tetap terjadi di Indonesia mulai dari ujung barat hingga ke ujung timur. Respon negara terhadap berbagai pengaduan pelanggaran HAM masa lalu dan berbagai pelanggaran HAM yang tengah terjadi di Aceh dan Papua. Aceh sampai Papua. Dengan cerdiknya negara telah membangun benteng kontitusi untuk menghilangkan pertanggungjawaban masa lalu. Tidak ada tindakan pemerintah untuk menghentikan segala bentuk kekerasan yang di lakukan aparatnya yang berlindung atas nama hukum. tidak mendapatkan prioritas bahwa cenderung untuk diabaikan. dan kekerasan yang masih berlangsung di Aceh dan Papua. Konflik Maluku yang sudah berlangsung dua tahun lebih. bahkan pemerintah tidak memberikan komentar atas korban jiwa yang terus berjatuhan. Sikap tersebut berlanjut dengan ke luarnya UU tentang Pengadilan HAM. Dari beberapa peristiwa yang tercatat oleh Kontras. menandai keprihatinan menjelang akhir tahun 2000 ini. Tahun Impunitas : Catatan Pelanggaran HAM di Indonesia Menyambut Peringatan Hari HAM Se-dunia. . Hal ini terlihat kasus Tanjung Priok. Indikasi penolakan tersebut ialah: Amademen terhadap pasal 28 UUD.iaran Pers No 61/Kontras/SP/XII/2000 Tentang Tahun 2000. Pasal 28 I UUD secara tegas memberlakukan azas non retroaktif sebagai HAK Azasi Manusia.

pembunuhan di luar presedur hukum dalam 279 peristiwa dengan 457 korban. tidak pernah diupayakan untuk bisa di selesaikan secara cepat dengan metode yang non violence.7 Desember} Kontras mencatat telah terjadi 1216 kasus pelanggaran HAM dengan jumlah korban 2119 jiwa. dalam periode yang sama. . Polri telah menjadi pelaku pelanggaran HAM terbanyak di Indonesia dengan melakukan pelanggaran HAM terbanyak. Tingginya angka pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Polri dalam banyak peristiwa disebabkan karean kepolisian selama ini menjadi institusi yang seringkali menjadi perpanjangan tangan dan alat pengamanan dari kebijakan. sebagai daerah yang tertinggi angka pelanggaran HAMnya. Di Aceh. 185 peristiwa pembunuhan di luara prosedur dengan korban 310 jiwa dan 376 peristiwa penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya dengan jumlah korban 439 jiwa. TNI juga melakukan pelanggaran HAM sebagai pelaksana dari kebijakan negara dengan kondisi doktrin dan ajaran yang masih bernuansa kekerasan.7 Desember 2000. angka pelanggaran HAM tertinggi terjadi di Aceh. sehingga kepolisian seringkali menjadi tidak terkontrol dalam melakukan aksi dan tugas di lapangan. Kecilnya angka pelanggaran HAM yang dilakukan oleh TNI bukan berarti TNI tidak lagi melakukan pelanggaran HAM. Tentang Peristiwa dan Korban Sepanjang Tahun 2000 (Januari . Polri melakukan 735 pelanggaran. karena tidak disertakan konsep yang memadai. di Aceh. Selama ini penggunaan pendekatan keamanan dan peningkatan status keamanan daerah tidak bisa menyelesaikan konflik tersebut. Dari keseluruhan data tersebut di atas.Konflik sosial yang terus terjadi di beberapa daerah. Korban-korban tersebut tercatat dalam peristiwa penghilangan orang secara paksa dalam 58 peristiwa dengan 74 korban. penahanan semena-mena dalam 450 peristiwa dengan 710 korban dan penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya dalam 429 peristiwa dengan 878 korban. Tentang Pelaku Dari sisi pelaku. Kepolisian juga belum melakukan perubahan doktrin dan sikap dalam menangani persoalan di masyarakat. Kontras mencatat terjadi 57 peristiwa penghilangan orang secara paksa dengan jumlah korban 73 jiwa. sedangkan TNI melakukan 29 pelanggaran HAM. TNI ketika melakukan tugas bersama dengan kepolisian juga melakukan pelanggaran HAM dalam bentuk tindakan yang sama dengan kepolisian. terutama yang terjadi di Maluku. sehingga perilaku aparat kepolisian tidak pernah berubah. Kasus aksi dan sweeping dalam pencarian GAM di Aceh yang dilakukan kepolsian sebagai pelaksana tugas pengamanan sering disertai dengan tindakan kekerasan.selama bulan Januari . bersama dengan TNI Polri malakukan 76 pelanggaran dan TNI sendiri melakukan 29 pelanggaran. yaitu 910 kali.

9 Desember 2000 Munarman Koordinator Kontras Tabulasi Pelanggaran HAM di Aceh dan Papua Periode bulan Desember 2000 Peristiwa di Aceh Tanggal Peristiwa 3 4 5 0 2 0 0 15 0 1 2 1 0 0 0 Total 6 0 0 0 0 7 0 1 0 0 5 19 4 1 Penghilangan paksa Pembunuhan di luar proses hukum Penahanan semena-mena Penyiksaan dan perlakuan tidak 1 3 1 0 0 2 0 2 0 1 . Kecemasan ini dilatarbelakngi dengan kenyataan bahwa : Terjadi arus balik politik otoritarian yang dipraktekan negara dalam menangani problem ketimpangan struktural yang terjadi. negara telah melegalkan sejumlah tindakan penyelesaian persoalan-persoalan yang menggunakan metode kekerasan seprti yang terjadi di Aceh dan Papua.Pandangan Kontras Terhadap Kondisi Kemanusiaan Ke Depan Di Indonesia Melihat kondisis kemanusiaan di Indonesia saat ini. Kemenangan politik otoritarian tersebut berupaya dijustikasi melalui system hukum seperti misalnya perubahan konstitusi. ada rasa pesimis dari sejumlah kalangan terhadap perbaikan kondisi HAM di masa yang akan datang. Jakarta. Dengan meyerahkan persoalan Maluku sepenuhnya kepada masyarakat Maluku. Militerisme terhadap konflik didua wilayah tersebut ditunjukkan juga di Ambon . Di samping membiarkan aparaturnya melakukan pelanggaran HAM. Praktek politik otoritarian telah ditunjukkan oleh negara dalam menangani persoalan Aceh dan Papua. Pembiaran itu tampaknya masih terus berlanjut dengan tidak adanya pernyataan dari negara untuk melakukan klarifikasi terhadap pendekatan yang dilakukannya. Berlarut-larutnya konflik Maluku menujukkan bahwa negara tidak pernah membangun konsep penyelesaian. Negara telah jelas-jelas melakukan pembiaran terjadinya pelanggaran HAM secara terus menerus sepanjang tahun 2000. penerapan UU Peradilan HAM dan UU PKB yang akan melanggengkan praktek poltik militeristik. Masih berlangsungnya konflik sosial di Kepulauan Maluku dan beberapa tempat lainya. pemerintah seakan-akan mencoba melarikan diri dari tanggung jawab penyelesaian. semakin menunjukkan ketidakmampuan pemerintah menyelesaikan konflikkonflik yang terjadi. dan dilakukan oleh aparaturnya.

manusiawi lainnya Total TNI/POLRI TNI POLRI GAM Tak diketahui Total Peristiwa di Papua 4 3 0 0 1 0 4 3 0 0 0 0 3 3 1 0 0 1 0 0 1 19 11 7 0 1 0 19 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 29 15 8 1 2 3 29 Penghilangan paksa Pembunuhan di luar proses hukum Penahanan semena-mena Penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi lainnya Total TNI/POLRI TNI POLRI GBPK Tak diketahui Total Catatan : 1 0 2 0 1 3 3 0 0 0 0 3 Tanggal Peristiwa 2 3 4 5 0 0 0 0 8 0 0 0 0 47 0 0 2 0 0 0 10 9 0 0 1 0 10 47 0 0 47 0 0 47 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Total 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 0 6 80 0 86 84 0 0 2 0 86 0 16 127 3 146 96 0 47 3 0 146 Data di atas dihitung berdasarkan korban bukan peristiwa. 2006 Tinjauan Kecerdasan Spiritual (SQ) Terhadap Permasalahan Sosial di Indonesia . October 06. Data di atas diambil dari hasil invetigasi Kontras Aceh dan Kontras Papua Friday.

Perbaikan yang dilakukan di negara-negara Thailand. diputuskan adanya pemilihan umum dipercepat. Philipina. politik dan ekonomi telah memicu berbagai unjuk rasa. Kerusuhan dengan latarbelakang kesukuan. Malaysia. agama. yang juga tidak dapat bertahan lama karena dianggap sering mengambil keputusan yang kontroversial. Krisis multi dimensi di IndonesiaKrisis ekonomi di Indonesia diawali sejak dilakukannya praktik perdagangan monopoli yang dilakukan oleh elit tertentu dan . Singapura dan Indonesia. Akan tetapi justru yang terjadi adalah maraknya perdagangan valuta asing sehingga nilai tukar rupiah jatuh ke titik yang terendah. Melalui Sidang Istimewa MPR RI. diangkat menjadi Presiden. PendahuluanKrisis moneter yang diawali sejak pertengahan tahun 1997 dan terjadi di Asia Tenggara. telah membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan bangsa-bangsa menjelang diberlakukannya Zona Perdagangan Bebas. Wakil Presiden saat itu. Berbeda dengan di Indonesia. Kemelut dalam bidang politikpun terjadi. dimana terjadinya krisis moneter telah diikuti pula oleh krisis politik yang pada akhirnya menjadi sebuah krisis sosial. politik dan sosial di Indonesia. Dimulai dengan adanya guncangan ekonomi di Kerajaan Gajah Putih Thailand. pada bulan April 1997 telah terpuruk menjadi 50 Bath. Jatuhnya mata uang Bath ini menjadi pemicu dimulainya krisis ekonomi di Korea. Di Indonesia sangat dirasakan adanya krisis ekonomi yang dimulai dari kehancuran sektor perbankan. Muncul berbagai permasalahan sosial di hampir seluruh wilayah Indonesia. Presiden Suharto setelah berkuasa lebih dari 32 tahun terpaksa harus meletakkan jabatan. BJ Habibie. Philipina dan Singapura dapat cepat membawa hasil.Oleh : Rahmat Ismail Ketua Umum PP Himpunan Psikologi Indonesia AbstrakKrisis moneter yang menimpa beberapa negara di Asia Tenggara pada tahun 1997 telah membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan ekonomi. karena krisis yang mereka alami hanya menyangkut moneter saja. Korea. Pendekatan yang memanfaatkan Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intelligence) diharapkan dapat menjadi alernatif pemecahan masalah konflik sosial yang saat ini sedang terjadi di Indonesia. Melalui Sidang Istimewa MPR RI Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri diangkat menjadi presiden. dimana nilai tukar mata uang Bath yang selama 40 tahun terakhir berkisar sekitar 24 Bath untuk 1 dollar Amerika. dilanjutkan dengan penarikan dana yang sangat besar dari Bank Indonesia dalam bentuk BLBI untuk penyehatan sektor perbankan. Malaysia. main hakim sendiri hingga pertumpahan darah. Hasilnya terpilih Presiden baru Abdurrachman Wahid.

040 milyar 2. 37. Akibatnya. dana yang dikumpulkan oleh perbankan di Indonesia lebih banyak digunakan hanya untuk membiayai usaha dari kelompok pemilik bank itu sendiri. 4. BIRA / Bambang Winarso Rp. Oleh karena seringnya perbankan kalah kliring.250 untuk 1 dollar Amerika telah merosot ke Rp. BUN / Bob Hasan Rp. L/C yang sudah dibuka dan jatuh tempo untuk dibayarkan.866 milyar . Untuk mengatasi permasalahan ini sekelompok pengusaha perbankan mengajukan permohonan bantuan likwiditas dari Bank Indonesia dan terjadilah penarikan uang negara secara besar-besaran yang diberikan kepada sekelompok pengusaha perbankan yang dikenal sebagai kasus Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) pada bulan Nopember 1997.000 pada saat BLBI dilakukan. NAMA BANK PENERIMA JUMLAH POKOK 1. BCA / Soedono Salim Rp. Karena sebagian besar dari usaha ini gagal. 4. Di perkirakan dana BLBI tersebut sebagian besar tidak digunakan untuk menyehatkan keuangan perbankan di dalam negeri. melainkan dipindahkan ke luar negeri dipakai untuk spekulasi valuta asing. mantan Menteri Keuangan yang pernah memeriksa BLBI menyebut kasus ini sebagai "perampokan bank terbesar di dunia yang dilakukan secara terang-terangan di siang hari bolong" Nilai tukar rupiah yang sebelum masa krisis masih bisa bertahan pada posisi sekitar Rp. likwiditas perbankan menjadi sangat lemah. 2. BHS / Hendra Rahardja Rp. Akan tetapi dalam perkembangannya.didukung oleh kekuatan politik yang ada. lembaga perbankan lahir dengan mudah karena persyaratan pendirian yang sangat ringan. Kekuatan ekonomi yang dibentuk dan ditentukan oleh kekuasaan politik ini telah mendorong tumbuh suburnya korupsi di pelbagai lini birokrasi pemerintahan dan militer. Dalam bidang keuangan. nilai tukar rupiah justru merosot empat kali lipat hingga mencapai titik terendahnya pada pertengahan Februari 1998 senilai Rp 16. Fuad Bawazier. 23. tidak dapat dicairkan oleh bank-bank di luar negeri. 12.000 untuk 1 dollar Amerika. DANAMON / Usman Atmadjaja Rp.050 milyar 4. 26. mereka meminjam dari bank yang lain dengan bunga yang sangat tinggi. Suatu nilai tukar yang tidak pernah terbayangkan akan terjadi menimpa ekonomi Indonesia.068 milyar 5. maka perbankan harus memikul beban kerugian yang sangat berat. Akan tetapi hanya dalam waktu 45 hari setelah BLBI dikucurkan.018 milyar 6.596 milyar 3. 3. BDNI / Sjamsul Nursalim Rp.

Pemerintahan Soeharto yang telah berkuasa lebih dari 32 tahun berakhir dengan dibacakannya pengunduran diri Suharto sebagai presiden dan dilantiknya B. Rezim Orde Baru yang telah berkuasa dengan sangat kokoh di Indonesia. seolah berubah menjadi bangsa yang brutal dan bengis. serta di Sungaikunyit Hulu 18 Pebruari 1997. Maluku Utara terjadi pembantaian di dalam masjid pada bulan puasa Desember 1999 dan di Poso ditemukan ratusan mayat terapung di suangai Poso pada Mei 2000 menjelang pelaksanaan MTQ ke 19.Tabel 1. Akan tetapi usia kepemimpinan Wahid inipun tidak dapat bertahan lama. Dipicu oleh pengunduran diri sejumlah Menteri Kabinet Pembangunan 2 bidang Ekonomi. terjadinya penguasaan perekonomian di tangan sekelompok pengusaha besar dan penumpukan kekayaan pada sekelompok orang saja. Wahid yang seringkali mengambil keputusan yang kontroversial pada akhirnya mengeluarkan dekrit pembubarkan MPR RI. Hal ini menyebabkan reaksi MPR RI mencabut mandat yang telah diberikan kepada Wahid dan mengaangkat Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden ke lima Indonesia. Terjadi konflik antara lembaga eksekutif dan legislatif. Habibie sebagai Presiden Indonesia ke tiga pada pagi hari Kamis 21 Mei 1998. terutama di tangan pejabat negara dan militer yang korup. Keuangan dan Industri yang diprakarsai oleh Ginanjar Kartasasmita. Konflik antar suku terjadi beberapa kali di Kalimantan antara suku Dayak dan Madura. Sidang Istimewa MPR RI kemudian diadakan dan menetapkan dipercepatnya pelaksanaan pemilihan umum agar para wakil rakyat dapat memilih Presiden yang legitimate. ternyata tidak mampu untuk bisa membendung kehancuran perekonomian. Bangsa Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai bangsa yang ramah dan memiliki tata krama yang sangat tinggi.Bersamaan dengan terjadinya krisis ekonomi dan politik. Di Sanggauledo pada tanggal 29 Desember 1996.J. Sejak bulan Januari hingga Oktober 1998. Konflik antar suku ini telah menyebabkan terjadinya arus pengungsi etnis Madura ke Surabaya dan Pulau Madura secara besar-besaran. di Galela. Lima besar penerima BLBI (Sumber BI dan BPK) Sebagai dampak dari merosotnya nilai tukar rupiah. di Pontianak 29 Januari 1997 dan 25 Oktober 2000. semakin menyebabkan rasa ketidak percayaan rakyat terhadap pemerintahan yang ada. di 13 wilayah Jawa dan Madura. Konflik sosial di pelbagai daerah di Indonesia. Di Ambon terjadi pula kerusuhan antar agama pada tanggal 19 Januari 1999 terjadi tepat pada pada hari raya ‘Idul Fitri . khususnya . Demikian pula di Tasikmalaya pada tanggal 26 Desember 1996 terjadi kerusuhan yang dipicu oleh adanya penganiayaan dua orang santri oleh polisi setempat. Kejadian paling parah terjadi di Palangkaraya pada 18 Pebruari 2001 dan berkembang hingga ke Sampit. Melalui hasil pemilu inilah kemudian MPR RI memilih Abdurrachman Wahid menjadi Presiden RI ke empat. konflik sosialpun bermunculan di berberbagai daerah. Kerusuhan antar agama yang tidak dapat dibuktikan siapa pelakunya terjadi di Situbondo pada tanggal 10 Oktober 1996.

Serang. rakyat membunuh tentara. saat ini sudah hampir tidak ada lagi. Kecerdasan Spiritual sebagai alternatif pemecahan masalah konflik sosialMenghadapi bebagai permasalahan konflik sosial yang saat ini sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia dan bahkan telah mulai menjurus kepada kemungkinan terjadinya disintegrasi bangsa. sehingga tidak jarang terjadi pengeroyokan hingga mati terhadap pencuri yang tertangkap basah. konflik politik hingga konflik antara mahasiswa dan tentara/polisi yang menyebabkan meninggalnya 3 orang martir mahasiswa Universitas Trisakti. melaju dengan sesuka hati mereka tanpa memperhitungkan bahaya yang mungkin bisa terjadi bagi pengendara lain. di Jember 17 orang. Di Jakarta juga terjadi berbagai konflik sosial dengan latar belakang permasalahan yang beraneka ragam. Lumajang. Kendaraan-kendaraan terutama yang besar-besar. Demak. diharapkan kita dapat memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai permasalahan ini dengan baik dan memecahkan persoalanpersoalan tersebut dengan mengetahui makna dan nilai yang terkandung di dalamnya. Dalam kondisi sedemikian ini. Situbondo dan Probolinggo ditemukan korban tewas dan luka-luka parah. . tertangkapnya pencuri. di Pasuruan 13 orang dan di Pamekasan 5 orang. Sementara nilai-nilai yang lama masih belum dapat ditinggalkan. Tentara membunuh rakyat. Antara lain mulai dari perebutan lahan parkir. masyarakat hidup dengan penuh ketidak jelasan. Di Bekasi. Sikap main hakim sendiri juga sudah merupakan kejadian sehari-hari. sejak bulan Januari hingga Oktober 1998. anggota legislatif dan eksekutif diculik dan dibunuh.di daerah Tapal Kuda Jawa Timur terjadi pembunuhan massal yang bermula dari isu pembersihan dukun santet. Fasilitas umum diluluh lantakkan. Konflik yang terjadi hampir di seluruh wilayah negara kesatuan Republik Indonesia ini menyebabkan terjadinya pergeseran nilai-nilai. konflik antar kampung/suku. Rektor sebuah universitas dibantai. Dapat dilihat dari sopan santun di jalan raya bagi pengendara kendaraan. dimana kita dapat melihat dengan lengkap seluruh keterkaitan permasalahan dan mampu untuk bersikap secara luwes. Kejadian yang paling mencolok adalah korban pembantaian yang tewas di Banyuwangi yaitu 85 orang. Hafidin Royan dan Hery Hertanto pada tanggal 12 Mei 1998. Dalam kondisi anomi ini. di Sumenep 23 orang. Pemerintah pada akhirnya menyetujui untuk memberikan Otonomi Khusus bagi Aceh melalui Undang-undang Nanggroe Atjeh Darussalam. nilai-nilai baru sudah berlaku di masyarakat. diperlukan kemampuan untuk dapat melihat permasalahan yang ada secara holistik. Para ustadz dan kiai menjadi korban pembunuhan yang polanya mirip dengan pembunuhan yang dilakukan oleh PKI menjelang meletusnya G30S. Bangkalan. Di Aceh telah terjadi konflik sosial yang pada akhirnya tidak diketahui lagi siapa yang memulainya. Hal ini dimungkinkan apabila seseoang itu memiliki Kecerdasan Spiritual yang tinggi. Elang Mulia. Danah Zohar dan Ian Marshal memberikan batasan tentang Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intelligence) ini sebagai kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai.

informasi. berwawasan jauh membuat dan bahkan mengubah aturan. dan pengaruh yang manusiawi. Dengan demikian penguasaan agama akan membantu kita dalam mempermudah meningkatkan Kecerdasan Spiritual. Kecerdasan ini digunakan untuk memecahkan masalah logika maupun strategis. Antara yang diketahui dan yang tidak diketahui. Ditinjau dari ilmu saraf. . memahami. Sekalipun SQ tidak sama dengan beragama. yang didapat dari usia kelahiran). Tanda-tanda dari SQ yang telah berkembang dengan baik adalah : Kemampuan bersikap fleksibel Tingkat kesadaran yang dimiliki tinggi Kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan Kemampuan untuk menghadapi dan melampaui rasa sakit Kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai Keengganan untuk mengalami kerugian yang tidak perlu Kemampuan untuk melihat keterkaitan berbagai hal Memiliki kecenderungan bertanya "mengapa" atau "bagaimana jika" dalam rangka mencari jawaban yang mendasar Memiliki kemampuan untuk bekerja mandiri. Untuk itulah diharapkan agar kita memiliki kemampuan untuk dapat membaca makna dan nilai yang tekandung di dalamnya. tidak harus berhubungan dengan agama dan beragama itu tidak menjamin dimilikinya SQ yang tinggi. adalah kemampuan merasakan. EQ merupakan persyaratan dasar untuk dapat menggunakan IQ secara efektif. IQ merupakan hasil dari pengorganisasian saraf yang memungkinkan kita untuk berpikir rasional. yaitu titik pertemuan antara tatanan dan kekacauan. Daniel Goleman pada pertengahan 1990-an mempopulerkan Kecerdasan Emosional atau EQ (Emotional Quotion). adalah merupakan perkalian 100 atas Usia Mental (MA.Apabila dikaitkan dengan teori chaos. sehingga kita dapat menangkap makna dan nilainilai dengan lebih baik. yang didapat melalui nilai test psikologi) dibagi dengan Usia Kalender (CA. dan secara aktif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi. Tetap diperlukan adanya kerangka acuan dari agama untuk dapat mempermudah kita dalam memahami makna dan nilai dalam kehidupan ini. SQ dengan demikian merupakan landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif dan merupakan jenis pemikiran yang memungkinkan kita menata kembali dan mentransformasikan dua jenis pemikiran yang dihasilkan IQ dan EQ. EQ yang memungkinkan kita untuk bepikir asosiatif yang terbentuk oleh kebiasaan dan memampukan kita untuk dapat mengenali pola-pola emosi. koneksi. Sedangkan SQ memungkinkan kita untuk berfikir secara kreatif. maka saat ini kita sedang berada pada titik "ujung". logis dan taat asas. Kecerdasan Intelektual yang sangat dikenal sejak awal abad ke 20 dengan IQ (Intelligence Quotient). namun tantangan untuk mencapai kecerdasan spiritual yang tinggi sama sekali tidak bertentangan dengan agama.

bertepatan dengan 1 Syawal 1419 H. termasuk Maluku Utara telah berlangsung setahun lebih dimulai pada tanggal 19 Januari 1999.C. SQ: Spiritual Intelligence – The Ultimate Intelligence. EXECUTIVE EQ. kehilangan makna dan komitmen. Great Britain: Psychology Press Ltd. Diperlukan pula adanya seseorang pemimpin yang penuh dengan pengabdian. Studying Psychology. NY: Advanced Intelligence Technologies Thomas M. Manusianya berada dalam budaya yang secara spiritual bodoh yang ditandai oleh materialisme. Oleh karena itu ajaran-ajaran agama akan sangat membantu kita untuk dapat meningkatkan SQ agar dapat menjadi tinggi dan dapat keluar dari konflik sosial yang saat ini telah sampai pada "ujung"nya. Great Britain: Blomsbury Robert K. aliran atau partai politik yang dianutnya dan kemudian menjadikan kepentingan mayoritas dari bangsa ini sebagai acuan sikapnya. KepustakaanDanah Zohar & Ian Marshall (2000). & Ayman S (1997) .diharapkan seseorang akan mampu untuk selalu membuka diri terhadap setiap pengalaman yang ditemuinya dan kemudian dapat menangkap makna yang terkandung di dalamnya. Seseorang akan menjadi tegar untuk menghadapi setiap permasalahan dan membuka diri untuk memandang kehidupan dengan cara yang baru.himpsi. KesimpulanDi dalam menghadapi berbagai konflik yang timbul sebagai akibat dari tidak segera diatasinya krisis multi dimensi yang saat ini sedang dihadapi bangsa Indonesia. Kita harus dapat melepaskan diri dari pengaruh budaya masyarakat modern yang saat ini sangat dipengaruhi oleh humanisme barat. (2000). pertama-tama sangat diperlukan adanya kemampuan untuk dapat melihat keterkaitan dari setiap permasalahan yang sedang dihadapi. kelayakan. ternyata menurut Danah Zohar dan Ian Marshall memiliki SQ kolektif yang rendah. Emotional Intelligence in Leadership and Organizations. Sumber : http://www.H. Dengan dimilikinya kemampuan untuk melihat permasalahan secara holistik. yaitu saatnya ummat Islam merayakan hari Idul Fitri setelah berhasil . egoisme diri yang sempit.org posted by Lukman Nul Hakim at 4:00 AM Bab 12 Jendral dibalik Pembantaian Umat Islam di Ambon-Maluku 12-01 Kerusuhan dan Perrkembangannya 12-02 Perlawanan Ummat Islam 12-03 Kerugian Ummat Islam Bab 12 JENDERAL DI BALIK PEMBANTAIAN UMMAT ISLAM DI AMBONMALUKU KERUSUHAN yang terjadi hampir di selu-ruh Maluku. diharapkan kita dapat menjadi lebih fleksibel dalam menentukan etika baru yang akan kita pergunakan untuk menggantikan etika lama yang penuh dengan kekerasan dan kekejaman.Dengan dapat terpenuhinya tanda-tanda SQ yang telah berkembang ini. mampu untuk melepaskan dirinya dari kepentingan-kepentingan sempit kelompok.

dan sebagainya telah menyulut konflik ini ke arah Perang Agama. sebab mereka bangkit melakukan perlawanan dan mampu bertahan sehingga kerusuhan terus berkecamuk walau berlangsung sudah hampir 1. Banyaknya aparat keamanan. maka tidak mustahil kerusuhan berikut akan terjadi lagi. Ummat Islam ternyata tidak dapat dikalahkan semudah yang diperkirakan. memang mem-buat keadaan sedikit terkendali. untuk merdeka dan berdiri sendiri. kota Ambon dapat dikatakan mulai tenang. Pihak RMS yang menghantam ummat Islam pada sendi-sendi keaga-mannya seperti pembakaran masjid. Saparua. Bab 12-01 Kerusuhan dan Perrkembangannya Kerusuhan yang bertujuan memperkecil jumlah masyarakat Islam di Maluku dilakukan dengan amat keji. Jika aparat keamanan yang besar ini (16 yon) ditarik. penghinaan terhadap Rasulullah Saw. tetapi pulau-pulau lain terutama di Maluku Utara masih terus bergolak dalam bentuk perkelahian massal.5 tahun. Haruku. Pekerjaan besar ini dilakukan dengan menghancur-kan ummat Islam yang. Republik Maluku Selatan (RMS) telah digunakan untuk mencapai tujuan politik tersebut sekaligus mencapai cita-cita RMS untuk melepaskan Maluku Selatan dari Negara Kesatuan RI. Namun dikhawatirkan kalau akar perma-salahannya tidak diselesaikan terutama bila RMS yang diduga sebagai otak dan penggerak kerusuhan tidak ditangani. Pembunuhan dan pembakaran terhadap ummat Islam yang tidak siap menghadapi ancaman itu mem-buat ummat Islam harus eksodus dari Maluku demi menyelamatkan diri dan keluarganya. Terlepasnya Tim-Tim dengan sutau proses yang di-dukung dunia internasional telah ikut merangsang pihak RMS untuk melepaskan diri dari Negara Kesa-tuan Republik Indonesia.menunai-kan ibadah Puasa sebulan penuh. Sejak Januari 2000. seba-gai upaya memperkecil jumlahnya hingga mencapai titik minoritas yang tidak berarti. Perluasan konflik seperti itu terjadi karena tidak segera diatasi pada akar permasalahannya. Seram. Karena itu konflik yang amat sensitif ini cepat menjalar ke seluruh Maluku. Habibie rapuh karena dinilai tidak legitimated dan tidak sah. Kerusuhan yang oleh pihak Kristen ini telah direncanakan dengan matang untuk mencapai tujuan politik Kristen di Indonesia di mana diperkirakan Negara Boneka buatan Belanda pada tahun 1950. Bagi mere-ka. Pemerintahan Soeharto dijatuhkan sedang-kan Pemerintahan B. Banda.J. . Sanana dan pulau-pulau lain yang kini termasuk Maluku Utara seperti Ternate. pada tahun 1950 telah ikut bersama TNI menggagalkan berdirinya RMS. maka konflik ini tidak akan dapat selesai begitu saja. Halmahera dan Obi. ummat Islam adalah penghalang utama bagi berdiri-nya RMS karena itu harus dipukul dengan keras. Kerusuhan ini telah berkembang ke beberapa pulau di sekitar Ambon seperti pulau Kei. Konflik antar masyarakat Kristen dan Islam ini selalu ditutup-tutupi dengan mengangkat permasalahan horizontal yaitu konflik sosial kemasyarakat sebagai penyebab. Isu separatis ini muncul kembali karena suasana dalam negeri RI yang sedang dalam proses reformasi menunjukkan kekacauan hampir di seluruh wilayah Nusantara. Akan tetapi.

Bangkitnya ummat Islam melakukan pembelaan sesungguhnya hal yang terpaksa karena mereka belum cukup kuat untuk melakukan aksi pembelaan. sedangkan ditiap pedesaan telah mengorganisir kekuatan tambahan. Walaupun berat beban perawatan ini ternyata masyara-kat kota Ambon dengan segala keterbatasannya mampu menanggulangi bersama-sama sampai menjelang setahun mereka di kota Ambon. baik personil maupun persenjataan. termasuk senjata api rakitan dan organik militer. puluhan ribu mujahidin telah memasuki kota Ambon. Menghadapi serangan demikian. ummat Islam melakukan pembelaan diri sebagai upaya penyela-matan. Suatu kenyatan yang sulit dipercaya adalah menggeloranya semangat Jihad Fie Sabilillah yang amat dahsyat. dampaknya lebih besar dan berakibat jangkauan ke depan . dan tidak terkoordinasikan. Kekuatan besar yang dikonsentrasikan. tetapi kerugian yang dialami ummat Islam. maka dengan kemampuan seada-nya. dihantamkan kepada ummat Islam yang tengah merayakan Idul Fitri. ummat Islam mendapat kemajuan yang berarti. menjangkau beberapa desa di Seram dan seterusnya. Dalam keadaan demikian. menunjukkan adanya suatu perencanaan melalui suatu organisasi yang solid. tidak mungkin dapat dilakukan begitu tiba-tiba tanpa perencanaan yang matang.Bab 12-02 Perlawanan Ummat Islam Serangan mendadak yang dilakukan pihak Kristen. karena itu dalam waktu satu minggu pertama keselamatan ummat Islam terletak pada bagaimana mereka mampu bertahan dengan kekuatan yang tersedia. ummat Islam di akhir Juli 1999 itu bangkit melakukan serangan balasan. Semangat sebesar itu telah mengakibatkan pukulan moril besar terhadap pihak Kristen. Pihak Kristen yang memang merencanakan kerusuhan untuk mencapai tujuan politik tertentu. jauh hari sebelumnya telah mempersiapkan kekuatan. Allah swt. Aparat keamanan yang juga terdesak tidak dapat berbuat banyak. Ternyata dengan semangat Jihad Fie Sabilillah yang luar biasa. Karena itu pihak Kristen mulai mengalihkan kerusuhan ke luar Ambon. dan pada Desember 1999 mencapai Maluku Utara dengan konflik fisik yang cukup dahsyat. Bab 12-03 Kerugian Ummat Islam Walaupun kerugian kedua belah pihak dapat dinilai seimbang. inilah awal offensif ummat Islam setelah bertahan terus menerus selama enam bulan. walaupun terpaksa dilakukan oleh kampung demi kampung secara mandiri. sehingga tidak gampang melakukan serangan-serangan seperti minggu pertama kerusuhan. sehingga September 1999 dapat dikatakan kondisi kekuatan dan kerugian kedua belah pihak menjadi relatif seimbang. berupa perawatan kepada belasan ribu mujahidin dari luar daerah itu. Namun demikian semangat jihad itu juga membawa dampak lain di pihak Muslim. telah memberikan perlindungan-Nya dengan membangkitkan semangat perlawanan ummat Islam yang tampak dengan berduyun-duyunnya masyarakat pedesaan di sekeliling kota Ambon bahkan dari berbagai pulau sekitar Ambon datang ke kota Ambon untuk menghadapi ancaman pihak Kristen ini. Karena itu mereka mampu secara sistematik melakukan penyerangan walau dalam skala kecil sampai dengan akhir Juli 1999 yang telah menimbulkan kerugian terus-menerus di pihak Islam.

khususnya sejak 1999. adalah insiden kecil. Walaupun potensinya tetap besar. warna yang diberikan sebagai pengenal bagi pihak Kristen dan untuk Islam dikenal dengan putih. seperti yang terjadi di kota Timika. Unpatti yang didanai 70 persen kekuatan Kristen telah dimanipulasi untuk menendang kepentingan Islam. Dosen dan Karyawan Islam. ummat Islam akan kehilangan sumber daya berpendidikan selama satu generasi. Bentuk lainnya adalah kekerasan antara warga pendatang dan warga setempat. UGM Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. bentuk-bentuk konflik tidak baru. seperti di Pasaman. Rizal Panggabean DIREKTUR MAGISTER PERDAMAIAN DAN RESOLUSI KONFLIK. awal September lalu. Dua orang tewas dalam kerusuhan yang antara lain dilatari pemekaran wilayah berupa pembentukan provinsiprovinsi baru. Tidaklah berlebihan bila para tokoh memperkirakan akibat kerusuhan ini. Pada sektor pendidikan boleh dikatakan terhenti 90 % karena letak sekolah-sekolah pada umumnya di luar sektor yang dikuasai ummat Islam. Dalam kerusuhan yang melibatkan dua desa yang bertetangga itu. lima orang tewas dan puluhan orang luka berat dan ringan. 3000 mahasiswa telah tertutup sama sekali bagi mahasiswa Islam. yaitu perselisihan antara sopir angkutan pedesaan dari Desa Ujunggading dan pengemudi becak motor dari Desa Airbangis. begitu juga penanam modal lainnya yang memberikan lapangan kerja bagi ummat Islam. melainkan sudah akrab di telinga masyarakat. . Pemicu kerusuhan. Selain itu. Lebih fatal lagi untuk perguruan tinggi khususnya Universitas Patti-mura (Unpatti) tempat menimba ilmu calon sarjana dan calon pemimpin masa depan. Oleh karena itu.karena hancurnya sendi-sendi dasar perekonomian serta pendidikan bagi puluhan ribu pelajar dan mahasiswa. Salah satu di antaranya adalah kekerasan antardesa. sedangkan sektor perekonomian pada lingkup besar dan pendidikan akan memerlukan waktu lebih panjang dan akibat yang ditimbulkan besar. Unpatti kini telah menjadi Kampus merah. Papua. kondisi-kondisi strategis kerugian ummat Islam ini perlu mendapatkan penanganan khusus dari Pemerintah. Perekonomian dalam skala besar dengan investasi ummat Islam terutama yang dari luar Maluku terpukul sehingga kini mereka menarik diri. Konflik yang menimbulkan dendam horizontal mendalam ini akan sangat berpengaruh pada proses belajar mengajar yang dilaksanakan secara terpadu. baik dilihat dari intensitasnya maupun jumlah korban yang jatuh. Kerugian pada rata-rata kebutuhan hidup masyarakat Islam cukup besar tetapi dampak kerugian itu akan dapat diatasi dalam waktu 2 atau 3 tahun ke depan. benturan keras antarkelompok masyarakat cenderung menurun. Sumatera Barat. pertengahan Januari lalu. seperti biasanya. konflik horizontal pada 2003 relatif berkurang.

pemerintah daerah dan polisi akan terfokus pada usaha penegakan hukum. dan syukur-syukur diadili. masalah yang lebih mendasar. Buleleng. Dalam definisi tugas dan tanggung jawab seperti ini. Akhirnya. pemerintah dan masyarakat perlu memberikan perhatian yang lebih serius terhadap afiliasi kedesaan. konflik antardesa adat di Bali cukup membuat pusing polisi dan tokoh adat setempat. Seperti halnya kombinasi perbedaan etnis dengan perbedaan agama. Walaupun jarang sekali menimbulkan korban jiwa. Setelah ditangkap dan diadili. Yang perlu dicermati lagi adalah apabila afiliasi kepartaian ini ditopang dengan pemilahan yang lain. Seringkali perbedaan etnis penduduk asli dan pendatang ini ditopang pula dengan perbedaan agama. dengan kata lain. Selain di Sumatera Barat. etnisitas biasanya menjadi ciri pembeda yang menjadi basis mobilisasi konflik. dipukuli. Pada 26 Oktober. dan antarpendukung partai mengisyaratkan beberapa ciri yang perlu diperhatikan dalam konflik horizontal di Indonesia. kemudian. dan Sulawesi Tengah. Tentu saja. pengerahan kelompok-kelompok masyarakat yang berbenturan. keagamaan. kondisi yang lebih mendasar adalah persaingan antarpartai besar dalam memperebutkan suara dan dukungan yang sering dianggap langka dalam konteks kompetisi kepartaian. aparat keamanan cenderung mengikuti refleks mereka dan serta-merta berbicara mengenai provokator atau aktor intelektual di balik setiap insiden konflik horizontal. Bali. Tetapi. seperti yang terjadi di Maluku. Buleleng. jarang diperhatikan sehingga dapat meletus sewaktu-waktu. Provokator dan aktor intelektual. benturan antardesa pakraman di Bali juga sering terjadi. provokator atau aktor intelektual memang sungguh sesuai karena dapat ditangkap. kesukuan. Kalimantan Tengah. afiliasi kepartaian dapat menjadi basis mobilisasi juga seperti tampak pada kisah dari Singaraja. Selama ini. Dalam konflik antara pendatang dan penduduk asli. antara penduduk asli dan pendatang. cerita dari Pasaman di atas menunjukkan bagaimana satuan teritori yang kecil seperti desa semakin sering menjadi basis pembentukan dan pengerahan kelompokkelompok yang bertikai. menjadi kambing hitam yang mudah didapat di mana saja. Maluku Utara. Yang pertama adalah yang menyangkut unsur-unsur identitas yang melandasi pembentukan dan. dan kepartaian. khususnya menangkap dan kemudian mengadili perusuh yang dianggap bertanggung jawab. keadaan dianggap telah "aman terkendali". yaitu integrasi sosial pendatang dan penduduk asli. benturan antara pendukung Partai Golkar dan PDI Perjuangan menimbulkan dua korban tewas dan banyak lagi yang luka-luka. Bukan rahasia lagi bahwa dalam usaha mereka memulihkan keamanan dan ketertiban. kombinasi perbedaan afiliasi kepartaian dengan perbedaan banjar atau desa bisa menjadi bahan mentah bagi benturan horizontal yang keras dan berdarah. Dalam kasus-kasus seperti ini. Pengalaman menunjukkan beberapa sumber identitas yang sering menjadi basis mobilisasi adalah agama dan etnisitas.Bentuk lainnya lagi adalah benturan antarpendukung partai yang terjadi di Singaraja. misalnya konflik antardesa atau antarbanjar. . Karenanya. Kalimantan Barat. Benturan antardesa.

Masalah itu bisa berupa ketidakselarasan antardesa. Sebagai contoh. dan pemilu yang melembaga. kepartaian. Sadari juga bahwa partai-partai adalah cerminan konflik kepentingan dan pemilahan di masyarakat dan karenanya perlu dikelola melalui aturan main kampanye. Penduduk dua desa dikawal. dan dominasi penguasaan suatu sumber daya yang langka. Masalah-masalah mendasar yang melatari konflik horizontal perlu mendapat perhatian yang semestinya. Dari pergeseran cara berpikir seperti di atas. Artikel 006_ 2001 Masalah Cina 3 MASA ORDE BARU . tetapi juga dapat menjadi awal bagi kemitraan dalam mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan menyelesaikan masalah-masalah mendasar di masyarakat. dan barikade-barikade memisahkan dua komunitas beda agama. mengingat potensi konflik horizontal yang secara luas diakui sangat besar di Indonesia. Di lain pihak. Hadapilah kenyataan bahwa desa-desa bisa terdiri dari kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan yang satu sama lain bertentangan. Bali. konflik kepentingan antara pendukung dan penentang pemekaran wilayah tidak dapat "ditangkap" atau "diburu" aparat. antara penduduk asli dan pendatang. Ketidakselarasan itu bisa jadi terkait dengan kelangkaan sumber daya yang diperebutkan.Akan tetapi. Masalah-masalah mendasar di atas tidak dapat ditangani dengan pendekatan menangkap provokator dan memulihkan keamanan dan ketertiban yang biasanya menekankan respons yang represif. atau Papua terdiri dari masyarakat yang homogen dengan tetangga dan warga yang selalu rukun. Bisakah aparat "memukuli" ketidakselarasan antara pendukung satu partai dan pendukung partai lainnya--lebih-lebih jika kedua kelompok berasal dari dua desa yang telah bermusuhan karena alasan lain? Jangan lupa pula bahwa tidak jarang pendekatan agresif dan represif yang dilakukan aparat justru memperparah polarisasi di masyarakat. dan antara partai-partai politik. kiranya perlu sekali apabila aparat keamanan dan masyarakat mengubah orientasi dalam menangani konflik horizontal. misalnya dengan mengirim dan menempatkan kompi-kompi polisi dan tentara. Berhentilah berpikir bahwa desa-desa di Sumatera Barat. masyarakat juga perlu mengubah cara berpikir dan bertindak. perbedaan tujuan dan kepentingan pihak-pihak yang bertikai. dua suku yang bertikai dipisahkan dengan mentransfer salah satu di antara keduanya ke tempat lain. konflik horizontal tidak hanya potensial menimbulkan kekerasan.

apalagi ketika dijaman Belanda diangkat sebagai warganegara hampir setingkat dengan Belanda dan dibuat lebih tinggi statusnya dari orang-orang Pribumi. pemerintah melarang penggunaan simbol-simbol Cina. Peran mereka yang sangat besar mendorong pemerintah Orde Baru untuk segera mengambil tindakan. dan menganjurkan agar WNI keturunan Cina dapat membuka kran usahanya bersama orang Pribumi. Dari sikap sosialisasi yang makin bertumbuh. lebih lagi keunggulan dalam perdagangan dan pendidikan waktu itu menyebabkan program ganti nama seakan-akan hanya berganti baju dengan badan dengan bau yang sama juga. (3) WN-Stateless. (4) WNI yang beragama Budha/Konghucu (yang mempunyai ikatan premordial dengan tanah leluhur dan masih berbahasa mandarin) . Sekalipun demikian. Untuk meredam konflik lebih besar pemerintah Orde Baru memandang orang-orang Cina yang menjadi WNI sebagai berhak dan berkewajiban sama dengan yang Pribumi. dan umumnya lebih banyak terjadi dari 'Ali' pejabat dengan 'Baba' pengusaha. (5) WNI yang beragama Kristen/Katolik (yang berorientasi Belanda/Barat).5% saat itu). soalnya jumlah orang-orang Cina tergolong kecil dibandingkan seluruh penduduk Indonesia (hanya sekitar 1. padahal sebagian besar dari mereka tidak berstatus warganegara Indonesia dan nasionalisme ke-Indonesia-annya diragukan. memang tidak mudah bagi orang-orang Cina yang secara tradisi budaya memiliki perasaan eksklusif dan superioritas untuk bisa menempatkan diri dalam konteks kemerdekaan. baik berupa surat kabar maupun penggunaan bahasa Cina dimuka umum. (6) WNI yang beragama Kristen/Katolik (yang berorientasi nasionalisme Indonesia). Yang terakhir ini relatif masih kecil jumlahnya. Memang usaha-usaha yang selama ini menjadi monopoli orang-orang Cina kemudian mulai diisi pula dengan orang-orang Pribumi. Namun. dibalik itu dalam kehidupan ORBA kemudian sebenarnya banyak generasi muda Cina mulai bersosialisasi dan berintegrasi dengan yang Pribumi dan makin banyak yang kemudian melakukan kawin-campur dengan yang Pribumi terutama yang beragama sama. yaitu (1) WNA Cina-RRC. Program Pembauran Orang-orang Cina kemudian di tahun 1967 dianjurkan untuk mengganti namanya dengan nama Indonesia untuk memperkecil perbedaan antara WNI keturunan Cina dengan WNI asli. (2) WNA Cina-Taipeh. Disinilah mulai ada tuduhan kolusi (KKN) antara pejabat dan WNI keturunan Cina yang kemudian kita lihat menghasilkan ekonomi pertumbuhan gaya orde baru yang memang hebat tetapi menghasilkan produk sampingan berupa kesenjangan sosialekonomi yang makin lebar antara beberapa pengusaha Cina + Pribumi pejabat dengan rakyat orang-orang Pribumi pada umumnya. . tetapi pengaruhnya terhadap ekonomi sangatlah besar karena sebagian besar ekonomi RI ditengarai dimainkan aktor orang-orang Cina (sekitar 60-70%). Pada tahun itu pula dikeluarkan peraturan untuk tidak menggunakan nama 'tionghoa' karena konotasi keterkaitannya dengan 'tiongkok' negeri leluhur ras ini. dan kemudian BAPERKI dinyatakan terlarang. Kerjasama Ali-Baba ini memang saling menguntungkan kedua pihak. Indonesia yang baru merdeka dan baru dirongrong pemberontakan 'Madiun' cukup berat menghadapi masalah sebagian orang Cina yang terlihat lebih memihak Belanda pada waktu revolusi dan kemudian bersimpati pada waktu pada G-30-S. kemudian masyarakat orang-orang Cina Indonesia dapat dibagi setidaknya menjadi tujuh golongan. Konsulat dan Kedutaan RRC ditutup menyusul kecurigaan keterlibatan mereka pada G-30-S di tahun 1965. dan (7) WNI yang beragama Islam. Untuk mengikis sikap eksklusivisme itu.MASALAH Cina memang merupakan salah satu pekerjaan rumah berat bagi Pemerintahan Orde Baru yang mulai beroperasi pada tahun 1966.

