P. 1
Bahan Buku Dari Internet

Bahan Buku Dari Internet

5.0

|Views: 3,962|Likes:
Published by KasimSiyo

More info:

Published by: KasimSiyo on Dec 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2015

pdf

text

original

TEMPO Interaktif, Ponorogo: Panitia Pengawas Pemilu Ponorogo tengah menyelidiki dugaan praktik politik uang yang dilakukan

tim sukses Edhie Baskoro Yudhoyono. Sejumlah warga mengaku menerima uang sebesar Rp 10 ribu agar memilih anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu. Menurut Edi Waluyo, anggota panitia pengawas, aksi bagi-bagi uang itu dipergoki di Kecamatan Jambon, pada Jumat (3/4). Salah seorang anggota tim sukses Edhie Baskoro yang diketahui bernama Samuji, warga Desa Blembem, Kecamatan Jambon, Ponorogo kepergok menebar uang kertas Rp 10.000 kepada warga . Kepada penerima, dia meminta untuk memberikan suaranya kepada anak Presiden Yudhoyono ini. “Dia tidak bisa mengelak lagi karena pemberian uang itu disertai gambar caleg yang bersangkutan,” kata Edi Wiyono kepada Tempo, Sabtu (4/4). Atas temuan itu, Panitia Pengawas Pemilu Ponorogo mengumpulkan bukti pendukungan dan memeriksa beberapa saksi. Di antaranya adalah Samuji, perangkat Desa Blembem, serta warga yang menerima uang. “Kami akan memplenokan kasus ini bersama anggota lainnya untuk menentukan sanksi yang dijatuhkan,” kata Edi. Sementara itu anggota Tim Carta Politika--tim sukses calon legislatif Edhie Baskoro-Lutfie Triadi mengatakan tuduhan yang dilontarkan kepada calon legislator Partai Demokrat Daerah Pemilihan Jawa Timur VII ini yang juga putra bungsu Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono membagi-bagi uang menjelang hari tenang merupakan black campaign atau kampanye hitam. "Tidak cukup alasan Mas Ibas melakukan itu, dia kan kondisinya leading," kata Lutfie saat dihubungi, Selasa (7/4).

17 Potensi Kecurangan Pemilu 2009 Kecurangan dalam Pemilu adalah segala upaya atau cara untuk mengambil, mendapatkan suara pemilih dengan cara yang ilegaldan bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku dengan sengaja. Yang mana suara tersebut dijadikan untuk pemenangan dirinya atau kelompok dan parpol tertentu. Kenapa orang berbuat curang, di dalam Pemilu 2009; Pertama, karena ingin mendapatkan kehormatan (post power syndrom) di tengah-tengah masyarakat. Di mana ketika terpilih menjadi wakil rakyat, sosok ia langsung melejit, dikenal luas dan dihormati oleh keluarga, kolega dan masyarakat luas. Untuk mendapatkan rasa terhormat itu maka berbagai cara pun dilakukan, termasuk dengan menghalalkan cara-cara yang curang.

Kedua, karena selama mengikuti proses pemilu telah mengeluarkan dana yang sangat besar. Mulai pendaftaran, tes kesehatan dan berbagai tahapan lain, berikut kampanye tertutup dan kampanye terbuka telah mengeluarkan dana yang sangat besar. Karena telah mengeluarkan dana besar, muncul kekhawatiran tidak akan terpilih. Bila kemungkinan buruk itu terjadi sementara, utang telah menumpuk dan banyak harta benda telah habis terjual, maka alternatif yang menjadi pilihan adalah dengan melakukan kecurangan dalam tahapan pemilu. Bila terpilih, tentu utang dan segala harta benda yang digadai dan dijual dapat diganti dan utang dibayarkan kembali. Ketiga, niat melakukan kecurangan didorong oleh keinginan besar untuk berkuasa. Apalagi selama ini telah pernah menjabat posisi tertentu, lalu jabatan itu hilang, lepas atau sudah pensiun. Sementara rasa haus terhadap kekuasaan sangat menggebu-gebu. Jika hanya dengan cara-cara biasa, kekuasaan itu sulit dicapai, maka melakukan kecurangan pemilu akhirnya menjadi salah satu pilihan. Berikut, banyak hal yang menjadi pemicu sehingga orang-orang tertentu melakukan kecurangan di dalam pelaksanaan Pemilu 2009. Ada penyebab karena merasa tenaga dan pikiran sudah terkuras habis sehingga memasang target harus terpilih. Berikut ada caleg yang telah dari jauh hari memasang target berlebihan, sementara peluang untuk terpilih sangat kecil. Akhirnya melakukan kecurangan agar target tersebut dapat tercapai. Kecurangan juga dapat didorong karena memiliki sifat yang korup, ingin mendulang harta ketika mendapat kekuasaan. Praktik kecurangan juga bisa disebabkan karena tidak siap menerima kekalahan di Pemilu. Selain itu juga disebabkan karena adanya peluang dan kesempatan, seiring dengan keinginan untuk melakukan kecurangan itu sendiri. Bila ditinjau dari pendekatan waktu, potensi kecurangan dapat terjadi pada tiga zona waktu pelaksanaan Pemilu. Pertama, waktu pemutakhiran data pemilih, yakni dari daftar pemilih sementara ke pemilihan daftar pemilih tetap. Potensi kecurangan ini dapat terjadi dari tanggal 5 April s/d 05 Oktober 2008. Berikutnya dari Oktober hingga 9 April 2009. Kedua, diwaktu pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS), hari Kamis 9 April 2009. Waktu kemungkinan potensi kecurangan itu terjadi dari pukul 06.30 – 24.00 WIB.

Ketiga, diwaktu melakukan rekapitulasi suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan terakhir di KPU. Potensi kecurangan dengan cara ini terjadi dari tanggal 9 April sampai dengan 5 Mei 2009. Kita akan membedah potensi kecurangan saat pemutahiran data pemilih. Ada upaya pihak tertentu melakukan infiltrasi terhadap anggota petugas pendapatan daftar pemilih (PPDP) dengan menguasai personal anggota PPDP sebagai ujung tombak pemutakhiran data pemilih. Dengan begitu bisa menjadi awal untuk mengakses dan mengintervensi data, seperti merekayasa, dan memodifikasi data. Berikut dengan mengeliminir pemilih yang teridentifikasi sebagai partisan partai lain. Dengan berbagai upaya dilakukan cara licik meminimalisir agar orang-orang dari anggota parpol lain, dari suku/agama lain tidak terdata atau tidak masuk di dalam daftar pemilih. Selanjutnya, memobilisasi pemilih tertentu agar terdaftar di dalam DPT tersebut bisa terkondisikan maksimal pemilih partisan dari kelompok tertentu (partai, agama, suku) yang akan memberikan suaranya di Pemilu 2009. Dengan cara me-mark up data pemilih, ini adalah cara untuk mendapatkan modal awal untuk bermain atau melakukan kecurangan pemilu. Di dalam teori kemungkinan mark up data pemilih itu dilakukan dengan cara memasukan data pemilih ganda dan tidak menghapus pemilih yang sebenarnya tidak ada, karena sudah di-PHK, pindah, meninggal dan penyebab lainnya. Zona potensi kecurangan pemilu 2009 juga sangat besar kemungkinan terjadi pada saat pemungutan suara. Indikasinya adalah dengan cara mendatangkan pemilih siluman. Pemilih siluman sengaja diset untuk memilih di tempat yang sudah terkondisikan. Dengan memanfaatkan DPT yang kacau, form A 5, dan sebagainya. Pemilih siluman ini bisa memilih berkeliling ke beberapa TPS untuk memberikan suaranya. Potensi kecurangan juga dapat dilakukan dengan menggunakan pemilih versi A 5. Pemilih versi A 5, adalah formulir tambahan bagi calon pemilih yang tidak terdata di DPT. Dan ini spesifikasinya adalah untuk saksi, peninjau, atau penduduk transit di atas 6 bulan. Peluang ini, sangat rentan dijadikan dalih untuk memasukan pemilih dadakan untuk kepentingan tertentu. *** Kecurangan juga dapat dilakukan dengan mengadakan TPS bodong. TPS yang sengaja direkayasa berdasarkan skenario penyebaran penduduk per wilayah. Dan TPS ini bisa dimunculkan di perumahan-perumahan yang sepi, tapi

direkayasa punya pemilih yang banyak untuk syarat diadakannya TPS tersebut. Potensi kecurangan juga bisa dilakukan dengan cara KPPS tidak memberikan sertifikat surat suara (C 1). Petugas KPPS yang orang partisan, dengan sengaja tidak memberikan form C 1. Di mana form ini adalah bukti utama untuk rekapitulasi suara apabila ada sangketa. Dengan berbagai alasan seperti: lupa, hilang, tidak cukup, dan berbagai alasan lain. Potensi kecurangan dan kekacauan hasil pemilu juga dapat dilakukan dengan cara KPPS tidak menandatangani sertifikat Form C 1. KPPS yang pintar tapi culas biasanya banyak memanfaatkan ketidak tahuan saksi. Petugas KPPS dengan sengaja tidak menandatangani form C 1. Secara hukum jelas form tersebut akan kehilangan kekuatan hukumnya. Alasan petugas KPPS bisa berbagai macam, seperti: sibuk, stempel hilang, dijanjikan tapi tiba-tiba menghilang. Potensi kecurangan dan kekacauan terhadap hasil pemilu juga dapat dilakukan dengan membuat form C 1 ganda. Peluang akan munculnya C 1 ganda ini sangat terbuka. Dan hal ini sangat berbahaya. Karena apa bila cukup 5 partai dan KPPS kongkalingkong dengan skenario ini. C 1 ganda digunakan untuk mem-back up hasil rekapitulasi rekayasa oknum tertentu. Baik di persidangan maupun tingkat pleno KPU. Potensi kecurangan berikutnya juga dapat terjadi dengan memanfaatkan saldo suara. Dengan sistem rekapitulasi yang rumit sangat berpeluang bisa dimanfaatkan oknum tersebut. Untuk memanfaatkan hal ini sebagai pintu masuk permainan. Apa lagi dari beberapa pengalaman yang ada. Banyak saksi yang bekerja hanya asal-asalan. Terima uang selesai. Setelah itu banyak mengabaikan tingkat akurasi hasil suara. Pada kesempatan ini maka akan terjadi jual beli, dan kongkalingkong terhadap saldo suara. Jika ingin Pemilu 2009 ini menghasilkan wakil rakyat yang betul-betul pilihan rakyat, maka mau tak mau peluang dan potensi kecurangan pemilu 2009 sebagaimana yang diuraikan tadi harus diantisipasi supaya tidak terjadi. Pemilih harus memastikan suara yang diberikan tidak menguap atau hilang. Begitu juga dengan saksi harus mengawal hasil suara dengan teliti. Pemantau juga harus melaksanakan tugas pemantauan dengan prinsip independen. Penyelenggara pemilu mulai dari tingkat TPS, PPS, PPK hingga KPU yang telah disumpah, haruslah bekerja dengan jujur. Jangan pula menjadi alat kepentingan caleg, parpol atau pihak-pihak tertentu. Sementara halnya dengan pengawas pemilu dan pihak kepolisian harus mengambil tindakan tegas ketika terjadi kecurangan dan pelanggaran pemilu. **

um'at, 26 Juni 2009, 16:47 WIB Siswanto, Mohammad Adam

Warga mengecek Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu Presiden 2009 (Antara/ FB Anggoro) BERITA TERKAIT
• • • • •

Ketua KPU ke Surabaya Periksa DPT Fiktif DPT Pilpres Dinilai Tetap Bermasalah Demokrat: Pansus Hak Angket DPT Salah Alamat Demokrat Yakin Hak Angket Tak Ganggu Komitmen DPT Bantul Belum Ditetapkan

VIVAnews – Tim kampanye nasional pasangan presiden dan wakil presiden, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto, melaporkan indikasi kecurangan daftar pemilih tetap yang digunakan untuk pemilihan presiden di Jawa Timur ke Badan Pengawas Pemilu, Jumat 26 Juni 2009. “Sekarang masih adanya masalah DPT yang sama seperti kasus pemilu legislatif lalu,” kata Arif Wibowo, Koordinator Teknologi Informasi tim kampanye nasional duet Mega-Prabowo di Bawaslu. Bentuk indikasi kecurangan yang dilaporkan ke Bawaslu, antara lain, adanya nama pemilih ganda yang jumlahnya mencapai 2.200.287 orang. Arif berharap pengaduan ini segera ditindaklanjuti dan diselesaikan. Sebab, jika tidak cepat-cepat selesai, dikhawatirkan mengganggu keabsahan hasil pemilihan presiden. Dugaan kecurangan itu didapatkan oleh Dewan Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Jawa Timur. Ketua DPW Jawa Timur, La Nyala, mengaku data itu merupakan bocoran yang diberikan orang dalam KPU sendiri. Data kemudian mereka olah lalu mencocokkannya dengan hasil rekapitulasi yang

dilakukan di seluruh kecamatan di Jawa Timur, kecuali Kabupaten Lumajang dan Jombang. Laporan indikasi kecurangan itu diterima oleh anggota Bawaslu, Bambang Eka Cahya. • VIVAnews
KECURANGAN PILPRES 2009

Mega-Pro Akan Menggugat
Kamis, 23 Juli 2009

JAKARTA (Suara Karya): Pasangan capres dan cawapres Megawati SoekarnoputriPrabowo Subianto (Mega-Pro) dan Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Wiranto) mempertimbangkan untuk menggugat hasil Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 karena ditemukan banyak kecurangan dan manipulasi. Bahkan pasangan Mega-Pro berniat mengadukan pelanggaran Pemilu 2009 ke Mahkamah Internasional. Berbagai pelanggaran ini dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. "Kalau MK (Mahkamah Konstitusi) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) tidak merespons laporan kami, kami akan mengajukan ini sebagai tindak kejahatan kemanusiaan dan mengajukannya ke Mahkamah Internasional sebagai langkah terakhir," kata tim hukum pasangan Mega-Pro, Artiria Dahlan, di Jakarta, Rabu (22/7). Artiria menambahkan, pasangan Mega-Pro juga akan melakukan koordinasi dengan tim JK-Wiranto untuk menunda rekapitulasi suara jika temuan pelanggaran yang ada tidak ditindaklanjuti. "Kita juga akan mendesak Fraksi PDIP untuk mepertanyakan kinerja KPU dan meminta klarifikasi Polri terkait dikeluarkannya SP3 terhadap proses penyelidikan tindak pidana pemilu," katanya. Sekretaris Tim Kampanye Nasional Mega-Pro, Fadli Zon, menambahkan, pihaknya siap mengajukan gugatan hukum bila hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU seolah melegalkan kecurangan dan manipulasi yang terjadi selama pemilihan presiden berlangsung. "Bahan-bahan untuk materi pelanggaran pada penghitungan suara pilpres sudah ada. Bukti itu siap untuk dipublikasikan pada waktunya," katanya. Fadli mengatakan, temuan bukti pelanggaran akan dipresentasikan pada Jumat (24/7) di Teuku Umar oleh Megawati dan Prabowo. "Ini menunjukkan bahwa kami sangat serius dalam usaha menegakkan dan menciptakan pilpres yang jujur, adil, dan demokratis, yang saya kira menjadi komitmen kita selama ini," katanya. Sekretaris Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto, Iskandar Mandji, menjelaskan, pihaknya saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti tentang adanya kecurangan pilpres. Data-data itu dinilai valid dan diharapkan bisa menjadi bukti kuat di dalam persidangan. "Kami menemukan 153 dugaan kecurangan pilpres. Sekarang ini masih dalam proses mengumpulkan bukti tambahan sambil mempertimbangkan soal itu (gugatan)," katanya. Sementara itu, proses rekapitulasi perolehan suara nasional Pilpres 2009 hari pertama yang digelar KPU, Rabu (22/7), sempat diwarnai penyampaian keberatan dari saksi pasangan calon JK-Wiranto dan Megawati-Pro terkait daftar pemilih tetap (DPT). Dalam pernyataan keberatan yang disampaikan saksi Tim JK-Wiranto, Chairuman Harahap, KPU diharapkan memberikan jumlah pemilih dalam DPT yang telah diperbaiki. Sebab, ternyata KPU berulang kali melakukan

penetapan DPT pilpres sehingga membingungkan tim kampanye capres dan cawapres. Pertama, pada 31 Mei 2009, KPU menetapkan DPT berjumlah 176.367.056 pemilih. Kedua, pada 8 Juni 2009 berjumlah 176.395.015 pemilih. Dua hari sebelum pemungutan suara pada 6 Juli 2009, KPU menetapkan DPT sebesar 176.411.434 pemilih. Chairuman mengatakan, pihaknya tidak menerima salinan data DPT untuk penetapan tertanggal 6 Juli 2009. Dia menjelaskan, pihaknya hanya mendapatkan soft copy DPT Riau yang jumlahnya 2.577.932. Jumlah ini berbeda dengan data DPT dari KPU Riau yang jumlah 3.647.420. "Ternyata ada DPT lain yang ditetapkan tanggal 6 Juli. Dan ternyata data tersebut ada yang tidak bisa kita akses. Bahkan data soft copy yang diberikan pada 7 Juli adalah DPT per 31 Mei 2009," ujarnya. Chairuman mengatakan, data yang diberikan KPU kepada tim kampanye pasangan calon saat 6 dan 7 Juli 2009 untuk dilakukan penyisiran merupakan data lama, yakni DPT per 31 Mei 2009. Karena itulah, menurut dia, hal ini menimbulkan pertanyaan yang ditujukan kepada KPU. Dalam kesempatan yang sama, saksi dari pasangan Mega-Pro, Arif Wibowo, meragukan kinerja Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Hal itu terkait dengan tidak ditemukannya selisih jumlah suara dalam laporan berita acara pemungutan suara. "Dengan adanya persoalan DPT dan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang bermasalah, serta banyaknya pelanggaran yang terjadi seperti masalah spanduk atau surat suara yang telah dicontreng terlebih dahulu pada kolom pasangan nomor 2, seharusnya tercermin dalam kacaunya administrasi surat di KPPS. Tapi, kok ini sangat rapi seolah administrasi surat suara itu dibuat sebelum pilpres berlangsung. Ini aneh, kan," ujarnya. Arif juga mengakui, DPT hasil perbaikan 6 Juli 2009 baru diterimanya saat proses rekapitulasi berlangsung. Sementara itu, Koordinator Nasional Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jeirry Sumampow menilai, KPU dapat dipidanakan terkait tindakannya yang melakukan perubahan berkali-kali dalam penetapan DPT pilpres. "Perubahan penetapan DPT secara berulang-ulang itu tidak diatur dalam ketentuan ataupun undang-undangnya. Secara subtansi, seharusnya DPT tidak boleh dilakukan perubahan sampai beberapa kali seperti yang terjadi sekarang. Apalagi sampai tidak diketahui oleh tim kampanye pasangan capres dan cawapres," ujarnya. Dia menambahkan, sejumlah hal terutama menyangkut persoalan DPT dapat menjadi bukti secara tertulis pengakuan formal untuk memidanakan KPU karena kinerjanya yang sangat amburadul. Sementara itu, anggota KPU Andi Nurpati menjelaskan, pemberitahuan mengenai DPT hanya disampaikan kepada penyelenggara dan saksi di tingkat TPS. "Kewajiban kami memberikan DPT hanya kepada panitia pengawas dan saksi di tingkat TPS," ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary mengakui adanya perubahan terhadap jumlah DPT yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) KPU pada 6 Juli 2009. Dia menjelaskan, KPU telah melakukan penetapan DPT pada 31 Mei 2009, tetapi dilakukan perubahan pada 8 Juni 2009, dan yang terakhir pada 6 Juli 2009. Terkait hal ini, Abdul Hafiz mengatakan, perubahan dilakukan karena banyaknya laporan yang menyebutkan pemilih yang belum tercantum dalam DPT. "Kami sebenarnya tidak akan mengubah DPT yang ditetapkan 31 Mei, tapi dari masyarakat mengatakan bahwa ada banyak yang tidak terdaftar, bahkan ada yang mengatakan sampai 49 juta. Malam 6 Juli kami

merampungkan DPT, tapi itu pun baru keputusan tapi perapian tanggal 7 Juli," katanya. Sementara itu, berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara yang telah dilakukan KPU di 12 provinsi, Rabu (22/7), pasangan capres dan cawapres nomor urut dua Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono menempati posisi pertama dengan 26.215.083 suara (59.73 persen). Sementara, pasangan capres dan cawapres nomor urut satu Mega-Pro meraih 11.361.355 suara (25.88 persen), dan pasangan nomor 3 JK-Wiranto memperoleh 6.316.178 suara (14.39 persen). (Tri Handayani/Feber Sianturi)

Kalla-Wiranto Waspadai Kecurangan Penghitungan Suara
Senin, 06 Juli 2009 | 21:28 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Tim kampanye Jusuf Kalla-Wiranto mewaspadai kecurangan pada Pemilihan Umum Presiden saat proses penghitungan suara. Kecurangan itu rentan terjadi di tingkat Panitia Pemungutan Suara dan Panitia Pemungutan Suara Kecamatan. "Kecurangan (ada) di penjumlahan atau rekapnya. Karena itu harus dikawal terus," kata Jusuf Kalla dalam jumpa pers di rumah dinas Wakil Presiden di Jalan Diponegoro No 1, Jakarta Pusat, Senin (6/7). Kasus kecurangan dalam penghitungan suara harus diwaspadai setelah ditemukannya ketidakakuratan daftar pemilih tetap. Sebelumnya, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut satu dan tiga ini bertemu Komisi Pemilihan Umum dan meminta lembaga itu memperbaiki Daftar Pemilih Tetap atau DPT. Tim kampanye Kalla-Wiranto dan Megawati-Prabowo menemukan sejumlah data ganda dan pemilih yang tidak terdata dalam Daftar Pemilih. Selain itu, kedua pasangan tersebut mendatangi Mahkamah Konstitusi sebelum lembaga itu memutuskan gugatan soal mekanisme memilih. Mahkamah akhirnya memutuskan pemilih yang tidak tercantum dalam Daftar Pemilih bisa memberi suara dengan membawa kartu tanda penduduk atau KTP maupun paspor. Menurut Kalla, langkah politik pasangan Kalla-Wiranto dan Mega-Prabowo bertujuan mengembalikan hak konstitusi warga negara. Kekeliruan Daftar Pemilih saat pemilu legislatif berakibat sejumlah warga negara tak bisa memilih. "Kami berterima kasih atas hal tersebut," ujarnya. Dia menegaskan, tuntutannya untuk memperbaiki Daftar Pemilih tak semata untuk kemenangan Kalla-Wiranto. Namun, ketidakakuratan Daftar Pemilih berakibat hasil pemilu tidak sah secara hukum. "Kami tidak ingin pemerintahan terpilih tidak legitimate dan pemilu tidak damai. Ini untuk menjaga kesatuan bangsa dan kami ingin pemilu legitimate," ucapnya. Keputusan Mahkamah yang memungkinkan pemilih tak terdata tetap memiliki hak

suara tak serta merta meniadakan Daftar Pemilih. Apalagi, Daftar Pemilih dapat menunjukkan jumlah pemilih di Indonesia. Dia mengusulkan panitia pemungutan suara menahan KTP maupun paspor pemilih di TPS setelah pemilih menggunakan hak pilih. Penahanan itu dilakukan hanya satu hingga dua jam. Tujuannya, menghindari penggunaan hak di tempat pemungutan suara lain. "Itu teknis, tahan dulu satu atau dua jam. KTP ditahan supaya tidak memilih di dua tempat," ujarnya. Dia menegaskan penggunaan KTP maupun paspor tidak akan berdampak penggunaan hak suara lebih dari satu kali secara masif. Apalagi, undang-undang mengatur soal pemberian hak pilih itu. "Pemilih memilih lebih dari sekali akan masuk penjara. Boleh saja coba," katanya. Saat ini, sejumlah fraksi di DPR mengajukan usul penggunaan hak angket terkait Daftar Pemilih. Tujuannya, menyelidiki penyebab puluhan juta pemilih tak terdaftar dan data pemilih ganda dalam Daftar Pemilih pada pemilu legislatif April lalu. Dia optimistis Komisi Pemilihan menyelesaikan perbaikan Daftar Pemilih hingga satu hari menjelang pemilu presiden pada 8 Juli mendatang. "Memang berat tapi diupayakan. Ini baru mulai berjalan," ujarnya. Kalla meminta Badan Pengawas Pemilu dan Panitia Pengawas Pemilu proaktif menjalankan tugasnya. Sehingga, kasus-kasus kecurangan pemilu dapat diantisipasi. Dia menyatakan pasangan Kalla-Wiranto tak pernah mewacanakan pengunduran jadwal pemilu presiden. Namun, pasangan itu meminta Komisi Pemilihan merevisi Daftar Pemilih. Kecurangan Pemilu Bisa Dibuktikan, Bergantung pada Keseriusan Kalangan Parpol OPINI Mas Zen | 15 April 2009 | 06:51 724 2 Nihil. Pesta penyentangan telah usai, namun rakyat kembali terabaikan hak-hak politiknya. Bagaimana tidak, proses pemilu legislatif belum selesai, elit politik sudah disibukkan oleh isu koalisi untuk pemilihan presiden 2009. Partai politik sebaiknya memfokuskan diri proses pemilu yang belum berakhir terutama proses penghitungan suara. Sangatlah naïf bila kalangan partai politik tidak memperhatikan suara kontituen yang telah diamanahkan padanya. Penyikapan sejumlah partai politik (parpol), yang merasa yakin telah terjadi berbagai bentuk kecurangan dalam proses pemilihan umum (pemilu) legislatif terbuka dan mendominasi dalam pemberitaan media baik media cetak, cyber maupun elektronik perlu mendapatkan dukungan yang lebih luas untuk meraih kembali kepercayaan

masyarakat pemilih. Setidaknya hal ini untuk menjernihkan permasalahan Pemilu 2009 yang sangat ruwet. Postulate Machiavelli yang mengatakan, politik akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan kekuasaan; mulai dari cara-cara yang sesuai dengan norma-norma, hingga cara-cara yang buruk yang melanggar norma, bahkan cara-cara yang kejam dan tidak manusiawi. Praktek semacam ini, bisa dibuktikan tidak menjadi stiqma setiap penyelenggaraan politik di Indonesia. Hal patut diprihatinkan bila kekacauan-kekacauan yang terjadi pada pemilu 2009 seperti, kesalahan DPT yang sangat massif, tertukarnya surat suara pada dapil yang tidak sesuai, manipulasi nama pemilih yang begitu merata disetiap TPS (Data DPT tidak akurat), Banyaknya masyarakat yang hilang hak pilih karena belum tercatat dalam DPT dsb, merupakan kecurangan yang dilakukan secara sistimatis. Hal ini harus bisa dicarikan akar permasalahannya, kalangan partai politik harus serius menangani dan membuktikan kecurangan-kecurangan ini. Pembuktian dari kalangan partai politik sangat penting untuk mencegah potensi konflik yang terjadi pada pemilihan presiden Juli mendatang. Penjernihan kecurangan-kecurangan pemilu setidaknya memberikan sedikit tawaran harapan baru dari partai politik untuk rakyat dalam pilpres nanti. Dan bila terjadi kecurangan yang sifatnya sistematis hal ini merupakan bentuk kampanye dari kalangan partai politik yang mengusung capres. Banyak celah untuk membuktikan kecurangan pemilu 2009 apa dilakukan secara sistematis atau dilakukan secara sporadis oleh oknum-oknum partai. Hal ini merupakan tantangan bagi kalangan partai politik terutama partai-partai politik yang menggagas pernyataan sikap bersama untuk menindaklanjuti kecurangan pemilu 2009. Kalangan partai politik diharapkan tidak omong doang agar tidak menambah keruwetan. Sinyalemen adanya kecurangan secara sistematis banyak diungkapkan oleh para akademisi dan peneliti. Salah satunya adalah pernyataan Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti di kompas.com (14/1), kecurangan itu bisa dicari akarnya, apakah dilakukan secara sistematis atau tidak. Misalnya, apakah penggembosan terjadi di daerah tertentu macam wilayah yang bukan daerah kekuatan Partai Demokrat, namun menjadi basis kekuatan parpol lain. Dengan begitu dapat diketahui, daerah mana saja yang paling banyak mengalami kekacauan DPT sekaligus bagaimana kondisi itu kemudian berdampak menguntungkan atau merugikan perolehan suara parpol tertentu. Terutama jika hal itu dikaitkan dengan fakta suatu daerah sebelumnya dipahami sebagai basis massa parpol tertentu. Partai politik juga harus memperhatikan jebakan pola kecurangan pemilu 2009 yang paling massif adalah melalui rekayasa DPT. Dari sinilah semua kecurangan yang besar dalam proses pemilu dimulai. Data adalah sumber informasi paling awal dan paling penting dalam seluruh proses pemilu, kemudian dimanipulasi sedemikian rupa sehingga lembaga pengawas pemilu dan

akan tetapi pembuktian secara hukum dan penyelesaiannya akan membutuhkan waktu yang relatif lama dan seringkali tidak memiliki signifikasi dengan hasil pemilu. Arteria Dahlan. kita juga merekomendasikan untuk mengajukan gugatan perdata melawan hukum ke pengadilan negeri. Penelusuran sampai ke akar juga bisa dilakukan dengan meminta penjelasan Depdagri terkait data awalnya daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4)." paparnya. Karena masih ada celah yakni. Keberhasilan pembuktian merupakan bentuk sikap perlawanan yang positif dan merangsang iklim oposisi pemerintah yang seimbang bila partainya nanti tidak mendapat jatah kekuasaan di pemerintah. jika temuan-temuan pelanggaran yang ada tidak ditindaklanjuti. Sebagaimana kita ketahui bahwa sumber data awal pemilu 2009 adalah berasal dati Departemen Dalam Negeri (Depdagri)." tandasnya. 22/07/2009 | 17:31 WIB Jakarta press.partai-partai akan kehilangan jejak untuk menemukan bukti-bukti kecurangan. Rabu (22/7). "Kalau MK dan Bawaslu tidak merespon laporan kami." tambahnya. Namun hal ini bukan merupakan hambatan bagi partai politik namun harus dijadikan tantangan dengan mengerahkan berbagai sumber daya dan jaringan. berbagai pelanggaran tersebut dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Ia mengemukakan. "Kita juga akan mendesak Fraksi PDIP untuk mepertanyakan kinerja KPU dan meminta klarifikasi Polri terkait dikeluarkannya SP3 terhadap proses penyelidikan tindak pidana pemilu. Pasalnya.Tim kampanye Mega-Prabowo berniat mengadukan pelanggaran Pemilu 2009 ke Mahkamah Internasional (MI). Penyikapan kalangan partai politik untuk menindaklanjuti kecurangan-kecurangan akan mendapat animo positif masyarakat bila kalangan partai politik bisa membuktikan secara konkrit dan mempunyai kekuatan hukum. Langkah lain yang akan diambil pasangan Mega-Prabowo adalah mengajukan gugatan Pemilu ke MK (Mahkamah Konstitusi). SP3 yang dilakukan polisi. "Terkait perbuatan melawan hukum. langkah manipulasi DPT hanya dapat dilakukan oleh pihak yang memiliki otoritas atas lembaga yang melakukan pendataan dalam hal ini adalah pemerintah. Menurut Arteria. maka kami akan mengajukan ini sebagai tindak kejahatan kemanusiaan dan mengajukannya ke Mahkamah Internasional sebagai langkah terakhir. "Kita juga akan melayangkan gugatan baik secara pidana dan perdata. .com Jakarta . Tim Mega-Prabowo juga akan melakukan koordinasi dengan tim JK-Wiranto untuk menunda rekapitulasi suara. Meskipun bukti dapat diketemukan." tegas tim hukum Mega-Prabowo. Data tersebut yang kemudian disusun oleh KPU menjadi data daftar pemilu tetap dengan pemutahiran ala kadarnya. Untuk Tim Kampanye Nasional (Timkamnas) Mega-Prabowo merekomendasikan untuk mengajukan gugatan perdata untuk KPU. yang nyata-nyata sudah terbukti dilakukan KPU terkait banyak rekomendasi ini bukan tindak pemilu atau tim. banyaknya pelanggaran Pemilu memang memprihatinkan. Rabu.

Ia mengaku. Kita sedang konsentrasi untuk pilpres ini. bahwa apa yang dilakukan ini tidak semata-mata menolak hasil pemilu. Ya kita tunggu dulu itu. dan apa yang dilakukan tim Mega-Prabowo semata-mata menjaga demokrasi serta memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik. "MK dan Bawaslu tidak mampu merespon laporan kami.Tim Mega-Prabowo ini mengungkapkan. dan KPU sudah memutuskan. "Jadi. Karena itu. maka kami akan ajukan sebagai tindak kejahatan kemanusiaan maka kami akan membawa hal ini ke Mahkamah Internasional. baru kita persiapkan (Muspim). kami tidak menolak tapi demi demokrasi kami meminta agar semua temuan-temuan itu ditindaklanjuti terlebih dahulu." seru Arteria. Selain itu. Sebabnya. Tetapi." tukas Wakil Sekjen DPP Partai Golkar ini. tetapi KPU sudah direkomendasikan terkena atau terindikasi tindak pidana. sampai ditindaklanjuti semua temuan pelanggaran. terkait selisih penghitungan suara. maka pelanggaran yang dilakukan KPU akan diajukan ke Mahkamah Internasional. Iskandar Mandji." ujar Mandji. Menurutnya. "Kira-kira ada 20 perbuatan hukum yang terkait dengan itu. gugatan pilpres merupakan kewenagan mutlak dari pasangan JKWiranto dan Timkamnas. Sementara Tim JK-Wiranto juga sedang mempertimbangkan secara matang rencana menggugat hasil Pilpres 8 Juli lalu. Tim Kampanye Nasional pasangan nomor urut 2 ini telah memegang data-data valid terkait dugaan kecurangan pilpres. (*/KSN) Hajatan Pemilu 2009 memang sudah lewat. pihaknya sudah memperoleh pernyataan Bawaslu. KPU sudah dinyatakan melanggar kode etik. KPU tidak hanya melanggar hukum. Kedua terkait dengan pelangaran atau kecurangan yang berakibat langsung pada perolehan suara pasangan kami. Timkamnas Mega-Prabowo mengancam. "Sekarang kan masih proses. Sekarang ini masih proses untuk mengumpulkan bukti tambahan sambil mempertimbangkan soal itu (gugatan). Kalau sudah lengkap. Kalau sudah tuntas." beber tim hukum Mega-Prabowo ini. Golkar belum mempersiapkan agenda musyawarah pimpinan (Muspim) yang rencananya digelar pada tanggal 8-9 Agustus mendatang." tegasnya. Ia menegaskan. lebih mengutamakan agar KPU menunda proses hasil penghitungan suara. Ke MK ada dua hal. "Kita kan ada 153 temuan soal itu (dugaan kecurangan pilpres). Iskandar menjamin tidak akan ada intervensi dari pihak manapun terkait kebijakan soal menggugat atau tidak. selama proses pilpres belum selesai. enta itu sengaja atau tidak. tapi catatan kelam tentang penyelenggaraan Pemilu 2009 masih terus bergulir. "Proses pilpres dan penghitungannya kan belum selesai semua. Saat ini seluruh kekuatan Partai Golkar sedang berkonsentrasi menyiapkan data-data lapangan selama pilpres berlangsung. dimana kita menemukan kesalahan hitung dari KPU." papar Timkamnas JK-Wiranto. Karena itu. jika gugatannya ke Bawaslu ataupun Mahkamah Konstitusi nanti tidak dilanjutkan. dari awal pasangan Mega-Prabowo sudah siap untuk kalah. Masak kita punya data tidak kita apa-apakan. Terkait dengan itu. pihaknya sudah melakukan langkah-langkah koordinatif dengan tim pasangan JK-Wiranto. baru kita akan bergerak. .

yang ditulis oleh orang yang langsung terlibat di dalam penyelenggaran Pemilu 2009. keterbukaan. Dalam kondisi yang demikian.Beberapa hari setelah penyelenggaraan Pemilu 2009. catatan kelam Pemilu 2009 yang dihadirkan dalam buku ini jauh lebih komplet dan dalam karena didasarkan pada kekayaan data dan fakta di lapangan. kejujuran. Terbukti. Ramdansyah memberikan saran konkret tentang penyelenggaraan pemilu mendatang . dan keterbukaan atas pemilu berada pada lembaga atau institusi yang bertanggung jawab menyelenggarakan pemilu. Mereka menyuarakan nada sumbang bahwa penyelenggaraan Pemilu 2009 merupakan pemilu terburuk sepanjang sejarah. Transparansi. Buku ini menjadi acuan data dan fakta tentang gambaran bagaimana kebobrokan Pemilu 2009. catatan buruk pernah dilontarkan oleh sebagian kalangan. Kelemahan dalam DPT ini sering menjadi sumber kecurangan berbagai oknum. politisi. transparansi. Meski kehadiran buku ini tidak berpengaruh pada hasil pemilu. Pada bagian jual-beli suara. Semu lapisan masyarakat mencsata Pemilu 2009 syarat dengan kecurang dan sikap pimpinan Bawaslu tidak bergerak cepat. Komnas HAM. dan tentunya pengawalan. keadilan. Kinerja KPU dan Bawaslu dinilai sangat tidak memuaskan. proses berlangsungnya demokratisasi tentu saja membutuhkan kejujuran. Potret Aksesori Demokrasi Indonesia berusaha secara detail mengungkap fakta kecurangan dan kebobrokan Pemilu 2009. setidaknya bisa menjadi bahan refl eksi dan evaluasi untuk penyelenggaraan pemilu mendatang. entah parpol atau institusi KPU. dan LSM menyuarakan nada yang sama. Diawali dari kasus di Pilgub Jatim yang sempat menjadi isu nasional dan berdampak pada penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2009. Masalah DPT juga menjadi sorotan khusus buku ini. Jual-beli suara tidak hanya berlaku antarparpol. pun para peserta pemilu. melainkan juga antarcaleg dengan berbagai modus. pengamat. Ramdansyah mengistilahkan dengan jual beli “eceran atau grosiran”. dalam hal ini tentu saja KPU dan Bawaslu. Institusi sebesar Mahkamah Konstitusi. Apa jadinya jika KPU dan Bawaslu justru menjadi sumber kebobrokan pemilu itu? Buku Sisi Gelap Pemilu 2009. keadilan. Pemilu 2009 diwarnai dengan banyak masyarakat yang tidak terdaftar dalam DPT. Berbeda dengan buku-buku tentang pemilu lainnya yang lebih berkutat pada tataran idealitas. di Pemilu 2009 banyak sekali muncul suara hantu (orangnya sudah meninggal tapi suaranya masih ada).

mereka tetap saja berteriak-teriak mengabsen nama-nama yang akan mendapat jatah uang. praktik yang seperti ini jelas merupakan pembelian dukungan. Begitu menerima uang lalu nama sang penerima ditandai. Kami melihat terjadi mobilisasi massa untuk meramaikan kampanye capres-cawapres. Jadi. mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah. Apa saja yang dilaporkan TII dan ICW berkaitan dengan politik uang dalam kampanye capres? Kami melaporkan berdasarkan fakta di lapangan. Jakarta Minggu. Peresensi adalah Lailatul Tarwiyati. Kalau di pedesaan atau kota-kota kecil tentu jumlahnya lebih kecil daripada yang di Jakarta. Selain itu kami pertegas dengan laporan tertulis yang digali di sekitar tempat kami merekam gambar terjadinya praktik itu. Uang itu didrop kepada orang-orang yang menggerakkan massa. Ya. Ini terlihat jelas dengan tindakan nyangoni mereka yang datang dengan jumlah lumayan untuk ukuran masyarakat setempat. Yang lucu. berikut wawancara Suara Merdeka dengan Wakil Koordinator Badan Pekerja Kontras Danang Widoyoko di kantor ICW. Untuk membahas hal tersebut. Mungkin karena sudah terbiasa begitu.berdasarkan catatan dan pengalaman penyelenggaraan Pemilu 2009. Hampir dalam waktu bersamaan juga terbongkar ”kasus jalan-jalan” anggota Komisi VIII DPR RI ke Korea dan Hong Kong yang dibiayai Pertamina. Kalau di wilayah Jakarta dan Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi selain ”membeli” massa. Nggak perlu harus pakai tanda tangan segala. 20 Juni 2004 BARU-BARU ini Indonesian Corruption Watch (ICW) dan Transparency International Indonesia (TII) melaporkan hasil penelitian mereka tentang politik uang dalam Kampanye Calon Presiden ke Panitia Pengawas Pemilu. umumnya jumlah yang diberikan tergantung kondisi masyarakat. Di antaranya merekomendasikan atau mengusulkan amendemen UU dan keterlibatan KPK hingga tingkat bawah untuk melawan aksi politik uang atau kejahatan kerah putih yang menggurita di setiap penyelenggaraaan pemilu. saat kami merekam gambar. Lalu dibagi sesuai daftar nama yang mereka pegang. Sebagian besar berhasil direkam gambarnya. tim . Menurut saya mereka itu tidak tahu kalau hal itu tidak boleh dilakukan. Kalibata Jakarta Selatan. jadi mereka nggak merasa melakukan kesalahan. kemarin.

kalau ditanya pengalaman maupun jaringan mungkin belum bisa diacungi jempol. PDI-P mungkin punya dana yang cukup baik. maupun penanggung jawab tim kampanye yang terbukti melakukan hal itu bisa diganjar pidana penjara. Pasangan caprescawapres. Bukankah yang terbesar dilakukan pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid. Tapi bukankah itu sudah menjadi hal yang wajar. Apalagi momen seperti ini kan hanya lima tahun . tetapi juga partai atau tim sukses lain dengan capresnya. Kalau sudah berpengalaman kan selain ngasih uang juga memberi kaos yang sangat pantas bahkan bagus. mengingat politik itu di mana saja tidak bisa dilepaskan dari ”gizi” atau uang? Dalam kampanye itu kan harus ada keseimbangan partisipasi politik masyarakat. Jadi. Minimal dua bulan sampai dengan maksimal satu tahun penjara dan atau denda Rp 1 hingga Rp 10 juta. Ada yang bagi-baginya sampai Rp 100 ribu. Begitu juga Partai Demokrat dan lain-lain. Itu berarti melanggar Pasal 42 UU Pilpres. Karena kalau jaringannya masih kacau atau tidak profesional. Semua partai mempunyai kesempatan sama. Karena faktor uang itu tadi. pemilu itu merupakan proses rekruitment politik secara berkala. maka itu selain membahayakan pemberi dana. Bagaimana sebenarnya? Gambar yang kita miliki bukan hanya Golkar dengan Wirantonya. Kembali ke Partai Golkar. Agar proses rekruitment tersebut bisa berjalan baik harus diatur. sesuai hati nurani. Kita lihat misalnya aturan penayangan iklan di televisi yang membatasi para calon untuk waktu tertentu. Dan itu harus dilakukan secara wajar. Sudah ada ketegasan larangan untuk hal semacam itu? Perlu diketahui yang dikategorikan praktik money politics tersebut adalah yang bertujuan untuk memengaruhi pemilih dengan iming-iming uang atau barang. PDI-P juga ada. sopir angkot dan sebagainya. Setelah TII bersama kami melaporkan adanya praktik tersebut. Adalah sangat mungkin kalau terjadi pemotongan di sana-sini sebelum sampai kepada massa yang dibayar. juga mereka mempunyai sumber dana dan jaringan yang solid. bisa-bisa dana yang dikucurkan juga tidak jelas ke mana larinya he he he. Ini masuk tindak pidana pelanggaran Pemilu. KPU pun berwenang untuk membatalkan mereka yang terlibat hal itu sebagai peserta Pemilu Presiden. Selain sudah mempunyai pengalaman bertahun-tahun untuk menyukseskan pemilu dengan cara ini. Ada yang Rp 50 ribu dan ada pula yang hanya Rp 25 ribu. Namun. kami berharap Panwaslu segera bertindak sepat dan tegas.kampanye juga banyak melibatkan tukang ojek. memang dari awal kami memperhitungkan sebagai pihak yang paling siap untuk melakukan hal ini. ya sulit bagi media menolak godaan-godaan untuk menayangkan lebih dari ketentuan. Kita belum bisa mengetahui sebenarnya dana untuk itu besarnya seberapa. Seperti kaos kerah yang bahannya adem.

Penegakkan hukum di negeri kita itu lemah. Apalagi yang diawasi adalah instansi yang basah dan sering terjadi praktik korupsi. Karena penegakkan hukum yang lemah itu. Praktik korupsi di DPRD terkait penganggaran atau budgeting. Kasus Pertamina ini jelas ketara keanehannya. sehingga mereka jadi mudah dibeli. UU nya melarang kita untuk melakukan itu. alasan menjual. Sudah aturan tentang sumbangan perorangan dan korporasi yang dibatasi besarnya.sekali. di mana saja di negeri ini yang namanya aspek pengawasan itu terbuka peluang untuk korupsi. kita tahu. kita patut acung jempol untuk Meliono dan Indira. Tapi yang prinsipil kan kita berpegang pada aturan. Dalam hal ini ya kolusi dengan yang diawasi itu tadi. Karena bila hanya untuk mengecek alasan penjualan tanker berukuran besar kan cukup dengan meneliti dokumen-dokumen yang ada di kantor pusat Partamina. Reaksi tokoh parpol dan tim kampanye capres sepertinya adem-adem saja? Ya. Baru-baru ini juga terungkap ”jalan-jalan” anggota Komisi VIII beserta sebagian istri ke Korsel dan Hongkong yang dibiayai Pertamina. Mengenai kasus di DPR. Menariknya itu. Yang jelas. Karena janganlah kita terus menerus memelihara budaya yang jelek. Kalaupun sekarang muncul alasan dari kalangan DPR bahwa itu pinjam sementara atau . Ya karena selama bertahun-tahun tidak dikoreksi. Celakanya lagi media massa berhasil mengungkap bahwa yang membiayai itu Pertamina. Bagaimana tanggapan Anda? Ini jelas lucu. Mereka khawatir kalau menindak bakal mendapatkan imbas dari pertikaian politik. serta siapa saja pembelinya. Apalagi kalau itu nantinya mendorong upaya untuk meciptakan ketidakberdayaan ekonomi rakyat. Namun kami tidak tahu kelanjutan kasus itu. Kalau praktik korupsi di DPR pusat justru di aspek pengawasan. Kalau menurut saya hal yang ”wajar” tersebut harus segera diakhiri. sebelum kasus dengan Pertamina kami sudah mendengar kasus divestasi Bank Niaga. Tidak hanya di DPR. Akhirnya terbongkarlah kasus tersebut dan dilaporkan ke Polri. Aspek pengawasan DPR ini justru peluang untuk terjadinya korupsi. mereka yang seharusnya menegakkan hukum jadi menunggu saja. ya janganlah dilakukan. Baru-baru ini kita mendengar begitu banyak anggota DPRD yang menjadi tersangka korupsi bahkan yang di Padang sudah sampai pengadilan. Kami mendengar pertemuan di Hotel tertentu kemudian bagi-bagi uang kepada anggota DPR. Jelas kan di sana ada harga jual. bahkan oleh penguasa malah terus ditumbuhsuburkan ya jadilah budaya atau suatu kewajaran. Karena yang namanya membeli dukungan rakyat itu budaya kekuasaan kita yang jelek. di sini terlihat jelas beda praktik korupsi di DPR dan DPRD. Ngapain harus pergi jauh-jauh ke Hongkong dan Korsel segala sampai bawa istri. Uang itu ditolak oleh Meliono Suwondo dan Indira Damayanti.

mengapa DPR malah panggil Direksi Pertamina bukan panggil Laksamana Sukardi.ditalangi dulu oleh Pertamina untuk kemudian diganti DPR ya nggak masuk akal. ada sesuatu di balik ini semua yang terkait pemilu mulai dari legislatif maupun presiden. Kasus ini sempat masuk dalam ranah . Karena kami menengarai begitu banyak uang bersliweran. Juga untuk mengurus SPJ itu ada prosedur yang harus dilalui. Yang namanya mau berangkat itu harus ada uangnya terlebih dahulu. baru hal itu bisa dilakukan. Misteri Pemilu…Mengapa Laporan Bawaslu Tidak Ditanggapi Polisi? April 19. Ibaratnya sudah diservis pun belum otomatis permintaan si penyuap terkabul. Wong ayah saya yang PNS biasa saja kalau mau pergi ada SPJ yang jelas. Pertanyaanya. Celakanya lagi saat ini ditengarai anggota DPR itu sulit dipegang. Bookmark the permalink. juga Pertamina. Masa DPR ”gampang-gampangan” begitu saja pinjam dulu Pertamina lalu diganti.. Aneh kan? (Hartono Harimurti72) Berita Utama | Bincang – Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA This entry was posted in Lain-lain. Jadi. dari mana uang tak terhitung jumlahnya itu berasal mengingat perekonomian kita lagi lesu. Pemilu 2009 oleh nusantaraku Aduh…. Kalau praktik seperti ini tidak dihentikan maka BUMN akan digerogoti untuk membiayai atau menservis anggota DPR atau birokrat lain. Masa sekarang sudah rugi begitu besar hingga harus jual tanker ukuran besar segala?.9 triliun. saya bingung mau menulis apa untuk prestasi yang “luar biasa” KPU pada penyelenggaran Pemilu 2009 ini. Seharusnya fungsi pengawasan DPR itu pada Meneg BUMN. Ini kan DPR. Pertanyaannya. Kalau sama kawan sendiri. DPR itu kan instansi terhormat. Bukan langsung turun ke masalah tanker segala. Menurut Anda bagaimana peran Meneg BUMN dalam hal ini? Sebenarnya fungsi pengawasan BUMN ini berada di bawah Meneg BUMN. Karena kebobrokan lembaga KPU mulai tercium sejak Pilkada Jatim dimana KPUD Jatim tidak menjalankan tugas secara profesional dan secara tidak langsung tercium indikasi KPUD Jatim mendesain pilkada untuk memenangkan salah satu pasangan Gubernur. BUMN besar. lembaga tinggi negara. Alasannya belum tentu anggota DPR lain sekomisi bahkan sefraksi menyetujui hal itu. Ini dugaan saya lo. tidak mudah dikontrol lagi. 2009 tags: bawaslu. Dan perlu diketahui Pertamina itu tahun lalu untung Rp 3.

KPU dengan arogan mengatakan TIDAK ADA MASALAH DPT. KPU Gelagat yang tidak profesional dan terkesan korup pun dilakukan KPU Pusat menjelang 9 April 2009 yakni pada 27 Maret 2009 KPU mengeluarkan Surat Edara 612/KPU/III/2009 perihal penjelasan teknis peraturan KPU No. Pas pemungutan suara 9 April. Proses keadilan dan kebenaran tampaknya kandas. Mereka (PPS) sudah menyusun data DPT per TPS. Padahal dari mana KPU kota bisa menambah atau mengurangi? Mereka kan hanya merekap dan menetapkan. Said Salahudin. maka KPU kembali menunjukkan kegagalan terbesar dalam menetapkan DPT……. Begitu dikembalikan lagi ke mereka datanya sudah berubah. meskipun Pak Herman menyatakan mengundur diri karena kekecewaannya. semua mengakui DPT pileg kemarin adalah rekayasa KPU. Akhirnya. "Dari 90 PPS yang kita datangi di Jakarta. Begitu data tersebut diserahkan ke KPU Kota Jaksel dan dikembalikan lagi ke PPS.hukum penyelidikan oleh eks. 01/2009 mengenai audit laporan dana kampanye yang membolehkan seseorang menyumbang bermiliarmiliar rupiah padahal ini bertentangan dengan UU 10 tahun 2008. Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kelurahan mengakui bahwa kecurangan itu benar-benar terjadi.Tudingan bahwa telah terjadi kecurangan sistematis dalam penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pileg tampaknya tidak main-main. Dan 2 hari menjelang 9 April 2009. tampaknya kekuatan politik di Pusat lebih kuat dan segera menggantikan Pak Herman dengan Anton yang mana langsung menurunkan status ketua KPUD Jatim dari tersangka menjadi saksi. saat dihubungi melalui telepon. kasus pengelembungan DPT Pilkada Jatim bak ditelan bumi. Pertama. Menurut Said. di salah satu kelurahan di Jakarta Selatan." kata Said. PPS Akui KPU Merekayasa DPT Pileg Jakarta . ada beberapa modus dalam aksi kecurangan sistematis tersebut. lalu dikirim ke KPU kota. bertambah 67 . Misalnya. Kapolda Jatim Pak Herman SS dengan menetapkan ketua KPUD Jatim sebagai tersangka.247. "Ada yang berkurang ada yang bertambah.180 orang. Rabu (20/5/2009)." kata Koordinator Divisi Pemilu SIGMA. bukan untuk mengubah. angkanya berubah menjadi 34. PPS telah mencatat jumlah pemilih sebanyak 34. mengubah jumlah pemilih dalam DPT di tiap PPS. Namun..

namanya hilang. http://pemilu. seolah mereka semua membisu. Tapi sebaliknya. giliran gagal.rupanya harus diterima dengan lapang dada bahwa tidak ada resep yang dapat difahami di negeri ini tentang apa yang dimaksud dengan konsep mandiri. Ada orang yang sebelumnya telah terdaftar. pemilu kemarin memang benar2 biadab. Itu terlalu utopis untuk disematkan kepada KPU pasca 1999 dan segenap kinerjanya. Modus ketiga. namun begitu data diserahkan ke KPU kota dan dikembalikan lagi ke PPS.orang. Ketimbang berharap utopi independensi dan kredibilitas. "Begitu yang 67 orang ini dicek.. pasti mudah dilakukan di daerah-daerah. ada yang tadinya tidak terdaftar malah namanya jadi muncul. yang di dalamnya pasal yang mengatur keanggotaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) boleh diisi orang dari partai politik. ternyata nama ini nggak dikenal.. ‘nBASIS merekomendasikan pembubaran KPU dengan solusi pembentukan KPU baru yang akan diisi oleh orang-orang yang diutus partai politik. pada rebutan dan saling klaim. Modus kedua adalah dengan cara mengubah nama pemilih. "Ini pasti ada rekayasa sistematis." kata Said. pemilu 1999 dapat kita tunjuk sebagai pemilu Indonesia yang relatif lebih jujur dan adil. konsep independen dan apapula konsep kredibilitas dan konsep martabat. Dari pengalaman empiris politik Indonesia. adalah dengan cara mengacak daftar nama pemilih di tiap TPS sehingga membingungkan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)..baik dipandang secara .detiknews. Kalau ini terjadi di ibu kota negara." tutur Said. lanjut Said. Lagi pula setelah pemilu 1955.com/read/2009/05/20/062208/1134222/700/pps-akui-kpumerekayasa-dpt-pileg Kira2 siapakah yang pantas untuk bertanggung jawab? KPU-kah? Pemerintah? Atau orang2 dibalik KPU yang jauh lebih mengerikan? Siapa pula yang paling diuntungkan atas itu? Kalau berhasil. menunjukkan ”belang” mereka yang amat konservatif dan bertanggungjawab atas keluh-kesah tentang ketidak-mandirian serta masalah akuntabilitas KPU selama ini. Rekomendasi 2009 Usai Pemilu 2009. Dengan cara ini petugas KPPS menjadi kerepotan jika diharuskan mengecek lagi satu per satu daftar pemilih yang telah dikembalikan dari KPU kota. Sekarang saya meyakini betul.!! Walkout Fraksi Partai Demokrat pada awal pembahasan revisi paket Undang-Undang Politik kemaren.lebih baik memberi pola keterukuran kepada semua stakeholder untuk menjalankan syahwat (politik) secara bersama-bersama. Kalau boleh ngomong sedikit kasar.

Hanya saja suply and demand transaksi suara akan berbeda sekali antara KPU parpol dan KPU non parpol. dan ia meicu kolaborasi kekuatan-kekuatan destruktif negara-bangsa untuk suatu pembangunan jahatokrasi. karena itu relatif transaksi suara tidak akan terjadi. kejujuran dan martabat. waktu dan perasaan keterampasan (rakyat) yang demikian besar. —————————————– AKARTA .kualitatif maupun kuantitatif. Itu soal lain. ‘nBASIS amat percaya dengan kembali ke pola 1999. . Parpol saling curi suara? Keuntungan yang jelas jika orang parpol yang akan mengisi KPU ialah bahwa di antara sesama mereka ada kewajiban yang sama untuk mempertahankan suara partai masing-masing. dan UU apa pun tidak bisa mensiasati itu. bahkan beberapa kalangan menilai pemerintah berada di balik kecurangan pemilu." ujarnya kepada wartawan. "Bagaimana mungkin pemerintah melakukan kecurangan. Omong kosonglah jika orang masih suka mengucapkan istilah itu hari ini. Jumat (2/5/2009).Pemerintah disebut-sebut sebagai salah satu yang paling bertanggung jawab dalam masalah pemilu. pemilu dimaksudkan untuk meminta suara rakyat justru tingkat partisipasi rakyat tak begitu diperdulikan.demokrasi Indonesia bisa ditolong untuktidak separah yang sekarang. Apa yang menyebabkan kebobrokan itu ialah bahwa di dalam proses dan insttitusi politik Indonesia secara inheren terdapat apa yang oleh ‘nBASIS disebut sebagai Si Bolis Na Burju (iblis yang selalu berpura-pura baik hati). maka tak ada lagi masalah yang lebih besar dari itu sepanjang sejarah demokrasi di dunia ini. Sibolis Na Burju Kebobrokan perhelatan politik di Indonesia secara halus sering dianggap hanyalah rutinitas prosedural yang tidak menghasilkan apa-apa meski dengan pengorbanan material. itu keliru. jangan mengklaim kebobrokan pemilu itu adalah kebobrokan presiden. Siapa yang mau suara partainya dicuri? Tentu wakil partai itu akan marah dan melakukan perlawanan. Kecuali memang jika sesuatu partai tertentu ingin “menyumbangkan” suaranya kepada partai lain dan dengan bayaran tertentu. apakah ini kesalahan eksekutif atau kesalahan KPU. Itu kan sesuatu keanehan luar biasa. Si Bolis Na Burju mengalahkan perasaan keadilan. KPU itu tidak pernah merasa dirinya bersalah jika angka partisipasi politik rendah by design atau secara administratif. Namun dengan tegas hal tersebut dibantah oleh pakar hukum dan tata negara Irman Putrasidin. Siapa saja boleh tuding-tudingan. Lebih dari itu. Tetapi jika KPU tidak ngotot memperjuangkan tersalurnya aspirasi rakyat secara substantif. Secara kelembagaan KPU itu diisi oleh orang-orang tidak boleh tidak mesti memiliki faktor ketidak-independensian.

kerusuhan." tuturnya. seperti dengan cara langsung menunjuk siapa orang yang tepat dan kredibel. Mengenai hak angket daftar pemilih tetap (DPT) yang diajukan sejumlah fraksi di DPR.Irman menambahkan. bentrok antarpendukung calon. dengan cara mengganti orang-orangnya dengan mengganti orang yang baru dengan tidak menghabiskan waktu panjang." pungkasnya. rentan terhadap aksi kebrutalan dan begitu mudah larut dalam arus emosi “purba” yang sebenarnya kurang menguntungkan itu? . ulah perusakan rumah tinggal penduduk yang dianggap menjadi “lawan politik”-nya. Aksi unjuk rasa. 29 April 2008 (05:13) | 34 komentar | Print this Article S uasana tegang. Irman menjelaskan pemerintah tidak ada intervensi dalam hal pendataan. dan santun dalam segenap perilakunya? Mengapa tiba-tiba saja mereka berubah beringas. manutan. karena nanti akan ada api dalam sekam. Namun menurutnya. Saya sarankan kasus kecurangan pemilu harus dibawa ke MK. lugu. tidak tepat digunakan dalam hal ini. lanjutnya. pemerintah juga harus melihat potret yang ada dan memang harus diakui pemerintah kurang maksimal dalam penanganan masalah kisruh pemilu. "Saya menyarankan agar KPU saja yang harus dibenahi. dan amuk massa terhadap fasilitas umum milik masyarakat nyaris menjadi “irama” khas yang menggema di sela-sela pesta demokrasi itu. panas. "Memang kami setuju tapi seharusnya kita bikin tatanannya dulu jangan langsung ke hak angket. karena angket ditujukan kepada pemerintahan seperti misalnya pemerintah melanggar undang-undang. tetapi tak urung juga mencuatkan tanda tanya di benak kita. Hak angket. Ada apa gerangan di balik ulah sebagian warga yang cenderung destruktif dan menjurus ke tingkah anarkhi itu? Bukankah selama ini rakyat selalu disanjung puji sebagai warga bangsa yang polos. Melalui jalur hukum dulu jangan jalur politik. Meski tidak semua daerah/kota yang tengah melangsungkan hajat demokrasi itu ditingkahi aksi kekerasan. pemerintah bukan malaikat yang turun dari langit dalam arti pasti memiliki kesalahan juga. (lsi) Tuesday. dan mencekam (hampir) selalu mewarnai proses pemilihan kepala daerah/walikota (pilkada) belakangan ini.

jabatan kepala daerah/kota memang cukup strategis. seorang kepala daerah/kota juga memegang posisi kunci (key position) dalam “menghitam-putihkan” corak dan warna dinamika daerah/kota yang dipimpinnya. masing-masing kubu merasa calonnyalah yang paling pantas menjadi kepala daerah/kota. Yang menarik. adil. dan acapkali dijadikan sebagai sumber informasi bagi warganya. atau membeli suara calon pemilih dengan sejumlah uang. tentu semakin mempersulit posisi daerah/kota dalam upaya mewujudkan tatanan masyarakat yang lebih demokratis. Cara yang ditempuhnya pun bervariasi. Ada yang mengobral janji. setiap kali siklus demokrasi ini diputar. Tak dapat dipungkiri. Betapa tidak? Fasilitas umum yang dibangun bersama dengan susah-payah. Ada semacam “keharusan” bahwa calonnya harus keluar sebagai pemenang. Bahkan. dan dendam. tidak sedikit warga yang memiliki cukup “modal” siap bersaing untuk memperebutkan kursi orang nomor satu di daerah/kotanya. kasak-kusuk. aman. damai. disegani.Fenomena kekerasan yang mewarnai setiap hajatan demokrasi jelas sangat tidak kondusif dalam upaya mendinamisir dan memberdayakan daerah/kota dari sentuhan kemajuan. Seiring dengan terbukanya kran demokrasi. Jika kondisi semacam ini tak teratasi. mulai saat sang calon menjaring massa hingga proses . Warga yang tak berdosa. Tidak jarang terjadi. “memanjakan” calon pemilih dengan pesta. bisa dibilang. Yang mengkhawatirkan. Ia menjadi figur yang dianggap masyarakat memiliki “kelebihan” tersendiri. proses pilkada di berbagai daerah/kota menampakkan kecenderungan untuk membersihkan praktek-praktek yang tidak jujur. dihormati. curang. kalau pihak-pihak yang saling berseteru tidak bisa saling menahan diri. Selain menjanjikan naiknya status sosial. upaya masing-masing kubu untuk menarik simpati massa menimbulkan situasi panas dan tegang. dan makmur. bahkan terus-menerus menaburkan benih kebencian. tak tahu lor-kidul pun tak luput terkena imbasnya. Para pendukung masing-masing calon menjelang hari “H” pelaksanaan pilkada sibuk menarik simpati massa dengan berbagai macam cara. atau tidak adil. Yang jelas. daerah/kota yang bersangkutan akan mengalami set-back (langkah mundur) yang semakin jauh dari substansi ideal. dukungan yang diberikan oleh warga kepada calon yang dijagokan masing-masing tampak penuh greget dan antusias. akhirnya musnah dalam sekejap. Kepala daerah/kota terpilih yang seharusnya sudah siap terjun ke lapangan memaksimalkan kemampuannya menjadi terhambat. Sangatlah beralasan.

atau anti-Pancasila –julukan yang acap kali dilontarkan penguasa Orde Baru kepada rakyat yang suka mengkritik penguasa. Tidak berlebihan kalau di beberapa daerah/kota terjadi pengulangan pilkada lantaran prosesnya dinilai tidak berlangsung demokratis. berbobot. kian menyuburkan nyali warga untuk menggugat praktik-praktik penyimpangan. Esensi demokrasi yang sebenaraya ialah kesediaan untuk bersikap jujur dan ksatria menerima kekalahan. dan adil. Tindakan seperti itu sebenarnya mengingkari makna hakiki demokrasi itu sendiri. Akan tetapi. Derasnya arus reformasi yang diwarnai dengan berbagai aksi unjuk rasa seperti yang mereka lihat di layar televisi. Sepanjang tuntutan yang disuarakan warga lewat unjuk rasa itu wajar dan murni mengingat adanya praktek kecurangan dalam pilkada. serta masih ditemukan adanya unsur kecurangan. Apalagi. begitu rezim Orde Baru tergusur dari panggung kekuasaan. dan memiliki komitmen kuat untuk memajukan daerah/kota. sekaligus mengakui kemenangan pihak “lawan”. Ada keinginan kuat dari warga untuk menampilkan figur kepala daerah/kota yang benar-benar mumpuni. Tidak mengherankan kalau banyak kepala daerah/kota yang diduga melakukan penyimpangan harus tergusur dari kursi kepejabatannya akibat gencarnya aksi unjuk rasa warga. Mereka bebas menyuarakan pendapat. pembakaran. tanpa takut lagi dicap sebagai pembangkang. kalau calon yang jadi ternyata bukan figur yang dikehendaki oleh sebagian besar warga. lantaran ambisi calonnya tidak tercapai. dan berbagai ulah amoral yang dilakukan oleh aparat daerah/kota. memiliki integritas kepribadian yang tinggi. Bagaikan kuda liar yang lepas dari kandang. dan amuk massa. padahal tidak ditemukan adanya unsur kecurangan dalam pilkada. Fenomena pilkada yang diwarnai berbagai aksi kekerasan di era reformasi ini setidaknya dilatarbelakangi oleh terciptanya suasana euforia massa setelah lebih dari tiga dasawarsa kebebasannya dibelenggu oleh rezim Orde Baru. mengkritik. kejadian itu patut kita sayangkan.penghitungan suara. para warga merasa mendapatkan kembali kedaulatannya yang terampas. . jujur. tentu saja hal itu dapat dimaklumi dan ditolerir. kalau sudah menjurus pada tindakan pemaksaan kehendak ditingkah dengan ulah perusakan. PKI. penyelewengan. bahkan melakukan unjuk rasa. korup. mereka tak segan-segan melancarkan protes dan unjuk rasa.

info/2008/04/29/pilkada-pasca-reformasi-quo-vadis/#ixzz16p5zmaQG Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike Pergeseran perubahan format politik dari otoritarian-sentralistik menuju demokratisasi desentralistik. Di negara mana pun yang menganut paham demokrasi mustahil “mengalalkan” caracara “purba” yang vulgar itu dalam menegakkan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. Bahkan. anarkhis. dan kerukunan. *** ooo Sumber: Pilkada Pasca-Reformasi. Fenomena vandalistis. sekarang kepada rakyat. berbangsa. ksatria. ketenteraman. Ini artinya. Akan tetapi. jelas tak menginginkan suasana daerah/kota yang begitu kuyup oleh sentuhan kedamaian. bertanggungjawab. patut disayangkan memang kalau situasi dan iklim semacam itu lantas dimanfaatkan untuk melampiaskan “dendam” dari kubu calon yang kalah dengan cara-cara yang kurang fair dalam berdemokrasi. Tindak kerusuhan dan aksi kekerasan bukanlah solusi arif untuk menuntaskan masalah. tiba-tiba menjadi rusak dan porak-poranda oleh konflik antarkelompok kepentingan. dan bernegara. Pemilihan kepala daerah langsung dianggap juga sangat strategis dan patut mendapat perhatian kita semua karena pilkada ini dilaksanakan pada masa transisi dan masih bersifat “trial dan error” juga terdapat perbedaan dalam tata aturan penyelenggaraan maupun tujuan politik yang hendak dicapai. telah membawa konsekwensi terhadap format pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah dari sebelumnya pemilihan melalui DPRD. tanpa mengurangi makna penting dari pemilihan kepala daerah sebelumnya pilkada langsung dianggap sebagai obat mujarab untuk menjawab berbagai persoalan antara pusat dan daerah baik kewenangan dan juga persoalan lainnya. berbagai aksi unjuk rasa warga yang menuntut ulang pelaksanaan pilkada lantaran ditemukan bukti-bukti kecurangan. Dari sisi ini. risikonya pun harus ditebus dengan harga yang cukup mahal. Karena itu posisi politik rakyat dalam pilkada langsung memiliki makna penting dalam menentukan corak politik dan kepemimpinan di daerah. Quo-Vadis? » Catatan Sawali Tuhusetya http://sawali. partisipasif dan transparan sesuai . dan bar-bar yang mewarnai siklus demokrasi ini. mestinya dijadikan cermin berharga untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Pilkada langsung hakekatnya adalah sebuah proses untuk melahirkan dinamika politik lokal yang lebih demokratis. dan mampu menahan diri sesuai dengan idaman Ibu Pertiwi. memang hal yang wajar di era keterbukaan ini. dan adil. Siapa pun orangnya. pilkada benar-benar ingin dijadikan sebagai momentum untuk memilih seorang pemimpin yang dinilai mampu membawa kemajuan daerah/kota melalui proses pemilihan yang benar-benar demokratis. jujur.Bagi warga. mengajak kita semua untuk bisa menjadi “aktor” demokrasi yang jujur.

hal yang paling penting Demokrasi membutuhkan persetujuan. mengembalikan kedaulatan dari kedaulatan negara menjadi kedaulatan rakyat. Hanya saja bobot dari kedua preferensi tersebut bila dibedah secara menyeluruh akan menunjukkan substansi kualitas yang berbeda juga dalam hal pandangan tentang pemimpin yang ideal bagi mereka. para calon kepala dan wakil kepala daerah dengan berbagai cara akan lebih giat berusaha memainkan bidak-bidaknya untuk menggali dukungan masyarakat. baik biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun dana yang keluar selama proses pemilihan itu sehingga di khawatirkan nantinya akan menimbulakan budaya korupsi. Kalkulasi kalkulasi mereka mempunyai andil besar mengantarkan pasangan calon tersebut untuk sampai ke kursi kepala daerah. Latar belakang seperti etnisitas. Setiap individu berhak memiliki perspektif masing-masing. status sosial ekonomi dan golongan agama. Pilkada langsung di mata masyarakat lokal akan menentukan siapa yang akan terpilih menjadi kepala dan wakil kepala daerah dan akan mulai melakukan abstraksi terhadap pasangan calon tersebut. mengkategorisasikan pola preferensi politik menjadi yang rasional dan yang emosional. (Larry Diamond) untuk dikhawatirkan adalah keikutsertaan masyarakat dalam kaidah dan kancah politik akan menimbulkan resonansi yang berlebihan terhadap wujud pembangunan. Resonansi adalah sebuah getaran yang terjadi atau ditimbulkan akibat dari adanya getaran dari orang lain atau benda lain sehingga menimbulkan implikasi terhadap kejadian berikutnya. antar penduduk mayoritas dan minoritas. Kekerasan-kekerasan yang terjadi akibat pemilihan langsung kepala daerah ini baik kekerasan langsung maupun kekerasan tidak langsung menyebabkan ekses negative menimbulkan dimensi baru yang sangat menghawatirkan yaitu timbulnya perpecahan antar masyarakat di daerah. Ber-aneka ragamnya karakter masyarakat yang ada di daerah akan mempengaruhi pola preferensi politik masyarakat yang akan diperebutkan suaranya itu. tidak ada yang salah dengan kedua cara pandang tersebut. antar agama yang satu dengan yang lainnya. Tapi dewasa ini proses ini mulai banyak dipermasalahkan bahkan banyak kalangan menilai dan meminta agar pemilihan langsung kepala daerah sebaiknya dihapus saja hal ini dikarenakan begitu banyak kesalahan dan kekurangan dari pilkada yang telah dilaksanakan sebelumnya seperti konflik yang terjadi baik sebelum pemilihan maupun setelah pemilihan. persetujuan membutuhkan legitimasi.dengan nilai nilai politik lokal yang tumbuh dan berkembang di daerah. legitimasi membutuhkan kinerja. memberikan . Wawasan politik masyarakat lokal yang variatif dalam melihat dan memilih kriteria kepala daerah akan sangat menentukan kepemimpinan daerah Secara teoretis ada beberapa keuntungan pilkada langsung yaitu mendekatkan negara (state) kepada masyarakat (society). biaya yang dikeluarkan teramat tinggi. Dalam konteks demokrasi. tetapi kinerja bisa dikorbankan demi persetujuan. suku mayaoritas dan suku minoritas dan banyak lainnya sehingga menimbulkan kerentanan terhadap disintegrasi bangsa. Masyarakat lokal akan menjadi praktisi politik bagi dirinya sendiri. Hal tersebutlah yang kemudian menjadikan alasan mengapa pilkada secara langsung oleh beberapa kalangan diminta untuk dihapus / ditiadakan dan kembali pada sistim pemilihan sebelumnya yang diakibatkan oleh adanya resonansi dari kekerasan dan konflik yang terjadi dalam pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah secara langsung. Dalam rangka mencapai hal tersebut.

intervensi dari DPP parpol. pilkada langsung akan menyisakan sakit hati kepada kelompok yang kalah atau tidak puas dalam pilkada. Beberapa hal ideal dari pilkada langsung dalam realitasnya dihadapkan pada bias-bias dan distorsi praktik penyelenggaraan pilkada langsung. Program-program pembangunan yang realistis dan penyusunan RAPBD yang berbasis pada pemecahan permasalahan lokal memerlukan kompetensi yang tinggi dari birokrasi lokal. Ketujuh. kejenuhan. kecurangan yang sistematis. Kedua. kekerabatan. penegakan hukum yang tidak berjalan dengan baik. banyaknya tumpang-tindih peraturan perundang-undangan menyebabkan terjadinya miss-interpretasi terhadap peraturan tersebut di daerah.). Jumlah golput yang cukup banyak merupakan bukti kelelahan politik (political fatigue). Oligarki baru di tingkat lokal akan lahir (atau menguat bila yang terpilih adalah pejabat-pejabat lama/incambent) dengan terpilihnya kepala daerah/wakil kepala daerah baru. Pada konsep ini. Dalam conflict fuctionalism terdapat konsep deprivation dan sense of injustice. sebagai contoh dalam hal perencanaan. Masalah ini muncul karena tidak adanya calon independen ( meskipun ada tetapi aturan untuk calon independen sedemikian ketatnya sehingga sulit untuk dipenuhi). kenyataan mengenai rendahnya tingkat partisipasi masyarakat di beberapa daerah dalam pilkada. KONFLIK DALAM PILKADA LANGSUNG Dalam implementasi pilkada langsung sering sekali kita menemukan dan terjadi konflik yang diakibatkan oleh pemilihan kepala daerah langsung tersebut. atau karena munculnya kesadaran kritis masyarakat di daerah terhadap pesta demokrasi lokal di tengahtengah kesulitan ekonomi yang akut. karena distorsi dalam seleksi di tingkat parpol (politik uang. pilkada langsung memberikan legitimasi yang kuat kepada kepala daerah dan wakilnya untuk memerintah. secara psikologis pilkada langsung meningkatkan rasa harga diri dan otonomi masyarakat di daerah.pembelajaran politik kepada masyarakat. Di daerah masih terlihat jelas "garis-garis" pengelompokan sosial menurut tempat kelahiran. UU 32 tentang pilkada dimana program pembangunan dikaitkan pada janji politik pilkada sementara UU 25 Tahun 2004. Di luar kemungkinan adanya upaya mobilisasi massa dari pihak yang . Eksklusivitas ini akan melahirkan klaim-klaim yang dapat merugikan kelompok lain. suku. Keempat. Amanat rakyat tersebut jangan disiasiakan. Ketiga. atau karena faktor lain-lain (sosialisasi yang tidak memadai sehingga masyarakat "salah pilih". loyalitas buta pemilih yang mengabaikan pertimbangan rasionalitas. Untuk menghindari konflik dan resistensi seharusnya ketika menjabat si pemenang harus mampu merengkuh pihak yang kalah untuk bersama-sama membangun daerah. kepala daerah/wakil kepala daerah terpilih kurang memiliki moralitas dan self-control yang kuat bahkan cenderung akan menyalahgunakan kekuasaan. dll. dan pilkada langsung berkontribusi terhadap pengembangan demokrasi ditingkat lokal. Keenam. pembangunan dikaitkan dengan program perencanaan nasional. dsb. Pertama kenyataan bahwa tidak semua yang terpilih dalam pilkada langsung adalah putra-putri terbaik yang dimiliki daerah bersangkutan. civil society dan pemerintah pusat. dan agama/ideologi. adalah faktor klaim.). di mana perasaan diperlakukan secara tidak adil merupakan penyebab timbulnya konflik. tanpa adanya pengawasan kuat dari DPRD. kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih memperoleh mandat langsung dari rakyat untuk memerintah dan membangun daerah. Kelima.

agama. peserta. Bahkan ukuran kesuksesan dan kepemimpinan seorang tokoh sekarang adalah seberapa besar isi koper dan kekayaan yang dimiliki oleh seorang yang akan menjadi calon pemimpin dalam pilkada tersebut.memiliki kepentingan-kepentingan tertentu. semakin banyak sembako yang dikeluarkan dan diterima oleh masyarakat maka semakin besar peluang untuk memenangkan pilkada tersebut sehingga dapat dikatakan bahwa pilkada merupakan bukti dari egaliternya capitalism. ras dan suku dari masyarakat (baik yang menjadi peserta pilkada maupun masyarakat yang akan memilih mereka). konflik juga sering terjadi diakibatkan oleh kompanye-kompanye yang dilakukan oleh parpol / peserta pilkada bahkan oleh tim-tim dari pasangan yang akan ikut bertarung dalam pilkada tersebut sehingga masyarakat mulai dikotak kotakkan menjadi berbagai bagian bahkan ulama sekalipun terjadi kristalisasi figure-figur tersebut sehingga pengikutnyapun menjadi saling curiga dan akhirnya terciptalah konflik (black compigne) serta masih banyak lagi konflik yang diakibatkan oleh beradunya kepentingan antar pengikut. Banyak sekali koflik yang terjadi pada pemilihan kepala daerah langsung terjadi akibat daripada proses setelah pilkada tersebut berlangsung. semakin besar kekayaan dan uang yang dimiliki maka besarlah kemungkinan khan-nya untuk memenangkan pilkada yang dilangsungkan sehingga pilkada yang kita jalani sekarang ini sering disebut PILKADA SEMBAKO dimana setiap melakukan kompaye dalam pemilihan kepala daerah maka tim sukses dari masing-masing akan datang untuk membagiakan berbagai jenis sembako kepada masyarakat yang akan memilih mereka. KEKERASAN PRA PILKADA Kekerasan pra-pilkada adalah kekerasan yang sering terjadi sebelum dilaksanakannya proses pilkada atau kekerasan pra-pilkada berlangsung. Ketidaksiapan kontestan dalam menerima kekalahan dituding sebagai penyebab . KEKERASAN PASCA PILKADA Kekerasan pasca-pemilu adalah kekerasan yang terjadi setelah proses pemilihan umum tersebut dilaksanakan (pasca pilkada). Bahkan. Berikut kita akan membedah ragam konflik yang terjadi berdasarkan siklus / latar kejadiannya menjadi dua macam yakni kekerasan pra pilkada dan pasca pilkada. banyak daerah yang menutup diri bagi daerah lain atau menimbulkan eksklusifisme yang tidak peduli terhadap daerah lain. parpol. selain itu maka tim-tim tersebut kemudian melakukan provokasi kepada pihak lain sebagai lawan calon tersebut sehingga tak jarang konflik terjadi karena kompanye-kompaye dari arus bawah yang sama sekali tidak tersentuh dengan visi dan misi dari calon mereka masing-masing sehingga Black compaigne sering terjadi. Justru dengan otonomi. kekerasan ini sering terjadi saat penjaringan bakal calon yang akan mewakili suatu partai politik tertentu. mengakui dalam pengembangan kebijakan otonomi daerah yang bertujuan membangkitkan kemampuan daerah. dalam proses itu sering bakal calon yang diusulkan oleh masyarakat banyak tidak diakoomodir oleh partai yang mewakili mereka sehingga terjadilah benturan-benturan antar kepentingan dalam pemilihan bakal calon dari masing-masing elemen tersebut. mantan Mendagri Mohammad Ma'ruf. ternyata belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

gabungan ketidakpercayaan atas pelaksanaan hukum dan ketidaksiapan menerima kekalahan mengakibatkan munculnya aksi unjuk rasa.??????Telah uji coba. tidak netral. Meski data adalah hasil kerja sama KPUD dengan dinas kependudukan. Jika unjuk rasa tidak direspon dengan baik oleh pejabat. Ketiga..utama munculnya berbagai kerusahan pascapilkada. banyak warga tidak terdata sebagai pemilih. Ketidakpercayaan muncul karena tidak kredibelnya penyelenggara pilkada di mata masyarakat. Pertama. ZAINUL Direktur Yayasan “SANTOANA” Nusantara BAQRI an 25 2000 . Apabila semuanya terpenuhi dan semua aturan dijalankan secara baik maka kekhawatiran akan timbulnya anarkisme / konflik tidak akan terjadi sehingga disintegrasi bangsa yang dijadikan alasan ketakutan pemerintah tidak akan terjadi sebaliknya jika semua aturan dan perubahan-perubahan menuju perbaikan tidak dilakukan maka tidak menutup kemungkinan dis-integrasi bangsa yang dikhawatirkan pasti akan terjadi cepat atau lambat dan akhirnya mekanisme pilkada secara langsung dalam demokrasi-desentralisasi akan ditinjau kembali dan bahkan mungkin diganti atau kembali pada sistim awal. egoisme pribadi yang amat tinggi menutup kesadaran itu. akan meledak menjadi kerusuhan. Untuk itu. Akibatnya. kerusuhan bila dipicu oleh ketidakpercayaan terhadap pelaksanaan berbagai aturan. . terutama saat pencalonan dan penghitungan hasil pilkada. Namun. Pendeknya. propagandapropaganda anti otonomi yang dilakukan oleh sebagian orang anggaplah sebagai suatu masukan untuk dipikirkan (perbaikan).. Mereka tahu kompetisi selalu melahirkan pihak menang dan kalah.10:08:49 MST Kapan ke Jakarta. Pertama. KPUD harus independen. perubahan partai politik yakni dengan membentuk UU politik yang jauh lebih baik. diperlukan kontrol kuat dari simpul-simpul masyarakat. peran panwas harus dioptimalkan. Kedua.telah dijajagi untuk pemanasan(belum all out). Dangkalnya rasionalitas para pendukung menjadikan amarah berkembang menjadi amuk massa.. unjuk rasa muncul karena kontestan dan pendukungnya tidak siap kalah. Agar konflik tidak terjadi perlu perubahan-perubahan mendasar. KPUD tidak bekerja serius dalam mendata pemilih. Selain itu. mereka tidak mendapat pendidikan politik yang baik. Panwas harus benar-benar berdaya. menang atau gagalkan pilkada. namun tanggung jawab atas tidak akuratnya data adalah ditangan KPUD. Terlihat. Pilihan mereka. Mereka tidak mampu menemukan titik ekuilibrium (keseimbangan) tempat segala hal dikompromikan. dan tegas terhadap batasan dan kewenangan sehingga tidak tumpang tindih dan menimbulkan penafsiran yang ganda. dan memihak salah satu pasangan. Selain itu beberapa hal yang perlu diperhatikan juga adalah kekuasaan yang diperoleh kepala daerah harus melalui kompetisi politik yang sehat dan terbuka dan menumbuhkan swadaya politik masyarakat. Kedua.. Dugaan adanya perilaku curang dan manipulatif ditengarai sebagai penyebab tidak berwibawanya penyelenggara dari kontestan tertentu. KPUD di beberapa daerah ditenggarai curang.

yang sangat jauh menyimpang dari kehendak/semangat dan jiwa dasar negara ini serta peraturan/ perundangan yang tersedia. Lampung.Riau/Batam.. Ketentuan/perundang2an/hukum positif yang ada ..l peristiwa Istiqlal.demo2 anti judi/maksiat. Pontianak. Dizaman orde baru/rezim Soeharto.KSADnya si Hartono. pengembangan narkoba.Pangkostrad-nya si mantu-nya.Aceh terus dipelihara diseluruh pelosok daerah.Medan terus digoyang sampai meledak dan kemudian bila telah matang.yang didominasi oleh penyelenggaraan atas dasar budaya KKN..Kupang. Tapi jauh sebelum ini ketika Soeharto masih berkuasa.Pelangka raya. Maka dalam penyelenggaraan pemerintahan republik ini.dan diupayakan terus dipelihara didaerah itu.akan ke Jakarta.Makassar terus di panas panasin.pematangan dari daerah2.Depok.Pada masa Habibie kerususan di Aceh.Ambon telah hampir setahun dipelihara dan dikembangkan keseluruh pelosok Maluku baik Utara.l di Situbondo. Bali.Selatan/Tenggara.Tasikmalaya.teori 'desa mengepung kota'-nya Mao.Pontianak. Masa2 sekarang ini.ketika perlawanan pro-demokrasi kepada Suharto/pro status quo semakin menguat.Mataram telah diledakkan. Jika ditelusuri lebih jauh.Malah realitas penyelenggaraan pemerintahan itu masih sarat dengan budaya2 penyelenggaraan pemerintahan masa orde baru/rezim Soeharto. Tengah.tawur anak sekolah.kerusuhan2 telah mulai merebak kemana2.yang tujuannya dalam rangka melemahkan perlawanan pro demokrasi.budaya KKN ini yang sengaja atau tidak sengaja dikembangkan oleh Sorharto. Jadi Soeharto itu sangat paham benar dengan teori Mao itu.lanjutan narkoba.Akan matangkah? Hal ini tergantung antisipasi dan counter pemerintahan Gus Dur dan pro demokrasi lainnya. percikan2 kecil di jakarta terus diadakan agar tetap hangat a.dia bersama kroninya menjalankan pemerintahan disatu pihak dengan cara2 feodal dengan memanipulasi budaya kejawen 'manunggaling kawulo gusti' itu yang ditambah dengan trik2 pembenaran diri sendiri dan dipoles oleh privilis karena merasa paling berjasa menyelamatkan negara. yang resultantenya terhimpun dalam kekuasaan yang otoriter. yang sadar atau tidak sadar sudah menjadi obsesinya.Ambon. kata cerdik pandai baru2 ini di koran..maka Soeharto telah menuduhkan teori 'Mao' itu kepada lawan2nya.realitas mekanisme pelaksanaan pemerintahan itu berjalan sesuai selera penyelenggaranya yang penuh dengan KKN..yaitu masa tahun 1997 ketika merebak ninja2 di kota2 di Jawa a. sampai demo2/apel2 an. Garut. padahal perangkat peraturan/ perundangannya sebagai pedoman yang menyemangati dan menjiwai mekanisme penyelenggaraannya telah banyak tersedia untuk itu. Sesudah pro status quo/rezim Soeharto/Habibie tumbang.Papua terus dipelihara.masa Gus Dur.Papua tetap digosok2. Doulos. Rengasdengklok.ketika ulubalangnya masih si Feisal Tanjung.. Makassar dst.adalah dilatarbelakangi kehausan Suharto beserta keluarga menjadi raja di raja di 'kerajaan Mataram'.pelaksanaan pemerintahan 'pro reformasi' yang diinginkan rakyat belum berjalan..Surabaya.

mahasiswa dll) yang bila tidak hati2 bisa berkembang kepada anarkhisme dan dapat dibelokkan untuk penumbangan atas pemerintahan yang ada .tidak mempan untuk mereka. Suatu hal yang terlupakan dalam pergantian personil ini ialah terpukaunya seluruh pihak kepada pergantian personil di pemerintahan tingkat pusat saja (Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara) dan melupakan tingkat Daerah.tetapi adalah sekaligus penumbangan suatu sistem kekuasaan otoriter yang telah menjajah rakyat Indonesia itu .bila perlu untuk pembenaran perbuatannya dia dengan kroninya mengeluarkan ketentuan2 spesiifik baru untuk mendukungnya. Pergantian pemerintahan sekarang dari rezim Orde Baru/Suharto ke era pro reformasi adalah pergantian pemerintahan yang tidak biasa. Ini adalah hasil dari pembentukan pola pikir (mind set) dari rakyat Indonesia oleh rezim Orde Baru/Status quo/Soeharto. ormas.semua tergantung dan ditentukan pemerintah pusat/presiden dari Jakarta.yang mau tidak .bila personil atau paling tidak pimpinan2 penyelenggara pemerintahan sampai yang level terendah itu masih menggunakan personil rezim yang sebelumnya. Tidak ada artinya perjuangan penumbangan kekuasaan lama yang otoriter/KKN itu.kembali kepada Negara dan pemerintahan yang didasarkan pada sistem demokrasi/kedaulatan rakyat.justru yang sangat dominan adalah peranan social kontrol rakyat (NGO. karena yang dilaksanakan biasanya suatu ketentuan spesifik berupa Kepres yang senaknya dikeluarkan.Maka perggantian yang telah terjadi itu.tetapi kenyataannya berbeda.yang sudah terpaku pada pola pikir serba sentralistik.yang tidak boleh dan tidak pernah diuji oleh MA terhadap UU nya.bukan hanya sekedar pergantian kepala Negara/ Pemerintahan. Jika kita menghimpun seluruh peraturan/ ketentuan umum (UU) yang telah ada termasuk yang dibuat rezim Suharto selama 32 tahun itu dan membacanya.Daerah adalah merupakan hinterland. Mekanisme penyelenggaraan pemerintahan pro reformasi itu termasuk mekanisme kontrol tidak berjalan.adalah suatu momentum yang harus terus dijaga keberadaannya untuk dapatnya semangat dan perilaku penyelenggaraan pemerintahan itu dirombak dari sistem kekuasaan otoriter/KKN ke sistem kekuasaan yang berdemokrasi/kedaulatan rakyat. maka sebenarnya tidak ada alasan lagi untuk Negara ini tidak makmur dan maju apabila ketentuan pelaksanaanya yang lebih rendah sejalan dengan ketentuan yang lebih tinggi (UU).peranan personil sangat menentukan. Pergantian personil dibidang legislatif mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah telah jalan dengan melalui mekanisme pemilihan umum.hanyalah untuk kawulo saja. Maka.yang kebanyakan sudah terkontaminasi pola pikir /sistem nilai / budaya pemerintahan dengan paradigma lama yang pasti susah dirombak.jajahan yang tidak perlu diperhitungkan/dianggap.

Walaupun anggota2 DPRDnya sudah hasil pemilu reformasi. malah sebaliknya posisi menentukan (sentral) Gubernur . tetapi tidak dominan lagi. Khusus lembaga kabinetnya.dengan mengakomodasikan seluruh kekuatan2 yang ada (baik yang pro status quo maupun yang pro reformasi) terwakili didalam kabinet Gus Dur itu.yang bisa kontra produktif kepada semangat reformasi yang mengawali perobahan pemerintahan itu.yang berarti pergantian seluruh pejabat Negara/Politis baik ditingkat Pusat yaitu anggota DPR/MPR dan pimpinan2nya.ternyata lembaga DPRD itu tidak mempunyai suatu kekuatan yang cukup mengadakan reformasi atas personil yang berada di eksekutif.personil2 pimpinannya/pejabat negaranya masih 95 % adalah warisan pemerintahan Soeharto/status quo.BPK dan DPA yang masih warisan Soeharto/ Habibie.minimal yang disebut pejabat Negara itu tidak hanya ditingkat pemerintah pusat saja tetapi juga yang ditingkat Daerah. Pemerintahan 'Pro Reformasi' sudah hampir berjalan 100 hari.Ternyata personil2 di pemerintahan daerah baik tk.karena tidak terdapatnya kekuatan atau koalisi kekuatan yang jadi mayoritas di DPRD itu. Presiden dan Menteri serta Panglima TNI dan pergantian pejabat Negara/ Politis ditingkat Daerah yaitu anggota DPRD tk I&II beserta pimpinan2nya.agar dapat bekerja bersinergy keatas.DPR dan Presiden) sudah diisi wajah2 baru yang diperoleh atas dasar kompromi/dagang sapi kekuatan politik/ elit politik yang ada. walaupun masih terkandung unsur2 yang pro status quo/Suharto disana.II.dan bisa menjadi penghambat atas keberhasilan Gus Dur dalam mengadakan reformasi disatu pihak dan menyelenggarakan pemerintahan sesuai harapan rakyat dipihak lainnya.pimpinan lembaga tinggi Negara BPK.jika secara teoritis bahwa legislatif itu adalah sumber legitimasi atas lembaga .belum pemerintahan di daerah. pimpinan2nya sudah diisi dengan pendekatan/model Gus Dur yang kompromis (balas jasa)juga.maka sebenarnya yang ditumbangkan itu adalah personil2 pejabat Negara/ Politis yang lama diganti dengan yang baru.Gubernur KDH tk I dan Bupati/Walikota KDH tk II.I maupun tk. Malah sebaliknya faksi2 yang ada di DPRD justru saling menjegal/tidak bersynergi. kenyataanya bahwa legislatif/DPRD yang ada tidak mampu melakukan perombakan eksekutif.kebawah dan kesamping sesuai harapan reformasi yang diinginkan.DPA.personil dan kinerja eksekutif itu.tetapi reformasi kelembagaan dan personilnya masih tersendat sendat.mau harus diterima sebagai suatu kenyataan.MA. yang tentu memperkuat posisi eksekutif yang warisan rezim status quo didaerah itu.i unsur2 pendukung/birokrasi (Dirjen/Sekjen kebawah) masih banyak personil2 yang harus diganti/ dibersihkan yang telah karatan dengan nilai lama.Akibatnya. paling tidak unsur pimpinan untuk lembaga yang paling strategis (MPR. Seharusnya pergantian personil di bidang eksekutif juga. Lebih2 kedalamnya y.malah menjadi penengah faksi2 itu . Dengan telah tumbangnya pemerintahan Orde baru/Suharto.demikian halnya personil2 pendukung/birokrasinya. disamping MA. Hal diatas baru menyangkut Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara atau sering disebut Pemerintah Pusat. Lembaga2 Tertinggi Negara dan Tinggi Negara.

Memang anggota2 DPRD Daerah yang pro reformasi itu masih gamang dalam menjalankan tugas pengabdiannya. Seharusnya pada saat dimulainya sidang umum MPR dimana personil2 Presiden (Habibie) dan Menterinya dinyatakan demisioner. Ini adalah pekerjaan yang terlupakan dari.tetapi personil2 pendukungnya mulai dari Sekjen/Dirjen masih personil2 warisan reziim lama yang kebanyakan sarat dengan sistem nilai/pola pikir paradigma yang lama. kenyataannya .l fasilitas2 dan wang./Bupati/Walikota warisan Soeharto/ Status quo itu masih tetap tak tergoyahkan sebagaimana pada zaman rezim Orde baru.maka mereka2 itu juga ikut turun.yang menurut UU 5/74 dan kenyataan proses penunjukannya adalah merupakan kepanjangan tangan/bawahan langsung Presiden di daerah dan bertanggung jawab langsung ke Presiden .Lebih2 penyelenggaraan pemerintahan yang hendak mengganti sistem pemerintahan lama ke sistem pemerintahan yang baru.juga DPRD2 Daerah.karena keberadaan mereka disana adalah sebagai pejabat Negara/politis yang merupakan bagian dari rezim Orde baru.minimal pimpinan2/ pejabat negara pada posisi yang strategis mulai dari atas sampai kebawah. . Keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan oleh eksekutif/Presiden itu sangat ditentukan oleh personil2 yang menyelenggarakan.maka juga jabatan pejabat negara/politis di daerah juga.atas dasar pertimbangan politis dan atas dasar ketentuan/ peraturan UU 5/74 itu.Seharusnya dengan tumbangnya sistem pemerintahan Orde Baru. Memang Presiden dan menteri yang di level pemerintah pusat telah terdiri atas orang2 'baru'. Demikian halnya personil Gubernur (dan Bupati/Walikota).maka Kepala Daerah tk I dan II itu mutlak ditentukan oleh DPRD. seharusnya sudah demisioner dan sudah harus diganti.dinyatakan demisioner hingga terpilihnya Gubernur/Bupati/Walikota oleh DPRD berdasarkan UU 22/99.MPR.dan tidak mustahil mereka sering terpengaruh dan terjinakkan oleh eksekutif dengan berbagai cara a.l masih sarat dengan cara2 penyelenggaraan pemerintahan yang otoriter/ sentralistik dan yang berbau KKN atau malah sebagian personil2 warisan rezim lama itu yang terancam posisinya secara diam2 mendukung kembalinya kekuasaan lama yang dapat melindungi mereka.Presiden (Gus Dur) atau Pemerintah Pusat.DPR.mulai dari atas hingga yang paling rendah. yang tidak ada bedanya dengan keberadaan Menteri.yang penetapannya/persetujuan orangnya mutlak oleh Presiden/Pemerintah Pusat.Maka realitas yang kita lihat bahwa penyelenggaraan pemerintahan pusat itu masih sarat dengan paradigma lama a.yang merupakan kepanjangan tangan presiden sesuai UU 5/74 didaerah itu yaitu Gubernur/Bupati/Walikota.Maka dengan demikian Gubernur/Bupati/Walikota warisan rezim Soeharto yang pengangkatannya berdasarkan UU 5/74. Dengan diberlakukannya UU no 22 mengenai pemerintahan Daerah pengganti UU no5/74.maka mutlak diperlukan personil2 yang baru.95 % masih warisan rezim Orde baru/Soeharto.

sedangkan para Panglima Kodam. Dengan masih bercokolnya Gubernur/Bupati/Walikota dengan aparatur birokrasinya yang warisan rezim Orba/Status quo/Soeharto didaerah daerah. atau karena terpaksa karena rahasia2nya sebagai senjata penekan oleh pihak provokator/pro status quo itu. Bagaimana di Sumatera barat. Tidak mengherankan apabila para provokator/tangan2 jahat mempunyai akses yang mudah keseluruh daerah di Indonesia ini dalam rangka menciptakan kerusuhan. Tidak terkecuali di daerah2. .apakah ketakutan atau kesetiaan karena balas jasa atau karena rahasia2 mereka yang tersimpan ditangan Soeharto/pengikut Soeharto.pejabat tinggi birokrasi di Pemerintah Pusat/Kabinet Gus Dur maupun di Daerah yang warisan rezim Orde Baru/Staus Quo itu dapat menduduki posisinya pada waktu itu adalah berdasarkan praktek2 KKN dan suap. yang berpusat kepada kesetiaan tanpa kecuali kepada Soeharto sebagai pusat kekuasaan. Bagaimana hiruk pikuk kasus ijasah palsu calon Gubernur/pencalonan Gubernur NTB yang sekarang dilanda kerusuhan di Mataram.presiden itu terpilih dan membentuk kabinetnya. dan masih sangat banyaknya (95 %) personil birokrasi Menteri2/Lembaga dibawah Presiden juga warisan rezim Orba/Status Quo/Soeharto-Habibie. maka DPRD Daerah itu berdasarkan UU 22/99 mulai bekerja memilih Gubernur/Bupati/ Walikotanya secepatnya.dimana untuk mendapat jabatan Bupati yang kedua harus menyediakan wang milyaran rupiah. Karena adalah sangat masuk akal bahwa para pejabat di daerah yang masih kroninya Orde Baru/Status quo/Soeharto-Habibie akan memfasilitasi mereka baik secara langsung maupun tidak langsung atau secara sembunyi2.Jawa Tengah dst yang sempat bermunculan kasus pencalonan Gubernurnya tapi dapat diredam/tidak diperdulikan karena kekuatan kroni Soeharto itu.Selanjutnya.maka tidak mengherankan bahwa pelaksanaan pemerintahan ini baik menyangkut kebijakan dan operosionalnya disatu sisi maupun menyangkut hal politis atau teknis masih sarat dengan paradigma lama.setelah Presiden&Wk. Sampai sekarang ini mereka2 itu takut dan setia kepada Soeharto.tapi dapat diredam dengan KKN dan suap melalui kroni/keluarga Suharto. Tentu kita masih ingat bagaimana hiruk pikuk kasus Bupati Bantul.atau sebaliknya pelaksanaan pemerintahan yang didasarkan kepada reformasi dan paradigma baru itu selalu sulit dan terhambat/digagalkan oleh tangan2 jahat yang pro rezim Orde Baru/status quo/Soeharto.Makanya muncul suatu istilah pada waktu itu bahwa Gubernur/Bupati/Walikota di daerah adalah merupakan mandor2nya Soeharto/kroni/ keluarganya di daerah.dengan masih adanya juga personil menteri Kabinet Gus Dur yang diakomodir dari pihak pro status quo itu.main mata.Jambi. Kita mengetahui bersama bahwa para pejabat Negara (Gubernur/Bupati/ Walikota).baik karena rela/bersedia memfasilitasi untuk kembalinya pro status quo/Soeharto-Habibie kembali berkuasa.Habibie.bagaimana di Riau.Komandan Kodim adalah satpam/ centengnya di daerah.

adalah suatu ajakan yang tidak akan diperdulikan. itu artinya pemilukada sudah berjalan dengan baik.kalau tidak menginginkan daerah2 itu baik tingkat I maupun tingkat II. kerusuhan yang terjadi pasca pemilihan umum kepala daerah terutama disebabkan adanya kecurangan yang terstruktur. terlupakan oleh anggota2 MPR pro reformasi.karena hal yang mereka perjuangkan tidaklah sederhana melainkan sangat kompleks menyangkut eksistensi. keamanan sendiri maupun keluarga yang perlu diperjuangkan dan dipertahankan." ujarnya. KPUD 12/07/2010 Tak 23:01 Netral WIB TEMPO Interaktif." ujar Mahfud di Jakarta. Jakarta . . Penyebab lainnya.terlupakan/ sengaja dilupakan Mendagri/ Menteri Otonomi Daerah ini. Namun. tidak pro aktif dan tidak secepatnya menyelesaikan pekerjaan yang terlupakan diatas. terlupakan oleh anggota2 DPRD pro reformasi. baik KPU maupun pemerintah daerah.terlupakan oleh para menteri pro reformasi ini .Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan. "80 persen kan tidak dikabulkan. Mahfud mengatakan secara garis besar pemilukada yang dilaksanakan di Indonesia sudah berjalan baik. Mahfud mengatakan sikap netral dari para aparat sangat diperlukan untuk menghindari konflik yang mungkin terjadi.Maka tugas yang terlupakan oleh Presiden Gus Dur ini." katanya. Senin. "Itu bisa menimbulkan konflik sosial kalau tidak netral. "Kerusuhan pasca pilkada akibat kecurangan-kecurangan terstruktur dan massive. seperti ketidaknetralan aparat. Tidak mustahil bila Gus Dur dan pro reformasi hanya sekedar bertahan. "Sebenarnya kalau kandidatnya menerima kekalahan dengan cepat rakyat juga tidak akan bergerak apa pun.maka strategi Mao 'desa mengepung kota' akan benar2 dapat terjadi sampai ke Jakarta. 12 Juli 2010 Kerusuhan Pilkada Andi Saputra .harus segera diselesaikan secepatnya.terlupakan oleh anggota2 DPR pro reformasi.tetap memfasilitasi provokator2/tangan2 jahatnya didaerahnya.kekuasaan." katanya.detikNews | 16:33 Akibat WIBSenin.harkat. agar kawan2 itu sadar dan tidak membuat kerusuhan lagi'. Ajakan Gus Dur dengan hanya mengatakan agar 'tangan2 jahat itu sudah saya ketahui. menurut Mahfud. Memang ada ketidaknetralan tapi kecil. Senin (12/7). adalah karena para calon Kepala Daerah yang tidak siap kalah.

Padahal pihak Bawaslu seperti dilansir anggota Bawaslu. bukan tugas Bawaslu mencarikan barang bukti. itu justru kewajiban polisi. Jika penyidik Polri membutuhkan bukti surat suara tersebut. belum teregistrasi 22 perkara. Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Komite Pemilih Indonesia Jeirry Sumampow. Melihat gelagat sejak Pilkada Jatim. Permintaan itu. dan 3 ditarik kembali. saya merasakan ada “sinyal” konspirasi politik antara KPU. untuk mendapatkan alat bukti lebih lanjut bukan merupakan tugas Bawaslu. 2. yaitu dengan memasukkan suara ke suara partai yang mengakibatkan suara yang diberikan kepada caleg menjadi sia-sia [kompas]. dengan rincian total perkara yang telah teregistrasi 69 perkara. Bawaslu tidak memiliki kewenangan untuk mendapatkan surat suara yang sudah dicontreng tersebut. Wahida Suaib. hingga saat ini MK telah menerima pendaftaran perkara Pemilukada sebanyak 95 perkara. “Tidak mungkin karena sedang proses rekapitulasi suara. Sementara itu. bukti awal pihak Bawaslu sudah cukup untuk Polri menanggapi laporan Bawaslu karena: 1. Kepolisian dan Pemerintah. susah untuk dikabulkan.”. “Ini memperlihatkan polisi tidak paham hukum pidana pemilu seperti apa. dan yang tidak diregistrasi 4 perkara dengan alasan permohonan ditarik kembali oleh pemohon. Pihak kepolisian meminta supaya Bawaslu memberikan bukti surat suara tertukar yang sudah dicontreng tersebut. Menurut ahli hukum pidana UGM Eddy OS Hiariej. Jelas. salah satunya berupa surat edaran KPU Nomor 676 dan 684 yang intinya menganggap surat-surat suara yang tertukar di berbagai daerah itu dianggap sah.Berdasarkan data yang diperoleh dari bagian administrasi MK. ” Polisi salah. telah menyerahkan 34 bukti awal.… Polisi jangan seperti ini. dinilai Jeirry. Dan perasaan curiga saya semakin menguat tatkala Polisi menolak menindaklanjuti laporan Bawaslu tentang tertukarnya surat suara di sejumlah daerah karena kurang bukti [bawaslu]. MK sudah memutus 58 perkara dengan rincian 9 perkara dikabulkan. 36 perkara ditolak. dan bukan kewenangan MK. sepertinya polisi tidak mau menerima laporan kalau tidak ada bukti yang kuat” [Bawaslu/detik]. 10 perkara tidak diterima. Mabes Pori menolak berkas tersebut dengan alasan bahwa belum cukup bukti. Padahal!! Berdasarkan UU 10/2008. polisi harusnya lebih bisa proaktif. berkas tidak dilengkapi. pasti surat . karena UU no 10/2008 mengatakan bahwa Surat suara tersebut harus tetap berada di dalam kotak suara yang tersegel. Anehnya. Jeirry merasa heran dengan permintaan polisi supaya surat suara yang tertukar dihadirkan sebagai barang bukti. pihak penyidik dengan kewenangan yang dimilikinya dapat mengupayakannya melalui pengadilan.

yakinkah hasil pileg serupa dengan yang sekarang? . [bawaslu/detik] ***** Perlu dicatat bahwa Bawaslu telah berusaha mengungkap pelanggaran hukum sejak 9 April 2009. Benarkah penolakan laporan Bawaslu oleh lembaga kepolisian (khususnya Bareskrim Mabes Polri) merupakan skenario penguasa. Justru dengan kewenangan polisi.. Setiap hari Bawaslu Polri konsern terhadap masalah ini. namun hingga 17 April 2009. apakah landasan Polisi (khususnya Bareskrim Mabes Polri) menolak laporan dugaan tindak pidana dengan bukti-bukti awalnya karena tidak paham mengenai mekanisme Pemilu atau karena ingin melindungi kepentingan penguasa atau karena apa? Karena selama ini dan hingga tahun 2008. lembaga kepolisian selalu mendapat rangking nomor 1 dalam survei Lembaga Publik Terkorup. Saya pun merasa sangat janggal. ech for nusantaraku – 19 April 2009 Kronologis Lengkap : Press Release Bawaslu Terkait Upaya Tindak Pidana Pemilu terhadap KPU kepada Mabes Polri EMBILAN partai berhasil lolos parliamentary treshold adalah dengan catatan pemilu legislatif-nya (pileg) bermasalah terutama soal prinsip Jujur dan Adil (jurdil).”.suara itu di jaga. laporan Bawaslu telah ditolak polisi sebanyak 3 kali. bukti itu bisa dihadirkan. Mari kita berandai sehat: (1) Jika sejak awal perumusan rancangan UU yang melandasi pileg 2009 tidak mengandung masalah besar (ingat inilah uu yang paling banyak dijudicial review dalam waktu singkat). atau koruptif? Inilah misteri Pemilu 2009…. ketidakprofesional.

Bukan cuma penuh masalah. Pemerintahan gagal membangun iklim yang menumbuhkan harapan untuk memperoleh taraf hidup lebih layak bagi rakyat. Ketiga. sementara sosialisasi di dalam negeri sendiri centang prenang. Ini bisa menyangkut . apakah hasil pileg akan seperti yang sekarang? (6) Jika jual beli suara tidak terjadi. untuk mengejar target sosialisasi di luar negeri. trend budaya politik yang machiavellis dalam berebut apa yang dimaui. apakah hasil pileg akan seperti yang sekarang? (4) Jika tidak ada penggolputan warga secara by design. Sebagai sebuah interupsi politik yang amat mendidik. Rakyat tidak sampai mengetahui apakah ini sebuah kebijakan atau kebaikan hati seseorang. dan tabungan masalah bersifat teknis elektoral. 38). aspek referensi pengalaman buruk dalam rangkaian pemilukada sejak tahun 2005. apakah hasil pileg 2009 akan serupa dengan yang sekarang? (3) Jika tidak tidak ada money politic. apakah hasil pileg 2009 akan serupa dengan hasil yang terpaksa kita terima sekarang? Tampaknya terdapat paling tidak 5 faktor utama penyebab kebobrokan pileg 2009. Kedua. Sebagai gantinya pemerintah hanya membagi-bagi uang dengan dalih membantu rakyat yang menderita (BLT). apakah hasil pileg 2009 akan seperti yang sekarang? (5) Jika ada komitmen dan kredibilitas dari jajaran pelaksana dan pihak-pihak terkait. kalau bukan sekadar membuat berita-berita kutipan dari media. Tidak ada masalah legitimasi dalam hal ini. Keempat. tetapi memang terdapat iklim pembiaran untuk kelangsungan berbagai pelanggaran yang ditoleransi oleh hukum. orangorang KPU buru-buru mengemasi travel bag masing-masing. Kebobrokan pileg adalah tabungan untuk kualitas yang amat diragukan untuk pilpres. Purifykasi atau pemurnian atau katakanlah pemikiran ulang tentang konsepsi-konsepsi politik yang mewarnai ambisi kekuasaan para elit amat perlu. melainkan lebih pada masalah integritas. kiranya Sri Bintang Pamungkas pantas diacungi jempol. Sebagai contoh. Pertama. Apa gerangan yang amat perlu dilakukan dalam keadaan seperti ini? Sri Bintang Pamungkas sudah memulai kampanye Golput. tahun 2004 24. Tabungan masalah itu sendiri mungkin bisa diklasifikasi menjadi tabungan masalah moral dan etika. aspek penyelenggara. Kelima. Seburuk-buruk pengalaman demokrasi di Indonesia sudah diperagakan dalam peristiwa-peristiwa perebutan kekuasaan tingkat lokal itu.(2) Jika tidak ada “policy” yang mendorong lahirnya partai-partai baru (ingat tahun 1999 parpol peserta pemilu 48. dan entah kenapa tahun 2009 banyak lagi. karena persoalan legitimasi hanya akan dipentingkan di negara yang masyarakatnya sudah memiliki standar moral/etika yang tinggi hingga dengan standar itu pasti merasa malu jika mencacatkan diri dalam proses suksesi. Website KPU malah lebih banyak menampilkan pengumuman tender daripada informasi pemilu. aspek sosial ekonomi. Untunglah Indonesia punya seorang Sri Bintang Pamungkas. aspek perundangundangan yang mengatur pileg. Kelemahan dari segi ini sesungguhnya bukan soal profesionalitas.

struktur-struktur politik. agenda perenungan kembali atas makna kebangsaan. memunculkan bencana dimana-mana. Jangan lagi ada masalah. Mungkin orang KPU itu harus diberi analogi begini : “wahai KPU. maka tidak mengapa. Terkadang Tuhan berbicara dengan bahasa yang mencemaskan manusia. Jika si Sugeng menyetor hari ini. Itu dosa besar selain pasti akan meruntuhkan bank (negaramu)”. terlepas ia seorang pentinggi atau sekadar buruh upahan di ladang pendodosan kebun sawit para kapitalis. Meneguhkan dan memelihara identitas bersama yang modern dan berwawasan serta berpereferensi pada sejarah dan kepribadian bangsa. menimpakan kemiskinan berstruktur. bayangkan saja dirimu tak ubahnya sebuah bank. bahwa di tengah kebobrokan ini masih belum putus asa untuk berharap agar KPU dan jajarannya serta pihak-pihak terkait benar-benar jujur dan adil. dan juga agenda dan kebijakan yang mengakar pada kepentingan rakyat. Kekhawatiran akan neo lib justru berakar dari prinsip ini. Semua setoran (suara) harus diadministrasikan dengan sebaik-baiknya. Paling parah Tuhan pun tak jarang membiarkan manusia benar-benar tak tahu membedakan mana yang hak dan mana yang bathil. Perbaikan Daftar Pemilih tetap (DPT) tidak akan mengurangi kerugian moral bangsa atas pilpres 2009 mendatang. Akhirnya harus juga mencakup pemikiran ulang tentang produksi dan distribusi barang dan jasa secara berkeadilan. Juga harus menyangkut penegakan wewenang yang sah.keniscayaan peninjauan atas keyakinan-keyakinan politik. Pengorganisasian alat-alat kekuasaan yang efektif sesuai pola kemajuan zaman dan memberdayakan. Tak salah jika berharap. Catatan: Posting ini didasarkan pada bahan Dialog di Binagraha Sumut (Medan) beberapa hari lalu. menimpakan penyakit beruntun. jangan dibukukan atas nama si Paino. Jika tidak ada kemauan. metode dan implementasinya secara bermartabat. Selain itu. Keempat faktor itulah masalah politik yang mestinya menjadi perenungan bagi setiap warga negara. . Tuhan pasti tahu bangsa-bangsa yang bengal dan bebal. termasuk pencurian suara. dan juga membiarkan semua kesenangan terbatas dan ad hock meruntuhkan kadar keimanan. instrumentasi dan artikulasi peran negara sebagai sesuatu yang tidak sekadar ajang perebutan belaka di antara pihak-pihak serupa yang berbeda retorika. standar ketokohan dan kenegarawanan.

Zulvan Lindan (PNBKI). Apakah gerakan ini akan sampai membuat hasil pemilu itu. yang mencapai lebih 45 persen dari jumlah pemilih. PBB. banyak caleg yang gagal mengalami ‘gangguan jiwa’ alias mengalami ‘mental disorder’. yang menurut mereka dipenuhi dengan kecurangan. Pemilu 2009 ini tidak akan memberikan legitimasi politik yang kuat. Yaitu. Belum lagi. yang menginginkan pemilu di ulang. maka inilah yang menyuramkan masa depan. Setidaknya. Pemilu 2009 ini. 15 parpol itu (PDIP. Sehingga. karena sistemnya yang amburadul. Pertemuan yang berlangsung di rumah Ketua Umum PDIP itu. dan tuan rumah Megawati.yang tidak akurat. mulai dari DPT (daftar pemilih tetap). Sekarang para tokoh politik. membahas dan mengavaluasi hasil-hasil pemilu 2009. dan pemerintah untuk menindak lanjuti semua laporan kecurangan pemilu dan menegakkan hukum terhadap pelanggaran/kecurangan yang terjadi. menurut penghitungan hampir mencapai 200 trilyun. dan menyatakan adanya kecurangan. pemilu yang merupakan produk demokrasi ini. menyisakan kesedihan. karena membela kepentingan politik tertentu. pemilu 9 April yang lalu adalah pemilu terburuk . dan harus menanggung malu. Hanura. Pertama. lembaga swadaya masyarakat (LSM). yang melakukan bunuh diri. Kedua. yang mencapai 21. Rizal Ramli (KBI). dan akan melahirkan ‘political damage’ (kehancuran politik) bagi Indonesia. Semuanya. biayanya dari APBN. sehingga hal itu melanggar hak asasi manusia. dan tidak terselesaikan dan mereka membuat gerakan. karena banyaknya rakyat tidak bisa melaksanakan hak pilihnya yang dilindungi UU. Rusdi Hanafi (PPP). pemilu 9 April yang lalu. Misbach Hidayat (PKB). Gus Dur (Ketua Dewan Syuro PKB). yang berkumpul di rumah Mega. Gerindra. yang harganya ‘cost’ sangat mahal. kalau partai— partai yang merasa tidak puas dengan hasil pemilu. terjadinya potensi konflik dan ‘social disorder’. PIS. banyaknya kecurangan. partai-partai politik. PDS. dan tingginya angka Golput. diwarnai banyak kecurangan dan kesalahan administrasi. harapan. PPRN. ekses psychologis dari pemilu 2009. Ketiga. Melebihi bencana ‘tsunami’ yang terjadi di Aceh. Prabowo (Partai Gerindra). dan bahkan kehilangan harapan masa depan. PKDI dan Buruh). antara lain. justru tidak melahirkan sebuah harapan bagi perbaikan kehidupan rakyat. Amelia Yani (PPRN). itulah yang namanya pesta demokrasi. pemilu 2009 ini. ada 15 parpol yang menyatkan keberatan terhadap hasil pemilu 2009. Banwaslu. Sebauh ‘pesta’ yang tidak berakhir dengan ‘happy ending’. Belum lagi. Golkar. nyaris hasil pemilu 2009. Idham Cholid (PKNU). bukan hanya akan menimbulkan ‘political damage’. tapi justru mengakibatkan ‘damage’ yang dahsyat di masa depan. ‘ongkos’ dari para peserta pemilu.Pemilu 2009 ini adalah terburuk sepanjang sejarah Indonesia. Yusril Ihza Mahendra (PBB). Syahrir MS (Republikan). Bursah Syarnubi (PBR). dan perorangan yang terdiri dari para caleg. mendesak KPU. tidak memberikan arti apa-apa bagi masa depan demokrasi di Indonesia. karena mereka kehilangan harta. PKNU. . karena gagal terpilih menjadi anggota legislative. Sehingga. yang menyedihkan ada diantara caleg itu. mereka tolak. serta mengundang kerawanan dan instabilitas. yang jumlah sangatlah fantastis. karena tidak masuk dalam DPT. PPNUI.7 trilyun rupiah. dan meminta diulang? Padahal. dan sudah lebih 10 partai politik. Hal itu diperparah dengan sikap KPU dan KPUD yang tidak netral . keterpurukan. Merdeka. Diantara tokoh politik. dan pimpinan partai ramai-ramai menggugat hasil pemilu 2009. Patriot. Bahkan. karena gagal terpilih. Ada sekitar 15 tokoh partai dan LSM. Barnas.

Meneruskan lembaga KPU seperti periode kedua. dan Balthasar Kambuaya. Jalaluddin. Seleksi Awal dan Konflik Kepentingan Kualitas pemilu yang jujur dan adil tentunya sangat dipengaruhi oleh penyelenggaranya. Adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang ditunjuk oleh undang-undang (UU No. Pemilu 2009 yang baru saja berlalu meninggalkan banyak kekisruhan. Sarlito Wirawan Sarwono. Beberapa sengketa dan keberatan dibawa ke Mahkamah Konstitusi. baru benarbenar dapat diwujudkan pada Pemilu 2004. diaturlah sebuah proses yang adil dan terbuka. melakukan proses seleksi dan terakhir menyerahkan 21 nama kepada presiden untuk . Pada tahun 1999 KPU adalah representasi dari wakil-wakil partai. kondisi fisik atau status sosial. Seperti di kebanyakan negara totaliter. Harapan tinggal harapan. Panitia ini membuka pendaftaran. pemilu di Indonesia lebih sebagai etalase kepada dunia luar bahwa negara Indonesia adalah negara yang demokratis. seseorang berkesempatan agar suara atau aspirasi dirinya didengarkan oleh otoritas politik. Itu sebabnya hak memilih menjadi hak yang bersifat asasi. dan pada tahun 20042007 KPU diisi oleh para akademisi dan aktivis LSM. Dan akhirnya. dipandang setara tanpa dibeda-bedakan asal-usul diri.Selubung Kebobrokan KPU dan Kisruh Pemilu 2009 Tidak ada demokrasi tanpa pemilihan umum. Kontestasi antar berbagai aspirasi politik diwadahi oleh sebuah pemilihan umum yang bersifat jujur dan adil. Besar harapan bahwa apa yang sudah dicapai pada pemilu tersebut dapat menjadi modal bagi pemilu berikutnya. KPU telah melakukan kesalahan prosedur dan berlaku tidak profesional. Mereka adalah Ridwan Nazir (ketua). Aktivitas memilih atau menentukan aspirasi politik itu menjadi penting karena di dalamnya melekat hak politik warga dan sekaligus suatu pengakuan kedaulatannya sebagai individu.22/2007) sebagai penyelenggara pemilu di Indonesia. Purnaman Natakusumah. sebelum tahun 1999. Pada masa itu dunia memberi apresiasi positif atas pesta demokrasi yang telah berlangsung. pada tanggal 12 Agustus 2009 Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa berkaitan dengan masalah DPT. Pemilu dipahami sebagai praktik mengambil keputusan (voting) berskala luas dan masif karena umumnya berkaitan dengan penentuan pemimpin politik. yang paling utama adalah masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan interpretasi penghitungan suara pembagi. disengaja dan masif berkenaan dengan buruknya pelaksanaan Pemilu. Tidak ditemukan adanya upaya-upaya secara sistematis. Dengan memiliki hak pilih. tahun 2009. Prinsip LUBER yang didengungkan pada era sebelumnya. yakni mengupayakan anggota KPU yang independen dan kompeten. Dimulai dari presiden yang membentuk tim seleksi calon anggota KPU yang terdiri dari lima orang.

Akibatnya. Andi Nurpati. beberapa nama yang dianggap punya cukup pengetahuan dan pengalaman di bidang pemilu tidak lolos. yang adalah Rektor IAIN Sunan Ampel. Mungkin nilai agama pula yang membuat ada preferensi akan figur yang “sealiran” tercium menyengat. Dalam perjalanannya tim seleksi ini menerima 545 pendaftar.22/2007 menegaskan bahwa anggota KPU tidak pernah menjadi anggota parpol sekurangnya dalam jangka waktu lima tahun. dari 21 orang yang mengikuti fit and proper test. Seharusnya sejak awal Theofilus tidak bisa lolos menjadi anggota KPU. Sri Nuryanti. Endang Sulastri. Ini yang juga kemudian dinyatakan dalam unsur menimbang keputusan MK No. Abdul Aziz). pada saat itu tidak ada akademisi yang menguji kadar ilmiah dari alat tes yang dipakai.elshinta. Sayangnya. sebab dari tujuh orang anggota KPU. seperti yang terjadi pada KPU periode sebelumnya. terpilih 7 orang: Abdul hafiz Anshary Az. Namun. selain tidak korupsi kita juga butuh individu yang cakap dalam menjalankan pekerjaan yang diembannya. Memang tidak ada bau korupsi yang tercium sejauh ini. Kalau memang panitia seleksi bekerja dengan serius. yang lolos seleksi administratif 270 orang. Syamsul Bahri. menambahkan tafsir sendiri bahwa calon anggota KPU 2009 harus benar-benar bermoral. maka syarat pendaftar adalah orang-orang yang pernah terlibat dalam penyelengaraan pemilihan umum.B-VII/2009 tentang “Perselisihan Hasil Pemilu Capres” yang diajukan oleh pasangan MegawatiPrabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto. tapi sepertinya benar-benar diterapkan. di antaranya Didik Supriyanto (mantan anggota Panwaslu). Sebuah syarat yang tak tercantum dalam UU. tes integritas dan tes kesetiaan pada NKRI dan Pancasila. Bahkan Ketua Panitia Seleksi Ridwan Nazir. dan harus menjalani serangkaian tes. dan Abdul Aziz. mengapa nama Syamsul Bahri lolos fit and proper test sebagai anggota KPU bahkan sempat dilantik. seperti tes kecerdasan. terutama di bidang agama (lihat: www. Jenis tes yang diberikan pun tidak berkaitan langsung dengan deskripsi pekerjaan yang akan dijalankan oleh anggota KPU. maka mengapa nama Theofilius Waimuri yang tercatat sebagai anggota Partai Demokrat dapat lolos dalam daftar 21 nama yang disodorkan kepada DPR? Padahal dalam UU No. yang ternyata tersangka dalam kasus penyimpangan dana kontrak pengawasan Kawasan Industri Gula Milik Masyarakat yang merugikan negara sebesar Rp3. Inkompetensi Jadi. jika sedari awal pemilihan anggota KPU memiliki konflik kepentingan dan tidak mendahulukan kecakapan pengetahuan dan pengalaman. Selain Ridwan Nazir adalah Purnaman Natakusumah yang menjabat sebagai Rektor IAIN Raden Patah Palembang. Kita ambil satu contoh masalah . Demi mendapatkan figur yang kredibel. maka tidak heran jika kemudian kinerja KPU pada periode ini tidak profesional. Ramlan Surbakti (Anggota KPU) dan Hadar Gumay (Cetro). Demikian pula dengan anggota DPR. yang dibacakan pada 12 Agustus 2009. tiga orang adalah alumni dan sivitas akademika IAIN/ UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Abdul Hafiz Anshary. yang lolos tes tertulis dan rekam jejak 45 orang. Andi Nurpati.diajukan kepada DPR guna menjalani proses uji kelayakan.com). I Gusti Putu Artha. dan harus dinyatakan secara tertulis.108-109/PHPU. tes psikologi. yakni bahwa KPU kurang profesional.02 miliar.

Berkaitan dengan anggaran. perlu juga dibuat catatan bahwa ada faktor eksternal yang semakin memperparah output dari KPU. Untuk itu perbaikan-perbaikan yang signifikan mesti dilakukan. Meskipun demikian. Selain itu. Pada pemilu legislatif tercatat 70 persen pemilih dari jumlah yang terdaftar pada DPT yang menggunakan hak pilihnya. tetap ada optimisme bagi para penggiat demokrasi di Indonesia. Jika warganegara memahami bahwa hak pilihnya terjamin dan berlangsung kontestasi politik yang adil dan jujur. UU ini disahkan lima hari sebelum tahapan pemilu legislatif dimulai. Nilai-nilai yang mendukung demokrasi harus terus dikembangkan dan diseminasinya dapat dilakukan jika dimapankan melalui pelembagaan. Pemilu yang baik dan akuntabel adalah salah satu cara melembagakan demokrasi. maka sempat terbersit kecemasan akan minimnya partisipasi aktif warga.menunjukkan kecenderungan bahwa partisipasi politik dipengaruhi oleh situasi lingkungan. Jika KPU 2004 punya waktu 3 tahun membuat persiapan pemilu karena dibentuk sejak tahun 2001. dan bukan sedari awal mempermasalahkannya. seharusnya tidak terjadi warga yang kehilangan hak pilihnya. Ini betul-betul jauh dari sikap profesional. lalu DPR yang telat mengesahkan UU No.KPU. maka KPU 2009 baru menerima SK pada 3 April 2008. maka usulan mengganti anggota KPU adalah sebuah kepatutan. 10/ 2008 tentang Pemilu Anggota DPR. Meskipun demikian. Persoalan DPT setidaknya muncul beberapa kali di berbagai pemilihan kepala daerah (pilkada) sebelum Pemilu 2009. Jika permasalahan yang sama muncul dalam tiga pilkada. Partisipasi Politik Kehidupan demokrasi yang sehat dapat terwujud jika ada partisipasi atau kepedulian yang tinggi dari warga negara. Kepedulian mereka datang pada hari itu. maka kepercayaan pada demokrasi akan terus ada. Dengan partisipasi aktif warga. di antaranya pilkada Sulawesi Selatan dan DKI Jakarta pada tahun 2007 dan pilkada Jawa Timur tahun 2008. artinya KPU tidak melakukan evaluasi diri dan mencari solusi atas masalah yang mereka hadapi. Optimisme akan potensi demokrasi di Indonesia semakin tinggi jika kita memperhatikan hasil pemilu bahwa para pemilih cenderung meninggalkan politik aliran. Jika kita melihat pemberitaan pada pemilu legislatif bahwa ada banyak warga yang mempermasalahkan hak pilihnya pada hari pencontrengan. sementara itu ke depannya diperkirakan akan ada ratusan pilkada. Angka partisipasi warga dalam menggunakan hak pilihnya cukup tinggi. yakni persoalan verifikasi DPT. dari pilkada hingga pilpres persoalan yang sama yang terus berulang. dan tetap muncul dalam pemilu di tingkat nasional. DPD. Belajar dari pemilu belakangan ini. KPU yang secara efektif bekerja sejak Januari 2008. KPU periode ini masih bertugas hingga 2012. Hal ini penting guna memberi efek pembelajaran bagi penyelenggara lembaga publik. dan DPRD. Adalah Depdagri yang membuat daftar pemilih yang sama sekali tidak mutakhir. ternyata daftar isian proyek anggaran bagi KPU baru terbit pada Juni 2008. Akankah kita membiarkan modal nilai demokrasi yang ada sekarang tergerus terusmenerus oleh inkompetensi dan problem teknis? Jika sejak tahun 2007 sampai 2009. kita menjadi mahfum bahwa hambatan-hambatan teknis dapat menggagalkan pelembagaan demokrasi. beberapa hari sebelum masuk tahapan pemilu. tahun depan akan ada . dan pada pemilu presiden meningkat menjadi 72 persen.

tapi kami akan buktikan kejaksaan juga melakukan rekayasa kasus Gayus. sampai peroalan NIK disempurnakan. Pilihan lain yang terbuka adalah merevisi undang-undang pemilu dengan mengembalikan penyusunan daftar pemilu kepada Panitia Pemilih Setempat atau KPU. karenanya KPU dan Depdagri dapat menumpangi kegiatan ini untuk memperbaiki akurasi data pemilih. Penyidik kasus Gayus itu pun siap membeberkannya di persidangan dengan terdakwa Gayus.Komisaris Polisi Arafat Enanie menyatakan telah mempersiapkan bukti keterlibatan jaksa Cirus Sinaga dalam kasus mafia pajak Gayus Tambunan.Sensus Penduduk Nasional. "Saya punya alat bukti." kata Arafat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Iwan Kurniawan Terdakwa Komisaris Polisi Arafat Enanie (ANTARA/Reno Esnir) BERITA TERKAIT • • • • • AKP Sri Sumartini Dituntut 2 Tahun Penjara Alif Kuncoro Minta Pindah Tahanan Brigjen Edmon dan Erizman Jadi Saksi Syahril Buyung: Ada Tebang Pilih Dalam Kasus Gayus Gayus Terancam Dipenjara 20 Tahun VIVAnews . Arafat dituntut empat tahun penjara." ujar Arafat yang juga adalah terdakwa kasus suap Gayus ini. Bukti ini bukan hanya omongan orang. Kamis. "Padahal polisi menyatakan berkas itu lengkap tapi jaksa bilang tidak relevan. indikasi keterlibatan kejaksaan terlibat terlihat dari keputusan kejaksaan yang tidak juga menyatakan berkas Gayus lengkap. Dalam kasus ini. Demi keberlangsungan demokrasi di Indonesia. 18:45 WIB Arry Anggadha. 16 September 2010. Kamis." Menurut Arafat. "Marwan Effendy selalu bilang tidak ada bukti Cirus menerima suap. 16 September 2010. denda Rp150 juta subsider .

"Penuntasan kasus ini juga penting. kendati kelompok tersebut diduga sangat dekat dengan ’Istana’. apakah ia benar-benar ’Kapolri rakyat’ atau ’Kapolri Istana’. Aburizal Bakrie. Senin (15/11). tanya Kapuspen saja. seolah keluarnya Gayus Tambunan dari Rutan Mabes Polri lalu menuju Bali karena bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar." katanya di Jakarta. . ada pihak tertentu yang melakukan rekayasa tingkat tinggi untuk membidik Partai Golkar dan Ketua Umum-nya. Depok. Arafat dinilai terbukti menerima suap saat menjadi ketua penyidik kasus pajak Gayus Tambunan. HAM. karena inilah batu ujian atau pertaruhan bagi Timur Pradopo selaku Kapolri baru. terkait kasus penyuapan Gayus Tambunan terhadap para sipir rutan itu." tandasnya lagi. "Kapolri harus berani menuntaskan kasus Gayus ini. Dikatakannya. Bambang Soesatyo yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI tersebut kemudian menantang setiap upaya pihak mana pun yang ingin merusak citra partainya. "Karena itu.enam bulan penjara." katanya." kata Cirus ketika ditanya soal ini. Cirus tak dapat dihubungi. Hal tersebut terkait dengan pemberitaan yang dinilainya bernuansa sensasional dan insinuatif oleh pihak media tertentu. "Karenanya cukup beralasan jika kader Partai Golkar curiga bahwa kasus ’Gayus plesiran’ merupakan rekayasa pihak tertentu untuk membidik Partai Golkar. Bambang Soesatyo mendesak jajaran Kepolisian RI untuk membongkar tuntas kelompok yang selama ini berada di belakang terdakwa kasus mafia pajak. kader Partai Golkar mendesak Kapolri Jenderal Timur Pradopo melakukan penyelidikan menyeluruh dan mengungkap pihak yang selama ini menjadi ’beking’ Gayus. Ia mengatakan hal itu terkait berbagai pemberitaan di balik "bebasnya" Gayus Tambunan keluar masuk Rumah Tahanan (Rutan) Kelapa Dua. pihaknya merasa sangat dirugikan. Perundangan dan Kepolisian Negara serta KPK itu. Brimob. karena diduga menyuap para sipir. 6 April 2010 lalu. Membidik Golkar Bambang Soesatyo menduga kuat. klik di sini. (kd) • VIVAnews Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar. Selengkapnya." tegas anggota Komisi III DPR RI bidang Hukum. karena kasus ’Gayus Plesiran’ telah dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk memojokkan partai dan Ketua Umum DPP partainya. Selama ini dia selalu menolak berkomentar tentang kasus ini. "Nggak bisa saya. Gayus HP Tambunan.

Bambang Soesatyo kembali mendesak penyelidikan internal Polri hendaknya menemukan jawaban tentang mengapa Gayus Tambunan berani berada di luar Rutan melampaui batas waktu yang diizinkan. harus diperjelas agar Partai Golkar tidak dijadikan korban dari rekayasa kasus ’Gayus Plesiran’. Benarkah karena Gayus memiliki hubungan baik dengan Satgas Mafia Hukum. diduga melibatkan unsur kekuasaan dari luar Polri. Ini kan masih dalam proses." katanya. Hal itu disampaikan BHD di sela-sela Rapat Kerja III Presiden SBY dengan para menteri dan gubernur se-Indonesia di Istana Bogor. BHD mempersilakan publik menilainya dari persidangan." katanya . "Nanti. nanti. Mengenai tudingan adanya aliran dana ke para jenderal. Kalau hakimnya minta didalami ya kita dalami. BHD menjelaskan. sampai saat ini belum ada langkah untuk melakukan penyelidikan internal terkait dugaan aliran dana itu. Semua kejanggalan ini.detikNews Jakarta ." kata Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD). Jawa Barat. 05/08/2010 14:13 WIB Kapolri Bantah Ada Rekayasa BAP Gayus Tambunan Nograhany Widhi K .Rekayasa ini. (luc/Ant) Kamis." tanya Bambang bertubi-tubi. menurutnya. Karenanya. Menurutnya semua sudah sesuai prosedur. "Tidak ada rekayasa. semua sesuai proses dan bisa kita pertangungjawabkan. Kamis (4/8/2010). "Pertanyaan yang membutuhkan jawaban berikutnya ialah mengapa pengawal Gayus tidak memaksa Gayus kembali ke rutan ketika batas yang ditentukan sudah habis? Lalu mengapa Gayus begitu ’powerfull’?.Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri membantah adanya rekayasa dalam pembuatan BAP Gayus Tambunan. "Adanya peran unsur tertentu dari luar Polri terlihat pada kacaunya pola komando pengawalan Gayus selama dia di luar Rutan. demikian Bambang Soesatyo." ungkapnya. "Silahkan dengar di persidangan.

tidak memandang keluarga dan saudara. Ketua KPK baru. kedatangannya juga untuk meresmikan toko grosir dan pusat perbelanjaan di wilayah Kediri dan sekitarnya. KH Muamal juga datang dalam kegiatan tersebut. Masih banyak masalah ." jelasnya. dalam peresmian rumah sakit. Jawa Timur. Hadir dalam kegiatan itu. Ketua DPRD Kabupaten Kediri. Pihaknya juga mempunyai mekanisme tersendiri untuk memberi sanksi bagi kadernya yang melakukan pelanggaran hukum seperti korupsi. Kunjungan Din Syamsuddin ke Kabupaten Kediri ini adalah yang kedua kali. Ia juga yakin. serta tamu undangan lainnya. Kunjungan pertama tahun lalu. Masyarakat sudah kehilangan kehilangan kepercayaannya pada institusi Polri dan Kejagung. serta masalah kasus suap Gayus Tambunan. seperti kasus Bank Century yang hingga kini belum ada kejelasan. Itu adalah dua kapasitas yang diperlukan. Pihaknya tetap menegaskan agar kader Muhammadiyah yang mendapatkan amanat untuk bekerja dengan baik. terlalu muluk sehingga perlu sosok pemimpin yang tegas. "Ia punya kemampuan dan pengalaman di bidang hukum serta mempunyai keberaniaan dan kejujuran. Sabtu malam. Ia juga mengaku. Pihaknya sangat prihatin dengan kondisi hukum di Indonesia. Sepak terjangnya sudah tidak perlu diragukan lagi. (ANT-073/K004) Senin. Selain itu. Walaupun begitu." katanya saat membuka kegiatan tablig akbar menyongsong musyawarah daerah ke-4 Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri di kantor PDM Muhammadiyah Desa Gurah. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Busyro Muqoddas yang dipilih oleh DPR menggantikan Antasari Azhar adalah salah satu kader yang terbaik. 19 Juli 2010 . sangat mengapresiasi keputusan Presiden untuk memilih kader Muhammadiyah sebagai pejabat. "Penegakan hukum di Indonesia juga masih sebatas retorika belaka. termasuk juga dengan penunjukan Basrief Arief menjadi Jaksa Agung. Kecamatan Gurah. Busyro akan mampu membawa lembaga penegakan hukum ini menjadi lebih baik. Kabupaten Kediri. Pihaknya juga tidak segan segan memberi sanksi. sementara yang kedua ini adalah kunjungan untuk tablig akbar menyongsong musyawarah daerah.14:17 wib .masalah yang melibatkan lembaga penegakan hukum baik di Polri maupun Kejagung. pihaknya tidak ingin terlena dan lalai.Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan hingga saat ini proses penegakan hukum di Indonesia masih sebatas retorika. beberapa muspida Kabupaten Kediri. Pihaknya menyambut dengan baik keputusan tersebut sebagai manifestasi dari "good will" serta "political will" dari pemerintah.

