TEMPO Interaktif, Ponorogo: Panitia Pengawas Pemilu Ponorogo tengah menyelidiki dugaan praktik politik uang yang dilakukan

tim sukses Edhie Baskoro Yudhoyono. Sejumlah warga mengaku menerima uang sebesar Rp 10 ribu agar memilih anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu. Menurut Edi Waluyo, anggota panitia pengawas, aksi bagi-bagi uang itu dipergoki di Kecamatan Jambon, pada Jumat (3/4). Salah seorang anggota tim sukses Edhie Baskoro yang diketahui bernama Samuji, warga Desa Blembem, Kecamatan Jambon, Ponorogo kepergok menebar uang kertas Rp 10.000 kepada warga . Kepada penerima, dia meminta untuk memberikan suaranya kepada anak Presiden Yudhoyono ini. “Dia tidak bisa mengelak lagi karena pemberian uang itu disertai gambar caleg yang bersangkutan,” kata Edi Wiyono kepada Tempo, Sabtu (4/4). Atas temuan itu, Panitia Pengawas Pemilu Ponorogo mengumpulkan bukti pendukungan dan memeriksa beberapa saksi. Di antaranya adalah Samuji, perangkat Desa Blembem, serta warga yang menerima uang. “Kami akan memplenokan kasus ini bersama anggota lainnya untuk menentukan sanksi yang dijatuhkan,” kata Edi. Sementara itu anggota Tim Carta Politika--tim sukses calon legislatif Edhie Baskoro-Lutfie Triadi mengatakan tuduhan yang dilontarkan kepada calon legislator Partai Demokrat Daerah Pemilihan Jawa Timur VII ini yang juga putra bungsu Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono membagi-bagi uang menjelang hari tenang merupakan black campaign atau kampanye hitam. "Tidak cukup alasan Mas Ibas melakukan itu, dia kan kondisinya leading," kata Lutfie saat dihubungi, Selasa (7/4).

17 Potensi Kecurangan Pemilu 2009 Kecurangan dalam Pemilu adalah segala upaya atau cara untuk mengambil, mendapatkan suara pemilih dengan cara yang ilegaldan bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku dengan sengaja. Yang mana suara tersebut dijadikan untuk pemenangan dirinya atau kelompok dan parpol tertentu. Kenapa orang berbuat curang, di dalam Pemilu 2009; Pertama, karena ingin mendapatkan kehormatan (post power syndrom) di tengah-tengah masyarakat. Di mana ketika terpilih menjadi wakil rakyat, sosok ia langsung melejit, dikenal luas dan dihormati oleh keluarga, kolega dan masyarakat luas. Untuk mendapatkan rasa terhormat itu maka berbagai cara pun dilakukan, termasuk dengan menghalalkan cara-cara yang curang.

Kedua, karena selama mengikuti proses pemilu telah mengeluarkan dana yang sangat besar. Mulai pendaftaran, tes kesehatan dan berbagai tahapan lain, berikut kampanye tertutup dan kampanye terbuka telah mengeluarkan dana yang sangat besar. Karena telah mengeluarkan dana besar, muncul kekhawatiran tidak akan terpilih. Bila kemungkinan buruk itu terjadi sementara, utang telah menumpuk dan banyak harta benda telah habis terjual, maka alternatif yang menjadi pilihan adalah dengan melakukan kecurangan dalam tahapan pemilu. Bila terpilih, tentu utang dan segala harta benda yang digadai dan dijual dapat diganti dan utang dibayarkan kembali. Ketiga, niat melakukan kecurangan didorong oleh keinginan besar untuk berkuasa. Apalagi selama ini telah pernah menjabat posisi tertentu, lalu jabatan itu hilang, lepas atau sudah pensiun. Sementara rasa haus terhadap kekuasaan sangat menggebu-gebu. Jika hanya dengan cara-cara biasa, kekuasaan itu sulit dicapai, maka melakukan kecurangan pemilu akhirnya menjadi salah satu pilihan. Berikut, banyak hal yang menjadi pemicu sehingga orang-orang tertentu melakukan kecurangan di dalam pelaksanaan Pemilu 2009. Ada penyebab karena merasa tenaga dan pikiran sudah terkuras habis sehingga memasang target harus terpilih. Berikut ada caleg yang telah dari jauh hari memasang target berlebihan, sementara peluang untuk terpilih sangat kecil. Akhirnya melakukan kecurangan agar target tersebut dapat tercapai. Kecurangan juga dapat didorong karena memiliki sifat yang korup, ingin mendulang harta ketika mendapat kekuasaan. Praktik kecurangan juga bisa disebabkan karena tidak siap menerima kekalahan di Pemilu. Selain itu juga disebabkan karena adanya peluang dan kesempatan, seiring dengan keinginan untuk melakukan kecurangan itu sendiri. Bila ditinjau dari pendekatan waktu, potensi kecurangan dapat terjadi pada tiga zona waktu pelaksanaan Pemilu. Pertama, waktu pemutakhiran data pemilih, yakni dari daftar pemilih sementara ke pemilihan daftar pemilih tetap. Potensi kecurangan ini dapat terjadi dari tanggal 5 April s/d 05 Oktober 2008. Berikutnya dari Oktober hingga 9 April 2009. Kedua, diwaktu pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS), hari Kamis 9 April 2009. Waktu kemungkinan potensi kecurangan itu terjadi dari pukul 06.30 – 24.00 WIB.

Ketiga, diwaktu melakukan rekapitulasi suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan terakhir di KPU. Potensi kecurangan dengan cara ini terjadi dari tanggal 9 April sampai dengan 5 Mei 2009. Kita akan membedah potensi kecurangan saat pemutahiran data pemilih. Ada upaya pihak tertentu melakukan infiltrasi terhadap anggota petugas pendapatan daftar pemilih (PPDP) dengan menguasai personal anggota PPDP sebagai ujung tombak pemutakhiran data pemilih. Dengan begitu bisa menjadi awal untuk mengakses dan mengintervensi data, seperti merekayasa, dan memodifikasi data. Berikut dengan mengeliminir pemilih yang teridentifikasi sebagai partisan partai lain. Dengan berbagai upaya dilakukan cara licik meminimalisir agar orang-orang dari anggota parpol lain, dari suku/agama lain tidak terdata atau tidak masuk di dalam daftar pemilih. Selanjutnya, memobilisasi pemilih tertentu agar terdaftar di dalam DPT tersebut bisa terkondisikan maksimal pemilih partisan dari kelompok tertentu (partai, agama, suku) yang akan memberikan suaranya di Pemilu 2009. Dengan cara me-mark up data pemilih, ini adalah cara untuk mendapatkan modal awal untuk bermain atau melakukan kecurangan pemilu. Di dalam teori kemungkinan mark up data pemilih itu dilakukan dengan cara memasukan data pemilih ganda dan tidak menghapus pemilih yang sebenarnya tidak ada, karena sudah di-PHK, pindah, meninggal dan penyebab lainnya. Zona potensi kecurangan pemilu 2009 juga sangat besar kemungkinan terjadi pada saat pemungutan suara. Indikasinya adalah dengan cara mendatangkan pemilih siluman. Pemilih siluman sengaja diset untuk memilih di tempat yang sudah terkondisikan. Dengan memanfaatkan DPT yang kacau, form A 5, dan sebagainya. Pemilih siluman ini bisa memilih berkeliling ke beberapa TPS untuk memberikan suaranya. Potensi kecurangan juga dapat dilakukan dengan menggunakan pemilih versi A 5. Pemilih versi A 5, adalah formulir tambahan bagi calon pemilih yang tidak terdata di DPT. Dan ini spesifikasinya adalah untuk saksi, peninjau, atau penduduk transit di atas 6 bulan. Peluang ini, sangat rentan dijadikan dalih untuk memasukan pemilih dadakan untuk kepentingan tertentu. *** Kecurangan juga dapat dilakukan dengan mengadakan TPS bodong. TPS yang sengaja direkayasa berdasarkan skenario penyebaran penduduk per wilayah. Dan TPS ini bisa dimunculkan di perumahan-perumahan yang sepi, tapi

direkayasa punya pemilih yang banyak untuk syarat diadakannya TPS tersebut. Potensi kecurangan juga bisa dilakukan dengan cara KPPS tidak memberikan sertifikat surat suara (C 1). Petugas KPPS yang orang partisan, dengan sengaja tidak memberikan form C 1. Di mana form ini adalah bukti utama untuk rekapitulasi suara apabila ada sangketa. Dengan berbagai alasan seperti: lupa, hilang, tidak cukup, dan berbagai alasan lain. Potensi kecurangan dan kekacauan hasil pemilu juga dapat dilakukan dengan cara KPPS tidak menandatangani sertifikat Form C 1. KPPS yang pintar tapi culas biasanya banyak memanfaatkan ketidak tahuan saksi. Petugas KPPS dengan sengaja tidak menandatangani form C 1. Secara hukum jelas form tersebut akan kehilangan kekuatan hukumnya. Alasan petugas KPPS bisa berbagai macam, seperti: sibuk, stempel hilang, dijanjikan tapi tiba-tiba menghilang. Potensi kecurangan dan kekacauan terhadap hasil pemilu juga dapat dilakukan dengan membuat form C 1 ganda. Peluang akan munculnya C 1 ganda ini sangat terbuka. Dan hal ini sangat berbahaya. Karena apa bila cukup 5 partai dan KPPS kongkalingkong dengan skenario ini. C 1 ganda digunakan untuk mem-back up hasil rekapitulasi rekayasa oknum tertentu. Baik di persidangan maupun tingkat pleno KPU. Potensi kecurangan berikutnya juga dapat terjadi dengan memanfaatkan saldo suara. Dengan sistem rekapitulasi yang rumit sangat berpeluang bisa dimanfaatkan oknum tersebut. Untuk memanfaatkan hal ini sebagai pintu masuk permainan. Apa lagi dari beberapa pengalaman yang ada. Banyak saksi yang bekerja hanya asal-asalan. Terima uang selesai. Setelah itu banyak mengabaikan tingkat akurasi hasil suara. Pada kesempatan ini maka akan terjadi jual beli, dan kongkalingkong terhadap saldo suara. Jika ingin Pemilu 2009 ini menghasilkan wakil rakyat yang betul-betul pilihan rakyat, maka mau tak mau peluang dan potensi kecurangan pemilu 2009 sebagaimana yang diuraikan tadi harus diantisipasi supaya tidak terjadi. Pemilih harus memastikan suara yang diberikan tidak menguap atau hilang. Begitu juga dengan saksi harus mengawal hasil suara dengan teliti. Pemantau juga harus melaksanakan tugas pemantauan dengan prinsip independen. Penyelenggara pemilu mulai dari tingkat TPS, PPS, PPK hingga KPU yang telah disumpah, haruslah bekerja dengan jujur. Jangan pula menjadi alat kepentingan caleg, parpol atau pihak-pihak tertentu. Sementara halnya dengan pengawas pemilu dan pihak kepolisian harus mengambil tindakan tegas ketika terjadi kecurangan dan pelanggaran pemilu. **

um'at, 26 Juni 2009, 16:47 WIB Siswanto, Mohammad Adam

Warga mengecek Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu Presiden 2009 (Antara/ FB Anggoro) BERITA TERKAIT
• • • • •

Ketua KPU ke Surabaya Periksa DPT Fiktif DPT Pilpres Dinilai Tetap Bermasalah Demokrat: Pansus Hak Angket DPT Salah Alamat Demokrat Yakin Hak Angket Tak Ganggu Komitmen DPT Bantul Belum Ditetapkan

VIVAnews – Tim kampanye nasional pasangan presiden dan wakil presiden, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto, melaporkan indikasi kecurangan daftar pemilih tetap yang digunakan untuk pemilihan presiden di Jawa Timur ke Badan Pengawas Pemilu, Jumat 26 Juni 2009. “Sekarang masih adanya masalah DPT yang sama seperti kasus pemilu legislatif lalu,” kata Arif Wibowo, Koordinator Teknologi Informasi tim kampanye nasional duet Mega-Prabowo di Bawaslu. Bentuk indikasi kecurangan yang dilaporkan ke Bawaslu, antara lain, adanya nama pemilih ganda yang jumlahnya mencapai 2.200.287 orang. Arif berharap pengaduan ini segera ditindaklanjuti dan diselesaikan. Sebab, jika tidak cepat-cepat selesai, dikhawatirkan mengganggu keabsahan hasil pemilihan presiden. Dugaan kecurangan itu didapatkan oleh Dewan Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Jawa Timur. Ketua DPW Jawa Timur, La Nyala, mengaku data itu merupakan bocoran yang diberikan orang dalam KPU sendiri. Data kemudian mereka olah lalu mencocokkannya dengan hasil rekapitulasi yang

dilakukan di seluruh kecamatan di Jawa Timur, kecuali Kabupaten Lumajang dan Jombang. Laporan indikasi kecurangan itu diterima oleh anggota Bawaslu, Bambang Eka Cahya. • VIVAnews
KECURANGAN PILPRES 2009

Mega-Pro Akan Menggugat
Kamis, 23 Juli 2009

JAKARTA (Suara Karya): Pasangan capres dan cawapres Megawati SoekarnoputriPrabowo Subianto (Mega-Pro) dan Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Wiranto) mempertimbangkan untuk menggugat hasil Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 karena ditemukan banyak kecurangan dan manipulasi. Bahkan pasangan Mega-Pro berniat mengadukan pelanggaran Pemilu 2009 ke Mahkamah Internasional. Berbagai pelanggaran ini dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. "Kalau MK (Mahkamah Konstitusi) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) tidak merespons laporan kami, kami akan mengajukan ini sebagai tindak kejahatan kemanusiaan dan mengajukannya ke Mahkamah Internasional sebagai langkah terakhir," kata tim hukum pasangan Mega-Pro, Artiria Dahlan, di Jakarta, Rabu (22/7). Artiria menambahkan, pasangan Mega-Pro juga akan melakukan koordinasi dengan tim JK-Wiranto untuk menunda rekapitulasi suara jika temuan pelanggaran yang ada tidak ditindaklanjuti. "Kita juga akan mendesak Fraksi PDIP untuk mepertanyakan kinerja KPU dan meminta klarifikasi Polri terkait dikeluarkannya SP3 terhadap proses penyelidikan tindak pidana pemilu," katanya. Sekretaris Tim Kampanye Nasional Mega-Pro, Fadli Zon, menambahkan, pihaknya siap mengajukan gugatan hukum bila hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU seolah melegalkan kecurangan dan manipulasi yang terjadi selama pemilihan presiden berlangsung. "Bahan-bahan untuk materi pelanggaran pada penghitungan suara pilpres sudah ada. Bukti itu siap untuk dipublikasikan pada waktunya," katanya. Fadli mengatakan, temuan bukti pelanggaran akan dipresentasikan pada Jumat (24/7) di Teuku Umar oleh Megawati dan Prabowo. "Ini menunjukkan bahwa kami sangat serius dalam usaha menegakkan dan menciptakan pilpres yang jujur, adil, dan demokratis, yang saya kira menjadi komitmen kita selama ini," katanya. Sekretaris Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto, Iskandar Mandji, menjelaskan, pihaknya saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti tentang adanya kecurangan pilpres. Data-data itu dinilai valid dan diharapkan bisa menjadi bukti kuat di dalam persidangan. "Kami menemukan 153 dugaan kecurangan pilpres. Sekarang ini masih dalam proses mengumpulkan bukti tambahan sambil mempertimbangkan soal itu (gugatan)," katanya. Sementara itu, proses rekapitulasi perolehan suara nasional Pilpres 2009 hari pertama yang digelar KPU, Rabu (22/7), sempat diwarnai penyampaian keberatan dari saksi pasangan calon JK-Wiranto dan Megawati-Pro terkait daftar pemilih tetap (DPT). Dalam pernyataan keberatan yang disampaikan saksi Tim JK-Wiranto, Chairuman Harahap, KPU diharapkan memberikan jumlah pemilih dalam DPT yang telah diperbaiki. Sebab, ternyata KPU berulang kali melakukan

penetapan DPT pilpres sehingga membingungkan tim kampanye capres dan cawapres. Pertama, pada 31 Mei 2009, KPU menetapkan DPT berjumlah 176.367.056 pemilih. Kedua, pada 8 Juni 2009 berjumlah 176.395.015 pemilih. Dua hari sebelum pemungutan suara pada 6 Juli 2009, KPU menetapkan DPT sebesar 176.411.434 pemilih. Chairuman mengatakan, pihaknya tidak menerima salinan data DPT untuk penetapan tertanggal 6 Juli 2009. Dia menjelaskan, pihaknya hanya mendapatkan soft copy DPT Riau yang jumlahnya 2.577.932. Jumlah ini berbeda dengan data DPT dari KPU Riau yang jumlah 3.647.420. "Ternyata ada DPT lain yang ditetapkan tanggal 6 Juli. Dan ternyata data tersebut ada yang tidak bisa kita akses. Bahkan data soft copy yang diberikan pada 7 Juli adalah DPT per 31 Mei 2009," ujarnya. Chairuman mengatakan, data yang diberikan KPU kepada tim kampanye pasangan calon saat 6 dan 7 Juli 2009 untuk dilakukan penyisiran merupakan data lama, yakni DPT per 31 Mei 2009. Karena itulah, menurut dia, hal ini menimbulkan pertanyaan yang ditujukan kepada KPU. Dalam kesempatan yang sama, saksi dari pasangan Mega-Pro, Arif Wibowo, meragukan kinerja Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Hal itu terkait dengan tidak ditemukannya selisih jumlah suara dalam laporan berita acara pemungutan suara. "Dengan adanya persoalan DPT dan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang bermasalah, serta banyaknya pelanggaran yang terjadi seperti masalah spanduk atau surat suara yang telah dicontreng terlebih dahulu pada kolom pasangan nomor 2, seharusnya tercermin dalam kacaunya administrasi surat di KPPS. Tapi, kok ini sangat rapi seolah administrasi surat suara itu dibuat sebelum pilpres berlangsung. Ini aneh, kan," ujarnya. Arif juga mengakui, DPT hasil perbaikan 6 Juli 2009 baru diterimanya saat proses rekapitulasi berlangsung. Sementara itu, Koordinator Nasional Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jeirry Sumampow menilai, KPU dapat dipidanakan terkait tindakannya yang melakukan perubahan berkali-kali dalam penetapan DPT pilpres. "Perubahan penetapan DPT secara berulang-ulang itu tidak diatur dalam ketentuan ataupun undang-undangnya. Secara subtansi, seharusnya DPT tidak boleh dilakukan perubahan sampai beberapa kali seperti yang terjadi sekarang. Apalagi sampai tidak diketahui oleh tim kampanye pasangan capres dan cawapres," ujarnya. Dia menambahkan, sejumlah hal terutama menyangkut persoalan DPT dapat menjadi bukti secara tertulis pengakuan formal untuk memidanakan KPU karena kinerjanya yang sangat amburadul. Sementara itu, anggota KPU Andi Nurpati menjelaskan, pemberitahuan mengenai DPT hanya disampaikan kepada penyelenggara dan saksi di tingkat TPS. "Kewajiban kami memberikan DPT hanya kepada panitia pengawas dan saksi di tingkat TPS," ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary mengakui adanya perubahan terhadap jumlah DPT yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) KPU pada 6 Juli 2009. Dia menjelaskan, KPU telah melakukan penetapan DPT pada 31 Mei 2009, tetapi dilakukan perubahan pada 8 Juni 2009, dan yang terakhir pada 6 Juli 2009. Terkait hal ini, Abdul Hafiz mengatakan, perubahan dilakukan karena banyaknya laporan yang menyebutkan pemilih yang belum tercantum dalam DPT. "Kami sebenarnya tidak akan mengubah DPT yang ditetapkan 31 Mei, tapi dari masyarakat mengatakan bahwa ada banyak yang tidak terdaftar, bahkan ada yang mengatakan sampai 49 juta. Malam 6 Juli kami

merampungkan DPT, tapi itu pun baru keputusan tapi perapian tanggal 7 Juli," katanya. Sementara itu, berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara yang telah dilakukan KPU di 12 provinsi, Rabu (22/7), pasangan capres dan cawapres nomor urut dua Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono menempati posisi pertama dengan 26.215.083 suara (59.73 persen). Sementara, pasangan capres dan cawapres nomor urut satu Mega-Pro meraih 11.361.355 suara (25.88 persen), dan pasangan nomor 3 JK-Wiranto memperoleh 6.316.178 suara (14.39 persen). (Tri Handayani/Feber Sianturi)

Kalla-Wiranto Waspadai Kecurangan Penghitungan Suara
Senin, 06 Juli 2009 | 21:28 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Tim kampanye Jusuf Kalla-Wiranto mewaspadai kecurangan pada Pemilihan Umum Presiden saat proses penghitungan suara. Kecurangan itu rentan terjadi di tingkat Panitia Pemungutan Suara dan Panitia Pemungutan Suara Kecamatan. "Kecurangan (ada) di penjumlahan atau rekapnya. Karena itu harus dikawal terus," kata Jusuf Kalla dalam jumpa pers di rumah dinas Wakil Presiden di Jalan Diponegoro No 1, Jakarta Pusat, Senin (6/7). Kasus kecurangan dalam penghitungan suara harus diwaspadai setelah ditemukannya ketidakakuratan daftar pemilih tetap. Sebelumnya, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut satu dan tiga ini bertemu Komisi Pemilihan Umum dan meminta lembaga itu memperbaiki Daftar Pemilih Tetap atau DPT. Tim kampanye Kalla-Wiranto dan Megawati-Prabowo menemukan sejumlah data ganda dan pemilih yang tidak terdata dalam Daftar Pemilih. Selain itu, kedua pasangan tersebut mendatangi Mahkamah Konstitusi sebelum lembaga itu memutuskan gugatan soal mekanisme memilih. Mahkamah akhirnya memutuskan pemilih yang tidak tercantum dalam Daftar Pemilih bisa memberi suara dengan membawa kartu tanda penduduk atau KTP maupun paspor. Menurut Kalla, langkah politik pasangan Kalla-Wiranto dan Mega-Prabowo bertujuan mengembalikan hak konstitusi warga negara. Kekeliruan Daftar Pemilih saat pemilu legislatif berakibat sejumlah warga negara tak bisa memilih. "Kami berterima kasih atas hal tersebut," ujarnya. Dia menegaskan, tuntutannya untuk memperbaiki Daftar Pemilih tak semata untuk kemenangan Kalla-Wiranto. Namun, ketidakakuratan Daftar Pemilih berakibat hasil pemilu tidak sah secara hukum. "Kami tidak ingin pemerintahan terpilih tidak legitimate dan pemilu tidak damai. Ini untuk menjaga kesatuan bangsa dan kami ingin pemilu legitimate," ucapnya. Keputusan Mahkamah yang memungkinkan pemilih tak terdata tetap memiliki hak

suara tak serta merta meniadakan Daftar Pemilih. Apalagi, Daftar Pemilih dapat menunjukkan jumlah pemilih di Indonesia. Dia mengusulkan panitia pemungutan suara menahan KTP maupun paspor pemilih di TPS setelah pemilih menggunakan hak pilih. Penahanan itu dilakukan hanya satu hingga dua jam. Tujuannya, menghindari penggunaan hak di tempat pemungutan suara lain. "Itu teknis, tahan dulu satu atau dua jam. KTP ditahan supaya tidak memilih di dua tempat," ujarnya. Dia menegaskan penggunaan KTP maupun paspor tidak akan berdampak penggunaan hak suara lebih dari satu kali secara masif. Apalagi, undang-undang mengatur soal pemberian hak pilih itu. "Pemilih memilih lebih dari sekali akan masuk penjara. Boleh saja coba," katanya. Saat ini, sejumlah fraksi di DPR mengajukan usul penggunaan hak angket terkait Daftar Pemilih. Tujuannya, menyelidiki penyebab puluhan juta pemilih tak terdaftar dan data pemilih ganda dalam Daftar Pemilih pada pemilu legislatif April lalu. Dia optimistis Komisi Pemilihan menyelesaikan perbaikan Daftar Pemilih hingga satu hari menjelang pemilu presiden pada 8 Juli mendatang. "Memang berat tapi diupayakan. Ini baru mulai berjalan," ujarnya. Kalla meminta Badan Pengawas Pemilu dan Panitia Pengawas Pemilu proaktif menjalankan tugasnya. Sehingga, kasus-kasus kecurangan pemilu dapat diantisipasi. Dia menyatakan pasangan Kalla-Wiranto tak pernah mewacanakan pengunduran jadwal pemilu presiden. Namun, pasangan itu meminta Komisi Pemilihan merevisi Daftar Pemilih. Kecurangan Pemilu Bisa Dibuktikan, Bergantung pada Keseriusan Kalangan Parpol OPINI Mas Zen | 15 April 2009 | 06:51 724 2 Nihil. Pesta penyentangan telah usai, namun rakyat kembali terabaikan hak-hak politiknya. Bagaimana tidak, proses pemilu legislatif belum selesai, elit politik sudah disibukkan oleh isu koalisi untuk pemilihan presiden 2009. Partai politik sebaiknya memfokuskan diri proses pemilu yang belum berakhir terutama proses penghitungan suara. Sangatlah naïf bila kalangan partai politik tidak memperhatikan suara kontituen yang telah diamanahkan padanya. Penyikapan sejumlah partai politik (parpol), yang merasa yakin telah terjadi berbagai bentuk kecurangan dalam proses pemilihan umum (pemilu) legislatif terbuka dan mendominasi dalam pemberitaan media baik media cetak, cyber maupun elektronik perlu mendapatkan dukungan yang lebih luas untuk meraih kembali kepercayaan

masyarakat pemilih. Setidaknya hal ini untuk menjernihkan permasalahan Pemilu 2009 yang sangat ruwet. Postulate Machiavelli yang mengatakan, politik akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan kekuasaan; mulai dari cara-cara yang sesuai dengan norma-norma, hingga cara-cara yang buruk yang melanggar norma, bahkan cara-cara yang kejam dan tidak manusiawi. Praktek semacam ini, bisa dibuktikan tidak menjadi stiqma setiap penyelenggaraan politik di Indonesia. Hal patut diprihatinkan bila kekacauan-kekacauan yang terjadi pada pemilu 2009 seperti, kesalahan DPT yang sangat massif, tertukarnya surat suara pada dapil yang tidak sesuai, manipulasi nama pemilih yang begitu merata disetiap TPS (Data DPT tidak akurat), Banyaknya masyarakat yang hilang hak pilih karena belum tercatat dalam DPT dsb, merupakan kecurangan yang dilakukan secara sistimatis. Hal ini harus bisa dicarikan akar permasalahannya, kalangan partai politik harus serius menangani dan membuktikan kecurangan-kecurangan ini. Pembuktian dari kalangan partai politik sangat penting untuk mencegah potensi konflik yang terjadi pada pemilihan presiden Juli mendatang. Penjernihan kecurangan-kecurangan pemilu setidaknya memberikan sedikit tawaran harapan baru dari partai politik untuk rakyat dalam pilpres nanti. Dan bila terjadi kecurangan yang sifatnya sistematis hal ini merupakan bentuk kampanye dari kalangan partai politik yang mengusung capres. Banyak celah untuk membuktikan kecurangan pemilu 2009 apa dilakukan secara sistematis atau dilakukan secara sporadis oleh oknum-oknum partai. Hal ini merupakan tantangan bagi kalangan partai politik terutama partai-partai politik yang menggagas pernyataan sikap bersama untuk menindaklanjuti kecurangan pemilu 2009. Kalangan partai politik diharapkan tidak omong doang agar tidak menambah keruwetan. Sinyalemen adanya kecurangan secara sistematis banyak diungkapkan oleh para akademisi dan peneliti. Salah satunya adalah pernyataan Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti di kompas.com (14/1), kecurangan itu bisa dicari akarnya, apakah dilakukan secara sistematis atau tidak. Misalnya, apakah penggembosan terjadi di daerah tertentu macam wilayah yang bukan daerah kekuatan Partai Demokrat, namun menjadi basis kekuatan parpol lain. Dengan begitu dapat diketahui, daerah mana saja yang paling banyak mengalami kekacauan DPT sekaligus bagaimana kondisi itu kemudian berdampak menguntungkan atau merugikan perolehan suara parpol tertentu. Terutama jika hal itu dikaitkan dengan fakta suatu daerah sebelumnya dipahami sebagai basis massa parpol tertentu. Partai politik juga harus memperhatikan jebakan pola kecurangan pemilu 2009 yang paling massif adalah melalui rekayasa DPT. Dari sinilah semua kecurangan yang besar dalam proses pemilu dimulai. Data adalah sumber informasi paling awal dan paling penting dalam seluruh proses pemilu, kemudian dimanipulasi sedemikian rupa sehingga lembaga pengawas pemilu dan

" tegas tim hukum Mega-Prabowo." tambahnya. "Kalau MK dan Bawaslu tidak merespon laporan kami. Data tersebut yang kemudian disusun oleh KPU menjadi data daftar pemilu tetap dengan pemutahiran ala kadarnya." tandasnya." paparnya. langkah manipulasi DPT hanya dapat dilakukan oleh pihak yang memiliki otoritas atas lembaga yang melakukan pendataan dalam hal ini adalah pemerintah. Ia mengemukakan. yang nyata-nyata sudah terbukti dilakukan KPU terkait banyak rekomendasi ini bukan tindak pemilu atau tim. SP3 yang dilakukan polisi. jika temuan-temuan pelanggaran yang ada tidak ditindaklanjuti. "Kita juga akan melayangkan gugatan baik secara pidana dan perdata. . Untuk Tim Kampanye Nasional (Timkamnas) Mega-Prabowo merekomendasikan untuk mengajukan gugatan perdata untuk KPU. 22/07/2009 | 17:31 WIB Jakarta press.com Jakarta . Langkah lain yang akan diambil pasangan Mega-Prabowo adalah mengajukan gugatan Pemilu ke MK (Mahkamah Konstitusi). kita juga merekomendasikan untuk mengajukan gugatan perdata melawan hukum ke pengadilan negeri. Rabu (22/7). "Kita juga akan mendesak Fraksi PDIP untuk mepertanyakan kinerja KPU dan meminta klarifikasi Polri terkait dikeluarkannya SP3 terhadap proses penyelidikan tindak pidana pemilu. banyaknya pelanggaran Pemilu memang memprihatinkan.partai-partai akan kehilangan jejak untuk menemukan bukti-bukti kecurangan.Tim kampanye Mega-Prabowo berniat mengadukan pelanggaran Pemilu 2009 ke Mahkamah Internasional (MI). maka kami akan mengajukan ini sebagai tindak kejahatan kemanusiaan dan mengajukannya ke Mahkamah Internasional sebagai langkah terakhir. Menurut Arteria. Arteria Dahlan. Karena masih ada celah yakni. Pasalnya. Namun hal ini bukan merupakan hambatan bagi partai politik namun harus dijadikan tantangan dengan mengerahkan berbagai sumber daya dan jaringan. Keberhasilan pembuktian merupakan bentuk sikap perlawanan yang positif dan merangsang iklim oposisi pemerintah yang seimbang bila partainya nanti tidak mendapat jatah kekuasaan di pemerintah. akan tetapi pembuktian secara hukum dan penyelesaiannya akan membutuhkan waktu yang relatif lama dan seringkali tidak memiliki signifikasi dengan hasil pemilu. berbagai pelanggaran tersebut dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Meskipun bukti dapat diketemukan. Penelusuran sampai ke akar juga bisa dilakukan dengan meminta penjelasan Depdagri terkait data awalnya daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4). Sebagaimana kita ketahui bahwa sumber data awal pemilu 2009 adalah berasal dati Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Rabu. Penyikapan kalangan partai politik untuk menindaklanjuti kecurangan-kecurangan akan mendapat animo positif masyarakat bila kalangan partai politik bisa membuktikan secara konkrit dan mempunyai kekuatan hukum. "Terkait perbuatan melawan hukum. Tim Mega-Prabowo juga akan melakukan koordinasi dengan tim JK-Wiranto untuk menunda rekapitulasi suara.

enta itu sengaja atau tidak. Masak kita punya data tidak kita apa-apakan. Selain itu. maka kami akan ajukan sebagai tindak kejahatan kemanusiaan maka kami akan membawa hal ini ke Mahkamah Internasional. dan KPU sudah memutuskan. bahwa apa yang dilakukan ini tidak semata-mata menolak hasil pemilu. Iskandar Mandji. Golkar belum mempersiapkan agenda musyawarah pimpinan (Muspim) yang rencananya digelar pada tanggal 8-9 Agustus mendatang. pihaknya sudah memperoleh pernyataan Bawaslu. "Sekarang kan masih proses. Sebabnya. Kedua terkait dengan pelangaran atau kecurangan yang berakibat langsung pada perolehan suara pasangan kami. Ke MK ada dua hal. "MK dan Bawaslu tidak mampu merespon laporan kami. Ia menegaskan. "Kita kan ada 153 temuan soal itu (dugaan kecurangan pilpres). "Kira-kira ada 20 perbuatan hukum yang terkait dengan itu. Timkamnas Mega-Prabowo mengancam. Saat ini seluruh kekuatan Partai Golkar sedang berkonsentrasi menyiapkan data-data lapangan selama pilpres berlangsung. pihaknya sudah melakukan langkah-langkah koordinatif dengan tim pasangan JK-Wiranto. gugatan pilpres merupakan kewenagan mutlak dari pasangan JKWiranto dan Timkamnas. "Jadi. kami tidak menolak tapi demi demokrasi kami meminta agar semua temuan-temuan itu ditindaklanjuti terlebih dahulu. KPU sudah dinyatakan melanggar kode etik." ujar Mandji. Ya kita tunggu dulu itu. lebih mengutamakan agar KPU menunda proses hasil penghitungan suara. Iskandar menjamin tidak akan ada intervensi dari pihak manapun terkait kebijakan soal menggugat atau tidak. Tetapi. Kalau sudah lengkap. dari awal pasangan Mega-Prabowo sudah siap untuk kalah. tapi catatan kelam tentang penyelenggaraan Pemilu 2009 masih terus bergulir. Sementara Tim JK-Wiranto juga sedang mempertimbangkan secara matang rencana menggugat hasil Pilpres 8 Juli lalu. Tim Kampanye Nasional pasangan nomor urut 2 ini telah memegang data-data valid terkait dugaan kecurangan pilpres. Ia mengaku. Kita sedang konsentrasi untuk pilpres ini." seru Arteria. Sekarang ini masih proses untuk mengumpulkan bukti tambahan sambil mempertimbangkan soal itu (gugatan). selama proses pilpres belum selesai. "Proses pilpres dan penghitungannya kan belum selesai semua. sampai ditindaklanjuti semua temuan pelanggaran. maka pelanggaran yang dilakukan KPU akan diajukan ke Mahkamah Internasional. KPU tidak hanya melanggar hukum. dan apa yang dilakukan tim Mega-Prabowo semata-mata menjaga demokrasi serta memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik. ." tegasnya. tetapi KPU sudah direkomendasikan terkena atau terindikasi tindak pidana. dimana kita menemukan kesalahan hitung dari KPU. Terkait dengan itu. baru kita persiapkan (Muspim). baru kita akan bergerak." beber tim hukum Mega-Prabowo ini. terkait selisih penghitungan suara. Menurutnya. Karena itu." papar Timkamnas JK-Wiranto. jika gugatannya ke Bawaslu ataupun Mahkamah Konstitusi nanti tidak dilanjutkan. Kalau sudah tuntas. (*/KSN) Hajatan Pemilu 2009 memang sudah lewat." tukas Wakil Sekjen DPP Partai Golkar ini.Tim Mega-Prabowo ini mengungkapkan. Karena itu.

Semu lapisan masyarakat mencsata Pemilu 2009 syarat dengan kecurang dan sikap pimpinan Bawaslu tidak bergerak cepat. Pada bagian jual-beli suara. melainkan juga antarcaleg dengan berbagai modus. dan keterbukaan atas pemilu berada pada lembaga atau institusi yang bertanggung jawab menyelenggarakan pemilu. politisi. catatan kelam Pemilu 2009 yang dihadirkan dalam buku ini jauh lebih komplet dan dalam karena didasarkan pada kekayaan data dan fakta di lapangan. pun para peserta pemilu. Apa jadinya jika KPU dan Bawaslu justru menjadi sumber kebobrokan pemilu itu? Buku Sisi Gelap Pemilu 2009. Terbukti. di Pemilu 2009 banyak sekali muncul suara hantu (orangnya sudah meninggal tapi suaranya masih ada). Ramdansyah mengistilahkan dengan jual beli “eceran atau grosiran”. Masalah DPT juga menjadi sorotan khusus buku ini. Komnas HAM.Beberapa hari setelah penyelenggaraan Pemilu 2009. entah parpol atau institusi KPU. keterbukaan. kejujuran. transparansi. Jual-beli suara tidak hanya berlaku antarparpol. Ramdansyah memberikan saran konkret tentang penyelenggaraan pemilu mendatang . catatan buruk pernah dilontarkan oleh sebagian kalangan. dan LSM menyuarakan nada yang sama. pengamat. proses berlangsungnya demokratisasi tentu saja membutuhkan kejujuran. Mereka menyuarakan nada sumbang bahwa penyelenggaraan Pemilu 2009 merupakan pemilu terburuk sepanjang sejarah. keadilan. dan tentunya pengawalan. Kinerja KPU dan Bawaslu dinilai sangat tidak memuaskan. Pemilu 2009 diwarnai dengan banyak masyarakat yang tidak terdaftar dalam DPT. Kelemahan dalam DPT ini sering menjadi sumber kecurangan berbagai oknum. dalam hal ini tentu saja KPU dan Bawaslu. Institusi sebesar Mahkamah Konstitusi. Buku ini menjadi acuan data dan fakta tentang gambaran bagaimana kebobrokan Pemilu 2009. Berbeda dengan buku-buku tentang pemilu lainnya yang lebih berkutat pada tataran idealitas. Potret Aksesori Demokrasi Indonesia berusaha secara detail mengungkap fakta kecurangan dan kebobrokan Pemilu 2009. keadilan. Meski kehadiran buku ini tidak berpengaruh pada hasil pemilu. Dalam kondisi yang demikian. Transparansi. Diawali dari kasus di Pilgub Jatim yang sempat menjadi isu nasional dan berdampak pada penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2009. yang ditulis oleh orang yang langsung terlibat di dalam penyelenggaran Pemilu 2009. setidaknya bisa menjadi bahan refl eksi dan evaluasi untuk penyelenggaraan pemilu mendatang.

Kalibata Jakarta Selatan. Selain itu kami pertegas dengan laporan tertulis yang digali di sekitar tempat kami merekam gambar terjadinya praktik itu. jadi mereka nggak merasa melakukan kesalahan. Sebagian besar berhasil direkam gambarnya. Lalu dibagi sesuai daftar nama yang mereka pegang. Apa saja yang dilaporkan TII dan ICW berkaitan dengan politik uang dalam kampanye capres? Kami melaporkan berdasarkan fakta di lapangan. Hampir dalam waktu bersamaan juga terbongkar ”kasus jalan-jalan” anggota Komisi VIII DPR RI ke Korea dan Hong Kong yang dibiayai Pertamina. 20 Juni 2004 BARU-BARU ini Indonesian Corruption Watch (ICW) dan Transparency International Indonesia (TII) melaporkan hasil penelitian mereka tentang politik uang dalam Kampanye Calon Presiden ke Panitia Pengawas Pemilu. tim . saat kami merekam gambar. Mungkin karena sudah terbiasa begitu. praktik yang seperti ini jelas merupakan pembelian dukungan. Menurut saya mereka itu tidak tahu kalau hal itu tidak boleh dilakukan. berikut wawancara Suara Merdeka dengan Wakil Koordinator Badan Pekerja Kontras Danang Widoyoko di kantor ICW.berdasarkan catatan dan pengalaman penyelenggaraan Pemilu 2009. Jadi. Kalau di wilayah Jakarta dan Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi selain ”membeli” massa. Begitu menerima uang lalu nama sang penerima ditandai. Kalau di pedesaan atau kota-kota kecil tentu jumlahnya lebih kecil daripada yang di Jakarta. Di antaranya merekomendasikan atau mengusulkan amendemen UU dan keterlibatan KPK hingga tingkat bawah untuk melawan aksi politik uang atau kejahatan kerah putih yang menggurita di setiap penyelenggaraaan pemilu. Kami melihat terjadi mobilisasi massa untuk meramaikan kampanye capres-cawapres. mereka tetap saja berteriak-teriak mengabsen nama-nama yang akan mendapat jatah uang. Jakarta Minggu. kemarin. Ya. Uang itu didrop kepada orang-orang yang menggerakkan massa. mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah. umumnya jumlah yang diberikan tergantung kondisi masyarakat. Yang lucu. Untuk membahas hal tersebut. Peresensi adalah Lailatul Tarwiyati. Ini terlihat jelas dengan tindakan nyangoni mereka yang datang dengan jumlah lumayan untuk ukuran masyarakat setempat. Nggak perlu harus pakai tanda tangan segala.

Pasangan caprescawapres. Seperti kaos kerah yang bahannya adem. Setelah TII bersama kami melaporkan adanya praktik tersebut. tetapi juga partai atau tim sukses lain dengan capresnya. sopir angkot dan sebagainya. Namun. maka itu selain membahayakan pemberi dana. Tapi bukankah itu sudah menjadi hal yang wajar. Kalau sudah berpengalaman kan selain ngasih uang juga memberi kaos yang sangat pantas bahkan bagus. Karena faktor uang itu tadi. Ada yang Rp 50 ribu dan ada pula yang hanya Rp 25 ribu. Adalah sangat mungkin kalau terjadi pemotongan di sana-sini sebelum sampai kepada massa yang dibayar. Karena kalau jaringannya masih kacau atau tidak profesional. Begitu juga Partai Demokrat dan lain-lain. juga mereka mempunyai sumber dana dan jaringan yang solid. memang dari awal kami memperhitungkan sebagai pihak yang paling siap untuk melakukan hal ini. sesuai hati nurani. mengingat politik itu di mana saja tidak bisa dilepaskan dari ”gizi” atau uang? Dalam kampanye itu kan harus ada keseimbangan partisipasi politik masyarakat. Dan itu harus dilakukan secara wajar. Selain sudah mempunyai pengalaman bertahun-tahun untuk menyukseskan pemilu dengan cara ini. Bagaimana sebenarnya? Gambar yang kita miliki bukan hanya Golkar dengan Wirantonya. Minimal dua bulan sampai dengan maksimal satu tahun penjara dan atau denda Rp 1 hingga Rp 10 juta. Kembali ke Partai Golkar. Kita lihat misalnya aturan penayangan iklan di televisi yang membatasi para calon untuk waktu tertentu. Agar proses rekruitment tersebut bisa berjalan baik harus diatur. Ini masuk tindak pidana pelanggaran Pemilu. Jadi. Apalagi momen seperti ini kan hanya lima tahun . KPU pun berwenang untuk membatalkan mereka yang terlibat hal itu sebagai peserta Pemilu Presiden. maupun penanggung jawab tim kampanye yang terbukti melakukan hal itu bisa diganjar pidana penjara. Ada yang bagi-baginya sampai Rp 100 ribu. Bukankah yang terbesar dilakukan pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid. Kita belum bisa mengetahui sebenarnya dana untuk itu besarnya seberapa. kami berharap Panwaslu segera bertindak sepat dan tegas. pemilu itu merupakan proses rekruitment politik secara berkala. kalau ditanya pengalaman maupun jaringan mungkin belum bisa diacungi jempol. PDI-P juga ada. Sudah ada ketegasan larangan untuk hal semacam itu? Perlu diketahui yang dikategorikan praktik money politics tersebut adalah yang bertujuan untuk memengaruhi pemilih dengan iming-iming uang atau barang. bisa-bisa dana yang dikucurkan juga tidak jelas ke mana larinya he he he. Itu berarti melanggar Pasal 42 UU Pilpres.kampanye juga banyak melibatkan tukang ojek. PDI-P mungkin punya dana yang cukup baik. ya sulit bagi media menolak godaan-godaan untuk menayangkan lebih dari ketentuan. Semua partai mempunyai kesempatan sama.

di sini terlihat jelas beda praktik korupsi di DPR dan DPRD. Dalam hal ini ya kolusi dengan yang diawasi itu tadi. Karena penegakkan hukum yang lemah itu. UU nya melarang kita untuk melakukan itu. Yang jelas. Ngapain harus pergi jauh-jauh ke Hongkong dan Korsel segala sampai bawa istri. Kasus Pertamina ini jelas ketara keanehannya. di mana saja di negeri ini yang namanya aspek pengawasan itu terbuka peluang untuk korupsi. Akhirnya terbongkarlah kasus tersebut dan dilaporkan ke Polri. Kalau menurut saya hal yang ”wajar” tersebut harus segera diakhiri. Reaksi tokoh parpol dan tim kampanye capres sepertinya adem-adem saja? Ya. bahkan oleh penguasa malah terus ditumbuhsuburkan ya jadilah budaya atau suatu kewajaran. Karena yang namanya membeli dukungan rakyat itu budaya kekuasaan kita yang jelek. Sudah aturan tentang sumbangan perorangan dan korporasi yang dibatasi besarnya. Karena janganlah kita terus menerus memelihara budaya yang jelek. Apalagi kalau itu nantinya mendorong upaya untuk meciptakan ketidakberdayaan ekonomi rakyat. kita patut acung jempol untuk Meliono dan Indira. Baru-baru ini kita mendengar begitu banyak anggota DPRD yang menjadi tersangka korupsi bahkan yang di Padang sudah sampai pengadilan. Karena bila hanya untuk mengecek alasan penjualan tanker berukuran besar kan cukup dengan meneliti dokumen-dokumen yang ada di kantor pusat Partamina. Apalagi yang diawasi adalah instansi yang basah dan sering terjadi praktik korupsi. serta siapa saja pembelinya. Ya karena selama bertahun-tahun tidak dikoreksi. Namun kami tidak tahu kelanjutan kasus itu. ya janganlah dilakukan. Kami mendengar pertemuan di Hotel tertentu kemudian bagi-bagi uang kepada anggota DPR. Aspek pengawasan DPR ini justru peluang untuk terjadinya korupsi. Uang itu ditolak oleh Meliono Suwondo dan Indira Damayanti. Kalaupun sekarang muncul alasan dari kalangan DPR bahwa itu pinjam sementara atau . sehingga mereka jadi mudah dibeli. kita tahu. Praktik korupsi di DPRD terkait penganggaran atau budgeting. Bagaimana tanggapan Anda? Ini jelas lucu. Tidak hanya di DPR. Penegakkan hukum di negeri kita itu lemah. Baru-baru ini juga terungkap ”jalan-jalan” anggota Komisi VIII beserta sebagian istri ke Korsel dan Hongkong yang dibiayai Pertamina. Celakanya lagi media massa berhasil mengungkap bahwa yang membiayai itu Pertamina.sekali. Jelas kan di sana ada harga jual. mereka yang seharusnya menegakkan hukum jadi menunggu saja. Menariknya itu. sebelum kasus dengan Pertamina kami sudah mendengar kasus divestasi Bank Niaga. Kalau praktik korupsi di DPR pusat justru di aspek pengawasan. Mereka khawatir kalau menindak bakal mendapatkan imbas dari pertikaian politik. alasan menjual. Mengenai kasus di DPR. Tapi yang prinsipil kan kita berpegang pada aturan.

Misteri Pemilu…Mengapa Laporan Bawaslu Tidak Ditanggapi Polisi? April 19. Masa DPR ”gampang-gampangan” begitu saja pinjam dulu Pertamina lalu diganti. Jadi. Alasannya belum tentu anggota DPR lain sekomisi bahkan sefraksi menyetujui hal itu. Ini kan DPR. Pertanyaannya. mengapa DPR malah panggil Direksi Pertamina bukan panggil Laksamana Sukardi.. DPR itu kan instansi terhormat. tidak mudah dikontrol lagi. Juga untuk mengurus SPJ itu ada prosedur yang harus dilalui. 2009 tags: bawaslu. Bukan langsung turun ke masalah tanker segala. Pertanyaanya. baru hal itu bisa dilakukan. Karena kami menengarai begitu banyak uang bersliweran. ada sesuatu di balik ini semua yang terkait pemilu mulai dari legislatif maupun presiden. Kalau praktik seperti ini tidak dihentikan maka BUMN akan digerogoti untuk membiayai atau menservis anggota DPR atau birokrat lain. Ibaratnya sudah diservis pun belum otomatis permintaan si penyuap terkabul.ditalangi dulu oleh Pertamina untuk kemudian diganti DPR ya nggak masuk akal. Masa sekarang sudah rugi begitu besar hingga harus jual tanker ukuran besar segala?.9 triliun. Pemilu 2009 oleh nusantaraku Aduh…. Karena kebobrokan lembaga KPU mulai tercium sejak Pilkada Jatim dimana KPUD Jatim tidak menjalankan tugas secara profesional dan secara tidak langsung tercium indikasi KPUD Jatim mendesain pilkada untuk memenangkan salah satu pasangan Gubernur. Aneh kan? (Hartono Harimurti72) Berita Utama | Bincang – Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA This entry was posted in Lain-lain. Yang namanya mau berangkat itu harus ada uangnya terlebih dahulu. Dan perlu diketahui Pertamina itu tahun lalu untung Rp 3. lembaga tinggi negara. dari mana uang tak terhitung jumlahnya itu berasal mengingat perekonomian kita lagi lesu. Wong ayah saya yang PNS biasa saja kalau mau pergi ada SPJ yang jelas. Celakanya lagi saat ini ditengarai anggota DPR itu sulit dipegang. Kasus ini sempat masuk dalam ranah . Kalau sama kawan sendiri. BUMN besar. Bookmark the permalink. Seharusnya fungsi pengawasan DPR itu pada Meneg BUMN. saya bingung mau menulis apa untuk prestasi yang “luar biasa” KPU pada penyelenggaran Pemilu 2009 ini. Menurut Anda bagaimana peran Meneg BUMN dalam hal ini? Sebenarnya fungsi pengawasan BUMN ini berada di bawah Meneg BUMN. Ini dugaan saya lo. juga Pertamina.

Proses keadilan dan kebenaran tampaknya kandas. angkanya berubah menjadi 34. meskipun Pak Herman menyatakan mengundur diri karena kekecewaannya. Said Salahudin. Rabu (20/5/2009). kasus pengelembungan DPT Pilkada Jatim bak ditelan bumi. Kapolda Jatim Pak Herman SS dengan menetapkan ketua KPUD Jatim sebagai tersangka. Dan 2 hari menjelang 9 April 2009. lalu dikirim ke KPU kota. Namun. semua mengakui DPT pileg kemarin adalah rekayasa KPU. Begitu dikembalikan lagi ke mereka datanya sudah berubah. PPS Akui KPU Merekayasa DPT Pileg Jakarta . KPU Gelagat yang tidak profesional dan terkesan korup pun dilakukan KPU Pusat menjelang 9 April 2009 yakni pada 27 Maret 2009 KPU mengeluarkan Surat Edara 612/KPU/III/2009 perihal penjelasan teknis peraturan KPU No. Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kelurahan mengakui bahwa kecurangan itu benar-benar terjadi. Begitu data tersebut diserahkan ke KPU Kota Jaksel dan dikembalikan lagi ke PPS. Akhirnya. Menurut Said. Pertama. mengubah jumlah pemilih dalam DPT di tiap PPS. bukan untuk mengubah. tampaknya kekuatan politik di Pusat lebih kuat dan segera menggantikan Pak Herman dengan Anton yang mana langsung menurunkan status ketua KPUD Jatim dari tersangka menjadi saksi. ada beberapa modus dalam aksi kecurangan sistematis tersebut. maka KPU kembali menunjukkan kegagalan terbesar dalam menetapkan DPT…….. "Ada yang berkurang ada yang bertambah. di salah satu kelurahan di Jakarta Selatan." kata Said.247. bertambah 67 . Padahal dari mana KPU kota bisa menambah atau mengurangi? Mereka kan hanya merekap dan menetapkan.hukum penyelidikan oleh eks." kata Koordinator Divisi Pemilu SIGMA. Misalnya. "Dari 90 PPS yang kita datangi di Jakarta. PPS telah mencatat jumlah pemilih sebanyak 34.Tudingan bahwa telah terjadi kecurangan sistematis dalam penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pileg tampaknya tidak main-main.180 orang. 01/2009 mengenai audit laporan dana kampanye yang membolehkan seseorang menyumbang bermiliarmiliar rupiah padahal ini bertentangan dengan UU 10 tahun 2008. Pas pemungutan suara 9 April. saat dihubungi melalui telepon. KPU dengan arogan mengatakan TIDAK ADA MASALAH DPT. Mereka (PPS) sudah menyusun data DPT per TPS.

ada yang tadinya tidak terdaftar malah namanya jadi muncul. seolah mereka semua membisu. Itu terlalu utopis untuk disematkan kepada KPU pasca 1999 dan segenap kinerjanya. Rekomendasi 2009 Usai Pemilu 2009. Ada orang yang sebelumnya telah terdaftar. namun begitu data diserahkan ke KPU kota dan dikembalikan lagi ke PPS. konsep independen dan apapula konsep kredibilitas dan konsep martabat. "Begitu yang 67 orang ini dicek.. Sekarang saya meyakini betul.rupanya harus diterima dengan lapang dada bahwa tidak ada resep yang dapat difahami di negeri ini tentang apa yang dimaksud dengan konsep mandiri. Dengan cara ini petugas KPPS menjadi kerepotan jika diharuskan mengecek lagi satu per satu daftar pemilih yang telah dikembalikan dari KPU kota. namanya hilang.baik dipandang secara . adalah dengan cara mengacak daftar nama pemilih di tiap TPS sehingga membingungkan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Tapi sebaliknya.!! Walkout Fraksi Partai Demokrat pada awal pembahasan revisi paket Undang-Undang Politik kemaren. Kalau ini terjadi di ibu kota negara.. lanjut Said. ternyata nama ini nggak dikenal. yang di dalamnya pasal yang mengatur keanggotaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) boleh diisi orang dari partai politik. pemilu kemarin memang benar2 biadab.lebih baik memberi pola keterukuran kepada semua stakeholder untuk menjalankan syahwat (politik) secara bersama-bersama. http://pemilu.orang. Lagi pula setelah pemilu 1955. Ketimbang berharap utopi independensi dan kredibilitas. "Ini pasti ada rekayasa sistematis. menunjukkan ”belang” mereka yang amat konservatif dan bertanggungjawab atas keluh-kesah tentang ketidak-mandirian serta masalah akuntabilitas KPU selama ini.. Kalau boleh ngomong sedikit kasar. Modus ketiga. pemilu 1999 dapat kita tunjuk sebagai pemilu Indonesia yang relatif lebih jujur dan adil. pasti mudah dilakukan di daerah-daerah.com/read/2009/05/20/062208/1134222/700/pps-akui-kpumerekayasa-dpt-pileg Kira2 siapakah yang pantas untuk bertanggung jawab? KPU-kah? Pemerintah? Atau orang2 dibalik KPU yang jauh lebih mengerikan? Siapa pula yang paling diuntungkan atas itu? Kalau berhasil.detiknews. pada rebutan dan saling klaim. Dari pengalaman empiris politik Indonesia." tutur Said." kata Said. ‘nBASIS merekomendasikan pembubaran KPU dengan solusi pembentukan KPU baru yang akan diisi oleh orang-orang yang diutus partai politik. Modus kedua adalah dengan cara mengubah nama pemilih. giliran gagal.

dan ia meicu kolaborasi kekuatan-kekuatan destruktif negara-bangsa untuk suatu pembangunan jahatokrasi. waktu dan perasaan keterampasan (rakyat) yang demikian besar. Omong kosonglah jika orang masih suka mengucapkan istilah itu hari ini. dan UU apa pun tidak bisa mensiasati itu. Sibolis Na Burju Kebobrokan perhelatan politik di Indonesia secara halus sering dianggap hanyalah rutinitas prosedural yang tidak menghasilkan apa-apa meski dengan pengorbanan material. Apa yang menyebabkan kebobrokan itu ialah bahwa di dalam proses dan insttitusi politik Indonesia secara inheren terdapat apa yang oleh ‘nBASIS disebut sebagai Si Bolis Na Burju (iblis yang selalu berpura-pura baik hati)." ujarnya kepada wartawan. Jumat (2/5/2009). —————————————– AKARTA . kejujuran dan martabat. maka tak ada lagi masalah yang lebih besar dari itu sepanjang sejarah demokrasi di dunia ini. KPU itu tidak pernah merasa dirinya bersalah jika angka partisipasi politik rendah by design atau secara administratif. Parpol saling curi suara? Keuntungan yang jelas jika orang parpol yang akan mengisi KPU ialah bahwa di antara sesama mereka ada kewajiban yang sama untuk mempertahankan suara partai masing-masing. Kecuali memang jika sesuatu partai tertentu ingin “menyumbangkan” suaranya kepada partai lain dan dengan bayaran tertentu. Itu kan sesuatu keanehan luar biasa. pemilu dimaksudkan untuk meminta suara rakyat justru tingkat partisipasi rakyat tak begitu diperdulikan. ‘nBASIS amat percaya dengan kembali ke pola 1999. Si Bolis Na Burju mengalahkan perasaan keadilan. Itu soal lain. Secara kelembagaan KPU itu diisi oleh orang-orang tidak boleh tidak mesti memiliki faktor ketidak-independensian. "Bagaimana mungkin pemerintah melakukan kecurangan. Siapa yang mau suara partainya dicuri? Tentu wakil partai itu akan marah dan melakukan perlawanan. apakah ini kesalahan eksekutif atau kesalahan KPU. bahkan beberapa kalangan menilai pemerintah berada di balik kecurangan pemilu. .kualitatif maupun kuantitatif. Namun dengan tegas hal tersebut dibantah oleh pakar hukum dan tata negara Irman Putrasidin. karena itu relatif transaksi suara tidak akan terjadi.demokrasi Indonesia bisa ditolong untuktidak separah yang sekarang. jangan mengklaim kebobrokan pemilu itu adalah kebobrokan presiden. Hanya saja suply and demand transaksi suara akan berbeda sekali antara KPU parpol dan KPU non parpol. itu keliru. Lebih dari itu. Tetapi jika KPU tidak ngotot memperjuangkan tersalurnya aspirasi rakyat secara substantif.Pemerintah disebut-sebut sebagai salah satu yang paling bertanggung jawab dalam masalah pemilu. Siapa saja boleh tuding-tudingan.

lugu. "Memang kami setuju tapi seharusnya kita bikin tatanannya dulu jangan langsung ke hak angket. karena nanti akan ada api dalam sekam. Mengenai hak angket daftar pemilih tetap (DPT) yang diajukan sejumlah fraksi di DPR. panas. Hak angket. manutan. karena angket ditujukan kepada pemerintahan seperti misalnya pemerintah melanggar undang-undang. pemerintah juga harus melihat potret yang ada dan memang harus diakui pemerintah kurang maksimal dalam penanganan masalah kisruh pemilu." pungkasnya." tuturnya. dan santun dalam segenap perilakunya? Mengapa tiba-tiba saja mereka berubah beringas. Meski tidak semua daerah/kota yang tengah melangsungkan hajat demokrasi itu ditingkahi aksi kekerasan. dengan cara mengganti orang-orangnya dengan mengganti orang yang baru dengan tidak menghabiskan waktu panjang. Irman menjelaskan pemerintah tidak ada intervensi dalam hal pendataan. (lsi) Tuesday. ulah perusakan rumah tinggal penduduk yang dianggap menjadi “lawan politik”-nya. Saya sarankan kasus kecurangan pemilu harus dibawa ke MK. Namun menurutnya. kerusuhan. tetapi tak urung juga mencuatkan tanda tanya di benak kita. dan mencekam (hampir) selalu mewarnai proses pemilihan kepala daerah/walikota (pilkada) belakangan ini. lanjutnya. pemerintah bukan malaikat yang turun dari langit dalam arti pasti memiliki kesalahan juga. seperti dengan cara langsung menunjuk siapa orang yang tepat dan kredibel. tidak tepat digunakan dalam hal ini. Aksi unjuk rasa. 29 April 2008 (05:13) | 34 komentar | Print this Article S uasana tegang. "Saya menyarankan agar KPU saja yang harus dibenahi. dan amuk massa terhadap fasilitas umum milik masyarakat nyaris menjadi “irama” khas yang menggema di sela-sela pesta demokrasi itu. Ada apa gerangan di balik ulah sebagian warga yang cenderung destruktif dan menjurus ke tingkah anarkhi itu? Bukankah selama ini rakyat selalu disanjung puji sebagai warga bangsa yang polos. Melalui jalur hukum dulu jangan jalur politik.Irman menambahkan. rentan terhadap aksi kebrutalan dan begitu mudah larut dalam arus emosi “purba” yang sebenarnya kurang menguntungkan itu? . bentrok antarpendukung calon.

damai. Seiring dengan terbukanya kran demokrasi. Yang mengkhawatirkan. dan makmur. Betapa tidak? Fasilitas umum yang dibangun bersama dengan susah-payah. Kepala daerah/kota terpilih yang seharusnya sudah siap terjun ke lapangan memaksimalkan kemampuannya menjadi terhambat. daerah/kota yang bersangkutan akan mengalami set-back (langkah mundur) yang semakin jauh dari substansi ideal. tidak sedikit warga yang memiliki cukup “modal” siap bersaing untuk memperebutkan kursi orang nomor satu di daerah/kotanya. Yang menarik. Sangatlah beralasan. Selain menjanjikan naiknya status sosial. akhirnya musnah dalam sekejap. Bahkan. curang. “memanjakan” calon pemilih dengan pesta. Cara yang ditempuhnya pun bervariasi. aman. dan dendam. dihormati. Jika kondisi semacam ini tak teratasi. atau tidak adil. Yang jelas. dan acapkali dijadikan sebagai sumber informasi bagi warganya. Tidak jarang terjadi. atau membeli suara calon pemilih dengan sejumlah uang. tak tahu lor-kidul pun tak luput terkena imbasnya. proses pilkada di berbagai daerah/kota menampakkan kecenderungan untuk membersihkan praktek-praktek yang tidak jujur. dukungan yang diberikan oleh warga kepada calon yang dijagokan masing-masing tampak penuh greget dan antusias. bisa dibilang.Fenomena kekerasan yang mewarnai setiap hajatan demokrasi jelas sangat tidak kondusif dalam upaya mendinamisir dan memberdayakan daerah/kota dari sentuhan kemajuan. setiap kali siklus demokrasi ini diputar. Tak dapat dipungkiri. Warga yang tak berdosa. adil. upaya masing-masing kubu untuk menarik simpati massa menimbulkan situasi panas dan tegang. Ada yang mengobral janji. masing-masing kubu merasa calonnyalah yang paling pantas menjadi kepala daerah/kota. Para pendukung masing-masing calon menjelang hari “H” pelaksanaan pilkada sibuk menarik simpati massa dengan berbagai macam cara. mulai saat sang calon menjaring massa hingga proses . Ada semacam “keharusan” bahwa calonnya harus keluar sebagai pemenang. bahkan terus-menerus menaburkan benih kebencian. seorang kepala daerah/kota juga memegang posisi kunci (key position) dalam “menghitam-putihkan” corak dan warna dinamika daerah/kota yang dipimpinnya. kasak-kusuk. Ia menjadi figur yang dianggap masyarakat memiliki “kelebihan” tersendiri. tentu semakin mempersulit posisi daerah/kota dalam upaya mewujudkan tatanan masyarakat yang lebih demokratis. jabatan kepala daerah/kota memang cukup strategis. disegani. kalau pihak-pihak yang saling berseteru tidak bisa saling menahan diri.

para warga merasa mendapatkan kembali kedaulatannya yang terampas. sekaligus mengakui kemenangan pihak “lawan”. Apalagi. Tindakan seperti itu sebenarnya mengingkari makna hakiki demokrasi itu sendiri. dan adil. bahkan melakukan unjuk rasa. penyelewengan. mereka tak segan-segan melancarkan protes dan unjuk rasa. PKI. kejadian itu patut kita sayangkan. dan memiliki komitmen kuat untuk memajukan daerah/kota. dan amuk massa. serta masih ditemukan adanya unsur kecurangan. Fenomena pilkada yang diwarnai berbagai aksi kekerasan di era reformasi ini setidaknya dilatarbelakangi oleh terciptanya suasana euforia massa setelah lebih dari tiga dasawarsa kebebasannya dibelenggu oleh rezim Orde Baru. Tidak berlebihan kalau di beberapa daerah/kota terjadi pengulangan pilkada lantaran prosesnya dinilai tidak berlangsung demokratis. Mereka bebas menyuarakan pendapat. . kalau calon yang jadi ternyata bukan figur yang dikehendaki oleh sebagian besar warga. Tidak mengherankan kalau banyak kepala daerah/kota yang diduga melakukan penyimpangan harus tergusur dari kursi kepejabatannya akibat gencarnya aksi unjuk rasa warga. memiliki integritas kepribadian yang tinggi. kian menyuburkan nyali warga untuk menggugat praktik-praktik penyimpangan. Sepanjang tuntutan yang disuarakan warga lewat unjuk rasa itu wajar dan murni mengingat adanya praktek kecurangan dalam pilkada. berbobot.penghitungan suara. pembakaran. tanpa takut lagi dicap sebagai pembangkang. korup. lantaran ambisi calonnya tidak tercapai. kalau sudah menjurus pada tindakan pemaksaan kehendak ditingkah dengan ulah perusakan. dan berbagai ulah amoral yang dilakukan oleh aparat daerah/kota. padahal tidak ditemukan adanya unsur kecurangan dalam pilkada. mengkritik. begitu rezim Orde Baru tergusur dari panggung kekuasaan. atau anti-Pancasila –julukan yang acap kali dilontarkan penguasa Orde Baru kepada rakyat yang suka mengkritik penguasa. Derasnya arus reformasi yang diwarnai dengan berbagai aksi unjuk rasa seperti yang mereka lihat di layar televisi. Bagaikan kuda liar yang lepas dari kandang. Ada keinginan kuat dari warga untuk menampilkan figur kepala daerah/kota yang benar-benar mumpuni. Akan tetapi. Esensi demokrasi yang sebenaraya ialah kesediaan untuk bersikap jujur dan ksatria menerima kekalahan. jujur. tentu saja hal itu dapat dimaklumi dan ditolerir.

sekarang kepada rakyat. Pemilihan kepala daerah langsung dianggap juga sangat strategis dan patut mendapat perhatian kita semua karena pilkada ini dilaksanakan pada masa transisi dan masih bersifat “trial dan error” juga terdapat perbedaan dalam tata aturan penyelenggaraan maupun tujuan politik yang hendak dicapai. ksatria. partisipasif dan transparan sesuai . anarkhis. Ini artinya. pilkada benar-benar ingin dijadikan sebagai momentum untuk memilih seorang pemimpin yang dinilai mampu membawa kemajuan daerah/kota melalui proses pemilihan yang benar-benar demokratis. *** ooo Sumber: Pilkada Pasca-Reformasi. ketenteraman. telah membawa konsekwensi terhadap format pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah dari sebelumnya pemilihan melalui DPRD. mestinya dijadikan cermin berharga untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. patut disayangkan memang kalau situasi dan iklim semacam itu lantas dimanfaatkan untuk melampiaskan “dendam” dari kubu calon yang kalah dengan cara-cara yang kurang fair dalam berdemokrasi. dan mampu menahan diri sesuai dengan idaman Ibu Pertiwi. Bahkan. tiba-tiba menjadi rusak dan porak-poranda oleh konflik antarkelompok kepentingan. jujur. bertanggungjawab.info/2008/04/29/pilkada-pasca-reformasi-quo-vadis/#ixzz16p5zmaQG Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike Pergeseran perubahan format politik dari otoritarian-sentralistik menuju demokratisasi desentralistik. dan kerukunan. dan bernegara. Fenomena vandalistis. Quo-Vadis? » Catatan Sawali Tuhusetya http://sawali. Pilkada langsung hakekatnya adalah sebuah proses untuk melahirkan dinamika politik lokal yang lebih demokratis. tanpa mengurangi makna penting dari pemilihan kepala daerah sebelumnya pilkada langsung dianggap sebagai obat mujarab untuk menjawab berbagai persoalan antara pusat dan daerah baik kewenangan dan juga persoalan lainnya. berbagai aksi unjuk rasa warga yang menuntut ulang pelaksanaan pilkada lantaran ditemukan bukti-bukti kecurangan. Di negara mana pun yang menganut paham demokrasi mustahil “mengalalkan” caracara “purba” yang vulgar itu dalam menegakkan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. risikonya pun harus ditebus dengan harga yang cukup mahal. Tindak kerusuhan dan aksi kekerasan bukanlah solusi arif untuk menuntaskan masalah.Bagi warga. Karena itu posisi politik rakyat dalam pilkada langsung memiliki makna penting dalam menentukan corak politik dan kepemimpinan di daerah. Siapa pun orangnya. mengajak kita semua untuk bisa menjadi “aktor” demokrasi yang jujur. memang hal yang wajar di era keterbukaan ini. dan bar-bar yang mewarnai siklus demokrasi ini. Dari sisi ini. jelas tak menginginkan suasana daerah/kota yang begitu kuyup oleh sentuhan kedamaian. Akan tetapi. dan adil. berbangsa.

antar agama yang satu dengan yang lainnya. Dalam konteks demokrasi. Kekerasan-kekerasan yang terjadi akibat pemilihan langsung kepala daerah ini baik kekerasan langsung maupun kekerasan tidak langsung menyebabkan ekses negative menimbulkan dimensi baru yang sangat menghawatirkan yaitu timbulnya perpecahan antar masyarakat di daerah. Hanya saja bobot dari kedua preferensi tersebut bila dibedah secara menyeluruh akan menunjukkan substansi kualitas yang berbeda juga dalam hal pandangan tentang pemimpin yang ideal bagi mereka. Setiap individu berhak memiliki perspektif masing-masing. memberikan . (Larry Diamond) untuk dikhawatirkan adalah keikutsertaan masyarakat dalam kaidah dan kancah politik akan menimbulkan resonansi yang berlebihan terhadap wujud pembangunan. Ber-aneka ragamnya karakter masyarakat yang ada di daerah akan mempengaruhi pola preferensi politik masyarakat yang akan diperebutkan suaranya itu. Tapi dewasa ini proses ini mulai banyak dipermasalahkan bahkan banyak kalangan menilai dan meminta agar pemilihan langsung kepala daerah sebaiknya dihapus saja hal ini dikarenakan begitu banyak kesalahan dan kekurangan dari pilkada yang telah dilaksanakan sebelumnya seperti konflik yang terjadi baik sebelum pemilihan maupun setelah pemilihan. status sosial ekonomi dan golongan agama. persetujuan membutuhkan legitimasi. Hal tersebutlah yang kemudian menjadikan alasan mengapa pilkada secara langsung oleh beberapa kalangan diminta untuk dihapus / ditiadakan dan kembali pada sistim pemilihan sebelumnya yang diakibatkan oleh adanya resonansi dari kekerasan dan konflik yang terjadi dalam pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah secara langsung. legitimasi membutuhkan kinerja. Dalam rangka mencapai hal tersebut. antar penduduk mayoritas dan minoritas. para calon kepala dan wakil kepala daerah dengan berbagai cara akan lebih giat berusaha memainkan bidak-bidaknya untuk menggali dukungan masyarakat. biaya yang dikeluarkan teramat tinggi. Masyarakat lokal akan menjadi praktisi politik bagi dirinya sendiri. hal yang paling penting Demokrasi membutuhkan persetujuan. Pilkada langsung di mata masyarakat lokal akan menentukan siapa yang akan terpilih menjadi kepala dan wakil kepala daerah dan akan mulai melakukan abstraksi terhadap pasangan calon tersebut. tetapi kinerja bisa dikorbankan demi persetujuan. suku mayaoritas dan suku minoritas dan banyak lainnya sehingga menimbulkan kerentanan terhadap disintegrasi bangsa.dengan nilai nilai politik lokal yang tumbuh dan berkembang di daerah. Kalkulasi kalkulasi mereka mempunyai andil besar mengantarkan pasangan calon tersebut untuk sampai ke kursi kepala daerah. Latar belakang seperti etnisitas. baik biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun dana yang keluar selama proses pemilihan itu sehingga di khawatirkan nantinya akan menimbulakan budaya korupsi. mengembalikan kedaulatan dari kedaulatan negara menjadi kedaulatan rakyat. mengkategorisasikan pola preferensi politik menjadi yang rasional dan yang emosional. Resonansi adalah sebuah getaran yang terjadi atau ditimbulkan akibat dari adanya getaran dari orang lain atau benda lain sehingga menimbulkan implikasi terhadap kejadian berikutnya. tidak ada yang salah dengan kedua cara pandang tersebut. Wawasan politik masyarakat lokal yang variatif dalam melihat dan memilih kriteria kepala daerah akan sangat menentukan kepemimpinan daerah Secara teoretis ada beberapa keuntungan pilkada langsung yaitu mendekatkan negara (state) kepada masyarakat (society).

kecurangan yang sistematis. kekerabatan. Jumlah golput yang cukup banyak merupakan bukti kelelahan politik (political fatigue). adalah faktor klaim. kenyataan mengenai rendahnya tingkat partisipasi masyarakat di beberapa daerah dalam pilkada. kejenuhan. sebagai contoh dalam hal perencanaan. UU 32 tentang pilkada dimana program pembangunan dikaitkan pada janji politik pilkada sementara UU 25 Tahun 2004. Dalam conflict fuctionalism terdapat konsep deprivation dan sense of injustice. di mana perasaan diperlakukan secara tidak adil merupakan penyebab timbulnya konflik. dll. suku. Oligarki baru di tingkat lokal akan lahir (atau menguat bila yang terpilih adalah pejabat-pejabat lama/incambent) dengan terpilihnya kepala daerah/wakil kepala daerah baru. Pada konsep ini. Di luar kemungkinan adanya upaya mobilisasi massa dari pihak yang . Pertama kenyataan bahwa tidak semua yang terpilih dalam pilkada langsung adalah putra-putri terbaik yang dimiliki daerah bersangkutan. intervensi dari DPP parpol. dsb. Masalah ini muncul karena tidak adanya calon independen ( meskipun ada tetapi aturan untuk calon independen sedemikian ketatnya sehingga sulit untuk dipenuhi). Keempat. pilkada langsung memberikan legitimasi yang kuat kepada kepala daerah dan wakilnya untuk memerintah. Ketujuh. Kelima. Di daerah masih terlihat jelas "garis-garis" pengelompokan sosial menurut tempat kelahiran. Beberapa hal ideal dari pilkada langsung dalam realitasnya dihadapkan pada bias-bias dan distorsi praktik penyelenggaraan pilkada langsung. tanpa adanya pengawasan kuat dari DPRD. dan agama/ideologi. Keenam. pembangunan dikaitkan dengan program perencanaan nasional. Untuk menghindari konflik dan resistensi seharusnya ketika menjabat si pemenang harus mampu merengkuh pihak yang kalah untuk bersama-sama membangun daerah. pilkada langsung akan menyisakan sakit hati kepada kelompok yang kalah atau tidak puas dalam pilkada. Kedua. secara psikologis pilkada langsung meningkatkan rasa harga diri dan otonomi masyarakat di daerah. civil society dan pemerintah pusat. karena distorsi dalam seleksi di tingkat parpol (politik uang. Program-program pembangunan yang realistis dan penyusunan RAPBD yang berbasis pada pemecahan permasalahan lokal memerlukan kompetensi yang tinggi dari birokrasi lokal. kepala daerah/wakil kepala daerah terpilih kurang memiliki moralitas dan self-control yang kuat bahkan cenderung akan menyalahgunakan kekuasaan.). atau karena faktor lain-lain (sosialisasi yang tidak memadai sehingga masyarakat "salah pilih". banyaknya tumpang-tindih peraturan perundang-undangan menyebabkan terjadinya miss-interpretasi terhadap peraturan tersebut di daerah.). Eksklusivitas ini akan melahirkan klaim-klaim yang dapat merugikan kelompok lain. penegakan hukum yang tidak berjalan dengan baik. KONFLIK DALAM PILKADA LANGSUNG Dalam implementasi pilkada langsung sering sekali kita menemukan dan terjadi konflik yang diakibatkan oleh pemilihan kepala daerah langsung tersebut. dan pilkada langsung berkontribusi terhadap pengembangan demokrasi ditingkat lokal. kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih memperoleh mandat langsung dari rakyat untuk memerintah dan membangun daerah. Amanat rakyat tersebut jangan disiasiakan. loyalitas buta pemilih yang mengabaikan pertimbangan rasionalitas. atau karena munculnya kesadaran kritis masyarakat di daerah terhadap pesta demokrasi lokal di tengahtengah kesulitan ekonomi yang akut. Ketiga.pembelajaran politik kepada masyarakat.

selain itu maka tim-tim tersebut kemudian melakukan provokasi kepada pihak lain sebagai lawan calon tersebut sehingga tak jarang konflik terjadi karena kompanye-kompaye dari arus bawah yang sama sekali tidak tersentuh dengan visi dan misi dari calon mereka masing-masing sehingga Black compaigne sering terjadi. semakin besar kekayaan dan uang yang dimiliki maka besarlah kemungkinan khan-nya untuk memenangkan pilkada yang dilangsungkan sehingga pilkada yang kita jalani sekarang ini sering disebut PILKADA SEMBAKO dimana setiap melakukan kompaye dalam pemilihan kepala daerah maka tim sukses dari masing-masing akan datang untuk membagiakan berbagai jenis sembako kepada masyarakat yang akan memilih mereka. Justru dengan otonomi. agama. banyak daerah yang menutup diri bagi daerah lain atau menimbulkan eksklusifisme yang tidak peduli terhadap daerah lain. peserta. KEKERASAN PRA PILKADA Kekerasan pra-pilkada adalah kekerasan yang sering terjadi sebelum dilaksanakannya proses pilkada atau kekerasan pra-pilkada berlangsung. dalam proses itu sering bakal calon yang diusulkan oleh masyarakat banyak tidak diakoomodir oleh partai yang mewakili mereka sehingga terjadilah benturan-benturan antar kepentingan dalam pemilihan bakal calon dari masing-masing elemen tersebut. Banyak sekali koflik yang terjadi pada pemilihan kepala daerah langsung terjadi akibat daripada proses setelah pilkada tersebut berlangsung.memiliki kepentingan-kepentingan tertentu. parpol. mantan Mendagri Mohammad Ma'ruf. kekerasan ini sering terjadi saat penjaringan bakal calon yang akan mewakili suatu partai politik tertentu. Berikut kita akan membedah ragam konflik yang terjadi berdasarkan siklus / latar kejadiannya menjadi dua macam yakni kekerasan pra pilkada dan pasca pilkada. Bahkan. konflik juga sering terjadi diakibatkan oleh kompanye-kompanye yang dilakukan oleh parpol / peserta pilkada bahkan oleh tim-tim dari pasangan yang akan ikut bertarung dalam pilkada tersebut sehingga masyarakat mulai dikotak kotakkan menjadi berbagai bagian bahkan ulama sekalipun terjadi kristalisasi figure-figur tersebut sehingga pengikutnyapun menjadi saling curiga dan akhirnya terciptalah konflik (black compigne) serta masih banyak lagi konflik yang diakibatkan oleh beradunya kepentingan antar pengikut. Bahkan ukuran kesuksesan dan kepemimpinan seorang tokoh sekarang adalah seberapa besar isi koper dan kekayaan yang dimiliki oleh seorang yang akan menjadi calon pemimpin dalam pilkada tersebut. mengakui dalam pengembangan kebijakan otonomi daerah yang bertujuan membangkitkan kemampuan daerah. KEKERASAN PASCA PILKADA Kekerasan pasca-pemilu adalah kekerasan yang terjadi setelah proses pemilihan umum tersebut dilaksanakan (pasca pilkada). ternyata belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Ketidaksiapan kontestan dalam menerima kekalahan dituding sebagai penyebab . semakin banyak sembako yang dikeluarkan dan diterima oleh masyarakat maka semakin besar peluang untuk memenangkan pilkada tersebut sehingga dapat dikatakan bahwa pilkada merupakan bukti dari egaliternya capitalism. ras dan suku dari masyarakat (baik yang menjadi peserta pilkada maupun masyarakat yang akan memilih mereka).

ZAINUL Direktur Yayasan “SANTOANA” Nusantara BAQRI an 25 2000 . mereka tidak mendapat pendidikan politik yang baik. Apabila semuanya terpenuhi dan semua aturan dijalankan secara baik maka kekhawatiran akan timbulnya anarkisme / konflik tidak akan terjadi sehingga disintegrasi bangsa yang dijadikan alasan ketakutan pemerintah tidak akan terjadi sebaliknya jika semua aturan dan perubahan-perubahan menuju perbaikan tidak dilakukan maka tidak menutup kemungkinan dis-integrasi bangsa yang dikhawatirkan pasti akan terjadi cepat atau lambat dan akhirnya mekanisme pilkada secara langsung dalam demokrasi-desentralisasi akan ditinjau kembali dan bahkan mungkin diganti atau kembali pada sistim awal. Pertama. menang atau gagalkan pilkada.. . Selain itu beberapa hal yang perlu diperhatikan juga adalah kekuasaan yang diperoleh kepala daerah harus melalui kompetisi politik yang sehat dan terbuka dan menumbuhkan swadaya politik masyarakat. Jika unjuk rasa tidak direspon dengan baik oleh pejabat. KPUD di beberapa daerah ditenggarai curang. Pilihan mereka. propagandapropaganda anti otonomi yang dilakukan oleh sebagian orang anggaplah sebagai suatu masukan untuk dipikirkan (perbaikan). Mereka tahu kompetisi selalu melahirkan pihak menang dan kalah. akan meledak menjadi kerusuhan. perubahan partai politik yakni dengan membentuk UU politik yang jauh lebih baik. Untuk itu. dan tegas terhadap batasan dan kewenangan sehingga tidak tumpang tindih dan menimbulkan penafsiran yang ganda. Selain itu. Dugaan adanya perilaku curang dan manipulatif ditengarai sebagai penyebab tidak berwibawanya penyelenggara dari kontestan tertentu. namun tanggung jawab atas tidak akuratnya data adalah ditangan KPUD. unjuk rasa muncul karena kontestan dan pendukungnya tidak siap kalah. diperlukan kontrol kuat dari simpul-simpul masyarakat. gabungan ketidakpercayaan atas pelaksanaan hukum dan ketidaksiapan menerima kekalahan mengakibatkan munculnya aksi unjuk rasa. Pertama.. Dangkalnya rasionalitas para pendukung menjadikan amarah berkembang menjadi amuk massa. egoisme pribadi yang amat tinggi menutup kesadaran itu.utama munculnya berbagai kerusahan pascapilkada. KPUD tidak bekerja serius dalam mendata pemilih. Pendeknya. Kedua. terutama saat pencalonan dan penghitungan hasil pilkada. Ketidakpercayaan muncul karena tidak kredibelnya penyelenggara pilkada di mata masyarakat.10:08:49 MST Kapan ke Jakarta.. kerusuhan bila dipicu oleh ketidakpercayaan terhadap pelaksanaan berbagai aturan.telah dijajagi untuk pemanasan(belum all out). Namun. banyak warga tidak terdata sebagai pemilih. Mereka tidak mampu menemukan titik ekuilibrium (keseimbangan) tempat segala hal dikompromikan. Panwas harus benar-benar berdaya. peran panwas harus dioptimalkan. Ketiga. Terlihat. tidak netral. Meski data adalah hasil kerja sama KPUD dengan dinas kependudukan.??????Telah uji coba. Agar konflik tidak terjadi perlu perubahan-perubahan mendasar.. Kedua. Akibatnya. KPUD harus independen. dan memihak salah satu pasangan.

maka Soeharto telah menuduhkan teori 'Mao' itu kepada lawan2nya.Selatan/Tenggara.. Tengah. Garut. kata cerdik pandai baru2 ini di koran. yang resultantenya terhimpun dalam kekuasaan yang otoriter.Depok.Pada masa Habibie kerususan di Aceh. padahal perangkat peraturan/ perundangannya sebagai pedoman yang menyemangati dan menjiwai mekanisme penyelenggaraannya telah banyak tersedia untuk itu.Riau/Batam. Lampung.. Rengasdengklok.dan diupayakan terus dipelihara didaerah itu. Bali.. Ketentuan/perundang2an/hukum positif yang ada .yang sangat jauh menyimpang dari kehendak/semangat dan jiwa dasar negara ini serta peraturan/ perundangan yang tersedia.adalah dilatarbelakangi kehausan Suharto beserta keluarga menjadi raja di raja di 'kerajaan Mataram'.Malah realitas penyelenggaraan pemerintahan itu masih sarat dengan budaya2 penyelenggaraan pemerintahan masa orde baru/rezim Soeharto. Masa2 sekarang ini. Pontianak.pelaksanaan pemerintahan 'pro reformasi' yang diinginkan rakyat belum berjalan.. Makassar dst.pematangan dari daerah2.Akan matangkah? Hal ini tergantung antisipasi dan counter pemerintahan Gus Dur dan pro demokrasi lainnya.ketika ulubalangnya masih si Feisal Tanjung.Surabaya.KSADnya si Hartono.Kupang.yang didominasi oleh penyelenggaraan atas dasar budaya KKN.Medan terus digoyang sampai meledak dan kemudian bila telah matang.ketika perlawanan pro-demokrasi kepada Suharto/pro status quo semakin menguat.kerusuhan2 telah mulai merebak kemana2. sampai demo2/apel2 an.Mataram telah diledakkan. pengembangan narkoba. Jika ditelusuri lebih jauh. percikan2 kecil di jakarta terus diadakan agar tetap hangat a. yang sadar atau tidak sadar sudah menjadi obsesinya.budaya KKN ini yang sengaja atau tidak sengaja dikembangkan oleh Sorharto.Ambon.tawur anak sekolah.akan ke Jakarta..realitas mekanisme pelaksanaan pemerintahan itu berjalan sesuai selera penyelenggaranya yang penuh dengan KKN.Papua tetap digosok2.yaitu masa tahun 1997 ketika merebak ninja2 di kota2 di Jawa a.teori 'desa mengepung kota'-nya Mao. Sesudah pro status quo/rezim Soeharto/Habibie tumbang.Tasikmalaya.Papua terus dipelihara. Maka dalam penyelenggaraan pemerintahan republik ini. Jadi Soeharto itu sangat paham benar dengan teori Mao itu. Tapi jauh sebelum ini ketika Soeharto masih berkuasa.l peristiwa Istiqlal.. Doulos. Dizaman orde baru/rezim Soeharto.Aceh terus dipelihara diseluruh pelosok daerah.Pelangka raya.Pontianak.masa Gus Dur.lanjutan narkoba.demo2 anti judi/maksiat.Pangkostrad-nya si mantu-nya.Makassar terus di panas panasin.l di Situbondo.yang tujuannya dalam rangka melemahkan perlawanan pro demokrasi.dia bersama kroninya menjalankan pemerintahan disatu pihak dengan cara2 feodal dengan memanipulasi budaya kejawen 'manunggaling kawulo gusti' itu yang ditambah dengan trik2 pembenaran diri sendiri dan dipoles oleh privilis karena merasa paling berjasa menyelamatkan negara.Ambon telah hampir setahun dipelihara dan dikembangkan keseluruh pelosok Maluku baik Utara..

semua tergantung dan ditentukan pemerintah pusat/presiden dari Jakarta. Pergantian personil dibidang legislatif mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah telah jalan dengan melalui mekanisme pemilihan umum. Pergantian pemerintahan sekarang dari rezim Orde Baru/Suharto ke era pro reformasi adalah pergantian pemerintahan yang tidak biasa. Ini adalah hasil dari pembentukan pola pikir (mind set) dari rakyat Indonesia oleh rezim Orde Baru/Status quo/Soeharto.bila personil atau paling tidak pimpinan2 penyelenggara pemerintahan sampai yang level terendah itu masih menggunakan personil rezim yang sebelumnya. Maka. Suatu hal yang terlupakan dalam pergantian personil ini ialah terpukaunya seluruh pihak kepada pergantian personil di pemerintahan tingkat pusat saja (Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara) dan melupakan tingkat Daerah. karena yang dilaksanakan biasanya suatu ketentuan spesifik berupa Kepres yang senaknya dikeluarkan.yang tidak boleh dan tidak pernah diuji oleh MA terhadap UU nya.hanyalah untuk kawulo saja.tetapi adalah sekaligus penumbangan suatu sistem kekuasaan otoriter yang telah menjajah rakyat Indonesia itu .yang sudah terpaku pada pola pikir serba sentralistik. Mekanisme penyelenggaraan pemerintahan pro reformasi itu termasuk mekanisme kontrol tidak berjalan.jajahan yang tidak perlu diperhitungkan/dianggap.yang kebanyakan sudah terkontaminasi pola pikir /sistem nilai / budaya pemerintahan dengan paradigma lama yang pasti susah dirombak.adalah suatu momentum yang harus terus dijaga keberadaannya untuk dapatnya semangat dan perilaku penyelenggaraan pemerintahan itu dirombak dari sistem kekuasaan otoriter/KKN ke sistem kekuasaan yang berdemokrasi/kedaulatan rakyat.peranan personil sangat menentukan. ormas.tidak mempan untuk mereka.yang mau tidak . Jika kita menghimpun seluruh peraturan/ ketentuan umum (UU) yang telah ada termasuk yang dibuat rezim Suharto selama 32 tahun itu dan membacanya.bila perlu untuk pembenaran perbuatannya dia dengan kroninya mengeluarkan ketentuan2 spesiifik baru untuk mendukungnya. Tidak ada artinya perjuangan penumbangan kekuasaan lama yang otoriter/KKN itu.tetapi kenyataannya berbeda. mahasiswa dll) yang bila tidak hati2 bisa berkembang kepada anarkhisme dan dapat dibelokkan untuk penumbangan atas pemerintahan yang ada . maka sebenarnya tidak ada alasan lagi untuk Negara ini tidak makmur dan maju apabila ketentuan pelaksanaanya yang lebih rendah sejalan dengan ketentuan yang lebih tinggi (UU).justru yang sangat dominan adalah peranan social kontrol rakyat (NGO.Maka perggantian yang telah terjadi itu.Daerah adalah merupakan hinterland.kembali kepada Negara dan pemerintahan yang didasarkan pada sistem demokrasi/kedaulatan rakyat.bukan hanya sekedar pergantian kepala Negara/ Pemerintahan.

mau harus diterima sebagai suatu kenyataan.Ternyata personil2 di pemerintahan daerah baik tk.belum pemerintahan di daerah.ternyata lembaga DPRD itu tidak mempunyai suatu kekuatan yang cukup mengadakan reformasi atas personil yang berada di eksekutif.BPK dan DPA yang masih warisan Soeharto/ Habibie. walaupun masih terkandung unsur2 yang pro status quo/Suharto disana.pimpinan lembaga tinggi Negara BPK. Hal diatas baru menyangkut Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara atau sering disebut Pemerintah Pusat.maka sebenarnya yang ditumbangkan itu adalah personil2 pejabat Negara/ Politis yang lama diganti dengan yang baru. kenyataanya bahwa legislatif/DPRD yang ada tidak mampu melakukan perombakan eksekutif.II.demikian halnya personil2 pendukung/birokrasinya. Dengan telah tumbangnya pemerintahan Orde baru/Suharto. Seharusnya pergantian personil di bidang eksekutif juga. disamping MA.karena tidak terdapatnya kekuatan atau koalisi kekuatan yang jadi mayoritas di DPRD itu.yang berarti pergantian seluruh pejabat Negara/Politis baik ditingkat Pusat yaitu anggota DPR/MPR dan pimpinan2nya.Gubernur KDH tk I dan Bupati/Walikota KDH tk II. malah sebaliknya posisi menentukan (sentral) Gubernur . yang tentu memperkuat posisi eksekutif yang warisan rezim status quo didaerah itu.MA. Malah sebaliknya faksi2 yang ada di DPRD justru saling menjegal/tidak bersynergi. Walaupun anggota2 DPRDnya sudah hasil pemilu reformasi.minimal yang disebut pejabat Negara itu tidak hanya ditingkat pemerintah pusat saja tetapi juga yang ditingkat Daerah.I maupun tk.Akibatnya. Khusus lembaga kabinetnya.jika secara teoritis bahwa legislatif itu adalah sumber legitimasi atas lembaga .yang bisa kontra produktif kepada semangat reformasi yang mengawali perobahan pemerintahan itu. Lebih2 kedalamnya y. Pemerintahan 'Pro Reformasi' sudah hampir berjalan 100 hari.malah menjadi penengah faksi2 itu .dan bisa menjadi penghambat atas keberhasilan Gus Dur dalam mengadakan reformasi disatu pihak dan menyelenggarakan pemerintahan sesuai harapan rakyat dipihak lainnya.DPR dan Presiden) sudah diisi wajah2 baru yang diperoleh atas dasar kompromi/dagang sapi kekuatan politik/ elit politik yang ada. Presiden dan Menteri serta Panglima TNI dan pergantian pejabat Negara/ Politis ditingkat Daerah yaitu anggota DPRD tk I&II beserta pimpinan2nya.personil dan kinerja eksekutif itu.kebawah dan kesamping sesuai harapan reformasi yang diinginkan.agar dapat bekerja bersinergy keatas. pimpinan2nya sudah diisi dengan pendekatan/model Gus Dur yang kompromis (balas jasa)juga. paling tidak unsur pimpinan untuk lembaga yang paling strategis (MPR. Lembaga2 Tertinggi Negara dan Tinggi Negara.dengan mengakomodasikan seluruh kekuatan2 yang ada (baik yang pro status quo maupun yang pro reformasi) terwakili didalam kabinet Gus Dur itu.personil2 pimpinannya/pejabat negaranya masih 95 % adalah warisan pemerintahan Soeharto/status quo.tetapi reformasi kelembagaan dan personilnya masih tersendat sendat.DPA.i unsur2 pendukung/birokrasi (Dirjen/Sekjen kebawah) masih banyak personil2 yang harus diganti/ dibersihkan yang telah karatan dengan nilai lama. tetapi tidak dominan lagi.

dinyatakan demisioner hingga terpilihnya Gubernur/Bupati/Walikota oleh DPRD berdasarkan UU 22/99.l fasilitas2 dan wang.maka Kepala Daerah tk I dan II itu mutlak ditentukan oleh DPRD. Ini adalah pekerjaan yang terlupakan dari.maka mutlak diperlukan personil2 yang baru. kenyataannya .MPR.95 % masih warisan rezim Orde baru/Soeharto.Maka dengan demikian Gubernur/Bupati/Walikota warisan rezim Soeharto yang pengangkatannya berdasarkan UU 5/74.yang menurut UU 5/74 dan kenyataan proses penunjukannya adalah merupakan kepanjangan tangan/bawahan langsung Presiden di daerah dan bertanggung jawab langsung ke Presiden .maka juga jabatan pejabat negara/politis di daerah juga. Dengan diberlakukannya UU no 22 mengenai pemerintahan Daerah pengganti UU no5/74.Lebih2 penyelenggaraan pemerintahan yang hendak mengganti sistem pemerintahan lama ke sistem pemerintahan yang baru.atas dasar pertimbangan politis dan atas dasar ketentuan/ peraturan UU 5/74 itu.tetapi personil2 pendukungnya mulai dari Sekjen/Dirjen masih personil2 warisan reziim lama yang kebanyakan sarat dengan sistem nilai/pola pikir paradigma yang lama.juga DPRD2 Daerah. .Maka realitas yang kita lihat bahwa penyelenggaraan pemerintahan pusat itu masih sarat dengan paradigma lama a. Seharusnya pada saat dimulainya sidang umum MPR dimana personil2 Presiden (Habibie) dan Menterinya dinyatakan demisioner.yang merupakan kepanjangan tangan presiden sesuai UU 5/74 didaerah itu yaitu Gubernur/Bupati/Walikota. Memang Presiden dan menteri yang di level pemerintah pusat telah terdiri atas orang2 'baru'. Keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan oleh eksekutif/Presiden itu sangat ditentukan oleh personil2 yang menyelenggarakan.maka mereka2 itu juga ikut turun.Seharusnya dengan tumbangnya sistem pemerintahan Orde Baru.l masih sarat dengan cara2 penyelenggaraan pemerintahan yang otoriter/ sentralistik dan yang berbau KKN atau malah sebagian personil2 warisan rezim lama itu yang terancam posisinya secara diam2 mendukung kembalinya kekuasaan lama yang dapat melindungi mereka.DPR.karena keberadaan mereka disana adalah sebagai pejabat Negara/politis yang merupakan bagian dari rezim Orde baru.Memang anggota2 DPRD Daerah yang pro reformasi itu masih gamang dalam menjalankan tugas pengabdiannya.dan tidak mustahil mereka sering terpengaruh dan terjinakkan oleh eksekutif dengan berbagai cara a. Demikian halnya personil Gubernur (dan Bupati/Walikota).mulai dari atas hingga yang paling rendah. seharusnya sudah demisioner dan sudah harus diganti./Bupati/Walikota warisan Soeharto/ Status quo itu masih tetap tak tergoyahkan sebagaimana pada zaman rezim Orde baru.minimal pimpinan2/ pejabat negara pada posisi yang strategis mulai dari atas sampai kebawah.yang penetapannya/persetujuan orangnya mutlak oleh Presiden/Pemerintah Pusat.Presiden (Gus Dur) atau Pemerintah Pusat. yang tidak ada bedanya dengan keberadaan Menteri.

apakah ketakutan atau kesetiaan karena balas jasa atau karena rahasia2 mereka yang tersimpan ditangan Soeharto/pengikut Soeharto. maka DPRD Daerah itu berdasarkan UU 22/99 mulai bekerja memilih Gubernur/Bupati/ Walikotanya secepatnya. .dimana untuk mendapat jabatan Bupati yang kedua harus menyediakan wang milyaran rupiah.pejabat tinggi birokrasi di Pemerintah Pusat/Kabinet Gus Dur maupun di Daerah yang warisan rezim Orde Baru/Staus Quo itu dapat menduduki posisinya pada waktu itu adalah berdasarkan praktek2 KKN dan suap. Tidak mengherankan apabila para provokator/tangan2 jahat mempunyai akses yang mudah keseluruh daerah di Indonesia ini dalam rangka menciptakan kerusuhan. Bagaimana di Sumatera barat.setelah Presiden&Wk. Tentu kita masih ingat bagaimana hiruk pikuk kasus Bupati Bantul.maka tidak mengherankan bahwa pelaksanaan pemerintahan ini baik menyangkut kebijakan dan operosionalnya disatu sisi maupun menyangkut hal politis atau teknis masih sarat dengan paradigma lama.Jawa Tengah dst yang sempat bermunculan kasus pencalonan Gubernurnya tapi dapat diredam/tidak diperdulikan karena kekuatan kroni Soeharto itu.dengan masih adanya juga personil menteri Kabinet Gus Dur yang diakomodir dari pihak pro status quo itu.Makanya muncul suatu istilah pada waktu itu bahwa Gubernur/Bupati/Walikota di daerah adalah merupakan mandor2nya Soeharto/kroni/ keluarganya di daerah.Jambi.atau sebaliknya pelaksanaan pemerintahan yang didasarkan kepada reformasi dan paradigma baru itu selalu sulit dan terhambat/digagalkan oleh tangan2 jahat yang pro rezim Orde Baru/status quo/Soeharto.presiden itu terpilih dan membentuk kabinetnya.sedangkan para Panglima Kodam.main mata.bagaimana di Riau.Komandan Kodim adalah satpam/ centengnya di daerah. yang berpusat kepada kesetiaan tanpa kecuali kepada Soeharto sebagai pusat kekuasaan. Bagaimana hiruk pikuk kasus ijasah palsu calon Gubernur/pencalonan Gubernur NTB yang sekarang dilanda kerusuhan di Mataram. Karena adalah sangat masuk akal bahwa para pejabat di daerah yang masih kroninya Orde Baru/Status quo/Soeharto-Habibie akan memfasilitasi mereka baik secara langsung maupun tidak langsung atau secara sembunyi2.Habibie. Kita mengetahui bersama bahwa para pejabat Negara (Gubernur/Bupati/ Walikota).tapi dapat diredam dengan KKN dan suap melalui kroni/keluarga Suharto.baik karena rela/bersedia memfasilitasi untuk kembalinya pro status quo/Soeharto-Habibie kembali berkuasa. Tidak terkecuali di daerah2. atau karena terpaksa karena rahasia2nya sebagai senjata penekan oleh pihak provokator/pro status quo itu.Selanjutnya. Sampai sekarang ini mereka2 itu takut dan setia kepada Soeharto. Dengan masih bercokolnya Gubernur/Bupati/Walikota dengan aparatur birokrasinya yang warisan rezim Orba/Status quo/Soeharto didaerah daerah. dan masih sangat banyaknya (95 %) personil birokrasi Menteri2/Lembaga dibawah Presiden juga warisan rezim Orba/Status Quo/Soeharto-Habibie.

"Sebenarnya kalau kandidatnya menerima kekalahan dengan cepat rakyat juga tidak akan bergerak apa pun. 12 Juli 2010 Kerusuhan Pilkada Andi Saputra . Ajakan Gus Dur dengan hanya mengatakan agar 'tangan2 jahat itu sudah saya ketahui. keamanan sendiri maupun keluarga yang perlu diperjuangkan dan dipertahankan. Mahfud mengatakan sikap netral dari para aparat sangat diperlukan untuk menghindari konflik yang mungkin terjadi.Maka tugas yang terlupakan oleh Presiden Gus Dur ini. KPUD 12/07/2010 Tak 23:01 Netral WIB TEMPO Interaktif. agar kawan2 itu sadar dan tidak membuat kerusuhan lagi'. Tidak mustahil bila Gus Dur dan pro reformasi hanya sekedar bertahan.karena hal yang mereka perjuangkan tidaklah sederhana melainkan sangat kompleks menyangkut eksistensi.harkat. tidak pro aktif dan tidak secepatnya menyelesaikan pekerjaan yang terlupakan diatas. Memang ada ketidaknetralan tapi kecil.maka strategi Mao 'desa mengepung kota' akan benar2 dapat terjadi sampai ke Jakarta. adalah karena para calon Kepala Daerah yang tidak siap kalah." katanya.Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan.terlupakan/ sengaja dilupakan Mendagri/ Menteri Otonomi Daerah ini. terlupakan oleh anggota2 DPRD pro reformasi." katanya. Senin (12/7). "80 persen kan tidak dikabulkan. .detikNews | 16:33 Akibat WIBSenin. baik KPU maupun pemerintah daerah. adalah suatu ajakan yang tidak akan diperdulikan. Jakarta .kalau tidak menginginkan daerah2 itu baik tingkat I maupun tingkat II. seperti ketidaknetralan aparat. terlupakan oleh anggota2 MPR pro reformasi." ujar Mahfud di Jakarta. "Kerusuhan pasca pilkada akibat kecurangan-kecurangan terstruktur dan massive.terlupakan oleh anggota2 DPR pro reformasi. Namun. Penyebab lainnya. itu artinya pemilukada sudah berjalan dengan baik.kekuasaan.tetap memfasilitasi provokator2/tangan2 jahatnya didaerahnya. Mahfud mengatakan secara garis besar pemilukada yang dilaksanakan di Indonesia sudah berjalan baik." ujarnya.terlupakan oleh para menteri pro reformasi ini . menurut Mahfud. kerusuhan yang terjadi pasca pemilihan umum kepala daerah terutama disebabkan adanya kecurangan yang terstruktur.harus segera diselesaikan secepatnya. Senin. "Itu bisa menimbulkan konflik sosial kalau tidak netral.

Jelas. pihak penyidik dengan kewenangan yang dimilikinya dapat mengupayakannya melalui pengadilan. karena UU no 10/2008 mengatakan bahwa Surat suara tersebut harus tetap berada di dalam kotak suara yang tersegel.… Polisi jangan seperti ini. Jeirry merasa heran dengan permintaan polisi supaya surat suara yang tertukar dihadirkan sebagai barang bukti. untuk mendapatkan alat bukti lebih lanjut bukan merupakan tugas Bawaslu. dinilai Jeirry. Wahida Suaib. Permintaan itu. Jika penyidik Polri membutuhkan bukti surat suara tersebut. dan yang tidak diregistrasi 4 perkara dengan alasan permohonan ditarik kembali oleh pemohon. dan 3 ditarik kembali. hingga saat ini MK telah menerima pendaftaran perkara Pemilukada sebanyak 95 perkara. sepertinya polisi tidak mau menerima laporan kalau tidak ada bukti yang kuat” [Bawaslu/detik]. Padahal pihak Bawaslu seperti dilansir anggota Bawaslu. saya merasakan ada “sinyal” konspirasi politik antara KPU. susah untuk dikabulkan. Mabes Pori menolak berkas tersebut dengan alasan bahwa belum cukup bukti. 2. bukti awal pihak Bawaslu sudah cukup untuk Polri menanggapi laporan Bawaslu karena: 1. belum teregistrasi 22 perkara. 10 perkara tidak diterima. pasti surat . Melihat gelagat sejak Pilkada Jatim. Bawaslu tidak memiliki kewenangan untuk mendapatkan surat suara yang sudah dicontreng tersebut. dan bukan kewenangan MK. Anehnya. Pihak kepolisian meminta supaya Bawaslu memberikan bukti surat suara tertukar yang sudah dicontreng tersebut. Sementara itu. dengan rincian total perkara yang telah teregistrasi 69 perkara. Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Komite Pemilih Indonesia Jeirry Sumampow. bukan tugas Bawaslu mencarikan barang bukti. polisi harusnya lebih bisa proaktif. Kepolisian dan Pemerintah. 36 perkara ditolak. MK sudah memutus 58 perkara dengan rincian 9 perkara dikabulkan. berkas tidak dilengkapi. Dan perasaan curiga saya semakin menguat tatkala Polisi menolak menindaklanjuti laporan Bawaslu tentang tertukarnya surat suara di sejumlah daerah karena kurang bukti [bawaslu]. Padahal!! Berdasarkan UU 10/2008. “Ini memperlihatkan polisi tidak paham hukum pidana pemilu seperti apa. ” Polisi salah. yaitu dengan memasukkan suara ke suara partai yang mengakibatkan suara yang diberikan kepada caleg menjadi sia-sia [kompas]. telah menyerahkan 34 bukti awal.”. salah satunya berupa surat edaran KPU Nomor 676 dan 684 yang intinya menganggap surat-surat suara yang tertukar di berbagai daerah itu dianggap sah.Berdasarkan data yang diperoleh dari bagian administrasi MK. itu justru kewajiban polisi. Menurut ahli hukum pidana UGM Eddy OS Hiariej. “Tidak mungkin karena sedang proses rekapitulasi suara.

Mari kita berandai sehat: (1) Jika sejak awal perumusan rancangan UU yang melandasi pileg 2009 tidak mengandung masalah besar (ingat inilah uu yang paling banyak dijudicial review dalam waktu singkat). Justru dengan kewenangan polisi. ech for nusantaraku – 19 April 2009 Kronologis Lengkap : Press Release Bawaslu Terkait Upaya Tindak Pidana Pemilu terhadap KPU kepada Mabes Polri EMBILAN partai berhasil lolos parliamentary treshold adalah dengan catatan pemilu legislatif-nya (pileg) bermasalah terutama soal prinsip Jujur dan Adil (jurdil). lembaga kepolisian selalu mendapat rangking nomor 1 dalam survei Lembaga Publik Terkorup.. apakah landasan Polisi (khususnya Bareskrim Mabes Polri) menolak laporan dugaan tindak pidana dengan bukti-bukti awalnya karena tidak paham mengenai mekanisme Pemilu atau karena ingin melindungi kepentingan penguasa atau karena apa? Karena selama ini dan hingga tahun 2008.”. ketidakprofesional.suara itu di jaga. Saya pun merasa sangat janggal. Benarkah penolakan laporan Bawaslu oleh lembaga kepolisian (khususnya Bareskrim Mabes Polri) merupakan skenario penguasa. [bawaslu/detik] ***** Perlu dicatat bahwa Bawaslu telah berusaha mengungkap pelanggaran hukum sejak 9 April 2009. bukti itu bisa dihadirkan. yakinkah hasil pileg serupa dengan yang sekarang? . Setiap hari Bawaslu Polri konsern terhadap masalah ini. laporan Bawaslu telah ditolak polisi sebanyak 3 kali. namun hingga 17 April 2009. atau koruptif? Inilah misteri Pemilu 2009….

Sebagai contoh. Keempat. sementara sosialisasi di dalam negeri sendiri centang prenang. Ketiga. trend budaya politik yang machiavellis dalam berebut apa yang dimaui. karena persoalan legitimasi hanya akan dipentingkan di negara yang masyarakatnya sudah memiliki standar moral/etika yang tinggi hingga dengan standar itu pasti merasa malu jika mencacatkan diri dalam proses suksesi. dan entah kenapa tahun 2009 banyak lagi. tahun 2004 24. Kedua. Kelemahan dari segi ini sesungguhnya bukan soal profesionalitas. Kebobrokan pileg adalah tabungan untuk kualitas yang amat diragukan untuk pilpres.(2) Jika tidak ada “policy” yang mendorong lahirnya partai-partai baru (ingat tahun 1999 parpol peserta pemilu 48. Kelima. Pertama. aspek referensi pengalaman buruk dalam rangkaian pemilukada sejak tahun 2005. Sebagai sebuah interupsi politik yang amat mendidik. Pemerintahan gagal membangun iklim yang menumbuhkan harapan untuk memperoleh taraf hidup lebih layak bagi rakyat. Ini bisa menyangkut . Rakyat tidak sampai mengetahui apakah ini sebuah kebijakan atau kebaikan hati seseorang. untuk mengejar target sosialisasi di luar negeri. orangorang KPU buru-buru mengemasi travel bag masing-masing. apakah hasil pileg akan seperti yang sekarang? (6) Jika jual beli suara tidak terjadi. kiranya Sri Bintang Pamungkas pantas diacungi jempol. aspek penyelenggara. Website KPU malah lebih banyak menampilkan pengumuman tender daripada informasi pemilu. Untunglah Indonesia punya seorang Sri Bintang Pamungkas. Sebagai gantinya pemerintah hanya membagi-bagi uang dengan dalih membantu rakyat yang menderita (BLT). Tidak ada masalah legitimasi dalam hal ini. aspek perundangundangan yang mengatur pileg. Bukan cuma penuh masalah. apakah hasil pileg 2009 akan seperti yang sekarang? (5) Jika ada komitmen dan kredibilitas dari jajaran pelaksana dan pihak-pihak terkait. Tabungan masalah itu sendiri mungkin bisa diklasifikasi menjadi tabungan masalah moral dan etika. apakah hasil pileg akan seperti yang sekarang? (4) Jika tidak ada penggolputan warga secara by design. aspek sosial ekonomi. Purifykasi atau pemurnian atau katakanlah pemikiran ulang tentang konsepsi-konsepsi politik yang mewarnai ambisi kekuasaan para elit amat perlu. dan tabungan masalah bersifat teknis elektoral. apakah hasil pileg 2009 akan serupa dengan yang sekarang? (3) Jika tidak tidak ada money politic. tetapi memang terdapat iklim pembiaran untuk kelangsungan berbagai pelanggaran yang ditoleransi oleh hukum. kalau bukan sekadar membuat berita-berita kutipan dari media. Seburuk-buruk pengalaman demokrasi di Indonesia sudah diperagakan dalam peristiwa-peristiwa perebutan kekuasaan tingkat lokal itu. 38). melainkan lebih pada masalah integritas. apakah hasil pileg 2009 akan serupa dengan hasil yang terpaksa kita terima sekarang? Tampaknya terdapat paling tidak 5 faktor utama penyebab kebobrokan pileg 2009. Apa gerangan yang amat perlu dilakukan dalam keadaan seperti ini? Sri Bintang Pamungkas sudah memulai kampanye Golput.

Jika tidak ada kemauan. menimpakan penyakit beruntun. Mungkin orang KPU itu harus diberi analogi begini : “wahai KPU. instrumentasi dan artikulasi peran negara sebagai sesuatu yang tidak sekadar ajang perebutan belaka di antara pihak-pihak serupa yang berbeda retorika.keniscayaan peninjauan atas keyakinan-keyakinan politik. Pengorganisasian alat-alat kekuasaan yang efektif sesuai pola kemajuan zaman dan memberdayakan. terlepas ia seorang pentinggi atau sekadar buruh upahan di ladang pendodosan kebun sawit para kapitalis. Terkadang Tuhan berbicara dengan bahasa yang mencemaskan manusia. maka tidak mengapa. struktur-struktur politik. memunculkan bencana dimana-mana. Jangan lagi ada masalah. termasuk pencurian suara. Kekhawatiran akan neo lib justru berakar dari prinsip ini. Akhirnya harus juga mencakup pemikiran ulang tentang produksi dan distribusi barang dan jasa secara berkeadilan. Jika si Sugeng menyetor hari ini. standar ketokohan dan kenegarawanan. . metode dan implementasinya secara bermartabat. Juga harus menyangkut penegakan wewenang yang sah. Perbaikan Daftar Pemilih tetap (DPT) tidak akan mengurangi kerugian moral bangsa atas pilpres 2009 mendatang. Tak salah jika berharap. Semua setoran (suara) harus diadministrasikan dengan sebaik-baiknya. Selain itu. menimpakan kemiskinan berstruktur. Tuhan pasti tahu bangsa-bangsa yang bengal dan bebal. jangan dibukukan atas nama si Paino. Catatan: Posting ini didasarkan pada bahan Dialog di Binagraha Sumut (Medan) beberapa hari lalu. Meneguhkan dan memelihara identitas bersama yang modern dan berwawasan serta berpereferensi pada sejarah dan kepribadian bangsa. bahwa di tengah kebobrokan ini masih belum putus asa untuk berharap agar KPU dan jajarannya serta pihak-pihak terkait benar-benar jujur dan adil. bayangkan saja dirimu tak ubahnya sebuah bank. agenda perenungan kembali atas makna kebangsaan. Keempat faktor itulah masalah politik yang mestinya menjadi perenungan bagi setiap warga negara. Paling parah Tuhan pun tak jarang membiarkan manusia benar-benar tak tahu membedakan mana yang hak dan mana yang bathil. dan juga agenda dan kebijakan yang mengakar pada kepentingan rakyat. Itu dosa besar selain pasti akan meruntuhkan bank (negaramu)”. dan juga membiarkan semua kesenangan terbatas dan ad hock meruntuhkan kadar keimanan.

kalau partai— partai yang merasa tidak puas dengan hasil pemilu. dan bahkan kehilangan harapan masa depan. Kedua. Golkar. Sehingga. nyaris hasil pemilu 2009. Syahrir MS (Republikan). Rusdi Hanafi (PPP). Misbach Hidayat (PKB). biayanya dari APBN. Hanura. menurut penghitungan hampir mencapai 200 trilyun. Rizal Ramli (KBI). yang mencapai 21. Yaitu. Prabowo (Partai Gerindra). 15 parpol itu (PDIP. partai-partai politik. yang mencapai lebih 45 persen dari jumlah pemilih. sehingga hal itu melanggar hak asasi manusia. Ada sekitar 15 tokoh partai dan LSM. pemilu yang merupakan produk demokrasi ini. Sekarang para tokoh politik. Bursah Syarnubi (PBR). yang menyedihkan ada diantara caleg itu. pemilu 9 April yang lalu adalah pemilu terburuk . Banwaslu. dan sudah lebih 10 partai politik. PPRN. Yusril Ihza Mahendra (PBB). serta mengundang kerawanan dan instabilitas. yang menurut mereka dipenuhi dengan kecurangan. karena gagal terpilih. yang harganya ‘cost’ sangat mahal. Merdeka. Ketiga. mulai dari DPT (daftar pemilih tetap). dan harus menanggung malu. pemilu 2009 ini. dan pimpinan partai ramai-ramai menggugat hasil pemilu 2009. diwarnai banyak kecurangan dan kesalahan administrasi. karena mereka kehilangan harta. dan tingginya angka Golput. karena membela kepentingan politik tertentu. banyak caleg yang gagal mengalami ‘gangguan jiwa’ alias mengalami ‘mental disorder’. Pertemuan yang berlangsung di rumah Ketua Umum PDIP itu. menyisakan kesedihan. PKDI dan Buruh). karena banyaknya rakyat tidak bisa melaksanakan hak pilihnya yang dilindungi UU. Sebauh ‘pesta’ yang tidak berakhir dengan ‘happy ending’. Pertama. Bahkan. karena sistemnya yang amburadul. terjadinya potensi konflik dan ‘social disorder’. yang jumlah sangatlah fantastis. Sehingga. Diantara tokoh politik. yang berkumpul di rumah Mega. Gus Dur (Ketua Dewan Syuro PKB). justru tidak melahirkan sebuah harapan bagi perbaikan kehidupan rakyat. Semuanya. karena gagal terpilih menjadi anggota legislative. bukan hanya akan menimbulkan ‘political damage’. pemilu 9 April yang lalu. Barnas. tidak memberikan arti apa-apa bagi masa depan demokrasi di Indonesia. itulah yang namanya pesta demokrasi. dan akan melahirkan ‘political damage’ (kehancuran politik) bagi Indonesia. ‘ongkos’ dari para peserta pemilu. ekses psychologis dari pemilu 2009. karena tidak masuk dalam DPT. Patriot. yang menginginkan pemilu di ulang. PKNU. antara lain. Gerindra. Belum lagi. dan menyatakan adanya kecurangan. PBB.yang tidak akurat. Setidaknya.7 trilyun rupiah. Pemilu 2009 ini tidak akan memberikan legitimasi politik yang kuat. membahas dan mengavaluasi hasil-hasil pemilu 2009. Melebihi bencana ‘tsunami’ yang terjadi di Aceh. yang melakukan bunuh diri. PDS. banyaknya kecurangan. PIS. Zulvan Lindan (PNBKI). Pemilu 2009 ini. lembaga swadaya masyarakat (LSM). Hal itu diperparah dengan sikap KPU dan KPUD yang tidak netral . Amelia Yani (PPRN). PPNUI. dan meminta diulang? Padahal.Pemilu 2009 ini adalah terburuk sepanjang sejarah Indonesia. Idham Cholid (PKNU). dan perorangan yang terdiri dari para caleg. dan tuan rumah Megawati. Apakah gerakan ini akan sampai membuat hasil pemilu itu. . mereka tolak. tapi justru mengakibatkan ‘damage’ yang dahsyat di masa depan. harapan. ada 15 parpol yang menyatkan keberatan terhadap hasil pemilu 2009. maka inilah yang menyuramkan masa depan. dan pemerintah untuk menindak lanjuti semua laporan kecurangan pemilu dan menegakkan hukum terhadap pelanggaran/kecurangan yang terjadi. dan tidak terselesaikan dan mereka membuat gerakan. keterpurukan. mendesak KPU. Belum lagi.

Purnaman Natakusumah. Prinsip LUBER yang didengungkan pada era sebelumnya. Harapan tinggal harapan. dan Balthasar Kambuaya. Itu sebabnya hak memilih menjadi hak yang bersifat asasi. Adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang ditunjuk oleh undang-undang (UU No. kondisi fisik atau status sosial. Meneruskan lembaga KPU seperti periode kedua. Kontestasi antar berbagai aspirasi politik diwadahi oleh sebuah pemilihan umum yang bersifat jujur dan adil. Panitia ini membuka pendaftaran.Selubung Kebobrokan KPU dan Kisruh Pemilu 2009 Tidak ada demokrasi tanpa pemilihan umum. Aktivitas memilih atau menentukan aspirasi politik itu menjadi penting karena di dalamnya melekat hak politik warga dan sekaligus suatu pengakuan kedaulatannya sebagai individu. Pada tahun 1999 KPU adalah representasi dari wakil-wakil partai. yang paling utama adalah masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan interpretasi penghitungan suara pembagi. KPU telah melakukan kesalahan prosedur dan berlaku tidak profesional.22/2007) sebagai penyelenggara pemilu di Indonesia. pemilu di Indonesia lebih sebagai etalase kepada dunia luar bahwa negara Indonesia adalah negara yang demokratis. tahun 2009. Dan akhirnya. disengaja dan masif berkenaan dengan buruknya pelaksanaan Pemilu. dipandang setara tanpa dibeda-bedakan asal-usul diri. Pemilu 2009 yang baru saja berlalu meninggalkan banyak kekisruhan. Seperti di kebanyakan negara totaliter. Dengan memiliki hak pilih. dan pada tahun 20042007 KPU diisi oleh para akademisi dan aktivis LSM. diaturlah sebuah proses yang adil dan terbuka. pada tanggal 12 Agustus 2009 Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa berkaitan dengan masalah DPT. baru benarbenar dapat diwujudkan pada Pemilu 2004. Dimulai dari presiden yang membentuk tim seleksi calon anggota KPU yang terdiri dari lima orang. Pada masa itu dunia memberi apresiasi positif atas pesta demokrasi yang telah berlangsung. Beberapa sengketa dan keberatan dibawa ke Mahkamah Konstitusi. Seleksi Awal dan Konflik Kepentingan Kualitas pemilu yang jujur dan adil tentunya sangat dipengaruhi oleh penyelenggaranya. Pemilu dipahami sebagai praktik mengambil keputusan (voting) berskala luas dan masif karena umumnya berkaitan dengan penentuan pemimpin politik. Mereka adalah Ridwan Nazir (ketua). Jalaluddin. Besar harapan bahwa apa yang sudah dicapai pada pemilu tersebut dapat menjadi modal bagi pemilu berikutnya. Tidak ditemukan adanya upaya-upaya secara sistematis. yakni mengupayakan anggota KPU yang independen dan kompeten. Sarlito Wirawan Sarwono. seseorang berkesempatan agar suara atau aspirasi dirinya didengarkan oleh otoritas politik. melakukan proses seleksi dan terakhir menyerahkan 21 nama kepada presiden untuk . sebelum tahun 1999.

Kalau memang panitia seleksi bekerja dengan serius. tapi sepertinya benar-benar diterapkan. dan Abdul Aziz. terpilih 7 orang: Abdul hafiz Anshary Az. maka syarat pendaftar adalah orang-orang yang pernah terlibat dalam penyelengaraan pemilihan umum. Selain Ridwan Nazir adalah Purnaman Natakusumah yang menjabat sebagai Rektor IAIN Raden Patah Palembang. Andi Nurpati. yang lolos seleksi administratif 270 orang. di antaranya Didik Supriyanto (mantan anggota Panwaslu). Demikian pula dengan anggota DPR. Dalam perjalanannya tim seleksi ini menerima 545 pendaftar. Bahkan Ketua Panitia Seleksi Ridwan Nazir.22/2007 menegaskan bahwa anggota KPU tidak pernah menjadi anggota parpol sekurangnya dalam jangka waktu lima tahun. pada saat itu tidak ada akademisi yang menguji kadar ilmiah dari alat tes yang dipakai. Sri Nuryanti. mengapa nama Syamsul Bahri lolos fit and proper test sebagai anggota KPU bahkan sempat dilantik. tes psikologi. Namun. maka tidak heran jika kemudian kinerja KPU pada periode ini tidak profesional. Sayangnya. selain tidak korupsi kita juga butuh individu yang cakap dalam menjalankan pekerjaan yang diembannya. beberapa nama yang dianggap punya cukup pengetahuan dan pengalaman di bidang pemilu tidak lolos.diajukan kepada DPR guna menjalani proses uji kelayakan. seperti yang terjadi pada KPU periode sebelumnya.108-109/PHPU. tes integritas dan tes kesetiaan pada NKRI dan Pancasila. Seharusnya sejak awal Theofilus tidak bisa lolos menjadi anggota KPU. Akibatnya. maka mengapa nama Theofilius Waimuri yang tercatat sebagai anggota Partai Demokrat dapat lolos dalam daftar 21 nama yang disodorkan kepada DPR? Padahal dalam UU No. tiga orang adalah alumni dan sivitas akademika IAIN/ UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Abdul Hafiz Anshary. dan harus menjalani serangkaian tes. sebab dari tujuh orang anggota KPU. jika sedari awal pemilihan anggota KPU memiliki konflik kepentingan dan tidak mendahulukan kecakapan pengetahuan dan pengalaman. I Gusti Putu Artha. menambahkan tafsir sendiri bahwa calon anggota KPU 2009 harus benar-benar bermoral.com). seperti tes kecerdasan. Memang tidak ada bau korupsi yang tercium sejauh ini.elshinta. yang lolos tes tertulis dan rekam jejak 45 orang. Ramlan Surbakti (Anggota KPU) dan Hadar Gumay (Cetro). Ini yang juga kemudian dinyatakan dalam unsur menimbang keputusan MK No. dari 21 orang yang mengikuti fit and proper test. yang ternyata tersangka dalam kasus penyimpangan dana kontrak pengawasan Kawasan Industri Gula Milik Masyarakat yang merugikan negara sebesar Rp3. terutama di bidang agama (lihat: www. yang dibacakan pada 12 Agustus 2009. Demi mendapatkan figur yang kredibel. Inkompetensi Jadi.02 miliar. Mungkin nilai agama pula yang membuat ada preferensi akan figur yang “sealiran” tercium menyengat. dan harus dinyatakan secara tertulis. yang adalah Rektor IAIN Sunan Ampel. Sebuah syarat yang tak tercantum dalam UU. yakni bahwa KPU kurang profesional.B-VII/2009 tentang “Perselisihan Hasil Pemilu Capres” yang diajukan oleh pasangan MegawatiPrabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto. Jenis tes yang diberikan pun tidak berkaitan langsung dengan deskripsi pekerjaan yang akan dijalankan oleh anggota KPU. Kita ambil satu contoh masalah . Endang Sulastri. Andi Nurpati. Abdul Aziz). Syamsul Bahri.

Akankah kita membiarkan modal nilai demokrasi yang ada sekarang tergerus terusmenerus oleh inkompetensi dan problem teknis? Jika sejak tahun 2007 sampai 2009. ternyata daftar isian proyek anggaran bagi KPU baru terbit pada Juni 2008. Selain itu. dan bukan sedari awal mempermasalahkannya. Jika warganegara memahami bahwa hak pilihnya terjamin dan berlangsung kontestasi politik yang adil dan jujur. Jika kita melihat pemberitaan pada pemilu legislatif bahwa ada banyak warga yang mempermasalahkan hak pilihnya pada hari pencontrengan. Optimisme akan potensi demokrasi di Indonesia semakin tinggi jika kita memperhatikan hasil pemilu bahwa para pemilih cenderung meninggalkan politik aliran. Angka partisipasi warga dalam menggunakan hak pilihnya cukup tinggi. artinya KPU tidak melakukan evaluasi diri dan mencari solusi atas masalah yang mereka hadapi. maka usulan mengganti anggota KPU adalah sebuah kepatutan. Kepedulian mereka datang pada hari itu. Hal ini penting guna memberi efek pembelajaran bagi penyelenggara lembaga publik. Meskipun demikian. kita menjadi mahfum bahwa hambatan-hambatan teknis dapat menggagalkan pelembagaan demokrasi. tetap ada optimisme bagi para penggiat demokrasi di Indonesia. KPU yang secara efektif bekerja sejak Januari 2008. tahun depan akan ada . Jika permasalahan yang sama muncul dalam tiga pilkada. Meskipun demikian. Adalah Depdagri yang membuat daftar pemilih yang sama sekali tidak mutakhir. sementara itu ke depannya diperkirakan akan ada ratusan pilkada. Pada pemilu legislatif tercatat 70 persen pemilih dari jumlah yang terdaftar pada DPT yang menggunakan hak pilihnya. dari pilkada hingga pilpres persoalan yang sama yang terus berulang. maka KPU 2009 baru menerima SK pada 3 April 2008. di antaranya pilkada Sulawesi Selatan dan DKI Jakarta pada tahun 2007 dan pilkada Jawa Timur tahun 2008. seharusnya tidak terjadi warga yang kehilangan hak pilihnya. Pemilu yang baik dan akuntabel adalah salah satu cara melembagakan demokrasi. beberapa hari sebelum masuk tahapan pemilu. 10/ 2008 tentang Pemilu Anggota DPR. maka sempat terbersit kecemasan akan minimnya partisipasi aktif warga. Jika KPU 2004 punya waktu 3 tahun membuat persiapan pemilu karena dibentuk sejak tahun 2001. Nilai-nilai yang mendukung demokrasi harus terus dikembangkan dan diseminasinya dapat dilakukan jika dimapankan melalui pelembagaan.menunjukkan kecenderungan bahwa partisipasi politik dipengaruhi oleh situasi lingkungan. Dengan partisipasi aktif warga. Persoalan DPT setidaknya muncul beberapa kali di berbagai pemilihan kepala daerah (pilkada) sebelum Pemilu 2009. dan tetap muncul dalam pemilu di tingkat nasional. Untuk itu perbaikan-perbaikan yang signifikan mesti dilakukan. DPD. lalu DPR yang telat mengesahkan UU No. dan pada pemilu presiden meningkat menjadi 72 persen. maka kepercayaan pada demokrasi akan terus ada. dan DPRD. yakni persoalan verifikasi DPT. KPU periode ini masih bertugas hingga 2012. UU ini disahkan lima hari sebelum tahapan pemilu legislatif dimulai. perlu juga dibuat catatan bahwa ada faktor eksternal yang semakin memperparah output dari KPU. Belajar dari pemilu belakangan ini. Ini betul-betul jauh dari sikap profesional.KPU. Berkaitan dengan anggaran. Partisipasi Politik Kehidupan demokrasi yang sehat dapat terwujud jika ada partisipasi atau kepedulian yang tinggi dari warga negara.

" Menurut Arafat. sampai peroalan NIK disempurnakan. Dalam kasus ini. Penyidik kasus Gayus itu pun siap membeberkannya di persidangan dengan terdakwa Gayus. 16 September 2010. "Saya punya alat bukti. indikasi keterlibatan kejaksaan terlibat terlihat dari keputusan kejaksaan yang tidak juga menyatakan berkas Gayus lengkap.Komisaris Polisi Arafat Enanie menyatakan telah mempersiapkan bukti keterlibatan jaksa Cirus Sinaga dalam kasus mafia pajak Gayus Tambunan. Kamis." ujar Arafat yang juga adalah terdakwa kasus suap Gayus ini. Demi keberlangsungan demokrasi di Indonesia. 18:45 WIB Arry Anggadha. "Padahal polisi menyatakan berkas itu lengkap tapi jaksa bilang tidak relevan. 16 September 2010. karenanya KPU dan Depdagri dapat menumpangi kegiatan ini untuk memperbaiki akurasi data pemilih.Sensus Penduduk Nasional. Iwan Kurniawan Terdakwa Komisaris Polisi Arafat Enanie (ANTARA/Reno Esnir) BERITA TERKAIT • • • • • AKP Sri Sumartini Dituntut 2 Tahun Penjara Alif Kuncoro Minta Pindah Tahanan Brigjen Edmon dan Erizman Jadi Saksi Syahril Buyung: Ada Tebang Pilih Dalam Kasus Gayus Gayus Terancam Dipenjara 20 Tahun VIVAnews . Arafat dituntut empat tahun penjara. Pilihan lain yang terbuka adalah merevisi undang-undang pemilu dengan mengembalikan penyusunan daftar pemilu kepada Panitia Pemilih Setempat atau KPU." kata Arafat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Bukti ini bukan hanya omongan orang. tapi kami akan buktikan kejaksaan juga melakukan rekayasa kasus Gayus. "Marwan Effendy selalu bilang tidak ada bukti Cirus menerima suap. denda Rp150 juta subsider . Kamis.

pihaknya merasa sangat dirugikan. tanya Kapuspen saja. klik di sini. "Kapolri harus berani menuntaskan kasus Gayus ini. Membidik Golkar Bambang Soesatyo menduga kuat." tegas anggota Komisi III DPR RI bidang Hukum. "Nggak bisa saya." kata Cirus ketika ditanya soal ini. Hal tersebut terkait dengan pemberitaan yang dinilainya bernuansa sensasional dan insinuatif oleh pihak media tertentu. Aburizal Bakrie. Bambang Soesatyo yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI tersebut kemudian menantang setiap upaya pihak mana pun yang ingin merusak citra partainya.enam bulan penjara." katanya di Jakarta." tandasnya lagi." katanya. Cirus tak dapat dihubungi. "Penuntasan kasus ini juga penting. Gayus HP Tambunan. Selengkapnya. HAM. Perundangan dan Kepolisian Negara serta KPK itu. Arafat dinilai terbukti menerima suap saat menjadi ketua penyidik kasus pajak Gayus Tambunan. karena kasus ’Gayus Plesiran’ telah dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk memojokkan partai dan Ketua Umum DPP partainya. "Karenanya cukup beralasan jika kader Partai Golkar curiga bahwa kasus ’Gayus plesiran’ merupakan rekayasa pihak tertentu untuk membidik Partai Golkar. Selama ini dia selalu menolak berkomentar tentang kasus ini. Brimob. Senin (15/11). seolah keluarnya Gayus Tambunan dari Rutan Mabes Polri lalu menuju Bali karena bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar. kendati kelompok tersebut diduga sangat dekat dengan ’Istana’. terkait kasus penyuapan Gayus Tambunan terhadap para sipir rutan itu. apakah ia benar-benar ’Kapolri rakyat’ atau ’Kapolri Istana’. (kd) • VIVAnews Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar. ada pihak tertentu yang melakukan rekayasa tingkat tinggi untuk membidik Partai Golkar dan Ketua Umum-nya. 6 April 2010 lalu. karena inilah batu ujian atau pertaruhan bagi Timur Pradopo selaku Kapolri baru. . Ia mengatakan hal itu terkait berbagai pemberitaan di balik "bebasnya" Gayus Tambunan keluar masuk Rumah Tahanan (Rutan) Kelapa Dua. Dikatakannya. kader Partai Golkar mendesak Kapolri Jenderal Timur Pradopo melakukan penyelidikan menyeluruh dan mengungkap pihak yang selama ini menjadi ’beking’ Gayus. karena diduga menyuap para sipir. "Karena itu. Bambang Soesatyo mendesak jajaran Kepolisian RI untuk membongkar tuntas kelompok yang selama ini berada di belakang terdakwa kasus mafia pajak. Depok.

BHD menjelaskan. Jawa Barat.detikNews Jakarta . Kalau hakimnya minta didalami ya kita dalami. diduga melibatkan unsur kekuasaan dari luar Polri. "Adanya peran unsur tertentu dari luar Polri terlihat pada kacaunya pola komando pengawalan Gayus selama dia di luar Rutan." kata Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD)." tanya Bambang bertubi-tubi. "Pertanyaan yang membutuhkan jawaban berikutnya ialah mengapa pengawal Gayus tidak memaksa Gayus kembali ke rutan ketika batas yang ditentukan sudah habis? Lalu mengapa Gayus begitu ’powerfull’?. demikian Bambang Soesatyo. Menurutnya semua sudah sesuai prosedur. Ini kan masih dalam proses. 05/08/2010 14:13 WIB Kapolri Bantah Ada Rekayasa BAP Gayus Tambunan Nograhany Widhi K . harus diperjelas agar Partai Golkar tidak dijadikan korban dari rekayasa kasus ’Gayus Plesiran’.Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri membantah adanya rekayasa dalam pembuatan BAP Gayus Tambunan." katanya. Kamis (4/8/2010)." katanya . Semua kejanggalan ini. menurutnya. Benarkah karena Gayus memiliki hubungan baik dengan Satgas Mafia Hukum. "Tidak ada rekayasa. sampai saat ini belum ada langkah untuk melakukan penyelidikan internal terkait dugaan aliran dana itu. (luc/Ant) Kamis. BHD mempersilakan publik menilainya dari persidangan. Karenanya. "Silahkan dengar di persidangan. semua sesuai proses dan bisa kita pertangungjawabkan.Rekayasa ini. Mengenai tudingan adanya aliran dana ke para jenderal. Bambang Soesatyo kembali mendesak penyelidikan internal Polri hendaknya menemukan jawaban tentang mengapa Gayus Tambunan berani berada di luar Rutan melampaui batas waktu yang diizinkan. nanti. Hal itu disampaikan BHD di sela-sela Rapat Kerja III Presiden SBY dengan para menteri dan gubernur se-Indonesia di Istana Bogor." ungkapnya. "Nanti.

Walaupun begitu. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Pihaknya juga mempunyai mekanisme tersendiri untuk memberi sanksi bagi kadernya yang melakukan pelanggaran hukum seperti korupsi. Pihaknya menyambut dengan baik keputusan tersebut sebagai manifestasi dari "good will" serta "political will" dari pemerintah. Itu adalah dua kapasitas yang diperlukan. (ANT-073/K004) Senin. Busyro akan mampu membawa lembaga penegakan hukum ini menjadi lebih baik. Ketua DPRD Kabupaten Kediri. Ia juga yakin. beberapa muspida Kabupaten Kediri. Kunjungan pertama tahun lalu. Kecamatan Gurah. seperti kasus Bank Century yang hingga kini belum ada kejelasan. Pihaknya tetap menegaskan agar kader Muhammadiyah yang mendapatkan amanat untuk bekerja dengan baik. Hadir dalam kegiatan itu. serta masalah kasus suap Gayus Tambunan. Ketua KPK baru. Sabtu malam.Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan hingga saat ini proses penegakan hukum di Indonesia masih sebatas retorika. dalam peresmian rumah sakit. Masih banyak masalah . Kabupaten Kediri. sangat mengapresiasi keputusan Presiden untuk memilih kader Muhammadiyah sebagai pejabat. Kunjungan Din Syamsuddin ke Kabupaten Kediri ini adalah yang kedua kali.14:17 wib . Pihaknya sangat prihatin dengan kondisi hukum di Indonesia. serta tamu undangan lainnya. terlalu muluk sehingga perlu sosok pemimpin yang tegas." katanya saat membuka kegiatan tablig akbar menyongsong musyawarah daerah ke-4 Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri di kantor PDM Muhammadiyah Desa Gurah. tidak memandang keluarga dan saudara. Masyarakat sudah kehilangan kehilangan kepercayaannya pada institusi Polri dan Kejagung. termasuk juga dengan penunjukan Basrief Arief menjadi Jaksa Agung. KH Muamal juga datang dalam kegiatan tersebut.masalah yang melibatkan lembaga penegakan hukum baik di Polri maupun Kejagung. Ia juga mengaku. 19 Juli 2010 . kedatangannya juga untuk meresmikan toko grosir dan pusat perbelanjaan di wilayah Kediri dan sekitarnya. Selain itu. Sepak terjangnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Jawa Timur. pihaknya tidak ingin terlena dan lalai. Busyro Muqoddas yang dipilih oleh DPR menggantikan Antasari Azhar adalah salah satu kader yang terbaik. "Ia punya kemampuan dan pengalaman di bidang hukum serta mempunyai keberaniaan dan kejujuran. sementara yang kedua ini adalah kunjungan untuk tablig akbar menyongsong musyawarah daerah. "Penegakan hukum di Indonesia juga masih sebatas retorika belaka. Pihaknya juga tidak segan segan memberi sanksi." jelasnya.