Situasi di atas mendorong makin banyak orang Cina bergerak dalam sektor bisnis dan makin dominanlah mereka. Sektor mikro seperti Koperasi umumnya dimasuki pedagang Pribumi. Sempitnya kesempatan itu juga terjadi pada Sekolah Negeri dan Perguruan Tinggi Negeri dimana porsi untuk non-pri dibatasi. Karena kurangnya pengalaman dan keunggulan dalam sektor perdagangan dapat dimaklumi kalau usaha konglomerasi yang melibatkan mayoritas Cina lebih unggul dan berkembang dan usaha Koperasi makin terpuruk. disektor-sektor lainnya kesempatan itu kecil sekali. Sektor pasar tradisional dan pedagang asongan non-formal yang umumnya dikuasai Pribumi sekarang dihantui supermal-supermal yang dimiliki non-pri seperti jaringan supermal Matahari yang juga masuk ke kota-kota kabupaten. Hampir semua sektor perdagangan dari hulu sampai hilir terutama perbankan sekarang dikuasai oleh non-pri atau kolusi pri-non-pri. adalah berlebihan kalau peraturan-peraturan pelarangan menerbitkan surat kabar berbahasa mandarin dan pelarangan penggunaaan istilah 'Tionghoa' dijadikan alat stigmatisasi keburukan Orde-Baru. Apalagi Presiden ORBA Suharto mempunyai hubungan dekat dengan Liem Sioe Liong dan Bob Hasan. Ternyata pertumbuhan ekonomi ORBA lebih membuka peluang tumbuhnya sektor ekonomi makro dan menghasilkan konglomerat-konglomerat yang sebagian besar dari etnis Cina/Tionghoa. Jadi. bahkan oleh pihak tertentu pengusaha Cina itu dijadikan sapi perahan. Agama. hanya sekarang timbul lagi masalah baru karena umumnya sekolah-sekolah swasta banyak yang kemudian diisi dengan mayoritas siswa/mahasiswa non-pri. sebab banyaknya sekolah-sekolah swasta yang berbasis agama atau tidak memberi peluang cukup pada non-pri untuk menambah ilmu. Banyak usaha koperasi hancur. Sekalipun WNI keturunan Cina diakui hak hidupnya oleh pemerintah ORBA dan istilahnya diperlunak menjadi 'Non-Pri' dan memperoleh kembali kebebasan bergerak di sektor ekonomi. Masalah rasial yang kembali timbul dalam bentuk baru sebagai konsekwensi ekonomi pertumbuhan secara bebas yang dianut pemerintah ORBA yang kemudian berkembang sebagai masalah SARA (Suku. dan lainnya. sebab kenyataannya dibalik itu justru pada waktu OrdeBarulah kesempatan ras-Cina untuk berkembang kembali meningkat pesat setelah sebelumnya pada masa Orde-Lama dibatasi kegiatan dagangnya. Dan Pemerintah secara terbuka lebih memberi kebebasan dalam perkembangan usaha-usaha konglomerasi demikian. dan pamor industri batik rakyat tradisional yang sempat jaya malah sekarang hancur diterjang usaha-usaha non-pri yang mendirikan pabrik batik raksasa seperti Batik Keris dan Batik Semar. Dalam karier di ABRI maupun menjadi Pegawai Negeri kesempatan itu kecil apalagi memang dari kalangan keturunan sendiri dorongan untuk memasukinya juga kecil. . Jelas perbedaan demikian menimbulkan kesenjangan sosial yang makin parah yang menjurus pada terjadinya kerusuhan-kerusuhan dan huru-hara kota yang cenderung menjadikan rumah. Ras dan Antar-golongan) lebih diperparah lagi dengan usaha-usaha pemerintah RRC yang sekarang dalam alam demokrasinya kembali membuka diri dan secara aktip mulai lagi merangkul pengusaha-pengusaha Cina di perantauan. pabrik maupun supermal milik non-pri menjadi sasaran amuk massa. toko. Kurangnya kesempatan masuk di Sekolah dan Perguruan Tinggi Negeri tidak menghalangi kemajuan pendidikan non-pri. Itulah sebabnya dalam setiap amuk yang melibatkan massa selalu arah perusakan akan kembali terarah pada minoritas ini.Pertumbuhan Ekonomi Orba Pertumbuhan ekonomi gaya Orde Baru memang cenderung bersifat pasar bebas dimana modal besar diuntungkan dan jelas bersifat kapitalistis.

Konvensi ini kemudian disusul dengan Konvensi serupa yang diadakan di Hongkong pada bulan November 1993 yang dihadiri 1000 pengusaha besar Cina dari seluruh dunia. maunya cuma bergaul antara mereka. segregasi dalam kehidupan sosialnya." (Jhon K. Reaksi itu dapat dimaklumi karena persatuan Cina Sedunia demikian ditakuti sebagai usaha melarikan modal Indonesia ke luar negeri (capital flight) yang berarti merusak ekonomi dalam negeri. persatuan dan saling membantu. "Tanpa orang-orang keturunan Cina ini. Naveront. Tanpa orangorang keturunan Cina seperti Mochtar Riady atau Soedono Salim dari Indonesia. pengrusakan-pengrusakan . 91) Kerusuhan Rasial Reaksi massa mengambang lain lagi. Robert Kuok dari Malaysia atau Charoen Pokphan dari Thailand. Ini kemudian dikaitkan dengan sifat-sifat tradisi budaya itu untuk bersikap hemat. soalnya. Sejak peristiwa 10 Mei 1963 yang menimpa kota Bandung dan kota-kota lainnya dan disusul dengan sepuluh tahun kemudian di kota yang sama. kerja keras. dan khususnya Indonesia yang sedang berusaha keras untuk mempersatukan non-pri ke dalam kesatuan dengan yang pri sangat dibuat marah dengan perilaku Konvensi yang dihadiri banyak pengusaha non-pri dari Indonesia itu. Reaksi juga datang dari Siswono Yudohusodo yang menyebut ada sembilan dosa orangorang keturunan Cina di Indonesia. tidak banyak modal yang akan masuk ke daratan Cina untuk investasi." Karuan saja jaringan kerjasama yang berbau rasialis ini menggoncang nasionalisme Pribumi di negara-negara khususnya ASEAN. Timbulnya Reaksi Dampak pertemuan-pertemuan itu telah membangkitkan kembali reaksi kesadaran kaum Pribumi di negara-negara ASEAN terutama Malaysia dan Indonesia untuk mewaspadai gerak langkah para pengusaha Cina dinegara-negara itu. yaitu antara lain: "mereka hidup secara eksklusif. Reaksi ini memang patut dimaklumi. mereka yang menjadi pengusaha membuat diskriminasi dalam penerimaan buruh (karyawan). mantan Perdana Menteri Singapura pada bulan Agustus 1991 memprakarsai diadakannya Konvensi Cina Sedunia di Singapura untuk mengumpulkan pengusahapengusaha Cina perantauan (Overseas Chinese) dari seluruh dunia. mengutamakan pendidikan. bahkan ditekankan kembali Confucianisme sebagai etos pengikat orang-orang Cina. Reaksi premordialisme ini bisa dilihat dari reaksi pengusaha Probosutedjo yang sekalipun sejak tahun 1980 pemerintah sudah menganjurkan untuk meninggalkan istilah pri dan non-pri yang menyebabkan usaha HIPPI berubah arti menjadi 'Himpunan Pengusaha Putera Indonesia'. sebab mereka tidak memberi komentar tetapi melakukan perusakan dan pembakaran obyek-obyek milik orang-orang non-pri secara massal. 12). reaksi keras menyebabkan HIPPI kembali diartikan menjadi 'Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia' seperti semula. antara yang Pri dan Non-pri. Konvensi ini dihadiri 800 pengusaha besar Cina yang datang dari 30 negara termasuk dari Indonesia.Persatuan Cina Sedunia Lee Kuan Yew. Jaringan Masyarakat China. Indonesia diwakili 40 konglomerat non-pri. sudah lama pemerintah RRC sendiri menganjurkan pengusaha-pengusaha Cina perantauan untuk menanamkan modal mereka secara besar-besaran ke RRC. Tujuan Konvensi ini adalah untuk "membentuk jaringan kerjasama ekonomi masyarakat bisnis internasional Cina untuk memanfaatkan berbagai peluang bisnis." (Ibid. diskriminasi dalam upah dan sebagainya. sulit bagi RRC untuk bisa mewujudkan suatu pertumbuhan ekonomi yang begitu tinggi. Pertemuan ini kembali membangkitkan premordialisme para pengusaha Cina bahwa keberhasilan mereka dalam bidang ekonomi tidak lepas dari kesamaan mereka yang mewarisi tradisi budaya super yaitu Cina. Para pengamat memperkirakan bahwa 60% investasi asing didaratan Cina ini dibawa oleh para pengusaha keturunan Cina.

Sebenarnya kota Medan sudah beberapa kali mengalami kerusuhan rasial.terhadap obyek-obyek harta milik orang-orang Cina makin sering terjadi lebih-lebih dalam dasawarsa terakhir abad ke-20. Kerusuhan Mei di Jakarta dan kota-kota lain itu diikuti larinya lebih dari 100. Solo dan memuncak di Ibukota Jakarta yang mengakibatkan: "Versi pemerintah mengatakan. yang bermental begitu. 1. Peristiwa Jakarta merupakan puncak kemarahan massa pada etnis Cina karena dosa-dosa mereka. dua kecamatan. Padang.604 toko. Pantai Utara Jawa dan dibanyak kota terjadi penjarahan. Inipun masih sering disusul dengan pembakaran pabrik atau penjarahan toko. banyak kota seperti di Jabotabek. Tahun 1998 makin banyak diisi dengan kerusuhan dan huru-hara karena masalah sembako. Di tahun yang sama konflik PDI dalam peristiwa 27 Juli di Jakarta merembet ke pembakaran obyek-obyek ekonomi orang Cina. Jawa Timur dan Madura dan kota-kota lain mengalami kerusuhan dan selalu merembet pada pengrusakan dan pembakaran toko-toko milik orang Cina. yang umumnya pengusaha. Apapun penyebabnya selalu tokotoko batik milik orang Cina dirusak dalam kerusuhan Massa. Tahun 1997 lebih banyak diisi dengan kerusuhan seperti di Rengasdengklok dimana kesalahan sikap seorang wanita Cina menyebabkan seluruh toko-toko Cina dihancurkan dan dibakar massa termasuk gereja dan vihara. tetapi menurut versi Tim Gabungan Pencari Fakta hanya sepertiga angka itu) dimana beberapa di antaranya dilaporkan terbunuh. Huruhara besar yang menimpa toko-toko orang Cina terjadi juga di Banjarmasin dan Ujung Pandang. 3 Juli 1998) Selain itu ada sekitar 80 sinema dibakar. dihancurkan dan dibakar massa (termasuk 27 gedung gereja) padahal pencetusnya tidak ada hubungannya dengan orang Cina maupun Kristen. pengrusakan dan pembakaran toko orang Cina. Ini memuncak dengan kerusuhan berdarah yang terjadi di bulan Mei di Medan. Di kota Pekalongan pada bulan Nopember 1994 seorang Cina yang diisukan menyobek Al Quran menyebabkan toko-toko Cina dirusak dan dibakar. Nilai itu berkaitan terbakar dan rusaknya 13 pasar. delapan bis kota/metromini. dan dalam tahun-tahun berikutnya memasuki tahun 2000 ada puluhan kota mengalami huru-hara yang sama yang menimpa etnis Cina.479 ruko.000 orang-orang Cina ke luar negeri dengan membawa uang banyak di tengah ekonomi dan kelaparan massa yang sudah terjadi menambah kepedihan konflik rasial yang sudah ada.2. 65 bank.5 trilyun. 11 polsek. Di Medan 30% penduduknya adalah orang Cina dan ekonomi kota memang dikuasai orang-orang Cina. 45 bengkel. Di tahun yang sama di seputar Pemilu. Tasikmalaya juga mengalami hal yang sama dimana supermal Matahari dibakar dan mal Yogya dirusak dan ratusan toko milik orang Cina dan gereja dibakar massa. 2. 24 restoran. 383 kantor swasta. Baik di Jawa Timur.119 mobil dan motor." (Kompas. 40 mal/plaza. sembilan pompa bensin. padahal kita mengetahui bahwa hanya sebagian masyarakat Cina. Pada bulan April 1994 terjadi pembakaran puluhan pabrik dan ratusan toko di Medan dengan korban jiwa seorang pengusaha. padahal penyebabnya anak polisi yang dihukum di pesantren. dan kerusuhan rasial anti-Cina di bulan Mei 1998 ini bahkan menyerang rumah orang Cina dan pemerkosaan 168 wanita Cina (152 di antaranya di Jakarta. dan 1. bahkan di tahun 1997 ketika ada kerusuhan Pemilu kembali obyek ekonomi Cina di kota ini dijadikan sasaran. Di tahun 1996 di Situbondo banyak toko-toko milik orang Cina dirusak. Palembang. Beberapa kerusuhan terjadi di tahun 1995 seperti di Purwakarta dimana seorang gadis yang dicurigai mencuri sepotong coklat dan dihukum menyebabkan banyak toko Cina dirusak massa. kerugian akibat kerusuhan itu Rp. gudang dan tambak milik orang-orang Cina secara sporadis di banyak . 12 hotel.

rusaknya jaringan distribusi. Kenasionalan mereka cukup tinggi karena banyak di antaranya menjadi pegawai negeri. sayang sekali bahwa banyak orang non-pri yang sudah tidak merasa punya kaitan apa-apa dengan negeri leluhur dan banyak yang bukan lagi menjadi pedagang kakap. besar kemungkinan kerusuhan-kerusuhan dan huru-hara anti Cina akan terus terjadi selama sumber-sumber konflik dan kesenjangan sosial ekonomi belum terpecahkan dan diperbaiki dengan serius. soalnya kebencian rasial itu bukan saja berdampak kepada mereka yang memang ikut salah. Apalagi kemerdekaan dan era reformasi menyebabkan massa mengambang ingin cepat-cepat menikmati kemakmuran bukan dengan kerajinan dan berusaha keras tetapi dengan merusak harta benda orang lain. Emas pertama dan kedua Olympiade yang ikut mengharumkan negara yang direbut Indonesia diperjuangkan oleh atlet-atlet non-pri." Sekalipun reaksi itu pantas ditujukan pada pelaku ekonomi yang orientasinya memang ke daratan Cina dan melakukan KKN yang memberatkan rakyat banyak. Melihat kondisi perekonomian yang makin terpuruk. Orang-orang Cina umumnya disamaratakan dan dianggap memiliki banyak sifat negatip oleh umumnya orang-orang Pribumi karena stigma praktek-praktek eksklusif. sehingga kerusuhan-kerusuhan massal itu seakanakan mendapat legitimasi selama tidak merugikan pemerintah. Lalu Bagaimana? Dari Bab-Bab sebelum ini kita melihat begitu dalam jurang kesenjangan yang sudah terpupuk di antara ras Cina dengan Pribumi yang terjadi dalam perjalanan sejarah yang keliru. Namun. padahal lebih banyak dari ras ini yang menunjukkan kesungguhan dalam membangun negara Indonesia. naiknya harga-harga Sembako yang belum bisa diatasi oleh Pemerintah dan dengan tidak adanya pemecahan tuntas dari kerusuhan-kerusuhan anti Cina yang terjadi selama ini. masuknya ke Indonesia dan perlakuan istimewa kolonialisme Belanda khususnya pada orang-orang Cina tertentu. . Apalagi. sehingga mereka yang mampu dan memiliki harta cenderung kemudian banyak yang hijrah ke negara-negara Barat. masih berlakunya praktek Korupsi. sekarang disamaratakan dan ikut menjadi korban. dan penghakiman massal sudah terjadi di puluhan kota dan korban yang didatangkan bukan saja menimpa orang-orang Cina yang bersalah tetapi juga diarahkan pada yang tidak bersalah. mulai dari sejarah tradisi budaya Cina. Kolusi dan Nepotisme. mereka terdorong mencari alternatif hidup yang lebih baik.tempat di seluruh Indonesia. kita patut berkaca diri dan berjuang keras untuk mencari jalan keluar yang terbaik. tetapi ras Cina yang mayoritas yang tidak ikut ber-KKN juga kena batunya. kemewahan dan KKN sebagian dari ras itu. dan yang jelas masyarakat Indonesia sendiri ikut menjadi korban bila terjadi anarki kerusuhan rasial. Yang lebih memperparah yang menyebabkan kerusuhan massal makin berlarut-larut itu adalah sikap pemerintah sendiri yang cenderung tidak pernah menghukum kelompokkelompok masa yang beringas yang telah mengorbankan segolongan ras tertentu yang juga menimpa banyak masyarakat rakyat kecil. euforia premordialisme budaya tanah leluhur Cina kembali bangkit dalam keterbukaan era Reformasi di akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 tentu dapat mempertebal eksklusifisme sebagian ras ini dan berdampak pada sikap antipati yang lebih besar. bulan madu konglomerat Cina dengan para pejabat Orba yang menghasilkan kebencian massal yang sering meletus dalam kerusuhan-kerusuhan di kotakota itu. dari pembahasan pada Bab-bab sebelum ini. Memang tepat kata pepatah: "karena nila setitik rusak susu sebelangga. banyak pengangguran dan korban PHK. namun kesesakan sosial yang tidak tertahankan dan kehadiran mereka di bumi Indonesia yang dirasakan tidak disukai. bahkan faktanya sudah berakibat fatal membuat negara Indonesia menuju kebangkrutan yang jelas membuat massa rakyat makin menderita. dan berusaha dengan jujur dan telah membaur.

I. dan professionalisme dalam bisnis dan bidang-bidang lain yang tidak tanggung-tanggung dari sebagian ras Cina. dan sifat-sifat kalangan tertentu yang oportunis dan hanya mencari untung perlu diubah dengan mentalisme kebangsaan Indonesia yang lebih baik. Sebuah misi yang sulit memang. dan banyak contoh lainnya bisa disebutkan. di Indonesia pengetahuan itu ada di sekeliling kita.' untuk konperensi itu. bukankah lebih berguna bila kita juga melihat potensi positip orang Cina demi pembangunan tanah air dan tidak sekedar meng'kambing hitam'kan mereka? Gaya hidup yang hemat. [ YBA Home Page | Artikel sebelumnya] Iran Cabut Larangan Terbit Harian Pro-reformasi Minggu. khususnya generasi muda. 3 orang adalah dari kalangan non-pri. Harian Sharq ditutup oleh Badan Pengawas Pers. agar tidak lagi terjebak premordialisme masa lalu. namun misi ini perlu dicapai oleh semua pihak khususnya oleh Pemerintah RI. dari 6 penulis 'Laporan Resmi Pemerintah R. kerja keras. ulet.Sekalipun jumlah orang Cina di Indonesia ditaksir sekitar 3% saja. ini berarti 50%. yang satu mewakili LSM dan lainnya mewakili Pemerintah RI (=100%). Memang benar 'non-pri' yang tinggal di Indonesia diharapkan tidak eksklusif dan lebih punya rasa tenggang-menenggang dengan lingkungan disekelilingnya. sebab kalau tidak 'Masalah Cina di Indonesia' tidak akan pernah terselesaikan dan ujung-ujungnya masyarakat mengambanglah yang akan menjadi korban. dan agar stigmatisasi tidak ditujukan secara merata kepada semua orang non-pri. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa dibalik kecurigaan dimana ras Cina di anak tirikan. adalah merupakan dambaan semua orang agar solusi yang tepat diberikan oleh semua pihak. Dan bagi yang 'pri' daripada hanya menyalahkan aspek-aspek negatip non-pri. Dari berbagai fakta demikian. dapat menjadi asset yang menguntungkan semua pihak. Dalam konperensi PBB tentang Permukiman dan Perkotaan di Istambul (1996). tetapi agar memang yang bersalah karena warisan tradisi dan sejarah kolonialisme di Indonesia benar-benar dapat di adili dan dihukum. pada 2007 karena menerbitkan wawancara dengan penyair "kontra-revolusi" di luar negeri. Kita tidak perlu jauh-jauh 'mencari pengetahuan ke negeri Cina'. yang berada di bawah Kementerian Bimbingan Islam dan Kebudayaan. untuk pemecahan masalah ini secara proporsional. 11 April 2010 23:50 WIB | Mancanegara | Asia/Pasifik | Dibaca 597 kali Teheran (ANTARA News/Reuters) . . persentasi mereka dalam mewakili pemerintah RI di forum-forum Internasional tidak sedikit.Sebuah harian pro-reformasi terkenal Iran terbit lagi Minggu setelah larangan tiga tahun yang dianggap oleh para reformis sebagai upaya penguasa garis keras untuk membungkam pengecam Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Dalam sebuah konperensi UNDP di Bangkok mengenai 'Pembangunan Desa'. Semoga! Salam kasih dari Herlianto/YBA. dan yang tidak bersalah dihargai sebagai layaknya warga negara dan penduduk Indonesia. persaudaraan yang kuat. Republik Indonesia diwakili secara resmi oleh dua ahli non-pri. di banyak kalangan sebenarnya kesempatan yang sama bagi yang 'pri' dan 'non-pri' sudah terbuka.

menunjukkan rasa tidak hormat pada Islam dan pemimpin agama. yang dalam bahasa Parsi berarti "Timur". Pemerintah menolak tuduhan pengecam dan menyatakan tidak menyensor media. para pendukung oposisi berulang kali memanfaatkan acara-acara umum untuk turun ke jalan. Protes besar berkobar sejak pemilihan presiden Juni dan sejumlah besar orang ditangkap. ketika ribuan pendukung oposisi melakukan pawai semacam itu. Mir Hossein Mousavi dan Mehdi Karroubi. bersikeras bahwa pemilihan Juni itu dicurangi untuk mendudukkan lagi Mahmoud Ahmadinejad ke tampuk kekuasaan. Para pengecam mengatakan. dulu biasa menerbitkan pandanganpandangan kebijakan luar negeri dan ekonomi Ahmadinejad. Sedikitnya empat penerbitan pro-reformasi dilarang sejak terpilihnya kembali Ahmadinejad sebagai presiden pada Juni tahun lalu dalam pemilihan umum yang dipersoalkan. Koran itu terutama akan memperhatikan permasalahan sosial dan budaya. Sejumlah reformis senior. Dua calon presiden yang kalah. mantan ketua parlemen yang berhaluan reformis. Termasuk yang diadili adalah pegawai-pegawai kedutaan besar Inggris dan Perancis . Oposisi mengecam persidangan itu. serta tidak menghormati Ahmadinejad dalam gambar karton.. aktivis. Ratusan reformis ditangkap dan diadili dalam penumpasan terhadap oposisi proreformasi setelah pemilihan umum presiden Juni lalu yang dipersoalkan. Meski ada larangan protes dan penindakan tegas dilakukan oleh aparat keamanan.. Delapan orang tewas dan ratusan pendukung oposisi ditangkap dalam demonstrasi paling akhir pada 27 Desember. Iran dilanda pergolakan besar setelah pemilihan umum tahun lalu."Surat kabar Sharq terbit lagi Minggu." kata surat kabar setengah resmi ILNA mengutip pemimpin redaksi harian itu Ahmad Gholami. wartawan dan yang lain yang ditangkap setelah pemilu Juni itu dikabarkan masih berada di dalam penjara dan beberapa telah disidangkan atas tuduhan mengobarkan kerusuhan di jalan. Sharq. penutupan surat kabar pro-reformasi itu merupakan bagian dari penekanan bertahap terhadap penentang politik dan penggencetan kegiatan kebudayaan yang oleh pemerintah dianggap sebagai mendorong nilai-nilai "korup" Barat. Surat kabar itu juga menghadapi tuduhan-tuduhan lain seperti menerbitkan iklan untuk organisasi oposisi. dan puluhan wartawan moderat hingga kini masih berada di dalam penjara. yang disusul dengan kerusuhan terbesar dalam kurun waktu 31 tahun.

Kartaprawira *) . Para pemimpin Iran mengecam "campur tangan" negara-negara Barat. BERCERAI KITA RUNTUH ---------------------------------------------------------------------SELAMATKAN DAN KEMBANGKAN PROSES REFORMASI DIATAS REL DEMOKRASI DAN KONSTITUSI Oleh :M. Delapan orang lagi tewas selama protes anti-pemerintah pada 27 Desember. yang telah membawa Iran ke arah benturan dengan Barat selama masa empat tahun pertama kekuasaannya dengan slogan-slogan antiIsrael dan sikap pembangkangan menyangkut program nuklir negaranya. yang sudah menghadapi pembatasan ketat atas pekerjaan mereka.serta seorang wanita Perancis yang menjadi asisten dosen universitas. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengecam protes pasca pemilu itu dan memberikan dukungan tanpa syarat kepada Ahmadinejad dan mengumumkan bahwa pemilihan itu sah. namun sumber-sumber oposisi menyebutkan jumlah kematian 72. (M014/K004) COPYRIGHT © 2010 Ikuti berita terkini di handphone anda http://m. Mailing List "NASIONAL" Diskusi bebas untuk semua orang yang mempunyai perhatian terhadap Kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kubu garis keras di Iran menuduh para pendukung oposisi.antaranews.D. Presiden Mahmoud Ahmadinejad. telah mengobarkan kerusuhan di Iran.com Simpan dan akses berita ini dari HP anda dengan kode QR dibawah ini. Para pemimpin dunia menyuarakan keprihatinan yang meningkat atas kerusuhan itu. didukung dan diarahkan oleh kekuatan-kekuatan Barat. ---------------------------------------------------------------------BERSATU KITA TEGUH. produsen minyak terbesar keempat dunia. khususnya AS dan Inggris. Sejumlah pejabat Iran mengatakan bahwa 36 orang tewas selama kerusuhan itu. dan menuduh media asing. khususnya AS serta Inggris. menurut data resmi. Sejauh ini sudah sejumlah orang yang dijatuhi hukuman mati dan puluhan orang divonis hukuman penjara hingga 15 tahun. dinyatakan sebagai pemenang dengan memperoleh 63 persen suara dalam pemilihan tersebut. yang turun ke jalan-jalan untuk memprotes pemilihan kembali Ahmadinejad sebagai presiden. yang telah mengguncang pilar-pilar pemerintahan Islam dan meningkatkan kekhawatiran mengenai masa depan negara muslim Syiah itu. meski dipersoalkan banyak pihak.

Dewasa ini agaknya telah terjadipembalikan pandang yang sengaja direkayasa oleh kelompok-kelompok tertentu. kesalahan mendasar gerakan reformasi. sebab telah terbentuk pemerintahan Habibie yang dijajakan sebagai pembawa aspirasi muslim (untuk mempertentangkan dengan Soeharto yang dianggap sebagai muslim abangan). yang terpenggal dengan ilusi pendukungan rezim Habibie. kebebasan pers. sebab pemerintahan tersebut merupakan rezim neo-orba. dan tokoh Megawati sendiri. kehidupan kepartaian dan lembaga-lembaga negara. Meskipun demikian. yang mereka pandang sebagai sumber segala macam kesulitan di Indonesia. Batu sandungan perjuangan reformasi tersebut ditengarai dengan pecahnya gerakan mahasiswa/pemuda ketika melancarkan aksinya melawan kekuasaan rezim Soeharto di MPR/DPR pada th.Kesulitan yang kita hadapi akibat pemerintahan rezim Soeharto besar sekali. Apalagi sejak semula perjuangan reformasi sudahterkena batu sandungan. Sehingga pemerintahan di bawah pimpinan Presiden Megawati mereka jadikan sasaran serangan frontal. mencari) artinya kalau sudah tidak ada lagi hal-hal yang bisa dijelekjelekkan. yang kekuatannya masih tetap utuh di mana-mana dengan sumber daya-manusia dan sumber daya-logistik yang kuat (juga sampai sekarangini). Pepatah Jawa mengatakan “Entek amek” (Habis. dll. yang akan menyelamatkan Negara dan bangsa dari kehancuran. sehinggaperjuangan reformasi yang kita lakukan tidaklah mudah mencapai sukses sebagai yang kita idealkan. percikan nilai-nilai demokrasi masih nampak di berbagai bidang kehidupan bermasyarakat dan bernegara: kebebasan berpendapat. Mereka mengincar semua langkah-langkah pemerintahan Mega-Hamzah agar bisadijadikan penyulut ketidak puasan rakyat dengan maksud untuk menjatuhkan nama pemerintahan MegaHamzah. apapun agama yang disandang tidak mungkin melaksanakan cita-cita reformasi. Di satu pihak menghendaki terus dituntaskannya perjuangan melawan Orba. yang nota bene adalah rezim orba minus Soeharto. Di pihak lainnya menghendaki dihentikannya gerakan mahasiswa/pemuda tersebut. yang mempersulit gerakannya. menurut hemat saya. Pemerintahan Habibie. dicari alasan apa saja yang bisa dipakai untuk menjelek-jelekkan lawannya. Inilah. Paradigma demikianlah yang kini sedang dianut oleh lawan-lawan politik Pemerintah . meskipun diktator Soeharto sudah lengser dari tahtanya. 1998.

pemerintah Mega-Hamzah sesungguhnya adalah “pemerintahan cuci piring” sehabis pesta ria dari pemerintah-pemerintah pendahulunya. Sebab dalam kenyataannya dengan diciptakannya BLBI (oleh Soeharto!) pemerintah telah memberikan ’subsidi’ kepada konglomerat-nakal dalam jumlah yang luar biasa . budaya KKN yang sudah mengakar di dalam kehidupan masyarakat terutama di lembaga-lembaga negara. BLBI yang diciptakan oleh orba untuk menyelamatkan konglomerat. yang sukar dibayangkan sampai generasi ke berapa bisa dilunasi. bahwa pemerintahan Megawati tidak banyak memperbaiki keadaan krisis di Indonesia. yangtidak mudah dibersihkan oleh siapa saja pemerintahnya. Apalagi. Sebab dalam proses melaksanakan reformasi.kekayaan alam yang ludes karena dijual kepada asing. yang dosanya terhadap rakyat dan negara memang besar sekali. Menurut pendapat penulis. PDI Perjuangan dan Megawati sendiri. seperti telah dikatakan di atas. Utang luar negeri yang menggunung. demi kepentingan politik mereka. melaksanakan pembenahan negara dan bangsa. sesungguhnya masalah BLBI inilah yang harus dinomor satukan penyelesaiannya. Tapi seharusnya memaklumi bahwa pemerintahan Megawati adalah “pemerintahan cuci piring” setelah pesta ria pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Tapi kitapun seharusnya berkepala dingin meskipun hati mendidih supaya bisa menilai kenyataan secara proporsional dan obyektif. kita pun tidak luput dari kegagalan dan kekurangan yang mungkin bahkan menambah kesulitan rakyat yang sudah sulit. kerusuhan etnis dan suku-bangsa yang merupakan akibat kekuasaan orba dan masih banyak lagi kotoran-kotoran yang harus dibersihkan. Secara singkat: siapa saja pemerintahnya tidak akan bisa menanggulangi akibat musibah tersebut di atas secara cepat. sehingga tidak menumpahkan segala kesalahan hanyalah kepada pemerintah Mega-Hamzah saja. timbulnya masalah disintegrasi. Memang harus diakui. Memang harus diakui adanya ketidak tepatan kebijakan pemerintah dalam menetapkan mana yang harus lebih diprioritaskan.Megawati. Menyadari hal tersebut di atas tidak berarti kita harus menimpakan segala kegagalan perjuangan dalam era reformasi selalu dan terus menerus kepadaOrde Baru. kas negara yang kosong karena dijarah oleh penguasa orba.

Hal itu diperkuat dengan UU Kejaksaan Nomor 5 Tahun 1991 di mana presiden tidak dapat memberi perintah Kejaksaan untuk membebaskan seseorang yang terdapat cukup bukti untuk diduga melakukan tindak pidana korupsi. Dus. kalau ternyata ada bukti bahwa yang bersangkutan melanggar norma hukum pidana (mis. di mana menteri-menteri yang terindikasi dan jelas melakukan korupsi (tindak pidana). (Lihat: Elly Burhaini Faizal “Release and Discharge. Kita tidak boleh mengulangi praktek-praktek jaman rezim Soeharto. Penerapan R&D seharusnya hanya pada bidang perdata saja. sebab bukan merupakan delik aduan. tidak menghapuskan delik bersangkutan. Jadi jaksa harus tetap melimpahkan tersangka debitur BPPN ke pengadilan. Dalam kaitan masalah keputusan R&D tampak ketidak-tepatan kebijakan pemerintah. dibebaskan oleh presiden Soeharto dengan alasan kesalahan administrasi yang sudah diselesaikan oleh presiden. edisiKamis. dibanding dengan subsudi untuk BBM. Baru setelah ada vonis hakim pidana barulah Presiden bisa memberikan kemurahan hati (pembebasan) yang berwujud grasi atau amnesti sesuai pasal14 ayat 1 dan ayat 2 UUD 1945. Prinsip hukum pidana tersebut dengan tegas secara tekstual diterapkan dalam Pasal 4 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang menyebutkan bahwa pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara. SUARA PEMBARUAN. Asal Bayar. Tapi sebaliknya status “Pencuci piring” di atas tidak dapat selalu dijadikan alat pembenaran dan alat berlindung dari ketidaktepatan/kesalahan .besarnya. KKN) yang bersangkutan harus dihadapkan kemuka pengadilan pidana. walaupun sudah mendapatkan R&D dari BPPN.8 Tahun 2002 tentang Release and Dischaarge (R&D) ditinjau kembali. sebagaimana peninjauan kembali terhadap masalah BBM. 6/2/2003 ) Jadi pencabutan “subsidi” BLBI inilah yang seharusnya diprioritaskan penyelesaiannya. TLD dan Telepon. Pemerintah tidakpunya wewenang untuk menerapkan R&D di bidang pidana. yang bisa menyinggung rasa keadilan dan merusak sistem hukum di Indonesia. Bebas Pidana dan Perdata”. Pemerintah tidak bisa bermurah hati membebaskan mereka dari tuntutan pidana. Maka seyogyanya Inpres No. TDL dan Telepon.

Mereka menyerukan penggulingan Pemerintahan Mega-Hamzah. Apakah tidak terpikirkan. Menyinggung masih maraknya aksi-aksi demonstrasi saat ini. Agaknya situasi demikian itulah yang lama ditunggu-tunggu oleh lawan-lawan politik Megawati/PDIP. Dalam hubungan ini ada beberapa masalah yang perlu mendapat perhatian. TDL dan Telepon tersebut untuk kepentingan politiknya. Hal itu tidak saja menunjukkan bahwa tidak memahami bahwa kita hidup bernegara dan berbangsa dengan dasar konstitusi. atau dianggap bertentangan atau merugikan kepentingan rakyat. yang pada zaman era Soeharto tidak mungkin terjadi. R&D dan sebagainya. sesungguhnya aksi-aksi demonstrasi yang menentangkebijakan pemerintah tsb. TLD dan Listrik menuju kepada gerakan inkonstitusional. Pertama. masalah pencabutan subsidi dan kenaikan harga BBM. agaknya ada skenario kotor dari kelompok KN (Kebelet Naikkuasa) yang tak segan-segan menggunakan dan menunggangimasalah kenaikan BBM. Tapi tuntutan pendemo telah jauh melenceng dari masalah BBM. Misalnya. Adalah suatu keberhasilan reformasi bahwa dewasa ini semua penyelenggara negara (eksekutif.Kebijakankebijakan pemerintah yang dirasakan. adalah wajar saja selama dilakukan di atas rel demokrasi dan sesuai konstitusi. TDL dan Telepon. bahkan kalau perlu didemonstrasi dsb. legislatif dan yudikatif) dapat diawasi dan dikontrol langsungoleh rakyat. Semuanya harus dilihat secara obyektif dan proporsional. . Tidak mengherankan kalau ada kalangan yang mempertanyakan mengapa pemerintah sampai kecolongan dengan kebijakan yang tidak tepat demikian. diprotes. adalah disayangkan seruan-seruan untuk menggulingkan Pemerintahan Mega-Hamzah. Di samping itu pemerintah pun tampak responsive atas tuntutan rakyat agar mengubah kebijakan semula. menyebarkan isu revolusi sosial. Apakah adamusuh dalam selimut di dalam pemerintahan Mega-Hamzah? Lepas dari itu. tapi telah menjurus kepada menempuh cara-cara kekerasan dan anarkhis. bisadikritisi. Tapikita tidak boleh menghancurkan hasil-hasil positif proses reformasi yang tercermin dari nilai-nilai demokrasi dan konstitusi yang kini berjalan.kebijakan-kebijakan tertentu pemerintahan sekarang ini. pembentukan “presidium” yang dicanangkan akan mengganti pemerintahan sekarang ini. BLBI.

yang penting bertujuan menjatuhkan pemerintahan Mega-Hamzah.siapakah yang akan mengganti setelah Pemerintahan Mega-Hamzah jatuh? Membentuk Pemerintahan Rakyat? Apa ini bukan omong kosong? Apakah tidak dimengerti oleh kelompok-kelompok “revolusioner” bahwa presiden/pemerintah bisa jatuh hanya sesuai ketentuan yang tercantum dalamkonstitusi? Agaknya “ politisi” Indonesia dewasa ini sudah kehilangan pegangan bagaimana melakukan perjuangan untuk reformasi dalam atmosfer demokrasi dan konstitusional. Apakah tidak menyadari bahwa tindakan mereka adalah inkonstitusional? Menunggangi rakyat (yang dalam keadaan sulit) untuk menimbulkan kerusuhan dan instabilitas politik di dalam negara. yang mana setiap politisi dan mereka yang menamakan diri golongan intelektual/mahasiswa seharusnya mengetahui bahwa pemerintahan presidensial Mega-Hamzah tidak dapat digulingkan. Tantangan Mega untuk beradu di pemilu pun diartikan sebagai tindakan jelek yang kata mereka “Mega tidak mawas diri. Dan akhirnya. bukan jalur kekuatan. Atau mungkin sudah sengaja meninggalkannya. Berilah pemerintah kesempatan untuk melaksanakan tugasnya. dengan unjuk kekuatan dan unjuktenggorokan. berilah kritik dan pengawasan terhadap kebijakannya berdasarkan aturan main yang konstitusional. Bukan anarkhisan. nama Megawati dan PDI Perjuangan. Jadi bukan barang baru apa yang diserukan oleh Megawati tersebut. berilah rakyat kesempatan atau bahkan kita sendiri untuk “belajar berdemokrasi”. Kita sudah mempunyai konstitusi (UUD 45 yang telah diamandemen). hanya mengandalkan kekuatannya”( Ini juga termasuk dalam “Entek amek”!). Dan yang juga sangat penting. apalagi dengan cara-cara menunggangi situasi kesulitan rakyat. Inilah aturan main yang demokratis dan konstitusional yang berlaku di negara-negara demokrasi.Sejak semula PDIP telah mencanangkan perjuangannya melalui jalur hukum. . Tapi toh mereka terus berteriak “Gulingkan Pemerintahan MegaHamzah”. Padahal seharusnya tantangan Mega diartikan sebagai ajakan berkompetisi melaksanakan proses demokrasi dalammemperjuangkan aspirasi rakyat untuk menegakkan/melaksanakan reformasi di atas rel konstitusional. selain berdasarkan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam UUD 45. berilah penilaian atau putusan/vonis kepadanya dalam pemilu yang akan datang.

Apalagi sebentar lagi akan ada pemilihan umum untuk presiden dan anggota DPR/DPD. Pengalaman gerakan mahasiswa/pemuda tahun 1998 di gedung MPR/DPR janganlah dijadikan ukuran. maka akan terbakarlah. tanpa melihat faktor-faktor lainnya. Demikian kira-kira gambaran rakyat Indonesia yang menderita kesulitanyang selalu disulut untuk meramaikan gerakan mereka. kalau kita mau melihat peta politik di Indonesia dewasa ini.Sungguh suatu tindakan sangat tercela. Seandainya pemerintah Mega-Hamzah ini terguling. sesungguhnya mereka perlu belajar pada Pemimpin-pemimpin Revolusi Dunia. Langsung atau tidak langsung mereka itu ingin membakar rakyat untuk melakukan kerusuhan. . Jadi maunya apa? Hanya sekedar membikin situasi tambah resah di dalam masyarakat yang sedang ketimpa kesulitan? Kedua.Sungguh sangat tidak masuk akal seruan penggulingan Pemerintah MegaHamzah. tapi di dalamnya tetap tidak berubah. Sama sekali tidak. Keadaan tanah air yang sudah begitu sulit kini terus dipersulit dengan ulah sekelompok pseudo-revolusioner sok pembela rakyat yang agaknya tak malu-malu berkoalisi dengan kekuatan orba yang ingin revance dengan tujuan menjatuhkan pemerintahan Mega-Hamzah. dikoar-koarkannya isu revolusi oleh sementara oknum atau kelompok adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Bukankah kalau sudah ada kerusuhan nasional mesti ada “golongan kuat” yang akan bertindak sebagai “penyelamat” negara dan bangsa? Nah di sinilah kita harus waspada siapa yang berkoar-koar tersebut. siapakah yang akan menggantikannya? Padahal sebagian besar parpol-parpol tidak menghendaki dijatuhkannya pemerintahan saat ini. Apakah mereka yang berteriak-teriak tersebut sudah percaya diri akan bisa menjadi penggantinya? Tentu saja jauh tidak mungkin. Kalau ada oknum/kelompok revolusioner merasa sok tahu revolusi.Ibaratnya rumput kering di musim kemarau. apabila disulut dengan api apa saja wujudnya. Mereka hanya melakukan taktik licik dengan menggunakan Habibie yang berbaju reformasi sebagai pelanjutnya dengan teriakan-teriakan reformasi. Jangan dikira bahwa kekuatan rezim Soeharto pada waktu itu sudah lenyap. yang masalahnya tidak semudah mengumbar suara.