James Purba serta Andi Kosasih.” tandas JPU Asep. Gayus dan Haposan meminta bantuan Andi Kosasih untuk mengakui bahwa uang bernilai Rp28 miliar itu milik Andi.” tandas JPU meniru ucapan Afarat kala itu. 19 JULY 2010 Total View : 464 times . “Terdakwa (Arafat) lalu memberi arahan kepada Haposan. Selanjutnya rekayasa tersebut dituangkan dalam surat perjanjian antara Gayus dan Andi dan perjanjian tersebut dibuat mundur.Selain membantu tersangka Gayus Tambunan untuk menghentikan perkara korupsi dan money laundering yang menjeratnya. (lsi) MONDAY. yang sudah diblokir. Haposan selaku pengacara Gayus lantas menghubungi Arafat selaku penyidik untuk meminta bantuan. yakni bisnis apa saja yang penting jangan bisnis batu bara.Okezone Arafat saat disidang di PN Jakarta Selatan (Foto: Heru H/okezone) JAKARTA . dilakukan pertemuan antara Gayus. Senin (19/7/2010).” beber JPU. Asep menambahkan. “Pada akhir Agustus 2009 bertempat di Hotel Sultan Jakarta Pusat. Lambertus. “Seolah-olah terjadi kerja sama antara Andi kosasih dan Gayus Tambunan dalam rangka proyek pengadaan tanah di daerah Jakarta Utara.000 atau setara Rp28 miliar yang sudah diblokir penyidik menjadi seolah-olah bukan milik Gayus lagi. yang dalam pertemuan itu khusus dibicarakan cara menyiasati uang milik Gayus yang berada di rekening Panin Bank dan BCA sejumlah USD2. jaksa penuntut umum (JPU) juga menyebut Kompol Arafat sebagai otak dalam bisnis rekayasa Gayus. Haposan menghubungi terdakwa Arafat dan meminta petunjuk bisnis apa yang bisa digunakan untuk menyiasati uang milik Gayus. Untuk melancarkan aksinya.810.Frida Astuti . dan Arafat menginstruksikan agar jangan memakai bisnis batu-bara. Haposan. untuk menyiasati uang tersebut. Atas arahan Arafat lalu diputuskan bahwa bisnis yang digunakan sebagai alasan menyiasati uang milik Gayus itu ialah bisnis property. untuk pembangunan Ruko. Hal tersebut sebagaimana disampaikan dalam dakwaan yang dibacakan JPU Asep M Mulyana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. karena bisnis batu bara pernah dipakai dalam kasus lain.

Kompol Arafat. Ketujuh orang tersangka yang dimaksud oleh Nico Afinta ialah Gayus Tambunan. Semangat mengungkapkan keadilan dan kebenaran kiranya ada di dalam hati para jaksa. Pria yang sehari-hari menjabat Kasat Jatanras Ditreskrimum PMJ itu mengungkapkan tersangka dalam kasus tersebut tetaplah sama. dan berita acara (BAP) hasil penyidikan ke Kejaksaan. Rencananya. berkas kasus mengenai rekayasa penyidikan dan tuntutan terhadap Gayus telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan. Gayus Tambunan. masih tujuh orang." jelasnya. Kalau yang rekayasa sudah pemberkasan tahap dua dan dinyatakan lengkap atau P-21. Minggu (18/7). menurut Boli. Ajun Komisaris Polisi Daniel Tifaona di Jakarta. "Tersangkanya masih sama. Andi Kosasih. AKP Sumartini. Soal rekayasa kasus dan penggelapan pajak. barang bukti. pengacara dan hakim kali ini. Demikian pernyataan penyidik independen kasus Gayus. Mudah-mudahan saja persidangan mengenai kasus rekayasa hukum Gayus ini tidak ada rekayasa-rekayasa kembali. Haposan Hutagalung. "Kasus Gayus ada dua. Menurut Tifaona. dan Ali Kuncoro (konsultan pajak). Lambertus (anak buah Haposan)." ujar pria yang akrab dipanggil Boli. Source : metrotvnews Kasus Gayus Tambunan. kasus rekayasa penyidikan dan tuntutan terhadap Gayus akan disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Keterangan Boli ini diamini dan dipertergas oleh penyidik Gayus yang lain yaitu AKB Nico Afinta. akan segera menjalani proses persidangan. Rekayasa Kasus Sudah Jadi Modus Umum Aparat Hukum Wednesday. Boli mengatakan bila semua kelengkapan administrasi sudah dipenuhi maka dalam minggu-minggu ini atau bulan-bulan ini persidangan sudah dapat digelar. adalah penyerahan tersangka. Adapun pemberkasan tahap dua.Pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang menghebohkan Indonesia beberapa waktu lalu. 04 August 2010 09:24 administrator .

" ungkap Gayus. sosial maupun budaya. by." cetus Gayus. kalau kata anak muda sekarang cemen.com Sejak kebijakan desentralisasi pemerintahan digulirkan." jelas pria berkacamata tersebut." ujar wakil koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Juntho kepada detikcom. Selama . Dalam rekayasa tersebut. karena sudah menjadi modus umum dalam penanganan kasus. sejak tahun 2001 ICW dalam risetnya telah menemukan rekayasa berbagai kasus. Sebelumnya dalam kesaksiannya untuk AKP Sri Sumartini. Menurut Emerson. Rabu (3/8/2010). www. dari sekitar Juni 2008. "Kalau itu sudah modus. desakan masyarakat dan pemerintah daerah pada berbagai wilayah untuk membentuk daerah otonom baru (baik Provinsi.detik. Ternyata ini bukanlah hal baru. "Seingat saya ngomong batu bara di KC (Hotel Kartika Chandra) kepada mereka (Gayus. Tujuan akhirnya adalah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah. Saya menanggapi surat perjanjian kerja yang sudah dibuat. "Bisnis pengadaan tanah untuk ruko. kabupaten maupun kota) terus meningkat seperti jamur yang tumbuh di musim hujan. Haposan cs). Gayus dalam kesaksiannya juga menyatakan hal yang serupa. Desentralisasi dimaksud adalah penyerahan wewenang pemerintahan dari pemerintah pusat kepada daerah otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keinginan seperti itu didasari oleh berbagai dinamika yang terjadi di tingkat masyarakat daerah. Kompol Arafat mengaku sudah ada skenario rekayasa kasus untuk membebaskan Gayus yang dibuat Haposan.Jakarta . Batubara baru keren. kata Emerson. kalau batubara sudah dipakai di kasus sebelumnya. "Rekayasa kasus itu kalau tidak untuk mengurangi hukuman atau membebaskannya dan ini tentunya nggak gratis. bukan sesuatu yang baru. berbagai hal bisa dilakukan mulai dari barang bukti yang disita hingga membuat kesepakatan untuk menentukan jerat hukum yang akan diberikan. Akhirnya alibi yang dipilih untuk menutupi kasus Gayus adalah bisnis pengadaan tanah untuk ruko. baik dinamika politik." ujar Kompol Arafat Enanie. Dengan pembentukan daerah otonom baru. nggak meyakinkan (skenario yang dibuat Haposan). saya bilang itu terlalu sederhana. masyarakat diwilayah tersebut berharap dapat menggali dan memanfaatkan peluang yang lebih besar dalam pengelolaan sumber daya daerah. "Bagusnya bisnis apa? Batubara? Arafat bilang. sehingga usulan pemekaran wilayah menjadi bagian yang tak terelakkan.Tersangka kasus mafia pajak Gayus Tambunan mengaku Haposan Hutagalung merekayasa kasus agar dirinya bebas dari jerat hukum. yang saat ini telah berjalan selama 5 tahun. ekonomi. dibuat berlaku surut seolah sudah lama. nilai kontraknya USD 6 juta. Saat itu Arafat menilai skenario yang dibuat Haposan terlalu sederhana.

dalam konteks dimana pemerintah mendorong masyarakat di bagian tertentu di Indonesia untuk mempertahankan visi Indonesia. Hal ini terjadi karena eforia reformasi dan peluang yang sangat besar yang diberikan oleh undang-undang nomor 22 tahun 1999 pada masyarakat untuk mengusulkan pembentukan daerah baru. hasil ini tercapai dengan mengabaikan aspirasi masyarakat/kelompok masyarakat di daerah. Struktur ini dipertahankan setelah kemerdekaan. Jawa Timur (1929) dan Jawa Tengah (1930). Secara keseluruhan jumlah daerah otonom yang dibentuk dari tahun 1999 hingga tahun 2004 yaitu 148 daerah otonom. dan 27 kota.kurun waktu tersebut telah banyak kemajuan yang dihasilkan. yang nota bene membesar dua kali lipat selama orde baru (dari kira-kira 100 juta menjadi 200 juta). khusus untuk pembentukkannya. Namun jika dilihat kembali undang-undang pemerintahan daerah pada masa Belanda bahwasanya pada zaman Belanda hanya mengenal tingkat pemerintahan Pemerintah Belanda baru pemerintah kabupaten dan kota (Undang-undang desentralisasi tahun 1903). setelah saat itu. yang terdiri 7 provinsi. Dalam masa orde baru. namun demikian masih membutuhkan serangkaian usaha perbaikan yang tidak mudah agar penyelenggaraan pemerintahan daerah menjadi optimal. Perkembangan jumlah daerah ini masih lebih rendah laju pertumbuhan penduduk. Pembentukan Provinsi dan Kabupaten/Kota sampai dengan 2004 Periode Provinsi Kabupaten/Kota 1950 – 1955 6 99 1956 – 60 16 145 1961 – 1965 3 16 1966 – 1970 1 11 1971 s/d 1998 1 (-1)* 33 (-5)* 1999 s/d 2004 7 141 Total 33 440**) Ket : *) Timor-Timur **) Termasuk 5 Kotamadya dan 1 Kabuapten administrasi yang bukan daerah otonom di DKI Jakarta Dapat dilihat dari tabel diatas bahwa provinsi dan kabupaten/kota dibentuk dengan jumlah yang lebih besar di tahun-tahun 1950an. Di lain pihak keinginan sebagian masyarakat untuk membentuk daerah tetap tinggi. dan 13 kota di luar Jawa. untuk beberapa tahun. jumlah daerah mulai tumbuh pesat. beberapa daerah dipertahankan dan beberapa dihilangkan. rezim orde baru mampu mengerem kecenderungan pemekaran. dengan hanya 2 provinsi dan 38 kabupaten/kota baru. tatanan daerah menjadi lebih stabil. Pada zaman orde baru. Pada zaman ini 76 Kabupaten dan 32 kota ditetapkan di Jawa. 114 kabupaten. dan provinsi pertama yang ditetapkan adalah Jawa Barat (1926). Kesimpulannya. instrumen yang digunakan untuk menata daerah. 348 kabupaten dan 86 kota. sehingga total daerah otonom yang ada di Indonesia saat ini adalah 467 (tidak termasuk 5 kotamadya dan 1 kabupaten administratif di DKI Jakarta) yang terdiri dari 33 provinsi. namun sejak tahun 1950. adalah kriteria umum yang dituangkan dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 1974 (pasal 4 (1)) tentang Pokok- . Pada tahun 1922 lahir pula undang-undang pemerintahan daerah yang dikenal dengan Bestuurshervormingswet yang kemudian melahirkan tingkat pemerintahan baru yang dikenal dengan nama provinsi.

Daerah yang hanya mempunyai penduduk kurang dari 100. yaitu kesejahteraan masyarakat. 349 (tiga ratus empat puluh sembilan) kabuapten dan 91 (sembilan puluh satu) kota. jumlah penduduk. Peraturan Pemerintah (PP) ini menjadi pedoman pembentukan daerah sejak tahun 1999 sampai tahun 2004. sehingga kondisi saat ini terdiri dari 33 (tiga puluh tiga) provinsi. pengahapusan dan penggabungan daerah. yaitu “Daerah dibentuk dengan memperhatikan syarat-syarat kemampuan ekonomi. Setelah kemerdekaan. Sunday. pemekaran di Indonesia mengakibatkan birokrasi yang kurang efisien. Ketentuan pasal diatas mengakibatkan pemekaran yang tidak secepat laju pertumbuhan penduduk.000 orang. Temuan ini menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pembinaan terhadap daerah otonom baru dan lebih mendorong ke arah konsilidasi (penggabungan) daripada pemekaran. kemudian aceh dan papua diberikan status “otonomi Khusus” yang bersifat Adhoc. yaitu desentralisasi yang asimetris. Pengalaman di negara lain juga mendorong suatu peninjauan kembali kebijakan dan peningkatan kapasitas daerah untuk mendorong suatu penataan daerah yang sejalan upaya optimalisasi pelayanan publik agar tujuan utama desentralisasi/pemerintahan daerah dapat tercapai. yaitu penambahan 7 (tujuh) provinsi dan 141 (seratus empat puluh satu) kabupaten/kota. “daerah yang tidak mampu menyelenggarakan otonomi daerah dapat dihapus dan atau digabung dengan daerah lain”. Bicara lebih lanjut mengenai penataan daerah. Pasal 6 Undang-undang nomor 22 tahun 1999 mengatur bahwa daerah dapat dimekarkan (tidak berbeda dengan undang-undang nomor 5 tahun 1974) dengan penambahan bahwa. pertahanan dan keamanan nasional dan syarat-syarat lain yang memungkinkan daerah melaksanakan pembangunan. Menurut studi Bank Dunia. luas daerah. Selain itu tidak ada peraturan pelaksanaan yang lebih rinci. Setelah era reformasi tahun 1999 s/d 2004 terjadi lagi penambahan provinsi dan kabupaten/kota dalam jumlah yang cukup besar. Namun sejak tahun 2004 telah diupayakan untuk meredam pembentukan daerah baru dan hanya 1 (satu) daerah otonom baru yang dibentuk yaitu provinsi Sulawesi Barat serta tahun 2005 tidak ada pembentukan daerah otonom baru sampai dikeluarkannya pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 129 tahun 2000 yang semangatnya masih dengan Undang-undang nomor 22 Tahun 1999. Ketentuan teknis penilaian tentang persyaratan pembentukan dan kriteria pemekaran. pembinaan kestabilan politik dan kesatuan bangsa dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab”. Hal ini terjadi karena eforia reformasi dan peluang yang sangat besar yang diberikan oleh Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 pada masyarakat untuk mengusulkan pembentukan daerah baru. 09 May 2010 10:28 | Written by Administrator | . muncul juga daerah istimewa Aceh dan Yogyakarta.pokok Pemerintahan di Daerah. dan perlu mengacu pada konteks politis yang lebih luas serta peluang untuk mengemukakan aspirasi masyarakat lokal selama orde baru dibatasi. Kebijakan diterapkan karena adanya tekanan politis baik dari dalam maupun dari luar negeri dan belum dikembangkan dalam bentuk kebijakan yang utuh.000 mempunyai gaji PNS yang dua kali lipat (per kapita) daerah yang berpenduduk 500. yang segera akan diganti dengan Peraturan Pemerintah (PP) pengganti sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 32 tahun 2004.

nomus = pemerintahan) yang mempunyai makna kemandirian untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. desentralisasi atau otonomi secara langsung memperhatikan dan melancarkan serta meratakan pembangunan. Kedua. ditinjau dari sudut teknis organisatoris sebagai cara untuk menerapkan dan melaksanakan pemerintahan yang efisien. melainkan juga demokrasi ditingkat lokal (local democracy) yang arahnya kepada pemberdayaan (empowering) atau kemandirian daerah. Lebih jauh lagi. Salah satu cara untuk menjalankan otonomi daerah tersebut adalah melalui pembentukan daerah. Otonomi Dan Pemekeran Daerah Pengertian otonomi berarti pemerintahan sendiri (auto = Sendiri. ditinjau dari sudut kultural adanya perhatian terhadap keberadaan atau kekhususan daerah. hal ini berarti bahwa otonomi sangat erat kaitannya dengan demokrasi. ”Pembentukan daerah dapat berupa penggabungan beberapa daerah atau bagian daerah yang bersandingan atau pemekaran dari . dapat disebut pula penyerahan penuh kepada daerah otonom untuk melaksanakan urusan rumah tangga. Proses tersebut merupakan suatu process of political interaction. ditinjau dari sudut politik sebagian permainan kekuasaan yang dapat mengarah kepada penumpukan kekuasaan yang seharusnya kepada penyebaran kekuasaan (distribution or dispersion of power). Ketiga. UUD 1945 mengatur bahwa wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerahdaerah provinsi dan daerah provinsi dibagi atas kabupaten/kota yang masing-masing mempunyai pemerintahan daerah untuk menjalankan otonomi daerah seluas-luasnya. Pertama. Dalam negara kesatuan. hal mana yang diinginkan tidak hanya demokrasi pada tingkat nasional dalam suasana sentralistik. otonomi tidak saja merupakan penyerahan kewenangan dari pemerintah pusat kepada daerah untuk melaksanakan pemerintahan yang sifatnya technical administration atau pratical administration saja tetapi terdapat adanya kebebasan daerah dalam melaksanakan desentralisasi kewenangan berdasarkan aspirasi dari rakyat dalam wilayah territorial otonomi. Tetapi juga sebagai tindakan pendemokrasian untuk melatih diri dalam mempergunakan hak-hak demokrasi. otonomi dapat dilihat dari empat sudut pandang.Quo Vadis Pemekaran Daerah? Oleh Saldi Isra A. Keempat ditinjau dari sudut pembangunan. Kemudian Pasal 4 ayat (3) UU 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah berbunyi.

tetapi kepentingan elite nasional dan elite lokal. dan rentang kendali penyelenggaraan pemerintahan. . Ketentuan ini kemudian lebih teknis diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan. dan tahun 2009 sudah ada 2 DOB. Kabupaten Nduga. tahun 2001 sebanyak 12 DOB. Rinciannya. tahun 1999 sebanyak 45 DOB. Penghapusan. yang menggantikan PP No 129/2000. dan prasarana pemerintahan. Penambahan daerah ini dimulai pada tahun 1999. yang meminta pemekaran adalah daerah-daerah yang jauh dari pusat pemerintahan (daerah induk) dan tidak mendapatkan pemerataan pelayanan pubik. dan fisik kewilayahan. Sehingga yang terjadi pertimbangan pemekaran sekarang menjadi bukan pertimbangan pelayanan publik atau pemerataan pembangunan. proses pembentukan daerah didasari pada 3 (tiga) persyaratan. tahun 2000 sebanyak tiga DOB. tahun 2004 sebanyak 1 DOB. sudah ada penambahan 191 Daerah Otonom Baru (DOB). tahun 2003 sebanyak 49 DOB. sudah ada 483 kabupaten/kota dari 33 provinsi yang terbentuk. Kabupaten Mambremo Tengah. Kabupaten Lanny Jaya. dan faktor lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah. Sampai tahun 2008. B. pertahanan.satu daerah menjadi dua daerah atau lebih”. Yaitu. sarana. (2) Persyaratan secara teknis didasarkan pada faktor kemampuan ekonomi. Mengacu kepada PP 78 Tahun 2007 tersebut. pada tahun 2007 sebanyak 25 DOB dan tahun 2008 sebanyak 18 daerah pemekaran. Namun dalam praktiknya. Penggabungan Daerah. potensi daerah. Selama 2008 telah lahir delapan daerah baru. Pemekaran Daerah di Era Reformasi Sampai saat. Kabupaten Yalimo. Adapun faktor lain tersebut meliputi pertimbangan kemampuan keuangan. tahun 2002 sebanyak 38 DOB. teknis. tingkat kesejahteraan masyarakat. sosial politik. sosial budaya. yakni administratif. Pemekaran paling banyak terjadi di Papua. pemekaran daerah jauh lebih mendapat perhatian dibandingkan penghapusan ataupun penggabungan daerah. (1) Persyaratan administratif didasarkan atas aspirasi sebagian besar masyarakat setempat untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dengan melakukan kajian daerah terhadap rencana pembentukan daerah. kependudukan. Praktiknya selama ini. (3) Persyaratan fisik kewilayahan dalam pembentukan daerah meliputi cakupan wilayah. keamanan. luas daerah. lokasi calon ibukota.

Papua Barat. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. pemerintah mengalokasikan dana otsus Rp 8. untuk otsus di tiga provinsi (Papua. Provinsiprovinsi yang memiliki satu daerah baru adalah Jambi. disahkan UU Nomor 35/2008 tentang Penetapan Perpu Nomor 1/2008 menjadi UU tentang Perubahan atas UU Nomor 21/2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. Pemekaran yang Salah Sasaran . dan Aceh). Yakni. 12 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti di Propinsi Riau dan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabupaten Maybrat di Propinsi Papua Barat. Jumlah Kabupaten/Kota dan Propinsi Sejak Pemberlakuan UU 22/1999 C.7 triliun pada 2009. dan 93 kota. Keenam kabupaten tersebut berada di Papua. Di tahun 2009 ini. Papua dan Papua Barat. Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Kepulauan Riau. Maluku Utara. Disusul Sumatera Utara sebanyak lima daerah. 396 kabupaten. dan Kabupaten Dogiyai. DPR sudah mengesahkan dua Undangundang pembentukan daerah. Kemudian tiga daerah baru lahir di Lampung dan dua daerah masing-masing di Sulawesi Utara dan Maluku. Dalam regulasi itu disebutkan bahwa saat ini otsus meliputi dua provinsi. Sebagai catatan.Kabupaten Puncak. Selain itu. Dengan demikian. serta Bengkulu dan Banten. Papua Barat. di Indonesia sekarang terdapat 33 provinsi. Undang-undang No.

dan aparatur di daerah. Hingga awal tahun 2009 ini Departemen Dalam Negeri telah menerima usulan pembentukan sebanyak 21 provinsi baru dan 94 kabuapaten/kota.Pada 2001. kondisi daerah-daerah pemekaran lebih buruk dibandingkan dengan daerah induk. Berdasar hasil studi tersebut. keuangan daerah. Hasil penelitian yang dirilis Juli 2008 menyimpulkan tentang kegagalan pemekaran daerah. Berbagai macam masalah yang timbul. 89. pelayanan publik. Personil. 79 persen daerah otonomi baru belum memiliki batas wilayah yang jelas. Hasil evaluasi UNDP dan Bappenas menyebutkan. Tak dapat dipungkiri bahwa pemekaran pemerintah daerah ini telah menimbulkan tekanan terhadap APBN akibat adanya sejumlah dana yang harus ditransfer kepada pemerintah daerah baru. Kondisi ini memberikan pesan kepada pemerintah pusat untuk membuat kriteria yang jelas dan tegas dalam menyetujui pemekaran pemerintah daerah baru. Studi tersebut juga menemukan. Peralatan. Terdapat empat bidang kajian. UNDP dan Bappenas meminta pemerintah menghentikan sementara . ada 87. sekitar 76 di antaranya masih bermasalah. beberapa persoalan yang muncul diantaranya. Penduduk miskin menjadi terkonsentrasi di daerah otonom baru.2 persen pegawai negeri sipil (PNS) sulit dipindahkan dari daerah induk ke daerah pemekaran. 84. dan Dokumen). kondisi daerah otonom baru masih berada di bawah kondisi daerah induk dan daerah kontrol. Penjelasan pada awal 2005 dari Depdagri. jumlah kabupaten/kota di Indonesia 336 (di luar DKI Jakarta) dengan 30 provinsi (bertambah 4 provinsi baru). yaitu ekonomi daerah.48 persen daerah induk belum memberikan dukungan dana kepada daerah otonomi baru. Suatu pertumbuhan pemerintah daerah yang sangat fantastis terutama pada jumlah kabupaten/kota baru. Hasil penelitian Badan Dunia untuk Program Pembangunan (United Nations Development Program . Jumlah ini terus meningkat hingga pada awal 2004 terdapat 32 provinsi dengan 434 kabupaten/kota. Jumlah ini akan terus meningkat seiring masih berkembangnya tuntutan daerah untuk dapat dimekarkan. Departemen Dalam Negeri dalam evaluasinya menyebutkan 104 daerah (lima provinsi dan 97 kabupaten) pemekaran yang terjadi dari tahun 2000 sampai 2004. penyebab kondisi tersebut didominasi keterbatasan sumber daya alam dan manusia daerah pemekaran. Selanjutnya. Riset itu dilakukan terhadap enam provinsi dan 72 kabupaten/kota di Indonesia selama 2002-2007. Kemudian.71 persen daerah induk belum menyelesaikan P3D (Pembiayaan. selama kurun waktu 2008.UNDP) dan Bappenas menemukan setelah lima tahun dimekarkan. dari mulai aset daerah induk yang belum diserahkan ke daerah pemekaran sampai letak ibu kota yang masih belum pasti. Kemudian.

Provinsi yang dimekarkan tersebut adalah Sumatera Selatan dan Bangka-Belitung. setelah pemekaran.Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan pemekaran daerah berdampak pada penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat. serta Dana Bagi Hasil baik bagi hasil pajak maupun bagi hasil sumber daya alam. Kondisi ketenagakerjaan setelah pemekaran provinsi justru lebih buruk dibanding sebelum pemekaran. Motivasi untuk membentuk daerah baru tidak terlepas dari adanya jaminan dana transfer dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. serta pengeluaran lain yang berkaitan dengan belanja pegawai. Aliran dana inilah yang akan ditransfer kepada pemerintah daerah termasuk pemerintah daerah baru berdasarkan kriteria dan formula tertentu. Hal ini dikarenakan DAU yang dialokasikan didasarkan pada perhitungan daerah induk dan baru kemudian dibagikan berdasarkan proporsi tertentu antara daerah induk dan daerah pemekaran. Tentunya sebagai daerah baru. . Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2005 mengungkapkan pemekaran daerah berdampak pada penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat. Penyebabnya. kerja sama ekonomi masyarakat justru melemah. Dalam era desentralisasi ini. sehingga secara politis memberikan motivasi untuk memekarkan daerah. rumah dinas. Jawa Barat dan Banten. dan persaingan antardaerah menguat. terjadi perbedaan struktur ekonomi daerah baru dan lama. biaya ekonomi membesar dan lokasi geografis kurang mendukung kegiatan ekonomi. skala produksi mengecil. Sebagai perbandingan. Dampak dari adanya pemekaran daerah terhadap alokasi DAU dan akhirnya membebani APBN sebenarnya lebih bersifat tidak langsung. Akibatnya. penerimaan DAU tersebut lebih diarahkan pada pembangunan prasarana pemerintah seperti kantor pemerintahan. bentuk dana transfer ini dikenal sebagai dana perimbangan yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU). Lebih jauh lagi hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan ekonomi menurun dan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Komponen terbesar dalam dana transfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah adalah DAU. Hal tersebut menyebabkan adanya kepastian daerah menerima DAU ini. Dana Alokasi Khusus (DAK). Berdasarkan penelitian pemekaran empat provinsi menjadi delapan provinsi.pemekaran daerah hingga dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap Provinsi dan Kabupaten Hasil pemekaran 10 tahun terakhir. Kesejahteraan masyarakat juga menurun akibat perlambatan kegiatan ekonomi masyarakat. serta Maluku dan Maluku Utara. Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Namun. potensi daerah. Dan. D. Bila dibaca Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007. sosial budaya. Lemahnya dasar penentuan kriteria ini telah menimbulkan celah terjadinya potensi kerja sama antara daerah yang ingin dimekarkan dan aparat pemerintah pusat termasuk DPR. Selain itu. maka akan timbul posisi dan jabatan baru. mengandung potensi yang besar pula untuk suatu tindakan manipulasi. luas daerah. dalam bentuk standardisasi berapa besar nilai setiap indikator sehingga suatu daerah layak untuk dimekarkan. Moratorium Pemekeran Daerah Pasca tragedi meninggalnya Ketua DPRD Sumut Azis Angkat setelah dikeroyok para demonstran. Kerangka normatif yang menjadi prasyarat pembentukan daerah otonom baru justru terabaikan. Penghapusan. prosedur pemekaran yang berdasarkan hasil penelitian yang dibuat oleh daerah yang ingin dimekarkan tersebut. kriteria tersebut dirasakan kurang bersifat operasional. Sehingga yang terjadi selama ini pemekaran daerah otonom (yang dilaksanakan sejak 1999) disebabkan sentimen etnis dan tidak meratanya pembagian kue pembangunan. Posisi dan jabatan ini tentunya tidak terlepas dari adanya aliran dana dari pemerintah pusat (APBN) kepada pemerintah daerah. Sudah menjadi rahasia umum bahwa dengan adanya pemekaran pemerintah daerah. jumlah penduduk. ini berimplikasi lebih jauh lagi dengan munculnya sistem birokrasi baru yang lebih besar dibandingkan sebelumnya. aturan itu tidak berjalan simetris dengan proses politik yang terjadi. “Tragedi . Semua kriteria yang sudah terukur jelas menjadi kabur ketika prosesnya menjadi sangat politis. dinyatakan bahwa daerah dapat dibentuk atau dimekarkan jika memenuhi syarat-syarat antara lain: kemampuan ekonomi. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran. Realitas ini semestinya menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk meninjau ulang pemekaran daerah. Namun. sosial politik. serta pertimbangan lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah.Pemekaran daerah pun makin melenceng dari tujuan awal. dan Penggabungan Daerah sudah sangat jelas mengatur tata cara pemekaran. semestinya pemerintah menetapkan kebijakan yang tegas menyangkut masalah pemekaran. Dalam nuansa politik yang kental itu. Misalnya. yaitu untuk mengembangkan daerah dan pada akhirnya mewujudkan kesejahteran masyarakat. uang menjadi faktor dominan pertimbangan politik masih menjadi acuan utama pemekaran sebuah wilayah otonom.

ada baiknya pemerintah menghentikan dulu pemekaran pada 2009 sampai selesai dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan otda dan pemekaran. sebagai sebuah daerah otonom baru. Dengan kejadian di Medan itu.demokrasi” tersebut adalah momentum tepat untuk melakukan moratorium pemekaran daerah baru. Di sisi lain. belum sekali pun pemerintah mengevaluasi daerah-daerah hasil pemekaran. . termasuk untuk mendorong pemekaran daerah. Mudahnya pengajuan aspirasi pemekaran wilayah membuat banyak pihak berlomba-lomba memanfaatkannya dengan tujuan mencari keuntungan. sejak dilakukan kali pertama pada 1999. tampak helas bahwa pemekaran bukanlah jawaban utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat. infrastruktur seperti perkantoran baru. Meski. Pemekaran juga dianggap sebagai bisnis kelompok elit di daerah yang menginginkan jabatan dan posisi. yakni kesempatan untuk memperoleh keuntungan dari pemekaran wilayah. DPR dan pemerintah harus berani mengambil keputusan politik menetapkan moratorium. baik dana dari pemerintah pusat maupun dari penerimaan daerah sendiri. Sebab. Partai politik. yang memang sedang tumbuh. Yang terjadi adalah sebaliknya. Karena itu. pemerintah daerah dituntut untuk menunjukkan kemampuannya menggali potensi daerah. pemekaran membuka peluang untuk terjadinya bureaucratic and political rentseeking. menjadi kendaraan kelompok elit ini menyuarakan aspirasinya. Dari berbagai hasil penelitian yang dijelaskan di atas. Hal ini bermuara kepada upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang pada gilirannya menghasilkan suatu perekonomian daerah berbiaya tinggi. Eforia demokrasi juga mendukung. Baik untuk pembiayaan aparatur baru. Moratorium atau penghentian itu diperlukan untuk membenahi rancangan dasar kebijakan pemekaran daerah yang selama ini telah melenceng dari tujuan awal dan kerap memicu konflik yang tak teredam. konsekuensi pemekaran jelas makin memberatkan beban anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk membiayai daerah-daerah baru tersebut. Tingginya konflik yang terjadi selama ini disebabkan oleh lemahnya kontrol pemerintah pusat dan luasnya ”partisipasi” masyarakat terhadap pemekaran daerah. Pemekaran ternyata tidak cukup sampai di sini. ataupun anggaran pelayanan publik. dalam sidang paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada 22 Agustus 2008 Presiden SBY menyampaikan perlunya dilakukan evaluasi terhadap pemekaran. Ini jelas berseberangan dengan tujuan dari otonomi itu sendiri. Lebih jauh lagi.

Kalau kedua regulasi itu dilaksanakan. Padang 14 April 2009. Padang. bila dibaca Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 menempatkan revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah ini sebagai satu prioritas dalam pembangunan nasional. pemerintah tak perlu ragu untuk menggabung daerah yang memang gagal melakukan otonomi daerah. akan bisa dibuat pertimbangan. juga menjadi tetap relevan untuk melihat upaya pemerintah menata atau melakukan moratorium pemekaran. (4) meningkatkan kualitas aparatur pemerintah daerah. Revitalisasi tersebut diarahkan untuk: (1) memperjelas pembagian kewenangan antar tingkat pemerintahan. berbagai pemekaran daerah yang terjadi tak mesti ditimpakan begitu saja kepada pemerintah saat ini. (3) menata kelembagaan pemerintah daerah agar lebih efektif dan efisien. Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) dan Pengajar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas Selasa. Makalah dipersiapkan dalam rangka Seminar “Quo Vadis Pemekaran Daerah”. sebab juga sudah berlangsung sejak tahun 1999. (2) mendorong kerjasama antar pemerintah daerah. pemerintah sudah mengeluar PP 6/2008 tentang Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD). Apakah daerah pemekaran layak tetap menjadi daerah otonom ataukah harus dilakukan penghapusan dan kemudian digabungkan dengan daerah lain. (5) meningkatkan kapasitas keuangan pemerintah daerah. Tapi. utamanya daerah otonom baru. dan Penghapusan Daerah. 14 April 2009. serta (6) menata daerah otonom baru (DOB). Penggabungan. Padang bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Dalam situasi pemekaran yang begitu marak ini. di Hotel Bumiminang.Padahal. 14 Juli 2009 hambatan otoda dalam pembangunan daerah . pemerintah sebenarnya sudah membuat dua instrumen evaluasi. Bahkan. Selain itu. diadakan oleh Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas. maka relevan juga soal tuntutan adanya evaluasi daerah otonom. Memang. Selain PP 78/2007 tentang Pembentukan.

dan pembentukan daerah otonom baru (pemekaran wilayah) yang masih belum sesuai dengan tujuannya. dan kewenangan bidang lain) dan perubahan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. belum terbentuknya kelembagaan pemerintah daerah yang efektif dan efisien. masih ditemukan berbagai permasalahan.Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. pertahanan keamanan. antara lain: belum jelasnya pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah. yang telah dimulai dengan mengganti kedua undang-undang tersebut menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. dan lainnya. masih terbatas dan rendahnya kapasitas aparatur pemerintah daerah. Hal ini ditandai antara lain dengan lemahnya peran Gubernur dalam koordinasi antar kabupaten/kota di wilayahnya. Persepsi yang belum sama antar para pelaku pembangunan baik di jajaran pemerintah pusat. Selain itu juga menimbulkan tumpang tindih kewenangan antara pusat dan daerah. pengelolaan suatu kawasan atau pelayanan tertentu. Hal demikian mengakibatkan berbagai permasalahan dan konflik antar berbagai pihak dalam pelaksanaan suatu peraturan. serta kehutanan dan pertambangan. Kebijakan tersebut merupakan pelaksanaan dari salah satu tuntutan reformasi yang muncul pada tahun 1998. penanaman modal. baik di dalam maupun di luar negeri. peradilan. yaitu antara lain dalam hal kewenangan. berbedanya persepsi para pelaku pembangunan terhadap kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. karena dalam ketentuan Pasal 4 ayat (2) UndangUndang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan bahwa . Kebijakan ini dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan keadaan. pekerjaan umum. Berbagai permasalahan tersebut diperbaiki melalui revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah. misalnya tentang pendidikan. fiskal moneter. tenaga kerja. Kewenangan daerah masih banyak yang belum didesentralisasikan karena peraturan dan perundangan sektoral yang masih belum disesuaikan dengan undangundang tentang Pemerintahan Daerah. masih terbatasnya kapasitas keuangan daerah. Kebijakan ini merubah sistem penyelenggaraan pemerintahan dari yang sebelumnya bersifat terpusat menjadi terdesentralisasi meliputi antara lain penyerahan kewenangan pemerintah pusat ke pemerintah daerah (kecuali politik luar negeri. pertanahan. agama. Hal ini mengakibatkan muncul berbagai permasalahan. masih rendahnya kerjasama antar pemerintah daerah. pengelolaan APBD. Sejak dilaksanakannya undang-undang tersebut. Belum optimalnya proses desentralisasi dan otonomi daerah yang disebabkan oleh perbedaan persepsi para pelaku pembangunan terhadap kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. yang efektif berlaku 1 Januari 2004. dan antara provinsi dan kabupaten/kota. dan para pelaku pembangunan lainnya telah menimbulkan berbagai permasalahan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Melalui kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah maka pengambilan keputusan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan penyediaan pelayanan publik diharapkan akan menjadi lebih sederhana dan cepat karena dapat dilakukan oleh pemerintah daerah terdekat sesuai kewenangan yang ada. pemerintah daerah. Belum jelasnya pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. pengaturan pembagian hasil sumberdaya alam dan pajak.

dan dalam perdagangan. Bahkan menimbulkan berbagai penafsiran ketentuan peraturan perundangundangan dalam mengimplementasikan kewenangan otonomi khusus. dan lain-lain. Seringkali kebijakan. tidak adanya kepastian waktu. serta profesionalisme. Kerjasama antar pemerintah daerah masih rendah terutama dalam penyediaan pelayananan masyarakat di wilayah terpencil. Ini kemudian dipersepsikan bahwa antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota tidak ada hubungan hirarkinya. dan terbatasnya kesejahteraan aparat pemerintah daerah. Belum efisiennya prioritas alokasi belanja daerah secara proporsional. dan kurang responsif terhadap permasalahan yang berkembang di daerahnya. Juga dalam hubungan kerja antar lembaga. baik dari segi jumlah dan penempatan. serta terbatasnya kemampuan pengelolaannya termasuk dalam melaksanakan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Pada sisi lain hubungan hirarki secara langsung antara pemerintah kabupaten/kota dengan Pemerintah Pusat akan memperluas rentang kendali manajemen pemerintahan dan pembangunan. perkebunan.masing-masing daerah berdiri sendiri dan tidak mempunyai hubungan hierarki satu sama lain. Selain itu belum terbangunnya sistem dan regulasi yang memadai di dalam perekrutan dan pola karir aparatur pemerintah daerah menyebabkan rendahnya berkualitas SDM aparatur pemerintah daerah. serta sumber daya laut yang melintas di beberapa daerah yang berdekatan. Selain itu prasarana dan sarana pemerintahan masih minim dan penetapan dan pelaksanaan standar pelayanan minimum belum jelas. Masih terbatasnya kapasitas keuangan daerah. baik pada pemerintah provinsi maupun kabupataen/kota. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. sumberdaya air. masyarakat. dan wilayah dengan tingkat urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Hal ini ditunjukkan masih terbatasnya ketersediaan aparatur pemerintah daerah. tidak berjalannya prinsip transparansi. menyebabkan tingkat pelayanan publik tidak berjalan optimal. Masih rendahnya kerjasama antar pemerintah daerah. efisiensi. dan organisasi non pemerintah belum berjalan secara optimal. pertanian. perbatasan antar daerah. Hal ini ditandai dengan terbatasnya penerapan prinsip efektivitas. maupun segi profesionalisme. dan optimalisasi pemanfaatan sumber-sumber penerimaan daerah. kesehatan. yang ditandai dengan lambatnya kinerja pelayanan. tambang dan mineral. pendidikan. hutan. serta tidak proporsionalnya distribusi. Sehubungan dengan pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. termasuk antara Pemerintah Daerah. perencanaan. Masih terbatasnya dan masih rendahnya kapasitas aparatur pemerintah daerah. beberapa peraturan perundangan masih belum sejalan antara satu dengan lainnya. Belum efektif dan efisiennya penyelenggaraan kelembagaan pemerintah daerah. dan hasil-hasil pembangunan maupun penyelenggaraan pemerintahan tidak dikoordinasikan dan dilaporkan kepada Gubernur namun langsung kepada Pemerintah Pusat. serta pada pengelolaan dan pemanfaatan bersama sungai. Pembentukan daerah otonom baru (pemekaran wilayah) yang masih belum sesuai . Hal lainnya yang menjadi masalah adalah masih kurangnya etika kepemimpinan di jajaran pemerintahan daerah. Struktur organisasi pemerintah daerah umumnya masih besar dan saling tumpang tindih. Berbagai hal tersebut berpotensi menimbulkan ketidakefisienan dan ketidakefektifan pemanfaatan sumber daya. dan perikanan termasuk pengolahan pasca panen dan distribusi.

Undang-undang no 2 tahun 2008 tentang partai politik. kejaksaan.yang diketuai oleh Menteri Dalam Negeri dan Panitia Pengawas Pelaksanaan Pemungutan Suara (Panwaslakpus) -sekarang kedudukannya sama dengan Badan Pengawasa Pemilihan Umum. kemauan sebagian kecil elite daerah. bahkan di beberapa daerah kondisinya tetap seperti semula.47 0 komentar pengawasan pemilu dan demokrasi Sejak bergulirnya pemilu pertama di Indonesia memang sudah ada konsep dan implimentasi dari kegiatan pengawasaan terhadap jalannnya pemilihan umum. Ketertinggalan pembangunan suatu wilayah karena rentang kendali pemerintahan yang sangat luas dan kurangnya perhatian pemerintah dalam penyediaan pelayanan publik. Panwaslu Kabupaten/Kota. namum pada pelaksanaannya pengawasan terutama pada masa orde baru bertindak tidak indefenden karena secara Lembaga Pemilihan Umum (LPU) -kalau sekarang kedudukannya sama dengan Komisi Pemilihan Umum. Jalannya pemilu tahun 2009 bisa berjalan dengan baik. Diposkan oleh daulah. terutama apabila terjadinya pelanggaraan terhadap pelaksanaan pemilihan umum. Pelayanan publik yang semestinya meningkat setelah adanya pembentukan daerah otonom baru (pemekaran wilayah). Undang-undang no 10 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. perguruan tinggi. dan Pengawas . maupun pelangaran lainnya. dalam pelaksanaannya proses pembentukan daerah otonom baru lebih banyak mempertimbangkan aspek politis. Untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilu indonesia mencantuntumkan dengan jelas kedudukan. yaitu kesejahteraan masyarakat. Panwaslu Kecamatan. tokoh masyarakat. dan wewenang pengawas pemilui diatur dalam undangundang no 23 tahun 2002 demi meningkatnya kualitas dari pemilu tahun 2004. Pengawas Pemilu Lapangan.dengan tujuannya. dan kewenangan tidak dirumuskan secara jelas. Dewan Perwakilan daerah. Yang anggotannya terdiri dari anggota kepolisian. lancar. Panwaslu Provinsi. dan belum mempertimbangkan aspek-aspek lain selain yang disyaratkan melalui peraturan perundang-undangan yang ada. terbentuknya daerah otonom baru setiap tahunnya akan membebani anggaran negara karena meningkatnya belanja daerah untuk keperluan penyusunan kelembagaan dan anggaran rutinnya sehingga pembangunan di daerah otonom lama (induk) dan baru tidak mengalami percepatan pembangunan yang berarti. dan Undang-undang no 24 tahun 2004 tentang Makhkamah Konstitusi. Namun demikian. Meski dalam pelaksanaannya pemilu tahun 2004 berjalan dengan lancar dan tertib namun tetap saja masih meninggalkan beberapa macam catan besar yang mendasar dalam pemilihan umum yakni berupa pelanggaran pemilu baik curi start kampaye. politik uang. Siapa yang yang berhak melakukan tindakan untuk menegakan aturan pemilihan umum dan kepada siapa pihak-pihak yang terlanggar haknya melakukan laporan.alfarisi di 16. fungsi.dipimpin oleh Jaksa Agung . tidak dirasakan oleh masyarakatnya. dan pers. serta terminimalisirnya pelanggaran pemilu Dalam undang-undang no 22 tahun 2007 pasal 70 ayat (1) Pengawasan penyelenggaraan Pemilu dilakukan oleh Bawaslu. tugas. Apa lagi dalam pelaksanaannya kedudukan. Diharapkan dengan adanya Undang-undang no 22 tahun 2007 tentang penyelengaraan pemilu. Selain itu. sering menjadi alasan untuk pengusulan pembentukan daerah otonom baru sebagai solusinya.

Pertama. sedangkan laporan pelanggaran ketentuan yang mengandung unsur pidana diteruskan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia sesuai tingkatannya. Yang mana Laporan pelanggaran ketentuan yang bersifat administratif diteruskan kepada KPU. dan kecamatan dalam melakukan pengawasan terhadap tahapan penyelenggaran pada tingkat nasional. Dengan keterbatasan ini. KPU Provinsi. dan 9. di mana satu pengawas bertanggungjawab untuk mengawasi 9 TPS. Yang tidak kalah penting ialah bagaimana sengketa diselesaikan oleh panitia pengawas pemilu yakni dari pangawas pemilu yang kedudukannya paling tinggi (bawaslu) sampai kepaling bawah sesuai dengan kompetensinya. KPU Kabupaten/Kota. pengawasan terhadap tahapan pemilu tidak dapat optimal . 4. sekretaris KPU Kabupaten/Kota. Pertama. Panwas Provinsi. Kedua. Mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu. 2. Mengawasi pelaksanaan penetapan daerah pemilihan dan jumlah kursi pada setiap daerah pemilihan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Meneruskan temuan dan laporan yang bukan menjadi kewenangannya kepada instansi yang berwenang. pegawai sekretariat KPU Provinsi.Pemilu Luar Negeri. provinsi. Menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan perundangundangan mengenai Pemilu. namun kalau dilihat secara mendetail maka peran pengawas pemilu hanya berperan pasif saja. Mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu. Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang ditetapkan oleh undang-undang. kabu[aten/kota. PanwasKabupaten/Kota dan Panwas Kecamatan Hubungan pengawas pemilihan umum dengan Komisi Pemilihan Umum. Aturan ini sangat penting agar pembantu panitia baik dari tingkat pusat sampai tingkat daerah agar tidak terjadi perebutan kompetensi pelaksanaan tugas dan kewenangan . 3. 19 tahun 2008. 8. kabupaten/kota. Tugas dari pengawas pemilu (Bawaslu) diatur dalam pasal 74 ayat (1) yakni: 1. memang undang-undang penyelengaraan pemilihan umum no 22 tahun 2007 dan undang-undang no 10 tahun 2008. dalam pasal 66 ayat (2) dan (3) Peraturan KPU no. Walaupun sudah diatur mengenai panitia pengawas sampai pada pengawas lapangan tapi jumlah personil yang ada saat ini sangat terbatas. 6. Menyampaikan temuan dan laporan kepada KPU untuk ditindaklanjuti. Mengawasi pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi pengenaan sanksi kepada anggota KPU. Sebenarnya yang menjadi masalah sebenarnya adalah bagaimana tugas dan wewenang itu dilaksanakan. Ketiga. dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu yang sedang berlangsung. Akan muncul berbagai macam peyataan. pembagian tugas yang jelas oleh badan pengawas pemilihan umum kepada panitia pengawas provinsi. Komisi Pemilihan Umum Provinsi kedudukannya lebih tinggi dari pada Panitia Pengawas Pemilihan Umum Provinsi . Sekretaris Jenderal KPU. dengan tidak adanya kewajiban melakukan investigasi dan tindakan langsung tanpa menunggu laporan masyarakat . Menetapkan standar pengawasan tahapan penyelenggaraan Pemilu sebagai pedoman kerja bagi pengawas Pemilu di setiap tingkatan. 7. sekretaris KPU Provinsi. dan kecamatan. atau KPU Kabupaten/Kota. bisa dikatakan lengkap. 5. Dan Sengketa Pemilu diselesaikan oleh Bawaslu. KPU Provinsi. Inilah yang harus diatur oleh badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu). pegawai Sekretariat Jenderal KPU.

begitu juga KPU kabupaten/kota juga lebih tinggi dari Panwaslu Kabupaten/Kota atau Panwaslu Kabupaten/Kota bertanggung jawab kepada Panwaslu Provinsi atau KPU kabupaten/kota. Panwaslu Daerah bukan bawahan dari KPU Daerah Benarkah pendapat atau sikap yang menyatakan bahwa Bawaslu bawahan dari KPU atau Panwaslu daerah adalah bawahan dari KPU daerah? Dalam pasal 70 ayat (1) UU no 22 tahun 2007 tentang penyelengaraan pemilihan umum. Yang jelas bahwa bawaslu dengan KPU maupun Panwaslu provinsi. KPU kabipaten/kota. Panwaslu kabupaten/kota dengan KPU provinsi. pasal 1 angka 6 meyatakan bahwa KPU sebagai penyelengara pemilu. Kedua peryataan ini perlu di jernihkan agar tidakmenimbulkan pertanyaan yang berkepanjangaan. Panwaslu Kabupaeten/Kota. Kedua. yang mana. Menyatakan bahwa Panitia Pengawas Pemilu adalah Bawaslu. sementara penyelanggra pelaksanaan pemilu provinsi. Bawaslu terpisah dari KPU dan bersifat Mandiri. Sekretaris Jenderal KPU. kabupaten/kota adalah KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota (angka 7). Panwaslu Kecamatan. sekretaris KPU Provinsi. 2. dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu yang sedang berlangsung Sementara hubungan antara Panwaslu provinsi. Panwaslu Provinsi. bahwa KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota tidak dapat diawasi oleh Panwaslu Provinsi dan Panwaslu Kabupaten/Kota. pegawai Sekretariat Jenderal KPU. Bawaslu (pengawas pemilu secara umum) mengawasi seluruh tahapan penyelenggaraan pemilihan umum. Panwaslu Lapangan. Dan memberikan rekomendasi kepada KPU untuk menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan sanksi administratif atas pelanggaran sebagaimana yang dilakukan sanksi kepada anggota KPU. Sehingga dalam pertanggung jawaban juga sendiri tidak ada pertanggung jawabannya. Dan Panwaslu Luar Negeri. KPU Kabupaten/Kota. 1. serta KPU sendiri yang mengusulkan 15 nama calon Bawaslu (pasal 88 ayat (3) huruf h). Lalu siapa penyelengaraan pemilu. serta KPU Provinsi. hubungan antara Bawaslu dengan KPU harus intensif tetapi ”jangan terlalu dekat”. Panwaslu kabupaten/kota dengan KPU provinsi. pola hubungannya hampi sama dengan antara Bawaslu dengan KPU. yang tugasnya melakukan pengawasaan terhadap seluruh proses penyelengaraan. Yang kerap mengemuka adalah peryataan bahwa adalah KPU dari pusat hingga daerah tidak dapat diawasi oleh pengawas pemilu. Peryataan ini agak kontras dengan pernyataan lainnya yang mengatakan bahwa Pengawas Pemilu bertugas mengawasi KPU. Kpu kabupaten/kota tidak ada hubungan hirarki (atasan dan bawahan) karena masing-masing supra suktur pemilu ini bekerja dengan terpisah dan mandiri. kabupaten/kota. dalam menyampaikan temuan (pelanggaran yang bersifat administratif) dan melaporan kepada KPU untuk ditindaklanjuti (pasal 74 ayat (1) huruf c).kedudukanan. Lalu bagaimana hubungan antara KPU dengan Bawaslu. Pasal 87 ayat (1)Undang-undang no 22 tahun 2007 sudah mengatur hubungan dari belum terbentuknya bawaslu yakni KPU membentuk tim seleksi untuk membentuk bawaslu. pegawai sekretariat KPU Provinsi. Disamping itu setelah terbentuknya Bawaslu. sekretaris KPU Kabupaten/Kota. KPU Provinsi. . dengan Panwaslu provinsi. kabupaten/ kota. Untuk menjawab dan menjernihkan peryataan diatas kita perlu kembali kepada UU pemilu berkenaan dengan pada tugas dan kewenangan pada pasal 74.

Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . berdasarkan hasil penelitian jaksa.. Jl Sultan Hasanuddin." ungkap Cirus.detikNews Cirus menyatakan. pemiliknya Mr Sun. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Diposkan oleh daulah. KPU kabupaten/ kota. jaksa tidak menyebut setoran uang dari Roberto Antonious. panwaslu kabupaten/ kota adalah bawahan dan bertanggung jawab kepada KPU provinsi. itu 2 kali dalam 2 tahap. "Setelah dilimpahkan ke pengadilan. jadi hanya diam di rekening Gayus. dan Ika Syafitri. Cirus Sinaga. Tapi uang masuk ke rekening Gayus.detikNews "Penanganan kasus ini dimulai dari pengiriman SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan) dari Mabes Polri ke Kejagung." terangnya. pasal korupsi tidak disangkakan dengan pertimbangan uang Rp 370 juta masih dalam rekening. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Jakarta . siapa pun yang melakukannya. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Jaksa mengajukan tuntutan 1 tahun dan masa percobaan 1 tahun. Jakarta.detikNews "Terhadap penanganan perkara ini tidak ada permainan. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Memang tidak semua pelanggaran atas peraturan perundang-undangan dapat diselesaikan oleh pengawas pemilu."Terhadap penanganan perkara i. hanya terbukti penggelapan.detikNews "Uang itu berasal di transfer PT Megah Citra Jaya Garmindo. tapi setelah dicek.07 0 komentar [html] Jakarta . Uang itu setoran pajak dari PT Megah Citra Jaya Garmindo. Kejagung membeberkan kronologi bagaimana dakwaan disusun hingga alasan pasal korupsi dihapus. Eka Kurnia Sukmasari. Pengawas pemilu berwenang menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan penyelenggaraan pemilu. baik dalam rekayasa kasus ataupun dugaan suap. Kejagung membeberkan kronologi bagaimana dakwaan disusun hingga alasan pasal korupsi dihapus. . Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. warga Korea. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri ..Setelah Polri.detikNews Selain Cirus.alfarisi di 16.detikNews Namun. sementara kasus pidana harus diteruskan kepada penyidik. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Terhadap uang itu tersangka menyatakan uang itu untuk mengurus pajak PT Megah. tidak tahu berada di mana. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Dengan demikian jelaslah bahwa tidak ada satu perundangan dan keputusan KPU manapun yang menyatakan bahawa panwaslu provinsi. warga yang berhak memilih bahkan penyelenggara pemilu sekalipun.detikNews Uang itu tidak digunakan dan dikembalikan. Saat itu dengan sangkaan korupsi." kata jaksa peneliti kasus Gayus.. hanya 2 pasal yang terbukti yaitu pencucian uang dan penggelapan.. Senin (22/3/2010). money laundering." ujar jaksa yang juga menangani kasus Antasari Azhar ini. Misalnya pelanggaran administratif harus diteruskan kepada KPU. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.Setelah Polri. kini giliran Kejagung yang membantah ada rekayasa dalam kasus Gayus Tambunan. dan penggelapan. kini giliran Kejagung yang membantah ada rekayasa dalam kasus Gayus Tambunan.Dengan demikian dapat diartikan bahwa setiap pelanggaran peraturan perundangundangan yang terjadi pada setiap tahapan harus diproses oleh pengawas pemilu. Baik itu peserta pemilu. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Anggota pengawas pemilu pun tidak luput dari ketentuan . dalam jumpa pers di Kejagung. Tapi berbeda dengan Polri. jaksa peneliti berkas perkara tersebut adalah Fadil Regan.

Sebelumnya. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri .detikNews "Dan di Pengadilan Tangerang Gayus tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan. hakim Muhtadi Asnun didakwa menerima uang sebesar US$ 40 ribu untuk membebaskan Gayus dari perkara pencucian uang pada 2009. dituntut hukuman penjara tiga tahun enam bulan dan denda Rp250 juta di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. setelah diteliti berdasarkan alat bukti. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Firman Wijaya mengatakan. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . jaksa berani mengambil sikap untuk menuntut Gayus dengan pasal 372 KUHP dengan pidana penjara 1 tahun dan percobaan 1 tahun. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. tapi penggelapan pajak murni.detikNews Karena itu. “Kan sudah jelas dalam kasus ini ada rekayasa yaitu rencana tuntutan.detikNews "Karena takut hilang. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. 31/1999 jo UU No 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Uang diserahkan di rumah orang tua istri Gayus. lengkap dengan kwitansinya. uang dimasukkan Gayus ke Bank Panin. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. 15 September 2008 US$ 650 ribu. Andi adalah pengusaha properti di Batam.detikNews "Uag Rp 370 juta bukan tindak pidana karena perjanjian mengurus pajak. 10 Desember US$ 500 ribu. Uang itu akan digunakan untuk membangun ruko. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Menurut Jaksa Penuntut Umum Yori Rowando. Cirus menjelaskan. Seharusnya masalah rentutnya dulu yang diselesaikan baru perkara Pak Asnun. 27 Oktober 2008 US$ 260 ribu.6 miliar yang ada di rekening Gayus. Perjanjian ditandatangani 25 Mei 2008. Total US$ 2. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. biaya yang dibutuhkan mencapai US$ 6 juta dolar dan Andi baru menyerahkan uang secara tunai dalam 6 tahap. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus." tegas Cirus. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.detikNews Selain itu. dan 16 februari US$ 13 ribu. Bukan korupsi. terdakwa kasus suap saat menangani perkara pajak Gayus H Tambunan. terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur Pasal 6 ayat 2 UU No. Itu mengurus pajak dalam jabatan Gayus sebagai pegawai.detiknews.Jaksa juga berkesimpulan hal itu bukan money laundering. bukan money laundering." tutupnya. yah KAJIAN . 10 November US$ 200 ribu.detikNews Sumber: us. pengacara Asnun. Sidang dilanjutkan pekan depan untuk penyampaian pembelaan terdakwa dan penasihat hukumnya." imbuhnya. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . 22/03/2010 16:47 WIB Jakarta-Yustisi. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. uang tersebut milik Andi Kosasih.detikNews Terkait uang Rp 24. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . bukan menyuap.8 juta. Atas tuntutan ini. Senin (8/11).detikNews "Gayus diberi kepercayaan Andi untuk pengadaan properti ruko seluas 2 hektar di Jakarta Utara. Yang pertama 1 Juni 2008 US$ 900 ribu." jelasnya.com I Senin.detikNews (ndr/nrl) Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. kliennya merupakan korban rekayasa kasus ini.com: Hakim Muhtadi Asnun.” tuturnya usai sidang.

Melalui metode kajian yang bersifat kualitatif dan pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam di 14 (empat belas) provinsi dan 28 (dua puluh delapan) kabupaten/kota. pembentukan daerah atau dalam hal ini pemekaran daerah tidak bisa dilakukan secara serampangan. Sampai awal 2007. dan kriteria-kriteria yang dapat ditawarkan dalam melakukan pemekaran daerah di Indonesia. teknis dan fisik kewilayahan?. Penghapusan dan Penggabungan Daerah memang memberikan ruang yang lebih leluasa bagi terbentuknya daerah otonom baru. Dalam hubungan ini. dan Daerah Otonom dapat dimekarkan menjadi lebih dari satu daerah jika dipandang sesuai dengan perkembangan daerah?.Model Evaluasi Pembentukan. perihal pemekaran daerah diatur pada Pasal 46 ayat (3) dan (4). tetapi pada kenyataannya daerah yang bersangkutan tidak menunjukkan kemajuan (progress) sebagaimana yang diharapkan. sebagai berikut: ?Pembentukan daerah dapat berupa penggabungan beberapa daerah atau bagian daerah yang bersandingan atau pemekaran dari satu daerah menjadi dua daerah atau lebih?. Secara legal formal. 129 Tahun 2000. Sementara. (2) Implikasi pemekaran daerah. tentunya dapat ditelusuri hadirnya berbagai faktor yang melatarbelakangi pemekaran daerah. UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah jo PP Nomor 129 Tahun 2000 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran. Sebuah pertumbuhan . implikasi yang ditimbulkannya. pada Pasal 5 ayat (1) disebutkan: ?Pembentukan daerah sebagaimana dimaksud pada pasal 4 harus memenuhi syarat administratif. dan (3) Kriteria-kriteria yang digunakan untuk melakukan pemekaran telah mengacu pada PP No. Pada ayat (4) disebutkan bahwa pemekaran dari satu daerah menjadi dua daerah atau lebih sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dilakukan setelah mencapai batas maksimal usia penyelenggaraan pemerintahan. Pemekaran. Fakta bahwa pemekaran daerah telah menjadi euforia di era otonomi daerah pasca reformasi menjadi tidak terbantahkan. Dimotivasi oleh percepatan pertumbuhan demokrasi (lokal). di antaranya: (1) Alasan utama pemekaran daerah ternyata lebih didasarkan pada faktor emosional. Pada Pasal 6 ayat (1) dan (2) UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan ?? Daerah dapat dihapus dan digabung dengan daerah lain. kajian ini telah memperoleh temuan-temuan lapangan yang menarik. bukan rasional. Penggabungan Dan Penghapusan Daerah EXECUTIVE SUMMARY Era reformasi yang ditandai dengan meningkatnya tuntutan untuk melakukan pemekaran daerah berjalan seiring dengan regulasi pembentukan daerah otonom baru yang dianggap lebih mudah daripada waktu sebelumnya. telah menambah beban anggaran pemerintahan negara. jumlah daerah otonom baru sebanyak 7 provinsi dan 162 kabupaten/kota. Di dalam UU Nomor 32 Tahun 2004. terbukti adanya berbagai persyaratan dan kriteria yang harus dipenuhi dalam melakukan pemekaran. sehingga total provinsi sebanyak 33 dan kabupaten/kota sebanyak 473.

dimana pemekaran daerah terjadi karena menganggap adanya perbedaan budaya antara daerah yang bersangkutan dengan daerah induknya. Provinsi Bangka Belitung. bahwa pemekaran dijadikan alasan untuk mendapatkan keadilan. Berdasarkan hasil kajian. 4. Sulawesi Tenggara (Konawe Selatan). 6. Dari sisi implikasi. Implikasi pemekaran daerah terhadap daerah. . kemudian Provinsi Gorontalo dengan Sulawesi Utara. dimana pemekaran daerah diharapkan dapat mempercepat pembangunan di daerah. Artinya. infrastruktur dan sarana perhubungan yang minim. Disamping itu di Pulau Movotai pada Perang Dunia II merupakan ajang penghalau udara Amerika Serikat. seperti terjadi pada pemekaran Provinsi Bangka Belitung (pemekaran dari Provinsi Sumatera Selatan) dan Provinsi Irian Jaya Barat (pemekaran dari Provinsi Papua) serta pemekaran Kabupaten Keerom (pemekaran dari Kabupaten Jayapura). Alasan ekonomi. Alasan historis. baik bagi pemerintahan daerah maupun pemerintahan pusat. Sebagai contoh: Penduduk Bangka Belitung dengan penduduk Sumatera Selatan. Contoh: pemekaran Provinsi Kepulauan Riau. 5. Zainal Abidin Syah) dinobatkan sebagai Gubernur pertama. 1. Sumatera Utara (Serdang Bedagai). pemekaran suatu daerah dilakukan karena alasan sejarah. Alasan keadilan . yang meliputi organisasi perangkat daerah dan organisasi pusat di daerah. Sebagaimana diketahui daerah yang dimekarkan akan mendapatkan anggaran dari daerah induk selama 3 tahun dan mendapatkan dana dari pemerintah pusat (DAU dan DAK). Kondisi seperti ini terutama terjadi di Indonesia Timur seperti Papua (Keerom) dan Irian Jaya Barat (Kabupaten Sorong). Hal ini dijadikan alasan utama karena adanya kendala geografis. 2. 3. terdapat alasan-alasan yang mendasari dilaksanakannya pemekaran daerah adalah: 1. dan Lampung (Tanggamus). antara lain : o Pembentukan kelembagaan baru : Pemekaran daerah menimbulkan implikasi bagi kelembagaan daerah. terutama jika dibandingkan dengan masa Orde Baru. dan pemekaran yang terjadi di daerah lainnya seperti Kalimantan Timur (Kutai Timur). Pembentukan daerah otonom baru telah menimbulkan berbagai implikasi yang terjadi pada semua level pemerintahan. dimana Raja Ternate (Alm. Alasan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. dan Provinsi Sulawesi Tenggara. Alasan kultural atau budaya (etnis). yaitu bahwa daerah hasil pemekaran memiliki nilai historis tertentu. demikian pula Kabupaten Minahasa Utara yang merasa berbeda budaya dengan Kabupaten Minahasa.pemerintahan daerah yang luar biasa. pemekaran daerah diharapkan akan menciptakan keadilan dalam hal pengisian jabatan pubik dan pemerataan pembangunan. Sebagai contoh: Provinsi Maluku Utara sebelumnya pernah menjadi ibukota Irian Barat. Alasan anggaran. pemekaran daerah dilakukan untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah.

Apabila tidak dikelola dengan baik. maka pemekaran berimplikasi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di daerah tersebut. o Pola Hubungan Kerja di Daerah Pemekaran : Hubungan pemerintahan daerah dengan lembaga lainnya akan dapat berjalan dengan baik jika kondisi internal pemerintahan daerah tersebut telah berjalan baik dikarenakan pemerintahan daerah telah mampu menyelesaikan sebagian besar persoalan yang dihadapinya. personel dan dokumen) yang tidak tuntas. peralatan. namun jika terbentuknya daerah baru menimbulkan egosentris suatu masyarakat maka hal ini tentunya sangat merugikan bagi daerah yang bersangkutan. . baik berkenaan dengan politik anggaran maupun proses demokratisasi di daerah. bukan saja mengenai penentuan ibukota daerah otonom baru dan penentuan batas wilayah. 2. pemekaran daerah justru dapat menyebabkan kerusakan lingkungan akibat eksploitasi darerah yang berlebihan.Sebagai konsekuensi logis pemekaran daerah. maka terbentuk kelembagaan daerah yang meliputi organisasi perangkat daerah (Dinas dan Lembaga Teknis Daerah). implikasi yang terjadi adalah penambahan jumlah kelembagaan vertikal di daerah. o Pemberdayaan Ekonomi: Pemekaran daerah yang telah memperhitungkan potensi dan kesiapan daerah serta dilakukan dengan mekanisme yang tepat. Hal ini dapat bernilai positif jika itu ditunjukkan untuk meningkatkan kesejahteraan daerah. o Politik lokal : Pemekaran daerah berimplikasi terhadap dinamika politik di daerah. terutama dalam hal pemanfaatan sumber daya alam. o Lingkungan Hidup : Pemekaran daerah selain membawa implikasi positif juga dapat berdampak positif. Implikasi pemekaran daerah terhadap pemerintahan pusat. dan BUMD. Penyebab ketidakharmonisan hubungan tersebut antara mengenai proses penyerahan P3D (penganggaran. dan kewajiban-kewajiban lain yang harus diselesaikan oleh daerah induk selama masa pembinaan serta persoalan batas wilayah. antara lain : o Dalam aspek kelembagaan pemerintahan pusat. o Kemiskinan : Selain meningkatnya pertumbuhan ekonomi di beberapa daerah yang secara nyata mempunyai daya saing sebagai daerah otonom baru. ternyata pemekaran daerah juga berpotensi menimbulkan kemiskinan atau dapat dikatakan pemekaran daerah berpotensi menimbulkan terjadinya pemiskinan. baik itu mengenai demeografinya maupun kualitas dan komposisinya. DPRD. tetapi juga mengenai sumber-sumber kekuasaan dan tarik-menarik kepentingan di antara elit politik di daerah otonom baru. o Sumber daya manusia : Pemekaran secara nyata telah membawa implikasi bagi dinamika sumber daya manusia di daerah otonom baru. Terbitnya berbagai Peraturan Daerah (Perda) yang berorientasi peningkatan PAD telah memberatkan masyarakat dan pada tataran yang lebih luas telah menimbulkan ekonomi biaya tinggi (high cost economy).

indikator dan sub indikator tersedia. Tim mengusulkan persyaratan/kriteria untuk melakukan pemekaran daerah.o o Dalam aspek kewenangan. tercantum sub indikator ”jumlah hotel/akomodasi lainnya. 3. sebagaimana terdapat pada rekomendas kajian poin 2. 129/2000. Untuk itu. jumlah restoran/rumah makan. Faktanya. Prosedur: untuk prosedur pemekaran daerah telah dirumuskan dengan cukup baik. Hal ini sekaligus dapat menjadi alat untuk meminimalisir implikasi negatif yang ditimbulkan akibat pemekaran. pemerintah pusat – yang menangani urusan Pemerintah Pusat dan depertemen teknis – harus menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan penyerahan kewenangan tersebut. implikasi yang terjadi adalah penambahan alokasi keuangan/anggaran untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerah. Mencermati uraian pada kesimpulan di atas. Dari syarat/kriteria dan indikator tersebut dapat disimpulkan hal-hal berikut: o Tidak ada kejelasan kluster yang memayungi syarat/kriteria. dengan menambahkan beberapa perubahan khususnya untuk kriteria pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kemampuan daerah yang akan dimekarkan. jumlah obyek wisata”. o Pada indikator luas wilayah dan jumlah penduduk dibedakan . o Indikator dan sub indikator tersebut lebih mengukur potensi. sehingga 7 (tujuh) syarat/kriteria tersebut seolah-olah terpisah satu sama lain. sehingga banyak terjadi penyimpangan dari prosedur yang telah ditetapkan. indikator sarana pariwisata. adalah sebagai berikut: 1. tetapi tidak ada penekanan pada tahap implementasi. sehingga daerah otonom baru langsung memiliki tanggung jawab yang sama besar dengan daerah induknya. Prosedur pemekaran yang terjadi selama ini tidak melalui model ’transisi’. Dalam aspek hubungan keuangan dengan pemerintah pusat. 2. Tim merekomendasikan hal-hal sebagai berikut: 1. Dari tabel dapat dilihat pelayanan yang dimakud adalah pelayanan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan. pemekaran daerah lebih banyak berasal dari inisiatif DPR. Menurut hasil kajian. Pada indikator potensi daerah juga terdapat ’sarana pendidikan’ tetapi isinya bukan mengukur sarana tetapi kinerja. Secara garis besar dapat dikatakan terdapat dua prosedur pemekaran yakni pemekaran melalui jalur pemerintah (eksekutif) dan jalur DPR (legislatif). Pemekaran daerah hendaknya didasarkan pada alasan-alasan yang rasional. Persyaratan dan kriteria: persyaratan dan kriteria yang ditetapkan lebih cenderung mengukur potensi/input. model evaluasi pemekaran daerah yang dilakukan berdasarkan PP 129/2000. dalam bentuk DAU maupun DAK. Sebagai contoh: dalam syarat/kriteria potensi daerah. o Persyaratan/kriteria tersebut sebagian besar masih mengacu pada PP No. bukan output.

Secara bertahap. 4.antara Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali. penghapusan dan penggabungan daerah (Pasal 5 s/d 8). persyaratan dan kriteria seketat apapun pada akhirnya tidak akan bermanfaat jika tim penilai (evaluator) tidak memiliki integritas (: kejujuran) yang memadai. tetapi belum menyentuh pengaturan tentang pemekaran daera 3-2. maka faktor integritas menjadi kunci utama apakah sebuah daerah layak dimekarkan. Terlebih lagi jika penilaian dilakukan melalui self-assesment. daerah tersebut dapat dipertimbangkan untuk dimekarkan kembali. o Namun. Perlu dilakukan pentahapan dalam melakukan pemekaran daerah. 32 tahun 2004 yang terkait dengan pengaturan pembentukan. Penetapan daerah persiapan ditungkan dalam bentuk Perpres. Selain itu adalah tidak efisiennya konsumsi sumberdaya lokal. 3. Bagi pemerintah daerah yang tidak memenuhi persyaratan. tetapi mengalami keterbatasan-keterbatasan yang mengakibatkan tidak memenuhi persyaratan. o Setelah menjadi daerah persiapan selama dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun dan dilaksanakan penilaian oleh tim penilai. o Setelah 5 (lima) tahun menjadi daerah otonom. pemerintah daerah yang memenuhi persyaratan akan dimekarkan menjadi ’daerah persiapan’ dimana untuk provinsi dengan nomenklatur ’provinsi persiapan’ dan ’kabupaten/kota persiapan’ untuk kabupaten/kota. apabila dinilai memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Pemerintah perlu merevisi UU No. Pada tataran yang lebih tinggi dan skala yang lebih luas. 32 Tahun 2004 memang pernah diwacanakan. tetapi dibentuk dalam ’daerah persiapan’. Mengapa Desentraliasi dan Tata Pemerintahan Lokal? Latar belakang dan asal muasal reformasi desentralisasi adalah tidak berfungsi dan gagalnya sistem pembuatan keputusan yang sentralistis dimana pemerintah pusat tidak dapat menyediakan solusi-solusi bagi tiaptiap komunitas di tiap-tiap lokalitas yang beragam. maka daerah persiapan tersebut dapat diubah statusnya menjadi daerah otonom. hal ini ditempuh guna mengurangi terjadinya in-efisiensi. 2. o Pemekaran daerah dilakukan secara berjenjang. maka dapat dilakukan penguatan (strengthtening) Kecamatan untuk mendekatkan pelayanan publik. Revisi UU No. pemekaran. Sistem alokasi yang tersentralisasi telah gagal dalam memberikan hasil yang . Dalam hal ini reformasi desentralisasi mempunyai fokus pada perbedaan lokalitas dan mencoba mengembangkan kapasitas pemerintah daerah dalam memecahkan permasalahan-permasalahan di tingkat lokal. yaitu daerah tidak langsung dimekarkan menjadi daerah otonom.

Namun demikian. sistem tersebut dapat merusak hubungan antara penerimaan dan pengeluaraan di daerah dan masyarakat lokal tidak dapat mengawasi dan mengontrol keuangan pemerintah daerahnya masingmasing. 32/2004 Indonesia memasuki tahapan baru kepemerintahan. Hasilnya adalah kegagalan dalam alokasi sumberdaya lokal bagi masyarakat lokal itu sendiri. pelayanan publik menjadi mudah direalisasikan mengingat adanya kedekatan antara penyedia layanan dan pengguna layanan. Asumsi dasar desentralisasi yaitu mendekatkan pelayanan dengan rakyat. dengan adanya tradisi mengenai tata pemerintahan lokal. Dengan sistem desentralisasi. 22/1999 dan amandemennya UU No. pemerintah daerah dan masyarakat lokal memiliki pengalaman akan praktik tata pemerintahan yang baik seseuai dengan kondisi khusus masing-masing. Tidak mengherankan apabila pada masa orde baru. Pajak yang ditarik secara terpusat oleh pemerintah pusat dan sistem konsumsi sumberdaya lokal merupakan sistem yang sangat menguntungkan bagi pemerintah pusat untuk mengontrol pengeluaran lokal dan pembuatan kebijakan di daerah. Jalan yang terbaik untuk meminimalisasi persoalan yang diakibatkan gagalnya sistem yang tersentraliasi adalah reformasi desentralisasi. Dengan diberlakukannya UU No. Sangatlah wajar jika kemudian tiap daerah telah mempunyai modal yang cukup mengenai pelaksanaan dan strategi tata pemerintahan lokal untuk kemudian memperkaya konsep otonomi daerah. Yang terakhir adalah kematangan sistem pemerintahan daerah dan masyarakat sipil di daerah. tingkat kepuasan masyarakat akan aktivitas pemerintah daerah akan semakin berkurang seiring ketidakmampuan pemerintah daerah membiayai pelayanan publik yang diinginkan oleh masyarakat lokal. contohnya adalah sistem alokasi penerimaan pajak. salah satu mekanisme sentralisasi kekuasaan oleh pemerintah pusat berpusat pada pengontrolan alokasi dana untuk pembangunan daerah. Desentralisasi dan otonomi diharapkan menjadi solusi yang tepat untuk berbagai persoalan yang ada di daerah.efisien dan efektif dalam hal pengeluaran pemerintah pusat dan daerah. Ketika masyarakat lokal cenderung untuk meminta banyak dari pemerintah daerah sehubungan dengan pelayanan publik dan lain sebagainya tanpa kesadaran akan biaya yang akan dikeluarkan oleh pemerintah daerah. . Di setiap daerah. Terlebih lagi mengingat bentuk negara Indonesia sebagai negara kepulauan yang sulit dijangkau dan setiap wilayah memiliki karakteristik yang sangat berbeda.

Perubahan Tata Pemerintahan Dalam tulisan ini. Penciptaan demokrasi lokal adalah yang utama dimana dalam hal ini mencakup lembaga 2. Selain itu. Efisiensi dan efektifitas dari pemerintah daerah. tetapi juga menyangkut pengalihan kewenangan dari pemerintahan ke masyarakat. kebijakan otonomi daerah itu tidak hanya perlu dilihat kaitannya dengan agenda pengalihan kewenangan dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah.Oleh karena itu. 3. terdapat beberapa prinsip utama yang harus diperhatikan. tata pemerintahan yang baik mengacu pada konsep sebagaimana yang sering ditekankan oleh World Bank selama dua dekade belakangan ini. 4. Pemberantasan korupsi. tata pemerintahan yang baik adalah standar minimum bagi pemerintah daerah. hak pilih bagi masyarakat lokal. Justru inilah yang harus dilihat sebagai esensi pokok dari kebijakan otonomi daerah itu dalam arti yang sesungguhnya. sementara itu pembangunan masyarakat lokal sendiri sangat sulit dicapai jika hanya mengandalkan usaha sendirisendiri. Pemerintah daerah sendiri akan sulit untuk mereformasi dirinya sendiri. Di era desentralisasi. Untuk mencapai tata pemerintahan lokal yang baik. oleh karena itulah diperlukan suatu hubungan saling membangun antara pemerintah daerah dan masyarakat lokal dalam penciptaan tata pemerintahan lokal yang baik. Prinsip rule of law termasuk di dalamnya due process of law dan prinsip keadilan. Mengutip Nikawa (2006). 3-3. Perwakilan lokal yang dipilih oleh masyarakat lokal. tata pemerintahan lokal yang menjalankan desentralisasi membutuhkan lebih banyak kapasitas dan kapabilitas karena tata pemerintah lokal dalam bentuk ini mempunyai kewenangan dan sumber daya yang besar dan untuk memberdayakan kewenangan dan sumber daya tersebut dibutuhkan kapasitas dan kapabilitas Untuk itu diperlukan pembangunan dan reformasi dalam pemerintahan lokal dan masyarakat lokal. 1. 5. kemudian berevolusi menjadi tata . Otonomi daerah berarti otonomi masyarakat di daerahdaerah yang diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang keprakarsaan dan kemandiriannya dalam iklim demokrasi dewasa ini. partisipasi publik. dan lainnya. tata pemerintahan lokal mempunyai tahapan perubahan selayaknya evolusi dalam tiga tingkatan yaitu tata pemerintahan lokal responsif.

restrukturisasi. kondisi finansial pemerintah daerah yang stabil dan baik. the actors learn and grow in the governance partnership. which operate to organize the network issue and then policy network in specialized areas. Lebih lanjut Nikawa (2006) menjelaskan: “The responsive local governance means the good governance of local government. While citizen participation is increasing. Dalam menuju tata pemerintahan lokal. which attain more effective and efficient policy outcome. pemerintah daerah dan masyaraka lokal harus mengubah dirinya sendiri. Reformasi Pemerintah Daerah. Pemerintah daerah merupakan elemen penting dalam kehidupan masyarakat terutama pada era desentralisasi dan harus di tranformasikan untuk mencapai tata pemerintahan lokal yang sesuai dengan tuntutan desentralisasi.pemerintahan network. The governance partnership will keep and secure the sustainability of community. Responsive local governance ought to carry out its duty of responsibility and accountability for local people. the cooperation of provision of public services among them. peningkatan kemampuan organisasional dalam perumusan pengambilan kebijakan dan pelayanan publik. dan pembangunan kapasitas dari pegawai negeri daerah. and NGOs are the actors. 3-4. The network governance is composed of the cooperation and responsiveness of local actors. . privatisasi. In the network governance. Also there is networking among local government and many local actors. This network functions in the participative decision-making process of local government. local governance begins to change to the network governance. and the effective and efficient use of local resources though this cooperation. and provide the chance of citizen participation. Untuk mencapai tata pemerintahan lokal oleh pemerintah daerah. harus terdapat pengembangan kapasitas pemerintah daerah yang mencakup reformasi pemerintah daerah. is characterized by the equal partnership between local actors and government. dan tahapan terakhir adalah tata pemerintahan lokal kemitraan. Reformasi pemerintah daerah dalam beberapa hal mengadopsi beberapa langkah berikut yaitu pemangkasan biaya. private company. Local actors are mutually networked and exchange their information among them. providing that the local people acquire maturity as an owner and user of power and control in locality. The community action group.

harus diberikan kesempatan untuk berpastisipasi dalam skema kemitraan di tata pemerintahan lokal. kampus. Perubahan dan transisi terjadi dimanamana di seluruh penjuru negeri.indikator pelaksanaan tugas. Tujuh tahun penyelenggaraan Desentraliasi di Indonesia setidaknya memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati angin demokrasi lokal yang disebut Pilkada ini. Namun demikian. sampai gedung pemerintahan. Proses desentralisasi itu sendiri merupakan proses yang sangat penting dan menentukan masa depan Indonesia. keterbukaan politik yang dirasakan belakangan ini. Demi mencapai pengembangan kapasitas mereka. Pilkada sebagaimana diketahui bersama merupakan bentukan dari proses desentralisasi di Indonesia dengan dasar hukum UU No. Pengembangan kapasitas dua element tersebut sangat menentukan dalam berfungsinya tata pemerintahan lokal. . Hal ini terlihat dari dinamika masyarakat Lampung menyambut Pilkada yang akan diselenggarakan dalam waktu yang tidak lama lagi. 3-5. Pilkada Langsung dan Konsolidasi Demokrasi Satu peristiwa paling dramatis di akhir abad 21 adalah pergerakan Indonesia menuju demokratisasi. Indonesia memulai kembali proses desentralisasi yang terhenti sejak digagas pertama kali tahun 1933 oleh Hatta dalam tulisannya “Autonomi dan Centralisasi dalam Partai” dan selama tujuh tahun ini kebijakan desentralisasi memberikan banyak warna terhadap perjalanan berbangsa dan bernegara di Indonesia. dan evaluasi kebijakan. Dalam reformasi demikian. elemen yang harus diperhatikan adalah pegawai negeri daerah dan masyarakat lokal. Sejak 2001. pertumbuhan civil society. Keberhasilan dan kegagalan kebijakan ini akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap berbagai aspek kehidupan bangsa terutama kehidupan demokrasi di Indonesia. 32 Tahun 2004 mengenai Pemerintahan Daerah. Saat ini semua kalangan masyarakat sudah menjadi partner dan stakeholder dalam demokratisasi Indonesia. Pembicaraan mengenai pilkada sudah menjadi bagian dari dinamika masyarakat lampung hari-hari belakangan ini dan sudah menjadi suatu yang awam dibicarakan berbagai kalangan masyarakat mulai dari pasar. kebebasan media dan tuntutan akuntabilitas pemerintah telah menjadi warna demokrasi Indonesia. tidak dapat dipungkiri bahwa kelahiran demokrasi di Indonesia membawa cerita yang tidak selalu manis.

bisa menjadi semakin demokratik dan bisa juga semakin tidak demokratik. penerapan prinsip tata pemerintahan yang baik dan lain sebagainya. perbaikan kesejahteraan rakyat. Di titik inilah desentralisasi dengan perwujudan otonomi daerah memiliki peran yang sangat penting dalam konsolidasi demokrasi. Pilkada merupakan institusi demokrasi lokal yang penting karena dengan Pilkada. Selain itu salah satu pemikiran diterapkannya desentralisasi adalah institusi demokrasi lokal akan lebih memahami dan merespon aspirasi lokal karena jika dilihat dari asfek jarak institusi dan masyarakat lokal yang dekat. Bagi calon . Kebijakan desentralisasi bukanlah tanggung jawab pemerintah pusat atau daerah semata namun juga merupakan tanggung jawab masyarakat lokal sebagai pihak yang memiliki hak utama dalam penyelenggaraan kehidupan lokal. Tantangan bagi penguatan demokrasi atau konsolidasi demokrasi ini adalah bagaimana memberikan akses demokrasi kepada masyarakat dan pembentukan serta penguatan institusi-institusi demokrasi. masa depan demokrasi adalah adalah tiada henti.Demokrasi menurut Diamond harus dipandang sebagai fenomena yang berkelanjutan (Diamond: 1999). Oleh karena itulah demokrasi harus selalu diperkuat baik dengan penguatan institusi maupun penguatan civil society. Desentralisasi bukan hanya persoalan pengaturan hubungan antar berbagai tingkatan pemerintahan namun juga merupakan persoalan mengenai hubungan antara negara dan rakyatnya. geliat Pilkada akhir-akhir ini semakin dinamis. elemen-elemen demokrasi akan muncul dan berkembang dalam berbagai tingkatan dan tahapan dengan tingkat kecepatan yang berbeda-beda di setiap negara. kepala daerah yang akan memimpin daerah dalam mencapai tujuan desentralisasi akan terpilih melalui tangantangan masyarakat lokal secara langsung. di lampung sendiri. Peran desentralisasi dalam konsolidasi demokrasi tersebut berasal dari adanya proses demokrasi yang memotivasi otoritas lokal dalam menjawab aspirasi dan kebutuhan konstituennya. mereka memiliki akses yang lebih baik terhadap informasi. penyediaan pendidikan dasar dan layanan kesehatan. Perubahan demokrasi juga bergerak menuju arah yang berbeda. Kepala daerah terpilih inilah yang nantinya akan menjadi pemimpin dalam pembangunan di daerah termasuk di dalamnya penguatan demokrasi lokal. Dipandang dari perspektif ini. Demokratisasi di Indonesia kemudian diperkuat dengan adanya pemilihan kepala daerah secara langsung atau yang lebih dikenal dengan Pilkada mulai tahun 2005. Hal ini akan tercapai melalui lembaga perwakilan masyarakat lokal dalam wadah yang DPRD melalui proses pemilu yang bebas.

‘Funding System for Daerah Percontohan’. Lamb.). ‘Indonesia: What Do We Mean by Decentralization?’ Public Administration and Development. dengan demikian sedikit banyak akan semakin memupuk dan memperkuat demokrasi yang beranjak dewasa. (1997).. Kesimpulan Meskipun banyak kritikus menyebut desentralisasi di Indonesia merupakan reformasi yang tidak selesai. Seoul. 1999. D. University of Birmingham Devas. Jakarta. Otonomi Daerah. IV. dkk (ed. N. perubahan yang significan banyak terjadi di tataran pemerintahan daerah. Nikawa. S. Diamond. Perubahan tersebut adalah perubahan dari tata pemerintahan sentralistik ke tata pemerintahan lokal menuju ke arah tata pemerintahan partnership antara masyarakat lokal. and Devas. Tatsuro. nada pesimis dan pandangan negatif dari berbagai kalangan tentang pelaksanaan pilkada di Indonesia tidak meniadakan arti pentingnya institusi ini dalam konsolidasi demokrasi di era desentralisasi ini. Piliang. 2006. Pilkada menjadi sarana masyarakat lokal untuk mengevaluasi kinerja calon selama yang bersangkutan menjabat sebagai kepala daerah. Paper presented in Regional Forum on Reinventing Government in Asia Building Trust in Government: Innovations to Improve Governance 6-8 September 2006. Yayasan Harkat Bangsa bekerjasama dengan Partnership Governance Reform in Indonesia. 17(3): 251-68. Daftar Pustaka Delay.incumbent yang maju untuk kedua kalinya. Developing Democracy toward Consolidation. Republic of Korea. Report to the Government of Indonesia. Namun demikian tata pemerintahan partnership ini tampaknya masih jauh dari harapan untuk diwujudkan di Indonesia dalam waktu dekat. Selain itu. N. swasta dan pemerintah daerah. Indra J. lembaga swadaya masyarakat. . Development Administration Group. Baltimore and London: The John Hopkins University Press. 1995. “Decentralization And Local Governance: Reinforcing Democracy And Effectiveness Of Local Government”. Evaluasi dan Proyeksi. Larry. 2003. Saat ini bagi masyarakat lokal yang terpenting adalah memilih kepala daerah yang dinilai mampu untuk memimpin daerah.

Ini ironis mengingat pemerintah propinsi kerap mengkritik Jakarta yang kelewat membangun Jawa. dan di Nanggroe Aceh Darussalam yang mengalami isu pemekaran. Sabtu 7 Februari 2009 Selasa (3/2) lalu kita dikejutkan peristiwa unjuk rasa rusuh yang berujung kematian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat. Dampak infrastruktur yang lengkap ialah semakin berkembangnya daerah tersebut . Melbourne: Montech Pty Ltd. Di banyak daerah. Indonesia. Undang Undang Nomor 33 Tahun 2004 Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Ditulis dalam Decentralization « Preman Makan Bakery Looking up Japan Local Amalgamation: Strategy for Decentralization Reform in Indonesia » Friday. Kejadian ini tentu membuat miris semua pihak.Rohdewohld. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Sementara pemerintah propinsi juga banyak dikritik karena gagal melakukan pemerataan. Biasanya yang sangat terasa adalah pembangunan infrastruktur oleh Pemerintah Propinsi (Pemprop) yang lebih banyak dilakukan di sekitar ibu kota propinsi. Public Administration in Indonesia. memang isu kesejahteraan menjadi sentral. Unjuk rasa itu terkait desakan pendukung bakal propinsi Tapanuli terhadap DPRD agar segera mengeluarkan rekomendasi pemekaran. Betapa upaya pemekaran wilayah yang niatnya untuk kepentingan rakyat agar lebih sejahtera namun diperjuangkan dengan cara kasar. Indonesia. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Undang Undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah Indonesia. February 6 Meninjau Ulang Urgensi Pemekaran Propinsi Batam Pos. (1995). R. contohnya Provinsi Kepulauan Riau dan Banten yang sudah lama berdiri. Undang Undang Nomor 25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Indonesia.

Sulawesi Utara dan Gorontalo. Singkatnya. Pengalaman banyak daerah menunjukkan nilai tambah lebih dirasakan elit yang mendapat jabatan-jabatan baru. Jawa Barat dan Banten. Dari sini. Ini bergulir pada penyerapan lapangan kerja. Tak Harus Pemekaran Memang betul bahwa peluang pemekaran dimungkinkan oleh Undang Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 129 tahun 2000 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran. tapi juga pengadaan kantor. serta pajak galian C yang agak lumayan. biaya ekonomi membesar dan lokasi geografis kurang mendukung kegiatan ekonomi. serta Maluku dan Maluku Utara. Hal sama dialami Sumut. Namun sayang. perihal kemampuan daerah inilah yang tidak benar-benar jadi pertimbangan. kendaraan dinas. perjalanan dinas. Ada posisi gubernur. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang perlu diisi. . Ini perlu dibiayai tidak hanya penghasilannya. Maka penyelesaian yang dilakukan harusnya juga bersifat struktur. Pesisir timur tumbuh pesat menjadi kawasan niaga. Maka pemekaran wilayah ibarat menambah mesin bajak baru dengan luas ladang yang tak bertambah. kue yang dihasilkan propinsi malah jauh lebih besar. pemekaran berarti ada lembaga-lembaga baru. skala produksi mengecil. sebagian besar tempat malah kerja sama ekonomi masyarakat melemah. Penghapusan. Akan jadi aneh jika potensi daerah yang masih jauh dari kesiapan dijadikan bakal sumber pendapatan. anggota DPRD. Daerah sekitar ibu kota sebagai sentra terus tumbuh. otonomi daerah memang dihajatkan untuk bertumpu pada kabupaten dan kota. maka pemekaran wilayah dapat dibaca sebagai upaya instan untuk menyelesaikan masalah. Wajar pula lantas di banyak kabupaten kota muncul retribusi resmi maupun tak resmi yang aneh-aneh untuk mendatangkan PAD. Dengan pengeluaran yang banyak tadi. Sejak tahun 1999. kunjungan kerja. peralatan. perlengkapan. industri dan perkebunan. Jika dirunut dari masalah tadi. Setelah pemekaran. Ini sekaligus membantah pendapat yang menyatakan suatu daerah perlu dimekarkan dengan alasan etnis dan agama. Nah. Yang muncul ya inefisiensi. Sementara daerah pinggiran semakin tak terurus. penulis ingin menjelaskan bahwa ketimpangan sentra dan pinggir ini murni soal struktur. dan persaingan antar daerah menguat. Hitung saja. otonomi daerah memperbesar kewenangan tanpa memperkuat struktur keuangan kabupaten dan kota. Buktinya. dan Penggabungan Daerah. maka seharusnya kemampuan daerah membiayai diri dari berbagai sector menjadi sangat penting. Dan jalan pintas pasti selalu mahal. PAD kabupaten dan kota palinglah hanya dari pajak hotel dan restoran. Saat itu LIPI meneliti Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Buntutnya daya saing daerah sebagai tujuan investasi sulit didongkrak.karena penanaman modal terus berdatangan. hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2006 menunjukkan justru daerah baru mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Akibatnya. dan masih banyak lagi. Toh negara ini dibangun bukan untuk membangun sekat primordial. Sementara wilayah barat masih berkutat pada masalah menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun aturan ini tidak dibuat dengan kesadaran betapa niat pemekaran tak selalu lurus. Sementara propinsi mendapat PAD salah satunya pajak kendaraan bermotor yang jumlahnya sungguh besar.

Maka. jika pimpinan daerahnya berbuat biasabiasa saja. Dan ini patut jadi contoh tak hanya bagi daerah yang sudah dimekarkan. sehingga masyarakat kecil tertipu bahkan menjadi objek eksploitasi. Contoh lain. Ini aneh karena izin praktek dokter malah sudah dikeluarkan kabupaten dan kota. pertama. Anggota DPRD yang berkepentingan harus lebih ngotot memperjuangkan kepentingan daerahnya. Ketiga. Maka kalau ada ketimpangan anggaran yang patut dipertanyakan adalah sejauh mana kontribusi legislator benar-benar mewakili konstituennya dalam menyusun APBD. dengan pimpinan daerah yang kuat.Lalu. Mau dimekarkan seperti apapun. maka daerah itu bakal lekas berkembang. inovatif dan tidak korup. Sebagai contoh kecil di banyak propinsi masih mengeluarkan izin bagi praktek bidan. Agar kekuasaan mereka di legislatif tetap eksis hingga 2014. Kuncinya adalah inovasi yang dilakukan pimpinan daerah. Jadi tak usah heran jika ada SPBU yang mengantongi izin dari propinsi dan ada pula yang dapat dari pemerintah kabupaten. Aksi saling klaim keberhasilan sepihak dengan mengabaikan dukungan kerja keras dari pihak (tim) serta membom-bardir data-data yang didesain sedemikian rupa. padahal propinsi juga membuat aturan yang sama. Ini hal yang sering dipandang sepele namun sensitive. penting bagi masyarakat untuk memilih pemimpin daerah yang mampu menjawab tantangan ini. Membludaknya partai yang ikut dalam Pemilu 2009 dengan janji-janji dan iklan-iklan yang mengelitik sel saraf untuk mencerna secara cerdas membuat masyarakat akan semakin binggung. Meskipun mereka orang-orang yang dianggap besar dalam kekuasaan. mana pilihan yang tepat pada 9 April mendatang. maka jangan harap daerah bisa tumbuh. namun sikap dan sifat mereka bak anak TK di hutan rimba. Inikah hal yang dianggap “positif” oleh partai besar yang perlu ditiru oleh masyarakat kita? . Pertumbuhan ekonomi selalu di atas 6% yang berarti di atas angka pertumbuhan nasional. maka perlu menyusun kebijakan yang berpihak ke daerah pinggir. baru muncul seolah-olah “malaikat penyelamat” menjelang Pemilu. namun juga bagi daerah yang berniat untuk memekarkan diri. di NAD saya temui ada kabupaten di Aceh yang mengeluarkan izin pendirian Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU). yang mengantor di Senayan dan telah menikmati berbagai fasilitas uang rakyat selama ini. perlu harmonisasi dalam hal kewenangan yang dimiliki propinsi dengan kabupaten dan kota. Gorontalo patut menjadi positive deviant. Toh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selalu disahkan oleh DPRD. Partai-partai yang menang dalam Pemilu 2004. Kebijakan yang berpihak ini juga bisa dikawal dengan rencana strategis jangka menengah dan jangka panjang. mau daerah itu dimekarkan atau tidak. Kedua. Artinya. Demikian juga sebaliknya. berbagai upaya publikasi tidak mendidik dilancarkan partai-partai besar. solusi apa yang bisa dilakukan? Mengacu pada kelemahan daerah induk yang relative gagal melakukan pemerataan.

maka agunan si rakyat tersebut langsung disita. dan tidur dikala rapur. Kasus Korupsi Senayan (Terbukti) . biaya aspirasi ditambah gaji pokok. maka seorang dewan yang pemalas (hadir rapat) pun. para politisi negeri ini tidak memiliki mental mengakui kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan pada rakyat. maka datadata dan objektivitas masyarakatlah yang dapat mematahkan “keberhasilan. kehebatan. Disparitas antara kekayaan dan kemewahan hidup anggota DPR dengan rakyat. maka hal ini dapat ditolerir dengan sangat lembut sekali. masih meminta kenaikan tunjangan kesejahteraan. Jika mereka cukup berhemat dan menyetor 10-15% penghasilan mereka ke partai. akses administrasi. bagi saya fenomena ini bak Petir di tengah hari bolong. kini tampaknya “jauh api dari panggangan”.4 miliar rupiah.Masih segar diingatan bagaimana anggota dewan terhormat kita di Senayan yang sering bolos dikala sidang. biaya rapat. akan menjadi miliarder-miliarder baru. maka kekayaan mereka tetap meningkat minimal 1 miliar rupiah. Dengan penghasilan rata-rata di atas 40-an juta per bulan. minimal mereka mengantongi lebih 2. kesucian. pranata sosial maupun ekonomi hidup. Data-Data Referensi Data-data ini saya kutip dari berbagai media massa online yang memberitakan perilaku korup dan skandal seks yang harusnya tidak dilakukan orang-orang terhormat yang terpilih langsung melalui mekanisme partai dan pemilu. biaya perjalanan. karena para “toke” atau bos perusahaan tersebut (BUMI Resource) dimiliki oleh lingkaran dalam pemerintah (Bakrie Brothers). lebih lembut dari kain sutra oleh “Bapak Antikorupsi” SBY. kepemimpinan” yang dikatakan tanpa cacat. yang sering ngawur ketika membahas agenda rapat. tidak lain tidak bukan adalah “rupiah” ataupun ketenaran. mengapa begitu besarnya tendesius orang-orang untuk menjadi caleg baik di DPR maupun DPRD akhir-akhir ini meskipun mereka belum memiliki cukup kapasitas sebagai dewan yang terhormat. Baik di Senayan maupun di Istana. bagaimana skandal-skandal di istana luput dari pembersihan praktik Orba (KKN). Namun. Kita dapat mengira-ngira. Setelah menjabat 1 periode (5 tahun). maka selama 1 periode. semakin memberkikan jarak pisah baik secara psikologis. Ketika rakyat kecil berhutang di Bank dan telat membayar bunga dan cicilan utang. sosial. biaya legislasi UU yang menyedot uang pajak rakyat. Saya tidak akan memaparkan bagaimana perasaan sebagian besar rakyat Indonesia melihat skandal dan pelecehan oleh perusahaan-perusahan tambang Batubara (sebagiannya milik Menko Kesra Kabinet SBY-JK) kepada konstitusi RI dengan tidak membayar pajak (royalti). Hmm……meskipun sampai saat ini. Ditengah kemiskinan masyarakat yang tidak kunjung berkurang (bahkan jumlahnya meningkat). yang menjadi preman pasar berdasi ketika berurusan anggaran negara dan daerah. gaji. anggota dewan tega meminta (menerima) uang gratifikasi dan tambahan gaji. suasana adem-adem saja. Seorang dewan yang harusnya bisa merasakan penderitaaan rakyat karena berbagai kesulitan ekonomi. biaya komunikasi.

dan yang Bermasalah (tersangka) • • • • • M Yahya Zaini (Golkar) : Skandal seks dan selingkuh dengan Maria Eva Max Moein (Partai PDI P) : Skandal Seks dan Foto Syur H. Dharmono K Lawi (PDI-P) : Mantan buronan kasus pidana korupsi APBD Banten dan akhir ditangkap Kejagung Theo Syafei (PDI-P) : Pernah terjerat kasus korupsi di tahun 2002.com/2009/03/05/daftar-anggota-dprbermasalah-beserta-partainya/ . Kekerasan. dan pernah merampas kamera yang digunakan satpam keamanan di kawasan perkantoran Sumber: http://nusantaranews. Saleh Djasit (Golkar) : kasus pengadaan Damkar Hamka Yandhu (Golkar) : kasus aliran dana BI Agus Condro (PDI-P) : kasus uang gratifikasi BI Sarjan Taher (Partai Demokrat) : kasus alih fungsi hutan Al-Amin Nasution (PPP) : kasus alih fungsi hutan Yusuf Emir Faishal (PKB) : kasus alih fungsi hutan Bulyan Royan (Partai Bintang Reformasi) :kasus pengadaan kapal Dephub Antony Zeidra Abidin (Golkar) : kasus aliran dana BI Adiwarsita Adinegoro (Golkar) : kasus dana kehutanan Abdul Hadi (PAN) : tersangka kasus korupsi pembangunan daerah tertinggal Skandal Seks. dan terpilih kembali jadi anggota DPR periode 2004-2009 Jaka Aryadipa Singgih (PDI-P) : Tersangka kriminal penyerangan/penyerobotan. tetapi bebas. Pelecehan.• • • • • • • • • • H.wordpress.

Sofyan Usman (SU) Rp250 juta 2. Williem Tutuarima (WMT) Rp500 juta 6. Antony Zeidra Abidin (AZA) Rp600 juta 6. Paskah Suzetta (PSz) Rp600 juta 4. Poltak Sitorus (PS) Rp500 juta 5. Max Moein (MM) Rp500 juta 3. Baharuddin Aritonang (BA) Rp350 juta 10. Reza Kamarullah (RK) Rp500 juta 9. Pada tulisan saya sebelumnya. Mereka diduga menerima suap terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004. saya hanya merasa aneh karena Keputusan Mahkamah Agung (MA). Ni Luh Mariani Tirtasari (NLM) Rp500 juta 12. Rusman Lumbantoruan (RL) Rp500 juta 4. Hengky Baramuli (HB) PDIP 1. PDIP dan Golkar. KPK pun menyangkakan para mantan anggota DPR itu melanggar ketentuan mengenai penyuapan yakni Pasal 5 ayat (2) jo Pasal 5 ayat (1) huruf a dan b UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Jeffrey Tongas Lumban (JT) Rp500 juta 11. Sutanto Pranoto (SP) Rp600 juta 13. TM Nurlif (MN) Rp550 juta 7. Agus Condro Prayitno (ACP) Rp500 juta 2. Keputusan MA yang dimaksud adalah keputusan pada 18 Juni yang memenangi permohonan hak . Matheos Pormes (MP) Rp350 juta PPP 1. Soewarno (S) Rp500 juta 14. secara tidak langsung melegalkan “korupsi kursi” untuk Partai Demokrat. dan Fraksi PPP. yakni Fraksi Golkar. 26 Mantan anggota DPR itu adalah: Golkar 1. disisi lain mengembosi suara partai kecil. Budiningsih (B) RP500 juta 10.Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan 26 mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat sebagai tersangka. Marthin Bria Seran (MBS) Rp250 juta 3. 26 Mantan anggota DPR itu berasal dari tiga fraksi. Panda Nababan (PN) Rp1. Fraksi PDI Perjuangan. Muhammad Iqbal (MI) Rp500 juta 9. Boby Suhardiman (BS) Rp500 juta 5.45 miliar 7. Daniel Tandjung (DT) Rp500 juta. Ahmad Hafiz Zawawi (AHZ) Rp600 juta 2. Asep Ruchimat Sudjana (ARS) Rp150 juta 8. Engelina Pattiasina (EP) Rp500 juta 8. atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) kesatu Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Mungkinkah keputusan MA sarat dengan perilaku korup? Terlebih keputusan MA merupakan keputusan yang sangat mahal. PAN. Secara umum.1% kursi di DPR. PDIP.496.000. Kekeliruan 2: Keputusan MA tersebut mengkhianati sistem pemilu proporsional yang dianut oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang pemilu. Padahal.8% suara nasional digembosin menjadi 1. sebelumnya MA sudah pernah menolak total permohonan uji materiil peraturan KPU yang diajukkan oleh Hasto Kristiyanto yang berasal dari PDI Perjuangan. Maret 2009] Pendapatan Anggota DPR RI Pendapatan Rutin Bulan Gaji Pokok 15. PKS (digembosin).000 86. Gerindra. partai nonpenguasa. Demokrat yang hanya mendapat 20. Dari dua kekeliruan di atas.8% suara nasional di’mark-up’ menjadi 32. keputusan yang menghianati proporsional demokrasi hingga gegabah dalam mengadili arena hukum.000. sebab putusan tersebut menyebabkan disproporsionalitas antara perolehan suara dan perolehan kursi. tepat dan benar? Dari diskriminasi memberi keadilan dari dua pihak yang berbeda (Demokrat vs PDIP).400. yakni keputusan senilai Rp 244 milyar. Kekeliruan 1: MA tidak konsisten dan bahkan diskriminatif dalam penerapan hukum. PKB (mark-up) dan PPP.uji materiil yang diajukan oleh beberapa caleg DPR dan Partai Demokrat yang dimotori oleh Zaenal Maarif terhadap peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2009.510.952.000 Tunjangan Aspirasi 7.000 . Hal ini terjadi juga pada Golkar. saya akan menjabarkan ringkas dari tulisan saya sebelumnya.000 Tunjangan Komunikasi 12.000 Tunjangan Listrik 5.1% kursi di DPR. sebab Majelis Hakim hanya menerima gugatan uji materi peraturan KPU dari Zaenal Maarif cs yang berasal dari Partai Demokrat. Adapun opini saya dan pendapat dari Direktur Eksekutif Cetro Hadar N Gumay dapat saudara baca di sini. Keputusan yang bernilai Rp 244 miliar Darimanakah saya mendapat angka Rp 244 miliar? Angka ini saya dapat dari gaji yang akan diperoleh oleh seorang anggota DPR selama 5 tahun dengan total kursi yang berubah yakni 66 kursi (versi Cetro).000 144.120.200. timbul pertanyaan besar? Mengapa bisa terjadi kekeliruan tersebut? Bukankah Mahkamah Agung adalah lembaga Pengadilan Negara Tertinggi yang menjadi sumber terakhir untuk mengayomi keadilan hukum secara formal di negeri ini? Bukankah MA merupakan lembaga yang bertugas dan digaji oleh uang negara untuk menjagar agar semua hukum dan undang-undang diseluruh wilayah negara RI diterapkan secara adil. Kok bisa? Keputusan MA.000 Tahun 186.000 65. khususnya Pasal 22 huruf c dan Pasal 23 Ayat 1 dan 3. partai penguasa/incumbent. Sementara Hanura yang mendapat 3. Mari kita telusuri gaji yang akan diperoleh oleh seorang anggota DPR RI [data Kabarinews.

000 197.000 545.4 miliar Ro 66.000 Dari tabel di atas. dana insentif pembahasan RUU dan honor uji kelayakan RUU. Dari keputusan ini. . Sementara 3 partai lainnya dapat Anda lihat dibawah ini. bila keputusan MA diberlakukan maka ada 66 kursi yang akan mengalami perubahan yang mana Demokrat akan dimark-up 30 kursi.000 53.000 0 0 0 25.000 40. dana legislasi UU (tahun 2008 ada 55 UU.000 16.400.714.200. Dan bagi mereka yang menjabat wakil/ketua komisi.4 miliar Ada yang mendapat keuntungan.000 5.900. Namun dalam perhitungan ini.7 miliar = Rp 244 miliar.000 Rp 742. tapi saya hanya ambil ada 40 UU tiap tahun).472.000 Tahun 126. Angka ini belum ditambah pendapatan agenda tahunan yakni 4 kali dana reses. PDIP 16 kursi dan PKB 2 kursi.7 miliar untuk 5 tahun.Tunjangan Pengawasan Dana Kehormatan Total Rutin Bulanan Pendapatan Agenda Tahunan Dana penyerapan (reses) 4X Gaji ke-13 (Juni) Dana Legislasi per UU (40 UU) Dana insentf RUU dan Honor Uji RUU Total Non Rutin Bulanan Pendapatan Jabatan *) Ketua/Wakil Ketua Komisi Ketua Panja RUU Tunjangan Studi LN Pendapatan Total Per Tahun Pendapatan Total 1 Periode (5 tahun) 2.000.800. Maka nilai keputusan ini secara materiil bernilai 66 kursi * Rp 3. ketua panja.360.000 15.000.400. maka pasti ada yang mendapat kerugian. dapat kita perhatikan bahwa seorang anggota DPR yang malas (jarang hadir di rapat) akan tetap mengantongi gaji Rp 45.000 Per Term 31. gaji ke-13.000 45.000 37. Partai Demokrat Golkar PDIP PKB Kursi (+) 30 18 16 2 Aliran Gaji 5 Tahun Rp 111. Dan berdasarkan perhitungan Cetro.100.872.500. anggota DPR tersebut dapat mengantongi Rp 1 miliar per tahun. maka Demokrat akan mendapat gratis keuntungan materi terbesar yakni senilai Rp 111 miliar dari gaji 30 anggota DPR “mark-up” selama 5 tahun.000 3. kita hanya akan membicarakan pendapatan/gaji ratarata minimum seorang anggota DPR yang malas sekalipun akan mengantongi Rp 742 juta per tahun atau Rp 3.400.9 miliar Rp 59.000 1. Berikut daftar partai yang akan mengalami kerugian materiil dari gaji dewan selama 5 tahun.000 Rp 3.4 juta per bulan. Golkar 18 kursi.000 16.000.4 miliar Rp 7.000. Dari dua jenis sumber pendapatan.150.000.456. ketua hak angket dll. maka seorang anggota DPR yang suka pembolos pun mengantongi Rp 742 juta per tahun.

maka Hanura hanya mendapat 2 kursi. MA yang mendesak agar membatalkan keputusan kursi DPR yang ditetapkan KPU dengan paradigma bahwa keadilan kursi ditinjau dari perbandingan suara partai kecil terhadap suara partai besar merupakan perbandingan yang saya kira salah alamat. sementara Golkar dan Demokrat akan memperoleh 11 kursi di DPR. Hanura harus mengumpulkan rata-rata 653 ribu suara.4 miliar Rp 59. yang menjadi referensi utama adalah BPP yang telah memasukkan kriteria sedikit lebih adil.4 miliar Rp 55. dengan perolehan suara yang sama (misalnya 135 ribu) oleh masing-masing partai.870 6 653.406 10 464.214 21 263. Mari kita cermatin persfektif keadilan secara general (asumsi tidak 100% tepat) kursi DPR terhadap perolehan suara nasional partai tersebut.757 125 120.4 miliar disusul PAN. Padahal.573 Golkar 15.641 Hanura 3.302 PDIP 14. maka secara substansi dan keadilan. Gerindra (3 kursi).139 PAN 6.137 180 120. keputusan tersebut MA yang harusnya adil menciptakan distorsi ketidakadilan dengan menciptakan disparitas yang tinggi. PPP (5 kursi).122 29 177. PDIP (10 kursi). Bayangkan untuk mendapat sebuah kursi di DPR.600. PKB (8 kursi).703.254.532 PKS 8.146.812 Dengan berlakunya keputusan MA atas sistem perhitungan kursi DPR.Partai Gerindra PPP PAN Hanura PKS Kursi (-) 16 16 15 12 7 Aliran Gaji 5 Tahun Rp 59.533. sementara Demokrat dan Golkar dengan mudah memperoleh sebuah kursi dengan berbekal 120 ribu. Artinya.486 PKB 5.452 Gerindra 4. Hanura dan PKS.037. Analisis Kemungkinan di Balik Keputusan MA Keputusan MA yang sangat tergesa-gesa dalam mengadili keputusan KPU dan bahkan ditemukan kesalahan dokumen tergugat yang menyebut Komisi Pemilihan Umum sebagai Komisi Penyiaran Indonesia menimbulkan tanda tanya besar saya.580 28 223. Perbandingan yang digunakan adalah jumlah suara terhadap BPP. jumlah kerugian tersebar merata seperti Gerindra. Partai Suara Nasional Kursi “Harga” Kursi Demokrat 21. . dan bukan jumlah suara suatu partai menengah terhadap suara partai yang memperoleh suara terbesar.378 PPP 5.206. PKS (8 kursi). Standar BPP atau bilangan pembagi pemilih menjadi syarat utama keadilan suara yang diterima oleh setiap partai.091 111 131.6 miliar Rp 26 miliar Untuk partai yang dirugikan. PPP yang masing-masing dirugikan Rp 59.7 miliar Rp 44.922.955 50 164.646.

Bisa berlanjut kepada tahap berikutnya yaitu nepotisme. anggota DPR/DPRD yang menjadi tersangka atau terpidana korupsi sebanyak 18. Bayangkan saja. Paling berbahaya . Aparat Hukum.Apakah majelis hakim di MA tidak bisa melihat hal ini? Apakah MA tidak bisa mengambil nilai filosifis dibalik sebuah Undang-Undang khususnya UU 10/2008? Lalu. prosesntase sebaran tersangkanya hanya dibawah 10 persen. maka partai Demokrat akan mendapat keuntungan materiil sebesar Rp 111 miliar dari 30 anggota dewan tambahannya. Dewan Gubernur. Menurut data ICW. Setelah itu disusul oleh pejabat departemen. Kemudian disusul oleh Pejabat Eselon/pimpro (17. dan Kepala Daerah seperti Gubernur.89 persen). suara nasional dari Demokrat+Golkar+PDIP yang hanya 49%. BUMN. kronisme. 27 Juli 2009 VIVAnews .95 persen. Bupati. "Kasus suap yang paling banyak menjadi modus korupsi. Kamis 27 Agustus 2009. ketakutan atau ketidaktahuan?? Semoga prasangka saya tidak benar. namun di mark-up secara legal menjadi 74% di DPR (416 dari 560 kursi)." kata peneliti ICW Febri Diansyah dalam seminar bertajuk 'Mengkaji Modus Korupsi dan Upaya Pemberantasannya' di DPD RI. Walikota (12.63 persen). Suap dan pemerasan merupakan lapis korupsi pertama. Jakarta. Sisanya ada pejabat di level Komisi Negara. Bagaimana keadilan demokrasi bisa memberi ‘kursi korup” sebesar 25%??? Ataukah keputusan Majelis hakim MA sarat dengan perilaku korup? Mungkinkah majelis hakim MA mendapat kucuran sekian persen keuntungan materiil Demokrat sebesar Rp 111 miliar? Ataukah hakim-hakim MA ini bermental kolusi.68 persen). ada apa dibalik itu semua? Mengapa MA justru mengabulkan gugatan dari caleg Partai Demokrat. Angka ini belum termasuk keuntungan kekuatan politik di parlemen untuk menguasai dan membuat berbagai aturan yang akan menguntungkan partai dan kekuasaannya. Duta besar/pejabat konsulat/imigrasi (13.Indonesia Corruption Watch menyatakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada 2009 ini menempati urutan pertama pejabat yang menjadi tersangka korupsi. maka selamat datang kembali “hukum orba” di negeri ini! Selamat tinggal keadilan dan kebenaran hukum bagi rakyat Indonesia. dan pembentukan kelas baru. dan BPK. Hanya omong kosong merayakan 17 Agustus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan apalagi tidak ada keadilan hukum serta perlakuan diskriminatif dari aparat hukum! Salam Perubahan. tapi menolak gugatan dari caleg PDIP padahal sebagian besar materi gugatan adalah sama? Salah satu menjadi tolak ukur adalah dengan dimenangkannya gugatan materi caleg dari Demokrat. Jika tidak….

adalah lapis korupsi tingkat ketiga . tadi malam seraya menambahkan bahwa penyidikan kasus tersebut dapat melebihi 100 kasus hingga Agustus ini. Semakin terlihat bahwa anggota dewan kita tidak bermoral dan tidak bermanah terhadap rakyat. Mereka hanya memikirkan perut mereka sendiri tanpa memikirkan nasib rakyat yang mereka bawa untuk menaikkan popularitas saat mereka melakukan kampanye. Babul sedikit curhat mengenai kondisi para koleganya di Kejagung. Dipenghujung kalimatnya. Menurut Febri. “Kami telah melakukan penyidikan terhadap 81 kasus dan penuntutan terhadap 12 kasus dan berhasil menyelamatkan uang negara senilai Rp76. "Jika tidak ada pengadilan korupsi sama saja kita tidak memberantas sebab di pengadilan umum kan banyak yang diputus bebas." ujar Babul. tawaran strategis ICW dalam pemberantasan korupsi adalah dengan mempertahankan KPK yang sudah eksis dan mampu melakukan penyidikan sekaligus penuntutan. . jejaring ini yang mengakibatkan korupsi amat potensial dilakukan secara masal dan besar-besaran. yaitu jejaring. emakin hari kelakuan anggota dewan semakin memperihatinkan. Maka dari itu." kata Febri. Kapuspenkum Kejagung Babul Khoir Harahap mengatakan berdasrkan data yang sudah dilaksanakan selama kurun waktu Januari sampai Juni 2010. Data Kejaksaan Agung mengungkapkan bahwa 75 persen dari 81 kasus korupsi melibatkan pejabat dan anggota dewan.9 miliar. Ia berjanji pihaknya akan merilis nama-nama yang terlibat korupsi selama satu semester ini. Selain itu RUU Pengadilan harus segera disahkan. meski tidak seluruhnya.

Abdul Malik Haramain. dan Ahmad Dese Sere (Fraksi PPP) — Semua tak hadir tanpa keterangan: 3 kali B. Masa Sidang III (5 April 2010-18 Juni 2010) sebanyak 9 kali persidangan: 1. Nusyirwan Soejono (Fraksi PDI Perjuangan). Abdul Kadir Karding (keduanya Fraksi PKB) – Semua tak hadir tanpa keterangan: 4 kali . Nur Cahyo Anggorojati (Fraksi Partai Demokrat) – Tak hadir tanpa keterangan: 5 kali 3. Agus Sulistiyono (Fraksi PKB) — Tak hadir tanpa keterangan: 4 kali 3. jika anak sekolah saja dikeluarkan karena sering membolos mengapa anggota dewan tidak?seharusnya mereka dipecat dari anggota dewan karena tidak amanah terhadap rakyat Indonesia. Alexander Litay. Nurcahyo Anggoro Jati (keduanya dari Fraksi Partai Demokrat). Agus Gumiwang Kartasasmita. Masa Sidang II (4 Januari-5 Maret 2010) sebanyak 10 kali persidangan: 1. Ratu Munawaroh (Fraksi PAN) — Tak hadir tanpa keterangan: 9 kali 2.Anggota DPR bolos Makin banyak anggota dewan yang bolos ketika rapat yang menetukan nasib rakyat Indonesia dengan alasan yang tidak jelas. Ibnu Munzir (keduanya Fraksi Partai Golkar). Akbar Faizal (keduanya dari Fraksi Hanura). Inilah daftar anggota yang paling bolos (sumber :tempo) : A. Jeffrie Geovanie (Fraksi Partai Golkar)– Tak hadir tanpa keterangan: 6 kali 2. Gondo Radityo Gambiro. Arif Wibowo (keduanya Fraksi PDI Perjuangan). mereka hanya sanggup memakan uang rakyat tetapi tidak mampu membela nasib rakyat Indonesia. Ferdinand Sampurna Jaya.

sungguh benar-benar hal yang memalukan dan memprihatinkan bagi bangsa Indonesia. Jika anggota dewan dipilih oleh rakyat maka sepantasnyalah rakyat juga berhak untuk memberhentikan wakilnya yang tidak amanah. tidur. Maka tidak heran jika rakyat tidak peduli lagi dengan pemerintah khususnya pada anggota dewan yang bisanya hanya mencaci maki. sehingga sidang pun minim interupsi. Lihat saja keadaan ruang sidang anggota dewan.Anggota dpr tidur Yang lebih mengecewakan banyak anggota dewan yang tertidur saat sidang. minta tunjangan. ketika seluruh rakyat Indonesia bahkan seluruh rakyat didunia menyaksikan jalannya sidang yang diputuskan untuk arah nasib rakyat indonesia yang lebih baik sebagia anggota dewan malah tertidur pulas. serta korupsi. . sungguh bejat sekali para anggota dewan tersebut.

mantan Ketua Komisi IV. . Ia ditangkap KPK bersama Darmawati. niat mulia tersebut belum sepenuhnya terinstalasi ke dalam jiwa setiap anggota partai. Sebelumnya seperti Hamka Yandhu dari Fraksi Partai Golkar bermasalah akibat aliran dana Bank Indonesia. Kenyataan ini memang pahit buat masyarakat Sulsel karena dari sebagian banyak anggota dewan. dan dari tangannya disita oleh KPK sejumlah uang yang diduga hasil suap. Biasanya hal ini terjadi ketika pembahasan rancangan undang-undang. meruntuhkan kepercayaan masyarakat dan membangun sikap pesimistik terhadap para wakilnya di DPR ataupun calon anggota dewan yang bertarung pada pemilu april 2009 mendatang. Fenomena Suap Korupsi yang terjadi di DPR sudah menjadi cerita biasa dan terjadi secara tidak langsung melalui modus opereandi yang sangat rapi. Jadi ada benarnya juga jika setiap bupati yang ingin meloloskan proyek untuk daerahnya mesti menyiapkan minimal 500 juta untuk dana awal demi kebagian ‘kue’. Kejadian ini tentunya mencoreng institusi lembaga legislatif. Namun. Sebagai orang Sulsel. Pasalnya ini terkait dengan harkat dan martabat masyarakat Sulsel yang terkenal dengan budaya siri na pacce dan sangat menjunjung nilai budaya itu sebagai norma yang mengikat dalam sendi-sendi kehidupan. Sarjan Taher Fraksi Partai Demokrat ditahan KPK dalam kasus dugaan korupsi alih fungsi hutan bakau menjadi Pelabuhan Tanjung Api Api di Kabupaten Banyuasin. tentunya merasa terpukul dengan kejadian ini.Sungguh mulia niat partai politik untuk menyatakan perang terhadap korupsi dan segalam macam yang merugikan negara. parlemen dan partai politik adalah lembaga paling korup sejak dua tahun berturut-turut. Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat sedikitnya ada 10 legislator di Senayan yang sedang tersandung kasus korupsi.Begitupula dengan tender proyek yang melibatkan pengusaha dan uang milyaran rupiah masuk ke kantong pribadi anggota dewan. studi banding ke luar negeri. pengam bilan suatu kebijakan oleh DPR atau komisi. persiapan rapat dengar pendapat dengan BUMN atau instansi swasta. politisa dari daerah ini memiki jumlah terbanya. Fraksi FKB karena terlibat dalam kasus alih fungsi hutan lindung Tanjung Api-Api. pembahasan anggaran. pegawai negeri sipil Bagian Tata Usaha Direktorat Jendral Perhubungan Laut Departemen Perhubungan. Tapi hal ini mampu membangun kesadaran masyarakat jika di gedung DPR tersebut masih terjadi praktek suap menyuap. atau proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and propert test) pejabat public. Penangkapan AHD ini menambah catatan politisi asal Sulsel di DPR yang berurusan dengan KPK. Politisi asal Sulsel Abdul Hadi Jamal (AHD) dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) kembali berurusan dengan KPK. Sumatra Selatan dan Yusuf Amir Faisal. Sumatra Selatan. Kemudian wakil rakyat yang duduk di dewan sekarang ini tak semuanya bersih dan belum mampu memaknai budaya lokal sebagai salah satu prinsip hidup. kunjungan kerja ke suatu tempat atau daerah. Kasus yang menimpa AHD ini sejalan dengan Survei korupsi yang dilansir Transparency Internasional Indonesia menyebutkan. Belum usai deklarasi Antikorupsi di Gedung Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) 29 Februari lalu. pemekaran wilayah. penanganan kasus.

Hal tersebut ditegaskan Benny saat memimpin Rapat Kerja antara Komisi III DPR dengan KPK. sementara para koruptor bebas berkeliaran di mana-mana. karena itu harus ada koordinasi yang baik diantara ketiga lembaga ini untuk sama-sama memberantas korupsi. akan kami tindak. Data ini sungguh membuat ironis karena negara masih belum stabil akibat krisis berkepanjangan. Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri menjelaskan. Sebab prilaku para wakil rakyat tetap saja melakukan praktek haram tersebut. Ketua Komisi III DPR RI.Lain halnya dengan Badan Kehormatan (BK) DPR yang merilis 70 orang anggota dewan yang yang diadukan masyarakat karena terlibat kasusu hukum sejak Desember 2005Juni 2007 (ICW). Gayus mengatakan. Hal tersebut menurut Bambang dapat dilihat dari adanya beberapa kesepakatan yang telah ditanda tangani oleh pimpinan masingmasing institusi dalam menangani kasus korupsi. Sementara rakyat jelata makin miskin dan tak berdaya dengan tingginya biaya sosial. Padahal Isu pemberantasan korupsi yang jadi semangat reformasi 1998 dalam menumbangkan kepemimpinan orde baru yang korup.” jelas Bambang.” tegas Benny.437 anggota DPRD dari seluruh Indonesia telah diproses hukum akibat kasus korupsi. Ketiag instansi penegak hukum tersebut juga diminta untuk membuat kerjasama teknis dalam melakukan penegakan hukum. dan Jaksa Agung. pemberantasan korupsi merupakan agenda 100 hari Polri. Hal yang sama diungkapkan oleh Anggota Komisi III DPR Gayus Lumbuun (F-PDIP). dan KPK dalam pengambilan tindakan terhadap tersangka korupsi. Pihak Polri juga telah melakukan kerjasama dengan pihak Kejaksaan Agung dan KPK dalam rangka pemberantasan korupsi di Indonesia. “Jika terjadi konflik diantara ketiga instansi penegak hukum kita.” ujar Gayus. di mata masyarakat terdapat pernyataan yang menyatakan bahwa ada ketidaksamaan antara Kejaksaan Agung. di DPR. Namun itu ternyata hanya jargon dan mimpi belaka. maka yang akan tertawa lebar adalah para koruptor. Benny Kabur Harman (F-PD) meminta ketiga institusi hukum yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Polri. dan Kejaksaan Agung untuk berkoordinasi dalam memberantas korupsi di Indonesia. Rabu (18/11). . Kapolri. Benny beranggapan. Mabes Polri. Polri juga tidak segan-segan untuk menindak oknum penyidik polri yang terbukti terlibat dalam mafia peradilan. “Apabila ada oknum penyidik Polri baik dari tingkat Polsek sampai Mabes Polri yang terlibat kasus mafia peradilan. Sementara itu dari data ICW disebutkan terdapat 1. “Jangan lembaga hukum kita berkelahi. Kapolri. harus ada sebuah system koordinasi penegakan hukum di ketiga instansi penegak hukum Indonesia.

pihaknya telah menandatangani pakta kerjasama dengan pihak Mabes Polri dan KPK seperti penanganan tindak pidana korupsi dengan gelar perkara. Jaksa Agung Hendarman Supanji dalam Raker tersebut mengatakan. Meskipun mereka orang-orang yang dianggap besar dalam kekuasaan. Aksi saling klaim keberhasilan sepihak dengan mengabaikan dukungan kerja keras dari pihak (tim) serta membom-bardir data-data yang didesain sedemikian rupa. KPK juga akan memperkuat pengawasan internal agar para penyidik KPK tidak terlibat kasus mafia peradilan. mengatakan. sehingga masyarakat kecil tertipu bahkan menjadi objek eksploitasi. yang mengantor di Senayan dan telah menikmati berbagai fasilitas uang rakyat selama ini. Inikah hal yang dianggap “positif” oleh partai besar yang perlu ditiru oleh masyarakat kita? Masih segar diingatan bagaimana anggota dewan terhormat kita di Senayan yang sering bolos dikala sidang. yang sering ngawur ketika membahas agenda rapat. Hendarman menjelaskan. karena para penyidik KPK berasal dari kedua institusi tersebut. Kejaksaan Agung telah melakukan pembaharuan birokrasi yang tidak akan dimasuki oleh mafia peradilan. Agar kekuasaan mereka di legislatif tetap eksis hingga 2014. yang menjadi preman pasar . Sedangkan mengenai koordinasi. Kejaksaan Agung juga telah melakukan langkah-langkah kongkrit berupa pengawasan melekat & fungsional terhadap sumber daya manusia di lingkungan Kejaksaan Agung. sebenarnya KPK sudah berkoordinasi dengan pihak Mabes Polri dan Kejaksaan Agung dalam rangka pemberantasan korupsi. namun sikap dan sifat mereka bak anak TK di hutan rimba. Partai-partai yang menang dalam Pemilu 2004.(ol) Membludaknya partai yang ikut dalam Pemilu 2009 dengan janjijanji dan iklan-iklan yang mengelitik sel saraf untuk mencerna secara cerdas membuat masyarakat akan semakin binggung. dalam memberantas korupsi. baru muncul seolah-olah “malaikat penyelamat” menjelang Pemilu. serat melakukan pertemuan dengan pimpinan KPK secara periodik.Sementara itu. Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean. berbagai upaya publikasi tidak mendidik dilancarkan partai-partai besar. dalam penjelasannya kepada Komisi III DPR. mana pilihan yang tepat pada 9 April mendatang.

kepemimpinan” yang dikatakan tanpa cacat. Jika mereka cukup berhemat dan menyetor 10-15% penghasilan mereka ke partai. maka agunan si rakyat tersebut langsung disita. maka selama 1 periode. karena para “toke” atau bos perusahaan tersebut (BUMI Resource) dimiliki oleh lingkaran . kehebatan. para politisi negeri ini tidak memiliki mental mengakui kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan pada rakyat. akan menjadi miliarder-miliarder baru. mengapa begitu besarnya tendesius orang-orang untuk menjadi caleg baik di DPR maupun DPRD akhir-akhir ini meskipun mereka belum memiliki cukup kapasitas sebagai dewan yang terhormat. kini tampaknya “jauh api dari panggangan”. tidak lain tidak bukan adalah “rupiah” ataupun ketenaran. dan tidur dikala rapur. Kita dapat mengira-ngira. minimal mereka mengantongi lebih 2. biaya komunikasi. Seorang dewan yang harusnya bisa merasakan penderitaaan rakyat karena berbagai kesulitan ekonomi. maka data-data dan objektivitas masyarakatlah yang dapat mematahkan “keberhasilan. sosial. akses administrasi. biaya perjalanan. gaji. maka kekayaan mereka tetap meningkat minimal 1 miliar rupiah. Namun. Ditengah kemiskinan masyarakat yang tidak kunjung berkurang (bahkan jumlahnya meningkat). Saya tidak akan memaparkan bagaimana perasaan sebagian besar rakyat Indonesia melihat skandal dan pelecehan oleh perusahaanperusahan tambang Batubara (sebagiannya milik Menko Kesra Kabinet SBY-JK) kepada konstitusi RI dengan tidak membayar pajak (royalti). Setelah menjabat 1 periode (5 tahun). kesucian. Dengan penghasilan rata-rata di atas 40-an juta per bulan. semakin memberkikan jarak pisah baik secara psikologis. Ketika rakyat kecil berhutang di Bank dan telat membayar bunga dan cicilan utang. biaya legislasi UU yang menyedot uang pajak rakyat.4 miliar rupiah. biaya rapat. maka seorang dewan yang pemalas (hadir rapat) pun. Baik di Senayan maupun di Istana. pranata sosial maupun ekonomi hidup. anggota dewan tega meminta (menerima) uang gratifikasi dan tambahan gaji. biaya aspirasi ditambah gaji pokok.berdasi ketika berurusan anggaran negara dan daerah. Disparitas antara kekayaan dan kemewahan hidup anggota DPR dengan rakyat. masih meminta kenaikan tunjangan kesejahteraan.

Kekerasan. Pelecehan. bagi saya fenomena ini bak Petir di tengah hari bolong. Hmm……meskipun sampai saat ini. suasana adem-adem saja. Kasus Korupsi Senayan (Terbukti) * H. dan yang Bermasalah (tersangka) * M Yahya Zaini (Golkar) : Skandal seks dan selingkuh dengan Maria Eva * Max Moein (Partai PDI P) : Skandal Seks dan Foto Syur * H. Data-Data Referensi Data-data ini saya kutip dari berbagai media massa online yang memberitakan perilaku korup dan skandal seks yang harusnya tidak dilakukan orang-orang terhormat yang terpilih langsung melalui mekanisme partai dan pemilu. Saleh Djasit (Golkar) : kasus pengadaan Damkar * Hamka Yandhu (Golkar) : kasus aliran dana BI * Agus Condro (PDI-P) : kasus uang gratifikasi BI * Sarjan Taher (Partai Demokrat) : kasus alih fungsi hutan * Al-Amin Nasution (PPP) : kasus alih fungsi hutan * Yusuf Emir Faishal (PKB) : kasus alih fungsi hutan * Bulyan Royan (Partai Bintang Reformasi) :kasus pengadaan kapal Dephub * Antony Zeidra Abidin (Golkar) : kasus aliran dana BI * Adiwarsita Adinegoro (Golkar) : kasus dana kehutanan * Abdul Hadi (PAN) : tersangka kasus korupsi pembangunan daerah tertinggal Skandal Seks. bagaimana skandal-skandal di istana luput dari pembersihan praktik Orba (KKN). lebih lembut dari kain sutra oleh “Bapak Antikorupsi” SBY. Dharmono K Lawi (PDI-P) : Mantan buronan kasus pidana .dalam pemerintah (Bakrie Brothers). maka hal ini dapat ditolerir dengan sangat lembut sekali.

dari kurang berempati dengan kesulitan hidup masyarakat hingga rajin bolos. suap. sampai saat ini. Sayang. Sampai saat ini (hampir 1/2 tahun).korupsi APBD Banten dan akhir ditangkap Kejagung * Theo Syafei (PDI-P) : Pernah terjerat kasus korupsi di tahun 2002. “hebat” dan “bersih” dibanding yang lain. tetapi bebas. hanya sebagian kecil partai yang sedikit bebas dari kasus korupsi (Namun masih belum bebas dari ketidakempatian anggota dewan atas kemiskinan rakyat yang ngotot mendesak kenaikan tunjangan dan gaji. dan pernah merampas kamera yang digunakan satpam keamanan di kawasan perkantoran Penutup Untuk mengakhiri topik ini. Saya jadi khawatir jika KPK masih tebang pilih kasus dalam upaya pemberantasan korupsi di negeri ini.5 miliar. KPK belum berhasil mengungkap pengakuan Agus Condro yang mengaku banyak anggota DPR di komisi IX yang menerima gratifikasi BI masingmasing 500 juta. dan pemerasan. Karena kita tahu bahwa dalam komisi IX DPR. “berhasil”. dan terpilih kembali jadi anggota DPR periode 2004-2009 * Jaka Aryadipa Singgih (PDI-P) : Tersangka kriminal penyerangan/penyerobotan. terdapat sekitar 40-an anggota dewan yang terdiri dari kader-kader tiap partai. yang tetap membolos rapat penting meskipun telah mendapat 40-an juta per bulan dari uang rakyat). Sehingga apakah KPK memang kesulitan mengungkap kasus ini karena harus menghadapi banyak partai atau ADA APA INI? Melalui kejadian demi kejadian di Senayan. KPK masih belum menindaklanjuti kasus pelaporan Agus Condro yang mengatakan sebagian besar anggota Komisi IX menerima uang gratifikasi BI dengan total nilai korupsi Rp 31. Dari data sementara yang saya himpun. kader Pak SBY-pun. ternyata hampir sebagian partai di DPR 2004-2009 berpenyakitan. . Bahkan ironisnya. skandal seks. saya hanya berharap tulisan ini menjadi masukan kita untuk menjadi semakin cermat dan tidak begitu saja mempercayai iklan-iklan yang sok lebih “suci”.

ditengah-tengah 40 juta orang miskin Indonesia diambang kekurangan gizi. tempointeraktif.com. . kesehatan bahkan kematian. Dan beranikah pemimpin negeir ini mengusut orang internalnya (ring dalam) yang telah memberikan dana kampanye di tahun 2004 yang jelas-jelas telah melecehkan hukum negara…. surya. inilah. Inilah yang luput dari perhatian besar para wakil rakyat di daerah (DPRD) maupun DPR ketika mereka telah berkuasa dan mendapat puluhan juta meskipun sering bolos rapat.id. Ismunarso yang tidak lain tidak bukan adalah Ketua DPC Partai Demokrat Situbondo yang tersanjung kasus korupsi merugikan negara Rp 45. masih kelas anak kakap atau bahkan teri. Pilihlah orang-orang yang berkompenten dalam pencalegan partai. skandal royalti batubara. silahkan Anda mengecek di Google.7 miliar. Artinya apa? Setiap partai di Indonesia masih sedang sakit. detiknews. Kasus korupsi Bulyan Royan. Belum lagi kasus Bupati Situbondo.? Sebelum partai-partai asyik berjanji ria di iklan. uang. hanya saja apakah pemimpin partai dan kader-kader partai memiliki komitmen untuk menberangus kasus korupsi kelas kakap. Mereka hanya bisa merintih dan seraya bekerja keras untuk dapat makan keesokan harinya. kelas pembuat kebijakan yang merugikan masyarakat dalam jangka panjang. Untuk mengecek validitas data. mediaindonesia. dan skandal UU titipan kepentingan Amerika dan kroninya. bukan popularitas (sekadar tampang). Jangan sampai masyarakat terkecoh dan memilih caleg yang hanya mencari uang dan kekuasaan yang setelah terpilih. waspada. dan media-media yang dapat dipercaya). pikiranrakyat. Saya hanya mencantumkan nama-nama politisi tersebut dari sumber-sumber online yang terpercaya (kompas.co. Al Amin Nasution.Pak Sarjan Taher terlibat dalam korupsi alih fungsi hutan. pendidikan. lebih baik perbaiki dulu mental dan tabiat buruk caleg-caleg yang bermasalah. belum ada apa-apa jika dibanding skandal BLBI. atau kerabat. mereka lupa dan tanpa berhati perut tetap meminta kenaikan tunjangan dan sebagainya.

dengan demikian ada kekosongan di tubuh pimpinan KPK.com/2009/03/05/daftaranggota-dpr-bermasalah-beserta-partainy Banyaknya pendaftar calon pimpinan KPK tidak menutup kemungkinan adanya calon titipan koruptor agar bisa mengendalikan lembaga pemberantas korupsi itu.wordpress. Salah satunya melalui calon yang diduga titipan para koruptor. Sabtu (29/5/2010). Dengan tegas. yaitu kasus Bibit dan Chandra. “Cirinya ada permainan uang di situ. para koruptor bukan hanya melakukan perlawanan dari luar. Sabtu (29/5/2010). Jakarta. . Apakah pansel bermain atau tidak. “Tentunya. Kini diendus. Dua pimpinan KPK itu sedang bermasalah terkait kasus Anggodo Widjojo. menolak calon pimpinan KPK titipan koruptor ini. tapi juga mencoba masuk ke dalam internal pimpinan KPK. maka Bibit dan Chandra menjadi tersangka. cirinya pun mudah dikenali. dan saya pikir beban berat itu ada di pansel. Dalam hal ini. pansel KPK sudah memiliki trik untuk menangkal calon yang diduga kuat titipan koruptor. Untuk itu menjadi pimpinan KPK tidak cukup dengan keberanian saja. Pansel KPK Punya Trik Ketahui Calon Titipan Koruptor Corruptor fight back! Istilah itu marak setelah sejumlah tersangka korupsi melakukan perlawanan untuk melemahkan lembaga antikorupsi melalui gugatan ke pengadilan. Karena preferensi presiden pun tidak bisa menentukan lolosnya di DPR. Anggota panitia seleksi pimpinan KPK. Namun demikian. Rhenald pun menjamin pihaknya tidak akan kecolongan. Menurut Denny.” ungkap Denny. Menurut Denny. Cikini.” tegas Rhenald usai acara diskusi “Polemik” Trijaya FM di Warung Daun.” ujarnya dalam diskusi “Polemik” yang digelar Trijaya FM di Cikini. “Jika praperadilan Anggodo dimenangkan. Rhenald Kasali mengaku. Staf Khusus Kepresidenan bidang hukum Denny Indrayana.” jelasnya.Sumber : http://nusantaranews. dirinya tidak tutup mata akan hal tersebut. KPK jilid ke dua ini punya tantangan yang sangat besar. “Kami memiliki pengalaman dan pengetahuan. Presiden secara pribadi punya preferensi. Presiden pun memberikan perhatian besar untuk calon pimpinan KPK. tetapi saya tidak tahu siapa preferensi beliau. Ini yang paling penting di pansel.

