TEMPO Interaktif, Ponorogo: Panitia Pengawas Pemilu Ponorogo tengah menyelidiki dugaan praktik politik uang yang dilakukan

tim sukses Edhie Baskoro Yudhoyono. Sejumlah warga mengaku menerima uang sebesar Rp 10 ribu agar memilih anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu. Menurut Edi Waluyo, anggota panitia pengawas, aksi bagi-bagi uang itu dipergoki di Kecamatan Jambon, pada Jumat (3/4). Salah seorang anggota tim sukses Edhie Baskoro yang diketahui bernama Samuji, warga Desa Blembem, Kecamatan Jambon, Ponorogo kepergok menebar uang kertas Rp 10.000 kepada warga . Kepada penerima, dia meminta untuk memberikan suaranya kepada anak Presiden Yudhoyono ini. “Dia tidak bisa mengelak lagi karena pemberian uang itu disertai gambar caleg yang bersangkutan,” kata Edi Wiyono kepada Tempo, Sabtu (4/4). Atas temuan itu, Panitia Pengawas Pemilu Ponorogo mengumpulkan bukti pendukungan dan memeriksa beberapa saksi. Di antaranya adalah Samuji, perangkat Desa Blembem, serta warga yang menerima uang. “Kami akan memplenokan kasus ini bersama anggota lainnya untuk menentukan sanksi yang dijatuhkan,” kata Edi. Sementara itu anggota Tim Carta Politika--tim sukses calon legislatif Edhie Baskoro-Lutfie Triadi mengatakan tuduhan yang dilontarkan kepada calon legislator Partai Demokrat Daerah Pemilihan Jawa Timur VII ini yang juga putra bungsu Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono membagi-bagi uang menjelang hari tenang merupakan black campaign atau kampanye hitam. "Tidak cukup alasan Mas Ibas melakukan itu, dia kan kondisinya leading," kata Lutfie saat dihubungi, Selasa (7/4).

17 Potensi Kecurangan Pemilu 2009 Kecurangan dalam Pemilu adalah segala upaya atau cara untuk mengambil, mendapatkan suara pemilih dengan cara yang ilegaldan bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku dengan sengaja. Yang mana suara tersebut dijadikan untuk pemenangan dirinya atau kelompok dan parpol tertentu. Kenapa orang berbuat curang, di dalam Pemilu 2009; Pertama, karena ingin mendapatkan kehormatan (post power syndrom) di tengah-tengah masyarakat. Di mana ketika terpilih menjadi wakil rakyat, sosok ia langsung melejit, dikenal luas dan dihormati oleh keluarga, kolega dan masyarakat luas. Untuk mendapatkan rasa terhormat itu maka berbagai cara pun dilakukan, termasuk dengan menghalalkan cara-cara yang curang.

Kedua, karena selama mengikuti proses pemilu telah mengeluarkan dana yang sangat besar. Mulai pendaftaran, tes kesehatan dan berbagai tahapan lain, berikut kampanye tertutup dan kampanye terbuka telah mengeluarkan dana yang sangat besar. Karena telah mengeluarkan dana besar, muncul kekhawatiran tidak akan terpilih. Bila kemungkinan buruk itu terjadi sementara, utang telah menumpuk dan banyak harta benda telah habis terjual, maka alternatif yang menjadi pilihan adalah dengan melakukan kecurangan dalam tahapan pemilu. Bila terpilih, tentu utang dan segala harta benda yang digadai dan dijual dapat diganti dan utang dibayarkan kembali. Ketiga, niat melakukan kecurangan didorong oleh keinginan besar untuk berkuasa. Apalagi selama ini telah pernah menjabat posisi tertentu, lalu jabatan itu hilang, lepas atau sudah pensiun. Sementara rasa haus terhadap kekuasaan sangat menggebu-gebu. Jika hanya dengan cara-cara biasa, kekuasaan itu sulit dicapai, maka melakukan kecurangan pemilu akhirnya menjadi salah satu pilihan. Berikut, banyak hal yang menjadi pemicu sehingga orang-orang tertentu melakukan kecurangan di dalam pelaksanaan Pemilu 2009. Ada penyebab karena merasa tenaga dan pikiran sudah terkuras habis sehingga memasang target harus terpilih. Berikut ada caleg yang telah dari jauh hari memasang target berlebihan, sementara peluang untuk terpilih sangat kecil. Akhirnya melakukan kecurangan agar target tersebut dapat tercapai. Kecurangan juga dapat didorong karena memiliki sifat yang korup, ingin mendulang harta ketika mendapat kekuasaan. Praktik kecurangan juga bisa disebabkan karena tidak siap menerima kekalahan di Pemilu. Selain itu juga disebabkan karena adanya peluang dan kesempatan, seiring dengan keinginan untuk melakukan kecurangan itu sendiri. Bila ditinjau dari pendekatan waktu, potensi kecurangan dapat terjadi pada tiga zona waktu pelaksanaan Pemilu. Pertama, waktu pemutakhiran data pemilih, yakni dari daftar pemilih sementara ke pemilihan daftar pemilih tetap. Potensi kecurangan ini dapat terjadi dari tanggal 5 April s/d 05 Oktober 2008. Berikutnya dari Oktober hingga 9 April 2009. Kedua, diwaktu pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS), hari Kamis 9 April 2009. Waktu kemungkinan potensi kecurangan itu terjadi dari pukul 06.30 – 24.00 WIB.

Ketiga, diwaktu melakukan rekapitulasi suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan terakhir di KPU. Potensi kecurangan dengan cara ini terjadi dari tanggal 9 April sampai dengan 5 Mei 2009. Kita akan membedah potensi kecurangan saat pemutahiran data pemilih. Ada upaya pihak tertentu melakukan infiltrasi terhadap anggota petugas pendapatan daftar pemilih (PPDP) dengan menguasai personal anggota PPDP sebagai ujung tombak pemutakhiran data pemilih. Dengan begitu bisa menjadi awal untuk mengakses dan mengintervensi data, seperti merekayasa, dan memodifikasi data. Berikut dengan mengeliminir pemilih yang teridentifikasi sebagai partisan partai lain. Dengan berbagai upaya dilakukan cara licik meminimalisir agar orang-orang dari anggota parpol lain, dari suku/agama lain tidak terdata atau tidak masuk di dalam daftar pemilih. Selanjutnya, memobilisasi pemilih tertentu agar terdaftar di dalam DPT tersebut bisa terkondisikan maksimal pemilih partisan dari kelompok tertentu (partai, agama, suku) yang akan memberikan suaranya di Pemilu 2009. Dengan cara me-mark up data pemilih, ini adalah cara untuk mendapatkan modal awal untuk bermain atau melakukan kecurangan pemilu. Di dalam teori kemungkinan mark up data pemilih itu dilakukan dengan cara memasukan data pemilih ganda dan tidak menghapus pemilih yang sebenarnya tidak ada, karena sudah di-PHK, pindah, meninggal dan penyebab lainnya. Zona potensi kecurangan pemilu 2009 juga sangat besar kemungkinan terjadi pada saat pemungutan suara. Indikasinya adalah dengan cara mendatangkan pemilih siluman. Pemilih siluman sengaja diset untuk memilih di tempat yang sudah terkondisikan. Dengan memanfaatkan DPT yang kacau, form A 5, dan sebagainya. Pemilih siluman ini bisa memilih berkeliling ke beberapa TPS untuk memberikan suaranya. Potensi kecurangan juga dapat dilakukan dengan menggunakan pemilih versi A 5. Pemilih versi A 5, adalah formulir tambahan bagi calon pemilih yang tidak terdata di DPT. Dan ini spesifikasinya adalah untuk saksi, peninjau, atau penduduk transit di atas 6 bulan. Peluang ini, sangat rentan dijadikan dalih untuk memasukan pemilih dadakan untuk kepentingan tertentu. *** Kecurangan juga dapat dilakukan dengan mengadakan TPS bodong. TPS yang sengaja direkayasa berdasarkan skenario penyebaran penduduk per wilayah. Dan TPS ini bisa dimunculkan di perumahan-perumahan yang sepi, tapi

direkayasa punya pemilih yang banyak untuk syarat diadakannya TPS tersebut. Potensi kecurangan juga bisa dilakukan dengan cara KPPS tidak memberikan sertifikat surat suara (C 1). Petugas KPPS yang orang partisan, dengan sengaja tidak memberikan form C 1. Di mana form ini adalah bukti utama untuk rekapitulasi suara apabila ada sangketa. Dengan berbagai alasan seperti: lupa, hilang, tidak cukup, dan berbagai alasan lain. Potensi kecurangan dan kekacauan hasil pemilu juga dapat dilakukan dengan cara KPPS tidak menandatangani sertifikat Form C 1. KPPS yang pintar tapi culas biasanya banyak memanfaatkan ketidak tahuan saksi. Petugas KPPS dengan sengaja tidak menandatangani form C 1. Secara hukum jelas form tersebut akan kehilangan kekuatan hukumnya. Alasan petugas KPPS bisa berbagai macam, seperti: sibuk, stempel hilang, dijanjikan tapi tiba-tiba menghilang. Potensi kecurangan dan kekacauan terhadap hasil pemilu juga dapat dilakukan dengan membuat form C 1 ganda. Peluang akan munculnya C 1 ganda ini sangat terbuka. Dan hal ini sangat berbahaya. Karena apa bila cukup 5 partai dan KPPS kongkalingkong dengan skenario ini. C 1 ganda digunakan untuk mem-back up hasil rekapitulasi rekayasa oknum tertentu. Baik di persidangan maupun tingkat pleno KPU. Potensi kecurangan berikutnya juga dapat terjadi dengan memanfaatkan saldo suara. Dengan sistem rekapitulasi yang rumit sangat berpeluang bisa dimanfaatkan oknum tersebut. Untuk memanfaatkan hal ini sebagai pintu masuk permainan. Apa lagi dari beberapa pengalaman yang ada. Banyak saksi yang bekerja hanya asal-asalan. Terima uang selesai. Setelah itu banyak mengabaikan tingkat akurasi hasil suara. Pada kesempatan ini maka akan terjadi jual beli, dan kongkalingkong terhadap saldo suara. Jika ingin Pemilu 2009 ini menghasilkan wakil rakyat yang betul-betul pilihan rakyat, maka mau tak mau peluang dan potensi kecurangan pemilu 2009 sebagaimana yang diuraikan tadi harus diantisipasi supaya tidak terjadi. Pemilih harus memastikan suara yang diberikan tidak menguap atau hilang. Begitu juga dengan saksi harus mengawal hasil suara dengan teliti. Pemantau juga harus melaksanakan tugas pemantauan dengan prinsip independen. Penyelenggara pemilu mulai dari tingkat TPS, PPS, PPK hingga KPU yang telah disumpah, haruslah bekerja dengan jujur. Jangan pula menjadi alat kepentingan caleg, parpol atau pihak-pihak tertentu. Sementara halnya dengan pengawas pemilu dan pihak kepolisian harus mengambil tindakan tegas ketika terjadi kecurangan dan pelanggaran pemilu. **

um'at, 26 Juni 2009, 16:47 WIB Siswanto, Mohammad Adam

Warga mengecek Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu Presiden 2009 (Antara/ FB Anggoro) BERITA TERKAIT
• • • • •

Ketua KPU ke Surabaya Periksa DPT Fiktif DPT Pilpres Dinilai Tetap Bermasalah Demokrat: Pansus Hak Angket DPT Salah Alamat Demokrat Yakin Hak Angket Tak Ganggu Komitmen DPT Bantul Belum Ditetapkan

VIVAnews – Tim kampanye nasional pasangan presiden dan wakil presiden, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto, melaporkan indikasi kecurangan daftar pemilih tetap yang digunakan untuk pemilihan presiden di Jawa Timur ke Badan Pengawas Pemilu, Jumat 26 Juni 2009. “Sekarang masih adanya masalah DPT yang sama seperti kasus pemilu legislatif lalu,” kata Arif Wibowo, Koordinator Teknologi Informasi tim kampanye nasional duet Mega-Prabowo di Bawaslu. Bentuk indikasi kecurangan yang dilaporkan ke Bawaslu, antara lain, adanya nama pemilih ganda yang jumlahnya mencapai 2.200.287 orang. Arif berharap pengaduan ini segera ditindaklanjuti dan diselesaikan. Sebab, jika tidak cepat-cepat selesai, dikhawatirkan mengganggu keabsahan hasil pemilihan presiden. Dugaan kecurangan itu didapatkan oleh Dewan Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Jawa Timur. Ketua DPW Jawa Timur, La Nyala, mengaku data itu merupakan bocoran yang diberikan orang dalam KPU sendiri. Data kemudian mereka olah lalu mencocokkannya dengan hasil rekapitulasi yang

dilakukan di seluruh kecamatan di Jawa Timur, kecuali Kabupaten Lumajang dan Jombang. Laporan indikasi kecurangan itu diterima oleh anggota Bawaslu, Bambang Eka Cahya. • VIVAnews
KECURANGAN PILPRES 2009

Mega-Pro Akan Menggugat
Kamis, 23 Juli 2009

JAKARTA (Suara Karya): Pasangan capres dan cawapres Megawati SoekarnoputriPrabowo Subianto (Mega-Pro) dan Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Wiranto) mempertimbangkan untuk menggugat hasil Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 karena ditemukan banyak kecurangan dan manipulasi. Bahkan pasangan Mega-Pro berniat mengadukan pelanggaran Pemilu 2009 ke Mahkamah Internasional. Berbagai pelanggaran ini dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. "Kalau MK (Mahkamah Konstitusi) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) tidak merespons laporan kami, kami akan mengajukan ini sebagai tindak kejahatan kemanusiaan dan mengajukannya ke Mahkamah Internasional sebagai langkah terakhir," kata tim hukum pasangan Mega-Pro, Artiria Dahlan, di Jakarta, Rabu (22/7). Artiria menambahkan, pasangan Mega-Pro juga akan melakukan koordinasi dengan tim JK-Wiranto untuk menunda rekapitulasi suara jika temuan pelanggaran yang ada tidak ditindaklanjuti. "Kita juga akan mendesak Fraksi PDIP untuk mepertanyakan kinerja KPU dan meminta klarifikasi Polri terkait dikeluarkannya SP3 terhadap proses penyelidikan tindak pidana pemilu," katanya. Sekretaris Tim Kampanye Nasional Mega-Pro, Fadli Zon, menambahkan, pihaknya siap mengajukan gugatan hukum bila hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU seolah melegalkan kecurangan dan manipulasi yang terjadi selama pemilihan presiden berlangsung. "Bahan-bahan untuk materi pelanggaran pada penghitungan suara pilpres sudah ada. Bukti itu siap untuk dipublikasikan pada waktunya," katanya. Fadli mengatakan, temuan bukti pelanggaran akan dipresentasikan pada Jumat (24/7) di Teuku Umar oleh Megawati dan Prabowo. "Ini menunjukkan bahwa kami sangat serius dalam usaha menegakkan dan menciptakan pilpres yang jujur, adil, dan demokratis, yang saya kira menjadi komitmen kita selama ini," katanya. Sekretaris Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto, Iskandar Mandji, menjelaskan, pihaknya saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti tentang adanya kecurangan pilpres. Data-data itu dinilai valid dan diharapkan bisa menjadi bukti kuat di dalam persidangan. "Kami menemukan 153 dugaan kecurangan pilpres. Sekarang ini masih dalam proses mengumpulkan bukti tambahan sambil mempertimbangkan soal itu (gugatan)," katanya. Sementara itu, proses rekapitulasi perolehan suara nasional Pilpres 2009 hari pertama yang digelar KPU, Rabu (22/7), sempat diwarnai penyampaian keberatan dari saksi pasangan calon JK-Wiranto dan Megawati-Pro terkait daftar pemilih tetap (DPT). Dalam pernyataan keberatan yang disampaikan saksi Tim JK-Wiranto, Chairuman Harahap, KPU diharapkan memberikan jumlah pemilih dalam DPT yang telah diperbaiki. Sebab, ternyata KPU berulang kali melakukan

penetapan DPT pilpres sehingga membingungkan tim kampanye capres dan cawapres. Pertama, pada 31 Mei 2009, KPU menetapkan DPT berjumlah 176.367.056 pemilih. Kedua, pada 8 Juni 2009 berjumlah 176.395.015 pemilih. Dua hari sebelum pemungutan suara pada 6 Juli 2009, KPU menetapkan DPT sebesar 176.411.434 pemilih. Chairuman mengatakan, pihaknya tidak menerima salinan data DPT untuk penetapan tertanggal 6 Juli 2009. Dia menjelaskan, pihaknya hanya mendapatkan soft copy DPT Riau yang jumlahnya 2.577.932. Jumlah ini berbeda dengan data DPT dari KPU Riau yang jumlah 3.647.420. "Ternyata ada DPT lain yang ditetapkan tanggal 6 Juli. Dan ternyata data tersebut ada yang tidak bisa kita akses. Bahkan data soft copy yang diberikan pada 7 Juli adalah DPT per 31 Mei 2009," ujarnya. Chairuman mengatakan, data yang diberikan KPU kepada tim kampanye pasangan calon saat 6 dan 7 Juli 2009 untuk dilakukan penyisiran merupakan data lama, yakni DPT per 31 Mei 2009. Karena itulah, menurut dia, hal ini menimbulkan pertanyaan yang ditujukan kepada KPU. Dalam kesempatan yang sama, saksi dari pasangan Mega-Pro, Arif Wibowo, meragukan kinerja Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Hal itu terkait dengan tidak ditemukannya selisih jumlah suara dalam laporan berita acara pemungutan suara. "Dengan adanya persoalan DPT dan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang bermasalah, serta banyaknya pelanggaran yang terjadi seperti masalah spanduk atau surat suara yang telah dicontreng terlebih dahulu pada kolom pasangan nomor 2, seharusnya tercermin dalam kacaunya administrasi surat di KPPS. Tapi, kok ini sangat rapi seolah administrasi surat suara itu dibuat sebelum pilpres berlangsung. Ini aneh, kan," ujarnya. Arif juga mengakui, DPT hasil perbaikan 6 Juli 2009 baru diterimanya saat proses rekapitulasi berlangsung. Sementara itu, Koordinator Nasional Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jeirry Sumampow menilai, KPU dapat dipidanakan terkait tindakannya yang melakukan perubahan berkali-kali dalam penetapan DPT pilpres. "Perubahan penetapan DPT secara berulang-ulang itu tidak diatur dalam ketentuan ataupun undang-undangnya. Secara subtansi, seharusnya DPT tidak boleh dilakukan perubahan sampai beberapa kali seperti yang terjadi sekarang. Apalagi sampai tidak diketahui oleh tim kampanye pasangan capres dan cawapres," ujarnya. Dia menambahkan, sejumlah hal terutama menyangkut persoalan DPT dapat menjadi bukti secara tertulis pengakuan formal untuk memidanakan KPU karena kinerjanya yang sangat amburadul. Sementara itu, anggota KPU Andi Nurpati menjelaskan, pemberitahuan mengenai DPT hanya disampaikan kepada penyelenggara dan saksi di tingkat TPS. "Kewajiban kami memberikan DPT hanya kepada panitia pengawas dan saksi di tingkat TPS," ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary mengakui adanya perubahan terhadap jumlah DPT yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) KPU pada 6 Juli 2009. Dia menjelaskan, KPU telah melakukan penetapan DPT pada 31 Mei 2009, tetapi dilakukan perubahan pada 8 Juni 2009, dan yang terakhir pada 6 Juli 2009. Terkait hal ini, Abdul Hafiz mengatakan, perubahan dilakukan karena banyaknya laporan yang menyebutkan pemilih yang belum tercantum dalam DPT. "Kami sebenarnya tidak akan mengubah DPT yang ditetapkan 31 Mei, tapi dari masyarakat mengatakan bahwa ada banyak yang tidak terdaftar, bahkan ada yang mengatakan sampai 49 juta. Malam 6 Juli kami

merampungkan DPT, tapi itu pun baru keputusan tapi perapian tanggal 7 Juli," katanya. Sementara itu, berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara yang telah dilakukan KPU di 12 provinsi, Rabu (22/7), pasangan capres dan cawapres nomor urut dua Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono menempati posisi pertama dengan 26.215.083 suara (59.73 persen). Sementara, pasangan capres dan cawapres nomor urut satu Mega-Pro meraih 11.361.355 suara (25.88 persen), dan pasangan nomor 3 JK-Wiranto memperoleh 6.316.178 suara (14.39 persen). (Tri Handayani/Feber Sianturi)

Kalla-Wiranto Waspadai Kecurangan Penghitungan Suara
Senin, 06 Juli 2009 | 21:28 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Tim kampanye Jusuf Kalla-Wiranto mewaspadai kecurangan pada Pemilihan Umum Presiden saat proses penghitungan suara. Kecurangan itu rentan terjadi di tingkat Panitia Pemungutan Suara dan Panitia Pemungutan Suara Kecamatan. "Kecurangan (ada) di penjumlahan atau rekapnya. Karena itu harus dikawal terus," kata Jusuf Kalla dalam jumpa pers di rumah dinas Wakil Presiden di Jalan Diponegoro No 1, Jakarta Pusat, Senin (6/7). Kasus kecurangan dalam penghitungan suara harus diwaspadai setelah ditemukannya ketidakakuratan daftar pemilih tetap. Sebelumnya, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut satu dan tiga ini bertemu Komisi Pemilihan Umum dan meminta lembaga itu memperbaiki Daftar Pemilih Tetap atau DPT. Tim kampanye Kalla-Wiranto dan Megawati-Prabowo menemukan sejumlah data ganda dan pemilih yang tidak terdata dalam Daftar Pemilih. Selain itu, kedua pasangan tersebut mendatangi Mahkamah Konstitusi sebelum lembaga itu memutuskan gugatan soal mekanisme memilih. Mahkamah akhirnya memutuskan pemilih yang tidak tercantum dalam Daftar Pemilih bisa memberi suara dengan membawa kartu tanda penduduk atau KTP maupun paspor. Menurut Kalla, langkah politik pasangan Kalla-Wiranto dan Mega-Prabowo bertujuan mengembalikan hak konstitusi warga negara. Kekeliruan Daftar Pemilih saat pemilu legislatif berakibat sejumlah warga negara tak bisa memilih. "Kami berterima kasih atas hal tersebut," ujarnya. Dia menegaskan, tuntutannya untuk memperbaiki Daftar Pemilih tak semata untuk kemenangan Kalla-Wiranto. Namun, ketidakakuratan Daftar Pemilih berakibat hasil pemilu tidak sah secara hukum. "Kami tidak ingin pemerintahan terpilih tidak legitimate dan pemilu tidak damai. Ini untuk menjaga kesatuan bangsa dan kami ingin pemilu legitimate," ucapnya. Keputusan Mahkamah yang memungkinkan pemilih tak terdata tetap memiliki hak

suara tak serta merta meniadakan Daftar Pemilih. Apalagi, Daftar Pemilih dapat menunjukkan jumlah pemilih di Indonesia. Dia mengusulkan panitia pemungutan suara menahan KTP maupun paspor pemilih di TPS setelah pemilih menggunakan hak pilih. Penahanan itu dilakukan hanya satu hingga dua jam. Tujuannya, menghindari penggunaan hak di tempat pemungutan suara lain. "Itu teknis, tahan dulu satu atau dua jam. KTP ditahan supaya tidak memilih di dua tempat," ujarnya. Dia menegaskan penggunaan KTP maupun paspor tidak akan berdampak penggunaan hak suara lebih dari satu kali secara masif. Apalagi, undang-undang mengatur soal pemberian hak pilih itu. "Pemilih memilih lebih dari sekali akan masuk penjara. Boleh saja coba," katanya. Saat ini, sejumlah fraksi di DPR mengajukan usul penggunaan hak angket terkait Daftar Pemilih. Tujuannya, menyelidiki penyebab puluhan juta pemilih tak terdaftar dan data pemilih ganda dalam Daftar Pemilih pada pemilu legislatif April lalu. Dia optimistis Komisi Pemilihan menyelesaikan perbaikan Daftar Pemilih hingga satu hari menjelang pemilu presiden pada 8 Juli mendatang. "Memang berat tapi diupayakan. Ini baru mulai berjalan," ujarnya. Kalla meminta Badan Pengawas Pemilu dan Panitia Pengawas Pemilu proaktif menjalankan tugasnya. Sehingga, kasus-kasus kecurangan pemilu dapat diantisipasi. Dia menyatakan pasangan Kalla-Wiranto tak pernah mewacanakan pengunduran jadwal pemilu presiden. Namun, pasangan itu meminta Komisi Pemilihan merevisi Daftar Pemilih. Kecurangan Pemilu Bisa Dibuktikan, Bergantung pada Keseriusan Kalangan Parpol OPINI Mas Zen | 15 April 2009 | 06:51 724 2 Nihil. Pesta penyentangan telah usai, namun rakyat kembali terabaikan hak-hak politiknya. Bagaimana tidak, proses pemilu legislatif belum selesai, elit politik sudah disibukkan oleh isu koalisi untuk pemilihan presiden 2009. Partai politik sebaiknya memfokuskan diri proses pemilu yang belum berakhir terutama proses penghitungan suara. Sangatlah naïf bila kalangan partai politik tidak memperhatikan suara kontituen yang telah diamanahkan padanya. Penyikapan sejumlah partai politik (parpol), yang merasa yakin telah terjadi berbagai bentuk kecurangan dalam proses pemilihan umum (pemilu) legislatif terbuka dan mendominasi dalam pemberitaan media baik media cetak, cyber maupun elektronik perlu mendapatkan dukungan yang lebih luas untuk meraih kembali kepercayaan

masyarakat pemilih. Setidaknya hal ini untuk menjernihkan permasalahan Pemilu 2009 yang sangat ruwet. Postulate Machiavelli yang mengatakan, politik akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan kekuasaan; mulai dari cara-cara yang sesuai dengan norma-norma, hingga cara-cara yang buruk yang melanggar norma, bahkan cara-cara yang kejam dan tidak manusiawi. Praktek semacam ini, bisa dibuktikan tidak menjadi stiqma setiap penyelenggaraan politik di Indonesia. Hal patut diprihatinkan bila kekacauan-kekacauan yang terjadi pada pemilu 2009 seperti, kesalahan DPT yang sangat massif, tertukarnya surat suara pada dapil yang tidak sesuai, manipulasi nama pemilih yang begitu merata disetiap TPS (Data DPT tidak akurat), Banyaknya masyarakat yang hilang hak pilih karena belum tercatat dalam DPT dsb, merupakan kecurangan yang dilakukan secara sistimatis. Hal ini harus bisa dicarikan akar permasalahannya, kalangan partai politik harus serius menangani dan membuktikan kecurangan-kecurangan ini. Pembuktian dari kalangan partai politik sangat penting untuk mencegah potensi konflik yang terjadi pada pemilihan presiden Juli mendatang. Penjernihan kecurangan-kecurangan pemilu setidaknya memberikan sedikit tawaran harapan baru dari partai politik untuk rakyat dalam pilpres nanti. Dan bila terjadi kecurangan yang sifatnya sistematis hal ini merupakan bentuk kampanye dari kalangan partai politik yang mengusung capres. Banyak celah untuk membuktikan kecurangan pemilu 2009 apa dilakukan secara sistematis atau dilakukan secara sporadis oleh oknum-oknum partai. Hal ini merupakan tantangan bagi kalangan partai politik terutama partai-partai politik yang menggagas pernyataan sikap bersama untuk menindaklanjuti kecurangan pemilu 2009. Kalangan partai politik diharapkan tidak omong doang agar tidak menambah keruwetan. Sinyalemen adanya kecurangan secara sistematis banyak diungkapkan oleh para akademisi dan peneliti. Salah satunya adalah pernyataan Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti di kompas.com (14/1), kecurangan itu bisa dicari akarnya, apakah dilakukan secara sistematis atau tidak. Misalnya, apakah penggembosan terjadi di daerah tertentu macam wilayah yang bukan daerah kekuatan Partai Demokrat, namun menjadi basis kekuatan parpol lain. Dengan begitu dapat diketahui, daerah mana saja yang paling banyak mengalami kekacauan DPT sekaligus bagaimana kondisi itu kemudian berdampak menguntungkan atau merugikan perolehan suara parpol tertentu. Terutama jika hal itu dikaitkan dengan fakta suatu daerah sebelumnya dipahami sebagai basis massa parpol tertentu. Partai politik juga harus memperhatikan jebakan pola kecurangan pemilu 2009 yang paling massif adalah melalui rekayasa DPT. Dari sinilah semua kecurangan yang besar dalam proses pemilu dimulai. Data adalah sumber informasi paling awal dan paling penting dalam seluruh proses pemilu, kemudian dimanipulasi sedemikian rupa sehingga lembaga pengawas pemilu dan

maka kami akan mengajukan ini sebagai tindak kejahatan kemanusiaan dan mengajukannya ke Mahkamah Internasional sebagai langkah terakhir. langkah manipulasi DPT hanya dapat dilakukan oleh pihak yang memiliki otoritas atas lembaga yang melakukan pendataan dalam hal ini adalah pemerintah. Rabu (22/7). Tim Mega-Prabowo juga akan melakukan koordinasi dengan tim JK-Wiranto untuk menunda rekapitulasi suara. . Untuk Tim Kampanye Nasional (Timkamnas) Mega-Prabowo merekomendasikan untuk mengajukan gugatan perdata untuk KPU. banyaknya pelanggaran Pemilu memang memprihatinkan.partai-partai akan kehilangan jejak untuk menemukan bukti-bukti kecurangan. Penelusuran sampai ke akar juga bisa dilakukan dengan meminta penjelasan Depdagri terkait data awalnya daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4)." tambahnya. berbagai pelanggaran tersebut dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Pasalnya. Menurut Arteria." tandasnya." tegas tim hukum Mega-Prabowo. Sebagaimana kita ketahui bahwa sumber data awal pemilu 2009 adalah berasal dati Departemen Dalam Negeri (Depdagri).Tim kampanye Mega-Prabowo berniat mengadukan pelanggaran Pemilu 2009 ke Mahkamah Internasional (MI). Meskipun bukti dapat diketemukan. Arteria Dahlan." paparnya. "Kalau MK dan Bawaslu tidak merespon laporan kami. Karena masih ada celah yakni. akan tetapi pembuktian secara hukum dan penyelesaiannya akan membutuhkan waktu yang relatif lama dan seringkali tidak memiliki signifikasi dengan hasil pemilu.com Jakarta . "Kita juga akan melayangkan gugatan baik secara pidana dan perdata. 22/07/2009 | 17:31 WIB Jakarta press. Rabu. Namun hal ini bukan merupakan hambatan bagi partai politik namun harus dijadikan tantangan dengan mengerahkan berbagai sumber daya dan jaringan. SP3 yang dilakukan polisi. Data tersebut yang kemudian disusun oleh KPU menjadi data daftar pemilu tetap dengan pemutahiran ala kadarnya. "Kita juga akan mendesak Fraksi PDIP untuk mepertanyakan kinerja KPU dan meminta klarifikasi Polri terkait dikeluarkannya SP3 terhadap proses penyelidikan tindak pidana pemilu. Keberhasilan pembuktian merupakan bentuk sikap perlawanan yang positif dan merangsang iklim oposisi pemerintah yang seimbang bila partainya nanti tidak mendapat jatah kekuasaan di pemerintah. kita juga merekomendasikan untuk mengajukan gugatan perdata melawan hukum ke pengadilan negeri. Penyikapan kalangan partai politik untuk menindaklanjuti kecurangan-kecurangan akan mendapat animo positif masyarakat bila kalangan partai politik bisa membuktikan secara konkrit dan mempunyai kekuatan hukum. Langkah lain yang akan diambil pasangan Mega-Prabowo adalah mengajukan gugatan Pemilu ke MK (Mahkamah Konstitusi). "Terkait perbuatan melawan hukum. yang nyata-nyata sudah terbukti dilakukan KPU terkait banyak rekomendasi ini bukan tindak pemilu atau tim. Ia mengemukakan. jika temuan-temuan pelanggaran yang ada tidak ditindaklanjuti.

Ya kita tunggu dulu itu. lebih mengutamakan agar KPU menunda proses hasil penghitungan suara." beber tim hukum Mega-Prabowo ini. Ia mengaku. Kedua terkait dengan pelangaran atau kecurangan yang berakibat langsung pada perolehan suara pasangan kami. dan apa yang dilakukan tim Mega-Prabowo semata-mata menjaga demokrasi serta memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik. KPU tidak hanya melanggar hukum. jika gugatannya ke Bawaslu ataupun Mahkamah Konstitusi nanti tidak dilanjutkan. enta itu sengaja atau tidak. Kalau sudah lengkap. pihaknya sudah melakukan langkah-langkah koordinatif dengan tim pasangan JK-Wiranto. Terkait dengan itu. terkait selisih penghitungan suara. "Sekarang kan masih proses. kami tidak menolak tapi demi demokrasi kami meminta agar semua temuan-temuan itu ditindaklanjuti terlebih dahulu. Iskandar menjamin tidak akan ada intervensi dari pihak manapun terkait kebijakan soal menggugat atau tidak." papar Timkamnas JK-Wiranto. Sebabnya." tegasnya. baru kita akan bergerak. Menurutnya. Golkar belum mempersiapkan agenda musyawarah pimpinan (Muspim) yang rencananya digelar pada tanggal 8-9 Agustus mendatang. KPU sudah dinyatakan melanggar kode etik. Karena itu. tapi catatan kelam tentang penyelenggaraan Pemilu 2009 masih terus bergulir. Timkamnas Mega-Prabowo mengancam. maka kami akan ajukan sebagai tindak kejahatan kemanusiaan maka kami akan membawa hal ini ke Mahkamah Internasional. Tim Kampanye Nasional pasangan nomor urut 2 ini telah memegang data-data valid terkait dugaan kecurangan pilpres. dimana kita menemukan kesalahan hitung dari KPU. baru kita persiapkan (Muspim). Sekarang ini masih proses untuk mengumpulkan bukti tambahan sambil mempertimbangkan soal itu (gugatan)." ujar Mandji. dan KPU sudah memutuskan. (*/KSN) Hajatan Pemilu 2009 memang sudah lewat. selama proses pilpres belum selesai. Selain itu. tetapi KPU sudah direkomendasikan terkena atau terindikasi tindak pidana. . Kalau sudah tuntas." seru Arteria. Ia menegaskan. Karena itu. bahwa apa yang dilakukan ini tidak semata-mata menolak hasil pemilu.Tim Mega-Prabowo ini mengungkapkan. Masak kita punya data tidak kita apa-apakan. maka pelanggaran yang dilakukan KPU akan diajukan ke Mahkamah Internasional. Ke MK ada dua hal. "Jadi. pihaknya sudah memperoleh pernyataan Bawaslu. Saat ini seluruh kekuatan Partai Golkar sedang berkonsentrasi menyiapkan data-data lapangan selama pilpres berlangsung. Sementara Tim JK-Wiranto juga sedang mempertimbangkan secara matang rencana menggugat hasil Pilpres 8 Juli lalu. "Kita kan ada 153 temuan soal itu (dugaan kecurangan pilpres)." tukas Wakil Sekjen DPP Partai Golkar ini. gugatan pilpres merupakan kewenagan mutlak dari pasangan JKWiranto dan Timkamnas. Tetapi. Iskandar Mandji. "Proses pilpres dan penghitungannya kan belum selesai semua. sampai ditindaklanjuti semua temuan pelanggaran. "MK dan Bawaslu tidak mampu merespon laporan kami. dari awal pasangan Mega-Prabowo sudah siap untuk kalah. Kita sedang konsentrasi untuk pilpres ini. "Kira-kira ada 20 perbuatan hukum yang terkait dengan itu.

dan keterbukaan atas pemilu berada pada lembaga atau institusi yang bertanggung jawab menyelenggarakan pemilu. keadilan. Ramdansyah mengistilahkan dengan jual beli “eceran atau grosiran”. Kelemahan dalam DPT ini sering menjadi sumber kecurangan berbagai oknum. Jual-beli suara tidak hanya berlaku antarparpol. entah parpol atau institusi KPU. Ramdansyah memberikan saran konkret tentang penyelenggaraan pemilu mendatang . Meski kehadiran buku ini tidak berpengaruh pada hasil pemilu. Semu lapisan masyarakat mencsata Pemilu 2009 syarat dengan kecurang dan sikap pimpinan Bawaslu tidak bergerak cepat. dan tentunya pengawalan. Transparansi. setidaknya bisa menjadi bahan refl eksi dan evaluasi untuk penyelenggaraan pemilu mendatang. catatan kelam Pemilu 2009 yang dihadirkan dalam buku ini jauh lebih komplet dan dalam karena didasarkan pada kekayaan data dan fakta di lapangan. keadilan. Pada bagian jual-beli suara. kejujuran. Diawali dari kasus di Pilgub Jatim yang sempat menjadi isu nasional dan berdampak pada penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2009. transparansi. Buku ini menjadi acuan data dan fakta tentang gambaran bagaimana kebobrokan Pemilu 2009. Apa jadinya jika KPU dan Bawaslu justru menjadi sumber kebobrokan pemilu itu? Buku Sisi Gelap Pemilu 2009. catatan buruk pernah dilontarkan oleh sebagian kalangan. Dalam kondisi yang demikian. Kinerja KPU dan Bawaslu dinilai sangat tidak memuaskan. Berbeda dengan buku-buku tentang pemilu lainnya yang lebih berkutat pada tataran idealitas. pun para peserta pemilu. melainkan juga antarcaleg dengan berbagai modus. Komnas HAM. dan LSM menyuarakan nada yang sama. Institusi sebesar Mahkamah Konstitusi. Masalah DPT juga menjadi sorotan khusus buku ini. yang ditulis oleh orang yang langsung terlibat di dalam penyelenggaran Pemilu 2009. Mereka menyuarakan nada sumbang bahwa penyelenggaraan Pemilu 2009 merupakan pemilu terburuk sepanjang sejarah. Pemilu 2009 diwarnai dengan banyak masyarakat yang tidak terdaftar dalam DPT. di Pemilu 2009 banyak sekali muncul suara hantu (orangnya sudah meninggal tapi suaranya masih ada). dalam hal ini tentu saja KPU dan Bawaslu. proses berlangsungnya demokratisasi tentu saja membutuhkan kejujuran. keterbukaan. Terbukti. Potret Aksesori Demokrasi Indonesia berusaha secara detail mengungkap fakta kecurangan dan kebobrokan Pemilu 2009. politisi. pengamat.Beberapa hari setelah penyelenggaraan Pemilu 2009.

saat kami merekam gambar. Kalau di pedesaan atau kota-kota kecil tentu jumlahnya lebih kecil daripada yang di Jakarta. Begitu menerima uang lalu nama sang penerima ditandai. Ya. mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah. Jadi. umumnya jumlah yang diberikan tergantung kondisi masyarakat.berdasarkan catatan dan pengalaman penyelenggaraan Pemilu 2009. Kami melihat terjadi mobilisasi massa untuk meramaikan kampanye capres-cawapres. Hampir dalam waktu bersamaan juga terbongkar ”kasus jalan-jalan” anggota Komisi VIII DPR RI ke Korea dan Hong Kong yang dibiayai Pertamina. Ini terlihat jelas dengan tindakan nyangoni mereka yang datang dengan jumlah lumayan untuk ukuran masyarakat setempat. Sebagian besar berhasil direkam gambarnya. 20 Juni 2004 BARU-BARU ini Indonesian Corruption Watch (ICW) dan Transparency International Indonesia (TII) melaporkan hasil penelitian mereka tentang politik uang dalam Kampanye Calon Presiden ke Panitia Pengawas Pemilu. Menurut saya mereka itu tidak tahu kalau hal itu tidak boleh dilakukan. berikut wawancara Suara Merdeka dengan Wakil Koordinator Badan Pekerja Kontras Danang Widoyoko di kantor ICW. Peresensi adalah Lailatul Tarwiyati. Yang lucu. Selain itu kami pertegas dengan laporan tertulis yang digali di sekitar tempat kami merekam gambar terjadinya praktik itu. Apa saja yang dilaporkan TII dan ICW berkaitan dengan politik uang dalam kampanye capres? Kami melaporkan berdasarkan fakta di lapangan. Jakarta Minggu. Nggak perlu harus pakai tanda tangan segala. Kalau di wilayah Jakarta dan Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi selain ”membeli” massa. kemarin. Uang itu didrop kepada orang-orang yang menggerakkan massa. tim . Mungkin karena sudah terbiasa begitu. Untuk membahas hal tersebut. mereka tetap saja berteriak-teriak mengabsen nama-nama yang akan mendapat jatah uang. Lalu dibagi sesuai daftar nama yang mereka pegang. Kalibata Jakarta Selatan. Di antaranya merekomendasikan atau mengusulkan amendemen UU dan keterlibatan KPK hingga tingkat bawah untuk melawan aksi politik uang atau kejahatan kerah putih yang menggurita di setiap penyelenggaraaan pemilu. jadi mereka nggak merasa melakukan kesalahan. praktik yang seperti ini jelas merupakan pembelian dukungan.

sesuai hati nurani. Kita belum bisa mengetahui sebenarnya dana untuk itu besarnya seberapa. pemilu itu merupakan proses rekruitment politik secara berkala. Ini masuk tindak pidana pelanggaran Pemilu. Kita lihat misalnya aturan penayangan iklan di televisi yang membatasi para calon untuk waktu tertentu. Ada yang bagi-baginya sampai Rp 100 ribu.kampanye juga banyak melibatkan tukang ojek. Bukankah yang terbesar dilakukan pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid. Setelah TII bersama kami melaporkan adanya praktik tersebut. juga mereka mempunyai sumber dana dan jaringan yang solid. memang dari awal kami memperhitungkan sebagai pihak yang paling siap untuk melakukan hal ini. kami berharap Panwaslu segera bertindak sepat dan tegas. Selain sudah mempunyai pengalaman bertahun-tahun untuk menyukseskan pemilu dengan cara ini. PDI-P juga ada. Karena kalau jaringannya masih kacau atau tidak profesional. PDI-P mungkin punya dana yang cukup baik. Kalau sudah berpengalaman kan selain ngasih uang juga memberi kaos yang sangat pantas bahkan bagus. bisa-bisa dana yang dikucurkan juga tidak jelas ke mana larinya he he he. Adalah sangat mungkin kalau terjadi pemotongan di sana-sini sebelum sampai kepada massa yang dibayar. Namun. Kembali ke Partai Golkar. Seperti kaos kerah yang bahannya adem. KPU pun berwenang untuk membatalkan mereka yang terlibat hal itu sebagai peserta Pemilu Presiden. Minimal dua bulan sampai dengan maksimal satu tahun penjara dan atau denda Rp 1 hingga Rp 10 juta. Bagaimana sebenarnya? Gambar yang kita miliki bukan hanya Golkar dengan Wirantonya. Itu berarti melanggar Pasal 42 UU Pilpres. ya sulit bagi media menolak godaan-godaan untuk menayangkan lebih dari ketentuan. Jadi. sopir angkot dan sebagainya. Pasangan caprescawapres. kalau ditanya pengalaman maupun jaringan mungkin belum bisa diacungi jempol. maka itu selain membahayakan pemberi dana. Ada yang Rp 50 ribu dan ada pula yang hanya Rp 25 ribu. tetapi juga partai atau tim sukses lain dengan capresnya. Tapi bukankah itu sudah menjadi hal yang wajar. Apalagi momen seperti ini kan hanya lima tahun . Karena faktor uang itu tadi. Begitu juga Partai Demokrat dan lain-lain. Semua partai mempunyai kesempatan sama. Sudah ada ketegasan larangan untuk hal semacam itu? Perlu diketahui yang dikategorikan praktik money politics tersebut adalah yang bertujuan untuk memengaruhi pemilih dengan iming-iming uang atau barang. Dan itu harus dilakukan secara wajar. Agar proses rekruitment tersebut bisa berjalan baik harus diatur. maupun penanggung jawab tim kampanye yang terbukti melakukan hal itu bisa diganjar pidana penjara. mengingat politik itu di mana saja tidak bisa dilepaskan dari ”gizi” atau uang? Dalam kampanye itu kan harus ada keseimbangan partisipasi politik masyarakat.