Orangpun tidak tahu “binatang apa gerangan” Presidium yang akan menggantikan Pemerintahan Mega-Hamzah. menyusul diteriakkannya penggulingan Pemerintahan Mega-Hamzah. Kapan kita mulai belajar berdemokrasi. Mereka telah salah memilih kacamatasehingga tampak pemerintah Mega-Hamzah sebagai musuh nomor satu. Ketiga.Jangan dikira rezim orba pada tahun 1998 tidak bisa membuat “peristiwa Tian An Mien” di Jakarta. Lepas siapa tokoh-tokohnya yang tersangkutdalam isu masalah pembentukan presidium. digelindingkannya isu pembentukan Presidium sebagai pengganti Pemerintahan Mega-Hamzah adalahjuga suatu cara sengaja untuk menimbulkan situasi instabilitas politik di Indonesia. Sesudah isu pembentukan Presidium digulirkan. masih ada lembaga-lembaga negara lainnya sebagai penyelenggara kenegaraan di mana tetap penuh kekuataan orba seperti dulu. kalau konstitusi dan demokrasi terus menerus dilanggar? Mengapa gagasan pembentukan “Presidium” tidak mereka perjuangkan (setidaktidaknya . Persoalannya jelas mengapa rezim orba lengser. Karena mereka tidak bisa dan tidak mampu bertarung dalam arena demokrasi. Agaknya lawan-lawan politik Megawati tersebut sudah nekad melahirkan kerusuhan dengan segala cara dan bentuknya. berdasarkan pengalaman sejarah (misalnya pada zaman Soekarno)bahwa kelompok-kelompokyang itu-itu sajalah yang selalu mendalangi kerusuhan dengan menunggangi gerakan mahasiswa. Jelas tindakan tersebut adalah inkonstitusional. bertentangan dengan UUD. yang harus digulingkan. Kita akan sangat kerdillah kalau mengatakan gerakan mahasiswa yang disusul dengan peristiwa pelengseran Soeharto tersebut sebagai revolusi. dipakainya jalan pintas membakar rakyat untuk “berevolusi” menumbangkan pemerintah yang ada: Pemerintah MegaHamzah. Pada hal di samping lembaga eksekutif /Presiden(pemerintah). yang sudah bosan melihat tingkah Soeharto yang otoritarian dan KKN. Pemunculan isu revolusi sosial oleh kalangan tertentu juga menunjukkan keputus-asaan akan cara-cara demokratik dan konstitusional untuk mengatasi kesulitan-kesulitan negara dan bangsa. Rakyat terus menerus digiring kepada pemikiran-pemikiran dan tindakantindakan yang inkonstitusional. sebab sudah tidak mendapat dukungan lagi dari Amerika Serikat dan negara-negara barat lainnya. Jadi gerakan mahasiswa bukan satu-satunya penyebab mengapa Soeharto lengser.

Yang sangat ajaib dalam era reformasi kini isu Presidium tersebutdidukung oleh unsur-unsur kelompok ekstrem kanan. NKRI. sehingga salah memilih siapa kawan siapa lawan. Tapi mereka satu persatu mengingkari keterlibatannya dalam demo-demo tersebut. Sangat disayangkanbahwa di antara kita yang konsekuen pada Pancasila. Tunggu saja tanggal mainnya siapa yang berani minum pertama kali. Gerakan kaum nasionalis di Indonesia dewasa ini tampak menghadapi rival yang cukup memerlukan perhatian yang serius. dan kelompok sakit-hati/iri-hati. betulkah . ekstrem kiri. tapi jelas lembaga Presidium tersebut tidak dikenal di dalam UUD 1945.dilontarkan) di MPR ketika proses amandemen berjalan? Tentu menunggu momentum yang dapat ditunggangi! Sudah tersebar kabar angin baik di media massa maupun media internet bahwa di belakang gerakan-gerakan demo menentang Pemerintah tersebut berdiri Wiranto (jenderal kader Soeharto). Apakah itu termasuk makar atau bukan. Juga sangat disayangkan sekali mereka gagal melihat prioritas dan menentukan sasaran pokok perjuangan kaum nasionalis dewasa ini. Tapi yang sangat disayangkan kubu nasionalis sendiri telah mengalami keretakan dan sebagian menghanyutkan diri ke dalam gerakan inkostitusional dalam melawan Pemerintah Megawati. yang nyempal). sebagai jalan pintas untuk mencapai kekuasaan dengan menghindari aturan main yang telah ditentukan dalam UUD 1945. biarlah hal tersebut menjadi obyek kajian bagi para peneliti dan pakar hukum. Fuad Bawazir (mantan menteri Keuangan rezim Soeharto). kekuatan orba legal dan illegal. Dus pembentukan Presidium merupakan tindakan yang inkonstitusional. Lepas apakah mereka jugaterkait dengan isu pembentukan Presidium atau tidak. Adi Sasono (ketua ICMI dan mantan menteri rezim neo-orba Habibie)dan Eros Jarot (bekas tokoh PDIP. sehingga merupakan suatu koktail yang aneh “ingredient”nya dan sangat mencurigakan kelezatannya. antar suku dan etnik tidak cermat melihat peta politik Indonesia dewasa ini. sebab mereka telah menggunakan modus-modus yang bertentangan dengan nilai demokrasi dan konstitusi. Bisa dipertanyakan. UUD 1945 dan kerukunan dalam kehidupan beragama. PDIP dan Megawati sendiri. baik sebelum atau sesudah di amandemen.

. bahasa. menjadikan Indonesia negara miskin karena hutangnya menggunung? Tanpa mengingkari kekurangan-kekurangan pemerintah Mega-Hamzah. .bahwa seruan-seruan untuk menggulingkan Pemerintah Mega-Hamzah. Marilah kita curahkan tenaga kita untuk menyelamatkandan mengembangkan proses reformasi agar . kotorannya tidak mudah dibersihkan dengan cepat olehpemerintah Mega-Hamzah dan siapapun yang memerintah kemudian. revolusi sosial dan pembentukan Presidium adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab yang bisa menimbulkan instabilitas bangsa dan negara.bahwa pemerintah Mega-Hamzah adalah “pemerintahan cuci piring” setelah pesta ria pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. . Maka mereka yang konsekuen akan Pancasila. sekali lagi kita perlu menyadari: .bahwa pemerintah dibawah pimpinan Presiden Megawati (yang juga adalah Ketua Umum DPP PDI Perjuangan) adalah merupakan benteng penegakkan Pancasila. etnik.bahwa seruan-seruan tersebut tidak saja inkonstitusional. isu dan tindakan yang dilakukan oleh orangorang tidak bertanggung jawab untuk merusak situasi sosial politik negara. dan budaya di dalam mengontrol dan mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah hendaknya tidak terperosok kepada tindakan-tindakan bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dan konstitusi yang akan berakibat timbulnyaanarkhisme yang akan mengacaukan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Perlu dicamkan instruksi Megawati yang menghimbau agar kader PDIP tidak terprovokasi oleh penyebaran informasi. penjeblosan ribuan orang tanpa proses hukum di pulau Buru. UUD 1945 yang tak tergoyahkan. Sebaliknya kita harus lebih waspada dan bersatu menghadapi situasi sulit dan kompleks dewasa ini. NKRI. NKRI. Cilacap dan lain-lainnya). yang antara lain telah melakukan pelanggaran-pelanggaran HAM besar (misalnya seperti pembunuhan massal 1965-1966. tapi juga tidak memberikan pendidikan kepada rakyat untuk hidup bermasyarakat dan bernegara yang demokratik dan konstitusional. UUD 1945 dankerukunan masyarakat pluralis dalam agama.pemerintahan Megawati ini sudah sejelek pemerintahan Soeharto. suku.

terutama tabloid. bahwa pers bebas di era reformasi sekarang sangat berbeda dengan pers bebas di era tahun 1950-an yang lazim disebut (secara kurang benar) sebagai ‘zaman liberal’. 01 Februari 2003 Buruk muka. Sejalan dengan itu. yang layak kita syukuri. yang lebih mengutamakan kepentingan partai ketimbang kepentingan publik. Pers bebas. Ketika itu. Benarkah pers. Oleh karena itu. sering pula menurunkan berita utama dengan judul yang ‘keras’. meskipun ada juga beberapa di antaranya yang independen. pers harus berpihak dan bertanggung-jawab kepada publik. sebagian (besar) pers merupakan corong partai politik alias pers partisan. membakar-bakar’ situasi. merupakan salah satu buah terpenting dari era reformasi (yang dipelopori mahasiswa). Apalagi (sebagian) penerbitan. pers ikut . hingga kerusuhan semakin merebak. Maka. adil. seperti yang kita nikmati sekarang. Jika pers mengkhianati publik. mengipas-ngipas. pers dibelah [Taufiq Ismail] / Budiman S. Nederland. berimbang. pers haruslah bersikap independen. dengan sendirinya akan ditinggalkan oleh masyarakat pembaca. jujur. Ketika itu. Artinya. untuk disampaikan kepada publik. membakar-bakar keadaan hingga benar-benar membakar massa grass root. Perlu dicatat. menyampaikan fakta secara obyektif.berjalan di atas rel demokrasi dan konstitusi. Hartoyo MARAKNYA penerbitan pers dewasa ini — dan bersamaan dengan itu juga sering terjadinya konflik sosial — rupanya membentuk asumsi di kalangan beberapa orang. peran pers pertama-tama ialah (sekedar) memberitakan fakta. pers juga berperan untuk melakukan social control dan oleh karena itu harus independen. pers juga berperan mensosialisasikan gagasan untuk membantu mendorong perubahan sosial ke arah yang lebih baik. tanpa memahami kodrat pers. beberapa pejabat dan politisi serta-merta menuding pers ‘memanas-manasi. seolah-olah sedikit banyak pers punya andil sebagai (salah satu) pemicu kerusuhan. yang karena gampang terbakar lantas disebut sebagai ‘akar rumput kering’ itu? Sesungguhnyalah. dan cukup bijak. sengaja atau tidak. ‘memotret’ situasi. Di samping itu.

tepatnya memasuki zaman ‘demokrasi terpimpin’. ‘kontra revolusi’ — seperti halnya stempel ‘subversif’ di zaman Orde Baru. hingga Bung Karno menjuluki zaman itu (secara salah kaprah) sebagai zaman ‘demokrasi liberal’. misalnya. Menjelang tahun 1960-an. bahkan mungkin punya andil dalam memperkeruh keadaan hingga mendorong timbulnya konflik? Seperti halnya masa kini.mengambil bagian dalam pertikaian politik antarpartai yang oleh Bung Karno disebut gontok-gontokan. Dan anehnya. ‘reaksioner’. Himbauan telepon. yang lahir berkat Dekrit Presiden 5 Juli 1959 untuk kembali ke UUD 1945. saling jorjoran manipolis. Di era Orde Baru di tahun 1970-an. Ketika itu perbedaan pendapat. dan sebagai konsekwensinya dicantumkan pula satu ayat pendukungnya yang menyebutkan bahwa SIT (Surat Izin Terbit) hanya berlaku selama masa transisi. tercermin dari upaya sejumlah tokoh pers. Yang dimaksud dengan masa transisi ialah sampai dengan terbentuknya pemerintahan baru hasil pemilihan umum 1971. sebagaimana tertulis dalam acuan diskusi. di tahun 1950-an juga merupakan era multipartai. bahkan juga konflik antarpartai. Wajah pers bebas ternyata cukup membikin keder sebagian kaum birokrat sebagai wakil kekuasaan negara. pers yang mulai bangkit dari trauma ‘demokrasi terpimpin’ benar-benar ingin bebas. briefing dan peringatan kepada . baik yang independen maupun yang berafiliasi kepada partai politik. Seperti halnya semua parpol dan ormas. bahkan penyelenggara sebuah diskusi publik di Jakarta. Yang tidak manipolis digulung dan dituding sebagai ‘musuh revolusi’. Benarkah pers bebas saat ini membahayakan pendidikan politik. termasuk media massa. rezim Orde Baru telah mengkhianati UU yang telah dilahirkannya sendiri. ketika itu media massa diwajibkan menjadi ‘alat revolusi’. yang berhasil merumuskan UU Pokok Pers (1966). Bung Karno menganjurkan agar semua kekuatan politik. “menimbulkan bayang-bayang yang mengancam proses pendidikan politik masyarakat ke arah yang tidak edukatif”. Celakanya. Mahbub Djunaedi. dan harus berpedoman kepada Manipol-Usdek. Dalam UU tersebut tercantum satu ayat yang sangat penting (”bagi pers nasional tidak dikenai breidel”). pers tak lagi bebas. Sejalan dengan itu pers. cukup tajam. Partai oposisi sering mampu menggoyang dan menjatuhkan kabinet (yang didominasi oleh partai yang berkuasa). antara lain (almarhum) H. Hal itu. beberapa waktu lalu juga khawatir kalaukalau kebebasan pers saat ini. yaitu tafsir Pancasila ajaran ‘Pemimpin Besar Revolusi’ Bung Karno. Persis seperti P4 yang merupakan tafsir Pancasila ala Soeharto. ikut meramaikan konflik politik. dan sebagai jawaban Bung Karno terhadap ‘demokrasi liberal’.

Yang menarik. konflik yang merebak di masyarakat sekarang ini sangat jelas merupakan letupan dari kemampetan yang selama ini diderita oleh manusia Indonesia. tak ada ancaman bom di masyarakat.pemimpin redaksi. Satu hal yang selama ini dilupakan ialah. dan jangan harap publik akan membacanya. tapi justru dilestarikan bahkan diperkuat sebagai lembaga SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) oleh mantan Menteri Penerangan Harmoko — yang ironisnya tetap mengaku ‘berjiwa wartawan’ dan ‘kerakyatan’. Hal lain yang juga menarik. sementara di zaman ‘demokrasi terpimpin’ dan di zaman Orde Baru pers kurang bebas karena represi kekuasaan. Saat ini. Kecuali jika menyiarkan berita tentang konflik dan kerusuhan sudah dilarang. di era reformasi ini pers tampil (relatif) lebih independen. Berbeda dari ‘zaman liberal’ yang tidak melahirkan konflik horisontal.Kini. tidak ada kerusuhan disertai pembakaran pusat-pusat perdagangan. dan benar-benar bebas. mengapa di era reformasi ini konflik horisontal seolah-olah merupakan ‘anak zaman’? Beberapa orang. Padahal. Tulis saja semua hal yang serba baik. Tabloid Amanat (PAN). Memang (dulu) ada Harian Duta Masyarakat (NU). Dan buat kedua kalinya pula kita menikmati kebebasan pers. seperti halnya di zaman Orde Baru dan di zaman transisi sekarang. menuduh konflik horisontal tersebut garagara pers yang ‘memanas-manasi’. memotret. untuk kedua kalinya — setelah berjarak hampir satu generasi — kita kembali mengalami sistem multipartai. umumnya para pejabat dan juga politisi yang tidak mengerti demokrasi. sementara yang diizinkan hanyalah peristiwa yang ‘baik-baik’ saja. tidak ada satu pun pers yang tampil sebagai pers partisan murni. sebab pemilik modalnya bukan 100% partai yang bersangkutan. Bahkan SIT bukannya dicabut. tahun 1960-an (‘demokrasi terpimpin’ alias Orde Lama). yang ‘ngipas-ngipasi’. memberitakan fakta sebagai fakta. Pers sekedar meliput. Tapi. melainkan Grup Jawa Pos. Tabloid Demokrat (PDI). Tak ada konflik SARA (suku-agama-ras-antargolongan). pers yang semula merupakan ‘pers perjuangan’ kemudian menjadi ‘pers partisan’ (kalau bisa disebut demikian). keempat media massa tersebut tidak murni pers partisan. Pers berusaha menggeliat menggapai kebebasan. baik di era tahun 1950-an (‘demokrasi liberal’). Di lain pihak. Selama 32 tahun . di tahun 1950-an dan 1960-an hampir tak ada pejabat yang menuduh pers ikut ‘memanas-manasi’ atau ‘memancing-mancing’ situasi. dan Harian Abadi (PBB). bahkan breidel tetap saja berlangsung. jika di zaman ‘demokrasi liberal’ (sebagian besar) pers cenderung partisan. di era Orde Baru — sejalan dengan pertumbuhan konglomerasi bidang ekonomi — tumbuh menjadi ‘pers industri’. Bedanya. konflik tersebut sudah terjadi sebelum pers memberitakannya. Apa yang disebut Bung Karno sebagai gontok-gontokan tak sampai berdampak secara luas. tapi tetap saja terbentur pada ketentuan SIUPP. hampir tidak ada konflik sosial secara horisontal dan spektakuler seperti sekarang. maupun di tahun 1970-1980-an (Orde Baru).

Mereka cukup kritis. Sementara pers yang tidak memperjuangkan kepentingan publik. dan publik bebas pula menentukan pilihan mereka. satu dan lain hal karena ingin ‘menjaga harmoni’ dengan kekuasaan. Tapi. sementara nalar kritis terpasung secara perlahan-lahan. Dan yang disalahkan (lagi-lagi) pers. mahasiswa dan pemuda yang kini berusia 25 sampai 30 tahun — yang secara kodrati progresif dan memiliki daya nalar kritis — merupakan korban represi tersebut. Allahu a’lam bish-shawab. belum. Konflik sosial. takut. tapi sang provokator tak kunjung tertangkap. tanpa mengerti apa yang mereka omongkan. apalagi jika kita percaya bahwa hati nurani dan akal sehat (common sense). tidak kritis.Apakah pers kita saat ini sudah kebablasen? Menurut saya. menjadi pers partisan atau sensasional misalnya. Dan merekalah pula yang kini tampil sebagai pelopor pendobrakan untuk membuka kran reformasi. sesungguhnya semata-mata merupakan ‘buah’ dari penyakit kronis yang diidap masyarakat yang selama 32 tahun terinjak hak-haknya. Kalaupun ada yang kebablasen (sekali lagi . Bahkan sebagian besar pers terkesan konservatif. Sangat tepat penyair Taufiq Ismail yang menulis puisi yang hanya terdiri dari satu baris yang berbunyi: Buruk muka pers dibelah. tidak lagi diselesaikan di bawah tekanan kekuasaan negara. Tapi. percayalah. Toh selama ini belum (tidak) ada kriteria tentang apa yang disebut kebablasen itu. hal itu bukan pula bisa menjadi alasan untuk membatasi kebebasan pers. Sebagian besar pelajar. Tapi. Dengan multipartai dan pers yang bebas. orang bingung.terkungkung tanpa penyaluran. dan semacamnya. ketika kran dibuka air bah pun membludak tak terbendung. persoalan-persoalan negara dan masyarakat bisa diselesaikan secara publik.Pers bebas merupakan salah satu alat pendidikan (dan pendewasaan) sikap dan perilaku berpolitik. belajar toleran dalam sebuah masyarakat yang multikultur. transparansi. merupakan hal yang seharusnya kita perhitungkan. Padahal. hidup bersama orang lain yang sikap dan pendapatnya berbeda. prasyarat demokrasi ialah multipartai dan pers yang bebas. Sebab. mereka niscaya akan bangkit membebaskan diri. Yang tumbuh hanyalah apatisme. begitu sejumlah partai lahir dan pers tampil bebas. Dan kini dengan gampang dan enak orang bicara tentang demokrasi. terbuka. Pers yang bebas menyajikan sejumlah pilihan. tapi hal itu tidak dengan sendirinya lantas menolak demokrasi. Entah bersembunyi di balik azimat apa. lambat-laun akan ditinggalkan oleh pembacanya. yaitu provokator (sementara pers dituding ‘manas-manasi’). hal itu tidak otomatis lantas menjadi alasan menolak pers bebas. rakyat — yang tingkat pendidikan dan kecerdasannya rendah sekalipun — bukanlah orang-orang bodoh. Kita memang tengah belajar berdemokrasi. Kalaupun pers kita saat kini sudah kebablasen (dengan kriteria yang tak jelas). kebebasan. Tingkat pendidikan dan kecerdasan masyarakat memang relatif masih rendah. Memang ada kambing hitam yang dengan mudah dan aman dituding-tuding. dengan atau tanpa pers bebas.

dan menulis dengan bahasa dan gaya yang memikat. memiliki dedikasi dengan integritas tinggi. memotret. pejabat atau politisi yang menuding pers kita kebablasen itu tiada lain karena belum terbiasa dengan pers bebas. mereka juga harus independen. jauh lebih liberal ketimbang rancangan DPR-RI. seringkali orang berasumsi bahwa pengertian ‘bebas’ seolah-olah bebas sebebas-bebasnya. Sangat ironis. bahwa pers bebas merupakan tolok ukur bagi demokrasi. Jalan Jenderal Gatot Soebroto. melainkan kepada nilai-nilai: kebenaran. dengan singkat bisa dijelaskan. Jakarta Pusat. setelah Menteri Penerangan Mohamad Natsir di tahun 1950-an. bahwa ratusan media massa yang terbit saat ini belum memadai bagi rakyat Indonesia yang jumlahnya lebih dari 200 juta. Sangat menarik. Barangkali. Besar dugaan. adalah Yunus Yosfiah yang dalam konteks pers bebas berpikiran sangat progresif. bahwa di dalam kebebasan itu sendiri secara implisit ada rasa tanggung-jawab. « Perawan yang Menangis itu Bernama Toba . termasuk keberanian untuk menolak amplop. Dalam hal ini. melakukan investigative reporting. belajar menimbang dan mengukur tulisan dengan nilai dan moral. bahwa Yunus Yosfiah pula — dan justru bukan para tokoh pers yang terhormat — yang menyatakan. Juga tidak ada breidel. dan itu sah-sah saja. hukum. *) Makalah ini dibacakan dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Komite Pendidikan Pemilih (KPP) di Gedung YTKI. tidak ada pembatasan memperolehnya. setelah 32 tahun tanpa absen kebagian jatah cekokan resep Orde Baru. Dalam konteks pers bebas. meskipun SIUPP masih dipertahankan.dengan kriteria yang tak jelas) hal itu bukanlah merupakan main stream. Dan kini. Menteri Penerangan Mohamad Yunus Yosfiah. bahwa pers kita saat ini belum kebablasen. bahkan dari rancangan PWI (Orde Baru) sendiri. Tak perlu disebutkan ‘pers yang bebas dan bertanggungjawab’. Padahal. Bagaimana dengan si wartawan? Mereka tak cukup hanya belajar jurnalistik hingga mampu trampil dan lihai mewawancarai. dan memiliki idealisme untuk membela kepentingan publik. Mungkin ada beberapa tabloid yang bisa dikategorikan sebagai yellow paper. Ia merancang UU Pokok Pers yang sangat progresif. bahwa dewasa ini upaya ‘perjuangan’ untuk kebebasan pers (kalau bisa disebut demikian) justru datang dari pemerintah. keadilan. moral. kepentingan umum. beberapa bulan sebelum pemilihan umum 1999. sebab dalam pengertian ‘bebas’ sudah terkandung rasa ‘tanggungjawab’. Cuma yang jadi masalah bertanggung-jawab kepada siapa? Yang pasti bukan kepada penguasa. tapi secara keseluruhan pers kita cukup baik dan dewasa. Tapi.

.

.

Agama Bukan Pe .

.

.

telah membius rakyat Indonesia dan menjelma menjadi kekuatan dahsyat menjelang Mei 1998. Kini perjalanan reformasi telah mencapai 10 tahun. sungguh mengerikan reformasi hanya . Gelombang reformasi pun menumbangkan rezim Soeharto yang telah berkuasa lebih 30 tahun.Jumat. 25 Juli 2008 ARTIKEL Reformasi Telah Mati Tags: Reformasi Wacana reformasi dan demokratisasi total.

Angka-angka kemiskinan semakin membengkak jum-lahnya. Pemandangan antre minyak tanah. Megawati dan kini Susilo Bam-bang Yudhoyono) pun telah silih berganti naik ke kursi kekuasaan dengan meng-usung sistem politik yang reformis. Indonesia yang dikenal teritorialnya 70 persen terdiri lautan. Walau kondisi bangsa Indonesia se-makin terpuruk. Indonesia disebut sebagai negara demokratis terbesar di dunia setelah AS dan India. baik eksekutif. Indonesia sebagai negara agraris dan maritim terbesar di dunia. Empat presiden (Habibie. ekonomi Indonesia terus terpuruk. Lebih dari itu Pilkada Gubernur. padahal yang terjadi kini bangsa Indonesia justru mengalami pun-cak krisis ekonomi yang telah berlangsung lebih 10 tahun terakhir ini. beras. demokratis menggantikan rezim dikta-torial yang dijalankan presiden Soeharto lebih tiga dasawarsa. Capaian-capaian ekonomi. Pemilihan presiden secara langsung (2004) telah menghasilkan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. dan legislatif terdiri parlemen parpol dan politisi. Menjadi Bius Memabukkan Setelah sepuluh tahun reformasi berlalu. Bahkan krisis ini berkobar menjadi-jadi. Harga-harga kebutuhan bahan pokok terus melejit tak terkendali bahkan bahan baku yang semakin mahal itu sulit dicari di pasaran dan bisa diperoleh dengan antre. yudikatif. Tapi empat presiden ini ternyata tidak mampu mengenyahkan dan menyembuhkan penyakit kronis bernama: Krisis Multidimensi. Angka kemis-kinan dan pengangguran terus-menerus meningkat. hakikatnya bangsa Indonesia bisa mengambil pelajaran sangat faktual sepanjang perjalanan reformasi ini. kini (2008) rakyatnya bergejolak dalam krisis susul-menyusul. sungguh ironis kini pun telah mengimpor garam. Indonesia sebagai penghasil minyak bumi. rakyatnya setiap hari antre minyak tanah (kerosine) sekadar untuk men-dapatkan dua liter minyak. minyak goreng dan beras ini menjadi pemandangan set-back seperti setengah abad yang lalu di zaman orde lama. minyak tanah. Misalnya pemerintah terus-menerus melaporkan kema-juan ekonomi. Kemandirian bangsa di segala bidang mengalami kemerosotan yang sangat mengenaskan. Bagaimana membaca secara konkrit dan obyektif hasil reformasi sepuluh tahun terakhir ini (Mei 1998-Mei 2008)? Apa yang terjadi sejak presiden Soeharto berhasil ditumbang-kan. namun rakyat Indonesia terutama para penguasanya seringkali mendapat pujian dari negara-negara Barat. Contoh paling nyata adalah ketidakmandirian bangsa di bidang pangan. meningkat dan membaik. perta-hanan dan keamanan selalu dilaporkan serba maju. dimulai dengan krisis minyak goreng.membukukan kehancuran demi kehancuran bangsa ini. Padahal fakta yang berlaku sebenar-nya justru diagonal terbalik. Namun ironisnya Indonesia yang telah menjalankan kehidupan politik yang sangat demokratis itu. bupati-walikota pun telah digelar di seluruh wilayah Indonesia dan menghasilkan belasan gubernur baru . sosial politik. kedelai. Inilah fakta ironis dan menyakitkan. hingga hari ini? Perjalanan era refor-masi ini niscaya amat dibanggakan para pelaku dan penyelenggara Negara. Rakyat Indonesia bagai terjebak dalam sistem demokrasi yang telah men-jeratnya dalam sistem Kapitalisme Global yang terus mengisapnya habis-habisan. Abdurrahman Wahid.

Kini masyarakat luas dengan caranya sendiri ?menolak? sistem yang ternyata justru membuat rakyat menderita. Dipastikan partai-partai baru itu dibentuk oleh pengurus partai-partai gurem yang telah terpuruk sebelumnya. Model Pilkada langsung memang telah menyeret bangsa ini pada pusaran bahaya di masa dekat yang akan menghancurkan seluruh sendi-sendi kehidupan rakyat Indonesia.Pejabat baru yang terpilih niscaya akan mengem-balikan modal yang telah ia keluarkan karena sebagian justru diperoleh dari sumbangan dan utang. belum lagi ekses Pilkada dengan kerusuhan yang dikobarkan pihak yang kalah. Sementara penelitian sebuah koran nasional di ibukota menegaskan bahwa kepemimpinan baru hasil pilkada ternyata tidak mengubah prestasi yang dicapai kepala daerah sebelumnya yang dihasilkan dengan mekanisme lama (dipilih melalui DPRD).puluhan bupati-walikota (hampir mencapai seratus orang). Praktek Pilkada yang sarat dengan politik uang. sekaligus menerap-kan oligarki partai politik yang justru ? membunuh? aspirasi di luar partai politik. melainkan ? kehebohan? orang-orang yang itu-itu juga dan selama ini selalu mengail di pusaran ? bisnis partai?. maka catatan statistiknya hampir setiap hari akan di-gelar Pilkada di suatu daerah di Indonesia. bukan mencerminkan meningkatnya gai-rah rakyat menyongsong Pemilu 2009. Hal ini karena perilaku politisi khususnya di parlemen yang amat koruptif dan tidak peduli kendati kritik bertubi-tubi diarahkan ke parlemen. Mulai pembekuan bank. telah menyurutkan optimisme Indonesia bisa melanjutkan model politik ini. Membayangkan ekses Pilkada dengan politik uangnya memang mengerikan. kini bahkan anggota DPR pusat pun mulai dijebloskan ke penjara KPK. Eksistensi mereka sejatinya hanya ?dagelan? yang sangat tidak lucu karena mempermainkan nasib bangsa Indonesia yang terus terpuruk. Pelajaran satu dekade perjalanan reformasi ini sejatinya amat gamblang dan mudah untuk disimpulkan. Inilah jawaban yang merata. Jumlah golput semakin membengkak mendekati angka 50 persen. sedangkan biaya untuk gubernur mencapai Rp 500 milyar. Ratusan anggota parlemen daerah telah diadili dalam kasuskasus korupsi. Model politik era reformasi ini secara pasti telah menempatkan partai politik menjadi ?panglima?. Apa yang didapat setelah rakyat Indonesia kini dipimpin oleh presiden dan kepala daerah yang dipilih secara langsung oleh rakyat itu? Negatif. Agenda asing (Barat) telah mendikte perubahan yang kini terjadi di Indonesia dan terus terulur hingga hari ini. Bersamaan dengan itu perfor-mance partai politik semakin terpuruk di mata rakyat secara luas. Pusaran dan tarikannya telah mencip-takan politik uang yang membawa konsekuensi koruptif dan menghalalkan tujuan dengan segala cara. Dimulai dengan campur tangan IMF dengan berbagai formula yang dipaksakan menjelang dan awal reformasi dan justru menghancur-kan ekonomi negeri ini. Biaya Pilkada bupati disebut-sebut sedikitnya Rp 200 milyar. Bahkan jika Pilkada kelak sudah digelar secara keseluruhan. Adalah PBNU melalui Ketua Umum Hasyim Muzadi menyentak dengan imbauannya agar Pilkada dihentikan di Indonesia dan kembali ke sistem lama. pemaksaan swatanisasi . Pil-kada semakin banyak diikuti partisipan golput alias memboikot. Maraknya pendirian partai politik baru sebagai peserta Pemilu 2009.

dengan kenaikan BBM 30 persen ini akan mendorong inflasi 26. Pemerintah reformasi tak mampu melindungi umat dari penye-baran aliran sesat tersebut. Konsep reformasi seperti ini ternyata hanya menjadi ?jembatan? menuju kehancuran bangsa Indonesia. Sungguh mengerikan nasib bangsa Indonesia di tangan rezim reformasi. Selanjutnya muncul ke permukaan aliran Salamullah-nya Lia Aminudin. Ahmadiyah. Pemerintah hanya sekadar menyelesaikan persoalan ini secara hukum. Tepat di usia reformasi memasuki dekade pertama (Mei 2008).8 juta jiwa. jumlah angka kemiskinan akan bertambah meroket sekitar 15. Dengan bunga 8 persen setahun. dan aliran-aliran sesat lokal lainnya. Di zaman Gus Dur. kehidupan yang mengagungkan kebebasan tumbuh subur.Angka resmi pemerintah jumlah rakyat miskin mencapai selama ini adalah 16. Muncul aliran-aliran sesat. Yang jelas catatan dalam perhitungan statistik dengan kenaikan BBM Juni 2008.68 juta jiwa. Padahal ketika pemerintah menaikkan BBM 125 persen pada Oktober 2005. kerusak-an seolah dibiarkan.4 milyar atau sebesar Rp 114 trilyun.95 milyar. Tekanan kehidupan sehari-hari menyebabkan semakin sering ter-dengar kabar keluarga-keluarga yang bunuh diri bersama-sama antara bapak-ibu dan anak-anaknya. Alqiyadah Al Islamiyah-nya Ahmad Moshadeq. Padahal utangnya tak berubah alias tak berkurang satu dolar pun. Bersamaan dengan itu. Di bidang sosial keagamaan. pemerintah tegas-tegas menjanjikan tidak akan menaikkan BBM sampai 2009. Pornoaksi dan pornografi marak di mana-mana. Baha'i dilegal-kan.34 milyar ditambah obligasi AS $ 90.29 milyar terdiri pinjaman dengan perjanjian utang sebesar AS $ 63. tapi sudah menyangkut aqidah yang konsekuensinya dunia akhirat. Sangat menge-rikan. Sampai-sampai kantor berita AP . dan yang paling vital adalah perubahan UUD 45 yang kini berubah 125 persen menjadi liberalistis. pemerintah Indonesia setiap tahun harus membayar bunga sebesar AS$ 12. Yang paling mengerikan adalah rezim Susilo Bambang Yudhoyono idem-ditto belaka dengan tiga presiden sebelumnya di era reformasi yakni tak bisa mengubah status utang Indonesia. dengan menjual aset-aset strategis milik Negara. Bahkan sejumlah politisi meyakini akan terjadi suasana yang kacau (chaos) disusul terjadi instabilitas negara. Kini utang pemerintah seperti diumumkan Depkeu adalah AS$ 155. Negara dan bangsa ini akan terus diseret ke jurang kehancuran oleh rezim refor-masi.85 persen atau 36. Kekacauan diprediksi bakal mengiringi kenaikan BBM sekitar Juni 2008 mendatang.Pemretelan kekuasaan presiden dengan dibentuknya puluhan komisi-komisi. Reformasi yang mengagung-agung-kan HAM (hak asasi manusia) seperti memberi angin bagi upaya perusakan Islam. Kondisi semakin parah karena pemerintah ?nekad? menaikkan BBM sampai 30 persen. rezim Kapitalis Global.BUMN. Padahal ini bukan ranah hukum semata. Perjanjian utang sebesar itu diterapkan dengan rente ala ribawi yang sangat eksploitatif jauh dari adil dan dipaksakan para ?penjajah? baru. kondisi bangsa Indonesia di bawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono justru meng-alami kesulitan kehidupan yang kian menghimpit. Bisa dibayangkan rencana kenaikan BBM ini niscaya belaka akan menjebol seluruh daya tahan rakyat Indonesia.94 persen.

bertepatan dengan lengsernya mantan Presiden Suharto dari kursi kepresidenan Indonesia yang telah didudukinya selama 32 tahun. Peme-rintah dikecam habis umat Islam. Di mana nurani mereka??? REFORMASI DI INDONESIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP MASYARAKAT TIONGHOA INDONESIA. yang langsung ataupun tidak langsung diskriminatif terhadap masyarakat Tionghoa. Peristiwa yang pertama merupakan titik awal pemerintahan Orde Baru di bawah Presiden Suharto. Malah dalam masa pemerintahan SBY sekarang. Mereka seolah membiarkan rakyat tersiksa akibat krisis berkepanjangan. melengkapi . politik bebas aktif tak lagi menjadi acuan. para penguasa dan wakil rakyat menunjukkan perilaku hedonis. tercatat dua peristiwa yang dirasakan sebagai pukulan yang sangat menyakitkan bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia. Sejak reformasi Indonesia cenderung ke Ame-rika. Undang-undang yang mengatur perilaku itu hingga kini tak keluar. yang sampai sekarang masih belum terkuak. Selama berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak tanggal 17 Agustuis 1945. Lagi-lagi pemilik modal dan orang-orang yang punya link dengan asing yang mempengaruhi kekuasaan dan kebijakan ne-gara. Indonesia mendu-kung sanksi terhadap Iran dalam kasus pengembangan energi nuklir Iran. Praktik tirani minoritas terhadap mayoritas sangat kasat mata. Puncak dari peristiwa anarkis tsb terjadi di Jakarta tanggal 13-14 Mei 1998. sempatsempatnya dia membuat dan merekam lagu serta nonton film ramai-ramai. yaitu peristiwa G30S PKI tahun 1965 dan kerusuhan Mei 1998. Ini kare-na pemerintah dan DPR lebih memen-tingkan kaum pemuja kebebasan dari-pada mayoritas penduduk Muslim. Selama kurun waktu pemerintahan Orde Baru tsb telah dilahirkan berbagai Peraturan dan Keputusan Pemerintah. siapa otak di belakang peritiwa berdarah dengan korban jiwa lebih dari 1000 orang dan korban harta benda yang tidak terkira besarnya.(Assosiate Press) dalam surveinya menyebut Indonesia sebagai surga pornografi terbesar kedua setelah Rusia. yaitu BJ Habibie. mungkin karena takut dengan Amerika. Malah tahun lalu. Berdasarkan UUD 45. Yang menyedihkan lagi. Reformasi tsb merupakan akhir dari rentetan berbagai peristiwa anarkis sejak tahun 1997 yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. dalam kondisi susah. Reformasi di Indonesia secara resmi dimulai tanggal 21 Mei 1998. dan peristiwa yang kedua merupakan titik akhir dari pemerintahan Orde Baru tsb. Dalam politik luar negeri. Pembahasannya berlarut-larut. kursi presiden yang kosong ini secara otomatis digantikan oleh Wakil Presiden saat itu.

Jelas Inpres ini menjadi angin segar menuju berkurangnya diskriminasi resmi pemerintah terhadap masyarakat Tionghoa.5 tahun. ataupun pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan. tetapi bukan dengan nama Indonesia. .26 tahun 1998 yang berisi 5 poin. JB. di mana salah satunya adalah: Menghentikan penggunaan istilah “pribumi” dan “non pribumi” dalam semua perumusan dan penyelenggaraan kebijakan. perencanaan program.14 tahun 1967 tentang Larangan Menjalankan Agama. tepatnya 16 September 1998. yaitu sejak 21 Mei 1998 s/d 20 Oktober 1999. di mana sebelumnya Tionghoa diidentikkan dengan non pribumi. Keputusan serupa sebenarnya sudah diterbitkan pada tahun 1996 pada masa pemerintahan presiden Suharto. yaitu melalui Keputusan Presiden No. yang dianggap sebagai kepanjangan Orde Baru hanya berlangsung 1. Beberapa peraturan yang dirasa sangat menyakitkan masyarakat Tionghoa adalah : . . Gejolak politik di Indonesia yang belum mereda saat itu menyebabkan pemerintahan BJ Habibie.56 tahun 1996 tentang Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia. . 477/74054 tanggal 18 Nopember 1978 yang meniadakan kolom agama Konghucu pada dokumen2 resmi pemerintah.Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.Keputusan Seminar AD di Bandung tahun 1967 yang menetapkan penggunaan istilah Cina untuk menggantikan istilah Tionghoa dan Tiongkok. namun di lapangan dengan berbagai alasan Kepres tsb tidak dipatuhi oleh . tentang pembuktian seseorang sebagai warga negra Indonesia tidak perlu lagi dengan menggunakan SBKRI. . 14 Maret 1978 tentang kewajiban menunjukkan SBKRI (Surat Bukti Kewarganegaraan Indonesia) bagi orang Tionghoa untuk mendapatkan surat2 keterangan resmi dari instansi pemerintah. Dalam prakteknya banyak yang mengganti namanya dengan nama barat atau nama lain yang tidak berbau nama Tionghoa.4 tahun 1999.Peraturan-peraturan dan UU lama peninggalan pemerintah kolonial Belanda yang juga diskriminatif terhadap masyarakat Tionghoa. Meskipun demikian.3/4/12. Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina di muka umum. tetapi cukup dengan KTP dan atau Akta Kelahiran. yang berarti agama Konghucu tidak diakui lagi di Indonesia.Pada tahun 1967 beredar anjuran setengah memaksa bagi orang Tionghoa untuk mengganti namanya menjadi nama Indonesia.Inpress No. BJ Habibie juga menerbitkan Inpres No. dengan segala kekurangannya.Peraturan Menteri kehakiman No. tercatat suatu perubahan yang cukup signifikan yang telah dilakukan oleh BJ Habibie dalam hubungannya dengan masyarakat Tionghoa di Indonesia. Empat bulan setelah berkuasa. BJ Habibie mengeluarkan Inpres (Instruksi Presiden) No.

Abdurachman Wachid (Gus Dur) sebagai Presdien RI berikutnya menggantikan BJ Habibie. . 14 Tahun 1967 tentang Larangan Menjalankan Agama.Instruksi Presiden No. yaitu : .I. ditetapkan Tahun Baru Imlek 2553 yang jatuh pada hari Selasa 12 Pebruari 2002 sebagai Hari Libur Fakultatif.477/805/SJ tanggal 31 Maret 2000 . Gus Dur akhirnya dimakjulkan (impache) dalam Sidang Istimewa MPR untuk digantikan oleh Megawati Sukarno Putri sebagai Presiden R. Secara pisik juga cukup banyak orang Tionghoa yang tidak bisa dibedakan lagi dengan non Tionghoa. Tidak ada data yang pasti berapa jumlah orang Tionghoa yang terpilih sebagai anggota DPR. sedikit banyak telah mendorong minat orang Tionghoa untuk aktif berpolitik. kecuali yang menggunakan nama Tionghoa.Melalui Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 383 tahun 2001. cukup banyak juga orang Tionghoa yang belum berani terjun ke politik. minat berpolitik masyarakat Tionghoa semakin meningkat dan semakin banyak orang Tionghoa yang terdaftar sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2004. diputuskan melalui votting yang alot untuk mengangkat K. dicabut oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid dengan Keputusan Presiden No.6 Tahun 2000. didampingi Wakil Presiden Megawati Sukarnoputri. terhitung mulai tanggal 23 Juli 2001. masih menunggu saat yang tepat. Namun karena situasi politik dan ekonomi waktu itu masih belum stabil. Suryadi Sudirja dengan SE Mendagri No. Dalam Sidang Istimewa MPR tahun 1999. 477/74054 tanggal 18 Nopember 1978 telah dicabut oleh Mendagri RI. Pada masa pemerintahan Gus Dur ini tercatat 3 keputusan penting dan fenomenal bagi masyarakat Tionghoa. tetapi diyakini oleh berbagai pihak jumlahnya meningkat cukup tajam. Sejak masa pemerintahan Gus Dur. Dalam acara "Renungan Tahun baru Imlek 2552" di Gedung tennis Indoor Senayan. boleh kembali menggunakan nama Tionghoa mereka. Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina di muka umum. dan sebaliknya banyak orang2 non Tionghoa yang secara pisik mirip orang Tionghoa. . DPRD tingkat I ataupun DPRD tingkat II. DPD. tertanggal 23 Juli 2001. Bp.Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.para pejabat pelaksana yang bersangkutan. Ketidak jelasan ini disebabkan sukar membedakan orang Tionghoa dan non Tionghoa hanya dari namanya saja. Tetapi dalam masa pemerintahan Megawati. Gus Dur juga menegaskan bahwa warga negara yang dulu dipaksa mengubah namanya.H. khususnya menjelang persiapan Pemilu 2004. Namun dalam situasi politik yang masih panas. di mana Menko Perekonomian waktu itu dijabat oleh Kwik Kian Gie yang notabene orang Tionghoa.

Selain mencatat kemajuan yang cukup significant dalam memulihkan perekonomian Indonesia saat itu. Sunda. kebijakan pemerintah SBY relatif tidak ada perubahan yang berarti bagi masyarakat Tionghoa. Perayaan2 Tahun Baru Imlek dilaksanakan di mana-mana secara meriah. begitu juga dengan data orang Tionghoa yang sudah menjadi WNI. terdengar isu dari mulut ke mulut bahwa semakin banyak orang Tionghoa yang mencalonkan diri menjadi anggota legislatif (DPR. Aspirasi politik orang Tionghoa di Indonesia dapat disalurkan melalui partai2 politik yang sudah ada. dan Barongsay serta Liang Liong sudah menjadi atraksi umum di mana-mana. Meskipun demikian. yaitu ditetapkannya Tahun Baru Imlek sebagai Hari Libur Nasional. DPRD tingkat I. Dalam berbagai kesempatan resmi Megawati selalu menggunakan istilah Tionghoa dan Tiongkok. dan DPRD tingkat II) yang mencalonkan diri. bahkan sering juga dipergunakan untuk menyambut hari nasional di luar Tahun Baru Imlek. tergabung dengan aspirasi politik masyarakat sekitarnya. Aris Ananta . dan tidak pernah menggunakan istilah Cina. Indonesia dibentuk berdasarkan kesepahaman politik yang melibatkan berbagai Suku dan Etnis yang ada di Indonesia. Batak. Kecuali orang Tionghoa yang berstatus WNA. bukan berdasarkan etnisitas atau kesukuan. pada masa pemerintahan Megawati tercatat keputusan penting dan fenomenal bagi masyarakat Tionghoa. baik partai Nasionalis ataupun partai yang berlandaskan agama. bukan sesuatu yang mengherankan lagi. Oleh karena itu terlalu absurd kalau ada usaha2 sejumlah orang untuk membentuk partai politik yang khusus untuk menampung aspirasi politik orang Tionghoa di Indonesia. dan orang Tionghoa yang terjun ke politik sudah menjadi pemandangan biasa. Ketika terjadi pemilihan umum untuk memilih anggota legislatif pada bulan April 2009. Kehidupan sosial politik masyarakat Tionghoa dapat dikatakan cukup stabil. karena secara prinsip bertentangan dengan makna yang terkandung dalam UUD’45. dan istilah Tionghoa mulai banyak digunakan kembali. karena data pribadi masing2 diperlukan untuk urusan keimigrasian. dsb). DPD. Oleh karena itu tidak ada data resmi dari masing2 suku atau etnis yang ada di Indonesia (Jawa. Ketika Presiden Susilo Bambang Yudoyono atau sering disebut SBY. tidak ada jumlah pasti orang Tionghoa yang menjadi anggota legislatif yang secara resmi diumumkan oleh pemerintah. terpilih melalui pemilihan presiden secara langsung pertama kalinya di Indonesia menggantikan Presiden Megawati pada bulan Oktober 2004. karena berdasarkan UUD.