Wacana mengenai adanya calon pimpinan KPK titipan koruptor dilontarkan pertama kali oleh Sekretaris Satgas Antimafia Hukum. Pengalihan tahanan. praktek korupsi di tubuh kejaksaan bukanlah hal baru. negosiasi dakwaan dan tuntutan. penuntutan. Denny Indrayana.Salah satu cara yang akan dilakukan pansel adalah dengan menelusuri rekam jejak calon yang diduga titipan koruptor tersebut. korupsi. dan penundaan eksekusi merupakan pola yang umum dilakukan oleh oknum jaksa yang tidak bertanggung jawab. memperkuat pendapat bahwa korupsi di kejaksaan bukan isapan jempol belaka. tapi kami akan mempelajari mereka bahkan menelpon orang yang kenal dengan calon untuk diketahui bagaimana latar belakangnya. Institusi kejaksaan saat ini mengalami krisis kepercayaan. dan pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa biasanya terjadi pada proses penyelidikan. Meskipun demikian. keberadaan dua institusi ini juga tidak mengurangi praktek menyimpang yang dilakukan oleh oknum kejaksaan. penggelapan dan penghentian perkara. bahkan sudah menjadi rahasia umum. Padahal sejauh ini ada dua institusi yang khusus mengawasi perilaku dan kinerja jaksa. [okezone] Membersihkan Korupsi Kejaksaan Rabu. Terungkapnya praktek mafia peradilan di atas cukup memberikan penilaian bahwa institusi penegak hukum. Dalam sejarahnya. Ibarat kapal. Dia menaruh kecurigaan ada beberapa calon yang sebenarnya ingin melemahkan posisi KPK. hingga eksekusi suatu perkara. khususnya kejaksaan. posisinya dapat dikatakan hampir tenggelam. yaitu Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan dan Komisi Kejaksaan.” urai Rhenald. Komisi Kejaksaan sejak 1 Januari hingga 14 Desember 2007 menerima 422 laporan . Terungkapnya praktek korupsi ini kenyataannya berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap kejaksaan ke tingkat yang paling rendah. penyidikan. khususnya di kejaksaan. Hasil penelitian Indonesia Corruption Watch (ICW) pada 2001-2002 mengenai pola-pola korupsi di lingkungan peradilan. Penelitian ICW di enam kota besar di Indonesia menemukan bahwa praktek kolusi. memiliki permasalahan besar dengan sistem integritasnya. pengalihan dari perkara pidana menjadi perkara perdata. Hal ini terbukti dari semakin meningkatnya laporan masyarakat mengenai perilaku jaksa yang menyimpang tersebut. 02 Juli 2008 | 17:24 WIB Bukti rekaman antara Artalyta Suryani dan pejabat tinggi Kejaksaan Agung yang diperdengarkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi sungguh memukul dan membuat kecewa seluruh jajaran korps Adhiyaksa. “Rekam jejak bukan hanya tertulis. penghilangan barang bukti.

51 jaksa dijatuhi sanksi sedang berupa sanksi administrasi. persoalan kultural. Kedua. setelah menjalani masa tahanan selama 2 tahun. Dari jumlah tersebut. apabila dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian pengawasan ditemukan adanya indikasi . meskipun perlu mendapat respons positif. hingga pemberhentian secara tidak hormat. Hal demikian dapat dilihat dari sejumlah dugaan pemerasan atau gratifikasi yang dilakukan oleh oknum jaksa. Pada sisi lain. Dari laporan tersebut. Jika sanksinya hanya mutasi. sangat langka kasus yang berlanjut ke proses hukum. Harusnya ada sinergi antara bidang pengawasan dan bidang pidana khusus di lingkungan kejaksaan. Tindakan yang tidak tegas dari pimpinan kejaksaan juga akan melahirkan aktor-aktor korupsi baru di lingkungan kejaksaan. Meski hasil pemeriksaan menyatakan terbukti adanya pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa tersebut. pada akhirnya tidak memberikan efek kejut (shock therapy) bagi jaksa-jaksa nakal lainnya. Selain karena faktor kesejahteraan jaksa yang rendah. sering kali terjadi praktek kolusi dalam proses pemeriksaan sehingga melahirkan kesimpulan dugaan penyimpangan tak terbukti. Pertama. Ketiga. Terdapat kondisi di mana adanya keengganan (ewuh pakewuh) di kalangan jaksa untuk memeriksa sesama rekan seprofesi dan semangat untuk melindungi korps (espirit de corps) yang berlebihan. yang diteruskan ke Jaksa Agung sebanyak 204 laporan. Dalam pantauan ICW selama 2005-2007. penjatuhan sanksi administratif terhadap jaksa-jaksa yang dinilai bermasalah. khususnya yang melibatkan jaksa. hingga non-job dan penurunan pangkat serta penundaan kenaikan gaji. yang disayangkan hanya sebatas pada pemeriksaan ada atau tidak adanya pelanggaran kode etik atau disiplin pegawai negeri sipil. khususnya melakukan korupsi. Total jaksa yang diberi sanksi pada 2007 adalah 89 jaksa yang terdiri atas 25 orang dijatuhi sanksi ringan. terdapat beberapa faktor lain yang menyebabkan kalangan internal kejaksaan gagal menyelesaikan persoalan korupsi yang dilakukan oleh oknum jaksa. kedua orang ini dapat kembali berdinas di lingkungan kejaksaan. laporan masyarakat yang masuk ke Komisi Kejaksaan sebanyak 398. dari 10 kasus suap yang melibatkan oknum jaksa. gaji. Artinya. Jumlah yang masuk pada 2007 meningkat dibanding tahun sebelumnya.masyarakat tentang kinerja dan perilaku jaksa. Pemberian sanksinya juga terbatas hanya bersifat administratif. Pada 2006. sebanyak 202 laporan dilanjutkan ke Jaksa Agung. saat ini baru jaksa Cecep dan Burdju yang telah diproses hingga ke pengadilan dan akhirnya dijatuhi vonis bersalah oleh hakim. Ironisnya. Meski sudah ada tindakan yang diambil. Dapat dipastikan akan selalu muncul oknum-oknum jaksa yang kembali melakukan tindakan serupa di masa yang akan datang. Tindakan pemeriksaan yang dilakukan oleh kalangan internal kejaksaan. meski dengan kategori berat berupa pencopotan jabatan. kenyataannya persoalan korupsi di jajaran kejaksaan tetap saja tak kunjung usai. dan 13 jaksa dikenai sanksi berat seperti penurunan pangkat. mutasi. jaksa yang bersangkutan justru akan menerbitkan bibit penyakit (epidemi) korupsi baru di daerah yang ditempati. sanksi tersebut tidak akan memutus mata rantai praktek mafia peradilan.

Emerson Yuntho. Upaya pembersihan dan menyelamatkan institusi kejaksaan saat ini sudah tidak dapat ditawar lagi dan harus segera dilakukan. keberanian. Kejaksaan Agung (Kejagung) akan menyerahkan kasus pemalsuan rentut yang diduga dilakukan dua orang jaksa dan Haposan Hutagalung itu ke pihak kepolisian.suap atau pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa. sebaiknya Presiden SBY perlu mempertimbangkan untuk mencopot Jaksa Agung Hendarman Supandji dan menggantinya dengan orang yang memiliki integritas. Widyo Pramono. Persoalannya adalah apakah Jaksa Agung punya keinginan kuat untuk membersihkan institusi kejaksaan dari praktek korupsi? Rentetan peristiwa suap atau pemerasan atau kolusi yang dilakukan oleh sejumlah oknum jaksa seharusnya dapat menjadi momentum bagi kejaksaan untuk memperbaiki diri. dan komitmen dalam pemberantasan korupsi. khususnya memperbaiki mekanisme pengawasan dan penjatuhan sanksi disiplin bagi jaksa yang dinilai bermasalah. . Bukan sebaliknya. hal yang harus dilakukan oleh Jaksa Agung adalah berani bertindak tegas untuk meminimalkan praktek korupsi di lingkungan kejaksaan. Pernyataan Presiden ini sesungguhnya memberikan kewenangan penuh bagi Jaksa Agung untuk membersihkan jaksa-jaksa nakal di seluruh jajaran kejaksaan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri dalam amanat memperingati Hari Adhyaksa pada 2006 bahkan telah memerintahkan Jaksa Agung agar tidak segan-segan menindak tegas sesuai dengan hukum tanpa diskriminasi terhadap oknum-oknum jaksa yang tidak terpuji dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. 28 Oktober 2010 12:13:21 | Berita | (70 view) JAKARTA (Suara Karya): Setelah terombang-ambing tidak menentu. melindungi jaksa-jaksa nakal hingga berdampak negatif sebagai "pelindung jaksa nakal". dan jaksa Ika Syafitri tergabung dalam jaksa penuntut (P16A) dalam berkas perkara Gayus. Cirus. Jika langkah tegas tidak juga dilakukan. kualitas. Ketua Tim 9 yang memeriksa rentut ganda Gayus Tambunan yang juga inspektur pada Pidum Kejaksaan Agung. Dalam rangka memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan dan membersihkan dari oknum-oknum jaksa yang tidak bertanggung jawab. dalam jumpa pers yang digelar pada Rabu di Jakarta menyatakan. Selanjutnya. Fadil. akhirnya Kejaksaan Agung mengakui bahwa jaksa Cirus Sinaga dan jaksa Fadil Regan diduga terlibat dalam penyusunan rencana tuntutan (rentut) ganda yang menyebabkan Gayus Tambunan divonis bebas. hal ini seharusnya ditindaklanjuti oleh bagian pidana khusus untuk memproses secara pidana. anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch Kejagung Kehilangan Kepercayaan Kamis.

Jaksa F diperintahkan oleh C dan perintahnya untuk mengirim faks ke Kejari Jaksel. Masing-masing kelompok berusaha saling menjatuhkan. "Sebelum dikirimkan ke Kejati Banten. pengirimannya error dan B melaporkan hal itu ke Pohan. rivalitas internal menuju kursi Jaksa Agung yang berlangsung begitu telanjang dan sarat intrik. yakni Plt Jaksa Agung Darmono dan Jampidsus M Amari perihal tindak lanjut penyelesaian perkara Bibit-Chandra. Atas temuan itu.Berdasarkan pemeriksaan tim. Hal itu sekaligus membuktikan bahwa Kejaksaan Agung tidak mampu menyelesaikan kasus yang menyita perhatian publik. Kemudian. Karena itu. B dihubungi oleh F yang merupakan anggota jaksa P16 perkara Gayus." katanya. menurut Widyo. Selanjutnya. padahal tidak lazim karena biasanya menggunakan ballpoint. Surat Juktut Nomor 431 sanksi hukumannya dihapus yang semua satu tahun penjara menjadi 6 bulan masa percobaan. Todung menunjuk aksi saling bantah dua pejabat teras kejaksaan. terutama terhadap Kejaksaan Agung." katanya. Ketua Dewan Pengurus Transparency International Indonesia (TII). F meminta staf TU di Kejari Jaksel untuk menyerahkan faks Jukut tersebut yang selanjutnya diserahkan kepada jaksa C. Achmad Yani mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera melantik Jaksa Agung yang baru agar rivalitas di internal Kejaksaan Agung tidak berlarut-larut. menilai kondisi penegakan hukum di Indonesia. "Penulisan nomor surat pada R431 menggunakan spidol. Namun. Pemalsunya H. "Surat juktut yang palsu menggunakan sanksi hukuman untuk terdakwa narkoba Thio Ben Tjai. juga dalam kasus Bibit-Chandra dan sisminbakum. Bambang Soesatyo. Pohan Laspy memerintah stafnya." katanya. kasus itu berawal dari surat petunjuk penuntutan (juktut) tanggal 25 Februari 2010 yang memerintahkan kasubbag tata usaha bernama Emo untuk mengirimkan juktut ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. untuk mengirimkan faks juktut ke Kejati Banten. B. "Selanjutnya juktut bernomor R455 diserahkan ke H dan diserahkan ke Gayus. saat ini makin kehilangan kepercayaannya. Hal senada juga dikemukakan anggota Komisi III DPR lainnya. Anggota Komisi II DPR Achmad Yani menyatakan. Sementara itu. . Todung Mulya Lubis. tim akan melaporkan pemalsuan itu ke pihak berwenang karena ada dugaan pelanggaran Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP. Indikasi pemalsuan dalam rentut tersebut. Menurut Bambang." katanya. dari waktu pengiriman faksnya sama. dugaan keterlibatan Cirus Sinaga dkk dalam kasus Gayus Tambunan. Kemudian. sehingga tidak lagi memedulikan kepentingan bangsa. terlihat dari Surat Juktut Nomor R431 dan R455. kembali membuka tabir bahwa kejaksaan kerap "bermain-main" dengan kasus yang ditangani.

Todung menilai sikap seperti itu juga merupakan cermin dari tidak tegasnya kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jakarta . Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia (TII) Teten Masduki menengarai adanya masalah internal yang kompleks di Kejaksaan Agung. Padahal. Ia juga meminta kepada SBY untuk membenahi struktur Polri secara menyeluruh. (Jimmy Radjah/Sugandi/Nefan Kristiono) http://www." di halaman gedung Mahkamah Konstitusi. Minggu (22/8). Pembacaan petisi dilakukan oleh Taufik Basari. Taufik meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengambil tindakan tegas dalam mereformasi Kepolisian Republik Indonesia.Sikap seperti itu. Dalam pembacaan petisi ini. kepercayaan masyarakat terhadap jajaran kejaksaan pun akan menurun. 22 Agustus 2010 | 17:37 WIB Besar Kecil Normal Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Masyarakat Koalisi Sipil Indonesia saat melakukan aksi damai di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). justru mencerminkan ketidakpastian hukum." ujarnya.Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat membacakan petisi berjudul "Kembalikan Negara Hukum. Jakarta. Selamatkan Polri. pekerja profesional. Imbasnya. pengacara Bibit S Rianto dan Chandra Hamzah. "Kami meminta presiden SBY mencopot petinggi kepolisian yang terlibat praktek mafia peradilan dan rekayasa proses hukum. Minggu (22/). TEMPO/Eko Siswono Toyudho TEMPO Interaktif. Petisi ini.html?id=264956 Sumber : Suarakarya Online Masyarakat Sipil Sampaikan Petisi Minggu.suarakarya-online. dan perorangan. menurut Todung.com/news. Penurunan kepercayaan ini dilatarbelakangi oleh . proses penegakan hukum membutuhkan sikap yang tegas. menurutnya disusun berdasarkan keprihatinan para aktivis LSM dan masyarakat sipil terhadap semakin menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum ini. serta sekitar 50 aktivis.

Bahkan di semua daerah dimana ada 34 Perguruan Tinggi. legislatif dan yudikatif. Kalau logika itu diikuti. Pengumpulan dukungan ini direncanakan sampai Kamis minggu depan. Seharusnya konflik diselesaikan di pengadilan atau diajukan ke MK meski belum tentu menang." ujarnya. Markus dan mantan semakin marak karena orang mau menikmati jabatan. Barangkali ada orang yang kurang enak dengan pemutaran rekaman. Pemutaran rekaman itu bukan kesalahan MK. semua bisa melihatnya. kasus Gayus. Konflik antara KPK vs Polri yang berimbas pada pembentukan Tim 8 oleh Presiden. tidak boleh menerima dan tidak boleh mengambil lebih dari yang seharusnya. Sebagai mantan Ketua MK. dan banyak lagi. Jadi sekarang sudah zaman keterbukaan. menunjukkan sistim penegakan hukum di Indonesia masih kacau. sistimnya sudah terbentuk video conference dan video streaming. dia harus menunaikan tanggung jawabnya bahkan lebih dari seharusnya. Pasalnya. sehingga sidang-sidang MK bisa dilihat di seluruh dunia melalui internet. Itulah sebabnya Islam melarang meminta-minta jabatan. jaksa. Borok sistim penegakan hukum kita menjadi terbuka dan sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi. padahal seharusnya itu tidak boleh. Jabatan sekecil apapun adalah amanah dan amanah berisi tanggungjawab. bagaimana mengatasi maraknya makelar kasus (markus) dan makelar jabatan (mantan) di pengadilan dan kejaksaan ? Semua orang harus berusaha untuk menjadi teladan dengan akhlaqul karimah. dan kehakiman. Apakah itu hakim. Meski kita telah memasuki era reformasi selama 10 tahun. Seluruh hakim MK sama kedudukannya. supaya tidak terjadi sengketa antar lembaga negara. maka orang tidak boleh meminta-minta jabatan. karena begitu kuatnya perlawanan para koruptor yang bercokol di eksekutif. semua itu akibat dari keterbukaan MK. Apakah ini menunjukkan aparat penegak hukum belum professional ? Bukan hanya aparat penegak hukum. Jabatan tidak boleh dinikmati. dia tidak boleh mengambil. Itulah para makelar yang berkolaborasi untuk memperjuangkan orang agar dapat jabatan yang kelak dapat ikut menikmati jabatan tersebut. Padahal ada forum beradab untuk menyelesaikan semunya yakni pengadilan. Berikut ini wawancara Abdul Halim dari Tabloid Suara Islam dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia. semestinya itu dilarang. Kita belum terbiasa menyelesaikan konflik di pengadilan. memang sistimnya sudah terbuka. berarati korupsi dan haram hukumnya. ya salah. Jadi peristiwa sekarang harus disyukuri. itu kuncinya. "Kenapa ini ditujukan kepada Polri. maka haram hukumnya yang berarti korupsi juga. bagaimana tanggapan anda dengan adanya konflik terselubung antara MK vs Polri. paling-paling orang marah karena Mahfud banyak ngomong. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Apakah konflik kali ini serupakan usaha untuk melemahkan KPK yang selama ini dikenal sebagai lembaga pemberantasan korupsi? Sekarang citra penegakan hukum sedang menurun. Karena tingkat perkembangan masyarakat masih belum terlalu maju. otomatis terbuka. namun ternyata birokrasi dan lembaga penegak hukum seperti Polisi. Jadi kalau tidak sanggup. Tidak ada putusan MK diluar putusan 9 orang hakim MK atau minimal 7 orang hakim MK. "Seperti kasus mafia hukum. Amanah tidak boleh dinikmati sendiri oleh orang yang diberi amanah. Kemudian menjadi Ketua MK dan keluar lagi. karena kekuasaannya yang sedemikian besar ? Nanti pengawasnya diawasi siapa lagi. jangan menduduki jabatan. M Mahfud MD ? Tidak ada konflik MK vs Polri.sejumlah kasus yang mencoreng nama Polri. advokad. Tinggal kita menjaga kualitas iman dan akhlaq. dosen. Terbukti adanya penarikan pengawalan Polri terhadap Ketua MK. Konflik biasanya diselesaikan di forum politik. Bagaimana pemberatasan korupsi di Indonesia pasca konflik KPK vs Polri ? Konflik yang memutuskan hakim. Nanti dibawa ke pengadilan siapa yang benar. . angtara lain Indonesia Corruption Watch (ICW). polisi. Mereka ada yang menduduki jabatan resmi atau diluar jabatan resmi. baik kekuasaan politik maupun ekonomi. Menurut anda. Itu melanda semua lembaga penegak hukum termasuk KPK. jabatan itu biasa saja. Jelas sekarang kepercayaan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi sedang menurun. jabatan dan profesi di Indonesia sekarang belum professional. ustad dan termasuk di lingkungan ormas Islam. Karena ini pula lembaga negara diatur dalam UU. maka wajib baginya menjadikan dirinya teladan dalam etika yang mulia dan akhlaqul akrimah. Jadi semuanya sedang mengalami penurunan kepercayaan dari masyarakat. ternyata korupsi dan suap masih melanda birokrasi dan lembaga penegak hukum. Karena itu mantan haram hukumnya. Petisi ini juga didukung sejumlah lembaga swadaya masyarakat. Tetapi kalau kewajiban tidak boleh kurang dari kewajibannya. rekening gendut polri. bundaran HI atau televisi. bahwa ini hanyalah sebuah awal dari upaya membersihkan sistem hukum di Indonesia. Bukan cuma itu. Bahkan KPK sendiri disinyalir tidak bersih seratus persen. Kalau negara sedang berkembang. masih primitif cara membangun mekanisme penegakan hukum dan masih banyak dipengaruhi para preman. tetapi pribadi Mahfudnya. Mereka saling menjelekkan. Sebaliknya. melalui internet video streaming maka seluruh dunia bisa menyaksikannya. maka di kejaksaan dan seterusnya juga baik. yang diadili adalah UU yakni kepentingan publik sehingga rakyat perlu mengetahuinya." ujarnya. Mantan ketua KPK. selanjutnya petisi yang sama juga akan ditujukan kepada kejaksaan dan pengadilan. Jadi bukan MK sebagai institusi. bagaimana tanggapan anda dengan adanya pemutaran kaset hasil penyadapan KPK di MK baru-baru ini ? MK tidak bisa tidak harus terbuka. Nanti siapa pengawasnya pengawas ? Sebagai mantan Ketua MK. Jika kurang dari kewajibannya. Alhamdulillah. rekayasa kasus pimpinan KPK." ujarnya. Semua orang yang mengaku beriman. Seharusnya hakim merupakan jabatan pendiam. dia tidak mengerjakan kewajibannya. Hanya menikmati jabatan untuk kepentingannya sendiri. Jadi kalau ada orang menikmati amanah. tetapi semua pekerjaan. apalagi markus lebih haram lagi karena diluar aturan. Sebab MK berbeda dengn PN yang menyangkut kepentingan orang perorang. Nanti kalau sudah dapat jabatan. berarti semua pengawaspun diawasi. itu prinsipnya. dan Transparansi Internasional Indonesia. Bagi saya. Selain itu meski sudah ada KPK sejak 6 tahun lalu. kita diberi tahu dalam kenyataannya ada praktek-praktek yang sangat tidak terpuji dalam lingkungan lembaga penegak hukum. Dulu zaman Habibie kita berkuasa. Menurutnya. Pemberantasan korupsi di Indonesia sepertinya berjalan di tempat. Kalau mengambil lebih dari seharusnya. Ketua MK hanyalah tukang memimpin sidang dan ketok palu. Apa perlu ada lembaga pengawas KPK. Bahwa jabatan adalah amanah dan tidak selayaknya dinimati. zaman Gus Dur keluar Istana. Presiden sebagai kepala negara tentu dapat menyusun agenda bagaimana memperbaiki persoalan ini. Kehakiman bahkan Mahkamah Agung (MA) belum mampu di reformasi. "Bagi teman-teman yang ingin bergabung bisa gabung di grup facebook dan tweeter kami. sampai saat ini pendukung petisi ini berjumlah sekitar 540 orang. sehingga kalau ada alat bukti yang diajukan ke forum sidang MK. PNS. tidak boleh bicara diluar putusan apalagi yang menyerempet-nyerempet perkara yang menyangkut kewenangan orang lain. karena kami harap jika dari Polri nya sudah baik. Bagi saya ini sesuatu yang enteng dan biasa saja. Erry Ryana Hardjapamengkas. Itu yang menjadi masalah bukan lembaganya." ujarnya. Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak kekerasan (Kontras). pengumpulan dukungan untuk petisi ini akan terus dilakukan. "Selanjutnya akan diserahkan kepada Presiden. maka kita perlu memperbaiki diri. lagi pula belum ditopang dengan ekonomi yang mapan. keluar masuk Istana biasa saja. itulah konflik. Prof Dr Jimly Asshiddiqie SH seputar penegakan hukum di Indonesia. Menurut Taufik. maka mereka berjuang apa saja dikerjakan supaya dapat jabatan. Terbukti pernah ada beberapa personilnya yang terlibat praktek korupsi dan suap sehingga mereka diadili dan dipecat dari KPK. jadi ini mafia. Kejaksaan. mereka masing-masing memiliki argumentasi yang benar menurut versinya sendiri-sendiri. Jadi seorang yang menduduki jabatan apa saja. yang juga turut dalam pembacaan ini mengatakan. Ia menambahkan. Polri marah karena statemen yang ingin memecat Kapolri dan sebagainya. Jadi perilaku seorang meskipun Ketua MK tidaklah menentukan.

gara-gara Kabareskim Mabes Polri merasa disadap secara tidak mendasar melawan hukum menurut persepsi polisi. tetapi sistimnya belum dibenahi. Tim 8 tidak mempunyai hak untuk merekomendasikan pemberhentian keduanya. sumber daya aparatur. Menteri adalah pejabat politik. koordinasi dengan Departemen. Semua cabang kekuasaan eksekutif. bukan berapa jumlah tetapi kualitas perkara. Kalau jumlah perkaranya terbatas. Beberapa upaya kebijakan strategis diambil untuk menjalankan target reformasi tersebut. Birokrasi diharapkan menjadi pelayan masyarakat. Karena semua tidak suka. Pemerintah dan DPR hampir sepakat wewenang KPK dikurangi sehingga tidak memiliki kewenangan menuntut. Sudah 10 tahun reformasi dan yang lain sudah di reformasi. Apalagi kalau melakukan kesalahan. Makanya jabatan itu jangan dinikmati. mulai dari presiden sampai camat mau diakses semua. TNI tidak berada dibawah Dephan tetapi Presiden. tetapi dia kena getahnya karena harus bertanggungjawab. dikira Polri langsung dibawah Presiden. Jadi banyak orang yang marah. Mahkamah Agung. Polisi tidak mau karena tidak merasa dibawahnya. Sekarang ditambah lagi kasus Antasari yang dikaitkan dengan pembunuhan dan wanita. Mengapa tidak ada pejabat di Indonesia yang melakukan kesalahan seperti Kapolri dan Jaksa Agung. Saya kira KPK harus diperbaiki. Jadi kita harus membangun sistim hukum. KPK dimasa depan jangan lagi menanggani tindak pidana korupsi bagi semua orang. dan MA belum direformasi dan belum substantif perubahannya. pengadilan akan memeriksa perkara tindak pidana korupsi. Seharusnya ada agenda yang harus diperbaiki. Kalau mengundurkan diri mungkin tidak baik juga. berarti akan terjadi perubahan besar-besaran. ini sesuatu yang mutlak harus dikerjakan. Mengenai MA. Panglima TNI berada dibawah Presiden. Sesudah itu muncul kasus Bibit-Chandra. Saya kira Kapolri dan Jaksa Agung tidak merasa bersalah. Sebenarnya bisa kalau dibenahi. Misalnya masalah logistik. Memperbaiki KPK dengan mengevaluasi kekurangannya. Bagaimana tanggapan anda ? UU KPK harus disempurnakan. Tap Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VI Tahun 2001 mengamanatkan kepada presiden agar mulai memperbaiki birokrasi. sekarang tinggal menangkap saja. Jadi di kalangan pejabat.Namun terungkapnya praktek . barulah KPK turun tangan. maka jumlah hakim agung tidak perlu banyak-banyak. siapakah dalang kasus KPK vs Polri yang semakin ruwet seperti sekarang ini ? Saya tidak percaya ada dalangnya. bukan hanya eksekutif tetapi juga legislatif dan hakim agung. dan remunerasi. Tetapi jaksanya harus diawasi supaya tidak melakukan suap dan tidak ada lagi mafia. tetapi sepertinya dalam pembuktian tidak menyuruh membunuh. saya sudah mencetak 50 doktor. Tegaknya hukum tidak bisa dihitung dari berapa jumlah orang yang ditangkap. Jadi seolah-olah berhadapan antara negara dan rakyat dalam isyu pemberantasan korupsi. kejaksaan. Polisi koordinasi dengan Menko Polkam. Perubahannya hanya tambal sulam seperti soal usia dan gaji hakim agung. Semuanya tergantung pada Presiden SBY sebagai policy maker. Karena ada kasus seperti ini maka menjadi terbuka. follow-up nya baru sekarang. Jadi tidaklah benar jika TNI berada dibawah Dephan. Sudah selama 6 tahun KPK dianggap lembaga superbody. Manajemen pemerintahan seharusnya dibagi habis dimana koordinasinya dengan Menteri. Jadi yang begitu kasusnya tidak bermutu dan hanya menimbulkan perasaan tidak adil bagi masyarakat. ketua program studi ilmu politik fisip universitas brawijaya Agenda reformasi birokrasi bergulir sejak 2001.sehingga materi menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan. Koordinasi bukan berarti bawahan. tetapi pejabatnya tidak mengerti peta jalan perbaikan kearah mana. termasuk memperbaiki kejaksaan. Jadi kalau perkaranya tidak berkualitas seperti kasus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri yang kualitasnya kecil hanya kasus beberapa ratus juta rupiah dan hanya kesalahan administrasi. Selain itu MA harus diperbaiki. cukup ditanggani polisi dan jaksa. Seperti kejaksaan. maka koordinasinya dulu era Orba dengan Dephan. Tetapi karena Menko Polkam tidak memiliki aparat teknis. Kapolripun demikian. yaitu perbaikan kelembagaan. Polri dan Kejaksaan semuanya berada dibawah Presiden sebagai lembaga eksekutif. Setelah reformasi pertahanan dan keamanan dipisah. Bahkan banyak perkara yang sudah diperiksa sejak zaman Taufiqurrahman Ruki. karena menganggap sudah langsung koordinasi dengan Presiden. Terdapat empat upaya penting reformasi birokrasi. masak semua harus ditanggani Jaksa Agung. maka masyarakat membelanya. Kalau jumlah adalah cara berfikir demokratis dimana makin banyak makin baik. yang penting mendorong tegaknya hukum untuk memperbaiki keadaan. pembangunan dengan janji pertumbuhan ekonomi tidak akan berhasil. Misalnya waktu pembahasan UU Pengadilan Tipikor di DPR. Jadi ke depan lebih baik Polisi koordinasi dengan Depdagri untuk keamanan dan Depkumham untuk penegakan hukum. Jadi Kapolri dan Jaksa Agung tidak menangganinya. Apa KPK harus menanggani semua perkara seperti sekarang. Jadi ada semacam ketidaksukaan atau kebencian umum kepada KPK. cuma koordinasinya dengan Menteri. sebab ini kebobrokan lama. Tetapi masyarakat dan LSM marah. banyak dlihat terjadi overlaping dimana keputusan satu hakim agung dianulir hakim agung lainnya. Polri tidak mau koordinasi dengan Menteri. bagaimana komentar anda ? Polisi dan TNI dibawah Presiden. KPK cukup menanggani tindak pidana korupsi dan suap terhadap penegak hukum seperti jaksa. tetapi koordinasi. abdi negara. itu kan proses hukum yang normal. dan bertanggung jawab. Itu kan hanya nasehat kepada presiden. MPR memandatkan kekuasaan untuk menciptakan birokrasi yang transparan. Kalau bagi saya. perencanaan penegakan hukum pertahun dan anggarannya. Menurut anda. maka tanpa disadari ada usaha untuk melemahkan KPK. Beberapa lembaga dilibatkan sebagai obyek reformasi tahap awal. serta Kejaksaan Agung. sebaiknya mundur saja. Mulai dari Antasari yang dituduh membunuh. maka harus menyampaikannya ke DPR. sehingga usaha untuk mengurangi peran KPK memang sudah ada. hakim dan advokad. Selama ini dikatakan KPK terlalu berkuasa dan menjadi lembaga superbody sehingga membuat gerah lembaga penyidik lain seperti Polri dan Kejaksaan. sehingga kita perlu memperkuat PT. Hubungan TNI dengan Dephan bukan atasan dan bawahan. harusnya sekarang koordinasinya dengan Depdagri atau Depkumham. KPK cukup mengawasi kejaksaan. Apa tidak bisa perkara ke MA dibatasi jangan terlalu banyak. sedangkan Kapolri. bukan Menhan. kalau sistem hukum dan politik di Indonesia masih kacau seperti sekarang ini. legislatif dan yudikatif serta semua lembaga penegak hukum tidak suka sama KPK. karena ada Pengadilan Khusus Tipikor. sedangkan lainnya dapat ditanggani Kejaksaan. atau kedua-duanya dimana aspek keamanan koordinasinya dengan Depdagri dan hukum dengan Depkumham. Jadi seharusnya hanya kasus berskala besar saja yang ditanggani KPK. berdasarkan keputusan MK. itu salah juga. Jadi sebenarnya Kapolri dan Jaksa Agung tidak perlu mundur. Misalnya. Mestinya orang mundur dari jabatan tidak perlu harus bersalah. Jadi kasus-kasus besar terjadi di zaman Antasari. supaya jangan terlalu banyak perkara yang ditangganinya. Dalam sejarah. Kalau sudah merasa cukup mengabdi. seperti di Eropa dan AS ? Tanya saja sama yang bersangkutan. lantas dengan perasan malu mengundurkan diri. KPK menakutkan dan harus diubah. (Abdul Halim) Implikasi Politik Markus 28 Apr 2010 • • Koran Tempo Opini Wawan Sobari. tetapi birokrasi seperti polisi. akuntabel. Percuma. Meski sebagai professor. Kemudian diikuti beberapa lembaga setingkat kementerian lainnya. Munculnya permasalahan sekarang ini seharusnya dapat dimanfaatkan untuk penataan kembali sistim hukum dan peradilan di Indonesia. tetapi mekanisme pemberantasan korupsi secara menyeluruh harus ditata kembali. Tetapi kalau keadilan. Kalau memang hal itu dapat dilaksanakan. Karena itu ada kecemburuan TNI terhadap Polri. TNI. dan teladan masyarakat. Kalau ada yang mengatakan polisi menjadi arogan karena langsung dibawah presiden. Namun karena sudah menjadi isyu nasional. Apa ini tidak menjadi sumber masalah hukum dikemudian hari ? Sistem penegakan hukum kita sekarang lagi kacau. Jaksa Agung dan Panglima TNI pejabat teknisnya. polisi. itu berlaku buat semua termasuk peneliti dan dosen seperti saya. kehakiman dan kepolisian. sehingga disebut professor biasa diluar bukan professor luar biasa. Tetapi karena KPK dikeroyok ramai-ramai. Saya sebagai dosen terpaksa mengamen kesana kemari karena memang penghasilannya belum mencukupi sebagai guru besar. Seluruh mekanisme penegakan hukum harus ditata kembali. KPK hanya khusus menanggani pemeriksaan tindak pidana korupsi keempat lembaga tadi. yaitu Kementerian Keuangan dan Luar Negeri. cukup seperti MK dengan 9 orang hakim konstitusi. Tetapi KPK jangan dibubarkan. ketata laksanaan. Karena dia hanya memperoleh keputusan politik dari Presiden untuk perang atau damai. Sedangkan yang lainnya. Jadi jabatan digunakan untuk mendapatkan keuntungan materi. Jika mereka melakukan tindak pidana suap dan korupsi. Presiden sebagai Panglima Tertinggi TNI. bersih.

Faktor kontrol internal organisasi kini menjadi pertanyaan.Lipsky kemudian berargumen bahwa praktek birokrasi bawahan tersebut merupakan mekanisme untuk mengatasi situasi yang sulit {coping mechanism). yakni karena tingkat kontrol organisasi dan karakteristik klien. dan kepolisian dapat mencegah praktek birokrasi bawahan yang menyimpang. Hal terakhir cukup relevan menjelaskan praktek markus karena pihak yang be-perkara memiliki karakteristik yang khusus. Artinya. gaji besar bukan merupakan faktorfrustratif yang menjadikan para markus tersebut melakukan diskresi bagi pihak-pihak yang beperkara. Bila sumber daya yang dimaksud berkaitan dengan fasilitas institusi dan gaji.makelar kasus (markus). yakni sebagai upaya untuk keluar dari situasi frustratif antara besarnya permintaan pelayanan dan keterbatasansumber daya yang dimiliki. Masih ada faktor lain yang menyebabkan mereka berbuat demikian. Artinya. Faktanya. teori tersebut relatif gagal menjelaskan fenomena markus. Maka diskresi peraturan yang dipraktekkan birokrat bawahan menjadi lazim. Bahkan telah menegasikan perbaikan remunerasi yang dianggap obat mujarab untuk menekan penyimpangan. Menariknya. Apalagi dalam kenyataannya permintaan peningkatan pelayanan seperti tidak pernah berhenti (Nielsen. Gaji seorang pegawai Ditjen Pajak setelah perbaikan remunerasi jumlahnya berkali-kali lipat lebih besar dari gaji pegawai di daerah yang berposisi sama dan sebagai ujung tombak pelayanan publik pula. dan Ditjen Pajak telah mengalami perbaikan remunerasi. dan reformasi ketatalaksanaan dalam beberapa tahun terakhir. Kejaksaan. Kejaksaan. fakta markus merupakan bagian dari praktek birokrasi bawahan [street-level bureaucracy). Karya seminal Iipsky (1980) menjelaskan bahwa birokrasi bawahan mempraktekkan pemberian diskresi atas dispensasi manfaat atau alokasi sankksi. Di sisi lainnya birokrasi bawahan berjalan dengan kepentingannya sendiri untukmemanfaatkan akses langsungnya terhadap klien. meman tik keraguan publik. Terjadi konflik antara pembuat kebijakan dan birokrasi bawahan sebagai pelaksana kebijakan. keberadaan inspektorat di masing-masing lembaga itu tidak berhasil mencegah dan mendeteksi praktek diskresi tersebut. klien yang mereka layani bukan hanya kalangan . 2006). MA. Reformasi birokrasi dianggap tidak membuahkan hasil. praktek diskresi birokrasi bawahan tidak hanya terjadi di pusat. Scott (1997) menyebut dua faktor lain yang men-determinasi para birokrat bawahan untuk melakukan diskresi. serta kepolisian. MA. pegawai Kejaksaan. Hanya. pengembangan sumber daya manusia. Di satu sisi para legislator dan pembuat kebijakan lainnya berupaya menciptakan tujuan-tujuan ideal ke dalam peraturan. Praktek markus terjadi dalam sebuah relasi tidak sehat antara pelayan dan yang dilayani (klien). yang melibatkan aparat Direktorat Jenderal Pajak. Ada persoalan yang perlu dicari penyebab dan jalan keluarnya sehingga lembaga kontrol internal MA. Birokrasi bawahan Dalam kajian teoretis. Mereka berada dalam situasi oportunistik membutuhkan kepastian hukum yang menguntungkan dirinya. Kementerian Keuangan. namun terjadi pula di daerah.

tapi juga para elite yang membutuhkan dukungan politik. Mereka setia untuk mendampingi dan membantu para incumbent menjalankan kampanye politik secara tidak langsung. Setiap upaya perubahan yang dilakukan dianggap hanya tambal sulam. Apalagi ditunjang pesatnya perkembangan teknologi informasi yang memudahkan antarindividu untuk saling terkoneksi senasib-sepenanggungan. yakni timbulnya persepsi massal yang menganggap bahwa perubahan birokrasi tidak ada hasilnya. Dikhawatirkan akan terjadi penarikan legitimasi publik terhadap pemerintah (legitimacy rush) secara cepat Terutama bila publik tidak melihat perbaikan signifikan terhadap persoalan ketidakadilan yang dilakukan para markus dan praktek menyimpang birokrasi bawahan lainnya. Kebijakanyang tidak antisipatif dan prospektif terhadap kondisi di lapangan menyebabkan kegagalan implementasinya. Saat ini mulai terungkap praktek pegawai negeri yang mengumpulkan dukungan bagi para keluarga incumbent yang mencalonkan lewat jalur perseorangan. Pertama. karena publik tidak percaya pada perubahan-perubahan mendasar untuk memperbaiki birokrasi.Lebih jauh lagi. Padahal belum tentu demikian karena masih ada beberapa kemajuan atas upaya-upaya reformasi tersebut. Meski belum terorganisasi.masyarakat bawah yang membutuhkan pelayanan. praktek diskresi para birokrat bawahan merupakan buah dari konflik kebijakan antara pembuat dan pelaksana kebijakan. Para pegawai negeri sipil yang semestinya netral terlibat dalam aksi saling dukung para pejabat kepala/wakil kepala daerah {incumbent) atau bahkan keluarganya yang mencalonkan diri. Modus lainnya berupa pengumpulan dukungan secara langsung. Gejala menurunnya kepercayaan terhadap pemerintah mulai terlihat dari seruanseruan sejumlah pihak untuk memboikot kewajiban membayar pajak. pemerintah perlu mengantisipasi merosotnya kepercayaan politik (political distrust) publik. publik semakin menurunkan kepercayaannya {distrust) terhadap pemerintah. termasuk didaerah. potensi aksi-aksi kolektif tersebut sudah diperkirakan oleh Lipsky (1980). Ia berasumsi bahwa kumpulan individu yang merasa dirugikan oleh praktek diskresi birokrat bawahan bisa mengorganisasi aksi bersama. para pegawai negeri ikut memposisikan diri dan mendukung setiap kebijakan dan program kepala daerah atau wakil kepala daerah guna mendapat kredit politik dari publik. di daerah terjadi praktek makelar politik. Sayangnya dilakukan secara menyimpang. Meskipun belum terakumulasi secara massal. Kepercayaan politik Bahaya politik yang mengancam kegagalan reformasi birokrasi yang dibanggakan pemerintah adalah munculnya gejala nihilisme pada masyarakat. Para birokrat bawahan tersebut melakukannya dalam dua modus. Entitas terkaitAgenda | Apalagi | Bahaya | Birokrasi | Dikhawatirkan | Faktor | Gaji | Gejala | Iipsky | Karya | Kebijakanyang | Kejaksaan | Kementerian | Kepercayaan | Lipsky | Mahkamah | Memasuki | Modus | MPR | Padahal | . Kemudian birokrasi bawahan berupaya menerjemahkan sendiri kebijakan tersebut. Tidak dimungkiri.Memasuki masa pemilihan kepala daerah (pilkada) 2010.

Selain itu. dalam sidang 22 Agustus 2008. MA.000 dan dari Glenn Muhammad Surya Jusuf melalui pengacaranya. Urip dinyatakan terbukti menerima uang terkait dengan jabatannya sebagai anggota tim jaksa penyelidik perkara BLBI. di daerah terjadi praktek makelar politik. yakni timbulnya persepsi massal yang menganggap bahwa perubahan birokrasi tidak ada hasilnya. vonis 20 tahun penjara merupakan pemecahan rekor sebagai vonis tertinggi di Pengadilan Tipikor.Lipsky kemudian berargumen bahwa praktek birokrasi bawahan tersebut merupakan mekanisme untuk mengatasi situasi yang sulit {coping mechanism). pengembangan sumber daya manusia. 05 September 2008 Pintu Masuk Usut Sjamsul Nursalim Jaksa terdakwa penyuapan dan pemerasan Urip Tri Gunawan divonis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan hukuman 20 tahun penjara. . Kementerian Keuangan. Sebagaimana diketahui. tapi juga para elite yang membutuhkan dukungan politik. Vonis 20 tahun penjara yang dijatuhkan hakim lebih tinggi daripada tuntutan jaksa yang hanya 15 tahun penjara. pegawai Kejaksaan. Reno Iskandarsyah. termasuk didaerah. maksimal yang bisa dijatuhkan hakim adalah 20 tahun penjara atau seumur hidup. Vonis untuk Urip Tri Gunawan Jumat. klien yang mereka layani bukan hanya kalangan masyarakat bawah yang membutuhkan pelayanan. dan Ditjen Pajak telah mengalami perbaikan remunerasi. Ada persoalan yang perlu dicari penyebab dan jalan keluarnya sehingga lembaga kontrol internal MA. yakni sebagai upaya untuk keluar dari situasi frustratif antara besarnya permintaan pelayanan dan keterbatasansumber daya yang dimiliki. Bila sumber daya yang dimaksud berkaitan dengan fasilitas institusi dan gaji. JPU menuntut Urip 15 tahun penjara. Sebelumnya. Kepercayaan politik Bahaya politik yang mengancam kegagalan reformasi birokrasi yang dibanggakan pemerintah adalah munculnya gejala nihilisme pada masyarakat. Pada sisi lain.Memasuki masa pemilihan kepala daerah (pilkada) 2010. vonis yang dijatuhkan hakim Pengadilan Tipikor itu patut mendapat apresiasi. Kejaksaan. Juga denda Rp 500 juta untuk mantan ketua tim jaksa penyelidik perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Vonis yang dijatuhkan. Rp 1 miliar. Dikhawatirkan akan terjadi penarikan legitimasi publik terhadap pemerintah (legitimacy rush) secara cepat Terutama bila publik tidak melihat perbaikan signifikan terhadap persoalan ketidakadilan yang dilakukan para markus dan praktek menyimpang birokrasi bawahan lainnya. sangat melegakan dan memberi angin segar bagi upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. vonis tertinggi yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor adalah 10 tahun penjara dalam kasus pengadaan helikopter dengan terdakwa Abdullah Puteh (gubernur nonaktif NAD). pada satu sisi. Padahal. dan kepolisian dapat mencegah praktek birokrasi bawahan yang menyimpang.Praktek | Reformasi | Sayangnya | Scott | Terdapat | Terutama | Wawan | Direktorat Jenderal | Ditjen Pajak | Kementerian Keuangan | Implikasi Politik Markus | Tap Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VI Tahun | Ringkasan Artikel Ini Maka diskresi peraturan yang dipraktekkan birokrat bawahan menjadi lazim. Dia dinilai menerima uang dari Artalyta Suryani USD 660. dan reformasi ketatalaksanaan dalam beberapa tahun terakhir. Menariknya.

Selain itu.6 tahun penjara untuk pelaku korupsi. Atau. Jusuf (mantan ketua BPPN). Saat ini. namun akhirnya divonis hakim Pengadilan Tipikor tujuh tahun penjara.000 itu bukanlah pemberian yang berdiri sendiri. Layak Meski mengundang perdebatan. Faktafakta sidang dan penjatuhan vonis bersalah terhadap Urip setidaknya bisa menjadi pintu masuk bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangani kasus korupsi BLBI yang melibatkan Glenn M. Setiawan Haryono dalam kasus korupsi BLBI yang awalnya dituntut enam bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan justru divonis lima tahun penjara. secara lebih luas. Penjatuhan vonis hakim yang lebih tinggi daripada tuntutan jaksa merupakan suatu hal yang biasa dalam praktik penanganan perkara korupsi di pengadilan (umum maupun tipikor). sidang terhadap Urip (dan Artalyta Suryani) menegaskan banyak sinyalemen publik tentang indikasi permainan di balik penanganan korupsi BLBI. selama sidang. vonis 20 tahun penjara sudah selayaknya diberikan terhadap Urip didasarkan pada beberapa alasan. tapi merupakan imbalan yang berhubungan dengan penghentian penyelidikan kasus BDNI-BLBI II. hingga sidang akan berakhir. Pemberian vonis yang berat bagi Urip diharapkan bisa menjadi terapi kejut (shock therapy) bagi aparat penegak hukum lainnya. Sjamsul Nursalim (pemegang saham BDNI). perbuatan terdakwa telah mencermarkan institusi kejaksaan. bukan sebaliknya justru menjadi pelanggar hukum dan pelaku korupsi. khususnya jaksa. Dalam pemeriksaan dan sidang. Dalam sejarahnya. untuk tidak melakukan tindakan menyimpang serupa pada masa mendatang. kenyataannya. Pintu Masuk Selain penjatuhan hukuman terhadap Urip. Catatan Indonesia Corruption Watch (ICW) selama dua tahun terakhir (2007-2008). Urip seharusnya mengerti hukum (dan tindakan korupsi) serta menjadi teladan bagi masyarakat. Contohnya. Meski fakta-fakta dalam sidang menyebutkan adanya komunikasi antara Artalyta dengan Urip dan pemberian uang suap terkait dengan pemeriksaan kasus korupsi BLBI. tidak ada ketentuan yang dilanggar bila vonis yang dijatuhkan hakim lebih berat daripada tuntutan jaksa. bandingkan dengan pengadilan umum yang hanya 1. Pertama. kejaksaan merupakan tulang punggung upaya pemberantasan korupsi yang sedang diusung pemerintah. Keempat. Dengan demikian.Namun. secara keseluruhan. Rokhmin Dahuri. Sebab. hakim tidak terikat terhadap jumlah tuntutan hukuman yang diajukan jaksa penuntut umum. satu-satunya harapan penuntasan korupsi BLBI hanya ada pada KPK. vonis rata-rata di Pengadilan Tipikor adalah 4. selama tidak melebihi ancaman pidana sebagaimana pasal UU Korupsi yang didakwakan oleh jaksa. khususnya yang melibatkan Sjamsul Nursalim. Terungkapnya praktik penyuapan yang melibatkan ketua tim BLBI itu. Urip juga terkesan menutupi keterlibatan petinggi di Kejaksaan Agung. mantan menteri kelautan. Urip tetap bersikukuh bahwa uang dari Artalyta itu merupakan pinjaman untuk usaha perbengkelan. Nama baik institusi kejaksaan menjadi sangat tercemar akibat praktik suap-menyuap yang dilakukan Urip.4 tahun penjara. yang dituntut jaksa enam tahun. sebagai aparat penegak hukum. Kedua. ketidakpercayaan publik terhadap kejaksaan harus diartikan pula sebagai ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah yang dipimpin SBY-Kalla. serta sejumlah petinggi Kejaksaan Agung. berbeda dari pengadilan umum yang telah menjatuhkan vonis bebas terhadap 438 pelaku korupsi. Adanya fakta suapmenyuap yang dilakukan Urip dengan Artalyta terkait dengan penanganan korupsi BLBI Sjamsul Nursalim telah memenuhi alasan bagi KPK (sebagaimana diatur dalam pasal 9 dan 68 UU No 30 Tahun . Fakta-fakta hukum yang terungkap dalam sidang dengan kedua terdakwa tersebut seharusnya dilihat sebagai poin penting bahwa suap USD 660. berdampak pada menurunnya kepercayaan publik kepada kejaksaan pada tingkat yang paling rendah. Urip tidak kooperatif dan berbelit-belit. belum ada koruptor yang divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor. Ketiga. vonis yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor itu cukup memberikan efek jera dan rata-rata lebih tinggi daripada vonis perkara korupsi yang dijatuhkan pengadilan umum.

tidak cukup signifikan dan rata-rata masih berada di bawah kisaran 50 persen dukungan kepuasan publik. serta Menteri Lingkungan Hidup. terutama bertepatan dengan setahun masa pemerintahannya pada 20 Oktober mendatang. Menteri Luar Negeri. Menteri-menteri lain yang juga dipandang merosot adalah Menteri Kesehatan. Kebudayaan dan Pariwisata. yang ditandai dengan merosotnya kepuasan responden. Menteri Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Beberapa menteri. serta Pemuda dan Olahraga. Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sempat mengatakan bahwa evaluasi yang akan dilakukan Presiden nanti tidak selalu berarti adanya reshuffle atau penggantian menteri. Sebenarnya. Hasil evaluasi UKP4 itu tampaknya akan mendorong Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan evaluasi kinerja para menterinya. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Menteri Riset dan Teknologi. anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) di Jakarta Kepuasan terhadap Kinerja Menteri Merosot11 Oktober 2010 OLEH PALUPI PANCA ASTUTI Meskipun sudah hampir setahun para menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu jilid II bekerja. Emerson Yuntho. Menteri Pertahanan. Jika dibandingkan dengan jajak pendapat untuk hal yang sama pada bulan Juli 2010. Hal itu dikatakan Ketua UKP4 Kuntoro Mangkusubroto. Tidak buru-buru . Pendidikan Nasional. hasil evaluasi UKP4 tersebut sejalan dengan hasil jajak pendapat Litbang Kompas yang menyiratkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja menteri secara umum. Menteri Perindustrian.2002 tentang KPK) untuk mengambil alih kasus korupsi BLBI. Menteri Sosial. Menteri Pertanian. Kelautan dan Perikanan. Bahkan. belum tampak tanda-tanda mereka mampu mengatasi berbagai persoalan krusial yang dihadapi bangsa ini. Hanya Menteri Perdagangan yang tak mengalami perubahan. secara umum kepuasan masyarakat terhadap kinerja menteri-menteri tersebut cenderung turun. kecuali terhadap menteri-menteri seperti Perdagangan. Agama. Meski demikian. hasil evaluasi kabinet yang dilakukan oleh Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan atau UKP4 menyatakan kinerja 25 persen kementerian mengecewakan. di antaranya Menteri Dalam Negeri. terdapat kecenderungan menurunnya kepercayaan kepada para menteri. walaupun ada yang mengalami kenaikan. Beberapa menteri tercatat mengalami penurunan kepuasan publik yang cukup signifikan. dan Menteri Perhubungan. Menteri Komunikasi dan Informatika. Pada bulan Juli 2010. Rata-rata kepuasan terhadap kinerja menteri-menteri berada di bawah 50 persen (lihat grafik).

sikap publik pun mungkin saja berubah. Empat menteri yang dicopot dalam perombakan kabinet kedua adalah Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra. perombakan anggota kabinet terjadi lagi. Meskipun sikap publik belum mengkristal menjadi tuntutan terhadap adanya perombakan kabinet saat ini. pada Mei 2007. Kondisi berbeda terjadi menjelang akhir tahun 2005. dan Andung Nitimihardja (Menteri Perindustrian). tiga nama diberhentikan. Saat itu.2 persen) dalam jajak pendapat Litbang Kompas menginginkan terjadinya reshuffle atau penggantian menteri-menteri kabinet. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Ketika itu sebagian besar responden (69. Ekonomi dan keamanan Setelah satu tahun berjalan. Tampaknya. Apabila kondisi yang dikeluhkan masyarakat tidak kunjung membaik. serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Di antara menteri yang dianggap perlu diganti saat itu adalah Menteri Pendidikan Nasional. ketidakpuasan publik atas kinerja pemerintahan Presiden SBY masih menjadi batu sandungan yang cukup berarti. Menteri Negara BUMN Sugiharto. serta Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh. Namun. Jika reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu I terjadi dua kali dalam lima tahun. Dua tahun kemudian. Hingga tiga bulan terakhir. Menteri Perindustrian. saat ini wacana tuntutan penggantian menteri tidak terlalu kencang berembus ke masyarakat. mayoritas responden (80 persen) jajak pendapat Litbang Kompas menyatakan setuju adanya penggantian menteri. bukan tidak mungkin untuk mengganti menteri. setahun pertama Kabinet Indonesia Bersatu I bekerja.2 persen) jajak pendapat Litbang Kompas. Tiga nama yang keluar dari kabinet adalah Jusuf Anwar (Menteri Keuangan). dan Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf. Setidaknya. Kepuasan yang menurun adalah pertanda yang lebih nyata akan adanya persoalan. masih menjadi kekhawatiran terbesar publik. Ungkapan tersebut disampaikan sebagian besar responden (43.Meskipun opini negatif dialamatkan ke hampir semua menteri. Kenaikan tarif dasar listrik yang mengakibatkan kenaikan harga bahan pokok berlanjut dengan rutinitas kenaikan harga pada bulan puasa dan Lebaran. tiga nama masuk menjadi menteri. problem di bidang perekonomian. publik cenderung tidak terburu-buru ”menghukum” dengan mengusulkan penggantian sosok baru sebagai pengganti menteri-menteri saat ini. Perombakan kabinet yang dilakukan SBY pada tahun pertama pemerintahannya pada waktu itu adalah reshuffle terbatas dengan merotasi dan mengganti beberapa menteri. Empat menteri dan satu pejabat setingkat menteri dicopot serta dua menteri dirotasi. apakah hal yang sama akan terjadi pada anggota Kabinet Indonesia Bersatu II? Bisa ya bisa tidak. . dan tiga nama dirotasi posisinya. Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin. Penggantian beberapa anggota kabinet menjelang tiga tahun pemerintahan SBY itu juga didukung masyarakat. Alwi Shihab (Menko Kesra). sebulan sebelum reshuffle dilakukan. khususnya kenaikan harga bahan kebutuhan pokok.

Kondisi itu membuat sebagian masyarakat meragukan kemampuan kinerja para pembantu presiden. khususnya yang menangani masalah perekonomian. ada seorang wanita. Ketidaknyamanan terkait persoalan keamanan pada akhirnya melahirkan rasa gundah dan ketakutan publik akan terjadinya peristiwa yang sama pada waktu mendatang.2 persen) merasa tidak puas dengan kinerja para menteri. Dialah Marianna Sutadi yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua MA. harga bahan pokok tetap tidak banyak turun. 2007 Wawancara Marianna Sutadi.sebulan setelah masa Lebaran. Di antara nama-nama yang muncul.4 persen) menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja para menteri perekonomian. Namun.(Litbang Kompas) Monday. Meskipun industri semakin berkembang. Publik pantas kecewa dengan kinerja menteri di bidang perekonomian. masih banyak angkatan kerja yang tidak terserap pasar tenaga kerja. Sebagian besar responden (65. Mahkamah Agung terus menjadi sorotan. May 21. kinerja para menteri di bidang politik dan keamanan juga menyiratkan ketidakefektifan. Perempuan berdarah Batak ini mengajukan alasan. wakil Ketua MA : “Pengadilan Dibenci. Meskipun operasi pasar bahan pokok digelar di mana-mana. Edisi lalu. Apalagi periode kepemimpinan Bagir Manan sebagai Ketua MA bakal segera berakhir. Oleh sebab itu. . Negara dianggap lengah dan lalai dalam menjaga keamanan warga negaranya. kredit unit usaha masih sulit didapat dan bunganya cukup tinggi. setidaknya akan dapat menghapus keraguan terhadap kemampuan para penggawa negara dalam menjamin rasa aman di masyarakat. diajukan sebagai calon pengganti Bagir. wakil Ketua Mahkamah Agung Marianna Sutadi. tapi di rindu” Belakangan. Terlebih setelah adanya usulan Komisi Yudisial tentang kocok ulang hakim agung dengan alasan lembaga tertinggi yudikatif ini dianggap sudah darurat. Marianna justru menolak. Jika dapat segera dibenahi. tak berambisi menjadi Ketua MA. Nyatanya. Oleh karena itu. meski bunga acuan Bank Indonesia rendah. Efektivitas pengawasan dan penjagaan keamanan yang kurang memadai membuat mayoritas responden (61. persoalan kedua setelah ekonomi yang paling mendesak segera ditangani menurut responden adalah masalah keamanan. Selain bidang ekonomi. persoalan ekonomi dianggap sebagai masalah yang paling mendesak harus ditangani. Bila itu terjadi. peluang pergantian kepemimpinan juga makin terbuka. Kasus kekerasan horizontal antarwarga di beberapa daerah dan ibu kota negara menjadi sorotan tajam belakangan ini. masyarakat masih bisa merasakan beberapa harga bahan pokok yang tetap tinggi. FORUM memperkenalkan sejumlah hakim agung yang berpeluang menggantikan Bagir Manan. khususnya di bidang politik dan keamanan.

Di Amerika juga hakimnya tetap pakai toga. Bahkan untuk badan peradilan. Wakil Ketua MA itu memilih menggunakan hak jawab. Semoga ini bisa menjadi ‘jurisprudensi' bagi penyelesaian sengketa pers kedepannya. Sempat memang mereka memiliki satu orang hakim agung perempuan. Karena ini memang jabatan yang sulit.Sebagai salah satu penguasa yudikatif.13) ". sumbangan Marianna tak hanya itu saja. Karena itu. Pasalnya pucuk pimpinan MA saja sudah melestarikan penggunaan hak jawab dalam menyelesaikan sengketa pemberitaan pers. . 40 tahun 1999 tentang Pers. saya tidak pernah bertemu siapa pun yang menunjukkan saya berambisi menjadi Ketua MA. Marianna tentu saja mengerti keberatannya itu bisa saja dilampiaskannya lewat jalur pidana maupun perdata. Marianna juga menceritakan "dapurnya" selama mengabdi di MA.. perilakunya. Mungkin orang lain tidak tahu. Buat apa itu? Karena memang pengadilan itu konvensional. Termasuk perkembangan terakhir yang terjadi di lembaga benteng terakhir keadilan itu. untuk saya. Negaranya sudah maju. Tapi kini telah mengundurkan diri. Orang melihat bahwa jabatan itu banyak. kata-kata 'dengan menyiapkan dana' itu sangat menyinggung sekali. baru sayalah yang pertama. pasti dia tidak akan dihormati anggotanya. Rabu pekan lalu. Mengapa? Lihat saja pengadilan di Inggris. integritasnya. Tapi. Dituakan karena semua lama.... ternyata dia lebih mengikuti mekanisme yang tertuang dalam UU no. Kalau seorang Ketua MA tidak memenuhi persyaratan itu. tapi hakimnya tetap pakai wig. Amerika sendiri belum pernah ada pimpinannya yang perempuan. Jabatan Ketua MA adalah jabatan primes interpares.38 hal. Termasuk jabatan Wakil Ketua MA ini. dia agak konvensional. keberatan itu disampaikan dalam wawancara dengan Irawan Santoso dari FORUM. Mengapa dituakan? Karena kemampuannya. Ternyata. sejak Indonesia merdeka. Berikut petikan wawancaranya: Anda keberatan dengan poin mana? Tentang tulisan (FORUM edisi No. Terus terang.sudah siap dana dan dukungan dari para hakim agung lain untuk menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung". Fakta ini tentu menggembirakan. Tapi MA sebagai badan peradilan. Untuk duduk menjabat posisi wakil Ketua MA saja.

tidak akan ada yang bilang itu putusan direkayasa. Konsep itu memang banyak juga yang menolak. Keduanya itu orang kulit putih. Karena kesepakatan mediasi itu kan dibuat para pihak. Para pihak juga pasti senang. Nah. red) yang mewajibkan para pihak yang berperkara untuk mengutamakan mediasi. sampai ke akhir masa jabatan. Hari libur saya itu sengaja saya pakai. Hari libur. Itu bukan pekerjaan gampang. Karena putusan itu. LSM. hari Minggu lalu saya pergi ke Semarang. Jadi tak ada lagi yang perlu diurus. jangan dikira kalau saya ke luar negeri itu untuk berjalan-jalan belaka. Untuk itu pula. uang bermain dan lainnya. Bukan hanya untuk hakim. Waktu itu sebenarnya tidak pantaslah pimpinan MA untuk ikut. saya sangat mensyukuri ini dari Allah SWT. Karena saya memang menangani bidang yudisial. Tentu saya ingin agar hakim-hakim kita itu betul-betul dapat menjadi hakim yang dihormati karena putusannya. bagaimana sebenarnya keseharian Anda? Menduduki posisi Wakil Ketua MA. Kuncinya. bisa menyelesaikan tugas saya yang saya impiimpikan ini. kasus ini yang ingin saya ambil.Dengan jabatan seperti ini. Hanya itu saja. bayangkan! Mengapa saya bisa begitu. Kenapa? Karena membicarakan mediasi. Tapi presiden mereka berkata. Tujuannya untuk mendamaikan pihak yang berperkara di pengadilan. Sekarang sudah ada PERMA (Peraturan MA. Di sana bertemu dengan seluruh hakim se-Kalimantan. Untuk merangkul agar kita punya pandangan sama. tapi juga akademisi. Anda mengorbankan hari libur untuk bekerja? Nah. Anak-anak saya sudah berdiri sendiri. Denpasar Raya. Bahkan Sabtu pekan ini saya berangkat ke Kalimantan. Itulah terobosan yang saya inginkan sekarang ini. terjadi keributan antara orang kulit hitam dan kulit putih. Itu kan berarti menggunakan waktu keluarga. Nah. Jadi secara alamiah akan menurun. Orang kulit hitam yang didakwa membunuh mantan istrinya dan pacar mantan istrinya. Yaitu antara Wakai dan Chotei. betapa pentingnya mediasi itu. profesionalitas ditingkatkan. . wong suami saya sudah pensiun kok. Makelar perkara juga bisa dihindari. Jakarta Itu rumah jabatan kompleks menteri. Seperti itulah yang jadi mimpi saya. kita harus tunduk pada putusan pengadilan. Secara tidak langsung akan membatasi perkara-perkara kasasi. Nah. Kalau para pihak sudah setuju. kondisi itu bisa dicapai di sini. Mobil yang saya pakai. Jadi. Itu setara dengan mobil jabatan yang dipakai menteri. Kabarnya Anda sering berpergian ke luar negeri. Saya tinggal di JI. Dalam kasus OJ Simpson di Amerika. LBH dan lainnya. Di sana melakukan sosialisasi terhadap sistem mediasi itu. lalu dibuat putusan perdamaian. Menyelesaikan perkara dengan singkat. ini yang penting agar publik tahu. Kita lihat di negara lain misalnya. maka saya khusus menjadikan putusan hakim agar benar-benar memenuhi rasa keadilan.Toyota Camry. Saya hanya memikirkan agar bisa selamat. advokat. Tujuannya untuk dibahas guna dibuat sebuah peraturan MA. masih diragukan juga integritasnya? Masa sih masih cari dana. apa saja yangAnda lakukan? Saya memang sempat pergi ke Jepang. tidak usah banding atau kasasi. Oleh pengadilan di sana dibebaskan. Sebenarnya mimpi-mimpi saya banyak. Saya mau apa lagi? Saya tidak punya pikiran lain-lain lagi kecuali bekerja. Tapi memang itu belum berjaIan. apakah orang yang sampai hari liburnya dikorbankan.

Jadi semua orang memerlukan pengadilan. mengapa bukan samasama kita memperbaikinya. ternyata massa masuk keruangan pengadilan. Anda tidak mengakar di kalangan hakim agung MA. Jadi kondisi ini mirip. Begitu ada polusi. judulnya benci tapi rindu. Pembicaranya dari beberapa kalangan. 38 hal. pengadilan tidak bisa melakukan itu. Memang tidak gampang kan jadi hakim? Ada yang mengatakan. Orang bisa mengatakan saya cantik. "Saya tidak berkomentar". Pada waktu normal. Padahal kalau di tulisan itu (FORUM edisi No. Waktu MA diserang terus-menerus. baru orang-orang repot. Pengadilan Negeri (PN)-nya dirusak orang.. Tapi bukan dibakar pengadilan itu. bagaimana komentarnya tentang pemeriksaan Ketua MA? Selalu saya menjawab.. Karena tidak bisa. Sebetulnya sasaran utamanya bukan pengadilan. saya tidak wajar berkomentar. ha. Beberapa pekan lalu. Terhadap kondisi hukum kita sekarang. memberikan penjelasan pada pers misalnya? Banyak wartawan yang datang kepada saya. tidak ada manusia yang menghargai udara... kalau seandainya gedung pengadilan kita kecil. Karena di sana kan ada penjagaan. Nah. Padahal waktu itu. Herman Allositondi. bahwa kepercayaan kepada pengadilan menurun jumlahnya. Karena sudah terlalu banyak orang berkomentar. Nah.. Ketika masuk. 14red) di atasnya dikatakan. Itu kan seperti udara (Marianna menghirup udara dalam-dalam). buruk juga bisa. hanya untuk meluruskan keadaan. Penilaiannya dari mana? Ha .. mengapa barang bukti seperti itu mesti kita yang simpan. Jadi hilanglah. Lalu di bawahnya dicantumkan bahwa saya tidak mengakar. Saya katakan. Kemarin saya ke Semarang. saya agak bingung. ketika petugas pengadilan sedang mengambil kunci. Kalau saya dibilang cenderung menghindar.Apa agenda Anda pergi ke sana? Karena di sana ada masalah. Karena itulah saya ke sana. dengan lagu. kepercayaan terhadap pengadilan menurun. Ada diskusi panel. Semua manusia perlu udara. memang menghindar. Tidak ada yang bisa memutus suatu sengketa selain pengadilan. Bukan dengan menghujat atau membakarnya. Karena memang risikonya besar. tapi kantor polisi. Bisa dititipkan di kejaksaan atau di polisi. kalau itu yang kita rasakan sekarang. Hanya. ditangkap . benarkah begitu? Tidak mengakar? Seyogianya terhadap penilaian seperti itu. intinya satu. Semua orang berduyun-duyun bagaimana mengatasi pencemaran itu. banyak yang malah tidak percaya lagi terhadap pengadilan. Itu sah-sah saja. di PN itu lagi disimpan truk-truk illegal logging. Tidak barus. ha . maka kaca-kaca pengadilannya dipecahkan. Tapi bukan karena saya ingin menyelamatkan orang lain. Anda terkesan sama sekali tidak melakukan pembelaan. Jadi untuk apa? Wong yang diminta komentar kok. Fenomena apa ini. Kebetulan massa yang sambil berjalan itu melewati PN. apa tanggapan Anda terhadap hal ini? Saya senang sekali menjawabnya. Mestinya kan turun. Maka mereka berteriakteriak meminta agar truk-truk itu dikembalikan dan terdakwa dibebaskan. Hasilnya juga bukan malah meluruskan keadaan. hakim PN Jakarta Selatan. Makin mericuhkan keadaan. mereka mengambil barang bukti kasus lain. Tapi kok jumlah perkara naik. Marilah kita sama-sama memperbaiki kekurangan. Jumlah perkara yang masuk ke PN senantiasa meningkat. Sebelumnya Anda mengatakan. Ini kan kontradiksi. Tapi mari kita lihat. "Saya sebelumnya didaulat oleh para hakim agung untuk jadi wakil Ketua MA". Saya ingin sampaikan. kalau saya tarik kesimpulan dari penanya-penanya itu.

yang ketika itu Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia. Kalau kita tidak bertindak. Mereka menanyakan nasib investigasi kasus Muniraktivis hak asasi manusia yang tewas diracun dalam perjalanan Jakarta-Amsterdam pada 2004. Saya usulkan kepada Ketua MA. tapi tak tersentuh. Cuma selama ini tidak kita lakukan terbuka seperti itu. dari keterangan KPN. Namun kondisi sekarang sudah berubah. Kita semua tahu: BHD hendak menangkap Muchdi Pr. nanti dikira orang tidak bekerja. Karena kita perlu public trust. majelis harus diganti semuanya. Setelah mendengar penjelasan dia. petinggi Badan Intelijen Negara yang ditengarai terlibat kasus Munir. Lho. Saya bilang. tolong buat surat penangkapannya segera. Setelah itu saya langsung press conference. Karena kita juga menghormati azas praduga tidak bersalah. tidak. waktu kejadian di PN Jaksel. lalu perintah dikeluarkan. Polisi kabarnya sempat akan menyerah. saya setuju. sebenarnya itu proses standar saja. tapi MA malah membiarkannya? Sebenarnya saya yang memerintahkan agar dilakukannya pemeriksaan itu. apa tidak ketuanya saja. Karena memang kalau ada kejadian begini. KPN berkata. Lalu. Usman Hamid Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) SEKELOMPOK aktivis dan wartawan suatu hari pada Juni 2008 datang menemui Bambang Hendarso Danuri (BHD). hakim anggotanya kita jadikan ketua. Karena itu Jaksa Agung mohon agar petunjuk Ketua MA untuk memeriksa Herman. Lalu Pak Ketua memanggil saya. Berarti MA perlu public trust juga dong? Memang butuh. Saya bilang. Harus semuanya diganti. saya langsung menelepon Ketua PN Jaksel (Seodarto. Esoknya Jaksa Agung menelepon Ketua MA. Hanya masalah itu saja. Hakimnya belum ada cerita. kok. Hasil rekaman jelas petunjuknya (Herman terlibat). Waktu itu kebetulan kita sedang rapat pimpinan. . Mereka ditekan dari kiri-kanan. saya yang memerintahkan. Bambang dan beberapa perwira bawahannya mendapat teror serius. Maka. ganti majelis hakimnya. Saya minta dia supaya sore itu agar datang untuk melaporkan. kami tidak mengumumkannya. Kemudian Jaksa Agung menelepon saya lagi siangnya. saya bilang ini tidak bisa tidak. Nah. Tapi masalah lain kita memang tidak umumkan. Karena itu konsekwensinya luas. Tapi. Saya juga bilang. Malam itu juga perintah Ketua MA kepada Ketua PN Jaksel adalah tarik semua perkara dari hakim tersebut. ini (hakimnya) pasti terkait. Ketua PN Semarang yang sudah ditindak itu. Entah oleh siapa. red). Karena dia akan segera berangkat meninjau PN di Lampung. Kan cepat prosesnya. Tersangka pembunuh sudah ada.Kejaksaan. saya usulkan kepada Pak Ketua MA. Yang baru tertangkap tangan kan paniteranya..

Suatu petang. Belum lagi kasus Bank Century. juga kejaksaan dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Tentu saja niat itu positif meski penekanan kebijaksanaan mestinya bukan semata kehendak hati. kemajemukan.Kepada para aktivis. Wajah para anggota tim polisi yang membekuknya tegang. Bank Indover. Setahun terakhir. Inilah kemunduran terbesar dari reformasi kepolisian. Muchdi tak melawan. Ada pula kasus rekomendasi kerja Tim 8 untuk mereposisi sejumlah pejabat kepolisian. dan hak asasi manusia. Lihat saja misalnya penanganan kasus penahanan dua pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi. Tak lupa pula ia menegaskan kehendaknya mewujudkan harapan masyarakat terhadap penegakan hukum yang adil. Bibit-Chandra. Juga rekayasa kasus Aan dan dugaan rekening gendut milik perwira tinggi yang berakhir antiklimaks. yang berlarut-larut. Semua bernasib sama: menggantung. Lebih spesifik lagi. Akuntabilitas juga mendapat perhatian penting. Tapi yang terjadi. Dibekap polisi. seharusnya BHD mengambil tindakan nyata. Kelapa Dua. polisi kini menuding kasus itu berkaitan dengan konflik . Masaro. termasuk tidak melakukan penyiksaan dalam pemeriksaan. Adapun kisah Muchdi antiklimaks: ia dibebaskan pengadilan pada akhir 2008. BHD selalu menekankan apresiasinya atas dorongan LSM agar polisi mereformasi diri. ada usaha keras membenahi mindset perwira tinggi. misalnya Peraturan Kepala Polri Nomor 8 Tahun 2009 tentang implementasi hak asasi manusia yang memaksa petugas menghormati HAM. lll SETIAP kali ada kesempatan bertemu dengan pegiat masyarakat sipil. Muchdi ditangkap saat keluar dari lobi sebuah hotel. alih-alih menangkap pelaku pelemparan bom molotov. terutama atas keberhasilannya mengungkap kasus Munir. Jawa Barat. BHD bukan sosok yang tanpa visi. Depok. ia digelandang menuju markas Brigade Mobil. Namun sekarang kepercayaan itu menurun tajam dan jatuh pada titik terendah. Konon. Ada juga Peraturan Kepala Polri Nomor 7 Tahun 2008 yang meminta publik menjadi subyek aktif membantu polisi mengatasi persoalan hukum di masyarakat. Penggunaan senjata api lebih terkontrol kecuali dalam kasus perburuan teroris. sosok BHD yang tengah menunggu masa pensiun. Di bawah kepemimpinan BHD. kepercayaan masyarakat kepada kepolisian sempat naik. Kita tahu ada klimaks dari cerita itu: BHD diangkat menjadi Kepala Kepolisian RI. dan mafia pajak. melainkan perlu sikap nyata. BHD berjanji akan mengambil risiko berat. yang diakibatkan kasus Anggodo. Dia membuktikannya. Paradigma peraturan ini adalah menjunjung tinggi prinsip demokrasi. BHD ada di sana dengan wajah berkeringat dan senjata siap menyalak. mata publik terus menyoroti sepak terjang kepolisian. Ketika berniat menangkap pelaku serangan terhadap aktivis antikorupsi Tama Langkun dan pelaku pelemparan bom molotov di kantor majalah Tempo. Kita juga ingat kasus pencopotan Komisaris Jenderal Susno Duadji dari jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal dan kehadiran Susno sebagai saksi dalam sidang kasus pembunuhan pengusaha Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa Ketua KPK Antasari Azhar dan perwira polisi Wiliardi Wizar. BHD mengesahkan seperangkat kebijakan maju. Di awal kepemimpinannya. memperbaiki kinerja reserse dan petugas pelayanan masyarakat.

Cara yang terakhir ini dipercaya telah membuat sejumlah perwira senior kecewa sehingga melakukan perlawanan diam-diam. Dua dokumen "rahasia" tersebut merupakan potret yang bisa berbicara tentang mengapa dan dari mana sumber kekacauan kepolisian. bukan sekadar sikap batin. Pemimpin politik formal harus aktif memantau dan mencarikan jalan reformasi polisi. yang akan pensiun Oktober tahun ini. Saya berharap dua dokumen itu bukan merupakan sikap resmi Polri. Selama polisi dibiarkan bekerja dengan anggaran yang cekak. menghasilkan perlawanan balik dan memukul mundur pasukan yang awalnya menyerang. polisi kini malah memusuhi mereka. praktek mencari dana untuk kebutuhan kerja polisi-sesuatu yang tak lain adalah korupsi-akan terus merajalela. Sistem pembinaan karier seharusnya dilaksanakan agar promosi perwira-misalnya untuk jabatan kepala kepolisian daerah-sepenuhnya didasari kinerja. jika ya. Perang melawan koruptor dan mafia peradilan. Perang melawan penyerang aktivis tak terdengar. Polisi mestinya segera berbenah. etika kebijaksanaan mementingkan tindakan yang bijaksana. Dokumen "Program Kerja 2010 tertanggal 11 Juni 2010" dan "Rencana Strategis 2010-2014" yang diterbitkan pada Januari tahun lalu bahkan menyebutkan nama beberapa LSM yang dianggap merusak citra kepolisian. Kepercayaan publik kian menurun dan hubungan kepolisian dan masyarakat sipil menjadi kian diametral. Di pihak lain. yang merujuk pada praktek permintaan dana dari pengusaha untuk memenuhi anggaran kepolisian. Dalam hal ini. Perang melawan judi dan penyelundup kehabisan logistik dan bahan bakar. yang . Sebab. Genderang perang yang telah lama ditabuh kini redup. mana lawan. tahun ini mestinya Polri masuk fase membangun kepercayaan (trust building). Perang memberantas teroris memproduksi teroris baru. melainkan makin memburuk. Siapa yang menyusun dokumen ini? Barangkali ada perwira-perwira yang memiliki niat hitam. Tak lagi jelas mana kawan. masyarakat sipil harus memastikan bahwa soal anggaran kepolisian segera diatasi. arah kebijakan kepolisian ke depan bukan membaik. seharusnya ada perwira yang dibawa ke pengadilan. Cara ini dipercaya juga dilakukan untuk mencari celah agar mereka terpilih menggantikan BHD. termasuk dengan membangun lobi politik di luar markas polisi. Jika program itu dijalankan. Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat. negara harus memiliki batas waktu yang jelas kapan kepolisian dapat memperoleh 100 persen anggaran belanja bagi kebutuhan kerjanya. Semangat dua dokumen itu bertolak belakang dengan grand strategy Polri 2005-2025 yang disusun Jenderal Sutanto. bukan karena faktor "kedekatan" dengan pimpinan. Jika BHD memang berkomitmen mengusut dugaan kepemilikan rekening gendut. ibarat pedang makan tuan. Mengutip Franz Magnis-Suseno. Sehingga tak ada lagi jalur "A" alias Asiong dan Aliong ataupun "parman" alias partisipasi teman. Gugus kerja seperti Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan tak boleh pasif.internal Tempo. Kepala Polri sebelum BHD. Alih-alih merangkul kawan dari elemen masyarakat sipil. Perubahan yang utama adalah menghapuskan off budget.

" kata Lutfi Hasan Ikhsan.membawahkan bidang kepolisian. Oknum polisi berpangkat Bripda dengan inisial AR nyaris melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap remaja putri daerah tersebut. Satuan Narkoba bersama Unit Pelayanan. dan illegal mining. Timur di antarannya menyebutkan penyelesaian kasus-kasus yang menonjol. Kejadian tersebut memperburuk citra Polri dalam menjalankan tugasnya selaku penegak hukum. Lutfi menyebutkan di Makasar juga ada anggota polisi terkait kasus narkoba. tak boleh dibiarkan lapuk digerogoti kepentingan jangka pendek. Dia memberi contoh yang baru terjadi di Jambi (11/10). Hasil monitoring Kontras. Pengaduan. Kasus itu meningkat 57. Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumut (Bakumsu) serta Security Sector Reform Community (SSRC) tercatat kasus kekerasan dan pelanggaran hak azasi manusia (HAM) pada 2009 banyak dilakukan oknum kepolisian di Sumatera Utara. illegal fishing. Jika pada 2008 pelanggaran HAM di provinsi itu tercatat 176 kasus. Lebih jauh. Perihal itu perlu mendapat perhatian Timur Pradopo terkait dengan maraknya "perilaku miring" yang dilakukan oknum yang berada di lembaga kepolisian di Indonesia. Integritas dan profesionalitasnya dipertanyakan. Timur Pradopo saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di DPR RI memaparkan 10 program kepolisian ke depan. dan Penegakan Disiplin Polrestabes Makassar. Jangan pula mereka melanggar hukum. Menurut dia. Ini yang perlu diselesaikan di institusi Polri." katanya.4 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. pembrantasan illegal logging. Ini menjadi tanggung jawab Kapolri untuk melakukan pembinaan terhadap aparatnya. katanya di Jambi. pada 2009 melonjak menjadi 277 kasus dan 175 kasus di antaranya dilakukan aparat polisi. . menangkap anggota Samapta Polrestabes terkait kasus yang sama. Lutfi mengatakan. "Mereka itu penegak hukum. Presiden harus mengambil bagian agar Kepala Kepolisian tak merasa seperti "komandan yang kehilangan komando". pembrantasan preman dan kejahatan. "Adanya kejadian seperti itu dengan sendirinya membentuk opini di masyarakat bahwa rendahnya moral aparat. Sabtu malam. Jambi (ANTARA News) .Presiden Partai Keadilan Sejahterah (PKS) Lutfi Hasan Ikhsan menekankan Timur Pradopo membina mental dan akhlak anggotanya bila kelak dilantik sebagai Kapolri. hal ini pada akhirnya nanti tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut menurun dan upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat sipil melemah.

harus diakui KPK merupakan salah satu faktor yang dapat mendongkrak peringkat pemberantasan korupsi Indonesia di mata internasional. kinerja Kepolisian RI masih dikategorikan buruk. Demikian halnya dengan ongkos serta energi yang telah dialokasikan untuk mendorong pemberantasan korupsi. kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum lain tidak kunjung pulih. (ANT-263/K004) Jumat. Di sisi lain. Faktor pelemahan KPK dan nasib yang tidak menentu atas kasus Bibit dan Chandra selama periode 2009–2010 menjadi salah satu pemicu stagnasi pemberantasan korupsi di Indonesia. ada beberapa persoalan krusial yang mengakibatkan skor IPK Indonesia tak beringsut naik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.5). Sisanya merupakan keluhan pada fungsi samapta.Selain itu. Indonesia masih kalah jauh oleh Singapura (9. penguatan kemampuan Densus 88 bekerja sama dengan TNI dan BNPT. Indonesia hanya disejajarkan dengan negara seperti Bolivia. Filipina. Data statistik tersebut bisa diartikan bahwa dalam fungsi penegakan hukum yang diwakili reskrim. Lambannya program reformasi pada tubuh penegak hukum dapat dilihat juga dalam laporan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) per September 2010. Hasilnya bisa dikatakan mengecewakan. Laporan mengenai rekayasa perkara. semakin sulit bagi Indonesia meraih peringkat yang lebih baik pada tahun-tahun menda tang. lantas. Gabon.4). kepolisian dan kejaksaan justru selama ini dituding sebagai pihak yang berada di belakang kriminalisasi terhadap pimpinan KPK tersebut. intelijen. implementasi struktur Polri. pada level Asia Tenggara.106 di antara 1.5).8 poin atau sama dengan tahun sebelumnya. dan Myanmar. Sebab. nilai terhadap kinerja pemberantasan korupsi di Indonesia tidak berubah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. dan bina mitra. Sebaliknya. Indonesia hanya berada di atas negara lemah. dan Thailand (3. Malaysia (4. itu berarti kita telah melewati waktu setahun dengan sia-sia. penolakan laporan masyarakat. Data pengaduan masyarakat terhadap dugaan penyimpangan oleh aparat kepolisian di 32 entitas setingkat polda dan Mabes Polri menunjukkan bahwa 1. apalagi sampai 5. program pembrantasan korupsi. Sebab. Stagnasi prestasi pemberantasan korupsi pada 2010 tentu saja merugikan.3). dan kriminalisasi terhadap kasus perdata –yang semua itu dikategorikan sebagai unfair trail– juga telah menjadi catatan tersendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pada 2010. seperti Vietnam. Kasus dugaan mafia pajak yang melibatkan Gayus Tambunan juga tak bisa dilepaskan dari keterlibatan aparat penegak hukum di kepolisian maupun kejaksaan. Kepulauan Solomon. Mengapa Stagnan? Paling tidak. Dengan peringkat itu.199 keluhan masyarakat berada pada satuan reskrim. hanya sanggup menjaga posisi Indonesia pa da level yang sama dengan tahun sebelumnya tanpa bisa mendongkraknya ke tingkat yang lebih tinggi. Skor yang diperoleh Indonesia hanya 2. dan Kosovo. . 5 November 2010 Stagnasi Pemberantasan Korupsi OLEH: ADNAN TOPAN HUSODO* TRANSPARANSI Internasional Indonesia (TII) baru saja melansir hasil survei indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia 2010. katanya. pembenahan reserse. manipulasi alat bukti.0 poin sebagaimana target Presiden SBY pada 2015. Tahun ini Indonesia berada di peringkat ke-110 di antara 178 negara dunia yang disurvei. Dengan IPK itu. Kamboja. Timor Leste. Brunei Darussalam (5. Sementara itu. Bagaimanapun.

IPK Indonesia dipertaruhkan.IPK 2010 harus menjadi kritik sekaligus masukan yang berharga bagi Presiden SBY. Berdasar laporan hasil pemerik saansemester I 2010 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). strategi pemberantasan korupsi harus diarahkan demi terciptanya pemulihan kepercayaan publik terhadap penegak hukum. Padahal. Survei yang berlangsung pada April–Agustus 2010 tersebut dilakukan terhadap 353 unit layanan yang tersebar di 23 instansi pusat. dan 2. Terakhir. naik sepuluh la poran jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 34. agenda pemberan tasan korupsi bertumpu pada agenda reformasi birokrasi. 7. ditemukan beberapa hal positif.Rasio Polisi adalah jumlah polisi dibandingkan dengan jumlah penduduk suatu wilayah atau negara. Kegiatan itu melibatkan responden pengguna layanan sebanyak 12. semakin baik integritasnya. semoga IPK Indonesia pada masa yang akan datang meningkat signifikan. yang mendapatkan predikat disclaimer turun. program remunerasi yang dicanangkan pemerintah sebagai pemicu bagi perbaikan sektor birokrasi sudah diaplikasikan pada beberapa instansi pemerintah. Karena itu. Seluruh responden merupakan pengguna langsung layanan publik yang disurvei dalam setahun terakhir.123 responden di tingkat pemerintah kota. survei integritas sektor publik yang dilansir KPK pada awal November 2010 menunjukkan belum membaiknya mutu pelayanan publik secara umum. Mereka terdiri atas 2. Salah satunya adalah bertambahnya jumlah laporan keuangan di tingkat pemerintah pusat maupun daerah yang mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). delapan laporan mendapatkan opini disclaimer atau turun sepuluh laporan dari tahun sebelumnya.00 sebagai nilai tertinggi. maupun pengurusan hal lain. Sebab. KPK menggunakan ukuran standar minimal integritas sebesar 6. semakin besar nilai. indeks integritas nasional tahun ini hanya berada pada level 5. (*) Jakarta . Pada tiga hal tersebut. khususnya penegak hukum.763 responden di tingkat pusat. Dengan perbaikan pada sektor itu. 6 instansi vertical. instansi ver tikal. Menurut PBB Rasio Polisi yang ideal adalah 1 : 400. serta semakin efisien dan efektifnya penerimaan dan penggunaan anggaran negara. Artinya. perlu menjadi catatan yang serius bagi presiden. dan pemerintah kota. itu bisa diartikan sebagai kegagalan presiden dalam mengawal perbaikan pada lembaga penegak hukum. Besar . dan 22 pemerintah kota. Lambannya –untuk tidak mengatakan stagnan– agenda reformasi pada berbagai sektor.00. perbaikan kualitas pelayanan publik.730 responden di tingkat instansi vertikal. Pertimbangannya. Sebaliknya. Barangkali perlu ada evaluasi ulang. menurunnya tingkat korupsi dapat ditandai dengan semakin efektif nya penerimaan dan penggunaan ang garan negara di pusat maupun daerah. apakah strategi menaikkan remunerasi merupakan solusi yang efektif untuk mempercepat agenda reformasi birokrasi. agenda pemberantasan korupsi berada pada garis komandonya. Dengan strategi itu. Mendongkrak Citra Positif Selain pekerjaan rumah untuk memoles citra positif penegak hukum yang masih berat. Membaiknya pelayanan publik menandakan keberhasilan reformasi pada sektor birokrasi. Indeks integritas nasional merupakan nilai rata-rata dari sektor publik di tingkat nasional. Masalahnya.42 atau separo dari skala 10.00 dari skala 0–10. kegagalan reformasi birokrasi dapat dilihat dari masih buruknya kualitas pelayanan publik. Hasilnya. publik akan secara langsung menikmati pelayanan yang lebih baik. Mulai pelayanan dasar. Sebanyak 44 di antara 78 laporan keuangan kementerian/lembaga (LKKL) di tingkat pusat mendapatkan opini WTP. Sementara itu. Sebaliknya. perizinan.616 orang.

1991.kecilnya Rasio Polisi menentukan efektivitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. sasaran Rasio Polisi 1 : 500 dapat tercapai. Silberman. Dallas memiliki angka kejahatan tertinggi (16.282 per 100. Laurie. Logikanya semakin kecil Rasio Polisi semakin efektif pelayanan kepolisian kepada masyarakat. khususnya kejahatan konvensional cenderung stagnan pada kisaran 50 persen. 1983. dan Walker. Koenig. Padahal seharusnya dengan semakin . Semenjak dipisahkannya Polri dari TNI pada tahun 2000 Rasio Polisi Indonesia semakin membaik (mengecil). yaitu pada level Bintara.81 pada tahun 2008.000). Sayangnya Rasio Polisi tersebut dibentuk berdasarkan pada jumlah total anggota polisi. 1985. 1985. Rasio Polisi tidak dapat dijadikan ukuran keberhasilan dalam menekan kriminalitas. 1994) menyebutkan bahwa kota-kota Amerika Serikat yang berpenduduk lebih dari satu juta jiwa memiliki rasio polisi tertinggi (320 per 100. Jika pada akhir Program Pembangunan Nasional (Propenas) 2000 . Lane. Emsley. 1980. 104 pada tahun 2006. 1978. atau kehadiran polisi di tempat kejadian perkara (quick response) tidak tepat waktu. dan 128. tetapi memiliki angka kejahatan serius tertinggi.3 per 1000 di Dallas dan 2. *** Di lembaga kepolisian kejahatan dikelompokkan dalam 4 jenis kejahatan yaitu kejahatan konvensional. maka sampai dengan akhir tahun 2008 Polisi Rasio telah mencapai 1 : 578. Missouri (3.2004 Rasio Polisi mencapai 1 : 750. Senada dengan berbagai hasil studi meningkatnya Rasio Polisi Indonesia ternyata tidak menurunkan angka kriminalitas. 1979.000) dan yang terendah adalah Kansas City. bukan pada berapa banyak anggota polisi lapangan (operasional) yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Di antara kota-kota yang berpenduduk lebih dari satu juta jiwa. dan kejahatan berimplikasi kontijensi. Karena pada dasarnya tindak kejahatan dapat terjadi karena ada kemauan dan kesempatan yang didukung oleh adanya gab kondisi sosial ekonomi suatu masyarakat. tetapi kedua kota tersebut memiliki jumlah personil polisi per kapita yang hampir sama yaitu 2. Reiner. Dalam hal penyelesaian perkara (clearing rate). kejahatan terhadap kekayaan negara. Studi yang dilakukan oleh Lotfin and McDowall.89 pada tahun 2007. Gurr. Diharapkan pada akhir tahun 2009. intensitas patroli rendah. kejahatan transnasional.789 per 100. Krahn and Kennedy. Dalam kurun waktu 2005 . penyidikan berlarut-larut.000). Sebaliknya semakin besar Rasio Polisi akan menyebabkan pengaduan masyarakat tidak tertangani dengan baik. 1970. 1989 (dalam Bayley. Data dari Bureau of Justice Statistics 1987 (dalam Bayley.2008 semua jenis kejahatan cenderung meningkat dengan indeks kriminalitas secara berturut-turut 110 pada tahun 2005. 1982. 1994) menunjukkan bahwa analisa yang dilakukan berulang kali tidak menemukan hubungan antara jumlah personil kepolisian dengan angka kejahatan.4 per 1000 di Kansas City. Hal ini berarti bahwa semakin besar jumlah personil polisi tidak selalu menekan angka kejahatan. 140.

dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Seringkali masyarakat (pelapor) merasa tidak nyaman bila berhubungan dengan lembaga kepolisian karena proses yang berbelit-belit.5 persen dari total anggota Polri menjadikan lembaga kepolisian belum sepenuhnya menjadi andalan masyarakat dalam mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. penipuan. Hal ini cukup logis jika ditinjau dengan volume dan bobot suatu kasus. sampai dengan pembunuhan yang dianggap sebagai pekerjaan rutin dan bersifat lokal kurang memiliki nilai politis sehingga keberhasilannya kurang terapresiasi. Setiap kasus tindak pidana telah ditetapkan besaran biayanya. Tentunya dengan sejumlah persyaratan yang kadangkala memberatkan tersangka. sampai saat ini masih melekat di sebagian masyarakat. kinerja penyelesaian perkara relatif cukup baik. Sayangnya sampai saat ini lembaga kepolisian belum sepenuhnya mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Tanpa laporan dari masyarakat polisi tidak dapat melakukan langkah penyelidikan dan penyidikan terhadap suatu kasus kejahatan yang menimpa masyarakat. terutama dalam hal penanganan tindak kriminalitas. Namun. perampasan. Kondisi tersebut menyebabkan para penyidik tidak dapat melakukan improvisasi secara bebas dan terpaksa tebang pilih kasus yang dianggap menonjol dan dapat memoncer-kan kariernya. untuk jenis kejahatan transnasional seperti terorisme yang bersifat lintas negara. makan waktu yang lama. Pandangan bahwa "melapor kehilangan ayam malah kehilangan kambing". adalah seberapa besar partisipasi masyarakat dalam melaporkan tindak kejahatan yang dialaminya. Akibatnya banyak kasus-kasus yang dianggap tidak berbobot terpaksa tidak ditindaklanjuti dan dilepas begitu saja. Jika melebihi target atau terlalu berprestasi justru akan dipertanyakan "dapat biaya dari mana". Sementara dari kinerja penyidikan masih banyak hasil penyidikan yang dibantah oleh terlapor ketika berperkara di pengadilan karena proses investigasi diwarnai intimidasi dan penyiksaan. Salah satu keberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi kepolisian. Dengan demikian setiap unit reserse kinerjanya diukur dari pencapaian target yang telah ditetapkan. regional. Citra Polisi juga masih dibayangi oleh masih banyaknya anggota Polisi yang melakukan tindakan menyimpang dari tugas pokok dan fungsinya. . pemerkosaan. Sementara itu. Artinya jika dalam satu tahun ditargetkan sebanyak 40 kasus maka maksimal kasus yang diselesaikan sebanyak 40 kasus. Hal ini ditunjukkan oleh masih banyaknya kasus main hakim terhadap penyelesaian kejahatan di masyarakat atau dengan cara menyewa pengamanan swasta yang seringkali bertindak bengis dan anarkhis. maupun global memiliki bobot politis yang tinggi.menurunnya Rasio Polisi kinerja penyelesaian perkara akan meningkat. penjambretan. untuk 3 jenis kejahatan lainnya. sehingga keberhasilan dalam penanganannya sangat signifikan mempengaruhi kinerja kepolisian. Kasus-kasus kejahatan konvensional seperti pencurian. Bahkan mendekati ke angka 100 persen. Pelanggaran kode etik dan berbagai tindak pidana yang pada tahun 2008 kasusnya mencapai hampir 2. Stagnasi clearing rate kejahatan konvensional pada kisaran 50 persen diduga terkait dengan keterbatasan anggaran penyelidikan dan penyidikan tindak pidana.

Namun demikian pemahaman terhadap hukum.Menilik dari kondisi di atas ke depan diperlukan updating kebijakan dan regulasi secara terus-menerus untuk meningkatkan profesionalisme Polri. Tetapi.Kasus "bebas"nya terdakwa penggelapan pajak Gayus Halomoan Tambunan dari Rumah Tahanan Markas Komando Brigade Mobil (Rutan Mako Brimob) Polri di Kelapa Dua.com Jakarta. Jawa Barat. Jakarta. Depok. Minimal mencapai kondisi ideal yang ditetapkan PBB dan untuk mengatasi kesenjangan cakupan pelayanan. kondisi sosial ekonomi masyarakat. saat menggelar konfrensi pers di kantor ICW. dan hak asasi manusia perlu terus ditingkatkan. Langkah ini diperlukan untuk menekan angka penyimpangan dan pelanggaran profesi yang mengarah pada penistaan hak asasi manusia. Persyaratan pendidikan minimal SLTA telah terpenuhi dan secara alamiah level tamtama akan terhapus di lembaga kepolisian dalam beberapa tahun ke depan. Gunarta Perencana Bappenas ABOUT THE AUTHOR Nugroho Email: Info@KabariNews. saat ini kepercayaan publik terhadap Polri semakin menurun. Hal ini disampaikan oleh peneliti hukum ICW. Indikatornya adalah masyarakat merasa nyaman berhubungan dengan polisi. bebeberapa waktu lalu kembali membuat institusi Kepolisian Republik Indonesia mendapat sorotan publik. .com . Beberapa kalangan menilai. yang tidak kalah penting adalah kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat harus lebih baik. KabariNews. ICW menilai Polri tidak serius dalam menangani kasus Gayus tersebut. Menurunkan Rasio Polisi masih tetap diperlukan. Minggu (21/11). Salah satunya disampaikan oleh Indonesian Corruption Watch (ICW) yang mendesak Polri untuk segera menyerahkan kasus Gayus Tambunan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Secara umum kualitas pendidikan anggota Polri sudah cukup baik. Donal Faris. Polisi ada ketika masyarakat membutuhkan (quick response) serta masyarakat merasa nyaman dan aman beraktivitas. sehingga masyarakat semakin mempertanyakan keseriusan Polri untuk menyelesaikan kasus korupsi.

kekerasan dalam dunia kemahasiswaan sebenarnya tidak hanya terjadi akhir-akhir ini. Selasa (23/11)."Sudah terlihat jelas. kejadian kecil saja di dalam kampus bisa terekspos. Julian Alrdin Pasha. Dan Polri juga telah berkomitmen untuk menuntaskan kasus itu. Di pihak lain. saat ditemui wartawan di Gedung Manggala Wanabhakti Kementerian Kehutanan. Hal ini disampaikan Juru Bicara Kepresidenan. kekerasan juga sering terjadi dalam tawuran antarmahasiswa. . Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih tetap mempercayai penyelesaian kasus hukum tersebut ditangani Polri. Namun demikian. mahasiswa STPDN. Tak jarang perpeloncoan mengakibatkan mahasiswa sakit atau meninggal. Selain kematian Wahyu Hidayat. katanya. "Presiden percaya dengan sistem hukum saat ini. Dari dulu. zaman telah berubah." ucap Julian. baik berbeda perguruan tinggi maupun sesama mahasiswa pada perguruan tinggi yang sama. mari kita tunggu bersama-sama. Pers begitu banyak dan akses ke sumber-sumber berita begitu mudah. masyarakat sekarang juga begitu kritis. Klik di sini Klik di sini untuk Forum Tanya Jawab Mereka Tumbuh dalam Generasi Tawuran KEKERASAN tampaknya sudah semakin akrab dengan dunia mahasiswa kita. kekerasan hampir selalu mewarnai kegiatan perpeloncoan. bisa kaburnya Gayus Tambunan dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok telah menunjukkan bahwa kepolisian tidak 100% serius menangani kasus Gayus ini. Sekarang. Kasus Gayus masih ditangani secara intensif oleh Polri. Sementara itu. Untuk share artikel ini klik www. kekerasan dalam perpeloncoan itu jarang terekspos ke masyarakat luas. pers dan aparat kepolisian waktu itu sangat sulit masuk ke kampus untuk urusan intern. mengenai kekhawatiran masyarakat akan kinerja kepolisian. Dengan demikian.com/?35973 Untuk melihat artikel Jakarta lainnya. Julian menegaskan. bahwa kasus "bebas"nya Gayus beberapa waktu lalu terjadi karena ulah beberapa oknum petugas saja." pungkas Donal. Sebab. APA yang sebenarnya terjadi pada mahasiswa kita? Kriminolog dari Universitas Indonesia Erlangga Masdiana menyatakan. Begitu pun dengan kekerasan yang terjadi pada mahasiswa. Akan tetapi. Sesuatu yang menyimpang dari kewajaran begitu menarik perhatian.KabariNews. Jakarta.

Akan tetapi. di kampus selalu saja ada individu-individu yang mempunyai kecenderungan berperilaku menyimpang. Awalnya. individu. tawuran tidak lagi antarsekolah kemudian berkembang menjadi antarbasis. Seperti efek domino. dan Bogor. Salah satunya adalah . Mahasiswa baru yang sekarang baru masuk dunia kampus adalah mereka yang lulus SMU pada tahun 2003. tawuran pelajar itu kemudian menjadi modus baru kejahatan di Jakarta. menurut Erlangga. individu-individu menyimpang itu bergabung dalam satu kelompok. tidak sewajarnya mereka menggunakan kekerasan dan kekuatan fisik.Masyarakat awam membayangkan mahasiswa sebagai intelektual calon pewaris bangsa mestinya mempunyai pola pikir dan pola tindak yang intelektual. bahwa mereka dibesarkan dalam subkultur delinquency (kenakalan anak-anak) itu pada akhirnya memunculkan nilai. ada suatu masa di mana tawuran pelajar akhirnya berkembang menjadi tawuran antara pelajar dan warga. Dalam menyelesaikan persoalan. Menurut Erlangga. tawuran pelajar yang semula hanya melibatkan sebagian kecil sekolah di Jakarta kemudian meluas. Dalam perkembangannya.kata Erlangga sebenarnya tidaklah mudah. Sebab. Pemberitaan yang gencar akhirnya membuat tawuran pelajar seolah menjadi tren pelajar di berbagai kota. hampir setiap hari terjadi tawuran pelajar di jalan-jalan Ibu Kota. tawuran juga terjadi hampir setiap pagi ketika akan berangkat sekolah. Apalagi jika mereka mendapat peluang untuk "berkuasa". Tangerang. tawuran juga dilakukan anak-anak SMP. baik terhadap penumpang maupun awak bus. Adapun mahasiswa senior di perguruan tinggi saat ini kira-kira duduk di SMU antara tahun 1997 dan 2002. Dalam keseharian. baik yunior maupun seniornya. Seperti halnya perilaku menyimpang lainnya. Perkembangan lain. Selama 1997-1999. Itu berarti mereka berada di lingkungan SMU pada tahun 1999-2003 dan berada di lingkungan SLTP tahun 1997 hingga 2000. Akan tetapi. kemudian merambat ke Bekasi. yaitu pelajar yang naik bus nomor tertentu melawan pelajar lain yang naik bus dengan nomor lain. kekerasan di dunia kampus sebenarnya bisa dilakukan oleh mahasiswa sebagai individu atau kelompok. tetapi juga di daerah-daerah. meskipun jumlahnya tidak besar. Maka. tetapi tak jarang mereka melakukan tindak kejahatan. Selain itu. Bukan hanya di siang hari ketika mereka pulang sekolah. Periode 1997-2002 adalah periode di mana perkelahian antarpelajar begitu sering terjadi.individu menyimpang itu mungkin tidak berpengaruh pada kelompok mahasiswa keseluruhan. Warga yang muak dengan ulah para pelajar itu akhirnya bangkit melawan. Mereka yang biasa tawuran itulah yang kini menjadi mahasiswa.nilai sendiri yang bisa jadi berbeda dengan norma yang ada sebelumnya. Tidak jarang awak bus dipaksa terus melaju. MENGAITKAN begitu saja kebiasaan tawuran di kalangan pelajar dengan kekerasan di lingkungan kampus-khususnya masa orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek). sementara segerombolan remaja berpakaian seragam merampasi harta benda milik para penumpang. mereka sangat sulit memahami kenapa mahasiswa kita lebih senang tawuran atau bahkan menggunakan kekerasan fisik untuk yuniornya. tawuran pelajar itu memang hanya terjadi di Jakarta. Akibatnya. Itu masih ditambah dengan dunia pergerakan kampus yang kerap turun ke jalan atas nama reformasi yang dalam aksinya juga sering memancing kekerasan. Mereka naik bus dengan berpura-pura mencari lawannya. perilaku mereka bisa mengganggu kehidupan kampus. ada kecenderungan baru mengajak serta siswa dari sekolah lain untuk bergabung melawan siswa dari sekolah yang dianggap sebagai lawannya. jika ada kesempatan. Bukan hanya di sekitar Jakarta.

UNTUK menghentikan tindakan kekerasan selama masa ospek yang sebenarnya sudah tidak relevan lagi dilakukan. Membangun disiplin dengan cara-cara militer seperti banyak dilakukan selama ini sudah saatnya dihentikan dan diganti dengan memberikan sanksi yang mendidik kepada yunior yang melanggar aturan main yang telah disepakati sebelumnya. konsep. Untuk membangun hubungan lebih akrab antarsivitas akademika. budaya kekerasan bisa saja menjadi dominan ketika mereka sudah berbaur dalam satu kelompok atas nama senioritas. Ospek atau perpeloncoan adalah ajang paling mudah untuk menanamkan pengaruh dari senior ke yuniornya. . hanya bisa dilakukan dengan cara tidak memberi peluang kepada mereka yang mempunyai perilaku menyimpang itu untuk menunjukkan "kekuasaannya". penyelenggaraan ospek harus menjadi tanggung jawab seluruh sivitas akademika. Persoalannya. Untuk itu.tiba berubah keras dan ganas ketika berada di dalam kelompok yang sudah terkooptasi kekerasan itu. Pemimpin universitas juga harus terlibat di dalamnya dan bertanggung jawab terhadap semua persoalan yang muncul akibat ospek. diperlukan berbagai kegiatan yang sifatnya fun dan menyenangkan tanpa harus memberikan sanksi-sanksi yang hanya untuk memuaskan seniornya. kekerasan dalam masa ospek seolah terus berulang. Itulah sebabnya. budaya kekerasan yang sebenarnya menyimpang itu justru sering dianggap benar dan bahkan menjadi tradisi yang harus dipertahankan atau diwariskan kepada yuniornya. soalnya. atau berbeda angkatan. Berkaitan dengan kekerasan yang timbul sebagai ekses ospek dan sejenisnya. dalam tata pergaulan. Identitas kelompok itu bisa sangat terasa dalam perkelahian antarmahasiswa yang berbeda perguruan tinggi. "Jati diri bisa hilang. mereka yang berperilaku menyimpang sebenarnya tidak banyak. Artinya.nilai tentang kekerasan yang sebenarnya merupakan penyimpangan itu. Erlangga melihat kenyataan bahwa kampus selalu cenderung menjadi ajang perebutan "kekuasaan" dari individu-individu di dalamnya. Tujuannya. dalam suatu kelompok. Akan tetapi. Segala bentuk kegiatan yang hanya mengandalkan fisik harus dilarang dan diganti dengan kegiatan untuk memperkenalkan tradisi-tradisi ilmiah di dalam kampus. Meski sebagian besar mahasiswa tidak terlibat dalam tawuran semasa SMU. Sayangnya. Materi yang diberikan kepada para yunior pun harus sesuatu yang dapat membangun kehidupan kampus sebagai institusi yang melahirkan pemikiran. menurut Erlangga." kata Erlangga. Dalam jumlah. tidak jarang upaya menanamkan pengaruh itu dilakukan dengan cara-cara kekerasan yang tak terkontrol. dan ilmu pengetahuan maupun teknologi. Penyelenggaraan ospek yang dalam banyak kampus belum juga berubah dari pola lama yang tak ubahnya sebagai perpeloncoan itu pada akhirnya menyuburkan budaya kekerasan yang "secara alami" sudah biasa melingkupi para mahasiswa sejak masih SMU atau bahkan SLTP. Budaya kekerasan lalu menonjol. Yang ada adalah identitas kelompok. nilai-nilai pribadi yang baik itu akan sangat mudah terkooptasi. berbeda fakultas maupun lokasi kampus. untuk menaikkan posisi tawar dalam dinamika kehidupan kampus yang pada akhirnya juga menaikkan posisi tawarnya di masyarakat nantinya. kemudian dianggap lazim. Tak heran kalau kemudian seorang mahasiswa yang di rumah begitu manis perilakunya tiba. penyelenggaraan ospek tidak bisa lagi diserahkan begitu saja kepada mahasiswa (senior). Kekerasan tak terkontrol biasa terjadi jika ada yunior yang dianggap melawan atau menentang kehendaknya.

Seseorang yang melakukan penyimpangan ini masih diterima di masyarakat. o Penyimpangan kelompok: dilakukan oleh kelompok orang yang tunduk pada norma kelompoknya yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau buruk. dalam kenyataannya. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai sosial suatu masyarakat. ϖ Bentuk-bentuk penyimpangan sosial • Bentuk pentimpangan menurut pelakunya: o Penyimpangan Individu: penyimpangan yang dilakukan oleh Individu yang berlawanan dengan Norma. Contoh: orang yang melanggar lalu lintas dengan tidak membawa SIM dan perbuatannya itu tidak diulangi lagi. . • Bentuk penyimpangan menurut Lemert (1951).Pemimpin universitas harus menegaskan bahwa penggunaan kekerasan fisik sungguhsungguh dilarang. upaya ke arah sana harus secara serius dilakukan lewat sosialisasi dan pendekatan kepada mahasiswa. sudah banyak universitas berhasil mengembangkan ospek menjadi sebuah kegiatan yang benar-benar menunjang kehidupan kampus tanpa harus diwarnai kekerasan. Ospek yang selama ini lebih bersifat ritual inisiasi seorang mahasiswa baru harus dirombak menjadi kegiatan yang melahirkan mahasiswa dengan pemikiran yang futuristik. o Penyimpangan Primer: merupakan penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan biasanya tidak diulangi lagi. • Bentuk penyimpangan menurut Sifatnya: o Penyimpangan bersifat positif: Penyimpangan ini terarah pada nilai sosial yang berlaku dan dianggap ideal dalam masyarakat dan mempunyai dampak yang bersifat positif. o Penyimpangan bersifat negatif: Penyimpangan ini berwujud dalam tindakan yang mengarah pada nilai-nolai sosial yang dipandang rendah dan dianggap tercela dalam masayarakat.kompas. Akan tetapi. Menurut Bruce J.htm Pengertian dari penyimpangan sosial: Bentuk Perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. perjudian dan pemakaian narkotika. Contohnya adalah: Bermunculan Wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita. Sebab. Penyimpangan ini biasanya dilakukan di lingkungan keluarga. Contoh kelompok yang melakukan penyimpangan adalah kelompok pengedar narkotika. Pelanggaran terhadap larangan itu harus secara serius ditangani dengan sanksi yang keras. pembunuhan. (msh) URL Source: http://www. pemimpin universitas juga tidak boleh menutup diri terhadap aparat kepolisian sebagai penegak hukum. Jika ada pelanggaran yang bisa dikategorikan sebagai perbuatan kriminal. Departemen Pendidikan Nasional lewat Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) seharusnya tidak tinggal diam menyaksikan jatuhnya korban-korban kekerasan selama masa ospek. Untuk keperluan pemberian sanksi tersebut. Dikti bahkan harus membuat standardisasi kegiatan ospek agar tidak lagi menyimpang. Cara yang dilakukan seolah-olah menyimpang dari norma padahal tidak. pencurian. benar atau salah menurut pengertian umum. Cohen. Tidak mudah memang mengubah tradisi yang sudah bertahun-tahun eksis.com/kompas-cetak/0309/14/Fokus/560673. Contohnya: pemerkosaan. pemimpin universitas harus bisa bekerja sama dengan polisi untuk menangani pelakunya.

Misalnya: seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia. Pergaulan individu yang berhubungan teman-temannya. Ψ Penyalahgunaan narotika. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok. ϖ Faktor-faktor Penyebab Penyimpangan Sosial Faktor dari dalam adalahΨ intelegensi atau tingkat kecerdasan. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor. Misalnya: seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan atau narkoba. ϖ Jenis-jenis penyimpangan sosial terdiri dari 5 jenis: Tawuran atauΨ perkelahian antar pelajar. media massa.o Penyimpangan Sekunder:merupakan penyimpangan sosial yang nyata dan dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan menunjukkan ciri khas suatu kelompok. . di diskotik dll. pemerkosaan pencurian. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini biasanya tidak akan diterima lagi di masyarakat.obat-obat terlarang dan minuman keras. Ψ Hubungan seks diluar nikah. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. Latar Belakang/sebab-sebab terjadinyaϖ penyimpangan Sosial : Proses sosialisasi yang tidak sempurna atauΨ tidak berhasil karena seseorang mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi. perampokan. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik.norma masyarakat yang berlaku. Pertentangan antar agen sosialisasiΨ Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. Perkelahian termasuk jenis kenakalan remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele. Penyimpangan juga dapatΨ terjadi apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. Contoh: Pemabuk yang seringa mabuk-mabukan dipasar. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya. Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa izin dengan tujuan hanya untuk memperoleh kenikmatan. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa. Faktor dari luar adalah kehidupan rumah tanggaΨ atau keluarga. media elektronik. membuang sampah sembarangan. pelacuran dan HIV/AIDS merupakan penyimpangan sosial karena menyimpang norma sosial maupun agama. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakatΨ Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. usia. pergaulan dan media massa. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma. Ψ Terbentuknya perilaku menyimpang juga merupakan hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. pendidikan di sekolah. jenis kelamin dan kedudukan seseorang dalam keluarga. media cetak. sementara iklan rokok begitu menarik. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpamg. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan.

Ψ Menurut pandangan teori ini. Teori Merton. Misalnya: mencuri. Dengan demikian. Karl Mark. penyimpangan sosial bersumber pada pergaulan yang berbeda yang terjadi melalui proses alih budaya. Ψ Teori Fungsi Durkheim. Teori Differential Association. peradilan pidana pun lebih memihak pada kepentingan mereka.norma yang berlaku. menjambret membunuh. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya. mengemukakan bahwa kejahatan erat terkait dengan perkembangan kapitalisme. DianggapΨ menyimpang karena melanggar norma. MerupakanΨ awal proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian seorang anak. Bahwa kesadaran moral semua anggota masyarakat tidak mungkin terjadi karena setiap orang berbeda satu sama lainnya tergantung faktor keturunan. Menurut Durkheim kejahatan itu perlu. Teori penyimpangan iniΨ bersumber dari struktur sosial. Menurut teori ini seseorang menjadi menyimpang karena proses Labeling. norma sosial dan norma agama. penberian julukan. lingkungan fisik dan lingkungan sosial. ϖ Pencegahan penyimpangan sosial. Menurtu teori ini apa yang merupakan perilaku menyimpang hanya dalam pandangan kelas yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka. cap.dll.menodong. Antara lain: Keluarga. Teori konflik. agar moralitas dan hukum itu berkembang secara formal. Labels: Sosiologi Posted by Mr. Disebabkan karena masalah kesulitan ekonomi. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik. orang yang dianggap melakukan kejahatan dan terkena hukuman pidana umumnya berasal dari kalangan rakyat miskin. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik. Lingkungan tempat tinggal dan teman sepermain. Media Massa baik cetakΨ maupun elektronik merupakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Merton terjadinya perilaku menyimpang itu sebagai bentuk adabtasi terhadap situasi tertentu. Ψ Teori Labeling. etiket dan merek yang diberikan masyarakat secara menyimpang sehingga menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial.Ψ Tindak kriminal adalah tindak kejahatan atau tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar norma hukum. ϖ Teori mengenai penyampangan sosial. Windu at 12:02 AM .Ψ Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial. Oleh sebab itu. Dan merupakan profesi atau pekerjaanya karena sulit mencari pekerjaan yang halal Penyimpangan seksual.

seks bebas. Makasar dan UMI (Universitas Muslim Indonesia) Makasar. Terlebih lagi saat pencitraan sekolah sudah diinjak-injak oleh sekolah lain. Ketiga. Ironis memang. Kedua. Pertama. kontroling terhadap kebijakan pemerintah. mendobrak kemapanan dan panutan dalam soal moral ikut punah seiring derasnya arus baku hantam di kalangan kaum pelajar. September 2000 Mahasiswa UMI beraksi menolak . Tiga mahasiswa UMI tewas dan puluhan mahasiswa serta aparat luka-luka. Namun. Sebagai pertanda maraknya aksi Bentrokan Mahasiswa UMI vs Aparat Keamanan. Kini. Universitas atau dengan pihak keamanan. Peristiwa ini dipicu oleh penolakan mahasiswa terhadap kenaikan tarif angkutan kota. Universitas 45 Makasar Sulawesi Selatan (10/05 dan 14/05) antara mahasiswa Jurusan Planologi dan Teknik Sipil serta arsitektur Fakultas Teknik kisruh dari aksi ditikamnya (Syamsuddin dan Saleh) rekannya dari jurusan Teknik Sipil. di tengah-tengah keterpurukan bangsa dan meroketnya biaya penididikan. Walhasil. kasus Mei itu. 01 Mei 2004) bukanlah yang pertama. mulai dari aksi rusuh. tergolong yang paling parah semenjak 1996. pembaharu. Kamis sore (10/5). kekerasan yang terjadi di IPDN dengan meninggalnya Wahyu Hidayat (2003) dan Chliff Muntu.Mengeja "Rapot Merah" Mahasiswa Penulis : Ibn Ghifarie Maraknya aksi bentrokan antar mahasiswa di pelbagai Kampus. Seolah-olah melekatnya status mahasiswa tak berbanding lurus dengan kebiasaan tak terpuji saat siswa. Malah mencetak anak didik berwatak barbar. fakultas. Hingga berbuntut aksi lempar batu yang dimulai oleh para mahasiswa jurusan Planologi sebagai aksi balas dendam bentrokan. Adalah budaya tawuran dan adu fisik dalam menyelesaikan segala persoalan yang sedang dihadapainya. aborsi sampai tradisi menghilangkan nyawa orang lain. Aparat sempat menyerbu ke dalam kampus UMI. kekerasan fisik. perang menjadi jurus pamungkas yang tak bisa ditawar-tawar lagi. hampir setiap hari golongan intelek acapkali berbuat ganjil. 1998 Hampir sepanjang 1998 aksi mahasiswa UMI nyaris semuanya berakhir dengan bentrokan versus polisi. Militansi mahasiswa harus berhadapan dengan ketegasan Kepala Poltabes Yusuf Manggabarani. Tak hanya itu. Unhas (Universitas Hasanauddin). UISU (Universitas Islam Sumatra Utara). (11/5) gara-gara tolak ajak demo. Medan (09/10) akibat perseteruan dua kubu antara Helmi Nasution dan Saryani. menuntut ilmu tak bisa menciptakan manusia seutuhnya dengan budi pekerti yang arif. tapi memiliki sejarah yang amat panjang dan kelam. Padahal. Selogan wajib menempuh pendidikan sembilan tahun hanya selogan semata. tawuran. memang diakui atau tidak bentrokan antara mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan aparat keamanan (Sabtu. Peristiwa itu dikenal dengan nama Amarah atau April Makassar Berdarah yang diperingati setiap tahun dan disebut-sebut sebagai peringatan atas kebrutalan polisi dan militer. penjualan narkoba. Betapa tidak. Bentrokan terjadi di IAIN Ambon. Hampir setiap tahunya selalu kedapatan tawuran antar jurusan. 24 April 1996 Terjadi bentrokan antara mahasiswa dan aparat. membuat sebagian masyarakat tertentu mencibir peranan kaum pelajar. jargon mahasiswa sebagai agen pengubah sosial. Sebut saja. ada beberapa perguruan tinggi yang tak luput dari perbuatan lalim tersebut. Catatan Kelam Bentrokan Mahasiswa Tengok saja. Pasalnya.

Pelaku penyerangan melakukan pembakaran dan menghanguskan empat ruangan lembaga kemahasiswaan di fakultas tersebut. Dalam aksi tawuran tiga korban dilarikan ke RS Wahidin. (www. bukan memakai kekerasan. meninggal sekitar pukul 19. tawuran melibatkan hampir sebagian besar mahasiswa Fakultas Teknik dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Akibatnya. Kejadian itu kemudian dikenang sebagai \'Black September\' dari tahun 2003-2005. sementara aparat perintis berkeras membuka jalur jalan. berdarah di Kampus Unhas antara Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).00 Wita. Mahasiswa UMI unjuk rasa di DPRD. Aksi pemblokiran jalan di depan Kampus Universitas Cendrawasih Abepura (16/03/06) oleh masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Parlemen Jalanan dan Front Pepera PB Kota Jayapura. pada Selasa (22/8/06) siang. 1 Mei 2004 Polisi menyerbu ke dalam kampus UMI. Kasus ini menyebabkan Kapolda Sulses Irjen Pol. berakhir dengan bentrokan berdarah. Keempat.masuknya beras impor ke Sulawesi Selatan.tempointeraktif. Mahasiswa ngotot menutup jalan. yaitu Surya dan almarhum Nasrullah.org) Tertutupnya Ruang Dialog Mencermati ketidakberdayaan sekaligus tumpulnya akal dalam menuntaskan segala persoalan dengan arif. mengakibatkan seorang mahasiswa. Ridwan. Ridwan (21) asal Lombok Timur. Mahasiswa Fakultas Teknik. meninggal dunia. Lima korban di antaranya berasal dari FISIP dan dua lainnya dari Fakultas Teknik. menyebabkan 3 orang Brimob dan 1 intelijen TNI AU tewas. Keempat. Sebab. Sekadar mengingatkan. Akibatnya. mahasiswa semester V Fakultas MIPA jurusan Kimia. Ketiga. (www. Tiga mahasiswa ditangkap dan sebuah sepeda motor milik mahasiswa rusak. Bentrokan bermula di gedung DPRD Sulsel dan merembet ke depan kampus UMI di Jalan Urip Soemoharjo. 14 April 2004 Tawuran terjadi antara Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). sekitar 14.com) Lagi Makasar. Karena tawuran ini. Rektorat terpaksa membatalkan pelaksanaan ujian akhir. perkelahian mahasiswa yang berbuntut pembakaran kampus di Unhas pernah terjadi pada 1992 lalu. Albertu. seorang ibu mengalami luka tembak.jakarta. 12 Desember 2003 Bentrokan antar mahasiswa di Kampus Unhas antara Fakultas Teknik (FT) dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). empat orang mahasiswa dikabarkan mengalami luka ringan akibat terkena lemparan saat terjadi tawuran. tujuh korban luka. 16 Desember 2004 Dua kelompok mahasiswa Fakultas Teknik dan FISIP di kampus Unhas Tamalanrea bentrok. Kedua. Heru dan Asmani mengalami luka-luka. Sejatinya . 14 Desember 2003 Tujuh mahasiswa dan seorang satuan pengaman (Satpam) luka parah menyusul bentrokan antar mahasiswa di Unhas. (www.co. Jurusan Arsitektur tertikam di punggung sebelah kirinya dan dilarikan ke RS Wahidin Sudirohusodo. Keenam. Aparat sempat menerobos ke dalam kampus.id) Di penghujung tahun 2006. Mahasiswa sempat diburu anjing milik aparat dan disiram gas air mata. Sementara tiga mahasiswa lainnya masing-masing Zainal Mutakin. Nusatenggara Barat. Jusuf Manggabarani dicopot dan polisi menuai kecaman dari banyak kalangan.indymedia. 31 Agustus 2005 di Pelataran Baruga Unhas. 18 Februari 2004 Mahasiswa bentrok dengan aparat karena memprotes Mahkamah Agung yang memvonis bebas Akbar Tandjung. Kelima. Dua di antaranya adalah mahasiswa FISIP dan lainnya adalah mahasiswa Fakultas Teknik. Pertama. Akibatnya. Ridwan meninggal dengan luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan di bawah ketiak kanan. M. Kelima.fajar. puluhan mahasiswa luka-luka dan di rawat di rumah sakit. 31 Agustus 2005 Terjadi tawuran antar fakultas di Unhas masing-masing FISIP dan Teknik. serta puluhan lainnya dari pihak mahasiswa dan pihak aparat mengalami luka-luka.45 Wita setelah menjalani perawatan di ruang ICU RSU Mataram. Juni 2001 Mahasiswa menuntut penghapusan Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya. Dua mahasiswa UMI disel. peristiwa serupa pun terjadi di IKIP Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Mataram.

Terdapat ratusan wanita keturunan Tionghoa yang diperkosa dan mengalami pelecehan seksual dalam kerusuhan tersebut[2][3]. Bila ruangruang tukar gagasan saja. kemajemukan pertanda hukum alam. Pada kerusuhan ini banyak toko-toko dan perusahaan-perusahaan dihancurkan oleh amuk massa — terutama milik warga Indonesia keturunan Tionghoa[1]. Kerusuhan ini diawali oleh krisis finansial Asia dan dipicu oleh tragedi Trisakti di mana empat mahasiswa Universitas Trisakti ditembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998. seorang Kepala Sekolah rela membocorkan lembaran jawaban saat Ujian Nasional beberapa pekan yang lalu. Dalam kerusuhan tersebut. Apalagi. Konsentrasi kerusuhan terbesar terjadi di Jakarta. Apalagi saat berselisih pendapat. Alih-alih pencitraan supaya sekolahnya termasuk ke dalam deretan sekolah unggulan dan percontohan pula menjadi pemicu aksi tak beradab tersebut. 23. sudah tak nyaman. Sebagian bahkan diperkosa beramai-ramai. tapi rahmat. Namun. dan Surakarta. Lebih parah lagi. khususnya di ibu kota Jakarta namun juga terjadi di beberapa daerah lain. sederetan rapot merah mahasiswa pun tak akan disandang lagi oleh kaum terpelajar. Menjamurnya bentrokan antar mahasiswa bukan saja dikategorikan sebagai kekerasan dalam pendidikan. kebiasaan bogem pula akan terus melekat dalam sanubari kaum terpelajar.34 WIB *Mahasiswa Studi Agama-Agama Fakultas Filsafat UIN SGD Bandung dan Koordinator Post Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK) Bandung.kita. [Ibn Ghifarie] Cag Rampes. melunturnya budaya dialog tercermin dari seberapa jauh kita bisa menerima perbedaan dalam soal pendapat. Bandung. Pasalnya.15 Mei 1998. seorang aktivis relawan kemanusiaan yang bergerak di bawah Romo Sandyawan. Kerusuhan Mei 1998 adalah kerusuhan yang terjadi di Indonesia pada 13 Mei . Dengan demikian. banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang meninggalkan Indonesia. Thus. Tak hanya itu. bahkan hilang. pakar pendidikan menilai perlakuan tak wajar itu hadir karena lunturnya budaya toleran. harus mengamini pernyataan Arif Rahman. maka tunggu keseragaman ide akan menjadi buahnya. tapi sudah termasuk pada kategori premanistik. Alhasil. harus kita junjung lebih tinggi. Cita-cita mulia pendidikan sebagai upaya memanusiakan manis pun harus rela raib ditelan kepongkahan dan keserakahan kita dalam mendidik anak. bernama Ita Martadinata Haryono. yang masih seorang siswi SMU berusia 18 tahun. dianiaya secara sadis. Seperti yang terjadi di Ngawi. Mestinya perbedaan bukan dijadikan sebagai laknat. 10/05. Keragaman merupakan sesuatu yang tak bisa kita nafikan. Pojok Sekre Kere. kita harus mencoba mengarifi segala kemelut yang menimpa diri kita dengan lapang dada. kemudian dibunuh. dan tertutupnya ruang dialog dalam menyelesaikan permasalahan. juga . sang pendidik memberikan contoh tak layak.

Bung Karno sampai dengan akhir hayatnya tetap bertahan terhadap ide Nasakom yang mengatakan bahwa kekuatan politik di Indonesia pada saat itu terdiri dari tiga golongan ideologi besar yaitu: golongan yang berideologi nasionalis. Tapi buat penulis Bung Karno adalah seorang Nasionalis yang ide Nasakom semata-mata dicetuskan melihat realitas masyarakat pada saat itu demi persatuan Indonesia menginginkan suatu kolaborasi total semua anasir bangsa dari semua golongan ideologi yang ada termasuk golongan komunis untuk berama-sama bahu membahu membangun Indonesia. Namun demikian umumnya orang setuju bahwa peristiwa ini merupakan sebuah lembaran hitam sejarah Indonesia. disiksa. sementara beberapa pihak. Barangkali juga ide Bung Karno tentang Nasakom berkaitan dengan pendapat Clifford Geertz yang dalam bukunya The Religion of Java yang membagi masyarakat Jawa dalam tiga varian: priyayi. berpendapat ini merupakan tindakan pembasmian terhadap orang Tionghoa. Apakah dengan punya ide Nasakom tersebut bisa dikatakan bahwa Bung Karno adalah seorang Marxis yang lebih dekat dengan golongan komunis pada saat itu? Setiap orang boleh punya persepsi dan pendapatnya sendiri untuk hal ini. santri. Ini menjadi suatu indikasi bahwa kasus pemerkosaan dalam Kerusuhan ini digerakkan secara sistematis. Amuk massa ini membuat para pemilik toko di kedua kota tersebut ketakutan dan menulisi muka toko mereka dengan tulisan "Milik pribumi" atau "Pro-reformasi". Sebab dan alasan kerusuhan ini masih banyak diliputi ketidakjelasan dan kontroversi sampai hari ini. dan dibunuh karena aktivitasnya. Walaupun tidak bisa dipungkiri memang Bung Karno pada periode 1959-1965 sangat terlihat lebih condong memberi angin kepada golongan komunis.diperkosa. Tiga-tiganya merupakan kekuatan yang diharapkan tetap bersatu untuk menyelesaikan masalah bangsa secara bersama-sama. Hal yang memalukan ini mengingatkan seseorang kepada peristiwa Kristallnacht di Jerman pada tanggal 9 November 1938 yang menjadi titik awal penganiayaan terhadap orang-orang Yahudi dan berpuncak pada pembunuhan massal atas mereka di hampir seluruh benua Eropa oleh pemerintahan Jerman Nazi. golongan yang berideologi dengan latar belakang agama. terutama pihak Tionghoa. dan abangan. Bahkan pemerintah mengeluarkan pernyataan berkontradiksi dengan fakta yang sebenarnya yang terjadi dengan mengatakan sama sekali tidak ada pemerkosaan massal terhadap wanita keturunan Tionghoa disebabkan tidak ada bukti-bukti konkret tentang pemerkosaan tersebut. Yang bisa diterjemahkan . tak hanya sporadis. dan golongan yang berideologi komunis. Sampai bertahun-tahun berikutnya Pemerintah Indonesia belum mengambil tindakan apapun terhadap nama-nama besar yang dianggap provokator kerusuhan Mei 1998.

kaum komunis.priyayi adalah kaum Nasionalis. kaum militer tidak pernah mengakui bahwa mereka adalah satu kekuatan politik yang telah mendominasi Indonesia selama 32 tahun. Walaupun dengan segala dalih. kata beberapa analis ini adalah salah satu diplomasi model Bung Karno untuk meredam ambisi dan kekuatan militer untuk berkuasa. dan kaum militer (dan motor politik pendukungnya). maka kekuasaan mutlak ada di tangan Bung Karno yang lebih memberikan angin pada kaum komunis untuk mendominasi kancah politik di Indonesia (atau terbawa oleh strategi kaum komunis) pada periode 1959 s/d 1965. makmur dan sejahtera. kaum agamis. serta merta ide Nasakom musnah dan aneh bin ajaib kekuatan kaum komunis serta merta digantikan oleh satu kekuatan politik baru di Indonesia yaitu kaum militer. Jadi dari empat kekuatan politik di Indonesia: kaum nasionalis. Setelah Bung Karno membuat dekrit pada tanggal 1 Juli 1959 untuk kembali ke UUD ’45. Realitas sejarah memang berkata lain setelah terjadi peristiwa 30 September 1965 yang sampai sekarang masih menyimpan misteri dan banyak versi diceritakan dari berbagai pihak bagaimana kejadiannya sampai terjadi pembunuhan para Jendral dan PKI dituduh yang telah melakukan semua ini dan tentara melakukan pembalasan dengan menumpas PKI sampai dengan akar-akarnya. kaum militer yang mendominasi kancah politik Indonesia dengan pemerintahan orde baru Pak Harto dengan motor partai politiknya Golkar pada periode 1966 s/d 1998. Dalam realitasnya setiap golongan kekuatan politik yang pernah mendominasi kekuasaan dan menjalankan pemerintahan Republik Indonesia belum ada yang mampu mengantarkan Indonesia menuju cita-cita bangsa untuk menjadi negara yang adil. santri adalah kaum Agamis. Mereka selalu mengatakan bahwa militer berdiri dibelakang semua golongan. Pada awal kemerdekaan kaum nasionalis dengan motor politiknya PNI (Partai Nasional Indonesia) pernah memegang dominasi pemerintahan sampai pada sekitar tahun 1959. Bung Karno walaupun bukan orang militer. kaum agamis. Kesimpulannnya bahwa realitas politik di Indonesia semenjak jaman kemerdekaan sampai dengan saat ini pernah ada empat golongan kekuatan politik: kaum nasionalis. kaum komunis. Suatu realitas yang mungkin Bung Karno tidak pernah menyangka ataupun mimpipun mungkin tidak bahwa ada satu golongan kekuatan dalam peta politik di Indonesia yang tidak pernah terpikirkan menjadi suatu kekuatan penting dalam peta perpolitikan Indonesia yaitu kaum militer. Setelah kaum komunis terhapus dalam kancah politik Indonesia. selalu memakai pakaian lengkap militer Panglima Tertinggi – Jendral Bintang Lima – dengan segala atribut kebesarannya. dan kaum militer. Setelah terjadi peristiwa 30 September 1965. Masing-masing kekuatan politik pernah mengalami jaman keemasan dan juga pernah terhempas dalam kancah politik di Indonesia. hanya kaum agamis yang belum pernah . dan abangan adalah kaum Komunis.

tapi dimasa mendatang kelihatannya persaingan dua golongan ideologi ini akan makin menajam. dengan beberapa kegagalan-kegagalan yang telah dialami kaum nasionalis . sedangkan rakyat yang beragama non-muslim lebih mendekat ke kaum nasionalis). Makanya jangan heran kalau Golkar yang pada masa orde baru menjadi motor politik militer telah ancang-ancang lebih merapat ke PDIP yang sudah jelas berhaluan nasionalis. dll. karena dianggap kaum abangan sudah punah.mendominasi kancah dunia politik di Indonesia. sedangkan PDIP lebih fokus pada pendukung kelas menengah kebawah atau lapisan grass root. Oleh karena itu Nasakom sekarang sudah jadi Nasa atau hanya ada golongan yang berideologi nasionalis dan berideologi agamis (agama disini lebih cenderung ke agama Islam karena penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam. Dan ini tercermin dengan munculnya berbagai organisasi politik atau partai politik yang secara garis besar terbagi jadi dua golongan varian: kaum nasionalis dan kaum agamis. Setelah masa reformasi 1998. dan golongan menengah keatas sebagai pendukungnya. Yang masing-masing merepresentasikan berbagai golongan yang ada di Islam itu sendiri. makmur dan sejahtera dari kaum agamis? Nasakom telah menjadi Nasa setelah reformasi 1998. PKS. PAN. Karena Islam adalah agama mayoritas. tentu saja mereka mencoba punya pengaruh juga pada kantong-kantong kaum agamis yang belum dikuasai oleh partai-partai Islam yang ada. golongan militer di kembalikan ke fungsi semula sebagai kekuatan pertahanan & keamanan saja seperti laiknya di negara-negara demokrasi lainnya diseluruh dunia (walaupun sebetulnya dikalangan militer sendiri masih ada yang punya mimpi untuk berkuasa terus). PBB. Jadi saingan utama partai dari kalangan yang berhaluan nasionalis adalah dari kalangan partai yang berhaluan agamis yang saat ini ada partai dengan deretan panjang: PPP. Kalau tiga kekuatan politik yang telah pernah mendominasi dan memegang tampuk kekuasaan dalam pemerintahan di Indonesia. PKB. Sebagai akibatnya kalau kita mengacu pada analisis Nasakom dari Bung Karno. makmur dan sejahtera. Apakah Golkar betul-betul berhaluan nasionalis? Kalau melihat yang melahirkan Golkar adalah kaum militer (kaum militer karena doktrin yang diajarkan adalah bela negara pada umumnya mereka bahkan bisa dikatakan sebagai ultra nasionalis) kemungkinan memang mereka berhaluan nasionalis dengan mefokuskan kalangan pengusaha. Yang menjadi pertanyaan apakah satu-satunya harapan bangsa Indonesia untuk bisa mengantar bangsa Indonesi menuju masyarakat adil. PBR. dan semuanya gagal mengantarkan negara ini menuju cita-cita bangsa menjadikan negara Indonesia negara yang adil. kaum professional. Walaupun dalam realitas selama ini selalu ada suatu usaha untuk melakukan kolaborasi ataupun koalisi antara partai yang berhaluan nasionalis dengan yang berhaluan agamis. golongan kaum bepolitik di Indonesia tinggal dua golongan yaitu: golongan Nasionalis dan golongan Agamis atau kalau mengacu ke analisa varian dari Clifford Geertz yang teringgal adalah: kaum priyayi dan kaum santri. dengan kejatuhan rejim orde baru dan dengan adanya amandemen UUD ’45.