Kalau praktik korupsi di DPR pusat justru di aspek pengawasan. sehingga mereka jadi mudah dibeli. alasan menjual. Celakanya lagi media massa berhasil mengungkap bahwa yang membiayai itu Pertamina. Penegakkan hukum di negeri kita itu lemah. mereka yang seharusnya menegakkan hukum jadi menunggu saja. Jelas kan di sana ada harga jual. Apalagi kalau itu nantinya mendorong upaya untuk meciptakan ketidakberdayaan ekonomi rakyat. Menariknya itu. serta siapa saja pembelinya.sekali. di sini terlihat jelas beda praktik korupsi di DPR dan DPRD. Kalaupun sekarang muncul alasan dari kalangan DPR bahwa itu pinjam sementara atau . kita patut acung jempol untuk Meliono dan Indira. Akhirnya terbongkarlah kasus tersebut dan dilaporkan ke Polri. UU nya melarang kita untuk melakukan itu. Baru-baru ini juga terungkap ”jalan-jalan” anggota Komisi VIII beserta sebagian istri ke Korsel dan Hongkong yang dibiayai Pertamina. Baru-baru ini kita mendengar begitu banyak anggota DPRD yang menjadi tersangka korupsi bahkan yang di Padang sudah sampai pengadilan. Mereka khawatir kalau menindak bakal mendapatkan imbas dari pertikaian politik. Reaksi tokoh parpol dan tim kampanye capres sepertinya adem-adem saja? Ya. Karena bila hanya untuk mengecek alasan penjualan tanker berukuran besar kan cukup dengan meneliti dokumen-dokumen yang ada di kantor pusat Partamina. Dalam hal ini ya kolusi dengan yang diawasi itu tadi. Kasus Pertamina ini jelas ketara keanehannya. Tapi yang prinsipil kan kita berpegang pada aturan. Kalau menurut saya hal yang ”wajar” tersebut harus segera diakhiri. Bagaimana tanggapan Anda? Ini jelas lucu. Apalagi yang diawasi adalah instansi yang basah dan sering terjadi praktik korupsi. Sudah aturan tentang sumbangan perorangan dan korporasi yang dibatasi besarnya. Uang itu ditolak oleh Meliono Suwondo dan Indira Damayanti. bahkan oleh penguasa malah terus ditumbuhsuburkan ya jadilah budaya atau suatu kewajaran. sebelum kasus dengan Pertamina kami sudah mendengar kasus divestasi Bank Niaga. Aspek pengawasan DPR ini justru peluang untuk terjadinya korupsi. Mengenai kasus di DPR. Namun kami tidak tahu kelanjutan kasus itu. Karena janganlah kita terus menerus memelihara budaya yang jelek. ya janganlah dilakukan. Ya karena selama bertahun-tahun tidak dikoreksi. Ngapain harus pergi jauh-jauh ke Hongkong dan Korsel segala sampai bawa istri. Kami mendengar pertemuan di Hotel tertentu kemudian bagi-bagi uang kepada anggota DPR. Karena yang namanya membeli dukungan rakyat itu budaya kekuasaan kita yang jelek. kita tahu. Tidak hanya di DPR. Praktik korupsi di DPRD terkait penganggaran atau budgeting. Karena penegakkan hukum yang lemah itu. di mana saja di negeri ini yang namanya aspek pengawasan itu terbuka peluang untuk korupsi. Yang jelas.

ditalangi dulu oleh Pertamina untuk kemudian diganti DPR ya nggak masuk akal. Pertanyaanya. Alasannya belum tentu anggota DPR lain sekomisi bahkan sefraksi menyetujui hal itu. mengapa DPR malah panggil Direksi Pertamina bukan panggil Laksamana Sukardi. Karena kebobrokan lembaga KPU mulai tercium sejak Pilkada Jatim dimana KPUD Jatim tidak menjalankan tugas secara profesional dan secara tidak langsung tercium indikasi KPUD Jatim mendesain pilkada untuk memenangkan salah satu pasangan Gubernur. juga Pertamina. Karena kami menengarai begitu banyak uang bersliweran. Dan perlu diketahui Pertamina itu tahun lalu untung Rp 3. Bookmark the permalink. Menurut Anda bagaimana peran Meneg BUMN dalam hal ini? Sebenarnya fungsi pengawasan BUMN ini berada di bawah Meneg BUMN. Juga untuk mengurus SPJ itu ada prosedur yang harus dilalui. BUMN besar. Bukan langsung turun ke masalah tanker segala. Yang namanya mau berangkat itu harus ada uangnya terlebih dahulu. Pertanyaannya. Masa DPR ”gampang-gampangan” begitu saja pinjam dulu Pertamina lalu diganti. saya bingung mau menulis apa untuk prestasi yang “luar biasa” KPU pada penyelenggaran Pemilu 2009 ini. Kalau praktik seperti ini tidak dihentikan maka BUMN akan digerogoti untuk membiayai atau menservis anggota DPR atau birokrat lain. lembaga tinggi negara. Ini kan DPR. tidak mudah dikontrol lagi. Kalau sama kawan sendiri. Misteri Pemilu…Mengapa Laporan Bawaslu Tidak Ditanggapi Polisi? April 19. 2009 tags: bawaslu. Jadi.. Pemilu 2009 oleh nusantaraku Aduh…. Ibaratnya sudah diservis pun belum otomatis permintaan si penyuap terkabul. Seharusnya fungsi pengawasan DPR itu pada Meneg BUMN. Ini dugaan saya lo. Wong ayah saya yang PNS biasa saja kalau mau pergi ada SPJ yang jelas. Kasus ini sempat masuk dalam ranah .9 triliun. dari mana uang tak terhitung jumlahnya itu berasal mengingat perekonomian kita lagi lesu. DPR itu kan instansi terhormat. Masa sekarang sudah rugi begitu besar hingga harus jual tanker ukuran besar segala?. ada sesuatu di balik ini semua yang terkait pemilu mulai dari legislatif maupun presiden. Celakanya lagi saat ini ditengarai anggota DPR itu sulit dipegang. baru hal itu bisa dilakukan. Aneh kan? (Hartono Harimurti72) Berita Utama | Bincang – Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA This entry was posted in Lain-lain.

Namun. meskipun Pak Herman menyatakan mengundur diri karena kekecewaannya.180 orang. Kapolda Jatim Pak Herman SS dengan menetapkan ketua KPUD Jatim sebagai tersangka. 01/2009 mengenai audit laporan dana kampanye yang membolehkan seseorang menyumbang bermiliarmiliar rupiah padahal ini bertentangan dengan UU 10 tahun 2008. Rabu (20/5/2009). Dan 2 hari menjelang 9 April 2009. Menurut Said. mengubah jumlah pemilih dalam DPT di tiap PPS. semua mengakui DPT pileg kemarin adalah rekayasa KPU.247. angkanya berubah menjadi 34. ada beberapa modus dalam aksi kecurangan sistematis tersebut. Misalnya. Proses keadilan dan kebenaran tampaknya kandas. Mereka (PPS) sudah menyusun data DPT per TPS. Akhirnya. PPS telah mencatat jumlah pemilih sebanyak 34.Tudingan bahwa telah terjadi kecurangan sistematis dalam penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pileg tampaknya tidak main-main. maka KPU kembali menunjukkan kegagalan terbesar dalam menetapkan DPT……." kata Koordinator Divisi Pemilu SIGMA. "Ada yang berkurang ada yang bertambah. Said Salahudin. "Dari 90 PPS yang kita datangi di Jakarta. Begitu dikembalikan lagi ke mereka datanya sudah berubah. KPU Gelagat yang tidak profesional dan terkesan korup pun dilakukan KPU Pusat menjelang 9 April 2009 yakni pada 27 Maret 2009 KPU mengeluarkan Surat Edara 612/KPU/III/2009 perihal penjelasan teknis peraturan KPU No. KPU dengan arogan mengatakan TIDAK ADA MASALAH DPT. Pertama. Pas pemungutan suara 9 April. Begitu data tersebut diserahkan ke KPU Kota Jaksel dan dikembalikan lagi ke PPS. lalu dikirim ke KPU kota. bertambah 67 . di salah satu kelurahan di Jakarta Selatan. kasus pengelembungan DPT Pilkada Jatim bak ditelan bumi. Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kelurahan mengakui bahwa kecurangan itu benar-benar terjadi." kata Said. tampaknya kekuatan politik di Pusat lebih kuat dan segera menggantikan Pak Herman dengan Anton yang mana langsung menurunkan status ketua KPUD Jatim dari tersangka menjadi saksi. saat dihubungi melalui telepon..hukum penyelidikan oleh eks. bukan untuk mengubah. Padahal dari mana KPU kota bisa menambah atau mengurangi? Mereka kan hanya merekap dan menetapkan. PPS Akui KPU Merekayasa DPT Pileg Jakarta .

Rekomendasi 2009 Usai Pemilu 2009.baik dipandang secara .com/read/2009/05/20/062208/1134222/700/pps-akui-kpumerekayasa-dpt-pileg Kira2 siapakah yang pantas untuk bertanggung jawab? KPU-kah? Pemerintah? Atau orang2 dibalik KPU yang jauh lebih mengerikan? Siapa pula yang paling diuntungkan atas itu? Kalau berhasil." kata Said. namanya hilang. Dari pengalaman empiris politik Indonesia. "Ini pasti ada rekayasa sistematis. "Begitu yang 67 orang ini dicek. ternyata nama ini nggak dikenal. lanjut Said. pemilu 1999 dapat kita tunjuk sebagai pemilu Indonesia yang relatif lebih jujur dan adil. adalah dengan cara mengacak daftar nama pemilih di tiap TPS sehingga membingungkan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). konsep independen dan apapula konsep kredibilitas dan konsep martabat. pasti mudah dilakukan di daerah-daerah. ada yang tadinya tidak terdaftar malah namanya jadi muncul. namun begitu data diserahkan ke KPU kota dan dikembalikan lagi ke PPS. Modus kedua adalah dengan cara mengubah nama pemilih. seolah mereka semua membisu. Modus ketiga. Tapi sebaliknya.lebih baik memberi pola keterukuran kepada semua stakeholder untuk menjalankan syahwat (politik) secara bersama-bersama.orang. Kalau ini terjadi di ibu kota negara. pada rebutan dan saling klaim. Ada orang yang sebelumnya telah terdaftar. Lagi pula setelah pemilu 1955.detiknews.!! Walkout Fraksi Partai Demokrat pada awal pembahasan revisi paket Undang-Undang Politik kemaren.. pemilu kemarin memang benar2 biadab." tutur Said. giliran gagal. Kalau boleh ngomong sedikit kasar...rupanya harus diterima dengan lapang dada bahwa tidak ada resep yang dapat difahami di negeri ini tentang apa yang dimaksud dengan konsep mandiri. Itu terlalu utopis untuk disematkan kepada KPU pasca 1999 dan segenap kinerjanya. Sekarang saya meyakini betul. ‘nBASIS merekomendasikan pembubaran KPU dengan solusi pembentukan KPU baru yang akan diisi oleh orang-orang yang diutus partai politik. http://pemilu. yang di dalamnya pasal yang mengatur keanggotaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) boleh diisi orang dari partai politik. Dengan cara ini petugas KPPS menjadi kerepotan jika diharuskan mengecek lagi satu per satu daftar pemilih yang telah dikembalikan dari KPU kota. Ketimbang berharap utopi independensi dan kredibilitas. menunjukkan ”belang” mereka yang amat konservatif dan bertanggungjawab atas keluh-kesah tentang ketidak-mandirian serta masalah akuntabilitas KPU selama ini.

Sibolis Na Burju Kebobrokan perhelatan politik di Indonesia secara halus sering dianggap hanyalah rutinitas prosedural yang tidak menghasilkan apa-apa meski dengan pengorbanan material. dan ia meicu kolaborasi kekuatan-kekuatan destruktif negara-bangsa untuk suatu pembangunan jahatokrasi. bahkan beberapa kalangan menilai pemerintah berada di balik kecurangan pemilu. Jumat (2/5/2009). Si Bolis Na Burju mengalahkan perasaan keadilan. Siapa yang mau suara partainya dicuri? Tentu wakil partai itu akan marah dan melakukan perlawanan. Itu soal lain. Namun dengan tegas hal tersebut dibantah oleh pakar hukum dan tata negara Irman Putrasidin. Lebih dari itu. waktu dan perasaan keterampasan (rakyat) yang demikian besar. Secara kelembagaan KPU itu diisi oleh orang-orang tidak boleh tidak mesti memiliki faktor ketidak-independensian. Omong kosonglah jika orang masih suka mengucapkan istilah itu hari ini. Kecuali memang jika sesuatu partai tertentu ingin “menyumbangkan” suaranya kepada partai lain dan dengan bayaran tertentu. —————————————– AKARTA . "Bagaimana mungkin pemerintah melakukan kecurangan.demokrasi Indonesia bisa ditolong untuktidak separah yang sekarang.Pemerintah disebut-sebut sebagai salah satu yang paling bertanggung jawab dalam masalah pemilu. KPU itu tidak pernah merasa dirinya bersalah jika angka partisipasi politik rendah by design atau secara administratif. apakah ini kesalahan eksekutif atau kesalahan KPU. Hanya saja suply and demand transaksi suara akan berbeda sekali antara KPU parpol dan KPU non parpol. Tetapi jika KPU tidak ngotot memperjuangkan tersalurnya aspirasi rakyat secara substantif. dan UU apa pun tidak bisa mensiasati itu. Siapa saja boleh tuding-tudingan. pemilu dimaksudkan untuk meminta suara rakyat justru tingkat partisipasi rakyat tak begitu diperdulikan.kualitatif maupun kuantitatif. karena itu relatif transaksi suara tidak akan terjadi. Parpol saling curi suara? Keuntungan yang jelas jika orang parpol yang akan mengisi KPU ialah bahwa di antara sesama mereka ada kewajiban yang sama untuk mempertahankan suara partai masing-masing. Apa yang menyebabkan kebobrokan itu ialah bahwa di dalam proses dan insttitusi politik Indonesia secara inheren terdapat apa yang oleh ‘nBASIS disebut sebagai Si Bolis Na Burju (iblis yang selalu berpura-pura baik hati)." ujarnya kepada wartawan. Itu kan sesuatu keanehan luar biasa. kejujuran dan martabat. ‘nBASIS amat percaya dengan kembali ke pola 1999. maka tak ada lagi masalah yang lebih besar dari itu sepanjang sejarah demokrasi di dunia ini. . itu keliru. jangan mengklaim kebobrokan pemilu itu adalah kebobrokan presiden.

Meski tidak semua daerah/kota yang tengah melangsungkan hajat demokrasi itu ditingkahi aksi kekerasan. seperti dengan cara langsung menunjuk siapa orang yang tepat dan kredibel. lanjutnya. Hak angket. bentrok antarpendukung calon. dan santun dalam segenap perilakunya? Mengapa tiba-tiba saja mereka berubah beringas. tetapi tak urung juga mencuatkan tanda tanya di benak kita. Namun menurutnya. kerusuhan. manutan. "Saya menyarankan agar KPU saja yang harus dibenahi. Melalui jalur hukum dulu jangan jalur politik. 29 April 2008 (05:13) | 34 komentar | Print this Article S uasana tegang. panas. rentan terhadap aksi kebrutalan dan begitu mudah larut dalam arus emosi “purba” yang sebenarnya kurang menguntungkan itu? . Saya sarankan kasus kecurangan pemilu harus dibawa ke MK." pungkasnya. dan mencekam (hampir) selalu mewarnai proses pemilihan kepala daerah/walikota (pilkada) belakangan ini. pemerintah bukan malaikat yang turun dari langit dalam arti pasti memiliki kesalahan juga. karena angket ditujukan kepada pemerintahan seperti misalnya pemerintah melanggar undang-undang.Irman menambahkan. Aksi unjuk rasa. karena nanti akan ada api dalam sekam." tuturnya. Irman menjelaskan pemerintah tidak ada intervensi dalam hal pendataan. dengan cara mengganti orang-orangnya dengan mengganti orang yang baru dengan tidak menghabiskan waktu panjang. tidak tepat digunakan dalam hal ini. Ada apa gerangan di balik ulah sebagian warga yang cenderung destruktif dan menjurus ke tingkah anarkhi itu? Bukankah selama ini rakyat selalu disanjung puji sebagai warga bangsa yang polos. pemerintah juga harus melihat potret yang ada dan memang harus diakui pemerintah kurang maksimal dalam penanganan masalah kisruh pemilu. Mengenai hak angket daftar pemilih tetap (DPT) yang diajukan sejumlah fraksi di DPR. dan amuk massa terhadap fasilitas umum milik masyarakat nyaris menjadi “irama” khas yang menggema di sela-sela pesta demokrasi itu. (lsi) Tuesday. "Memang kami setuju tapi seharusnya kita bikin tatanannya dulu jangan langsung ke hak angket. lugu. ulah perusakan rumah tinggal penduduk yang dianggap menjadi “lawan politik”-nya.

Sangatlah beralasan. Jika kondisi semacam ini tak teratasi. adil. bahkan terus-menerus menaburkan benih kebencian. akhirnya musnah dalam sekejap. proses pilkada di berbagai daerah/kota menampakkan kecenderungan untuk membersihkan praktek-praktek yang tidak jujur. damai. disegani. Ada semacam “keharusan” bahwa calonnya harus keluar sebagai pemenang. bisa dibilang. Yang mengkhawatirkan. Ia menjadi figur yang dianggap masyarakat memiliki “kelebihan” tersendiri. Warga yang tak berdosa. Tidak jarang terjadi. atau membeli suara calon pemilih dengan sejumlah uang. Betapa tidak? Fasilitas umum yang dibangun bersama dengan susah-payah. dihormati. Cara yang ditempuhnya pun bervariasi. jabatan kepala daerah/kota memang cukup strategis. dan acapkali dijadikan sebagai sumber informasi bagi warganya. setiap kali siklus demokrasi ini diputar. seorang kepala daerah/kota juga memegang posisi kunci (key position) dalam “menghitam-putihkan” corak dan warna dinamika daerah/kota yang dipimpinnya.Fenomena kekerasan yang mewarnai setiap hajatan demokrasi jelas sangat tidak kondusif dalam upaya mendinamisir dan memberdayakan daerah/kota dari sentuhan kemajuan. Seiring dengan terbukanya kran demokrasi. kalau pihak-pihak yang saling berseteru tidak bisa saling menahan diri. mulai saat sang calon menjaring massa hingga proses . dan makmur. daerah/kota yang bersangkutan akan mengalami set-back (langkah mundur) yang semakin jauh dari substansi ideal. aman. Yang jelas. Selain menjanjikan naiknya status sosial. kasak-kusuk. upaya masing-masing kubu untuk menarik simpati massa menimbulkan situasi panas dan tegang. atau tidak adil. Ada yang mengobral janji. Para pendukung masing-masing calon menjelang hari “H” pelaksanaan pilkada sibuk menarik simpati massa dengan berbagai macam cara. masing-masing kubu merasa calonnyalah yang paling pantas menjadi kepala daerah/kota. curang. Bahkan. tidak sedikit warga yang memiliki cukup “modal” siap bersaing untuk memperebutkan kursi orang nomor satu di daerah/kotanya. tak tahu lor-kidul pun tak luput terkena imbasnya. Yang menarik. tentu semakin mempersulit posisi daerah/kota dalam upaya mewujudkan tatanan masyarakat yang lebih demokratis. dan dendam. Tak dapat dipungkiri. dukungan yang diberikan oleh warga kepada calon yang dijagokan masing-masing tampak penuh greget dan antusias. Kepala daerah/kota terpilih yang seharusnya sudah siap terjun ke lapangan memaksimalkan kemampuannya menjadi terhambat. “memanjakan” calon pemilih dengan pesta.

padahal tidak ditemukan adanya unsur kecurangan dalam pilkada. serta masih ditemukan adanya unsur kecurangan. dan amuk massa. para warga merasa mendapatkan kembali kedaulatannya yang terampas. penyelewengan. Tidak mengherankan kalau banyak kepala daerah/kota yang diduga melakukan penyimpangan harus tergusur dari kursi kepejabatannya akibat gencarnya aksi unjuk rasa warga. bahkan melakukan unjuk rasa. Akan tetapi. Apalagi. pembakaran. Derasnya arus reformasi yang diwarnai dengan berbagai aksi unjuk rasa seperti yang mereka lihat di layar televisi. PKI. mengkritik. jujur. mereka tak segan-segan melancarkan protes dan unjuk rasa. kalau calon yang jadi ternyata bukan figur yang dikehendaki oleh sebagian besar warga. Bagaikan kuda liar yang lepas dari kandang. tentu saja hal itu dapat dimaklumi dan ditolerir. Mereka bebas menyuarakan pendapat. dan adil. kian menyuburkan nyali warga untuk menggugat praktik-praktik penyimpangan. . Fenomena pilkada yang diwarnai berbagai aksi kekerasan di era reformasi ini setidaknya dilatarbelakangi oleh terciptanya suasana euforia massa setelah lebih dari tiga dasawarsa kebebasannya dibelenggu oleh rezim Orde Baru. begitu rezim Orde Baru tergusur dari panggung kekuasaan. tanpa takut lagi dicap sebagai pembangkang. lantaran ambisi calonnya tidak tercapai. Esensi demokrasi yang sebenaraya ialah kesediaan untuk bersikap jujur dan ksatria menerima kekalahan. Ada keinginan kuat dari warga untuk menampilkan figur kepala daerah/kota yang benar-benar mumpuni. dan berbagai ulah amoral yang dilakukan oleh aparat daerah/kota. atau anti-Pancasila –julukan yang acap kali dilontarkan penguasa Orde Baru kepada rakyat yang suka mengkritik penguasa. korup. memiliki integritas kepribadian yang tinggi. sekaligus mengakui kemenangan pihak “lawan”. dan memiliki komitmen kuat untuk memajukan daerah/kota. Sepanjang tuntutan yang disuarakan warga lewat unjuk rasa itu wajar dan murni mengingat adanya praktek kecurangan dalam pilkada. kalau sudah menjurus pada tindakan pemaksaan kehendak ditingkah dengan ulah perusakan. Tindakan seperti itu sebenarnya mengingkari makna hakiki demokrasi itu sendiri. berbobot. Tidak berlebihan kalau di beberapa daerah/kota terjadi pengulangan pilkada lantaran prosesnya dinilai tidak berlangsung demokratis. kejadian itu patut kita sayangkan.penghitungan suara.

dan mampu menahan diri sesuai dengan idaman Ibu Pertiwi. Dari sisi ini. Siapa pun orangnya. Karena itu posisi politik rakyat dalam pilkada langsung memiliki makna penting dalam menentukan corak politik dan kepemimpinan di daerah. memang hal yang wajar di era keterbukaan ini. dan kerukunan. tanpa mengurangi makna penting dari pemilihan kepala daerah sebelumnya pilkada langsung dianggap sebagai obat mujarab untuk menjawab berbagai persoalan antara pusat dan daerah baik kewenangan dan juga persoalan lainnya. Di negara mana pun yang menganut paham demokrasi mustahil “mengalalkan” caracara “purba” yang vulgar itu dalam menegakkan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. mestinya dijadikan cermin berharga untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. telah membawa konsekwensi terhadap format pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah dari sebelumnya pemilihan melalui DPRD.info/2008/04/29/pilkada-pasca-reformasi-quo-vadis/#ixzz16p5zmaQG Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike Pergeseran perubahan format politik dari otoritarian-sentralistik menuju demokratisasi desentralistik. bertanggungjawab. *** ooo Sumber: Pilkada Pasca-Reformasi. jelas tak menginginkan suasana daerah/kota yang begitu kuyup oleh sentuhan kedamaian. patut disayangkan memang kalau situasi dan iklim semacam itu lantas dimanfaatkan untuk melampiaskan “dendam” dari kubu calon yang kalah dengan cara-cara yang kurang fair dalam berdemokrasi. Fenomena vandalistis. tiba-tiba menjadi rusak dan porak-poranda oleh konflik antarkelompok kepentingan. ksatria. Quo-Vadis? » Catatan Sawali Tuhusetya http://sawali. Pilkada langsung hakekatnya adalah sebuah proses untuk melahirkan dinamika politik lokal yang lebih demokratis. dan bar-bar yang mewarnai siklus demokrasi ini. dan bernegara. Akan tetapi. dan adil. Bahkan. pilkada benar-benar ingin dijadikan sebagai momentum untuk memilih seorang pemimpin yang dinilai mampu membawa kemajuan daerah/kota melalui proses pemilihan yang benar-benar demokratis. anarkhis. sekarang kepada rakyat. Ini artinya. Tindak kerusuhan dan aksi kekerasan bukanlah solusi arif untuk menuntaskan masalah.Bagi warga. risikonya pun harus ditebus dengan harga yang cukup mahal. berbagai aksi unjuk rasa warga yang menuntut ulang pelaksanaan pilkada lantaran ditemukan bukti-bukti kecurangan. jujur. berbangsa. ketenteraman. mengajak kita semua untuk bisa menjadi “aktor” demokrasi yang jujur. partisipasif dan transparan sesuai . Pemilihan kepala daerah langsung dianggap juga sangat strategis dan patut mendapat perhatian kita semua karena pilkada ini dilaksanakan pada masa transisi dan masih bersifat “trial dan error” juga terdapat perbedaan dalam tata aturan penyelenggaraan maupun tujuan politik yang hendak dicapai.

(Larry Diamond) untuk dikhawatirkan adalah keikutsertaan masyarakat dalam kaidah dan kancah politik akan menimbulkan resonansi yang berlebihan terhadap wujud pembangunan. tidak ada yang salah dengan kedua cara pandang tersebut. legitimasi membutuhkan kinerja. Tapi dewasa ini proses ini mulai banyak dipermasalahkan bahkan banyak kalangan menilai dan meminta agar pemilihan langsung kepala daerah sebaiknya dihapus saja hal ini dikarenakan begitu banyak kesalahan dan kekurangan dari pilkada yang telah dilaksanakan sebelumnya seperti konflik yang terjadi baik sebelum pemilihan maupun setelah pemilihan. hal yang paling penting Demokrasi membutuhkan persetujuan. biaya yang dikeluarkan teramat tinggi. mengembalikan kedaulatan dari kedaulatan negara menjadi kedaulatan rakyat. Hal tersebutlah yang kemudian menjadikan alasan mengapa pilkada secara langsung oleh beberapa kalangan diminta untuk dihapus / ditiadakan dan kembali pada sistim pemilihan sebelumnya yang diakibatkan oleh adanya resonansi dari kekerasan dan konflik yang terjadi dalam pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah secara langsung. Kalkulasi kalkulasi mereka mempunyai andil besar mengantarkan pasangan calon tersebut untuk sampai ke kursi kepala daerah. tetapi kinerja bisa dikorbankan demi persetujuan. Hanya saja bobot dari kedua preferensi tersebut bila dibedah secara menyeluruh akan menunjukkan substansi kualitas yang berbeda juga dalam hal pandangan tentang pemimpin yang ideal bagi mereka. Masyarakat lokal akan menjadi praktisi politik bagi dirinya sendiri. antar penduduk mayoritas dan minoritas. suku mayaoritas dan suku minoritas dan banyak lainnya sehingga menimbulkan kerentanan terhadap disintegrasi bangsa. baik biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun dana yang keluar selama proses pemilihan itu sehingga di khawatirkan nantinya akan menimbulakan budaya korupsi. Kekerasan-kekerasan yang terjadi akibat pemilihan langsung kepala daerah ini baik kekerasan langsung maupun kekerasan tidak langsung menyebabkan ekses negative menimbulkan dimensi baru yang sangat menghawatirkan yaitu timbulnya perpecahan antar masyarakat di daerah. Latar belakang seperti etnisitas. Pilkada langsung di mata masyarakat lokal akan menentukan siapa yang akan terpilih menjadi kepala dan wakil kepala daerah dan akan mulai melakukan abstraksi terhadap pasangan calon tersebut. Dalam konteks demokrasi. persetujuan membutuhkan legitimasi. status sosial ekonomi dan golongan agama. para calon kepala dan wakil kepala daerah dengan berbagai cara akan lebih giat berusaha memainkan bidak-bidaknya untuk menggali dukungan masyarakat. antar agama yang satu dengan yang lainnya. Resonansi adalah sebuah getaran yang terjadi atau ditimbulkan akibat dari adanya getaran dari orang lain atau benda lain sehingga menimbulkan implikasi terhadap kejadian berikutnya. Setiap individu berhak memiliki perspektif masing-masing. mengkategorisasikan pola preferensi politik menjadi yang rasional dan yang emosional. Dalam rangka mencapai hal tersebut. memberikan .dengan nilai nilai politik lokal yang tumbuh dan berkembang di daerah. Wawasan politik masyarakat lokal yang variatif dalam melihat dan memilih kriteria kepala daerah akan sangat menentukan kepemimpinan daerah Secara teoretis ada beberapa keuntungan pilkada langsung yaitu mendekatkan negara (state) kepada masyarakat (society). Ber-aneka ragamnya karakter masyarakat yang ada di daerah akan mempengaruhi pola preferensi politik masyarakat yang akan diperebutkan suaranya itu.

kenyataan mengenai rendahnya tingkat partisipasi masyarakat di beberapa daerah dalam pilkada. di mana perasaan diperlakukan secara tidak adil merupakan penyebab timbulnya konflik. Eksklusivitas ini akan melahirkan klaim-klaim yang dapat merugikan kelompok lain. pilkada langsung memberikan legitimasi yang kuat kepada kepala daerah dan wakilnya untuk memerintah. Ketujuh. banyaknya tumpang-tindih peraturan perundang-undangan menyebabkan terjadinya miss-interpretasi terhadap peraturan tersebut di daerah. loyalitas buta pemilih yang mengabaikan pertimbangan rasionalitas. dan agama/ideologi. Pertama kenyataan bahwa tidak semua yang terpilih dalam pilkada langsung adalah putra-putri terbaik yang dimiliki daerah bersangkutan. civil society dan pemerintah pusat. pilkada langsung akan menyisakan sakit hati kepada kelompok yang kalah atau tidak puas dalam pilkada. Masalah ini muncul karena tidak adanya calon independen ( meskipun ada tetapi aturan untuk calon independen sedemikian ketatnya sehingga sulit untuk dipenuhi). Amanat rakyat tersebut jangan disiasiakan. Untuk menghindari konflik dan resistensi seharusnya ketika menjabat si pemenang harus mampu merengkuh pihak yang kalah untuk bersama-sama membangun daerah. karena distorsi dalam seleksi di tingkat parpol (politik uang. kecurangan yang sistematis. dll. UU 32 tentang pilkada dimana program pembangunan dikaitkan pada janji politik pilkada sementara UU 25 Tahun 2004. tanpa adanya pengawasan kuat dari DPRD.pembelajaran politik kepada masyarakat. Ketiga. sebagai contoh dalam hal perencanaan. pembangunan dikaitkan dengan program perencanaan nasional. Oligarki baru di tingkat lokal akan lahir (atau menguat bila yang terpilih adalah pejabat-pejabat lama/incambent) dengan terpilihnya kepala daerah/wakil kepala daerah baru. kekerabatan. Di luar kemungkinan adanya upaya mobilisasi massa dari pihak yang . Di daerah masih terlihat jelas "garis-garis" pengelompokan sosial menurut tempat kelahiran. atau karena munculnya kesadaran kritis masyarakat di daerah terhadap pesta demokrasi lokal di tengahtengah kesulitan ekonomi yang akut. Keempat. penegakan hukum yang tidak berjalan dengan baik. adalah faktor klaim. KONFLIK DALAM PILKADA LANGSUNG Dalam implementasi pilkada langsung sering sekali kita menemukan dan terjadi konflik yang diakibatkan oleh pemilihan kepala daerah langsung tersebut. intervensi dari DPP parpol.). atau karena faktor lain-lain (sosialisasi yang tidak memadai sehingga masyarakat "salah pilih". kepala daerah/wakil kepala daerah terpilih kurang memiliki moralitas dan self-control yang kuat bahkan cenderung akan menyalahgunakan kekuasaan. Kedua. dan pilkada langsung berkontribusi terhadap pengembangan demokrasi ditingkat lokal. dsb. Dalam conflict fuctionalism terdapat konsep deprivation dan sense of injustice. Program-program pembangunan yang realistis dan penyusunan RAPBD yang berbasis pada pemecahan permasalahan lokal memerlukan kompetensi yang tinggi dari birokrasi lokal. Pada konsep ini. kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih memperoleh mandat langsung dari rakyat untuk memerintah dan membangun daerah. Jumlah golput yang cukup banyak merupakan bukti kelelahan politik (political fatigue). Kelima. Beberapa hal ideal dari pilkada langsung dalam realitasnya dihadapkan pada bias-bias dan distorsi praktik penyelenggaraan pilkada langsung. suku. secara psikologis pilkada langsung meningkatkan rasa harga diri dan otonomi masyarakat di daerah.). kejenuhan. Keenam.

mantan Mendagri Mohammad Ma'ruf. KEKERASAN PASCA PILKADA Kekerasan pasca-pemilu adalah kekerasan yang terjadi setelah proses pemilihan umum tersebut dilaksanakan (pasca pilkada). mengakui dalam pengembangan kebijakan otonomi daerah yang bertujuan membangkitkan kemampuan daerah. KEKERASAN PRA PILKADA Kekerasan pra-pilkada adalah kekerasan yang sering terjadi sebelum dilaksanakannya proses pilkada atau kekerasan pra-pilkada berlangsung. selain itu maka tim-tim tersebut kemudian melakukan provokasi kepada pihak lain sebagai lawan calon tersebut sehingga tak jarang konflik terjadi karena kompanye-kompaye dari arus bawah yang sama sekali tidak tersentuh dengan visi dan misi dari calon mereka masing-masing sehingga Black compaigne sering terjadi. peserta. agama. kekerasan ini sering terjadi saat penjaringan bakal calon yang akan mewakili suatu partai politik tertentu. dalam proses itu sering bakal calon yang diusulkan oleh masyarakat banyak tidak diakoomodir oleh partai yang mewakili mereka sehingga terjadilah benturan-benturan antar kepentingan dalam pemilihan bakal calon dari masing-masing elemen tersebut. Bahkan. Bahkan ukuran kesuksesan dan kepemimpinan seorang tokoh sekarang adalah seberapa besar isi koper dan kekayaan yang dimiliki oleh seorang yang akan menjadi calon pemimpin dalam pilkada tersebut. semakin banyak sembako yang dikeluarkan dan diterima oleh masyarakat maka semakin besar peluang untuk memenangkan pilkada tersebut sehingga dapat dikatakan bahwa pilkada merupakan bukti dari egaliternya capitalism. Banyak sekali koflik yang terjadi pada pemilihan kepala daerah langsung terjadi akibat daripada proses setelah pilkada tersebut berlangsung. ternyata belum menunjukkan hasil yang memuaskan.memiliki kepentingan-kepentingan tertentu. Ketidaksiapan kontestan dalam menerima kekalahan dituding sebagai penyebab . banyak daerah yang menutup diri bagi daerah lain atau menimbulkan eksklusifisme yang tidak peduli terhadap daerah lain. semakin besar kekayaan dan uang yang dimiliki maka besarlah kemungkinan khan-nya untuk memenangkan pilkada yang dilangsungkan sehingga pilkada yang kita jalani sekarang ini sering disebut PILKADA SEMBAKO dimana setiap melakukan kompaye dalam pemilihan kepala daerah maka tim sukses dari masing-masing akan datang untuk membagiakan berbagai jenis sembako kepada masyarakat yang akan memilih mereka. Justru dengan otonomi. parpol. ras dan suku dari masyarakat (baik yang menjadi peserta pilkada maupun masyarakat yang akan memilih mereka). Berikut kita akan membedah ragam konflik yang terjadi berdasarkan siklus / latar kejadiannya menjadi dua macam yakni kekerasan pra pilkada dan pasca pilkada. konflik juga sering terjadi diakibatkan oleh kompanye-kompanye yang dilakukan oleh parpol / peserta pilkada bahkan oleh tim-tim dari pasangan yang akan ikut bertarung dalam pilkada tersebut sehingga masyarakat mulai dikotak kotakkan menjadi berbagai bagian bahkan ulama sekalipun terjadi kristalisasi figure-figur tersebut sehingga pengikutnyapun menjadi saling curiga dan akhirnya terciptalah konflik (black compigne) serta masih banyak lagi konflik yang diakibatkan oleh beradunya kepentingan antar pengikut.