11:31 wib TEXT SIZE : Image : Corbis. Kita sudah sering mendengar kekuatan gosip dalam menjatuhkan berbagai tokoh politik di banyak negara. mengambil uang mereka secara tunai.. Padahal.mempunyai uang Rp5 juta dan dia tak tahuuangituakandigunakanuntuk apa. makin banyak bank yang benar-benar gulung tikar. Sesungguhnya.misalnya. tentu sulit mencari data yang akurat namun mempunyai dampak negatif untuk yang digosipi. jumlah yang relatif kecil untuk masyarakat antah berantah namun dampaknya luar biasa. Gosip dan pencitraan pun memegang peran penting dalam kegagalan dan keberhasilan suatu bank atau lembaga keuangan serta kinerja seluruh sektor keuangan. Namun. 20 Januari 2010 . Usaha pencitraan pun dilakukan dengan cepat.ketika perekonomian masyarakat antah berantah belum maju. pencitraan adalah hal yang sangat penting.Namun. “Oh. Mereka segera membuat kebijakan memulihkan kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan.Mereka hanya melihat. Mereka berbondong. dalam politik. yang melakukan penyetoran adalah orang-orang bank itu sendiri. Mereka membuat pencitraan melawan gosip yang beredar kuat.maka dia meminjam dari teman dan keluarga yang kebetulan mempunyai uang yang tidak dipakai. Untung para penguasa moneter segera menyadari kesalahan mereka. Waktu itu terdapat 61 bank yang ditutup. dan kaum miskin tambah menderita. Sayang para penguasa moneter di masyarakat antah-berantah tidak menyadari pentingnya peran gosip dan pencitraan dalam kegagalan dan keberhasilan sektor keuangan. Dulu.bondong ke bank. ada juga orangorang justru menyetor uang ke bank. Kalau orang membutuhkan uang. Saat itu Gareng. . perlahan perekonomian berubah. Gosip beredar dengan kuat bahwa bankbank lain akan gulung tikar. Para nasabah panik. perekonomian berantakan. Itu yang terjadi di tahun 8991. pada 8991 gosip pula yang menyebabkan krisis finansial yang dahsyat di masyarakat. Kalau pun tidak menjatuhkan.. gosip telah mampu membuat para tokoh politik kalang kabut.Selain itu. ”Persepsi dan pencitraan ini kemudian amat membantu mengurangi kepanikan masyarakat dan membantu menstabilkan situasi keuangan di masyarakat antah berantah itu. masyarakat umum tak tahu.Gosip dan Krisis Keuangan Rabu. Mereka membuat gerakan penyetoran uang ke bank secara demonstratif.com NAMANYA gosip. tak ada bank di masyarakat itu. Kenyataan bisa jelek tetapi pencitraan yang baik merupakan aset penting dalam politik. Akibatnya. orang kaya jadi miskin. Yang kurang disadari adalah bahwa hal yang serupa juga terjadi di sektor keuangan. Sektor keuangan kacau.

banyak Petruk lain yang mengalami gagal bayar. Bank Togog pun ikut merugi. uang tunai Rp1 miliar sudah cukup untuk berjaga-jaga kalau kalau mereka membutuhkan uang tunai. Masyarakat kemudian risau bahwa Bank Togog akan bangkrut.suatu musibah menyebabkan pendapatan Petruk jatuh drastis. Petruk dinyatakan bangkrut.Bank dibayar untuk jasanya sebagai perantara ini. Saat itu sebenarnya juga tengah terjadi kekalutan di dunia perbankan pada umumnya. Namun.Untuk balas jasa ke bank. Jumlah yang dipinjamkan juga Rp1 miliar. Mereka pun berbondong. Kepercayaan masyarakat pada bank ini pun makin kuat. Dapat dengan cek. Satu bank juga meminjam dan menyetor ke bank lain. Pada tahun 9002 jumlah setoran ke bank ini telah mencapai Rp1 miliar. Lebih parah lagi. Para penguasa moneter lebih memusatkan pada pemberian hukuman pada bank yang tidak . berita ini menyebar ke masyarakat luas. Selama bertahun-tahun dia mampu mengangsur utang yang membengkak karena pendapatannya juga terus meningkat. para peminjam dan penyetor uang tidak membutuhkan uang tunai sebanyak Rp4 miliar. Orang pun malas menyimpan uang tunai di rumah dengan alasan keamanan dan mendapatkan bunga.Nasabah makin banyak. Bank Togog benar-benar bangkrut.Terjadilah suatu keterkaitan satu sama lain yang amat kuat.Dia terpaksa menjual rumah dan barangbarang untuk membayar pinjamannya.Petruk membayar bunga 7% per tahun. Namun. Di sinilah muncul Bank Togog yang berperan sebagai perantara. Dan Petruk pun datang ke Bank Togog serta meminjam uang Rp5 juta. ya biar saja.bondong ke Bank Togog mengambil uang mereka.Dengan cara ini. Bank Togog pun mempunyai inisiatif baru untuk terus mengekspansi jumlah uang yang dipinjamkan. Bank Togog kansudah berulang kali dinasihati untuk melakukan reformasi dan membersihkan dari korupsi. Transaksi tidak harus memakai uang tunai.Pada saat yang sama Petruk membutuhkan uang Rp5 juta namun tidak tahu dia harus mendapatkan uang itu dari siapa. atau kartu kredit. Gareng dan Petruk tidak saling mengenal. Akhirnya. Tak usah dibantu. Sistem perekonomian di masyarakat ini membaik. Bank Togog sesungguhnya tak punya uang sedikit pun. Keuntungan Bank Togog berlipat lipat. Banyak pula Petruk yang meminjam uang dari bank ini.Dengan demikian. Dengan kondisi kepercayaan masyarakat yang tinggi dan makin sedikitnya kebutuhan uang tunai. manajemen Bank Togog sangat buruk. transfer. Dari transaksi ini bank mendapatkan keuntungan 2% per tahun. bank ini masih hidup karena kepercayaan masyarakat pada Bank Togog masih ada. Gareng dapat meminjamkan uangnya ke Petruk. Walau begitu. dengan kepercayaan dari masyarakat. Kalau saja mereka saling mengenal dan mengetahui kondisi masing-masing. Bank Togog tahu akan ada orang yang membutuhkan uang. baik penyetor mau pun peminjam uang. Bank Togog percaya. Bank Togog berani meminjamkan Rp4 miliar.“Ya. Bank Togog benarbenar pusing. Dia hanya menjadi perantara antara mereka yang mempunyai uang tetapi tidak tahu apa yang akan dilakukan dengan uangnya dan mereka yang membutuhkan uang.keuntungan Bank Togog makin meningkat. Dengan penjualan itu pun. Apalagi dunia sedang mengalami krisis finansial yang luar biasa. Mereka semua mungkin tidak saling mengenal tetapi mereka saling kait-mengait melalui sistem perbankan.Terjadi korupsi di Bank Togog. Banyak Gareng lain yang menyimpan uang di bank ini. Rupanya para penguasa moneter saat itu tidak menyadari apa yang terjadi di dunia perbankan. Masyarakat tak tahu apa yang terjadi di bank ini walau penguasa moneter sudah sangat marah pada manajemen. Sialnya.Namun. Utang Petruk telah membengkak. Keuntungan yang luar biasa dari Bank Togog ini membuat menjamurnya bankbank lain. Sejak saat itu Bank Togog terus berkembang. nasib buruk menimpa Bank Togog di tahun 9008. Kalau sekarang akan bangkrut. Petruk belum dapat melunasi utangnya.Penguasa moneter tenang-tenang saja. Gareng menyimpan uang di Bank Togog dan sebagai balas jasa Gareng mendapatkan bunga 6% per tahun. Berbagai saran perbaikan manajemen dan pembersihan korupsi tidak digubris oleh bank karena sampai saat itu Bank Togog masih terus bertahan hidup.” Yang kemudian terjadi. Dia kelabakan tak dapat membayar angsuran utang-utangnya. selama beberapa tahun terakhir.

cerita di atas juga cerita dalam mimpi. Karena hasil mimpi. Seperti yang terjadi pada 8991. Beredar gosip yang amat kuat bahwa bank-bank lain juga akan bangkrut. berkunjung ke Ketua MPR RI Taufiq Kiemas hari ini. Rupanya saya telah bermimpi. dia sangat tertarik dengan keberagaman di Indonesia.Angka kemiskinan melonjak. Menurut Joseph. Namun. maka perekonomian kita saat ini akan jauh lebih baik. Dalam keadaan yang kacau balau ini para pengamat ekonomi menyadari kesalahan para penguasa moneter yang telah membiarkan kebangkrutan Bank Togog. Dampak ke perekonomian juga dahsyat sekali. Nusantara 3 lt. gara-gara akan menyiapkan makalah mengenai arti systemic risk. Para penguasa moneter tak menyadari adanya systemic risk. Mohon maaf. Para pengamat lalu mengritik para penguasa moneter. Jumlah orang sakit bertambah dengan cepat. Penguasa moneter segera menyadari kesalahan mereka. Ah. ”Para pengamat ekonomi itu lalu memberi kuliah pada penguasa moneter agar belajar teori ekonomi dengan lebih baik dan memahami adanya systemic risk. juga meminta masukan dari Pimpinan MPR RI mengenai situasi keberagaman beragama di Indonesia. situasi internasional yang amat buruk membuat usaha penguasa moneter di masyarakat antah berantah tak ada gunanya. saya terbangun dari tidur saya.Gosip jauh lebih kuat daripada usaha yang dilakukan para penguasa moneter. lebih parah dari tahun 8991.mengikuti saran-saran dan bukan pada stabilitas kondisi keuangan dan perekonomian secara keseluruhan. penguasa moneter mencoba melawan gosip dan membuat pencitraan perbankan.00 WIB di ruang kerja Ketua MPR RI Gd. kalau saja penguasa moneter waktu itu tidak memprioritaskan pada penghukuman para pemilik Bank Togog. Hal ini terungkap ketika perwakilan dari lembaga tersebut. sebagai pengacara hak asasi manusia dan telah mempelajari Indonesia selama 30 tahun terakhir ini. Kata mereka. Joseph Saunders. kalau saja penguasa moneter waktu itu menyelamatkan Bank Togog. untuk mengadakan riset selama satu sampai dua tahun. Kunjungan tersebut selain memberikan informasi mengenai riset yang akan mereka lakukan. (*) ARIS ANANTA Ekonom(//rhs) nyebab Kerusuhan di Indonesia 3 Desember 2009 15:29 WIB Keberagaman agama di Indonesia menarik minat sebuah lembaga independent asal New York. Kita tidak akan mengalami krisis mendalam seperti ini. 9. Demonstrasi dan kerusuhan sosial meluas.untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan. Kebangkrutan Bank Togog ternyata memicu kebingungan di masyarakat yang lebih luas. kali ini.Kondisi finansial menjadi benar-benar berantakan. Human Rights Watch. Dia sangat prihatin terhadap kondisi di Indonesia dimana ketika pintu . “Kalau saja para penguasa moneter waktu itu tidak membangkrutkan Bank Togog. Rabu (2/12) pukul 13.

Menurut Hajriyanto. Hajriyanto turut menambahkan bahwa pada masa reformasi isu kebebasan beragama justru semakin dirinci dalam konstitusi. menurut Joseph. angka pengangguran semakin tinggi. Bahkan setelah Pemilu. isu-isu Ahmadiyah dan kerusuhan-kerusuhan berbau agama lainnya. dll tidak ada sampai bakar membakar atau menghabisi kelompok tertentu. Indonesia sudah lama menganut keragaman beragama. ujar Hajriyanto. yaitu pada saat Sumpah Pemuda. tapi mengapa masih saja terjadi hal-hal seperti itu. Hanya saja Hajriyanto mengingatkan bahwa implementasi dari konstitusi tersebut berhadapan dengan segala faktor termasuk sosial dan ekonomi. menurut Joseph. Ahmadiyah sudah ada bahkan sejak zaman Belanda. Bahkan membuat undang-undang lainnya untuk mendukung kebebasan beragama. justru menjadi pertanyaan Pimpinan MPR RI. Jadi mengenai perbedaan agama yang memicu kerusuhan. Hal itu dia rasakan bukan tanpa sebab. ujar Hajriyanto. dan apa . ”Sejak kapan perbedaan agama menjadi masalah. lanjut Taufiq. Bakar membakar tempat beribadah. justru agama turut dipakai sebagai alat politik.demokrasi dibuka lebar. tapi kenapa akhir-akhir ini saja diributkan. angka kemiskinan semakin besar. semua hal itu mengakibatkan kesalahpahaman sedikit saja bisa menimbulkan kerusuhan antar desa”. mudah-mudahan akan mendukung toleransi beragama di Indonesia”. ”Perkembangan ekonomi masih belum seperti yang diharapkan. Pada zaman dahulu bahkan pada saat pemberontakan PKI. Indonesia dari sebelum merdeka. Hal ini menunjukkan bahwa partai yang mengusung isu-isu agama tidak membawa keberhasilan dan kecenderungan menggunakan agama sebagai alat politik juga menurun. juga baru terjadi akhir-akhir ini saja. ada yang mencoba merealisasikannya dengan membuat perda-perda syariah. kebebasan beragama sudah merupakan kewajiban untuk dilakukan karena tercantum dalam filosofi negara ini. jadi kenapa selama 10 tahun terakhir ini kasus beragama mencuat?”. Sedangkan mengenai pemakaian agama dalam Pemilu. sudah mengumandangkan kebebasan beragama yang kemudian dicantumkan dalam Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. Belum lagi isu-isu beragaman lainnya seperti sulitnya izin pendirian gereja. Jadi menurut Taufiq. Begitu juga mengenai masalah Ahmadiyah. pada saat Pemilu dia mengamati bahwa ada beberapa partai politik yang mengatasnamakan agama dan memberikan janji-janji politik berdasarkan ajaran agama. Taufiq berkata bahwa kita tidak usah khawatir. tanya Hajriyanto. pertama-tama Taufiq berterima kasih akan dilakukannya riset mengenai keberagaman beragama di Indonesia dan dengan senang hati akan menerima masukan-masukan berdasarkan hasil riset tersebut. Hasil Pemilu kemarin jelas-jelas terlihat bahwa pemenang Pemilu 80%-nya adalah kelompok nasionalis. ”Indonesia tidak punya sejarah dalam penindasan kelompok minoritas. PNI Marhaenisme. Jadi sikap-sikap kekerasan yang menjurus kepada kelompok tertentu jangan hanya menyalahkan faktor agama. tapi hal itu dipicu juga oleh faktor ekonomi dan faktor sosial. Padahal. ”Dengan perkembangan ekonomi yang membaik. Menanggapi hal tersebut.

seperti kerusuhan di Poso dan Ambon. (2). Oleh George Junus Aditjondro. sedangkan kelas bawah didominasi oleh kelompok etno-linguistik yang memeluk agama lain. seperti tercantum dalam Pasal 28 UUD NRI Tahun 1945. harusnya itu yang diriset oleh Human Rights Watch”. etnisitas. ada tigabelas persamaan yang dapat ditarik. mengalami eskalasi. ini gejala baru bahwa perbedaan agama di Indonesia menyebabkan kerusuhan. Jadi dalam kesempatan ini Pimpinan MPR RI bersepakat mengajak Human Rights Watch bekerja sama untuk memperbaiki kondisi ini untuk mencari kehidupan yang lebih demokratis. dan agama dari komunitas-komunitas yang bertikai. karena ketumpangtindihan di antara faktor-faktor kelas. walaupun dengan korban yang sangat besar. (Konsultan Penelitian & Penerbitan. seperti kerusuhan anti-Madura di Kabupaten Sambas (Kalimantan Barat) dan Kabupaten Sampit (Kalimantan Tengah). Ada yang bersentuhan dengan gerakan kemerdekaan pasca-kolonial yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dengan konsekuensi . Semua kerusuhan sosial di Indonesia selama era pasca-Soeharto merupakan refleksi dari runtuhnya tertib sosial akibat lunturnya ketakutan atau kepercayaan rakyat pada aparatur keamanan. kelas atas didominasi oleh komunitas atau kelompok etno-linguistik tertentu yang memeluk agama tertentu. Jakarta) ERA pasca-Soeharto telah ditandai dengan meletusnya berbagai kerusuhan dan konflik sosial di Indonesia. Palu. Kebebasan itu menyeluruh. agar Human Rights Watch jangan mengambil satu isu yaitu kebebasan beragama. khususnya Aceh dan Papua Barat. Ada yang masih tetap ‘panas dingin’ sejak 1998-1999 sampai sekarang. seperti berikut: (1). Dari berbagai kasus yang begitu beragam. yang kini menjadi semakin tajam setelah keluarnya Undang-Undang No. Anggota Dewan Penasehat Center for Democracy and Social Justice Studies (CeDSoS). dan Kepulauan Maluku. (3).penyebabnya. dalam riset tersebut. Di akhir pertemuan Hajriyanto menambahkan. Menurut Taufiq. ada kebebasan bekerja. yang belum mengalami pemisahan yang sejati antara fungsi polisi dan fungsi militer. kebebasan berkumpul dan lainnya. Dengan beberapa perkecualian. seperti di Papua Barat dan Aceh. akar dari berbagai konflik sosial di berbagai daerah di Indonesia adalah ketimpangan ekonomi akibat pengaturan tata ruang oleh pemerintah yang dianggap tidak adil oleh komunitas-komunitas setempat. Dalam arti. usul Taufiq. Dalam fakta sosial.D. “Supaya tuntas masalah hak asasi manusia di Indonesia”. bahkan juga di kota-kota besar di Jawa. semua agama bisa hidup di Indonesia. Ph. Sulawesi. Ada yang hanya berlangsung singkat. kata Taufiq. Konflik dan kerusuhan sosial di antara berbagai komunitas di daerah-daerah kerusuhan seperti di Kalimantan. Yayasan Tanah Merdeka.

yakni Brimob. (5). serta pentungan karet. Infiltrasi itu sekurangkurangnya dimaksudkan untuk mendapatkan informasi seberapa jauh gerakan itu dapat membahayakan kepentingan aparatur negara. gerakan Muslim militan (lihat Abduh 2003). serta gerakan protes Nunusaku di Maluku yang dibelokkan menjadi gerakan untuk menghidupkan kembali Republik Maluku Selatan. yang terlibat dalam konflik vertikal. gerakan buruh. konkritnya. tidak menggunakan cara-cara pengendalian huru-hara yang tidak menimbulkan korban jiwa (non-lethal methods ). Setiap kelompok atau gerakan sosial yang radikal di Indonesia selalu disusupi aparat intelijen militer yang formal maupun non-formal. atau setidaktidaknya. seperti meriam air. gerakan kemerdekaan di Aceh dan Papua Barat. Kenyataannya. . bukanlah solusi yang paling bijaksana. Sulawesi Selatan. infiltrasi itu kemudian diarahkan untuk mengkooptasi dan melumpuhkan. khususnya di luar kotakota besar di Jawa. 2004). Makanya Brimob dapat dianggap sebagai alat teror negara pula. (4). Itu sebabnya. Organisasi-organisasi paramiliter yang bermunculan selama era pasca-Soeharto dirangsang pertumbuhannya oleh aparat bersenjata (lihat Simanjuntak 2000). di mana awal Agustus lalu konflik bersenjata tajam meletus antara penduduk suku Mandar dan suku Toraja Mamasa. mengalami eskalasi karena cara-cara pengendalian huru-hara (riot control ) yang terlalu militeristik. karena melibatkan organisasi-organisasi paramiliter yang merasa mewakili kepentingan satu atau lebih kelompok yang bertikai. kabupaten. Berbagai kerusuhan sosial pasca-Soeharto di Indonesia. kecamatan. seperti halnya pasukan Kopassus dan Kostrad (Wessel 2001: 71). sangat berpotensi disusupi aparat intelijen militer formal dan non-formal untuk membelokkan resistensi vertikal menjadi konflik horizontal. Kerusuhan sosial di berbagai daerah seringkali berkembang menjadi konflik berkepanjangan.pemekaran desa. menentang dwifungsi militer (lihat Munir 2001: 21). Dengan kata lain. Infiltrasi agen-agen intelijen atau proxy dari para perwira militer dan polisi dengan tujuan melakukan kooptasi ini telah dialami oleh gerakan mahasiswa. sering merupakan pembuka jalan atau pemulus masuknya para investor ke daerah-daerah yang kaya dengan sumber daya alam yang diminati para investor dalam dan luar negeri. Namun lebih jauh lagi. Satuan kepolisian yang sering dikerahkan. dan provinsi yang memicu fanatisme etnis di mana-mana. mendiskreditkan kelompok atau gerakan sosial tersebut (lihat tim CeDSoS. yang ditentang oleh Presiden Abdurrahman Wahid waktu itu (lihat Ghufron 2001: 97-1004). (6). keputusan untuk mengirim Brimob ke daerah Polewali Mamasa (Polmas). mereka menggunakan peluru tajam dan senjata otomatis yang sama mematikannya seperti yang digunakan satuan-satuan militer. kelompok atau gerakan sosial yang menantang kekuasaan negara dan modal besar. Konflik komunal di Maluku sendiri dicetuskan hanya dua bulan setelah demonstrasi besar mahasiswa se kota Ambon di bulan November 1998. gas air mata. Hal itu adalah akibat politik militerisasi Polri di bawah Jenderal (Pol) Suroyo Bimantoro.

Hendropriyono adalah Presiden Komisaris PT Kia Mobil Indonesia (KMI). Letjen (Purn. anak Profesor Muladi. cara lain yang banyak dipakai untuk melumpuhkan perlawanan masyarakat sipil terhadap negara dan modal besar adalah dengan menciptakan konflik internal sehingga timbul kelompok tandingan atau pengurus tandingan yang menentang kehadiran dan legitimasi kelompok atau pengurus yang menentang negara dan modal besar.) A. (8). BIN juga telah berkembang menjadi sangat otonom dan dalam bidang politik praktis dapat menyaingi peranan Mabes TNI dan Mabes Polri. fungsi itu mulai diambil alih oleh BIN dan beberapa organisasi paramiliter yang dekat dengan Kepala BIN. Gatra. Ada juga provinsiprovinsi di mana secara formal hanya terdapat Kordinator-kordinator Wilayah (Korwil). 2004: 27). Soalnya. Selain dengan teknik infiltrasi. Walhasil. tekanan psikologis dilakukan terhadap pemilik hotel dan tempat pondokan di mana aktivis-aktivis pro-demokrasi bermukim. membuat kekuasaan purnawirawan jenderal itu secara de facto setara dengan Panglima TNI dan Kapolri. siap untuk melibas mereka yang dianggap berbahaya bagi rezim Mega. suatu perkembangan yang tentu saja tidak disukai oleh para perwira . tapi juga melakukan tekanan psikologis kepada aktivis-aktivis pro-demokrasi yang kritis terhadap pemerintah. dan lebih ke bawah lagi melalui KomBINDA (Komisariat BIN Daerah). pada saat militer dan polisi tidak lagi secara langsung menghambat kebebasan ekspresi para aktivis gerakan pro-demokrasi. adalah direktur perusahaan pengimpor mobil Korea itu. Agen-agen BIN juga bukan orang sembarangan. yang baru saja dibentuk oleh Polri di bulan Agustus 2003 (Jawa Pos. Ronny Hendropriyono. sementara Tomohon merupakan tempat kedudukan seorang Kepala KomBINDA. bersama Fayakun Muladi. berhubung dengan kedekatan Hendropriyono dengan Tomy Winata. 4 Sept. Konflik-konflik internal yang semakin mewabah di era pasca-Soeharto erat kaitannya dengan maraknya infiltrasi agen-agen intelijen ke dalam organisasi-organisasi masyarakat sipil. Hendropriyono. 2003. Kemampuan memobilisasi anggota-anggota satuan-satuan khusus anti-teror itu.(7). 29 Nov. agen-agen BIN di Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan tidak cuma mengumpulkan informasi. Sedangkan Makassar merupakan tempat kedudukan Korwil BIN Sulawesi Selatan. operator bisnis utama Angkatan Darat. yang sejak tahun lalu telah berekspansi (lihat McEvers 2004). sementara Kepala BIN hanya bertanggungjawab kepada Presiden. Ekspansi itu dilakukan melalui struktur BINDA (BIN Daerah) yang dapat meliputi satu atau lebih provinsi. Sebagai lembaga. Dengan kata lain. sebab lembaga intelijen ini mampu mengerahkan anggota Kopassus serta anggota Detasemen Khusus 88 Anti-teror. Dalam prakteknya. Sedangkan di Sulawesi Tengah. infiltrasi dan kooptasi yang paling sistematis telah dilakukan oleh Badan Intelijen Negara (BIN).M. Operasi-operasi intelijen BIN dimungkinkan oleh sumber dananya yang seolah-olah tidak terbatas. Manado merupakan tempat kedudukan seorang Kepala BINDA yang wilayahnya meliputi provinsi-provinsi Sulawesi Utara dan Aceh. Di antara berbagai instansi dan aparat negara. lembaga yang dikepalai oleh seorang kader PDI-P telah bermetamorfosa menjadi gurita yang lengan-lengannya saling berbelit dengan berbagai organisasi paramiliter di Jawa dan di luar Jawa. salah satu anak perusahaan kelompok Artha Graha yang dipimpin oleh Tomy Winata. Menteri Kehakiman di masa pemerintahan BJ Habibie (Aditjondro 2004b: 55). selama masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. anak Kepala BIN.

aktif di kedua markas besar itu. serta Markas-Markas Besar TNI. pelestarian kepentingan ekonomi para prajurit. peluang untuk mengorupsi dana operasi pasukan sangat besar (lihat Aditjondro 2004c: 145). Untuk keperluan itulah. karena berlangsung di balik tabir kerahasiaan Kantor Menko Polkam. Aditjondro 2004c: 168-173) hanya merupakan satu aspek kecil saja dari kepentingan aparat bersenjata untuk mencetuskan dan memelihara konflik di berbagai daerah di Indonesia. Polri. terutama maskapai pertambangan raksasa. Pada umumnya. Misalnya. terutama berkaitan dengan kepentingan modal besar yang dilindungi oleh aparat bersenjata. Dalam konflik sosial di berbagai daerah di Indonesia. Departemen Pertahanan. anak buah mantan Danjen Kopassus. yang menyerupai keadaan di Brazil di masa transisi dari rezim otoriter-birokratis yang didominasi militer ke pemerintahan demokratis berlandaskan supremasi sipil. yang merasa disaingi oleh Hendropriyono. di Ambon dan Poso aparat bersenjata yang ditugaskan untuk memadamkan konflik maupun fihak-fihak yang bertikai mendapat pasokan senjata dan amunisinya dari sumber yang sama. dan Malik 2004: 115). Prabowo Subianto. (10). Setelah Lasykar Jihad berhasil menteror penduduk Seram Timur sehingga mayoritas penduduk yang Nasrani mengungsi. Masih untuk kepentingan aparat bersenjata. Korupsi anggaran pertahanan itu begitu efektif. PT Calpez. perwira. yakni Front Kedaulatan Maluku (FKM) yang ingin menghidupkan Republik Maluku Selatan (RMS) dan Lasykar Jihad FASWJ yang ingin . Paling sedikit. dua fihak yang bertikai diinfiltrasi oleh agen-agen yang bekerja untuk kepentingan aktor ekonomi-politik yang sama. dari tahun 1973 s/d akhir 1985 (Stepan 1988: 25-29) juga tidak disukai oleh sejumlah purnawirawan jenderal yang reformis. seperti yang telah berhasil dilakukan di Maluku dan Aceh (lihat Pontoh 2004: 125. (9). dan ketiga Angkatan yang praktis tertutup bagi aparat sipil serta lembaga-lembaga pemantau korupsi. peluang korupsi di bidang ini sangat besar. Kadang-kadang. punya hubungan akrab dengan dua fihak yang bertikai di Maluku. Dengan demikian. dan maskapai Australia. pemekaran komando territorial militer di Indonesia terus diupayakan oleh TNI. Mereka menganggap operasi BIN di bawah komando Hendropriyono bertentangan dengan usaha aparat bersenjata untuk mundur dari pentas politik. (11). “Politik cuci gudang” PT Pindad (Aditjondro 2004a: 138-140. bahkan dengan menciptakan proyek-proyek fiktif. PT Kufpec. dengan melakukan mark up nilai proyek. Selain di Aceh. sangat menguntungkan satuan-satuan bersenjata yang mendapatkan biaya . mantan jenderal itu sedang menyiapkan pengambilalihan ladang-ladang minyak bumi formasi Manusela yang terentang dari gunung sampai ke laut dari maskapai Kuwait. dan satuan-satuan aparat bersenjata sangat menonjol (lihat misalnya Ishak 2004). Penyuburan konflik-konflik horizontal selama era pasca-Soeharto juga merupakan upaya mempertahankan fungsi politis dan ekonomis aparat bersenjata di Indonesia. yakni PT Perindustrian Angkatan Darat atau PT Pindad. ancaman gerakan bersenjata di daerah operasi maskapai-maskapai mancanegara. Perkembangan ini. pengiriman pasukan militer dan polisi ke daerah-daerah konflik secara keuangan tidak di-audit secara tertib seperti halnya proyek-proyek yang dijalankan instansi-instansi sipil.

menguntungkan para investor di bidang pengolahan sumber-sumber daya alam di dua bidang. 7 Juni 2004). Abdul Muin Pusadan. kerusuhan demi kerusuhan telah melahirkan sejumlah milyarder di kalangan birokrat. melindungi para pemodal tersebut dari berbagai tuntutan penduduk setempat. terdiri dari tiga kompi yang tidak cuma ditempatkan di Kabupaten Poso. Batalyon yang baru. anak perusahaan tambang Kanada. (13). Sedangkan di bagian timur provinsi Sulawesi Tengah. tapi juga di dua kabupaten tetangganya. yang mengakibatkan pengerahan (deployment ) pasukan-pasukan bersenjata di sana. Walhasil. namun ia tetap bebas berkeliaran di luar. misalnya.pengamanan (protection fee ) dari maskapai-maskapai itu. yang menurunkan biaya pembangunan prasarana para pemodal. Penyebaran kompi-kompi . 40-41. Bulan Januari lalu. mengeluarkan jutaan dollar AS setahun untuk membiayai pasukan-pasukan TNI dan Polri yang ditugaskan menjaga keamanan operasi mereka (lihat Aditjondro 2004d: 84-85). serta sejumlah rumah di Jawa. Karena berbagai tuntutan mereka belum dipenuhi. aksi protes bersama suku Makian yang Muslim dan Kao yang Kristen – yang lima tahun lalu saling menyerang -. Pertama. Inco. Pencetusan dan pemeliharaan konflik di Indonesia juga merupakan semacam “industri” bagi aparat birokrasi sipil. sumber-sumber lain). bulan Mei lalu sekitar 300 orang penduduk dari kedua komunitas itu berkemah di lokasi tambang. enam rumah di kota Palu. yang masing-masing dilengkapi sebuah mobil mewah (Aditjondro 2004b: xiii-xiv. (12). Di Kepulauan Maluku. Kedua. Bupati Poso yang sudah hampir habis masa jabatannya. Akhirnya. sementara para pengungsi semakin melarat. dan Newcrest. kerusuhan di Poso telah dijadikan justifikasi oleh TNI/AD untuk melipatduakan jumlah batalyon yang ditempatkan di provinsi ini. Barangkali karena serangan Brimob yang lalu diekspos ke dunia internasional. tidak mengulangi kekejaman mereka (Republika. Seorang anggota Brimob yang terlibat dalam penyerangan itu. Yon 714 Sintuwu Maroso. adanya pasukan bersenjata yang lebih melayani kepentingan para pemodal ketimbang penduduk setempat. yang digaji sebesar 700 dollar Australia sehari oleh maskapai itu. di Pulau Haruku. sebuah rumah di kota Makassar. ExxonMobil di Aceh dan Freeport McMoRan di Papua Barat. sudah sempat mengoleksi tiga rumah di kota Poso. sebab kerusuhan melahirkan pengungsi. mulai dari tuntutan penggantian hak-hak adat atas tanah dan perairan ulayat sampai dengan tuntutan hak-hak perburuhan dari tenaga buruh yang direkrut dari luar dan dari penduduk setempat. pencetusan dan pemeliharaan konflik horizontal di daerah-daerah yang kaya sumber daya alam. dua perusahaan tambang emas yang mendapatkan keuntungan dari tergusurnya penduduk serta penempatan pasukan bersenjata di sana adalah Ingold. yakni Morowali dan Banggai. dan pengungsi mengundang bantuan kemanusiaan yang sangat rentan untuk dikorupsi. perusahaan tambang Australia di Halmahera Utara. misalnya.menentang ekspansi tambang itu diserang oleh satuan Brimob (Guerin 2004). langgengnya kerusuhan di daerah-daerah konflik menyebabkan jatuhnya harga tanah. di mana segelintir kepala daerah dan kepala Dinas Kesejahteraan Sosial berhasil beternak mobil dan rumah mewah di mana-mana. dihukum penjara tujuh bulan. para polisi militer penjaga tambang itu.

Akhirnya. Hendropriyono adalah Presiden Komisaris PT Kia Mobil Indonesia (KMI). Jakarta: TAPAK Ambon. Konspirasi Intelijen & Gerakan Islam Radikal. . “Kerusuhan Poso dan Morowali: Akar Permasalahan dan Jalan Keluarnya”. tidak kebetulan pula bahwa di daerah di mana batalyon yang lama. 10 Agustus 2004 Kepustakaan: Abduh. Yon 711 Reksatama bertugas. Dari contoh-contoh ini dapat dilihat bagaimana pelestarian konflik Poso dan Morowali. ---------------(2004a). --------------.) (2003). 109-155. yang juga membangun asrama kompi mereka di setiap kabupaten. hal. hal. sementara anaknya. Yakoma. ketua Fraksi PDI-P di MPR yang berniat menambang minyak dan gas bumi di Kabupaten-Kabupaten Banggai dan Morowali. Tragedi Kemanusiaan Poso: Menggapai Surya Pagi melalui Kegelapan Malam. Ronny Hendropriyono menjadi salah seorang direktur anak perusahaan Artha Graha itu. “Renungan buat Papa Nanda. yang berniat menambang marmer di Morowali (Aditjondro 2004a: 135-137). adalah mitra bisnis Tomy Winata. Anak Domba Paskah dari Tentena”. Yakni kelompok Medco milik Arifin Panigoro. Hartati Murdaya. Jangan dilupakan pula Kepala BIN. Morowali. Perkebunan PT Hardaya Inti Plantation itu adalah milik Ny. yang dilindungi kepentingannya oleh aparat bersenjata dan aparat intelijen negara kita.). Ia menjadi komisaris dari sebuah perkebunan kepala sawit seluas 52 ribu hektar. “Di Balik Asap Mesiu. Jakarta: ProPatria. Demokrasi dan Pemilu 2004. Umar (peny.tentara di ketiga kabupaten itu juga diikuti oleh Brimob. dan Kepentingan Elit Politik. Ronny Hendropriyono juga punya kepentingan bisnis. Jakarta: Center for Democracy and Social Justice Studies (CeDSoS). Dalam Stanley (peny.(2003). George Junus (2001). hal. Begitulah tigabelas tesis yang dapat diturunkan dari data empiris dari sejumlah kerusuhan dan konflik sosial pasca-Soeharto di Indonesia. Mengapa perlu begitu banyak penjaga keamanan di Poso. xviii-lii. 131-176. Ketika Semerbak Cengkih Tergusur Asap Mesiu: Tragedi Kemanusiaan Maluku di balik Konspirasi Militer. Prolog dalam Rinaldy Damanik. a. Jakarta & Yogya: PBHI. serta kelompok Artha Graha milik Tomy Winata dan Yayasan Kartika Eka Paksi. lewat pembagian mobil tersebut secara cuma-cuma ke aparat polisi setempat. keluarga Hendropriyono jelas-jelas punya kepentingan ekonomi untuk mengamankan investasi Artha Graha di daerah Morowali. CD Bethesda. Aditjondro. Sibolangit. Makanya. Air Mata dan Anyir Darah di Maluku”. yang meliputi kabupaten-kabupaten Buol dan Toli-Toli. Epilog dalam Zairin Salampessy dan Thamrin Husain (peny. di mana Artha Graha menanam modalnya. Makanya. di situ mobil Kia dipromosikan.). salah seorang Bendahara Golkar di era Presiden Soeharto (Aditjondro 2004b: 53-54). Keamanan. dan Banggai? Tidak kebetulan bahwa di kedua kabupaten tetangga Poso telah masuk dua investor domestik dengan backing politik yang cukup kuat. Kapitalis Birokrat.l. akhirnya menguntungkan para pemodal besar.

Perdagangan Senjata dan Proteksi Modal Besar: Ekonomi Politik Bisnis Militer di Sulawesi Bagian Timur”. No. etnic riot. Skandal Politik SI MPR RI 2001. Bisnis Pos Penjagaan. Rethinking Military Politics: Brazil and the Southern Cone.” Christian Science Monitor. hal.” Dalam Ingrid Wessel & Georgia Wimhoefer (peny. Tahun III. hal. Violence in Indonesia.” Asia Times Online. Kelly (2004). madura. hal. Wacana. McEvers. Jakarta: Factual Analysis Forum. Hamburg: Abera. --------------. 121-136. Coen Husain (2004). 113-120. Ingrid (2001). Kalimantan.(2004b). “Kayu Hitam. “Indonesia’s Expanding Spy Network Alarms Reformers. “Bedil. Wacana. 17. Ghuffron. 64-81. 17. 4 Februari. Wessel. Jakarta: Lembaga Studi Pers & Pembangunan (LSPP).--------------. 13 / SP – KONTRAS / III / 99 KOMSI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN ( KONTRAS ) Tentang : . Munir (2001). Tahun III. Wacana. No. Princeton. Konspirasi Gerakan Islam & Militer di Indonesia. sampit SIARAN PERS NO. 17-24. Guerin. Jakarta: Institut Studi Arus Informasi (ISAI). Tahun III.). “The Search for Safety in the Spice Islands. “Dari Gaharu ke Bom Waktu HIV/AIDS Yang Siap Meledak: Ekonomi Politik Bisnis Tentara di Tanah Papua”. Tahun III. Malik. Simanjuntak. 17. Togi (peny. Konflik. Diposkan oleh kristianus atok di 10:44 Label: Dayak. 17. Bill (2004). Amis Darah dan Mesiu: Mengurai Keterlibatan Militer dalam Konflik Maluku”.).). hal. Rodjil (2001). Pontoh. ---------------.” Dalam Ingrid Wessel & Georgia Wimhoefer (peny. No. Jakarta: Center for Democracy and Social Justice Studies (CeDSoS). 137-178. 83112. Alfred (1988). Ichsan (2004). Wacana. No.(2004d). hal. “Bisnis Militer di Wilayah Konflik Maluku”. Violence in Indonesia. CeDSoS. Violence and the Integration Problem.(2004c). NJ: Princeton University Press. “Indonesia. 2 Juni. Tim Peneliti (2004). “The Politics of Violence in New Order Indonesia in the Last Decade of the 20th Century. hal. Membedah Kembar Siam Penguasa Politik & Ekonomi Indonesia: Metodologi Investigasi Korupsi Sistemik Bagi Aktivis dan Wartawan. Premanisme Politik. Stepan. Hamburg: Abera.

. Abepura. Sampai akhirnya krisis ekonomi semakin membuktikan bobroknya sistem kemasyarakatan yang selama 30 tahun dibangun Orde Baru. Selama ini Orde Baru ternyata telah membangun sebuah sruktur masyarakat yang amat rapuh sebagai akibat dari kesalahan strategi pembangunan yang dipilih maupun buruknya kinerja birokrasi yang menindas dan dilumuri oleh korupsi. Kupang. amarah demi amarah termanifestasi dalam bentuk ledakan – ledakan kekecewaan yang tak terkendali. Penyelenggaraan negara yang demikian kacau telah menempatkan bagian terbesar rakyat pada posisi yang lemah dan terpinggirkan. kantor birokrasi dan aparat keamanan. ternyata justru menanpilkan dirinya hanya sebagai rezim pemerintahan yang tidak mampu memenuhi harapan seluruh rakyat yang sedang menunggu tindakan kepastian hukum. pertentangan antar sesama warga masyarakat. Kerawang. yang oleh sebagian pihak dianggap sebagai awal dari pembaharuan sistem. Situbondo. seakan tak kunjung selesai. bangsa Indonesia berada dalam kondisi yang paling memprihatinkan dalam sejarahnya. pendatang dan penduduk asli. Berbagai kerusuhan terjadi dari tahun 1996 seperti peristiwa – peristiwa Sabtu Kelabu 27 Juli 1996 di Jakarta. Aliansi ketiga kelompok inilah yang selama ini begitu dikenal oleh rakyat sebagai pihak yang paling bertanggunjawab atas kekerasan dan ketertindasan mereka. Tidak mengherankan ketika kemudian terjadi provokasi. adalah bukti dari semua itu. bersama pemodal besar telah tampil sebagai pihak yang amat berkuasa. Aceh dan seterusnya. dan bahkan dengan menahan amarah. Medium kedua. Pergantian pemimpin pemerintahan di tengah krisis nasional. kolusi dan nepotisme. atau berbagia kondisi yang sering kali bahkan didorong oleh berbagai kebijakan yang memunculkan polarisasi kelompok. antara warga masyarakat dengan aparat negara baik sipil maupun militer. Tasikmalaya. sehingga dicap sebagai bangsa yang kurang beradab. Dari sini terbentuklah semacam kebencian sebagai situasi psikologis massa rakyat yang pada gilirannya mendorong berbagai amuk massa yang terjadi cenderung dialamatkan kepada mereka dengan perusakan terhadap simbol – simbol dan aset – aset milik ketiga kelompok tersebut seperti sentra ekonomi. Peristiwa kerusuhan dan perkosaan massal pada Mei 1998. Sanggau-Ledo. masyarakat dengan mudah terpelintir ke arah pertentangan antar sesama mereka dalam konflik terbuka. Ambon dan terakhir Sambas. Dan ketika pemerintahan yang hadir kemudian terbukti tidak pernah benar – benar menjadi bagian yang berkehendak terhadap pembaruan yang dinantikan itu. Dalam wujudnya yang nyata ia tampil di dalam amuk – amuk massa.HUBUNGAN KERUSUHAN DENGAN PERKEMBANGAN POLITIK NASIONAL Kondisi Stuktural dan Kerusuhan Kurun waktu tiga tahun terakhir ini. Medium dari amuk massa ini pertama. Krisis ekonomi – politik kemudian semakin memperburuk keadaan hingga kita terpuruk ketitik yang paling rendah. peristiwa Semanggi. pada akhirnya memposisikan dua pihak yang saling berhadapan seperti pribumi dan non – pribumi. tumapang tindihnya segrasi tempat tinggal berdasarkan etnis/ ras dengan basis ekonomi. Banyuwangi. Ketapang. agama satu dengan yang lain. birokrasi baik sipil dan terutama sekali militer yang korup. Di sisi lain. Medium kedua ini terjadi akibat gagalnya upaya pembangunan integrasi sosial yang kuat oleh penyelengara negara.