19 JULY 2010 Total View : 464 times . James Purba serta Andi Kosasih. “Terdakwa (Arafat) lalu memberi arahan kepada Haposan. jaksa penuntut umum (JPU) juga menyebut Kompol Arafat sebagai otak dalam bisnis rekayasa Gayus.” tandas JPU Asep. Senin (19/7/2010).” beber JPU. dilakukan pertemuan antara Gayus. Haposan selaku pengacara Gayus lantas menghubungi Arafat selaku penyidik untuk meminta bantuan. yang sudah diblokir. Atas arahan Arafat lalu diputuskan bahwa bisnis yang digunakan sebagai alasan menyiasati uang milik Gayus itu ialah bisnis property. Haposan. untuk pembangunan Ruko. Lambertus. Hal tersebut sebagaimana disampaikan dalam dakwaan yang dibacakan JPU Asep M Mulyana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Seolah-olah terjadi kerja sama antara Andi kosasih dan Gayus Tambunan dalam rangka proyek pengadaan tanah di daerah Jakarta Utara.” tandas JPU meniru ucapan Afarat kala itu. “Pada akhir Agustus 2009 bertempat di Hotel Sultan Jakarta Pusat. Haposan menghubungi terdakwa Arafat dan meminta petunjuk bisnis apa yang bisa digunakan untuk menyiasati uang milik Gayus. Selanjutnya rekayasa tersebut dituangkan dalam surat perjanjian antara Gayus dan Andi dan perjanjian tersebut dibuat mundur. untuk menyiasati uang tersebut.Okezone Arafat saat disidang di PN Jakarta Selatan (Foto: Heru H/okezone) JAKARTA . Gayus dan Haposan meminta bantuan Andi Kosasih untuk mengakui bahwa uang bernilai Rp28 miliar itu milik Andi. dan Arafat menginstruksikan agar jangan memakai bisnis batu-bara.000 atau setara Rp28 miliar yang sudah diblokir penyidik menjadi seolah-olah bukan milik Gayus lagi. (lsi) MONDAY.Selain membantu tersangka Gayus Tambunan untuk menghentikan perkara korupsi dan money laundering yang menjeratnya. Untuk melancarkan aksinya. yang dalam pertemuan itu khusus dibicarakan cara menyiasati uang milik Gayus yang berada di rekening Panin Bank dan BCA sejumlah USD2.Frida Astuti . Asep menambahkan.810. yakni bisnis apa saja yang penting jangan bisnis batu bara. karena bisnis batu bara pernah dipakai dalam kasus lain.

AKP Sumartini. barang bukti." jelasnya. pengacara dan hakim kali ini. Rekayasa Kasus Sudah Jadi Modus Umum Aparat Hukum Wednesday. Ajun Komisaris Polisi Daniel Tifaona di Jakarta. Pria yang sehari-hari menjabat Kasat Jatanras Ditreskrimum PMJ itu mengungkapkan tersangka dalam kasus tersebut tetaplah sama. 04 August 2010 09:24 administrator . Lambertus (anak buah Haposan). Ketujuh orang tersangka yang dimaksud oleh Nico Afinta ialah Gayus Tambunan. Boli mengatakan bila semua kelengkapan administrasi sudah dipenuhi maka dalam minggu-minggu ini atau bulan-bulan ini persidangan sudah dapat digelar. Soal rekayasa kasus dan penggelapan pajak. kasus rekayasa penyidikan dan tuntutan terhadap Gayus akan disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. masih tujuh orang. Kalau yang rekayasa sudah pemberkasan tahap dua dan dinyatakan lengkap atau P-21. Gayus Tambunan. Adapun pemberkasan tahap dua. berkas kasus mengenai rekayasa penyidikan dan tuntutan terhadap Gayus telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan. menurut Boli. Keterangan Boli ini diamini dan dipertergas oleh penyidik Gayus yang lain yaitu AKB Nico Afinta. Rencananya. "Tersangkanya masih sama. Semangat mengungkapkan keadilan dan kebenaran kiranya ada di dalam hati para jaksa." ujar pria yang akrab dipanggil Boli. Andi Kosasih. Kompol Arafat. akan segera menjalani proses persidangan. Minggu (18/7). dan Ali Kuncoro (konsultan pajak). "Kasus Gayus ada dua.Pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang menghebohkan Indonesia beberapa waktu lalu. adalah penyerahan tersangka. Haposan Hutagalung. Mudah-mudahan saja persidangan mengenai kasus rekayasa hukum Gayus ini tidak ada rekayasa-rekayasa kembali. Menurut Tifaona. Source : metrotvnews Kasus Gayus Tambunan. Demikian pernyataan penyidik independen kasus Gayus. dan berita acara (BAP) hasil penyidikan ke Kejaksaan.

"Bagusnya bisnis apa? Batubara? Arafat bilang. sejak tahun 2001 ICW dalam risetnya telah menemukan rekayasa berbagai kasus. desakan masyarakat dan pemerintah daerah pada berbagai wilayah untuk membentuk daerah otonom baru (baik Provinsi. Menurut Emerson. "Rekayasa kasus itu kalau tidak untuk mengurangi hukuman atau membebaskannya dan ini tentunya nggak gratis. kata Emerson. Haposan cs). dibuat berlaku surut seolah sudah lama. sosial maupun budaya. Saat itu Arafat menilai skenario yang dibuat Haposan terlalu sederhana." ujar wakil koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Juntho kepada detikcom. www. Ternyata ini bukanlah hal baru. Selama . Rabu (3/8/2010). Saya menanggapi surat perjanjian kerja yang sudah dibuat. berbagai hal bisa dilakukan mulai dari barang bukti yang disita hingga membuat kesepakatan untuk menentukan jerat hukum yang akan diberikan.Jakarta . Batubara baru keren. karena sudah menjadi modus umum dalam penanganan kasus.com Sejak kebijakan desentralisasi pemerintahan digulirkan." cetus Gayus. "Kalau itu sudah modus.Tersangka kasus mafia pajak Gayus Tambunan mengaku Haposan Hutagalung merekayasa kasus agar dirinya bebas dari jerat hukum. Dalam rekayasa tersebut. Sebelumnya dalam kesaksiannya untuk AKP Sri Sumartini. baik dinamika politik. Akhirnya alibi yang dipilih untuk menutupi kasus Gayus adalah bisnis pengadaan tanah untuk ruko. sehingga usulan pemekaran wilayah menjadi bagian yang tak terelakkan.detik. saya bilang itu terlalu sederhana. Keinginan seperti itu didasari oleh berbagai dinamika yang terjadi di tingkat masyarakat daerah. kalau batubara sudah dipakai di kasus sebelumnya. bukan sesuatu yang baru. nggak meyakinkan (skenario yang dibuat Haposan). masyarakat diwilayah tersebut berharap dapat menggali dan memanfaatkan peluang yang lebih besar dalam pengelolaan sumber daya daerah." ungkap Gayus. dari sekitar Juni 2008. yang saat ini telah berjalan selama 5 tahun." ujar Kompol Arafat Enanie. kalau kata anak muda sekarang cemen. nilai kontraknya USD 6 juta. "Seingat saya ngomong batu bara di KC (Hotel Kartika Chandra) kepada mereka (Gayus. kabupaten maupun kota) terus meningkat seperti jamur yang tumbuh di musim hujan. by. Gayus dalam kesaksiannya juga menyatakan hal yang serupa. Kompol Arafat mengaku sudah ada skenario rekayasa kasus untuk membebaskan Gayus yang dibuat Haposan. ekonomi." jelas pria berkacamata tersebut. Desentralisasi dimaksud adalah penyerahan wewenang pemerintahan dari pemerintah pusat kepada daerah otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan pembentukan daerah otonom baru. Tujuan akhirnya adalah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah. "Bisnis pengadaan tanah untuk ruko.

sehingga total daerah otonom yang ada di Indonesia saat ini adalah 467 (tidak termasuk 5 kotamadya dan 1 kabupaten administratif di DKI Jakarta) yang terdiri dari 33 provinsi. dan 13 kota di luar Jawa. namun sejak tahun 1950. jumlah daerah mulai tumbuh pesat. Pada zaman orde baru. Dalam masa orde baru. Struktur ini dipertahankan setelah kemerdekaan. Pada tahun 1922 lahir pula undang-undang pemerintahan daerah yang dikenal dengan Bestuurshervormingswet yang kemudian melahirkan tingkat pemerintahan baru yang dikenal dengan nama provinsi. adalah kriteria umum yang dituangkan dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 1974 (pasal 4 (1)) tentang Pokok- . khusus untuk pembentukkannya. Pada zaman ini 76 Kabupaten dan 32 kota ditetapkan di Jawa. dan provinsi pertama yang ditetapkan adalah Jawa Barat (1926). 114 kabupaten. dengan hanya 2 provinsi dan 38 kabupaten/kota baru. namun demikian masih membutuhkan serangkaian usaha perbaikan yang tidak mudah agar penyelenggaraan pemerintahan daerah menjadi optimal. tatanan daerah menjadi lebih stabil. Namun jika dilihat kembali undang-undang pemerintahan daerah pada masa Belanda bahwasanya pada zaman Belanda hanya mengenal tingkat pemerintahan Pemerintah Belanda baru pemerintah kabupaten dan kota (Undang-undang desentralisasi tahun 1903). Kesimpulannya. dalam konteks dimana pemerintah mendorong masyarakat di bagian tertentu di Indonesia untuk mempertahankan visi Indonesia.kurun waktu tersebut telah banyak kemajuan yang dihasilkan. yang terdiri 7 provinsi. Secara keseluruhan jumlah daerah otonom yang dibentuk dari tahun 1999 hingga tahun 2004 yaitu 148 daerah otonom. untuk beberapa tahun. beberapa daerah dipertahankan dan beberapa dihilangkan. hasil ini tercapai dengan mengabaikan aspirasi masyarakat/kelompok masyarakat di daerah. Di lain pihak keinginan sebagian masyarakat untuk membentuk daerah tetap tinggi. Perkembangan jumlah daerah ini masih lebih rendah laju pertumbuhan penduduk. Hal ini terjadi karena eforia reformasi dan peluang yang sangat besar yang diberikan oleh undang-undang nomor 22 tahun 1999 pada masyarakat untuk mengusulkan pembentukan daerah baru. 348 kabupaten dan 86 kota. Jawa Timur (1929) dan Jawa Tengah (1930). instrumen yang digunakan untuk menata daerah. setelah saat itu. Pembentukan Provinsi dan Kabupaten/Kota sampai dengan 2004 Periode Provinsi Kabupaten/Kota 1950 – 1955 6 99 1956 – 60 16 145 1961 – 1965 3 16 1966 – 1970 1 11 1971 s/d 1998 1 (-1)* 33 (-5)* 1999 s/d 2004 7 141 Total 33 440**) Ket : *) Timor-Timur **) Termasuk 5 Kotamadya dan 1 Kabuapten administrasi yang bukan daerah otonom di DKI Jakarta Dapat dilihat dari tabel diatas bahwa provinsi dan kabupaten/kota dibentuk dengan jumlah yang lebih besar di tahun-tahun 1950an. yang nota bene membesar dua kali lipat selama orde baru (dari kira-kira 100 juta menjadi 200 juta). rezim orde baru mampu mengerem kecenderungan pemekaran. dan 27 kota.

sehingga kondisi saat ini terdiri dari 33 (tiga puluh tiga) provinsi. yaitu penambahan 7 (tujuh) provinsi dan 141 (seratus empat puluh satu) kabupaten/kota. dan perlu mengacu pada konteks politis yang lebih luas serta peluang untuk mengemukakan aspirasi masyarakat lokal selama orde baru dibatasi. 349 (tiga ratus empat puluh sembilan) kabuapten dan 91 (sembilan puluh satu) kota. Hal ini terjadi karena eforia reformasi dan peluang yang sangat besar yang diberikan oleh Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 pada masyarakat untuk mengusulkan pembentukan daerah baru. Daerah yang hanya mempunyai penduduk kurang dari 100. Temuan ini menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pembinaan terhadap daerah otonom baru dan lebih mendorong ke arah konsilidasi (penggabungan) daripada pemekaran. yaitu kesejahteraan masyarakat. yaitu “Daerah dibentuk dengan memperhatikan syarat-syarat kemampuan ekonomi. pengahapusan dan penggabungan daerah. Namun sejak tahun 2004 telah diupayakan untuk meredam pembentukan daerah baru dan hanya 1 (satu) daerah otonom baru yang dibentuk yaitu provinsi Sulawesi Barat serta tahun 2005 tidak ada pembentukan daerah otonom baru sampai dikeluarkannya pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 129 tahun 2000 yang semangatnya masih dengan Undang-undang nomor 22 Tahun 1999. Sunday. pembinaan kestabilan politik dan kesatuan bangsa dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab”. Kebijakan diterapkan karena adanya tekanan politis baik dari dalam maupun dari luar negeri dan belum dikembangkan dalam bentuk kebijakan yang utuh. yaitu desentralisasi yang asimetris. Bicara lebih lanjut mengenai penataan daerah. “daerah yang tidak mampu menyelenggarakan otonomi daerah dapat dihapus dan atau digabung dengan daerah lain”. Pengalaman di negara lain juga mendorong suatu peninjauan kembali kebijakan dan peningkatan kapasitas daerah untuk mendorong suatu penataan daerah yang sejalan upaya optimalisasi pelayanan publik agar tujuan utama desentralisasi/pemerintahan daerah dapat tercapai. luas daerah.pokok Pemerintahan di Daerah. Setelah kemerdekaan. jumlah penduduk. kemudian aceh dan papua diberikan status “otonomi Khusus” yang bersifat Adhoc. Menurut studi Bank Dunia. Selain itu tidak ada peraturan pelaksanaan yang lebih rinci. pemekaran di Indonesia mengakibatkan birokrasi yang kurang efisien. pertahanan dan keamanan nasional dan syarat-syarat lain yang memungkinkan daerah melaksanakan pembangunan. Setelah era reformasi tahun 1999 s/d 2004 terjadi lagi penambahan provinsi dan kabupaten/kota dalam jumlah yang cukup besar.000 mempunyai gaji PNS yang dua kali lipat (per kapita) daerah yang berpenduduk 500. muncul juga daerah istimewa Aceh dan Yogyakarta. Pasal 6 Undang-undang nomor 22 tahun 1999 mengatur bahwa daerah dapat dimekarkan (tidak berbeda dengan undang-undang nomor 5 tahun 1974) dengan penambahan bahwa.000 orang. Ketentuan teknis penilaian tentang persyaratan pembentukan dan kriteria pemekaran. yang segera akan diganti dengan Peraturan Pemerintah (PP) pengganti sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 32 tahun 2004. 09 May 2010 10:28 | Written by Administrator | . Peraturan Pemerintah (PP) ini menjadi pedoman pembentukan daerah sejak tahun 1999 sampai tahun 2004. Ketentuan pasal diatas mengakibatkan pemekaran yang tidak secepat laju pertumbuhan penduduk.

Kemudian Pasal 4 ayat (3) UU 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah berbunyi. otonomi dapat dilihat dari empat sudut pandang. Kedua. hal mana yang diinginkan tidak hanya demokrasi pada tingkat nasional dalam suasana sentralistik. Proses tersebut merupakan suatu process of political interaction. Dalam negara kesatuan. Otonomi Dan Pemekeran Daerah Pengertian otonomi berarti pemerintahan sendiri (auto = Sendiri. ”Pembentukan daerah dapat berupa penggabungan beberapa daerah atau bagian daerah yang bersandingan atau pemekaran dari . otonomi tidak saja merupakan penyerahan kewenangan dari pemerintah pusat kepada daerah untuk melaksanakan pemerintahan yang sifatnya technical administration atau pratical administration saja tetapi terdapat adanya kebebasan daerah dalam melaksanakan desentralisasi kewenangan berdasarkan aspirasi dari rakyat dalam wilayah territorial otonomi. melainkan juga demokrasi ditingkat lokal (local democracy) yang arahnya kepada pemberdayaan (empowering) atau kemandirian daerah. desentralisasi atau otonomi secara langsung memperhatikan dan melancarkan serta meratakan pembangunan. Tetapi juga sebagai tindakan pendemokrasian untuk melatih diri dalam mempergunakan hak-hak demokrasi. ditinjau dari sudut politik sebagian permainan kekuasaan yang dapat mengarah kepada penumpukan kekuasaan yang seharusnya kepada penyebaran kekuasaan (distribution or dispersion of power). Pertama. Keempat ditinjau dari sudut pembangunan. UUD 1945 mengatur bahwa wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerahdaerah provinsi dan daerah provinsi dibagi atas kabupaten/kota yang masing-masing mempunyai pemerintahan daerah untuk menjalankan otonomi daerah seluas-luasnya. ditinjau dari sudut kultural adanya perhatian terhadap keberadaan atau kekhususan daerah.Quo Vadis Pemekaran Daerah? Oleh Saldi Isra A. ditinjau dari sudut teknis organisatoris sebagai cara untuk menerapkan dan melaksanakan pemerintahan yang efisien. Salah satu cara untuk menjalankan otonomi daerah tersebut adalah melalui pembentukan daerah. Ketiga. Lebih jauh lagi. hal ini berarti bahwa otonomi sangat erat kaitannya dengan demokrasi. nomus = pemerintahan) yang mempunyai makna kemandirian untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. dapat disebut pula penyerahan penuh kepada daerah otonom untuk melaksanakan urusan rumah tangga.

Sehingga yang terjadi pertimbangan pemekaran sekarang menjadi bukan pertimbangan pelayanan publik atau pemerataan pembangunan. dan prasarana pemerintahan. Mengacu kepada PP 78 Tahun 2007 tersebut. pertahanan. keamanan. lokasi calon ibukota. pada tahun 2007 sebanyak 25 DOB dan tahun 2008 sebanyak 18 daerah pemekaran. luas daerah. Kabupaten Lanny Jaya. dan fisik kewilayahan. sosial budaya. yang meminta pemekaran adalah daerah-daerah yang jauh dari pusat pemerintahan (daerah induk) dan tidak mendapatkan pemerataan pelayanan pubik. tahun 2003 sebanyak 49 DOB. Kabupaten Yalimo.satu daerah menjadi dua daerah atau lebih”. Kabupaten Nduga. proses pembentukan daerah didasari pada 3 (tiga) persyaratan. B. tahun 2004 sebanyak 1 DOB. Pemekaran Daerah di Era Reformasi Sampai saat. teknis. potensi daerah. sudah ada penambahan 191 Daerah Otonom Baru (DOB). Penambahan daerah ini dimulai pada tahun 1999. kependudukan. tahun 1999 sebanyak 45 DOB. sudah ada 483 kabupaten/kota dari 33 provinsi yang terbentuk. pemekaran daerah jauh lebih mendapat perhatian dibandingkan penghapusan ataupun penggabungan daerah. (3) Persyaratan fisik kewilayahan dalam pembentukan daerah meliputi cakupan wilayah. yakni administratif. tahun 2001 sebanyak 12 DOB. Adapun faktor lain tersebut meliputi pertimbangan kemampuan keuangan. Namun dalam praktiknya. . dan tahun 2009 sudah ada 2 DOB. Kabupaten Mambremo Tengah. dan rentang kendali penyelenggaraan pemerintahan. (2) Persyaratan secara teknis didasarkan pada faktor kemampuan ekonomi. Yaitu. Rinciannya. sarana. Ketentuan ini kemudian lebih teknis diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan. Praktiknya selama ini. Penggabungan Daerah. yang menggantikan PP No 129/2000. dan faktor lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah. tahun 2002 sebanyak 38 DOB. tetapi kepentingan elite nasional dan elite lokal. tingkat kesejahteraan masyarakat. Selama 2008 telah lahir delapan daerah baru. tahun 2000 sebanyak tiga DOB. (1) Persyaratan administratif didasarkan atas aspirasi sebagian besar masyarakat setempat untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dengan melakukan kajian daerah terhadap rencana pembentukan daerah. Sampai tahun 2008. sosial politik. Pemekaran paling banyak terjadi di Papua. Penghapusan.

Disusul Sumatera Utara sebanyak lima daerah. Maluku Utara. Kepulauan Riau. Dengan demikian. Di tahun 2009 ini. di Indonesia sekarang terdapat 33 provinsi. DPR sudah mengesahkan dua Undangundang pembentukan daerah. Papua Barat. Yakni. Kemudian tiga daerah baru lahir di Lampung dan dua daerah masing-masing di Sulawesi Utara dan Maluku.Kabupaten Puncak. Undang-undang No. dan 93 kota. Provinsiprovinsi yang memiliki satu daerah baru adalah Jambi.7 triliun pada 2009. 12 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti di Propinsi Riau dan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabupaten Maybrat di Propinsi Papua Barat. Selain itu. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. dan Kabupaten Dogiyai. Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Pemekaran yang Salah Sasaran . Keenam kabupaten tersebut berada di Papua. untuk otsus di tiga provinsi (Papua. 396 kabupaten. disahkan UU Nomor 35/2008 tentang Penetapan Perpu Nomor 1/2008 menjadi UU tentang Perubahan atas UU Nomor 21/2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. Papua dan Papua Barat. serta Bengkulu dan Banten. pemerintah mengalokasikan dana otsus Rp 8. dan Aceh). Papua Barat. Sebagai catatan. Jumlah Kabupaten/Kota dan Propinsi Sejak Pemberlakuan UU 22/1999 C. Dalam regulasi itu disebutkan bahwa saat ini otsus meliputi dua provinsi.

Penduduk miskin menjadi terkonsentrasi di daerah otonom baru. Jumlah ini akan terus meningkat seiring masih berkembangnya tuntutan daerah untuk dapat dimekarkan. Hasil evaluasi UNDP dan Bappenas menyebutkan. Suatu pertumbuhan pemerintah daerah yang sangat fantastis terutama pada jumlah kabupaten/kota baru. dan aparatur di daerah. Kemudian. Berdasar hasil studi tersebut. Jumlah ini terus meningkat hingga pada awal 2004 terdapat 32 provinsi dengan 434 kabupaten/kota. selama kurun waktu 2008. Hingga awal tahun 2009 ini Departemen Dalam Negeri telah menerima usulan pembentukan sebanyak 21 provinsi baru dan 94 kabuapaten/kota. keuangan daerah. Departemen Dalam Negeri dalam evaluasinya menyebutkan 104 daerah (lima provinsi dan 97 kabupaten) pemekaran yang terjadi dari tahun 2000 sampai 2004.UNDP) dan Bappenas menemukan setelah lima tahun dimekarkan. kondisi daerah otonom baru masih berada di bawah kondisi daerah induk dan daerah kontrol. pelayanan publik. Kondisi ini memberikan pesan kepada pemerintah pusat untuk membuat kriteria yang jelas dan tegas dalam menyetujui pemekaran pemerintah daerah baru. 84. 79 persen daerah otonomi baru belum memiliki batas wilayah yang jelas. 89. UNDP dan Bappenas meminta pemerintah menghentikan sementara .Pada 2001. Personil. Riset itu dilakukan terhadap enam provinsi dan 72 kabupaten/kota di Indonesia selama 2002-2007.2 persen pegawai negeri sipil (PNS) sulit dipindahkan dari daerah induk ke daerah pemekaran.48 persen daerah induk belum memberikan dukungan dana kepada daerah otonomi baru. jumlah kabupaten/kota di Indonesia 336 (di luar DKI Jakarta) dengan 30 provinsi (bertambah 4 provinsi baru). Studi tersebut juga menemukan. ada 87. penyebab kondisi tersebut didominasi keterbatasan sumber daya alam dan manusia daerah pemekaran. Kemudian. Selanjutnya. Penjelasan pada awal 2005 dari Depdagri. yaitu ekonomi daerah. Berbagai macam masalah yang timbul. sekitar 76 di antaranya masih bermasalah. dari mulai aset daerah induk yang belum diserahkan ke daerah pemekaran sampai letak ibu kota yang masih belum pasti. kondisi daerah-daerah pemekaran lebih buruk dibandingkan dengan daerah induk. Hasil penelitian Badan Dunia untuk Program Pembangunan (United Nations Development Program . Tak dapat dipungkiri bahwa pemekaran pemerintah daerah ini telah menimbulkan tekanan terhadap APBN akibat adanya sejumlah dana yang harus ditransfer kepada pemerintah daerah baru. Hasil penelitian yang dirilis Juli 2008 menyimpulkan tentang kegagalan pemekaran daerah. beberapa persoalan yang muncul diantaranya.71 persen daerah induk belum menyelesaikan P3D (Pembiayaan. Terdapat empat bidang kajian. Peralatan. dan Dokumen).

Tentunya sebagai daerah baru. Sebagai perbandingan. Dana Alokasi Khusus (DAK). Hal tersebut menyebabkan adanya kepastian daerah menerima DAU ini. rumah dinas. Komponen terbesar dalam dana transfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah adalah DAU. Jawa Barat dan Banten. dan persaingan antardaerah menguat.Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan pemekaran daerah berdampak pada penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat. setelah pemekaran. Motivasi untuk membentuk daerah baru tidak terlepas dari adanya jaminan dana transfer dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. penerimaan DAU tersebut lebih diarahkan pada pembangunan prasarana pemerintah seperti kantor pemerintahan. Aliran dana inilah yang akan ditransfer kepada pemerintah daerah termasuk pemerintah daerah baru berdasarkan kriteria dan formula tertentu. Dalam era desentralisasi ini. serta Dana Bagi Hasil baik bagi hasil pajak maupun bagi hasil sumber daya alam. sehingga secara politis memberikan motivasi untuk memekarkan daerah. Sulawesi Utara dan Gorontalo. . Hal ini dikarenakan DAU yang dialokasikan didasarkan pada perhitungan daerah induk dan baru kemudian dibagikan berdasarkan proporsi tertentu antara daerah induk dan daerah pemekaran. Penyebabnya. serta pengeluaran lain yang berkaitan dengan belanja pegawai. Lebih jauh lagi hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan ekonomi menurun dan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Kesejahteraan masyarakat juga menurun akibat perlambatan kegiatan ekonomi masyarakat.pemekaran daerah hingga dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap Provinsi dan Kabupaten Hasil pemekaran 10 tahun terakhir. Provinsi yang dimekarkan tersebut adalah Sumatera Selatan dan Bangka-Belitung. Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2005 mengungkapkan pemekaran daerah berdampak pada penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat. skala produksi mengecil. Akibatnya. Berdasarkan penelitian pemekaran empat provinsi menjadi delapan provinsi. Kondisi ketenagakerjaan setelah pemekaran provinsi justru lebih buruk dibanding sebelum pemekaran. serta Maluku dan Maluku Utara. Dampak dari adanya pemekaran daerah terhadap alokasi DAU dan akhirnya membebani APBN sebenarnya lebih bersifat tidak langsung. biaya ekonomi membesar dan lokasi geografis kurang mendukung kegiatan ekonomi. kerja sama ekonomi masyarakat justru melemah. bentuk dana transfer ini dikenal sebagai dana perimbangan yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU). terjadi perbedaan struktur ekonomi daerah baru dan lama.

Penghapusan. sosial politik.Pemekaran daerah pun makin melenceng dari tujuan awal. Namun. Moratorium Pemekeran Daerah Pasca tragedi meninggalnya Ketua DPRD Sumut Azis Angkat setelah dikeroyok para demonstran. Kerangka normatif yang menjadi prasyarat pembentukan daerah otonom baru justru terabaikan. Posisi dan jabatan ini tentunya tidak terlepas dari adanya aliran dana dari pemerintah pusat (APBN) kepada pemerintah daerah. semestinya pemerintah menetapkan kebijakan yang tegas menyangkut masalah pemekaran. dan Penggabungan Daerah sudah sangat jelas mengatur tata cara pemekaran. prosedur pemekaran yang berdasarkan hasil penelitian yang dibuat oleh daerah yang ingin dimekarkan tersebut. Selain itu. yaitu untuk mengembangkan daerah dan pada akhirnya mewujudkan kesejahteran masyarakat. potensi daerah. Semua kriteria yang sudah terukur jelas menjadi kabur ketika prosesnya menjadi sangat politis. Sudah menjadi rahasia umum bahwa dengan adanya pemekaran pemerintah daerah. Misalnya. ini berimplikasi lebih jauh lagi dengan munculnya sistem birokrasi baru yang lebih besar dibandingkan sebelumnya. uang menjadi faktor dominan pertimbangan politik masih menjadi acuan utama pemekaran sebuah wilayah otonom. kriteria tersebut dirasakan kurang bersifat operasional. Realitas ini semestinya menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk meninjau ulang pemekaran daerah. D. dalam bentuk standardisasi berapa besar nilai setiap indikator sehingga suatu daerah layak untuk dimekarkan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran. sosial budaya. “Tragedi . luas daerah. aturan itu tidak berjalan simetris dengan proses politik yang terjadi. Sehingga yang terjadi selama ini pemekaran daerah otonom (yang dilaksanakan sejak 1999) disebabkan sentimen etnis dan tidak meratanya pembagian kue pembangunan. Dan. Namun. jumlah penduduk. mengandung potensi yang besar pula untuk suatu tindakan manipulasi. Bila dibaca Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007. Lemahnya dasar penentuan kriteria ini telah menimbulkan celah terjadinya potensi kerja sama antara daerah yang ingin dimekarkan dan aparat pemerintah pusat termasuk DPR. maka akan timbul posisi dan jabatan baru. dinyatakan bahwa daerah dapat dibentuk atau dimekarkan jika memenuhi syarat-syarat antara lain: kemampuan ekonomi. serta pertimbangan lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah. Dalam nuansa politik yang kental itu.

Partai politik. dalam sidang paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada 22 Agustus 2008 Presiden SBY menyampaikan perlunya dilakukan evaluasi terhadap pemekaran. pemekaran membuka peluang untuk terjadinya bureaucratic and political rentseeking. tampak helas bahwa pemekaran bukanlah jawaban utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat. sejak dilakukan kali pertama pada 1999. yang memang sedang tumbuh. Ini jelas berseberangan dengan tujuan dari otonomi itu sendiri. Eforia demokrasi juga mendukung. Meski. ada baiknya pemerintah menghentikan dulu pemekaran pada 2009 sampai selesai dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan otda dan pemekaran. sebagai sebuah daerah otonom baru. yakni kesempatan untuk memperoleh keuntungan dari pemekaran wilayah. ataupun anggaran pelayanan publik. menjadi kendaraan kelompok elit ini menyuarakan aspirasinya. Pemekaran juga dianggap sebagai bisnis kelompok elit di daerah yang menginginkan jabatan dan posisi. Pemekaran ternyata tidak cukup sampai di sini. belum sekali pun pemerintah mengevaluasi daerah-daerah hasil pemekaran. Baik untuk pembiayaan aparatur baru. . konsekuensi pemekaran jelas makin memberatkan beban anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk membiayai daerah-daerah baru tersebut. Hal ini bermuara kepada upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang pada gilirannya menghasilkan suatu perekonomian daerah berbiaya tinggi. termasuk untuk mendorong pemekaran daerah. Tingginya konflik yang terjadi selama ini disebabkan oleh lemahnya kontrol pemerintah pusat dan luasnya ”partisipasi” masyarakat terhadap pemekaran daerah. Lebih jauh lagi. Moratorium atau penghentian itu diperlukan untuk membenahi rancangan dasar kebijakan pemekaran daerah yang selama ini telah melenceng dari tujuan awal dan kerap memicu konflik yang tak teredam. Di sisi lain. pemerintah daerah dituntut untuk menunjukkan kemampuannya menggali potensi daerah. baik dana dari pemerintah pusat maupun dari penerimaan daerah sendiri. Dari berbagai hasil penelitian yang dijelaskan di atas. Yang terjadi adalah sebaliknya. Karena itu. infrastruktur seperti perkantoran baru. Sebab. DPR dan pemerintah harus berani mengambil keputusan politik menetapkan moratorium. Dengan kejadian di Medan itu.demokrasi” tersebut adalah momentum tepat untuk melakukan moratorium pemekaran daerah baru. Mudahnya pengajuan aspirasi pemekaran wilayah membuat banyak pihak berlomba-lomba memanfaatkannya dengan tujuan mencari keuntungan.

diadakan oleh Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas. Revitalisasi tersebut diarahkan untuk: (1) memperjelas pembagian kewenangan antar tingkat pemerintahan. Memang.Padahal. Padang. utamanya daerah otonom baru. pemerintah sebenarnya sudah membuat dua instrumen evaluasi. 14 April 2009. akan bisa dibuat pertimbangan. serta (6) menata daerah otonom baru (DOB). Kalau kedua regulasi itu dilaksanakan. Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) dan Pengajar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas Selasa. Penggabungan. 14 Juli 2009 hambatan otoda dalam pembangunan daerah . (2) mendorong kerjasama antar pemerintah daerah. (5) meningkatkan kapasitas keuangan pemerintah daerah. pemerintah sudah mengeluar PP 6/2008 tentang Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD). pemerintah tak perlu ragu untuk menggabung daerah yang memang gagal melakukan otonomi daerah. Selain PP 78/2007 tentang Pembentukan. di Hotel Bumiminang. Tapi. Padang bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Makalah dipersiapkan dalam rangka Seminar “Quo Vadis Pemekaran Daerah”. Padang 14 April 2009. (3) menata kelembagaan pemerintah daerah agar lebih efektif dan efisien. Apakah daerah pemekaran layak tetap menjadi daerah otonom ataukah harus dilakukan penghapusan dan kemudian digabungkan dengan daerah lain. Dalam situasi pemekaran yang begitu marak ini. berbagai pemekaran daerah yang terjadi tak mesti ditimpakan begitu saja kepada pemerintah saat ini. (4) meningkatkan kualitas aparatur pemerintah daerah. maka relevan juga soal tuntutan adanya evaluasi daerah otonom. bila dibaca Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 menempatkan revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah ini sebagai satu prioritas dalam pembangunan nasional. juga menjadi tetap relevan untuk melihat upaya pemerintah menata atau melakukan moratorium pemekaran. Selain itu. Bahkan. dan Penghapusan Daerah. sebab juga sudah berlangsung sejak tahun 1999.

Selain itu juga menimbulkan tumpang tindih kewenangan antara pusat dan daerah. pertanahan. Sejak dilaksanakannya undang-undang tersebut. masih rendahnya kerjasama antar pemerintah daerah. Melalui kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah maka pengambilan keputusan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan penyediaan pelayanan publik diharapkan akan menjadi lebih sederhana dan cepat karena dapat dilakukan oleh pemerintah daerah terdekat sesuai kewenangan yang ada. Kebijakan tersebut merupakan pelaksanaan dari salah satu tuntutan reformasi yang muncul pada tahun 1998. peradilan. pemerintah daerah. yaitu antara lain dalam hal kewenangan. penanaman modal. dan pembentukan daerah otonom baru (pemekaran wilayah) yang masih belum sesuai dengan tujuannya. Kebijakan ini merubah sistem penyelenggaraan pemerintahan dari yang sebelumnya bersifat terpusat menjadi terdesentralisasi meliputi antara lain penyerahan kewenangan pemerintah pusat ke pemerintah daerah (kecuali politik luar negeri. Persepsi yang belum sama antar para pelaku pembangunan baik di jajaran pemerintah pusat. fiskal moneter. Berbagai permasalahan tersebut diperbaiki melalui revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah. serta kehutanan dan pertambangan. dan kewenangan bidang lain) dan perubahan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Belum jelasnya pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. berbedanya persepsi para pelaku pembangunan terhadap kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. Hal ini ditandai antara lain dengan lemahnya peran Gubernur dalam koordinasi antar kabupaten/kota di wilayahnya. pengelolaan APBD. karena dalam ketentuan Pasal 4 ayat (2) UndangUndang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan bahwa . masih terbatas dan rendahnya kapasitas aparatur pemerintah daerah. misalnya tentang pendidikan. Hal demikian mengakibatkan berbagai permasalahan dan konflik antar berbagai pihak dalam pelaksanaan suatu peraturan. dan antara provinsi dan kabupaten/kota. Hal ini mengakibatkan muncul berbagai permasalahan. tenaga kerja. pengelolaan suatu kawasan atau pelayanan tertentu. dan para pelaku pembangunan lainnya telah menimbulkan berbagai permasalahan dalam penyelenggaraan pemerintahan. antara lain: belum jelasnya pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah. Belum optimalnya proses desentralisasi dan otonomi daerah yang disebabkan oleh perbedaan persepsi para pelaku pembangunan terhadap kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. yang telah dimulai dengan mengganti kedua undang-undang tersebut menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. masih terbatasnya kapasitas keuangan daerah.Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. baik di dalam maupun di luar negeri. agama. belum terbentuknya kelembagaan pemerintah daerah yang efektif dan efisien. yang efektif berlaku 1 Januari 2004. Kebijakan ini dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan keadaan. Kewenangan daerah masih banyak yang belum didesentralisasikan karena peraturan dan perundangan sektoral yang masih belum disesuaikan dengan undangundang tentang Pemerintahan Daerah. pengaturan pembagian hasil sumberdaya alam dan pajak. dan lainnya. masih ditemukan berbagai permasalahan. pertahanan keamanan. pekerjaan umum.

beberapa peraturan perundangan masih belum sejalan antara satu dengan lainnya. kesehatan. menyebabkan tingkat pelayanan publik tidak berjalan optimal. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Selain itu belum terbangunnya sistem dan regulasi yang memadai di dalam perekrutan dan pola karir aparatur pemerintah daerah menyebabkan rendahnya berkualitas SDM aparatur pemerintah daerah. dan wilayah dengan tingkat urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. serta profesionalisme. serta sumber daya laut yang melintas di beberapa daerah yang berdekatan. serta terbatasnya kemampuan pengelolaannya termasuk dalam melaksanakan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Selain itu prasarana dan sarana pemerintahan masih minim dan penetapan dan pelaksanaan standar pelayanan minimum belum jelas. masyarakat. maupun segi profesionalisme. Sehubungan dengan pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. baik dari segi jumlah dan penempatan. hutan. yang ditandai dengan lambatnya kinerja pelayanan. Kerjasama antar pemerintah daerah masih rendah terutama dalam penyediaan pelayananan masyarakat di wilayah terpencil. Hal ini ditandai dengan terbatasnya penerapan prinsip efektivitas. Masih rendahnya kerjasama antar pemerintah daerah. Pada sisi lain hubungan hirarki secara langsung antara pemerintah kabupaten/kota dengan Pemerintah Pusat akan memperluas rentang kendali manajemen pemerintahan dan pembangunan. serta pada pengelolaan dan pemanfaatan bersama sungai. termasuk antara Pemerintah Daerah. dan dalam perdagangan. dan terbatasnya kesejahteraan aparat pemerintah daerah. tidak adanya kepastian waktu. Hal lainnya yang menjadi masalah adalah masih kurangnya etika kepemimpinan di jajaran pemerintahan daerah. Belum efektif dan efisiennya penyelenggaraan kelembagaan pemerintah daerah. Bahkan menimbulkan berbagai penafsiran ketentuan peraturan perundangundangan dalam mengimplementasikan kewenangan otonomi khusus. Masih terbatasnya dan masih rendahnya kapasitas aparatur pemerintah daerah. Juga dalam hubungan kerja antar lembaga. Berbagai hal tersebut berpotensi menimbulkan ketidakefisienan dan ketidakefektifan pemanfaatan sumber daya. tambang dan mineral. perkebunan. perencanaan. Belum efisiennya prioritas alokasi belanja daerah secara proporsional. tidak berjalannya prinsip transparansi. dan lain-lain. Pembentukan daerah otonom baru (pemekaran wilayah) yang masih belum sesuai . Masih terbatasnya kapasitas keuangan daerah. dan optimalisasi pemanfaatan sumber-sumber penerimaan daerah. dan organisasi non pemerintah belum berjalan secara optimal. dan perikanan termasuk pengolahan pasca panen dan distribusi. pertanian. Ini kemudian dipersepsikan bahwa antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota tidak ada hubungan hirarkinya.masing-masing daerah berdiri sendiri dan tidak mempunyai hubungan hierarki satu sama lain. serta tidak proporsionalnya distribusi. Struktur organisasi pemerintah daerah umumnya masih besar dan saling tumpang tindih. pendidikan. Seringkali kebijakan. sumberdaya air. perbatasan antar daerah. dan hasil-hasil pembangunan maupun penyelenggaraan pemerintahan tidak dikoordinasikan dan dilaporkan kepada Gubernur namun langsung kepada Pemerintah Pusat. dan kurang responsif terhadap permasalahan yang berkembang di daerahnya. baik pada pemerintah provinsi maupun kabupataen/kota. Hal ini ditunjukkan masih terbatasnya ketersediaan aparatur pemerintah daerah. efisiensi.

dan Undang-undang no 24 tahun 2004 tentang Makhkamah Konstitusi. Diposkan oleh daulah.dipimpin oleh Jaksa Agung .alfarisi di 16. dan kewenangan tidak dirumuskan secara jelas. namum pada pelaksanaannya pengawasan terutama pada masa orde baru bertindak tidak indefenden karena secara Lembaga Pemilihan Umum (LPU) -kalau sekarang kedudukannya sama dengan Komisi Pemilihan Umum. politik uang. Panwaslu Kecamatan. terutama apabila terjadinya pelanggaraan terhadap pelaksanaan pemilihan umum. Untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilu indonesia mencantuntumkan dengan jelas kedudukan.47 0 komentar pengawasan pemilu dan demokrasi Sejak bergulirnya pemilu pertama di Indonesia memang sudah ada konsep dan implimentasi dari kegiatan pengawasaan terhadap jalannnya pemilihan umum. Pengawas Pemilu Lapangan. dalam pelaksanaannya proses pembentukan daerah otonom baru lebih banyak mempertimbangkan aspek politis. Dewan Perwakilan daerah. Pelayanan publik yang semestinya meningkat setelah adanya pembentukan daerah otonom baru (pemekaran wilayah). Yang anggotannya terdiri dari anggota kepolisian. terbentuknya daerah otonom baru setiap tahunnya akan membebani anggaran negara karena meningkatnya belanja daerah untuk keperluan penyusunan kelembagaan dan anggaran rutinnya sehingga pembangunan di daerah otonom lama (induk) dan baru tidak mengalami percepatan pembangunan yang berarti. Undang-undang no 10 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. dan pers. Diharapkan dengan adanya Undang-undang no 22 tahun 2007 tentang penyelengaraan pemilu. kejaksaan. Namun demikian.yang diketuai oleh Menteri Dalam Negeri dan Panitia Pengawas Pelaksanaan Pemungutan Suara (Panwaslakpus) -sekarang kedudukannya sama dengan Badan Pengawasa Pemilihan Umum. kemauan sebagian kecil elite daerah. tugas. Apa lagi dalam pelaksanaannya kedudukan. tidak dirasakan oleh masyarakatnya. Ketertinggalan pembangunan suatu wilayah karena rentang kendali pemerintahan yang sangat luas dan kurangnya perhatian pemerintah dalam penyediaan pelayanan publik. yaitu kesejahteraan masyarakat. bahkan di beberapa daerah kondisinya tetap seperti semula. Selain itu. Panwaslu Kabupaten/Kota. Undang-undang no 2 tahun 2008 tentang partai politik. dan Pengawas . dan belum mempertimbangkan aspek-aspek lain selain yang disyaratkan melalui peraturan perundang-undangan yang ada. dan wewenang pengawas pemilui diatur dalam undangundang no 23 tahun 2002 demi meningkatnya kualitas dari pemilu tahun 2004.dengan tujuannya. sering menjadi alasan untuk pengusulan pembentukan daerah otonom baru sebagai solusinya. perguruan tinggi. Meski dalam pelaksanaannya pemilu tahun 2004 berjalan dengan lancar dan tertib namun tetap saja masih meninggalkan beberapa macam catan besar yang mendasar dalam pemilihan umum yakni berupa pelanggaran pemilu baik curi start kampaye. maupun pelangaran lainnya. Jalannya pemilu tahun 2009 bisa berjalan dengan baik. tokoh masyarakat. Panwaslu Provinsi. fungsi. serta terminimalisirnya pelanggaran pemilu Dalam undang-undang no 22 tahun 2007 pasal 70 ayat (1) Pengawasan penyelenggaraan Pemilu dilakukan oleh Bawaslu. lancar. Siapa yang yang berhak melakukan tindakan untuk menegakan aturan pemilihan umum dan kepada siapa pihak-pihak yang terlanggar haknya melakukan laporan.

Pertama. bisa dikatakan lengkap. 8. sekretaris KPU Kabupaten/Kota. Kedua. Menetapkan standar pengawasan tahapan penyelenggaraan Pemilu sebagai pedoman kerja bagi pengawas Pemilu di setiap tingkatan. pembagian tugas yang jelas oleh badan pengawas pemilihan umum kepada panitia pengawas provinsi. namun kalau dilihat secara mendetail maka peran pengawas pemilu hanya berperan pasif saja. dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu yang sedang berlangsung. Menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan perundangundangan mengenai Pemilu. Mengawasi pelaksanaan penetapan daerah pemilihan dan jumlah kursi pada setiap daerah pemilihan berdasarkan peraturan perundang-undangan. 19 tahun 2008. Tugas dari pengawas pemilu (Bawaslu) diatur dalam pasal 74 ayat (1) yakni: 1. Dan Sengketa Pemilu diselesaikan oleh Bawaslu. 3. kabu[aten/kota. Pertama. atau KPU Kabupaten/Kota. di mana satu pengawas bertanggungjawab untuk mengawasi 9 TPS.Pemilu Luar Negeri. KPU Provinsi. 4. Walaupun sudah diatur mengenai panitia pengawas sampai pada pengawas lapangan tapi jumlah personil yang ada saat ini sangat terbatas. dan 9. Dengan keterbatasan ini. Meneruskan temuan dan laporan yang bukan menjadi kewenangannya kepada instansi yang berwenang. Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang ditetapkan oleh undang-undang. Mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu. pengawasan terhadap tahapan pemilu tidak dapat optimal . provinsi. sedangkan laporan pelanggaran ketentuan yang mengandung unsur pidana diteruskan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia sesuai tingkatannya. Panwas Provinsi. KPU Kabupaten/Kota. Yang tidak kalah penting ialah bagaimana sengketa diselesaikan oleh panitia pengawas pemilu yakni dari pangawas pemilu yang kedudukannya paling tinggi (bawaslu) sampai kepaling bawah sesuai dengan kompetensinya. Sekretaris Jenderal KPU. dalam pasal 66 ayat (2) dan (3) Peraturan KPU no. Akan muncul berbagai macam peyataan. kabupaten/kota. Yang mana Laporan pelanggaran ketentuan yang bersifat administratif diteruskan kepada KPU. pegawai Sekretariat Jenderal KPU. KPU Provinsi. Komisi Pemilihan Umum Provinsi kedudukannya lebih tinggi dari pada Panitia Pengawas Pemilihan Umum Provinsi . sekretaris KPU Provinsi. dan kecamatan. 5. Mengawasi pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi pengenaan sanksi kepada anggota KPU. 7. Mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu. dan kecamatan dalam melakukan pengawasan terhadap tahapan penyelenggaran pada tingkat nasional. Aturan ini sangat penting agar pembantu panitia baik dari tingkat pusat sampai tingkat daerah agar tidak terjadi perebutan kompetensi pelaksanaan tugas dan kewenangan . Inilah yang harus diatur oleh badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu). 2. Menyampaikan temuan dan laporan kepada KPU untuk ditindaklanjuti. PanwasKabupaten/Kota dan Panwas Kecamatan Hubungan pengawas pemilihan umum dengan Komisi Pemilihan Umum. Ketiga. pegawai sekretariat KPU Provinsi. 6. Sebenarnya yang menjadi masalah sebenarnya adalah bagaimana tugas dan wewenang itu dilaksanakan. dengan tidak adanya kewajiban melakukan investigasi dan tindakan langsung tanpa menunggu laporan masyarakat . memang undang-undang penyelengaraan pemilihan umum no 22 tahun 2007 dan undang-undang no 10 tahun 2008.

Untuk menjawab dan menjernihkan peryataan diatas kita perlu kembali kepada UU pemilu berkenaan dengan pada tugas dan kewenangan pada pasal 74. Panwaslu Daerah bukan bawahan dari KPU Daerah Benarkah pendapat atau sikap yang menyatakan bahwa Bawaslu bawahan dari KPU atau Panwaslu daerah adalah bawahan dari KPU daerah? Dalam pasal 70 ayat (1) UU no 22 tahun 2007 tentang penyelengaraan pemilihan umum. hubungan antara Bawaslu dengan KPU harus intensif tetapi ”jangan terlalu dekat”. dalam menyampaikan temuan (pelanggaran yang bersifat administratif) dan melaporan kepada KPU untuk ditindaklanjuti (pasal 74 ayat (1) huruf c). Yang jelas bahwa bawaslu dengan KPU maupun Panwaslu provinsi. kabupaten/ kota. Sehingga dalam pertanggung jawaban juga sendiri tidak ada pertanggung jawabannya. Disamping itu setelah terbentuknya Bawaslu.kedudukanan. dengan Panwaslu provinsi. Peryataan ini agak kontras dengan pernyataan lainnya yang mengatakan bahwa Pengawas Pemilu bertugas mengawasi KPU. sekretaris KPU Provinsi. pegawai Sekretariat Jenderal KPU. Lalu bagaimana hubungan antara KPU dengan Bawaslu. . serta KPU sendiri yang mengusulkan 15 nama calon Bawaslu (pasal 88 ayat (3) huruf h). Pasal 87 ayat (1)Undang-undang no 22 tahun 2007 sudah mengatur hubungan dari belum terbentuknya bawaslu yakni KPU membentuk tim seleksi untuk membentuk bawaslu. serta KPU Provinsi. kabupaten/kota. pasal 1 angka 6 meyatakan bahwa KPU sebagai penyelengara pemilu. yang tugasnya melakukan pengawasaan terhadap seluruh proses penyelengaraan. 1. Panwaslu Provinsi. yang mana. KPU Kabupaten/Kota. Kedua peryataan ini perlu di jernihkan agar tidakmenimbulkan pertanyaan yang berkepanjangaan. Panwaslu kabupaten/kota dengan KPU provinsi. Panwaslu kabupaten/kota dengan KPU provinsi. Panwaslu Lapangan. KPU kabipaten/kota. Lalu siapa penyelengaraan pemilu. dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu yang sedang berlangsung Sementara hubungan antara Panwaslu provinsi. bahwa KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota tidak dapat diawasi oleh Panwaslu Provinsi dan Panwaslu Kabupaten/Kota. Bawaslu terpisah dari KPU dan bersifat Mandiri. KPU Provinsi. 2. Bawaslu (pengawas pemilu secara umum) mengawasi seluruh tahapan penyelenggaraan pemilihan umum. Menyatakan bahwa Panitia Pengawas Pemilu adalah Bawaslu. Dan memberikan rekomendasi kepada KPU untuk menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan sanksi administratif atas pelanggaran sebagaimana yang dilakukan sanksi kepada anggota KPU. Sekretaris Jenderal KPU. Panwaslu Kecamatan. Kpu kabupaten/kota tidak ada hubungan hirarki (atasan dan bawahan) karena masing-masing supra suktur pemilu ini bekerja dengan terpisah dan mandiri. sekretaris KPU Kabupaten/Kota. kabupaten/kota adalah KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota (angka 7). Dan Panwaslu Luar Negeri. pola hubungannya hampi sama dengan antara Bawaslu dengan KPU. sementara penyelanggra pelaksanaan pemilu provinsi. Yang kerap mengemuka adalah peryataan bahwa adalah KPU dari pusat hingga daerah tidak dapat diawasi oleh pengawas pemilu. begitu juga KPU kabupaten/kota juga lebih tinggi dari Panwaslu Kabupaten/Kota atau Panwaslu Kabupaten/Kota bertanggung jawab kepada Panwaslu Provinsi atau KPU kabupaten/kota. Kedua. pegawai sekretariat KPU Provinsi. Panwaslu Kabupaeten/Kota.

Memang tidak semua pelanggaran atas peraturan perundang-undangan dapat diselesaikan oleh pengawas pemilu. itu 2 kali dalam 2 tahap." ujar jaksa yang juga menangani kasus Antasari Azhar ini. "Setelah dilimpahkan ke pengadilan. tapi setelah dicek. Saat itu dengan sangkaan korupsi. panwaslu kabupaten/ kota adalah bawahan dan bertanggung jawab kepada KPU provinsi. Pengawas pemilu berwenang menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan penyelenggaraan pemilu. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. dan Ika Syafitri. Cirus Sinaga.detikNews Namun. Jl Sultan Hasanuddin. . Jakarta . pemiliknya Mr Sun. Tapi uang masuk ke rekening Gayus." terangnya. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri ." kata jaksa peneliti kasus Gayus.. Anggota pengawas pemilu pun tidak luput dari ketentuan . Tapi berbeda dengan Polri. warga Korea. Jaksa mengajukan tuntutan 1 tahun dan masa percobaan 1 tahun.Setelah Polri. jaksa peneliti berkas perkara tersebut adalah Fadil Regan. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Kejagung membeberkan kronologi bagaimana dakwaan disusun hingga alasan pasal korupsi dihapus. baik dalam rekayasa kasus ataupun dugaan suap. Baik itu peserta pemilu.07 0 komentar [html] Jakarta . kini giliran Kejagung yang membantah ada rekayasa dalam kasus Gayus Tambunan. warga yang berhak memilih bahkan penyelenggara pemilu sekalipun.detikNews "Uang itu berasal di transfer PT Megah Citra Jaya Garmindo. Dengan demikian jelaslah bahwa tidak ada satu perundangan dan keputusan KPU manapun yang menyatakan bahawa panwaslu provinsi.detikNews Selain Cirus. sementara kasus pidana harus diteruskan kepada penyidik. siapa pun yang melakukannya. Terhadap uang itu tersangka menyatakan uang itu untuk mengurus pajak PT Megah.. pasal korupsi tidak disangkakan dengan pertimbangan uang Rp 370 juta masih dalam rekening. kini giliran Kejagung yang membantah ada rekayasa dalam kasus Gayus Tambunan.alfarisi di 16.Dengan demikian dapat diartikan bahwa setiap pelanggaran peraturan perundangundangan yang terjadi pada setiap tahapan harus diproses oleh pengawas pemilu. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.Setelah Polri. dalam jumpa pers di Kejagung. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . jadi hanya diam di rekening Gayus.detikNews "Penanganan kasus ini dimulai dari pengiriman SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan) dari Mabes Polri ke Kejagung."Terhadap penanganan perkara i. hanya terbukti penggelapan.detikNews Cirus menyatakan. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Senin (22/3/2010). berdasarkan hasil penelitian jaksa. Jakarta. money laundering. jaksa tidak menyebut setoran uang dari Roberto Antonious.detikNews "Terhadap penanganan perkara ini tidak ada permainan. hanya 2 pasal yang terbukti yaitu pencucian uang dan penggelapan. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri ." ungkap Cirus. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.detikNews Uang itu tidak digunakan dan dikembalikan. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. KPU kabupaten/ kota. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Misalnya pelanggaran administratif harus diteruskan kepada KPU. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. dan penggelapan... Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Kejagung membeberkan kronologi bagaimana dakwaan disusun hingga alasan pasal korupsi dihapus. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Eka Kurnia Sukmasari. tidak tahu berada di mana. Diposkan oleh daulah. Uang itu setoran pajak dari PT Megah Citra Jaya Garmindo.

detikNews "Karena takut hilang. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.8 juta. Seharusnya masalah rentutnya dulu yang diselesaikan baru perkara Pak Asnun. terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur Pasal 6 ayat 2 UU No. Uang itu akan digunakan untuk membangun ruko.detikNews Sumber: us. Uang diserahkan di rumah orang tua istri Gayus. lengkap dengan kwitansinya. Menurut Jaksa Penuntut Umum Yori Rowando.6 miliar yang ada di rekening Gayus. bukan money laundering. 31/1999 jo UU No 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi." tegas Cirus. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.detikNews Karena itu. uang dimasukkan Gayus ke Bank Panin.detikNews "Dan di Pengadilan Tangerang Gayus tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan. 27 Oktober 2008 US$ 260 ribu. Itu mengurus pajak dalam jabatan Gayus sebagai pegawai. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . hakim Muhtadi Asnun didakwa menerima uang sebesar US$ 40 ribu untuk membebaskan Gayus dari perkara pencucian uang pada 2009. Bukan korupsi.com I Senin.detikNews Terkait uang Rp 24. dan 16 februari US$ 13 ribu. Total US$ 2. Atas tuntutan ini. Senin (8/11). “Kan sudah jelas dalam kasus ini ada rekayasa yaitu rencana tuntutan. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Yang pertama 1 Juni 2008 US$ 900 ribu. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri .detikNews (ndr/nrl) Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.detikNews "Gayus diberi kepercayaan Andi untuk pengadaan properti ruko seluas 2 hektar di Jakarta Utara. biaya yang dibutuhkan mencapai US$ 6 juta dolar dan Andi baru menyerahkan uang secara tunai dalam 6 tahap.detikNews "Uag Rp 370 juta bukan tindak pidana karena perjanjian mengurus pajak. pengacara Asnun. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Cirus menjelaskan. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Perjanjian ditandatangani 25 Mei 2008. 15 September 2008 US$ 650 ribu. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Andi adalah pengusaha properti di Batam. dituntut hukuman penjara tiga tahun enam bulan dan denda Rp250 juta di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. tapi penggelapan pajak murni.” tuturnya usai sidang. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. 22/03/2010 16:47 WIB Jakarta-Yustisi. yah KAJIAN . setelah diteliti berdasarkan alat bukti.detikNews Selain itu." imbuhnya. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . 10 November US$ 200 ribu. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . jaksa berani mengambil sikap untuk menuntut Gayus dengan pasal 372 KUHP dengan pidana penjara 1 tahun dan percobaan 1 tahun. terdakwa kasus suap saat menangani perkara pajak Gayus H Tambunan. kliennya merupakan korban rekayasa kasus ini.Jaksa juga berkesimpulan hal itu bukan money laundering." jelasnya. Firman Wijaya mengatakan. 10 Desember US$ 500 ribu. Sidang dilanjutkan pekan depan untuk penyampaian pembelaan terdakwa dan penasihat hukumnya. Sebelumnya. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.detiknews. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . uang tersebut milik Andi Kosasih. bukan menyuap.com: Hakim Muhtadi Asnun. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus." tutupnya.

Dalam hubungan ini. Dimotivasi oleh percepatan pertumbuhan demokrasi (lokal).Model Evaluasi Pembentukan. dan Daerah Otonom dapat dimekarkan menjadi lebih dari satu daerah jika dipandang sesuai dengan perkembangan daerah?. Di dalam UU Nomor 32 Tahun 2004. kajian ini telah memperoleh temuan-temuan lapangan yang menarik. pada Pasal 5 ayat (1) disebutkan: ?Pembentukan daerah sebagaimana dimaksud pada pasal 4 harus memenuhi syarat administratif. sehingga total provinsi sebanyak 33 dan kabupaten/kota sebanyak 473. telah menambah beban anggaran pemerintahan negara. di antaranya: (1) Alasan utama pemekaran daerah ternyata lebih didasarkan pada faktor emosional. 129 Tahun 2000. jumlah daerah otonom baru sebanyak 7 provinsi dan 162 kabupaten/kota. sebagai berikut: ?Pembentukan daerah dapat berupa penggabungan beberapa daerah atau bagian daerah yang bersandingan atau pemekaran dari satu daerah menjadi dua daerah atau lebih?. Sebuah pertumbuhan . Penggabungan Dan Penghapusan Daerah EXECUTIVE SUMMARY Era reformasi yang ditandai dengan meningkatnya tuntutan untuk melakukan pemekaran daerah berjalan seiring dengan regulasi pembentukan daerah otonom baru yang dianggap lebih mudah daripada waktu sebelumnya. dan kriteria-kriteria yang dapat ditawarkan dalam melakukan pemekaran daerah di Indonesia. perihal pemekaran daerah diatur pada Pasal 46 ayat (3) dan (4). bukan rasional. terbukti adanya berbagai persyaratan dan kriteria yang harus dipenuhi dalam melakukan pemekaran. dan (3) Kriteria-kriteria yang digunakan untuk melakukan pemekaran telah mengacu pada PP No. Sampai awal 2007. Penghapusan dan Penggabungan Daerah memang memberikan ruang yang lebih leluasa bagi terbentuknya daerah otonom baru. Secara legal formal. (2) Implikasi pemekaran daerah. Sementara. UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah jo PP Nomor 129 Tahun 2000 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran. Pada ayat (4) disebutkan bahwa pemekaran dari satu daerah menjadi dua daerah atau lebih sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dilakukan setelah mencapai batas maksimal usia penyelenggaraan pemerintahan. Pada Pasal 6 ayat (1) dan (2) UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan ?? Daerah dapat dihapus dan digabung dengan daerah lain. implikasi yang ditimbulkannya. Pemekaran. pembentukan daerah atau dalam hal ini pemekaran daerah tidak bisa dilakukan secara serampangan. tetapi pada kenyataannya daerah yang bersangkutan tidak menunjukkan kemajuan (progress) sebagaimana yang diharapkan. Fakta bahwa pemekaran daerah telah menjadi euforia di era otonomi daerah pasca reformasi menjadi tidak terbantahkan. Melalui metode kajian yang bersifat kualitatif dan pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam di 14 (empat belas) provinsi dan 28 (dua puluh delapan) kabupaten/kota. tentunya dapat ditelusuri hadirnya berbagai faktor yang melatarbelakangi pemekaran daerah. teknis dan fisik kewilayahan?.

kemudian Provinsi Gorontalo dengan Sulawesi Utara. Alasan keadilan . Provinsi Bangka Belitung. pemekaran daerah diharapkan akan menciptakan keadilan dalam hal pengisian jabatan pubik dan pemerataan pembangunan. Disamping itu di Pulau Movotai pada Perang Dunia II merupakan ajang penghalau udara Amerika Serikat.pemerintahan daerah yang luar biasa. Dari sisi implikasi. Pembentukan daerah otonom baru telah menimbulkan berbagai implikasi yang terjadi pada semua level pemerintahan. 3. antara lain : o Pembentukan kelembagaan baru : Pemekaran daerah menimbulkan implikasi bagi kelembagaan daerah. 4. dimana pemekaran daerah diharapkan dapat mempercepat pembangunan di daerah. pemekaran daerah dilakukan untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah. Kondisi seperti ini terutama terjadi di Indonesia Timur seperti Papua (Keerom) dan Irian Jaya Barat (Kabupaten Sorong). Implikasi pemekaran daerah terhadap daerah. Sumatera Utara (Serdang Bedagai). Sulawesi Tenggara (Konawe Selatan). dimana pemekaran daerah terjadi karena menganggap adanya perbedaan budaya antara daerah yang bersangkutan dengan daerah induknya. Contoh: pemekaran Provinsi Kepulauan Riau. pemekaran suatu daerah dilakukan karena alasan sejarah. Hal ini dijadikan alasan utama karena adanya kendala geografis. dan pemekaran yang terjadi di daerah lainnya seperti Kalimantan Timur (Kutai Timur). Alasan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. 1. terutama jika dibandingkan dengan masa Orde Baru. yaitu bahwa daerah hasil pemekaran memiliki nilai historis tertentu. Alasan anggaran. seperti terjadi pada pemekaran Provinsi Bangka Belitung (pemekaran dari Provinsi Sumatera Selatan) dan Provinsi Irian Jaya Barat (pemekaran dari Provinsi Papua) serta pemekaran Kabupaten Keerom (pemekaran dari Kabupaten Jayapura). Alasan kultural atau budaya (etnis). baik bagi pemerintahan daerah maupun pemerintahan pusat. 2. Artinya. yang meliputi organisasi perangkat daerah dan organisasi pusat di daerah. terdapat alasan-alasan yang mendasari dilaksanakannya pemekaran daerah adalah: 1. Berdasarkan hasil kajian. Alasan ekonomi. dan Provinsi Sulawesi Tenggara. dan Lampung (Tanggamus). 5. Sebagaimana diketahui daerah yang dimekarkan akan mendapatkan anggaran dari daerah induk selama 3 tahun dan mendapatkan dana dari pemerintah pusat (DAU dan DAK). demikian pula Kabupaten Minahasa Utara yang merasa berbeda budaya dengan Kabupaten Minahasa. . 6. Zainal Abidin Syah) dinobatkan sebagai Gubernur pertama. infrastruktur dan sarana perhubungan yang minim. bahwa pemekaran dijadikan alasan untuk mendapatkan keadilan. dimana Raja Ternate (Alm. Alasan historis. Sebagai contoh: Provinsi Maluku Utara sebelumnya pernah menjadi ibukota Irian Barat. Sebagai contoh: Penduduk Bangka Belitung dengan penduduk Sumatera Selatan.

DPRD. o Sumber daya manusia : Pemekaran secara nyata telah membawa implikasi bagi dinamika sumber daya manusia di daerah otonom baru. namun jika terbentuknya daerah baru menimbulkan egosentris suatu masyarakat maka hal ini tentunya sangat merugikan bagi daerah yang bersangkutan. implikasi yang terjadi adalah penambahan jumlah kelembagaan vertikal di daerah. ternyata pemekaran daerah juga berpotensi menimbulkan kemiskinan atau dapat dikatakan pemekaran daerah berpotensi menimbulkan terjadinya pemiskinan. personel dan dokumen) yang tidak tuntas. o Pemberdayaan Ekonomi: Pemekaran daerah yang telah memperhitungkan potensi dan kesiapan daerah serta dilakukan dengan mekanisme yang tepat. o Kemiskinan : Selain meningkatnya pertumbuhan ekonomi di beberapa daerah yang secara nyata mempunyai daya saing sebagai daerah otonom baru. terutama dalam hal pemanfaatan sumber daya alam. tetapi juga mengenai sumber-sumber kekuasaan dan tarik-menarik kepentingan di antara elit politik di daerah otonom baru.Sebagai konsekuensi logis pemekaran daerah. pemekaran daerah justru dapat menyebabkan kerusakan lingkungan akibat eksploitasi darerah yang berlebihan. baik berkenaan dengan politik anggaran maupun proses demokratisasi di daerah. Implikasi pemekaran daerah terhadap pemerintahan pusat. maka pemekaran berimplikasi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di daerah tersebut. maka terbentuk kelembagaan daerah yang meliputi organisasi perangkat daerah (Dinas dan Lembaga Teknis Daerah). Hal ini dapat bernilai positif jika itu ditunjukkan untuk meningkatkan kesejahteraan daerah. Penyebab ketidakharmonisan hubungan tersebut antara mengenai proses penyerahan P3D (penganggaran. bukan saja mengenai penentuan ibukota daerah otonom baru dan penentuan batas wilayah. peralatan. o Pola Hubungan Kerja di Daerah Pemekaran : Hubungan pemerintahan daerah dengan lembaga lainnya akan dapat berjalan dengan baik jika kondisi internal pemerintahan daerah tersebut telah berjalan baik dikarenakan pemerintahan daerah telah mampu menyelesaikan sebagian besar persoalan yang dihadapinya. antara lain : o Dalam aspek kelembagaan pemerintahan pusat. Terbitnya berbagai Peraturan Daerah (Perda) yang berorientasi peningkatan PAD telah memberatkan masyarakat dan pada tataran yang lebih luas telah menimbulkan ekonomi biaya tinggi (high cost economy). 2. dan BUMD. baik itu mengenai demeografinya maupun kualitas dan komposisinya. o Politik lokal : Pemekaran daerah berimplikasi terhadap dinamika politik di daerah. Apabila tidak dikelola dengan baik. dan kewajiban-kewajiban lain yang harus diselesaikan oleh daerah induk selama masa pembinaan serta persoalan batas wilayah. . o Lingkungan Hidup : Pemekaran daerah selain membawa implikasi positif juga dapat berdampak positif.

129/2000. model evaluasi pemekaran daerah yang dilakukan berdasarkan PP 129/2000. sehingga daerah otonom baru langsung memiliki tanggung jawab yang sama besar dengan daerah induknya. dengan menambahkan beberapa perubahan khususnya untuk kriteria pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Prosedur pemekaran yang terjadi selama ini tidak melalui model ’transisi’. Pada indikator potensi daerah juga terdapat ’sarana pendidikan’ tetapi isinya bukan mengukur sarana tetapi kinerja. implikasi yang terjadi adalah penambahan alokasi keuangan/anggaran untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerah. dalam bentuk DAU maupun DAK. Tim merekomendasikan hal-hal sebagai berikut: 1. Prosedur: untuk prosedur pemekaran daerah telah dirumuskan dengan cukup baik. o Persyaratan/kriteria tersebut sebagian besar masih mengacu pada PP No. Menurut hasil kajian. Dalam aspek hubungan keuangan dengan pemerintah pusat. sehingga banyak terjadi penyimpangan dari prosedur yang telah ditetapkan. indikator dan sub indikator tersedia. sebagaimana terdapat pada rekomendas kajian poin 2. o Pada indikator luas wilayah dan jumlah penduduk dibedakan . Sebagai contoh: dalam syarat/kriteria potensi daerah. Secara garis besar dapat dikatakan terdapat dua prosedur pemekaran yakni pemekaran melalui jalur pemerintah (eksekutif) dan jalur DPR (legislatif). 3. Faktanya. tetapi tidak ada penekanan pada tahap implementasi. dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kemampuan daerah yang akan dimekarkan. o Indikator dan sub indikator tersebut lebih mengukur potensi. Mencermati uraian pada kesimpulan di atas. Tim mengusulkan persyaratan/kriteria untuk melakukan pemekaran daerah. 2. Dari syarat/kriteria dan indikator tersebut dapat disimpulkan hal-hal berikut: o Tidak ada kejelasan kluster yang memayungi syarat/kriteria. Persyaratan dan kriteria: persyaratan dan kriteria yang ditetapkan lebih cenderung mengukur potensi/input. pemekaran daerah lebih banyak berasal dari inisiatif DPR. Hal ini sekaligus dapat menjadi alat untuk meminimalisir implikasi negatif yang ditimbulkan akibat pemekaran. jumlah restoran/rumah makan. Untuk itu. indikator sarana pariwisata. bukan output. pemerintah pusat – yang menangani urusan Pemerintah Pusat dan depertemen teknis – harus menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan penyerahan kewenangan tersebut. Dari tabel dapat dilihat pelayanan yang dimakud adalah pelayanan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan. adalah sebagai berikut: 1. jumlah obyek wisata”. Pemekaran daerah hendaknya didasarkan pada alasan-alasan yang rasional.o o Dalam aspek kewenangan. tercantum sub indikator ”jumlah hotel/akomodasi lainnya. sehingga 7 (tujuh) syarat/kriteria tersebut seolah-olah terpisah satu sama lain.

Dalam hal ini reformasi desentralisasi mempunyai fokus pada perbedaan lokalitas dan mencoba mengembangkan kapasitas pemerintah daerah dalam memecahkan permasalahan-permasalahan di tingkat lokal. o Setelah 5 (lima) tahun menjadi daerah otonom. maka faktor integritas menjadi kunci utama apakah sebuah daerah layak dimekarkan. Mengapa Desentraliasi dan Tata Pemerintahan Lokal? Latar belakang dan asal muasal reformasi desentralisasi adalah tidak berfungsi dan gagalnya sistem pembuatan keputusan yang sentralistis dimana pemerintah pusat tidak dapat menyediakan solusi-solusi bagi tiaptiap komunitas di tiap-tiap lokalitas yang beragam. Revisi UU No. o Pemekaran daerah dilakukan secara berjenjang.antara Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali. Pemerintah perlu merevisi UU No. 4. tetapi mengalami keterbatasan-keterbatasan yang mengakibatkan tidak memenuhi persyaratan. 3. hal ini ditempuh guna mengurangi terjadinya in-efisiensi. o Namun. pemerintah daerah yang memenuhi persyaratan akan dimekarkan menjadi ’daerah persiapan’ dimana untuk provinsi dengan nomenklatur ’provinsi persiapan’ dan ’kabupaten/kota persiapan’ untuk kabupaten/kota. 32 Tahun 2004 memang pernah diwacanakan. maka dapat dilakukan penguatan (strengthtening) Kecamatan untuk mendekatkan pelayanan publik. daerah tersebut dapat dipertimbangkan untuk dimekarkan kembali. Sistem alokasi yang tersentralisasi telah gagal dalam memberikan hasil yang . tetapi dibentuk dalam ’daerah persiapan’. Penetapan daerah persiapan ditungkan dalam bentuk Perpres. pemekaran. persyaratan dan kriteria seketat apapun pada akhirnya tidak akan bermanfaat jika tim penilai (evaluator) tidak memiliki integritas (: kejujuran) yang memadai. 2. apabila dinilai memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Terlebih lagi jika penilaian dilakukan melalui self-assesment. Perlu dilakukan pentahapan dalam melakukan pemekaran daerah. Bagi pemerintah daerah yang tidak memenuhi persyaratan. Pada tataran yang lebih tinggi dan skala yang lebih luas. yaitu daerah tidak langsung dimekarkan menjadi daerah otonom. Selain itu adalah tidak efisiennya konsumsi sumberdaya lokal. maka daerah persiapan tersebut dapat diubah statusnya menjadi daerah otonom. tetapi belum menyentuh pengaturan tentang pemekaran daera 3-2. o Setelah menjadi daerah persiapan selama dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun dan dilaksanakan penilaian oleh tim penilai. 32 tahun 2004 yang terkait dengan pengaturan pembentukan. penghapusan dan penggabungan daerah (Pasal 5 s/d 8). Secara bertahap.

Terlebih lagi mengingat bentuk negara Indonesia sebagai negara kepulauan yang sulit dijangkau dan setiap wilayah memiliki karakteristik yang sangat berbeda. tingkat kepuasan masyarakat akan aktivitas pemerintah daerah akan semakin berkurang seiring ketidakmampuan pemerintah daerah membiayai pelayanan publik yang diinginkan oleh masyarakat lokal. salah satu mekanisme sentralisasi kekuasaan oleh pemerintah pusat berpusat pada pengontrolan alokasi dana untuk pembangunan daerah. dengan adanya tradisi mengenai tata pemerintahan lokal. Sangatlah wajar jika kemudian tiap daerah telah mempunyai modal yang cukup mengenai pelaksanaan dan strategi tata pemerintahan lokal untuk kemudian memperkaya konsep otonomi daerah. Hasilnya adalah kegagalan dalam alokasi sumberdaya lokal bagi masyarakat lokal itu sendiri. Jalan yang terbaik untuk meminimalisasi persoalan yang diakibatkan gagalnya sistem yang tersentraliasi adalah reformasi desentralisasi. Tidak mengherankan apabila pada masa orde baru. Namun demikian. Yang terakhir adalah kematangan sistem pemerintahan daerah dan masyarakat sipil di daerah. Dengan diberlakukannya UU No.efisien dan efektif dalam hal pengeluaran pemerintah pusat dan daerah. sistem tersebut dapat merusak hubungan antara penerimaan dan pengeluaraan di daerah dan masyarakat lokal tidak dapat mengawasi dan mengontrol keuangan pemerintah daerahnya masingmasing. Ketika masyarakat lokal cenderung untuk meminta banyak dari pemerintah daerah sehubungan dengan pelayanan publik dan lain sebagainya tanpa kesadaran akan biaya yang akan dikeluarkan oleh pemerintah daerah. pelayanan publik menjadi mudah direalisasikan mengingat adanya kedekatan antara penyedia layanan dan pengguna layanan. contohnya adalah sistem alokasi penerimaan pajak. Di setiap daerah. 32/2004 Indonesia memasuki tahapan baru kepemerintahan. Desentralisasi dan otonomi diharapkan menjadi solusi yang tepat untuk berbagai persoalan yang ada di daerah. pemerintah daerah dan masyarakat lokal memiliki pengalaman akan praktik tata pemerintahan yang baik seseuai dengan kondisi khusus masing-masing. Asumsi dasar desentralisasi yaitu mendekatkan pelayanan dengan rakyat. Dengan sistem desentralisasi. . Pajak yang ditarik secara terpusat oleh pemerintah pusat dan sistem konsumsi sumberdaya lokal merupakan sistem yang sangat menguntungkan bagi pemerintah pusat untuk mengontrol pengeluaran lokal dan pembuatan kebijakan di daerah. 22/1999 dan amandemennya UU No.

dan lainnya. Perwakilan lokal yang dipilih oleh masyarakat lokal. kebijakan otonomi daerah itu tidak hanya perlu dilihat kaitannya dengan agenda pengalihan kewenangan dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah. tetapi juga menyangkut pengalihan kewenangan dari pemerintahan ke masyarakat. oleh karena itulah diperlukan suatu hubungan saling membangun antara pemerintah daerah dan masyarakat lokal dalam penciptaan tata pemerintahan lokal yang baik. partisipasi publik. Mengutip Nikawa (2006). terdapat beberapa prinsip utama yang harus diperhatikan. Perubahan Tata Pemerintahan Dalam tulisan ini. Di era desentralisasi. 3-3. Untuk mencapai tata pemerintahan lokal yang baik. Otonomi daerah berarti otonomi masyarakat di daerahdaerah yang diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang keprakarsaan dan kemandiriannya dalam iklim demokrasi dewasa ini. 4. Penciptaan demokrasi lokal adalah yang utama dimana dalam hal ini mencakup lembaga 2. kemudian berevolusi menjadi tata .Oleh karena itu. Efisiensi dan efektifitas dari pemerintah daerah. 3. Pemerintah daerah sendiri akan sulit untuk mereformasi dirinya sendiri. 1. Selain itu. tata pemerintahan yang baik adalah standar minimum bagi pemerintah daerah. 5. tata pemerintahan yang baik mengacu pada konsep sebagaimana yang sering ditekankan oleh World Bank selama dua dekade belakangan ini. Pemberantasan korupsi. sementara itu pembangunan masyarakat lokal sendiri sangat sulit dicapai jika hanya mengandalkan usaha sendirisendiri. tata pemerintahan lokal yang menjalankan desentralisasi membutuhkan lebih banyak kapasitas dan kapabilitas karena tata pemerintah lokal dalam bentuk ini mempunyai kewenangan dan sumber daya yang besar dan untuk memberdayakan kewenangan dan sumber daya tersebut dibutuhkan kapasitas dan kapabilitas Untuk itu diperlukan pembangunan dan reformasi dalam pemerintahan lokal dan masyarakat lokal. Prinsip rule of law termasuk di dalamnya due process of law dan prinsip keadilan. Justru inilah yang harus dilihat sebagai esensi pokok dari kebijakan otonomi daerah itu dalam arti yang sesungguhnya. hak pilih bagi masyarakat lokal. tata pemerintahan lokal mempunyai tahapan perubahan selayaknya evolusi dalam tiga tingkatan yaitu tata pemerintahan lokal responsif.

Responsive local governance ought to carry out its duty of responsibility and accountability for local people. The governance partnership will keep and secure the sustainability of community. Lebih lanjut Nikawa (2006) menjelaskan: “The responsive local governance means the good governance of local government.pemerintahan network. The network governance is composed of the cooperation and responsiveness of local actors. is characterized by the equal partnership between local actors and government. This network functions in the participative decision-making process of local government. dan pembangunan kapasitas dari pegawai negeri daerah. Dalam menuju tata pemerintahan lokal. local governance begins to change to the network governance. providing that the local people acquire maturity as an owner and user of power and control in locality. and the effective and efficient use of local resources though this cooperation. peningkatan kemampuan organisasional dalam perumusan pengambilan kebijakan dan pelayanan publik. kondisi finansial pemerintah daerah yang stabil dan baik. In the network governance. Pemerintah daerah merupakan elemen penting dalam kehidupan masyarakat terutama pada era desentralisasi dan harus di tranformasikan untuk mencapai tata pemerintahan lokal yang sesuai dengan tuntutan desentralisasi. harus terdapat pengembangan kapasitas pemerintah daerah yang mencakup reformasi pemerintah daerah. 3-4. Local actors are mutually networked and exchange their information among them. which attain more effective and efficient policy outcome. which operate to organize the network issue and then policy network in specialized areas. . Untuk mencapai tata pemerintahan lokal oleh pemerintah daerah. private company. restrukturisasi. the cooperation of provision of public services among them. Reformasi Pemerintah Daerah. The community action group. Reformasi pemerintah daerah dalam beberapa hal mengadopsi beberapa langkah berikut yaitu pemangkasan biaya. privatisasi. Also there is networking among local government and many local actors. dan tahapan terakhir adalah tata pemerintahan lokal kemitraan. the actors learn and grow in the governance partnership. and NGOs are the actors. While citizen participation is increasing. and provide the chance of citizen participation. pemerintah daerah dan masyaraka lokal harus mengubah dirinya sendiri.

keterbukaan politik yang dirasakan belakangan ini. . Pembicaraan mengenai pilkada sudah menjadi bagian dari dinamika masyarakat lampung hari-hari belakangan ini dan sudah menjadi suatu yang awam dibicarakan berbagai kalangan masyarakat mulai dari pasar. Saat ini semua kalangan masyarakat sudah menjadi partner dan stakeholder dalam demokratisasi Indonesia. Dalam reformasi demikian. harus diberikan kesempatan untuk berpastisipasi dalam skema kemitraan di tata pemerintahan lokal. Namun demikian. Proses desentralisasi itu sendiri merupakan proses yang sangat penting dan menentukan masa depan Indonesia. dan evaluasi kebijakan. elemen yang harus diperhatikan adalah pegawai negeri daerah dan masyarakat lokal. Pilkada Langsung dan Konsolidasi Demokrasi Satu peristiwa paling dramatis di akhir abad 21 adalah pergerakan Indonesia menuju demokratisasi. pertumbuhan civil society. Keberhasilan dan kegagalan kebijakan ini akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap berbagai aspek kehidupan bangsa terutama kehidupan demokrasi di Indonesia. Indonesia memulai kembali proses desentralisasi yang terhenti sejak digagas pertama kali tahun 1933 oleh Hatta dalam tulisannya “Autonomi dan Centralisasi dalam Partai” dan selama tujuh tahun ini kebijakan desentralisasi memberikan banyak warna terhadap perjalanan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Tujuh tahun penyelenggaraan Desentraliasi di Indonesia setidaknya memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati angin demokrasi lokal yang disebut Pilkada ini. Pilkada sebagaimana diketahui bersama merupakan bentukan dari proses desentralisasi di Indonesia dengan dasar hukum UU No.indikator pelaksanaan tugas. sampai gedung pemerintahan. kampus. Pengembangan kapasitas dua element tersebut sangat menentukan dalam berfungsinya tata pemerintahan lokal. tidak dapat dipungkiri bahwa kelahiran demokrasi di Indonesia membawa cerita yang tidak selalu manis. Sejak 2001. kebebasan media dan tuntutan akuntabilitas pemerintah telah menjadi warna demokrasi Indonesia. Perubahan dan transisi terjadi dimanamana di seluruh penjuru negeri. Hal ini terlihat dari dinamika masyarakat Lampung menyambut Pilkada yang akan diselenggarakan dalam waktu yang tidak lama lagi. Demi mencapai pengembangan kapasitas mereka. 32 Tahun 2004 mengenai Pemerintahan Daerah. 3-5.

Kepala daerah terpilih inilah yang nantinya akan menjadi pemimpin dalam pembangunan di daerah termasuk di dalamnya penguatan demokrasi lokal. penerapan prinsip tata pemerintahan yang baik dan lain sebagainya. perbaikan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itulah demokrasi harus selalu diperkuat baik dengan penguatan institusi maupun penguatan civil society. geliat Pilkada akhir-akhir ini semakin dinamis. Hal ini akan tercapai melalui lembaga perwakilan masyarakat lokal dalam wadah yang DPRD melalui proses pemilu yang bebas. Bagi calon .Demokrasi menurut Diamond harus dipandang sebagai fenomena yang berkelanjutan (Diamond: 1999). Tantangan bagi penguatan demokrasi atau konsolidasi demokrasi ini adalah bagaimana memberikan akses demokrasi kepada masyarakat dan pembentukan serta penguatan institusi-institusi demokrasi. Dipandang dari perspektif ini. Pilkada merupakan institusi demokrasi lokal yang penting karena dengan Pilkada. penyediaan pendidikan dasar dan layanan kesehatan. Demokratisasi di Indonesia kemudian diperkuat dengan adanya pemilihan kepala daerah secara langsung atau yang lebih dikenal dengan Pilkada mulai tahun 2005. Peran desentralisasi dalam konsolidasi demokrasi tersebut berasal dari adanya proses demokrasi yang memotivasi otoritas lokal dalam menjawab aspirasi dan kebutuhan konstituennya. Selain itu salah satu pemikiran diterapkannya desentralisasi adalah institusi demokrasi lokal akan lebih memahami dan merespon aspirasi lokal karena jika dilihat dari asfek jarak institusi dan masyarakat lokal yang dekat. Di titik inilah desentralisasi dengan perwujudan otonomi daerah memiliki peran yang sangat penting dalam konsolidasi demokrasi. Perubahan demokrasi juga bergerak menuju arah yang berbeda. masa depan demokrasi adalah adalah tiada henti. Desentralisasi bukan hanya persoalan pengaturan hubungan antar berbagai tingkatan pemerintahan namun juga merupakan persoalan mengenai hubungan antara negara dan rakyatnya. bisa menjadi semakin demokratik dan bisa juga semakin tidak demokratik. mereka memiliki akses yang lebih baik terhadap informasi. elemen-elemen demokrasi akan muncul dan berkembang dalam berbagai tingkatan dan tahapan dengan tingkat kecepatan yang berbeda-beda di setiap negara. kepala daerah yang akan memimpin daerah dalam mencapai tujuan desentralisasi akan terpilih melalui tangantangan masyarakat lokal secara langsung. di lampung sendiri. Kebijakan desentralisasi bukanlah tanggung jawab pemerintah pusat atau daerah semata namun juga merupakan tanggung jawab masyarakat lokal sebagai pihak yang memiliki hak utama dalam penyelenggaraan kehidupan lokal.

(1997). Indra J. perubahan yang significan banyak terjadi di tataran pemerintahan daerah. University of Birmingham Devas. Tatsuro. Nikawa. IV. Saat ini bagi masyarakat lokal yang terpenting adalah memilih kepala daerah yang dinilai mampu untuk memimpin daerah. 2006. ‘Indonesia: What Do We Mean by Decentralization?’ Public Administration and Development. Developing Democracy toward Consolidation. 1995.incumbent yang maju untuk kedua kalinya. Perubahan tersebut adalah perubahan dari tata pemerintahan sentralistik ke tata pemerintahan lokal menuju ke arah tata pemerintahan partnership antara masyarakat lokal. . Evaluasi dan Proyeksi. lembaga swadaya masyarakat. Report to the Government of Indonesia. Piliang. Pilkada menjadi sarana masyarakat lokal untuk mengevaluasi kinerja calon selama yang bersangkutan menjabat sebagai kepala daerah. Lamb. Baltimore and London: The John Hopkins University Press. swasta dan pemerintah daerah. “Decentralization And Local Governance: Reinforcing Democracy And Effectiveness Of Local Government”. 17(3): 251-68. Jakarta.. Larry. Seoul. S. and Devas. 2003. dengan demikian sedikit banyak akan semakin memupuk dan memperkuat demokrasi yang beranjak dewasa.). Kesimpulan Meskipun banyak kritikus menyebut desentralisasi di Indonesia merupakan reformasi yang tidak selesai. ‘Funding System for Daerah Percontohan’. Otonomi Daerah. Namun demikian tata pemerintahan partnership ini tampaknya masih jauh dari harapan untuk diwujudkan di Indonesia dalam waktu dekat. Diamond. 1999. Daftar Pustaka Delay. D. N. Development Administration Group. Selain itu. dkk (ed. N. nada pesimis dan pandangan negatif dari berbagai kalangan tentang pelaksanaan pilkada di Indonesia tidak meniadakan arti pentingnya institusi ini dalam konsolidasi demokrasi di era desentralisasi ini. Yayasan Harkat Bangsa bekerjasama dengan Partnership Governance Reform in Indonesia. Republic of Korea. Paper presented in Regional Forum on Reinventing Government in Asia Building Trust in Government: Innovations to Improve Governance 6-8 September 2006.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. R. Biasanya yang sangat terasa adalah pembangunan infrastruktur oleh Pemerintah Propinsi (Pemprop) yang lebih banyak dilakukan di sekitar ibu kota propinsi. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. memang isu kesejahteraan menjadi sentral. (1995). Unjuk rasa itu terkait desakan pendukung bakal propinsi Tapanuli terhadap DPRD agar segera mengeluarkan rekomendasi pemekaran. Undang Undang Nomor 33 Tahun 2004 Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Ditulis dalam Decentralization « Preman Makan Bakery Looking up Japan Local Amalgamation: Strategy for Decentralization Reform in Indonesia » Friday. Ini ironis mengingat pemerintah propinsi kerap mengkritik Jakarta yang kelewat membangun Jawa. Undang Undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah Indonesia. February 6 Meninjau Ulang Urgensi Pemekaran Propinsi Batam Pos. Public Administration in Indonesia. dan di Nanggroe Aceh Darussalam yang mengalami isu pemekaran. Di banyak daerah. Sabtu 7 Februari 2009 Selasa (3/2) lalu kita dikejutkan peristiwa unjuk rasa rusuh yang berujung kematian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat. Undang Undang Nomor 25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Indonesia. Indonesia. contohnya Provinsi Kepulauan Riau dan Banten yang sudah lama berdiri. Kejadian ini tentu membuat miris semua pihak. Betapa upaya pemekaran wilayah yang niatnya untuk kepentingan rakyat agar lebih sejahtera namun diperjuangkan dengan cara kasar. Sementara pemerintah propinsi juga banyak dikritik karena gagal melakukan pemerataan. Dampak infrastruktur yang lengkap ialah semakin berkembangnya daerah tersebut . Melbourne: Montech Pty Ltd.Rohdewohld. Indonesia.

tapi juga pengadaan kantor. Jawa Barat dan Banten. Hal sama dialami Sumut. industri dan perkebunan. kunjungan kerja. Jika dirunut dari masalah tadi. Sementara daerah pinggiran semakin tak terurus. perihal kemampuan daerah inilah yang tidak benar-benar jadi pertimbangan. Ini bergulir pada penyerapan lapangan kerja. otonomi daerah memperbesar kewenangan tanpa memperkuat struktur keuangan kabupaten dan kota. Saat itu LIPI meneliti Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. skala produksi mengecil. otonomi daerah memang dihajatkan untuk bertumpu pada kabupaten dan kota. Maka penyelesaian yang dilakukan harusnya juga bersifat struktur. maka pemekaran wilayah dapat dibaca sebagai upaya instan untuk menyelesaikan masalah. anggota DPRD. Ini perlu dibiayai tidak hanya penghasilannya. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang perlu diisi. . perjalanan dinas. dan Penggabungan Daerah. Pesisir timur tumbuh pesat menjadi kawasan niaga. Penghapusan. Akan jadi aneh jika potensi daerah yang masih jauh dari kesiapan dijadikan bakal sumber pendapatan. Dengan pengeluaran yang banyak tadi. Hitung saja. dan masih banyak lagi. peralatan. Tak Harus Pemekaran Memang betul bahwa peluang pemekaran dimungkinkan oleh Undang Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 129 tahun 2000 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran. pemekaran berarti ada lembaga-lembaga baru. serta Maluku dan Maluku Utara. Buntutnya daya saing daerah sebagai tujuan investasi sulit didongkrak. hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2006 menunjukkan justru daerah baru mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Namun sayang. maka seharusnya kemampuan daerah membiayai diri dari berbagai sector menjadi sangat penting. Dan jalan pintas pasti selalu mahal. Singkatnya. Ada posisi gubernur. kue yang dihasilkan propinsi malah jauh lebih besar. PAD kabupaten dan kota palinglah hanya dari pajak hotel dan restoran. Sementara propinsi mendapat PAD salah satunya pajak kendaraan bermotor yang jumlahnya sungguh besar. Akibatnya. perlengkapan. Wajar pula lantas di banyak kabupaten kota muncul retribusi resmi maupun tak resmi yang aneh-aneh untuk mendatangkan PAD. Maka pemekaran wilayah ibarat menambah mesin bajak baru dengan luas ladang yang tak bertambah. dan persaingan antar daerah menguat. Namun aturan ini tidak dibuat dengan kesadaran betapa niat pemekaran tak selalu lurus. Ini sekaligus membantah pendapat yang menyatakan suatu daerah perlu dimekarkan dengan alasan etnis dan agama. sebagian besar tempat malah kerja sama ekonomi masyarakat melemah. Toh negara ini dibangun bukan untuk membangun sekat primordial. Sulawesi Utara dan Gorontalo. Setelah pemekaran. Pengalaman banyak daerah menunjukkan nilai tambah lebih dirasakan elit yang mendapat jabatan-jabatan baru. Yang muncul ya inefisiensi. Buktinya. kendaraan dinas.karena penanaman modal terus berdatangan. serta pajak galian C yang agak lumayan. Sementara wilayah barat masih berkutat pada masalah menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD). Daerah sekitar ibu kota sebagai sentra terus tumbuh. biaya ekonomi membesar dan lokasi geografis kurang mendukung kegiatan ekonomi. penulis ingin menjelaskan bahwa ketimpangan sentra dan pinggir ini murni soal struktur. Dari sini. Sejak tahun 1999. Nah.

di NAD saya temui ada kabupaten di Aceh yang mengeluarkan izin pendirian Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU). Inikah hal yang dianggap “positif” oleh partai besar yang perlu ditiru oleh masyarakat kita? . Agar kekuasaan mereka di legislatif tetap eksis hingga 2014. dengan pimpinan daerah yang kuat. Aksi saling klaim keberhasilan sepihak dengan mengabaikan dukungan kerja keras dari pihak (tim) serta membom-bardir data-data yang didesain sedemikian rupa. Contoh lain. maka perlu menyusun kebijakan yang berpihak ke daerah pinggir. Gorontalo patut menjadi positive deviant. Kedua. Membludaknya partai yang ikut dalam Pemilu 2009 dengan janji-janji dan iklan-iklan yang mengelitik sel saraf untuk mencerna secara cerdas membuat masyarakat akan semakin binggung. Maka kalau ada ketimpangan anggaran yang patut dipertanyakan adalah sejauh mana kontribusi legislator benar-benar mewakili konstituennya dalam menyusun APBD. Partai-partai yang menang dalam Pemilu 2004. Mau dimekarkan seperti apapun. Artinya. Sebagai contoh kecil di banyak propinsi masih mengeluarkan izin bagi praktek bidan. Anggota DPRD yang berkepentingan harus lebih ngotot memperjuangkan kepentingan daerahnya.Lalu. namun sikap dan sifat mereka bak anak TK di hutan rimba. Meskipun mereka orang-orang yang dianggap besar dalam kekuasaan. Ini hal yang sering dipandang sepele namun sensitive. inovatif dan tidak korup. Pertumbuhan ekonomi selalu di atas 6% yang berarti di atas angka pertumbuhan nasional. sehingga masyarakat kecil tertipu bahkan menjadi objek eksploitasi. solusi apa yang bisa dilakukan? Mengacu pada kelemahan daerah induk yang relative gagal melakukan pemerataan. penting bagi masyarakat untuk memilih pemimpin daerah yang mampu menjawab tantangan ini. Maka. maka jangan harap daerah bisa tumbuh. namun juga bagi daerah yang berniat untuk memekarkan diri. Ini aneh karena izin praktek dokter malah sudah dikeluarkan kabupaten dan kota. Demikian juga sebaliknya. Toh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selalu disahkan oleh DPRD. baru muncul seolah-olah “malaikat penyelamat” menjelang Pemilu. perlu harmonisasi dalam hal kewenangan yang dimiliki propinsi dengan kabupaten dan kota. Ketiga. mau daerah itu dimekarkan atau tidak. berbagai upaya publikasi tidak mendidik dilancarkan partai-partai besar. Kebijakan yang berpihak ini juga bisa dikawal dengan rencana strategis jangka menengah dan jangka panjang. mana pilihan yang tepat pada 9 April mendatang. padahal propinsi juga membuat aturan yang sama. Kuncinya adalah inovasi yang dilakukan pimpinan daerah. pertama. Dan ini patut jadi contoh tak hanya bagi daerah yang sudah dimekarkan. jika pimpinan daerahnya berbuat biasabiasa saja. maka daerah itu bakal lekas berkembang. yang mengantor di Senayan dan telah menikmati berbagai fasilitas uang rakyat selama ini. Jadi tak usah heran jika ada SPBU yang mengantongi izin dari propinsi dan ada pula yang dapat dari pemerintah kabupaten.

kini tampaknya “jauh api dari panggangan”. Seorang dewan yang harusnya bisa merasakan penderitaaan rakyat karena berbagai kesulitan ekonomi. Hmm……meskipun sampai saat ini. yang sering ngawur ketika membahas agenda rapat. Setelah menjabat 1 periode (5 tahun). maka datadata dan objektivitas masyarakatlah yang dapat mematahkan “keberhasilan.Masih segar diingatan bagaimana anggota dewan terhormat kita di Senayan yang sering bolos dikala sidang. dan tidur dikala rapur. yang menjadi preman pasar berdasi ketika berurusan anggaran negara dan daerah. Ketika rakyat kecil berhutang di Bank dan telat membayar bunga dan cicilan utang. bagi saya fenomena ini bak Petir di tengah hari bolong. suasana adem-adem saja. biaya rapat. minimal mereka mengantongi lebih 2. karena para “toke” atau bos perusahaan tersebut (BUMI Resource) dimiliki oleh lingkaran dalam pemerintah (Bakrie Brothers). Ditengah kemiskinan masyarakat yang tidak kunjung berkurang (bahkan jumlahnya meningkat). Namun. pranata sosial maupun ekonomi hidup. tidak lain tidak bukan adalah “rupiah” ataupun ketenaran. Kasus Korupsi Senayan (Terbukti) . biaya legislasi UU yang menyedot uang pajak rakyat.4 miliar rupiah. biaya perjalanan. maka hal ini dapat ditolerir dengan sangat lembut sekali. Saya tidak akan memaparkan bagaimana perasaan sebagian besar rakyat Indonesia melihat skandal dan pelecehan oleh perusahaan-perusahan tambang Batubara (sebagiannya milik Menko Kesra Kabinet SBY-JK) kepada konstitusi RI dengan tidak membayar pajak (royalti). biaya aspirasi ditambah gaji pokok. maka selama 1 periode. maka kekayaan mereka tetap meningkat minimal 1 miliar rupiah. anggota dewan tega meminta (menerima) uang gratifikasi dan tambahan gaji. maka seorang dewan yang pemalas (hadir rapat) pun. Data-Data Referensi Data-data ini saya kutip dari berbagai media massa online yang memberitakan perilaku korup dan skandal seks yang harusnya tidak dilakukan orang-orang terhormat yang terpilih langsung melalui mekanisme partai dan pemilu. bagaimana skandal-skandal di istana luput dari pembersihan praktik Orba (KKN). biaya komunikasi. Kita dapat mengira-ngira. Baik di Senayan maupun di Istana. Disparitas antara kekayaan dan kemewahan hidup anggota DPR dengan rakyat. kehebatan. gaji. akses administrasi. Jika mereka cukup berhemat dan menyetor 10-15% penghasilan mereka ke partai. akan menjadi miliarder-miliarder baru. sosial. masih meminta kenaikan tunjangan kesejahteraan. maka agunan si rakyat tersebut langsung disita. Dengan penghasilan rata-rata di atas 40-an juta per bulan. mengapa begitu besarnya tendesius orang-orang untuk menjadi caleg baik di DPR maupun DPRD akhir-akhir ini meskipun mereka belum memiliki cukup kapasitas sebagai dewan yang terhormat. para politisi negeri ini tidak memiliki mental mengakui kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan pada rakyat. semakin memberkikan jarak pisah baik secara psikologis. kepemimpinan” yang dikatakan tanpa cacat. lebih lembut dari kain sutra oleh “Bapak Antikorupsi” SBY. kesucian.

Kekerasan.• • • • • • • • • • H. dan terpilih kembali jadi anggota DPR periode 2004-2009 Jaka Aryadipa Singgih (PDI-P) : Tersangka kriminal penyerangan/penyerobotan. dan yang Bermasalah (tersangka) • • • • • M Yahya Zaini (Golkar) : Skandal seks dan selingkuh dengan Maria Eva Max Moein (Partai PDI P) : Skandal Seks dan Foto Syur H. Saleh Djasit (Golkar) : kasus pengadaan Damkar Hamka Yandhu (Golkar) : kasus aliran dana BI Agus Condro (PDI-P) : kasus uang gratifikasi BI Sarjan Taher (Partai Demokrat) : kasus alih fungsi hutan Al-Amin Nasution (PPP) : kasus alih fungsi hutan Yusuf Emir Faishal (PKB) : kasus alih fungsi hutan Bulyan Royan (Partai Bintang Reformasi) :kasus pengadaan kapal Dephub Antony Zeidra Abidin (Golkar) : kasus aliran dana BI Adiwarsita Adinegoro (Golkar) : kasus dana kehutanan Abdul Hadi (PAN) : tersangka kasus korupsi pembangunan daerah tertinggal Skandal Seks.wordpress.com/2009/03/05/daftar-anggota-dprbermasalah-beserta-partainya/ . Pelecehan. tetapi bebas. Dharmono K Lawi (PDI-P) : Mantan buronan kasus pidana korupsi APBD Banten dan akhir ditangkap Kejagung Theo Syafei (PDI-P) : Pernah terjerat kasus korupsi di tahun 2002. dan pernah merampas kamera yang digunakan satpam keamanan di kawasan perkantoran Sumber: http://nusantaranews.

Fraksi PDI Perjuangan. Agus Condro Prayitno (ACP) Rp500 juta 2. atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) kesatu Kitab Undang-undang Hukum Pidana. 26 Mantan anggota DPR itu adalah: Golkar 1. Pada tulisan saya sebelumnya. disisi lain mengembosi suara partai kecil. TM Nurlif (MN) Rp550 juta 7. Sofyan Usman (SU) Rp250 juta 2. Poltak Sitorus (PS) Rp500 juta 5. Budiningsih (B) RP500 juta 10. Sutanto Pranoto (SP) Rp600 juta 13. Hengky Baramuli (HB) PDIP 1. Asep Ruchimat Sudjana (ARS) Rp150 juta 8. Ni Luh Mariani Tirtasari (NLM) Rp500 juta 12. Boby Suhardiman (BS) Rp500 juta 5. Antony Zeidra Abidin (AZA) Rp600 juta 6. secara tidak langsung melegalkan “korupsi kursi” untuk Partai Demokrat.45 miliar 7. Marthin Bria Seran (MBS) Rp250 juta 3.Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan 26 mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat sebagai tersangka. Williem Tutuarima (WMT) Rp500 juta 6. Soewarno (S) Rp500 juta 14. Mereka diduga menerima suap terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004. Engelina Pattiasina (EP) Rp500 juta 8. Max Moein (MM) Rp500 juta 3. saya hanya merasa aneh karena Keputusan Mahkamah Agung (MA). Rusman Lumbantoruan (RL) Rp500 juta 4. Keputusan MA yang dimaksud adalah keputusan pada 18 Juni yang memenangi permohonan hak . yakni Fraksi Golkar. Matheos Pormes (MP) Rp350 juta PPP 1. 26 Mantan anggota DPR itu berasal dari tiga fraksi. Paskah Suzetta (PSz) Rp600 juta 4. Jeffrey Tongas Lumban (JT) Rp500 juta 11. dan Fraksi PPP. Panda Nababan (PN) Rp1. Reza Kamarullah (RK) Rp500 juta 9. Ahmad Hafiz Zawawi (AHZ) Rp600 juta 2. PDIP dan Golkar. Baharuddin Aritonang (BA) Rp350 juta 10. KPK pun menyangkakan para mantan anggota DPR itu melanggar ketentuan mengenai penyuapan yakni Pasal 5 ayat (2) jo Pasal 5 ayat (1) huruf a dan b UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Muhammad Iqbal (MI) Rp500 juta 9. Daniel Tandjung (DT) Rp500 juta.

PKB (mark-up) dan PPP.000 Tunjangan Komunikasi 12.000. yakni keputusan senilai Rp 244 milyar. saya akan menjabarkan ringkas dari tulisan saya sebelumnya. tepat dan benar? Dari diskriminasi memberi keadilan dari dua pihak yang berbeda (Demokrat vs PDIP). sebab Majelis Hakim hanya menerima gugatan uji materi peraturan KPU dari Zaenal Maarif cs yang berasal dari Partai Demokrat. Kok bisa? Keputusan MA.496.000 65.000 .952. PAN.510. Dari dua kekeliruan di atas. Maret 2009] Pendapatan Anggota DPR RI Pendapatan Rutin Bulan Gaji Pokok 15. PKS (digembosin).120.1% kursi di DPR.uji materiil yang diajukan oleh beberapa caleg DPR dan Partai Demokrat yang dimotori oleh Zaenal Maarif terhadap peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2009. sebab putusan tersebut menyebabkan disproporsionalitas antara perolehan suara dan perolehan kursi. Keputusan yang bernilai Rp 244 miliar Darimanakah saya mendapat angka Rp 244 miliar? Angka ini saya dapat dari gaji yang akan diperoleh oleh seorang anggota DPR selama 5 tahun dengan total kursi yang berubah yakni 66 kursi (versi Cetro). PDIP. Mari kita telusuri gaji yang akan diperoleh oleh seorang anggota DPR RI [data Kabarinews. Padahal. Demokrat yang hanya mendapat 20.400. timbul pertanyaan besar? Mengapa bisa terjadi kekeliruan tersebut? Bukankah Mahkamah Agung adalah lembaga Pengadilan Negara Tertinggi yang menjadi sumber terakhir untuk mengayomi keadilan hukum secara formal di negeri ini? Bukankah MA merupakan lembaga yang bertugas dan digaji oleh uang negara untuk menjagar agar semua hukum dan undang-undang diseluruh wilayah negara RI diterapkan secara adil. Gerindra. Mungkinkah keputusan MA sarat dengan perilaku korup? Terlebih keputusan MA merupakan keputusan yang sangat mahal.8% suara nasional di’mark-up’ menjadi 32. sebelumnya MA sudah pernah menolak total permohonan uji materiil peraturan KPU yang diajukkan oleh Hasto Kristiyanto yang berasal dari PDI Perjuangan. keputusan yang menghianati proporsional demokrasi hingga gegabah dalam mengadili arena hukum.000 Tunjangan Listrik 5. Kekeliruan 1: MA tidak konsisten dan bahkan diskriminatif dalam penerapan hukum.200. Kekeliruan 2: Keputusan MA tersebut mengkhianati sistem pemilu proporsional yang dianut oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang pemilu. Adapun opini saya dan pendapat dari Direktur Eksekutif Cetro Hadar N Gumay dapat saudara baca di sini. khususnya Pasal 22 huruf c dan Pasal 23 Ayat 1 dan 3.8% suara nasional digembosin menjadi 1.1% kursi di DPR. Secara umum.000 144.000. Hal ini terjadi juga pada Golkar. Sementara Hanura yang mendapat 3.000 Tunjangan Aspirasi 7.000 Tahun 186.000 86. partai penguasa/incumbent. partai nonpenguasa.

000 53.360.000 16.714. Angka ini belum ditambah pendapatan agenda tahunan yakni 4 kali dana reses.000 45.000 Tahun 126. kita hanya akan membicarakan pendapatan/gaji ratarata minimum seorang anggota DPR yang malas sekalipun akan mengantongi Rp 742 juta per tahun atau Rp 3.000 545. maka seorang anggota DPR yang suka pembolos pun mengantongi Rp 742 juta per tahun.800. Namun dalam perhitungan ini.4 juta per bulan.000. gaji ke-13.000 Dari tabel di atas.472.000 197.000 3.000 15. Partai Demokrat Golkar PDIP PKB Kursi (+) 30 18 16 2 Aliran Gaji 5 Tahun Rp 111.400.000.4 miliar Ro 66.000 Rp 3. PDIP 16 kursi dan PKB 2 kursi. maka Demokrat akan mendapat gratis keuntungan materi terbesar yakni senilai Rp 111 miliar dari gaji 30 anggota DPR “mark-up” selama 5 tahun.7 miliar = Rp 244 miliar.Tunjangan Pengawasan Dana Kehormatan Total Rutin Bulanan Pendapatan Agenda Tahunan Dana penyerapan (reses) 4X Gaji ke-13 (Juni) Dana Legislasi per UU (40 UU) Dana insentf RUU dan Honor Uji RUU Total Non Rutin Bulanan Pendapatan Jabatan *) Ketua/Wakil Ketua Komisi Ketua Panja RUU Tunjangan Studi LN Pendapatan Total Per Tahun Pendapatan Total 1 Periode (5 tahun) 2.150. Dan bagi mereka yang menjabat wakil/ketua komisi. Dari keputusan ini.000.100. dana insentif pembahasan RUU dan honor uji kelayakan RUU.456.000 16.000.000 37. ketua hak angket dll.000 Per Term 31. maka pasti ada yang mendapat kerugian.200.400.900. Sementara 3 partai lainnya dapat Anda lihat dibawah ini. bila keputusan MA diberlakukan maka ada 66 kursi yang akan mengalami perubahan yang mana Demokrat akan dimark-up 30 kursi. dana legislasi UU (tahun 2008 ada 55 UU. Berikut daftar partai yang akan mengalami kerugian materiil dari gaji dewan selama 5 tahun. Maka nilai keputusan ini secara materiil bernilai 66 kursi * Rp 3.500. .000 5.400. ketua panja.000 Rp 742.000. Dari dua jenis sumber pendapatan.000 0 0 0 25. dapat kita perhatikan bahwa seorang anggota DPR yang malas (jarang hadir di rapat) akan tetap mengantongi gaji Rp 45.000 1.4 miliar Ada yang mendapat keuntungan. Golkar 18 kursi.000 40. anggota DPR tersebut dapat mengantongi Rp 1 miliar per tahun.9 miliar Rp 59. tapi saya hanya ambil ada 40 UU tiap tahun). Dan berdasarkan perhitungan Cetro.4 miliar Rp 7.872.7 miliar untuk 5 tahun.

122 29 177.486 PKB 5.139 PAN 6.922. Gerindra (3 kursi).532 PKS 8. PKS (8 kursi).206.254.037. Bayangkan untuk mendapat sebuah kursi di DPR.6 miliar Rp 26 miliar Untuk partai yang dirugikan.4 miliar Rp 55.4 miliar Rp 59. .406 10 464. PKB (8 kursi). Hanura dan PKS.870 6 653.302 PDIP 14. maka Hanura hanya mendapat 2 kursi. Partai Suara Nasional Kursi “Harga” Kursi Demokrat 21. sementara Golkar dan Demokrat akan memperoleh 11 kursi di DPR.757 125 120. dan bukan jumlah suara suatu partai menengah terhadap suara partai yang memperoleh suara terbesar.378 PPP 5.Partai Gerindra PPP PAN Hanura PKS Kursi (-) 16 16 15 12 7 Aliran Gaji 5 Tahun Rp 59. sementara Demokrat dan Golkar dengan mudah memperoleh sebuah kursi dengan berbekal 120 ribu.955 50 164. Perbandingan yang digunakan adalah jumlah suara terhadap BPP. Hanura harus mengumpulkan rata-rata 653 ribu suara. PDIP (10 kursi). MA yang mendesak agar membatalkan keputusan kursi DPR yang ditetapkan KPU dengan paradigma bahwa keadilan kursi ditinjau dari perbandingan suara partai kecil terhadap suara partai besar merupakan perbandingan yang saya kira salah alamat. PPP (5 kursi). Standar BPP atau bilangan pembagi pemilih menjadi syarat utama keadilan suara yang diterima oleh setiap partai.4 miliar disusul PAN.091 111 131. Analisis Kemungkinan di Balik Keputusan MA Keputusan MA yang sangat tergesa-gesa dalam mengadili keputusan KPU dan bahkan ditemukan kesalahan dokumen tergugat yang menyebut Komisi Pemilihan Umum sebagai Komisi Penyiaran Indonesia menimbulkan tanda tanya besar saya. Padahal.214 21 263. keputusan tersebut MA yang harusnya adil menciptakan distorsi ketidakadilan dengan menciptakan disparitas yang tinggi. yang menjadi referensi utama adalah BPP yang telah memasukkan kriteria sedikit lebih adil.641 Hanura 3.533.137 180 120.703. dengan perolehan suara yang sama (misalnya 135 ribu) oleh masing-masing partai.452 Gerindra 4. maka secara substansi dan keadilan. Artinya.580 28 223. jumlah kerugian tersebar merata seperti Gerindra.600.573 Golkar 15.812 Dengan berlakunya keputusan MA atas sistem perhitungan kursi DPR.646.7 miliar Rp 44.146. PPP yang masing-masing dirugikan Rp 59. Mari kita cermatin persfektif keadilan secara general (asumsi tidak 100% tepat) kursi DPR terhadap perolehan suara nasional partai tersebut.

95 persen. Setelah itu disusul oleh pejabat departemen. Kamis 27 Agustus 2009. Sisanya ada pejabat di level Komisi Negara. Aparat Hukum. Bayangkan saja. Bisa berlanjut kepada tahap berikutnya yaitu nepotisme.Indonesia Corruption Watch menyatakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada 2009 ini menempati urutan pertama pejabat yang menjadi tersangka korupsi. Jakarta. Kemudian disusul oleh Pejabat Eselon/pimpro (17. Bupati. dan pembentukan kelas baru. Paling berbahaya . maka selamat datang kembali “hukum orba” di negeri ini! Selamat tinggal keadilan dan kebenaran hukum bagi rakyat Indonesia. Suap dan pemerasan merupakan lapis korupsi pertama. Walikota (12. Hanya omong kosong merayakan 17 Agustus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan apalagi tidak ada keadilan hukum serta perlakuan diskriminatif dari aparat hukum! Salam Perubahan. Menurut data ICW. Duta besar/pejabat konsulat/imigrasi (13. 27 Juli 2009 VIVAnews .68 persen). Angka ini belum termasuk keuntungan kekuatan politik di parlemen untuk menguasai dan membuat berbagai aturan yang akan menguntungkan partai dan kekuasaannya. namun di mark-up secara legal menjadi 74% di DPR (416 dari 560 kursi). Bagaimana keadilan demokrasi bisa memberi ‘kursi korup” sebesar 25%??? Ataukah keputusan Majelis hakim MA sarat dengan perilaku korup? Mungkinkah majelis hakim MA mendapat kucuran sekian persen keuntungan materiil Demokrat sebesar Rp 111 miliar? Ataukah hakim-hakim MA ini bermental kolusi.Apakah majelis hakim di MA tidak bisa melihat hal ini? Apakah MA tidak bisa mengambil nilai filosifis dibalik sebuah Undang-Undang khususnya UU 10/2008? Lalu. suara nasional dari Demokrat+Golkar+PDIP yang hanya 49%. kronisme." kata peneliti ICW Febri Diansyah dalam seminar bertajuk 'Mengkaji Modus Korupsi dan Upaya Pemberantasannya' di DPD RI. Jika tidak…. ada apa dibalik itu semua? Mengapa MA justru mengabulkan gugatan dari caleg Partai Demokrat.63 persen). BUMN. dan Kepala Daerah seperti Gubernur. Dewan Gubernur. ketakutan atau ketidaktahuan?? Semoga prasangka saya tidak benar.89 persen). dan BPK. "Kasus suap yang paling banyak menjadi modus korupsi. anggota DPR/DPRD yang menjadi tersangka atau terpidana korupsi sebanyak 18. tapi menolak gugatan dari caleg PDIP padahal sebagian besar materi gugatan adalah sama? Salah satu menjadi tolak ukur adalah dengan dimenangkannya gugatan materi caleg dari Demokrat. maka partai Demokrat akan mendapat keuntungan materiil sebesar Rp 111 miliar dari 30 anggota dewan tambahannya. prosesntase sebaran tersangkanya hanya dibawah 10 persen.

" ujar Babul. "Jika tidak ada pengadilan korupsi sama saja kita tidak memberantas sebab di pengadilan umum kan banyak yang diputus bebas. jejaring ini yang mengakibatkan korupsi amat potensial dilakukan secara masal dan besar-besaran.9 miliar. Menurut Febri. “Kami telah melakukan penyidikan terhadap 81 kasus dan penuntutan terhadap 12 kasus dan berhasil menyelamatkan uang negara senilai Rp76. . Ia berjanji pihaknya akan merilis nama-nama yang terlibat korupsi selama satu semester ini.adalah lapis korupsi tingkat ketiga . Dipenghujung kalimatnya. Data Kejaksaan Agung mengungkapkan bahwa 75 persen dari 81 kasus korupsi melibatkan pejabat dan anggota dewan. Kapuspenkum Kejagung Babul Khoir Harahap mengatakan berdasrkan data yang sudah dilaksanakan selama kurun waktu Januari sampai Juni 2010. meski tidak seluruhnya. yaitu jejaring. Maka dari itu. Babul sedikit curhat mengenai kondisi para koleganya di Kejagung. tadi malam seraya menambahkan bahwa penyidikan kasus tersebut dapat melebihi 100 kasus hingga Agustus ini. Mereka hanya memikirkan perut mereka sendiri tanpa memikirkan nasib rakyat yang mereka bawa untuk menaikkan popularitas saat mereka melakukan kampanye. Selain itu RUU Pengadilan harus segera disahkan. tawaran strategis ICW dalam pemberantasan korupsi adalah dengan mempertahankan KPK yang sudah eksis dan mampu melakukan penyidikan sekaligus penuntutan. emakin hari kelakuan anggota dewan semakin memperihatinkan. Semakin terlihat bahwa anggota dewan kita tidak bermoral dan tidak bermanah terhadap rakyat." kata Febri.

Jeffrie Geovanie (Fraksi Partai Golkar)– Tak hadir tanpa keterangan: 6 kali 2. Agus Sulistiyono (Fraksi PKB) — Tak hadir tanpa keterangan: 4 kali 3. Abdul Kadir Karding (keduanya Fraksi PKB) – Semua tak hadir tanpa keterangan: 4 kali . dan Ahmad Dese Sere (Fraksi PPP) — Semua tak hadir tanpa keterangan: 3 kali B. Ibnu Munzir (keduanya Fraksi Partai Golkar). Abdul Malik Haramain. Masa Sidang II (4 Januari-5 Maret 2010) sebanyak 10 kali persidangan: 1. Akbar Faizal (keduanya dari Fraksi Hanura). Gondo Radityo Gambiro. Agus Gumiwang Kartasasmita. Inilah daftar anggota yang paling bolos (sumber :tempo) : A.Anggota DPR bolos Makin banyak anggota dewan yang bolos ketika rapat yang menetukan nasib rakyat Indonesia dengan alasan yang tidak jelas. Nusyirwan Soejono (Fraksi PDI Perjuangan). Alexander Litay. Ferdinand Sampurna Jaya. Ratu Munawaroh (Fraksi PAN) — Tak hadir tanpa keterangan: 9 kali 2. Nurcahyo Anggoro Jati (keduanya dari Fraksi Partai Demokrat). Masa Sidang III (5 April 2010-18 Juni 2010) sebanyak 9 kali persidangan: 1. Nur Cahyo Anggorojati (Fraksi Partai Demokrat) – Tak hadir tanpa keterangan: 5 kali 3. Arif Wibowo (keduanya Fraksi PDI Perjuangan). mereka hanya sanggup memakan uang rakyat tetapi tidak mampu membela nasib rakyat Indonesia. jika anak sekolah saja dikeluarkan karena sering membolos mengapa anggota dewan tidak?seharusnya mereka dipecat dari anggota dewan karena tidak amanah terhadap rakyat Indonesia.

minta tunjangan. sungguh bejat sekali para anggota dewan tersebut. sehingga sidang pun minim interupsi. serta korupsi. sungguh benar-benar hal yang memalukan dan memprihatinkan bagi bangsa Indonesia. . tidur.Anggota dpr tidur Yang lebih mengecewakan banyak anggota dewan yang tertidur saat sidang. ketika seluruh rakyat Indonesia bahkan seluruh rakyat didunia menyaksikan jalannya sidang yang diputuskan untuk arah nasib rakyat indonesia yang lebih baik sebagia anggota dewan malah tertidur pulas. Maka tidak heran jika rakyat tidak peduli lagi dengan pemerintah khususnya pada anggota dewan yang bisanya hanya mencaci maki. Lihat saja keadaan ruang sidang anggota dewan. Jika anggota dewan dipilih oleh rakyat maka sepantasnyalah rakyat juga berhak untuk memberhentikan wakilnya yang tidak amanah.

Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat sedikitnya ada 10 legislator di Senayan yang sedang tersandung kasus korupsi. parlemen dan partai politik adalah lembaga paling korup sejak dua tahun berturut-turut. meruntuhkan kepercayaan masyarakat dan membangun sikap pesimistik terhadap para wakilnya di DPR ataupun calon anggota dewan yang bertarung pada pemilu april 2009 mendatang. Fenomena Suap Korupsi yang terjadi di DPR sudah menjadi cerita biasa dan terjadi secara tidak langsung melalui modus opereandi yang sangat rapi. Penangkapan AHD ini menambah catatan politisi asal Sulsel di DPR yang berurusan dengan KPK. atau proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and propert test) pejabat public. Namun. persiapan rapat dengar pendapat dengan BUMN atau instansi swasta. Tapi hal ini mampu membangun kesadaran masyarakat jika di gedung DPR tersebut masih terjadi praktek suap menyuap. mantan Ketua Komisi IV. . Belum usai deklarasi Antikorupsi di Gedung Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) 29 Februari lalu. Sebagai orang Sulsel. Ia ditangkap KPK bersama Darmawati. Sarjan Taher Fraksi Partai Demokrat ditahan KPK dalam kasus dugaan korupsi alih fungsi hutan bakau menjadi Pelabuhan Tanjung Api Api di Kabupaten Banyuasin. Biasanya hal ini terjadi ketika pembahasan rancangan undang-undang. Sumatra Selatan dan Yusuf Amir Faisal. Sebelumnya seperti Hamka Yandhu dari Fraksi Partai Golkar bermasalah akibat aliran dana Bank Indonesia. pegawai negeri sipil Bagian Tata Usaha Direktorat Jendral Perhubungan Laut Departemen Perhubungan. tentunya merasa terpukul dengan kejadian ini. pengam bilan suatu kebijakan oleh DPR atau komisi. Kemudian wakil rakyat yang duduk di dewan sekarang ini tak semuanya bersih dan belum mampu memaknai budaya lokal sebagai salah satu prinsip hidup. Politisi asal Sulsel Abdul Hadi Jamal (AHD) dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) kembali berurusan dengan KPK.Sungguh mulia niat partai politik untuk menyatakan perang terhadap korupsi dan segalam macam yang merugikan negara. penanganan kasus. Kasus yang menimpa AHD ini sejalan dengan Survei korupsi yang dilansir Transparency Internasional Indonesia menyebutkan. dan dari tangannya disita oleh KPK sejumlah uang yang diduga hasil suap. pemekaran wilayah. Jadi ada benarnya juga jika setiap bupati yang ingin meloloskan proyek untuk daerahnya mesti menyiapkan minimal 500 juta untuk dana awal demi kebagian ‘kue’. studi banding ke luar negeri. Sumatra Selatan. Pasalnya ini terkait dengan harkat dan martabat masyarakat Sulsel yang terkenal dengan budaya siri na pacce dan sangat menjunjung nilai budaya itu sebagai norma yang mengikat dalam sendi-sendi kehidupan. kunjungan kerja ke suatu tempat atau daerah. Kenyataan ini memang pahit buat masyarakat Sulsel karena dari sebagian banyak anggota dewan. Kejadian ini tentunya mencoreng institusi lembaga legislatif. politisa dari daerah ini memiki jumlah terbanya. pembahasan anggaran.Begitupula dengan tender proyek yang melibatkan pengusaha dan uang milyaran rupiah masuk ke kantong pribadi anggota dewan. niat mulia tersebut belum sepenuhnya terinstalasi ke dalam jiwa setiap anggota partai. Fraksi FKB karena terlibat dalam kasus alih fungsi hutan lindung Tanjung Api-Api.

maka yang akan tertawa lebar adalah para koruptor. Benny Kabur Harman (F-PD) meminta ketiga institusi hukum yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun itu ternyata hanya jargon dan mimpi belaka.Lain halnya dengan Badan Kehormatan (BK) DPR yang merilis 70 orang anggota dewan yang yang diadukan masyarakat karena terlibat kasusu hukum sejak Desember 2005Juni 2007 (ICW).437 anggota DPRD dari seluruh Indonesia telah diproses hukum akibat kasus korupsi. Sebab prilaku para wakil rakyat tetap saja melakukan praktek haram tersebut. Data ini sungguh membuat ironis karena negara masih belum stabil akibat krisis berkepanjangan. harus ada sebuah system koordinasi penegakan hukum di ketiga instansi penegak hukum Indonesia. dan Kejaksaan Agung untuk berkoordinasi dalam memberantas korupsi di Indonesia. Hal yang sama diungkapkan oleh Anggota Komisi III DPR Gayus Lumbuun (F-PDIP). Sementara itu dari data ICW disebutkan terdapat 1. “Jangan lembaga hukum kita berkelahi. Ketiag instansi penegak hukum tersebut juga diminta untuk membuat kerjasama teknis dalam melakukan penegakan hukum. Kapolri. pemberantasan korupsi merupakan agenda 100 hari Polri.” ujar Gayus. akan kami tindak. Benny beranggapan. Sementara rakyat jelata makin miskin dan tak berdaya dengan tingginya biaya sosial. Kapolri. Hal tersebut menurut Bambang dapat dilihat dari adanya beberapa kesepakatan yang telah ditanda tangani oleh pimpinan masingmasing institusi dalam menangani kasus korupsi. Polri. Gayus mengatakan. Hal tersebut ditegaskan Benny saat memimpin Rapat Kerja antara Komisi III DPR dengan KPK. Pihak Polri juga telah melakukan kerjasama dengan pihak Kejaksaan Agung dan KPK dalam rangka pemberantasan korupsi di Indonesia. Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri menjelaskan. Mabes Polri. karena itu harus ada koordinasi yang baik diantara ketiga lembaga ini untuk sama-sama memberantas korupsi. di DPR.” tegas Benny. Padahal Isu pemberantasan korupsi yang jadi semangat reformasi 1998 dalam menumbangkan kepemimpinan orde baru yang korup. dan KPK dalam pengambilan tindakan terhadap tersangka korupsi. sementara para koruptor bebas berkeliaran di mana-mana. Polri juga tidak segan-segan untuk menindak oknum penyidik polri yang terbukti terlibat dalam mafia peradilan. Rabu (18/11). “Apabila ada oknum penyidik Polri baik dari tingkat Polsek sampai Mabes Polri yang terlibat kasus mafia peradilan. dan Jaksa Agung. . “Jika terjadi konflik diantara ketiga instansi penegak hukum kita.” jelas Bambang. di mata masyarakat terdapat pernyataan yang menyatakan bahwa ada ketidaksamaan antara Kejaksaan Agung. Ketua Komisi III DPR RI.

serat melakukan pertemuan dengan pimpinan KPK secara periodik. yang menjadi preman pasar . Aksi saling klaim keberhasilan sepihak dengan mengabaikan dukungan kerja keras dari pihak (tim) serta membom-bardir data-data yang didesain sedemikian rupa. sehingga masyarakat kecil tertipu bahkan menjadi objek eksploitasi. Meskipun mereka orang-orang yang dianggap besar dalam kekuasaan. Inikah hal yang dianggap “positif” oleh partai besar yang perlu ditiru oleh masyarakat kita? Masih segar diingatan bagaimana anggota dewan terhormat kita di Senayan yang sering bolos dikala sidang. Jaksa Agung Hendarman Supanji dalam Raker tersebut mengatakan. Kejaksaan Agung juga telah melakukan langkah-langkah kongkrit berupa pengawasan melekat & fungsional terhadap sumber daya manusia di lingkungan Kejaksaan Agung. karena para penyidik KPK berasal dari kedua institusi tersebut. Hendarman menjelaskan. Sedangkan mengenai koordinasi.Sementara itu. berbagai upaya publikasi tidak mendidik dilancarkan partai-partai besar. yang sering ngawur ketika membahas agenda rapat.(ol) Membludaknya partai yang ikut dalam Pemilu 2009 dengan janjijanji dan iklan-iklan yang mengelitik sel saraf untuk mencerna secara cerdas membuat masyarakat akan semakin binggung. Kejaksaan Agung telah melakukan pembaharuan birokrasi yang tidak akan dimasuki oleh mafia peradilan. sebenarnya KPK sudah berkoordinasi dengan pihak Mabes Polri dan Kejaksaan Agung dalam rangka pemberantasan korupsi. mana pilihan yang tepat pada 9 April mendatang. mengatakan. Agar kekuasaan mereka di legislatif tetap eksis hingga 2014. dalam penjelasannya kepada Komisi III DPR. yang mengantor di Senayan dan telah menikmati berbagai fasilitas uang rakyat selama ini. baru muncul seolah-olah “malaikat penyelamat” menjelang Pemilu. namun sikap dan sifat mereka bak anak TK di hutan rimba. Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean. Partai-partai yang menang dalam Pemilu 2004. dalam memberantas korupsi. pihaknya telah menandatangani pakta kerjasama dengan pihak Mabes Polri dan KPK seperti penanganan tindak pidana korupsi dengan gelar perkara. KPK juga akan memperkuat pengawasan internal agar para penyidik KPK tidak terlibat kasus mafia peradilan.

Kita dapat mengira-ngira. akan menjadi miliarder-miliarder baru. tidak lain tidak bukan adalah “rupiah” ataupun ketenaran. anggota dewan tega meminta (menerima) uang gratifikasi dan tambahan gaji. Seorang dewan yang harusnya bisa merasakan penderitaaan rakyat karena berbagai kesulitan ekonomi. Setelah menjabat 1 periode (5 tahun). minimal mereka mengantongi lebih 2. Ditengah kemiskinan masyarakat yang tidak kunjung berkurang (bahkan jumlahnya meningkat). maka selama 1 periode. biaya komunikasi. kehebatan. akses administrasi. Jika mereka cukup berhemat dan menyetor 10-15% penghasilan mereka ke partai. kini tampaknya “jauh api dari panggangan”. Disparitas antara kekayaan dan kemewahan hidup anggota DPR dengan rakyat. kesucian. maka kekayaan mereka tetap meningkat minimal 1 miliar rupiah. para politisi negeri ini tidak memiliki mental mengakui kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan pada rakyat. biaya rapat. kepemimpinan” yang dikatakan tanpa cacat. Ketika rakyat kecil berhutang di Bank dan telat membayar bunga dan cicilan utang. Saya tidak akan memaparkan bagaimana perasaan sebagian besar rakyat Indonesia melihat skandal dan pelecehan oleh perusahaanperusahan tambang Batubara (sebagiannya milik Menko Kesra Kabinet SBY-JK) kepada konstitusi RI dengan tidak membayar pajak (royalti). Baik di Senayan maupun di Istana. biaya aspirasi ditambah gaji pokok. biaya perjalanan. maka seorang dewan yang pemalas (hadir rapat) pun. dan tidur dikala rapur. pranata sosial maupun ekonomi hidup. karena para “toke” atau bos perusahaan tersebut (BUMI Resource) dimiliki oleh lingkaran . biaya legislasi UU yang menyedot uang pajak rakyat.berdasi ketika berurusan anggaran negara dan daerah. semakin memberkikan jarak pisah baik secara psikologis. mengapa begitu besarnya tendesius orang-orang untuk menjadi caleg baik di DPR maupun DPRD akhir-akhir ini meskipun mereka belum memiliki cukup kapasitas sebagai dewan yang terhormat. gaji. maka data-data dan objektivitas masyarakatlah yang dapat mematahkan “keberhasilan.4 miliar rupiah. maka agunan si rakyat tersebut langsung disita. masih meminta kenaikan tunjangan kesejahteraan. Dengan penghasilan rata-rata di atas 40-an juta per bulan. Namun. sosial.

bagaimana skandal-skandal di istana luput dari pembersihan praktik Orba (KKN).dalam pemerintah (Bakrie Brothers). Hmm……meskipun sampai saat ini. Dharmono K Lawi (PDI-P) : Mantan buronan kasus pidana . maka hal ini dapat ditolerir dengan sangat lembut sekali. dan yang Bermasalah (tersangka) * M Yahya Zaini (Golkar) : Skandal seks dan selingkuh dengan Maria Eva * Max Moein (Partai PDI P) : Skandal Seks dan Foto Syur * H. bagi saya fenomena ini bak Petir di tengah hari bolong. Saleh Djasit (Golkar) : kasus pengadaan Damkar * Hamka Yandhu (Golkar) : kasus aliran dana BI * Agus Condro (PDI-P) : kasus uang gratifikasi BI * Sarjan Taher (Partai Demokrat) : kasus alih fungsi hutan * Al-Amin Nasution (PPP) : kasus alih fungsi hutan * Yusuf Emir Faishal (PKB) : kasus alih fungsi hutan * Bulyan Royan (Partai Bintang Reformasi) :kasus pengadaan kapal Dephub * Antony Zeidra Abidin (Golkar) : kasus aliran dana BI * Adiwarsita Adinegoro (Golkar) : kasus dana kehutanan * Abdul Hadi (PAN) : tersangka kasus korupsi pembangunan daerah tertinggal Skandal Seks. Pelecehan. Kasus Korupsi Senayan (Terbukti) * H. lebih lembut dari kain sutra oleh “Bapak Antikorupsi” SBY. suasana adem-adem saja. Kekerasan. Data-Data Referensi Data-data ini saya kutip dari berbagai media massa online yang memberitakan perilaku korup dan skandal seks yang harusnya tidak dilakukan orang-orang terhormat yang terpilih langsung melalui mekanisme partai dan pemilu.

korupsi APBD Banten dan akhir ditangkap Kejagung * Theo Syafei (PDI-P) : Pernah terjerat kasus korupsi di tahun 2002. kader Pak SBY-pun. dari kurang berempati dengan kesulitan hidup masyarakat hingga rajin bolos. “berhasil”. Sampai saat ini (hampir 1/2 tahun). dan pernah merampas kamera yang digunakan satpam keamanan di kawasan perkantoran Penutup Untuk mengakhiri topik ini. skandal seks. suap. . Saya jadi khawatir jika KPK masih tebang pilih kasus dalam upaya pemberantasan korupsi di negeri ini. saya hanya berharap tulisan ini menjadi masukan kita untuk menjadi semakin cermat dan tidak begitu saja mempercayai iklan-iklan yang sok lebih “suci”. Sehingga apakah KPK memang kesulitan mengungkap kasus ini karena harus menghadapi banyak partai atau ADA APA INI? Melalui kejadian demi kejadian di Senayan. terdapat sekitar 40-an anggota dewan yang terdiri dari kader-kader tiap partai. Karena kita tahu bahwa dalam komisi IX DPR. Dari data sementara yang saya himpun. Sayang. hanya sebagian kecil partai yang sedikit bebas dari kasus korupsi (Namun masih belum bebas dari ketidakempatian anggota dewan atas kemiskinan rakyat yang ngotot mendesak kenaikan tunjangan dan gaji. dan terpilih kembali jadi anggota DPR periode 2004-2009 * Jaka Aryadipa Singgih (PDI-P) : Tersangka kriminal penyerangan/penyerobotan. yang tetap membolos rapat penting meskipun telah mendapat 40-an juta per bulan dari uang rakyat). dan pemerasan. KPK belum berhasil mengungkap pengakuan Agus Condro yang mengaku banyak anggota DPR di komisi IX yang menerima gratifikasi BI masingmasing 500 juta. ternyata hampir sebagian partai di DPR 2004-2009 berpenyakitan. KPK masih belum menindaklanjuti kasus pelaporan Agus Condro yang mengatakan sebagian besar anggota Komisi IX menerima uang gratifikasi BI dengan total nilai korupsi Rp 31. Bahkan ironisnya.5 miliar. tetapi bebas. “hebat” dan “bersih” dibanding yang lain. sampai saat ini.

masih kelas anak kakap atau bahkan teri. Kasus korupsi Bulyan Royan. Artinya apa? Setiap partai di Indonesia masih sedang sakit. Untuk mengecek validitas data. dan skandal UU titipan kepentingan Amerika dan kroninya. kesehatan bahkan kematian. dan media-media yang dapat dipercaya). ditengah-tengah 40 juta orang miskin Indonesia diambang kekurangan gizi.com. waspada. pikiranrakyat. Belum lagi kasus Bupati Situbondo.7 miliar.id.co. Ismunarso yang tidak lain tidak bukan adalah Ketua DPC Partai Demokrat Situbondo yang tersanjung kasus korupsi merugikan negara Rp 45. belum ada apa-apa jika dibanding skandal BLBI.Pak Sarjan Taher terlibat dalam korupsi alih fungsi hutan. uang. mediaindonesia. mereka lupa dan tanpa berhati perut tetap meminta kenaikan tunjangan dan sebagainya. inilah. Inilah yang luput dari perhatian besar para wakil rakyat di daerah (DPRD) maupun DPR ketika mereka telah berkuasa dan mendapat puluhan juta meskipun sering bolos rapat. tempointeraktif. . pendidikan. lebih baik perbaiki dulu mental dan tabiat buruk caleg-caleg yang bermasalah. detiknews. kelas pembuat kebijakan yang merugikan masyarakat dalam jangka panjang. hanya saja apakah pemimpin partai dan kader-kader partai memiliki komitmen untuk menberangus kasus korupsi kelas kakap. Jangan sampai masyarakat terkecoh dan memilih caleg yang hanya mencari uang dan kekuasaan yang setelah terpilih. Saya hanya mencantumkan nama-nama politisi tersebut dari sumber-sumber online yang terpercaya (kompas. surya. Al Amin Nasution. Dan beranikah pemimpin negeir ini mengusut orang internalnya (ring dalam) yang telah memberikan dana kampanye di tahun 2004 yang jelas-jelas telah melecehkan hukum negara…. silahkan Anda mengecek di Google. Pilihlah orang-orang yang berkompenten dalam pencalegan partai. bukan popularitas (sekadar tampang). Mereka hanya bisa merintih dan seraya bekerja keras untuk dapat makan keesokan harinya. atau kerabat. skandal royalti batubara.? Sebelum partai-partai asyik berjanji ria di iklan.

Cikini. Dalam hal ini. Presiden pun memberikan perhatian besar untuk calon pimpinan KPK. Dengan tegas. dan saya pikir beban berat itu ada di pansel. menolak calon pimpinan KPK titipan koruptor ini.” tegas Rhenald usai acara diskusi “Polemik” Trijaya FM di Warung Daun.” ungkap Denny. . “Cirinya ada permainan uang di situ. Menurut Denny. Menurut Denny. Jakarta. “Kami memiliki pengalaman dan pengetahuan. pansel KPK sudah memiliki trik untuk menangkal calon yang diduga kuat titipan koruptor. Staf Khusus Kepresidenan bidang hukum Denny Indrayana. yaitu kasus Bibit dan Chandra. Rhenald Kasali mengaku. Presiden secara pribadi punya preferensi. Anggota panitia seleksi pimpinan KPK. Apakah pansel bermain atau tidak. Sabtu (29/5/2010). tetapi saya tidak tahu siapa preferensi beliau. Karena preferensi presiden pun tidak bisa menentukan lolosnya di DPR. maka Bibit dan Chandra menjadi tersangka.” jelasnya. Ini yang paling penting di pansel. “Jika praperadilan Anggodo dimenangkan.com/2009/03/05/daftaranggota-dpr-bermasalah-beserta-partainy Banyaknya pendaftar calon pimpinan KPK tidak menutup kemungkinan adanya calon titipan koruptor agar bisa mengendalikan lembaga pemberantas korupsi itu.wordpress. tapi juga mencoba masuk ke dalam internal pimpinan KPK. Kini diendus.Sumber : http://nusantaranews. “Tentunya. para koruptor bukan hanya melakukan perlawanan dari luar. dengan demikian ada kekosongan di tubuh pimpinan KPK. Salah satunya melalui calon yang diduga titipan para koruptor. Sabtu (29/5/2010). Untuk itu menjadi pimpinan KPK tidak cukup dengan keberanian saja. Rhenald pun menjamin pihaknya tidak akan kecolongan. dirinya tidak tutup mata akan hal tersebut.” ujarnya dalam diskusi “Polemik” yang digelar Trijaya FM di Cikini. KPK jilid ke dua ini punya tantangan yang sangat besar. Namun demikian. cirinya pun mudah dikenali. Pansel KPK Punya Trik Ketahui Calon Titipan Koruptor Corruptor fight back! Istilah itu marak setelah sejumlah tersangka korupsi melakukan perlawanan untuk melemahkan lembaga antikorupsi melalui gugatan ke pengadilan. Dua pimpinan KPK itu sedang bermasalah terkait kasus Anggodo Widjojo.