Selain itu beberapa hal yang perlu diperhatikan juga adalah kekuasaan yang diperoleh kepala daerah harus melalui kompetisi politik yang sehat dan terbuka dan menumbuhkan swadaya politik masyarakat. propagandapropaganda anti otonomi yang dilakukan oleh sebagian orang anggaplah sebagai suatu masukan untuk dipikirkan (perbaikan). Pertama. diperlukan kontrol kuat dari simpul-simpul masyarakat. ZAINUL Direktur Yayasan “SANTOANA” Nusantara BAQRI an 25 2000 . Kedua. mereka tidak mendapat pendidikan politik yang baik. Pertama.telah dijajagi untuk pemanasan(belum all out). Jika unjuk rasa tidak direspon dengan baik oleh pejabat. peran panwas harus dioptimalkan.. Mereka tidak mampu menemukan titik ekuilibrium (keseimbangan) tempat segala hal dikompromikan. Namun. Dugaan adanya perilaku curang dan manipulatif ditengarai sebagai penyebab tidak berwibawanya penyelenggara dari kontestan tertentu. gabungan ketidakpercayaan atas pelaksanaan hukum dan ketidaksiapan menerima kekalahan mengakibatkan munculnya aksi unjuk rasa. terutama saat pencalonan dan penghitungan hasil pilkada. menang atau gagalkan pilkada. Akibatnya. Dangkalnya rasionalitas para pendukung menjadikan amarah berkembang menjadi amuk massa. egoisme pribadi yang amat tinggi menutup kesadaran itu. kerusuhan bila dipicu oleh ketidakpercayaan terhadap pelaksanaan berbagai aturan. dan tegas terhadap batasan dan kewenangan sehingga tidak tumpang tindih dan menimbulkan penafsiran yang ganda. KPUD di beberapa daerah ditenggarai curang.??????Telah uji coba.utama munculnya berbagai kerusahan pascapilkada. Selain itu. Panwas harus benar-benar berdaya.. banyak warga tidak terdata sebagai pemilih. KPUD tidak bekerja serius dalam mendata pemilih. Ketiga. namun tanggung jawab atas tidak akuratnya data adalah ditangan KPUD.10:08:49 MST Kapan ke Jakarta. Kedua. Untuk itu. . tidak netral. Terlihat. KPUD harus independen. Pendeknya. akan meledak menjadi kerusuhan. Mereka tahu kompetisi selalu melahirkan pihak menang dan kalah. Agar konflik tidak terjadi perlu perubahan-perubahan mendasar. Ketidakpercayaan muncul karena tidak kredibelnya penyelenggara pilkada di mata masyarakat.. Meski data adalah hasil kerja sama KPUD dengan dinas kependudukan. Apabila semuanya terpenuhi dan semua aturan dijalankan secara baik maka kekhawatiran akan timbulnya anarkisme / konflik tidak akan terjadi sehingga disintegrasi bangsa yang dijadikan alasan ketakutan pemerintah tidak akan terjadi sebaliknya jika semua aturan dan perubahan-perubahan menuju perbaikan tidak dilakukan maka tidak menutup kemungkinan dis-integrasi bangsa yang dikhawatirkan pasti akan terjadi cepat atau lambat dan akhirnya mekanisme pilkada secara langsung dalam demokrasi-desentralisasi akan ditinjau kembali dan bahkan mungkin diganti atau kembali pada sistim awal. dan memihak salah satu pasangan. perubahan partai politik yakni dengan membentuk UU politik yang jauh lebih baik. unjuk rasa muncul karena kontestan dan pendukungnya tidak siap kalah.. Pilihan mereka.

Mataram telah diledakkan. Tapi jauh sebelum ini ketika Soeharto masih berkuasa.ketika ulubalangnya masih si Feisal Tanjung. Bali. Pontianak.Selatan/Tenggara.Akan matangkah? Hal ini tergantung antisipasi dan counter pemerintahan Gus Dur dan pro demokrasi lainnya.teori 'desa mengepung kota'-nya Mao.yaitu masa tahun 1997 ketika merebak ninja2 di kota2 di Jawa a.pematangan dari daerah2... Tengah.Malah realitas penyelenggaraan pemerintahan itu masih sarat dengan budaya2 penyelenggaraan pemerintahan masa orde baru/rezim Soeharto. Maka dalam penyelenggaraan pemerintahan republik ini.Ambon telah hampir setahun dipelihara dan dikembangkan keseluruh pelosok Maluku baik Utara. percikan2 kecil di jakarta terus diadakan agar tetap hangat a. padahal perangkat peraturan/ perundangannya sebagai pedoman yang menyemangati dan menjiwai mekanisme penyelenggaraannya telah banyak tersedia untuk itu.Kupang. kata cerdik pandai baru2 ini di koran.tawur anak sekolah. Doulos.Pelangka raya.masa Gus Dur.yang sangat jauh menyimpang dari kehendak/semangat dan jiwa dasar negara ini serta peraturan/ perundangan yang tersedia. Ketentuan/perundang2an/hukum positif yang ada .Makassar terus di panas panasin. yang sadar atau tidak sadar sudah menjadi obsesinya.KSADnya si Hartono. Lampung.budaya KKN ini yang sengaja atau tidak sengaja dikembangkan oleh Sorharto.Papua terus dipelihara..lanjutan narkoba.adalah dilatarbelakangi kehausan Suharto beserta keluarga menjadi raja di raja di 'kerajaan Mataram'..l di Situbondo.yang didominasi oleh penyelenggaraan atas dasar budaya KKN.ketika perlawanan pro-demokrasi kepada Suharto/pro status quo semakin menguat.Papua tetap digosok2.yang tujuannya dalam rangka melemahkan perlawanan pro demokrasi. Dizaman orde baru/rezim Soeharto.Pada masa Habibie kerususan di Aceh.Surabaya. yang resultantenya terhimpun dalam kekuasaan yang otoriter.realitas mekanisme pelaksanaan pemerintahan itu berjalan sesuai selera penyelenggaranya yang penuh dengan KKN. Jadi Soeharto itu sangat paham benar dengan teori Mao itu.dia bersama kroninya menjalankan pemerintahan disatu pihak dengan cara2 feodal dengan memanipulasi budaya kejawen 'manunggaling kawulo gusti' itu yang ditambah dengan trik2 pembenaran diri sendiri dan dipoles oleh privilis karena merasa paling berjasa menyelamatkan negara. sampai demo2/apel2 an..Riau/Batam. Rengasdengklok..pelaksanaan pemerintahan 'pro reformasi' yang diinginkan rakyat belum berjalan.dan diupayakan terus dipelihara didaerah itu.akan ke Jakarta..Medan terus digoyang sampai meledak dan kemudian bila telah matang. Jika ditelusuri lebih jauh.Depok.kerusuhan2 telah mulai merebak kemana2.Pontianak. Sesudah pro status quo/rezim Soeharto/Habibie tumbang.l peristiwa Istiqlal.maka Soeharto telah menuduhkan teori 'Mao' itu kepada lawan2nya.Ambon.Aceh terus dipelihara diseluruh pelosok daerah.Tasikmalaya. Masa2 sekarang ini.Pangkostrad-nya si mantu-nya. Garut.demo2 anti judi/maksiat. pengembangan narkoba. Makassar dst.

yang sudah terpaku pada pola pikir serba sentralistik. ormas.bukan hanya sekedar pergantian kepala Negara/ Pemerintahan.hanyalah untuk kawulo saja. Ini adalah hasil dari pembentukan pola pikir (mind set) dari rakyat Indonesia oleh rezim Orde Baru/Status quo/Soeharto. Jika kita menghimpun seluruh peraturan/ ketentuan umum (UU) yang telah ada termasuk yang dibuat rezim Suharto selama 32 tahun itu dan membacanya. Maka. Tidak ada artinya perjuangan penumbangan kekuasaan lama yang otoriter/KKN itu.bila personil atau paling tidak pimpinan2 penyelenggara pemerintahan sampai yang level terendah itu masih menggunakan personil rezim yang sebelumnya. mahasiswa dll) yang bila tidak hati2 bisa berkembang kepada anarkhisme dan dapat dibelokkan untuk penumbangan atas pemerintahan yang ada .yang tidak boleh dan tidak pernah diuji oleh MA terhadap UU nya. Pergantian pemerintahan sekarang dari rezim Orde Baru/Suharto ke era pro reformasi adalah pergantian pemerintahan yang tidak biasa. maka sebenarnya tidak ada alasan lagi untuk Negara ini tidak makmur dan maju apabila ketentuan pelaksanaanya yang lebih rendah sejalan dengan ketentuan yang lebih tinggi (UU).tidak mempan untuk mereka.adalah suatu momentum yang harus terus dijaga keberadaannya untuk dapatnya semangat dan perilaku penyelenggaraan pemerintahan itu dirombak dari sistem kekuasaan otoriter/KKN ke sistem kekuasaan yang berdemokrasi/kedaulatan rakyat.tetapi kenyataannya berbeda.justru yang sangat dominan adalah peranan social kontrol rakyat (NGO.Maka perggantian yang telah terjadi itu.yang mau tidak .jajahan yang tidak perlu diperhitungkan/dianggap.bila perlu untuk pembenaran perbuatannya dia dengan kroninya mengeluarkan ketentuan2 spesiifik baru untuk mendukungnya.tetapi adalah sekaligus penumbangan suatu sistem kekuasaan otoriter yang telah menjajah rakyat Indonesia itu .semua tergantung dan ditentukan pemerintah pusat/presiden dari Jakarta.Daerah adalah merupakan hinterland.kembali kepada Negara dan pemerintahan yang didasarkan pada sistem demokrasi/kedaulatan rakyat.peranan personil sangat menentukan. karena yang dilaksanakan biasanya suatu ketentuan spesifik berupa Kepres yang senaknya dikeluarkan. Suatu hal yang terlupakan dalam pergantian personil ini ialah terpukaunya seluruh pihak kepada pergantian personil di pemerintahan tingkat pusat saja (Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara) dan melupakan tingkat Daerah. Pergantian personil dibidang legislatif mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah telah jalan dengan melalui mekanisme pemilihan umum. Mekanisme penyelenggaraan pemerintahan pro reformasi itu termasuk mekanisme kontrol tidak berjalan.yang kebanyakan sudah terkontaminasi pola pikir /sistem nilai / budaya pemerintahan dengan paradigma lama yang pasti susah dirombak.

walaupun masih terkandung unsur2 yang pro status quo/Suharto disana.i unsur2 pendukung/birokrasi (Dirjen/Sekjen kebawah) masih banyak personil2 yang harus diganti/ dibersihkan yang telah karatan dengan nilai lama. Lembaga2 Tertinggi Negara dan Tinggi Negara.ternyata lembaga DPRD itu tidak mempunyai suatu kekuatan yang cukup mengadakan reformasi atas personil yang berada di eksekutif.yang bisa kontra produktif kepada semangat reformasi yang mengawali perobahan pemerintahan itu.minimal yang disebut pejabat Negara itu tidak hanya ditingkat pemerintah pusat saja tetapi juga yang ditingkat Daerah. Malah sebaliknya faksi2 yang ada di DPRD justru saling menjegal/tidak bersynergi. Lebih2 kedalamnya y.demikian halnya personil2 pendukung/birokrasinya.DPA.malah menjadi penengah faksi2 itu .yang berarti pergantian seluruh pejabat Negara/Politis baik ditingkat Pusat yaitu anggota DPR/MPR dan pimpinan2nya.belum pemerintahan di daerah. disamping MA. Dengan telah tumbangnya pemerintahan Orde baru/Suharto.personil dan kinerja eksekutif itu. Presiden dan Menteri serta Panglima TNI dan pergantian pejabat Negara/ Politis ditingkat Daerah yaitu anggota DPRD tk I&II beserta pimpinan2nya.Gubernur KDH tk I dan Bupati/Walikota KDH tk II. Walaupun anggota2 DPRDnya sudah hasil pemilu reformasi. kenyataanya bahwa legislatif/DPRD yang ada tidak mampu melakukan perombakan eksekutif.agar dapat bekerja bersinergy keatas. Pemerintahan 'Pro Reformasi' sudah hampir berjalan 100 hari.MA.II.dan bisa menjadi penghambat atas keberhasilan Gus Dur dalam mengadakan reformasi disatu pihak dan menyelenggarakan pemerintahan sesuai harapan rakyat dipihak lainnya.Akibatnya. pimpinan2nya sudah diisi dengan pendekatan/model Gus Dur yang kompromis (balas jasa)juga.jika secara teoritis bahwa legislatif itu adalah sumber legitimasi atas lembaga . Seharusnya pergantian personil di bidang eksekutif juga.tetapi reformasi kelembagaan dan personilnya masih tersendat sendat. tetapi tidak dominan lagi.BPK dan DPA yang masih warisan Soeharto/ Habibie.I maupun tk. malah sebaliknya posisi menentukan (sentral) Gubernur . paling tidak unsur pimpinan untuk lembaga yang paling strategis (MPR. yang tentu memperkuat posisi eksekutif yang warisan rezim status quo didaerah itu.karena tidak terdapatnya kekuatan atau koalisi kekuatan yang jadi mayoritas di DPRD itu.maka sebenarnya yang ditumbangkan itu adalah personil2 pejabat Negara/ Politis yang lama diganti dengan yang baru.pimpinan lembaga tinggi Negara BPK.dengan mengakomodasikan seluruh kekuatan2 yang ada (baik yang pro status quo maupun yang pro reformasi) terwakili didalam kabinet Gus Dur itu.mau harus diterima sebagai suatu kenyataan.Ternyata personil2 di pemerintahan daerah baik tk.kebawah dan kesamping sesuai harapan reformasi yang diinginkan. Khusus lembaga kabinetnya. Hal diatas baru menyangkut Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara atau sering disebut Pemerintah Pusat.personil2 pimpinannya/pejabat negaranya masih 95 % adalah warisan pemerintahan Soeharto/status quo.DPR dan Presiden) sudah diisi wajah2 baru yang diperoleh atas dasar kompromi/dagang sapi kekuatan politik/ elit politik yang ada.

Memang Presiden dan menteri yang di level pemerintah pusat telah terdiri atas orang2 'baru'.Seharusnya dengan tumbangnya sistem pemerintahan Orde Baru.minimal pimpinan2/ pejabat negara pada posisi yang strategis mulai dari atas sampai kebawah.dan tidak mustahil mereka sering terpengaruh dan terjinakkan oleh eksekutif dengan berbagai cara a. Demikian halnya personil Gubernur (dan Bupati/Walikota).Maka dengan demikian Gubernur/Bupati/Walikota warisan rezim Soeharto yang pengangkatannya berdasarkan UU 5/74.MPR. seharusnya sudah demisioner dan sudah harus diganti.mulai dari atas hingga yang paling rendah.tetapi personil2 pendukungnya mulai dari Sekjen/Dirjen masih personil2 warisan reziim lama yang kebanyakan sarat dengan sistem nilai/pola pikir paradigma yang lama.Maka realitas yang kita lihat bahwa penyelenggaraan pemerintahan pusat itu masih sarat dengan paradigma lama a.dinyatakan demisioner hingga terpilihnya Gubernur/Bupati/Walikota oleh DPRD berdasarkan UU 22/99.karena keberadaan mereka disana adalah sebagai pejabat Negara/politis yang merupakan bagian dari rezim Orde baru./Bupati/Walikota warisan Soeharto/ Status quo itu masih tetap tak tergoyahkan sebagaimana pada zaman rezim Orde baru.yang menurut UU 5/74 dan kenyataan proses penunjukannya adalah merupakan kepanjangan tangan/bawahan langsung Presiden di daerah dan bertanggung jawab langsung ke Presiden .l masih sarat dengan cara2 penyelenggaraan pemerintahan yang otoriter/ sentralistik dan yang berbau KKN atau malah sebagian personil2 warisan rezim lama itu yang terancam posisinya secara diam2 mendukung kembalinya kekuasaan lama yang dapat melindungi mereka.l fasilitas2 dan wang. Ini adalah pekerjaan yang terlupakan dari.Presiden (Gus Dur) atau Pemerintah Pusat.maka mereka2 itu juga ikut turun. Dengan diberlakukannya UU no 22 mengenai pemerintahan Daerah pengganti UU no5/74. Keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan oleh eksekutif/Presiden itu sangat ditentukan oleh personil2 yang menyelenggarakan.95 % masih warisan rezim Orde baru/Soeharto.yang penetapannya/persetujuan orangnya mutlak oleh Presiden/Pemerintah Pusat. yang tidak ada bedanya dengan keberadaan Menteri.maka juga jabatan pejabat negara/politis di daerah juga.maka mutlak diperlukan personil2 yang baru.DPR.Lebih2 penyelenggaraan pemerintahan yang hendak mengganti sistem pemerintahan lama ke sistem pemerintahan yang baru. kenyataannya .yang merupakan kepanjangan tangan presiden sesuai UU 5/74 didaerah itu yaitu Gubernur/Bupati/Walikota.Memang anggota2 DPRD Daerah yang pro reformasi itu masih gamang dalam menjalankan tugas pengabdiannya.maka Kepala Daerah tk I dan II itu mutlak ditentukan oleh DPRD.atas dasar pertimbangan politis dan atas dasar ketentuan/ peraturan UU 5/74 itu.juga DPRD2 Daerah. . Seharusnya pada saat dimulainya sidang umum MPR dimana personil2 Presiden (Habibie) dan Menterinya dinyatakan demisioner.

maka tidak mengherankan bahwa pelaksanaan pemerintahan ini baik menyangkut kebijakan dan operosionalnya disatu sisi maupun menyangkut hal politis atau teknis masih sarat dengan paradigma lama. maka DPRD Daerah itu berdasarkan UU 22/99 mulai bekerja memilih Gubernur/Bupati/ Walikotanya secepatnya. dan masih sangat banyaknya (95 %) personil birokrasi Menteri2/Lembaga dibawah Presiden juga warisan rezim Orba/Status Quo/Soeharto-Habibie. Dengan masih bercokolnya Gubernur/Bupati/Walikota dengan aparatur birokrasinya yang warisan rezim Orba/Status quo/Soeharto didaerah daerah. Tidak terkecuali di daerah2. Sampai sekarang ini mereka2 itu takut dan setia kepada Soeharto. Bagaimana di Sumatera barat. atau karena terpaksa karena rahasia2nya sebagai senjata penekan oleh pihak provokator/pro status quo itu. Tidak mengherankan apabila para provokator/tangan2 jahat mempunyai akses yang mudah keseluruh daerah di Indonesia ini dalam rangka menciptakan kerusuhan.atau sebaliknya pelaksanaan pemerintahan yang didasarkan kepada reformasi dan paradigma baru itu selalu sulit dan terhambat/digagalkan oleh tangan2 jahat yang pro rezim Orde Baru/status quo/Soeharto. Kita mengetahui bersama bahwa para pejabat Negara (Gubernur/Bupati/ Walikota).setelah Presiden&Wk. Karena adalah sangat masuk akal bahwa para pejabat di daerah yang masih kroninya Orde Baru/Status quo/Soeharto-Habibie akan memfasilitasi mereka baik secara langsung maupun tidak langsung atau secara sembunyi2.bagaimana di Riau.tapi dapat diredam dengan KKN dan suap melalui kroni/keluarga Suharto.apakah ketakutan atau kesetiaan karena balas jasa atau karena rahasia2 mereka yang tersimpan ditangan Soeharto/pengikut Soeharto. Bagaimana hiruk pikuk kasus ijasah palsu calon Gubernur/pencalonan Gubernur NTB yang sekarang dilanda kerusuhan di Mataram.sedangkan para Panglima Kodam.dengan masih adanya juga personil menteri Kabinet Gus Dur yang diakomodir dari pihak pro status quo itu. yang berpusat kepada kesetiaan tanpa kecuali kepada Soeharto sebagai pusat kekuasaan.Jawa Tengah dst yang sempat bermunculan kasus pencalonan Gubernurnya tapi dapat diredam/tidak diperdulikan karena kekuatan kroni Soeharto itu.main mata. Tentu kita masih ingat bagaimana hiruk pikuk kasus Bupati Bantul.Selanjutnya.Jambi.baik karena rela/bersedia memfasilitasi untuk kembalinya pro status quo/Soeharto-Habibie kembali berkuasa.presiden itu terpilih dan membentuk kabinetnya. .Makanya muncul suatu istilah pada waktu itu bahwa Gubernur/Bupati/Walikota di daerah adalah merupakan mandor2nya Soeharto/kroni/ keluarganya di daerah.dimana untuk mendapat jabatan Bupati yang kedua harus menyediakan wang milyaran rupiah.Habibie.pejabat tinggi birokrasi di Pemerintah Pusat/Kabinet Gus Dur maupun di Daerah yang warisan rezim Orde Baru/Staus Quo itu dapat menduduki posisinya pada waktu itu adalah berdasarkan praktek2 KKN dan suap.Komandan Kodim adalah satpam/ centengnya di daerah.

Senin (12/7). tidak pro aktif dan tidak secepatnya menyelesaikan pekerjaan yang terlupakan diatas. adalah suatu ajakan yang tidak akan diperdulikan.karena hal yang mereka perjuangkan tidaklah sederhana melainkan sangat kompleks menyangkut eksistensi. "Kerusuhan pasca pilkada akibat kecurangan-kecurangan terstruktur dan massive. "80 persen kan tidak dikabulkan." ujarnya." katanya. Tidak mustahil bila Gus Dur dan pro reformasi hanya sekedar bertahan. Mahfud mengatakan secara garis besar pemilukada yang dilaksanakan di Indonesia sudah berjalan baik.terlupakan oleh anggota2 DPR pro reformasi." katanya.Maka tugas yang terlupakan oleh Presiden Gus Dur ini.maka strategi Mao 'desa mengepung kota' akan benar2 dapat terjadi sampai ke Jakarta. Namun. Mahfud mengatakan sikap netral dari para aparat sangat diperlukan untuk menghindari konflik yang mungkin terjadi. menurut Mahfud. Penyebab lainnya." ujar Mahfud di Jakarta. agar kawan2 itu sadar dan tidak membuat kerusuhan lagi'. KPUD 12/07/2010 Tak 23:01 Netral WIB TEMPO Interaktif.tetap memfasilitasi provokator2/tangan2 jahatnya didaerahnya. Memang ada ketidaknetralan tapi kecil.terlupakan oleh para menteri pro reformasi ini . Ajakan Gus Dur dengan hanya mengatakan agar 'tangan2 jahat itu sudah saya ketahui. baik KPU maupun pemerintah daerah. itu artinya pemilukada sudah berjalan dengan baik.harkat. Senin. seperti ketidaknetralan aparat.detikNews | 16:33 Akibat WIBSenin.terlupakan/ sengaja dilupakan Mendagri/ Menteri Otonomi Daerah ini. "Itu bisa menimbulkan konflik sosial kalau tidak netral. . "Sebenarnya kalau kandidatnya menerima kekalahan dengan cepat rakyat juga tidak akan bergerak apa pun.kalau tidak menginginkan daerah2 itu baik tingkat I maupun tingkat II. Jakarta . 12 Juli 2010 Kerusuhan Pilkada Andi Saputra .harus segera diselesaikan secepatnya.Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan. keamanan sendiri maupun keluarga yang perlu diperjuangkan dan dipertahankan. terlupakan oleh anggota2 MPR pro reformasi. kerusuhan yang terjadi pasca pemilihan umum kepala daerah terutama disebabkan adanya kecurangan yang terstruktur.kekuasaan. terlupakan oleh anggota2 DPRD pro reformasi. adalah karena para calon Kepala Daerah yang tidak siap kalah.

Kepolisian dan Pemerintah. bukti awal pihak Bawaslu sudah cukup untuk Polri menanggapi laporan Bawaslu karena: 1. Mabes Pori menolak berkas tersebut dengan alasan bahwa belum cukup bukti. “Tidak mungkin karena sedang proses rekapitulasi suara. dengan rincian total perkara yang telah teregistrasi 69 perkara. polisi harusnya lebih bisa proaktif. saya merasakan ada “sinyal” konspirasi politik antara KPU. Menurut ahli hukum pidana UGM Eddy OS Hiariej. dinilai Jeirry. pasti surat . MK sudah memutus 58 perkara dengan rincian 9 perkara dikabulkan. hingga saat ini MK telah menerima pendaftaran perkara Pemilukada sebanyak 95 perkara. Jeirry merasa heran dengan permintaan polisi supaya surat suara yang tertukar dihadirkan sebagai barang bukti. untuk mendapatkan alat bukti lebih lanjut bukan merupakan tugas Bawaslu. dan bukan kewenangan MK. Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Komite Pemilih Indonesia Jeirry Sumampow. yaitu dengan memasukkan suara ke suara partai yang mengakibatkan suara yang diberikan kepada caleg menjadi sia-sia [kompas]. pihak penyidik dengan kewenangan yang dimilikinya dapat mengupayakannya melalui pengadilan. Jika penyidik Polri membutuhkan bukti surat suara tersebut. bukan tugas Bawaslu mencarikan barang bukti. sepertinya polisi tidak mau menerima laporan kalau tidak ada bukti yang kuat” [Bawaslu/detik]. ” Polisi salah. Jelas. 2. Padahal!! Berdasarkan UU 10/2008. Pihak kepolisian meminta supaya Bawaslu memberikan bukti surat suara tertukar yang sudah dicontreng tersebut. Melihat gelagat sejak Pilkada Jatim.… Polisi jangan seperti ini. susah untuk dikabulkan. itu justru kewajiban polisi.”. belum teregistrasi 22 perkara. Permintaan itu. Wahida Suaib. Sementara itu. 10 perkara tidak diterima. Padahal pihak Bawaslu seperti dilansir anggota Bawaslu. Dan perasaan curiga saya semakin menguat tatkala Polisi menolak menindaklanjuti laporan Bawaslu tentang tertukarnya surat suara di sejumlah daerah karena kurang bukti [bawaslu]. dan 3 ditarik kembali. Bawaslu tidak memiliki kewenangan untuk mendapatkan surat suara yang sudah dicontreng tersebut. “Ini memperlihatkan polisi tidak paham hukum pidana pemilu seperti apa. salah satunya berupa surat edaran KPU Nomor 676 dan 684 yang intinya menganggap surat-surat suara yang tertukar di berbagai daerah itu dianggap sah. karena UU no 10/2008 mengatakan bahwa Surat suara tersebut harus tetap berada di dalam kotak suara yang tersegel. berkas tidak dilengkapi. Anehnya. dan yang tidak diregistrasi 4 perkara dengan alasan permohonan ditarik kembali oleh pemohon. telah menyerahkan 34 bukti awal.Berdasarkan data yang diperoleh dari bagian administrasi MK. 36 perkara ditolak.

apakah landasan Polisi (khususnya Bareskrim Mabes Polri) menolak laporan dugaan tindak pidana dengan bukti-bukti awalnya karena tidak paham mengenai mekanisme Pemilu atau karena ingin melindungi kepentingan penguasa atau karena apa? Karena selama ini dan hingga tahun 2008.suara itu di jaga. atau koruptif? Inilah misteri Pemilu 2009….”. ech for nusantaraku – 19 April 2009 Kronologis Lengkap : Press Release Bawaslu Terkait Upaya Tindak Pidana Pemilu terhadap KPU kepada Mabes Polri EMBILAN partai berhasil lolos parliamentary treshold adalah dengan catatan pemilu legislatif-nya (pileg) bermasalah terutama soal prinsip Jujur dan Adil (jurdil). lembaga kepolisian selalu mendapat rangking nomor 1 dalam survei Lembaga Publik Terkorup. Setiap hari Bawaslu Polri konsern terhadap masalah ini. laporan Bawaslu telah ditolak polisi sebanyak 3 kali. namun hingga 17 April 2009. Mari kita berandai sehat: (1) Jika sejak awal perumusan rancangan UU yang melandasi pileg 2009 tidak mengandung masalah besar (ingat inilah uu yang paling banyak dijudicial review dalam waktu singkat). ketidakprofesional. Justru dengan kewenangan polisi. Benarkah penolakan laporan Bawaslu oleh lembaga kepolisian (khususnya Bareskrim Mabes Polri) merupakan skenario penguasa.. Saya pun merasa sangat janggal. bukti itu bisa dihadirkan. [bawaslu/detik] ***** Perlu dicatat bahwa Bawaslu telah berusaha mengungkap pelanggaran hukum sejak 9 April 2009. yakinkah hasil pileg serupa dengan yang sekarang? .

Keempat. dan tabungan masalah bersifat teknis elektoral. Kelima. Pertama. Untunglah Indonesia punya seorang Sri Bintang Pamungkas.(2) Jika tidak ada “policy” yang mendorong lahirnya partai-partai baru (ingat tahun 1999 parpol peserta pemilu 48. apakah hasil pileg 2009 akan seperti yang sekarang? (5) Jika ada komitmen dan kredibilitas dari jajaran pelaksana dan pihak-pihak terkait. Ini bisa menyangkut . Tabungan masalah itu sendiri mungkin bisa diklasifikasi menjadi tabungan masalah moral dan etika. Kebobrokan pileg adalah tabungan untuk kualitas yang amat diragukan untuk pilpres. melainkan lebih pada masalah integritas. Website KPU malah lebih banyak menampilkan pengumuman tender daripada informasi pemilu. orangorang KPU buru-buru mengemasi travel bag masing-masing. Kelemahan dari segi ini sesungguhnya bukan soal profesionalitas. Apa gerangan yang amat perlu dilakukan dalam keadaan seperti ini? Sri Bintang Pamungkas sudah memulai kampanye Golput. Bukan cuma penuh masalah. apakah hasil pileg akan seperti yang sekarang? (6) Jika jual beli suara tidak terjadi. Rakyat tidak sampai mengetahui apakah ini sebuah kebijakan atau kebaikan hati seseorang. sementara sosialisasi di dalam negeri sendiri centang prenang. Sebagai gantinya pemerintah hanya membagi-bagi uang dengan dalih membantu rakyat yang menderita (BLT). Tidak ada masalah legitimasi dalam hal ini. Sebagai sebuah interupsi politik yang amat mendidik. tetapi memang terdapat iklim pembiaran untuk kelangsungan berbagai pelanggaran yang ditoleransi oleh hukum. Sebagai contoh. apakah hasil pileg 2009 akan serupa dengan hasil yang terpaksa kita terima sekarang? Tampaknya terdapat paling tidak 5 faktor utama penyebab kebobrokan pileg 2009. aspek referensi pengalaman buruk dalam rangkaian pemilukada sejak tahun 2005. dan entah kenapa tahun 2009 banyak lagi. karena persoalan legitimasi hanya akan dipentingkan di negara yang masyarakatnya sudah memiliki standar moral/etika yang tinggi hingga dengan standar itu pasti merasa malu jika mencacatkan diri dalam proses suksesi. apakah hasil pileg akan seperti yang sekarang? (4) Jika tidak ada penggolputan warga secara by design. tahun 2004 24. untuk mengejar target sosialisasi di luar negeri. aspek sosial ekonomi. Purifykasi atau pemurnian atau katakanlah pemikiran ulang tentang konsepsi-konsepsi politik yang mewarnai ambisi kekuasaan para elit amat perlu. aspek penyelenggara. Ketiga. 38). trend budaya politik yang machiavellis dalam berebut apa yang dimaui. Kedua. Seburuk-buruk pengalaman demokrasi di Indonesia sudah diperagakan dalam peristiwa-peristiwa perebutan kekuasaan tingkat lokal itu. Pemerintahan gagal membangun iklim yang menumbuhkan harapan untuk memperoleh taraf hidup lebih layak bagi rakyat. kalau bukan sekadar membuat berita-berita kutipan dari media. apakah hasil pileg 2009 akan serupa dengan yang sekarang? (3) Jika tidak tidak ada money politic. kiranya Sri Bintang Pamungkas pantas diacungi jempol. aspek perundangundangan yang mengatur pileg.