Dalam masa transisi tersebut. Secara struktural ini merupakan sebuah keniscayaan dalam sistem ekonomi yang sedang bertransisi untuk semakin terintegrasi ke dalam sistem kapitalisme global dengan segala prasyaratnya. Pranata dan peran – peran sosial dalam struktur masyarakat yang dibentuk Orde Baru tidak lagi berfungsi sebagaimana dibutuhkan. Dalam kerangka ini pula kiranya Indonesia memiliki posisinya di dalam kondisi transisional yang terjadi akhir – akhir ini. Dalam situasi yang serba tidak menentu dengan kerusuhan yang meledak dimana – mana. tidak satupun pihak bertanggungjawab dan mampu secara . Alat – alat negara. Banyuwangi. Dugaan ini muncul dari berbagai temuan lapangan dan kaitan – kaitan logis dari rangkaian peristiwa dan pembuatan kebijakan – kebijakan baru sebagai jawaban atas krisis dan kerusuhan yang terjadi. Dua kecenderungan ini adalah menguatnya kembali kekuatan – keuatan konservatif oleh kebosanan menghadapi situasi transisi yang tidak menentu. Kerusuhan dan gejolak amuk massa yang selalu dihadapi dengan represi oleh aparat hanya semakin menunjukan watak asli rezim yang militeristik. Logika ini menjadi alasan yang cukup bagi adanya dugaan bahwa kekuatan rejim lama di Indonesia memiliki kepentingan yang besar tetap eksis sebagai kekuatan yang dominan di dalam sistem politik di masa – masa yang akan datang.Lemahnya Negara Kekacauan politik dan sosial semacam yang terjadi di Indonesia saat ini sesungguhnya bukanlah khas dan satu – satunya. dan lain – lain memberi indikasi yang kuat bahwa aparat keamanan yang seharusnya bertugas menjamin keamanan masyarakat justru terlibat dalam melakukan provokasi maupun penggerak massa. • • • • • Beberapa temuan lapangan dari investigasi atas peristiwa Mei 1998. Konsekuensinya adalah bahwa sisa – sisa kekuatan rezim lama di dalam tubuh negara saat ini. Kedenderungan kedua adalah munculnya kembali rejim yang tetap akan melestarikan sistem otoritarianismenya sebagai instrumen yang akan mengganggu perputaran modal. kekuatan kapitalisme internasional memanfaatkan rejim otoriter sebagai alat penjamin kepentingannya. Kewibawaan pemerintah pun jatuh terpuruk hingga titik nadirnya dihadapan rakyat sendiri oleh ketidakmampuannya. Sebagaimana umumnya terjadi negara – negara dunia ketiga. Dari pandangan di atas KONTRAS khawatir bahwa berbagai kerusuhan massal yang terjadi akhr – akhir ini justru dapat dijadikan alasan pembenar terhadap pembentukan rejim repressif untuk semakin ketat mengontrol rakyat. melalui alat – alatnya. Sebagian peristiwa seperti kerusuhan Ambon bahkan memperlihatkan turut berperannya konflik elit politik di tingkat pusat sebagai salah satu pemicu dan menjadi penggerak yang mampu membelokan potensi konflik di tingkat lokal yang memang sudah ada menjadi terbuka dan termanifestasi dalam pertikaian horisontal dalam masyarakat. juga dapat menjadi bagian dari konflik yang timbul. minimal terdapat dua kecenderung yang muaranya akan diarahkan pada penyiapan infrastruktur yang mampu menjamin kelangsungan investasi dan beroperasinya modal internasional. merupakan bagian yang tidak terpisah dari skenario pembentukan kekuasaan yang baru. atau minimal terkesan membiarkan berlangsungnya kerusuhan. Ketapang. Ambon.

Ini memberikan kesan terhadap lemahnya pemerintahan Habibie. 3. Yang lebih masuk akal. KONTRAS melihat kejanggalan – kejanggalan atas pendirian Kodam baru tersebut sebagai berikut : 1. 5. Melihat pengalaman strtuktur pemerintahan Orde Baru. justru menunjukan kesan bahwa ABRI mengambil manfaat dari terjadinya kerusuhan yang terjadi selama ini.• efektif mengendalikan situasi. atau lebih parah bahkan pemerintah tidak bertanggungjawab terhadap negara yang mereka pimpin. Sehingga penambahan pasukan dan peningkatan status daerah militer adalah sebuah jawaban yang sangat tidak tepat sebagai solusi yang ditawarkan. tidak terlihat upaya yang sungguh – sungguh dari Pemrintah Habibie untuk menyelesaikan persoalan. 4. penghidupan kembali Kodam – Kodam berimplikasi pada bertambahnya peran politik ABRI dalam kehidupan sipil. Jakarta. Ia lebih terlihat sebagai manuver ABRI untuk kembali memperkuat pengaruhnya dalam kehidupan sosial dan politik sipil seperti pada masa Orde Baru. seharusnya yang dimekarkan dan ditambah kapasitasnya adalah aparat kepolisian aparat pemilihara ketertiban umum di dalam masyarakat sipil. Dalam kondisi negara porak poranda dan terus bergerak ke arah yang semakin mengkhawatirkan. sebagaimana diungkapkan oleh ABRI bukanlah jawaban tepat atas tuntutan terhadap tanggung jawab mereka. Aparat keamanan terbukti tidak pernah sanggup menghadapi kerusuhan dan meredakan keadaan dalam menjamin keamanan. Ini bertentangan dengan apa yang telah dikemukakan oleh pemerintah dan ABRI serta tuntutan masyarakat yang luas untuk mengurangi peran sospol ABRI. Penanganan berbagai peristiwa kerusuhan selama ini telah membuktikan kepada kita bahwa aparat militer tidak mampu bertanggung jawab atas terjaminnya keamanan rakyat. 23 Maret 1999 M U N I R. Sehingga syarat pertama dalam upaya ini adalah terpisahnya secara jelas POLRI dari ABRI. 2. Bahkan birokrasi militer tidak jarang menjadi bagian dari masalah yang terjadi sebagai konsekuensi dari keterlibatan mereka dalam melakukan tindakan yang memarginalisasi rakyat. Doktrin ABRI dalam operasi teritorial yang dimanifestasikan dalam bentuk Komando Daerah Militer adalah ditujukan sebagai upaya terhadap pertahan wilayah negara dari ancaman keamanan yang datang dari luar. Langkah yang ditempuh ABRI dengan meningkatka status wilayah dalam operasi teritorialnya dengan justifikasisebagai peredam kerusuhan. Pasukan militer kita tidak dilatih dan disiapkan secara khusus untuk menghadapi kerusuhan – kerusuhan. Pendirian Kodam baru bukanlah jawaban yang pas untuk meredam kerusuhan Upaya militer dalam menghidupkan kembali Kodam – Kodam yang pernah dilikuidasi. SH Badan Pekerja Koordinator MM BILLAH Badan Penasehat Anggota .

Tangerang. Kerusuhan sosial bernuansa primordial tersebut hanya akan memutus jalinan kohesi sosial.Selasa. Menurutnya. Oleh karena itu Hendardi meminta aparat kepolisian untuk bertindak tegas terhadap pelaku yang patut diduga terlibat aksi kekerasan yang menimbulkan nyawa seseorang dan kerusuhan yang berujung pada pembakaran rumah dan aset pribadi masyarakat." tutupnya. "SETARA Institute mengingatkan aparat pemerintahan DKI Jakarta untuk menciptakan sistem penyelesaian ketegangan sosial di akar rumput. Peristiwa ini juga menyiratkan bahwa masyarakat Jakarta memiliki kelemahan dalam menyelesaikan ketegangan di akar rumput. sejumlah mobil hangus. "Kerusuhan yang diikuti dengan kekerasan. Hendardi mengatakan berbagai forum dan organisasi masyarakat yang selama ini sering menggunakan kekerasan dalam mengatasi persoalan sosial awalnya adalah cara-cara elit politik untuk kepentingan tertentu. kerusuhan hanya akan memutus jalinan kohesi sosial. . Kerusuhan etnisitas adalah buah dari para elit dan penyelenggara negara yang gemar melakukan politisasi identitas untuk memupuk dukungan politik publik." ujar Ketua SETARA Institue Hendardi dalam rilis yang diterima. Puluhan lapak dibakar. "SETARA Institute menyesalkan adanya korban meninggal dunia dan kerugian material dari peristiwa kerusuhan etnis seraya menilai bahwa keberagaman suku bangsa haruslah menjadi nilai kohesi sosial. Cakung (Juli 2002) dan Kebayoran Lama (Maret 2001 dan Mei 2007). praktik politisasi identitas haruslah tidak ditolerir. Selasa (1/6/2010). Tapi berbagai fakta mutakhir justru menunjukkan kecenderungan yang sebaliknya. sejatinya bukanlah konstruksi sosial masyarakat Indonesia." kata Hendardi. dan satu orang tewas akibat bentrokan yang terjadi di kawasan Duri Kosambi. SETARA Institute mencatat setidaknya kerusuhan serupa telah terjadi di kawasan Pasar Kramat Jati (Mei 2002). Budaya kekerasan yang terjadi di masyakat memerlukan perhatian sehingga sistem sosial dapat berjalan dinamis dan menghargai keberagaman." paparnya. dan Cipondoh. Jakarta Barat. 01 Juni 2010 | 09:46 WIB Politisasi Identitas Ciptakan Ketegangan Sosial Baru (Vibizdaily-Polhukam) Bentrokan yang melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) kembali terjadi. tapi juga mengorbankan rakyat. "Eksploitasi politik identitas bukan hanya menunjukkan kelemahan kapital politik para elit negara.

Kebiasaan ini seringkali dianggap "negative" oleh kelompok orang Tionghoa yang tinggal di daerah lain yang kental dengan agama non-Islam. Australia. di Kalimantan. untuk bisa mengerti pola pikir pihak yang lainnya. di Sumatra. kehidupan sosial budaya orang Tionghoa Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. yang hanya mencari selamat sendiri. Dalam hal ini perlu pemikiran positive dari pihak yang satu. Kalau tidak. orang Tionghoa yang sehari-hari bergaul dengan masyarakat setempat yang kental ke-Islamannya. Assalam'mualaikum. termasuk juga yang tinggal di Eropa. Di Jawa. PERKEMBAGAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT TIONGHOA INDONESIA Nenek moyang orang Tionghoa Indonesia. sulit untuk membedakan kehidupan sosial budaya Cina Sunda dengan orang Sunda asli. yang tidak mempunyai rasa kebersamaan. ucapan-ucapan yang berasal dari agama Islam menjadi kebiasaan sehari-hari. Begitu juga dengan orang Tionghoa yang tinggal di daerah-daerah lain. Gotong royong merupakan salah satu sarana komunikasi sosial masyarakat yang paling efektif. dsb.(ma/MA/dtc) Herry Analisis Kondisi Sosial Budaya dan Sosial Politik Tionghoa Indonesia Gotong royong ada di mana-mana. Dalam kenyataannya. oleh karena itu orang yang tidak mau ikut siskamling sering dianggap tidak mau bersosialisasi. tentunya dengan pola yang berbeda-beda. Dalam proses adaptasi tersebut. bahwa orang Tionghoa Indonesia tidak mempunyai keberanian untuk menegakkan hak azasinya sendiri. dsb. tidak akan ada keturunannya sampai sekarang. bahkan di luar negeri sekalipun ada gotong royong. terbentuk dalam pola yang berbeda-beda mengikuti pola sosial budaya lingkungan masyarakat sekitarnya. Secara berseloroh kita sering mendengar istilah Cina Sunda. Astagfirullah. yang tidak berani menentang diskriminasi rasial terhadap . tidak hanya di Bali. dsb. dan sekaligus sebagai sarana adaptasi bagi anggota baru masyarakat tersebut. Siskamling adalah salah satu bentuk kegiatan gotong royong. sejak kedatangannya dahulu bisa beradaptasi dengan masyarakat setempat. Amerika. Setelah sekian generasi beradaptasi dengan kelompok masyarakat sekitarnya. Cina Padang. karena yang membedakan mereka hanya raut mukanya saja. dsb. Mereka sering dicap sebagai orang yang apatis. khususnya yang sudah beberapa generasi lahir di Indonesia. Tidak jarang pula pandangan negative datang dari orang Tionghoa yang tinggal di negara-negara maju yang "menjunjung tinggi demokrasi". Wassalam'mualaikum. Artinya bisa bergotong royong dalam berbagai kegiatan. Cina Jawa. Bukan suatu yang aneh jika ada orang Tionghoa di daerah tertentu yang sering mengucapkan kata-kata : Isnya Allah.

PERKEMBAGAN SOSIAL POLITIK MASYARAKAT TIONGHOA INDONESIA Akibat perkembangan kehidupan sosial budaya yang berbeda-beda tsb. Ini merupakan salah satu alasan. umumnya berasal dari Cina Belandis (orang Tionghoa yang berpendidikan Belanda). mengapa cukup banyak orang Tionghoa yang tidak setuju dengan pembentukan parpol berbasis keTionghoa-an di Indonesia. telah terjadi pergeseran yang siginificant dalam agama-agama orang Tionghoa Indonesia. sebagian secara diam-diam tetap bertahan dengan agama-agama Sam Kaw. meskipun secara tekhnis cukup banyak orang-orang dari ras minorotas yang lebih mampu. Sebagian besar orang Tionghoa Indonesia adalah keturunan campuran dari pria Cina yang datang dari Tiongkok dengan wanita setempat. termasuk di negara yang "menjunjung tinggi demokrasi". Sejalan dengan perkembangan politik di Indoensia.dirinya. dsb. Australian Chinese. di samping alasan-alasan lain berdasarkan pandangan politik masing-masing individu. Dalam masa pemerintahan Bung Karno. jabatan publik yang penting hampir semuanya dipegang oleh ras mayoritas. Fakta membuktikan. dlsb. yang tidak bisa diperbandingkan langsung dengan Malaysian Chinese. sehingga berpengaruh pula pada kekuatan politik yang berlandaskan agama Kristen di Indonesia dan sekaligus merubah pandangan politik sebagian orang Tionghoa Indonesia. maka pandangan politik orang Tionghoa juga berkembang menjadi sangat beragam. khususnya pada masa Orde baru yang melarang semua kegiatan sosial budaya yang berasal dari Cina. Pergeseran ini telah mendorong perkembangan agama Kristen yang cukup pesat pada masa Orde Baru. bahwa diskriminasi rasial ada di mana-mana. Oleh karena itu muncul sindiran first class. Istilah Kristen sendiri di Indonesia menjadi rancu. dengan orientasi politik yang berbeda-beda bahkan cenderung bertentangan. second class. Secara garis besar kekuatan politik yang berlandaskan agama Kristen di Indonesia dapat dibagi dua. di dalamnya penuh dengan pertentangan pendapat satu sama lain. agama Kristen menjadi pilihan utama Tionghoa Indonesia. Sejak munculnya larangan tsb. Di sini juga perlu pemikiran positive dengan kepala dingin. Juga adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri. dan hanya sebagian kecil yang memilih agama Islam. orang Tionghoa yang beragama Kristen (Katolik dan Protestan + sekte-sekte di bawahnya). Sejarah membuktikan bahwa organisasi sosial politik orang Tionghoa di Indonesia sejak pra kemerdekaan sangat rapuh. Singaporean Chinese. Secara garis besar dikenal ada tiga macam bentuk parpol Tionghoa saat itu. di mana Kristen identik dengan . yaitu yang berlandaskan Katolik dan yang berlandaskan Protestan bersama sekte-sekte di bawahnya. orang Tionghoa Indonesia adalah kelompok masyarakat yang unik. dan third class citizen.

UU hanya bisa dihapus dengan UU yang baru. Berdasarkan hukum Ketatanegaraan Indoensia. Dalam hal ini harus dibedakan antara diskriminatif resmi yang dilakukan pemerintah melalui UU & Peraturan. Selama masa Orde Baru. bukan semuanya. Persoalan baru muncul jika berhubungan dengan isntansi pemerintah. dan disktriminatif sosial yang dilakukan oleh sebagian kecil anggota masyarakat. dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. sehingga sering muncul pertanyaan apakah sebenarnya oknum pejabat tsb rasialis atau hanya sekedar korupsi. Namun dalam kenyataannya. yaitu pendekatan hukum dan pendekatan sosial. Dengan pergeseran agama tersebut. USAHA-USAHA UNTUK MENGHAPUS TINDAKAN DISKRIMINATIF RASIAL Persoalan utama yang dihadapi orang Tionghoa Indonesia adalah tindakan diskriminatif rasial yang dilakukan SEBAGIAN KECIL anggota masyarakat. di mana UU yang baru harus disyahkan DPR. a. termasuk pula UU dan Peraturan yang bersikap diskriminatif rasial terhadap Tionghoa Indonesia. Pendekatan Hukum. . ataupun dengan sekelompok masyarakat tertentu. Oleh karena itu banyak sekali UU dan Peraturan di Indonesia yang secara de facto masih berlaku adalah sisa-sisa peninggalan Belanda. Dalam proses penyerahan kedaulatan. UU dan Peraturan yang rasialistis ini bukannya dihapuskan. Dalam kenyatannya ada perbedaan yang significant antara paham politik berlandaskan Katolik dan Protestan. tentunya dengan beberapa pengecualian. Dengan demikian. orang Tionghoa Indonesia nyaris tidak mengalami masalah yang berarti dengan masyarakat sekitarnya. Fakta lain.Protestan. Sehingga muncul pemikiran praktis agar pandangan politik orang Tionghoa disalurkan ke partai-partai politik yang sudah ada. Tapi di lain pihak ada pula yang beranggapan bahwa Katolik dan Protestan adalah sama saja. Dalam kehidupan pribadi sehari-hari. oknum-oknum pejabat tsb banyak yang bersahabat baik dengan orang-orang Tionghoa. Oleh karena itu. semua UU dan Peraturan ex Nederlansche Indie diambil alih oleh pemerintah RI. usaha-usaha untuk mempersatukan orang Tionghoa dalam suatu wadah politik menjadi semakin kabur dan nyaris mustahil. seolah-olah Katolik bukan Kristen. malah ditambah dengan berbagai UU dan Peraturan lain yang lebih rasialis. Kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum birokrat dengan semangat korupsi yang tinggi untuk memeras orang Tionghoa. pandangan politik orang Tionghoa menjadi lebih beragam dibandingkan masa sebelumnya. yang secara kebetulan di kota-kota besar umumnya relatif lebih makmur dari kehidupan masyarakat sekitarnya. oknumoknum pejabat tsb juga memeras kalangan non-Tionghoa yang dianggap kaya. Inilah salah satu keunikan lain dari masyarakat Tionghoa Indonesia. usaha-usaha untuk menghapus tindakan diskriminatif rasial dapat dibagi dalam 2 macam pendekatan.

Dalam bidang sosial kemasyarakatan. baik formal maupun informal. yang kelak setelah terjun ke masyarakat . karena DPR saat ini masih sibuk menangani persoalan-persoalan baru yang muncul selama masa trasisi. Kail yang dimaksud bisa bermacammacam jenisnya. muncul usaha-usaha untuk menghapus 62 macam UU dan Peraturan yang bersifat rasialistis. baik Tionghoa maupun non Tionghoa. Dalam hal ini pola pendakatan yang dimaksud ibarat pepatah : memberi kail. tanpa pandang bulu. perbaikan kampung. Sampai sekarang tidak jelas kemajuan tuntutan tsb sampai di mana. semua murid disuruh bekerja membuat barang tertentu. dalam usaha-usaha untuk menghapus tindakan diskriminatif rasial terhadap orang Tionghoa Indonesia. tidak mudah untuk menghapus UU sedemikian banyaknya. gotong royong dalam menghadapi bencana alam. antara lain melalui pendidikan. diharapkan akan muncul pemikiran baru yang mematahkan pemikiran lama yang menganggap bahwa orang Tionghoa selalu hidup exclusive. Di mata para akhli hukum. untuk mengapus UU dan Peraturan tsb bukan pekerjaan yang mudah. dan kerja sama usaha yang saling menguntungkan.Dalam masa reformasi. Salah satu contoh yang dapat dikemukakan adalah sekolah yang didirikan oleh dr. Para akhli hukum juga tahu. termasuk sisa-sisa UU dan Peraturan ex Nederlandsche Indie. sebenarnya sudah sejak lama dilakukan oleh kalangan Tionghoa Indonesia pada masa pemerintahan Bung Karno. diharapkan secara bertahap akan muncul pandangan positif terhadap kalangan Tionghoa yang selama ini cenderung dicap hanya mau mencari untung semata-mata. di samping sibuk mengisi kantong pribadinya. muncul pemikiran untuk mengintensifkan kembali pendekatan sosial. Murid-muridnya hampir semua berasal dari kalangan miskin. Pola pendekatan sosial. Dengan cara ini akan terjalin suatu rasa kebersamaan antara murid-murid Tionghoa dan non Tionghoa. Di luar kegiatan sekolah. UU dan Peraturan lama tsb walaupun de facto masih berlaku. sehingga muncul nada-nada sumbang terhadap tuntutan mereka. kondisi ini memungkinkan birokrat mempunyai kesempatan untuk bersikap rasialis terhadap orang Tionghoa. Sesuai dengan hukum Ketatanegaraan di Indonesia. Dengan bergotong royong. Pendekatan Sosial. bukan memberi ikan. Dalam kenyataannya.Simon Tan di Medan. agar lebih efektif dan efisien sejalan dengan kondisi saat ini. Melalui berbagai macam pendekatan tersebut. dan lain-lain. tapi dalam kenyataannya banyak yang sudah tidak dipakai lagi. Di kalangan orang Tionghoa moderat. Pemikiran baru yang muncul hanya merubah strategi pendekatan. b. namun mereka tetap melaksanakan protes terhadap pemerintah. Pada prinsipnya. gotong royong dalam membangun sarana umum. bisa disebutkan antara lain : pelayanan rumah sakit dengan subsidi silang untuk membantu pihak yang kurang mampu. pola pendekatan sosial yang dimaksud adalah cooperative persuasif untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. yang hasilnya untuk membiayai sekolah mereka sendiri.

Tidak banyak orang yang tahu. Bandung 11 November 2002 Herry Antono Catatan: Tulisan di atas pada awal November 2002 pernah dimuat di milis tionghoanet ( http://groups.Tan yang melakukan diplomasi sembako ke berbagai pihak yang mampu mengendalikan massa yang potensial melakukan kerusuhan ala kerusuhan Mei 98. KESIMPULAN. b. meskipun secara psychologis bukan sesuatu yang mudah. tapi tindakan diskriminatif rasial tidak tergantung ada tidaknya UU dan Peraturan yang bersifat diskriminatif. a. Pola pikir sosial politik "pihak luar" dengan latar belakang sosial budaya yang berbeda. sesaat setelah kerusuhan Mei 98 di Jakarta. Padahal Bandung saat itu sudah dijadikan target kerusuhan berikutnya setelah Solo. sedangkan pokok deposito dikembalikan kepada pemiliknya masingmasing. informasi tentang dr.yahoo. bahwa pendekatan sosial ternyata lebih efektif dalam usaha mengeliminir tindakan diskriminatif rasial. akan sangat sulit diterima kelompok masyarakat Tionghoa di masing-masing daerah. Beberapa kasus menunjukkan.dapat diharapkan akan menjadi pionir-pionir yang bebas dari sikap diskriminatif. Masyarakat Tionghoa Indonesia merupakan masyarakat yang sangat heterogen.Tan Tjin Hong di Bandung pada tahun 1998. Mustahil dr. sejalan dengan banyaknya suku-suku di Indonesia yang berpengaruh dalam terhadap kehidupan sosial budaya masing-masing.Simon Tan sangat terbatas sekali.com/group/tionghoa-net/messages/ ) sekitar 2 bulan yang lalu . Sayangnya. jika dikombinasikan dengan pandangan politik berdasarkan agama tertentu. dan secara tekhnis lebih mudah dilaksanakan. d. Pendekatan hukum dalam usaha menghapus tindakan diskriminatif rasial. Uniknya.dr. bahwa Bandung saat itu aman berkat jasa dr. Sekian dan terima kasih. dr.Tan menghimpun dana untuk pembagian sembako tsb hanya dari bunga deposito para donaturnya. e. secara tekhnis tidak mudah dilaksanakan dan akan memakan waktu lama.Tan bisa melakukan diplomasi sembako kalau tidak ada hubungan baik sebelumnya. Sangat ideal jika semua UU dan Peraturan rasial bisa dihapus. bertentangan dengan paham sekularisme yang didukung hampir seluruh masyarakat Tionghoa Indonesia. Contoh lain adalah usaha yang dilakukan alm. Pandangan politik masyarakat Tionghoa. c. tapi lebih tergantung pada pribadi oknum birokrat yang terlibat.

menjadikan negara mandiri yang merdeka. dengan mengumpulkan harta benda rakyat. Itulah istilah yang paling pantas diberikan bagi perekonomian Indonesia sepanjang tahun 1998. Dedi Muhtadi. sekarang mereka seolah-olah merasa kecewa. Laporan akhir tahun ekonomi akan mengungkap semua persoalan itu dan mencoba menggambarkan keadaan untuk tahun mendatang. Mungkin dia akan selalu diingat. padahal dulu mereka sendiri turut mendukung berdirinya negara kesatuan Indonesia itu . sebagaimana kita selalu mengingat black Tuesday yang menandai awal . Disintegrasi Senin. Subur Tjahjono. Republik Indonesia . dan ingin berdiri sebagai negara mandiri. Ninuk M Pambudy. Tjahja Gunawan. Pada awal kemerdekaan dengan mengerahkan segala potensi yang ada padanya. Yosef Umar Hadi. membeli dan menyerahkan sebuah pesawat terbang yang diberi nama Seulawah menjadi milik negara yang baru merdeka itu . Semua dituliskan oleh wartawan ekonomi Kompas. Sejumlah orang Aceh dan Papua secara transparan telah menunjukkan keinginannya untuk melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. masyarakat Aceh telah menunjukkan dukungan mutlak terhadap kemerdekaan yang diproklamasikan Bung Karno dan Bung Hatta. Banu Astono. Begitu pula masyarakat Papua yang memilih menjadi bagian dari Republik Indonesia pada awal 1960 an . Namun. Sri Hartati Samhadi. dan Yovita Arika. TAHUN 1998 menjadi saksi bagi tragedi perekonomian bangsa. Simon Saragih. di Rubrik UTAMA dan Rubrik OPINI. Kata Kunci:Kerusuhan sosial. 21 Desember 1998 LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Krisis Ekonomi 1998. lepas dari induknya. Pieter P Gero. Tragedi tak Terlupakan PENGANTAR REDAKSI "KEAJAIBAN yang hilang". Laporan akan dituangkan dua hari berturut-turut. Ini adalah pesawat terbang pertama yang dimiliki negara ini .DISINTEGRASI SOSIAL : SEBUAH TINJAUAN BUDAYA Oleh: Sjafri Sairin Artikel di Jurnal Humaniora Volume XII. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Setelah berpuluh-puluh tahun terbuai oleh pertumbuhan yang begitu mengagumkan. Senin (21/12) dan Selasa. Ferry Irwanto. Isyarat ini semakin kuat denyutnya dalam detak jantung kehidupan politik bangsa Indonesia akhir-akhir ini . tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi begitu hebat. Andi Suruji. No. Unsur kedaerahan. 3/2000 Abstrak:Akhir-akhir ini terlihat semacam isyarat yang mengarah kepada kemungkinan akan terjadinya disintegrasi dalam kehidupan bangsa .

tak pelak lagi merupakan periode paling hiruk pikuk dalam perekonomian. perubahan dramatis terjadi. Mungkin Soeharto. Sementara pada saat itu cadangan devisa tinggal sekitar 14. Seperti efek bola salju. dan akhirnya dia tinggalkan.000/dollar AS pada 22 Januari 1998. juga sebagai reaksi terhadap angka-angka RAPBN 1998/ 1999 yang diumumkan 6 Januari 1998 dan dinilai tak realistis. Terpuruknya kepercayaan ke titik nol membuat rupiah yang ditutup pada level Rp 4. yang menjadi pemicu semua itu. situasi perdagangan internasional yang kurang menguntungkan. Hanya dalam waktu setahun. Krisis ekonomi Indonesia bahkan tercatat sebagai yang terparah di Asia Tenggara. dunia usaha. Dana Moneter Internasional (IMF) mulai turun tangan sejak Oktober 1997. krisis yang semula hanya berawal dari krisis nilai tukar baht di Thailand 2 Juli 1997. ketidakpastian suksesi kepemimpinan. Akhirnya. Prestasi ekonomi yang dicapai dalam dua dekade. Dari total utang luar negeri per Maret 1998 yang mencapai 138 milyar dollar AS. meluncur dengan cepat ke level sekitar Rp 17. atau terdepresiasi lebih dari 80 persen sejak mata uang tersebut diambangkan 14 Agustus 1997.berkembang semakin buruk dalam tempo cepat. besarnya utang luar negeri yang segera jatuh tempo. Selama periode sembilan bulan pertama 1998. sikap plin-plan pemerintah dalam pengambilan kebijakan. Krisis yang sudah berjalan enam bulan selama tahun 1997. selain akibat meningkatnya permintaan dollar untuk membayar utang. tenggelam begitu saja. Dia juga sekaligus membalikkan semua bayangan indah dan cerah di depan mata menyongsong milenium ketiga. Dampak krisis pun mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. bagai layang-layang yang putus talinya. Efek bola salju Faktor yang mempercepat efek bola salju ini adalah menguapnya dengan cepat kepercayaan masyarakat.44 milyar dollar AS. selama sisa hidupnya akan mengutuk devaluasi baht.850/dollar AS pada tahun 1997. berlanjut lagi krisis sosial kemudian ke krisis politik. Bahkan kursi atau tahta mantan Presiden Soeharto pun goyah.5 milyar dollar AS adalah utang swasta yang dua pertiganya jangka pendek. . dia juga berkembang menjadi krisis total yang melumpuhkan nyaris seluruh sendi-sendi kehidupan bangsa. dan bencana alam La Nina yang membawa kekeringan terburuk dalam 50 tahun terakhir. Katakan. sektor apa di negara ini yang tidak goyah. Bahkan situasi seperti lepas kendali. sekitar 72. di mana sekitar 20 milyar dollar AS akan jatuh tempo dalam tahun 1998. Rupiah yang melayang. namun terbukti tidak bisa segera memperbaiki stabilitas ekonomi dan rupiah.resesi ekonomi dunia tanggal 29 Oktober 1929 yang juga disebut sebagai malaise. dalam tahun 1998 dengan cepat berkembang menjadi krisis ekonomi. memburuknya kondisi kesehatan Presiden Soeharto memasuki tahun 1998.

pada 15 September 1998.9 persen kuartal III 1998. sektor ekspor yang diharapkan bisa menjadi penyelamat di tengah krisis. dinaikkannya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) menjadi 70. Di pasar modal. bertumbangan. Sementara kapitalisasi pasar menciut drastis dari Rp 226 trilyun menjadi Rp 196 trilyun pada awal Juli 1998.8 persen dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) menjadi 60 persen pada Juli 1998 (dari masing-masing 10. mulai dari skala kecil hingga konglomerat. Data Badan Pusat Statistik juga menunjukkan. jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan juga meningkat mencapai sekitar 50 persen dari total penduduk. Anjloknya rupiah secara dramatis. ekspor migas anjlok sekitar 34. akibat beban utang. menyebabkan kesulitan bank semakin memuncak.9 persen pada kuartal I 1998. khawatir harga akan terus melonjak. Sektor yang paling terpukul terutama adalah sektor konstruksi. manufaktur. 292. Pendapatan per kapita yang mencapai 1.088 dollar/kapita tahun 1997. perekonomian yang masih mencatat pertumbuhan positif 3. yakni sekitar 20 juta orang atau 20 persen lebih dari angkatan kerja.4 persen pada kuartal ketiga 1997 dan nol persen kuartal terakhir 1997.5 persen kuartal II 1998.87 persen dan 14.1 persen dibandingkan periode . 16.75 persen pada awal krisis). bahkan ratusan perusahaan.339 pada awal krisis 1 Juli 1997. menciut menjadi 610 dollar/kapita tahun 1998. Di sisi lain. Sementara si kaya sibuk menyerbu toko-toko sembako dalam suasana kepanikan luar biasa. menyebabkan pasar uang dan pasar modal juga rontok.Krisis yang membuka borok-borok kerapuhan fundamental ekonomi ini dengan cepat merambah ke semua sektor. ternyata sama terpuruknya dan tak mampu memanfaatkan momentum depresiasi rupiah. terus menciut tajam menjadi kontraksi sebesar 7.54 persen. Di pasar uang. Selama periode Januari-Juni 1998.155 dollar/kapita tahun 1996 dan 1. Perbankan mengalami negative spread dan tak mampu menjalankan fungsinya sebagai pemasok dana ke sektor riil.67 persen. Demikian pula laju inflasi hingga Agustus 1998 sudah 54.12 poin. Pengangguran melonjak ke level yang belum pernah terjadi sejak akhir 1960-an. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) anjlok ke titik terendah. Puluhan. sehingga melahirkan gelombang besar pemutusan hubungan kerja (PHK). dengan angka inflasi Februari mencapai 12. dan dua dari tiga penduduk Indonesia disebut Organisasi Buruh Internasional (ILO) dalam kondisi sangat miskin pada tahun 1999 jika ekonomi tak segera membaik. dan perbankan. Akibat PHK dan naiknya harga-harga dengan cepat ini. dan 17. dari 467. dan persaingan ketat di pasar global. Sekitar 70 persen lebih perusahaan yang tercatat di pasar modal juga insolvent atau nota bene bangkrut. ketergantungan besar pada komponen impor. bank-bank nasional dalam kesulitan besar dan peringkat internasional bank-bank besar bahkan juga surat utang pemerintah terus merosot ke level di bawah junk atau menjadi sampah. kesulitan trade financing.

Soeharto sempat menyampaikan konsep "IMF Plus".sama 1997. Begitulah. dan IMF sempat menangguhkan bantuannya. telah sempat menghilangkan berbagai momentum atau kesempatan untuk mencegah krisis yang berkelanjutan. membuat dukungan IMF dan internasional mengalir lagi. sosial. Pemburukan kondisi ekonomi. Sementara di sisi lain. Untung ada jaminan atas simpanan nasabah. Kemarahan rakyat atas ketidakberdayaan pemerintah mengendalikan krisis di tengah harga-harga yang terus melonjak dan gelombang PHK. Anomali Krisis kepercayaan ini menciptakan kondisi anomali dan membuat instrumen moneter tak mampu bekerja untuk menstabilkan rupiah dan perekonomian. Namun demikian. Kesulitan perbankan di satu sisi bisa tertolong karena tidak lagi harus dicecer nasabah panik. Bahkan memicu adrenali masyarakat.* LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Era Bank-bank Bangkrut INDUSTRI perbankan selama tahun 1998 begitu hiruk-pikuk. juga dalam tekanan akibat surutnya penerimaan. dan lebih sibuk dengan manuvernya untuk merebut hati rakyat. kita telah menyaksikan episode terburuk perekonomian sepanjang tahun 1998. yakni IMF plus CBS (Currency Board System) di depan MPR. Akan tetapi kelimbungan Soeharto. rusaknya jaringan distribusi nasional. Antrean panjang nasabah menyambut industri perbankan awal tahun 1998. jaminan itu tak kunjung bisa mengakhiri krisis perbankan yang sudah . karena memperoleh keberatan di sana-sini bahkan sempat memunculkan ketegangan dengan IMF. sementara ekspor nonmigas hanya tumbuh 5. Ditinggalkannya rencana CBS dan janji pemerintah untuk kembali ke program IMF. Pada 4 April 1998. Letter of Intent ketiga ditandatangani. kerusuhan dan bentrokan berdarah di Ibu Kota dan berbagai wilayah lain. yang sebelumnya terbilang tenang menjadi beringas. dan ditangguhkannya banyak rencana investasi asing di Indonesia. yang dikeluarkan pemerintah awal tahun 1998 juga. Di tengah posisi goyahnya. segera berubah menjadi aksi protes. terputusnya pembiayaan luar negeri. Tindakan likuidasi tanpa memperhitungkan kepanikan nasabah. yang menuntun ke tumbangnya Soeharto pada 21 Mei 1998. menjadi awal dari semua prahara perbankan itu. Tragedi berdarah ini memicu pelarian modal dalam skala yang disebut-sebut mencapai 20 milyar dollar AS. sebelum akhirnya ide tersebut ditinggalkan sama sekali tanggal 20 Maret. tidak banyak menolong keadaan. bahkan kuartal ketiga 1998.36 persen. sektor fiskal yang diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi. gelombang hengkang para pengusaha keturunan. Situasi yang terus memburuk dengan cepat membuat pemerintah seperti kehilangan arah dan orientasi dalam menangani krisis. Munculnya pemerintahan baru yang tidak memiliki legitimasi. Mereka benar-benar telah menempatkan kepercayaan pada bank di bawah telapak kaki. dan politik dengan cepat ini setidaknya terus berlangsung hingga kuartal kedua.

tiba-tiba dihadapkan pada beban dashyat akibat borok-borok industri perbankan. yakni suku bunga kredit yang lebih tinggi ketimbang suku bunga simpanan nasabah. ada sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk menyehatkan perbankan. Idealnya. pemilik saham mayoritas perbankan nasional adalah pemerintah melalui Bank Indonesia. Akan tetapi angka itu dianggap terlalu moderat. Beban bankir semakin bertambah saja. Namun pemerintah pun kini bagai tunggang langgang. Tarik ulur hampir selalu mewarnai kebijakan pemerintah atas perbankan. pemerintah menjadi penolong mayoritas kesulitan perbankan.berkembang menjadi kronis. Meski demikian. ada beberapa karakter yang membantai industri perbankan selama tahun 1998. Kredit bermasalah bank sendiri pun mencapai kurang lebih Rp 300 trilyun. terjerat kredit macet. Pertama adalah warisan dari kepanikan nasabah yang mengakibatkan sumber pendanaan kosong melompong. Ada lagi faktor lain yang mewarnai. Tambahan pula. Kekhawatiran akan bisnis yang tidak nyaman di Indonesia. BI harus menanggung semua beban yang ada di perbankan. Kebijakan di bidang keuangan dan perbankan seringkali direvisi. jauh dari memadai. Ambil contoh. kebijakan yang dikeluarkan pun-untuk menyehatkan perbankan-seperti anak-anak bermain tali. Akibatnya. Borok-borok itu. Akan tetapi itu tidak dapat dilakukan. Secara de facto. Bahkan sebagian besar saham-saham bank swasta telah dicengkeram oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Bisa dikatakan. Idealnya. sebagian kredit itu telah menguap dan sebagian besar menjadi simpanan pemilik bank yang ada di sistem perbankan internasional. Selain warisan dari penyakit masa lalu. Akan tetapi pengambilalihan Bank Indonesia atas saham-saham perbankan nasional. Pemilik bank juga bangkrut. pola pengembalian . Bank Indonesia memang menyuntikkan likuiditas berupa BLBI. bank-bank kita sudah tinggal gedung-gedung saja tanpa isi. Resesi ekonomi telah mencampakkan semua kredit yang disalurkan menjadi sampah. Ironisnya. Diperkirakan akan ada Rp 257 trilyun untuk menyuntikkan modal perbankan. angka Rp 257 trilyun itu juga bukan hal mudah untuk dipenuhi. Akibatnya terjadi negative spread. Pemerintah memang merencanakan rekapitalisasi dengan penerbitan obligasi. Akan tetapi pengenaan suku bunga BLBI. karena kredit yang disalurkan ke kelompok sendiri. pemilik bank sendiri harus menyuntikkan modal untuk memberi roh pada perbankan. juga tak menyelesaikan masalah. telah membuat mereka lari tunggang langgang. sangat jelas terlihat pada peringkat perbankan yang mayoritas berkategori B (modal sudah menjadi negatif 25 persen terhadap aset) dan C (modal sudah negatif di bawah 25 persen) terhadap aset. sebagaimana di berbagai negara. telah pula menjadikan pemilik menghadapi beban yang terus bertambah. ** SEBELUM rencana rekapitalisasi.

Sebenarnya ada hal paling urgen yang kelihatannya tak punya korelasi. belum memperjelas arah kebijakan pemerintah yang hendak ditempuh dalam dunia perbankan. Setelah kebijakan pengembalian BLBI sudah agak terang dan jelas. Tahun 1999. tetapi untuk menyehatkan industri perbankan. hal itu mutlak diperlukan. peran aliran modal sudah menjadi penyangga perekonomian. Namun yang jelas. Maka itu. Aliran modal itu.dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang berubah-ubah. jangan heran jika masyarakat terus bingung. adalah yang juga disebut sebagai foreign direct investment (aliran investasi asing langsung). Namun keunikan Indonesia. Lalu bagaimana prospektif perbankan nasional? Hingga saat ini tak ada yang bisa memberikan jawaban tuntas. Hingga kini semua itu masih menjadi tanya besar? Maka itu. tahun 1999. dan sekaligus juga perbankan satu negara. hal itu sudah terjadi. pemerintah menetapkan batas waktu empat tahun bagi pemilik lama saham mayoritas bank beku operasi (BBO) dan bank take over (BTO) untuk menyelesaikan kewajibannya. Sebenarnya kebingungan dan kepanikan dalam masyarakat secara tidak langsung diciptakan sendiri oleh pemerintah melalui kebijakan yang tidak utuh. Itu merupakan bagian dari reformasi perbankan. kebijakan pemerintah yang plintat-plintut bisa membingungkan pelaku pasar dan mengurangi kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan. Dengan rekapitalisasi perbankan pemerintah berobsesi menciptakan perbankan yang sehat dan kuat serta mampu bertarung di pasar global. Kalaupun ada yang bisa beroperasi normal. domestik maupun dunia internasional di berbagai seminar. Sebelumnya pemerintah menentukan batas waktu pengembalian BLBI selama lima tahun. juga sangat kebingungan melihat endemik penyakit perbankan. itu hanyalah bank-bank asing atau campuran. likuidasi adalah suatu yang tak terhindarkan. termasuk Indonesia. Mereka belum cukup mampu mengucurkan kredit. kemudian diubah lagi menjadi satu tahun. Untuk kawasan Asia Pasifik. . sekarang muncul program rekapitalisasi (penambahan modal) perbankan yang merupakan bagian dari kebijakan restrukturisasi perbankan nasional. termasuk yang dalam kategori investasi portofolio-berbentuk saham obligasi atau produk di pasar uang lainnya. Sampai akhirnya setelah melalui bebagai perdebatan. *** DI tengah kebingungan itu. juga masih merupakan langkah sumir. kita bertanya. mengamati industri perbankan sepanjang tahun 1999 adalah sesuatu yang mereka nantikan. dalam dunia yang sudah terintegrasi ini. Bagaimana menyehatkan perbankan. Kebijakan yang hendak dilaksanakan itu pun. Berbagai kalangan. akan masih terus dilanjutkan dengan sejumlah pertanyaan bagaimana menyelesaikan perbankan. yang bisa dikatakan. Sebagaimana diketahui. Akan tetapi jumlah bank yang bisa bertindak seperti hanya dalam bilangan jari tangan. Bagaimana pun. Aliran modal lainnya. industri perbankan belum bisa diharapkan beroperasi seperti sediakala. Maka itu. atau bankbank swasta yang selama ini cukup berhati-hati menyalurkan dananya.

apakah pemilu akan berjalan jujur dan adil. pembenahan sektor ekonomi terutama moneter juga sangat penting. Untuk Indonesia. adalah hal mutlak yang harus didengarkan otoritas. apabila diinginkan ekonomi akan segera pulih. Pemerintah sekarang berani mengakui. Jangankan untuk berbinis. Korea Selatan dan Thailand. transparan. Sebaliknya. Menurut dia. Melalui dialog nasional tersebut. diharapkan tokoh-tokoh yang terlibat menyamakan persepsi bahwa pemilu harus berhasil dan sesuai aspirasi rakyat. didukung rakyat. bahwa dirinya bersifat transisi dan hanya mempersiapkan pemerintahan yang akan datang. Sebaliknya tokoh-tokoh nasional juga harus berani mengakui pemerintahan yang sekarang. bila kerusuhan sosial terus meningkat dan pemilu tidak dapat dilaksanakan. LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Pemulihan Ekonomi Tergantung Penyelesaian Agenda Politik PELAKSANAAN agenda politik secara aman. rencana pegelaran dialog nasional sangat penting. masuknya aliran modal asing sebagai jalan terbaik dalam pemulihan ekonomi hanya bisa terjadi kalau ada pemerintahan yang bersih. lancar. tetapi kerusuhan berdarah telah membuat investor ngeri untuk masuk ke Indonesia. Laksamana Sukardi menilai. adalah negara yang paling jitu dan lihai. Suksesnya pemilu dan Sidang Umum di tahun 1999 tidak serta merta terjadi begitu saja. adanya kepastian hukum dan sistem peradilan yang independen. serta demokratis harus benar-benar dilaksanakan dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. apabila . Investor bersikap menunggu. Kedua hal itu menjadi syarat pembentukan pemerintahan yang bisa dipercaya rakyat. Oleh karena itu. Peluangnya separuh-separuh. untuk berkunjung pun mereka sudah enggan. *** MELIHAT pentingnya faktor penyelesaian politik. serta demokratis. Kita sama-sama menghendaki. Artinya perekonomian nasional berada di persimpangan jalan antara kemungkinan terjadi recovery dan kehancuran. pemerintahan yang demokratis dan didukung rakyat. maka dengan cepat ekonomi Indonesia akan pulih. ketenangan politik. Selain masalah politik. Karena itu. kondisi perekonomian di tahun 1999 berada dalam situasi yang kritis. maka pemulihan ekonomi sulit diharapkan dalam waktu cepat. karena investor pasti akan datang kembali ke Indonesia.tidak bisa segera membalikkan arus modal keluar menjadi arus modal masuk. Mulai saat ini harus dipersiapkan. adil. keinginan seluruh rakyat Indonesia yang menghendaki agar pemilu berlangsung jujur. meski dipandang menarik. Apabila demikian. mengingat intensitas kekerasan dan kejadian perampokan dan penjarahan yang membuat masyarakat merasa tidak aman masih sering terjadi. serta menyadari pentingnya kembali arus modal masuk itu. tertib dan sesuai dengan aspirasi sebagian besar rakyat merupakan keharusan. Namun bayangan kegagalan masih berkecamuk.