Salah satu cara yang akan dilakukan pansel adalah dengan menelusuri rekam jejak calon yang diduga titipan koruptor tersebut. Denny Indrayana. keberadaan dua institusi ini juga tidak mengurangi praktek menyimpang yang dilakukan oleh oknum kejaksaan. 02 Juli 2008 | 17:24 WIB Bukti rekaman antara Artalyta Suryani dan pejabat tinggi Kejaksaan Agung yang diperdengarkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi sungguh memukul dan membuat kecewa seluruh jajaran korps Adhiyaksa. Pengalihan tahanan. dan penundaan eksekusi merupakan pola yang umum dilakukan oleh oknum jaksa yang tidak bertanggung jawab. Terungkapnya praktek mafia peradilan di atas cukup memberikan penilaian bahwa institusi penegak hukum. [okezone] Membersihkan Korupsi Kejaksaan Rabu. Dia menaruh kecurigaan ada beberapa calon yang sebenarnya ingin melemahkan posisi KPK. Institusi kejaksaan saat ini mengalami krisis kepercayaan.” urai Rhenald. penggelapan dan penghentian perkara. Hasil penelitian Indonesia Corruption Watch (ICW) pada 2001-2002 mengenai pola-pola korupsi di lingkungan peradilan. Komisi Kejaksaan sejak 1 Januari hingga 14 Desember 2007 menerima 422 laporan . khususnya di kejaksaan. Wacana mengenai adanya calon pimpinan KPK titipan koruptor dilontarkan pertama kali oleh Sekretaris Satgas Antimafia Hukum. hingga eksekusi suatu perkara. penghilangan barang bukti. Padahal sejauh ini ada dua institusi yang khusus mengawasi perilaku dan kinerja jaksa. Dalam sejarahnya. Penelitian ICW di enam kota besar di Indonesia menemukan bahwa praktek kolusi. praktek korupsi di tubuh kejaksaan bukanlah hal baru. “Rekam jejak bukan hanya tertulis. Hal ini terbukti dari semakin meningkatnya laporan masyarakat mengenai perilaku jaksa yang menyimpang tersebut. Terungkapnya praktek korupsi ini kenyataannya berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap kejaksaan ke tingkat yang paling rendah. Meskipun demikian. pengalihan dari perkara pidana menjadi perkara perdata. khususnya kejaksaan. penyidikan. tapi kami akan mempelajari mereka bahkan menelpon orang yang kenal dengan calon untuk diketahui bagaimana latar belakangnya. bahkan sudah menjadi rahasia umum. yaitu Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan dan Komisi Kejaksaan. korupsi. memiliki permasalahan besar dengan sistem integritasnya. penuntutan. Ibarat kapal. memperkuat pendapat bahwa korupsi di kejaksaan bukan isapan jempol belaka. posisinya dapat dikatakan hampir tenggelam. negosiasi dakwaan dan tuntutan. dan pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa biasanya terjadi pada proses penyelidikan.

Pemberian sanksinya juga terbatas hanya bersifat administratif. meski dengan kategori berat berupa pencopotan jabatan. Total jaksa yang diberi sanksi pada 2007 adalah 89 jaksa yang terdiri atas 25 orang dijatuhi sanksi ringan. hingga pemberhentian secara tidak hormat. Ketiga. saat ini baru jaksa Cecep dan Burdju yang telah diproses hingga ke pengadilan dan akhirnya dijatuhi vonis bersalah oleh hakim. Pada sisi lain. penjatuhan sanksi administratif terhadap jaksa-jaksa yang dinilai bermasalah. pada akhirnya tidak memberikan efek kejut (shock therapy) bagi jaksa-jaksa nakal lainnya. 51 jaksa dijatuhi sanksi sedang berupa sanksi administrasi. yang disayangkan hanya sebatas pada pemeriksaan ada atau tidak adanya pelanggaran kode etik atau disiplin pegawai negeri sipil. Kedua. terdapat beberapa faktor lain yang menyebabkan kalangan internal kejaksaan gagal menyelesaikan persoalan korupsi yang dilakukan oleh oknum jaksa.masyarakat tentang kinerja dan perilaku jaksa. Jumlah yang masuk pada 2007 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Selain karena faktor kesejahteraan jaksa yang rendah. khususnya yang melibatkan jaksa. Dari laporan tersebut. sanksi tersebut tidak akan memutus mata rantai praktek mafia peradilan. Pada 2006. jaksa yang bersangkutan justru akan menerbitkan bibit penyakit (epidemi) korupsi baru di daerah yang ditempati. Jika sanksinya hanya mutasi. Harusnya ada sinergi antara bidang pengawasan dan bidang pidana khusus di lingkungan kejaksaan. Hal demikian dapat dilihat dari sejumlah dugaan pemerasan atau gratifikasi yang dilakukan oleh oknum jaksa. meskipun perlu mendapat respons positif. hingga non-job dan penurunan pangkat serta penundaan kenaikan gaji. Artinya. persoalan kultural. setelah menjalani masa tahanan selama 2 tahun. mutasi. Ironisnya. Tindakan pemeriksaan yang dilakukan oleh kalangan internal kejaksaan. Terdapat kondisi di mana adanya keengganan (ewuh pakewuh) di kalangan jaksa untuk memeriksa sesama rekan seprofesi dan semangat untuk melindungi korps (espirit de corps) yang berlebihan. Meski sudah ada tindakan yang diambil. sebanyak 202 laporan dilanjutkan ke Jaksa Agung. Pertama. yang diteruskan ke Jaksa Agung sebanyak 204 laporan. Meski hasil pemeriksaan menyatakan terbukti adanya pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa tersebut. gaji. khususnya melakukan korupsi. kedua orang ini dapat kembali berdinas di lingkungan kejaksaan. dan 13 jaksa dikenai sanksi berat seperti penurunan pangkat. apabila dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian pengawasan ditemukan adanya indikasi . sering kali terjadi praktek kolusi dalam proses pemeriksaan sehingga melahirkan kesimpulan dugaan penyimpangan tak terbukti. dari 10 kasus suap yang melibatkan oknum jaksa. sangat langka kasus yang berlanjut ke proses hukum. Dapat dipastikan akan selalu muncul oknum-oknum jaksa yang kembali melakukan tindakan serupa di masa yang akan datang. Dalam pantauan ICW selama 2005-2007. Tindakan yang tidak tegas dari pimpinan kejaksaan juga akan melahirkan aktor-aktor korupsi baru di lingkungan kejaksaan. Dari jumlah tersebut. kenyataannya persoalan korupsi di jajaran kejaksaan tetap saja tak kunjung usai. laporan masyarakat yang masuk ke Komisi Kejaksaan sebanyak 398.

Selanjutnya. dan komitmen dalam pemberantasan korupsi. Kejaksaan Agung (Kejagung) akan menyerahkan kasus pemalsuan rentut yang diduga dilakukan dua orang jaksa dan Haposan Hutagalung itu ke pihak kepolisian. Widyo Pramono. anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch Kejagung Kehilangan Kepercayaan Kamis. Bukan sebaliknya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri dalam amanat memperingati Hari Adhyaksa pada 2006 bahkan telah memerintahkan Jaksa Agung agar tidak segan-segan menindak tegas sesuai dengan hukum tanpa diskriminasi terhadap oknum-oknum jaksa yang tidak terpuji dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. hal yang harus dilakukan oleh Jaksa Agung adalah berani bertindak tegas untuk meminimalkan praktek korupsi di lingkungan kejaksaan. sebaiknya Presiden SBY perlu mempertimbangkan untuk mencopot Jaksa Agung Hendarman Supandji dan menggantinya dengan orang yang memiliki integritas. melindungi jaksa-jaksa nakal hingga berdampak negatif sebagai "pelindung jaksa nakal". hal ini seharusnya ditindaklanjuti oleh bagian pidana khusus untuk memproses secara pidana.suap atau pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa. keberanian. Dalam rangka memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan dan membersihkan dari oknum-oknum jaksa yang tidak bertanggung jawab. akhirnya Kejaksaan Agung mengakui bahwa jaksa Cirus Sinaga dan jaksa Fadil Regan diduga terlibat dalam penyusunan rencana tuntutan (rentut) ganda yang menyebabkan Gayus Tambunan divonis bebas. Cirus. Persoalannya adalah apakah Jaksa Agung punya keinginan kuat untuk membersihkan institusi kejaksaan dari praktek korupsi? Rentetan peristiwa suap atau pemerasan atau kolusi yang dilakukan oleh sejumlah oknum jaksa seharusnya dapat menjadi momentum bagi kejaksaan untuk memperbaiki diri. 28 Oktober 2010 12:13:21 | Berita | (70 view) JAKARTA (Suara Karya): Setelah terombang-ambing tidak menentu. dan jaksa Ika Syafitri tergabung dalam jaksa penuntut (P16A) dalam berkas perkara Gayus. dalam jumpa pers yang digelar pada Rabu di Jakarta menyatakan. Ketua Tim 9 yang memeriksa rentut ganda Gayus Tambunan yang juga inspektur pada Pidum Kejaksaan Agung. Pernyataan Presiden ini sesungguhnya memberikan kewenangan penuh bagi Jaksa Agung untuk membersihkan jaksa-jaksa nakal di seluruh jajaran kejaksaan. Jika langkah tegas tidak juga dilakukan. Fadil. Upaya pembersihan dan menyelamatkan institusi kejaksaan saat ini sudah tidak dapat ditawar lagi dan harus segera dilakukan. Emerson Yuntho. . khususnya memperbaiki mekanisme pengawasan dan penjatuhan sanksi disiplin bagi jaksa yang dinilai bermasalah. kualitas.

Bambang Soesatyo. menilai kondisi penegakan hukum di Indonesia. Achmad Yani mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera melantik Jaksa Agung yang baru agar rivalitas di internal Kejaksaan Agung tidak berlarut-larut. kasus itu berawal dari surat petunjuk penuntutan (juktut) tanggal 25 Februari 2010 yang memerintahkan kasubbag tata usaha bernama Emo untuk mengirimkan juktut ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. rivalitas internal menuju kursi Jaksa Agung yang berlangsung begitu telanjang dan sarat intrik." katanya." katanya. kembali membuka tabir bahwa kejaksaan kerap "bermain-main" dengan kasus yang ditangani. Todung menunjuk aksi saling bantah dua pejabat teras kejaksaan. "Surat juktut yang palsu menggunakan sanksi hukuman untuk terdakwa narkoba Thio Ben Tjai. terutama terhadap Kejaksaan Agung. padahal tidak lazim karena biasanya menggunakan ballpoint. Hal itu sekaligus membuktikan bahwa Kejaksaan Agung tidak mampu menyelesaikan kasus yang menyita perhatian publik. Masing-masing kelompok berusaha saling menjatuhkan. tim akan melaporkan pemalsuan itu ke pihak berwenang karena ada dugaan pelanggaran Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP. "Sebelum dikirimkan ke Kejati Banten. untuk mengirimkan faks juktut ke Kejati Banten. B. sehingga tidak lagi memedulikan kepentingan bangsa. Pohan Laspy memerintah stafnya." katanya. "Selanjutnya juktut bernomor R455 diserahkan ke H dan diserahkan ke Gayus. Anggota Komisi II DPR Achmad Yani menyatakan.Berdasarkan pemeriksaan tim. dugaan keterlibatan Cirus Sinaga dkk dalam kasus Gayus Tambunan. Namun. Ketua Dewan Pengurus Transparency International Indonesia (TII). "Penulisan nomor surat pada R431 menggunakan spidol. F meminta staf TU di Kejari Jaksel untuk menyerahkan faks Jukut tersebut yang selanjutnya diserahkan kepada jaksa C. menurut Widyo. Kemudian." katanya. Hal senada juga dikemukakan anggota Komisi III DPR lainnya. Jaksa F diperintahkan oleh C dan perintahnya untuk mengirim faks ke Kejari Jaksel. . Kemudian. pengirimannya error dan B melaporkan hal itu ke Pohan. yakni Plt Jaksa Agung Darmono dan Jampidsus M Amari perihal tindak lanjut penyelesaian perkara Bibit-Chandra. Menurut Bambang. Pemalsunya H. Indikasi pemalsuan dalam rentut tersebut. terlihat dari Surat Juktut Nomor R431 dan R455. Surat Juktut Nomor 431 sanksi hukumannya dihapus yang semua satu tahun penjara menjadi 6 bulan masa percobaan. Karena itu. B dihubungi oleh F yang merupakan anggota jaksa P16 perkara Gayus. Selanjutnya. Todung Mulya Lubis. dari waktu pengiriman faksnya sama. saat ini makin kehilangan kepercayaannya. Sementara itu. Atas temuan itu. juga dalam kasus Bibit-Chandra dan sisminbakum.

dan perorangan. pekerja profesional.Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat membacakan petisi berjudul "Kembalikan Negara Hukum. Todung menilai sikap seperti itu juga merupakan cermin dari tidak tegasnya kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono." di halaman gedung Mahkamah Konstitusi. Selamatkan Polri. 22 Agustus 2010 | 17:37 WIB Besar Kecil Normal Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Masyarakat Koalisi Sipil Indonesia saat melakukan aksi damai di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). menurut Todung.suarakarya-online. Taufik meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengambil tindakan tegas dalam mereformasi Kepolisian Republik Indonesia. proses penegakan hukum membutuhkan sikap yang tegas. Petisi ini.Sikap seperti itu.html?id=264956 Sumber : Suarakarya Online Masyarakat Sipil Sampaikan Petisi Minggu. "Kami meminta presiden SBY mencopot petinggi kepolisian yang terlibat praktek mafia peradilan dan rekayasa proses hukum. Minggu (22/). Pembacaan petisi dilakukan oleh Taufik Basari. Jakarta . justru mencerminkan ketidakpastian hukum. pengacara Bibit S Rianto dan Chandra Hamzah. Minggu (22/8)." ujarnya. Padahal. menurutnya disusun berdasarkan keprihatinan para aktivis LSM dan masyarakat sipil terhadap semakin menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum ini. serta sekitar 50 aktivis. Jakarta. Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia (TII) Teten Masduki menengarai adanya masalah internal yang kompleks di Kejaksaan Agung. Dalam pembacaan petisi ini. (Jimmy Radjah/Sugandi/Nefan Kristiono) http://www. TEMPO/Eko Siswono Toyudho TEMPO Interaktif. Imbasnya. Ia juga meminta kepada SBY untuk membenahi struktur Polri secara menyeluruh. kepercayaan masyarakat terhadap jajaran kejaksaan pun akan menurun.com/news. Penurunan kepercayaan ini dilatarbelakangi oleh .

namun ternyata birokrasi dan lembaga penegak hukum seperti Polisi. dosen. Menurut Taufik. Kejaksaan. dia tidak boleh mengambil. apalagi markus lebih haram lagi karena diluar aturan. Pengumpulan dukungan ini direncanakan sampai Kamis minggu depan. jabatan itu biasa saja. Itu yang menjadi masalah bukan lembaganya. memang sistimnya sudah terbuka. Bagi saya ini sesuatu yang enteng dan biasa saja. kasus Gayus. Jadi bukan MK sebagai institusi. Apakah konflik kali ini serupakan usaha untuk melemahkan KPK yang selama ini dikenal sebagai lembaga pemberantasan korupsi? Sekarang citra penegakan hukum sedang menurun. Itulah para makelar yang berkolaborasi untuk memperjuangkan orang agar dapat jabatan yang kelak dapat ikut menikmati jabatan tersebut. jadi ini mafia. Mantan ketua KPK. legislatif dan yudikatif. Kalau logika itu diikuti. rekayasa kasus pimpinan KPK. maka di kejaksaan dan seterusnya juga baik. Karena itu mantan haram hukumnya. Jabatan sekecil apapun adalah amanah dan amanah berisi tanggungjawab. masih primitif cara membangun mekanisme penegakan hukum dan masih banyak dipengaruhi para preman. Ia menambahkan. Terbukti pernah ada beberapa personilnya yang terlibat praktek korupsi dan suap sehingga mereka diadili dan dipecat dari KPK. tidak boleh bicara diluar putusan apalagi yang menyerempet-nyerempet perkara yang menyangkut kewenangan orang lain. Presiden sebagai kepala negara tentu dapat menyusun agenda bagaimana memperbaiki persoalan ini. Pemutaran rekaman itu bukan kesalahan MK. Jadi semuanya sedang mengalami penurunan kepercayaan dari masyarakat. Bagi saya. "Kenapa ini ditujukan kepada Polri. Karena ini pula lembaga negara diatur dalam UU. M Mahfud MD ? Tidak ada konflik MK vs Polri. Jabatan tidak boleh dinikmati. zaman Gus Dur keluar Istana. Sebab MK berbeda dengn PN yang menyangkut kepentingan orang perorang. berarati korupsi dan haram hukumnya. Pemberantasan korupsi di Indonesia sepertinya berjalan di tempat. Padahal ada forum beradab untuk menyelesaikan semunya yakni pengadilan. Kalau mengambil lebih dari seharusnya. Amanah tidak boleh dinikmati sendiri oleh orang yang diberi amanah. kita diberi tahu dalam kenyataannya ada praktek-praktek yang sangat tidak terpuji dalam lingkungan lembaga penegak hukum. lagi pula belum ditopang dengan ekonomi yang mapan. Tetapi kalau kewajiban tidak boleh kurang dari kewajibannya. ya salah. tidak boleh menerima dan tidak boleh mengambil lebih dari yang seharusnya. Karena tingkat perkembangan masyarakat masih belum terlalu maju. Apakah ini menunjukkan aparat penegak hukum belum professional ? Bukan hanya aparat penegak hukum. karena kami harap jika dari Polri nya sudah baik. Semua orang yang mengaku beriman. Konflik antara KPK vs Polri yang berimbas pada pembentukan Tim 8 oleh Presiden. Jadi sekarang sudah zaman keterbukaan. itu prinsipnya. Jika kurang dari kewajibannya. bahwa ini hanyalah sebuah awal dari upaya membersihkan sistem hukum di Indonesia. bagaimana mengatasi maraknya makelar kasus (markus) dan makelar jabatan (mantan) di pengadilan dan kejaksaan ? Semua orang harus berusaha untuk menjadi teladan dengan akhlaqul karimah. semua bisa melihatnya. Erry Ryana Hardjapamengkas. polisi. "Bagi teman-teman yang ingin bergabung bisa gabung di grup facebook dan tweeter kami. Terbukti adanya penarikan pengawalan Polri terhadap Ketua MK. bagaimana tanggapan anda dengan adanya konflik terselubung antara MK vs Polri. Dulu zaman Habibie kita berkuasa. Selain itu meski sudah ada KPK sejak 6 tahun lalu. maka haram hukumnya yang berarti korupsi juga. dan kehakiman. Barangkali ada orang yang kurang enak dengan pemutaran rekaman. sehingga kalau ada alat bukti yang diajukan ke forum sidang MK. Jadi seorang yang menduduki jabatan apa saja. Bahkan di semua daerah dimana ada 34 Perguruan Tinggi. selanjutnya petisi yang sama juga akan ditujukan kepada kejaksaan dan pengadilan. Apakah itu hakim. menunjukkan sistim penegakan hukum di Indonesia masih kacau. Meski kita telah memasuki era reformasi selama 10 tahun. itulah konflik. PNS. Kita belum terbiasa menyelesaikan konflik di pengadilan. Sebagai mantan Ketua MK. yang diadili adalah UU yakni kepentingan publik sehingga rakyat perlu mengetahuinya. Seharusnya hakim merupakan jabatan pendiam. semua itu akibat dari keterbukaan MK. rekening gendut polri. Petisi ini juga didukung sejumlah lembaga swadaya masyarakat. Jadi perilaku seorang meskipun Ketua MK tidaklah menentukan. . karena begitu kuatnya perlawanan para koruptor yang bercokol di eksekutif. Nanti kalau sudah dapat jabatan. tetapi pribadi Mahfudnya. angtara lain Indonesia Corruption Watch (ICW). "Selanjutnya akan diserahkan kepada Presiden. tetapi semua pekerjaan. berarti semua pengawaspun diawasi. Jelas sekarang kepercayaan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi sedang menurun. Mereka saling menjelekkan. Bukan cuma itu. "Seperti kasus mafia hukum. otomatis terbuka. baik kekuasaan politik maupun ekonomi. yang juga turut dalam pembacaan ini mengatakan. Mereka ada yang menduduki jabatan resmi atau diluar jabatan resmi. keluar masuk Istana biasa saja. Jadi peristiwa sekarang harus disyukuri. Tidak ada putusan MK diluar putusan 9 orang hakim MK atau minimal 7 orang hakim MK. ternyata korupsi dan suap masih melanda birokrasi dan lembaga penegak hukum. Borok sistim penegakan hukum kita menjadi terbuka dan sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi. Menurut anda. Menurutnya. Tinggal kita menjaga kualitas iman dan akhlaq. bundaran HI atau televisi. Konflik biasanya diselesaikan di forum politik. sistimnya sudah terbentuk video conference dan video streaming. bagaimana tanggapan anda dengan adanya pemutaran kaset hasil penyadapan KPK di MK baru-baru ini ? MK tidak bisa tidak harus terbuka. semestinya itu dilarang. Kehakiman bahkan Mahkamah Agung (MA) belum mampu di reformasi. mereka masing-masing memiliki argumentasi yang benar menurut versinya sendiri-sendiri. paling-paling orang marah karena Mahfud banyak ngomong. Polri marah karena statemen yang ingin memecat Kapolri dan sebagainya. Sebaliknya. Alhamdulillah. dia tidak mengerjakan kewajibannya. maka mereka berjuang apa saja dikerjakan supaya dapat jabatan. dia harus menunaikan tanggung jawabnya bahkan lebih dari seharusnya. melalui internet video streaming maka seluruh dunia bisa menyaksikannya. maka orang tidak boleh meminta-minta jabatan. Jadi kalau tidak sanggup. Seluruh hakim MK sama kedudukannya. Bagaimana pemberatasan korupsi di Indonesia pasca konflik KPK vs Polri ? Konflik yang memutuskan hakim. Seharusnya konflik diselesaikan di pengadilan atau diajukan ke MK meski belum tentu menang. Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak kekerasan (Kontras). Nanti dibawa ke pengadilan siapa yang benar. maka kita perlu memperbaiki diri. ustad dan termasuk di lingkungan ormas Islam. Bahwa jabatan adalah amanah dan tidak selayaknya dinimati. dan Transparansi Internasional Indonesia. jabatan dan profesi di Indonesia sekarang belum professional. Ketua MK hanyalah tukang memimpin sidang dan ketok palu. Hanya menikmati jabatan untuk kepentingannya sendiri. Prof Dr Jimly Asshiddiqie SH seputar penegakan hukum di Indonesia. Nanti siapa pengawasnya pengawas ? Sebagai mantan Ketua MK. pengumpulan dukungan untuk petisi ini akan terus dilakukan. advokad. Markus dan mantan semakin marak karena orang mau menikmati jabatan. Itu melanda semua lembaga penegak hukum termasuk KPK. sampai saat ini pendukung petisi ini berjumlah sekitar 540 orang. Kemudian menjadi Ketua MK dan keluar lagi. Kalau negara sedang berkembang. jaksa. Bahkan KPK sendiri disinyalir tidak bersih seratus persen. Itulah sebabnya Islam melarang meminta-minta jabatan. supaya tidak terjadi sengketa antar lembaga negara. Jadi kalau ada orang menikmati amanah." ujarnya. Pasalnya." ujarnya." ujarnya. dan banyak lagi. sehingga sidang-sidang MK bisa dilihat di seluruh dunia melalui internet. itu kuncinya. jangan menduduki jabatan.sejumlah kasus yang mencoreng nama Polri." ujarnya. maka wajib baginya menjadikan dirinya teladan dalam etika yang mulia dan akhlaqul akrimah. Apa perlu ada lembaga pengawas KPK. karena kekuasaannya yang sedemikian besar ? Nanti pengawasnya diawasi siapa lagi. Berikut ini wawancara Abdul Halim dari Tabloid Suara Islam dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia. padahal seharusnya itu tidak boleh. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Sedangkan yang lainnya. Memperbaiki KPK dengan mengevaluasi kekurangannya. karena ada Pengadilan Khusus Tipikor. Tim 8 tidak mempunyai hak untuk merekomendasikan pemberhentian keduanya. Jadi kasus-kasus besar terjadi di zaman Antasari. Apa KPK harus menanggani semua perkara seperti sekarang. itu salah juga. lantas dengan perasan malu mengundurkan diri. KPK hanya khusus menanggani pemeriksaan tindak pidana korupsi keempat lembaga tadi. Misalnya. Tegaknya hukum tidak bisa dihitung dari berapa jumlah orang yang ditangkap. Setelah reformasi pertahanan dan keamanan dipisah. saya sudah mencetak 50 doktor. Mengenai MA. Seharusnya ada agenda yang harus diperbaiki. sebab ini kebobrokan lama.Namun terungkapnya praktek . Sudah selama 6 tahun KPK dianggap lembaga superbody. Koordinasi bukan berarti bawahan. Mengapa tidak ada pejabat di Indonesia yang melakukan kesalahan seperti Kapolri dan Jaksa Agung. tetapi pejabatnya tidak mengerti peta jalan perbaikan kearah mana. masak semua harus ditanggani Jaksa Agung. Jadi di kalangan pejabat. KPK dimasa depan jangan lagi menanggani tindak pidana korupsi bagi semua orang. KPK menakutkan dan harus diubah. atau kedua-duanya dimana aspek keamanan koordinasinya dengan Depdagri dan hukum dengan Depkumham. Tap Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VI Tahun 2001 mengamanatkan kepada presiden agar mulai memperbaiki birokrasi. Pemerintah dan DPR hampir sepakat wewenang KPK dikurangi sehingga tidak memiliki kewenangan menuntut. Manajemen pemerintahan seharusnya dibagi habis dimana koordinasinya dengan Menteri. dan MA belum direformasi dan belum substantif perubahannya. maka harus menyampaikannya ke DPR. polisi. berarti akan terjadi perubahan besar-besaran. mulai dari presiden sampai camat mau diakses semua. Kalau memang hal itu dapat dilaksanakan. Itu kan hanya nasehat kepada presiden. cukup seperti MK dengan 9 orang hakim konstitusi. sehingga kita perlu memperkuat PT. tetapi dia kena getahnya karena harus bertanggungjawab. cuma koordinasinya dengan Menteri. Munculnya permasalahan sekarang ini seharusnya dapat dimanfaatkan untuk penataan kembali sistim hukum dan peradilan di Indonesia. Menteri adalah pejabat politik. Kalau sudah merasa cukup mengabdi. Jadi seolah-olah berhadapan antara negara dan rakyat dalam isyu pemberantasan korupsi. Semuanya tergantung pada Presiden SBY sebagai policy maker. Meski sebagai professor. TNI. Apa tidak bisa perkara ke MA dibatasi jangan terlalu banyak. Misalnya masalah logistik. sebaiknya mundur saja. Perubahannya hanya tambal sulam seperti soal usia dan gaji hakim agung. kehakiman dan kepolisian. Jadi ada semacam ketidaksukaan atau kebencian umum kepada KPK. termasuk memperbaiki kejaksaan. banyak dlihat terjadi overlaping dimana keputusan satu hakim agung dianulir hakim agung lainnya. Terdapat empat upaya penting reformasi birokrasi. tetapi mekanisme pemberantasan korupsi secara menyeluruh harus ditata kembali. Jadi kita harus membangun sistim hukum. Bahkan banyak perkara yang sudah diperiksa sejak zaman Taufiqurrahman Ruki. Karena itu ada kecemburuan TNI terhadap Polri. Jadi tidaklah benar jika TNI berada dibawah Dephan. koordinasi dengan Departemen. bagaimana komentar anda ? Polisi dan TNI dibawah Presiden. Jadi jabatan digunakan untuk mendapatkan keuntungan materi. seperti di Eropa dan AS ? Tanya saja sama yang bersangkutan. dan bertanggung jawab. Kalau jumlah adalah cara berfikir demokratis dimana makin banyak makin baik. Apa ini tidak menjadi sumber masalah hukum dikemudian hari ? Sistem penegakan hukum kita sekarang lagi kacau. Kapolripun demikian. Karena dia hanya memperoleh keputusan politik dari Presiden untuk perang atau damai. kejaksaan. Karena semua tidak suka. ini sesuatu yang mutlak harus dikerjakan. siapakah dalang kasus KPK vs Polri yang semakin ruwet seperti sekarang ini ? Saya tidak percaya ada dalangnya. yaitu perbaikan kelembagaan. Kalau jumlah perkaranya terbatas. sehingga usaha untuk mengurangi peran KPK memang sudah ada. maka tanpa disadari ada usaha untuk melemahkan KPK. Jadi kalau perkaranya tidak berkualitas seperti kasus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri yang kualitasnya kecil hanya kasus beberapa ratus juta rupiah dan hanya kesalahan administrasi. kalau sistem hukum dan politik di Indonesia masih kacau seperti sekarang ini. Karena ada kasus seperti ini maka menjadi terbuka. Sekarang ditambah lagi kasus Antasari yang dikaitkan dengan pembunuhan dan wanita. Sudah 10 tahun reformasi dan yang lain sudah di reformasi. Polri dan Kejaksaan semuanya berada dibawah Presiden sebagai lembaga eksekutif. abdi negara. Jadi yang begitu kasusnya tidak bermutu dan hanya menimbulkan perasaan tidak adil bagi masyarakat. Sebenarnya bisa kalau dibenahi. Jadi banyak orang yang marah. bersih. berdasarkan keputusan MK. Beberapa lembaga dilibatkan sebagai obyek reformasi tahap awal. Polri tidak mau koordinasi dengan Menteri. tetapi koordinasi. Birokrasi diharapkan menjadi pelayan masyarakat. sedangkan lainnya dapat ditanggani Kejaksaan. Jaksa Agung dan Panglima TNI pejabat teknisnya. Kalau ada yang mengatakan polisi menjadi arogan karena langsung dibawah presiden. Tetapi jaksanya harus diawasi supaya tidak melakukan suap dan tidak ada lagi mafia. Seluruh mekanisme penegakan hukum harus ditata kembali. Jadi sebenarnya Kapolri dan Jaksa Agung tidak perlu mundur.sehingga materi menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan. Menurut anda. sekarang tinggal menangkap saja. dan teladan masyarakat. Sesudah itu muncul kasus Bibit-Chandra. KPK cukup mengawasi kejaksaan. serta Kejaksaan Agung. Percuma. Mahkamah Agung. perencanaan penegakan hukum pertahun dan anggarannya. follow-up nya baru sekarang. tetapi sistimnya belum dibenahi. Presiden sebagai Panglima Tertinggi TNI. sumber daya aparatur. Apalagi kalau melakukan kesalahan. (Abdul Halim) Implikasi Politik Markus 28 Apr 2010 • • Koran Tempo Opini Wawan Sobari. maka jumlah hakim agung tidak perlu banyak-banyak. maka masyarakat membelanya. supaya jangan terlalu banyak perkara yang ditangganinya. Jika mereka melakukan tindak pidana suap dan korupsi. Hubungan TNI dengan Dephan bukan atasan dan bawahan. Panglima TNI berada dibawah Presiden. Dalam sejarah. karena menganggap sudah langsung koordinasi dengan Presiden. Mestinya orang mundur dari jabatan tidak perlu harus bersalah. bukan hanya eksekutif tetapi juga legislatif dan hakim agung. legislatif dan yudikatif serta semua lembaga penegak hukum tidak suka sama KPK. ketata laksanaan. dikira Polri langsung dibawah Presiden. Bagaimana tanggapan anda ? UU KPK harus disempurnakan. Saya sebagai dosen terpaksa mengamen kesana kemari karena memang penghasilannya belum mencukupi sebagai guru besar. yaitu Kementerian Keuangan dan Luar Negeri. harusnya sekarang koordinasinya dengan Depdagri atau Depkumham. KPK cukup menanggani tindak pidana korupsi dan suap terhadap penegak hukum seperti jaksa. tetapi sepertinya dalam pembuktian tidak menyuruh membunuh. Kemudian diikuti beberapa lembaga setingkat kementerian lainnya. cukup ditanggani polisi dan jaksa. pembangunan dengan janji pertumbuhan ekonomi tidak akan berhasil. Tetapi KPK jangan dibubarkan. hakim dan advokad. Mulai dari Antasari yang dituduh membunuh. Kalau mengundurkan diri mungkin tidak baik juga. dan remunerasi. gara-gara Kabareskim Mabes Polri merasa disadap secara tidak mendasar melawan hukum menurut persepsi polisi. sedangkan Kapolri. Kalau bagi saya. yang penting mendorong tegaknya hukum untuk memperbaiki keadaan. Polisi koordinasi dengan Menko Polkam. TNI tidak berada dibawah Dephan tetapi Presiden. Misalnya waktu pembahasan UU Pengadilan Tipikor di DPR. bukan Menhan. Jadi Kapolri dan Jaksa Agung tidak menangganinya. Selama ini dikatakan KPK terlalu berkuasa dan menjadi lembaga superbody sehingga membuat gerah lembaga penyidik lain seperti Polri dan Kejaksaan. barulah KPK turun tangan. tetapi birokrasi seperti polisi. Tetapi masyarakat dan LSM marah. Beberapa upaya kebijakan strategis diambil untuk menjalankan target reformasi tersebut. Saya kira Kapolri dan Jaksa Agung tidak merasa bersalah. Jadi seharusnya hanya kasus berskala besar saja yang ditanggani KPK. pengadilan akan memeriksa perkara tindak pidana korupsi. Polisi tidak mau karena tidak merasa dibawahnya. ketua program studi ilmu politik fisip universitas brawijaya Agenda reformasi birokrasi bergulir sejak 2001. itu kan proses hukum yang normal. bukan berapa jumlah tetapi kualitas perkara. sehingga disebut professor biasa diluar bukan professor luar biasa. MPR memandatkan kekuasaan untuk menciptakan birokrasi yang transparan. Tetapi kalau keadilan. akuntabel. Namun karena sudah menjadi isyu nasional. Makanya jabatan itu jangan dinikmati. Jadi ke depan lebih baik Polisi koordinasi dengan Depdagri untuk keamanan dan Depkumham untuk penegakan hukum. maka koordinasinya dulu era Orba dengan Dephan. Tetapi karena Menko Polkam tidak memiliki aparat teknis. Seperti kejaksaan. itu berlaku buat semua termasuk peneliti dan dosen seperti saya. Semua cabang kekuasaan eksekutif. Saya kira KPK harus diperbaiki. Selain itu MA harus diperbaiki. Tetapi karena KPK dikeroyok ramai-ramai.

2006). Faktor kontrol internal organisasi kini menjadi pertanyaan. Karya seminal Iipsky (1980) menjelaskan bahwa birokrasi bawahan mempraktekkan pemberian diskresi atas dispensasi manfaat atau alokasi sankksi. Artinya. yakni sebagai upaya untuk keluar dari situasi frustratif antara besarnya permintaan pelayanan dan keterbatasansumber daya yang dimiliki. dan kepolisian dapat mencegah praktek birokrasi bawahan yang menyimpang. Di sisi lainnya birokrasi bawahan berjalan dengan kepentingannya sendiri untukmemanfaatkan akses langsungnya terhadap klien. serta kepolisian. Di satu sisi para legislator dan pembuat kebijakan lainnya berupaya menciptakan tujuan-tujuan ideal ke dalam peraturan. Bahkan telah menegasikan perbaikan remunerasi yang dianggap obat mujarab untuk menekan penyimpangan. klien yang mereka layani bukan hanya kalangan . MA. Ada persoalan yang perlu dicari penyebab dan jalan keluarnya sehingga lembaga kontrol internal MA. MA. yang melibatkan aparat Direktorat Jenderal Pajak. Scott (1997) menyebut dua faktor lain yang men-determinasi para birokrat bawahan untuk melakukan diskresi.makelar kasus (markus). gaji besar bukan merupakan faktorfrustratif yang menjadikan para markus tersebut melakukan diskresi bagi pihak-pihak yang beperkara. Maka diskresi peraturan yang dipraktekkan birokrat bawahan menjadi lazim. keberadaan inspektorat di masing-masing lembaga itu tidak berhasil mencegah dan mendeteksi praktek diskresi tersebut. Gaji seorang pegawai Ditjen Pajak setelah perbaikan remunerasi jumlahnya berkali-kali lipat lebih besar dari gaji pegawai di daerah yang berposisi sama dan sebagai ujung tombak pelayanan publik pula. praktek diskresi birokrasi bawahan tidak hanya terjadi di pusat. teori tersebut relatif gagal menjelaskan fenomena markus. Menariknya. Kejaksaan. Praktek markus terjadi dalam sebuah relasi tidak sehat antara pelayan dan yang dilayani (klien). Terjadi konflik antara pembuat kebijakan dan birokrasi bawahan sebagai pelaksana kebijakan.Lipsky kemudian berargumen bahwa praktek birokrasi bawahan tersebut merupakan mekanisme untuk mengatasi situasi yang sulit {coping mechanism). dan reformasi ketatalaksanaan dalam beberapa tahun terakhir. namun terjadi pula di daerah. pengembangan sumber daya manusia. meman tik keraguan publik. Artinya. Bila sumber daya yang dimaksud berkaitan dengan fasilitas institusi dan gaji. Mereka berada dalam situasi oportunistik membutuhkan kepastian hukum yang menguntungkan dirinya. fakta markus merupakan bagian dari praktek birokrasi bawahan [street-level bureaucracy). dan Ditjen Pajak telah mengalami perbaikan remunerasi. Hal terakhir cukup relevan menjelaskan praktek markus karena pihak yang be-perkara memiliki karakteristik yang khusus. Birokrasi bawahan Dalam kajian teoretis. Faktanya. Reformasi birokrasi dianggap tidak membuahkan hasil. Apalagi dalam kenyataannya permintaan peningkatan pelayanan seperti tidak pernah berhenti (Nielsen. Kementerian Keuangan. pegawai Kejaksaan. Hanya. Kejaksaan. Masih ada faktor lain yang menyebabkan mereka berbuat demikian. yakni karena tingkat kontrol organisasi dan karakteristik klien.

yakni timbulnya persepsi massal yang menganggap bahwa perubahan birokrasi tidak ada hasilnya. para pegawai negeri ikut memposisikan diri dan mendukung setiap kebijakan dan program kepala daerah atau wakil kepala daerah guna mendapat kredit politik dari publik. Modus lainnya berupa pengumpulan dukungan secara langsung. Dikhawatirkan akan terjadi penarikan legitimasi publik terhadap pemerintah (legitimacy rush) secara cepat Terutama bila publik tidak melihat perbaikan signifikan terhadap persoalan ketidakadilan yang dilakukan para markus dan praktek menyimpang birokrasi bawahan lainnya. Para pegawai negeri sipil yang semestinya netral terlibat dalam aksi saling dukung para pejabat kepala/wakil kepala daerah {incumbent) atau bahkan keluarganya yang mencalonkan diri.masyarakat bawah yang membutuhkan pelayanan. pemerintah perlu mengantisipasi merosotnya kepercayaan politik (political distrust) publik. termasuk didaerah. tapi juga para elite yang membutuhkan dukungan politik. Entitas terkaitAgenda | Apalagi | Bahaya | Birokrasi | Dikhawatirkan | Faktor | Gaji | Gejala | Iipsky | Karya | Kebijakanyang | Kejaksaan | Kementerian | Kepercayaan | Lipsky | Mahkamah | Memasuki | Modus | MPR | Padahal | . Ia berasumsi bahwa kumpulan individu yang merasa dirugikan oleh praktek diskresi birokrat bawahan bisa mengorganisasi aksi bersama. Para birokrat bawahan tersebut melakukannya dalam dua modus. Meskipun belum terakumulasi secara massal. Kemudian birokrasi bawahan berupaya menerjemahkan sendiri kebijakan tersebut. Apalagi ditunjang pesatnya perkembangan teknologi informasi yang memudahkan antarindividu untuk saling terkoneksi senasib-sepenanggungan. Tidak dimungkiri. di daerah terjadi praktek makelar politik. Saat ini mulai terungkap praktek pegawai negeri yang mengumpulkan dukungan bagi para keluarga incumbent yang mencalonkan lewat jalur perseorangan. Sayangnya dilakukan secara menyimpang. Setiap upaya perubahan yang dilakukan dianggap hanya tambal sulam. Meski belum terorganisasi. Pertama. Kepercayaan politik Bahaya politik yang mengancam kegagalan reformasi birokrasi yang dibanggakan pemerintah adalah munculnya gejala nihilisme pada masyarakat. Mereka setia untuk mendampingi dan membantu para incumbent menjalankan kampanye politik secara tidak langsung. potensi aksi-aksi kolektif tersebut sudah diperkirakan oleh Lipsky (1980). karena publik tidak percaya pada perubahan-perubahan mendasar untuk memperbaiki birokrasi. praktek diskresi para birokrat bawahan merupakan buah dari konflik kebijakan antara pembuat dan pelaksana kebijakan.Memasuki masa pemilihan kepala daerah (pilkada) 2010. Padahal belum tentu demikian karena masih ada beberapa kemajuan atas upaya-upaya reformasi tersebut. Kebijakanyang tidak antisipatif dan prospektif terhadap kondisi di lapangan menyebabkan kegagalan implementasinya. publik semakin menurunkan kepercayaannya {distrust) terhadap pemerintah. Gejala menurunnya kepercayaan terhadap pemerintah mulai terlihat dari seruanseruan sejumlah pihak untuk memboikot kewajiban membayar pajak.Lebih jauh lagi.

pengembangan sumber daya manusia. dalam sidang 22 Agustus 2008. Kepercayaan politik Bahaya politik yang mengancam kegagalan reformasi birokrasi yang dibanggakan pemerintah adalah munculnya gejala nihilisme pada masyarakat. pegawai Kejaksaan. vonis yang dijatuhkan hakim Pengadilan Tipikor itu patut mendapat apresiasi. Rp 1 miliar. maksimal yang bisa dijatuhkan hakim adalah 20 tahun penjara atau seumur hidup. Selain itu.Lipsky kemudian berargumen bahwa praktek birokrasi bawahan tersebut merupakan mekanisme untuk mengatasi situasi yang sulit {coping mechanism). Sebagaimana diketahui. tapi juga para elite yang membutuhkan dukungan politik. Vonis yang dijatuhkan. Ada persoalan yang perlu dicari penyebab dan jalan keluarnya sehingga lembaga kontrol internal MA. Bila sumber daya yang dimaksud berkaitan dengan fasilitas institusi dan gaji. Reno Iskandarsyah. . vonis 20 tahun penjara merupakan pemecahan rekor sebagai vonis tertinggi di Pengadilan Tipikor. di daerah terjadi praktek makelar politik. vonis tertinggi yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor adalah 10 tahun penjara dalam kasus pengadaan helikopter dengan terdakwa Abdullah Puteh (gubernur nonaktif NAD).Praktek | Reformasi | Sayangnya | Scott | Terdapat | Terutama | Wawan | Direktorat Jenderal | Ditjen Pajak | Kementerian Keuangan | Implikasi Politik Markus | Tap Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VI Tahun | Ringkasan Artikel Ini Maka diskresi peraturan yang dipraktekkan birokrat bawahan menjadi lazim. Dikhawatirkan akan terjadi penarikan legitimasi publik terhadap pemerintah (legitimacy rush) secara cepat Terutama bila publik tidak melihat perbaikan signifikan terhadap persoalan ketidakadilan yang dilakukan para markus dan praktek menyimpang birokrasi bawahan lainnya. termasuk didaerah. dan kepolisian dapat mencegah praktek birokrasi bawahan yang menyimpang. klien yang mereka layani bukan hanya kalangan masyarakat bawah yang membutuhkan pelayanan. JPU menuntut Urip 15 tahun penjara. Urip dinyatakan terbukti menerima uang terkait dengan jabatannya sebagai anggota tim jaksa penyelidik perkara BLBI. Menariknya. yakni timbulnya persepsi massal yang menganggap bahwa perubahan birokrasi tidak ada hasilnya. Padahal. Pada sisi lain. 05 September 2008 Pintu Masuk Usut Sjamsul Nursalim Jaksa terdakwa penyuapan dan pemerasan Urip Tri Gunawan divonis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan hukuman 20 tahun penjara. sangat melegakan dan memberi angin segar bagi upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Kementerian Keuangan. dan reformasi ketatalaksanaan dalam beberapa tahun terakhir. Juga denda Rp 500 juta untuk mantan ketua tim jaksa penyelidik perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Vonis 20 tahun penjara yang dijatuhkan hakim lebih tinggi daripada tuntutan jaksa yang hanya 15 tahun penjara. Sebelumnya. pada satu sisi.000 dan dari Glenn Muhammad Surya Jusuf melalui pengacaranya.Memasuki masa pemilihan kepala daerah (pilkada) 2010. MA. yakni sebagai upaya untuk keluar dari situasi frustratif antara besarnya permintaan pelayanan dan keterbatasansumber daya yang dimiliki. dan Ditjen Pajak telah mengalami perbaikan remunerasi. Vonis untuk Urip Tri Gunawan Jumat. Dia dinilai menerima uang dari Artalyta Suryani USD 660. Kejaksaan.

khususnya jaksa. Rokhmin Dahuri. hingga sidang akan berakhir. ketidakpercayaan publik terhadap kejaksaan harus diartikan pula sebagai ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah yang dipimpin SBY-Kalla. Atau. Urip juga terkesan menutupi keterlibatan petinggi di Kejaksaan Agung. belum ada koruptor yang divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor. Keempat. vonis yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor itu cukup memberikan efek jera dan rata-rata lebih tinggi daripada vonis perkara korupsi yang dijatuhkan pengadilan umum. Kedua. Setiawan Haryono dalam kasus korupsi BLBI yang awalnya dituntut enam bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan justru divonis lima tahun penjara. Fakta-fakta hukum yang terungkap dalam sidang dengan kedua terdakwa tersebut seharusnya dilihat sebagai poin penting bahwa suap USD 660. Layak Meski mengundang perdebatan.4 tahun penjara. sidang terhadap Urip (dan Artalyta Suryani) menegaskan banyak sinyalemen publik tentang indikasi permainan di balik penanganan korupsi BLBI. secara lebih luas. Dalam sejarahnya. Urip seharusnya mengerti hukum (dan tindakan korupsi) serta menjadi teladan bagi masyarakat. Meski fakta-fakta dalam sidang menyebutkan adanya komunikasi antara Artalyta dengan Urip dan pemberian uang suap terkait dengan pemeriksaan kasus korupsi BLBI. Penjatuhan vonis hakim yang lebih tinggi daripada tuntutan jaksa merupakan suatu hal yang biasa dalam praktik penanganan perkara korupsi di pengadilan (umum maupun tipikor). satu-satunya harapan penuntasan korupsi BLBI hanya ada pada KPK. Dengan demikian. hakim tidak terikat terhadap jumlah tuntutan hukuman yang diajukan jaksa penuntut umum. Ketiga. Dalam pemeriksaan dan sidang. Urip tetap bersikukuh bahwa uang dari Artalyta itu merupakan pinjaman untuk usaha perbengkelan. Jusuf (mantan ketua BPPN). namun akhirnya divonis hakim Pengadilan Tipikor tujuh tahun penjara. tapi merupakan imbalan yang berhubungan dengan penghentian penyelidikan kasus BDNI-BLBI II. tidak ada ketentuan yang dilanggar bila vonis yang dijatuhkan hakim lebih berat daripada tuntutan jaksa. Terungkapnya praktik penyuapan yang melibatkan ketua tim BLBI itu. Sjamsul Nursalim (pemegang saham BDNI). vonis rata-rata di Pengadilan Tipikor adalah 4. Contohnya. serta sejumlah petinggi Kejaksaan Agung. Pintu Masuk Selain penjatuhan hukuman terhadap Urip. perbuatan terdakwa telah mencermarkan institusi kejaksaan. berdampak pada menurunnya kepercayaan publik kepada kejaksaan pada tingkat yang paling rendah. Adanya fakta suapmenyuap yang dilakukan Urip dengan Artalyta terkait dengan penanganan korupsi BLBI Sjamsul Nursalim telah memenuhi alasan bagi KPK (sebagaimana diatur dalam pasal 9 dan 68 UU No 30 Tahun . Urip tidak kooperatif dan berbelit-belit. Faktafakta sidang dan penjatuhan vonis bersalah terhadap Urip setidaknya bisa menjadi pintu masuk bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangani kasus korupsi BLBI yang melibatkan Glenn M. selama tidak melebihi ancaman pidana sebagaimana pasal UU Korupsi yang didakwakan oleh jaksa. kenyataannya. bukan sebaliknya justru menjadi pelanggar hukum dan pelaku korupsi. bandingkan dengan pengadilan umum yang hanya 1. secara keseluruhan.000 itu bukanlah pemberian yang berdiri sendiri. Pertama. yang dituntut jaksa enam tahun. kejaksaan merupakan tulang punggung upaya pemberantasan korupsi yang sedang diusung pemerintah. Nama baik institusi kejaksaan menjadi sangat tercemar akibat praktik suap-menyuap yang dilakukan Urip. sebagai aparat penegak hukum. Sebab. Saat ini.6 tahun penjara untuk pelaku korupsi. Selain itu. berbeda dari pengadilan umum yang telah menjatuhkan vonis bebas terhadap 438 pelaku korupsi. untuk tidak melakukan tindakan menyimpang serupa pada masa mendatang. mantan menteri kelautan.Namun. khususnya yang melibatkan Sjamsul Nursalim. Pemberian vonis yang berat bagi Urip diharapkan bisa menjadi terapi kejut (shock therapy) bagi aparat penegak hukum lainnya. selama sidang. Catatan Indonesia Corruption Watch (ICW) selama dua tahun terakhir (2007-2008). vonis 20 tahun penjara sudah selayaknya diberikan terhadap Urip didasarkan pada beberapa alasan.

Menteri Sosial. terutama bertepatan dengan setahun masa pemerintahannya pada 20 Oktober mendatang. Menteri Pertahanan. tidak cukup signifikan dan rata-rata masih berada di bawah kisaran 50 persen dukungan kepuasan publik. dan Menteri Perhubungan. secara umum kepuasan masyarakat terhadap kinerja menteri-menteri tersebut cenderung turun. Meski demikian. Menteri Komunikasi dan Informatika. Emerson Yuntho. Menteri Luar Negeri. serta Pemuda dan Olahraga. Menteri-menteri lain yang juga dipandang merosot adalah Menteri Kesehatan. Hal itu dikatakan Ketua UKP4 Kuntoro Mangkusubroto. Menteri Perindustrian. Kelautan dan Perikanan. Rata-rata kepuasan terhadap kinerja menteri-menteri berada di bawah 50 persen (lihat grafik). di antaranya Menteri Dalam Negeri.2002 tentang KPK) untuk mengambil alih kasus korupsi BLBI. Beberapa menteri. Menteri Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Tidak buru-buru . walaupun ada yang mengalami kenaikan. yang ditandai dengan merosotnya kepuasan responden. Hasil evaluasi UKP4 itu tampaknya akan mendorong Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan evaluasi kinerja para menterinya. Pendidikan Nasional. Menteri Pertanian. Agama. kecuali terhadap menteri-menteri seperti Perdagangan. hasil evaluasi UKP4 tersebut sejalan dengan hasil jajak pendapat Litbang Kompas yang menyiratkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja menteri secara umum. Menteri Riset dan Teknologi. Bahkan. Sebenarnya. anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) di Jakarta Kepuasan terhadap Kinerja Menteri Merosot11 Oktober 2010 OLEH PALUPI PANCA ASTUTI Meskipun sudah hampir setahun para menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu jilid II bekerja. Hanya Menteri Perdagangan yang tak mengalami perubahan. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Beberapa menteri tercatat mengalami penurunan kepuasan publik yang cukup signifikan. hasil evaluasi kabinet yang dilakukan oleh Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan atau UKP4 menyatakan kinerja 25 persen kementerian mengecewakan. belum tampak tanda-tanda mereka mampu mengatasi berbagai persoalan krusial yang dihadapi bangsa ini. terdapat kecenderungan menurunnya kepercayaan kepada para menteri. Pada bulan Juli 2010. Jika dibandingkan dengan jajak pendapat untuk hal yang sama pada bulan Juli 2010. Kebudayaan dan Pariwisata. serta Menteri Lingkungan Hidup. Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sempat mengatakan bahwa evaluasi yang akan dilakukan Presiden nanti tidak selalu berarti adanya reshuffle atau penggantian menteri.

Namun. perombakan anggota kabinet terjadi lagi. Alwi Shihab (Menko Kesra). khususnya kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. mayoritas responden (80 persen) jajak pendapat Litbang Kompas menyatakan setuju adanya penggantian menteri. Dua tahun kemudian. Ungkapan tersebut disampaikan sebagian besar responden (43. serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Meskipun sikap publik belum mengkristal menjadi tuntutan terhadap adanya perombakan kabinet saat ini. Perombakan kabinet yang dilakukan SBY pada tahun pertama pemerintahannya pada waktu itu adalah reshuffle terbatas dengan merotasi dan mengganti beberapa menteri. pada Mei 2007. Menteri Negara BUMN Sugiharto. Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin. ketidakpuasan publik atas kinerja pemerintahan Presiden SBY masih menjadi batu sandungan yang cukup berarti. serta Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh. Penggantian beberapa anggota kabinet menjelang tiga tahun pemerintahan SBY itu juga didukung masyarakat. sikap publik pun mungkin saja berubah.Meskipun opini negatif dialamatkan ke hampir semua menteri. Jika reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu I terjadi dua kali dalam lima tahun.2 persen) jajak pendapat Litbang Kompas. Tiga nama yang keluar dari kabinet adalah Jusuf Anwar (Menteri Keuangan). saat ini wacana tuntutan penggantian menteri tidak terlalu kencang berembus ke masyarakat. Tampaknya. Empat menteri dan satu pejabat setingkat menteri dicopot serta dua menteri dirotasi. problem di bidang perekonomian.2 persen) dalam jajak pendapat Litbang Kompas menginginkan terjadinya reshuffle atau penggantian menteri-menteri kabinet. Saat itu. bukan tidak mungkin untuk mengganti menteri. Setidaknya. Apabila kondisi yang dikeluhkan masyarakat tidak kunjung membaik. Kepuasan yang menurun adalah pertanda yang lebih nyata akan adanya persoalan. Hingga tiga bulan terakhir. Menteri Perindustrian. dan Andung Nitimihardja (Menteri Perindustrian). setahun pertama Kabinet Indonesia Bersatu I bekerja. Di antara menteri yang dianggap perlu diganti saat itu adalah Menteri Pendidikan Nasional. tiga nama diberhentikan. Ekonomi dan keamanan Setelah satu tahun berjalan. Kenaikan tarif dasar listrik yang mengakibatkan kenaikan harga bahan pokok berlanjut dengan rutinitas kenaikan harga pada bulan puasa dan Lebaran. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. dan tiga nama dirotasi posisinya. Empat menteri yang dicopot dalam perombakan kabinet kedua adalah Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra. Kondisi berbeda terjadi menjelang akhir tahun 2005. publik cenderung tidak terburu-buru ”menghukum” dengan mengusulkan penggantian sosok baru sebagai pengganti menteri-menteri saat ini. sebulan sebelum reshuffle dilakukan. Ketika itu sebagian besar responden (69. . tiga nama masuk menjadi menteri. dan Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf. apakah hal yang sama akan terjadi pada anggota Kabinet Indonesia Bersatu II? Bisa ya bisa tidak. masih menjadi kekhawatiran terbesar publik.

4 persen) menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja para menteri perekonomian. Meskipun industri semakin berkembang.2 persen) merasa tidak puas dengan kinerja para menteri. Kasus kekerasan horizontal antarwarga di beberapa daerah dan ibu kota negara menjadi sorotan tajam belakangan ini. Ketidaknyamanan terkait persoalan keamanan pada akhirnya melahirkan rasa gundah dan ketakutan publik akan terjadinya peristiwa yang sama pada waktu mendatang. Dialah Marianna Sutadi yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua MA. Selain bidang ekonomi. setidaknya akan dapat menghapus keraguan terhadap kemampuan para penggawa negara dalam menjamin rasa aman di masyarakat. Oleh karena itu. ada seorang wanita. peluang pergantian kepemimpinan juga makin terbuka. persoalan kedua setelah ekonomi yang paling mendesak segera ditangani menurut responden adalah masalah keamanan.sebulan setelah masa Lebaran. masyarakat masih bisa merasakan beberapa harga bahan pokok yang tetap tinggi. Negara dianggap lengah dan lalai dalam menjaga keamanan warga negaranya. Sebagian besar responden (65. FORUM memperkenalkan sejumlah hakim agung yang berpeluang menggantikan Bagir Manan. May 21. tapi di rindu” Belakangan. masih banyak angkatan kerja yang tidak terserap pasar tenaga kerja. diajukan sebagai calon pengganti Bagir. 2007 Wawancara Marianna Sutadi. Marianna justru menolak. Nyatanya. kredit unit usaha masih sulit didapat dan bunganya cukup tinggi. khususnya di bidang politik dan keamanan. meski bunga acuan Bank Indonesia rendah.(Litbang Kompas) Monday. wakil Ketua MA : “Pengadilan Dibenci. Apalagi periode kepemimpinan Bagir Manan sebagai Ketua MA bakal segera berakhir. Publik pantas kecewa dengan kinerja menteri di bidang perekonomian. Kondisi itu membuat sebagian masyarakat meragukan kemampuan kinerja para pembantu presiden. Namun. Meskipun operasi pasar bahan pokok digelar di mana-mana. khususnya yang menangani masalah perekonomian. Terlebih setelah adanya usulan Komisi Yudisial tentang kocok ulang hakim agung dengan alasan lembaga tertinggi yudikatif ini dianggap sudah darurat. Di antara nama-nama yang muncul. Efektivitas pengawasan dan penjagaan keamanan yang kurang memadai membuat mayoritas responden (61. Mahkamah Agung terus menjadi sorotan. Jika dapat segera dibenahi. kinerja para menteri di bidang politik dan keamanan juga menyiratkan ketidakefektifan. . Oleh sebab itu. Bila itu terjadi. wakil Ketua Mahkamah Agung Marianna Sutadi. Perempuan berdarah Batak ini mengajukan alasan. harga bahan pokok tetap tidak banyak turun. Edisi lalu. tak berambisi menjadi Ketua MA. persoalan ekonomi dianggap sebagai masalah yang paling mendesak harus ditangani.

Rabu pekan lalu. Mengapa? Lihat saja pengadilan di Inggris. Tapi. Untuk duduk menjabat posisi wakil Ketua MA saja. Bahkan untuk badan peradilan. kata-kata 'dengan menyiapkan dana' itu sangat menyinggung sekali. . Termasuk jabatan Wakil Ketua MA ini. Berikut petikan wawancaranya: Anda keberatan dengan poin mana? Tentang tulisan (FORUM edisi No. perilakunya. Wakil Ketua MA itu memilih menggunakan hak jawab. Sempat memang mereka memiliki satu orang hakim agung perempuan.. pasti dia tidak akan dihormati anggotanya. 40 tahun 1999 tentang Pers. Negaranya sudah maju. Termasuk perkembangan terakhir yang terjadi di lembaga benteng terakhir keadilan itu. Tapi kini telah mengundurkan diri. saya tidak pernah bertemu siapa pun yang menunjukkan saya berambisi menjadi Ketua MA. keberatan itu disampaikan dalam wawancara dengan Irawan Santoso dari FORUM.. Fakta ini tentu menggembirakan. integritasnya. Marianna juga menceritakan "dapurnya" selama mengabdi di MA. dia agak konvensional.. Tapi MA sebagai badan peradilan. sumbangan Marianna tak hanya itu saja. Karena itu. tapi hakimnya tetap pakai wig. Ternyata. Di Amerika juga hakimnya tetap pakai toga.38 hal. Pasalnya pucuk pimpinan MA saja sudah melestarikan penggunaan hak jawab dalam menyelesaikan sengketa pemberitaan pers. Jabatan Ketua MA adalah jabatan primes interpares. Semoga ini bisa menjadi ‘jurisprudensi' bagi penyelesaian sengketa pers kedepannya. ternyata dia lebih mengikuti mekanisme yang tertuang dalam UU no. Karena ini memang jabatan yang sulit.Sebagai salah satu penguasa yudikatif. Terus terang. Amerika sendiri belum pernah ada pimpinannya yang perempuan. Dituakan karena semua lama. Buat apa itu? Karena memang pengadilan itu konvensional. Mungkin orang lain tidak tahu. Mengapa dituakan? Karena kemampuannya. Marianna tentu saja mengerti keberatannya itu bisa saja dilampiaskannya lewat jalur pidana maupun perdata. sejak Indonesia merdeka.sudah siap dana dan dukungan dari para hakim agung lain untuk menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung". baru sayalah yang pertama.13) ".. Kalau seorang Ketua MA tidak memenuhi persyaratan itu. Orang melihat bahwa jabatan itu banyak. untuk saya.

apakah orang yang sampai hari liburnya dikorbankan. sampai ke akhir masa jabatan. Itulah terobosan yang saya inginkan sekarang ini. profesionalitas ditingkatkan. Karena saya memang menangani bidang yudisial. Anak-anak saya sudah berdiri sendiri. Seperti itulah yang jadi mimpi saya. Bukan hanya untuk hakim. Para pihak juga pasti senang. bagaimana sebenarnya keseharian Anda? Menduduki posisi Wakil Ketua MA. Jadi tak ada lagi yang perlu diurus. Tujuannya untuk mendamaikan pihak yang berperkara di pengadilan. tidak akan ada yang bilang itu putusan direkayasa. Bahkan Sabtu pekan ini saya berangkat ke Kalimantan. Tapi presiden mereka berkata. wong suami saya sudah pensiun kok. red) yang mewajibkan para pihak yang berperkara untuk mengutamakan mediasi. Hanya itu saja.Dengan jabatan seperti ini. jangan dikira kalau saya ke luar negeri itu untuk berjalan-jalan belaka. Untuk merangkul agar kita punya pandangan sama. Konsep itu memang banyak juga yang menolak. Sebenarnya mimpi-mimpi saya banyak. tidak usah banding atau kasasi. Keduanya itu orang kulit putih. Kalau para pihak sudah setuju. apa saja yangAnda lakukan? Saya memang sempat pergi ke Jepang. bayangkan! Mengapa saya bisa begitu. Oleh pengadilan di sana dibebaskan. Di sana melakukan sosialisasi terhadap sistem mediasi itu. kasus ini yang ingin saya ambil. uang bermain dan lainnya. Tujuannya untuk dibahas guna dibuat sebuah peraturan MA. Di sana bertemu dengan seluruh hakim se-Kalimantan. Hari libur. Untuk itu pula. Kuncinya. Tentu saya ingin agar hakim-hakim kita itu betul-betul dapat menjadi hakim yang dihormati karena putusannya. Itu setara dengan mobil jabatan yang dipakai menteri. lalu dibuat putusan perdamaian. Denpasar Raya. bisa menyelesaikan tugas saya yang saya impiimpikan ini. masih diragukan juga integritasnya? Masa sih masih cari dana. Dalam kasus OJ Simpson di Amerika. Menyelesaikan perkara dengan singkat. Yaitu antara Wakai dan Chotei. Itu kan berarti menggunakan waktu keluarga. Nah. Secara tidak langsung akan membatasi perkara-perkara kasasi. Jadi secara alamiah akan menurun. Jakarta Itu rumah jabatan kompleks menteri. Karena kesepakatan mediasi itu kan dibuat para pihak. Hari libur saya itu sengaja saya pakai. terjadi keributan antara orang kulit hitam dan kulit putih. Saya hanya memikirkan agar bisa selamat. Kita lihat di negara lain misalnya. Kabarnya Anda sering berpergian ke luar negeri. Tapi memang itu belum berjaIan. Nah. Jadi. Kenapa? Karena membicarakan mediasi. LBH dan lainnya. Makelar perkara juga bisa dihindari. tapi juga akademisi. Mobil yang saya pakai. kondisi itu bisa dicapai di sini. maka saya khusus menjadikan putusan hakim agar benar-benar memenuhi rasa keadilan. Orang kulit hitam yang didakwa membunuh mantan istrinya dan pacar mantan istrinya. ini yang penting agar publik tahu. kita harus tunduk pada putusan pengadilan.Toyota Camry. Waktu itu sebenarnya tidak pantaslah pimpinan MA untuk ikut. LSM. betapa pentingnya mediasi itu. Sekarang sudah ada PERMA (Peraturan MA. . advokat. Itu bukan pekerjaan gampang. hari Minggu lalu saya pergi ke Semarang. saya sangat mensyukuri ini dari Allah SWT. Nah. Saya tinggal di JI. Saya mau apa lagi? Saya tidak punya pikiran lain-lain lagi kecuali bekerja. Anda mengorbankan hari libur untuk bekerja? Nah. Karena putusan itu.

14red) di atasnya dikatakan. Tidak ada yang bisa memutus suatu sengketa selain pengadilan. ha . Kalau saya dibilang cenderung menghindar. "Saya sebelumnya didaulat oleh para hakim agung untuk jadi wakil Ketua MA". Tidak barus. Karena sudah terlalu banyak orang berkomentar. banyak yang malah tidak percaya lagi terhadap pengadilan. kalau itu yang kita rasakan sekarang. Beberapa pekan lalu. kalau saya tarik kesimpulan dari penanya-penanya itu. Semua manusia perlu udara. Nah. Karena memang risikonya besar. Jumlah perkara yang masuk ke PN senantiasa meningkat. Mestinya kan turun. Hasilnya juga bukan malah meluruskan keadaan. Sebelumnya Anda mengatakan. Padahal kalau di tulisan itu (FORUM edisi No. Kemarin saya ke Semarang. Itu kan seperti udara (Marianna menghirup udara dalam-dalam). Terhadap kondisi hukum kita sekarang. Orang bisa mengatakan saya cantik. Ada diskusi panel. "Saya tidak berkomentar". apa tanggapan Anda terhadap hal ini? Saya senang sekali menjawabnya. Makin mericuhkan keadaan. Karena itulah saya ke sana.. mereka mengambil barang bukti kasus lain. Bukan dengan menghujat atau membakarnya. Ini kan kontradiksi.. Kebetulan massa yang sambil berjalan itu melewati PN. Tapi bukan dibakar pengadilan itu. saya tidak wajar berkomentar. Tapi kok jumlah perkara naik. Bisa dititipkan di kejaksaan atau di polisi. tapi kantor polisi. Tapi mari kita lihat. Penilaiannya dari mana? Ha . 38 hal.. Jadi untuk apa? Wong yang diminta komentar kok. pengadilan tidak bisa melakukan itu. Hanya. Ketika masuk. benarkah begitu? Tidak mengakar? Seyogianya terhadap penilaian seperti itu. Padahal waktu itu. ketika petugas pengadilan sedang mengambil kunci. judulnya benci tapi rindu. Anda terkesan sama sekali tidak melakukan pembelaan. Waktu MA diserang terus-menerus. Semua orang berduyun-duyun bagaimana mengatasi pencemaran itu. Sebetulnya sasaran utamanya bukan pengadilan. Karena tidak bisa. Lalu di bawahnya dicantumkan bahwa saya tidak mengakar. Jadi kondisi ini mirip. tidak ada manusia yang menghargai udara... Pada waktu normal. Itu sah-sah saja. hakim PN Jakarta Selatan. hanya untuk meluruskan keadaan. Pembicaranya dari beberapa kalangan. mengapa bukan samasama kita memperbaikinya. Saya katakan. baru orang-orang repot. Herman Allositondi. maka kaca-kaca pengadilannya dipecahkan. intinya satu. Anda tidak mengakar di kalangan hakim agung MA. Begitu ada polusi. Pengadilan Negeri (PN)-nya dirusak orang. bagaimana komentarnya tentang pemeriksaan Ketua MA? Selalu saya menjawab. kalau seandainya gedung pengadilan kita kecil.Apa agenda Anda pergi ke sana? Karena di sana ada masalah. Karena di sana kan ada penjagaan. Fenomena apa ini. memberikan penjelasan pada pers misalnya? Banyak wartawan yang datang kepada saya. Saya ingin sampaikan. Nah. buruk juga bisa. dengan lagu. di PN itu lagi disimpan truk-truk illegal logging. Marilah kita sama-sama memperbaiki kekurangan. memang menghindar. Maka mereka berteriakteriak meminta agar truk-truk itu dikembalikan dan terdakwa dibebaskan. kepercayaan terhadap pengadilan menurun. Jadi hilanglah. ditangkap . Jadi semua orang memerlukan pengadilan. bahwa kepercayaan kepada pengadilan menurun jumlahnya. ternyata massa masuk keruangan pengadilan. saya agak bingung. mengapa barang bukti seperti itu mesti kita yang simpan. Memang tidak gampang kan jadi hakim? Ada yang mengatakan. ha.. Tapi bukan karena saya ingin menyelamatkan orang lain.

Karena memang kalau ada kejadian begini. saya yang memerintahkan. Setelah mendengar penjelasan dia. apa tidak ketuanya saja. Karena dia akan segera berangkat meninjau PN di Lampung. Hanya masalah itu saja. KPN berkata. Kan cepat prosesnya. tapi tak tersentuh. hakim anggotanya kita jadikan ketua. Karena kita perlu public trust. Namun kondisi sekarang sudah berubah. saya setuju. tolong buat surat penangkapannya segera. Saya minta dia supaya sore itu agar datang untuk melaporkan. Esoknya Jaksa Agung menelepon Ketua MA. saya usulkan kepada Pak Ketua MA. saya langsung menelepon Ketua PN Jaksel (Seodarto. Tapi masalah lain kita memang tidak umumkan. Karena itu Jaksa Agung mohon agar petunjuk Ketua MA untuk memeriksa Herman. Waktu itu kebetulan kita sedang rapat pimpinan. Lho. yang ketika itu Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia. sebenarnya itu proses standar saja. Usman Hamid Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) SEKELOMPOK aktivis dan wartawan suatu hari pada Juni 2008 datang menemui Bambang Hendarso Danuri (BHD). Berarti MA perlu public trust juga dong? Memang butuh. dari keterangan KPN. Hasil rekaman jelas petunjuknya (Herman terlibat). Harus semuanya diganti. Karena itu konsekwensinya luas. Lalu Pak Ketua memanggil saya. saya bilang ini tidak bisa tidak.Kejaksaan. waktu kejadian di PN Jaksel. Kalau kita tidak bertindak. Saya juga bilang. Saya bilang. Polisi kabarnya sempat akan menyerah. Saya usulkan kepada Ketua MA. nanti dikira orang tidak bekerja. kami tidak mengumumkannya. Karena kita juga menghormati azas praduga tidak bersalah. Hakimnya belum ada cerita. Setelah itu saya langsung press conference. Mereka menanyakan nasib investigasi kasus Muniraktivis hak asasi manusia yang tewas diracun dalam perjalanan Jakarta-Amsterdam pada 2004. Entah oleh siapa. Bambang dan beberapa perwira bawahannya mendapat teror serius. tidak. kok. ganti majelis hakimnya. Tersangka pembunuh sudah ada. Malam itu juga perintah Ketua MA kepada Ketua PN Jaksel adalah tarik semua perkara dari hakim tersebut.. red). Cuma selama ini tidak kita lakukan terbuka seperti itu. petinggi Badan Intelijen Negara yang ditengarai terlibat kasus Munir. Ketua PN Semarang yang sudah ditindak itu. ini (hakimnya) pasti terkait. Lalu. Nah. Yang baru tertangkap tangan kan paniteranya. Maka. . Kita semua tahu: BHD hendak menangkap Muchdi Pr. tapi MA malah membiarkannya? Sebenarnya saya yang memerintahkan agar dilakukannya pemeriksaan itu. Saya bilang. majelis harus diganti semuanya. lalu perintah dikeluarkan. Kemudian Jaksa Agung menelepon saya lagi siangnya. Tapi. Mereka ditekan dari kiri-kanan.

Kepada para aktivis. BHD selalu menekankan apresiasinya atas dorongan LSM agar polisi mereformasi diri. Paradigma peraturan ini adalah menjunjung tinggi prinsip demokrasi. lll SETIAP kali ada kesempatan bertemu dengan pegiat masyarakat sipil. seharusnya BHD mengambil tindakan nyata. BHD bukan sosok yang tanpa visi. Ada juga Peraturan Kepala Polri Nomor 7 Tahun 2008 yang meminta publik menjadi subyek aktif membantu polisi mengatasi persoalan hukum di masyarakat. Inilah kemunduran terbesar dari reformasi kepolisian. yang berlarut-larut. BHD berjanji akan mengambil risiko berat. Wajah para anggota tim polisi yang membekuknya tegang. BHD ada di sana dengan wajah berkeringat dan senjata siap menyalak. terutama atas keberhasilannya mengungkap kasus Munir. dan hak asasi manusia. Kita juga ingat kasus pencopotan Komisaris Jenderal Susno Duadji dari jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal dan kehadiran Susno sebagai saksi dalam sidang kasus pembunuhan pengusaha Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa Ketua KPK Antasari Azhar dan perwira polisi Wiliardi Wizar. polisi kini menuding kasus itu berkaitan dengan konflik . Tentu saja niat itu positif meski penekanan kebijaksanaan mestinya bukan semata kehendak hati. alih-alih menangkap pelaku pelemparan bom molotov. sosok BHD yang tengah menunggu masa pensiun. Ketika berniat menangkap pelaku serangan terhadap aktivis antikorupsi Tama Langkun dan pelaku pelemparan bom molotov di kantor majalah Tempo. Setahun terakhir. Muchdi ditangkap saat keluar dari lobi sebuah hotel. Lebih spesifik lagi. Bank Indover. memperbaiki kinerja reserse dan petugas pelayanan masyarakat. Belum lagi kasus Bank Century. Masaro. ia digelandang menuju markas Brigade Mobil. yang diakibatkan kasus Anggodo. Dia membuktikannya. ada usaha keras membenahi mindset perwira tinggi. mata publik terus menyoroti sepak terjang kepolisian. Kita tahu ada klimaks dari cerita itu: BHD diangkat menjadi Kepala Kepolisian RI. Lihat saja misalnya penanganan kasus penahanan dua pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi. melainkan perlu sikap nyata. Konon. Muchdi tak melawan. Bibit-Chandra. Dibekap polisi. Di awal kepemimpinannya. Adapun kisah Muchdi antiklimaks: ia dibebaskan pengadilan pada akhir 2008. Jawa Barat. Tapi yang terjadi. misalnya Peraturan Kepala Polri Nomor 8 Tahun 2009 tentang implementasi hak asasi manusia yang memaksa petugas menghormati HAM. Depok. Akuntabilitas juga mendapat perhatian penting. Suatu petang. Di bawah kepemimpinan BHD. kemajemukan. BHD mengesahkan seperangkat kebijakan maju. juga kejaksaan dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Ada pula kasus rekomendasi kerja Tim 8 untuk mereposisi sejumlah pejabat kepolisian. Namun sekarang kepercayaan itu menurun tajam dan jatuh pada titik terendah. Tak lupa pula ia menegaskan kehendaknya mewujudkan harapan masyarakat terhadap penegakan hukum yang adil. Kelapa Dua. Juga rekayasa kasus Aan dan dugaan rekening gendut milik perwira tinggi yang berakhir antiklimaks. dan mafia pajak. Semua bernasib sama: menggantung. kepercayaan masyarakat kepada kepolisian sempat naik. termasuk tidak melakukan penyiksaan dalam pemeriksaan. Penggunaan senjata api lebih terkontrol kecuali dalam kasus perburuan teroris.

Dalam hal ini. Gugus kerja seperti Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan tak boleh pasif. Semangat dua dokumen itu bertolak belakang dengan grand strategy Polri 2005-2025 yang disusun Jenderal Sutanto. Sehingga tak ada lagi jalur "A" alias Asiong dan Aliong ataupun "parman" alias partisipasi teman. Kepercayaan publik kian menurun dan hubungan kepolisian dan masyarakat sipil menjadi kian diametral. Jika program itu dijalankan. Pemimpin politik formal harus aktif memantau dan mencarikan jalan reformasi polisi. Polisi mestinya segera berbenah. melainkan makin memburuk. bukan karena faktor "kedekatan" dengan pimpinan.internal Tempo. Siapa yang menyusun dokumen ini? Barangkali ada perwira-perwira yang memiliki niat hitam. Saya berharap dua dokumen itu bukan merupakan sikap resmi Polri. Perang melawan penyerang aktivis tak terdengar. tahun ini mestinya Polri masuk fase membangun kepercayaan (trust building). Mengutip Franz Magnis-Suseno. Cara ini dipercaya juga dilakukan untuk mencari celah agar mereka terpilih menggantikan BHD. Di pihak lain. Sistem pembinaan karier seharusnya dilaksanakan agar promosi perwira-misalnya untuk jabatan kepala kepolisian daerah-sepenuhnya didasari kinerja. ibarat pedang makan tuan. Jika BHD memang berkomitmen mengusut dugaan kepemilikan rekening gendut. mana lawan. yang akan pensiun Oktober tahun ini. arah kebijakan kepolisian ke depan bukan membaik. masyarakat sipil harus memastikan bahwa soal anggaran kepolisian segera diatasi. negara harus memiliki batas waktu yang jelas kapan kepolisian dapat memperoleh 100 persen anggaran belanja bagi kebutuhan kerjanya. termasuk dengan membangun lobi politik di luar markas polisi. Genderang perang yang telah lama ditabuh kini redup. bukan sekadar sikap batin. Dokumen "Program Kerja 2010 tertanggal 11 Juni 2010" dan "Rencana Strategis 2010-2014" yang diterbitkan pada Januari tahun lalu bahkan menyebutkan nama beberapa LSM yang dianggap merusak citra kepolisian. Selama polisi dibiarkan bekerja dengan anggaran yang cekak. Cara yang terakhir ini dipercaya telah membuat sejumlah perwira senior kecewa sehingga melakukan perlawanan diam-diam. seharusnya ada perwira yang dibawa ke pengadilan. Perang melawan koruptor dan mafia peradilan. Tak lagi jelas mana kawan. Perang melawan judi dan penyelundup kehabisan logistik dan bahan bakar. jika ya. menghasilkan perlawanan balik dan memukul mundur pasukan yang awalnya menyerang. yang . Dua dokumen "rahasia" tersebut merupakan potret yang bisa berbicara tentang mengapa dan dari mana sumber kekacauan kepolisian. Kepala Polri sebelum BHD. etika kebijaksanaan mementingkan tindakan yang bijaksana. Perubahan yang utama adalah menghapuskan off budget. praktek mencari dana untuk kebutuhan kerja polisi-sesuatu yang tak lain adalah korupsi-akan terus merajalela. polisi kini malah memusuhi mereka. Sebab. Alih-alih merangkul kawan dari elemen masyarakat sipil. Perang memberantas teroris memproduksi teroris baru. Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat. yang merujuk pada praktek permintaan dana dari pengusaha untuk memenuhi anggaran kepolisian.

" kata Lutfi Hasan Ikhsan. hal ini pada akhirnya nanti tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut menurun dan upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat sipil melemah. Perihal itu perlu mendapat perhatian Timur Pradopo terkait dengan maraknya "perilaku miring" yang dilakukan oknum yang berada di lembaga kepolisian di Indonesia. Timur Pradopo saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di DPR RI memaparkan 10 program kepolisian ke depan. Ini menjadi tanggung jawab Kapolri untuk melakukan pembinaan terhadap aparatnya.4 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. pembrantasan preman dan kejahatan. Lutfi menyebutkan di Makasar juga ada anggota polisi terkait kasus narkoba. . Oknum polisi berpangkat Bripda dengan inisial AR nyaris melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap remaja putri daerah tersebut. Menurut dia.Presiden Partai Keadilan Sejahterah (PKS) Lutfi Hasan Ikhsan menekankan Timur Pradopo membina mental dan akhlak anggotanya bila kelak dilantik sebagai Kapolri. pada 2009 melonjak menjadi 277 kasus dan 175 kasus di antaranya dilakukan aparat polisi. pembrantasan illegal logging. Jangan pula mereka melanggar hukum. dan illegal mining. "Mereka itu penegak hukum. Lutfi mengatakan. Presiden harus mengambil bagian agar Kepala Kepolisian tak merasa seperti "komandan yang kehilangan komando". Integritas dan profesionalitasnya dipertanyakan. Kasus itu meningkat 57." katanya. Jika pada 2008 pelanggaran HAM di provinsi itu tercatat 176 kasus. Kejadian tersebut memperburuk citra Polri dalam menjalankan tugasnya selaku penegak hukum. Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumut (Bakumsu) serta Security Sector Reform Community (SSRC) tercatat kasus kekerasan dan pelanggaran hak azasi manusia (HAM) pada 2009 banyak dilakukan oknum kepolisian di Sumatera Utara. menangkap anggota Samapta Polrestabes terkait kasus yang sama. Pengaduan. Dia memberi contoh yang baru terjadi di Jambi (11/10). tak boleh dibiarkan lapuk digerogoti kepentingan jangka pendek. illegal fishing. "Adanya kejadian seperti itu dengan sendirinya membentuk opini di masyarakat bahwa rendahnya moral aparat. Satuan Narkoba bersama Unit Pelayanan. Ini yang perlu diselesaikan di institusi Polri. Jambi (ANTARA News) . Timur di antarannya menyebutkan penyelesaian kasus-kasus yang menonjol. dan Penegakan Disiplin Polrestabes Makassar.membawahkan bidang kepolisian. Sabtu malam. Lebih jauh. Hasil monitoring Kontras. katanya di Jambi.

ada beberapa persoalan krusial yang mengakibatkan skor IPK Indonesia tak beringsut naik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Filipina. Sebab. apalagi sampai 5.199 keluhan masyarakat berada pada satuan reskrim. Gabon. nilai terhadap kinerja pemberantasan korupsi di Indonesia tidak berubah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. pada level Asia Tenggara. harus diakui KPK merupakan salah satu faktor yang dapat mendongkrak peringkat pemberantasan korupsi Indonesia di mata internasional. Kepulauan Solomon. Brunei Darussalam (5. Dengan IPK itu. Sebaliknya.3). manipulasi alat bukti. kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum lain tidak kunjung pulih. Bagaimanapun. dan Myanmar. Dengan peringkat itu. Data statistik tersebut bisa diartikan bahwa dalam fungsi penegakan hukum yang diwakili reskrim. implementasi struktur Polri. Kamboja. Tahun ini Indonesia berada di peringkat ke-110 di antara 178 negara dunia yang disurvei. dan kriminalisasi terhadap kasus perdata –yang semua itu dikategorikan sebagai unfair trail– juga telah menjadi catatan tersendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pada 2010. dan bina mitra. Indonesia hanya berada di atas negara lemah. Di sisi lain.0 poin sebagaimana target Presiden SBY pada 2015. penolakan laporan masyarakat. Sisanya merupakan keluhan pada fungsi samapta.4). seperti Vietnam. Kasus dugaan mafia pajak yang melibatkan Gayus Tambunan juga tak bisa dilepaskan dari keterlibatan aparat penegak hukum di kepolisian maupun kejaksaan. Data pengaduan masyarakat terhadap dugaan penyimpangan oleh aparat kepolisian di 32 entitas setingkat polda dan Mabes Polri menunjukkan bahwa 1.8 poin atau sama dengan tahun sebelumnya. Hasilnya bisa dikatakan mengecewakan. Timor Leste. katanya. (ANT-263/K004) Jumat.5). Faktor pelemahan KPK dan nasib yang tidak menentu atas kasus Bibit dan Chandra selama periode 2009–2010 menjadi salah satu pemicu stagnasi pemberantasan korupsi di Indonesia. intelijen. dan Thailand (3.106 di antara 1. Demikian halnya dengan ongkos serta energi yang telah dialokasikan untuk mendorong pemberantasan korupsi. Sebab. Stagnasi prestasi pemberantasan korupsi pada 2010 tentu saja merugikan. kinerja Kepolisian RI masih dikategorikan buruk. Lambannya program reformasi pada tubuh penegak hukum dapat dilihat juga dalam laporan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) per September 2010. lantas. kepolisian dan kejaksaan justru selama ini dituding sebagai pihak yang berada di belakang kriminalisasi terhadap pimpinan KPK tersebut. 5 November 2010 Stagnasi Pemberantasan Korupsi OLEH: ADNAN TOPAN HUSODO* TRANSPARANSI Internasional Indonesia (TII) baru saja melansir hasil survei indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia 2010. program pembrantasan korupsi. semakin sulit bagi Indonesia meraih peringkat yang lebih baik pada tahun-tahun menda tang. .Selain itu. Laporan mengenai rekayasa perkara. Mengapa Stagnan? Paling tidak. pembenahan reserse. Skor yang diperoleh Indonesia hanya 2.5). dan Kosovo. Malaysia (4. Sementara itu. Indonesia hanya disejajarkan dengan negara seperti Bolivia. itu berarti kita telah melewati waktu setahun dengan sia-sia. hanya sanggup menjaga posisi Indonesia pa da level yang sama dengan tahun sebelumnya tanpa bisa mendongkraknya ke tingkat yang lebih tinggi. Indonesia masih kalah jauh oleh Singapura (9. penguatan kemampuan Densus 88 bekerja sama dengan TNI dan BNPT.

semoga IPK Indonesia pada masa yang akan datang meningkat signifikan. Seluruh responden merupakan pengguna langsung layanan publik yang disurvei dalam setahun terakhir. Sebanyak 44 di antara 78 laporan keuangan kementerian/lembaga (LKKL) di tingkat pusat mendapatkan opini WTP. Masalahnya. Mendongkrak Citra Positif Selain pekerjaan rumah untuk memoles citra positif penegak hukum yang masih berat. Hasilnya. Terakhir.42 atau separo dari skala 10. Membaiknya pelayanan publik menandakan keberhasilan reformasi pada sektor birokrasi. maupun pengurusan hal lain. itu bisa diartikan sebagai kegagalan presiden dalam mengawal perbaikan pada lembaga penegak hukum. strategi pemberantasan korupsi harus diarahkan demi terciptanya pemulihan kepercayaan publik terhadap penegak hukum. Karena itu.123 responden di tingkat pemerintah kota. Sebaliknya. serta semakin efisien dan efektifnya penerimaan dan penggunaan anggaran negara. khususnya penegak hukum. Sebaliknya. publik akan secara langsung menikmati pelayanan yang lebih baik. Berdasar laporan hasil pemerik saansemester I 2010 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). semakin baik integritasnya.00 sebagai nilai tertinggi. dan pemerintah kota. Mereka terdiri atas 2. Dengan strategi itu. Menurut PBB Rasio Polisi yang ideal adalah 1 : 400. dan 2. Salah satunya adalah bertambahnya jumlah laporan keuangan di tingkat pemerintah pusat maupun daerah yang mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Lambannya –untuk tidak mengatakan stagnan– agenda reformasi pada berbagai sektor. Survei yang berlangsung pada April–Agustus 2010 tersebut dilakukan terhadap 353 unit layanan yang tersebar di 23 instansi pusat. yang mendapatkan predikat disclaimer turun.00 dari skala 0–10. survei integritas sektor publik yang dilansir KPK pada awal November 2010 menunjukkan belum membaiknya mutu pelayanan publik secara umum. Pertimbangannya. Kegiatan itu melibatkan responden pengguna layanan sebanyak 12. agenda pemberantasan korupsi berada pada garis komandonya. indeks integritas nasional tahun ini hanya berada pada level 5. program remunerasi yang dicanangkan pemerintah sebagai pemicu bagi perbaikan sektor birokrasi sudah diaplikasikan pada beberapa instansi pemerintah. dan 22 pemerintah kota. naik sepuluh la poran jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 34. (*) Jakarta . KPK menggunakan ukuran standar minimal integritas sebesar 6. 6 instansi vertical.00.730 responden di tingkat instansi vertikal. Pada tiga hal tersebut. Sementara itu. Indeks integritas nasional merupakan nilai rata-rata dari sektor publik di tingkat nasional.616 orang. kegagalan reformasi birokrasi dapat dilihat dari masih buruknya kualitas pelayanan publik. IPK Indonesia dipertaruhkan. delapan laporan mendapatkan opini disclaimer atau turun sepuluh laporan dari tahun sebelumnya. Barangkali perlu ada evaluasi ulang. perizinan. Besar . instansi ver tikal. apakah strategi menaikkan remunerasi merupakan solusi yang efektif untuk mempercepat agenda reformasi birokrasi.Rasio Polisi adalah jumlah polisi dibandingkan dengan jumlah penduduk suatu wilayah atau negara. semakin besar nilai. perlu menjadi catatan yang serius bagi presiden.763 responden di tingkat pusat. 7. Sebab. Dengan perbaikan pada sektor itu. Mulai pelayanan dasar. ditemukan beberapa hal positif. perbaikan kualitas pelayanan publik. agenda pemberan tasan korupsi bertumpu pada agenda reformasi birokrasi. Artinya. Padahal.IPK 2010 harus menjadi kritik sekaligus masukan yang berharga bagi Presiden SBY. menurunnya tingkat korupsi dapat ditandai dengan semakin efektif nya penerimaan dan penggunaan ang garan negara di pusat maupun daerah.

104 pada tahun 2006. Sayangnya Rasio Polisi tersebut dibentuk berdasarkan pada jumlah total anggota polisi. bukan pada berapa banyak anggota polisi lapangan (operasional) yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. tetapi kedua kota tersebut memiliki jumlah personil polisi per kapita yang hampir sama yaitu 2. 1985. Laurie. khususnya kejahatan konvensional cenderung stagnan pada kisaran 50 persen. Dallas memiliki angka kejahatan tertinggi (16. Logikanya semakin kecil Rasio Polisi semakin efektif pelayanan kepolisian kepada masyarakat.000) dan yang terendah adalah Kansas City.000). Silberman.3 per 1000 di Dallas dan 2. Reiner. Padahal seharusnya dengan semakin . 1978.4 per 1000 di Kansas City. 1994) menyebutkan bahwa kota-kota Amerika Serikat yang berpenduduk lebih dari satu juta jiwa memiliki rasio polisi tertinggi (320 per 100. Rasio Polisi tidak dapat dijadikan ukuran keberhasilan dalam menekan kriminalitas.282 per 100. Hal ini berarti bahwa semakin besar jumlah personil polisi tidak selalu menekan angka kejahatan. Sebaliknya semakin besar Rasio Polisi akan menyebabkan pengaduan masyarakat tidak tertangani dengan baik. maka sampai dengan akhir tahun 2008 Polisi Rasio telah mencapai 1 : 578. 1983.789 per 100. Data dari Bureau of Justice Statistics 1987 (dalam Bayley. Koenig. Di antara kota-kota yang berpenduduk lebih dari satu juta jiwa. Gurr. kejahatan transnasional. 1979.000). 1982. 1994) menunjukkan bahwa analisa yang dilakukan berulang kali tidak menemukan hubungan antara jumlah personil kepolisian dengan angka kejahatan. Karena pada dasarnya tindak kejahatan dapat terjadi karena ada kemauan dan kesempatan yang didukung oleh adanya gab kondisi sosial ekonomi suatu masyarakat. Krahn and Kennedy. *** Di lembaga kepolisian kejahatan dikelompokkan dalam 4 jenis kejahatan yaitu kejahatan konvensional. atau kehadiran polisi di tempat kejadian perkara (quick response) tidak tepat waktu.2004 Rasio Polisi mencapai 1 : 750. Emsley. kejahatan terhadap kekayaan negara. tetapi memiliki angka kejahatan serius tertinggi. Lane. 1989 (dalam Bayley. Semenjak dipisahkannya Polri dari TNI pada tahun 2000 Rasio Polisi Indonesia semakin membaik (mengecil). Missouri (3.kecilnya Rasio Polisi menentukan efektivitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Dalam kurun waktu 2005 . 1991. Dalam hal penyelesaian perkara (clearing rate). yaitu pada level Bintara. dan 128. dan kejahatan berimplikasi kontijensi.81 pada tahun 2008. dan Walker. intensitas patroli rendah.89 pada tahun 2007. 1985. Jika pada akhir Program Pembangunan Nasional (Propenas) 2000 . sasaran Rasio Polisi 1 : 500 dapat tercapai. 140. Diharapkan pada akhir tahun 2009. 1970. penyidikan berlarut-larut. Studi yang dilakukan oleh Lotfin and McDowall. Senada dengan berbagai hasil studi meningkatnya Rasio Polisi Indonesia ternyata tidak menurunkan angka kriminalitas.2008 semua jenis kejahatan cenderung meningkat dengan indeks kriminalitas secara berturut-turut 110 pada tahun 2005. 1980.

Kasus-kasus kejahatan konvensional seperti pencurian. Tanpa laporan dari masyarakat polisi tidak dapat melakukan langkah penyelidikan dan penyidikan terhadap suatu kasus kejahatan yang menimpa masyarakat. Kondisi tersebut menyebabkan para penyidik tidak dapat melakukan improvisasi secara bebas dan terpaksa tebang pilih kasus yang dianggap menonjol dan dapat memoncer-kan kariernya.5 persen dari total anggota Polri menjadikan lembaga kepolisian belum sepenuhnya menjadi andalan masyarakat dalam mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. terutama dalam hal penanganan tindak kriminalitas. Dengan demikian setiap unit reserse kinerjanya diukur dari pencapaian target yang telah ditetapkan. Citra Polisi juga masih dibayangi oleh masih banyaknya anggota Polisi yang melakukan tindakan menyimpang dari tugas pokok dan fungsinya. penjambretan. kinerja penyelesaian perkara relatif cukup baik. Sementara dari kinerja penyidikan masih banyak hasil penyidikan yang dibantah oleh terlapor ketika berperkara di pengadilan karena proses investigasi diwarnai intimidasi dan penyiksaan. dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal ini ditunjukkan oleh masih banyaknya kasus main hakim terhadap penyelesaian kejahatan di masyarakat atau dengan cara menyewa pengamanan swasta yang seringkali bertindak bengis dan anarkhis. untuk jenis kejahatan transnasional seperti terorisme yang bersifat lintas negara. Namun. Sementara itu. sampai saat ini masih melekat di sebagian masyarakat.menurunnya Rasio Polisi kinerja penyelesaian perkara akan meningkat. maupun global memiliki bobot politis yang tinggi. Jika melebihi target atau terlalu berprestasi justru akan dipertanyakan "dapat biaya dari mana". pemerkosaan. Hal ini cukup logis jika ditinjau dengan volume dan bobot suatu kasus. Seringkali masyarakat (pelapor) merasa tidak nyaman bila berhubungan dengan lembaga kepolisian karena proses yang berbelit-belit. Pandangan bahwa "melapor kehilangan ayam malah kehilangan kambing". Salah satu keberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi kepolisian. Pelanggaran kode etik dan berbagai tindak pidana yang pada tahun 2008 kasusnya mencapai hampir 2. makan waktu yang lama. Artinya jika dalam satu tahun ditargetkan sebanyak 40 kasus maka maksimal kasus yang diselesaikan sebanyak 40 kasus. Tentunya dengan sejumlah persyaratan yang kadangkala memberatkan tersangka. . perampasan. Bahkan mendekati ke angka 100 persen. sampai dengan pembunuhan yang dianggap sebagai pekerjaan rutin dan bersifat lokal kurang memiliki nilai politis sehingga keberhasilannya kurang terapresiasi. Setiap kasus tindak pidana telah ditetapkan besaran biayanya. penipuan. Sayangnya sampai saat ini lembaga kepolisian belum sepenuhnya mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. adalah seberapa besar partisipasi masyarakat dalam melaporkan tindak kejahatan yang dialaminya. Akibatnya banyak kasus-kasus yang dianggap tidak berbobot terpaksa tidak ditindaklanjuti dan dilepas begitu saja. regional. sehingga keberhasilan dalam penanganannya sangat signifikan mempengaruhi kinerja kepolisian. Stagnasi clearing rate kejahatan konvensional pada kisaran 50 persen diduga terkait dengan keterbatasan anggaran penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. untuk 3 jenis kejahatan lainnya.

dan hak asasi manusia perlu terus ditingkatkan. Minggu (21/11). Polisi ada ketika masyarakat membutuhkan (quick response) serta masyarakat merasa nyaman dan aman beraktivitas. bebeberapa waktu lalu kembali membuat institusi Kepolisian Republik Indonesia mendapat sorotan publik. Tetapi. sehingga masyarakat semakin mempertanyakan keseriusan Polri untuk menyelesaikan kasus korupsi. KabariNews. saat ini kepercayaan publik terhadap Polri semakin menurun. Beberapa kalangan menilai. Namun demikian pemahaman terhadap hukum. Gunarta Perencana Bappenas ABOUT THE AUTHOR Nugroho Email: Info@KabariNews. Jakarta. kondisi sosial ekonomi masyarakat. Hal ini disampaikan oleh peneliti hukum ICW. Depok. Secara umum kualitas pendidikan anggota Polri sudah cukup baik. Indikatornya adalah masyarakat merasa nyaman berhubungan dengan polisi. Jawa Barat. Langkah ini diperlukan untuk menekan angka penyimpangan dan pelanggaran profesi yang mengarah pada penistaan hak asasi manusia. saat menggelar konfrensi pers di kantor ICW. ICW menilai Polri tidak serius dalam menangani kasus Gayus tersebut.com Jakarta.Kasus "bebas"nya terdakwa penggelapan pajak Gayus Halomoan Tambunan dari Rumah Tahanan Markas Komando Brigade Mobil (Rutan Mako Brimob) Polri di Kelapa Dua.com . Salah satunya disampaikan oleh Indonesian Corruption Watch (ICW) yang mendesak Polri untuk segera menyerahkan kasus Gayus Tambunan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Persyaratan pendidikan minimal SLTA telah terpenuhi dan secara alamiah level tamtama akan terhapus di lembaga kepolisian dalam beberapa tahun ke depan. . Menurunkan Rasio Polisi masih tetap diperlukan.Menilik dari kondisi di atas ke depan diperlukan updating kebijakan dan regulasi secara terus-menerus untuk meningkatkan profesionalisme Polri. Minimal mencapai kondisi ideal yang ditetapkan PBB dan untuk mengatasi kesenjangan cakupan pelayanan. Donal Faris. yang tidak kalah penting adalah kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat harus lebih baik.

saat ditemui wartawan di Gedung Manggala Wanabhakti Kementerian Kehutanan. Akan tetapi. Dari dulu. zaman telah berubah.com/?35973 Untuk melihat artikel Jakarta lainnya." pungkas Donal. baik berbeda perguruan tinggi maupun sesama mahasiswa pada perguruan tinggi yang sama. "Presiden percaya dengan sistem hukum saat ini. bahwa kasus "bebas"nya Gayus beberapa waktu lalu terjadi karena ulah beberapa oknum petugas saja." ucap Julian. Klik di sini Klik di sini untuk Forum Tanya Jawab Mereka Tumbuh dalam Generasi Tawuran KEKERASAN tampaknya sudah semakin akrab dengan dunia mahasiswa kita. kekerasan dalam dunia kemahasiswaan sebenarnya tidak hanya terjadi akhir-akhir ini. kekerasan juga sering terjadi dalam tawuran antarmahasiswa. kejadian kecil saja di dalam kampus bisa terekspos. mahasiswa STPDN. mari kita tunggu bersama-sama. katanya.KabariNews. Kasus Gayus masih ditangani secara intensif oleh Polri. Sebab. Di pihak lain. Hal ini disampaikan Juru Bicara Kepresidenan. Pers begitu banyak dan akses ke sumber-sumber berita begitu mudah."Sudah terlihat jelas. pers dan aparat kepolisian waktu itu sangat sulit masuk ke kampus untuk urusan intern. Julian Alrdin Pasha. Jakarta. kekerasan dalam perpeloncoan itu jarang terekspos ke masyarakat luas. Begitu pun dengan kekerasan yang terjadi pada mahasiswa. masyarakat sekarang juga begitu kritis. Dan Polri juga telah berkomitmen untuk menuntaskan kasus itu. bisa kaburnya Gayus Tambunan dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok telah menunjukkan bahwa kepolisian tidak 100% serius menangani kasus Gayus ini. Selasa (23/11). Namun demikian. . APA yang sebenarnya terjadi pada mahasiswa kita? Kriminolog dari Universitas Indonesia Erlangga Masdiana menyatakan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih tetap mempercayai penyelesaian kasus hukum tersebut ditangani Polri. Sementara itu. Sekarang. kekerasan hampir selalu mewarnai kegiatan perpeloncoan. Untuk share artikel ini klik www. Julian menegaskan. Tak jarang perpeloncoan mengakibatkan mahasiswa sakit atau meninggal. Selain kematian Wahyu Hidayat. Dengan demikian. Sesuatu yang menyimpang dari kewajaran begitu menarik perhatian. mengenai kekhawatiran masyarakat akan kinerja kepolisian.

tawuran juga dilakukan anak-anak SMP.kata Erlangga sebenarnya tidaklah mudah. Maka. yaitu pelajar yang naik bus nomor tertentu melawan pelajar lain yang naik bus dengan nomor lain. Warga yang muak dengan ulah para pelajar itu akhirnya bangkit melawan. individu-individu menyimpang itu bergabung dalam satu kelompok. tawuran juga terjadi hampir setiap pagi ketika akan berangkat sekolah. Bukan hanya di siang hari ketika mereka pulang sekolah. kemudian merambat ke Bekasi. Tangerang. Apalagi jika mereka mendapat peluang untuk "berkuasa". meskipun jumlahnya tidak besar. jika ada kesempatan. tawuran pelajar itu kemudian menjadi modus baru kejahatan di Jakarta. Tidak jarang awak bus dipaksa terus melaju. Seperti halnya perilaku menyimpang lainnya.nilai sendiri yang bisa jadi berbeda dengan norma yang ada sebelumnya. Salah satunya adalah . Perkembangan lain. individu. di kampus selalu saja ada individu-individu yang mempunyai kecenderungan berperilaku menyimpang. baik yunior maupun seniornya. Akan tetapi. Selain itu. hampir setiap hari terjadi tawuran pelajar di jalan-jalan Ibu Kota. Dalam keseharian. tetapi tak jarang mereka melakukan tindak kejahatan. Mereka naik bus dengan berpura-pura mencari lawannya. mereka sangat sulit memahami kenapa mahasiswa kita lebih senang tawuran atau bahkan menggunakan kekerasan fisik untuk yuniornya. tetapi juga di daerah-daerah. ada suatu masa di mana tawuran pelajar akhirnya berkembang menjadi tawuran antara pelajar dan warga. tawuran tidak lagi antarsekolah kemudian berkembang menjadi antarbasis. dan Bogor. MENGAITKAN begitu saja kebiasaan tawuran di kalangan pelajar dengan kekerasan di lingkungan kampus-khususnya masa orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek). Dalam menyelesaikan persoalan. Mereka yang biasa tawuran itulah yang kini menjadi mahasiswa. Itu masih ditambah dengan dunia pergerakan kampus yang kerap turun ke jalan atas nama reformasi yang dalam aksinya juga sering memancing kekerasan. tawuran pelajar itu memang hanya terjadi di Jakarta. Pemberitaan yang gencar akhirnya membuat tawuran pelajar seolah menjadi tren pelajar di berbagai kota.individu menyimpang itu mungkin tidak berpengaruh pada kelompok mahasiswa keseluruhan. Seperti efek domino. Mahasiswa baru yang sekarang baru masuk dunia kampus adalah mereka yang lulus SMU pada tahun 2003. Dalam perkembangannya. Periode 1997-2002 adalah periode di mana perkelahian antarpelajar begitu sering terjadi. perilaku mereka bisa mengganggu kehidupan kampus. Selama 1997-1999. Awalnya. Akibatnya. sementara segerombolan remaja berpakaian seragam merampasi harta benda milik para penumpang.Masyarakat awam membayangkan mahasiswa sebagai intelektual calon pewaris bangsa mestinya mempunyai pola pikir dan pola tindak yang intelektual. Itu berarti mereka berada di lingkungan SMU pada tahun 1999-2003 dan berada di lingkungan SLTP tahun 1997 hingga 2000. Akan tetapi. baik terhadap penumpang maupun awak bus. Menurut Erlangga. Sebab. kekerasan di dunia kampus sebenarnya bisa dilakukan oleh mahasiswa sebagai individu atau kelompok. bahwa mereka dibesarkan dalam subkultur delinquency (kenakalan anak-anak) itu pada akhirnya memunculkan nilai. ada kecenderungan baru mengajak serta siswa dari sekolah lain untuk bergabung melawan siswa dari sekolah yang dianggap sebagai lawannya. menurut Erlangga. tawuran pelajar yang semula hanya melibatkan sebagian kecil sekolah di Jakarta kemudian meluas. Bukan hanya di sekitar Jakarta. tidak sewajarnya mereka menggunakan kekerasan dan kekuatan fisik. Adapun mahasiswa senior di perguruan tinggi saat ini kira-kira duduk di SMU antara tahun 1997 dan 2002.

Akan tetapi. Persoalannya. Sayangnya. menurut Erlangga. diperlukan berbagai kegiatan yang sifatnya fun dan menyenangkan tanpa harus memberikan sanksi-sanksi yang hanya untuk memuaskan seniornya. Dalam jumlah. berbeda fakultas maupun lokasi kampus. dalam suatu kelompok. Pemimpin universitas juga harus terlibat di dalamnya dan bertanggung jawab terhadap semua persoalan yang muncul akibat ospek. Penyelenggaraan ospek yang dalam banyak kampus belum juga berubah dari pola lama yang tak ubahnya sebagai perpeloncoan itu pada akhirnya menyuburkan budaya kekerasan yang "secara alami" sudah biasa melingkupi para mahasiswa sejak masih SMU atau bahkan SLTP. Budaya kekerasan lalu menonjol. budaya kekerasan bisa saja menjadi dominan ketika mereka sudah berbaur dalam satu kelompok atas nama senioritas. kemudian dianggap lazim. tidak jarang upaya menanamkan pengaruh itu dilakukan dengan cara-cara kekerasan yang tak terkontrol. Kekerasan tak terkontrol biasa terjadi jika ada yunior yang dianggap melawan atau menentang kehendaknya. penyelenggaraan ospek tidak bisa lagi diserahkan begitu saja kepada mahasiswa (senior). hanya bisa dilakukan dengan cara tidak memberi peluang kepada mereka yang mempunyai perilaku menyimpang itu untuk menunjukkan "kekuasaannya". Ospek atau perpeloncoan adalah ajang paling mudah untuk menanamkan pengaruh dari senior ke yuniornya. Identitas kelompok itu bisa sangat terasa dalam perkelahian antarmahasiswa yang berbeda perguruan tinggi. Tujuannya. Segala bentuk kegiatan yang hanya mengandalkan fisik harus dilarang dan diganti dengan kegiatan untuk memperkenalkan tradisi-tradisi ilmiah di dalam kampus. Artinya. . dalam tata pergaulan. konsep. nilai-nilai pribadi yang baik itu akan sangat mudah terkooptasi. untuk menaikkan posisi tawar dalam dinamika kehidupan kampus yang pada akhirnya juga menaikkan posisi tawarnya di masyarakat nantinya." kata Erlangga. mereka yang berperilaku menyimpang sebenarnya tidak banyak. penyelenggaraan ospek harus menjadi tanggung jawab seluruh sivitas akademika. UNTUK menghentikan tindakan kekerasan selama masa ospek yang sebenarnya sudah tidak relevan lagi dilakukan. Materi yang diberikan kepada para yunior pun harus sesuatu yang dapat membangun kehidupan kampus sebagai institusi yang melahirkan pemikiran. Berkaitan dengan kekerasan yang timbul sebagai ekses ospek dan sejenisnya. dan ilmu pengetahuan maupun teknologi. Tak heran kalau kemudian seorang mahasiswa yang di rumah begitu manis perilakunya tiba. Membangun disiplin dengan cara-cara militer seperti banyak dilakukan selama ini sudah saatnya dihentikan dan diganti dengan memberikan sanksi yang mendidik kepada yunior yang melanggar aturan main yang telah disepakati sebelumnya. Untuk membangun hubungan lebih akrab antarsivitas akademika. kekerasan dalam masa ospek seolah terus berulang. Erlangga melihat kenyataan bahwa kampus selalu cenderung menjadi ajang perebutan "kekuasaan" dari individu-individu di dalamnya. atau berbeda angkatan. Meski sebagian besar mahasiswa tidak terlibat dalam tawuran semasa SMU. "Jati diri bisa hilang.tiba berubah keras dan ganas ketika berada di dalam kelompok yang sudah terkooptasi kekerasan itu.nilai tentang kekerasan yang sebenarnya merupakan penyimpangan itu. budaya kekerasan yang sebenarnya menyimpang itu justru sering dianggap benar dan bahkan menjadi tradisi yang harus dipertahankan atau diwariskan kepada yuniornya. Itulah sebabnya. Yang ada adalah identitas kelompok. soalnya. Untuk itu.

ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau buruk. Tidak mudah memang mengubah tradisi yang sudah bertahun-tahun eksis. pemimpin universitas juga tidak boleh menutup diri terhadap aparat kepolisian sebagai penegak hukum. Sebab. (msh) URL Source: http://www. Menurut Bruce J. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini masih diterima di masyarakat.Pemimpin universitas harus menegaskan bahwa penggunaan kekerasan fisik sungguhsungguh dilarang. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai sosial suatu masyarakat. Cara yang dilakukan seolah-olah menyimpang dari norma padahal tidak. perjudian dan pemakaian narkotika. Cohen. Untuk keperluan pemberian sanksi tersebut. Akan tetapi. Pelanggaran terhadap larangan itu harus secara serius ditangani dengan sanksi yang keras. o Penyimpangan bersifat negatif: Penyimpangan ini berwujud dalam tindakan yang mengarah pada nilai-nolai sosial yang dipandang rendah dan dianggap tercela dalam masayarakat.htm Pengertian dari penyimpangan sosial: Bentuk Perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. ϖ Bentuk-bentuk penyimpangan sosial • Bentuk pentimpangan menurut pelakunya: o Penyimpangan Individu: penyimpangan yang dilakukan oleh Individu yang berlawanan dengan Norma. pemimpin universitas harus bisa bekerja sama dengan polisi untuk menangani pelakunya. o Penyimpangan Primer: merupakan penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan biasanya tidak diulangi lagi. Contoh: orang yang melanggar lalu lintas dengan tidak membawa SIM dan perbuatannya itu tidak diulangi lagi. Jika ada pelanggaran yang bisa dikategorikan sebagai perbuatan kriminal. Contoh kelompok yang melakukan penyimpangan adalah kelompok pengedar narkotika. Departemen Pendidikan Nasional lewat Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) seharusnya tidak tinggal diam menyaksikan jatuhnya korban-korban kekerasan selama masa ospek. upaya ke arah sana harus secara serius dilakukan lewat sosialisasi dan pendekatan kepada mahasiswa.com/kompas-cetak/0309/14/Fokus/560673.kompas. benar atau salah menurut pengertian umum. sudah banyak universitas berhasil mengembangkan ospek menjadi sebuah kegiatan yang benar-benar menunjang kehidupan kampus tanpa harus diwarnai kekerasan. o Penyimpangan kelompok: dilakukan oleh kelompok orang yang tunduk pada norma kelompoknya yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. Contohnya adalah: Bermunculan Wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita. • Bentuk penyimpangan menurut Sifatnya: o Penyimpangan bersifat positif: Penyimpangan ini terarah pada nilai sosial yang berlaku dan dianggap ideal dalam masyarakat dan mempunyai dampak yang bersifat positif. Contohnya: pemerkosaan. Ospek yang selama ini lebih bersifat ritual inisiasi seorang mahasiswa baru harus dirombak menjadi kegiatan yang melahirkan mahasiswa dengan pemikiran yang futuristik. dalam kenyataannya. Dikti bahkan harus membuat standardisasi kegiatan ospek agar tidak lagi menyimpang. Penyimpangan ini biasanya dilakukan di lingkungan keluarga. pembunuhan. • Bentuk penyimpangan menurut Lemert (1951). . pencurian.

norma masyarakat yang berlaku. jenis kelamin dan kedudukan seseorang dalam keluarga. sementara iklan rokok begitu menarik.obat-obat terlarang dan minuman keras. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. pergaulan dan media massa. perampokan. pemerkosaan pencurian. pendidikan di sekolah. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok. media massa. Latar Belakang/sebab-sebab terjadinyaϖ penyimpangan Sosial : Proses sosialisasi yang tidak sempurna atauΨ tidak berhasil karena seseorang mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi. . Penyimpangan juga dapatΨ terjadi apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. ϖ Jenis-jenis penyimpangan sosial terdiri dari 5 jenis: Tawuran atauΨ perkelahian antar pelajar. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakatΨ Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. Perkelahian termasuk jenis kenakalan remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma. Ψ Penyalahgunaan narotika. Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa izin dengan tujuan hanya untuk memperoleh kenikmatan. Faktor dari luar adalah kehidupan rumah tanggaΨ atau keluarga. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpamg. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya. ϖ Faktor-faktor Penyebab Penyimpangan Sosial Faktor dari dalam adalahΨ intelegensi atau tingkat kecerdasan. media cetak. pelacuran dan HIV/AIDS merupakan penyimpangan sosial karena menyimpang norma sosial maupun agama. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini biasanya tidak akan diterima lagi di masyarakat. Pertentangan antar agen sosialisasiΨ Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. Misalnya: seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan atau narkoba. media elektronik. usia. di diskotik dll. Ψ Terbentuknya perilaku menyimpang juga merupakan hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. membuang sampah sembarangan. Misalnya: seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia.o Penyimpangan Sekunder:merupakan penyimpangan sosial yang nyata dan dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan menunjukkan ciri khas suatu kelompok. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor. Pergaulan individu yang berhubungan teman-temannya. Contoh: Pemabuk yang seringa mabuk-mabukan dipasar. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa. Ψ Hubungan seks diluar nikah.

Ψ Teori Labeling. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik. Ψ Teori Fungsi Durkheim. agar moralitas dan hukum itu berkembang secara formal. Lingkungan tempat tinggal dan teman sepermain. penberian julukan. Dan merupakan profesi atau pekerjaanya karena sulit mencari pekerjaan yang halal Penyimpangan seksual. Dengan demikian. penyimpangan sosial bersumber pada pergaulan yang berbeda yang terjadi melalui proses alih budaya. Antara lain: Keluarga.Ψ Menurut pandangan teori ini. Oleh sebab itu. Menurut Merton terjadinya perilaku menyimpang itu sebagai bentuk adabtasi terhadap situasi tertentu. Disebabkan karena masalah kesulitan ekonomi. Teori penyimpangan iniΨ bersumber dari struktur sosial. ϖ Teori mengenai penyampangan sosial. etiket dan merek yang diberikan masyarakat secara menyimpang sehingga menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial.Ψ Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial. Teori Differential Association. ϖ Pencegahan penyimpangan sosial. Misalnya: mencuri. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya. Teori Merton. Teori konflik. Menurut Durkheim kejahatan itu perlu. Labels: Sosiologi Posted by Mr. Karl Mark. Menurut teori ini seseorang menjadi menyimpang karena proses Labeling.dll. Media Massa baik cetakΨ maupun elektronik merupakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Menurtu teori ini apa yang merupakan perilaku menyimpang hanya dalam pandangan kelas yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka.norma yang berlaku. Windu at 12:02 AM . menjambret membunuh.Ψ Tindak kriminal adalah tindak kejahatan atau tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar norma hukum. DianggapΨ menyimpang karena melanggar norma. cap.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya. peradilan pidana pun lebih memihak pada kepentingan mereka. orang yang dianggap melakukan kejahatan dan terkena hukuman pidana umumnya berasal dari kalangan rakyat miskin. lingkungan fisik dan lingkungan sosial.menodong. norma sosial dan norma agama. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik. Bahwa kesadaran moral semua anggota masyarakat tidak mungkin terjadi karena setiap orang berbeda satu sama lainnya tergantung faktor keturunan. mengemukakan bahwa kejahatan erat terkait dengan perkembangan kapitalisme. MerupakanΨ awal proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian seorang anak.

kekerasan yang terjadi di IPDN dengan meninggalnya Wahyu Hidayat (2003) dan Chliff Muntu. Terlebih lagi saat pencitraan sekolah sudah diinjak-injak oleh sekolah lain. Betapa tidak. Bentrokan terjadi di IAIN Ambon. pembaharu. aborsi sampai tradisi menghilangkan nyawa orang lain. Pasalnya. Kedua. Adalah budaya tawuran dan adu fisik dalam menyelesaikan segala persoalan yang sedang dihadapainya. Peristiwa itu dikenal dengan nama Amarah atau April Makassar Berdarah yang diperingati setiap tahun dan disebut-sebut sebagai peringatan atas kebrutalan polisi dan militer. kasus Mei itu. memang diakui atau tidak bentrokan antara mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan aparat keamanan (Sabtu. Aparat sempat menyerbu ke dalam kampus UMI. Catatan Kelam Bentrokan Mahasiswa Tengok saja. kekerasan fisik. Hampir setiap tahunya selalu kedapatan tawuran antar jurusan. jargon mahasiswa sebagai agen pengubah sosial. Tiga mahasiswa UMI tewas dan puluhan mahasiswa serta aparat luka-luka. 24 April 1996 Terjadi bentrokan antara mahasiswa dan aparat. perang menjadi jurus pamungkas yang tak bisa ditawar-tawar lagi. 1998 Hampir sepanjang 1998 aksi mahasiswa UMI nyaris semuanya berakhir dengan bentrokan versus polisi. Tak hanya itu. Militansi mahasiswa harus berhadapan dengan ketegasan Kepala Poltabes Yusuf Manggabarani. Hingga berbuntut aksi lempar batu yang dimulai oleh para mahasiswa jurusan Planologi sebagai aksi balas dendam bentrokan. 01 Mei 2004) bukanlah yang pertama. Peristiwa ini dipicu oleh penolakan mahasiswa terhadap kenaikan tarif angkutan kota. Ironis memang. Kamis sore (10/5).Mengeja "Rapot Merah" Mahasiswa Penulis : Ibn Ghifarie Maraknya aksi bentrokan antar mahasiswa di pelbagai Kampus. mulai dari aksi rusuh. menuntut ilmu tak bisa menciptakan manusia seutuhnya dengan budi pekerti yang arif. Seolah-olah melekatnya status mahasiswa tak berbanding lurus dengan kebiasaan tak terpuji saat siswa. Universitas atau dengan pihak keamanan. Ketiga. Sebagai pertanda maraknya aksi Bentrokan Mahasiswa UMI vs Aparat Keamanan. Unhas (Universitas Hasanauddin). Universitas 45 Makasar Sulawesi Selatan (10/05 dan 14/05) antara mahasiswa Jurusan Planologi dan Teknik Sipil serta arsitektur Fakultas Teknik kisruh dari aksi ditikamnya (Syamsuddin dan Saleh) rekannya dari jurusan Teknik Sipil. Selogan wajib menempuh pendidikan sembilan tahun hanya selogan semata. fakultas. Kini. UISU (Universitas Islam Sumatra Utara). tapi memiliki sejarah yang amat panjang dan kelam. Makasar dan UMI (Universitas Muslim Indonesia) Makasar. September 2000 Mahasiswa UMI beraksi menolak . Padahal. Namun. kontroling terhadap kebijakan pemerintah. tergolong yang paling parah semenjak 1996. Medan (09/10) akibat perseteruan dua kubu antara Helmi Nasution dan Saryani. hampir setiap hari golongan intelek acapkali berbuat ganjil. Pertama. ada beberapa perguruan tinggi yang tak luput dari perbuatan lalim tersebut. penjualan narkoba. Walhasil. membuat sebagian masyarakat tertentu mencibir peranan kaum pelajar. di tengah-tengah keterpurukan bangsa dan meroketnya biaya penididikan. mendobrak kemapanan dan panutan dalam soal moral ikut punah seiring derasnya arus baku hantam di kalangan kaum pelajar. (11/5) gara-gara tolak ajak demo. Malah mencetak anak didik berwatak barbar. Sebut saja. seks bebas. tawuran.

Keempat.fajar. Dalam aksi tawuran tiga korban dilarikan ke RS Wahidin. (www. Mahasiswa Fakultas Teknik.masuknya beras impor ke Sulawesi Selatan. Dua mahasiswa UMI disel. (www. sekitar 14. 12 Desember 2003 Bentrokan antar mahasiswa di Kampus Unhas antara Fakultas Teknik (FT) dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP).tempointeraktif. Keempat. Sekadar mengingatkan. Sementara tiga mahasiswa lainnya masing-masing Zainal Mutakin. 31 Agustus 2005 Terjadi tawuran antar fakultas di Unhas masing-masing FISIP dan Teknik. Dua di antaranya adalah mahasiswa FISIP dan lainnya adalah mahasiswa Fakultas Teknik. berdarah di Kampus Unhas antara Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). empat orang mahasiswa dikabarkan mengalami luka ringan akibat terkena lemparan saat terjadi tawuran. tujuh korban luka. Juni 2001 Mahasiswa menuntut penghapusan Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya. Ridwan (21) asal Lombok Timur.co. Tiga mahasiswa ditangkap dan sebuah sepeda motor milik mahasiswa rusak. mahasiswa semester V Fakultas MIPA jurusan Kimia. Pelaku penyerangan melakukan pembakaran dan menghanguskan empat ruangan lembaga kemahasiswaan di fakultas tersebut. Mahasiswa ngotot menutup jalan. bukan memakai kekerasan. meninggal dunia. 14 April 2004 Tawuran terjadi antara Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Kelima. Pertama. Mahasiswa UMI unjuk rasa di DPRD. Mahasiswa sempat diburu anjing milik aparat dan disiram gas air mata. Akibatnya. 31 Agustus 2005 di Pelataran Baruga Unhas. seorang ibu mengalami luka tembak. Nusatenggara Barat. M. Sebab.00 Wita.jakarta. 1 Mei 2004 Polisi menyerbu ke dalam kampus UMI. Kelima. Jurusan Arsitektur tertikam di punggung sebelah kirinya dan dilarikan ke RS Wahidin Sudirohusodo. meninggal sekitar pukul 19. Heru dan Asmani mengalami luka-luka. Aparat sempat menerobos ke dalam kampus. 18 Februari 2004 Mahasiswa bentrok dengan aparat karena memprotes Mahkamah Agung yang memvonis bebas Akbar Tandjung. Keenam.45 Wita setelah menjalani perawatan di ruang ICU RSU Mataram. peristiwa serupa pun terjadi di IKIP Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Mataram. tawuran melibatkan hampir sebagian besar mahasiswa Fakultas Teknik dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. mengakibatkan seorang mahasiswa. Jusuf Manggabarani dicopot dan polisi menuai kecaman dari banyak kalangan. (www. yaitu Surya dan almarhum Nasrullah. Kedua. Akibatnya. 16 Desember 2004 Dua kelompok mahasiswa Fakultas Teknik dan FISIP di kampus Unhas Tamalanrea bentrok. Kasus ini menyebabkan Kapolda Sulses Irjen Pol. pada Selasa (22/8/06) siang. 14 Desember 2003 Tujuh mahasiswa dan seorang satuan pengaman (Satpam) luka parah menyusul bentrokan antar mahasiswa di Unhas.indymedia.id) Di penghujung tahun 2006. menyebabkan 3 orang Brimob dan 1 intelijen TNI AU tewas. sementara aparat perintis berkeras membuka jalur jalan. serta puluhan lainnya dari pihak mahasiswa dan pihak aparat mengalami luka-luka. Ketiga.com) Lagi Makasar. Ridwan. Kejadian itu kemudian dikenang sebagai \'Black September\' dari tahun 2003-2005. Aksi pemblokiran jalan di depan Kampus Universitas Cendrawasih Abepura (16/03/06) oleh masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Parlemen Jalanan dan Front Pepera PB Kota Jayapura. Bentrokan bermula di gedung DPRD Sulsel dan merembet ke depan kampus UMI di Jalan Urip Soemoharjo. perkelahian mahasiswa yang berbuntut pembakaran kampus di Unhas pernah terjadi pada 1992 lalu. Albertu. Rektorat terpaksa membatalkan pelaksanaan ujian akhir. Ridwan meninggal dengan luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan di bawah ketiak kanan.org) Tertutupnya Ruang Dialog Mencermati ketidakberdayaan sekaligus tumpulnya akal dalam menuntaskan segala persoalan dengan arif. Karena tawuran ini. puluhan mahasiswa luka-luka dan di rawat di rumah sakit. Akibatnya. berakhir dengan bentrokan berdarah. Sejatinya . Lima korban di antaranya berasal dari FISIP dan dua lainnya dari Fakultas Teknik.

Thus. khususnya di ibu kota Jakarta namun juga terjadi di beberapa daerah lain. Tak hanya itu. Kerusuhan Mei 1998 adalah kerusuhan yang terjadi di Indonesia pada 13 Mei . melunturnya budaya dialog tercermin dari seberapa jauh kita bisa menerima perbedaan dalam soal pendapat. sederetan rapot merah mahasiswa pun tak akan disandang lagi oleh kaum terpelajar. tapi sudah termasuk pada kategori premanistik. pakar pendidikan menilai perlakuan tak wajar itu hadir karena lunturnya budaya toleran. harus mengamini pernyataan Arif Rahman. Terdapat ratusan wanita keturunan Tionghoa yang diperkosa dan mengalami pelecehan seksual dalam kerusuhan tersebut[2][3]. kebiasaan bogem pula akan terus melekat dalam sanubari kaum terpelajar. dianiaya secara sadis.kita. dan tertutupnya ruang dialog dalam menyelesaikan permasalahan.15 Mei 1998. seorang Kepala Sekolah rela membocorkan lembaran jawaban saat Ujian Nasional beberapa pekan yang lalu. Mestinya perbedaan bukan dijadikan sebagai laknat. Bila ruangruang tukar gagasan saja. Dalam kerusuhan tersebut. 10/05. bahkan hilang. Pojok Sekre Kere. [Ibn Ghifarie] Cag Rampes. kita harus mencoba mengarifi segala kemelut yang menimpa diri kita dengan lapang dada. dan Surakarta. banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang meninggalkan Indonesia. kemudian dibunuh. Alih-alih pencitraan supaya sekolahnya termasuk ke dalam deretan sekolah unggulan dan percontohan pula menjadi pemicu aksi tak beradab tersebut. Apalagi saat berselisih pendapat. maka tunggu keseragaman ide akan menjadi buahnya. sudah tak nyaman. Cita-cita mulia pendidikan sebagai upaya memanusiakan manis pun harus rela raib ditelan kepongkahan dan keserakahan kita dalam mendidik anak. sang pendidik memberikan contoh tak layak. Sebagian bahkan diperkosa beramai-ramai. Alhasil. Pasalnya. juga .34 WIB *Mahasiswa Studi Agama-Agama Fakultas Filsafat UIN SGD Bandung dan Koordinator Post Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK) Bandung. Dengan demikian. Apalagi. Seperti yang terjadi di Ngawi. seorang aktivis relawan kemanusiaan yang bergerak di bawah Romo Sandyawan. Lebih parah lagi. kemajemukan pertanda hukum alam. Namun. Kerusuhan ini diawali oleh krisis finansial Asia dan dipicu oleh tragedi Trisakti di mana empat mahasiswa Universitas Trisakti ditembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998. Konsentrasi kerusuhan terbesar terjadi di Jakarta. Menjamurnya bentrokan antar mahasiswa bukan saja dikategorikan sebagai kekerasan dalam pendidikan. yang masih seorang siswi SMU berusia 18 tahun. Keragaman merupakan sesuatu yang tak bisa kita nafikan. 23. harus kita junjung lebih tinggi. tapi rahmat. Bandung. bernama Ita Martadinata Haryono. Pada kerusuhan ini banyak toko-toko dan perusahaan-perusahaan dihancurkan oleh amuk massa — terutama milik warga Indonesia keturunan Tionghoa[1].

diperkosa. tak hanya sporadis. dan golongan yang berideologi komunis. terutama pihak Tionghoa. Tapi buat penulis Bung Karno adalah seorang Nasionalis yang ide Nasakom semata-mata dicetuskan melihat realitas masyarakat pada saat itu demi persatuan Indonesia menginginkan suatu kolaborasi total semua anasir bangsa dari semua golongan ideologi yang ada termasuk golongan komunis untuk berama-sama bahu membahu membangun Indonesia. Walaupun tidak bisa dipungkiri memang Bung Karno pada periode 1959-1965 sangat terlihat lebih condong memberi angin kepada golongan komunis. disiksa. dan abangan. sementara beberapa pihak. Yang bisa diterjemahkan . Bung Karno sampai dengan akhir hayatnya tetap bertahan terhadap ide Nasakom yang mengatakan bahwa kekuatan politik di Indonesia pada saat itu terdiri dari tiga golongan ideologi besar yaitu: golongan yang berideologi nasionalis. Hal yang memalukan ini mengingatkan seseorang kepada peristiwa Kristallnacht di Jerman pada tanggal 9 November 1938 yang menjadi titik awal penganiayaan terhadap orang-orang Yahudi dan berpuncak pada pembunuhan massal atas mereka di hampir seluruh benua Eropa oleh pemerintahan Jerman Nazi. Sampai bertahun-tahun berikutnya Pemerintah Indonesia belum mengambil tindakan apapun terhadap nama-nama besar yang dianggap provokator kerusuhan Mei 1998. Namun demikian umumnya orang setuju bahwa peristiwa ini merupakan sebuah lembaran hitam sejarah Indonesia. santri. Ini menjadi suatu indikasi bahwa kasus pemerkosaan dalam Kerusuhan ini digerakkan secara sistematis. Barangkali juga ide Bung Karno tentang Nasakom berkaitan dengan pendapat Clifford Geertz yang dalam bukunya The Religion of Java yang membagi masyarakat Jawa dalam tiga varian: priyayi. dan dibunuh karena aktivitasnya. golongan yang berideologi dengan latar belakang agama. Sebab dan alasan kerusuhan ini masih banyak diliputi ketidakjelasan dan kontroversi sampai hari ini. berpendapat ini merupakan tindakan pembasmian terhadap orang Tionghoa. Apakah dengan punya ide Nasakom tersebut bisa dikatakan bahwa Bung Karno adalah seorang Marxis yang lebih dekat dengan golongan komunis pada saat itu? Setiap orang boleh punya persepsi dan pendapatnya sendiri untuk hal ini. Bahkan pemerintah mengeluarkan pernyataan berkontradiksi dengan fakta yang sebenarnya yang terjadi dengan mengatakan sama sekali tidak ada pemerkosaan massal terhadap wanita keturunan Tionghoa disebabkan tidak ada bukti-bukti konkret tentang pemerkosaan tersebut. Tiga-tiganya merupakan kekuatan yang diharapkan tetap bersatu untuk menyelesaikan masalah bangsa secara bersama-sama. Amuk massa ini membuat para pemilik toko di kedua kota tersebut ketakutan dan menulisi muka toko mereka dengan tulisan "Milik pribumi" atau "Pro-reformasi".