Jika tidak ada kemauan. Selain itu. Juga harus menyangkut penegakan wewenang yang sah. dan juga membiarkan semua kesenangan terbatas dan ad hock meruntuhkan kadar keimanan. bayangkan saja dirimu tak ubahnya sebuah bank. Semua setoran (suara) harus diadministrasikan dengan sebaik-baiknya. agenda perenungan kembali atas makna kebangsaan. metode dan implementasinya secara bermartabat. Terkadang Tuhan berbicara dengan bahasa yang mencemaskan manusia. Perbaikan Daftar Pemilih tetap (DPT) tidak akan mengurangi kerugian moral bangsa atas pilpres 2009 mendatang. Keempat faktor itulah masalah politik yang mestinya menjadi perenungan bagi setiap warga negara. dan juga agenda dan kebijakan yang mengakar pada kepentingan rakyat. bahwa di tengah kebobrokan ini masih belum putus asa untuk berharap agar KPU dan jajarannya serta pihak-pihak terkait benar-benar jujur dan adil. Jika si Sugeng menyetor hari ini. Kekhawatiran akan neo lib justru berakar dari prinsip ini. standar ketokohan dan kenegarawanan. Tak salah jika berharap. Meneguhkan dan memelihara identitas bersama yang modern dan berwawasan serta berpereferensi pada sejarah dan kepribadian bangsa. memunculkan bencana dimana-mana. Tuhan pasti tahu bangsa-bangsa yang bengal dan bebal. Jangan lagi ada masalah. Itu dosa besar selain pasti akan meruntuhkan bank (negaramu)”. terlepas ia seorang pentinggi atau sekadar buruh upahan di ladang pendodosan kebun sawit para kapitalis. Catatan: Posting ini didasarkan pada bahan Dialog di Binagraha Sumut (Medan) beberapa hari lalu.keniscayaan peninjauan atas keyakinan-keyakinan politik. Paling parah Tuhan pun tak jarang membiarkan manusia benar-benar tak tahu membedakan mana yang hak dan mana yang bathil. menimpakan kemiskinan berstruktur. termasuk pencurian suara. jangan dibukukan atas nama si Paino. Akhirnya harus juga mencakup pemikiran ulang tentang produksi dan distribusi barang dan jasa secara berkeadilan. maka tidak mengapa. Mungkin orang KPU itu harus diberi analogi begini : “wahai KPU. Pengorganisasian alat-alat kekuasaan yang efektif sesuai pola kemajuan zaman dan memberdayakan. menimpakan penyakit beruntun. . struktur-struktur politik. instrumentasi dan artikulasi peran negara sebagai sesuatu yang tidak sekadar ajang perebutan belaka di antara pihak-pihak serupa yang berbeda retorika.

kalau partai— partai yang merasa tidak puas dengan hasil pemilu. Bahkan. dan pemerintah untuk menindak lanjuti semua laporan kecurangan pemilu dan menegakkan hukum terhadap pelanggaran/kecurangan yang terjadi. yang melakukan bunuh diri. maka inilah yang menyuramkan masa depan. karena gagal terpilih. nyaris hasil pemilu 2009. tidak memberikan arti apa-apa bagi masa depan demokrasi di Indonesia. Rusdi Hanafi (PPP). Barnas. dan pimpinan partai ramai-ramai menggugat hasil pemilu 2009. Idham Cholid (PKNU). Belum lagi. yang mencapai 21. Hanura. Sehingga. itulah yang namanya pesta demokrasi. yang berkumpul di rumah Mega. Pemilu 2009 ini. Gus Dur (Ketua Dewan Syuro PKB). karena mereka kehilangan harta. dan perorangan yang terdiri dari para caleg. PPRN. Ada sekitar 15 tokoh partai dan LSM. dan tuan rumah Megawati. partai-partai politik. dan sudah lebih 10 partai politik. karena banyaknya rakyat tidak bisa melaksanakan hak pilihnya yang dilindungi UU. yang mencapai lebih 45 persen dari jumlah pemilih. Sekarang para tokoh politik. biayanya dari APBN. terjadinya potensi konflik dan ‘social disorder’. dan akan melahirkan ‘political damage’ (kehancuran politik) bagi Indonesia. ekses psychologis dari pemilu 2009. PIS.7 trilyun rupiah. Misbach Hidayat (PKB). yang menginginkan pemilu di ulang. Rizal Ramli (KBI). Yusril Ihza Mahendra (PBB). pemilu yang merupakan produk demokrasi ini. Zulvan Lindan (PNBKI). mulai dari DPT (daftar pemilih tetap). Pemilu 2009 ini tidak akan memberikan legitimasi politik yang kuat. yang harganya ‘cost’ sangat mahal. Sehingga. lembaga swadaya masyarakat (LSM). dan menyatakan adanya kecurangan. Bursah Syarnubi (PBR). Golkar. Apakah gerakan ini akan sampai membuat hasil pemilu itu. diwarnai banyak kecurangan dan kesalahan administrasi. keterpurukan. Pertemuan yang berlangsung di rumah Ketua Umum PDIP itu. Hal itu diperparah dengan sikap KPU dan KPUD yang tidak netral . Merdeka. pemilu 9 April yang lalu adalah pemilu terburuk . pemilu 9 April yang lalu. mendesak KPU. Banwaslu. banyaknya kecurangan. membahas dan mengavaluasi hasil-hasil pemilu 2009. dan meminta diulang? Padahal. dan tingginya angka Golput. pemilu 2009 ini. Prabowo (Partai Gerindra). antara lain. menurut penghitungan hampir mencapai 200 trilyun. PBB. karena membela kepentingan politik tertentu. PDS. harapan. yang menyedihkan ada diantara caleg itu. Setidaknya. PKNU. Kedua. menyisakan kesedihan. banyak caleg yang gagal mengalami ‘gangguan jiwa’ alias mengalami ‘mental disorder’. mereka tolak. Ketiga. justru tidak melahirkan sebuah harapan bagi perbaikan kehidupan rakyat. karena tidak masuk dalam DPT. ‘ongkos’ dari para peserta pemilu. Semuanya. Pertama. Syahrir MS (Republikan). Melebihi bencana ‘tsunami’ yang terjadi di Aceh. Sebauh ‘pesta’ yang tidak berakhir dengan ‘happy ending’. Gerindra. karena sistemnya yang amburadul. PPNUI. dan tidak terselesaikan dan mereka membuat gerakan. yang jumlah sangatlah fantastis. Diantara tokoh politik. PKDI dan Buruh). serta mengundang kerawanan dan instabilitas. 15 parpol itu (PDIP.yang tidak akurat. Patriot. dan bahkan kehilangan harapan masa depan. dan harus menanggung malu. sehingga hal itu melanggar hak asasi manusia. tapi justru mengakibatkan ‘damage’ yang dahsyat di masa depan.Pemilu 2009 ini adalah terburuk sepanjang sejarah Indonesia. Amelia Yani (PPRN). Yaitu. ada 15 parpol yang menyatkan keberatan terhadap hasil pemilu 2009. bukan hanya akan menimbulkan ‘political damage’. karena gagal terpilih menjadi anggota legislative. yang menurut mereka dipenuhi dengan kecurangan. Belum lagi. .

kondisi fisik atau status sosial. dan pada tahun 20042007 KPU diisi oleh para akademisi dan aktivis LSM.22/2007) sebagai penyelenggara pemilu di Indonesia. Dan akhirnya. Adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang ditunjuk oleh undang-undang (UU No. Meneruskan lembaga KPU seperti periode kedua. Tidak ditemukan adanya upaya-upaya secara sistematis. dan Balthasar Kambuaya. Seleksi Awal dan Konflik Kepentingan Kualitas pemilu yang jujur dan adil tentunya sangat dipengaruhi oleh penyelenggaranya. Purnaman Natakusumah. Pada tahun 1999 KPU adalah representasi dari wakil-wakil partai. melakukan proses seleksi dan terakhir menyerahkan 21 nama kepada presiden untuk . seseorang berkesempatan agar suara atau aspirasi dirinya didengarkan oleh otoritas politik. sebelum tahun 1999. tahun 2009. yakni mengupayakan anggota KPU yang independen dan kompeten. Jalaluddin. Pemilu 2009 yang baru saja berlalu meninggalkan banyak kekisruhan. dipandang setara tanpa dibeda-bedakan asal-usul diri. KPU telah melakukan kesalahan prosedur dan berlaku tidak profesional. Pemilu dipahami sebagai praktik mengambil keputusan (voting) berskala luas dan masif karena umumnya berkaitan dengan penentuan pemimpin politik. Prinsip LUBER yang didengungkan pada era sebelumnya. Seperti di kebanyakan negara totaliter. Besar harapan bahwa apa yang sudah dicapai pada pemilu tersebut dapat menjadi modal bagi pemilu berikutnya. Beberapa sengketa dan keberatan dibawa ke Mahkamah Konstitusi. pemilu di Indonesia lebih sebagai etalase kepada dunia luar bahwa negara Indonesia adalah negara yang demokratis. pada tanggal 12 Agustus 2009 Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa berkaitan dengan masalah DPT. Itu sebabnya hak memilih menjadi hak yang bersifat asasi. Dengan memiliki hak pilih. Sarlito Wirawan Sarwono. Aktivitas memilih atau menentukan aspirasi politik itu menjadi penting karena di dalamnya melekat hak politik warga dan sekaligus suatu pengakuan kedaulatannya sebagai individu.Selubung Kebobrokan KPU dan Kisruh Pemilu 2009 Tidak ada demokrasi tanpa pemilihan umum. Pada masa itu dunia memberi apresiasi positif atas pesta demokrasi yang telah berlangsung. diaturlah sebuah proses yang adil dan terbuka. baru benarbenar dapat diwujudkan pada Pemilu 2004. Panitia ini membuka pendaftaran. Dimulai dari presiden yang membentuk tim seleksi calon anggota KPU yang terdiri dari lima orang. Mereka adalah Ridwan Nazir (ketua). Kontestasi antar berbagai aspirasi politik diwadahi oleh sebuah pemilihan umum yang bersifat jujur dan adil. disengaja dan masif berkenaan dengan buruknya pelaksanaan Pemilu. Harapan tinggal harapan. yang paling utama adalah masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan interpretasi penghitungan suara pembagi.

yang lolos seleksi administratif 270 orang. di antaranya Didik Supriyanto (mantan anggota Panwaslu). tiga orang adalah alumni dan sivitas akademika IAIN/ UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Abdul Hafiz Anshary. dari 21 orang yang mengikuti fit and proper test. Ramlan Surbakti (Anggota KPU) dan Hadar Gumay (Cetro). dan Abdul Aziz. yang ternyata tersangka dalam kasus penyimpangan dana kontrak pengawasan Kawasan Industri Gula Milik Masyarakat yang merugikan negara sebesar Rp3. Ini yang juga kemudian dinyatakan dalam unsur menimbang keputusan MK No. yakni bahwa KPU kurang profesional. maka syarat pendaftar adalah orang-orang yang pernah terlibat dalam penyelengaraan pemilihan umum. Bahkan Ketua Panitia Seleksi Ridwan Nazir. terpilih 7 orang: Abdul hafiz Anshary Az. Endang Sulastri. tes integritas dan tes kesetiaan pada NKRI dan Pancasila. Memang tidak ada bau korupsi yang tercium sejauh ini. yang dibacakan pada 12 Agustus 2009. yang adalah Rektor IAIN Sunan Ampel. tes psikologi. Sebuah syarat yang tak tercantum dalam UU.108-109/PHPU. Andi Nurpati. Demikian pula dengan anggota DPR. Kalau memang panitia seleksi bekerja dengan serius. Demi mendapatkan figur yang kredibel. I Gusti Putu Artha. menambahkan tafsir sendiri bahwa calon anggota KPU 2009 harus benar-benar bermoral. tapi sepertinya benar-benar diterapkan.com). Dalam perjalanannya tim seleksi ini menerima 545 pendaftar. yang lolos tes tertulis dan rekam jejak 45 orang. Abdul Aziz). selain tidak korupsi kita juga butuh individu yang cakap dalam menjalankan pekerjaan yang diembannya. Syamsul Bahri. beberapa nama yang dianggap punya cukup pengetahuan dan pengalaman di bidang pemilu tidak lolos. Akibatnya. Sri Nuryanti. Jenis tes yang diberikan pun tidak berkaitan langsung dengan deskripsi pekerjaan yang akan dijalankan oleh anggota KPU. dan harus dinyatakan secara tertulis. terutama di bidang agama (lihat: www.22/2007 menegaskan bahwa anggota KPU tidak pernah menjadi anggota parpol sekurangnya dalam jangka waktu lima tahun. Inkompetensi Jadi. Namun. maka tidak heran jika kemudian kinerja KPU pada periode ini tidak profesional. Kita ambil satu contoh masalah .02 miliar. dan harus menjalani serangkaian tes. Selain Ridwan Nazir adalah Purnaman Natakusumah yang menjabat sebagai Rektor IAIN Raden Patah Palembang. sebab dari tujuh orang anggota KPU. jika sedari awal pemilihan anggota KPU memiliki konflik kepentingan dan tidak mendahulukan kecakapan pengetahuan dan pengalaman.diajukan kepada DPR guna menjalani proses uji kelayakan. Mungkin nilai agama pula yang membuat ada preferensi akan figur yang “sealiran” tercium menyengat. pada saat itu tidak ada akademisi yang menguji kadar ilmiah dari alat tes yang dipakai. Seharusnya sejak awal Theofilus tidak bisa lolos menjadi anggota KPU. mengapa nama Syamsul Bahri lolos fit and proper test sebagai anggota KPU bahkan sempat dilantik. Andi Nurpati. Sayangnya. seperti tes kecerdasan.elshinta. maka mengapa nama Theofilius Waimuri yang tercatat sebagai anggota Partai Demokrat dapat lolos dalam daftar 21 nama yang disodorkan kepada DPR? Padahal dalam UU No.B-VII/2009 tentang “Perselisihan Hasil Pemilu Capres” yang diajukan oleh pasangan MegawatiPrabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto. seperti yang terjadi pada KPU periode sebelumnya.

Hal ini penting guna memberi efek pembelajaran bagi penyelenggara lembaga publik. kita menjadi mahfum bahwa hambatan-hambatan teknis dapat menggagalkan pelembagaan demokrasi. Jika kita melihat pemberitaan pada pemilu legislatif bahwa ada banyak warga yang mempermasalahkan hak pilihnya pada hari pencontrengan. Angka partisipasi warga dalam menggunakan hak pilihnya cukup tinggi. Meskipun demikian. lalu DPR yang telat mengesahkan UU No. Partisipasi Politik Kehidupan demokrasi yang sehat dapat terwujud jika ada partisipasi atau kepedulian yang tinggi dari warga negara. di antaranya pilkada Sulawesi Selatan dan DKI Jakarta pada tahun 2007 dan pilkada Jawa Timur tahun 2008. Persoalan DPT setidaknya muncul beberapa kali di berbagai pemilihan kepala daerah (pilkada) sebelum Pemilu 2009. dan pada pemilu presiden meningkat menjadi 72 persen. 10/ 2008 tentang Pemilu Anggota DPR. Belajar dari pemilu belakangan ini.KPU. Jika permasalahan yang sama muncul dalam tiga pilkada. Jika KPU 2004 punya waktu 3 tahun membuat persiapan pemilu karena dibentuk sejak tahun 2001. Pemilu yang baik dan akuntabel adalah salah satu cara melembagakan demokrasi. Meskipun demikian. Selain itu. Jika warganegara memahami bahwa hak pilihnya terjamin dan berlangsung kontestasi politik yang adil dan jujur. dan tetap muncul dalam pemilu di tingkat nasional. sementara itu ke depannya diperkirakan akan ada ratusan pilkada. yakni persoalan verifikasi DPT. tetap ada optimisme bagi para penggiat demokrasi di Indonesia. Untuk itu perbaikan-perbaikan yang signifikan mesti dilakukan. maka sempat terbersit kecemasan akan minimnya partisipasi aktif warga. maka KPU 2009 baru menerima SK pada 3 April 2008. Ini betul-betul jauh dari sikap profesional. Optimisme akan potensi demokrasi di Indonesia semakin tinggi jika kita memperhatikan hasil pemilu bahwa para pemilih cenderung meninggalkan politik aliran. Nilai-nilai yang mendukung demokrasi harus terus dikembangkan dan diseminasinya dapat dilakukan jika dimapankan melalui pelembagaan. perlu juga dibuat catatan bahwa ada faktor eksternal yang semakin memperparah output dari KPU. maka usulan mengganti anggota KPU adalah sebuah kepatutan. Dengan partisipasi aktif warga. dan bukan sedari awal mempermasalahkannya. DPD. UU ini disahkan lima hari sebelum tahapan pemilu legislatif dimulai. tahun depan akan ada . KPU periode ini masih bertugas hingga 2012. Berkaitan dengan anggaran. artinya KPU tidak melakukan evaluasi diri dan mencari solusi atas masalah yang mereka hadapi. dari pilkada hingga pilpres persoalan yang sama yang terus berulang. ternyata daftar isian proyek anggaran bagi KPU baru terbit pada Juni 2008. seharusnya tidak terjadi warga yang kehilangan hak pilihnya. Pada pemilu legislatif tercatat 70 persen pemilih dari jumlah yang terdaftar pada DPT yang menggunakan hak pilihnya. dan DPRD. Kepedulian mereka datang pada hari itu. Adalah Depdagri yang membuat daftar pemilih yang sama sekali tidak mutakhir. beberapa hari sebelum masuk tahapan pemilu.menunjukkan kecenderungan bahwa partisipasi politik dipengaruhi oleh situasi lingkungan. Akankah kita membiarkan modal nilai demokrasi yang ada sekarang tergerus terusmenerus oleh inkompetensi dan problem teknis? Jika sejak tahun 2007 sampai 2009. KPU yang secara efektif bekerja sejak Januari 2008. maka kepercayaan pada demokrasi akan terus ada.

Kamis. 18:45 WIB Arry Anggadha. 16 September 2010. Pilihan lain yang terbuka adalah merevisi undang-undang pemilu dengan mengembalikan penyusunan daftar pemilu kepada Panitia Pemilih Setempat atau KPU. "Saya punya alat bukti. indikasi keterlibatan kejaksaan terlibat terlihat dari keputusan kejaksaan yang tidak juga menyatakan berkas Gayus lengkap. Iwan Kurniawan Terdakwa Komisaris Polisi Arafat Enanie (ANTARA/Reno Esnir) BERITA TERKAIT • • • • • AKP Sri Sumartini Dituntut 2 Tahun Penjara Alif Kuncoro Minta Pindah Tahanan Brigjen Edmon dan Erizman Jadi Saksi Syahril Buyung: Ada Tebang Pilih Dalam Kasus Gayus Gayus Terancam Dipenjara 20 Tahun VIVAnews . tapi kami akan buktikan kejaksaan juga melakukan rekayasa kasus Gayus. karenanya KPU dan Depdagri dapat menumpangi kegiatan ini untuk memperbaiki akurasi data pemilih." kata Arafat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. denda Rp150 juta subsider . "Padahal polisi menyatakan berkas itu lengkap tapi jaksa bilang tidak relevan. Bukti ini bukan hanya omongan orang." Menurut Arafat. sampai peroalan NIK disempurnakan.Komisaris Polisi Arafat Enanie menyatakan telah mempersiapkan bukti keterlibatan jaksa Cirus Sinaga dalam kasus mafia pajak Gayus Tambunan. Arafat dituntut empat tahun penjara. Dalam kasus ini. Penyidik kasus Gayus itu pun siap membeberkannya di persidangan dengan terdakwa Gayus. Kamis. "Marwan Effendy selalu bilang tidak ada bukti Cirus menerima suap. 16 September 2010. Demi keberlangsungan demokrasi di Indonesia.Sensus Penduduk Nasional." ujar Arafat yang juga adalah terdakwa kasus suap Gayus ini.

Membidik Golkar Bambang Soesatyo menduga kuat. Selama ini dia selalu menolak berkomentar tentang kasus ini. Bambang Soesatyo yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI tersebut kemudian menantang setiap upaya pihak mana pun yang ingin merusak citra partainya." tandasnya lagi. Depok. ada pihak tertentu yang melakukan rekayasa tingkat tinggi untuk membidik Partai Golkar dan Ketua Umum-nya. HAM. kader Partai Golkar mendesak Kapolri Jenderal Timur Pradopo melakukan penyelidikan menyeluruh dan mengungkap pihak yang selama ini menjadi ’beking’ Gayus. Dikatakannya. Hal tersebut terkait dengan pemberitaan yang dinilainya bernuansa sensasional dan insinuatif oleh pihak media tertentu. klik di sini. karena inilah batu ujian atau pertaruhan bagi Timur Pradopo selaku Kapolri baru. 6 April 2010 lalu. pihaknya merasa sangat dirugikan. Brimob.enam bulan penjara. "Kapolri harus berani menuntaskan kasus Gayus ini." kata Cirus ketika ditanya soal ini." katanya di Jakarta. Bambang Soesatyo mendesak jajaran Kepolisian RI untuk membongkar tuntas kelompok yang selama ini berada di belakang terdakwa kasus mafia pajak. "Karena itu. . Arafat dinilai terbukti menerima suap saat menjadi ketua penyidik kasus pajak Gayus Tambunan. terkait kasus penyuapan Gayus Tambunan terhadap para sipir rutan itu." katanya. (kd) • VIVAnews Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar. apakah ia benar-benar ’Kapolri rakyat’ atau ’Kapolri Istana’. Perundangan dan Kepolisian Negara serta KPK itu. kendati kelompok tersebut diduga sangat dekat dengan ’Istana’." tegas anggota Komisi III DPR RI bidang Hukum. "Nggak bisa saya. Aburizal Bakrie. Gayus HP Tambunan. seolah keluarnya Gayus Tambunan dari Rutan Mabes Polri lalu menuju Bali karena bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar. tanya Kapuspen saja. Ia mengatakan hal itu terkait berbagai pemberitaan di balik "bebasnya" Gayus Tambunan keluar masuk Rumah Tahanan (Rutan) Kelapa Dua. Selengkapnya. Cirus tak dapat dihubungi. karena diduga menyuap para sipir. Senin (15/11). karena kasus ’Gayus Plesiran’ telah dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk memojokkan partai dan Ketua Umum DPP partainya. "Penuntasan kasus ini juga penting. "Karenanya cukup beralasan jika kader Partai Golkar curiga bahwa kasus ’Gayus plesiran’ merupakan rekayasa pihak tertentu untuk membidik Partai Golkar.

"Nanti." ungkapnya. Karenanya. nanti.detikNews Jakarta ." kata Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD). semua sesuai proses dan bisa kita pertangungjawabkan. Mengenai tudingan adanya aliran dana ke para jenderal. "Tidak ada rekayasa. Semua kejanggalan ini. 05/08/2010 14:13 WIB Kapolri Bantah Ada Rekayasa BAP Gayus Tambunan Nograhany Widhi K . Kamis (4/8/2010). sampai saat ini belum ada langkah untuk melakukan penyelidikan internal terkait dugaan aliran dana itu. diduga melibatkan unsur kekuasaan dari luar Polri. "Adanya peran unsur tertentu dari luar Polri terlihat pada kacaunya pola komando pengawalan Gayus selama dia di luar Rutan. BHD mempersilakan publik menilainya dari persidangan. Jawa Barat." katanya .Rekayasa ini. Kalau hakimnya minta didalami ya kita dalami. harus diperjelas agar Partai Golkar tidak dijadikan korban dari rekayasa kasus ’Gayus Plesiran’. demikian Bambang Soesatyo." katanya. Benarkah karena Gayus memiliki hubungan baik dengan Satgas Mafia Hukum. (luc/Ant) Kamis.Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri membantah adanya rekayasa dalam pembuatan BAP Gayus Tambunan. Ini kan masih dalam proses. "Pertanyaan yang membutuhkan jawaban berikutnya ialah mengapa pengawal Gayus tidak memaksa Gayus kembali ke rutan ketika batas yang ditentukan sudah habis? Lalu mengapa Gayus begitu ’powerfull’?." tanya Bambang bertubi-tubi. BHD menjelaskan. Hal itu disampaikan BHD di sela-sela Rapat Kerja III Presiden SBY dengan para menteri dan gubernur se-Indonesia di Istana Bogor. Bambang Soesatyo kembali mendesak penyelidikan internal Polri hendaknya menemukan jawaban tentang mengapa Gayus Tambunan berani berada di luar Rutan melampaui batas waktu yang diizinkan. "Silahkan dengar di persidangan. Menurutnya semua sudah sesuai prosedur. menurutnya.

Itu adalah dua kapasitas yang diperlukan. Walaupun begitu. dalam peresmian rumah sakit. terlalu muluk sehingga perlu sosok pemimpin yang tegas. Pihaknya juga mempunyai mekanisme tersendiri untuk memberi sanksi bagi kadernya yang melakukan pelanggaran hukum seperti korupsi. Hadir dalam kegiatan itu. Sabtu malam. KH Muamal juga datang dalam kegiatan tersebut. Kunjungan pertama tahun lalu. Pihaknya menyambut dengan baik keputusan tersebut sebagai manifestasi dari "good will" serta "political will" dari pemerintah. Kabupaten Kediri. serta masalah kasus suap Gayus Tambunan. beberapa muspida Kabupaten Kediri. termasuk juga dengan penunjukan Basrief Arief menjadi Jaksa Agung. (ANT-073/K004) Senin. kedatangannya juga untuk meresmikan toko grosir dan pusat perbelanjaan di wilayah Kediri dan sekitarnya. seperti kasus Bank Century yang hingga kini belum ada kejelasan. Pihaknya sangat prihatin dengan kondisi hukum di Indonesia. Busyro Muqoddas yang dipilih oleh DPR menggantikan Antasari Azhar adalah salah satu kader yang terbaik. Jawa Timur. Masih banyak masalah . tidak memandang keluarga dan saudara. Masyarakat sudah kehilangan kehilangan kepercayaannya pada institusi Polri dan Kejagung. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Sepak terjangnya sudah tidak perlu diragukan lagi." jelasnya. "Ia punya kemampuan dan pengalaman di bidang hukum serta mempunyai keberaniaan dan kejujuran. Pihaknya tetap menegaskan agar kader Muhammadiyah yang mendapatkan amanat untuk bekerja dengan baik. Ia juga mengaku.Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan hingga saat ini proses penegakan hukum di Indonesia masih sebatas retorika.14:17 wib . "Penegakan hukum di Indonesia juga masih sebatas retorika belaka. Busyro akan mampu membawa lembaga penegakan hukum ini menjadi lebih baik. Pihaknya juga tidak segan segan memberi sanksi. serta tamu undangan lainnya. Kecamatan Gurah. Kunjungan Din Syamsuddin ke Kabupaten Kediri ini adalah yang kedua kali." katanya saat membuka kegiatan tablig akbar menyongsong musyawarah daerah ke-4 Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri di kantor PDM Muhammadiyah Desa Gurah. Ia juga yakin. sementara yang kedua ini adalah kunjungan untuk tablig akbar menyongsong musyawarah daerah. Selain itu. sangat mengapresiasi keputusan Presiden untuk memilih kader Muhammadiyah sebagai pejabat. Ketua KPK baru.masalah yang melibatkan lembaga penegakan hukum baik di Polri maupun Kejagung. pihaknya tidak ingin terlena dan lalai. 19 Juli 2010 . Ketua DPRD Kabupaten Kediri.

yakni bisnis apa saja yang penting jangan bisnis batu bara. yang dalam pertemuan itu khusus dibicarakan cara menyiasati uang milik Gayus yang berada di rekening Panin Bank dan BCA sejumlah USD2. Hal tersebut sebagaimana disampaikan dalam dakwaan yang dibacakan JPU Asep M Mulyana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.Frida Astuti . karena bisnis batu bara pernah dipakai dalam kasus lain. “Seolah-olah terjadi kerja sama antara Andi kosasih dan Gayus Tambunan dalam rangka proyek pengadaan tanah di daerah Jakarta Utara. dan Arafat menginstruksikan agar jangan memakai bisnis batu-bara. “Pada akhir Agustus 2009 bertempat di Hotel Sultan Jakarta Pusat. untuk pembangunan Ruko.810. Selanjutnya rekayasa tersebut dituangkan dalam surat perjanjian antara Gayus dan Andi dan perjanjian tersebut dibuat mundur.” beber JPU. “Terdakwa (Arafat) lalu memberi arahan kepada Haposan. James Purba serta Andi Kosasih. yang sudah diblokir. Haposan menghubungi terdakwa Arafat dan meminta petunjuk bisnis apa yang bisa digunakan untuk menyiasati uang milik Gayus. Senin (19/7/2010). (lsi) MONDAY. Untuk melancarkan aksinya. Haposan selaku pengacara Gayus lantas menghubungi Arafat selaku penyidik untuk meminta bantuan.” tandas JPU meniru ucapan Afarat kala itu. Asep menambahkan.” tandas JPU Asep. Atas arahan Arafat lalu diputuskan bahwa bisnis yang digunakan sebagai alasan menyiasati uang milik Gayus itu ialah bisnis property. untuk menyiasati uang tersebut.Selain membantu tersangka Gayus Tambunan untuk menghentikan perkara korupsi dan money laundering yang menjeratnya.Okezone Arafat saat disidang di PN Jakarta Selatan (Foto: Heru H/okezone) JAKARTA . Haposan. Lambertus.000 atau setara Rp28 miliar yang sudah diblokir penyidik menjadi seolah-olah bukan milik Gayus lagi. dilakukan pertemuan antara Gayus. 19 JULY 2010 Total View : 464 times . jaksa penuntut umum (JPU) juga menyebut Kompol Arafat sebagai otak dalam bisnis rekayasa Gayus. Gayus dan Haposan meminta bantuan Andi Kosasih untuk mengakui bahwa uang bernilai Rp28 miliar itu milik Andi.

Boli mengatakan bila semua kelengkapan administrasi sudah dipenuhi maka dalam minggu-minggu ini atau bulan-bulan ini persidangan sudah dapat digelar. masih tujuh orang. Kalau yang rekayasa sudah pemberkasan tahap dua dan dinyatakan lengkap atau P-21. kasus rekayasa penyidikan dan tuntutan terhadap Gayus akan disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. menurut Boli. Demikian pernyataan penyidik independen kasus Gayus. Semangat mengungkapkan keadilan dan kebenaran kiranya ada di dalam hati para jaksa. Gayus Tambunan. Source : metrotvnews Kasus Gayus Tambunan. dan berita acara (BAP) hasil penyidikan ke Kejaksaan. pengacara dan hakim kali ini. Andi Kosasih. Ajun Komisaris Polisi Daniel Tifaona di Jakarta. Rekayasa Kasus Sudah Jadi Modus Umum Aparat Hukum Wednesday. Lambertus (anak buah Haposan). Rencananya. dan Ali Kuncoro (konsultan pajak). barang bukti." ujar pria yang akrab dipanggil Boli.Pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang menghebohkan Indonesia beberapa waktu lalu. 04 August 2010 09:24 administrator . Mudah-mudahan saja persidangan mengenai kasus rekayasa hukum Gayus ini tidak ada rekayasa-rekayasa kembali. AKP Sumartini. Keterangan Boli ini diamini dan dipertergas oleh penyidik Gayus yang lain yaitu AKB Nico Afinta. adalah penyerahan tersangka. akan segera menjalani proses persidangan. "Kasus Gayus ada dua. Minggu (18/7). Kompol Arafat. Adapun pemberkasan tahap dua. Menurut Tifaona. Haposan Hutagalung. berkas kasus mengenai rekayasa penyidikan dan tuntutan terhadap Gayus telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan. Pria yang sehari-hari menjabat Kasat Jatanras Ditreskrimum PMJ itu mengungkapkan tersangka dalam kasus tersebut tetaplah sama." jelasnya. "Tersangkanya masih sama. Soal rekayasa kasus dan penggelapan pajak. Ketujuh orang tersangka yang dimaksud oleh Nico Afinta ialah Gayus Tambunan.

berbagai hal bisa dilakukan mulai dari barang bukti yang disita hingga membuat kesepakatan untuk menentukan jerat hukum yang akan diberikan. Selama . Saat itu Arafat menilai skenario yang dibuat Haposan terlalu sederhana. masyarakat diwilayah tersebut berharap dapat menggali dan memanfaatkan peluang yang lebih besar dalam pengelolaan sumber daya daerah. "Rekayasa kasus itu kalau tidak untuk mengurangi hukuman atau membebaskannya dan ini tentunya nggak gratis." ujar wakil koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Juntho kepada detikcom. sejak tahun 2001 ICW dalam risetnya telah menemukan rekayasa berbagai kasus. "Bagusnya bisnis apa? Batubara? Arafat bilang. Kompol Arafat mengaku sudah ada skenario rekayasa kasus untuk membebaskan Gayus yang dibuat Haposan. Gayus dalam kesaksiannya juga menyatakan hal yang serupa. kata Emerson. karena sudah menjadi modus umum dalam penanganan kasus. Haposan cs). Akhirnya alibi yang dipilih untuk menutupi kasus Gayus adalah bisnis pengadaan tanah untuk ruko. "Bisnis pengadaan tanah untuk ruko. sehingga usulan pemekaran wilayah menjadi bagian yang tak terelakkan. Dengan pembentukan daerah otonom baru. Menurut Emerson. Saya menanggapi surat perjanjian kerja yang sudah dibuat." cetus Gayus. nggak meyakinkan (skenario yang dibuat Haposan). Ternyata ini bukanlah hal baru. nilai kontraknya USD 6 juta. www.Tersangka kasus mafia pajak Gayus Tambunan mengaku Haposan Hutagalung merekayasa kasus agar dirinya bebas dari jerat hukum. Dalam rekayasa tersebut. saya bilang itu terlalu sederhana. dari sekitar Juni 2008. "Seingat saya ngomong batu bara di KC (Hotel Kartika Chandra) kepada mereka (Gayus." ujar Kompol Arafat Enanie." ungkap Gayus. Sebelumnya dalam kesaksiannya untuk AKP Sri Sumartini. sosial maupun budaya. Keinginan seperti itu didasari oleh berbagai dinamika yang terjadi di tingkat masyarakat daerah. Rabu (3/8/2010). baik dinamika politik. Desentralisasi dimaksud adalah penyerahan wewenang pemerintahan dari pemerintah pusat kepada daerah otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. desakan masyarakat dan pemerintah daerah pada berbagai wilayah untuk membentuk daerah otonom baru (baik Provinsi.com Sejak kebijakan desentralisasi pemerintahan digulirkan. bukan sesuatu yang baru. yang saat ini telah berjalan selama 5 tahun. kalau batubara sudah dipakai di kasus sebelumnya. by.Jakarta . kalau kata anak muda sekarang cemen. Batubara baru keren. dibuat berlaku surut seolah sudah lama." jelas pria berkacamata tersebut. Tujuan akhirnya adalah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah.detik. ekonomi. kabupaten maupun kota) terus meningkat seperti jamur yang tumbuh di musim hujan. "Kalau itu sudah modus.

adalah kriteria umum yang dituangkan dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 1974 (pasal 4 (1)) tentang Pokok- . Perkembangan jumlah daerah ini masih lebih rendah laju pertumbuhan penduduk. 348 kabupaten dan 86 kota. Dalam masa orde baru. namun demikian masih membutuhkan serangkaian usaha perbaikan yang tidak mudah agar penyelenggaraan pemerintahan daerah menjadi optimal. rezim orde baru mampu mengerem kecenderungan pemekaran. jumlah daerah mulai tumbuh pesat. tatanan daerah menjadi lebih stabil. khusus untuk pembentukkannya. dengan hanya 2 provinsi dan 38 kabupaten/kota baru. setelah saat itu. dan 13 kota di luar Jawa. instrumen yang digunakan untuk menata daerah. yang nota bene membesar dua kali lipat selama orde baru (dari kira-kira 100 juta menjadi 200 juta). beberapa daerah dipertahankan dan beberapa dihilangkan. 114 kabupaten. Hal ini terjadi karena eforia reformasi dan peluang yang sangat besar yang diberikan oleh undang-undang nomor 22 tahun 1999 pada masyarakat untuk mengusulkan pembentukan daerah baru. yang terdiri 7 provinsi. sehingga total daerah otonom yang ada di Indonesia saat ini adalah 467 (tidak termasuk 5 kotamadya dan 1 kabupaten administratif di DKI Jakarta) yang terdiri dari 33 provinsi. namun sejak tahun 1950. Pembentukan Provinsi dan Kabupaten/Kota sampai dengan 2004 Periode Provinsi Kabupaten/Kota 1950 – 1955 6 99 1956 – 60 16 145 1961 – 1965 3 16 1966 – 1970 1 11 1971 s/d 1998 1 (-1)* 33 (-5)* 1999 s/d 2004 7 141 Total 33 440**) Ket : *) Timor-Timur **) Termasuk 5 Kotamadya dan 1 Kabuapten administrasi yang bukan daerah otonom di DKI Jakarta Dapat dilihat dari tabel diatas bahwa provinsi dan kabupaten/kota dibentuk dengan jumlah yang lebih besar di tahun-tahun 1950an. Kesimpulannya. Namun jika dilihat kembali undang-undang pemerintahan daerah pada masa Belanda bahwasanya pada zaman Belanda hanya mengenal tingkat pemerintahan Pemerintah Belanda baru pemerintah kabupaten dan kota (Undang-undang desentralisasi tahun 1903). Jawa Timur (1929) dan Jawa Tengah (1930). Pada zaman ini 76 Kabupaten dan 32 kota ditetapkan di Jawa. hasil ini tercapai dengan mengabaikan aspirasi masyarakat/kelompok masyarakat di daerah. dan provinsi pertama yang ditetapkan adalah Jawa Barat (1926). dan 27 kota. Struktur ini dipertahankan setelah kemerdekaan. Secara keseluruhan jumlah daerah otonom yang dibentuk dari tahun 1999 hingga tahun 2004 yaitu 148 daerah otonom. Di lain pihak keinginan sebagian masyarakat untuk membentuk daerah tetap tinggi.kurun waktu tersebut telah banyak kemajuan yang dihasilkan. Pada zaman orde baru. untuk beberapa tahun. Pada tahun 1922 lahir pula undang-undang pemerintahan daerah yang dikenal dengan Bestuurshervormingswet yang kemudian melahirkan tingkat pemerintahan baru yang dikenal dengan nama provinsi. dalam konteks dimana pemerintah mendorong masyarakat di bagian tertentu di Indonesia untuk mempertahankan visi Indonesia.

“daerah yang tidak mampu menyelenggarakan otonomi daerah dapat dihapus dan atau digabung dengan daerah lain”. Ketentuan teknis penilaian tentang persyaratan pembentukan dan kriteria pemekaran. Pasal 6 Undang-undang nomor 22 tahun 1999 mengatur bahwa daerah dapat dimekarkan (tidak berbeda dengan undang-undang nomor 5 tahun 1974) dengan penambahan bahwa. yang segera akan diganti dengan Peraturan Pemerintah (PP) pengganti sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 32 tahun 2004. dan perlu mengacu pada konteks politis yang lebih luas serta peluang untuk mengemukakan aspirasi masyarakat lokal selama orde baru dibatasi. Ketentuan pasal diatas mengakibatkan pemekaran yang tidak secepat laju pertumbuhan penduduk. yaitu kesejahteraan masyarakat. Kebijakan diterapkan karena adanya tekanan politis baik dari dalam maupun dari luar negeri dan belum dikembangkan dalam bentuk kebijakan yang utuh. Menurut studi Bank Dunia. jumlah penduduk. 09 May 2010 10:28 | Written by Administrator | . luas daerah. pengahapusan dan penggabungan daerah. pemekaran di Indonesia mengakibatkan birokrasi yang kurang efisien. muncul juga daerah istimewa Aceh dan Yogyakarta. yaitu penambahan 7 (tujuh) provinsi dan 141 (seratus empat puluh satu) kabupaten/kota. Daerah yang hanya mempunyai penduduk kurang dari 100. Setelah kemerdekaan. pembinaan kestabilan politik dan kesatuan bangsa dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab”. Pengalaman di negara lain juga mendorong suatu peninjauan kembali kebijakan dan peningkatan kapasitas daerah untuk mendorong suatu penataan daerah yang sejalan upaya optimalisasi pelayanan publik agar tujuan utama desentralisasi/pemerintahan daerah dapat tercapai. kemudian aceh dan papua diberikan status “otonomi Khusus” yang bersifat Adhoc. sehingga kondisi saat ini terdiri dari 33 (tiga puluh tiga) provinsi. yaitu desentralisasi yang asimetris. Bicara lebih lanjut mengenai penataan daerah.000 orang. Selain itu tidak ada peraturan pelaksanaan yang lebih rinci. yaitu “Daerah dibentuk dengan memperhatikan syarat-syarat kemampuan ekonomi. pertahanan dan keamanan nasional dan syarat-syarat lain yang memungkinkan daerah melaksanakan pembangunan. Peraturan Pemerintah (PP) ini menjadi pedoman pembentukan daerah sejak tahun 1999 sampai tahun 2004. 349 (tiga ratus empat puluh sembilan) kabuapten dan 91 (sembilan puluh satu) kota.pokok Pemerintahan di Daerah. Temuan ini menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pembinaan terhadap daerah otonom baru dan lebih mendorong ke arah konsilidasi (penggabungan) daripada pemekaran. Sunday. Namun sejak tahun 2004 telah diupayakan untuk meredam pembentukan daerah baru dan hanya 1 (satu) daerah otonom baru yang dibentuk yaitu provinsi Sulawesi Barat serta tahun 2005 tidak ada pembentukan daerah otonom baru sampai dikeluarkannya pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 129 tahun 2000 yang semangatnya masih dengan Undang-undang nomor 22 Tahun 1999.000 mempunyai gaji PNS yang dua kali lipat (per kapita) daerah yang berpenduduk 500. Hal ini terjadi karena eforia reformasi dan peluang yang sangat besar yang diberikan oleh Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 pada masyarakat untuk mengusulkan pembentukan daerah baru. Setelah era reformasi tahun 1999 s/d 2004 terjadi lagi penambahan provinsi dan kabupaten/kota dalam jumlah yang cukup besar.