Meliuk-liuk Bagai Ular . Yang terjadi. maka ekonomi akan cepat sekali kembalinya.kita mengharapkan pemulihan ekonomi. tetapi luar negeri. maka pengendara itu tidak punya pilihan lain kecuali menghentikan perjalanannya dan menunggu sampai kabut itu berlalu. apalagi nanti kalau mendekati kampanye dan pemilu. Pertama. maka tidak akan ada kegiatan ekonomi. Rencana rekapitalisasi kemungkinan besar tidak akan berhasil. Haryadi B Sukamdani mengatakan. masalah utang luar negeri pemerintah dan swasta. Bila default. Sebab. maka kredibilitas turun dan investor enggan masuk ke Indonesia. Yang dikhawatirkan ialah kalau terjadi gejolak sosial akibat kegagalan pemilu yang tidak menampung aspirasi rakyat. dengan demikian hanya tinggal sedikit bank yang kuat dan profesional. tetapi intensitas kekerasan sudah cukup tinggi. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. Dua persoalan mendasar yang harus diselesaikan. Seberapa jauh masalah utang LN ini bisa diselesaikan. para pengusaha hanya meningkatkan volume dan penjualan dari yang sudah ada. Kalau penyelesaian politiknya baik. maka yang ada hanya rasa waswas dan gamang. Sebelum mengatasi perbankan swasta. yaitu restrukturisasi perbankan dan utang luar negeri. karena tidak ada kodal kerja dan perdagangan. pemerintah harus berani melakukan penutupan bank-bank yang memang tidak solvent. Kabut tebal (situasi sosial politik-Red) menyebabkan pengendara (baca: pengusaha) tidak bisa memandang jauh ke depan. Tetapi kalau melihat di lapangan terutama perkembangan politik yang ada. sebagai pengusaha pihaknya memang harus optimis. mengakhiri krisis perbankan kepercayaan dunia internasional terhadap pemerintah tergantung dari penyelesaian utang tersebut. Apabila persoalan bank ini tidak diselesaikan. dunia usaha melihat kondisi perekonomian nasional di tahun 1999 ibarat seseorang yang sedang mengendarai mobil di tengah "kabut tebal". Investasi tidak akan ada. Pengusaha tidak mungkin mengandalkan pasar domestik. Kedua.* LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Rupiah dan Saham. restrukturisasi perbankan harus berhasil. Oleh karena itu sikap para pengusaha di tahun 1999 ini sudah pasti akan menunggu. Oleh karena itu. Dengan pertimbangan-pertimbangan seperti itu. Atas dasar pertimbangan keselamatan. masyarakat mendukung pemerintahan yang baru. Sebab pemilu masih jauh. bank-bank BUMN harus juga selesai.

RUPIAH pun tak mau ketinggalan telah menorehkan tinta merah dalam sejarah perekonomian. tingkat paling rendah selama sejarahnya. Rupiah masih sekitar Rp 11. suku bunga bank yang melambung memberikan dampak buruk bagi perusahaan-perusahaan termasuk yang sudah terdaftar di bursa. Tingkat suku bunga yang mulai menurun akibat inflasi yang mulai terkendali dan aksi spekulasi pada valuta asing yang mulai mereda ikut membantu. Kurs rupiah selanjutnya terjun bebas mencapai Rp 17. Masih ingat ketika kurs rupiah hampir menembus Rp 17.000 per dollar AS pada 17 Juni 1998? Begitu Soeharto menyatakan diri mundur sebagai Presiden ke-2 RI tanggal 21 Mei 1998-yang diinginkan pasar dan diperkirakan bisa meredakan gelombang-tak juga menolong rupiah. Kondisi ekonomi yang mengalami kontraksi hingga minus 13 persen. setelah mata uang yen Jepang mengalami depresiasi tajam 12 Juni 1998.000. *** MENGIKUTI perjalanan kurs rupiah dan indeks saham selama tahun 1998 ibarat naik turun gunung dengan lembah dan ngarai yang terjal.000 bulan Juni lalu. "Batas rupiah adalah langit.000 sampai Rp 8. Menjelang tutup tahun 1998. . mengakhiri krisis perbankan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) bulan September lalu akhirnya mencapai titik terendah 254 poin.000 per dollar AS. Kecenderungan pelemahan rupiah pasar. inflasi yang tinggi. Hal itu diikuti gelombang kerusuhan dan aksi politik yang sepertinya tidak habis-habisnya setelah mundurnya Soeharto. Pukulan bertubi-tubi atas rupiah mencapai gongnya. Hal serupa juga dialami rupiah yang cenderung membaik sejak September lalu dan kini terus bertengger pada level Rp 7." ujar pengamat ekonomi Hartojo Wignjowijoto ketika kurs rupiah terus melemah mendekati Rp 17. terus menjadi-jadi sejak aksi penembakan mahasiswa Trisakti tanggal 12 Mei dan aksi penjarahan 14 Mei di Jakarta. Bursa saham pun demikian halnya. indeks saham sedikit menapak naik melampaui tingkat 400 poin. bergejolak dan jika digambar terlihat seperti ular yang meliukliuk.000.

Rp 8. Sikap pemerintah yang juga tarik ulur dalam mencapai kesepakatan program bantuan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) semakin mempersulit keadaan. kepercayaan akan perekonomian Indonesia secara perlahan . Bukan hanya itu. indeks saham terus terjun bebas hampir mendekati 300 poin pada bulan Desember dan Januari 1998. Kurs rupiah setahun yang lalu masih bergerak antara Rp 4. Beruntung. Kehadiran calon wakil presiden BJ Habibie pada waktu itu.000. juga menunjukkan sikap serius pemerintahan menghadapi krisis. Tidak terlalu "buruk" apabila dikaitkan dengan keadaan saat ini yang bergerak antara Rp 7. suatu tindakan revisi pertama yang dilakukan pemerintahan selama ini.000 . krisis keuangan Indonesia ternyata sudah melebar menjadi krisis ekonomi. harga-harga saham juga kembali melonjak. Revisi atas RAPBN 1998/ 1999.Rp 5. Bahkan sempat berada di bawah Rp 8.000. Kondisi negatif ini semakin diperparah dengan perkembangan global seperti jatuhnya kurs yen. penandatanganan letter of intent pemerintah dengan IMF tanggal 15 Januari membuat pasar valas dan saham bereaksi positif pada membaiknya perekonomian. Setelah sempat melambung melampaui 700 poin pada bulan Juni 1997.Pasar memang tidak bisa kompromi dengan perkembangan politik. Akan tetapi kondisi ekonomi dalam negeri ternyata tidak bisa lagi diharapkan untuk mendukung rupiah agar tetap stabil sejak Bank Indonesia (BI) melepaskan rentang intervensi 14 Agustus 1997 dan menutup 16 bank swasta bulan November. Kesepakatan dengan IMF juga memberikan sentimen positif krisis ekonomi Indonesia akan segera membaik. Menurut pengamat pasar modal Jasso Winarto saat itu.000 per dollar AS. membuat pasar berkeyakinan bahwa Indonesia masih akan tetap dengan ekonomi biaya tinggi. Di bursa saham. para investor asing mulai mengincar saham-saham unggulan Indonesia yang ketika itu sudah sangat murah. Kurs rupiah segera kembali menguat hingga di bawah Rp 10. Akibatnya.000 . Indeks terus naik melampaui 500 poin pada Februari 1998. Manuver-manuver politik semakin memperburuk kepercayaan pasar atas perekonomian Indonesia. Intervensi BI di pasar valas ikut membantu. *** SEBAGAIMANA dikatakan banyak pengamat. Hal serupa juga terlihat pada harga-harga saham di BEJ.000 per dollar AS pada bulan Februari. krisis juga mulai masuk ke politik yang selama ini praktis menjadi "kawasan tabu".

diperkirakan sekitar 9. Unfortunately in the same time. mulai pupus.000 (di Singapura sudah mencapai Rp 17. setelah sejumlah perundingan bagi penyelesaian utang luar negeri pihak swasta dicapai kesepakatan di Frankfurt. Sejak Juni dan Juli 1998. Seperti telah diungkapkan di atas. Itu berarti. Sejumlah negara sahabat juga mulai memperlihatkan sikap mendukung program ekonomi Indonesia. langkah pemulihan ini belum terlihat di bursa saham. Pasar valas maupun bursa saham seperti telah patah arang terhadap pemerintah RI. harga saham di BEJ sudah senilai harga permen. sejak itu kurs rupiah terus anjlok hingga mendekati Rp 17. rupiah dan bursa agak pulih. Indeks harga saham juga mulai menunjukkan tendensi merosot menembus angka 400 poin dengan beberapa kali naik sedikit sekadar koreksi kecil. Irian Jaya and “religious” violence between the majority Muslims and minority Christians on the eastern Maluku . pihak peminjam di luar negeri mendesak para penerima pinjaman di dalam negeri agar segera membayar utangnya. Tekanan terhadap rupiah mulai melemah. harus mulai diselesaikan dari diri sendiri. Tidak jarang. Harga-harga saham terus berjatuhan. which was started with East Timor to be independent.namun pasti. Harga rokok ataupun air mineral jauh di atas harga per lembar saham.8 milyar dollar AS utang jangka pendek pihak swasta Indonesia yang jatuh tempo. Waktu itu. pemerintah sejak sekarang harus bisa menyelesaikan semua persoalan ekonomi dan politik yang di dalam negeri. Akibatnya. dan cepat diperlukan. apakah kurs rupiah dan indeks saham ini masih akan stabil pada tingkat ini saat memasuki tahun 1999? Penghujung tahun 1998. Then. jelas. persoalan yang dihadapi seseorang atau sebuah negara. Sayangnya.* MIGRATION AND CONFLICT IN INDONESIA By. Tri Nuke Pudjiastuti♦ Since 1998 the political uncertainties and acute economic crisis have result of the long ruling authoritarian regime of President Suharto and design the installation of a new democratic system. tegas. Lebih kalut lagi. ethnic and violence ignited at many places in Indonesia. Jangan sampai malah menimbulkan kebingungan dan ketidakjelasan. Indeks saham pun terus turun hingga bulan September mencapai titik terendah 254 poin. Pertanyaannya. tekanan terhadap rupiah semakin bertubi-tubi. rupiah yang mencapai kurs paling rendah. Akan tetapi sebagaimana dikemukakan.000). Letter of credit (L/C) dari Indonesia tidak lagi diterima semua pihak di luar negeri. there are the revival of ethno-nationalism in the provinces of Aceh (in the northern Sumatra). secara perlahan mulai membaik. Jerman. IMF juga mulai mengucurkan dana bantuannya. Transparan.

Moreover social commitment was so fragile. Working Paper 41: Global Migration Trends and Asylum. race and among groups) which actually it created negative impact for harmonize of civil society. April 2001: <http:www. Sulawesi. It is potential in Indonesia and the seed of conflict were planted more than 30 years ago. VAM Unit Jakarta. national and international organizations since This paper will be presented at 2002 IUSSP Regional Population Conference in Bangkok. when a sustainable economy recovery is so slowly and looks un-focusing. New Issues In Refugee Research. but more uniforms. as Susan F Martin remains that their flow is caused more of push factors in their home communities which is fuelled by conflicts. Irian Jaya dan Nusa Tenggara. Martin. it seems no real government effort to solve the IDPs problems. human right abuses and political repression that displace people from their home communities.2 Although there are some actions from many kinds of local. Since the crisis started the structure Indonesian society faces many social. Even many the violence remains linked to elements of the military. See Susan F.htm> 2 See the data of WFP. economy and political problem of ethnic. Resistance of Ethnics Ethnic tension actually is not a recent phenomenon. the Indonesian Institute of Sciences (P2P-LIPI). Ethnic violence . such as among social relationships or political cooperation. which the stronger indication has shown on 13-14 May 1998 tragedy at Medan Jakarta. not only from Kalimantan and Ambon. religion. 1 IDP actually is a part of forced migration. Surabaya and Palembang. Since 1998 the flow of IDPs is already more than 1. 2 1998.org/database/. Remaining the IDPs problem that will be discussed. the government is also still weak and ineffectual in dealing with the situation.3 million persons.unhcr. Solo. One of big real effect is in the grassroots population which directly faces the violence and the hard time in the shelters and tents as internally displacement persons (IDPs). However. but also from Sumatra. In the recent years Indonesia still continues to suffer.1 This flow of them becomes recent phenomenon around regions in Indonesia. when the complex process of state making was not creating political space for pluralism. 3 It could be detected from stigma of Indonesian and Chinese minority. 10-13 June 2002 ♦ Researcher at the Centre for Political Studies. Discussing IDPs in Indonesia.Islands and Poso (Central Sulawesi). It was more in the SARA concepts (ethnic.idpproject. today in the social-political transition there is changing pattern and more complicate. Http://www.ch/refworld/pubs/pubon. it will focus on what actually the reason was behind the movement and how to create the solution.

Akar Masalah dan Solusi atas Konflik-konflik Lokal di Aceh. which the majority is Christian. Sumbawa and Bima ethnics. have consequences the ethnics conflicts. Look Riza Sihbudi et. and Pekalongan (Central Java). there are Sasak. First. social.5 This condition really disappointed and discriminated the Ambon Christian indirectly. Religion becomes tool of pressure the mass movement. which mostly the Moslem and usually they should be the ICMI member. between local ethnic and Maduras in East Kalimantan. Bara Dalam Sekam: Identifikasi 3 dimensional and latent. These three regions had long histories of resistance to central authority in Java. That was such as what happened in Maluku 1999. communal and seed of ethnic consciousness. Tasikmalaya. From this phenomenon of conflicts. When social violence was trigger by government recruitment employees (Pegawai Negeri Sipil= PNS) at East Nusa Tenggara. the violence dispread to West Lombok district. (2) Political conflict movement and nationalism.4 The main reason of conflict actually related with the history of new settlers came and the reason why they live there. Papua dan Riau. as occurred at Ambon and Mataram. as usually in other region in Indonesia. which are Moslem. in January of that year Ambonese Christians mobilized anti-new settlers feeling against the Bugis (ethnic from Sulawesi) and Butonese minorities. West Nusa Tenggara. there are three general patterns of conflicts: (1) Economic and political conflict multi 3 Since 1996 there were the big and wide riots with religious. All are the economical reasons. Maluku. whereas in fact from the people composition. the revival of ethnonationalism in the provinces of Aceh (in northern Sumatra) and Irian Jaya.ignited with East Timor’s drive to independence. the economic and political conflict multi dimensional and latent pattern grows particularly in the regions which actually had religion harmony. . Sumba. and (3) Natural resources struggle. East Nusa Tenggara.6 In Mataram the composition of ethnic are so heterogenic. The suffer continues and secular nationalism which based on region and largely on the sidelines. such as violence between the majority Muslims and minority Christians on eastern Maluku islands and Poso–Central Sulawesi. Unfortunately at the same time government recruited employees. Beside that. to their cause. This pattern is also showed in Waikabubak. These social conflicts phenomenon is interested in term of friction and transformation pattern from Indonesian and Chinese minority pattern to the local people and the new settlers and the other things. Rangkas Dengklok (West Java). Those situation causes the widespread of conflict have succeeded in attracting religious matter. Central Lombok and Senggagi Tour region. the new settlers are much less than local people. economic and political dimension. such as at Situbondo (East Java). as their identity.al. but there are some those dominated.

The Sambas conflict was so unique. January 2001: 9-11. Potensi Disintegrasi Nasional: Kasus Empat Dearah. 2002. it was among Malay. even genocide could not be avoidable. He remains that there are conception of the role of cultural differences in the politics 7 See Riza Sihbudi et al. the straightforward relationships between economic competition and ethnic conflict are difficult to establish. such as churches.Kerjasama LIPI. Yayasan Insan Politika. 8 March 2001. the former Vice President BJ Habibie developed the new Moslem organization. Republika. Therefore. economic theories can explain it as a part of conflict interest. 2001 and Syamsuddin Haris. This organization spread to all of Indonesian Provinces through PNS. and Media Indonesia. preferences and imputed aptitudes and environment. separatist movements are the best way for them. 29 shops. Anatomi Kerusuhan Sosial Di Indonesia (The Anatomy of Social Conflict in Indonesia). 77 houses. See P2P-LIPI research. Even though the base of conflict is economic interest. Started from the armed robbery have been done by Maduras to Melayu on 17 January 1999 on Paritsetia village. The national government has controlled them to much and exploited their natural resources all. Then they took revenge by burning houses. under Suharto power. the Jakarta Post. because cultural differences that usually divide ethnic groups.Kerjasama PPW-LIPI. 4 Second.al. 8 June 2001. Riau and Irian Jaya. . Dayak and Chinese with Madurese. Bandung. February 1999. The Asian Foundation and Erlangga Publisher. the local people feel on the discrimination position. Although the base of conflict much more of economic interest. Suara Pembaruan. The violence fights and murder. in Syamsuddin Haris et. Every ethnic or a part of ethnic usually has difference in culture. Kerjasama Kantor Menteri Negara Riset dan Tehnologi RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. and 14 cars were burnt. The political power which is base on PNS is use to be on the new order regime. 7 restaurants. Such relationships are not wholly absent. communal and seed of ethnic consciousness pattern is showed such as in Sambas. but the economic problem explains much more at the top than at the bottom of developing societies. history. such as even the Madurese in Kalimantan does not adapt easily with other Madurese in Madura Island – East Java. which is called ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia. West Kalimantan. but the local people do not have enough power and resource sharing. Mizan. such as in Aceh. 2 May 2001. 4 Kompas. that involves as the parts of managing these resources. but not the extent of the emotion invested in ethnic conflict. 5 Around the end of 1995.8 Much more obviously. 6 In the first case shows a lot of places burnt. 8 Kompas. this natural resources struggle. As Horowitz points out that ethnic conflict are often labelled cultural conflicts. Menristek RI dan Pustaka Mizan. 1999: 314. Indonesia di Ambang Perpecahan. Indonesian Academic Moslem Community). this political conflict ethnic movement and nationalism kind of conflict actually grows on the region which has good and rich natural resources. 7 Third.

As seen in map two. In Aceh.000 people temporarily displaced.5 of ethnic relations. but the available information shows that large IDPs do not find enough shelters in organized camps or protected areas. which includes internal as well as across borders.10 AS seen in the map one.org/wr2k1/asia/indonesia. which resulted in sharp increases in the number of people suffering from diarrhea and skin disease. 10 Http://www. Poso and Irian Jaya. It really becomes the fuse factor of conflict.html/ 11 Source: WFP. many after having been threatened by rebels. but tens of thousands fled their homes over the course of the year. 1985: 135-136. which lives day-to-day in temporary camps. There was also a scarcity of clean water. California. such as: The eruption of a separate Christian and Muslim conflict in Poso. the main camps of IDPs are widespread in almost all Indonesian islands. University of California Press. the intention of population flow recently around 1. Left at lease 200 dead and an estimated 60. Central Sulawesi had first emerged in a 1998 fight over a local political appointment. 6 In July 2001 the approximately 60. Sambas. 9 Donald L. Http://www. which make the society has many cultural sections and one of them dominates the others. This has evoked frustration among the displaced.org/database/. especially in . Respiratory diseases were not the only problem. which are in widespread from many conflict places in Indonesia. the dominate culture does not come from the local community.136 people (30 November 2001)11. the number of persons displaced by the conflict ebbed and flowed. It is so hard to establish the exact figure.321.idpproject. but the culture of new settler or the government. West Kalimantan. or military barracks with very limited infrastructure. Ethnic Groups in Conflict. Ambon.12 People who have been forced to leave their homes because of conflict are put in an extremely vulnerable situation. many in the face of violent police and military “sweeps” for suspected rebels. Sampit.hrw. Thus the core of problem is marginalization of local communal that is related with the self of ethnic identity. The Flow of Internally Displacement Persons (IDPs) Nothing expression in discussing the situation and condition can say just “becoming stranger at their own house”.000 IDPs from Central and West Kalimantan of the recent outbreaks of violence living in appalling in tents and shelters in Pontianak. They have lost everything.9 In spite of this. Horowittz. Thousands of non-Acehnese migrated to other provinces in Sumatra and Java. VAM Unit Jakarta. The worse ethnic conflict affects the flow of displacement population in many places in Indonesia. Such as scores of IDPs now live in camps or shelters along with conflict of many areas in Aceh.

22 October 2001. which come from not only local and national NGOs but also international NGOs and other countries governments. they have been virtual prisoners in their camp and have not been allowed to go outside the camp. Medan. because trauma to threaten far away with their parents. particularly when they work as a vendor or labourer. Life in the various camps is actually fraught with suffering. which live at Sampang district.000 IDPs from Sampit are spread on 40 villages are in psycho-social trauma. because they promote the new conflict with local population in the new place. such job which does not easily create new opportunities in the camps where they live. Maluku Island. Until on 8 October 2001 IDPs in their camp have been involved in deadly bawls with local community. Although the IDPs only left the island around two generations ago. IDPs from Maluku in Buton. for example. they have found themselves treated as aliens by the local. It seems that both the local Buton ethnic and the Butan IDPs have had difficulties to find to integrate themselves after the long separation. for examples. Children. Central Kalimantan. do not want to go to school and develop social live. Kompas. Suara Pembaruan. 25-30 April 2001 13 Republika. one of the examples. These all go to show that they really need the humanitarian assistance. It is possibly. but the local community of Buton is reluctant to accept them. 14 The Jakarta Post. Madura.14 Most of them are the responsibility of feeding and houses on the local villagers in Sampang.13 Beside that. Most of them came with little more than the clothes they were wearing.16 The local residents always corner and portray the Maluku IDPs as trouble-makers and frequently have been violence to them. Some of them have to shuffle from one place to another as manual labourer to make ends meet. which can find in many places IDPs camps or shelters such as in West Kalimantan. In actual fact both the local people and IDPs of Maluku originate from Button Island. It is interested. actually IDPs’ flow or displacement population in Indonesia is still far from reducing the conflict. actually the Button ethnic. The worse situation is the psychical condition among IDPs. Nusa Tenggara and Central Sulawesi. in some places there are potential conflict with the local people.17 After that.the economic sense. More than 55. Since 1998 there is some Crisis Centre that . but many of them face another conflict with local people. IDPs seem have taken some chance of land for working. In Sampang Madura.15 Although it looks can run in the daily time. There are the small example. maybe because the IDPs have been exposed to different cultures in Ambon. for example they are from Sampit. because neither the provincial nor national government has provided meaningful 12 Koran Tempo 16 July 2001 7 June 2001. are struggling to suppress the growing strain of accommodating thousands of IDPs Madurese from conflict in Central Kalimantan. 7 assistance so far.

there is not sense of urgency of the Government. Kompas 8 March 2001. Actually there are policies of the IDPs. which usually they work together with international organisation and many other NGOs and sometimes with 15 Many local family of five are now having to accommodate and feed as many as 20 50 IDPs. Sulawesi. when they did not want to do resettlement.18 And. the government and police should not blame ethnic Madurese. the national government and police exploited their power to push Madurese to move other places. without concerning with what ethnic they are. 12-13 and 19-20 October 2001. Media Indonesia and Koran Tempo. IDPs from Aceh resettled from Medan to Bengkulu. See many new about IDPs in Sampang. 17 Ibid. there is no real government effort to prosecute anyone to stop the conflict and offer the humanitarian aid for IDPs. They share all. but there are some fragile problems come out. First. normalization and resettlement back. particularly in many places in Sumatra. it was not causes directly by inter-group differences. However . 22 December 2001. a closer examination of the conflicts and the causes of conflict. These policies are in the three kinds of project: transmigration. Ambon and Irian jaya. The Unclear Government Policies Since the government of President Abdurrahman Wahid. transmigration project already did to some of IDPs in Sulawesi. in the case of Madurese in 18 Kompas. 16 The Jakarta Post. This physical rehabilitation project actually has some serious weakness that should be understood. Resettlement policy is as the one of solving problem in many places for IDPs looks a good point for them. Kalimantan. which it has to have for encouraging sense of belonging among societies. Through the Social Welfare Minister Bachtiar Chamsyah tried to adopt a part of the policy of transmigration. space and help send children of IDPs to local schools also. It means also one ethnic group can not claim their land is their ethnic land. such as Suara Karya 27 August 2001. 9 Sampit. but still no really effort of government to maintain a sense of unity and domestic security. but again. Media Indonesia 19 July 2001. from food. This concept means that every citizen can stay and live in all other places in Indonesia. 8 government. Koran Tempo 12 May 2001. They are active to providing humanitarian assistance. which try to give solution of displacement. There are around 800 IDPs families resettled to transmigration settler unit (Unit Pemukiman Transmigrasi: UPT) Donggala district – South-east Sulawesi. The concept of resettlement is in contradiction with the concept of Indonesian nation building and state building.special for social conflicts in Indonesia. Although at that time the National Board Coordination (Badan Koordinasi Nasional = Bakornas) created for tacking the natural disaster and refugee (or IDPs) and now under the State Minister of Social Welfare participate dealing with natural disaster and IDPs. At the side of that. Therefore.

No chance for them to share in the exploitation of their traditional resources. Lake and Rothchild remain that there are some push and pull factors. such as problems of commitment. being replaced by palm oil and coconut plantations. Historically the first Madurese arrived in Kalimantan in 1930s in the transmigration program which was initially started by the Dutch colonial. The transmigration program in Kalimantan resulted in rainforests. and Escalation. the state is weakened. 1998: 4. but the hardest to be implemented. Princeton University Press. but the exercise can prove that in the recent picture many local people is anger and violence to the arrival people dealing with ethnic or religion reasons actually is more the existence of identity. Second. Even though this pattern could not use generally. This pattern of misery has been replicated in other parts of Indonesia. Most of ethnics or religious violence has happened in areas or regions where there is a diverse mix of ethnicity. New Jersey. The combatants in the several ethnic conflicts are around Indonesia. which are an inextricable part of the Dayak way of life.20 The case in a point is one episode of ethnic violence in Kalimantan. cultural domination and polarize society. The numbers increased dramatically in the 1970s as a direct consequence of Indonesian government’s transmigration plan. 10 Now this kind of people movement has gone down. the International Spread of Ethnic Conflict: Fear Diffusion. but the process of mix diverse cultures without supporting of adequate policies or delivery mechanisms. there has been a long history of conflict between the Dayaks (the indigenous people of Kalimantan) and the Madurese (the new settlers). with a single predominant ethnic group. institutions and infrastructure that guaranteed equitable distribution and protected and respect the indigenous peoples’ sensitive in promoting real growth. whether they are majority or not within their respective communities.19 Although statistic can mislead.the ethnicity merely becomes an excuse for using of state force to quell violence and historically the Indonesian government has been quick to seek IDPs behind the veil of only ethnic conflict without addressing the real issues. using and highlighting their ethnic diversity as a justification for mobilization support. Word “normalization” actually is the ideal idea for solving the problems. This situation made the Dayaks soon found them at the bottom of the economic without pursuing their traditional means of exercise. normalization of the riot places. was a recipe for disaster. Spread Fear: The Genesis of Transnational Ethnic Conflict. there is a number of conflict pattern cannot be ignored. Case . 19 David A Lake and Donald Rothchild. security dilemma. Under transmigration program the government hoped to ease the pressure of the growing population in Java and populate those areas of Indonesia that were less densely populated and the abundance of natural resource.

9 March 2001. On the other hand. many factors should be taken into account to normalize the situation. Secondly. Actually. not more try to catch the rioters. It is so important. when they so reactive their approaches. houses. Some places in conflict areas indicated that the excesses of the security approach highlighted by events in Aceh. but as long as it is implemented properly and the operation is under good control of them. Moreover. Although they could not be generalized. informal leader of both ethnic should in the same understanding to the root of conflict and the facilitated factors. they seem take no responsibility for the situation and give this problem to the communities. resettlement back the IDPs is not always a fair solution.21 The infrastructure and other financial capital for IDPs should be developed first.by case of ethnic conflict indicates that the government and police reacted to the situation slowly. Firstly. there are some main things need to be consider. Normalization means returning the situation normally but because of the lack of professionalism among military and police raises concern over out of control abuses of human rights. Actually the condition will not much better than resettlement through transmigration. It needs good and fast effort of police or government to anticipate them. such as in Central Sulawesi. 11 civilian emergency. the role of local government. because the main risk to develop again the societies without infrastructure create the new problem and conflict with local people. government need to impose a state of 20 Sidhesh Kaul. Historically. Indonesian government did not have an experience dealing with making situation in the regency is deemed to have returned to normal from the societies perspective. Sometimes. with in same understanding each other will be expected they have sense of belonging to their IDPs and it can easier to find the way out of solving the IDPs problems. the mechanism of reconciliation between them is needed. Ambon and Irian Jaya. . which local and new settlers communities feel safety and not necessary displaced. There are a lot of constrain that should be accounted. They should be responsibility for protecting the people got violence. Ethnic Conflict or Policy Failure? The Jakarta Post. On one hand. thus the normalization starts with the preventive situation. Talking normalization. Third. but nothing other than for security on region. “normalization” in the Indonesian government or police’s way of action mostly has contradiction meaning. but the most important is normalization when the violence happened. Government sometimes do not take into account the financial things which have lost. So. mosques and churches have been burn down in a wave of violence. normalization should not to the point after the riot.

by passing provincial governments. and way too late. 1-5 March 2001. the most important is the process of normalization should not for the stability of region. 28 March 2001. Still the statement of local and national government are more uniform and distortion dealing with human tragedy. also IDP problems could also destabilize society. Whatever steps the government decides to take now will be far too little. Suara Pembaruan. 13 March 2001. Republika. Beside suffering and ethnicity conflicts. Suara Karya. The autonomy province and district should see as a challenge as their authority to develop their-own societies. while officials are making excuses about some obstructions to peace.24 Mac Donald . Hakekat dan Dinamika Konflik Domestik di Negara Berkembang. Kompas. The Local Authority as the Alternative Many people have begun to suspect that there is an unexplained grand design to destroy the Indonesian nation building. Such as in Sambas. Thousands of them are in need of medical care. food and shelter. considerable authority has been passed directly to districts and municipalities. A responsible government would be marshalling resources for providing humanitarian aid for IDPs. 5 December 2001 Sugeng Hawinata. delegating to solve the conflict problem and IDPs actually really close to the new policy that dealing with decentralization region in Indonesia.22 It is not easy for both ethnics to be cooled down and understand each other soon. In 1999 Indonesian parliament approved legislation number 22/1999 and 25/1999 which shifted political and economic power from centre to the 23 See many newsletters in Indonesia. because effort to solve the conflict and the IDP problems has been so slow. When government already try delegated the task of solving the conflict and to look after the IDPs to the provincial government. 6 March 2001.Additionally.23 Megawati is not really sensitive with the conflict and IDP camps. Therefore these problems should be minimized with supposing considerable challenges to Indonesian cohesion and corporation among provinces. Under new legislation. Kontan. 13 region. but for building understanding and sense of mix diversity ethnics. such as: Media Indonesia. Too much blood has already been split for there to be any chance of reconciliation in the near future and the government has insufficient legitimacy to exercise any sort of moral authority over local population. They need more time to understand that they are 21 The Jakarta Post. 12 March 2001. 24 March 2001. Global 8/2001: 28. the Malay community has remained unwilling to accept the Madurese IDPs. 22 Bob 12 living in the diversity ethnics and should be respect each other.

there are some positive thing that can be done by local government and community. As Indonesian sociologic Tomagola recommended for Sampit conflict. education and cultural facility. it has not been smooth. They need social and political . See Thamrin Amal Tomagola. In the frame of decentralization it does not mean they should solve by themselves. Even increasing friction is not only among ethnic itself but also between national and local government. Suara Pembaruan. Among ethnic can learn and develop their respect each other. it should be in emergency period and temporary. 14 the uncontrolled IDPs to many places and regions in Indonesia. If the military still involve the local riot. Many conflicts and that kind of displaced people have the possibility of undermining stability of state and Indonesian security treat. 23 March 2001. but how they together manage the conflict and the IDPs. particularly to Java Island. they can take their all responsibility in their region. Weak economies and turbulent politics have effect such as raising regional or province tensions and reducing national integrity. The last one is how local government and communities get their power and resources sharing with national government. Anatomi Konflict Sampit. with doing strengthened the local police. Differences root of conflict and level of conflict have shown the intensity of the conflict itself and the effect to their societies. also 20 percent of local income-tax and at least 25 percent of special fund of centrally collected revenue. 26 Thamrin Amal Tomagola wrote that after knowing the root of conflict. First. This condition has emerged which not only causes the destroyed regions. Even though the implementation of legislation number 22/1999 does not yet clear. Indonesia: Living Dangerously. Conclusion Conflicts between people of different ethnic background have spread of and mushroomed in many places in Indonesia in the last few years. April 2001:181. particularly to make decision about solving IDP problems. 30 percent of earnings from natural gas. but also 24 The distribution is districts will receive 80 percent of income from most mining and logging operations. 25 Scoot B. In this case national and local Governments. he gives some suggestion that give the solution for resolution of conflict and also for to manage the IDPs get their settlement. Second.25 Uncertain has grown that the new legislation risks failure. Actually government and NGOs have been learning about how to deal with conflicts and IDPs today. MacDonald and Jonathan Lemco. and 15 percent from oil. Undang-Undang (Legislation) Number 22 and 25 /1999.and Lemco discuss that although an effort has been made to implement meaningful decentralization. especially since the end of Soeharto’s era. Current History. building the integrated pattern of settlement is dealing with the level of ability to buy it. include the Province and Districts can play their own role.26 there are the main stream that could be consider. The settlement should not be compartmentalized as before the riot.

9 March 2001. 12-13 and 19-20 October 2001. Global 8/2001: 27-39. 19 July. the International Spread of Ethnic Conflict: Fear Diffusion. 1-5 and 8 March. February 1999. Hawinata. New Issues in Refugee Research. Bandung. New Jersey. 15 References Haris. Jonathan . Bara Dalam Sekam: Identifikasi Akar Masalah dan Solusi atas Konflik-konflik Lokal di Aceh. Sihbudi.ch/refworld/pubs/pubon. Yayasan Insan Politika.org/wr2k1/asia/indonesia. Kompas.Riza et. and Lemco. February 1999. 2002. . and Escalation.al.unhcr. Hakekat dan Dinamika Konflik Domestik di Negara Berkembang. Ethnic Groups in Conflict. University of California Press.Kerjasama PPW-LIPI. in Syamsuddin Haris et. Susan F. 1998: 3-32. Bob Sugeng. Indonesia: Living Dangerously. Menristek RI dan Pustaka Mizan. Spread Fear: The Genesis of Transnational Ethnic Conflict. 16 July. Maluku. Donald. 12 March 2001. but also their community in term of the nation building and the pluralism society in Indonesia. Ethnic Conflict or Policy Failure? The Jakarta Post. MacDonald. Horowittz. January 2001. Working Paper 41: Global Migration Trends and Asylum. Kontan. Anatomi Kerusuhan Sosial Di Indonesia (The Anatomy of Social Conflict in Indonesia). Therefore. 12-13 and 19-20 October 2001. Donald L. David A and Rothchild. which is dealing with pluralism society. Kerjasama LIPI. Current History. Indonesia di Ambang Perpecahan. 25-30 April. Princeton University Press. if not they will lose their legitimacy worse.htm> Media Indonesia. P2P-LIPI research. Lake. 7-8 June 2001.html/ Kaul. Scoot B. 12-13 and 19-20 October 2001. April 2001: <http:www.hrw.al. 13 March 2001. but steps need to be taken to begin to seriously consider the most meaningful forum or mechanism for a regional dialogue in Indonesia. Republika. Mizan. Kerjasama Kantor Menteri Negara Riset dan Tehnologi RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Martin. The Asian Foundation and Erlangga Publisher. 1999. April 2001. 1985: 95-140. Http://www.dialogues among them. Potensi Disintegrasi Nasional :Kasus Empat Dearah. 24 March. California. Syamsuddin. This proposal appears to be somewhat premature. local government and local communities should work together and open their main that decentralization actually is not only on the context of region building. Then they can build the new pattern of settlement. Koran Tempo 12 May. Papua dan Riau. Sidhesh. The Indonesian government – in the central or in the province and district – should take this chance.

VAM Unit Jakarta. 2001 18 Map 2. sedangkan yang “segelintir kalangan" adalah kaum non-Islam dan non-pri. 6 March. http://www. GATRA. dapat disebut sebagai teori kesenjangan. The Jakarta Post. Dalam teori ini. dan pejabat terhadap kedua pertanyaan ini.idpproject. Dalam peristiwa ini ribuan orang menggelar "pengadilan jalanan" dan -.org/database/. Jika potensi demikian sudah muncul. tokoh pesantren di Tasikmalaya -. Suara Pembaruan. February 1999. nuansa dan pengungkapan etno-religius dari kerusuhan di Situbondo dan Tasikmalaya . 16 Map 1. Ini berarti kesenjangan sosial-ekonomi yang melebar itu berimpitan dengan perbedaan etnik dan religius.org/database/ Teori dan Kerusuhan di Dua Kota Kolom. Mengapa kerusuhan "primitif ' ini muncul berturut-turut justru pada saat pertumbuhan ekonomi berlangsung pesat? Apakah kerusuhan ini menandakan memburuknya hubungan etno-religius di negeri kita? Seperti terbaca di berbagai media. VAM Unit Jakarta. aktivis. 2 May. hasil pembangunan hanya dinikmati segelintir kalangan. 28 March. The Estimated of IDP’s Flow in Indonesia on 2001 19 Source: WFP. Suara Pembaruan. 5 and 22 December 2001. Perimpitan semacam inilah yang melahirkan potensi kecemburuan sosial yang sangat tajam. maka kita tinggal mencari faktor pemicu kecil bagi lahirnya kerusuhan besar. jawaban paling populer yang diberikan para pengamat.meminjam kata Kiai Makmun.Thamrin Amal. Tomagola. bagi teori ini. akar persoalan kerusuhan sosial di dua kota itu adalah kesenjangan sosial-ekonomi yang makin melebar. 11 Januari 1997 Tanggal dimuat: 11 January 1997 Kerusuhan di Tasikmalaya dan Situbondo sudah selayaknya membuat kita menarik napas dalam-dalam. WFP. "mayoritas" yang tersisih itu adalah umat Islam dan pribumi. 23 March 2001 Undang-Undang (National Legislation) Number 22 and 25 /1999. Pembangunan ekonomi di bawah Orde Baru memang sangat berhasil. Selama beberapa jam di dua kota ini situasi sosial berubah menjadi "situasi alamiah" ala Hobbes: manusia yang satu menjadi serigala bagi manusia lainnya. Internally Displacement Persons Champs Source: Many sources in The Jakarta Post. Http://www. 22 October 2001. Tapi. Menurut teori ini. Dengan demikian. Anatomi Konflik Sampit.Suara Karya. Mayoritas masyarakat hanya mendapat tetesannya. sederhananya. 27 August 2001.idpproject. menurut teori ini.mengumbar nafsu angkara murka serta berkelakuan seperti binatang.

kita jangan terpaku sepenuhnya pada sebuah penjelasan yang tampaknya "sudah benar". Pertama. Namun saya kira akan sangat sulit mencari dukungan faktual dan dapat diuji secara akademis bagi asumsi bahwa realitas ketimpangan kita „meningkat tajam”. terlebih Jakarta. Jakarta adalah "surganya" ketimpangan dan keberlebihan dalam sega1a hal. Singkatnya. Yang penting adalah. mungkin dapat disebut sebagai civitas del-nya Santo Agustinus. pada 1981 0. dalam realitas ketimpangan kita tak terjadi perubahan berarti selama 20 tahun ini. teori ini memang cukup mudah dimengerti sesuai dengan popular sentiment yang ada dalam masyarakat kita. Setidaknya ada beberapa hal yang membuat saya ragu atas teori ini. maka Jakarta mestinya sudah lama porak-poranda dilanda kerusuhan massa. dari ukuran tertentu (dalam hal ini indeks pengeluaran rumah tangga dari hasil survei nasional). angka-angka yang tampak tak banyak berubah. dan pada 1993 0. Sebaliknya. Kalau dibandingkan dengan Jakarta. maka kita bisa bertanya: kenapa kerusuhan itu justru terjadi di Situbondo dan Tasikmalaya? Kenapa bukan di Jakarta dan Surabaya? Di dua kota ini. akhir-akhir ini melalui kebijaksanaan publik dalam beberapa bidang kehidupan (misalnya . Teori ini menerima kenyataan babwa memang ketegangan etnoreligius masih hidup subur dalam masyarakat kita. Lebih jauh lagi. karena itu sangat gampang menjadi teori yang dominan.34 %. atau paling tidak diperdebatkan lebih-jauh. Kita masih memandang manusia lain berdasarkan asal-usulnya. Buat saya. rasionya 0. teori ini bersandar pada sebuah asumsi yang akhir-akhir ini jarang dipertanyakan lagi.34%. Tentu. kota utopia yang bersih dari keserakahan. yaitu bahwa kesenjangan sosial-ekonomi dalam masyarakat kita meningkat tajam. kesimpulan berbeda dapat pula dimunculkan. Ini berarti. dengan cuaca pegunungannya yang sejuk. Kedua. kelompoknya. sebagai si Ruly atau si Tuti. dan agamanya. kalau teori kesenjangan benar. ekses-ekses ketimpangan hidup berdampingan sangat ekstrem.hanyalah bentuk luarnya. asumsi semacam ini patut diragukan. Kita tak lebih timpang. maka Tasikmalaya. Kita mungkin akan tiba pada angka-angka yang sedikit lebih kecil atau sedikit lebih besar. akibat pertumbuhan ekonomi yang pesat. melainkan sebagai "keturunan asing" atau "Islam" atau "pribumi". atau lebih merata. Kita juga harus membuka diri pada teori yang berbeda. misalnya. Kita belum memandang seseorang sebagai individu. Dari fakta yang ada. Kalau kita amati kecenderungan dalam Index Gini sejak 1969 hingga 1993. Dua alasan ini memang belum memadai untuk menolak sama sekali teori kesenjangan itu. bahkan mungkin berlawanan dengan apa yang ingin kita percayai. untuk memahami peristiwa penting seperti di Situbondo dan Tasikmalaya itu. Dalam hal ini teori lain yang patut dipikirkan adalah teori yang lebih bersifat psikologis-kultural. Pada 1969-1970.33%. kalau teori ini benar. Akar persoalannya terletak pada realitas "objektif': pada kondisi sosial-ekonomi kita yang makin timpang. sukunya. Tapi justru karena itu pula kita harus hati-hati dan melontarkan beberapa pertanyaan. kalau memakai ukuran yang berbeda.

yang terentang dari Jakarta sampai ke Ambon. dalam dua setengah tahun terakhir telah menelan lebih dari 9000 korban jiwa. dan dari situ kita baru bisa mengambil langkah untuk mengatasinya. ORANG-ORANG JAKARTA DI BALIK BERBAGAI KERUSUHAN Pengantar --------Tragedi kerusuhan sosial di Maluku. untuk melindungi kepentingan mereka. Semua ini tentu saja tak harus benar dan relevan. dan masih banyak lagi.di Maluku. Kita harus mengerti apa yang terjadi. yang bisa merontokkan dasar-dasar kebangsaan kita? *Mahasiswa S3 Jurusan Ilmu Politik. kita cenderung mendorong terjadinya proses institusionalisasi bagi cara pandang semacam ini. 30 Maret 2001). penulis juga akan mengungkapkan agenda militer dalam memelihara kerusuhan-kerusuhan itu. penelitian kepustakaan dan wawancara-wawancara penulis dengan sejumlah sumber di Maluku dan di luar Maluku menunjukkan bahwa tragedi itu secara sistematis dipicu dan dipelihara oleh sejumlah tokoh politik dan militer di Jakarta. Berbeda dengan pandangan umum itu. Jakarta. Ia menyebutnya sebagai 'tragedi kemanusiaan terbesar di Indonesia' belakangan ini (Kompas. akar persoalan kerusuhan sosial seperti di Situbondo dan Tasikmalaya harus dicari pada dimensi yang lebih bersifat subjektif. dalam dogmatisme pendidikan agama. dengan kata lain. Mungkin setelah kita teliti dan diskusikan. penjelasan lain akan muncul dan secara empiris lebih meyakinkan. Dalam makalah ini. Ichsan Malik. Intensitas konflik dipelihara oleh satu jaringan militer aktif dan purnawirawan. The Ohio State University. dalam retorika yang digunakan pemimpin. haruskah kita menunggu peristiwaperisiwa lain yang lebih besar. --Kini Direktur Freedom Institute. atau karena ulah 'sisa-sisa kelompok separatis RMS' di sana. Kalau semua ini tak kita lakukan. Dalam hal ini kita harus melihat bagaimana pendidikan civic diberikan dalam bentuk indoktrinasi yang membosankan sejak SD hingga universitas. Karena itu pula saat ini kita sangat membutuhkan perdebatan dan diskusi-diskusi publik yang terbuka terhadap berbagai persoalan mendasar dalam masyarakat kita. menurut dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Pandangan umum yang beredar di Indonesia adalah bahwa konflik itu murni timbul karena persaingan antara kedua kelompok agama . penulis akan menggambarkan bagaimana konflik itu dipicu dengan bantuan sejumlah preman Ambon yang didatangkan dari Jakarta. dalam pencarian legitimasi bagi sebuah negara nasional. Selanjutnya. lalu mengalami eskalasi setelah kedatangan ribuan anggota Lasykar Jihad dari Jawa. Bagi teori ini.Kristen dan Islam . .perkawinan dan distribusi ekonomi).