Dengan dukungan minimal di legislatif dari . dimenangkan oleh SBY yang didukung oleh partai baru yaitu partai Demokrat (10. Suatu kemunduran yang cukup significant.33%) tapi eksekutif yang waktu itu masih dipilih oleh MPR jatuh ketangan Gus Dur yang didukung oleh PKB (11. Kronologi perubahan peta politik di jaman reformasi. Disini awal distorsi para pendukung awal pendirian PDIP karena para pimpinan PDIP lebih senang mendekat ke Golkar – yang pada pra-reformasi telah mati-matian dilawan. Setelah PDIP memegang pimpinan eksekutif. PDIP terpaksa berkoalisi dengan Golkar dan partai-partai lainnya.memecahkan masalah bangsa terutama berkaitan dengan korupsi dan maupun representasi dalam mewujudkan pemerinthan yang bersih dan berwibawa.97%). Ditengah jalan Gus Dur dilengserkan oleh MPR dengan alasan melanggar UUD ’45 dan pemerintahan digantikan oleh PDIP (yang waktu itu memegang kursi Wakil Presiden).33% di pemilu 1999. Kebijakan PDIP ini sebetulnya justru malahan memberikan amunisi tambahan buat Golkar dan mengurangi dukungan terhadap PDIP itu sendiri. Pemilu legislatif tahun 1999 telah dimenangkan oleh PDIP (33.33%) dan Golkar (25.36%) dengan wakil presiden dari partai Golkar (23. 5.27%).36%). Untuk mempertahankan pemerintahannya mau tidak mau SBY harus berkoalisi membentuk pemerinhan dengan parta-partai lain. Pada akhirnya karena dukungan SBY di legislatif hanya dari partai Demokrat (10. 2. Bahkan beberapa partai berhaluan agamis tidak sepenuhnya mendukung Gus Dur.04%). Kebijakan PDIP yang salah pada saat diberi kepercayaan memerintah di eksekutif mengakibatkan peta politik berubah pada pemilu ke 2 pada jaman reformasi tahun 2004 dengan justru dimenangkan kembali Gokar dengan memegang kursi legislatif sebesar 23.82. Bisa saya sarikan sebagai berikut: 1. 4. Walaupun pemilihan umum secara demokratis paska rejim Suharto baru dilakukan dua kali tapi telah banyak peristiwa yang dramatis terjadi dalam kancah peta politik nasional yang mau tidak mau telah terjadi proses timbal balik dari kinerja partai politik maupun persepsi masyarakat terhadap kinerja tersebut yang pasti akan mempengaruhi pilihan-pilhana yang akan dilakukan masyarakt luas pada pemilu-pemilu yang akan dating.27% di pemilu legislatif dan PDIP jatuh di posisi ke 2 dengan memegang kursi 19. 3.27%) yang juga mendapatkan kursi wakil presiden. terutama dengan Golkar (23. Usaha Gus Dur untuk membentuk pemerintahan PKB di eksekutif ternyata telah gagal karena dukungan yang lemah dari legislatif karena tentangan dari dua partai besar yang menguasai legislatif yaitu PDIP (33.% jauh lebih rendah dari posisi 33. Yang lebih mengejutkan pada pemilu ekskutif yang pertama kali dilaksanakan secara langsung oleh rakyat tahun 2004 sesuai dengan amandemen UUD ’45. Demi mempertahankan kekuasaan di eksekutif. ternyata realitas politik tidak memungkinkan PDIP menjalankan pemerintahan tanpa dukungan partai lain apalagi Golkar.

partai Demokrat (10. Bagaimana hasilnya? Kita lihat saja nanti pada tahun 2009. siapa yang harus disalahkan. Mungkin momentumnya telah tiba. . Jelas peta politik akan berjalan. golongan komunis. untuk memperoleh minyak tanah harus antri. apabila memang golongan agamis bisa menunjuknan dirinya sebagai partai yang bersih. Kemudian tergantung persepsi pemilih terhadap tingkah laku partai Golkar yang terus mengingatkan kembali tingkah lakunya pada masa orde baru. bergulir dan berubah pada pemilu ke 3 tahun 2009 pada masa reformasi ini yang akan makin menguatnya kekuatan partai yang berhaluan agamis.27% jadi sama saja pemerintahan SBY ini adalah penjelmaan kembali dari orde baru. tidak terkontaminasi penyakit korupsi (masalah utama bangsa kita). Mungkin partai dengan haluan agamis akan menjadi pilihan alternatif dikarenakan partai-partai besar yang ada saat ini telah gagal mengantarkan Indonesia menjadi negara yang seperti diamanatkan pada pembukaan UUD ’45: suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. premium dibeberapa daerah juga harus antri. rakyat tidak mungkin terus menerus dibohongi. Memang dari empat golongan ideologi yang pernah ada di Indonesia: golongan nasionalis. Kalau harapan-harapan rakyat tidak ter-realisasi sesuai dengan janji-janji yang telah pernah dikemukakan pasti akan terjadi pergeseran dukungan.36%) – seperti waktu Gus Dur memerintah dengam dukungan legislatif minimal dari PKB (11. Perubahan pasti akan terjadi pada pola pemilih pada pemilu 2009 yang akan datang. minyak goreng harus antri. dan golongan militer hanya golongan agamis yang belum pernah menonjol dalam menjalankan pemerintahan eksekutif. bahkan memperbanyak orang yang jatuh dibawah garis kemiskinan. 6.04%) – apalagi wakil presiden di pegang oleh Golkar. kalau mereka malahan memilih partai-partai berhaluan agamis. pemerintahan SBY sangat sulit untuk tidak mengetengahnya kembali pengaruh Golkar yang memegang kursi legislatif 23. pasti akan cari alternatif seperti pada pilihan pilkada Jawa Barat dan pilkada Sumatera Utara yang partai berideologi agama telah memenangkan hati rakyat. golongan agamis. Kesimpulan NASAKOM telah menjadi NASA yang pada waktu antaranya kom-nya telah musnah dan pernah digantikan kaum militer. mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini dikarenakan makin berlanjutnya distorsi PDIP yang berhaluan nasionalis dengan kebijakan pimpinannya yang tidak begitu jelas apa betul-betul membela grass root. rasionalitas pemilih pasti akan mengevaluasi apa kontribusi yang telah diberikan partai-partai besar pada lima tahun yang telah berlalu. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Partai-partai besar yang berkuasa selama lima tahun terakhir ini ternyata tidak mampu mengangkat kesejahteraan rakyat seperti yang diharapkan. Kalau pemilih lebih memilih alternatif partai yang relatif lebih bersih. perdamaian abadi dan keadilan sosial.

dijelaskan bahwa Organisasi pers ialah organisasi wartawan. dari tindakan pencegahan. serta melakukan kontrol sosial yang konstruktif. 07 Januari 2010 Fungsi PERS & Peranan PERS Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982. Kemerdekaan pers adalah kemerdekaan yang disertai kesadaran akan pentingnya penegakan supremasi hukum yang dilaksanakan oleh pengadilan. yang disetujui oleh Pemerintah. pendidikan. Di samping itu. Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982 dijelaskan bahwa dalam rangka meningkatkan. Fungsi pers sebagai lembaga ekonomi mempunyai makna bahwa dalam menjalankan fungsinya pers harus menerapkan prinsip-prinsip ekonomi agar kualitas pers dan kesejahteraan para karyawan media penerbitan pers semakin meningkat dan tidak meninggalkan kewajiban sosialnya.(Note: % adalah presentasi representasi partai tersebut di kursi DPR pada pemilu 1999/2004) Kamis. menurut pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. organisasi grafika pers dan organisasi media periklanan. penyalur aspirasi rakyat. maka pers berfungsi sebagai penyebar informasi yang objektif. pers mempunyai fungsi yang penting yaitu: sebagai media infrmasi. Dalam hal ini perlu dikembangkan interaksi positif antara Pemerintah. yang demokratis. meluaskan komunikasi dan partisipasi masyarakat. peranannya dalam pembangunan. pers dan masyarakat. meluaskan komunikasi dan partisipasi masyarakat serta melakukan kontrol sosial yang konstruktif. hiburan dan kontrol sosial. Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Yang dimaksud dengan "kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara" adalah bahwa pers bebas. menyalurkan aspirasi rakyat. dan tanggung jawab profesi yang dijabarkan dalam kode etik jurnalistik serta sesuai dengan hati nurani insan pers. pelarangan dan atau penekanan agar hak masyarakat untuk memperoleh informasi terjamin. berbangsa dan bernegara. . organisasi perusahaan pers. sebagai lembaga ekonomi. pers juga berfungsi menyebarkan informasi yang objektif. Pelaksanaan fungsi pers tersebut sangat penting dalani kehidupan bermasyarakat. Hal ini berbeda dengan fungsi Pers.

yaitu: a. mendorong terwujudnya supremasi hukum. melestarikan dan memasyarakatkan Pancasila sebagaimana termaktub di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dengan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. serta menggairahkan partisipasi rakyat dalam pembangunan. serta e. membantu meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa serta menggairahkan partisipasi rakyat dalam pembangunan. c. Pers Nasional memiliki lima tugas dan kewajiban yang harus dipenuhi. antar regional dan international khususnya di bidang pers. menggelorakan semangat pengabdian perjuangan bangsa. b. Dimana kegiatan pers ini dapat menggelorakan semangat pengabdian perjuangan bangsa. d. mempertebal rasa tanggung jawab dan disiplin nasional. memperkokoh kesatuan dan persatuan nasional. dan intemasioal. Menegakkan. memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional. dan hak asasi manusia serta menghormati kebhinekaan. Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982. membantu meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa. Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui. Pers Nasional melaksanakan peranan sebagai berikut a. memperjuangkan pelaksanaan amanat penderitaan rakyat berlandaskan Demokrasi Pancasila. khususnya di bidang pers. .Dengan demikian dapat kita lihat peranan pers sangat penting dalam memperjuangkan terwujudnya tatanan baru di bidang informasi dan komunikasi atas dasar kepentingan nasional dan percaya pada kekuatan diri sendiri dalam menjalin kerjasama regional. Menurut pasal 6 Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. memperjuangkan terwujudnya tata international baru di bidang informasi dan komunikasi atas dasar kepentingan nasional dan percaya pada kekuatan diri sendiri dalam menjalin kerjasama regional. nilai-nilai dasar demokrasi. b. memperjuangkan kebenaran dan keadilan atas dasar kebebasan pers yang bertanggung jawab. antar golongan.

Sehubungan dengan hal itu pemerintah juga harus memberikan perlindungan hukum. Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi. . kritik. Oleh karena itu peranan pers nasional. dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum. Dalam hal ini yang dimaksud dengan perlindungan hukum itu "adalah jaminan perlindungan pemerintah dan/atau masyarakat kepada wartawan atau pekerja pers dalam melaksanakan fungsi. Kebebasan Pers Sebagai Prasyarat Penyiaran Instrumen Kontrol Dalam Negara Demokrasi Dalam wawancara dengan The World Association of Newspapers berkaitan dengan hari Kebebasan Pers se-Dunia. Masalah Kebebasan Pers Di Indonesia 1. serta diwujudkannya supremasi hukum untuk menuju masyarakat yang tertib. e. Melakukan pengawasan. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran. yang tepat. koreksi.c. d. sekjen PBB Kofi Annan menyatakan bahwa media massa dunia kini berperan utama dalam memajukan kebebasan dan pertukaran informasi dan gagasan dalam skala global. Kebebasan itu merupakan prasyarat utama bagi demokratisasi. pembangunan. perundang-undangan yang berlaku". sangat penting dalam memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui dan mengembangkan pendapat umum dengan menyampaikan informasi yang tepat. kewajiban dan peranannya sesuai dengan ketentuan peraturan. hak. Hal ini akan mendorong ditegakkannya keadilan dan kebenaran. akurat dan benar. Bahkan kebebasan informasi merupakan investasi melawan – dan mencegah lahirnya kembali-tirani. akurat dan benar. serta perdamaian.

17 April 2009 GOLPUT. problem epistemik kita sebagai bangsa amat berbahaya apabila itu yang kita jadikan ukuran untuk melakukan proses pembangunan. bahwa demokrasi kita saat ini amat sangat kuantitatif. Persoalan substansial seperti kemiskinan dan keterbelakangan. DPT DAN MALAPETAKA DEMOKRASI Oleh Fajlurrahman Jurdi Direktur EKsekutif Pusat Kajian Politik. Pemilu tampaknya menyisakan berjuta harapan bagi konstruksi demokrasi di masa yang akan datang. sehingga tidak ada satupun partai di Indonesia yang bisa disebut sebagai partai ideologis. Sebelumnya Robert Dahl mengingatkan. karenanya. keterbelakangan. atau Dahl mengatakan demokrasi prosedural (procedural democracy). Demokrasi kita terlalu materialistis. Pemilu 2009 ini bagi sebagian besar pengamat menganggap sebagai puncak terakhir untuk menguji "kelayakan" proses transisi demokrasi untuk dievaluasi secara menyeluruh. dalam arti keterlibatan itu. Batasan-batasan kuantitatif memang perlu untuk menegaskan diri sebagai bangsa yang teratur. 07 April 2009 Persoalan substansial dari demokrasi kita adalah pendidikan politik dan kemauan untuk meng-enganged diri dalam arena publik. kebodohan dan kepandiran kita sebagai bangsa bisa diselesaikan dengan angka-angka. yakni oligarki. Apakah kita akan mengikuti "bisikan" demokrasi di masa mendatang. hanya akan bisa dijawab setelah Pemilu 9 April mendatang. 50 persen + 1 adalah cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan problem kebangsaan itu. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Harian Fajar. kemelaratan. Partai tidak berpikir untuk bekerja untuk membangun kaderdisasi dan pendidikan politik. Akan tetapi kalau kita berhenti pada hitungan-hitungan kuantitatif. Baik sebagai peserta aktif maupun pasif.umat. bahwa kita akan segera secara perlahan-lahan menuju fase lanjutan siklus. Tampaknya pertanyaan apapun di masa kini. pada angka-angka seperti 50 persen 1. sebagai limit agar menegaskan posisi kita untuk melakukan perubahan. Yang . seperti kemiskinan. tidak harus menjadi kontestan. Kita menganggap persoalan kebangsaan. Atau kita mengikuti siklus Polybios. tidak bisa diselesaikan lewat hitungan 50 persen + 1. atau malah kita akan menghentikan proses transisi ini sebagai titik episetrum untuk kembali melakukan rekonsolidasi ke kutub otoritarianisme. SUARA BATAL. Demokrasi kuantitatif memang tidak sepenuhnya salah. maka kita akan menghentikan persoalan substansial dari demokrasi kita. karenanya amat mahal. namun juga memilih kontestan.

3 persen. sungguh ngeri bagi kualitas demokrasi. Golput atau golongan putih ini akan menjadi momok bagi eksistensi mereka. Kita lihat angka Golput di beberapa Pilkada. sekalipun memang tidak akan mendelegitimasi mereka secara hukum.67 persen.28 persen. di Pekalongan dan Solo masing-masing 50 persen. juga seolah-olah semuanya tak ada masalah. Jika kita melihat ukuran kertas suara yang akan dicoblos di bilik suara pada tanggal 9 April nanti. Jika pemilu tahun 2004 pemilih hanya memilih partai. namun lebih pada fatwa politik. Golput telah menjadi hantu yang amat menakutkan bagi partai politik dan para caleg. maka akan menjadi alasan bagi kelompok oposisi untuk mengatakan bahwa kinerja partai politik untuk meyakinkan rakyat telah gagal. Dengan harapan dan dada membusung mengaku telah bekerja keras demi suksesnya ritual suksesi politik dan hajatan demokrasi. juga sekaligus betapa demokrasi kita di ambang petaka. telah menyimpan sejumlah persoalan bagi demokrasi kita. dan (2) Di dalam kotak partai itu. Bandung 30. Dalam kaitannya dengan pemilu dan harapan yang terlalu besar akan demokrasi. Kepri 46 persen.2 persen. dan jumlah partai yang banyak akan menyulitkan bagi pemilih. Ada dua problem besar bagi masyarakat yang tidak berpendidikan apabila melihat surat suara.07 persen. Keputusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan suara terbanyak.Golput di Pilgub Jateng 45. Kaltim 42. Semua perangkat telah disiapkan dan prasyarat hajatan demokrasi telah ada. Pertama. Sumatera Utara 41 persen. baik Pilbup.69 persen. Dari beberapa hasil Pilkada berikut data Golput di masing-masing Pilkada. Pilbup Cirebon 38. sekalipun itu Fatwa yang agak "menyebalkan" dan bukan fatwa teologis. Juga menjadi alasan. maka Golput akan mencapai angka dramatis. ada beberapa persoalan teknis yang sengaja atau tidak sengaja dilakukan oleh negara/kekuasaan dalam upaya untuk menciptakan demokrasi. sehingga agak mudah bagi mereka untuk membedakan. Sukoharjo 42. Kalsel 40 persen. selain . Letak dasar persoalannya bukan pada surat suara. Sampai Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa haram Golput. Tampaknya angka ini adalah merupakan angka yang luar biasa. Pilgub Sulsel 33 persen. Pilwalkot. sedangkan angka golput tertinggi tercatat di Pilwalkot Pontianak yang mencapai 61 persen. maka Pemilu 2009. Sumbar 37 persen. Bogor 45 persen. sampai Pilgub: . Suara Batal. Pilbup Pati 50 persen. Wonogiri 39. Jatim 39. sebagai tahap ujian untuk menentukkan sikap dalam intaian ancaman. 22 persen.2 persen. Golput. Komisi ini belakangan bekerja amburadul dibanding pada tahun 2004.33 persen. sama menakutkannya negara Orde Baru bagi civil Society di masa Soeharto berkuasa. Kalbar 37. yakni (1) Jumlah partai yang banyak dengan warna partai yang sama untuk beberapa gambar. tetapi kesiapan voters (pemilih) untuk melakukan pencontrengan.05 persen. bahwa demokrasi kita. Seolah-olah dalam pidato telah bekerja maksimal. seolah-olah dalam ceramah tak ada masalah. ada urutan nama caleg. Jawa Barat 34.19 persen. Ukuran kertas yang selebar 84 x 63 sentimeter.bertebaran dalam arena demokrasi kita adalah partai massa. yaitu partai yang seluruhnya bekerja membangun kekuatan untuk merebut kekuasaan. Banten 39. tinggal menunggu detik-detik suksesi itu dimulai. Wajo 32 persen. namun apabila jumlah pemilih tidak mencapai 50 persen. Ada beberapa masalah yang akan segera muncul dan akan menjadi ancaman serius bagi proses transisi demokrasi kita. akan berkisar 35-45 persen. Kedua. Jambi 34 persen. DKI Jakarta 36. Sebuah angka yang amat menakutkan bagi proses konsolidasi demokrasi. Itulah lembaga Pemilihan Umum kita yang bernama KPU.

di mana hitungan kuantitatif itu bisa dilakukan. juga sekaligus tidak adanya taktik untuk memberi ruang bagi yang tidak terdaftar sebagai pemilih untuk memilih pada tanggal 9 April.kertas suara banyak. jika engangement masyarakat beserta tetek bengek yang lain bisa mencapai angka di atas 50 persen? Ini impossible untuk melanjutkan agenda transisi demokrasi dengan mengabaikan hak-hak rakyat yang paling asasi. Ini akan berpengaruh secara psikologis ketika mencoblos. 38+23+9=70 persen. Jadi yang sah untuk merepresentasikan suara rakyat hanya 70 persen. Selama ini partai politik tidak pernah menjalankan kewajibannya sebagaimana layaknya seorang muslim yang menjalankan kewajiban menjalankan salat lima waktu. tangan mereka gemetar ketika memegang pulpen.52 0 komentar Selasa. ketika masuk bilik. 24 Maret 2009 PARTAI POLITIK PREDATOR MENUJU PEMILU 2009 Oleh: Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. Ketiga. Lalu. maka problem demokrasi kita akan tambah rumit. Hitungan 50 persen + 1 tidak mencapai ambang batas. Jadi. Jika demikian. Di Jatim ada sekitar 43. Apalagi hitungan kuantitatif tidak mencapai limit yang tercantum dalam prosedur demokrasi. meramalkan demokrasi sebagai suatu harapan di masa yang akan datang adalah tidak masuk akal dengan melihat infrastruktur politik seperti ini. agar segera menyadari kesalahannya. Katakanlah Golput 38 persen Suara batal 27 persen dan yang tidak bisa memilih 13 persen. menemukan kesulitan pemilih memilih partai. Mereka telah berkhianat kepada rakyat dalam rantai sejarah yang amat panjang. Diperkirakan mereka yang tidak bisa memilih pada pemilu ini akibat birokrasi negara yang bernama UU Pemilu. Di Sulsel saja jumlah DPT bermasalah berjumlah 67. akan sangat banyak yang tidak bisa terlibat dalam pemilu. Karena itu. suara batal dalam Pemilu 2009 ini akan mencapai angka 2025 persen. memilih caleg dan cara mencontreng. Bagi masyarakat awam. (3) Metode Contreng. Karena itu. Kita berharap ada perubahan mendadak dalam hitungan empat hari ke depan. tidak bisa dilanjutkan dengan menempatkan rakyat sebagai yang berdaulat. Pengalaman beberapa fungsionaris PuKAP-Indonesia yang terlibat dalam proses pendidikan politik arus bawah di beberapa daerah di Sulsel. Sungguh ini akan menjadi malapetaka bagi demokrasi. Karenanya. Begitu juga mungkin di tempat-tempat lain. Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menjadi wacana hangat belakangan ini. dan yang sangat menyulitkan nanti adalah mencari nama para caleg yang akan dipilih. Mungkin saatnya memang mereka harus dihukum. karena apabila dikalikan tidak sampai limitasi demokrasi. apabila keadaan politik hanya untuk upper class. menegosiasikan masa depan demokrasi pasca Pemilu 2009.088 DPT bermasalah. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 06. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia . Kecuali partai bekerja dan memulai untuk selanjutnya menjalankan tugas-tugas wajibnya.639 nama. Sehingga kita tidak mengalami kemunduran yang mengerikan di atas bertabuh harapan akan kemajuan demokrasi kita. jumlah partai juga banyak.

Namun harapan itu pupus ditengah kemelut yang melanda partai politik kita. 2009 adalah merupakan awal bagi mereka melakukan revitalisasi orientasi dan keberpihakannya bagi masyarakat. Masih mewarisi sistem dan mekanisme politik masa lalu yang . Partai sudah menjadi sebuah perkumpulan para “gerombolan” politik yang mencari kekuasaan dengan ’rakus’ dimana mereka adalah merupakan aliansi oligarki “nakal” yang sudah tidak lagi bisa diharapkan menjadi penopang tegaknya demokrasi. PKS sudah mendeklarasikan diri sebagai partai Islam yang berideologi inklusif. partai-partai Islam seperti PKS justru menambah beban moral umat Islam. Indonesia selama dan pasca Orde Baru tidak ada yang terlalu banyak berubah. memperjuangkan kepentingan rakyat dan berkhidmat untuk rakyat. Partai telah menyebabkan rakyat hidup dalam “pintalan-pintalan” harapan yang sulit untuk mereka pahami. Di saat orang terlalu banyak berharap agar PKS menjadi penegak ajaran moral bagi simbol Islam Politik. karena partai sudah tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. bahwa partai-partai politik akan mampu memberi harapan baru bagi masa depan Indonesia. Terlalu banyak orang yang menaruh harapan pada partai politik. namun mereka adalah merupakan bagian dari pilar demokrasi. Belum ada partai yang benarbenar memiliki keberpihakan pada komunitas tertentu yang diatasnamakan. suka atauidak suka harus diakui baik secara yuridis maupun secara sosiologis dan politik. sebagaiman tujuan utamanya. ia telah menjadi virus demoralisasi massal dalam sebuah sindikat demokrasi. ia telah merumuskan gaya baru pemikiran Islam yang inferior dalam berpolitik. yang mau tak mau.Menjelang pemilu 2009. adalah merupakan saran untuk menampung dan mengartikulasikan kepentingan rakyat. ada harapan yang menggebu dari banyak masyarakat Indonesia. Partai politik secara institusional memang tidak salah. Apalagi sekarang PKS sudah tidak lagi menjadi partai Islam yang berideologi. Parta-partai politik. sekalipun pasca reformasi usai mereka tak punya kontribusi besar bagi pembangunan demokrasi. Partai buruh. juga bukan sarana untuk memperjuangkan hak-hak rakyat. belum memiliki basis kekuatan buruh. partai telah menjadi penentang demokrasi yang paling sah. namun PKS telah “melacurkan diri” dalam pragmatisme dan oportunisme politik. namun tidak sedikit rakyat yang kecewa dengan perilaku partai politik. namun perilaku orang-orang di dalamnya telah menyebabkan fungsi-fungsi penting partai politik tidak dijalankan. paling tidak. Itulah partai. namun partai yang hanya menjadikan ideologi sebagai tumbal. partai telah menjadi alat untuk menciptakan konflik komunal bagi perkumpuan sebagian para “bandit” politik. yang tentu berbeda dengan Labour Party di Inggris. Partai. namun tidak jelas perjuangan kerakyatannya. Partai PDIP yang mengaku diri sebagai partai wong cilik. sebagaimana tujuan awal partai di dirikan. ia tidak lagi sebagai sarana untuk mengagregasikan kepentingan rakyat. partai telah menjadi perkumpulan orang-orang yang sedang menegakkan “ajaran dusta”. Partai-partai raksasa seperti Golkar dan PDIP. yang sekalipun telah lama dalam kubangan pragmatisme.

tetapi Indonesia “miliki kita”. hanya harapan yang menumpuk dalam pikiran rakyat. apapun alasannya. tetapi untuk membangun bangsa kita. tanpa mempertimbangkan lagi mekanisme “ontologisnya”. Karena kita harus jujur mengatakan. Partai politik. jika partai politik masih mempertahankan identitas mereka seperti saat ini. Sekalipun itu memang bukan harga mati. Tetapi sekaligus partai politik telah mengajarkan mentalitas “predator”. layaknya dalam tradisi Negara yang menganut paham demokrasi liberal. hingga mereka menjadi “kepala botak” hanya memikirkan dan mengharapkan janji-janji palsu partai politik. Rakyat hidup dalam “kubangan” harapan akan janji-janji yang tak pernah ditepati dalam setiap episode rutinitas demokrasi. namun lebih disebabkan pada artikulasi peran dan fungsi partai politik yang telah melenyapkan “moral demokrasi” untuk merebut kekuasaan dengan mempertaruhkan beruta-juta rakyat jelata yang selalu menjadi korban pikiran-pikiran “palsu” dalam partai politik. Mentalitas inilah yang telah menyebabkan sistem politik Indonesia masuk dalam jebakan pramatisme dan oportunisme. sekalipun tidak menjadi satu-satunya perkumpulan untuk menegakkan demokrasi. Dengan demikian. determinasi. maka seharusnya partai-partai besar maupun kecil yang hadir dalam setiap perhelatan “akbar demokrasi” mempertahankan identitas. yang bernama Indonesia. maka lebih arif dan dewasa partai-partai politik itu di “tiadakan” demi dan atas nama “kemanusiaan/kerakyatan”. . Namun. Dari “pesta demokrasi” yang satu ke pesta demokrasi yang lain. Mekanisme dimana seluruh urat nadi dan karakter sistem yang digunakan telah menciptakan polarisasi. dan bahkan alienasi “epistemologis” dan “aksiologis”. yakni sebagai “alat untuk mencapai kekuasaan” bukan “alat untuk memperjuangkan kepentingan kemanusiaan”. Jika memang partai politik masih merupakan jalan terbaik untuk menegakkan demokrasi. tetapi merupakan sebuah pesta untuk memikirkan tentang masa depan Indonesia Kita. Sekalipun bukan satu-satunya jalan untuk membangun demokrasi. namun partai begitu penting adanya di dunia modern. Sesungguhnya kita punya harapan yang besar. bahwa partai politiklah yang dianggap sebagai jalan terbaik bagi tegaknya demokrasi yang sehat. bukan Indonesia “mereka”. yakni mentalitas menerabas dan jalan pintas dengan memangsa hak-hak rakyat. Partai telah menjadi “berhala” yang dianggap “sakral” untuk mengatakan demokratis atau tidak demokratisnya sebuah Negara. dari ideologi mananapun dan atas tujuan apapun serta identitas yang bagaimanapun juga yang ia gunakan. “Peniadaan” ini bukan karena tidak suka dengan partai politik. bukan “Indonesia siapa-siapa”. partai politik tidak didirikan untuk membangun “distingsi” antara “aku” dan “mereka”. Pesta demokrasi bukan hanya sekedar acara rutin lima tahunan dengan menghadirkan kontestan partai politik yang begitu banyak. bahwa partai politik adalah tetap menjadi kekuatan penopang demokrasi yang visible. Partai. tidak ada satupun yang mampu keluar dari mekanisme predator masa lalu tersebut.dibangun di atas mentalitas para “Predator”. atau Indonesia “dia”. dimana partai politik menjadi bagian yang determinan. janji dan keyakinan politik yang diberikan kepada rakyat.

Mereka semua adalah sama. Partai pendatang baru harus bisa memberikan yang “berbeda” dari partai-partai lama yang telah masuk dalam kubangan pragmatisme tingkat tinggi. konsep baru. perjuangan baru. tidak diikuti dengan mentalitas aktor politik yang berjiwa demokratis. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09.Dalam konteks inilah partai politik kita tidak bisa menempatkan diri pada posisi yang wajar. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Kamis.Tulisan ini hendak menguji keabsahan suksesi politik sebagai sebuah agenda negara demokrasi dengan kebiasaan ritual suksesi di Indonesia yang berakhir dengan radikalisme dan anarkisme yang disebabkan oleh ambisi kekuasaan yang terlampau besar. Partai besar bekerja dengan “rakus” untuk mencari keuntungan agar bisa memegang kekuasaan pada Pemilu 2009.Untuk apa kekuasaan ada. tumbuh dan tenggelamnya peradaban. tetapi merupakan awal “peperangan” politik yang dahsyat bagi partai-partai yang ikut dalam kompetisi ini. sistem dan mekanisme “permainan” dalam Partai. Partai-Partai yang berkuasa dan yang hidup di “pinggiran” kekuasaan saat ini adalah partai yang tidak memiliki karakter dan komitmen keberpihakan. suksesi di Indonesia diwarnai dengan ritual mistisisme elit-elit politik yang meminta kepada dunia abstrak dengan pertapaan dan bersemedi untuk mendapatkan “wahyu kemenangan” dengan ritual . semuanya bermuara pada satu soal: yakni bagaimana mencari bentuk kekuasaan. Mereka harus hadir dengan ide baru. masa Orde Baru. agar “citra diri” partai tidak selalu jelek dimata masyarakat. tetapi justru banyak diantara mereka yang mewarisi mentalitas politik “masa lalu”.19 0 komentar SUKSESI POLITIK DAN RITUAL ANARKI Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. sehingga menghalalkan segala cara dalam upaya menciptakan teror politik yang melanda negeri transisi yang pongah ini. Berbagai pencarian bentuk sistem politik. pikiran baru. selama ini. mengolah dan mengutak-atik kekuasaan untuk kepentingan partai dan individu. yakni para “predator” yang hendak merebut. Inilah menurut penulis. Pemilu 2009 bukan hanya sekedar ajang perebutan kekuasaan antar partai. Di saat krisis kepercayaan atas Partai Politik saat ini. yang menyebabkan “hampir” gagalnya proses transisi demokrasi yang sedang kita hadapi. narasi baru. tanpa mengubah komitmen. sementara partai kecil mengaca diri sambil mengubah nama dan platform. aktor baru. lahirnya dan matinya suatu negara. Pertanyaan ini terus muncul disetiap zaman dan di setiap episode peradaban. Padahal. seharusnya semua pengurus Partai melakukan “tobat politik” untuk segera merevitalisasi diri. yang dengan modernisasi itu pula mereka berubah menjadi liberal. 01-02-2007 Media Centre -. Mereka adalah anak kandung modernisasi. Liberalisasi politik pasca Orde Baru. untuk siapa kekuasaan berguna. Atas nama kekuasaan. gagasan baru. dan mentalitas baru. Kekuasaan memang selalu meminta korban. Bukan mentalitas “predator”. kepada siapa kekuasaan berkhidmat?. inilah saat yang tepat seharusnya bagi partai politik untuk mengubah diri. makam pahlawan dibangun diberbagai kota.

Emosi sosial ini dapat bangkit jika terjadi gesekan kencan ditingkat elit.kekerasan militer yang menjaga kamar-kamar pencoblosan dan proses-proses kampanye politik yang mewarnainya. tanpa ada rasa bersalah dari aktor-aktor pemain politik yang ada ditingkat elit. Misalnya. akibatnya situasi politik dan pergeseran kekuasaan tidak menyebabkan terjadinya pergeseran kebijakan dan karakter atas sistem politik yang ada. sehingga ritual kekerasan. sementara elit yang diatas mengakomodasi tokoh-tokoh kultural untuk mendukungnya dalam menyukseskan agenda politik yang diusungnya. bahkan melabrak kekuatan politik yang mapan demi melancarkan agenda politik yang di usungnya. Suksesi politik adalah menyangkut upacara demokrasi. suksesi politik Indonesia akan selalu diwarnai dengan korba-korban akibat ritual “sesat” dan ritual “sadis” tersebut. Akibatnya dalam proses transisi diwarnai dengan restu politik dan keterlibatan aktor-aktor lama yang sedang berkuasa untuk menyukseskan kader ideologisnya. karena yang ditransfer adalah “posisi kekuasaan” dan “otoritas kekuasaan” kepada orang lain. Provokasi elit kultural jauh lebih memiliki daya tarik kental dibanding dengan provokasi yang dimainkan oleh siapapun. di Jawa Timur. pemerintah atau rezim lain. Jadi. dari seorang individu. Dalam proses suksesi. yang menghendaki bahwa konstruksi politik yang telah dirintisnya. Lahirlah kekuatan politik yang lain yang akan mengancam posisi kekuasaan yang mapan ini. Antara “kekuatan” dan “jabatan” dalam suksesi harus benar-benar diterjemahkan secara simultan. Antara ritual anarki dan ritual suksesi sebagai proses politik tidak bisa . Seakan-akan anarki adalah merupakan salah satu syarat. ke individu. pemerintah atau rezim. Menurut Alan Brier suksesi politik didefinisikan sebagai cara kekuatan politik disampaikan. karena dalam kultur masyarakat Islam Jawa. yang terjadi biasanya adalah gesekan politik yang sedikit memanas. untuk meneguhkan dirinya sebagai salah satu indikator keberhasilan sebuah negara dalam melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses-proses politik yang berjalan. Disinilah sesungguhnya akan terbangun satu rezim politik ideologis. seorang ulama dianggap sebagai mesin penggerak massa yang efektif. Sehingga anarki adalah merupakan ritual yang bersamaan dengan ritual suksesi itu sendiri. ritual anarki dan radikalisme adalah merupakan “persembahan” suksesi politik Indonesia yang telah lama menghiasi dunia politik kita. bahwa suksesi berjalan dengan baik. paling tidak bisa dilanjutkan oleh pewaris ideologis setelahnya. Ulama adalah pusat segala-galanya. suksesi seperti ini hanyalah merupakan ritual suksesi yang tidak membawa perubahan. Tingkat emosi sosial ditentukkan oleh dukungan politik yang diberikan oleh mereka atas orang-orang tertentu yang menjadi calon penguasa politik dalam proses suksesi tersebut. atau ditransfer. Bahkan ada ulama yang kemudian dimitoskan. Hampir setiap proses suksesi politik. Tanpa pembedahan yang tajam. karena pertarungan antara kekuatan politik yang saling merebut kekuasaan bisa menyebabkan terjadinya mobilitas massa politik meningkat. bahwa suksesi berlangsung dengan sukses jika dibarengi dengan anarki. kekerasan dan anarki adalah merupakan simbol. hingga kemudian dianggap sebagai pembawa wahyu. yang tentu saja kemampuan seseorang untuk mengapresiasi gagasan yang telah dirintis sebelumnya akan berbeda. suatu pikiran irasional masyarakat tradisional yang masih bisa disaksikan dalam masyarakat Indonesia. Bagi komunitas yang anti kemapanan.

korban-korban anarki bertambah kuantitasnya dan tukang-tukang janji dusta semakin menganggap bahwa dusta adalah “berkah politik” yang harus diucapkan. inilah ritual anarki terakhir yang termasuk dalam kategori sadis sepanjang kekuasaan Soeharto setelah tahun 1990-an. Dan para korban atas tumbal tersebut bertebaran dimana-mana. Karena kekuasaan logikanya selalu meminta korban. tanpa ada yang dikorbankan. yang selalu menjadi korban persembahan adalah “manusia-manusia kecil” yang hidup dalam ketergantungan penuh atas permainan kekuasaan yang ada diatas mereka.J Habibie. yang selalu menjadi korban persembahan ritual adalah masyarakat. setahun sebelum Pemilu 1997. radikalisme massa. bahwa proses politik ditengah transisi demokrasi akan berjalan secara partisipatoris. 32 tahun 2004 tentang otonomi daerah dan pemilihan kepala daerah secara langsung. korban-korban ritual anarki dan ditingkat yang lain pemain politik yang tak pernah merasa berdosa dengan tingkah laku bejatnya. tanpa ada janji-janji dusta seperti dulu. banyak pengamat politik yang bermimpi. Pilkada Langsung telah menambah intensitas suksesi politik lokal.dipisahkan. Dan celakanya. sementara pemimpin-pemimpin ritual tidak terkena kecipratan atas persembahan ritual tersebut. tanpa ada anarki lagi. utamanya bagi pemain-pemain politik yang haus akan kekuasaan. Akhir cerita kekuasaan Soeharto ini. Tetapi ritual anarki menjadi semakin gila. 22 tahun 1999 yang diganti dengan UU No. dan penghancuran institusi-institusi negara adalah merupakan korban-korban ritual anarki. Soeharto mempertahankan kekuasaan yang begitu lama diatas suksesi politik dengan ritualritual anarki yang sangat sistematik. pada saat yang sama juga ditandai dengan meningkatnya korban-korban ritual anarki. Ritual anarki dalam proses suksesi politik memang sudah menjadi semacam kewajiban politik yang harus dijalani oleh masyarakat Indonesia. Karena ritual anarki terjadi berbarengan dengan suksesi politik yang terjadi disuatu wilayah. . Bahkan perjalanan kekuasaannya dipertahankan dengan persembahan atas “manusia-manusia kecil” ini sebagai tumbal. Perayaan ritual anarki yang paling besar dalam dunia perpolitikan Indonesia terjadi ketika proses penurunan Soeharto tahun 1998. bejat dan penuh dusta-dusta. dan gilanya. Karena kehausan akan kekuasaan menyebabkan “laku bejat” untuk menukarkan darah orang lain dengan kekuasaan yang glamour. dan diganti oleh B. Suksesi politik di Indonesia selalu diwarnai oleh ritual-ritual anarki. Ritual anarki terakhir yang dipersembahkan oleh Soeharto adalah pada tanggal 27 juli 1996. Pilkada telah menambah rentetan korban atas ritual anarki ini. Akhirnya politik dan suksesi politik di Indonesia dipenuhi oleh berbagai cerita-cerita dusta. Ritual anarki kemudian diperparah dengan kehadiran UU No. Ritual anarki yang secara serentak terjadi di seantero negeri ini adalah pasca Pemilu tahun 2004 dan Pilkada Langsung sepanjang tahun 2005. konflik horizontal. melahirkan satu catatan politik terpenting bagi proses suksesi politik Indonesia. dalam ritual ini. Anarki massal yang telah menerabas menghancurkan kekuasaan Orde Baru yang hegemonik dan tuntutan politik massa brutal ditahun itu. yang selalu menjadi korban adalah “manusia-manusia kecil”. bahwa proses suksesi yang selama 32 tahun dibawah kendali rezim Soeharto dibajak secara “sadis” oleh kekuatan massa yang tak bisa dipahami sepenuhnya kemauan mereka.

Demokrasi dan Kapitalisme menemukan berbagai problem bangsa kita. politik. dan ini menjadi problem lanjutan dari putusan-putusan Mahkamah Konstitusi. Kekerasan politik dan ambivalensi demokrasi itu. Mudah-mudahan suksesi Pilkada di Sul-Sel terjadi tanpa ritual anarki. memutus pembubaran partai politik. 19-03-09 Hasil kajian PuKAP-Indonesia beberapa minggu terakhir tentang konstitusi. adalah indikasi akan rentan terjadinya ritual anarki yang berbahaya bagi masa depan demokrasi di Sul-Sel. Semangat reformasi mewarnai aroma perubahan UUD mulai dari perubahan pertama sampai perubahan keempat. Semenjak Pemilu 2004 dan rantai Pilkada secara langsung sebagai akibat dari "hasutan" demokrasi liberal. elit-elit adat. . yakni "Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji UU terhadap UUD. agar UUD 1945 sebagai dasar bernegara tidak dilecehkan sebagaimana masa lalu. berbarengan dengan tuntutan terhadap lembaga hukum untuk menyelesaikan perkara.Memasuki tahun 2007 ini. Salah satunya dalam tulisan ini mengenai UUD kita. Ini tercantum dalam Bab IX yang berkaitan dengan kekuasaan kehakiman pasal 24C.15 0 komentar Mahkamah Konstitusi Menghukum Tanpa Batas Oleh: Fajlurrahman Jurdi Fajar Kamis. dan memutus sengketa tentang hasil Pemilu. terutama posisi Mahkamah Konstitusi yang merupakan lembaga hukum terpenting di negeri ini. Ditambah lagi munculnya produk legislatif yang banyak bertentangan dengan UUD 1945. Dalam pasal 24C ayat (1) UUD 1945 ditegaskan. Juga tersebarnya Baleho dan brosur salah satu calon di seluruh daerah di Sul-Sel padahal kampanye belum dimulai. Juga sebagai bentuk dari komitmen. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. sehingga persoalan hukum kemudian menjadi tambah rumit. sementara pasal 24A dan 24B adalah masingmasing tentang Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial. Keberadaan Mahkamah Konstitusi dalam struktur ketatanegaraan RI adalah merupakan bentuk dari tuntutan reformasi peradilan agar MA tidak berkuasa sewenang-wenang sebagaimana di masa Orde Baru. Berikut ini hasil kajian itu. persis seperti anjuran Machiavelli. dan tokoh-tokoh kunci mistik telah banyak diakomodasi oleh para pemain politik untuk dijadikan mesin mengendali massa. Sulawesi Selatan akan diperhadapkan dengan proses suksesi politik. Pemilu. Korban dari ritual anarki ini adalah “manusia-mansuai kecil” yang dimanfaatkan oleh tangan-tangan “iblis” kekuasaan dan pemain-pemain politik yang ingin menghalalkan segala cara. Salah satu lembaga Negara yang diamanatkan dalam amandemen ketiga UUD 1945 adalah Mahkamah Konstitusi. dan kekerasan mewarnai ritual demokrasi di Indonesia. karena tokoh-tokoh primordial. persoalan hukum. Namun di dalamnya juga mengidap penyakit legitimasi dan hierarkis yang menjadi rantai panjang persoalan konstitusi hingga sekarang. yang sejatinya juga akan melahirkan ritual anarki. memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD. Indikasi kearah ritual anarki menganga lebar dalam proses suksesi pilkada Sul-Sel nanti.

Tetapi oleh MK. Melalui Putusan No 41/PHPU. tiga orang dari DPR. sementara pada konteks lain. MK memutuskan agar KPUD Jawa Timur (Jatim) melakukan pemungutan suara ulang di Kabupaten Bangkalan dan Sampang. maka langkah hukum apa yang akan diambil?. Inilah upaya "menghukum" tanpa batas. Ini menjadi suatu penyakit dalam demokrasi kita. 5 tahun 2004 masing-masing yang mengatur ketiga institusi kehakiman tidak memberikan instrumen hukum kepada lembaga mana yang akan menjadi eksekutor bagi putusan MK. Sementara baik dalam UU No. Ini dikaitkan dengan posisi ketua MK dan pertimbangan cost politik. Persoalannya MK tidak mengenal kata "melanggar" hukum dalam putusannya. Apabila terjadi penafsiran hukum yang salah oleh MK. Padahal dalam UUD baik dalam batang tubuh maupun penjelasannya. UU No. bahwa kata hakim dibagi. sekaligus mungkin inilah yang disebut dengan "kagagapan" demokrasi itu.D-VI/2008. Katakata ini menutup upaya hukum selanjutnya bagi pihak yang dirugikan. Sementara dalam klausul pasal di atas dikatakan "Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final�". Tiga orang dari MA. dan celakanya itu dibenarkan oleh UUD. tetapi. juga sekaligus "banci"-nya UUD yang kita miliki. MK . KY sampai sekarang tidak memiliki fungsi yang jelas pasca keputusan MK. keanggotaan hakim di MK adalah merupakan hasil kolaborasi kuasa politik. MK akan mudah menegosiasikan keputusan-keputusan politis. bukan menghitung ulang. tiga orang dari presiden hingga jumlahnya sembilan orang. maka sebenarnya pada bagian-bagian tertentu MK adalah pengadilan politik. Jika UUD memberikan kewenangan kepada MK melampaui UUD. maka dengan alasan hukum. No. Padahal seharusnya posisi MK harus dikontrol oleh konstitusi. Bagi MK. Setelah selesai putusan ini. tetapi juga kondisi psikologis hakim yang diproses secara politis dalam pengangkatannya merupakan masalah yang sulit untuk dibuktikan. ada pertanyaan yang hingga saat ini yang belum bisa dijawab. dan keputusan itu amat berani. tidak ada klausul yang menyuruh untuk "memilih ulang". posisi MK ada di atas UUD. bukan pengadilan hukum. agar bisa saling mengontrol. lalu siapa yang akan menjadi eksekutor (yang menjalankan keputusan tersebut?). 22 tahun 2004 tentang Komisi Yudisial. Bukankah keputusan itu melanggar hukum?. 22 tahun 2004. Tetapi yang terjadi kemudian adalah memilih ulang. UU No. Otoritas penafsiran konstitusi sepenuhnya ada di pundak mereka. terutama mengenai kata "hakim". Sebab UUD memberi ruang "nalar" yang sungguh amat merdeka pada MK.Salah satu Putusan yang amat kontroversial adalah putusan MK pada tanggal 16 Agustus 2006. kata "hakim" yang tercantum dalam UU KY. menjadi hakim MA. Tampaknya ini sudah diluar konteks UUD dan MK melewati kewenangan UUD. akan tetapi yang ada hanya "menghitung ulang suara". Disamping secara tidak langsung. 005/PUU-IV/2006 atas UU No. tidak ada pembagian kata "Hakim Agung" atau "Hakim Konstitusi". Di dalamnya berkecamuk berbagai kepentingan yang hiruk-pikuk. Kasus kedua. adalah putusan MK mengenai Pilkada Jawa Timur. Siapa yang akan menindaklanjuti keputusan tersebut?. Mungkin ini merupakan bagian dari cek and balances. Juga pertanyaan selanjutnya. 24 tahun 2003. Akibatnya. Dalam UU Pemilu maupun UU MK. Di sinilah "banci"-nya DPR hasil pemilu 1999. MK dan hakim PT dan dibawahnya. namun dalam kenyataanya. Ada dugaan bahwa putusan itu adalah putusan politik. MK: Mahkamah Politik Apabila kita merujuk konteks ini. tidak termasuk Hakim Agung dan Hakim Konstitusi. serta pertimbangan hukum.

MK harus menjaga independensi dalam mengambil keputusan. sedangkan secara politis. Untuk provinsi dan pusat juga jumlahnya bervariasi. kecuali dengan alasan menjaga otoritas konstitusi. maka MK harus bekerja siang dan malam untuk menyelesaikan kasus ini. MK bertindak tanpa batas. 3. karena ada asumsi. Maka dipersiapkan ruang sidang teleconference di berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia agar bagi para pihak yang terlibat dalam sengketa Pilkada maupun Pemilu tidak harus ke Jakarta. Tidak ada upaya hukum yang bisa menjerat MK apabila keputusan mereka melanggar nalar konstitusi. juga tidak ada ruang untuk memperbaiki keputusan. kalau dalam satu Daerah Pemilihan (Dapil) saja untuk Caleg DPRD di Kota Makassar jumlah Caleg berkisar antara 100 sampai 150 orang. dan UU No 24 tahun 2003 tentang MK. misalnya mengabulkan 3-5 persen dari jumlah secara keseluruhan gugatan sengketa Pemilu. akan terjadi anarki politik yang berbarengan dengan ritual demokrasi. Untuk Sulsel. 2. Antar partai kontestan Pemilu. Di kabupaten lain juga berkisar antara 25 sampai 50 orang dalam satu Dapil untuk kapubaten/kota. menghukum tanpa kendali dan memutus tanpa kontrol. bahwa Pemilu 2009 ini akan membuat MK bekerja ekstra keras. Lembaga/institusi tersebut harus segera dikonsolidasikan dengan DPR. MA. Tergantung dinamika yang terjadi di suatu daerah. Sengketa Pemilu 2009 ini. Tidak kah keputusan itu akan menambah masalah baru bagi MK dan bagi demokrasi?. Antar calon anggota legislatif 2. yaitu: 1. maka untuk apa keputusan itu dikeluarkan?. . ruang sidang tersebut bertempat di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Dari jumlah secara keseluruhan itu. harus segera ada instrumen yang membatasi kekuasaan MK agar tidak terlalu absolut. yaitu: 1. institusi mana yang akan menjadi eksekutor dari hasil putusan tersebut?. Dengan berdasar dan berpijak atas UUD. Juga hukuman-hukuman tanpa batas yang dimiliki oleh lembaga ini. Harus segera dibentuk lembaga atau intitusi yang akan menjadi eksekutor bagi keputusan MK. Inilah persoalan penting yang akan segera menghadang Pemilu 2009 yang berkaitan dengan MK. 10 persen saja yang bermasalah. Kasus ini tidak akan sedikit jumlahnya nanti. Tampaknya disinilah kegagapan instrument hukum kita. Jika tidak ada eksekutor. maka harus ada tawaran alternatif yang harus segera diambil. lembaga yang pada awalnya secara filosofis membawa semangat perubahan justru masuk dalam jurang arogansi konstitusional. Satu-satunya alasan hukum adalah pasal 1 UUD 1945. dalam konteks cek and balances keberadaan MK adalah representasi dari trias politica. Pada akhirnya lembaga ini menjadi absolut dan otoriter. Jika MK. Presiden. akan terjadi antara pihak-pihak dibawah ini.yang mengendalikan UUD. Persiapan MK menjelang Pemilu 2009 Sudah diduga oleh banyak kalangan. KY dan KPU. Karena itu. Dengan melihat dan menduga akan muncul problem seperti ini. Bayangkan. Antara calon anggota legislatif dengan partai 3. cukup datang di tempat universitasuniversitas yang telah ditunjuk oleh MK dan memiliki fasilitas teleconference. Karenanya.

yaitu: Fantasi. Cadre Party and Mass Party". Ini kemudian betul dengan gaya politik PKS yang suka berfantasi ria tentang Indonesia. Aswar masih punya ingatan yang tajam akan apa yang telah diikrarkan disaat Soeharto mengalami delegitimasi dan di usir dari panggung politik secara sadis dan menggelikan.14 0 komentar PKS Disamakan Soeharto Sebuah Fantasi Oleh Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. juga bukan partai massa. 18/12) membuat saya tergelitik sekaligus terkekeh. Di saat sebagian besar anak bangsa mengidap penyakit "gila" ini. "PKS: Partai Kroni Soeharto" (Tribun. Political Parties (1963). sehingga kita harus mengatakan. Betul-betul sebuah fantasi yang penuh godaan. tetapi lama kelamaan berubah haluan menjadi partai "fantasi". Inilah yang disinyalir oleh Duverger dalam "A Caucus and Brand. Duverger hanya mengakui dua kategori partai. Tribun Timur Sabtu. tentang Islam. PKS memiliki ciri khas. bahwa seorang Aswar tidak mengalami penyakit amnesia akan sejarah masa lalu. Ingatan masa lalu yang melekat dalam dirinya masih segar. Yaitu bukan partai kader. sebuah harapan bagi siapa saja yang hidup dalam ketidakjelasan transisi demokrasi yang penuh ambisi dan nafsu. 27-12-2008 Soeharto . Tulisan ini ditanggap oleh Irwan (Tribun. sebagaimana yang menghinggapi sebagian besar anak bangsa yang lain. Padahal ada di tengah hanya ada satu yang pasti. persis seperti tulisan saudara irwan. 22/12). Dalam konteks ini. tentang simbol politik. PKS sebagai partai baru yang lahir dari jerih payah reformasi. PKS pada awalnya adalah partai kader. yakni partai yang "dianggap" banyak orang sebagai partai "ideologis". Kacamata berpikir yang digunakan. yaitu partai ideologis atau kader dan partai massa. Demokrasi dan Perubahan Sosial Indonesia. bahwa pandangan Aswar terhadap citacita reformasi masih belum kabur. suatu penempatan yang luar biasa disaat Indonesia tidak memiliki satupun partai Ideologi. anak muda yang menurut saya sedang mengalami penyakit amnesia sebagaimana kebanyakan anak muda yang lain. namun itu adalah khayalan-khayalan yang menjijikan Membaca tulisan Aswar Hasan. terutama bagi mereka yang berkuasa dan dikuasai di negeri yang hampir "biadab" saat ini.oleh PKS . tentu semua orang sadar. Tulisan ini menohok menurut saya. termasuk obyek dalam tulisannya. disetarakan dengan Soekarno.Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. .disamakan dengan Ahmad Dahlan. bahwa PKS sedang ingin menata Indonesia yang ambruk tidak berdaya menghadapi sirkulasi demokrasi liberal yang penuh gagap dengan pesona gilanya. dipadukan dengan Mohammad Natsir. Selain partai baru. tumbuh menjadi partai besar dan diharapkan sebagai alternatif bagi Indonesia dengan komitmen ideologinya. karena sedang membela PKS yang memiliki "narasi besar" untuk membangun bangsa ini. tetapi partai yang ada ditengah sebagaimana kata Irwan. Saya tahu siapa Aswar Hasan dan kenal siapa Irwan. ide yang dibangun serta gagasan yang lontarkannya. tentu merupakan keresahan akan fenomena penyakit Amnesia yang tidak memiliki obat untuk menyembuhkannya dengan baik. Sebagai partai baru yang lahir dari rahim reformasi.

serta hendak berpisah dari ideologi yang dianutnya. Soeharto adalah benar-benar seperti cerita Hannah Arend yang mengungkap kejahatan Nazi. harta dikumpul dengan keringat rakyat. sebab pada masa itu. Ia juga masih percaya akan masa lalu. citacita reformasi dan problem-problem yang dihadapinya. Ini bisa dilihat dalam tulisan dan keyakinannya. baik otoritas negara maupun pemilik otoritas partai. Aswar adalah seorang intelektual yang masih konsisten dengan moralitas Islam. ia telah hidup di dalamnya. mereka yang mengkritik dihancurkan dengan gaya Fir'aun. sama dengan tidak berdayanya Fajroel Rahman yang dipenjarakan oleh rezim yang hampir tidak waras itu. membuka sekat-sekat ideologi. Betul-betul sebuah fantasi yang penuh godaan. juga tidak hendak ke-kanan. Di Indonesia pasca Orde Baru. dan berkoalisi dengan partai-partai sekular. tetapi tetap mengaku PKS sebagai partai yang berideologi Islam. tetapi menghadirkan Soeharto beserta segala kebusukan yang dibangunnya dimasa lalu. Ketakutan ini. dibesarkan. namun itu adalah khayalan-khayalan yang menjijikan. Utang negara menumpuk. mungkin ia berguru pada teksteks klasik Fir'aun. Inilah tingkah laku politik partai. ini terbukti dengan keinginannya menjadi partai yang terbuka. adalah betul-betul tindakan yang "tidak waras".oleh PKS . saudara Irwan menafikkan ideologi.disamakan dengan Ahmad Dahlan. Aswar masih memiliki keterkaitan dengan kekuasan Soeharto. Demi massa. ingin meniadakan simbol demi pemilu 2009. masa lalu beserta kesalahannya harus dimaafkan. maka akan terseret arus pragmatisme yang betul-betul menjijikkan. Dan inilah yang sedang . tidak ke-kiri. demi massa ia lari dari keyakinannya. Di saat yang sama ia tetap tampil sebagai kekuatan ideologis. Karena PKS meragukan keyakinan dan hendak menjadi partai "tengah". bukan memaafkan masa lalu. Tingkah laku PKS belakangan ini. kopiah menempel di kepala ke mana-mana sebagai simbol politik. Namun menempatkan Soeharto sebagai guru bangsa dan pahlawan nasional. celana bergantung. dididik dengan kepongahan. yang dalam kajian ilmu politik disebut perilaku politik (political behavior). adalah melupakan masa lalu. tanpaknya adalah problem yang menimpa pemilik otoritas. telah terpisah dari akar persoalan masa lalu. Soeharto . tetapi bukan berarti "memberhalakan" masa lalu yang dipercayainya. padahal di dalam PKS mereka yang taat beragama. bahkan demi massa barangkali PKS dan saudara Irwan akan keluar dari Islam.Ia ingin seperti pelangi. jika tidak di rem dengan keyakinan ideologis yang kuat. Sebagai partai reformasi seharusnya PKS sadar diri. dengan demikian. dipadukan dengan Mohammad Natsir. maka perilaku politiknya menjadi ambivalen. ia setara dengan fasisme. namun di sisi lain. menurut hemat saya sebagai orang awam. bahwa masa lalu tidak boleh dilupakan. juga tidak harus dijadikan sebagai dendam. disetarakan dengan Soekarno. berubah dalam ketidakpastian. Di satu sisi secara faktual ia adalah partai kanan konservatif. oligarki dibangun dengan megah sambil menindih rakyat. menghapus diri dalam hingar-bingar politik aliran. PKS sudah mulai tidak percaya dengan keyakinannya. sama dengan ketidakpastian Indonesia yang sedang berfantasi. Memaafkan masa lalu adalah untuk menjadi arif agar bisa belajar dari dosa-dosa masa lalu. namun tidak berdaya. Pemilik otoritas partai mengalami kegagapan serius ke mana reformasi hendak dibawa. melebihi PBB dan PPP. takut tidak menang di Pemilu 2009.

Karena itu. maka oleh orang-orang yang mengidap penyakit amnesia. PKS sebagai partai yang baru lahir "kemarin sore". adalah sikap orang-orang "munafik" sebagaimana yang disinyalir dalam Al Quran. (Tribun) Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. bahkan negara-negara di dunia. bahkan berani memposisikan partai sama dengan "Islam". STUDI ATAS KEGAGALAN PERUBAHAN SOSIAL DI INDONESIA Fajlurrahman Jurdi Salah satu tim Deklarator dan Inisiator Central Study Resistance (CSR)-Jakarta Tahun 1998 adalah merupakan tahun yang sulit untuk dilupakan bagi mereka yang hidup di akhir Abad XX di Indonesia. Ada pembelaan terhadap partai yang begitu kuat. sekalipun selama sekian puluh tahun itu demokrasi masih menjadi alat penindasan bagi pemerintah. bahwa Orde Baru adalah merupakan nama yang harus tetap melekat dalam . betul-betul gila dan tidak waras lagi kita sekarang. ternyata telah mampu menjalankan pilihan-pilihan politik yang sangat dilematis. 18 November 2007 PREDATOR REFORMASI. Lupa akan segala jerih payah mereka yang telah meruntuhkan Soeharto dengan sisa tenaga yang dimilikinya. Saya menganggap. bahwa Aswar Hasan dengan segenap kelemahan dan kelebihannya. Kekuasaan rezim yang terlampau otokratik. PDIP dan PPP sebagai partai lama. perlu ada pemisahan dan tidak mencampuradukkan partai sebagai kendaraan politik dan Islam sebagai suatu keyakinan. sedang mengalami penyakit amnesia yang berbahaya. kekangan rezim yang terlalu tiran dan kekerasan politik yang menjadi ritual yang tak bisa dihindari. adalah sikap naïf orang-orang tidak sehat cara berpikirnya. Berbeda dengan saudara Irwan yang masih muda belia seperti muda dan belianya PKS. Jika anak muda kita mengidap penyakit "gila" ini. sang tokoh koruptor ini juga akan dinobatkan sebagai guru bangsa dan pahlawan nasional. Keruntuhan kekuasaan rezim yang sangat langgeng berkuasa selama 32 tahun dan memiliki ideologi represif.06 0 komentar Minggu. Indonesia diperintah oleh rezim politik yang tidak normal cara berpikirnya. Selama rezim itu berkuasa. melewati renta-nya Golkar. secara telanjang anak bangsa yang hidup di dalamnya mengalami resistensi kekuasaan yang sangat rentan. hendak mengatakan kegelisahannya melihat tingkah laku politik PKS yang mulai mengalami tua renta. adalah satu catatan tersendiri bagi suatu proses politik.menubruk PKS sekarang. secara tiba-tiba dan mengejutkan lupa akan dosa-dosa Soeharto. Selama 32 tahun. maka tunggulah kehancuran Indonesia. resistentif dan kolaboratif dengan rezim pasar seperti Orde Baru. Kalau ini yang terjadi. otoriter dan mempunyai kehendak represif atas demokrasi. Sikap politik yang mudah berubah seperti bunglon. Karena hari ini seorang tokoh koruptor dipenjara dan tahun depan keluar dari jeruji itu.

Pidato-pidato kekuasaan menandakan pidato yang bernuansa kekerasan. Pada konteks inilah. Kemarahan anak muda Indonesia yang di desain oleh modernisasi selama kekuasaan Soeharto. Orde Baru adalah simbol keserakahan. represi dan penindasan yang di agungkan secara terus-menerus ternyata bukanlah jalan keluar untuk menyelamatkan Soeharto dengan dinasti yang dibangunnya. Orde Baru adalah menjadi simbol kekerasan. moral dan kekuasaan yang berlebihan. tertanam di kepala aparatus negara yang juga otaknya di ciptakan secara represif. “firman-firman” politiknya cenderung menggerakan aparatus untuk patuh pada kehendak-kehendak personalnya. karena di dalam Orde Baru. selalu meminta korban. tidak mampu menyelamatkan negara Birokratik tersebut dari kemarahan yang berpintal-pintal tadi. tentu saja Soeharto telah berubah menjadi ideologi yang menakutkan. ekonomi. bahkan pontang-panting menghadapi kemarahan generasi yang mereka didik di bawah ideologi kepatuhan tersebut. Di dalam tubuh Orde Baru. Orde Baru adalah simbol pelapukan moral bangsa ini. bukan jaminan bagi langgengnya kepatuhan. Akan tetapi kepatuhan yang berpintal-pintal itu. “mulut” Soeharto sebagai pelakon tunggal kekuasaan Orde Baru adalah “mulut singa” yang lapar. menjadi marah terhadap negara yang mendidik dan mengajarkan serta memfasilitasi budaya pop bagi mereka. . Orde Baru terlalu percaya diri dalam membawa bangsa ini menjadi baik sebagaimana yang di improvivasi. bahkan mereka menjadi bagian dari kelompok yang menghancurkan “ayah kandung” yang membesarkan mereka yang bernama modernisasi tersebut. akan tetapi dari bangunan modernisasi yang di gerakkan dibawah komando kekuasaan itu. Tekanan. sehingga di dalam tubuh Orde Baru melekat pintalan-pintalan penyakit sosial. bertemu penyakit moral dan etik yang “merogoh” kemanusiaan. menindas kekuatan-kekuatan oposisi di Indonesia. benihbenih perlawanan itu tercipta secara genuine. Sebagai aktor tunggal. karena Orde Baru adalah sekaligus sebagai pembawa bencana dan pelaku kekerasan dalam dunia politik. Generasi muda yang dibesarkan dalam budaya pop Jakarta. Soeharto telah mampu mentransendensikan diri sebagai “Nabi” politik yang selalu di takuti. bukan jaminan untuk menciptakan dukungan tanpa reserve kepada kekuasaan. Mereka yang di besarkan dalam ruang modernisasi dan sekaligus menjadi anak kandung rezim industrialisasi Orde Baru. penindasan dan pemiskinan. Soeharto telah menjadi “nabi” kalau tidak bisa disebut sebagai “tuhan” bagi masyarakat. Soeharto sebagai simbol Orde Baru beserta pendukung setia dibelakangnya mengalami delegitimasi yang begitu serius di tahun 1998. Orde Baru adalah simbol “pelacuran” kekuasaan yang harus selalu di ingat dalam pikiran anak bangsa ini.pikiran anak bangsa yang hidup di akhir abad XX tersebut. yang membunuh kreatifitas. menekan sikap korektif. juga bersamaan dengan tertanamnya perasaan eksesif dari gerakan sosial yang ingin merubah kepatuhan itu menjadi modal perlawanan. pengkhianatan dan pembusukan politik adalah pilihan-pilihan politik yang dianggap segar oleh elit kekuasaan. politik. dengan dukungan ideologi pancasila dan di apresiasi secara patuh oleh Aparatus represif sebagaimana yang di katakan oleh Althuser.

Jika sepanjang episode tahun 1970-an. bahkan untuk menyelamatkan kejahatan-kejahatan tersebut harus menjalankan ritual pengorbanan. Lengsernya Soeharto dari kekuasaan pada tahun 1998 adalah merupakan bentuk kejengkelan. rakyat Indonesia di semua lapisan saat ini masih mengalami gejala yang dikenal dengan istilah “euphoria” politik. Rezim yang menyesakkan dada. Semenjak Soeharto lengser dari kekuasaannya. Dan tumbal-tumbal itu telah menjadi korban bagi kelanggengan dan mempertahankan rezim otoriter yang ganas tersebut. Kemiskinan yang di tutup-tutupi dengan penindasan. Dalam khasanah ilmu politik sendiri. Sebuah masa yang menurut Guillermo O’Donnell (1986) dipenuhi oleh ketidakpastian. demokrasi yang ditelikung oleh apparatus represif. Kedua. dan hampir menjadi “tuhan” tersebut dihancurkan oleh generasi yang mereka besarkan sendiri. mimpi yang tidak tercapai dari generasi muda Indonesia yang sempat mengamuk tahun 1998. kutukan. dan kemarahan masyarakat yang sudah tidak ingin lagi hidup dalam kepenatan rezim yang menyesakkan nafas tersebut. demonstrasi dan sebagainya. satu dekade yang lalu. masa ini disebut sebagai masa transisi dari rejim otoritarianisme ke sebuah pembentukan rejim yang lebih demokratis. Kemarahan. korupsi yang dijalankan secara kolaboratif antara pemiliki modal dan keluarga Soeharto. Desakan-desakan oposisional yang menjelma menjadi kemarahan itu telah menimbulkan perlawanan yang tak terbendung. tidak adanya political will dan keseriusan terhadap pelaksanaan agenda-agenda reformasi (Mada Sukmajati: 2004). Hal ini disebabkan. hukum yang menjadi hamba penguasa. akumulasi kekecewaan. adalah representasi begitu jahatnya rezim Orde Baru. adanya tarik menarik yang sangat kuat antara kekuatan-kekuatan pendukung status quo dengan kekuatan-kekuatan pendukung perubahan. kebebasan harus di intimidasi adalah pengorbanan yang sangat mahal bagi masyarakat Indonesia hanya untuk menyelamatkan kekuasaan. dinamika kehidupan politik rakyat jauh lebih tinggi ketimbang dalam masa kekuasaan rejim otoriter. Nyawa manusia harus melayang tanpa beban. Dekade 70an hingga akhir 90-an adalah merupakan dekade dimana personalitas kekuasaan . pertama. protes.Orde Baru yang congkak. yang telah sekian lama mengandalkan kepatuhan dan ketundukan. Dalam masa transisi ini juga. Reformasi hanyalah cerita yang tak bermakna. telah secara kasar mengusir otonomi Negara dibawah ketiak Soeharto tersebut. ideologi yang ditafsirkan secara tunggal. terkait dengan dua point sebelumnya. karena peluang untuk kembali mundur ke kutub otoritarianisme sama besarnya dengan peluang maju ke kutub demokrasi (Mada Sukmajati: 2004). pada saat yang sama perubahan yang berjalan secara timpang sepanjang 32 tahun harus berakhir. maka di penghujung tahun 90-an adalah merupakan tahun kemenangan bagi mereka atas negara. menekan kebebasan dan membiarkan masyarakat menghirup “udara busuk yang diproduksi oleh rezim” tersebut. Indonesia telah memasuki apa yang dikenal dengan sebutan “Masa Reformasi”. yang tidak pernah terjadi selama Soeharto berkuasa. Ketiga. mau tak mau harus di sebut sebagai pelaku yang melawan kekuasaan otokratisme negara tersebut. Mereka yang berlomba-lomba menghancurkan Soeharto. 80-an. hingga awal dan pertengahan 90-an adalah tahun-tahun bencana bagi gerakan sosial. sebuah kekuasaan yang di besarkan dengan retorika politik yang penuh nafsu kekerasan.

Kehancuran Soeharto bisa dimengerti adalah merupakan bentuk protes mereka terhadap negara yang begitu jahat atas kebebasan masyarakat. telah mendorong Indonesia pada sebuah fase politik yang disebut oleh berbagai pengamat dengan transisi demokrasi. akan tetapi juga adalah untuk mendorong perubahan sosial politik yang hampir tidak pernah berjalan selama tiga dekade kepemimpinan Soeharto. Akan tetapi semua itu mengalami delegitimasi secara serius di penghujung abad XX. supremasi hukum.Soeharto masih di anggap mitos yang sulit untuk di tembus daya keramatnya. Sekalipun di awali dengan krisis kurs rupiah terhadap dolar. maka kutukan tak terhindarkan. Kekerasan atas kemanusiaan menjadi kenyataan politik yang hidup bersama dengan anak bangsa tersebut. perubahan sosial yang kebetulan di beri nama reformasi itu kemudian mengalami disorientasi. akan tetapi kemarahan itu adalah bentuk kutukan mereka terhadap negara yang terlalu birokratis. melacuri demokrasi dan mengkhianati pancasila yang di tafsirkan secara sewenangwenang oleh mereka. Pada titik yang paling nadir. di saat-saat Soeharto mengalami puncak kemapanan kekuasaannya yang bersamaan dengan usianya yang tua renta. Reformasi. Beberapa Indonesianis merasa kaget dengan situasi Indonesia yang penuh dengan emosi. karena pada masa ini kebebasan di belenggu oleh kehendak politik yang personal. Tetapi secara tiba-tiba. budaya demokrasi yang rasional dan egaliter. Perubahan sosial yang tersumbat akibat kepemimpinan tersebut dibuka selebar mungkin dan perjalanannya dipercepat. Soeharto bersama aparatur represifnya telah melakukan proses pembusukan atas karakter kemanusiaan. serta kelompok oportunis di belakangnya tidak lagi mendukungnya. yaitu: . membongkar secara telanjang kekecewaan rakyat atas Orde Baru. sehingga bagi mereka yang mencoba menembus mitologi kekuasaan yang keramat tersebut. serta pertanggungjawaban Orde Baru masih sebatas agenda. muncul sporadisme dan kekerasan yang sangat serius untuk melakukan delegitimasi atas kehendak negara Orde Baru. juga tidak diduga oleh hampir saja semua kepala anak bangsa yang hidup di bawah komando Soeharto. di gugat keabsahannya. bahkan telah menambah beban sosial politik yang makin berat. mencabut dwifungsi TNI/Polri. Reformasi tahun 1998 sebagaimana yang penulis katakan di atas adalah merupakan satu bentuk semi-revolusi yang begitu dahsyat. dan belum menampakkan hasil sedikitpun. Gerakan reformasi atau semi-revolusi tersebut adalah sebuah gerakan yang muncul dalam suatu konteks yang tidak di kehendaki oleh kekuasaan. sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Sebuah fase yang menurut penulis penuh dengan intrik. dengan segala resiko yang telah bersama-sama dengannya. Enam visi reformasi yang terdiri dari amandemen UUD 1945. Menurut Eep Saifullah Fattah (2000: xxix-xxxiii) ada beberapa substansi perubahan mendasar bisa diidentifikasi dalam proses reformasi. Pada akhirnya kekuasaan yang tua renta itu. represif dan pada saat-saat tertentu sewenang-wenang. Reformasi bukan hanya sekedar menghancurkan mitologi kekuasaan Soeharto yang birokratis dan represif itu. dilema dan pilihan-pilihan yang amat sulit untuk di dijalankan. otonomi daerah.

Orde Baru mengalami degradasi kredibilitas.Pertama. Bahkan setiap kali ada aturan – sedikit apapu aspek pengendalian dalam aturan itu – banyak orang sertamerta berteriak bahwa hak-hak rakyat akan dipasung kembali. Ketiga. Pengakuan seimbang seperti inilah yang seyogyanya dikembangkan dalam masyarakat. Pendeknya degradasi kredibilitas Orde Baru terjadi secara tegas di tengah proses reformasi. Orde Baru menjadi sesuatu yang tidak laku. Segera setelah pergantian presiden. Saat ini proses desakralisasi itu sedang berlangsung. rakyat seolah-olah boleh menentukkan sendiri hak-hak politik yang harus dinimatinya. Proses reformasi juga ditandai dengan turunya secara drastis kredibiltas Orde Baru. Kelima. Jika di masa sebelumnya sangat sedikit hak politik yang bisa dinikmati rakyat. Adalah tidak sehat terlalu mengagung-agungkan pembangunan dengan pendekatan kacamata kuda (hanya melihat aspek keberhasilannya dengan menutup mata pada aspek-aspek kegagalannya). Jika sebelumnya pembangunan di mitoskan sebagai sesuatu niscaya yang mendatangkan kebaikankebaikan bagi masyarakat. namun juga benar bahwa pembangunan telah mendatangkan banyak kemajuan fisik di tengah masyarakat. Demitologisasi pembangunan di satu sisi merupakan hal positif. Sebegitu hebatnya reinterpretasi ini berlangsung sehingga mantan Presiden Soeharto yang pada awalnya dipahami dalam sejarah sebagai penyelamat negara darikudeta komunis tahun 1965-1967. Namun di sisi lain. Saat ini. kekuasaan mengalami proses desakralisasi. menafikkan sepenuhnya hasil konkret pembangunan. Reformasi juga telah mengubah persepsi banyak orang tentang “pembangunan”. pembangunan mengalami proses demitologisasi. saat ini pembangunan banyak di kritik sebagai salah satu sumber dari banyak malapetaka sosial-politik-ekonomi yang dihadapi rakyat. sejarah mengalami penafsiran ulang. yang mungkin muncul justru sebuah bahaya: lembaga-lembaga pemerintahan yang berfungsi mengelola kehidupan bermasyarakat dan bernegara di tolak secara permanen. hak dan kewajiban rakyat mengalami redefinisi. Desakralisasi menunjang tumbuhnya kekuasaan yang sehat dan bertanggung jawab. belakangan ini justru di gugat peranannya dalam G-30-S/PKI. sebaik apapun yang dilakukan oleh lembaga-lembaga itu. Salah satu hakikat reformasi yang penting adalah terciptanya desakralisasi (pengakhiran kesakralan) kekuasaan beserta perangkat-perangkatnya. Padahal. Di satu sisi desakralisasi adalah positif. menjaga dan meningkatkan martabat manusia. Saat ini banyak orang berbicara mengenai pembangunan sebagai sebuah kekeliruan. banyak kalangan seperti menjadi kuda liar yang baru dilepaskan dari istal. hampir tidak ada orang yang bersedia di identikkan dengan Orde Baru. Namun jika proses desakralisasi ini berlangsugn tanpa batas. Kedua. Ini merupakan salah satu gejala dalam kerangkan terjadi redefinisi (pendefinisian ulang) hak-hak politik rakyat. Peranan-peranan yang dimainkan . Daftar hak politik rakyat pun bertambah panjang secara dramatis. sebelumnya. Orde Baru diagungkan secara heroik. sejarah mengalami reinterpretasi. kekuasaa cenderung disakralkan sehingga kritik atau penentangan atas kekuasaan tidak dimungkinkan. Di masa Orde Baru. Ini merupakan salah satu gejala umum dimana-mana. pembangunan ala Orde Baru terbukti gagal menjalankan humanisasi. Bersamaan dengan berjalannya proses reformasi. Keempat. sekalipun mesti diakui bahwa secara umum. di tengah reformasi. Kebebasan menjadi suasana umum dimana-mana.

dan konflik antar kekuatan pro demokrasi memperebutkan kekuasaan. Negara yang mengalami transisi seperti Indonesia hanya memiliki dua pilihan yang sangat dilematis. Untungnya. Kehancuran transisi akan terjadi jika elemen-elemen sipil yang memiliki akar pikiran yang demokratis tidak secara serius mengelola transisi ini menjadi lebih demokratis. Ketika Soeharto menjadi “pemenang” selama masa Orde Baru. selepas Pemilu dan SU MPR 1999. pemerintah melemah dan seolah-olah dilemahkan. terjadi penelikungan transisi demokrasi untuk di tutup rapat prosesnya dan di geser kembali ke otoritarianisme. sehingga reformasi yang dikerjakan dengan pengorbanan yang sangat besar satu dekade silam hanyalah menjadi cerita untuk menambah emosi semata. Reformasi masih harus di dorong hingga tuntutan-tuntutan reformasi dijalankan secara konsisten. mulai dari perubahan mentalitas aktor politik hingga kultur . Reformasi sampai saat ini masih berproses untuk meneguhkan dirinya. Pada konteks ini. sebuah proses yang memiliki akar genealogi yang kuat dengan tradisi yang tak mungkin di hindari begitu saja dalam arus modernisme kultural. Kecenderungan perubahan yang terjadi di dalam masyarakat pasca reformasi adalah merupakan satu kenyataan yang paling penting untuk ditengok. terkonsolidasinya demokrasi dengan merapatnya kelompok-kelompok yang berpikiran reformis. Dalam kaitan ini. reformasi meniscayakan perubahan-perubahan sistemik dalam konteks politik negara. Reformasi juga ditandai oleh melemah dan dilemahkannya pemerintah. reinterpretasi sejarah yang dilakukan di tengah proses reformasi memang bisa dimaklumi. akan menambah legitimasi bagi kekuatan anti demokrasi untuk mengambil alih kekuasaan. Reformasi pun ditandai oleh berkembangnya kebebasan pers serta peningkatan lalu lintas informasi. yaitu: Pertama. Informasipun mengalami peragaman (pluralisasi). anggapan serupa itu mulai melemah sejalan dengan menguatnya legitimasi pemerintahan baru. tentu tak mungkin di pisahkan dari proses transisi. dikaji dan di prediksi masa depannya. Tidak ada lagi sekarang sumber informasi yang cenderung tunggal dan jenis informasi yang cenderung seragam. Dalam kaitan ini. interpretasi atas sejarah telah dibuat sesuai dengan selera kekuasaannya. misalnya tidak terlampau di tonjolkan. bahkan berkembang anggapan bahwa segala sesuatu yang datang dari pemerintah pasti salah adanya. Semenjak pergantian presiden pada 21 Mei 1998. Ketujuh. Setidaknya anggapan-anggapan semacam ini berkembang begitu tegas selama masa pemerintahan Habibie. Ada anggapan yang saat ini berlaku umum bahwa pemerintah yang terbaik adalah pemerintahan yang bisa dibuat selemahlemahnya. Jumlah media massa mengalami pembengkakan secara sangat cepat dan dramatis. Sebagai bagian dari proses politik. Kedua. Reformasi dengan segala variannya. Peranan Sukarno dalam banyak hal. Apalagi terjadi pertarungan kepentingan yang tanpa akhir. demokrasi akan gagal diterjemahkan dalam konteks sosial yang nyata.oleh Soeharto dalam perjalanan sejarah bangsa pun – misalnya dalam peristiwa serangan umum 1 Maret di Yogyakarta – mengalami gugatan dan reinterpretasi serupa. pemerintah telah mengeluarkan sangat banyak surat izin usaha penerbitan pers baru. informasi mengalami pluralisasi. Pendekatan sejarah yang tidak normatif memang sebuah dictum: sejarah ditulis oleh mereka yang menang. Keenam.

akan tetapi semuanya harus dibangun dengan konsensus bersama antara penguasa dan yang dikuasai. Semuanya serba bebas dan serba boleh. (4) situasi Indonesia pasca Orde Baru yang bernama reformasi ini disebut sebagai proses transisi politik atau transisi demokrasi. Hancurnya legitimasi kekuasaan negara Orde Baru yang birokratis. Reformasi. Dan jika konsensus tercapai. Kegaduhan itu adalah akibat tersumbatnya saluran politik yang di tutup rapat selama Orde Baru. dan melakukan apa saja yang bisa dilakukanya. Hampir semua orang bisa berbicara tentang apa saja yang ingin dibicarakanya. yang hampir saja di nobatkan sebagai “nabi” bangsa bagi Indonesia. Kereta demokrasi yang hidup itu adalah merupakan kereta demokrasi yang harus di bangun di atas kehendak arus bawah yang dijalankan secara eksesif bagi pertumbuhan ekonomi. sehingga bersama-sama mendorong “kereta” demokrasi agar lebih terarah dan bertanggungjawab. dan baru menemukan ruangnya di saat-saat reformasi baru mulai. di tandai dengan. (1). Jadi yang berhak menentukkan nasib dan masa depan sebuah bangsa bukan lagi berdasarkan atas kehendak bebas penguasa politik sebagaimana yang terjadi sepanjang kekuasaan Orde Baru. Yaitu situasi yang mengandaikan perubahan politik itu terjadi manakala seluruh sistem. Indonesia yang dulunya semasa Orde Baru adalah negara pancasila yang mengalami proses penipuan akibat kokohnya rezim itu menempatkan dirinya di atas segala kepentingan bangsa dan negara. maka reformasi telah merubah itu menjadi sangat bebas. memikirkan konsensus yang memiliki masa depan dan tidak . bersamaan dengan demitologisasi atas Soeharto yang menakutkan sepanjang sejarah kekuasaannya. aturan hukum yang selalu tidak pernah memiliki efek jera. Karena itu. akan tetapi di khianati di tengah jalan. Produk politik yang hampir saja setiap hari di keluarkan. maka rakyat berhak merebut kekuasaan itu atau paling tidak mengkritik keberadaan kekuasaan tersebut. Soeharto. Pada saat yang sama. mekanisme dan model pengambilan kebijakan di dasarkan atas partisipasi masyarakat sebagai pelaku. (3) karena semuanya di bangun di atas kebebasan. telah hancur berkeping-keping di atas gumpalangumpalan kemarahan massa yang mengamuk terhadap rezim tersebut. karena telah melanggar konsensus. maka di sinilah kita baru menemukan Indonesia yang betul-betul dibangun di atas liberalisasi. telah membawa Indonesia pada situasi yang serba gamang dan bingung. (2) ambruknya sistem kekuasaan dengan sistem politik yang “buas”. Antara diskursif yang satu bertemu dengan diskursif yang lain. politik dan kultural menuju kesejahteraan sosial. antara wacana yang satu bertabrakan dengan wacana yang lain dalam suasana yang timpang. Jika konsensus itu tidak mencapai kesepakatan. negara yang sedang mengalami transisi politik harus menciptakan keteraturan sosial. sehingga muncul kegaduhan diskursif. Bebas untuk melakukan langkah eksesif bagi perubahan sosial. telah membawa Indonesia pada proses bertabrakannya diskursif. aset-aset negara banyak di privatisasi. maka tidak boleh menjalankan sesuatu. bebas untuk mengartikulasikan diri di atas titah demokrasi yang bisa di tafsirkan secara “liar” oleh hampir semua orang. proses suksesi yang mengalami peningkatan partisipasi dengan adanya Pemilihan Kepala daerah secara langsung adalah bentuk-bentuk dari proses liberalisasi yang berjalan beiringan dengan reformasi. teatrikal kekerasan yang mengatasnamakan demokrasi yang hampir setiap hari di pertontonkan.masyarakat merupakan “khayalan-khayalan” yang harus tetap hidup dalam benak masyarakat. bisa mengatakan apa saja yang ingin di katakannya. sementara hubungan luar negeri yang pada masa Orde Baru yang dibangun di atas perasaan inferioritas tidak pernah mengalami perubahan.

1997: 6). Birokrasi rasional itu hanya ada dalam negara demokrasi. tentu akan sangat sulit menerima suasana baru yang serba bebas itu. Hegel. Di tengah kegaduhan dan intrik politik yang saling bertabrakan ini. dan Max Weber menganggap negara sebagai arena untuk menciptakan keteraturan sosial. Dalam konteks ini. karena negara memiliki alat-alat yang bisa digunakan untuk meredam kegaduhan. Mereka yang dibesarkan di atas suasana yang mapan. Mereka inilah yang disebut sebagai kekuatan penghalang demokrasi atau disebut sebagai kekuatan status quo yang selalu menghambat laju pertumbuhan demokrasi. Plato. harus memikirkan tentang preferensi politik masyarakat. Hampir semua analis memprediksikan dan mengajukkan beberapa kenyataankenyataan penting diberbagai negara betapa demokrasi menjadi korban ketika proses transisi itu berlangsung. Aristoteles. harus di tegakkan hukum untuk mengatur kegaduhan itu supaya tidak terjadi chaos dalam masyarakat. dan preferensi politik itu harus dibangun di atas pertanggungjawaban. negara adalah satu-satunya lembaga yang memiliki keabsahan untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap warganya (Gerth dan Mills. negara perlu melakukan pengaturan atas berbagai tindakan yang sporadis dan tiranik dari negara. Perubahan yang determinis akan melahirkan sebuah anomali ketika proses itu menuju kearah kemajuan. tanpa itu demokrasi hanyalah sekedar alat represi kekuasaan. 1962: 78. Bagi sebuah negara yang mengalami proses transisi politik. Kenyataan inilah yang menyebabkan transisi menjadi dilema. Menurut Max Weber. Anak kandung rezim politik sebelumnya merasa terancam dengan kehadiran suasana yang baru tersebut.terjebak pada intrik politik yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. melakukan represi atas intrumen demokrasi dan menjalankan kekuasaan secara birokratis yang Max Weber menyebutkan bahwa birokrasi yang rasional itu harus dibangun di atas pertanggung jawaban. Karl Marx. Thomas Hobbes. bukan berarti keteraturan itu diciptakan dengan penindasan. Salah satu ciri negara otokratik adalah menciptakan penindasan. . Mereka yang memiliki spirit perubahan dan konsensus politik untuk mendorong proses transisi politik yang berlangsung harus memiliki i’tikad baik agar transisi tidak dipenuhi oleh pertarungan kepentingan yang terlalu bias. Arif Budiman. Pergumulan antara kepentingan kelompok pro demokrasi dengan status quo yang keras akan mengancam proses konsolidasi yang berlangsung jika tidak dibarengi dengan dorongan-dorongan kuat dari kekuatan pro demokrasi. sekalipun negara juga menjadi alat bagi sekelompok orang untuk melakukan tindakan kekerasan kepada kelompok masyarakat tertentu. pernah hidup dalam sebuah kondisi politik yang tertutup dan menyesakkan dada. seringkali terjadi benturan kepentingan yang bisa saja membawa perubahan itu pada arah yang determinis. Sebab itu. yang tentu saja akan membuat demokrasi menjadi tidak terdorong ke arah yang lebih baik. akan tetapi akan membawa demokrasi pada titik nadir bahkan akan menuju lonceng kematian. Akan tetapi perlu ditegaskan di sini. sehingga mereka mengalami kesulitan ketika berhadapan dengan kenyataan-kenyataan baru itu. Keberpihakan politik suatu rezim. kekuasaan itu tidak bisa diciptakan dengan kekerasan. negara harus tetap aman dari rivalitas fisik dari penguasa dan karenanya.

Tiba-tiba saja negara tidak mampu mengendalikan gugatan komunitas yang selama ini percaya kepadanya. penindasan dan kekerasan yang dilakukan oleh negara meskipun berulang-ulang. agar tidak megulangi kesalahan yang sama. kecuali untuk mendorong demokrasi agar lebih baik. Menentang negara adalah tabu bagi mereka. negara dan transisi demokrasi yang menyertainya menjadi sebuah huru hara yang menakutkan. dan menjadi praktik bernegara di Indonesia pada masa Orde baru telah mengalami berbagai perubahan. Apa yang menyebabkan negara demikian tidak berdaya menghadapi masyarakatnya?. akan tetapi harus oleh kekuatan oposisi murni yang tidak pernah menginginkan imbalan material dan tidak mengharapkan berbagai konsesi dari tindakannya. Korupsi. Pertama. menertibkan. kutukan dan ‘celoteh sosial’ yang muncul bersamaan dengan desakan kuat untuk menegakkan demokratisasi. manipulasi. negara sudah tidak punya legitimasi sosial untuk mengajak masyarakat agar selalu patuh pada kuasa politiknya. tidak dianggap sebagai kejahatan dan kesalahan. pengkhianatan. tentu saja akan protes pada kenyataan-kenyataan yang ada. dan mendisiplinkan masyarakat. 4-5) ada beberapa hal yang menyebabkan negara tidak mampu memainkan peranan penting dalam mengatur. Tentu saja reduksi kuasa negara itu tidak salah jika mengingat kembali artikulasi politik Soeharto yang demikian gigantis dan sekaligus penuh dengan pesona kekerasan dan dominasi. karena negara bagi mereka sudah ditempatkan menjadi mitos. Negara tidak bisa mengendalikan emosi. Atau dengan kata lain. Akan tetapi ada yang ‘aneh’ dari negara pasca Orde Baru. Jika pada masa Orde Baru negara memiliki mitologi tersendiri dalam ‘lembaran cerita sosial’. Orde Baru harus diakui telah mampu mensistematiskan perangkat-perangkat politik yang determinan atas semua pilihan politik rasional dari rakyat yang menyebabkan seluruh komunitas rakyat dari berbagai latar belakang merasa bahwa negara adalah merupakan penyelamat mereka. yakni satu institusi yang berhasil memiliki monopoli hukum untuk menggunakan kekerasan fisik di suatu wilayah tertentu. demokrasi menjadi penting untuk di dorong bukan oleh kelas yang mapan dan status quo. negara (dan dalam hal ini khususnya pemerintah yang diberi mandat) berdiri dalam satu krisis sejarah politik pasca Orde Baru yang digugat. sehingga ada ketakutanketakutan dan ketidakpercayaan diri. karena negara telah di anggap sebagai sebuah entitas raksasa yang mampu menjawab persoalan-persoalan mereka dan melindungi serta mengamankan situasi sosial. Pada akhirnya. Inilah yang melahirkan kultus atas negara yang berlebihan. Negara dipandang sebagai pusat dari sirkulasi kebenaran yang tak pernah cacat sehingga diskursif apa saja yang ‘muncrat’ dari ‘tenggorokan’ negara tidak pernah dianggap sebagai sebuah kesalahan. Tak dapat di sangkal lagi oleh siapapun. sehingga membutakan mata hati untuk tidak pernah melihat ‘sisi lain’ dari negara. Sejarah tidak mungkin digulung kembali seperti benang. maka negara pasca Orde Baru adalah negara yang justru mengalami demitologisasi atas seluruh mitologi itu. kolusi.Anak-anak rezim yang di didik di bawah suasana dan kondisi yang patuh. Konsep negara seperti yang diteorikan oleh Weber. akan tetapi yang bisa dilakukan adalah membersihkan ingatan atas apa yang menjadi kenyataan masa lalu. Sebab itulah. Menurut Aprinus Salam (2006. bahwa kuasa negara mengalami reduksi yang cukup serius semenjak Soeharto tersingkir dari panggung kekuasaan. .

Tesis itu juga tidak salah jika melihat jumlah suara di Partai Golkar. kecuali hanya perubahan slogan. Bukti kesuksesan itu bisa dilihat bahwa dengan ajakan itu Hartono masih bisa mendapatkan kursi di parlemen sekalipun cuma hanya dua.399. bagi sebagian besar orang tidak ada yang mengalami perubahan signifikan. maka hiruk-pikuk dan diskusi menjadi gosip yang selalu dibicarakan. karena partai ini menjadi alat untuk mendorong secara terus-menerus dominasi politik yang dijalankan oleh Soeharto. Sukses Orde Baru adalah sukses dominasi politik dan kemampuan manajemen politik Soeharto yang menelikung seluruh oposisi untuk di singkirkan dari hiruk-pikuk politik Indonesia. tentu saja tidak mungkin dipisahkan dari Soeharto. Akan tetapi dikala keretakan rezim itu muncul. Selama Orde Baru berkuasa. Soehartoisme menjadi sebuah keyakinan yang tak mungkin terhindarkan. hingga kejatuhannya. Ajakan yang terus menerus diulangnya dan kemudian menjadi simbol bagi partai politik yang dalam pemilu legilstaif lalu akhirnya mendapatkan 2.” Demikianlah ajakan Hartono. “… Marilah jadi antek Soeharto. Partai Golkar juga ikut meneriakkan . kita bisa menghancurkan Soeharto beserta seluruh keluarganya dari panggung kekuasaan hingga tidak satupun tersisa. yang dulu merupakan mesin politik bagi kekuasaan Soeharto. Soeharto sudah bukan sekedar pemimpin personal. entah dengan alasan yang tidak masuk akal sekalipun. Ini menandakan bahwa masih banyak antek-antek Soeharto yang siap untuk menjadi penerus kekuasaannya yang sebenarnya tidak di sadari oleh kebanyakan elemen gerakan sosial dan kekuatan pro demokrasi di Indonesia. akan tetapi Soeharto telah berubah menjadi sebuah ideologi yang tidak mudah untuk dihadapi. Ketua Umum DPP Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). Fase transisi ini harus diakui. Suatu prestasi yang tentu saja tidak terlalu mengecewakan untuk sebuah partai politik baru.11%) dan mendapatkan 2 kursi di DPR RI. Di sana kita bisa menemukan secara konprehensif bahwa negara yang kita maksud memiliki basis material dan otoritas sah untuk melakukan kekerasan. Fenomena Hartono adalah merupakan indikasi kuat bahwa Soehartoisme itu masih segar dalam tubuh sebagian aparatus ideologisnya di tengah arus transisi yang sedang berjalan.290 suara sah (2. Fase Indonesia pasca Soeharto yang dikenal dengan fase transisi demokrasi. Berulang kali penulis mengatakan. akan tetapi Soehartoisme tetap akan hidup bersamaan dengan upaya penghancuran itu. Golkar dulu. hampir tidak pernah ada yang mendiskusikannya.dikala Orde Baru hidup. Jika mengingat Partai Golkar. yang berubah menjadi partai Golkar. Di samping itu adalah reproduksi diskursif yang dilakukan berulang-ulang telah mendorong Orde Baru menjadi kekuatan politik dominatif dan sekaligus sebagai negara otoriter terpanjang di Asia. karena rezim ini adalah sempurna di bawah kendali kepemimpinan personal. masih mewariskan sejumlah dosa masa lalu yang tidak mungkin terelakkan. dalam beberapa kesempatan di kampanye pemilu legislatif yang lalu kepada masa pemilihnya. Ketika orang meneriakkan demokrasi. Kisah menarik yang dilakukan oleh Hartono ketika kampanye Pemilu tahun 2004 yang mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadi antek-antek Soeharto adalah merupakan pertanda betapa kukuhnya legitimasi Soehartoisme itu menancap dan hidup di dalam tubuh sebagian kader Soeharto. sebuah fase yang mengajukan gugatan-gugatan serius atas legitimasi personal masa lalu. sehingga mereka tidak mampu berbuat lebih banyak dan bebas untuk mengontrol kekuasaan.

Kita bisa membuktikan kasus yang menimpa Akbar Tanjung yang menjadi mantan terpidana kasus korupsi dana non bujeter BULOG. bahwa masyarakat kita sedang mengidap penyakit amnesia adalah tak terhindarkan. pikiran dan keyakinan itu tidak mampu direduksi.demokrasi. sehingga pilihan mereka atas Golkar adalah akibat dari penyakit amnesia yang melanda mereka.480. nalar politik kepatuhan dan partai yang pintar memainkan tipuan-tipuan kebenaran. Mereka adalah kelompok elit yang bersikap pura-pura sebagai kelompok demokrasi yang kemudian merubah citra dirinya ketika kondisi politik mengalami perubahan. pilihan Golkar adalah pilihan terbaik karena telah memberikan keamanan dan ketentraman bagi mereka.757 suara (21. tetapi watak dasar sebagai antek Orde Baru seperti Birokratis Otoriter. fenomena Indonesia yang seperti ini adalah merupakan kenyataan yang tak terhindarkan. betul Golkar telah menanamkan tipuan-tipuan kebenaran kepada masyarakat. padahal yang menciptakan sistem yang otoritarian itu adalah mereka. sistem politik ideologis. yakni mereka yang meneriakkan demokrasi dan mengajukkan gugatan atas sistem politik otoritarian. Golkar melaju melampau partai-partai politik yang lain (Sukmajati: 2004). bahan tertawaan dan hanya menghabiskan energi jika perasaan. atau memaafkan dosa dan kesalahan itu. . Hanya ada dua kemungkinan dalam konteks ini. Dengan mengumpulkan 24.58%) dan mendapat 128 dari 550 total kursi di DPR. akan tetapi tingkah lakunya tidak mengalami perubahan. bahwa betapa masa lalu tidak penting sama sekali atau bahkan bagi mereka bahwa masa lalu Golkar adalah baik. Bagi saya. Jika saja ingatan masa lalu tidak lagi menjadi penting bagi masyarakat Indonesia. Atau justru anggapan kedua. mengaduk-aduk sebuah keyakinan yang akan menghambat proses transisi demokrasi. yakni bahwa Golkar masa lalu bagi masyarakat kita justru telah membawa perubahan-perubahan penting bagi mereka. bahwa memang sejumlah tokoh kunci dan penting pada pemerintahan pasca Orde Baru masih merupakan bagian panjang dari tradisi politik yang diwariskan oleh pemerintahan Orde Baru. Transisi hanya akan menjadi humor. ketika orang berbicara tentang kebebasan. karena harus membongkar tirani wacana. Perilaku yang di tunjukkan ke ruang publik adalah sama dengan mereka yang telah mati-matian memperjuangkan demokrasi. Mereka berteriak lantang untuk menegakkan demokrasi. Manajemen konflik dan kesabarannya telah membuat partai Golkar eksis dengan keadaannya. bahwa Soeharto mampu mendidik kader-kader politik ideologis. Memilih Golkar adalah pilihan sadar. Tidak ada yang menduga kemudian akhirnya Golkar muncul sebagai partai pemenang dalam Pemilu legislatif 5 April 2004 yang lalu. Kemungkinan pertama adalah bahwa masyarakat kita mengidap penyakit lupa sebagaimana yang penulis katakan di atas. Jika pilihan ini yang digunakan. maka apa yang kemudian ditakutkan oleh sebagian besar komponen bangsa ini. Kondisi ini tentu saja tidak mudah untuk diubah dengan cepat. partai inipun ikut berbicara tentang kebebasan. Kita harus akui. ia adalah kader Golkar dan kader Orde Baru yang sukses memimpin partainya di tengah hantaman dan hujatan berjuta-juta orang di negeri ini. akan tetapi mereka cepat melupakannya. Segala kesalahan dan kejahatan masa lalu adalah benar sesungguhnya bagi mereka. juga benar bahwa Orde Baru tidak salah dimata rakyat. Korupsi dan manipulasi tidak bisa dilupakan. Inilah yang disebut sebagai aktor politik ’diaspora’. Penulis masih sangat yakin. maka betul Soeharto sukses menjadi pemimpin ideologis.

tidak lain adalah berupaya untuk melakukan kompromi-kompromi politik yang menyebabkan pemerintah yang diberi mandat tidak mampu mengambil kebijakan-kebijakan yang tegas dan berwibawa. tanpa didasari dengan pikiran yang matang. artikulasi politik rakyat adalah menuntut perubahan untuk mendapatkan kesejahteraan bagi mereka. Inilah yang disebut dengan negara yang mengalami kehilangan legitimasi sosial. yang bisa saja membuat seseorang untuk mengambil keputusan yang tidak dikehendaki oleh masyarakat. Jatuh bangunnya sebuah negara yang hendak menegakkan demokrasi ternyata lebih . Keberhasilan sebuah transisi demokrasi pada negara-negara yang pernah mengalami kondisi politik yang otoriter adalah sangat tergantung pada keadaan ekonomi negara yang bersangkutan. kapasitas. Di samping itu. masyarakat tidak taat dan takut lagi kepada negara. Dilema itu menjadi pintalan yang sulit untuk di pilah satu-persatu. Apa yang terjadi pada negara yang mengalami kehilangan legitimasi sosial. pemerintahan transisi adalah pemerintahan yang penuh dilema dalam mengambil pilihan-pilihan politik. kejaksaan dan peradilan. Konstruksi tentang negara sebenarnya tidak bisa dilihat pada sisi politik semata. tentu akan berhadapan dengan situasi politik yang dilematis. sebagaimana yang terjadi pada masa Orde Baru. negara Indonesia pasca Orde Baru mengalami kegagapan dalam memilih cara dan gaya mengelola kekuasaan sehingga karena kegagapan tersebut otoritas. seperti kepolisian. sehingga tidak terbantu untuk berpikir panjang dalam membangun negara yang kuat. Kegagapan negara dalam menjalankan roda kekuasaan itu di tunjukkan oleh negara pasca Orde Baru. akan tetapi yang tidak kalah pentingnya juga adalah sisi ekonomi dan budaya yang cenderung di abaikan oleh banyak kalangan. dan kompetensi negara menjadi sangat berkurang. aparat pendidikan. rendahnya integritas dan kualitas SDM yang berposisi sebagai aparatus negara. kecenderungan politik yang biasa terjadi adalah politik jalan pintas dan cari aman. karena sulit untuk menemukan aktor yang bisa dipercaya pada tingkat decision. atau kebijakan yang diambil tidak begitu berpengaruh pada tingkat operasional. Karena itu. Akibatnya. Mesin kekuasaan sekuat apapun dan sehebat bagaimanapun aktor yang memimpin sebuah transisi. Karena itu. ataupun instrumen politik lainnya. Negara Transisi dan Anomali Demokrasi Pertumbuhan dan perkembangan politik negara Indonesia sebagaimana dalam pembahasan di atas. tentu saja adalah merupakan satu perspektif yang mungkin saja akan di gugat oleh kelompok lain yang mampu menemukan sisi lain tentang Indonesia. Kita bisa melihat.Sadar atau tidak. Di satu sisi tergantung pada negara-negara ekonomi liberal. Pada akhirnya. Pemerintah yang diberi mandat dikondisikan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan insidental dan darurat. Politik jalan pintas inilah yang menyebabkan transisi demokrasi mengalami persoalan serius. sedangkan pada sisi lain tidak bisa menjelaskan ke arah mana kondisi politik itu di arahkan. bahwa segala aturan yang dibuat oleh negara seringkali berhadap-hadapan dengan masyarakat. karena jika pilihan itu keliru dan salah kaprah. dan mungkin juga tidak terlalu banyak disinggung dalam buku ini. merupakan masalah krusial yang hingga hari ini masih menjadi salah satu problem utama negeri ini. maka protes dan kutukan akan tetap terjadi.

Lipset.banyak di pengaruhi oleh faktor krisis ekonomi dibandingkan dengan faktor lain. Hancurnya kondisi ekonomi yang bersamaan dengan melemahnya legitimasi negara otoriter adalah merupakan sebuah kenyataan yang tak terhindarkan untuk melihat bahwa betapa negara otoriter itu sulit ditembus basis kekuasaannya. Ini dianggap tindakan politik yang bijaksana untuk mendemokratiskan kembali pemerintahan yang otoriter. tetapi dengan mencurahkan perhatian pada perilaku elit atau kepemimpinan mereka. Menurut Hendardi (2002. Pada awalnya kontrol rakyat terhadap penyelenggara negara “diejawantahkan” di dalam model demokrasi representatif semata. O’Donnell. yang yakin bahwa gradualisme. Mendemokratiskan kembali kekuasaan yang otoriter bukanlah persoalan yang mudah untuk ditembus. seringkali itu terjadi sebagian karena ketidakmampuan para politisi untuk menghasilkan reformasi ekonomi dan inovasi pelembagaan yang diperlukan bagi tumbuhnya demokrasi. maka kita akan terjebak pada wilayah demokrasi posedural dan pemenuhan-pemenuhan atas tuntutan material demokrasi. Di saat itu pula. Taiwan. moderasi dan kompromi adalah kunci menuju keberhasilan transisi ke arah demokrasi. Walaupun keduanya tidak mengatakan bahwa kendala struktural tidak penting. legitimasi kekuasaan Soeharto mengalami krisis. kontrol rakyat terhadap penyelenggara negara merupakan terjemahan yang sempurna dari asas kedaulatan rakyat. apalagi perangkat lunak sebagaimana yang dikatakan Oleh Eep Saifullah Fatah seperti yang penulis kutip pada bab lain di buku ini tidak terpenuhi. Korea dan Indonesia pada tahun 1998 adalah merupakan ‘drama’ krisis ekonomi yang menyakitkan. 28) dalam paham negara demokratis modern. akan tetapi yang lebih penting adalah mendorong aparatus politik negara untuk menyadari posisinya sebagai penguasa. Dalam konteks ketidakjelasan kemana demokrasi itu melaju. Linz dan Stepan mencoba menjelaskan kejatuhan dan kebangkitan kembali demokrasi tidak dengan menelaah variabel-variabel konflik kelas atau kendala ekonomi. Sekalipun demokrasi prosedural dan segala tuntutan materialnya adalah penting untuk mengevaluasi jalan terjal demokrasi yang dilewati. akan tetapi kesiapan mental masyarakat dan elit yang telah lama terbiasa dengan kultur politik birokratis cenderung menghalangi laju pertumbuhan demokrasi. Pelembagaan demokrasi adalah penting sebagai instrumen untuk menilai baik atau tidaknya proses politik yang sedang dilewati. Apa yang terjadi di Filipina. Akan tetapi jika berhenti pada pelembagaan institusi saja. agar tidak terjadi penelikungan atas transisi yang berputar. Schmitter dan beberapa ilmuwan lain yang menekankan variabel perilaku elit itu juga sepakat untuk mengikuti jalan yang dirintis oleh Dahl. Diamond. maka tetap diperlukan kontrol politik dari kekuatan oposisi. Perangkat keras terpenuhi dengan kehadiran lembaga pendukung demokrasi yang begitu banyak dengan alokasi akuntabilitas yang mungkin secara universal bisa dikategorikan baik. Mereka yakin bahwa kalau terdapat lingkungan struktural yang sangat tidak menguntungkan bagi demokratisasi. Tentu saja kita bisa memberikan pandangan bahwa krisis ekonomi yang berbarengan dengan delegitimasi kekuasaan Soeharto itu adalah merupakan pertunjukkan yang tidak bagus. Namun dalam perkembangannya demokrasi repesentatif dapat terjerumus ke dalam . akan tetapi kenyataan politik telah memperlihatkan bahwa kondisi ini adalah sebuah kenyataan yang harus diterima. Linz.

Oleh karena itu. akan tetapi boleh jadi adalah suatu gugatan atas tesis-tesis mengenai masa depan politik Indonesia yang masih dalam keadaan gamang dan dalam bahasa penulis anomali. yaitu ”kemungkinan”. Dalam konteks ini. sangat bergantung dengan kegiatan partai politik. Mungkinkah transisi dilalui dengan modelmodel demokrasi yang diajukkan. Semuanya adalah pertanyaan-pertanyaan yang sulit untuk disebut sebagai pertanyaan sebenarnya.pemerintahan elitarisme. Tarikan-tarikan kekuasaan dan desakan kepentingan telah menyebabkan transisi menjadi bergerak kearah suatu pertanyaan besar. penuh dengan pilihan-pilihan yang mungkin saja sulit untuk dipahami. 28) berpendapat bahwa dalam masa transisi politik. Anomali itu adalah situasi yang serba mungkin dan serba tidak mungkin. Dengan demikian partai politik bertanggung-jawab atas kepercayaan masyarakat terhadap terciptanya clean governance. proses reformasi yang bergulir dan dipelopori oleh gerakan mahasiwa baru hanya berhasil menjatuhkan rezim otoritarian Orde Baru. Ini berbeda dengan revolusi yang perubahannya sangat dahsyat yang memang tentu saja akan banyak melahirkan korban jiwa tetapi dengan keyakinan akan melahirkan perubahan yang totalitas. karena harus segera mengakhiri kekuasaan otoriter Soeharto dengan memaksa dia turun dari kekuasaan. Kondisi inilah yang menyebabkan transisi ini mengalami anomali. di mana keputusan-keputusan penting hanya diambil oleh segelintir orang saja. keberhasilan demokratisasi yang ditandai dengan adanya proses kenegaraan yang transparan dan accountable. moral politik dalam kehidupan bernegara harus menjadi perhatian besar bagi para partai politik. Di sini rakyat harus merupakan bagian integral dari proses kontrol terhadap penyelenggara negara. Kasus Bank Bali dan dan non-budgeter Bulog yang melibatkan ketua Golkar Akbar Tanjung ditengah-tengah euforia reformasi (Hendardi: 2002. karena memang reformasi itu hanyalah perubahan tambal sulam. 28). Tetapi apakah partai politik itu masih layak untuk menjadi pendorong demokrasi?. Secara sekilas dan dengan menggunakan premis umum. Oleh karenanya. Apa yang sesungguhnya terjadi di tahun 1998. yang harus di dorong secara terus-menerus sehingga transisi demokrasi dengan harapan-harapan yang menyertainya menjadi tercipta dan terkonsolidasi. Terdesak. partai politik adalah merupakan pendorong demokrasi. Hendardi (2002. Karena itu. mampukah negara melewati transisi dengan melibatkan aktor-aktor penguasa tertentu yang berselingkuh dengan kekuatan kapitalisme global. Transformasi nilai-nilai baru sebagai akar dari suatu proses perubahan fundamental menuju negara demokratis justru tidak sepenuhnya terjadi. perlahan-lahan. Salah saru pilar negara demokrasi adalah partai . sangat rawan terhadap praktek-praktek penyelewengan kekuasaan. bisakah transisi dilewati dengan liberalisasi asetaset negara. tuntutan reformasi telah berhasil dibelokkan oleh kekuatan status quo yang seolaholah hanya menjadi soal pergantian penguasa politik belaka. Karena partai politik merupakan organ terpenting dalam proses pembentukan masyarakat sipil yang demokratis. Terbukti kemudian. Reformasi hanyalah merupakan kondisi yang terdesak untuk dilakukan dan sifatnya sangat gradual. penyelewengan kekuasaan yang tampaknya di era reformasi tidak kalah dahsyatnya dengan apa yang terjadi di jaman Orde Baru. sedangkan gradual.

sedangkan masyarakat hanya mewakili . para warga akan saling berkelahi dalam memperjuangkan kepentingan mereka (Budiman. Partai politik dipercaya sebagai instrumen utama demokrasi. ia juga bicara tentang oligarki (Sutoro Eko: 2004. Partai politik yang diharapkan untuk menyokong terwujudnya perangkat lunak demokrasi. keamanan. tetapi khusus konteks Indonesia harapan itu barangkali sulit untuk diwujudkan. Dalam hal ini Hobbes menegaskan. Di tengah situasi politik yang gamang dan tidak terarah. bahwa kekuasaan negara begitu penting. 1997: 7). kalau tidak. kesejahteraan. Fungsi-fungsi penting dari partai politik seperti sebagai sarana pendidikan dan agregasi hampir tidak berjalan sama sekali. di Indonesia justru tidak terwujud sama sekali. artikulatif dan lebih bermakna. akan tetapi satu hal yang paradoks yang tidak mungkin dihindari adalah terjadinya apa yang disebut Robert Michel sebagai “hukum besi oligarki”. bahwa negara merupakan wakil dari kepentingan umum atau publik. hingga menjarah harta rakyat sekalipun. oleh utusan atas orang yang mengutus. dan persatuan bagi semua elemen masyarakat Indonesia. Barang siapa orang bicara organisasi. Sehingga harapan bahwa partai sebagai kekuatan politik untuk mendorong demokrasi adalah mesti ditinjau ulang. kedamaian. Sebab yang terjadi di dalam tubuh partai politik adalah memperjuangkan kelompok mereka sendiri. Di sinilah kita tetap memandang negara sebagai instrumen penting untuk menetralisir keadaan dengan alat-alat yang dimilikinya. Filosofi bahwa partai politik akan memperjuangkan kepentingan rakyat. yakni cepat mengendalikan proses diskursif yang terjadi di saat persilangan berbagai kepentingan bertemu dalam titik yang berseberangan. 53) pasti menjanjikan demokrasi. oleh pemegang mandat atas pemberi mandat. negara harus bekerja menurut hukum besi keadaan. demikian Robert Michel. 55). karena yang muncul adalah apa yang kita kenal dengan oligarki partai. Sebuah hukum sosiologi paling fundamental dan sekaligus paradoksal adalah bahwa organisasi (baik partai maupun negara) adalah sebuah entitas yang melahirkan dominasi oleh minoritas terpilih atas pemilih. Hampir sebagian pemikir yang menulis tentang negara menekankan betapa besarnya peranan negara dan betapa absahnya lembaga ini melakukan tindakan atas warganya. Dalam konteks ini Budiman mengajukan hipotesa. membangun kesadaran masyarakat agar memahami demokrasi secara lebih konsepsional. sehingga perjuangan untuk mewujudkan demokrasi dengan mengharapkan terlalu besar keterlibatan partai politik adalah berlebihan. yang tentu saja sebagai bentuk ekspresi dari pemerintahan yang berkuasa selama ini tidak tunduk pada prinsip-prinsip yang baik itu. Karena di dalam partai politik itu menurut Sutoro Eko (2004. Yakni kecenderungan dominasi (penguasaan) sekelompok kecil orang (minoritas) yang tidak mewakili kepentingan mayoritas rakyat. Sebab itu. keadilan. ternyata gagal menjalankan tugastugasnya. Sekalipun secara teoritik dan praktik bisa kita temukan bahwa partai politik adalah faktor yang sangat penting bagi tumbuh berkembangnya sebuah negara demokrasi. negara bersama semua aparatusnya tidak boleh berdiam diri.politik. Partai-partai politik yang ada hanyalah menambah kukuhnya dominasi penguasa atas rakyat yang menyebabkan kepentingan rakyat teralienasi dari perjuangan partai. Kelompok oposisi dalam negara juga harus bekerja secara cepat untuk menghindari terjadinya pelacuran keadaan yang tengah terjadi untuk menunjang proses demokrasi yang berjalan.

Bagi penulis. tidak ada partai oposisi yang terbentuk serta yang muncul adalah oligarki partai. Negara harus menjinakkan mereka dan mengajarkan nilai-nilai moral yang rasional (Budiman. sehingga negara merasa menang diatas rakyat dengan mengalienasi peranperan politik mereka. Individu akan menjadi liar. 1997: 7). Karena model itu telah gagal melahirkan negara yang sejahtera dan berkeadaban.kepentingan pribadi atau kelompok secara terpecah-pecah (Budiman. Kontrol rakyat terhadap penguasa hanya dapat berjalan efektif bila penyelenggara negara tidak dapat memaparkan program dan kebijakannya secara transparan. bila negara tidak memiliki kekuasaan yang besar. Kita harus menghidari apa yang dikatakan oleh Plato dan Aristoteles yang melihat teori kekuasaan negara dengan menyatakan bahwa negara memerlukan kekuasaan yang mutlak. sementara negara sendiri tidak bisa diharapkan untuk merekayasa masa depan demokrasi Indonesia. Orde Baru itu langgeng dan aman adalah karena ruang-ruang diskusi ditutup rapat. tak dapat dikendalikan. Persoalan ini dipertegas kembali oleh Hendardi (2002. Untuk menghindari terjadinya personalitas pada pemegangan kekuasaan negara. Dalam negara tersebut akan berkuasa akal (rasio) sebagai ganti Tuhan. 1965: 26. sebagaimana ditunjukan oleh Orde Baru. demokrasi terkubur ditengah retorika kekuasaan . sehingga rakayasa sosial atas negara yang sedang berubah akan kesulitan. Individu harus sama sekali tunduk pada keseluruhan (kolektitet) (Schmid. dengan demikian rakyat dapat secara nyata menuntut pertanggungjawaban atau akuntabilitas publik terhadap penyelenggara negara. Segala keinginan untuk mementingkan diri sendirti harus dihilangkan dahulu bilamana kehidupan negara yang sungguh-sungguh sempurna akan dicapai. misalnya melalui pemberitaan pers yang bebas dan pembentukan opini publik. 1997: 8). bahwa kekuasaan yang besar pada negara merupakan hal yang sepatutnya. maka harapan kemudian harus bertumpu pada kekuatan basis sosial dalam masyarakat. maka tawaran yang diajukan oleh hampir semua orang untuk konteks transisi adalah tetap terciptanya kontrol sosial yang seimbang dalam masyarakat. kontrol rakyat terhadap penyelenggara negara harus dapat bersifat langsung dan nyata. 28) bahwa. Negara Orde Baru adalah negara yang gagal mengkonstruksikan perubahan sosial karena pada konteks ini negara gagal melahirkan rekayasa sosial yang bersifat terbuka bagi terciptanya demokrasi bagi rakyat. 1997: 8). Transisi itu penting untuk di desak secara terus-menerus agar tercipta kondisi politik yang benar-benar demokratis sehingga kekuasaan negara tidak bersifat mutlak sebagaimana yang terjadi pada masa Orde Baru. tradisi kekuasaan yang personal justru akan bersikukuh pada kontekstualisasi negara yang birokratis. Tegasnya Plato memberikan kerangka berpikirnya sendiri. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Plato dan Aristoteles yang mengatakan. Penyelenggara negara tidak dapat mengelak dari tuntutan transparansi dan akuntabilitas publik. dimana di dalamnya harus tercipta basis politik yang bisa diandalkan untuk mendorong demokrasi yang partisipatif dengan tetap menghargai kepentingan lokal. Budiman. akselerasi publik atas negara dibatasi. Jika partai politik telah gagal mengagregasi kepentingan rakyat. sehingga rakyat akan kesulitan untuk menerjemahkan entah kemana proses politik itu di arahkan. Akibatnya.

dan kelima. Akan tetapi. sehingga ketika terjadi ‘kecelakaan’ politik yang menyebabkan kekukuhan negara itu berantakan. penulis ingin mengajukan apa yang disebut dengan negara organis. negara mempunyai peran yang relatif otonom dalam proses-proses politik. keluarga. Desakan demokrasi yang kemudian digelar oleh semua elemen kebangsaan akan sulit untuk menyesuaikan diri di atas problem-problem politik dan konstitusional yang dialami. bahwa transisi demokrasi tidak terbentuk dan gagal. mempunyai fungsi sendiri di dalam organisasi secara keseluruhan. yang terkadang kuasa wacana itu dibangun diatas kepalsuankepalsuan ideologi dan politik. common good merupakan prinsip yang berbeda dalam mengontrol setiap kepentingan yang ada. Keterjebakan ini ditandai dengan sistem politik yang tidak berubah. walaupun negara merupakan yang utama dalam komunitas politik. demokrasi akan di tunggu oleh dua kemungkinan. Pada sisi ini. negara pada dasarnya mempunyai tujuan utama adalah moral. maka transformasi menjadi sulit tercipta. tujuan moral itu merupakan kebaikan bersama (common good) yang diarahkan dan diwujudkan kedalam komunitas politik (political community). asosiasi-asosiasi pribadi. Jika demikian yang terjadi sudah bisa dipastikan. Sehingga transisi demokrasi harus melewati jalan terjal dan menghalau ‘hutan belantara’ dengan ‘duri epistemik’ rezim masa lalu. yaitu suksesnya transisi itu dengan terbentuknya perangkat demokrasi. Kukuhnya dominasi negara atas rakyat serta suksesnya relasi kuasa wacana dalam tubuh negara otoriter birokratis adalah karena semua elemen pendukungnya bekerja secara massinis yang kemudian mendorong negara lebih mandiri dan tidak terkooptatif oleh elemen-elemen lain dari luar. 1978: 26-45) yaitu. Kecenderungan memandang negara sebagai basis perubahan sosial serta sebagai alat untuk mendorong demokrasi tidak sepenuhnya salah. Tentu mendedah konsep kenegaraan ini. tetapi komponen dari negara seperti individu. negara memiliki sifat yang kuat dan intervensionis. . Rakyat adalah konsumen dari reproduksi kuasa wacana dari negara. serta kultur yang tidak bergeser dari kondisi sebelumnya. yaitu mengokohkan kekuasaan sehingga bisa menimbulkan tirani atas rakyat.yang justru mempertunjukkan sikap represivitas atas rakyat. Rakyat dipandang sebagai kelas yang inferior atas kekuatan politik negara. dan kemungkinan kedua. Artinya negara sangat percaya diri atas bekerjanya seluruh sistem yang sangat prosedural dan birokratis itu. selain negara organis ini. sementara rakyat minimal. baik secara prosedural maupun secara kultural. sekalipun beberapa aktor mengalami pergantian. Jadi. apa sumbangan negara dalam konteks ini. pertama. serta dukungan institusi-institusi represif seperti militer. ada juga yang disebut dengan negara fasis sebagaimana yang dikatakan oleh Budiman (1997:18-19). ketiga. kedua. Apa yang dimaksud dengan negara organis?. keempat. Stepan mengemukan lima prinsip dasar negara organis-statis (Alfred Stepan. yaitu terjebak kembalinya demokrasi kedalam perangkap politik birokratis. Di saat yang seperti inilah perubahan sosial itu mengalami hambatan untuk bekerja secara maksimal dalam mendorong demokrasi. karena peran negara dominan. Akan tetapi jika saja optimisme itu berlebihan sehingga menyebabkan kita lupa akan esensi negara yang sesungguhnya. padahal penguasa atau elit pemegang kendali adalah aparatus negara sebagaimana yang disebutkan oleh Althusser?.

semboyan kaum Fasis adalah “Percaya! Patuh! Berjuang! (Budiman. Bentuk-bentuk lain yang mengikuti varian negara modern di lakukan pula dalam konteks negara Indonesia terutama yang dikembangkan oleh Orde Baru. bangsa dan negara. Tidak boleh ada nilai yang berkembang kecuali yang diperkenankan negara. Karena itu. (1971: 37) mengatakan. Pada akhirnya. konsep negara dalam fasisme adalah bahwa negara itu meliputi keseluruhan. 1997: 20). nilai dan kebebasan. Fasisme bersifat totaliter. bentuk negara ini menguasai seluruh aspek kehidupan masyarakat. Merujuk kembali pandangan Mussolini. kecuali organisasi yang di bentuk negara. negara Fasis merasa merekalah yang tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. negara totaliter dan otoriter tidak akan mungkin membiarkan demokrasi hidup. menyejahterakan rakyat. dengan kekuatan itu negara dapat memberikan kebaikan kepada warganya. Negara menguasai semuanya – politik. sehingga demokrasi dialienasi dari persinggungan diskursif negara. Karena itu. dalam sebuah negara totaliter. Dalam konsep negara fasis. tapi bagian lain dari bentuk ekstrem negara organis adalah negara fasis. yang tentu saja bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi. ikatan yang erat. negara harus kuat. Kata fasisme dimaksudkan sebagai sebuah ikatan yang kuat. demokrasi di bunuh atas dasar kepentingan negara. sehingga peluang-peluang kemungkinan untuk tumbuh berkembangnya demokrasi akan selalu dihadang dengan pilihan-pilihan politik birokratis. Negara Fasis adalah sebuah negara totaliter. dan moral”. maka bisa di sederhanakan.Menurut Budiman. “Pendeknya. Karena dalam konteks ini negara harus dominan mengartikulasikan kepentingan-kepentingan politiknya. Negara harus mengendalikan seluruh apa yang menjadi basis epistemik rakyat. karena ia akan mengancam represivitas diskursif yang dikembangkan. Artinya. mengarahkan perubahan dan sebagainya. negara pun harus menegakkan disiplin. Kata fasis berasal dari bahasa Latin yang berarti “seikat”. Dengan kata lain. “Negara menekankan haknya untuk membangun kembali masyarakat – ‘membentuk’ manusia dan memperingatkan akibat yang buruk bagi mereka yang mau membangkang” (Christenson et al. dan Negara Fasis – sebuah sintesis dan sebuah lembaga yang menggabungkan semua nilai – memberikan penafsiran. ekonomi. apalagi punya nilai. 1971: 70). Christenson menegaskan. bukan sekadar otoriter. Reproduksi wacana . mengukuhkan dominasi negara adalah penting. Dengan demikian. Dalam merealisasikan konsep kenegaraan yang dipahaminya. Sekalipun negara organis seperti yang digagas oleh Hegel masih terdapat nilai-nilai positifnya. Negara menegasikan kepentingan rakyat. sementara rakyat harus lemah. bahwa rakyat harus bersedia berkurban dan patuh. sehingga pengendalian diskursif menjadi sangat urgen bagi pengembangan wacana dominasi dari negara. tidak diperkenankan organisasi lain apapun tumbuh. tidak pihak lain dalam negara yang berhak untuk menerapkan prinsip. Bagi seorang penguasa di negara totaliter seperti Musolini. Negara memiliki otoritas yang besar untuk membangun. bahwa negara harus kuat. di luar negara tidak ada kemanusiaan atau kejiwaan yang bisa tumbuh. Demokrasi harus dikubur dari panggung politik. Kalau dalam totaliter masih memungkinkan pluralisme terbatas. Untuk memperkuat realisasi gagasan ini Benito Mussolini seperti dikutip Christenson et al. persatuan yang kokoh dari sebuah bangsa. mengembangkan dan memberikan tenaga bagi seluruh kehidupan seorang manusia. negara Fasis mengajak masyarakat untuk percaya dan patuh kepada apa yang diperbuat oleh negara. terutama kebutuhankebutuhan rakyat. dengan negara sebagai pimpinannya.

Pada akhirnya. Indonesia yang demikian adalah merupakan potret Indonesia dimasa Orde Baru. demokrasi telah berubah menjadi mesin kekuasaan bagi orangorang tertentu untuk diteriakkan agar bisa disebut sebagai seorang demokrat. Pasca Soeharto. apa yang kita saksikan saat ini adalah merupakan minimalisme demokrasi yang direduksi secara vulgar oleh perilaku elit dalam pertunjukan keseharian mereka. akan tetapi mereka tidak mau bersikap demokratis kepada rakyat. reformasi lembaga-lembaga negara yang merupakan instrumen demokrasi. bahwa bangsa dan negara adalah jauh lebih penting dibandingkan dengan apa yang tengah dilakukannya. akan tetapi lupa. Demokrasi telah menjelma menjadi perilaku politik pragmatis yang dipertontonkan oleh aktor-aktor demokrat yang minimalis yang menyebabkan demokrasi di ‘kocak’ dengan pendekatan oportunisme politik. dimana kekuasaan dijalankan secara otoriter dengan kendali penuh kekuasaan. Publik nanti akan menangkap isu itu. baik pada tingkat diskursif maupun pada tingkat praksis. Mereka mengharapkan agar rakyat mau bersikap demokratis kepada mereka. Teriakanteriakan demokrasi ini di ikuti dengan melakukan perubahan pada perangkat keras demokrasi. Mereka melakukan “pembajakan” atas tesis demokrasi untuk memenuhi hasrat dan kepentingan pribadi/kelompoknya. akan tetapi mereka tidak ingin bersikap demokratis kepada rakyat. demokrasi bagi mereka amat dibenci dan kebencian mereka atas demokrasi ini ditunjukkan pada keseharian mereka. akan tetapi demokrasi inilah yang menjadi persoalan hingga saat ini. Karena itu. Artinya hanya rakyat yang di suruh untuk memahami secara demokratis apa yang mereka lakukan. kegagalan terciptanya perangkat lunak demokrasi itu tak terhindarkan. tentu saja harapan untuk mengubur masa lalu itu adalah merupakan keinginan semua orang. Mereka yang hidup di abad XXI. Pada konteks inilah. Padahal pada saat yang sama. sehingga isu demokrasi adalah merupakan isu yang sangat sensitif untuk dilempar ke ruang publik. Mereka ini telah mengeruk tesis demokrasi dari wilayah substansial-nya untuk dipraktekkan secara artifisial dan “banal” hanya untuk memenuhi hasrat-hasrat maksimal bagi kelompok/pribadi tertentu dan meminimalkan praksisisme demokrasi. adalah mereka yang memiliki keinginan kuat untuk mendorong reformasi yang belum selesai diperdebatkan. yakni dikala sejumlah kalangan elit tidak mau . Pada tingkat praksis.dilakukan berulang-ulang dan aparatus negara yang patuh tadi siap menjaga seluruh proses berputarnya diskursif itu di dalam masyarakat. kecuali hanya kekecewaan yang berpintal-pintal dari masyarakat atas perilaku politik sebagian elit yang belakangan ini tambah “buas” lebih buas dari Orde Baru. Transisi demokrasi yang dialami Indonesia adalah merupakan transisi yang panjang. akan tetapi tidak menginjeksi secara lebih memadai dan jujur tesis demokrasi ini kepada rakyat. seperti perubahan konstitusi. Inilah yang disebut dengan tirani wacana dan represi aparatus yang kemudian melahirkan negara otoriter. Seorang demokrat dalam situasi transisi seperti ini adalah merupakan penyelamat dan penyambung lidah kebenaran bagi masyarakat. Demokrasi menjadi sebuah kenyataan untuk ditegakkan. belum ada tanda-tanda baik dari transisi ini. demokrasi sudah bukan lagi persoalan penting untuk ditegakkan apalagi diperjuangkan. lalu menebarlah virus-virus demokrasi kepada rakyat yang di suarakan oleh seorang/sekelompok orang yang ingin disebut sebagai pahlawan demokrat.

untuk mencapai berbagai hak mereka. Keenam. Kelima. kontrol atas keputusan-keputusan pemerintah tentang kebijaksanaan secara konstitusional dibebankan pada pejabat-pejabat yang dipilih. Kedua. mengenai soal-soal politik yang ditentukan secara luas. termasuk partai-partai politik dan kelompok kepentingan yang bebas. Ketiga. pemerintahan. secara praktis semua orang dewasa mempunyai hak untuk dipilih sebagai penjabat resmi dalam pemerintahan. Kontekstualisasi demokrasi sebagaimana yang di katakan Oleh Robert A. Kedua. setiap unsur paksaan dianggap sebagai suatu hal yang sangat memalukan. Dahl. (1982: 3. Pemimpin dipilih dengan interval yang teratur. warganegara mempunyai hak untuk mendapatkan sumber-sumber informasi alternatif. akan tetapi juga pada perangkat keras demokrasi tersebut. meskipun batas umur untuk dipilih mungkin lebih tinggi dari batas umur untuk memilih. pertama. tata sosio ekonomi dan ideologi yang berlaku. paling tidak terdapat dua partai politik yang mempunyai kesempatan untuk menang sehingga pilihan tersebut benar-benar bermakna. legitimasi pemerintah berdasarkan atas klaim bahwa pemerintah tersebut mewakili keinginan rakyatnya. Selain perangkat keras seperti partai politik. warga negara mempunyai hak untuk mengeluarkan pendapat tanpa ancaman akan dihukum. karena memang sumber-sumber dimaksud ada dan dilindungi hukum. Dahl ingin menyampaikan bagaimana idealnya demokrasi itu dibangun dan ditegakkan. setiap warga negara juga mempunyai hak untuk membentuk perkumpulan-perkumpulan atau organisasi yang relatif independen. maka harus disediakan juga ruang ekspresi bagi rakyat untuk mengajukan gugatan dan protes atas praktek-praktek kekuasaan. Bingham Powel. karena harus ada skenario lanjutan yaitu. Ketiga. Biasanya yang memiliki tugas seperti ini adalah partai politik. baik sebagai . termasuk yang disebut di atas. para penjabat yang dipilih selalu berasal dari proses pemilihan yang dilakukan secara jujur. Dahl (1986: 17-18) menyebutkan terdapat tujuh lembaga khusus yang berkembang yang membedakan rezim-rezim politik negara-negara demokrasi modern dari semua rezim lainnya. Artinya klaim pemerintah untuk patuh kepada aturan hukum didasarkan pada penekanan bahwa apa yang dilakukannya merupakan kehendak rakyat. Mereka pura-pura menjadi seorang demokrat. lembaga-lembaga negara dan beberapa institusi lain yang membantu mendorong demokrasi lebih maju. Akan tetapi tidak berhenti sampai di situ. Jr. Afan Gaffar: 1989) mengemukakan pemahaman yang lazim digunakan dalam Ilmu Politik mengenai “political performance” sebagai indikator kehidupan politik yang demokratis adalah sebagai berikut. pengaturan yang mengorganisir bargaining untuk memperoleh legitimasi dilaksanakan melalui pemilihan umum yang kompetitif. akan tetapi dibalik itu. Ketujuh.bergeser dari pragmatisme dan oportunisme politik. rakyat berhak untuk mendapatkan pendidikan politik dari perangkat lunak tadi. Keempat. mereka ingin menjebak transisi yang berkembang ke arah pemerintahan otoritarian. rezim. semua orang dewasa mempunyai hak dalam memilih penjabat-penjabat resmi. secara praktis. Dalam prakteknya. termasuk melancarkan kritik terhadap para penjabat. pura-pura menjadi seorang pejuang reformasi. dan pemilih dapat memilih diantara beberapa alternatif calon. sebagian besar orang dewasa dapat ikut serta dalam proses pemilihan. Pertama. misalnya akan tercermin bukan hanya pada perangkat lunak saja.

telah melahirkan sebuah kondisi politik yang transisional. sehingga keinginan untuk mendorong demokrasi bukan lagi menjadi tanggung jawabnya. mendifinisikan demokrasi sebagai suatu sistem pemerintahan yang memenuhi tiga syarat pokok yaitu: pertama. Tumbuh sumburnya sejumlah partai politik baru. Apa yang disebutkan oleh Bingham di atas adalah merupakan salah satu pendekatan yang ideal mengenai sebuah kondisi untuk mencapai posisi demokratis. terbukanya ruang demokrasi (democracy space) yang sangat luas selama masa transisi ini belum menunjukkan adanya kerangka kuat untuk mewujudkan kemapanan budaya demokrasi. Keempat. seperti misalnya kebebasan berbicara. Reformasi dan Kegagalan perubahan sosial di Indonesia Prediksi tentang demokrasi di Indonesia telah sangat banyak dilakukan oleh para pakar. ketiga. berkumpul. kemerdekaan mengeluarkan pendapat/berorganisasi. Baik partai politik yang lama maupun yang baru dapat berusaha untuk memperoleh dukungan. Linz dan Lipset. adanya kebebasan pers. kedua. dan kebebasan pers. partisipasi politik yang melibatkan sebanyak mungkin warga negara dalam pemilihan pemimpin atau kebijakan lewat pemilihan umum yang diselenggarakan secara adil dan teratur sehingga tidak satupun kelompok sosial (warga negara dewasa) tanpa kecuali. yang disertai pelaksanaan desentralisasi melalui pemberlakukan Undang-Undang Nomor 22 Tahun . karena antara satu lembaga dengan yang lain saling tumpah tindih fungsi dan kewenangan yang kemudian melahirkan perebutan wilayah kekuasaan. Jika merujuk pada pandangan Elizabeth Santi Kumala Dewi (2005). akan tetapi ada yang pesimis bahwa transisi demokrasi yang kita lewati saat ini akan gagal. Kondisi dimana demokrasi memerlukan bangunan yang kuat dengan perangkat keras yang memadai yang di dukung oleh perangkan lunak yang cerdas. kebebasan membentuk dan bergabung dalam organisasi yang cukup untuk menjamin integritas kompetisi dan partisipasi politik (Jurdi & Irianto: 2006). serta jabatan-jabatan kekuasaan yang diisi oleh orang-orang lama yang dulu juga berkuasa pada masa Orde Baru. kontestasi dan partisipasi –Larry Diamond. kompetisi yang sungguh-sungguh dan meluas diantara anggota masyarakat dan kelompok-kelompok kepentingan didalam memperebutkan jabatan pemerintahan yang punya kekuasaan dalam jangka waktu yang teratur dan tidak menggunakan daya paksa.pemilih maupun sebagai calon untuk menduduki jabatan penting. Indonesia dalam masa persilangan waktu yang serba tidak jelas saat ini. Kegagalan itu terindikasi dengan bangunan politik pasca Soeharto yang rapuh. berorganisasi. Namun. Pada waktu yang berbeda dalam rangka memaknai demokrasi yang berisikan kompetisi. kebebasan pers. pertama. penduduk memilih secara rahasia dan tanpa dipaksa. Lembaga Demokrasi Belum Menjadi Alat Demokrasi yang Baik: Harus diakui bahwa proses demokratisasi di Indonesia sejak runtuhnya kekuasaan represif Orde Baru 1998 lalu memang berlangsung cukup dramatis hingga ada yang menganggap Indonesia sebagai negara demokrasi ketiga terbesar (third largest democracy in the world) setelah India dan Amerika Serikat. Pada sisi yang lain perangkat keras demokrasi tidak bisa menjamin terbentuknya situasi demokrasi yang sukses. Kelima. tingkat kebebasan sipil dan politik yaitu kebebasan berbicara. Ada yang begitu optimis dengan keadaan Indonesia akan sukses menuju transisi demokrasi. masyarakat dan pemimpin menikmati hak-hak dasar. kegagalan demokrasi itu disebabkan oleh.

Kedua. dan rendahnya tingkat pendidikan serta kondisi perokonomian masyarakat Jawa Tengah masih menjadi penghambat upaya pembangunan kekuatan civil society sebagai pilar demokrasi.1999 serta Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999. sistem kepartaian di Indonesia yang dibangun selama masa transisi ini belum kokoh yang memiliki kapasitas dalam melancarkan partisipasi politik masyarakat melalui jalur partai hingga dapat mengalihkan segala bentuk aktivitas politik anomik dan kekerasan. Hal ini jelas sangat berpotensi menjadi sasaran manipulasi atau rekayasa pihak tertetu yang bisa menimbulkan konflik horizontal antar kelompok politik. Justru perubahan yang terjadi adalah perubahan yang tambal sulam. partai politik justru masih bersifat sentralistik hingga para pengurus partai di tingkat lokal tetap terhegemoni oleh kepentingan sempit pengurus partai di tingkat nasional. jika melihat sepak terjang aktor-aktor keterwakilan dalam lembaga parlemen dan partai politk di Jawa Tengah selama masa transisi ini. lembaga-lembaga demokrasi yang tumbuh subur di Indonesia sejak runtuhnya Orde Baru lalu belum bisa menjadi alat demokrasi yang baik. Padahal. tidak terarah dan memiliki konstruksi demokrasi yang dilacurkan demi kepentingan kekuasaan. Hadiz (2005: xvii) yang tampaknya menampik kemungkinan adanya semacam aliansi lintas kelas yang mampu menyusun dan mendesakkan agendaagenda transformatif di era pasca-Soeharto. Pengaruh budaya Jawa. Artinya. seperti ewuh pakewuh (sungkan) dalam mengeluarkan pendapat atau kritik. Sementara pendidikan kewarganegaraan (civic education) selama masa transisi demokrasi ini belum diikuti peningkatan partisipasi politik masyarakat yang cukup signifikan dalam mendorong terwududnya Good Governance di pemerintahan lokal. ternyata belum bisa membangkitkan pilar-pilar demokrasi yang kokoh. kapabilitas. Karena aliansi kelas menengah oposisi tidak terkonsolidasi secara lebih baik. kemungkinan terjadinya tarik-menarik kepentingan di tingkatan internal partai politik bisa menciptakan kerwanan akan terjadi konflik yang bisa menimbulkan konflik kekerasan di tingkat massa pedukung partai. Perlu dicatat bahwa yang mendorong pembangunan politik bukanlah banyaknya jumlah partai politik yang muncul. Sifat Partisipasi Politik Masyarakat Masih Tradisional: Pemerintahan sentralistik-militeristik dan kebijakan massa menggambang yang diterapkan Orde Baru selama 32 tahun rupanya benar-benar telah melumpuhkan wacana demokrasi dalam kehidupan masyarakat hingga menyingkirkan praktik-praktik seleksi kepemimpinan secara fair yang berdasarkan kompetensi. . masih terkesan masih carut marut atau mengalami ketimpangan dan cenderung menegasikan aspirasi publik. tingkat partisipasi politik masyarakat yang benar-benar belum otonom hanya akan mewujudkan bentuk-bentuk partisipasi politik yang dimobilisasi. bahkan hampir tidak terbentuk sama sekali. sehingga transisi hanyalah menjadi alat analisis sebagian elit. akan tetapi tidak diiringi dengan perubahan-perubahan yang signifikan dari semua aspek. Bahkan. melainkan tergantung kekokohan dan adaptabilitas sistem kepartaian dalam menyerap dan menyatukan semua kekuatan sosial baru yang muncul sebagai akibat modernisasi. Tapi. Ketika pemerintah pusat sudah mulai membagikan kewenangannya kepada pemerintah daerah melalui pelaksanaan Otonomi Daerah. Transisi demokrasi bisa diramalkan dengan melihat kondisi politik Indonesia yang penuh dengan harapan-harapan yang terlampau optimis. Akibatnya. dan integritas individu. Di sini Vedi R.