UUD 1945 mengatur bahwa wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerahdaerah provinsi dan daerah provinsi dibagi atas kabupaten/kota yang masing-masing mempunyai pemerintahan daerah untuk menjalankan otonomi daerah seluas-luasnya. Keempat ditinjau dari sudut pembangunan. Kedua. Dalam negara kesatuan. hal ini berarti bahwa otonomi sangat erat kaitannya dengan demokrasi. melainkan juga demokrasi ditingkat lokal (local democracy) yang arahnya kepada pemberdayaan (empowering) atau kemandirian daerah. dapat disebut pula penyerahan penuh kepada daerah otonom untuk melaksanakan urusan rumah tangga. Otonomi Dan Pemekeran Daerah Pengertian otonomi berarti pemerintahan sendiri (auto = Sendiri. otonomi tidak saja merupakan penyerahan kewenangan dari pemerintah pusat kepada daerah untuk melaksanakan pemerintahan yang sifatnya technical administration atau pratical administration saja tetapi terdapat adanya kebebasan daerah dalam melaksanakan desentralisasi kewenangan berdasarkan aspirasi dari rakyat dalam wilayah territorial otonomi. Tetapi juga sebagai tindakan pendemokrasian untuk melatih diri dalam mempergunakan hak-hak demokrasi. Pertama. hal mana yang diinginkan tidak hanya demokrasi pada tingkat nasional dalam suasana sentralistik. otonomi dapat dilihat dari empat sudut pandang. Ketiga. Proses tersebut merupakan suatu process of political interaction. ditinjau dari sudut kultural adanya perhatian terhadap keberadaan atau kekhususan daerah. ”Pembentukan daerah dapat berupa penggabungan beberapa daerah atau bagian daerah yang bersandingan atau pemekaran dari . ditinjau dari sudut teknis organisatoris sebagai cara untuk menerapkan dan melaksanakan pemerintahan yang efisien.Quo Vadis Pemekaran Daerah? Oleh Saldi Isra A. nomus = pemerintahan) yang mempunyai makna kemandirian untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Kemudian Pasal 4 ayat (3) UU 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah berbunyi. ditinjau dari sudut politik sebagian permainan kekuasaan yang dapat mengarah kepada penumpukan kekuasaan yang seharusnya kepada penyebaran kekuasaan (distribution or dispersion of power). Salah satu cara untuk menjalankan otonomi daerah tersebut adalah melalui pembentukan daerah. desentralisasi atau otonomi secara langsung memperhatikan dan melancarkan serta meratakan pembangunan. Lebih jauh lagi.

pertahanan. Kabupaten Yalimo. Praktiknya selama ini. proses pembentukan daerah didasari pada 3 (tiga) persyaratan. kependudukan. luas daerah. Selama 2008 telah lahir delapan daerah baru. lokasi calon ibukota. yang menggantikan PP No 129/2000. dan fisik kewilayahan. (2) Persyaratan secara teknis didasarkan pada faktor kemampuan ekonomi. sosial budaya. (1) Persyaratan administratif didasarkan atas aspirasi sebagian besar masyarakat setempat untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dengan melakukan kajian daerah terhadap rencana pembentukan daerah. (3) Persyaratan fisik kewilayahan dalam pembentukan daerah meliputi cakupan wilayah. Adapun faktor lain tersebut meliputi pertimbangan kemampuan keuangan. tahun 2004 sebanyak 1 DOB. Penambahan daerah ini dimulai pada tahun 1999. teknis. B. potensi daerah. Penggabungan Daerah. dan tahun 2009 sudah ada 2 DOB. Namun dalam praktiknya. dan faktor lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah. sudah ada 483 kabupaten/kota dari 33 provinsi yang terbentuk. Ketentuan ini kemudian lebih teknis diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan. sarana. tahun 2000 sebanyak tiga DOB. pemekaran daerah jauh lebih mendapat perhatian dibandingkan penghapusan ataupun penggabungan daerah. tetapi kepentingan elite nasional dan elite lokal. sosial politik. Rinciannya. tahun 2001 sebanyak 12 DOB. yang meminta pemekaran adalah daerah-daerah yang jauh dari pusat pemerintahan (daerah induk) dan tidak mendapatkan pemerataan pelayanan pubik. Pemekaran paling banyak terjadi di Papua. Yaitu.satu daerah menjadi dua daerah atau lebih”. yakni administratif. Pemekaran Daerah di Era Reformasi Sampai saat. Sehingga yang terjadi pertimbangan pemekaran sekarang menjadi bukan pertimbangan pelayanan publik atau pemerataan pembangunan. Kabupaten Nduga. tahun 2003 sebanyak 49 DOB. dan rentang kendali penyelenggaraan pemerintahan. keamanan. tahun 2002 sebanyak 38 DOB. dan prasarana pemerintahan. Kabupaten Mambremo Tengah. sudah ada penambahan 191 Daerah Otonom Baru (DOB). tingkat kesejahteraan masyarakat. . Kabupaten Lanny Jaya. Mengacu kepada PP 78 Tahun 2007 tersebut. Sampai tahun 2008. Penghapusan. pada tahun 2007 sebanyak 25 DOB dan tahun 2008 sebanyak 18 daerah pemekaran. tahun 1999 sebanyak 45 DOB.

Di tahun 2009 ini. Maluku Utara. Selain itu. Papua dan Papua Barat. Yakni. 396 kabupaten. Kemudian tiga daerah baru lahir di Lampung dan dua daerah masing-masing di Sulawesi Utara dan Maluku. DPR sudah mengesahkan dua Undangundang pembentukan daerah.Kabupaten Puncak. Papua Barat. dan 93 kota. Kepulauan Riau. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. pemerintah mengalokasikan dana otsus Rp 8. Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Jumlah Kabupaten/Kota dan Propinsi Sejak Pemberlakuan UU 22/1999 C. Pemekaran yang Salah Sasaran . Provinsiprovinsi yang memiliki satu daerah baru adalah Jambi. Dengan demikian.7 triliun pada 2009. Papua Barat. Undang-undang No. dan Kabupaten Dogiyai. Keenam kabupaten tersebut berada di Papua. disahkan UU Nomor 35/2008 tentang Penetapan Perpu Nomor 1/2008 menjadi UU tentang Perubahan atas UU Nomor 21/2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. Disusul Sumatera Utara sebanyak lima daerah. di Indonesia sekarang terdapat 33 provinsi. untuk otsus di tiga provinsi (Papua. 12 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti di Propinsi Riau dan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabupaten Maybrat di Propinsi Papua Barat. serta Bengkulu dan Banten. Dalam regulasi itu disebutkan bahwa saat ini otsus meliputi dua provinsi. dan Aceh). Sebagai catatan.

Jumlah ini terus meningkat hingga pada awal 2004 terdapat 32 provinsi dengan 434 kabupaten/kota. 84. Hasil evaluasi UNDP dan Bappenas menyebutkan. Hingga awal tahun 2009 ini Departemen Dalam Negeri telah menerima usulan pembentukan sebanyak 21 provinsi baru dan 94 kabuapaten/kota. penyebab kondisi tersebut didominasi keterbatasan sumber daya alam dan manusia daerah pemekaran. Personil. jumlah kabupaten/kota di Indonesia 336 (di luar DKI Jakarta) dengan 30 provinsi (bertambah 4 provinsi baru). Penduduk miskin menjadi terkonsentrasi di daerah otonom baru.UNDP) dan Bappenas menemukan setelah lima tahun dimekarkan.Pada 2001. Terdapat empat bidang kajian. dari mulai aset daerah induk yang belum diserahkan ke daerah pemekaran sampai letak ibu kota yang masih belum pasti. Riset itu dilakukan terhadap enam provinsi dan 72 kabupaten/kota di Indonesia selama 2002-2007. Hasil penelitian yang dirilis Juli 2008 menyimpulkan tentang kegagalan pemekaran daerah. Studi tersebut juga menemukan. ada 87. Kemudian. Peralatan. Kondisi ini memberikan pesan kepada pemerintah pusat untuk membuat kriteria yang jelas dan tegas dalam menyetujui pemekaran pemerintah daerah baru. keuangan daerah. 79 persen daerah otonomi baru belum memiliki batas wilayah yang jelas. sekitar 76 di antaranya masih bermasalah.2 persen pegawai negeri sipil (PNS) sulit dipindahkan dari daerah induk ke daerah pemekaran.71 persen daerah induk belum menyelesaikan P3D (Pembiayaan. Suatu pertumbuhan pemerintah daerah yang sangat fantastis terutama pada jumlah kabupaten/kota baru. kondisi daerah-daerah pemekaran lebih buruk dibandingkan dengan daerah induk. Kemudian. dan Dokumen). Berdasar hasil studi tersebut. kondisi daerah otonom baru masih berada di bawah kondisi daerah induk dan daerah kontrol.48 persen daerah induk belum memberikan dukungan dana kepada daerah otonomi baru. pelayanan publik. dan aparatur di daerah. Departemen Dalam Negeri dalam evaluasinya menyebutkan 104 daerah (lima provinsi dan 97 kabupaten) pemekaran yang terjadi dari tahun 2000 sampai 2004. selama kurun waktu 2008. Tak dapat dipungkiri bahwa pemekaran pemerintah daerah ini telah menimbulkan tekanan terhadap APBN akibat adanya sejumlah dana yang harus ditransfer kepada pemerintah daerah baru. Selanjutnya. beberapa persoalan yang muncul diantaranya. Berbagai macam masalah yang timbul. Penjelasan pada awal 2005 dari Depdagri. 89. Jumlah ini akan terus meningkat seiring masih berkembangnya tuntutan daerah untuk dapat dimekarkan. yaitu ekonomi daerah. Hasil penelitian Badan Dunia untuk Program Pembangunan (United Nations Development Program . UNDP dan Bappenas meminta pemerintah menghentikan sementara .

skala produksi mengecil. Sulawesi Utara dan Gorontalo. Komponen terbesar dalam dana transfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah adalah DAU. Berdasarkan penelitian pemekaran empat provinsi menjadi delapan provinsi. . Akibatnya. Dalam era desentralisasi ini. dan persaingan antardaerah menguat. serta Dana Bagi Hasil baik bagi hasil pajak maupun bagi hasil sumber daya alam. kerja sama ekonomi masyarakat justru melemah. biaya ekonomi membesar dan lokasi geografis kurang mendukung kegiatan ekonomi. penerimaan DAU tersebut lebih diarahkan pada pembangunan prasarana pemerintah seperti kantor pemerintahan. Dana Alokasi Khusus (DAK). rumah dinas. serta Maluku dan Maluku Utara. setelah pemekaran. Motivasi untuk membentuk daerah baru tidak terlepas dari adanya jaminan dana transfer dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Hal ini dikarenakan DAU yang dialokasikan didasarkan pada perhitungan daerah induk dan baru kemudian dibagikan berdasarkan proporsi tertentu antara daerah induk dan daerah pemekaran.pemekaran daerah hingga dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap Provinsi dan Kabupaten Hasil pemekaran 10 tahun terakhir. Kondisi ketenagakerjaan setelah pemekaran provinsi justru lebih buruk dibanding sebelum pemekaran. Penyebabnya. Tentunya sebagai daerah baru. Lebih jauh lagi hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan ekonomi menurun dan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Sebagai perbandingan. Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2005 mengungkapkan pemekaran daerah berdampak pada penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat. Provinsi yang dimekarkan tersebut adalah Sumatera Selatan dan Bangka-Belitung. Jawa Barat dan Banten. bentuk dana transfer ini dikenal sebagai dana perimbangan yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU). Dampak dari adanya pemekaran daerah terhadap alokasi DAU dan akhirnya membebani APBN sebenarnya lebih bersifat tidak langsung. Aliran dana inilah yang akan ditransfer kepada pemerintah daerah termasuk pemerintah daerah baru berdasarkan kriteria dan formula tertentu. serta pengeluaran lain yang berkaitan dengan belanja pegawai. terjadi perbedaan struktur ekonomi daerah baru dan lama. sehingga secara politis memberikan motivasi untuk memekarkan daerah.Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan pemekaran daerah berdampak pada penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut menyebabkan adanya kepastian daerah menerima DAU ini. Kesejahteraan masyarakat juga menurun akibat perlambatan kegiatan ekonomi masyarakat.

prosedur pemekaran yang berdasarkan hasil penelitian yang dibuat oleh daerah yang ingin dimekarkan tersebut. dinyatakan bahwa daerah dapat dibentuk atau dimekarkan jika memenuhi syarat-syarat antara lain: kemampuan ekonomi. Posisi dan jabatan ini tentunya tidak terlepas dari adanya aliran dana dari pemerintah pusat (APBN) kepada pemerintah daerah. kriteria tersebut dirasakan kurang bersifat operasional. Dan. luas daerah. “Tragedi . Sudah menjadi rahasia umum bahwa dengan adanya pemekaran pemerintah daerah. uang menjadi faktor dominan pertimbangan politik masih menjadi acuan utama pemekaran sebuah wilayah otonom. Namun. ini berimplikasi lebih jauh lagi dengan munculnya sistem birokrasi baru yang lebih besar dibandingkan sebelumnya. dan Penggabungan Daerah sudah sangat jelas mengatur tata cara pemekaran. yaitu untuk mengembangkan daerah dan pada akhirnya mewujudkan kesejahteran masyarakat. Kerangka normatif yang menjadi prasyarat pembentukan daerah otonom baru justru terabaikan. mengandung potensi yang besar pula untuk suatu tindakan manipulasi. aturan itu tidak berjalan simetris dengan proses politik yang terjadi. semestinya pemerintah menetapkan kebijakan yang tegas menyangkut masalah pemekaran. maka akan timbul posisi dan jabatan baru. jumlah penduduk. Selain itu. Bila dibaca Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007. D. Dalam nuansa politik yang kental itu. Moratorium Pemekeran Daerah Pasca tragedi meninggalnya Ketua DPRD Sumut Azis Angkat setelah dikeroyok para demonstran. dalam bentuk standardisasi berapa besar nilai setiap indikator sehingga suatu daerah layak untuk dimekarkan. Lemahnya dasar penentuan kriteria ini telah menimbulkan celah terjadinya potensi kerja sama antara daerah yang ingin dimekarkan dan aparat pemerintah pusat termasuk DPR. Semua kriteria yang sudah terukur jelas menjadi kabur ketika prosesnya menjadi sangat politis.Pemekaran daerah pun makin melenceng dari tujuan awal. serta pertimbangan lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran. sosial politik. Namun. Penghapusan. potensi daerah. sosial budaya. Realitas ini semestinya menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk meninjau ulang pemekaran daerah. Misalnya. Sehingga yang terjadi selama ini pemekaran daerah otonom (yang dilaksanakan sejak 1999) disebabkan sentimen etnis dan tidak meratanya pembagian kue pembangunan.

dalam sidang paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada 22 Agustus 2008 Presiden SBY menyampaikan perlunya dilakukan evaluasi terhadap pemekaran. pemekaran membuka peluang untuk terjadinya bureaucratic and political rentseeking. tampak helas bahwa pemekaran bukanlah jawaban utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat. menjadi kendaraan kelompok elit ini menyuarakan aspirasinya. Partai politik. Ini jelas berseberangan dengan tujuan dari otonomi itu sendiri. Hal ini bermuara kepada upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang pada gilirannya menghasilkan suatu perekonomian daerah berbiaya tinggi. Pemekaran ternyata tidak cukup sampai di sini. Di sisi lain. infrastruktur seperti perkantoran baru. termasuk untuk mendorong pemekaran daerah. konsekuensi pemekaran jelas makin memberatkan beban anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk membiayai daerah-daerah baru tersebut. pemerintah daerah dituntut untuk menunjukkan kemampuannya menggali potensi daerah. Meski. baik dana dari pemerintah pusat maupun dari penerimaan daerah sendiri. Dari berbagai hasil penelitian yang dijelaskan di atas. Lebih jauh lagi. Baik untuk pembiayaan aparatur baru. Pemekaran juga dianggap sebagai bisnis kelompok elit di daerah yang menginginkan jabatan dan posisi. sebagai sebuah daerah otonom baru. Eforia demokrasi juga mendukung. belum sekali pun pemerintah mengevaluasi daerah-daerah hasil pemekaran. Tingginya konflik yang terjadi selama ini disebabkan oleh lemahnya kontrol pemerintah pusat dan luasnya ”partisipasi” masyarakat terhadap pemekaran daerah.demokrasi” tersebut adalah momentum tepat untuk melakukan moratorium pemekaran daerah baru. Moratorium atau penghentian itu diperlukan untuk membenahi rancangan dasar kebijakan pemekaran daerah yang selama ini telah melenceng dari tujuan awal dan kerap memicu konflik yang tak teredam. ada baiknya pemerintah menghentikan dulu pemekaran pada 2009 sampai selesai dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan otda dan pemekaran. Karena itu. ataupun anggaran pelayanan publik. . Dengan kejadian di Medan itu. Mudahnya pengajuan aspirasi pemekaran wilayah membuat banyak pihak berlomba-lomba memanfaatkannya dengan tujuan mencari keuntungan. Yang terjadi adalah sebaliknya. sejak dilakukan kali pertama pada 1999. Sebab. yakni kesempatan untuk memperoleh keuntungan dari pemekaran wilayah. yang memang sedang tumbuh. DPR dan pemerintah harus berani mengambil keputusan politik menetapkan moratorium.

Memang. berbagai pemekaran daerah yang terjadi tak mesti ditimpakan begitu saja kepada pemerintah saat ini. utamanya daerah otonom baru. 14 Juli 2009 hambatan otoda dalam pembangunan daerah . Padang bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Revitalisasi tersebut diarahkan untuk: (1) memperjelas pembagian kewenangan antar tingkat pemerintahan. Makalah dipersiapkan dalam rangka Seminar “Quo Vadis Pemekaran Daerah”. bila dibaca Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 menempatkan revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah ini sebagai satu prioritas dalam pembangunan nasional.Padahal. akan bisa dibuat pertimbangan. Padang. serta (6) menata daerah otonom baru (DOB). pemerintah sebenarnya sudah membuat dua instrumen evaluasi. Apakah daerah pemekaran layak tetap menjadi daerah otonom ataukah harus dilakukan penghapusan dan kemudian digabungkan dengan daerah lain. Kalau kedua regulasi itu dilaksanakan. Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) dan Pengajar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas Selasa. Dalam situasi pemekaran yang begitu marak ini. Bahkan. Selain itu. Selain PP 78/2007 tentang Pembentukan. Padang 14 April 2009. (3) menata kelembagaan pemerintah daerah agar lebih efektif dan efisien. Tapi. di Hotel Bumiminang. (5) meningkatkan kapasitas keuangan pemerintah daerah. pemerintah sudah mengeluar PP 6/2008 tentang Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD). pemerintah tak perlu ragu untuk menggabung daerah yang memang gagal melakukan otonomi daerah. (2) mendorong kerjasama antar pemerintah daerah. juga menjadi tetap relevan untuk melihat upaya pemerintah menata atau melakukan moratorium pemekaran. Penggabungan. diadakan oleh Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas. dan Penghapusan Daerah. sebab juga sudah berlangsung sejak tahun 1999. 14 April 2009. maka relevan juga soal tuntutan adanya evaluasi daerah otonom. (4) meningkatkan kualitas aparatur pemerintah daerah.

pengelolaan APBD. Hal ini mengakibatkan muncul berbagai permasalahan. Kebijakan ini dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan keadaan. Kebijakan ini merubah sistem penyelenggaraan pemerintahan dari yang sebelumnya bersifat terpusat menjadi terdesentralisasi meliputi antara lain penyerahan kewenangan pemerintah pusat ke pemerintah daerah (kecuali politik luar negeri. berbedanya persepsi para pelaku pembangunan terhadap kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. fiskal moneter.Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Kewenangan daerah masih banyak yang belum didesentralisasikan karena peraturan dan perundangan sektoral yang masih belum disesuaikan dengan undangundang tentang Pemerintahan Daerah. dan kewenangan bidang lain) dan perubahan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. penanaman modal. antara lain: belum jelasnya pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah. belum terbentuknya kelembagaan pemerintah daerah yang efektif dan efisien. pengaturan pembagian hasil sumberdaya alam dan pajak. masih rendahnya kerjasama antar pemerintah daerah. Berbagai permasalahan tersebut diperbaiki melalui revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah. dan pembentukan daerah otonom baru (pemekaran wilayah) yang masih belum sesuai dengan tujuannya. karena dalam ketentuan Pasal 4 ayat (2) UndangUndang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan bahwa . Melalui kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah maka pengambilan keputusan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan penyediaan pelayanan publik diharapkan akan menjadi lebih sederhana dan cepat karena dapat dilakukan oleh pemerintah daerah terdekat sesuai kewenangan yang ada. Sejak dilaksanakannya undang-undang tersebut. pertanahan. misalnya tentang pendidikan. yang telah dimulai dengan mengganti kedua undang-undang tersebut menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. dan lainnya. pertahanan keamanan. pengelolaan suatu kawasan atau pelayanan tertentu. baik di dalam maupun di luar negeri. Kebijakan tersebut merupakan pelaksanaan dari salah satu tuntutan reformasi yang muncul pada tahun 1998. serta kehutanan dan pertambangan. Hal demikian mengakibatkan berbagai permasalahan dan konflik antar berbagai pihak dalam pelaksanaan suatu peraturan. masih terbatas dan rendahnya kapasitas aparatur pemerintah daerah. pemerintah daerah. Belum jelasnya pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. dan antara provinsi dan kabupaten/kota. yang efektif berlaku 1 Januari 2004. masih ditemukan berbagai permasalahan. dan para pelaku pembangunan lainnya telah menimbulkan berbagai permasalahan dalam penyelenggaraan pemerintahan. yaitu antara lain dalam hal kewenangan. tenaga kerja. pekerjaan umum. Selain itu juga menimbulkan tumpang tindih kewenangan antara pusat dan daerah. agama. masih terbatasnya kapasitas keuangan daerah. Persepsi yang belum sama antar para pelaku pembangunan baik di jajaran pemerintah pusat. Hal ini ditandai antara lain dengan lemahnya peran Gubernur dalam koordinasi antar kabupaten/kota di wilayahnya. Belum optimalnya proses desentralisasi dan otonomi daerah yang disebabkan oleh perbedaan persepsi para pelaku pembangunan terhadap kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. peradilan.

serta sumber daya laut yang melintas di beberapa daerah yang berdekatan. dan hasil-hasil pembangunan maupun penyelenggaraan pemerintahan tidak dikoordinasikan dan dilaporkan kepada Gubernur namun langsung kepada Pemerintah Pusat. Juga dalam hubungan kerja antar lembaga. dan terbatasnya kesejahteraan aparat pemerintah daerah. Masih terbatasnya dan masih rendahnya kapasitas aparatur pemerintah daerah. masyarakat. dan kurang responsif terhadap permasalahan yang berkembang di daerahnya. dan optimalisasi pemanfaatan sumber-sumber penerimaan daerah. serta pada pengelolaan dan pemanfaatan bersama sungai. serta profesionalisme. Masih rendahnya kerjasama antar pemerintah daerah. Seringkali kebijakan. perbatasan antar daerah. dan dalam perdagangan. pendidikan. tidak adanya kepastian waktu. serta tidak proporsionalnya distribusi. Bahkan menimbulkan berbagai penafsiran ketentuan peraturan perundangundangan dalam mengimplementasikan kewenangan otonomi khusus. sumberdaya air. efisiensi. baik pada pemerintah provinsi maupun kabupataen/kota. termasuk antara Pemerintah Daerah. menyebabkan tingkat pelayanan publik tidak berjalan optimal.masing-masing daerah berdiri sendiri dan tidak mempunyai hubungan hierarki satu sama lain. Hal ini ditunjukkan masih terbatasnya ketersediaan aparatur pemerintah daerah. Kerjasama antar pemerintah daerah masih rendah terutama dalam penyediaan pelayananan masyarakat di wilayah terpencil. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. perencanaan. Masih terbatasnya kapasitas keuangan daerah. pertanian. Ini kemudian dipersepsikan bahwa antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota tidak ada hubungan hirarkinya. Pembentukan daerah otonom baru (pemekaran wilayah) yang masih belum sesuai . dan lain-lain. Selain itu belum terbangunnya sistem dan regulasi yang memadai di dalam perekrutan dan pola karir aparatur pemerintah daerah menyebabkan rendahnya berkualitas SDM aparatur pemerintah daerah. Selain itu prasarana dan sarana pemerintahan masih minim dan penetapan dan pelaksanaan standar pelayanan minimum belum jelas. hutan. Sehubungan dengan pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Belum efektif dan efisiennya penyelenggaraan kelembagaan pemerintah daerah. kesehatan. Hal lainnya yang menjadi masalah adalah masih kurangnya etika kepemimpinan di jajaran pemerintahan daerah. Berbagai hal tersebut berpotensi menimbulkan ketidakefisienan dan ketidakefektifan pemanfaatan sumber daya. Pada sisi lain hubungan hirarki secara langsung antara pemerintah kabupaten/kota dengan Pemerintah Pusat akan memperluas rentang kendali manajemen pemerintahan dan pembangunan. maupun segi profesionalisme. baik dari segi jumlah dan penempatan. Belum efisiennya prioritas alokasi belanja daerah secara proporsional. tambang dan mineral. beberapa peraturan perundangan masih belum sejalan antara satu dengan lainnya. serta terbatasnya kemampuan pengelolaannya termasuk dalam melaksanakan prinsip transparansi dan akuntabilitas. dan perikanan termasuk pengolahan pasca panen dan distribusi. yang ditandai dengan lambatnya kinerja pelayanan. perkebunan. Struktur organisasi pemerintah daerah umumnya masih besar dan saling tumpang tindih. dan wilayah dengan tingkat urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Hal ini ditandai dengan terbatasnya penerapan prinsip efektivitas. dan organisasi non pemerintah belum berjalan secara optimal. tidak berjalannya prinsip transparansi.

terbentuknya daerah otonom baru setiap tahunnya akan membebani anggaran negara karena meningkatnya belanja daerah untuk keperluan penyusunan kelembagaan dan anggaran rutinnya sehingga pembangunan di daerah otonom lama (induk) dan baru tidak mengalami percepatan pembangunan yang berarti. Pengawas Pemilu Lapangan. perguruan tinggi. serta terminimalisirnya pelanggaran pemilu Dalam undang-undang no 22 tahun 2007 pasal 70 ayat (1) Pengawasan penyelenggaraan Pemilu dilakukan oleh Bawaslu. lancar. Panwaslu Kecamatan. kejaksaan. Undang-undang no 2 tahun 2008 tentang partai politik. namum pada pelaksanaannya pengawasan terutama pada masa orde baru bertindak tidak indefenden karena secara Lembaga Pemilihan Umum (LPU) -kalau sekarang kedudukannya sama dengan Komisi Pemilihan Umum. Namun demikian. Panwaslu Provinsi.yang diketuai oleh Menteri Dalam Negeri dan Panitia Pengawas Pelaksanaan Pemungutan Suara (Panwaslakpus) -sekarang kedudukannya sama dengan Badan Pengawasa Pemilihan Umum. Untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilu indonesia mencantuntumkan dengan jelas kedudukan.dengan tujuannya. dan wewenang pengawas pemilui diatur dalam undangundang no 23 tahun 2002 demi meningkatnya kualitas dari pemilu tahun 2004. Apa lagi dalam pelaksanaannya kedudukan. Pelayanan publik yang semestinya meningkat setelah adanya pembentukan daerah otonom baru (pemekaran wilayah). Dewan Perwakilan daerah. dan pers. Meski dalam pelaksanaannya pemilu tahun 2004 berjalan dengan lancar dan tertib namun tetap saja masih meninggalkan beberapa macam catan besar yang mendasar dalam pemilihan umum yakni berupa pelanggaran pemilu baik curi start kampaye.dipimpin oleh Jaksa Agung . sering menjadi alasan untuk pengusulan pembentukan daerah otonom baru sebagai solusinya. terutama apabila terjadinya pelanggaraan terhadap pelaksanaan pemilihan umum. tokoh masyarakat. Selain itu. Panwaslu Kabupaten/Kota. fungsi. dan Undang-undang no 24 tahun 2004 tentang Makhkamah Konstitusi. Jalannya pemilu tahun 2009 bisa berjalan dengan baik. yaitu kesejahteraan masyarakat. dan kewenangan tidak dirumuskan secara jelas. dan Pengawas . dalam pelaksanaannya proses pembentukan daerah otonom baru lebih banyak mempertimbangkan aspek politis. tidak dirasakan oleh masyarakatnya. Diposkan oleh daulah. dan belum mempertimbangkan aspek-aspek lain selain yang disyaratkan melalui peraturan perundang-undangan yang ada. Yang anggotannya terdiri dari anggota kepolisian. kemauan sebagian kecil elite daerah. bahkan di beberapa daerah kondisinya tetap seperti semula. Siapa yang yang berhak melakukan tindakan untuk menegakan aturan pemilihan umum dan kepada siapa pihak-pihak yang terlanggar haknya melakukan laporan. Ketertinggalan pembangunan suatu wilayah karena rentang kendali pemerintahan yang sangat luas dan kurangnya perhatian pemerintah dalam penyediaan pelayanan publik.alfarisi di 16. maupun pelangaran lainnya. politik uang.47 0 komentar pengawasan pemilu dan demokrasi Sejak bergulirnya pemilu pertama di Indonesia memang sudah ada konsep dan implimentasi dari kegiatan pengawasaan terhadap jalannnya pemilihan umum. Undang-undang no 10 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Diharapkan dengan adanya Undang-undang no 22 tahun 2007 tentang penyelengaraan pemilu. tugas.

memang undang-undang penyelengaraan pemilihan umum no 22 tahun 2007 dan undang-undang no 10 tahun 2008. Sekretaris Jenderal KPU. 6. Kedua. KPU Provinsi. Aturan ini sangat penting agar pembantu panitia baik dari tingkat pusat sampai tingkat daerah agar tidak terjadi perebutan kompetensi pelaksanaan tugas dan kewenangan . provinsi. namun kalau dilihat secara mendetail maka peran pengawas pemilu hanya berperan pasif saja. dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu yang sedang berlangsung. Menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan perundangundangan mengenai Pemilu. Menetapkan standar pengawasan tahapan penyelenggaraan Pemilu sebagai pedoman kerja bagi pengawas Pemilu di setiap tingkatan. Dengan keterbatasan ini. 4. Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang ditetapkan oleh undang-undang. Komisi Pemilihan Umum Provinsi kedudukannya lebih tinggi dari pada Panitia Pengawas Pemilihan Umum Provinsi . 3. sekretaris KPU Provinsi. Dan Sengketa Pemilu diselesaikan oleh Bawaslu. sekretaris KPU Kabupaten/Kota. KPU Kabupaten/Kota. pegawai Sekretariat Jenderal KPU. 19 tahun 2008. KPU Provinsi. Yang mana Laporan pelanggaran ketentuan yang bersifat administratif diteruskan kepada KPU. Akan muncul berbagai macam peyataan. dan 9. Pertama. pengawasan terhadap tahapan pemilu tidak dapat optimal . 8. Yang tidak kalah penting ialah bagaimana sengketa diselesaikan oleh panitia pengawas pemilu yakni dari pangawas pemilu yang kedudukannya paling tinggi (bawaslu) sampai kepaling bawah sesuai dengan kompetensinya. 5. Mengawasi pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi pengenaan sanksi kepada anggota KPU. atau KPU Kabupaten/Kota. pembagian tugas yang jelas oleh badan pengawas pemilihan umum kepada panitia pengawas provinsi. kabu[aten/kota. dan kecamatan. di mana satu pengawas bertanggungjawab untuk mengawasi 9 TPS. Ketiga. Menyampaikan temuan dan laporan kepada KPU untuk ditindaklanjuti. Panwas Provinsi. 2. 7. Mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu. Walaupun sudah diatur mengenai panitia pengawas sampai pada pengawas lapangan tapi jumlah personil yang ada saat ini sangat terbatas. dan kecamatan dalam melakukan pengawasan terhadap tahapan penyelenggaran pada tingkat nasional. Mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu. sedangkan laporan pelanggaran ketentuan yang mengandung unsur pidana diteruskan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia sesuai tingkatannya. Inilah yang harus diatur oleh badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu). bisa dikatakan lengkap. Pertama.Pemilu Luar Negeri. PanwasKabupaten/Kota dan Panwas Kecamatan Hubungan pengawas pemilihan umum dengan Komisi Pemilihan Umum. Tugas dari pengawas pemilu (Bawaslu) diatur dalam pasal 74 ayat (1) yakni: 1. Mengawasi pelaksanaan penetapan daerah pemilihan dan jumlah kursi pada setiap daerah pemilihan berdasarkan peraturan perundang-undangan. kabupaten/kota. pegawai sekretariat KPU Provinsi. Sebenarnya yang menjadi masalah sebenarnya adalah bagaimana tugas dan wewenang itu dilaksanakan. dengan tidak adanya kewajiban melakukan investigasi dan tindakan langsung tanpa menunggu laporan masyarakat . Meneruskan temuan dan laporan yang bukan menjadi kewenangannya kepada instansi yang berwenang. dalam pasal 66 ayat (2) dan (3) Peraturan KPU no.

dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu yang sedang berlangsung Sementara hubungan antara Panwaslu provinsi. Panwaslu Kecamatan. KPU Provinsi.kedudukanan. pegawai sekretariat KPU Provinsi. Sehingga dalam pertanggung jawaban juga sendiri tidak ada pertanggung jawabannya. Dan Panwaslu Luar Negeri. Panwaslu Provinsi. kabupaten/ kota. Untuk menjawab dan menjernihkan peryataan diatas kita perlu kembali kepada UU pemilu berkenaan dengan pada tugas dan kewenangan pada pasal 74. Kedua peryataan ini perlu di jernihkan agar tidakmenimbulkan pertanyaan yang berkepanjangaan. Peryataan ini agak kontras dengan pernyataan lainnya yang mengatakan bahwa Pengawas Pemilu bertugas mengawasi KPU. yang tugasnya melakukan pengawasaan terhadap seluruh proses penyelengaraan. Kpu kabupaten/kota tidak ada hubungan hirarki (atasan dan bawahan) karena masing-masing supra suktur pemilu ini bekerja dengan terpisah dan mandiri. kabupaten/kota. bahwa KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota tidak dapat diawasi oleh Panwaslu Provinsi dan Panwaslu Kabupaten/Kota. . serta KPU Provinsi. kabupaten/kota adalah KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota (angka 7). Panwaslu Lapangan. 2. yang mana. serta KPU sendiri yang mengusulkan 15 nama calon Bawaslu (pasal 88 ayat (3) huruf h). begitu juga KPU kabupaten/kota juga lebih tinggi dari Panwaslu Kabupaten/Kota atau Panwaslu Kabupaten/Kota bertanggung jawab kepada Panwaslu Provinsi atau KPU kabupaten/kota. Dan memberikan rekomendasi kepada KPU untuk menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan sanksi administratif atas pelanggaran sebagaimana yang dilakukan sanksi kepada anggota KPU. Sekretaris Jenderal KPU. Yang kerap mengemuka adalah peryataan bahwa adalah KPU dari pusat hingga daerah tidak dapat diawasi oleh pengawas pemilu. Menyatakan bahwa Panitia Pengawas Pemilu adalah Bawaslu. pasal 1 angka 6 meyatakan bahwa KPU sebagai penyelengara pemilu. dalam menyampaikan temuan (pelanggaran yang bersifat administratif) dan melaporan kepada KPU untuk ditindaklanjuti (pasal 74 ayat (1) huruf c). Panwaslu kabupaten/kota dengan KPU provinsi. sekretaris KPU Kabupaten/Kota. Panwaslu Daerah bukan bawahan dari KPU Daerah Benarkah pendapat atau sikap yang menyatakan bahwa Bawaslu bawahan dari KPU atau Panwaslu daerah adalah bawahan dari KPU daerah? Dalam pasal 70 ayat (1) UU no 22 tahun 2007 tentang penyelengaraan pemilihan umum. hubungan antara Bawaslu dengan KPU harus intensif tetapi ”jangan terlalu dekat”. KPU Kabupaten/Kota. sekretaris KPU Provinsi. Kedua. KPU kabipaten/kota. Disamping itu setelah terbentuknya Bawaslu. dengan Panwaslu provinsi. Panwaslu Kabupaeten/Kota. Bawaslu (pengawas pemilu secara umum) mengawasi seluruh tahapan penyelenggaraan pemilihan umum. Lalu bagaimana hubungan antara KPU dengan Bawaslu. pola hubungannya hampi sama dengan antara Bawaslu dengan KPU. pegawai Sekretariat Jenderal KPU. Panwaslu kabupaten/kota dengan KPU provinsi. sementara penyelanggra pelaksanaan pemilu provinsi. Pasal 87 ayat (1)Undang-undang no 22 tahun 2007 sudah mengatur hubungan dari belum terbentuknya bawaslu yakni KPU membentuk tim seleksi untuk membentuk bawaslu. Yang jelas bahwa bawaslu dengan KPU maupun Panwaslu provinsi. Lalu siapa penyelengaraan pemilu. 1. Bawaslu terpisah dari KPU dan bersifat Mandiri.

Cirus Sinaga."Terhadap penanganan perkara i. pemiliknya Mr Sun. Senin (22/3/2010). dalam jumpa pers di Kejagung. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Jaksa mengajukan tuntutan 1 tahun dan masa percobaan 1 tahun. tidak tahu berada di mana.detikNews Selain Cirus. Anggota pengawas pemilu pun tidak luput dari ketentuan . baik dalam rekayasa kasus ataupun dugaan suap. Jakarta.detikNews "Terhadap penanganan perkara ini tidak ada permainan. kini giliran Kejagung yang membantah ada rekayasa dalam kasus Gayus Tambunan. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . hanya terbukti penggelapan. Baik itu peserta pemilu. pasal korupsi tidak disangkakan dengan pertimbangan uang Rp 370 juta masih dalam rekening. tapi setelah dicek. berdasarkan hasil penelitian jaksa. Tapi uang masuk ke rekening Gayus. kini giliran Kejagung yang membantah ada rekayasa dalam kasus Gayus Tambunan. Dengan demikian jelaslah bahwa tidak ada satu perundangan dan keputusan KPU manapun yang menyatakan bahawa panwaslu provinsi. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri ." ujar jaksa yang juga menangani kasus Antasari Azhar ini... Kejagung membeberkan kronologi bagaimana dakwaan disusun hingga alasan pasal korupsi dihapus. panwaslu kabupaten/ kota adalah bawahan dan bertanggung jawab kepada KPU provinsi. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus." ungkap Cirus. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . money laundering.Dengan demikian dapat diartikan bahwa setiap pelanggaran peraturan perundangundangan yang terjadi pada setiap tahapan harus diproses oleh pengawas pemilu. siapa pun yang melakukannya. Kejagung membeberkan kronologi bagaimana dakwaan disusun hingga alasan pasal korupsi dihapus. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. hanya 2 pasal yang terbukti yaitu pencucian uang dan penggelapan. jaksa tidak menyebut setoran uang dari Roberto Antonious.detikNews Uang itu tidak digunakan dan dikembalikan. Diposkan oleh daulah. "Setelah dilimpahkan ke pengadilan. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.07 0 komentar [html] Jakarta ." kata jaksa peneliti kasus Gayus. jaksa peneliti berkas perkara tersebut adalah Fadil Regan. dan Ika Syafitri.detikNews Namun.detikNews Cirus menyatakan. Jl Sultan Hasanuddin. dan penggelapan. jadi hanya diam di rekening Gayus. warga Korea. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Saat itu dengan sangkaan korupsi. .. Memang tidak semua pelanggaran atas peraturan perundang-undangan dapat diselesaikan oleh pengawas pemilu. Jakarta . Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . warga yang berhak memilih bahkan penyelenggara pemilu sekalipun. Tapi berbeda dengan Polri." terangnya. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Pengawas pemilu berwenang menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan penyelenggaraan pemilu.detikNews "Uang itu berasal di transfer PT Megah Citra Jaya Garmindo. Terhadap uang itu tersangka menyatakan uang itu untuk mengurus pajak PT Megah. sementara kasus pidana harus diteruskan kepada penyidik.. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.detikNews "Penanganan kasus ini dimulai dari pengiriman SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan) dari Mabes Polri ke Kejagung. itu 2 kali dalam 2 tahap. KPU kabupaten/ kota. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri .Setelah Polri. Eka Kurnia Sukmasari.Setelah Polri.alfarisi di 16. Uang itu setoran pajak dari PT Megah Citra Jaya Garmindo. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Misalnya pelanggaran administratif harus diteruskan kepada KPU.