Setelah Bung Karno membuat dekrit pada tanggal 1 Juli 1959 untuk kembali ke UUD ’45. selalu memakai pakaian lengkap militer Panglima Tertinggi – Jendral Bintang Lima – dengan segala atribut kebesarannya. kaum militer yang mendominasi kancah politik Indonesia dengan pemerintahan orde baru Pak Harto dengan motor partai politiknya Golkar pada periode 1966 s/d 1998. kaum agamis. kaum komunis. hanya kaum agamis yang belum pernah . dan kaum militer (dan motor politik pendukungnya). Walaupun dengan segala dalih. kata beberapa analis ini adalah salah satu diplomasi model Bung Karno untuk meredam ambisi dan kekuatan militer untuk berkuasa. Realitas sejarah memang berkata lain setelah terjadi peristiwa 30 September 1965 yang sampai sekarang masih menyimpan misteri dan banyak versi diceritakan dari berbagai pihak bagaimana kejadiannya sampai terjadi pembunuhan para Jendral dan PKI dituduh yang telah melakukan semua ini dan tentara melakukan pembalasan dengan menumpas PKI sampai dengan akar-akarnya. Mereka selalu mengatakan bahwa militer berdiri dibelakang semua golongan.priyayi adalah kaum Nasionalis. Setelah kaum komunis terhapus dalam kancah politik Indonesia. Kesimpulannnya bahwa realitas politik di Indonesia semenjak jaman kemerdekaan sampai dengan saat ini pernah ada empat golongan kekuatan politik: kaum nasionalis. Suatu realitas yang mungkin Bung Karno tidak pernah menyangka ataupun mimpipun mungkin tidak bahwa ada satu golongan kekuatan dalam peta politik di Indonesia yang tidak pernah terpikirkan menjadi suatu kekuatan penting dalam peta perpolitikan Indonesia yaitu kaum militer. Bung Karno walaupun bukan orang militer. Pada awal kemerdekaan kaum nasionalis dengan motor politiknya PNI (Partai Nasional Indonesia) pernah memegang dominasi pemerintahan sampai pada sekitar tahun 1959. kaum komunis. Jadi dari empat kekuatan politik di Indonesia: kaum nasionalis. santri adalah kaum Agamis. Dalam realitasnya setiap golongan kekuatan politik yang pernah mendominasi kekuasaan dan menjalankan pemerintahan Republik Indonesia belum ada yang mampu mengantarkan Indonesia menuju cita-cita bangsa untuk menjadi negara yang adil. dan kaum militer. kaum militer tidak pernah mengakui bahwa mereka adalah satu kekuatan politik yang telah mendominasi Indonesia selama 32 tahun. Masing-masing kekuatan politik pernah mengalami jaman keemasan dan juga pernah terhempas dalam kancah politik di Indonesia. Setelah terjadi peristiwa 30 September 1965. makmur dan sejahtera. serta merta ide Nasakom musnah dan aneh bin ajaib kekuatan kaum komunis serta merta digantikan oleh satu kekuatan politik baru di Indonesia yaitu kaum militer. maka kekuasaan mutlak ada di tangan Bung Karno yang lebih memberikan angin pada kaum komunis untuk mendominasi kancah politik di Indonesia (atau terbawa oleh strategi kaum komunis) pada periode 1959 s/d 1965. kaum agamis. dan abangan adalah kaum Komunis.

dengan kejatuhan rejim orde baru dan dengan adanya amandemen UUD ’45. PAN. golongan militer di kembalikan ke fungsi semula sebagai kekuatan pertahanan & keamanan saja seperti laiknya di negara-negara demokrasi lainnya diseluruh dunia (walaupun sebetulnya dikalangan militer sendiri masih ada yang punya mimpi untuk berkuasa terus). sedangkan PDIP lebih fokus pada pendukung kelas menengah kebawah atau lapisan grass root. karena dianggap kaum abangan sudah punah. Dan ini tercermin dengan munculnya berbagai organisasi politik atau partai politik yang secara garis besar terbagi jadi dua golongan varian: kaum nasionalis dan kaum agamis. tapi dimasa mendatang kelihatannya persaingan dua golongan ideologi ini akan makin menajam. kaum professional. sedangkan rakyat yang beragama non-muslim lebih mendekat ke kaum nasionalis). Kalau tiga kekuatan politik yang telah pernah mendominasi dan memegang tampuk kekuasaan dalam pemerintahan di Indonesia. Walaupun dalam realitas selama ini selalu ada suatu usaha untuk melakukan kolaborasi ataupun koalisi antara partai yang berhaluan nasionalis dengan yang berhaluan agamis. Jadi saingan utama partai dari kalangan yang berhaluan nasionalis adalah dari kalangan partai yang berhaluan agamis yang saat ini ada partai dengan deretan panjang: PPP. dan semuanya gagal mengantarkan negara ini menuju cita-cita bangsa menjadikan negara Indonesia negara yang adil. dll.mendominasi kancah dunia politik di Indonesia. makmur dan sejahtera. Sebagai akibatnya kalau kita mengacu pada analisis Nasakom dari Bung Karno. makmur dan sejahtera dari kaum agamis? Nasakom telah menjadi Nasa setelah reformasi 1998. Oleh karena itu Nasakom sekarang sudah jadi Nasa atau hanya ada golongan yang berideologi nasionalis dan berideologi agamis (agama disini lebih cenderung ke agama Islam karena penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam. Apakah Golkar betul-betul berhaluan nasionalis? Kalau melihat yang melahirkan Golkar adalah kaum militer (kaum militer karena doktrin yang diajarkan adalah bela negara pada umumnya mereka bahkan bisa dikatakan sebagai ultra nasionalis) kemungkinan memang mereka berhaluan nasionalis dengan mefokuskan kalangan pengusaha. tentu saja mereka mencoba punya pengaruh juga pada kantong-kantong kaum agamis yang belum dikuasai oleh partai-partai Islam yang ada. Yang menjadi pertanyaan apakah satu-satunya harapan bangsa Indonesia untuk bisa mengantar bangsa Indonesi menuju masyarakat adil. dan golongan menengah keatas sebagai pendukungnya. Yang masing-masing merepresentasikan berbagai golongan yang ada di Islam itu sendiri. Setelah masa reformasi 1998. golongan kaum bepolitik di Indonesia tinggal dua golongan yaitu: golongan Nasionalis dan golongan Agamis atau kalau mengacu ke analisa varian dari Clifford Geertz yang teringgal adalah: kaum priyayi dan kaum santri. PKB. PBR. dengan beberapa kegagalan-kegagalan yang telah dialami kaum nasionalis . Makanya jangan heran kalau Golkar yang pada masa orde baru menjadi motor politik militer telah ancang-ancang lebih merapat ke PDIP yang sudah jelas berhaluan nasionalis. Karena Islam adalah agama mayoritas. PBB. PKS.

dimenangkan oleh SBY yang didukung oleh partai baru yaitu partai Demokrat (10.27%) yang juga mendapatkan kursi wakil presiden. Walaupun pemilihan umum secara demokratis paska rejim Suharto baru dilakukan dua kali tapi telah banyak peristiwa yang dramatis terjadi dalam kancah peta politik nasional yang mau tidak mau telah terjadi proses timbal balik dari kinerja partai politik maupun persepsi masyarakat terhadap kinerja tersebut yang pasti akan mempengaruhi pilihan-pilhana yang akan dilakukan masyarakt luas pada pemilu-pemilu yang akan dating. Kronologi perubahan peta politik di jaman reformasi.27%). 4. Pemilu legislatif tahun 1999 telah dimenangkan oleh PDIP (33.04%).27% di pemilu legislatif dan PDIP jatuh di posisi ke 2 dengan memegang kursi 19.33%) dan Golkar (25. Kebijakan PDIP yang salah pada saat diberi kepercayaan memerintah di eksekutif mengakibatkan peta politik berubah pada pemilu ke 2 pada jaman reformasi tahun 2004 dengan justru dimenangkan kembali Gokar dengan memegang kursi legislatif sebesar 23. Kebijakan PDIP ini sebetulnya justru malahan memberikan amunisi tambahan buat Golkar dan mengurangi dukungan terhadap PDIP itu sendiri.36%) dengan wakil presiden dari partai Golkar (23.memecahkan masalah bangsa terutama berkaitan dengan korupsi dan maupun representasi dalam mewujudkan pemerinthan yang bersih dan berwibawa.36%).97%). Demi mempertahankan kekuasaan di eksekutif. Untuk mempertahankan pemerintahannya mau tidak mau SBY harus berkoalisi membentuk pemerinhan dengan parta-partai lain. 3. Usaha Gus Dur untuk membentuk pemerintahan PKB di eksekutif ternyata telah gagal karena dukungan yang lemah dari legislatif karena tentangan dari dua partai besar yang menguasai legislatif yaitu PDIP (33. Yang lebih mengejutkan pada pemilu ekskutif yang pertama kali dilaksanakan secara langsung oleh rakyat tahun 2004 sesuai dengan amandemen UUD ’45. 2. Pada akhirnya karena dukungan SBY di legislatif hanya dari partai Demokrat (10. Dengan dukungan minimal di legislatif dari .33% di pemilu 1999. Suatu kemunduran yang cukup significant.82. Disini awal distorsi para pendukung awal pendirian PDIP karena para pimpinan PDIP lebih senang mendekat ke Golkar – yang pada pra-reformasi telah mati-matian dilawan. 5. terutama dengan Golkar (23. PDIP terpaksa berkoalisi dengan Golkar dan partai-partai lainnya. Setelah PDIP memegang pimpinan eksekutif.33%) tapi eksekutif yang waktu itu masih dipilih oleh MPR jatuh ketangan Gus Dur yang didukung oleh PKB (11. Bahkan beberapa partai berhaluan agamis tidak sepenuhnya mendukung Gus Dur.% jauh lebih rendah dari posisi 33. Ditengah jalan Gus Dur dilengserkan oleh MPR dengan alasan melanggar UUD ’45 dan pemerintahan digantikan oleh PDIP (yang waktu itu memegang kursi Wakil Presiden). Bisa saya sarikan sebagai berikut: 1. ternyata realitas politik tidak memungkinkan PDIP menjalankan pemerintahan tanpa dukungan partai lain apalagi Golkar.

tidak terkontaminasi penyakit korupsi (masalah utama bangsa kita).36%) – seperti waktu Gus Dur memerintah dengam dukungan legislatif minimal dari PKB (11. pemerintahan SBY sangat sulit untuk tidak mengetengahnya kembali pengaruh Golkar yang memegang kursi legislatif 23.27% jadi sama saja pemerintahan SBY ini adalah penjelmaan kembali dari orde baru. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Ini dikarenakan makin berlanjutnya distorsi PDIP yang berhaluan nasionalis dengan kebijakan pimpinannya yang tidak begitu jelas apa betul-betul membela grass root. kalau mereka malahan memilih partai-partai berhaluan agamis. perdamaian abadi dan keadilan sosial. minyak goreng harus antri. Partai-partai besar yang berkuasa selama lima tahun terakhir ini ternyata tidak mampu mengangkat kesejahteraan rakyat seperti yang diharapkan. Kalau pemilih lebih memilih alternatif partai yang relatif lebih bersih. golongan komunis.04%) – apalagi wakil presiden di pegang oleh Golkar. Perubahan pasti akan terjadi pada pola pemilih pada pemilu 2009 yang akan datang. golongan agamis. rakyat tidak mungkin terus menerus dibohongi.partai Demokrat (10. pasti akan cari alternatif seperti pada pilihan pilkada Jawa Barat dan pilkada Sumatera Utara yang partai berideologi agama telah memenangkan hati rakyat. rasionalitas pemilih pasti akan mengevaluasi apa kontribusi yang telah diberikan partai-partai besar pada lima tahun yang telah berlalu. Kesimpulan NASAKOM telah menjadi NASA yang pada waktu antaranya kom-nya telah musnah dan pernah digantikan kaum militer. Kemudian tergantung persepsi pemilih terhadap tingkah laku partai Golkar yang terus mengingatkan kembali tingkah lakunya pada masa orde baru. Memang dari empat golongan ideologi yang pernah ada di Indonesia: golongan nasionalis. Jelas peta politik akan berjalan. apabila memang golongan agamis bisa menunjuknan dirinya sebagai partai yang bersih. untuk memperoleh minyak tanah harus antri. siapa yang harus disalahkan. premium dibeberapa daerah juga harus antri. bergulir dan berubah pada pemilu ke 3 tahun 2009 pada masa reformasi ini yang akan makin menguatnya kekuatan partai yang berhaluan agamis. 6. . bahkan memperbanyak orang yang jatuh dibawah garis kemiskinan. dan golongan militer hanya golongan agamis yang belum pernah menonjol dalam menjalankan pemerintahan eksekutif. Mungkin momentumnya telah tiba. mencerdaskan kehidupan bangsa. Kalau harapan-harapan rakyat tidak ter-realisasi sesuai dengan janji-janji yang telah pernah dikemukakan pasti akan terjadi pergeseran dukungan. Bagaimana hasilnya? Kita lihat saja nanti pada tahun 2009. Mungkin partai dengan haluan agamis akan menjadi pilihan alternatif dikarenakan partai-partai besar yang ada saat ini telah gagal mengantarkan Indonesia menjadi negara yang seperti diamanatkan pada pembukaan UUD ’45: suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum.

menurut pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. yang demokratis. Yang dimaksud dengan "kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara" adalah bahwa pers bebas. meluaskan komunikasi dan partisipasi masyarakat serta melakukan kontrol sosial yang konstruktif. dan tanggung jawab profesi yang dijabarkan dalam kode etik jurnalistik serta sesuai dengan hati nurani insan pers. pers mempunyai fungsi yang penting yaitu: sebagai media infrmasi. berbangsa dan bernegara. menyalurkan aspirasi rakyat. Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Kemerdekaan pers adalah kemerdekaan yang disertai kesadaran akan pentingnya penegakan supremasi hukum yang dilaksanakan oleh pengadilan. organisasi grafika pers dan organisasi media periklanan. yang disetujui oleh Pemerintah. dijelaskan bahwa Organisasi pers ialah organisasi wartawan.(Note: % adalah presentasi representasi partai tersebut di kursi DPR pada pemilu 1999/2004) Kamis. Hal ini berbeda dengan fungsi Pers. pers juga berfungsi menyebarkan informasi yang objektif. . dari tindakan pencegahan. sebagai lembaga ekonomi. Di samping itu. penyalur aspirasi rakyat. meluaskan komunikasi dan partisipasi masyarakat. organisasi perusahaan pers. maka pers berfungsi sebagai penyebar informasi yang objektif. Pelaksanaan fungsi pers tersebut sangat penting dalani kehidupan bermasyarakat. pendidikan. pers dan masyarakat. 07 Januari 2010 Fungsi PERS & Peranan PERS Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982. serta melakukan kontrol sosial yang konstruktif. Fungsi pers sebagai lembaga ekonomi mempunyai makna bahwa dalam menjalankan fungsinya pers harus menerapkan prinsip-prinsip ekonomi agar kualitas pers dan kesejahteraan para karyawan media penerbitan pers semakin meningkat dan tidak meninggalkan kewajiban sosialnya. Dalam hal ini perlu dikembangkan interaksi positif antara Pemerintah. hiburan dan kontrol sosial. Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982 dijelaskan bahwa dalam rangka meningkatkan. peranannya dalam pembangunan. pelarangan dan atau penekanan agar hak masyarakat untuk memperoleh informasi terjamin.

membantu meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa. memperkokoh kesatuan dan persatuan nasional. memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional. Pers Nasional memiliki lima tugas dan kewajiban yang harus dipenuhi. menggelorakan semangat pengabdian perjuangan bangsa. c. d. yaitu: a. mempertebal rasa tanggung jawab dan disiplin nasional. dan intemasioal. mendorong terwujudnya supremasi hukum. Dimana kegiatan pers ini dapat menggelorakan semangat pengabdian perjuangan bangsa. serta menggairahkan partisipasi rakyat dalam pembangunan.Dengan demikian dapat kita lihat peranan pers sangat penting dalam memperjuangkan terwujudnya tatanan baru di bidang informasi dan komunikasi atas dasar kepentingan nasional dan percaya pada kekuatan diri sendiri dalam menjalin kerjasama regional. antar regional dan international khususnya di bidang pers. Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui. Menurut pasal 6 Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. nilai-nilai dasar demokrasi. membantu meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa serta menggairahkan partisipasi rakyat dalam pembangunan. Pers Nasional melaksanakan peranan sebagai berikut a. Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982. Menegakkan. antar golongan. b. . dan hak asasi manusia serta menghormati kebhinekaan. b. melestarikan dan memasyarakatkan Pancasila sebagaimana termaktub di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dengan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. memperjuangkan pelaksanaan amanat penderitaan rakyat berlandaskan Demokrasi Pancasila. khususnya di bidang pers. memperjuangkan terwujudnya tata international baru di bidang informasi dan komunikasi atas dasar kepentingan nasional dan percaya pada kekuatan diri sendiri dalam menjalin kerjasama regional. memperjuangkan kebenaran dan keadilan atas dasar kebebasan pers yang bertanggung jawab. serta e.

e. akurat dan benar. Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi. serta perdamaian. d. akurat dan benar. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Melakukan pengawasan. Sehubungan dengan hal itu pemerintah juga harus memberikan perlindungan hukum. dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum. Kebebasan Pers Sebagai Prasyarat Penyiaran Instrumen Kontrol Dalam Negara Demokrasi Dalam wawancara dengan The World Association of Newspapers berkaitan dengan hari Kebebasan Pers se-Dunia. perundang-undangan yang berlaku". Hal ini akan mendorong ditegakkannya keadilan dan kebenaran. koreksi. serta diwujudkannya supremasi hukum untuk menuju masyarakat yang tertib. kritik. Dalam hal ini yang dimaksud dengan perlindungan hukum itu "adalah jaminan perlindungan pemerintah dan/atau masyarakat kepada wartawan atau pekerja pers dalam melaksanakan fungsi. hak. yang tepat. sekjen PBB Kofi Annan menyatakan bahwa media massa dunia kini berperan utama dalam memajukan kebebasan dan pertukaran informasi dan gagasan dalam skala global.c. pembangunan. Oleh karena itu peranan pers nasional. Kebebasan itu merupakan prasyarat utama bagi demokratisasi. Masalah Kebebasan Pers Di Indonesia 1. sangat penting dalam memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui dan mengembangkan pendapat umum dengan menyampaikan informasi yang tepat. Bahkan kebebasan informasi merupakan investasi melawan – dan mencegah lahirnya kembali-tirani. kewajiban dan peranannya sesuai dengan ketentuan peraturan. .

kebodohan dan kepandiran kita sebagai bangsa bisa diselesaikan dengan angka-angka. Baik sebagai peserta aktif maupun pasif. namun juga memilih kontestan. Akan tetapi kalau kita berhenti pada hitungan-hitungan kuantitatif. yakni oligarki. maka kita akan menghentikan persoalan substansial dari demokrasi kita. Kita menganggap persoalan kebangsaan. karenanya. Persoalan substansial seperti kemiskinan dan keterbelakangan. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Harian Fajar. atau malah kita akan menghentikan proses transisi ini sebagai titik episetrum untuk kembali melakukan rekonsolidasi ke kutub otoritarianisme. Sebelumnya Robert Dahl mengingatkan. bahwa kita akan segera secara perlahan-lahan menuju fase lanjutan siklus. karenanya amat mahal. tidak bisa diselesaikan lewat hitungan 50 persen + 1. tidak harus menjadi kontestan. bahwa demokrasi kita saat ini amat sangat kuantitatif. dalam arti keterlibatan itu. SUARA BATAL. sebagai limit agar menegaskan posisi kita untuk melakukan perubahan. Pemilu tampaknya menyisakan berjuta harapan bagi konstruksi demokrasi di masa yang akan datang. 07 April 2009 Persoalan substansial dari demokrasi kita adalah pendidikan politik dan kemauan untuk meng-enganged diri dalam arena publik. Apakah kita akan mengikuti "bisikan" demokrasi di masa mendatang. Yang . Partai tidak berpikir untuk bekerja untuk membangun kaderdisasi dan pendidikan politik. Demokrasi kuantitatif memang tidak sepenuhnya salah. 17 April 2009 GOLPUT. DPT DAN MALAPETAKA DEMOKRASI Oleh Fajlurrahman Jurdi Direktur EKsekutif Pusat Kajian Politik. Tampaknya pertanyaan apapun di masa kini.umat. Demokrasi kita terlalu materialistis. problem epistemik kita sebagai bangsa amat berbahaya apabila itu yang kita jadikan ukuran untuk melakukan proses pembangunan. keterbelakangan. Pemilu 2009 ini bagi sebagian besar pengamat menganggap sebagai puncak terakhir untuk menguji "kelayakan" proses transisi demokrasi untuk dievaluasi secara menyeluruh. kemelaratan. 50 persen + 1 adalah cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan problem kebangsaan itu. pada angka-angka seperti 50 persen 1. Atau kita mengikuti siklus Polybios. seperti kemiskinan. hanya akan bisa dijawab setelah Pemilu 9 April mendatang. sehingga tidak ada satupun partai di Indonesia yang bisa disebut sebagai partai ideologis. Batasan-batasan kuantitatif memang perlu untuk menegaskan diri sebagai bangsa yang teratur. atau Dahl mengatakan demokrasi prosedural (procedural democracy).

juga seolah-olah semuanya tak ada masalah. Wajo 32 persen. sedangkan angka golput tertinggi tercatat di Pilwalkot Pontianak yang mencapai 61 persen. sekalipun itu Fatwa yang agak "menyebalkan" dan bukan fatwa teologis. bahwa demokrasi kita. Golput telah menjadi hantu yang amat menakutkan bagi partai politik dan para caleg.2 persen. namun apabila jumlah pemilih tidak mencapai 50 persen. seolah-olah dalam ceramah tak ada masalah. sehingga agak mudah bagi mereka untuk membedakan.07 persen. Sumatera Utara 41 persen. Keputusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan suara terbanyak. Ada dua problem besar bagi masyarakat yang tidak berpendidikan apabila melihat surat suara. Kaltim 42. Jika pemilu tahun 2004 pemilih hanya memilih partai. Jika kita melihat ukuran kertas suara yang akan dicoblos di bilik suara pada tanggal 9 April nanti. Jawa Barat 34. Dengan harapan dan dada membusung mengaku telah bekerja keras demi suksesnya ritual suksesi politik dan hajatan demokrasi. Juga menjadi alasan. Letak dasar persoalannya bukan pada surat suara.Golput di Pilgub Jateng 45. Ukuran kertas yang selebar 84 x 63 sentimeter.67 persen. sampai Pilgub: . ada urutan nama caleg. Semua perangkat telah disiapkan dan prasyarat hajatan demokrasi telah ada. Bogor 45 persen. Kita lihat angka Golput di beberapa Pilkada.33 persen.05 persen. Komisi ini belakangan bekerja amburadul dibanding pada tahun 2004. ada beberapa persoalan teknis yang sengaja atau tidak sengaja dilakukan oleh negara/kekuasaan dalam upaya untuk menciptakan demokrasi. selain . Kalsel 40 persen. Itulah lembaga Pemilihan Umum kita yang bernama KPU. Sampai Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa haram Golput. sama menakutkannya negara Orde Baru bagi civil Society di masa Soeharto berkuasa. Sebuah angka yang amat menakutkan bagi proses konsolidasi demokrasi. Pertama. Bandung 30. 22 persen. baik Pilbup. Suara Batal. juga sekaligus betapa demokrasi kita di ambang petaka. maka Golput akan mencapai angka dramatis. maka akan menjadi alasan bagi kelompok oposisi untuk mengatakan bahwa kinerja partai politik untuk meyakinkan rakyat telah gagal. Tampaknya angka ini adalah merupakan angka yang luar biasa. akan berkisar 35-45 persen. maka Pemilu 2009. yakni (1) Jumlah partai yang banyak dengan warna partai yang sama untuk beberapa gambar. Kedua. tinggal menunggu detik-detik suksesi itu dimulai. Seolah-olah dalam pidato telah bekerja maksimal. dan jumlah partai yang banyak akan menyulitkan bagi pemilih. Dari beberapa hasil Pilkada berikut data Golput di masing-masing Pilkada. di Pekalongan dan Solo masing-masing 50 persen. dan (2) Di dalam kotak partai itu.2 persen. sekalipun memang tidak akan mendelegitimasi mereka secara hukum. Golput atau golongan putih ini akan menjadi momok bagi eksistensi mereka. DKI Jakarta 36. namun lebih pada fatwa politik. Kepri 46 persen.69 persen. Sumbar 37 persen. Sukoharjo 42.28 persen. Pilbup Cirebon 38. tetapi kesiapan voters (pemilih) untuk melakukan pencontrengan. Jambi 34 persen. sebagai tahap ujian untuk menentukkan sikap dalam intaian ancaman. Pilgub Sulsel 33 persen. Ada beberapa masalah yang akan segera muncul dan akan menjadi ancaman serius bagi proses transisi demokrasi kita. Golput. Dalam kaitannya dengan pemilu dan harapan yang terlalu besar akan demokrasi. telah menyimpan sejumlah persoalan bagi demokrasi kita. Pilbup Pati 50 persen. Wonogiri 39. Kalbar 37. sungguh ngeri bagi kualitas demokrasi.bertebaran dalam arena demokrasi kita adalah partai massa. yaitu partai yang seluruhnya bekerja membangun kekuatan untuk merebut kekuasaan.19 persen.3 persen. Pilwalkot. Banten 39. Jatim 39.

di mana hitungan kuantitatif itu bisa dilakukan. Pengalaman beberapa fungsionaris PuKAP-Indonesia yang terlibat dalam proses pendidikan politik arus bawah di beberapa daerah di Sulsel. Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menjadi wacana hangat belakangan ini. Apalagi hitungan kuantitatif tidak mencapai limit yang tercantum dalam prosedur demokrasi. tidak bisa dilanjutkan dengan menempatkan rakyat sebagai yang berdaulat. Mereka telah berkhianat kepada rakyat dalam rantai sejarah yang amat panjang. Sungguh ini akan menjadi malapetaka bagi demokrasi. tangan mereka gemetar ketika memegang pulpen. dan yang sangat menyulitkan nanti adalah mencari nama para caleg yang akan dipilih. Karena itu. Lalu. akan sangat banyak yang tidak bisa terlibat dalam pemilu. Kecuali partai bekerja dan memulai untuk selanjutnya menjalankan tugas-tugas wajibnya. karena apabila dikalikan tidak sampai limitasi demokrasi. menegosiasikan masa depan demokrasi pasca Pemilu 2009.088 DPT bermasalah. Diperkirakan mereka yang tidak bisa memilih pada pemilu ini akibat birokrasi negara yang bernama UU Pemilu. Di Jatim ada sekitar 43.52 0 komentar Selasa. Bagi masyarakat awam. Begitu juga mungkin di tempat-tempat lain. maka problem demokrasi kita akan tambah rumit. juga sekaligus tidak adanya taktik untuk memberi ruang bagi yang tidak terdaftar sebagai pemilih untuk memilih pada tanggal 9 April. Jadi. Jadi yang sah untuk merepresentasikan suara rakyat hanya 70 persen. Kita berharap ada perubahan mendadak dalam hitungan empat hari ke depan. Selama ini partai politik tidak pernah menjalankan kewajibannya sebagaimana layaknya seorang muslim yang menjalankan kewajiban menjalankan salat lima waktu. Sehingga kita tidak mengalami kemunduran yang mengerikan di atas bertabuh harapan akan kemajuan demokrasi kita. (3) Metode Contreng. Hitungan 50 persen + 1 tidak mencapai ambang batas. jika engangement masyarakat beserta tetek bengek yang lain bisa mencapai angka di atas 50 persen? Ini impossible untuk melanjutkan agenda transisi demokrasi dengan mengabaikan hak-hak rakyat yang paling asasi. 38+23+9=70 persen. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 06. Karena itu. apabila keadaan politik hanya untuk upper class. suara batal dalam Pemilu 2009 ini akan mencapai angka 2025 persen. Ketiga. meramalkan demokrasi sebagai suatu harapan di masa yang akan datang adalah tidak masuk akal dengan melihat infrastruktur politik seperti ini. agar segera menyadari kesalahannya. Jika demikian. Di Sulsel saja jumlah DPT bermasalah berjumlah 67. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia . Mungkin saatnya memang mereka harus dihukum. ketika masuk bilik. Katakanlah Golput 38 persen Suara batal 27 persen dan yang tidak bisa memilih 13 persen. 24 Maret 2009 PARTAI POLITIK PREDATOR MENUJU PEMILU 2009 Oleh: Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. memilih caleg dan cara mencontreng. Ini akan berpengaruh secara psikologis ketika mencoblos. menemukan kesulitan pemilih memilih partai. jumlah partai juga banyak.kertas suara banyak. Karenanya.639 nama.

Indonesia selama dan pasca Orde Baru tidak ada yang terlalu banyak berubah. Masih mewarisi sistem dan mekanisme politik masa lalu yang . memperjuangkan kepentingan rakyat dan berkhidmat untuk rakyat. Belum ada partai yang benarbenar memiliki keberpihakan pada komunitas tertentu yang diatasnamakan. Partai sudah menjadi sebuah perkumpulan para “gerombolan” politik yang mencari kekuasaan dengan ’rakus’ dimana mereka adalah merupakan aliansi oligarki “nakal” yang sudah tidak lagi bisa diharapkan menjadi penopang tegaknya demokrasi. yang mau tak mau. partai telah menjadi penentang demokrasi yang paling sah. namun PKS telah “melacurkan diri” dalam pragmatisme dan oportunisme politik. yang tentu berbeda dengan Labour Party di Inggris. namun tidak jelas perjuangan kerakyatannya. ada harapan yang menggebu dari banyak masyarakat Indonesia. Di saat orang terlalu banyak berharap agar PKS menjadi penegak ajaran moral bagi simbol Islam Politik. 2009 adalah merupakan awal bagi mereka melakukan revitalisasi orientasi dan keberpihakannya bagi masyarakat. ia tidak lagi sebagai sarana untuk mengagregasikan kepentingan rakyat. namun perilaku orang-orang di dalamnya telah menyebabkan fungsi-fungsi penting partai politik tidak dijalankan. yang sekalipun telah lama dalam kubangan pragmatisme. Partai. Partai PDIP yang mengaku diri sebagai partai wong cilik. Partai politik secara institusional memang tidak salah. juga bukan sarana untuk memperjuangkan hak-hak rakyat. sebagaiman tujuan utamanya. Itulah partai. adalah merupakan saran untuk menampung dan mengartikulasikan kepentingan rakyat. bahwa partai-partai politik akan mampu memberi harapan baru bagi masa depan Indonesia. Apalagi sekarang PKS sudah tidak lagi menjadi partai Islam yang berideologi. namun tidak sedikit rakyat yang kecewa dengan perilaku partai politik. ia telah merumuskan gaya baru pemikiran Islam yang inferior dalam berpolitik. Partai-partai raksasa seperti Golkar dan PDIP. partai telah menjadi perkumpulan orang-orang yang sedang menegakkan “ajaran dusta”. paling tidak. sekalipun pasca reformasi usai mereka tak punya kontribusi besar bagi pembangunan demokrasi. karena partai sudah tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. belum memiliki basis kekuatan buruh. namun partai yang hanya menjadikan ideologi sebagai tumbal. Namun harapan itu pupus ditengah kemelut yang melanda partai politik kita. sebagaimana tujuan awal partai di dirikan. partai telah menjadi alat untuk menciptakan konflik komunal bagi perkumpuan sebagian para “bandit” politik. Partai telah menyebabkan rakyat hidup dalam “pintalan-pintalan” harapan yang sulit untuk mereka pahami. partai-partai Islam seperti PKS justru menambah beban moral umat Islam. Partai buruh.Menjelang pemilu 2009. suka atauidak suka harus diakui baik secara yuridis maupun secara sosiologis dan politik. Parta-partai politik. Terlalu banyak orang yang menaruh harapan pada partai politik. namun mereka adalah merupakan bagian dari pilar demokrasi. PKS sudah mendeklarasikan diri sebagai partai Islam yang berideologi inklusif. ia telah menjadi virus demoralisasi massal dalam sebuah sindikat demokrasi.

Mentalitas inilah yang telah menyebabkan sistem politik Indonesia masuk dalam jebakan pramatisme dan oportunisme. Pesta demokrasi bukan hanya sekedar acara rutin lima tahunan dengan menghadirkan kontestan partai politik yang begitu banyak. bukan “Indonesia siapa-siapa”. Sekalipun bukan satu-satunya jalan untuk membangun demokrasi. Tetapi sekaligus partai politik telah mengajarkan mentalitas “predator”. jika partai politik masih mempertahankan identitas mereka seperti saat ini. yang bernama Indonesia. Dari “pesta demokrasi” yang satu ke pesta demokrasi yang lain. Mekanisme dimana seluruh urat nadi dan karakter sistem yang digunakan telah menciptakan polarisasi. tanpa mempertimbangkan lagi mekanisme “ontologisnya”. tetapi untuk membangun bangsa kita. . tetapi Indonesia “miliki kita”. tidak ada satupun yang mampu keluar dari mekanisme predator masa lalu tersebut. sekalipun tidak menjadi satu-satunya perkumpulan untuk menegakkan demokrasi. janji dan keyakinan politik yang diberikan kepada rakyat.dibangun di atas mentalitas para “Predator”. maka seharusnya partai-partai besar maupun kecil yang hadir dalam setiap perhelatan “akbar demokrasi” mempertahankan identitas. atau Indonesia “dia”. namun partai begitu penting adanya di dunia modern. namun lebih disebabkan pada artikulasi peran dan fungsi partai politik yang telah melenyapkan “moral demokrasi” untuk merebut kekuasaan dengan mempertaruhkan beruta-juta rakyat jelata yang selalu menjadi korban pikiran-pikiran “palsu” dalam partai politik. dan bahkan alienasi “epistemologis” dan “aksiologis”. Karena kita harus jujur mengatakan. layaknya dalam tradisi Negara yang menganut paham demokrasi liberal. dari ideologi mananapun dan atas tujuan apapun serta identitas yang bagaimanapun juga yang ia gunakan. Partai politik. yakni sebagai “alat untuk mencapai kekuasaan” bukan “alat untuk memperjuangkan kepentingan kemanusiaan”. Partai. Partai telah menjadi “berhala” yang dianggap “sakral” untuk mengatakan demokratis atau tidak demokratisnya sebuah Negara. Rakyat hidup dalam “kubangan” harapan akan janji-janji yang tak pernah ditepati dalam setiap episode rutinitas demokrasi. determinasi. bahwa partai politik adalah tetap menjadi kekuatan penopang demokrasi yang visible. Dengan demikian. apapun alasannya. tetapi merupakan sebuah pesta untuk memikirkan tentang masa depan Indonesia Kita. bukan Indonesia “mereka”. partai politik tidak didirikan untuk membangun “distingsi” antara “aku” dan “mereka”. maka lebih arif dan dewasa partai-partai politik itu di “tiadakan” demi dan atas nama “kemanusiaan/kerakyatan”. hanya harapan yang menumpuk dalam pikiran rakyat. “Peniadaan” ini bukan karena tidak suka dengan partai politik. Jika memang partai politik masih merupakan jalan terbaik untuk menegakkan demokrasi. Sesungguhnya kita punya harapan yang besar. Namun. dimana partai politik menjadi bagian yang determinan. bahwa partai politiklah yang dianggap sebagai jalan terbaik bagi tegaknya demokrasi yang sehat. hingga mereka menjadi “kepala botak” hanya memikirkan dan mengharapkan janji-janji palsu partai politik. yakni mentalitas menerabas dan jalan pintas dengan memangsa hak-hak rakyat. Sekalipun itu memang bukan harga mati.

Inilah menurut penulis. dan mentalitas baru. untuk siapa kekuasaan berguna. tetapi justru banyak diantara mereka yang mewarisi mentalitas politik “masa lalu”. konsep baru. semuanya bermuara pada satu soal: yakni bagaimana mencari bentuk kekuasaan. inilah saat yang tepat seharusnya bagi partai politik untuk mengubah diri. tidak diikuti dengan mentalitas aktor politik yang berjiwa demokratis. tumbuh dan tenggelamnya peradaban.Untuk apa kekuasaan ada. pikiran baru. masa Orde Baru. perjuangan baru. Partai-Partai yang berkuasa dan yang hidup di “pinggiran” kekuasaan saat ini adalah partai yang tidak memiliki karakter dan komitmen keberpihakan. Berbagai pencarian bentuk sistem politik. Partai besar bekerja dengan “rakus” untuk mencari keuntungan agar bisa memegang kekuasaan pada Pemilu 2009. gagasan baru. agar “citra diri” partai tidak selalu jelek dimata masyarakat. Liberalisasi politik pasca Orde Baru. Padahal. Partai pendatang baru harus bisa memberikan yang “berbeda” dari partai-partai lama yang telah masuk dalam kubangan pragmatisme tingkat tinggi. tanpa mengubah komitmen. Bukan mentalitas “predator”.Dalam konteks inilah partai politik kita tidak bisa menempatkan diri pada posisi yang wajar. Kekuasaan memang selalu meminta korban. 01-02-2007 Media Centre -. yang menyebabkan “hampir” gagalnya proses transisi demokrasi yang sedang kita hadapi. mengolah dan mengutak-atik kekuasaan untuk kepentingan partai dan individu. Pemilu 2009 bukan hanya sekedar ajang perebutan kekuasaan antar partai. yakni para “predator” yang hendak merebut. Mereka adalah anak kandung modernisasi. aktor baru. Atas nama kekuasaan. lahirnya dan matinya suatu negara. seharusnya semua pengurus Partai melakukan “tobat politik” untuk segera merevitalisasi diri. Mereka semua adalah sama. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Kamis. Mereka harus hadir dengan ide baru. Pertanyaan ini terus muncul disetiap zaman dan di setiap episode peradaban. suksesi di Indonesia diwarnai dengan ritual mistisisme elit-elit politik yang meminta kepada dunia abstrak dengan pertapaan dan bersemedi untuk mendapatkan “wahyu kemenangan” dengan ritual . kepada siapa kekuasaan berkhidmat?.Tulisan ini hendak menguji keabsahan suksesi politik sebagai sebuah agenda negara demokrasi dengan kebiasaan ritual suksesi di Indonesia yang berakhir dengan radikalisme dan anarkisme yang disebabkan oleh ambisi kekuasaan yang terlampau besar. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09.19 0 komentar SUKSESI POLITIK DAN RITUAL ANARKI Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. Di saat krisis kepercayaan atas Partai Politik saat ini. makam pahlawan dibangun diberbagai kota. sementara partai kecil mengaca diri sambil mengubah nama dan platform. narasi baru. sistem dan mekanisme “permainan” dalam Partai. selama ini. yang dengan modernisasi itu pula mereka berubah menjadi liberal. tetapi merupakan awal “peperangan” politik yang dahsyat bagi partai-partai yang ikut dalam kompetisi ini. sehingga menghalalkan segala cara dalam upaya menciptakan teror politik yang melanda negeri transisi yang pongah ini.

Lahirlah kekuatan politik yang lain yang akan mengancam posisi kekuasaan yang mapan ini. Sehingga anarki adalah merupakan ritual yang bersamaan dengan ritual suksesi itu sendiri.kekerasan militer yang menjaga kamar-kamar pencoblosan dan proses-proses kampanye politik yang mewarnainya. Provokasi elit kultural jauh lebih memiliki daya tarik kental dibanding dengan provokasi yang dimainkan oleh siapapun. bahkan melabrak kekuatan politik yang mapan demi melancarkan agenda politik yang di usungnya. Ulama adalah pusat segala-galanya. Antara ritual anarki dan ritual suksesi sebagai proses politik tidak bisa . paling tidak bisa dilanjutkan oleh pewaris ideologis setelahnya. yang menghendaki bahwa konstruksi politik yang telah dirintisnya. atau ditransfer. bahwa suksesi berlangsung dengan sukses jika dibarengi dengan anarki. Akibatnya dalam proses transisi diwarnai dengan restu politik dan keterlibatan aktor-aktor lama yang sedang berkuasa untuk menyukseskan kader ideologisnya. Hampir setiap proses suksesi politik. pemerintah atau rezim lain. Tingkat emosi sosial ditentukkan oleh dukungan politik yang diberikan oleh mereka atas orang-orang tertentu yang menjadi calon penguasa politik dalam proses suksesi tersebut. bahwa suksesi berjalan dengan baik. Bagi komunitas yang anti kemapanan. karena dalam kultur masyarakat Islam Jawa. Jadi. suatu pikiran irasional masyarakat tradisional yang masih bisa disaksikan dalam masyarakat Indonesia. di Jawa Timur. seorang ulama dianggap sebagai mesin penggerak massa yang efektif. sehingga ritual kekerasan. sementara elit yang diatas mengakomodasi tokoh-tokoh kultural untuk mendukungnya dalam menyukseskan agenda politik yang diusungnya. dari seorang individu. Seakan-akan anarki adalah merupakan salah satu syarat. Antara “kekuatan” dan “jabatan” dalam suksesi harus benar-benar diterjemahkan secara simultan. Menurut Alan Brier suksesi politik didefinisikan sebagai cara kekuatan politik disampaikan. Suksesi politik adalah menyangkut upacara demokrasi. Dalam proses suksesi. suksesi seperti ini hanyalah merupakan ritual suksesi yang tidak membawa perubahan. untuk meneguhkan dirinya sebagai salah satu indikator keberhasilan sebuah negara dalam melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses-proses politik yang berjalan. yang terjadi biasanya adalah gesekan politik yang sedikit memanas. akibatnya situasi politik dan pergeseran kekuasaan tidak menyebabkan terjadinya pergeseran kebijakan dan karakter atas sistem politik yang ada. yang tentu saja kemampuan seseorang untuk mengapresiasi gagasan yang telah dirintis sebelumnya akan berbeda. ke individu. Emosi sosial ini dapat bangkit jika terjadi gesekan kencan ditingkat elit. Misalnya. Bahkan ada ulama yang kemudian dimitoskan. karena pertarungan antara kekuatan politik yang saling merebut kekuasaan bisa menyebabkan terjadinya mobilitas massa politik meningkat. ritual anarki dan radikalisme adalah merupakan “persembahan” suksesi politik Indonesia yang telah lama menghiasi dunia politik kita. Disinilah sesungguhnya akan terbangun satu rezim politik ideologis. hingga kemudian dianggap sebagai pembawa wahyu. tanpa ada rasa bersalah dari aktor-aktor pemain politik yang ada ditingkat elit. Tanpa pembedahan yang tajam. pemerintah atau rezim. karena yang ditransfer adalah “posisi kekuasaan” dan “otoritas kekuasaan” kepada orang lain. kekerasan dan anarki adalah merupakan simbol. suksesi politik Indonesia akan selalu diwarnai dengan korba-korban akibat ritual “sesat” dan ritual “sadis” tersebut.

bejat dan penuh dusta-dusta. Dan para korban atas tumbal tersebut bertebaran dimana-mana. dalam ritual ini. yang selalu menjadi korban persembahan ritual adalah masyarakat. Akhirnya politik dan suksesi politik di Indonesia dipenuhi oleh berbagai cerita-cerita dusta. Ritual anarki kemudian diperparah dengan kehadiran UU No. pada saat yang sama juga ditandai dengan meningkatnya korban-korban ritual anarki. Soeharto mempertahankan kekuasaan yang begitu lama diatas suksesi politik dengan ritualritual anarki yang sangat sistematik. dan gilanya. 22 tahun 1999 yang diganti dengan UU No. Ritual anarki terakhir yang dipersembahkan oleh Soeharto adalah pada tanggal 27 juli 1996. Ritual anarki dalam proses suksesi politik memang sudah menjadi semacam kewajiban politik yang harus dijalani oleh masyarakat Indonesia. melahirkan satu catatan politik terpenting bagi proses suksesi politik Indonesia.dipisahkan. Karena ritual anarki terjadi berbarengan dengan suksesi politik yang terjadi disuatu wilayah. bahwa proses politik ditengah transisi demokrasi akan berjalan secara partisipatoris. sementara pemimpin-pemimpin ritual tidak terkena kecipratan atas persembahan ritual tersebut. 32 tahun 2004 tentang otonomi daerah dan pemilihan kepala daerah secara langsung. radikalisme massa. bahwa proses suksesi yang selama 32 tahun dibawah kendali rezim Soeharto dibajak secara “sadis” oleh kekuatan massa yang tak bisa dipahami sepenuhnya kemauan mereka. Tetapi ritual anarki menjadi semakin gila. korban-korban anarki bertambah kuantitasnya dan tukang-tukang janji dusta semakin menganggap bahwa dusta adalah “berkah politik” yang harus diucapkan. utamanya bagi pemain-pemain politik yang haus akan kekuasaan. Bahkan perjalanan kekuasaannya dipertahankan dengan persembahan atas “manusia-manusia kecil” ini sebagai tumbal. dan penghancuran institusi-institusi negara adalah merupakan korban-korban ritual anarki. . Pilkada telah menambah rentetan korban atas ritual anarki ini. Karena kekuasaan logikanya selalu meminta korban. tanpa ada anarki lagi. Karena kehausan akan kekuasaan menyebabkan “laku bejat” untuk menukarkan darah orang lain dengan kekuasaan yang glamour. dan diganti oleh B. Ritual anarki yang secara serentak terjadi di seantero negeri ini adalah pasca Pemilu tahun 2004 dan Pilkada Langsung sepanjang tahun 2005.J Habibie. tanpa ada yang dikorbankan. konflik horizontal. yang selalu menjadi korban adalah “manusia-manusia kecil”. banyak pengamat politik yang bermimpi. Anarki massal yang telah menerabas menghancurkan kekuasaan Orde Baru yang hegemonik dan tuntutan politik massa brutal ditahun itu. tanpa ada janji-janji dusta seperti dulu. setahun sebelum Pemilu 1997. Pilkada Langsung telah menambah intensitas suksesi politik lokal. Akhir cerita kekuasaan Soeharto ini. korban-korban ritual anarki dan ditingkat yang lain pemain politik yang tak pernah merasa berdosa dengan tingkah laku bejatnya. Perayaan ritual anarki yang paling besar dalam dunia perpolitikan Indonesia terjadi ketika proses penurunan Soeharto tahun 1998. Suksesi politik di Indonesia selalu diwarnai oleh ritual-ritual anarki. inilah ritual anarki terakhir yang termasuk dalam kategori sadis sepanjang kekuasaan Soeharto setelah tahun 1990-an. yang selalu menjadi korban persembahan adalah “manusia-manusia kecil” yang hidup dalam ketergantungan penuh atas permainan kekuasaan yang ada diatas mereka. Dan celakanya.

Pemilu. 19-03-09 Hasil kajian PuKAP-Indonesia beberapa minggu terakhir tentang konstitusi.Memasuki tahun 2007 ini. Korban dari ritual anarki ini adalah “manusia-mansuai kecil” yang dimanfaatkan oleh tangan-tangan “iblis” kekuasaan dan pemain-pemain politik yang ingin menghalalkan segala cara. Ini tercantum dalam Bab IX yang berkaitan dengan kekuasaan kehakiman pasal 24C. persoalan hukum. Juga tersebarnya Baleho dan brosur salah satu calon di seluruh daerah di Sul-Sel padahal kampanye belum dimulai. Semenjak Pemilu 2004 dan rantai Pilkada secara langsung sebagai akibat dari "hasutan" demokrasi liberal. Demokrasi dan Kapitalisme menemukan berbagai problem bangsa kita. sehingga persoalan hukum kemudian menjadi tambah rumit. yang sejatinya juga akan melahirkan ritual anarki. yakni "Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji UU terhadap UUD. agar UUD 1945 sebagai dasar bernegara tidak dilecehkan sebagaimana masa lalu. Keberadaan Mahkamah Konstitusi dalam struktur ketatanegaraan RI adalah merupakan bentuk dari tuntutan reformasi peradilan agar MA tidak berkuasa sewenang-wenang sebagaimana di masa Orde Baru. Namun di dalamnya juga mengidap penyakit legitimasi dan hierarkis yang menjadi rantai panjang persoalan konstitusi hingga sekarang. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. Semangat reformasi mewarnai aroma perubahan UUD mulai dari perubahan pertama sampai perubahan keempat. adalah indikasi akan rentan terjadinya ritual anarki yang berbahaya bagi masa depan demokrasi di Sul-Sel. berbarengan dengan tuntutan terhadap lembaga hukum untuk menyelesaikan perkara. Kekerasan politik dan ambivalensi demokrasi itu. dan memutus sengketa tentang hasil Pemilu. memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD. elit-elit adat. Indikasi kearah ritual anarki menganga lebar dalam proses suksesi pilkada Sul-Sel nanti. dan ini menjadi problem lanjutan dari putusan-putusan Mahkamah Konstitusi. Salah satunya dalam tulisan ini mengenai UUD kita. memutus pembubaran partai politik. Salah satu lembaga Negara yang diamanatkan dalam amandemen ketiga UUD 1945 adalah Mahkamah Konstitusi. dan tokoh-tokoh kunci mistik telah banyak diakomodasi oleh para pemain politik untuk dijadikan mesin mengendali massa. dan kekerasan mewarnai ritual demokrasi di Indonesia.15 0 komentar Mahkamah Konstitusi Menghukum Tanpa Batas Oleh: Fajlurrahman Jurdi Fajar Kamis. politik. Berikut ini hasil kajian itu. . persis seperti anjuran Machiavelli. Ditambah lagi munculnya produk legislatif yang banyak bertentangan dengan UUD 1945. sementara pasal 24A dan 24B adalah masingmasing tentang Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial. Sulawesi Selatan akan diperhadapkan dengan proses suksesi politik. Mudah-mudahan suksesi Pilkada di Sul-Sel terjadi tanpa ritual anarki. terutama posisi Mahkamah Konstitusi yang merupakan lembaga hukum terpenting di negeri ini. Juga sebagai bentuk dari komitmen. Dalam pasal 24C ayat (1) UUD 1945 ditegaskan. karena tokoh-tokoh primordial.

Sementara baik dalam UU No. MK: Mahkamah Politik Apabila kita merujuk konteks ini. Ini menjadi suatu penyakit dalam demokrasi kita. Tetapi oleh MK. Kasus kedua. Otoritas penafsiran konstitusi sepenuhnya ada di pundak mereka. tiga orang dari DPR. Sebab UUD memberi ruang "nalar" yang sungguh amat merdeka pada MK. sementara pada konteks lain. KY sampai sekarang tidak memiliki fungsi yang jelas pasca keputusan MK. 005/PUU-IV/2006 atas UU No. MK memutuskan agar KPUD Jawa Timur (Jatim) melakukan pemungutan suara ulang di Kabupaten Bangkalan dan Sampang. tetapi. Akibatnya. Di dalamnya berkecamuk berbagai kepentingan yang hiruk-pikuk. Ini dikaitkan dengan posisi ketua MK dan pertimbangan cost politik. Apabila terjadi penafsiran hukum yang salah oleh MK. Siapa yang akan menindaklanjuti keputusan tersebut?. Di sinilah "banci"-nya DPR hasil pemilu 1999. Padahal dalam UUD baik dalam batang tubuh maupun penjelasannya. ada pertanyaan yang hingga saat ini yang belum bisa dijawab. 5 tahun 2004 masing-masing yang mengatur ketiga institusi kehakiman tidak memberikan instrumen hukum kepada lembaga mana yang akan menjadi eksekutor bagi putusan MK. Jika UUD memberikan kewenangan kepada MK melampaui UUD. Persoalannya MK tidak mengenal kata "melanggar" hukum dalam putusannya. maka sebenarnya pada bagian-bagian tertentu MK adalah pengadilan politik. agar bisa saling mengontrol. 22 tahun 2004.D-VI/2008. dan keputusan itu amat berani. Tampaknya ini sudah diluar konteks UUD dan MK melewati kewenangan UUD. Dalam UU Pemilu maupun UU MK. keanggotaan hakim di MK adalah merupakan hasil kolaborasi kuasa politik. MK akan mudah menegosiasikan keputusan-keputusan politis. akan tetapi yang ada hanya "menghitung ulang suara". Mungkin ini merupakan bagian dari cek and balances. bahwa kata hakim dibagi. UU No. Ada dugaan bahwa putusan itu adalah putusan politik. Sementara dalam klausul pasal di atas dikatakan "Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final�". tidak ada klausul yang menyuruh untuk "memilih ulang". Tetapi yang terjadi kemudian adalah memilih ulang. Bagi MK. bukan menghitung ulang. Tiga orang dari MA. Katakata ini menutup upaya hukum selanjutnya bagi pihak yang dirugikan. tidak ada pembagian kata "Hakim Agung" atau "Hakim Konstitusi". Disamping secara tidak langsung. kata "hakim" yang tercantum dalam UU KY. No. Juga pertanyaan selanjutnya. juga sekaligus "banci"-nya UUD yang kita miliki. terutama mengenai kata "hakim". adalah putusan MK mengenai Pilkada Jawa Timur. MK dan hakim PT dan dibawahnya. tetapi juga kondisi psikologis hakim yang diproses secara politis dalam pengangkatannya merupakan masalah yang sulit untuk dibuktikan. 24 tahun 2003. menjadi hakim MA. bukan pengadilan hukum. UU No. posisi MK ada di atas UUD. Setelah selesai putusan ini. tidak termasuk Hakim Agung dan Hakim Konstitusi. Bukankah keputusan itu melanggar hukum?. sekaligus mungkin inilah yang disebut dengan "kagagapan" demokrasi itu. Inilah upaya "menghukum" tanpa batas. namun dalam kenyataanya. maka langkah hukum apa yang akan diambil?. tiga orang dari presiden hingga jumlahnya sembilan orang. maka dengan alasan hukum. MK . Melalui Putusan No 41/PHPU.Salah satu Putusan yang amat kontroversial adalah putusan MK pada tanggal 16 Agustus 2006. dan celakanya itu dibenarkan oleh UUD. lalu siapa yang akan menjadi eksekutor (yang menjalankan keputusan tersebut?). serta pertimbangan hukum. Padahal seharusnya posisi MK harus dikontrol oleh konstitusi. 22 tahun 2004 tentang Komisi Yudisial.

lembaga yang pada awalnya secara filosofis membawa semangat perubahan justru masuk dalam jurang arogansi konstitusional. MK harus menjaga independensi dalam mengambil keputusan. dan UU No 24 tahun 2003 tentang MK. misalnya mengabulkan 3-5 persen dari jumlah secara keseluruhan gugatan sengketa Pemilu. Harus segera dibentuk lembaga atau intitusi yang akan menjadi eksekutor bagi keputusan MK. MA. Karenanya. sedangkan secara politis. Dengan berdasar dan berpijak atas UUD. institusi mana yang akan menjadi eksekutor dari hasil putusan tersebut?. Untuk Sulsel. maka harus ada tawaran alternatif yang harus segera diambil. KY dan KPU. Karena itu. juga tidak ada ruang untuk memperbaiki keputusan. MK bertindak tanpa batas. Maka dipersiapkan ruang sidang teleconference di berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia agar bagi para pihak yang terlibat dalam sengketa Pilkada maupun Pemilu tidak harus ke Jakarta. Sengketa Pemilu 2009 ini. cukup datang di tempat universitasuniversitas yang telah ditunjuk oleh MK dan memiliki fasilitas teleconference. Jika MK. kalau dalam satu Daerah Pemilihan (Dapil) saja untuk Caleg DPRD di Kota Makassar jumlah Caleg berkisar antara 100 sampai 150 orang. Bayangkan. Lembaga/institusi tersebut harus segera dikonsolidasikan dengan DPR.yang mengendalikan UUD. 10 persen saja yang bermasalah. . bahwa Pemilu 2009 ini akan membuat MK bekerja ekstra keras. yaitu: 1. ruang sidang tersebut bertempat di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Satu-satunya alasan hukum adalah pasal 1 UUD 1945. Persiapan MK menjelang Pemilu 2009 Sudah diduga oleh banyak kalangan. Tidak ada upaya hukum yang bisa menjerat MK apabila keputusan mereka melanggar nalar konstitusi. Presiden. Dari jumlah secara keseluruhan itu. Jika tidak ada eksekutor. Juga hukuman-hukuman tanpa batas yang dimiliki oleh lembaga ini. Untuk provinsi dan pusat juga jumlahnya bervariasi. Tergantung dinamika yang terjadi di suatu daerah. 3. harus segera ada instrumen yang membatasi kekuasaan MK agar tidak terlalu absolut. Tidak kah keputusan itu akan menambah masalah baru bagi MK dan bagi demokrasi?. Tampaknya disinilah kegagapan instrument hukum kita. Inilah persoalan penting yang akan segera menghadang Pemilu 2009 yang berkaitan dengan MK. Antara calon anggota legislatif dengan partai 3. Pada akhirnya lembaga ini menjadi absolut dan otoriter. maka untuk apa keputusan itu dikeluarkan?. maka MK harus bekerja siang dan malam untuk menyelesaikan kasus ini. Di kabupaten lain juga berkisar antara 25 sampai 50 orang dalam satu Dapil untuk kapubaten/kota. Kasus ini tidak akan sedikit jumlahnya nanti. menghukum tanpa kendali dan memutus tanpa kontrol. akan terjadi anarki politik yang berbarengan dengan ritual demokrasi. Antar partai kontestan Pemilu. 2. dalam konteks cek and balances keberadaan MK adalah representasi dari trias politica. Dengan melihat dan menduga akan muncul problem seperti ini. akan terjadi antara pihak-pihak dibawah ini. yaitu: 1. Antar calon anggota legislatif 2. karena ada asumsi. kecuali dengan alasan menjaga otoritas konstitusi.

PKS pada awalnya adalah partai kader. terutama bagi mereka yang berkuasa dan dikuasai di negeri yang hampir "biadab" saat ini. bahwa PKS sedang ingin menata Indonesia yang ambruk tidak berdaya menghadapi sirkulasi demokrasi liberal yang penuh gagap dengan pesona gilanya. disetarakan dengan Soekarno. Di saat sebagian besar anak bangsa mengidap penyakit "gila" ini. Dalam konteks ini. "PKS: Partai Kroni Soeharto" (Tribun. 22/12).Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09.oleh PKS .14 0 komentar PKS Disamakan Soeharto Sebuah Fantasi Oleh Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. tentu semua orang sadar. karena sedang membela PKS yang memiliki "narasi besar" untuk membangun bangsa ini. tetapi partai yang ada ditengah sebagaimana kata Irwan. sebagaimana yang menghinggapi sebagian besar anak bangsa yang lain. ide yang dibangun serta gagasan yang lontarkannya. tumbuh menjadi partai besar dan diharapkan sebagai alternatif bagi Indonesia dengan komitmen ideologinya. anak muda yang menurut saya sedang mengalami penyakit amnesia sebagaimana kebanyakan anak muda yang lain. suatu penempatan yang luar biasa disaat Indonesia tidak memiliki satupun partai Ideologi. Ingatan masa lalu yang melekat dalam dirinya masih segar. PKS memiliki ciri khas. 27-12-2008 Soeharto . Aswar masih punya ingatan yang tajam akan apa yang telah diikrarkan disaat Soeharto mengalami delegitimasi dan di usir dari panggung politik secara sadis dan menggelikan. Betul-betul sebuah fantasi yang penuh godaan. persis seperti tulisan saudara irwan. Selain partai baru. Tulisan ini menohok menurut saya. namun itu adalah khayalan-khayalan yang menjijikan Membaca tulisan Aswar Hasan. yaitu partai ideologis atau kader dan partai massa. Cadre Party and Mass Party". Tulisan ini ditanggap oleh Irwan (Tribun. 18/12) membuat saya tergelitik sekaligus terkekeh. Yaitu bukan partai kader. .disamakan dengan Ahmad Dahlan. yakni partai yang "dianggap" banyak orang sebagai partai "ideologis". bahwa seorang Aswar tidak mengalami penyakit amnesia akan sejarah masa lalu. yaitu: Fantasi. Political Parties (1963). dipadukan dengan Mohammad Natsir. termasuk obyek dalam tulisannya. juga bukan partai massa. Saya tahu siapa Aswar Hasan dan kenal siapa Irwan. tentang simbol politik. Demokrasi dan Perubahan Sosial Indonesia. Tribun Timur Sabtu. Padahal ada di tengah hanya ada satu yang pasti. bahwa pandangan Aswar terhadap citacita reformasi masih belum kabur. tetapi lama kelamaan berubah haluan menjadi partai "fantasi". Ini kemudian betul dengan gaya politik PKS yang suka berfantasi ria tentang Indonesia. tentu merupakan keresahan akan fenomena penyakit Amnesia yang tidak memiliki obat untuk menyembuhkannya dengan baik. Inilah yang disinyalir oleh Duverger dalam "A Caucus and Brand. PKS sebagai partai baru yang lahir dari jerih payah reformasi. sebuah harapan bagi siapa saja yang hidup dalam ketidakjelasan transisi demokrasi yang penuh ambisi dan nafsu. Duverger hanya mengakui dua kategori partai. sehingga kita harus mengatakan. tentang Islam. Sebagai partai baru yang lahir dari rahim reformasi. Kacamata berpikir yang digunakan.

juga tidak harus dijadikan sebagai dendam. dibesarkan. masa lalu beserta kesalahannya harus dimaafkan. bukan memaafkan masa lalu. Pemilik otoritas partai mengalami kegagapan serius ke mana reformasi hendak dibawa. maka perilaku politiknya menjadi ambivalen. baik otoritas negara maupun pemilik otoritas partai. Memaafkan masa lalu adalah untuk menjadi arif agar bisa belajar dari dosa-dosa masa lalu. citacita reformasi dan problem-problem yang dihadapinya. ini terbukti dengan keinginannya menjadi partai yang terbuka. Ketakutan ini. tetapi tetap mengaku PKS sebagai partai yang berideologi Islam. juga tidak hendak ke-kanan. serta hendak berpisah dari ideologi yang dianutnya. dengan demikian. demi massa ia lari dari keyakinannya. dan berkoalisi dengan partai-partai sekular. namun tidak berdaya. sama dengan ketidakpastian Indonesia yang sedang berfantasi. ia setara dengan fasisme. menghapus diri dalam hingar-bingar politik aliran. tanpaknya adalah problem yang menimpa pemilik otoritas. maka akan terseret arus pragmatisme yang betul-betul menjijikkan. Ia juga masih percaya akan masa lalu. celana bergantung. Aswar masih memiliki keterkaitan dengan kekuasan Soeharto. Soeharto adalah benar-benar seperti cerita Hannah Arend yang mengungkap kejahatan Nazi. membuka sekat-sekat ideologi. melebihi PBB dan PPP. Inilah tingkah laku politik partai. Dan inilah yang sedang . Ini bisa dilihat dalam tulisan dan keyakinannya. Di saat yang sama ia tetap tampil sebagai kekuatan ideologis. bahkan demi massa barangkali PKS dan saudara Irwan akan keluar dari Islam. telah terpisah dari akar persoalan masa lalu. takut tidak menang di Pemilu 2009. mereka yang mengkritik dihancurkan dengan gaya Fir'aun. adalah betul-betul tindakan yang "tidak waras". Sebagai partai reformasi seharusnya PKS sadar diri. padahal di dalam PKS mereka yang taat beragama. namun itu adalah khayalan-khayalan yang menjijikan.Ia ingin seperti pelangi. Karena PKS meragukan keyakinan dan hendak menjadi partai "tengah". Di Indonesia pasca Orde Baru. tetapi menghadirkan Soeharto beserta segala kebusukan yang dibangunnya dimasa lalu. mungkin ia berguru pada teksteks klasik Fir'aun. jika tidak di rem dengan keyakinan ideologis yang kuat. bahwa masa lalu tidak boleh dilupakan. adalah melupakan masa lalu. yang dalam kajian ilmu politik disebut perilaku politik (political behavior).oleh PKS . dipadukan dengan Mohammad Natsir. harta dikumpul dengan keringat rakyat. ingin meniadakan simbol demi pemilu 2009. saudara Irwan menafikkan ideologi. tidak ke-kiri. Namun menempatkan Soeharto sebagai guru bangsa dan pahlawan nasional. Aswar adalah seorang intelektual yang masih konsisten dengan moralitas Islam. berubah dalam ketidakpastian. namun di sisi lain. Soeharto . Demi massa. menurut hemat saya sebagai orang awam. Di satu sisi secara faktual ia adalah partai kanan konservatif. ia telah hidup di dalamnya. disetarakan dengan Soekarno.disamakan dengan Ahmad Dahlan. sama dengan tidak berdayanya Fajroel Rahman yang dipenjarakan oleh rezim yang hampir tidak waras itu. Tingkah laku PKS belakangan ini. tetapi bukan berarti "memberhalakan" masa lalu yang dipercayainya. Betul-betul sebuah fantasi yang penuh godaan. dididik dengan kepongahan. sebab pada masa itu. Utang negara menumpuk. oligarki dibangun dengan megah sambil menindih rakyat. kopiah menempel di kepala ke mana-mana sebagai simbol politik. PKS sudah mulai tidak percaya dengan keyakinannya.

PDIP dan PPP sebagai partai lama. Berbeda dengan saudara Irwan yang masih muda belia seperti muda dan belianya PKS. sang tokoh koruptor ini juga akan dinobatkan sebagai guru bangsa dan pahlawan nasional. Selama 32 tahun. (Tribun) Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. secara telanjang anak bangsa yang hidup di dalamnya mengalami resistensi kekuasaan yang sangat rentan. PKS sebagai partai yang baru lahir "kemarin sore". bahkan berani memposisikan partai sama dengan "Islam". Indonesia diperintah oleh rezim politik yang tidak normal cara berpikirnya.06 0 komentar Minggu. betul-betul gila dan tidak waras lagi kita sekarang. Saya menganggap. sekalipun selama sekian puluh tahun itu demokrasi masih menjadi alat penindasan bagi pemerintah. Sikap politik yang mudah berubah seperti bunglon. Jika anak muda kita mengidap penyakit "gila" ini. adalah satu catatan tersendiri bagi suatu proses politik. resistentif dan kolaboratif dengan rezim pasar seperti Orde Baru. Selama rezim itu berkuasa. STUDI ATAS KEGAGALAN PERUBAHAN SOSIAL DI INDONESIA Fajlurrahman Jurdi Salah satu tim Deklarator dan Inisiator Central Study Resistance (CSR)-Jakarta Tahun 1998 adalah merupakan tahun yang sulit untuk dilupakan bagi mereka yang hidup di akhir Abad XX di Indonesia. Ada pembelaan terhadap partai yang begitu kuat. Kekuasaan rezim yang terlampau otokratik. Karena hari ini seorang tokoh koruptor dipenjara dan tahun depan keluar dari jeruji itu. maka tunggulah kehancuran Indonesia. melewati renta-nya Golkar. Kalau ini yang terjadi. bahwa Aswar Hasan dengan segenap kelemahan dan kelebihannya. sedang mengalami penyakit amnesia yang berbahaya. Keruntuhan kekuasaan rezim yang sangat langgeng berkuasa selama 32 tahun dan memiliki ideologi represif. perlu ada pemisahan dan tidak mencampuradukkan partai sebagai kendaraan politik dan Islam sebagai suatu keyakinan.menubruk PKS sekarang. otoriter dan mempunyai kehendak represif atas demokrasi. ternyata telah mampu menjalankan pilihan-pilihan politik yang sangat dilematis. maka oleh orang-orang yang mengidap penyakit amnesia. secara tiba-tiba dan mengejutkan lupa akan dosa-dosa Soeharto. adalah sikap orang-orang "munafik" sebagaimana yang disinyalir dalam Al Quran. bahkan negara-negara di dunia. 18 November 2007 PREDATOR REFORMASI. bahwa Orde Baru adalah merupakan nama yang harus tetap melekat dalam . Lupa akan segala jerih payah mereka yang telah meruntuhkan Soeharto dengan sisa tenaga yang dimilikinya. Karena itu. adalah sikap naïf orang-orang tidak sehat cara berpikirnya. hendak mengatakan kegelisahannya melihat tingkah laku politik PKS yang mulai mengalami tua renta. kekangan rezim yang terlalu tiran dan kekerasan politik yang menjadi ritual yang tak bisa dihindari.

bahkan mereka menjadi bagian dari kelompok yang menghancurkan “ayah kandung” yang membesarkan mereka yang bernama modernisasi tersebut. ekonomi. pengkhianatan dan pembusukan politik adalah pilihan-pilihan politik yang dianggap segar oleh elit kekuasaan. Orde Baru terlalu percaya diri dalam membawa bangsa ini menjadi baik sebagaimana yang di improvivasi. bukan jaminan bagi langgengnya kepatuhan. Soeharto telah mampu mentransendensikan diri sebagai “Nabi” politik yang selalu di takuti. Soeharto sebagai simbol Orde Baru beserta pendukung setia dibelakangnya mengalami delegitimasi yang begitu serius di tahun 1998. menindas kekuatan-kekuatan oposisi di Indonesia. selalu meminta korban. Orde Baru adalah menjadi simbol kekerasan. moral dan kekuasaan yang berlebihan. Orde Baru adalah simbol pelapukan moral bangsa ini. Sebagai aktor tunggal. Pada konteks inilah. Kemarahan anak muda Indonesia yang di desain oleh modernisasi selama kekuasaan Soeharto. karena di dalam Orde Baru. Pidato-pidato kekuasaan menandakan pidato yang bernuansa kekerasan. akan tetapi dari bangunan modernisasi yang di gerakkan dibawah komando kekuasaan itu. politik. represi dan penindasan yang di agungkan secara terus-menerus ternyata bukanlah jalan keluar untuk menyelamatkan Soeharto dengan dinasti yang dibangunnya. Generasi muda yang dibesarkan dalam budaya pop Jakarta. menjadi marah terhadap negara yang mendidik dan mengajarkan serta memfasilitasi budaya pop bagi mereka. sehingga di dalam tubuh Orde Baru melekat pintalan-pintalan penyakit sosial. bukan jaminan untuk menciptakan dukungan tanpa reserve kepada kekuasaan. “mulut” Soeharto sebagai pelakon tunggal kekuasaan Orde Baru adalah “mulut singa” yang lapar. menekan sikap korektif. karena Orde Baru adalah sekaligus sebagai pembawa bencana dan pelaku kekerasan dalam dunia politik. benihbenih perlawanan itu tercipta secara genuine. bahkan pontang-panting menghadapi kemarahan generasi yang mereka didik di bawah ideologi kepatuhan tersebut. Tekanan. tentu saja Soeharto telah berubah menjadi ideologi yang menakutkan. tidak mampu menyelamatkan negara Birokratik tersebut dari kemarahan yang berpintal-pintal tadi. Orde Baru adalah simbol keserakahan. penindasan dan pemiskinan.pikiran anak bangsa yang hidup di akhir abad XX tersebut. yang membunuh kreatifitas. Di dalam tubuh Orde Baru. Orde Baru adalah simbol “pelacuran” kekuasaan yang harus selalu di ingat dalam pikiran anak bangsa ini. Mereka yang di besarkan dalam ruang modernisasi dan sekaligus menjadi anak kandung rezim industrialisasi Orde Baru. tertanam di kepala aparatus negara yang juga otaknya di ciptakan secara represif. “firman-firman” politiknya cenderung menggerakan aparatus untuk patuh pada kehendak-kehendak personalnya. dengan dukungan ideologi pancasila dan di apresiasi secara patuh oleh Aparatus represif sebagaimana yang di katakan oleh Althuser. . bertemu penyakit moral dan etik yang “merogoh” kemanusiaan. juga bersamaan dengan tertanamnya perasaan eksesif dari gerakan sosial yang ingin merubah kepatuhan itu menjadi modal perlawanan. Soeharto telah menjadi “nabi” kalau tidak bisa disebut sebagai “tuhan” bagi masyarakat. Akan tetapi kepatuhan yang berpintal-pintal itu.

protes. masa ini disebut sebagai masa transisi dari rejim otoritarianisme ke sebuah pembentukan rejim yang lebih demokratis. dinamika kehidupan politik rakyat jauh lebih tinggi ketimbang dalam masa kekuasaan rejim otoriter. Nyawa manusia harus melayang tanpa beban. Dan tumbal-tumbal itu telah menjadi korban bagi kelanggengan dan mempertahankan rezim otoriter yang ganas tersebut. Desakan-desakan oposisional yang menjelma menjadi kemarahan itu telah menimbulkan perlawanan yang tak terbendung. ideologi yang ditafsirkan secara tunggal. Kemarahan. sebuah kekuasaan yang di besarkan dengan retorika politik yang penuh nafsu kekerasan. akumulasi kekecewaan. Jika sepanjang episode tahun 1970-an. Sebuah masa yang menurut Guillermo O’Donnell (1986) dipenuhi oleh ketidakpastian. Hal ini disebabkan. Dekade 70an hingga akhir 90-an adalah merupakan dekade dimana personalitas kekuasaan . korupsi yang dijalankan secara kolaboratif antara pemiliki modal dan keluarga Soeharto.Orde Baru yang congkak. Rezim yang menyesakkan dada. Dalam khasanah ilmu politik sendiri. Semenjak Soeharto lengser dari kekuasaannya. pada saat yang sama perubahan yang berjalan secara timpang sepanjang 32 tahun harus berakhir. terkait dengan dua point sebelumnya. telah secara kasar mengusir otonomi Negara dibawah ketiak Soeharto tersebut. mimpi yang tidak tercapai dari generasi muda Indonesia yang sempat mengamuk tahun 1998. kebebasan harus di intimidasi adalah pengorbanan yang sangat mahal bagi masyarakat Indonesia hanya untuk menyelamatkan kekuasaan. yang telah sekian lama mengandalkan kepatuhan dan ketundukan. demokrasi yang ditelikung oleh apparatus represif. Mereka yang berlomba-lomba menghancurkan Soeharto. adalah representasi begitu jahatnya rezim Orde Baru. demonstrasi dan sebagainya. bahkan untuk menyelamatkan kejahatan-kejahatan tersebut harus menjalankan ritual pengorbanan. Kemiskinan yang di tutup-tutupi dengan penindasan. adanya tarik menarik yang sangat kuat antara kekuatan-kekuatan pendukung status quo dengan kekuatan-kekuatan pendukung perubahan. hingga awal dan pertengahan 90-an adalah tahun-tahun bencana bagi gerakan sosial. karena peluang untuk kembali mundur ke kutub otoritarianisme sama besarnya dengan peluang maju ke kutub demokrasi (Mada Sukmajati: 2004). Reformasi hanyalah cerita yang tak bermakna. Lengsernya Soeharto dari kekuasaan pada tahun 1998 adalah merupakan bentuk kejengkelan. hukum yang menjadi hamba penguasa. yang tidak pernah terjadi selama Soeharto berkuasa. rakyat Indonesia di semua lapisan saat ini masih mengalami gejala yang dikenal dengan istilah “euphoria” politik. dan hampir menjadi “tuhan” tersebut dihancurkan oleh generasi yang mereka besarkan sendiri. 80-an. kutukan. Ketiga. Indonesia telah memasuki apa yang dikenal dengan sebutan “Masa Reformasi”. mau tak mau harus di sebut sebagai pelaku yang melawan kekuasaan otokratisme negara tersebut. pertama. menekan kebebasan dan membiarkan masyarakat menghirup “udara busuk yang diproduksi oleh rezim” tersebut. Dalam masa transisi ini juga. maka di penghujung tahun 90-an adalah merupakan tahun kemenangan bagi mereka atas negara. Kedua. satu dekade yang lalu. tidak adanya political will dan keseriusan terhadap pelaksanaan agenda-agenda reformasi (Mada Sukmajati: 2004). dan kemarahan masyarakat yang sudah tidak ingin lagi hidup dalam kepenatan rezim yang menyesakkan nafas tersebut.

Reformasi bukan hanya sekedar menghancurkan mitologi kekuasaan Soeharto yang birokratis dan represif itu. Perubahan sosial yang tersumbat akibat kepemimpinan tersebut dibuka selebar mungkin dan perjalanannya dipercepat. karena pada masa ini kebebasan di belenggu oleh kehendak politik yang personal. Kehancuran Soeharto bisa dimengerti adalah merupakan bentuk protes mereka terhadap negara yang begitu jahat atas kebebasan masyarakat.Soeharto masih di anggap mitos yang sulit untuk di tembus daya keramatnya. Soeharto bersama aparatur represifnya telah melakukan proses pembusukan atas karakter kemanusiaan. maka kutukan tak terhindarkan. sehingga bagi mereka yang mencoba menembus mitologi kekuasaan yang keramat tersebut. sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Reformasi tahun 1998 sebagaimana yang penulis katakan di atas adalah merupakan satu bentuk semi-revolusi yang begitu dahsyat. budaya demokrasi yang rasional dan egaliter. muncul sporadisme dan kekerasan yang sangat serius untuk melakukan delegitimasi atas kehendak negara Orde Baru. Beberapa Indonesianis merasa kaget dengan situasi Indonesia yang penuh dengan emosi. Akan tetapi semua itu mengalami delegitimasi secara serius di penghujung abad XX. Reformasi. Gerakan reformasi atau semi-revolusi tersebut adalah sebuah gerakan yang muncul dalam suatu konteks yang tidak di kehendaki oleh kekuasaan. represif dan pada saat-saat tertentu sewenang-wenang. Kekerasan atas kemanusiaan menjadi kenyataan politik yang hidup bersama dengan anak bangsa tersebut. serta pertanggungjawaban Orde Baru masih sebatas agenda. perubahan sosial yang kebetulan di beri nama reformasi itu kemudian mengalami disorientasi. serta kelompok oportunis di belakangnya tidak lagi mendukungnya. dilema dan pilihan-pilihan yang amat sulit untuk di dijalankan. akan tetapi juga adalah untuk mendorong perubahan sosial politik yang hampir tidak pernah berjalan selama tiga dekade kepemimpinan Soeharto. Pada akhirnya kekuasaan yang tua renta itu. di saat-saat Soeharto mengalami puncak kemapanan kekuasaannya yang bersamaan dengan usianya yang tua renta. bahkan telah menambah beban sosial politik yang makin berat. melacuri demokrasi dan mengkhianati pancasila yang di tafsirkan secara sewenangwenang oleh mereka. yaitu: . akan tetapi kemarahan itu adalah bentuk kutukan mereka terhadap negara yang terlalu birokratis. telah mendorong Indonesia pada sebuah fase politik yang disebut oleh berbagai pengamat dengan transisi demokrasi. otonomi daerah. Sebuah fase yang menurut penulis penuh dengan intrik. Sekalipun di awali dengan krisis kurs rupiah terhadap dolar. membongkar secara telanjang kekecewaan rakyat atas Orde Baru. supremasi hukum. dan belum menampakkan hasil sedikitpun. Tetapi secara tiba-tiba. di gugat keabsahannya. juga tidak diduga oleh hampir saja semua kepala anak bangsa yang hidup di bawah komando Soeharto. Pada titik yang paling nadir. mencabut dwifungsi TNI/Polri. Menurut Eep Saifullah Fattah (2000: xxix-xxxiii) ada beberapa substansi perubahan mendasar bisa diidentifikasi dalam proses reformasi. dengan segala resiko yang telah bersama-sama dengannya. Enam visi reformasi yang terdiri dari amandemen UUD 1945.

menjaga dan meningkatkan martabat manusia. namun juga benar bahwa pembangunan telah mendatangkan banyak kemajuan fisik di tengah masyarakat. hampir tidak ada orang yang bersedia di identikkan dengan Orde Baru. Ketiga. Kelima. sejarah mengalami penafsiran ulang. Saat ini proses desakralisasi itu sedang berlangsung. Orde Baru menjadi sesuatu yang tidak laku. rakyat seolah-olah boleh menentukkan sendiri hak-hak politik yang harus dinimatinya. Ini merupakan salah satu gejala dalam kerangkan terjadi redefinisi (pendefinisian ulang) hak-hak politik rakyat. Padahal. Daftar hak politik rakyat pun bertambah panjang secara dramatis. Pengakuan seimbang seperti inilah yang seyogyanya dikembangkan dalam masyarakat. Jika di masa sebelumnya sangat sedikit hak politik yang bisa dinikmati rakyat. Di satu sisi desakralisasi adalah positif. Saat ini banyak orang berbicara mengenai pembangunan sebagai sebuah kekeliruan. Pendeknya degradasi kredibilitas Orde Baru terjadi secara tegas di tengah proses reformasi. Bersamaan dengan berjalannya proses reformasi. sebaik apapun yang dilakukan oleh lembaga-lembaga itu. pembangunan mengalami proses demitologisasi. Peranan-peranan yang dimainkan . Kedua. Ini merupakan salah satu gejala umum dimana-mana. Saat ini. Demitologisasi pembangunan di satu sisi merupakan hal positif. kekuasaa cenderung disakralkan sehingga kritik atau penentangan atas kekuasaan tidak dimungkinkan. Kebebasan menjadi suasana umum dimana-mana. Sebegitu hebatnya reinterpretasi ini berlangsung sehingga mantan Presiden Soeharto yang pada awalnya dipahami dalam sejarah sebagai penyelamat negara darikudeta komunis tahun 1965-1967. pembangunan ala Orde Baru terbukti gagal menjalankan humanisasi. Desakralisasi menunjang tumbuhnya kekuasaan yang sehat dan bertanggung jawab. sekalipun mesti diakui bahwa secara umum. sejarah mengalami reinterpretasi. di tengah reformasi. kekuasaan mengalami proses desakralisasi. Orde Baru mengalami degradasi kredibilitas. Salah satu hakikat reformasi yang penting adalah terciptanya desakralisasi (pengakhiran kesakralan) kekuasaan beserta perangkat-perangkatnya. Namun di sisi lain. hak dan kewajiban rakyat mengalami redefinisi. Proses reformasi juga ditandai dengan turunya secara drastis kredibiltas Orde Baru.Pertama. menafikkan sepenuhnya hasil konkret pembangunan. saat ini pembangunan banyak di kritik sebagai salah satu sumber dari banyak malapetaka sosial-politik-ekonomi yang dihadapi rakyat. Bahkan setiap kali ada aturan – sedikit apapu aspek pengendalian dalam aturan itu – banyak orang sertamerta berteriak bahwa hak-hak rakyat akan dipasung kembali. Namun jika proses desakralisasi ini berlangsugn tanpa batas. Reformasi juga telah mengubah persepsi banyak orang tentang “pembangunan”. Keempat. Adalah tidak sehat terlalu mengagung-agungkan pembangunan dengan pendekatan kacamata kuda (hanya melihat aspek keberhasilannya dengan menutup mata pada aspek-aspek kegagalannya). Segera setelah pergantian presiden. banyak kalangan seperti menjadi kuda liar yang baru dilepaskan dari istal. sebelumnya. Jika sebelumnya pembangunan di mitoskan sebagai sesuatu niscaya yang mendatangkan kebaikankebaikan bagi masyarakat. Orde Baru diagungkan secara heroik. belakangan ini justru di gugat peranannya dalam G-30-S/PKI. yang mungkin muncul justru sebuah bahaya: lembaga-lembaga pemerintahan yang berfungsi mengelola kehidupan bermasyarakat dan bernegara di tolak secara permanen. Di masa Orde Baru.

Kehancuran transisi akan terjadi jika elemen-elemen sipil yang memiliki akar pikiran yang demokratis tidak secara serius mengelola transisi ini menjadi lebih demokratis. informasi mengalami pluralisasi. Apalagi terjadi pertarungan kepentingan yang tanpa akhir. selepas Pemilu dan SU MPR 1999. Reformasi dengan segala variannya. pemerintah telah mengeluarkan sangat banyak surat izin usaha penerbitan pers baru. dikaji dan di prediksi masa depannya. yaitu: Pertama. interpretasi atas sejarah telah dibuat sesuai dengan selera kekuasaannya. Untungnya. sehingga reformasi yang dikerjakan dengan pengorbanan yang sangat besar satu dekade silam hanyalah menjadi cerita untuk menambah emosi semata. akan menambah legitimasi bagi kekuatan anti demokrasi untuk mengambil alih kekuasaan. demokrasi akan gagal diterjemahkan dalam konteks sosial yang nyata. Ada anggapan yang saat ini berlaku umum bahwa pemerintah yang terbaik adalah pemerintahan yang bisa dibuat selemahlemahnya. Negara yang mengalami transisi seperti Indonesia hanya memiliki dua pilihan yang sangat dilematis. Reformasi pun ditandai oleh berkembangnya kebebasan pers serta peningkatan lalu lintas informasi. Setidaknya anggapan-anggapan semacam ini berkembang begitu tegas selama masa pemerintahan Habibie.oleh Soeharto dalam perjalanan sejarah bangsa pun – misalnya dalam peristiwa serangan umum 1 Maret di Yogyakarta – mengalami gugatan dan reinterpretasi serupa. Informasipun mengalami peragaman (pluralisasi). Ketika Soeharto menjadi “pemenang” selama masa Orde Baru. Kedua. terjadi penelikungan transisi demokrasi untuk di tutup rapat prosesnya dan di geser kembali ke otoritarianisme. Sebagai bagian dari proses politik. Keenam. Pada konteks ini. anggapan serupa itu mulai melemah sejalan dengan menguatnya legitimasi pemerintahan baru. pemerintah melemah dan seolah-olah dilemahkan. bahkan berkembang anggapan bahwa segala sesuatu yang datang dari pemerintah pasti salah adanya. Reformasi masih harus di dorong hingga tuntutan-tuntutan reformasi dijalankan secara konsisten. sebuah proses yang memiliki akar genealogi yang kuat dengan tradisi yang tak mungkin di hindari begitu saja dalam arus modernisme kultural. Dalam kaitan ini. Peranan Sukarno dalam banyak hal. Reformasi juga ditandai oleh melemah dan dilemahkannya pemerintah. terkonsolidasinya demokrasi dengan merapatnya kelompok-kelompok yang berpikiran reformis. tentu tak mungkin di pisahkan dari proses transisi. misalnya tidak terlampau di tonjolkan. Pendekatan sejarah yang tidak normatif memang sebuah dictum: sejarah ditulis oleh mereka yang menang. mulai dari perubahan mentalitas aktor politik hingga kultur . Ketujuh. dan konflik antar kekuatan pro demokrasi memperebutkan kekuasaan. reformasi meniscayakan perubahan-perubahan sistemik dalam konteks politik negara. Reformasi sampai saat ini masih berproses untuk meneguhkan dirinya. Dalam kaitan ini. Kecenderungan perubahan yang terjadi di dalam masyarakat pasca reformasi adalah merupakan satu kenyataan yang paling penting untuk ditengok. reinterpretasi sejarah yang dilakukan di tengah proses reformasi memang bisa dimaklumi. Jumlah media massa mengalami pembengkakan secara sangat cepat dan dramatis. Tidak ada lagi sekarang sumber informasi yang cenderung tunggal dan jenis informasi yang cenderung seragam. Semenjak pergantian presiden pada 21 Mei 1998.

(1). Hancurnya legitimasi kekuasaan negara Orde Baru yang birokratis. Kereta demokrasi yang hidup itu adalah merupakan kereta demokrasi yang harus di bangun di atas kehendak arus bawah yang dijalankan secara eksesif bagi pertumbuhan ekonomi. proses suksesi yang mengalami peningkatan partisipasi dengan adanya Pemilihan Kepala daerah secara langsung adalah bentuk-bentuk dari proses liberalisasi yang berjalan beiringan dengan reformasi. akan tetapi di khianati di tengah jalan. di tandai dengan. politik dan kultural menuju kesejahteraan sosial. bisa mengatakan apa saja yang ingin di katakannya. Yaitu situasi yang mengandaikan perubahan politik itu terjadi manakala seluruh sistem. Soeharto. maka tidak boleh menjalankan sesuatu. telah membawa Indonesia pada situasi yang serba gamang dan bingung. Kegaduhan itu adalah akibat tersumbatnya saluran politik yang di tutup rapat selama Orde Baru. Dan jika konsensus tercapai. karena telah melanggar konsensus. Karena itu. (2) ambruknya sistem kekuasaan dengan sistem politik yang “buas”. sementara hubungan luar negeri yang pada masa Orde Baru yang dibangun di atas perasaan inferioritas tidak pernah mengalami perubahan. dan melakukan apa saja yang bisa dilakukanya. mekanisme dan model pengambilan kebijakan di dasarkan atas partisipasi masyarakat sebagai pelaku. teatrikal kekerasan yang mengatasnamakan demokrasi yang hampir setiap hari di pertontonkan. Jadi yang berhak menentukkan nasib dan masa depan sebuah bangsa bukan lagi berdasarkan atas kehendak bebas penguasa politik sebagaimana yang terjadi sepanjang kekuasaan Orde Baru. negara yang sedang mengalami transisi politik harus menciptakan keteraturan sosial. Reformasi. telah hancur berkeping-keping di atas gumpalangumpalan kemarahan massa yang mengamuk terhadap rezim tersebut. dan baru menemukan ruangnya di saat-saat reformasi baru mulai. aset-aset negara banyak di privatisasi. sehingga muncul kegaduhan diskursif. telah membawa Indonesia pada proses bertabrakannya diskursif. akan tetapi semuanya harus dibangun dengan konsensus bersama antara penguasa dan yang dikuasai. (4) situasi Indonesia pasca Orde Baru yang bernama reformasi ini disebut sebagai proses transisi politik atau transisi demokrasi. (3) karena semuanya di bangun di atas kebebasan. aturan hukum yang selalu tidak pernah memiliki efek jera. maka rakyat berhak merebut kekuasaan itu atau paling tidak mengkritik keberadaan kekuasaan tersebut. Produk politik yang hampir saja setiap hari di keluarkan. bersamaan dengan demitologisasi atas Soeharto yang menakutkan sepanjang sejarah kekuasaannya.masyarakat merupakan “khayalan-khayalan” yang harus tetap hidup dalam benak masyarakat. yang hampir saja di nobatkan sebagai “nabi” bangsa bagi Indonesia. bebas untuk mengartikulasikan diri di atas titah demokrasi yang bisa di tafsirkan secara “liar” oleh hampir semua orang. Jika konsensus itu tidak mencapai kesepakatan. sehingga bersama-sama mendorong “kereta” demokrasi agar lebih terarah dan bertanggungjawab. Bebas untuk melakukan langkah eksesif bagi perubahan sosial. Semuanya serba bebas dan serba boleh. Hampir semua orang bisa berbicara tentang apa saja yang ingin dibicarakanya. Antara diskursif yang satu bertemu dengan diskursif yang lain. Pada saat yang sama. Indonesia yang dulunya semasa Orde Baru adalah negara pancasila yang mengalami proses penipuan akibat kokohnya rezim itu menempatkan dirinya di atas segala kepentingan bangsa dan negara. antara wacana yang satu bertabrakan dengan wacana yang lain dalam suasana yang timpang. maka di sinilah kita baru menemukan Indonesia yang betul-betul dibangun di atas liberalisasi. memikirkan konsensus yang memiliki masa depan dan tidak . maka reformasi telah merubah itu menjadi sangat bebas.

dan Max Weber menganggap negara sebagai arena untuk menciptakan keteraturan sosial. Thomas Hobbes. Salah satu ciri negara otokratik adalah menciptakan penindasan. Di tengah kegaduhan dan intrik politik yang saling bertabrakan ini. tentu akan sangat sulit menerima suasana baru yang serba bebas itu. Mereka yang memiliki spirit perubahan dan konsensus politik untuk mendorong proses transisi politik yang berlangsung harus memiliki i’tikad baik agar transisi tidak dipenuhi oleh pertarungan kepentingan yang terlalu bias. tanpa itu demokrasi hanyalah sekedar alat represi kekuasaan. Mereka yang dibesarkan di atas suasana yang mapan. Karl Marx. Menurut Max Weber. Sebab itu. 1997: 6). harus memikirkan tentang preferensi politik masyarakat. Hegel. Keberpihakan politik suatu rezim. Anak kandung rezim politik sebelumnya merasa terancam dengan kehadiran suasana yang baru tersebut. akan tetapi akan membawa demokrasi pada titik nadir bahkan akan menuju lonceng kematian. Aristoteles. melakukan represi atas intrumen demokrasi dan menjalankan kekuasaan secara birokratis yang Max Weber menyebutkan bahwa birokrasi yang rasional itu harus dibangun di atas pertanggung jawaban. sehingga mereka mengalami kesulitan ketika berhadapan dengan kenyataan-kenyataan baru itu. Hampir semua analis memprediksikan dan mengajukkan beberapa kenyataankenyataan penting diberbagai negara betapa demokrasi menjadi korban ketika proses transisi itu berlangsung. Bagi sebuah negara yang mengalami proses transisi politik. Arif Budiman. pernah hidup dalam sebuah kondisi politik yang tertutup dan menyesakkan dada. negara perlu melakukan pengaturan atas berbagai tindakan yang sporadis dan tiranik dari negara. . Dalam konteks ini. Mereka inilah yang disebut sebagai kekuatan penghalang demokrasi atau disebut sebagai kekuatan status quo yang selalu menghambat laju pertumbuhan demokrasi. negara harus tetap aman dari rivalitas fisik dari penguasa dan karenanya. negara adalah satu-satunya lembaga yang memiliki keabsahan untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap warganya (Gerth dan Mills. karena negara memiliki alat-alat yang bisa digunakan untuk meredam kegaduhan. yang tentu saja akan membuat demokrasi menjadi tidak terdorong ke arah yang lebih baik. 1962: 78. seringkali terjadi benturan kepentingan yang bisa saja membawa perubahan itu pada arah yang determinis. Plato. Akan tetapi perlu ditegaskan di sini. Birokrasi rasional itu hanya ada dalam negara demokrasi. Kenyataan inilah yang menyebabkan transisi menjadi dilema. bukan berarti keteraturan itu diciptakan dengan penindasan. kekuasaan itu tidak bisa diciptakan dengan kekerasan. Pergumulan antara kepentingan kelompok pro demokrasi dengan status quo yang keras akan mengancam proses konsolidasi yang berlangsung jika tidak dibarengi dengan dorongan-dorongan kuat dari kekuatan pro demokrasi. Perubahan yang determinis akan melahirkan sebuah anomali ketika proses itu menuju kearah kemajuan. harus di tegakkan hukum untuk mengatur kegaduhan itu supaya tidak terjadi chaos dalam masyarakat.terjebak pada intrik politik yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. dan preferensi politik itu harus dibangun di atas pertanggungjawaban. sekalipun negara juga menjadi alat bagi sekelompok orang untuk melakukan tindakan kekerasan kepada kelompok masyarakat tertentu.

Akan tetapi ada yang ‘aneh’ dari negara pasca Orde Baru. akan tetapi yang bisa dilakukan adalah membersihkan ingatan atas apa yang menjadi kenyataan masa lalu. Pada akhirnya. negara dan transisi demokrasi yang menyertainya menjadi sebuah huru hara yang menakutkan. Apa yang menyebabkan negara demikian tidak berdaya menghadapi masyarakatnya?. Korupsi. tidak dianggap sebagai kejahatan dan kesalahan. kecuali untuk mendorong demokrasi agar lebih baik.Anak-anak rezim yang di didik di bawah suasana dan kondisi yang patuh. Tiba-tiba saja negara tidak mampu mengendalikan gugatan komunitas yang selama ini percaya kepadanya. yakni satu institusi yang berhasil memiliki monopoli hukum untuk menggunakan kekerasan fisik di suatu wilayah tertentu. Konsep negara seperti yang diteorikan oleh Weber. karena negara telah di anggap sebagai sebuah entitas raksasa yang mampu menjawab persoalan-persoalan mereka dan melindungi serta mengamankan situasi sosial. menertibkan. sehingga ada ketakutanketakutan dan ketidakpercayaan diri. kolusi. Inilah yang melahirkan kultus atas negara yang berlebihan. negara sudah tidak punya legitimasi sosial untuk mengajak masyarakat agar selalu patuh pada kuasa politiknya. Tak dapat di sangkal lagi oleh siapapun. Jika pada masa Orde Baru negara memiliki mitologi tersendiri dalam ‘lembaran cerita sosial’. Sejarah tidak mungkin digulung kembali seperti benang. Negara dipandang sebagai pusat dari sirkulasi kebenaran yang tak pernah cacat sehingga diskursif apa saja yang ‘muncrat’ dari ‘tenggorokan’ negara tidak pernah dianggap sebagai sebuah kesalahan. tentu saja akan protes pada kenyataan-kenyataan yang ada. manipulasi. karena negara bagi mereka sudah ditempatkan menjadi mitos. sehingga membutakan mata hati untuk tidak pernah melihat ‘sisi lain’ dari negara. Negara tidak bisa mengendalikan emosi. dan mendisiplinkan masyarakat. Menentang negara adalah tabu bagi mereka. kutukan dan ‘celoteh sosial’ yang muncul bersamaan dengan desakan kuat untuk menegakkan demokratisasi. agar tidak megulangi kesalahan yang sama. dan menjadi praktik bernegara di Indonesia pada masa Orde baru telah mengalami berbagai perubahan. negara (dan dalam hal ini khususnya pemerintah yang diberi mandat) berdiri dalam satu krisis sejarah politik pasca Orde Baru yang digugat. maka negara pasca Orde Baru adalah negara yang justru mengalami demitologisasi atas seluruh mitologi itu. pengkhianatan. Menurut Aprinus Salam (2006. Tentu saja reduksi kuasa negara itu tidak salah jika mengingat kembali artikulasi politik Soeharto yang demikian gigantis dan sekaligus penuh dengan pesona kekerasan dan dominasi. penindasan dan kekerasan yang dilakukan oleh negara meskipun berulang-ulang. demokrasi menjadi penting untuk di dorong bukan oleh kelas yang mapan dan status quo. Atau dengan kata lain. akan tetapi harus oleh kekuatan oposisi murni yang tidak pernah menginginkan imbalan material dan tidak mengharapkan berbagai konsesi dari tindakannya. Sebab itulah. bahwa kuasa negara mengalami reduksi yang cukup serius semenjak Soeharto tersingkir dari panggung kekuasaan. Pertama. 4-5) ada beberapa hal yang menyebabkan negara tidak mampu memainkan peranan penting dalam mengatur. Orde Baru harus diakui telah mampu mensistematiskan perangkat-perangkat politik yang determinan atas semua pilihan politik rasional dari rakyat yang menyebabkan seluruh komunitas rakyat dari berbagai latar belakang merasa bahwa negara adalah merupakan penyelamat mereka. .

Berulang kali penulis mengatakan. kita bisa menghancurkan Soeharto beserta seluruh keluarganya dari panggung kekuasaan hingga tidak satupun tersisa.11%) dan mendapatkan 2 kursi di DPR RI. Fase Indonesia pasca Soeharto yang dikenal dengan fase transisi demokrasi. sebuah fase yang mengajukan gugatan-gugatan serius atas legitimasi personal masa lalu. Suatu prestasi yang tentu saja tidak terlalu mengecewakan untuk sebuah partai politik baru. sehingga mereka tidak mampu berbuat lebih banyak dan bebas untuk mengontrol kekuasaan. dalam beberapa kesempatan di kampanye pemilu legislatif yang lalu kepada masa pemilihnya. Ini menandakan bahwa masih banyak antek-antek Soeharto yang siap untuk menjadi penerus kekuasaannya yang sebenarnya tidak di sadari oleh kebanyakan elemen gerakan sosial dan kekuatan pro demokrasi di Indonesia. karena rezim ini adalah sempurna di bawah kendali kepemimpinan personal. bagi sebagian besar orang tidak ada yang mengalami perubahan signifikan. Bukti kesuksesan itu bisa dilihat bahwa dengan ajakan itu Hartono masih bisa mendapatkan kursi di parlemen sekalipun cuma hanya dua. hingga kejatuhannya. tentu saja tidak mungkin dipisahkan dari Soeharto. Jika mengingat Partai Golkar. masih mewariskan sejumlah dosa masa lalu yang tidak mungkin terelakkan. Ketua Umum DPP Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). yang berubah menjadi partai Golkar. Soeharto sudah bukan sekedar pemimpin personal.” Demikianlah ajakan Hartono. Ajakan yang terus menerus diulangnya dan kemudian menjadi simbol bagi partai politik yang dalam pemilu legilstaif lalu akhirnya mendapatkan 2.290 suara sah (2. akan tetapi Soehartoisme tetap akan hidup bersamaan dengan upaya penghancuran itu. hampir tidak pernah ada yang mendiskusikannya. akan tetapi Soeharto telah berubah menjadi sebuah ideologi yang tidak mudah untuk dihadapi. Selama Orde Baru berkuasa. Di samping itu adalah reproduksi diskursif yang dilakukan berulang-ulang telah mendorong Orde Baru menjadi kekuatan politik dominatif dan sekaligus sebagai negara otoriter terpanjang di Asia.399. Fase transisi ini harus diakui.dikala Orde Baru hidup. Ketika orang meneriakkan demokrasi. Fenomena Hartono adalah merupakan indikasi kuat bahwa Soehartoisme itu masih segar dalam tubuh sebagian aparatus ideologisnya di tengah arus transisi yang sedang berjalan. Di sana kita bisa menemukan secara konprehensif bahwa negara yang kita maksud memiliki basis material dan otoritas sah untuk melakukan kekerasan. maka hiruk-pikuk dan diskusi menjadi gosip yang selalu dibicarakan. Sukses Orde Baru adalah sukses dominasi politik dan kemampuan manajemen politik Soeharto yang menelikung seluruh oposisi untuk di singkirkan dari hiruk-pikuk politik Indonesia. Tesis itu juga tidak salah jika melihat jumlah suara di Partai Golkar. entah dengan alasan yang tidak masuk akal sekalipun. kecuali hanya perubahan slogan. “… Marilah jadi antek Soeharto. Golkar dulu. Partai Golkar juga ikut meneriakkan . Kisah menarik yang dilakukan oleh Hartono ketika kampanye Pemilu tahun 2004 yang mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadi antek-antek Soeharto adalah merupakan pertanda betapa kukuhnya legitimasi Soehartoisme itu menancap dan hidup di dalam tubuh sebagian kader Soeharto. Akan tetapi dikala keretakan rezim itu muncul. Soehartoisme menjadi sebuah keyakinan yang tak mungkin terhindarkan. karena partai ini menjadi alat untuk mendorong secara terus-menerus dominasi politik yang dijalankan oleh Soeharto. yang dulu merupakan mesin politik bagi kekuasaan Soeharto.

atau memaafkan dosa dan kesalahan itu.58%) dan mendapat 128 dari 550 total kursi di DPR. pikiran dan keyakinan itu tidak mampu direduksi. ketika orang berbicara tentang kebebasan. Atau justru anggapan kedua. karena harus membongkar tirani wacana. Transisi hanya akan menjadi humor. Kemungkinan pertama adalah bahwa masyarakat kita mengidap penyakit lupa sebagaimana yang penulis katakan di atas. Tidak ada yang menduga kemudian akhirnya Golkar muncul sebagai partai pemenang dalam Pemilu legislatif 5 April 2004 yang lalu. betul Golkar telah menanamkan tipuan-tipuan kebenaran kepada masyarakat. Kita bisa membuktikan kasus yang menimpa Akbar Tanjung yang menjadi mantan terpidana kasus korupsi dana non bujeter BULOG. Perilaku yang di tunjukkan ke ruang publik adalah sama dengan mereka yang telah mati-matian memperjuangkan demokrasi. bahan tertawaan dan hanya menghabiskan energi jika perasaan. Jika pilihan ini yang digunakan.757 suara (21. Penulis masih sangat yakin. Hanya ada dua kemungkinan dalam konteks ini. Mereka adalah kelompok elit yang bersikap pura-pura sebagai kelompok demokrasi yang kemudian merubah citra dirinya ketika kondisi politik mengalami perubahan. maka betul Soeharto sukses menjadi pemimpin ideologis. akan tetapi mereka cepat melupakannya. Mereka berteriak lantang untuk menegakkan demokrasi.480. nalar politik kepatuhan dan partai yang pintar memainkan tipuan-tipuan kebenaran. Dengan mengumpulkan 24. partai inipun ikut berbicara tentang kebebasan. Jika saja ingatan masa lalu tidak lagi menjadi penting bagi masyarakat Indonesia. yakni mereka yang meneriakkan demokrasi dan mengajukkan gugatan atas sistem politik otoritarian. mengaduk-aduk sebuah keyakinan yang akan menghambat proses transisi demokrasi. Memilih Golkar adalah pilihan sadar. pilihan Golkar adalah pilihan terbaik karena telah memberikan keamanan dan ketentraman bagi mereka. Segala kesalahan dan kejahatan masa lalu adalah benar sesungguhnya bagi mereka. sehingga pilihan mereka atas Golkar adalah akibat dari penyakit amnesia yang melanda mereka. fenomena Indonesia yang seperti ini adalah merupakan kenyataan yang tak terhindarkan. bahwa Soeharto mampu mendidik kader-kader politik ideologis. . bahwa memang sejumlah tokoh kunci dan penting pada pemerintahan pasca Orde Baru masih merupakan bagian panjang dari tradisi politik yang diwariskan oleh pemerintahan Orde Baru. tetapi watak dasar sebagai antek Orde Baru seperti Birokratis Otoriter. Inilah yang disebut sebagai aktor politik ’diaspora’. yakni bahwa Golkar masa lalu bagi masyarakat kita justru telah membawa perubahan-perubahan penting bagi mereka. Golkar melaju melampau partai-partai politik yang lain (Sukmajati: 2004). Kita harus akui. sistem politik ideologis. maka apa yang kemudian ditakutkan oleh sebagian besar komponen bangsa ini. Korupsi dan manipulasi tidak bisa dilupakan. Bagi saya. padahal yang menciptakan sistem yang otoritarian itu adalah mereka. bahwa masyarakat kita sedang mengidap penyakit amnesia adalah tak terhindarkan. akan tetapi tingkah lakunya tidak mengalami perubahan.demokrasi. Kondisi ini tentu saja tidak mudah untuk diubah dengan cepat. juga benar bahwa Orde Baru tidak salah dimata rakyat. Manajemen konflik dan kesabarannya telah membuat partai Golkar eksis dengan keadaannya. ia adalah kader Golkar dan kader Orde Baru yang sukses memimpin partainya di tengah hantaman dan hujatan berjuta-juta orang di negeri ini. bahwa betapa masa lalu tidak penting sama sekali atau bahkan bagi mereka bahwa masa lalu Golkar adalah baik.

Inilah yang disebut dengan negara yang mengalami kehilangan legitimasi sosial. dan kompetensi negara menjadi sangat berkurang. Dilema itu menjadi pintalan yang sulit untuk di pilah satu-persatu. sedangkan pada sisi lain tidak bisa menjelaskan ke arah mana kondisi politik itu di arahkan. Politik jalan pintas inilah yang menyebabkan transisi demokrasi mengalami persoalan serius. tentu akan berhadapan dengan situasi politik yang dilematis. bahwa segala aturan yang dibuat oleh negara seringkali berhadap-hadapan dengan masyarakat. Karena itu. akan tetapi yang tidak kalah pentingnya juga adalah sisi ekonomi dan budaya yang cenderung di abaikan oleh banyak kalangan. sehingga tidak terbantu untuk berpikir panjang dalam membangun negara yang kuat. tanpa didasari dengan pikiran yang matang. Konstruksi tentang negara sebenarnya tidak bisa dilihat pada sisi politik semata. tentu saja adalah merupakan satu perspektif yang mungkin saja akan di gugat oleh kelompok lain yang mampu menemukan sisi lain tentang Indonesia. Di samping itu. maka protes dan kutukan akan tetap terjadi. Kegagapan negara dalam menjalankan roda kekuasaan itu di tunjukkan oleh negara pasca Orde Baru. Akibatnya.Sadar atau tidak. aparat pendidikan. Keberhasilan sebuah transisi demokrasi pada negara-negara yang pernah mengalami kondisi politik yang otoriter adalah sangat tergantung pada keadaan ekonomi negara yang bersangkutan. rendahnya integritas dan kualitas SDM yang berposisi sebagai aparatus negara. Karena itu. dan mungkin juga tidak terlalu banyak disinggung dalam buku ini. negara Indonesia pasca Orde Baru mengalami kegagapan dalam memilih cara dan gaya mengelola kekuasaan sehingga karena kegagapan tersebut otoritas. karena sulit untuk menemukan aktor yang bisa dipercaya pada tingkat decision. Jatuh bangunnya sebuah negara yang hendak menegakkan demokrasi ternyata lebih . kecenderungan politik yang biasa terjadi adalah politik jalan pintas dan cari aman. karena jika pilihan itu keliru dan salah kaprah. Mesin kekuasaan sekuat apapun dan sehebat bagaimanapun aktor yang memimpin sebuah transisi. Negara Transisi dan Anomali Demokrasi Pertumbuhan dan perkembangan politik negara Indonesia sebagaimana dalam pembahasan di atas. Apa yang terjadi pada negara yang mengalami kehilangan legitimasi sosial. tidak lain adalah berupaya untuk melakukan kompromi-kompromi politik yang menyebabkan pemerintah yang diberi mandat tidak mampu mengambil kebijakan-kebijakan yang tegas dan berwibawa. masyarakat tidak taat dan takut lagi kepada negara. yang bisa saja membuat seseorang untuk mengambil keputusan yang tidak dikehendaki oleh masyarakat. Kita bisa melihat. kapasitas. Pada akhirnya. merupakan masalah krusial yang hingga hari ini masih menjadi salah satu problem utama negeri ini. atau kebijakan yang diambil tidak begitu berpengaruh pada tingkat operasional. Pemerintah yang diberi mandat dikondisikan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan insidental dan darurat. pemerintahan transisi adalah pemerintahan yang penuh dilema dalam mengambil pilihan-pilihan politik. kejaksaan dan peradilan. sebagaimana yang terjadi pada masa Orde Baru. seperti kepolisian. Di satu sisi tergantung pada negara-negara ekonomi liberal. ataupun instrumen politik lainnya. artikulasi politik rakyat adalah menuntut perubahan untuk mendapatkan kesejahteraan bagi mereka.

Walaupun keduanya tidak mengatakan bahwa kendala struktural tidak penting. Apa yang terjadi di Filipina. Linz. Schmitter dan beberapa ilmuwan lain yang menekankan variabel perilaku elit itu juga sepakat untuk mengikuti jalan yang dirintis oleh Dahl. Menurut Hendardi (2002. akan tetapi kesiapan mental masyarakat dan elit yang telah lama terbiasa dengan kultur politik birokratis cenderung menghalangi laju pertumbuhan demokrasi. O’Donnell. Taiwan. agar tidak terjadi penelikungan atas transisi yang berputar. Ini dianggap tindakan politik yang bijaksana untuk mendemokratiskan kembali pemerintahan yang otoriter. Lipset. Diamond. Tentu saja kita bisa memberikan pandangan bahwa krisis ekonomi yang berbarengan dengan delegitimasi kekuasaan Soeharto itu adalah merupakan pertunjukkan yang tidak bagus. Mereka yakin bahwa kalau terdapat lingkungan struktural yang sangat tidak menguntungkan bagi demokratisasi. legitimasi kekuasaan Soeharto mengalami krisis. apalagi perangkat lunak sebagaimana yang dikatakan Oleh Eep Saifullah Fatah seperti yang penulis kutip pada bab lain di buku ini tidak terpenuhi. akan tetapi kenyataan politik telah memperlihatkan bahwa kondisi ini adalah sebuah kenyataan yang harus diterima. kontrol rakyat terhadap penyelenggara negara merupakan terjemahan yang sempurna dari asas kedaulatan rakyat. yang yakin bahwa gradualisme. tetapi dengan mencurahkan perhatian pada perilaku elit atau kepemimpinan mereka. Dalam konteks ketidakjelasan kemana demokrasi itu melaju. Namun dalam perkembangannya demokrasi repesentatif dapat terjerumus ke dalam . Linz dan Stepan mencoba menjelaskan kejatuhan dan kebangkitan kembali demokrasi tidak dengan menelaah variabel-variabel konflik kelas atau kendala ekonomi. Mendemokratiskan kembali kekuasaan yang otoriter bukanlah persoalan yang mudah untuk ditembus. Pelembagaan demokrasi adalah penting sebagai instrumen untuk menilai baik atau tidaknya proses politik yang sedang dilewati. seringkali itu terjadi sebagian karena ketidakmampuan para politisi untuk menghasilkan reformasi ekonomi dan inovasi pelembagaan yang diperlukan bagi tumbuhnya demokrasi. Korea dan Indonesia pada tahun 1998 adalah merupakan ‘drama’ krisis ekonomi yang menyakitkan. Perangkat keras terpenuhi dengan kehadiran lembaga pendukung demokrasi yang begitu banyak dengan alokasi akuntabilitas yang mungkin secara universal bisa dikategorikan baik. Sekalipun demokrasi prosedural dan segala tuntutan materialnya adalah penting untuk mengevaluasi jalan terjal demokrasi yang dilewati. maka tetap diperlukan kontrol politik dari kekuatan oposisi. Akan tetapi jika berhenti pada pelembagaan institusi saja.banyak di pengaruhi oleh faktor krisis ekonomi dibandingkan dengan faktor lain. 28) dalam paham negara demokratis modern. akan tetapi yang lebih penting adalah mendorong aparatus politik negara untuk menyadari posisinya sebagai penguasa. moderasi dan kompromi adalah kunci menuju keberhasilan transisi ke arah demokrasi. Pada awalnya kontrol rakyat terhadap penyelenggara negara “diejawantahkan” di dalam model demokrasi representatif semata. Di saat itu pula. Hancurnya kondisi ekonomi yang bersamaan dengan melemahnya legitimasi negara otoriter adalah merupakan sebuah kenyataan yang tak terhindarkan untuk melihat bahwa betapa negara otoriter itu sulit ditembus basis kekuasaannya. maka kita akan terjebak pada wilayah demokrasi posedural dan pemenuhan-pemenuhan atas tuntutan material demokrasi.

Tarikan-tarikan kekuasaan dan desakan kepentingan telah menyebabkan transisi menjadi bergerak kearah suatu pertanyaan besar.pemerintahan elitarisme. bisakah transisi dilewati dengan liberalisasi asetaset negara. Salah saru pilar negara demokrasi adalah partai . Tetapi apakah partai politik itu masih layak untuk menjadi pendorong demokrasi?. yaitu ”kemungkinan”. perlahan-lahan. 28). Terdesak. moral politik dalam kehidupan bernegara harus menjadi perhatian besar bagi para partai politik. Di sini rakyat harus merupakan bagian integral dari proses kontrol terhadap penyelenggara negara. sangat rawan terhadap praktek-praktek penyelewengan kekuasaan. Karena partai politik merupakan organ terpenting dalam proses pembentukan masyarakat sipil yang demokratis. 28) berpendapat bahwa dalam masa transisi politik. Ini berbeda dengan revolusi yang perubahannya sangat dahsyat yang memang tentu saja akan banyak melahirkan korban jiwa tetapi dengan keyakinan akan melahirkan perubahan yang totalitas. di mana keputusan-keputusan penting hanya diambil oleh segelintir orang saja. Mungkinkah transisi dilalui dengan modelmodel demokrasi yang diajukkan. Oleh karena itu. penyelewengan kekuasaan yang tampaknya di era reformasi tidak kalah dahsyatnya dengan apa yang terjadi di jaman Orde Baru. akan tetapi boleh jadi adalah suatu gugatan atas tesis-tesis mengenai masa depan politik Indonesia yang masih dalam keadaan gamang dan dalam bahasa penulis anomali. Karena itu. keberhasilan demokratisasi yang ditandai dengan adanya proses kenegaraan yang transparan dan accountable. Anomali itu adalah situasi yang serba mungkin dan serba tidak mungkin. Reformasi hanyalah merupakan kondisi yang terdesak untuk dilakukan dan sifatnya sangat gradual. karena harus segera mengakhiri kekuasaan otoriter Soeharto dengan memaksa dia turun dari kekuasaan. proses reformasi yang bergulir dan dipelopori oleh gerakan mahasiwa baru hanya berhasil menjatuhkan rezim otoritarian Orde Baru. Apa yang sesungguhnya terjadi di tahun 1998. Kondisi inilah yang menyebabkan transisi ini mengalami anomali. Semuanya adalah pertanyaan-pertanyaan yang sulit untuk disebut sebagai pertanyaan sebenarnya. sedangkan gradual. yang harus di dorong secara terus-menerus sehingga transisi demokrasi dengan harapan-harapan yang menyertainya menjadi tercipta dan terkonsolidasi. Terbukti kemudian. Oleh karenanya. tuntutan reformasi telah berhasil dibelokkan oleh kekuatan status quo yang seolaholah hanya menjadi soal pergantian penguasa politik belaka. Kasus Bank Bali dan dan non-budgeter Bulog yang melibatkan ketua Golkar Akbar Tanjung ditengah-tengah euforia reformasi (Hendardi: 2002. Dalam konteks ini. Transformasi nilai-nilai baru sebagai akar dari suatu proses perubahan fundamental menuju negara demokratis justru tidak sepenuhnya terjadi. Secara sekilas dan dengan menggunakan premis umum. mampukah negara melewati transisi dengan melibatkan aktor-aktor penguasa tertentu yang berselingkuh dengan kekuatan kapitalisme global. penuh dengan pilihan-pilihan yang mungkin saja sulit untuk dipahami. partai politik adalah merupakan pendorong demokrasi. sangat bergantung dengan kegiatan partai politik. Hendardi (2002. karena memang reformasi itu hanyalah perubahan tambal sulam. Dengan demikian partai politik bertanggung-jawab atas kepercayaan masyarakat terhadap terciptanya clean governance.

bahwa kekuasaan negara begitu penting. 53) pasti menjanjikan demokrasi. Fungsi-fungsi penting dari partai politik seperti sebagai sarana pendidikan dan agregasi hampir tidak berjalan sama sekali. oleh utusan atas orang yang mengutus. Partai politik dipercaya sebagai instrumen utama demokrasi. Hampir sebagian pemikir yang menulis tentang negara menekankan betapa besarnya peranan negara dan betapa absahnya lembaga ini melakukan tindakan atas warganya. demikian Robert Michel. Barang siapa orang bicara organisasi. Di sinilah kita tetap memandang negara sebagai instrumen penting untuk menetralisir keadaan dengan alat-alat yang dimilikinya. para warga akan saling berkelahi dalam memperjuangkan kepentingan mereka (Budiman. Karena di dalam partai politik itu menurut Sutoro Eko (2004. negara harus bekerja menurut hukum besi keadaan. negara bersama semua aparatusnya tidak boleh berdiam diri. kalau tidak. Di tengah situasi politik yang gamang dan tidak terarah. sehingga perjuangan untuk mewujudkan demokrasi dengan mengharapkan terlalu besar keterlibatan partai politik adalah berlebihan. membangun kesadaran masyarakat agar memahami demokrasi secara lebih konsepsional. akan tetapi satu hal yang paradoks yang tidak mungkin dihindari adalah terjadinya apa yang disebut Robert Michel sebagai “hukum besi oligarki”. hingga menjarah harta rakyat sekalipun. Sebuah hukum sosiologi paling fundamental dan sekaligus paradoksal adalah bahwa organisasi (baik partai maupun negara) adalah sebuah entitas yang melahirkan dominasi oleh minoritas terpilih atas pemilih. keadilan. Sebab yang terjadi di dalam tubuh partai politik adalah memperjuangkan kelompok mereka sendiri. karena yang muncul adalah apa yang kita kenal dengan oligarki partai. Sebab itu. kesejahteraan. yang tentu saja sebagai bentuk ekspresi dari pemerintahan yang berkuasa selama ini tidak tunduk pada prinsip-prinsip yang baik itu. Sekalipun secara teoritik dan praktik bisa kita temukan bahwa partai politik adalah faktor yang sangat penting bagi tumbuh berkembangnya sebuah negara demokrasi. Dalam konteks ini Budiman mengajukan hipotesa.politik. keamanan. Kelompok oposisi dalam negara juga harus bekerja secara cepat untuk menghindari terjadinya pelacuran keadaan yang tengah terjadi untuk menunjang proses demokrasi yang berjalan. oleh pemegang mandat atas pemberi mandat. tetapi khusus konteks Indonesia harapan itu barangkali sulit untuk diwujudkan. ia juga bicara tentang oligarki (Sutoro Eko: 2004. yakni cepat mengendalikan proses diskursif yang terjadi di saat persilangan berbagai kepentingan bertemu dalam titik yang berseberangan. Partai-partai politik yang ada hanyalah menambah kukuhnya dominasi penguasa atas rakyat yang menyebabkan kepentingan rakyat teralienasi dari perjuangan partai. Partai politik yang diharapkan untuk menyokong terwujudnya perangkat lunak demokrasi. 1997: 7). kedamaian. sedangkan masyarakat hanya mewakili . Filosofi bahwa partai politik akan memperjuangkan kepentingan rakyat. artikulatif dan lebih bermakna. ternyata gagal menjalankan tugastugasnya. 55). Dalam hal ini Hobbes menegaskan. di Indonesia justru tidak terwujud sama sekali. Sehingga harapan bahwa partai sebagai kekuatan politik untuk mendorong demokrasi adalah mesti ditinjau ulang. Yakni kecenderungan dominasi (penguasaan) sekelompok kecil orang (minoritas) yang tidak mewakili kepentingan mayoritas rakyat. dan persatuan bagi semua elemen masyarakat Indonesia. bahwa negara merupakan wakil dari kepentingan umum atau publik.

Bagi penulis. Individu harus sama sekali tunduk pada keseluruhan (kolektitet) (Schmid. Kontrol rakyat terhadap penguasa hanya dapat berjalan efektif bila penyelenggara negara tidak dapat memaparkan program dan kebijakannya secara transparan. 1997: 8). tidak ada partai oposisi yang terbentuk serta yang muncul adalah oligarki partai. Untuk menghindari terjadinya personalitas pada pemegangan kekuasaan negara. sebagaimana ditunjukan oleh Orde Baru. 1997: 7). akselerasi publik atas negara dibatasi. maka tawaran yang diajukan oleh hampir semua orang untuk konteks transisi adalah tetap terciptanya kontrol sosial yang seimbang dalam masyarakat. Karena model itu telah gagal melahirkan negara yang sejahtera dan berkeadaban. Dalam negara tersebut akan berkuasa akal (rasio) sebagai ganti Tuhan. 1965: 26.kepentingan pribadi atau kelompok secara terpecah-pecah (Budiman. tradisi kekuasaan yang personal justru akan bersikukuh pada kontekstualisasi negara yang birokratis. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Plato dan Aristoteles yang mengatakan. Penyelenggara negara tidak dapat mengelak dari tuntutan transparansi dan akuntabilitas publik. Transisi itu penting untuk di desak secara terus-menerus agar tercipta kondisi politik yang benar-benar demokratis sehingga kekuasaan negara tidak bersifat mutlak sebagaimana yang terjadi pada masa Orde Baru. dimana di dalamnya harus tercipta basis politik yang bisa diandalkan untuk mendorong demokrasi yang partisipatif dengan tetap menghargai kepentingan lokal. bahwa kekuasaan yang besar pada negara merupakan hal yang sepatutnya. Jika partai politik telah gagal mengagregasi kepentingan rakyat. Budiman. sehingga rakayasa sosial atas negara yang sedang berubah akan kesulitan. Negara harus menjinakkan mereka dan mengajarkan nilai-nilai moral yang rasional (Budiman. Individu akan menjadi liar. tak dapat dikendalikan. Akibatnya. Kita harus menghidari apa yang dikatakan oleh Plato dan Aristoteles yang melihat teori kekuasaan negara dengan menyatakan bahwa negara memerlukan kekuasaan yang mutlak. sementara negara sendiri tidak bisa diharapkan untuk merekayasa masa depan demokrasi Indonesia. Segala keinginan untuk mementingkan diri sendirti harus dihilangkan dahulu bilamana kehidupan negara yang sungguh-sungguh sempurna akan dicapai. sehingga negara merasa menang diatas rakyat dengan mengalienasi peranperan politik mereka. misalnya melalui pemberitaan pers yang bebas dan pembentukan opini publik. Orde Baru itu langgeng dan aman adalah karena ruang-ruang diskusi ditutup rapat. bila negara tidak memiliki kekuasaan yang besar. 28) bahwa. sehingga rakyat akan kesulitan untuk menerjemahkan entah kemana proses politik itu di arahkan. demokrasi terkubur ditengah retorika kekuasaan . 1997: 8). Negara Orde Baru adalah negara yang gagal mengkonstruksikan perubahan sosial karena pada konteks ini negara gagal melahirkan rekayasa sosial yang bersifat terbuka bagi terciptanya demokrasi bagi rakyat. Persoalan ini dipertegas kembali oleh Hendardi (2002. Tegasnya Plato memberikan kerangka berpikirnya sendiri. dengan demikian rakyat dapat secara nyata menuntut pertanggungjawaban atau akuntabilitas publik terhadap penyelenggara negara. kontrol rakyat terhadap penyelenggara negara harus dapat bersifat langsung dan nyata. maka harapan kemudian harus bertumpu pada kekuatan basis sosial dalam masyarakat.

negara mempunyai peran yang relatif otonom dalam proses-proses politik. dan kelima. sehingga ketika terjadi ‘kecelakaan’ politik yang menyebabkan kekukuhan negara itu berantakan. karena peran negara dominan. negara memiliki sifat yang kuat dan intervensionis. tujuan moral itu merupakan kebaikan bersama (common good) yang diarahkan dan diwujudkan kedalam komunitas politik (political community). demokrasi akan di tunggu oleh dua kemungkinan. Rakyat adalah konsumen dari reproduksi kuasa wacana dari negara. Kukuhnya dominasi negara atas rakyat serta suksesnya relasi kuasa wacana dalam tubuh negara otoriter birokratis adalah karena semua elemen pendukungnya bekerja secara massinis yang kemudian mendorong negara lebih mandiri dan tidak terkooptatif oleh elemen-elemen lain dari luar. Rakyat dipandang sebagai kelas yang inferior atas kekuatan politik negara. selain negara organis ini. common good merupakan prinsip yang berbeda dalam mengontrol setiap kepentingan yang ada. keempat. pertama. . tetapi komponen dari negara seperti individu. serta dukungan institusi-institusi represif seperti militer. baik secara prosedural maupun secara kultural. sekalipun beberapa aktor mengalami pergantian. sementara rakyat minimal. ketiga. Sehingga transisi demokrasi harus melewati jalan terjal dan menghalau ‘hutan belantara’ dengan ‘duri epistemik’ rezim masa lalu. yang terkadang kuasa wacana itu dibangun diatas kepalsuankepalsuan ideologi dan politik. mempunyai fungsi sendiri di dalam organisasi secara keseluruhan. yaitu mengokohkan kekuasaan sehingga bisa menimbulkan tirani atas rakyat. keluarga. dan kemungkinan kedua. padahal penguasa atau elit pemegang kendali adalah aparatus negara sebagaimana yang disebutkan oleh Althusser?. Di saat yang seperti inilah perubahan sosial itu mengalami hambatan untuk bekerja secara maksimal dalam mendorong demokrasi. negara pada dasarnya mempunyai tujuan utama adalah moral. Jika demikian yang terjadi sudah bisa dipastikan. Pada sisi ini. ada juga yang disebut dengan negara fasis sebagaimana yang dikatakan oleh Budiman (1997:18-19). Artinya negara sangat percaya diri atas bekerjanya seluruh sistem yang sangat prosedural dan birokratis itu. penulis ingin mengajukan apa yang disebut dengan negara organis. kedua. Akan tetapi jika saja optimisme itu berlebihan sehingga menyebabkan kita lupa akan esensi negara yang sesungguhnya. Desakan demokrasi yang kemudian digelar oleh semua elemen kebangsaan akan sulit untuk menyesuaikan diri di atas problem-problem politik dan konstitusional yang dialami. serta kultur yang tidak bergeser dari kondisi sebelumnya. bahwa transisi demokrasi tidak terbentuk dan gagal. yaitu terjebak kembalinya demokrasi kedalam perangkap politik birokratis. maka transformasi menjadi sulit tercipta. 1978: 26-45) yaitu. yaitu suksesnya transisi itu dengan terbentuknya perangkat demokrasi. walaupun negara merupakan yang utama dalam komunitas politik.yang justru mempertunjukkan sikap represivitas atas rakyat. apa sumbangan negara dalam konteks ini. Kecenderungan memandang negara sebagai basis perubahan sosial serta sebagai alat untuk mendorong demokrasi tidak sepenuhnya salah. Apa yang dimaksud dengan negara organis?. Keterjebakan ini ditandai dengan sistem politik yang tidak berubah. asosiasi-asosiasi pribadi. Stepan mengemukan lima prinsip dasar negara organis-statis (Alfred Stepan. Tentu mendedah konsep kenegaraan ini. Jadi. Akan tetapi.

Untuk memperkuat realisasi gagasan ini Benito Mussolini seperti dikutip Christenson et al. terutama kebutuhankebutuhan rakyat. dengan kekuatan itu negara dapat memberikan kebaikan kepada warganya. bentuk negara ini menguasai seluruh aspek kehidupan masyarakat. apalagi punya nilai. Fasisme bersifat totaliter. sementara rakyat harus lemah. Negara menegasikan kepentingan rakyat. dalam sebuah negara totaliter. dan Negara Fasis – sebuah sintesis dan sebuah lembaga yang menggabungkan semua nilai – memberikan penafsiran. 1997: 20). Artinya. negara Fasis mengajak masyarakat untuk percaya dan patuh kepada apa yang diperbuat oleh negara. Reproduksi wacana . Dalam konsep negara fasis. bangsa dan negara. Karena dalam konteks ini negara harus dominan mengartikulasikan kepentingan-kepentingan politiknya. Bentuk-bentuk lain yang mengikuti varian negara modern di lakukan pula dalam konteks negara Indonesia terutama yang dikembangkan oleh Orde Baru. Dengan kata lain. mengukuhkan dominasi negara adalah penting. Christenson menegaskan. sehingga pengendalian diskursif menjadi sangat urgen bagi pengembangan wacana dominasi dari negara. 1971: 70). dan moral”. tapi bagian lain dari bentuk ekstrem negara organis adalah negara fasis. ekonomi. Kata fasis berasal dari bahasa Latin yang berarti “seikat”. bahwa rakyat harus bersedia berkurban dan patuh. negara totaliter dan otoriter tidak akan mungkin membiarkan demokrasi hidup. Dengan demikian. Bagi seorang penguasa di negara totaliter seperti Musolini. Demokrasi harus dikubur dari panggung politik. Karena itu. (1971: 37) mengatakan. yang tentu saja bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi. persatuan yang kokoh dari sebuah bangsa. Kalau dalam totaliter masih memungkinkan pluralisme terbatas. kecuali organisasi yang di bentuk negara. Pada akhirnya. bahwa negara harus kuat. di luar negara tidak ada kemanusiaan atau kejiwaan yang bisa tumbuh. Merujuk kembali pandangan Mussolini. konsep negara dalam fasisme adalah bahwa negara itu meliputi keseluruhan. Tidak boleh ada nilai yang berkembang kecuali yang diperkenankan negara. Dalam merealisasikan konsep kenegaraan yang dipahaminya. bukan sekadar otoriter. negara pun harus menegakkan disiplin. maka bisa di sederhanakan. mengarahkan perubahan dan sebagainya. negara harus kuat. Negara menguasai semuanya – politik. ikatan yang erat. sehingga peluang-peluang kemungkinan untuk tumbuh berkembangnya demokrasi akan selalu dihadang dengan pilihan-pilihan politik birokratis. sehingga demokrasi dialienasi dari persinggungan diskursif negara. mengembangkan dan memberikan tenaga bagi seluruh kehidupan seorang manusia. semboyan kaum Fasis adalah “Percaya! Patuh! Berjuang! (Budiman. “Negara menekankan haknya untuk membangun kembali masyarakat – ‘membentuk’ manusia dan memperingatkan akibat yang buruk bagi mereka yang mau membangkang” (Christenson et al. karena ia akan mengancam represivitas diskursif yang dikembangkan. “Pendeknya. demokrasi di bunuh atas dasar kepentingan negara. Negara memiliki otoritas yang besar untuk membangun. tidak pihak lain dalam negara yang berhak untuk menerapkan prinsip.Menurut Budiman. Negara harus mengendalikan seluruh apa yang menjadi basis epistemik rakyat. tidak diperkenankan organisasi lain apapun tumbuh. Negara Fasis adalah sebuah negara totaliter. nilai dan kebebasan. Sekalipun negara organis seperti yang digagas oleh Hegel masih terdapat nilai-nilai positifnya. menyejahterakan rakyat. negara Fasis merasa merekalah yang tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. dengan negara sebagai pimpinannya. Karena itu. Kata fasisme dimaksudkan sebagai sebuah ikatan yang kuat.

Teriakanteriakan demokrasi ini di ikuti dengan melakukan perubahan pada perangkat keras demokrasi. Pada tingkat praksis. Pada akhirnya.dilakukan berulang-ulang dan aparatus negara yang patuh tadi siap menjaga seluruh proses berputarnya diskursif itu di dalam masyarakat. demokrasi bagi mereka amat dibenci dan kebencian mereka atas demokrasi ini ditunjukkan pada keseharian mereka. kecuali hanya kekecewaan yang berpintal-pintal dari masyarakat atas perilaku politik sebagian elit yang belakangan ini tambah “buas” lebih buas dari Orde Baru. Transisi demokrasi yang dialami Indonesia adalah merupakan transisi yang panjang. bahwa bangsa dan negara adalah jauh lebih penting dibandingkan dengan apa yang tengah dilakukannya. reformasi lembaga-lembaga negara yang merupakan instrumen demokrasi. baik pada tingkat diskursif maupun pada tingkat praksis. Padahal pada saat yang sama. Mereka yang hidup di abad XXI. Pada konteks inilah. dimana kekuasaan dijalankan secara otoriter dengan kendali penuh kekuasaan. tentu saja harapan untuk mengubur masa lalu itu adalah merupakan keinginan semua orang. akan tetapi lupa. akan tetapi mereka tidak mau bersikap demokratis kepada rakyat. Seorang demokrat dalam situasi transisi seperti ini adalah merupakan penyelamat dan penyambung lidah kebenaran bagi masyarakat. Artinya hanya rakyat yang di suruh untuk memahami secara demokratis apa yang mereka lakukan. Inilah yang disebut dengan tirani wacana dan represi aparatus yang kemudian melahirkan negara otoriter. kegagalan terciptanya perangkat lunak demokrasi itu tak terhindarkan. belum ada tanda-tanda baik dari transisi ini. Mereka ini telah mengeruk tesis demokrasi dari wilayah substansial-nya untuk dipraktekkan secara artifisial dan “banal” hanya untuk memenuhi hasrat-hasrat maksimal bagi kelompok/pribadi tertentu dan meminimalkan praksisisme demokrasi. sehingga isu demokrasi adalah merupakan isu yang sangat sensitif untuk dilempar ke ruang publik. Demokrasi telah menjelma menjadi perilaku politik pragmatis yang dipertontonkan oleh aktor-aktor demokrat yang minimalis yang menyebabkan demokrasi di ‘kocak’ dengan pendekatan oportunisme politik. Karena itu. akan tetapi tidak menginjeksi secara lebih memadai dan jujur tesis demokrasi ini kepada rakyat. seperti perubahan konstitusi. yakni dikala sejumlah kalangan elit tidak mau . demokrasi sudah bukan lagi persoalan penting untuk ditegakkan apalagi diperjuangkan. apa yang kita saksikan saat ini adalah merupakan minimalisme demokrasi yang direduksi secara vulgar oleh perilaku elit dalam pertunjukan keseharian mereka. akan tetapi mereka tidak ingin bersikap demokratis kepada rakyat. Pasca Soeharto. Indonesia yang demikian adalah merupakan potret Indonesia dimasa Orde Baru. Demokrasi menjadi sebuah kenyataan untuk ditegakkan. Mereka mengharapkan agar rakyat mau bersikap demokratis kepada mereka. akan tetapi demokrasi inilah yang menjadi persoalan hingga saat ini. lalu menebarlah virus-virus demokrasi kepada rakyat yang di suarakan oleh seorang/sekelompok orang yang ingin disebut sebagai pahlawan demokrat. demokrasi telah berubah menjadi mesin kekuasaan bagi orangorang tertentu untuk diteriakkan agar bisa disebut sebagai seorang demokrat. adalah mereka yang memiliki keinginan kuat untuk mendorong reformasi yang belum selesai diperdebatkan. Publik nanti akan menangkap isu itu. Mereka melakukan “pembajakan” atas tesis demokrasi untuk memenuhi hasrat dan kepentingan pribadi/kelompoknya.

Keempat. termasuk partai-partai politik dan kelompok kepentingan yang bebas. Kontekstualisasi demokrasi sebagaimana yang di katakan Oleh Robert A. Pertama. rakyat berhak untuk mendapatkan pendidikan politik dari perangkat lunak tadi. untuk mencapai berbagai hak mereka. pura-pura menjadi seorang pejuang reformasi. warganegara mempunyai hak untuk mendapatkan sumber-sumber informasi alternatif. Afan Gaffar: 1989) mengemukakan pemahaman yang lazim digunakan dalam Ilmu Politik mengenai “political performance” sebagai indikator kehidupan politik yang demokratis adalah sebagai berikut. Dalam prakteknya. maka harus disediakan juga ruang ekspresi bagi rakyat untuk mengajukan gugatan dan protes atas praktek-praktek kekuasaan. Dahl ingin menyampaikan bagaimana idealnya demokrasi itu dibangun dan ditegakkan. Kedua. Dahl (1986: 17-18) menyebutkan terdapat tujuh lembaga khusus yang berkembang yang membedakan rezim-rezim politik negara-negara demokrasi modern dari semua rezim lainnya. legitimasi pemerintah berdasarkan atas klaim bahwa pemerintah tersebut mewakili keinginan rakyatnya. setiap warga negara juga mempunyai hak untuk membentuk perkumpulan-perkumpulan atau organisasi yang relatif independen. Jr. termasuk yang disebut di atas. warga negara mempunyai hak untuk mengeluarkan pendapat tanpa ancaman akan dihukum. karena memang sumber-sumber dimaksud ada dan dilindungi hukum. Selain perangkat keras seperti partai politik. baik sebagai . Kedua. Kelima. setiap unsur paksaan dianggap sebagai suatu hal yang sangat memalukan. akan tetapi juga pada perangkat keras demokrasi tersebut. rezim. paling tidak terdapat dua partai politik yang mempunyai kesempatan untuk menang sehingga pilihan tersebut benar-benar bermakna. pengaturan yang mengorganisir bargaining untuk memperoleh legitimasi dilaksanakan melalui pemilihan umum yang kompetitif. Biasanya yang memiliki tugas seperti ini adalah partai politik. Ketiga. mengenai soal-soal politik yang ditentukan secara luas. dan pemilih dapat memilih diantara beberapa alternatif calon. Ketujuh. karena harus ada skenario lanjutan yaitu. Bingham Powel. sebagian besar orang dewasa dapat ikut serta dalam proses pemilihan. mereka ingin menjebak transisi yang berkembang ke arah pemerintahan otoritarian. Dahl. termasuk melancarkan kritik terhadap para penjabat. tata sosio ekonomi dan ideologi yang berlaku. pertama. pemerintahan. misalnya akan tercermin bukan hanya pada perangkat lunak saja. Ketiga.bergeser dari pragmatisme dan oportunisme politik. Akan tetapi tidak berhenti sampai di situ. secara praktis. para penjabat yang dipilih selalu berasal dari proses pemilihan yang dilakukan secara jujur. kontrol atas keputusan-keputusan pemerintah tentang kebijaksanaan secara konstitusional dibebankan pada pejabat-pejabat yang dipilih. secara praktis semua orang dewasa mempunyai hak untuk dipilih sebagai penjabat resmi dalam pemerintahan. meskipun batas umur untuk dipilih mungkin lebih tinggi dari batas umur untuk memilih. Artinya klaim pemerintah untuk patuh kepada aturan hukum didasarkan pada penekanan bahwa apa yang dilakukannya merupakan kehendak rakyat. akan tetapi dibalik itu. (1982: 3. Pemimpin dipilih dengan interval yang teratur. lembaga-lembaga negara dan beberapa institusi lain yang membantu mendorong demokrasi lebih maju. Keenam. Mereka pura-pura menjadi seorang demokrat. semua orang dewasa mempunyai hak dalam memilih penjabat-penjabat resmi.

kebebasan membentuk dan bergabung dalam organisasi yang cukup untuk menjamin integritas kompetisi dan partisipasi politik (Jurdi & Irianto: 2006). serta jabatan-jabatan kekuasaan yang diisi oleh orang-orang lama yang dulu juga berkuasa pada masa Orde Baru. Lembaga Demokrasi Belum Menjadi Alat Demokrasi yang Baik: Harus diakui bahwa proses demokratisasi di Indonesia sejak runtuhnya kekuasaan represif Orde Baru 1998 lalu memang berlangsung cukup dramatis hingga ada yang menganggap Indonesia sebagai negara demokrasi ketiga terbesar (third largest democracy in the world) setelah India dan Amerika Serikat. Namun. berorganisasi. yang disertai pelaksanaan desentralisasi melalui pemberlakukan Undang-Undang Nomor 22 Tahun . Kegagalan itu terindikasi dengan bangunan politik pasca Soeharto yang rapuh. Apa yang disebutkan oleh Bingham di atas adalah merupakan salah satu pendekatan yang ideal mengenai sebuah kondisi untuk mencapai posisi demokratis. Jika merujuk pada pandangan Elizabeth Santi Kumala Dewi (2005). kontestasi dan partisipasi –Larry Diamond. berkumpul. adanya kebebasan pers. dan kebebasan pers. tingkat kebebasan sipil dan politik yaitu kebebasan berbicara. Tumbuh sumburnya sejumlah partai politik baru. Ada yang begitu optimis dengan keadaan Indonesia akan sukses menuju transisi demokrasi. ketiga. Kondisi dimana demokrasi memerlukan bangunan yang kuat dengan perangkat keras yang memadai yang di dukung oleh perangkan lunak yang cerdas. Pada waktu yang berbeda dalam rangka memaknai demokrasi yang berisikan kompetisi. akan tetapi ada yang pesimis bahwa transisi demokrasi yang kita lewati saat ini akan gagal.pemilih maupun sebagai calon untuk menduduki jabatan penting. kemerdekaan mengeluarkan pendapat/berorganisasi. pertama. telah melahirkan sebuah kondisi politik yang transisional. masyarakat dan pemimpin menikmati hak-hak dasar. kedua. Baik partai politik yang lama maupun yang baru dapat berusaha untuk memperoleh dukungan. mendifinisikan demokrasi sebagai suatu sistem pemerintahan yang memenuhi tiga syarat pokok yaitu: pertama. Indonesia dalam masa persilangan waktu yang serba tidak jelas saat ini. sehingga keinginan untuk mendorong demokrasi bukan lagi menjadi tanggung jawabnya. Kelima. Reformasi dan Kegagalan perubahan sosial di Indonesia Prediksi tentang demokrasi di Indonesia telah sangat banyak dilakukan oleh para pakar. Pada sisi yang lain perangkat keras demokrasi tidak bisa menjamin terbentuknya situasi demokrasi yang sukses. kompetisi yang sungguh-sungguh dan meluas diantara anggota masyarakat dan kelompok-kelompok kepentingan didalam memperebutkan jabatan pemerintahan yang punya kekuasaan dalam jangka waktu yang teratur dan tidak menggunakan daya paksa. terbukanya ruang demokrasi (democracy space) yang sangat luas selama masa transisi ini belum menunjukkan adanya kerangka kuat untuk mewujudkan kemapanan budaya demokrasi. kegagalan demokrasi itu disebabkan oleh. seperti misalnya kebebasan berbicara. karena antara satu lembaga dengan yang lain saling tumpah tindih fungsi dan kewenangan yang kemudian melahirkan perebutan wilayah kekuasaan. partisipasi politik yang melibatkan sebanyak mungkin warga negara dalam pemilihan pemimpin atau kebijakan lewat pemilihan umum yang diselenggarakan secara adil dan teratur sehingga tidak satupun kelompok sosial (warga negara dewasa) tanpa kecuali. Keempat. kebebasan pers. Linz dan Lipset. penduduk memilih secara rahasia dan tanpa dipaksa.

. sistem kepartaian di Indonesia yang dibangun selama masa transisi ini belum kokoh yang memiliki kapasitas dalam melancarkan partisipasi politik masyarakat melalui jalur partai hingga dapat mengalihkan segala bentuk aktivitas politik anomik dan kekerasan. ternyata belum bisa membangkitkan pilar-pilar demokrasi yang kokoh. dan integritas individu. Di sini Vedi R. bahkan hampir tidak terbentuk sama sekali. partai politik justru masih bersifat sentralistik hingga para pengurus partai di tingkat lokal tetap terhegemoni oleh kepentingan sempit pengurus partai di tingkat nasional. kemungkinan terjadinya tarik-menarik kepentingan di tingkatan internal partai politik bisa menciptakan kerwanan akan terjadi konflik yang bisa menimbulkan konflik kekerasan di tingkat massa pedukung partai. melainkan tergantung kekokohan dan adaptabilitas sistem kepartaian dalam menyerap dan menyatukan semua kekuatan sosial baru yang muncul sebagai akibat modernisasi. Justru perubahan yang terjadi adalah perubahan yang tambal sulam. akan tetapi tidak diiringi dengan perubahan-perubahan yang signifikan dari semua aspek. masih terkesan masih carut marut atau mengalami ketimpangan dan cenderung menegasikan aspirasi publik. Karena aliansi kelas menengah oposisi tidak terkonsolidasi secara lebih baik. Akibatnya. Hadiz (2005: xvii) yang tampaknya menampik kemungkinan adanya semacam aliansi lintas kelas yang mampu menyusun dan mendesakkan agendaagenda transformatif di era pasca-Soeharto.1999 serta Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999. dan rendahnya tingkat pendidikan serta kondisi perokonomian masyarakat Jawa Tengah masih menjadi penghambat upaya pembangunan kekuatan civil society sebagai pilar demokrasi. tingkat partisipasi politik masyarakat yang benar-benar belum otonom hanya akan mewujudkan bentuk-bentuk partisipasi politik yang dimobilisasi. Transisi demokrasi bisa diramalkan dengan melihat kondisi politik Indonesia yang penuh dengan harapan-harapan yang terlampau optimis. tidak terarah dan memiliki konstruksi demokrasi yang dilacurkan demi kepentingan kekuasaan. Hal ini jelas sangat berpotensi menjadi sasaran manipulasi atau rekayasa pihak tertetu yang bisa menimbulkan konflik horizontal antar kelompok politik. sehingga transisi hanyalah menjadi alat analisis sebagian elit. lembaga-lembaga demokrasi yang tumbuh subur di Indonesia sejak runtuhnya Orde Baru lalu belum bisa menjadi alat demokrasi yang baik. Sifat Partisipasi Politik Masyarakat Masih Tradisional: Pemerintahan sentralistik-militeristik dan kebijakan massa menggambang yang diterapkan Orde Baru selama 32 tahun rupanya benar-benar telah melumpuhkan wacana demokrasi dalam kehidupan masyarakat hingga menyingkirkan praktik-praktik seleksi kepemimpinan secara fair yang berdasarkan kompetensi. Tapi. Ketika pemerintah pusat sudah mulai membagikan kewenangannya kepada pemerintah daerah melalui pelaksanaan Otonomi Daerah. Sementara pendidikan kewarganegaraan (civic education) selama masa transisi demokrasi ini belum diikuti peningkatan partisipasi politik masyarakat yang cukup signifikan dalam mendorong terwududnya Good Governance di pemerintahan lokal. seperti ewuh pakewuh (sungkan) dalam mengeluarkan pendapat atau kritik. Artinya. kapabilitas. Bahkan. Pengaruh budaya Jawa. jika melihat sepak terjang aktor-aktor keterwakilan dalam lembaga parlemen dan partai politk di Jawa Tengah selama masa transisi ini. Kedua. Padahal. Perlu dicatat bahwa yang mendorong pembangunan politik bukanlah banyaknya jumlah partai politik yang muncul.

Relasi Soeharto yang telah menanamkan benih-benih ideologi politik konservatif tidak selamanya mudah untuk dihancurkan sekaligus. sulit untuk keluar dari kukuhnya hegemoni system dan ideology politik masa lalu. Untuk survive. kerangka institusional kekuasaan dapat berubah – misalnya kearah yang lebih demokratis dan terdesentralisasi sebagaimana di Indonesia setelah jatuhnya Soeharto – tetapi relasi kekuasaan yang menopangnya mungkin saja bertahan dalam konteks institusional yang baru. walaupun akhirnya dia kalah. Sehingga siapapun yang berkuasa di Indonesia akan gagal membangun demokrasi sebagaimana i’tidak awal mereka di saat-saat kampanye politik dilakukan. Gusdur. Dalam hal ini. Dari empat presiden Indonesia pasca Orde Baru. tidak ada yang berani memutus hubungan dengan IMF dan mampu menyelesaikan utang-utang Negara. Megawati. Pada akhirnya komunikasi politik elit di hadapan Negara-negara “kapitalisme rente” seperti AS adalah komukasi inferior. Tentu demokrasi tidak mungkin diharapkan dari para “predator politik”. Untuk melihat konteks bahwa “predator politik” sulit untuk dihindari di dalam permainan politik pasca Orde Baru. karena mereka tidak bisa menarik diri dari kekuatan yang menggenggam mereka. Konsekuensinya. bahwa pada dasarnya perangkat kelembagaan kehidupan demokrasi di Indonesia telah ‘dibajak’ oleh kaum ‘penjarah’ politik. Penjualan aset negara seperti Satelindo dan pembelian pesawat Sukhoi dari Rusia. sehingga yang terjadi pada rezim pasca Orde Baru adalah transplantasi “penyakit” yang kukuh berkuasa selama 32 tahun itu tanpa mengalami perubahan fundamental. tidak mampu mendorong perubahan Indonesia untuk menuju ke arah situasi demokratis.Vedi percaya. Inilah yang disebut oleh Vedi dengan “predator capitalism”. hingga SBY. Jenis-jenis kekuatan lama yang menopang otoriterisme Soeharto kini menjadi bagian penopang demokrasi Indonesia pasca-Orde Baru (2005: xxv). kepemimpinan Megawati yang mengaku sebagai pelindung wong cilik juga tidak jauh berbeda dengan kepemimpinan sebelumnya. dengan vulgar Vedi mengatakan. Tetapi yang lebih parah. sang kiai liberal pun harus menggunakan taktik yang kurang lebih sama dengan lawan-lawannya. Mereka yang berkuasa pasca Soeharto sulit untuk melepaskan diri dari cengkeraman masa lalu. Hampir semuanya terjebak pada premis-premis kekuasaan “predator” yang menyeret mereka pada banalitas kekuasaan. Sehingga transformasi – baik dalam bentuk system maupun institusi – sebagaimana yang awalnya diprediksikan gagal akibat dari tidak terjadinya pergeseran aktor dan mentalitas para aktor. ternyata harus tersedot juga ke dalam logika predatory politics. Karena terlalu banyaknya ranjau . karena terlalu banyaknya kader ideologis yang dihasilkan oleh Soeharto serta kuat pengukuhan system politik sentalistik selama rezim ini berkuasa. Vedi mencoba untuk melihat Gus dur sebagai contoh. adalah kebijakan politik yang tidak bisa menghindar dari tesis “predator” tadi. Gus Dur adalah merupakan seorang intelektual proreformasi dan prodemokrasi sebelum menjadi presiden. bahwa sifat dari relasi kekuasaan (power relations) yang menopang rezim yang lama tidak mengalami perubahan yang fundamental. Habibie. Siapapun yang berkuasa pasca Soeharto. baik itu system politik maupun kapitalisme yang memaksa mereka untuk secara terus-menerus patuh. sebagaimana janji dan komitmen politik yang mereka tawarkan kepada publik. relasi kekuasaan yang dimaksud adalah yang melekat pada semacam predatory capitalism yang masih bercokol dengan kuat sebagai warisan utama era Orde Baru yang panjang.