Vedi mencoba untuk melihat Gus dur sebagai contoh. dengan vulgar Vedi mengatakan. sulit untuk keluar dari kukuhnya hegemoni system dan ideology politik masa lalu. Dari empat presiden Indonesia pasca Orde Baru. kerangka institusional kekuasaan dapat berubah – misalnya kearah yang lebih demokratis dan terdesentralisasi sebagaimana di Indonesia setelah jatuhnya Soeharto – tetapi relasi kekuasaan yang menopangnya mungkin saja bertahan dalam konteks institusional yang baru. ternyata harus tersedot juga ke dalam logika predatory politics. Hampir semuanya terjebak pada premis-premis kekuasaan “predator” yang menyeret mereka pada banalitas kekuasaan. Konsekuensinya. Tetapi yang lebih parah. Habibie. Gusdur. Mereka yang berkuasa pasca Soeharto sulit untuk melepaskan diri dari cengkeraman masa lalu. Dalam hal ini. Penjualan aset negara seperti Satelindo dan pembelian pesawat Sukhoi dari Rusia. baik itu system politik maupun kapitalisme yang memaksa mereka untuk secara terus-menerus patuh. karena mereka tidak bisa menarik diri dari kekuatan yang menggenggam mereka. karena terlalu banyaknya kader ideologis yang dihasilkan oleh Soeharto serta kuat pengukuhan system politik sentalistik selama rezim ini berkuasa. bahwa sifat dari relasi kekuasaan (power relations) yang menopang rezim yang lama tidak mengalami perubahan yang fundamental. Tentu demokrasi tidak mungkin diharapkan dari para “predator politik”. Megawati. sehingga yang terjadi pada rezim pasca Orde Baru adalah transplantasi “penyakit” yang kukuh berkuasa selama 32 tahun itu tanpa mengalami perubahan fundamental.Vedi percaya. Pada akhirnya komunikasi politik elit di hadapan Negara-negara “kapitalisme rente” seperti AS adalah komukasi inferior. Gus Dur adalah merupakan seorang intelektual proreformasi dan prodemokrasi sebelum menjadi presiden. walaupun akhirnya dia kalah. sebagaimana janji dan komitmen politik yang mereka tawarkan kepada publik. Karena terlalu banyaknya ranjau . sang kiai liberal pun harus menggunakan taktik yang kurang lebih sama dengan lawan-lawannya. Sehingga transformasi – baik dalam bentuk system maupun institusi – sebagaimana yang awalnya diprediksikan gagal akibat dari tidak terjadinya pergeseran aktor dan mentalitas para aktor. Untuk melihat konteks bahwa “predator politik” sulit untuk dihindari di dalam permainan politik pasca Orde Baru. hingga SBY. Sehingga siapapun yang berkuasa di Indonesia akan gagal membangun demokrasi sebagaimana i’tidak awal mereka di saat-saat kampanye politik dilakukan. Untuk survive. tidak mampu mendorong perubahan Indonesia untuk menuju ke arah situasi demokratis. Jenis-jenis kekuatan lama yang menopang otoriterisme Soeharto kini menjadi bagian penopang demokrasi Indonesia pasca-Orde Baru (2005: xxv). bahwa pada dasarnya perangkat kelembagaan kehidupan demokrasi di Indonesia telah ‘dibajak’ oleh kaum ‘penjarah’ politik. kepemimpinan Megawati yang mengaku sebagai pelindung wong cilik juga tidak jauh berbeda dengan kepemimpinan sebelumnya. Relasi Soeharto yang telah menanamkan benih-benih ideologi politik konservatif tidak selamanya mudah untuk dihancurkan sekaligus. tidak ada yang berani memutus hubungan dengan IMF dan mampu menyelesaikan utang-utang Negara. relasi kekuasaan yang dimaksud adalah yang melekat pada semacam predatory capitalism yang masih bercokol dengan kuat sebagai warisan utama era Orde Baru yang panjang. Inilah yang disebut oleh Vedi dengan “predator capitalism”. Siapapun yang berkuasa pasca Soeharto. adalah kebijakan politik yang tidak bisa menghindar dari tesis “predator” tadi.

telah mendorong militer menjadi pelaku bisnis dari pada menjalani profesionalisme sebagai pasukan negara. dimana situasi politik serba tidak jelas. juga ikut dinikmati oleh elit-elit militer. Karena mereka mampu meyakinkan investor asing bahwa Indonesia aman. Tidak ada yang menjamin jika saja Amien Rais sempat menjadi presiden. tentu saja transisi demokrasi akan gagal bahkan bisa jadi akan muncul faksionalisme politik untuk menghancurkan transisi menuju kekuasaan otoritarian baru yang jauh lebih ganas dari masa lalu. Fakta bahwa SBY tidak bisa keluar dari cengkeraman masa lalu dan sekaligus sebagai pemimpin yang patuh pada kehendak penguasa kapitalis adalah tak terhindarkan. sehingga keinginan untuk melakukan perubahan serat keinginan untuk membangun demokrasi sebagaimana keinginan kuat di awal-awal kehancuran Orde Baru akan selalu gagal. Dalam konteks ini. Oligarki militer yang kemudian menguasai kantong-kantong ekonomi Indonesia selama masa Soeharto. juga prinsip oligarki militer yang dikembangkan oleh Soharto – dimana SBY adalah bagian dari pelakunya – masih melekat bersama-sama dengannya. SBY tidak lebih dari ”budak” kapitalisme rente yang juga sama dengan mereka yang sebelumnya. karena harus tetap berada dibawah kendali politik dan . selain karena dia adalah merupakan kader politik Soeharto yang dibesarkan dalam tradisi kepemimpinan militer. Gelombang balik otoritarianisme ini akan berpeluang besar terjadi jika melihat Indonesia yang sedang terjadi saat ini. Karena perangkap yang dibangun menyulitkan orang untuk mengelak dari kenyataankenyataan politik yang ada. Tidak salah memandang politik Indonesia pada aras yang tumpang tindih. yaitu terjebak pada tipuan-tipuan sistem politik ”predator”. Itu juga yang sedang menimpa Susilo Bambang Yudoyono (SBY) saat ini. SBY yang dipundaknya hendak mendorong perubahan penting bagi transisi demokrasi yang tengah terjadi. adalah akibat terlalu kuat dan kukuhnya hegemoni politik Orde Baru yang diwariskan melalui aparatus ideologisnya yang kemudian berganti muka di dalam sistem dan institusi-institusi demokratis. jika melihat kebijakan-kebijakan dan perilaku politiknya. Bukan mustahil Amien Rais akan menjadi “predator politik” yang juga sama dengan presiden yang lain. maka injeksi modal kapitalisme yang masuk. justru gagap untuk bersikap konsisten.yang harus dilalui oleh aktor-aktor tersebut. Dan ini merupakan awal dari kegagalan untuk membangun demokrasi Indonesia dengan komitmen kebangsaan yang lebih mandiri. Penyerahan pengelolaan pertambangan Blok Cepu kepada AS sebagai operator sebagaimana yang dibahas sekilas di bab selanjutnya adalah menjadi salah satu tanda bahwa SBY tidak lebih dari ”predatory capitalism” sebagaimana yang disebutkan oleh Vedi. tidak mampu berbuat banyak. Di sinilah kita mesti melihat apakah Indonesia cukup kondusif untuk di dorong menuju transisi demokrasi ataukah justru demokrasi hanyalah menjadi isu elit belaka yang tidak mungkin bisa terwujud sama sekali?. Karena SBY yang pada awalnya merupakan harapan untuk mengembalikan posisi Indonesia yang pincang dan mendorong demokrasi. dimana di dalamnya adalah juga SBY. tentu sulit untuk keluar dari perangkap sistem dan ideologi politik konservatif yang begitu kukuh berkuasa selama 32 tahun dibawah Soeharto. Kepemimpinan politik yang hendak mendorong kereta demokrasi yang kemudian semuanya berakhir dengan gagal. yaitu antara memasuki wilayah banalitas politik dengan terlibatnya aktor lama yang tidak menghendai perubahan terjadi pada sistem politik Indonesia pasca Orde Baru.

sebagaimana juga aktor politik lainnya. Bush (presiden AS) ke Indonesia tahun 2006 yang mendapat kritik dari berbagai kalangan. sehingga perjalanan panjang transisi demokrasi melalui jebakanjebakan terjal yang sangat berbahaya. sama dengan dibawah kolonialisme Belanda. diterima oleh Indonesia yang terjajah dengan cara-cara yang tidak masuk akal. Karena itu. Sebagaimana aktor politik manapun. kita perlu mempertimbangkan latar belakangnya seorang jenderal Orde Baru yang senior. yang memungkinkan pembentukan dan pelanggengan jaringa-jaringan patronase yang pada dasarnya bersifat predatoris.ekonomi negara-negara satelit seperti Amerika. harapan untuk mendorong demokrasi dan pemerintahan yang mandiri pasca Orde Baru adalah merupakan harapan yang terlampau gigantis. lanjut Vedi. SBY tentu saja adalah biang keladi dari semua itu. Tentu dia tidak bisa dipandang semacam Ratu Adil. Fakta yang lain adalah persiapan SBY pada saat kunjungan Josh W. Sebagaimana diketahui. struktur kekuasaan. Tetapi pilihan dan kemungkinan yang tersedia untuknya dibatasi pula oleh faktor-faktor seperti konstelasi kepentingan. masa depan Indonesia tidak semata-mata tergantung niat baik seorang pemimpin. birokrasi negara. Kedatangan Bush sebagai kepala negara penjajah. yang resmi maupun setengah-resmi. sosialisasi politiknya dalam ideologi Orde Baru. Di mana tempat Yudhoyono didalam konstelasi tersebut?. Fenomena itu menandakan Indonesia yang inferior. Karena itu. yang selalu juga harus . pusat maupun lokal. tidaklah mengherankan kalau gebrakannya terhadap korupsipun. Indonesia yang masih terjajah. tidak serta merta menghancurkan karakter dasar rezim ini dari praktek-praktek keseharian. mengingat posisi politik Indonesia berada dibawah kendali negara-negara raksasa itu. Dalam hal ini. Belum lagi kepentingan investor asing. yang digembar gemborkan pada awal masa pemerintahannya. Belum lagi anak kandung Orde Baru masih tumbuh subur diberbagai institusi politik yang hendak di dorong ke arah demokrasi. apakah itu Yudhoyono atau pemimpin yang lain. Mewakili kepentingan atau koalisi kepentingan macam apakah dia?. Liberalisme politik Indonesia pasca Soeharto. Bush bagaikan ”tuhan” disambut dengan sangat meriah. Karena itu sudah menyangkut tradisi kerangka politik yang sulit untuk diajak kompromi dalam jangka waktu yang pendek. ekonomi dan politik secara lebih holistik. serta kepentingan institusional aparat militer dan keamanan. yang sering diwakili melalui tekanan dari lembaga-lembaga internasional seperi Bank Dunia atau IMF. mahal dan yang paling menyakitkan sepertinya Indonesia sedang di jajah. serta keperluannya terhadap dukungan pemodal. Yang harus kita pahami adalah sifat dari konstelasi kekuatan dan kepentingan sosial yang ada. dia dihadapi oleh berbagai pilihan. karena sebagai ”predator capitalism” ia harus mematuhi kehendak negara satelit itu. dalam kenyataannya tidak menghasilkan buah yang terlalu hebat sampai saat ini. dan warisan kesejarahan. Yudhoyono adalah politisi-jenderal – dibesarkan pada masa Orde Baru – yang harus menavigasikan dirinya di antara berbagai ’karang’ berupa sejumlah kepentingan yang saling berkompetisi untuk mendapatkan tempat yang aman dan menentukan dalam masyarakat dan politik Indonesia pasca-Soeharto. Oleh karena itu. sebagaimana mungkin diharapkan oleh para pendukungnya. Mereka berkompetisi untuk memenangkan akses dan kontrol terhadap sumber daya dan institusi negara. Sehingga menurut Vedi (2005: xxix) posisi Yudhoyono harus dilihat dalam konteks struktur sosial.

meramalkan perubahan sosial di Indonesia dimasa depan tidak bisa lagi diharapkan kepada elit kekuasaan. Popular Education and Empowerment–Indonesia. Mereka adalah dosen-dosen liberal. Menghancurkan seluruh agen komprador. [1] . Mereka mendapatkan upah yang tinggi atas “kejahatan” yang dilakukannya. disana bersemayam kemerdekaan. Karena itu. serta mengutuk agen-agen “jahat” kapitalisme yang hidup di kampus-kampus. Aib Politik Muhammadiyah (2007). dan mereka bagaikan buruh di pabrik-pabrik industrialisasi. Sekarang sedang menjalani studi perbandingan di Universitas Indonesia. dan melakukan tipuan-tipuan massal atas kebenaran-kebenaran yang otoritatif. Ketua Badan Kehormatan Mahasiswa (BKM) Fakultas Hukum Unhas periode 2006-2007. redaktur ahli jurnal Profetik. Delegitimasi Terhadap Komisi Yudisial (Kreasi . akan kusiapkan untukmu pemberontakan.dipertimbangkan oleh Yudhoyono karena keterperosokan Indonesia dalam krisis ekonomi sebelumnya (2005: xxx). Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia. IMM Makassar Perintis periode 2003-2005. Makalah yang di sampaikan pada saat Diskusi Publik yang dilaksanakan oleh kelompok studi Eka Prasetya di Kampus UI Depok pada tanggal 3 November 2007. Koordinator bidang Provokasi Publik Lembaga Peduli Pembangunan Bangsa (LP2B)-Makassar. hamba kapitalisme dan dan melakukan pengingkaran atas demokratiasi?. Korankoran kampus liberal. jalan yang akan penulis tawarkan hanyalah satu untuk menuju Indonesia yang merdeka. anggota Lembaga Pers DPD IMM Sul-Sel Periode 20032005. Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan. Ketua Kajian Strategis Komunitas Mahasiswa Bima (KMB)-Makassar 2004-2005. yaitu revolusi. Centre For Research. Deputi Lembaga Kajian Sosial dan Agama (LEKSA) Makassar 2004-2009. Project Officer pada Prophetic Institute. dan sekarang menjabat Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. dengan mengerahkan kekuatan massa. pernah singgah di KAMMI Unhas. Mereka itu telah menjadi parasit yang handal dalam upaya untuk menjebak demokrasi agar masuk pada premis-premis agen komprador dengan jalan legitimasi intelektual. radio-radio kampus liberal yang belakangan mereka itu disebut sebagai kekuatan civil society. Adakah civil society yang menjadi budak liberalisasi pasar. Menulis buku antara lain: Membalut Luka Demokrasi dan Islam (2004). Peneliti lapangan pada Lingkaran Survei Indonesia (LSI)-Jakarta. Mantan Sekum IMM Kom. membenarkan kepalsuan-kepalsuan dan mengajak kompromi pikiran-pikiran jahat mereka untuk menghancurkan demokrasi. Ketua Kajian strategis Komunitas Intelektual Muda Muslim FIS UNHAS 2003-2004. akan tetapi kesemuanya terbukti gagal mendorong perubahan tersebut. Pengurus Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Sul-Sel 2004-2006. Sebab itu. Atau boleh jadi mereka adalah buruk intelektual yang menciptakan tipuan-tipuan kebenaran. mendesak demokrasi agar segera di tegakkan. Sekretaris DPD IMM Sul-Sel periode 2005-2007. Janji-janji perubahan hampir didendangkan oleh empat presiden Indonesia pasca Soeharto. FIS UNHAS Periode 2003-2004. mengalienasi rakyat dari hak-hak politik mereka. [2]. karena mereka adalah agen komprador dari rezim sebelumnya yang bersilangan dengan kekuatan kapitalisme yang tentu saja akan memerangkap Indonesia pada tipuan gradualisme. jika engkau paksa aku diam. doctor-doktor liberal. professor-profesor liberal. PC. Wakil Ketua Majelis Tinggi Mahasiswa (MTM) Fakultas Hukum Unhas 2004-2005.

dan bisa dikatakan pada tahun 1969 Indonesia berada dalam genggaman Soeharto. Yogyakarta). juga mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia-kembali masuk PBB-juga bekerjasama dengan IMF. tetapi pemilu tersebut sangat jauh dari demokrasi karena penataan struktur politik saat itu telah direkayasa dan hanya menguntungkan partai beringinkuning saja. Sporadisme Oposisi. Feminisme Profetik (editor) (Kreasi Wacana: 2007): Oposisi Lintas Kelas Mengukuhkan Demokrasi (Naskah Di Juxtapose. Mengambil tema dispersion of power pada masa Orde Baru versus Reformasi. Meski pada tahun 1971 diadakan pemilu. tentara dan parpol dari unsur komunis dan Soekarnois. Surat perintah tersebut disalah artikan Soeharto untuk mengambil legitimasi dari Soekarno untuk akhirnya mendepak SOekarno dari singasana kepresidenan. Predator-Predator Politik. Soeharto mengambil langkah-langkah antarlain: Membubarkan PKI.Wacana. MPRS melantik Soeharto menjadi Presiden RI. tentunya sangat menarik kita bahas dalam gagasan penyelenggaraan system pemerintahan di Indonesia. Maret 1968. Karena keduanya mempunyai kepentingan yang sama yaitu tidak suka parpol. Juga karena saat itu MPRS yang dipegang oleh Nasution. Sebuah Pengkhianatan Intelektual (Naskah di Kreasi Wacana.2007). Inilah awal kengerian system pemerintahan yang kekuasaan mulai saat itu dipegang oleh Presiden Soeharto. HP: 085299262424 Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 08. Orde baru lahir dengan pusat kekuasaan di tangan Soeharto sebagai pemegang kekuasaan “tertinggi” di Indonesia. awal kekuasaan Soeharto sebagai pemimpin terlama di Indonesia diawali oleh diterimanya SUPERSEMAR oleh Soeharto yang diangkat sebagai pemimpin tertinggi di AD. Juga peralihan yang significant dari status Indonesia yang Government menjadi Gorvernance. Apalagi militer yang bekerjasama dengan intelektual sipil meletakkan pembangunan ekonomi sebagai substansi dari pembangunan Orde Baru.08 0 komentar ALDINO W PUTRA 08/267761/SP/23058 TUGAS MID-TERM EXAM SIPI ORDE BARU VS REFORMASI Dispersion of power berarti pembagian kekuasaan agar terjadi saling check and balance antar lembaga. Yogyakarta). Apalagi dengan membandingkannya dengan beberapa factor yang sangat bertolak belakang. Tentunya prose itu sangat rumit dan tidak beraturan. Membongkar Sindikat kekuasaan (Naskah Siap Terbit). meratifikasi SUPERSEMAR dan semakin memojokkan Soekarno dari jabatan Presiden seumur hidupnya. sehingga pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Setelah menerima SUPERSEMAR. membenci . Pembersihan MPR. Kita flashback sebentar pada masa Orde Baru.

Perjalan reformasi terjadi dari tahun 1998 yang kala itu pada akhir 1997 krisis moneter menerpa Indonesia. Rakyat langsung memilih secara langsung anggotan DPD. Jawanisasi.J Habibie (1998-1999) yang mengakibatkan Indonesia kehilangan Timor-timor karena referendum dari Presiden Habibie kala itu memutuskan bahwa rakyat Tim-tim lebih suka pecah dari NKRI. Tampilan negara sebagai rule and regulation juga negara yang terlalu dominan dan kuat mengakibatkan rakyat yang seharusnya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi menjadi seperti terbelenggu aspirasinya. Pada masa reformasi ini. yang berarti PKI boleh berdiri lagi sebagai salah satu parpol. Selain perubahan system pemilu. Dari penjelasan diatas dapat saya simpulkan Karakter Orba saat itu adalah: Kekuasaan Negara/Pemerintah yang sangat dominan.kaum komunis dan sangat mendambakan pembangunan ekonomi. Kenapa langsung? Karena pada pemilu 2004 diperkenalkan system baru dalam pemilu. dan ideologi komunis diakui. Pada masa kepemimpinannya. Kolusi. Inilah yang membedakan dengan aturan sebelum amandemen UUD 1945. Dispersion of power saat itu lebih mengarah pada Internal lembaga-lembaga pemerintahan. hukuman. seharusnya proses tersebut juga melibatkan aktor nonnegara misal LSM terkait. Akan tetapi presiden RI bukan dari wakil PDI-P. uniformalitas. Gus Dur sempat membuat heboh dengan ide pencabutan UU tentang PKI. Kemudian pemerintahan diserahkan kepada wakilnya B. hanya dapat diserta sejauh negara mengijinkannya. tetapi karena maraknya KKN di setiap badan pemerintahan. Karena kasus itulah Gus Dur di berhentikan dan di ganti oleh pasangan MegaHamzah. dll. Yang terdiri dari beberapa event penting seperti pecahnya elit-elit politik karena desakan dari demo mahasiswa yang mengakibatkan mundurnya penguasa 32 tahun Soeharto dari jabatannya sebagai Presiden Indonesia. Proses pembentukan negara orde baru melalui instrumen kekerasan. juga adanya dispersion of power yang melibatkan tidak hanya 3 ranah trias politica saja. sementara aktor di luarnya. Proses pembentukan bangsa melalui top down. Juga memberikan hak ekslusif bagi negara untuk mengatur hal-hal publik. Proses kebijakan public didominasi sepenuhnya oleh pemerintah. Lalu juga tidak adanya check and balance yang menjadi ciri dari pemerintahan yang baik. Peregeseran makna dispersion of power dari orde baru ke reformasi menjadi sangat significant karena apa yang dijalankan pada masa orde baru sangat bertolak belakang dari pengertian dispersion of power yang sebenarnya. tanpa dialog. Sehingga meskipun pembangunan disentralkan pada perekonomian. dan Presiden. menjadikan pada masa Orde Baru banyak sekali timbulnya KKN (Korupsi. Lalu pemilu 1999 (pemilu terdemokratis sejak pemilu tahun 1971) memenangkan suara PDI-P sebagai pemenang pemilu. Konsep government sangat mengakar kuat saat itu. Pergeseran ini bisa disebut juga perubahan dari goverment menjadi governance. karena partai-partai kecil kala itu berkoalisi dan memutuskan Gus Dur sebagai presiden RI dan Mega sebagai wakilnya (1999-2001). Masyarakat yang sangat termarginal. DPR. Nepotisme). Keadaan ini juga semakin diperkuat dengan dukungan teoritik yang saat itu sedang populer yaitu Seymor Martin Lipset (pembangunan demokrasi harus didahului dengan pembangunan ekonomi). Kembali ke pambahasan dalam membandingkan dispersion of power masa Orba tentunya sangat jauh dari kata demokrasi. mengakibatkan tergerogotinya sendi-sendi pemerintahan yang berujung gagalnya pembangunan ekonomi Indonesia. government . dll. Lalu pada pemilu 2004 memutuskan bahwa pasangan SBY-JK terpilih sebagai presiden dan capres pilihan rakyat langsung.

dalam arti keterlibatan itu. Tetapi negara juga memfasilitasi mekanisme informalantara lain rujukan nilai dan negosiasi. 07 April 2009 Persoalan substansial dari demokrasi kita adalah pendidikan politik dan kemauan untuk meng-enganged diri dalam arena publik. Negara harus berbagi kekuasaan dan peran pada tiga level: “keatas” pada organisasi transnasional. Negara tetap pemain kunci dlm Mekanisme Formal Governance yaitu penjamin kesetaraan (levelisasi kompetisi) dan penjamin ketaatan. Pemilu 2009 ini bagi sebagian besar pengamat menganggap . Governance juga terkait dengan proses pembuatan kebijakan yang melibatkan unsur non-negara secara lebih luas. 17 April 2009 GOLPUT. masyarakat local (desentralisasi). Kesetaraan. koordinasi dan control. tidak harus menjadi kontestan. Kekuasaan negara harus ditransformasikan dari “kekuasaan atas” (power over) menuju “kekuasaan untuk” (power to). DPT DAN MALAPETAKA DEMOKRASI Oleh Fajlurrahman Jurdi Direktur EKsekutif Pusat Kajian Politik. Sehingga negara akan bisa menjalankan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN. Baik sebagai peserta aktif maupun pasif. dan actor multi-nasional (globalisasi). SUARA BATAL. Posted by dinotheevil@yahoo. tapi sebagai kemampuan fasilitasi. Pemilu tampaknya menyisakan berjuta harapan bagi konstruksi demokrasi di masa yang akan datang. Negara bukan lagi sentrum “kekuasaan formal” tetapi sebagai sentrum kapasitas politik. Akuntabilitas. pelaku bisnis (privatisasi). Pembagian kekuasaan yang tidak hanya di satu ranah saja memang didesain untuk menjaga lembaga satu dengan lainnya agar tidak saling over lap. Supremasi Hukum.com at 22:21 0 comments Jumat. Adapun beberapa prinsip dasar good governance adalah Partisipasi. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Harian Fajar. Juga negara tetap menjadi pemain kunci bukan dalam pengertian dominasi dan hegemoni.digantikan oleh governance yang mementingkan actor non negara dalam proses politik dan pemerintahan. Transparansi. Otomatis kapasitas negara otomatis memudar. namun juga memilih kontestan. tetapi negara adalah aktor setara (primus inter pares) yang mempunyai kapasitas untuk memobilisasi aktor-aktor masyarakat dan pasar untuk mencapai tujuan besar. “kesamping” pada NGO dan swasta’ serta “kebawah” pada daerah dan masyarakat lokal. Membangun Konsensus. Proses ini melibatkan struktur formal (negara) dan struktur non formal (masyarakat). Responsif/cepat tanggap. dan Visi Strategis. Negara bukan lagi sebagai penguasaan politik. Dispersion of power juga merupakan komponen yang musti diperhatikan untuk menuju pemerintahan yang baik. Kegiatan lembaga negara dapat dikontrol oleh actor non-negara. Pemerintah hanya menjadi salah satu aktor saja dalam proses governance. Governance menuntut negara berbagi kekuasaan dengan civil society (demokrasi). Efektifitas dan Efisiensi. serta proses formal dan non formal.

Juga menjadi alasan. seolah-olah dalam ceramah tak ada masalah. Tampaknya pertanyaan apapun di masa kini. seperti kemiskinan. hanya akan bisa dijawab setelah Pemilu 9 April mendatang. Sampai Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa haram Golput. maka akan menjadi alasan bagi kelompok oposisi untuk mengatakan bahwa kinerja partai politik untuk meyakinkan rakyat telah gagal. Yang bertebaran dalam arena demokrasi kita adalah partai massa. juga seolah-olah semuanya tak ada masalah. Ada beberapa masalah yang akan segera muncul dan akan menjadi ancaman serius bagi proses transisi demokrasi kita. bahwa demokrasi kita. karenanya amat mahal. maka kita akan menghentikan persoalan substansial dari demokrasi kita. Persoalan substansial seperti kemiskinan dan keterbelakangan. Dengan harapan dan dada membusung mengaku telah bekerja keras demi suksesnya ritual suksesi politik dan hajatan demokrasi. . Apakah kita akan mengikuti "bisikan" demokrasi di masa mendatang. bahwa demokrasi kita saat ini amat sangat kuantitatif. Sebelumnya Robert Dahl mengingatkan. Akan tetapi kalau kita berhenti pada hitungan-hitungan kuantitatif. Demokrasi kuantitatif memang tidak sepenuhnya salah. Golput telah menjadi hantu yang amat menakutkan bagi partai politik dan para caleg. namun apabila jumlah pemilih tidak mencapai 50 persen. keterbelakangan. Batasan-batasan kuantitatif memang perlu untuk menegaskan diri sebagai bangsa yang teratur. Seolah-olah dalam pidato telah bekerja maksimal. Semua perangkat telah disiapkan dan prasyarat hajatan demokrasi telah ada. Dalam kaitannya dengan pemilu dan harapan yang terlalu besar akan demokrasi. yaitu partai yang seluruhnya bekerja membangun kekuatan untuk merebut kekuasaan. tidak bisa diselesaikan lewat hitungan 50 persen + 1. karenanya. sekalipun memang tidak akan mendelegitimasi mereka secara hukum. problem epistemik kita sebagai bangsa amat berbahaya apabila itu yang kita jadikan ukuran untuk melakukan proses pembangunan. Kita menganggap persoalan kebangsaan. yakni oligarki. Golput. Pertama. Komisi ini belakangan bekerja amburadul dibanding pada tahun 2004. atau malah kita akan menghentikan proses transisi ini sebagai titik episetrum untuk kembali melakukan rekonsolidasi ke kutub otoritarianisme. sama menakutkannya negara Orde Baru bagi civil Society di masa Soeharto berkuasa. Demokrasi kita terlalu materialistis. tinggal menunggu detik-detik suksesi itu dimulai.sebagai puncak terakhir untuk menguji "kelayakan" proses transisi demokrasi untuk dievaluasi secara menyeluruh. Itulah lembaga Pemilihan Umum kita yang bernama KPU. sehingga tidak ada satupun partai di Indonesia yang bisa disebut sebagai partai ideologis. pada angka-angka seperti 50 persen 1. sebagai limit agar menegaskan posisi kita untuk melakukan perubahan. bahwa kita akan segera secara perlahan-lahan menuju fase lanjutan siklus. atau Dahl mengatakan demokrasi prosedural (procedural democracy). Partai tidak berpikir untuk bekerja untuk membangun kaderdisasi dan pendidikan politik. 50 persen + 1 adalah cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan problem kebangsaan itu. kebodohan dan kepandiran kita sebagai bangsa bisa diselesaikan dengan angka-angka. kemelaratan. ada beberapa persoalan teknis yang sengaja atau tidak sengaja dilakukan oleh negara/kekuasaan dalam upaya untuk menciptakan demokrasi. Atau kita mengikuti siklus Polybios. Golput atau golongan putih ini akan menjadi momok bagi eksistensi mereka. sebagai tahap ujian untuk menentukkan sikap dalam intaian ancaman.

maka Golput akan mencapai angka dramatis. Kedua. ketika masuk bilik. telah menyimpan sejumlah persoalan bagi demokrasi kita. Bagi masyarakat awam. di Pekalongan dan Solo masing-masing 50 persen.2 persen. DKI Jakarta 36. baik Pilbup. akan sangat banyak yang tidak bisa terlibat dalam pemilu. Pengalaman beberapa fungsionaris PuKAP-Indonesia yang terlibat dalam proses pendidikan politik arus bawah di beberapa daerah di Sulsel. jumlah partai juga banyak. sehingga agak mudah bagi mereka untuk membedakan. Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menjadi wacana hangat belakangan ini. Karena itu. Wonogiri 39. Pilgub Sulsel 33 persen. Letak dasar persoalannya bukan pada surat suara. Kalsel 40 persen. dan yang sangat menyulitkan nanti adalah mencari nama para caleg yang akan dipilih. Di Jatim ada sekitar 43.33 persen. akan berkisar 35-45 persen. yakni (1) Jumlah partai yang banyak dengan warna partai yang sama untuk beberapa gambar. Karenanya. Di Sulsel saja jumlah DPT bermasalah berjumlah 67. (3) Metode Contreng. Ada dua problem besar bagi masyarakat yang tidak berpendidikan apabila melihat surat suara. juga sekaligus betapa demokrasi kita di ambang petaka. Kita lihat angka Golput di beberapa Pilkada. selain kertas suara banyak.05 persen. Sukoharjo 42. juga sekaligus tidak adanya taktik untuk memberi ruang bagi yang tidak terdaftar sebagai pemilih untuk memilih pada tanggal 9 April.sekalipun itu Fatwa yang agak "menyebalkan" dan bukan fatwa teologis. tangan mereka gemetar ketika memegang pulpen. namun lebih pada fatwa politik. tidak bisa dilanjutkan dengan menempatkan rakyat sebagai yang berdaulat. apabila keadaan politik hanya untuk upper class. Pilwalkot. Dari beberapa hasil Pilkada berikut data Golput di masing-masing Pilkada. Sumatera Utara 41 persen. maka Pemilu 2009.69 persen. Tampaknya angka ini adalah merupakan angka yang luar biasa. Sebuah angka yang amat menakutkan bagi proses konsolidasi demokrasi. sedangkan angka golput tertinggi tercatat di Pilwalkot Pontianak yang mencapai 61 persen. Jika pemilu tahun 2004 pemilih hanya memilih partai. Suara Batal.Golput di Pilgub Jateng 45.3 persen. Apalagi hitungan kuantitatif tidak mencapai limit yang tercantum dalam prosedur demokrasi. Pilbup Cirebon 38.088 DPT bermasalah. Kepri 46 persen.639 nama.19 persen. dan jumlah partai yang banyak akan menyulitkan bagi pemilih.07 persen. Diperkirakan mereka yang tidak bisa memilih pada pemilu ini akibat birokrasi negara yang bernama UU Pemilu. Kaltim 42. Jawa Barat 34. sampai Pilgub: .2 persen. Lalu. maka problem demokrasi kita akan tambah rumit. . Jatim 39. dan (2) Di dalam kotak partai itu. ada urutan nama caleg. tetapi kesiapan voters (pemilih) untuk melakukan pencontrengan. Banten 39. menegosiasikan masa depan demokrasi pasca Pemilu 2009. Kalbar 37.28 persen. di mana hitungan kuantitatif itu bisa dilakukan. 22 persen. Jambi 34 persen. Jika kita melihat ukuran kertas suara yang akan dicoblos di bilik suara pada tanggal 9 April nanti. Ini akan berpengaruh secara psikologis ketika mencoblos. Begitu juga mungkin di tempat-tempat lain. Jika demikian. Ketiga. Keputusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan suara terbanyak. Ukuran kertas yang selebar 84 x 63 sentimeter. Bandung 30. Pilbup Pati 50 persen. sungguh ngeri bagi kualitas demokrasi. memilih caleg dan cara mencontreng. Bogor 45 persen. jika engangement masyarakat beserta tetek bengek yang lain bisa mencapai angka di atas 50 persen? Ini impossible untuk melanjutkan agenda transisi demokrasi dengan mengabaikan hak-hak rakyat yang paling asasi. menemukan kesulitan pemilih memilih partai. suara batal dalam Pemilu 2009 ini akan mencapai angka 2025 persen.67 persen. Wajo 32 persen. Sumbar 37 persen.

ARAH. Tentu tema ini mempunyai daya tarik tersendiri. asumsi ini perlu dibuktikan lewat historiografi yang ada selama ini sehingga mempunyai dasar kuat adanya korelasi yang kuat pula bahwa hubungan sipil-militer itu . agar segera menyadari kesalahannya. Sungguh ini akan menjadi malapetaka bagi demokrasi. Selama ini partai politik tidak pernah menjalankan kewajibannya sebagaimana layaknya seorang muslim yang menjalankan kewajiban menjalankan salat lima waktu. Namun. Mungkin saatnya memang mereka harus dihukum. 24 Maret 2009 PARTAI POLITIK PREDATOR MENUJU PEMILU 2009 Oleh: Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 06. Katakanlah Golput 38 persen Suara batal 27 persen dan yang tidak bisa memilih 13 persen. Kecuali partai bekerja dan memulai untuk selanjutnya menjalankan tugas-tugas wajibnya. lebih-lebih pada masa pemerintahan sampai dengan jatuhnya Presiden Soeharto yang merupakan representasi golongan militer. Diperkirakan bahwa kejatuhannya ada kaitannya dengan ketidakserasian hubungan sipil-militer selama ini. serta diminati oleh para pemerhati masalah militer. Mereka telah berkhianat kepada rakyat dalam rantai sejarah yang amat panjang.52 0 komentar Selasa. tema ini banyak ditulis oleh para pakar dalam maupun luar negeri. Historiografi dengan tema itu dapat dikatakan banyak sekali karena tema ini cukup menarik di panggung Sejarah Indonesia.Hitungan 50 persen + 1 tidak mencapai ambang batas. meramalkan demokrasi sebagai suatu harapan di masa yang akan datang adalah tidak masuk akal dengan melihat infrastruktur politik seperti ini. karena apabila dikalikan tidak sampai limitasi demokrasi. Jadi yang sah untuk merepresentasikan suara rakyat hanya 70 persen. 38+23+9=70 persen. Karena itu. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Tindak Kekerasan Dalam Hubungan Sipil Militer HUBUNGAN SIPIL-MILITER: TINJAUAN HISTORIOGRAFIS 1945-1998 POLA. Selain historiografi formal yang merupakan karya para elite birokrat. Sehingga kita tidak mengalami kemunduran yang mengerikan di atas bertabuh harapan akan kemajuan demokrasi kita. Jadi. DAN PERSPEKTIF Oleh: Suhartono PENGANTAR Mempelajari historiografi Hubungan Sipil-Militer di Indonesia dalam kurun waktu 1945-1998 berarti melakukan stock opname tentang karya-karya sejarah militer umumnya dan sejarah hubungan sipil-militer khususnya. Kita berharap ada perubahan mendadak dalam hitungan empat hari ke depan.

Setiap status dimainkan dalam peran ganda atau majemuk. Namun. Sebelumnya historiografi Indonesia baru ada pada taraf yang setingkat dengan negara-negara lain yang belum berkembang karena historiografi moderen yang kritis masih dalam taraf pertumbuhan. Merekalah yang nantinya akan menghasilkan historiografi yang bervariasi dengan sudut pandang yang bervariasi pula. Dengan datangnya para pakar hasil pembelajaran negeri orang maka mereka mulai menapak ke arah historiografi Indonesia. politik. Hubungan sipil-militer yang berlangsung dari dua belah pihak dapat terjadi karena hubungan setingkat atau hirarkis. sedangkan yang dihasilkan para birokrat sipil maupun militer akan menghasilkan historiografi yang memperkuat legitimasi penguasa. histoire recit_. Disharmonisasi hubungan terjadi dan berkembang karena keduanya menjaga jarak dengan memonopoli previlegenya. dll. status dan peran keduanya tidak terpisah. tetapi kemudian berkembang makin kompleks ke disiplin sosial. Historiografi atau historical writing adalah puncak segalanya. Historiografi Indonesia umumnya dan historiografi militer khususnya mengalami perkembangan pesat setelah tahun 1960-an. sejarah sebagaimana yang terjadi. yang berusaha menangkap dan memahami histoire recit_. yaitu sejarah yang dikisahkan. Historiografi yang dihasilkan para pakar akan cenderung pada objektifitas. meneguhkan dinasti dan mempertahankan dasar nilai yang menjadi sandaran ideologis dari kekuasaan. ekonomi. karena yang ditulis itu adalah sejarah. Monopoli ini hanya dinikmati golongan superordinasi. Dengan demikian historiografi macam ini lebih bermakna daripada sekedar penulisan masa lampau yang hanya merupakan antikuariat. dan kekuatan. hubungan semacam ini dapat dikatakan tidak wajar dan tidak imbang sebagaimana akan tampak pada hubungan sipil-militer di Indonesia selama ini. Dalam hal ini dapat juga terjadi perubahan hubungan dari setingkat ke hirarkis yang mengakibatkan subordinasi dan bahkan tereksploitasi. terbentuk secara organis dan alamiah sehingga sebenarnya sulit dipisahkan. Bukan hanya yang mengajar di perguruan tinggi tetapi juga di lembaga kesejarahan pemerintah dan swasta adalah pencipta historiografi. lembaga.signifikan sekali dalam menentukan arah dan perkembangan sosio-politik Indonesia. Jika dibandingkan sipil hanya mempunyai status tunggal sedangkan militer setidak-tidaknya mempunyai tiga status. Hasil pengerjaan sejarah akademik dan kritis ini berusaha mengungkap kebenaran historis dari setiap fakta. Yang menjadi subyek adalah sipil dan militer yang tidak dapat dipisah baik kedudukan dan perannya. Historiografi pada mulanya lebih merupakan ekspresi kultural. Dan menampakkan hasilnya. yaitu status sebagai kelompok. Dalam perjalanan yang sangat panjang setelah proklamasi kemerdekaan sampai sekarang mengalami pergeseran dan perubahan . Pada awal sejarahnya. Historiografi adalah pantulan keprihatinan sosio-kultural masyarakat yang pencipta historiografi. Karena itu terjadi tradisi kesejarahan yang berbeda-beda dari kelompok kultural.

termasuk Peta dan heiho. Dalam setiap ekspedisi mercenarieslah yang diadu dengan sesama pasukan pribumi dari kerajaan lain. Latihan militer dilakukan untuk membentuk kelompok militer dan semi militer. Mereka akhirnya membentuk golongan militer di satu pihak dan kelompok partai politik di pihak lain. keibodan. lebih-lebih nanti secara bersamaan lahir badan atau laskar perjuangan. Akan tetapi setelah mendapat pengaruh kolonial. preparasi ke arah physical training makin intensif sebagai side effect dari keterlibatan penduduk Indonesia dalam Perang Pasifik. Akan tetapi setelah pemerintah mengembangkan profesionalisme maka dilakukan reorganisasi yang mengarah pada militer profesional. Pemuda dan pemudi direkrut dalam seinendan. Selama tiga bulan pertama setelah proklamasi hubungan mereka ekual dan harmonis tetapi setelah itu terjadi kompetisi. Pergeseran dan perubahan itu terjadi secara historis dengan interes masing-masing yang belum dapat dipertemukan. Bela "negara" merupakan tanggung jawab keduanya. Tentu saja kemenangan dipegang oleh militer karena ia . Mereka sama-sama berkewajiban menjaga lestarinya negara RI. dll. barisan pelopor. Kelompok politik yang direpresentasikan dalam partai politik adalah manifestasi masyarakat sipil. fujinkai. Rekrutmennya berasal dari rakyat atau sipil. kerajaan-kerajaan itu membentuk pasukan profesional yang direkrut dari beberapa etnik. Jadi. ada kesamaan tanggung jawab baik untuk masyarakat biasa maupun yang sudah dilatih sebagai militer. Sejak itu sebenarnya militer mulai mengembangkan jati diri sebagai military group yang terpisah dengan societal group. Kedua golongan besar sipil dan militer ini saling berkompetisi. Kedudukan para mercenaries ditingkatkan menjadi pasukan organis pemerintah.hubungan karena faktor internal maupun eksternal. Pada waktu Pendudukan Militer Jepang. Sejak berdirinya partai-partai politik beberapa bulan setelah proklamasi lahir juga organisasi massa sebagai onderbouwnya partai politik berupa badan perjuangan yang berafiliasi pada organisasi induk masing-masing. RI sebagai negara perlu menjaga keamanan yang kemudian dibentuk BKR. Di sini sebenarnya ada keseimbangan antara badan perjuangan dengan BKR atau TKR. Perlu dikemukakan terminologi masing-masing pihak serta dalam hubungan mana keduanya terjalin sehingga dapat diketahui fluktuasi hubungan keduanya. Namun dalam hubungan kenegaraan keduanya seharusnya seimbang tetapi dalam kenyataannya hubungan ini makin renggang dan bahkan vis-_-vis. Di dalam masyarakat kerajaan pada tingkat awal prajurit adalah rakyat atau masyarakat sipil yang bersenjata. yaitu Koninklijk Nederlandsch-Indicsh Leger (KNIL). sedangkan yang terseleksi harus mundur menjadi sipil. Jelas kiranya bahwa mereka adalah rakyat atau warga sipil yang tentunya memiliki full consciousness pula sebagai warga negara untuk mempertahankan eksistensi RI dari rongrongan musuh. sebagai kekuatan pembela tanah air waktu itu. Setelah proklamasi. Bahkan pemerintah Belanda pun memanfaatkan model ini yang digunakan sebagai mercenaries atau pembantu prajurit pribumi.

sebab kedudukan sipil sering dilupakan dan tidak diperhitungkan meski kedudukannya sebagai penyangga militer. Jejak Nasution diikuti oleh Nugroho Notosusanto. dan perspektifnya sehingga ditemukan ciri-ciri khas setiap periode. POLA.H. 1962.H. Embrio hubungan sipil-militer digambarkan oleh Sihombing. heiho sangat akrab dengan penduduk sipil. arah. Bandung Angkasa. 1945-1949 Periode ini merupakan awal hubungan sipil-militer setelah proklamasi. Jakarta: Pembimbing. yaitu senjata dan amunisi jelas dengan mudah menguasai sipil yang bukan tandingannya dan lagi tak bersenjata. Pemberontakan Peta di Blitar.O'G. Melihat perkembangan hubungan sipil-militer sampai kini perlu difahami historiografi dengan pola. Jakarta: Gramedia. Mereka direkrut dari pemuda dan dilatih serta kembali ke daerah asal masing-masing dan membaur dengan sesama rakyat pada zaman Pendudukan Militer Jepang. Benar-benar militer berasal dari rakyat (Sihombing. Benda The Crescent and the Rising Sun. Sebenarnya hubungannya sudah berlaku sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda dan zaman Pendudukan Militer Jepang. B. Disertasi. 1978) yang juga diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Dari awal perlu dikorek karya A.J. Indonesian Islam under the Japanese Occupation. Nasution. Perangkat lunak dari birokrasi sampai perangkat keras. 1945-1946. Pemuda Indonesia menantang Fasisme Jepang.R. Ego-sentrismenya memang tinggi dengan pusat perhatian pada peran kelompok militer saja sebagaimana terlihat dalam karya besarnya (A. Kepala Pusat Sejarah ABRI. 1958). The Pemuda Revolution: Indonesian Politics. Jakarta: Sinar Jaya. Pembagian periode lebih cocok mengikuti pergantian sistem pemerintahan yang berlaku di republik ini. Anderson. anggota masyarakat umumnya. 1982-1989). 1967.dilengkapi berbagai perangkat untuk menaklukkan musuh. Hubungan mereka masih sangat murni meski untuk kepentingan penguasa Jepang. yang juga tidak jauh berbeda dengan karya-militernya (Nugroho Notosusanto. Jakarta: Haji Masagung. Meski demikian banyak karyanya tetapi pertautan dengan sipil toh juga tidak pernah dibahas secara memadai. PERKEMBANGAN. 1955. Memenuhi Panggilan Tugas. Sekitar Perang Kemerdekaan. Tentara Nasional Indonesia. 1977-1979. Demikian pula arah dan gejalanya juga akan tampak dalam setiap historiografi itu. Seorang militer-intelektual yang belum tampak penggantinya banyak mengemukakan peran militer di panggung Sejarah Indonesia sejak awal proklamasi sampai Orba. Ia . 1942-1945. meski di sela-sela atau dalam masa pemerintahan itu terdapat interupsi-interupsi sistem pemerintahan. The Hague: van Hoeve. Nasution. Untuk dapat melihat hubungan sipil-militer harus dilakukan seperti mengail ikan. "Bapak Sejarah Militer" Indonesia yang menghasilkan banyak historiografi yang berjilid-jilid. Ini dilakukan berdasarkan historiografi yang ada sampai kini dengan pola-pola kuat setiap periode. Anggota peta. H. Ia menjelaskan bahwa rekrutmen militer dan semi militer diambil dari para pemuda. DAN KECENDERUNGAN PERIODE AKSI.

Ia tidak dapat mengingkari dirinya karena ia juga anak rakyat. Sebenarnya ia adalah seorang sastrawan yang dengan bahasa yang cair menceritakan perjuangannya dan perjuangan militer umumnya. Tidak diragukan lagi bahwa TNI memang berprestasi besar dalam mempertahankan RI dari intervensi asing maupun infiltrasi domestik. Defence and Security. Jakarta: Dephankam Pusjarah ABRI. dan juga perannya dalam menumpas Pemberontakan PKI/Madiun (1948). Hubungan Sipil-Militer dan Dwifungsi ABRI. 20. Kalau dari sini dijadikan starting pointnya maka sudah sewajarnya jika militer ada di jajaran paling depan dalam menghadapi semua rongrongan. Belanda dalam Perang Kemerdekaan I dan II. Meski benar apa yang dilakukan militer tetapi tidak tepat karena sipil mulai ditinggalkan dan bahkan tidak dipercaya. Sebagai penanggung jawab dan sebagai Kepala Pusat Sejarah ABRI. March 1981). Si anak rakyat ini sudah mulai dewasa tetapi malahan makin menjauh dari ibu kandungnya. Dari sini militer mulai menuntut jasa dan mulai menapak bagaimana kedudukan yang proporsional menurut kamus militer. The Coup Attemp of the September ini Indonesia. "Civil-Military Relation in the Third World: Introductory Taxonomy" Prisma. tetap si "anak kembar" ini mulai memisahkan diri pada masa kedewasaannya. Namun. 1991). Konfidensi kelompok atau golongan makin membesar seperti yang dilukiskan Alfian (Alfian. ia menulis tentang Pemberontakan G 30 S PKI (Nugroho Notosusanto. 1978) dan Taufik Abdullah (Taufik Abdullah. Ia juga membahas secara konsepsional Dwifungsi ABRI sebagai wacana legitimasi fungsi rangkap ABRI (Nugroho Notosusanto.sebenarnya berdiri pada dua kaki karena ia juga seorang dosen Ilmu Sejarah Universitas Indonesia. karena medan joang ada di tengah masyarakat. Militer masa ini masih mengakui sebagai anak rakyat dan sehubungan prestasinya itu ia mulai menapak dan mengokohkan statusnya sebagai pembela negara dan pengawal keamanan. Untuk itu di masa kemudian fungsi rangkap dalam masyarakat dan pertahanan ini harus diformulasikan. Dari judulnya dapat diketahui bahwa pejuang dan prajurit berasal dari "satu bumi". Pejuang dan Prajurit: Konsepsi dan Implementasi Dwifungsi ABRI. 1970). Karir militernya makin menonjol semasa revolusi Fisik yang menghadapi Sekutu. Jakarta: Dept. Hal ini juga disebabkan oleh Kabinet Syahrir yang tidak percaya pada . Konsekuensi sebagai pejuang-militer dituangkan dan pelestarian Dwifungsi ABRI (Nugroho Notosusanto. Jakarta: Sinar Harapan. Kiranya sulit militer berjuang sendirian. Dalam periode 1945-1949 historiografi sipil-militer lebih banyak ditandai oleh Ekafungsi yang taat azas untuk berjuang bersama sipil-militer. meski kemudian akan menjauh dari kandungan rakyat sipil. Hubungan sipil-militer makin renggang sebab militer menuju jati dirinya sendiri. Namun waktu itu masyarakat dengan jelas memback up militer. Jakarta: Leknas. 1974). Hubungan Sipil-Militer. pada akhir periode ini militer mulai menempatkan diri pada posisi berkompetisi dengan sipil yang diwakili partai-partai politik. meski juga tidak salah karena fenomena sejarah memang membenarkan.

Lev. Di satu pihak sipil membuat divisi-divisi dalam militer dan menentang usaha-usaha militer membentuk standar profesional. N. Kualalumpur: Oxford University Press. 1967). Ithaca: Cornell University Press. Mengenai hal ini Pauker menyoroti meningkatnya peran militer (Guy Pauker. Kedudukan militer di negara baru yang beranjak makin mencari pijakan yang lebih kuat menjadi perhatian Lev (D. Rupanya pemerintah tidak tanggap terhadap keinginan militer yang ditandai keengganan parlemen untuk tidak dapat menerima standar profesional militer maka muncullah Peristiwa 17 Oktober 1952 sebagai tanda kekesalan militer. dengan aksi gerilya militer setelah serangan ke ibukota Yogyakarta (19 Desember 1948). The Role of the Military in Underdeveloped Countries. Hubungan sipil-militer makin renggang dan tidak stabil. Presiden Sukarno tidak berdaya menghadapi permainan parlemen dan Konstituante yang dibentuk (1955) dan gagal menyusun konstitusi baru serta menyelesaikan kemelut politik.). Karya Nasution di atas masih relevan untuk memperkuat posisi TNI sebagai pengawal keamanan. Garrison and Governments: Politics and the Military in the New States. Lewat TNI gerakan-gerakan itu dipadamkan. 1967). Johnson (ed. Princeton University Press.). Inilah benih awal saling ketidakpercayaan antara elit sipil dan militer. Selanjutnya Lev terus mengamati perubahan politik dari Demokrasi Liberal ke Terpimpin yang dalam banyak hal karena reposisi militer dalam menangkap masa depan (D. McWilliams (ed. PERIODE AKOMODASI. Sebaliknya. 1945-1967. 1957-1958. Akhirnya.Lev. memberi keyakinan pada militer bahwa mereka telah memenangkan "revolusi" atau "pemegang saham revolusi". "The Political Role of the Army" dalam Wilson C. The Transition to Guided Democracy: Indonesian Politics. Kedudukan militer dikembalikan ke masa awal proklamasi dalam hubungan seimbang karena diberlakukannya UUDS 1950 yang menempatkan sipil di atas militer atau dengan kata lain militer ada di bawah sipil sebagai manifestasi demokrasi liberal Barat. bahkan reputasinya dapat dibanggakan dalam menumpas PRRI/PERMESTA (1957/1958). KSAD Jenderal Nasution mengusulkan untuk kembali ke UUD 1945 dan diterima oleh Presiden Sukarno dengan memberlakukan Demokrasi Terpimpin. "Road to power" sebagaimana ditulis Sundhaussen mulai dilakukan (Ulf Sundhaussen. 1949-1959 Periode ini RI diguncang oleh gangguan gerakan separatisme dan di sana-sini timbul gerakan lokal. Road to Power: Indonesian Military Politics. Princeton. Setelah penyerahan kedaulatan dari RIS ke Negara Kesatuan RI peran politik militer dibatasi. 1966).J. Sebagaimana kelaziman di negara yang sedang berkembang militer mulai memposisikan dirinya dalam pemerintahan. selain berhasil menyelesaikan problem ."perwira bayaran" dan "perwira fasis". sedang militer sebenarnya mendukung upaya pembangunan demokrasi parlementer yang pada waktu yang bersamaan akan terbentuk profesionalisme militer yang otomatis terpisah dari aktifitas politik kepartaian. "The Role of the Military in Indonesia" dalam J. Ini menjadi bukti bahwa militer sebagai penyelamat negara. 1962). San Fransisco: Chandler.

juga "Reexamining the Role of the Idonesian Army: Historical Reflections and Future Perspectives". PERIODE DOMINASI. Dephankam mengeluarkan "surat perintah" Dwifungsi untuk jajaran militer yang juga harus dimengerti sipil (Dephankam. 1981). Crouch. 1962. dll. Prisma. 1988). Demikian pula Rusli Karim menyatakan bahwa politiklah yang menjadi panglima untuk mendominasi pemerintahan (M. Rusli Karim. Subiyakto. Dari kalangan militer sendiri muncul banyak tulisan sebagai penguatan Dwifungsi. Di sini pula militer mengatur pemantapan pelaksanaan dan mengatur siasat Dwifungsi dan ia dilegitimasikan baik konseptual maupun aplikasinya. "Indonesia" dalam Ahmad Zakaria dan H. 12 Desember 1981). militer makin "melek politik" karena diperkirakan bahwa dalam masa mendatang untuk massa aman politik akan lebih dominan. Crouch mengamati ambisi militer di bidang politik makin tampak (H. Dwifungsi ABRI: Peran ABRI sebagai Kekuatan Sosial Politik. yang termasuk kelompok elite militer. Namun. Prisma 20 Maret 1981). Laporan dari Banaran. sebab tanpa menelusuri politik masa depan eksistensi militer menjadi kurang dominan. Anjakan ke Demokrasi Terpimpin. Simatupang. Nasution juga tak kalah terampilnya untuk memperkuat Dwifungsi ABRI yang selalu relevan dengan setiap situasi (A. 1985). Ithaca: Cornell University Press. Counteraction dari militer (AD) berlangsung cepat dan berhasil menyelamatkan negara dari ancaman komunisme. 1974). Runtuhnya ekonomi menjadi umpan makin besarnya pengaruh PKI sehingga terjadi Pemberontakan G 30 S/PKI. Subiyono. aktor intelektualis mengingatkan bahwa peran mendatang ditentukan juga peran masa lalu (T. Jakarta: Idayu. Peranan ABRI dalam Politik.H. Yang sangat menarik mengenai ketahanan Dwifungsi dalam era perubahan. Preparasi dilakukan untuk menyongsong demokrasi yang mereka dukung meski pelaksanaannya lain dan bahkan sebaliknya. Crouch menambahkan diperlukannya berbagai aspek yang mendukung hubungan sipil-militer (H. Hubungan Sipil-Militer dan Dwifungsi ABRI: Suatu Pembahasan Konsepsionil. The Army and Politics in Indonesia.B. Masa depan tetap merupakan conditio sine qua non bagi militer.). "Bapak Militer Indonesia". "Dwifungsi ABRI". Crouch (eds. 1959-1965 Demokrasi terpimpin gagal menjalankan fungsinya karena lebih mengedepankan keterpimpinan daripada demokrasi yang lebih menunjukkan eksperimen sipil-otoritarian. Military-Civilian Relations in Southeast-Asia.Crouch. Nugroho Notosusanto mengawali Dwifungsi dalam kaitannya dengan hubungan sipil-militer (Nugroho Notosusanto. Sajidiman Surjohadiprojo. Djatikusumo. 1993). Nasution. Singapore: Oxford University Press. seperti Hasnan Habibi.regionalisme dan fundamentalisme. Selanjutnya Presiden Sukarno tidak merengkuh partai oposan (termasuk Masyumi dan PSI) malahan merangkul PKI sebagai pengimbang militer. Jakarta: Dephankam.Simatupang. adalah apakah Dwifungsi akan dijadikan "harga mati" atau fleksibel terhadap perubahan Belveer Singh memberi jalan ke luar . Jakarta: Dephankam.

tetapi sekarang memberlakukan Dwifungsi yang berarti mengefektifkan militer sebagai alat pertahanan dan keamanan serta kekuatan sosial politik. Babak baru telah dilakukan oleh militer di panggung politik Indonesia yang diberi istilah oleh Najib Azca "dari dominasi ke hegemoni" (M. Hegemoni Tentara. Kepemimpinan ABRI tetap menjadi teladan generasi militer baru (Djoko Subroto. 1966). Jalan menuju kekuasaan yang telah dirintis makin dimantapkan dengan keberhasilan militer yang merasa self stadig ada di luar pemerintahan seperti yang dibuktikan Jenderal Sudirman dalam bergerilya sampai di pelosok pedesaan Jawa Timur selama enam bulan. Vatikiotis. 1994). London: Routledge. periode ini memiliki pola pemantapan dwinfungsi sebagai conditio sine qua non kehidupan ABRI di masa depan jika tidak ingin kena supremasi sipil. Sajidiman Surjohadiprodjo menengarai kepemimpinan ABRI yang sangat lekat dengan perjuangannya (Sajidiman Suryohasdiprodjo. Najib Azca. menyatakan bahwa AD menjalankannya tanpa mendominasi goplongan lain. Kepemimpinan ABRI dalam Sejarah dan Perjuangannya. 1998). Hal ini segera dapat ditunjukkan dengan banyaknya jabatan sipil yang diganti oleh militer secara top down. Indonesia Politics under Suharto. A. Jadi. Di sini secara sistematis mengikat militer dalam posisi yang harus mendukung namun tanpa memberi input yang memadai dalam pengambilan keputusan. TNI makin percaya diri untuk mandiri dengan bukti empirik sebagai domain aktor. 1965 . Vatikiotis menyoroti pemerintahan Suharto yang melakukan pembangunan di bawah tekanan (Michael R. Visi ABRI Menatap Masa Depan. Lebih-lebih setelah TNI AD berhasil menumpas Pemberontakan G 30 S/ PKI. Djoko Subroto menatap masas depan ABRI dengan optimis sambil berbenah diri dalam menghadapi perubahan situasi.J. dan Roekmini Koesoemo Astoeti menggarisbawahi Dwifungsi ABRI yang tetap memegang peran penting dalam kehidupan politik Indonesia (Soebijono. Sampai sekarang militer tetap mendukung keberlanjutan kekuasaan pemerintahan Orde Baru. Hidayat Mukmin. 1996). Selanjutnya perbaikan ekonomi menempati prioritas utama yang memerlukan waktu 25 tahun di atas persoalan politik.S. Jakarta.S. Dwifungsi ABRI. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Dwifungsi makin memberi peluang militer untuk menjadi kekuatan dominan dalam masyarakat. Yogyakarta: LKIS. Tambunan.1998 Krisis ekonomi yang diikuti krisis politik mempercepat pergantian kekuasaan dari Presiden Sukarno ke Suharto. et. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Memang benar bahwa Dwifungsi bukan hanya faktor pertahanan dan keamanan saja yang diemban tetapi juga faktor sosial dan politik. dari presiden sampai petite bureaucrat di pedesaan. Demikian pula Soebijono. Penuturan Jenkins membuktikan betapa kuatnya pemerintahan militer Suharto yang dikelilingi para jenderalnya (David Jenkins.dengan alternatif meski akhirnya tetap berpendapat bahwa Dwifungsi akan tetap relevan serta fungsional untuk jangka waktu yang lama (Belveer Singh. Jakarta: Gramedia. 1997). ia makin ada di atas angin untuk merealisasikan Dwifungsi. Dwifungsi ABRI. PERIODE HEGEMONI. Konsep "Jalan Tengah" (1958). Suharto and his . 1998).al.

Sjafri Sairin. yaitu rezim otoriter-birokratik (Mochtar Mas'oed. Karena penetrasi militer dalam lembaga-lembaga sipil dapat dikatakan mirip created warlords yang mengisi hampir semua jabatan strategis dalam pemerintahan Orde Baru. camat. Karya Sarjana S1 Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta: Kanisius. Hegemoni ABRI tampaknya sudah berlangsung lama dan melembaga yang oleh Budi Susanto dikatakan membudaya (Budi Susanto SJ dan A. Selanjutnya Mochtar Mas'oed menambahkan bahwa bukan hanya masalah politik. tetapi ekonomi Orde Baru memberi peluang besar pada monopoli dan kapitalisme pada kelompok militer. Meski tujuan utamanya adalah sebagai hiburan masyarakat tetapi sebenarnya merupakan representasi hegemoni militer. Militer dan Politik di Indonesia. Keunggulan militer terhadap sipil direproduksi sebagai upaya pembenaran sejarah di satu pihak dan peminggiran sipil di pihak lain. "Konstruksi Relasi Sipil Militer dalam Sinema Indonesia. Made Tony Supriatma. Ekonomi dan Struktur Politik. yaitu nilai-nilai manusia dan kemanusiaan (A. dan Alwi Dahlan (eds). 1984: Harold Crouch. dan krisis (John Bresnan. New York: Columbia University Press. Disadari oleh Hasnan Habib bahwa pembangunan nasional adalah pembangunan manusia. Format yang demikian jelas tidak demokratis dalam arti tidak memberi kesempatan bagi perkembangan posisi sipil dalam pemerintahan. Militer dan Golkar. . 1995). tetapi sebagaimana dalam aplikasi Dwifungsi ABRI maka kolusi dengan Golkar untuk memenangkan dalam kompetisi dengan sipil harus didukung sepenuhnya. Robison. "Pengembangan Kepemimpinan Masa Depan" dalam Sofian Effendi. 1987). malapetaka. Budi Irawanto. ABRI: Siasat Kebudayaan. Jakarta: LP3ES. Indonesia: The Rise of Capital. UGM. 1945 . Meski dominasi militer sendiri sudah kuat. Menurutnya.1971. Skripsi S1. Jadi.Generals: Indonesian Military Politics 1975 . 1989). 1993). Bresnan menangkap bahwa pembangunan ekonomi Indonesia ternyata juga tidak luput dari insiden. Jakarta: Sinar Harapan. Hasnan Habib. "Janur Kuning". 1995).1983. sekjen. Kajian Simiotik tentang Representasi Relasi Sipil-Militer dalam Film "Enam Jam di Yogya". dan "Serangan Fajar". . Presiden. Ithaca: Cornell University. dan "Serangan Fajar". Dominasi militer ditunjukkan oleh banyaknya jabatan pemerintahan yang dipegang militer. North Sydney: Allen & Unwin. Akumulasi kapital ada pada kelompok bisnis militer (R. "Janur Kuning". tiga buah film itu merupakan historiografi Orba yang melegitimasikan patriotisme kelompok militer. 1996). Jakarta: Sinar Harapan. dirjen. Leo Suryadinata memperkuat asumsi kolusi militer dan Golkar (Leo Suryadinata. Orde Baru 1966 . gubernur. mengulas supremasi militer atas masyarakat sipil sebagaimana terdapat dalam Fil "Enam Jam di Yogya". menteri-menteri. bupati. Karena itu terdapat hubungan asimitris dan determinatif sebagai corak pretorianisme. 1993). Managing Indonesia. watak otoritarian dan totalitarian dari rezim Orde Baru bakal menghadapi tantangan yang tidak sederhana dalam waktu tiga tahun setelah skripsi ini diujikan (Budi Irwantono.1995.

Hal ini menjadi bahan diskusi yang dibukukan oleh Th. Itulah sebabnya Syamsuddin Haris dan Riza Sihbudi menegaskan bahwa diperlukan telaah terhadap penyimpangan Orde Baru (Syamsuddin Harris dan Riza Sihbudi (eds. Leonards: Allen & Unwin. Masyarakat sipil menanti lahirnya demokrasi baru Indonesia. Ini semua sudah semestinya dipakai sebagai bekal oleh Orde Reformasi agar pengalaman pahit yang menyebabkan hubungan sipil-militer yang tidak harmonis tidak terulang lagi. 1997). 1990). bukan hanya ABRI. A Nation in Waiting. Jakarta. pemerintahan otoriter. Dari para elite militer sebagian berpendapat bahwa mereduksi peran ABRI yang berarti meningkatkan peran sipil di atasnya adalah anutan di negara liberal Barat. Dominasi militer di wilayah sipil yang ditunjukkan dalam tindakan koersif bertentangan dengan pemulihan hak asasi dan proses demokratisasi. et al (eds). antara lain Rudini. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Mereduksi implementasi Dwifungsi ABRI di satu pihak berarti menciptakan masyarakat madan (civil society) yang aman tanpa tekanan (Arief Budiman (ed. namun antara lain Rudini. Sumartana. kekerasan. dalam Selamat Ginting. Sumartana (Th. Strategi dan Agenda Reformasi. Monash Papers on Southeast Asia. Gelombang pasang dari masyarakat sipil makin keras sejalan dengan tuntutan demokrasi maka di masyarakat timbul resistensi terhadap pemerintah yang otoriter. Menelaah Kembali Format Orde Baru. tidak akan langgeng (AS Hikam. masyarakat madani yang menjadi tujuan masyarakat sipil didiskusikan. ABRI seharusnya mengarah pada proses demokrasi dan bersikap transparan sebagaimana harapan rakyat (Rudini. (eds). Prisma. State and Civil Society in Indonesia. demokrasi. Menuju Masyarakat Mada. 1998). 1992. CATATAN KESIMPULAN .). 1994). dan militeristis yang mengakibatkan pelanggaran hak sipil. Melihat keadaan akhir-akhir ini Adam Schwarz menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia melaksanakan proses demokratisasi dan sipilisasi (Adam Schwarz. 1999). 1990). Periode 1965 . St. No. Jakarta: Gramedia. 22. Strategi Kebudayaan. ABRI dan Kekerasan.). 1993). Sistem politik yang ditekankan dari atas (imposed form above) dan cenderung mengasingkan (alenating) rakyat. Sejalan dengan arus reformasi masyarakat sipil menggugat kekerasan yang dilakukan ABRI. Selanjutnya. Bandung: Mizan. Hikam menguatkan bahwa rakyat mempunyai akses. et al. Yogyakarta: P3PK. Akses Rakyat". Ada yang menuntut bahwa sudah saatnya ABRI secara bertahap menarik personilnya dari jabatan sipil dan DPR dan ada yang masih mempertahankan status quo. lingkungan dan sejenisnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. yang rasional dan tanggap terhadap perkembangan zaman.1998 berfokus pada aplikasi Dwifungsi yang melebihi porsi sehingga terjadi sentralisasi kekuasaan. 6. ABRI dan Demokratisasi. di Yogyakarta yang menghasilkan buku yang telah disunting oleh Loekman (Loekman Soetrisno et al. 1995).Membangun Martabat Manusia. Masyarakat yang cenderung ekstrim menuntut bahwa ABRI harus back to barracks. Soerjanto Poespowardojo. "Tantangan Dwifungsi ABRI".

Dalam periode 1945 1949 berlangsung hubungan ekual dan beranjak berubah. Kompetisi sipil dan militer mulai tampak dalam panggung politik Indonesia. ABRI sudah semestinya tanggap terhadap perubahan ke arah masyarakat madani yang sesuai dengan jiwa zaman yang dengan sendirinya mengurangi campur tangannya secara gradual terhadap hak-hak sipil. Dengan berbagai argumentasi ABRI membenarkan Dwifungsi beserta implikasinya yang mengakibatkan pelanggaran hak sipil. aman. 1949 . Reformasi terus bergulir untuk menghapus faktor dominan ABRI agar memulihkan hak sipil dan ABRI kembali pada posisi pertahanan dan keamanan minus sosial politik. Kecenderungan historiografi dapat dilihat dari hubungan sipil-militer yang mula-mula seimbang tetapi dalam perjalanan sejarahnya menjadi berat sebelah pada posisi militer yang dominan. timbul resistensi yang diperkuat dengan keberhasilan gerakan reformasi menjatuhkan Orde Baru pemerintahan Presiden Suharto pada tanggal 21 Mei 1998. Masyarakat sipil perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna menyongsong masyarakat demokratis.1998 akhirnya dapat ditarik beberapa kesimpulan. Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik. Hubungan sipil-militer perlu difahami bersama dan saling mengerti posisi masing-masing merupakan prasyarat utama terciptanya negara demokratis.1998 merupakan periode militer-otoritarian yang menciptakan warldordism guna melakukan total control terhadap sipil meski akhirnya membawa lengsernya pemerintahan Suharto. Pada periode berikutnya. Oleh karena itu. ----.Menelusuri hubungan sipil-militer selama kurun waktu 1945 . * Makalah disampaikan dalam Seminar Nasional "Mencari Format Baru Hubungan Sipil-Militer di Indonesia" yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Politik. Pola historiografi sipil-militer memiliki fokus sesuai dengan tekanan dan jiwa zaman yang berlaku waktu itu. 1. Realisasinya sedang ditunggu oleh masyarakat. Dengan kata lain proses demokratisasi untuk menciptakan masyarakat madani terhalang.End of forwarded message from John A MacDougall ----- . adil. 2. tanggal 24-25 Mei 1999. dan sejahtera.1959. Tentunya pelaksanaan sangat fleksibel.1965 TNI mengkongkretkan legitimasi Dwifungsi. TNI mulai mencari jalan untuk melegitimasi prestasi di bidang pertahanan dan keamanan. Fenomena historis menguatkan posisi TNI untuk mendominasi sipil. 3. Periode 1959 . Periode 1965 . Universitas Indonesia. yaitu secara gradual dan melihat situasi dan kondisi yang kondusif terhadap perubahan yang diinginkan bersama agar tercipta masyarakat madani.

. bangsa. Latar belakang lahirnya Orde Baru : 1. Keadaan politik dan keamanan negara menjadi kacau karena peristiwa Gerakan 30 September 1965 ditambah adanya konflik di angkatan darat yang sudah berlangsung lama. Sebagai masa yang menandai sebuah masa baru setelah pemberontakan PKI tahun 1965. Keadaan perekonomian semakin memburuk dimana inflasi mencapai 600% sedangkan upaya pemerintah melakukan devaluasi rupiah dan kenaikan harga bahan bakar menyebabkan timbulnya keresahan masyarakat. Upaya reshuffle kabinet Dwikora pada 21 Februari 1966 dan Pembentukan Kabinet Seratus Menteri tidak juga memuaskan rakyat sebab rakyat menganggap di kabinet tersebut duduk tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965.Menyusun kembali kekuatan bangsa untuk menumbuhkan stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan bangsa. Kesatuan aksi (KAMI.Mengoreksi total penyimpangan yang dilakukan pada masa Orde Lama. 2. LATAR BELAKANG LAHIRNYA ORDE BARU Orde baru merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk memisahkan antara kekuasaan masa Sukarno(Orde Lama) dengan masa Suharto. Wibawa dan kekuasaan presiden Sukarno semakin menurun setelah upaya untuk mengadili tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 tidak berhasil dilakukan meskipun telah dibentuk Mahkamah Militer Luar Biasa(Mahmilub). Kesatuan Aksi “Front Pancasila” pada 10 Januari 1966 di depan gedung DPR-GR mengajukan tuntutan”TRITURA”(Tri Tuntutan Rakyat) yang berisi : 1) Pembubaran PKI berserta Organisasi Massanya 2) Pembersihan Kabinet Dwikora 3) Penurunan Harga-harga barang. Terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965.Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. 7. 5. 4.dsb) yang ada di masyarakat bergabung membentuk Kesatuan Aksi berupa “Front Pancasila” yang selanjutnya lebih dikenal dengan “Angkatan 66” untuk menghacurkan tokoh yang terlibat dalam Gerakan 30 September 1965. 9. dan negara Indonesia.KASI. . Maka Presiden mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret 1966 (SUPERSEMAR) yang ditujukan bagi Letjen Suharto guna mengambil langkah yang dianggap perlu untuk mengatasi keadaan negara yang semakin kacau dan sulit dikendalikan.KAPI. .Penataan kembali seluruh aspek kehidupan rakyat. Rakyat melakukan demonstrasi menuntut agar PKI berserta Organisasi Masanya dibubarkan serta tokoh-tokohnya diadili. Upaya menuju pemerintahan Orde Baru : .KAPPI. 3. 6. Sidang Paripurna kabinet dalam rangka mencari solusi dari masalah yang sedang bergejolak tak juga berhasil. Reaksi keras dan meluas dari masyarakat yang mengutuk peristiwa pembunuhan besar-besaran yang dilakukan oleh PKI. Orde baru lahir sebagai upaya untuk : . 8.I.

PENATAAN POLITIK DALAM NEGERI . *12 Maret 1967 Jendral Suharto dilantik sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia. *Dikeluarkannya Supersemar berdampak semakin besarnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah karena Suharto berhasil memulihkan keamanan dan membubarkan PKI. KEHIDUPAN POLITIK MASA ORDE BARU Upaya untuk melaksanakan Orde Baru : Melakukan pembaharuan menuju perubahan seluruh tatanan kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. Melaksanakan Pemilu secara teratur serta penataan pada lembaga-lembaga negara. MPRS menyelenggarakan sidang istimewa untuk mengukuhkan pengunduran diri Presiden Sukarno dan mengangkat Suharto sebagai pejabat Presiden RI. Legislatif) tetapi itupun tidak diperhatikan/diabaikan. Pelaksanaan Orde Baru : ---Awalnya kehidupan demokrasi di Indonesia menunjukkan kemajuan. II. *Pada Sidang Umum bulan Maret 1968 MPRS mengangkat Jendral Suharto sebagai Presiden Republik Indonesia. kehidupan demokrasi di Indonesia tidak berbeda dengan masa Demokrasi Terpimpin. Menyusun kembali kekuatan bangsa menuju stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan menuju masyarakat adil dan makmur. Hal ini disebabkan karena saat itu Soekarno masih berkuasa sebagai presiden sementara Soeharto menjadi pelaksana pemerintahan.*Setelah dikelurkan Supersemar maka mulailah dilakukan penataan pada kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.Yudikatif. XXXIII/1967 MPRS mencabut kekuasaan pemerintahan negara dan menarik kembali mandat MPRS dari Presiden Sukarno . Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Orde Lama dan dimulainya kekuasaan Orde Baru. *Pada tanggal 23 Februari 1967. ---Perkembangannya. Penataan dilakukan di dalam lingkungan lembaga tertinggi negara dan pemerintahan. *Konflik Dualisme inilah yang membawa Suharto mencapai puncak kekuasaannya karena akhirnya Sukarno mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Suharto. Dengan Tap MPRS No. *Munculnya konflik dualisme kepemimpinan nasional di Indonesia. Langkah yang diambil pemerintah untuk penataan kehidupan Politik : A. ---Untuk menjalankan Demokrasi Pancasila maka Indonesia memutuskan untuk menganut sistem pemerintahan berdasarkan Trias Politika(dimana terdapat tiga pemisahan kekuasaan di pemerintahan yaitu Eksekutif. Menetapkan Demokrasi Pancasila guna melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

Penyederhanaan dan Pengelompokan Partai Politik Setelah pemilu 1971 maka dilakukan penyederhanakan jumlah partai tetapi bukan berarti menghapuskan partai tertentu sehingga dilakukan penggabungan (fusi) sejumlah partai. Melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif untuk kepentingan nasional. Program Kabinet AMPERA yang disebut Catur Karya Kabinet AMPERA adalah sebagai berikut. 2. 2. Sehingga pelaksanaannya kepartaian tidak lagi didasarkan pada ideologi tetapi atas persamaan program. yang meliputi : _-_Penciptaan stabilitas politik dan ekonomi _-_Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Pembangunan Lima Tahun Tahap pertama _-_Pelaksanaan Pemilihan Umum _-_Pengikisan habis sisa-sisa Gerakan 3o September _-_Pembersihan aparatur negara di pusat pemerintahan dan daerah dari pengaruh PKI. Partai . merupakan fusi dari PNI. PSII. 1.. Partai Katolik. Pembubaran PKI dan Organisasi masanya Suharto sebagai pengemban Supersemar guna menjamin keamanan. Memperbaiki kehidupan rakyat terutama di bidang sandang dan pangan. dan Partai Islam Perti yang dilakukan pada tanggal 5 Januari 1973 (kelompok partai politik Islam) . IX Tahun 1966. ketenangan.1. + Pada tanggal 8 Maret 1966 dilakukan pengamanan 15 orang menteri yang dianggap terlibat Gerakan 30 September 1965. Melaksanakan pemilihan Umum dalam batas waktu yakni 5 Juli 1968. + Dikeluarkan pula keputusan yang menyatakan bahwa PKI sebagai organisasi terlarang di Indonesia. serta kestabilan jalannya pemerintahan maka melakukan : + Pembubaran PKI pada tanggal 12 Maret 1966 yang diperkuat dengan dikukuhkannya Ketetapan MPRS No. 4. Penggabungan tersebut menghasilkan tiga kekuatan sosial-politik. 3. 3. yaitu : .Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan fusi dari NU. Hal ini disebabkan muncul keraguan bahwa mereka tidak hendak membantu presiden untuk memulihkan keamanan dan ketertiban. Parmusi.Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Melanjutkan perjuangan anti imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya. Pembentukan Kabinet Pembangunan Kabinet awal pada masa peralihan kekuasaan (28 Juli 1966) adalah Kabinet AMPERA dengan tugas yang dikenal dengan nama Dwi Darma Kabinet Ampera yaitu untuk menciptakan stabilitas politik dan ekonomi sebagai persyaratan untuk melaksanakan pembangunan nasional. Selanjutnya setelah sidang MPRS tahun 1968 menetapkan Suharto sebagai presiden untuk masa jabatan 5 tahun maka dibentuklah kabinet yang baru dengan nama Kabinet Pembangunan dengan tugasnya yang disebut dengan Pancakrida.

Partai Kristen Indonesia (7 kursi).Diikuti oleh 10 organisasi peserta pemilu yaitu Partai Golongan Karya (236 kursi). Partai Katolik (3 kursi). Pemilihan Umum Selama masa Orde Baru telah berhasil melaksanakan pemilihan umum sebanyak enam kali yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. IPKI. Partai Murba dan Partai IPKI (tak satu kursipun). Partai Islam Perti (2 kursi).Organisasai politik yang dapat ikut pemilu adalah parpol yang pada saat pemilu sudah ada dan diakui mempunyai wakil di DPR/DPRD. . Hasil dari Pemilu 1977 yang diikuti oleh 3 kontestan menghasilkan 232 kursi untuk Golkar. Hasilnya perolehan Golkar menurun dari 299 kursi menjadi 282 kursi.Pejabat negara harus bersikap netral berbeda dengan pemilu 1955 dimana para pejabat negara termasuk perdana menteri yang berasal dari partai peserta pemilu dapat ikut menjadi calon partai secara formal. 99 kursi untuk PPP dan 29 kursi untuk PDI. 1977. 1982. sedangkan PPP memperoleh 62 kursi dan PDI meningkat menjadi 56 kursi. 1987. 1) Pemilu 1971 . Partai Nahdlatul Ulama (58 kursi).Golongan Karya (Golkar) 4.3 tahun 1975 yang mengatur mengenai penyederhanaan jumlah partai sehingga ditetapkan bahwa terdapat 2 partai politik (PPP dan PDI) serta Golkar. 4) Pemilu 1987 Pemilu tahun 1987 dilaksanakan pada tanggal 23 April 1987. 3) Pemilu 1982 Pelaksanaan Pemilu ketiga pada tanggal 4 Mei 1982. 5) Pemilu 1992 Pemilu tahun 1992 diselenggarakan pada tanggal 9 Juni 1992 menunjukkan perubahan yang cukup mengagetkan.558.Murba. Partai Nasional Indonesia (20 kursi). 1992. _ Sementara Golkar memperoleh tambahan 53 kursi sehingga menjadi 299 kursi. dan Parkindo (kelompok partai politik yang bersifat nasionalis). Golkar gagal memperoleh kemenangan di Aceh tetapi di Jakarta dan Kalimantan Selatan Golkar berhasil merebut kemenangan dari PPP. dan 1997. . . Hasil dari Pemilu 1987 adalah: _ PPP memperoleh 61 kursi mengalami pengurangan 33 kursi dibanding dengan pemilu 1982 hal ini dikarenakan adanya larangan penggunaan asas Islam (pemerintah mewajibkan hanya ada satu asas tunggal yaitu Pancasila) dan diubahnya lambang partai dari kabah menjadi bintang. Partai Muslimin Indonesia (24 kusi). . _ PDI memperoleh kenaikan 40 kursi karena PDI berhasil membentuk DPP PDI sebagai hasil kongres tahun 1986 oleh Menteri Dalam Negeri Soepardjo Rustam. Golkar berhasil memperoleh tambahan 10 kursi sementara PPP dan PDI kehilangan 5 kursi. yaitu: tahun 1971.Pemilu 1971 diikuti oleh 58. . 2) Pemilu 1977 Sebelum dilaksanakan Pemilu 1977 pemerintah bersama DPR mengeluarkan UU No. Hasilnya perolehan suara Golkar secara nasional meningkat.776pemilih untuk memilih 460 orang anggota DPR dimana 360 orang anggota dipilih dan 100 orang diangkat.

6) Pemilu 1997 Pemilu keenam dilaksanakan pada 29 Mei 1997. Presiden Suharto mengemukakan gagasan mengenai pedoman untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila yaitu gagasan Ekaprasetia Pancakarsa. . Guna mendukung program Orde baru yaitu Pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen maka sejak tahun 1978 diselenggarakan penataran P4 secara menyeluruh pada semua lapisan masyarakat. Kemenangan Golkar yang selalu mendominasi tersebut sangat menguntungkan pemerintah dimana terjadi perimbangan suara di MPR dan DPR. Peran ini dilandasi dengan adanya pemikiran bahwa TNI adalah tentara pejuang dan pejuang tentara. Selain itu. dan Rahasia). Kenyataannya pemilu diarahkan pada kemenangan peserta tertentu yaitu Golongan Karya (Golkar) yang selalu mencolok sejak pemilu 1971-1997. Penataran P4 merupakan suatu bentuk indoktrinasi ideologi sehingga Pancasila menjadi bagian dari sistem kepribadian. Kedudukan TNI dan Polri dalam pemerintahan adalah sama di lembaga MPR/DPR dan DPRD mereka mendapat jatah kursi dengan pengangkatan. Perimbangan tersebut memungkinkan Suharto menjadi Presiden Republik Indonesia selama enam periode pemilihan. PPP mengalami peningkatan perolehan suara sebesar 5. Sehingga peran ABRI dikenal dengan Dwifungsi ABRI.43 % dengan perolehan kursi 27 kursi. Gagasan tersebut selanjutnya ditetapkan sebagai Ketetapan MPR dalam sidang umum tahun 1978 mengenai “Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila” atau biasa dikenal sebagai P4. Penyelenggaraan Pemilu yang teratur selama Orde Baru menimbulkan kesan bahwa demokrasi di Indonesia sudah tercipta. sistem budaya. PDI mengalami kemerosotan perolehan suara karena hanya mendapat 11 kursi di DPR. 5. setiap Pertangungjawaban. Hal ini tampak dengan adanya himbauan pemerintah pada tahun 1985 kepada semua organisasi untuk menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal. Bebas. Pelaksanaan Penataran P4 tersebut menunjukkan bahwa Pancasila telah dimanfaatkan oleh pemerintahan Orde Baru. Pertimbangan pengangkatannya didasarkan pada fungsi stabilisator dan dinamisator. dan sistem sosial masyarakat Indonesia. Peran Ganda ABRI Guna menciptakan stabilitas politik maka pemerintah menempatkan peran ganda bagi ABRI yaitu sebagai peran hankam dan sosial.51 % dengan perolehan kursi 325 kursi. Pemasyarakatan P4 Pada tanggal 12 April 1976. Apalagi pemilu itu berlangsung secara tertib dan dijiwai oleh asas LUBER(Langsung. Hasilnya: Golkar memperoleh suara mayoritas perolehan suara mencapai 74. Tujuan dari penataran P4 adalah membentuk pemahaman yang sama mengenai demokrasi Pancasila sehingga dengan pemahaman yang sama diharapkan persatuan dan kesatuan nasional akan terbentuk dan terpelihara. Rancangan Undang-undang. Melalui penegasan tersebut maka opini rakyat akan mengarah pada dukungan yang kuat terhadap pemerintah Orde Baru. Hal ini disebabkan karena adanya konflik internal dan terpecah antara PDI Soerjadi dan PDI Megawati Soekarno Putri. dan usulan lainnya dari pemerintah selalu mendapat persetujuan dari MPR dan DPR tanpa catatan. 6. Umum.

Akhirnya pemerintah Singapurapun menyampikan nota jawaban kesediaan untuk mengadakan hubungan diplomatik. PENATAAN POLITIK LUAR NEGERI Pada masa Orde Baru. (2) Pemulihan hubungan dengan Malaysia Normalisasi hubungan Indonesia dan Malaysia dimulai dengan diadakan perundingan di Bangkok pada 29 Mei-1 Juni 1966 yang menghasilkan perjanjian Bangkok. Filipina. Pemerintah Indonesia menyampikan nota pengakuan terhadap Republik Singapura pada tanggal 2 Juni 1966 yang disampikan pada Perdana Menteri Lee Kuan Yew. #Pemerintah kedua belah pihak menyetujui pemulihan hubungan diplomatik. Indonesia secara resmi akhirnya kembali menjadi anggota PBB sejak tanggal 28 Desember 1966. B. Kembalinya Indonesia menjadi anggota PBB dilanjutkan dengan tindakan pemulihan hubungan dengan sejumlah negara seperti India. seperti permbangunan nasional. Dimana politik luar negeri Indonesia harus berdasarkan kepentingan nasional. Mengadakan Penentuan Pendapat Rakyat (Perpera) di Irian Barat dengan disaksikan oleh wakil PBB pada tanggal 2 Agustus 1969.7. Pada tanggal 3 Juni 1966 akhirnya disepakati bahwa Indonesia harus kembali menjadi anggota PBB dan badan-badan internasional lainnya dalam rangka menjawab kepentingan nasional yang semakin mendesak. 1) Kembali menjadi anggota PBB Indonesia kembali menjadi anggota PBB dikarenakan adanya desakan dari komisi bidang pertahanan keamanan dan luar negeri DPR GR terhadap pemerintah Indonesia. kemakmuran rakyat. Thailand. Keputusan untuk kembali ini dikarenakan Indonesia sadar bahwa ada banyak manfaat yang diperoleh Indonesia selama menjadi anggota PBB pada tahun 1950-1964. Australia. kebenaran. 2) Normalisasi hubungan dengan beberapa negara (1) Pemulihan hubungan dengan Singapura Sebelum pemulihan hubungan dengan Malaysia Indonesia telah memulihkan hubungan dengan Singapura dengan perantaraan Habibur Rachman (Dubes Pakistan untuk Myanmar). Tindakan permusuhan antara kedua belah pihak akan dihentikan. Kembalinya Indonesia mendapat sambutan baik dari sejumlah negara Asia bahkan dari pihak PBB sendiri hal ini ditunjukkan dengan ditunjuknya Adam Malik sebagai Ketua Majelis Umum PBB untuk masa sidang tahun 1974. Untuk itu maka MPR mengeluarkan sejumlah ketetapan yang menjadi landasan politik luar negeri Indonesia. dan sejumlah negara lainnya yang sempat remggang akibat politik konfrontasi Orde Lama. serta keadilan. #Peresmian persetujuan pemulihan hubungan Indonesia-Malaysia oleh Adam Malik . yang berisi: #Rakyat Sabah diberi kesempatan menegaskan kembali keputusan yang telah mereka ambil mengenai kedudukan mereka dalam Federasi Malaysia. politik luar negeri Indonesia diupayakan kembali kepada jalurnya yaitu politik luar negeri yang bebas aktif.

sandang.dan Tun Abdul Razak dilakukan di Jakarta tanggal 11 agustus 1966 dan ditandatangani persetujuan Jakarta (Jakarta Accord). Terjadilah pengrusakan dan pembakaran barang-barang buatan Jepang. yaitu : 1. inflasi turun menjadi 9.perumahan. Pembangunan Nasional Pelaksanaannya pembangunan nasional dilakukan secara bertahap yaitu. perluasan lapangan kerja. pada permulaan Orde Baru program pemerintah berorientasi pada usaha penyelamatan ekonomi nasional terutama pada usaha mengendalikan tingkat inflasi. III. Titik Berat Pelita I : Pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian. negara bersama aparat ekonominya mendominasi seluruh kegiatan ekonomi sehingga mematikan potensi dan kreasi unit-unit ekonomi swasta. Stabilisasi dan Rehabilitasi Ekonomi 2. Peristiwa ini merupakan kelanjutan demonstrasi para mahasiswa yang menuntut Jepang agar tidak melakukan dominasi ekonomi di Indonesia sebab produk barang Jepang terlalu banyak beredar di Indonesia. Selanjutnya pada tahun keempat Pelita II. Pelaksanaan Pelita II cukup berhasil pertumbuhan ekonomi rata-rata mencapai 7% per tahun. Pelita II Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1974 hingga 31 Maret 1979. dan kesejahteraan rohani. penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. . Sasaran utamanya adalah tersedianya pangan. Kerja Sama Luar Negeri 3. Sasaran Pelita I : Pangan. Muncul peristiwa Marali (Malapetaka Limabelas Januari) terjadi pada tanggal 15-16 Januari 1947 bertepatan dengan kedatangan PM Jepang Tanaka ke Indonesia. perumahan rakyat.5%. 2. Tujuan Pelita I : Untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya. Hal ini dilanjutkan dengan penempatan perwakilan pemerintahan di masing-masing negara. sarana dan prasarana. 1. Hal itu menjadi penyebab kurang lancarnya program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah. merupakan jabaran lebih rinci dari pembangunan jangka panjang sehingga tiap pelita akan selalu saling berkaitan/berkesinambungan. Pelita I Dilaksanakan pada 1 April 1969 hingga 31 Maret 1974 yang menjadi landasan awal pembangunan Orde Baru.. Sandang. mensejahterakan rakyat dan memperluas kesempatan kerja. Pada awal pemerintahan Orde Baru laju inflasi mencapai 60% dan pada akhir Pelita I laju inflasi turun menjadi 47%. 1) Jangka panjang mencakup periode 25 sampai 30 tahun 2) Jangka pendek mencakup periode 5 tahun (Pelita/Pembangunan Lima Tahun). karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian. Tindakan pemerintah ini dilakukan karena adanya kenaikan harga pada awal tahun 1966 yang menunjukkan tingkat inflasi kurang lebih 650 % setahun. Oleh karena itu pemerintah menempuh cara sebagai berikut. Perbaikan prasarana. Sehingga. KEHIDUPAN EKONOMI MASA ORDE BARU Pada masa Demokrasi Terpimpin. Selama masa Orde Baru terdapat 6 Pelita.

Titik beratnya adalah sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri sendiri. Pelita V Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1989 hingga 31 Maret 1994. \Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan. Pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan moneter dan fiskal sehingga kelangsungan pembangunan ekonomi dapat dipertahankan. dan perumahan. khususnya sandang. Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak utama pembangunan. Pelita III pembangunan masih berdasarkan pada Trilogi Pembangunan dengan penekanan lebih menonjol pada segi pemerataan yang dikenal dengan Delapan Jalur Pemerataan. 6. yaitu: \Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat. Posisi perdagangan luar negeri memperlihatkan gambaran yang menggembirakan. Kondisi ekonomi Indonesia ketika Pak Harto pertama memerintah adalah keadaan ekonomi dengan inflasi sangat tinggi.3. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian menyebabkan rezim Orde Baru runtuh. . Suharto berusaha keras membenahi ekonomi Indonesia yang terpuruk. 4. KONDISI EKONOMI INDONESIA PADA AWAL MASA ORDE BARU Di awal Orde Baru. 650% setahun.8 % per tahun. Pelita IV Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1984 hingga 31 Maret 1989.” kata Emil Salim. \Pemerataan pembagian pendapatan \Pemerataan kesempatan kerja \Pemerataan kesempatan berusaha \Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan kaum perempuan \Pemerataan penyebaran pembagunan di seluruh wilayah tanah air \Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan. 5. Peningkatan ekspor lebih baik dibanding sebelumnya. Pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Pelita III Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1979 hingga 31 Maret 1984. pangan. Terjadi resesi pada awal tahun 1980 yang berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Indonesia memiki kondisi ekonomi yang cukup baik dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6. Titik beratnya masih pada pembangunan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. Pelita VI Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1994 hingga 31 Maret 1999. mantan menteri pada pemerintahan Suharto. Titik beratnya pada sektor pertanian dan industri. dan berhasil untuk beberapa lama.

Terlalu banyak tunggakan hutang luar negeri penggunaan devisa bagi impor yang sering kurang berorientasi pada kebutuhan prasarana. mengembalikan ekonomi pasar. Mengadakan operasi pajak 2. Pelita berlangsung dari Pelita I-Pelita VI. Pemerintah lalu melakukan Pola Umum Pembangunan Jangka Panjang (25-30 tahun) dilakukan secara periodik lima tahunan yang disebut Pelita(Pembangunan Lima Tahun) yang dengan melibatkan para teknokrat dari Universitas Indonesia. Cara pemungutan pajak baru bagi pendapatan perorangan dan kekayaan dengan menghitung pajak sendiri dan menghitung pajak orang. Lalu Kabinet AMPERA membuat kebijakan mengacu pada Tap MPRS tersebut adalah sebagai berikut. yaitu dengan mencanangkan sasaran yang tegas. Berorientasi pada kepentingan produsen kecil. Rendahnya penerimaan Negara b. dia berhasil memperoleh pinjaman dari negara-negara Barat dan lembaga keuangan seperti IMF dan Bank Dunia. pendahulunya. Suharto membuat kebijakan yang berbeda jauh dengan kebijakan Sukarno. Setelah itu di keluarkan ketetapan MPRS No. Suharto menerapkan cara militer dalam menangani masalah ekonomi yang dihadapi Indonesia. 1. yang bisa dikatakan berhasil. seperti : a.Orang yang dulu dikenal sebagai salah seorang Emil Salim penasehat ekonomi presiden menambahkan langkah pertama yang diambil Suharto. Untuk menekan inflasi yang begitu tinggi. adalah mengendalikan inflasi dari 650% menjadi di bawah 15% dalam waktu hanya dua tahun. 2. Mendobrak kemacetan ekonomi dan memperbaiki sektor-sektor yang menyebabkan kemacetan. Menurut Emil Salim. 1. menertibkan sektor perbankan. dan merangkul negara-negara barat untuk menarik modal. 1. Inilah yang sejak awal dipertanyakan oleh Kwik Kian Gie. Tinggi dan tidak efisiennya pengeluaran Negara c. Debirokratisasi untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Liberalisasi perdagangan dan investasi kemudian dibuka selebarnya. Pelita I (1 April 1969 – 31 Maret 1974) . Untuk melaksanakan langkah-langkah penyelamatan tersebut maka ditempuh cara: 1. keuangan dan pembangunan. yang menilai kebijakan ekonomi Suharto membuat Indonesia terikat pada kekuatan modal asing. memperhatikan sektor ekonomi.XXIII/MPRS/1966 tentang Pembaruan Kebijakan ekonomi. Terlalu banyak dan tidak produktifnya ekspansi kredit bank d. 1. Ini dia lakukan dengan menertibkan anggaran.

Pelita III (1 April 1979 – 31 Maret 1984) Pelita III lebih menekankan pada Trilogi Pembangunan yang bertujuan terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Muncul peristiwa Marali (Malapetaka Limabelas Januari) terjadi pada tanggal 15-16 Januari 1947 bertepatan dengan kedatangan PM Jepang Tanaka ke Indonesia. 3. perumahan. Isi Trilogi Pembagunan adalah sebagai berikut. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Lalu banyak jalan dan jembatan yang di rehabilitasi dan di bangun. Pelita II (1 April 1974 – 31 Maret 1979) Sasaran yang hendak di capai pada masa ini adalah pangan. mensejahterakan rakyat. Pedoman pembangunan nasionalnya adalah Trilogi Pembangunan dan Delapan Jalur Pemerataan. Peristiwa ini merupakan kelanjutan demonstrasi para mahasiswa yang menuntut Jepang agar tidak melakukan dominasi ekonomi di Indonesia sebab produk barang Jepang terlalu banyak beredar di Indonesia. perluasan lapangan kerja. 1. . 3. 2. Pelita II berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata penduduk 7% setahun. Sandang. sandang. dan kesejahteraan rohani. perumahan rakyat. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. 1. Perbaikan prasarana. dan memperluas lapangan kerja . 2. Terjadilah pengrusakan dan pembakaran barang-barang buatan Jepang. • Tujuan Pelita I : Untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya.Dilaksanakan pada 1 April 1969 hingga 31 Maret 1974 yang menjadi landasan awal pembangunan Orde Baru. karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian. Di bidang industri juga terjadi kenaikna produksi. Inti dari kedua pedoman tersebut adalah kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat dalam suasana politik dan ekonomi yang stabil. sarana dan prasarana. • Sasaran Pelita I : Pangan. 1. Perbaikan dalam hal irigasi. Arah dan kebijaksanaan ekonominya adalah pembangunan pada segala bidang. • Titik Berat Pelita I : Pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian.

Dengan kebijakan itu. Pelita V (1 April 1989 – 31 Maret 1994) Pada Pelita V ini. Pelita V adalah akhir dari pola pembangunan jangka panjang tahap pertama. Puncaknya adalah penghasilan dari migas yang memiliki nilai sama dengan 80% ekspor Indonesia. lebih menitik beratkan pada sektor pertanian dan industri untuk memantapakan swasembada pangan dan meningkatkan produksi pertanian lainnya serta menghasilkan barang ekspor. 6. 1. Pelita IV (1 April 1984 – 31 Maret 1989) Pada Pelita IV lebih dititik beratkan pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan ondustri yang dapat menghasilkan mesin industri itu sendiri.6 miliar pada tahun 1980. . 4. sehingga pemasukan negara dari migas meningkat dari $0. Pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negaranegara Asia Tenggara termasuk Indonesia. 5. kesuksesan ini mendapatkan penghargaan dari FAO(Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia) pada tahun 1985. Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak utama pembangunan. yaitu dengan mengadakan Pelita VI yang di harapkan akan mulai memasuki proses tinggal landas Indonesia untuk memacu pembangunan dengan kekuatan sendiri demi menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. hal ini merupakan prestasi besar bagi Indonesia. bisa dihitung sebagai kasus sukses pembangunan ekonomi. Pelita VI (1 April 1994 – 31 Maret 1999) Titik beratnya masih pada pembangunan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. Gaya kepemimpinan tegas seperti yang dijalankan Suharto pada masa Orde Baru oleh Kwik Kian Gie diakui memang dibutuhkan untuk membenahi perekonomian Indonesia yang berantakan di akhir tahun 1960. Disamping itu Suharto sejak tahun 1970-an juga menggenjot penambangan minyak dan pertambangan. Indonesia di bawah Orde Baru. Pada tahun 1984 Indonesia berhasil memproduksi beras sebanyak 25.8 ton. dilatari pengalaman masa Orde Lama ketika politik multi partai menyebabkan energi terkuras untuk bertikai. Keberhasilan Pak Harto membenahi bidang ekonomi sehingga Indonesia mampu berswasembada pangan pada tahun 1980-an diawali dengan pembenahan di bidang politik.1. Selain swasembada pangan. Hasil-nya Indonesia berhasil swasembada beras. Kebijakan perampingan partai dan penerapan azas tunggal ditempuh pemerintah Orde Baru.6 miliar pada tahun 1973 menjadi $10. pada Pelita IV juga dilakukan Program KB dan Rumah untuk keluarga. 1. Hasil yang dicapai pada Pelita IV antara lain swasembada pangan. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian menyebabkan rezim Orde Baru runtuh. Lalu dilanjutkan pembangunan jangka panjang ke dua.

Pembagunan yang dilakukan. Perbedaan ekonomi antar daerah. 2. Penurunan angka kemiskinan yang diikuti dengan perbaikan kesejahteraan rakyat. 3. Terciptalah kelompok yang terpinggirkan (Marginalisasi sosial). Kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber daya alam.. Karena pembangunan cenderung terpusat dan tidak merata. Pelita VI pun kandas di tengah jalan. dan Irian. . Penurunan angka kematian bayi dan angka partisipasi pendidikan dasar yang semakin meningkat. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik. Pembagunan tidak merata tampak dengan adanya kemiskinan di sejumlah wilayah yang menjadi penyumbang devisa terbesar seperti Riau. antar golongan pekerjaan.. Namun Pelita VI yang diharapkan menjadi proses lepas landas Indonesia ke yang lebih baik lagi. semua kekuatan yang berseberangan dengan Orde Baru kemudian tidak diberi tempat. Faktor inilah yang selantunya ikut menjadi penyebab terpuruknya perekonomian nasional Indonesia menjelang akhir tahun 1997. Kondisi ekonomi yang kian terpuruk ditambah dengan KKN yang merajalela. hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil kalangan masyarakat.Namun. Indonesia mengubah status dari negara pengimpor beras terbesar menjadi bangsa yang memenuhi kebutuhan beras sendiri (swasembada beras). malah menjadi gagal landas dan kapal pun rusak. 4. Meskipun perekonomian Indonesia meningkat. dan sosial yang demokratis dan berkeadilan.membuat perekonomian Indonesia gagal menunjukan taringnya. Dampak Positif Kebijakan ekonomi Orde Baru : 1. tapi secara fundamental pembangunan ekonomi sangat rapuh. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi karena setiap program pembangunan pemerintah terencana dengan baik dan hasilnyapun dapat terlihat secara konkrit. Namun pembangunan ekonomi pada masa Orde Baru merupakan pondasi bagi pembangunan ekonomi selanjutnya. Kondisi Ekonomi Indonesia Pada Akhir Masa Orde Baru Pelita VI (1 April 1994 – 31 Maret 1999) Pada masa ini pemerintah lebih menitikberatkan pada sektor bidang ekonomi. ekonomi. Semula berawal dari krisis moneter lalu berlanjut menjadi krisis ekonomi dan akhirnya menjadi krisis kepercayaan terhadap pemerintah. Kalimantan Timur. Indonesia dilanda krisis ekonomi yang sulit di atasi pada akhir tahun 1997. dengan menstabilkan politik demi pertumbuhan ekonomi. yang sempat dapat dipertahankan antara 6%-7% per tahun. Pembangunan ekonomi ini berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. antar kelompok dalam masyarakat terasa semakin tajam.

7. pembangunan cenderung terpusat dan tidak merata. Krisis moneter dan ekonomi benar-benar .com/f/2390-indonesia-era-orde-baru/ Upaya mengatasi krisis dan meredam oposisi Krisis moneter yang melanda Asia pada tahun 1997 menerpa juga ke Indonesia. Kolusi dan Nepotisme) 5. DAFTAR PUSTAKA • • • http://rinahistory. Pembagunan tidak merata tampak dengan adanya kemiskinan di sejumlah wilayah yang justru menjadi penyumbang devisa terbesar seperti Riau. dan sosial yang demokratis dan berkeadilan.com/2008/11/indonesia-masa-orde-baru/ http://id. antargolongan pekerjaan. 8. Terciptalah kelompok yang terpinggirkan (Marginalisasi sosial) 4. krisis itu menerjang juga sektor krisis ekonomi. Ketika di Mesir pada 13 Mei 1998. pada 1 Mei 1998. Menghadapi tuntutan untuk mundur. 3. MPR mengesahkan Soeharto sebagai presiden untuk ketujuh kalinya. Sebelas menteri bidang ekonomi dan industri (ekuin) Kabinet Pembangunan VII mengundurkan diri (20 Mei 1998). 6. Pembagunan yang dilakukan hasilnya hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil kalangan masyarakat. Presiden meminta bantuan IMF dan Bank Dunia untuk memperkuat sektor keuangan dan menyatakan badai pasti berlalu.indonesiaindonesia. Soeharto menyatakan bahwa reformasi akan dipersiapkan mulai tahun 2003. ia menyumbangkan seluruh gaji dan tunjangannya sebagai presiden dan meminta kerelaan para pejabat tinggi lainnya untuk menyerahkan gaji pokoknya selama satu tahun dalam rangka krisis moneter. Di tengah krisis ekonomi yang parah dan adanya penolakan yang cukup tajam. Meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat tapi secara fundamental pembangunan ekonomi sangat rapuh. pada 10 Maret 1998. Bahkan.org/wiki/Soeharto http://www. Pada 17 Maret 1998. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik.blog. dan Irian. Kalimantan Timur.wikipedia.friendster. Pada 8 Oktober 1997.Dampak Negatif Kebijakan ekonomi Orde Baru : 1. Presiden minta seluruh rakyat tetap tabah dalam menghadapi gejolak krisis moneter (29 November 1997). antarkelompok dalam masyarakat terasa semakin tajam. Perbedaan ekonomi antardaerah. Presiden Soeharto menyatakan bersedia mundur kalau memang rakyat menghendaki dan tidak akan mempertahankan kedudukannya dengan kekuatan senjata. Kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber daya alam 2. ekonomi. Faktor inilahh yang selantunya ikut menjadi penyebab terpuruknya perekonomian nasional Indonesia menjelang akhir tahun 1997. Kali ini. Prof Ing BJ Habibie sebagai wakil presiden. Menimbulkan konglomerasi dan bisnis yang erat dengan KKN (Korupsi.

termasuk cadangan alokasi kursi di parlemen dan pos-pos utama dalam birokrasi sipil. Tewasnya keempat mahasiswa seakan sebagai ledakan suatu peristiwa yang lebih besar. televise. Sedang. Sehari kemudian. Soeharto tidak bisa bertahan di pucuk kepemimpinan negeri.00 WIB pagi di pangkalan udara utama TNI AU Halim Perdanakusuma dari kunjungan ke Kairo. masa-masa itu kekuasaannya semakin tergerus oleh berbagai aksi dan peristiwa. Menteri Pariwisata. Hanya berselang 70 hari setelah diangkat kembali menjadi presiden untuk periode yang ketujuh kalinya. Soeharto membangun dan memperluas konsep "Jalan Tengah"-nya Jenderal Nasution menjadi konsep dwifungsi untuk memperoleh dukungan basis teoritis bagi militer untuk memperluas pengaruhnya melalui pejabat-pejabat pemerintahan. Tepat pukul 09. Dampaknya. Soeharto terpaksa mundur dari jabatannya sebagai presiden. Presiden mengadakan serangkaian pertemuan termasuk berkonsultasi dengan unsure pimpinan DPR. jenasah keempat mahasiswa yang tewas diberangkatkan ke kediaman masing-masing. dan Budaya Abdul Latief mengajukan surat pengunduran diri sebagai menteri. Mahasiswa yang hadir menyanyikan lagu Gugur Bunga. dan surat kabar. Peserta aksi mulai keluar dari halaman kampus dan memasuki jalan artileri serta berniat datang ke Gedung MPR/DPR yang memang sangat stategis. ribuan mahasiswa mendatangi Gedung MPR/DPR. pesawat yang membawa Presiden Soeharto dan rombongan mendarat menjelang pukul 05. Aksi mahasiswa menyebar ke seantero negeri. Mereka yang tewas adalah dua mahasiswa angkatan 1995 dan dua mahasiswa angkatan 1996. Mahasiswa Trisaksi. terdengar siaran berita meninggalnya empat mahasiswa Trisakti. Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai presiden. Jakarta mengelar aksinya tidak jauh dari kampus mereka. tanggal 13 Mei 1998. Tanggal 15 Mei 1998. mahasiswa yang tewas angkatan 1996 adalah Elang Mulia Lesmana (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur) dan Hendriawan Sie (Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen) . ibukota negara (Jakarta) dilanda kerusuhan hebat. Tanggal 12-20 Mei 1998 menjadi periode yang teramat panjang. Mesir untuk mengikuti Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 15 (Group 15/G15). Presiden Soeharto lengser tepat 21 Mei 1998. Ribuan mahasiswa menggelar aksi keprihatinan di berbagai tempat. 14 Mei 1998. Kamis. Peran dwifungsi ini adalah peran militer di bidang politik yang permanen.menggerogoti sistem kepemimpinannya. Tanggal 16 Mei 1998. Aksi tersebut berakhir seiring dengan mundurnya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998. Tanggal 12 Mei 1998 sore.10 WIB (Waktu Indonesia Barat). Tanggal 18 Mei 1998. Bagaimanapun. Layar kaca televisi saat itu menyiarkan secara langsung detik per detik proses pengunduran dirinya. Seni. Tanggal 17 Mei 1998. . Angkatan 1995 terdiri dari Hery Hartanto (Fakultas Teknik Industri Jurusan Mesin) dan Hafidhin Alifidin Royan (Fakultas Teknik Industri Jurusan Mesin). Tewasnya para mahasiswa disiarkan secara luas melalui pemberitaan radio.

Indonesia mendapat bantuan dari lembaga internasional lainnya yang berada dibawah PBB seperti UNICEF. tercatat Indonesia mengalami swasembada beras pada tahun 1984. Dalam bidang ekonomi juga. Hubungan kegiatan mahasiswa dengan pihak kampus hanyalah kepada mereka yang diperbolehkan pemerintah lewat mekanisme kontrol dekanat dan rektorat. Pada 1978 untuk mengeliminir gerakan mahasiswa maka segera diberlakukannya NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan). Namun pada tahun 1992. Selain itu. Indonesia mendapatkan bantuan ekonomi dan keuangan dari negara-negara donor (negara-negara maju) yang tergabung dalan IGGI yang diseponsori oleh pemerintah Belanda. Namun prestasi itu . Namun Sumitro pun segera ditarik dari jabatannya dan kendali Kopkamtib dipegang langsung oleh Soeharto karena dianggap potensial mengancam. Organisasi massa yang terbentuk harus memperoleh izin pemerintah dengan hanya satu organisasi profesi buatan pemerintah yang diperbolehkan berdiri. khususnya dalam kasus Timor Timur pasca Insiden Dili. Kebijakan ini ditentang keras oleh banyak organisasi mahasiswa. Sehingga organisasi massa tak lebih dari wayang-wayang Orde Baru. pemerintah mencekal mereka. kegagalan manajemen ekonomi yang bertumpu dalam sistem trickle down effect (menetes ke bawah) yang mementingkan pertumbuhan dan pengelolaan ekonomi pada segelintir kalangan serta buruknya manajemen ekonomi perdagangan industri dan keuangan (EKUIN) pemerintah. Pada masanya. Industri dan Keuangan Indonesia. 12 tahun 1982. UU ini mengisyaratkan adanya restriksi atau peringatan mengenai isi pemberitaan ataupun siaran. IGGI dihentikan oleh pemerintah Indonesia karena dianggap turut campur dalam urusan dalam negeri Indonesia. Mulut pers pun dibungkam dengan lahirnya UU Pokok Pers No. Teknokrat-teknokrat yang umumnya berpendidikan barat dan liberal (Amerika Serikat) diangkat adalah lulusan Berkeley sehingga mereka lebih dikenal di dalam klik ekonomi sebagai Mafia Berkeley di kalangan Ekonomi. Dia mengangkat banyak teknokrat dan ahli ekonomi yang sebelumnya bertentangan dengan Presiden Soekarno yang cenderung bersifat sosialis. Peran IGGI ini digantikan oleh lembaga donor CGI yang disponsori Perancis. mengeluarkan serial selebaran yang mengeluhkan sikap politik pemerintah Orde Baru yang menjadikan Angkatan Darat sebagai pendukung kemenangan Golkar. Persaingan antara Ali Moertopo dan Sumitro dipergunakan untuk menyingkirkan Ali. UNESCO dan WHO. yang tergabung dalam Petisi 50. Kelompok ini pun gagal serta tak pernah mampu tampil lagi sebagai kelompok oposisi yang efektif terhadap pemerintahan Orde Baru. serta menuntut adanya reformasi politik. Beberapa bulan setelah peristiwa Malari sebanyak 12 surat kabar ditutup dan ratusan rakyat Indonesia termasuk mahasiswa ditangkap dan dipenjarakan. Kemudian pada tahun 1979-1980 muncul sekelompok purnawirawan perwira tinggi angkatan bersenjata dan tokoh-tokoh sipil yang dikenal kritis. Sebagai balasannya. Namun sayangnya. membuat Indonesia akhirnya bergantung pada donor Internasional terutama paska Krisis 1997. Presiden Soeharto menetapkan pertumbuhan ekonomi sebagai pokok tugas dan tujuan pemerintah.Sepak terjang Ali Murtopo dengan badan inteligennya mulai mengancam Soeharto. [sunting] Puncak Orde Baru Pada masa pemerintahannya.

Republik Cina. 1993. Sebuah komisi menemukan bahwa korupsi sangat umum. selain memang karena ketidakpuasan dari masyarakat. Dia menguasai finansial dengan memberikan transaksi mudah dan monopoli kepada saudarasaudaranya. . dan juga terpilih kembali pada 1978. Korupsi kemudian menjadi sebuah endemik. dan menutup organisasi Tionghoa karena tuduhan simpati mereka terhadap komunis. Kemudian dikeluarkannnya UU Politik dan Asas tunggal Pancasila yang mewarnai kehidupan politik saat itu. muncullah berbagai kritik dan ketidakpuasan atas ketimpangan ketimpangan dalam pembangunan. dimulai dengan mendukung kelompok nasionalis dan kemudian mendukung unsur Islam. 1988.ternyata tidak dapat dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya. Namun dalam perjalanannya. Dia memerintah melalui kontrol militer dan penyensoran media. Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dalam upayanya menyederhanakan kehidupan berpolitik di Indonesia sebagai akibat dari politik masa presiden Soekarno yang menggunakan sistem multipartai yang berakibat pada jatuh bangunnya kabinet dan dianggap penyebab mandeknya pembangunan. Di bidang politik. termasuk enam anaknya. Berbagai ketidakpuasan muncul. sosial dan politik memunculkan kalangan yang tidak puas dan menuntut perbaikan. Filipina dan Thailand. Walaupun begitu. Seiring dengan naiknya taraf pendidikan pada masa pemerintahannya karena pertumbuhan ekonomi. dan Korea Selatan. [sunting] Beberapa catatan atas tindakan represif Orde Baru Presiden Soeharto dinilai memulai penekanan terhadap suku Tionghoa. Kemudian pada masa pemerintahannya. namun dapat diredam oleh sistem pada masa itu. terjadi ketimpangan dalam kehidupan politik di mana muncullah istilah "mayoritas tunggal" di mana GOLKAR dijadikan partai utama dan mengebirikan dua parpol lainnya dalam setiap penyelenggaraan PEMILU. selain Singapura. tercatat muncul peristiwa kekerasan di masyarakat yang umumnya sarat kepentingan politik. Pada 1970 Soeharto melarang protes pelajar setelah demonstrasi yang meluas melawan korupsi. 1983. melarang penggunaan tulisan Tionghoa tertulis di berbagai material tertulis. Soeharto menyetujui hanya dua kasus dan kemudian menutup komisi tersebut. Pada 1973 dia memenangkan jangka lima-tahun berikutnya melalui pemilihan "electoral college". dan 1998. Dia juga terus memainkan faksi berlainan di militer melawan satu sama lain. Soeharto terlibat persahabatan yang akrab dengan Lee Kuan Yew yang pernah manjadi Perdana Menteri Singapura yang beretnis Tionghoa. Kemudian kemajuan ekonomi Indonesia saat itu dianggap sangat signifikan sehingga Indonesia sempat dimasukkan dalam negara yang mendekati negara-negara Industri Baru bersama dengan Malaysia. Presiden Soeharto melakukan penyatuan partai-partai politik sehingga pada masa itu dikenal tiga partai politik yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kesenjangan ekonomi.

Soeharto mengubah UU Pemilu dengan mengizinkan hanya tiga partai yang boleh mengikuti pemilihan, termasuk partainya sendiri, Golkar. Oleh karena itu semua partai Islam yang ada diharuskan bergabung menjadi Partai Persatuan Pembangunan, sementara partai-partai non-Islam (Katolik dan Protestan) serta partai-partai nasionalis digabungkan menjadi Partai Demokrasi Indonesia. Pada 1975, dengan persetujuan bahkan permintaan Amerika Serikat dan Australia, ia memerintahkan pasukan Indonesia untuk memasuki bekas koloni Portugal Timor Timur setelah Portugal mundur dan gerakan Fretilin memegang kuasa yang menimbulkan kekacauan di masyarakat Timor Timur Sendiri, serta kekhawatiran Amerika Serikat atas tidakan Fretilin yang menurutnya mengundang campur tangan Uni Soviet. Kemudian pemerintahan pro integrasi dipasang oleh Indonesia meminta wilayah tersebut berintegrasi dengan Indonesia. Pada 15 Juli 1976 Timor Timur menjadi provinsi Timor Timur sampai wilayah tersebut dialihkan ke administrasi PBB pada 1999.

Soeharto dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat William Cohen pada tahun 1998. Korupsi menjadi beban berat pada 1980-an. Pada 5 Mei 1980 sebuah kelompok yang kemudian lebih dikenal dengan nama Petisi 50 menuntut kebebasan politik yang lebih besar. Kelompok ini terdiri dari anggota militer, politisi, akademik, dan mahasiswa. Media Indonesia menekan beritanya dan pemerintah mecekal penandatangannya. Setelah pada 1984 kelompok ini menuduh bahwa Soeharto menciptakan negara satu partai, beberapa pemimpinnya dipenjarakan. Catatan hak asasi manusia Soeharto juga semakin memburuk dari tahun ke tahun. Pada 1993 Komisi HAM PBB membuat resolusi yang mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap pelanggaran hak-hak asasi manusia di Indonesia dan di Timor Timur. Presiden AS Bill Clinton mendukungnya. Pada 1996 Soeharto berusaha menyingkirkan Megawati Soekarnoputri dari kepemimpinan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), salah satu dari tiga partai resmi. Di bulan Juni, pendukung Megawati menduduki markas besar partai tersebut. Setelah pasukan keamanan menahan mereka, kerusuhan pecah di Jakarta pada tanggal 27 Juli 1996 (peristiwa Sabtu Kelabu) yang dikenal sebagai "Peristiwa Kudatuli" (Kerusuhan Dua Tujuh Juli).

[sunting] Pengunduran diri Presiden Soeharto

Pada 21 Mei 1998, setelah tekanan politik besar dan beberapa demonstrasi, Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya di televisi. Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan Pernyataan Berhenti Sebagai Presiden Republik Indonesia, 21 Mei 1998 Pada 1997, menurut Bank Dunia, 20 sampai 30% dari dana pengembangan Indonesia telah disalahgunakan selama bertahun-tahun. Krisis finansial Asia di tahun yang sama tidak membawa hal bagus bagi pemerintahan Presiden Soeharto ketika ia dipaksa untuk meminta pinjaman, yang juga berarti pemeriksaan menyeluruh dan mendetail dari IMF. Mekipun sempat menyatakan untuk tidak dicalonkan kembali sebagai Presiden pada periode 1998-2003, terutama pada acara Golongan Karya, Soeharto tetap memastikan ia terpilih kembali oleh parlemen untuk ketujuh kalinya di Maret 1998. Setelah beberapa demonstrasi, kerusuhan, tekanan politik dan militer, serta berpuncak pada pendudukan gedung DPR/MPR RI, Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 untuk menghindari perpecahan dan meletusnya ketidakstabilan di Indonesia. Pemerintahan dilanjutkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, B.J. Habibie. Dalam pemerintahannya yang berlangsung selama 32 tahun lamanya, telah terjadi penyalahgunaan kekuasaan termasuk korupsi dan pelanggaran HAM. Hal ini merupakan salah satu faktor berakhirnya era Soeharto. Di Credentials Room, Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Presiden Soeharto membacakan pidato yang terakhir kali, demikian: Sejak beberapa waktu terakhir, saya mengikuti dengan cermat perkembangan situasi nasional kita, terutama aspirasi rakyat untuk mengadakan reformasi di segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Atas dasar pemahaman saya yang mendalam terhadap aspirasi tersebut dan terdorong oleh keyakinan bahwa reformasi perlu dilaksanakan secara tertib, damai, dan konstitusional. Demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa serta kelangsungan pembangunan nasional, saya telah menyatakan rencana pembentukan Komite Reformasi dan mengubah susunan Kabinet Pembangunan VII. Namun demikian, kenyataan hingga hari ini menunjukkan Komite Reformasi tersebut tidak dapat terwujud karena tidak adanya tanggapan yang memadai terhadap rencana pembentukan komite tersebut.

Dalam keinginan untuk melaksanakan reformasi dengan cara sebaik-baiknya tadi, saya menilai bahwa dengan tidak dapat diwujudkannya Komite Reformasi, maka perubahan susunan Kabinet Pembangunan VII menjadi tidak diperlukan lagi. Dengan memperhatikan keadaan di atas, saya berpendapat sangat sulit bagi saya untuk dapat menjalankan tugas pemerintahan negara dan pembangunan dengan baik. Oleh karena itu, dengan memperhatikan Pasal 8 UUD 1945 dan secara sungguh-sungguh memperhatikan pandangan pimpinan DPR dan pimpinan fraksifraksi yang ada di dalamnya, saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden RI terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari Kamis, 21 Mei 1998. Pernyataan saya berhenti dari jabatan sebagai Presiden RI saya sampaikan di hadapan saudara-saudara pimpinan DPR dan juga adalah pimpinan MPR pada kesempatan silaturahmi. Sesuai Pasal 8 UUD 1945, maka Wakil Presiden RI, Prof. Dr. Ing. BJ Habibie yang akan melanjutkan sisa waktu jabatan Presiden/Mandataris MPR 1998-2003. Atas bantuan dan dukungan rakyat selama saya memimpin negara dan bangsa Indonesia ini saya ucapkan terima kasih dan minta maaf bila ada kesalahan dan kekurangan-kekurangannya semoga bangsa Indonesia tetap jaya dengan Pancasila dan UUD 1945. Mulai hari ini pula Kabinet Pembangunan VI demisioner dan kepada para menteri saya ucapkan terima kasih. Oleh karena keadaan tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan pengucapan sumpah di hadapan DPR, maka untuk menghindari kekosongan pimpinan dalam menyelenggarakan pemerintahan negara, kiranya saudara wakil presiden sekarang juga akan melaksanakan sumpah jabatan presiden di hadapan Mahkamah Agung RI. Sesaat kemudian, Presiden Soeharto menyerahkan pucuk pimpinan negeri kepada Prof. Dr. Ing. BJ Habibie. Setelah melaksanakan sumpah jabatan, akhirnya BJ Habibie resmi memangku jabatan presiden ke-3 RI. Ucapan selamat datang mulai dari mantan Presiden Soeharto, pimpinan dan wakil-wakil pimpinan MPR/DPR, para menteri serta siapa saja yang turut dalam pengucapan sumpah jabatan presiden ketika itu. Tak berselang terlalu lama, Menteri Pertahanan Keamanan merangkap Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto membacakan pernyataan sikap, demikian: pertama, memahami situasi yang berkembang dan aspirasi masyarakat, ABRI mendukung dan menyambut baik permintaan berhenti Bapak Soeharto sebagai Presiden RI serta berdasarkan konstutusi mendukung Wakil Presiden Bapak BJ Habibie sebagai Presiden RI. Kedua, ABRI yang tetap kompak dan satu berharap dan mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menerima kehendak pribadi Presiden Soeharto tersebut yang telah sesuai dengan konstitusi, yakni Pasal 8 UUD 1945. Ketiga, dalam hal ini, ABRI akan tetap berperan aktif guna mencegah penyimpangan dan hal-hal lain yang dapat mengancam keutuhan bangsa. Keempat, menjunjung tinggi nilai luhur budaya bangsa, ABRI akan tetap menjaga keselamatan dan kehormatan para mantan Presiden/Mandataris MPR termasuk Bapak

Soeharto beserta keluarganya. Kelima, ABRI mengajak semua pihak agar bersikap tenang, mencegah terjadinya kerusuhan dan tindak kekerasan yang akhirnya akan merugikan masyarakat sendiri.

[sunting] Kasus dugaan korupsi
Artikel utama: Kasus dugaan korupsi Soeharto Setelah Soeharto resmi mundur dari jabatannya sebagai presiden, berbagai elemen masyarakat mulai menuntut agar digelar pengusutan dan pengadilan atas mantan presiden yang bekuasa paling lama di Indonesia itu. Pada 1 September 1998, tim Kejaksaan Agung mengumumkan adanya indikasi penggunaan uang yayasan di bawah pemerintahan mantan Presiden Soeharto. Melalui Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) pada 6 September 1998, Soeharto muncul dan menyatakan bahwa dia tidak mempunyai kekayaan di luar negeri. Jaksa Agung AM Ghalib dan Menko Wasbang/PAN Hartarto menemuinya di Jalan Cendana (Jakarta) untuk mengklarifikasi penyataan tersebut (21 September 1998). Pada 21 November 1998, Fraksi Karya Pembangunan (FKP) mengusulkan kepada pemerintah agar menetapkan mantan Presiden Soeharto sebagai tahanan kota. Ini merupakan tindak awal pengusutan harta dan kekayaan Soeharto yang diduga berasal dari Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN). Pada 3 Desember 1998, Presiden BJ Habibie menginstruksikan Jaksa Agung AM Ghalib segera mengambil tindakan hukum memeriksa mantan Presiden Soeharto. Pada 9 Desember 1998, Soeharto diperiksa tim Kejaksaan Agung di Kejaksaan Tinggi Jakarta sehubungan dengan dana yayasan, program mobil nasional, kekayaan Soeharto di luar negeri, dan kasus Tapos. Majalah Time melansir berita tentang kekayaan Soeharto di luar negeri yang mencapai US$15 miliar (22 Mei 1999). Pada 27 Mei 1999, Soeharto menyerahkan surat kuasa khusus kepada Jaksa Agung AM Ghalib untuk menelisik kekayaannya di Swiss dan Austria, seperti diberitakan Majalah Time. Pada 2 Juni 1999, Soeharto mengadukan Majalah Time ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia atas tuduhan memfitnah pada pemberitaannya. Soeharto menuntut ganti rugi sekitar 27 miliar dollar AS. Soeharto memiliki dan mengetuai tujuh buah yayasan, yaitu Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Yayasan Supersemar, Yayasan Dharma Bhakti Sosial (Dharmais), Yayasan Dana Abadi Karya Bhakti (Dakab), Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan, Yayasan Trikora. Pada 1995, Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 90 Tahun 1995. Keppres ini menghimbau para pengusaha untuk menyumbang 2 persen dari keuntungannya untuk Yayasan Dana Mandiri. Hasil penyidikan kasus tujuh yayasan Soeharto menghasilkan berkas setebal 2.000-an halaman. Berkas ini berisi hasil pemeriksaan 134 saksi fakta dan 9 saksi ahli, berikut ratusan dokumen otentik hasil penyitaan dua tim yang pernah dibentuk Kejaksaan Agung, sejak tahun 1999.

Menurut Transparency International, Soeharto menggelapkan uang dengan jumlah terbanyak dibandingkan pemimpin dunia lain dalam sejarah dengan perkiraan 15–35 miliar dolar A.S. selama 32 tahun masa pemerintahannya.[4] Pada 12 Mei 2006, bertepatan dengan peringatan sewindu Tragedi Trisakti, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP) perkara mantan Presiden Soeharto, yang isinya menghentikan penuntutan dugaan korupsi mantan Presiden Soeharto pada tujuh yayasan yang dipimpinnya dengan alasan kondisi fisik dan mental terdakwa yang tidak layak diajukan ke persidangan. SKPP itu dikeluarkan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada 11 Mei 2006, namun SKPP ini lalu dinyatakan tidak sah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 12 Juni 2006.

[sunting] Kasus perdata

BELANDA, JEPANG, ORDE BARU DAN NASIB PEMIKIRAN EMAS Robert B. Baowollo, Institut fuer Erziehungswissenschaft, Universitas Hamburg Pendahuluan Ada pengulangan sejarah -- atau lebih tepat: pengulangan tragedi sejarah -khususnya sejarah perkembangan pemikiran atau dunia intelektualisme dan kontribusinya dalam membentuk, menyertai dan mewarnai sejarah perjalanan kita sebagai bangsa. Pengulangan itu melahirkan bentuk-bentuk "excuse" secara sadar atas sebuah fase yang dianggap salah dan merupakan kesalahan tersendiri karena menemukan "another failure" terjalankan yang baru. Demikianlah, doktrin dan semangat (tidak sekedar isi buku sejarah!) nasionalisme memaksa orang harus memakai kacamata nasionalisme untuk memandang eksistensi kolonial Belanda dan Jepang di tanah air. Kacamata itu sedemikian pekatnya sehingga setiap pemakainya hanya bisa melihat dua hal: hitam dan putih. Kolonialisme itu jahat, biadab, tidak manusiasi. Bangsa penjajah terpaksa diidentikan dengan cara seperti itu. Jadilah Belanda dan Jepang itu adalah negara yang jahat, biadab, tidak manusiawi. Mengapa kita tidak mampu atau tidak bisa melihat sisi lain dari Belanda atau Jepang? Jawabannya sederhana: kita diajarkan untuk memakai kacamata indoktrinasi anti imperialisme-kolonialisme dalam membaca "sejarah masa lalu kitan". Pada suatu saat, ketika si Belanda tinggi-putih atau si Nipon pendek-coklat masih nyata bisa berdiri di depan rumah kita dengan sangkur terhunus di depan batang hidung, kacamata semacam itu menjadi sangat berguna, handal dan efektif untuk menarik garis antara musuh dan kawan. Siapa yang harus dimusuhi, mengapa mereka harus dimusihi, dan untuk apa mereka perlu dimusihi - semuanya adalah sebagian dari pertanyaan-pertanyaan yang relevan saat itu!