Uang diserahkan di rumah orang tua istri Gayus. 27 Oktober 2008 US$ 260 ribu. tapi penggelapan pajak murni. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Andi adalah pengusaha properti di Batam.detikNews "Gayus diberi kepercayaan Andi untuk pengadaan properti ruko seluas 2 hektar di Jakarta Utara." tutupnya. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri ." imbuhnya. Menurut Jaksa Penuntut Umum Yori Rowando.detikNews "Uag Rp 370 juta bukan tindak pidana karena perjanjian mengurus pajak. “Kan sudah jelas dalam kasus ini ada rekayasa yaitu rencana tuntutan.detikNews Karena itu. Seharusnya masalah rentutnya dulu yang diselesaikan baru perkara Pak Asnun. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri .8 juta. uang dimasukkan Gayus ke Bank Panin. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.detikNews Selain itu. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . uang tersebut milik Andi Kosasih. dituntut hukuman penjara tiga tahun enam bulan dan denda Rp250 juta di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. 15 September 2008 US$ 650 ribu.detikNews Sumber: us.com: Hakim Muhtadi Asnun.detiknews. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus." tegas Cirus.com I Senin. dan 16 februari US$ 13 ribu. terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur Pasal 6 ayat 2 UU No. 10 November US$ 200 ribu. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Atas tuntutan ini. Yang pertama 1 Juni 2008 US$ 900 ribu. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . setelah diteliti berdasarkan alat bukti. jaksa berani mengambil sikap untuk menuntut Gayus dengan pasal 372 KUHP dengan pidana penjara 1 tahun dan percobaan 1 tahun. Perjanjian ditandatangani 25 Mei 2008. Cirus menjelaskan.detikNews (ndr/nrl) Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Sebelumnya.detikNews Terkait uang Rp 24. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . kliennya merupakan korban rekayasa kasus ini. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Bukan korupsi. Uang itu akan digunakan untuk membangun ruko. hakim Muhtadi Asnun didakwa menerima uang sebesar US$ 40 ribu untuk membebaskan Gayus dari perkara pencucian uang pada 2009.detikNews "Dan di Pengadilan Tangerang Gayus tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan. lengkap dengan kwitansinya. Sidang dilanjutkan pekan depan untuk penyampaian pembelaan terdakwa dan penasihat hukumnya. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. biaya yang dibutuhkan mencapai US$ 6 juta dolar dan Andi baru menyerahkan uang secara tunai dalam 6 tahap. 22/03/2010 16:47 WIB Jakarta-Yustisi.” tuturnya usai sidang. 10 Desember US$ 500 ribu. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . bukan money laundering. pengacara Asnun.6 miliar yang ada di rekening Gayus. bukan menyuap. Firman Wijaya mengatakan." jelasnya. Itu mengurus pajak dalam jabatan Gayus sebagai pegawai. yah KAJIAN . Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Total US$ 2. terdakwa kasus suap saat menangani perkara pajak Gayus H Tambunan.detikNews "Karena takut hilang. Senin (8/11). Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.Jaksa juga berkesimpulan hal itu bukan money laundering. 31/1999 jo UU No 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Model Evaluasi Pembentukan. Sebuah pertumbuhan . sebagai berikut: ?Pembentukan daerah dapat berupa penggabungan beberapa daerah atau bagian daerah yang bersandingan atau pemekaran dari satu daerah menjadi dua daerah atau lebih?. pada Pasal 5 ayat (1) disebutkan: ?Pembentukan daerah sebagaimana dimaksud pada pasal 4 harus memenuhi syarat administratif. implikasi yang ditimbulkannya. dan kriteria-kriteria yang dapat ditawarkan dalam melakukan pemekaran daerah di Indonesia. Pada Pasal 6 ayat (1) dan (2) UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan ?? Daerah dapat dihapus dan digabung dengan daerah lain. tentunya dapat ditelusuri hadirnya berbagai faktor yang melatarbelakangi pemekaran daerah. dan (3) Kriteria-kriteria yang digunakan untuk melakukan pemekaran telah mengacu pada PP No. 129 Tahun 2000. Secara legal formal. Sampai awal 2007. perihal pemekaran daerah diatur pada Pasal 46 ayat (3) dan (4). pembentukan daerah atau dalam hal ini pemekaran daerah tidak bisa dilakukan secara serampangan. Penghapusan dan Penggabungan Daerah memang memberikan ruang yang lebih leluasa bagi terbentuknya daerah otonom baru. Fakta bahwa pemekaran daerah telah menjadi euforia di era otonomi daerah pasca reformasi menjadi tidak terbantahkan. Pemekaran. jumlah daerah otonom baru sebanyak 7 provinsi dan 162 kabupaten/kota. dan Daerah Otonom dapat dimekarkan menjadi lebih dari satu daerah jika dipandang sesuai dengan perkembangan daerah?. di antaranya: (1) Alasan utama pemekaran daerah ternyata lebih didasarkan pada faktor emosional. (2) Implikasi pemekaran daerah. sehingga total provinsi sebanyak 33 dan kabupaten/kota sebanyak 473. teknis dan fisik kewilayahan?. bukan rasional. Penggabungan Dan Penghapusan Daerah EXECUTIVE SUMMARY Era reformasi yang ditandai dengan meningkatnya tuntutan untuk melakukan pemekaran daerah berjalan seiring dengan regulasi pembentukan daerah otonom baru yang dianggap lebih mudah daripada waktu sebelumnya. tetapi pada kenyataannya daerah yang bersangkutan tidak menunjukkan kemajuan (progress) sebagaimana yang diharapkan. kajian ini telah memperoleh temuan-temuan lapangan yang menarik. Melalui metode kajian yang bersifat kualitatif dan pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam di 14 (empat belas) provinsi dan 28 (dua puluh delapan) kabupaten/kota. Pada ayat (4) disebutkan bahwa pemekaran dari satu daerah menjadi dua daerah atau lebih sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dilakukan setelah mencapai batas maksimal usia penyelenggaraan pemerintahan. Sementara. Dalam hubungan ini. Di dalam UU Nomor 32 Tahun 2004. terbukti adanya berbagai persyaratan dan kriteria yang harus dipenuhi dalam melakukan pemekaran. Dimotivasi oleh percepatan pertumbuhan demokrasi (lokal). telah menambah beban anggaran pemerintahan negara. UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah jo PP Nomor 129 Tahun 2000 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran.

pemekaran daerah diharapkan akan menciptakan keadilan dalam hal pengisian jabatan pubik dan pemerataan pembangunan. Alasan anggaran. Provinsi Bangka Belitung. yaitu bahwa daerah hasil pemekaran memiliki nilai historis tertentu. 2. 3. dan pemekaran yang terjadi di daerah lainnya seperti Kalimantan Timur (Kutai Timur). Alasan ekonomi. demikian pula Kabupaten Minahasa Utara yang merasa berbeda budaya dengan Kabupaten Minahasa. Sebagai contoh: Provinsi Maluku Utara sebelumnya pernah menjadi ibukota Irian Barat. Alasan keadilan . Zainal Abidin Syah) dinobatkan sebagai Gubernur pertama. dan Lampung (Tanggamus). infrastruktur dan sarana perhubungan yang minim. Implikasi pemekaran daerah terhadap daerah. dimana pemekaran daerah diharapkan dapat mempercepat pembangunan di daerah. dimana Raja Ternate (Alm. Berdasarkan hasil kajian. baik bagi pemerintahan daerah maupun pemerintahan pusat. Alasan kultural atau budaya (etnis). Sumatera Utara (Serdang Bedagai). Sulawesi Tenggara (Konawe Selatan). terutama jika dibandingkan dengan masa Orde Baru.pemerintahan daerah yang luar biasa. 4. Kondisi seperti ini terutama terjadi di Indonesia Timur seperti Papua (Keerom) dan Irian Jaya Barat (Kabupaten Sorong). 5. dimana pemekaran daerah terjadi karena menganggap adanya perbedaan budaya antara daerah yang bersangkutan dengan daerah induknya. Alasan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. seperti terjadi pada pemekaran Provinsi Bangka Belitung (pemekaran dari Provinsi Sumatera Selatan) dan Provinsi Irian Jaya Barat (pemekaran dari Provinsi Papua) serta pemekaran Kabupaten Keerom (pemekaran dari Kabupaten Jayapura). Sebagaimana diketahui daerah yang dimekarkan akan mendapatkan anggaran dari daerah induk selama 3 tahun dan mendapatkan dana dari pemerintah pusat (DAU dan DAK). pemekaran suatu daerah dilakukan karena alasan sejarah. Disamping itu di Pulau Movotai pada Perang Dunia II merupakan ajang penghalau udara Amerika Serikat. Hal ini dijadikan alasan utama karena adanya kendala geografis. Sebagai contoh: Penduduk Bangka Belitung dengan penduduk Sumatera Selatan. pemekaran daerah dilakukan untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah. terdapat alasan-alasan yang mendasari dilaksanakannya pemekaran daerah adalah: 1. Dari sisi implikasi. antara lain : o Pembentukan kelembagaan baru : Pemekaran daerah menimbulkan implikasi bagi kelembagaan daerah. 1. Artinya. kemudian Provinsi Gorontalo dengan Sulawesi Utara. bahwa pemekaran dijadikan alasan untuk mendapatkan keadilan. 6. dan Provinsi Sulawesi Tenggara. Pembentukan daerah otonom baru telah menimbulkan berbagai implikasi yang terjadi pada semua level pemerintahan. yang meliputi organisasi perangkat daerah dan organisasi pusat di daerah. Alasan historis. . Contoh: pemekaran Provinsi Kepulauan Riau.

baik berkenaan dengan politik anggaran maupun proses demokratisasi di daerah. dan kewajiban-kewajiban lain yang harus diselesaikan oleh daerah induk selama masa pembinaan serta persoalan batas wilayah. Hal ini dapat bernilai positif jika itu ditunjukkan untuk meningkatkan kesejahteraan daerah. . antara lain : o Dalam aspek kelembagaan pemerintahan pusat. o Politik lokal : Pemekaran daerah berimplikasi terhadap dinamika politik di daerah. Penyebab ketidakharmonisan hubungan tersebut antara mengenai proses penyerahan P3D (penganggaran. DPRD. personel dan dokumen) yang tidak tuntas. o Pola Hubungan Kerja di Daerah Pemekaran : Hubungan pemerintahan daerah dengan lembaga lainnya akan dapat berjalan dengan baik jika kondisi internal pemerintahan daerah tersebut telah berjalan baik dikarenakan pemerintahan daerah telah mampu menyelesaikan sebagian besar persoalan yang dihadapinya. maka terbentuk kelembagaan daerah yang meliputi organisasi perangkat daerah (Dinas dan Lembaga Teknis Daerah). ternyata pemekaran daerah juga berpotensi menimbulkan kemiskinan atau dapat dikatakan pemekaran daerah berpotensi menimbulkan terjadinya pemiskinan. dan BUMD. o Lingkungan Hidup : Pemekaran daerah selain membawa implikasi positif juga dapat berdampak positif. pemekaran daerah justru dapat menyebabkan kerusakan lingkungan akibat eksploitasi darerah yang berlebihan. implikasi yang terjadi adalah penambahan jumlah kelembagaan vertikal di daerah. 2. o Sumber daya manusia : Pemekaran secara nyata telah membawa implikasi bagi dinamika sumber daya manusia di daerah otonom baru. maka pemekaran berimplikasi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di daerah tersebut. terutama dalam hal pemanfaatan sumber daya alam. o Pemberdayaan Ekonomi: Pemekaran daerah yang telah memperhitungkan potensi dan kesiapan daerah serta dilakukan dengan mekanisme yang tepat. namun jika terbentuknya daerah baru menimbulkan egosentris suatu masyarakat maka hal ini tentunya sangat merugikan bagi daerah yang bersangkutan. Terbitnya berbagai Peraturan Daerah (Perda) yang berorientasi peningkatan PAD telah memberatkan masyarakat dan pada tataran yang lebih luas telah menimbulkan ekonomi biaya tinggi (high cost economy). tetapi juga mengenai sumber-sumber kekuasaan dan tarik-menarik kepentingan di antara elit politik di daerah otonom baru. Apabila tidak dikelola dengan baik. baik itu mengenai demeografinya maupun kualitas dan komposisinya. peralatan. bukan saja mengenai penentuan ibukota daerah otonom baru dan penentuan batas wilayah. o Kemiskinan : Selain meningkatnya pertumbuhan ekonomi di beberapa daerah yang secara nyata mempunyai daya saing sebagai daerah otonom baru. Implikasi pemekaran daerah terhadap pemerintahan pusat.Sebagai konsekuensi logis pemekaran daerah.

indikator dan sub indikator tersedia. sebagaimana terdapat pada rekomendas kajian poin 2. Prosedur pemekaran yang terjadi selama ini tidak melalui model ’transisi’. 3. Dalam aspek hubungan keuangan dengan pemerintah pusat. Faktanya. Prosedur: untuk prosedur pemekaran daerah telah dirumuskan dengan cukup baik. indikator sarana pariwisata. Pada indikator potensi daerah juga terdapat ’sarana pendidikan’ tetapi isinya bukan mengukur sarana tetapi kinerja. 2. o Pada indikator luas wilayah dan jumlah penduduk dibedakan . Sebagai contoh: dalam syarat/kriteria potensi daerah. sehingga banyak terjadi penyimpangan dari prosedur yang telah ditetapkan. Mencermati uraian pada kesimpulan di atas. 129/2000. Pemekaran daerah hendaknya didasarkan pada alasan-alasan yang rasional. adalah sebagai berikut: 1. sehingga 7 (tujuh) syarat/kriteria tersebut seolah-olah terpisah satu sama lain. Tim mengusulkan persyaratan/kriteria untuk melakukan pemekaran daerah. tetapi tidak ada penekanan pada tahap implementasi. dengan menambahkan beberapa perubahan khususnya untuk kriteria pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kemampuan daerah yang akan dimekarkan. Tim merekomendasikan hal-hal sebagai berikut: 1. implikasi yang terjadi adalah penambahan alokasi keuangan/anggaran untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerah. Secara garis besar dapat dikatakan terdapat dua prosedur pemekaran yakni pemekaran melalui jalur pemerintah (eksekutif) dan jalur DPR (legislatif). jumlah obyek wisata”. Dari tabel dapat dilihat pelayanan yang dimakud adalah pelayanan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan. bukan output. Dari syarat/kriteria dan indikator tersebut dapat disimpulkan hal-hal berikut: o Tidak ada kejelasan kluster yang memayungi syarat/kriteria. Hal ini sekaligus dapat menjadi alat untuk meminimalisir implikasi negatif yang ditimbulkan akibat pemekaran.o o Dalam aspek kewenangan. Untuk itu. Persyaratan dan kriteria: persyaratan dan kriteria yang ditetapkan lebih cenderung mengukur potensi/input. model evaluasi pemekaran daerah yang dilakukan berdasarkan PP 129/2000. pemerintah pusat – yang menangani urusan Pemerintah Pusat dan depertemen teknis – harus menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan penyerahan kewenangan tersebut. pemekaran daerah lebih banyak berasal dari inisiatif DPR. o Persyaratan/kriteria tersebut sebagian besar masih mengacu pada PP No. sehingga daerah otonom baru langsung memiliki tanggung jawab yang sama besar dengan daerah induknya. o Indikator dan sub indikator tersebut lebih mengukur potensi. tercantum sub indikator ”jumlah hotel/akomodasi lainnya. jumlah restoran/rumah makan. dalam bentuk DAU maupun DAK. Menurut hasil kajian.

Perlu dilakukan pentahapan dalam melakukan pemekaran daerah. 32 tahun 2004 yang terkait dengan pengaturan pembentukan. tetapi belum menyentuh pengaturan tentang pemekaran daera 3-2. 32 Tahun 2004 memang pernah diwacanakan. pemerintah daerah yang memenuhi persyaratan akan dimekarkan menjadi ’daerah persiapan’ dimana untuk provinsi dengan nomenklatur ’provinsi persiapan’ dan ’kabupaten/kota persiapan’ untuk kabupaten/kota.antara Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali. o Pemekaran daerah dilakukan secara berjenjang. daerah tersebut dapat dipertimbangkan untuk dimekarkan kembali. Penetapan daerah persiapan ditungkan dalam bentuk Perpres. tetapi mengalami keterbatasan-keterbatasan yang mengakibatkan tidak memenuhi persyaratan. Revisi UU No. maka faktor integritas menjadi kunci utama apakah sebuah daerah layak dimekarkan. Bagi pemerintah daerah yang tidak memenuhi persyaratan. 4. 2. apabila dinilai memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Secara bertahap. penghapusan dan penggabungan daerah (Pasal 5 s/d 8). Terlebih lagi jika penilaian dilakukan melalui self-assesment. o Namun. 3. Dalam hal ini reformasi desentralisasi mempunyai fokus pada perbedaan lokalitas dan mencoba mengembangkan kapasitas pemerintah daerah dalam memecahkan permasalahan-permasalahan di tingkat lokal. maka daerah persiapan tersebut dapat diubah statusnya menjadi daerah otonom. tetapi dibentuk dalam ’daerah persiapan’. Selain itu adalah tidak efisiennya konsumsi sumberdaya lokal. persyaratan dan kriteria seketat apapun pada akhirnya tidak akan bermanfaat jika tim penilai (evaluator) tidak memiliki integritas (: kejujuran) yang memadai. maka dapat dilakukan penguatan (strengthtening) Kecamatan untuk mendekatkan pelayanan publik. hal ini ditempuh guna mengurangi terjadinya in-efisiensi. Mengapa Desentraliasi dan Tata Pemerintahan Lokal? Latar belakang dan asal muasal reformasi desentralisasi adalah tidak berfungsi dan gagalnya sistem pembuatan keputusan yang sentralistis dimana pemerintah pusat tidak dapat menyediakan solusi-solusi bagi tiaptiap komunitas di tiap-tiap lokalitas yang beragam. Pemerintah perlu merevisi UU No. o Setelah 5 (lima) tahun menjadi daerah otonom. o Setelah menjadi daerah persiapan selama dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun dan dilaksanakan penilaian oleh tim penilai. pemekaran. Pada tataran yang lebih tinggi dan skala yang lebih luas. yaitu daerah tidak langsung dimekarkan menjadi daerah otonom. Sistem alokasi yang tersentralisasi telah gagal dalam memberikan hasil yang .

Terlebih lagi mengingat bentuk negara Indonesia sebagai negara kepulauan yang sulit dijangkau dan setiap wilayah memiliki karakteristik yang sangat berbeda. salah satu mekanisme sentralisasi kekuasaan oleh pemerintah pusat berpusat pada pengontrolan alokasi dana untuk pembangunan daerah. Pajak yang ditarik secara terpusat oleh pemerintah pusat dan sistem konsumsi sumberdaya lokal merupakan sistem yang sangat menguntungkan bagi pemerintah pusat untuk mengontrol pengeluaran lokal dan pembuatan kebijakan di daerah. Namun demikian. contohnya adalah sistem alokasi penerimaan pajak. 32/2004 Indonesia memasuki tahapan baru kepemerintahan. . pelayanan publik menjadi mudah direalisasikan mengingat adanya kedekatan antara penyedia layanan dan pengguna layanan. Jalan yang terbaik untuk meminimalisasi persoalan yang diakibatkan gagalnya sistem yang tersentraliasi adalah reformasi desentralisasi. Asumsi dasar desentralisasi yaitu mendekatkan pelayanan dengan rakyat. tingkat kepuasan masyarakat akan aktivitas pemerintah daerah akan semakin berkurang seiring ketidakmampuan pemerintah daerah membiayai pelayanan publik yang diinginkan oleh masyarakat lokal. Desentralisasi dan otonomi diharapkan menjadi solusi yang tepat untuk berbagai persoalan yang ada di daerah. Hasilnya adalah kegagalan dalam alokasi sumberdaya lokal bagi masyarakat lokal itu sendiri. dengan adanya tradisi mengenai tata pemerintahan lokal. Tidak mengherankan apabila pada masa orde baru. sistem tersebut dapat merusak hubungan antara penerimaan dan pengeluaraan di daerah dan masyarakat lokal tidak dapat mengawasi dan mengontrol keuangan pemerintah daerahnya masingmasing.efisien dan efektif dalam hal pengeluaran pemerintah pusat dan daerah. pemerintah daerah dan masyarakat lokal memiliki pengalaman akan praktik tata pemerintahan yang baik seseuai dengan kondisi khusus masing-masing. 22/1999 dan amandemennya UU No. Di setiap daerah. Sangatlah wajar jika kemudian tiap daerah telah mempunyai modal yang cukup mengenai pelaksanaan dan strategi tata pemerintahan lokal untuk kemudian memperkaya konsep otonomi daerah. Dengan sistem desentralisasi. Yang terakhir adalah kematangan sistem pemerintahan daerah dan masyarakat sipil di daerah. Dengan diberlakukannya UU No. Ketika masyarakat lokal cenderung untuk meminta banyak dari pemerintah daerah sehubungan dengan pelayanan publik dan lain sebagainya tanpa kesadaran akan biaya yang akan dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

tata pemerintahan yang baik adalah standar minimum bagi pemerintah daerah. tetapi juga menyangkut pengalihan kewenangan dari pemerintahan ke masyarakat. Perwakilan lokal yang dipilih oleh masyarakat lokal. Pemberantasan korupsi. Selain itu. sementara itu pembangunan masyarakat lokal sendiri sangat sulit dicapai jika hanya mengandalkan usaha sendirisendiri. Di era desentralisasi. Efisiensi dan efektifitas dari pemerintah daerah. 3. terdapat beberapa prinsip utama yang harus diperhatikan. Otonomi daerah berarti otonomi masyarakat di daerahdaerah yang diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang keprakarsaan dan kemandiriannya dalam iklim demokrasi dewasa ini. tata pemerintahan lokal mempunyai tahapan perubahan selayaknya evolusi dalam tiga tingkatan yaitu tata pemerintahan lokal responsif. tata pemerintahan yang baik mengacu pada konsep sebagaimana yang sering ditekankan oleh World Bank selama dua dekade belakangan ini. Perubahan Tata Pemerintahan Dalam tulisan ini.Oleh karena itu. Untuk mencapai tata pemerintahan lokal yang baik. 5. partisipasi publik. 4. kebijakan otonomi daerah itu tidak hanya perlu dilihat kaitannya dengan agenda pengalihan kewenangan dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah. Justru inilah yang harus dilihat sebagai esensi pokok dari kebijakan otonomi daerah itu dalam arti yang sesungguhnya. Prinsip rule of law termasuk di dalamnya due process of law dan prinsip keadilan. hak pilih bagi masyarakat lokal. dan lainnya. kemudian berevolusi menjadi tata . tata pemerintahan lokal yang menjalankan desentralisasi membutuhkan lebih banyak kapasitas dan kapabilitas karena tata pemerintah lokal dalam bentuk ini mempunyai kewenangan dan sumber daya yang besar dan untuk memberdayakan kewenangan dan sumber daya tersebut dibutuhkan kapasitas dan kapabilitas Untuk itu diperlukan pembangunan dan reformasi dalam pemerintahan lokal dan masyarakat lokal. 1. Pemerintah daerah sendiri akan sulit untuk mereformasi dirinya sendiri. Penciptaan demokrasi lokal adalah yang utama dimana dalam hal ini mencakup lembaga 2. 3-3. oleh karena itulah diperlukan suatu hubungan saling membangun antara pemerintah daerah dan masyarakat lokal dalam penciptaan tata pemerintahan lokal yang baik. Mengutip Nikawa (2006).

Local actors are mutually networked and exchange their information among them. and the effective and efficient use of local resources though this cooperation. The community action group. pemerintah daerah dan masyaraka lokal harus mengubah dirinya sendiri. Reformasi Pemerintah Daerah. providing that the local people acquire maturity as an owner and user of power and control in locality. privatisasi. peningkatan kemampuan organisasional dalam perumusan pengambilan kebijakan dan pelayanan publik. private company. Reformasi pemerintah daerah dalam beberapa hal mengadopsi beberapa langkah berikut yaitu pemangkasan biaya. kondisi finansial pemerintah daerah yang stabil dan baik. Dalam menuju tata pemerintahan lokal. which attain more effective and efficient policy outcome. and provide the chance of citizen participation. Pemerintah daerah merupakan elemen penting dalam kehidupan masyarakat terutama pada era desentralisasi dan harus di tranformasikan untuk mencapai tata pemerintahan lokal yang sesuai dengan tuntutan desentralisasi. The network governance is composed of the cooperation and responsiveness of local actors. Lebih lanjut Nikawa (2006) menjelaskan: “The responsive local governance means the good governance of local government. which operate to organize the network issue and then policy network in specialized areas. This network functions in the participative decision-making process of local government. harus terdapat pengembangan kapasitas pemerintah daerah yang mencakup reformasi pemerintah daerah. In the network governance. While citizen participation is increasing. the cooperation of provision of public services among them. 3-4. Responsive local governance ought to carry out its duty of responsibility and accountability for local people. is characterized by the equal partnership between local actors and government. and NGOs are the actors. dan tahapan terakhir adalah tata pemerintahan lokal kemitraan. . Untuk mencapai tata pemerintahan lokal oleh pemerintah daerah. restrukturisasi. The governance partnership will keep and secure the sustainability of community.pemerintahan network. dan pembangunan kapasitas dari pegawai negeri daerah. the actors learn and grow in the governance partnership. local governance begins to change to the network governance. Also there is networking among local government and many local actors.

Pembicaraan mengenai pilkada sudah menjadi bagian dari dinamika masyarakat lampung hari-hari belakangan ini dan sudah menjadi suatu yang awam dibicarakan berbagai kalangan masyarakat mulai dari pasar. Saat ini semua kalangan masyarakat sudah menjadi partner dan stakeholder dalam demokratisasi Indonesia. sampai gedung pemerintahan. Indonesia memulai kembali proses desentralisasi yang terhenti sejak digagas pertama kali tahun 1933 oleh Hatta dalam tulisannya “Autonomi dan Centralisasi dalam Partai” dan selama tujuh tahun ini kebijakan desentralisasi memberikan banyak warna terhadap perjalanan berbangsa dan bernegara di Indonesia. elemen yang harus diperhatikan adalah pegawai negeri daerah dan masyarakat lokal. Tujuh tahun penyelenggaraan Desentraliasi di Indonesia setidaknya memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati angin demokrasi lokal yang disebut Pilkada ini. Proses desentralisasi itu sendiri merupakan proses yang sangat penting dan menentukan masa depan Indonesia. kebebasan media dan tuntutan akuntabilitas pemerintah telah menjadi warna demokrasi Indonesia. Sejak 2001. keterbukaan politik yang dirasakan belakangan ini. Demi mencapai pengembangan kapasitas mereka. Namun demikian. pertumbuhan civil society. harus diberikan kesempatan untuk berpastisipasi dalam skema kemitraan di tata pemerintahan lokal. Pilkada sebagaimana diketahui bersama merupakan bentukan dari proses desentralisasi di Indonesia dengan dasar hukum UU No. Pilkada Langsung dan Konsolidasi Demokrasi Satu peristiwa paling dramatis di akhir abad 21 adalah pergerakan Indonesia menuju demokratisasi. 3-5. Dalam reformasi demikian. Keberhasilan dan kegagalan kebijakan ini akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap berbagai aspek kehidupan bangsa terutama kehidupan demokrasi di Indonesia.indikator pelaksanaan tugas. Perubahan dan transisi terjadi dimanamana di seluruh penjuru negeri. tidak dapat dipungkiri bahwa kelahiran demokrasi di Indonesia membawa cerita yang tidak selalu manis. . dan evaluasi kebijakan. Hal ini terlihat dari dinamika masyarakat Lampung menyambut Pilkada yang akan diselenggarakan dalam waktu yang tidak lama lagi. kampus. Pengembangan kapasitas dua element tersebut sangat menentukan dalam berfungsinya tata pemerintahan lokal. 32 Tahun 2004 mengenai Pemerintahan Daerah.

bisa menjadi semakin demokratik dan bisa juga semakin tidak demokratik. kepala daerah yang akan memimpin daerah dalam mencapai tujuan desentralisasi akan terpilih melalui tangantangan masyarakat lokal secara langsung. Dipandang dari perspektif ini. Desentralisasi bukan hanya persoalan pengaturan hubungan antar berbagai tingkatan pemerintahan namun juga merupakan persoalan mengenai hubungan antara negara dan rakyatnya. Pilkada merupakan institusi demokrasi lokal yang penting karena dengan Pilkada. masa depan demokrasi adalah adalah tiada henti. Oleh karena itulah demokrasi harus selalu diperkuat baik dengan penguatan institusi maupun penguatan civil society. Hal ini akan tercapai melalui lembaga perwakilan masyarakat lokal dalam wadah yang DPRD melalui proses pemilu yang bebas. Kepala daerah terpilih inilah yang nantinya akan menjadi pemimpin dalam pembangunan di daerah termasuk di dalamnya penguatan demokrasi lokal. Di titik inilah desentralisasi dengan perwujudan otonomi daerah memiliki peran yang sangat penting dalam konsolidasi demokrasi. Bagi calon . Selain itu salah satu pemikiran diterapkannya desentralisasi adalah institusi demokrasi lokal akan lebih memahami dan merespon aspirasi lokal karena jika dilihat dari asfek jarak institusi dan masyarakat lokal yang dekat. Demokratisasi di Indonesia kemudian diperkuat dengan adanya pemilihan kepala daerah secara langsung atau yang lebih dikenal dengan Pilkada mulai tahun 2005. perbaikan kesejahteraan rakyat. penerapan prinsip tata pemerintahan yang baik dan lain sebagainya. Kebijakan desentralisasi bukanlah tanggung jawab pemerintah pusat atau daerah semata namun juga merupakan tanggung jawab masyarakat lokal sebagai pihak yang memiliki hak utama dalam penyelenggaraan kehidupan lokal. mereka memiliki akses yang lebih baik terhadap informasi. Perubahan demokrasi juga bergerak menuju arah yang berbeda. geliat Pilkada akhir-akhir ini semakin dinamis.Demokrasi menurut Diamond harus dipandang sebagai fenomena yang berkelanjutan (Diamond: 1999). Tantangan bagi penguatan demokrasi atau konsolidasi demokrasi ini adalah bagaimana memberikan akses demokrasi kepada masyarakat dan pembentukan serta penguatan institusi-institusi demokrasi. elemen-elemen demokrasi akan muncul dan berkembang dalam berbagai tingkatan dan tahapan dengan tingkat kecepatan yang berbeda-beda di setiap negara. penyediaan pendidikan dasar dan layanan kesehatan. di lampung sendiri. Peran desentralisasi dalam konsolidasi demokrasi tersebut berasal dari adanya proses demokrasi yang memotivasi otoritas lokal dalam menjawab aspirasi dan kebutuhan konstituennya.

swasta dan pemerintah daerah. D.. Yayasan Harkat Bangsa bekerjasama dengan Partnership Governance Reform in Indonesia. University of Birmingham Devas. S. Baltimore and London: The John Hopkins University Press. Larry. Namun demikian tata pemerintahan partnership ini tampaknya masih jauh dari harapan untuk diwujudkan di Indonesia dalam waktu dekat. Seoul. Developing Democracy toward Consolidation. Pilkada menjadi sarana masyarakat lokal untuk mengevaluasi kinerja calon selama yang bersangkutan menjabat sebagai kepala daerah. nada pesimis dan pandangan negatif dari berbagai kalangan tentang pelaksanaan pilkada di Indonesia tidak meniadakan arti pentingnya institusi ini dalam konsolidasi demokrasi di era desentralisasi ini. 17(3): 251-68. Saat ini bagi masyarakat lokal yang terpenting adalah memilih kepala daerah yang dinilai mampu untuk memimpin daerah. Report to the Government of Indonesia. N.incumbent yang maju untuk kedua kalinya. Evaluasi dan Proyeksi. N. 1999. perubahan yang significan banyak terjadi di tataran pemerintahan daerah. Indra J. Kesimpulan Meskipun banyak kritikus menyebut desentralisasi di Indonesia merupakan reformasi yang tidak selesai. Paper presented in Regional Forum on Reinventing Government in Asia Building Trust in Government: Innovations to Improve Governance 6-8 September 2006. Perubahan tersebut adalah perubahan dari tata pemerintahan sentralistik ke tata pemerintahan lokal menuju ke arah tata pemerintahan partnership antara masyarakat lokal. IV. dkk (ed. . and Devas. ‘Indonesia: What Do We Mean by Decentralization?’ Public Administration and Development.). Piliang. “Decentralization And Local Governance: Reinforcing Democracy And Effectiveness Of Local Government”. 2003. Development Administration Group. Daftar Pustaka Delay. dengan demikian sedikit banyak akan semakin memupuk dan memperkuat demokrasi yang beranjak dewasa. 2006. 1995. lembaga swadaya masyarakat. Republic of Korea. (1997). Diamond. Tatsuro. Selain itu. ‘Funding System for Daerah Percontohan’. Nikawa. Otonomi Daerah. Lamb. Jakarta.