Fakta bahwa SBY tidak bisa keluar dari cengkeraman masa lalu dan sekaligus sebagai pemimpin yang patuh pada kehendak penguasa kapitalis adalah tak terhindarkan. jika melihat kebijakan-kebijakan dan perilaku politiknya. Karena SBY yang pada awalnya merupakan harapan untuk mengembalikan posisi Indonesia yang pincang dan mendorong demokrasi. Dalam konteks ini. tidak mampu berbuat banyak. tentu saja transisi demokrasi akan gagal bahkan bisa jadi akan muncul faksionalisme politik untuk menghancurkan transisi menuju kekuasaan otoritarian baru yang jauh lebih ganas dari masa lalu. Tidak ada yang menjamin jika saja Amien Rais sempat menjadi presiden. justru gagap untuk bersikap konsisten. Bukan mustahil Amien Rais akan menjadi “predator politik” yang juga sama dengan presiden yang lain. Oligarki militer yang kemudian menguasai kantong-kantong ekonomi Indonesia selama masa Soeharto. adalah akibat terlalu kuat dan kukuhnya hegemoni politik Orde Baru yang diwariskan melalui aparatus ideologisnya yang kemudian berganti muka di dalam sistem dan institusi-institusi demokratis. Dan ini merupakan awal dari kegagalan untuk membangun demokrasi Indonesia dengan komitmen kebangsaan yang lebih mandiri. dimana di dalamnya adalah juga SBY. Itu juga yang sedang menimpa Susilo Bambang Yudoyono (SBY) saat ini. Kepemimpinan politik yang hendak mendorong kereta demokrasi yang kemudian semuanya berakhir dengan gagal. juga prinsip oligarki militer yang dikembangkan oleh Soharto – dimana SBY adalah bagian dari pelakunya – masih melekat bersama-sama dengannya. tentu sulit untuk keluar dari perangkap sistem dan ideologi politik konservatif yang begitu kukuh berkuasa selama 32 tahun dibawah Soeharto. telah mendorong militer menjadi pelaku bisnis dari pada menjalani profesionalisme sebagai pasukan negara. SBY yang dipundaknya hendak mendorong perubahan penting bagi transisi demokrasi yang tengah terjadi. Penyerahan pengelolaan pertambangan Blok Cepu kepada AS sebagai operator sebagaimana yang dibahas sekilas di bab selanjutnya adalah menjadi salah satu tanda bahwa SBY tidak lebih dari ”predatory capitalism” sebagaimana yang disebutkan oleh Vedi. Di sinilah kita mesti melihat apakah Indonesia cukup kondusif untuk di dorong menuju transisi demokrasi ataukah justru demokrasi hanyalah menjadi isu elit belaka yang tidak mungkin bisa terwujud sama sekali?. Gelombang balik otoritarianisme ini akan berpeluang besar terjadi jika melihat Indonesia yang sedang terjadi saat ini. Karena perangkap yang dibangun menyulitkan orang untuk mengelak dari kenyataankenyataan politik yang ada. yaitu terjebak pada tipuan-tipuan sistem politik ”predator”. SBY tidak lebih dari ”budak” kapitalisme rente yang juga sama dengan mereka yang sebelumnya. karena harus tetap berada dibawah kendali politik dan .yang harus dilalui oleh aktor-aktor tersebut. selain karena dia adalah merupakan kader politik Soeharto yang dibesarkan dalam tradisi kepemimpinan militer. Karena mereka mampu meyakinkan investor asing bahwa Indonesia aman. juga ikut dinikmati oleh elit-elit militer. maka injeksi modal kapitalisme yang masuk. sehingga keinginan untuk melakukan perubahan serat keinginan untuk membangun demokrasi sebagaimana keinginan kuat di awal-awal kehancuran Orde Baru akan selalu gagal. dimana situasi politik serba tidak jelas. Tidak salah memandang politik Indonesia pada aras yang tumpang tindih. yaitu antara memasuki wilayah banalitas politik dengan terlibatnya aktor lama yang tidak menghendai perubahan terjadi pada sistem politik Indonesia pasca Orde Baru.

serta keperluannya terhadap dukungan pemodal. Liberalisme politik Indonesia pasca Soeharto. karena sebagai ”predator capitalism” ia harus mematuhi kehendak negara satelit itu. SBY tentu saja adalah biang keladi dari semua itu. Sehingga menurut Vedi (2005: xxix) posisi Yudhoyono harus dilihat dalam konteks struktur sosial. Karena itu. Dalam hal ini. dia dihadapi oleh berbagai pilihan. yang sering diwakili melalui tekanan dari lembaga-lembaga internasional seperi Bank Dunia atau IMF. sebagaimana juga aktor politik lainnya. yang digembar gemborkan pada awal masa pemerintahannya. sebagaimana mungkin diharapkan oleh para pendukungnya. Mewakili kepentingan atau koalisi kepentingan macam apakah dia?. tidak serta merta menghancurkan karakter dasar rezim ini dari praktek-praktek keseharian. serta kepentingan institusional aparat militer dan keamanan. sehingga perjalanan panjang transisi demokrasi melalui jebakanjebakan terjal yang sangat berbahaya. sama dengan dibawah kolonialisme Belanda.ekonomi negara-negara satelit seperti Amerika. Yudhoyono adalah politisi-jenderal – dibesarkan pada masa Orde Baru – yang harus menavigasikan dirinya di antara berbagai ’karang’ berupa sejumlah kepentingan yang saling berkompetisi untuk mendapatkan tempat yang aman dan menentukan dalam masyarakat dan politik Indonesia pasca-Soeharto. Belum lagi anak kandung Orde Baru masih tumbuh subur diberbagai institusi politik yang hendak di dorong ke arah demokrasi. kita perlu mempertimbangkan latar belakangnya seorang jenderal Orde Baru yang senior. yang memungkinkan pembentukan dan pelanggengan jaringa-jaringan patronase yang pada dasarnya bersifat predatoris. sosialisasi politiknya dalam ideologi Orde Baru. tidaklah mengherankan kalau gebrakannya terhadap korupsipun. apakah itu Yudhoyono atau pemimpin yang lain. mengingat posisi politik Indonesia berada dibawah kendali negara-negara raksasa itu. pusat maupun lokal. Fenomena itu menandakan Indonesia yang inferior. Yang harus kita pahami adalah sifat dari konstelasi kekuatan dan kepentingan sosial yang ada. Belum lagi kepentingan investor asing. ekonomi dan politik secara lebih holistik. mahal dan yang paling menyakitkan sepertinya Indonesia sedang di jajah. Kedatangan Bush sebagai kepala negara penjajah. dalam kenyataannya tidak menghasilkan buah yang terlalu hebat sampai saat ini. Sebagaimana diketahui. Fakta yang lain adalah persiapan SBY pada saat kunjungan Josh W. struktur kekuasaan. lanjut Vedi. Karena itu. Karena itu sudah menyangkut tradisi kerangka politik yang sulit untuk diajak kompromi dalam jangka waktu yang pendek. Oleh karena itu. Bush (presiden AS) ke Indonesia tahun 2006 yang mendapat kritik dari berbagai kalangan. diterima oleh Indonesia yang terjajah dengan cara-cara yang tidak masuk akal. Indonesia yang masih terjajah. Di mana tempat Yudhoyono didalam konstelasi tersebut?. Bush bagaikan ”tuhan” disambut dengan sangat meriah. yang selalu juga harus . yang resmi maupun setengah-resmi. birokrasi negara. Mereka berkompetisi untuk memenangkan akses dan kontrol terhadap sumber daya dan institusi negara. masa depan Indonesia tidak semata-mata tergantung niat baik seorang pemimpin. Tentu dia tidak bisa dipandang semacam Ratu Adil. Sebagaimana aktor politik manapun. Tetapi pilihan dan kemungkinan yang tersedia untuknya dibatasi pula oleh faktor-faktor seperti konstelasi kepentingan. dan warisan kesejarahan. harapan untuk mendorong demokrasi dan pemerintahan yang mandiri pasca Orde Baru adalah merupakan harapan yang terlampau gigantis.

membenarkan kepalsuan-kepalsuan dan mengajak kompromi pikiran-pikiran jahat mereka untuk menghancurkan demokrasi. pernah singgah di KAMMI Unhas. karena mereka adalah agen komprador dari rezim sebelumnya yang bersilangan dengan kekuatan kapitalisme yang tentu saja akan memerangkap Indonesia pada tipuan gradualisme. redaktur ahli jurnal Profetik. FIS UNHAS Periode 2003-2004.dipertimbangkan oleh Yudhoyono karena keterperosokan Indonesia dalam krisis ekonomi sebelumnya (2005: xxx). Project Officer pada Prophetic Institute. anggota Lembaga Pers DPD IMM Sul-Sel Periode 20032005. meramalkan perubahan sosial di Indonesia dimasa depan tidak bisa lagi diharapkan kepada elit kekuasaan. PC. Janji-janji perubahan hampir didendangkan oleh empat presiden Indonesia pasca Soeharto. serta mengutuk agen-agen “jahat” kapitalisme yang hidup di kampus-kampus. Pengurus Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Sul-Sel 2004-2006. Korankoran kampus liberal. yaitu revolusi. Ketua Badan Kehormatan Mahasiswa (BKM) Fakultas Hukum Unhas periode 2006-2007. dan sekarang menjabat Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. Sebab itu. IMM Makassar Perintis periode 2003-2005. akan kusiapkan untukmu pemberontakan. Centre For Research. Deputi Lembaga Kajian Sosial dan Agama (LEKSA) Makassar 2004-2009. Wakil Ketua Majelis Tinggi Mahasiswa (MTM) Fakultas Hukum Unhas 2004-2005. Aib Politik Muhammadiyah (2007). jika engkau paksa aku diam. hamba kapitalisme dan dan melakukan pengingkaran atas demokratiasi?. dengan mengerahkan kekuatan massa. Adakah civil society yang menjadi budak liberalisasi pasar. akan tetapi kesemuanya terbukti gagal mendorong perubahan tersebut. mengalienasi rakyat dari hak-hak politik mereka. professor-profesor liberal. Karena itu. Ketua Kajian strategis Komunitas Intelektual Muda Muslim FIS UNHAS 2003-2004. Delegitimasi Terhadap Komisi Yudisial (Kreasi . Koordinator bidang Provokasi Publik Lembaga Peduli Pembangunan Bangsa (LP2B)-Makassar. jalan yang akan penulis tawarkan hanyalah satu untuk menuju Indonesia yang merdeka. Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan. dan melakukan tipuan-tipuan massal atas kebenaran-kebenaran yang otoritatif. [2]. Atau boleh jadi mereka adalah buruk intelektual yang menciptakan tipuan-tipuan kebenaran. Popular Education and Empowerment–Indonesia. doctor-doktor liberal. mendesak demokrasi agar segera di tegakkan. Mantan Sekum IMM Kom. Mereka mendapatkan upah yang tinggi atas “kejahatan” yang dilakukannya. Peneliti lapangan pada Lingkaran Survei Indonesia (LSI)-Jakarta. Ketua Kajian Strategis Komunitas Mahasiswa Bima (KMB)-Makassar 2004-2005. Mereka itu telah menjadi parasit yang handal dalam upaya untuk menjebak demokrasi agar masuk pada premis-premis agen komprador dengan jalan legitimasi intelektual. radio-radio kampus liberal yang belakangan mereka itu disebut sebagai kekuatan civil society. Makalah yang di sampaikan pada saat Diskusi Publik yang dilaksanakan oleh kelompok studi Eka Prasetya di Kampus UI Depok pada tanggal 3 November 2007. [1] . Menghancurkan seluruh agen komprador. Menulis buku antara lain: Membalut Luka Demokrasi dan Islam (2004). disana bersemayam kemerdekaan. Mereka adalah dosen-dosen liberal. Sekretaris DPD IMM Sul-Sel periode 2005-2007. Sekarang sedang menjalani studi perbandingan di Universitas Indonesia. dan mereka bagaikan buruh di pabrik-pabrik industrialisasi. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia.

Maret 1968. Sebuah Pengkhianatan Intelektual (Naskah di Kreasi Wacana. Karena keduanya mempunyai kepentingan yang sama yaitu tidak suka parpol. tentara dan parpol dari unsur komunis dan Soekarnois. Inilah awal kengerian system pemerintahan yang kekuasaan mulai saat itu dipegang oleh Presiden Soeharto. Setelah menerima SUPERSEMAR. Apalagi militer yang bekerjasama dengan intelektual sipil meletakkan pembangunan ekonomi sebagai substansi dari pembangunan Orde Baru. Surat perintah tersebut disalah artikan Soeharto untuk mengambil legitimasi dari Soekarno untuk akhirnya mendepak SOekarno dari singasana kepresidenan. Sporadisme Oposisi.Wacana. Juga karena saat itu MPRS yang dipegang oleh Nasution. Pembersihan MPR. meratifikasi SUPERSEMAR dan semakin memojokkan Soekarno dari jabatan Presiden seumur hidupnya. awal kekuasaan Soeharto sebagai pemimpin terlama di Indonesia diawali oleh diterimanya SUPERSEMAR oleh Soeharto yang diangkat sebagai pemimpin tertinggi di AD.08 0 komentar ALDINO W PUTRA 08/267761/SP/23058 TUGAS MID-TERM EXAM SIPI ORDE BARU VS REFORMASI Dispersion of power berarti pembagian kekuasaan agar terjadi saling check and balance antar lembaga. Membongkar Sindikat kekuasaan (Naskah Siap Terbit). membenci . Orde baru lahir dengan pusat kekuasaan di tangan Soeharto sebagai pemegang kekuasaan “tertinggi” di Indonesia. sehingga pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Juga peralihan yang significant dari status Indonesia yang Government menjadi Gorvernance.2007). Yogyakarta). Feminisme Profetik (editor) (Kreasi Wacana: 2007): Oposisi Lintas Kelas Mengukuhkan Demokrasi (Naskah Di Juxtapose. Mengambil tema dispersion of power pada masa Orde Baru versus Reformasi. HP: 085299262424 Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 08. MPRS melantik Soeharto menjadi Presiden RI. Tentunya prose itu sangat rumit dan tidak beraturan. Yogyakarta). tetapi pemilu tersebut sangat jauh dari demokrasi karena penataan struktur politik saat itu telah direkayasa dan hanya menguntungkan partai beringinkuning saja. Predator-Predator Politik. Meski pada tahun 1971 diadakan pemilu. Apalagi dengan membandingkannya dengan beberapa factor yang sangat bertolak belakang. dan bisa dikatakan pada tahun 1969 Indonesia berada dalam genggaman Soeharto. juga mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia-kembali masuk PBB-juga bekerjasama dengan IMF. tentunya sangat menarik kita bahas dalam gagasan penyelenggaraan system pemerintahan di Indonesia. Soeharto mengambil langkah-langkah antarlain: Membubarkan PKI. Kita flashback sebentar pada masa Orde Baru.

Juga memberikan hak ekslusif bagi negara untuk mengatur hal-hal publik. seharusnya proses tersebut juga melibatkan aktor nonnegara misal LSM terkait. hukuman. Dispersion of power saat itu lebih mengarah pada Internal lembaga-lembaga pemerintahan. Lalu pada pemilu 2004 memutuskan bahwa pasangan SBY-JK terpilih sebagai presiden dan capres pilihan rakyat langsung. Masyarakat yang sangat termarginal. Selain perubahan system pemilu. Akan tetapi presiden RI bukan dari wakil PDI-P. tanpa dialog. DPR. Gus Dur sempat membuat heboh dengan ide pencabutan UU tentang PKI. Kemudian pemerintahan diserahkan kepada wakilnya B. Rakyat langsung memilih secara langsung anggotan DPD. Tampilan negara sebagai rule and regulation juga negara yang terlalu dominan dan kuat mengakibatkan rakyat yang seharusnya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi menjadi seperti terbelenggu aspirasinya. Dari penjelasan diatas dapat saya simpulkan Karakter Orba saat itu adalah: Kekuasaan Negara/Pemerintah yang sangat dominan. Jawanisasi. Nepotisme). Sehingga meskipun pembangunan disentralkan pada perekonomian. Proses pembentukan negara orde baru melalui instrumen kekerasan. Kolusi. karena partai-partai kecil kala itu berkoalisi dan memutuskan Gus Dur sebagai presiden RI dan Mega sebagai wakilnya (1999-2001). Proses pembentukan bangsa melalui top down.J Habibie (1998-1999) yang mengakibatkan Indonesia kehilangan Timor-timor karena referendum dari Presiden Habibie kala itu memutuskan bahwa rakyat Tim-tim lebih suka pecah dari NKRI. dll. uniformalitas. yang berarti PKI boleh berdiri lagi sebagai salah satu parpol. Proses kebijakan public didominasi sepenuhnya oleh pemerintah. Konsep government sangat mengakar kuat saat itu. juga adanya dispersion of power yang melibatkan tidak hanya 3 ranah trias politica saja. dan Presiden. Lalu pemilu 1999 (pemilu terdemokratis sejak pemilu tahun 1971) memenangkan suara PDI-P sebagai pemenang pemilu. hanya dapat diserta sejauh negara mengijinkannya. dll. Kembali ke pambahasan dalam membandingkan dispersion of power masa Orba tentunya sangat jauh dari kata demokrasi. Karena kasus itulah Gus Dur di berhentikan dan di ganti oleh pasangan MegaHamzah. dan ideologi komunis diakui. mengakibatkan tergerogotinya sendi-sendi pemerintahan yang berujung gagalnya pembangunan ekonomi Indonesia. Pergeseran ini bisa disebut juga perubahan dari goverment menjadi governance. Pada masa reformasi ini. Inilah yang membedakan dengan aturan sebelum amandemen UUD 1945. Lalu juga tidak adanya check and balance yang menjadi ciri dari pemerintahan yang baik. Pada masa kepemimpinannya. tetapi karena maraknya KKN di setiap badan pemerintahan. government . Peregeseran makna dispersion of power dari orde baru ke reformasi menjadi sangat significant karena apa yang dijalankan pada masa orde baru sangat bertolak belakang dari pengertian dispersion of power yang sebenarnya. Yang terdiri dari beberapa event penting seperti pecahnya elit-elit politik karena desakan dari demo mahasiswa yang mengakibatkan mundurnya penguasa 32 tahun Soeharto dari jabatannya sebagai Presiden Indonesia. Keadaan ini juga semakin diperkuat dengan dukungan teoritik yang saat itu sedang populer yaitu Seymor Martin Lipset (pembangunan demokrasi harus didahului dengan pembangunan ekonomi). sementara aktor di luarnya. Kenapa langsung? Karena pada pemilu 2004 diperkenalkan system baru dalam pemilu. menjadikan pada masa Orde Baru banyak sekali timbulnya KKN (Korupsi.kaum komunis dan sangat mendambakan pembangunan ekonomi. Perjalan reformasi terjadi dari tahun 1998 yang kala itu pada akhir 1997 krisis moneter menerpa Indonesia.

DPT DAN MALAPETAKA DEMOKRASI Oleh Fajlurrahman Jurdi Direktur EKsekutif Pusat Kajian Politik. Otomatis kapasitas negara otomatis memudar. dan Visi Strategis. dan actor multi-nasional (globalisasi). namun juga memilih kontestan. Pemilu 2009 ini bagi sebagian besar pengamat menganggap . Pembagian kekuasaan yang tidak hanya di satu ranah saja memang didesain untuk menjaga lembaga satu dengan lainnya agar tidak saling over lap. Governance juga terkait dengan proses pembuatan kebijakan yang melibatkan unsur non-negara secara lebih luas. tidak harus menjadi kontestan. Dispersion of power juga merupakan komponen yang musti diperhatikan untuk menuju pemerintahan yang baik. “kesamping” pada NGO dan swasta’ serta “kebawah” pada daerah dan masyarakat lokal.digantikan oleh governance yang mementingkan actor non negara dalam proses politik dan pemerintahan. Responsif/cepat tanggap. Adapun beberapa prinsip dasar good governance adalah Partisipasi. Juga negara tetap menjadi pemain kunci bukan dalam pengertian dominasi dan hegemoni. Governance menuntut negara berbagi kekuasaan dengan civil society (demokrasi). Akuntabilitas. Negara bukan lagi sebagai penguasaan politik. 07 April 2009 Persoalan substansial dari demokrasi kita adalah pendidikan politik dan kemauan untuk meng-enganged diri dalam arena publik.com at 22:21 0 comments Jumat. masyarakat local (desentralisasi). tetapi negara adalah aktor setara (primus inter pares) yang mempunyai kapasitas untuk memobilisasi aktor-aktor masyarakat dan pasar untuk mencapai tujuan besar. Kegiatan lembaga negara dapat dikontrol oleh actor non-negara. Kesetaraan. Supremasi Hukum. Proses ini melibatkan struktur formal (negara) dan struktur non formal (masyarakat). Pemerintah hanya menjadi salah satu aktor saja dalam proses governance. Transparansi. serta proses formal dan non formal. Kekuasaan negara harus ditransformasikan dari “kekuasaan atas” (power over) menuju “kekuasaan untuk” (power to). Membangun Konsensus. koordinasi dan control. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Harian Fajar. Posted by dinotheevil@yahoo. 17 April 2009 GOLPUT. tapi sebagai kemampuan fasilitasi. SUARA BATAL. Tetapi negara juga memfasilitasi mekanisme informalantara lain rujukan nilai dan negosiasi. Negara tetap pemain kunci dlm Mekanisme Formal Governance yaitu penjamin kesetaraan (levelisasi kompetisi) dan penjamin ketaatan. Pemilu tampaknya menyisakan berjuta harapan bagi konstruksi demokrasi di masa yang akan datang. Baik sebagai peserta aktif maupun pasif. Negara bukan lagi sentrum “kekuasaan formal” tetapi sebagai sentrum kapasitas politik. dalam arti keterlibatan itu. Negara harus berbagi kekuasaan dan peran pada tiga level: “keatas” pada organisasi transnasional. pelaku bisnis (privatisasi). Efektifitas dan Efisiensi. Sehingga negara akan bisa menjalankan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN.

seperti kemiskinan. Akan tetapi kalau kita berhenti pada hitungan-hitungan kuantitatif. atau malah kita akan menghentikan proses transisi ini sebagai titik episetrum untuk kembali melakukan rekonsolidasi ke kutub otoritarianisme. Dalam kaitannya dengan pemilu dan harapan yang terlalu besar akan demokrasi. Batasan-batasan kuantitatif memang perlu untuk menegaskan diri sebagai bangsa yang teratur. Golput telah menjadi hantu yang amat menakutkan bagi partai politik dan para caleg. ada beberapa persoalan teknis yang sengaja atau tidak sengaja dilakukan oleh negara/kekuasaan dalam upaya untuk menciptakan demokrasi. Demokrasi kuantitatif memang tidak sepenuhnya salah. Itulah lembaga Pemilihan Umum kita yang bernama KPU.sebagai puncak terakhir untuk menguji "kelayakan" proses transisi demokrasi untuk dievaluasi secara menyeluruh. sekalipun memang tidak akan mendelegitimasi mereka secara hukum. kebodohan dan kepandiran kita sebagai bangsa bisa diselesaikan dengan angka-angka. tinggal menunggu detik-detik suksesi itu dimulai. Pertama. Partai tidak berpikir untuk bekerja untuk membangun kaderdisasi dan pendidikan politik. Yang bertebaran dalam arena demokrasi kita adalah partai massa. Ada beberapa masalah yang akan segera muncul dan akan menjadi ancaman serius bagi proses transisi demokrasi kita. bahwa kita akan segera secara perlahan-lahan menuju fase lanjutan siklus. Golput atau golongan putih ini akan menjadi momok bagi eksistensi mereka. tidak bisa diselesaikan lewat hitungan 50 persen + 1. Semua perangkat telah disiapkan dan prasyarat hajatan demokrasi telah ada. sehingga tidak ada satupun partai di Indonesia yang bisa disebut sebagai partai ideologis. yakni oligarki. Komisi ini belakangan bekerja amburadul dibanding pada tahun 2004. bahwa demokrasi kita saat ini amat sangat kuantitatif. Seolah-olah dalam pidato telah bekerja maksimal. Persoalan substansial seperti kemiskinan dan keterbelakangan. sebagai tahap ujian untuk menentukkan sikap dalam intaian ancaman. yaitu partai yang seluruhnya bekerja membangun kekuatan untuk merebut kekuasaan. maka akan menjadi alasan bagi kelompok oposisi untuk mengatakan bahwa kinerja partai politik untuk meyakinkan rakyat telah gagal. 50 persen + 1 adalah cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan problem kebangsaan itu. Demokrasi kita terlalu materialistis. Golput. sama menakutkannya negara Orde Baru bagi civil Society di masa Soeharto berkuasa. juga seolah-olah semuanya tak ada masalah. namun apabila jumlah pemilih tidak mencapai 50 persen. atau Dahl mengatakan demokrasi prosedural (procedural democracy). Atau kita mengikuti siklus Polybios. keterbelakangan. Kita menganggap persoalan kebangsaan. karenanya amat mahal. seolah-olah dalam ceramah tak ada masalah. pada angka-angka seperti 50 persen 1. problem epistemik kita sebagai bangsa amat berbahaya apabila itu yang kita jadikan ukuran untuk melakukan proses pembangunan. Dengan harapan dan dada membusung mengaku telah bekerja keras demi suksesnya ritual suksesi politik dan hajatan demokrasi. Juga menjadi alasan. Tampaknya pertanyaan apapun di masa kini. maka kita akan menghentikan persoalan substansial dari demokrasi kita. Sampai Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa haram Golput. Apakah kita akan mengikuti "bisikan" demokrasi di masa mendatang. Sebelumnya Robert Dahl mengingatkan. bahwa demokrasi kita. . kemelaratan. hanya akan bisa dijawab setelah Pemilu 9 April mendatang. sebagai limit agar menegaskan posisi kita untuk melakukan perubahan. karenanya.

Sumbar 37 persen. sedangkan angka golput tertinggi tercatat di Pilwalkot Pontianak yang mencapai 61 persen. dan jumlah partai yang banyak akan menyulitkan bagi pemilih. Bagi masyarakat awam. maka problem demokrasi kita akan tambah rumit. dan (2) Di dalam kotak partai itu. ada urutan nama caleg. akan berkisar 35-45 persen. Apalagi hitungan kuantitatif tidak mencapai limit yang tercantum dalam prosedur demokrasi. sampai Pilgub: . (3) Metode Contreng. yakni (1) Jumlah partai yang banyak dengan warna partai yang sama untuk beberapa gambar.2 persen. Jatim 39. Pilbup Pati 50 persen. juga sekaligus betapa demokrasi kita di ambang petaka. memilih caleg dan cara mencontreng. menegosiasikan masa depan demokrasi pasca Pemilu 2009. Wonogiri 39. . Di Jatim ada sekitar 43. Jika demikian.07 persen. Dari beberapa hasil Pilkada berikut data Golput di masing-masing Pilkada. Karenanya. Jambi 34 persen. Banten 39. Bogor 45 persen. DKI Jakarta 36. Diperkirakan mereka yang tidak bisa memilih pada pemilu ini akibat birokrasi negara yang bernama UU Pemilu. menemukan kesulitan pemilih memilih partai. Pilbup Cirebon 38. Letak dasar persoalannya bukan pada surat suara.67 persen.28 persen. baik Pilbup. Kalsel 40 persen. jika engangement masyarakat beserta tetek bengek yang lain bisa mencapai angka di atas 50 persen? Ini impossible untuk melanjutkan agenda transisi demokrasi dengan mengabaikan hak-hak rakyat yang paling asasi. di mana hitungan kuantitatif itu bisa dilakukan. namun lebih pada fatwa politik. Pengalaman beberapa fungsionaris PuKAP-Indonesia yang terlibat dalam proses pendidikan politik arus bawah di beberapa daerah di Sulsel. maka Pemilu 2009. Ini akan berpengaruh secara psikologis ketika mencoblos.3 persen. telah menyimpan sejumlah persoalan bagi demokrasi kita. sungguh ngeri bagi kualitas demokrasi. Lalu. Wajo 32 persen. Jawa Barat 34.639 nama. Ketiga. Sukoharjo 42. dan yang sangat menyulitkan nanti adalah mencari nama para caleg yang akan dipilih. suara batal dalam Pemilu 2009 ini akan mencapai angka 2025 persen. Ukuran kertas yang selebar 84 x 63 sentimeter. maka Golput akan mencapai angka dramatis. tidak bisa dilanjutkan dengan menempatkan rakyat sebagai yang berdaulat. Bandung 30. Suara Batal.sekalipun itu Fatwa yang agak "menyebalkan" dan bukan fatwa teologis. tetapi kesiapan voters (pemilih) untuk melakukan pencontrengan. Pilgub Sulsel 33 persen. akan sangat banyak yang tidak bisa terlibat dalam pemilu.05 persen. selain kertas suara banyak. Karena itu.33 persen. Keputusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan suara terbanyak. Jika kita melihat ukuran kertas suara yang akan dicoblos di bilik suara pada tanggal 9 April nanti. Jika pemilu tahun 2004 pemilih hanya memilih partai. Tampaknya angka ini adalah merupakan angka yang luar biasa. Kedua.088 DPT bermasalah.69 persen. ketika masuk bilik.19 persen. 22 persen. apabila keadaan politik hanya untuk upper class.Golput di Pilgub Jateng 45. jumlah partai juga banyak. Sumatera Utara 41 persen. tangan mereka gemetar ketika memegang pulpen. Sebuah angka yang amat menakutkan bagi proses konsolidasi demokrasi. Kaltim 42. Ada dua problem besar bagi masyarakat yang tidak berpendidikan apabila melihat surat suara. Kita lihat angka Golput di beberapa Pilkada. juga sekaligus tidak adanya taktik untuk memberi ruang bagi yang tidak terdaftar sebagai pemilih untuk memilih pada tanggal 9 April.2 persen. Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menjadi wacana hangat belakangan ini. Kalbar 37. di Pekalongan dan Solo masing-masing 50 persen. Kepri 46 persen. Pilwalkot. Begitu juga mungkin di tempat-tempat lain. Di Sulsel saja jumlah DPT bermasalah berjumlah 67. sehingga agak mudah bagi mereka untuk membedakan.

agar segera menyadari kesalahannya. DAN PERSPEKTIF Oleh: Suhartono PENGANTAR Mempelajari historiografi Hubungan Sipil-Militer di Indonesia dalam kurun waktu 1945-1998 berarti melakukan stock opname tentang karya-karya sejarah militer umumnya dan sejarah hubungan sipil-militer khususnya. Kecuali partai bekerja dan memulai untuk selanjutnya menjalankan tugas-tugas wajibnya. Jadi. Mungkin saatnya memang mereka harus dihukum. 38+23+9=70 persen. Namun. lebih-lebih pada masa pemerintahan sampai dengan jatuhnya Presiden Soeharto yang merupakan representasi golongan militer.Hitungan 50 persen + 1 tidak mencapai ambang batas. Selama ini partai politik tidak pernah menjalankan kewajibannya sebagaimana layaknya seorang muslim yang menjalankan kewajiban menjalankan salat lima waktu. tema ini banyak ditulis oleh para pakar dalam maupun luar negeri. asumsi ini perlu dibuktikan lewat historiografi yang ada selama ini sehingga mempunyai dasar kuat adanya korelasi yang kuat pula bahwa hubungan sipil-militer itu . Diperkirakan bahwa kejatuhannya ada kaitannya dengan ketidakserasian hubungan sipil-militer selama ini. serta diminati oleh para pemerhati masalah militer. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 06. Sungguh ini akan menjadi malapetaka bagi demokrasi. Tentu tema ini mempunyai daya tarik tersendiri.52 0 komentar Selasa. Kita berharap ada perubahan mendadak dalam hitungan empat hari ke depan. meramalkan demokrasi sebagai suatu harapan di masa yang akan datang adalah tidak masuk akal dengan melihat infrastruktur politik seperti ini. Historiografi dengan tema itu dapat dikatakan banyak sekali karena tema ini cukup menarik di panggung Sejarah Indonesia. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Tindak Kekerasan Dalam Hubungan Sipil Militer HUBUNGAN SIPIL-MILITER: TINJAUAN HISTORIOGRAFIS 1945-1998 POLA. Katakanlah Golput 38 persen Suara batal 27 persen dan yang tidak bisa memilih 13 persen. 24 Maret 2009 PARTAI POLITIK PREDATOR MENUJU PEMILU 2009 Oleh: Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. Mereka telah berkhianat kepada rakyat dalam rantai sejarah yang amat panjang. Jadi yang sah untuk merepresentasikan suara rakyat hanya 70 persen. karena apabila dikalikan tidak sampai limitasi demokrasi. ARAH. Sehingga kita tidak mengalami kemunduran yang mengerikan di atas bertabuh harapan akan kemajuan demokrasi kita. Selain historiografi formal yang merupakan karya para elite birokrat. Karena itu.

Yang menjadi subyek adalah sipil dan militer yang tidak dapat dipisah baik kedudukan dan perannya. Historiografi Indonesia umumnya dan historiografi militer khususnya mengalami perkembangan pesat setelah tahun 1960-an. Karena itu terjadi tradisi kesejarahan yang berbeda-beda dari kelompok kultural. sejarah sebagaimana yang terjadi. Dalam hal ini dapat juga terjadi perubahan hubungan dari setingkat ke hirarkis yang mengakibatkan subordinasi dan bahkan tereksploitasi. Dalam perjalanan yang sangat panjang setelah proklamasi kemerdekaan sampai sekarang mengalami pergeseran dan perubahan . Bukan hanya yang mengajar di perguruan tinggi tetapi juga di lembaga kesejarahan pemerintah dan swasta adalah pencipta historiografi. Hasil pengerjaan sejarah akademik dan kritis ini berusaha mengungkap kebenaran historis dari setiap fakta. dan kekuatan. hubungan semacam ini dapat dikatakan tidak wajar dan tidak imbang sebagaimana akan tampak pada hubungan sipil-militer di Indonesia selama ini. Sebelumnya historiografi Indonesia baru ada pada taraf yang setingkat dengan negara-negara lain yang belum berkembang karena historiografi moderen yang kritis masih dalam taraf pertumbuhan. histoire recit_. Historiografi adalah pantulan keprihatinan sosio-kultural masyarakat yang pencipta historiografi. Setiap status dimainkan dalam peran ganda atau majemuk. lembaga. Historiografi yang dihasilkan para pakar akan cenderung pada objektifitas. status dan peran keduanya tidak terpisah. karena yang ditulis itu adalah sejarah. yang berusaha menangkap dan memahami histoire recit_. yaitu status sebagai kelompok. Jika dibandingkan sipil hanya mempunyai status tunggal sedangkan militer setidak-tidaknya mempunyai tiga status. Hubungan sipil-militer yang berlangsung dari dua belah pihak dapat terjadi karena hubungan setingkat atau hirarkis. Namun. dll. ekonomi. politik. terbentuk secara organis dan alamiah sehingga sebenarnya sulit dipisahkan. Historiografi atau historical writing adalah puncak segalanya. meneguhkan dinasti dan mempertahankan dasar nilai yang menjadi sandaran ideologis dari kekuasaan. Disharmonisasi hubungan terjadi dan berkembang karena keduanya menjaga jarak dengan memonopoli previlegenya. Dengan datangnya para pakar hasil pembelajaran negeri orang maka mereka mulai menapak ke arah historiografi Indonesia. Pada awal sejarahnya. tetapi kemudian berkembang makin kompleks ke disiplin sosial. yaitu sejarah yang dikisahkan. sedangkan yang dihasilkan para birokrat sipil maupun militer akan menghasilkan historiografi yang memperkuat legitimasi penguasa. Historiografi pada mulanya lebih merupakan ekspresi kultural. Monopoli ini hanya dinikmati golongan superordinasi. Dengan demikian historiografi macam ini lebih bermakna daripada sekedar penulisan masa lampau yang hanya merupakan antikuariat. Dan menampakkan hasilnya. Merekalah yang nantinya akan menghasilkan historiografi yang bervariasi dengan sudut pandang yang bervariasi pula.signifikan sekali dalam menentukan arah dan perkembangan sosio-politik Indonesia.

Rekrutmennya berasal dari rakyat atau sipil. barisan pelopor. Bahkan pemerintah Belanda pun memanfaatkan model ini yang digunakan sebagai mercenaries atau pembantu prajurit pribumi. Sejak itu sebenarnya militer mulai mengembangkan jati diri sebagai military group yang terpisah dengan societal group.hubungan karena faktor internal maupun eksternal. termasuk Peta dan heiho. dll. preparasi ke arah physical training makin intensif sebagai side effect dari keterlibatan penduduk Indonesia dalam Perang Pasifik. RI sebagai negara perlu menjaga keamanan yang kemudian dibentuk BKR. Jelas kiranya bahwa mereka adalah rakyat atau warga sipil yang tentunya memiliki full consciousness pula sebagai warga negara untuk mempertahankan eksistensi RI dari rongrongan musuh. keibodan. Namun dalam hubungan kenegaraan keduanya seharusnya seimbang tetapi dalam kenyataannya hubungan ini makin renggang dan bahkan vis-_-vis. Mereka sama-sama berkewajiban menjaga lestarinya negara RI. Latihan militer dilakukan untuk membentuk kelompok militer dan semi militer. Akan tetapi setelah pemerintah mengembangkan profesionalisme maka dilakukan reorganisasi yang mengarah pada militer profesional. Pada waktu Pendudukan Militer Jepang. Selama tiga bulan pertama setelah proklamasi hubungan mereka ekual dan harmonis tetapi setelah itu terjadi kompetisi. lebih-lebih nanti secara bersamaan lahir badan atau laskar perjuangan. Di sini sebenarnya ada keseimbangan antara badan perjuangan dengan BKR atau TKR. Dalam setiap ekspedisi mercenarieslah yang diadu dengan sesama pasukan pribumi dari kerajaan lain. Di dalam masyarakat kerajaan pada tingkat awal prajurit adalah rakyat atau masyarakat sipil yang bersenjata. kerajaan-kerajaan itu membentuk pasukan profesional yang direkrut dari beberapa etnik. fujinkai. Kedua golongan besar sipil dan militer ini saling berkompetisi. sebagai kekuatan pembela tanah air waktu itu. Bela "negara" merupakan tanggung jawab keduanya. Akan tetapi setelah mendapat pengaruh kolonial. Jadi. yaitu Koninklijk Nederlandsch-Indicsh Leger (KNIL). Kedudukan para mercenaries ditingkatkan menjadi pasukan organis pemerintah. Kelompok politik yang direpresentasikan dalam partai politik adalah manifestasi masyarakat sipil. Tentu saja kemenangan dipegang oleh militer karena ia . Mereka akhirnya membentuk golongan militer di satu pihak dan kelompok partai politik di pihak lain. Setelah proklamasi. Pergeseran dan perubahan itu terjadi secara historis dengan interes masing-masing yang belum dapat dipertemukan. Pemuda dan pemudi direkrut dalam seinendan. Sejak berdirinya partai-partai politik beberapa bulan setelah proklamasi lahir juga organisasi massa sebagai onderbouwnya partai politik berupa badan perjuangan yang berafiliasi pada organisasi induk masing-masing. Perlu dikemukakan terminologi masing-masing pihak serta dalam hubungan mana keduanya terjalin sehingga dapat diketahui fluktuasi hubungan keduanya. ada kesamaan tanggung jawab baik untuk masyarakat biasa maupun yang sudah dilatih sebagai militer. sedangkan yang terseleksi harus mundur menjadi sipil.

J.R. Meski demikian banyak karyanya tetapi pertautan dengan sipil toh juga tidak pernah dibahas secara memadai. Ia . anggota masyarakat umumnya. Ia menjelaskan bahwa rekrutmen militer dan semi militer diambil dari para pemuda. Sebenarnya hubungannya sudah berlaku sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda dan zaman Pendudukan Militer Jepang. The Pemuda Revolution: Indonesian Politics. Perangkat lunak dari birokrasi sampai perangkat keras. 1958). sebab kedudukan sipil sering dilupakan dan tidak diperhitungkan meski kedudukannya sebagai penyangga militer. 1942-1945. Tentara Nasional Indonesia. 1977-1979. Jejak Nasution diikuti oleh Nugroho Notosusanto. Anderson.O'G. 1978) yang juga diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Pemuda Indonesia menantang Fasisme Jepang. Nasution. Dari awal perlu dikorek karya A. Jakarta: Sinar Jaya. 1945-1949 Periode ini merupakan awal hubungan sipil-militer setelah proklamasi. 1955. Jakarta: Haji Masagung. yang juga tidak jauh berbeda dengan karya-militernya (Nugroho Notosusanto. Seorang militer-intelektual yang belum tampak penggantinya banyak mengemukakan peran militer di panggung Sejarah Indonesia sejak awal proklamasi sampai Orba. Benar-benar militer berasal dari rakyat (Sihombing. Hubungan mereka masih sangat murni meski untuk kepentingan penguasa Jepang. Jakarta: Gramedia. H. Kepala Pusat Sejarah ABRI. Embrio hubungan sipil-militer digambarkan oleh Sihombing. Ego-sentrismenya memang tinggi dengan pusat perhatian pada peran kelompok militer saja sebagaimana terlihat dalam karya besarnya (A. Untuk dapat melihat hubungan sipil-militer harus dilakukan seperti mengail ikan. Bandung Angkasa. PERKEMBANGAN. Benda The Crescent and the Rising Sun.H. 1967. yaitu senjata dan amunisi jelas dengan mudah menguasai sipil yang bukan tandingannya dan lagi tak bersenjata. Demikian pula arah dan gejalanya juga akan tampak dalam setiap historiografi itu.dilengkapi berbagai perangkat untuk menaklukkan musuh. heiho sangat akrab dengan penduduk sipil. 1945-1946. Memenuhi Panggilan Tugas. Nasution. Ini dilakukan berdasarkan historiografi yang ada sampai kini dengan pola-pola kuat setiap periode. POLA. DAN KECENDERUNGAN PERIODE AKSI. Anggota peta. dan perspektifnya sehingga ditemukan ciri-ciri khas setiap periode. Indonesian Islam under the Japanese Occupation. arah. 1962.H. Pemberontakan Peta di Blitar. Pembagian periode lebih cocok mengikuti pergantian sistem pemerintahan yang berlaku di republik ini. B. Jakarta: Pembimbing. "Bapak Sejarah Militer" Indonesia yang menghasilkan banyak historiografi yang berjilid-jilid. meski di sela-sela atau dalam masa pemerintahan itu terdapat interupsi-interupsi sistem pemerintahan. The Hague: van Hoeve. Melihat perkembangan hubungan sipil-militer sampai kini perlu difahami historiografi dengan pola. Mereka direkrut dari pemuda dan dilatih serta kembali ke daerah asal masing-masing dan membaur dengan sesama rakyat pada zaman Pendudukan Militer Jepang. 1982-1989). Disertasi. Sekitar Perang Kemerdekaan.

Hubungan Sipil-Militer dan Dwifungsi ABRI. Jakarta: Dephankam Pusjarah ABRI.sebenarnya berdiri pada dua kaki karena ia juga seorang dosen Ilmu Sejarah Universitas Indonesia. Dari sini militer mulai menuntut jasa dan mulai menapak bagaimana kedudukan yang proporsional menurut kamus militer. Ia juga membahas secara konsepsional Dwifungsi ABRI sebagai wacana legitimasi fungsi rangkap ABRI (Nugroho Notosusanto. Namun waktu itu masyarakat dengan jelas memback up militer. Pejuang dan Prajurit: Konsepsi dan Implementasi Dwifungsi ABRI. Hubungan sipil-militer makin renggang sebab militer menuju jati dirinya sendiri. Dari judulnya dapat diketahui bahwa pejuang dan prajurit berasal dari "satu bumi". 1974). The Coup Attemp of the September ini Indonesia. Militer masa ini masih mengakui sebagai anak rakyat dan sehubungan prestasinya itu ia mulai menapak dan mengokohkan statusnya sebagai pembela negara dan pengawal keamanan. 20. Kiranya sulit militer berjuang sendirian. Jakarta: Leknas. Konsekuensi sebagai pejuang-militer dituangkan dan pelestarian Dwifungsi ABRI (Nugroho Notosusanto. Tidak diragukan lagi bahwa TNI memang berprestasi besar dalam mempertahankan RI dari intervensi asing maupun infiltrasi domestik. Belanda dalam Perang Kemerdekaan I dan II. March 1981). dan juga perannya dalam menumpas Pemberontakan PKI/Madiun (1948). Meski benar apa yang dilakukan militer tetapi tidak tepat karena sipil mulai ditinggalkan dan bahkan tidak dipercaya. Karir militernya makin menonjol semasa revolusi Fisik yang menghadapi Sekutu. Kalau dari sini dijadikan starting pointnya maka sudah sewajarnya jika militer ada di jajaran paling depan dalam menghadapi semua rongrongan. 1991). karena medan joang ada di tengah masyarakat. Sebagai penanggung jawab dan sebagai Kepala Pusat Sejarah ABRI. Si anak rakyat ini sudah mulai dewasa tetapi malahan makin menjauh dari ibu kandungnya. pada akhir periode ini militer mulai menempatkan diri pada posisi berkompetisi dengan sipil yang diwakili partai-partai politik. Jakarta: Sinar Harapan. 1970). meski juga tidak salah karena fenomena sejarah memang membenarkan. Namun. Defence and Security. Hubungan Sipil-Militer. 1978) dan Taufik Abdullah (Taufik Abdullah. Untuk itu di masa kemudian fungsi rangkap dalam masyarakat dan pertahanan ini harus diformulasikan. "Civil-Military Relation in the Third World: Introductory Taxonomy" Prisma. Konfidensi kelompok atau golongan makin membesar seperti yang dilukiskan Alfian (Alfian. meski kemudian akan menjauh dari kandungan rakyat sipil. tetap si "anak kembar" ini mulai memisahkan diri pada masa kedewasaannya. ia menulis tentang Pemberontakan G 30 S PKI (Nugroho Notosusanto. Dalam periode 1945-1949 historiografi sipil-militer lebih banyak ditandai oleh Ekafungsi yang taat azas untuk berjuang bersama sipil-militer. Hal ini juga disebabkan oleh Kabinet Syahrir yang tidak percaya pada . Sebenarnya ia adalah seorang sastrawan yang dengan bahasa yang cair menceritakan perjuangannya dan perjuangan militer umumnya. Jakarta: Dept. Ia tidak dapat mengingkari dirinya karena ia juga anak rakyat.

Princeton University Press. sedang militer sebenarnya mendukung upaya pembangunan demokrasi parlementer yang pada waktu yang bersamaan akan terbentuk profesionalisme militer yang otomatis terpisah dari aktifitas politik kepartaian. Sebagaimana kelaziman di negara yang sedang berkembang militer mulai memposisikan dirinya dalam pemerintahan. PERIODE AKOMODASI. Setelah penyerahan kedaulatan dari RIS ke Negara Kesatuan RI peran politik militer dibatasi. Karya Nasution di atas masih relevan untuk memperkuat posisi TNI sebagai pengawal keamanan. KSAD Jenderal Nasution mengusulkan untuk kembali ke UUD 1945 dan diterima oleh Presiden Sukarno dengan memberlakukan Demokrasi Terpimpin. McWilliams (ed.J. Akhirnya. "The Political Role of the Army" dalam Wilson C. 1949-1959 Periode ini RI diguncang oleh gangguan gerakan separatisme dan di sana-sini timbul gerakan lokal. Ini menjadi bukti bahwa militer sebagai penyelamat negara. 1957-1958. Kedudukan militer dikembalikan ke masa awal proklamasi dalam hubungan seimbang karena diberlakukannya UUDS 1950 yang menempatkan sipil di atas militer atau dengan kata lain militer ada di bawah sipil sebagai manifestasi demokrasi liberal Barat. Ithaca: Cornell University Press. Hubungan sipil-militer makin renggang dan tidak stabil. San Fransisco: Chandler. N. 1967). "The Role of the Military in Indonesia" dalam J. Kualalumpur: Oxford University Press. Rupanya pemerintah tidak tanggap terhadap keinginan militer yang ditandai keengganan parlemen untuk tidak dapat menerima standar profesional militer maka muncullah Peristiwa 17 Oktober 1952 sebagai tanda kekesalan militer. Selanjutnya Lev terus mengamati perubahan politik dari Demokrasi Liberal ke Terpimpin yang dalam banyak hal karena reposisi militer dalam menangkap masa depan (D. bahkan reputasinya dapat dibanggakan dalam menumpas PRRI/PERMESTA (1957/1958). The Transition to Guided Democracy: Indonesian Politics. Johnson (ed. 1962). Mengenai hal ini Pauker menyoroti meningkatnya peran militer (Guy Pauker. "Road to power" sebagaimana ditulis Sundhaussen mulai dilakukan (Ulf Sundhaussen.). 1967). Lewat TNI gerakan-gerakan itu dipadamkan. Sebaliknya. 1966). dengan aksi gerilya militer setelah serangan ke ibukota Yogyakarta (19 Desember 1948). selain berhasil menyelesaikan problem . Princeton. Inilah benih awal saling ketidakpercayaan antara elit sipil dan militer. memberi keyakinan pada militer bahwa mereka telah memenangkan "revolusi" atau "pemegang saham revolusi".). The Role of the Military in Underdeveloped Countries. Presiden Sukarno tidak berdaya menghadapi permainan parlemen dan Konstituante yang dibentuk (1955) dan gagal menyusun konstitusi baru serta menyelesaikan kemelut politik. Garrison and Governments: Politics and the Military in the New States. 1945-1967."perwira bayaran" dan "perwira fasis". Kedudukan militer di negara baru yang beranjak makin mencari pijakan yang lebih kuat menjadi perhatian Lev (D.Lev. Road to Power: Indonesian Military Politics. Di satu pihak sipil membuat divisi-divisi dalam militer dan menentang usaha-usaha militer membentuk standar profesional. Lev.

adalah apakah Dwifungsi akan dijadikan "harga mati" atau fleksibel terhadap perubahan Belveer Singh memberi jalan ke luar . Subiyono. 1981). 1988). Prisma 20 Maret 1981). 1993). Dwifungsi ABRI: Peran ABRI sebagai Kekuatan Sosial Politik. Demikian pula Rusli Karim menyatakan bahwa politiklah yang menjadi panglima untuk mendominasi pemerintahan (M. juga "Reexamining the Role of the Idonesian Army: Historical Reflections and Future Perspectives". Sajidiman Surjohadiprojo. Nasution juga tak kalah terampilnya untuk memperkuat Dwifungsi ABRI yang selalu relevan dengan setiap situasi (A. Rusli Karim. Laporan dari Banaran. 1959-1965 Demokrasi terpimpin gagal menjalankan fungsinya karena lebih mengedepankan keterpimpinan daripada demokrasi yang lebih menunjukkan eksperimen sipil-otoritarian.Crouch. Hubungan Sipil-Militer dan Dwifungsi ABRI: Suatu Pembahasan Konsepsionil. Crouch. Nasution.H. "Indonesia" dalam Ahmad Zakaria dan H. Jakarta: Dephankam. yang termasuk kelompok elite militer. The Army and Politics in Indonesia. sebab tanpa menelusuri politik masa depan eksistensi militer menjadi kurang dominan. Military-Civilian Relations in Southeast-Asia. "Dwifungsi ABRI". Selanjutnya Presiden Sukarno tidak merengkuh partai oposan (termasuk Masyumi dan PSI) malahan merangkul PKI sebagai pengimbang militer. militer makin "melek politik" karena diperkirakan bahwa dalam masa mendatang untuk massa aman politik akan lebih dominan. Masa depan tetap merupakan conditio sine qua non bagi militer. Djatikusumo.). Crouch menambahkan diperlukannya berbagai aspek yang mendukung hubungan sipil-militer (H. Peranan ABRI dalam Politik. Ithaca: Cornell University Press. dll. Dephankam mengeluarkan "surat perintah" Dwifungsi untuk jajaran militer yang juga harus dimengerti sipil (Dephankam. Prisma. PERIODE DOMINASI. 1962. aktor intelektualis mengingatkan bahwa peran mendatang ditentukan juga peran masa lalu (T. Jakarta: Dephankam. Singapore: Oxford University Press. Simatupang. Jakarta: Idayu. Runtuhnya ekonomi menjadi umpan makin besarnya pengaruh PKI sehingga terjadi Pemberontakan G 30 S/PKI. Subiyakto. Preparasi dilakukan untuk menyongsong demokrasi yang mereka dukung meski pelaksanaannya lain dan bahkan sebaliknya. Anjakan ke Demokrasi Terpimpin. Crouch mengamati ambisi militer di bidang politik makin tampak (H. Counteraction dari militer (AD) berlangsung cepat dan berhasil menyelamatkan negara dari ancaman komunisme.Simatupang. Dari kalangan militer sendiri muncul banyak tulisan sebagai penguatan Dwifungsi. 1974). Di sini pula militer mengatur pemantapan pelaksanaan dan mengatur siasat Dwifungsi dan ia dilegitimasikan baik konseptual maupun aplikasinya. Namun. "Bapak Militer Indonesia". 12 Desember 1981).B. Nugroho Notosusanto mengawali Dwifungsi dalam kaitannya dengan hubungan sipil-militer (Nugroho Notosusanto. 1985). seperti Hasnan Habibi.regionalisme dan fundamentalisme. Crouch (eds. Yang sangat menarik mengenai ketahanan Dwifungsi dalam era perubahan.

dengan alternatif meski akhirnya tetap berpendapat bahwa Dwifungsi akan tetap relevan serta fungsional untuk jangka waktu yang lama (Belveer Singh.1998 Krisis ekonomi yang diikuti krisis politik mempercepat pergantian kekuasaan dari Presiden Sukarno ke Suharto. Kepemimpinan ABRI dalam Sejarah dan Perjuangannya. Jalan menuju kekuasaan yang telah dirintis makin dimantapkan dengan keberhasilan militer yang merasa self stadig ada di luar pemerintahan seperti yang dibuktikan Jenderal Sudirman dalam bergerilya sampai di pelosok pedesaan Jawa Timur selama enam bulan. dari presiden sampai petite bureaucrat di pedesaan. Jakarta. Hal ini segera dapat ditunjukkan dengan banyaknya jabatan sipil yang diganti oleh militer secara top down. 1965 . Dwifungsi ABRI. periode ini memiliki pola pemantapan dwinfungsi sebagai conditio sine qua non kehidupan ABRI di masa depan jika tidak ingin kena supremasi sipil. Sajidiman Surjohadiprodjo menengarai kepemimpinan ABRI yang sangat lekat dengan perjuangannya (Sajidiman Suryohasdiprodjo. Jadi. Dwifungsi makin memberi peluang militer untuk menjadi kekuatan dominan dalam masyarakat. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Suharto and his .S. tetapi sekarang memberlakukan Dwifungsi yang berarti mengefektifkan militer sebagai alat pertahanan dan keamanan serta kekuatan sosial politik. Sampai sekarang militer tetap mendukung keberlanjutan kekuasaan pemerintahan Orde Baru. Jakarta: Gramedia. Penuturan Jenkins membuktikan betapa kuatnya pemerintahan militer Suharto yang dikelilingi para jenderalnya (David Jenkins. Hegemoni Tentara. Konsep "Jalan Tengah" (1958). Lebih-lebih setelah TNI AD berhasil menumpas Pemberontakan G 30 S/ PKI.S. 1998). et. dan Roekmini Koesoemo Astoeti menggarisbawahi Dwifungsi ABRI yang tetap memegang peran penting dalam kehidupan politik Indonesia (Soebijono. TNI makin percaya diri untuk mandiri dengan bukti empirik sebagai domain aktor. A. Indonesia Politics under Suharto. Di sini secara sistematis mengikat militer dalam posisi yang harus mendukung namun tanpa memberi input yang memadai dalam pengambilan keputusan. Dwifungsi ABRI. Hidayat Mukmin. 1998).J. Tambunan. Selanjutnya perbaikan ekonomi menempati prioritas utama yang memerlukan waktu 25 tahun di atas persoalan politik. menyatakan bahwa AD menjalankannya tanpa mendominasi goplongan lain. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Kepemimpinan ABRI tetap menjadi teladan generasi militer baru (Djoko Subroto. 1994). Memang benar bahwa Dwifungsi bukan hanya faktor pertahanan dan keamanan saja yang diemban tetapi juga faktor sosial dan politik. 1996). 1966).al. Vatikiotis menyoroti pemerintahan Suharto yang melakukan pembangunan di bawah tekanan (Michael R. Babak baru telah dilakukan oleh militer di panggung politik Indonesia yang diberi istilah oleh Najib Azca "dari dominasi ke hegemoni" (M. Vatikiotis. Demikian pula Soebijono. Najib Azca. ia makin ada di atas angin untuk merealisasikan Dwifungsi. Yogyakarta: LKIS. London: Routledge. Djoko Subroto menatap masas depan ABRI dengan optimis sambil berbenah diri dalam menghadapi perubahan situasi. Visi ABRI Menatap Masa Depan. 1997). PERIODE HEGEMONI.

Presiden. 1989). tiga buah film itu merupakan historiografi Orba yang melegitimasikan patriotisme kelompok militer. dan krisis (John Bresnan. menteri-menteri. Managing Indonesia. Jakarta: LP3ES. Kajian Simiotik tentang Representasi Relasi Sipil-Militer dalam Film "Enam Jam di Yogya". Indonesia: The Rise of Capital. yaitu rezim otoriter-birokratik (Mochtar Mas'oed. Disadari oleh Hasnan Habib bahwa pembangunan nasional adalah pembangunan manusia.1983. dan "Serangan Fajar". Meski dominasi militer sendiri sudah kuat. Robison. Yogyakarta: Kanisius. Jakarta: Sinar Harapan. gubernur. Karena itu terdapat hubungan asimitris dan determinatif sebagai corak pretorianisme. "Pengembangan Kepemimpinan Masa Depan" dalam Sofian Effendi. 1995). Militer dan Golkar. Leo Suryadinata memperkuat asumsi kolusi militer dan Golkar (Leo Suryadinata. Hasnan Habib. Selanjutnya Mochtar Mas'oed menambahkan bahwa bukan hanya masalah politik. Skripsi S1. Menurutnya. UGM. mengulas supremasi militer atas masyarakat sipil sebagaimana terdapat dalam Fil "Enam Jam di Yogya". Ekonomi dan Struktur Politik. Sjafri Sairin. dan "Serangan Fajar". . Orde Baru 1966 . Jakarta: Sinar Harapan. Format yang demikian jelas tidak demokratis dalam arti tidak memberi kesempatan bagi perkembangan posisi sipil dalam pemerintahan. bupati. Hegemoni ABRI tampaknya sudah berlangsung lama dan melembaga yang oleh Budi Susanto dikatakan membudaya (Budi Susanto SJ dan A. tetapi ekonomi Orde Baru memberi peluang besar pada monopoli dan kapitalisme pada kelompok militer. "Janur Kuning". 1993). malapetaka. 1984: Harold Crouch. 1987). Ithaca: Cornell University. Jadi. dan Alwi Dahlan (eds). tetapi sebagaimana dalam aplikasi Dwifungsi ABRI maka kolusi dengan Golkar untuk memenangkan dalam kompetisi dengan sipil harus didukung sepenuhnya. Militer dan Politik di Indonesia.1971. Karya Sarjana S1 Universitas Gadjah Mada. New York: Columbia University Press. Akumulasi kapital ada pada kelompok bisnis militer (R. Bresnan menangkap bahwa pembangunan ekonomi Indonesia ternyata juga tidak luput dari insiden. 1995). 1996). "Konstruksi Relasi Sipil Militer dalam Sinema Indonesia. . 1945 . sekjen. Made Tony Supriatma. Dominasi militer ditunjukkan oleh banyaknya jabatan pemerintahan yang dipegang militer. ABRI: Siasat Kebudayaan. watak otoritarian dan totalitarian dari rezim Orde Baru bakal menghadapi tantangan yang tidak sederhana dalam waktu tiga tahun setelah skripsi ini diujikan (Budi Irwantono. yaitu nilai-nilai manusia dan kemanusiaan (A. Keunggulan militer terhadap sipil direproduksi sebagai upaya pembenaran sejarah di satu pihak dan peminggiran sipil di pihak lain.1995. 1993). Budi Irawanto. North Sydney: Allen & Unwin. camat. Meski tujuan utamanya adalah sebagai hiburan masyarakat tetapi sebenarnya merupakan representasi hegemoni militer. Karena penetrasi militer dalam lembaga-lembaga sipil dapat dikatakan mirip created warlords yang mengisi hampir semua jabatan strategis dalam pemerintahan Orde Baru. "Janur Kuning".Generals: Indonesian Military Politics 1975 . dirjen.

Sejalan dengan arus reformasi masyarakat sipil menggugat kekerasan yang dilakukan ABRI. 1990).). ABRI seharusnya mengarah pada proses demokrasi dan bersikap transparan sebagaimana harapan rakyat (Rudini. Strategi dan Agenda Reformasi. CATATAN KESIMPULAN . (eds). Masyarakat yang cenderung ekstrim menuntut bahwa ABRI harus back to barracks.1998 berfokus pada aplikasi Dwifungsi yang melebihi porsi sehingga terjadi sentralisasi kekuasaan. 1995). demokrasi. et al. Dominasi militer di wilayah sipil yang ditunjukkan dalam tindakan koersif bertentangan dengan pemulihan hak asasi dan proses demokratisasi.). bukan hanya ABRI. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Bandung: Mizan. 22. namun antara lain Rudini. et al (eds). Sistem politik yang ditekankan dari atas (imposed form above) dan cenderung mengasingkan (alenating) rakyat. Yogyakarta: P3PK.Membangun Martabat Manusia. Strategi Kebudayaan. Periode 1965 . 1997). State and Civil Society in Indonesia. lingkungan dan sejenisnya. Sumartana (Th. Soerjanto Poespowardojo. yang rasional dan tanggap terhadap perkembangan zaman. Menuju Masyarakat Mada. Hal ini menjadi bahan diskusi yang dibukukan oleh Th. Prisma. Sumartana. No. Dari para elite militer sebagian berpendapat bahwa mereduksi peran ABRI yang berarti meningkatkan peran sipil di atasnya adalah anutan di negara liberal Barat. Melihat keadaan akhir-akhir ini Adam Schwarz menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia melaksanakan proses demokratisasi dan sipilisasi (Adam Schwarz. Hikam menguatkan bahwa rakyat mempunyai akses. Ini semua sudah semestinya dipakai sebagai bekal oleh Orde Reformasi agar pengalaman pahit yang menyebabkan hubungan sipil-militer yang tidak harmonis tidak terulang lagi. "Tantangan Dwifungsi ABRI". Gelombang pasang dari masyarakat sipil makin keras sejalan dengan tuntutan demokrasi maka di masyarakat timbul resistensi terhadap pemerintah yang otoriter. pemerintahan otoriter. Monash Papers on Southeast Asia. Akses Rakyat". dan militeristis yang mengakibatkan pelanggaran hak sipil. antara lain Rudini. Itulah sebabnya Syamsuddin Haris dan Riza Sihbudi menegaskan bahwa diperlukan telaah terhadap penyimpangan Orde Baru (Syamsuddin Harris dan Riza Sihbudi (eds. dalam Selamat Ginting. 6. masyarakat madani yang menjadi tujuan masyarakat sipil didiskusikan. Mereduksi implementasi Dwifungsi ABRI di satu pihak berarti menciptakan masyarakat madan (civil society) yang aman tanpa tekanan (Arief Budiman (ed. 1993). Jakarta. Menelaah Kembali Format Orde Baru. ABRI dan Kekerasan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. ABRI dan Demokratisasi. 1994). 1999). 1998). kekerasan. tidak akan langgeng (AS Hikam. Leonards: Allen & Unwin. Ada yang menuntut bahwa sudah saatnya ABRI secara bertahap menarik personilnya dari jabatan sipil dan DPR dan ada yang masih mempertahankan status quo. 1992. Selanjutnya. Jakarta: Gramedia. St. Masyarakat sipil menanti lahirnya demokrasi baru Indonesia. A Nation in Waiting. 1990). di Yogyakarta yang menghasilkan buku yang telah disunting oleh Loekman (Loekman Soetrisno et al.

Oleh karena itu. Pola historiografi sipil-militer memiliki fokus sesuai dengan tekanan dan jiwa zaman yang berlaku waktu itu.Menelusuri hubungan sipil-militer selama kurun waktu 1945 . Dalam periode 1945 1949 berlangsung hubungan ekual dan beranjak berubah.1959. Masyarakat sipil perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna menyongsong masyarakat demokratis. Pada periode berikutnya. adil. Hubungan sipil-militer perlu difahami bersama dan saling mengerti posisi masing-masing merupakan prasyarat utama terciptanya negara demokratis. aman. Reformasi terus bergulir untuk menghapus faktor dominan ABRI agar memulihkan hak sipil dan ABRI kembali pada posisi pertahanan dan keamanan minus sosial politik.1998 merupakan periode militer-otoritarian yang menciptakan warldordism guna melakukan total control terhadap sipil meski akhirnya membawa lengsernya pemerintahan Suharto. timbul resistensi yang diperkuat dengan keberhasilan gerakan reformasi menjatuhkan Orde Baru pemerintahan Presiden Suharto pada tanggal 21 Mei 1998. Kecenderungan historiografi dapat dilihat dari hubungan sipil-militer yang mula-mula seimbang tetapi dalam perjalanan sejarahnya menjadi berat sebelah pada posisi militer yang dominan. Dengan berbagai argumentasi ABRI membenarkan Dwifungsi beserta implikasinya yang mengakibatkan pelanggaran hak sipil. Kompetisi sipil dan militer mulai tampak dalam panggung politik Indonesia. Realisasinya sedang ditunggu oleh masyarakat. TNI mulai mencari jalan untuk melegitimasi prestasi di bidang pertahanan dan keamanan. dan sejahtera. 3. yaitu secara gradual dan melihat situasi dan kondisi yang kondusif terhadap perubahan yang diinginkan bersama agar tercipta masyarakat madani. ----. 1949 . 2. Dengan kata lain proses demokratisasi untuk menciptakan masyarakat madani terhalang. ABRI sudah semestinya tanggap terhadap perubahan ke arah masyarakat madani yang sesuai dengan jiwa zaman yang dengan sendirinya mengurangi campur tangannya secara gradual terhadap hak-hak sipil. tanggal 24-25 Mei 1999. Periode 1959 .1965 TNI mengkongkretkan legitimasi Dwifungsi.End of forwarded message from John A MacDougall ----- . Universitas Indonesia. Periode 1965 . 1. Tentunya pelaksanaan sangat fleksibel. Fenomena historis menguatkan posisi TNI untuk mendominasi sipil. * Makalah disampaikan dalam Seminar Nasional "Mencari Format Baru Hubungan Sipil-Militer di Indonesia" yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Politik.1998 akhirnya dapat ditarik beberapa kesimpulan. Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik.

Sebagai masa yang menandai sebuah masa baru setelah pemberontakan PKI tahun 1965.I. Upaya reshuffle kabinet Dwikora pada 21 Februari 1966 dan Pembentukan Kabinet Seratus Menteri tidak juga memuaskan rakyat sebab rakyat menganggap di kabinet tersebut duduk tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965. Kesatuan Aksi “Front Pancasila” pada 10 Januari 1966 di depan gedung DPR-GR mengajukan tuntutan”TRITURA”(Tri Tuntutan Rakyat) yang berisi : 1) Pembubaran PKI berserta Organisasi Massanya 2) Pembersihan Kabinet Dwikora 3) Penurunan Harga-harga barang. 5.KAPPI. Keadaan perekonomian semakin memburuk dimana inflasi mencapai 600% sedangkan upaya pemerintah melakukan devaluasi rupiah dan kenaikan harga bahan bakar menyebabkan timbulnya keresahan masyarakat. 4. Sidang Paripurna kabinet dalam rangka mencari solusi dari masalah yang sedang bergejolak tak juga berhasil.Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.dsb) yang ada di masyarakat bergabung membentuk Kesatuan Aksi berupa “Front Pancasila” yang selanjutnya lebih dikenal dengan “Angkatan 66” untuk menghacurkan tokoh yang terlibat dalam Gerakan 30 September 1965. 6. Rakyat melakukan demonstrasi menuntut agar PKI berserta Organisasi Masanya dibubarkan serta tokoh-tokohnya diadili. Upaya menuju pemerintahan Orde Baru : . Keadaan politik dan keamanan negara menjadi kacau karena peristiwa Gerakan 30 September 1965 ditambah adanya konflik di angkatan darat yang sudah berlangsung lama. Latar belakang lahirnya Orde Baru : 1. dan negara Indonesia. Terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965. Wibawa dan kekuasaan presiden Sukarno semakin menurun setelah upaya untuk mengadili tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 tidak berhasil dilakukan meskipun telah dibentuk Mahkamah Militer Luar Biasa(Mahmilub). .Menyusun kembali kekuatan bangsa untuk menumbuhkan stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan bangsa.KASI. Reaksi keras dan meluas dari masyarakat yang mengutuk peristiwa pembunuhan besar-besaran yang dilakukan oleh PKI. Orde baru lahir sebagai upaya untuk : .Mengoreksi total penyimpangan yang dilakukan pada masa Orde Lama.Penataan kembali seluruh aspek kehidupan rakyat. 2. 8. .KAPI. 3. Maka Presiden mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret 1966 (SUPERSEMAR) yang ditujukan bagi Letjen Suharto guna mengambil langkah yang dianggap perlu untuk mengatasi keadaan negara yang semakin kacau dan sulit dikendalikan. bangsa. LATAR BELAKANG LAHIRNYA ORDE BARU Orde baru merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk memisahkan antara kekuasaan masa Sukarno(Orde Lama) dengan masa Suharto. 9. Kesatuan aksi (KAMI. 7. .

Legislatif) tetapi itupun tidak diperhatikan/diabaikan. ---Untuk menjalankan Demokrasi Pancasila maka Indonesia memutuskan untuk menganut sistem pemerintahan berdasarkan Trias Politika(dimana terdapat tiga pemisahan kekuasaan di pemerintahan yaitu Eksekutif. Menyusun kembali kekuatan bangsa menuju stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan menuju masyarakat adil dan makmur. Melaksanakan Pemilu secara teratur serta penataan pada lembaga-lembaga negara. Pelaksanaan Orde Baru : ---Awalnya kehidupan demokrasi di Indonesia menunjukkan kemajuan. *12 Maret 1967 Jendral Suharto dilantik sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia. XXXIII/1967 MPRS mencabut kekuasaan pemerintahan negara dan menarik kembali mandat MPRS dari Presiden Sukarno .*Setelah dikelurkan Supersemar maka mulailah dilakukan penataan pada kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. kehidupan demokrasi di Indonesia tidak berbeda dengan masa Demokrasi Terpimpin. MPRS menyelenggarakan sidang istimewa untuk mengukuhkan pengunduran diri Presiden Sukarno dan mengangkat Suharto sebagai pejabat Presiden RI. *Dikeluarkannya Supersemar berdampak semakin besarnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah karena Suharto berhasil memulihkan keamanan dan membubarkan PKI. *Konflik Dualisme inilah yang membawa Suharto mencapai puncak kekuasaannya karena akhirnya Sukarno mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Suharto. Hal ini disebabkan karena saat itu Soekarno masih berkuasa sebagai presiden sementara Soeharto menjadi pelaksana pemerintahan. *Pada tanggal 23 Februari 1967.Yudikatif. *Munculnya konflik dualisme kepemimpinan nasional di Indonesia. Dengan Tap MPRS No. *Pada Sidang Umum bulan Maret 1968 MPRS mengangkat Jendral Suharto sebagai Presiden Republik Indonesia. Menetapkan Demokrasi Pancasila guna melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Langkah yang diambil pemerintah untuk penataan kehidupan Politik : A. KEHIDUPAN POLITIK MASA ORDE BARU Upaya untuk melaksanakan Orde Baru : Melakukan pembaharuan menuju perubahan seluruh tatanan kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. II. Penataan dilakukan di dalam lingkungan lembaga tertinggi negara dan pemerintahan. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Orde Lama dan dimulainya kekuasaan Orde Baru. PENATAAN POLITIK DALAM NEGERI . ---Perkembangannya.

Pembentukan Kabinet Pembangunan Kabinet awal pada masa peralihan kekuasaan (28 Juli 1966) adalah Kabinet AMPERA dengan tugas yang dikenal dengan nama Dwi Darma Kabinet Ampera yaitu untuk menciptakan stabilitas politik dan ekonomi sebagai persyaratan untuk melaksanakan pembangunan nasional. Partai Katolik. Melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif untuk kepentingan nasional. Program Kabinet AMPERA yang disebut Catur Karya Kabinet AMPERA adalah sebagai berikut. 3. Penyederhanaan dan Pengelompokan Partai Politik Setelah pemilu 1971 maka dilakukan penyederhanakan jumlah partai tetapi bukan berarti menghapuskan partai tertentu sehingga dilakukan penggabungan (fusi) sejumlah partai. 2. Memperbaiki kehidupan rakyat terutama di bidang sandang dan pangan. Pembubaran PKI dan Organisasi masanya Suharto sebagai pengemban Supersemar guna menjamin keamanan.1. merupakan fusi dari PNI. yaitu : . + Pada tanggal 8 Maret 1966 dilakukan pengamanan 15 orang menteri yang dianggap terlibat Gerakan 30 September 1965. Melaksanakan pemilihan Umum dalam batas waktu yakni 5 Juli 1968. Selanjutnya setelah sidang MPRS tahun 1968 menetapkan Suharto sebagai presiden untuk masa jabatan 5 tahun maka dibentuklah kabinet yang baru dengan nama Kabinet Pembangunan dengan tugasnya yang disebut dengan Pancakrida. Penggabungan tersebut menghasilkan tiga kekuatan sosial-politik.Partai Demokrasi Indonesia (PDI). 3. Hal ini disebabkan muncul keraguan bahwa mereka tidak hendak membantu presiden untuk memulihkan keamanan dan ketertiban. Parmusi. Partai . yang meliputi : _-_Penciptaan stabilitas politik dan ekonomi _-_Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Pembangunan Lima Tahun Tahap pertama _-_Pelaksanaan Pemilihan Umum _-_Pengikisan habis sisa-sisa Gerakan 3o September _-_Pembersihan aparatur negara di pusat pemerintahan dan daerah dari pengaruh PKI. 1. 2.. Sehingga pelaksanaannya kepartaian tidak lagi didasarkan pada ideologi tetapi atas persamaan program. dan Partai Islam Perti yang dilakukan pada tanggal 5 Januari 1973 (kelompok partai politik Islam) .Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan fusi dari NU. PSII. IX Tahun 1966. serta kestabilan jalannya pemerintahan maka melakukan : + Pembubaran PKI pada tanggal 12 Maret 1966 yang diperkuat dengan dikukuhkannya Ketetapan MPRS No. + Dikeluarkan pula keputusan yang menyatakan bahwa PKI sebagai organisasi terlarang di Indonesia. ketenangan. 4. Melanjutkan perjuangan anti imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya.

Partai Murba dan Partai IPKI (tak satu kursipun). dan Parkindo (kelompok partai politik yang bersifat nasionalis). _ Sementara Golkar memperoleh tambahan 53 kursi sehingga menjadi 299 kursi. 4) Pemilu 1987 Pemilu tahun 1987 dilaksanakan pada tanggal 23 April 1987. Partai Katolik (3 kursi). Partai Nahdlatul Ulama (58 kursi). Pemilihan Umum Selama masa Orde Baru telah berhasil melaksanakan pemilihan umum sebanyak enam kali yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Hasil dari Pemilu 1977 yang diikuti oleh 3 kontestan menghasilkan 232 kursi untuk Golkar. 1982. . yaitu: tahun 1971. Partai Nasional Indonesia (20 kursi). 5) Pemilu 1992 Pemilu tahun 1992 diselenggarakan pada tanggal 9 Juni 1992 menunjukkan perubahan yang cukup mengagetkan. sedangkan PPP memperoleh 62 kursi dan PDI meningkat menjadi 56 kursi. Partai Muslimin Indonesia (24 kusi). 3) Pemilu 1982 Pelaksanaan Pemilu ketiga pada tanggal 4 Mei 1982. Partai Islam Perti (2 kursi). 1) Pemilu 1971 .Pejabat negara harus bersikap netral berbeda dengan pemilu 1955 dimana para pejabat negara termasuk perdana menteri yang berasal dari partai peserta pemilu dapat ikut menjadi calon partai secara formal.Murba. 1987. dan 1997. 99 kursi untuk PPP dan 29 kursi untuk PDI. 1992. IPKI. Hasilnya perolehan Golkar menurun dari 299 kursi menjadi 282 kursi.Pemilu 1971 diikuti oleh 58.3 tahun 1975 yang mengatur mengenai penyederhanaan jumlah partai sehingga ditetapkan bahwa terdapat 2 partai politik (PPP dan PDI) serta Golkar. Golkar berhasil memperoleh tambahan 10 kursi sementara PPP dan PDI kehilangan 5 kursi.776pemilih untuk memilih 460 orang anggota DPR dimana 360 orang anggota dipilih dan 100 orang diangkat. 2) Pemilu 1977 Sebelum dilaksanakan Pemilu 1977 pemerintah bersama DPR mengeluarkan UU No. Hasil dari Pemilu 1987 adalah: _ PPP memperoleh 61 kursi mengalami pengurangan 33 kursi dibanding dengan pemilu 1982 hal ini dikarenakan adanya larangan penggunaan asas Islam (pemerintah mewajibkan hanya ada satu asas tunggal yaitu Pancasila) dan diubahnya lambang partai dari kabah menjadi bintang. _ PDI memperoleh kenaikan 40 kursi karena PDI berhasil membentuk DPP PDI sebagai hasil kongres tahun 1986 oleh Menteri Dalam Negeri Soepardjo Rustam.Organisasai politik yang dapat ikut pemilu adalah parpol yang pada saat pemilu sudah ada dan diakui mempunyai wakil di DPR/DPRD. .Diikuti oleh 10 organisasi peserta pemilu yaitu Partai Golongan Karya (236 kursi).558. 1977. . Golkar gagal memperoleh kemenangan di Aceh tetapi di Jakarta dan Kalimantan Selatan Golkar berhasil merebut kemenangan dari PPP.Golongan Karya (Golkar) 4. Partai Kristen Indonesia (7 kursi). . . Hasilnya perolehan suara Golkar secara nasional meningkat.

Hal ini tampak dengan adanya himbauan pemerintah pada tahun 1985 kepada semua organisasi untuk menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal. PPP mengalami peningkatan perolehan suara sebesar 5. dan sistem sosial masyarakat Indonesia. Sehingga peran ABRI dikenal dengan Dwifungsi ABRI. Gagasan tersebut selanjutnya ditetapkan sebagai Ketetapan MPR dalam sidang umum tahun 1978 mengenai “Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila” atau biasa dikenal sebagai P4. Pertimbangan pengangkatannya didasarkan pada fungsi stabilisator dan dinamisator. Peran Ganda ABRI Guna menciptakan stabilitas politik maka pemerintah menempatkan peran ganda bagi ABRI yaitu sebagai peran hankam dan sosial. Penyelenggaraan Pemilu yang teratur selama Orde Baru menimbulkan kesan bahwa demokrasi di Indonesia sudah tercipta. 5. dan Rahasia). Perimbangan tersebut memungkinkan Suharto menjadi Presiden Republik Indonesia selama enam periode pemilihan. setiap Pertangungjawaban. Selain itu. Kenyataannya pemilu diarahkan pada kemenangan peserta tertentu yaitu Golongan Karya (Golkar) yang selalu mencolok sejak pemilu 1971-1997. Tujuan dari penataran P4 adalah membentuk pemahaman yang sama mengenai demokrasi Pancasila sehingga dengan pemahaman yang sama diharapkan persatuan dan kesatuan nasional akan terbentuk dan terpelihara. Rancangan Undang-undang. Apalagi pemilu itu berlangsung secara tertib dan dijiwai oleh asas LUBER(Langsung. Hasilnya: Golkar memperoleh suara mayoritas perolehan suara mencapai 74. Hal ini disebabkan karena adanya konflik internal dan terpecah antara PDI Soerjadi dan PDI Megawati Soekarno Putri. Melalui penegasan tersebut maka opini rakyat akan mengarah pada dukungan yang kuat terhadap pemerintah Orde Baru. Pemasyarakatan P4 Pada tanggal 12 April 1976. Bebas. Guna mendukung program Orde baru yaitu Pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen maka sejak tahun 1978 diselenggarakan penataran P4 secara menyeluruh pada semua lapisan masyarakat. sistem budaya. PDI mengalami kemerosotan perolehan suara karena hanya mendapat 11 kursi di DPR. Presiden Suharto mengemukakan gagasan mengenai pedoman untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila yaitu gagasan Ekaprasetia Pancakarsa. Peran ini dilandasi dengan adanya pemikiran bahwa TNI adalah tentara pejuang dan pejuang tentara.6) Pemilu 1997 Pemilu keenam dilaksanakan pada 29 Mei 1997. .43 % dengan perolehan kursi 27 kursi. Pelaksanaan Penataran P4 tersebut menunjukkan bahwa Pancasila telah dimanfaatkan oleh pemerintahan Orde Baru. Umum. Kedudukan TNI dan Polri dalam pemerintahan adalah sama di lembaga MPR/DPR dan DPRD mereka mendapat jatah kursi dengan pengangkatan. Penataran P4 merupakan suatu bentuk indoktrinasi ideologi sehingga Pancasila menjadi bagian dari sistem kepribadian.51 % dengan perolehan kursi 325 kursi. dan usulan lainnya dari pemerintah selalu mendapat persetujuan dari MPR dan DPR tanpa catatan. Kemenangan Golkar yang selalu mendominasi tersebut sangat menguntungkan pemerintah dimana terjadi perimbangan suara di MPR dan DPR. 6.

Indonesia secara resmi akhirnya kembali menjadi anggota PBB sejak tanggal 28 Desember 1966. Kembalinya Indonesia mendapat sambutan baik dari sejumlah negara Asia bahkan dari pihak PBB sendiri hal ini ditunjukkan dengan ditunjuknya Adam Malik sebagai Ketua Majelis Umum PBB untuk masa sidang tahun 1974. yang berisi: #Rakyat Sabah diberi kesempatan menegaskan kembali keputusan yang telah mereka ambil mengenai kedudukan mereka dalam Federasi Malaysia. dan sejumlah negara lainnya yang sempat remggang akibat politik konfrontasi Orde Lama. 1) Kembali menjadi anggota PBB Indonesia kembali menjadi anggota PBB dikarenakan adanya desakan dari komisi bidang pertahanan keamanan dan luar negeri DPR GR terhadap pemerintah Indonesia. Filipina. Thailand. politik luar negeri Indonesia diupayakan kembali kepada jalurnya yaitu politik luar negeri yang bebas aktif. Australia. PENATAAN POLITIK LUAR NEGERI Pada masa Orde Baru. Pada tanggal 3 Juni 1966 akhirnya disepakati bahwa Indonesia harus kembali menjadi anggota PBB dan badan-badan internasional lainnya dalam rangka menjawab kepentingan nasional yang semakin mendesak. (2) Pemulihan hubungan dengan Malaysia Normalisasi hubungan Indonesia dan Malaysia dimulai dengan diadakan perundingan di Bangkok pada 29 Mei-1 Juni 1966 yang menghasilkan perjanjian Bangkok.7. Kembalinya Indonesia menjadi anggota PBB dilanjutkan dengan tindakan pemulihan hubungan dengan sejumlah negara seperti India. Mengadakan Penentuan Pendapat Rakyat (Perpera) di Irian Barat dengan disaksikan oleh wakil PBB pada tanggal 2 Agustus 1969. Akhirnya pemerintah Singapurapun menyampikan nota jawaban kesediaan untuk mengadakan hubungan diplomatik. kebenaran. 2) Normalisasi hubungan dengan beberapa negara (1) Pemulihan hubungan dengan Singapura Sebelum pemulihan hubungan dengan Malaysia Indonesia telah memulihkan hubungan dengan Singapura dengan perantaraan Habibur Rachman (Dubes Pakistan untuk Myanmar). Dimana politik luar negeri Indonesia harus berdasarkan kepentingan nasional. kemakmuran rakyat. seperti permbangunan nasional. Pemerintah Indonesia menyampikan nota pengakuan terhadap Republik Singapura pada tanggal 2 Juni 1966 yang disampikan pada Perdana Menteri Lee Kuan Yew. Tindakan permusuhan antara kedua belah pihak akan dihentikan. Untuk itu maka MPR mengeluarkan sejumlah ketetapan yang menjadi landasan politik luar negeri Indonesia. #Pemerintah kedua belah pihak menyetujui pemulihan hubungan diplomatik. B. serta keadilan. #Peresmian persetujuan pemulihan hubungan Indonesia-Malaysia oleh Adam Malik . Keputusan untuk kembali ini dikarenakan Indonesia sadar bahwa ada banyak manfaat yang diperoleh Indonesia selama menjadi anggota PBB pada tahun 1950-1964.

Terjadilah pengrusakan dan pembakaran barang-barang buatan Jepang. 1) Jangka panjang mencakup periode 25 sampai 30 tahun 2) Jangka pendek mencakup periode 5 tahun (Pelita/Pembangunan Lima Tahun). dan kesejahteraan rohani. Stabilisasi dan Rehabilitasi Ekonomi 2. Sasaran Pelita I : Pangan. perumahan rakyat. pada permulaan Orde Baru program pemerintah berorientasi pada usaha penyelamatan ekonomi nasional terutama pada usaha mengendalikan tingkat inflasi. Oleh karena itu pemerintah menempuh cara sebagai berikut. 2. inflasi turun menjadi 9. Tujuan Pelita I : Untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya. karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian. yaitu : 1. Tindakan pemerintah ini dilakukan karena adanya kenaikan harga pada awal tahun 1966 yang menunjukkan tingkat inflasi kurang lebih 650 % setahun.perumahan. III. Perbaikan prasarana. sarana dan prasarana. Sasaran utamanya adalah tersedianya pangan. Pelita I Dilaksanakan pada 1 April 1969 hingga 31 Maret 1974 yang menjadi landasan awal pembangunan Orde Baru. Titik Berat Pelita I : Pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian. Sehingga. Sandang. perluasan lapangan kerja. Peristiwa ini merupakan kelanjutan demonstrasi para mahasiswa yang menuntut Jepang agar tidak melakukan dominasi ekonomi di Indonesia sebab produk barang Jepang terlalu banyak beredar di Indonesia. penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Pelita II Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1974 hingga 31 Maret 1979. mensejahterakan rakyat dan memperluas kesempatan kerja. Kerja Sama Luar Negeri 3. merupakan jabaran lebih rinci dari pembangunan jangka panjang sehingga tiap pelita akan selalu saling berkaitan/berkesinambungan. Pembangunan Nasional Pelaksanaannya pembangunan nasional dilakukan secara bertahap yaitu. Muncul peristiwa Marali (Malapetaka Limabelas Januari) terjadi pada tanggal 15-16 Januari 1947 bertepatan dengan kedatangan PM Jepang Tanaka ke Indonesia. Pada awal pemerintahan Orde Baru laju inflasi mencapai 60% dan pada akhir Pelita I laju inflasi turun menjadi 47%. sandang. Hal ini dilanjutkan dengan penempatan perwakilan pemerintahan di masing-masing negara. Pelaksanaan Pelita II cukup berhasil pertumbuhan ekonomi rata-rata mencapai 7% per tahun. .dan Tun Abdul Razak dilakukan di Jakarta tanggal 11 agustus 1966 dan ditandatangani persetujuan Jakarta (Jakarta Accord). negara bersama aparat ekonominya mendominasi seluruh kegiatan ekonomi sehingga mematikan potensi dan kreasi unit-unit ekonomi swasta.5%. Selama masa Orde Baru terdapat 6 Pelita. KEHIDUPAN EKONOMI MASA ORDE BARU Pada masa Demokrasi Terpimpin. Selanjutnya pada tahun keempat Pelita II. 1.. Hal itu menjadi penyebab kurang lancarnya program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah.

Suharto berusaha keras membenahi ekonomi Indonesia yang terpuruk. Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak utama pembangunan. pangan. Titik beratnya adalah sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri sendiri. yaitu: \Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat. Indonesia memiki kondisi ekonomi yang cukup baik dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6. . dan perumahan. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian menyebabkan rezim Orde Baru runtuh. khususnya sandang. mantan menteri pada pemerintahan Suharto.8 % per tahun. Terjadi resesi pada awal tahun 1980 yang berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. 5. Kondisi ekonomi Indonesia ketika Pak Harto pertama memerintah adalah keadaan ekonomi dengan inflasi sangat tinggi. Pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan moneter dan fiskal sehingga kelangsungan pembangunan ekonomi dapat dipertahankan. \Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan. Pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Titik beratnya pada sektor pertanian dan industri. \Pemerataan pembagian pendapatan \Pemerataan kesempatan kerja \Pemerataan kesempatan berusaha \Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan kaum perempuan \Pemerataan penyebaran pembagunan di seluruh wilayah tanah air \Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan. Pelita V Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1989 hingga 31 Maret 1994. 4. Pelita VI Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1994 hingga 31 Maret 1999. 650% setahun. KONDISI EKONOMI INDONESIA PADA AWAL MASA ORDE BARU Di awal Orde Baru. Titik beratnya masih pada pembangunan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. Peningkatan ekspor lebih baik dibanding sebelumnya.” kata Emil Salim. 6. Pelita III Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1979 hingga 31 Maret 1984.3. Pelita III pembangunan masih berdasarkan pada Trilogi Pembangunan dengan penekanan lebih menonjol pada segi pemerataan yang dikenal dengan Delapan Jalur Pemerataan. dan berhasil untuk beberapa lama. Posisi perdagangan luar negeri memperlihatkan gambaran yang menggembirakan. Pelita IV Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1984 hingga 31 Maret 1989.

1. Inilah yang sejak awal dipertanyakan oleh Kwik Kian Gie. seperti : a. Untuk menekan inflasi yang begitu tinggi. Mendobrak kemacetan ekonomi dan memperbaiki sektor-sektor yang menyebabkan kemacetan.XXIII/MPRS/1966 tentang Pembaruan Kebijakan ekonomi. Cara pemungutan pajak baru bagi pendapatan perorangan dan kekayaan dengan menghitung pajak sendiri dan menghitung pajak orang. Ini dia lakukan dengan menertibkan anggaran. yang menilai kebijakan ekonomi Suharto membuat Indonesia terikat pada kekuatan modal asing. yaitu dengan mencanangkan sasaran yang tegas. Lalu Kabinet AMPERA membuat kebijakan mengacu pada Tap MPRS tersebut adalah sebagai berikut. memperhatikan sektor ekonomi.Orang yang dulu dikenal sebagai salah seorang Emil Salim penasehat ekonomi presiden menambahkan langkah pertama yang diambil Suharto. dan merangkul negara-negara barat untuk menarik modal. adalah mengendalikan inflasi dari 650% menjadi di bawah 15% dalam waktu hanya dua tahun. Suharto membuat kebijakan yang berbeda jauh dengan kebijakan Sukarno. Debirokratisasi untuk memperlancar kegiatan perekonomian. 1. Tinggi dan tidak efisiennya pengeluaran Negara c. Pemerintah lalu melakukan Pola Umum Pembangunan Jangka Panjang (25-30 tahun) dilakukan secara periodik lima tahunan yang disebut Pelita(Pembangunan Lima Tahun) yang dengan melibatkan para teknokrat dari Universitas Indonesia. Berorientasi pada kepentingan produsen kecil. mengembalikan ekonomi pasar. 1. Terlalu banyak dan tidak produktifnya ekspansi kredit bank d. Rendahnya penerimaan Negara b. Liberalisasi perdagangan dan investasi kemudian dibuka selebarnya. dia berhasil memperoleh pinjaman dari negara-negara Barat dan lembaga keuangan seperti IMF dan Bank Dunia. Pelita I (1 April 1969 – 31 Maret 1974) . pendahulunya. 1. keuangan dan pembangunan. 2. Suharto menerapkan cara militer dalam menangani masalah ekonomi yang dihadapi Indonesia. Pelita berlangsung dari Pelita I-Pelita VI. Setelah itu di keluarkan ketetapan MPRS No. menertibkan sektor perbankan. Untuk melaksanakan langkah-langkah penyelamatan tersebut maka ditempuh cara: 1. Mengadakan operasi pajak 2. yang bisa dikatakan berhasil. Terlalu banyak tunggakan hutang luar negeri penggunaan devisa bagi impor yang sering kurang berorientasi pada kebutuhan prasarana. Menurut Emil Salim.

• Titik Berat Pelita I : Pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian. Sandang. sandang. • Tujuan Pelita I : Untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya. 2. perumahan. Muncul peristiwa Marali (Malapetaka Limabelas Januari) terjadi pada tanggal 15-16 Januari 1947 bertepatan dengan kedatangan PM Jepang Tanaka ke Indonesia. Perbaikan dalam hal irigasi. Pelita III (1 April 1979 – 31 Maret 1984) Pelita III lebih menekankan pada Trilogi Pembangunan yang bertujuan terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pelita II berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata penduduk 7% setahun. Pelita II (1 April 1974 – 31 Maret 1979) Sasaran yang hendak di capai pada masa ini adalah pangan. Pedoman pembangunan nasionalnya adalah Trilogi Pembangunan dan Delapan Jalur Pemerataan. dan kesejahteraan rohani. . Isi Trilogi Pembagunan adalah sebagai berikut. Perbaikan prasarana. Peristiwa ini merupakan kelanjutan demonstrasi para mahasiswa yang menuntut Jepang agar tidak melakukan dominasi ekonomi di Indonesia sebab produk barang Jepang terlalu banyak beredar di Indonesia. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. Arah dan kebijaksanaan ekonominya adalah pembangunan pada segala bidang. mensejahterakan rakyat.Dilaksanakan pada 1 April 1969 hingga 31 Maret 1974 yang menjadi landasan awal pembangunan Orde Baru. 1. 3. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. perluasan lapangan kerja. Terjadilah pengrusakan dan pembakaran barang-barang buatan Jepang. sarana dan prasarana. Inti dari kedua pedoman tersebut adalah kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat dalam suasana politik dan ekonomi yang stabil. karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian. Di bidang industri juga terjadi kenaikna produksi. 1. dan memperluas lapangan kerja . perumahan rakyat. Lalu banyak jalan dan jembatan yang di rehabilitasi dan di bangun. 2. 3. • Sasaran Pelita I : Pangan. 1.

Pelita VI (1 April 1994 – 31 Maret 1999) Titik beratnya masih pada pembangunan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. pada Pelita IV juga dilakukan Program KB dan Rumah untuk keluarga. Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak utama pembangunan.1. dilatari pengalaman masa Orde Lama ketika politik multi partai menyebabkan energi terkuras untuk bertikai. Dengan kebijakan itu. Pelita V (1 April 1989 – 31 Maret 1994) Pada Pelita V ini. 1. Pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negaranegara Asia Tenggara termasuk Indonesia.8 ton. . Selain swasembada pangan.6 miliar pada tahun 1980. Kebijakan perampingan partai dan penerapan azas tunggal ditempuh pemerintah Orde Baru. Disamping itu Suharto sejak tahun 1970-an juga menggenjot penambangan minyak dan pertambangan. 6. bisa dihitung sebagai kasus sukses pembangunan ekonomi. hal ini merupakan prestasi besar bagi Indonesia. Hasil yang dicapai pada Pelita IV antara lain swasembada pangan. Puncaknya adalah penghasilan dari migas yang memiliki nilai sama dengan 80% ekspor Indonesia.6 miliar pada tahun 1973 menjadi $10. Pelita IV (1 April 1984 – 31 Maret 1989) Pada Pelita IV lebih dititik beratkan pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan ondustri yang dapat menghasilkan mesin industri itu sendiri. Keberhasilan Pak Harto membenahi bidang ekonomi sehingga Indonesia mampu berswasembada pangan pada tahun 1980-an diawali dengan pembenahan di bidang politik. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian menyebabkan rezim Orde Baru runtuh. 5. Hasil-nya Indonesia berhasil swasembada beras. lebih menitik beratkan pada sektor pertanian dan industri untuk memantapakan swasembada pangan dan meningkatkan produksi pertanian lainnya serta menghasilkan barang ekspor. Gaya kepemimpinan tegas seperti yang dijalankan Suharto pada masa Orde Baru oleh Kwik Kian Gie diakui memang dibutuhkan untuk membenahi perekonomian Indonesia yang berantakan di akhir tahun 1960. 4. yaitu dengan mengadakan Pelita VI yang di harapkan akan mulai memasuki proses tinggal landas Indonesia untuk memacu pembangunan dengan kekuatan sendiri demi menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. sehingga pemasukan negara dari migas meningkat dari $0. Pada tahun 1984 Indonesia berhasil memproduksi beras sebanyak 25. Pelita V adalah akhir dari pola pembangunan jangka panjang tahap pertama. 1. Indonesia di bawah Orde Baru. kesuksesan ini mendapatkan penghargaan dari FAO(Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia) pada tahun 1985. Lalu dilanjutkan pembangunan jangka panjang ke dua.

Namun. antar golongan pekerjaan. Kalimantan Timur. Pembagunan yang dilakukan. Faktor inilah yang selantunya ikut menjadi penyebab terpuruknya perekonomian nasional Indonesia menjelang akhir tahun 1997. Penurunan angka kematian bayi dan angka partisipasi pendidikan dasar yang semakin meningkat. 2. dan Irian. Pembangunan ekonomi ini berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. Indonesia mengubah status dari negara pengimpor beras terbesar menjadi bangsa yang memenuhi kebutuhan beras sendiri (swasembada beras). ekonomi. Pembagunan tidak merata tampak dengan adanya kemiskinan di sejumlah wilayah yang menjadi penyumbang devisa terbesar seperti Riau. Dampak Positif Kebijakan ekonomi Orde Baru : 1. Kondisi Ekonomi Indonesia Pada Akhir Masa Orde Baru Pelita VI (1 April 1994 – 31 Maret 1999) Pada masa ini pemerintah lebih menitikberatkan pada sektor bidang ekonomi.. yang sempat dapat dipertahankan antara 6%-7% per tahun. Semula berawal dari krisis moneter lalu berlanjut menjadi krisis ekonomi dan akhirnya menjadi krisis kepercayaan terhadap pemerintah. Indonesia dilanda krisis ekonomi yang sulit di atasi pada akhir tahun 1997. Terciptalah kelompok yang terpinggirkan (Marginalisasi sosial).membuat perekonomian Indonesia gagal menunjukan taringnya.. malah menjadi gagal landas dan kapal pun rusak. Namun Pelita VI yang diharapkan menjadi proses lepas landas Indonesia ke yang lebih baik lagi. Namun pembangunan ekonomi pada masa Orde Baru merupakan pondasi bagi pembangunan ekonomi selanjutnya. . semua kekuatan yang berseberangan dengan Orde Baru kemudian tidak diberi tempat. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik. 4. tapi secara fundamental pembangunan ekonomi sangat rapuh. hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil kalangan masyarakat. Kondisi ekonomi yang kian terpuruk ditambah dengan KKN yang merajalela. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi karena setiap program pembangunan pemerintah terencana dengan baik dan hasilnyapun dapat terlihat secara konkrit. 3. Pelita VI pun kandas di tengah jalan. Perbedaan ekonomi antar daerah. Meskipun perekonomian Indonesia meningkat. Kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber daya alam. dan sosial yang demokratis dan berkeadilan. dengan menstabilkan politik demi pertumbuhan ekonomi. Karena pembangunan cenderung terpusat dan tidak merata. Penurunan angka kemiskinan yang diikuti dengan perbaikan kesejahteraan rakyat. antar kelompok dalam masyarakat terasa semakin tajam.

Pada 17 Maret 1998. Pembagunan tidak merata tampak dengan adanya kemiskinan di sejumlah wilayah yang justru menjadi penyumbang devisa terbesar seperti Riau. DAFTAR PUSTAKA • • • http://rinahistory. dan sosial yang demokratis dan berkeadilan. ekonomi. antarkelompok dalam masyarakat terasa semakin tajam. Kalimantan Timur.Dampak Negatif Kebijakan ekonomi Orde Baru : 1.blog. Perbedaan ekonomi antardaerah. Krisis moneter dan ekonomi benar-benar . Di tengah krisis ekonomi yang parah dan adanya penolakan yang cukup tajam. pembangunan cenderung terpusat dan tidak merata. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik.wikipedia. antargolongan pekerjaan. ia menyumbangkan seluruh gaji dan tunjangannya sebagai presiden dan meminta kerelaan para pejabat tinggi lainnya untuk menyerahkan gaji pokoknya selama satu tahun dalam rangka krisis moneter. Soeharto menyatakan bahwa reformasi akan dipersiapkan mulai tahun 2003. Pada 8 Oktober 1997. 6. 8.indonesiaindonesia.org/wiki/Soeharto http://www. Kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber daya alam 2. Meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat tapi secara fundamental pembangunan ekonomi sangat rapuh.com/2008/11/indonesia-masa-orde-baru/ http://id. Ketika di Mesir pada 13 Mei 1998. pada 1 Mei 1998. Menghadapi tuntutan untuk mundur. Bahkan. Faktor inilahh yang selantunya ikut menjadi penyebab terpuruknya perekonomian nasional Indonesia menjelang akhir tahun 1997. Presiden minta seluruh rakyat tetap tabah dalam menghadapi gejolak krisis moneter (29 November 1997). Menimbulkan konglomerasi dan bisnis yang erat dengan KKN (Korupsi. Kali ini.com/f/2390-indonesia-era-orde-baru/ Upaya mengatasi krisis dan meredam oposisi Krisis moneter yang melanda Asia pada tahun 1997 menerpa juga ke Indonesia. dan Irian. Sebelas menteri bidang ekonomi dan industri (ekuin) Kabinet Pembangunan VII mengundurkan diri (20 Mei 1998). Pembagunan yang dilakukan hasilnya hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil kalangan masyarakat. krisis itu menerjang juga sektor krisis ekonomi. MPR mengesahkan Soeharto sebagai presiden untuk ketujuh kalinya. Terciptalah kelompok yang terpinggirkan (Marginalisasi sosial) 4. 3.friendster. Presiden meminta bantuan IMF dan Bank Dunia untuk memperkuat sektor keuangan dan menyatakan badai pasti berlalu. 7. Kolusi dan Nepotisme) 5. Prof Ing BJ Habibie sebagai wakil presiden. pada 10 Maret 1998. Presiden Soeharto menyatakan bersedia mundur kalau memang rakyat menghendaki dan tidak akan mempertahankan kedudukannya dengan kekuatan senjata.

Soeharto membangun dan memperluas konsep "Jalan Tengah"-nya Jenderal Nasution menjadi konsep dwifungsi untuk memperoleh dukungan basis teoritis bagi militer untuk memperluas pengaruhnya melalui pejabat-pejabat pemerintahan. pesawat yang membawa Presiden Soeharto dan rombongan mendarat menjelang pukul 05. Jakarta mengelar aksinya tidak jauh dari kampus mereka. masa-masa itu kekuasaannya semakin tergerus oleh berbagai aksi dan peristiwa. ribuan mahasiswa mendatangi Gedung MPR/DPR.menggerogoti sistem kepemimpinannya. Seni. Sedang. Layar kaca televisi saat itu menyiarkan secara langsung detik per detik proses pengunduran dirinya. Tanggal 17 Mei 1998. Tanggal 12-20 Mei 1998 menjadi periode yang teramat panjang. dan Budaya Abdul Latief mengajukan surat pengunduran diri sebagai menteri. ibukota negara (Jakarta) dilanda kerusuhan hebat. . terdengar siaran berita meninggalnya empat mahasiswa Trisakti. Presiden mengadakan serangkaian pertemuan termasuk berkonsultasi dengan unsure pimpinan DPR. dan surat kabar. Peserta aksi mulai keluar dari halaman kampus dan memasuki jalan artileri serta berniat datang ke Gedung MPR/DPR yang memang sangat stategis. Tanggal 15 Mei 1998.10 WIB (Waktu Indonesia Barat). televise. Aksi mahasiswa menyebar ke seantero negeri. Mereka yang tewas adalah dua mahasiswa angkatan 1995 dan dua mahasiswa angkatan 1996. Angkatan 1995 terdiri dari Hery Hartanto (Fakultas Teknik Industri Jurusan Mesin) dan Hafidhin Alifidin Royan (Fakultas Teknik Industri Jurusan Mesin). Hanya berselang 70 hari setelah diangkat kembali menjadi presiden untuk periode yang ketujuh kalinya. Aksi tersebut berakhir seiring dengan mundurnya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998. Mahasiswa yang hadir menyanyikan lagu Gugur Bunga. Tanggal 18 Mei 1998. Soeharto tidak bisa bertahan di pucuk kepemimpinan negeri. termasuk cadangan alokasi kursi di parlemen dan pos-pos utama dalam birokrasi sipil. Menteri Pariwisata. Tewasnya para mahasiswa disiarkan secara luas melalui pemberitaan radio. Peran dwifungsi ini adalah peran militer di bidang politik yang permanen. Sehari kemudian.00 WIB pagi di pangkalan udara utama TNI AU Halim Perdanakusuma dari kunjungan ke Kairo. Dampaknya. Bagaimanapun. Mahasiswa Trisaksi. Tanggal 16 Mei 1998. Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai presiden. 14 Mei 1998. Tanggal 12 Mei 1998 sore. Tewasnya keempat mahasiswa seakan sebagai ledakan suatu peristiwa yang lebih besar. tanggal 13 Mei 1998. jenasah keempat mahasiswa yang tewas diberangkatkan ke kediaman masing-masing. Tepat pukul 09. Kamis. mahasiswa yang tewas angkatan 1996 adalah Elang Mulia Lesmana (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur) dan Hendriawan Sie (Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen) . Mesir untuk mengikuti Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 15 (Group 15/G15). Soeharto terpaksa mundur dari jabatannya sebagai presiden. Presiden Soeharto lengser tepat 21 Mei 1998. Ribuan mahasiswa menggelar aksi keprihatinan di berbagai tempat.

Sepak terjang Ali Murtopo dengan badan inteligennya mulai mengancam Soeharto. Teknokrat-teknokrat yang umumnya berpendidikan barat dan liberal (Amerika Serikat) diangkat adalah lulusan Berkeley sehingga mereka lebih dikenal di dalam klik ekonomi sebagai Mafia Berkeley di kalangan Ekonomi. Hubungan kegiatan mahasiswa dengan pihak kampus hanyalah kepada mereka yang diperbolehkan pemerintah lewat mekanisme kontrol dekanat dan rektorat. Dalam bidang ekonomi juga. Selain itu. mengeluarkan serial selebaran yang mengeluhkan sikap politik pemerintah Orde Baru yang menjadikan Angkatan Darat sebagai pendukung kemenangan Golkar. pemerintah mencekal mereka. Namun Sumitro pun segera ditarik dari jabatannya dan kendali Kopkamtib dipegang langsung oleh Soeharto karena dianggap potensial mengancam. khususnya dalam kasus Timor Timur pasca Insiden Dili. Namun pada tahun 1992. Sehingga organisasi massa tak lebih dari wayang-wayang Orde Baru. Industri dan Keuangan Indonesia. Beberapa bulan setelah peristiwa Malari sebanyak 12 surat kabar ditutup dan ratusan rakyat Indonesia termasuk mahasiswa ditangkap dan dipenjarakan. Pada 1978 untuk mengeliminir gerakan mahasiswa maka segera diberlakukannya NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan). tercatat Indonesia mengalami swasembada beras pada tahun 1984. Pada masanya. kegagalan manajemen ekonomi yang bertumpu dalam sistem trickle down effect (menetes ke bawah) yang mementingkan pertumbuhan dan pengelolaan ekonomi pada segelintir kalangan serta buruknya manajemen ekonomi perdagangan industri dan keuangan (EKUIN) pemerintah. Indonesia mendapatkan bantuan ekonomi dan keuangan dari negara-negara donor (negara-negara maju) yang tergabung dalan IGGI yang diseponsori oleh pemerintah Belanda. 12 tahun 1982. Persaingan antara Ali Moertopo dan Sumitro dipergunakan untuk menyingkirkan Ali. membuat Indonesia akhirnya bergantung pada donor Internasional terutama paska Krisis 1997. Indonesia mendapat bantuan dari lembaga internasional lainnya yang berada dibawah PBB seperti UNICEF. Sebagai balasannya. serta menuntut adanya reformasi politik. [sunting] Puncak Orde Baru Pada masa pemerintahannya. Namun sayangnya. Kebijakan ini ditentang keras oleh banyak organisasi mahasiswa. Presiden Soeharto menetapkan pertumbuhan ekonomi sebagai pokok tugas dan tujuan pemerintah. UU ini mengisyaratkan adanya restriksi atau peringatan mengenai isi pemberitaan ataupun siaran. Dia mengangkat banyak teknokrat dan ahli ekonomi yang sebelumnya bertentangan dengan Presiden Soekarno yang cenderung bersifat sosialis. Namun prestasi itu . Peran IGGI ini digantikan oleh lembaga donor CGI yang disponsori Perancis. Kelompok ini pun gagal serta tak pernah mampu tampil lagi sebagai kelompok oposisi yang efektif terhadap pemerintahan Orde Baru. Kemudian pada tahun 1979-1980 muncul sekelompok purnawirawan perwira tinggi angkatan bersenjata dan tokoh-tokoh sipil yang dikenal kritis. UNESCO dan WHO. IGGI dihentikan oleh pemerintah Indonesia karena dianggap turut campur dalam urusan dalam negeri Indonesia. Organisasi massa yang terbentuk harus memperoleh izin pemerintah dengan hanya satu organisasi profesi buatan pemerintah yang diperbolehkan berdiri. yang tergabung dalam Petisi 50. Mulut pers pun dibungkam dengan lahirnya UU Pokok Pers No.

tercatat muncul peristiwa kekerasan di masyarakat yang umumnya sarat kepentingan politik. Pada 1973 dia memenangkan jangka lima-tahun berikutnya melalui pemilihan "electoral college". Di bidang politik. Soeharto menyetujui hanya dua kasus dan kemudian menutup komisi tersebut. termasuk enam anaknya. 1983. Berbagai ketidakpuasan muncul. Kesenjangan ekonomi. Dia memerintah melalui kontrol militer dan penyensoran media. Presiden Soeharto melakukan penyatuan partai-partai politik sehingga pada masa itu dikenal tiga partai politik yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP). dimulai dengan mendukung kelompok nasionalis dan kemudian mendukung unsur Islam. Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dalam upayanya menyederhanakan kehidupan berpolitik di Indonesia sebagai akibat dari politik masa presiden Soekarno yang menggunakan sistem multipartai yang berakibat pada jatuh bangunnya kabinet dan dianggap penyebab mandeknya pembangunan. Pada 1970 Soeharto melarang protes pelajar setelah demonstrasi yang meluas melawan korupsi. Republik Cina. Kemudian dikeluarkannnya UU Politik dan Asas tunggal Pancasila yang mewarnai kehidupan politik saat itu. Soeharto terlibat persahabatan yang akrab dengan Lee Kuan Yew yang pernah manjadi Perdana Menteri Singapura yang beretnis Tionghoa. Sebuah komisi menemukan bahwa korupsi sangat umum. dan 1998. Namun dalam perjalanannya. Seiring dengan naiknya taraf pendidikan pada masa pemerintahannya karena pertumbuhan ekonomi.ternyata tidak dapat dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya. melarang penggunaan tulisan Tionghoa tertulis di berbagai material tertulis. selain Singapura. dan Korea Selatan. dan juga terpilih kembali pada 1978. Walaupun begitu. 1993. Korupsi kemudian menjadi sebuah endemik. namun dapat diredam oleh sistem pada masa itu. Dia menguasai finansial dengan memberikan transaksi mudah dan monopoli kepada saudarasaudaranya. selain memang karena ketidakpuasan dari masyarakat. sosial dan politik memunculkan kalangan yang tidak puas dan menuntut perbaikan. . dan menutup organisasi Tionghoa karena tuduhan simpati mereka terhadap komunis. Kemudian pada masa pemerintahannya. Dia juga terus memainkan faksi berlainan di militer melawan satu sama lain. 1988. muncullah berbagai kritik dan ketidakpuasan atas ketimpangan ketimpangan dalam pembangunan. Filipina dan Thailand. [sunting] Beberapa catatan atas tindakan represif Orde Baru Presiden Soeharto dinilai memulai penekanan terhadap suku Tionghoa. terjadi ketimpangan dalam kehidupan politik di mana muncullah istilah "mayoritas tunggal" di mana GOLKAR dijadikan partai utama dan mengebirikan dua parpol lainnya dalam setiap penyelenggaraan PEMILU. Kemudian kemajuan ekonomi Indonesia saat itu dianggap sangat signifikan sehingga Indonesia sempat dimasukkan dalam negara yang mendekati negara-negara Industri Baru bersama dengan Malaysia.

Soeharto mengubah UU Pemilu dengan mengizinkan hanya tiga partai yang boleh mengikuti pemilihan, termasuk partainya sendiri, Golkar. Oleh karena itu semua partai Islam yang ada diharuskan bergabung menjadi Partai Persatuan Pembangunan, sementara partai-partai non-Islam (Katolik dan Protestan) serta partai-partai nasionalis digabungkan menjadi Partai Demokrasi Indonesia. Pada 1975, dengan persetujuan bahkan permintaan Amerika Serikat dan Australia, ia memerintahkan pasukan Indonesia untuk memasuki bekas koloni Portugal Timor Timur setelah Portugal mundur dan gerakan Fretilin memegang kuasa yang menimbulkan kekacauan di masyarakat Timor Timur Sendiri, serta kekhawatiran Amerika Serikat atas tidakan Fretilin yang menurutnya mengundang campur tangan Uni Soviet. Kemudian pemerintahan pro integrasi dipasang oleh Indonesia meminta wilayah tersebut berintegrasi dengan Indonesia. Pada 15 Juli 1976 Timor Timur menjadi provinsi Timor Timur sampai wilayah tersebut dialihkan ke administrasi PBB pada 1999.

Soeharto dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat William Cohen pada tahun 1998. Korupsi menjadi beban berat pada 1980-an. Pada 5 Mei 1980 sebuah kelompok yang kemudian lebih dikenal dengan nama Petisi 50 menuntut kebebasan politik yang lebih besar. Kelompok ini terdiri dari anggota militer, politisi, akademik, dan mahasiswa. Media Indonesia menekan beritanya dan pemerintah mecekal penandatangannya. Setelah pada 1984 kelompok ini menuduh bahwa Soeharto menciptakan negara satu partai, beberapa pemimpinnya dipenjarakan. Catatan hak asasi manusia Soeharto juga semakin memburuk dari tahun ke tahun. Pada 1993 Komisi HAM PBB membuat resolusi yang mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap pelanggaran hak-hak asasi manusia di Indonesia dan di Timor Timur. Presiden AS Bill Clinton mendukungnya. Pada 1996 Soeharto berusaha menyingkirkan Megawati Soekarnoputri dari kepemimpinan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), salah satu dari tiga partai resmi. Di bulan Juni, pendukung Megawati menduduki markas besar partai tersebut. Setelah pasukan keamanan menahan mereka, kerusuhan pecah di Jakarta pada tanggal 27 Juli 1996 (peristiwa Sabtu Kelabu) yang dikenal sebagai "Peristiwa Kudatuli" (Kerusuhan Dua Tujuh Juli).

[sunting] Pengunduran diri Presiden Soeharto

Pada 21 Mei 1998, setelah tekanan politik besar dan beberapa demonstrasi, Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya di televisi. Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan Pernyataan Berhenti Sebagai Presiden Republik Indonesia, 21 Mei 1998 Pada 1997, menurut Bank Dunia, 20 sampai 30% dari dana pengembangan Indonesia telah disalahgunakan selama bertahun-tahun. Krisis finansial Asia di tahun yang sama tidak membawa hal bagus bagi pemerintahan Presiden Soeharto ketika ia dipaksa untuk meminta pinjaman, yang juga berarti pemeriksaan menyeluruh dan mendetail dari IMF. Mekipun sempat menyatakan untuk tidak dicalonkan kembali sebagai Presiden pada periode 1998-2003, terutama pada acara Golongan Karya, Soeharto tetap memastikan ia terpilih kembali oleh parlemen untuk ketujuh kalinya di Maret 1998. Setelah beberapa demonstrasi, kerusuhan, tekanan politik dan militer, serta berpuncak pada pendudukan gedung DPR/MPR RI, Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 untuk menghindari perpecahan dan meletusnya ketidakstabilan di Indonesia. Pemerintahan dilanjutkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, B.J. Habibie. Dalam pemerintahannya yang berlangsung selama 32 tahun lamanya, telah terjadi penyalahgunaan kekuasaan termasuk korupsi dan pelanggaran HAM. Hal ini merupakan salah satu faktor berakhirnya era Soeharto. Di Credentials Room, Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Presiden Soeharto membacakan pidato yang terakhir kali, demikian: Sejak beberapa waktu terakhir, saya mengikuti dengan cermat perkembangan situasi nasional kita, terutama aspirasi rakyat untuk mengadakan reformasi di segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Atas dasar pemahaman saya yang mendalam terhadap aspirasi tersebut dan terdorong oleh keyakinan bahwa reformasi perlu dilaksanakan secara tertib, damai, dan konstitusional. Demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa serta kelangsungan pembangunan nasional, saya telah menyatakan rencana pembentukan Komite Reformasi dan mengubah susunan Kabinet Pembangunan VII. Namun demikian, kenyataan hingga hari ini menunjukkan Komite Reformasi tersebut tidak dapat terwujud karena tidak adanya tanggapan yang memadai terhadap rencana pembentukan komite tersebut.

Dalam keinginan untuk melaksanakan reformasi dengan cara sebaik-baiknya tadi, saya menilai bahwa dengan tidak dapat diwujudkannya Komite Reformasi, maka perubahan susunan Kabinet Pembangunan VII menjadi tidak diperlukan lagi. Dengan memperhatikan keadaan di atas, saya berpendapat sangat sulit bagi saya untuk dapat menjalankan tugas pemerintahan negara dan pembangunan dengan baik. Oleh karena itu, dengan memperhatikan Pasal 8 UUD 1945 dan secara sungguh-sungguh memperhatikan pandangan pimpinan DPR dan pimpinan fraksifraksi yang ada di dalamnya, saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden RI terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari Kamis, 21 Mei 1998. Pernyataan saya berhenti dari jabatan sebagai Presiden RI saya sampaikan di hadapan saudara-saudara pimpinan DPR dan juga adalah pimpinan MPR pada kesempatan silaturahmi. Sesuai Pasal 8 UUD 1945, maka Wakil Presiden RI, Prof. Dr. Ing. BJ Habibie yang akan melanjutkan sisa waktu jabatan Presiden/Mandataris MPR 1998-2003. Atas bantuan dan dukungan rakyat selama saya memimpin negara dan bangsa Indonesia ini saya ucapkan terima kasih dan minta maaf bila ada kesalahan dan kekurangan-kekurangannya semoga bangsa Indonesia tetap jaya dengan Pancasila dan UUD 1945. Mulai hari ini pula Kabinet Pembangunan VI demisioner dan kepada para menteri saya ucapkan terima kasih. Oleh karena keadaan tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan pengucapan sumpah di hadapan DPR, maka untuk menghindari kekosongan pimpinan dalam menyelenggarakan pemerintahan negara, kiranya saudara wakil presiden sekarang juga akan melaksanakan sumpah jabatan presiden di hadapan Mahkamah Agung RI. Sesaat kemudian, Presiden Soeharto menyerahkan pucuk pimpinan negeri kepada Prof. Dr. Ing. BJ Habibie. Setelah melaksanakan sumpah jabatan, akhirnya BJ Habibie resmi memangku jabatan presiden ke-3 RI. Ucapan selamat datang mulai dari mantan Presiden Soeharto, pimpinan dan wakil-wakil pimpinan MPR/DPR, para menteri serta siapa saja yang turut dalam pengucapan sumpah jabatan presiden ketika itu. Tak berselang terlalu lama, Menteri Pertahanan Keamanan merangkap Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto membacakan pernyataan sikap, demikian: pertama, memahami situasi yang berkembang dan aspirasi masyarakat, ABRI mendukung dan menyambut baik permintaan berhenti Bapak Soeharto sebagai Presiden RI serta berdasarkan konstutusi mendukung Wakil Presiden Bapak BJ Habibie sebagai Presiden RI. Kedua, ABRI yang tetap kompak dan satu berharap dan mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menerima kehendak pribadi Presiden Soeharto tersebut yang telah sesuai dengan konstitusi, yakni Pasal 8 UUD 1945. Ketiga, dalam hal ini, ABRI akan tetap berperan aktif guna mencegah penyimpangan dan hal-hal lain yang dapat mengancam keutuhan bangsa. Keempat, menjunjung tinggi nilai luhur budaya bangsa, ABRI akan tetap menjaga keselamatan dan kehormatan para mantan Presiden/Mandataris MPR termasuk Bapak

Soeharto beserta keluarganya. Kelima, ABRI mengajak semua pihak agar bersikap tenang, mencegah terjadinya kerusuhan dan tindak kekerasan yang akhirnya akan merugikan masyarakat sendiri.

[sunting] Kasus dugaan korupsi
Artikel utama: Kasus dugaan korupsi Soeharto Setelah Soeharto resmi mundur dari jabatannya sebagai presiden, berbagai elemen masyarakat mulai menuntut agar digelar pengusutan dan pengadilan atas mantan presiden yang bekuasa paling lama di Indonesia itu. Pada 1 September 1998, tim Kejaksaan Agung mengumumkan adanya indikasi penggunaan uang yayasan di bawah pemerintahan mantan Presiden Soeharto. Melalui Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) pada 6 September 1998, Soeharto muncul dan menyatakan bahwa dia tidak mempunyai kekayaan di luar negeri. Jaksa Agung AM Ghalib dan Menko Wasbang/PAN Hartarto menemuinya di Jalan Cendana (Jakarta) untuk mengklarifikasi penyataan tersebut (21 September 1998). Pada 21 November 1998, Fraksi Karya Pembangunan (FKP) mengusulkan kepada pemerintah agar menetapkan mantan Presiden Soeharto sebagai tahanan kota. Ini merupakan tindak awal pengusutan harta dan kekayaan Soeharto yang diduga berasal dari Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN). Pada 3 Desember 1998, Presiden BJ Habibie menginstruksikan Jaksa Agung AM Ghalib segera mengambil tindakan hukum memeriksa mantan Presiden Soeharto. Pada 9 Desember 1998, Soeharto diperiksa tim Kejaksaan Agung di Kejaksaan Tinggi Jakarta sehubungan dengan dana yayasan, program mobil nasional, kekayaan Soeharto di luar negeri, dan kasus Tapos. Majalah Time melansir berita tentang kekayaan Soeharto di luar negeri yang mencapai US$15 miliar (22 Mei 1999). Pada 27 Mei 1999, Soeharto menyerahkan surat kuasa khusus kepada Jaksa Agung AM Ghalib untuk menelisik kekayaannya di Swiss dan Austria, seperti diberitakan Majalah Time. Pada 2 Juni 1999, Soeharto mengadukan Majalah Time ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia atas tuduhan memfitnah pada pemberitaannya. Soeharto menuntut ganti rugi sekitar 27 miliar dollar AS. Soeharto memiliki dan mengetuai tujuh buah yayasan, yaitu Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Yayasan Supersemar, Yayasan Dharma Bhakti Sosial (Dharmais), Yayasan Dana Abadi Karya Bhakti (Dakab), Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan, Yayasan Trikora. Pada 1995, Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 90 Tahun 1995. Keppres ini menghimbau para pengusaha untuk menyumbang 2 persen dari keuntungannya untuk Yayasan Dana Mandiri. Hasil penyidikan kasus tujuh yayasan Soeharto menghasilkan berkas setebal 2.000-an halaman. Berkas ini berisi hasil pemeriksaan 134 saksi fakta dan 9 saksi ahli, berikut ratusan dokumen otentik hasil penyitaan dua tim yang pernah dibentuk Kejaksaan Agung, sejak tahun 1999.

Menurut Transparency International, Soeharto menggelapkan uang dengan jumlah terbanyak dibandingkan pemimpin dunia lain dalam sejarah dengan perkiraan 15–35 miliar dolar A.S. selama 32 tahun masa pemerintahannya.[4] Pada 12 Mei 2006, bertepatan dengan peringatan sewindu Tragedi Trisakti, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP) perkara mantan Presiden Soeharto, yang isinya menghentikan penuntutan dugaan korupsi mantan Presiden Soeharto pada tujuh yayasan yang dipimpinnya dengan alasan kondisi fisik dan mental terdakwa yang tidak layak diajukan ke persidangan. SKPP itu dikeluarkan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada 11 Mei 2006, namun SKPP ini lalu dinyatakan tidak sah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 12 Juni 2006.

[sunting] Kasus perdata

BELANDA, JEPANG, ORDE BARU DAN NASIB PEMIKIRAN EMAS Robert B. Baowollo, Institut fuer Erziehungswissenschaft, Universitas Hamburg Pendahuluan Ada pengulangan sejarah -- atau lebih tepat: pengulangan tragedi sejarah -khususnya sejarah perkembangan pemikiran atau dunia intelektualisme dan kontribusinya dalam membentuk, menyertai dan mewarnai sejarah perjalanan kita sebagai bangsa. Pengulangan itu melahirkan bentuk-bentuk "excuse" secara sadar atas sebuah fase yang dianggap salah dan merupakan kesalahan tersendiri karena menemukan "another failure" terjalankan yang baru. Demikianlah, doktrin dan semangat (tidak sekedar isi buku sejarah!) nasionalisme memaksa orang harus memakai kacamata nasionalisme untuk memandang eksistensi kolonial Belanda dan Jepang di tanah air. Kacamata itu sedemikian pekatnya sehingga setiap pemakainya hanya bisa melihat dua hal: hitam dan putih. Kolonialisme itu jahat, biadab, tidak manusiasi. Bangsa penjajah terpaksa diidentikan dengan cara seperti itu. Jadilah Belanda dan Jepang itu adalah negara yang jahat, biadab, tidak manusiawi. Mengapa kita tidak mampu atau tidak bisa melihat sisi lain dari Belanda atau Jepang? Jawabannya sederhana: kita diajarkan untuk memakai kacamata indoktrinasi anti imperialisme-kolonialisme dalam membaca "sejarah masa lalu kitan". Pada suatu saat, ketika si Belanda tinggi-putih atau si Nipon pendek-coklat masih nyata bisa berdiri di depan rumah kita dengan sangkur terhunus di depan batang hidung, kacamata semacam itu menjadi sangat berguna, handal dan efektif untuk menarik garis antara musuh dan kawan. Siapa yang harus dimusuhi, mengapa mereka harus dimusihi, dan untuk apa mereka perlu dimusihi - semuanya adalah sebagian dari pertanyaan-pertanyaan yang relevan saat itu!