Dewasa ini Belanda, Jepang dan Orde Baru bergantian (sesuai perjalanan waktu sejarah) dipakai sebagai penyelamat sekaligus kambing hitam untuk ketidak mampuan kita menciptakan sejarah sendiri yang lebih baik dari jaman Belanda, Jepang maupun Orde Baru itu. Di jaman Orde Baru semua kesalahan bawaan (baik yang secara kultural terwariskan maupun karena ketidak-mampuan sendiri) selalu menjadikan kolonial Belanda dan Jepang sebagai pihak yang paling bertanggungjawab. Manusia Orde Baru tak pernah bersalah. Yang bersalah justru si Belanda atau si Nipon. Ketika Suharto turun semua pihak beramai-ramai menyepakati bahwa Orde Baru-lah yang bertanggungjawab atas praktek korupsi, kolusi, nepotisme, main kuasa, mau menang sendiri, masyarakat yang tidak transparan, oportunisme. Arwah kolonialisme mungkin akan bangkit dan berterimakasih kepada Suharto, sebab kebencian terhadap Suharto-Orde Baru telah membersihkan nama Belanda dan Nipon dari tumbal proyek nasionalisme -- sebagai pihak yang bersalah secara historis. Singkatnya, dalam lakon sejarah manusia Indonesia, yang bersalah dan harus, bahkan terus dipersalahkan adalah masa lalu. Kita enggan mengoreksi dan bila perlu mempermasalahkan dan mempersalahkan kita sendiri, baik sebagai gugus kesatuan sosial maupun sebagai penentu wacana kekinian kita. Belanda dan Nipon sebagai "kolonial almarhum" tak akan bangkit menuntut pemulihan nama baik, atau setidak-tidaknya penilaian yang seimbang. Tetapi seorang Suharto yang masih hidup tentu tidak akan mau begitu saja disebut sebagai sumber, biang, dalang dari semua kebangkrutan, kesemrawutan dan kebobrokan situasi saat ini. Wacara moral, nasionalisme, kebangsaan -- semuanya tidak bisa disederhanakan dalam bentuk Suharto dan Orde Baru yang bersalah dan "anggota sosietas yang sisa" adalah pihak yang benar atau bahkan paling benar. Kenyataan yang tidak bisa dihindari adalah bahwa Suharto, orang-orang Orde Baru dan KITA SEMUA masih hidup! Kalau memang demikian, apakah KITA SEMUA (minus Suharto, Orde Baru, Belanda dan Nipon) tidak mempunyai kontribusi dalam menciptakan wajah Indonesia yang bopeng, babak-belur hari ini? Tentu saja kita tidak sekedar membutuhkan sebuah jawaban yang jujur tetapi terutama suatu kejujuran untuk menjawab. Tidak tanpa konsep Orde Baru sebagai ide awal memiliki asumsi dan muara proyeksi yang sangat jelas. Para sejarahwan, pengamat masalah sosial dan politik sepakat, bahwa adalah Suharto dan rejimnya yang menyempitkan paham Orde Baru dan mereduksinya sebagai sebuah praksis manajemen pemerintahan pragmatis menyangkut kekuasaan dan mekanisme membangun dan mempertahankan kekuasaan -walau masih tetap dalam arah tujuan yang sama (setidaknya secara konseptual). Sebuah analisis yang lebih ketat akan menemukan kesimpulan berikut ini: Suharto meyakini konsep pembangunan yang disodorkan oleh para pakar sebagai konsep yang mulia, menarik, baik dan perlu tetapi ia sendiri tidak mengerti sepenuhnya apa yang dimaksudkan oleh para pakar yang bergelar Professor,

Doktor itu. Dengan kewenangan yang ada di tangannya ia sebagai tentara mengarahkan mekanisme politik untuk mengamankan pembangunan dengan visi dan misi agung yang digali dan dirumuskan oleh para pemikir bangsa. Tentara dijadikan satpam pembangunan. Siapapun yang setuju, sepikiran dan sejalan dengan tujuan pembangunan akan ditarik sebagai sahabat. Siapa yang berpikir lain, apalagi yang berpikir lain dan kritis terhadap pekerjaan pemerintah akan dengan mudah dikategorikan sebagai "pihak yang membahayakan pembangunan". Alergi terhadap kritik dengan tameng Pancasila adalah cerita lain lagi. Padahal para para pemikir yang melahirkan ide visi dan misi pembangunan nasional itu lahir dan besar dalam tradisi budaya kritis yang mengenal kritik, kritik dan kritik. Memang ada segelintir pemikir yang tergoda membonceng kereta kekuasaan sehingga tidak kritis lagi terhadap penyimpangan dan bias di lapangan. Lebih malang kalau mereka ini lalu terbeli oleh kekuasaan karena basis idealisme dan moralitas ilmuwan tidak cukup tertanam. Dalam praksis kita menemukan bahwa jurang antara penghasil konsep pembangunan, terutama pada tataran filosofis, dengan pelaksana pembangunan menjadi teramat sangat besar dan tak terjembatani. Yang satu menganggap pembangunan sebagai sesuatu yang sangat kompleks, tidak pernah selesai, dan tak bisa diukur -- karena menyangkut proses memanusiakan manusia (proses humanisasi), sementara yang lain memandang pembangunan sebagai sebuah proses pragmatis, sesuatu yang bisa digerakkan dengan managemen model MBO, bisa diukur dalam bentuk PDB/PDRB, devisa, daya beli dan daya saving, pendapatan per kapita, indeks inflasi yang rendah, dll. Benar, sebagaimana kata Driyarkara, semua proses fisik yang dikedepankan itu sebagai proses homonisasi yang mampu menjadikan manusia lebih kaya, lebih sehat dan montok badannya, lebih kekar ototnya, lebih tebal dompetnya, lebih berkilap sepatunya dan lebih halus deru mesin mobilnya, lebih cantik orangnya. Tetapi kita tiba-tiba sadar bahwa setelah sebagian anak negeri ini lulus proses homonisasi (walau yang miskin secara kuantitatif dan kualitatif semakin memprihatinkan), kita toh berhadapan dengan kenyataan yang paling keras, yaitu KOEKSISTENSI KITA terus mencari-cari jiwanya karena secara historis-sistematis ia didepak keluar dari praksis upaya memperebutkan dan mempertahankan kekuasaan atas nama pembangunan. Dan wacana-wacana humanisme pembangunan hanya hidup di buku teks karya monumental para pemikir besar bangsa ini. Nasib Pemikir dan Pikiran Mereka Tiba-tiba terasa seolah bangsa ini berjalan tanpa tuntunan para pemikirnya. Tetapi kesan ini juga segera kita bantah karena hal itu tidak benar. Cukup banyak bukti di rak buku, map seminar dan lokakarya, jurnal dan catatan lepas bahwa para pemikir bangsa ini telah memberi kontrbusi luar biasa bagi wacana pembangunan, sosial dan politik kita. Apakah pemikiran-pemikiran itu dihargai, artinya ditangkap dan dimanfaatkan dalam praktek pengambilan keputusan -- itu adalah sebuah pertanyaan yang teramat sulit dijawab. Sulit karena birokrat kita bukannya orang yang tidak lulus sekolah dasar: mereka menghadiri seminar, mendengar si Magnis mengoceh, si Kleden menggugat,

Syahrir mengoreksi, Ramli mengulas, Sujatmiko menggagas, Hatta mendasar etc. and so on. Mereka mengangguk-angguk kepala tanda kagum, tanda puas .. entah mengerti atau tidak, lalu pulang bawa sertifikat untuk kredit point naik pangkat,.atau keuntungan lainnya adalah bertambahnya relasi di forum seminar, bahkan sempat salaman dengan Pak Menteri Hikam yang rada kocak itu. Namun demikian, pemikir tidak pernah berniat untuk mencuci otak audiens-nya. Mereka hanya membuka horizon wawasan audiens, menggugat konsep yang mapan dan/atau yang melenceng dan menawarkan alternatif. Adalah tanggungjawab audiens untuk memperlakukan input tadi. Para pemikir tahu diri, bahwa panggilan profesinya adalah memberi pencerahan. Karya pikir mereka tetap hidup dalam dinding dan aturan akademik: bisa benar, bisa salah, bisa diterima bisa ditolak .. pendeknya pemikiran mereka siap diuji-ulang setiap saat oleh siapapun juga. Maka karya para pemikir di tanah air kita -- untuk saat ini -- adalah warisan tak ternilai bagi generasi pemikir berikutnya. Pemikiran mereka tidak akan hanyut-hilang bersamaan dengan perginya sebuah Orde. Relevansi Pemikiran Apa relevansi menggugat perlakuan pemikiran para pemikir bangsa kita? 1. Menghujat Orde Baru sebagai rejim "ein fuer allemal" dapat diterima, tetapi menihilkan semua pemikiran yang melandasi lahirnya Orde Baru adalah sebuah kenaifan tersendiri. Perlu ada upaya menghimpun semua pemikiran yang didengar bagus oleh Suharto dan rejimnya tetapi tidak dimengerti sepenuhnya oleh mereka sehingga perlakukan mereka terhadap pemikiran para pemikir bangsa ini menjadi proses pengurusan. 2. Belanda dan Nipon itu jelek sebagai penjajah, tetapi lewat penjajah itu pula kita menginjak anak tangga menuju pencerahan menyadari diri sebagai manusia merdeka yang menuntut bebas dari pejajahan. Majapahit dan Sriwijaya menaklukkan, bukan memerdekakan. Mari kira bertanya pada Mataram dan lainnya. Orde Baru menjajah kita, memasung intelektualisme, kreativisme dan kritisisme. Tetapi Orde Baru memberi pelajaran berharga, betapa rapuhnya barisan intelektual kita: ada yang setia pada lini pemikir, ada yang terbeli penjadi pemasok ide dan pemberi warna ilmiah pada ucapan birokrat, bahkan ikut menyusun studi kelayakan menggunduli hutan Yamdena (Tanimbar), Kalimantan, menyusun konsep rekayasa manusia untuk memenangkan kepentingan kelompok atau tokoh politik tertentu, bahkan membela para Jenderal yang diduga membunuh kemerdekaan orang yang berjuang untuk menjadi manusia merdeka. 3. Era baru dengan paradigma baru tidak cukup sekedar slogan tanpa kita mengerti apa itu paradigma, mengapa kita harus berpindah dari paradigma yang satu ke paradigma yang lain, innovasi baru mana yang menggugat kebenaran atau kekokohan paradigma lama. Jangan-jangan kita hanya berputar ditempat dengan cerita yang sama. Banyak pejabat menyampaikan pidato yang disusun oleh orang pintar penuh dengan jargon globalisasi, tetapi dari uraian selanjutnya nampak kerancuan pemahaman tentang globalisasi, globalisme,dan

globalitas. Orang berbicara tentang pluralisme, tetapi yang dimaksudkan adalah pluralitas. Orang berbicara tentang "das Sein" tetapi yang dimaksud adalah "Dasein". Orde Baru telah memberi peluang lahirnya berbagai konsep rumit pembangunan yang tidak mudah dicerna oleh para pelaksana dan pelaku pembangunan sehingga salah satu produk Orde Baru lainnya adalah "salah kaprah". 4. Kita semua dipanggil untuk kembali menggali, mencermati dan mendudukkan kembali pemikiran besar para pemikir bangsa sekaliber Sujatmiko, Driyarkara dan lain-lain, agar kita tidak terus-menerus menjadi bangsa penerima resep instan pembangunan yang diproduksi di laboratorum pemikiran Bank Dunia, UNESCO, dll. yang belum tentu mengenal dengan benar manusia Indonesia. (Gagasan orang Bank Dunia biasanya WAJIB dijalankan oleh pemerintah setempat karena gagasan mereka bernilai proyek yang ditunggu-tunggu banyak orang dalam negeri). Pemahaman yang tepat tentang Indonesia, juga berdasarkan renungan dan pemikiran anak bangsa ini, akan sangat menolong mengkritisi pemikiran dari luar dan menjadikan konsep pembangunan pedesaan Indonesia yang diajukan Bank Dunia misalnya, mengakar dan bisa jalan. Hamburg, 9 Februari 2000 Robert B. Bowollo

Kebijakan Untuk Pemiskinan Rakyat
27/05/2008

Kekuasaaan adalah amanah, yaitu amanah untuk mampu membimbing, memajukan, mencerdaskan, memberadapkan dan mensejahterakan rakyat atau bangsa yang dipimpin. Pemimpin datang untuk mengabdi kepada rakyat, bangsa dan negara, karena itu mereka sebesar-besarnya memberikan hidupnya, harta, tenaga dan pikirannya untuk kemajuan dan kemakmuran bangsanya. Dengan kemakmuran bangsa dan negaranya itu kemakmuran pribadinya akan terbawa dengan sendirinya. Ini prinsip kepemimpinan yang amanah, sangat berbeda dengan pemimpin yang melihat kepemimpinan atau kekuasaan sebagai lapangan kerja, seperti seorang professional, direktur sebuah perusahaan. Pada umumnya para elite yang menjadi pemimpin saat ini adalah pekerja politik, bukan aktivis politik, jadi niat dan tujuan serta seluruh pertimbangannya adalah dagang untuk mencari keuntungan pribadi, karena itu setiap langkahnya mesti ada fasilitas dan bayarannya. Bahkan tipe kepemimpinan seperti ini melihat seluruh aset negara sebagai hutan bebas yang boleh dijarah untuk kepentingan pribadi. Inilah yang dianggap sebagai kreatif dan kompetitif. Ini yang terjadi saat ini, pemimpin baik yang ada di pemerintahan, partai, perusahaan maupun organisasi kemasyarakatan, menggunakan

posisinya untuk memperoleh keuntungan pribadi, bukan untuk memajukan lembaga yang dipimpinnya. Sering lembaga dan anggotanya diterlantarkan, tetapi para pemimpin secara pribadi kaya raya. Seperti itulah kepemimpinan yang kita alamai saat ini, pemimpin seperti ini mengabaikan nasib rakyat banyak, hanya memperhatikan nasib sedikit kelompok yang selalu mengelilinginya, sehingga kebijakannya membuat rakyat semakin sengsara. Saat ini berbagai usaha kecil dan menengah dalam berbagai sektor telah tuitup karena kelangkaan bahan baku, dan karena kenaikan bahan bakar, sehingga produknya jadi mahal dan tak terjangkau oleh konsumen. Kebangkrutan usaha itu terutama akan dirasakan sangat pedih oleh buruh yang ada di berbagai industri dan usaha kecil itu, karena mereka dipecat dengan tanpa memiliki cadangan dana untuk hidup. Memang bahwa kemiskinan itu bukan nasib, bukan pula karena kemalasan, tetapi kemiskinan terjadi akibat kesalahan para pemimpin dalam mengambil kebijakan. Kebijakan yang diambil untuk menguntungkan kelompok kecil mafia bisnis berakibat mematikan ribuan usaha kecil dan menegah. Kebijakan ini selalu terjadi di tengah sistem yang penuh korupsi. Hanya sering kali kebijakan yang menyengsarakan itu dimanipulasi dengan berbagai santunan yang justeru sangat mematikan, sehingga masyarakat tidak bisa melihat secara jernih watak para pemimpinnya. Mereka telah menghancurkan dengan sistematis struktur perekonomian rakyat, tetapi kalau terjadi bencana, mereka segera datang pada rakyat seolah peduili pada rakyat, padahal seluruh kebijakan politiknya telah menyingkirkan kepedulian pada rakyat, menyengsarakan dan memiskinkan rakyat. Satu hal yang tidak bisa dipungkiri dari kebijakan ini adalah jumlah kemiskinan yang terus meningkat, sementara hutang luar negeri semakin menumpuk. Bagi pemimpin yang produktif semestinya bisa menggunakan dana utangan itu untuk usaha yang produktif, sehingga rakyat kaya, bangsa makmur dan negara berkecukupan, mampu membayar hutang dan tidak meminjam lagi. Ribuan sarjana politik diwisuda ribuan sarjana ekonomi dipekerjakan, tetapi tidak memiliki kempuan sedikitpun memperbaiki perekonomian rakyat dan negara. Ini tidak lain karena memang mereka tidak berorientasi pada rakyat dan Negara. Memang mustahil negeri ini bisa makmur walaupun sumber kekayaan alamnya melimpah, kalau para pemimpinnya bukan pemimpin yang bisa memikul amanah, tetapi hanya terdiri dari para pencari kerja, yang cita-citanya hanya mendapatkan gaji besar, tetapi tidak memiliki cita-cita untuk membangun bangsanya. Sekedar bercitacita bahkan mengeluarkan pernayaan sikap banyak. Tetapi mereka tidak berani bertindak. Sebab tindakan mengandung risiko. Seorang pemimpian yang amanah mesti memihak kepada rakyat dan bangsa sendiri, sementara prmimpin yang ada karena hanya pencari kerja mereka menjadi sangat oportunis, mengikuti arus, tanpa berani melawan arus perdagangan bebas yang didorong oleh liberalisasi dan swastanisasi. Kecenderungan itu diikuti begitu saja, padahal untuk dapat mensejahterakan rakyat dan menjadikan bangsa jaya dan negara mencapai kemegahannya hanya dengan membangun kedaulatan sendiri baik secara

Seluruh sistem politik ketatanegaraan harus kembali pada filosofi nasional dan kepentingan nasional. Saya begitu khawatir jika Poso akan dijadikan oleh elemen Orba menjadi ladang pembantaian manusia seperti yang sudah terjadi di Ambon dan sekitarnya. belum lagi mereka yang luka-luka dan melarikan diri penuh dengan ketakutan.politik. Kabar duka dari Desa Togolu. begitu menggetarkan hati semua warga. negara berdaulat dan bangsa memiliki martabat. Di situlah rakyat akan berkuasa. Bila sudah demikian tidak lagi usaha pemiskinan yang terjadi. maka kedua sektor itu harus dinasionalisasi secara tuntas. Untuk memiliki kedaulatan politik dan ekonomi. Sementara. harus segera dinasionalisiasi. Di bawah ini adalah berita-berita yang saya ambil dari Kompas seputar masalah Poso. Seluruh perusahaan strategis di sektor energi. telekomunisasi. . Karena itu saya himbau kepada seluruh umat Muslim dan umat Kristen untuk saling menahan diri untuk tidak terprovokasi. Jika di Ambon terkenal dengan semangat Pela-Gandong atau Salam Sarani maka di Poso terkenal dengan semangat Sintuwu Maroso sebagai tali pengikat persaudaraan dan kegotongroyongan antar warga. Kecamatan Lage. Saya tetap yakin bahwa sumber utama konflik bukanlah masalah keagamaan mengingat bahwa sejak dulu baik di Ambon maupun di Poso umat Muslim dan Kristen sudah hidup saling berdampingan secara damai tanpa ada rasa permusuhan. semoga saja bermanfaat bagi para pembaca: Kompas: Kota Poso sedemikian mencekamnya. mengingat sudah begitu banyak korban yang berjatuhan terutama dari pihak Muslim. Sesunggunya kalian sebenarnya adalah saudara sebangsa dan setanah air. (Abdul Mun’im DZ) Konflik Poso adalah Permainan Intrik Orba Tergeraklah hati saya untuk mengangkat berita tentang konflik Poso ke permukaan. Ingatlah yang menjadi musuh kalian itu bukan umat Muslim atau Kristen tetapi adalah orang-orang dari rezim Orba dengan para simpatisannya yang doyan mengacau demi kepentingan politik mereka. Sadarlah bahwa kalian itu semuanya sedang menjadi barang mainan oleh para pentolan-pentolan Orba yang tidak rela tergusur oleh gerakan reformasi. Jadi jelaslah saya dapat mengindikasikan bahwa selama ini beberapa konflik yang kerap meletus di berbagai daerah di Indonesia adalah bagian dari skenario busuk atau permainan intrik dari orang-orang Neo Orba dengan mengadu domba umat Muslim dan Kristen. tetapi menjadi langkah pemakmuran rakyat. maupun secara ekonomi. justru jadikanlah semua perbedaan sebagai bukti dari khazanah budaya kita yang penuh warna. Ratusan nyawa telah melayang di pesantren Wali Songo yang terletak di wilayah itu. transportasi dan pangan yang sekarang berada di tanagan swasta. walau agama kalian berbeda namun jangan jadikan perbedaan sebagai pemicu rasa permusuhan. Poso.

Menurut beberapa pengungsi yang bermukim di sekitar Pondok Pesantren Wali Songo di desa Sintuwulemba (9 kilometer Selatan Poso) itu. para wanita. Andreas: Ini mungkin bukti sebagian dari kebiadaban para perusuh terhadap umat Muslim. sebab di depan mata kami peristiwa pembantaian itu dilakukan. Sebab yang namanya orang Kristen atau pengikut Kristus sejati tidak mungkin sampai hati untuk membantai manusia lain yang berbeda agamanya. Para pengungsi ini mengakui bahwa sehari sebelum meletusnya kerusuhan Poso fase ketiga (23/5). menyusul adanya intimidasi dari pasukan Kelompok Merah kepada warga muslim setempat. penyerangan kelompok perusuh hari Minggu itu di pondok pesantren tersebut mengakibatkan banyak korban tewas. Kabupaten Donggala. namun menyatakan jumlahnya mencapai ratusan orang. Saya memang tidak bisa mengelak bahwa yang melakukannya adalah mungkin saja dari “kelompok merah” atau pihak Kristen namun sekali lagi saya tegaskan bahwa sesungguhnya yang melakukannya adalah tidak lebih dari umat setan/iblis yang mendompleng nama Kristen. Namun kini kitapun harus bertanya apakah “kelompok merah” yang disebut-sebut tersebut benar-benar mewakili umat Kristen sebenarnya ataukah hanya sekumpulan orang-orang Kristen gadungan yang dibayar oleh pentolan Orba untuk mengacau . mereka sendiri sempat menyaksikan bahkan merasakan perbuatan sadis dan brutal yang dilakukan pasukan Kelompok Merah di desa mereka selama beberapa hari sejak pecah kerusuhan." kata sejumlah saksi mata. Para pengungsi asal desa Sintuwulembah itu tak merinci angka korban tewas yang dibantai di desa mereka. Andreas: Kita memang tidak bisa membantah bahwa ternyata “kelompok merah” atau kelompok Kristenlah sebagai pelaku semua kebiadaban. Sekali lagi saya tegaskan bahwa ini bukanlah perbuatan kekristenan tetapi adalah perbuatan dari para setan yang sedang menyamar menjadi “murid Kristus”." kata sejumlah pengungsi kerusuhan Poso di Parigi. anak-anak. Selasa. membakar pesantren. "Pernyataan pimpinan Polri ini mengada-ada. sesali pernyataan Waka Polda Sulteng Kolonel (Pol) Drs Zainal Abidin Ishak. mengenai tidak adanya pembantaian terhadap wanita dana anak-anak saat pecah kerusuhan bernuansa SARA fase ketiga melanda Poso sejak 23 Mei lalu. "hilang" dan diduga kuat lari menyelamatkan diri saat Kelompok perusuh melakukan penyerangan tanggal 28 Mei 2000. ratusan penghuni pesantren Wali Songo di Kilometer Sembilan (Desa Togolu) Kecamatan Lage Kabupaten Poso. Sulawesi Tengah.Kantor Berita Antara menuturkan. Kompas: Warga Poso yang berada di sejumlah lokasi pengungsian di Kecamatan Parigi. dan manula telah diperintahkan mengungsi ke Markas Kompi 711-B Poso. namun beberapa di antaranya berhasil menyelamatkan diri lari ke hutan-hutan di sekitar pasantren itu. atau menyerang tempat ibadah seperti masjid." kata mereka. "Tak sedikit wanita ditelanjangi dan diperlakukan secara tidak senonoh sebelum dibantai hingga tewas. Sejumlah saksi mata yang ditemui Antara di Palu dan Poso--205km timur Palu Senin mengatakan. bahkan hingga perkosaan terhadap beberapa wanita. Mereka yang tidak sempat mengungsi itulah yang menjadi sasaran pembantaian dan perkosaan.

Komandan Kodim 1307 Poso.di Poso? Mengingat bahwa semua kerusuhan yang terjadi di negara kita baik itu di Ambon. namun orang dari luar memperkeruh lagi suasana dengan memancing emosi masyarakat agar beramai-ramai melakukan aksi balas dendam. Peristiwa yang terjadi di desa Sepe Kecamatan Poso Pesisir tanggal 23 Desember 2000. jam 15. tapi orang luar yang mencoba memperparah lagi keadaan yang berangsur-angsur mulai kondusif itu. merupakan bukti bahwa yang melakukannya bukan warga Poso. katanya kepada Antara di sela-sela acara HUT Bayangkara Ke 54 di Makassar. "Enam dari 28 orang oknum TNI Kesatuan Kodim Poso. Sudirman Panigoro.00 WIB. Hal ini memang sudah menjadi strategi andalah atau jurus pamungkas dari para pentolan Orba untuk menghancurkan setiap gerakan reformasi yang kini sedang limbung karena kehabisan “bahan bakar”. Siapapun sesungguhnya orang luar itu kalau bukannya lagi orang-orang bayaran yang memang sudah diperkerjakan secara profesional dengan tujuan untuk memecah belah dan mengadu domba antar umat beragama. membenarkan adanya pemeriksaan oleh . ternyata berasal dari luar Sulawesi. Ia mengatakan pada dasarnya masyarakat Poso sudah jenuh dengan pertikaian dan mau hidup berdampingan seperti dulu."Tertangkapnya dua orang warga sipil pelaku kekacauan di Poso pasca kerusuhan Mei tahun lalu ternyata dari hasil penyelidikan pihak keamanan. Andreas: Kini terbukti bahwa memang ada orang luar yang turut “bermain api” untuk ikut memperkeruh Poso. Kompas: Dugaan keterlibatan sejumlah oknum TNI Kodim Poso dalam kasus Poso tak dipungkiri oleh Komandan Kodim 1307 Poso. 6 anggota Kodim Poso terlibat langsung. Ketika dihubungi KCM melalui telepon. Kompas: Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) HB Paliudju mengatakan yang mengacaukan situasi di Kabupaten Poso pasca pertikaian berdarah Mei-Juni 1999 adalah orang dari luar kabupaten itu dengan motif balas dendam. atau di Poso selalu saja melibatkan oknum-oknum pemerintahan dan para aparat yang turut bermain pula sebagai bidak Orba dengan maksud untuk menggoyahkan stabilitas nasional. Pemeriksaan sementara oleh Pomdam VII Wirabuana menunjukkan. Letkol Budiardjo. Ingatlah bahwa pentolan Orba sudah mahir puluhan tahun untuk “bermain api” dengan rakyat dan cerdik dalam memainkan strategi “lempar batu sembunyi tangan”. Dan ketika stabilitas nasional tersebut goyah maka orang-orang Orba akan mempunyai alasan yang cukup kuat untuk menggoyahkan pemerintahan Gus Dur sambil berteriak bahwa karena Gus Durlah situasi dan kondisi di Indonesia menjadi tidak aman alias rusuh." kata Komandan Pomdam VII/Wirabuana Kol. di Sampit. Senin (29/1). Sabtu. Sabtu." katanya di Palu. Dan tragisnya “bahan bakar” reformasi kini sudah di ambang kehabisan terutama jika Gus Dur dapat diturunkan secara paksa oleh para politisi di tubuh DPR yang memang sudah “bau bangkai”. katanya. setelah melalui penyelidikan sementara diduga terlibat langsung dalam kerusuhan di Poso. Letkol Budiardjo. Dari hasil pemeriksaan 28 orang anggota TNI yang terlibat dalam kerusuhan Poso untuk sementara ada indikasi enam orang diduga terlibat.

guna mencegah munculnya kembali tindak kekerasan yang dapat meningkatkan jatuhnya korban jiwa dan harta benda. pihaknya telah melaporkan kepada pimpinan TNI/Polri setempat mengenai masalah tersebut. ras dan antar-golongan). Andreas: Kini tabir tersebut tersingkap dengan sendirinya bahwa aparatpun ikut “bermain api” guna meramaikan tragedi Poso. bahkan sejumlah saksi mata mengatakan sempat melihat para desertir bergabung dengan salah satu kelompok yang bertikai.Menurut Paliudju." kata Gubernur di Palu. segera menghilangkan perbedaan SARA.Denpom Palu terhadap anggota Kodim Poso yang diduga terlibat dalam aksi kerusuhan Poso."Saya minta semua warga Poso. agama. Namun pada akhir artikel saya. Andreas: Mungkin sampai saat ini kita masih harus “terpaksa” memegang asumsi bahwa kerusuhan di Poso itu murni bermuatan SARA. saya akan menyodorkan suatu berita yang mengejutkan yang ternyata menegaskan bahwa kerusuhan di Poso itu bukanlah karena SARA. ternyata semboyan ini bukanlah semboyan yang baru “diciptakan” namun sudah merupakan falsafah yang diwariskan oleh nenek moyang selama ratusan tahun. mengingat pertikaian berkepanjangan selama ini telah menelan korban jiwa dan harta benda luar biasa besar. yang penanganannya kini sudah sampai pada Pomdam VII Wirabuana. Jumat. Sekedar menyinggung Sintuwu Maroso (kerjasama dan tolong menolong antar-sesama manusia) yang menjadi semboyan warga Poso. Apakah mungkin semboyan Sintuwu Maroso yang sudah beratus tahun tertanam di dalam hati sanubari dapat hilang menguap begitu cepat tanpa ada faktor lain sebagai penyebabnya? Penyebab apa lagi kalau bukan karena “sebab intrik Orba” yang bisa dijadikan alasan kuat untuk menjawab mengapa semboyan Sintuwu Maroso dapat hilang dengan begitu cepat? Ataukah pembaca punya alasan lain yang lebih logis? Kompas: Pihak MUI (Majelis Ulama Indonesia) Sulawesi Tengah menilai bahwa kasus pertikaian berdarah di Kabupaten Poso meluas dan menimbulkan banyak korban jiwa akibat beberapa oknum aparat keamanan (TNI/Polri) di daerah itu melakukan desersi." kata Wakil Ketua MUI Sulteng KH Drs Dahlan Tangkaderi di Palu. sekaligus mengambil tindakan tegas bagi mereka yang membelot dari tugas . Kompas: Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudju mengajak semua warga Poso yang berada di dalam dan luar kota itu segera menghilangkan perbedaan SARA (suku. Rabu. Semoga. warga Poso harus mengingat kembali semboyan "Sintuwu Maroso" (kerjasama dan tolong menolong antar-sesama manusia) sebab falsafah yang diwariskan oleh nenek-moyang ini memiliki arti penting dalam menapaki masa depan bersama yang lebih baik. Semoga bukan hanya aparat “kelas teri” saja yang tertangkap tetapi para politisi besar yang sedang asyik bermain di “belakang layar”pun bisa ditangkap dan diadili.Menurut Tangkaderi. baik yang masih bertahan di daerah itu maupun di lokasi pengungsian."Banyak pihak melaporkan hal itu kepada kami.

Silahkan para pembaca nilai sendiri berita di bawah ini. menjual dan meminumnya. Sampai di sinikah mental seorang prajurit di negara kita? Rupanya para anggota TNI/Polri perlu lagi dibina secara lebih serius supaya kasus Bimantoro atau kasus desersi di Poso tidak perlu terulang lagi di masa yang akan datang. sebab antar-desa berpenduduk Muslim dan Kristen yang bertetangga tidak saling menyerang. Karena itu damailah kalian wahai umat Muslim dan Kristen karena berperang itu tidak ada gunanya! Marilah kita galakkan semangat persaudaraan dan cinta kasih dan buang jauh-jauh rasa dendam dan permusuhan! Jangan lupa teruslah nyalakan api reformasi yang kini hampir-hampi padam dan gilas Orba dengan kekuatan rakyat! Kerusuhan Poso Bukan SARA Poso. Dan saya tidak terkejut ketika melihat kasus ini. Kamis Ketua DPRD Poso. Andreas: Ada desersi toh rupanya. Akibatnya masyarakat mulai bertindak di luar batas dan mengganggu sesama mereka. Ikhwal kerusuhan di sini dipicu oleh perkelahian pemuda antar-kampung di terminal Lombogia lalu . tapi saling membantu. Kamis (31/5). apakah memang benar bahwa mereka adalah benar-benar prajurit sejati dan pengayom rakyat ataukah hanya terdiri dari sekelompok provokator bermuka tembok dan pengecut yang hanya bisa bersembunyi di ketiak para elite politik. (Ket: desersi berarti lari dari dinas ketentaraan. penyebab terjadinya kerusuhan itu sebanyak 12 variabel antara lain merajalelanya peredaran minuman keras sehingga masyarakat menjadi terpengaruh dan mengkonsumsinya secara berlebihan." ujarnya. bukan dipicu masalah SARA. Penyebab lainnya adalah faktor kenakalan remaja." katanya di Poso. bahwa kerusuhan di Poso itu sebenarnya bukan karena SARA. Ternyata memang perlu dipertanyakan kualitas sebagian besar dari anggota TNI/Polri. mengingat orang-orang semacam Bimantoropun pernah melakuan hal yang serupa yakni melawan atasannya dalam hal ini adalah presiden dengan menolak untuk dinonaktifkan.kedinasan dan ikut bergabung dengan kelompok yang bertikai untuk melakukan penyerangan terhadap warga sipil di Poso. pembelotan kepada musuh). Ia menjelaskan. Drs Akram Kamaruddin mengatakan kerusuhan di Kabupaten Poso Sulawesi Tengah yang menelan korban jiwa yang meninggal dunia lebih 200 orang. Andreas: Di bawah ini adalah berita yang telah saya janjikan itu. "Saya yakin kerusuhan Poso ini bukan karena SARA. "Tapi alhamdulillah kami sudah melarang masyarakat untuk memasukkan. Semoga berita ini bisa memberikan sedikit kesejukan di tengah-tengah situasi dan konsidi bangsa yang sekarang lagi serba panas.

antara lain dengan gerakan Indonesia Berparlemen. sementara simbol negara. dipicu oleh kesenjangan sosial yang kian mencolok antara penduduk asli dan warga pendatang. Kerusuhan Poso. yakni dengan pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan KNIP Daerah. sebagai perintis jalan bagi penentuan nasib sendiri dan sekaligus hak membentuk pemerintahan. namun terkendala oleh perang kemerdekaan. Piliang Analis Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS). Ketua Dewan Pengurus Yayasan Harkat Bangsa Indonesia Latar Belakang Demokrasi lahir bukan tanpa korban. masyarakat telah berteriak tentang betapa pentingnya penolakan atas “pajak tanpa perwakilan�?. Jakarta. pada gilirannya memupuk dendam antara sesama pejuang. Sutan Syahrir. Dalam peristiwa Perang Kamang (1908) di Sumatera Barat. Dalam model-model yang sederhana. bukan tidak ada demokrasi. yakni Presiden Soekarno. Sejumlah manifesto juga dikeluarkan. Demokrasi Khas Indonesia: Riwayat Singkat dan Masa Depannya Kamis. 1996). ketika berhadapan dengan keputusan demokratis yang menyatakan ia bersalah dan meminta meminum racun. Plato. ketika politik aliran beranjak dari meja diskusi kepada sejumlah perang terbuka yang juga bermuara kepada pembunuhan. yang menunjukkan kedaulatan rakyat dilaksanakan dalam level tertinggi. Kemudian kesenjangan pendidikan baik formal maupun informal juga punya andil besar. Ia menambahkan. Pendidikan yang diterapkan orang tua di rumah dan guru di sekolah terkadang tidak sejalan dan ada kecenderungan kelompok warga tertentu tidak menikmati pendidikan formal seperti kelompok warga yang lain. 21 Juni 2007 Indra J. Amir Syarifuddin. Ada kehendak dalam penjelasan UUD 1945 untuk mengadakan pemilihan umum. Tokoh beraliran sosialis. "Warga sudah menguasai perekonomian sehingga lahirlah kecemburuan dari penduduk pribumi yang mereka ekspresikan dengan membabat pohon coklat dan kelapa milik pendatang. sehingga suara orang awam pun bisa mereka wakili. telah dengan sangat kritis menyampaikan pembelaan atas pikiran-pikirannya. Socrates yang menjadi filsuf paling berpengaruh dalam era Yunani. Wakil Presiden Muhammad Hatta bahkan pernah menduduki kursi Perdana Menteri. Demokrasi datang ke Indonesia juga bukan tanpa korban. sekalipun terbatas dalam hak dan wewenang. Kemerdekaan Indonesia sejak 17 Agustus 1945 telah membuka kesempatan luas ke arah pemerintahan yang demokratis. Kaum bangsawan memang dengan sangat cerdik telah memanipulasi demokrasi demi keberlanjutan kekuasaan yang mereka miliki. Luka-luka zaman revolusi kemerdekaan. tetap dipertahankan pada kursi kekuasaannya. rendahnya kesadaran hukum dan pendidikan politik kemudian dibalut oleh sentimen pribadi dan gencarnya provokasi juga merupakan penyebab lain dari kerusuhan Poso. tanpa harus mengacu kepada substansi “kebenaran�? suara-suara itu. Anak-anak revolusi itu pun dimakan oleh arus cepat perubahan. telah dimulai suara-suara yang mewakili kepentingan tanah jajahan. serta membangun pemerintahan berdasarkan sistem yang seringkali campur baur. yakni antara presidensial dan parlementer.dimasuki oleh provokator kemudian membesar hingga tak terkendali dan menyebabkan salah satu kelompok warga terusir dari Kota Poso. dan Sutan Syahrir adalah contoh dari nama-nama yang terkikis oleh . Aristoteles dan filsuf-filsuf selanjutnya menjadi kehilangan kepercayaan kepada demokrasi yang memenangkan suara orang awam (Fuad Hassan. Upaya paling maksimal adalah menempuh jalan kekerasan lewat pemberontakan bersenjata. adalah pengusung adanya parlemen yang tidak dipilih dalam pemilihan umum itu. lanjut Kamaruddin." ungkapnya. Tetapi. walaupun berlangsung secara inkonsistusional demi tujuan-tujuan politik dan diplomasi internasional. Korban-korban pun berjatuhan. Lewat Volksraad. penolakan atas kebijakan raja di tanah Jawa yang dianggap merugikan rakyat dilakukan dengan cara menjemur diri di depan alun-alun Istana Raja. Tan Malaka.

nelayan. Tetapi. juga mantan-mantan pejabat penting pemerintahan. pada akhirnya tidak melahirkan kestabilan pemerintahan. mulai dari penjara Glodok yang dekat dengan area perdagangan. Teori-teori Marxisme. Tokoh-tokoh penting kemerdekaan Indonesia bisa dipastikan tumbuh dan berkembang di penjara-penjara yang dekat dan jauh dari pusat pemerintahan. Padahal. melainkan juga berisi kaum intelektual. nama sebuah jalan tempat rumah tinggal pribadi Soeharto dan keluarganya. sifatnya hanya ritual belaka dengan intervensi yang kuat dari pemerintah. kekayaan alam dan posisi geografis dalam simpang jalan jalur laut internasional. Pengembirian politik ini ditujukan untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan. terutama dengan mengambil bagian-bagian penting dalam masyarakat desa di Jawa. yakni keluarga Cendana. mengingat terlalu asyik dengan kepentingan masing-masing. sampai Uni Sovyet kala itu telah menjadi menu yang menjadi santapan harian. selain memiliki perwakilan tetap dalam parlemen lokal dan nasional tanpa dipilih. masa-masa kebangkitan Islam. Perubahan itu dimulai dengan cara memenuhi kebutuhan akan pangan dan sandang. Aparatur militer juga menjadi mesin pengumpul suara yang maksimal. Tetapi. Hanya saja. lalu perlahan maju lebih jauh lagi dengan pemenuhan akan papan (perumahan).terjangan debu. petani. Pemilu 1955 yang bisa jadi menjadi barometer ideal dari proses pemilihan wakil rakyat dengan membolehkan partai lokal dan perseorangan sebagai kandidat. mulai dari pengarahan agar memilih Golkar. alat-alat kantor dan benda-benda yang menjadi bagian kehidupan masyarakat lainnya. Kota Jakarta yang bersolek. partai politik digambarkan sebagai sosok yang asing. yakni stabilitas. seperti pemuda. termasuk dengan mendatangkan dalam bentuk lengkap beragam jenis kendaraan. telah menghilangkan dengan sistematis keunggulan komparatif produk dan teknologi dalam negeri. surat kelakuan baik. kesadaran seperti itu tidak muncul di kalangan elite. Filsafat Barat dan Timur berkumpul di atas meja makan dan tulisan-tulisan di media massa. Bangsa yang pernah mengalami kelaparan bertahun lewat beragam perang dan proyek kolonialisasi tiba-tiba berubah menjadi bangsa yang gandrung akan materi. militer dan birokrasi. namun pemerataan malah tertinggal jauh di belakang. tetapi gagal mencapai kesepakatan. sampai ke Bandaneira yang berair jernih dan Tanah Merah di Papua yang masih berupa rimbabelantara. Investasi asing pada industri-industri strategis. perempuan. Politik hanya berkisar di sekitar Soekarno yang dikitari oleh orang-orang yang mengagungkannya sebagai pemimpin besar revolusi dan memberikan jabatan sebagai presiden seumur hidup. dan dilanda begitu banyak rakyat jelata yang miskin. sampai bintara pembina desa (babinsa). Peminggiran Peran Partai Politik Dalam buku-buku sejarah yang ditulis selama Orde Baru (1966-1998). karena cenderung hanya mementingkan diri sendiri. Republik pun dikepung oleh pemberontakan daerah. Upaya pemujaan diri yang berlebihan menyebabkan pemerintah Orde Baru terlalu terpaku kepada pertumbuhan ekonomi dan pemaksimalan pembangunan fisik dengan sarana hutang luar negeri. Perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Sovyet yang menjadi konteks geopolitik global ikut menyeret Indonesia. kelaparan. Sampai bertahun-tahun kemudian. Gedung-gedung pencakar langit yang menjulang. Perubahan-perubahan politik internasional pun menggiring kepada perubahan di tingkat nasional. misalnya. ketika politik menjadi panglima dan ekonomi tertinggal dalam keangkuhan nasionalisme. para pendiri republik adalah orang-orang yang sangat paham dengan beragam literatur tentang demokrasi. Sebagai satu kekuatan negara dunia ketiga yang cukup diperhitungkan. Cara mengendalikan politik lewat penjara ini adalah duplikasi atas kebijakan serupa yang ditempuh oleh pemerintahan kolonial. seperti tenggang-rasa dan tepa-selira. politisi. Rujukan ke Eropa. Nama yang dikenakan adalah demokrasi Pancasila yang berbentuk indoktrinasi lewat jalur-jalur pendidikan formal dan sertifikat Penataran P-4. sampai penyelenggaraan pemilu sendiri yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri. barang-barang rumah tangga. Demokrasi parlementer (1955-1959) dalam DPR dan Dewan Konstituante begitu rapuh oleh orasi-orasi dan sidang-sidang yang penuh argumentasi. berhadapan dengan kota-kota lain yang kehabisan uang untuk sekadar memelihara koridor jalan dan selokan. bayaran mahal atas kemajuan material itu adalah hilangnya kebebasan pers dan kebebasan politik. dan tipologi sosial-politik lainnya. Terdapat puluhan Widya Iswara dalam lembaga-lembaga . kelangkaan minyak tanah. Kalaupun diadakan pemilihan umum. pertumbuhan dan pemerataan. Turki. Stabilitas dan pertumbuhan berhasil dicapai. bukan berarti tidak ada demokrasi. Kekuasaan berpusat kepada sekelompok orang di Jakarta yang melibatkan Golkar. Selain itu juga bergerombol organisasi sosial kemasyarakatan yang berafiliasi dengan Golkar. terutama dari segi jumlah penduduk. apapun yang terjadi pastilah menarik perhatian dunia luar. dihiasi oleh rumahrumah gubuk yang reot. bertahan lama dengan energi yang begitu kuat berhadapan dengan kolonialisme dan kapitalisme. penjara-penjara tidak hanya diisi oleh pelaku tindakan kriminal. Tanpa disadari – atau memang didesain dengan sempurna – puncak kekuasaan ekonomi-politik berpindah dari lembaga-lembaga negara menjadi usaha rumah-tangga. Keadaan ini berlanjut dalam masa Demokrasi Terpimpin (1959-1966). peluru dan penjara revolusi. Pancasila ditafsirkan menjadi 36 butir dan ditambah menjadi 45 butir.

Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Benteng Pertahanan Bahkan yang berkembang adalah organisasi kelaskaran pemuda yang mengasosiasikan diri dengan rezim. sampai penahanan. sekalipun tidak semua bisa digeneralisasi. telanjur dimasuki oleh aparatus negara lewat izin pertunjukan. sekalipun para aktivisnya terus mencoba membangun langkahlangkah alternatif yang dengan sendirinya harus mengikuti kehendak pemerintah. Demokrasi. terdapat indikasi betapa tokohtokoh penting itu justru berubah menjadi “Soeharto-Soeharto kecil�? dengan menjadikan perlawanan masa lalu sebagai latar. sebagaimana dulu juga pernah dipraktekkan oleh Presiden Soekarno. Para seniman. Aparatus negara berubah menjadi begitu menakutkan. ruang-ruang diskusi. organisasi masyarakat sipil ini tidak berkembang. satu-satunya referensi utama yang melawan arus dominasi pemikiran dan jurnal-jurnal resmi pada instansi pemerintah. pemilihan ketua-ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah. Selain organisasi-organisasi kecil dan organisasi masyarakat sipil.pelatihan resmi seperti BP-7 Pusat yang sudah bubar. sulit untuk mengatakan bahwa demokrasi juga hidup dalam ranah masyarakat sipil ini. bahkan hanya dengan modal uniform. Sebuah desa bisa saja ditenggelamkan dengan air bah. yakni lewat pemilihan umum. Sesedikit apapun gerakan pembangkangan dilakukan. seperti Himpunan Mahasiswa Islam. sekalipun jumlah kelompok oposisi terus bertambah secara diam-diam. terutama dalam pemilihan pimpinannya. Satu sebutan yang terdengar manis selama Orde Baru. lewat tangan-tangannya dan aparatus intelijen yang kuat. Begitu pula Lembaga Penelitian. benteng pertahanan terpenting dari demokrasi yang tanpa intimidasi masih tersedia. Patut disadari bahwa kalangan intelektual yang punya nama dalam era reformasi. atau proses pemilihan pengurus organisasi profesi dan keilmuan. Organisasi ekstra universitas yang mencoba mempertahankan azas. namun dalam bentuk pemeliharaan atas ceruk-ceruk wilayah dan kanal-kanal pikiran yang mudah dikendalikan. juga masuk ke dalam organisasi sosial kemasyarakatan dan agama. Nahdlatul Ulama. dengan sangat terpaksa terpilah menjadi dua. dan ujungujungnya adalah prosesi kebulatan tekad yang mengusung kembali Soeharto sebagai presiden. suap-menyuap. serta kantor menteri pemuda dan olahraga. setelah Soeharto tumbang. Perbedaan pendapat berarti perlawanan atas pemerintah. tetapi sebagian mampu memajukan perspektif yang berlainan atas paradigma pembangunan Orde Baru. penuh rekayasa. adalah satu organisasi yang terusmenerus diganggu dengan pelbagai bentuk intervensi. baik yang masih bergerak dalam ranah masyarakat sipil atau sudah mengikuti arus zaman dengan menjadi bagian dari penyelenggara negara (baik di wilayah ekskutif. bukan kebenaran. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia terpaksa fokus di kampus-kampus Institut Agama Islam Negeri. tindas-menindas. Terdapat juga organisasi masyarakat sipil. bahkan panggung-panggung pertunjukkan. karena tidak mampu lagi diterbitkan ketika zaman kebebasan datang. mengingat organisasi masyarakat sipil memerlukan pola keketatan dan kedisiplinan sendiri. Secara umum. yakni pemilihan kepala desa atau kepala kampung. untuk menghadapi mesin besar negara Orde Baru yang menggilas apa saja. karena dirasa mewarisi pemikiran kalangan Soekarnois. selalu saja mencoba memasuki dan mengubah agenda-agenda kerjanya. sampai kepada buruh-buruh yang sedang memperjuangkan kenaikan upah. baik berbentuk yayasan atau juga lembaga-lembaga advokasi dan penelitian. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yang melahirkan majalah PRISMA. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. pembubaran. terutama dengan pakaian loreng-loreng. sebagai contoh lagi. Bahkan. sampai penangkapan dan penahanan. Penyingkiran memang tidak dilakukan. wartawan. Partai-partai politik tidak berkembang. Yang ada hanyalah pembenaran. bahkan kematian yang tidak diduga. Dewan Pertahanan Nasional (Wantanas). penduduk diusir dengan mendatangkan gajah. Doktrin-doktrin juga disalurkan lewat radio. kelas-kelas pedagogi yang menihilkan peran sekolah. arisan-arisan keluarga dan tetangga. . terus berupaya membela kepentingan masyarakat kecil yang butuh perlindungan hukum. pemilihan ketua-ketua Dewan Mahasiswa sebelum dibubarkan. sekaligus juga menangisi. demokrasi tinggal nama. Hal itu dapat dimengerti.1 Lembaga swadaya masyarakat atau organisasi non-pemerintah ini ternyata juga mampu menjadi “tempat persembunyian�? atau bahkan “tempat magang�? bagi para aktivis yang tidak hendak masuk dalam skema besar pemerintah yang menyediakan lapangan kerja terbatas. Negara. agar “nafas demokrasi Pancasila�? tetap bisa dirasakan. akibat-akibat yang ditimbulkan tidak bisa ditebak dan ditanggung. legislatif atau yudikatif). tuduhan tentang organisasi tanpa bentuk. Negara yang coba menaungi semua organisasi. Sekalipun begitu. yakni “aktor intelektual�?. intelektual. Muhammadiyah harus mencari jalan tengah untuk mencegah politik belah bambu. dalam bentuk yang sangat sederhana. Kaum intelektual pantas mensyukuri keberadaan PRISMA ini. Namun. Sejumlah tokoh besar lahir dari sini. sebagian berasal dari kalangan masyarakat sipil ini. sulit kita melihat organisasi lain menyediakan ruang demokratis yang baik. televisi dan koran-koran nasional. Di luar itu. sebagai contoh. hanya datang sekali dalam lima tahun. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia menghadapi himpitan serius.

mulai menunjukkan kerapuhannya. Amien Rais Center. baik di Jakarta ataupun di daerah-daerah. kejatuhan nilai tukar. pengusaha dan birokrat Orde Baru. Sementara para politikus itu berbicara atas nama nasionalisme dan kesejahteraan. para politikus ini juga datang dari orang-orang yang sudah malang melintang dalam kenyamanan kekuasaan Orde Baru. Dalam bahasa Benny Subianto. tetapi juga ada yang hanya sebagai kamuflase sementara sebelum memasuki kancah formal kampanye-kampanye politik. Lembaga-lembaga ini secara berkala mengeluarkan hasil survei menyangkut posisi partai-partai politik dan tokoh-tokoh politik penting. Tetapi. seorang tokoh yang sangat berpengaruh dalam upaya industrialisasi teknologi tinggi di Indonesia. ditunjuk sebagai pengganti. perang di Timor Timur. persaingan petinggi-petinggi militer. The Habibie Center. Pembunuhan Marsinah. Nusantara Center. melahirkan oligarki “industri�? LSM (Benny Subianto. apalagi kalau tokohtokohnya sudah cukup dikenal. yakni dari penggunaan metode kualitatif ke arah penggunaan metode kuantitatif. ketika melakukan aksi-aksi yang kejam. dan terutama karena usia yang menua ditimpa zaman yang dihadapi oleh Soeharto. termasuk dengan mengerahkan para artis. justru mendorong Soeharto mengambil langkah-langkah yang secara kental memicu lahirnya istilah Korupsi. aboriginisasi di Papua. Hampir sembilan tahun lalu. pada 21 Mei 1998. tanpa harus melewati prosedur pemilihan langsung yang sebenarnya. Fauzi Bowo Center.pada kenyataannya menyimpan kebencian dan kebengisan yang dalam kepada kaum intelektual. bahkan perseberangan antara profesi (militer atau sipil) dan bahkan wilayah (Jawa dan Luar Jawa) diangkat ke permukaan dengan cara yang sangat usang. Tetapi. Freedom Institute. Perubahan yang juga penting adalah munculnya lembaga-lembaga survei yang dengan jitu mampu memprediksi pihak mana yang bisa memenangkan pemilu. Yang diperbaiki hanya proses mendapatkan kekuasaan. agenda LSM telah bergeser dari perlawanan terhadap negara menjadi komplemen kebijakan demokratisasi negara. menepati janji untuk menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada kaum ilmuwan. juga mensyaratkan keterlibatan LSM. perkembangan lain adalah pembentukan sejumlah kelompok-kelompok pemikiran yang bermuara kepada satu tokoh. Sikap pesta-pora dengan mengabaikan demokrasi dalam ritual pemilihan presiden dan wakil presiden. Lembaga-lembaga itu ada yang memang bergerak menuju pengentalan ideologi tertentu. pihak donor yang naif �? dan kadang-kadang kolutif�?. sebagaimana dikatakan kepada Daoed Joesoef (2006). Para aktor politik dengan segala cara mencoba terus mempertahankan dan meningkatkan dukungan.2 Selain lembaga-lembaga riset kuantitatif. tetapi belum mengarah kepada tujuan menggunakan kekuasaan itu. justru mereka sendiri yang mengotak-otakkan masyarakat ke dalam sekat-sekat yang mereka bangun. Era kemerdekaan media ini tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang baik. satu aliran politik. tetapi sekaligus juga memberikan kepada publik pilihan-pilihan yang beragam. Lembaga swadaya masyarakat juga berkembang secara masif. terutama Aceh. klan. Pemerintah tidak lagi dilihat sebagai satu-satunya lembaga yang layak mengurus dana-dana yang digelontorkan pihak asing itu. Penanggulangan daerah-daerah bencana. The Indonesian Institute. Reform Institute. kekejaman di Aceh. Tekanan dari dunia internasional. Persaingan antar kelompok. aksi-aksi demonstrasi mahasiswa. Tidak heran kalau LSM tumbuh bak jamur di musim hujan. Kemajuan yang dialami oleh lembaga-lembaga riset itu menunjukkan juga arah perubahan ilmu-ilmu politik. seandainya pemilu atau pilkada terjadi pada waktu survei itu diadakan. BJ Habibie. termasuk pemilihan langsung kepala daerah (pilkada). dan beragam lembagalembaga kajian lainnya mengisi lembaran-lembaran berita media massa. Kehadiran lembaga-lembaga donor di Indonesia yang berjumlah banyak memang memicu LSM-LSM kian profesional. The Lead Institute Universitas Paramadina. Kompas. Soeharto. langsung mengambil alih keadaan ketika demoralisasi melanda kalangan serdadu. juga masih terdapat ribuan LSM yang masih hidup Senin-Kamis. elite LSM yang sarat kepentingan. rezim yang semula dianggap sangat liat itu. sehingga menciptakan profesi baru yang cukup memberi pengaruh. Di balik itu. Opini publik langsung bisa dihitung. Semaraknya pembentukan dan kiprah lembaga-lembaga itu menunjukkan arah individualisasi politik atau personalisasi pemikiran. atau malahan juga kepada utopia tertentu yang coba terus dilakukan. sampai peristiwa 27 Juli 1996. mengingat dihilangkannya pemberian kartu wartawan dengan lebih dahulu mengikuti . Demokrasi dalam bentuk pengarus-utamaan permasalahan rakyat juga terjadi dalam pertumbuhan media massa. 04 Mei 2007). Kolusi dan Nepotisme (KKN). terutama mengingat kelumpuhan yang nyaris permanen yang dihadapi oleh partai-partai politik dalam menyalurkan aspirasi publik. bermuara kepada pengunduran diri yang disambut sorak-sorai para mahasiswa. Demokrasi yang Tersebar Kelompok yang paling tidak disukai Soeharto – dan juga kurang diminati kaum intelektual �?. Bisa jadi memang demikian. Prof. Sebutan-sebutan yang melecehkan seperti itu menjadi kosa kata yang ampuh untuk menundukkan rakyat di bawah sepatu lars para penguasa. Mega Center. Menurut Benny. Pendekatan ini membuat pilihan-pilihan ideologi yang semarak pada tahun 1950-an menjadi tidak lagi penting. Mereka hanya bersalin rupa dengan cara membentuk partai-partai politik. “LSM sebagai Sebuah Industri�?. Ma’arif Institute. aliran politik. termasuk yang melakukan kartelisasi atas dana-dana asing. lama-kelamaan membuka borok-borok kerapuhan rezim. Dr. yakni para politikus.

tetapi juga berakibat pada persaingan antar wartawan dalam mendapatkan berita. dalam level media. masih terdapat daerah-daerah lain yang mencoba menawarkan model otonomi khusus. 32/2004 justru menjadikan bawahan kepala desa. Semula. sekalipun dalam proses hukum berikutnya sang Bupati kembali menempati jabatan semula. Dalam banyak pemberitaan akhirakhir ini. sebagai pegawai negeri sipil. Kepala-kepala desa mengajukan tuntutan peningkatan kesejahteraan. ketenagarakerjaan. 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh. melainkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia. Hanya saja. kepala-kepala desa. seperti di Poso. Pemerintah pusat memiliki kewenangan (urusan) yang dibatasi dalam politik luar negeri. yakni pembentukan organisasi-organisasi berbasis etnis dan sub-etnis. pengawasan terhadap media bukan berarti tidak ada. Aceh dan Papua adalah dua daerah yang paling bergejolak. Yang tidak kalah penting adalah kemunculan daerah-daerah khusus dan istimewa yang mempunyai struktur pemerintahan yang berbeda dengan daerah-daerah yang diatur lewat UU No. telah terus-menerus dijadikan sebagai agenda penting media yang lalu tampil sebagai agenda elite dan dijadikan asumsi sebagai agenda banyak orang. Provinsi Papua diatur lewat UU No. daerah istimewa dan daerah khusus ini. dan lingkungan hidup. telah memberi jalan bagi kemunculan pemimpin-pemimpin daerah yang populer. konsolidasi berupa pembentukan organisasi. “Hubungan pendek�? kekerasan itu memaparkan kepada dunia kekejaman-kekejaman khas kanibal. Kekerasan juga meletup dalam upaya membentuk atau menolak pemekaran wilayah. guru. 21/2001 tentang Otonomi Khusus Provinsi Papua. Demokrasi. Kaum buruh berhasil mempertahankan UU No. Selain keempat daerah itu. sehingga memicu perlawanan bersenjata yang mengarah kepada separatisme (kemerdekaan). Ambon. Pemilihan langsung kepala daerah ini. terlihat bagaimana agenda media mengendalikan agenda pemerintah dan parlemen. pemunculan Mbah Marijan sebagai ikon dalam mengantisipasi Gunung Merapi yang (hendak) meletus. Sementara. yakni keberadaan pressure groups. kesehatan. seperti Bali dan Sumatera Barat. Aceh diatur lewat UU No. seperti lembaga kepresidenan dalam masa Orde Baru. sampai reshuffle kabinet yang berdasarkan opini publik. Di sejumlah daerah. Bahkan murid-murid sekolah juga dengan gagah tidak lagi . Ketika demokrasi digerakkan dengan cara meletakkan kekuasaan tidak pada satu lembaga yang kuat. bisa diartikan dengan adanya kebebasan wartawan. atau bahkan juga aksi-aksi anarkisme terutama yang bertalian dengan politik. Kepala dan wakil kepada daerah bahkan dipilih secara langsung sejak 1 Juni 2005. Namun. Mereka berhasil melakukan tekanan politik. termasuk pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil. moneter dan fiskal nasional. urusan-urusan lain dikelola secara bersama-sama oleh pemerintah (-an) daerah.pelatihan-pelatihan khusus. dekonsentrasi dan tugas perbantuan. 32/2004 itu. Keterlibatan itu berupa aksi-aksi unjuk rasa. pertahanan. implementasi masih sangat terbatas. negosiasi aktif atas persoalan-persoalan yang berhubungan dengan kepentingan warga. namun bukan dilakukan oleh pemerintah. Homogenitas budaya. agama dan perbedaan sistem pemerintahan tradisional dengan sistem pemerintahan nasional telah menstimulasi upaya elite dan masyarakatnya untuk menekan pemerintah pusat agar mengakui perbedaan-perbedaan atas masing-masing daerah itu. Riau. Pergolakan-pergolakan itu banyak disebabkan oleh kekeliruan kebijakan oleh pemerintah nasional yang mengutamakan pendekatan keamanan untuk mencapai stabilitas politik dan pemerintahan. tanpa melibatkan calon independen. Dewan Pers dan LSMLSM yang bergerak khusus di bidang media. sekalipun media berjumlah banyak. Akan tetapi. terdapat pilihan pemerintahan lokal yang tidak lagi seragam. dan Sambas (lihat S. kesadaran itu masih komunal. Pelbagai operasi militer yang dirancang dan dijalankan Jakarta bermuara kepada dendam menahun. kabupaten dan kota yang antara lain meliputi pendidikan. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. dan korban lumpur Sidoarjo menjadi komponen yang pantas mendapatkan tempat sebagai perwakilan warga yang paling gigih dan dalam beberapa hal berhasil menjalankan fungsi negosiasi dengan pemerintah. terutama keterlambatan pemerintah pusat dalam mengeluarkan peraturan-peraturan perundang-undangan sebagai turunan dari undang-undang yang mengatur tentang otonomi daerah. Guru-guru di Kabupaten Kampar. Dengan model otonomi khusus. yakni UU No. keamanan. Persebaran lain demokrasi muncul dalam bentuk otonomi daerah lewat desentralisasi. Perkembangan yang juga patut dicatat adalah komponen-komponen masyarakat tidak lagi bersifat pasif. Terbunuhnya seorang praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri. lewat foto-foto dan video-video amatir yang dikemas menjadi begitu mengerikan dengan narasi yang kelewat batas. 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. 2002). Semakin banyak keterlibatan masyarakat dalam mengubah kebijakan pemerintah. ketika UU No. serta agama. sebagai bagian yang penting dalam era demokrasi. Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta sedang bergulat dengan rancangan perubahan undang-undang tersendiri. konflik meletus akibat penanganan negara yang kacau dalam mengelola kejadian-kejadian yang semula hanya melibatkan individu. mampu menjungkalkan bupati dari kursi kekuasaannya. Latar belakang pembentukan model pemerintahan daerah yang berbeda itu berasal dari sejarah pemerintahan yang berlainan pada empat daerah itu. keterbatasan informasi memicu keseragaman. walaupun masih berasal dari kandidat yang diajukan oleh partai politik atau gabungan partai-partai politik. 13/2003 tentang Ketenagarakerjaan yang semula ingin direvisi oleh negara. sekaligus juga menyebabkan pembentukan faksi-faksi politik di daerah yang bisa jadi mengarah kepada oligarki. Kaum buruh. yustisi. yakni pemerintah (an) provinsi. Sinansari Ecip. media massa justru menjadi aktor berpengaruh dengan cara sentralisasi pemberitaan. yakni Sekretaris Desa.

Unsur-unsur negatif dalam perkembangan demokrasi layak dicegah. pemerintahan dan pranata demokrasi harus menjamin agar daftar negatif itu tidak kembali dalam bentuk tertutup atau terbuka. Dalam level yang luas. Keabsahan pengendalian pemerintahan kurang mendapatkan gangguan berarti. apalagi kalau disengaja. pengebirian pers. diperlukan ikatan yang lebih luas antara publik dengan partai-partai politik. Kelompokkelompok itu berasal dari gerakan-gerakan internasional yang bertarung di tingkat nasional. demi kepentingan yang lebih luas. perhubungan. Kalaupun terdapat usaha untuk mendukung atau mengoposisi pemerintah. dan mengeluarkan petisi-petisi yang ditujukan kepada pihak sekolah. maka demokrasi saja tidak akan cukup. Mulai masuknya unsur-unsur perseorangan dalam proses kontestasi demokrasi juga memungkinkan keberadaan alternatif-alternatif kepemimpinan yang tidak hanya berasal dari partai-partai politik. Volume 18: January 2007). tetapi pada sisi yang lain terlihat betapa efisiensi penyelenggaraan pemerintahan belum berjalan maksimal. yayasan. Hanya saja. Indonesia. tidak sengaja. Presiden Yudhoyono memperlihatkan dukungan positif atas demokrasi. sampai ke tingkatan pemerintahan daerah dan nasional. Tugas kita sekarang adalah menggabungkan sisi-sisi positif pada masing-masing era itu. demokrasi membutuhkan partai-partai politik moderen dan profesional yang sekarang masih terlihat gagu dan hanya memikirkan diri sendiri. Metode penjaringan yang dipilih mengarah kepada inklusifitas dan ekslusifitas. terasa sekali ada kebutuhan untuk menjaga agar dinamika demokrasi berlangsung stabil. dan perubahan iklim menyebabkan ketergantungan satu negara dengan negara lain begitu tinggi. Pada satu sisi. Dalam banyak aspek. pengadilan atas pikiran. ketika aktor-aktor dan lembaga-lembaga demokrasi tidak lagi bekerja demi publik. mengusung spanduk. Uniknya. Upaya meruntuhkan demokrasi juga terjadi dengan kemunculan kelompok-kelompok teroris dan fundamentalis. baik materiil. otokrasi. dalam soal penjaringan calon-calon anggota legislatif dan eksekutif yang diajukan. Kekurangan selama era Soekarno adalah perkembangan pesat demokrasi yang kemudian juga memicu kekecewaan. eksekutif dan yudikatif. tidak ada undangundang yang mengikat partai politik tentang bagaimana memilih kandidatnya dan setiap partai politik memiliki kebebasan untuk membuat peraturan sendiri (Gideon Rahat. Demokrasi tidak akan berjalan tanpa makan pagi dan makan siang. Akan tetapi. sebagai negara demokrasi baru. sehingga mengganggu capaian-capaian keberhasilan program yang sudah ditetapkan. pelarangan buku. dan pengelola pendidikan. dari sisi kinerja. tetapi juga dipicu oleh orang-orang yang pernah menjalankan pemerintahan dan kecewa dengan pemerintahan yang sedang berkuasa. sementara pada masa Soeharto adalah pertumbuhan ekonomi yang tidak disertai oleh demokrasi. Demokrasi mengaliri setiap urat nadi pergerakan masyarakat. atau bahkan feodalisme dan favoritisme. termasuk dalam mengembangkan kebudayaan dan peradaban yang terkait dengan demokrasi dalam tataran apapun. . yakni menumbuhkan demokrasi dan memaksimalkan pembangunan. misalnya. tentu sudah harus memantapkan diri. Sistem politik. demokrasi bukan hanya sekadar melegitimasikan kekuasaan secara konstitusional. misalnya kembalinya militer ke kancah politik. Memang pada sebagian besar negara-negara demokrasi. Tanpa peningkatan kesejahteraan.menjadikan jalanan sebagai arena perkelahian. baik dalam wilayah yang sangat kecil seperti sekolah dan kampung. termasuk dalam menangani bencana alam yang turun dalam skala besar dalam beberapa tahun terakhir. sembari menghilangkan kemiskinan dan juga bentuk-bentuk diktatorisme yang tanpa penghormatan atas hakhak asasi manusia. dengan cara memberikan jawaban atas keberadaan kelompok-kelompok yang hendak mengganti pemerintahan secara non-demokrasi. melainkan untuk kepentingan diri sendiri. Masa depan demokrasi akan sangat ditentukan oleh keberadaan dan kinerja pranata-pranata demokrasi formal. Meretas Masa Depan Banyak yang mulai menyebut bahwa demokrasi akan kehilangan pesona. perdagangan. cita-cita negara kesejahteraan layak terus-menerus diusung dan dicarikan padanannya oleh setiap penyelenggara negara dan warga negara. Resolusi atau rekomendasi yang ditelorkan dalam pertemuan antara negara-negara di dunia juga terus mencoba membuka selubung ketertutupan negara-negara non-demokratis. Journal of Democracy. tetapi digerakkan untuk mencapai tujuan-tujuan bernegara. Dengan pelbagai capaian yang sudah diraih oleh Indonesia. Kemajuan teknologi informasi. Untuk itu. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga bertarung pada level serendah ini. kekuatan itu muncul dari kalangan partai-partai politik. ketertutupan informasi di kalangan penyelenggara negara. maupun spirituil. dan ribuan negative list lainnya yang bisa ditemukan dalam setiap catatan sejarah bangsa ini. Potret perjalanan demokrasi dalam wilayah yang luas itu menunjukkan bahwa tidak ada lagi ruang untuk kembali kepada teokrasi. Demokrasi juga membutuhkan kaum demokrat. juga memayungi negara-negara di planet bumi ini dalam hubungan antar bangsa. serta gerakan-gerakan politik yang mendefinisikan suara publik dengan sekehendak hati. Sembari itu. publik bisa melibatkan diri dengan cara mengajukan para kandidat yang dijamin lewat undang-undang. krisis representasi terjadi. seperti legislatif. melainkan mulai mencorat-coret dinding.

"Di saat masyarakat Poso menonton berita ada pembakaran dan pembunuhan di Jakarta. Dari pemilu 2004 PD hanya mendapat suara 7%. “Soetrisno. dan Politik�? dalam Zaim Uchrowi (Ed). mereka juga ikut-ikutan melakukannya di Poso." demikian Akram Kamaruddin. PD . (Ant/ima) Oleh : uvie lutha Suara SBY yang mencapai lebih dari 60%. Soetrisno Bachir : Solusi untuk Bangsa. 2 Lihat Indra J. tentu saja memciptakan kesenangan besar bagi para pendukungnya. SBY. Terutama bagi rakyat kecil yang mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT). secara otomatis akan kembali memilih SBY sebagai presiden. 22 Januari 2003. Bahkan JKWIN yang di prediksi mendapat suara terbesar kedua setelah SBY. Kompas. halaman 61-79. tetapi amerika juga turut merayakan kemenangan SBY yang merupakan pentolan partai demokrat (PD) ini. dan iming-imingan akan di naikan kembali gaji PNS . Artis. kerusuhan Poso ini juga disebabkan oleh kuatnya pengaruh situasi nasional dan adanya jaringan komunikasi yang tersumbat. BLT dan BLT.____________________________ Diskusi soal perjalanan LSM. Piliang. lihat “Organisasi Non-Pemerintah di Tengah Gugatan dan Hujatan�?.SBY dan SBY. Jelas sudah kenapa suara SBY bisa mencapai lebih dari 50%. rakyat kecil yang tahunya hanya BLT. Tak hanya rakyat indonesia yang senang akan kemenangan SBY. membuat kurang lebih 4jt jiwa PNS khususnya guru menyuarakan hatinya kepada SBYboediono. Tetapi kenaikan gaji PNS khususnya guru. Pengaruh situasi nasional seperti itu tak bisa dihindari sebagai konsekuensi dari reformasi dan kuatnya desakan globalisasi. 1 Selain itu. Jakarta: The Indonesian Institute. Kemenangan SBY tidak hanya di dukung oleh sebagian rakyat miskin yang jumlahnya kurang lebih 40% dari jumlah penduduk indonesia. ternyata pasangan pentolan golkar-hanura ini kalan dengan suara Mega-Prabowo. Ini hanya sebagian tipis analisis saya (penulis) tentang kemenangan SBY-Boediono. Rakyat kecil yang tidak tahu apa-apa hanya bisa berbangga dan bersenang hati saat mendapatkan BLT yang di berikan SBY di masa pemerintahannya. baik di tingkat infrastruktur maupun suprastruktur. Tetapi PD seolah meminta belas kasihan pada mitra koalisi sehingga SBY terpilih menjadi presiden tahun 2004. Tentu saja hal ini sangat memberikan efek bagi pilpres mendatang .

with all its faults. mengingat SBY pun pernah bersekolah di amerika. itu sama saja menggantungkan diri terhadap asing. soal kepemihakan dan bahkan Bisa jadi soal kepentingan. I consider it my second country”. Bahkan SBY di tuding terlalu nurut dengan amerika. Tidak ada salahnya memang menjalin hubungan dan meminta dukungan dengan negara asing. Apapun yang menjadi pertimbangan SBY. Dan Jika partai islam naik menguasai indonesia tentu saja amat sulit bagi amerika untuk kepentingan politik hegemoni Amrik dan kelangsungan projek korporat-korporat raksasa Amrik di nusantara. maka siap-siap untuk di jatuhkan pula oleh asing. karena dia tahu beresnya saja. Salah satunya waktu tahun 2004 SBY terpilih Georg bush mempunyai kepentingan dg mitra TNI yg mampu sapu bersih anasir-anasir teroris Islam ekstrim Asia Tenggara yg sebagian sedang bersemi dan bersarang di Indonesia. Mengapa begitu? Memang SBY pernah mengatakan kepada International Herald Tribune (8-8-2003): “I love USA. Dampaknya. Yakni soal pilihan mazhab. (di kutip dari hasil wawancara Khusus Mayor Jenderal Saurip Kadi oleh Faizal Assegaf (Pemimpin Redaksi Majalah EXPAND) Dari situ bisa terlihat seberapa dekat hubungan SBY dengan amerika. menjadi halangan besar badi PD khususnya amerika yang mempunyai kepentingan – kepentingan tertentu. mudah-mudahan menjadikan negara ini lebih baik. soal ideologi. Dan SBY adalah figur yg tepat di mata Mr. ini bukan sekedar soal hubungan biasa. di samping indonesiapun memiliki kepentingan sendiri dengan amerika. tetapi lebih mendasar lagi. yang sulit-sulit. Tetapi jika intervensi asing khususnya amerika malah banyak memberikan kerugian bagi negara. SBY sudah terbiasa dimanjakan oleh sekelilingnya.Bush. Menurut Mayor jendral saurip dari awal. Label: kopinews . tentu saja ini ada hubungannya dengan kepentingan amerika. Sedangkan negara kecil seperti thailan dan malaisya saja bisa menghapuskan hutangnya secara singkat. dia tidak mempunyai kesempatan menghadapi keadaan yang nyata. realitas yang tidak selalu mulus. tentu saja kehadiran partai islam seperti PKS yang mengusung wacana “ islamisasi di segala bidang”. Amerika makin leluasa untuk melaksanakan kepentingannya. Mengapa amerika senang? tentu saja dengan naiknya SBY. Hubungan indonesia yang makin akrab dengan amerika. Padahal indonesia ini negara kaya.yang mengusung demokrasi dan nasionalis. dengan alasan unsur islam merupakan penghambat demokrasi. tak pelak SBY pun di tuding sebagai antek-antek amerika. lalu mengapa SBY menolak kenaikan cawapres dari PKS? . Yang saya takutkan ketika negara ini sudah di naikkan oleh asing. mengapa itu harus di pertahankan ? .

namun pelanggaran HAM tetap terjadi di Indonesia mulai dari ujung barat hingga ke ujung timur. yang dalam pasal 43 menentukan bahwa pengadilan atas pelanggaran HAM masa lalu harus diusulkan oleh DPR dan ditetapkan dengan Keppres. Indikasi penolakan tersebut ialah: Amademen terhadap pasal 28 UUD. Aceh sampai Papua. dan kekerasan yang masih berlangsung di Aceh dan Papua.iaran Pers No 61/Kontras/SP/XII/2000 Tentang Tahun 2000. Sikap tersebut berlanjut dengan ke luarnya UU tentang Pengadilan HAM. Hal ini terlihat kasus Tanjung Priok. Tidak ada tindakan pemerintah untuk menghentikan segala bentuk kekerasan yang di lakukan aparatnya yang berlindung atas nama hukum. 10 Desember 2000 Tahun 2000 sesudah hampir berakhir. serta diabaikannya pengaduan korban-korban kekerasan negara di Aceh menunjukan adanya penolakan itu. Peristiwa tersebut adalah merupakan puncak dari pergulatan negara atas desakan untuk mempertanggungjawabkan berbagai peristiwa kejahatan HAM masa lalu. tidak mendapatkan prioritas bahwa cenderung untuk diabaikan. bahkan pemerintah tidak memberikan komentar atas korban jiwa yang terus berjatuhan. Pasal 28 I UUD secara tegas memberlakukan azas non retroaktif sebagai HAK Azasi Manusia. Konflik Maluku yang sudah berlangsung dua tahun lebih. Dengan cerdiknya negara telah membangun benteng kontitusi untuk menghilangkan pertanggungjawaban masa lalu. terlihat negara secara sistematis berupaya menolak pertanggungjawaban terhadap pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi. . Dari beberapa peristiwa yang tercatat oleh Kontras. Respon negara terhadap berbagai pengaduan pelanggaran HAM masa lalu dan berbagai pelanggaran HAM yang tengah terjadi di Aceh dan Papua. menandai keprihatinan menjelang akhir tahun 2000 ini. Tahun Impunitas : Catatan Pelanggaran HAM di Indonesia Menyambut Peringatan Hari HAM Se-dunia.

sebagai daerah yang tertinggi angka pelanggaran HAMnya. Korban-korban tersebut tercatat dalam peristiwa penghilangan orang secara paksa dalam 58 peristiwa dengan 74 korban. di Aceh. TNI juga melakukan pelanggaran HAM sebagai pelaksana dari kebijakan negara dengan kondisi doktrin dan ajaran yang masih bernuansa kekerasan. tidak pernah diupayakan untuk bisa di selesaikan secara cepat dengan metode yang non violence. Tingginya angka pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Polri dalam banyak peristiwa disebabkan karean kepolisian selama ini menjadi institusi yang seringkali menjadi perpanjangan tangan dan alat pengamanan dari kebijakan. Kecilnya angka pelanggaran HAM yang dilakukan oleh TNI bukan berarti TNI tidak lagi melakukan pelanggaran HAM. TNI ketika melakukan tugas bersama dengan kepolisian juga melakukan pelanggaran HAM dalam bentuk tindakan yang sama dengan kepolisian. bersama dengan TNI Polri malakukan 76 pelanggaran dan TNI sendiri melakukan 29 pelanggaran. Dari keseluruhan data tersebut di atas. sehingga perilaku aparat kepolisian tidak pernah berubah. Kepolisian juga belum melakukan perubahan doktrin dan sikap dalam menangani persoalan di masyarakat. Polri melakukan 735 pelanggaran. Tentang Peristiwa dan Korban Sepanjang Tahun 2000 (Januari .7 Desember 2000. terutama yang terjadi di Maluku. 185 peristiwa pembunuhan di luara prosedur dengan korban 310 jiwa dan 376 peristiwa penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya dengan jumlah korban 439 jiwa. sedangkan TNI melakukan 29 pelanggaran HAM. sehingga kepolisian seringkali menjadi tidak terkontrol dalam melakukan aksi dan tugas di lapangan. karena tidak disertakan konsep yang memadai.selama bulan Januari . penahanan semena-mena dalam 450 peristiwa dengan 710 korban dan penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya dalam 429 peristiwa dengan 878 korban. .Konflik sosial yang terus terjadi di beberapa daerah. Di Aceh. Tentang Pelaku Dari sisi pelaku. pembunuhan di luar presedur hukum dalam 279 peristiwa dengan 457 korban. dalam periode yang sama. angka pelanggaran HAM tertinggi terjadi di Aceh. Kasus aksi dan sweeping dalam pencarian GAM di Aceh yang dilakukan kepolsian sebagai pelaksana tugas pengamanan sering disertai dengan tindakan kekerasan.7 Desember} Kontras mencatat telah terjadi 1216 kasus pelanggaran HAM dengan jumlah korban 2119 jiwa. Kontras mencatat terjadi 57 peristiwa penghilangan orang secara paksa dengan jumlah korban 73 jiwa. yaitu 910 kali. Polri telah menjadi pelaku pelanggaran HAM terbanyak di Indonesia dengan melakukan pelanggaran HAM terbanyak. Selama ini penggunaan pendekatan keamanan dan peningkatan status keamanan daerah tidak bisa menyelesaikan konflik tersebut.

Pembiaran itu tampaknya masih terus berlanjut dengan tidak adanya pernyataan dari negara untuk melakukan klarifikasi terhadap pendekatan yang dilakukannya. Dengan meyerahkan persoalan Maluku sepenuhnya kepada masyarakat Maluku. Jakarta. Masih berlangsungnya konflik sosial di Kepulauan Maluku dan beberapa tempat lainya. Kemenangan politik otoritarian tersebut berupaya dijustikasi melalui system hukum seperti misalnya perubahan konstitusi. penerapan UU Peradilan HAM dan UU PKB yang akan melanggengkan praktek poltik militeristik. pemerintah seakan-akan mencoba melarikan diri dari tanggung jawab penyelesaian. Kecemasan ini dilatarbelakngi dengan kenyataan bahwa : Terjadi arus balik politik otoritarian yang dipraktekan negara dalam menangani problem ketimpangan struktural yang terjadi.Pandangan Kontras Terhadap Kondisi Kemanusiaan Ke Depan Di Indonesia Melihat kondisis kemanusiaan di Indonesia saat ini. Negara telah jelas-jelas melakukan pembiaran terjadinya pelanggaran HAM secara terus menerus sepanjang tahun 2000. Di samping membiarkan aparaturnya melakukan pelanggaran HAM. dan dilakukan oleh aparaturnya. Berlarut-larutnya konflik Maluku menujukkan bahwa negara tidak pernah membangun konsep penyelesaian. 9 Desember 2000 Munarman Koordinator Kontras Tabulasi Pelanggaran HAM di Aceh dan Papua Periode bulan Desember 2000 Peristiwa di Aceh Tanggal Peristiwa 3 4 5 0 2 0 0 15 0 1 2 1 0 0 0 Total 6 0 0 0 0 7 0 1 0 0 5 19 4 1 Penghilangan paksa Pembunuhan di luar proses hukum Penahanan semena-mena Penyiksaan dan perlakuan tidak 1 3 1 0 0 2 0 2 0 1 . ada rasa pesimis dari sejumlah kalangan terhadap perbaikan kondisi HAM di masa yang akan datang. Militerisme terhadap konflik didua wilayah tersebut ditunjukkan juga di Ambon . semakin menunjukkan ketidakmampuan pemerintah menyelesaikan konflikkonflik yang terjadi. negara telah melegalkan sejumlah tindakan penyelesaian persoalan-persoalan yang menggunakan metode kekerasan seprti yang terjadi di Aceh dan Papua. Praktek politik otoritarian telah ditunjukkan oleh negara dalam menangani persoalan Aceh dan Papua.

October 06.manusiawi lainnya Total TNI/POLRI TNI POLRI GAM Tak diketahui Total Peristiwa di Papua 4 3 0 0 1 0 4 3 0 0 0 0 3 3 1 0 0 1 0 0 1 19 11 7 0 1 0 19 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 29 15 8 1 2 3 29 Penghilangan paksa Pembunuhan di luar proses hukum Penahanan semena-mena Penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi lainnya Total TNI/POLRI TNI POLRI GBPK Tak diketahui Total Catatan : 1 0 2 0 1 3 3 0 0 0 0 3 Tanggal Peristiwa 2 3 4 5 0 0 0 0 8 0 0 0 0 47 0 0 2 0 0 0 10 9 0 0 1 0 10 47 0 0 47 0 0 47 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Total 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 0 6 80 0 86 84 0 0 2 0 86 0 16 127 3 146 96 0 47 3 0 146 Data di atas dihitung berdasarkan korban bukan peristiwa. 2006 Tinjauan Kecerdasan Spiritual (SQ) Terhadap Permasalahan Sosial di Indonesia . Data di atas diambil dari hasil invetigasi Kontras Aceh dan Kontras Papua Friday.

yang juga tidak dapat bertahan lama karena dianggap sering mengambil keputusan yang kontroversial. telah membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan bangsa-bangsa menjelang diberlakukannya Zona Perdagangan Bebas. Philipina. main hakim sendiri hingga pertumpahan darah. Wakil Presiden saat itu. Kerusuhan dengan latarbelakang kesukuan. Jatuhnya mata uang Bath ini menjadi pemicu dimulainya krisis ekonomi di Korea. Malaysia. BJ Habibie. Melalui Sidang Istimewa MPR RI Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri diangkat menjadi presiden. Kemelut dalam bidang politikpun terjadi. politik dan sosial di Indonesia. pada bulan April 1997 telah terpuruk menjadi 50 Bath. Akan tetapi justru yang terjadi adalah maraknya perdagangan valuta asing sehingga nilai tukar rupiah jatuh ke titik yang terendah. Melalui Sidang Istimewa MPR RI. Presiden Suharto setelah berkuasa lebih dari 32 tahun terpaksa harus meletakkan jabatan. Krisis multi dimensi di IndonesiaKrisis ekonomi di Indonesia diawali sejak dilakukannya praktik perdagangan monopoli yang dilakukan oleh elit tertentu dan . Di Indonesia sangat dirasakan adanya krisis ekonomi yang dimulai dari kehancuran sektor perbankan. Philipina dan Singapura dapat cepat membawa hasil. politik dan ekonomi telah memicu berbagai unjuk rasa. Dimulai dengan adanya guncangan ekonomi di Kerajaan Gajah Putih Thailand. karena krisis yang mereka alami hanya menyangkut moneter saja. Perbaikan yang dilakukan di negara-negara Thailand. dimana terjadinya krisis moneter telah diikuti pula oleh krisis politik yang pada akhirnya menjadi sebuah krisis sosial. Malaysia. dimana nilai tukar mata uang Bath yang selama 40 tahun terakhir berkisar sekitar 24 Bath untuk 1 dollar Amerika. Korea. PendahuluanKrisis moneter yang diawali sejak pertengahan tahun 1997 dan terjadi di Asia Tenggara. Singapura dan Indonesia. dilanjutkan dengan penarikan dana yang sangat besar dari Bank Indonesia dalam bentuk BLBI untuk penyehatan sektor perbankan. Pendekatan yang memanfaatkan Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intelligence) diharapkan dapat menjadi alernatif pemecahan masalah konflik sosial yang saat ini sedang terjadi di Indonesia. diputuskan adanya pemilihan umum dipercepat.Oleh : Rahmat Ismail Ketua Umum PP Himpunan Psikologi Indonesia AbstrakKrisis moneter yang menimpa beberapa negara di Asia Tenggara pada tahun 1997 telah membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan ekonomi. diangkat menjadi Presiden. agama. Hasilnya terpilih Presiden baru Abdurrachman Wahid. Berbeda dengan di Indonesia. Muncul berbagai permasalahan sosial di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Fuad Bawazier. 37. Karena sebagian besar dari usaha ini gagal. L/C yang sudah dibuka dan jatuh tempo untuk dibayarkan.596 milyar 3. tidak dapat dicairkan oleh bank-bank di luar negeri. Di perkirakan dana BLBI tersebut sebagian besar tidak digunakan untuk menyehatkan keuangan perbankan di dalam negeri. lembaga perbankan lahir dengan mudah karena persyaratan pendirian yang sangat ringan. nilai tukar rupiah justru merosot empat kali lipat hingga mencapai titik terendahnya pada pertengahan Februari 1998 senilai Rp 16. Akan tetapi dalam perkembangannya.250 untuk 1 dollar Amerika telah merosot ke Rp. Suatu nilai tukar yang tidak pernah terbayangkan akan terjadi menimpa ekonomi Indonesia. BUN / Bob Hasan Rp. BIRA / Bambang Winarso Rp. 4.000 untuk 1 dollar Amerika. 23.866 milyar . BCA / Soedono Salim Rp.040 milyar 2. maka perbankan harus memikul beban kerugian yang sangat berat. Akibatnya. BHS / Hendra Rahardja Rp. NAMA BANK PENERIMA JUMLAH POKOK 1. dana yang dikumpulkan oleh perbankan di Indonesia lebih banyak digunakan hanya untuk membiayai usaha dari kelompok pemilik bank itu sendiri.000 pada saat BLBI dilakukan. Untuk mengatasi permasalahan ini sekelompok pengusaha perbankan mengajukan permohonan bantuan likwiditas dari Bank Indonesia dan terjadilah penarikan uang negara secara besar-besaran yang diberikan kepada sekelompok pengusaha perbankan yang dikenal sebagai kasus Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) pada bulan Nopember 1997.018 milyar 6.050 milyar 4.068 milyar 5.didukung oleh kekuatan politik yang ada. Oleh karena seringnya perbankan kalah kliring. mereka meminjam dari bank yang lain dengan bunga yang sangat tinggi. 4. 3. DANAMON / Usman Atmadjaja Rp. 26. Dalam bidang keuangan. 2. melainkan dipindahkan ke luar negeri dipakai untuk spekulasi valuta asing. mantan Menteri Keuangan yang pernah memeriksa BLBI menyebut kasus ini sebagai "perampokan bank terbesar di dunia yang dilakukan secara terang-terangan di siang hari bolong" Nilai tukar rupiah yang sebelum masa krisis masih bisa bertahan pada posisi sekitar Rp. Kekuatan ekonomi yang dibentuk dan ditentukan oleh kekuasaan politik ini telah mendorong tumbuh suburnya korupsi di pelbagai lini birokrasi pemerintahan dan militer. BDNI / Sjamsul Nursalim Rp. Akan tetapi hanya dalam waktu 45 hari setelah BLBI dikucurkan. 12. likwiditas perbankan menjadi sangat lemah.

Hal ini menyebabkan reaksi MPR RI mencabut mandat yang telah diberikan kepada Wahid dan mengaangkat Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden ke lima Indonesia. di 13 wilayah Jawa dan Madura. serta di Sungaikunyit Hulu 18 Pebruari 1997. khususnya . Demikian pula di Tasikmalaya pada tanggal 26 Desember 1996 terjadi kerusuhan yang dipicu oleh adanya penganiayaan dua orang santri oleh polisi setempat.Tabel 1. Bangsa Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai bangsa yang ramah dan memiliki tata krama yang sangat tinggi. Lima besar penerima BLBI (Sumber BI dan BPK) Sebagai dampak dari merosotnya nilai tukar rupiah. Kerusuhan antar agama yang tidak dapat dibuktikan siapa pelakunya terjadi di Situbondo pada tanggal 10 Oktober 1996. Akan tetapi usia kepemimpinan Wahid inipun tidak dapat bertahan lama. Kejadian paling parah terjadi di Palangkaraya pada 18 Pebruari 2001 dan berkembang hingga ke Sampit. Konflik sosial di pelbagai daerah di Indonesia. Terjadi konflik antara lembaga eksekutif dan legislatif.Bersamaan dengan terjadinya krisis ekonomi dan politik. Habibie sebagai Presiden Indonesia ke tiga pada pagi hari Kamis 21 Mei 1998. di Galela. Rezim Orde Baru yang telah berkuasa dengan sangat kokoh di Indonesia. Melalui hasil pemilu inilah kemudian MPR RI memilih Abdurrachman Wahid menjadi Presiden RI ke empat. Dipicu oleh pengunduran diri sejumlah Menteri Kabinet Pembangunan 2 bidang Ekonomi. semakin menyebabkan rasa ketidak percayaan rakyat terhadap pemerintahan yang ada. terjadinya penguasaan perekonomian di tangan sekelompok pengusaha besar dan penumpukan kekayaan pada sekelompok orang saja. di Pontianak 29 Januari 1997 dan 25 Oktober 2000. konflik sosialpun bermunculan di berberbagai daerah. ternyata tidak mampu untuk bisa membendung kehancuran perekonomian. seolah berubah menjadi bangsa yang brutal dan bengis. Pemerintahan Soeharto yang telah berkuasa lebih dari 32 tahun berakhir dengan dibacakannya pengunduran diri Suharto sebagai presiden dan dilantiknya B. terutama di tangan pejabat negara dan militer yang korup. Konflik antar suku ini telah menyebabkan terjadinya arus pengungsi etnis Madura ke Surabaya dan Pulau Madura secara besar-besaran. Di Ambon terjadi pula kerusuhan antar agama pada tanggal 19 Januari 1999 terjadi tepat pada pada hari raya ‘Idul Fitri . Keuangan dan Industri yang diprakarsai oleh Ginanjar Kartasasmita. Di Sanggauledo pada tanggal 29 Desember 1996. Maluku Utara terjadi pembantaian di dalam masjid pada bulan puasa Desember 1999 dan di Poso ditemukan ratusan mayat terapung di suangai Poso pada Mei 2000 menjelang pelaksanaan MTQ ke 19. Wahid yang seringkali mengambil keputusan yang kontroversial pada akhirnya mengeluarkan dekrit pembubarkan MPR RI. Sidang Istimewa MPR RI kemudian diadakan dan menetapkan dipercepatnya pelaksanaan pemilihan umum agar para wakil rakyat dapat memilih Presiden yang legitimate. Sejak bulan Januari hingga Oktober 1998. Konflik antar suku terjadi beberapa kali di Kalimantan antara suku Dayak dan Madura.J.

Konflik yang terjadi hampir di seluruh wilayah negara kesatuan Republik Indonesia ini menyebabkan terjadinya pergeseran nilai-nilai. tertangkapnya pencuri. Dapat dilihat dari sopan santun di jalan raya bagi pengendara kendaraan. Kejadian yang paling mencolok adalah korban pembantaian yang tewas di Banyuwangi yaitu 85 orang. Bangkalan. sehingga tidak jarang terjadi pengeroyokan hingga mati terhadap pencuri yang tertangkap basah. Demak. Para ustadz dan kiai menjadi korban pembunuhan yang polanya mirip dengan pembunuhan yang dilakukan oleh PKI menjelang meletusnya G30S. Sikap main hakim sendiri juga sudah merupakan kejadian sehari-hari. dimana kita dapat melihat dengan lengkap seluruh keterkaitan permasalahan dan mampu untuk bersikap secara luwes. konflik antar kampung/suku. Serang. nilai-nilai baru sudah berlaku di masyarakat. Lumajang. sejak bulan Januari hingga Oktober 1998. Elang Mulia. Hafidin Royan dan Hery Hertanto pada tanggal 12 Mei 1998. Situbondo dan Probolinggo ditemukan korban tewas dan luka-luka parah. Antara lain mulai dari perebutan lahan parkir. Danah Zohar dan Ian Marshal memberikan batasan tentang Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intelligence) ini sebagai kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai. di Sumenep 23 orang. Hal ini dimungkinkan apabila seseoang itu memiliki Kecerdasan Spiritual yang tinggi. Kecerdasan Spiritual sebagai alternatif pemecahan masalah konflik sosialMenghadapi bebagai permasalahan konflik sosial yang saat ini sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia dan bahkan telah mulai menjurus kepada kemungkinan terjadinya disintegrasi bangsa. Rektor sebuah universitas dibantai. Di Bekasi. melaju dengan sesuka hati mereka tanpa memperhitungkan bahaya yang mungkin bisa terjadi bagi pengendara lain. Sementara nilai-nilai yang lama masih belum dapat ditinggalkan. Tentara membunuh rakyat. diharapkan kita dapat memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai permasalahan ini dengan baik dan memecahkan persoalanpersoalan tersebut dengan mengetahui makna dan nilai yang terkandung di dalamnya.di daerah Tapal Kuda Jawa Timur terjadi pembunuhan massal yang bermula dari isu pembersihan dukun santet. Dalam kondisi anomi ini. rakyat membunuh tentara. di Jember 17 orang. konflik politik hingga konflik antara mahasiswa dan tentara/polisi yang menyebabkan meninggalnya 3 orang martir mahasiswa Universitas Trisakti. di Pasuruan 13 orang dan di Pamekasan 5 orang. Pemerintah pada akhirnya menyetujui untuk memberikan Otonomi Khusus bagi Aceh melalui Undang-undang Nanggroe Atjeh Darussalam. anggota legislatif dan eksekutif diculik dan dibunuh. Fasilitas umum diluluh lantakkan. diperlukan kemampuan untuk dapat melihat permasalahan yang ada secara holistik. Kendaraan-kendaraan terutama yang besar-besar. Dalam kondisi sedemikian ini. Di Jakarta juga terjadi berbagai konflik sosial dengan latar belakang permasalahan yang beraneka ragam. Di Aceh telah terjadi konflik sosial yang pada akhirnya tidak diketahui lagi siapa yang memulainya. masyarakat hidup dengan penuh ketidak jelasan. saat ini sudah hampir tidak ada lagi. .

Dengan demikian penguasaan agama akan membantu kita dalam mempermudah meningkatkan Kecerdasan Spiritual. memahami. EQ merupakan persyaratan dasar untuk dapat menggunakan IQ secara efektif. berwawasan jauh membuat dan bahkan mengubah aturan. IQ merupakan hasil dari pengorganisasian saraf yang memungkinkan kita untuk berpikir rasional. yang didapat melalui nilai test psikologi) dibagi dengan Usia Kalender (CA. Daniel Goleman pada pertengahan 1990-an mempopulerkan Kecerdasan Emosional atau EQ (Emotional Quotion). maka saat ini kita sedang berada pada titik "ujung". Kecerdasan Intelektual yang sangat dikenal sejak awal abad ke 20 dengan IQ (Intelligence Quotient). EQ yang memungkinkan kita untuk bepikir asosiatif yang terbentuk oleh kebiasaan dan memampukan kita untuk dapat mengenali pola-pola emosi.Apabila dikaitkan dengan teori chaos. adalah merupakan perkalian 100 atas Usia Mental (MA. SQ dengan demikian merupakan landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif dan merupakan jenis pemikiran yang memungkinkan kita menata kembali dan mentransformasikan dua jenis pemikiran yang dihasilkan IQ dan EQ. tidak harus berhubungan dengan agama dan beragama itu tidak menjamin dimilikinya SQ yang tinggi. yang didapat dari usia kelahiran). Sekalipun SQ tidak sama dengan beragama. informasi. logis dan taat asas. dan secara aktif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi. Tetap diperlukan adanya kerangka acuan dari agama untuk dapat mempermudah kita dalam memahami makna dan nilai dalam kehidupan ini. adalah kemampuan merasakan. . Ditinjau dari ilmu saraf. sehingga kita dapat menangkap makna dan nilainilai dengan lebih baik. Kecerdasan ini digunakan untuk memecahkan masalah logika maupun strategis. dan pengaruh yang manusiawi. koneksi. Untuk itulah diharapkan agar kita memiliki kemampuan untuk dapat membaca makna dan nilai yang tekandung di dalamnya. namun tantangan untuk mencapai kecerdasan spiritual yang tinggi sama sekali tidak bertentangan dengan agama. yaitu titik pertemuan antara tatanan dan kekacauan. Sedangkan SQ memungkinkan kita untuk berfikir secara kreatif. Tanda-tanda dari SQ yang telah berkembang dengan baik adalah : Kemampuan bersikap fleksibel Tingkat kesadaran yang dimiliki tinggi Kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan Kemampuan untuk menghadapi dan melampaui rasa sakit Kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai Keengganan untuk mengalami kerugian yang tidak perlu Kemampuan untuk melihat keterkaitan berbagai hal Memiliki kecenderungan bertanya "mengapa" atau "bagaimana jika" dalam rangka mencari jawaban yang mendasar Memiliki kemampuan untuk bekerja mandiri. Antara yang diketahui dan yang tidak diketahui.

C. (2000).org posted by Lukman Nul Hakim at 4:00 AM Bab 12 Jendral dibalik Pembantaian Umat Islam di Ambon-Maluku 12-01 Kerusuhan dan Perrkembangannya 12-02 Perlawanan Ummat Islam 12-03 Kerugian Ummat Islam Bab 12 JENDERAL DI BALIK PEMBANTAIAN UMMAT ISLAM DI AMBONMALUKU KERUSUHAN yang terjadi hampir di selu-ruh Maluku. SQ: Spiritual Intelligence – The Ultimate Intelligence.himpsi. mampu untuk melepaskan dirinya dari kepentingan-kepentingan sempit kelompok. aliran atau partai politik yang dianutnya dan kemudian menjadikan kepentingan mayoritas dari bangsa ini sebagai acuan sikapnya.H. Diperlukan pula adanya seseorang pemimpin yang penuh dengan pengabdian. diharapkan kita dapat menjadi lebih fleksibel dalam menentukan etika baru yang akan kita pergunakan untuk menggantikan etika lama yang penuh dengan kekerasan dan kekejaman.diharapkan seseorang akan mampu untuk selalu membuka diri terhadap setiap pengalaman yang ditemuinya dan kemudian dapat menangkap makna yang terkandung di dalamnya. kehilangan makna dan komitmen. Great Britain: Psychology Press Ltd. Great Britain: Blomsbury Robert K. bertepatan dengan 1 Syawal 1419 H. termasuk Maluku Utara telah berlangsung setahun lebih dimulai pada tanggal 19 Januari 1999. EXECUTIVE EQ. yaitu saatnya ummat Islam merayakan hari Idul Fitri setelah berhasil . Sumber : http://www. Seseorang akan menjadi tegar untuk menghadapi setiap permasalahan dan membuka diri untuk memandang kehidupan dengan cara yang baru. Emotional Intelligence in Leadership and Organizations. ternyata menurut Danah Zohar dan Ian Marshall memiliki SQ kolektif yang rendah. pertama-tama sangat diperlukan adanya kemampuan untuk dapat melihat keterkaitan dari setiap permasalahan yang sedang dihadapi. & Ayman S (1997) . Manusianya berada dalam budaya yang secara spiritual bodoh yang ditandai oleh materialisme. Oleh karena itu ajaran-ajaran agama akan sangat membantu kita untuk dapat meningkatkan SQ agar dapat menjadi tinggi dan dapat keluar dari konflik sosial yang saat ini telah sampai pada "ujung"nya. KepustakaanDanah Zohar & Ian Marshall (2000). egoisme diri yang sempit. NY: Advanced Intelligence Technologies Thomas M. Dengan dimilikinya kemampuan untuk melihat permasalahan secara holistik. Studying Psychology. Kita harus dapat melepaskan diri dari pengaruh budaya masyarakat modern yang saat ini sangat dipengaruhi oleh humanisme barat. KesimpulanDi dalam menghadapi berbagai konflik yang timbul sebagai akibat dari tidak segera diatasinya krisis multi dimensi yang saat ini sedang dihadapi bangsa Indonesia.Dengan dapat terpenuhinya tanda-tanda SQ yang telah berkembang ini. kelayakan.

Pembunuhan dan pembakaran terhadap ummat Islam yang tidak siap menghadapi ancaman itu mem-buat ummat Islam harus eksodus dari Maluku demi menyelamatkan diri dan keluarganya. Pihak RMS yang menghantam ummat Islam pada sendi-sendi keaga-mannya seperti pembakaran masjid. maka tidak mustahil kerusuhan berikut akan terjadi lagi. sebab mereka bangkit melakukan perlawanan dan mampu bertahan sehingga kerusuhan terus berkecamuk walau berlangsung sudah hampir 1.menunai-kan ibadah Puasa sebulan penuh. Karena itu konflik yang amat sensitif ini cepat menjalar ke seluruh Maluku.J. untuk merdeka dan berdiri sendiri. Kerusuhan ini telah berkembang ke beberapa pulau di sekitar Ambon seperti pulau Kei. Akan tetapi. Bab 12-01 Kerusuhan dan Perrkembangannya Kerusuhan yang bertujuan memperkecil jumlah masyarakat Islam di Maluku dilakukan dengan amat keji. Perluasan konflik seperti itu terjadi karena tidak segera diatasi pada akar permasalahannya. Bagi mere-ka. Ummat Islam ternyata tidak dapat dikalahkan semudah yang diperkirakan. Banda. ummat Islam adalah penghalang utama bagi berdiri-nya RMS karena itu harus dipukul dengan keras. memang mem-buat keadaan sedikit terkendali. Sejak Januari 2000. tetapi pulau-pulau lain terutama di Maluku Utara masih terus bergolak dalam bentuk perkelahian massal.5 tahun. seba-gai upaya memperkecil jumlahnya hingga mencapai titik minoritas yang tidak berarti. Banyaknya aparat keamanan. Pemerintahan Soeharto dijatuhkan sedang-kan Pemerintahan B. Namun dikhawatirkan kalau akar perma-salahannya tidak diselesaikan terutama bila RMS yang diduga sebagai otak dan penggerak kerusuhan tidak ditangani. Republik Maluku Selatan (RMS) telah digunakan untuk mencapai tujuan politik tersebut sekaligus mencapai cita-cita RMS untuk melepaskan Maluku Selatan dari Negara Kesatuan RI. Haruku. Kerusuhan yang oleh pihak Kristen ini telah direncanakan dengan matang untuk mencapai tujuan politik Kristen di Indonesia di mana diperkirakan Negara Boneka buatan Belanda pada tahun 1950. dan sebagainya telah menyulut konflik ini ke arah Perang Agama. Isu separatis ini muncul kembali karena suasana dalam negeri RI yang sedang dalam proses reformasi menunjukkan kekacauan hampir di seluruh wilayah Nusantara. . maka konflik ini tidak akan dapat selesai begitu saja. Saparua. Terlepasnya Tim-Tim dengan sutau proses yang di-dukung dunia internasional telah ikut merangsang pihak RMS untuk melepaskan diri dari Negara Kesa-tuan Republik Indonesia. Sanana dan pulau-pulau lain yang kini termasuk Maluku Utara seperti Ternate. Pekerjaan besar ini dilakukan dengan menghancur-kan ummat Islam yang. pada tahun 1950 telah ikut bersama TNI menggagalkan berdirinya RMS. Seram. penghinaan terhadap Rasulullah Saw. Halmahera dan Obi. Habibie rapuh karena dinilai tidak legitimated dan tidak sah. Jika aparat keamanan yang besar ini (16 yon) ditarik. Konflik antar masyarakat Kristen dan Islam ini selalu ditutup-tutupi dengan mengangkat permasalahan horizontal yaitu konflik sosial kemasyarakat sebagai penyebab. kota Ambon dapat dikatakan mulai tenang.

dan tidak terkoordinasikan. Bab 12-03 Kerugian Ummat Islam Walaupun kerugian kedua belah pihak dapat dinilai seimbang. dan pada Desember 1999 mencapai Maluku Utara dengan konflik fisik yang cukup dahsyat. Bangkitnya ummat Islam melakukan pembelaan sesungguhnya hal yang terpaksa karena mereka belum cukup kuat untuk melakukan aksi pembelaan. inilah awal offensif ummat Islam setelah bertahan terus menerus selama enam bulan. Menghadapi serangan demikian. walaupun terpaksa dilakukan oleh kampung demi kampung secara mandiri. sehingga tidak gampang melakukan serangan-serangan seperti minggu pertama kerusuhan. jauh hari sebelumnya telah mempersiapkan kekuatan. ummat Islam di akhir Juli 1999 itu bangkit melakukan serangan balasan. karena itu dalam waktu satu minggu pertama keselamatan ummat Islam terletak pada bagaimana mereka mampu bertahan dengan kekuatan yang tersedia. dampaknya lebih besar dan berakibat jangkauan ke depan . Allah swt. telah memberikan perlindungan-Nya dengan membangkitkan semangat perlawanan ummat Islam yang tampak dengan berduyun-duyunnya masyarakat pedesaan di sekeliling kota Ambon bahkan dari berbagai pulau sekitar Ambon datang ke kota Ambon untuk menghadapi ancaman pihak Kristen ini. tidak mungkin dapat dilakukan begitu tiba-tiba tanpa perencanaan yang matang. Karena itu mereka mampu secara sistematik melakukan penyerangan walau dalam skala kecil sampai dengan akhir Juli 1999 yang telah menimbulkan kerugian terus-menerus di pihak Islam. dihantamkan kepada ummat Islam yang tengah merayakan Idul Fitri. Dalam keadaan demikian. puluhan ribu mujahidin telah memasuki kota Ambon. baik personil maupun persenjataan. termasuk senjata api rakitan dan organik militer. Namun demikian semangat jihad itu juga membawa dampak lain di pihak Muslim. menjangkau beberapa desa di Seram dan seterusnya. sedangkan ditiap pedesaan telah mengorganisir kekuatan tambahan. Aparat keamanan yang juga terdesak tidak dapat berbuat banyak. Kekuatan besar yang dikonsentrasikan. maka dengan kemampuan seada-nya. menunjukkan adanya suatu perencanaan melalui suatu organisasi yang solid. berupa perawatan kepada belasan ribu mujahidin dari luar daerah itu. Karena itu pihak Kristen mulai mengalihkan kerusuhan ke luar Ambon. Ternyata dengan semangat Jihad Fie Sabilillah yang luar biasa. Pihak Kristen yang memang merencanakan kerusuhan untuk mencapai tujuan politik tertentu. Semangat sebesar itu telah mengakibatkan pukulan moril besar terhadap pihak Kristen. Suatu kenyatan yang sulit dipercaya adalah menggeloranya semangat Jihad Fie Sabilillah yang amat dahsyat.Bab 12-02 Perlawanan Ummat Islam Serangan mendadak yang dilakukan pihak Kristen. Walaupun berat beban perawatan ini ternyata masyara-kat kota Ambon dengan segala keterbatasannya mampu menanggulangi bersama-sama sampai menjelang setahun mereka di kota Ambon. tetapi kerugian yang dialami ummat Islam. sehingga September 1999 dapat dikatakan kondisi kekuatan dan kerugian kedua belah pihak menjadi relatif seimbang. ummat Islam melakukan pembelaan diri sebagai upaya penyela-matan. ummat Islam mendapat kemajuan yang berarti.

Tidaklah berlebihan bila para tokoh memperkirakan akibat kerusuhan ini. awal September lalu. Bentuk lainnya adalah kekerasan antara warga pendatang dan warga setempat. Walaupun potensinya tetap besar. Dua orang tewas dalam kerusuhan yang antara lain dilatari pemekaran wilayah berupa pembentukan provinsiprovinsi baru. bentuk-bentuk konflik tidak baru. pertengahan Januari lalu. ummat Islam akan kehilangan sumber daya berpendidikan selama satu generasi. Sumatera Barat. UGM Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Papua. sedangkan sektor perekonomian pada lingkup besar dan pendidikan akan memerlukan waktu lebih panjang dan akibat yang ditimbulkan besar. . adalah insiden kecil. Unpatti yang didanai 70 persen kekuatan Kristen telah dimanipulasi untuk menendang kepentingan Islam. Pemicu kerusuhan. Rizal Panggabean DIREKTUR MAGISTER PERDAMAIAN DAN RESOLUSI KONFLIK. Pada sektor pendidikan boleh dikatakan terhenti 90 % karena letak sekolah-sekolah pada umumnya di luar sektor yang dikuasai ummat Islam. begitu juga penanam modal lainnya yang memberikan lapangan kerja bagi ummat Islam. Salah satu di antaranya adalah kekerasan antardesa. Unpatti kini telah menjadi Kampus merah. Dalam kerusuhan yang melibatkan dua desa yang bertetangga itu. seperti biasanya.karena hancurnya sendi-sendi dasar perekonomian serta pendidikan bagi puluhan ribu pelajar dan mahasiswa. Selain itu. Kerugian pada rata-rata kebutuhan hidup masyarakat Islam cukup besar tetapi dampak kerugian itu akan dapat diatasi dalam waktu 2 atau 3 tahun ke depan. Konflik yang menimbulkan dendam horizontal mendalam ini akan sangat berpengaruh pada proses belajar mengajar yang dilaksanakan secara terpadu. Lebih fatal lagi untuk perguruan tinggi khususnya Universitas Patti-mura (Unpatti) tempat menimba ilmu calon sarjana dan calon pemimpin masa depan. baik dilihat dari intensitasnya maupun jumlah korban yang jatuh. 3000 mahasiswa telah tertutup sama sekali bagi mahasiswa Islam. melainkan sudah akrab di telinga masyarakat. konflik horizontal pada 2003 relatif berkurang. kondisi-kondisi strategis kerugian ummat Islam ini perlu mendapatkan penanganan khusus dari Pemerintah. Oleh karena itu. lima orang tewas dan puluhan orang luka berat dan ringan. Dosen dan Karyawan Islam. seperti yang terjadi di kota Timika. benturan keras antarkelompok masyarakat cenderung menurun. yaitu perselisihan antara sopir angkutan pedesaan dari Desa Ujunggading dan pengemudi becak motor dari Desa Airbangis. khususnya sejak 1999. Perekonomian dalam skala besar dengan investasi ummat Islam terutama yang dari luar Maluku terpukul sehingga kini mereka menarik diri. warna yang diberikan sebagai pengenal bagi pihak Kristen dan untuk Islam dikenal dengan putih. seperti di Pasaman.

yaitu integrasi sosial pendatang dan penduduk asli. kondisi yang lebih mendasar adalah persaingan antarpartai besar dalam memperebutkan suara dan dukungan yang sering dianggap langka dalam konteks kompetisi kepartaian. Dalam konflik antara pendatang dan penduduk asli. afiliasi kepartaian dapat menjadi basis mobilisasi juga seperti tampak pada kisah dari Singaraja. dan antarpendukung partai mengisyaratkan beberapa ciri yang perlu diperhatikan dalam konflik horizontal di Indonesia. pemerintah daerah dan polisi akan terfokus pada usaha penegakan hukum. kemudian. provokator atau aktor intelektual memang sungguh sesuai karena dapat ditangkap. aparat keamanan cenderung mengikuti refleks mereka dan serta-merta berbicara mengenai provokator atau aktor intelektual di balik setiap insiden konflik horizontal. Yang pertama adalah yang menyangkut unsur-unsur identitas yang melandasi pembentukan dan. benturan antardesa pakraman di Bali juga sering terjadi. Kalimantan Tengah. Seringkali perbedaan etnis penduduk asli dan pendatang ini ditopang pula dengan perbedaan agama.Bentuk lainnya lagi adalah benturan antarpendukung partai yang terjadi di Singaraja. dipukuli. Karenanya. Buleleng. Akhirnya. Provokator dan aktor intelektual. Selama ini. Dalam definisi tugas dan tanggung jawab seperti ini. Benturan antardesa. masalah yang lebih mendasar. Kalimantan Barat. . dengan kata lain. Pengalaman menunjukkan beberapa sumber identitas yang sering menjadi basis mobilisasi adalah agama dan etnisitas. Tentu saja. Bali. misalnya konflik antardesa atau antarbanjar. Yang perlu dicermati lagi adalah apabila afiliasi kepartaian ini ditopang dengan pemilahan yang lain. Bukan rahasia lagi bahwa dalam usaha mereka memulihkan keamanan dan ketertiban. Pada 26 Oktober. cerita dari Pasaman di atas menunjukkan bagaimana satuan teritori yang kecil seperti desa semakin sering menjadi basis pembentukan dan pengerahan kelompokkelompok yang bertikai. khususnya menangkap dan kemudian mengadili perusuh yang dianggap bertanggung jawab. Walaupun jarang sekali menimbulkan korban jiwa. pemerintah dan masyarakat perlu memberikan perhatian yang lebih serius terhadap afiliasi kedesaan. keagamaan. pengerahan kelompok-kelompok masyarakat yang berbenturan. Seperti halnya kombinasi perbedaan etnis dengan perbedaan agama. menjadi kambing hitam yang mudah didapat di mana saja. etnisitas biasanya menjadi ciri pembeda yang menjadi basis mobilisasi konflik. dan syukur-syukur diadili. Buleleng. dan kepartaian. benturan antara pendukung Partai Golkar dan PDI Perjuangan menimbulkan dua korban tewas dan banyak lagi yang luka-luka. kesukuan. Dalam kasus-kasus seperti ini. konflik antardesa adat di Bali cukup membuat pusing polisi dan tokoh adat setempat. jarang diperhatikan sehingga dapat meletus sewaktu-waktu. Selain di Sumatera Barat. Tetapi. dan Sulawesi Tengah. seperti yang terjadi di Maluku. keadaan dianggap telah "aman terkendali". kombinasi perbedaan afiliasi kepartaian dengan perbedaan banjar atau desa bisa menjadi bahan mentah bagi benturan horizontal yang keras dan berdarah. antara penduduk asli dan pendatang. Setelah ditangkap dan diadili. Maluku Utara.

Hadapilah kenyataan bahwa desa-desa bisa terdiri dari kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan yang satu sama lain bertentangan. dan dominasi penguasaan suatu sumber daya yang langka. perbedaan tujuan dan kepentingan pihak-pihak yang bertikai. kiranya perlu sekali apabila aparat keamanan dan masyarakat mengubah orientasi dalam menangani konflik horizontal. Bisakah aparat "memukuli" ketidakselarasan antara pendukung satu partai dan pendukung partai lainnya--lebih-lebih jika kedua kelompok berasal dari dua desa yang telah bermusuhan karena alasan lain? Jangan lupa pula bahwa tidak jarang pendekatan agresif dan represif yang dilakukan aparat justru memperparah polarisasi di masyarakat. tetapi juga dapat menjadi awal bagi kemitraan dalam mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan menyelesaikan masalah-masalah mendasar di masyarakat. atau Papua terdiri dari masyarakat yang homogen dengan tetangga dan warga yang selalu rukun. Ketidakselarasan itu bisa jadi terkait dengan kelangkaan sumber daya yang diperebutkan. Artikel 006_ 2001 Masalah Cina 3 MASA ORDE BARU . Sebagai contoh. konflik kepentingan antara pendukung dan penentang pemekaran wilayah tidak dapat "ditangkap" atau "diburu" aparat. kepartaian. Di lain pihak. Berhentilah berpikir bahwa desa-desa di Sumatera Barat. Dari pergeseran cara berpikir seperti di atas. dan barikade-barikade memisahkan dua komunitas beda agama. antara penduduk asli dan pendatang. Penduduk dua desa dikawal. masyarakat juga perlu mengubah cara berpikir dan bertindak. Sadari juga bahwa partai-partai adalah cerminan konflik kepentingan dan pemilahan di masyarakat dan karenanya perlu dikelola melalui aturan main kampanye. mengingat potensi konflik horizontal yang secara luas diakui sangat besar di Indonesia. misalnya dengan mengirim dan menempatkan kompi-kompi polisi dan tentara. Bali. Masalah-masalah mendasar yang melatari konflik horizontal perlu mendapat perhatian yang semestinya.Akan tetapi. konflik horizontal tidak hanya potensial menimbulkan kekerasan. dua suku yang bertikai dipisahkan dengan mentransfer salah satu di antara keduanya ke tempat lain. dan antara partai-partai politik. Masalah-masalah mendasar di atas tidak dapat ditangani dengan pendekatan menangkap provokator dan memulihkan keamanan dan ketertiban yang biasanya menekankan respons yang represif. Masalah itu bisa berupa ketidakselarasan antardesa. dan pemilu yang melembaga.

Yang terakhir ini relatif masih kecil jumlahnya. Untuk meredam konflik lebih besar pemerintah Orde Baru memandang orang-orang Cina yang menjadi WNI sebagai berhak dan berkewajiban sama dengan yang Pribumi. baik berupa surat kabar maupun penggunaan bahasa Cina dimuka umum. Indonesia yang baru merdeka dan baru dirongrong pemberontakan 'Madiun' cukup berat menghadapi masalah sebagian orang Cina yang terlihat lebih memihak Belanda pada waktu revolusi dan kemudian bersimpati pada waktu pada G-30-S. Program Pembauran Orang-orang Cina kemudian di tahun 1967 dianjurkan untuk mengganti namanya dengan nama Indonesia untuk memperkecil perbedaan antara WNI keturunan Cina dengan WNI asli. kemudian masyarakat orang-orang Cina Indonesia dapat dibagi setidaknya menjadi tujuh golongan. apalagi ketika dijaman Belanda diangkat sebagai warganegara hampir setingkat dengan Belanda dan dibuat lebih tinggi statusnya dari orang-orang Pribumi. soalnya jumlah orang-orang Cina tergolong kecil dibandingkan seluruh penduduk Indonesia (hanya sekitar 1.5% saat itu). Kerjasama Ali-Baba ini memang saling menguntungkan kedua pihak. Pada tahun itu pula dikeluarkan peraturan untuk tidak menggunakan nama 'tionghoa' karena konotasi keterkaitannya dengan 'tiongkok' negeri leluhur ras ini. (6) WNI yang beragama Kristen/Katolik (yang berorientasi nasionalisme Indonesia). Konsulat dan Kedutaan RRC ditutup menyusul kecurigaan keterlibatan mereka pada G-30-S di tahun 1965. Dari sikap sosialisasi yang makin bertumbuh. Sekalipun demikian. tetapi pengaruhnya terhadap ekonomi sangatlah besar karena sebagian besar ekonomi RI ditengarai dimainkan aktor orang-orang Cina (sekitar 60-70%). pemerintah melarang penggunaan simbol-simbol Cina. (4) WNI yang beragama Budha/Konghucu (yang mempunyai ikatan premordial dengan tanah leluhur dan masih berbahasa mandarin) . memang tidak mudah bagi orang-orang Cina yang secara tradisi budaya memiliki perasaan eksklusif dan superioritas untuk bisa menempatkan diri dalam konteks kemerdekaan. Peran mereka yang sangat besar mendorong pemerintah Orde Baru untuk segera mengambil tindakan. Disinilah mulai ada tuduhan kolusi (KKN) antara pejabat dan WNI keturunan Cina yang kemudian kita lihat menghasilkan ekonomi pertumbuhan gaya orde baru yang memang hebat tetapi menghasilkan produk sampingan berupa kesenjangan sosialekonomi yang makin lebar antara beberapa pengusaha Cina + Pribumi pejabat dengan rakyat orang-orang Pribumi pada umumnya. . Memang usaha-usaha yang selama ini menjadi monopoli orang-orang Cina kemudian mulai diisi pula dengan orang-orang Pribumi. (3) WN-Stateless. dan (7) WNI yang beragama Islam. (2) WNA Cina-Taipeh. dan umumnya lebih banyak terjadi dari 'Ali' pejabat dengan 'Baba' pengusaha. dan kemudian BAPERKI dinyatakan terlarang. lebih lagi keunggulan dalam perdagangan dan pendidikan waktu itu menyebabkan program ganti nama seakan-akan hanya berganti baju dengan badan dengan bau yang sama juga. (5) WNI yang beragama Kristen/Katolik (yang berorientasi Belanda/Barat). Untuk mengikis sikap eksklusivisme itu. dan menganjurkan agar WNI keturunan Cina dapat membuka kran usahanya bersama orang Pribumi. padahal sebagian besar dari mereka tidak berstatus warganegara Indonesia dan nasionalisme ke-Indonesia-annya diragukan.MASALAH Cina memang merupakan salah satu pekerjaan rumah berat bagi Pemerintahan Orde Baru yang mulai beroperasi pada tahun 1966. dibalik itu dalam kehidupan ORBA kemudian sebenarnya banyak generasi muda Cina mulai bersosialisasi dan berintegrasi dengan yang Pribumi dan makin banyak yang kemudian melakukan kawin-campur dengan yang Pribumi terutama yang beragama sama. yaitu (1) WNA Cina-RRC. Namun.

Jelas perbedaan demikian menimbulkan kesenjangan sosial yang makin parah yang menjurus pada terjadinya kerusuhan-kerusuhan dan huru-hara kota yang cenderung menjadikan rumah. Apalagi Presiden ORBA Suharto mempunyai hubungan dekat dengan Liem Sioe Liong dan Bob Hasan. Masalah rasial yang kembali timbul dalam bentuk baru sebagai konsekwensi ekonomi pertumbuhan secara bebas yang dianut pemerintah ORBA yang kemudian berkembang sebagai masalah SARA (Suku. sebab kenyataannya dibalik itu justru pada waktu OrdeBarulah kesempatan ras-Cina untuk berkembang kembali meningkat pesat setelah sebelumnya pada masa Orde-Lama dibatasi kegiatan dagangnya. Situasi di atas mendorong makin banyak orang Cina bergerak dalam sektor bisnis dan makin dominanlah mereka. Jadi. pabrik maupun supermal milik non-pri menjadi sasaran amuk massa. Hampir semua sektor perdagangan dari hulu sampai hilir terutama perbankan sekarang dikuasai oleh non-pri atau kolusi pri-non-pri. Kurangnya kesempatan masuk di Sekolah dan Perguruan Tinggi Negeri tidak menghalangi kemajuan pendidikan non-pri. toko. Karena kurangnya pengalaman dan keunggulan dalam sektor perdagangan dapat dimaklumi kalau usaha konglomerasi yang melibatkan mayoritas Cina lebih unggul dan berkembang dan usaha Koperasi makin terpuruk. adalah berlebihan kalau peraturan-peraturan pelarangan menerbitkan surat kabar berbahasa mandarin dan pelarangan penggunaaan istilah 'Tionghoa' dijadikan alat stigmatisasi keburukan Orde-Baru. Sektor pasar tradisional dan pedagang asongan non-formal yang umumnya dikuasai Pribumi sekarang dihantui supermal-supermal yang dimiliki non-pri seperti jaringan supermal Matahari yang juga masuk ke kota-kota kabupaten. dan pamor industri batik rakyat tradisional yang sempat jaya malah sekarang hancur diterjang usaha-usaha non-pri yang mendirikan pabrik batik raksasa seperti Batik Keris dan Batik Semar. Sektor mikro seperti Koperasi umumnya dimasuki pedagang Pribumi. disektor-sektor lainnya kesempatan itu kecil sekali. Ternyata pertumbuhan ekonomi ORBA lebih membuka peluang tumbuhnya sektor ekonomi makro dan menghasilkan konglomerat-konglomerat yang sebagian besar dari etnis Cina/Tionghoa. dan lainnya. Agama. Sempitnya kesempatan itu juga terjadi pada Sekolah Negeri dan Perguruan Tinggi Negeri dimana porsi untuk non-pri dibatasi. Sekalipun WNI keturunan Cina diakui hak hidupnya oleh pemerintah ORBA dan istilahnya diperlunak menjadi 'Non-Pri' dan memperoleh kembali kebebasan bergerak di sektor ekonomi. Banyak usaha koperasi hancur. bahkan oleh pihak tertentu pengusaha Cina itu dijadikan sapi perahan. Dan Pemerintah secara terbuka lebih memberi kebebasan dalam perkembangan usaha-usaha konglomerasi demikian.Pertumbuhan Ekonomi Orba Pertumbuhan ekonomi gaya Orde Baru memang cenderung bersifat pasar bebas dimana modal besar diuntungkan dan jelas bersifat kapitalistis. . sebab banyaknya sekolah-sekolah swasta yang berbasis agama atau tidak memberi peluang cukup pada non-pri untuk menambah ilmu. Ras dan Antar-golongan) lebih diperparah lagi dengan usaha-usaha pemerintah RRC yang sekarang dalam alam demokrasinya kembali membuka diri dan secara aktip mulai lagi merangkul pengusaha-pengusaha Cina di perantauan. hanya sekarang timbul lagi masalah baru karena umumnya sekolah-sekolah swasta banyak yang kemudian diisi dengan mayoritas siswa/mahasiswa non-pri. Itulah sebabnya dalam setiap amuk yang melibatkan massa selalu arah perusakan akan kembali terarah pada minoritas ini. Dalam karier di ABRI maupun menjadi Pegawai Negeri kesempatan itu kecil apalagi memang dari kalangan keturunan sendiri dorongan untuk memasukinya juga kecil.

tidak banyak modal yang akan masuk ke daratan Cina untuk investasi. Robert Kuok dari Malaysia atau Charoen Pokphan dari Thailand. sudah lama pemerintah RRC sendiri menganjurkan pengusaha-pengusaha Cina perantauan untuk menanamkan modal mereka secara besar-besaran ke RRC.Persatuan Cina Sedunia Lee Kuan Yew. mereka yang menjadi pengusaha membuat diskriminasi dalam penerimaan buruh (karyawan)." (Ibid. pengrusakan-pengrusakan ." (Jhon K. Para pengamat memperkirakan bahwa 60% investasi asing didaratan Cina ini dibawa oleh para pengusaha keturunan Cina. Naveront. dan khususnya Indonesia yang sedang berusaha keras untuk mempersatukan non-pri ke dalam kesatuan dengan yang pri sangat dibuat marah dengan perilaku Konvensi yang dihadiri banyak pengusaha non-pri dari Indonesia itu. Reaksi ini memang patut dimaklumi. Reaksi juga datang dari Siswono Yudohusodo yang menyebut ada sembilan dosa orangorang keturunan Cina di Indonesia. "Tanpa orang-orang keturunan Cina ini. yaitu antara lain: "mereka hidup secara eksklusif. Ini kemudian dikaitkan dengan sifat-sifat tradisi budaya itu untuk bersikap hemat. Jaringan Masyarakat China. mengutamakan pendidikan. kerja keras. antara yang Pri dan Non-pri. sebab mereka tidak memberi komentar tetapi melakukan perusakan dan pembakaran obyek-obyek milik orang-orang non-pri secara massal. persatuan dan saling membantu. Sejak peristiwa 10 Mei 1963 yang menimpa kota Bandung dan kota-kota lainnya dan disusul dengan sepuluh tahun kemudian di kota yang sama. Reaksi premordialisme ini bisa dilihat dari reaksi pengusaha Probosutedjo yang sekalipun sejak tahun 1980 pemerintah sudah menganjurkan untuk meninggalkan istilah pri dan non-pri yang menyebabkan usaha HIPPI berubah arti menjadi 'Himpunan Pengusaha Putera Indonesia'. bahkan ditekankan kembali Confucianisme sebagai etos pengikat orang-orang Cina. reaksi keras menyebabkan HIPPI kembali diartikan menjadi 'Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia' seperti semula. Pertemuan ini kembali membangkitkan premordialisme para pengusaha Cina bahwa keberhasilan mereka dalam bidang ekonomi tidak lepas dari kesamaan mereka yang mewarisi tradisi budaya super yaitu Cina. soalnya. 91) Kerusuhan Rasial Reaksi massa mengambang lain lagi. Indonesia diwakili 40 konglomerat non-pri. maunya cuma bergaul antara mereka. segregasi dalam kehidupan sosialnya. 12). Tanpa orangorang keturunan Cina seperti Mochtar Riady atau Soedono Salim dari Indonesia. Reaksi itu dapat dimaklumi karena persatuan Cina Sedunia demikian ditakuti sebagai usaha melarikan modal Indonesia ke luar negeri (capital flight) yang berarti merusak ekonomi dalam negeri. Timbulnya Reaksi Dampak pertemuan-pertemuan itu telah membangkitkan kembali reaksi kesadaran kaum Pribumi di negara-negara ASEAN terutama Malaysia dan Indonesia untuk mewaspadai gerak langkah para pengusaha Cina dinegara-negara itu. Konvensi ini kemudian disusul dengan Konvensi serupa yang diadakan di Hongkong pada bulan November 1993 yang dihadiri 1000 pengusaha besar Cina dari seluruh dunia. diskriminasi dalam upah dan sebagainya. Tujuan Konvensi ini adalah untuk "membentuk jaringan kerjasama ekonomi masyarakat bisnis internasional Cina untuk memanfaatkan berbagai peluang bisnis. sulit bagi RRC untuk bisa mewujudkan suatu pertumbuhan ekonomi yang begitu tinggi." Karuan saja jaringan kerjasama yang berbau rasialis ini menggoncang nasionalisme Pribumi di negara-negara khususnya ASEAN. Konvensi ini dihadiri 800 pengusaha besar Cina yang datang dari 30 negara termasuk dari Indonesia. mantan Perdana Menteri Singapura pada bulan Agustus 1991 memprakarsai diadakannya Konvensi Cina Sedunia di Singapura untuk mengumpulkan pengusahapengusaha Cina perantauan (Overseas Chinese) dari seluruh dunia.

dua kecamatan. pengrusakan dan pembakaran toko orang Cina. 65 bank. kerugian akibat kerusuhan itu Rp. Solo dan memuncak di Ibukota Jakarta yang mengakibatkan: "Versi pemerintah mengatakan.479 ruko.604 toko.terhadap obyek-obyek harta milik orang-orang Cina makin sering terjadi lebih-lebih dalam dasawarsa terakhir abad ke-20. 40 mal/plaza. 45 bengkel. Padang. Di kota Pekalongan pada bulan Nopember 1994 seorang Cina yang diisukan menyobek Al Quran menyebabkan toko-toko Cina dirusak dan dibakar. delapan bis kota/metromini. banyak kota seperti di Jabotabek. 12 hotel. Peristiwa Jakarta merupakan puncak kemarahan massa pada etnis Cina karena dosa-dosa mereka. Baik di Jawa Timur. gudang dan tambak milik orang-orang Cina secara sporadis di banyak . Tahun 1998 makin banyak diisi dengan kerusuhan dan huru-hara karena masalah sembako. Di tahun yang sama konflik PDI dalam peristiwa 27 Juli di Jakarta merembet ke pembakaran obyek-obyek ekonomi orang Cina. Sebenarnya kota Medan sudah beberapa kali mengalami kerusuhan rasial. dan kerusuhan rasial anti-Cina di bulan Mei 1998 ini bahkan menyerang rumah orang Cina dan pemerkosaan 168 wanita Cina (152 di antaranya di Jakarta. Jawa Timur dan Madura dan kota-kota lain mengalami kerusuhan dan selalu merembet pada pengrusakan dan pembakaran toko-toko milik orang Cina. Ini memuncak dengan kerusuhan berdarah yang terjadi di bulan Mei di Medan. Di Medan 30% penduduknya adalah orang Cina dan ekonomi kota memang dikuasai orang-orang Cina. Palembang. bahkan di tahun 1997 ketika ada kerusuhan Pemilu kembali obyek ekonomi Cina di kota ini dijadikan sasaran.119 mobil dan motor. 383 kantor swasta. dan 1." (Kompas. yang umumnya pengusaha. Beberapa kerusuhan terjadi di tahun 1995 seperti di Purwakarta dimana seorang gadis yang dicurigai mencuri sepotong coklat dan dihukum menyebabkan banyak toko Cina dirusak massa. Pada bulan April 1994 terjadi pembakaran puluhan pabrik dan ratusan toko di Medan dengan korban jiwa seorang pengusaha. Huruhara besar yang menimpa toko-toko orang Cina terjadi juga di Banjarmasin dan Ujung Pandang.000 orang-orang Cina ke luar negeri dengan membawa uang banyak di tengah ekonomi dan kelaparan massa yang sudah terjadi menambah kepedihan konflik rasial yang sudah ada. padahal penyebabnya anak polisi yang dihukum di pesantren. 2. 11 polsek. Di tahun 1996 di Situbondo banyak toko-toko milik orang Cina dirusak. 3 Juli 1998) Selain itu ada sekitar 80 sinema dibakar. 1. Kerusuhan Mei di Jakarta dan kota-kota lain itu diikuti larinya lebih dari 100. dihancurkan dan dibakar massa (termasuk 27 gedung gereja) padahal pencetusnya tidak ada hubungannya dengan orang Cina maupun Kristen. tetapi menurut versi Tim Gabungan Pencari Fakta hanya sepertiga angka itu) dimana beberapa di antaranya dilaporkan terbunuh. Inipun masih sering disusul dengan pembakaran pabrik atau penjarahan toko. sembilan pompa bensin. Tasikmalaya juga mengalami hal yang sama dimana supermal Matahari dibakar dan mal Yogya dirusak dan ratusan toko milik orang Cina dan gereja dibakar massa.5 trilyun. Pantai Utara Jawa dan dibanyak kota terjadi penjarahan.2. yang bermental begitu. Di tahun yang sama di seputar Pemilu. dan dalam tahun-tahun berikutnya memasuki tahun 2000 ada puluhan kota mengalami huru-hara yang sama yang menimpa etnis Cina. Apapun penyebabnya selalu tokotoko batik milik orang Cina dirusak dalam kerusuhan Massa. padahal kita mengetahui bahwa hanya sebagian masyarakat Cina. Nilai itu berkaitan terbakar dan rusaknya 13 pasar. Tahun 1997 lebih banyak diisi dengan kerusuhan seperti di Rengasdengklok dimana kesalahan sikap seorang wanita Cina menyebabkan seluruh toko-toko Cina dihancurkan dan dibakar massa termasuk gereja dan vihara. 24 restoran.

mulai dari sejarah tradisi budaya Cina. kemewahan dan KKN sebagian dari ras itu. dari pembahasan pada Bab-bab sebelum ini. Apalagi. dan berusaha dengan jujur dan telah membaur. . mereka terdorong mencari alternatif hidup yang lebih baik.tempat di seluruh Indonesia. dan penghakiman massal sudah terjadi di puluhan kota dan korban yang didatangkan bukan saja menimpa orang-orang Cina yang bersalah tetapi juga diarahkan pada yang tidak bersalah. masih berlakunya praktek Korupsi. tetapi ras Cina yang mayoritas yang tidak ikut ber-KKN juga kena batunya. Kenasionalan mereka cukup tinggi karena banyak di antaranya menjadi pegawai negeri. sekarang disamaratakan dan ikut menjadi korban. sayang sekali bahwa banyak orang non-pri yang sudah tidak merasa punya kaitan apa-apa dengan negeri leluhur dan banyak yang bukan lagi menjadi pedagang kakap. Orang-orang Cina umumnya disamaratakan dan dianggap memiliki banyak sifat negatip oleh umumnya orang-orang Pribumi karena stigma praktek-praktek eksklusif. Namun. Melihat kondisi perekonomian yang makin terpuruk. kita patut berkaca diri dan berjuang keras untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Memang tepat kata pepatah: "karena nila setitik rusak susu sebelangga. besar kemungkinan kerusuhan-kerusuhan dan huru-hara anti Cina akan terus terjadi selama sumber-sumber konflik dan kesenjangan sosial ekonomi belum terpecahkan dan diperbaiki dengan serius. Kolusi dan Nepotisme. masuknya ke Indonesia dan perlakuan istimewa kolonialisme Belanda khususnya pada orang-orang Cina tertentu. naiknya harga-harga Sembako yang belum bisa diatasi oleh Pemerintah dan dengan tidak adanya pemecahan tuntas dari kerusuhan-kerusuhan anti Cina yang terjadi selama ini. Yang lebih memperparah yang menyebabkan kerusuhan massal makin berlarut-larut itu adalah sikap pemerintah sendiri yang cenderung tidak pernah menghukum kelompokkelompok masa yang beringas yang telah mengorbankan segolongan ras tertentu yang juga menimpa banyak masyarakat rakyat kecil. Emas pertama dan kedua Olympiade yang ikut mengharumkan negara yang direbut Indonesia diperjuangkan oleh atlet-atlet non-pri. soalnya kebencian rasial itu bukan saja berdampak kepada mereka yang memang ikut salah. Apalagi kemerdekaan dan era reformasi menyebabkan massa mengambang ingin cepat-cepat menikmati kemakmuran bukan dengan kerajinan dan berusaha keras tetapi dengan merusak harta benda orang lain. banyak pengangguran dan korban PHK. bahkan faktanya sudah berakibat fatal membuat negara Indonesia menuju kebangkrutan yang jelas membuat massa rakyat makin menderita. namun kesesakan sosial yang tidak tertahankan dan kehadiran mereka di bumi Indonesia yang dirasakan tidak disukai." Sekalipun reaksi itu pantas ditujukan pada pelaku ekonomi yang orientasinya memang ke daratan Cina dan melakukan KKN yang memberatkan rakyat banyak. euforia premordialisme budaya tanah leluhur Cina kembali bangkit dalam keterbukaan era Reformasi di akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 tentu dapat mempertebal eksklusifisme sebagian ras ini dan berdampak pada sikap antipati yang lebih besar. dan yang jelas masyarakat Indonesia sendiri ikut menjadi korban bila terjadi anarki kerusuhan rasial. Lalu Bagaimana? Dari Bab-Bab sebelum ini kita melihat begitu dalam jurang kesenjangan yang sudah terpupuk di antara ras Cina dengan Pribumi yang terjadi dalam perjalanan sejarah yang keliru. bulan madu konglomerat Cina dengan para pejabat Orba yang menghasilkan kebencian massal yang sering meletus dalam kerusuhan-kerusuhan di kotakota itu. sehingga mereka yang mampu dan memiliki harta cenderung kemudian banyak yang hijrah ke negara-negara Barat. sehingga kerusuhan-kerusuhan massal itu seakanakan mendapat legitimasi selama tidak merugikan pemerintah. padahal lebih banyak dari ras ini yang menunjukkan kesungguhan dalam membangun negara Indonesia. rusaknya jaringan distribusi.

dan yang tidak bersalah dihargai sebagai layaknya warga negara dan penduduk Indonesia.I. untuk pemecahan masalah ini secara proporsional. Semoga! Salam kasih dari Herlianto/YBA. Sebuah misi yang sulit memang. kerja keras. di banyak kalangan sebenarnya kesempatan yang sama bagi yang 'pri' dan 'non-pri' sudah terbuka. Harian Sharq ditutup oleh Badan Pengawas Pers. khususnya generasi muda. yang berada di bawah Kementerian Bimbingan Islam dan Kebudayaan. dari 6 penulis 'Laporan Resmi Pemerintah R. yang satu mewakili LSM dan lainnya mewakili Pemerintah RI (=100%).' untuk konperensi itu. persaudaraan yang kuat. Memang benar 'non-pri' yang tinggal di Indonesia diharapkan tidak eksklusif dan lebih punya rasa tenggang-menenggang dengan lingkungan disekelilingnya. adalah merupakan dambaan semua orang agar solusi yang tepat diberikan oleh semua pihak. namun misi ini perlu dicapai oleh semua pihak khususnya oleh Pemerintah RI. pada 2007 karena menerbitkan wawancara dengan penyair "kontra-revolusi" di luar negeri. Dalam sebuah konperensi UNDP di Bangkok mengenai 'Pembangunan Desa'. ulet. tetapi agar memang yang bersalah karena warisan tradisi dan sejarah kolonialisme di Indonesia benar-benar dapat di adili dan dihukum. persentasi mereka dalam mewakili pemerintah RI di forum-forum Internasional tidak sedikit. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa dibalik kecurigaan dimana ras Cina di anak tirikan. agar tidak lagi terjebak premordialisme masa lalu. dan professionalisme dalam bisnis dan bidang-bidang lain yang tidak tanggung-tanggung dari sebagian ras Cina. . sebab kalau tidak 'Masalah Cina di Indonesia' tidak akan pernah terselesaikan dan ujung-ujungnya masyarakat mengambanglah yang akan menjadi korban. Republik Indonesia diwakili secara resmi oleh dua ahli non-pri. 3 orang adalah dari kalangan non-pri. dan sifat-sifat kalangan tertentu yang oportunis dan hanya mencari untung perlu diubah dengan mentalisme kebangsaan Indonesia yang lebih baik. dan agar stigmatisasi tidak ditujukan secara merata kepada semua orang non-pri.Sekalipun jumlah orang Cina di Indonesia ditaksir sekitar 3% saja. 11 April 2010 23:50 WIB | Mancanegara | Asia/Pasifik | Dibaca 597 kali Teheran (ANTARA News/Reuters) . Kita tidak perlu jauh-jauh 'mencari pengetahuan ke negeri Cina'. Dalam konperensi PBB tentang Permukiman dan Perkotaan di Istambul (1996). bukankah lebih berguna bila kita juga melihat potensi positip orang Cina demi pembangunan tanah air dan tidak sekedar meng'kambing hitam'kan mereka? Gaya hidup yang hemat. dan banyak contoh lainnya bisa disebutkan. ini berarti 50%. Dari berbagai fakta demikian. dapat menjadi asset yang menguntungkan semua pihak. [ YBA Home Page | Artikel sebelumnya] Iran Cabut Larangan Terbit Harian Pro-reformasi Minggu. Dan bagi yang 'pri' daripada hanya menyalahkan aspek-aspek negatip non-pri. di Indonesia pengetahuan itu ada di sekeliling kita.Sebuah harian pro-reformasi terkenal Iran terbit lagi Minggu setelah larangan tiga tahun yang dianggap oleh para reformis sebagai upaya penguasa garis keras untuk membungkam pengecam Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

wartawan dan yang lain yang ditangkap setelah pemilu Juni itu dikabarkan masih berada di dalam penjara dan beberapa telah disidangkan atas tuduhan mengobarkan kerusuhan di jalan. penutupan surat kabar pro-reformasi itu merupakan bagian dari penekanan bertahap terhadap penentang politik dan penggencetan kegiatan kebudayaan yang oleh pemerintah dianggap sebagai mendorong nilai-nilai "korup" Barat. Sharq. mantan ketua parlemen yang berhaluan reformis. dulu biasa menerbitkan pandanganpandangan kebijakan luar negeri dan ekonomi Ahmadinejad. Termasuk yang diadili adalah pegawai-pegawai kedutaan besar Inggris dan Perancis .. yang disusul dengan kerusuhan terbesar dalam kurun waktu 31 tahun. menunjukkan rasa tidak hormat pada Islam dan pemimpin agama. Mir Hossein Mousavi dan Mehdi Karroubi. serta tidak menghormati Ahmadinejad dalam gambar karton." kata surat kabar setengah resmi ILNA mengutip pemimpin redaksi harian itu Ahmad Gholami. aktivis."Surat kabar Sharq terbit lagi Minggu. Ratusan reformis ditangkap dan diadili dalam penumpasan terhadap oposisi proreformasi setelah pemilihan umum presiden Juni lalu yang dipersoalkan. Pemerintah menolak tuduhan pengecam dan menyatakan tidak menyensor media. para pendukung oposisi berulang kali memanfaatkan acara-acara umum untuk turun ke jalan. bersikeras bahwa pemilihan Juni itu dicurangi untuk mendudukkan lagi Mahmoud Ahmadinejad ke tampuk kekuasaan. Dua calon presiden yang kalah.. yang dalam bahasa Parsi berarti "Timur". ketika ribuan pendukung oposisi melakukan pawai semacam itu. Sejumlah reformis senior. Sedikitnya empat penerbitan pro-reformasi dilarang sejak terpilihnya kembali Ahmadinejad sebagai presiden pada Juni tahun lalu dalam pemilihan umum yang dipersoalkan. Koran itu terutama akan memperhatikan permasalahan sosial dan budaya. Para pengecam mengatakan. Protes besar berkobar sejak pemilihan presiden Juni dan sejumlah besar orang ditangkap. dan puluhan wartawan moderat hingga kini masih berada di dalam penjara. Oposisi mengecam persidangan itu. Iran dilanda pergolakan besar setelah pemilihan umum tahun lalu. Meski ada larangan protes dan penindakan tegas dilakukan oleh aparat keamanan. Surat kabar itu juga menghadapi tuduhan-tuduhan lain seperti menerbitkan iklan untuk organisasi oposisi. Delapan orang tewas dan ratusan pendukung oposisi ditangkap dalam demonstrasi paling akhir pada 27 Desember.