Sementara pemerintah propinsi juga banyak dikritik karena gagal melakukan pemerataan. memang isu kesejahteraan menjadi sentral. Indonesia. Sabtu 7 Februari 2009 Selasa (3/2) lalu kita dikejutkan peristiwa unjuk rasa rusuh yang berujung kematian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat. R. Melbourne: Montech Pty Ltd. Ini ironis mengingat pemerintah propinsi kerap mengkritik Jakarta yang kelewat membangun Jawa. Undang Undang Nomor 25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Indonesia. Biasanya yang sangat terasa adalah pembangunan infrastruktur oleh Pemerintah Propinsi (Pemprop) yang lebih banyak dilakukan di sekitar ibu kota propinsi. Di banyak daerah. February 6 Meninjau Ulang Urgensi Pemekaran Propinsi Batam Pos. Kejadian ini tentu membuat miris semua pihak. dan di Nanggroe Aceh Darussalam yang mengalami isu pemekaran. Public Administration in Indonesia. Unjuk rasa itu terkait desakan pendukung bakal propinsi Tapanuli terhadap DPRD agar segera mengeluarkan rekomendasi pemekaran. Undang Undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah Indonesia. (1995). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Dampak infrastruktur yang lengkap ialah semakin berkembangnya daerah tersebut .Rohdewohld. Betapa upaya pemekaran wilayah yang niatnya untuk kepentingan rakyat agar lebih sejahtera namun diperjuangkan dengan cara kasar. contohnya Provinsi Kepulauan Riau dan Banten yang sudah lama berdiri. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Undang Undang Nomor 33 Tahun 2004 Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Ditulis dalam Decentralization « Preman Makan Bakery Looking up Japan Local Amalgamation: Strategy for Decentralization Reform in Indonesia » Friday. Indonesia.

tapi juga pengadaan kantor. Dan jalan pintas pasti selalu mahal. Ini perlu dibiayai tidak hanya penghasilannya. Hal sama dialami Sumut. Jika dirunut dari masalah tadi. Namun aturan ini tidak dibuat dengan kesadaran betapa niat pemekaran tak selalu lurus. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang perlu diisi. Pesisir timur tumbuh pesat menjadi kawasan niaga. Sementara daerah pinggiran semakin tak terurus. Wajar pula lantas di banyak kabupaten kota muncul retribusi resmi maupun tak resmi yang aneh-aneh untuk mendatangkan PAD. Akibatnya. otonomi daerah memperbesar kewenangan tanpa memperkuat struktur keuangan kabupaten dan kota. Setelah pemekaran. Ini sekaligus membantah pendapat yang menyatakan suatu daerah perlu dimekarkan dengan alasan etnis dan agama. serta pajak galian C yang agak lumayan.karena penanaman modal terus berdatangan. maka pemekaran wilayah dapat dibaca sebagai upaya instan untuk menyelesaikan masalah. dan masih banyak lagi. Dengan pengeluaran yang banyak tadi. Hitung saja. Namun sayang. Yang muncul ya inefisiensi. Ini bergulir pada penyerapan lapangan kerja. Sejak tahun 1999. Dari sini. PAD kabupaten dan kota palinglah hanya dari pajak hotel dan restoran. Jawa Barat dan Banten. dan persaingan antar daerah menguat. kue yang dihasilkan propinsi malah jauh lebih besar. Toh negara ini dibangun bukan untuk membangun sekat primordial. skala produksi mengecil. sebagian besar tempat malah kerja sama ekonomi masyarakat melemah. penulis ingin menjelaskan bahwa ketimpangan sentra dan pinggir ini murni soal struktur. Sementara propinsi mendapat PAD salah satunya pajak kendaraan bermotor yang jumlahnya sungguh besar. maka seharusnya kemampuan daerah membiayai diri dari berbagai sector menjadi sangat penting. Tak Harus Pemekaran Memang betul bahwa peluang pemekaran dimungkinkan oleh Undang Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 129 tahun 2000 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran. peralatan. kendaraan dinas. Pengalaman banyak daerah menunjukkan nilai tambah lebih dirasakan elit yang mendapat jabatan-jabatan baru. Nah. Akan jadi aneh jika potensi daerah yang masih jauh dari kesiapan dijadikan bakal sumber pendapatan. Penghapusan. kunjungan kerja. Daerah sekitar ibu kota sebagai sentra terus tumbuh. industri dan perkebunan. anggota DPRD. Singkatnya. perlengkapan. Buktinya. Maka penyelesaian yang dilakukan harusnya juga bersifat struktur. perihal kemampuan daerah inilah yang tidak benar-benar jadi pertimbangan. biaya ekonomi membesar dan lokasi geografis kurang mendukung kegiatan ekonomi. Maka pemekaran wilayah ibarat menambah mesin bajak baru dengan luas ladang yang tak bertambah. otonomi daerah memang dihajatkan untuk bertumpu pada kabupaten dan kota. Sementara wilayah barat masih berkutat pada masalah menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat itu LIPI meneliti Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. . Buntutnya daya saing daerah sebagai tujuan investasi sulit didongkrak. hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2006 menunjukkan justru daerah baru mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Sulawesi Utara dan Gorontalo. pemekaran berarti ada lembaga-lembaga baru. serta Maluku dan Maluku Utara. dan Penggabungan Daerah. perjalanan dinas. Ada posisi gubernur.

maka daerah itu bakal lekas berkembang. baru muncul seolah-olah “malaikat penyelamat” menjelang Pemilu. Gorontalo patut menjadi positive deviant. Maka kalau ada ketimpangan anggaran yang patut dipertanyakan adalah sejauh mana kontribusi legislator benar-benar mewakili konstituennya dalam menyusun APBD. Meskipun mereka orang-orang yang dianggap besar dalam kekuasaan. Artinya. Pertumbuhan ekonomi selalu di atas 6% yang berarti di atas angka pertumbuhan nasional. solusi apa yang bisa dilakukan? Mengacu pada kelemahan daerah induk yang relative gagal melakukan pemerataan. yang mengantor di Senayan dan telah menikmati berbagai fasilitas uang rakyat selama ini. Jadi tak usah heran jika ada SPBU yang mengantongi izin dari propinsi dan ada pula yang dapat dari pemerintah kabupaten. Membludaknya partai yang ikut dalam Pemilu 2009 dengan janji-janji dan iklan-iklan yang mengelitik sel saraf untuk mencerna secara cerdas membuat masyarakat akan semakin binggung. padahal propinsi juga membuat aturan yang sama. Partai-partai yang menang dalam Pemilu 2004. Aksi saling klaim keberhasilan sepihak dengan mengabaikan dukungan kerja keras dari pihak (tim) serta membom-bardir data-data yang didesain sedemikian rupa. Demikian juga sebaliknya. mana pilihan yang tepat pada 9 April mendatang. Inikah hal yang dianggap “positif” oleh partai besar yang perlu ditiru oleh masyarakat kita? . perlu harmonisasi dalam hal kewenangan yang dimiliki propinsi dengan kabupaten dan kota. Kedua. Ketiga. pertama. Maka. inovatif dan tidak korup. sehingga masyarakat kecil tertipu bahkan menjadi objek eksploitasi.Lalu. Sebagai contoh kecil di banyak propinsi masih mengeluarkan izin bagi praktek bidan. maka jangan harap daerah bisa tumbuh. Dan ini patut jadi contoh tak hanya bagi daerah yang sudah dimekarkan. namun sikap dan sifat mereka bak anak TK di hutan rimba. Toh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selalu disahkan oleh DPRD. penting bagi masyarakat untuk memilih pemimpin daerah yang mampu menjawab tantangan ini. berbagai upaya publikasi tidak mendidik dilancarkan partai-partai besar. di NAD saya temui ada kabupaten di Aceh yang mengeluarkan izin pendirian Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU). Ini aneh karena izin praktek dokter malah sudah dikeluarkan kabupaten dan kota. Agar kekuasaan mereka di legislatif tetap eksis hingga 2014. dengan pimpinan daerah yang kuat. mau daerah itu dimekarkan atau tidak. Ini hal yang sering dipandang sepele namun sensitive. Mau dimekarkan seperti apapun. namun juga bagi daerah yang berniat untuk memekarkan diri. Kuncinya adalah inovasi yang dilakukan pimpinan daerah. Kebijakan yang berpihak ini juga bisa dikawal dengan rencana strategis jangka menengah dan jangka panjang. Contoh lain. maka perlu menyusun kebijakan yang berpihak ke daerah pinggir. jika pimpinan daerahnya berbuat biasabiasa saja. Anggota DPRD yang berkepentingan harus lebih ngotot memperjuangkan kepentingan daerahnya.

kehebatan. minimal mereka mengantongi lebih 2. Baik di Senayan maupun di Istana. Jika mereka cukup berhemat dan menyetor 10-15% penghasilan mereka ke partai. yang menjadi preman pasar berdasi ketika berurusan anggaran negara dan daerah. anggota dewan tega meminta (menerima) uang gratifikasi dan tambahan gaji. Kasus Korupsi Senayan (Terbukti) . dan tidur dikala rapur. tidak lain tidak bukan adalah “rupiah” ataupun ketenaran. semakin memberkikan jarak pisah baik secara psikologis. biaya komunikasi. kini tampaknya “jauh api dari panggangan”. yang sering ngawur ketika membahas agenda rapat. kesucian. mengapa begitu besarnya tendesius orang-orang untuk menjadi caleg baik di DPR maupun DPRD akhir-akhir ini meskipun mereka belum memiliki cukup kapasitas sebagai dewan yang terhormat. gaji. Kita dapat mengira-ngira. biaya aspirasi ditambah gaji pokok. Data-Data Referensi Data-data ini saya kutip dari berbagai media massa online yang memberitakan perilaku korup dan skandal seks yang harusnya tidak dilakukan orang-orang terhormat yang terpilih langsung melalui mekanisme partai dan pemilu. akses administrasi. maka agunan si rakyat tersebut langsung disita. Ditengah kemiskinan masyarakat yang tidak kunjung berkurang (bahkan jumlahnya meningkat). bagi saya fenomena ini bak Petir di tengah hari bolong. maka kekayaan mereka tetap meningkat minimal 1 miliar rupiah. maka hal ini dapat ditolerir dengan sangat lembut sekali. Dengan penghasilan rata-rata di atas 40-an juta per bulan. karena para “toke” atau bos perusahaan tersebut (BUMI Resource) dimiliki oleh lingkaran dalam pemerintah (Bakrie Brothers). Ketika rakyat kecil berhutang di Bank dan telat membayar bunga dan cicilan utang. suasana adem-adem saja. lebih lembut dari kain sutra oleh “Bapak Antikorupsi” SBY. Saya tidak akan memaparkan bagaimana perasaan sebagian besar rakyat Indonesia melihat skandal dan pelecehan oleh perusahaan-perusahan tambang Batubara (sebagiannya milik Menko Kesra Kabinet SBY-JK) kepada konstitusi RI dengan tidak membayar pajak (royalti). biaya rapat. biaya perjalanan. Seorang dewan yang harusnya bisa merasakan penderitaaan rakyat karena berbagai kesulitan ekonomi. kepemimpinan” yang dikatakan tanpa cacat. bagaimana skandal-skandal di istana luput dari pembersihan praktik Orba (KKN). maka selama 1 periode.Masih segar diingatan bagaimana anggota dewan terhormat kita di Senayan yang sering bolos dikala sidang. Setelah menjabat 1 periode (5 tahun). para politisi negeri ini tidak memiliki mental mengakui kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan pada rakyat. Namun. Hmm……meskipun sampai saat ini. pranata sosial maupun ekonomi hidup. masih meminta kenaikan tunjangan kesejahteraan. Disparitas antara kekayaan dan kemewahan hidup anggota DPR dengan rakyat. sosial. maka datadata dan objektivitas masyarakatlah yang dapat mematahkan “keberhasilan.4 miliar rupiah. maka seorang dewan yang pemalas (hadir rapat) pun. biaya legislasi UU yang menyedot uang pajak rakyat. akan menjadi miliarder-miliarder baru.

com/2009/03/05/daftar-anggota-dprbermasalah-beserta-partainya/ .wordpress. Saleh Djasit (Golkar) : kasus pengadaan Damkar Hamka Yandhu (Golkar) : kasus aliran dana BI Agus Condro (PDI-P) : kasus uang gratifikasi BI Sarjan Taher (Partai Demokrat) : kasus alih fungsi hutan Al-Amin Nasution (PPP) : kasus alih fungsi hutan Yusuf Emir Faishal (PKB) : kasus alih fungsi hutan Bulyan Royan (Partai Bintang Reformasi) :kasus pengadaan kapal Dephub Antony Zeidra Abidin (Golkar) : kasus aliran dana BI Adiwarsita Adinegoro (Golkar) : kasus dana kehutanan Abdul Hadi (PAN) : tersangka kasus korupsi pembangunan daerah tertinggal Skandal Seks. dan yang Bermasalah (tersangka) • • • • • M Yahya Zaini (Golkar) : Skandal seks dan selingkuh dengan Maria Eva Max Moein (Partai PDI P) : Skandal Seks dan Foto Syur H. Dharmono K Lawi (PDI-P) : Mantan buronan kasus pidana korupsi APBD Banten dan akhir ditangkap Kejagung Theo Syafei (PDI-P) : Pernah terjerat kasus korupsi di tahun 2002.• • • • • • • • • • H. Kekerasan. dan terpilih kembali jadi anggota DPR periode 2004-2009 Jaka Aryadipa Singgih (PDI-P) : Tersangka kriminal penyerangan/penyerobotan. tetapi bebas. dan pernah merampas kamera yang digunakan satpam keamanan di kawasan perkantoran Sumber: http://nusantaranews. Pelecehan.

Antony Zeidra Abidin (AZA) Rp600 juta 6. Engelina Pattiasina (EP) Rp500 juta 8. Panda Nababan (PN) Rp1. disisi lain mengembosi suara partai kecil. saya hanya merasa aneh karena Keputusan Mahkamah Agung (MA). Reza Kamarullah (RK) Rp500 juta 9. Muhammad Iqbal (MI) Rp500 juta 9. Budiningsih (B) RP500 juta 10. Baharuddin Aritonang (BA) Rp350 juta 10. Poltak Sitorus (PS) Rp500 juta 5. Williem Tutuarima (WMT) Rp500 juta 6. KPK pun menyangkakan para mantan anggota DPR itu melanggar ketentuan mengenai penyuapan yakni Pasal 5 ayat (2) jo Pasal 5 ayat (1) huruf a dan b UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Keputusan MA yang dimaksud adalah keputusan pada 18 Juni yang memenangi permohonan hak . Max Moein (MM) Rp500 juta 3. atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) kesatu Kitab Undang-undang Hukum Pidana. 26 Mantan anggota DPR itu adalah: Golkar 1. 26 Mantan anggota DPR itu berasal dari tiga fraksi. Fraksi PDI Perjuangan.45 miliar 7. Hengky Baramuli (HB) PDIP 1. secara tidak langsung melegalkan “korupsi kursi” untuk Partai Demokrat. Jeffrey Tongas Lumban (JT) Rp500 juta 11.Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan 26 mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat sebagai tersangka. Pada tulisan saya sebelumnya. Soewarno (S) Rp500 juta 14. Asep Ruchimat Sudjana (ARS) Rp150 juta 8. Sutanto Pranoto (SP) Rp600 juta 13. Agus Condro Prayitno (ACP) Rp500 juta 2. Marthin Bria Seran (MBS) Rp250 juta 3. Matheos Pormes (MP) Rp350 juta PPP 1. yakni Fraksi Golkar. TM Nurlif (MN) Rp550 juta 7. Daniel Tandjung (DT) Rp500 juta. Rusman Lumbantoruan (RL) Rp500 juta 4. Sofyan Usman (SU) Rp250 juta 2. Mereka diduga menerima suap terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004. dan Fraksi PPP. Ahmad Hafiz Zawawi (AHZ) Rp600 juta 2. Paskah Suzetta (PSz) Rp600 juta 4. PDIP dan Golkar. Boby Suhardiman (BS) Rp500 juta 5. Ni Luh Mariani Tirtasari (NLM) Rp500 juta 12.

Dari dua kekeliruan di atas.000. partai nonpenguasa. yakni keputusan senilai Rp 244 milyar. partai penguasa/incumbent.8% suara nasional di’mark-up’ menjadi 32.000 Tunjangan Aspirasi 7. Kok bisa? Keputusan MA.000 Tahun 186. Sementara Hanura yang mendapat 3.952.000 Tunjangan Komunikasi 12.200.1% kursi di DPR. khususnya Pasal 22 huruf c dan Pasal 23 Ayat 1 dan 3. Mari kita telusuri gaji yang akan diperoleh oleh seorang anggota DPR RI [data Kabarinews. keputusan yang menghianati proporsional demokrasi hingga gegabah dalam mengadili arena hukum. Demokrat yang hanya mendapat 20.000 .400. Hal ini terjadi juga pada Golkar.8% suara nasional digembosin menjadi 1.000 65. Kekeliruan 1: MA tidak konsisten dan bahkan diskriminatif dalam penerapan hukum. sebelumnya MA sudah pernah menolak total permohonan uji materiil peraturan KPU yang diajukkan oleh Hasto Kristiyanto yang berasal dari PDI Perjuangan. Gerindra. timbul pertanyaan besar? Mengapa bisa terjadi kekeliruan tersebut? Bukankah Mahkamah Agung adalah lembaga Pengadilan Negara Tertinggi yang menjadi sumber terakhir untuk mengayomi keadilan hukum secara formal di negeri ini? Bukankah MA merupakan lembaga yang bertugas dan digaji oleh uang negara untuk menjagar agar semua hukum dan undang-undang diseluruh wilayah negara RI diterapkan secara adil. Adapun opini saya dan pendapat dari Direktur Eksekutif Cetro Hadar N Gumay dapat saudara baca di sini. PAN.000 86. PDIP.510. Mungkinkah keputusan MA sarat dengan perilaku korup? Terlebih keputusan MA merupakan keputusan yang sangat mahal.120. Kekeliruan 2: Keputusan MA tersebut mengkhianati sistem pemilu proporsional yang dianut oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang pemilu. Padahal.496.1% kursi di DPR.000 Tunjangan Listrik 5. sebab Majelis Hakim hanya menerima gugatan uji materi peraturan KPU dari Zaenal Maarif cs yang berasal dari Partai Demokrat. PKS (digembosin). Maret 2009] Pendapatan Anggota DPR RI Pendapatan Rutin Bulan Gaji Pokok 15.uji materiil yang diajukan oleh beberapa caleg DPR dan Partai Demokrat yang dimotori oleh Zaenal Maarif terhadap peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2009. sebab putusan tersebut menyebabkan disproporsionalitas antara perolehan suara dan perolehan kursi. PKB (mark-up) dan PPP. Secara umum.000 144. tepat dan benar? Dari diskriminasi memberi keadilan dari dua pihak yang berbeda (Demokrat vs PDIP).000. Keputusan yang bernilai Rp 244 miliar Darimanakah saya mendapat angka Rp 244 miliar? Angka ini saya dapat dari gaji yang akan diperoleh oleh seorang anggota DPR selama 5 tahun dengan total kursi yang berubah yakni 66 kursi (versi Cetro). saya akan menjabarkan ringkas dari tulisan saya sebelumnya.

.000 3. Berikut daftar partai yang akan mengalami kerugian materiil dari gaji dewan selama 5 tahun.000. kita hanya akan membicarakan pendapatan/gaji ratarata minimum seorang anggota DPR yang malas sekalipun akan mengantongi Rp 742 juta per tahun atau Rp 3. maka pasti ada yang mendapat kerugian.000. dana insentif pembahasan RUU dan honor uji kelayakan RUU. maka Demokrat akan mendapat gratis keuntungan materi terbesar yakni senilai Rp 111 miliar dari gaji 30 anggota DPR “mark-up” selama 5 tahun.714.000 37.800. maka seorang anggota DPR yang suka pembolos pun mengantongi Rp 742 juta per tahun.200. Maka nilai keputusan ini secara materiil bernilai 66 kursi * Rp 3. Namun dalam perhitungan ini.000 1.000 Dari tabel di atas.Tunjangan Pengawasan Dana Kehormatan Total Rutin Bulanan Pendapatan Agenda Tahunan Dana penyerapan (reses) 4X Gaji ke-13 (Juni) Dana Legislasi per UU (40 UU) Dana insentf RUU dan Honor Uji RUU Total Non Rutin Bulanan Pendapatan Jabatan *) Ketua/Wakil Ketua Komisi Ketua Panja RUU Tunjangan Studi LN Pendapatan Total Per Tahun Pendapatan Total 1 Periode (5 tahun) 2.4 miliar Ro 66. Dari dua jenis sumber pendapatan.7 miliar untuk 5 tahun. PDIP 16 kursi dan PKB 2 kursi. tapi saya hanya ambil ada 40 UU tiap tahun). bila keputusan MA diberlakukan maka ada 66 kursi yang akan mengalami perubahan yang mana Demokrat akan dimark-up 30 kursi.000 15.7 miliar = Rp 244 miliar.472. ketua hak angket dll.900. Dan berdasarkan perhitungan Cetro. Dan bagi mereka yang menjabat wakil/ketua komisi.4 miliar Rp 7.150. Partai Demokrat Golkar PDIP PKB Kursi (+) 30 18 16 2 Aliran Gaji 5 Tahun Rp 111.000 45.000 16.400.000 Rp 3.000 16. dana legislasi UU (tahun 2008 ada 55 UU.000 545. anggota DPR tersebut dapat mengantongi Rp 1 miliar per tahun.400.872.456.9 miliar Rp 59.400.100.000 197. Angka ini belum ditambah pendapatan agenda tahunan yakni 4 kali dana reses.360.4 miliar Ada yang mendapat keuntungan.000 5.000.000 Per Term 31. dapat kita perhatikan bahwa seorang anggota DPR yang malas (jarang hadir di rapat) akan tetap mengantongi gaji Rp 45.000 40.500. Golkar 18 kursi. ketua panja.000 Rp 742.000 53.000 0 0 0 25. Dari keputusan ini.4 juta per bulan.000.000. gaji ke-13.000 Tahun 126. Sementara 3 partai lainnya dapat Anda lihat dibawah ini.

378 PPP 5.532 PKS 8. Gerindra (3 kursi).4 miliar Rp 59.452 Gerindra 4.122 29 177. Partai Suara Nasional Kursi “Harga” Kursi Demokrat 21. PDIP (10 kursi). PKS (8 kursi).214 21 263.533. PPP (5 kursi). Analisis Kemungkinan di Balik Keputusan MA Keputusan MA yang sangat tergesa-gesa dalam mengadili keputusan KPU dan bahkan ditemukan kesalahan dokumen tergugat yang menyebut Komisi Pemilihan Umum sebagai Komisi Penyiaran Indonesia menimbulkan tanda tanya besar saya.406 10 464. Hanura harus mengumpulkan rata-rata 653 ribu suara. Artinya.573 Golkar 15.6 miliar Rp 26 miliar Untuk partai yang dirugikan.812 Dengan berlakunya keputusan MA atas sistem perhitungan kursi DPR.486 PKB 5. sementara Demokrat dan Golkar dengan mudah memperoleh sebuah kursi dengan berbekal 120 ribu. . jumlah kerugian tersebar merata seperti Gerindra.870 6 653. sementara Golkar dan Demokrat akan memperoleh 11 kursi di DPR.137 180 120.Partai Gerindra PPP PAN Hanura PKS Kursi (-) 16 16 15 12 7 Aliran Gaji 5 Tahun Rp 59. Bayangkan untuk mendapat sebuah kursi di DPR.641 Hanura 3.4 miliar disusul PAN. dengan perolehan suara yang sama (misalnya 135 ribu) oleh masing-masing partai.4 miliar Rp 55.600. Perbandingan yang digunakan adalah jumlah suara terhadap BPP. Standar BPP atau bilangan pembagi pemilih menjadi syarat utama keadilan suara yang diterima oleh setiap partai.955 50 164.139 PAN 6. yang menjadi referensi utama adalah BPP yang telah memasukkan kriteria sedikit lebih adil. Mari kita cermatin persfektif keadilan secara general (asumsi tidak 100% tepat) kursi DPR terhadap perolehan suara nasional partai tersebut.206.302 PDIP 14.254.922. PPP yang masing-masing dirugikan Rp 59. MA yang mendesak agar membatalkan keputusan kursi DPR yang ditetapkan KPU dengan paradigma bahwa keadilan kursi ditinjau dari perbandingan suara partai kecil terhadap suara partai besar merupakan perbandingan yang saya kira salah alamat.703. dan bukan jumlah suara suatu partai menengah terhadap suara partai yang memperoleh suara terbesar.146.646. maka Hanura hanya mendapat 2 kursi.580 28 223.037.091 111 131. maka secara substansi dan keadilan. Hanura dan PKS.757 125 120. Padahal. PKB (8 kursi). keputusan tersebut MA yang harusnya adil menciptakan distorsi ketidakadilan dengan menciptakan disparitas yang tinggi.7 miliar Rp 44.

maka selamat datang kembali “hukum orba” di negeri ini! Selamat tinggal keadilan dan kebenaran hukum bagi rakyat Indonesia.89 persen).Indonesia Corruption Watch menyatakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada 2009 ini menempati urutan pertama pejabat yang menjadi tersangka korupsi. Menurut data ICW. BUMN. dan Kepala Daerah seperti Gubernur. dan BPK. Jika tidak…. Setelah itu disusul oleh pejabat departemen. ketakutan atau ketidaktahuan?? Semoga prasangka saya tidak benar. Kamis 27 Agustus 2009. prosesntase sebaran tersangkanya hanya dibawah 10 persen. Dewan Gubernur.68 persen). ada apa dibalik itu semua? Mengapa MA justru mengabulkan gugatan dari caleg Partai Demokrat. anggota DPR/DPRD yang menjadi tersangka atau terpidana korupsi sebanyak 18. dan pembentukan kelas baru. tapi menolak gugatan dari caleg PDIP padahal sebagian besar materi gugatan adalah sama? Salah satu menjadi tolak ukur adalah dengan dimenangkannya gugatan materi caleg dari Demokrat. Walikota (12. Aparat Hukum. Bayangkan saja. Suap dan pemerasan merupakan lapis korupsi pertama." kata peneliti ICW Febri Diansyah dalam seminar bertajuk 'Mengkaji Modus Korupsi dan Upaya Pemberantasannya' di DPD RI. kronisme. "Kasus suap yang paling banyak menjadi modus korupsi.95 persen. Paling berbahaya . maka partai Demokrat akan mendapat keuntungan materiil sebesar Rp 111 miliar dari 30 anggota dewan tambahannya. Angka ini belum termasuk keuntungan kekuatan politik di parlemen untuk menguasai dan membuat berbagai aturan yang akan menguntungkan partai dan kekuasaannya. Kemudian disusul oleh Pejabat Eselon/pimpro (17. Sisanya ada pejabat di level Komisi Negara. Hanya omong kosong merayakan 17 Agustus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan apalagi tidak ada keadilan hukum serta perlakuan diskriminatif dari aparat hukum! Salam Perubahan. Jakarta.63 persen). Bupati. Bisa berlanjut kepada tahap berikutnya yaitu nepotisme.Apakah majelis hakim di MA tidak bisa melihat hal ini? Apakah MA tidak bisa mengambil nilai filosifis dibalik sebuah Undang-Undang khususnya UU 10/2008? Lalu. Duta besar/pejabat konsulat/imigrasi (13. Bagaimana keadilan demokrasi bisa memberi ‘kursi korup” sebesar 25%??? Ataukah keputusan Majelis hakim MA sarat dengan perilaku korup? Mungkinkah majelis hakim MA mendapat kucuran sekian persen keuntungan materiil Demokrat sebesar Rp 111 miliar? Ataukah hakim-hakim MA ini bermental kolusi. namun di mark-up secara legal menjadi 74% di DPR (416 dari 560 kursi). 27 Juli 2009 VIVAnews . suara nasional dari Demokrat+Golkar+PDIP yang hanya 49%.

tadi malam seraya menambahkan bahwa penyidikan kasus tersebut dapat melebihi 100 kasus hingga Agustus ini. Selain itu RUU Pengadilan harus segera disahkan. “Kami telah melakukan penyidikan terhadap 81 kasus dan penuntutan terhadap 12 kasus dan berhasil menyelamatkan uang negara senilai Rp76. tawaran strategis ICW dalam pemberantasan korupsi adalah dengan mempertahankan KPK yang sudah eksis dan mampu melakukan penyidikan sekaligus penuntutan. Mereka hanya memikirkan perut mereka sendiri tanpa memikirkan nasib rakyat yang mereka bawa untuk menaikkan popularitas saat mereka melakukan kampanye. yaitu jejaring. . Menurut Febri.9 miliar. "Jika tidak ada pengadilan korupsi sama saja kita tidak memberantas sebab di pengadilan umum kan banyak yang diputus bebas." kata Febri. Dipenghujung kalimatnya. Maka dari itu. Babul sedikit curhat mengenai kondisi para koleganya di Kejagung." ujar Babul. Ia berjanji pihaknya akan merilis nama-nama yang terlibat korupsi selama satu semester ini. Semakin terlihat bahwa anggota dewan kita tidak bermoral dan tidak bermanah terhadap rakyat.adalah lapis korupsi tingkat ketiga . Data Kejaksaan Agung mengungkapkan bahwa 75 persen dari 81 kasus korupsi melibatkan pejabat dan anggota dewan. meski tidak seluruhnya. jejaring ini yang mengakibatkan korupsi amat potensial dilakukan secara masal dan besar-besaran. emakin hari kelakuan anggota dewan semakin memperihatinkan. Kapuspenkum Kejagung Babul Khoir Harahap mengatakan berdasrkan data yang sudah dilaksanakan selama kurun waktu Januari sampai Juni 2010.

Agus Gumiwang Kartasasmita. Masa Sidang II (4 Januari-5 Maret 2010) sebanyak 10 kali persidangan: 1. Gondo Radityo Gambiro. Nusyirwan Soejono (Fraksi PDI Perjuangan). Masa Sidang III (5 April 2010-18 Juni 2010) sebanyak 9 kali persidangan: 1. mereka hanya sanggup memakan uang rakyat tetapi tidak mampu membela nasib rakyat Indonesia. Agus Sulistiyono (Fraksi PKB) — Tak hadir tanpa keterangan: 4 kali 3. jika anak sekolah saja dikeluarkan karena sering membolos mengapa anggota dewan tidak?seharusnya mereka dipecat dari anggota dewan karena tidak amanah terhadap rakyat Indonesia. Nurcahyo Anggoro Jati (keduanya dari Fraksi Partai Demokrat).Anggota DPR bolos Makin banyak anggota dewan yang bolos ketika rapat yang menetukan nasib rakyat Indonesia dengan alasan yang tidak jelas. Abdul Kadir Karding (keduanya Fraksi PKB) – Semua tak hadir tanpa keterangan: 4 kali . Ibnu Munzir (keduanya Fraksi Partai Golkar). Abdul Malik Haramain. Jeffrie Geovanie (Fraksi Partai Golkar)– Tak hadir tanpa keterangan: 6 kali 2. Inilah daftar anggota yang paling bolos (sumber :tempo) : A. Ratu Munawaroh (Fraksi PAN) — Tak hadir tanpa keterangan: 9 kali 2. Nur Cahyo Anggorojati (Fraksi Partai Demokrat) – Tak hadir tanpa keterangan: 5 kali 3. Arif Wibowo (keduanya Fraksi PDI Perjuangan). Akbar Faizal (keduanya dari Fraksi Hanura). dan Ahmad Dese Sere (Fraksi PPP) — Semua tak hadir tanpa keterangan: 3 kali B. Ferdinand Sampurna Jaya. Alexander Litay.

ketika seluruh rakyat Indonesia bahkan seluruh rakyat didunia menyaksikan jalannya sidang yang diputuskan untuk arah nasib rakyat indonesia yang lebih baik sebagia anggota dewan malah tertidur pulas. Lihat saja keadaan ruang sidang anggota dewan. sungguh benar-benar hal yang memalukan dan memprihatinkan bagi bangsa Indonesia. Jika anggota dewan dipilih oleh rakyat maka sepantasnyalah rakyat juga berhak untuk memberhentikan wakilnya yang tidak amanah. serta korupsi. . tidur. sehingga sidang pun minim interupsi.Anggota dpr tidur Yang lebih mengecewakan banyak anggota dewan yang tertidur saat sidang. Maka tidak heran jika rakyat tidak peduli lagi dengan pemerintah khususnya pada anggota dewan yang bisanya hanya mencaci maki. sungguh bejat sekali para anggota dewan tersebut. minta tunjangan.

Sarjan Taher Fraksi Partai Demokrat ditahan KPK dalam kasus dugaan korupsi alih fungsi hutan bakau menjadi Pelabuhan Tanjung Api Api di Kabupaten Banyuasin. Ia ditangkap KPK bersama Darmawati. Kasus yang menimpa AHD ini sejalan dengan Survei korupsi yang dilansir Transparency Internasional Indonesia menyebutkan. studi banding ke luar negeri. pemekaran wilayah. pegawai negeri sipil Bagian Tata Usaha Direktorat Jendral Perhubungan Laut Departemen Perhubungan. dan dari tangannya disita oleh KPK sejumlah uang yang diduga hasil suap. Kenyataan ini memang pahit buat masyarakat Sulsel karena dari sebagian banyak anggota dewan. Sumatra Selatan dan Yusuf Amir Faisal. Belum usai deklarasi Antikorupsi di Gedung Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) 29 Februari lalu. mantan Ketua Komisi IV. Sebagai orang Sulsel. politisa dari daerah ini memiki jumlah terbanya. Namun.Sungguh mulia niat partai politik untuk menyatakan perang terhadap korupsi dan segalam macam yang merugikan negara. tentunya merasa terpukul dengan kejadian ini. Jadi ada benarnya juga jika setiap bupati yang ingin meloloskan proyek untuk daerahnya mesti menyiapkan minimal 500 juta untuk dana awal demi kebagian ‘kue’. persiapan rapat dengar pendapat dengan BUMN atau instansi swasta. Fraksi FKB karena terlibat dalam kasus alih fungsi hutan lindung Tanjung Api-Api. meruntuhkan kepercayaan masyarakat dan membangun sikap pesimistik terhadap para wakilnya di DPR ataupun calon anggota dewan yang bertarung pada pemilu april 2009 mendatang. atau proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and propert test) pejabat public. kunjungan kerja ke suatu tempat atau daerah. penanganan kasus. Politisi asal Sulsel Abdul Hadi Jamal (AHD) dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) kembali berurusan dengan KPK. . pembahasan anggaran. Biasanya hal ini terjadi ketika pembahasan rancangan undang-undang. Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat sedikitnya ada 10 legislator di Senayan yang sedang tersandung kasus korupsi. Pasalnya ini terkait dengan harkat dan martabat masyarakat Sulsel yang terkenal dengan budaya siri na pacce dan sangat menjunjung nilai budaya itu sebagai norma yang mengikat dalam sendi-sendi kehidupan. Sebelumnya seperti Hamka Yandhu dari Fraksi Partai Golkar bermasalah akibat aliran dana Bank Indonesia. niat mulia tersebut belum sepenuhnya terinstalasi ke dalam jiwa setiap anggota partai. pengam bilan suatu kebijakan oleh DPR atau komisi. Penangkapan AHD ini menambah catatan politisi asal Sulsel di DPR yang berurusan dengan KPK. Tapi hal ini mampu membangun kesadaran masyarakat jika di gedung DPR tersebut masih terjadi praktek suap menyuap. Fenomena Suap Korupsi yang terjadi di DPR sudah menjadi cerita biasa dan terjadi secara tidak langsung melalui modus opereandi yang sangat rapi. Kejadian ini tentunya mencoreng institusi lembaga legislatif. parlemen dan partai politik adalah lembaga paling korup sejak dua tahun berturut-turut.Begitupula dengan tender proyek yang melibatkan pengusaha dan uang milyaran rupiah masuk ke kantong pribadi anggota dewan. Kemudian wakil rakyat yang duduk di dewan sekarang ini tak semuanya bersih dan belum mampu memaknai budaya lokal sebagai salah satu prinsip hidup. Sumatra Selatan.

Sementara itu dari data ICW disebutkan terdapat 1. di DPR. Kapolri.” jelas Bambang.437 anggota DPRD dari seluruh Indonesia telah diproses hukum akibat kasus korupsi. Mabes Polri. “Apabila ada oknum penyidik Polri baik dari tingkat Polsek sampai Mabes Polri yang terlibat kasus mafia peradilan. Rabu (18/11). Hal tersebut ditegaskan Benny saat memimpin Rapat Kerja antara Komisi III DPR dengan KPK. dan Kejaksaan Agung untuk berkoordinasi dalam memberantas korupsi di Indonesia. Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri menjelaskan. Data ini sungguh membuat ironis karena negara masih belum stabil akibat krisis berkepanjangan. Ketiag instansi penegak hukum tersebut juga diminta untuk membuat kerjasama teknis dalam melakukan penegakan hukum. maka yang akan tertawa lebar adalah para koruptor. Hal tersebut menurut Bambang dapat dilihat dari adanya beberapa kesepakatan yang telah ditanda tangani oleh pimpinan masingmasing institusi dalam menangani kasus korupsi. Padahal Isu pemberantasan korupsi yang jadi semangat reformasi 1998 dalam menumbangkan kepemimpinan orde baru yang korup. karena itu harus ada koordinasi yang baik diantara ketiga lembaga ini untuk sama-sama memberantas korupsi. pemberantasan korupsi merupakan agenda 100 hari Polri. Sementara rakyat jelata makin miskin dan tak berdaya dengan tingginya biaya sosial. “Jangan lembaga hukum kita berkelahi. dan KPK dalam pengambilan tindakan terhadap tersangka korupsi.Lain halnya dengan Badan Kehormatan (BK) DPR yang merilis 70 orang anggota dewan yang yang diadukan masyarakat karena terlibat kasusu hukum sejak Desember 2005Juni 2007 (ICW).” tegas Benny. harus ada sebuah system koordinasi penegakan hukum di ketiga instansi penegak hukum Indonesia. Sebab prilaku para wakil rakyat tetap saja melakukan praktek haram tersebut. Benny Kabur Harman (F-PD) meminta ketiga institusi hukum yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Benny beranggapan. dan Jaksa Agung. Ketua Komisi III DPR RI. Gayus mengatakan. Polri. Hal yang sama diungkapkan oleh Anggota Komisi III DPR Gayus Lumbuun (F-PDIP). sementara para koruptor bebas berkeliaran di mana-mana. “Jika terjadi konflik diantara ketiga instansi penegak hukum kita. Kapolri.” ujar Gayus. Pihak Polri juga telah melakukan kerjasama dengan pihak Kejaksaan Agung dan KPK dalam rangka pemberantasan korupsi di Indonesia. Namun itu ternyata hanya jargon dan mimpi belaka. . akan kami tindak. di mata masyarakat terdapat pernyataan yang menyatakan bahwa ada ketidaksamaan antara Kejaksaan Agung. Polri juga tidak segan-segan untuk menindak oknum penyidik polri yang terbukti terlibat dalam mafia peradilan.

pihaknya telah menandatangani pakta kerjasama dengan pihak Mabes Polri dan KPK seperti penanganan tindak pidana korupsi dengan gelar perkara. Aksi saling klaim keberhasilan sepihak dengan mengabaikan dukungan kerja keras dari pihak (tim) serta membom-bardir data-data yang didesain sedemikian rupa. serat melakukan pertemuan dengan pimpinan KPK secara periodik. karena para penyidik KPK berasal dari kedua institusi tersebut. mengatakan.Sementara itu. mana pilihan yang tepat pada 9 April mendatang. dalam penjelasannya kepada Komisi III DPR. Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean. yang menjadi preman pasar . Jaksa Agung Hendarman Supanji dalam Raker tersebut mengatakan. Meskipun mereka orang-orang yang dianggap besar dalam kekuasaan. Partai-partai yang menang dalam Pemilu 2004. berbagai upaya publikasi tidak mendidik dilancarkan partai-partai besar. dalam memberantas korupsi. Kejaksaan Agung telah melakukan pembaharuan birokrasi yang tidak akan dimasuki oleh mafia peradilan. Agar kekuasaan mereka di legislatif tetap eksis hingga 2014. yang mengantor di Senayan dan telah menikmati berbagai fasilitas uang rakyat selama ini. Hendarman menjelaskan. Sedangkan mengenai koordinasi. baru muncul seolah-olah “malaikat penyelamat” menjelang Pemilu. Inikah hal yang dianggap “positif” oleh partai besar yang perlu ditiru oleh masyarakat kita? Masih segar diingatan bagaimana anggota dewan terhormat kita di Senayan yang sering bolos dikala sidang. yang sering ngawur ketika membahas agenda rapat. Kejaksaan Agung juga telah melakukan langkah-langkah kongkrit berupa pengawasan melekat & fungsional terhadap sumber daya manusia di lingkungan Kejaksaan Agung. KPK juga akan memperkuat pengawasan internal agar para penyidik KPK tidak terlibat kasus mafia peradilan. sebenarnya KPK sudah berkoordinasi dengan pihak Mabes Polri dan Kejaksaan Agung dalam rangka pemberantasan korupsi.(ol) Membludaknya partai yang ikut dalam Pemilu 2009 dengan janjijanji dan iklan-iklan yang mengelitik sel saraf untuk mencerna secara cerdas membuat masyarakat akan semakin binggung. sehingga masyarakat kecil tertipu bahkan menjadi objek eksploitasi. namun sikap dan sifat mereka bak anak TK di hutan rimba.

para politisi negeri ini tidak memiliki mental mengakui kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan pada rakyat. maka selama 1 periode. pranata sosial maupun ekonomi hidup. biaya legislasi UU yang menyedot uang pajak rakyat. karena para “toke” atau bos perusahaan tersebut (BUMI Resource) dimiliki oleh lingkaran . Setelah menjabat 1 periode (5 tahun). biaya komunikasi. maka data-data dan objektivitas masyarakatlah yang dapat mematahkan “keberhasilan. kehebatan. Ditengah kemiskinan masyarakat yang tidak kunjung berkurang (bahkan jumlahnya meningkat). kepemimpinan” yang dikatakan tanpa cacat. Kita dapat mengira-ngira. Namun. akses administrasi. tidak lain tidak bukan adalah “rupiah” ataupun ketenaran. Baik di Senayan maupun di Istana. mengapa begitu besarnya tendesius orang-orang untuk menjadi caleg baik di DPR maupun DPRD akhir-akhir ini meskipun mereka belum memiliki cukup kapasitas sebagai dewan yang terhormat. Jika mereka cukup berhemat dan menyetor 10-15% penghasilan mereka ke partai. maka agunan si rakyat tersebut langsung disita. biaya aspirasi ditambah gaji pokok.4 miliar rupiah. anggota dewan tega meminta (menerima) uang gratifikasi dan tambahan gaji. biaya perjalanan. biaya rapat.berdasi ketika berurusan anggaran negara dan daerah. Ketika rakyat kecil berhutang di Bank dan telat membayar bunga dan cicilan utang. akan menjadi miliarder-miliarder baru. Seorang dewan yang harusnya bisa merasakan penderitaaan rakyat karena berbagai kesulitan ekonomi. sosial. kini tampaknya “jauh api dari panggangan”. maka kekayaan mereka tetap meningkat minimal 1 miliar rupiah. semakin memberkikan jarak pisah baik secara psikologis. kesucian. Dengan penghasilan rata-rata di atas 40-an juta per bulan. Saya tidak akan memaparkan bagaimana perasaan sebagian besar rakyat Indonesia melihat skandal dan pelecehan oleh perusahaanperusahan tambang Batubara (sebagiannya milik Menko Kesra Kabinet SBY-JK) kepada konstitusi RI dengan tidak membayar pajak (royalti). masih meminta kenaikan tunjangan kesejahteraan. dan tidur dikala rapur. maka seorang dewan yang pemalas (hadir rapat) pun. minimal mereka mengantongi lebih 2. gaji. Disparitas antara kekayaan dan kemewahan hidup anggota DPR dengan rakyat.