Dewasa ini Belanda, Jepang dan Orde Baru bergantian (sesuai perjalanan waktu sejarah) dipakai sebagai penyelamat sekaligus kambing hitam untuk ketidak mampuan kita menciptakan sejarah sendiri yang lebih baik dari jaman Belanda, Jepang maupun Orde Baru itu. Di jaman Orde Baru semua kesalahan bawaan (baik yang secara kultural terwariskan maupun karena ketidak-mampuan sendiri) selalu menjadikan kolonial Belanda dan Jepang sebagai pihak yang paling bertanggungjawab. Manusia Orde Baru tak pernah bersalah. Yang bersalah justru si Belanda atau si Nipon. Ketika Suharto turun semua pihak beramai-ramai menyepakati bahwa Orde Baru-lah yang bertanggungjawab atas praktek korupsi, kolusi, nepotisme, main kuasa, mau menang sendiri, masyarakat yang tidak transparan, oportunisme. Arwah kolonialisme mungkin akan bangkit dan berterimakasih kepada Suharto, sebab kebencian terhadap Suharto-Orde Baru telah membersihkan nama Belanda dan Nipon dari tumbal proyek nasionalisme -- sebagai pihak yang bersalah secara historis. Singkatnya, dalam lakon sejarah manusia Indonesia, yang bersalah dan harus, bahkan terus dipersalahkan adalah masa lalu. Kita enggan mengoreksi dan bila perlu mempermasalahkan dan mempersalahkan kita sendiri, baik sebagai gugus kesatuan sosial maupun sebagai penentu wacana kekinian kita. Belanda dan Nipon sebagai "kolonial almarhum" tak akan bangkit menuntut pemulihan nama baik, atau setidak-tidaknya penilaian yang seimbang. Tetapi seorang Suharto yang masih hidup tentu tidak akan mau begitu saja disebut sebagai sumber, biang, dalang dari semua kebangkrutan, kesemrawutan dan kebobrokan situasi saat ini. Wacara moral, nasionalisme, kebangsaan -- semuanya tidak bisa disederhanakan dalam bentuk Suharto dan Orde Baru yang bersalah dan "anggota sosietas yang sisa" adalah pihak yang benar atau bahkan paling benar. Kenyataan yang tidak bisa dihindari adalah bahwa Suharto, orang-orang Orde Baru dan KITA SEMUA masih hidup! Kalau memang demikian, apakah KITA SEMUA (minus Suharto, Orde Baru, Belanda dan Nipon) tidak mempunyai kontribusi dalam menciptakan wajah Indonesia yang bopeng, babak-belur hari ini? Tentu saja kita tidak sekedar membutuhkan sebuah jawaban yang jujur tetapi terutama suatu kejujuran untuk menjawab. Tidak tanpa konsep Orde Baru sebagai ide awal memiliki asumsi dan muara proyeksi yang sangat jelas. Para sejarahwan, pengamat masalah sosial dan politik sepakat, bahwa adalah Suharto dan rejimnya yang menyempitkan paham Orde Baru dan mereduksinya sebagai sebuah praksis manajemen pemerintahan pragmatis menyangkut kekuasaan dan mekanisme membangun dan mempertahankan kekuasaan -walau masih tetap dalam arah tujuan yang sama (setidaknya secara konseptual). Sebuah analisis yang lebih ketat akan menemukan kesimpulan berikut ini: Suharto meyakini konsep pembangunan yang disodorkan oleh para pakar sebagai konsep yang mulia, menarik, baik dan perlu tetapi ia sendiri tidak mengerti sepenuhnya apa yang dimaksudkan oleh para pakar yang bergelar Professor,

Doktor itu. Dengan kewenangan yang ada di tangannya ia sebagai tentara mengarahkan mekanisme politik untuk mengamankan pembangunan dengan visi dan misi agung yang digali dan dirumuskan oleh para pemikir bangsa. Tentara dijadikan satpam pembangunan. Siapapun yang setuju, sepikiran dan sejalan dengan tujuan pembangunan akan ditarik sebagai sahabat. Siapa yang berpikir lain, apalagi yang berpikir lain dan kritis terhadap pekerjaan pemerintah akan dengan mudah dikategorikan sebagai "pihak yang membahayakan pembangunan". Alergi terhadap kritik dengan tameng Pancasila adalah cerita lain lagi. Padahal para para pemikir yang melahirkan ide visi dan misi pembangunan nasional itu lahir dan besar dalam tradisi budaya kritis yang mengenal kritik, kritik dan kritik. Memang ada segelintir pemikir yang tergoda membonceng kereta kekuasaan sehingga tidak kritis lagi terhadap penyimpangan dan bias di lapangan. Lebih malang kalau mereka ini lalu terbeli oleh kekuasaan karena basis idealisme dan moralitas ilmuwan tidak cukup tertanam. Dalam praksis kita menemukan bahwa jurang antara penghasil konsep pembangunan, terutama pada tataran filosofis, dengan pelaksana pembangunan menjadi teramat sangat besar dan tak terjembatani. Yang satu menganggap pembangunan sebagai sesuatu yang sangat kompleks, tidak pernah selesai, dan tak bisa diukur -- karena menyangkut proses memanusiakan manusia (proses humanisasi), sementara yang lain memandang pembangunan sebagai sebuah proses pragmatis, sesuatu yang bisa digerakkan dengan managemen model MBO, bisa diukur dalam bentuk PDB/PDRB, devisa, daya beli dan daya saving, pendapatan per kapita, indeks inflasi yang rendah, dll. Benar, sebagaimana kata Driyarkara, semua proses fisik yang dikedepankan itu sebagai proses homonisasi yang mampu menjadikan manusia lebih kaya, lebih sehat dan montok badannya, lebih kekar ototnya, lebih tebal dompetnya, lebih berkilap sepatunya dan lebih halus deru mesin mobilnya, lebih cantik orangnya. Tetapi kita tiba-tiba sadar bahwa setelah sebagian anak negeri ini lulus proses homonisasi (walau yang miskin secara kuantitatif dan kualitatif semakin memprihatinkan), kita toh berhadapan dengan kenyataan yang paling keras, yaitu KOEKSISTENSI KITA terus mencari-cari jiwanya karena secara historis-sistematis ia didepak keluar dari praksis upaya memperebutkan dan mempertahankan kekuasaan atas nama pembangunan. Dan wacana-wacana humanisme pembangunan hanya hidup di buku teks karya monumental para pemikir besar bangsa ini. Nasib Pemikir dan Pikiran Mereka Tiba-tiba terasa seolah bangsa ini berjalan tanpa tuntunan para pemikirnya. Tetapi kesan ini juga segera kita bantah karena hal itu tidak benar. Cukup banyak bukti di rak buku, map seminar dan lokakarya, jurnal dan catatan lepas bahwa para pemikir bangsa ini telah memberi kontrbusi luar biasa bagi wacana pembangunan, sosial dan politik kita. Apakah pemikiran-pemikiran itu dihargai, artinya ditangkap dan dimanfaatkan dalam praktek pengambilan keputusan -- itu adalah sebuah pertanyaan yang teramat sulit dijawab. Sulit karena birokrat kita bukannya orang yang tidak lulus sekolah dasar: mereka menghadiri seminar, mendengar si Magnis mengoceh, si Kleden menggugat,

Syahrir mengoreksi, Ramli mengulas, Sujatmiko menggagas, Hatta mendasar etc. and so on. Mereka mengangguk-angguk kepala tanda kagum, tanda puas .. entah mengerti atau tidak, lalu pulang bawa sertifikat untuk kredit point naik pangkat,.atau keuntungan lainnya adalah bertambahnya relasi di forum seminar, bahkan sempat salaman dengan Pak Menteri Hikam yang rada kocak itu. Namun demikian, pemikir tidak pernah berniat untuk mencuci otak audiens-nya. Mereka hanya membuka horizon wawasan audiens, menggugat konsep yang mapan dan/atau yang melenceng dan menawarkan alternatif. Adalah tanggungjawab audiens untuk memperlakukan input tadi. Para pemikir tahu diri, bahwa panggilan profesinya adalah memberi pencerahan. Karya pikir mereka tetap hidup dalam dinding dan aturan akademik: bisa benar, bisa salah, bisa diterima bisa ditolak .. pendeknya pemikiran mereka siap diuji-ulang setiap saat oleh siapapun juga. Maka karya para pemikir di tanah air kita -- untuk saat ini -- adalah warisan tak ternilai bagi generasi pemikir berikutnya. Pemikiran mereka tidak akan hanyut-hilang bersamaan dengan perginya sebuah Orde. Relevansi Pemikiran Apa relevansi menggugat perlakuan pemikiran para pemikir bangsa kita? 1. Menghujat Orde Baru sebagai rejim "ein fuer allemal" dapat diterima, tetapi menihilkan semua pemikiran yang melandasi lahirnya Orde Baru adalah sebuah kenaifan tersendiri. Perlu ada upaya menghimpun semua pemikiran yang didengar bagus oleh Suharto dan rejimnya tetapi tidak dimengerti sepenuhnya oleh mereka sehingga perlakukan mereka terhadap pemikiran para pemikir bangsa ini menjadi proses pengurusan. 2. Belanda dan Nipon itu jelek sebagai penjajah, tetapi lewat penjajah itu pula kita menginjak anak tangga menuju pencerahan menyadari diri sebagai manusia merdeka yang menuntut bebas dari pejajahan. Majapahit dan Sriwijaya menaklukkan, bukan memerdekakan. Mari kira bertanya pada Mataram dan lainnya. Orde Baru menjajah kita, memasung intelektualisme, kreativisme dan kritisisme. Tetapi Orde Baru memberi pelajaran berharga, betapa rapuhnya barisan intelektual kita: ada yang setia pada lini pemikir, ada yang terbeli penjadi pemasok ide dan pemberi warna ilmiah pada ucapan birokrat, bahkan ikut menyusun studi kelayakan menggunduli hutan Yamdena (Tanimbar), Kalimantan, menyusun konsep rekayasa manusia untuk memenangkan kepentingan kelompok atau tokoh politik tertentu, bahkan membela para Jenderal yang diduga membunuh kemerdekaan orang yang berjuang untuk menjadi manusia merdeka. 3. Era baru dengan paradigma baru tidak cukup sekedar slogan tanpa kita mengerti apa itu paradigma, mengapa kita harus berpindah dari paradigma yang satu ke paradigma yang lain, innovasi baru mana yang menggugat kebenaran atau kekokohan paradigma lama. Jangan-jangan kita hanya berputar ditempat dengan cerita yang sama. Banyak pejabat menyampaikan pidato yang disusun oleh orang pintar penuh dengan jargon globalisasi, tetapi dari uraian selanjutnya nampak kerancuan pemahaman tentang globalisasi, globalisme,dan

globalitas. Orang berbicara tentang pluralisme, tetapi yang dimaksudkan adalah pluralitas. Orang berbicara tentang "das Sein" tetapi yang dimaksud adalah "Dasein". Orde Baru telah memberi peluang lahirnya berbagai konsep rumit pembangunan yang tidak mudah dicerna oleh para pelaksana dan pelaku pembangunan sehingga salah satu produk Orde Baru lainnya adalah "salah kaprah". 4. Kita semua dipanggil untuk kembali menggali, mencermati dan mendudukkan kembali pemikiran besar para pemikir bangsa sekaliber Sujatmiko, Driyarkara dan lain-lain, agar kita tidak terus-menerus menjadi bangsa penerima resep instan pembangunan yang diproduksi di laboratorum pemikiran Bank Dunia, UNESCO, dll. yang belum tentu mengenal dengan benar manusia Indonesia. (Gagasan orang Bank Dunia biasanya WAJIB dijalankan oleh pemerintah setempat karena gagasan mereka bernilai proyek yang ditunggu-tunggu banyak orang dalam negeri). Pemahaman yang tepat tentang Indonesia, juga berdasarkan renungan dan pemikiran anak bangsa ini, akan sangat menolong mengkritisi pemikiran dari luar dan menjadikan konsep pembangunan pedesaan Indonesia yang diajukan Bank Dunia misalnya, mengakar dan bisa jalan. Hamburg, 9 Februari 2000 Robert B. Bowollo

Kebijakan Untuk Pemiskinan Rakyat
27/05/2008

Kekuasaaan adalah amanah, yaitu amanah untuk mampu membimbing, memajukan, mencerdaskan, memberadapkan dan mensejahterakan rakyat atau bangsa yang dipimpin. Pemimpin datang untuk mengabdi kepada rakyat, bangsa dan negara, karena itu mereka sebesar-besarnya memberikan hidupnya, harta, tenaga dan pikirannya untuk kemajuan dan kemakmuran bangsanya. Dengan kemakmuran bangsa dan negaranya itu kemakmuran pribadinya akan terbawa dengan sendirinya. Ini prinsip kepemimpinan yang amanah, sangat berbeda dengan pemimpin yang melihat kepemimpinan atau kekuasaan sebagai lapangan kerja, seperti seorang professional, direktur sebuah perusahaan. Pada umumnya para elite yang menjadi pemimpin saat ini adalah pekerja politik, bukan aktivis politik, jadi niat dan tujuan serta seluruh pertimbangannya adalah dagang untuk mencari keuntungan pribadi, karena itu setiap langkahnya mesti ada fasilitas dan bayarannya. Bahkan tipe kepemimpinan seperti ini melihat seluruh aset negara sebagai hutan bebas yang boleh dijarah untuk kepentingan pribadi. Inilah yang dianggap sebagai kreatif dan kompetitif. Ini yang terjadi saat ini, pemimpin baik yang ada di pemerintahan, partai, perusahaan maupun organisasi kemasyarakatan, menggunakan

posisinya untuk memperoleh keuntungan pribadi, bukan untuk memajukan lembaga yang dipimpinnya. Sering lembaga dan anggotanya diterlantarkan, tetapi para pemimpin secara pribadi kaya raya. Seperti itulah kepemimpinan yang kita alamai saat ini, pemimpin seperti ini mengabaikan nasib rakyat banyak, hanya memperhatikan nasib sedikit kelompok yang selalu mengelilinginya, sehingga kebijakannya membuat rakyat semakin sengsara. Saat ini berbagai usaha kecil dan menengah dalam berbagai sektor telah tuitup karena kelangkaan bahan baku, dan karena kenaikan bahan bakar, sehingga produknya jadi mahal dan tak terjangkau oleh konsumen. Kebangkrutan usaha itu terutama akan dirasakan sangat pedih oleh buruh yang ada di berbagai industri dan usaha kecil itu, karena mereka dipecat dengan tanpa memiliki cadangan dana untuk hidup. Memang bahwa kemiskinan itu bukan nasib, bukan pula karena kemalasan, tetapi kemiskinan terjadi akibat kesalahan para pemimpin dalam mengambil kebijakan. Kebijakan yang diambil untuk menguntungkan kelompok kecil mafia bisnis berakibat mematikan ribuan usaha kecil dan menegah. Kebijakan ini selalu terjadi di tengah sistem yang penuh korupsi. Hanya sering kali kebijakan yang menyengsarakan itu dimanipulasi dengan berbagai santunan yang justeru sangat mematikan, sehingga masyarakat tidak bisa melihat secara jernih watak para pemimpinnya. Mereka telah menghancurkan dengan sistematis struktur perekonomian rakyat, tetapi kalau terjadi bencana, mereka segera datang pada rakyat seolah peduili pada rakyat, padahal seluruh kebijakan politiknya telah menyingkirkan kepedulian pada rakyat, menyengsarakan dan memiskinkan rakyat. Satu hal yang tidak bisa dipungkiri dari kebijakan ini adalah jumlah kemiskinan yang terus meningkat, sementara hutang luar negeri semakin menumpuk. Bagi pemimpin yang produktif semestinya bisa menggunakan dana utangan itu untuk usaha yang produktif, sehingga rakyat kaya, bangsa makmur dan negara berkecukupan, mampu membayar hutang dan tidak meminjam lagi. Ribuan sarjana politik diwisuda ribuan sarjana ekonomi dipekerjakan, tetapi tidak memiliki kempuan sedikitpun memperbaiki perekonomian rakyat dan negara. Ini tidak lain karena memang mereka tidak berorientasi pada rakyat dan Negara. Memang mustahil negeri ini bisa makmur walaupun sumber kekayaan alamnya melimpah, kalau para pemimpinnya bukan pemimpin yang bisa memikul amanah, tetapi hanya terdiri dari para pencari kerja, yang cita-citanya hanya mendapatkan gaji besar, tetapi tidak memiliki cita-cita untuk membangun bangsanya. Sekedar bercitacita bahkan mengeluarkan pernayaan sikap banyak. Tetapi mereka tidak berani bertindak. Sebab tindakan mengandung risiko. Seorang pemimpian yang amanah mesti memihak kepada rakyat dan bangsa sendiri, sementara prmimpin yang ada karena hanya pencari kerja mereka menjadi sangat oportunis, mengikuti arus, tanpa berani melawan arus perdagangan bebas yang didorong oleh liberalisasi dan swastanisasi. Kecenderungan itu diikuti begitu saja, padahal untuk dapat mensejahterakan rakyat dan menjadikan bangsa jaya dan negara mencapai kemegahannya hanya dengan membangun kedaulatan sendiri baik secara

Sesunggunya kalian sebenarnya adalah saudara sebangsa dan setanah air. Seluruh sistem politik ketatanegaraan harus kembali pada filosofi nasional dan kepentingan nasional. Saya begitu khawatir jika Poso akan dijadikan oleh elemen Orba menjadi ladang pembantaian manusia seperti yang sudah terjadi di Ambon dan sekitarnya. Untuk memiliki kedaulatan politik dan ekonomi. negara berdaulat dan bangsa memiliki martabat. Di situlah rakyat akan berkuasa. maka kedua sektor itu harus dinasionalisasi secara tuntas. Kecamatan Lage. Kabar duka dari Desa Togolu. telekomunisasi. tetapi menjadi langkah pemakmuran rakyat. belum lagi mereka yang luka-luka dan melarikan diri penuh dengan ketakutan. Saya tetap yakin bahwa sumber utama konflik bukanlah masalah keagamaan mengingat bahwa sejak dulu baik di Ambon maupun di Poso umat Muslim dan Kristen sudah hidup saling berdampingan secara damai tanpa ada rasa permusuhan. Seluruh perusahaan strategis di sektor energi.politik. Karena itu saya himbau kepada seluruh umat Muslim dan umat Kristen untuk saling menahan diri untuk tidak terprovokasi. harus segera dinasionalisiasi. (Abdul Mun’im DZ) Konflik Poso adalah Permainan Intrik Orba Tergeraklah hati saya untuk mengangkat berita tentang konflik Poso ke permukaan. Poso. Sadarlah bahwa kalian itu semuanya sedang menjadi barang mainan oleh para pentolan-pentolan Orba yang tidak rela tergusur oleh gerakan reformasi. begitu menggetarkan hati semua warga. Sementara. mengingat sudah begitu banyak korban yang berjatuhan terutama dari pihak Muslim. Ratusan nyawa telah melayang di pesantren Wali Songo yang terletak di wilayah itu. . transportasi dan pangan yang sekarang berada di tanagan swasta. justru jadikanlah semua perbedaan sebagai bukti dari khazanah budaya kita yang penuh warna. Bila sudah demikian tidak lagi usaha pemiskinan yang terjadi. walau agama kalian berbeda namun jangan jadikan perbedaan sebagai pemicu rasa permusuhan. Ingatlah yang menjadi musuh kalian itu bukan umat Muslim atau Kristen tetapi adalah orang-orang dari rezim Orba dengan para simpatisannya yang doyan mengacau demi kepentingan politik mereka. Jadi jelaslah saya dapat mengindikasikan bahwa selama ini beberapa konflik yang kerap meletus di berbagai daerah di Indonesia adalah bagian dari skenario busuk atau permainan intrik dari orang-orang Neo Orba dengan mengadu domba umat Muslim dan Kristen. Jika di Ambon terkenal dengan semangat Pela-Gandong atau Salam Sarani maka di Poso terkenal dengan semangat Sintuwu Maroso sebagai tali pengikat persaudaraan dan kegotongroyongan antar warga. maupun secara ekonomi. Di bawah ini adalah berita-berita yang saya ambil dari Kompas seputar masalah Poso. semoga saja bermanfaat bagi para pembaca: Kompas: Kota Poso sedemikian mencekamnya.

para wanita. Kompas: Warga Poso yang berada di sejumlah lokasi pengungsian di Kecamatan Parigi. membakar pesantren. atau menyerang tempat ibadah seperti masjid. sebab di depan mata kami peristiwa pembantaian itu dilakukan. Sekali lagi saya tegaskan bahwa ini bukanlah perbuatan kekristenan tetapi adalah perbuatan dari para setan yang sedang menyamar menjadi “murid Kristus”. "hilang" dan diduga kuat lari menyelamatkan diri saat Kelompok perusuh melakukan penyerangan tanggal 28 Mei 2000. bahkan hingga perkosaan terhadap beberapa wanita. "Pernyataan pimpinan Polri ini mengada-ada. ratusan penghuni pesantren Wali Songo di Kilometer Sembilan (Desa Togolu) Kecamatan Lage Kabupaten Poso." kata mereka. Para pengungsi asal desa Sintuwulembah itu tak merinci angka korban tewas yang dibantai di desa mereka." kata sejumlah pengungsi kerusuhan Poso di Parigi. Menurut beberapa pengungsi yang bermukim di sekitar Pondok Pesantren Wali Songo di desa Sintuwulemba (9 kilometer Selatan Poso) itu. Selasa. "Tak sedikit wanita ditelanjangi dan diperlakukan secara tidak senonoh sebelum dibantai hingga tewas.Kantor Berita Antara menuturkan. dan manula telah diperintahkan mengungsi ke Markas Kompi 711-B Poso. penyerangan kelompok perusuh hari Minggu itu di pondok pesantren tersebut mengakibatkan banyak korban tewas. Andreas: Ini mungkin bukti sebagian dari kebiadaban para perusuh terhadap umat Muslim. menyusul adanya intimidasi dari pasukan Kelompok Merah kepada warga muslim setempat. Sejumlah saksi mata yang ditemui Antara di Palu dan Poso--205km timur Palu Senin mengatakan. Namun kini kitapun harus bertanya apakah “kelompok merah” yang disebut-sebut tersebut benar-benar mewakili umat Kristen sebenarnya ataukah hanya sekumpulan orang-orang Kristen gadungan yang dibayar oleh pentolan Orba untuk mengacau . sesali pernyataan Waka Polda Sulteng Kolonel (Pol) Drs Zainal Abidin Ishak. mereka sendiri sempat menyaksikan bahkan merasakan perbuatan sadis dan brutal yang dilakukan pasukan Kelompok Merah di desa mereka selama beberapa hari sejak pecah kerusuhan. Andreas: Kita memang tidak bisa membantah bahwa ternyata “kelompok merah” atau kelompok Kristenlah sebagai pelaku semua kebiadaban. namun beberapa di antaranya berhasil menyelamatkan diri lari ke hutan-hutan di sekitar pasantren itu." kata sejumlah saksi mata. Saya memang tidak bisa mengelak bahwa yang melakukannya adalah mungkin saja dari “kelompok merah” atau pihak Kristen namun sekali lagi saya tegaskan bahwa sesungguhnya yang melakukannya adalah tidak lebih dari umat setan/iblis yang mendompleng nama Kristen. Para pengungsi ini mengakui bahwa sehari sebelum meletusnya kerusuhan Poso fase ketiga (23/5). Kabupaten Donggala. Mereka yang tidak sempat mengungsi itulah yang menjadi sasaran pembantaian dan perkosaan. namun menyatakan jumlahnya mencapai ratusan orang. anak-anak. mengenai tidak adanya pembantaian terhadap wanita dana anak-anak saat pecah kerusuhan bernuansa SARA fase ketiga melanda Poso sejak 23 Mei lalu. Sulawesi Tengah. Sebab yang namanya orang Kristen atau pengikut Kristus sejati tidak mungkin sampai hati untuk membantai manusia lain yang berbeda agamanya.

Kompas: Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) HB Paliudju mengatakan yang mengacaukan situasi di Kabupaten Poso pasca pertikaian berdarah Mei-Juni 1999 adalah orang dari luar kabupaten itu dengan motif balas dendam. Pemeriksaan sementara oleh Pomdam VII Wirabuana menunjukkan. katanya. "Enam dari 28 orang oknum TNI Kesatuan Kodim Poso. 6 anggota Kodim Poso terlibat langsung."Tertangkapnya dua orang warga sipil pelaku kekacauan di Poso pasca kerusuhan Mei tahun lalu ternyata dari hasil penyelidikan pihak keamanan. Ketika dihubungi KCM melalui telepon. Dan tragisnya “bahan bakar” reformasi kini sudah di ambang kehabisan terutama jika Gus Dur dapat diturunkan secara paksa oleh para politisi di tubuh DPR yang memang sudah “bau bangkai”. Senin (29/1). namun orang dari luar memperkeruh lagi suasana dengan memancing emosi masyarakat agar beramai-ramai melakukan aksi balas dendam. Ia mengatakan pada dasarnya masyarakat Poso sudah jenuh dengan pertikaian dan mau hidup berdampingan seperti dulu. ternyata berasal dari luar Sulawesi." katanya di Palu.di Poso? Mengingat bahwa semua kerusuhan yang terjadi di negara kita baik itu di Ambon. katanya kepada Antara di sela-sela acara HUT Bayangkara Ke 54 di Makassar. Andreas: Kini terbukti bahwa memang ada orang luar yang turut “bermain api” untuk ikut memperkeruh Poso." kata Komandan Pomdam VII/Wirabuana Kol. Sabtu. jam 15. Letkol Budiardjo. di Sampit. Sabtu. Hal ini memang sudah menjadi strategi andalah atau jurus pamungkas dari para pentolan Orba untuk menghancurkan setiap gerakan reformasi yang kini sedang limbung karena kehabisan “bahan bakar”. Peristiwa yang terjadi di desa Sepe Kecamatan Poso Pesisir tanggal 23 Desember 2000.00 WIB. Sudirman Panigoro. tapi orang luar yang mencoba memperparah lagi keadaan yang berangsur-angsur mulai kondusif itu. setelah melalui penyelidikan sementara diduga terlibat langsung dalam kerusuhan di Poso. Siapapun sesungguhnya orang luar itu kalau bukannya lagi orang-orang bayaran yang memang sudah diperkerjakan secara profesional dengan tujuan untuk memecah belah dan mengadu domba antar umat beragama. Dari hasil pemeriksaan 28 orang anggota TNI yang terlibat dalam kerusuhan Poso untuk sementara ada indikasi enam orang diduga terlibat. Komandan Kodim 1307 Poso. Kompas: Dugaan keterlibatan sejumlah oknum TNI Kodim Poso dalam kasus Poso tak dipungkiri oleh Komandan Kodim 1307 Poso. Ingatlah bahwa pentolan Orba sudah mahir puluhan tahun untuk “bermain api” dengan rakyat dan cerdik dalam memainkan strategi “lempar batu sembunyi tangan”. atau di Poso selalu saja melibatkan oknum-oknum pemerintahan dan para aparat yang turut bermain pula sebagai bidak Orba dengan maksud untuk menggoyahkan stabilitas nasional. merupakan bukti bahwa yang melakukannya bukan warga Poso. membenarkan adanya pemeriksaan oleh . Letkol Budiardjo. Dan ketika stabilitas nasional tersebut goyah maka orang-orang Orba akan mempunyai alasan yang cukup kuat untuk menggoyahkan pemerintahan Gus Dur sambil berteriak bahwa karena Gus Durlah situasi dan kondisi di Indonesia menjadi tidak aman alias rusuh.

Menurut Tangkaderi. Sekedar menyinggung Sintuwu Maroso (kerjasama dan tolong menolong antar-sesama manusia) yang menjadi semboyan warga Poso. ternyata semboyan ini bukanlah semboyan yang baru “diciptakan” namun sudah merupakan falsafah yang diwariskan oleh nenek moyang selama ratusan tahun. guna mencegah munculnya kembali tindak kekerasan yang dapat meningkatkan jatuhnya korban jiwa dan harta benda. Namun pada akhir artikel saya.Denpom Palu terhadap anggota Kodim Poso yang diduga terlibat dalam aksi kerusuhan Poso. yang penanganannya kini sudah sampai pada Pomdam VII Wirabuana. ras dan antar-golongan). Rabu. baik yang masih bertahan di daerah itu maupun di lokasi pengungsian. Semoga."Saya minta semua warga Poso. saya akan menyodorkan suatu berita yang mengejutkan yang ternyata menegaskan bahwa kerusuhan di Poso itu bukanlah karena SARA. warga Poso harus mengingat kembali semboyan "Sintuwu Maroso" (kerjasama dan tolong menolong antar-sesama manusia) sebab falsafah yang diwariskan oleh nenek-moyang ini memiliki arti penting dalam menapaki masa depan bersama yang lebih baik. Apakah mungkin semboyan Sintuwu Maroso yang sudah beratus tahun tertanam di dalam hati sanubari dapat hilang menguap begitu cepat tanpa ada faktor lain sebagai penyebabnya? Penyebab apa lagi kalau bukan karena “sebab intrik Orba” yang bisa dijadikan alasan kuat untuk menjawab mengapa semboyan Sintuwu Maroso dapat hilang dengan begitu cepat? Ataukah pembaca punya alasan lain yang lebih logis? Kompas: Pihak MUI (Majelis Ulama Indonesia) Sulawesi Tengah menilai bahwa kasus pertikaian berdarah di Kabupaten Poso meluas dan menimbulkan banyak korban jiwa akibat beberapa oknum aparat keamanan (TNI/Polri) di daerah itu melakukan desersi."Banyak pihak melaporkan hal itu kepada kami." kata Gubernur di Palu. sekaligus mengambil tindakan tegas bagi mereka yang membelot dari tugas . Jumat. agama.Menurut Paliudju. Semoga bukan hanya aparat “kelas teri” saja yang tertangkap tetapi para politisi besar yang sedang asyik bermain di “belakang layar”pun bisa ditangkap dan diadili. Andreas: Mungkin sampai saat ini kita masih harus “terpaksa” memegang asumsi bahwa kerusuhan di Poso itu murni bermuatan SARA. bahkan sejumlah saksi mata mengatakan sempat melihat para desertir bergabung dengan salah satu kelompok yang bertikai. mengingat pertikaian berkepanjangan selama ini telah menelan korban jiwa dan harta benda luar biasa besar. Kompas: Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudju mengajak semua warga Poso yang berada di dalam dan luar kota itu segera menghilangkan perbedaan SARA (suku. segera menghilangkan perbedaan SARA. pihaknya telah melaporkan kepada pimpinan TNI/Polri setempat mengenai masalah tersebut." kata Wakil Ketua MUI Sulteng KH Drs Dahlan Tangkaderi di Palu. Andreas: Kini tabir tersebut tersingkap dengan sendirinya bahwa aparatpun ikut “bermain api” guna meramaikan tragedi Poso.

" ujarnya. Ia menjelaskan. Semoga berita ini bisa memberikan sedikit kesejukan di tengah-tengah situasi dan konsidi bangsa yang sekarang lagi serba panas. Sampai di sinikah mental seorang prajurit di negara kita? Rupanya para anggota TNI/Polri perlu lagi dibina secara lebih serius supaya kasus Bimantoro atau kasus desersi di Poso tidak perlu terulang lagi di masa yang akan datang. Andreas: Ada desersi toh rupanya. menjual dan meminumnya. pembelotan kepada musuh). "Saya yakin kerusuhan Poso ini bukan karena SARA. sebab antar-desa berpenduduk Muslim dan Kristen yang bertetangga tidak saling menyerang. Andreas: Di bawah ini adalah berita yang telah saya janjikan itu. Karena itu damailah kalian wahai umat Muslim dan Kristen karena berperang itu tidak ada gunanya! Marilah kita galakkan semangat persaudaraan dan cinta kasih dan buang jauh-jauh rasa dendam dan permusuhan! Jangan lupa teruslah nyalakan api reformasi yang kini hampir-hampi padam dan gilas Orba dengan kekuatan rakyat! Kerusuhan Poso Bukan SARA Poso. apakah memang benar bahwa mereka adalah benar-benar prajurit sejati dan pengayom rakyat ataukah hanya terdiri dari sekelompok provokator bermuka tembok dan pengecut yang hanya bisa bersembunyi di ketiak para elite politik. Dan saya tidak terkejut ketika melihat kasus ini. Ternyata memang perlu dipertanyakan kualitas sebagian besar dari anggota TNI/Polri. Drs Akram Kamaruddin mengatakan kerusuhan di Kabupaten Poso Sulawesi Tengah yang menelan korban jiwa yang meninggal dunia lebih 200 orang. (Ket: desersi berarti lari dari dinas ketentaraan. mengingat orang-orang semacam Bimantoropun pernah melakuan hal yang serupa yakni melawan atasannya dalam hal ini adalah presiden dengan menolak untuk dinonaktifkan. Penyebab lainnya adalah faktor kenakalan remaja. Kamis Ketua DPRD Poso. Akibatnya masyarakat mulai bertindak di luar batas dan mengganggu sesama mereka. Silahkan para pembaca nilai sendiri berita di bawah ini. bukan dipicu masalah SARA.kedinasan dan ikut bergabung dengan kelompok yang bertikai untuk melakukan penyerangan terhadap warga sipil di Poso. bahwa kerusuhan di Poso itu sebenarnya bukan karena SARA." katanya di Poso. Ikhwal kerusuhan di sini dipicu oleh perkelahian pemuda antar-kampung di terminal Lombogia lalu . "Tapi alhamdulillah kami sudah melarang masyarakat untuk memasukkan. tapi saling membantu. Kamis (31/5). penyebab terjadinya kerusuhan itu sebanyak 12 variabel antara lain merajalelanya peredaran minuman keras sehingga masyarakat menjadi terpengaruh dan mengkonsumsinya secara berlebihan.

Luka-luka zaman revolusi kemerdekaan. Ia menambahkan. serta membangun pemerintahan berdasarkan sistem yang seringkali campur baur. Pendidikan yang diterapkan orang tua di rumah dan guru di sekolah terkadang tidak sejalan dan ada kecenderungan kelompok warga tertentu tidak menikmati pendidikan formal seperti kelompok warga yang lain. Lewat Volksraad. Socrates yang menjadi filsuf paling berpengaruh dalam era Yunani. Dalam model-model yang sederhana. Ada kehendak dalam penjelasan UUD 1945 untuk mengadakan pemilihan umum. bukan tidak ada demokrasi. Kaum bangsawan memang dengan sangat cerdik telah memanipulasi demokrasi demi keberlanjutan kekuasaan yang mereka miliki. 1996). ketika berhadapan dengan keputusan demokratis yang menyatakan ia bersalah dan meminta meminum racun. Piliang Analis Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS). antara lain dengan gerakan Indonesia Berparlemen. Demokrasi Khas Indonesia: Riwayat Singkat dan Masa Depannya Kamis. Ketua Dewan Pengurus Yayasan Harkat Bangsa Indonesia Latar Belakang Demokrasi lahir bukan tanpa korban. yang menunjukkan kedaulatan rakyat dilaksanakan dalam level tertinggi. Amir Syarifuddin. yakni antara presidensial dan parlementer. yakni dengan pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan KNIP Daerah. Tetapi. masyarakat telah berteriak tentang betapa pentingnya penolakan atas “pajak tanpa perwakilan�?. ketika politik aliran beranjak dari meja diskusi kepada sejumlah perang terbuka yang juga bermuara kepada pembunuhan. tetap dipertahankan pada kursi kekuasaannya. Korban-korban pun berjatuhan. penolakan atas kebijakan raja di tanah Jawa yang dianggap merugikan rakyat dilakukan dengan cara menjemur diri di depan alun-alun Istana Raja. telah dengan sangat kritis menyampaikan pembelaan atas pikiran-pikirannya. adalah pengusung adanya parlemen yang tidak dipilih dalam pemilihan umum itu. lanjut Kamaruddin. sehingga suara orang awam pun bisa mereka wakili. Upaya paling maksimal adalah menempuh jalan kekerasan lewat pemberontakan bersenjata." ungkapnya. Tokoh beraliran sosialis.dimasuki oleh provokator kemudian membesar hingga tak terkendali dan menyebabkan salah satu kelompok warga terusir dari Kota Poso. Dalam peristiwa Perang Kamang (1908) di Sumatera Barat. Sutan Syahrir. dan Sutan Syahrir adalah contoh dari nama-nama yang terkikis oleh . Wakil Presiden Muhammad Hatta bahkan pernah menduduki kursi Perdana Menteri. "Warga sudah menguasai perekonomian sehingga lahirlah kecemburuan dari penduduk pribumi yang mereka ekspresikan dengan membabat pohon coklat dan kelapa milik pendatang. dipicu oleh kesenjangan sosial yang kian mencolok antara penduduk asli dan warga pendatang. rendahnya kesadaran hukum dan pendidikan politik kemudian dibalut oleh sentimen pribadi dan gencarnya provokasi juga merupakan penyebab lain dari kerusuhan Poso. Demokrasi datang ke Indonesia juga bukan tanpa korban. telah dimulai suara-suara yang mewakili kepentingan tanah jajahan. Kemerdekaan Indonesia sejak 17 Agustus 1945 telah membuka kesempatan luas ke arah pemerintahan yang demokratis. Jakarta. Sejumlah manifesto juga dikeluarkan. Tan Malaka. yakni Presiden Soekarno. Kerusuhan Poso. tanpa harus mengacu kepada substansi “kebenaran�? suara-suara itu. sementara simbol negara. sekalipun terbatas dalam hak dan wewenang. walaupun berlangsung secara inkonsistusional demi tujuan-tujuan politik dan diplomasi internasional. Aristoteles dan filsuf-filsuf selanjutnya menjadi kehilangan kepercayaan kepada demokrasi yang memenangkan suara orang awam (Fuad Hassan. 21 Juni 2007 Indra J. namun terkendala oleh perang kemerdekaan. pada gilirannya memupuk dendam antara sesama pejuang. Anak-anak revolusi itu pun dimakan oleh arus cepat perubahan. Kemudian kesenjangan pendidikan baik formal maupun informal juga punya andil besar. Plato. sebagai perintis jalan bagi penentuan nasib sendiri dan sekaligus hak membentuk pemerintahan.

juga mantan-mantan pejabat penting pemerintahan. Politik hanya berkisar di sekitar Soekarno yang dikitari oleh orang-orang yang mengagungkannya sebagai pemimpin besar revolusi dan memberikan jabatan sebagai presiden seumur hidup. Sebagai satu kekuatan negara dunia ketiga yang cukup diperhitungkan. partai politik digambarkan sebagai sosok yang asing. ketika politik menjadi panglima dan ekonomi tertinggal dalam keangkuhan nasionalisme. peluru dan penjara revolusi. Pancasila ditafsirkan menjadi 36 butir dan ditambah menjadi 45 butir. seperti tenggang-rasa dan tepa-selira. nama sebuah jalan tempat rumah tinggal pribadi Soeharto dan keluarganya. seperti pemuda. kekayaan alam dan posisi geografis dalam simpang jalan jalur laut internasional. lalu perlahan maju lebih jauh lagi dengan pemenuhan akan papan (perumahan).terjangan debu. politisi. Pemilu 1955 yang bisa jadi menjadi barometer ideal dari proses pemilihan wakil rakyat dengan membolehkan partai lokal dan perseorangan sebagai kandidat. Kekuasaan berpusat kepada sekelompok orang di Jakarta yang melibatkan Golkar. surat kelakuan baik. Kalaupun diadakan pemilihan umum. bayaran mahal atas kemajuan material itu adalah hilangnya kebebasan pers dan kebebasan politik. Peminggiran Peran Partai Politik Dalam buku-buku sejarah yang ditulis selama Orde Baru (1966-1998). yakni stabilitas. kelangkaan minyak tanah. Rujukan ke Eropa. telah menghilangkan dengan sistematis keunggulan komparatif produk dan teknologi dalam negeri. dan dilanda begitu banyak rakyat jelata yang miskin. Turki. berhadapan dengan kota-kota lain yang kehabisan uang untuk sekadar memelihara koridor jalan dan selokan. namun pemerataan malah tertinggal jauh di belakang. sifatnya hanya ritual belaka dengan intervensi yang kuat dari pemerintah. kelaparan. Padahal. Upaya pemujaan diri yang berlebihan menyebabkan pemerintah Orde Baru terlalu terpaku kepada pertumbuhan ekonomi dan pemaksimalan pembangunan fisik dengan sarana hutang luar negeri. mulai dari pengarahan agar memilih Golkar. petani. mulai dari penjara Glodok yang dekat dengan area perdagangan. dan tipologi sosial-politik lainnya. mengingat terlalu asyik dengan kepentingan masing-masing. bertahan lama dengan energi yang begitu kuat berhadapan dengan kolonialisme dan kapitalisme. pada akhirnya tidak melahirkan kestabilan pemerintahan. Teori-teori Marxisme. sampai ke Bandaneira yang berair jernih dan Tanah Merah di Papua yang masih berupa rimbabelantara. karena cenderung hanya mementingkan diri sendiri. Aparatur militer juga menjadi mesin pengumpul suara yang maksimal. Kota Jakarta yang bersolek. yakni keluarga Cendana. kesadaran seperti itu tidak muncul di kalangan elite. Hanya saja. Pengembirian politik ini ditujukan untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan. Nama yang dikenakan adalah demokrasi Pancasila yang berbentuk indoktrinasi lewat jalur-jalur pendidikan formal dan sertifikat Penataran P-4. Republik pun dikepung oleh pemberontakan daerah. perempuan. Bangsa yang pernah mengalami kelaparan bertahun lewat beragam perang dan proyek kolonialisasi tiba-tiba berubah menjadi bangsa yang gandrung akan materi. tetapi gagal mencapai kesepakatan. penjara-penjara tidak hanya diisi oleh pelaku tindakan kriminal. Tetapi. misalnya. melainkan juga berisi kaum intelektual. Gedung-gedung pencakar langit yang menjulang. Sampai bertahun-tahun kemudian. dihiasi oleh rumahrumah gubuk yang reot. bukan berarti tidak ada demokrasi. Tetapi. pertumbuhan dan pemerataan. para pendiri republik adalah orang-orang yang sangat paham dengan beragam literatur tentang demokrasi. Perubahan-perubahan politik internasional pun menggiring kepada perubahan di tingkat nasional. sampai Uni Sovyet kala itu telah menjadi menu yang menjadi santapan harian. apapun yang terjadi pastilah menarik perhatian dunia luar. Tokoh-tokoh penting kemerdekaan Indonesia bisa dipastikan tumbuh dan berkembang di penjara-penjara yang dekat dan jauh dari pusat pemerintahan. termasuk dengan mendatangkan dalam bentuk lengkap beragam jenis kendaraan. nelayan. selain memiliki perwakilan tetap dalam parlemen lokal dan nasional tanpa dipilih. Perubahan itu dimulai dengan cara memenuhi kebutuhan akan pangan dan sandang. sampai penyelenggaraan pemilu sendiri yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri. Perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Sovyet yang menjadi konteks geopolitik global ikut menyeret Indonesia. Investasi asing pada industri-industri strategis. militer dan birokrasi. Terdapat puluhan Widya Iswara dalam lembaga-lembaga . terutama dengan mengambil bagian-bagian penting dalam masyarakat desa di Jawa. Demokrasi parlementer (1955-1959) dalam DPR dan Dewan Konstituante begitu rapuh oleh orasi-orasi dan sidang-sidang yang penuh argumentasi. Selain itu juga bergerombol organisasi sosial kemasyarakatan yang berafiliasi dengan Golkar. Stabilitas dan pertumbuhan berhasil dicapai. Filsafat Barat dan Timur berkumpul di atas meja makan dan tulisan-tulisan di media massa. sampai bintara pembina desa (babinsa). Cara mengendalikan politik lewat penjara ini adalah duplikasi atas kebijakan serupa yang ditempuh oleh pemerintahan kolonial. Tanpa disadari – atau memang didesain dengan sempurna – puncak kekuasaan ekonomi-politik berpindah dari lembaga-lembaga negara menjadi usaha rumah-tangga. alat-alat kantor dan benda-benda yang menjadi bagian kehidupan masyarakat lainnya. terutama dari segi jumlah penduduk. barang-barang rumah tangga. Keadaan ini berlanjut dalam masa Demokrasi Terpimpin (1959-1966). masa-masa kebangkitan Islam.

demokrasi tinggal nama. pemilihan ketua-ketua Dewan Mahasiswa sebelum dibubarkan. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia menghadapi himpitan serius. mengingat organisasi masyarakat sipil memerlukan pola keketatan dan kedisiplinan sendiri. baik yang masih bergerak dalam ranah masyarakat sipil atau sudah mengikuti arus zaman dengan menjadi bagian dari penyelenggara negara (baik di wilayah ekskutif. Satu sebutan yang terdengar manis selama Orde Baru. Di luar itu. televisi dan koran-koran nasional. yakni “aktor intelektual�?. dan ujungujungnya adalah prosesi kebulatan tekad yang mengusung kembali Soeharto sebagai presiden. dalam bentuk yang sangat sederhana. Bahkan. sampai penahanan. tindas-menindas. Sebuah desa bisa saja ditenggelamkan dengan air bah. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Organisasi ekstra universitas yang mencoba mempertahankan azas. ruang-ruang diskusi. Demokrasi. Namun. penduduk diusir dengan mendatangkan gajah. satu-satunya referensi utama yang melawan arus dominasi pemikiran dan jurnal-jurnal resmi pada instansi pemerintah. Muhammadiyah harus mencari jalan tengah untuk mencegah politik belah bambu. Negara. benteng pertahanan terpenting dari demokrasi yang tanpa intimidasi masih tersedia. adalah satu organisasi yang terusmenerus diganggu dengan pelbagai bentuk intervensi. bahkan kematian yang tidak diduga. sulit kita melihat organisasi lain menyediakan ruang demokratis yang baik. organisasi masyarakat sipil ini tidak berkembang. kelas-kelas pedagogi yang menihilkan peran sekolah. akibat-akibat yang ditimbulkan tidak bisa ditebak dan ditanggung. hanya datang sekali dalam lima tahun. Sesedikit apapun gerakan pembangkangan dilakukan. agar “nafas demokrasi Pancasila�? tetap bisa dirasakan. bahkan panggung-panggung pertunjukkan. sampai kepada buruh-buruh yang sedang memperjuangkan kenaikan upah. Dewan Pertahanan Nasional (Wantanas). Selain organisasi-organisasi kecil dan organisasi masyarakat sipil. untuk menghadapi mesin besar negara Orde Baru yang menggilas apa saja. intelektual. selalu saja mencoba memasuki dan mengubah agenda-agenda kerjanya. sampai penangkapan dan penahanan. telanjur dimasuki oleh aparatus negara lewat izin pertunjukan. sekalipun para aktivisnya terus mencoba membangun langkahlangkah alternatif yang dengan sendirinya harus mengikuti kehendak pemerintah. yakni pemilihan kepala desa atau kepala kampung. legislatif atau yudikatif). baik berbentuk yayasan atau juga lembaga-lembaga advokasi dan penelitian. . sekalipun jumlah kelompok oposisi terus bertambah secara diam-diam. setelah Soeharto tumbang. wartawan. Para seniman. juga masuk ke dalam organisasi sosial kemasyarakatan dan agama. suap-menyuap. Doktrin-doktrin juga disalurkan lewat radio. Yang ada hanyalah pembenaran. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia terpaksa fokus di kampus-kampus Institut Agama Islam Negeri. terutama dalam pemilihan pimpinannya. Perbedaan pendapat berarti perlawanan atas pemerintah. Nahdlatul Ulama. lewat tangan-tangannya dan aparatus intelijen yang kuat. Secara umum. tetapi sebagian mampu memajukan perspektif yang berlainan atas paradigma pembangunan Orde Baru. Aparatus negara berubah menjadi begitu menakutkan. karena tidak mampu lagi diterbitkan ketika zaman kebebasan datang. atau proses pemilihan pengurus organisasi profesi dan keilmuan. tuduhan tentang organisasi tanpa bentuk. sebagaimana dulu juga pernah dipraktekkan oleh Presiden Soekarno. serta kantor menteri pemuda dan olahraga. sekalipun tidak semua bisa digeneralisasi. yakni lewat pemilihan umum. sebagai contoh. Kaum intelektual pantas mensyukuri keberadaan PRISMA ini. sekaligus juga menangisi. Patut disadari bahwa kalangan intelektual yang punya nama dalam era reformasi. namun dalam bentuk pemeliharaan atas ceruk-ceruk wilayah dan kanal-kanal pikiran yang mudah dikendalikan. sebagai contoh lagi.pelatihan resmi seperti BP-7 Pusat yang sudah bubar. arisan-arisan keluarga dan tetangga. bukan kebenaran. karena dirasa mewarisi pemikiran kalangan Soekarnois. pemilihan ketua-ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah. seperti Himpunan Mahasiswa Islam. Sejumlah tokoh besar lahir dari sini. Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yang melahirkan majalah PRISMA. Sekalipun begitu. pembubaran. terus berupaya membela kepentingan masyarakat kecil yang butuh perlindungan hukum. penuh rekayasa. dengan sangat terpaksa terpilah menjadi dua. terutama dengan pakaian loreng-loreng. sulit untuk mengatakan bahwa demokrasi juga hidup dalam ranah masyarakat sipil ini. terdapat indikasi betapa tokohtokoh penting itu justru berubah menjadi “Soeharto-Soeharto kecil�? dengan menjadikan perlawanan masa lalu sebagai latar. Partai-partai politik tidak berkembang.1 Lembaga swadaya masyarakat atau organisasi non-pemerintah ini ternyata juga mampu menjadi “tempat persembunyian�? atau bahkan “tempat magang�? bagi para aktivis yang tidak hendak masuk dalam skema besar pemerintah yang menyediakan lapangan kerja terbatas. Negara yang coba menaungi semua organisasi. Terdapat juga organisasi masyarakat sipil. bahkan hanya dengan modal uniform. Hal itu dapat dimengerti. Penyingkiran memang tidak dilakukan. Begitu pula Lembaga Penelitian. sebagian berasal dari kalangan masyarakat sipil ini. Benteng Pertahanan Bahkan yang berkembang adalah organisasi kelaskaran pemuda yang mengasosiasikan diri dengan rezim.

aliran politik. klan. tetapi juga ada yang hanya sebagai kamuflase sementara sebelum memasuki kancah formal kampanye-kampanye politik. Yang diperbaiki hanya proses mendapatkan kekuasaan. terutama mengingat kelumpuhan yang nyaris permanen yang dihadapi oleh partai-partai politik dalam menyalurkan aspirasi publik. baik di Jakarta ataupun di daerah-daerah. juga masih terdapat ribuan LSM yang masih hidup Senin-Kamis. Prof. ditunjuk sebagai pengganti. melahirkan oligarki “industri�? LSM (Benny Subianto.pada kenyataannya menyimpan kebencian dan kebengisan yang dalam kepada kaum intelektual. Kompas. menepati janji untuk menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada kaum ilmuwan. Soeharto. Sebutan-sebutan yang melecehkan seperti itu menjadi kosa kata yang ampuh untuk menundukkan rakyat di bawah sepatu lars para penguasa. apalagi kalau tokohtokohnya sudah cukup dikenal. Pemerintah tidak lagi dilihat sebagai satu-satunya lembaga yang layak mengurus dana-dana yang digelontorkan pihak asing itu. Tetapi.2 Selain lembaga-lembaga riset kuantitatif. juga mensyaratkan keterlibatan LSM. The Lead Institute Universitas Paramadina. agenda LSM telah bergeser dari perlawanan terhadap negara menjadi komplemen kebijakan demokratisasi negara. seorang tokoh yang sangat berpengaruh dalam upaya industrialisasi teknologi tinggi di Indonesia. termasuk pemilihan langsung kepala daerah (pilkada). Perubahan yang juga penting adalah munculnya lembaga-lembaga survei yang dengan jitu mampu memprediksi pihak mana yang bisa memenangkan pemilu. BJ Habibie. justru mereka sendiri yang mengotak-otakkan masyarakat ke dalam sekat-sekat yang mereka bangun. Di balik itu. Lembaga-lembaga ini secara berkala mengeluarkan hasil survei menyangkut posisi partai-partai politik dan tokoh-tokoh politik penting. Kehadiran lembaga-lembaga donor di Indonesia yang berjumlah banyak memang memicu LSM-LSM kian profesional. Reform Institute. Dalam bahasa Benny Subianto. para politikus ini juga datang dari orang-orang yang sudah malang melintang dalam kenyamanan kekuasaan Orde Baru. elite LSM yang sarat kepentingan. terutama Aceh. Opini publik langsung bisa dihitung. termasuk dengan mengerahkan para artis. pihak donor yang naif �? dan kadang-kadang kolutif�?. 04 Mei 2007). Persaingan antar kelompok. sehingga menciptakan profesi baru yang cukup memberi pengaruh. Penanggulangan daerah-daerah bencana. Mega Center. “LSM sebagai Sebuah Industri�?. Tidak heran kalau LSM tumbuh bak jamur di musim hujan. Sikap pesta-pora dengan mengabaikan demokrasi dalam ritual pemilihan presiden dan wakil presiden. dan beragam lembagalembaga kajian lainnya mengisi lembaran-lembaran berita media massa. mengingat dihilangkannya pemberian kartu wartawan dengan lebih dahulu mengikuti . tetapi belum mengarah kepada tujuan menggunakan kekuasaan itu. tanpa harus melewati prosedur pemilihan langsung yang sebenarnya. Tetapi. kejatuhan nilai tukar. aboriginisasi di Papua. Dr. justru mendorong Soeharto mengambil langkah-langkah yang secara kental memicu lahirnya istilah Korupsi. Mereka hanya bersalin rupa dengan cara membentuk partai-partai politik. Nusantara Center. dan terutama karena usia yang menua ditimpa zaman yang dihadapi oleh Soeharto. Fauzi Bowo Center. langsung mengambil alih keadaan ketika demoralisasi melanda kalangan serdadu. aksi-aksi demonstrasi mahasiswa. tetapi sekaligus juga memberikan kepada publik pilihan-pilihan yang beragam. Demokrasi yang Tersebar Kelompok yang paling tidak disukai Soeharto – dan juga kurang diminati kaum intelektual �?. seandainya pemilu atau pilkada terjadi pada waktu survei itu diadakan. perang di Timor Timur. persaingan petinggi-petinggi militer. Lembaga swadaya masyarakat juga berkembang secara masif. kekejaman di Aceh. ketika melakukan aksi-aksi yang kejam. Para aktor politik dengan segala cara mencoba terus mempertahankan dan meningkatkan dukungan. Semaraknya pembentukan dan kiprah lembaga-lembaga itu menunjukkan arah individualisasi politik atau personalisasi pemikiran. Lembaga-lembaga itu ada yang memang bergerak menuju pengentalan ideologi tertentu. perkembangan lain adalah pembentukan sejumlah kelompok-kelompok pemikiran yang bermuara kepada satu tokoh. Ma’arif Institute. Kemajuan yang dialami oleh lembaga-lembaga riset itu menunjukkan juga arah perubahan ilmu-ilmu politik. Kolusi dan Nepotisme (KKN). The Indonesian Institute. yakni dari penggunaan metode kualitatif ke arah penggunaan metode kuantitatif. satu aliran politik. termasuk yang melakukan kartelisasi atas dana-dana asing. Pendekatan ini membuat pilihan-pilihan ideologi yang semarak pada tahun 1950-an menjadi tidak lagi penting. mulai menunjukkan kerapuhannya. Hampir sembilan tahun lalu. Era kemerdekaan media ini tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang baik. bahkan perseberangan antara profesi (militer atau sipil) dan bahkan wilayah (Jawa dan Luar Jawa) diangkat ke permukaan dengan cara yang sangat usang. bermuara kepada pengunduran diri yang disambut sorak-sorai para mahasiswa. Pembunuhan Marsinah. Sementara para politikus itu berbicara atas nama nasionalisme dan kesejahteraan. lama-kelamaan membuka borok-borok kerapuhan rezim. Demokrasi dalam bentuk pengarus-utamaan permasalahan rakyat juga terjadi dalam pertumbuhan media massa. atau malahan juga kepada utopia tertentu yang coba terus dilakukan. Menurut Benny. Tekanan dari dunia internasional. The Habibie Center. sampai peristiwa 27 Juli 1996. rezim yang semula dianggap sangat liat itu. pengusaha dan birokrat Orde Baru. Amien Rais Center. pada 21 Mei 1998. yakni para politikus. Bisa jadi memang demikian. sebagaimana dikatakan kepada Daoed Joesoef (2006). Freedom Institute.

Akan tetapi. sebagai bagian yang penting dalam era demokrasi. sekalipun media berjumlah banyak. Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta sedang bergulat dengan rancangan perubahan undang-undang tersendiri. Pergolakan-pergolakan itu banyak disebabkan oleh kekeliruan kebijakan oleh pemerintah nasional yang mengutamakan pendekatan keamanan untuk mencapai stabilitas politik dan pemerintahan. Semakin banyak keterlibatan masyarakat dalam mengubah kebijakan pemerintah. yakni keberadaan pressure groups. Ambon. kesadaran itu masih komunal. konflik meletus akibat penanganan negara yang kacau dalam mengelola kejadian-kejadian yang semula hanya melibatkan individu. Riau. Kepala dan wakil kepada daerah bahkan dipilih secara langsung sejak 1 Juni 2005. 32/2004 itu. kepala-kepala desa. media massa justru menjadi aktor berpengaruh dengan cara sentralisasi pemberitaan. Pemilihan langsung kepala daerah ini. Dewan Pers dan LSMLSM yang bergerak khusus di bidang media. namun bukan dilakukan oleh pemerintah. Sementara. urusan-urusan lain dikelola secara bersama-sama oleh pemerintah (-an) daerah. Kaum buruh. tetapi juga berakibat pada persaingan antar wartawan dalam mendapatkan berita. terlihat bagaimana agenda media mengendalikan agenda pemerintah dan parlemen. Dalam banyak pemberitaan akhirakhir ini. dan lingkungan hidup. 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh. 21/2001 tentang Otonomi Khusus Provinsi Papua. melainkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia. sampai reshuffle kabinet yang berdasarkan opini publik. Terbunuhnya seorang praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Guru-guru di Kabupaten Kampar. Sinansari Ecip. Namun. konsolidasi berupa pembentukan organisasi. “Hubungan pendek�? kekerasan itu memaparkan kepada dunia kekejaman-kekejaman khas kanibal. sekaligus juga menyebabkan pembentukan faksi-faksi politik di daerah yang bisa jadi mengarah kepada oligarki. daerah istimewa dan daerah khusus ini. kesehatan. Keterlibatan itu berupa aksi-aksi unjuk rasa. bisa diartikan dengan adanya kebebasan wartawan. dalam level media. terutama keterlambatan pemerintah pusat dalam mengeluarkan peraturan-peraturan perundang-undangan sebagai turunan dari undang-undang yang mengatur tentang otonomi daerah. sehingga memicu perlawanan bersenjata yang mengarah kepada separatisme (kemerdekaan). Kepala-kepala desa mengajukan tuntutan peningkatan kesejahteraan. yakni Sekretaris Desa. Semula. agama dan perbedaan sistem pemerintahan tradisional dengan sistem pemerintahan nasional telah menstimulasi upaya elite dan masyarakatnya untuk menekan pemerintah pusat agar mengakui perbedaan-perbedaan atas masing-masing daerah itu. Provinsi Papua diatur lewat UU No. serta agama. Dengan model otonomi khusus. dan Sambas (lihat S. Hanya saja. 13/2003 tentang Ketenagarakerjaan yang semula ingin direvisi oleh negara. Aceh dan Papua adalah dua daerah yang paling bergejolak. keterbatasan informasi memicu keseragaman. yustisi. terdapat pilihan pemerintahan lokal yang tidak lagi seragam. yakni UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. guru. Perkembangan yang juga patut dicatat adalah komponen-komponen masyarakat tidak lagi bersifat pasif. lewat foto-foto dan video-video amatir yang dikemas menjadi begitu mengerikan dengan narasi yang kelewat batas. Di sejumlah daerah. dekonsentrasi dan tugas perbantuan. implementasi masih sangat terbatas. sebagai pegawai negeri sipil. pertahanan. walaupun masih berasal dari kandidat yang diajukan oleh partai politik atau gabungan partai-partai politik. pengawasan terhadap media bukan berarti tidak ada. kabupaten dan kota yang antara lain meliputi pendidikan. masih terdapat daerah-daerah lain yang mencoba menawarkan model otonomi khusus. seperti di Poso. keamanan. Aceh diatur lewat UU No. Homogenitas budaya. Ketika demokrasi digerakkan dengan cara meletakkan kekuasaan tidak pada satu lembaga yang kuat. moneter dan fiskal nasional. Latar belakang pembentukan model pemerintahan daerah yang berbeda itu berasal dari sejarah pemerintahan yang berlainan pada empat daerah itu. dan korban lumpur Sidoarjo menjadi komponen yang pantas mendapatkan tempat sebagai perwakilan warga yang paling gigih dan dalam beberapa hal berhasil menjalankan fungsi negosiasi dengan pemerintah. seperti lembaga kepresidenan dalam masa Orde Baru. Mereka berhasil melakukan tekanan politik. Kekerasan juga meletup dalam upaya membentuk atau menolak pemekaran wilayah. termasuk pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil. Bahkan murid-murid sekolah juga dengan gagah tidak lagi . Yang tidak kalah penting adalah kemunculan daerah-daerah khusus dan istimewa yang mempunyai struktur pemerintahan yang berbeda dengan daerah-daerah yang diatur lewat UU No. ketika UU No. Pemerintah pusat memiliki kewenangan (urusan) yang dibatasi dalam politik luar negeri.pelatihan-pelatihan khusus. yakni pembentukan organisasi-organisasi berbasis etnis dan sub-etnis. seperti Bali dan Sumatera Barat. telah terus-menerus dijadikan sebagai agenda penting media yang lalu tampil sebagai agenda elite dan dijadikan asumsi sebagai agenda banyak orang. atau bahkan juga aksi-aksi anarkisme terutama yang bertalian dengan politik. 2002). negosiasi aktif atas persoalan-persoalan yang berhubungan dengan kepentingan warga. tanpa melibatkan calon independen. Demokrasi. ketenagarakerjaan. 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Persebaran lain demokrasi muncul dalam bentuk otonomi daerah lewat desentralisasi. sekalipun dalam proses hukum berikutnya sang Bupati kembali menempati jabatan semula. pemunculan Mbah Marijan sebagai ikon dalam mengantisipasi Gunung Merapi yang (hendak) meletus. 32/2004 justru menjadikan bawahan kepala desa. Kaum buruh berhasil mempertahankan UU No. yakni pemerintah (an) provinsi. mampu menjungkalkan bupati dari kursi kekuasaannya. Selain keempat daerah itu. telah memberi jalan bagi kemunculan pemimpin-pemimpin daerah yang populer. Pelbagai operasi militer yang dirancang dan dijalankan Jakarta bermuara kepada dendam menahun.

Unsur-unsur negatif dalam perkembangan demokrasi layak dicegah. tidak ada undangundang yang mengikat partai politik tentang bagaimana memilih kandidatnya dan setiap partai politik memiliki kebebasan untuk membuat peraturan sendiri (Gideon Rahat. atau bahkan feodalisme dan favoritisme. Demokrasi tidak akan berjalan tanpa makan pagi dan makan siang. dan mengeluarkan petisi-petisi yang ditujukan kepada pihak sekolah. Keabsahan pengendalian pemerintahan kurang mendapatkan gangguan berarti. Hanya saja. misalnya kembalinya militer ke kancah politik. Presiden Yudhoyono memperlihatkan dukungan positif atas demokrasi. Meretas Masa Depan Banyak yang mulai menyebut bahwa demokrasi akan kehilangan pesona. perhubungan. serta gerakan-gerakan politik yang mendefinisikan suara publik dengan sekehendak hati. maupun spirituil. perdagangan. Uniknya. Upaya meruntuhkan demokrasi juga terjadi dengan kemunculan kelompok-kelompok teroris dan fundamentalis. Resolusi atau rekomendasi yang ditelorkan dalam pertemuan antara negara-negara di dunia juga terus mencoba membuka selubung ketertutupan negara-negara non-demokratis. Sistem politik. Tanpa peningkatan kesejahteraan. tetapi digerakkan untuk mencapai tujuan-tujuan bernegara. kekuatan itu muncul dari kalangan partai-partai politik. termasuk dalam mengembangkan kebudayaan dan peradaban yang terkait dengan demokrasi dalam tataran apapun. demi kepentingan yang lebih luas. eksekutif dan yudikatif. tetapi pada sisi yang lain terlihat betapa efisiensi penyelenggaraan pemerintahan belum berjalan maksimal. seperti legislatif. dalam soal penjaringan calon-calon anggota legislatif dan eksekutif yang diajukan. sehingga mengganggu capaian-capaian keberhasilan program yang sudah ditetapkan. Sembari itu. dan ribuan negative list lainnya yang bisa ditemukan dalam setiap catatan sejarah bangsa ini. melainkan mulai mencorat-coret dinding. Kekurangan selama era Soekarno adalah perkembangan pesat demokrasi yang kemudian juga memicu kekecewaan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga bertarung pada level serendah ini. Demokrasi mengaliri setiap urat nadi pergerakan masyarakat. maka demokrasi saja tidak akan cukup. Kalaupun terdapat usaha untuk mendukung atau mengoposisi pemerintah. dari sisi kinerja. tetapi juga dipicu oleh orang-orang yang pernah menjalankan pemerintahan dan kecewa dengan pemerintahan yang sedang berkuasa. Memang pada sebagian besar negara-negara demokrasi. tidak sengaja. cita-cita negara kesejahteraan layak terus-menerus diusung dan dicarikan padanannya oleh setiap penyelenggara negara dan warga negara. Dalam banyak aspek. . pelarangan buku. dan pengelola pendidikan. pengebirian pers. baik materiil. Kemajuan teknologi informasi. otokrasi. Masa depan demokrasi akan sangat ditentukan oleh keberadaan dan kinerja pranata-pranata demokrasi formal. sampai ke tingkatan pemerintahan daerah dan nasional. yayasan. dan perubahan iklim menyebabkan ketergantungan satu negara dengan negara lain begitu tinggi. sementara pada masa Soeharto adalah pertumbuhan ekonomi yang tidak disertai oleh demokrasi. Kelompokkelompok itu berasal dari gerakan-gerakan internasional yang bertarung di tingkat nasional. baik dalam wilayah yang sangat kecil seperti sekolah dan kampung. Dengan pelbagai capaian yang sudah diraih oleh Indonesia. Indonesia. Journal of Democracy. sembari menghilangkan kemiskinan dan juga bentuk-bentuk diktatorisme yang tanpa penghormatan atas hakhak asasi manusia. yakni menumbuhkan demokrasi dan memaksimalkan pembangunan. Metode penjaringan yang dipilih mengarah kepada inklusifitas dan ekslusifitas. Akan tetapi. demokrasi membutuhkan partai-partai politik moderen dan profesional yang sekarang masih terlihat gagu dan hanya memikirkan diri sendiri. Potret perjalanan demokrasi dalam wilayah yang luas itu menunjukkan bahwa tidak ada lagi ruang untuk kembali kepada teokrasi. sebagai negara demokrasi baru. pengadilan atas pikiran. Mulai masuknya unsur-unsur perseorangan dalam proses kontestasi demokrasi juga memungkinkan keberadaan alternatif-alternatif kepemimpinan yang tidak hanya berasal dari partai-partai politik. demokrasi bukan hanya sekadar melegitimasikan kekuasaan secara konstitusional. termasuk dalam menangani bencana alam yang turun dalam skala besar dalam beberapa tahun terakhir. Demokrasi juga membutuhkan kaum demokrat. publik bisa melibatkan diri dengan cara mengajukan para kandidat yang dijamin lewat undang-undang. dengan cara memberikan jawaban atas keberadaan kelompok-kelompok yang hendak mengganti pemerintahan secara non-demokrasi. terasa sekali ada kebutuhan untuk menjaga agar dinamika demokrasi berlangsung stabil. ketika aktor-aktor dan lembaga-lembaga demokrasi tidak lagi bekerja demi publik. Volume 18: January 2007). tentu sudah harus memantapkan diri. krisis representasi terjadi. melainkan untuk kepentingan diri sendiri. pemerintahan dan pranata demokrasi harus menjamin agar daftar negatif itu tidak kembali dalam bentuk tertutup atau terbuka. Pada satu sisi. juga memayungi negara-negara di planet bumi ini dalam hubungan antar bangsa. Untuk itu.menjadikan jalanan sebagai arena perkelahian. mengusung spanduk. ketertutupan informasi di kalangan penyelenggara negara. Tugas kita sekarang adalah menggabungkan sisi-sisi positif pada masing-masing era itu. Dalam level yang luas. misalnya. diperlukan ikatan yang lebih luas antara publik dengan partai-partai politik. apalagi kalau disengaja.

baik di tingkat infrastruktur maupun suprastruktur. Piliang. dan iming-imingan akan di naikan kembali gaji PNS . Tentu saja hal ini sangat memberikan efek bagi pilpres mendatang . BLT dan BLT. (Ant/ima) Oleh : uvie lutha Suara SBY yang mencapai lebih dari 60%. Soetrisno Bachir : Solusi untuk Bangsa. mereka juga ikut-ikutan melakukannya di Poso. Artis. secara otomatis akan kembali memilih SBY sebagai presiden. SBY. "Di saat masyarakat Poso menonton berita ada pembakaran dan pembunuhan di Jakarta.____________________________ Diskusi soal perjalanan LSM. 2 Lihat Indra J." demikian Akram Kamaruddin. Kompas. Rakyat kecil yang tidak tahu apa-apa hanya bisa berbangga dan bersenang hati saat mendapatkan BLT yang di berikan SBY di masa pemerintahannya. Jelas sudah kenapa suara SBY bisa mencapai lebih dari 50%. tetapi amerika juga turut merayakan kemenangan SBY yang merupakan pentolan partai demokrat (PD) ini. membuat kurang lebih 4jt jiwa PNS khususnya guru menyuarakan hatinya kepada SBYboediono. Ini hanya sebagian tipis analisis saya (penulis) tentang kemenangan SBY-Boediono. “Soetrisno. PD . Tetapi PD seolah meminta belas kasihan pada mitra koalisi sehingga SBY terpilih menjadi presiden tahun 2004.SBY dan SBY. 22 Januari 2003. Bahkan JKWIN yang di prediksi mendapat suara terbesar kedua setelah SBY. kerusuhan Poso ini juga disebabkan oleh kuatnya pengaruh situasi nasional dan adanya jaringan komunikasi yang tersumbat. Pengaruh situasi nasional seperti itu tak bisa dihindari sebagai konsekuensi dari reformasi dan kuatnya desakan globalisasi. Terutama bagi rakyat kecil yang mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT). tentu saja memciptakan kesenangan besar bagi para pendukungnya. Kemenangan SBY tidak hanya di dukung oleh sebagian rakyat miskin yang jumlahnya kurang lebih 40% dari jumlah penduduk indonesia. Tak hanya rakyat indonesia yang senang akan kemenangan SBY. dan Politik�? dalam Zaim Uchrowi (Ed). rakyat kecil yang tahunya hanya BLT. Tetapi kenaikan gaji PNS khususnya guru. 1 Selain itu. Jakarta: The Indonesian Institute. ternyata pasangan pentolan golkar-hanura ini kalan dengan suara Mega-Prabowo. Dari pemilu 2004 PD hanya mendapat suara 7%. halaman 61-79. lihat “Organisasi Non-Pemerintah di Tengah Gugatan dan Hujatan�?.

tentu saja ini ada hubungannya dengan kepentingan amerika. tak pelak SBY pun di tuding sebagai antek-antek amerika. menjadi halangan besar badi PD khususnya amerika yang mempunyai kepentingan – kepentingan tertentu. mengapa itu harus di pertahankan ? . Dan Jika partai islam naik menguasai indonesia tentu saja amat sulit bagi amerika untuk kepentingan politik hegemoni Amrik dan kelangsungan projek korporat-korporat raksasa Amrik di nusantara. Mengapa begitu? Memang SBY pernah mengatakan kepada International Herald Tribune (8-8-2003): “I love USA. karena dia tahu beresnya saja. mudah-mudahan menjadikan negara ini lebih baik. itu sama saja menggantungkan diri terhadap asing. Dampaknya. I consider it my second country”. di samping indonesiapun memiliki kepentingan sendiri dengan amerika. Padahal indonesia ini negara kaya. soal ideologi. ini bukan sekedar soal hubungan biasa. yang sulit-sulit. Apapun yang menjadi pertimbangan SBY. Label: kopinews . tentu saja kehadiran partai islam seperti PKS yang mengusung wacana “ islamisasi di segala bidang”. Bahkan SBY di tuding terlalu nurut dengan amerika. Salah satunya waktu tahun 2004 SBY terpilih Georg bush mempunyai kepentingan dg mitra TNI yg mampu sapu bersih anasir-anasir teroris Islam ekstrim Asia Tenggara yg sebagian sedang bersemi dan bersarang di Indonesia. Yakni soal pilihan mazhab. dia tidak mempunyai kesempatan menghadapi keadaan yang nyata. Tidak ada salahnya memang menjalin hubungan dan meminta dukungan dengan negara asing. SBY sudah terbiasa dimanjakan oleh sekelilingnya. with all its faults. Hubungan indonesia yang makin akrab dengan amerika. Dan SBY adalah figur yg tepat di mata Mr. Menurut Mayor jendral saurip dari awal. realitas yang tidak selalu mulus. dengan alasan unsur islam merupakan penghambat demokrasi. tetapi lebih mendasar lagi. Yang saya takutkan ketika negara ini sudah di naikkan oleh asing. Amerika makin leluasa untuk melaksanakan kepentingannya.yang mengusung demokrasi dan nasionalis. Sedangkan negara kecil seperti thailan dan malaisya saja bisa menghapuskan hutangnya secara singkat. mengingat SBY pun pernah bersekolah di amerika. (di kutip dari hasil wawancara Khusus Mayor Jenderal Saurip Kadi oleh Faizal Assegaf (Pemimpin Redaksi Majalah EXPAND) Dari situ bisa terlihat seberapa dekat hubungan SBY dengan amerika. maka siap-siap untuk di jatuhkan pula oleh asing. soal kepemihakan dan bahkan Bisa jadi soal kepentingan.Bush. Tetapi jika intervensi asing khususnya amerika malah banyak memberikan kerugian bagi negara. Mengapa amerika senang? tentu saja dengan naiknya SBY. lalu mengapa SBY menolak kenaikan cawapres dari PKS? .

Sikap tersebut berlanjut dengan ke luarnya UU tentang Pengadilan HAM. serta diabaikannya pengaduan korban-korban kekerasan negara di Aceh menunjukan adanya penolakan itu. yang dalam pasal 43 menentukan bahwa pengadilan atas pelanggaran HAM masa lalu harus diusulkan oleh DPR dan ditetapkan dengan Keppres. terlihat negara secara sistematis berupaya menolak pertanggungjawaban terhadap pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi. . Peristiwa tersebut adalah merupakan puncak dari pergulatan negara atas desakan untuk mempertanggungjawabkan berbagai peristiwa kejahatan HAM masa lalu. bahkan pemerintah tidak memberikan komentar atas korban jiwa yang terus berjatuhan.iaran Pers No 61/Kontras/SP/XII/2000 Tentang Tahun 2000. 10 Desember 2000 Tahun 2000 sesudah hampir berakhir. Konflik Maluku yang sudah berlangsung dua tahun lebih. Indikasi penolakan tersebut ialah: Amademen terhadap pasal 28 UUD. Respon negara terhadap berbagai pengaduan pelanggaran HAM masa lalu dan berbagai pelanggaran HAM yang tengah terjadi di Aceh dan Papua. Tahun Impunitas : Catatan Pelanggaran HAM di Indonesia Menyambut Peringatan Hari HAM Se-dunia. Hal ini terlihat kasus Tanjung Priok. Tidak ada tindakan pemerintah untuk menghentikan segala bentuk kekerasan yang di lakukan aparatnya yang berlindung atas nama hukum. tidak mendapatkan prioritas bahwa cenderung untuk diabaikan. namun pelanggaran HAM tetap terjadi di Indonesia mulai dari ujung barat hingga ke ujung timur. Aceh sampai Papua. dan kekerasan yang masih berlangsung di Aceh dan Papua. Dari beberapa peristiwa yang tercatat oleh Kontras. menandai keprihatinan menjelang akhir tahun 2000 ini. Pasal 28 I UUD secara tegas memberlakukan azas non retroaktif sebagai HAK Azasi Manusia. Dengan cerdiknya negara telah membangun benteng kontitusi untuk menghilangkan pertanggungjawaban masa lalu.

Tentang Pelaku Dari sisi pelaku. Kecilnya angka pelanggaran HAM yang dilakukan oleh TNI bukan berarti TNI tidak lagi melakukan pelanggaran HAM. sebagai daerah yang tertinggi angka pelanggaran HAMnya.Konflik sosial yang terus terjadi di beberapa daerah. karena tidak disertakan konsep yang memadai. di Aceh. bersama dengan TNI Polri malakukan 76 pelanggaran dan TNI sendiri melakukan 29 pelanggaran. Polri melakukan 735 pelanggaran. pembunuhan di luar presedur hukum dalam 279 peristiwa dengan 457 korban. Tingginya angka pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Polri dalam banyak peristiwa disebabkan karean kepolisian selama ini menjadi institusi yang seringkali menjadi perpanjangan tangan dan alat pengamanan dari kebijakan. . dalam periode yang sama. Kontras mencatat terjadi 57 peristiwa penghilangan orang secara paksa dengan jumlah korban 73 jiwa. sehingga perilaku aparat kepolisian tidak pernah berubah.7 Desember 2000. penahanan semena-mena dalam 450 peristiwa dengan 710 korban dan penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya dalam 429 peristiwa dengan 878 korban. 185 peristiwa pembunuhan di luara prosedur dengan korban 310 jiwa dan 376 peristiwa penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya dengan jumlah korban 439 jiwa. Dari keseluruhan data tersebut di atas. TNI juga melakukan pelanggaran HAM sebagai pelaksana dari kebijakan negara dengan kondisi doktrin dan ajaran yang masih bernuansa kekerasan. sedangkan TNI melakukan 29 pelanggaran HAM. sehingga kepolisian seringkali menjadi tidak terkontrol dalam melakukan aksi dan tugas di lapangan. angka pelanggaran HAM tertinggi terjadi di Aceh.7 Desember} Kontras mencatat telah terjadi 1216 kasus pelanggaran HAM dengan jumlah korban 2119 jiwa. Di Aceh. Kasus aksi dan sweeping dalam pencarian GAM di Aceh yang dilakukan kepolsian sebagai pelaksana tugas pengamanan sering disertai dengan tindakan kekerasan. Korban-korban tersebut tercatat dalam peristiwa penghilangan orang secara paksa dalam 58 peristiwa dengan 74 korban. terutama yang terjadi di Maluku. Kepolisian juga belum melakukan perubahan doktrin dan sikap dalam menangani persoalan di masyarakat. tidak pernah diupayakan untuk bisa di selesaikan secara cepat dengan metode yang non violence.selama bulan Januari . TNI ketika melakukan tugas bersama dengan kepolisian juga melakukan pelanggaran HAM dalam bentuk tindakan yang sama dengan kepolisian. yaitu 910 kali. Polri telah menjadi pelaku pelanggaran HAM terbanyak di Indonesia dengan melakukan pelanggaran HAM terbanyak. Tentang Peristiwa dan Korban Sepanjang Tahun 2000 (Januari . Selama ini penggunaan pendekatan keamanan dan peningkatan status keamanan daerah tidak bisa menyelesaikan konflik tersebut.

Praktek politik otoritarian telah ditunjukkan oleh negara dalam menangani persoalan Aceh dan Papua. Jakarta. Di samping membiarkan aparaturnya melakukan pelanggaran HAM. Negara telah jelas-jelas melakukan pembiaran terjadinya pelanggaran HAM secara terus menerus sepanjang tahun 2000. Militerisme terhadap konflik didua wilayah tersebut ditunjukkan juga di Ambon . semakin menunjukkan ketidakmampuan pemerintah menyelesaikan konflikkonflik yang terjadi. Dengan meyerahkan persoalan Maluku sepenuhnya kepada masyarakat Maluku. ada rasa pesimis dari sejumlah kalangan terhadap perbaikan kondisi HAM di masa yang akan datang. pemerintah seakan-akan mencoba melarikan diri dari tanggung jawab penyelesaian. Masih berlangsungnya konflik sosial di Kepulauan Maluku dan beberapa tempat lainya.Pandangan Kontras Terhadap Kondisi Kemanusiaan Ke Depan Di Indonesia Melihat kondisis kemanusiaan di Indonesia saat ini. 9 Desember 2000 Munarman Koordinator Kontras Tabulasi Pelanggaran HAM di Aceh dan Papua Periode bulan Desember 2000 Peristiwa di Aceh Tanggal Peristiwa 3 4 5 0 2 0 0 15 0 1 2 1 0 0 0 Total 6 0 0 0 0 7 0 1 0 0 5 19 4 1 Penghilangan paksa Pembunuhan di luar proses hukum Penahanan semena-mena Penyiksaan dan perlakuan tidak 1 3 1 0 0 2 0 2 0 1 . Kemenangan politik otoritarian tersebut berupaya dijustikasi melalui system hukum seperti misalnya perubahan konstitusi. Berlarut-larutnya konflik Maluku menujukkan bahwa negara tidak pernah membangun konsep penyelesaian. dan dilakukan oleh aparaturnya. Kecemasan ini dilatarbelakngi dengan kenyataan bahwa : Terjadi arus balik politik otoritarian yang dipraktekan negara dalam menangani problem ketimpangan struktural yang terjadi. Pembiaran itu tampaknya masih terus berlanjut dengan tidak adanya pernyataan dari negara untuk melakukan klarifikasi terhadap pendekatan yang dilakukannya. negara telah melegalkan sejumlah tindakan penyelesaian persoalan-persoalan yang menggunakan metode kekerasan seprti yang terjadi di Aceh dan Papua. penerapan UU Peradilan HAM dan UU PKB yang akan melanggengkan praktek poltik militeristik.

October 06. 2006 Tinjauan Kecerdasan Spiritual (SQ) Terhadap Permasalahan Sosial di Indonesia .manusiawi lainnya Total TNI/POLRI TNI POLRI GAM Tak diketahui Total Peristiwa di Papua 4 3 0 0 1 0 4 3 0 0 0 0 3 3 1 0 0 1 0 0 1 19 11 7 0 1 0 19 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 29 15 8 1 2 3 29 Penghilangan paksa Pembunuhan di luar proses hukum Penahanan semena-mena Penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi lainnya Total TNI/POLRI TNI POLRI GBPK Tak diketahui Total Catatan : 1 0 2 0 1 3 3 0 0 0 0 3 Tanggal Peristiwa 2 3 4 5 0 0 0 0 8 0 0 0 0 47 0 0 2 0 0 0 10 9 0 0 1 0 10 47 0 0 47 0 0 47 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Total 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 0 6 80 0 86 84 0 0 2 0 86 0 16 127 3 146 96 0 47 3 0 146 Data di atas dihitung berdasarkan korban bukan peristiwa. Data di atas diambil dari hasil invetigasi Kontras Aceh dan Kontras Papua Friday.

Pendekatan yang memanfaatkan Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intelligence) diharapkan dapat menjadi alernatif pemecahan masalah konflik sosial yang saat ini sedang terjadi di Indonesia. Philipina dan Singapura dapat cepat membawa hasil. telah membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan bangsa-bangsa menjelang diberlakukannya Zona Perdagangan Bebas. Akan tetapi justru yang terjadi adalah maraknya perdagangan valuta asing sehingga nilai tukar rupiah jatuh ke titik yang terendah. dimana terjadinya krisis moneter telah diikuti pula oleh krisis politik yang pada akhirnya menjadi sebuah krisis sosial. Malaysia. diputuskan adanya pemilihan umum dipercepat. Melalui Sidang Istimewa MPR RI Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri diangkat menjadi presiden. dilanjutkan dengan penarikan dana yang sangat besar dari Bank Indonesia dalam bentuk BLBI untuk penyehatan sektor perbankan. BJ Habibie. dimana nilai tukar mata uang Bath yang selama 40 tahun terakhir berkisar sekitar 24 Bath untuk 1 dollar Amerika. agama. Melalui Sidang Istimewa MPR RI.Oleh : Rahmat Ismail Ketua Umum PP Himpunan Psikologi Indonesia AbstrakKrisis moneter yang menimpa beberapa negara di Asia Tenggara pada tahun 1997 telah membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan ekonomi. Di Indonesia sangat dirasakan adanya krisis ekonomi yang dimulai dari kehancuran sektor perbankan. yang juga tidak dapat bertahan lama karena dianggap sering mengambil keputusan yang kontroversial. diangkat menjadi Presiden. Kerusuhan dengan latarbelakang kesukuan. Singapura dan Indonesia. Dimulai dengan adanya guncangan ekonomi di Kerajaan Gajah Putih Thailand. main hakim sendiri hingga pertumpahan darah. karena krisis yang mereka alami hanya menyangkut moneter saja. Korea. PendahuluanKrisis moneter yang diawali sejak pertengahan tahun 1997 dan terjadi di Asia Tenggara. Perbaikan yang dilakukan di negara-negara Thailand. Malaysia. politik dan ekonomi telah memicu berbagai unjuk rasa. pada bulan April 1997 telah terpuruk menjadi 50 Bath. Jatuhnya mata uang Bath ini menjadi pemicu dimulainya krisis ekonomi di Korea. Hasilnya terpilih Presiden baru Abdurrachman Wahid. Kemelut dalam bidang politikpun terjadi. politik dan sosial di Indonesia. Philipina. Krisis multi dimensi di IndonesiaKrisis ekonomi di Indonesia diawali sejak dilakukannya praktik perdagangan monopoli yang dilakukan oleh elit tertentu dan . Wakil Presiden saat itu. Muncul berbagai permasalahan sosial di hampir seluruh wilayah Indonesia. Presiden Suharto setelah berkuasa lebih dari 32 tahun terpaksa harus meletakkan jabatan. Berbeda dengan di Indonesia.

068 milyar 5.000 pada saat BLBI dilakukan. 2.050 milyar 4. BDNI / Sjamsul Nursalim Rp. 4. Dalam bidang keuangan. L/C yang sudah dibuka dan jatuh tempo untuk dibayarkan. tidak dapat dicairkan oleh bank-bank di luar negeri. Di perkirakan dana BLBI tersebut sebagian besar tidak digunakan untuk menyehatkan keuangan perbankan di dalam negeri. 23. Fuad Bawazier. BIRA / Bambang Winarso Rp. Akan tetapi dalam perkembangannya.250 untuk 1 dollar Amerika telah merosot ke Rp. BUN / Bob Hasan Rp. melainkan dipindahkan ke luar negeri dipakai untuk spekulasi valuta asing. Akan tetapi hanya dalam waktu 45 hari setelah BLBI dikucurkan. 26. Akibatnya. maka perbankan harus memikul beban kerugian yang sangat berat. BCA / Soedono Salim Rp. Untuk mengatasi permasalahan ini sekelompok pengusaha perbankan mengajukan permohonan bantuan likwiditas dari Bank Indonesia dan terjadilah penarikan uang negara secara besar-besaran yang diberikan kepada sekelompok pengusaha perbankan yang dikenal sebagai kasus Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) pada bulan Nopember 1997. lembaga perbankan lahir dengan mudah karena persyaratan pendirian yang sangat ringan. 3.596 milyar 3. Oleh karena seringnya perbankan kalah kliring. BHS / Hendra Rahardja Rp. NAMA BANK PENERIMA JUMLAH POKOK 1.didukung oleh kekuatan politik yang ada. 4.018 milyar 6. Karena sebagian besar dari usaha ini gagal. Suatu nilai tukar yang tidak pernah terbayangkan akan terjadi menimpa ekonomi Indonesia. Kekuatan ekonomi yang dibentuk dan ditentukan oleh kekuasaan politik ini telah mendorong tumbuh suburnya korupsi di pelbagai lini birokrasi pemerintahan dan militer. dana yang dikumpulkan oleh perbankan di Indonesia lebih banyak digunakan hanya untuk membiayai usaha dari kelompok pemilik bank itu sendiri. mantan Menteri Keuangan yang pernah memeriksa BLBI menyebut kasus ini sebagai "perampokan bank terbesar di dunia yang dilakukan secara terang-terangan di siang hari bolong" Nilai tukar rupiah yang sebelum masa krisis masih bisa bertahan pada posisi sekitar Rp. mereka meminjam dari bank yang lain dengan bunga yang sangat tinggi. DANAMON / Usman Atmadjaja Rp. nilai tukar rupiah justru merosot empat kali lipat hingga mencapai titik terendahnya pada pertengahan Februari 1998 senilai Rp 16. 12. likwiditas perbankan menjadi sangat lemah. 37.040 milyar 2.000 untuk 1 dollar Amerika.866 milyar .

konflik sosialpun bermunculan di berberbagai daerah. Keuangan dan Industri yang diprakarsai oleh Ginanjar Kartasasmita. Di Sanggauledo pada tanggal 29 Desember 1996. Di Ambon terjadi pula kerusuhan antar agama pada tanggal 19 Januari 1999 terjadi tepat pada pada hari raya ‘Idul Fitri . terjadinya penguasaan perekonomian di tangan sekelompok pengusaha besar dan penumpukan kekayaan pada sekelompok orang saja. Terjadi konflik antara lembaga eksekutif dan legislatif. Rezim Orde Baru yang telah berkuasa dengan sangat kokoh di Indonesia. Bangsa Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai bangsa yang ramah dan memiliki tata krama yang sangat tinggi. semakin menyebabkan rasa ketidak percayaan rakyat terhadap pemerintahan yang ada. di Pontianak 29 Januari 1997 dan 25 Oktober 2000. Akan tetapi usia kepemimpinan Wahid inipun tidak dapat bertahan lama. khususnya . Konflik sosial di pelbagai daerah di Indonesia. Maluku Utara terjadi pembantaian di dalam masjid pada bulan puasa Desember 1999 dan di Poso ditemukan ratusan mayat terapung di suangai Poso pada Mei 2000 menjelang pelaksanaan MTQ ke 19. Dipicu oleh pengunduran diri sejumlah Menteri Kabinet Pembangunan 2 bidang Ekonomi. Wahid yang seringkali mengambil keputusan yang kontroversial pada akhirnya mengeluarkan dekrit pembubarkan MPR RI. Habibie sebagai Presiden Indonesia ke tiga pada pagi hari Kamis 21 Mei 1998.Bersamaan dengan terjadinya krisis ekonomi dan politik. Konflik antar suku ini telah menyebabkan terjadinya arus pengungsi etnis Madura ke Surabaya dan Pulau Madura secara besar-besaran.J. serta di Sungaikunyit Hulu 18 Pebruari 1997.Tabel 1. Konflik antar suku terjadi beberapa kali di Kalimantan antara suku Dayak dan Madura. terutama di tangan pejabat negara dan militer yang korup. Sidang Istimewa MPR RI kemudian diadakan dan menetapkan dipercepatnya pelaksanaan pemilihan umum agar para wakil rakyat dapat memilih Presiden yang legitimate. di Galela. Sejak bulan Januari hingga Oktober 1998. Lima besar penerima BLBI (Sumber BI dan BPK) Sebagai dampak dari merosotnya nilai tukar rupiah. Melalui hasil pemilu inilah kemudian MPR RI memilih Abdurrachman Wahid menjadi Presiden RI ke empat. Pemerintahan Soeharto yang telah berkuasa lebih dari 32 tahun berakhir dengan dibacakannya pengunduran diri Suharto sebagai presiden dan dilantiknya B. Kejadian paling parah terjadi di Palangkaraya pada 18 Pebruari 2001 dan berkembang hingga ke Sampit. Hal ini menyebabkan reaksi MPR RI mencabut mandat yang telah diberikan kepada Wahid dan mengaangkat Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden ke lima Indonesia. di 13 wilayah Jawa dan Madura. Demikian pula di Tasikmalaya pada tanggal 26 Desember 1996 terjadi kerusuhan yang dipicu oleh adanya penganiayaan dua orang santri oleh polisi setempat. seolah berubah menjadi bangsa yang brutal dan bengis. ternyata tidak mampu untuk bisa membendung kehancuran perekonomian. Kerusuhan antar agama yang tidak dapat dibuktikan siapa pelakunya terjadi di Situbondo pada tanggal 10 Oktober 1996.

di daerah Tapal Kuda Jawa Timur terjadi pembunuhan massal yang bermula dari isu pembersihan dukun santet. Rektor sebuah universitas dibantai. Dalam kondisi anomi ini. . Lumajang. Di Aceh telah terjadi konflik sosial yang pada akhirnya tidak diketahui lagi siapa yang memulainya. Hafidin Royan dan Hery Hertanto pada tanggal 12 Mei 1998. dimana kita dapat melihat dengan lengkap seluruh keterkaitan permasalahan dan mampu untuk bersikap secara luwes. Konflik yang terjadi hampir di seluruh wilayah negara kesatuan Republik Indonesia ini menyebabkan terjadinya pergeseran nilai-nilai. anggota legislatif dan eksekutif diculik dan dibunuh. Pemerintah pada akhirnya menyetujui untuk memberikan Otonomi Khusus bagi Aceh melalui Undang-undang Nanggroe Atjeh Darussalam. di Sumenep 23 orang. saat ini sudah hampir tidak ada lagi. Sementara nilai-nilai yang lama masih belum dapat ditinggalkan. rakyat membunuh tentara. konflik politik hingga konflik antara mahasiswa dan tentara/polisi yang menyebabkan meninggalnya 3 orang martir mahasiswa Universitas Trisakti. Kendaraan-kendaraan terutama yang besar-besar. nilai-nilai baru sudah berlaku di masyarakat. Situbondo dan Probolinggo ditemukan korban tewas dan luka-luka parah. diperlukan kemampuan untuk dapat melihat permasalahan yang ada secara holistik. di Pasuruan 13 orang dan di Pamekasan 5 orang. Hal ini dimungkinkan apabila seseoang itu memiliki Kecerdasan Spiritual yang tinggi. sejak bulan Januari hingga Oktober 1998. Kecerdasan Spiritual sebagai alternatif pemecahan masalah konflik sosialMenghadapi bebagai permasalahan konflik sosial yang saat ini sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia dan bahkan telah mulai menjurus kepada kemungkinan terjadinya disintegrasi bangsa. Demak. Sikap main hakim sendiri juga sudah merupakan kejadian sehari-hari. Di Bekasi. Kejadian yang paling mencolok adalah korban pembantaian yang tewas di Banyuwangi yaitu 85 orang. Dapat dilihat dari sopan santun di jalan raya bagi pengendara kendaraan. sehingga tidak jarang terjadi pengeroyokan hingga mati terhadap pencuri yang tertangkap basah. Tentara membunuh rakyat. tertangkapnya pencuri. Fasilitas umum diluluh lantakkan. Elang Mulia. Dalam kondisi sedemikian ini. di Jember 17 orang. Danah Zohar dan Ian Marshal memberikan batasan tentang Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intelligence) ini sebagai kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai. Antara lain mulai dari perebutan lahan parkir. melaju dengan sesuka hati mereka tanpa memperhitungkan bahaya yang mungkin bisa terjadi bagi pengendara lain. Di Jakarta juga terjadi berbagai konflik sosial dengan latar belakang permasalahan yang beraneka ragam. konflik antar kampung/suku. masyarakat hidup dengan penuh ketidak jelasan. diharapkan kita dapat memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai permasalahan ini dengan baik dan memecahkan persoalanpersoalan tersebut dengan mengetahui makna dan nilai yang terkandung di dalamnya. Bangkalan. Serang. Para ustadz dan kiai menjadi korban pembunuhan yang polanya mirip dengan pembunuhan yang dilakukan oleh PKI menjelang meletusnya G30S.

dan secara aktif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi. Dengan demikian penguasaan agama akan membantu kita dalam mempermudah meningkatkan Kecerdasan Spiritual. Sedangkan SQ memungkinkan kita untuk berfikir secara kreatif. koneksi. EQ yang memungkinkan kita untuk bepikir asosiatif yang terbentuk oleh kebiasaan dan memampukan kita untuk dapat mengenali pola-pola emosi. sehingga kita dapat menangkap makna dan nilainilai dengan lebih baik. memahami. Tetap diperlukan adanya kerangka acuan dari agama untuk dapat mempermudah kita dalam memahami makna dan nilai dalam kehidupan ini. yang didapat dari usia kelahiran). Sekalipun SQ tidak sama dengan beragama. adalah merupakan perkalian 100 atas Usia Mental (MA.Apabila dikaitkan dengan teori chaos. Tanda-tanda dari SQ yang telah berkembang dengan baik adalah : Kemampuan bersikap fleksibel Tingkat kesadaran yang dimiliki tinggi Kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan Kemampuan untuk menghadapi dan melampaui rasa sakit Kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai Keengganan untuk mengalami kerugian yang tidak perlu Kemampuan untuk melihat keterkaitan berbagai hal Memiliki kecenderungan bertanya "mengapa" atau "bagaimana jika" dalam rangka mencari jawaban yang mendasar Memiliki kemampuan untuk bekerja mandiri. dan pengaruh yang manusiawi. tidak harus berhubungan dengan agama dan beragama itu tidak menjamin dimilikinya SQ yang tinggi. namun tantangan untuk mencapai kecerdasan spiritual yang tinggi sama sekali tidak bertentangan dengan agama. maka saat ini kita sedang berada pada titik "ujung". informasi. SQ dengan demikian merupakan landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif dan merupakan jenis pemikiran yang memungkinkan kita menata kembali dan mentransformasikan dua jenis pemikiran yang dihasilkan IQ dan EQ. logis dan taat asas. berwawasan jauh membuat dan bahkan mengubah aturan. Antara yang diketahui dan yang tidak diketahui. EQ merupakan persyaratan dasar untuk dapat menggunakan IQ secara efektif. Ditinjau dari ilmu saraf. Daniel Goleman pada pertengahan 1990-an mempopulerkan Kecerdasan Emosional atau EQ (Emotional Quotion). Kecerdasan ini digunakan untuk memecahkan masalah logika maupun strategis. yaitu titik pertemuan antara tatanan dan kekacauan. adalah kemampuan merasakan. Untuk itulah diharapkan agar kita memiliki kemampuan untuk dapat membaca makna dan nilai yang tekandung di dalamnya. yang didapat melalui nilai test psikologi) dibagi dengan Usia Kalender (CA. IQ merupakan hasil dari pengorganisasian saraf yang memungkinkan kita untuk berpikir rasional. . Kecerdasan Intelektual yang sangat dikenal sejak awal abad ke 20 dengan IQ (Intelligence Quotient).

KesimpulanDi dalam menghadapi berbagai konflik yang timbul sebagai akibat dari tidak segera diatasinya krisis multi dimensi yang saat ini sedang dihadapi bangsa Indonesia. mampu untuk melepaskan dirinya dari kepentingan-kepentingan sempit kelompok. Seseorang akan menjadi tegar untuk menghadapi setiap permasalahan dan membuka diri untuk memandang kehidupan dengan cara yang baru.himpsi. Dengan dimilikinya kemampuan untuk melihat permasalahan secara holistik. diharapkan kita dapat menjadi lebih fleksibel dalam menentukan etika baru yang akan kita pergunakan untuk menggantikan etika lama yang penuh dengan kekerasan dan kekejaman. egoisme diri yang sempit. Oleh karena itu ajaran-ajaran agama akan sangat membantu kita untuk dapat meningkatkan SQ agar dapat menjadi tinggi dan dapat keluar dari konflik sosial yang saat ini telah sampai pada "ujung"nya. Diperlukan pula adanya seseorang pemimpin yang penuh dengan pengabdian.diharapkan seseorang akan mampu untuk selalu membuka diri terhadap setiap pengalaman yang ditemuinya dan kemudian dapat menangkap makna yang terkandung di dalamnya. KepustakaanDanah Zohar & Ian Marshall (2000). Sumber : http://www. bertepatan dengan 1 Syawal 1419 H.H.Dengan dapat terpenuhinya tanda-tanda SQ yang telah berkembang ini. Great Britain: Psychology Press Ltd. Kita harus dapat melepaskan diri dari pengaruh budaya masyarakat modern yang saat ini sangat dipengaruhi oleh humanisme barat. (2000). Emotional Intelligence in Leadership and Organizations. yaitu saatnya ummat Islam merayakan hari Idul Fitri setelah berhasil . Manusianya berada dalam budaya yang secara spiritual bodoh yang ditandai oleh materialisme. kehilangan makna dan komitmen. aliran atau partai politik yang dianutnya dan kemudian menjadikan kepentingan mayoritas dari bangsa ini sebagai acuan sikapnya.org posted by Lukman Nul Hakim at 4:00 AM Bab 12 Jendral dibalik Pembantaian Umat Islam di Ambon-Maluku 12-01 Kerusuhan dan Perrkembangannya 12-02 Perlawanan Ummat Islam 12-03 Kerugian Ummat Islam Bab 12 JENDERAL DI BALIK PEMBANTAIAN UMMAT ISLAM DI AMBONMALUKU KERUSUHAN yang terjadi hampir di selu-ruh Maluku. & Ayman S (1997) .C. SQ: Spiritual Intelligence – The Ultimate Intelligence. kelayakan. pertama-tama sangat diperlukan adanya kemampuan untuk dapat melihat keterkaitan dari setiap permasalahan yang sedang dihadapi. ternyata menurut Danah Zohar dan Ian Marshall memiliki SQ kolektif yang rendah. NY: Advanced Intelligence Technologies Thomas M. Studying Psychology. Great Britain: Blomsbury Robert K. EXECUTIVE EQ. termasuk Maluku Utara telah berlangsung setahun lebih dimulai pada tanggal 19 Januari 1999.

Perluasan konflik seperti itu terjadi karena tidak segera diatasi pada akar permasalahannya. Karena itu konflik yang amat sensitif ini cepat menjalar ke seluruh Maluku. maka tidak mustahil kerusuhan berikut akan terjadi lagi. Konflik antar masyarakat Kristen dan Islam ini selalu ditutup-tutupi dengan mengangkat permasalahan horizontal yaitu konflik sosial kemasyarakat sebagai penyebab. sebab mereka bangkit melakukan perlawanan dan mampu bertahan sehingga kerusuhan terus berkecamuk walau berlangsung sudah hampir 1. memang mem-buat keadaan sedikit terkendali.menunai-kan ibadah Puasa sebulan penuh. Seram. Isu separatis ini muncul kembali karena suasana dalam negeri RI yang sedang dalam proses reformasi menunjukkan kekacauan hampir di seluruh wilayah Nusantara. Terlepasnya Tim-Tim dengan sutau proses yang di-dukung dunia internasional telah ikut merangsang pihak RMS untuk melepaskan diri dari Negara Kesa-tuan Republik Indonesia. tetapi pulau-pulau lain terutama di Maluku Utara masih terus bergolak dalam bentuk perkelahian massal. Pekerjaan besar ini dilakukan dengan menghancur-kan ummat Islam yang. Bagi mere-ka. Sejak Januari 2000. Jika aparat keamanan yang besar ini (16 yon) ditarik. Banda.J. penghinaan terhadap Rasulullah Saw. Kerusuhan yang oleh pihak Kristen ini telah direncanakan dengan matang untuk mencapai tujuan politik Kristen di Indonesia di mana diperkirakan Negara Boneka buatan Belanda pada tahun 1950. Namun dikhawatirkan kalau akar perma-salahannya tidak diselesaikan terutama bila RMS yang diduga sebagai otak dan penggerak kerusuhan tidak ditangani. Ummat Islam ternyata tidak dapat dikalahkan semudah yang diperkirakan. Akan tetapi.5 tahun. Pemerintahan Soeharto dijatuhkan sedang-kan Pemerintahan B. ummat Islam adalah penghalang utama bagi berdiri-nya RMS karena itu harus dipukul dengan keras. Kerusuhan ini telah berkembang ke beberapa pulau di sekitar Ambon seperti pulau Kei. Haruku. Halmahera dan Obi. Pembunuhan dan pembakaran terhadap ummat Islam yang tidak siap menghadapi ancaman itu mem-buat ummat Islam harus eksodus dari Maluku demi menyelamatkan diri dan keluarganya. Bab 12-01 Kerusuhan dan Perrkembangannya Kerusuhan yang bertujuan memperkecil jumlah masyarakat Islam di Maluku dilakukan dengan amat keji. maka konflik ini tidak akan dapat selesai begitu saja. Republik Maluku Selatan (RMS) telah digunakan untuk mencapai tujuan politik tersebut sekaligus mencapai cita-cita RMS untuk melepaskan Maluku Selatan dari Negara Kesatuan RI. dan sebagainya telah menyulut konflik ini ke arah Perang Agama. . Pihak RMS yang menghantam ummat Islam pada sendi-sendi keaga-mannya seperti pembakaran masjid. pada tahun 1950 telah ikut bersama TNI menggagalkan berdirinya RMS. Saparua. Habibie rapuh karena dinilai tidak legitimated dan tidak sah. Sanana dan pulau-pulau lain yang kini termasuk Maluku Utara seperti Ternate. untuk merdeka dan berdiri sendiri. seba-gai upaya memperkecil jumlahnya hingga mencapai titik minoritas yang tidak berarti. kota Ambon dapat dikatakan mulai tenang. Banyaknya aparat keamanan.

inilah awal offensif ummat Islam setelah bertahan terus menerus selama enam bulan. ummat Islam mendapat kemajuan yang berarti. dihantamkan kepada ummat Islam yang tengah merayakan Idul Fitri. baik personil maupun persenjataan. Dalam keadaan demikian. jauh hari sebelumnya telah mempersiapkan kekuatan. ummat Islam melakukan pembelaan diri sebagai upaya penyela-matan. Kekuatan besar yang dikonsentrasikan. menjangkau beberapa desa di Seram dan seterusnya. karena itu dalam waktu satu minggu pertama keselamatan ummat Islam terletak pada bagaimana mereka mampu bertahan dengan kekuatan yang tersedia. dampaknya lebih besar dan berakibat jangkauan ke depan . Menghadapi serangan demikian. Karena itu pihak Kristen mulai mengalihkan kerusuhan ke luar Ambon. tidak mungkin dapat dilakukan begitu tiba-tiba tanpa perencanaan yang matang.Bab 12-02 Perlawanan Ummat Islam Serangan mendadak yang dilakukan pihak Kristen. dan tidak terkoordinasikan. puluhan ribu mujahidin telah memasuki kota Ambon. sedangkan ditiap pedesaan telah mengorganisir kekuatan tambahan. sehingga September 1999 dapat dikatakan kondisi kekuatan dan kerugian kedua belah pihak menjadi relatif seimbang. berupa perawatan kepada belasan ribu mujahidin dari luar daerah itu. menunjukkan adanya suatu perencanaan melalui suatu organisasi yang solid. maka dengan kemampuan seada-nya. Semangat sebesar itu telah mengakibatkan pukulan moril besar terhadap pihak Kristen. termasuk senjata api rakitan dan organik militer. Suatu kenyatan yang sulit dipercaya adalah menggeloranya semangat Jihad Fie Sabilillah yang amat dahsyat. Namun demikian semangat jihad itu juga membawa dampak lain di pihak Muslim. sehingga tidak gampang melakukan serangan-serangan seperti minggu pertama kerusuhan. ummat Islam di akhir Juli 1999 itu bangkit melakukan serangan balasan. dan pada Desember 1999 mencapai Maluku Utara dengan konflik fisik yang cukup dahsyat. Allah swt. Karena itu mereka mampu secara sistematik melakukan penyerangan walau dalam skala kecil sampai dengan akhir Juli 1999 yang telah menimbulkan kerugian terus-menerus di pihak Islam. walaupun terpaksa dilakukan oleh kampung demi kampung secara mandiri. Aparat keamanan yang juga terdesak tidak dapat berbuat banyak. Bab 12-03 Kerugian Ummat Islam Walaupun kerugian kedua belah pihak dapat dinilai seimbang. Bangkitnya ummat Islam melakukan pembelaan sesungguhnya hal yang terpaksa karena mereka belum cukup kuat untuk melakukan aksi pembelaan. Walaupun berat beban perawatan ini ternyata masyara-kat kota Ambon dengan segala keterbatasannya mampu menanggulangi bersama-sama sampai menjelang setahun mereka di kota Ambon. Pihak Kristen yang memang merencanakan kerusuhan untuk mencapai tujuan politik tertentu. Ternyata dengan semangat Jihad Fie Sabilillah yang luar biasa. tetapi kerugian yang dialami ummat Islam. telah memberikan perlindungan-Nya dengan membangkitkan semangat perlawanan ummat Islam yang tampak dengan berduyun-duyunnya masyarakat pedesaan di sekeliling kota Ambon bahkan dari berbagai pulau sekitar Ambon datang ke kota Ambon untuk menghadapi ancaman pihak Kristen ini.

Lebih fatal lagi untuk perguruan tinggi khususnya Universitas Patti-mura (Unpatti) tempat menimba ilmu calon sarjana dan calon pemimpin masa depan. warna yang diberikan sebagai pengenal bagi pihak Kristen dan untuk Islam dikenal dengan putih. Unpatti kini telah menjadi Kampus merah. Rizal Panggabean DIREKTUR MAGISTER PERDAMAIAN DAN RESOLUSI KONFLIK. 3000 mahasiswa telah tertutup sama sekali bagi mahasiswa Islam. Oleh karena itu. Konflik yang menimbulkan dendam horizontal mendalam ini akan sangat berpengaruh pada proses belajar mengajar yang dilaksanakan secara terpadu. Tidaklah berlebihan bila para tokoh memperkirakan akibat kerusuhan ini.karena hancurnya sendi-sendi dasar perekonomian serta pendidikan bagi puluhan ribu pelajar dan mahasiswa. konflik horizontal pada 2003 relatif berkurang. Bentuk lainnya adalah kekerasan antara warga pendatang dan warga setempat. baik dilihat dari intensitasnya maupun jumlah korban yang jatuh. adalah insiden kecil. awal September lalu. bentuk-bentuk konflik tidak baru. . Perekonomian dalam skala besar dengan investasi ummat Islam terutama yang dari luar Maluku terpukul sehingga kini mereka menarik diri. seperti yang terjadi di kota Timika. seperti di Pasaman. Unpatti yang didanai 70 persen kekuatan Kristen telah dimanipulasi untuk menendang kepentingan Islam. Dua orang tewas dalam kerusuhan yang antara lain dilatari pemekaran wilayah berupa pembentukan provinsiprovinsi baru. melainkan sudah akrab di telinga masyarakat. kondisi-kondisi strategis kerugian ummat Islam ini perlu mendapatkan penanganan khusus dari Pemerintah. benturan keras antarkelompok masyarakat cenderung menurun. ummat Islam akan kehilangan sumber daya berpendidikan selama satu generasi. Dosen dan Karyawan Islam. pertengahan Januari lalu. Papua. Selain itu. Kerugian pada rata-rata kebutuhan hidup masyarakat Islam cukup besar tetapi dampak kerugian itu akan dapat diatasi dalam waktu 2 atau 3 tahun ke depan. UGM Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Salah satu di antaranya adalah kekerasan antardesa. Dalam kerusuhan yang melibatkan dua desa yang bertetangga itu. begitu juga penanam modal lainnya yang memberikan lapangan kerja bagi ummat Islam. khususnya sejak 1999. Pada sektor pendidikan boleh dikatakan terhenti 90 % karena letak sekolah-sekolah pada umumnya di luar sektor yang dikuasai ummat Islam. lima orang tewas dan puluhan orang luka berat dan ringan. seperti biasanya. Walaupun potensinya tetap besar. Sumatera Barat. sedangkan sektor perekonomian pada lingkup besar dan pendidikan akan memerlukan waktu lebih panjang dan akibat yang ditimbulkan besar. Pemicu kerusuhan. yaitu perselisihan antara sopir angkutan pedesaan dari Desa Ujunggading dan pengemudi becak motor dari Desa Airbangis.

provokator atau aktor intelektual memang sungguh sesuai karena dapat ditangkap. Pada 26 Oktober. Yang perlu dicermati lagi adalah apabila afiliasi kepartaian ini ditopang dengan pemilahan yang lain. Walaupun jarang sekali menimbulkan korban jiwa. antara penduduk asli dan pendatang. dan Sulawesi Tengah. khususnya menangkap dan kemudian mengadili perusuh yang dianggap bertanggung jawab. yaitu integrasi sosial pendatang dan penduduk asli. Maluku Utara. cerita dari Pasaman di atas menunjukkan bagaimana satuan teritori yang kecil seperti desa semakin sering menjadi basis pembentukan dan pengerahan kelompokkelompok yang bertikai. Buleleng. kondisi yang lebih mendasar adalah persaingan antarpartai besar dalam memperebutkan suara dan dukungan yang sering dianggap langka dalam konteks kompetisi kepartaian. dan syukur-syukur diadili. pemerintah daerah dan polisi akan terfokus pada usaha penegakan hukum. aparat keamanan cenderung mengikuti refleks mereka dan serta-merta berbicara mengenai provokator atau aktor intelektual di balik setiap insiden konflik horizontal. Yang pertama adalah yang menyangkut unsur-unsur identitas yang melandasi pembentukan dan. menjadi kambing hitam yang mudah didapat di mana saja. Dalam konflik antara pendatang dan penduduk asli. etnisitas biasanya menjadi ciri pembeda yang menjadi basis mobilisasi konflik. masalah yang lebih mendasar. konflik antardesa adat di Bali cukup membuat pusing polisi dan tokoh adat setempat. seperti yang terjadi di Maluku. kesukuan. keadaan dianggap telah "aman terkendali". Selain di Sumatera Barat. Bali. Tetapi. Provokator dan aktor intelektual. Buleleng. keagamaan. Tentu saja. Dalam kasus-kasus seperti ini. pemerintah dan masyarakat perlu memberikan perhatian yang lebih serius terhadap afiliasi kedesaan. Selama ini.Bentuk lainnya lagi adalah benturan antarpendukung partai yang terjadi di Singaraja. Bukan rahasia lagi bahwa dalam usaha mereka memulihkan keamanan dan ketertiban. kemudian. Seperti halnya kombinasi perbedaan etnis dengan perbedaan agama. dan kepartaian. dipukuli. Dalam definisi tugas dan tanggung jawab seperti ini. misalnya konflik antardesa atau antarbanjar. Kalimantan Tengah. benturan antardesa pakraman di Bali juga sering terjadi. Benturan antardesa. pengerahan kelompok-kelompok masyarakat yang berbenturan. Seringkali perbedaan etnis penduduk asli dan pendatang ini ditopang pula dengan perbedaan agama. Karenanya. kombinasi perbedaan afiliasi kepartaian dengan perbedaan banjar atau desa bisa menjadi bahan mentah bagi benturan horizontal yang keras dan berdarah. . dan antarpendukung partai mengisyaratkan beberapa ciri yang perlu diperhatikan dalam konflik horizontal di Indonesia. dengan kata lain. Setelah ditangkap dan diadili. Kalimantan Barat. afiliasi kepartaian dapat menjadi basis mobilisasi juga seperti tampak pada kisah dari Singaraja. Akhirnya. Pengalaman menunjukkan beberapa sumber identitas yang sering menjadi basis mobilisasi adalah agama dan etnisitas. benturan antara pendukung Partai Golkar dan PDI Perjuangan menimbulkan dua korban tewas dan banyak lagi yang luka-luka. jarang diperhatikan sehingga dapat meletus sewaktu-waktu.

Masalah itu bisa berupa ketidakselarasan antardesa. Hadapilah kenyataan bahwa desa-desa bisa terdiri dari kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan yang satu sama lain bertentangan. dan antara partai-partai politik.Akan tetapi. tetapi juga dapat menjadi awal bagi kemitraan dalam mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan menyelesaikan masalah-masalah mendasar di masyarakat. perbedaan tujuan dan kepentingan pihak-pihak yang bertikai. Bali. Masalah-masalah mendasar di atas tidak dapat ditangani dengan pendekatan menangkap provokator dan memulihkan keamanan dan ketertiban yang biasanya menekankan respons yang represif. kiranya perlu sekali apabila aparat keamanan dan masyarakat mengubah orientasi dalam menangani konflik horizontal. mengingat potensi konflik horizontal yang secara luas diakui sangat besar di Indonesia. misalnya dengan mengirim dan menempatkan kompi-kompi polisi dan tentara. dan dominasi penguasaan suatu sumber daya yang langka. konflik kepentingan antara pendukung dan penentang pemekaran wilayah tidak dapat "ditangkap" atau "diburu" aparat. dan barikade-barikade memisahkan dua komunitas beda agama. atau Papua terdiri dari masyarakat yang homogen dengan tetangga dan warga yang selalu rukun. Di lain pihak. Sadari juga bahwa partai-partai adalah cerminan konflik kepentingan dan pemilahan di masyarakat dan karenanya perlu dikelola melalui aturan main kampanye. Masalah-masalah mendasar yang melatari konflik horizontal perlu mendapat perhatian yang semestinya. dua suku yang bertikai dipisahkan dengan mentransfer salah satu di antara keduanya ke tempat lain. Artikel 006_ 2001 Masalah Cina 3 MASA ORDE BARU . Sebagai contoh. Penduduk dua desa dikawal. konflik horizontal tidak hanya potensial menimbulkan kekerasan. Dari pergeseran cara berpikir seperti di atas. dan pemilu yang melembaga. Ketidakselarasan itu bisa jadi terkait dengan kelangkaan sumber daya yang diperebutkan. antara penduduk asli dan pendatang. kepartaian. Berhentilah berpikir bahwa desa-desa di Sumatera Barat. Bisakah aparat "memukuli" ketidakselarasan antara pendukung satu partai dan pendukung partai lainnya--lebih-lebih jika kedua kelompok berasal dari dua desa yang telah bermusuhan karena alasan lain? Jangan lupa pula bahwa tidak jarang pendekatan agresif dan represif yang dilakukan aparat justru memperparah polarisasi di masyarakat. masyarakat juga perlu mengubah cara berpikir dan bertindak.

(4) WNI yang beragama Budha/Konghucu (yang mempunyai ikatan premordial dengan tanah leluhur dan masih berbahasa mandarin) . Dari sikap sosialisasi yang makin bertumbuh. memang tidak mudah bagi orang-orang Cina yang secara tradisi budaya memiliki perasaan eksklusif dan superioritas untuk bisa menempatkan diri dalam konteks kemerdekaan. kemudian masyarakat orang-orang Cina Indonesia dapat dibagi setidaknya menjadi tujuh golongan. pemerintah melarang penggunaan simbol-simbol Cina. Namun. Konsulat dan Kedutaan RRC ditutup menyusul kecurigaan keterlibatan mereka pada G-30-S di tahun 1965. Memang usaha-usaha yang selama ini menjadi monopoli orang-orang Cina kemudian mulai diisi pula dengan orang-orang Pribumi. Pada tahun itu pula dikeluarkan peraturan untuk tidak menggunakan nama 'tionghoa' karena konotasi keterkaitannya dengan 'tiongkok' negeri leluhur ras ini. (3) WN-Stateless. yaitu (1) WNA Cina-RRC. Program Pembauran Orang-orang Cina kemudian di tahun 1967 dianjurkan untuk mengganti namanya dengan nama Indonesia untuk memperkecil perbedaan antara WNI keturunan Cina dengan WNI asli. (6) WNI yang beragama Kristen/Katolik (yang berorientasi nasionalisme Indonesia). dibalik itu dalam kehidupan ORBA kemudian sebenarnya banyak generasi muda Cina mulai bersosialisasi dan berintegrasi dengan yang Pribumi dan makin banyak yang kemudian melakukan kawin-campur dengan yang Pribumi terutama yang beragama sama. apalagi ketika dijaman Belanda diangkat sebagai warganegara hampir setingkat dengan Belanda dan dibuat lebih tinggi statusnya dari orang-orang Pribumi. dan umumnya lebih banyak terjadi dari 'Ali' pejabat dengan 'Baba' pengusaha. Yang terakhir ini relatif masih kecil jumlahnya. dan menganjurkan agar WNI keturunan Cina dapat membuka kran usahanya bersama orang Pribumi. Untuk meredam konflik lebih besar pemerintah Orde Baru memandang orang-orang Cina yang menjadi WNI sebagai berhak dan berkewajiban sama dengan yang Pribumi. (5) WNI yang beragama Kristen/Katolik (yang berorientasi Belanda/Barat). (2) WNA Cina-Taipeh.MASALAH Cina memang merupakan salah satu pekerjaan rumah berat bagi Pemerintahan Orde Baru yang mulai beroperasi pada tahun 1966. dan (7) WNI yang beragama Islam. Indonesia yang baru merdeka dan baru dirongrong pemberontakan 'Madiun' cukup berat menghadapi masalah sebagian orang Cina yang terlihat lebih memihak Belanda pada waktu revolusi dan kemudian bersimpati pada waktu pada G-30-S. dan kemudian BAPERKI dinyatakan terlarang.5% saat itu). baik berupa surat kabar maupun penggunaan bahasa Cina dimuka umum. Peran mereka yang sangat besar mendorong pemerintah Orde Baru untuk segera mengambil tindakan. soalnya jumlah orang-orang Cina tergolong kecil dibandingkan seluruh penduduk Indonesia (hanya sekitar 1. tetapi pengaruhnya terhadap ekonomi sangatlah besar karena sebagian besar ekonomi RI ditengarai dimainkan aktor orang-orang Cina (sekitar 60-70%). padahal sebagian besar dari mereka tidak berstatus warganegara Indonesia dan nasionalisme ke-Indonesia-annya diragukan. Untuk mengikis sikap eksklusivisme itu. lebih lagi keunggulan dalam perdagangan dan pendidikan waktu itu menyebabkan program ganti nama seakan-akan hanya berganti baju dengan badan dengan bau yang sama juga. Kerjasama Ali-Baba ini memang saling menguntungkan kedua pihak. Sekalipun demikian. Disinilah mulai ada tuduhan kolusi (KKN) antara pejabat dan WNI keturunan Cina yang kemudian kita lihat menghasilkan ekonomi pertumbuhan gaya orde baru yang memang hebat tetapi menghasilkan produk sampingan berupa kesenjangan sosialekonomi yang makin lebar antara beberapa pengusaha Cina + Pribumi pejabat dengan rakyat orang-orang Pribumi pada umumnya. .

Dalam karier di ABRI maupun menjadi Pegawai Negeri kesempatan itu kecil apalagi memang dari kalangan keturunan sendiri dorongan untuk memasukinya juga kecil. Banyak usaha koperasi hancur. hanya sekarang timbul lagi masalah baru karena umumnya sekolah-sekolah swasta banyak yang kemudian diisi dengan mayoritas siswa/mahasiswa non-pri. Sekalipun WNI keturunan Cina diakui hak hidupnya oleh pemerintah ORBA dan istilahnya diperlunak menjadi 'Non-Pri' dan memperoleh kembali kebebasan bergerak di sektor ekonomi. dan pamor industri batik rakyat tradisional yang sempat jaya malah sekarang hancur diterjang usaha-usaha non-pri yang mendirikan pabrik batik raksasa seperti Batik Keris dan Batik Semar. Hampir semua sektor perdagangan dari hulu sampai hilir terutama perbankan sekarang dikuasai oleh non-pri atau kolusi pri-non-pri. Kurangnya kesempatan masuk di Sekolah dan Perguruan Tinggi Negeri tidak menghalangi kemajuan pendidikan non-pri. Situasi di atas mendorong makin banyak orang Cina bergerak dalam sektor bisnis dan makin dominanlah mereka. Agama. Masalah rasial yang kembali timbul dalam bentuk baru sebagai konsekwensi ekonomi pertumbuhan secara bebas yang dianut pemerintah ORBA yang kemudian berkembang sebagai masalah SARA (Suku. adalah berlebihan kalau peraturan-peraturan pelarangan menerbitkan surat kabar berbahasa mandarin dan pelarangan penggunaaan istilah 'Tionghoa' dijadikan alat stigmatisasi keburukan Orde-Baru.Pertumbuhan Ekonomi Orba Pertumbuhan ekonomi gaya Orde Baru memang cenderung bersifat pasar bebas dimana modal besar diuntungkan dan jelas bersifat kapitalistis. Apalagi Presiden ORBA Suharto mempunyai hubungan dekat dengan Liem Sioe Liong dan Bob Hasan. Jadi. disektor-sektor lainnya kesempatan itu kecil sekali. dan lainnya. pabrik maupun supermal milik non-pri menjadi sasaran amuk massa. Sempitnya kesempatan itu juga terjadi pada Sekolah Negeri dan Perguruan Tinggi Negeri dimana porsi untuk non-pri dibatasi. Karena kurangnya pengalaman dan keunggulan dalam sektor perdagangan dapat dimaklumi kalau usaha konglomerasi yang melibatkan mayoritas Cina lebih unggul dan berkembang dan usaha Koperasi makin terpuruk. sebab kenyataannya dibalik itu justru pada waktu OrdeBarulah kesempatan ras-Cina untuk berkembang kembali meningkat pesat setelah sebelumnya pada masa Orde-Lama dibatasi kegiatan dagangnya. sebab banyaknya sekolah-sekolah swasta yang berbasis agama atau tidak memberi peluang cukup pada non-pri untuk menambah ilmu. Dan Pemerintah secara terbuka lebih memberi kebebasan dalam perkembangan usaha-usaha konglomerasi demikian. Itulah sebabnya dalam setiap amuk yang melibatkan massa selalu arah perusakan akan kembali terarah pada minoritas ini. bahkan oleh pihak tertentu pengusaha Cina itu dijadikan sapi perahan. . Ras dan Antar-golongan) lebih diperparah lagi dengan usaha-usaha pemerintah RRC yang sekarang dalam alam demokrasinya kembali membuka diri dan secara aktip mulai lagi merangkul pengusaha-pengusaha Cina di perantauan. Jelas perbedaan demikian menimbulkan kesenjangan sosial yang makin parah yang menjurus pada terjadinya kerusuhan-kerusuhan dan huru-hara kota yang cenderung menjadikan rumah. Sektor mikro seperti Koperasi umumnya dimasuki pedagang Pribumi. toko. Sektor pasar tradisional dan pedagang asongan non-formal yang umumnya dikuasai Pribumi sekarang dihantui supermal-supermal yang dimiliki non-pri seperti jaringan supermal Matahari yang juga masuk ke kota-kota kabupaten. Ternyata pertumbuhan ekonomi ORBA lebih membuka peluang tumbuhnya sektor ekonomi makro dan menghasilkan konglomerat-konglomerat yang sebagian besar dari etnis Cina/Tionghoa.

Naveront. Reaksi ini memang patut dimaklumi. Para pengamat memperkirakan bahwa 60% investasi asing didaratan Cina ini dibawa oleh para pengusaha keturunan Cina. bahkan ditekankan kembali Confucianisme sebagai etos pengikat orang-orang Cina. Pertemuan ini kembali membangkitkan premordialisme para pengusaha Cina bahwa keberhasilan mereka dalam bidang ekonomi tidak lepas dari kesamaan mereka yang mewarisi tradisi budaya super yaitu Cina. pengrusakan-pengrusakan . Konvensi ini kemudian disusul dengan Konvensi serupa yang diadakan di Hongkong pada bulan November 1993 yang dihadiri 1000 pengusaha besar Cina dari seluruh dunia. mantan Perdana Menteri Singapura pada bulan Agustus 1991 memprakarsai diadakannya Konvensi Cina Sedunia di Singapura untuk mengumpulkan pengusahapengusaha Cina perantauan (Overseas Chinese) dari seluruh dunia. sudah lama pemerintah RRC sendiri menganjurkan pengusaha-pengusaha Cina perantauan untuk menanamkan modal mereka secara besar-besaran ke RRC. sebab mereka tidak memberi komentar tetapi melakukan perusakan dan pembakaran obyek-obyek milik orang-orang non-pri secara massal. kerja keras. persatuan dan saling membantu. "Tanpa orang-orang keturunan Cina ini. antara yang Pri dan Non-pri. segregasi dalam kehidupan sosialnya. maunya cuma bergaul antara mereka. Sejak peristiwa 10 Mei 1963 yang menimpa kota Bandung dan kota-kota lainnya dan disusul dengan sepuluh tahun kemudian di kota yang sama. Ini kemudian dikaitkan dengan sifat-sifat tradisi budaya itu untuk bersikap hemat." (Ibid. 91) Kerusuhan Rasial Reaksi massa mengambang lain lagi. Reaksi itu dapat dimaklumi karena persatuan Cina Sedunia demikian ditakuti sebagai usaha melarikan modal Indonesia ke luar negeri (capital flight) yang berarti merusak ekonomi dalam negeri. diskriminasi dalam upah dan sebagainya. sulit bagi RRC untuk bisa mewujudkan suatu pertumbuhan ekonomi yang begitu tinggi." Karuan saja jaringan kerjasama yang berbau rasialis ini menggoncang nasionalisme Pribumi di negara-negara khususnya ASEAN. Robert Kuok dari Malaysia atau Charoen Pokphan dari Thailand. soalnya.Persatuan Cina Sedunia Lee Kuan Yew. 12). Tujuan Konvensi ini adalah untuk "membentuk jaringan kerjasama ekonomi masyarakat bisnis internasional Cina untuk memanfaatkan berbagai peluang bisnis. Tanpa orangorang keturunan Cina seperti Mochtar Riady atau Soedono Salim dari Indonesia. Konvensi ini dihadiri 800 pengusaha besar Cina yang datang dari 30 negara termasuk dari Indonesia. Reaksi premordialisme ini bisa dilihat dari reaksi pengusaha Probosutedjo yang sekalipun sejak tahun 1980 pemerintah sudah menganjurkan untuk meninggalkan istilah pri dan non-pri yang menyebabkan usaha HIPPI berubah arti menjadi 'Himpunan Pengusaha Putera Indonesia'. mereka yang menjadi pengusaha membuat diskriminasi dalam penerimaan buruh (karyawan). Reaksi juga datang dari Siswono Yudohusodo yang menyebut ada sembilan dosa orangorang keturunan Cina di Indonesia." (Jhon K. reaksi keras menyebabkan HIPPI kembali diartikan menjadi 'Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia' seperti semula. yaitu antara lain: "mereka hidup secara eksklusif. mengutamakan pendidikan. Indonesia diwakili 40 konglomerat non-pri. Jaringan Masyarakat China. Timbulnya Reaksi Dampak pertemuan-pertemuan itu telah membangkitkan kembali reaksi kesadaran kaum Pribumi di negara-negara ASEAN terutama Malaysia dan Indonesia untuk mewaspadai gerak langkah para pengusaha Cina dinegara-negara itu. dan khususnya Indonesia yang sedang berusaha keras untuk mempersatukan non-pri ke dalam kesatuan dengan yang pri sangat dibuat marah dengan perilaku Konvensi yang dihadiri banyak pengusaha non-pri dari Indonesia itu. tidak banyak modal yang akan masuk ke daratan Cina untuk investasi.

Nilai itu berkaitan terbakar dan rusaknya 13 pasar. padahal penyebabnya anak polisi yang dihukum di pesantren. tetapi menurut versi Tim Gabungan Pencari Fakta hanya sepertiga angka itu) dimana beberapa di antaranya dilaporkan terbunuh. 3 Juli 1998) Selain itu ada sekitar 80 sinema dibakar. Beberapa kerusuhan terjadi di tahun 1995 seperti di Purwakarta dimana seorang gadis yang dicurigai mencuri sepotong coklat dan dihukum menyebabkan banyak toko Cina dirusak massa. Di tahun yang sama konflik PDI dalam peristiwa 27 Juli di Jakarta merembet ke pembakaran obyek-obyek ekonomi orang Cina. 24 restoran. delapan bis kota/metromini.000 orang-orang Cina ke luar negeri dengan membawa uang banyak di tengah ekonomi dan kelaparan massa yang sudah terjadi menambah kepedihan konflik rasial yang sudah ada. Apapun penyebabnya selalu tokotoko batik milik orang Cina dirusak dalam kerusuhan Massa. yang umumnya pengusaha. 383 kantor swasta. 12 hotel. dan 1.119 mobil dan motor.terhadap obyek-obyek harta milik orang-orang Cina makin sering terjadi lebih-lebih dalam dasawarsa terakhir abad ke-20. Baik di Jawa Timur. dan dalam tahun-tahun berikutnya memasuki tahun 2000 ada puluhan kota mengalami huru-hara yang sama yang menimpa etnis Cina. Sebenarnya kota Medan sudah beberapa kali mengalami kerusuhan rasial. Palembang. 11 polsek. banyak kota seperti di Jabotabek." (Kompas. yang bermental begitu.2. Peristiwa Jakarta merupakan puncak kemarahan massa pada etnis Cina karena dosa-dosa mereka. bahkan di tahun 1997 ketika ada kerusuhan Pemilu kembali obyek ekonomi Cina di kota ini dijadikan sasaran.5 trilyun. Tahun 1997 lebih banyak diisi dengan kerusuhan seperti di Rengasdengklok dimana kesalahan sikap seorang wanita Cina menyebabkan seluruh toko-toko Cina dihancurkan dan dibakar massa termasuk gereja dan vihara. 2. Di tahun yang sama di seputar Pemilu. 40 mal/plaza. Pantai Utara Jawa dan dibanyak kota terjadi penjarahan. Di Medan 30% penduduknya adalah orang Cina dan ekonomi kota memang dikuasai orang-orang Cina. dan kerusuhan rasial anti-Cina di bulan Mei 1998 ini bahkan menyerang rumah orang Cina dan pemerkosaan 168 wanita Cina (152 di antaranya di Jakarta. Ini memuncak dengan kerusuhan berdarah yang terjadi di bulan Mei di Medan. Jawa Timur dan Madura dan kota-kota lain mengalami kerusuhan dan selalu merembet pada pengrusakan dan pembakaran toko-toko milik orang Cina. sembilan pompa bensin. Tahun 1998 makin banyak diisi dengan kerusuhan dan huru-hara karena masalah sembako. 45 bengkel. 65 bank. dihancurkan dan dibakar massa (termasuk 27 gedung gereja) padahal pencetusnya tidak ada hubungannya dengan orang Cina maupun Kristen. padahal kita mengetahui bahwa hanya sebagian masyarakat Cina. Pada bulan April 1994 terjadi pembakaran puluhan pabrik dan ratusan toko di Medan dengan korban jiwa seorang pengusaha. gudang dan tambak milik orang-orang Cina secara sporadis di banyak . 1. Kerusuhan Mei di Jakarta dan kota-kota lain itu diikuti larinya lebih dari 100.604 toko. Inipun masih sering disusul dengan pembakaran pabrik atau penjarahan toko. Padang.479 ruko. Di tahun 1996 di Situbondo banyak toko-toko milik orang Cina dirusak. Tasikmalaya juga mengalami hal yang sama dimana supermal Matahari dibakar dan mal Yogya dirusak dan ratusan toko milik orang Cina dan gereja dibakar massa. dua kecamatan. kerugian akibat kerusuhan itu Rp. Solo dan memuncak di Ibukota Jakarta yang mengakibatkan: "Versi pemerintah mengatakan. Huruhara besar yang menimpa toko-toko orang Cina terjadi juga di Banjarmasin dan Ujung Pandang. Di kota Pekalongan pada bulan Nopember 1994 seorang Cina yang diisukan menyobek Al Quran menyebabkan toko-toko Cina dirusak dan dibakar. pengrusakan dan pembakaran toko orang Cina.

sekarang disamaratakan dan ikut menjadi korban. soalnya kebencian rasial itu bukan saja berdampak kepada mereka yang memang ikut salah. kita patut berkaca diri dan berjuang keras untuk mencari jalan keluar yang terbaik. mereka terdorong mencari alternatif hidup yang lebih baik.tempat di seluruh Indonesia. euforia premordialisme budaya tanah leluhur Cina kembali bangkit dalam keterbukaan era Reformasi di akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 tentu dapat mempertebal eksklusifisme sebagian ras ini dan berdampak pada sikap antipati yang lebih besar. Orang-orang Cina umumnya disamaratakan dan dianggap memiliki banyak sifat negatip oleh umumnya orang-orang Pribumi karena stigma praktek-praktek eksklusif. rusaknya jaringan distribusi. padahal lebih banyak dari ras ini yang menunjukkan kesungguhan dalam membangun negara Indonesia. bahkan faktanya sudah berakibat fatal membuat negara Indonesia menuju kebangkrutan yang jelas membuat massa rakyat makin menderita. Yang lebih memperparah yang menyebabkan kerusuhan massal makin berlarut-larut itu adalah sikap pemerintah sendiri yang cenderung tidak pernah menghukum kelompokkelompok masa yang beringas yang telah mengorbankan segolongan ras tertentu yang juga menimpa banyak masyarakat rakyat kecil. Kolusi dan Nepotisme. Lalu Bagaimana? Dari Bab-Bab sebelum ini kita melihat begitu dalam jurang kesenjangan yang sudah terpupuk di antara ras Cina dengan Pribumi yang terjadi dalam perjalanan sejarah yang keliru. . dari pembahasan pada Bab-bab sebelum ini. masih berlakunya praktek Korupsi. dan penghakiman massal sudah terjadi di puluhan kota dan korban yang didatangkan bukan saja menimpa orang-orang Cina yang bersalah tetapi juga diarahkan pada yang tidak bersalah. Memang tepat kata pepatah: "karena nila setitik rusak susu sebelangga. sehingga mereka yang mampu dan memiliki harta cenderung kemudian banyak yang hijrah ke negara-negara Barat. banyak pengangguran dan korban PHK. sehingga kerusuhan-kerusuhan massal itu seakanakan mendapat legitimasi selama tidak merugikan pemerintah. kemewahan dan KKN sebagian dari ras itu. masuknya ke Indonesia dan perlakuan istimewa kolonialisme Belanda khususnya pada orang-orang Cina tertentu. Emas pertama dan kedua Olympiade yang ikut mengharumkan negara yang direbut Indonesia diperjuangkan oleh atlet-atlet non-pri. besar kemungkinan kerusuhan-kerusuhan dan huru-hara anti Cina akan terus terjadi selama sumber-sumber konflik dan kesenjangan sosial ekonomi belum terpecahkan dan diperbaiki dengan serius. sayang sekali bahwa banyak orang non-pri yang sudah tidak merasa punya kaitan apa-apa dengan negeri leluhur dan banyak yang bukan lagi menjadi pedagang kakap. naiknya harga-harga Sembako yang belum bisa diatasi oleh Pemerintah dan dengan tidak adanya pemecahan tuntas dari kerusuhan-kerusuhan anti Cina yang terjadi selama ini. dan berusaha dengan jujur dan telah membaur. Apalagi kemerdekaan dan era reformasi menyebabkan massa mengambang ingin cepat-cepat menikmati kemakmuran bukan dengan kerajinan dan berusaha keras tetapi dengan merusak harta benda orang lain. Apalagi. dan yang jelas masyarakat Indonesia sendiri ikut menjadi korban bila terjadi anarki kerusuhan rasial. mulai dari sejarah tradisi budaya Cina. Namun. Melihat kondisi perekonomian yang makin terpuruk." Sekalipun reaksi itu pantas ditujukan pada pelaku ekonomi yang orientasinya memang ke daratan Cina dan melakukan KKN yang memberatkan rakyat banyak. tetapi ras Cina yang mayoritas yang tidak ikut ber-KKN juga kena batunya. namun kesesakan sosial yang tidak tertahankan dan kehadiran mereka di bumi Indonesia yang dirasakan tidak disukai. bulan madu konglomerat Cina dengan para pejabat Orba yang menghasilkan kebencian massal yang sering meletus dalam kerusuhan-kerusuhan di kotakota itu. Kenasionalan mereka cukup tinggi karena banyak di antaranya menjadi pegawai negeri.

persaudaraan yang kuat. dan professionalisme dalam bisnis dan bidang-bidang lain yang tidak tanggung-tanggung dari sebagian ras Cina. pada 2007 karena menerbitkan wawancara dengan penyair "kontra-revolusi" di luar negeri. 11 April 2010 23:50 WIB | Mancanegara | Asia/Pasifik | Dibaca 597 kali Teheran (ANTARA News/Reuters) . tetapi agar memang yang bersalah karena warisan tradisi dan sejarah kolonialisme di Indonesia benar-benar dapat di adili dan dihukum.' untuk konperensi itu. Kita tidak perlu jauh-jauh 'mencari pengetahuan ke negeri Cina'. namun misi ini perlu dicapai oleh semua pihak khususnya oleh Pemerintah RI. Dari berbagai fakta demikian. dapat menjadi asset yang menguntungkan semua pihak. dan sifat-sifat kalangan tertentu yang oportunis dan hanya mencari untung perlu diubah dengan mentalisme kebangsaan Indonesia yang lebih baik. Semoga! Salam kasih dari Herlianto/YBA. bukankah lebih berguna bila kita juga melihat potensi positip orang Cina demi pembangunan tanah air dan tidak sekedar meng'kambing hitam'kan mereka? Gaya hidup yang hemat. ini berarti 50%. adalah merupakan dambaan semua orang agar solusi yang tepat diberikan oleh semua pihak. dan agar stigmatisasi tidak ditujukan secara merata kepada semua orang non-pri. dan yang tidak bersalah dihargai sebagai layaknya warga negara dan penduduk Indonesia. sebab kalau tidak 'Masalah Cina di Indonesia' tidak akan pernah terselesaikan dan ujung-ujungnya masyarakat mengambanglah yang akan menjadi korban. [ YBA Home Page | Artikel sebelumnya] Iran Cabut Larangan Terbit Harian Pro-reformasi Minggu. kerja keras. yang satu mewakili LSM dan lainnya mewakili Pemerintah RI (=100%). Dalam konperensi PBB tentang Permukiman dan Perkotaan di Istambul (1996). dan banyak contoh lainnya bisa disebutkan. Dan bagi yang 'pri' daripada hanya menyalahkan aspek-aspek negatip non-pri. Memang benar 'non-pri' yang tinggal di Indonesia diharapkan tidak eksklusif dan lebih punya rasa tenggang-menenggang dengan lingkungan disekelilingnya. Sebuah misi yang sulit memang. . 3 orang adalah dari kalangan non-pri. agar tidak lagi terjebak premordialisme masa lalu. khususnya generasi muda. Dalam sebuah konperensi UNDP di Bangkok mengenai 'Pembangunan Desa'. dari 6 penulis 'Laporan Resmi Pemerintah R.Sekalipun jumlah orang Cina di Indonesia ditaksir sekitar 3% saja. Republik Indonesia diwakili secara resmi oleh dua ahli non-pri. persentasi mereka dalam mewakili pemerintah RI di forum-forum Internasional tidak sedikit. di Indonesia pengetahuan itu ada di sekeliling kita.I. ulet. Harian Sharq ditutup oleh Badan Pengawas Pers. untuk pemecahan masalah ini secara proporsional.Sebuah harian pro-reformasi terkenal Iran terbit lagi Minggu setelah larangan tiga tahun yang dianggap oleh para reformis sebagai upaya penguasa garis keras untuk membungkam pengecam Presiden Mahmoud Ahmadinejad. di banyak kalangan sebenarnya kesempatan yang sama bagi yang 'pri' dan 'non-pri' sudah terbuka. yang berada di bawah Kementerian Bimbingan Islam dan Kebudayaan. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa dibalik kecurigaan dimana ras Cina di anak tirikan.

Sejumlah reformis senior. menunjukkan rasa tidak hormat pada Islam dan pemimpin agama. Surat kabar itu juga menghadapi tuduhan-tuduhan lain seperti menerbitkan iklan untuk organisasi oposisi. Ratusan reformis ditangkap dan diadili dalam penumpasan terhadap oposisi proreformasi setelah pemilihan umum presiden Juni lalu yang dipersoalkan. yang dalam bahasa Parsi berarti "Timur". Sharq." kata surat kabar setengah resmi ILNA mengutip pemimpin redaksi harian itu Ahmad Gholami. Protes besar berkobar sejak pemilihan presiden Juni dan sejumlah besar orang ditangkap. serta tidak menghormati Ahmadinejad dalam gambar karton. penutupan surat kabar pro-reformasi itu merupakan bagian dari penekanan bertahap terhadap penentang politik dan penggencetan kegiatan kebudayaan yang oleh pemerintah dianggap sebagai mendorong nilai-nilai "korup" Barat. wartawan dan yang lain yang ditangkap setelah pemilu Juni itu dikabarkan masih berada di dalam penjara dan beberapa telah disidangkan atas tuduhan mengobarkan kerusuhan di jalan. Dua calon presiden yang kalah. dan puluhan wartawan moderat hingga kini masih berada di dalam penjara. Termasuk yang diadili adalah pegawai-pegawai kedutaan besar Inggris dan Perancis . Delapan orang tewas dan ratusan pendukung oposisi ditangkap dalam demonstrasi paling akhir pada 27 Desember. Para pengecam mengatakan. Iran dilanda pergolakan besar setelah pemilihan umum tahun lalu. ketika ribuan pendukung oposisi melakukan pawai semacam itu. Sedikitnya empat penerbitan pro-reformasi dilarang sejak terpilihnya kembali Ahmadinejad sebagai presiden pada Juni tahun lalu dalam pemilihan umum yang dipersoalkan. para pendukung oposisi berulang kali memanfaatkan acara-acara umum untuk turun ke jalan. Mir Hossein Mousavi dan Mehdi Karroubi. Oposisi mengecam persidangan itu. mantan ketua parlemen yang berhaluan reformis. bersikeras bahwa pemilihan Juni itu dicurangi untuk mendudukkan lagi Mahmoud Ahmadinejad ke tampuk kekuasaan. Koran itu terutama akan memperhatikan permasalahan sosial dan budaya. Meski ada larangan protes dan penindakan tegas dilakukan oleh aparat keamanan. Pemerintah menolak tuduhan pengecam dan menyatakan tidak menyensor media.. yang disusul dengan kerusuhan terbesar dalam kurun waktu 31 tahun.."Surat kabar Sharq terbit lagi Minggu. aktivis. dulu biasa menerbitkan pandanganpandangan kebijakan luar negeri dan ekonomi Ahmadinejad.

D.Kartaprawira *) . Kubu garis keras di Iran menuduh para pendukung oposisi. didukung dan diarahkan oleh kekuatan-kekuatan Barat. Presiden Mahmoud Ahmadinejad. menurut data resmi.com Simpan dan akses berita ini dari HP anda dengan kode QR dibawah ini. meski dipersoalkan banyak pihak. yang telah membawa Iran ke arah benturan dengan Barat selama masa empat tahun pertama kekuasaannya dengan slogan-slogan antiIsrael dan sikap pembangkangan menyangkut program nuklir negaranya.serta seorang wanita Perancis yang menjadi asisten dosen universitas. yang telah mengguncang pilar-pilar pemerintahan Islam dan meningkatkan kekhawatiran mengenai masa depan negara muslim Syiah itu. Sejauh ini sudah sejumlah orang yang dijatuhi hukuman mati dan puluhan orang divonis hukuman penjara hingga 15 tahun. (M014/K004) COPYRIGHT © 2010 Ikuti berita terkini di handphone anda http://m. ---------------------------------------------------------------------BERSATU KITA TEGUH. yang sudah menghadapi pembatasan ketat atas pekerjaan mereka. produsen minyak terbesar keempat dunia. khususnya AS dan Inggris. Para pemimpin dunia menyuarakan keprihatinan yang meningkat atas kerusuhan itu. telah mengobarkan kerusuhan di Iran. yang turun ke jalan-jalan untuk memprotes pemilihan kembali Ahmadinejad sebagai presiden. Sejumlah pejabat Iran mengatakan bahwa 36 orang tewas selama kerusuhan itu. khususnya AS serta Inggris. dan menuduh media asing. Delapan orang lagi tewas selama protes anti-pemerintah pada 27 Desember. BERCERAI KITA RUNTUH ---------------------------------------------------------------------SELAMATKAN DAN KEMBANGKAN PROSES REFORMASI DIATAS REL DEMOKRASI DAN KONSTITUSI Oleh :M. namun sumber-sumber oposisi menyebutkan jumlah kematian 72.antaranews. dinyatakan sebagai pemenang dengan memperoleh 63 persen suara dalam pemilihan tersebut. Mailing List "NASIONAL" Diskusi bebas untuk semua orang yang mempunyai perhatian terhadap Kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Para pemimpin Iran mengecam "campur tangan" negara-negara Barat. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengecam protes pasca pemilu itu dan memberikan dukungan tanpa syarat kepada Ahmadinejad dan mengumumkan bahwa pemilihan itu sah.

yang mereka pandang sebagai sumber segala macam kesulitan di Indonesia. sebab telah terbentuk pemerintahan Habibie yang dijajakan sebagai pembawa aspirasi muslim (untuk mempertentangkan dengan Soeharto yang dianggap sebagai muslim abangan). dicari alasan apa saja yang bisa dipakai untuk menjelek-jelekkan lawannya. Dewasa ini agaknya telah terjadipembalikan pandang yang sengaja direkayasa oleh kelompok-kelompok tertentu. Di pihak lainnya menghendaki dihentikannya gerakan mahasiswa/pemuda tersebut. menurut hemat saya. Pemerintahan Habibie.Kesulitan yang kita hadapi akibat pemerintahan rezim Soeharto besar sekali. Sehingga pemerintahan di bawah pimpinan Presiden Megawati mereka jadikan sasaran serangan frontal. percikan nilai-nilai demokrasi masih nampak di berbagai bidang kehidupan bermasyarakat dan bernegara: kebebasan berpendapat. apapun agama yang disandang tidak mungkin melaksanakan cita-cita reformasi. yang kekuatannya masih tetap utuh di mana-mana dengan sumber daya-manusia dan sumber daya-logistik yang kuat (juga sampai sekarangini). 1998. yang mempersulit gerakannya. Pepatah Jawa mengatakan “Entek amek” (Habis. kesalahan mendasar gerakan reformasi. yang terpenggal dengan ilusi pendukungan rezim Habibie. meskipun diktator Soeharto sudah lengser dari tahtanya. Paradigma demikianlah yang kini sedang dianut oleh lawan-lawan politik Pemerintah . yang akan menyelamatkan Negara dan bangsa dari kehancuran. Di satu pihak menghendaki terus dituntaskannya perjuangan melawan Orba. yang nota bene adalah rezim orba minus Soeharto. Meskipun demikian. Mereka mengincar semua langkah-langkah pemerintahan Mega-Hamzah agar bisadijadikan penyulut ketidak puasan rakyat dengan maksud untuk menjatuhkan nama pemerintahan MegaHamzah. sebab pemerintahan tersebut merupakan rezim neo-orba. kebebasan pers. mencari) artinya kalau sudah tidak ada lagi hal-hal yang bisa dijelekjelekkan. dan tokoh Megawati sendiri. dll. Batu sandungan perjuangan reformasi tersebut ditengarai dengan pecahnya gerakan mahasiswa/pemuda ketika melancarkan aksinya melawan kekuasaan rezim Soeharto di MPR/DPR pada th. kehidupan kepartaian dan lembaga-lembaga negara. Inilah. Apalagi sejak semula perjuangan reformasi sudahterkena batu sandungan. sehinggaperjuangan reformasi yang kita lakukan tidaklah mudah mencapai sukses sebagai yang kita idealkan.

demi kepentingan politik mereka. Sebab dalam proses melaksanakan reformasi. sehingga tidak menumpahkan segala kesalahan hanyalah kepada pemerintah Mega-Hamzah saja.kekayaan alam yang ludes karena dijual kepada asing. Secara singkat: siapa saja pemerintahnya tidak akan bisa menanggulangi akibat musibah tersebut di atas secara cepat. budaya KKN yang sudah mengakar di dalam kehidupan masyarakat terutama di lembaga-lembaga negara. PDI Perjuangan dan Megawati sendiri. Apalagi. Menyadari hal tersebut di atas tidak berarti kita harus menimpakan segala kegagalan perjuangan dalam era reformasi selalu dan terus menerus kepadaOrde Baru. Memang harus diakui adanya ketidak tepatan kebijakan pemerintah dalam menetapkan mana yang harus lebih diprioritaskan. yangtidak mudah dibersihkan oleh siapa saja pemerintahnya. seperti telah dikatakan di atas. Menurut pendapat penulis. timbulnya masalah disintegrasi. bahwa pemerintahan Megawati tidak banyak memperbaiki keadaan krisis di Indonesia. kita pun tidak luput dari kegagalan dan kekurangan yang mungkin bahkan menambah kesulitan rakyat yang sudah sulit. sesungguhnya masalah BLBI inilah yang harus dinomor satukan penyelesaiannya. Sebab dalam kenyataannya dengan diciptakannya BLBI (oleh Soeharto!) pemerintah telah memberikan ’subsidi’ kepada konglomerat-nakal dalam jumlah yang luar biasa . Tapi kitapun seharusnya berkepala dingin meskipun hati mendidih supaya bisa menilai kenyataan secara proporsional dan obyektif. kas negara yang kosong karena dijarah oleh penguasa orba. pemerintah Mega-Hamzah sesungguhnya adalah “pemerintahan cuci piring” sehabis pesta ria dari pemerintah-pemerintah pendahulunya. Utang luar negeri yang menggunung. Tapi seharusnya memaklumi bahwa pemerintahan Megawati adalah “pemerintahan cuci piring” setelah pesta ria pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. melaksanakan pembenahan negara dan bangsa. BLBI yang diciptakan oleh orba untuk menyelamatkan konglomerat. yang sukar dibayangkan sampai generasi ke berapa bisa dilunasi. yang dosanya terhadap rakyat dan negara memang besar sekali.Megawati. Memang harus diakui. kerusuhan etnis dan suku-bangsa yang merupakan akibat kekuasaan orba dan masih banyak lagi kotoran-kotoran yang harus dibersihkan.

kalau ternyata ada bukti bahwa yang bersangkutan melanggar norma hukum pidana (mis. 6/2/2003 ) Jadi pencabutan “subsidi” BLBI inilah yang seharusnya diprioritaskan penyelesaiannya. tidak menghapuskan delik bersangkutan. Maka seyogyanya Inpres No. edisiKamis. Tapi sebaliknya status “Pencuci piring” di atas tidak dapat selalu dijadikan alat pembenaran dan alat berlindung dari ketidaktepatan/kesalahan . Bebas Pidana dan Perdata”. Hal itu diperkuat dengan UU Kejaksaan Nomor 5 Tahun 1991 di mana presiden tidak dapat memberi perintah Kejaksaan untuk membebaskan seseorang yang terdapat cukup bukti untuk diduga melakukan tindak pidana korupsi. (Lihat: Elly Burhaini Faizal “Release and Discharge. Jadi jaksa harus tetap melimpahkan tersangka debitur BPPN ke pengadilan. TDL dan Telepon. Pemerintah tidakpunya wewenang untuk menerapkan R&D di bidang pidana. Prinsip hukum pidana tersebut dengan tegas secara tekstual diterapkan dalam Pasal 4 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang menyebutkan bahwa pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara. sebab bukan merupakan delik aduan. Kita tidak boleh mengulangi praktek-praktek jaman rezim Soeharto.besarnya. sebagaimana peninjauan kembali terhadap masalah BBM. Pemerintah tidak bisa bermurah hati membebaskan mereka dari tuntutan pidana. di mana menteri-menteri yang terindikasi dan jelas melakukan korupsi (tindak pidana). KKN) yang bersangkutan harus dihadapkan kemuka pengadilan pidana. SUARA PEMBARUAN. dibebaskan oleh presiden Soeharto dengan alasan kesalahan administrasi yang sudah diselesaikan oleh presiden. Penerapan R&D seharusnya hanya pada bidang perdata saja. TLD dan Telepon. Dalam kaitan masalah keputusan R&D tampak ketidak-tepatan kebijakan pemerintah. Baru setelah ada vonis hakim pidana barulah Presiden bisa memberikan kemurahan hati (pembebasan) yang berwujud grasi atau amnesti sesuai pasal14 ayat 1 dan ayat 2 UUD 1945. dibanding dengan subsudi untuk BBM. yang bisa menyinggung rasa keadilan dan merusak sistem hukum di Indonesia.8 Tahun 2002 tentang Release and Dischaarge (R&D) ditinjau kembali. Dus. walaupun sudah mendapatkan R&D dari BPPN. Asal Bayar.