D. namun sumber-sumber oposisi menyebutkan jumlah kematian 72. yang telah mengguncang pilar-pilar pemerintahan Islam dan meningkatkan kekhawatiran mengenai masa depan negara muslim Syiah itu. yang sudah menghadapi pembatasan ketat atas pekerjaan mereka. Para pemimpin dunia menyuarakan keprihatinan yang meningkat atas kerusuhan itu. Delapan orang lagi tewas selama protes anti-pemerintah pada 27 Desember. didukung dan diarahkan oleh kekuatan-kekuatan Barat. BERCERAI KITA RUNTUH ---------------------------------------------------------------------SELAMATKAN DAN KEMBANGKAN PROSES REFORMASI DIATAS REL DEMOKRASI DAN KONSTITUSI Oleh :M. Para pemimpin Iran mengecam "campur tangan" negara-negara Barat. dan menuduh media asing. Kubu garis keras di Iran menuduh para pendukung oposisi.serta seorang wanita Perancis yang menjadi asisten dosen universitas. khususnya AS serta Inggris. Sejumlah pejabat Iran mengatakan bahwa 36 orang tewas selama kerusuhan itu. Sejauh ini sudah sejumlah orang yang dijatuhi hukuman mati dan puluhan orang divonis hukuman penjara hingga 15 tahun. yang telah membawa Iran ke arah benturan dengan Barat selama masa empat tahun pertama kekuasaannya dengan slogan-slogan antiIsrael dan sikap pembangkangan menyangkut program nuklir negaranya. produsen minyak terbesar keempat dunia.Kartaprawira *) .antaranews. ---------------------------------------------------------------------BERSATU KITA TEGUH. (M014/K004) COPYRIGHT © 2010 Ikuti berita terkini di handphone anda http://m. Mailing List "NASIONAL" Diskusi bebas untuk semua orang yang mempunyai perhatian terhadap Kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.com Simpan dan akses berita ini dari HP anda dengan kode QR dibawah ini. telah mengobarkan kerusuhan di Iran. meski dipersoalkan banyak pihak. khususnya AS dan Inggris. dinyatakan sebagai pemenang dengan memperoleh 63 persen suara dalam pemilihan tersebut. Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengecam protes pasca pemilu itu dan memberikan dukungan tanpa syarat kepada Ahmadinejad dan mengumumkan bahwa pemilihan itu sah. menurut data resmi. yang turun ke jalan-jalan untuk memprotes pemilihan kembali Ahmadinejad sebagai presiden.

dan tokoh Megawati sendiri. Paradigma demikianlah yang kini sedang dianut oleh lawan-lawan politik Pemerintah . meskipun diktator Soeharto sudah lengser dari tahtanya. yang mereka pandang sebagai sumber segala macam kesulitan di Indonesia. dll. Meskipun demikian. kesalahan mendasar gerakan reformasi. Pemerintahan Habibie. yang mempersulit gerakannya. kehidupan kepartaian dan lembaga-lembaga negara. Pepatah Jawa mengatakan “Entek amek” (Habis. sebab pemerintahan tersebut merupakan rezim neo-orba. mencari) artinya kalau sudah tidak ada lagi hal-hal yang bisa dijelekjelekkan. sebab telah terbentuk pemerintahan Habibie yang dijajakan sebagai pembawa aspirasi muslim (untuk mempertentangkan dengan Soeharto yang dianggap sebagai muslim abangan). sehinggaperjuangan reformasi yang kita lakukan tidaklah mudah mencapai sukses sebagai yang kita idealkan. yang nota bene adalah rezim orba minus Soeharto. apapun agama yang disandang tidak mungkin melaksanakan cita-cita reformasi. yang terpenggal dengan ilusi pendukungan rezim Habibie. percikan nilai-nilai demokrasi masih nampak di berbagai bidang kehidupan bermasyarakat dan bernegara: kebebasan berpendapat. Sehingga pemerintahan di bawah pimpinan Presiden Megawati mereka jadikan sasaran serangan frontal. Dewasa ini agaknya telah terjadipembalikan pandang yang sengaja direkayasa oleh kelompok-kelompok tertentu. Di satu pihak menghendaki terus dituntaskannya perjuangan melawan Orba. dicari alasan apa saja yang bisa dipakai untuk menjelek-jelekkan lawannya. kebebasan pers. Batu sandungan perjuangan reformasi tersebut ditengarai dengan pecahnya gerakan mahasiswa/pemuda ketika melancarkan aksinya melawan kekuasaan rezim Soeharto di MPR/DPR pada th. menurut hemat saya. Apalagi sejak semula perjuangan reformasi sudahterkena batu sandungan. Di pihak lainnya menghendaki dihentikannya gerakan mahasiswa/pemuda tersebut.Kesulitan yang kita hadapi akibat pemerintahan rezim Soeharto besar sekali. yang kekuatannya masih tetap utuh di mana-mana dengan sumber daya-manusia dan sumber daya-logistik yang kuat (juga sampai sekarangini). Inilah. yang akan menyelamatkan Negara dan bangsa dari kehancuran. Mereka mengincar semua langkah-langkah pemerintahan Mega-Hamzah agar bisadijadikan penyulut ketidak puasan rakyat dengan maksud untuk menjatuhkan nama pemerintahan MegaHamzah. 1998.

Menurut pendapat penulis. timbulnya masalah disintegrasi. yang sukar dibayangkan sampai generasi ke berapa bisa dilunasi. Menyadari hal tersebut di atas tidak berarti kita harus menimpakan segala kegagalan perjuangan dalam era reformasi selalu dan terus menerus kepadaOrde Baru. yang dosanya terhadap rakyat dan negara memang besar sekali. Utang luar negeri yang menggunung. Secara singkat: siapa saja pemerintahnya tidak akan bisa menanggulangi akibat musibah tersebut di atas secara cepat. kita pun tidak luput dari kegagalan dan kekurangan yang mungkin bahkan menambah kesulitan rakyat yang sudah sulit. PDI Perjuangan dan Megawati sendiri. BLBI yang diciptakan oleh orba untuk menyelamatkan konglomerat. Sebab dalam kenyataannya dengan diciptakannya BLBI (oleh Soeharto!) pemerintah telah memberikan ’subsidi’ kepada konglomerat-nakal dalam jumlah yang luar biasa . pemerintah Mega-Hamzah sesungguhnya adalah “pemerintahan cuci piring” sehabis pesta ria dari pemerintah-pemerintah pendahulunya. yangtidak mudah dibersihkan oleh siapa saja pemerintahnya.Megawati. bahwa pemerintahan Megawati tidak banyak memperbaiki keadaan krisis di Indonesia. Tapi kitapun seharusnya berkepala dingin meskipun hati mendidih supaya bisa menilai kenyataan secara proporsional dan obyektif. sehingga tidak menumpahkan segala kesalahan hanyalah kepada pemerintah Mega-Hamzah saja. Memang harus diakui. Memang harus diakui adanya ketidak tepatan kebijakan pemerintah dalam menetapkan mana yang harus lebih diprioritaskan. sesungguhnya masalah BLBI inilah yang harus dinomor satukan penyelesaiannya. kerusuhan etnis dan suku-bangsa yang merupakan akibat kekuasaan orba dan masih banyak lagi kotoran-kotoran yang harus dibersihkan. kas negara yang kosong karena dijarah oleh penguasa orba. seperti telah dikatakan di atas.kekayaan alam yang ludes karena dijual kepada asing. Sebab dalam proses melaksanakan reformasi. demi kepentingan politik mereka. budaya KKN yang sudah mengakar di dalam kehidupan masyarakat terutama di lembaga-lembaga negara. Tapi seharusnya memaklumi bahwa pemerintahan Megawati adalah “pemerintahan cuci piring” setelah pesta ria pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. melaksanakan pembenahan negara dan bangsa. Apalagi.

Maka seyogyanya Inpres No. 6/2/2003 ) Jadi pencabutan “subsidi” BLBI inilah yang seharusnya diprioritaskan penyelesaiannya. di mana menteri-menteri yang terindikasi dan jelas melakukan korupsi (tindak pidana). Penerapan R&D seharusnya hanya pada bidang perdata saja. edisiKamis.besarnya. Pemerintah tidak bisa bermurah hati membebaskan mereka dari tuntutan pidana.8 Tahun 2002 tentang Release and Dischaarge (R&D) ditinjau kembali. Jadi jaksa harus tetap melimpahkan tersangka debitur BPPN ke pengadilan. TLD dan Telepon. Kita tidak boleh mengulangi praktek-praktek jaman rezim Soeharto. kalau ternyata ada bukti bahwa yang bersangkutan melanggar norma hukum pidana (mis. sebagaimana peninjauan kembali terhadap masalah BBM. walaupun sudah mendapatkan R&D dari BPPN. dibanding dengan subsudi untuk BBM. Dalam kaitan masalah keputusan R&D tampak ketidak-tepatan kebijakan pemerintah. Bebas Pidana dan Perdata”. KKN) yang bersangkutan harus dihadapkan kemuka pengadilan pidana. Baru setelah ada vonis hakim pidana barulah Presiden bisa memberikan kemurahan hati (pembebasan) yang berwujud grasi atau amnesti sesuai pasal14 ayat 1 dan ayat 2 UUD 1945. (Lihat: Elly Burhaini Faizal “Release and Discharge. tidak menghapuskan delik bersangkutan. Hal itu diperkuat dengan UU Kejaksaan Nomor 5 Tahun 1991 di mana presiden tidak dapat memberi perintah Kejaksaan untuk membebaskan seseorang yang terdapat cukup bukti untuk diduga melakukan tindak pidana korupsi. TDL dan Telepon. sebab bukan merupakan delik aduan. dibebaskan oleh presiden Soeharto dengan alasan kesalahan administrasi yang sudah diselesaikan oleh presiden. Tapi sebaliknya status “Pencuci piring” di atas tidak dapat selalu dijadikan alat pembenaran dan alat berlindung dari ketidaktepatan/kesalahan . Asal Bayar. yang bisa menyinggung rasa keadilan dan merusak sistem hukum di Indonesia. SUARA PEMBARUAN. Pemerintah tidakpunya wewenang untuk menerapkan R&D di bidang pidana. Prinsip hukum pidana tersebut dengan tegas secara tekstual diterapkan dalam Pasal 4 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang menyebutkan bahwa pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara. Dus.

Dalam hubungan ini ada beberapa masalah yang perlu mendapat perhatian. TLD dan Listrik menuju kepada gerakan inkonstitusional. Di samping itu pemerintah pun tampak responsive atas tuntutan rakyat agar mengubah kebijakan semula. pembentukan “presidium” yang dicanangkan akan mengganti pemerintahan sekarang ini. TDL dan Telepon tersebut untuk kepentingan politiknya. Hal itu tidak saja menunjukkan bahwa tidak memahami bahwa kita hidup bernegara dan berbangsa dengan dasar konstitusi. Menyinggung masih maraknya aksi-aksi demonstrasi saat ini. legislatif dan yudikatif) dapat diawasi dan dikontrol langsungoleh rakyat. Apakah adamusuh dalam selimut di dalam pemerintahan Mega-Hamzah? Lepas dari itu. adalah wajar saja selama dilakukan di atas rel demokrasi dan sesuai konstitusi. Adalah suatu keberhasilan reformasi bahwa dewasa ini semua penyelenggara negara (eksekutif. masalah pencabutan subsidi dan kenaikan harga BBM. . agaknya ada skenario kotor dari kelompok KN (Kebelet Naikkuasa) yang tak segan-segan menggunakan dan menunggangimasalah kenaikan BBM. sesungguhnya aksi-aksi demonstrasi yang menentangkebijakan pemerintah tsb. Tidak mengherankan kalau ada kalangan yang mempertanyakan mengapa pemerintah sampai kecolongan dengan kebijakan yang tidak tepat demikian. BLBI. atau dianggap bertentangan atau merugikan kepentingan rakyat. Agaknya situasi demikian itulah yang lama ditunggu-tunggu oleh lawan-lawan politik Megawati/PDIP. TDL dan Telepon. adalah disayangkan seruan-seruan untuk menggulingkan Pemerintahan Mega-Hamzah. menyebarkan isu revolusi sosial.kebijakan-kebijakan tertentu pemerintahan sekarang ini. yang pada zaman era Soeharto tidak mungkin terjadi. Semuanya harus dilihat secara obyektif dan proporsional. Mereka menyerukan penggulingan Pemerintahan Mega-Hamzah. diprotes. bisadikritisi. Pertama. Tapi tuntutan pendemo telah jauh melenceng dari masalah BBM. Tapikita tidak boleh menghancurkan hasil-hasil positif proses reformasi yang tercermin dari nilai-nilai demokrasi dan konstitusi yang kini berjalan. Misalnya.Kebijakankebijakan pemerintah yang dirasakan. tapi telah menjurus kepada menempuh cara-cara kekerasan dan anarkhis. R&D dan sebagainya. bahkan kalau perlu didemonstrasi dsb. Apakah tidak terpikirkan.

Apakah tidak menyadari bahwa tindakan mereka adalah inkonstitusional? Menunggangi rakyat (yang dalam keadaan sulit) untuk menimbulkan kerusuhan dan instabilitas politik di dalam negara. Inilah aturan main yang demokratis dan konstitusional yang berlaku di negara-negara demokrasi. Atau mungkin sudah sengaja meninggalkannya. nama Megawati dan PDI Perjuangan. Berilah pemerintah kesempatan untuk melaksanakan tugasnya. berilah rakyat kesempatan atau bahkan kita sendiri untuk “belajar berdemokrasi”. Tapi toh mereka terus berteriak “Gulingkan Pemerintahan MegaHamzah”. berilah kritik dan pengawasan terhadap kebijakannya berdasarkan aturan main yang konstitusional. Tantangan Mega untuk beradu di pemilu pun diartikan sebagai tindakan jelek yang kata mereka “Mega tidak mawas diri. Bukan anarkhisan. hanya mengandalkan kekuatannya”( Ini juga termasuk dalam “Entek amek”!). yang penting bertujuan menjatuhkan pemerintahan Mega-Hamzah. apalagi dengan cara-cara menunggangi situasi kesulitan rakyat. Kita sudah mempunyai konstitusi (UUD 45 yang telah diamandemen).Sejak semula PDIP telah mencanangkan perjuangannya melalui jalur hukum. Padahal seharusnya tantangan Mega diartikan sebagai ajakan berkompetisi melaksanakan proses demokrasi dalammemperjuangkan aspirasi rakyat untuk menegakkan/melaksanakan reformasi di atas rel konstitusional. berilah penilaian atau putusan/vonis kepadanya dalam pemilu yang akan datang. dengan unjuk kekuatan dan unjuktenggorokan.siapakah yang akan mengganti setelah Pemerintahan Mega-Hamzah jatuh? Membentuk Pemerintahan Rakyat? Apa ini bukan omong kosong? Apakah tidak dimengerti oleh kelompok-kelompok “revolusioner” bahwa presiden/pemerintah bisa jatuh hanya sesuai ketentuan yang tercantum dalamkonstitusi? Agaknya “ politisi” Indonesia dewasa ini sudah kehilangan pegangan bagaimana melakukan perjuangan untuk reformasi dalam atmosfer demokrasi dan konstitusional. Dan yang juga sangat penting. yang mana setiap politisi dan mereka yang menamakan diri golongan intelektual/mahasiswa seharusnya mengetahui bahwa pemerintahan presidensial Mega-Hamzah tidak dapat digulingkan. Jadi bukan barang baru apa yang diserukan oleh Megawati tersebut. Dan akhirnya. . selain berdasarkan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam UUD 45. bukan jalur kekuatan.

yang masalahnya tidak semudah mengumbar suara.Sungguh suatu tindakan sangat tercela. Mereka hanya melakukan taktik licik dengan menggunakan Habibie yang berbaju reformasi sebagai pelanjutnya dengan teriakan-teriakan reformasi.Ibaratnya rumput kering di musim kemarau. maka akan terbakarlah. Kalau ada oknum/kelompok revolusioner merasa sok tahu revolusi. . apabila disulut dengan api apa saja wujudnya. Demikian kira-kira gambaran rakyat Indonesia yang menderita kesulitanyang selalu disulut untuk meramaikan gerakan mereka. siapakah yang akan menggantikannya? Padahal sebagian besar parpol-parpol tidak menghendaki dijatuhkannya pemerintahan saat ini. Apalagi sebentar lagi akan ada pemilihan umum untuk presiden dan anggota DPR/DPD. Bukankah kalau sudah ada kerusuhan nasional mesti ada “golongan kuat” yang akan bertindak sebagai “penyelamat” negara dan bangsa? Nah di sinilah kita harus waspada siapa yang berkoar-koar tersebut. sesungguhnya mereka perlu belajar pada Pemimpin-pemimpin Revolusi Dunia. Keadaan tanah air yang sudah begitu sulit kini terus dipersulit dengan ulah sekelompok pseudo-revolusioner sok pembela rakyat yang agaknya tak malu-malu berkoalisi dengan kekuatan orba yang ingin revance dengan tujuan menjatuhkan pemerintahan Mega-Hamzah. Apakah mereka yang berteriak-teriak tersebut sudah percaya diri akan bisa menjadi penggantinya? Tentu saja jauh tidak mungkin. dikoar-koarkannya isu revolusi oleh sementara oknum atau kelompok adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Jangan dikira bahwa kekuatan rezim Soeharto pada waktu itu sudah lenyap.Sungguh sangat tidak masuk akal seruan penggulingan Pemerintah MegaHamzah. kalau kita mau melihat peta politik di Indonesia dewasa ini. Seandainya pemerintah Mega-Hamzah ini terguling. Jadi maunya apa? Hanya sekedar membikin situasi tambah resah di dalam masyarakat yang sedang ketimpa kesulitan? Kedua. Sama sekali tidak. tanpa melihat faktor-faktor lainnya. Langsung atau tidak langsung mereka itu ingin membakar rakyat untuk melakukan kerusuhan. Pengalaman gerakan mahasiswa/pemuda tahun 1998 di gedung MPR/DPR janganlah dijadikan ukuran. tapi di dalamnya tetap tidak berubah.

Jadi gerakan mahasiswa bukan satu-satunya penyebab mengapa Soeharto lengser. Jelas tindakan tersebut adalah inkonstitusional. Agaknya lawan-lawan politik Megawati tersebut sudah nekad melahirkan kerusuhan dengan segala cara dan bentuknya. Pemunculan isu revolusi sosial oleh kalangan tertentu juga menunjukkan keputus-asaan akan cara-cara demokratik dan konstitusional untuk mengatasi kesulitan-kesulitan negara dan bangsa. kalau konstitusi dan demokrasi terus menerus dilanggar? Mengapa gagasan pembentukan “Presidium” tidak mereka perjuangkan (setidaktidaknya . Sesudah isu pembentukan Presidium digulirkan. dipakainya jalan pintas membakar rakyat untuk “berevolusi” menumbangkan pemerintah yang ada: Pemerintah MegaHamzah. Kapan kita mulai belajar berdemokrasi. Mereka telah salah memilih kacamatasehingga tampak pemerintah Mega-Hamzah sebagai musuh nomor satu. bertentangan dengan UUD. Persoalannya jelas mengapa rezim orba lengser. masih ada lembaga-lembaga negara lainnya sebagai penyelenggara kenegaraan di mana tetap penuh kekuataan orba seperti dulu. Rakyat terus menerus digiring kepada pemikiran-pemikiran dan tindakantindakan yang inkonstitusional. yang sudah bosan melihat tingkah Soeharto yang otoritarian dan KKN. Karena mereka tidak bisa dan tidak mampu bertarung dalam arena demokrasi. digelindingkannya isu pembentukan Presidium sebagai pengganti Pemerintahan Mega-Hamzah adalahjuga suatu cara sengaja untuk menimbulkan situasi instabilitas politik di Indonesia. Ketiga. menyusul diteriakkannya penggulingan Pemerintahan Mega-Hamzah. Kita akan sangat kerdillah kalau mengatakan gerakan mahasiswa yang disusul dengan peristiwa pelengseran Soeharto tersebut sebagai revolusi. berdasarkan pengalaman sejarah (misalnya pada zaman Soekarno)bahwa kelompok-kelompokyang itu-itu sajalah yang selalu mendalangi kerusuhan dengan menunggangi gerakan mahasiswa. Orangpun tidak tahu “binatang apa gerangan” Presidium yang akan menggantikan Pemerintahan Mega-Hamzah. Lepas siapa tokoh-tokohnya yang tersangkutdalam isu masalah pembentukan presidium.Jangan dikira rezim orba pada tahun 1998 tidak bisa membuat “peristiwa Tian An Mien” di Jakarta. yang harus digulingkan. sebab sudah tidak mendapat dukungan lagi dari Amerika Serikat dan negara-negara barat lainnya. Pada hal di samping lembaga eksekutif /Presiden(pemerintah).

betulkah .dilontarkan) di MPR ketika proses amandemen berjalan? Tentu menunggu momentum yang dapat ditunggangi! Sudah tersebar kabar angin baik di media massa maupun media internet bahwa di belakang gerakan-gerakan demo menentang Pemerintah tersebut berdiri Wiranto (jenderal kader Soeharto). kekuatan orba legal dan illegal. Yang sangat ajaib dalam era reformasi kini isu Presidium tersebutdidukung oleh unsur-unsur kelompok ekstrem kanan. sebagai jalan pintas untuk mencapai kekuasaan dengan menghindari aturan main yang telah ditentukan dalam UUD 1945. sehingga merupakan suatu koktail yang aneh “ingredient”nya dan sangat mencurigakan kelezatannya. Dus pembentukan Presidium merupakan tindakan yang inkonstitusional. dan kelompok sakit-hati/iri-hati. Juga sangat disayangkan sekali mereka gagal melihat prioritas dan menentukan sasaran pokok perjuangan kaum nasionalis dewasa ini. Tapi mereka satu persatu mengingkari keterlibatannya dalam demo-demo tersebut. Apakah itu termasuk makar atau bukan. tapi jelas lembaga Presidium tersebut tidak dikenal di dalam UUD 1945. Lepas apakah mereka jugaterkait dengan isu pembentukan Presidium atau tidak. UUD 1945 dan kerukunan dalam kehidupan beragama. sebab mereka telah menggunakan modus-modus yang bertentangan dengan nilai demokrasi dan konstitusi. ekstrem kiri. Tunggu saja tanggal mainnya siapa yang berani minum pertama kali. baik sebelum atau sesudah di amandemen. Fuad Bawazir (mantan menteri Keuangan rezim Soeharto). antar suku dan etnik tidak cermat melihat peta politik Indonesia dewasa ini. yang nyempal). NKRI. sehingga salah memilih siapa kawan siapa lawan. Adi Sasono (ketua ICMI dan mantan menteri rezim neo-orba Habibie)dan Eros Jarot (bekas tokoh PDIP. Gerakan kaum nasionalis di Indonesia dewasa ini tampak menghadapi rival yang cukup memerlukan perhatian yang serius. Sangat disayangkanbahwa di antara kita yang konsekuen pada Pancasila. PDIP dan Megawati sendiri. Tapi yang sangat disayangkan kubu nasionalis sendiri telah mengalami keretakan dan sebagian menghanyutkan diri ke dalam gerakan inkostitusional dalam melawan Pemerintah Megawati. biarlah hal tersebut menjadi obyek kajian bagi para peneliti dan pakar hukum. Bisa dipertanyakan.

tapi juga tidak memberikan pendidikan kepada rakyat untuk hidup bermasyarakat dan bernegara yang demokratik dan konstitusional. Cilacap dan lain-lainnya). kotorannya tidak mudah dibersihkan dengan cepat olehpemerintah Mega-Hamzah dan siapapun yang memerintah kemudian. sekali lagi kita perlu menyadari: . UUD 1945 yang tak tergoyahkan. menjadikan Indonesia negara miskin karena hutangnya menggunung? Tanpa mengingkari kekurangan-kekurangan pemerintah Mega-Hamzah. suku. . bahasa. penjeblosan ribuan orang tanpa proses hukum di pulau Buru. Marilah kita curahkan tenaga kita untuk menyelamatkandan mengembangkan proses reformasi agar . Sebaliknya kita harus lebih waspada dan bersatu menghadapi situasi sulit dan kompleks dewasa ini. UUD 1945 dankerukunan masyarakat pluralis dalam agama. NKRI. .bahwa seruan-seruan untuk menggulingkan Pemerintah Mega-Hamzah. dan budaya di dalam mengontrol dan mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah hendaknya tidak terperosok kepada tindakan-tindakan bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dan konstitusi yang akan berakibat timbulnyaanarkhisme yang akan mengacaukan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.pemerintahan Megawati ini sudah sejelek pemerintahan Soeharto.bahwa pemerintah dibawah pimpinan Presiden Megawati (yang juga adalah Ketua Umum DPP PDI Perjuangan) adalah merupakan benteng penegakkan Pancasila. etnik. yang antara lain telah melakukan pelanggaran-pelanggaran HAM besar (misalnya seperti pembunuhan massal 1965-1966.bahwa seruan-seruan tersebut tidak saja inkonstitusional. Maka mereka yang konsekuen akan Pancasila. NKRI.bahwa pemerintah Mega-Hamzah adalah “pemerintahan cuci piring” setelah pesta ria pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Perlu dicamkan instruksi Megawati yang menghimbau agar kader PDIP tidak terprovokasi oleh penyebaran informasi. revolusi sosial dan pembentukan Presidium adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab yang bisa menimbulkan instabilitas bangsa dan negara. isu dan tindakan yang dilakukan oleh orangorang tidak bertanggung jawab untuk merusak situasi sosial politik negara. .

hingga kerusuhan semakin merebak. yang layak kita syukuri. merupakan salah satu buah terpenting dari era reformasi (yang dipelopori mahasiswa). Perlu dicatat. bahwa pers bebas di era reformasi sekarang sangat berbeda dengan pers bebas di era tahun 1950-an yang lazim disebut (secara kurang benar) sebagai ‘zaman liberal’. Apalagi (sebagian) penerbitan. menyampaikan fakta secara obyektif. pers haruslah bersikap independen. untuk disampaikan kepada publik. Jika pers mengkhianati publik. dan cukup bijak. peran pers pertama-tama ialah (sekedar) memberitakan fakta. Ketika itu. seolah-olah sedikit banyak pers punya andil sebagai (salah satu) pemicu kerusuhan. jujur. Nederland. Artinya. sengaja atau tidak. pers juga berperan untuk melakukan social control dan oleh karena itu harus independen. sering pula menurunkan berita utama dengan judul yang ‘keras’. Benarkah pers. pers dibelah [Taufiq Ismail] / Budiman S. pers harus berpihak dan bertanggung-jawab kepada publik. membakar-bakar’ situasi. berimbang. terutama tabloid. adil. seperti yang kita nikmati sekarang. dengan sendirinya akan ditinggalkan oleh masyarakat pembaca. Ketika itu. Di samping itu. Hartoyo MARAKNYA penerbitan pers dewasa ini — dan bersamaan dengan itu juga sering terjadinya konflik sosial — rupanya membentuk asumsi di kalangan beberapa orang. tanpa memahami kodrat pers. meskipun ada juga beberapa di antaranya yang independen. Oleh karena itu. membakar-bakar keadaan hingga benar-benar membakar massa grass root. mengipas-ngipas. Maka. yang lebih mengutamakan kepentingan partai ketimbang kepentingan publik. Pers bebas. Sejalan dengan itu. yang karena gampang terbakar lantas disebut sebagai ‘akar rumput kering’ itu? Sesungguhnyalah. 01 Februari 2003 Buruk muka. pers ikut .berjalan di atas rel demokrasi dan konstitusi. beberapa pejabat dan politisi serta-merta menuding pers ‘memanas-manasi. pers juga berperan mensosialisasikan gagasan untuk membantu mendorong perubahan sosial ke arah yang lebih baik. ‘memotret’ situasi. sebagian (besar) pers merupakan corong partai politik alias pers partisan.

misalnya. dan harus berpedoman kepada Manipol-Usdek. cukup tajam. yang berhasil merumuskan UU Pokok Pers (1966). saling jorjoran manipolis. baik yang independen maupun yang berafiliasi kepada partai politik. pers yang mulai bangkit dari trauma ‘demokrasi terpimpin’ benar-benar ingin bebas. rezim Orde Baru telah mengkhianati UU yang telah dilahirkannya sendiri. Ketika itu perbedaan pendapat.mengambil bagian dalam pertikaian politik antarpartai yang oleh Bung Karno disebut gontok-gontokan. tepatnya memasuki zaman ‘demokrasi terpimpin’. Seperti halnya semua parpol dan ormas. Partai oposisi sering mampu menggoyang dan menjatuhkan kabinet (yang didominasi oleh partai yang berkuasa). Sejalan dengan itu pers. tercermin dari upaya sejumlah tokoh pers. Yang dimaksud dengan masa transisi ialah sampai dengan terbentuknya pemerintahan baru hasil pemilihan umum 1971. Bung Karno menganjurkan agar semua kekuatan politik. beberapa waktu lalu juga khawatir kalaukalau kebebasan pers saat ini. termasuk media massa. Celakanya. Hal itu. Dalam UU tersebut tercantum satu ayat yang sangat penting (”bagi pers nasional tidak dikenai breidel”). sebagaimana tertulis dalam acuan diskusi. bahkan juga konflik antarpartai. Di era Orde Baru di tahun 1970-an. di tahun 1950-an juga merupakan era multipartai. dan sebagai konsekwensinya dicantumkan pula satu ayat pendukungnya yang menyebutkan bahwa SIT (Surat Izin Terbit) hanya berlaku selama masa transisi. Persis seperti P4 yang merupakan tafsir Pancasila ala Soeharto. ‘kontra revolusi’ — seperti halnya stempel ‘subversif’ di zaman Orde Baru. antara lain (almarhum) H. ikut meramaikan konflik politik. yaitu tafsir Pancasila ajaran ‘Pemimpin Besar Revolusi’ Bung Karno. Menjelang tahun 1960-an. “menimbulkan bayang-bayang yang mengancam proses pendidikan politik masyarakat ke arah yang tidak edukatif”. ‘reaksioner’. bahkan mungkin punya andil dalam memperkeruh keadaan hingga mendorong timbulnya konflik? Seperti halnya masa kini. ketika itu media massa diwajibkan menjadi ‘alat revolusi’. Yang tidak manipolis digulung dan dituding sebagai ‘musuh revolusi’. Mahbub Djunaedi. Wajah pers bebas ternyata cukup membikin keder sebagian kaum birokrat sebagai wakil kekuasaan negara. Benarkah pers bebas saat ini membahayakan pendidikan politik. bahkan penyelenggara sebuah diskusi publik di Jakarta. Himbauan telepon. briefing dan peringatan kepada . pers tak lagi bebas. dan sebagai jawaban Bung Karno terhadap ‘demokrasi liberal’. hingga Bung Karno menjuluki zaman itu (secara salah kaprah) sebagai zaman ‘demokrasi liberal’. yang lahir berkat Dekrit Presiden 5 Juli 1959 untuk kembali ke UUD 1945. Dan anehnya.

Pers berusaha menggeliat menggapai kebebasan. menuduh konflik horisontal tersebut garagara pers yang ‘memanas-manasi’. memotret. Apa yang disebut Bung Karno sebagai gontok-gontokan tak sampai berdampak secara luas. Pers sekedar meliput. Bahkan SIT bukannya dicabut. memberitakan fakta sebagai fakta. sementara di zaman ‘demokrasi terpimpin’ dan di zaman Orde Baru pers kurang bebas karena represi kekuasaan. di era reformasi ini pers tampil (relatif) lebih independen. Selama 32 tahun . mengapa di era reformasi ini konflik horisontal seolah-olah merupakan ‘anak zaman’? Beberapa orang. tidak ada satu pun pers yang tampil sebagai pers partisan murni. Dan buat kedua kalinya pula kita menikmati kebebasan pers. dan jangan harap publik akan membacanya.Kini. maupun di tahun 1970-1980-an (Orde Baru). tahun 1960-an (‘demokrasi terpimpin’ alias Orde Lama). Hal lain yang juga menarik. seperti halnya di zaman Orde Baru dan di zaman transisi sekarang. bahkan breidel tetap saja berlangsung. Tak ada konflik SARA (suku-agama-ras-antargolongan). tapi tetap saja terbentur pada ketentuan SIUPP.pemimpin redaksi. Memang (dulu) ada Harian Duta Masyarakat (NU). pers yang semula merupakan ‘pers perjuangan’ kemudian menjadi ‘pers partisan’ (kalau bisa disebut demikian). melainkan Grup Jawa Pos. di era Orde Baru — sejalan dengan pertumbuhan konglomerasi bidang ekonomi — tumbuh menjadi ‘pers industri’. Padahal. Saat ini. tidak ada kerusuhan disertai pembakaran pusat-pusat perdagangan. untuk kedua kalinya — setelah berjarak hampir satu generasi — kita kembali mengalami sistem multipartai. konflik yang merebak di masyarakat sekarang ini sangat jelas merupakan letupan dari kemampetan yang selama ini diderita oleh manusia Indonesia. Bedanya. di tahun 1950-an dan 1960-an hampir tak ada pejabat yang menuduh pers ikut ‘memanas-manasi’ atau ‘memancing-mancing’ situasi. Tabloid Amanat (PAN). Satu hal yang selama ini dilupakan ialah. dan Harian Abadi (PBB). baik di era tahun 1950-an (‘demokrasi liberal’). jika di zaman ‘demokrasi liberal’ (sebagian besar) pers cenderung partisan. yang ‘ngipas-ngipasi’. konflik tersebut sudah terjadi sebelum pers memberitakannya. sebab pemilik modalnya bukan 100% partai yang bersangkutan. umumnya para pejabat dan juga politisi yang tidak mengerti demokrasi.Yang menarik. Tapi. Kecuali jika menyiarkan berita tentang konflik dan kerusuhan sudah dilarang. dan benar-benar bebas. sementara yang diizinkan hanyalah peristiwa yang ‘baik-baik’ saja. tapi justru dilestarikan bahkan diperkuat sebagai lembaga SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) oleh mantan Menteri Penerangan Harmoko — yang ironisnya tetap mengaku ‘berjiwa wartawan’ dan ‘kerakyatan’. Tulis saja semua hal yang serba baik. hampir tidak ada konflik sosial secara horisontal dan spektakuler seperti sekarang. Tabloid Demokrat (PDI). Di lain pihak. tak ada ancaman bom di masyarakat. Berbeda dari ‘zaman liberal’ yang tidak melahirkan konflik horisontal. keempat media massa tersebut tidak murni pers partisan.

Tapi. persoalan-persoalan negara dan masyarakat bisa diselesaikan secara publik. dan semacamnya. sesungguhnya semata-mata merupakan ‘buah’ dari penyakit kronis yang diidap masyarakat yang selama 32 tahun terinjak hak-haknya. Tapi. transparansi. Yang tumbuh hanyalah apatisme. begitu sejumlah partai lahir dan pers tampil bebas. Sangat tepat penyair Taufiq Ismail yang menulis puisi yang hanya terdiri dari satu baris yang berbunyi: Buruk muka pers dibelah. terbuka. yaitu provokator (sementara pers dituding ‘manas-manasi’). tidak lagi diselesaikan di bawah tekanan kekuasaan negara. Kalaupun pers kita saat kini sudah kebablasen (dengan kriteria yang tak jelas). belum. mereka niscaya akan bangkit membebaskan diri.Pers bebas merupakan salah satu alat pendidikan (dan pendewasaan) sikap dan perilaku berpolitik. Sebab. tapi hal itu tidak dengan sendirinya lantas menolak demokrasi. Sebagian besar pelajar. prasyarat demokrasi ialah multipartai dan pers yang bebas. orang bingung. satu dan lain hal karena ingin ‘menjaga harmoni’ dengan kekuasaan. Tingkat pendidikan dan kecerdasan masyarakat memang relatif masih rendah. lambat-laun akan ditinggalkan oleh pembacanya. percayalah. Sementara pers yang tidak memperjuangkan kepentingan publik. Konflik sosial. Bahkan sebagian besar pers terkesan konservatif. belajar toleran dalam sebuah masyarakat yang multikultur. hal itu tidak otomatis lantas menjadi alasan menolak pers bebas. tapi sang provokator tak kunjung tertangkap. Dan yang disalahkan (lagi-lagi) pers. Allahu a’lam bish-shawab. Kalaupun ada yang kebablasen (sekali lagi . rakyat — yang tingkat pendidikan dan kecerdasannya rendah sekalipun — bukanlah orang-orang bodoh. dan publik bebas pula menentukan pilihan mereka. Toh selama ini belum (tidak) ada kriteria tentang apa yang disebut kebablasen itu. Mereka cukup kritis. takut. apalagi jika kita percaya bahwa hati nurani dan akal sehat (common sense). kebebasan. Padahal. sementara nalar kritis terpasung secara perlahan-lahan. Dan kini dengan gampang dan enak orang bicara tentang demokrasi. Memang ada kambing hitam yang dengan mudah dan aman dituding-tuding. hidup bersama orang lain yang sikap dan pendapatnya berbeda. merupakan hal yang seharusnya kita perhitungkan.terkungkung tanpa penyaluran. Kita memang tengah belajar berdemokrasi. ketika kran dibuka air bah pun membludak tak terbendung. hal itu bukan pula bisa menjadi alasan untuk membatasi kebebasan pers.Apakah pers kita saat ini sudah kebablasen? Menurut saya. Dan merekalah pula yang kini tampil sebagai pelopor pendobrakan untuk membuka kran reformasi. menjadi pers partisan atau sensasional misalnya. dengan atau tanpa pers bebas. mahasiswa dan pemuda yang kini berusia 25 sampai 30 tahun — yang secara kodrati progresif dan memiliki daya nalar kritis — merupakan korban represi tersebut. Dengan multipartai dan pers yang bebas. Pers yang bebas menyajikan sejumlah pilihan. Entah bersembunyi di balik azimat apa. tidak kritis. tanpa mengerti apa yang mereka omongkan. Tapi.

Sangat menarik. bahwa dewasa ini upaya ‘perjuangan’ untuk kebebasan pers (kalau bisa disebut demikian) justru datang dari pemerintah. moral. keadilan. Besar dugaan. bahwa ratusan media massa yang terbit saat ini belum memadai bagi rakyat Indonesia yang jumlahnya lebih dari 200 juta. seringkali orang berasumsi bahwa pengertian ‘bebas’ seolah-olah bebas sebebas-bebasnya. kepentingan umum. sebab dalam pengertian ‘bebas’ sudah terkandung rasa ‘tanggungjawab’. meskipun SIUPP masih dipertahankan. Mungkin ada beberapa tabloid yang bisa dikategorikan sebagai yellow paper. bahwa pers bebas merupakan tolok ukur bagi demokrasi. Dan kini. bahkan dari rancangan PWI (Orde Baru) sendiri. termasuk keberanian untuk menolak amplop. mereka juga harus independen. Dalam hal ini. melakukan investigative reporting. Sangat ironis. pejabat atau politisi yang menuding pers kita kebablasen itu tiada lain karena belum terbiasa dengan pers bebas. Juga tidak ada breidel. Jakarta Pusat. « Perawan yang Menangis itu Bernama Toba . melainkan kepada nilai-nilai: kebenaran. bahwa pers kita saat ini belum kebablasen. bahwa di dalam kebebasan itu sendiri secara implisit ada rasa tanggung-jawab. memotret. Tak perlu disebutkan ‘pers yang bebas dan bertanggungjawab’. dan memiliki idealisme untuk membela kepentingan publik. Tapi. jauh lebih liberal ketimbang rancangan DPR-RI. bahwa Yunus Yosfiah pula — dan justru bukan para tokoh pers yang terhormat — yang menyatakan. tapi secara keseluruhan pers kita cukup baik dan dewasa. Bagaimana dengan si wartawan? Mereka tak cukup hanya belajar jurnalistik hingga mampu trampil dan lihai mewawancarai. adalah Yunus Yosfiah yang dalam konteks pers bebas berpikiran sangat progresif. *) Makalah ini dibacakan dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Komite Pendidikan Pemilih (KPP) di Gedung YTKI. dan itu sah-sah saja. memiliki dedikasi dengan integritas tinggi. Cuma yang jadi masalah bertanggung-jawab kepada siapa? Yang pasti bukan kepada penguasa. belajar menimbang dan mengukur tulisan dengan nilai dan moral. Ia merancang UU Pokok Pers yang sangat progresif. setelah Menteri Penerangan Mohamad Natsir di tahun 1950-an. Padahal. Dalam konteks pers bebas. Jalan Jenderal Gatot Soebroto. beberapa bulan sebelum pemilihan umum 1999. Barangkali. dan menulis dengan bahasa dan gaya yang memikat. tidak ada pembatasan memperolehnya. hukum. Menteri Penerangan Mohamad Yunus Yosfiah. setelah 32 tahun tanpa absen kebagian jatah cekokan resep Orde Baru.dengan kriteria yang tak jelas) hal itu bukanlah merupakan main stream. dengan singkat bisa dijelaskan.

.

.

Agama Bukan Pe .

.

.

telah membius rakyat Indonesia dan menjelma menjadi kekuatan dahsyat menjelang Mei 1998. Gelombang reformasi pun menumbangkan rezim Soeharto yang telah berkuasa lebih 30 tahun.Jumat. 25 Juli 2008 ARTIKEL Reformasi Telah Mati Tags: Reformasi Wacana reformasi dan demokratisasi total. sungguh mengerikan reformasi hanya . Kini perjalanan reformasi telah mencapai 10 tahun.

ekonomi Indonesia terus terpuruk. beras. Empat presiden (Habibie. hingga hari ini? Perjalanan era refor-masi ini niscaya amat dibanggakan para pelaku dan penyelenggara Negara. namun rakyat Indonesia terutama para penguasanya seringkali mendapat pujian dari negara-negara Barat. rakyatnya setiap hari antre minyak tanah (kerosine) sekadar untuk men-dapatkan dua liter minyak. Megawati dan kini Susilo Bam-bang Yudhoyono) pun telah silih berganti naik ke kursi kekuasaan dengan meng-usung sistem politik yang reformis. sungguh ironis kini pun telah mengimpor garam. Angka kemis-kinan dan pengangguran terus-menerus meningkat. minyak tanah. Lebih dari itu Pilkada Gubernur. Rakyat Indonesia bagai terjebak dalam sistem demokrasi yang telah men-jeratnya dalam sistem Kapitalisme Global yang terus mengisapnya habis-habisan. dan legislatif terdiri parlemen parpol dan politisi. sosial politik. Pemilihan presiden secara langsung (2004) telah menghasilkan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Namun ironisnya Indonesia yang telah menjalankan kehidupan politik yang sangat demokratis itu. hakikatnya bangsa Indonesia bisa mengambil pelajaran sangat faktual sepanjang perjalanan reformasi ini. Padahal fakta yang berlaku sebenar-nya justru diagonal terbalik. Kemandirian bangsa di segala bidang mengalami kemerosotan yang sangat mengenaskan. Bagaimana membaca secara konkrit dan obyektif hasil reformasi sepuluh tahun terakhir ini (Mei 1998-Mei 2008)? Apa yang terjadi sejak presiden Soeharto berhasil ditumbang-kan. padahal yang terjadi kini bangsa Indonesia justru mengalami pun-cak krisis ekonomi yang telah berlangsung lebih 10 tahun terakhir ini. Bahkan krisis ini berkobar menjadi-jadi. Walau kondisi bangsa Indonesia se-makin terpuruk. minyak goreng dan beras ini menjadi pemandangan set-back seperti setengah abad yang lalu di zaman orde lama. kini (2008) rakyatnya bergejolak dalam krisis susul-menyusul. baik eksekutif. Inilah fakta ironis dan menyakitkan. Indonesia disebut sebagai negara demokratis terbesar di dunia setelah AS dan India. Angka-angka kemiskinan semakin membengkak jum-lahnya. Pemandangan antre minyak tanah. Indonesia sebagai penghasil minyak bumi. Harga-harga kebutuhan bahan pokok terus melejit tak terkendali bahkan bahan baku yang semakin mahal itu sulit dicari di pasaran dan bisa diperoleh dengan antre. Indonesia yang dikenal teritorialnya 70 persen terdiri lautan. yudikatif. Contoh paling nyata adalah ketidakmandirian bangsa di bidang pangan. Misalnya pemerintah terus-menerus melaporkan kema-juan ekonomi. demokratis menggantikan rezim dikta-torial yang dijalankan presiden Soeharto lebih tiga dasawarsa. Menjadi Bius Memabukkan Setelah sepuluh tahun reformasi berlalu. meningkat dan membaik. Indonesia sebagai negara agraris dan maritim terbesar di dunia. Capaian-capaian ekonomi. perta-hanan dan keamanan selalu dilaporkan serba maju.membukukan kehancuran demi kehancuran bangsa ini. kedelai. bupati-walikota pun telah digelar di seluruh wilayah Indonesia dan menghasilkan belasan gubernur baru . Abdurrahman Wahid. Tapi empat presiden ini ternyata tidak mampu mengenyahkan dan menyembuhkan penyakit kronis bernama: Krisis Multidimensi. dimulai dengan krisis minyak goreng.

Hal ini karena perilaku politisi khususnya di parlemen yang amat koruptif dan tidak peduli kendati kritik bertubi-tubi diarahkan ke parlemen. pemaksaan swatanisasi . Kini masyarakat luas dengan caranya sendiri ?menolak? sistem yang ternyata justru membuat rakyat menderita. Mulai pembekuan bank. Apa yang didapat setelah rakyat Indonesia kini dipimpin oleh presiden dan kepala daerah yang dipilih secara langsung oleh rakyat itu? Negatif. sekaligus menerap-kan oligarki partai politik yang justru ? membunuh? aspirasi di luar partai politik. Inilah jawaban yang merata. Ratusan anggota parlemen daerah telah diadili dalam kasuskasus korupsi. telah menyurutkan optimisme Indonesia bisa melanjutkan model politik ini. Pusaran dan tarikannya telah mencip-takan politik uang yang membawa konsekuensi koruptif dan menghalalkan tujuan dengan segala cara. Agenda asing (Barat) telah mendikte perubahan yang kini terjadi di Indonesia dan terus terulur hingga hari ini. Adalah PBNU melalui Ketua Umum Hasyim Muzadi menyentak dengan imbauannya agar Pilkada dihentikan di Indonesia dan kembali ke sistem lama. Bahkan jika Pilkada kelak sudah digelar secara keseluruhan. Membayangkan ekses Pilkada dengan politik uangnya memang mengerikan. Bersamaan dengan itu perfor-mance partai politik semakin terpuruk di mata rakyat secara luas.Pejabat baru yang terpilih niscaya akan mengem-balikan modal yang telah ia keluarkan karena sebagian justru diperoleh dari sumbangan dan utang. Dipastikan partai-partai baru itu dibentuk oleh pengurus partai-partai gurem yang telah terpuruk sebelumnya. Pil-kada semakin banyak diikuti partisipan golput alias memboikot.puluhan bupati-walikota (hampir mencapai seratus orang). Dimulai dengan campur tangan IMF dengan berbagai formula yang dipaksakan menjelang dan awal reformasi dan justru menghancur-kan ekonomi negeri ini. melainkan ? kehebohan? orang-orang yang itu-itu juga dan selama ini selalu mengail di pusaran ? bisnis partai?. Pelajaran satu dekade perjalanan reformasi ini sejatinya amat gamblang dan mudah untuk disimpulkan. Sementara penelitian sebuah koran nasional di ibukota menegaskan bahwa kepemimpinan baru hasil pilkada ternyata tidak mengubah prestasi yang dicapai kepala daerah sebelumnya yang dihasilkan dengan mekanisme lama (dipilih melalui DPRD). Maraknya pendirian partai politik baru sebagai peserta Pemilu 2009. Biaya Pilkada bupati disebut-sebut sedikitnya Rp 200 milyar. Eksistensi mereka sejatinya hanya ?dagelan? yang sangat tidak lucu karena mempermainkan nasib bangsa Indonesia yang terus terpuruk. maka catatan statistiknya hampir setiap hari akan di-gelar Pilkada di suatu daerah di Indonesia. Model politik era reformasi ini secara pasti telah menempatkan partai politik menjadi ?panglima?. Model Pilkada langsung memang telah menyeret bangsa ini pada pusaran bahaya di masa dekat yang akan menghancurkan seluruh sendi-sendi kehidupan rakyat Indonesia. Praktek Pilkada yang sarat dengan politik uang. kini bahkan anggota DPR pusat pun mulai dijebloskan ke penjara KPK. Jumlah golput semakin membengkak mendekati angka 50 persen. bukan mencerminkan meningkatnya gai-rah rakyat menyongsong Pemilu 2009. sedangkan biaya untuk gubernur mencapai Rp 500 milyar. belum lagi ekses Pilkada dengan kerusuhan yang dikobarkan pihak yang kalah.

34 milyar ditambah obligasi AS $ 90. Selanjutnya muncul ke permukaan aliran Salamullah-nya Lia Aminudin. jumlah angka kemiskinan akan bertambah meroket sekitar 15. dan aliran-aliran sesat lokal lainnya. Pemerintah reformasi tak mampu melindungi umat dari penye-baran aliran sesat tersebut. kehidupan yang mengagungkan kebebasan tumbuh subur. Reformasi yang mengagung-agung-kan HAM (hak asasi manusia) seperti memberi angin bagi upaya perusakan Islam. Tekanan kehidupan sehari-hari menyebabkan semakin sering ter-dengar kabar keluarga-keluarga yang bunuh diri bersama-sama antara bapak-ibu dan anak-anaknya. dan yang paling vital adalah perubahan UUD 45 yang kini berubah 125 persen menjadi liberalistis. Yang jelas catatan dalam perhitungan statistik dengan kenaikan BBM Juni 2008. Ahmadiyah.BUMN. Padahal ini bukan ranah hukum semata. Yang paling mengerikan adalah rezim Susilo Bambang Yudhoyono idem-ditto belaka dengan tiga presiden sebelumnya di era reformasi yakni tak bisa mengubah status utang Indonesia. Perjanjian utang sebesar itu diterapkan dengan rente ala ribawi yang sangat eksploitatif jauh dari adil dan dipaksakan para ?penjajah? baru. Sampai-sampai kantor berita AP .dengan kenaikan BBM 30 persen ini akan mendorong inflasi 26. Kondisi semakin parah karena pemerintah ?nekad? menaikkan BBM sampai 30 persen. Pornoaksi dan pornografi marak di mana-mana. Di bidang sosial keagamaan. kerusak-an seolah dibiarkan. Kekacauan diprediksi bakal mengiringi kenaikan BBM sekitar Juni 2008 mendatang. Padahal utangnya tak berubah alias tak berkurang satu dolar pun. tapi sudah menyangkut aqidah yang konsekuensinya dunia akhirat. Kini utang pemerintah seperti diumumkan Depkeu adalah AS$ 155. Bersamaan dengan itu. dengan menjual aset-aset strategis milik Negara. Negara dan bangsa ini akan terus diseret ke jurang kehancuran oleh rezim refor-masi. pemerintah Indonesia setiap tahun harus membayar bunga sebesar AS$ 12.8 juta jiwa. pemerintah tegas-tegas menjanjikan tidak akan menaikkan BBM sampai 2009. Bisa dibayangkan rencana kenaikan BBM ini niscaya belaka akan menjebol seluruh daya tahan rakyat Indonesia.Angka resmi pemerintah jumlah rakyat miskin mencapai selama ini adalah 16. Konsep reformasi seperti ini ternyata hanya menjadi ?jembatan? menuju kehancuran bangsa Indonesia. Baha'i dilegal-kan. Sungguh mengerikan nasib bangsa Indonesia di tangan rezim reformasi. Alqiyadah Al Islamiyah-nya Ahmad Moshadeq. Bahkan sejumlah politisi meyakini akan terjadi suasana yang kacau (chaos) disusul terjadi instabilitas negara.4 milyar atau sebesar Rp 114 trilyun. Muncul aliran-aliran sesat.85 persen atau 36. kondisi bangsa Indonesia di bawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono justru meng-alami kesulitan kehidupan yang kian menghimpit. rezim Kapitalis Global. Padahal ketika pemerintah menaikkan BBM 125 persen pada Oktober 2005.Pemretelan kekuasaan presiden dengan dibentuknya puluhan komisi-komisi. Di zaman Gus Dur. Dengan bunga 8 persen setahun.68 juta jiwa.95 milyar.29 milyar terdiri pinjaman dengan perjanjian utang sebesar AS $ 63.94 persen. Pemerintah hanya sekadar menyelesaikan persoalan ini secara hukum. Sangat menge-rikan. Tepat di usia reformasi memasuki dekade pertama (Mei 2008).

yaitu peristiwa G30S PKI tahun 1965 dan kerusuhan Mei 1998. yang langsung ataupun tidak langsung diskriminatif terhadap masyarakat Tionghoa. yaitu BJ Habibie. Malah dalam masa pemerintahan SBY sekarang. Di mana nurani mereka??? REFORMASI DI INDONESIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP MASYARAKAT TIONGHOA INDONESIA. kursi presiden yang kosong ini secara otomatis digantikan oleh Wakil Presiden saat itu. dalam kondisi susah. Peme-rintah dikecam habis umat Islam. Mereka seolah membiarkan rakyat tersiksa akibat krisis berkepanjangan. siapa otak di belakang peritiwa berdarah dengan korban jiwa lebih dari 1000 orang dan korban harta benda yang tidak terkira besarnya. Puncak dari peristiwa anarkis tsb terjadi di Jakarta tanggal 13-14 Mei 1998. Pembahasannya berlarut-larut. Lagi-lagi pemilik modal dan orang-orang yang punya link dengan asing yang mempengaruhi kekuasaan dan kebijakan ne-gara. Selama berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak tanggal 17 Agustuis 1945. Sejak reformasi Indonesia cenderung ke Ame-rika. mungkin karena takut dengan Amerika. Selama kurun waktu pemerintahan Orde Baru tsb telah dilahirkan berbagai Peraturan dan Keputusan Pemerintah. Ini kare-na pemerintah dan DPR lebih memen-tingkan kaum pemuja kebebasan dari-pada mayoritas penduduk Muslim. Dalam politik luar negeri. yang sampai sekarang masih belum terkuak. tercatat dua peristiwa yang dirasakan sebagai pukulan yang sangat menyakitkan bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia. dan peristiwa yang kedua merupakan titik akhir dari pemerintahan Orde Baru tsb. Malah tahun lalu. sempatsempatnya dia membuat dan merekam lagu serta nonton film ramai-ramai.(Assosiate Press) dalam surveinya menyebut Indonesia sebagai surga pornografi terbesar kedua setelah Rusia. Berdasarkan UUD 45. melengkapi . Indonesia mendu-kung sanksi terhadap Iran dalam kasus pengembangan energi nuklir Iran. Reformasi tsb merupakan akhir dari rentetan berbagai peristiwa anarkis sejak tahun 1997 yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Undang-undang yang mengatur perilaku itu hingga kini tak keluar. bertepatan dengan lengsernya mantan Presiden Suharto dari kursi kepresidenan Indonesia yang telah didudukinya selama 32 tahun. Peristiwa yang pertama merupakan titik awal pemerintahan Orde Baru di bawah Presiden Suharto. Yang menyedihkan lagi. Reformasi di Indonesia secara resmi dimulai tanggal 21 Mei 1998. Praktik tirani minoritas terhadap mayoritas sangat kasat mata. para penguasa dan wakil rakyat menunjukkan perilaku hedonis. politik bebas aktif tak lagi menjadi acuan.

. yang berarti agama Konghucu tidak diakui lagi di Indonesia. yang dianggap sebagai kepanjangan Orde Baru hanya berlangsung 1.Keputusan Seminar AD di Bandung tahun 1967 yang menetapkan penggunaan istilah Cina untuk menggantikan istilah Tionghoa dan Tiongkok.26 tahun 1998 yang berisi 5 poin.Inpress No. JB. Gejolak politik di Indonesia yang belum mereda saat itu menyebabkan pemerintahan BJ Habibie. di mana sebelumnya Tionghoa diidentikkan dengan non pribumi. ataupun pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan. Keputusan serupa sebenarnya sudah diterbitkan pada tahun 1996 pada masa pemerintahan presiden Suharto. Beberapa peraturan yang dirasa sangat menyakitkan masyarakat Tionghoa adalah : . Jelas Inpres ini menjadi angin segar menuju berkurangnya diskriminasi resmi pemerintah terhadap masyarakat Tionghoa. yaitu sejak 21 Mei 1998 s/d 20 Oktober 1999. 477/74054 tanggal 18 Nopember 1978 yang meniadakan kolom agama Konghucu pada dokumen2 resmi pemerintah. Meskipun demikian.56 tahun 1996 tentang Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia. Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina di muka umum. BJ Habibie juga menerbitkan Inpres No. .5 tahun. 14 Maret 1978 tentang kewajiban menunjukkan SBKRI (Surat Bukti Kewarganegaraan Indonesia) bagi orang Tionghoa untuk mendapatkan surat2 keterangan resmi dari instansi pemerintah. di mana salah satunya adalah: Menghentikan penggunaan istilah “pribumi” dan “non pribumi” dalam semua perumusan dan penyelenggaraan kebijakan. tetapi bukan dengan nama Indonesia.Peraturan-peraturan dan UU lama peninggalan pemerintah kolonial Belanda yang juga diskriminatif terhadap masyarakat Tionghoa. tepatnya 16 September 1998. Dalam prakteknya banyak yang mengganti namanya dengan nama barat atau nama lain yang tidak berbau nama Tionghoa. dengan segala kekurangannya.Peraturan Menteri kehakiman No. perencanaan program. yaitu melalui Keputusan Presiden No. tentang pembuktian seseorang sebagai warga negra Indonesia tidak perlu lagi dengan menggunakan SBKRI.3/4/12. tetapi cukup dengan KTP dan atau Akta Kelahiran. tercatat suatu perubahan yang cukup signifikan yang telah dilakukan oleh BJ Habibie dalam hubungannya dengan masyarakat Tionghoa di Indonesia. Empat bulan setelah berkuasa. BJ Habibie mengeluarkan Inpres (Instruksi Presiden) No.4 tahun 1999. .Pada tahun 1967 beredar anjuran setengah memaksa bagi orang Tionghoa untuk mengganti namanya menjadi nama Indonesia.Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.14 tahun 1967 tentang Larangan Menjalankan Agama. . namun di lapangan dengan berbagai alasan Kepres tsb tidak dipatuhi oleh .

dicabut oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid dengan Keputusan Presiden No. Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina di muka umum. dan sebaliknya banyak orang2 non Tionghoa yang secara pisik mirip orang Tionghoa. Dalam acara "Renungan Tahun baru Imlek 2552" di Gedung tennis Indoor Senayan.477/805/SJ tanggal 31 Maret 2000 .Instruksi Presiden No. Dalam Sidang Istimewa MPR tahun 1999. Ketidak jelasan ini disebabkan sukar membedakan orang Tionghoa dan non Tionghoa hanya dari namanya saja.Melalui Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 383 tahun 2001. Tidak ada data yang pasti berapa jumlah orang Tionghoa yang terpilih sebagai anggota DPR. Gus Dur akhirnya dimakjulkan (impache) dalam Sidang Istimewa MPR untuk digantikan oleh Megawati Sukarno Putri sebagai Presiden R. Abdurachman Wachid (Gus Dur) sebagai Presdien RI berikutnya menggantikan BJ Habibie. khususnya menjelang persiapan Pemilu 2004. tertanggal 23 Juli 2001. ditetapkan Tahun Baru Imlek 2553 yang jatuh pada hari Selasa 12 Pebruari 2002 sebagai Hari Libur Fakultatif.I. DPRD tingkat I ataupun DPRD tingkat II. tetapi diyakini oleh berbagai pihak jumlahnya meningkat cukup tajam. Suryadi Sudirja dengan SE Mendagri No. didampingi Wakil Presiden Megawati Sukarnoputri. 477/74054 tanggal 18 Nopember 1978 telah dicabut oleh Mendagri RI. masih menunggu saat yang tepat. Pada masa pemerintahan Gus Dur ini tercatat 3 keputusan penting dan fenomenal bagi masyarakat Tionghoa.6 Tahun 2000. Secara pisik juga cukup banyak orang Tionghoa yang tidak bisa dibedakan lagi dengan non Tionghoa. Namun dalam situasi politik yang masih panas. yaitu : .para pejabat pelaksana yang bersangkutan. minat berpolitik masyarakat Tionghoa semakin meningkat dan semakin banyak orang Tionghoa yang terdaftar sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2004. . terhitung mulai tanggal 23 Juli 2001. Namun karena situasi politik dan ekonomi waktu itu masih belum stabil. di mana Menko Perekonomian waktu itu dijabat oleh Kwik Kian Gie yang notabene orang Tionghoa. DPD. sedikit banyak telah mendorong minat orang Tionghoa untuk aktif berpolitik. 14 Tahun 1967 tentang Larangan Menjalankan Agama. . kecuali yang menggunakan nama Tionghoa. Sejak masa pemerintahan Gus Dur. Gus Dur juga menegaskan bahwa warga negara yang dulu dipaksa mengubah namanya. Tetapi dalam masa pemerintahan Megawati. cukup banyak juga orang Tionghoa yang belum berani terjun ke politik.Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.H. diputuskan melalui votting yang alot untuk mengangkat K. Bp. boleh kembali menggunakan nama Tionghoa mereka.

Batak. Perayaan2 Tahun Baru Imlek dilaksanakan di mana-mana secara meriah. dsb). tidak ada jumlah pasti orang Tionghoa yang menjadi anggota legislatif yang secara resmi diumumkan oleh pemerintah. dan Barongsay serta Liang Liong sudah menjadi atraksi umum di mana-mana. Aspirasi politik orang Tionghoa di Indonesia dapat disalurkan melalui partai2 politik yang sudah ada. Indonesia dibentuk berdasarkan kesepahaman politik yang melibatkan berbagai Suku dan Etnis yang ada di Indonesia. begitu juga dengan data orang Tionghoa yang sudah menjadi WNI. tergabung dengan aspirasi politik masyarakat sekitarnya. dan tidak pernah menggunakan istilah Cina. bukan berdasarkan etnisitas atau kesukuan. yaitu ditetapkannya Tahun Baru Imlek sebagai Hari Libur Nasional. bukan sesuatu yang mengherankan lagi. karena secara prinsip bertentangan dengan makna yang terkandung dalam UUD’45. Ketika Presiden Susilo Bambang Yudoyono atau sering disebut SBY. dan istilah Tionghoa mulai banyak digunakan kembali. pada masa pemerintahan Megawati tercatat keputusan penting dan fenomenal bagi masyarakat Tionghoa. Sunda. kebijakan pemerintah SBY relatif tidak ada perubahan yang berarti bagi masyarakat Tionghoa. Aris Ananta . Oleh karena itu tidak ada data resmi dari masing2 suku atau etnis yang ada di Indonesia (Jawa. dan DPRD tingkat II) yang mencalonkan diri. Oleh karena itu terlalu absurd kalau ada usaha2 sejumlah orang untuk membentuk partai politik yang khusus untuk menampung aspirasi politik orang Tionghoa di Indonesia. dan orang Tionghoa yang terjun ke politik sudah menjadi pemandangan biasa. bahkan sering juga dipergunakan untuk menyambut hari nasional di luar Tahun Baru Imlek.Selain mencatat kemajuan yang cukup significant dalam memulihkan perekonomian Indonesia saat itu. terpilih melalui pemilihan presiden secara langsung pertama kalinya di Indonesia menggantikan Presiden Megawati pada bulan Oktober 2004. Kecuali orang Tionghoa yang berstatus WNA. DPD. Dalam berbagai kesempatan resmi Megawati selalu menggunakan istilah Tionghoa dan Tiongkok. DPRD tingkat I. baik partai Nasionalis ataupun partai yang berlandaskan agama. Ketika terjadi pemilihan umum untuk memilih anggota legislatif pada bulan April 2009. Meskipun demikian. karena berdasarkan UUD. karena data pribadi masing2 diperlukan untuk urusan keimigrasian. Kehidupan sosial politik masyarakat Tionghoa dapat dikatakan cukup stabil. terdengar isu dari mulut ke mulut bahwa semakin banyak orang Tionghoa yang mencalonkan diri menjadi anggota legislatif (DPR.

Gosip dan Krisis Keuangan Rabu.Selain itu. dan kaum miskin tambah menderita. makin banyak bank yang benar-benar gulung tikar. Gosip beredar dengan kuat bahwa bankbank lain akan gulung tikar. Para nasabah panik. Mereka membuat gerakan penyetoran uang ke bank secara demonstratif. Sektor keuangan kacau. Dulu. Itu yang terjadi di tahun 8991.bondong ke bank. 20 Januari 2010 . orang kaya jadi miskin. “Oh.Namun.com NAMANYA gosip. perlahan perekonomian berubah. Mereka membuat pencitraan melawan gosip yang beredar kuat. Padahal. tentu sulit mencari data yang akurat namun mempunyai dampak negatif untuk yang digosipi. Kalau pun tidak menjatuhkan. Akibatnya. gosip telah mampu membuat para tokoh politik kalang kabut. Sesungguhnya. perekonomian berantakan. yang melakukan penyetoran adalah orang-orang bank itu sendiri. pencitraan adalah hal yang sangat penting. . masyarakat umum tak tahu.. tak ada bank di masyarakat itu.ketika perekonomian masyarakat antah berantah belum maju. Mereka segera membuat kebijakan memulihkan kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan. pada 8991 gosip pula yang menyebabkan krisis finansial yang dahsyat di masyarakat. Usaha pencitraan pun dilakukan dengan cepat. Kita sudah sering mendengar kekuatan gosip dalam menjatuhkan berbagai tokoh politik di banyak negara.maka dia meminjam dari teman dan keluarga yang kebetulan mempunyai uang yang tidak dipakai. Mereka berbondong. Gosip dan pencitraan pun memegang peran penting dalam kegagalan dan keberhasilan suatu bank atau lembaga keuangan serta kinerja seluruh sektor keuangan. Namun. Untung para penguasa moneter segera menyadari kesalahan mereka..misalnya. Saat itu Gareng. Waktu itu terdapat 61 bank yang ditutup. mengambil uang mereka secara tunai. Yang kurang disadari adalah bahwa hal yang serupa juga terjadi di sektor keuangan. jumlah yang relatif kecil untuk masyarakat antah berantah namun dampaknya luar biasa.Mereka hanya melihat. Kenyataan bisa jelek tetapi pencitraan yang baik merupakan aset penting dalam politik. dalam politik. ”Persepsi dan pencitraan ini kemudian amat membantu mengurangi kepanikan masyarakat dan membantu menstabilkan situasi keuangan di masyarakat antah berantah itu. Sayang para penguasa moneter di masyarakat antah-berantah tidak menyadari pentingnya peran gosip dan pencitraan dalam kegagalan dan keberhasilan sektor keuangan.11:31 wib TEXT SIZE : Image : Corbis. ada juga orangorang justru menyetor uang ke bank.mempunyai uang Rp5 juta dan dia tak tahuuangituakandigunakanuntuk apa. Kalau orang membutuhkan uang.

Tak usah dibantu. Walau begitu. Bank Togog tahu akan ada orang yang membutuhkan uang. Dia hanya menjadi perantara antara mereka yang mempunyai uang tetapi tidak tahu apa yang akan dilakukan dengan uangnya dan mereka yang membutuhkan uang. Gareng dan Petruk tidak saling mengenal. Utang Petruk telah membengkak. Bank Togog percaya.Pada saat yang sama Petruk membutuhkan uang Rp5 juta namun tidak tahu dia harus mendapatkan uang itu dari siapa.Terjadi korupsi di Bank Togog.Dengan demikian. Namun.” Yang kemudian terjadi. Apalagi dunia sedang mengalami krisis finansial yang luar biasa.bondong ke Bank Togog mengambil uang mereka. Masyarakat kemudian risau bahwa Bank Togog akan bangkrut. Banyak pula Petruk yang meminjam uang dari bank ini.keuntungan Bank Togog makin meningkat. Petruk belum dapat melunasi utangnya. Masyarakat tak tahu apa yang terjadi di bank ini walau penguasa moneter sudah sangat marah pada manajemen. Dia kelabakan tak dapat membayar angsuran utang-utangnya.Namun.Dengan cara ini. baik penyetor mau pun peminjam uang.suatu musibah menyebabkan pendapatan Petruk jatuh drastis. Bank Togog benar-benar bangkrut. Akhirnya. Kalau sekarang akan bangkrut. Bank Togog kansudah berulang kali dinasihati untuk melakukan reformasi dan membersihkan dari korupsi. Banyak Gareng lain yang menyimpan uang di bank ini. berita ini menyebar ke masyarakat luas. dengan kepercayaan dari masyarakat.Bank dibayar untuk jasanya sebagai perantara ini. Bank Togog pun mempunyai inisiatif baru untuk terus mengekspansi jumlah uang yang dipinjamkan. Mereka semua mungkin tidak saling mengenal tetapi mereka saling kait-mengait melalui sistem perbankan. ya biar saja. Keuntungan yang luar biasa dari Bank Togog ini membuat menjamurnya bankbank lain. Jumlah yang dipinjamkan juga Rp1 miliar. selama beberapa tahun terakhir. Bank Togog berani meminjamkan Rp4 miliar. Petruk dinyatakan bangkrut. Sialnya. Bank Togog sesungguhnya tak punya uang sedikit pun. Bank Togog benarbenar pusing. Kalau saja mereka saling mengenal dan mengetahui kondisi masing-masing. Para penguasa moneter lebih memusatkan pada pemberian hukuman pada bank yang tidak . manajemen Bank Togog sangat buruk. Namun. atau kartu kredit. Orang pun malas menyimpan uang tunai di rumah dengan alasan keamanan dan mendapatkan bunga.Untuk balas jasa ke bank. transfer. Sejak saat itu Bank Togog terus berkembang. Dari transaksi ini bank mendapatkan keuntungan 2% per tahun. Rupanya para penguasa moneter saat itu tidak menyadari apa yang terjadi di dunia perbankan. Mereka pun berbondong. Gareng menyimpan uang di Bank Togog dan sebagai balas jasa Gareng mendapatkan bunga 6% per tahun. uang tunai Rp1 miliar sudah cukup untuk berjaga-jaga kalau kalau mereka membutuhkan uang tunai. Gareng dapat meminjamkan uangnya ke Petruk. Dengan penjualan itu pun. Selama bertahun-tahun dia mampu mengangsur utang yang membengkak karena pendapatannya juga terus meningkat. Keuntungan Bank Togog berlipat lipat.Penguasa moneter tenang-tenang saja.Petruk membayar bunga 7% per tahun.“Ya. para peminjam dan penyetor uang tidak membutuhkan uang tunai sebanyak Rp4 miliar. Transaksi tidak harus memakai uang tunai. Dengan kondisi kepercayaan masyarakat yang tinggi dan makin sedikitnya kebutuhan uang tunai. Dapat dengan cek.Nasabah makin banyak. Di sinilah muncul Bank Togog yang berperan sebagai perantara. Satu bank juga meminjam dan menyetor ke bank lain.Terjadilah suatu keterkaitan satu sama lain yang amat kuat. Bank Togog pun ikut merugi. bank ini masih hidup karena kepercayaan masyarakat pada Bank Togog masih ada.Dia terpaksa menjual rumah dan barangbarang untuk membayar pinjamannya. nasib buruk menimpa Bank Togog di tahun 9008. Kepercayaan masyarakat pada bank ini pun makin kuat. Saat itu sebenarnya juga tengah terjadi kekalutan di dunia perbankan pada umumnya. Lebih parah lagi. banyak Petruk lain yang mengalami gagal bayar. Pada tahun 9002 jumlah setoran ke bank ini telah mencapai Rp1 miliar. Berbagai saran perbaikan manajemen dan pembersihan korupsi tidak digubris oleh bank karena sampai saat itu Bank Togog masih terus bertahan hidup. Dan Petruk pun datang ke Bank Togog serta meminjam uang Rp5 juta. Sistem perekonomian di masyarakat ini membaik.

Angka kemiskinan melonjak.untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan. penguasa moneter mencoba melawan gosip dan membuat pencitraan perbankan. sebagai pengacara hak asasi manusia dan telah mempelajari Indonesia selama 30 tahun terakhir ini. Kita tidak akan mengalami krisis mendalam seperti ini.Gosip jauh lebih kuat daripada usaha yang dilakukan para penguasa moneter. Kunjungan tersebut selain memberikan informasi mengenai riset yang akan mereka lakukan. ”Para pengamat ekonomi itu lalu memberi kuliah pada penguasa moneter agar belajar teori ekonomi dengan lebih baik dan memahami adanya systemic risk. situasi internasional yang amat buruk membuat usaha penguasa moneter di masyarakat antah berantah tak ada gunanya. lebih parah dari tahun 8991. Hal ini terungkap ketika perwakilan dari lembaga tersebut. “Kalau saja para penguasa moneter waktu itu tidak membangkrutkan Bank Togog. kali ini. kalau saja penguasa moneter waktu itu tidak memprioritaskan pada penghukuman para pemilik Bank Togog. gara-gara akan menyiapkan makalah mengenai arti systemic risk. Dalam keadaan yang kacau balau ini para pengamat ekonomi menyadari kesalahan para penguasa moneter yang telah membiarkan kebangkrutan Bank Togog. Joseph Saunders. Seperti yang terjadi pada 8991. Dampak ke perekonomian juga dahsyat sekali. cerita di atas juga cerita dalam mimpi. Demonstrasi dan kerusuhan sosial meluas. Namun. Para penguasa moneter tak menyadari adanya systemic risk. Mohon maaf.mengikuti saran-saran dan bukan pada stabilitas kondisi keuangan dan perekonomian secara keseluruhan.00 WIB di ruang kerja Ketua MPR RI Gd.Kondisi finansial menjadi benar-benar berantakan. juga meminta masukan dari Pimpinan MPR RI mengenai situasi keberagaman beragama di Indonesia. dia sangat tertarik dengan keberagaman di Indonesia. Dia sangat prihatin terhadap kondisi di Indonesia dimana ketika pintu . Para pengamat lalu mengritik para penguasa moneter. Jumlah orang sakit bertambah dengan cepat. berkunjung ke Ketua MPR RI Taufiq Kiemas hari ini. Penguasa moneter segera menyadari kesalahan mereka. saya terbangun dari tidur saya. Kebangkrutan Bank Togog ternyata memicu kebingungan di masyarakat yang lebih luas. Rupanya saya telah bermimpi. (*) ARIS ANANTA Ekonom(//rhs) nyebab Kerusuhan di Indonesia 3 Desember 2009 15:29 WIB Keberagaman agama di Indonesia menarik minat sebuah lembaga independent asal New York. Karena hasil mimpi. Beredar gosip yang amat kuat bahwa bank-bank lain juga akan bangkrut. Kata mereka. Rabu (2/12) pukul 13. Human Rights Watch. Menurut Joseph. kalau saja penguasa moneter waktu itu menyelamatkan Bank Togog. 9. Ah. maka perekonomian kita saat ini akan jauh lebih baik. Nusantara 3 lt. untuk mengadakan riset selama satu sampai dua tahun.

justru agama turut dipakai sebagai alat politik. ”Indonesia tidak punya sejarah dalam penindasan kelompok minoritas. semua hal itu mengakibatkan kesalahpahaman sedikit saja bisa menimbulkan kerusuhan antar desa”. Bahkan setelah Pemilu. Ahmadiyah sudah ada bahkan sejak zaman Belanda. ”Sejak kapan perbedaan agama menjadi masalah. Hajriyanto turut menambahkan bahwa pada masa reformasi isu kebebasan beragama justru semakin dirinci dalam konstitusi. yaitu pada saat Sumpah Pemuda. menurut Joseph. juga baru terjadi akhir-akhir ini saja. Pada zaman dahulu bahkan pada saat pemberontakan PKI. tapi hal itu dipicu juga oleh faktor ekonomi dan faktor sosial. Hal ini menunjukkan bahwa partai yang mengusung isu-isu agama tidak membawa keberhasilan dan kecenderungan menggunakan agama sebagai alat politik juga menurun. kebebasan beragama sudah merupakan kewajiban untuk dilakukan karena tercantum dalam filosofi negara ini. Hasil Pemilu kemarin jelas-jelas terlihat bahwa pemenang Pemilu 80%-nya adalah kelompok nasionalis. ada yang mencoba merealisasikannya dengan membuat perda-perda syariah. Hanya saja Hajriyanto mengingatkan bahwa implementasi dari konstitusi tersebut berhadapan dengan segala faktor termasuk sosial dan ekonomi. Menanggapi hal tersebut. ujar Hajriyanto. sudah mengumandangkan kebebasan beragama yang kemudian dicantumkan dalam Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. Bahkan membuat undang-undang lainnya untuk mendukung kebebasan beragama. dan apa . Taufiq berkata bahwa kita tidak usah khawatir. ujar Hajriyanto. Indonesia dari sebelum merdeka. tanya Hajriyanto. isu-isu Ahmadiyah dan kerusuhan-kerusuhan berbau agama lainnya. Jadi sikap-sikap kekerasan yang menjurus kepada kelompok tertentu jangan hanya menyalahkan faktor agama. Begitu juga mengenai masalah Ahmadiyah. Sedangkan mengenai pemakaian agama dalam Pemilu. dll tidak ada sampai bakar membakar atau menghabisi kelompok tertentu. angka kemiskinan semakin besar. Jadi menurut Taufiq. Belum lagi isu-isu beragaman lainnya seperti sulitnya izin pendirian gereja. mudah-mudahan akan mendukung toleransi beragama di Indonesia”. Bakar membakar tempat beribadah. Indonesia sudah lama menganut keragaman beragama. ”Perkembangan ekonomi masih belum seperti yang diharapkan. ”Dengan perkembangan ekonomi yang membaik.demokrasi dibuka lebar. justru menjadi pertanyaan Pimpinan MPR RI. tapi mengapa masih saja terjadi hal-hal seperti itu. Padahal. Menurut Hajriyanto. pada saat Pemilu dia mengamati bahwa ada beberapa partai politik yang mengatasnamakan agama dan memberikan janji-janji politik berdasarkan ajaran agama. Jadi mengenai perbedaan agama yang memicu kerusuhan. pertama-tama Taufiq berterima kasih akan dilakukannya riset mengenai keberagaman beragama di Indonesia dan dengan senang hati akan menerima masukan-masukan berdasarkan hasil riset tersebut. tapi kenapa akhir-akhir ini saja diributkan. lanjut Taufiq. menurut Joseph. PNI Marhaenisme. angka pengangguran semakin tinggi. Hal itu dia rasakan bukan tanpa sebab. jadi kenapa selama 10 tahun terakhir ini kasus beragama mencuat?”.

yang belum mengalami pemisahan yang sejati antara fungsi polisi dan fungsi militer. usul Taufiq. ini gejala baru bahwa perbedaan agama di Indonesia menyebabkan kerusuhan. Yayasan Tanah Merdeka. seperti kerusuhan di Poso dan Ambon. Ada yang bersentuhan dengan gerakan kemerdekaan pasca-kolonial yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. mengalami eskalasi. (3).penyebabnya. Anggota Dewan Penasehat Center for Democracy and Social Justice Studies (CeDSoS). Semua kerusuhan sosial di Indonesia selama era pasca-Soeharto merupakan refleksi dari runtuhnya tertib sosial akibat lunturnya ketakutan atau kepercayaan rakyat pada aparatur keamanan. kebebasan berkumpul dan lainnya. Dalam arti. sedangkan kelas bawah didominasi oleh kelompok etno-linguistik yang memeluk agama lain. (2). etnisitas. harusnya itu yang diriset oleh Human Rights Watch”. dan Kepulauan Maluku. Dengan beberapa perkecualian. kata Taufiq. Oleh George Junus Aditjondro. Palu. semua agama bisa hidup di Indonesia. Di akhir pertemuan Hajriyanto menambahkan. “Supaya tuntas masalah hak asasi manusia di Indonesia”. Jadi dalam kesempatan ini Pimpinan MPR RI bersepakat mengajak Human Rights Watch bekerja sama untuk memperbaiki kondisi ini untuk mencari kehidupan yang lebih demokratis. seperti tercantum dalam Pasal 28 UUD NRI Tahun 1945. Kebebasan itu menyeluruh. kelas atas didominasi oleh komunitas atau kelompok etno-linguistik tertentu yang memeluk agama tertentu. Dari berbagai kasus yang begitu beragam. Ph. walaupun dengan korban yang sangat besar. (Konsultan Penelitian & Penerbitan. seperti berikut: (1). dalam riset tersebut. dan agama dari komunitas-komunitas yang bertikai. agar Human Rights Watch jangan mengambil satu isu yaitu kebebasan beragama. Konflik dan kerusuhan sosial di antara berbagai komunitas di daerah-daerah kerusuhan seperti di Kalimantan. karena ketumpangtindihan di antara faktor-faktor kelas. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dengan konsekuensi . Sulawesi. khususnya Aceh dan Papua Barat. bahkan juga di kota-kota besar di Jawa.D. akar dari berbagai konflik sosial di berbagai daerah di Indonesia adalah ketimpangan ekonomi akibat pengaturan tata ruang oleh pemerintah yang dianggap tidak adil oleh komunitas-komunitas setempat. Ada yang masih tetap ‘panas dingin’ sejak 1998-1999 sampai sekarang. ada tigabelas persamaan yang dapat ditarik. seperti di Papua Barat dan Aceh. Menurut Taufiq. seperti kerusuhan anti-Madura di Kabupaten Sambas (Kalimantan Barat) dan Kabupaten Sampit (Kalimantan Tengah). ada kebebasan bekerja. Ada yang hanya berlangsung singkat. Jakarta) ERA pasca-Soeharto telah ditandai dengan meletusnya berbagai kerusuhan dan konflik sosial di Indonesia. Dalam fakta sosial. yang kini menjadi semakin tajam setelah keluarnya Undang-Undang No.

bukanlah solusi yang paling bijaksana. mendiskreditkan kelompok atau gerakan sosial tersebut (lihat tim CeDSoS. gerakan kemerdekaan di Aceh dan Papua Barat. di mana awal Agustus lalu konflik bersenjata tajam meletus antara penduduk suku Mandar dan suku Toraja Mamasa. (4).pemekaran desa. kecamatan. (6). karena melibatkan organisasi-organisasi paramiliter yang merasa mewakili kepentingan satu atau lebih kelompok yang bertikai. seperti halnya pasukan Kopassus dan Kostrad (Wessel 2001: 71). Infiltrasi itu sekurangkurangnya dimaksudkan untuk mendapatkan informasi seberapa jauh gerakan itu dapat membahayakan kepentingan aparatur negara. Kerusuhan sosial di berbagai daerah seringkali berkembang menjadi konflik berkepanjangan. mereka menggunakan peluru tajam dan senjata otomatis yang sama mematikannya seperti yang digunakan satuan-satuan militer. sering merupakan pembuka jalan atau pemulus masuknya para investor ke daerah-daerah yang kaya dengan sumber daya alam yang diminati para investor dalam dan luar negeri. gerakan buruh. kabupaten. dan provinsi yang memicu fanatisme etnis di mana-mana. atau setidaktidaknya. seperti meriam air. konkritnya. infiltrasi itu kemudian diarahkan untuk mengkooptasi dan melumpuhkan. Itu sebabnya. Organisasi-organisasi paramiliter yang bermunculan selama era pasca-Soeharto dirangsang pertumbuhannya oleh aparat bersenjata (lihat Simanjuntak 2000). kelompok atau gerakan sosial yang menantang kekuasaan negara dan modal besar. Namun lebih jauh lagi. menentang dwifungsi militer (lihat Munir 2001: 21). yang terlibat dalam konflik vertikal. . gerakan Muslim militan (lihat Abduh 2003). Satuan kepolisian yang sering dikerahkan. mengalami eskalasi karena cara-cara pengendalian huru-hara (riot control ) yang terlalu militeristik. gas air mata. 2004). Dengan kata lain. Sulawesi Selatan. Kenyataannya. Hal itu adalah akibat politik militerisasi Polri di bawah Jenderal (Pol) Suroyo Bimantoro. Infiltrasi agen-agen intelijen atau proxy dari para perwira militer dan polisi dengan tujuan melakukan kooptasi ini telah dialami oleh gerakan mahasiswa. (5). Makanya Brimob dapat dianggap sebagai alat teror negara pula. Setiap kelompok atau gerakan sosial yang radikal di Indonesia selalu disusupi aparat intelijen militer yang formal maupun non-formal. yang ditentang oleh Presiden Abdurrahman Wahid waktu itu (lihat Ghufron 2001: 97-1004). khususnya di luar kotakota besar di Jawa. serta gerakan protes Nunusaku di Maluku yang dibelokkan menjadi gerakan untuk menghidupkan kembali Republik Maluku Selatan. serta pentungan karet. tidak menggunakan cara-cara pengendalian huru-hara yang tidak menimbulkan korban jiwa (non-lethal methods ). Konflik komunal di Maluku sendiri dicetuskan hanya dua bulan setelah demonstrasi besar mahasiswa se kota Ambon di bulan November 1998. yakni Brimob. Berbagai kerusuhan sosial pasca-Soeharto di Indonesia. keputusan untuk mengirim Brimob ke daerah Polewali Mamasa (Polmas). sangat berpotensi disusupi aparat intelijen militer formal dan non-formal untuk membelokkan resistensi vertikal menjadi konflik horizontal.

Soalnya. pada saat militer dan polisi tidak lagi secara langsung menghambat kebebasan ekspresi para aktivis gerakan pro-demokrasi. Sedangkan Makassar merupakan tempat kedudukan Korwil BIN Sulawesi Selatan. selama masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. agen-agen BIN di Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan tidak cuma mengumpulkan informasi. sebab lembaga intelijen ini mampu mengerahkan anggota Kopassus serta anggota Detasemen Khusus 88 Anti-teror. Konflik-konflik internal yang semakin mewabah di era pasca-Soeharto erat kaitannya dengan maraknya infiltrasi agen-agen intelijen ke dalam organisasi-organisasi masyarakat sipil. Selain dengan teknik infiltrasi. Menteri Kehakiman di masa pemerintahan BJ Habibie (Aditjondro 2004b: 55). Dengan kata lain. Walhasil. Sebagai lembaga. salah satu anak perusahaan kelompok Artha Graha yang dipimpin oleh Tomy Winata.) A. Ekspansi itu dilakukan melalui struktur BINDA (BIN Daerah) yang dapat meliputi satu atau lebih provinsi. sementara Tomohon merupakan tempat kedudukan seorang Kepala KomBINDA. BIN juga telah berkembang menjadi sangat otonom dan dalam bidang politik praktis dapat menyaingi peranan Mabes TNI dan Mabes Polri. berhubung dengan kedekatan Hendropriyono dengan Tomy Winata. Di antara berbagai instansi dan aparat negara. Operasi-operasi intelijen BIN dimungkinkan oleh sumber dananya yang seolah-olah tidak terbatas. tapi juga melakukan tekanan psikologis kepada aktivis-aktivis pro-demokrasi yang kritis terhadap pemerintah. suatu perkembangan yang tentu saja tidak disukai oleh para perwira . Ronny Hendropriyono. anak Profesor Muladi. yang sejak tahun lalu telah berekspansi (lihat McEvers 2004). Hendropriyono. Hendropriyono adalah Presiden Komisaris PT Kia Mobil Indonesia (KMI). Kemampuan memobilisasi anggota-anggota satuan-satuan khusus anti-teror itu. dan lebih ke bawah lagi melalui KomBINDA (Komisariat BIN Daerah). tekanan psikologis dilakukan terhadap pemilik hotel dan tempat pondokan di mana aktivis-aktivis pro-demokrasi bermukim. 29 Nov. Manado merupakan tempat kedudukan seorang Kepala BINDA yang wilayahnya meliputi provinsi-provinsi Sulawesi Utara dan Aceh. sementara Kepala BIN hanya bertanggungjawab kepada Presiden. 2004: 27). yang baru saja dibentuk oleh Polri di bulan Agustus 2003 (Jawa Pos. 4 Sept.M. lembaga yang dikepalai oleh seorang kader PDI-P telah bermetamorfosa menjadi gurita yang lengan-lengannya saling berbelit dengan berbagai organisasi paramiliter di Jawa dan di luar Jawa. fungsi itu mulai diambil alih oleh BIN dan beberapa organisasi paramiliter yang dekat dengan Kepala BIN. Ada juga provinsiprovinsi di mana secara formal hanya terdapat Kordinator-kordinator Wilayah (Korwil). infiltrasi dan kooptasi yang paling sistematis telah dilakukan oleh Badan Intelijen Negara (BIN). membuat kekuasaan purnawirawan jenderal itu secara de facto setara dengan Panglima TNI dan Kapolri. cara lain yang banyak dipakai untuk melumpuhkan perlawanan masyarakat sipil terhadap negara dan modal besar adalah dengan menciptakan konflik internal sehingga timbul kelompok tandingan atau pengurus tandingan yang menentang kehadiran dan legitimasi kelompok atau pengurus yang menentang negara dan modal besar. Letjen (Purn. anak Kepala BIN. Sedangkan di Sulawesi Tengah. adalah direktur perusahaan pengimpor mobil Korea itu. Dalam prakteknya. Gatra. 2003. operator bisnis utama Angkatan Darat. siap untuk melibas mereka yang dianggap berbahaya bagi rezim Mega.(7). (8). bersama Fayakun Muladi. Agen-agen BIN juga bukan orang sembarangan.

Mereka menganggap operasi BIN di bawah komando Hendropriyono bertentangan dengan usaha aparat bersenjata untuk mundur dari pentas politik. Perkembangan ini. seperti yang telah berhasil dilakukan di Maluku dan Aceh (lihat Pontoh 2004: 125. (9).aktif di kedua markas besar itu. Masih untuk kepentingan aparat bersenjata. (10). “Politik cuci gudang” PT Pindad (Aditjondro 2004a: 138-140. PT Calpez. Aditjondro 2004c: 168-173) hanya merupakan satu aspek kecil saja dari kepentingan aparat bersenjata untuk mencetuskan dan memelihara konflik di berbagai daerah di Indonesia. yang menyerupai keadaan di Brazil di masa transisi dari rezim otoriter-birokratis yang didominasi militer ke pemerintahan demokratis berlandaskan supremasi sipil. bahkan dengan menciptakan proyek-proyek fiktif. Untuk keperluan itulah. Dengan demikian. ancaman gerakan bersenjata di daerah operasi maskapai-maskapai mancanegara. peluang untuk mengorupsi dana operasi pasukan sangat besar (lihat Aditjondro 2004c: 145). Penyuburan konflik-konflik horizontal selama era pasca-Soeharto juga merupakan upaya mempertahankan fungsi politis dan ekonomis aparat bersenjata di Indonesia. Dalam konflik sosial di berbagai daerah di Indonesia. peluang korupsi di bidang ini sangat besar. PT Kufpec. Polri. Kadang-kadang. dua fihak yang bertikai diinfiltrasi oleh agen-agen yang bekerja untuk kepentingan aktor ekonomi-politik yang sama. sangat menguntungkan satuan-satuan bersenjata yang mendapatkan biaya . perwira. punya hubungan akrab dengan dua fihak yang bertikai di Maluku. di Ambon dan Poso aparat bersenjata yang ditugaskan untuk memadamkan konflik maupun fihak-fihak yang bertikai mendapat pasokan senjata dan amunisinya dari sumber yang sama. Selain di Aceh. terutama berkaitan dengan kepentingan modal besar yang dilindungi oleh aparat bersenjata. Korupsi anggaran pertahanan itu begitu efektif. terutama maskapai pertambangan raksasa. dan ketiga Angkatan yang praktis tertutup bagi aparat sipil serta lembaga-lembaga pemantau korupsi. Misalnya. yang merasa disaingi oleh Hendropriyono. pemekaran komando territorial militer di Indonesia terus diupayakan oleh TNI. Prabowo Subianto. Pada umumnya. Setelah Lasykar Jihad berhasil menteror penduduk Seram Timur sehingga mayoritas penduduk yang Nasrani mengungsi. anak buah mantan Danjen Kopassus. (11). pengiriman pasukan militer dan polisi ke daerah-daerah konflik secara keuangan tidak di-audit secara tertib seperti halnya proyek-proyek yang dijalankan instansi-instansi sipil. karena berlangsung di balik tabir kerahasiaan Kantor Menko Polkam. Paling sedikit. dan satuan-satuan aparat bersenjata sangat menonjol (lihat misalnya Ishak 2004). pelestarian kepentingan ekonomi para prajurit. Departemen Pertahanan. dan maskapai Australia. dari tahun 1973 s/d akhir 1985 (Stepan 1988: 25-29) juga tidak disukai oleh sejumlah purnawirawan jenderal yang reformis. yakni PT Perindustrian Angkatan Darat atau PT Pindad. dengan melakukan mark up nilai proyek. serta Markas-Markas Besar TNI. dan Malik 2004: 115). yakni Front Kedaulatan Maluku (FKM) yang ingin menghidupkan Republik Maluku Selatan (RMS) dan Lasykar Jihad FASWJ yang ingin . mantan jenderal itu sedang menyiapkan pengambilalihan ladang-ladang minyak bumi formasi Manusela yang terentang dari gunung sampai ke laut dari maskapai Kuwait.

Akhirnya. Abdul Muin Pusadan. (13). anak perusahaan tambang Kanada.pengamanan (protection fee ) dari maskapai-maskapai itu. sumber-sumber lain). ExxonMobil di Aceh dan Freeport McMoRan di Papua Barat. misalnya. sudah sempat mengoleksi tiga rumah di kota Poso. 7 Juni 2004). Bupati Poso yang sudah hampir habis masa jabatannya. 40-41. melindungi para pemodal tersebut dari berbagai tuntutan penduduk setempat. di Pulau Haruku. Seorang anggota Brimob yang terlibat dalam penyerangan itu. mengeluarkan jutaan dollar AS setahun untuk membiayai pasukan-pasukan TNI dan Polri yang ditugaskan menjaga keamanan operasi mereka (lihat Aditjondro 2004d: 84-85). menguntungkan para investor di bidang pengolahan sumber-sumber daya alam di dua bidang. di mana segelintir kepala daerah dan kepala Dinas Kesejahteraan Sosial berhasil beternak mobil dan rumah mewah di mana-mana. misalnya. dan pengungsi mengundang bantuan kemanusiaan yang sangat rentan untuk dikorupsi. para polisi militer penjaga tambang itu. aksi protes bersama suku Makian yang Muslim dan Kao yang Kristen – yang lima tahun lalu saling menyerang -. serta sejumlah rumah di Jawa. yakni Morowali dan Banggai. Sedangkan di bagian timur provinsi Sulawesi Tengah. namun ia tetap bebas berkeliaran di luar. yang masing-masing dilengkapi sebuah mobil mewah (Aditjondro 2004b: xiii-xiv. mulai dari tuntutan penggantian hak-hak adat atas tanah dan perairan ulayat sampai dengan tuntutan hak-hak perburuhan dari tenaga buruh yang direkrut dari luar dan dari penduduk setempat. sementara para pengungsi semakin melarat. Bulan Januari lalu. pencetusan dan pemeliharaan konflik horizontal di daerah-daerah yang kaya sumber daya alam. yang menurunkan biaya pembangunan prasarana para pemodal. yang digaji sebesar 700 dollar Australia sehari oleh maskapai itu. tapi juga di dua kabupaten tetangganya. kerusuhan demi kerusuhan telah melahirkan sejumlah milyarder di kalangan birokrat. Pencetusan dan pemeliharaan konflik di Indonesia juga merupakan semacam “industri” bagi aparat birokrasi sipil. Penyebaran kompi-kompi . dihukum penjara tujuh bulan. Di Kepulauan Maluku. (12). tidak mengulangi kekejaman mereka (Republika. langgengnya kerusuhan di daerah-daerah konflik menyebabkan jatuhnya harga tanah. yang mengakibatkan pengerahan (deployment ) pasukan-pasukan bersenjata di sana. Barangkali karena serangan Brimob yang lalu diekspos ke dunia internasional. perusahaan tambang Australia di Halmahera Utara. Yon 714 Sintuwu Maroso. enam rumah di kota Palu. Walhasil. Karena berbagai tuntutan mereka belum dipenuhi. dan Newcrest. adanya pasukan bersenjata yang lebih melayani kepentingan para pemodal ketimbang penduduk setempat. Batalyon yang baru.menentang ekspansi tambang itu diserang oleh satuan Brimob (Guerin 2004). kerusuhan di Poso telah dijadikan justifikasi oleh TNI/AD untuk melipatduakan jumlah batalyon yang ditempatkan di provinsi ini. bulan Mei lalu sekitar 300 orang penduduk dari kedua komunitas itu berkemah di lokasi tambang. dua perusahaan tambang emas yang mendapatkan keuntungan dari tergusurnya penduduk serta penempatan pasukan bersenjata di sana adalah Ingold. Kedua. Inco. sebab kerusuhan melahirkan pengungsi. sebuah rumah di kota Makassar. Pertama. terdiri dari tiga kompi yang tidak cuma ditempatkan di Kabupaten Poso.

salah seorang Bendahara Golkar di era Presiden Soeharto (Aditjondro 2004b: 53-54). Demokrasi dan Pemilu 2004. Ronny Hendropriyono juga punya kepentingan bisnis. Aditjondro. Begitulah tigabelas tesis yang dapat diturunkan dari data empiris dari sejumlah kerusuhan dan konflik sosial pasca-Soeharto di Indonesia. Jakarta: TAPAK Ambon. akhirnya menguntungkan para pemodal besar. Prolog dalam Rinaldy Damanik.) (2003). 131-176. Dalam Stanley (peny. yang berniat menambang marmer di Morowali (Aditjondro 2004a: 135-137). yang dilindungi kepentingannya oleh aparat bersenjata dan aparat intelijen negara kita. “Di Balik Asap Mesiu. “Renungan buat Papa Nanda. 109-155. di mana Artha Graha menanam modalnya. Jangan dilupakan pula Kepala BIN. “Kerusuhan Poso dan Morowali: Akar Permasalahan dan Jalan Keluarnya”.). yang meliputi kabupaten-kabupaten Buol dan Toli-Toli. Ketika Semerbak Cengkih Tergusur Asap Mesiu: Tragedi Kemanusiaan Maluku di balik Konspirasi Militer. tidak kebetulan pula bahwa di daerah di mana batalyon yang lama. lewat pembagian mobil tersebut secara cuma-cuma ke aparat polisi setempat.). Konspirasi Intelijen & Gerakan Islam Radikal. ---------------(2004a). dan Banggai? Tidak kebetulan bahwa di kedua kabupaten tetangga Poso telah masuk dua investor domestik dengan backing politik yang cukup kuat. George Junus (2001).tentara di ketiga kabupaten itu juga diikuti oleh Brimob. Akhirnya. Jakarta: Center for Democracy and Social Justice Studies (CeDSoS). hal. sementara anaknya. --------------. ketua Fraksi PDI-P di MPR yang berniat menambang minyak dan gas bumi di Kabupaten-Kabupaten Banggai dan Morowali. adalah mitra bisnis Tomy Winata. Mengapa perlu begitu banyak penjaga keamanan di Poso. serta kelompok Artha Graha milik Tomy Winata dan Yayasan Kartika Eka Paksi. Tragedi Kemanusiaan Poso: Menggapai Surya Pagi melalui Kegelapan Malam. Epilog dalam Zairin Salampessy dan Thamrin Husain (peny. Makanya. Hartati Murdaya. hal. Dari contoh-contoh ini dapat dilihat bagaimana pelestarian konflik Poso dan Morowali. Keamanan. a. Air Mata dan Anyir Darah di Maluku”. 10 Agustus 2004 Kepustakaan: Abduh. xviii-lii. Yakni kelompok Medco milik Arifin Panigoro. dan Kepentingan Elit Politik. keluarga Hendropriyono jelas-jelas punya kepentingan ekonomi untuk mengamankan investasi Artha Graha di daerah Morowali. Hendropriyono adalah Presiden Komisaris PT Kia Mobil Indonesia (KMI). yang juga membangun asrama kompi mereka di setiap kabupaten. Jakarta: ProPatria. CD Bethesda. di situ mobil Kia dipromosikan. Makanya.l. . hal. Ia menjadi komisaris dari sebuah perkebunan kepala sawit seluas 52 ribu hektar.(2003). Jakarta & Yogya: PBHI. Umar (peny. Ronny Hendropriyono menjadi salah seorang direktur anak perusahaan Artha Graha itu. Perkebunan PT Hardaya Inti Plantation itu adalah milik Ny. Sibolangit. Yakoma. Anak Domba Paskah dari Tentena”. Yon 711 Reksatama bertugas. Morowali. Kapitalis Birokrat.

17.” Dalam Ingrid Wessel & Georgia Wimhoefer (peny. 13 / SP – KONTRAS / III / 99 KOMSI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN ( KONTRAS ) Tentang : . hal. 2 Juni. Rodjil (2001). 121-136. hal. Membedah Kembar Siam Penguasa Politik & Ekonomi Indonesia: Metodologi Investigasi Korupsi Sistemik Bagi Aktivis dan Wartawan. Stepan. Tahun III.” Asia Times Online. Premanisme Politik. Coen Husain (2004). 83112. “Bedil. “The Search for Safety in the Spice Islands. 17-24. “Indonesia’s Expanding Spy Network Alarms Reformers.” Dalam Ingrid Wessel & Georgia Wimhoefer (peny. CeDSoS. Wacana. Hamburg: Abera. Wacana.” Christian Science Monitor. Violence in Indonesia.). Diposkan oleh kristianus atok di 10:44 Label: Dayak. Guerin. Jakarta: Institut Studi Arus Informasi (ISAI). “Kayu Hitam.). Violence and the Integration Problem. Pontoh. Alfred (1988). Bisnis Pos Penjagaan. Jakarta: Center for Democracy and Social Justice Studies (CeDSoS). “The Politics of Violence in New Order Indonesia in the Last Decade of the 20th Century. No. No. 17. hal.(2004b).(2004d). hal. Skandal Politik SI MPR RI 2001. Malik. 113-120. Wacana. Princeton. madura. 64-81. Ghuffron.). Ichsan (2004). Wacana. Perdagangan Senjata dan Proteksi Modal Besar: Ekonomi Politik Bisnis Militer di Sulawesi Bagian Timur”. --------------. “Indonesia. Rethinking Military Politics: Brazil and the Southern Cone. NJ: Princeton University Press. Amis Darah dan Mesiu: Mengurai Keterlibatan Militer dalam Konflik Maluku”. Tahun III. Tahun III. ---------------.--------------. Munir (2001). Togi (peny.(2004c). Bill (2004). Simanjuntak. 4 Februari. Hamburg: Abera. Ingrid (2001). sampit SIARAN PERS NO. McEvers. 17. 137-178. No. etnic riot. hal. “Bisnis Militer di Wilayah Konflik Maluku”. Tim Peneliti (2004). Jakarta: Factual Analysis Forum. Jakarta: Lembaga Studi Pers & Pembangunan (LSPP). 17. Wessel. Konflik. Kalimantan. Konspirasi Gerakan Islam & Militer di Indonesia. hal. No. Tahun III. “Dari Gaharu ke Bom Waktu HIV/AIDS Yang Siap Meledak: Ekonomi Politik Bisnis Tentara di Tanah Papua”. Kelly (2004). Violence in Indonesia.

pertentangan antar sesama warga masyarakat. kolusi dan nepotisme. Pergantian pemimpin pemerintahan di tengah krisis nasional. sehingga dicap sebagai bangsa yang kurang beradab. Ambon dan terakhir Sambas. Dan ketika pemerintahan yang hadir kemudian terbukti tidak pernah benar – benar menjadi bagian yang berkehendak terhadap pembaruan yang dinantikan itu. Ketapang. Aliansi ketiga kelompok inilah yang selama ini begitu dikenal oleh rakyat sebagai pihak yang paling bertanggunjawab atas kekerasan dan ketertindasan mereka.HUBUNGAN KERUSUHAN DENGAN PERKEMBANGAN POLITIK NASIONAL Kondisi Stuktural dan Kerusuhan Kurun waktu tiga tahun terakhir ini. Medium dari amuk massa ini pertama. kantor birokrasi dan aparat keamanan. Peristiwa kerusuhan dan perkosaan massal pada Mei 1998. Tasikmalaya. Kupang. Dari sini terbentuklah semacam kebencian sebagai situasi psikologis massa rakyat yang pada gilirannya mendorong berbagai amuk massa yang terjadi cenderung dialamatkan kepada mereka dengan perusakan terhadap simbol – simbol dan aset – aset milik ketiga kelompok tersebut seperti sentra ekonomi. peristiwa Semanggi. birokrasi baik sipil dan terutama sekali militer yang korup. Dalam wujudnya yang nyata ia tampil di dalam amuk – amuk massa. agama satu dengan yang lain. . Aceh dan seterusnya. Sampai akhirnya krisis ekonomi semakin membuktikan bobroknya sistem kemasyarakatan yang selama 30 tahun dibangun Orde Baru. Medium kedua ini terjadi akibat gagalnya upaya pembangunan integrasi sosial yang kuat oleh penyelengara negara. pada akhirnya memposisikan dua pihak yang saling berhadapan seperti pribumi dan non – pribumi. amarah demi amarah termanifestasi dalam bentuk ledakan – ledakan kekecewaan yang tak terkendali. bangsa Indonesia berada dalam kondisi yang paling memprihatinkan dalam sejarahnya. Medium kedua. adalah bukti dari semua itu. atau berbagia kondisi yang sering kali bahkan didorong oleh berbagai kebijakan yang memunculkan polarisasi kelompok. tumapang tindihnya segrasi tempat tinggal berdasarkan etnis/ ras dengan basis ekonomi. pendatang dan penduduk asli. dan bahkan dengan menahan amarah. Tidak mengherankan ketika kemudian terjadi provokasi. Di sisi lain. ternyata justru menanpilkan dirinya hanya sebagai rezim pemerintahan yang tidak mampu memenuhi harapan seluruh rakyat yang sedang menunggu tindakan kepastian hukum. antara warga masyarakat dengan aparat negara baik sipil maupun militer. Abepura. Banyuwangi. seakan tak kunjung selesai. Penyelenggaraan negara yang demikian kacau telah menempatkan bagian terbesar rakyat pada posisi yang lemah dan terpinggirkan. masyarakat dengan mudah terpelintir ke arah pertentangan antar sesama mereka dalam konflik terbuka. Sanggau-Ledo. Selama ini Orde Baru ternyata telah membangun sebuah sruktur masyarakat yang amat rapuh sebagai akibat dari kesalahan strategi pembangunan yang dipilih maupun buruknya kinerja birokrasi yang menindas dan dilumuri oleh korupsi. Kerawang. bersama pemodal besar telah tampil sebagai pihak yang amat berkuasa. Berbagai kerusuhan terjadi dari tahun 1996 seperti peristiwa – peristiwa Sabtu Kelabu 27 Juli 1996 di Jakarta. yang oleh sebagian pihak dianggap sebagai awal dari pembaharuan sistem. Situbondo. Krisis ekonomi – politik kemudian semakin memperburuk keadaan hingga kita terpuruk ketitik yang paling rendah.

dan lain – lain memberi indikasi yang kuat bahwa aparat keamanan yang seharusnya bertugas menjamin keamanan masyarakat justru terlibat dalam melakukan provokasi maupun penggerak massa. Secara struktural ini merupakan sebuah keniscayaan dalam sistem ekonomi yang sedang bertransisi untuk semakin terintegrasi ke dalam sistem kapitalisme global dengan segala prasyaratnya. Sebagian peristiwa seperti kerusuhan Ambon bahkan memperlihatkan turut berperannya konflik elit politik di tingkat pusat sebagai salah satu pemicu dan menjadi penggerak yang mampu membelokan potensi konflik di tingkat lokal yang memang sudah ada menjadi terbuka dan termanifestasi dalam pertikaian horisontal dalam masyarakat. Ambon. • • • • • Beberapa temuan lapangan dari investigasi atas peristiwa Mei 1998. Kewibawaan pemerintah pun jatuh terpuruk hingga titik nadirnya dihadapan rakyat sendiri oleh ketidakmampuannya. Ketapang. Logika ini menjadi alasan yang cukup bagi adanya dugaan bahwa kekuatan rejim lama di Indonesia memiliki kepentingan yang besar tetap eksis sebagai kekuatan yang dominan di dalam sistem politik di masa – masa yang akan datang. minimal terdapat dua kecenderung yang muaranya akan diarahkan pada penyiapan infrastruktur yang mampu menjamin kelangsungan investasi dan beroperasinya modal internasional. juga dapat menjadi bagian dari konflik yang timbul. Banyuwangi. Dalam kerangka ini pula kiranya Indonesia memiliki posisinya di dalam kondisi transisional yang terjadi akhir – akhir ini. atau minimal terkesan membiarkan berlangsungnya kerusuhan. Konsekuensinya adalah bahwa sisa – sisa kekuatan rezim lama di dalam tubuh negara saat ini. Kerusuhan dan gejolak amuk massa yang selalu dihadapi dengan represi oleh aparat hanya semakin menunjukan watak asli rezim yang militeristik. Dari pandangan di atas KONTRAS khawatir bahwa berbagai kerusuhan massal yang terjadi akhr – akhir ini justru dapat dijadikan alasan pembenar terhadap pembentukan rejim repressif untuk semakin ketat mengontrol rakyat. Dugaan ini muncul dari berbagai temuan lapangan dan kaitan – kaitan logis dari rangkaian peristiwa dan pembuatan kebijakan – kebijakan baru sebagai jawaban atas krisis dan kerusuhan yang terjadi. Alat – alat negara. Pranata dan peran – peran sosial dalam struktur masyarakat yang dibentuk Orde Baru tidak lagi berfungsi sebagaimana dibutuhkan. Dalam masa transisi tersebut. Sebagaimana umumnya terjadi negara – negara dunia ketiga. Kedenderungan kedua adalah munculnya kembali rejim yang tetap akan melestarikan sistem otoritarianismenya sebagai instrumen yang akan mengganggu perputaran modal. Dalam situasi yang serba tidak menentu dengan kerusuhan yang meledak dimana – mana.Lemahnya Negara Kekacauan politik dan sosial semacam yang terjadi di Indonesia saat ini sesungguhnya bukanlah khas dan satu – satunya. merupakan bagian yang tidak terpisah dari skenario pembentukan kekuasaan yang baru. melalui alat – alatnya. kekuatan kapitalisme internasional memanfaatkan rejim otoriter sebagai alat penjamin kepentingannya. Dua kecenderungan ini adalah menguatnya kembali kekuatan – keuatan konservatif oleh kebosanan menghadapi situasi transisi yang tidak menentu. tidak satupun pihak bertanggungjawab dan mampu secara .

Sehingga penambahan pasukan dan peningkatan status daerah militer adalah sebuah jawaban yang sangat tidak tepat sebagai solusi yang ditawarkan. penghidupan kembali Kodam – Kodam berimplikasi pada bertambahnya peran politik ABRI dalam kehidupan sipil. Ini bertentangan dengan apa yang telah dikemukakan oleh pemerintah dan ABRI serta tuntutan masyarakat yang luas untuk mengurangi peran sospol ABRI. Sehingga syarat pertama dalam upaya ini adalah terpisahnya secara jelas POLRI dari ABRI. KONTRAS melihat kejanggalan – kejanggalan atas pendirian Kodam baru tersebut sebagai berikut : 1. 4. seharusnya yang dimekarkan dan ditambah kapasitasnya adalah aparat kepolisian aparat pemilihara ketertiban umum di dalam masyarakat sipil. Pendirian Kodam baru bukanlah jawaban yang pas untuk meredam kerusuhan Upaya militer dalam menghidupkan kembali Kodam – Kodam yang pernah dilikuidasi. Yang lebih masuk akal. tidak terlihat upaya yang sungguh – sungguh dari Pemrintah Habibie untuk menyelesaikan persoalan. 5. 2. Bahkan birokrasi militer tidak jarang menjadi bagian dari masalah yang terjadi sebagai konsekuensi dari keterlibatan mereka dalam melakukan tindakan yang memarginalisasi rakyat. SH Badan Pekerja Koordinator MM BILLAH Badan Penasehat Anggota . Aparat keamanan terbukti tidak pernah sanggup menghadapi kerusuhan dan meredakan keadaan dalam menjamin keamanan. Ia lebih terlihat sebagai manuver ABRI untuk kembali memperkuat pengaruhnya dalam kehidupan sosial dan politik sipil seperti pada masa Orde Baru. Pasukan militer kita tidak dilatih dan disiapkan secara khusus untuk menghadapi kerusuhan – kerusuhan. Dalam kondisi negara porak poranda dan terus bergerak ke arah yang semakin mengkhawatirkan. Langkah yang ditempuh ABRI dengan meningkatka status wilayah dalam operasi teritorialnya dengan justifikasisebagai peredam kerusuhan. Ini memberikan kesan terhadap lemahnya pemerintahan Habibie. atau lebih parah bahkan pemerintah tidak bertanggungjawab terhadap negara yang mereka pimpin.• efektif mengendalikan situasi. Doktrin ABRI dalam operasi teritorial yang dimanifestasikan dalam bentuk Komando Daerah Militer adalah ditujukan sebagai upaya terhadap pertahan wilayah negara dari ancaman keamanan yang datang dari luar. 23 Maret 1999 M U N I R. Penanganan berbagai peristiwa kerusuhan selama ini telah membuktikan kepada kita bahwa aparat militer tidak mampu bertanggung jawab atas terjaminnya keamanan rakyat. Melihat pengalaman strtuktur pemerintahan Orde Baru. sebagaimana diungkapkan oleh ABRI bukanlah jawaban tepat atas tuntutan terhadap tanggung jawab mereka. Jakarta. 3. justru menunjukan kesan bahwa ABRI mengambil manfaat dari terjadinya kerusuhan yang terjadi selama ini.

SETARA Institute mencatat setidaknya kerusuhan serupa telah terjadi di kawasan Pasar Kramat Jati (Mei 2002). "Kerusuhan yang diikuti dengan kekerasan. Tapi berbagai fakta mutakhir justru menunjukkan kecenderungan yang sebaliknya. tapi juga mengorbankan rakyat. Menurutnya. Kerusuhan sosial bernuansa primordial tersebut hanya akan memutus jalinan kohesi sosial. praktik politisasi identitas haruslah tidak ditolerir. kerusuhan hanya akan memutus jalinan kohesi sosial. Budaya kekerasan yang terjadi di masyakat memerlukan perhatian sehingga sistem sosial dapat berjalan dinamis dan menghargai keberagaman. Selasa (1/6/2010). "SETARA Institute mengingatkan aparat pemerintahan DKI Jakarta untuk menciptakan sistem penyelesaian ketegangan sosial di akar rumput." paparnya. Jakarta Barat. Puluhan lapak dibakar. 01 Juni 2010 | 09:46 WIB Politisasi Identitas Ciptakan Ketegangan Sosial Baru (Vibizdaily-Polhukam) Bentrokan yang melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) kembali terjadi. "Eksploitasi politik identitas bukan hanya menunjukkan kelemahan kapital politik para elit negara. Peristiwa ini juga menyiratkan bahwa masyarakat Jakarta memiliki kelemahan dalam menyelesaikan ketegangan di akar rumput." ujar Ketua SETARA Institue Hendardi dalam rilis yang diterima. dan satu orang tewas akibat bentrokan yang terjadi di kawasan Duri Kosambi. Kerusuhan etnisitas adalah buah dari para elit dan penyelenggara negara yang gemar melakukan politisasi identitas untuk memupuk dukungan politik publik. "SETARA Institute menyesalkan adanya korban meninggal dunia dan kerugian material dari peristiwa kerusuhan etnis seraya menilai bahwa keberagaman suku bangsa haruslah menjadi nilai kohesi sosial. Oleh karena itu Hendardi meminta aparat kepolisian untuk bertindak tegas terhadap pelaku yang patut diduga terlibat aksi kekerasan yang menimbulkan nyawa seseorang dan kerusuhan yang berujung pada pembakaran rumah dan aset pribadi masyarakat. Hendardi mengatakan berbagai forum dan organisasi masyarakat yang selama ini sering menggunakan kekerasan dalam mengatasi persoalan sosial awalnya adalah cara-cara elit politik untuk kepentingan tertentu." tutupnya. . sejatinya bukanlah konstruksi sosial masyarakat Indonesia. Cakung (Juli 2002) dan Kebayoran Lama (Maret 2001 dan Mei 2007). Tangerang. sejumlah mobil hangus.Selasa." kata Hendardi. dan Cipondoh.

Kebiasaan ini seringkali dianggap "negative" oleh kelompok orang Tionghoa yang tinggal di daerah lain yang kental dengan agama non-Islam. bahkan di luar negeri sekalipun ada gotong royong. Cina Jawa. Kalau tidak. karena yang membedakan mereka hanya raut mukanya saja. Setelah sekian generasi beradaptasi dengan kelompok masyarakat sekitarnya. dsb. yang hanya mencari selamat sendiri. Assalam'mualaikum. Dalam kenyataannya. dsb. Bukan suatu yang aneh jika ada orang Tionghoa di daerah tertentu yang sering mengucapkan kata-kata : Isnya Allah. tentunya dengan pola yang berbeda-beda. yang tidak mempunyai rasa kebersamaan. untuk bisa mengerti pola pikir pihak yang lainnya. kehidupan sosial budaya orang Tionghoa Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Gotong royong merupakan salah satu sarana komunikasi sosial masyarakat yang paling efektif. Australia. Siskamling adalah salah satu bentuk kegiatan gotong royong. dan sekaligus sebagai sarana adaptasi bagi anggota baru masyarakat tersebut. dsb. tidak hanya di Bali. Di Jawa. oleh karena itu orang yang tidak mau ikut siskamling sering dianggap tidak mau bersosialisasi. Amerika. terbentuk dalam pola yang berbeda-beda mengikuti pola sosial budaya lingkungan masyarakat sekitarnya. Artinya bisa bergotong royong dalam berbagai kegiatan.(ma/MA/dtc) Herry Analisis Kondisi Sosial Budaya dan Sosial Politik Tionghoa Indonesia Gotong royong ada di mana-mana. PERKEMBAGAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT TIONGHOA INDONESIA Nenek moyang orang Tionghoa Indonesia. di Kalimantan. tidak akan ada keturunannya sampai sekarang. orang Tionghoa yang sehari-hari bergaul dengan masyarakat setempat yang kental ke-Islamannya. Mereka sering dicap sebagai orang yang apatis. Tidak jarang pula pandangan negative datang dari orang Tionghoa yang tinggal di negara-negara maju yang "menjunjung tinggi demokrasi". sulit untuk membedakan kehidupan sosial budaya Cina Sunda dengan orang Sunda asli. bahwa orang Tionghoa Indonesia tidak mempunyai keberanian untuk menegakkan hak azasinya sendiri. sejak kedatangannya dahulu bisa beradaptasi dengan masyarakat setempat. Cina Padang. Wassalam'mualaikum. Dalam proses adaptasi tersebut. dsb. termasuk juga yang tinggal di Eropa. di Sumatra. Begitu juga dengan orang Tionghoa yang tinggal di daerah-daerah lain. Astagfirullah. Secara berseloroh kita sering mendengar istilah Cina Sunda. ucapan-ucapan yang berasal dari agama Islam menjadi kebiasaan sehari-hari. khususnya yang sudah beberapa generasi lahir di Indonesia. yang tidak berani menentang diskriminasi rasial terhadap . Dalam hal ini perlu pemikiran positive dari pihak yang satu.

termasuk di negara yang "menjunjung tinggi demokrasi". Sebagian besar orang Tionghoa Indonesia adalah keturunan campuran dari pria Cina yang datang dari Tiongkok dengan wanita setempat. mengapa cukup banyak orang Tionghoa yang tidak setuju dengan pembentukan parpol berbasis keTionghoa-an di Indonesia. dan third class citizen. Sejak munculnya larangan tsb. Di sini juga perlu pemikiran positive dengan kepala dingin. Dalam masa pemerintahan Bung Karno. Secara garis besar dikenal ada tiga macam bentuk parpol Tionghoa saat itu. dlsb. Juga adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri. Australian Chinese. khususnya pada masa Orde baru yang melarang semua kegiatan sosial budaya yang berasal dari Cina. telah terjadi pergeseran yang siginificant dalam agama-agama orang Tionghoa Indonesia. dengan orientasi politik yang berbeda-beda bahkan cenderung bertentangan. yaitu yang berlandaskan Katolik dan yang berlandaskan Protestan bersama sekte-sekte di bawahnya. Oleh karena itu muncul sindiran first class. meskipun secara tekhnis cukup banyak orang-orang dari ras minorotas yang lebih mampu. orang Tionghoa Indonesia adalah kelompok masyarakat yang unik. sebagian secara diam-diam tetap bertahan dengan agama-agama Sam Kaw. di mana Kristen identik dengan . Sejalan dengan perkembangan politik di Indoensia.dirinya. Pergeseran ini telah mendorong perkembangan agama Kristen yang cukup pesat pada masa Orde Baru. sehingga berpengaruh pula pada kekuatan politik yang berlandaskan agama Kristen di Indonesia dan sekaligus merubah pandangan politik sebagian orang Tionghoa Indonesia. Ini merupakan salah satu alasan. umumnya berasal dari Cina Belandis (orang Tionghoa yang berpendidikan Belanda). Fakta membuktikan. di samping alasan-alasan lain berdasarkan pandangan politik masing-masing individu. jabatan publik yang penting hampir semuanya dipegang oleh ras mayoritas. Istilah Kristen sendiri di Indonesia menjadi rancu. di dalamnya penuh dengan pertentangan pendapat satu sama lain. dsb. Secara garis besar kekuatan politik yang berlandaskan agama Kristen di Indonesia dapat dibagi dua. maka pandangan politik orang Tionghoa juga berkembang menjadi sangat beragam. bahwa diskriminasi rasial ada di mana-mana. PERKEMBAGAN SOSIAL POLITIK MASYARAKAT TIONGHOA INDONESIA Akibat perkembangan kehidupan sosial budaya yang berbeda-beda tsb. yang tidak bisa diperbandingkan langsung dengan Malaysian Chinese. orang Tionghoa yang beragama Kristen (Katolik dan Protestan + sekte-sekte di bawahnya). second class. agama Kristen menjadi pilihan utama Tionghoa Indonesia. dan hanya sebagian kecil yang memilih agama Islam. Sejarah membuktikan bahwa organisasi sosial politik orang Tionghoa di Indonesia sejak pra kemerdekaan sangat rapuh. Singaporean Chinese.

Namun dalam kenyataannya. . bukan semuanya. orang Tionghoa Indonesia nyaris tidak mengalami masalah yang berarti dengan masyarakat sekitarnya. usaha-usaha untuk menghapus tindakan diskriminatif rasial dapat dibagi dalam 2 macam pendekatan. Dalam kehidupan pribadi sehari-hari. Pendekatan Hukum. yang secara kebetulan di kota-kota besar umumnya relatif lebih makmur dari kehidupan masyarakat sekitarnya. seolah-olah Katolik bukan Kristen. Selama masa Orde Baru. semua UU dan Peraturan ex Nederlansche Indie diambil alih oleh pemerintah RI. termasuk pula UU dan Peraturan yang bersikap diskriminatif rasial terhadap Tionghoa Indonesia. Dengan pergeseran agama tersebut. Fakta lain. UU hanya bisa dihapus dengan UU yang baru. dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dalam hal ini harus dibedakan antara diskriminatif resmi yang dilakukan pemerintah melalui UU & Peraturan. Oleh karena itu. Berdasarkan hukum Ketatanegaraan Indoensia. usaha-usaha untuk mempersatukan orang Tionghoa dalam suatu wadah politik menjadi semakin kabur dan nyaris mustahil. USAHA-USAHA UNTUK MENGHAPUS TINDAKAN DISKRIMINATIF RASIAL Persoalan utama yang dihadapi orang Tionghoa Indonesia adalah tindakan diskriminatif rasial yang dilakukan SEBAGIAN KECIL anggota masyarakat. Kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum birokrat dengan semangat korupsi yang tinggi untuk memeras orang Tionghoa. Sehingga muncul pemikiran praktis agar pandangan politik orang Tionghoa disalurkan ke partai-partai politik yang sudah ada. Persoalan baru muncul jika berhubungan dengan isntansi pemerintah. Dalam proses penyerahan kedaulatan. sehingga sering muncul pertanyaan apakah sebenarnya oknum pejabat tsb rasialis atau hanya sekedar korupsi. yaitu pendekatan hukum dan pendekatan sosial. ataupun dengan sekelompok masyarakat tertentu. pandangan politik orang Tionghoa menjadi lebih beragam dibandingkan masa sebelumnya. a. dan disktriminatif sosial yang dilakukan oleh sebagian kecil anggota masyarakat.Protestan. tentunya dengan beberapa pengecualian. malah ditambah dengan berbagai UU dan Peraturan lain yang lebih rasialis. UU dan Peraturan yang rasialistis ini bukannya dihapuskan. Tapi di lain pihak ada pula yang beranggapan bahwa Katolik dan Protestan adalah sama saja. Dengan demikian. Oleh karena itu banyak sekali UU dan Peraturan di Indonesia yang secara de facto masih berlaku adalah sisa-sisa peninggalan Belanda. di mana UU yang baru harus disyahkan DPR. oknum-oknum pejabat tsb banyak yang bersahabat baik dengan orang-orang Tionghoa. oknumoknum pejabat tsb juga memeras kalangan non-Tionghoa yang dianggap kaya. Dalam kenyatannya ada perbedaan yang significant antara paham politik berlandaskan Katolik dan Protestan. Inilah salah satu keunikan lain dari masyarakat Tionghoa Indonesia.

baik formal maupun informal. baik Tionghoa maupun non Tionghoa. bisa disebutkan antara lain : pelayanan rumah sakit dengan subsidi silang untuk membantu pihak yang kurang mampu. gotong royong dalam membangun sarana umum. Dalam kenyataannya. tidak mudah untuk menghapus UU sedemikian banyaknya. Pola pendekatan sosial. Dalam hal ini pola pendakatan yang dimaksud ibarat pepatah : memberi kail. sebenarnya sudah sejak lama dilakukan oleh kalangan Tionghoa Indonesia pada masa pemerintahan Bung Karno. Di luar kegiatan sekolah. semua murid disuruh bekerja membuat barang tertentu. dan lain-lain. b. tapi dalam kenyataannya banyak yang sudah tidak dipakai lagi. diharapkan akan muncul pemikiran baru yang mematahkan pemikiran lama yang menganggap bahwa orang Tionghoa selalu hidup exclusive. gotong royong dalam menghadapi bencana alam. di samping sibuk mengisi kantong pribadinya. bukan memberi ikan. Salah satu contoh yang dapat dikemukakan adalah sekolah yang didirikan oleh dr. Kail yang dimaksud bisa bermacammacam jenisnya. dan kerja sama usaha yang saling menguntungkan. Dengan bergotong royong. agar lebih efektif dan efisien sejalan dengan kondisi saat ini. kondisi ini memungkinkan birokrat mempunyai kesempatan untuk bersikap rasialis terhadap orang Tionghoa. sehingga muncul nada-nada sumbang terhadap tuntutan mereka. diharapkan secara bertahap akan muncul pandangan positif terhadap kalangan Tionghoa yang selama ini cenderung dicap hanya mau mencari untung semata-mata. yang hasilnya untuk membiayai sekolah mereka sendiri. karena DPR saat ini masih sibuk menangani persoalan-persoalan baru yang muncul selama masa trasisi. Sesuai dengan hukum Ketatanegaraan di Indonesia. Sampai sekarang tidak jelas kemajuan tuntutan tsb sampai di mana. untuk mengapus UU dan Peraturan tsb bukan pekerjaan yang mudah. dalam usaha-usaha untuk menghapus tindakan diskriminatif rasial terhadap orang Tionghoa Indonesia. Pada prinsipnya. tanpa pandang bulu. Di kalangan orang Tionghoa moderat. muncul usaha-usaha untuk menghapus 62 macam UU dan Peraturan yang bersifat rasialistis. muncul pemikiran untuk mengintensifkan kembali pendekatan sosial. Pendekatan Sosial. antara lain melalui pendidikan. namun mereka tetap melaksanakan protes terhadap pemerintah.Simon Tan di Medan. pola pendekatan sosial yang dimaksud adalah cooperative persuasif untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. termasuk sisa-sisa UU dan Peraturan ex Nederlandsche Indie. Melalui berbagai macam pendekatan tersebut. Dengan cara ini akan terjalin suatu rasa kebersamaan antara murid-murid Tionghoa dan non Tionghoa. Murid-muridnya hampir semua berasal dari kalangan miskin. UU dan Peraturan lama tsb walaupun de facto masih berlaku. Para akhli hukum juga tahu. Pemikiran baru yang muncul hanya merubah strategi pendekatan.Dalam masa reformasi. yang kelak setelah terjun ke masyarakat . Di mata para akhli hukum. perbaikan kampung. Dalam bidang sosial kemasyarakatan.

dr.Tan bisa melakukan diplomasi sembako kalau tidak ada hubungan baik sebelumnya.Tan menghimpun dana untuk pembagian sembako tsb hanya dari bunga deposito para donaturnya. Contoh lain adalah usaha yang dilakukan alm.yahoo. sesaat setelah kerusuhan Mei 98 di Jakarta. akan sangat sulit diterima kelompok masyarakat Tionghoa di masing-masing daerah. Masyarakat Tionghoa Indonesia merupakan masyarakat yang sangat heterogen. Pola pikir sosial politik "pihak luar" dengan latar belakang sosial budaya yang berbeda. dan secara tekhnis lebih mudah dilaksanakan. Pendekatan hukum dalam usaha menghapus tindakan diskriminatif rasial.com/group/tionghoa-net/messages/ ) sekitar 2 bulan yang lalu . c. meskipun secara psychologis bukan sesuatu yang mudah. Mustahil dr. Uniknya. bertentangan dengan paham sekularisme yang didukung hampir seluruh masyarakat Tionghoa Indonesia. Tidak banyak orang yang tahu. b. sedangkan pokok deposito dikembalikan kepada pemiliknya masingmasing.Tan Tjin Hong di Bandung pada tahun 1998. Pandangan politik masyarakat Tionghoa. a. Sangat ideal jika semua UU dan Peraturan rasial bisa dihapus. jika dikombinasikan dengan pandangan politik berdasarkan agama tertentu. tapi lebih tergantung pada pribadi oknum birokrat yang terlibat.Tan yang melakukan diplomasi sembako ke berbagai pihak yang mampu mengendalikan massa yang potensial melakukan kerusuhan ala kerusuhan Mei 98.dr. d. Beberapa kasus menunjukkan. bahwa Bandung saat itu aman berkat jasa dr. sejalan dengan banyaknya suku-suku di Indonesia yang berpengaruh dalam terhadap kehidupan sosial budaya masing-masing. Bandung 11 November 2002 Herry Antono Catatan: Tulisan di atas pada awal November 2002 pernah dimuat di milis tionghoanet ( http://groups. informasi tentang dr. Sayangnya. bahwa pendekatan sosial ternyata lebih efektif dalam usaha mengeliminir tindakan diskriminatif rasial. e. Padahal Bandung saat itu sudah dijadikan target kerusuhan berikutnya setelah Solo. tapi tindakan diskriminatif rasial tidak tergantung ada tidaknya UU dan Peraturan yang bersifat diskriminatif.dapat diharapkan akan menjadi pionir-pionir yang bebas dari sikap diskriminatif. KESIMPULAN. secara tekhnis tidak mudah dilaksanakan dan akan memakan waktu lama.Simon Tan sangat terbatas sekali. Sekian dan terima kasih.

Unsur kedaerahan. Andi Suruji. Simon Saragih. Laporan akan dituangkan dua hari berturut-turut. menjadikan negara mandiri yang merdeka. Republik Indonesia . 21 Desember 1998 LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Krisis Ekonomi 1998. padahal dulu mereka sendiri turut mendukung berdirinya negara kesatuan Indonesia itu . Yosef Umar Hadi. Ninuk M Pambudy. dengan mengumpulkan harta benda rakyat. Senin (21/12) dan Selasa. Dedi Muhtadi. Ini adalah pesawat terbang pertama yang dimiliki negara ini . Itulah istilah yang paling pantas diberikan bagi perekonomian Indonesia sepanjang tahun 1998. Setelah berpuluh-puluh tahun terbuai oleh pertumbuhan yang begitu mengagumkan. dan Yovita Arika. lepas dari induknya. tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi begitu hebat. Isyarat ini semakin kuat denyutnya dalam detak jantung kehidupan politik bangsa Indonesia akhir-akhir ini . Mungkin dia akan selalu diingat. di Rubrik UTAMA dan Rubrik OPINI. Semua dituliskan oleh wartawan ekonomi Kompas. Laporan akhir tahun ekonomi akan mengungkap semua persoalan itu dan mencoba menggambarkan keadaan untuk tahun mendatang. Namun. masyarakat Aceh telah menunjukkan dukungan mutlak terhadap kemerdekaan yang diproklamasikan Bung Karno dan Bung Hatta. Subur Tjahjono. Banu Astono. Begitu pula masyarakat Papua yang memilih menjadi bagian dari Republik Indonesia pada awal 1960 an . 3/2000 Abstrak:Akhir-akhir ini terlihat semacam isyarat yang mengarah kepada kemungkinan akan terjadinya disintegrasi dalam kehidupan bangsa . sekarang mereka seolah-olah merasa kecewa. Sri Hartati Samhadi. Tjahja Gunawan. Pieter P Gero. No. Disintegrasi Senin. sebagaimana kita selalu mengingat black Tuesday yang menandai awal . Pada awal kemerdekaan dengan mengerahkan segala potensi yang ada padanya. membeli dan menyerahkan sebuah pesawat terbang yang diberi nama Seulawah menjadi milik negara yang baru merdeka itu .DISINTEGRASI SOSIAL : SEBUAH TINJAUAN BUDAYA Oleh: Sjafri Sairin Artikel di Jurnal Humaniora Volume XII. TAHUN 1998 menjadi saksi bagi tragedi perekonomian bangsa. dan ingin berdiri sebagai negara mandiri. Ferry Irwanto. Kata Kunci:Kerusuhan sosial. Tragedi tak Terlupakan PENGANTAR REDAKSI "KEAJAIBAN yang hilang". Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Sejumlah orang Aceh dan Papua secara transparan telah menunjukkan keinginannya untuk melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hanya dalam waktu setahun. Krisis yang sudah berjalan enam bulan selama tahun 1997. besarnya utang luar negeri yang segera jatuh tempo. sektor apa di negara ini yang tidak goyah. Rupiah yang melayang. juga sebagai reaksi terhadap angka-angka RAPBN 1998/ 1999 yang diumumkan 6 Januari 1998 dan dinilai tak realistis.850/dollar AS pada tahun 1997. Terpuruknya kepercayaan ke titik nol membuat rupiah yang ditutup pada level Rp 4. tenggelam begitu saja. meluncur dengan cepat ke level sekitar Rp 17. Krisis ekonomi Indonesia bahkan tercatat sebagai yang terparah di Asia Tenggara. selain akibat meningkatnya permintaan dollar untuk membayar utang. Bahkan situasi seperti lepas kendali. Selama periode sembilan bulan pertama 1998. situasi perdagangan internasional yang kurang menguntungkan. ketidakpastian suksesi kepemimpinan.5 milyar dollar AS adalah utang swasta yang dua pertiganya jangka pendek. namun terbukti tidak bisa segera memperbaiki stabilitas ekonomi dan rupiah. Bahkan kursi atau tahta mantan Presiden Soeharto pun goyah. dalam tahun 1998 dengan cepat berkembang menjadi krisis ekonomi. Katakan. tak pelak lagi merupakan periode paling hiruk pikuk dalam perekonomian. berlanjut lagi krisis sosial kemudian ke krisis politik. . sikap plin-plan pemerintah dalam pengambilan kebijakan. Efek bola salju Faktor yang mempercepat efek bola salju ini adalah menguapnya dengan cepat kepercayaan masyarakat.000/dollar AS pada 22 Januari 1998. dan bencana alam La Nina yang membawa kekeringan terburuk dalam 50 tahun terakhir. Dampak krisis pun mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Sementara pada saat itu cadangan devisa tinggal sekitar 14. dia juga berkembang menjadi krisis total yang melumpuhkan nyaris seluruh sendi-sendi kehidupan bangsa. memburuknya kondisi kesehatan Presiden Soeharto memasuki tahun 1998. Mungkin Soeharto. dunia usaha. dan akhirnya dia tinggalkan. Prestasi ekonomi yang dicapai dalam dua dekade. Dari total utang luar negeri per Maret 1998 yang mencapai 138 milyar dollar AS. sekitar 72. Dana Moneter Internasional (IMF) mulai turun tangan sejak Oktober 1997. krisis yang semula hanya berawal dari krisis nilai tukar baht di Thailand 2 Juli 1997. atau terdepresiasi lebih dari 80 persen sejak mata uang tersebut diambangkan 14 Agustus 1997. bagai layang-layang yang putus talinya. Akhirnya. yang menjadi pemicu semua itu.berkembang semakin buruk dalam tempo cepat.44 milyar dollar AS. Seperti efek bola salju. Dia juga sekaligus membalikkan semua bayangan indah dan cerah di depan mata menyongsong milenium ketiga. perubahan dramatis terjadi.resesi ekonomi dunia tanggal 29 Oktober 1929 yang juga disebut sebagai malaise. di mana sekitar 20 milyar dollar AS akan jatuh tempo dalam tahun 1998. selama sisa hidupnya akan mengutuk devaluasi baht.

sektor ekspor yang diharapkan bisa menjadi penyelamat di tengah krisis. pada 15 September 1998. 16. jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan juga meningkat mencapai sekitar 50 persen dari total penduduk. Pengangguran melonjak ke level yang belum pernah terjadi sejak akhir 1960-an. Anjloknya rupiah secara dramatis. terus menciut tajam menjadi kontraksi sebesar 7.1 persen dibandingkan periode . ketergantungan besar pada komponen impor. dan dua dari tiga penduduk Indonesia disebut Organisasi Buruh Internasional (ILO) dalam kondisi sangat miskin pada tahun 1999 jika ekonomi tak segera membaik. dengan angka inflasi Februari mencapai 12.9 persen kuartal III 1998. 292.088 dollar/kapita tahun 1997.87 persen dan 14.75 persen pada awal krisis). ternyata sama terpuruknya dan tak mampu memanfaatkan momentum depresiasi rupiah. akibat beban utang. menyebabkan pasar uang dan pasar modal juga rontok. menyebabkan kesulitan bank semakin memuncak.54 persen. Sektor yang paling terpukul terutama adalah sektor konstruksi. Di pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) anjlok ke titik terendah. manufaktur. dan persaingan ketat di pasar global. bahkan ratusan perusahaan. Puluhan. Data Badan Pusat Statistik juga menunjukkan. bertumbangan.4 persen pada kuartal ketiga 1997 dan nol persen kuartal terakhir 1997. ekspor migas anjlok sekitar 34.12 poin. Sementara si kaya sibuk menyerbu toko-toko sembako dalam suasana kepanikan luar biasa. Sekitar 70 persen lebih perusahaan yang tercatat di pasar modal juga insolvent atau nota bene bangkrut. Selama periode Januari-Juni 1998. dari 467. mulai dari skala kecil hingga konglomerat.155 dollar/kapita tahun 1996 dan 1. dan 17. khawatir harga akan terus melonjak.9 persen pada kuartal I 1998. dinaikkannya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) menjadi 70. Perbankan mengalami negative spread dan tak mampu menjalankan fungsinya sebagai pemasok dana ke sektor riil.Krisis yang membuka borok-borok kerapuhan fundamental ekonomi ini dengan cepat merambah ke semua sektor.8 persen dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) menjadi 60 persen pada Juli 1998 (dari masing-masing 10. bank-bank nasional dalam kesulitan besar dan peringkat internasional bank-bank besar bahkan juga surat utang pemerintah terus merosot ke level di bawah junk atau menjadi sampah. dan perbankan. Akibat PHK dan naiknya harga-harga dengan cepat ini. Demikian pula laju inflasi hingga Agustus 1998 sudah 54. perekonomian yang masih mencatat pertumbuhan positif 3. menciut menjadi 610 dollar/kapita tahun 1998. Sementara kapitalisasi pasar menciut drastis dari Rp 226 trilyun menjadi Rp 196 trilyun pada awal Juli 1998.67 persen. Di pasar uang. yakni sekitar 20 juta orang atau 20 persen lebih dari angkatan kerja. Di sisi lain. sehingga melahirkan gelombang besar pemutusan hubungan kerja (PHK).5 persen kuartal II 1998. Pendapatan per kapita yang mencapai 1.339 pada awal krisis 1 Juli 1997. kesulitan trade financing.