Akhirnya, dalam kesimpulan penulis akan mengajukan beberapa usul untuk penyelesaian kasus Maluku. Jaringan Preman Ambon ---------------------Pada tahun 1980-an, seorang preman Ambon beragama Kristen di Jakarta, Ongkie Pieters membangkitkan rasa hormat dan ketakutan di kalangan kaum muda Ambon, tanpa menghiraukan agama mereka. Meskipun penghidupan mereka didapatkan lebih dengan menggunakan otot ketimbang otak, para preman Ambon di Jakarta masih menghormati tradisi pela (persekutuan darah antara kampung Kristen dan kampung Islam). Kalau berkelahi, mereka sering memakai ikat kepala merah, yang lebih merupakan simbol ke-Ambon-an yang berakar dalam kultur Alifuru ketimbang lambang agama Samawi yang mereka anut. Hal ini secara radikal berbeda dengan makna yang kini diberikan terhadap 'merah' sebagai simbol Kristen dan 'putih' sebagai simbol Islam. Tidak berapa lama, seorang preman Ambon yang lain, Milton Matuanakotta muncul ke tengah-tengah gelanggang. Ia memiliki banyak pendukung di kalangan kaum muda baik di kalangan Ambon Kristen maupun Muslim, dan dengan cepat menjadi lebih populer di kalangan preman Ambon di Jakarta daripada pendahulunya. Pada saat itu, orang-orang Ambon Muslim beranggapan perlu memiliki 'pahlawan' mereka sendiri, maka mereka memilih Dedy Hamdun, seorang Ambon keturunan Arab. Figur ini agak kontroversial, sebab di satu sisi ia aktif berkampanye untuk PPP, tetapi di sisi lain suami artis Eva Arnaz itu juga bekerja untuk membebaskan tanah bagi bisnis properti Ibnu Hartomo, adik ipar bekas Presiden Soeharto. Entah karena aktivitas politik atau bisnisnya, di awal 1998 Deddy Hamdun diculik bersama sejumlah aktivis PRD, Aldera, dan PDI-P oleh satu reguKopassus bernama Tim Mawar yang berada di bawah komando Jenderal Prabowo Subianto, menantu Presiden Soeharto waktu itu. Hilangnya Hamdun setelah 3 1/2 bulan dalam tahanan Tim Mawar (Siagian 1999: 20-21) mengubah peta politik preman Ambon di Jakarta. Kepemimpinan pemuda Muslim Maluku diambilalih oleh Ongen Sangaji, seorang preman Maluku Muslim yang juga anggota Pemuda Pancasila. Secara ironis, dalam bersaing untuk loyalitas di kalangan kaum muda Maluku di Jakarta kedua pemimpin preman itu juga bersaing dalam mendapatkan akses ke bisnis keamanan pribadi anak-anak Soeharto. Milton memperoleh akses ke mereka melalui Yorris Raweyai, wakil ketua Pemuda Pancasila yang berasal dari Papua Barat dan dekat dengan Bambang Trihatmodo. Selain itu, Milton adalah ipar Tinton Soeprapto, pimpinan arena pacuan mobil milik Tommy Soeharto di Sentul, Bogor. Sementara itu, Ongen lebih dekat ke Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut melalui Abdul Gafur, bekas Menteri Pemuda dan Olahraga di zaman pemerintahan Soeharto. Anak buah Ongen terutama berasal dari desa-desa Pelauw dan Kalolo di Haruku. Menjelang Sidang Istimewa MPR November 1998, ketika B.J.Habibie berusaha mencari mandat untuk melegitimasi kepresidenannya, sejumlah politisi, jendral dan usahawan menciptakan kelompok paramiliter baru untuk menangkal aksi-aksi demonstrasi mahasiswa yang menentang pencalonan kembali Habibie.

Kelompok Pam Swakarsa ini antara lain terdiri dari preman-preman Ambon Muslim yang direkrut oleh Ongen Sangaji. Dukungan keuangan untuk kelompok ini berasal dari keluarga Soeharto dan seorang pengusaha keturunan Arab, Fadel Muhammad, yang dekat dengan keluarga Soeharto. Sementara dukungan politis untuk kelompok itu berasal dari Jenderal Wiranto, Menteri Pertahanan waktu itu, Mayor Jenderal Kivlan Zein, Kepala Staf KOSTRAD waktu itu, Abdul Gafur, Wakil Ketua MPR waktu itu, dan Pangdam Jaya Mayjen Djadja Suparman. Untuk meningkatkan militansi para milisi yang miskin dan berpendidikan rendah itu, mereka diindoktrinasi bahwa para aktivis mahasiswa adalah "orang-orang komunis" yang didukung oleh jendral dan pengusaha Kristen. Dengan demikian banyak anggota PAM Swakarsa beranggapan bahwa mereka ber'jihad' melawan "orang kafir". Kenyataan bahwa bentrokan yang paling sengit antara para mahasiswa dan tentara terjadi di kampus Universitas Katolik Atmajaya, hanya karena kedekatan kampus itu dengan gedung parlemen, memberikan kesan kredibilitas dari propaganda sektarian dan anti komunis ini. Dalam kerusuhan Semanggi menjelang Sidang Istimewa MPR itu, empat orang anak buah Ongen yang berasal dari Kailolo (Haruku), Tulehu dan Hitu (Ambon), dan Kei (Maluku Tenggara), dibunuh oleh penduduk setempat yang berusaha melindungi para aktivis mahasiswa dari serangan kelompok milisi Muslim itu. Maka terbukalah peluang untuk menghasut preman-preman Ambon Islam itu untuk melakukan balas dendam. Konyolnya, balas dendam itu tidak diarahkan terhadap para aktivis mahasiswa, tetapi terhadap sesama preman Ambon yang beragama Kristen. Kesempatan itu timbul ketika terjadi kerusuhan di daerah Ketapang, Jakarta Pusat, pada hari Minggu dan Senin, 22-23 November 1998. Apa yang dimulai adalah percekcokan antara para satpam Ambon Kristen yang menjaga sebuah pusat perjudian dan penduduk setempat segera berkembang menjadi kerusuhan anti Kristen di mana lusinan gereja, sekolah, bank, toko, dan sepeda motor dihancurkan. Ternyata, kekuatan-kekuatan dari luar dikerahkan untuk mengubah konflik lokal itu menjadi konflik antar-agama. Kekuatan-kekuatan luar ini mencakup sekelompok orang yang mirip orang Ambon, yang menyerang lingkungan Ketapang pada jam 5.30 pagi. Mereka dibayar Rp 40.000 ditambah makan tiga kali sehari untuk menteror orang-orang Muslim setempat. Meskipun salah seorang dari mereka yang tertangkap adalah orang Batak yang kemudian disiksa dan dibunuh oleh penduduk setempat, namun mayoritas preman ini adalah orang Ambon anggota PAM Swakarsa bentukan Gafur. Mereka yang menyerang semua penduduk setempat yang terlihat melintas di sekitarnya dan membakar semua sepeda motor yang diparkir di depan mesjid setempat yang menyebabkan jendela-jendela mesjid itu pecah. Dipicu oleh kabar angin bahwa sebuah mesjid telah dibakar oleh 'orang-orang kafir', penduduk Muslim setempat balik menyerang orang-orang luar tadi dengan dukungan para anggota Front Pembela Islam (FPI) yang didatangkan dari berbagai tempat di Jakarta. Selama kerusuhan ini, enam orang meninggal korban main hakim sendiri oleh penduduk Muslim setempat dan para anggota FPI. Tiga orang dari korban itu adalah orang-orang Kristen dari Saparua dan Haruku.

Memang tidak jelas apakah rangkaian pembunuhan terhadap para preman Ambon di Senayan dan Ketapang itu telah dipersiapkan oleh sekutu-sekutu politik Soeharto. Yang jelas, kerusuhan di Ketapang mengukuhkan monopoli sebuah pusat perjudian lain di jalan Kunir, Jakarta. Pusat perjudian itu dikelola oleh Tomy Winata, mitra bisnis Bambang Trihatmodjo dan teman dekat Yorris Raweyai dari Pemuda Pancasila. Terlepas dari motif di balik pembakaran pusat perjudian di Ketapang, pembunuhan terhadap para preman Ambon Muslim dan Kristen itu mengakibatkan kedua kelompok itu bertekad melakukan balas dendam terhadap satu sama lain di kampung halaman mereka di Maluku. Dengan menggunakan kerusuhan Ketapang sebagai alasan, aparat keamanan di Jakarta menangkap semua orang Maluku yang tidak memiliki KTP, dan menaikkan mereka ke kapal penumpang sipil maupun Angkatan Laut yang berlayar ke Ambon. Menurut seorang sumber penulis yang berlayar dengan KM Bukit Siguntang ke Ambon pada bulan Desember 1998, sekelompok preman Ketapang yang menumpang di geladak kapal dengan suara keras menggembar-gemborkan niat mereka untuk membalas dendam terhadap musuh mereka di Ambon. Di mata orang awam, langkah-langkah aparat keamanan ini tidak tampak mencurigakan, karena banyak orang Ambon Kristen pulang ke kampung halamannya untuk merayakan Natal, sementara banyak orang Ambon Muslim juga merencanakan untuk melalui bulan puasa dan liburan Idul Fritri bersama sanak keluarga di kampung mereka. Baru kemudian tersebar berita bahwa antara 165 dan 600 pemuda Ambon telah berlayar pulang ke Ambon selama akhir tahun 1998. Di antara mereka terdapat preman Ambon Kristen yang terlibat dalam serangan fajar di Ketapang, maupun Sadrakh Mustamu, kepala keamanan di pusat perjudian Ketapang. Ongen Sangaji dan Milton Matuanakotta juga termasuk preman Ambon yang pulang ke Ambon pada akhir tahun 1998, untuk menyulut kerusuhan di sana. Preman Ambon yang datang dari Jakarta, segera melebur ke dalam kalangannya masing-masing. Di kotamadya Ambon yang berpenduduk hampir 350 ribu jiwa itu, dunia preman dikuasai oleh dua orang tokoh yang berbeda kepribadiannya, Berty Loupati yang masih muda lebih merupakan seorang preman profesional, serta Agus Wattimena yang tua, seorang penatua (anggota Majelis Gereja) yang juga jago berkelahi. Berty Loupati adalah pemimpin kelompok 'Coker' yang didirikannya awal 1980-an di daerah Kudamati dekat RS Dr. Haulussy setelah ia pulang dari "berguru" ilmu kriminalitas kelas teri (petty crime) di Surabaya. Kelompok ini adalah hasil peleburan kelompok-kelompok preman yang lebih kecil di Ambon, seperti Van Boomen, Papi Coret, Sex Pistol. Anggota kelompok preman gabungan itu kurang lebih seratus orang, Nasrani maupun Muslim. Walaupun anggotanya ada juga yang perempuan, Coker semula merupakan kepanjangan dari "Cowok Keren" ('Handsome Boys'), walaupun kemudian ada yang mempelesetkan arti Coker menjadi Cowok Kerempeng ('Skinny Boys'), karena kebanyakan anggotanya memang kurus kerempeng. Di kemudian hari, setelah konflik antar-agama mulai berkecamuk di kota Ambon, majalah mingguan Tajuk (April

1999) mengubah arti Coker menjadi 'Cowok Keristen' ('Christian Boys'). Singkatan "Cowok Kristen" itu kemudian dipopulerkan oleh media massa yang mendukung kehadiran Lasykar Jihad di Maluku. Di luar struktur Coker, Agus Wattimena mendirikan Lasykar Kristus, khusus dibentuk untuk berperang melawan kelompok milisi Islam asli Ambon sertaLasykar Jihad yang datang dari luar Ambon. Jagoan yang sering menyandang pistol Colt kaliber 45 mengaku punya 60 ribu anak buah (Hajari 2000). Tidak jelas seberapa jauh kebenaran klaim Agus itu. Yang jelas, adanya dua kelompok yang sama-sama mengklaim membela kepentingan masyarakat Ambon Kristen menimbulkan rivalitas yang sangat tajam antara Berty dan Agus, apalagi setelah beredar kabar burung bahwa Berty mulai condong ke kepentingan penguasa dari Jakarta. Tidak lama setelah nama Agus Wattimena diumumkan sebagai "Pimpinan Akar Rumput" (Grassroots Leader ) Front Kedaulatan Maluku (FKM), yang diproklamasikan oleh dokter Alex Manuputty dan kawan-kawannya pada tanggal 18 Desember 2000, riwayat Agus tampaknya sudah tamat. Hari Selasa malam, 20 Maret 2001, Agus Wattimena tewas tertembak di rumahnya sendiri, dengan dua lubang tembakan di jidat dan lengan kirinya (Jakarta Post, 22 Maret 2001). Menurut sumber-sumber Lasykar Jihad (Laskarjihad.or.id, 21 Maret 2001), "Agus ditembak oleh pesaingnya, Berty Loupatty, kepala geng Coker (Cowok Kristen), yang satu daerah dengan Agus. Berty dan Agus memang akhir-akhir ini sudah tidak akur dan pernah terlibat baku tembak melibatkan seluruh anak buah mereka di kawasan Kudamati beberapa bulan lalu". Namun melihat pola adu domba antara sesama kelompok sipil yang semakin sering dilakukan oleh kelompok-kelompok militer di berbagai penjuru Nusantara, bisa saja Agus Wattimena ditembak mati oleh seorang sniper profesional. Soalnya, ia baru dibunuh setelah melibatkan diri secara langsung dalam sebuah organisasi yang terangterangan memperjuangkan kedaulatan rakyat Maluku yang diproklamasikan oleh RMS tahun 1950. Jadi saat itu ia bukan lagi sekedar panglima satu kelompok milisi yang semata-mata memperjuangkan keselamatan separuh penduduk kota Ambon yang beragama Kristen. Kendati demikian, buat kebanyakan orang Ambon yang beragama Kristen, kematian laki-laki setengah ompong berumur 50 tahun itu tetap dihargai sebagaimana layaknya gugurnya seorang pahlawan. Ia dikuburkan di tengah-tengah 400 orang anakbuahnya yang telah meninggal terlebih dahulu di kota Ambon. Kematiannya tidak hanya diperingati di kota Ambon, tapi juga oleh masyarakat Ambon Kristen di Jakarta, dihadiri oleh sejumlah artis terkenal. Sementara itu, Ongen Sangaji dan Milton Matuanakotta sudah sama-sama bersembunyi untuk menghindarkan diri dari kemarahan masyarakat Ambon di Jakarta. Ongen kabarnya telah bersumpah untuk tidak akan terlibat lagi dalam proyek kerusuhan di tempat-tempat lain di Indonesia, sedangkan Milton kabarnya disembunyikan atas perintah Jenderal (Purn.) Wiranto, yang peranannya akan dibahas kemudian dalam makalah ini.

Eskalasi dua tahap ------------------Setelah dipicu oleh para preman Ambon dari Jakarta, konflik di Maluku dapat dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama mulai Januari 1999 sampai dengan akhir April 2000, dan ditandai oleh saling menyerang antara penduduk Kristen dan Muslim yang sebagian besar menggunakan senjata primitif buatan sendiri, termasuk bom rakitan. Ada keseimbangan kekuatan antara kedua belah fihak. Selanjutnya, fase kedua mulai dari bulan Mei 2000, yang ditandai oleh kedatangan orang non-Maluku, yang sebagian besar adalah orang Muslim dari Jawa, Sulawesi, dan Sumatera, yang dikenal sebagai Lasykar Jihad. Mereka membawa senjata modern dan bersekutu dengan personil militer Muslim yang berjumlah 80% dari pasukan yang ditempatkan di kepulauan rempah-rempah itu. Perkembangan ini secara total menghancurkan keseimbangan sebelumnya, dan menciptakan perimbangan kekuagan yang menguntungkan orang Muslim. Selama tahap pertama, ketika secara relatif jumlah orang yang terbunuh masih sedikit dan tingkat kebencian antaragama belum mencapai klimaksnya, maka operasi intelijen direncanakan secara cermat untuk mengkondisikan kedua komunitas menerkam leher satu sama lain, segera setelah kerusuhan sosial dipicu. Operasi-operasi intelijen ini mencakup penyaluran pamflet-pamflet provokatif di kalangan penduduk dan penyaluran handie-talkie di kalangan pemimpin kelompok-kelompok setempat agar kerusuhan dapat dipicu secara simultan dalam jangkauan yang luas. Beberapa pamflet tanpa nama yang disebarkan di Ambon menjelang kerusuhan bulan Januari dan Februari 1999, memperingatkan kedua belah pihak, bahwa pihak lain sedang merencanakan untuk membakar rumah-rumah ibadah mereka, dan memperingatkan sebuah kelompok etnik bahwa kelompok etnik lain sedang merencanakan untuk membinasakan mereka. Pamflet-pamflet serupa disebarkan di kalangan kaum Muslim di Maluku Utara, menjelang kerusuhan bulan Agustus dan November 1999. Ditandatangani oleh para pemimpin gereja Protestan di Ambon, isi pamflet-pamflet itu mendesak orang Kristen untuk membinasakan semua orang Muslim. Salah satu pamflet jatuh ke tangan aparat desa di Tidore. Sebuah pertemuan diadakan dan ketika pendeta setempat, Ari Risakotta, tidak muncul untuk menjelaskan isi surat itu, ia diserang dan dibunuh di rumahnya. Mengingat bahwa pertarungan yang masih berlangsung di Ambon, rasanya sangat tidak mungkin bahwa ada pemimpin gereja menginginkan konflik itu merambat ke daerah lain di kepulauan itu. Jadi dapat disimpulkan bahwa pamflet-pamflet ini dibuat oleh para agitator yang sangat profesional, yang mengenal masyarakat Maluku Utara dengan sangat baik. Akhirnya, setelah perang saudara berlangsung beberapa bulan dan kedua belah fihak telah banyak saling membunuh, seruan jihad dikumandangkan oleh organisasiorganisasi militan Muslim yang didukung oleh sejumlah politisi Muslim dalam tablig akbar pada tanggal 7 Januari 2000 di Lapangan Monas Jakarta, yang menjadi platform untuk memobilisasi kekuatan-kekuatan Lasykar Jihad, untuk dikirim ke Maluku. Sepintas lalu, semua perkembangan ini tampak berlangsung secara spontan. Tetapi di

bawah permukaan, ada dua jaringan yang saling berhubungan, yakni jaringan militer dan jaringan Muslim militan, yang masing-masing punya agenda sendiri, tetapi dipersatukan oleh tujuan bersama untuk menyabot tujuan pemerintah untuk menurunkan kekuasaan militer dan untuk menciptakan masyarakat yang terbuka, toleran, dan bebas dari dominasi suatu agama. Jaringan Militer -----------------Jaringan militer yang menjembatani kedua tahap itu terentang dari Jakarta sampai ke Ambon, dan terdiri dari perwira-perwira aktif maupun purnawirawan yang bekerja keras untuk memprovokasi orang-orang Muslim dan Kristen untuk bertarung. Mereka termasuk dalam faksi militer yang dengan kuat menentang pengurangan politik dan kepentingan bisnis militer, atau ikut dalam jaringan ini untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dari sorotan dan kemungkinan pengadilan atas pelanggaran hak-hak asasi manusia serta kejahatan melawan kemanusiaan. Dua orang jendral purnawirawan, tiga orang jendral aktif, dan seorang pensiunan perwira TNI/AU, terlibat dalam jaringan ini. Mereka terdiri dari Jendral (Purn.) Wiranto, Mayor Jenderal Kivlan Zein, Letjen (Purn.) A.M. Hendropriyono, Letjen Djadja Suparman, Letjen Suaidy Marasabessy, Mayjen Sudi Silalahi, dan Mayor TNI/AU (Purn.) Abdul Gafur. Wiranto adalah Penglima Angkatan Bersenjata yang bertanggungjawab atas pestapora kekerasan dan kehancuran pasca referendum di Timor Lorosa'e pada bulan September 1999, dan juga bertanggungjawab atas pecahnya kekerasan di Ambon, delapan bulan kemudian. Nama Kivlan Zein, pernah dikemukakan sekali oleh Abdurrahman Wahid, walaupun dengan secara agak tersamar, yakni "Mayjen K" (Tempo, 29 Maret 1999: 32-33). Menurut informasi yang saya peroleh, Kivlan Zein, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Staf KOSTRAD, memang ditugaskan oleh Wiranto untuk mengamankan Sidang Istimewa MPR bulan November 1998. Tugas itu antara lain dilaksanakan dengan pembentukan PAM Swakarsa, yang sebagian besar beragama Islam. Untuk melakukan tugas-tugas counter-insurgency semacam itu, Kivlan Zein punya satu sumber dana yang luarbiasa, yakni kelompok perusahaan Tri Usaha Bhakti (TRUBA), di mana ia duduk sebagai komisaris (Kompas, 3 November 2000). Awal November tahun lalu, anggota Komisi I DPR, Effendi Choirie dari Fraksi Kebangkitan Bangsa mendesak Departemen Pertahanan dan Markas Besar TNI agar secara serius menindaklanjuti hasil auditing BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) terhadap sejumlah yayasan milik TNI, yang baru saja dilaporkan ke DPR. Di situ termasuk bisnis Yayasan Kartika Eka Paksi, pemilik seluruh saham TRUBA itu. Sayangnya, seruan politisi PKB itu tidak ditanggapi oleh pemerintah maupun para anggota DPR yang lain. Djadja Suparman adalah Pangdam Jaya yang ikut bertanggungjawab atas pembentukan PAM Swakarsa. Setelah dipromosikan menjadi Pangkostrad, ialah yang memerintahkan pasukan Kostrad di Makassar untuk terbang ke Ambon, hanya satu

jam setelah bentrokan antara seorang pengendara angkutan umum Ambon Kristen dan seorang penumpang Bugis Muslim pecah di Ambon pada tanggal 14 Januari 1999. Belakangan ini ada sinyalemen di Jakarta, bahwa korupsi sebesar Rp 173 milyar di lingkungan yayasan-yayasan Kostrad ketika kesatuan militer elit itu masih berada di bawah Djadja Suparman (Tempo, 24-30 April 2001, Laporan Utama), ada hubungan dengan kerusuhan di Maluku. Sebagian dana itu digunakan untuk membiayai pelatihan dan pengiriman 6000 orang anggota Lasykar Jihad ke Maluku. Paling tidak, begitulah yang dipercayai oleh para anggota Kongres AS, yang menolak normalisasi kerjasama militer antara AS dan Indonesia. Seperti yang telah disinggung di depan, Abdul Gafur yang mantan Menteri Pemuda dan Olahraga di bawah Soeharto itu ikut terlibat dalam pembentukan pasukan PAM Swakarsa tersebut, khususnya kelompok preman Maluku Muslim yang diketuai oleh Ongen Sangaji. Di kalangan orang Maluku di Jakarta, ia dikenal sangat tekun berusaha memecahbelah masyarakat Maluku berdasarkan garis agama. Pada 15 Mei 1995, ketika komunitas Ambon di Jakarta memperingati pemberontakan Pattimura melawan Belanda pada tahun 1817, Gafur memboikot perayaan orang Maluku di Gedung Joang di lingkungan Menteng di mana dua pemuka agama -- Kristen dan Muslim -memanjatkan doa mereka. Ia sebaliknya mengorganisir perayaan eksklusif bagi orang Maluku Muslim di Taman Mini Indonesia Indah dengan mengorganisir lari membawa obor. Pada kesempatan lain, Gafur mengatakan bahwa Pattimura beragama Islam, bertentangan dengan pandangan umum bahwa pahlawan nasional itu, yang sesungguhnya bernama Thomas Matulessy, beragama Kristen. Setelah kerusuhan meletus di Ambon, dan propinsi Maluku dipecah dua menjadi Maluku Utara dan Maluku, Gafur yang beradarah campiran Ternate dan Acheh itu segera berkampanye untuk menjadi kandidat Gubernur Maluku Utara, memanfaatkan koneksi-koneksi Golkarnya. Ketua DPP Golkar yang juga ketua DPR-RI, Akbar Tanjung, mendukung pencalonan Gafur oleh Golkar, yang menguasai kursi terbanyak di DPRD Maluku Utara (Gamma, 17-23 Jan. 2001, hal. 39; Mandiri, 28 Febr. 2001), namun sejumlah cendekiawan asal Maluku Utara menentang pencalonan orang yang selama ini sangat bersikap menjilat pantat Soeharto dan keluarganya. Tidak lama setelah kerusuhan meletus di kota Ambon, mulai beredar kabar-kabar burung bahwa kerusuhan itu didalangi oleh orang-orang Maluku Nasrani, yang ingin menghidupkan kembali 'Republik Maluku Selatan' (RMS) yang pernah dicetuskan di Ambon pada tanggal 25 April 1950, dan meneruskan perjuangan mereka lewat gerilya bersenjata di Pulau Seram hingga tahun 1964. Tuduhan itu, di mana cap 'RMS' selanjutnya dipelesetkan menjadi 'Republik Maluku Serani', yang akan dibahas tersendiri di bagian ini, sejak dini ikut disebarluaskan oleh Letjen (pur) A.M. Hendropriyono, mantan Menteri Transmigrasi dalam pemerintahan Habibie. Dalam sebuah pertemuan publik pada tanggal 19 Maret 1999 dengan gubernur Maluku, para pemimpin agama dan informal lain, serta para mahasiswa dan pemuda di Ambon, Hendropriyono melontarkan tuduhan itu. Seorang jendral purnawirawan lain, Feisal Tanjung, yang pernah menjadi Pangab dalam kabinet Soeharto, segera menggarisbawahi tuduhan Hendropriyono itu.

Hendropriyono, memang punya kepentingan praktis untuk menyebarluaskan tuduhan itu. Soalnya, setelah Soeharto dipaksa turun dari takhta kepresidenannya, peranan Hendropriyono dalam tragedi Lampung yang menewaskan sekitar 250 jiwa – termasuk perempuan dan anak-anak - pada tanggal 7 Februari 1989, mulai dibongkar oleh berbagai kelompok hak asasi manusia di Indonesia. Kolonel Hendropriyono waktu itu adalah Komandan Korem 043 Garuda Hitam Lampung yang memimpin operasi gabungan tentara, polisi, dan Angkatan Udara, ke sebuah perkampungan para migran dari Jawa, yang dicap sebagai Islam fundamentalis (Awwas 2000).Cap itu, oleh berbagai pengamat, telah dianggap terlalu berlebihan. Sebab konflik antara pemerintah dan perkampungan Islam itu, lebih berakar pada permasalahan pembebasan tanah, yang lebih jauh lagi berakar pada sejarah pembukaan daerah Lampung oleh Belanda untuk kepentingan para transmigran dari Jawa (Wertheim 1989). Dengan mengalihkan perhatian ke Maluku, dengan cara-cara yang seolah-olah merangkul kepentingan umat Islam, Hendropriyono untuk sementara waktu berhasil mengurangi sorotan para korban tragedi Lampung. Suaidy Marasabessy, seorang veteran dari perang Timor yang kemudian menjadi Pangdam Hasanuddin di Sulawesi Selatan, yang menyetujui pengiriman pasukan Kostrad dari Makassar ke Ambon, kendati mereka secara emosional berpihak untuk menentang Ambon Kristen dan membela para migran Bugis dan Makasar di Ambon, karena didorong oleh solidaritas etnik. Sebagai konsekuensinya Marasabessy dipindahkan ke Markas Besar Angkatan Darat dan dipromosikan menjadi Kasum TNI oleh Presiden Abdurahman Wahid. Baik promosi Marasabessy maupun Djadja Suparman didasarkan pada rekomendasi dari Wiranto, waktu itu masih menjadi Menko Polkam. Wiranto kemudian mengangkat Marasabessy untuk mengepalai Team 19 yang terutama terdiri dari para perwira Maluku untuk mengadakan investigasi latar belakang dari kekerasan di Maluku dan menyarankan cara-cara penyelesaian persoalan itu. Selama kedua fase konflik itu, Sudi Silalahi menjadi Pangdam Brawijaya di Jawa Timur, dan telah bertanggungjawab atas pengiriman pasukan Brawijaya berdampingan dengan pasukan Kostrad - yang ikut meningkatkan kekerasan antaragama di Maluku. Dalam kapasitasnya sebagai Pangdam Brawijaya, ia juga membiarkan ribuan anggota Lasykar Jihad untuk berlayar dari Surabaya ke Ambon, meskipun Presiden Wahid menghimbau kepada seluruh jajaran TNI dan Polri untuk menghalanginya. Harap diingat bahwa di awal bulan-bulan kekerasan, seluruh Kepulauan Maluku masih berada di bawah Kodam Trikora yang bermarkas di Jayapura, Papua Barat. Berarti sebenarnya Wiranto dapat mengirim pasukan Trikora dari Papua Barat ke Ambon, ketimbang mengirim pasukan dari Jawa dan Sulawesi Selatan, yang kebanyakan beragama Islam, untuk menghadapi kerusuhan di Maluku. Baru pada tanggal 15 Mei 1999, setelah puluhan batalion tentara tersebar di

Kepulauan Maluku, status Korem Pattimura ditingkatkan menjadi Kodam. Di Maluku sendiri, dua orang kolonel yang waktu itu berkedudukan di Ambon ikut mengipas-ngipas api kebencian antara orang Kristen dan Islam. Asisten Teritorial Pattimura, Kol. Budiatmo, memupuk hubungan dengan para Preman Kristen, khususnya Agus Wattimena, untuk mempertahankan kemarahan mereka terhadap para tetangga mereka yang Muslim, sementara Asisten Intelijen Kodam Pattimura, Kol. Nano Sutarmo, menjaga agar api tetap menyala di kalangan perusuh Muslim. Dua orang kolonel itu, yang sudah ditempatkan di Ambon ketika Suaidy Marasabessy menjadi Komandan Korem Pattimura, juga memiliki teman-teman di kalangan atas di Jakarta. Saudara laki-laki Nano Sutarno, Brigjen Marinir Nono Sampurno, adalah komandan pengawal keamanan Wakil Presidan Megawati. Ini membuat Megawati secara praktis "tertawan" oleh agenda militer, meskipun ia justru adalah orang yang ditugaskan Presiden Wahid untuk menyelesaikan masalah Maluku. Selain kedua orang kolonel itu, yang di akhir tahun 2000 telah dipindahkan dari Maluku, beberapa orang purnawirawan dan perwira aktif dan masih tinggal di Ambon juga memainkan peran dalam mengipas-ngipas api permusuhan antaragama. Mereka adalah Brigjen (Purn) Rustam Kastor dan Letkol (Pur) Rusdi Hasanussy. Lahir di Ambon pada tanggal 9 Juli 1939, Rustam Kastor adalah mantan Komandan Korem Pattimura, mantan Kepala Staf Kodam Trikora (Papua Barat), dan telah ditempatkan di Markas Besar di Jakarta. Barangkali dialah yang paling tepat dijuluki sebagai 'bapak ideologis' dari kekerasan Maluku. Ia memberikan pembenaran 'pseudo-ilmiah' untuk mengundang Lasykar Jihad ke Maluku, konon untuk menyelamatkan orang Muslim dari pembinasaan yang dilakukan oleh orang-orang Maluku Kristen, dengan menuduh orang-orang Kristen mencoba menghidupkan kembali pemberontakan 'RMS' tahun 1950 s/d 1964. Tidak hanya Gereja Protestan Maluku, tetapi juga PDI-P Megawati Sukarnoputri cabang Maluku dituduh terlibat dalam pemberontakan itu, yang bertujuan untuk menciptakan negara Maluku yang berasas Kristen, di mana tidak ada tempat bagi orang Maluku yang beragama Islam, menurut buku Rustam Kastor (2000) yang menjadi best-seller di kalangan pendukung Lasykar Jihad di Jawa. Sesungguhnya, teori konspirasi ini pertama kali dikemukakan pada 28 Januari 1999 dalam konperensi pers yang diorganisir oleh dua organisasi militan Muslim, KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam) dan PPMI (Persatuan Pekerja Muslim Indonesia). Teori konspirasi ini segera disebarluaskan oleh Letjen (pur) A.M. Hendropriyono, seperti yang telah dijelaskan di depan. Seorang jendral purnawirawan yang lain, Feisal Tanjung, bekas Pangab dalam kabinet Soeharto dan terakhir menjabat sebagai Menko Polkam dalam kabinet Habibie, ikut menggarisbawahi tuduhan Hendropriyono. Teori ini kemudian menyebar seperti api yang membakar ranting-ranting kering setelah disiarkan oleh sebagian media massa di Indonesia, di mana singkatan RMS diplesetkan menjadi 'Republik Maluku Serani'. Plesetan itu mendistorsi kenyataan seolah-olah semua orang Ambon Kristen mengambil bagian dalam mendirikan

gerakan kemerdekaan ini, dan seolah-olah orang Ambon Islam semuanya menolak pemberontakan itu. Disertasi Richard Chauvel tentang pemberontakan itu (1990) menunjukkan ketidakbenaran pelesetan 'Republik Maluku Serani', dan bahwa RMS bukan bertujuan membentuk negara Kristen. Chauvel jelas-jelas membeberkan bagaimana salah seorang pemimpin RMS yang diperiksa oleh TNI setelah pemberontakan di Ambon berhasil ditumpas adalah Ibrahim Ohorella. Raja (kepala desa) Tulehu itu malah menjadi tuan rumah rapat-rapat persiapan proklamasi RMS, mengerahkan sebagian besar warga desanya untuk menghadiri proklamasi RMS di alun-alun kota Ambon yang dihadiri sekitar 9000 orang, dan memasok kebutuhan sagu senilai Rp 25 ribu (waktu itu) untuk makanan para serdadu Angkatan Perang RMS sebelum Tulehu diduduki oleh TNI. Sebaliknya, masyarakat Kristen di Ambon serta orang Ambon Kristen di luar Ambon juga tidak sepenuhnya mendukung proklamasi RMS. Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) sendiri, bersikap netral terhadap proklamasi itu. Seorang tokoh Ambon di Jakarta yang kemudian menjadi Wakil Perdana Menteri, Dr. J. Leimena, dipercayai oleh Sukarno untuk berunding dengan pencetus RMS untuk mengakhiri gerakan mereka. Setelah hampir setahun disebarkan oleh berbagai media di Indonesia, teori ini diabadikan oleh Rustam Kastor ke dalam bentuk buku (2000), yang telah menjadi paling laku, tidak hanya di lingkungan Muslim tertentu di Maluku, Jawa dan Sulawesi. Selain dari bahasa Provokatifnya tentang orang Kristen, buku itu menuding aksi demonstrasi mahasiswa Ambon secara besar-besaran pada bulan November 1998, sebagai tahap 'pematangan situasi' bagi pemberontakan RMS yang didukung oleh GPM dan PDI-Perjuangan cabang Maluku. Menurut Kastor, demonstrasi itu merupakan upaya yang sadar untuk memperlemah militer, sehingga mereka tidak akan dapat menghancurkan 'pemberontakan RMS' selanjutnya yang bertujuan untuk membersihkan Maluku dari penduduk Muslimnya. Kastor juga menuduh orang-orang Kristen memanipulasi gerakan reformasi yang dipimpin mahasiswa untuk menghancurkan perekonomian Indonesia, dan dengan demikian mempromosikan disintegrasi Republik dengan memisahkan provinsiprovinsi yang didominasi Kristen di Indonesia bagian Timur -- termasuk Timor Lorosa'e --, yang kemudian dapat membentuk negara baru yang didominasi Kristen dengan sumber-sumber daya alami yang fantastik, karena negara itu akan meliputi Papua Barat dan provinsi Maluku yang sekarang. Apa yang diabaikan Kastor dalam bukunya adalah kenyataan bahwa gerakan kemerdekaan Timor Lorosa'e dan Papua Barat ikut dipimpin oleh tokoh-tokoh Muslim setempat, seperti Mar'i Alkatiri yang kini menjadi Menteri Ekonomi dan sumberdaya Alam dalam pemerintahan transisi di Timor Lorosa'e, serta Thaha Mohamad Alhamid, Sekjen Presidium Dewan Papua yang kini sedang ditahan oleh pemerintah Indonesia di Papua Barat. Alkatiri dan Alhamid tentu saja tidak berjuang untuk menciptakan suatu aliansi negara Kristen di Timur Indonesia. Di samping itu, kehendak untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia bukanlah

membakar asrama yang . Rusdi Hassanusi. dan telah dikuasai pula oleh pasukan-pasukan khusus Angkatan Darat memiliki waktu dan kesempatan yang lebih lama untuk mengembangkan keterampilan yang mematikan ini selama masa tugas mereka di Timor Lorosa'e dan berkat latihan bersama para penembak jitu SAS di Australia.seperti menembak dan melempar granat dari dalam drum minyak yang kosong yang digelindingkan oleh anggota Lasykar Jihad ketika menyerang kampus UKIM (Universitas Kristen Indonesia Maluku) -.atau dengan kelaziman dari para penembak gelap. Pada dasarnya. Dengan begitu banyak tokoh militer yang terlibat dalam menghasut kekacauan di Maluku. Lasykar Jihad sendiri pada tanggal 21-22 juni 2000 tidak mungkin menghancurkan markas Brimob di Tantui. ia kehilangan anaknya. dengan mendorong sebuah peti kayu besar yang berisi perlengkapan mereka ke dalam pesawat terbang. lengkap dengan lencana Kopassusnya. sersan polisi yang secara fatal dilukai oleh penembak gelap pada hari Rabu. dan memupuk fanatisme mereka melalui khotbah-khotbah yang membakar. kira-kira 70 orang perwira Kopassus dilihat oleh para jurnalis dan para relawan kemanusiaan meninggalkan Ambon dengan menumpang pesawat terbang militer Hercules. pada 5 Agustus 2000. sebagaimana terjadi ketika empat orang tentara Kopassus berambut panjang ditahan di atas kapal KM Lambelu. Pada bulan Juli 1999. maka tidaklah mengherankan jika para serdadu itu dapat beroperasi dengan bebas di kedua provinsi kembar itu. Memang tembakan kepala yang fatal tidak merupakan monopoli anggota Kopassus. yang sering bertindak secara tenang dan berhatihati untuk menetapkan jumlah korban yang setara bagi kedua komunitas. Kopassus dan Brimob. 17 Mei. Kehadiran Kopassus di antara Lasykar Jihad dapat disimpulkan dari ketrampilan tempur mereka yang khas -. Alfian ("Eki") Hassanusi (10). ketua MUI Maluku itu pergi ke Makassar untuk merekrut enampuluh orang anggota Muhammadiyah dan mengapalkan mereka ke Ambon untuk bergabung dengan milisi Muslim lokal (TPG. yang telah didokumentasikan dengan baik oleh para jurnalis asing. Kastor terlibat aktif mempersiapkan kedatangan Lasykar Jihad di Maluku. tiga kesatuan tentara dan satu kesatuan polisi telah mengambil bagian dalam pembunuhan besar-besaran itu. yakni pasukan-pasukan Kostrad. Beberapa orang dari mereka ditangkap sebelum mencapai Ambon. atau menggunakan kaos-kaos Lasykar Maluku sebagai ciri dari milisi Kristen. Ambon. Tanpa dukungan militer ini. 1999). Brawijaya. 70% dari para korban di kedua belah pihak dibunuh atau dilukai dari tembakan senjata organik militer dan polisi. H. 2000. dalam setiap konfrontasi antaragama. di mana sampai Mei 2000. Mereka memakai seragam loreng. Tokoh selanjutnya. Secara ironis.merupakan monopoli Kristen sebagaimana ditunjukkan oleh rakyat Aceh. Keterlibatan Kopassus tidak begitu kentara sebagaimana tiga kesatuan lain. Selain menulis buku untuk membenarkan perang antaragama di Maluku. mungkin merupakan satu-satunya perwira polisi aktif yang memimpin sebuah cabang Majelis Ulama Indonesia. Para tentara Kopassus sering menyamarkan dengan menggunakan jubah Arab dan jenggot palsu sebagai ciri Lasykar Jihad. Kehadiran para anggota Kopassus di Ambon itu sudah diketahui oleh para jurnalis sejak Januari 1999.

menghancurkan dua gudang amunisi. yang ajarannya diterapkan oleh Ibnu Saud. ketika ia mendirikan monarki Saudi pada tahun 1925. karena umat Islam merupakan mayoritas penduduk Indonesia. yang mengorganisir tabligh akbar yang dihadiri antara 40. Maksudnya. Kebanyakan pemimpin massa yang direkrut untuk mengobarkan Jihad di Maluku berasal dari arus kaum militan Muslim baru. dan lusinan seragam Brimob. tidak terlepas dari perbedaan pendapat mereka dengan Presiden Abdurrahman Wahid soal peranan Islam dalam kehidupan bernegara di Indonesia. Seorang aktivis 'neo NII' adalah Al-Chaidar. karena itu mereka juga dikenal sebagai gerakan 'neo-NII'. PPMI. Fuad Bawazier. 147-148. yang bekerjasama dengan jaringan militer yang diuraikan sebelumnya. 212). Di Indonesia. Sikap itu justru bertolakbelakang dengan sikap politik Abdurrahman Wahid..000 orang anggota Polri dan anggota keluarga mereka.000 sampai 10. tentara. yang menurut mereka saat itu masih didominasi oleh golongan minoritas Kristen dan Tionghoa (Hefner 2000: 141-142. seperti ITB. Wahid pun menganjurkan rekonsiliasi dengan . dan ekonomi Indponesia.000 butir peluru. Golkar dan militer. Sikap itu dilanjutkannya setelah dipilih menjadi Presiden dengan dukungan Poros Tengah. Tujuannya adalah untuk mendirikan negara Islam. yang mengikuti ajaran gerakan Wahhabi. Gerakan itu dinamai dengan nama pendirinya. ketua MPR. yang membentuk jamaah salaf di kalangan mahasiswa di beberapa universitas negeri yang bergengsi. Keterlibatan dari tokoh-tokoh politisi Poros Tengah seperti Amien Rais. Makanya ia menampik tawaran masuk ICMI dan sebaliknya ikut mendirikan Forum Demokrasi (Fordem) bersama sejumlah cendekiawan non-Muslim (Hefner 2000: 162). para politisi Islam itu mengkampanyekan "demokrasi proposional" dalam sistem politik dan ekonomi Indonesia. 150. parlemen. Dirintis melalui ICMI di bawah pimpinan BJ Habibie. dan Fuad Bawazier itu. FPI dan Asosiasi Muslim Maluku yang dipimpin oleh Ongen Sangaji. mereka berkembang pesat di luar dua organisasi Muslim yang paling besar -. Gerakan internasional ini bertujuan untuk kembali kepada Islam dari generasi awal yang didanai oleh para anggota dinasti Saud. untuk membedakan mereka dari gerakan bawah tanah yang pernah dihubungkan dengan operasi intelijen almarhum Jendral Ali Murtopo. mantan menteri dalam kabinet Wahid.Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah -. dan mencuri 832 pucuk senjata.000 Orang di Monumen Nasional Jakarta pada tanggal 7 Januari 2000.dalam gerakan Tarbiyah. maka mereka harus mendominasi pemerintahan. Muhammad bin Abdul-Wahab (1705-1787).dihuni kira-kira 2. Hamzah Haz. Hamzah Haz. untuk mengirimkan enam ribu orang pemuda Muslim ke Kepulauan Maluku diharapkan dapat 'membebaskan saudara laki-laki dan perempuan Muslim mereka dari para penindas Kristen mereka'. termasuk KISDI. Jaringan Muslim -------------------Berbicara tentang Lasykar Jihad membawa kita pada jaringan Muslim militan. Tak ketinggalan. berasal dari Aceh. 8. serta 22 organisasi Muslim militan. Tabligh akbar yang menghimbau agar orang Muslim berjihad ke Amdon dihadiri oleh Amien Rais. mantan menteri dalam kabinet Soeharto.