Apakah adamusuh dalam selimut di dalam pemerintahan Mega-Hamzah? Lepas dari itu. masalah pencabutan subsidi dan kenaikan harga BBM. Tidak mengherankan kalau ada kalangan yang mempertanyakan mengapa pemerintah sampai kecolongan dengan kebijakan yang tidak tepat demikian. diprotes. Menyinggung masih maraknya aksi-aksi demonstrasi saat ini. tapi telah menjurus kepada menempuh cara-cara kekerasan dan anarkhis. sesungguhnya aksi-aksi demonstrasi yang menentangkebijakan pemerintah tsb. Misalnya. legislatif dan yudikatif) dapat diawasi dan dikontrol langsungoleh rakyat. Agaknya situasi demikian itulah yang lama ditunggu-tunggu oleh lawan-lawan politik Megawati/PDIP. atau dianggap bertentangan atau merugikan kepentingan rakyat. Hal itu tidak saja menunjukkan bahwa tidak memahami bahwa kita hidup bernegara dan berbangsa dengan dasar konstitusi. Apakah tidak terpikirkan. Tapi tuntutan pendemo telah jauh melenceng dari masalah BBM. Tapikita tidak boleh menghancurkan hasil-hasil positif proses reformasi yang tercermin dari nilai-nilai demokrasi dan konstitusi yang kini berjalan. bisadikritisi. yang pada zaman era Soeharto tidak mungkin terjadi. TDL dan Telepon tersebut untuk kepentingan politiknya. Di samping itu pemerintah pun tampak responsive atas tuntutan rakyat agar mengubah kebijakan semula. Semuanya harus dilihat secara obyektif dan proporsional. TDL dan Telepon. R&D dan sebagainya. . adalah disayangkan seruan-seruan untuk menggulingkan Pemerintahan Mega-Hamzah. Mereka menyerukan penggulingan Pemerintahan Mega-Hamzah.Kebijakankebijakan pemerintah yang dirasakan. Dalam hubungan ini ada beberapa masalah yang perlu mendapat perhatian. adalah wajar saja selama dilakukan di atas rel demokrasi dan sesuai konstitusi. BLBI. agaknya ada skenario kotor dari kelompok KN (Kebelet Naikkuasa) yang tak segan-segan menggunakan dan menunggangimasalah kenaikan BBM.kebijakan-kebijakan tertentu pemerintahan sekarang ini. bahkan kalau perlu didemonstrasi dsb. Pertama. pembentukan “presidium” yang dicanangkan akan mengganti pemerintahan sekarang ini. TLD dan Listrik menuju kepada gerakan inkonstitusional. Adalah suatu keberhasilan reformasi bahwa dewasa ini semua penyelenggara negara (eksekutif. menyebarkan isu revolusi sosial.

Sejak semula PDIP telah mencanangkan perjuangannya melalui jalur hukum. yang mana setiap politisi dan mereka yang menamakan diri golongan intelektual/mahasiswa seharusnya mengetahui bahwa pemerintahan presidensial Mega-Hamzah tidak dapat digulingkan. nama Megawati dan PDI Perjuangan. Berilah pemerintah kesempatan untuk melaksanakan tugasnya. dengan unjuk kekuatan dan unjuktenggorokan. Dan yang juga sangat penting. apalagi dengan cara-cara menunggangi situasi kesulitan rakyat. Apakah tidak menyadari bahwa tindakan mereka adalah inkonstitusional? Menunggangi rakyat (yang dalam keadaan sulit) untuk menimbulkan kerusuhan dan instabilitas politik di dalam negara. Inilah aturan main yang demokratis dan konstitusional yang berlaku di negara-negara demokrasi. Jadi bukan barang baru apa yang diserukan oleh Megawati tersebut. yang penting bertujuan menjatuhkan pemerintahan Mega-Hamzah. . selain berdasarkan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam UUD 45. Kita sudah mempunyai konstitusi (UUD 45 yang telah diamandemen). bukan jalur kekuatan. hanya mengandalkan kekuatannya”( Ini juga termasuk dalam “Entek amek”!). Tapi toh mereka terus berteriak “Gulingkan Pemerintahan MegaHamzah”. Padahal seharusnya tantangan Mega diartikan sebagai ajakan berkompetisi melaksanakan proses demokrasi dalammemperjuangkan aspirasi rakyat untuk menegakkan/melaksanakan reformasi di atas rel konstitusional. Bukan anarkhisan. Tantangan Mega untuk beradu di pemilu pun diartikan sebagai tindakan jelek yang kata mereka “Mega tidak mawas diri. berilah penilaian atau putusan/vonis kepadanya dalam pemilu yang akan datang. berilah kritik dan pengawasan terhadap kebijakannya berdasarkan aturan main yang konstitusional. berilah rakyat kesempatan atau bahkan kita sendiri untuk “belajar berdemokrasi”. Atau mungkin sudah sengaja meninggalkannya.siapakah yang akan mengganti setelah Pemerintahan Mega-Hamzah jatuh? Membentuk Pemerintahan Rakyat? Apa ini bukan omong kosong? Apakah tidak dimengerti oleh kelompok-kelompok “revolusioner” bahwa presiden/pemerintah bisa jatuh hanya sesuai ketentuan yang tercantum dalamkonstitusi? Agaknya “ politisi” Indonesia dewasa ini sudah kehilangan pegangan bagaimana melakukan perjuangan untuk reformasi dalam atmosfer demokrasi dan konstitusional. Dan akhirnya.

Pengalaman gerakan mahasiswa/pemuda tahun 1998 di gedung MPR/DPR janganlah dijadikan ukuran. Seandainya pemerintah Mega-Hamzah ini terguling. Apalagi sebentar lagi akan ada pemilihan umum untuk presiden dan anggota DPR/DPD. Jadi maunya apa? Hanya sekedar membikin situasi tambah resah di dalam masyarakat yang sedang ketimpa kesulitan? Kedua.Ibaratnya rumput kering di musim kemarau. kalau kita mau melihat peta politik di Indonesia dewasa ini. maka akan terbakarlah. tanpa melihat faktor-faktor lainnya. yang masalahnya tidak semudah mengumbar suara. Jangan dikira bahwa kekuatan rezim Soeharto pada waktu itu sudah lenyap. siapakah yang akan menggantikannya? Padahal sebagian besar parpol-parpol tidak menghendaki dijatuhkannya pemerintahan saat ini. Bukankah kalau sudah ada kerusuhan nasional mesti ada “golongan kuat” yang akan bertindak sebagai “penyelamat” negara dan bangsa? Nah di sinilah kita harus waspada siapa yang berkoar-koar tersebut.Sungguh sangat tidak masuk akal seruan penggulingan Pemerintah MegaHamzah. dikoar-koarkannya isu revolusi oleh sementara oknum atau kelompok adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Apakah mereka yang berteriak-teriak tersebut sudah percaya diri akan bisa menjadi penggantinya? Tentu saja jauh tidak mungkin. Langsung atau tidak langsung mereka itu ingin membakar rakyat untuk melakukan kerusuhan. Keadaan tanah air yang sudah begitu sulit kini terus dipersulit dengan ulah sekelompok pseudo-revolusioner sok pembela rakyat yang agaknya tak malu-malu berkoalisi dengan kekuatan orba yang ingin revance dengan tujuan menjatuhkan pemerintahan Mega-Hamzah. tapi di dalamnya tetap tidak berubah.Sungguh suatu tindakan sangat tercela. apabila disulut dengan api apa saja wujudnya. Kalau ada oknum/kelompok revolusioner merasa sok tahu revolusi. sesungguhnya mereka perlu belajar pada Pemimpin-pemimpin Revolusi Dunia. Mereka hanya melakukan taktik licik dengan menggunakan Habibie yang berbaju reformasi sebagai pelanjutnya dengan teriakan-teriakan reformasi. . Demikian kira-kira gambaran rakyat Indonesia yang menderita kesulitanyang selalu disulut untuk meramaikan gerakan mereka. Sama sekali tidak.

Jelas tindakan tersebut adalah inkonstitusional. Jadi gerakan mahasiswa bukan satu-satunya penyebab mengapa Soeharto lengser. menyusul diteriakkannya penggulingan Pemerintahan Mega-Hamzah. kalau konstitusi dan demokrasi terus menerus dilanggar? Mengapa gagasan pembentukan “Presidium” tidak mereka perjuangkan (setidaktidaknya . Ketiga. Lepas siapa tokoh-tokohnya yang tersangkutdalam isu masalah pembentukan presidium. Persoalannya jelas mengapa rezim orba lengser. bertentangan dengan UUD. digelindingkannya isu pembentukan Presidium sebagai pengganti Pemerintahan Mega-Hamzah adalahjuga suatu cara sengaja untuk menimbulkan situasi instabilitas politik di Indonesia. dipakainya jalan pintas membakar rakyat untuk “berevolusi” menumbangkan pemerintah yang ada: Pemerintah MegaHamzah. Orangpun tidak tahu “binatang apa gerangan” Presidium yang akan menggantikan Pemerintahan Mega-Hamzah. berdasarkan pengalaman sejarah (misalnya pada zaman Soekarno)bahwa kelompok-kelompokyang itu-itu sajalah yang selalu mendalangi kerusuhan dengan menunggangi gerakan mahasiswa. Kapan kita mulai belajar berdemokrasi. Sesudah isu pembentukan Presidium digulirkan. masih ada lembaga-lembaga negara lainnya sebagai penyelenggara kenegaraan di mana tetap penuh kekuataan orba seperti dulu. Rakyat terus menerus digiring kepada pemikiran-pemikiran dan tindakantindakan yang inkonstitusional. yang sudah bosan melihat tingkah Soeharto yang otoritarian dan KKN. sebab sudah tidak mendapat dukungan lagi dari Amerika Serikat dan negara-negara barat lainnya. Agaknya lawan-lawan politik Megawati tersebut sudah nekad melahirkan kerusuhan dengan segala cara dan bentuknya.Jangan dikira rezim orba pada tahun 1998 tidak bisa membuat “peristiwa Tian An Mien” di Jakarta. Mereka telah salah memilih kacamatasehingga tampak pemerintah Mega-Hamzah sebagai musuh nomor satu. yang harus digulingkan. Kita akan sangat kerdillah kalau mengatakan gerakan mahasiswa yang disusul dengan peristiwa pelengseran Soeharto tersebut sebagai revolusi. Karena mereka tidak bisa dan tidak mampu bertarung dalam arena demokrasi. Pada hal di samping lembaga eksekutif /Presiden(pemerintah). Pemunculan isu revolusi sosial oleh kalangan tertentu juga menunjukkan keputus-asaan akan cara-cara demokratik dan konstitusional untuk mengatasi kesulitan-kesulitan negara dan bangsa.

Tapi mereka satu persatu mengingkari keterlibatannya dalam demo-demo tersebut. Lepas apakah mereka jugaterkait dengan isu pembentukan Presidium atau tidak. Juga sangat disayangkan sekali mereka gagal melihat prioritas dan menentukan sasaran pokok perjuangan kaum nasionalis dewasa ini. Dus pembentukan Presidium merupakan tindakan yang inkonstitusional. ekstrem kiri. antar suku dan etnik tidak cermat melihat peta politik Indonesia dewasa ini. Fuad Bawazir (mantan menteri Keuangan rezim Soeharto). Sangat disayangkanbahwa di antara kita yang konsekuen pada Pancasila. baik sebelum atau sesudah di amandemen. Gerakan kaum nasionalis di Indonesia dewasa ini tampak menghadapi rival yang cukup memerlukan perhatian yang serius. Tapi yang sangat disayangkan kubu nasionalis sendiri telah mengalami keretakan dan sebagian menghanyutkan diri ke dalam gerakan inkostitusional dalam melawan Pemerintah Megawati. biarlah hal tersebut menjadi obyek kajian bagi para peneliti dan pakar hukum.dilontarkan) di MPR ketika proses amandemen berjalan? Tentu menunggu momentum yang dapat ditunggangi! Sudah tersebar kabar angin baik di media massa maupun media internet bahwa di belakang gerakan-gerakan demo menentang Pemerintah tersebut berdiri Wiranto (jenderal kader Soeharto). tapi jelas lembaga Presidium tersebut tidak dikenal di dalam UUD 1945. yang nyempal). Adi Sasono (ketua ICMI dan mantan menteri rezim neo-orba Habibie)dan Eros Jarot (bekas tokoh PDIP. sehingga salah memilih siapa kawan siapa lawan. PDIP dan Megawati sendiri. Apakah itu termasuk makar atau bukan. Tunggu saja tanggal mainnya siapa yang berani minum pertama kali. kekuatan orba legal dan illegal. sehingga merupakan suatu koktail yang aneh “ingredient”nya dan sangat mencurigakan kelezatannya. Yang sangat ajaib dalam era reformasi kini isu Presidium tersebutdidukung oleh unsur-unsur kelompok ekstrem kanan. dan kelompok sakit-hati/iri-hati. sebagai jalan pintas untuk mencapai kekuasaan dengan menghindari aturan main yang telah ditentukan dalam UUD 1945. sebab mereka telah menggunakan modus-modus yang bertentangan dengan nilai demokrasi dan konstitusi. Bisa dipertanyakan. UUD 1945 dan kerukunan dalam kehidupan beragama. betulkah . NKRI.

NKRI. etnik.bahwa seruan-seruan tersebut tidak saja inkonstitusional. penjeblosan ribuan orang tanpa proses hukum di pulau Buru. . suku. revolusi sosial dan pembentukan Presidium adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab yang bisa menimbulkan instabilitas bangsa dan negara. kotorannya tidak mudah dibersihkan dengan cepat olehpemerintah Mega-Hamzah dan siapapun yang memerintah kemudian. Maka mereka yang konsekuen akan Pancasila. isu dan tindakan yang dilakukan oleh orangorang tidak bertanggung jawab untuk merusak situasi sosial politik negara. . NKRI. Cilacap dan lain-lainnya). bahasa. sekali lagi kita perlu menyadari: .bahwa seruan-seruan untuk menggulingkan Pemerintah Mega-Hamzah. .bahwa pemerintah Mega-Hamzah adalah “pemerintahan cuci piring” setelah pesta ria pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.bahwa pemerintah dibawah pimpinan Presiden Megawati (yang juga adalah Ketua Umum DPP PDI Perjuangan) adalah merupakan benteng penegakkan Pancasila. dan budaya di dalam mengontrol dan mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah hendaknya tidak terperosok kepada tindakan-tindakan bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dan konstitusi yang akan berakibat timbulnyaanarkhisme yang akan mengacaukan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.pemerintahan Megawati ini sudah sejelek pemerintahan Soeharto. tapi juga tidak memberikan pendidikan kepada rakyat untuk hidup bermasyarakat dan bernegara yang demokratik dan konstitusional. Marilah kita curahkan tenaga kita untuk menyelamatkandan mengembangkan proses reformasi agar . menjadikan Indonesia negara miskin karena hutangnya menggunung? Tanpa mengingkari kekurangan-kekurangan pemerintah Mega-Hamzah. yang antara lain telah melakukan pelanggaran-pelanggaran HAM besar (misalnya seperti pembunuhan massal 1965-1966. UUD 1945 yang tak tergoyahkan. Perlu dicamkan instruksi Megawati yang menghimbau agar kader PDIP tidak terprovokasi oleh penyebaran informasi. UUD 1945 dankerukunan masyarakat pluralis dalam agama. Sebaliknya kita harus lebih waspada dan bersatu menghadapi situasi sulit dan kompleks dewasa ini.

bahwa pers bebas di era reformasi sekarang sangat berbeda dengan pers bebas di era tahun 1950-an yang lazim disebut (secara kurang benar) sebagai ‘zaman liberal’. berimbang. pers haruslah bersikap independen. pers harus berpihak dan bertanggung-jawab kepada publik. yang karena gampang terbakar lantas disebut sebagai ‘akar rumput kering’ itu? Sesungguhnyalah. yang lebih mengutamakan kepentingan partai ketimbang kepentingan publik. seolah-olah sedikit banyak pers punya andil sebagai (salah satu) pemicu kerusuhan. Nederland. ‘memotret’ situasi. seperti yang kita nikmati sekarang. dengan sendirinya akan ditinggalkan oleh masyarakat pembaca. Oleh karena itu.berjalan di atas rel demokrasi dan konstitusi. Di samping itu. Apalagi (sebagian) penerbitan. Hartoyo MARAKNYA penerbitan pers dewasa ini — dan bersamaan dengan itu juga sering terjadinya konflik sosial — rupanya membentuk asumsi di kalangan beberapa orang. untuk disampaikan kepada publik. Ketika itu. membakar-bakar keadaan hingga benar-benar membakar massa grass root. Maka. tanpa memahami kodrat pers. membakar-bakar’ situasi. pers juga berperan untuk melakukan social control dan oleh karena itu harus independen. jujur. terutama tabloid. sebagian (besar) pers merupakan corong partai politik alias pers partisan. peran pers pertama-tama ialah (sekedar) memberitakan fakta. hingga kerusuhan semakin merebak. adil. Sejalan dengan itu. sengaja atau tidak. pers dibelah [Taufiq Ismail] / Budiman S. Benarkah pers. sering pula menurunkan berita utama dengan judul yang ‘keras’. Ketika itu. pers ikut . mengipas-ngipas. meskipun ada juga beberapa di antaranya yang independen. Pers bebas. 01 Februari 2003 Buruk muka. yang layak kita syukuri. menyampaikan fakta secara obyektif. pers juga berperan mensosialisasikan gagasan untuk membantu mendorong perubahan sosial ke arah yang lebih baik. dan cukup bijak. Artinya. Jika pers mengkhianati publik. Perlu dicatat. beberapa pejabat dan politisi serta-merta menuding pers ‘memanas-manasi. merupakan salah satu buah terpenting dari era reformasi (yang dipelopori mahasiswa).

di tahun 1950-an juga merupakan era multipartai. Bung Karno menganjurkan agar semua kekuatan politik. “menimbulkan bayang-bayang yang mengancam proses pendidikan politik masyarakat ke arah yang tidak edukatif”. sebagaimana tertulis dalam acuan diskusi. Himbauan telepon. saling jorjoran manipolis. Dalam UU tersebut tercantum satu ayat yang sangat penting (”bagi pers nasional tidak dikenai breidel”). Di era Orde Baru di tahun 1970-an. ketika itu media massa diwajibkan menjadi ‘alat revolusi’. bahkan mungkin punya andil dalam memperkeruh keadaan hingga mendorong timbulnya konflik? Seperti halnya masa kini. Persis seperti P4 yang merupakan tafsir Pancasila ala Soeharto. ‘reaksioner’. cukup tajam. tercermin dari upaya sejumlah tokoh pers. yang berhasil merumuskan UU Pokok Pers (1966). pers tak lagi bebas. tepatnya memasuki zaman ‘demokrasi terpimpin’. Benarkah pers bebas saat ini membahayakan pendidikan politik. ikut meramaikan konflik politik. dan sebagai jawaban Bung Karno terhadap ‘demokrasi liberal’. Ketika itu perbedaan pendapat. Seperti halnya semua parpol dan ormas. antara lain (almarhum) H. dan harus berpedoman kepada Manipol-Usdek. ‘kontra revolusi’ — seperti halnya stempel ‘subversif’ di zaman Orde Baru. beberapa waktu lalu juga khawatir kalaukalau kebebasan pers saat ini. bahkan juga konflik antarpartai. Hal itu. Yang dimaksud dengan masa transisi ialah sampai dengan terbentuknya pemerintahan baru hasil pemilihan umum 1971. pers yang mulai bangkit dari trauma ‘demokrasi terpimpin’ benar-benar ingin bebas. rezim Orde Baru telah mengkhianati UU yang telah dilahirkannya sendiri. Sejalan dengan itu pers. termasuk media massa. Partai oposisi sering mampu menggoyang dan menjatuhkan kabinet (yang didominasi oleh partai yang berkuasa). yaitu tafsir Pancasila ajaran ‘Pemimpin Besar Revolusi’ Bung Karno. misalnya. Menjelang tahun 1960-an. dan sebagai konsekwensinya dicantumkan pula satu ayat pendukungnya yang menyebutkan bahwa SIT (Surat Izin Terbit) hanya berlaku selama masa transisi.mengambil bagian dalam pertikaian politik antarpartai yang oleh Bung Karno disebut gontok-gontokan. bahkan penyelenggara sebuah diskusi publik di Jakarta. baik yang independen maupun yang berafiliasi kepada partai politik. Dan anehnya. yang lahir berkat Dekrit Presiden 5 Juli 1959 untuk kembali ke UUD 1945. Yang tidak manipolis digulung dan dituding sebagai ‘musuh revolusi’. Wajah pers bebas ternyata cukup membikin keder sebagian kaum birokrat sebagai wakil kekuasaan negara. hingga Bung Karno menjuluki zaman itu (secara salah kaprah) sebagai zaman ‘demokrasi liberal’. Celakanya. Mahbub Djunaedi. briefing dan peringatan kepada .

Tak ada konflik SARA (suku-agama-ras-antargolongan). tapi tetap saja terbentur pada ketentuan SIUPP. mengapa di era reformasi ini konflik horisontal seolah-olah merupakan ‘anak zaman’? Beberapa orang. pers yang semula merupakan ‘pers perjuangan’ kemudian menjadi ‘pers partisan’ (kalau bisa disebut demikian). tak ada ancaman bom di masyarakat. dan jangan harap publik akan membacanya. konflik tersebut sudah terjadi sebelum pers memberitakannya. konflik yang merebak di masyarakat sekarang ini sangat jelas merupakan letupan dari kemampetan yang selama ini diderita oleh manusia Indonesia. keempat media massa tersebut tidak murni pers partisan. Tabloid Demokrat (PDI).Kini. Bahkan SIT bukannya dicabut. Dan buat kedua kalinya pula kita menikmati kebebasan pers. untuk kedua kalinya — setelah berjarak hampir satu generasi — kita kembali mengalami sistem multipartai. tapi justru dilestarikan bahkan diperkuat sebagai lembaga SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) oleh mantan Menteri Penerangan Harmoko — yang ironisnya tetap mengaku ‘berjiwa wartawan’ dan ‘kerakyatan’. memotret. dan Harian Abadi (PBB). maupun di tahun 1970-1980-an (Orde Baru). Pers sekedar meliput. Memang (dulu) ada Harian Duta Masyarakat (NU). Tapi. jika di zaman ‘demokrasi liberal’ (sebagian besar) pers cenderung partisan. yang ‘ngipas-ngipasi’. Apa yang disebut Bung Karno sebagai gontok-gontokan tak sampai berdampak secara luas. Saat ini. menuduh konflik horisontal tersebut garagara pers yang ‘memanas-manasi’. sementara di zaman ‘demokrasi terpimpin’ dan di zaman Orde Baru pers kurang bebas karena represi kekuasaan. melainkan Grup Jawa Pos. Pers berusaha menggeliat menggapai kebebasan. baik di era tahun 1950-an (‘demokrasi liberal’). Hal lain yang juga menarik. sementara yang diizinkan hanyalah peristiwa yang ‘baik-baik’ saja. Berbeda dari ‘zaman liberal’ yang tidak melahirkan konflik horisontal. Padahal. memberitakan fakta sebagai fakta. di era reformasi ini pers tampil (relatif) lebih independen.pemimpin redaksi. di tahun 1950-an dan 1960-an hampir tak ada pejabat yang menuduh pers ikut ‘memanas-manasi’ atau ‘memancing-mancing’ situasi. di era Orde Baru — sejalan dengan pertumbuhan konglomerasi bidang ekonomi — tumbuh menjadi ‘pers industri’. dan benar-benar bebas. Bedanya. seperti halnya di zaman Orde Baru dan di zaman transisi sekarang. bahkan breidel tetap saja berlangsung. Satu hal yang selama ini dilupakan ialah.Yang menarik. tahun 1960-an (‘demokrasi terpimpin’ alias Orde Lama). tidak ada satu pun pers yang tampil sebagai pers partisan murni. Di lain pihak. Tulis saja semua hal yang serba baik. hampir tidak ada konflik sosial secara horisontal dan spektakuler seperti sekarang. umumnya para pejabat dan juga politisi yang tidak mengerti demokrasi. Tabloid Amanat (PAN). Kecuali jika menyiarkan berita tentang konflik dan kerusuhan sudah dilarang. sebab pemilik modalnya bukan 100% partai yang bersangkutan. tidak ada kerusuhan disertai pembakaran pusat-pusat perdagangan. Selama 32 tahun .

belum. yaitu provokator (sementara pers dituding ‘manas-manasi’). begitu sejumlah partai lahir dan pers tampil bebas. Yang tumbuh hanyalah apatisme. dan semacamnya. hal itu tidak otomatis lantas menjadi alasan menolak pers bebas. menjadi pers partisan atau sensasional misalnya. Bahkan sebagian besar pers terkesan konservatif. hal itu bukan pula bisa menjadi alasan untuk membatasi kebebasan pers. Entah bersembunyi di balik azimat apa. lambat-laun akan ditinggalkan oleh pembacanya. Kalaupun pers kita saat kini sudah kebablasen (dengan kriteria yang tak jelas). satu dan lain hal karena ingin ‘menjaga harmoni’ dengan kekuasaan. tapi sang provokator tak kunjung tertangkap. Dan merekalah pula yang kini tampil sebagai pelopor pendobrakan untuk membuka kran reformasi. Padahal. Pers yang bebas menyajikan sejumlah pilihan. terbuka. percayalah. Tapi. Konflik sosial. Tingkat pendidikan dan kecerdasan masyarakat memang relatif masih rendah. mereka niscaya akan bangkit membebaskan diri. sementara nalar kritis terpasung secara perlahan-lahan. tanpa mengerti apa yang mereka omongkan. mahasiswa dan pemuda yang kini berusia 25 sampai 30 tahun — yang secara kodrati progresif dan memiliki daya nalar kritis — merupakan korban represi tersebut. Dan kini dengan gampang dan enak orang bicara tentang demokrasi. Dengan multipartai dan pers yang bebas. belajar toleran dalam sebuah masyarakat yang multikultur. Tapi. Sangat tepat penyair Taufiq Ismail yang menulis puisi yang hanya terdiri dari satu baris yang berbunyi: Buruk muka pers dibelah. kebebasan. Sebab. ketika kran dibuka air bah pun membludak tak terbendung. Toh selama ini belum (tidak) ada kriteria tentang apa yang disebut kebablasen itu. apalagi jika kita percaya bahwa hati nurani dan akal sehat (common sense). merupakan hal yang seharusnya kita perhitungkan. Sementara pers yang tidak memperjuangkan kepentingan publik. sesungguhnya semata-mata merupakan ‘buah’ dari penyakit kronis yang diidap masyarakat yang selama 32 tahun terinjak hak-haknya. tidak lagi diselesaikan di bawah tekanan kekuasaan negara. Dan yang disalahkan (lagi-lagi) pers. tapi hal itu tidak dengan sendirinya lantas menolak demokrasi. dan publik bebas pula menentukan pilihan mereka. persoalan-persoalan negara dan masyarakat bisa diselesaikan secara publik. takut.terkungkung tanpa penyaluran. hidup bersama orang lain yang sikap dan pendapatnya berbeda. prasyarat demokrasi ialah multipartai dan pers yang bebas. rakyat — yang tingkat pendidikan dan kecerdasannya rendah sekalipun — bukanlah orang-orang bodoh.Pers bebas merupakan salah satu alat pendidikan (dan pendewasaan) sikap dan perilaku berpolitik. dengan atau tanpa pers bebas. Sebagian besar pelajar. Kita memang tengah belajar berdemokrasi. Mereka cukup kritis. orang bingung. Kalaupun ada yang kebablasen (sekali lagi . Allahu a’lam bish-shawab. Tapi. Memang ada kambing hitam yang dengan mudah dan aman dituding-tuding. transparansi. tidak kritis.Apakah pers kita saat ini sudah kebablasen? Menurut saya.

Jalan Jenderal Gatot Soebroto. Dalam hal ini. Sangat ironis. bahkan dari rancangan PWI (Orde Baru) sendiri. Jakarta Pusat. kepentingan umum.dengan kriteria yang tak jelas) hal itu bukanlah merupakan main stream. Besar dugaan. hukum. jauh lebih liberal ketimbang rancangan DPR-RI. melainkan kepada nilai-nilai: kebenaran. Cuma yang jadi masalah bertanggung-jawab kepada siapa? Yang pasti bukan kepada penguasa. bahwa Yunus Yosfiah pula — dan justru bukan para tokoh pers yang terhormat — yang menyatakan. dengan singkat bisa dijelaskan. bahwa pers bebas merupakan tolok ukur bagi demokrasi. Mungkin ada beberapa tabloid yang bisa dikategorikan sebagai yellow paper. beberapa bulan sebelum pemilihan umum 1999. bahwa pers kita saat ini belum kebablasen. termasuk keberanian untuk menolak amplop. Dan kini. dan itu sah-sah saja. tapi secara keseluruhan pers kita cukup baik dan dewasa. Juga tidak ada breidel. meskipun SIUPP masih dipertahankan. Tapi. adalah Yunus Yosfiah yang dalam konteks pers bebas berpikiran sangat progresif. Barangkali. memotret. bahwa di dalam kebebasan itu sendiri secara implisit ada rasa tanggung-jawab. memiliki dedikasi dengan integritas tinggi. Ia merancang UU Pokok Pers yang sangat progresif. belajar menimbang dan mengukur tulisan dengan nilai dan moral. Sangat menarik. setelah Menteri Penerangan Mohamad Natsir di tahun 1950-an. Padahal. mereka juga harus independen. dan memiliki idealisme untuk membela kepentingan publik. moral. setelah 32 tahun tanpa absen kebagian jatah cekokan resep Orde Baru. sebab dalam pengertian ‘bebas’ sudah terkandung rasa ‘tanggungjawab’. keadilan. dan menulis dengan bahasa dan gaya yang memikat. « Perawan yang Menangis itu Bernama Toba . *) Makalah ini dibacakan dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Komite Pendidikan Pemilih (KPP) di Gedung YTKI. bahwa dewasa ini upaya ‘perjuangan’ untuk kebebasan pers (kalau bisa disebut demikian) justru datang dari pemerintah. Tak perlu disebutkan ‘pers yang bebas dan bertanggungjawab’. Bagaimana dengan si wartawan? Mereka tak cukup hanya belajar jurnalistik hingga mampu trampil dan lihai mewawancarai. Dalam konteks pers bebas. seringkali orang berasumsi bahwa pengertian ‘bebas’ seolah-olah bebas sebebas-bebasnya. Menteri Penerangan Mohamad Yunus Yosfiah. bahwa ratusan media massa yang terbit saat ini belum memadai bagi rakyat Indonesia yang jumlahnya lebih dari 200 juta. pejabat atau politisi yang menuding pers kita kebablasen itu tiada lain karena belum terbiasa dengan pers bebas. melakukan investigative reporting. tidak ada pembatasan memperolehnya.

.

.

Agama Bukan Pe .

.

.

Jumat. telah membius rakyat Indonesia dan menjelma menjadi kekuatan dahsyat menjelang Mei 1998. Kini perjalanan reformasi telah mencapai 10 tahun. sungguh mengerikan reformasi hanya . Gelombang reformasi pun menumbangkan rezim Soeharto yang telah berkuasa lebih 30 tahun. 25 Juli 2008 ARTIKEL Reformasi Telah Mati Tags: Reformasi Wacana reformasi dan demokratisasi total.

demokratis menggantikan rezim dikta-torial yang dijalankan presiden Soeharto lebih tiga dasawarsa. Indonesia yang dikenal teritorialnya 70 persen terdiri lautan. kedelai. Megawati dan kini Susilo Bam-bang Yudhoyono) pun telah silih berganti naik ke kursi kekuasaan dengan meng-usung sistem politik yang reformis. Inilah fakta ironis dan menyakitkan. Empat presiden (Habibie. dan legislatif terdiri parlemen parpol dan politisi. Capaian-capaian ekonomi. Indonesia sebagai penghasil minyak bumi. Indonesia sebagai negara agraris dan maritim terbesar di dunia. Indonesia disebut sebagai negara demokratis terbesar di dunia setelah AS dan India. Tapi empat presiden ini ternyata tidak mampu mengenyahkan dan menyembuhkan penyakit kronis bernama: Krisis Multidimensi. Menjadi Bius Memabukkan Setelah sepuluh tahun reformasi berlalu. Pemilihan presiden secara langsung (2004) telah menghasilkan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Angka kemis-kinan dan pengangguran terus-menerus meningkat. hingga hari ini? Perjalanan era refor-masi ini niscaya amat dibanggakan para pelaku dan penyelenggara Negara. Pemandangan antre minyak tanah. Rakyat Indonesia bagai terjebak dalam sistem demokrasi yang telah men-jeratnya dalam sistem Kapitalisme Global yang terus mengisapnya habis-habisan. ekonomi Indonesia terus terpuruk. rakyatnya setiap hari antre minyak tanah (kerosine) sekadar untuk men-dapatkan dua liter minyak. Namun ironisnya Indonesia yang telah menjalankan kehidupan politik yang sangat demokratis itu. Padahal fakta yang berlaku sebenar-nya justru diagonal terbalik. namun rakyat Indonesia terutama para penguasanya seringkali mendapat pujian dari negara-negara Barat. bupati-walikota pun telah digelar di seluruh wilayah Indonesia dan menghasilkan belasan gubernur baru . Harga-harga kebutuhan bahan pokok terus melejit tak terkendali bahkan bahan baku yang semakin mahal itu sulit dicari di pasaran dan bisa diperoleh dengan antre. Misalnya pemerintah terus-menerus melaporkan kema-juan ekonomi. Bahkan krisis ini berkobar menjadi-jadi. Bagaimana membaca secara konkrit dan obyektif hasil reformasi sepuluh tahun terakhir ini (Mei 1998-Mei 2008)? Apa yang terjadi sejak presiden Soeharto berhasil ditumbang-kan. hakikatnya bangsa Indonesia bisa mengambil pelajaran sangat faktual sepanjang perjalanan reformasi ini. Contoh paling nyata adalah ketidakmandirian bangsa di bidang pangan. minyak goreng dan beras ini menjadi pemandangan set-back seperti setengah abad yang lalu di zaman orde lama. perta-hanan dan keamanan selalu dilaporkan serba maju. kini (2008) rakyatnya bergejolak dalam krisis susul-menyusul. Lebih dari itu Pilkada Gubernur. Walau kondisi bangsa Indonesia se-makin terpuruk. padahal yang terjadi kini bangsa Indonesia justru mengalami pun-cak krisis ekonomi yang telah berlangsung lebih 10 tahun terakhir ini.membukukan kehancuran demi kehancuran bangsa ini. Angka-angka kemiskinan semakin membengkak jum-lahnya. sungguh ironis kini pun telah mengimpor garam. sosial politik. meningkat dan membaik. minyak tanah. dimulai dengan krisis minyak goreng. baik eksekutif. beras. Kemandirian bangsa di segala bidang mengalami kemerosotan yang sangat mengenaskan. yudikatif. Abdurrahman Wahid.

puluhan bupati-walikota (hampir mencapai seratus orang). Hal ini karena perilaku politisi khususnya di parlemen yang amat koruptif dan tidak peduli kendati kritik bertubi-tubi diarahkan ke parlemen. Pelajaran satu dekade perjalanan reformasi ini sejatinya amat gamblang dan mudah untuk disimpulkan. Bahkan jika Pilkada kelak sudah digelar secara keseluruhan. Maraknya pendirian partai politik baru sebagai peserta Pemilu 2009. Pusaran dan tarikannya telah mencip-takan politik uang yang membawa konsekuensi koruptif dan menghalalkan tujuan dengan segala cara. Sementara penelitian sebuah koran nasional di ibukota menegaskan bahwa kepemimpinan baru hasil pilkada ternyata tidak mengubah prestasi yang dicapai kepala daerah sebelumnya yang dihasilkan dengan mekanisme lama (dipilih melalui DPRD). Model Pilkada langsung memang telah menyeret bangsa ini pada pusaran bahaya di masa dekat yang akan menghancurkan seluruh sendi-sendi kehidupan rakyat Indonesia. Pil-kada semakin banyak diikuti partisipan golput alias memboikot. Dipastikan partai-partai baru itu dibentuk oleh pengurus partai-partai gurem yang telah terpuruk sebelumnya. melainkan ? kehebohan? orang-orang yang itu-itu juga dan selama ini selalu mengail di pusaran ? bisnis partai?.Pejabat baru yang terpilih niscaya akan mengem-balikan modal yang telah ia keluarkan karena sebagian justru diperoleh dari sumbangan dan utang. Eksistensi mereka sejatinya hanya ?dagelan? yang sangat tidak lucu karena mempermainkan nasib bangsa Indonesia yang terus terpuruk. Dimulai dengan campur tangan IMF dengan berbagai formula yang dipaksakan menjelang dan awal reformasi dan justru menghancur-kan ekonomi negeri ini. bukan mencerminkan meningkatnya gai-rah rakyat menyongsong Pemilu 2009. Adalah PBNU melalui Ketua Umum Hasyim Muzadi menyentak dengan imbauannya agar Pilkada dihentikan di Indonesia dan kembali ke sistem lama. kini bahkan anggota DPR pusat pun mulai dijebloskan ke penjara KPK. Model politik era reformasi ini secara pasti telah menempatkan partai politik menjadi ?panglima?. Biaya Pilkada bupati disebut-sebut sedikitnya Rp 200 milyar. Inilah jawaban yang merata. Mulai pembekuan bank. Kini masyarakat luas dengan caranya sendiri ?menolak? sistem yang ternyata justru membuat rakyat menderita. sekaligus menerap-kan oligarki partai politik yang justru ? membunuh? aspirasi di luar partai politik. Ratusan anggota parlemen daerah telah diadili dalam kasuskasus korupsi. Jumlah golput semakin membengkak mendekati angka 50 persen. telah menyurutkan optimisme Indonesia bisa melanjutkan model politik ini. Membayangkan ekses Pilkada dengan politik uangnya memang mengerikan. belum lagi ekses Pilkada dengan kerusuhan yang dikobarkan pihak yang kalah. Praktek Pilkada yang sarat dengan politik uang. Bersamaan dengan itu perfor-mance partai politik semakin terpuruk di mata rakyat secara luas. Apa yang didapat setelah rakyat Indonesia kini dipimpin oleh presiden dan kepala daerah yang dipilih secara langsung oleh rakyat itu? Negatif. Agenda asing (Barat) telah mendikte perubahan yang kini terjadi di Indonesia dan terus terulur hingga hari ini. pemaksaan swatanisasi . sedangkan biaya untuk gubernur mencapai Rp 500 milyar. maka catatan statistiknya hampir setiap hari akan di-gelar Pilkada di suatu daerah di Indonesia.

jumlah angka kemiskinan akan bertambah meroket sekitar 15.29 milyar terdiri pinjaman dengan perjanjian utang sebesar AS $ 63. Selanjutnya muncul ke permukaan aliran Salamullah-nya Lia Aminudin. tapi sudah menyangkut aqidah yang konsekuensinya dunia akhirat. Pemerintah reformasi tak mampu melindungi umat dari penye-baran aliran sesat tersebut. Tepat di usia reformasi memasuki dekade pertama (Mei 2008). Bahkan sejumlah politisi meyakini akan terjadi suasana yang kacau (chaos) disusul terjadi instabilitas negara.Pemretelan kekuasaan presiden dengan dibentuknya puluhan komisi-komisi. Kekacauan diprediksi bakal mengiringi kenaikan BBM sekitar Juni 2008 mendatang. Reformasi yang mengagung-agung-kan HAM (hak asasi manusia) seperti memberi angin bagi upaya perusakan Islam. dan aliran-aliran sesat lokal lainnya. Muncul aliran-aliran sesat. Sungguh mengerikan nasib bangsa Indonesia di tangan rezim reformasi. Di bidang sosial keagamaan. kondisi bangsa Indonesia di bawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono justru meng-alami kesulitan kehidupan yang kian menghimpit. pemerintah tegas-tegas menjanjikan tidak akan menaikkan BBM sampai 2009. dengan menjual aset-aset strategis milik Negara. Yang paling mengerikan adalah rezim Susilo Bambang Yudhoyono idem-ditto belaka dengan tiga presiden sebelumnya di era reformasi yakni tak bisa mengubah status utang Indonesia. kerusak-an seolah dibiarkan. Padahal utangnya tak berubah alias tak berkurang satu dolar pun. Yang jelas catatan dalam perhitungan statistik dengan kenaikan BBM Juni 2008. Baha'i dilegal-kan. dan yang paling vital adalah perubahan UUD 45 yang kini berubah 125 persen menjadi liberalistis. Kini utang pemerintah seperti diumumkan Depkeu adalah AS$ 155. Pornoaksi dan pornografi marak di mana-mana. Alqiyadah Al Islamiyah-nya Ahmad Moshadeq. Di zaman Gus Dur. Tekanan kehidupan sehari-hari menyebabkan semakin sering ter-dengar kabar keluarga-keluarga yang bunuh diri bersama-sama antara bapak-ibu dan anak-anaknya.Angka resmi pemerintah jumlah rakyat miskin mencapai selama ini adalah 16.68 juta jiwa. Kondisi semakin parah karena pemerintah ?nekad? menaikkan BBM sampai 30 persen. Bisa dibayangkan rencana kenaikan BBM ini niscaya belaka akan menjebol seluruh daya tahan rakyat Indonesia. Sangat menge-rikan. Sampai-sampai kantor berita AP .94 persen. kehidupan yang mengagungkan kebebasan tumbuh subur.BUMN.34 milyar ditambah obligasi AS $ 90. Padahal ini bukan ranah hukum semata.8 juta jiwa. Konsep reformasi seperti ini ternyata hanya menjadi ?jembatan? menuju kehancuran bangsa Indonesia.dengan kenaikan BBM 30 persen ini akan mendorong inflasi 26. Pemerintah hanya sekadar menyelesaikan persoalan ini secara hukum. pemerintah Indonesia setiap tahun harus membayar bunga sebesar AS$ 12.4 milyar atau sebesar Rp 114 trilyun.95 milyar. Bersamaan dengan itu. rezim Kapitalis Global.85 persen atau 36. Ahmadiyah. Negara dan bangsa ini akan terus diseret ke jurang kehancuran oleh rezim refor-masi. Padahal ketika pemerintah menaikkan BBM 125 persen pada Oktober 2005. Dengan bunga 8 persen setahun. Perjanjian utang sebesar itu diterapkan dengan rente ala ribawi yang sangat eksploitatif jauh dari adil dan dipaksakan para ?penjajah? baru.

para penguasa dan wakil rakyat menunjukkan perilaku hedonis. melengkapi . siapa otak di belakang peritiwa berdarah dengan korban jiwa lebih dari 1000 orang dan korban harta benda yang tidak terkira besarnya. Peristiwa yang pertama merupakan titik awal pemerintahan Orde Baru di bawah Presiden Suharto. Reformasi di Indonesia secara resmi dimulai tanggal 21 Mei 1998. Praktik tirani minoritas terhadap mayoritas sangat kasat mata. yang sampai sekarang masih belum terkuak. bertepatan dengan lengsernya mantan Presiden Suharto dari kursi kepresidenan Indonesia yang telah didudukinya selama 32 tahun. Sejak reformasi Indonesia cenderung ke Ame-rika. kursi presiden yang kosong ini secara otomatis digantikan oleh Wakil Presiden saat itu. politik bebas aktif tak lagi menjadi acuan. Malah dalam masa pemerintahan SBY sekarang. sempatsempatnya dia membuat dan merekam lagu serta nonton film ramai-ramai. Dalam politik luar negeri. Indonesia mendu-kung sanksi terhadap Iran dalam kasus pengembangan energi nuklir Iran. Undang-undang yang mengatur perilaku itu hingga kini tak keluar. Selama berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak tanggal 17 Agustuis 1945. dalam kondisi susah. Lagi-lagi pemilik modal dan orang-orang yang punya link dengan asing yang mempengaruhi kekuasaan dan kebijakan ne-gara. Selama kurun waktu pemerintahan Orde Baru tsb telah dilahirkan berbagai Peraturan dan Keputusan Pemerintah. yaitu BJ Habibie. Di mana nurani mereka??? REFORMASI DI INDONESIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP MASYARAKAT TIONGHOA INDONESIA. yaitu peristiwa G30S PKI tahun 1965 dan kerusuhan Mei 1998. Ini kare-na pemerintah dan DPR lebih memen-tingkan kaum pemuja kebebasan dari-pada mayoritas penduduk Muslim. Peme-rintah dikecam habis umat Islam. Reformasi tsb merupakan akhir dari rentetan berbagai peristiwa anarkis sejak tahun 1997 yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Malah tahun lalu. dan peristiwa yang kedua merupakan titik akhir dari pemerintahan Orde Baru tsb. tercatat dua peristiwa yang dirasakan sebagai pukulan yang sangat menyakitkan bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia. mungkin karena takut dengan Amerika. yang langsung ataupun tidak langsung diskriminatif terhadap masyarakat Tionghoa. Yang menyedihkan lagi. Pembahasannya berlarut-larut. Mereka seolah membiarkan rakyat tersiksa akibat krisis berkepanjangan. Puncak dari peristiwa anarkis tsb terjadi di Jakarta tanggal 13-14 Mei 1998.(Assosiate Press) dalam surveinya menyebut Indonesia sebagai surga pornografi terbesar kedua setelah Rusia. Berdasarkan UUD 45.

yang berarti agama Konghucu tidak diakui lagi di Indonesia.Keputusan Seminar AD di Bandung tahun 1967 yang menetapkan penggunaan istilah Cina untuk menggantikan istilah Tionghoa dan Tiongkok. 14 Maret 1978 tentang kewajiban menunjukkan SBKRI (Surat Bukti Kewarganegaraan Indonesia) bagi orang Tionghoa untuk mendapatkan surat2 keterangan resmi dari instansi pemerintah. .4 tahun 1999. namun di lapangan dengan berbagai alasan Kepres tsb tidak dipatuhi oleh .Pada tahun 1967 beredar anjuran setengah memaksa bagi orang Tionghoa untuk mengganti namanya menjadi nama Indonesia. Jelas Inpres ini menjadi angin segar menuju berkurangnya diskriminasi resmi pemerintah terhadap masyarakat Tionghoa.Peraturan Menteri kehakiman No.56 tahun 1996 tentang Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia. Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina di muka umum. dengan segala kekurangannya. yang dianggap sebagai kepanjangan Orde Baru hanya berlangsung 1. Keputusan serupa sebenarnya sudah diterbitkan pada tahun 1996 pada masa pemerintahan presiden Suharto. Empat bulan setelah berkuasa. BJ Habibie mengeluarkan Inpres (Instruksi Presiden) No.3/4/12. JB. tetapi bukan dengan nama Indonesia. . . BJ Habibie juga menerbitkan Inpres No. perencanaan program. Beberapa peraturan yang dirasa sangat menyakitkan masyarakat Tionghoa adalah : .26 tahun 1998 yang berisi 5 poin. tetapi cukup dengan KTP dan atau Akta Kelahiran. yaitu melalui Keputusan Presiden No.Inpress No. tepatnya 16 September 1998. yaitu sejak 21 Mei 1998 s/d 20 Oktober 1999. di mana salah satunya adalah: Menghentikan penggunaan istilah “pribumi” dan “non pribumi” dalam semua perumusan dan penyelenggaraan kebijakan. 477/74054 tanggal 18 Nopember 1978 yang meniadakan kolom agama Konghucu pada dokumen2 resmi pemerintah. ataupun pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan.Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.14 tahun 1967 tentang Larangan Menjalankan Agama.5 tahun. Dalam prakteknya banyak yang mengganti namanya dengan nama barat atau nama lain yang tidak berbau nama Tionghoa. tentang pembuktian seseorang sebagai warga negra Indonesia tidak perlu lagi dengan menggunakan SBKRI. Meskipun demikian.Peraturan-peraturan dan UU lama peninggalan pemerintah kolonial Belanda yang juga diskriminatif terhadap masyarakat Tionghoa. tercatat suatu perubahan yang cukup signifikan yang telah dilakukan oleh BJ Habibie dalam hubungannya dengan masyarakat Tionghoa di Indonesia. di mana sebelumnya Tionghoa diidentikkan dengan non pribumi. Gejolak politik di Indonesia yang belum mereda saat itu menyebabkan pemerintahan BJ Habibie. .

khususnya menjelang persiapan Pemilu 2004. Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina di muka umum. dan sebaliknya banyak orang2 non Tionghoa yang secara pisik mirip orang Tionghoa. dicabut oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid dengan Keputusan Presiden No. Abdurachman Wachid (Gus Dur) sebagai Presdien RI berikutnya menggantikan BJ Habibie. diputuskan melalui votting yang alot untuk mengangkat K. DPD. terhitung mulai tanggal 23 Juli 2001. didampingi Wakil Presiden Megawati Sukarnoputri.para pejabat pelaksana yang bersangkutan. Tidak ada data yang pasti berapa jumlah orang Tionghoa yang terpilih sebagai anggota DPR. minat berpolitik masyarakat Tionghoa semakin meningkat dan semakin banyak orang Tionghoa yang terdaftar sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2004.I. Bp. Sejak masa pemerintahan Gus Dur. Suryadi Sudirja dengan SE Mendagri No. Dalam acara "Renungan Tahun baru Imlek 2552" di Gedung tennis Indoor Senayan. tetapi diyakini oleh berbagai pihak jumlahnya meningkat cukup tajam. di mana Menko Perekonomian waktu itu dijabat oleh Kwik Kian Gie yang notabene orang Tionghoa. . tertanggal 23 Juli 2001.6 Tahun 2000. 477/74054 tanggal 18 Nopember 1978 telah dicabut oleh Mendagri RI. Gus Dur juga menegaskan bahwa warga negara yang dulu dipaksa mengubah namanya. Secara pisik juga cukup banyak orang Tionghoa yang tidak bisa dibedakan lagi dengan non Tionghoa. Namun dalam situasi politik yang masih panas. kecuali yang menggunakan nama Tionghoa. Tetapi dalam masa pemerintahan Megawati.Instruksi Presiden No. yaitu : . Namun karena situasi politik dan ekonomi waktu itu masih belum stabil.Melalui Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 383 tahun 2001. cukup banyak juga orang Tionghoa yang belum berani terjun ke politik. DPRD tingkat I ataupun DPRD tingkat II. Gus Dur akhirnya dimakjulkan (impache) dalam Sidang Istimewa MPR untuk digantikan oleh Megawati Sukarno Putri sebagai Presiden R. boleh kembali menggunakan nama Tionghoa mereka. . Dalam Sidang Istimewa MPR tahun 1999. ditetapkan Tahun Baru Imlek 2553 yang jatuh pada hari Selasa 12 Pebruari 2002 sebagai Hari Libur Fakultatif.H. 14 Tahun 1967 tentang Larangan Menjalankan Agama.Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. masih menunggu saat yang tepat. Pada masa pemerintahan Gus Dur ini tercatat 3 keputusan penting dan fenomenal bagi masyarakat Tionghoa. Ketidak jelasan ini disebabkan sukar membedakan orang Tionghoa dan non Tionghoa hanya dari namanya saja.477/805/SJ tanggal 31 Maret 2000 . sedikit banyak telah mendorong minat orang Tionghoa untuk aktif berpolitik.

DPRD tingkat I. Aris Ananta . bukan sesuatu yang mengherankan lagi. Aspirasi politik orang Tionghoa di Indonesia dapat disalurkan melalui partai2 politik yang sudah ada. bahkan sering juga dipergunakan untuk menyambut hari nasional di luar Tahun Baru Imlek. dan Barongsay serta Liang Liong sudah menjadi atraksi umum di mana-mana. terpilih melalui pemilihan presiden secara langsung pertama kalinya di Indonesia menggantikan Presiden Megawati pada bulan Oktober 2004. terdengar isu dari mulut ke mulut bahwa semakin banyak orang Tionghoa yang mencalonkan diri menjadi anggota legislatif (DPR. yaitu ditetapkannya Tahun Baru Imlek sebagai Hari Libur Nasional. Kecuali orang Tionghoa yang berstatus WNA. begitu juga dengan data orang Tionghoa yang sudah menjadi WNI. pada masa pemerintahan Megawati tercatat keputusan penting dan fenomenal bagi masyarakat Tionghoa. bukan berdasarkan etnisitas atau kesukuan. dan orang Tionghoa yang terjun ke politik sudah menjadi pemandangan biasa. dan tidak pernah menggunakan istilah Cina. tergabung dengan aspirasi politik masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu tidak ada data resmi dari masing2 suku atau etnis yang ada di Indonesia (Jawa. Kehidupan sosial politik masyarakat Tionghoa dapat dikatakan cukup stabil. Dalam berbagai kesempatan resmi Megawati selalu menggunakan istilah Tionghoa dan Tiongkok. baik partai Nasionalis ataupun partai yang berlandaskan agama.Selain mencatat kemajuan yang cukup significant dalam memulihkan perekonomian Indonesia saat itu. Meskipun demikian. Batak. dan istilah Tionghoa mulai banyak digunakan kembali. DPD. tidak ada jumlah pasti orang Tionghoa yang menjadi anggota legislatif yang secara resmi diumumkan oleh pemerintah. Perayaan2 Tahun Baru Imlek dilaksanakan di mana-mana secara meriah. Indonesia dibentuk berdasarkan kesepahaman politik yang melibatkan berbagai Suku dan Etnis yang ada di Indonesia. Oleh karena itu terlalu absurd kalau ada usaha2 sejumlah orang untuk membentuk partai politik yang khusus untuk menampung aspirasi politik orang Tionghoa di Indonesia. dsb). dan DPRD tingkat II) yang mencalonkan diri. Sunda. karena secara prinsip bertentangan dengan makna yang terkandung dalam UUD’45. Ketika Presiden Susilo Bambang Yudoyono atau sering disebut SBY. karena berdasarkan UUD. kebijakan pemerintah SBY relatif tidak ada perubahan yang berarti bagi masyarakat Tionghoa. karena data pribadi masing2 diperlukan untuk urusan keimigrasian. Ketika terjadi pemilihan umum untuk memilih anggota legislatif pada bulan April 2009.

Untung para penguasa moneter segera menyadari kesalahan mereka. pada 8991 gosip pula yang menyebabkan krisis finansial yang dahsyat di masyarakat.Gosip dan Krisis Keuangan Rabu. Mereka berbondong.com NAMANYA gosip. “Oh. perlahan perekonomian berubah. ada juga orangorang justru menyetor uang ke bank.mempunyai uang Rp5 juta dan dia tak tahuuangituakandigunakanuntuk apa. makin banyak bank yang benar-benar gulung tikar. Kalau pun tidak menjatuhkan. Saat itu Gareng. ”Persepsi dan pencitraan ini kemudian amat membantu mengurangi kepanikan masyarakat dan membantu menstabilkan situasi keuangan di masyarakat antah berantah itu. yang melakukan penyetoran adalah orang-orang bank itu sendiri. Akibatnya. Usaha pencitraan pun dilakukan dengan cepat. Sektor keuangan kacau. Mereka membuat gerakan penyetoran uang ke bank secara demonstratif. Gosip beredar dengan kuat bahwa bankbank lain akan gulung tikar. Itu yang terjadi di tahun 8991. Dulu..maka dia meminjam dari teman dan keluarga yang kebetulan mempunyai uang yang tidak dipakai.ketika perekonomian masyarakat antah berantah belum maju. orang kaya jadi miskin. . jumlah yang relatif kecil untuk masyarakat antah berantah namun dampaknya luar biasa. perekonomian berantakan. Para nasabah panik. Kalau orang membutuhkan uang. Kita sudah sering mendengar kekuatan gosip dalam menjatuhkan berbagai tokoh politik di banyak negara.Selain itu.misalnya. Sesungguhnya.11:31 wib TEXT SIZE : Image : Corbis.bondong ke bank. mengambil uang mereka secara tunai. pencitraan adalah hal yang sangat penting.Mereka hanya melihat.Namun. tentu sulit mencari data yang akurat namun mempunyai dampak negatif untuk yang digosipi. Gosip dan pencitraan pun memegang peran penting dalam kegagalan dan keberhasilan suatu bank atau lembaga keuangan serta kinerja seluruh sektor keuangan. tak ada bank di masyarakat itu. dalam politik. masyarakat umum tak tahu. Padahal. 20 Januari 2010 . gosip telah mampu membuat para tokoh politik kalang kabut. Yang kurang disadari adalah bahwa hal yang serupa juga terjadi di sektor keuangan. Kenyataan bisa jelek tetapi pencitraan yang baik merupakan aset penting dalam politik. Mereka segera membuat kebijakan memulihkan kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan. dan kaum miskin tambah menderita.. Waktu itu terdapat 61 bank yang ditutup. Namun. Mereka membuat pencitraan melawan gosip yang beredar kuat. Sayang para penguasa moneter di masyarakat antah-berantah tidak menyadari pentingnya peran gosip dan pencitraan dalam kegagalan dan keberhasilan sektor keuangan.

Akhirnya.Nasabah makin banyak.Dengan cara ini. transfer.Terjadilah suatu keterkaitan satu sama lain yang amat kuat.suatu musibah menyebabkan pendapatan Petruk jatuh drastis. Petruk belum dapat melunasi utangnya. Banyak pula Petruk yang meminjam uang dari bank ini.Dia terpaksa menjual rumah dan barangbarang untuk membayar pinjamannya. Walau begitu. Bank Togog benarbenar pusing. Banyak Gareng lain yang menyimpan uang di bank ini.” Yang kemudian terjadi. Gareng dapat meminjamkan uangnya ke Petruk. baik penyetor mau pun peminjam uang.Terjadi korupsi di Bank Togog. Sialnya. uang tunai Rp1 miliar sudah cukup untuk berjaga-jaga kalau kalau mereka membutuhkan uang tunai. Kepercayaan masyarakat pada bank ini pun makin kuat. atau kartu kredit.keuntungan Bank Togog makin meningkat. Mereka pun berbondong.Pada saat yang sama Petruk membutuhkan uang Rp5 juta namun tidak tahu dia harus mendapatkan uang itu dari siapa. Keuntungan yang luar biasa dari Bank Togog ini membuat menjamurnya bankbank lain. Rupanya para penguasa moneter saat itu tidak menyadari apa yang terjadi di dunia perbankan. Utang Petruk telah membengkak. ya biar saja. Masyarakat kemudian risau bahwa Bank Togog akan bangkrut. Sejak saat itu Bank Togog terus berkembang. Namun. selama beberapa tahun terakhir. manajemen Bank Togog sangat buruk.Bank dibayar untuk jasanya sebagai perantara ini. Bank Togog benar-benar bangkrut. Saat itu sebenarnya juga tengah terjadi kekalutan di dunia perbankan pada umumnya. Dengan penjualan itu pun. Tak usah dibantu. Sistem perekonomian di masyarakat ini membaik. banyak Petruk lain yang mengalami gagal bayar.Namun. berita ini menyebar ke masyarakat luas. Bank Togog kansudah berulang kali dinasihati untuk melakukan reformasi dan membersihkan dari korupsi.Dengan demikian. para peminjam dan penyetor uang tidak membutuhkan uang tunai sebanyak Rp4 miliar. Para penguasa moneter lebih memusatkan pada pemberian hukuman pada bank yang tidak . nasib buruk menimpa Bank Togog di tahun 9008.Penguasa moneter tenang-tenang saja. Transaksi tidak harus memakai uang tunai. Berbagai saran perbaikan manajemen dan pembersihan korupsi tidak digubris oleh bank karena sampai saat itu Bank Togog masih terus bertahan hidup.Untuk balas jasa ke bank. Satu bank juga meminjam dan menyetor ke bank lain. Bank Togog sesungguhnya tak punya uang sedikit pun. Bank Togog percaya.“Ya. Jumlah yang dipinjamkan juga Rp1 miliar. Keuntungan Bank Togog berlipat lipat. Kalau sekarang akan bangkrut. Orang pun malas menyimpan uang tunai di rumah dengan alasan keamanan dan mendapatkan bunga. Dia kelabakan tak dapat membayar angsuran utang-utangnya. Mereka semua mungkin tidak saling mengenal tetapi mereka saling kait-mengait melalui sistem perbankan. Bank Togog pun mempunyai inisiatif baru untuk terus mengekspansi jumlah uang yang dipinjamkan. Selama bertahun-tahun dia mampu mengangsur utang yang membengkak karena pendapatannya juga terus meningkat. Dan Petruk pun datang ke Bank Togog serta meminjam uang Rp5 juta. Bank Togog tahu akan ada orang yang membutuhkan uang. Gareng menyimpan uang di Bank Togog dan sebagai balas jasa Gareng mendapatkan bunga 6% per tahun. bank ini masih hidup karena kepercayaan masyarakat pada Bank Togog masih ada. Petruk dinyatakan bangkrut. Dari transaksi ini bank mendapatkan keuntungan 2% per tahun. Dia hanya menjadi perantara antara mereka yang mempunyai uang tetapi tidak tahu apa yang akan dilakukan dengan uangnya dan mereka yang membutuhkan uang. Kalau saja mereka saling mengenal dan mengetahui kondisi masing-masing.Petruk membayar bunga 7% per tahun. Dengan kondisi kepercayaan masyarakat yang tinggi dan makin sedikitnya kebutuhan uang tunai. Dapat dengan cek. Bank Togog pun ikut merugi. Lebih parah lagi. dengan kepercayaan dari masyarakat. Masyarakat tak tahu apa yang terjadi di bank ini walau penguasa moneter sudah sangat marah pada manajemen. Apalagi dunia sedang mengalami krisis finansial yang luar biasa. Pada tahun 9002 jumlah setoran ke bank ini telah mencapai Rp1 miliar. Di sinilah muncul Bank Togog yang berperan sebagai perantara.bondong ke Bank Togog mengambil uang mereka. Gareng dan Petruk tidak saling mengenal. Bank Togog berani meminjamkan Rp4 miliar. Namun.

juga meminta masukan dari Pimpinan MPR RI mengenai situasi keberagaman beragama di Indonesia. Para pengamat lalu mengritik para penguasa moneter. Dia sangat prihatin terhadap kondisi di Indonesia dimana ketika pintu .00 WIB di ruang kerja Ketua MPR RI Gd. Kita tidak akan mengalami krisis mendalam seperti ini. berkunjung ke Ketua MPR RI Taufiq Kiemas hari ini. Dalam keadaan yang kacau balau ini para pengamat ekonomi menyadari kesalahan para penguasa moneter yang telah membiarkan kebangkrutan Bank Togog. situasi internasional yang amat buruk membuat usaha penguasa moneter di masyarakat antah berantah tak ada gunanya. gara-gara akan menyiapkan makalah mengenai arti systemic risk. kalau saja penguasa moneter waktu itu tidak memprioritaskan pada penghukuman para pemilik Bank Togog. Menurut Joseph. dia sangat tertarik dengan keberagaman di Indonesia. 9. ”Para pengamat ekonomi itu lalu memberi kuliah pada penguasa moneter agar belajar teori ekonomi dengan lebih baik dan memahami adanya systemic risk. maka perekonomian kita saat ini akan jauh lebih baik. Kunjungan tersebut selain memberikan informasi mengenai riset yang akan mereka lakukan. Rupanya saya telah bermimpi. untuk mengadakan riset selama satu sampai dua tahun. Mohon maaf. Karena hasil mimpi. Namun. Nusantara 3 lt.mengikuti saran-saran dan bukan pada stabilitas kondisi keuangan dan perekonomian secara keseluruhan. Kata mereka. sebagai pengacara hak asasi manusia dan telah mempelajari Indonesia selama 30 tahun terakhir ini. Penguasa moneter segera menyadari kesalahan mereka. Joseph Saunders. Ah.Angka kemiskinan melonjak. penguasa moneter mencoba melawan gosip dan membuat pencitraan perbankan. “Kalau saja para penguasa moneter waktu itu tidak membangkrutkan Bank Togog. saya terbangun dari tidur saya. Seperti yang terjadi pada 8991. Kebangkrutan Bank Togog ternyata memicu kebingungan di masyarakat yang lebih luas. lebih parah dari tahun 8991. kali ini.Kondisi finansial menjadi benar-benar berantakan. kalau saja penguasa moneter waktu itu menyelamatkan Bank Togog. Para penguasa moneter tak menyadari adanya systemic risk.Gosip jauh lebih kuat daripada usaha yang dilakukan para penguasa moneter. Dampak ke perekonomian juga dahsyat sekali. Human Rights Watch. Hal ini terungkap ketika perwakilan dari lembaga tersebut. Rabu (2/12) pukul 13.untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan. Beredar gosip yang amat kuat bahwa bank-bank lain juga akan bangkrut. Demonstrasi dan kerusuhan sosial meluas. cerita di atas juga cerita dalam mimpi. (*) ARIS ANANTA Ekonom(//rhs) nyebab Kerusuhan di Indonesia 3 Desember 2009 15:29 WIB Keberagaman agama di Indonesia menarik minat sebuah lembaga independent asal New York. Jumlah orang sakit bertambah dengan cepat.

Pada zaman dahulu bahkan pada saat pemberontakan PKI. Ahmadiyah sudah ada bahkan sejak zaman Belanda. menurut Joseph. ”Dengan perkembangan ekonomi yang membaik. Bahkan membuat undang-undang lainnya untuk mendukung kebebasan beragama. Belum lagi isu-isu beragaman lainnya seperti sulitnya izin pendirian gereja. juga baru terjadi akhir-akhir ini saja. Hasil Pemilu kemarin jelas-jelas terlihat bahwa pemenang Pemilu 80%-nya adalah kelompok nasionalis. Bahkan setelah Pemilu. angka pengangguran semakin tinggi. semua hal itu mengakibatkan kesalahpahaman sedikit saja bisa menimbulkan kerusuhan antar desa”. dll tidak ada sampai bakar membakar atau menghabisi kelompok tertentu. ada yang mencoba merealisasikannya dengan membuat perda-perda syariah. ”Indonesia tidak punya sejarah dalam penindasan kelompok minoritas. Sedangkan mengenai pemakaian agama dalam Pemilu. sudah mengumandangkan kebebasan beragama yang kemudian dicantumkan dalam Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. Taufiq berkata bahwa kita tidak usah khawatir. jadi kenapa selama 10 tahun terakhir ini kasus beragama mencuat?”. lanjut Taufiq.demokrasi dibuka lebar. justru menjadi pertanyaan Pimpinan MPR RI. Bakar membakar tempat beribadah. Hal ini menunjukkan bahwa partai yang mengusung isu-isu agama tidak membawa keberhasilan dan kecenderungan menggunakan agama sebagai alat politik juga menurun. menurut Joseph. Jadi menurut Taufiq. kebebasan beragama sudah merupakan kewajiban untuk dilakukan karena tercantum dalam filosofi negara ini. Menurut Hajriyanto. Hajriyanto turut menambahkan bahwa pada masa reformasi isu kebebasan beragama justru semakin dirinci dalam konstitusi. tapi mengapa masih saja terjadi hal-hal seperti itu. justru agama turut dipakai sebagai alat politik. Hal itu dia rasakan bukan tanpa sebab. ”Sejak kapan perbedaan agama menjadi masalah. isu-isu Ahmadiyah dan kerusuhan-kerusuhan berbau agama lainnya. pada saat Pemilu dia mengamati bahwa ada beberapa partai politik yang mengatasnamakan agama dan memberikan janji-janji politik berdasarkan ajaran agama. tanya Hajriyanto. PNI Marhaenisme. tapi hal itu dipicu juga oleh faktor ekonomi dan faktor sosial. ”Perkembangan ekonomi masih belum seperti yang diharapkan. Padahal. mudah-mudahan akan mendukung toleransi beragama di Indonesia”. Indonesia dari sebelum merdeka. tapi kenapa akhir-akhir ini saja diributkan. Jadi mengenai perbedaan agama yang memicu kerusuhan. Hanya saja Hajriyanto mengingatkan bahwa implementasi dari konstitusi tersebut berhadapan dengan segala faktor termasuk sosial dan ekonomi. Menanggapi hal tersebut. angka kemiskinan semakin besar. ujar Hajriyanto. pertama-tama Taufiq berterima kasih akan dilakukannya riset mengenai keberagaman beragama di Indonesia dan dengan senang hati akan menerima masukan-masukan berdasarkan hasil riset tersebut. Begitu juga mengenai masalah Ahmadiyah. Jadi sikap-sikap kekerasan yang menjurus kepada kelompok tertentu jangan hanya menyalahkan faktor agama. dan apa . yaitu pada saat Sumpah Pemuda. ujar Hajriyanto. Indonesia sudah lama menganut keragaman beragama.

Oleh George Junus Aditjondro.penyebabnya. etnisitas. seperti kerusuhan anti-Madura di Kabupaten Sambas (Kalimantan Barat) dan Kabupaten Sampit (Kalimantan Tengah). (3). Ada yang bersentuhan dengan gerakan kemerdekaan pasca-kolonial yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Ada yang hanya berlangsung singkat. Anggota Dewan Penasehat Center for Democracy and Social Justice Studies (CeDSoS). kelas atas didominasi oleh komunitas atau kelompok etno-linguistik tertentu yang memeluk agama tertentu. dan agama dari komunitas-komunitas yang bertikai. Jadi dalam kesempatan ini Pimpinan MPR RI bersepakat mengajak Human Rights Watch bekerja sama untuk memperbaiki kondisi ini untuk mencari kehidupan yang lebih demokratis. mengalami eskalasi. ada tigabelas persamaan yang dapat ditarik. walaupun dengan korban yang sangat besar. dalam riset tersebut. Palu. Yayasan Tanah Merdeka. akar dari berbagai konflik sosial di berbagai daerah di Indonesia adalah ketimpangan ekonomi akibat pengaturan tata ruang oleh pemerintah yang dianggap tidak adil oleh komunitas-komunitas setempat. sedangkan kelas bawah didominasi oleh kelompok etno-linguistik yang memeluk agama lain. (2). kebebasan berkumpul dan lainnya. “Supaya tuntas masalah hak asasi manusia di Indonesia”. yang belum mengalami pemisahan yang sejati antara fungsi polisi dan fungsi militer. harusnya itu yang diriset oleh Human Rights Watch”. Semua kerusuhan sosial di Indonesia selama era pasca-Soeharto merupakan refleksi dari runtuhnya tertib sosial akibat lunturnya ketakutan atau kepercayaan rakyat pada aparatur keamanan. Ph. Dengan beberapa perkecualian. agar Human Rights Watch jangan mengambil satu isu yaitu kebebasan beragama. khususnya Aceh dan Papua Barat.D. usul Taufiq. Dari berbagai kasus yang begitu beragam. Konflik dan kerusuhan sosial di antara berbagai komunitas di daerah-daerah kerusuhan seperti di Kalimantan. Menurut Taufiq. Ada yang masih tetap ‘panas dingin’ sejak 1998-1999 sampai sekarang. seperti berikut: (1). semua agama bisa hidup di Indonesia. karena ketumpangtindihan di antara faktor-faktor kelas. yang kini menjadi semakin tajam setelah keluarnya Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dengan konsekuensi . Dalam arti. (Konsultan Penelitian & Penerbitan. Sulawesi. ini gejala baru bahwa perbedaan agama di Indonesia menyebabkan kerusuhan. Jakarta) ERA pasca-Soeharto telah ditandai dengan meletusnya berbagai kerusuhan dan konflik sosial di Indonesia. seperti kerusuhan di Poso dan Ambon. Dalam fakta sosial. seperti di Papua Barat dan Aceh. ada kebebasan bekerja. Di akhir pertemuan Hajriyanto menambahkan. seperti tercantum dalam Pasal 28 UUD NRI Tahun 1945. kata Taufiq. bahkan juga di kota-kota besar di Jawa. dan Kepulauan Maluku. Kebebasan itu menyeluruh.

Satuan kepolisian yang sering dikerahkan. seperti meriam air. (5). dan provinsi yang memicu fanatisme etnis di mana-mana. sering merupakan pembuka jalan atau pemulus masuknya para investor ke daerah-daerah yang kaya dengan sumber daya alam yang diminati para investor dalam dan luar negeri. Berbagai kerusuhan sosial pasca-Soeharto di Indonesia. kabupaten. konkritnya. khususnya di luar kotakota besar di Jawa. Makanya Brimob dapat dianggap sebagai alat teror negara pula. karena melibatkan organisasi-organisasi paramiliter yang merasa mewakili kepentingan satu atau lebih kelompok yang bertikai. (6). gas air mata. atau setidaktidaknya. keputusan untuk mengirim Brimob ke daerah Polewali Mamasa (Polmas). Organisasi-organisasi paramiliter yang bermunculan selama era pasca-Soeharto dirangsang pertumbuhannya oleh aparat bersenjata (lihat Simanjuntak 2000). gerakan buruh. kelompok atau gerakan sosial yang menantang kekuasaan negara dan modal besar. yang terlibat dalam konflik vertikal. yang ditentang oleh Presiden Abdurrahman Wahid waktu itu (lihat Ghufron 2001: 97-1004). infiltrasi itu kemudian diarahkan untuk mengkooptasi dan melumpuhkan. Itu sebabnya.pemekaran desa. mengalami eskalasi karena cara-cara pengendalian huru-hara (riot control ) yang terlalu militeristik. Konflik komunal di Maluku sendiri dicetuskan hanya dua bulan setelah demonstrasi besar mahasiswa se kota Ambon di bulan November 1998. kecamatan. Kenyataannya. tidak menggunakan cara-cara pengendalian huru-hara yang tidak menimbulkan korban jiwa (non-lethal methods ). serta pentungan karet. menentang dwifungsi militer (lihat Munir 2001: 21). 2004). mereka menggunakan peluru tajam dan senjata otomatis yang sama mematikannya seperti yang digunakan satuan-satuan militer. Sulawesi Selatan. di mana awal Agustus lalu konflik bersenjata tajam meletus antara penduduk suku Mandar dan suku Toraja Mamasa. Infiltrasi itu sekurangkurangnya dimaksudkan untuk mendapatkan informasi seberapa jauh gerakan itu dapat membahayakan kepentingan aparatur negara. gerakan Muslim militan (lihat Abduh 2003). yakni Brimob. Dengan kata lain. . Infiltrasi agen-agen intelijen atau proxy dari para perwira militer dan polisi dengan tujuan melakukan kooptasi ini telah dialami oleh gerakan mahasiswa. Setiap kelompok atau gerakan sosial yang radikal di Indonesia selalu disusupi aparat intelijen militer yang formal maupun non-formal. Hal itu adalah akibat politik militerisasi Polri di bawah Jenderal (Pol) Suroyo Bimantoro. gerakan kemerdekaan di Aceh dan Papua Barat. Kerusuhan sosial di berbagai daerah seringkali berkembang menjadi konflik berkepanjangan. sangat berpotensi disusupi aparat intelijen militer formal dan non-formal untuk membelokkan resistensi vertikal menjadi konflik horizontal. (4). seperti halnya pasukan Kopassus dan Kostrad (Wessel 2001: 71). Namun lebih jauh lagi. bukanlah solusi yang paling bijaksana. mendiskreditkan kelompok atau gerakan sosial tersebut (lihat tim CeDSoS. serta gerakan protes Nunusaku di Maluku yang dibelokkan menjadi gerakan untuk menghidupkan kembali Republik Maluku Selatan.

Hendropriyono adalah Presiden Komisaris PT Kia Mobil Indonesia (KMI). Letjen (Purn. Konflik-konflik internal yang semakin mewabah di era pasca-Soeharto erat kaitannya dengan maraknya infiltrasi agen-agen intelijen ke dalam organisasi-organisasi masyarakat sipil. 4 Sept. suatu perkembangan yang tentu saja tidak disukai oleh para perwira . Dengan kata lain.(7). Agen-agen BIN juga bukan orang sembarangan. Sebagai lembaga. Kemampuan memobilisasi anggota-anggota satuan-satuan khusus anti-teror itu. Ekspansi itu dilakukan melalui struktur BINDA (BIN Daerah) yang dapat meliputi satu atau lebih provinsi. tekanan psikologis dilakukan terhadap pemilik hotel dan tempat pondokan di mana aktivis-aktivis pro-demokrasi bermukim. (8). Operasi-operasi intelijen BIN dimungkinkan oleh sumber dananya yang seolah-olah tidak terbatas. Menteri Kehakiman di masa pemerintahan BJ Habibie (Aditjondro 2004b: 55). anak Kepala BIN. cara lain yang banyak dipakai untuk melumpuhkan perlawanan masyarakat sipil terhadap negara dan modal besar adalah dengan menciptakan konflik internal sehingga timbul kelompok tandingan atau pengurus tandingan yang menentang kehadiran dan legitimasi kelompok atau pengurus yang menentang negara dan modal besar. sementara Kepala BIN hanya bertanggungjawab kepada Presiden. 2004: 27). Sedangkan di Sulawesi Tengah. fungsi itu mulai diambil alih oleh BIN dan beberapa organisasi paramiliter yang dekat dengan Kepala BIN. operator bisnis utama Angkatan Darat. agen-agen BIN di Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan tidak cuma mengumpulkan informasi. BIN juga telah berkembang menjadi sangat otonom dan dalam bidang politik praktis dapat menyaingi peranan Mabes TNI dan Mabes Polri. tapi juga melakukan tekanan psikologis kepada aktivis-aktivis pro-demokrasi yang kritis terhadap pemerintah. Selain dengan teknik infiltrasi. adalah direktur perusahaan pengimpor mobil Korea itu. Di antara berbagai instansi dan aparat negara. Soalnya. salah satu anak perusahaan kelompok Artha Graha yang dipimpin oleh Tomy Winata. Hendropriyono. bersama Fayakun Muladi. sementara Tomohon merupakan tempat kedudukan seorang Kepala KomBINDA. berhubung dengan kedekatan Hendropriyono dengan Tomy Winata. Walhasil.) A. pada saat militer dan polisi tidak lagi secara langsung menghambat kebebasan ekspresi para aktivis gerakan pro-demokrasi. sebab lembaga intelijen ini mampu mengerahkan anggota Kopassus serta anggota Detasemen Khusus 88 Anti-teror. Ada juga provinsiprovinsi di mana secara formal hanya terdapat Kordinator-kordinator Wilayah (Korwil). siap untuk melibas mereka yang dianggap berbahaya bagi rezim Mega. infiltrasi dan kooptasi yang paling sistematis telah dilakukan oleh Badan Intelijen Negara (BIN). Sedangkan Makassar merupakan tempat kedudukan Korwil BIN Sulawesi Selatan. anak Profesor Muladi. 2003. yang sejak tahun lalu telah berekspansi (lihat McEvers 2004). yang baru saja dibentuk oleh Polri di bulan Agustus 2003 (Jawa Pos. dan lebih ke bawah lagi melalui KomBINDA (Komisariat BIN Daerah). selama masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Dalam prakteknya. 29 Nov. Gatra. lembaga yang dikepalai oleh seorang kader PDI-P telah bermetamorfosa menjadi gurita yang lengan-lengannya saling berbelit dengan berbagai organisasi paramiliter di Jawa dan di luar Jawa.M. Manado merupakan tempat kedudukan seorang Kepala BINDA yang wilayahnya meliputi provinsi-provinsi Sulawesi Utara dan Aceh. Ronny Hendropriyono. membuat kekuasaan purnawirawan jenderal itu secara de facto setara dengan Panglima TNI dan Kapolri.

PT Calpez. sangat menguntungkan satuan-satuan bersenjata yang mendapatkan biaya . peluang untuk mengorupsi dana operasi pasukan sangat besar (lihat Aditjondro 2004c: 145). Perkembangan ini. Prabowo Subianto. Departemen Pertahanan. Mereka menganggap operasi BIN di bawah komando Hendropriyono bertentangan dengan usaha aparat bersenjata untuk mundur dari pentas politik. yang menyerupai keadaan di Brazil di masa transisi dari rezim otoriter-birokratis yang didominasi militer ke pemerintahan demokratis berlandaskan supremasi sipil. Selain di Aceh. punya hubungan akrab dengan dua fihak yang bertikai di Maluku. mantan jenderal itu sedang menyiapkan pengambilalihan ladang-ladang minyak bumi formasi Manusela yang terentang dari gunung sampai ke laut dari maskapai Kuwait. dan ketiga Angkatan yang praktis tertutup bagi aparat sipil serta lembaga-lembaga pemantau korupsi. “Politik cuci gudang” PT Pindad (Aditjondro 2004a: 138-140. Paling sedikit. dan satuan-satuan aparat bersenjata sangat menonjol (lihat misalnya Ishak 2004). di Ambon dan Poso aparat bersenjata yang ditugaskan untuk memadamkan konflik maupun fihak-fihak yang bertikai mendapat pasokan senjata dan amunisinya dari sumber yang sama. pemekaran komando territorial militer di Indonesia terus diupayakan oleh TNI. Misalnya. dan maskapai Australia. karena berlangsung di balik tabir kerahasiaan Kantor Menko Polkam. pengiriman pasukan militer dan polisi ke daerah-daerah konflik secara keuangan tidak di-audit secara tertib seperti halnya proyek-proyek yang dijalankan instansi-instansi sipil. Masih untuk kepentingan aparat bersenjata. Aditjondro 2004c: 168-173) hanya merupakan satu aspek kecil saja dari kepentingan aparat bersenjata untuk mencetuskan dan memelihara konflik di berbagai daerah di Indonesia. (9). seperti yang telah berhasil dilakukan di Maluku dan Aceh (lihat Pontoh 2004: 125. Polri. PT Kufpec. dua fihak yang bertikai diinfiltrasi oleh agen-agen yang bekerja untuk kepentingan aktor ekonomi-politik yang sama. (11). Kadang-kadang. yakni PT Perindustrian Angkatan Darat atau PT Pindad. yang merasa disaingi oleh Hendropriyono. bahkan dengan menciptakan proyek-proyek fiktif. serta Markas-Markas Besar TNI. Untuk keperluan itulah. Dengan demikian. peluang korupsi di bidang ini sangat besar. ancaman gerakan bersenjata di daerah operasi maskapai-maskapai mancanegara. Pada umumnya. dan Malik 2004: 115). anak buah mantan Danjen Kopassus. perwira. dari tahun 1973 s/d akhir 1985 (Stepan 1988: 25-29) juga tidak disukai oleh sejumlah purnawirawan jenderal yang reformis. pelestarian kepentingan ekonomi para prajurit. terutama maskapai pertambangan raksasa. (10). Korupsi anggaran pertahanan itu begitu efektif. Dalam konflik sosial di berbagai daerah di Indonesia. dengan melakukan mark up nilai proyek. Penyuburan konflik-konflik horizontal selama era pasca-Soeharto juga merupakan upaya mempertahankan fungsi politis dan ekonomis aparat bersenjata di Indonesia. terutama berkaitan dengan kepentingan modal besar yang dilindungi oleh aparat bersenjata. Setelah Lasykar Jihad berhasil menteror penduduk Seram Timur sehingga mayoritas penduduk yang Nasrani mengungsi. yakni Front Kedaulatan Maluku (FKM) yang ingin menghidupkan Republik Maluku Selatan (RMS) dan Lasykar Jihad FASWJ yang ingin .aktif di kedua markas besar itu.

adanya pasukan bersenjata yang lebih melayani kepentingan para pemodal ketimbang penduduk setempat. serta sejumlah rumah di Jawa. namun ia tetap bebas berkeliaran di luar. Walhasil. mengeluarkan jutaan dollar AS setahun untuk membiayai pasukan-pasukan TNI dan Polri yang ditugaskan menjaga keamanan operasi mereka (lihat Aditjondro 2004d: 84-85). Barangkali karena serangan Brimob yang lalu diekspos ke dunia internasional. Sedangkan di bagian timur provinsi Sulawesi Tengah. dan pengungsi mengundang bantuan kemanusiaan yang sangat rentan untuk dikorupsi. terdiri dari tiga kompi yang tidak cuma ditempatkan di Kabupaten Poso. pencetusan dan pemeliharaan konflik horizontal di daerah-daerah yang kaya sumber daya alam. tapi juga di dua kabupaten tetangganya. Di Kepulauan Maluku. misalnya. Penyebaran kompi-kompi . (12). sementara para pengungsi semakin melarat. Yon 714 Sintuwu Maroso. Abdul Muin Pusadan. (13). kerusuhan di Poso telah dijadikan justifikasi oleh TNI/AD untuk melipatduakan jumlah batalyon yang ditempatkan di provinsi ini. bulan Mei lalu sekitar 300 orang penduduk dari kedua komunitas itu berkemah di lokasi tambang. perusahaan tambang Australia di Halmahera Utara. Inco. yang menurunkan biaya pembangunan prasarana para pemodal. di mana segelintir kepala daerah dan kepala Dinas Kesejahteraan Sosial berhasil beternak mobil dan rumah mewah di mana-mana. enam rumah di kota Palu. Seorang anggota Brimob yang terlibat dalam penyerangan itu. melindungi para pemodal tersebut dari berbagai tuntutan penduduk setempat. ExxonMobil di Aceh dan Freeport McMoRan di Papua Barat. misalnya. menguntungkan para investor di bidang pengolahan sumber-sumber daya alam di dua bidang. langgengnya kerusuhan di daerah-daerah konflik menyebabkan jatuhnya harga tanah. kerusuhan demi kerusuhan telah melahirkan sejumlah milyarder di kalangan birokrat. mulai dari tuntutan penggantian hak-hak adat atas tanah dan perairan ulayat sampai dengan tuntutan hak-hak perburuhan dari tenaga buruh yang direkrut dari luar dan dari penduduk setempat. Pencetusan dan pemeliharaan konflik di Indonesia juga merupakan semacam “industri” bagi aparat birokrasi sipil.pengamanan (protection fee ) dari maskapai-maskapai itu. Karena berbagai tuntutan mereka belum dipenuhi. sumber-sumber lain). tidak mengulangi kekejaman mereka (Republika. dan Newcrest. para polisi militer penjaga tambang itu. di Pulau Haruku. sebuah rumah di kota Makassar. Bupati Poso yang sudah hampir habis masa jabatannya. sebab kerusuhan melahirkan pengungsi.menentang ekspansi tambang itu diserang oleh satuan Brimob (Guerin 2004). Bulan Januari lalu. Batalyon yang baru. anak perusahaan tambang Kanada. yang mengakibatkan pengerahan (deployment ) pasukan-pasukan bersenjata di sana. yakni Morowali dan Banggai. dihukum penjara tujuh bulan. Kedua. sudah sempat mengoleksi tiga rumah di kota Poso. yang digaji sebesar 700 dollar Australia sehari oleh maskapai itu. Pertama. yang masing-masing dilengkapi sebuah mobil mewah (Aditjondro 2004b: xiii-xiv. aksi protes bersama suku Makian yang Muslim dan Kao yang Kristen – yang lima tahun lalu saling menyerang -. 7 Juni 2004). 40-41. dua perusahaan tambang emas yang mendapatkan keuntungan dari tergusurnya penduduk serta penempatan pasukan bersenjata di sana adalah Ingold. Akhirnya.

Yakoma. Kapitalis Birokrat. Umar (peny. hal. Mengapa perlu begitu banyak penjaga keamanan di Poso. Keamanan. yang juga membangun asrama kompi mereka di setiap kabupaten. . Jangan dilupakan pula Kepala BIN. Makanya. “Kerusuhan Poso dan Morowali: Akar Permasalahan dan Jalan Keluarnya”. Tragedi Kemanusiaan Poso: Menggapai Surya Pagi melalui Kegelapan Malam. Jakarta: Center for Democracy and Social Justice Studies (CeDSoS). Dari contoh-contoh ini dapat dilihat bagaimana pelestarian konflik Poso dan Morowali. xviii-lii. adalah mitra bisnis Tomy Winata. George Junus (2001). Yon 711 Reksatama bertugas. Prolog dalam Rinaldy Damanik. Hartati Murdaya. Air Mata dan Anyir Darah di Maluku”.) (2003). dan Banggai? Tidak kebetulan bahwa di kedua kabupaten tetangga Poso telah masuk dua investor domestik dengan backing politik yang cukup kuat.). Makanya. yang dilindungi kepentingannya oleh aparat bersenjata dan aparat intelijen negara kita. tidak kebetulan pula bahwa di daerah di mana batalyon yang lama. Begitulah tigabelas tesis yang dapat diturunkan dari data empiris dari sejumlah kerusuhan dan konflik sosial pasca-Soeharto di Indonesia. 10 Agustus 2004 Kepustakaan: Abduh.l. Perkebunan PT Hardaya Inti Plantation itu adalah milik Ny. Ronny Hendropriyono menjadi salah seorang direktur anak perusahaan Artha Graha itu.). Demokrasi dan Pemilu 2004. keluarga Hendropriyono jelas-jelas punya kepentingan ekonomi untuk mengamankan investasi Artha Graha di daerah Morowali. di mana Artha Graha menanam modalnya. 131-176. Akhirnya. Jakarta: TAPAK Ambon. Sibolangit. “Di Balik Asap Mesiu. sementara anaknya. yang meliputi kabupaten-kabupaten Buol dan Toli-Toli. akhirnya menguntungkan para pemodal besar. lewat pembagian mobil tersebut secara cuma-cuma ke aparat polisi setempat. --------------. di situ mobil Kia dipromosikan. Jakarta: ProPatria. 109-155. Hendropriyono adalah Presiden Komisaris PT Kia Mobil Indonesia (KMI). Ronny Hendropriyono juga punya kepentingan bisnis. hal. ---------------(2004a). Aditjondro. Anak Domba Paskah dari Tentena”. Jakarta & Yogya: PBHI. CD Bethesda. yang berniat menambang marmer di Morowali (Aditjondro 2004a: 135-137).tentara di ketiga kabupaten itu juga diikuti oleh Brimob. Ia menjadi komisaris dari sebuah perkebunan kepala sawit seluas 52 ribu hektar. salah seorang Bendahara Golkar di era Presiden Soeharto (Aditjondro 2004b: 53-54). hal. Epilog dalam Zairin Salampessy dan Thamrin Husain (peny. Konspirasi Intelijen & Gerakan Islam Radikal. dan Kepentingan Elit Politik. Dalam Stanley (peny. ketua Fraksi PDI-P di MPR yang berniat menambang minyak dan gas bumi di Kabupaten-Kabupaten Banggai dan Morowali. serta kelompok Artha Graha milik Tomy Winata dan Yayasan Kartika Eka Paksi. Yakni kelompok Medco milik Arifin Panigoro. “Renungan buat Papa Nanda. Ketika Semerbak Cengkih Tergusur Asap Mesiu: Tragedi Kemanusiaan Maluku di balik Konspirasi Militer. a. Morowali.(2003).

“Bedil. hal. Malik. Jakarta: Lembaga Studi Pers & Pembangunan (LSPP). 4 Februari.). Simanjuntak. No. Munir (2001). Diposkan oleh kristianus atok di 10:44 Label: Dayak. hal. “Indonesia’s Expanding Spy Network Alarms Reformers. 13 / SP – KONTRAS / III / 99 KOMSI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN ( KONTRAS ) Tentang : .” Asia Times Online. Ghuffron. Hamburg: Abera. NJ: Princeton University Press. madura. McEvers. “Indonesia. No. 2 Juni. ---------------. Tim Peneliti (2004). No. Rethinking Military Politics: Brazil and the Southern Cone. 17. Pontoh. Kelly (2004). Bill (2004). Togi (peny. Rodjil (2001).--------------. Ichsan (2004). sampit SIARAN PERS NO. 17. Tahun III. Skandal Politik SI MPR RI 2001. Wacana. hal. Premanisme Politik. --------------.(2004b). Alfred (1988). No. Guerin.” Christian Science Monitor. etnic riot. 17. Hamburg: Abera. Konspirasi Gerakan Islam & Militer di Indonesia. hal. Tahun III. Princeton. Tahun III.(2004d). hal. CeDSoS. hal. “Bisnis Militer di Wilayah Konflik Maluku”. 113-120. Bisnis Pos Penjagaan. Violence in Indonesia. Violence in Indonesia. Wacana. Jakarta: Factual Analysis Forum.” Dalam Ingrid Wessel & Georgia Wimhoefer (peny. Violence and the Integration Problem. Kalimantan. Amis Darah dan Mesiu: Mengurai Keterlibatan Militer dalam Konflik Maluku”. Jakarta: Center for Democracy and Social Justice Studies (CeDSoS). Perdagangan Senjata dan Proteksi Modal Besar: Ekonomi Politik Bisnis Militer di Sulawesi Bagian Timur”. 64-81. 137-178. Wessel. Tahun III.(2004c). 83112. “The Politics of Violence in New Order Indonesia in the Last Decade of the 20th Century. “Dari Gaharu ke Bom Waktu HIV/AIDS Yang Siap Meledak: Ekonomi Politik Bisnis Tentara di Tanah Papua”. “The Search for Safety in the Spice Islands. “Kayu Hitam. Coen Husain (2004). Membedah Kembar Siam Penguasa Politik & Ekonomi Indonesia: Metodologi Investigasi Korupsi Sistemik Bagi Aktivis dan Wartawan.” Dalam Ingrid Wessel & Georgia Wimhoefer (peny. Jakarta: Institut Studi Arus Informasi (ISAI). Ingrid (2001). Wacana. Wacana. 17.). 17-24.). Stepan. Konflik. 121-136.

agama satu dengan yang lain. Pergantian pemimpin pemerintahan di tengah krisis nasional. bersama pemodal besar telah tampil sebagai pihak yang amat berkuasa. Penyelenggaraan negara yang demikian kacau telah menempatkan bagian terbesar rakyat pada posisi yang lemah dan terpinggirkan. Peristiwa kerusuhan dan perkosaan massal pada Mei 1998. Aliansi ketiga kelompok inilah yang selama ini begitu dikenal oleh rakyat sebagai pihak yang paling bertanggunjawab atas kekerasan dan ketertindasan mereka. Ketapang. Berbagai kerusuhan terjadi dari tahun 1996 seperti peristiwa – peristiwa Sabtu Kelabu 27 Juli 1996 di Jakarta. Tasikmalaya. Aceh dan seterusnya. Medium kedua. peristiwa Semanggi. . Sanggau-Ledo. Dan ketika pemerintahan yang hadir kemudian terbukti tidak pernah benar – benar menjadi bagian yang berkehendak terhadap pembaruan yang dinantikan itu. Krisis ekonomi – politik kemudian semakin memperburuk keadaan hingga kita terpuruk ketitik yang paling rendah. Kerawang. yang oleh sebagian pihak dianggap sebagai awal dari pembaharuan sistem. Medium dari amuk massa ini pertama. Medium kedua ini terjadi akibat gagalnya upaya pembangunan integrasi sosial yang kuat oleh penyelengara negara. Dalam wujudnya yang nyata ia tampil di dalam amuk – amuk massa. kolusi dan nepotisme. dan bahkan dengan menahan amarah. pendatang dan penduduk asli. amarah demi amarah termanifestasi dalam bentuk ledakan – ledakan kekecewaan yang tak terkendali. Situbondo. Kupang. Di sisi lain. Banyuwangi. Selama ini Orde Baru ternyata telah membangun sebuah sruktur masyarakat yang amat rapuh sebagai akibat dari kesalahan strategi pembangunan yang dipilih maupun buruknya kinerja birokrasi yang menindas dan dilumuri oleh korupsi. bangsa Indonesia berada dalam kondisi yang paling memprihatinkan dalam sejarahnya. Dari sini terbentuklah semacam kebencian sebagai situasi psikologis massa rakyat yang pada gilirannya mendorong berbagai amuk massa yang terjadi cenderung dialamatkan kepada mereka dengan perusakan terhadap simbol – simbol dan aset – aset milik ketiga kelompok tersebut seperti sentra ekonomi. antara warga masyarakat dengan aparat negara baik sipil maupun militer. Tidak mengherankan ketika kemudian terjadi provokasi. tumapang tindihnya segrasi tempat tinggal berdasarkan etnis/ ras dengan basis ekonomi. Abepura. Ambon dan terakhir Sambas. seakan tak kunjung selesai.HUBUNGAN KERUSUHAN DENGAN PERKEMBANGAN POLITIK NASIONAL Kondisi Stuktural dan Kerusuhan Kurun waktu tiga tahun terakhir ini. atau berbagia kondisi yang sering kali bahkan didorong oleh berbagai kebijakan yang memunculkan polarisasi kelompok. pertentangan antar sesama warga masyarakat. sehingga dicap sebagai bangsa yang kurang beradab. masyarakat dengan mudah terpelintir ke arah pertentangan antar sesama mereka dalam konflik terbuka. kantor birokrasi dan aparat keamanan. pada akhirnya memposisikan dua pihak yang saling berhadapan seperti pribumi dan non – pribumi. Sampai akhirnya krisis ekonomi semakin membuktikan bobroknya sistem kemasyarakatan yang selama 30 tahun dibangun Orde Baru. ternyata justru menanpilkan dirinya hanya sebagai rezim pemerintahan yang tidak mampu memenuhi harapan seluruh rakyat yang sedang menunggu tindakan kepastian hukum. birokrasi baik sipil dan terutama sekali militer yang korup. adalah bukti dari semua itu.

Sebagian peristiwa seperti kerusuhan Ambon bahkan memperlihatkan turut berperannya konflik elit politik di tingkat pusat sebagai salah satu pemicu dan menjadi penggerak yang mampu membelokan potensi konflik di tingkat lokal yang memang sudah ada menjadi terbuka dan termanifestasi dalam pertikaian horisontal dalam masyarakat. dan lain – lain memberi indikasi yang kuat bahwa aparat keamanan yang seharusnya bertugas menjamin keamanan masyarakat justru terlibat dalam melakukan provokasi maupun penggerak massa. Konsekuensinya adalah bahwa sisa – sisa kekuatan rezim lama di dalam tubuh negara saat ini. merupakan bagian yang tidak terpisah dari skenario pembentukan kekuasaan yang baru. Pranata dan peran – peran sosial dalam struktur masyarakat yang dibentuk Orde Baru tidak lagi berfungsi sebagaimana dibutuhkan. melalui alat – alatnya. atau minimal terkesan membiarkan berlangsungnya kerusuhan. Dalam masa transisi tersebut. Alat – alat negara. Kerusuhan dan gejolak amuk massa yang selalu dihadapi dengan represi oleh aparat hanya semakin menunjukan watak asli rezim yang militeristik. Ambon. Kewibawaan pemerintah pun jatuh terpuruk hingga titik nadirnya dihadapan rakyat sendiri oleh ketidakmampuannya. Dalam kerangka ini pula kiranya Indonesia memiliki posisinya di dalam kondisi transisional yang terjadi akhir – akhir ini. Kedenderungan kedua adalah munculnya kembali rejim yang tetap akan melestarikan sistem otoritarianismenya sebagai instrumen yang akan mengganggu perputaran modal. Ketapang. Banyuwangi. Sebagaimana umumnya terjadi negara – negara dunia ketiga.Lemahnya Negara Kekacauan politik dan sosial semacam yang terjadi di Indonesia saat ini sesungguhnya bukanlah khas dan satu – satunya. Dua kecenderungan ini adalah menguatnya kembali kekuatan – keuatan konservatif oleh kebosanan menghadapi situasi transisi yang tidak menentu. Dalam situasi yang serba tidak menentu dengan kerusuhan yang meledak dimana – mana. Dugaan ini muncul dari berbagai temuan lapangan dan kaitan – kaitan logis dari rangkaian peristiwa dan pembuatan kebijakan – kebijakan baru sebagai jawaban atas krisis dan kerusuhan yang terjadi. tidak satupun pihak bertanggungjawab dan mampu secara . Logika ini menjadi alasan yang cukup bagi adanya dugaan bahwa kekuatan rejim lama di Indonesia memiliki kepentingan yang besar tetap eksis sebagai kekuatan yang dominan di dalam sistem politik di masa – masa yang akan datang. Secara struktural ini merupakan sebuah keniscayaan dalam sistem ekonomi yang sedang bertransisi untuk semakin terintegrasi ke dalam sistem kapitalisme global dengan segala prasyaratnya. Dari pandangan di atas KONTRAS khawatir bahwa berbagai kerusuhan massal yang terjadi akhr – akhir ini justru dapat dijadikan alasan pembenar terhadap pembentukan rejim repressif untuk semakin ketat mengontrol rakyat. minimal terdapat dua kecenderung yang muaranya akan diarahkan pada penyiapan infrastruktur yang mampu menjamin kelangsungan investasi dan beroperasinya modal internasional. • • • • • Beberapa temuan lapangan dari investigasi atas peristiwa Mei 1998. kekuatan kapitalisme internasional memanfaatkan rejim otoriter sebagai alat penjamin kepentingannya. juga dapat menjadi bagian dari konflik yang timbul.

Doktrin ABRI dalam operasi teritorial yang dimanifestasikan dalam bentuk Komando Daerah Militer adalah ditujukan sebagai upaya terhadap pertahan wilayah negara dari ancaman keamanan yang datang dari luar. Langkah yang ditempuh ABRI dengan meningkatka status wilayah dalam operasi teritorialnya dengan justifikasisebagai peredam kerusuhan. Yang lebih masuk akal. 2. atau lebih parah bahkan pemerintah tidak bertanggungjawab terhadap negara yang mereka pimpin. 23 Maret 1999 M U N I R. KONTRAS melihat kejanggalan – kejanggalan atas pendirian Kodam baru tersebut sebagai berikut : 1. 3. Dalam kondisi negara porak poranda dan terus bergerak ke arah yang semakin mengkhawatirkan. Aparat keamanan terbukti tidak pernah sanggup menghadapi kerusuhan dan meredakan keadaan dalam menjamin keamanan. Sehingga penambahan pasukan dan peningkatan status daerah militer adalah sebuah jawaban yang sangat tidak tepat sebagai solusi yang ditawarkan.• efektif mengendalikan situasi. Ia lebih terlihat sebagai manuver ABRI untuk kembali memperkuat pengaruhnya dalam kehidupan sosial dan politik sipil seperti pada masa Orde Baru. 4. Melihat pengalaman strtuktur pemerintahan Orde Baru. SH Badan Pekerja Koordinator MM BILLAH Badan Penasehat Anggota . Ini bertentangan dengan apa yang telah dikemukakan oleh pemerintah dan ABRI serta tuntutan masyarakat yang luas untuk mengurangi peran sospol ABRI. Pasukan militer kita tidak dilatih dan disiapkan secara khusus untuk menghadapi kerusuhan – kerusuhan. Pendirian Kodam baru bukanlah jawaban yang pas untuk meredam kerusuhan Upaya militer dalam menghidupkan kembali Kodam – Kodam yang pernah dilikuidasi. Sehingga syarat pertama dalam upaya ini adalah terpisahnya secara jelas POLRI dari ABRI. sebagaimana diungkapkan oleh ABRI bukanlah jawaban tepat atas tuntutan terhadap tanggung jawab mereka. Penanganan berbagai peristiwa kerusuhan selama ini telah membuktikan kepada kita bahwa aparat militer tidak mampu bertanggung jawab atas terjaminnya keamanan rakyat. 5. Bahkan birokrasi militer tidak jarang menjadi bagian dari masalah yang terjadi sebagai konsekuensi dari keterlibatan mereka dalam melakukan tindakan yang memarginalisasi rakyat. tidak terlihat upaya yang sungguh – sungguh dari Pemrintah Habibie untuk menyelesaikan persoalan. Ini memberikan kesan terhadap lemahnya pemerintahan Habibie. penghidupan kembali Kodam – Kodam berimplikasi pada bertambahnya peran politik ABRI dalam kehidupan sipil. justru menunjukan kesan bahwa ABRI mengambil manfaat dari terjadinya kerusuhan yang terjadi selama ini. Jakarta. seharusnya yang dimekarkan dan ditambah kapasitasnya adalah aparat kepolisian aparat pemilihara ketertiban umum di dalam masyarakat sipil.

Cakung (Juli 2002) dan Kebayoran Lama (Maret 2001 dan Mei 2007)." ujar Ketua SETARA Institue Hendardi dalam rilis yang diterima. tapi juga mengorbankan rakyat. Peristiwa ini juga menyiratkan bahwa masyarakat Jakarta memiliki kelemahan dalam menyelesaikan ketegangan di akar rumput. Kerusuhan sosial bernuansa primordial tersebut hanya akan memutus jalinan kohesi sosial. Tapi berbagai fakta mutakhir justru menunjukkan kecenderungan yang sebaliknya.Selasa. kerusuhan hanya akan memutus jalinan kohesi sosial. 01 Juni 2010 | 09:46 WIB Politisasi Identitas Ciptakan Ketegangan Sosial Baru (Vibizdaily-Polhukam) Bentrokan yang melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) kembali terjadi. Selasa (1/6/2010). sejatinya bukanlah konstruksi sosial masyarakat Indonesia. SETARA Institute mencatat setidaknya kerusuhan serupa telah terjadi di kawasan Pasar Kramat Jati (Mei 2002). praktik politisasi identitas haruslah tidak ditolerir. Puluhan lapak dibakar. Oleh karena itu Hendardi meminta aparat kepolisian untuk bertindak tegas terhadap pelaku yang patut diduga terlibat aksi kekerasan yang menimbulkan nyawa seseorang dan kerusuhan yang berujung pada pembakaran rumah dan aset pribadi masyarakat. Kerusuhan etnisitas adalah buah dari para elit dan penyelenggara negara yang gemar melakukan politisasi identitas untuk memupuk dukungan politik publik. "Eksploitasi politik identitas bukan hanya menunjukkan kelemahan kapital politik para elit negara. Menurutnya. "SETARA Institute menyesalkan adanya korban meninggal dunia dan kerugian material dari peristiwa kerusuhan etnis seraya menilai bahwa keberagaman suku bangsa haruslah menjadi nilai kohesi sosial. Jakarta Barat. . Budaya kekerasan yang terjadi di masyakat memerlukan perhatian sehingga sistem sosial dapat berjalan dinamis dan menghargai keberagaman." tutupnya. "Kerusuhan yang diikuti dengan kekerasan. sejumlah mobil hangus." kata Hendardi. Tangerang." paparnya. dan Cipondoh. Hendardi mengatakan berbagai forum dan organisasi masyarakat yang selama ini sering menggunakan kekerasan dalam mengatasi persoalan sosial awalnya adalah cara-cara elit politik untuk kepentingan tertentu. dan satu orang tewas akibat bentrokan yang terjadi di kawasan Duri Kosambi. "SETARA Institute mengingatkan aparat pemerintahan DKI Jakarta untuk menciptakan sistem penyelesaian ketegangan sosial di akar rumput.

Astagfirullah. dsb. orang Tionghoa yang sehari-hari bergaul dengan masyarakat setempat yang kental ke-Islamannya. bahkan di luar negeri sekalipun ada gotong royong. Amerika. Setelah sekian generasi beradaptasi dengan kelompok masyarakat sekitarnya. dsb. terbentuk dalam pola yang berbeda-beda mengikuti pola sosial budaya lingkungan masyarakat sekitarnya. Dalam proses adaptasi tersebut. Kebiasaan ini seringkali dianggap "negative" oleh kelompok orang Tionghoa yang tinggal di daerah lain yang kental dengan agama non-Islam. Mereka sering dicap sebagai orang yang apatis.(ma/MA/dtc) Herry Analisis Kondisi Sosial Budaya dan Sosial Politik Tionghoa Indonesia Gotong royong ada di mana-mana. tidak akan ada keturunannya sampai sekarang. sulit untuk membedakan kehidupan sosial budaya Cina Sunda dengan orang Sunda asli. karena yang membedakan mereka hanya raut mukanya saja. Cina Jawa. dsb. Secara berseloroh kita sering mendengar istilah Cina Sunda. yang tidak mempunyai rasa kebersamaan. Begitu juga dengan orang Tionghoa yang tinggal di daerah-daerah lain. Tidak jarang pula pandangan negative datang dari orang Tionghoa yang tinggal di negara-negara maju yang "menjunjung tinggi demokrasi". tidak hanya di Bali. dan sekaligus sebagai sarana adaptasi bagi anggota baru masyarakat tersebut. tentunya dengan pola yang berbeda-beda. bahwa orang Tionghoa Indonesia tidak mempunyai keberanian untuk menegakkan hak azasinya sendiri. PERKEMBAGAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT TIONGHOA INDONESIA Nenek moyang orang Tionghoa Indonesia. Artinya bisa bergotong royong dalam berbagai kegiatan. ucapan-ucapan yang berasal dari agama Islam menjadi kebiasaan sehari-hari. yang tidak berani menentang diskriminasi rasial terhadap . Gotong royong merupakan salah satu sarana komunikasi sosial masyarakat yang paling efektif. khususnya yang sudah beberapa generasi lahir di Indonesia. untuk bisa mengerti pola pikir pihak yang lainnya. termasuk juga yang tinggal di Eropa. Kalau tidak. kehidupan sosial budaya orang Tionghoa Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. sejak kedatangannya dahulu bisa beradaptasi dengan masyarakat setempat. di Kalimantan. Di Jawa. di Sumatra. oleh karena itu orang yang tidak mau ikut siskamling sering dianggap tidak mau bersosialisasi. dsb. Bukan suatu yang aneh jika ada orang Tionghoa di daerah tertentu yang sering mengucapkan kata-kata : Isnya Allah. yang hanya mencari selamat sendiri. Wassalam'mualaikum. Assalam'mualaikum. Siskamling adalah salah satu bentuk kegiatan gotong royong. Cina Padang. Dalam kenyataannya. Australia. Dalam hal ini perlu pemikiran positive dari pihak yang satu.

second class. di samping alasan-alasan lain berdasarkan pandangan politik masing-masing individu. Ini merupakan salah satu alasan. Sejarah membuktikan bahwa organisasi sosial politik orang Tionghoa di Indonesia sejak pra kemerdekaan sangat rapuh. jabatan publik yang penting hampir semuanya dipegang oleh ras mayoritas. meskipun secara tekhnis cukup banyak orang-orang dari ras minorotas yang lebih mampu. sehingga berpengaruh pula pada kekuatan politik yang berlandaskan agama Kristen di Indonesia dan sekaligus merubah pandangan politik sebagian orang Tionghoa Indonesia. mengapa cukup banyak orang Tionghoa yang tidak setuju dengan pembentukan parpol berbasis keTionghoa-an di Indonesia. dlsb. di dalamnya penuh dengan pertentangan pendapat satu sama lain. dan third class citizen. Sejak munculnya larangan tsb. Istilah Kristen sendiri di Indonesia menjadi rancu. Dalam masa pemerintahan Bung Karno. dan hanya sebagian kecil yang memilih agama Islam. di mana Kristen identik dengan . Secara garis besar dikenal ada tiga macam bentuk parpol Tionghoa saat itu. Juga adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri. yaitu yang berlandaskan Katolik dan yang berlandaskan Protestan bersama sekte-sekte di bawahnya. dengan orientasi politik yang berbeda-beda bahkan cenderung bertentangan. agama Kristen menjadi pilihan utama Tionghoa Indonesia. maka pandangan politik orang Tionghoa juga berkembang menjadi sangat beragam. dsb.dirinya. khususnya pada masa Orde baru yang melarang semua kegiatan sosial budaya yang berasal dari Cina. PERKEMBAGAN SOSIAL POLITIK MASYARAKAT TIONGHOA INDONESIA Akibat perkembangan kehidupan sosial budaya yang berbeda-beda tsb. umumnya berasal dari Cina Belandis (orang Tionghoa yang berpendidikan Belanda). termasuk di negara yang "menjunjung tinggi demokrasi". Pergeseran ini telah mendorong perkembangan agama Kristen yang cukup pesat pada masa Orde Baru. orang Tionghoa yang beragama Kristen (Katolik dan Protestan + sekte-sekte di bawahnya). Oleh karena itu muncul sindiran first class. telah terjadi pergeseran yang siginificant dalam agama-agama orang Tionghoa Indonesia. orang Tionghoa Indonesia adalah kelompok masyarakat yang unik. sebagian secara diam-diam tetap bertahan dengan agama-agama Sam Kaw. Sebagian besar orang Tionghoa Indonesia adalah keturunan campuran dari pria Cina yang datang dari Tiongkok dengan wanita setempat. yang tidak bisa diperbandingkan langsung dengan Malaysian Chinese. Australian Chinese. Secara garis besar kekuatan politik yang berlandaskan agama Kristen di Indonesia dapat dibagi dua. Sejalan dengan perkembangan politik di Indoensia. Singaporean Chinese. bahwa diskriminasi rasial ada di mana-mana. Di sini juga perlu pemikiran positive dengan kepala dingin. Fakta membuktikan.

Fakta lain. Dengan pergeseran agama tersebut. yaitu pendekatan hukum dan pendekatan sosial. yang secara kebetulan di kota-kota besar umumnya relatif lebih makmur dari kehidupan masyarakat sekitarnya. Dalam kehidupan pribadi sehari-hari. bukan semuanya. Namun dalam kenyataannya. dan disktriminatif sosial yang dilakukan oleh sebagian kecil anggota masyarakat. orang Tionghoa Indonesia nyaris tidak mengalami masalah yang berarti dengan masyarakat sekitarnya. a. Pendekatan Hukum. Berdasarkan hukum Ketatanegaraan Indoensia. Dalam proses penyerahan kedaulatan. dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. termasuk pula UU dan Peraturan yang bersikap diskriminatif rasial terhadap Tionghoa Indonesia. UU hanya bisa dihapus dengan UU yang baru. Selama masa Orde Baru. pandangan politik orang Tionghoa menjadi lebih beragam dibandingkan masa sebelumnya. UU dan Peraturan yang rasialistis ini bukannya dihapuskan. Oleh karena itu. di mana UU yang baru harus disyahkan DPR. Dalam kenyatannya ada perbedaan yang significant antara paham politik berlandaskan Katolik dan Protestan. USAHA-USAHA UNTUK MENGHAPUS TINDAKAN DISKRIMINATIF RASIAL Persoalan utama yang dihadapi orang Tionghoa Indonesia adalah tindakan diskriminatif rasial yang dilakukan SEBAGIAN KECIL anggota masyarakat. oknumoknum pejabat tsb juga memeras kalangan non-Tionghoa yang dianggap kaya. oknum-oknum pejabat tsb banyak yang bersahabat baik dengan orang-orang Tionghoa. Inilah salah satu keunikan lain dari masyarakat Tionghoa Indonesia. malah ditambah dengan berbagai UU dan Peraturan lain yang lebih rasialis. sehingga sering muncul pertanyaan apakah sebenarnya oknum pejabat tsb rasialis atau hanya sekedar korupsi. semua UU dan Peraturan ex Nederlansche Indie diambil alih oleh pemerintah RI. tentunya dengan beberapa pengecualian.Protestan. usaha-usaha untuk mempersatukan orang Tionghoa dalam suatu wadah politik menjadi semakin kabur dan nyaris mustahil. Kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum birokrat dengan semangat korupsi yang tinggi untuk memeras orang Tionghoa. Dalam hal ini harus dibedakan antara diskriminatif resmi yang dilakukan pemerintah melalui UU & Peraturan. seolah-olah Katolik bukan Kristen. . Tapi di lain pihak ada pula yang beranggapan bahwa Katolik dan Protestan adalah sama saja. Sehingga muncul pemikiran praktis agar pandangan politik orang Tionghoa disalurkan ke partai-partai politik yang sudah ada. usaha-usaha untuk menghapus tindakan diskriminatif rasial dapat dibagi dalam 2 macam pendekatan. ataupun dengan sekelompok masyarakat tertentu. Dengan demikian. Persoalan baru muncul jika berhubungan dengan isntansi pemerintah. Oleh karena itu banyak sekali UU dan Peraturan di Indonesia yang secara de facto masih berlaku adalah sisa-sisa peninggalan Belanda.

Dalam kenyataannya. karena DPR saat ini masih sibuk menangani persoalan-persoalan baru yang muncul selama masa trasisi. gotong royong dalam membangun sarana umum. untuk mengapus UU dan Peraturan tsb bukan pekerjaan yang mudah. diharapkan secara bertahap akan muncul pandangan positif terhadap kalangan Tionghoa yang selama ini cenderung dicap hanya mau mencari untung semata-mata. sehingga muncul nada-nada sumbang terhadap tuntutan mereka. di samping sibuk mengisi kantong pribadinya. dan kerja sama usaha yang saling menguntungkan. agar lebih efektif dan efisien sejalan dengan kondisi saat ini. Murid-muridnya hampir semua berasal dari kalangan miskin. tidak mudah untuk menghapus UU sedemikian banyaknya. Sesuai dengan hukum Ketatanegaraan di Indonesia. Sampai sekarang tidak jelas kemajuan tuntutan tsb sampai di mana. tapi dalam kenyataannya banyak yang sudah tidak dipakai lagi. Dalam bidang sosial kemasyarakatan. b. Para akhli hukum juga tahu. namun mereka tetap melaksanakan protes terhadap pemerintah. UU dan Peraturan lama tsb walaupun de facto masih berlaku. perbaikan kampung. sebenarnya sudah sejak lama dilakukan oleh kalangan Tionghoa Indonesia pada masa pemerintahan Bung Karno. Pemikiran baru yang muncul hanya merubah strategi pendekatan. bisa disebutkan antara lain : pelayanan rumah sakit dengan subsidi silang untuk membantu pihak yang kurang mampu. gotong royong dalam menghadapi bencana alam. Melalui berbagai macam pendekatan tersebut. Di mata para akhli hukum. muncul pemikiran untuk mengintensifkan kembali pendekatan sosial. Di luar kegiatan sekolah. dalam usaha-usaha untuk menghapus tindakan diskriminatif rasial terhadap orang Tionghoa Indonesia. Dengan bergotong royong. yang kelak setelah terjun ke masyarakat . baik formal maupun informal.Simon Tan di Medan. Salah satu contoh yang dapat dikemukakan adalah sekolah yang didirikan oleh dr. pola pendekatan sosial yang dimaksud adalah cooperative persuasif untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Kail yang dimaksud bisa bermacammacam jenisnya. tanpa pandang bulu.Dalam masa reformasi. Dalam hal ini pola pendakatan yang dimaksud ibarat pepatah : memberi kail. diharapkan akan muncul pemikiran baru yang mematahkan pemikiran lama yang menganggap bahwa orang Tionghoa selalu hidup exclusive. bukan memberi ikan. semua murid disuruh bekerja membuat barang tertentu. Pada prinsipnya. muncul usaha-usaha untuk menghapus 62 macam UU dan Peraturan yang bersifat rasialistis. kondisi ini memungkinkan birokrat mempunyai kesempatan untuk bersikap rasialis terhadap orang Tionghoa. baik Tionghoa maupun non Tionghoa. termasuk sisa-sisa UU dan Peraturan ex Nederlandsche Indie. Pola pendekatan sosial. Dengan cara ini akan terjalin suatu rasa kebersamaan antara murid-murid Tionghoa dan non Tionghoa. Pendekatan Sosial. antara lain melalui pendidikan. Di kalangan orang Tionghoa moderat. yang hasilnya untuk membiayai sekolah mereka sendiri. dan lain-lain.

sesaat setelah kerusuhan Mei 98 di Jakarta. tapi tindakan diskriminatif rasial tidak tergantung ada tidaknya UU dan Peraturan yang bersifat diskriminatif.com/group/tionghoa-net/messages/ ) sekitar 2 bulan yang lalu . Pandangan politik masyarakat Tionghoa.Tan yang melakukan diplomasi sembako ke berbagai pihak yang mampu mengendalikan massa yang potensial melakukan kerusuhan ala kerusuhan Mei 98. dan secara tekhnis lebih mudah dilaksanakan.Tan menghimpun dana untuk pembagian sembako tsb hanya dari bunga deposito para donaturnya. Contoh lain adalah usaha yang dilakukan alm. bahwa Bandung saat itu aman berkat jasa dr. Pendekatan hukum dalam usaha menghapus tindakan diskriminatif rasial. Beberapa kasus menunjukkan. Padahal Bandung saat itu sudah dijadikan target kerusuhan berikutnya setelah Solo. secara tekhnis tidak mudah dilaksanakan dan akan memakan waktu lama. Mustahil dr. sejalan dengan banyaknya suku-suku di Indonesia yang berpengaruh dalam terhadap kehidupan sosial budaya masing-masing. Sayangnya. Bandung 11 November 2002 Herry Antono Catatan: Tulisan di atas pada awal November 2002 pernah dimuat di milis tionghoanet ( http://groups. bahwa pendekatan sosial ternyata lebih efektif dalam usaha mengeliminir tindakan diskriminatif rasial. sedangkan pokok deposito dikembalikan kepada pemiliknya masingmasing.Simon Tan sangat terbatas sekali. akan sangat sulit diterima kelompok masyarakat Tionghoa di masing-masing daerah.Tan Tjin Hong di Bandung pada tahun 1998. tapi lebih tergantung pada pribadi oknum birokrat yang terlibat. Sangat ideal jika semua UU dan Peraturan rasial bisa dihapus. e. KESIMPULAN. meskipun secara psychologis bukan sesuatu yang mudah. Pola pikir sosial politik "pihak luar" dengan latar belakang sosial budaya yang berbeda. bertentangan dengan paham sekularisme yang didukung hampir seluruh masyarakat Tionghoa Indonesia. Masyarakat Tionghoa Indonesia merupakan masyarakat yang sangat heterogen. a.Tan bisa melakukan diplomasi sembako kalau tidak ada hubungan baik sebelumnya.yahoo. Tidak banyak orang yang tahu. informasi tentang dr. d. dr. c.dr. b. jika dikombinasikan dengan pandangan politik berdasarkan agama tertentu. Sekian dan terima kasih. Uniknya.dapat diharapkan akan menjadi pionir-pionir yang bebas dari sikap diskriminatif.

Andi Suruji. sebagaimana kita selalu mengingat black Tuesday yang menandai awal . Subur Tjahjono. Isyarat ini semakin kuat denyutnya dalam detak jantung kehidupan politik bangsa Indonesia akhir-akhir ini . Republik Indonesia . Tragedi tak Terlupakan PENGANTAR REDAKSI "KEAJAIBAN yang hilang". Mungkin dia akan selalu diingat.DISINTEGRASI SOSIAL : SEBUAH TINJAUAN BUDAYA Oleh: Sjafri Sairin Artikel di Jurnal Humaniora Volume XII. Pieter P Gero. Pada awal kemerdekaan dengan mengerahkan segala potensi yang ada padanya. 3/2000 Abstrak:Akhir-akhir ini terlihat semacam isyarat yang mengarah kepada kemungkinan akan terjadinya disintegrasi dalam kehidupan bangsa . Dedi Muhtadi. Tjahja Gunawan. No. Semua dituliskan oleh wartawan ekonomi Kompas. 21 Desember 1998 LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Krisis Ekonomi 1998. Laporan akhir tahun ekonomi akan mengungkap semua persoalan itu dan mencoba menggambarkan keadaan untuk tahun mendatang. Simon Saragih. Ini adalah pesawat terbang pertama yang dimiliki negara ini . Sri Hartati Samhadi. Kata Kunci:Kerusuhan sosial. menjadikan negara mandiri yang merdeka. dengan mengumpulkan harta benda rakyat. dan ingin berdiri sebagai negara mandiri. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Laporan akan dituangkan dua hari berturut-turut. TAHUN 1998 menjadi saksi bagi tragedi perekonomian bangsa. padahal dulu mereka sendiri turut mendukung berdirinya negara kesatuan Indonesia itu . Yosef Umar Hadi. sekarang mereka seolah-olah merasa kecewa. dan Yovita Arika. Itulah istilah yang paling pantas diberikan bagi perekonomian Indonesia sepanjang tahun 1998. Ferry Irwanto. Sejumlah orang Aceh dan Papua secara transparan telah menunjukkan keinginannya untuk melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Disintegrasi Senin. Banu Astono. tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi begitu hebat. Senin (21/12) dan Selasa. masyarakat Aceh telah menunjukkan dukungan mutlak terhadap kemerdekaan yang diproklamasikan Bung Karno dan Bung Hatta. membeli dan menyerahkan sebuah pesawat terbang yang diberi nama Seulawah menjadi milik negara yang baru merdeka itu . Namun. Ninuk M Pambudy. di Rubrik UTAMA dan Rubrik OPINI. Unsur kedaerahan. Setelah berpuluh-puluh tahun terbuai oleh pertumbuhan yang begitu mengagumkan. Begitu pula masyarakat Papua yang memilih menjadi bagian dari Republik Indonesia pada awal 1960 an . lepas dari induknya.

atau terdepresiasi lebih dari 80 persen sejak mata uang tersebut diambangkan 14 Agustus 1997. namun terbukti tidak bisa segera memperbaiki stabilitas ekonomi dan rupiah. Dari total utang luar negeri per Maret 1998 yang mencapai 138 milyar dollar AS. Seperti efek bola salju. Bahkan situasi seperti lepas kendali. dunia usaha. memburuknya kondisi kesehatan Presiden Soeharto memasuki tahun 1998. sektor apa di negara ini yang tidak goyah. Terpuruknya kepercayaan ke titik nol membuat rupiah yang ditutup pada level Rp 4. dalam tahun 1998 dengan cepat berkembang menjadi krisis ekonomi. Efek bola salju Faktor yang mempercepat efek bola salju ini adalah menguapnya dengan cepat kepercayaan masyarakat.berkembang semakin buruk dalam tempo cepat. di mana sekitar 20 milyar dollar AS akan jatuh tempo dalam tahun 1998. Rupiah yang melayang. berlanjut lagi krisis sosial kemudian ke krisis politik.5 milyar dollar AS adalah utang swasta yang dua pertiganya jangka pendek. Selama periode sembilan bulan pertama 1998. Dampak krisis pun mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. krisis yang semula hanya berawal dari krisis nilai tukar baht di Thailand 2 Juli 1997. besarnya utang luar negeri yang segera jatuh tempo. selain akibat meningkatnya permintaan dollar untuk membayar utang. sikap plin-plan pemerintah dalam pengambilan kebijakan. Mungkin Soeharto. Dana Moneter Internasional (IMF) mulai turun tangan sejak Oktober 1997. Bahkan kursi atau tahta mantan Presiden Soeharto pun goyah. Akhirnya. tak pelak lagi merupakan periode paling hiruk pikuk dalam perekonomian. Prestasi ekonomi yang dicapai dalam dua dekade.resesi ekonomi dunia tanggal 29 Oktober 1929 yang juga disebut sebagai malaise.850/dollar AS pada tahun 1997. dan bencana alam La Nina yang membawa kekeringan terburuk dalam 50 tahun terakhir. yang menjadi pemicu semua itu. Dia juga sekaligus membalikkan semua bayangan indah dan cerah di depan mata menyongsong milenium ketiga. Krisis yang sudah berjalan enam bulan selama tahun 1997. perubahan dramatis terjadi. sekitar 72. Hanya dalam waktu setahun. juga sebagai reaksi terhadap angka-angka RAPBN 1998/ 1999 yang diumumkan 6 Januari 1998 dan dinilai tak realistis.000/dollar AS pada 22 Januari 1998. ketidakpastian suksesi kepemimpinan. dia juga berkembang menjadi krisis total yang melumpuhkan nyaris seluruh sendi-sendi kehidupan bangsa. meluncur dengan cepat ke level sekitar Rp 17.44 milyar dollar AS. dan akhirnya dia tinggalkan. tenggelam begitu saja. Sementara pada saat itu cadangan devisa tinggal sekitar 14. . Katakan. bagai layang-layang yang putus talinya. Krisis ekonomi Indonesia bahkan tercatat sebagai yang terparah di Asia Tenggara. selama sisa hidupnya akan mengutuk devaluasi baht. situasi perdagangan internasional yang kurang menguntungkan.

Pengangguran melonjak ke level yang belum pernah terjadi sejak akhir 1960-an.8 persen dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) menjadi 60 persen pada Juli 1998 (dari masing-masing 10.75 persen pada awal krisis). ternyata sama terpuruknya dan tak mampu memanfaatkan momentum depresiasi rupiah. kesulitan trade financing. Akibat PHK dan naiknya harga-harga dengan cepat ini. ketergantungan besar pada komponen impor. dan 17. dan dua dari tiga penduduk Indonesia disebut Organisasi Buruh Internasional (ILO) dalam kondisi sangat miskin pada tahun 1999 jika ekonomi tak segera membaik. Data Badan Pusat Statistik juga menunjukkan.54 persen. Sementara si kaya sibuk menyerbu toko-toko sembako dalam suasana kepanikan luar biasa. Perbankan mengalami negative spread dan tak mampu menjalankan fungsinya sebagai pemasok dana ke sektor riil. mulai dari skala kecil hingga konglomerat. ekspor migas anjlok sekitar 34. sektor ekspor yang diharapkan bisa menjadi penyelamat di tengah krisis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) anjlok ke titik terendah. perekonomian yang masih mencatat pertumbuhan positif 3.67 persen. Di sisi lain.5 persen kuartal II 1998. menciut menjadi 610 dollar/kapita tahun 1998. bahkan ratusan perusahaan. Sementara kapitalisasi pasar menciut drastis dari Rp 226 trilyun menjadi Rp 196 trilyun pada awal Juli 1998. manufaktur. sehingga melahirkan gelombang besar pemutusan hubungan kerja (PHK). 292. bank-bank nasional dalam kesulitan besar dan peringkat internasional bank-bank besar bahkan juga surat utang pemerintah terus merosot ke level di bawah junk atau menjadi sampah.155 dollar/kapita tahun 1996 dan 1. dan persaingan ketat di pasar global.1 persen dibandingkan periode . Anjloknya rupiah secara dramatis. 16. Di pasar uang. akibat beban utang. dengan angka inflasi Februari mencapai 12. menyebabkan kesulitan bank semakin memuncak.87 persen dan 14.12 poin. terus menciut tajam menjadi kontraksi sebesar 7. Puluhan. jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan juga meningkat mencapai sekitar 50 persen dari total penduduk. Demikian pula laju inflasi hingga Agustus 1998 sudah 54. khawatir harga akan terus melonjak.9 persen pada kuartal I 1998.9 persen kuartal III 1998. menyebabkan pasar uang dan pasar modal juga rontok. Sekitar 70 persen lebih perusahaan yang tercatat di pasar modal juga insolvent atau nota bene bangkrut.4 persen pada kuartal ketiga 1997 dan nol persen kuartal terakhir 1997.088 dollar/kapita tahun 1997. Selama periode Januari-Juni 1998. Di pasar modal. bertumbangan.339 pada awal krisis 1 Juli 1997. dari 467. dan perbankan. yakni sekitar 20 juta orang atau 20 persen lebih dari angkatan kerja. Pendapatan per kapita yang mencapai 1. Sektor yang paling terpukul terutama adalah sektor konstruksi. dinaikkannya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) menjadi 70. pada 15 September 1998.Krisis yang membuka borok-borok kerapuhan fundamental ekonomi ini dengan cepat merambah ke semua sektor.

yang menuntun ke tumbangnya Soeharto pada 21 Mei 1998. rusaknya jaringan distribusi nasional. Namun demikian. sebelum akhirnya ide tersebut ditinggalkan sama sekali tanggal 20 Maret. Di tengah posisi goyahnya. terputusnya pembiayaan luar negeri. Bahkan memicu adrenali masyarakat. juga dalam tekanan akibat surutnya penerimaan. kerusuhan dan bentrokan berdarah di Ibu Kota dan berbagai wilayah lain. Kemarahan rakyat atas ketidakberdayaan pemerintah mengendalikan krisis di tengah harga-harga yang terus melonjak dan gelombang PHK. segera berubah menjadi aksi protes. Mereka benar-benar telah menempatkan kepercayaan pada bank di bawah telapak kaki. bahkan kuartal ketiga 1998. tidak banyak menolong keadaan.36 persen. dan lebih sibuk dengan manuvernya untuk merebut hati rakyat. dan IMF sempat menangguhkan bantuannya. Situasi yang terus memburuk dengan cepat membuat pemerintah seperti kehilangan arah dan orientasi dalam menangani krisis. Letter of Intent ketiga ditandatangani. sektor fiskal yang diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi. Munculnya pemerintahan baru yang tidak memiliki legitimasi. yang sebelumnya terbilang tenang menjadi beringas.sama 1997. sementara ekspor nonmigas hanya tumbuh 5. Ditinggalkannya rencana CBS dan janji pemerintah untuk kembali ke program IMF. jaminan itu tak kunjung bisa mengakhiri krisis perbankan yang sudah . yakni IMF plus CBS (Currency Board System) di depan MPR. karena memperoleh keberatan di sana-sini bahkan sempat memunculkan ketegangan dengan IMF. sosial. telah sempat menghilangkan berbagai momentum atau kesempatan untuk mencegah krisis yang berkelanjutan. kita telah menyaksikan episode terburuk perekonomian sepanjang tahun 1998. Sementara di sisi lain.* LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Era Bank-bank Bangkrut INDUSTRI perbankan selama tahun 1998 begitu hiruk-pikuk. Antrean panjang nasabah menyambut industri perbankan awal tahun 1998. Kesulitan perbankan di satu sisi bisa tertolong karena tidak lagi harus dicecer nasabah panik. Begitulah. Soeharto sempat menyampaikan konsep "IMF Plus". gelombang hengkang para pengusaha keturunan. Akan tetapi kelimbungan Soeharto. Tragedi berdarah ini memicu pelarian modal dalam skala yang disebut-sebut mencapai 20 milyar dollar AS. membuat dukungan IMF dan internasional mengalir lagi. Pemburukan kondisi ekonomi. Tindakan likuidasi tanpa memperhitungkan kepanikan nasabah. yang dikeluarkan pemerintah awal tahun 1998 juga. Anomali Krisis kepercayaan ini menciptakan kondisi anomali dan membuat instrumen moneter tak mampu bekerja untuk menstabilkan rupiah dan perekonomian. Pada 4 April 1998. menjadi awal dari semua prahara perbankan itu. dan ditangguhkannya banyak rencana investasi asing di Indonesia. dan politik dengan cepat ini setidaknya terus berlangsung hingga kuartal kedua. Untung ada jaminan atas simpanan nasabah.

pola pengembalian . pemerintah menjadi penolong mayoritas kesulitan perbankan. jauh dari memadai. Meski demikian. Akibatnya terjadi negative spread. Kredit bermasalah bank sendiri pun mencapai kurang lebih Rp 300 trilyun. Bisa dikatakan. ** SEBELUM rencana rekapitalisasi. Tarik ulur hampir selalu mewarnai kebijakan pemerintah atas perbankan. Diperkirakan akan ada Rp 257 trilyun untuk menyuntikkan modal perbankan. BI harus menanggung semua beban yang ada di perbankan. Resesi ekonomi telah mencampakkan semua kredit yang disalurkan menjadi sampah. terjerat kredit macet. Selain warisan dari penyakit masa lalu. Bank Indonesia memang menyuntikkan likuiditas berupa BLBI. Kekhawatiran akan bisnis yang tidak nyaman di Indonesia. telah pula menjadikan pemilik menghadapi beban yang terus bertambah. Ironisnya. Namun pemerintah pun kini bagai tunggang langgang.berkembang menjadi kronis. Idealnya. Kebijakan di bidang keuangan dan perbankan seringkali direvisi. Bahkan sebagian besar saham-saham bank swasta telah dicengkeram oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). yakni suku bunga kredit yang lebih tinggi ketimbang suku bunga simpanan nasabah. sebagian kredit itu telah menguap dan sebagian besar menjadi simpanan pemilik bank yang ada di sistem perbankan internasional. ada beberapa karakter yang membantai industri perbankan selama tahun 1998. Ada lagi faktor lain yang mewarnai. bank-bank kita sudah tinggal gedung-gedung saja tanpa isi. Ambil contoh. Akan tetapi itu tidak dapat dilakukan. Borok-borok itu. kebijakan yang dikeluarkan pun-untuk menyehatkan perbankan-seperti anak-anak bermain tali. ada sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk menyehatkan perbankan. Akan tetapi pengenaan suku bunga BLBI. pemilik saham mayoritas perbankan nasional adalah pemerintah melalui Bank Indonesia. Akan tetapi angka itu dianggap terlalu moderat. angka Rp 257 trilyun itu juga bukan hal mudah untuk dipenuhi. sangat jelas terlihat pada peringkat perbankan yang mayoritas berkategori B (modal sudah menjadi negatif 25 persen terhadap aset) dan C (modal sudah negatif di bawah 25 persen) terhadap aset. Tambahan pula. telah membuat mereka lari tunggang langgang. Pemilik bank juga bangkrut. sebagaimana di berbagai negara. karena kredit yang disalurkan ke kelompok sendiri. Pertama adalah warisan dari kepanikan nasabah yang mengakibatkan sumber pendanaan kosong melompong. Akan tetapi pengambilalihan Bank Indonesia atas saham-saham perbankan nasional. tiba-tiba dihadapkan pada beban dashyat akibat borok-borok industri perbankan. Secara de facto. Idealnya. juga tak menyelesaikan masalah. Pemerintah memang merencanakan rekapitalisasi dengan penerbitan obligasi. Beban bankir semakin bertambah saja. pemilik bank sendiri harus menyuntikkan modal untuk memberi roh pada perbankan. Akibatnya.

dalam dunia yang sudah terintegrasi ini. . Sebelumnya pemerintah menentukan batas waktu pengembalian BLBI selama lima tahun. Kalaupun ada yang bisa beroperasi normal. Bagaimana pun. juga masih merupakan langkah sumir. Bagaimana menyehatkan perbankan. Kebijakan yang hendak dilaksanakan itu pun. hal itu mutlak diperlukan. Tahun 1999. yang bisa dikatakan. tetapi untuk menyehatkan industri perbankan. belum memperjelas arah kebijakan pemerintah yang hendak ditempuh dalam dunia perbankan. mengamati industri perbankan sepanjang tahun 1999 adalah sesuatu yang mereka nantikan. Sebagaimana diketahui. hal itu sudah terjadi. pemerintah menetapkan batas waktu empat tahun bagi pemilik lama saham mayoritas bank beku operasi (BBO) dan bank take over (BTO) untuk menyelesaikan kewajibannya. Mereka belum cukup mampu mengucurkan kredit. akan masih terus dilanjutkan dengan sejumlah pertanyaan bagaimana menyelesaikan perbankan. Lalu bagaimana prospektif perbankan nasional? Hingga saat ini tak ada yang bisa memberikan jawaban tuntas. sekarang muncul program rekapitalisasi (penambahan modal) perbankan yang merupakan bagian dari kebijakan restrukturisasi perbankan nasional. Setelah kebijakan pengembalian BLBI sudah agak terang dan jelas. Sebenarnya ada hal paling urgen yang kelihatannya tak punya korelasi. juga sangat kebingungan melihat endemik penyakit perbankan. Untuk kawasan Asia Pasifik. Aliran modal itu. Maka itu. Berbagai kalangan. Akan tetapi jumlah bank yang bisa bertindak seperti hanya dalam bilangan jari tangan. Sebenarnya kebingungan dan kepanikan dalam masyarakat secara tidak langsung diciptakan sendiri oleh pemerintah melalui kebijakan yang tidak utuh. likuidasi adalah suatu yang tak terhindarkan. peran aliran modal sudah menjadi penyangga perekonomian. domestik maupun dunia internasional di berbagai seminar. kebijakan pemerintah yang plintat-plintut bisa membingungkan pelaku pasar dan mengurangi kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan. Maka itu. Namun keunikan Indonesia. tahun 1999. Namun yang jelas. atau bankbank swasta yang selama ini cukup berhati-hati menyalurkan dananya. termasuk Indonesia. termasuk yang dalam kategori investasi portofolio-berbentuk saham obligasi atau produk di pasar uang lainnya. industri perbankan belum bisa diharapkan beroperasi seperti sediakala. *** DI tengah kebingungan itu. adalah yang juga disebut sebagai foreign direct investment (aliran investasi asing langsung). Itu merupakan bagian dari reformasi perbankan. Sampai akhirnya setelah melalui bebagai perdebatan. Dengan rekapitalisasi perbankan pemerintah berobsesi menciptakan perbankan yang sehat dan kuat serta mampu bertarung di pasar global. kita bertanya. itu hanyalah bank-bank asing atau campuran. dan sekaligus juga perbankan satu negara. Hingga kini semua itu masih menjadi tanya besar? Maka itu. jangan heran jika masyarakat terus bingung.dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang berubah-ubah. kemudian diubah lagi menjadi satu tahun. Aliran modal lainnya.

rencana pegelaran dialog nasional sangat penting. mengingat intensitas kekerasan dan kejadian perampokan dan penjarahan yang membuat masyarakat merasa tidak aman masih sering terjadi. LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Pemulihan Ekonomi Tergantung Penyelesaian Agenda Politik PELAKSANAAN agenda politik secara aman.tidak bisa segera membalikkan arus modal keluar menjadi arus modal masuk. apabila . Apabila demikian. Jangankan untuk berbinis. tetapi kerusuhan berdarah telah membuat investor ngeri untuk masuk ke Indonesia. Menurut dia. Investor bersikap menunggu. masuknya aliran modal asing sebagai jalan terbaik dalam pemulihan ekonomi hanya bisa terjadi kalau ada pemerintahan yang bersih. Suksesnya pemilu dan Sidang Umum di tahun 1999 tidak serta merta terjadi begitu saja. tertib dan sesuai dengan aspirasi sebagian besar rakyat merupakan keharusan. transparan. pemerintahan yang demokratis dan didukung rakyat. ketenangan politik. Namun bayangan kegagalan masih berkecamuk. apakah pemilu akan berjalan jujur dan adil. Mulai saat ini harus dipersiapkan. pembenahan sektor ekonomi terutama moneter juga sangat penting. adil. Oleh karena itu. kondisi perekonomian di tahun 1999 berada dalam situasi yang kritis. serta demokratis harus benar-benar dilaksanakan dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. serta demokratis. Kita sama-sama menghendaki. Pemerintah sekarang berani mengakui. serta menyadari pentingnya kembali arus modal masuk itu. Kedua hal itu menjadi syarat pembentukan pemerintahan yang bisa dipercaya rakyat. bahwa dirinya bersifat transisi dan hanya mempersiapkan pemerintahan yang akan datang. Sebaliknya tokoh-tokoh nasional juga harus berani mengakui pemerintahan yang sekarang. adalah negara yang paling jitu dan lihai. karena investor pasti akan datang kembali ke Indonesia. didukung rakyat. *** MELIHAT pentingnya faktor penyelesaian politik. Karena itu. Melalui dialog nasional tersebut. adanya kepastian hukum dan sistem peradilan yang independen. apabila diinginkan ekonomi akan segera pulih. maka pemulihan ekonomi sulit diharapkan dalam waktu cepat. adalah hal mutlak yang harus didengarkan otoritas. Sebaliknya. Laksamana Sukardi menilai. Selain masalah politik. Peluangnya separuh-separuh. bila kerusuhan sosial terus meningkat dan pemilu tidak dapat dilaksanakan. lancar. keinginan seluruh rakyat Indonesia yang menghendaki agar pemilu berlangsung jujur. maka dengan cepat ekonomi Indonesia akan pulih. Untuk Indonesia. diharapkan tokoh-tokoh yang terlibat menyamakan persepsi bahwa pemilu harus berhasil dan sesuai aspirasi rakyat. Korea Selatan dan Thailand. meski dipandang menarik. untuk berkunjung pun mereka sudah enggan. Artinya perekonomian nasional berada di persimpangan jalan antara kemungkinan terjadi recovery dan kehancuran.