Pada 4 April 1998. rusaknya jaringan distribusi nasional. Kesulitan perbankan di satu sisi bisa tertolong karena tidak lagi harus dicecer nasabah panik. juga dalam tekanan akibat surutnya penerimaan. Sementara di sisi lain. Bahkan memicu adrenali masyarakat. jaminan itu tak kunjung bisa mengakhiri krisis perbankan yang sudah . terputusnya pembiayaan luar negeri. sektor fiskal yang diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi. sebelum akhirnya ide tersebut ditinggalkan sama sekali tanggal 20 Maret. Tragedi berdarah ini memicu pelarian modal dalam skala yang disebut-sebut mencapai 20 milyar dollar AS. Ditinggalkannya rencana CBS dan janji pemerintah untuk kembali ke program IMF. telah sempat menghilangkan berbagai momentum atau kesempatan untuk mencegah krisis yang berkelanjutan. Akan tetapi kelimbungan Soeharto. yang sebelumnya terbilang tenang menjadi beringas. dan ditangguhkannya banyak rencana investasi asing di Indonesia. Namun demikian. dan lebih sibuk dengan manuvernya untuk merebut hati rakyat. yang menuntun ke tumbangnya Soeharto pada 21 Mei 1998. gelombang hengkang para pengusaha keturunan. kita telah menyaksikan episode terburuk perekonomian sepanjang tahun 1998. Tindakan likuidasi tanpa memperhitungkan kepanikan nasabah. Kemarahan rakyat atas ketidakberdayaan pemerintah mengendalikan krisis di tengah harga-harga yang terus melonjak dan gelombang PHK. membuat dukungan IMF dan internasional mengalir lagi. dan IMF sempat menangguhkan bantuannya. Antrean panjang nasabah menyambut industri perbankan awal tahun 1998. Untung ada jaminan atas simpanan nasabah. Situasi yang terus memburuk dengan cepat membuat pemerintah seperti kehilangan arah dan orientasi dalam menangani krisis. Di tengah posisi goyahnya. tidak banyak menolong keadaan. kerusuhan dan bentrokan berdarah di Ibu Kota dan berbagai wilayah lain. yang dikeluarkan pemerintah awal tahun 1998 juga. Munculnya pemerintahan baru yang tidak memiliki legitimasi. sosial. dan politik dengan cepat ini setidaknya terus berlangsung hingga kuartal kedua.sama 1997. karena memperoleh keberatan di sana-sini bahkan sempat memunculkan ketegangan dengan IMF. Begitulah. bahkan kuartal ketiga 1998. Soeharto sempat menyampaikan konsep "IMF Plus". Letter of Intent ketiga ditandatangani.* LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Era Bank-bank Bangkrut INDUSTRI perbankan selama tahun 1998 begitu hiruk-pikuk. menjadi awal dari semua prahara perbankan itu. yakni IMF plus CBS (Currency Board System) di depan MPR. segera berubah menjadi aksi protes. Mereka benar-benar telah menempatkan kepercayaan pada bank di bawah telapak kaki. sementara ekspor nonmigas hanya tumbuh 5. Anomali Krisis kepercayaan ini menciptakan kondisi anomali dan membuat instrumen moneter tak mampu bekerja untuk menstabilkan rupiah dan perekonomian. Pemburukan kondisi ekonomi.36 persen.

yakni suku bunga kredit yang lebih tinggi ketimbang suku bunga simpanan nasabah. Borok-borok itu. ada sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk menyehatkan perbankan. Beban bankir semakin bertambah saja. Bahkan sebagian besar saham-saham bank swasta telah dicengkeram oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Selain warisan dari penyakit masa lalu. Meski demikian. Tarik ulur hampir selalu mewarnai kebijakan pemerintah atas perbankan. Ambil contoh.berkembang menjadi kronis. Akan tetapi pengenaan suku bunga BLBI. Namun pemerintah pun kini bagai tunggang langgang. pemerintah menjadi penolong mayoritas kesulitan perbankan. Kebijakan di bidang keuangan dan perbankan seringkali direvisi. Kekhawatiran akan bisnis yang tidak nyaman di Indonesia. terjerat kredit macet. Pertama adalah warisan dari kepanikan nasabah yang mengakibatkan sumber pendanaan kosong melompong. Resesi ekonomi telah mencampakkan semua kredit yang disalurkan menjadi sampah. Pemilik bank juga bangkrut. bank-bank kita sudah tinggal gedung-gedung saja tanpa isi. pemilik bank sendiri harus menyuntikkan modal untuk memberi roh pada perbankan. Bank Indonesia memang menyuntikkan likuiditas berupa BLBI. jauh dari memadai. angka Rp 257 trilyun itu juga bukan hal mudah untuk dipenuhi. sangat jelas terlihat pada peringkat perbankan yang mayoritas berkategori B (modal sudah menjadi negatif 25 persen terhadap aset) dan C (modal sudah negatif di bawah 25 persen) terhadap aset. Pemerintah memang merencanakan rekapitalisasi dengan penerbitan obligasi. sebagian kredit itu telah menguap dan sebagian besar menjadi simpanan pemilik bank yang ada di sistem perbankan internasional. Idealnya. Akan tetapi pengambilalihan Bank Indonesia atas saham-saham perbankan nasional. Kredit bermasalah bank sendiri pun mencapai kurang lebih Rp 300 trilyun. Idealnya. telah membuat mereka lari tunggang langgang. Secara de facto. ** SEBELUM rencana rekapitalisasi. karena kredit yang disalurkan ke kelompok sendiri. Bisa dikatakan. kebijakan yang dikeluarkan pun-untuk menyehatkan perbankan-seperti anak-anak bermain tali. tiba-tiba dihadapkan pada beban dashyat akibat borok-borok industri perbankan. Akan tetapi angka itu dianggap terlalu moderat. pola pengembalian . sebagaimana di berbagai negara. Akibatnya terjadi negative spread. Tambahan pula. Akan tetapi itu tidak dapat dilakukan. ada beberapa karakter yang membantai industri perbankan selama tahun 1998. Diperkirakan akan ada Rp 257 trilyun untuk menyuntikkan modal perbankan. BI harus menanggung semua beban yang ada di perbankan. pemilik saham mayoritas perbankan nasional adalah pemerintah melalui Bank Indonesia. Akibatnya. juga tak menyelesaikan masalah. telah pula menjadikan pemilik menghadapi beban yang terus bertambah. Ada lagi faktor lain yang mewarnai. Ironisnya.

Lalu bagaimana prospektif perbankan nasional? Hingga saat ini tak ada yang bisa memberikan jawaban tuntas. Maka itu. Aliran modal itu. Kebijakan yang hendak dilaksanakan itu pun. Tahun 1999. Hingga kini semua itu masih menjadi tanya besar? Maka itu. likuidasi adalah suatu yang tak terhindarkan. Setelah kebijakan pengembalian BLBI sudah agak terang dan jelas. termasuk Indonesia. tetapi untuk menyehatkan industri perbankan. juga masih merupakan langkah sumir. domestik maupun dunia internasional di berbagai seminar. peran aliran modal sudah menjadi penyangga perekonomian. Untuk kawasan Asia Pasifik. Bagaimana pun. yang bisa dikatakan. *** DI tengah kebingungan itu. belum memperjelas arah kebijakan pemerintah yang hendak ditempuh dalam dunia perbankan. Kalaupun ada yang bisa beroperasi normal. kebijakan pemerintah yang plintat-plintut bisa membingungkan pelaku pasar dan mengurangi kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan. mengamati industri perbankan sepanjang tahun 1999 adalah sesuatu yang mereka nantikan. atau bankbank swasta yang selama ini cukup berhati-hati menyalurkan dananya. kemudian diubah lagi menjadi satu tahun. Mereka belum cukup mampu mengucurkan kredit. jangan heran jika masyarakat terus bingung. Dengan rekapitalisasi perbankan pemerintah berobsesi menciptakan perbankan yang sehat dan kuat serta mampu bertarung di pasar global. dalam dunia yang sudah terintegrasi ini. hal itu sudah terjadi. industri perbankan belum bisa diharapkan beroperasi seperti sediakala. kita bertanya. juga sangat kebingungan melihat endemik penyakit perbankan. Akan tetapi jumlah bank yang bisa bertindak seperti hanya dalam bilangan jari tangan. Itu merupakan bagian dari reformasi perbankan. tahun 1999. Namun keunikan Indonesia. hal itu mutlak diperlukan. pemerintah menetapkan batas waktu empat tahun bagi pemilik lama saham mayoritas bank beku operasi (BBO) dan bank take over (BTO) untuk menyelesaikan kewajibannya. Sebenarnya kebingungan dan kepanikan dalam masyarakat secara tidak langsung diciptakan sendiri oleh pemerintah melalui kebijakan yang tidak utuh. Aliran modal lainnya. itu hanyalah bank-bank asing atau campuran. Sebelumnya pemerintah menentukan batas waktu pengembalian BLBI selama lima tahun. Sebagaimana diketahui. Namun yang jelas. adalah yang juga disebut sebagai foreign direct investment (aliran investasi asing langsung). sekarang muncul program rekapitalisasi (penambahan modal) perbankan yang merupakan bagian dari kebijakan restrukturisasi perbankan nasional.dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang berubah-ubah. termasuk yang dalam kategori investasi portofolio-berbentuk saham obligasi atau produk di pasar uang lainnya. Bagaimana menyehatkan perbankan. Berbagai kalangan. dan sekaligus juga perbankan satu negara. Maka itu. . Sebenarnya ada hal paling urgen yang kelihatannya tak punya korelasi. Sampai akhirnya setelah melalui bebagai perdebatan. akan masih terus dilanjutkan dengan sejumlah pertanyaan bagaimana menyelesaikan perbankan.

apabila diinginkan ekonomi akan segera pulih. Sebaliknya tokoh-tokoh nasional juga harus berani mengakui pemerintahan yang sekarang. adil. maka dengan cepat ekonomi Indonesia akan pulih. Korea Selatan dan Thailand. apabila . untuk berkunjung pun mereka sudah enggan. serta demokratis harus benar-benar dilaksanakan dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. masuknya aliran modal asing sebagai jalan terbaik dalam pemulihan ekonomi hanya bisa terjadi kalau ada pemerintahan yang bersih. Artinya perekonomian nasional berada di persimpangan jalan antara kemungkinan terjadi recovery dan kehancuran. LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Pemulihan Ekonomi Tergantung Penyelesaian Agenda Politik PELAKSANAAN agenda politik secara aman. diharapkan tokoh-tokoh yang terlibat menyamakan persepsi bahwa pemilu harus berhasil dan sesuai aspirasi rakyat. pemerintahan yang demokratis dan didukung rakyat. Mulai saat ini harus dipersiapkan. adalah negara yang paling jitu dan lihai. mengingat intensitas kekerasan dan kejadian perampokan dan penjarahan yang membuat masyarakat merasa tidak aman masih sering terjadi.tidak bisa segera membalikkan arus modal keluar menjadi arus modal masuk. ketenangan politik. bahwa dirinya bersifat transisi dan hanya mempersiapkan pemerintahan yang akan datang. tertib dan sesuai dengan aspirasi sebagian besar rakyat merupakan keharusan. kondisi perekonomian di tahun 1999 berada dalam situasi yang kritis. Namun bayangan kegagalan masih berkecamuk. Sebaliknya. Selain masalah politik. *** MELIHAT pentingnya faktor penyelesaian politik. Karena itu. serta demokratis. keinginan seluruh rakyat Indonesia yang menghendaki agar pemilu berlangsung jujur. Melalui dialog nasional tersebut. Kita sama-sama menghendaki. didukung rakyat. transparan. Pemerintah sekarang berani mengakui. meski dipandang menarik. Laksamana Sukardi menilai. Investor bersikap menunggu. Untuk Indonesia. adalah hal mutlak yang harus didengarkan otoritas. Jangankan untuk berbinis. serta menyadari pentingnya kembali arus modal masuk itu. rencana pegelaran dialog nasional sangat penting. Menurut dia. Oleh karena itu. lancar. adanya kepastian hukum dan sistem peradilan yang independen. Apabila demikian. maka pemulihan ekonomi sulit diharapkan dalam waktu cepat. tetapi kerusuhan berdarah telah membuat investor ngeri untuk masuk ke Indonesia. Peluangnya separuh-separuh. Kedua hal itu menjadi syarat pembentukan pemerintahan yang bisa dipercaya rakyat. bila kerusuhan sosial terus meningkat dan pemilu tidak dapat dilaksanakan. Suksesnya pemilu dan Sidang Umum di tahun 1999 tidak serta merta terjadi begitu saja. karena investor pasti akan datang kembali ke Indonesia. apakah pemilu akan berjalan jujur dan adil. pembenahan sektor ekonomi terutama moneter juga sangat penting.

maka kredibilitas turun dan investor enggan masuk ke Indonesia. mengakhiri krisis perbankan kepercayaan dunia internasional terhadap pemerintah tergantung dari penyelesaian utang tersebut. Oleh karena itu. tetapi intensitas kekerasan sudah cukup tinggi. pemerintah harus berani melakukan penutupan bank-bank yang memang tidak solvent. maka tidak akan ada kegiatan ekonomi. tetapi luar negeri. Yang dikhawatirkan ialah kalau terjadi gejolak sosial akibat kegagalan pemilu yang tidak menampung aspirasi rakyat. Sebab. dengan demikian hanya tinggal sedikit bank yang kuat dan profesional. maka yang ada hanya rasa waswas dan gamang. Dua persoalan mendasar yang harus diselesaikan. sebagai pengusaha pihaknya memang harus optimis. Meliuk-liuk Bagai Ular . karena tidak ada kodal kerja dan perdagangan. Atas dasar pertimbangan keselamatan. Dengan pertimbangan-pertimbangan seperti itu. Kabut tebal (situasi sosial politik-Red) menyebabkan pengendara (baca: pengusaha) tidak bisa memandang jauh ke depan. Pertama. para pengusaha hanya meningkatkan volume dan penjualan dari yang sudah ada. maka pengendara itu tidak punya pilihan lain kecuali menghentikan perjalanannya dan menunggu sampai kabut itu berlalu. masalah utang luar negeri pemerintah dan swasta. dunia usaha melihat kondisi perekonomian nasional di tahun 1999 ibarat seseorang yang sedang mengendarai mobil di tengah "kabut tebal". Rencana rekapitalisasi kemungkinan besar tidak akan berhasil. Sebelum mengatasi perbankan swasta. Oleh karena itu sikap para pengusaha di tahun 1999 ini sudah pasti akan menunggu.* LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Rupiah dan Saham. Sebab pemilu masih jauh. apalagi nanti kalau mendekati kampanye dan pemilu. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. Haryadi B Sukamdani mengatakan.kita mengharapkan pemulihan ekonomi. Yang terjadi. Kedua. Investasi tidak akan ada. Bila default. Tetapi kalau melihat di lapangan terutama perkembangan politik yang ada. masyarakat mendukung pemerintahan yang baru. Seberapa jauh masalah utang LN ini bisa diselesaikan. yaitu restrukturisasi perbankan dan utang luar negeri. Kalau penyelesaian politiknya baik. restrukturisasi perbankan harus berhasil. Pengusaha tidak mungkin mengandalkan pasar domestik. bank-bank BUMN harus juga selesai. Apabila persoalan bank ini tidak diselesaikan. maka ekonomi akan cepat sekali kembalinya.

Kondisi ekonomi yang mengalami kontraksi hingga minus 13 persen.000 sampai Rp 8.RUPIAH pun tak mau ketinggalan telah menorehkan tinta merah dalam sejarah perekonomian. Tingkat suku bunga yang mulai menurun akibat inflasi yang mulai terkendali dan aksi spekulasi pada valuta asing yang mulai mereda ikut membantu. Masih ingat ketika kurs rupiah hampir menembus Rp 17. inflasi yang tinggi. bergejolak dan jika digambar terlihat seperti ular yang meliukliuk.000.000 per dollar AS. "Batas rupiah adalah langit. tingkat paling rendah selama sejarahnya. mengakhiri krisis perbankan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) bulan September lalu akhirnya mencapai titik terendah 254 poin. Menjelang tutup tahun 1998.000.000 per dollar AS pada 17 Juni 1998? Begitu Soeharto menyatakan diri mundur sebagai Presiden ke-2 RI tanggal 21 Mei 1998-yang diinginkan pasar dan diperkirakan bisa meredakan gelombang-tak juga menolong rupiah. Kecenderungan pelemahan rupiah pasar. terus menjadi-jadi sejak aksi penembakan mahasiswa Trisakti tanggal 12 Mei dan aksi penjarahan 14 Mei di Jakarta.000 bulan Juni lalu. Pukulan bertubi-tubi atas rupiah mencapai gongnya." ujar pengamat ekonomi Hartojo Wignjowijoto ketika kurs rupiah terus melemah mendekati Rp 17. Kurs rupiah selanjutnya terjun bebas mencapai Rp 17. indeks saham sedikit menapak naik melampaui tingkat 400 poin. Hal serupa juga dialami rupiah yang cenderung membaik sejak September lalu dan kini terus bertengger pada level Rp 7. . Rupiah masih sekitar Rp 11. suku bunga bank yang melambung memberikan dampak buruk bagi perusahaan-perusahaan termasuk yang sudah terdaftar di bursa. *** MENGIKUTI perjalanan kurs rupiah dan indeks saham selama tahun 1998 ibarat naik turun gunung dengan lembah dan ngarai yang terjal. setelah mata uang yen Jepang mengalami depresiasi tajam 12 Juni 1998. Bursa saham pun demikian halnya. Hal itu diikuti gelombang kerusuhan dan aksi politik yang sepertinya tidak habis-habisnya setelah mundurnya Soeharto.

Sikap pemerintah yang juga tarik ulur dalam mencapai kesepakatan program bantuan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) semakin mempersulit keadaan. Kondisi negatif ini semakin diperparah dengan perkembangan global seperti jatuhnya kurs yen. Bahkan sempat berada di bawah Rp 8. para investor asing mulai mengincar saham-saham unggulan Indonesia yang ketika itu sudah sangat murah. Di bursa saham. juga menunjukkan sikap serius pemerintahan menghadapi krisis.000 per dollar AS.Pasar memang tidak bisa kompromi dengan perkembangan politik. Menurut pengamat pasar modal Jasso Winarto saat itu. krisis keuangan Indonesia ternyata sudah melebar menjadi krisis ekonomi. Revisi atas RAPBN 1998/ 1999. Kesepakatan dengan IMF juga memberikan sentimen positif krisis ekonomi Indonesia akan segera membaik. suatu tindakan revisi pertama yang dilakukan pemerintahan selama ini. Akan tetapi kondisi ekonomi dalam negeri ternyata tidak bisa lagi diharapkan untuk mendukung rupiah agar tetap stabil sejak Bank Indonesia (BI) melepaskan rentang intervensi 14 Agustus 1997 dan menutup 16 bank swasta bulan November. Beruntung.Rp 5. indeks saham terus terjun bebas hampir mendekati 300 poin pada bulan Desember dan Januari 1998. kepercayaan akan perekonomian Indonesia secara perlahan . Kurs rupiah setahun yang lalu masih bergerak antara Rp 4.000. Akibatnya. Hal serupa juga terlihat pada harga-harga saham di BEJ.000.000 . Tidak terlalu "buruk" apabila dikaitkan dengan keadaan saat ini yang bergerak antara Rp 7. membuat pasar berkeyakinan bahwa Indonesia masih akan tetap dengan ekonomi biaya tinggi. Indeks terus naik melampaui 500 poin pada Februari 1998.000 . Kurs rupiah segera kembali menguat hingga di bawah Rp 10.Rp 8. Intervensi BI di pasar valas ikut membantu. Bukan hanya itu. krisis juga mulai masuk ke politik yang selama ini praktis menjadi "kawasan tabu". harga-harga saham juga kembali melonjak. Manuver-manuver politik semakin memperburuk kepercayaan pasar atas perekonomian Indonesia. Setelah sempat melambung melampaui 700 poin pada bulan Juni 1997. *** SEBAGAIMANA dikatakan banyak pengamat. penandatanganan letter of intent pemerintah dengan IMF tanggal 15 Januari membuat pasar valas dan saham bereaksi positif pada membaiknya perekonomian.000 per dollar AS pada bulan Februari. Kehadiran calon wakil presiden BJ Habibie pada waktu itu.

Lebih kalut lagi. Sayangnya.namun pasti. Akan tetapi sebagaimana dikemukakan. Waktu itu. Harga-harga saham terus berjatuhan. secara perlahan mulai membaik. Sejak Juni dan Juli 1998. setelah sejumlah perundingan bagi penyelesaian utang luar negeri pihak swasta dicapai kesepakatan di Frankfurt. Harga rokok ataupun air mineral jauh di atas harga per lembar saham. Seperti telah diungkapkan di atas. tegas. rupiah dan bursa agak pulih. Jangan sampai malah menimbulkan kebingungan dan ketidakjelasan. dan cepat diperlukan. Tekanan terhadap rupiah mulai melemah.* MIGRATION AND CONFLICT IN INDONESIA By. Jerman. tekanan terhadap rupiah semakin bertubi-tubi. IMF juga mulai mengucurkan dana bantuannya. Pertanyaannya. mulai pupus. Indeks saham pun terus turun hingga bulan September mencapai titik terendah 254 poin. langkah pemulihan ini belum terlihat di bursa saham. pemerintah sejak sekarang harus bisa menyelesaikan semua persoalan ekonomi dan politik yang di dalam negeri.000 (di Singapura sudah mencapai Rp 17. there are the revival of ethno-nationalism in the provinces of Aceh (in the northern Sumatra).000). Pasar valas maupun bursa saham seperti telah patah arang terhadap pemerintah RI. rupiah yang mencapai kurs paling rendah. jelas. ethnic and violence ignited at many places in Indonesia. harga saham di BEJ sudah senilai harga permen. persoalan yang dihadapi seseorang atau sebuah negara. Itu berarti. Transparan. Indeks harga saham juga mulai menunjukkan tendensi merosot menembus angka 400 poin dengan beberapa kali naik sedikit sekadar koreksi kecil. apakah kurs rupiah dan indeks saham ini masih akan stabil pada tingkat ini saat memasuki tahun 1999? Penghujung tahun 1998. pihak peminjam di luar negeri mendesak para penerima pinjaman di dalam negeri agar segera membayar utangnya. Sejumlah negara sahabat juga mulai memperlihatkan sikap mendukung program ekonomi Indonesia. sejak itu kurs rupiah terus anjlok hingga mendekati Rp 17. diperkirakan sekitar 9. harus mulai diselesaikan dari diri sendiri. Tri Nuke Pudjiastuti♦ Since 1998 the political uncertainties and acute economic crisis have result of the long ruling authoritarian regime of President Suharto and design the installation of a new democratic system. Then. Unfortunately in the same time. Tidak jarang. Irian Jaya and “religious” violence between the majority Muslims and minority Christians on the eastern Maluku . which was started with East Timor to be independent. Letter of credit (L/C) dari Indonesia tidak lagi diterima semua pihak di luar negeri.8 milyar dollar AS utang jangka pendek pihak swasta Indonesia yang jatuh tempo. Akibatnya.

Since the crisis started the structure Indonesian society faces many social. Sulawesi. the government is also still weak and ineffectual in dealing with the situation.org/database/. it will focus on what actually the reason was behind the movement and how to create the solution. today in the social-political transition there is changing pattern and more complicate. It is potential in Indonesia and the seed of conflict were planted more than 30 years ago.htm> 2 See the data of WFP. such as among social relationships or political cooperation. when a sustainable economy recovery is so slowly and looks un-focusing. In the recent years Indonesia still continues to suffer. 3 It could be detected from stigma of Indonesian and Chinese minority. as Susan F Martin remains that their flow is caused more of push factors in their home communities which is fuelled by conflicts.3 million persons.1 This flow of them becomes recent phenomenon around regions in Indonesia. Ethnic violence . 10-13 June 2002 ♦ Researcher at the Centre for Political Studies. It was more in the SARA concepts (ethnic. VAM Unit Jakarta. it seems no real government effort to solve the IDPs problems.idpproject. not only from Kalimantan and Ambon.Islands and Poso (Central Sulawesi). Resistance of Ethnics Ethnic tension actually is not a recent phenomenon. economy and political problem of ethnic. but also from Sumatra. Working Paper 41: Global Migration Trends and Asylum. Irian Jaya dan Nusa Tenggara. national and international organizations since This paper will be presented at 2002 IUSSP Regional Population Conference in Bangkok. April 2001: <http:www. One of big real effect is in the grassroots population which directly faces the violence and the hard time in the shelters and tents as internally displacement persons (IDPs). Even many the violence remains linked to elements of the military. Solo. 1 IDP actually is a part of forced migration. but more uniforms.ch/refworld/pubs/pubon. the Indonesian Institute of Sciences (P2P-LIPI). Http://www.2 Although there are some actions from many kinds of local. However. 2 1998. which the stronger indication has shown on 13-14 May 1998 tragedy at Medan Jakarta. Discussing IDPs in Indonesia. New Issues In Refugee Research. Martin. human right abuses and political repression that displace people from their home communities. Since 1998 the flow of IDPs is already more than 1. Moreover social commitment was so fragile. Surabaya and Palembang. religion. when the complex process of state making was not creating political space for pluralism.unhcr. race and among groups) which actually it created negative impact for harmonize of civil society. Remaining the IDPs problem that will be discussed. See Susan F.

Unfortunately at the same time government recruited employees. communal and seed of ethnic consciousness. Those situation causes the widespread of conflict have succeeded in attracting religious matter. The suffer continues and secular nationalism which based on region and largely on the sidelines. but there are some those dominated. Papua dan Riau. there are Sasak. as usually in other region in Indonesia. Maluku. to their cause. That was such as what happened in Maluku 1999. Look Riza Sihbudi et. Central Lombok and Senggagi Tour region. Bara Dalam Sekam: Identifikasi 3 dimensional and latent. the economic and political conflict multi dimensional and latent pattern grows particularly in the regions which actually had religion harmony. and (3) Natural resources struggle.al. First. such as violence between the majority Muslims and minority Christians on eastern Maluku islands and Poso–Central Sulawesi. the revival of ethnonationalism in the provinces of Aceh (in northern Sumatra) and Irian Jaya. (2) Political conflict movement and nationalism. whereas in fact from the people composition. which mostly the Moslem and usually they should be the ICMI member.6 In Mataram the composition of ethnic are so heterogenic. as their identity. have consequences the ethnics conflicts. Rangkas Dengklok (West Java). social. between local ethnic and Maduras in East Kalimantan. Religion becomes tool of pressure the mass movement.5 This condition really disappointed and discriminated the Ambon Christian indirectly. East Nusa Tenggara. From this phenomenon of conflicts. Tasikmalaya.4 The main reason of conflict actually related with the history of new settlers came and the reason why they live there. economic and political dimension. Sumbawa and Bima ethnics.ignited with East Timor’s drive to independence. such as at Situbondo (East Java). Akar Masalah dan Solusi atas Konflik-konflik Lokal di Aceh. Sumba. there are three general patterns of conflicts: (1) Economic and political conflict multi 3 Since 1996 there were the big and wide riots with religious. as occurred at Ambon and Mataram. All are the economical reasons. which the majority is Christian. in January of that year Ambonese Christians mobilized anti-new settlers feeling against the Bugis (ethnic from Sulawesi) and Butonese minorities. Beside that. and Pekalongan (Central Java). This pattern is also showed in Waikabubak. West Nusa Tenggara. the new settlers are much less than local people. These three regions had long histories of resistance to central authority in Java. . which are Moslem. the violence dispread to West Lombok district. These social conflicts phenomenon is interested in term of friction and transformation pattern from Indonesian and Chinese minority pattern to the local people and the new settlers and the other things. When social violence was trigger by government recruitment employees (Pegawai Negeri Sipil= PNS) at East Nusa Tenggara.

Then they took revenge by burning houses. it was among Malay. West Kalimantan. because cultural differences that usually divide ethnic groups. but the local people do not have enough power and resource sharing. 2001 and Syamsuddin Haris. .Kerjasama LIPI. Every ethnic or a part of ethnic usually has difference in culture. The Sambas conflict was so unique. 5 Around the end of 1995. preferences and imputed aptitudes and environment. Yayasan Insan Politika. The Asian Foundation and Erlangga Publisher. 2002. 1999: 314. Mizan. and Media Indonesia. 8 Kompas. This organization spread to all of Indonesian Provinces through PNS. Republika. 2 May 2001. 6 In the first case shows a lot of places burnt. the straightforward relationships between economic competition and ethnic conflict are difficult to establish. The national government has controlled them to much and exploited their natural resources all. but the economic problem explains much more at the top than at the bottom of developing societies. February 1999. 29 shops. January 2001: 9-11. which is called ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia. such as even the Madurese in Kalimantan does not adapt easily with other Madurese in Madura Island – East Java. See P2P-LIPI research. Dayak and Chinese with Madurese. Although the base of conflict much more of economic interest. communal and seed of ethnic consciousness pattern is showed such as in Sambas. 8 March 2001. Riau and Irian Jaya. that involves as the parts of managing these resources. the local people feel on the discrimination position. As Horowitz points out that ethnic conflict are often labelled cultural conflicts. The violence fights and murder. such as in Aceh. in Syamsuddin Haris et. The political power which is base on PNS is use to be on the new order regime.Kerjasama PPW-LIPI. Started from the armed robbery have been done by Maduras to Melayu on 17 January 1999 on Paritsetia village. 4 Kompas. Such relationships are not wholly absent. Therefore. Potensi Disintegrasi Nasional: Kasus Empat Dearah. the Jakarta Post. 7 Third. Bandung.al. Indonesian Academic Moslem Community). under Suharto power. such as churches. Indonesia di Ambang Perpecahan. Suara Pembaruan. but not the extent of the emotion invested in ethnic conflict. history. and 14 cars were burnt. 8 June 2001. Even though the base of conflict is economic interest.8 Much more obviously. this political conflict ethnic movement and nationalism kind of conflict actually grows on the region which has good and rich natural resources. economic theories can explain it as a part of conflict interest. 7 restaurants. even genocide could not be avoidable. Menristek RI dan Pustaka Mizan. Anatomi Kerusuhan Sosial Di Indonesia (The Anatomy of Social Conflict in Indonesia). 4 Second. the former Vice President BJ Habibie developed the new Moslem organization. separatist movements are the best way for them. 77 houses. this natural resources struggle. He remains that there are conception of the role of cultural differences in the politics 7 See Riza Sihbudi et al. Kerjasama Kantor Menteri Negara Riset dan Tehnologi RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

hrw. University of California Press.org/wr2k1/asia/indonesia. It really becomes the fuse factor of conflict. The worse ethnic conflict affects the flow of displacement population in many places in Indonesia. In Aceh. the main camps of IDPs are widespread in almost all Indonesian islands. many after having been threatened by rebels. This has evoked frustration among the displaced. 6 In July 2001 the approximately 60.5 of ethnic relations. or military barracks with very limited infrastructure. the number of persons displaced by the conflict ebbed and flowed.9 In spite of this. which resulted in sharp increases in the number of people suffering from diarrhea and skin disease. but tens of thousands fled their homes over the course of the year. which includes internal as well as across borders. many in the face of violent police and military “sweeps” for suspected rebels. Http://www.10 AS seen in the map one. the intention of population flow recently around 1. Thus the core of problem is marginalization of local communal that is related with the self of ethnic identity. As seen in map two.136 people (30 November 2001)11.000 people temporarily displaced. There was also a scarcity of clean water.html/ 11 Source: WFP. Thousands of non-Acehnese migrated to other provinces in Sumatra and Java. such as: The eruption of a separate Christian and Muslim conflict in Poso. which lives day-to-day in temporary camps. Such as scores of IDPs now live in camps or shelters along with conflict of many areas in Aceh. 1985: 135-136. Ethnic Groups in Conflict.321. Left at lease 200 dead and an estimated 60. but the available information shows that large IDPs do not find enough shelters in organized camps or protected areas. VAM Unit Jakarta. which make the society has many cultural sections and one of them dominates the others.000 IDPs from Central and West Kalimantan of the recent outbreaks of violence living in appalling in tents and shelters in Pontianak. Respiratory diseases were not the only problem. especially in . It is so hard to establish the exact figure. Sampit. West Kalimantan. Sambas. Central Sulawesi had first emerged in a 1998 fight over a local political appointment. 9 Donald L. the dominate culture does not come from the local community. The Flow of Internally Displacement Persons (IDPs) Nothing expression in discussing the situation and condition can say just “becoming stranger at their own house”. They have lost everything.org/database/.idpproject. Horowittz. Poso and Irian Jaya. which are in widespread from many conflict places in Indonesia. 10 Http://www.12 People who have been forced to leave their homes because of conflict are put in an extremely vulnerable situation. California. Ambon. but the culture of new settler or the government.

7 assistance so far. such job which does not easily create new opportunities in the camps where they live. they have found themselves treated as aliens by the local. Central Kalimantan. particularly when they work as a vendor or labourer. There are the small example. Medan. do not want to go to school and develop social live. In Sampang Madura.14 Most of them are the responsibility of feeding and houses on the local villagers in Sampang. for example they are from Sampit.000 IDPs from Sampit are spread on 40 villages are in psycho-social trauma. Kompas. which come from not only local and national NGOs but also international NGOs and other countries governments. because trauma to threaten far away with their parents. but the local community of Buton is reluctant to accept them. It is interested. but many of them face another conflict with local people. It is possibly.15 Although it looks can run in the daily time.the economic sense. Until on 8 October 2001 IDPs in their camp have been involved in deadly bawls with local community. which can find in many places IDPs camps or shelters such as in West Kalimantan. 25-30 April 2001 13 Republika. for example. Nusa Tenggara and Central Sulawesi. Although the IDPs only left the island around two generations ago. In actual fact both the local people and IDPs of Maluku originate from Button Island. More than 55. because they promote the new conflict with local population in the new place. they have been virtual prisoners in their camp and have not been allowed to go outside the camp. Children. Most of them came with little more than the clothes they were wearing. It seems that both the local Buton ethnic and the Butan IDPs have had difficulties to find to integrate themselves after the long separation.16 The local residents always corner and portray the Maluku IDPs as trouble-makers and frequently have been violence to them. Life in the various camps is actually fraught with suffering. are struggling to suppress the growing strain of accommodating thousands of IDPs Madurese from conflict in Central Kalimantan. These all go to show that they really need the humanitarian assistance. Some of them have to shuffle from one place to another as manual labourer to make ends meet. The worse situation is the psychical condition among IDPs. actually the Button ethnic. actually IDPs’ flow or displacement population in Indonesia is still far from reducing the conflict. IDPs from Maluku in Buton. 14 The Jakarta Post. Maluku Island. in some places there are potential conflict with the local people. maybe because the IDPs have been exposed to different cultures in Ambon. 22 October 2001. because neither the provincial nor national government has provided meaningful 12 Koran Tempo 16 July 2001 7 June 2001. IDPs seem have taken some chance of land for working.17 After that. for examples. Since 1998 there is some Crisis Centre that . one of the examples.13 Beside that. Madura. which live at Sampang district. Suara Pembaruan.

which it has to have for encouraging sense of belonging among societies. space and help send children of IDPs to local schools also. from food. the national government and police exploited their power to push Madurese to move other places.special for social conflicts in Indonesia. However . This concept means that every citizen can stay and live in all other places in Indonesia. Through the Social Welfare Minister Bachtiar Chamsyah tried to adopt a part of the policy of transmigration. There are around 800 IDPs families resettled to transmigration settler unit (Unit Pemukiman Transmigrasi: UPT) Donggala district – South-east Sulawesi. First. such as Suara Karya 27 August 2001. which try to give solution of displacement. IDPs from Aceh resettled from Medan to Bengkulu. 8 government. See many new about IDPs in Sampang. Kalimantan. This physical rehabilitation project actually has some serious weakness that should be understood. They share all. normalization and resettlement back. particularly in many places in Sumatra. Sulawesi. without concerning with what ethnic they are. the government and police should not blame ethnic Madurese. Therefore. it was not causes directly by inter-group differences. but still no really effort of government to maintain a sense of unity and domestic security. The Unclear Government Policies Since the government of President Abdurrahman Wahid. Ambon and Irian jaya. 17 Ibid. a closer examination of the conflicts and the causes of conflict. Resettlement policy is as the one of solving problem in many places for IDPs looks a good point for them. but there are some fragile problems come out. there is not sense of urgency of the Government. The concept of resettlement is in contradiction with the concept of Indonesian nation building and state building. transmigration project already did to some of IDPs in Sulawesi. It means also one ethnic group can not claim their land is their ethnic land. Actually there are policies of the IDPs. in the case of Madurese in 18 Kompas. but again. Media Indonesia 19 July 2001. Koran Tempo 12 May 2001. 22 December 2001. They are active to providing humanitarian assistance. Media Indonesia and Koran Tempo. These policies are in the three kinds of project: transmigration. when they did not want to do resettlement. 16 The Jakarta Post. Kompas 8 March 2001. 12-13 and 19-20 October 2001. which usually they work together with international organisation and many other NGOs and sometimes with 15 Many local family of five are now having to accommodate and feed as many as 20 50 IDPs.18 And. there is no real government effort to prosecute anyone to stop the conflict and offer the humanitarian aid for IDPs. 9 Sampit. Although at that time the National Board Coordination (Badan Koordinasi Nasional = Bakornas) created for tacking the natural disaster and refugee (or IDPs) and now under the State Minister of Social Welfare participate dealing with natural disaster and IDPs. At the side of that.

but the process of mix diverse cultures without supporting of adequate policies or delivery mechanisms. Lake and Rothchild remain that there are some push and pull factors. security dilemma. cultural domination and polarize society. there has been a long history of conflict between the Dayaks (the indigenous people of Kalimantan) and the Madurese (the new settlers). normalization of the riot places. No chance for them to share in the exploitation of their traditional resources. institutions and infrastructure that guaranteed equitable distribution and protected and respect the indigenous peoples’ sensitive in promoting real growth. such as problems of commitment. there is a number of conflict pattern cannot be ignored. the state is weakened. The transmigration program in Kalimantan resulted in rainforests. This situation made the Dayaks soon found them at the bottom of the economic without pursuing their traditional means of exercise. which are an inextricable part of the Dayak way of life. New Jersey. 19 David A Lake and Donald Rothchild. This pattern of misery has been replicated in other parts of Indonesia. Spread Fear: The Genesis of Transnational Ethnic Conflict. The combatants in the several ethnic conflicts are around Indonesia.the ethnicity merely becomes an excuse for using of state force to quell violence and historically the Indonesian government has been quick to seek IDPs behind the veil of only ethnic conflict without addressing the real issues. the International Spread of Ethnic Conflict: Fear Diffusion. Historically the first Madurese arrived in Kalimantan in 1930s in the transmigration program which was initially started by the Dutch colonial. 10 Now this kind of people movement has gone down. with a single predominant ethnic group. Case . Under transmigration program the government hoped to ease the pressure of the growing population in Java and populate those areas of Indonesia that were less densely populated and the abundance of natural resource. Word “normalization” actually is the ideal idea for solving the problems. Most of ethnics or religious violence has happened in areas or regions where there is a diverse mix of ethnicity. but the hardest to be implemented. but the exercise can prove that in the recent picture many local people is anger and violence to the arrival people dealing with ethnic or religion reasons actually is more the existence of identity. Even though this pattern could not use generally. The numbers increased dramatically in the 1970s as a direct consequence of Indonesian government’s transmigration plan. Second. whether they are majority or not within their respective communities. being replaced by palm oil and coconut plantations.20 The case in a point is one episode of ethnic violence in Kalimantan. and Escalation. 1998: 4.19 Although statistic can mislead. using and highlighting their ethnic diversity as a justification for mobilization support. was a recipe for disaster. Princeton University Press.

government need to impose a state of 20 Sidhesh Kaul. Firstly. Secondly. Indonesian government did not have an experience dealing with making situation in the regency is deemed to have returned to normal from the societies perspective. but nothing other than for security on region. Talking normalization. Government sometimes do not take into account the financial things which have lost. there are some main things need to be consider. informal leader of both ethnic should in the same understanding to the root of conflict and the facilitated factors.by case of ethnic conflict indicates that the government and police reacted to the situation slowly. houses. because the main risk to develop again the societies without infrastructure create the new problem and conflict with local people. 9 March 2001. It is so important. On one hand. Ambon and Irian Jaya. So.21 The infrastructure and other financial capital for IDPs should be developed first. they seem take no responsibility for the situation and give this problem to the communities. normalization should not to the point after the riot. mosques and churches have been burn down in a wave of violence. Moreover. . resettlement back the IDPs is not always a fair solution. 11 civilian emergency. There are a lot of constrain that should be accounted. Some places in conflict areas indicated that the excesses of the security approach highlighted by events in Aceh. Historically. but the most important is normalization when the violence happened. the role of local government. Although they could not be generalized. They should be responsibility for protecting the people got violence. which local and new settlers communities feel safety and not necessary displaced. Normalization means returning the situation normally but because of the lack of professionalism among military and police raises concern over out of control abuses of human rights. when they so reactive their approaches. “normalization” in the Indonesian government or police’s way of action mostly has contradiction meaning. but as long as it is implemented properly and the operation is under good control of them. Sometimes. Ethnic Conflict or Policy Failure? The Jakarta Post. Actually the condition will not much better than resettlement through transmigration. It needs good and fast effort of police or government to anticipate them. the mechanism of reconciliation between them is needed. not more try to catch the rioters. many factors should be taken into account to normalize the situation. with in same understanding each other will be expected they have sense of belonging to their IDPs and it can easier to find the way out of solving the IDPs problems. Third. On the other hand. thus the normalization starts with the preventive situation. Actually. such as in Central Sulawesi.

because effort to solve the conflict and the IDP problems has been so slow. Still the statement of local and national government are more uniform and distortion dealing with human tragedy. 13 region. the Malay community has remained unwilling to accept the Madurese IDPs. Beside suffering and ethnicity conflicts. Such as in Sambas. also IDP problems could also destabilize society.23 Megawati is not really sensitive with the conflict and IDP camps. food and shelter. 22 Bob 12 living in the diversity ethnics and should be respect each other. 5 December 2001 Sugeng Hawinata. while officials are making excuses about some obstructions to peace. Under new legislation. In 1999 Indonesian parliament approved legislation number 22/1999 and 25/1999 which shifted political and economic power from centre to the 23 See many newsletters in Indonesia.Additionally. such as: Media Indonesia. delegating to solve the conflict problem and IDPs actually really close to the new policy that dealing with decentralization region in Indonesia. When government already try delegated the task of solving the conflict and to look after the IDPs to the provincial government. 12 March 2001. Whatever steps the government decides to take now will be far too little. Hakekat dan Dinamika Konflik Domestik di Negara Berkembang. They need more time to understand that they are 21 The Jakarta Post. Too much blood has already been split for there to be any chance of reconciliation in the near future and the government has insufficient legitimacy to exercise any sort of moral authority over local population. A responsible government would be marshalling resources for providing humanitarian aid for IDPs. Thousands of them are in need of medical care. Suara Pembaruan. but for building understanding and sense of mix diversity ethnics.24 Mac Donald . The autonomy province and district should see as a challenge as their authority to develop their-own societies. Global 8/2001: 28. 1-5 March 2001. considerable authority has been passed directly to districts and municipalities. the most important is the process of normalization should not for the stability of region. and way too late. Kompas. Suara Karya. by passing provincial governments. 6 March 2001. The Local Authority as the Alternative Many people have begun to suspect that there is an unexplained grand design to destroy the Indonesian nation building. Kontan. 13 March 2001. 24 March 2001. 28 March 2001. Therefore these problems should be minimized with supposing considerable challenges to Indonesian cohesion and corporation among provinces. Republika.22 It is not easy for both ethnics to be cooled down and understand each other soon.

MacDonald and Jonathan Lemco. In the frame of decentralization it does not mean they should solve by themselves. it has not been smooth. Even though the implementation of legislation number 22/1999 does not yet clear. The settlement should not be compartmentalized as before the riot. he gives some suggestion that give the solution for resolution of conflict and also for to manage the IDPs get their settlement.and Lemco discuss that although an effort has been made to implement meaningful decentralization. See Thamrin Amal Tomagola. Indonesia: Living Dangerously. First. they can take their all responsibility in their region. As Indonesian sociologic Tomagola recommended for Sampit conflict. particularly to Java Island. Anatomi Konflict Sampit. If the military still involve the local riot. also 20 percent of local income-tax and at least 25 percent of special fund of centrally collected revenue.25 Uncertain has grown that the new legislation risks failure. This condition has emerged which not only causes the destroyed regions. Second. Undang-Undang (Legislation) Number 22 and 25 /1999. April 2001:181. include the Province and Districts can play their own role. They need social and political . building the integrated pattern of settlement is dealing with the level of ability to buy it. Suara Pembaruan. and 15 percent from oil. 23 March 2001. 26 Thamrin Amal Tomagola wrote that after knowing the root of conflict. but how they together manage the conflict and the IDPs. 30 percent of earnings from natural gas. education and cultural facility. Actually government and NGOs have been learning about how to deal with conflicts and IDPs today. Among ethnic can learn and develop their respect each other. 25 Scoot B. especially since the end of Soeharto’s era. particularly to make decision about solving IDP problems. it should be in emergency period and temporary. but also 24 The distribution is districts will receive 80 percent of income from most mining and logging operations. Even increasing friction is not only among ethnic itself but also between national and local government. In this case national and local Governments. Differences root of conflict and level of conflict have shown the intensity of the conflict itself and the effect to their societies. Conclusion Conflicts between people of different ethnic background have spread of and mushroomed in many places in Indonesia in the last few years. Current History. Many conflicts and that kind of displaced people have the possibility of undermining stability of state and Indonesian security treat. The last one is how local government and communities get their power and resources sharing with national government. with doing strengthened the local police. 14 the uncontrolled IDPs to many places and regions in Indonesia. there are some positive thing that can be done by local government and community.26 there are the main stream that could be consider. Weak economies and turbulent politics have effect such as raising regional or province tensions and reducing national integrity.

2002. Republika. 1999. Potensi Disintegrasi Nasional :Kasus Empat Dearah. University of California Press. the International Spread of Ethnic Conflict: Fear Diffusion. The Asian Foundation and Erlangga Publisher. February 1999. Kerjasama Kantor Menteri Negara Riset dan Tehnologi RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jonathan . Therefore. Bob Sugeng. Bandung. California. Current History. Donald L. .al. April 2001. Global 8/2001: 27-39. Ethnic Groups in Conflict. New Jersey.al. Horowittz.dialogues among them. if not they will lose their legitimacy worse.htm> Media Indonesia. Sidhesh. but also their community in term of the nation building and the pluralism society in Indonesia. Indonesia: Living Dangerously. 16 July. P2P-LIPI research. in Syamsuddin Haris et.html/ Kaul. Mizan. 1985: 95-140. MacDonald. 19 July. Working Paper 41: Global Migration Trends and Asylum. The Indonesian government – in the central or in the province and district – should take this chance.org/wr2k1/asia/indonesia. Anatomi Kerusuhan Sosial Di Indonesia (The Anatomy of Social Conflict in Indonesia). Lake. Donald. This proposal appears to be somewhat premature. 24 March. Kontan. 12-13 and 19-20 October 2001. Martin. Then they can build the new pattern of settlement.ch/refworld/pubs/pubon. Hakekat dan Dinamika Konflik Domestik di Negara Berkembang. 12-13 and 19-20 October 2001. Susan F. Papua dan Riau. which is dealing with pluralism society. and Escalation.unhcr. Sihbudi. 15 References Haris. 25-30 April. Http://www. 9 March 2001. local government and local communities should work together and open their main that decentralization actually is not only on the context of region building. Kompas. and Lemco. Yayasan Insan Politika. Maluku. 12 March 2001. but steps need to be taken to begin to seriously consider the most meaningful forum or mechanism for a regional dialogue in Indonesia. David A and Rothchild.Kerjasama PPW-LIPI.Riza et. 7-8 June 2001. Scoot B. 1-5 and 8 March. Syamsuddin. Kerjasama LIPI. Koran Tempo 12 May. Hawinata. Menristek RI dan Pustaka Mizan. January 2001.hrw. 1998: 3-32. Bara Dalam Sekam: Identifikasi Akar Masalah dan Solusi atas Konflik-konflik Lokal di Aceh. 13 March 2001. Princeton University Press. 12-13 and 19-20 October 2001. Indonesia di Ambang Perpecahan. April 2001: <http:www. New Issues in Refugee Research. February 1999. Ethnic Conflict or Policy Failure? The Jakarta Post. Spread Fear: The Genesis of Transnational Ethnic Conflict.

28 March. akar persoalan kerusuhan sosial di dua kota itu adalah kesenjangan sosial-ekonomi yang makin melebar. 16 Map 1. "mayoritas" yang tersisih itu adalah umat Islam dan pribumi. 5 and 22 December 2001. February 1999. Dalam peristiwa ini ribuan orang menggelar "pengadilan jalanan" dan -. dan pejabat terhadap kedua pertanyaan ini.org/database/ Teori dan Kerusuhan di Dua Kota Kolom. jawaban paling populer yang diberikan para pengamat.Suara Karya. Jika potensi demikian sudah muncul. Menurut teori ini. bagi teori ini. 2001 18 Map 2. aktivis. VAM Unit Jakarta. tokoh pesantren di Tasikmalaya -. Tapi. menurut teori ini. Tomagola. Selama beberapa jam di dua kota ini situasi sosial berubah menjadi "situasi alamiah" ala Hobbes: manusia yang satu menjadi serigala bagi manusia lainnya. 22 October 2001. sederhananya. Internally Displacement Persons Champs Source: Many sources in The Jakarta Post. 2 May. Http://www. Suara Pembaruan. hasil pembangunan hanya dinikmati segelintir kalangan.Thamrin Amal. Dalam teori ini.meminjam kata Kiai Makmun. The Estimated of IDP’s Flow in Indonesia on 2001 19 Source: WFP. http://www. nuansa dan pengungkapan etno-religius dari kerusuhan di Situbondo dan Tasikmalaya . dapat disebut sebagai teori kesenjangan.mengumbar nafsu angkara murka serta berkelakuan seperti binatang. GATRA. 23 March 2001 Undang-Undang (National Legislation) Number 22 and 25 /1999. 6 March.org/database/. 11 Januari 1997 Tanggal dimuat: 11 January 1997 Kerusuhan di Tasikmalaya dan Situbondo sudah selayaknya membuat kita menarik napas dalam-dalam. The Jakarta Post. Mayoritas masyarakat hanya mendapat tetesannya. VAM Unit Jakarta. Suara Pembaruan. Perimpitan semacam inilah yang melahirkan potensi kecemburuan sosial yang sangat tajam. Ini berarti kesenjangan sosial-ekonomi yang melebar itu berimpitan dengan perbedaan etnik dan religius. sedangkan yang “segelintir kalangan" adalah kaum non-Islam dan non-pri.idpproject. Mengapa kerusuhan "primitif ' ini muncul berturut-turut justru pada saat pertumbuhan ekonomi berlangsung pesat? Apakah kerusuhan ini menandakan memburuknya hubungan etno-religius di negeri kita? Seperti terbaca di berbagai media. Dengan demikian. Anatomi Konflik Sampit.idpproject. WFP. maka kita tinggal mencari faktor pemicu kecil bagi lahirnya kerusuhan besar. Pembangunan ekonomi di bawah Orde Baru memang sangat berhasil. 27 August 2001.

atau lebih merata. kesimpulan berbeda dapat pula dimunculkan. Setidaknya ada beberapa hal yang membuat saya ragu atas teori ini. kota utopia yang bersih dari keserakahan. karena itu sangat gampang menjadi teori yang dominan. mungkin dapat disebut sebagai civitas del-nya Santo Agustinus. teori ini memang cukup mudah dimengerti sesuai dengan popular sentiment yang ada dalam masyarakat kita. Singkatnya. Sebaliknya. asumsi semacam ini patut diragukan. Kita tak lebih timpang. pada 1981 0. Dua alasan ini memang belum memadai untuk menolak sama sekali teori kesenjangan itu. Kita mungkin akan tiba pada angka-angka yang sedikit lebih kecil atau sedikit lebih besar. dan agamanya. kalau memakai ukuran yang berbeda. akibat pertumbuhan ekonomi yang pesat. Akar persoalannya terletak pada realitas "objektif': pada kondisi sosial-ekonomi kita yang makin timpang. kita jangan terpaku sepenuhnya pada sebuah penjelasan yang tampaknya "sudah benar". kelompoknya. akhir-akhir ini melalui kebijaksanaan publik dalam beberapa bidang kehidupan (misalnya . angka-angka yang tampak tak banyak berubah. teori ini bersandar pada sebuah asumsi yang akhir-akhir ini jarang dipertanyakan lagi. ekses-ekses ketimpangan hidup berdampingan sangat ekstrem. Dari fakta yang ada. maka Jakarta mestinya sudah lama porak-poranda dilanda kerusuhan massa. sukunya. dengan cuaca pegunungannya yang sejuk. Kita masih memandang manusia lain berdasarkan asal-usulnya. Tentu. terlebih Jakarta. melainkan sebagai "keturunan asing" atau "Islam" atau "pribumi". rasionya 0.34%. dan pada 1993 0. kalau teori kesenjangan benar. maka kita bisa bertanya: kenapa kerusuhan itu justru terjadi di Situbondo dan Tasikmalaya? Kenapa bukan di Jakarta dan Surabaya? Di dua kota ini.hanyalah bentuk luarnya. Jakarta adalah "surganya" ketimpangan dan keberlebihan dalam sega1a hal. Kalau kita amati kecenderungan dalam Index Gini sejak 1969 hingga 1993. yaitu bahwa kesenjangan sosial-ekonomi dalam masyarakat kita meningkat tajam. untuk memahami peristiwa penting seperti di Situbondo dan Tasikmalaya itu.33%. atau paling tidak diperdebatkan lebih-jauh. dalam realitas ketimpangan kita tak terjadi perubahan berarti selama 20 tahun ini. Yang penting adalah. Ini berarti. Kita juga harus membuka diri pada teori yang berbeda. Buat saya. sebagai si Ruly atau si Tuti. Teori ini menerima kenyataan babwa memang ketegangan etnoreligius masih hidup subur dalam masyarakat kita. Lebih jauh lagi.34 %. Tapi justru karena itu pula kita harus hati-hati dan melontarkan beberapa pertanyaan. bahkan mungkin berlawanan dengan apa yang ingin kita percayai. Namun saya kira akan sangat sulit mencari dukungan faktual dan dapat diuji secara akademis bagi asumsi bahwa realitas ketimpangan kita „meningkat tajam”. Dalam hal ini teori lain yang patut dipikirkan adalah teori yang lebih bersifat psikologis-kultural. Kita belum memandang seseorang sebagai individu. dari ukuran tertentu (dalam hal ini indeks pengeluaran rumah tangga dari hasil survei nasional). maka Tasikmalaya. Kalau dibandingkan dengan Jakarta. Kedua. misalnya. Pertama. Pada 1969-1970. kalau teori ini benar.

dengan kata lain. dalam dogmatisme pendidikan agama. lalu mengalami eskalasi setelah kedatangan ribuan anggota Lasykar Jihad dari Jawa. yang bisa merontokkan dasar-dasar kebangsaan kita? *Mahasiswa S3 Jurusan Ilmu Politik. Semua ini tentu saja tak harus benar dan relevan. Karena itu pula saat ini kita sangat membutuhkan perdebatan dan diskusi-diskusi publik yang terbuka terhadap berbagai persoalan mendasar dalam masyarakat kita. Jakarta. penulis juga akan mengungkapkan agenda militer dalam memelihara kerusuhan-kerusuhan itu. 30 Maret 2001). --Kini Direktur Freedom Institute. penulis akan menggambarkan bagaimana konflik itu dipicu dengan bantuan sejumlah preman Ambon yang didatangkan dari Jakarta. Berbeda dengan pandangan umum itu. penjelasan lain akan muncul dan secara empiris lebih meyakinkan. Bagi teori ini. untuk melindungi kepentingan mereka. Dalam makalah ini.perkawinan dan distribusi ekonomi). ORANG-ORANG JAKARTA DI BALIK BERBAGAI KERUSUHAN Pengantar --------Tragedi kerusuhan sosial di Maluku. Ia menyebutnya sebagai 'tragedi kemanusiaan terbesar di Indonesia' belakangan ini (Kompas. akar persoalan kerusuhan sosial seperti di Situbondo dan Tasikmalaya harus dicari pada dimensi yang lebih bersifat subjektif. menurut dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. dalam retorika yang digunakan pemimpin. Kalau semua ini tak kita lakukan. Mungkin setelah kita teliti dan diskusikan. dan masih banyak lagi. penelitian kepustakaan dan wawancara-wawancara penulis dengan sejumlah sumber di Maluku dan di luar Maluku menunjukkan bahwa tragedi itu secara sistematis dipicu dan dipelihara oleh sejumlah tokoh politik dan militer di Jakarta. atau karena ulah 'sisa-sisa kelompok separatis RMS' di sana. Selanjutnya. Intensitas konflik dipelihara oleh satu jaringan militer aktif dan purnawirawan. Ichsan Malik. . yang terentang dari Jakarta sampai ke Ambon. kita cenderung mendorong terjadinya proses institusionalisasi bagi cara pandang semacam ini. dalam pencarian legitimasi bagi sebuah negara nasional. The Ohio State University.di Maluku. dan dari situ kita baru bisa mengambil langkah untuk mengatasinya. Dalam hal ini kita harus melihat bagaimana pendidikan civic diberikan dalam bentuk indoktrinasi yang membosankan sejak SD hingga universitas. Kita harus mengerti apa yang terjadi.Kristen dan Islam . Pandangan umum yang beredar di Indonesia adalah bahwa konflik itu murni timbul karena persaingan antara kedua kelompok agama . haruskah kita menunggu peristiwaperisiwa lain yang lebih besar. dalam dua setengah tahun terakhir telah menelan lebih dari 9000 korban jiwa.

Akhirnya, dalam kesimpulan penulis akan mengajukan beberapa usul untuk penyelesaian kasus Maluku. Jaringan Preman Ambon ---------------------Pada tahun 1980-an, seorang preman Ambon beragama Kristen di Jakarta, Ongkie Pieters membangkitkan rasa hormat dan ketakutan di kalangan kaum muda Ambon, tanpa menghiraukan agama mereka. Meskipun penghidupan mereka didapatkan lebih dengan menggunakan otot ketimbang otak, para preman Ambon di Jakarta masih menghormati tradisi pela (persekutuan darah antara kampung Kristen dan kampung Islam). Kalau berkelahi, mereka sering memakai ikat kepala merah, yang lebih merupakan simbol ke-Ambon-an yang berakar dalam kultur Alifuru ketimbang lambang agama Samawi yang mereka anut. Hal ini secara radikal berbeda dengan makna yang kini diberikan terhadap 'merah' sebagai simbol Kristen dan 'putih' sebagai simbol Islam. Tidak berapa lama, seorang preman Ambon yang lain, Milton Matuanakotta muncul ke tengah-tengah gelanggang. Ia memiliki banyak pendukung di kalangan kaum muda baik di kalangan Ambon Kristen maupun Muslim, dan dengan cepat menjadi lebih populer di kalangan preman Ambon di Jakarta daripada pendahulunya. Pada saat itu, orang-orang Ambon Muslim beranggapan perlu memiliki 'pahlawan' mereka sendiri, maka mereka memilih Dedy Hamdun, seorang Ambon keturunan Arab. Figur ini agak kontroversial, sebab di satu sisi ia aktif berkampanye untuk PPP, tetapi di sisi lain suami artis Eva Arnaz itu juga bekerja untuk membebaskan tanah bagi bisnis properti Ibnu Hartomo, adik ipar bekas Presiden Soeharto. Entah karena aktivitas politik atau bisnisnya, di awal 1998 Deddy Hamdun diculik bersama sejumlah aktivis PRD, Aldera, dan PDI-P oleh satu reguKopassus bernama Tim Mawar yang berada di bawah komando Jenderal Prabowo Subianto, menantu Presiden Soeharto waktu itu. Hilangnya Hamdun setelah 3 1/2 bulan dalam tahanan Tim Mawar (Siagian 1999: 20-21) mengubah peta politik preman Ambon di Jakarta. Kepemimpinan pemuda Muslim Maluku diambilalih oleh Ongen Sangaji, seorang preman Maluku Muslim yang juga anggota Pemuda Pancasila. Secara ironis, dalam bersaing untuk loyalitas di kalangan kaum muda Maluku di Jakarta kedua pemimpin preman itu juga bersaing dalam mendapatkan akses ke bisnis keamanan pribadi anak-anak Soeharto. Milton memperoleh akses ke mereka melalui Yorris Raweyai, wakil ketua Pemuda Pancasila yang berasal dari Papua Barat dan dekat dengan Bambang Trihatmodo. Selain itu, Milton adalah ipar Tinton Soeprapto, pimpinan arena pacuan mobil milik Tommy Soeharto di Sentul, Bogor. Sementara itu, Ongen lebih dekat ke Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut melalui Abdul Gafur, bekas Menteri Pemuda dan Olahraga di zaman pemerintahan Soeharto. Anak buah Ongen terutama berasal dari desa-desa Pelauw dan Kalolo di Haruku. Menjelang Sidang Istimewa MPR November 1998, ketika B.J.Habibie berusaha mencari mandat untuk melegitimasi kepresidenannya, sejumlah politisi, jendral dan usahawan menciptakan kelompok paramiliter baru untuk menangkal aksi-aksi demonstrasi mahasiswa yang menentang pencalonan kembali Habibie.

Kelompok Pam Swakarsa ini antara lain terdiri dari preman-preman Ambon Muslim yang direkrut oleh Ongen Sangaji. Dukungan keuangan untuk kelompok ini berasal dari keluarga Soeharto dan seorang pengusaha keturunan Arab, Fadel Muhammad, yang dekat dengan keluarga Soeharto. Sementara dukungan politis untuk kelompok itu berasal dari Jenderal Wiranto, Menteri Pertahanan waktu itu, Mayor Jenderal Kivlan Zein, Kepala Staf KOSTRAD waktu itu, Abdul Gafur, Wakil Ketua MPR waktu itu, dan Pangdam Jaya Mayjen Djadja Suparman. Untuk meningkatkan militansi para milisi yang miskin dan berpendidikan rendah itu, mereka diindoktrinasi bahwa para aktivis mahasiswa adalah "orang-orang komunis" yang didukung oleh jendral dan pengusaha Kristen. Dengan demikian banyak anggota PAM Swakarsa beranggapan bahwa mereka ber'jihad' melawan "orang kafir". Kenyataan bahwa bentrokan yang paling sengit antara para mahasiswa dan tentara terjadi di kampus Universitas Katolik Atmajaya, hanya karena kedekatan kampus itu dengan gedung parlemen, memberikan kesan kredibilitas dari propaganda sektarian dan anti komunis ini. Dalam kerusuhan Semanggi menjelang Sidang Istimewa MPR itu, empat orang anak buah Ongen yang berasal dari Kailolo (Haruku), Tulehu dan Hitu (Ambon), dan Kei (Maluku Tenggara), dibunuh oleh penduduk setempat yang berusaha melindungi para aktivis mahasiswa dari serangan kelompok milisi Muslim itu. Maka terbukalah peluang untuk menghasut preman-preman Ambon Islam itu untuk melakukan balas dendam. Konyolnya, balas dendam itu tidak diarahkan terhadap para aktivis mahasiswa, tetapi terhadap sesama preman Ambon yang beragama Kristen. Kesempatan itu timbul ketika terjadi kerusuhan di daerah Ketapang, Jakarta Pusat, pada hari Minggu dan Senin, 22-23 November 1998. Apa yang dimulai adalah percekcokan antara para satpam Ambon Kristen yang menjaga sebuah pusat perjudian dan penduduk setempat segera berkembang menjadi kerusuhan anti Kristen di mana lusinan gereja, sekolah, bank, toko, dan sepeda motor dihancurkan. Ternyata, kekuatan-kekuatan dari luar dikerahkan untuk mengubah konflik lokal itu menjadi konflik antar-agama. Kekuatan-kekuatan luar ini mencakup sekelompok orang yang mirip orang Ambon, yang menyerang lingkungan Ketapang pada jam 5.30 pagi. Mereka dibayar Rp 40.000 ditambah makan tiga kali sehari untuk menteror orang-orang Muslim setempat. Meskipun salah seorang dari mereka yang tertangkap adalah orang Batak yang kemudian disiksa dan dibunuh oleh penduduk setempat, namun mayoritas preman ini adalah orang Ambon anggota PAM Swakarsa bentukan Gafur. Mereka yang menyerang semua penduduk setempat yang terlihat melintas di sekitarnya dan membakar semua sepeda motor yang diparkir di depan mesjid setempat yang menyebabkan jendela-jendela mesjid itu pecah. Dipicu oleh kabar angin bahwa sebuah mesjid telah dibakar oleh 'orang-orang kafir', penduduk Muslim setempat balik menyerang orang-orang luar tadi dengan dukungan para anggota Front Pembela Islam (FPI) yang didatangkan dari berbagai tempat di Jakarta. Selama kerusuhan ini, enam orang meninggal korban main hakim sendiri oleh penduduk Muslim setempat dan para anggota FPI. Tiga orang dari korban itu adalah orang-orang Kristen dari Saparua dan Haruku.

Memang tidak jelas apakah rangkaian pembunuhan terhadap para preman Ambon di Senayan dan Ketapang itu telah dipersiapkan oleh sekutu-sekutu politik Soeharto. Yang jelas, kerusuhan di Ketapang mengukuhkan monopoli sebuah pusat perjudian lain di jalan Kunir, Jakarta. Pusat perjudian itu dikelola oleh Tomy Winata, mitra bisnis Bambang Trihatmodjo dan teman dekat Yorris Raweyai dari Pemuda Pancasila. Terlepas dari motif di balik pembakaran pusat perjudian di Ketapang, pembunuhan terhadap para preman Ambon Muslim dan Kristen itu mengakibatkan kedua kelompok itu bertekad melakukan balas dendam terhadap satu sama lain di kampung halaman mereka di Maluku. Dengan menggunakan kerusuhan Ketapang sebagai alasan, aparat keamanan di Jakarta menangkap semua orang Maluku yang tidak memiliki KTP, dan menaikkan mereka ke kapal penumpang sipil maupun Angkatan Laut yang berlayar ke Ambon. Menurut seorang sumber penulis yang berlayar dengan KM Bukit Siguntang ke Ambon pada bulan Desember 1998, sekelompok preman Ketapang yang menumpang di geladak kapal dengan suara keras menggembar-gemborkan niat mereka untuk membalas dendam terhadap musuh mereka di Ambon. Di mata orang awam, langkah-langkah aparat keamanan ini tidak tampak mencurigakan, karena banyak orang Ambon Kristen pulang ke kampung halamannya untuk merayakan Natal, sementara banyak orang Ambon Muslim juga merencanakan untuk melalui bulan puasa dan liburan Idul Fritri bersama sanak keluarga di kampung mereka. Baru kemudian tersebar berita bahwa antara 165 dan 600 pemuda Ambon telah berlayar pulang ke Ambon selama akhir tahun 1998. Di antara mereka terdapat preman Ambon Kristen yang terlibat dalam serangan fajar di Ketapang, maupun Sadrakh Mustamu, kepala keamanan di pusat perjudian Ketapang. Ongen Sangaji dan Milton Matuanakotta juga termasuk preman Ambon yang pulang ke Ambon pada akhir tahun 1998, untuk menyulut kerusuhan di sana. Preman Ambon yang datang dari Jakarta, segera melebur ke dalam kalangannya masing-masing. Di kotamadya Ambon yang berpenduduk hampir 350 ribu jiwa itu, dunia preman dikuasai oleh dua orang tokoh yang berbeda kepribadiannya, Berty Loupati yang masih muda lebih merupakan seorang preman profesional, serta Agus Wattimena yang tua, seorang penatua (anggota Majelis Gereja) yang juga jago berkelahi. Berty Loupati adalah pemimpin kelompok 'Coker' yang didirikannya awal 1980-an di daerah Kudamati dekat RS Dr. Haulussy setelah ia pulang dari "berguru" ilmu kriminalitas kelas teri (petty crime) di Surabaya. Kelompok ini adalah hasil peleburan kelompok-kelompok preman yang lebih kecil di Ambon, seperti Van Boomen, Papi Coret, Sex Pistol. Anggota kelompok preman gabungan itu kurang lebih seratus orang, Nasrani maupun Muslim. Walaupun anggotanya ada juga yang perempuan, Coker semula merupakan kepanjangan dari "Cowok Keren" ('Handsome Boys'), walaupun kemudian ada yang mempelesetkan arti Coker menjadi Cowok Kerempeng ('Skinny Boys'), karena kebanyakan anggotanya memang kurus kerempeng. Di kemudian hari, setelah konflik antar-agama mulai berkecamuk di kota Ambon, majalah mingguan Tajuk (April

1999) mengubah arti Coker menjadi 'Cowok Keristen' ('Christian Boys'). Singkatan "Cowok Kristen" itu kemudian dipopulerkan oleh media massa yang mendukung kehadiran Lasykar Jihad di Maluku. Di luar struktur Coker, Agus Wattimena mendirikan Lasykar Kristus, khusus dibentuk untuk berperang melawan kelompok milisi Islam asli Ambon sertaLasykar Jihad yang datang dari luar Ambon. Jagoan yang sering menyandang pistol Colt kaliber 45 mengaku punya 60 ribu anak buah (Hajari 2000). Tidak jelas seberapa jauh kebenaran klaim Agus itu. Yang jelas, adanya dua kelompok yang sama-sama mengklaim membela kepentingan masyarakat Ambon Kristen menimbulkan rivalitas yang sangat tajam antara Berty dan Agus, apalagi setelah beredar kabar burung bahwa Berty mulai condong ke kepentingan penguasa dari Jakarta. Tidak lama setelah nama Agus Wattimena diumumkan sebagai "Pimpinan Akar Rumput" (Grassroots Leader ) Front Kedaulatan Maluku (FKM), yang diproklamasikan oleh dokter Alex Manuputty dan kawan-kawannya pada tanggal 18 Desember 2000, riwayat Agus tampaknya sudah tamat. Hari Selasa malam, 20 Maret 2001, Agus Wattimena tewas tertembak di rumahnya sendiri, dengan dua lubang tembakan di jidat dan lengan kirinya (Jakarta Post, 22 Maret 2001). Menurut sumber-sumber Lasykar Jihad (Laskarjihad.or.id, 21 Maret 2001), "Agus ditembak oleh pesaingnya, Berty Loupatty, kepala geng Coker (Cowok Kristen), yang satu daerah dengan Agus. Berty dan Agus memang akhir-akhir ini sudah tidak akur dan pernah terlibat baku tembak melibatkan seluruh anak buah mereka di kawasan Kudamati beberapa bulan lalu". Namun melihat pola adu domba antara sesama kelompok sipil yang semakin sering dilakukan oleh kelompok-kelompok militer di berbagai penjuru Nusantara, bisa saja Agus Wattimena ditembak mati oleh seorang sniper profesional. Soalnya, ia baru dibunuh setelah melibatkan diri secara langsung dalam sebuah organisasi yang terangterangan memperjuangkan kedaulatan rakyat Maluku yang diproklamasikan oleh RMS tahun 1950. Jadi saat itu ia bukan lagi sekedar panglima satu kelompok milisi yang semata-mata memperjuangkan keselamatan separuh penduduk kota Ambon yang beragama Kristen. Kendati demikian, buat kebanyakan orang Ambon yang beragama Kristen, kematian laki-laki setengah ompong berumur 50 tahun itu tetap dihargai sebagaimana layaknya gugurnya seorang pahlawan. Ia dikuburkan di tengah-tengah 400 orang anakbuahnya yang telah meninggal terlebih dahulu di kota Ambon. Kematiannya tidak hanya diperingati di kota Ambon, tapi juga oleh masyarakat Ambon Kristen di Jakarta, dihadiri oleh sejumlah artis terkenal. Sementara itu, Ongen Sangaji dan Milton Matuanakotta sudah sama-sama bersembunyi untuk menghindarkan diri dari kemarahan masyarakat Ambon di Jakarta. Ongen kabarnya telah bersumpah untuk tidak akan terlibat lagi dalam proyek kerusuhan di tempat-tempat lain di Indonesia, sedangkan Milton kabarnya disembunyikan atas perintah Jenderal (Purn.) Wiranto, yang peranannya akan dibahas kemudian dalam makalah ini.

Eskalasi dua tahap ------------------Setelah dipicu oleh para preman Ambon dari Jakarta, konflik di Maluku dapat dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama mulai Januari 1999 sampai dengan akhir April 2000, dan ditandai oleh saling menyerang antara penduduk Kristen dan Muslim yang sebagian besar menggunakan senjata primitif buatan sendiri, termasuk bom rakitan. Ada keseimbangan kekuatan antara kedua belah fihak. Selanjutnya, fase kedua mulai dari bulan Mei 2000, yang ditandai oleh kedatangan orang non-Maluku, yang sebagian besar adalah orang Muslim dari Jawa, Sulawesi, dan Sumatera, yang dikenal sebagai Lasykar Jihad. Mereka membawa senjata modern dan bersekutu dengan personil militer Muslim yang berjumlah 80% dari pasukan yang ditempatkan di kepulauan rempah-rempah itu. Perkembangan ini secara total menghancurkan keseimbangan sebelumnya, dan menciptakan perimbangan kekuagan yang menguntungkan orang Muslim. Selama tahap pertama, ketika secara relatif jumlah orang yang terbunuh masih sedikit dan tingkat kebencian antaragama belum mencapai klimaksnya, maka operasi intelijen direncanakan secara cermat untuk mengkondisikan kedua komunitas menerkam leher satu sama lain, segera setelah kerusuhan sosial dipicu. Operasi-operasi intelijen ini mencakup penyaluran pamflet-pamflet provokatif di kalangan penduduk dan penyaluran handie-talkie di kalangan pemimpin kelompok-kelompok setempat agar kerusuhan dapat dipicu secara simultan dalam jangkauan yang luas. Beberapa pamflet tanpa nama yang disebarkan di Ambon menjelang kerusuhan bulan Januari dan Februari 1999, memperingatkan kedua belah pihak, bahwa pihak lain sedang merencanakan untuk membakar rumah-rumah ibadah mereka, dan memperingatkan sebuah kelompok etnik bahwa kelompok etnik lain sedang merencanakan untuk membinasakan mereka. Pamflet-pamflet serupa disebarkan di kalangan kaum Muslim di Maluku Utara, menjelang kerusuhan bulan Agustus dan November 1999. Ditandatangani oleh para pemimpin gereja Protestan di Ambon, isi pamflet-pamflet itu mendesak orang Kristen untuk membinasakan semua orang Muslim. Salah satu pamflet jatuh ke tangan aparat desa di Tidore. Sebuah pertemuan diadakan dan ketika pendeta setempat, Ari Risakotta, tidak muncul untuk menjelaskan isi surat itu, ia diserang dan dibunuh di rumahnya. Mengingat bahwa pertarungan yang masih berlangsung di Ambon, rasanya sangat tidak mungkin bahwa ada pemimpin gereja menginginkan konflik itu merambat ke daerah lain di kepulauan itu. Jadi dapat disimpulkan bahwa pamflet-pamflet ini dibuat oleh para agitator yang sangat profesional, yang mengenal masyarakat Maluku Utara dengan sangat baik. Akhirnya, setelah perang saudara berlangsung beberapa bulan dan kedua belah fihak telah banyak saling membunuh, seruan jihad dikumandangkan oleh organisasiorganisasi militan Muslim yang didukung oleh sejumlah politisi Muslim dalam tablig akbar pada tanggal 7 Januari 2000 di Lapangan Monas Jakarta, yang menjadi platform untuk memobilisasi kekuatan-kekuatan Lasykar Jihad, untuk dikirim ke Maluku. Sepintas lalu, semua perkembangan ini tampak berlangsung secara spontan. Tetapi di

bawah permukaan, ada dua jaringan yang saling berhubungan, yakni jaringan militer dan jaringan Muslim militan, yang masing-masing punya agenda sendiri, tetapi dipersatukan oleh tujuan bersama untuk menyabot tujuan pemerintah untuk menurunkan kekuasaan militer dan untuk menciptakan masyarakat yang terbuka, toleran, dan bebas dari dominasi suatu agama. Jaringan Militer -----------------Jaringan militer yang menjembatani kedua tahap itu terentang dari Jakarta sampai ke Ambon, dan terdiri dari perwira-perwira aktif maupun purnawirawan yang bekerja keras untuk memprovokasi orang-orang Muslim dan Kristen untuk bertarung. Mereka termasuk dalam faksi militer yang dengan kuat menentang pengurangan politik dan kepentingan bisnis militer, atau ikut dalam jaringan ini untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dari sorotan dan kemungkinan pengadilan atas pelanggaran hak-hak asasi manusia serta kejahatan melawan kemanusiaan. Dua orang jendral purnawirawan, tiga orang jendral aktif, dan seorang pensiunan perwira TNI/AU, terlibat dalam jaringan ini. Mereka terdiri dari Jendral (Purn.) Wiranto, Mayor Jenderal Kivlan Zein, Letjen (Purn.) A.M. Hendropriyono, Letjen Djadja Suparman, Letjen Suaidy Marasabessy, Mayjen Sudi Silalahi, dan Mayor TNI/AU (Purn.) Abdul Gafur. Wiranto adalah Penglima Angkatan Bersenjata yang bertanggungjawab atas pestapora kekerasan dan kehancuran pasca referendum di Timor Lorosa'e pada bulan September 1999, dan juga bertanggungjawab atas pecahnya kekerasan di Ambon, delapan bulan kemudian. Nama Kivlan Zein, pernah dikemukakan sekali oleh Abdurrahman Wahid, walaupun dengan secara agak tersamar, yakni "Mayjen K" (Tempo, 29 Maret 1999: 32-33). Menurut informasi yang saya peroleh, Kivlan Zein, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Staf KOSTRAD, memang ditugaskan oleh Wiranto untuk mengamankan Sidang Istimewa MPR bulan November 1998. Tugas itu antara lain dilaksanakan dengan pembentukan PAM Swakarsa, yang sebagian besar beragama Islam. Untuk melakukan tugas-tugas counter-insurgency semacam itu, Kivlan Zein punya satu sumber dana yang luarbiasa, yakni kelompok perusahaan Tri Usaha Bhakti (TRUBA), di mana ia duduk sebagai komisaris (Kompas, 3 November 2000). Awal November tahun lalu, anggota Komisi I DPR, Effendi Choirie dari Fraksi Kebangkitan Bangsa mendesak Departemen Pertahanan dan Markas Besar TNI agar secara serius menindaklanjuti hasil auditing BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) terhadap sejumlah yayasan milik TNI, yang baru saja dilaporkan ke DPR. Di situ termasuk bisnis Yayasan Kartika Eka Paksi, pemilik seluruh saham TRUBA itu. Sayangnya, seruan politisi PKB itu tidak ditanggapi oleh pemerintah maupun para anggota DPR yang lain. Djadja Suparman adalah Pangdam Jaya yang ikut bertanggungjawab atas pembentukan PAM Swakarsa. Setelah dipromosikan menjadi Pangkostrad, ialah yang memerintahkan pasukan Kostrad di Makassar untuk terbang ke Ambon, hanya satu

jam setelah bentrokan antara seorang pengendara angkutan umum Ambon Kristen dan seorang penumpang Bugis Muslim pecah di Ambon pada tanggal 14 Januari 1999. Belakangan ini ada sinyalemen di Jakarta, bahwa korupsi sebesar Rp 173 milyar di lingkungan yayasan-yayasan Kostrad ketika kesatuan militer elit itu masih berada di bawah Djadja Suparman (Tempo, 24-30 April 2001, Laporan Utama), ada hubungan dengan kerusuhan di Maluku. Sebagian dana itu digunakan untuk membiayai pelatihan dan pengiriman 6000 orang anggota Lasykar Jihad ke Maluku. Paling tidak, begitulah yang dipercayai oleh para anggota Kongres AS, yang menolak normalisasi kerjasama militer antara AS dan Indonesia. Seperti yang telah disinggung di depan, Abdul Gafur yang mantan Menteri Pemuda dan Olahraga di bawah Soeharto itu ikut terlibat dalam pembentukan pasukan PAM Swakarsa tersebut, khususnya kelompok preman Maluku Muslim yang diketuai oleh Ongen Sangaji. Di kalangan orang Maluku di Jakarta, ia dikenal sangat tekun berusaha memecahbelah masyarakat Maluku berdasarkan garis agama. Pada 15 Mei 1995, ketika komunitas Ambon di Jakarta memperingati pemberontakan Pattimura melawan Belanda pada tahun 1817, Gafur memboikot perayaan orang Maluku di Gedung Joang di lingkungan Menteng di mana dua pemuka agama -- Kristen dan Muslim -memanjatkan doa mereka. Ia sebaliknya mengorganisir perayaan eksklusif bagi orang Maluku Muslim di Taman Mini Indonesia Indah dengan mengorganisir lari membawa obor. Pada kesempatan lain, Gafur mengatakan bahwa Pattimura beragama Islam, bertentangan dengan pandangan umum bahwa pahlawan nasional itu, yang sesungguhnya bernama Thomas Matulessy, beragama Kristen. Setelah kerusuhan meletus di Ambon, dan propinsi Maluku dipecah dua menjadi Maluku Utara dan Maluku, Gafur yang beradarah campiran Ternate dan Acheh itu segera berkampanye untuk menjadi kandidat Gubernur Maluku Utara, memanfaatkan koneksi-koneksi Golkarnya. Ketua DPP Golkar yang juga ketua DPR-RI, Akbar Tanjung, mendukung pencalonan Gafur oleh Golkar, yang menguasai kursi terbanyak di DPRD Maluku Utara (Gamma, 17-23 Jan. 2001, hal. 39; Mandiri, 28 Febr. 2001), namun sejumlah cendekiawan asal Maluku Utara menentang pencalonan orang yang selama ini sangat bersikap menjilat pantat Soeharto dan keluarganya. Tidak lama setelah kerusuhan meletus di kota Ambon, mulai beredar kabar-kabar burung bahwa kerusuhan itu didalangi oleh orang-orang Maluku Nasrani, yang ingin menghidupkan kembali 'Republik Maluku Selatan' (RMS) yang pernah dicetuskan di Ambon pada tanggal 25 April 1950, dan meneruskan perjuangan mereka lewat gerilya bersenjata di Pulau Seram hingga tahun 1964. Tuduhan itu, di mana cap 'RMS' selanjutnya dipelesetkan menjadi 'Republik Maluku Serani', yang akan dibahas tersendiri di bagian ini, sejak dini ikut disebarluaskan oleh Letjen (pur) A.M. Hendropriyono, mantan Menteri Transmigrasi dalam pemerintahan Habibie. Dalam sebuah pertemuan publik pada tanggal 19 Maret 1999 dengan gubernur Maluku, para pemimpin agama dan informal lain, serta para mahasiswa dan pemuda di Ambon, Hendropriyono melontarkan tuduhan itu. Seorang jendral purnawirawan lain, Feisal Tanjung, yang pernah menjadi Pangab dalam kabinet Soeharto, segera menggarisbawahi tuduhan Hendropriyono itu.

Hendropriyono, memang punya kepentingan praktis untuk menyebarluaskan tuduhan itu. Soalnya, setelah Soeharto dipaksa turun dari takhta kepresidenannya, peranan Hendropriyono dalam tragedi Lampung yang menewaskan sekitar 250 jiwa – termasuk perempuan dan anak-anak - pada tanggal 7 Februari 1989, mulai dibongkar oleh berbagai kelompok hak asasi manusia di Indonesia. Kolonel Hendropriyono waktu itu adalah Komandan Korem 043 Garuda Hitam Lampung yang memimpin operasi gabungan tentara, polisi, dan Angkatan Udara, ke sebuah perkampungan para migran dari Jawa, yang dicap sebagai Islam fundamentalis (Awwas 2000).Cap itu, oleh berbagai pengamat, telah dianggap terlalu berlebihan. Sebab konflik antara pemerintah dan perkampungan Islam itu, lebih berakar pada permasalahan pembebasan tanah, yang lebih jauh lagi berakar pada sejarah pembukaan daerah Lampung oleh Belanda untuk kepentingan para transmigran dari Jawa (Wertheim 1989). Dengan mengalihkan perhatian ke Maluku, dengan cara-cara yang seolah-olah merangkul kepentingan umat Islam, Hendropriyono untuk sementara waktu berhasil mengurangi sorotan para korban tragedi Lampung. Suaidy Marasabessy, seorang veteran dari perang Timor yang kemudian menjadi Pangdam Hasanuddin di Sulawesi Selatan, yang menyetujui pengiriman pasukan Kostrad dari Makassar ke Ambon, kendati mereka secara emosional berpihak untuk menentang Ambon Kristen dan membela para migran Bugis dan Makasar di Ambon, karena didorong oleh solidaritas etnik. Sebagai konsekuensinya Marasabessy dipindahkan ke Markas Besar Angkatan Darat dan dipromosikan menjadi Kasum TNI oleh Presiden Abdurahman Wahid. Baik promosi Marasabessy maupun Djadja Suparman didasarkan pada rekomendasi dari Wiranto, waktu itu masih menjadi Menko Polkam. Wiranto kemudian mengangkat Marasabessy untuk mengepalai Team 19 yang terutama terdiri dari para perwira Maluku untuk mengadakan investigasi latar belakang dari kekerasan di Maluku dan menyarankan cara-cara penyelesaian persoalan itu. Selama kedua fase konflik itu, Sudi Silalahi menjadi Pangdam Brawijaya di Jawa Timur, dan telah bertanggungjawab atas pengiriman pasukan Brawijaya berdampingan dengan pasukan Kostrad - yang ikut meningkatkan kekerasan antaragama di Maluku. Dalam kapasitasnya sebagai Pangdam Brawijaya, ia juga membiarkan ribuan anggota Lasykar Jihad untuk berlayar dari Surabaya ke Ambon, meskipun Presiden Wahid menghimbau kepada seluruh jajaran TNI dan Polri untuk menghalanginya. Harap diingat bahwa di awal bulan-bulan kekerasan, seluruh Kepulauan Maluku masih berada di bawah Kodam Trikora yang bermarkas di Jayapura, Papua Barat. Berarti sebenarnya Wiranto dapat mengirim pasukan Trikora dari Papua Barat ke Ambon, ketimbang mengirim pasukan dari Jawa dan Sulawesi Selatan, yang kebanyakan beragama Islam, untuk menghadapi kerusuhan di Maluku. Baru pada tanggal 15 Mei 1999, setelah puluhan batalion tentara tersebar di

Kepulauan Maluku, status Korem Pattimura ditingkatkan menjadi Kodam. Di Maluku sendiri, dua orang kolonel yang waktu itu berkedudukan di Ambon ikut mengipas-ngipas api kebencian antara orang Kristen dan Islam. Asisten Teritorial Pattimura, Kol. Budiatmo, memupuk hubungan dengan para Preman Kristen, khususnya Agus Wattimena, untuk mempertahankan kemarahan mereka terhadap para tetangga mereka yang Muslim, sementara Asisten Intelijen Kodam Pattimura, Kol. Nano Sutarmo, menjaga agar api tetap menyala di kalangan perusuh Muslim. Dua orang kolonel itu, yang sudah ditempatkan di Ambon ketika Suaidy Marasabessy menjadi Komandan Korem Pattimura, juga memiliki teman-teman di kalangan atas di Jakarta. Saudara laki-laki Nano Sutarno, Brigjen Marinir Nono Sampurno, adalah komandan pengawal keamanan Wakil Presidan Megawati. Ini membuat Megawati secara praktis "tertawan" oleh agenda militer, meskipun ia justru adalah orang yang ditugaskan Presiden Wahid untuk menyelesaikan masalah Maluku. Selain kedua orang kolonel itu, yang di akhir tahun 2000 telah dipindahkan dari Maluku, beberapa orang purnawirawan dan perwira aktif dan masih tinggal di Ambon juga memainkan peran dalam mengipas-ngipas api permusuhan antaragama. Mereka adalah Brigjen (Purn) Rustam Kastor dan Letkol (Pur) Rusdi Hasanussy. Lahir di Ambon pada tanggal 9 Juli 1939, Rustam Kastor adalah mantan Komandan Korem Pattimura, mantan Kepala Staf Kodam Trikora (Papua Barat), dan telah ditempatkan di Markas Besar di Jakarta. Barangkali dialah yang paling tepat dijuluki sebagai 'bapak ideologis' dari kekerasan Maluku. Ia memberikan pembenaran 'pseudo-ilmiah' untuk mengundang Lasykar Jihad ke Maluku, konon untuk menyelamatkan orang Muslim dari pembinasaan yang dilakukan oleh orang-orang Maluku Kristen, dengan menuduh orang-orang Kristen mencoba menghidupkan kembali pemberontakan 'RMS' tahun 1950 s/d 1964. Tidak hanya Gereja Protestan Maluku, tetapi juga PDI-P Megawati Sukarnoputri cabang Maluku dituduh terlibat dalam pemberontakan itu, yang bertujuan untuk menciptakan negara Maluku yang berasas Kristen, di mana tidak ada tempat bagi orang Maluku yang beragama Islam, menurut buku Rustam Kastor (2000) yang menjadi best-seller di kalangan pendukung Lasykar Jihad di Jawa. Sesungguhnya, teori konspirasi ini pertama kali dikemukakan pada 28 Januari 1999 dalam konperensi pers yang diorganisir oleh dua organisasi militan Muslim, KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam) dan PPMI (Persatuan Pekerja Muslim Indonesia). Teori konspirasi ini segera disebarluaskan oleh Letjen (pur) A.M. Hendropriyono, seperti yang telah dijelaskan di depan. Seorang jendral purnawirawan yang lain, Feisal Tanjung, bekas Pangab dalam kabinet Soeharto dan terakhir menjabat sebagai Menko Polkam dalam kabinet Habibie, ikut menggarisbawahi tuduhan Hendropriyono. Teori ini kemudian menyebar seperti api yang membakar ranting-ranting kering setelah disiarkan oleh sebagian media massa di Indonesia, di mana singkatan RMS diplesetkan menjadi 'Republik Maluku Serani'. Plesetan itu mendistorsi kenyataan seolah-olah semua orang Ambon Kristen mengambil bagian dalam mendirikan

gerakan kemerdekaan ini, dan seolah-olah orang Ambon Islam semuanya menolak pemberontakan itu. Disertasi Richard Chauvel tentang pemberontakan itu (1990) menunjukkan ketidakbenaran pelesetan 'Republik Maluku Serani', dan bahwa RMS bukan bertujuan membentuk negara Kristen. Chauvel jelas-jelas membeberkan bagaimana salah seorang pemimpin RMS yang diperiksa oleh TNI setelah pemberontakan di Ambon berhasil ditumpas adalah Ibrahim Ohorella. Raja (kepala desa) Tulehu itu malah menjadi tuan rumah rapat-rapat persiapan proklamasi RMS, mengerahkan sebagian besar warga desanya untuk menghadiri proklamasi RMS di alun-alun kota Ambon yang dihadiri sekitar 9000 orang, dan memasok kebutuhan sagu senilai Rp 25 ribu (waktu itu) untuk makanan para serdadu Angkatan Perang RMS sebelum Tulehu diduduki oleh TNI. Sebaliknya, masyarakat Kristen di Ambon serta orang Ambon Kristen di luar Ambon juga tidak sepenuhnya mendukung proklamasi RMS. Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) sendiri, bersikap netral terhadap proklamasi itu. Seorang tokoh Ambon di Jakarta yang kemudian menjadi Wakil Perdana Menteri, Dr. J. Leimena, dipercayai oleh Sukarno untuk berunding dengan pencetus RMS untuk mengakhiri gerakan mereka. Setelah hampir setahun disebarkan oleh berbagai media di Indonesia, teori ini diabadikan oleh Rustam Kastor ke dalam bentuk buku (2000), yang telah menjadi paling laku, tidak hanya di lingkungan Muslim tertentu di Maluku, Jawa dan Sulawesi. Selain dari bahasa Provokatifnya tentang orang Kristen, buku itu menuding aksi demonstrasi mahasiswa Ambon secara besar-besaran pada bulan November 1998, sebagai tahap 'pematangan situasi' bagi pemberontakan RMS yang didukung oleh GPM dan PDI-Perjuangan cabang Maluku. Menurut Kastor, demonstrasi itu merupakan upaya yang sadar untuk memperlemah militer, sehingga mereka tidak akan dapat menghancurkan 'pemberontakan RMS' selanjutnya yang bertujuan untuk membersihkan Maluku dari penduduk Muslimnya. Kastor juga menuduh orang-orang Kristen memanipulasi gerakan reformasi yang dipimpin mahasiswa untuk menghancurkan perekonomian Indonesia, dan dengan demikian mempromosikan disintegrasi Republik dengan memisahkan provinsiprovinsi yang didominasi Kristen di Indonesia bagian Timur -- termasuk Timor Lorosa'e --, yang kemudian dapat membentuk negara baru yang didominasi Kristen dengan sumber-sumber daya alami yang fantastik, karena negara itu akan meliputi Papua Barat dan provinsi Maluku yang sekarang. Apa yang diabaikan Kastor dalam bukunya adalah kenyataan bahwa gerakan kemerdekaan Timor Lorosa'e dan Papua Barat ikut dipimpin oleh tokoh-tokoh Muslim setempat, seperti Mar'i Alkatiri yang kini menjadi Menteri Ekonomi dan sumberdaya Alam dalam pemerintahan transisi di Timor Lorosa'e, serta Thaha Mohamad Alhamid, Sekjen Presidium Dewan Papua yang kini sedang ditahan oleh pemerintah Indonesia di Papua Barat. Alkatiri dan Alhamid tentu saja tidak berjuang untuk menciptakan suatu aliansi negara Kristen di Timur Indonesia. Di samping itu, kehendak untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia bukanlah

Mereka memakai seragam loreng.atau dengan kelaziman dari para penembak gelap. yang telah didokumentasikan dengan baik oleh para jurnalis asing. 70% dari para korban di kedua belah pihak dibunuh atau dilukai dari tembakan senjata organik militer dan polisi. ketua MUI Maluku itu pergi ke Makassar untuk merekrut enampuluh orang anggota Muhammadiyah dan mengapalkan mereka ke Ambon untuk bergabung dengan milisi Muslim lokal (TPG. dengan mendorong sebuah peti kayu besar yang berisi perlengkapan mereka ke dalam pesawat terbang. Rusdi Hassanusi. Brawijaya. 2000. yakni pasukan-pasukan Kostrad. Ambon. Tanpa dukungan militer ini. Secara ironis. sebagaimana terjadi ketika empat orang tentara Kopassus berambut panjang ditahan di atas kapal KM Lambelu. Keterlibatan Kopassus tidak begitu kentara sebagaimana tiga kesatuan lain. pada 5 Agustus 2000. membakar asrama yang . maka tidaklah mengherankan jika para serdadu itu dapat beroperasi dengan bebas di kedua provinsi kembar itu. yang sering bertindak secara tenang dan berhatihati untuk menetapkan jumlah korban yang setara bagi kedua komunitas. Lasykar Jihad sendiri pada tanggal 21-22 juni 2000 tidak mungkin menghancurkan markas Brimob di Tantui.seperti menembak dan melempar granat dari dalam drum minyak yang kosong yang digelindingkan oleh anggota Lasykar Jihad ketika menyerang kampus UKIM (Universitas Kristen Indonesia Maluku) -. atau menggunakan kaos-kaos Lasykar Maluku sebagai ciri dari milisi Kristen. mungkin merupakan satu-satunya perwira polisi aktif yang memimpin sebuah cabang Majelis Ulama Indonesia. Selain menulis buku untuk membenarkan perang antaragama di Maluku. Memang tembakan kepala yang fatal tidak merupakan monopoli anggota Kopassus. dalam setiap konfrontasi antaragama. Dengan begitu banyak tokoh militer yang terlibat dalam menghasut kekacauan di Maluku. H. ia kehilangan anaknya. Kopassus dan Brimob. sersan polisi yang secara fatal dilukai oleh penembak gelap pada hari Rabu. tiga kesatuan tentara dan satu kesatuan polisi telah mengambil bagian dalam pembunuhan besar-besaran itu. 1999). dan telah dikuasai pula oleh pasukan-pasukan khusus Angkatan Darat memiliki waktu dan kesempatan yang lebih lama untuk mengembangkan keterampilan yang mematikan ini selama masa tugas mereka di Timor Lorosa'e dan berkat latihan bersama para penembak jitu SAS di Australia. Pada bulan Juli 1999. Beberapa orang dari mereka ditangkap sebelum mencapai Ambon. Alfian ("Eki") Hassanusi (10). Pada dasarnya. lengkap dengan lencana Kopassusnya. Kehadiran para anggota Kopassus di Ambon itu sudah diketahui oleh para jurnalis sejak Januari 1999. Para tentara Kopassus sering menyamarkan dengan menggunakan jubah Arab dan jenggot palsu sebagai ciri Lasykar Jihad. Tokoh selanjutnya. 17 Mei. kira-kira 70 orang perwira Kopassus dilihat oleh para jurnalis dan para relawan kemanusiaan meninggalkan Ambon dengan menumpang pesawat terbang militer Hercules. Kehadiran Kopassus di antara Lasykar Jihad dapat disimpulkan dari ketrampilan tempur mereka yang khas -. Kastor terlibat aktif mempersiapkan kedatangan Lasykar Jihad di Maluku. dan memupuk fanatisme mereka melalui khotbah-khotbah yang membakar. di mana sampai Mei 2000.merupakan monopoli Kristen sebagaimana ditunjukkan oleh rakyat Aceh.

yang menurut mereka saat itu masih didominasi oleh golongan minoritas Kristen dan Tionghoa (Hefner 2000: 141-142. dan Fuad Bawazier itu. Tabligh akbar yang menghimbau agar orang Muslim berjihad ke Amdon dihadiri oleh Amien Rais.Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah -. tidak terlepas dari perbedaan pendapat mereka dengan Presiden Abdurrahman Wahid soal peranan Islam dalam kehidupan bernegara di Indonesia.000 butir peluru. dan mencuri 832 pucuk senjata. Seorang aktivis 'neo NII' adalah Al-Chaidar. mereka berkembang pesat di luar dua organisasi Muslim yang paling besar -. termasuk KISDI. Tak ketinggalan. berasal dari Aceh.000 orang anggota Polri dan anggota keluarga mereka. PPMI. Kebanyakan pemimpin massa yang direkrut untuk mengobarkan Jihad di Maluku berasal dari arus kaum militan Muslim baru. Hamzah Haz. 147-148. Gerakan internasional ini bertujuan untuk kembali kepada Islam dari generasi awal yang didanai oleh para anggota dinasti Saud. serta 22 organisasi Muslim militan. para politisi Islam itu mengkampanyekan "demokrasi proposional" dalam sistem politik dan ekonomi Indonesia. Dirintis melalui ICMI di bawah pimpinan BJ Habibie. mantan menteri dalam kabinet Soeharto. Sikap itu justru bertolakbelakang dengan sikap politik Abdurrahman Wahid. menghancurkan dua gudang amunisi.000 Orang di Monumen Nasional Jakarta pada tanggal 7 Januari 2000. untuk mengirimkan enam ribu orang pemuda Muslim ke Kepulauan Maluku diharapkan dapat 'membebaskan saudara laki-laki dan perempuan Muslim mereka dari para penindas Kristen mereka'. dan ekonomi Indponesia. yang ajarannya diterapkan oleh Ibnu Saud. untuk membedakan mereka dari gerakan bawah tanah yang pernah dihubungkan dengan operasi intelijen almarhum Jendral Ali Murtopo. parlemen. karena umat Islam merupakan mayoritas penduduk Indonesia. Golkar dan militer. yang mengorganisir tabligh akbar yang dihadiri antara 40. Gerakan itu dinamai dengan nama pendirinya. karena itu mereka juga dikenal sebagai gerakan 'neo-NII'. Maksudnya. Wahid pun menganjurkan rekonsiliasi dengan . Fuad Bawazier. Muhammad bin Abdul-Wahab (1705-1787). 8.dalam gerakan Tarbiyah.. Makanya ia menampik tawaran masuk ICMI dan sebaliknya ikut mendirikan Forum Demokrasi (Fordem) bersama sejumlah cendekiawan non-Muslim (Hefner 2000: 162). ketika ia mendirikan monarki Saudi pada tahun 1925.dihuni kira-kira 2. Hamzah Haz. yang bekerjasama dengan jaringan militer yang diuraikan sebelumnya. FPI dan Asosiasi Muslim Maluku yang dipimpin oleh Ongen Sangaji. Tujuannya adalah untuk mendirikan negara Islam. seperti ITB. Keterlibatan dari tokoh-tokoh politisi Poros Tengah seperti Amien Rais. yang mengikuti ajaran gerakan Wahhabi. Jaringan Muslim -------------------Berbicara tentang Lasykar Jihad membawa kita pada jaringan Muslim militan. Di Indonesia.000 sampai 10. yang membentuk jamaah salaf di kalangan mahasiswa di beberapa universitas negeri yang bergengsi. ketua MPR. maka mereka harus mendominasi pemerintahan. 150. tentara. 212). dan lusinan seragam Brimob. Sikap itu dilanjutkannya setelah dipilih menjadi Presiden dengan dukungan Poros Tengah. mantan menteri dalam kabinet Wahid.

Mayjen Da'i Bahtiar.di mata para politisi Poros Tengah. aparat keamanan membiarkan saja peti-peti kemas penuh senjata itu diturunkan di pelabuhan Yos Sudarso yang dikuasai komunitas Muslim di Waihoang. Ustadz Ja'far Umar Thalib. penyebaran Lasykar Jihad yang cepat di kedua provinsi kembar itu. ada ikatan yang kuat antara Lasykar Jihad dan Partai Keadilan. Kembali ke mereka yang bergerak di garis depan. Agenda Militer --------------Dilihat dari langgengnya pembunuhan antaragama di Kepulauan Maluku. para anggota Lasykar Jihad juga dibiarkan mengapalkan senjata mereka dengan kapal lain. yang kini Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Partai Keadilan. dukungan politis bagi Lasykar Jihad di dalam Angkatan Bersenjata tidak hanya berasal dari faksi Wiranto di TNI/AD. yang disembunyikan dalam kotak-kotak sabun dalam 200 buah peti kemas. Meskipun Presiden Wahid memerintahkan seluruh jajaran TNI dan Polri untuk mencegah pasukan Lasykar Jihad meninggalkan Jawa. melalui ideolog partai itu. Golkar dan militer mendorong munculnya aliansi untuk mendongkel Wahid dari kursi kepresidenannya dengan antara lain menggunakan kerusuhan Maluku sebagai tongkat pendongkel. Alumnus pesantren Persis di Bangil itu melanjutkan sekolah ke Maududi Institute di Lahore. patut digarisbawahi bahwa komandan Lasykar Jihad di Maluku.kaum kiri di Indonesia dengan mengusulkan pencabutan Ketetapan MPR No. yang mencapai Ambon setelah kedatangan pasukan itu. Gerakan militan Muslim ini juga menikmati dukungan diam-diam dari berbagai faksi di Polri dan Angkatan Laut. di mana tidak seorang pun telah diajukan ke pengadilan atau bahkan diselidiki keterkaitannya dengan konflik berkepanjangan di Maluku. dari salah seorang Imam Salafi di Yaman yaitu Syaikh Muqbil Bin Had Al Wadi'. pernah kuliah di Universitas Madinah. Mantan dosen agama Islam ITB itu. Di Maluku Utara yang dominan Muslim. Abdi Sumaiti alias Abu Rido. Kenyataannya. awal 2000 yang lalu. orang . membiarkan saja mereka berlayar dengan kapal Pelni. Fatwa itu dikeluarkan khusus untuk berjihad di Maluku. Drs. Abu Rido juga menentang sekte-sekte Islam lain yang dirasakannya tidak mengajarkan doktrin yang benar. dari Surabaya ke Ambon. merupakan salah satu corong Lasykar Jihad. yang mengklaim punya 'hotline' langsung ke Panglima TNI. Ini barangkali ada hubungannya dengan pernyataan komandan Lasykar Jihad. Ja'far Umar Thalib. keberfihakan sejumlah besar anggota TNI dan Polri dengan fihak-fihak yang bertikai. Laksamana Widodo (Fealy 2001). KM Tanto Sakti. Keterlibatan Lasykar Jihad berperang melawan kaum Kristen di Maluku itu karena turunnya sebuah fatwa. Di Ambon. serta ketegaran para perwira dari faksi Wiranto. Pakistan. Majalah Sabili yang dimulainya ketika gerakan 'neo-NII'-nya masih di bawah tanah. Berbagai 'penyimpangan' ini . dan dari sana bergabung dengan gerilyawan Taliban di Afghanistan (1987-1989). KM Rinjani. juga berasal dari gerakan Wahhabi. Sementara itu. di mana ia bergabung dengan gerakan Wahhabi. H. namun Kapolda Jawa Timur waktu itu. Ia adalah imam gerakan Salafi di Indonesia yang berkiblat ke Arab Saudi. tidak di seluruh Indonesia. bukan di pelabuhan Angkatan Laut di Halong. 25 Tahun 1966 yang melarang penyebaran faham Marxisme-Leninisme di Indonesia.

dalam hal ini Laut Banda. agenda yang kedua adalah mempertahankan konsep Wawasan Nusantara. yang terletak di sebelah utara Timor Lorosa'e. agenda yang keempat adalah mempertahankan kepentingan bisnis militer. di mata TNI rantai kepulauan untuk pertahanan negara di kawasan timur Indonesia telah diperlemah secara serius. khususnya ancaman yang dirasakan oleh TNI dengan kehadiran ribuan pasukan PBB.tidak dapat lagi mempercayai retorika resmi di Indonesia bahwa yang terlibat hanyalah "oknum-oknum pembangkang" (rogue elements). Kedua. tetapi juga dengan menimbulkan perpecahan agama antara para mahasiswa Muslim dan Kristen di provinsi itu. khususnya Angkatan Darat. penjelasan mengenai kerusuhan yang berkesinambungan di Kepulauan Maluku harus ditemukan dalam kepentingankepentingan militer yang lebih sistemik. sedangkan agenda yang kelima yang tidak kalah pentingnya ketimbang semua agenda di atas adalah mencegah pemeriksaan dan peradilan para perwira tinggi dan purnawirawan ABRI yang dituduh terlibat kejahatan korupsi serta pelanggaran hakhak asasi manusia. Agenda yang pertama dan paling langsung adalah membalas oposisi para mahasiswa terhadap dwifungsi ABRI dengan mengalihkan konflik vertikal menjadi konflik horisontal. Selain dari putusnya rantai pertahanan geo-strategis akibat lepasnya setengah pulau Timor dari wilayah NKRI. Pertama-tama. dan dalam tingkat tertentu. di Timor Lorosa'e. karena diyakini bahwa mereka mungkin memiliki kecenderungan separatis yang sama sebagaimana rakyat Timor Lorosa'e yang mayoritas beragama Katolik. dapatlah dikatakan bahwa ada lima agenda militer dalam melanggengkan konflik di Maluku. secara langsung berhadapan dengan ancaman potensial dari Selatan. Maka. Maluku. Menurut doktrin pertahanan TNI yang dikenal dengan istilah Wawasan Nusantara. Dengan menganalisis data dan mengkaji cara berfikir dan operasi militer. sebagian besar penduduk Kristen di Maluku dipandang kurang dapat dipercaya di mata militer untuk mempertahankan sisi Tenggara NKRI. Ini telah dicapai. pulau-pulau berpenduduk berfungsi untuk membentengi laut pedalaman (territorial sea). Dari sudut militer perlu penyesuaian demografik strategik di Maluku berupa . tidak hanya dengan penghancuran dua kampus di mana para mahasiswanya berada di front depan dalam gerakan reformasi di Maluku. pemicuan konflik horisontal di Maluku dan di tempat-tempat lain di Indonesia sengaja dilakukan oleh militer untuk membelokkan perhatian jauh dari tuntutan para mahasiswa untuk penghapusan dwifungsi ABRI. agenda yang ketiga adalah mempertahankan struktur teritorial TNI. dengan lepasnya Timor Lorosa'e. penarikan diri aparatur negara Indonesia secara terpaksa dari Timor Lorosa'e telah meninggalkan satu lubang yang rawan dalam rantai pertahanan di wilayah Indonesia timur. yang didominasi oleh angkatan bersenjata Australia. Makanya. di Indonesia pada umumnya.

Pentingnya struktur teritorial ini tidak dapat diremehkan. karena inilah tulang punggungmiliter untuk melaksanakan fungsinya sebagai kekuatan politik. dengan komandannya adalah jendral berbintang dua. Akhirnya. dapat ditunjukkan dari keputusan Jendral Wiranto meningkatkan Korem Pattimura menjadi Kodam. Lalu.pengiriman ribuan anggota Lasykar Jihad yang akhirnya diharapkan menetap di kepulauan itu dengan membawa keluarga mereka dari Jawa dan pulau-pulau lain. Setiap Kodam memiliki sejumlah batalyon yang mewakili spesialisasi pelayanan yang berbeda-beda di dalam Angkatan Darat. Berbicara tentang uang suap adalah berbicara tentang agenda keempat dalam melanggengkankekerasan di Maluku. Agenda militer yang ketiga. Untuk mengklarifikasi hal ini. di mana instruksi mengalir dari puncak (ibu kota nasional) ke dasar (kecamatan). di samping unit-unit yang berdasarkan wilayah ada batalyon-batalyon dengan kemampuan tempur khusus. Kodam-Kodam lain yang pernah ada antara tahun 1958 dan 1985 juga akan dihidupkan kembali. Angkatan Darat merencanakan untuk membangun kembali tujuh belas Kodam. Batalyon-batalyon yang dikomandani oleh seorang mayor atau letnal kolonel itu merupakan tulang punggung struktur teritorial Angkatan Darat. Di bawah Korem adalah Kodim yang dikepalai oleh letnan kolonel. telah dikurangi menjadi sepuluh. Untuk menemukan dasar pemikiran dalam menciptakan kembali komando-komando daerah militer yang terbengkalai perlu ditunjukkan bahwa pasukan-pasukan itu dibutuhkan untuk menghadapi keresahan di wilayah-wilayah itu. Pertukaran penduduk Maluku itu diharapkan dapat mencegah Maluku dari mengikuti contoh Timor Lorosa'e untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. yakni untuk mempertahankan kepentingan ekonomi militer. mereka perlu ditempatkan secara permanen di sana. Jendral Benny Murdani. selain dari menghidupkan kembali Kodam Pattimura yang lama. kita perlu memahami struktur territorial Angkatan Darat. Di bawah Panglima Angkatan Bersenjata Jendral Wiranto. Menurut rencana Wiranto. sehingga dengan demikian membenarkan penempatan pasukan yang lebih banyak di Maluku. yang oleh pendahulunya. Struktur teritorial ini sejajar dengan struktur pemerintah. maka kebakaran harus ditimbulkan. yakni mempertahankan struktur teritorial TNI. sementara uang suap untuk memudahkan promosi sebaliknya mengalir dari dasar ke puncak. untuk membenarkan kehadiran para pemadam kebakaran itu. yang dikenal dengan doktrin 'dwifungsi ABRI'. Dengan kata lain. setelah pasukan itu disebarkan. di mana garis komando terentang dari Kepala Staf Angkatan Darat ke Panglima Kodam. semacam negara di dalam negara. di samping fungsinya sebagai kekuatan pertahanan. yakni Kopassus dan Kostrad. Setiap Kodam terdiri dari empat sampai enam Korem yang dikepalai oleh seorang kolonel. Ada perwira aktif maupun purnawirawan yang merasa terancam oleh .

ketika mereka tidak diberi kunci tempat penyimpanan uang kontan. 16 Juli. hanyalah merupakan puncak gunung es. Celakanya. Brigjen I Made Yasa secara terbuka menyatakan bahwa TNI . yang memasok kayu glondongan dari konsesi mereka seluas 74. Soalnya. kehutanan dan pertambangan. Skandal korupsi Rp 189 milyar rupiah di Yayasan Dharma Putera Kostrad. Mereka juga menjadi penembak bayaran bagi siapa yang memberikan upah paling tinggi. Pangdam Pattimura. Setelah membeberkan skandal itu. sekitar 75 persen dari pengeluaran militer diperoleh dari bisnis Militer dan cara-cara lain. misalnya melalui desa-desa yang sedang berperang atau dari dan ke pelabuhan udara dan pelabuhan laut. Dan di kedua provinsi. Memang. Maluku bukan satu-satunya wilayah yang sarat kepentingan bisnis militer. atau interogasi terhadap mantan Jendral Wiranto mengenai perannya dalam kekerasan pasca referendum di Timor Lorosa'e sedang dijalankan. dan menganiaya satpam bank-bank itu. yang berhasil dibeberkan oleh Letjen. PT Green Delta. militer tidak tampak ingin mengurangi peran mereka. 2000. Di Maluku Utara. dan memaksa para pekerja Kristen untuk mrmproduksi kopra yang akan diekspor oleh para serdadu ke Manado. pasukan yang tersebar di Maluku mulai menemukan caranya untuk mengeruk keuntungan bagi dirinya sendiri. Kepentingan ekonomi ini juga tidak terbatas pada Angkatan Darat. agenda militer yang kelima didasarkan pada observasi bahwa pertempuran di Maluku sering berkobar kembali manakala interogasi terhadap mantan Presiden Soeharto mengenai korupsinya. para serdadu memberikan 'jasa perlindungan' bagi pengusaha dan orang-orang yang harus melewati rute-rute berbahaya. Jika rencana otonomi daerah dan pembangian pendapatan daerah mulai diwujudkan tahun ini. Maluku sesungguhnya sarat dengan kepentingan bisnis militer. ketika kekerasan di sana sudah memperoleh momentumnya sendiri. Kegiatan penghimpunan dana ini biasanya tidak Tunduk pada penelitian publik yang cermat: para komandan militer memiliki Akses terhadap sejumlah besar uang yang dapat digunakan untuk membiayai manuver-manuver politik di masa depan. Celakannya bagi rakyat kecil di Maluku. yang sebagian besar diperoleh dari konglomerat yang beroperasi di Maluku. Anggota Batalyon 321 Kostrad dilaporkan menyerang tiga bank di Ambon pada hari Minggu. Kerusuhan-kerusuhan di daerah akan menunda kerugian-kerugian semacam itu. maka parlemen-parlemen daerah akan memiliki kekuasaan untuk membatalkan atau menolak untuk memperbaharui kontrak yang menguntungkan perusahaan yang didukung militer di bidang perikanan. Akhirnya.prospek desentralisasi. Agus Wirahadikusumah. adalah sebuah Perusahaan yang dimiliki oleh Angkatan Udara. militer menjadi sumber utama mengenai persenjataan dan amunisi bagi kedua belah pihak yang berperang. tetapi juga pada Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Sebaliknya. serdadu Brawijaya mencuri kelapa dari para petani Muslim. Di Ambon. karena ini merupakan fenomena yang berlingkup nasional.000 hektar di pulau Morotai untuk penggergajian perusahaan Barito Pasific di pulau lain di Maluku Utara. Wirahadikusumah serta merta digeser dari jabatannya sebagai Pangkostrad.

dengan menggunakan preman Ambon untuk memicu kekerasan komunal. di Aeh mereka berkolaborasi dengan mantan gerilyawan Aceh. yang secara terbuka didukung pula oleh militer aktif. dan kemudian menyebarkan ribuan militan Muslim setelah pertempuran internal di Maluku agak mereda. dari Acheh sampai ke Maluku dan Papua Barat. sedang di Maluku militer memilih untuk bekerjasama dengan kaum militan Muslim yang didatangkan dari Jawa dan kepulauan lain. Dalam fase konflik ini. untuk mengurangi kemampuan ABRI mengadudomba rakyat sipil di wilayah-wilayah yang jauh dari Jakarta. sebelum dan sesudah referendum yang diawasi PBB di Timor Lorosa'e. Sementara di Timor Lorosa'e ABRI memilih untuk mendukung kekuatan paramiliter Timor Lorosa'e yang beragama Katolik. sifat kekerasan beralih dari konflik antardesa menjadi perang terbuka. dengan menggunakan keresahan di Maluku untuk memperlemah kemampuan pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. Jaringan militer dan kaum militan Muslim yang jalin-menjalin ini mengeksploitasi etno-religius yang membara di Maluku. di mana desa-desa Kristen harus mempertahankan diri dari serangan ribuan anggota Lasykar Jihad. yang pada akhirnya bermaksud mengkonsolidasikan kekuasaan politik dan ekonomi mereka. dan sedang mencoba untuk memanfaatkan aliansi ini demi keuntungan mereka. kartu terakhir masih berada di tangan militer. Tekanan politik ini harus dibarengi dengan tekanan terhadap sumber-sumber keuangan militer Indonesia. Situasi ini paralel dengan perang antara pejuang pro-kemerdekaan dan milisi proIndonesia yang didukung oleh TNI dan Polri. Kerusuhan sosial di Maluku memenuhi beberapa tujuan strategis dari ABRI.sedang mempertimbangkan untuk membentuk Kodim-Kodim baru untuk dua kabupaten baru di Buru dan Maluku Tenggara Barat. termasuk Komisi HAM di Jenewa dan Dewan Keamanan di New York. yang sedang terancam oleh gerakan reformasi serta desentralisasi politik ke daerah-daerah. tampaknya tidak ada pilihan lain selain menggunakan tekanan internasional terhadap Pemerintah Indonesia -khususnya terhadap ABRI dan para pendukung mereka di DPR -. Kesimpulan & Saran-saran ------------------------Kekerasan antaragama yang berkesinambungan di Kepulauan Maluku dimatangkan dan dipertahankan oleh jaringan militer yang didukung oleh sebagian politisi Poros Tengah. Dengan mempertimbangkan bahwa rezim di Jakarta telah dibajak oleh kekuatan yang menolak mengakhiri kekerasan di Kepulauan Maluku.oleh PBB dan semua badan terkait. Mungkin sekali bahwa Lasykar Jihad dan para politisi pendukung mereka di DPR menyadari sifat 'sementara' dari aliansi taktis mereka dengan tentara. untuk mengakhiri penderitaan rakyat di provinsi kembar Maluku dan Maluku Utara. sebagaimana dibuktikan dalam Sidang Tahunan MPR di mana jangka waktu fraksi TNI/Polri bukannya diperpendek. melainkan diperpanjang lima tahun lagi. . Namun sesungguhnya.

April. 24 Januari." Inside Indonesia. Pius Lustrilanang menolak bungkam: Kesaksian korban penculikan rezim Orde Baru. "A wasteland called peace. hal. Hefner. Jakarta: Grasindo. Greg (2001). 28-29. 100-129. Civil Islam: Muslims and democratization in Indonesia. Fealy. "Guns. Dalam Zairin Salampessy & Thamrin Hussein (eds)." Inside Indonesia. Violence in Indonesia. Jakarta: Team Advokasi Penyelesaian Kasus (TAPAK) Ambon.F." Time. (2001a). hal. ---------. Siagian. Wertheim. Yogyakarta: Wihdah Press. Januari-Maret. Nisid (2000)." [Behind the smoke. (2000). tears and blood in Maluku]. George J. Trauma Lampung berdarah: Di balik manuver Hendro Priyono. "Di balik asap mesiu. 36-37. Aditjondro posted by Analis Kebudayaan at 1:11 AM Kamis. hal. air mata dan anyir darah di Maluku.Kepustakaan ------------Aditjondro. Awwas. 78-108. Hajari. Ketika semerbak cengkeh tergusur oleh asap mesiu. pamphlets and handie-talkies: how the military exploited local ethno-religious tensions in Maluku to preserve their political and economic interests. Irfan S." Dalam Ingrid Wessel & Georgia Winhoefer (eds). hal. Sihol (1999). (1989). "Inside the Laskar Jihad. * Sumber dari artikel oleh George J. "The Lampung affair: A personal perspective.(2001a). air mata dan anyir darah. 22/04/2010 12:02:28 WIB Kerusuhan lumpuhkan Drydock World Batam Oleh: Yoseph Pencawan . 20-21. (2000). Princeton: Princeton University Press. pp. F. W. Hamburg: Abera. Robert W.

Sedangkan pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti meraih 20.BATAM (Bisnis.961. Kekesalan karyawan semakin memuncak dan tidak terkendali yang berujung dengan pembakaran tiga gedung administrasi milik perusahaan. dan pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Damai Sejahtera (PDS).000 orang.” ujar seorang karyawan kepada Bisnis.15 tadi pagi bermula dari seorang pekerja asal India yang diduga menghina satu pekerja lokal ketika sedang mengerjakan perbaikan sebuah kapal. Saat ini polisi sedang mengevakuasi seluruh pekerja asal India. Di putaran I. Sementara itu.991 orang dari 1.20% atau 150. bahkan dua di antaranya hancur dan dibakar. baik yang berada di areal workshop maupun yang terperangkap dalam gedung yang terbakar. Kedua pasangan calon tersebut yakni.72% atau 140. Kedua pasangan calon didukung partai politik terbesar di Kota Medan. Penghinaan ini memancing kemarahan karyawan yang lain sehingga pekerja asing itu dipukuli hingga memasuki ruang kantor Drydock Graha. Kerusuhan yang terjadi sejak pukul 08.671 suara. polisi dibantu TNI langsung turun membuat pagar kawat berduri untuk mengantisipasi keadaan. warga Kota Medan kembali memilih pemimpinnya. pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memperoleh 22.155 orang yang terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT).com): Aktivitas PT Drydock World Batam lumpuh setelah ratusan pekerja membakar dan menghancurkan hampir 50% fasilitas yang ada di lokasi perusahaan tersebut. . seluruh karyawan masih bertahan di luar pagar perusahaan. baik yang berada di lokasi workshop maupun di gedung kantor. “Aktivitas perusahaan langsung lumpuh total. Tidak cukup membakar gedung. Hanya tinggal 2 pasangan calon yang melaju ke putaran II pemilihan walikota dan wakil walikota Medan. PT Drydock merupakan anak perusahaan Drydock World Dubai yang bergerak di bidang perbaikan dan pembuatan kapal. (er) ari Sabtu (19/6) ini. Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin yang diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar. karyawan semakin beringas dan menghancurkan 33 unit mobil yang diduga milik pekerja asing dan enam di antaranya dibakar. Tingkat partisipasi pemilih putaran I sebanyak 35. Karyawan lokal terus melakukan penyisiran dan penganiayaan terhadap pekerja asing asal India. Total investasi yang ditanamkan perusahaan ini mencapai US$500 juta dengan jumlah karyawan sekitar 2.69% atau hanya 699. Perusahaan ini berlokasi di kawasan industri shipyard Tanjung Uncang dan beroperasi sejak 2008.676 suara.com yang memantau langsung di lokasi kejadian.

ke TPS aja saya harus keluar uang Rp20 ribu. ada tiga alasan warga masih enggan menggunakan hak pilihnya di putaran I. di antaranya banyaknya pemilih bermasalah masih terdaftar di DPT. puluhan orang yang menamakan diri Forum Masyarakat Menggugat (Forasgat). berunjuk rasa di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan. adil.Sama seperti putaran I lalu. dan dugaan keberpihakan aparatur Pemko Medan terhadap pasangan calon tertentu. Medan Area dan Medan Timur. terbuka dan tidak berpihak kepada pasangan calon tertentu. Medan Johor. lurah dan kepling agar berlaku netral kepada kedua pasangan calon. Dadang Darmawan. tidak berpengaruh terhadap minat warga untuk memilih. Lagipula nggak ada calon yang saya suka. mengungkapkan pihaknya menemukan sedikitnya puluhan warga yang berdomisili di Kecamatan Medan Helvetia.” kata Dadang. lanjutnya. Untuk persoalan C6. Mereka juga menuntut KPU Medan mendesak aparat Pemko Medan seperti camat. Pertama. Jumat kemarin. Sekalipun ada kesepakatan calon yang gagal memberi dukungannya baik ke Rahudman-Eldin. hingga sehari menjelang pemungutan suara. adalah sosialisasi putaran II yang tidak menarik dan cenderung monoton sehingga tak mampu menggerakkan warga untuk menggunakan hak pilihnya. Sahala Saragih.961. Namun. warga Padang Bulan yang memilih di kawasan Tanjung Sari. Namun. banyak warga yang belum menerima undangan memilih atau formulir C6. Medan Selayang. hal itu tidak berpengaruh signifikan terhadap partisipasi pemilih. tetap saja harus repot mencari TPS tempat dia terdaftar sebagai pemilih. Para pendemo juga mendesak KPU Medan melaksanakan semua tahapan pilkada dengan jujur. Medan Perjuangan. Medan Timur. Dadang mengatakan. “Ah. Karena walaupun dapat menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai alat bukti untuk mencoblos. malaslah milih lagi. “Kesepakatan itu kan hanya terjadi di tingkat elit saja. maupun Sofyan Tan-Nelly. warga Medan yang menggunakan hak pilihnya tidak jauh berbeda dari putaran I lalu. seorang pendemo. Dan yang ketiga adalah faktor kejenuhan warga terhadap pilkada apalagi calon yang tersisa tidak ada sesuai dengan hati nuraninya. tidak sampai ke bawah. yang belum menerima formulir C6.155 orang. Medan Tembung. Golput Tetap Tinggi DPT putaran II tidak mengalami perubahan dari putaran I lalu. “Kalaupun bertambah atau berkurang paling hanya 5% dari tingkat partisipasi di putaran I lalu. turunnya minat memilih para simpatisan dan pendukung dari 8 pasangan calon yang kalah di putaran I. Selain itu. Jadi. Ada juga warga yang enggan memilih karena tidak menerima undangan memilih.” tutur ibu Sembiring. yakni 1. Alasan kedua.” jelas Dadang. menurut pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara. pemungutan suara putaran II juga masih menyisakan sejumlah masalah. ada juga warga yang masih berharap pilkada menghasilkan walikota yang . Mereka memprotes masih banyaknya warga yang belum menerima undangan memilih hingga sehari menjelang hari pemungutan suara.

di Hotel Grand Angkasa. penghitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) akan rampung pada hari Minggu atau selambat-lambatnya hari Senin siang. Menurut dia. Begitu juga dengan pendirian 3.00 WIB.” kata Evi. seluruh kebutuhan logistik di TPS saat ini sudah tiba di 151 kelurahan di Medan. Persiapan Pilkada Pejabat sementara (Pjs) Walikota Medan Syamsul Arifin. jadi kalau warga memilih tidak menggunakan hak pilihnya. Kabag Humas Pemko Medan Hanas Hasibuan. dan sejumlah pejabat Pemko dan Pempropsu. Tindakan kedua lurah itu dinilai telah mencampuri urusan penyelenggaraan pilkada dan terindikasi memihak pasangan calon tertentu. Mula Tinambunan. KPU Medan akan mengumumkan perolehan suara kedua pasangan calon sekaligus mengumumkan walikota dan wakil walikota Medan terpilih dalam rapat pleno terbuka. KPU Medan berharap semua warga yang memiliki hak pilih untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya. kata dia. Rekapitulasi Dua hari pascapemungutan suara. Kecamatan Medan Johor. dan empat komisioner KPU Medan lainnya. Menjawab pertanyaan Syamsul ini. Menurut Ketua KPU Medan.” tandas Mula.897 TPS sudah dikerjakan dan diharapkan seluruhnya rampung pada Jumat malam. Syamsul mengatakan hal di luar kekuasaan pemerintah maupun KPU sebagai penyelenggara. Semuanya sudah kami lakukan seperti menyurati perusahaanperusahaan agar memberi kesempatan karyawannya untuk memilih. Ketua KPU Medan Evi Novida Ginting menyatakan pihaknya telah siap melaksanakan pilkada putaran II hari ini. Sebab. Lurah Perintis dan lurah Gang Buntu Kecamatan Medan Timur dianggap sudah melampaui kewenangannya yang meminta pergantian anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di wilayahnya. supaya masih ada waktu bagi PPK untuk merampungkan penghitungan sampai Senin siang. Pada kesempatan itu. pilkada adalah terkait dengan warga. didampingi Sekda Medan Fitriyus. “Memilih itu kan hak.dapat membawa perubahan sehingga dia merasa harus menggunakan hak pilihnya. “Makanya kita lakukan jam 3 sore. Padahal seharusnya sebagai aparat pemerintahan kedua lurah . “Harus aku milih.” kata Evi. Syamsul bertanya seputar persiapan pelaksanaan pilkada dan DPT. “Kami harapkan ada peningkatan partisipasi pemilih di putaran II ini. Rombongan Syamsul tersebut diterima Ketua KPU Medan Evi Novida Ginting. yang berketetapan hati memilih salah satu pasangan calon. KPU Medan Rekomendasikan Pemecatan 2 Lurah Komisi Pemilihan Umum Medan merekomendasikan pemecatan 2 lurah yang dinilai telah mengintervensi penyelenggaran pemilihan kepala daerah Kota Medan putaran II ke Pemerintah Kota Medan. ya sah-sah saja. tepatnya hari Senin (21/6) pukul 15. Ditanya rendahnya partisipasi pemilih di putaran I. Jumat sore meninjau persiapan pelaksanaan pilkada putaran II ke Kantor KPU Medan. Menurut seorang warga yang tinggal di Jalan Pintu Air IV Gang Guru Patimpus Kelurahan Kwala Bekala.” ujar Syamsul.

Jumat (18/6). PPK dan PPS menilai alasan itu yang tidak masuk akal. jika terbukti. ke KPU Medan saat digelarnya rapat evaluasi di Hotel Garuda Plaza Medan. TPS 51 Tanjung Mulia Medan Deli. “Kalau memang ada kan ada aturan untuk menindaknya. lurah atau aparat pemerintah lainnya tidak berwenang mengganti aparat penyelenggara pemilu atau pilkada. Arifin Daulay. Badiah Pangaribuan. maka pihaknya akan menindak mereka sesuai aturan yang berlaku.” kata Pandapotan. Mereka pun menyerahkan surat dari Lurah Perintis bernomor 270/320 tertanggal 11 Juni 2010 yang ditandatangani Rushendra. “Hanya KPPS ini yang di ganti. “Pemungutan suara Pilkada Medan putaran II dilaksanakan pada 16 Juni 2010. Untuk itu. mutlak wewenang PPS. tindakan kedua lurah tersebut yang berupaya mengganti KPPS merupakan bentuk intervensi yang harus ditanggapi serius. Kedua anggota PPS ini mengaku diancam lurah masing-masing akan dipecat jika tidak mengganti KPPS.” kata anggota KPU Medan Pandapotan Tamba. misalnya membawa kasus ini ke Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kota Medan. Rabu (16/6) lalu.” kata Pandapotan. TPS 51 Mangga Medan Tuntungan. Candra Sirait. Jahari. Stefani Tendi. Menurut PPK dan PPS. pihaknya belum menerima laporan kedua lurah tersebut yang bertindak di luar kewenangannya. yang rata-rata dari etnis Tionghoa. Dalam surat itu KPU Medan diminta mengganti KPPS di Kelurahan Perintis karena tidak aktif bekerja. Terungkapnya tindakan kedua lurah tersebut. pihaknya akan menyurati Walikota Medan agar mengambil tindakan tegas terhadap kedua luran itu. berawal dari laporan yang disampaikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kelurahan Perintis. kami tegaskan tidak ada pergantian. alasan penggantian KPPS itu karena beberapa di antaranya etnis Tionghoa. Sedangkan KPPS di TPS lainnya. Yang berhak mengganti KPPS. Pandapotan mengatakan. Mariani. tapi sampai sekarang saya belum terima laporannya makan jangan berandai-andai. “Kami minta kedua lurah ini segera dipecat. yakni KPPS TPS 7 Sidorejo III Medan Amplas. Teknik Ginting. TPS 38 Sunggal. Pjs Walikota Medan Syamsul Arifin mengatakan. penggantian KPPS di putaran I hanya dilakukan terhadap KPPS yang menjadi saksi bagi pasangan Arif Nasution-Supratikno di Mahkamah Konstitusi (MK).” kata Syamsul Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan sudah siap-siap menggelar pilkada putaran ke-II yang rencananya pada 16 Juni mendatang. mengatakan. di Kantor KPU Medan Jalan Kejaksaan. dan anggota PPS Kelurahan gang Buntu. Dia menegaskan.tersebut berlaku netral. dan TPS 53 Kelurahan Besar Medan Labuhan. termasuk KPPS. Anggota KPU Medan Pandapotan Tamba. Namun. karena tindakan yang mereka lakukan merupakan intervensi terhadap penyelenggara Pilkada. . kata dia.

000.net . sosialisasi Rp 134. KPPS Rp 12. Pilkada Medan Tahun 2010 memiliki anggaran sebesar Rp 55. pendistribusian 9 Juni sampai 15 Juni 2010. keduanya warga Jalan Damai. kampanye Rp 4. dirinci seperti berikut: logistik Rp 2.com AMEDAN (Pos Kota) – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Medan.mengatakan awal terungkap saat kecurigaan petugas panitia pengawas Pemilukada di TPS 23.000. untuk memilih calon pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti. Gang Idaman.082.148.372.540.939.250. Kecamatan Medan Amplas. Ironisnya.328.000.596. Hingga saat ini kedua remaja itu. Rp 38. Jadwal tahapan putaran II dimulai dengan pengadaan logistik 23 Mei sampai 8 Juni 2010. atas formulir pemilihan (C6) yang dimiliki Rudianto.Ia menjelaskan.514.000. Dari keduanya diamankan selembar surat formulir pemilihan yang sudah dicoblos oleh Rudianto.. putaran kedua diwarnai kecurangan.821.129. Sementara formulir yang dicoblos Faisal Sutono Sirait sudah terlanjur dimasukkan ke dalam kotak suara. 16. Source: Rp 16.083 dengan rincian. kubu . Medan. Timbang Deli.200. (samosir) MEDAN. Sepintas formulir itu tertulis TPS 23. Untuk putaran kedua itu. Kapolsekta Patumbak AKP Wahyudin.125 untuk putaran I dan Rp 16. dan pengamanan Rp 2.14. DETIKPOS.500.MedanTalk. Dua remaja yang belum masuk daftar pemilih tetap (DPT) diamankan polisi karena kedapatan ikut memilih di tempat pemungutan suara (TPS) 23. tapi setelah diamati lebih mirip angka 22.000. PPK Rp 152.099. PPS Rp 7. Belakangan diketahui usia calon pemilih itu belum memenuhi kriteria DPT. Masa kampanye 10 Juni sampai 12 Juni 2010 dan masa tenang 13 Juni sampai 15 Juni 2010 (3 hari).133. Karena ada kecurigaan. Atas temuan pelanggaran itu. “Anehnya pelaku sendiri tak tau saat ditanya TPS berapa pada putaran pertama lalu.648.com/rp-169-m-untuk-pilkada-putaran-kedua/#ixzz0rO0MjJoO Copyright: www.586.Tim sukses Sofyan Tan-Nelly Armayanti menduga adanya kecurangan secara sistemik pada putaran kedua pemilihan wali kota dan wakil wali kota Medan.000. Faisal Sutono Sirait .068. Perhitungan suara Rp 38. dia langsung kami amankan.9 M untuk Pilkada Putaran Kedua | Berita Cerita Kota Medan http://www.550.957 untuk putaran II. Sabtu (19/6).” kata Wahyudin. kedua remaja yang belum memiliki hak suara itu mengaku nekat ikut mencoblos karena dijanjikan uang Rp 10 ribu. digelar Sabtu (19/6) pagi.medantalk. dan Rudianto Sirait. Timbangdeli. masih diperiksa secara intensif di Polsekta Patumbak.

bila bukti kecurangan dilakukan KPPS. Sofyan Tan-Nelly Armayanti. “Kami meminta dilakukan penghitungan ulang di TPS. “Adanya 50 surat suara yang telah dicoblos dimasukkan ke dalam kotak suara. menunjukkan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memperoleh 502. Ditegaskannya. Itu kami temukan di Tangguk Bongkar 11. Atas temuan pelanggaran itu.00 Wib. hingga pukul 20.502 suara.” Ketua KPU Medan.00 WIB.html#ixzz0rO1oRFTo MEDAN. Sementara hasil perolehan suara dari 21 kecamatan di Kota Medan yang masuk ke Media Center Panwas Kota Medan. Budiman juga menyoalkan banyaknya surat suara Sofyan Tan dinyatakan rusak. didukung PDIP dan partai lainnya. mempersilakan pihak Sofyan Tan-Nelly Armayanti melaporkan kecurangan yang ditemukan. [ti/ris] Read more: http://www. kubu Sofyan Tan akan melakukan gugatan pelaksanaan Pilkada putaran kedua. Karena kalau katanya-katanya berarti cakapcakap saja. kecurangan masif melibatkan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).net/2010/06/pilkada-medan-tim-sukses-sofyantan. digelar Sabtu (19/6) pagi. .” tegasnya. Evi Novida Ginting.” sebutnya. Pelanggaran lain. Budiman Nadapdap. kami lagi menyusun langkah selanjutnya. Jalan Sultan Agung. “Apakah ini dirusak atau dinyatakan rusak. Dan. Sabtu malam.” kata Budiman kepada Tempo.671 suara.detikpos. Sementara pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti memperoleh 261. tidak boleh. Ketua Tim Pemenangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti. Sofyan Tan-Nelly Armayanti. sebut dia.” jelas Evi. adanya saksi Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memakai atribut di area TPS. dan pengetatan di PPK. didukung PDIP dan partai lainnya. “Kalau punya data dan bukti silakan laporkan ke Panwas Medan.” ujar Evi. tindakan sesuai proses hukum akan dilakukan. DETIKPOS. KPU Medan menjadwalkan pemenang putaran kedua Pilkada Medan akan diumumkan pada Senin (21/6).net – Tim sukses Sofyan Tan-Nelly Armayanti menduga adanya kecurangan secara sistemik pada putaran kedua pemilihan wali kota dan wakil wali kota Medan.” ujar Budiman. “Rapat pleno Senin depan pukul 15. bersaing ketat dengan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin yang disokong Partai Demokrat dan Partai Golkar. “Ini kan. “KPU Medan sudah berkali-kali menegaskan KPU netral dan tidak berpihak. TPS 23. bersaing ketat dengan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin yang disokong Partai Demokrat dan Partai Golkar. menyatakan.Sofyan Tan akan melakukan gugatan pelaksanaan Pilkada putaran kedua.

“Rapat pleno Senin depan pukul 15. kami lagi menyusun langkah selanjutnya. TPS 23. Budiman juga menyoalkan banyaknya surat suara Sofyan Tan dinyatakan rusak. menunjukkan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memperoleh 502. “Kalau punya data dan bukti silakan laporkan ke Panwas Medan.Ketua Tim Pemenangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti. “KPU Medan sudah berkali-kali menegaskan KPU netral dan tidak berpihak.502 suara. Karena kalau katanya-katanya berarti cakapcakap saja. “Ini kan. [ti/ris] Blog Berita Hari Ini Indonesia Terkini Soyan/Nelly Targetkan 450 Ribu suara Putaran Kedua Medan. Sementara hasil perolehan suara dari 21 kecamatan di Kota Medan yang masuk ke Media Center Panwas Kota Medan. Pelanggaran lain. Budiman Nadapdap.” ujar Budiman. hingga pukul 20.” jelas Evi. Itu kami temukan di Tangguk Bongkar 11.671 suara. dan pengetatan di PPK.” tegasnya. Jalan Sultan Agung.” Ketua KPU Medan. “Target kita meraih 450 ribu suara plus satu. Budiman Nadapdap pada silaturahim PDI Perjuangan dengan tokoh masyarakat di Medan. Dan. tidak boleh. “Kami meminta dilakukan penghitungan ulang di TPS. hadir pada kesempatan itu Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Panda Nababan.00 WIB. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan Hendry Jhon . Sabtu malam. mempersilakan pihak Sofyan Tan-Nelly Armayanti melaporkan kecurangan yang ditemukan. kecurangan masif melibatkan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). sebut dia. adanya saksi Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memakai atribut di area TPS. Sementara pasangan Sofyan Tan-Nelly A