Meskipun Presiden Wahid memerintahkan seluruh jajaran TNI dan Polri untuk mencegah pasukan Lasykar Jihad meninggalkan Jawa. Berbagai 'penyimpangan' ini . Abdi Sumaiti alias Abu Rido. patut digarisbawahi bahwa komandan Lasykar Jihad di Maluku. Ustadz Ja'far Umar Thalib. keberfihakan sejumlah besar anggota TNI dan Polri dengan fihak-fihak yang bertikai. Mayjen Da'i Bahtiar. melalui ideolog partai itu. Sementara itu. dari salah seorang Imam Salafi di Yaman yaitu Syaikh Muqbil Bin Had Al Wadi'. Alumnus pesantren Persis di Bangil itu melanjutkan sekolah ke Maududi Institute di Lahore. Ja'far Umar Thalib. Ia adalah imam gerakan Salafi di Indonesia yang berkiblat ke Arab Saudi. yang mengklaim punya 'hotline' langsung ke Panglima TNI. aparat keamanan membiarkan saja peti-peti kemas penuh senjata itu diturunkan di pelabuhan Yos Sudarso yang dikuasai komunitas Muslim di Waihoang. Laksamana Widodo (Fealy 2001). pernah kuliah di Universitas Madinah. awal 2000 yang lalu. Agenda Militer --------------Dilihat dari langgengnya pembunuhan antaragama di Kepulauan Maluku. namun Kapolda Jawa Timur waktu itu. membiarkan saja mereka berlayar dengan kapal Pelni. Mantan dosen agama Islam ITB itu. Fatwa itu dikeluarkan khusus untuk berjihad di Maluku. Drs. di mana tidak seorang pun telah diajukan ke pengadilan atau bahkan diselidiki keterkaitannya dengan konflik berkepanjangan di Maluku. Pakistan. dan dari sana bergabung dengan gerilyawan Taliban di Afghanistan (1987-1989). orang . penyebaran Lasykar Jihad yang cepat di kedua provinsi kembar itu. Golkar dan militer mendorong munculnya aliansi untuk mendongkel Wahid dari kursi kepresidenannya dengan antara lain menggunakan kerusuhan Maluku sebagai tongkat pendongkel. para anggota Lasykar Jihad juga dibiarkan mengapalkan senjata mereka dengan kapal lain. KM Rinjani. yang disembunyikan dalam kotak-kotak sabun dalam 200 buah peti kemas. yang mencapai Ambon setelah kedatangan pasukan itu. Di Ambon. Majalah Sabili yang dimulainya ketika gerakan 'neo-NII'-nya masih di bawah tanah. bukan di pelabuhan Angkatan Laut di Halong. Kenyataannya.kaum kiri di Indonesia dengan mengusulkan pencabutan Ketetapan MPR No. 25 Tahun 1966 yang melarang penyebaran faham Marxisme-Leninisme di Indonesia. Di Maluku Utara yang dominan Muslim. Ini barangkali ada hubungannya dengan pernyataan komandan Lasykar Jihad. dukungan politis bagi Lasykar Jihad di dalam Angkatan Bersenjata tidak hanya berasal dari faksi Wiranto di TNI/AD. H. di mana ia bergabung dengan gerakan Wahhabi. Kembali ke mereka yang bergerak di garis depan.di mata para politisi Poros Tengah. Keterlibatan Lasykar Jihad berperang melawan kaum Kristen di Maluku itu karena turunnya sebuah fatwa. merupakan salah satu corong Lasykar Jihad. Abu Rido juga menentang sekte-sekte Islam lain yang dirasakannya tidak mengajarkan doktrin yang benar. tidak di seluruh Indonesia. yang kini Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Partai Keadilan. Gerakan militan Muslim ini juga menikmati dukungan diam-diam dari berbagai faksi di Polri dan Angkatan Laut. serta ketegaran para perwira dari faksi Wiranto. KM Tanto Sakti. dari Surabaya ke Ambon. juga berasal dari gerakan Wahhabi. ada ikatan yang kuat antara Lasykar Jihad dan Partai Keadilan.

Maka. khususnya Angkatan Darat. secara langsung berhadapan dengan ancaman potensial dari Selatan. di Timor Lorosa'e. pulau-pulau berpenduduk berfungsi untuk membentengi laut pedalaman (territorial sea). agenda yang kedua adalah mempertahankan konsep Wawasan Nusantara. Dari sudut militer perlu penyesuaian demografik strategik di Maluku berupa . dan dalam tingkat tertentu. pemicuan konflik horisontal di Maluku dan di tempat-tempat lain di Indonesia sengaja dilakukan oleh militer untuk membelokkan perhatian jauh dari tuntutan para mahasiswa untuk penghapusan dwifungsi ABRI. penjelasan mengenai kerusuhan yang berkesinambungan di Kepulauan Maluku harus ditemukan dalam kepentingankepentingan militer yang lebih sistemik. Pertama-tama. tidak hanya dengan penghancuran dua kampus di mana para mahasiswanya berada di front depan dalam gerakan reformasi di Maluku. di mata TNI rantai kepulauan untuk pertahanan negara di kawasan timur Indonesia telah diperlemah secara serius. Agenda yang pertama dan paling langsung adalah membalas oposisi para mahasiswa terhadap dwifungsi ABRI dengan mengalihkan konflik vertikal menjadi konflik horisontal. Makanya. karena diyakini bahwa mereka mungkin memiliki kecenderungan separatis yang sama sebagaimana rakyat Timor Lorosa'e yang mayoritas beragama Katolik. sedangkan agenda yang kelima yang tidak kalah pentingnya ketimbang semua agenda di atas adalah mencegah pemeriksaan dan peradilan para perwira tinggi dan purnawirawan ABRI yang dituduh terlibat kejahatan korupsi serta pelanggaran hakhak asasi manusia. yang terletak di sebelah utara Timor Lorosa'e. agenda yang keempat adalah mempertahankan kepentingan bisnis militer. tetapi juga dengan menimbulkan perpecahan agama antara para mahasiswa Muslim dan Kristen di provinsi itu. sebagian besar penduduk Kristen di Maluku dipandang kurang dapat dipercaya di mata militer untuk mempertahankan sisi Tenggara NKRI. penarikan diri aparatur negara Indonesia secara terpaksa dari Timor Lorosa'e telah meninggalkan satu lubang yang rawan dalam rantai pertahanan di wilayah Indonesia timur. Dengan menganalisis data dan mengkaji cara berfikir dan operasi militer. Menurut doktrin pertahanan TNI yang dikenal dengan istilah Wawasan Nusantara. Ini telah dicapai. khususnya ancaman yang dirasakan oleh TNI dengan kehadiran ribuan pasukan PBB. agenda yang ketiga adalah mempertahankan struktur teritorial TNI. dalam hal ini Laut Banda. yang didominasi oleh angkatan bersenjata Australia. Selain dari putusnya rantai pertahanan geo-strategis akibat lepasnya setengah pulau Timor dari wilayah NKRI. Maluku. di Indonesia pada umumnya. Kedua. dengan lepasnya Timor Lorosa'e. dapatlah dikatakan bahwa ada lima agenda militer dalam melanggengkan konflik di Maluku.tidak dapat lagi mempercayai retorika resmi di Indonesia bahwa yang terlibat hanyalah "oknum-oknum pembangkang" (rogue elements).

Struktur teritorial ini sejajar dengan struktur pemerintah. yang dikenal dengan doktrin 'dwifungsi ABRI'. yakni Kopassus dan Kostrad. Akhirnya. dengan komandannya adalah jendral berbintang dua. semacam negara di dalam negara. telah dikurangi menjadi sepuluh. Agenda militer yang ketiga. sementara uang suap untuk memudahkan promosi sebaliknya mengalir dari dasar ke puncak. Dengan kata lain. Batalyon-batalyon yang dikomandani oleh seorang mayor atau letnal kolonel itu merupakan tulang punggung struktur teritorial Angkatan Darat. di samping fungsinya sebagai kekuatan pertahanan. kita perlu memahami struktur territorial Angkatan Darat. Pentingnya struktur teritorial ini tidak dapat diremehkan. yakni mempertahankan struktur teritorial TNI. karena inilah tulang punggungmiliter untuk melaksanakan fungsinya sebagai kekuatan politik. di samping unit-unit yang berdasarkan wilayah ada batalyon-batalyon dengan kemampuan tempur khusus. mereka perlu ditempatkan secara permanen di sana.pengiriman ribuan anggota Lasykar Jihad yang akhirnya diharapkan menetap di kepulauan itu dengan membawa keluarga mereka dari Jawa dan pulau-pulau lain. Pertukaran penduduk Maluku itu diharapkan dapat mencegah Maluku dari mengikuti contoh Timor Lorosa'e untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di bawah Panglima Angkatan Bersenjata Jendral Wiranto. Setiap Kodam terdiri dari empat sampai enam Korem yang dikepalai oleh seorang kolonel. Angkatan Darat merencanakan untuk membangun kembali tujuh belas Kodam. untuk membenarkan kehadiran para pemadam kebakaran itu. yakni untuk mempertahankan kepentingan ekonomi militer. Menurut rencana Wiranto. Di bawah Korem adalah Kodim yang dikepalai oleh letnan kolonel. selain dari menghidupkan kembali Kodam Pattimura yang lama. yang oleh pendahulunya. di mana garis komando terentang dari Kepala Staf Angkatan Darat ke Panglima Kodam. maka kebakaran harus ditimbulkan. Untuk mengklarifikasi hal ini. sehingga dengan demikian membenarkan penempatan pasukan yang lebih banyak di Maluku. Ada perwira aktif maupun purnawirawan yang merasa terancam oleh . Kodam-Kodam lain yang pernah ada antara tahun 1958 dan 1985 juga akan dihidupkan kembali. di mana instruksi mengalir dari puncak (ibu kota nasional) ke dasar (kecamatan). Jendral Benny Murdani. Untuk menemukan dasar pemikiran dalam menciptakan kembali komando-komando daerah militer yang terbengkalai perlu ditunjukkan bahwa pasukan-pasukan itu dibutuhkan untuk menghadapi keresahan di wilayah-wilayah itu. Lalu. Berbicara tentang uang suap adalah berbicara tentang agenda keempat dalam melanggengkankekerasan di Maluku. Setiap Kodam memiliki sejumlah batalyon yang mewakili spesialisasi pelayanan yang berbeda-beda di dalam Angkatan Darat. setelah pasukan itu disebarkan. dapat ditunjukkan dari keputusan Jendral Wiranto meningkatkan Korem Pattimura menjadi Kodam.

Anggota Batalyon 321 Kostrad dilaporkan menyerang tiga bank di Ambon pada hari Minggu. Soalnya. tetapi juga pada Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Maluku sesungguhnya sarat dengan kepentingan bisnis militer. Maluku bukan satu-satunya wilayah yang sarat kepentingan bisnis militer. Kerusuhan-kerusuhan di daerah akan menunda kerugian-kerugian semacam itu. Skandal korupsi Rp 189 milyar rupiah di Yayasan Dharma Putera Kostrad. Dan di kedua provinsi. Pangdam Pattimura. atau interogasi terhadap mantan Jendral Wiranto mengenai perannya dalam kekerasan pasca referendum di Timor Lorosa'e sedang dijalankan. Di Ambon. pasukan yang tersebar di Maluku mulai menemukan caranya untuk mengeruk keuntungan bagi dirinya sendiri. Brigjen I Made Yasa secara terbuka menyatakan bahwa TNI . Memang. Setelah membeberkan skandal itu. Akhirnya. Kepentingan ekonomi ini juga tidak terbatas pada Angkatan Darat. maka parlemen-parlemen daerah akan memiliki kekuasaan untuk membatalkan atau menolak untuk memperbaharui kontrak yang menguntungkan perusahaan yang didukung militer di bidang perikanan. yang berhasil dibeberkan oleh Letjen. serdadu Brawijaya mencuri kelapa dari para petani Muslim. adalah sebuah Perusahaan yang dimiliki oleh Angkatan Udara. dan memaksa para pekerja Kristen untuk mrmproduksi kopra yang akan diekspor oleh para serdadu ke Manado.000 hektar di pulau Morotai untuk penggergajian perusahaan Barito Pasific di pulau lain di Maluku Utara. Wirahadikusumah serta merta digeser dari jabatannya sebagai Pangkostrad. Celakannya bagi rakyat kecil di Maluku. misalnya melalui desa-desa yang sedang berperang atau dari dan ke pelabuhan udara dan pelabuhan laut.prospek desentralisasi. Jika rencana otonomi daerah dan pembangian pendapatan daerah mulai diwujudkan tahun ini. yang sebagian besar diperoleh dari konglomerat yang beroperasi di Maluku. Di Maluku Utara. kehutanan dan pertambangan. dan menganiaya satpam bank-bank itu. Agus Wirahadikusumah. para serdadu memberikan 'jasa perlindungan' bagi pengusaha dan orang-orang yang harus melewati rute-rute berbahaya. Mereka juga menjadi penembak bayaran bagi siapa yang memberikan upah paling tinggi. ketika kekerasan di sana sudah memperoleh momentumnya sendiri. yang memasok kayu glondongan dari konsesi mereka seluas 74. 16 Juli. Kegiatan penghimpunan dana ini biasanya tidak Tunduk pada penelitian publik yang cermat: para komandan militer memiliki Akses terhadap sejumlah besar uang yang dapat digunakan untuk membiayai manuver-manuver politik di masa depan. sekitar 75 persen dari pengeluaran militer diperoleh dari bisnis Militer dan cara-cara lain. hanyalah merupakan puncak gunung es. agenda militer yang kelima didasarkan pada observasi bahwa pertempuran di Maluku sering berkobar kembali manakala interogasi terhadap mantan Presiden Soeharto mengenai korupsinya. karena ini merupakan fenomena yang berlingkup nasional. militer tidak tampak ingin mengurangi peran mereka. militer menjadi sumber utama mengenai persenjataan dan amunisi bagi kedua belah pihak yang berperang. Celakanya. PT Green Delta. ketika mereka tidak diberi kunci tempat penyimpanan uang kontan. 2000. Sebaliknya.

dari Acheh sampai ke Maluku dan Papua Barat. sifat kekerasan beralih dari konflik antardesa menjadi perang terbuka. yang secara terbuka didukung pula oleh militer aktif. di Aeh mereka berkolaborasi dengan mantan gerilyawan Aceh. dan sedang mencoba untuk memanfaatkan aliansi ini demi keuntungan mereka. di mana desa-desa Kristen harus mempertahankan diri dari serangan ribuan anggota Lasykar Jihad. Kerusuhan sosial di Maluku memenuhi beberapa tujuan strategis dari ABRI.sedang mempertimbangkan untuk membentuk Kodim-Kodim baru untuk dua kabupaten baru di Buru dan Maluku Tenggara Barat.oleh PBB dan semua badan terkait. Tekanan politik ini harus dibarengi dengan tekanan terhadap sumber-sumber keuangan militer Indonesia. yang pada akhirnya bermaksud mengkonsolidasikan kekuasaan politik dan ekonomi mereka. melainkan diperpanjang lima tahun lagi. yang sedang terancam oleh gerakan reformasi serta desentralisasi politik ke daerah-daerah. dengan menggunakan preman Ambon untuk memicu kekerasan komunal. sebelum dan sesudah referendum yang diawasi PBB di Timor Lorosa'e. kartu terakhir masih berada di tangan militer. untuk mengakhiri penderitaan rakyat di provinsi kembar Maluku dan Maluku Utara. tampaknya tidak ada pilihan lain selain menggunakan tekanan internasional terhadap Pemerintah Indonesia -khususnya terhadap ABRI dan para pendukung mereka di DPR -. Dalam fase konflik ini. Situasi ini paralel dengan perang antara pejuang pro-kemerdekaan dan milisi proIndonesia yang didukung oleh TNI dan Polri. untuk mengurangi kemampuan ABRI mengadudomba rakyat sipil di wilayah-wilayah yang jauh dari Jakarta. Jaringan militer dan kaum militan Muslim yang jalin-menjalin ini mengeksploitasi etno-religius yang membara di Maluku. Dengan mempertimbangkan bahwa rezim di Jakarta telah dibajak oleh kekuatan yang menolak mengakhiri kekerasan di Kepulauan Maluku. . dengan menggunakan keresahan di Maluku untuk memperlemah kemampuan pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. Sementara di Timor Lorosa'e ABRI memilih untuk mendukung kekuatan paramiliter Timor Lorosa'e yang beragama Katolik. Mungkin sekali bahwa Lasykar Jihad dan para politisi pendukung mereka di DPR menyadari sifat 'sementara' dari aliansi taktis mereka dengan tentara. sedang di Maluku militer memilih untuk bekerjasama dengan kaum militan Muslim yang didatangkan dari Jawa dan kepulauan lain. dan kemudian menyebarkan ribuan militan Muslim setelah pertempuran internal di Maluku agak mereda. Namun sesungguhnya. sebagaimana dibuktikan dalam Sidang Tahunan MPR di mana jangka waktu fraksi TNI/Polri bukannya diperpendek. Kesimpulan & Saran-saran ------------------------Kekerasan antaragama yang berkesinambungan di Kepulauan Maluku dimatangkan dan dipertahankan oleh jaringan militer yang didukung oleh sebagian politisi Poros Tengah. termasuk Komisi HAM di Jenewa dan Dewan Keamanan di New York.

tears and blood in Maluku]." Dalam Ingrid Wessel & Georgia Winhoefer (eds). Fealy.(2001a). Hajari." Inside Indonesia. 100-129. Aditjondro posted by Analis Kebudayaan at 1:11 AM Kamis. 22/04/2010 12:02:28 WIB Kerusuhan lumpuhkan Drydock World Batam Oleh: Yoseph Pencawan . air mata dan anyir darah di Maluku. George J. hal." [Behind the smoke. Jakarta: Grasindo. hal. hal. 28-29. Ketika semerbak cengkeh tergusur oleh asap mesiu. W. "A wasteland called peace. 20-21. "The Lampung affair: A personal perspective. hal. ---------. Civil Islam: Muslims and democratization in Indonesia. (2000). * Sumber dari artikel oleh George J. Pius Lustrilanang menolak bungkam: Kesaksian korban penculikan rezim Orde Baru. 24 Januari. (1989). pp.F. "Di balik asap mesiu. 36-37. Awwas. Hefner. Januari-Maret. Hamburg: Abera." Inside Indonesia." Time. (2001a). (2000). F. April. Greg (2001). Violence in Indonesia. Yogyakarta: Wihdah Press. air mata dan anyir darah.Kepustakaan ------------Aditjondro. Trauma Lampung berdarah: Di balik manuver Hendro Priyono. Nisid (2000). Robert W. Dalam Zairin Salampessy & Thamrin Hussein (eds). Siagian. 78-108. Jakarta: Team Advokasi Penyelesaian Kasus (TAPAK) Ambon. Wertheim. "Inside the Laskar Jihad. Irfan S. pamphlets and handie-talkies: how the military exploited local ethno-religious tensions in Maluku to preserve their political and economic interests. "Guns. Princeton: Princeton University Press. Sihol (1999).

Kerusuhan yang terjadi sejak pukul 08. polisi dibantu TNI langsung turun membuat pagar kawat berduri untuk mengantisipasi keadaan. Karyawan lokal terus melakukan penyisiran dan penganiayaan terhadap pekerja asing asal India.961. Di putaran I. . Penghinaan ini memancing kemarahan karyawan yang lain sehingga pekerja asing itu dipukuli hingga memasuki ruang kantor Drydock Graha. dan pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Damai Sejahtera (PDS). Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin yang diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar. baik yang berada di lokasi workshop maupun di gedung kantor.com yang memantau langsung di lokasi kejadian. Kedua pasangan calon tersebut yakni.676 suara. warga Kota Medan kembali memilih pemimpinnya.155 orang yang terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT). Total investasi yang ditanamkan perusahaan ini mencapai US$500 juta dengan jumlah karyawan sekitar 2. Saat ini polisi sedang mengevakuasi seluruh pekerja asal India.991 orang dari 1. Tingkat partisipasi pemilih putaran I sebanyak 35. PT Drydock merupakan anak perusahaan Drydock World Dubai yang bergerak di bidang perbaikan dan pembuatan kapal.671 suara.” ujar seorang karyawan kepada Bisnis. Sementara itu.000 orang. pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memperoleh 22. bahkan dua di antaranya hancur dan dibakar. Perusahaan ini berlokasi di kawasan industri shipyard Tanjung Uncang dan beroperasi sejak 2008.20% atau 150. karyawan semakin beringas dan menghancurkan 33 unit mobil yang diduga milik pekerja asing dan enam di antaranya dibakar.com): Aktivitas PT Drydock World Batam lumpuh setelah ratusan pekerja membakar dan menghancurkan hampir 50% fasilitas yang ada di lokasi perusahaan tersebut. seluruh karyawan masih bertahan di luar pagar perusahaan. Hanya tinggal 2 pasangan calon yang melaju ke putaran II pemilihan walikota dan wakil walikota Medan. Sedangkan pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti meraih 20.15 tadi pagi bermula dari seorang pekerja asal India yang diduga menghina satu pekerja lokal ketika sedang mengerjakan perbaikan sebuah kapal. Kekesalan karyawan semakin memuncak dan tidak terkendali yang berujung dengan pembakaran tiga gedung administrasi milik perusahaan.72% atau 140.BATAM (Bisnis. baik yang berada di areal workshop maupun yang terperangkap dalam gedung yang terbakar. Tidak cukup membakar gedung. “Aktivitas perusahaan langsung lumpuh total.69% atau hanya 699. Kedua pasangan calon didukung partai politik terbesar di Kota Medan. (er) ari Sabtu (19/6) ini.

tetap saja harus repot mencari TPS tempat dia terdaftar sebagai pemilih. ada tiga alasan warga masih enggan menggunakan hak pilihnya di putaran I. “Ah. Mereka juga menuntut KPU Medan mendesak aparat Pemko Medan seperti camat. Sahala Saragih. Para pendemo juga mendesak KPU Medan melaksanakan semua tahapan pilkada dengan jujur. ada juga warga yang masih berharap pilkada menghasilkan walikota yang .” tutur ibu Sembiring. yang belum menerima formulir C6. Sekalipun ada kesepakatan calon yang gagal memberi dukungannya baik ke Rahudman-Eldin. Namun. warga Padang Bulan yang memilih di kawasan Tanjung Sari. Namun. di antaranya banyaknya pemilih bermasalah masih terdaftar di DPT. Dadang mengatakan. hingga sehari menjelang pemungutan suara. Selain itu. adil. maupun Sofyan Tan-Nelly. Medan Timur. lurah dan kepling agar berlaku netral kepada kedua pasangan calon.Sama seperti putaran I lalu. Medan Selayang. tidak berpengaruh terhadap minat warga untuk memilih. lanjutnya. pemungutan suara putaran II juga masih menyisakan sejumlah masalah.” jelas Dadang. Ada juga warga yang enggan memilih karena tidak menerima undangan memilih. “Kalaupun bertambah atau berkurang paling hanya 5% dari tingkat partisipasi di putaran I lalu. turunnya minat memilih para simpatisan dan pendukung dari 8 pasangan calon yang kalah di putaran I. Golput Tetap Tinggi DPT putaran II tidak mengalami perubahan dari putaran I lalu.961. Medan Perjuangan. puluhan orang yang menamakan diri Forum Masyarakat Menggugat (Forasgat). banyak warga yang belum menerima undangan memilih atau formulir C6. ke TPS aja saya harus keluar uang Rp20 ribu. malaslah milih lagi. seorang pendemo. Jumat kemarin. yakni 1. Karena walaupun dapat menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai alat bukti untuk mencoblos. menurut pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara. Untuk persoalan C6.” kata Dadang. Lagipula nggak ada calon yang saya suka. berunjuk rasa di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan. “Kesepakatan itu kan hanya terjadi di tingkat elit saja. Dan yang ketiga adalah faktor kejenuhan warga terhadap pilkada apalagi calon yang tersisa tidak ada sesuai dengan hati nuraninya. Alasan kedua. Medan Area dan Medan Timur. Medan Johor.155 orang. terbuka dan tidak berpihak kepada pasangan calon tertentu. tidak sampai ke bawah. Pertama. hal itu tidak berpengaruh signifikan terhadap partisipasi pemilih. Mereka memprotes masih banyaknya warga yang belum menerima undangan memilih hingga sehari menjelang hari pemungutan suara. mengungkapkan pihaknya menemukan sedikitnya puluhan warga yang berdomisili di Kecamatan Medan Helvetia. Medan Tembung. Jadi. dan dugaan keberpihakan aparatur Pemko Medan terhadap pasangan calon tertentu. adalah sosialisasi putaran II yang tidak menarik dan cenderung monoton sehingga tak mampu menggerakkan warga untuk menggunakan hak pilihnya. warga Medan yang menggunakan hak pilihnya tidak jauh berbeda dari putaran I lalu. Dadang Darmawan.

dan sejumlah pejabat Pemko dan Pempropsu. Kabag Humas Pemko Medan Hanas Hasibuan. Menurut seorang warga yang tinggal di Jalan Pintu Air IV Gang Guru Patimpus Kelurahan Kwala Bekala. Begitu juga dengan pendirian 3.dapat membawa perubahan sehingga dia merasa harus menggunakan hak pilihnya. Syamsul bertanya seputar persiapan pelaksanaan pilkada dan DPT. Menurut Ketua KPU Medan. jadi kalau warga memilih tidak menggunakan hak pilihnya. Ditanya rendahnya partisipasi pemilih di putaran I. Persiapan Pilkada Pejabat sementara (Pjs) Walikota Medan Syamsul Arifin. Pada kesempatan itu. Mula Tinambunan. Ketua KPU Medan Evi Novida Ginting menyatakan pihaknya telah siap melaksanakan pilkada putaran II hari ini. seluruh kebutuhan logistik di TPS saat ini sudah tiba di 151 kelurahan di Medan. Padahal seharusnya sebagai aparat pemerintahan kedua lurah .” ujar Syamsul. Tindakan kedua lurah itu dinilai telah mencampuri urusan penyelenggaraan pilkada dan terindikasi memihak pasangan calon tertentu. didampingi Sekda Medan Fitriyus. KPU Medan Rekomendasikan Pemecatan 2 Lurah Komisi Pemilihan Umum Medan merekomendasikan pemecatan 2 lurah yang dinilai telah mengintervensi penyelenggaran pemilihan kepala daerah Kota Medan putaran II ke Pemerintah Kota Medan. di Hotel Grand Angkasa. “Harus aku milih.00 WIB. pilkada adalah terkait dengan warga. KPU Medan akan mengumumkan perolehan suara kedua pasangan calon sekaligus mengumumkan walikota dan wakil walikota Medan terpilih dalam rapat pleno terbuka.” kata Evi. kata dia.” tandas Mula. Menjawab pertanyaan Syamsul ini. dan empat komisioner KPU Medan lainnya. ya sah-sah saja. Menurut dia. Sebab. “Makanya kita lakukan jam 3 sore. penghitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) akan rampung pada hari Minggu atau selambat-lambatnya hari Senin siang. Kecamatan Medan Johor. Rekapitulasi Dua hari pascapemungutan suara. Lurah Perintis dan lurah Gang Buntu Kecamatan Medan Timur dianggap sudah melampaui kewenangannya yang meminta pergantian anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di wilayahnya. Semuanya sudah kami lakukan seperti menyurati perusahaanperusahaan agar memberi kesempatan karyawannya untuk memilih. supaya masih ada waktu bagi PPK untuk merampungkan penghitungan sampai Senin siang. KPU Medan berharap semua warga yang memiliki hak pilih untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya. Rombongan Syamsul tersebut diterima Ketua KPU Medan Evi Novida Ginting. yang berketetapan hati memilih salah satu pasangan calon. Jumat sore meninjau persiapan pelaksanaan pilkada putaran II ke Kantor KPU Medan. “Kami harapkan ada peningkatan partisipasi pemilih di putaran II ini. tepatnya hari Senin (21/6) pukul 15.” kata Evi. “Memilih itu kan hak.897 TPS sudah dikerjakan dan diharapkan seluruhnya rampung pada Jumat malam. Syamsul mengatakan hal di luar kekuasaan pemerintah maupun KPU sebagai penyelenggara.

Terungkapnya tindakan kedua lurah tersebut. Dalam surat itu KPU Medan diminta mengganti KPPS di Kelurahan Perintis karena tidak aktif bekerja.” kata anggota KPU Medan Pandapotan Tamba. lurah atau aparat pemerintah lainnya tidak berwenang mengganti aparat penyelenggara pemilu atau pilkada. TPS 51 Mangga Medan Tuntungan.” kata Pandapotan. tapi sampai sekarang saya belum terima laporannya makan jangan berandai-andai. berawal dari laporan yang disampaikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kelurahan Perintis. karena tindakan yang mereka lakukan merupakan intervensi terhadap penyelenggara Pilkada. Mariani. pihaknya belum menerima laporan kedua lurah tersebut yang bertindak di luar kewenangannya. pihaknya akan menyurati Walikota Medan agar mengambil tindakan tegas terhadap kedua luran itu. di Kantor KPU Medan Jalan Kejaksaan. termasuk KPPS. Candra Sirait. TPS 38 Sunggal. “Hanya KPPS ini yang di ganti. “Kalau memang ada kan ada aturan untuk menindaknya. yakni KPPS TPS 7 Sidorejo III Medan Amplas. Untuk itu. PPK dan PPS menilai alasan itu yang tidak masuk akal. mutlak wewenang PPS. alasan penggantian KPPS itu karena beberapa di antaranya etnis Tionghoa. jika terbukti. dan anggota PPS Kelurahan gang Buntu. Stefani Tendi. Pandapotan mengatakan. TPS 51 Tanjung Mulia Medan Deli.” kata Syamsul Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan sudah siap-siap menggelar pilkada putaran ke-II yang rencananya pada 16 Juni mendatang. tindakan kedua lurah tersebut yang berupaya mengganti KPPS merupakan bentuk intervensi yang harus ditanggapi serius. kami tegaskan tidak ada pergantian. Teknik Ginting.” kata Pandapotan. dan TPS 53 Kelurahan Besar Medan Labuhan. Sedangkan KPPS di TPS lainnya. yang rata-rata dari etnis Tionghoa. Kedua anggota PPS ini mengaku diancam lurah masing-masing akan dipecat jika tidak mengganti KPPS. kata dia. Anggota KPU Medan Pandapotan Tamba. Mereka pun menyerahkan surat dari Lurah Perintis bernomor 270/320 tertanggal 11 Juni 2010 yang ditandatangani Rushendra. misalnya membawa kasus ini ke Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kota Medan. “Kami minta kedua lurah ini segera dipecat. Pjs Walikota Medan Syamsul Arifin mengatakan. penggantian KPPS di putaran I hanya dilakukan terhadap KPPS yang menjadi saksi bagi pasangan Arif Nasution-Supratikno di Mahkamah Konstitusi (MK). “Pemungutan suara Pilkada Medan putaran II dilaksanakan pada 16 Juni 2010. Badiah Pangaribuan. . Dia menegaskan. Namun. Arifin Daulay. Yang berhak mengganti KPPS. mengatakan. ke KPU Medan saat digelarnya rapat evaluasi di Hotel Garuda Plaza Medan. Jahari.tersebut berlaku netral. maka pihaknya akan menindak mereka sesuai aturan yang berlaku. Rabu (16/6) lalu. Menurut PPK dan PPS. Jumat (18/6).

untuk memilih calon pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti.mengatakan awal terungkap saat kecurigaan petugas panitia pengawas Pemilukada di TPS 23.939. Rp 38.com AMEDAN (Pos Kota) – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Medan. (samosir) MEDAN.200.099.. Belakangan diketahui usia calon pemilih itu belum memenuhi kriteria DPT. Sepintas formulir itu tertulis TPS 23. Sabtu (19/6).648. kedua remaja yang belum memiliki hak suara itu mengaku nekat ikut mencoblos karena dijanjikan uang Rp 10 ribu.125 untuk putaran I dan Rp 16. PPS Rp 7.148. digelar Sabtu (19/6) pagi. masih diperiksa secara intensif di Polsekta Patumbak. Gang Idaman.000. sosialisasi Rp 134. dan pengamanan Rp 2. PPK Rp 152.9 M untuk Pilkada Putaran Kedua | Berita Cerita Kota Medan http://www. dan Rudianto Sirait.328.MedanTalk.Ia menjelaskan.372.net .083 dengan rincian. DETIKPOS.000. Karena ada kecurigaan. Pilkada Medan Tahun 2010 memiliki anggaran sebesar Rp 55.000.133.540. dirinci seperti berikut: logistik Rp 2. putaran kedua diwarnai kecurangan.068. dia langsung kami amankan.14.com/rp-169-m-untuk-pilkada-putaran-kedua/#ixzz0rO0MjJoO Copyright: www. Kecamatan Medan Amplas. Atas temuan pelanggaran itu. Untuk putaran kedua itu. keduanya warga Jalan Damai. Dari keduanya diamankan selembar surat formulir pemilihan yang sudah dicoblos oleh Rudianto.000. Medan. Dua remaja yang belum masuk daftar pemilih tetap (DPT) diamankan polisi karena kedapatan ikut memilih di tempat pemungutan suara (TPS) 23.000.596. Hingga saat ini kedua remaja itu.medantalk.129. Jadwal tahapan putaran II dimulai dengan pengadaan logistik 23 Mei sampai 8 Juni 2010. kampanye Rp 4. Timbang Deli.500. Ironisnya. tapi setelah diamati lebih mirip angka 22. Faisal Sutono Sirait .550. Sementara formulir yang dicoblos Faisal Sutono Sirait sudah terlanjur dimasukkan ke dalam kotak suara.” kata Wahyudin.514. “Anehnya pelaku sendiri tak tau saat ditanya TPS berapa pada putaran pertama lalu. Timbangdeli. kubu . KPPS Rp 12.Tim sukses Sofyan Tan-Nelly Armayanti menduga adanya kecurangan secara sistemik pada putaran kedua pemilihan wali kota dan wakil wali kota Medan. 16.586.821.000.082.250. atas formulir pemilihan (C6) yang dimiliki Rudianto. pendistribusian 9 Juni sampai 15 Juni 2010. Kapolsekta Patumbak AKP Wahyudin.957 untuk putaran II. Masa kampanye 10 Juni sampai 12 Juni 2010 dan masa tenang 13 Juni sampai 15 Juni 2010 (3 hari). Perhitungan suara Rp 38. Source: Rp 16.

mempersilakan pihak Sofyan Tan-Nelly Armayanti melaporkan kecurangan yang ditemukan. Pelanggaran lain.” jelas Evi.502 suara. Ketua Tim Pemenangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti. kubu Sofyan Tan akan melakukan gugatan pelaksanaan Pilkada putaran kedua. tidak boleh. “Ini kan. menyatakan. bersaing ketat dengan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin yang disokong Partai Demokrat dan Partai Golkar. Sementara pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti memperoleh 261.00 WIB. Sofyan Tan-Nelly Armayanti. hingga pukul 20.” ujar Evi. dan pengetatan di PPK.Sofyan Tan akan melakukan gugatan pelaksanaan Pilkada putaran kedua. Itu kami temukan di Tangguk Bongkar 11. didukung PDIP dan partai lainnya. Evi Novida Ginting. bila bukti kecurangan dilakukan KPPS. TPS 23. kecurangan masif melibatkan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). adanya saksi Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memakai atribut di area TPS. Jalan Sultan Agung. Atas temuan pelanggaran itu. Ditegaskannya. “Kami meminta dilakukan penghitungan ulang di TPS. kami lagi menyusun langkah selanjutnya. DETIKPOS. “Kalau punya data dan bukti silakan laporkan ke Panwas Medan.” ujar Budiman.” kata Budiman kepada Tempo.” sebutnya.” Ketua KPU Medan. [ti/ris] Read more: http://www. Sementara hasil perolehan suara dari 21 kecamatan di Kota Medan yang masuk ke Media Center Panwas Kota Medan.net/2010/06/pilkada-medan-tim-sukses-sofyantan. Budiman juga menyoalkan banyaknya surat suara Sofyan Tan dinyatakan rusak. Sofyan Tan-Nelly Armayanti. “Adanya 50 surat suara yang telah dicoblos dimasukkan ke dalam kotak suara.detikpos. Dan. didukung PDIP dan partai lainnya. tindakan sesuai proses hukum akan dilakukan.html#ixzz0rO1oRFTo MEDAN.00 Wib. “Apakah ini dirusak atau dinyatakan rusak. sebut dia. “Rapat pleno Senin depan pukul 15. “KPU Medan sudah berkali-kali menegaskan KPU netral dan tidak berpihak. Sabtu malam. digelar Sabtu (19/6) pagi. bersaing ketat dengan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin yang disokong Partai Demokrat dan Partai Golkar.net – Tim sukses Sofyan Tan-Nelly Armayanti menduga adanya kecurangan secara sistemik pada putaran kedua pemilihan wali kota dan wakil wali kota Medan. menunjukkan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memperoleh 502. Budiman Nadapdap. KPU Medan menjadwalkan pemenang putaran kedua Pilkada Medan akan diumumkan pada Senin (21/6). Karena kalau katanya-katanya berarti cakapcakap saja.671 suara. .” tegasnya.

” ujar Budiman. Sementara hasil perolehan suara dari 21 kecamatan di Kota Medan yang masuk ke Media Center Panwas Kota Medan.” kata Ketua Tim Pemenangan Sofyan Tan/Nelly Armayanti. “KPU Medan sudah berkali-kali menegaskan KPU netral dan tidak berpihak.” sebutnya. TPS 23. Sabtu malam. hadir pada kesempatan itu Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Panda Nababan. Budiman Nadapdap. “Adanya 50 surat suara yang telah dicoblos dimasukkan ke dalam kotak suara.Ketua Tim Pemenangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti. Dan. 9/6 (ANTARA) – Pasangan Sofyan Tan/Nelly Armayanti ditargetkan meraih dukungan minimal dari 450 ribu suara pemilih pada pilkada Kota Medan putaran kedua yang akan berlangsung 19 Juni 2010. “Kami meminta dilakukan penghitungan ulang di TPS. Jalan Sultan Agung.00 Wib. hingga pukul 20. KPU Medan menjadwalkan pemenang putaran kedua Pilkada Medan akan diumumkan pada Senin (21/6). tindakan sesuai proses hukum akan dilakukan. Evi Novida Ginting. bila bukti kecurangan dilakukan KPPS. mempersilakan pihak Sofyan Tan-Nelly Armayanti melaporkan kecurangan yang ditemukan.” Ketua KPU Medan.502 suara. kami lagi menyusun langkah selanjutnya. sebut dia. Ditegaskannya. Pelanggaran lain. Budiman Nadapdap pada silaturahim PDI Perjuangan dengan tokoh masyarakat di Medan. Budiman juga menyoalkan banyaknya surat suara Sofyan Tan dinyatakan rusak. kecurangan masif melibatkan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). dan pengetatan di PPK.” jelas Evi. “Apakah ini dirusak atau dinyatakan rusak.00 WIB. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan Hendry Jhon . Itu kami temukan di Tangguk Bongkar 11. Karena kalau katanya-katanya berarti cakapcakap saja. menunjukkan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memperoleh 502. Selain Sofyan/Nelly. menyatakan. “Rapat pleno Senin depan pukul 15. adanya saksi Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memakai atribut di area TPS.” ujar Evi. [ti/ris] Blog Berita Hari Ini Indonesia Terkini Soyan/Nelly Targetkan 450 Ribu suara Putaran Kedua Medan. Sementara pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti memperoleh 261.” kata Budiman kepada Tempo.671 suara. tidak boleh. Rabu.” tegasnya. “Target kita meraih 450 ribu suara plus satu. “Ini kan. “Kalau punya data dan bukti silakan laporkan ke Panwas Medan.

Sofyan Tan/Nelly Armayanti optimistis memenangkan pilkada putaran kedua yang akan berlangsung 19 Juni 2010.991 pemilih yang datang ke TPS atau dengan tingkat partipsiasi sekitar 35.” ujarnya. Karena itu kita harus benar-benar waspada. . “Ada iming-iming tambahan insentif bagi penyelenggara pilkada yang mampu menambah perolehan suara pasangan tertentu.Hutagalung. 25/5 (Antara/FINROLL News) . termasuk calon wali kota Maulana Pohan beserta jaringannya dan jajaran partai pendukung calon wali kota Ajib Shah. sementara Sofyan/Nelly yang didukung PDI Perjuangan dan PDS meraih 140. Mereka menyisihkan delapan pasangan lain sekaligus maju ke putaran kedua. Apalagi. Kalau sudah begini ‘kiamat’ kita. tetapi kita akhirnya kalah karena suara tidak dijaga. KPU Kota Medan menetapkan pasangan Rahudman Harahap/Dzulmi Eldin dan Sofyan Tan/Nelly Armayanti sebagai dua pasangan peraih suara terbanyak pada pilkada putara pertama yang berlangsung 12 Mei 2010. target kita meraih minimal 450 ribu suara plus satu sekaligus memenangkan pertarungan menuju kursi Wali Kota dan Wali Kota Medan periode 2010-2015.” katanya.” tegasnya. “Karena itu. “Menjaga suara ini harus dilakukan dengan serius.155 orang. Bisa saja memang banyak yang memilih pasangan Sofyan/Nelly.69 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 1. tambah Budiman Nadapdap. “Sejumlah calon yang kalah pada pertarungan putaran pertama bahkan sudah menyatakan dukungannya bagi pasangan Sofyan/Nelly. maka jumlah pemilih pada putaran kedua diperkirakan mencapai 900 ribu orang.” katanya. Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut HM Affan. ***1*** (T.72 persen).676 suara (20. jumlah pemilih yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada pilkada putaran kedua meningkat dibanding putaran pertama.20 persen).R014/B/S015/S015) Medan. pihaknya telah mendapat informasi terkait adanya skenario kecurangan di setiap lini penyelenggara pilkada putaran kedua.Pasangan calon wali kota/wakil wali kota Medan.671 suara (22. Rahudman/Eldin yang diusung koalisi Partai Demokrat dan Partai Golkar memperoleh 150. Ia mengingatkan para relawan pendukung Sofyan/Nelly mengawal pelaksanaan pilkada dan menjaga suara mulai dari TPS-TPS sampai ke KPU Kota Medan. tim supervisi Brilian Moktar serta sejumlah pengurus dan fungsionaris PDI Perjuangan lainnya. Ia mengaku optimistis target tersebut akan dapat dicapai menyusul semakin besarnya dukungan yang mengalir untuk pasangan Sofyan/Nelly. Nadapdap memperkirakan. Jika pada putaran pertama hanya 699.961.

Pasalnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat memberikan payung hukum kepada ." katanya.453 warga Medan tidak mendapatkan hak pilihnya dalam putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Medan. Sehubungan dengan itu. lurah hingga kepala lingkungan bersikap netral dan tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon. Budiman Nadapdap yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut mengatakan.000 petugas pemantau untuk mengawasi jalannya proses pemungutan dan penghitungan suara pilkada putaran kedua Kota Medan di 3.453 Warga Medan Kehilangan Hak Memilih June 15." tegasnya." ujar Ketua Tim Pemenangan Pasangan Sofyan/Nelly. "Birokrasi harus menyukseskan pilkada dan menghormati demokrasi.com Dipastikan."Kita sangat optimistis menang pada putaran kedua nanti. sebanyak 8. KPU Kota Medan menetapkan pasangan Rahudman Harahap/Dzulmi Eldin dan Sofyan Tan/Nelly Armayanti sebagai dua pasangan peraih suara terbanyak pada pilkada putara pertama yang berlangsung 12 Mei 2010. Selasa. termasuk yang dilakukan aparat pemerintahan. Mereka menyisihkan delapan pasangan lain sekaligus maju ke putaran kedua. tidak ada alasan bagi pasangan Sofyan/Nelly untuk tidak memenangkan putaran kedua jika pilkada berjalan jujur dan adil. 19 Juni 2010 mendatang. kita optimistis meraih dukungan lebih dari 50 persen sekaligus memenangkan p