Oleh karena itu. Tetapi kalau melihat di lapangan terutama perkembangan politik yang ada. karena tidak ada kodal kerja dan perdagangan. Yang dikhawatirkan ialah kalau terjadi gejolak sosial akibat kegagalan pemilu yang tidak menampung aspirasi rakyat. Pengusaha tidak mungkin mengandalkan pasar domestik. Kabut tebal (situasi sosial politik-Red) menyebabkan pengendara (baca: pengusaha) tidak bisa memandang jauh ke depan. maka tidak akan ada kegiatan ekonomi. mengakhiri krisis perbankan kepercayaan dunia internasional terhadap pemerintah tergantung dari penyelesaian utang tersebut. masalah utang luar negeri pemerintah dan swasta. maka yang ada hanya rasa waswas dan gamang. Oleh karena itu sikap para pengusaha di tahun 1999 ini sudah pasti akan menunggu. Seberapa jauh masalah utang LN ini bisa diselesaikan. maka pengendara itu tidak punya pilihan lain kecuali menghentikan perjalanannya dan menunggu sampai kabut itu berlalu. Kedua. para pengusaha hanya meningkatkan volume dan penjualan dari yang sudah ada. Dua persoalan mendasar yang harus diselesaikan. apalagi nanti kalau mendekati kampanye dan pemilu. tetapi luar negeri.* LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Rupiah dan Saham. Apabila persoalan bank ini tidak diselesaikan. Haryadi B Sukamdani mengatakan. Yang terjadi. bank-bank BUMN harus juga selesai. Sebelum mengatasi perbankan swasta. Meliuk-liuk Bagai Ular .kita mengharapkan pemulihan ekonomi. masyarakat mendukung pemerintahan yang baru. Atas dasar pertimbangan keselamatan. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. dengan demikian hanya tinggal sedikit bank yang kuat dan profesional. Sebab pemilu masih jauh. pemerintah harus berani melakukan penutupan bank-bank yang memang tidak solvent. Kalau penyelesaian politiknya baik. Sebab. maka ekonomi akan cepat sekali kembalinya. Rencana rekapitalisasi kemungkinan besar tidak akan berhasil. tetapi intensitas kekerasan sudah cukup tinggi. Dengan pertimbangan-pertimbangan seperti itu. sebagai pengusaha pihaknya memang harus optimis. dunia usaha melihat kondisi perekonomian nasional di tahun 1999 ibarat seseorang yang sedang mengendarai mobil di tengah "kabut tebal". Investasi tidak akan ada. restrukturisasi perbankan harus berhasil. maka kredibilitas turun dan investor enggan masuk ke Indonesia. Pertama. yaitu restrukturisasi perbankan dan utang luar negeri. Bila default.

000 sampai Rp 8. setelah mata uang yen Jepang mengalami depresiasi tajam 12 Juni 1998. bergejolak dan jika digambar terlihat seperti ular yang meliukliuk.000 per dollar AS. Menjelang tutup tahun 1998. Kurs rupiah selanjutnya terjun bebas mencapai Rp 17. . Kondisi ekonomi yang mengalami kontraksi hingga minus 13 persen. mengakhiri krisis perbankan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) bulan September lalu akhirnya mencapai titik terendah 254 poin.000. inflasi yang tinggi.000 per dollar AS pada 17 Juni 1998? Begitu Soeharto menyatakan diri mundur sebagai Presiden ke-2 RI tanggal 21 Mei 1998-yang diinginkan pasar dan diperkirakan bisa meredakan gelombang-tak juga menolong rupiah.RUPIAH pun tak mau ketinggalan telah menorehkan tinta merah dalam sejarah perekonomian." ujar pengamat ekonomi Hartojo Wignjowijoto ketika kurs rupiah terus melemah mendekati Rp 17. suku bunga bank yang melambung memberikan dampak buruk bagi perusahaan-perusahaan termasuk yang sudah terdaftar di bursa. Rupiah masih sekitar Rp 11. Tingkat suku bunga yang mulai menurun akibat inflasi yang mulai terkendali dan aksi spekulasi pada valuta asing yang mulai mereda ikut membantu. Hal itu diikuti gelombang kerusuhan dan aksi politik yang sepertinya tidak habis-habisnya setelah mundurnya Soeharto. tingkat paling rendah selama sejarahnya. Hal serupa juga dialami rupiah yang cenderung membaik sejak September lalu dan kini terus bertengger pada level Rp 7. Kecenderungan pelemahan rupiah pasar.000 bulan Juni lalu. indeks saham sedikit menapak naik melampaui tingkat 400 poin. Pukulan bertubi-tubi atas rupiah mencapai gongnya. "Batas rupiah adalah langit. terus menjadi-jadi sejak aksi penembakan mahasiswa Trisakti tanggal 12 Mei dan aksi penjarahan 14 Mei di Jakarta. Bursa saham pun demikian halnya. *** MENGIKUTI perjalanan kurs rupiah dan indeks saham selama tahun 1998 ibarat naik turun gunung dengan lembah dan ngarai yang terjal. Masih ingat ketika kurs rupiah hampir menembus Rp 17.000.

Tidak terlalu "buruk" apabila dikaitkan dengan keadaan saat ini yang bergerak antara Rp 7. membuat pasar berkeyakinan bahwa Indonesia masih akan tetap dengan ekonomi biaya tinggi. Menurut pengamat pasar modal Jasso Winarto saat itu. penandatanganan letter of intent pemerintah dengan IMF tanggal 15 Januari membuat pasar valas dan saham bereaksi positif pada membaiknya perekonomian. Di bursa saham. Manuver-manuver politik semakin memperburuk kepercayaan pasar atas perekonomian Indonesia.Pasar memang tidak bisa kompromi dengan perkembangan politik.000 per dollar AS pada bulan Februari. krisis juga mulai masuk ke politik yang selama ini praktis menjadi "kawasan tabu".000 per dollar AS. Kehadiran calon wakil presiden BJ Habibie pada waktu itu. Akan tetapi kondisi ekonomi dalam negeri ternyata tidak bisa lagi diharapkan untuk mendukung rupiah agar tetap stabil sejak Bank Indonesia (BI) melepaskan rentang intervensi 14 Agustus 1997 dan menutup 16 bank swasta bulan November. indeks saham terus terjun bebas hampir mendekati 300 poin pada bulan Desember dan Januari 1998. Setelah sempat melambung melampaui 700 poin pada bulan Juni 1997. Bahkan sempat berada di bawah Rp 8. *** SEBAGAIMANA dikatakan banyak pengamat. Kurs rupiah setahun yang lalu masih bergerak antara Rp 4. Akibatnya. Sikap pemerintah yang juga tarik ulur dalam mencapai kesepakatan program bantuan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) semakin mempersulit keadaan.000 . kepercayaan akan perekonomian Indonesia secara perlahan . krisis keuangan Indonesia ternyata sudah melebar menjadi krisis ekonomi. para investor asing mulai mengincar saham-saham unggulan Indonesia yang ketika itu sudah sangat murah. Kondisi negatif ini semakin diperparah dengan perkembangan global seperti jatuhnya kurs yen. Kesepakatan dengan IMF juga memberikan sentimen positif krisis ekonomi Indonesia akan segera membaik. harga-harga saham juga kembali melonjak. juga menunjukkan sikap serius pemerintahan menghadapi krisis.000 . Hal serupa juga terlihat pada harga-harga saham di BEJ.Rp 5. Kurs rupiah segera kembali menguat hingga di bawah Rp 10. Beruntung. Intervensi BI di pasar valas ikut membantu. Revisi atas RAPBN 1998/ 1999.000. Indeks terus naik melampaui 500 poin pada Februari 1998. suatu tindakan revisi pertama yang dilakukan pemerintahan selama ini. Bukan hanya itu.000.Rp 8.

ethnic and violence ignited at many places in Indonesia. Indeks harga saham juga mulai menunjukkan tendensi merosot menembus angka 400 poin dengan beberapa kali naik sedikit sekadar koreksi kecil. pihak peminjam di luar negeri mendesak para penerima pinjaman di dalam negeri agar segera membayar utangnya.000 (di Singapura sudah mencapai Rp 17. IMF juga mulai mengucurkan dana bantuannya. Waktu itu. Pasar valas maupun bursa saham seperti telah patah arang terhadap pemerintah RI. Seperti telah diungkapkan di atas. mulai pupus. Harga rokok ataupun air mineral jauh di atas harga per lembar saham. there are the revival of ethno-nationalism in the provinces of Aceh (in the northern Sumatra). Irian Jaya and “religious” violence between the majority Muslims and minority Christians on the eastern Maluku . apakah kurs rupiah dan indeks saham ini masih akan stabil pada tingkat ini saat memasuki tahun 1999? Penghujung tahun 1998. which was started with East Timor to be independent. Sayangnya.* MIGRATION AND CONFLICT IN INDONESIA By. Akibatnya. tekanan terhadap rupiah semakin bertubi-tubi. diperkirakan sekitar 9. Pertanyaannya. secara perlahan mulai membaik. Harga-harga saham terus berjatuhan.namun pasti. tegas. harga saham di BEJ sudah senilai harga permen. sejak itu kurs rupiah terus anjlok hingga mendekati Rp 17. harus mulai diselesaikan dari diri sendiri.000). Then. Sejak Juni dan Juli 1998.8 milyar dollar AS utang jangka pendek pihak swasta Indonesia yang jatuh tempo. Itu berarti. setelah sejumlah perundingan bagi penyelesaian utang luar negeri pihak swasta dicapai kesepakatan di Frankfurt. langkah pemulihan ini belum terlihat di bursa saham. Tidak jarang. rupiah dan bursa agak pulih. persoalan yang dihadapi seseorang atau sebuah negara. Tekanan terhadap rupiah mulai melemah. Akan tetapi sebagaimana dikemukakan. Indeks saham pun terus turun hingga bulan September mencapai titik terendah 254 poin. Letter of credit (L/C) dari Indonesia tidak lagi diterima semua pihak di luar negeri. Jangan sampai malah menimbulkan kebingungan dan ketidakjelasan. Transparan. dan cepat diperlukan. jelas. Jerman. Sejumlah negara sahabat juga mulai memperlihatkan sikap mendukung program ekonomi Indonesia. rupiah yang mencapai kurs paling rendah. Lebih kalut lagi. pemerintah sejak sekarang harus bisa menyelesaikan semua persoalan ekonomi dan politik yang di dalam negeri. Tri Nuke Pudjiastuti♦ Since 1998 the political uncertainties and acute economic crisis have result of the long ruling authoritarian regime of President Suharto and design the installation of a new democratic system. Unfortunately in the same time.

today in the social-political transition there is changing pattern and more complicate. 1 IDP actually is a part of forced migration. Discussing IDPs in Indonesia. but more uniforms. Resistance of Ethnics Ethnic tension actually is not a recent phenomenon.htm> 2 See the data of WFP. In the recent years Indonesia still continues to suffer. race and among groups) which actually it created negative impact for harmonize of civil society.unhcr. New Issues In Refugee Research. Since 1998 the flow of IDPs is already more than 1. which the stronger indication has shown on 13-14 May 1998 tragedy at Medan Jakarta. VAM Unit Jakarta. when a sustainable economy recovery is so slowly and looks un-focusing. religion. the Indonesian Institute of Sciences (P2P-LIPI). Sulawesi. human right abuses and political repression that displace people from their home communities. See Susan F. economy and political problem of ethnic. not only from Kalimantan and Ambon.idpproject. 3 It could be detected from stigma of Indonesian and Chinese minority. as Susan F Martin remains that their flow is caused more of push factors in their home communities which is fuelled by conflicts. when the complex process of state making was not creating political space for pluralism. but also from Sumatra. It is potential in Indonesia and the seed of conflict were planted more than 30 years ago. Since the crisis started the structure Indonesian society faces many social. it will focus on what actually the reason was behind the movement and how to create the solution. Irian Jaya dan Nusa Tenggara.Islands and Poso (Central Sulawesi). 2 1998. Surabaya and Palembang. Martin. the government is also still weak and ineffectual in dealing with the situation. Remaining the IDPs problem that will be discussed. such as among social relationships or political cooperation. April 2001: <http:www. it seems no real government effort to solve the IDPs problems. Http://www.ch/refworld/pubs/pubon.3 million persons. However. national and international organizations since This paper will be presented at 2002 IUSSP Regional Population Conference in Bangkok.2 Although there are some actions from many kinds of local. Working Paper 41: Global Migration Trends and Asylum. Ethnic violence . Solo. One of big real effect is in the grassroots population which directly faces the violence and the hard time in the shelters and tents as internally displacement persons (IDPs).org/database/.1 This flow of them becomes recent phenomenon around regions in Indonesia. Even many the violence remains linked to elements of the military. 10-13 June 2002 ♦ Researcher at the Centre for Political Studies. Moreover social commitment was so fragile. It was more in the SARA concepts (ethnic.

These social conflicts phenomenon is interested in term of friction and transformation pattern from Indonesian and Chinese minority pattern to the local people and the new settlers and the other things. These three regions had long histories of resistance to central authority in Java. which are Moslem. the new settlers are much less than local people. (2) Political conflict movement and nationalism. Sumbawa and Bima ethnics. East Nusa Tenggara. Central Lombok and Senggagi Tour region. the violence dispread to West Lombok district. Those situation causes the widespread of conflict have succeeded in attracting religious matter.6 In Mataram the composition of ethnic are so heterogenic.al. but there are some those dominated. All are the economical reasons. and Pekalongan (Central Java). Bara Dalam Sekam: Identifikasi 3 dimensional and latent. such as at Situbondo (East Java). economic and political dimension. Unfortunately at the same time government recruited employees. That was such as what happened in Maluku 1999. Religion becomes tool of pressure the mass movement. the economic and political conflict multi dimensional and latent pattern grows particularly in the regions which actually had religion harmony. as occurred at Ambon and Mataram. Tasikmalaya. in January of that year Ambonese Christians mobilized anti-new settlers feeling against the Bugis (ethnic from Sulawesi) and Butonese minorities. as their identity. . communal and seed of ethnic consciousness. West Nusa Tenggara. When social violence was trigger by government recruitment employees (Pegawai Negeri Sipil= PNS) at East Nusa Tenggara. Rangkas Dengklok (West Java). have consequences the ethnics conflicts. to their cause. social. First. which mostly the Moslem and usually they should be the ICMI member. between local ethnic and Maduras in East Kalimantan. whereas in fact from the people composition.ignited with East Timor’s drive to independence. This pattern is also showed in Waikabubak. Papua dan Riau. Akar Masalah dan Solusi atas Konflik-konflik Lokal di Aceh. Look Riza Sihbudi et. Sumba. there are Sasak. the revival of ethnonationalism in the provinces of Aceh (in northern Sumatra) and Irian Jaya.4 The main reason of conflict actually related with the history of new settlers came and the reason why they live there. Beside that. Maluku. which the majority is Christian. such as violence between the majority Muslims and minority Christians on eastern Maluku islands and Poso–Central Sulawesi. and (3) Natural resources struggle.5 This condition really disappointed and discriminated the Ambon Christian indirectly. as usually in other region in Indonesia. there are three general patterns of conflicts: (1) Economic and political conflict multi 3 Since 1996 there were the big and wide riots with religious. The suffer continues and secular nationalism which based on region and largely on the sidelines. From this phenomenon of conflicts.

7 restaurants. Every ethnic or a part of ethnic usually has difference in culture. but the local people do not have enough power and resource sharing. 29 shops. .Kerjasama PPW-LIPI. This organization spread to all of Indonesian Provinces through PNS. 5 Around the end of 1995. 4 Second. The violence fights and murder. and 14 cars were burnt. Then they took revenge by burning houses. such as in Aceh. this natural resources struggle. Started from the armed robbery have been done by Maduras to Melayu on 17 January 1999 on Paritsetia village. under Suharto power. 6 In the first case shows a lot of places burnt. As Horowitz points out that ethnic conflict are often labelled cultural conflicts. that involves as the parts of managing these resources. the local people feel on the discrimination position. Kerjasama Kantor Menteri Negara Riset dan Tehnologi RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 8 Kompas. even genocide could not be avoidable. Anatomi Kerusuhan Sosial Di Indonesia (The Anatomy of Social Conflict in Indonesia). Dayak and Chinese with Madurese. 8 March 2001. Mizan. The Sambas conflict was so unique. Suara Pembaruan. Yayasan Insan Politika. Bandung. Such relationships are not wholly absent. this political conflict ethnic movement and nationalism kind of conflict actually grows on the region which has good and rich natural resources. the Jakarta Post. the straightforward relationships between economic competition and ethnic conflict are difficult to establish. February 1999. 2 May 2001. 8 June 2001. See P2P-LIPI research. Indonesian Academic Moslem Community). which is called ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia. Even though the base of conflict is economic interest. 4 Kompas. Republika. in Syamsuddin Haris et. because cultural differences that usually divide ethnic groups.Kerjasama LIPI.8 Much more obviously. history. January 2001: 9-11. but not the extent of the emotion invested in ethnic conflict. but the economic problem explains much more at the top than at the bottom of developing societies. 2001 and Syamsuddin Haris. The national government has controlled them to much and exploited their natural resources all. West Kalimantan. Riau and Irian Jaya. Indonesia di Ambang Perpecahan. The political power which is base on PNS is use to be on the new order regime. 1999: 314. Menristek RI dan Pustaka Mizan. preferences and imputed aptitudes and environment. economic theories can explain it as a part of conflict interest. Potensi Disintegrasi Nasional: Kasus Empat Dearah. it was among Malay.al. communal and seed of ethnic consciousness pattern is showed such as in Sambas. the former Vice President BJ Habibie developed the new Moslem organization. separatist movements are the best way for them. 77 houses. 2002. and Media Indonesia. The Asian Foundation and Erlangga Publisher. 7 Third. such as even the Madurese in Kalimantan does not adapt easily with other Madurese in Madura Island – East Java. Therefore. such as churches. Although the base of conflict much more of economic interest. He remains that there are conception of the role of cultural differences in the politics 7 See Riza Sihbudi et al.

Ethnic Groups in Conflict. many after having been threatened by rebels.321. They have lost everything. such as: The eruption of a separate Christian and Muslim conflict in Poso. University of California Press. In Aceh.9 In spite of this.000 people temporarily displaced. which lives day-to-day in temporary camps. Sambas. which make the society has many cultural sections and one of them dominates the others.idpproject.org/wr2k1/asia/indonesia. The Flow of Internally Displacement Persons (IDPs) Nothing expression in discussing the situation and condition can say just “becoming stranger at their own house”. There was also a scarcity of clean water.12 People who have been forced to leave their homes because of conflict are put in an extremely vulnerable situation. the dominate culture does not come from the local community.org/database/. especially in .5 of ethnic relations. VAM Unit Jakarta. Sampit. which resulted in sharp increases in the number of people suffering from diarrhea and skin disease. the main camps of IDPs are widespread in almost all Indonesian islands. Central Sulawesi had first emerged in a 1998 fight over a local political appointment. Such as scores of IDPs now live in camps or shelters along with conflict of many areas in Aceh. The worse ethnic conflict affects the flow of displacement population in many places in Indonesia. the intention of population flow recently around 1. or military barracks with very limited infrastructure. Left at lease 200 dead and an estimated 60. It is so hard to establish the exact figure. the number of persons displaced by the conflict ebbed and flowed.10 AS seen in the map one. Http://www. West Kalimantan. Respiratory diseases were not the only problem. Thousands of non-Acehnese migrated to other provinces in Sumatra and Java.html/ 11 Source: WFP.hrw. Horowittz. which are in widespread from many conflict places in Indonesia. Poso and Irian Jaya. 9 Donald L. As seen in map two. many in the face of violent police and military “sweeps” for suspected rebels. California. 10 Http://www. Thus the core of problem is marginalization of local communal that is related with the self of ethnic identity.000 IDPs from Central and West Kalimantan of the recent outbreaks of violence living in appalling in tents and shelters in Pontianak. which includes internal as well as across borders. Ambon. but the culture of new settler or the government.136 people (30 November 2001)11. 6 In July 2001 the approximately 60. It really becomes the fuse factor of conflict. 1985: 135-136. but tens of thousands fled their homes over the course of the year. This has evoked frustration among the displaced. but the available information shows that large IDPs do not find enough shelters in organized camps or protected areas.

16 The local residents always corner and portray the Maluku IDPs as trouble-makers and frequently have been violence to them. The worse situation is the psychical condition among IDPs. These all go to show that they really need the humanitarian assistance. Medan. but the local community of Buton is reluctant to accept them. maybe because the IDPs have been exposed to different cultures in Ambon. actually IDPs’ flow or displacement population in Indonesia is still far from reducing the conflict. In Sampang Madura.15 Although it looks can run in the daily time. Maluku Island. they have found themselves treated as aliens by the local. because trauma to threaten far away with their parents. do not want to go to school and develop social live. Most of them came with little more than the clothes they were wearing. IDPs seem have taken some chance of land for working. they have been virtual prisoners in their camp and have not been allowed to go outside the camp. Suara Pembaruan. for example they are from Sampit. because they promote the new conflict with local population in the new place. actually the Button ethnic. are struggling to suppress the growing strain of accommodating thousands of IDPs Madurese from conflict in Central Kalimantan. Children. 14 The Jakarta Post.14 Most of them are the responsibility of feeding and houses on the local villagers in Sampang.13 Beside that. Since 1998 there is some Crisis Centre that . for example. There are the small example.the economic sense. Although the IDPs only left the island around two generations ago.17 After that. but many of them face another conflict with local people. Kompas. In actual fact both the local people and IDPs of Maluku originate from Button Island. which come from not only local and national NGOs but also international NGOs and other countries governments. Until on 8 October 2001 IDPs in their camp have been involved in deadly bawls with local community. IDPs from Maluku in Buton. for examples. Some of them have to shuffle from one place to another as manual labourer to make ends meet. More than 55. because neither the provincial nor national government has provided meaningful 12 Koran Tempo 16 July 2001 7 June 2001. in some places there are potential conflict with the local people. which can find in many places IDPs camps or shelters such as in West Kalimantan. particularly when they work as a vendor or labourer. Life in the various camps is actually fraught with suffering. It is possibly. 25-30 April 2001 13 Republika. Madura.000 IDPs from Sampit are spread on 40 villages are in psycho-social trauma. such job which does not easily create new opportunities in the camps where they live. which live at Sampang district. It is interested. one of the examples. Central Kalimantan. It seems that both the local Buton ethnic and the Butan IDPs have had difficulties to find to integrate themselves after the long separation. 22 October 2001. 7 assistance so far. Nusa Tenggara and Central Sulawesi.

Koran Tempo 12 May 2001. space and help send children of IDPs to local schools also. particularly in many places in Sumatra. 16 The Jakarta Post. IDPs from Aceh resettled from Medan to Bengkulu. but again. This physical rehabilitation project actually has some serious weakness that should be understood. Therefore. These policies are in the three kinds of project: transmigration. which it has to have for encouraging sense of belonging among societies. Ambon and Irian jaya. which try to give solution of displacement. 8 government. Through the Social Welfare Minister Bachtiar Chamsyah tried to adopt a part of the policy of transmigration. Actually there are policies of the IDPs. normalization and resettlement back. there is not sense of urgency of the Government. transmigration project already did to some of IDPs in Sulawesi. Media Indonesia and Koran Tempo. the government and police should not blame ethnic Madurese. but there are some fragile problems come out. without concerning with what ethnic they are. At the side of that. from food. Resettlement policy is as the one of solving problem in many places for IDPs looks a good point for them.special for social conflicts in Indonesia. The concept of resettlement is in contradiction with the concept of Indonesian nation building and state building. Sulawesi. a closer examination of the conflicts and the causes of conflict. See many new about IDPs in Sampang. It means also one ethnic group can not claim their land is their ethnic land. in the case of Madurese in 18 Kompas. there is no real government effort to prosecute anyone to stop the conflict and offer the humanitarian aid for IDPs. 22 December 2001. 12-13 and 19-20 October 2001. There are around 800 IDPs families resettled to transmigration settler unit (Unit Pemukiman Transmigrasi: UPT) Donggala district – South-east Sulawesi. 9 Sampit. but still no really effort of government to maintain a sense of unity and domestic security.18 And. it was not causes directly by inter-group differences. They share all. the national government and police exploited their power to push Madurese to move other places. Kalimantan. Although at that time the National Board Coordination (Badan Koordinasi Nasional = Bakornas) created for tacking the natural disaster and refugee (or IDPs) and now under the State Minister of Social Welfare participate dealing with natural disaster and IDPs. They are active to providing humanitarian assistance. Kompas 8 March 2001. which usually they work together with international organisation and many other NGOs and sometimes with 15 Many local family of five are now having to accommodate and feed as many as 20 50 IDPs. The Unclear Government Policies Since the government of President Abdurrahman Wahid. This concept means that every citizen can stay and live in all other places in Indonesia. when they did not want to do resettlement. However . First. such as Suara Karya 27 August 2001. 17 Ibid. Media Indonesia 19 July 2001.

Spread Fear: The Genesis of Transnational Ethnic Conflict. but the process of mix diverse cultures without supporting of adequate policies or delivery mechanisms. Even though this pattern could not use generally. The combatants in the several ethnic conflicts are around Indonesia. the International Spread of Ethnic Conflict: Fear Diffusion. Second. using and highlighting their ethnic diversity as a justification for mobilization support. cultural domination and polarize society. Princeton University Press. New Jersey. the state is weakened. The numbers increased dramatically in the 1970s as a direct consequence of Indonesian government’s transmigration plan. Word “normalization” actually is the ideal idea for solving the problems. security dilemma. whether they are majority or not within their respective communities.the ethnicity merely becomes an excuse for using of state force to quell violence and historically the Indonesian government has been quick to seek IDPs behind the veil of only ethnic conflict without addressing the real issues. 1998: 4. 10 Now this kind of people movement has gone down. Historically the first Madurese arrived in Kalimantan in 1930s in the transmigration program which was initially started by the Dutch colonial. such as problems of commitment. This situation made the Dayaks soon found them at the bottom of the economic without pursuing their traditional means of exercise. normalization of the riot places. with a single predominant ethnic group. The transmigration program in Kalimantan resulted in rainforests. but the hardest to be implemented. there has been a long history of conflict between the Dayaks (the indigenous people of Kalimantan) and the Madurese (the new settlers). institutions and infrastructure that guaranteed equitable distribution and protected and respect the indigenous peoples’ sensitive in promoting real growth. Most of ethnics or religious violence has happened in areas or regions where there is a diverse mix of ethnicity. there is a number of conflict pattern cannot be ignored. No chance for them to share in the exploitation of their traditional resources. and Escalation. Lake and Rothchild remain that there are some push and pull factors. being replaced by palm oil and coconut plantations.19 Although statistic can mislead. was a recipe for disaster. 19 David A Lake and Donald Rothchild. but the exercise can prove that in the recent picture many local people is anger and violence to the arrival people dealing with ethnic or religion reasons actually is more the existence of identity. Case . This pattern of misery has been replicated in other parts of Indonesia. Under transmigration program the government hoped to ease the pressure of the growing population in Java and populate those areas of Indonesia that were less densely populated and the abundance of natural resource.20 The case in a point is one episode of ethnic violence in Kalimantan. which are an inextricable part of the Dayak way of life.

with in same understanding each other will be expected they have sense of belonging to their IDPs and it can easier to find the way out of solving the IDPs problems. Sometimes. which local and new settlers communities feel safety and not necessary displaced. but as long as it is implemented properly and the operation is under good control of them. On one hand.21 The infrastructure and other financial capital for IDPs should be developed first. They should be responsibility for protecting the people got violence. Indonesian government did not have an experience dealing with making situation in the regency is deemed to have returned to normal from the societies perspective. the role of local government. Moreover. normalization should not to the point after the riot. It is so important. Government sometimes do not take into account the financial things which have lost. Secondly. not more try to catch the rioters. 9 March 2001. Firstly. Talking normalization.by case of ethnic conflict indicates that the government and police reacted to the situation slowly. So. “normalization” in the Indonesian government or police’s way of action mostly has contradiction meaning. Ethnic Conflict or Policy Failure? The Jakarta Post. Historically. . many factors should be taken into account to normalize the situation. Third. the mechanism of reconciliation between them is needed. resettlement back the IDPs is not always a fair solution. houses. Although they could not be generalized. there are some main things need to be consider. when they so reactive their approaches. On the other hand. informal leader of both ethnic should in the same understanding to the root of conflict and the facilitated factors. Some places in conflict areas indicated that the excesses of the security approach highlighted by events in Aceh. such as in Central Sulawesi. 11 civilian emergency. Normalization means returning the situation normally but because of the lack of professionalism among military and police raises concern over out of control abuses of human rights. There are a lot of constrain that should be accounted. It needs good and fast effort of police or government to anticipate them. mosques and churches have been burn down in a wave of violence. they seem take no responsibility for the situation and give this problem to the communities. Actually the condition will not much better than resettlement through transmigration. Ambon and Irian Jaya. but nothing other than for security on region. because the main risk to develop again the societies without infrastructure create the new problem and conflict with local people. Actually. but the most important is normalization when the violence happened. government need to impose a state of 20 Sidhesh Kaul. thus the normalization starts with the preventive situation.

24 Mac Donald . 13 region. Hakekat dan Dinamika Konflik Domestik di Negara Berkembang. such as: Media Indonesia. When government already try delegated the task of solving the conflict and to look after the IDPs to the provincial government. the Malay community has remained unwilling to accept the Madurese IDPs. Beside suffering and ethnicity conflicts. Therefore these problems should be minimized with supposing considerable challenges to Indonesian cohesion and corporation among provinces. 5 December 2001 Sugeng Hawinata. Still the statement of local and national government are more uniform and distortion dealing with human tragedy. Thousands of them are in need of medical care. food and shelter. also IDP problems could also destabilize society.23 Megawati is not really sensitive with the conflict and IDP camps. Whatever steps the government decides to take now will be far too little. Kompas.22 It is not easy for both ethnics to be cooled down and understand each other soon. Suara Karya. In 1999 Indonesian parliament approved legislation number 22/1999 and 25/1999 which shifted political and economic power from centre to the 23 See many newsletters in Indonesia. 28 March 2001. A responsible government would be marshalling resources for providing humanitarian aid for IDPs. Under new legislation. The autonomy province and district should see as a challenge as their authority to develop their-own societies. They need more time to understand that they are 21 The Jakarta Post.Additionally. Global 8/2001: 28. while officials are making excuses about some obstructions to peace. delegating to solve the conflict problem and IDPs actually really close to the new policy that dealing with decentralization region in Indonesia. Suara Pembaruan. and way too late. 1-5 March 2001. 12 March 2001. Kontan. Too much blood has already been split for there to be any chance of reconciliation in the near future and the government has insufficient legitimacy to exercise any sort of moral authority over local population. 22 Bob 12 living in the diversity ethnics and should be respect each other. considerable authority has been passed directly to districts and municipalities. by passing provincial governments. 24 March 2001. Republika. 6 March 2001. because effort to solve the conflict and the IDP problems has been so slow. The Local Authority as the Alternative Many people have begun to suspect that there is an unexplained grand design to destroy the Indonesian nation building. Such as in Sambas. the most important is the process of normalization should not for the stability of region. but for building understanding and sense of mix diversity ethnics. 13 March 2001.

Suara Pembaruan.and Lemco discuss that although an effort has been made to implement meaningful decentralization. education and cultural facility. Current History. particularly to make decision about solving IDP problems. he gives some suggestion that give the solution for resolution of conflict and also for to manage the IDPs get their settlement. Anatomi Konflict Sampit. As Indonesian sociologic Tomagola recommended for Sampit conflict. They need social and political . Even though the implementation of legislation number 22/1999 does not yet clear. April 2001:181. and 15 percent from oil. especially since the end of Soeharto’s era. they can take their all responsibility in their region. particularly to Java Island. If the military still involve the local riot.26 there are the main stream that could be consider. The last one is how local government and communities get their power and resources sharing with national government. 14 the uncontrolled IDPs to many places and regions in Indonesia. Second. there are some positive thing that can be done by local government and community. First. Many conflicts and that kind of displaced people have the possibility of undermining stability of state and Indonesian security treat. also 20 percent of local income-tax and at least 25 percent of special fund of centrally collected revenue. Indonesia: Living Dangerously. building the integrated pattern of settlement is dealing with the level of ability to buy it. MacDonald and Jonathan Lemco. Among ethnic can learn and develop their respect each other. This condition has emerged which not only causes the destroyed regions. 25 Scoot B. In the frame of decentralization it does not mean they should solve by themselves. Actually government and NGOs have been learning about how to deal with conflicts and IDPs today. include the Province and Districts can play their own role. but how they together manage the conflict and the IDPs. Differences root of conflict and level of conflict have shown the intensity of the conflict itself and the effect to their societies. 30 percent of earnings from natural gas. Weak economies and turbulent politics have effect such as raising regional or province tensions and reducing national integrity. 26 Thamrin Amal Tomagola wrote that after knowing the root of conflict. it should be in emergency period and temporary. The settlement should not be compartmentalized as before the riot. Undang-Undang (Legislation) Number 22 and 25 /1999. but also 24 The distribution is districts will receive 80 percent of income from most mining and logging operations. See Thamrin Amal Tomagola.25 Uncertain has grown that the new legislation risks failure. In this case national and local Governments. with doing strengthened the local police. 23 March 2001. it has not been smooth. Even increasing friction is not only among ethnic itself but also between national and local government. Conclusion Conflicts between people of different ethnic background have spread of and mushroomed in many places in Indonesia in the last few years.

Riza et. MacDonald. Bob Sugeng. Scoot B. Princeton University Press. 19 July. Potensi Disintegrasi Nasional :Kasus Empat Dearah. 12 March 2001. the International Spread of Ethnic Conflict: Fear Diffusion. Kontan. Anatomi Kerusuhan Sosial Di Indonesia (The Anatomy of Social Conflict in Indonesia). 1999. Martin. 1998: 3-32. and Lemco. 12-13 and 19-20 October 2001. Bara Dalam Sekam: Identifikasi Akar Masalah dan Solusi atas Konflik-konflik Lokal di Aceh. Indonesia di Ambang Perpecahan. Yayasan Insan Politika. David A and Rothchild. Http://www. 25-30 April. February 1999. 2002. Current History. New Jersey. 1985: 95-140. Global 8/2001: 27-39. but steps need to be taken to begin to seriously consider the most meaningful forum or mechanism for a regional dialogue in Indonesia. 12-13 and 19-20 October 2001. The Indonesian government – in the central or in the province and district – should take this chance. 15 References Haris. California. . which is dealing with pluralism society. 13 March 2001. Kerjasama LIPI. 7-8 June 2001.unhcr. Indonesia: Living Dangerously. Kerjasama Kantor Menteri Negara Riset dan Tehnologi RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Sidhesh.dialogues among them. Sihbudi. Ethnic Conflict or Policy Failure? The Jakarta Post. Hakekat dan Dinamika Konflik Domestik di Negara Berkembang. 16 July. P2P-LIPI research. Syamsuddin. 1-5 and 8 March. Working Paper 41: Global Migration Trends and Asylum. Horowittz. April 2001. The Asian Foundation and Erlangga Publisher. Spread Fear: The Genesis of Transnational Ethnic Conflict. and Escalation. Susan F. local government and local communities should work together and open their main that decentralization actually is not only on the context of region building.Kerjasama PPW-LIPI. in Syamsuddin Haris et. 9 March 2001. Then they can build the new pattern of settlement. University of California Press. April 2001: <http:www. New Issues in Refugee Research.ch/refworld/pubs/pubon. January 2001. Donald. but also their community in term of the nation building and the pluralism society in Indonesia. Lake. Maluku. if not they will lose their legitimacy worse. 24 March. Hawinata. Republika. Therefore.al.htm> Media Indonesia. February 1999.org/wr2k1/asia/indonesia. Menristek RI dan Pustaka Mizan. Jonathan . This proposal appears to be somewhat premature. Kompas.al.html/ Kaul. Mizan. Donald L. Papua dan Riau. Koran Tempo 12 May. 12-13 and 19-20 October 2001.hrw. Bandung. Ethnic Groups in Conflict.

VAM Unit Jakarta. WFP. February 1999. tokoh pesantren di Tasikmalaya -.org/database/. Menurut teori ini. Jika potensi demikian sudah muncul. 23 March 2001 Undang-Undang (National Legislation) Number 22 and 25 /1999. VAM Unit Jakarta. dapat disebut sebagai teori kesenjangan. Perimpitan semacam inilah yang melahirkan potensi kecemburuan sosial yang sangat tajam. Mayoritas masyarakat hanya mendapat tetesannya. Tomagola. nuansa dan pengungkapan etno-religius dari kerusuhan di Situbondo dan Tasikmalaya . Tapi. 22 October 2001. bagi teori ini. 16 Map 1. 6 March. Pembangunan ekonomi di bawah Orde Baru memang sangat berhasil. Http://www.mengumbar nafsu angkara murka serta berkelakuan seperti binatang. aktivis. dan pejabat terhadap kedua pertanyaan ini. 5 and 22 December 2001. sedangkan yang “segelintir kalangan" adalah kaum non-Islam dan non-pri. Internally Displacement Persons Champs Source: Many sources in The Jakarta Post. 2001 18 Map 2. Dengan demikian. The Jakarta Post. http://www. Suara Pembaruan. Dalam peristiwa ini ribuan orang menggelar "pengadilan jalanan" dan -. GATRA.meminjam kata Kiai Makmun. hasil pembangunan hanya dinikmati segelintir kalangan.Suara Karya. 11 Januari 1997 Tanggal dimuat: 11 January 1997 Kerusuhan di Tasikmalaya dan Situbondo sudah selayaknya membuat kita menarik napas dalam-dalam.idpproject.idpproject. sederhananya. "mayoritas" yang tersisih itu adalah umat Islam dan pribumi. 28 March.org/database/ Teori dan Kerusuhan di Dua Kota Kolom. Mengapa kerusuhan "primitif ' ini muncul berturut-turut justru pada saat pertumbuhan ekonomi berlangsung pesat? Apakah kerusuhan ini menandakan memburuknya hubungan etno-religius di negeri kita? Seperti terbaca di berbagai media. akar persoalan kerusuhan sosial di dua kota itu adalah kesenjangan sosial-ekonomi yang makin melebar. jawaban paling populer yang diberikan para pengamat. Suara Pembaruan. maka kita tinggal mencari faktor pemicu kecil bagi lahirnya kerusuhan besar. 2 May. The Estimated of IDP’s Flow in Indonesia on 2001 19 Source: WFP.Thamrin Amal. 27 August 2001. Dalam teori ini. Selama beberapa jam di dua kota ini situasi sosial berubah menjadi "situasi alamiah" ala Hobbes: manusia yang satu menjadi serigala bagi manusia lainnya. menurut teori ini. Ini berarti kesenjangan sosial-ekonomi yang melebar itu berimpitan dengan perbedaan etnik dan religius. Anatomi Konflik Sampit.

dengan cuaca pegunungannya yang sejuk. Kita masih memandang manusia lain berdasarkan asal-usulnya. Yang penting adalah. Lebih jauh lagi. kelompoknya. angka-angka yang tampak tak banyak berubah. dari ukuran tertentu (dalam hal ini indeks pengeluaran rumah tangga dari hasil survei nasional). atau paling tidak diperdebatkan lebih-jauh. Setidaknya ada beberapa hal yang membuat saya ragu atas teori ini.hanyalah bentuk luarnya. kalau teori ini benar. Dalam hal ini teori lain yang patut dipikirkan adalah teori yang lebih bersifat psikologis-kultural. kota utopia yang bersih dari keserakahan. Kita juga harus membuka diri pada teori yang berbeda. Pertama. Kita mungkin akan tiba pada angka-angka yang sedikit lebih kecil atau sedikit lebih besar. Pada 1969-1970. atau lebih merata.33%. mungkin dapat disebut sebagai civitas del-nya Santo Agustinus. rasionya 0. Kita belum memandang seseorang sebagai individu.34 %. maka Tasikmalaya. maka kita bisa bertanya: kenapa kerusuhan itu justru terjadi di Situbondo dan Tasikmalaya? Kenapa bukan di Jakarta dan Surabaya? Di dua kota ini. dan agamanya. untuk memahami peristiwa penting seperti di Situbondo dan Tasikmalaya itu. kesimpulan berbeda dapat pula dimunculkan. Buat saya. pada 1981 0. Jakarta adalah "surganya" ketimpangan dan keberlebihan dalam sega1a hal. karena itu sangat gampang menjadi teori yang dominan. Kalau dibandingkan dengan Jakarta. kalau teori kesenjangan benar. kalau memakai ukuran yang berbeda. sebagai si Ruly atau si Tuti.34%. melainkan sebagai "keturunan asing" atau "Islam" atau "pribumi". Tapi justru karena itu pula kita harus hati-hati dan melontarkan beberapa pertanyaan. Singkatnya. teori ini bersandar pada sebuah asumsi yang akhir-akhir ini jarang dipertanyakan lagi. Namun saya kira akan sangat sulit mencari dukungan faktual dan dapat diuji secara akademis bagi asumsi bahwa realitas ketimpangan kita „meningkat tajam”. teori ini memang cukup mudah dimengerti sesuai dengan popular sentiment yang ada dalam masyarakat kita. Ini berarti. Tentu. misalnya. asumsi semacam ini patut diragukan. Kalau kita amati kecenderungan dalam Index Gini sejak 1969 hingga 1993. maka Jakarta mestinya sudah lama porak-poranda dilanda kerusuhan massa. yaitu bahwa kesenjangan sosial-ekonomi dalam masyarakat kita meningkat tajam. dan pada 1993 0. Teori ini menerima kenyataan babwa memang ketegangan etnoreligius masih hidup subur dalam masyarakat kita. terlebih Jakarta. sukunya. akhir-akhir ini melalui kebijaksanaan publik dalam beberapa bidang kehidupan (misalnya . dalam realitas ketimpangan kita tak terjadi perubahan berarti selama 20 tahun ini. kita jangan terpaku sepenuhnya pada sebuah penjelasan yang tampaknya "sudah benar". Akar persoalannya terletak pada realitas "objektif': pada kondisi sosial-ekonomi kita yang makin timpang. Dari fakta yang ada. akibat pertumbuhan ekonomi yang pesat. Dua alasan ini memang belum memadai untuk menolak sama sekali teori kesenjangan itu. bahkan mungkin berlawanan dengan apa yang ingin kita percayai. ekses-ekses ketimpangan hidup berdampingan sangat ekstrem. Kita tak lebih timpang. Sebaliknya. Kedua.

Pandangan umum yang beredar di Indonesia adalah bahwa konflik itu murni timbul karena persaingan antara kedua kelompok agama . Ia menyebutnya sebagai 'tragedi kemanusiaan terbesar di Indonesia' belakangan ini (Kompas. Ichsan Malik. Bagi teori ini. Intensitas konflik dipelihara oleh satu jaringan militer aktif dan purnawirawan. ORANG-ORANG JAKARTA DI BALIK BERBAGAI KERUSUHAN Pengantar --------Tragedi kerusuhan sosial di Maluku. dan masih banyak lagi.Kristen dan Islam . Dalam hal ini kita harus melihat bagaimana pendidikan civic diberikan dalam bentuk indoktrinasi yang membosankan sejak SD hingga universitas. Semua ini tentu saja tak harus benar dan relevan. penulis akan menggambarkan bagaimana konflik itu dipicu dengan bantuan sejumlah preman Ambon yang didatangkan dari Jakarta. yang bisa merontokkan dasar-dasar kebangsaan kita? *Mahasiswa S3 Jurusan Ilmu Politik. Selanjutnya. Jakarta. lalu mengalami eskalasi setelah kedatangan ribuan anggota Lasykar Jihad dari Jawa. penulis juga akan mengungkapkan agenda militer dalam memelihara kerusuhan-kerusuhan itu. Dalam makalah ini. Kita harus mengerti apa yang terjadi.di Maluku. dalam dua setengah tahun terakhir telah menelan lebih dari 9000 korban jiwa. dalam pencarian legitimasi bagi sebuah negara nasional. . Berbeda dengan pandangan umum itu. dengan kata lain. dalam dogmatisme pendidikan agama. menurut dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. kita cenderung mendorong terjadinya proses institusionalisasi bagi cara pandang semacam ini. haruskah kita menunggu peristiwaperisiwa lain yang lebih besar. 30 Maret 2001). --Kini Direktur Freedom Institute. yang terentang dari Jakarta sampai ke Ambon. untuk melindungi kepentingan mereka. Karena itu pula saat ini kita sangat membutuhkan perdebatan dan diskusi-diskusi publik yang terbuka terhadap berbagai persoalan mendasar dalam masyarakat kita. The Ohio State University. penelitian kepustakaan dan wawancara-wawancara penulis dengan sejumlah sumber di Maluku dan di luar Maluku menunjukkan bahwa tragedi itu secara sistematis dipicu dan dipelihara oleh sejumlah tokoh politik dan militer di Jakarta. atau karena ulah 'sisa-sisa kelompok separatis RMS' di sana. Mungkin setelah kita teliti dan diskusikan. dan dari situ kita baru bisa mengambil langkah untuk mengatasinya. dalam retorika yang digunakan pemimpin.perkawinan dan distribusi ekonomi). penjelasan lain akan muncul dan secara empiris lebih meyakinkan. akar persoalan kerusuhan sosial seperti di Situbondo dan Tasikmalaya harus dicari pada dimensi yang lebih bersifat subjektif. Kalau semua ini tak kita lakukan.

Akhirnya, dalam kesimpulan penulis akan mengajukan beberapa usul untuk penyelesaian kasus Maluku. Jaringan Preman Ambon ---------------------Pada tahun 1980-an, seorang preman Ambon beragama Kristen di Jakarta, Ongkie Pieters membangkitkan rasa hormat dan ketakutan di kalangan kaum muda Ambon, tanpa menghiraukan agama mereka. Meskipun penghidupan mereka didapatkan lebih dengan menggunakan otot ketimbang otak, para preman Ambon di Jakarta masih menghormati tradisi pela (persekutuan darah antara kampung Kristen dan kampung Islam). Kalau berkelahi, mereka sering memakai ikat kepala merah, yang lebih merupakan simbol ke-Ambon-an yang berakar dalam kultur Alifuru ketimbang lambang agama Samawi yang mereka anut. Hal ini secara radikal berbeda dengan makna yang kini diberikan terhadap 'merah' sebagai simbol Kristen dan 'putih' sebagai simbol Islam. Tidak berapa lama, seorang preman Ambon yang lain, Milton Matuanakotta muncul ke tengah-tengah gelanggang. Ia memiliki banyak pendukung di kalangan kaum muda baik di kalangan Ambon Kristen maupun Muslim, dan dengan cepat menjadi lebih populer di kalangan preman Ambon di Jakarta daripada pendahulunya. Pada saat itu, orang-orang Ambon Muslim beranggapan perlu memiliki 'pahlawan' mereka sendiri, maka mereka memilih Dedy Hamdun, seorang Ambon keturunan Arab. Figur ini agak kontroversial, sebab di satu sisi ia aktif berkampanye untuk PPP, tetapi di sisi lain suami artis Eva Arnaz itu juga bekerja untuk membebaskan tanah bagi bisnis properti Ibnu Hartomo, adik ipar bekas Presiden Soeharto. Entah karena aktivitas politik atau bisnisnya, di awal 1998 Deddy Hamdun diculik bersama sejumlah aktivis PRD, Aldera, dan PDI-P oleh satu reguKopassus bernama Tim Mawar yang berada di bawah komando Jenderal Prabowo Subianto, menantu Presiden Soeharto waktu itu. Hilangnya Hamdun setelah 3 1/2 bulan dalam tahanan Tim Mawar (Siagian 1999: 20-21) mengubah peta politik preman Ambon di Jakarta. Kepemimpinan pemuda Muslim Maluku diambilalih oleh Ongen Sangaji, seorang preman Maluku Muslim yang juga anggota Pemuda Pancasila. Secara ironis, dalam bersaing untuk loyalitas di kalangan kaum muda Maluku di Jakarta kedua pemimpin preman itu juga bersaing dalam mendapatkan akses ke bisnis keamanan pribadi anak-anak Soeharto. Milton memperoleh akses ke mereka melalui Yorris Raweyai, wakil ketua Pemuda Pancasila yang berasal dari Papua Barat dan dekat dengan Bambang Trihatmodo. Selain itu, Milton adalah ipar Tinton Soeprapto, pimpinan arena pacuan mobil milik Tommy Soeharto di Sentul, Bogor. Sementara itu, Ongen lebih dekat ke Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut melalui Abdul Gafur, bekas Menteri Pemuda dan Olahraga di zaman pemerintahan Soeharto. Anak buah Ongen terutama berasal dari desa-desa Pelauw dan Kalolo di Haruku. Menjelang Sidang Istimewa MPR November 1998, ketika B.J.Habibie berusaha mencari mandat untuk melegitimasi kepresidenannya, sejumlah politisi, jendral dan usahawan menciptakan kelompok paramiliter baru untuk menangkal aksi-aksi demonstrasi mahasiswa yang menentang pencalonan kembali Habibie.

Kelompok Pam Swakarsa ini antara lain terdiri dari preman-preman Ambon Muslim yang direkrut oleh Ongen Sangaji. Dukungan keuangan untuk kelompok ini berasal dari keluarga Soeharto dan seorang pengusaha keturunan Arab, Fadel Muhammad, yang dekat dengan keluarga Soeharto. Sementara dukungan politis untuk kelompok itu berasal dari Jenderal Wiranto, Menteri Pertahanan waktu itu, Mayor Jenderal Kivlan Zein, Kepala Staf KOSTRAD waktu itu, Abdul Gafur, Wakil Ketua MPR waktu itu, dan Pangdam Jaya Mayjen Djadja Suparman. Untuk meningkatkan militansi para milisi yang miskin dan berpendidikan rendah itu, mereka diindoktrinasi bahwa para aktivis mahasiswa adalah "orang-orang komunis" yang didukung oleh jendral dan pengusaha Kristen. Dengan demikian banyak anggota PAM Swakarsa beranggapan bahwa mereka ber'jihad' melawan "orang kafir". Kenyataan bahwa bentrokan yang paling sengit antara para mahasiswa dan tentara terjadi di kampus Universitas Katolik Atmajaya, hanya karena kedekatan kampus itu dengan gedung parlemen, memberikan kesan kredibilitas dari propaganda sektarian dan anti komunis ini. Dalam kerusuhan Semanggi menjelang Sidang Istimewa MPR itu, empat orang anak buah Ongen yang berasal dari Kailolo (Haruku), Tulehu dan Hitu (Ambon), dan Kei (Maluku Tenggara), dibunuh oleh penduduk setempat yang berusaha melindungi para aktivis mahasiswa dari serangan kelompok milisi Muslim itu. Maka terbukalah peluang untuk menghasut preman-preman Ambon Islam itu untuk melakukan balas dendam. Konyolnya, balas dendam itu tidak diarahkan terhadap para aktivis mahasiswa, tetapi terhadap sesama preman Ambon yang beragama Kristen. Kesempatan itu timbul ketika terjadi kerusuhan di daerah Ketapang, Jakarta Pusat, pada hari Minggu dan Senin, 22-23 November 1998. Apa yang dimulai adalah percekcokan antara para satpam Ambon Kristen yang menjaga sebuah pusat perjudian dan penduduk setempat segera berkembang menjadi kerusuhan anti Kristen di mana lusinan gereja, sekolah, bank, toko, dan sepeda motor dihancurkan. Ternyata, kekuatan-kekuatan dari luar dikerahkan untuk mengubah konflik lokal itu menjadi konflik antar-agama. Kekuatan-kekuatan luar ini mencakup sekelompok orang yang mirip orang Ambon, yang menyerang lingkungan Ketapang pada jam 5.30 pagi. Mereka dibayar Rp 40.000 ditambah makan tiga kali sehari untuk menteror orang-orang Muslim setempat. Meskipun salah seorang dari mereka yang tertangkap adalah orang Batak yang kemudian disiksa dan dibunuh oleh penduduk setempat, namun mayoritas preman ini adalah orang Ambon anggota PAM Swakarsa bentukan Gafur. Mereka yang menyerang semua penduduk setempat yang terlihat melintas di sekitarnya dan membakar semua sepeda motor yang diparkir di depan mesjid setempat yang menyebabkan jendela-jendela mesjid itu pecah. Dipicu oleh kabar angin bahwa sebuah mesjid telah dibakar oleh 'orang-orang kafir', penduduk Muslim setempat balik menyerang orang-orang luar tadi dengan dukungan para anggota Front Pembela Islam (FPI) yang didatangkan dari berbagai tempat di Jakarta. Selama kerusuhan ini, enam orang meninggal korban main hakim sendiri oleh penduduk Muslim setempat dan para anggota FPI. Tiga orang dari korban itu adalah orang-orang Kristen dari Saparua dan Haruku.

Memang tidak jelas apakah rangkaian pembunuhan terhadap para preman Ambon di Senayan dan Ketapang itu telah dipersiapkan oleh sekutu-sekutu politik Soeharto. Yang jelas, kerusuhan di Ketapang mengukuhkan monopoli sebuah pusat perjudian lain di jalan Kunir, Jakarta. Pusat perjudian itu dikelola oleh Tomy Winata, mitra bisnis Bambang Trihatmodjo dan teman dekat Yorris Raweyai dari Pemuda Pancasila. Terlepas dari motif di balik pembakaran pusat perjudian di Ketapang, pembunuhan terhadap para preman Ambon Muslim dan Kristen itu mengakibatkan kedua kelompok itu bertekad melakukan balas dendam terhadap satu sama lain di kampung halaman mereka di Maluku. Dengan menggunakan kerusuhan Ketapang sebagai alasan, aparat keamanan di Jakarta menangkap semua orang Maluku yang tidak memiliki KTP, dan menaikkan mereka ke kapal penumpang sipil maupun Angkatan Laut yang berlayar ke Ambon. Menurut seorang sumber penulis yang berlayar dengan KM Bukit Siguntang ke Ambon pada bulan Desember 1998, sekelompok preman Ketapang yang menumpang di geladak kapal dengan suara keras menggembar-gemborkan niat mereka untuk membalas dendam terhadap musuh mereka di Ambon. Di mata orang awam, langkah-langkah aparat keamanan ini tidak tampak mencurigakan, karena banyak orang Ambon Kristen pulang ke kampung halamannya untuk merayakan Natal, sementara banyak orang Ambon Muslim juga merencanakan untuk melalui bulan puasa dan liburan Idul Fritri bersama sanak keluarga di kampung mereka. Baru kemudian tersebar berita bahwa antara 165 dan 600 pemuda Ambon telah berlayar pulang ke Ambon selama akhir tahun 1998. Di antara mereka terdapat preman Ambon Kristen yang terlibat dalam serangan fajar di Ketapang, maupun Sadrakh Mustamu, kepala keamanan di pusat perjudian Ketapang. Ongen Sangaji dan Milton Matuanakotta juga termasuk preman Ambon yang pulang ke Ambon pada akhir tahun 1998, untuk menyulut kerusuhan di sana. Preman Ambon yang datang dari Jakarta, segera melebur ke dalam kalangannya masing-masing. Di kotamadya Ambon yang berpenduduk hampir 350 ribu jiwa itu, dunia preman dikuasai oleh dua orang tokoh yang berbeda kepribadiannya, Berty Loupati yang masih muda lebih merupakan seorang preman profesional, serta Agus Wattimena yang tua, seorang penatua (anggota Majelis Gereja) yang juga jago berkelahi. Berty Loupati adalah pemimpin kelompok 'Coker' yang didirikannya awal 1980-an di daerah Kudamati dekat RS Dr. Haulussy setelah ia pulang dari "berguru" ilmu kriminalitas kelas teri (petty crime) di Surabaya. Kelompok ini adalah hasil peleburan kelompok-kelompok preman yang lebih kecil di Ambon, seperti Van Boomen, Papi Coret, Sex Pistol. Anggota kelompok preman gabungan itu kurang lebih seratus orang, Nasrani maupun Muslim. Walaupun anggotanya ada juga yang perempuan, Coker semula merupakan kepanjangan dari "Cowok Keren" ('Handsome Boys'), walaupun kemudian ada yang mempelesetkan arti Coker menjadi Cowok Kerempeng ('Skinny Boys'), karena kebanyakan anggotanya memang kurus kerempeng. Di kemudian hari, setelah konflik antar-agama mulai berkecamuk di kota Ambon, majalah mingguan Tajuk (April

1999) mengubah arti Coker menjadi 'Cowok Keristen' ('Christian Boys'). Singkatan "Cowok Kristen" itu kemudian dipopulerkan oleh media massa yang mendukung kehadiran Lasykar Jihad di Maluku. Di luar struktur Coker, Agus Wattimena mendirikan Lasykar Kristus, khusus dibentuk untuk berperang melawan kelompok milisi Islam asli Ambon sertaLasykar Jihad yang datang dari luar Ambon. Jagoan yang sering menyandang pistol Colt kaliber 45 mengaku punya 60 ribu anak buah (Hajari 2000). Tidak jelas seberapa jauh kebenaran klaim Agus itu. Yang jelas, adanya dua kelompok yang sama-sama mengklaim membela kepentingan masyarakat Ambon Kristen menimbulkan rivalitas yang sangat tajam antara Berty dan Agus, apalagi setelah beredar kabar burung bahwa Berty mulai condong ke kepentingan penguasa dari Jakarta. Tidak lama setelah nama Agus Wattimena diumumkan sebagai "Pimpinan Akar Rumput" (Grassroots Leader ) Front Kedaulatan Maluku (FKM), yang diproklamasikan oleh dokter Alex Manuputty dan kawan-kawannya pada tanggal 18 Desember 2000, riwayat Agus tampaknya sudah tamat. Hari Selasa malam, 20 Maret 2001, Agus Wattimena tewas tertembak di rumahnya sendiri, dengan dua lubang tembakan di jidat dan lengan kirinya (Jakarta Post, 22 Maret 2001). Menurut sumber-sumber Lasykar Jihad (Laskarjihad.or.id, 21 Maret 2001), "Agus ditembak oleh pesaingnya, Berty Loupatty, kepala geng Coker (Cowok Kristen), yang satu daerah dengan Agus. Berty dan Agus memang akhir-akhir ini sudah tidak akur dan pernah terlibat baku tembak melibatkan seluruh anak buah mereka di kawasan Kudamati beberapa bulan lalu". Namun melihat pola adu domba antara sesama kelompok sipil yang semakin sering dilakukan oleh kelompok-kelompok militer di berbagai penjuru Nusantara, bisa saja Agus Wattimena ditembak mati oleh seorang sniper profesional. Soalnya, ia baru dibunuh setelah melibatkan diri secara langsung dalam sebuah organisasi yang terangterangan memperjuangkan kedaulatan rakyat Maluku yang diproklamasikan oleh RMS tahun 1950. Jadi saat itu ia bukan lagi sekedar panglima satu kelompok milisi yang semata-mata memperjuangkan keselamatan separuh penduduk kota Ambon yang beragama Kristen. Kendati demikian, buat kebanyakan orang Ambon yang beragama Kristen, kematian laki-laki setengah ompong berumur 50 tahun itu tetap dihargai sebagaimana layaknya gugurnya seorang pahlawan. Ia dikuburkan di tengah-tengah 400 orang anakbuahnya yang telah meninggal terlebih dahulu di kota Ambon. Kematiannya tidak hanya diperingati di kota Ambon, tapi juga oleh masyarakat Ambon Kristen di Jakarta, dihadiri oleh sejumlah artis terkenal. Sementara itu, Ongen Sangaji dan Milton Matuanakotta sudah sama-sama bersembunyi untuk menghindarkan diri dari kemarahan masyarakat Ambon di Jakarta. Ongen kabarnya telah bersumpah untuk tidak akan terlibat lagi dalam proyek kerusuhan di tempat-tempat lain di Indonesia, sedangkan Milton kabarnya disembunyikan atas perintah Jenderal (Purn.) Wiranto, yang peranannya akan dibahas kemudian dalam makalah ini.

Eskalasi dua tahap ------------------Setelah dipicu oleh para preman Ambon dari Jakarta, konflik di Maluku dapat dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama mulai Januari 1999 sampai dengan akhir April 2000, dan ditandai oleh saling menyerang antara penduduk Kristen dan Muslim yang sebagian besar menggunakan senjata primitif buatan sendiri, termasuk bom rakitan. Ada keseimbangan kekuatan antara kedua belah fihak. Selanjutnya, fase kedua mulai dari bulan Mei 2000, yang ditandai oleh kedatangan orang non-Maluku, yang sebagian besar adalah orang Muslim dari Jawa, Sulawesi, dan Sumatera, yang dikenal sebagai Lasykar Jihad. Mereka membawa senjata modern dan bersekutu dengan personil militer Muslim yang berjumlah 80% dari pasukan yang ditempatkan di kepulauan rempah-rempah itu. Perkembangan ini secara total menghancurkan keseimbangan sebelumnya, dan menciptakan perimbangan kekuagan yang menguntungkan orang Muslim. Selama tahap pertama, ketika secara relatif jumlah orang yang terbunuh masih sedikit dan tingkat kebencian antaragama belum mencapai klimaksnya, maka operasi intelijen direncanakan secara cermat untuk mengkondisikan kedua komunitas menerkam leher satu sama lain, segera setelah kerusuhan sosial dipicu. Operasi-operasi intelijen ini mencakup penyaluran pamflet-pamflet provokatif di kalangan penduduk dan penyaluran handie-talkie di kalangan pemimpin kelompok-kelompok setempat agar kerusuhan dapat dipicu secara simultan dalam jangkauan yang luas. Beberapa pamflet tanpa nama yang disebarkan di Ambon menjelang kerusuhan bulan Januari dan Februari 1999, memperingatkan kedua belah pihak, bahwa pihak lain sedang merencanakan untuk membakar rumah-rumah ibadah mereka, dan memperingatkan sebuah kelompok etnik bahwa kelompok etnik lain sedang merencanakan untuk membinasakan mereka. Pamflet-pamflet serupa disebarkan di kalangan kaum Muslim di Maluku Utara, menjelang kerusuhan bulan Agustus dan November 1999. Ditandatangani oleh para pemimpin gereja Protestan di Ambon, isi pamflet-pamflet itu mendesak orang Kristen untuk membinasakan semua orang Muslim. Salah satu pamflet jatuh ke tangan aparat desa di Tidore. Sebuah pertemuan diadakan dan ketika pendeta setempat, Ari Risakotta, tidak muncul untuk menjelaskan isi surat itu, ia diserang dan dibunuh di rumahnya. Mengingat bahwa pertarungan yang masih berlangsung di Ambon, rasanya sangat tidak mungkin bahwa ada pemimpin gereja menginginkan konflik itu merambat ke daerah lain di kepulauan itu. Jadi dapat disimpulkan bahwa pamflet-pamflet ini dibuat oleh para agitator yang sangat profesional, yang mengenal masyarakat Maluku Utara dengan sangat baik. Akhirnya, setelah perang saudara berlangsung beberapa bulan dan kedua belah fihak telah banyak saling membunuh, seruan jihad dikumandangkan oleh organisasiorganisasi militan Muslim yang didukung oleh sejumlah politisi Muslim dalam tablig akbar pada tanggal 7 Januari 2000 di Lapangan Monas Jakarta, yang menjadi platform untuk memobilisasi kekuatan-kekuatan Lasykar Jihad, untuk dikirim ke Maluku. Sepintas lalu, semua perkembangan ini tampak berlangsung secara spontan. Tetapi di

bawah permukaan, ada dua jaringan yang saling berhubungan, yakni jaringan militer dan jaringan Muslim militan, yang masing-masing punya agenda sendiri, tetapi dipersatukan oleh tujuan bersama untuk menyabot tujuan pemerintah untuk menurunkan kekuasaan militer dan untuk menciptakan masyarakat yang terbuka, toleran, dan bebas dari dominasi suatu agama. Jaringan Militer -----------------Jaringan militer yang menjembatani kedua tahap itu terentang dari Jakarta sampai ke Ambon, dan terdiri dari perwira-perwira aktif maupun purnawirawan yang bekerja keras untuk memprovokasi orang-orang Muslim dan Kristen untuk bertarung. Mereka termasuk dalam faksi militer yang dengan kuat menentang pengurangan politik dan kepentingan bisnis militer, atau ikut dalam jaringan ini untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dari sorotan dan kemungkinan pengadilan atas pelanggaran hak-hak asasi manusia serta kejahatan melawan kemanusiaan. Dua orang jendral purnawirawan, tiga orang jendral aktif, dan seorang pensiunan perwira TNI/AU, terlibat dalam jaringan ini. Mereka terdiri dari Jendral (Purn.) Wiranto, Mayor Jenderal Kivlan Zein, Letjen (Purn.) A.M. Hendropriyono, Letjen Djadja Suparman, Letjen Suaidy Marasabessy, Mayjen Sudi Silalahi, dan Mayor TNI/AU (Purn.) Abdul Gafur. Wiranto adalah Penglima Angkatan Bersenjata yang bertanggungjawab atas pestapora kekerasan dan kehancuran pasca referendum di Timor Lorosa'e pada bulan September 1999, dan juga bertanggungjawab atas pecahnya kekerasan di Ambon, delapan bulan kemudian. Nama Kivlan Zein, pernah dikemukakan sekali oleh Abdurrahman Wahid, walaupun dengan secara agak tersamar, yakni "Mayjen K" (Tempo, 29 Maret 1999: 32-33). Menurut informasi yang saya peroleh, Kivlan Zein, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Staf KOSTRAD, memang ditugaskan oleh Wiranto untuk mengamankan Sidang Istimewa MPR bulan November 1998. Tugas itu antara lain dilaksanakan dengan pembentukan PAM Swakarsa, yang sebagian besar beragama Islam. Untuk melakukan tugas-tugas counter-insurgency semacam itu, Kivlan Zein punya satu sumber dana yang luarbiasa, yakni kelompok perusahaan Tri Usaha Bhakti (TRUBA), di mana ia duduk sebagai komisaris (Kompas, 3 November 2000). Awal November tahun lalu, anggota Komisi I DPR, Effendi Choirie dari Fraksi Kebangkitan Bangsa mendesak Departemen Pertahanan dan Markas Besar TNI agar secara serius menindaklanjuti hasil auditing BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) terhadap sejumlah yayasan milik TNI, yang baru saja dilaporkan ke DPR. Di situ termasuk bisnis Yayasan Kartika Eka Paksi, pemilik seluruh saham TRUBA itu. Sayangnya, seruan politisi PKB itu tidak ditanggapi oleh pemerintah maupun para anggota DPR yang lain. Djadja Suparman adalah Pangdam Jaya yang ikut bertanggungjawab atas pembentukan PAM Swakarsa. Setelah dipromosikan menjadi Pangkostrad, ialah yang memerintahkan pasukan Kostrad di Makassar untuk terbang ke Ambon, hanya satu

jam setelah bentrokan antara seorang pengendara angkutan umum Ambon Kristen dan seorang penumpang Bugis Muslim pecah di Ambon pada tanggal 14 Januari 1999. Belakangan ini ada sinyalemen di Jakarta, bahwa korupsi sebesar Rp 173 milyar di lingkungan yayasan-yayasan Kostrad ketika kesatuan militer elit itu masih berada di bawah Djadja Suparman (Tempo, 24-30 April 2001, Laporan Utama), ada hubungan dengan kerusuhan di Maluku. Sebagian dana itu digunakan untuk membiayai pelatihan dan pengiriman 6000 orang anggota Lasykar Jihad ke Maluku. Paling tidak, begitulah yang dipercayai oleh para anggota Kongres AS, yang menolak normalisasi kerjasama militer antara AS dan Indonesia. Seperti yang telah disinggung di depan, Abdul Gafur yang mantan Menteri Pemuda dan Olahraga di bawah Soeharto itu ikut terlibat dalam pembentukan pasukan PAM Swakarsa tersebut, khususnya kelompok preman Maluku Muslim yang diketuai oleh Ongen Sangaji. Di kalangan orang Maluku di Jakarta, ia dikenal sangat tekun berusaha memecahbelah masyarakat Maluku berdasarkan garis agama. Pada 15 Mei 1995, ketika komunitas Ambon di Jakarta memperingati pemberontakan Pattimura melawan Belanda pada tahun 1817, Gafur memboikot perayaan orang Maluku di Gedung Joang di lingkungan Menteng di mana dua pemuka agama -- Kristen dan Muslim -memanjatkan doa mereka. Ia sebaliknya mengorganisir perayaan eksklusif bagi orang Maluku Muslim di Taman Mini Indonesia Indah dengan mengorganisir lari membawa obor. Pada kesempatan lain, Gafur mengatakan bahwa Pattimura beragama Islam, bertentangan dengan pandangan umum bahwa pahlawan nasional itu, yang sesungguhnya bernama Thomas Matulessy, beragama Kristen. Setelah kerusuhan meletus di Ambon, dan propinsi Maluku dipecah dua menjadi Maluku Utara dan Maluku, Gafur yang beradarah campiran Ternate dan Acheh itu segera berkampanye untuk menjadi kandidat Gubernur Maluku Utara, memanfaatkan koneksi-koneksi Golkarnya. Ketua DPP Golkar yang juga ketua DPR-RI, Akbar Tanjung, mendukung pencalonan Gafur oleh Golkar, yang menguasai kursi terbanyak di DPRD Maluku Utara (Gamma, 17-23 Jan. 2001, hal. 39; Mandiri, 28 Febr. 2001), namun sejumlah cendekiawan asal Maluku Utara menentang pencalonan orang yang selama ini sangat bersikap menjilat pantat Soeharto dan keluarganya. Tidak lama setelah kerusuhan meletus di kota Ambon, mulai beredar kabar-kabar burung bahwa kerusuhan itu didalangi oleh orang-orang Maluku Nasrani, yang ingin menghidupkan kembali 'Republik Maluku Selatan' (RMS) yang pernah dicetuskan di Ambon pada tanggal 25 April 1950, dan meneruskan perjuangan mereka lewat gerilya bersenjata di Pulau Seram hingga tahun 1964. Tuduhan itu, di mana cap 'RMS' selanjutnya dipelesetkan menjadi 'Republik Maluku Serani', yang akan dibahas tersendiri di bagian ini, sejak dini ikut disebarluaskan oleh Letjen (pur) A.M. Hendropriyono, mantan Menteri Transmigrasi dalam pemerintahan Habibie. Dalam sebuah pertemuan publik pada tanggal 19 Maret 1999 dengan gubernur Maluku, para pemimpin agama dan informal lain, serta para mahasiswa dan pemuda di Ambon, Hendropriyono melontarkan tuduhan itu. Seorang jendral purnawirawan lain, Feisal Tanjung, yang pernah menjadi Pangab dalam kabinet Soeharto, segera menggarisbawahi tuduhan Hendropriyono itu.

Hendropriyono, memang punya kepentingan praktis untuk menyebarluaskan tuduhan itu. Soalnya, setelah Soeharto dipaksa turun dari takhta kepresidenannya, peranan Hendropriyono dalam tragedi Lampung yang menewaskan sekitar 250 jiwa – termasuk perempuan dan anak-anak - pada tanggal 7 Februari 1989, mulai dibongkar oleh berbagai kelompok hak asasi manusia di Indonesia. Kolonel Hendropriyono waktu itu adalah Komandan Korem 043 Garuda Hitam Lampung yang memimpin operasi gabungan tentara, polisi, dan Angkatan Udara, ke sebuah perkampungan para migran dari Jawa, yang dicap sebagai Islam fundamentalis (Awwas 2000).Cap itu, oleh berbagai pengamat, telah dianggap terlalu berlebihan. Sebab konflik antara pemerintah dan perkampungan Islam itu, lebih berakar pada permasalahan pembebasan tanah, yang lebih jauh lagi berakar pada sejarah pembukaan daerah Lampung oleh Belanda untuk kepentingan para transmigran dari Jawa (Wertheim 1989). Dengan mengalihkan perhatian ke Maluku, dengan cara-cara yang seolah-olah merangkul kepentingan umat Islam, Hendropriyono untuk sementara waktu berhasil mengurangi sorotan para korban tragedi Lampung. Suaidy Marasabessy, seorang veteran dari perang Timor yang kemudian menjadi Pangdam Hasanuddin di Sulawesi Selatan, yang menyetujui pengiriman pasukan Kostrad dari Makassar ke Ambon, kendati mereka secara emosional berpihak untuk menentang Ambon Kristen dan membela para migran Bugis dan Makasar di Ambon, karena didorong oleh solidaritas etnik. Sebagai konsekuensinya Marasabessy dipindahkan ke Markas Besar Angkatan Darat dan dipromosikan menjadi Kasum TNI oleh Presiden Abdurahman Wahid. Baik promosi Marasabessy maupun Djadja Suparman didasarkan pada rekomendasi dari Wiranto, waktu itu masih menjadi Menko Polkam. Wiranto kemudian mengangkat Marasabessy untuk mengepalai Team 19 yang terutama terdiri dari para perwira Maluku untuk mengadakan investigasi latar belakang dari kekerasan di Maluku dan menyarankan cara-cara penyelesaian persoalan itu. Selama kedua fase konflik itu, Sudi Silalahi menjadi Pangdam Brawijaya di Jawa Timur, dan telah bertanggungjawab atas pengiriman pasukan Brawijaya berdampingan dengan pasukan Kostrad - yang ikut meningkatkan kekerasan antaragama di Maluku. Dalam kapasitasnya sebagai Pangdam Brawijaya, ia juga membiarkan ribuan anggota Lasykar Jihad untuk berlayar dari Surabaya ke Ambon, meskipun Presiden Wahid menghimbau kepada seluruh jajaran TNI dan Polri untuk menghalanginya. Harap diingat bahwa di awal bulan-bulan kekerasan, seluruh Kepulauan Maluku masih berada di bawah Kodam Trikora yang bermarkas di Jayapura, Papua Barat. Berarti sebenarnya Wiranto dapat mengirim pasukan Trikora dari Papua Barat ke Ambon, ketimbang mengirim pasukan dari Jawa dan Sulawesi Selatan, yang kebanyakan beragama Islam, untuk menghadapi kerusuhan di Maluku. Baru pada tanggal 15 Mei 1999, setelah puluhan batalion tentara tersebar di

Kepulauan Maluku, status Korem Pattimura ditingkatkan menjadi Kodam. Di Maluku sendiri, dua orang kolonel yang waktu itu berkedudukan di Ambon ikut mengipas-ngipas api kebencian antara orang Kristen dan Islam. Asisten Teritorial Pattimura, Kol. Budiatmo, memupuk hubungan dengan para Preman Kristen, khususnya Agus Wattimena, untuk mempertahankan kemarahan mereka terhadap para tetangga mereka yang Muslim, sementara Asisten Intelijen Kodam Pattimura, Kol. Nano Sutarmo, menjaga agar api tetap menyala di kalangan perusuh Muslim. Dua orang kolonel itu, yang sudah ditempatkan di Ambon ketika Suaidy Marasabessy menjadi Komandan Korem Pattimura, juga memiliki teman-teman di kalangan atas di Jakarta. Saudara laki-laki Nano Sutarno, Brigjen Marinir Nono Sampurno, adalah komandan pengawal keamanan Wakil Presidan Megawati. Ini membuat Megawati secara praktis "tertawan" oleh agenda militer, meskipun ia justru adalah orang yang ditugaskan Presiden Wahid untuk menyelesaikan masalah Maluku. Selain kedua orang kolonel itu, yang di akhir tahun 2000 telah dipindahkan dari Maluku, beberapa orang purnawirawan dan perwira aktif dan masih tinggal di Ambon juga memainkan peran dalam mengipas-ngipas api permusuhan antaragama. Mereka adalah Brigjen (Purn) Rustam Kastor dan Letkol (Pur) Rusdi Hasanussy. Lahir di Ambon pada tanggal 9 Juli 1939, Rustam Kastor adalah mantan Komandan Korem Pattimura, mantan Kepala Staf Kodam Trikora (Papua Barat), dan telah ditempatkan di Markas Besar di Jakarta. Barangkali dialah yang paling tepat dijuluki sebagai 'bapak ideologis' dari kekerasan Maluku. Ia memberikan pembenaran 'pseudo-ilmiah' untuk mengundang Lasykar Jihad ke Maluku, konon untuk menyelamatkan orang Muslim dari pembinasaan yang dilakukan oleh orang-orang Maluku Kristen, dengan menuduh orang-orang Kristen mencoba menghidupkan kembali pemberontakan 'RMS' tahun 1950 s/d 1964. Tidak hanya Gereja Protestan Maluku, tetapi juga PDI-P Megawati Sukarnoputri cabang Maluku dituduh terlibat dalam pemberontakan itu, yang bertujuan untuk menciptakan negara Maluku yang berasas Kristen, di mana tidak ada tempat bagi orang Maluku yang beragama Islam, menurut buku Rustam Kastor (2000) yang menjadi best-seller di kalangan pendukung Lasykar Jihad di Jawa. Sesungguhnya, teori konspirasi ini pertama kali dikemukakan pada 28 Januari 1999 dalam konperensi pers yang diorganisir oleh dua organisasi militan Muslim, KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam) dan PPMI (Persatuan Pekerja Muslim Indonesia). Teori konspirasi ini segera disebarluaskan oleh Letjen (pur) A.M. Hendropriyono, seperti yang telah dijelaskan di depan. Seorang jendral purnawirawan yang lain, Feisal Tanjung, bekas Pangab dalam kabinet Soeharto dan terakhir menjabat sebagai Menko Polkam dalam kabinet Habibie, ikut menggarisbawahi tuduhan Hendropriyono. Teori ini kemudian menyebar seperti api yang membakar ranting-ranting kering setelah disiarkan oleh sebagian media massa di Indonesia, di mana singkatan RMS diplesetkan menjadi 'Republik Maluku Serani'. Plesetan itu mendistorsi kenyataan seolah-olah semua orang Ambon Kristen mengambil bagian dalam mendirikan

gerakan kemerdekaan ini, dan seolah-olah orang Ambon Islam semuanya menolak pemberontakan itu. Disertasi Richard Chauvel tentang pemberontakan itu (1990) menunjukkan ketidakbenaran pelesetan 'Republik Maluku Serani', dan bahwa RMS bukan bertujuan membentuk negara Kristen. Chauvel jelas-jelas membeberkan bagaimana salah seorang pemimpin RMS yang diperiksa oleh TNI setelah pemberontakan di Ambon berhasil ditumpas adalah Ibrahim Ohorella. Raja (kepala desa) Tulehu itu malah menjadi tuan rumah rapat-rapat persiapan proklamasi RMS, mengerahkan sebagian besar warga desanya untuk menghadiri proklamasi RMS di alun-alun kota Ambon yang dihadiri sekitar 9000 orang, dan memasok kebutuhan sagu senilai Rp 25 ribu (waktu itu) untuk makanan para serdadu Angkatan Perang RMS sebelum Tulehu diduduki oleh TNI. Sebaliknya, masyarakat Kristen di Ambon serta orang Ambon Kristen di luar Ambon juga tidak sepenuhnya mendukung proklamasi RMS. Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) sendiri, bersikap netral terhadap proklamasi itu. Seorang tokoh Ambon di Jakarta yang kemudian menjadi Wakil Perdana Menteri, Dr. J. Leimena, dipercayai oleh Sukarno untuk berunding dengan pencetus RMS untuk mengakhiri gerakan mereka. Setelah hampir setahun disebarkan oleh berbagai media di Indonesia, teori ini diabadikan oleh Rustam Kastor ke dalam bentuk buku (2000), yang telah menjadi paling laku, tidak hanya di lingkungan Muslim tertentu di Maluku, Jawa dan Sulawesi. Selain dari bahasa Provokatifnya tentang orang Kristen, buku itu menuding aksi demonstrasi mahasiswa Ambon secara besar-besaran pada bulan November 1998, sebagai tahap 'pematangan situasi' bagi pemberontakan RMS yang didukung oleh GPM dan PDI-Perjuangan cabang Maluku. Menurut Kastor, demonstrasi itu merupakan upaya yang sadar untuk memperlemah militer, sehingga mereka tidak akan dapat menghancurkan 'pemberontakan RMS' selanjutnya yang bertujuan untuk membersihkan Maluku dari penduduk Muslimnya. Kastor juga menuduh orang-orang Kristen memanipulasi gerakan reformasi yang dipimpin mahasiswa untuk menghancurkan perekonomian Indonesia, dan dengan demikian mempromosikan disintegrasi Republik dengan memisahkan provinsiprovinsi yang didominasi Kristen di Indonesia bagian Timur -- termasuk Timor Lorosa'e --, yang kemudian dapat membentuk negara baru yang didominasi Kristen dengan sumber-sumber daya alami yang fantastik, karena negara itu akan meliputi Papua Barat dan provinsi Maluku yang sekarang. Apa yang diabaikan Kastor dalam bukunya adalah kenyataan bahwa gerakan kemerdekaan Timor Lorosa'e dan Papua Barat ikut dipimpin oleh tokoh-tokoh Muslim setempat, seperti Mar'i Alkatiri yang kini menjadi Menteri Ekonomi dan sumberdaya Alam dalam pemerintahan transisi di Timor Lorosa'e, serta Thaha Mohamad Alhamid, Sekjen Presidium Dewan Papua yang kini sedang ditahan oleh pemerintah Indonesia di Papua Barat. Alkatiri dan Alhamid tentu saja tidak berjuang untuk menciptakan suatu aliansi negara Kristen di Timur Indonesia. Di samping itu, kehendak untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia bukanlah

lengkap dengan lencana Kopassusnya. dengan mendorong sebuah peti kayu besar yang berisi perlengkapan mereka ke dalam pesawat terbang.merupakan monopoli Kristen sebagaimana ditunjukkan oleh rakyat Aceh. sersan polisi yang secara fatal dilukai oleh penembak gelap pada hari Rabu. Pada bulan Juli 1999. Keterlibatan Kopassus tidak begitu kentara sebagaimana tiga kesatuan lain. dalam setiap konfrontasi antaragama. Tokoh selanjutnya. membakar asrama yang . kira-kira 70 orang perwira Kopassus dilihat oleh para jurnalis dan para relawan kemanusiaan meninggalkan Ambon dengan menumpang pesawat terbang militer Hercules. sebagaimana terjadi ketika empat orang tentara Kopassus berambut panjang ditahan di atas kapal KM Lambelu. Memang tembakan kepala yang fatal tidak merupakan monopoli anggota Kopassus. Secara ironis. Tanpa dukungan militer ini. Kehadiran para anggota Kopassus di Ambon itu sudah diketahui oleh para jurnalis sejak Januari 1999. Para tentara Kopassus sering menyamarkan dengan menggunakan jubah Arab dan jenggot palsu sebagai ciri Lasykar Jihad.atau dengan kelaziman dari para penembak gelap. Kehadiran Kopassus di antara Lasykar Jihad dapat disimpulkan dari ketrampilan tempur mereka yang khas -. ketua MUI Maluku itu pergi ke Makassar untuk merekrut enampuluh orang anggota Muhammadiyah dan mengapalkan mereka ke Ambon untuk bergabung dengan milisi Muslim lokal (TPG. mungkin merupakan satu-satunya perwira polisi aktif yang memimpin sebuah cabang Majelis Ulama Indonesia. Beberapa orang dari mereka ditangkap sebelum mencapai Ambon. Pada dasarnya. Brawijaya. Lasykar Jihad sendiri pada tanggal 21-22 juni 2000 tidak mungkin menghancurkan markas Brimob di Tantui. maka tidaklah mengherankan jika para serdadu itu dapat beroperasi dengan bebas di kedua provinsi kembar itu. Kopassus dan Brimob. 2000. H. Alfian ("Eki") Hassanusi (10). 70% dari para korban di kedua belah pihak dibunuh atau dilukai dari tembakan senjata organik militer dan polisi. Kastor terlibat aktif mempersiapkan kedatangan Lasykar Jihad di Maluku. ia kehilangan anaknya. Mereka memakai seragam loreng. 17 Mei. tiga kesatuan tentara dan satu kesatuan polisi telah mengambil bagian dalam pembunuhan besar-besaran itu. Ambon. yang sering bertindak secara tenang dan berhatihati untuk menetapkan jumlah korban yang setara bagi kedua komunitas. dan memupuk fanatisme mereka melalui khotbah-khotbah yang membakar. yang telah didokumentasikan dengan baik oleh para jurnalis asing. di mana sampai Mei 2000. Dengan begitu banyak tokoh militer yang terlibat dalam menghasut kekacauan di Maluku. atau menggunakan kaos-kaos Lasykar Maluku sebagai ciri dari milisi Kristen.seperti menembak dan melempar granat dari dalam drum minyak yang kosong yang digelindingkan oleh anggota Lasykar Jihad ketika menyerang kampus UKIM (Universitas Kristen Indonesia Maluku) -. 1999). dan telah dikuasai pula oleh pasukan-pasukan khusus Angkatan Darat memiliki waktu dan kesempatan yang lebih lama untuk mengembangkan keterampilan yang mematikan ini selama masa tugas mereka di Timor Lorosa'e dan berkat latihan bersama para penembak jitu SAS di Australia. yakni pasukan-pasukan Kostrad. pada 5 Agustus 2000. Selain menulis buku untuk membenarkan perang antaragama di Maluku. Rusdi Hassanusi.

Hamzah Haz. 150.Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah -. mereka berkembang pesat di luar dua organisasi Muslim yang paling besar -. menghancurkan dua gudang amunisi. tentara. dan lusinan seragam Brimob. tidak terlepas dari perbedaan pendapat mereka dengan Presiden Abdurrahman Wahid soal peranan Islam dalam kehidupan bernegara di Indonesia. Dirintis melalui ICMI di bawah pimpinan BJ Habibie. dan ekonomi Indponesia. Kebanyakan pemimpin massa yang direkrut untuk mengobarkan Jihad di Maluku berasal dari arus kaum militan Muslim baru. Seorang aktivis 'neo NII' adalah Al-Chaidar. FPI dan Asosiasi Muslim Maluku yang dipimpin oleh Ongen Sangaji. yang membentuk jamaah salaf di kalangan mahasiswa di beberapa universitas negeri yang bergengsi. 8. ketua MPR. Di Indonesia. parlemen.000 butir peluru..000 orang anggota Polri dan anggota keluarga mereka. untuk mengirimkan enam ribu orang pemuda Muslim ke Kepulauan Maluku diharapkan dapat 'membebaskan saudara laki-laki dan perempuan Muslim mereka dari para penindas Kristen mereka'. mantan menteri dalam kabinet Wahid. Keterlibatan dari tokoh-tokoh politisi Poros Tengah seperti Amien Rais. yang ajarannya diterapkan oleh Ibnu Saud. Gerakan internasional ini bertujuan untuk kembali kepada Islam dari generasi awal yang didanai oleh para anggota dinasti Saud. Tak ketinggalan. yang mengorganisir tabligh akbar yang dihadiri antara 40. untuk membedakan mereka dari gerakan bawah tanah yang pernah dihubungkan dengan operasi intelijen almarhum Jendral Ali Murtopo. Jaringan Muslim -------------------Berbicara tentang Lasykar Jihad membawa kita pada jaringan Muslim militan.dalam gerakan Tarbiyah. PPMI. yang mengikuti ajaran gerakan Wahhabi. maka mereka harus mendominasi pemerintahan. Muhammad bin Abdul-Wahab (1705-1787). Sikap itu justru bertolakbelakang dengan sikap politik Abdurrahman Wahid. para politisi Islam itu mengkampanyekan "demokrasi proposional" dalam sistem politik dan ekonomi Indonesia. berasal dari Aceh. Gerakan itu dinamai dengan nama pendirinya. karena umat Islam merupakan mayoritas penduduk Indonesia.000 Orang di Monumen Nasional Jakarta pada tanggal 7 Januari 2000. termasuk KISDI. yang bekerjasama dengan jaringan militer yang diuraikan sebelumnya. Wahid pun menganjurkan rekonsiliasi dengan . Fuad Bawazier. 212). mantan menteri dalam kabinet Soeharto. Tujuannya adalah untuk mendirikan negara Islam. ketika ia mendirikan monarki Saudi pada tahun 1925. yang menurut mereka saat itu masih didominasi oleh golongan minoritas Kristen dan Tionghoa (Hefner 2000: 141-142. Tabligh akbar yang menghimbau agar orang Muslim berjihad ke Amdon dihadiri oleh Amien Rais. seperti ITB. serta 22 organisasi Muslim militan. Golkar dan militer. Sikap itu dilanjutkannya setelah dipilih menjadi Presiden dengan dukungan Poros Tengah. 147-148. Makanya ia menampik tawaran masuk ICMI dan sebaliknya ikut mendirikan Forum Demokrasi (Fordem) bersama sejumlah cendekiawan non-Muslim (Hefner 2000: 162). Maksudnya.dihuni kira-kira 2.000 sampai 10. dan Fuad Bawazier itu. karena itu mereka juga dikenal sebagai gerakan 'neo-NII'. dan mencuri 832 pucuk senjata. Hamzah Haz.

Meskipun Presiden Wahid memerintahkan seluruh jajaran TNI dan Polri untuk mencegah pasukan Lasykar Jihad meninggalkan Jawa. Kenyataannya. Berbagai 'penyimpangan' ini . yang kini Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Partai Keadilan. Ia adalah imam gerakan Salafi di Indonesia yang berkiblat ke Arab Saudi. Di Maluku Utara yang dominan Muslim. yang mengklaim punya 'hotline' langsung ke Panglima TNI. yang disembunyikan dalam kotak-kotak sabun dalam 200 buah peti kemas. Di Ambon. dan dari sana bergabung dengan gerilyawan Taliban di Afghanistan (1987-1989). Majalah Sabili yang dimulainya ketika gerakan 'neo-NII'-nya masih di bawah tanah. Ini barangkali ada hubungannya dengan pernyataan komandan Lasykar Jihad. Ustadz Ja'far Umar Thalib. dari Surabaya ke Ambon.kaum kiri di Indonesia dengan mengusulkan pencabutan Ketetapan MPR No. para anggota Lasykar Jihad juga dibiarkan mengapalkan senjata mereka dengan kapal lain. merupakan salah satu corong Lasykar Jihad. namun Kapolda Jawa Timur waktu itu. membiarkan saja mereka berlayar dengan kapal Pelni. Mayjen Da'i Bahtiar. Fatwa itu dikeluarkan khusus untuk berjihad di Maluku. Kembali ke mereka yang bergerak di garis depan. dari salah seorang Imam Salafi di Yaman yaitu Syaikh Muqbil Bin Had Al Wadi'. aparat keamanan membiarkan saja peti-peti kemas penuh senjata itu diturunkan di pelabuhan Yos Sudarso yang dikuasai komunitas Muslim di Waihoang. Golkar dan militer mendorong munculnya aliansi untuk mendongkel Wahid dari kursi kepresidenannya dengan antara lain menggunakan kerusuhan Maluku sebagai tongkat pendongkel. Abu Rido juga menentang sekte-sekte Islam lain yang dirasakannya tidak mengajarkan doktrin yang benar. Pakistan. serta ketegaran para perwira dari faksi Wiranto. yang mencapai Ambon setelah kedatangan pasukan itu. Ja'far Umar Thalib. keberfihakan sejumlah besar anggota TNI dan Polri dengan fihak-fihak yang bertikai. ada ikatan yang kuat antara Lasykar Jihad dan Partai Keadilan. di mana ia bergabung dengan gerakan Wahhabi. Mantan dosen agama Islam ITB itu. H. Laksamana Widodo (Fealy 2001). melalui ideolog partai itu. Abdi Sumaiti alias Abu Rido. penyebaran Lasykar Jihad yang cepat di kedua provinsi kembar itu. pernah kuliah di Universitas Madinah. Keterlibatan Lasykar Jihad berperang melawan kaum Kristen di Maluku itu karena turunnya sebuah fatwa. tidak di seluruh Indonesia. Sementara itu. dukungan politis bagi Lasykar Jihad di dalam Angkatan Bersenjata tidak hanya berasal dari faksi Wiranto di TNI/AD. orang . di mana tidak seorang pun telah diajukan ke pengadilan atau bahkan diselidiki keterkaitannya dengan konflik berkepanjangan di Maluku. Alumnus pesantren Persis di Bangil itu melanjutkan sekolah ke Maududi Institute di Lahore. Gerakan militan Muslim ini juga menikmati dukungan diam-diam dari berbagai faksi di Polri dan Angkatan Laut. awal 2000 yang lalu. KM Tanto Sakti. KM Rinjani. 25 Tahun 1966 yang melarang penyebaran faham Marxisme-Leninisme di Indonesia. Agenda Militer --------------Dilihat dari langgengnya pembunuhan antaragama di Kepulauan Maluku. patut digarisbawahi bahwa komandan Lasykar Jihad di Maluku. Drs. juga berasal dari gerakan Wahhabi. bukan di pelabuhan Angkatan Laut di Halong.di mata para politisi Poros Tengah.

tidak hanya dengan penghancuran dua kampus di mana para mahasiswanya berada di front depan dalam gerakan reformasi di Maluku. agenda yang ketiga adalah mempertahankan struktur teritorial TNI. Dengan menganalisis data dan mengkaji cara berfikir dan operasi militer. dengan lepasnya Timor Lorosa'e. agenda yang keempat adalah mempertahankan kepentingan bisnis militer. di Indonesia pada umumnya. penjelasan mengenai kerusuhan yang berkesinambungan di Kepulauan Maluku harus ditemukan dalam kepentingankepentingan militer yang lebih sistemik. di mata TNI rantai kepulauan untuk pertahanan negara di kawasan timur Indonesia telah diperlemah secara serius. Maluku. dapatlah dikatakan bahwa ada lima agenda militer dalam melanggengkan konflik di Maluku. Dari sudut militer perlu penyesuaian demografik strategik di Maluku berupa . Pertama-tama. sebagian besar penduduk Kristen di Maluku dipandang kurang dapat dipercaya di mata militer untuk mempertahankan sisi Tenggara NKRI. dan dalam tingkat tertentu. sedangkan agenda yang kelima yang tidak kalah pentingnya ketimbang semua agenda di atas adalah mencegah pemeriksaan dan peradilan para perwira tinggi dan purnawirawan ABRI yang dituduh terlibat kejahatan korupsi serta pelanggaran hakhak asasi manusia. Selain dari putusnya rantai pertahanan geo-strategis akibat lepasnya setengah pulau Timor dari wilayah NKRI. yang terletak di sebelah utara Timor Lorosa'e. agenda yang kedua adalah mempertahankan konsep Wawasan Nusantara. tetapi juga dengan menimbulkan perpecahan agama antara para mahasiswa Muslim dan Kristen di provinsi itu. Ini telah dicapai. karena diyakini bahwa mereka mungkin memiliki kecenderungan separatis yang sama sebagaimana rakyat Timor Lorosa'e yang mayoritas beragama Katolik.tidak dapat lagi mempercayai retorika resmi di Indonesia bahwa yang terlibat hanyalah "oknum-oknum pembangkang" (rogue elements). dalam hal ini Laut Banda. Agenda yang pertama dan paling langsung adalah membalas oposisi para mahasiswa terhadap dwifungsi ABRI dengan mengalihkan konflik vertikal menjadi konflik horisontal. Menurut doktrin pertahanan TNI yang dikenal dengan istilah Wawasan Nusantara. pulau-pulau berpenduduk berfungsi untuk membentengi laut pedalaman (territorial sea). khususnya ancaman yang dirasakan oleh TNI dengan kehadiran ribuan pasukan PBB. khususnya Angkatan Darat. di Timor Lorosa'e. Maka. pemicuan konflik horisontal di Maluku dan di tempat-tempat lain di Indonesia sengaja dilakukan oleh militer untuk membelokkan perhatian jauh dari tuntutan para mahasiswa untuk penghapusan dwifungsi ABRI. Makanya. penarikan diri aparatur negara Indonesia secara terpaksa dari Timor Lorosa'e telah meninggalkan satu lubang yang rawan dalam rantai pertahanan di wilayah Indonesia timur. yang didominasi oleh angkatan bersenjata Australia. secara langsung berhadapan dengan ancaman potensial dari Selatan. Kedua.

Lalu. di samping fungsinya sebagai kekuatan pertahanan. Menurut rencana Wiranto. Pentingnya struktur teritorial ini tidak dapat diremehkan. Ada perwira aktif maupun purnawirawan yang merasa terancam oleh . Jendral Benny Murdani. di mana garis komando terentang dari Kepala Staf Angkatan Darat ke Panglima Kodam. Untuk menemukan dasar pemikiran dalam menciptakan kembali komando-komando daerah militer yang terbengkalai perlu ditunjukkan bahwa pasukan-pasukan itu dibutuhkan untuk menghadapi keresahan di wilayah-wilayah itu. karena inilah tulang punggungmiliter untuk melaksanakan fungsinya sebagai kekuatan politik. sehingga dengan demikian membenarkan penempatan pasukan yang lebih banyak di Maluku. Di bawah Panglima Angkatan Bersenjata Jendral Wiranto. Kodam-Kodam lain yang pernah ada antara tahun 1958 dan 1985 juga akan dihidupkan kembali. yakni untuk mempertahankan kepentingan ekonomi militer. Agenda militer yang ketiga. Untuk mengklarifikasi hal ini. yang dikenal dengan doktrin 'dwifungsi ABRI'. Setiap Kodam memiliki sejumlah batalyon yang mewakili spesialisasi pelayanan yang berbeda-beda di dalam Angkatan Darat. dapat ditunjukkan dari keputusan Jendral Wiranto meningkatkan Korem Pattimura menjadi Kodam. yakni Kopassus dan Kostrad. semacam negara di dalam negara. Setiap Kodam terdiri dari empat sampai enam Korem yang dikepalai oleh seorang kolonel. selain dari menghidupkan kembali Kodam Pattimura yang lama. Batalyon-batalyon yang dikomandani oleh seorang mayor atau letnal kolonel itu merupakan tulang punggung struktur teritorial Angkatan Darat. dengan komandannya adalah jendral berbintang dua. mereka perlu ditempatkan secara permanen di sana. Angkatan Darat merencanakan untuk membangun kembali tujuh belas Kodam. Berbicara tentang uang suap adalah berbicara tentang agenda keempat dalam melanggengkankekerasan di Maluku. Struktur teritorial ini sejajar dengan struktur pemerintah. Akhirnya. Dengan kata lain. telah dikurangi menjadi sepuluh. Pertukaran penduduk Maluku itu diharapkan dapat mencegah Maluku dari mengikuti contoh Timor Lorosa'e untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di bawah Korem adalah Kodim yang dikepalai oleh letnan kolonel. kita perlu memahami struktur territorial Angkatan Darat. yakni mempertahankan struktur teritorial TNI. untuk membenarkan kehadiran para pemadam kebakaran itu. yang oleh pendahulunya.pengiriman ribuan anggota Lasykar Jihad yang akhirnya diharapkan menetap di kepulauan itu dengan membawa keluarga mereka dari Jawa dan pulau-pulau lain. di mana instruksi mengalir dari puncak (ibu kota nasional) ke dasar (kecamatan). setelah pasukan itu disebarkan. di samping unit-unit yang berdasarkan wilayah ada batalyon-batalyon dengan kemampuan tempur khusus. maka kebakaran harus ditimbulkan. sementara uang suap untuk memudahkan promosi sebaliknya mengalir dari dasar ke puncak.

karena ini merupakan fenomena yang berlingkup nasional. serdadu Brawijaya mencuri kelapa dari para petani Muslim. Sebaliknya.000 hektar di pulau Morotai untuk penggergajian perusahaan Barito Pasific di pulau lain di Maluku Utara. sekitar 75 persen dari pengeluaran militer diperoleh dari bisnis Militer dan cara-cara lain. 2000. ketika kekerasan di sana sudah memperoleh momentumnya sendiri. Kegiatan penghimpunan dana ini biasanya tidak Tunduk pada penelitian publik yang cermat: para komandan militer memiliki Akses terhadap sejumlah besar uang yang dapat digunakan untuk membiayai manuver-manuver politik di masa depan. Pangdam Pattimura. yang berhasil dibeberkan oleh Letjen. Wirahadikusumah serta merta digeser dari jabatannya sebagai Pangkostrad. Kepentingan ekonomi ini juga tidak terbatas pada Angkatan Darat. agenda militer yang kelima didasarkan pada observasi bahwa pertempuran di Maluku sering berkobar kembali manakala interogasi terhadap mantan Presiden Soeharto mengenai korupsinya. kehutanan dan pertambangan. misalnya melalui desa-desa yang sedang berperang atau dari dan ke pelabuhan udara dan pelabuhan laut. atau interogasi terhadap mantan Jendral Wiranto mengenai perannya dalam kekerasan pasca referendum di Timor Lorosa'e sedang dijalankan. Soalnya. adalah sebuah Perusahaan yang dimiliki oleh Angkatan Udara. militer menjadi sumber utama mengenai persenjataan dan amunisi bagi kedua belah pihak yang berperang. PT Green Delta. Anggota Batalyon 321 Kostrad dilaporkan menyerang tiga bank di Ambon pada hari Minggu. Kerusuhan-kerusuhan di daerah akan menunda kerugian-kerugian semacam itu. hanyalah merupakan puncak gunung es. Di Ambon. Memang. Jika rencana otonomi daerah dan pembangian pendapatan daerah mulai diwujudkan tahun ini. 16 Juli. ketika mereka tidak diberi kunci tempat penyimpanan uang kontan. maka parlemen-parlemen daerah akan memiliki kekuasaan untuk membatalkan atau menolak untuk memperbaharui kontrak yang menguntungkan perusahaan yang didukung militer di bidang perikanan. yang memasok kayu glondongan dari konsesi mereka seluas 74. Skandal korupsi Rp 189 milyar rupiah di Yayasan Dharma Putera Kostrad. dan menganiaya satpam bank-bank itu.prospek desentralisasi. Dan di kedua provinsi. Di Maluku Utara. Maluku bukan satu-satunya wilayah yang sarat kepentingan bisnis militer. Brigjen I Made Yasa secara terbuka menyatakan bahwa TNI . Agus Wirahadikusumah. Maluku sesungguhnya sarat dengan kepentingan bisnis militer. dan memaksa para pekerja Kristen untuk mrmproduksi kopra yang akan diekspor oleh para serdadu ke Manado. Setelah membeberkan skandal itu. yang sebagian besar diperoleh dari konglomerat yang beroperasi di Maluku. militer tidak tampak ingin mengurangi peran mereka. Celakannya bagi rakyat kecil di Maluku. pasukan yang tersebar di Maluku mulai menemukan caranya untuk mengeruk keuntungan bagi dirinya sendiri. Celakanya. Mereka juga menjadi penembak bayaran bagi siapa yang memberikan upah paling tinggi. tetapi juga pada Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Akhirnya. para serdadu memberikan 'jasa perlindungan' bagi pengusaha dan orang-orang yang harus melewati rute-rute berbahaya.

yang sedang terancam oleh gerakan reformasi serta desentralisasi politik ke daerah-daerah. . yang pada akhirnya bermaksud mengkonsolidasikan kekuasaan politik dan ekonomi mereka. tampaknya tidak ada pilihan lain selain menggunakan tekanan internasional terhadap Pemerintah Indonesia -khususnya terhadap ABRI dan para pendukung mereka di DPR -. Dengan mempertimbangkan bahwa rezim di Jakarta telah dibajak oleh kekuatan yang menolak mengakhiri kekerasan di Kepulauan Maluku. dan kemudian menyebarkan ribuan militan Muslim setelah pertempuran internal di Maluku agak mereda. Kerusuhan sosial di Maluku memenuhi beberapa tujuan strategis dari ABRI. sebagaimana dibuktikan dalam Sidang Tahunan MPR di mana jangka waktu fraksi TNI/Polri bukannya diperpendek. di mana desa-desa Kristen harus mempertahankan diri dari serangan ribuan anggota Lasykar Jihad. Tekanan politik ini harus dibarengi dengan tekanan terhadap sumber-sumber keuangan militer Indonesia. di Aeh mereka berkolaborasi dengan mantan gerilyawan Aceh. Dalam fase konflik ini. Namun sesungguhnya. termasuk Komisi HAM di Jenewa dan Dewan Keamanan di New York. Jaringan militer dan kaum militan Muslim yang jalin-menjalin ini mengeksploitasi etno-religius yang membara di Maluku.oleh PBB dan semua badan terkait. Situasi ini paralel dengan perang antara pejuang pro-kemerdekaan dan milisi proIndonesia yang didukung oleh TNI dan Polri. sedang di Maluku militer memilih untuk bekerjasama dengan kaum militan Muslim yang didatangkan dari Jawa dan kepulauan lain. melainkan diperpanjang lima tahun lagi.sedang mempertimbangkan untuk membentuk Kodim-Kodim baru untuk dua kabupaten baru di Buru dan Maluku Tenggara Barat. dengan menggunakan keresahan di Maluku untuk memperlemah kemampuan pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. dari Acheh sampai ke Maluku dan Papua Barat. Kesimpulan & Saran-saran ------------------------Kekerasan antaragama yang berkesinambungan di Kepulauan Maluku dimatangkan dan dipertahankan oleh jaringan militer yang didukung oleh sebagian politisi Poros Tengah. sebelum dan sesudah referendum yang diawasi PBB di Timor Lorosa'e. untuk mengurangi kemampuan ABRI mengadudomba rakyat sipil di wilayah-wilayah yang jauh dari Jakarta. Sementara di Timor Lorosa'e ABRI memilih untuk mendukung kekuatan paramiliter Timor Lorosa'e yang beragama Katolik. Mungkin sekali bahwa Lasykar Jihad dan para politisi pendukung mereka di DPR menyadari sifat 'sementara' dari aliansi taktis mereka dengan tentara. dengan menggunakan preman Ambon untuk memicu kekerasan komunal. untuk mengakhiri penderitaan rakyat di provinsi kembar Maluku dan Maluku Utara. dan sedang mencoba untuk memanfaatkan aliansi ini demi keuntungan mereka. yang secara terbuka didukung pula oleh militer aktif. sifat kekerasan beralih dari konflik antardesa menjadi perang terbuka. kartu terakhir masih berada di tangan militer.

24 Januari. Greg (2001). "Di balik asap mesiu. Awwas. Dalam Zairin Salampessy & Thamrin Hussein (eds)." Inside Indonesia. Violence in Indonesia.F. George J. Ketika semerbak cengkeh tergusur oleh asap mesiu. Siagian." [Behind the smoke. Hefner. Hajari. ---------. hal. tears and blood in Maluku]. hal. Fealy. Januari-Maret. pamphlets and handie-talkies: how the military exploited local ethno-religious tensions in Maluku to preserve their political and economic interests. 20-21. 36-37. (1989). 78-108. Wertheim. Pius Lustrilanang menolak bungkam: Kesaksian korban penculikan rezim Orde Baru. (2001a). Yogyakarta: Wihdah Press. air mata dan anyir darah di Maluku.(2001a). Jakarta: Grasindo. 28-29. Aditjondro posted by Analis Kebudayaan at 1:11 AM Kamis. April." Dalam Ingrid Wessel & Georgia Winhoefer (eds). (2000). Jakarta: Team Advokasi Penyelesaian Kasus (TAPAK) Ambon. "A wasteland called peace. "Inside the Laskar Jihad. Nisid (2000). Trauma Lampung berdarah: Di balik manuver Hendro Priyono.Kepustakaan ------------Aditjondro. Hamburg: Abera. air mata dan anyir darah. 100-129." Inside Indonesia. hal. (2000). "The Lampung affair: A personal perspective. Robert W. Civil Islam: Muslims and democratization in Indonesia. Irfan S. Sihol (1999)." Time. Princeton: Princeton University Press. "Guns. 22/04/2010 12:02:28 WIB Kerusuhan lumpuhkan Drydock World Batam Oleh: Yoseph Pencawan . F. hal. W. * Sumber dari artikel oleh George J. pp.

Saat ini polisi sedang mengevakuasi seluruh pekerja asal India.com): Aktivitas PT Drydock World Batam lumpuh setelah ratusan pekerja membakar dan menghancurkan hampir 50% fasilitas yang ada di lokasi perusahaan tersebut. Kedua pasangan calon didukung partai politik terbesar di Kota Medan. (er) ari Sabtu (19/6) ini.15 tadi pagi bermula dari seorang pekerja asal India yang diduga menghina satu pekerja lokal ketika sedang mengerjakan perbaikan sebuah kapal.000 orang.” ujar seorang karyawan kepada Bisnis. . polisi dibantu TNI langsung turun membuat pagar kawat berduri untuk mengantisipasi keadaan. baik yang berada di lokasi workshop maupun di gedung kantor. bahkan dua di antaranya hancur dan dibakar.991 orang dari 1.20% atau 150. Sedangkan pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti meraih 20.72% atau 140.155 orang yang terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT). Tidak cukup membakar gedung. Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin yang diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar.69% atau hanya 699.676 suara. warga Kota Medan kembali memilih pemimpinnya. Total investasi yang ditanamkan perusahaan ini mencapai US$500 juta dengan jumlah karyawan sekitar 2. karyawan semakin beringas dan menghancurkan 33 unit mobil yang diduga milik pekerja asing dan enam di antaranya dibakar. dan pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Damai Sejahtera (PDS). Kekesalan karyawan semakin memuncak dan tidak terkendali yang berujung dengan pembakaran tiga gedung administrasi milik perusahaan.BATAM (Bisnis. Perusahaan ini berlokasi di kawasan industri shipyard Tanjung Uncang dan beroperasi sejak 2008. Kerusuhan yang terjadi sejak pukul 08. pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memperoleh 22.961.671 suara. Hanya tinggal 2 pasangan calon yang melaju ke putaran II pemilihan walikota dan wakil walikota Medan. Tingkat partisipasi pemilih putaran I sebanyak 35. Penghinaan ini memancing kemarahan karyawan yang lain sehingga pekerja asing itu dipukuli hingga memasuki ruang kantor Drydock Graha. “Aktivitas perusahaan langsung lumpuh total. Karyawan lokal terus melakukan penyisiran dan penganiayaan terhadap pekerja asing asal India.com yang memantau langsung di lokasi kejadian. baik yang berada di areal workshop maupun yang terperangkap dalam gedung yang terbakar. seluruh karyawan masih bertahan di luar pagar perusahaan. Di putaran I. Kedua pasangan calon tersebut yakni. Sementara itu. PT Drydock merupakan anak perusahaan Drydock World Dubai yang bergerak di bidang perbaikan dan pembuatan kapal.

“Kesepakatan itu kan hanya terjadi di tingkat elit saja. Ada juga warga yang enggan memilih karena tidak menerima undangan memilih. menurut pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara. Medan Area dan Medan Timur. pemungutan suara putaran II juga masih menyisakan sejumlah masalah. ada tiga alasan warga masih enggan menggunakan hak pilihnya di putaran I. yakni 1. tidak sampai ke bawah. tetap saja harus repot mencari TPS tempat dia terdaftar sebagai pemilih. Karena walaupun dapat menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai alat bukti untuk mencoblos. ke TPS aja saya harus keluar uang Rp20 ribu. Sekalipun ada kesepakatan calon yang gagal memberi dukungannya baik ke Rahudman-Eldin. Mereka juga menuntut KPU Medan mendesak aparat Pemko Medan seperti camat. hingga sehari menjelang pemungutan suara. puluhan orang yang menamakan diri Forum Masyarakat Menggugat (Forasgat). Lagipula nggak ada calon yang saya suka. dan dugaan keberpihakan aparatur Pemko Medan terhadap pasangan calon tertentu. Dadang mengatakan. Mereka memprotes masih banyaknya warga yang belum menerima undangan memilih hingga sehari menjelang hari pemungutan suara. Golput Tetap Tinggi DPT putaran II tidak mengalami perubahan dari putaran I lalu. berunjuk rasa di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan. lanjutnya. maupun Sofyan Tan-Nelly. Pertama. Para pendemo juga mendesak KPU Medan melaksanakan semua tahapan pilkada dengan jujur. Namun. adil. yang belum menerima formulir C6. Dadang Darmawan. Medan Johor. Namun. malaslah milih lagi.” jelas Dadang. Dan yang ketiga adalah faktor kejenuhan warga terhadap pilkada apalagi calon yang tersisa tidak ada sesuai dengan hati nuraninya. Medan Perjuangan. Jadi.” tutur ibu Sembiring. warga Padang Bulan yang memilih di kawasan Tanjung Sari. “Ah. turunnya minat memilih para simpatisan dan pendukung dari 8 pasangan calon yang kalah di putaran I. seorang pendemo.961. Sahala Saragih. Medan Timur. adalah sosialisasi putaran II yang tidak menarik dan cenderung monoton sehingga tak mampu menggerakkan warga untuk menggunakan hak pilihnya. warga Medan yang menggunakan hak pilihnya tidak jauh berbeda dari putaran I lalu. Jumat kemarin. Medan Tembung. Alasan kedua. mengungkapkan pihaknya menemukan sedikitnya puluhan warga yang berdomisili di Kecamatan Medan Helvetia. ada juga warga yang masih berharap pilkada menghasilkan walikota yang . lurah dan kepling agar berlaku netral kepada kedua pasangan calon. terbuka dan tidak berpihak kepada pasangan calon tertentu. Untuk persoalan C6.Sama seperti putaran I lalu. Medan Selayang. Selain itu. “Kalaupun bertambah atau berkurang paling hanya 5% dari tingkat partisipasi di putaran I lalu. tidak berpengaruh terhadap minat warga untuk memilih. hal itu tidak berpengaruh signifikan terhadap partisipasi pemilih. di antaranya banyaknya pemilih bermasalah masih terdaftar di DPT. banyak warga yang belum menerima undangan memilih atau formulir C6.155 orang.” kata Dadang.

“Memilih itu kan hak.897 TPS sudah dikerjakan dan diharapkan seluruhnya rampung pada Jumat malam.” ujar Syamsul.00 WIB. Menurut Ketua KPU Medan. pilkada adalah terkait dengan warga. di Hotel Grand Angkasa. Jumat sore meninjau persiapan pelaksanaan pilkada putaran II ke Kantor KPU Medan.dapat membawa perubahan sehingga dia merasa harus menggunakan hak pilihnya. yang berketetapan hati memilih salah satu pasangan calon. Semuanya sudah kami lakukan seperti menyurati perusahaanperusahaan agar memberi kesempatan karyawannya untuk memilih. tepatnya hari Senin (21/6) pukul 15. Mula Tinambunan. “Kami harapkan ada peningkatan partisipasi pemilih di putaran II ini. Rekapitulasi Dua hari pascapemungutan suara. Ditanya rendahnya partisipasi pemilih di putaran I. seluruh kebutuhan logistik di TPS saat ini sudah tiba di 151 kelurahan di Medan. Rombongan Syamsul tersebut diterima Ketua KPU Medan Evi Novida Ginting. Kecamatan Medan Johor. Tindakan kedua lurah itu dinilai telah mencampuri urusan penyelenggaraan pilkada dan terindikasi memihak pasangan calon tertentu. jadi kalau warga memilih tidak menggunakan hak pilihnya.” tandas Mula. KPU Medan akan mengumumkan perolehan suara kedua pasangan calon sekaligus mengumumkan walikota dan wakil walikota Medan terpilih dalam rapat pleno terbuka. “Harus aku milih. supaya masih ada waktu bagi PPK untuk merampungkan penghitungan sampai Senin siang. Kabag Humas Pemko Medan Hanas Hasibuan. Pada kesempatan itu.” kata Evi. Padahal seharusnya sebagai aparat pemerintahan kedua lurah . Syamsul mengatakan hal di luar kekuasaan pemerintah maupun KPU sebagai penyelenggara. Lurah Perintis dan lurah Gang Buntu Kecamatan Medan Timur dianggap sudah melampaui kewenangannya yang meminta pergantian anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di wilayahnya. Sebab. Menjawab pertanyaan Syamsul ini. “Makanya kita lakukan jam 3 sore. Syamsul bertanya seputar persiapan pelaksanaan pilkada dan DPT. Menurut seorang warga yang tinggal di Jalan Pintu Air IV Gang Guru Patimpus Kelurahan Kwala Bekala. kata dia. Ketua KPU Medan Evi Novida Ginting menyatakan pihaknya telah siap melaksanakan pilkada putaran II hari ini. didampingi Sekda Medan Fitriyus. Persiapan Pilkada Pejabat sementara (Pjs) Walikota Medan Syamsul Arifin. Menurut dia. dan empat komisioner KPU Medan lainnya. Begitu juga dengan pendirian 3. dan sejumlah pejabat Pemko dan Pempropsu. KPU Medan Rekomendasikan Pemecatan 2 Lurah Komisi Pemilihan Umum Medan merekomendasikan pemecatan 2 lurah yang dinilai telah mengintervensi penyelenggaran pemilihan kepala daerah Kota Medan putaran II ke Pemerintah Kota Medan. penghitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) akan rampung pada hari Minggu atau selambat-lambatnya hari Senin siang.” kata Evi. ya sah-sah saja. KPU Medan berharap semua warga yang memiliki hak pilih untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya.

pihaknya akan menyurati Walikota Medan agar mengambil tindakan tegas terhadap kedua luran itu. “Pemungutan suara Pilkada Medan putaran II dilaksanakan pada 16 Juni 2010. Pjs Walikota Medan Syamsul Arifin mengatakan. tapi sampai sekarang saya belum terima laporannya makan jangan berandai-andai. Teknik Ginting.” kata Pandapotan. Arifin Daulay. Dia menegaskan. Kedua anggota PPS ini mengaku diancam lurah masing-masing akan dipecat jika tidak mengganti KPPS. Candra Sirait. Rabu (16/6) lalu.” kata Syamsul Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan sudah siap-siap menggelar pilkada putaran ke-II yang rencananya pada 16 Juni mendatang. mutlak wewenang PPS. Sedangkan KPPS di TPS lainnya. Dalam surat itu KPU Medan diminta mengganti KPPS di Kelurahan Perintis karena tidak aktif bekerja. TPS 51 Tanjung Mulia Medan Deli. Namun. tindakan kedua lurah tersebut yang berupaya mengganti KPPS merupakan bentuk intervensi yang harus ditanggapi serius. di Kantor KPU Medan Jalan Kejaksaan.” kata Pandapotan. pihaknya belum menerima laporan kedua lurah tersebut yang bertindak di luar kewenangannya. Stefani Tendi. Untuk itu. TPS 38 Sunggal. “Kalau memang ada kan ada aturan untuk menindaknya. kata dia. Mariani. kami tegaskan tidak ada pergantian. penggantian KPPS di putaran I hanya dilakukan terhadap KPPS yang menjadi saksi bagi pasangan Arif Nasution-Supratikno di Mahkamah Konstitusi (MK). alasan penggantian KPPS itu karena beberapa di antaranya etnis Tionghoa. Anggota KPU Medan Pandapotan Tamba.” kata anggota KPU Medan Pandapotan Tamba. berawal dari laporan yang disampaikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kelurahan Perintis. Mereka pun menyerahkan surat dari Lurah Perintis bernomor 270/320 tertanggal 11 Juni 2010 yang ditandatangani Rushendra. TPS 51 Mangga Medan Tuntungan. termasuk KPPS. Jahari. PPK dan PPS menilai alasan itu yang tidak masuk akal. . Menurut PPK dan PPS. Yang berhak mengganti KPPS.tersebut berlaku netral. mengatakan. jika terbukti. maka pihaknya akan menindak mereka sesuai aturan yang berlaku. Jumat (18/6). Badiah Pangaribuan. yakni KPPS TPS 7 Sidorejo III Medan Amplas. ke KPU Medan saat digelarnya rapat evaluasi di Hotel Garuda Plaza Medan. misalnya membawa kasus ini ke Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kota Medan. dan TPS 53 Kelurahan Besar Medan Labuhan. Terungkapnya tindakan kedua lurah tersebut. Pandapotan mengatakan. yang rata-rata dari etnis Tionghoa. dan anggota PPS Kelurahan gang Buntu. lurah atau aparat pemerintah lainnya tidak berwenang mengganti aparat penyelenggara pemilu atau pilkada. “Hanya KPPS ini yang di ganti. “Kami minta kedua lurah ini segera dipecat. karena tindakan yang mereka lakukan merupakan intervensi terhadap penyelenggara Pilkada.

Kecamatan Medan Amplas.mengatakan awal terungkap saat kecurigaan petugas panitia pengawas Pemilukada di TPS 23. PPS Rp 7.596. digelar Sabtu (19/6) pagi. untuk memilih calon pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti. dirinci seperti berikut: logistik Rp 2. “Anehnya pelaku sendiri tak tau saat ditanya TPS berapa pada putaran pertama lalu. Masa kampanye 10 Juni sampai 12 Juni 2010 dan masa tenang 13 Juni sampai 15 Juni 2010 (3 hari). Dari keduanya diamankan selembar surat formulir pemilihan yang sudah dicoblos oleh Rudianto.586.000.net . Timbangdeli. putaran kedua diwarnai kecurangan.medantalk.328. Dua remaja yang belum masuk daftar pemilih tetap (DPT) diamankan polisi karena kedapatan ikut memilih di tempat pemungutan suara (TPS) 23.648. Ironisnya.939.14. Karena ada kecurigaan. Faisal Sutono Sirait . masih diperiksa secara intensif di Polsekta Patumbak.125 untuk putaran I dan Rp 16.148.000. atas formulir pemilihan (C6) yang dimiliki Rudianto.200. Sepintas formulir itu tertulis TPS 23. tapi setelah diamati lebih mirip angka 22.133.000.099.000. Hingga saat ini kedua remaja itu. Untuk putaran kedua itu.com AMEDAN (Pos Kota) – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Medan. Sabtu (19/6).Ia menjelaskan. Timbang Deli. Pilkada Medan Tahun 2010 memiliki anggaran sebesar Rp 55.550.500. keduanya warga Jalan Damai. Kapolsekta Patumbak AKP Wahyudin. Belakangan diketahui usia calon pemilih itu belum memenuhi kriteria DPT. dan pengamanan Rp 2.000. KPPS Rp 12. PPK Rp 152. sosialisasi Rp 134. Sementara formulir yang dicoblos Faisal Sutono Sirait sudah terlanjur dimasukkan ke dalam kotak suara. pendistribusian 9 Juni sampai 15 Juni 2010. DETIKPOS.083 dengan rincian.MedanTalk.540. dan Rudianto Sirait.250.514. Perhitungan suara Rp 38. kedua remaja yang belum memiliki hak suara itu mengaku nekat ikut mencoblos karena dijanjikan uang Rp 10 ribu. Source: Rp 16.com/rp-169-m-untuk-pilkada-putaran-kedua/#ixzz0rO0MjJoO Copyright: www.. 16.9 M untuk Pilkada Putaran Kedua | Berita Cerita Kota Medan http://www.957 untuk putaran II.129.068. Jadwal tahapan putaran II dimulai dengan pengadaan logistik 23 Mei sampai 8 Juni 2010. kampanye Rp 4.821.000. Medan.372. Atas temuan pelanggaran itu. Gang Idaman.Tim sukses Sofyan Tan-Nelly Armayanti menduga adanya kecurangan secara sistemik pada putaran kedua pemilihan wali kota dan wakil wali kota Medan. dia langsung kami amankan. (samosir) MEDAN.” kata Wahyudin. Rp 38.082. kubu .

TPS 23. bersaing ketat dengan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin yang disokong Partai Demokrat dan Partai Golkar. bersaing ketat dengan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin yang disokong Partai Demokrat dan Partai Golkar.671 suara. “Kalau punya data dan bukti silakan laporkan ke Panwas Medan.detikpos. Dan.Sofyan Tan akan melakukan gugatan pelaksanaan Pilkada putaran kedua. DETIKPOS. dan pengetatan di PPK. hingga pukul 20. [ti/ris] Read more: http://www. Sabtu malam. sebut dia. Jalan Sultan Agung. “Rapat pleno Senin depan pukul 15. digelar Sabtu (19/6) pagi. Atas temuan pelanggaran itu. Evi Novida Ginting. Sofyan Tan-Nelly Armayanti.” kata Budiman kepada Tempo. “KPU Medan sudah berkali-kali menegaskan KPU netral dan tidak berpihak.” ujar Evi. didukung PDIP dan partai lainnya. kami lagi menyusun langkah selanjutnya.” sebutnya. mempersilakan pihak Sofyan Tan-Nelly Armayanti melaporkan kecurangan yang ditemukan. Sementara hasil perolehan suara dari 21 kecamatan di Kota Medan yang masuk ke Media Center Panwas Kota Medan.net – Tim sukses Sofyan Tan-Nelly Armayanti menduga adanya kecurangan secara sistemik pada putaran kedua pemilihan wali kota dan wakil wali kota Medan.” tegasnya. menyatakan.” jelas Evi. bila bukti kecurangan dilakukan KPPS. . “Adanya 50 surat suara yang telah dicoblos dimasukkan ke dalam kotak suara. Ketua Tim Pemenangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti. Itu kami temukan di Tangguk Bongkar 11. kubu Sofyan Tan akan melakukan gugatan pelaksanaan Pilkada putaran kedua. “Kami meminta dilakukan penghitungan ulang di TPS.net/2010/06/pilkada-medan-tim-sukses-sofyantan. Sementara pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti memperoleh 261.” Ketua KPU Medan. menunjukkan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memperoleh 502. adanya saksi Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memakai atribut di area TPS.00 Wib. kecurangan masif melibatkan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Karena kalau katanya-katanya berarti cakapcakap saja.502 suara. didukung PDIP dan partai lainnya. Pelanggaran lain. Budiman juga menyoalkan banyaknya surat suara Sofyan Tan dinyatakan rusak. “Ini kan. Sofyan Tan-Nelly Armayanti.html#ixzz0rO1oRFTo MEDAN.00 WIB.” ujar Budiman. tidak boleh. tindakan sesuai proses hukum akan dilakukan. KPU Medan menjadwalkan pemenang putaran kedua Pilkada Medan akan diumumkan pada Senin (21/6). Budiman Nadapdap. Ditegaskannya. “Apakah ini dirusak atau dinyatakan rusak.

Selain Sofyan/Nelly. sebut dia. “KPU Medan sudah berkali-kali menegaskan KPU netral dan tidak berpihak.671 suara. Dan.” kata Budiman kepada Tempo. kecurangan masif melibatkan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).” Ketua KPU Medan. menyatakan.” tegasnya. Itu kami temukan di Tangguk Bongkar 11. Pelanggaran lain. bila bukti kecurangan dilakukan KPPS. Budiman juga menyoalkan banyaknya surat suara Sofyan Tan dinyatakan rusak. “Target kita meraih 450 ribu suara plus satu. “Adanya 50 surat suara yang telah dicoblos dimasukkan ke dalam kotak suara. 9/6 (ANTARA) – Pasangan Sofyan Tan/Nelly Armayanti ditargetkan meraih dukungan minimal dari 450 ribu suara pemilih pada pilkada Kota Medan putaran kedua yang akan berlangsung 19 Juni 2010.502 suara. menunjukkan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memperoleh 502. kami lagi menyusun langkah selanjutnya.” ujar Budiman. Jalan Sultan Agung.” ujar Evi.” kata Ketua Tim Pemenangan Sofyan Tan/Nelly Armayanti. Evi Novida Ginting. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan Hendry Jhon .” jelas Evi. tidak boleh. Sabtu malam. “Kalau punya data dan bukti silakan laporkan ke Panwas Medan. dan pengetatan di PPK. Sementara hasil perolehan suara dari 21 kecamatan di Kota Medan yang masuk ke Media Center Panwas Kota Medan. Budiman Nadapdap pada silaturahim PDI Perjuangan dengan tokoh masyarakat di Medan.00 Wib. Rabu.00 WIB. TPS 23. KPU Medan menjadwalkan pemenang putaran kedua Pilkada Medan akan diumumkan pada Senin (21/6). [ti/ris] Blog Berita Hari Ini Indonesia Terkini Soyan/Nelly Targetkan 450 Ribu suara Putaran Kedua Medan. Budiman Nadapdap. tindakan sesuai proses hukum akan dilakukan. “Kami meminta dilakukan penghitungan ulang di TPS. Karena kalau katanya-katanya berarti cakapcakap saja. Sementara pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti memperoleh 261. adanya saksi Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memakai atribut di area TPS. hadir pada kesempatan itu Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Panda Nababan. “Apakah ini dirusak atau dinyatakan rusak. hingga pukul 20. “Ini kan. “Rapat pleno Senin depan pukul 15.” sebutnya. mempersilakan pihak Sofyan Tan-Nelly Armayanti melaporkan kecurangan yang ditemukan.Ketua Tim Pemenangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti. Ditegaskannya.

maka jumlah pemilih pada putaran kedua diperkirakan mencapai 900 ribu orang.” tegasnya.69 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 1. Apalagi. Ia mengaku optimistis target tersebut akan dapat dicapai menyusul semakin besarnya dukungan yang mengalir untuk pasangan Sofyan/Nelly. .72 persen). Nadapdap memperkirakan. Rahudman/Eldin yang diusung koalisi Partai Demokrat dan Partai Golkar memperoleh 150. tim supervisi Brilian Moktar serta sejumlah pengurus dan fungsionaris PDI Perjuangan lainnya. jumlah pemilih yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada pilkada putaran kedua meningkat dibanding putaran pertama.” katanya.” katanya.155 orang. tetapi kita akhirnya kalah karena suara tidak dijaga. sementara Sofyan/Nelly yang didukung PDI Perjuangan dan PDS meraih 140.” ujarnya. pihaknya telah mendapat informasi terkait adanya skenario kecurangan di setiap lini penyelenggara pilkada putaran kedua.961. termasuk calon wali kota Maulana Pohan beserta jaringannya dan jajaran partai pendukung calon wali kota Ajib Shah. tambah Budiman Nadapdap. Ia mengingatkan para relawan pendukung Sofyan/Nelly mengawal pelaksanaan pilkada dan menjaga suara mulai dari TPS-TPS sampai ke KPU Kota Medan.991 pemilih yang datang ke TPS atau dengan tingkat partipsiasi sekitar 35. ***1*** (T.Hutagalung. Mereka menyisihkan delapan pasangan lain sekaligus maju ke putaran kedua. “Ada iming-iming tambahan insentif bagi penyelenggara pilkada yang mampu menambah perolehan suara pasangan tertentu. “Menjaga suara ini harus dilakukan dengan serius.671 suara (22. Karena itu kita harus benar-benar waspada. 25/5 (Antara/FINROLL News) . Kalau sudah begini ‘kiamat’ kita. Bisa saja memang banyak yang memilih pasangan Sofyan/Nelly.R014/B/S015/S015) Medan. Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut HM Affan. Sofyan Tan/Nelly Armayanti optimistis memenangkan pilkada putaran kedua yang akan berlangsung 19 Juni 2010. “Karena itu. “Sejumlah calon yang kalah pada pertarungan putaran pertama bahkan sudah menyatakan dukungannya bagi pasangan Sofyan/Nelly. KPU Kota Medan menetapkan pasangan Rahudman Harahap/Dzulmi Eldin dan Sofyan Tan/Nelly Armayanti sebagai dua pasangan peraih suara terbanyak pada pilkada putara pertama yang berlangsung 12 Mei 2010.676 suara (20.20 persen). Jika pada putaran pertama hanya 699. target kita meraih minimal 450 ribu suara plus satu sekaligus memenangkan pertarungan menuju kursi Wali Kota dan Wali Kota Medan periode 2010-2015.Pasangan calon wali kota/wakil wali kota Medan.

" jelasnya." ujar Ketua Tim Pemenangan Pasangan Sofyan/Nelly. PDI Perjuangan telah menyiapkan sebanyak 65. "Ada indikasi mereka tidak netral dengan melakukan sejumlah pertemuan koordinasi dengan pasangan calon lain. "Tugas utama mereka adalah memantau gerak-gerik setiap petugas KPPS serta segala kemungkinan terjadinya praktik kecurangan.453 Warga Medan Kehilangan Hak Memilih June 15.453 warga Medan tidak mendapatkan hak pilihnya dalam putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Medan.897 TPS yang tersebar di 21 kecamatan. bukan berpihak pada salah satu pasangan calon.com Dipastikan. 8. tim pemenangan Sofyan/Nelly berharap semua aparat pemerintahan mulai dari camat. "Birokrasi harus menyukseskan pilkada dan menghormati demokrasi." katanya." ujarnya. KPU Kota Medan menetapkan pasangan Rahudman Harahap/Dzulmi Eldin dan Sofyan Tan/Nelly Armayanti sebagai dua pasangan peraih suara terbanyak pada pilkada putara pertama yang berlang