Hmm……meskipun sampai saat ini. bagaimana skandal-skandal di istana luput dari pembersihan praktik Orba (KKN). Saleh Djasit (Golkar) : kasus pengadaan Damkar * Hamka Yandhu (Golkar) : kasus aliran dana BI * Agus Condro (PDI-P) : kasus uang gratifikasi BI * Sarjan Taher (Partai Demokrat) : kasus alih fungsi hutan * Al-Amin Nasution (PPP) : kasus alih fungsi hutan * Yusuf Emir Faishal (PKB) : kasus alih fungsi hutan * Bulyan Royan (Partai Bintang Reformasi) :kasus pengadaan kapal Dephub * Antony Zeidra Abidin (Golkar) : kasus aliran dana BI * Adiwarsita Adinegoro (Golkar) : kasus dana kehutanan * Abdul Hadi (PAN) : tersangka kasus korupsi pembangunan daerah tertinggal Skandal Seks. Kasus Korupsi Senayan (Terbukti) * H. suasana adem-adem saja. Kekerasan. Dharmono K Lawi (PDI-P) : Mantan buronan kasus pidana .dalam pemerintah (Bakrie Brothers). Pelecehan. bagi saya fenomena ini bak Petir di tengah hari bolong. lebih lembut dari kain sutra oleh “Bapak Antikorupsi” SBY. maka hal ini dapat ditolerir dengan sangat lembut sekali. Data-Data Referensi Data-data ini saya kutip dari berbagai media massa online yang memberitakan perilaku korup dan skandal seks yang harusnya tidak dilakukan orang-orang terhormat yang terpilih langsung melalui mekanisme partai dan pemilu. dan yang Bermasalah (tersangka) * M Yahya Zaini (Golkar) : Skandal seks dan selingkuh dengan Maria Eva * Max Moein (Partai PDI P) : Skandal Seks dan Foto Syur * H.

Sayang.5 miliar. dan pernah merampas kamera yang digunakan satpam keamanan di kawasan perkantoran Penutup Untuk mengakhiri topik ini.korupsi APBD Banten dan akhir ditangkap Kejagung * Theo Syafei (PDI-P) : Pernah terjerat kasus korupsi di tahun 2002. suap. KPK belum berhasil mengungkap pengakuan Agus Condro yang mengaku banyak anggota DPR di komisi IX yang menerima gratifikasi BI masingmasing 500 juta. dari kurang berempati dengan kesulitan hidup masyarakat hingga rajin bolos. tetapi bebas. “berhasil”. KPK masih belum menindaklanjuti kasus pelaporan Agus Condro yang mengatakan sebagian besar anggota Komisi IX menerima uang gratifikasi BI dengan total nilai korupsi Rp 31. kader Pak SBY-pun. Sampai saat ini (hampir 1/2 tahun). terdapat sekitar 40-an anggota dewan yang terdiri dari kader-kader tiap partai. ternyata hampir sebagian partai di DPR 2004-2009 berpenyakitan. . Saya jadi khawatir jika KPK masih tebang pilih kasus dalam upaya pemberantasan korupsi di negeri ini. Karena kita tahu bahwa dalam komisi IX DPR. Bahkan ironisnya. Sehingga apakah KPK memang kesulitan mengungkap kasus ini karena harus menghadapi banyak partai atau ADA APA INI? Melalui kejadian demi kejadian di Senayan. Dari data sementara yang saya himpun. hanya sebagian kecil partai yang sedikit bebas dari kasus korupsi (Namun masih belum bebas dari ketidakempatian anggota dewan atas kemiskinan rakyat yang ngotot mendesak kenaikan tunjangan dan gaji. sampai saat ini. dan terpilih kembali jadi anggota DPR periode 2004-2009 * Jaka Aryadipa Singgih (PDI-P) : Tersangka kriminal penyerangan/penyerobotan. dan pemerasan. yang tetap membolos rapat penting meskipun telah mendapat 40-an juta per bulan dari uang rakyat). “hebat” dan “bersih” dibanding yang lain. skandal seks. saya hanya berharap tulisan ini menjadi masukan kita untuk menjadi semakin cermat dan tidak begitu saja mempercayai iklan-iklan yang sok lebih “suci”.

uang. Saya hanya mencantumkan nama-nama politisi tersebut dari sumber-sumber online yang terpercaya (kompas. Pilihlah orang-orang yang berkompenten dalam pencalegan partai. atau kerabat.co. surya. pikiranrakyat. mediaindonesia. .com.Pak Sarjan Taher terlibat dalam korupsi alih fungsi hutan. waspada. Jangan sampai masyarakat terkecoh dan memilih caleg yang hanya mencari uang dan kekuasaan yang setelah terpilih. Mereka hanya bisa merintih dan seraya bekerja keras untuk dapat makan keesokan harinya. mereka lupa dan tanpa berhati perut tetap meminta kenaikan tunjangan dan sebagainya. dan media-media yang dapat dipercaya). Dan beranikah pemimpin negeir ini mengusut orang internalnya (ring dalam) yang telah memberikan dana kampanye di tahun 2004 yang jelas-jelas telah melecehkan hukum negara…. Artinya apa? Setiap partai di Indonesia masih sedang sakit. ditengah-tengah 40 juta orang miskin Indonesia diambang kekurangan gizi.7 miliar. Ismunarso yang tidak lain tidak bukan adalah Ketua DPC Partai Demokrat Situbondo yang tersanjung kasus korupsi merugikan negara Rp 45. lebih baik perbaiki dulu mental dan tabiat buruk caleg-caleg yang bermasalah. Belum lagi kasus Bupati Situbondo.id. silahkan Anda mengecek di Google. kelas pembuat kebijakan yang merugikan masyarakat dalam jangka panjang. kesehatan bahkan kematian. belum ada apa-apa jika dibanding skandal BLBI. dan skandal UU titipan kepentingan Amerika dan kroninya. skandal royalti batubara. Inilah yang luput dari perhatian besar para wakil rakyat di daerah (DPRD) maupun DPR ketika mereka telah berkuasa dan mendapat puluhan juta meskipun sering bolos rapat. masih kelas anak kakap atau bahkan teri. hanya saja apakah pemimpin partai dan kader-kader partai memiliki komitmen untuk menberangus kasus korupsi kelas kakap. detiknews. pendidikan. Al Amin Nasution.? Sebelum partai-partai asyik berjanji ria di iklan. bukan popularitas (sekadar tampang). Untuk mengecek validitas data. Kasus korupsi Bulyan Royan. inilah. tempointeraktif.

Pansel KPK Punya Trik Ketahui Calon Titipan Koruptor Corruptor fight back! Istilah itu marak setelah sejumlah tersangka korupsi melakukan perlawanan untuk melemahkan lembaga antikorupsi melalui gugatan ke pengadilan. Rhenald pun menjamin pihaknya tidak akan kecolongan. Cikini. “Tentunya. dengan demikian ada kekosongan di tubuh pimpinan KPK. Dengan tegas. Apakah pansel bermain atau tidak. Dalam hal ini.com/2009/03/05/daftaranggota-dpr-bermasalah-beserta-partainy Banyaknya pendaftar calon pimpinan KPK tidak menutup kemungkinan adanya calon titipan koruptor agar bisa mengendalikan lembaga pemberantas korupsi itu. maka Bibit dan Chandra menjadi tersangka. Presiden pun memberikan perhatian besar untuk calon pimpinan KPK. Sabtu (29/5/2010). Jakarta.” ujarnya dalam diskusi “Polemik” yang digelar Trijaya FM di Cikini. Staf Khusus Kepresidenan bidang hukum Denny Indrayana. “Jika praperadilan Anggodo dimenangkan. Menurut Denny. Menurut Denny. “Cirinya ada permainan uang di situ. Kini diendus. cirinya pun mudah dikenali. “Kami memiliki pengalaman dan pengetahuan.wordpress. pansel KPK sudah memiliki trik untuk menangkal calon yang diduga kuat titipan koruptor. dan saya pikir beban berat itu ada di pansel. Presiden secara pribadi punya preferensi.” tegas Rhenald usai acara diskusi “Polemik” Trijaya FM di Warung Daun. para koruptor bukan hanya melakukan perlawanan dari luar. tapi juga mencoba masuk ke dalam internal pimpinan KPK. KPK jilid ke dua ini punya tantangan yang sangat besar. Namun demikian. Dua pimpinan KPK itu sedang bermasalah terkait kasus Anggodo Widjojo. Anggota panitia seleksi pimpinan KPK. menolak calon pimpinan KPK titipan koruptor ini. Sabtu (29/5/2010). Ini yang paling penting di pansel.” ungkap Denny. yaitu kasus Bibit dan Chandra. . Untuk itu menjadi pimpinan KPK tidak cukup dengan keberanian saja.” jelasnya. Rhenald Kasali mengaku. Salah satunya melalui calon yang diduga titipan para koruptor. tetapi saya tidak tahu siapa preferensi beliau. dirinya tidak tutup mata akan hal tersebut. Karena preferensi presiden pun tidak bisa menentukan lolosnya di DPR.Sumber : http://nusantaranews.

korupsi. penuntutan. penyidikan. keberadaan dua institusi ini juga tidak mengurangi praktek menyimpang yang dilakukan oleh oknum kejaksaan. Dalam sejarahnya. bahkan sudah menjadi rahasia umum. 02 Juli 2008 | 17:24 WIB Bukti rekaman antara Artalyta Suryani dan pejabat tinggi Kejaksaan Agung yang diperdengarkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi sungguh memukul dan membuat kecewa seluruh jajaran korps Adhiyaksa. Terungkapnya praktek mafia peradilan di atas cukup memberikan penilaian bahwa institusi penegak hukum. Wacana mengenai adanya calon pimpinan KPK titipan koruptor dilontarkan pertama kali oleh Sekretaris Satgas Antimafia Hukum. Ibarat kapal. Pengalihan tahanan. khususnya kejaksaan. Denny Indrayana. khususnya di kejaksaan. tapi kami akan mempelajari mereka bahkan menelpon orang yang kenal dengan calon untuk diketahui bagaimana latar belakangnya. penggelapan dan penghentian perkara. “Rekam jejak bukan hanya tertulis. posisinya dapat dikatakan hampir tenggelam. Hasil penelitian Indonesia Corruption Watch (ICW) pada 2001-2002 mengenai pola-pola korupsi di lingkungan peradilan. pengalihan dari perkara pidana menjadi perkara perdata. Terungkapnya praktek korupsi ini kenyataannya berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap kejaksaan ke tingkat yang paling rendah. praktek korupsi di tubuh kejaksaan bukanlah hal baru. Padahal sejauh ini ada dua institusi yang khusus mengawasi perilaku dan kinerja jaksa. [okezone] Membersihkan Korupsi Kejaksaan Rabu. Meskipun demikian. penghilangan barang bukti. hingga eksekusi suatu perkara. Hal ini terbukti dari semakin meningkatnya laporan masyarakat mengenai perilaku jaksa yang menyimpang tersebut. dan pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa biasanya terjadi pada proses penyelidikan. memiliki permasalahan besar dengan sistem integritasnya. dan penundaan eksekusi merupakan pola yang umum dilakukan oleh oknum jaksa yang tidak bertanggung jawab. Institusi kejaksaan saat ini mengalami krisis kepercayaan.Salah satu cara yang akan dilakukan pansel adalah dengan menelusuri rekam jejak calon yang diduga titipan koruptor tersebut. Penelitian ICW di enam kota besar di Indonesia menemukan bahwa praktek kolusi. Komisi Kejaksaan sejak 1 Januari hingga 14 Desember 2007 menerima 422 laporan .” urai Rhenald. Dia menaruh kecurigaan ada beberapa calon yang sebenarnya ingin melemahkan posisi KPK. negosiasi dakwaan dan tuntutan. yaitu Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan dan Komisi Kejaksaan. memperkuat pendapat bahwa korupsi di kejaksaan bukan isapan jempol belaka.

sangat langka kasus yang berlanjut ke proses hukum. laporan masyarakat yang masuk ke Komisi Kejaksaan sebanyak 398. Total jaksa yang diberi sanksi pada 2007 adalah 89 jaksa yang terdiri atas 25 orang dijatuhi sanksi ringan. Ironisnya. saat ini baru jaksa Cecep dan Burdju yang telah diproses hingga ke pengadilan dan akhirnya dijatuhi vonis bersalah oleh hakim. 51 jaksa dijatuhi sanksi sedang berupa sanksi administrasi. Meski hasil pemeriksaan menyatakan terbukti adanya pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa tersebut. pada akhirnya tidak memberikan efek kejut (shock therapy) bagi jaksa-jaksa nakal lainnya. Pemberian sanksinya juga terbatas hanya bersifat administratif. Tindakan pemeriksaan yang dilakukan oleh kalangan internal kejaksaan. kedua orang ini dapat kembali berdinas di lingkungan kejaksaan. yang diteruskan ke Jaksa Agung sebanyak 204 laporan. gaji. meski dengan kategori berat berupa pencopotan jabatan. hingga pemberhentian secara tidak hormat. Pada 2006.masyarakat tentang kinerja dan perilaku jaksa. Ketiga. Jumlah yang masuk pada 2007 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Dari laporan tersebut. Jika sanksinya hanya mutasi. Selain karena faktor kesejahteraan jaksa yang rendah. khususnya melakukan korupsi. dan 13 jaksa dikenai sanksi berat seperti penurunan pangkat. penjatuhan sanksi administratif terhadap jaksa-jaksa yang dinilai bermasalah. Dalam pantauan ICW selama 2005-2007. khususnya yang melibatkan jaksa. sebanyak 202 laporan dilanjutkan ke Jaksa Agung. sering kali terjadi praktek kolusi dalam proses pemeriksaan sehingga melahirkan kesimpulan dugaan penyimpangan tak terbukti. kenyataannya persoalan korupsi di jajaran kejaksaan tetap saja tak kunjung usai. hingga non-job dan penurunan pangkat serta penundaan kenaikan gaji. Dapat dipastikan akan selalu muncul oknum-oknum jaksa yang kembali melakukan tindakan serupa di masa yang akan datang. mutasi. Tindakan yang tidak tegas dari pimpinan kejaksaan juga akan melahirkan aktor-aktor korupsi baru di lingkungan kejaksaan. yang disayangkan hanya sebatas pada pemeriksaan ada atau tidak adanya pelanggaran kode etik atau disiplin pegawai negeri sipil. meskipun perlu mendapat respons positif. Terdapat kondisi di mana adanya keengganan (ewuh pakewuh) di kalangan jaksa untuk memeriksa sesama rekan seprofesi dan semangat untuk melindungi korps (espirit de corps) yang berlebihan. Hal demikian dapat dilihat dari sejumlah dugaan pemerasan atau gratifikasi yang dilakukan oleh oknum jaksa. jaksa yang bersangkutan justru akan menerbitkan bibit penyakit (epidemi) korupsi baru di daerah yang ditempati. Dari jumlah tersebut. Artinya. Kedua. terdapat beberapa faktor lain yang menyebabkan kalangan internal kejaksaan gagal menyelesaikan persoalan korupsi yang dilakukan oleh oknum jaksa. persoalan kultural. setelah menjalani masa tahanan selama 2 tahun. Pertama. Meski sudah ada tindakan yang diambil. dari 10 kasus suap yang melibatkan oknum jaksa. apabila dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian pengawasan ditemukan adanya indikasi . Pada sisi lain. sanksi tersebut tidak akan memutus mata rantai praktek mafia peradilan. Harusnya ada sinergi antara bidang pengawasan dan bidang pidana khusus di lingkungan kejaksaan.

Fadil. dan komitmen dalam pemberantasan korupsi. Selanjutnya. khususnya memperbaiki mekanisme pengawasan dan penjatuhan sanksi disiplin bagi jaksa yang dinilai bermasalah. dan jaksa Ika Syafitri tergabung dalam jaksa penuntut (P16A) dalam berkas perkara Gayus. Ketua Tim 9 yang memeriksa rentut ganda Gayus Tambunan yang juga inspektur pada Pidum Kejaksaan Agung. keberanian. dalam jumpa pers yang digelar pada Rabu di Jakarta menyatakan. Cirus. Pernyataan Presiden ini sesungguhnya memberikan kewenangan penuh bagi Jaksa Agung untuk membersihkan jaksa-jaksa nakal di seluruh jajaran kejaksaan. hal yang harus dilakukan oleh Jaksa Agung adalah berani bertindak tegas untuk meminimalkan praktek korupsi di lingkungan kejaksaan. Upaya pembersihan dan menyelamatkan institusi kejaksaan saat ini sudah tidak dapat ditawar lagi dan harus segera dilakukan. 28 Oktober 2010 12:13:21 | Berita | (70 view) JAKARTA (Suara Karya): Setelah terombang-ambing tidak menentu. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri dalam amanat memperingati Hari Adhyaksa pada 2006 bahkan telah memerintahkan Jaksa Agung agar tidak segan-segan menindak tegas sesuai dengan hukum tanpa diskriminasi terhadap oknum-oknum jaksa yang tidak terpuji dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. melindungi jaksa-jaksa nakal hingga berdampak negatif sebagai "pelindung jaksa nakal". akhirnya Kejaksaan Agung mengakui bahwa jaksa Cirus Sinaga dan jaksa Fadil Regan diduga terlibat dalam penyusunan rencana tuntutan (rentut) ganda yang menyebabkan Gayus Tambunan divonis bebas. . Jika langkah tegas tidak juga dilakukan. sebaiknya Presiden SBY perlu mempertimbangkan untuk mencopot Jaksa Agung Hendarman Supandji dan menggantinya dengan orang yang memiliki integritas. anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch Kejagung Kehilangan Kepercayaan Kamis. Bukan sebaliknya. Kejaksaan Agung (Kejagung) akan menyerahkan kasus pemalsuan rentut yang diduga dilakukan dua orang jaksa dan Haposan Hutagalung itu ke pihak kepolisian. hal ini seharusnya ditindaklanjuti oleh bagian pidana khusus untuk memproses secara pidana. Dalam rangka memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan dan membersihkan dari oknum-oknum jaksa yang tidak bertanggung jawab. Emerson Yuntho. Persoalannya adalah apakah Jaksa Agung punya keinginan kuat untuk membersihkan institusi kejaksaan dari praktek korupsi? Rentetan peristiwa suap atau pemerasan atau kolusi yang dilakukan oleh sejumlah oknum jaksa seharusnya dapat menjadi momentum bagi kejaksaan untuk memperbaiki diri.suap atau pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa. Widyo Pramono. kualitas.

yakni Plt Jaksa Agung Darmono dan Jampidsus M Amari perihal tindak lanjut penyelesaian perkara Bibit-Chandra. Atas temuan itu. padahal tidak lazim karena biasanya menggunakan ballpoint. Achmad Yani mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera melantik Jaksa Agung yang baru agar rivalitas di internal Kejaksaan Agung tidak berlarut-larut. B dihubungi oleh F yang merupakan anggota jaksa P16 perkara Gayus. tim akan melaporkan pemalsuan itu ke pihak berwenang karena ada dugaan pelanggaran Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP. Todung Mulya Lubis. Pohan Laspy memerintah stafnya. untuk mengirimkan faks juktut ke Kejati Banten. Hal itu sekaligus membuktikan bahwa Kejaksaan Agung tidak mampu menyelesaikan kasus yang menyita perhatian publik. Ketua Dewan Pengurus Transparency International Indonesia (TII). Surat Juktut Nomor 431 sanksi hukumannya dihapus yang semua satu tahun penjara menjadi 6 bulan masa percobaan. Jaksa F diperintahkan oleh C dan perintahnya untuk mengirim faks ke Kejari Jaksel. "Surat juktut yang palsu menggunakan sanksi hukuman untuk terdakwa narkoba Thio Ben Tjai. sehingga tidak lagi memedulikan kepentingan bangsa. menilai kondisi penegakan hukum di Indonesia. saat ini makin kehilangan kepercayaannya." katanya. Anggota Komisi II DPR Achmad Yani menyatakan. Sementara itu. Menurut Bambang. dari waktu pengiriman faksnya sama. rivalitas internal menuju kursi Jaksa Agung yang berlangsung begitu telanjang dan sarat intrik. B. Masing-masing kelompok berusaha saling menjatuhkan. F meminta staf TU di Kejari Jaksel untuk menyerahkan faks Jukut tersebut yang selanjutnya diserahkan kepada jaksa C. . Bambang Soesatyo." katanya. "Penulisan nomor surat pada R431 menggunakan spidol. Kemudian. Karena itu. Selanjutnya.Berdasarkan pemeriksaan tim. pengirimannya error dan B melaporkan hal itu ke Pohan. juga dalam kasus Bibit-Chandra dan sisminbakum. "Selanjutnya juktut bernomor R455 diserahkan ke H dan diserahkan ke Gayus. dugaan keterlibatan Cirus Sinaga dkk dalam kasus Gayus Tambunan. Pemalsunya H. Hal senada juga dikemukakan anggota Komisi III DPR lainnya. terutama terhadap Kejaksaan Agung. Kemudian. kasus itu berawal dari surat petunjuk penuntutan (juktut) tanggal 25 Februari 2010 yang memerintahkan kasubbag tata usaha bernama Emo untuk mengirimkan juktut ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. Todung menunjuk aksi saling bantah dua pejabat teras kejaksaan." katanya. menurut Widyo. "Sebelum dikirimkan ke Kejati Banten. kembali membuka tabir bahwa kejaksaan kerap "bermain-main" dengan kasus yang ditangani. Indikasi pemalsuan dalam rentut tersebut." katanya. Namun. terlihat dari Surat Juktut Nomor R431 dan R455.

Petisi ini.html?id=264956 Sumber : Suarakarya Online Masyarakat Sipil Sampaikan Petisi Minggu. Penurunan kepercayaan ini dilatarbelakangi oleh . serta sekitar 50 aktivis. "Kami meminta presiden SBY mencopot petinggi kepolisian yang terlibat praktek mafia peradilan dan rekayasa proses hukum. Imbasnya. Dalam pembacaan petisi ini. kepercayaan masyarakat terhadap jajaran kejaksaan pun akan menurun. Jakarta . proses penegakan hukum membutuhkan sikap yang tegas. menurutnya disusun berdasarkan keprihatinan para aktivis LSM dan masyarakat sipil terhadap semakin menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum ini. Padahal. pengacara Bibit S Rianto dan Chandra Hamzah. Minggu (22/). menurut Todung. Selamatkan Polri.Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat membacakan petisi berjudul "Kembalikan Negara Hukum. justru mencerminkan ketidakpastian hukum. Ia juga meminta kepada SBY untuk membenahi struktur Polri secara menyeluruh. Minggu (22/8). Jakarta.Sikap seperti itu. 22 Agustus 2010 | 17:37 WIB Besar Kecil Normal Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Masyarakat Koalisi Sipil Indonesia saat melakukan aksi damai di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Pembacaan petisi dilakukan oleh Taufik Basari. dan perorangan. pekerja profesional.com/news. Taufik meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengambil tindakan tegas dalam mereformasi Kepolisian Republik Indonesia. TEMPO/Eko Siswono Toyudho TEMPO Interaktif." di halaman gedung Mahkamah Konstitusi. Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia (TII) Teten Masduki menengarai adanya masalah internal yang kompleks di Kejaksaan Agung.suarakarya-online." ujarnya. Todung menilai sikap seperti itu juga merupakan cermin dari tidak tegasnya kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (Jimmy Radjah/Sugandi/Nefan Kristiono) http://www.

memang sistimnya sudah terbuka. yang diadili adalah UU yakni kepentingan publik sehingga rakyat perlu mengetahuinya. bagaimana tanggapan anda dengan adanya konflik terselubung antara MK vs Polri. Selain itu meski sudah ada KPK sejak 6 tahun lalu. Konflik antara KPK vs Polri yang berimbas pada pembentukan Tim 8 oleh Presiden. Bukan cuma itu. kita diberi tahu dalam kenyataannya ada praktek-praktek yang sangat tidak terpuji dalam lingkungan lembaga penegak hukum. Jadi sekarang sudah zaman keterbukaan. masih primitif cara membangun mekanisme penegakan hukum dan masih banyak dipengaruhi para preman. paling-paling orang marah karena Mahfud banyak ngomong. Ketua MK hanyalah tukang memimpin sidang dan ketok palu. Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak kekerasan (Kontras). menunjukkan sistim penegakan hukum di Indonesia masih kacau." ujarnya. otomatis terbuka. Pasalnya. advokad. "Seperti kasus mafia hukum. M Mahfud MD ? Tidak ada konflik MK vs Polri. karena kami harap jika dari Polri nya sudah baik. Markus dan mantan semakin marak karena orang mau menikmati jabatan. selanjutnya petisi yang sama juga akan ditujukan kepada kejaksaan dan pengadilan. Kemudian menjadi Ketua MK dan keluar lagi. Berikut ini wawancara Abdul Halim dari Tabloid Suara Islam dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia. Tetapi kalau kewajiban tidak boleh kurang dari kewajibannya. Kita belum terbiasa menyelesaikan konflik di pengadilan. semua itu akibat dari keterbukaan MK. Barangkali ada orang yang kurang enak dengan pemutaran rekaman. Seharusnya konflik diselesaikan di pengadilan atau diajukan ke MK meski belum tentu menang. Nanti kalau sudah dapat jabatan. Jadi kalau tidak sanggup. ya salah. Petisi ini juga didukung sejumlah lembaga swadaya masyarakat. . mereka masing-masing memiliki argumentasi yang benar menurut versinya sendiri-sendiri. Meski kita telah memasuki era reformasi selama 10 tahun. Hanya menikmati jabatan untuk kepentingannya sendiri. Tinggal kita menjaga kualitas iman dan akhlaq. dan kehakiman. maka mereka berjuang apa saja dikerjakan supaya dapat jabatan. Jadi kalau ada orang menikmati amanah. Mereka saling menjelekkan. maka orang tidak boleh meminta-minta jabatan. itulah konflik. bagaimana mengatasi maraknya makelar kasus (markus) dan makelar jabatan (mantan) di pengadilan dan kejaksaan ? Semua orang harus berusaha untuk menjadi teladan dengan akhlaqul karimah. Apa perlu ada lembaga pengawas KPK. Alhamdulillah. Menurut anda. polisi. Jadi peristiwa sekarang harus disyukuri. Sebab MK berbeda dengn PN yang menyangkut kepentingan orang perorang. Sebagai mantan Ketua MK. Karena ini pula lembaga negara diatur dalam UU. Konflik biasanya diselesaikan di forum politik. Pemberantasan korupsi di Indonesia sepertinya berjalan di tempat. Seluruh hakim MK sama kedudukannya. Bahwa jabatan adalah amanah dan tidak selayaknya dinimati. Semua orang yang mengaku beriman. Padahal ada forum beradab untuk menyelesaikan semunya yakni pengadilan. "Selanjutnya akan diserahkan kepada Presiden. bagaimana tanggapan anda dengan adanya pemutaran kaset hasil penyadapan KPK di MK baru-baru ini ? MK tidak bisa tidak harus terbuka. jadi ini mafia. dia tidak mengerjakan kewajibannya. Prof Dr Jimly Asshiddiqie SH seputar penegakan hukum di Indonesia. maka kita perlu memperbaiki diri. Jadi perilaku seorang meskipun Ketua MK tidaklah menentukan. Borok sistim penegakan hukum kita menjadi terbuka dan sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi. Kejaksaan. sehingga sidang-sidang MK bisa dilihat di seluruh dunia melalui internet. lagi pula belum ditopang dengan ekonomi yang mapan. Apakah itu hakim. Menurutnya. Bagaimana pemberatasan korupsi di Indonesia pasca konflik KPK vs Polri ? Konflik yang memutuskan hakim. baik kekuasaan politik maupun ekonomi. pengumpulan dukungan untuk petisi ini akan terus dilakukan. Bahkan di semua daerah dimana ada 34 Perguruan Tinggi. Pengumpulan dukungan ini direncanakan sampai Kamis minggu depan. berarati korupsi dan haram hukumnya. Jelas sekarang kepercayaan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi sedang menurun. Nanti dibawa ke pengadilan siapa yang benar. tetapi semua pekerjaan. Apakah konflik kali ini serupakan usaha untuk melemahkan KPK yang selama ini dikenal sebagai lembaga pemberantasan korupsi? Sekarang citra penegakan hukum sedang menurun. "Kenapa ini ditujukan kepada Polri. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Jabatan tidak boleh dinikmati. Bagi saya ini sesuatu yang enteng dan biasa saja. tidak boleh menerima dan tidak boleh mengambil lebih dari yang seharusnya. sistimnya sudah terbentuk video conference dan video streaming. ustad dan termasuk di lingkungan ormas Islam. Terbukti adanya penarikan pengawalan Polri terhadap Ketua MK. legislatif dan yudikatif. keluar masuk Istana biasa saja. Mereka ada yang menduduki jabatan resmi atau diluar jabatan resmi. Kalau mengambil lebih dari seharusnya. rekayasa kasus pimpinan KPK. Karena itu mantan haram hukumnya. namun ternyata birokrasi dan lembaga penegak hukum seperti Polisi. Mantan ketua KPK. dosen. apalagi markus lebih haram lagi karena diluar aturan. sehingga kalau ada alat bukti yang diajukan ke forum sidang MK. Seharusnya hakim merupakan jabatan pendiam. Dulu zaman Habibie kita berkuasa. itu kuncinya. maka wajib baginya menjadikan dirinya teladan dalam etika yang mulia dan akhlaqul akrimah. Erry Ryana Hardjapamengkas. Jika kurang dari kewajibannya. supaya tidak terjadi sengketa antar lembaga negara. jabatan dan profesi di Indonesia sekarang belum professional. dan Transparansi Internasional Indonesia. semestinya itu dilarang. ternyata korupsi dan suap masih melanda birokrasi dan lembaga penegak hukum. Amanah tidak boleh dinikmati sendiri oleh orang yang diberi amanah. karena begitu kuatnya perlawanan para koruptor yang bercokol di eksekutif. dia tidak boleh mengambil. Jadi seorang yang menduduki jabatan apa saja. jaksa. dia harus menunaikan tanggung jawabnya bahkan lebih dari seharusnya. Bahkan KPK sendiri disinyalir tidak bersih seratus persen. Jadi semuanya sedang mengalami penurunan kepercayaan dari masyarakat. rekening gendut polri. bundaran HI atau televisi. PNS.sejumlah kasus yang mencoreng nama Polri. semua bisa melihatnya. yang juga turut dalam pembacaan ini mengatakan. jangan menduduki jabatan. Kalau logika itu diikuti. kasus Gayus. jabatan itu biasa saja. Itulah sebabnya Islam melarang meminta-minta jabatan. maka di kejaksaan dan seterusnya juga baik. Apakah ini menunjukkan aparat penegak hukum belum professional ? Bukan hanya aparat penegak hukum. Presiden sebagai kepala negara tentu dapat menyusun agenda bagaimana memperbaiki persoalan ini. Sebaliknya. Karena tingkat perkembangan masyarakat masih belum terlalu maju. Tidak ada putusan MK diluar putusan 9 orang hakim MK atau minimal 7 orang hakim MK." ujarnya. Kalau negara sedang berkembang. maka haram hukumnya yang berarti korupsi juga. melalui internet video streaming maka seluruh dunia bisa menyaksikannya. angtara lain Indonesia Corruption Watch (ICW). karena kekuasaannya yang sedemikian besar ? Nanti pengawasnya diawasi siapa lagi. berarti semua pengawaspun diawasi." ujarnya. Itulah para makelar yang berkolaborasi untuk memperjuangkan orang agar dapat jabatan yang kelak dapat ikut menikmati jabatan tersebut." ujarnya. Bagi saya. Pemutaran rekaman itu bukan kesalahan MK. sampai saat ini pendukung petisi ini berjumlah sekitar 540 orang. itu prinsipnya. Nanti siapa pengawasnya pengawas ? Sebagai mantan Ketua MK. tetapi pribadi Mahfudnya. bahwa ini hanyalah sebuah awal dari upaya membersihkan sistem hukum di Indonesia. Jabatan sekecil apapun adalah amanah dan amanah berisi tanggungjawab. Jadi bukan MK sebagai institusi. Terbukti pernah ada beberapa personilnya yang terlibat praktek korupsi dan suap sehingga mereka diadili dan dipecat dari KPK. Polri marah karena statemen yang ingin memecat Kapolri dan sebagainya. "Bagi teman-teman yang ingin bergabung bisa gabung di grup facebook dan tweeter kami. tidak boleh bicara diluar putusan apalagi yang menyerempet-nyerempet perkara yang menyangkut kewenangan orang lain. Itu yang menjadi masalah bukan lembaganya. Itu melanda semua lembaga penegak hukum termasuk KPK. Kehakiman bahkan Mahkamah Agung (MA) belum mampu di reformasi. Ia menambahkan. padahal seharusnya itu tidak boleh. zaman Gus Dur keluar Istana. dan banyak lagi. Menurut Taufik.

tetapi koordinasi. maka jumlah hakim agung tidak perlu banyak-banyak. Terdapat empat upaya penting reformasi birokrasi. dan teladan masyarakat. cukup ditanggani polisi dan jaksa. tetapi sepertinya dalam pembuktian tidak menyuruh membunuh. yang penting mendorong tegaknya hukum untuk memperbaiki keadaan. Mestinya orang mundur dari jabatan tidak perlu harus bersalah. Jaksa Agung dan Panglima TNI pejabat teknisnya. Mengapa tidak ada pejabat di Indonesia yang melakukan kesalahan seperti Kapolri dan Jaksa Agung. itu berlaku buat semua termasuk peneliti dan dosen seperti saya. Karena itu ada kecemburuan TNI terhadap Polri. Kalau memang hal itu dapat dilaksanakan. Mahkamah Agung. Semua cabang kekuasaan eksekutif. Jika mereka melakukan tindak pidana suap dan korupsi. Saya kira Kapolri dan Jaksa Agung tidak merasa bersalah. KPK dimasa depan jangan lagi menanggani tindak pidana korupsi bagi semua orang. Tegaknya hukum tidak bisa dihitung dari berapa jumlah orang yang ditangkap. Kalau ada yang mengatakan polisi menjadi arogan karena langsung dibawah presiden. Jadi ke depan lebih baik Polisi koordinasi dengan Depdagri untuk keamanan dan Depkumham untuk penegakan hukum. Tap Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VI Tahun 2001 mengamanatkan kepada presiden agar mulai memperbaiki birokrasi. Koordinasi bukan berarti bawahan. Mulai dari Antasari yang dituduh membunuh. Jadi jabatan digunakan untuk mendapatkan keuntungan materi. Menteri adalah pejabat politik. Itu kan hanya nasehat kepada presiden. TNI. Apa KPK harus menanggani semua perkara seperti sekarang. dan remunerasi. MPR memandatkan kekuasaan untuk menciptakan birokrasi yang transparan. sebaiknya mundur saja. Seperti kejaksaan. tetapi pejabatnya tidak mengerti peta jalan perbaikan kearah mana. dan MA belum direformasi dan belum substantif perubahannya. sebab ini kebobrokan lama. KPK hanya khusus menanggani pemeriksaan tindak pidana korupsi keempat lembaga tadi. sehingga disebut professor biasa diluar bukan professor luar biasa. Tetapi kalau keadilan. kalau sistem hukum dan politik di Indonesia masih kacau seperti sekarang ini. tetapi birokrasi seperti polisi. polisi. Namun karena sudah menjadi isyu nasional. banyak dlihat terjadi overlaping dimana keputusan satu hakim agung dianulir hakim agung lainnya. perencanaan penegakan hukum pertahun dan anggarannya. bagaimana komentar anda ? Polisi dan TNI dibawah Presiden. kejaksaan. KPK cukup mengawasi kejaksaan. maka tanpa disadari ada usaha untuk melemahkan KPK. hakim dan advokad. sehingga kita perlu memperkuat PT. Misalnya masalah logistik. Kalau bagi saya. Sebenarnya bisa kalau dibenahi. tetapi mekanisme pemberantasan korupsi secara menyeluruh harus ditata kembali. lantas dengan perasan malu mengundurkan diri. sehingga usaha untuk mengurangi peran KPK memang sudah ada. Apalagi kalau melakukan kesalahan. Jadi seolah-olah berhadapan antara negara dan rakyat dalam isyu pemberantasan korupsi. ketata laksanaan. yaitu Kementerian Keuangan dan Luar Negeri. Sedangkan yang lainnya. Kalau jumlah adalah cara berfikir demokratis dimana makin banyak makin baik. bukan hanya eksekutif tetapi juga legislatif dan hakim agung. Presiden sebagai Panglima Tertinggi TNI. Munculnya permasalahan sekarang ini seharusnya dapat dimanfaatkan untuk penataan kembali sistim hukum dan peradilan di Indonesia. termasuk memperbaiki kejaksaan. Bahkan banyak perkara yang sudah diperiksa sejak zaman Taufiqurrahman Ruki. Perubahannya hanya tambal sulam seperti soal usia dan gaji hakim agung. harusnya sekarang koordinasinya dengan Depdagri atau Depkumham. tetapi dia kena getahnya karena harus bertanggungjawab. Manajemen pemerintahan seharusnya dibagi habis dimana koordinasinya dengan Menteri. Birokrasi diharapkan menjadi pelayan masyarakat. dikira Polri langsung dibawah Presiden. KPK cukup menanggani tindak pidana korupsi dan suap terhadap penegak hukum seperti jaksa. Selama ini dikatakan KPK terlalu berkuasa dan menjadi lembaga superbody sehingga membuat gerah lembaga penyidik lain seperti Polri dan Kejaksaan. Apa tidak bisa perkara ke MA dibatasi jangan terlalu banyak. Kapolripun demikian. bukan berapa jumlah tetapi kualitas perkara. dan bertanggung jawab. Apa ini tidak menjadi sumber masalah hukum dikemudian hari ? Sistem penegakan hukum kita sekarang lagi kacau. Bagaimana tanggapan anda ? UU KPK harus disempurnakan. Selain itu MA harus diperbaiki. bukan Menhan. mulai dari presiden sampai camat mau diakses semua. Beberapa lembaga dilibatkan sebagai obyek reformasi tahap awal. Tetapi karena KPK dikeroyok ramai-ramai. sedangkan Kapolri. Saya kira KPK harus diperbaiki. serta Kejaksaan Agung. Jadi sebenarnya Kapolri dan Jaksa Agung tidak perlu mundur. tetapi sistimnya belum dibenahi. saya sudah mencetak 50 doktor. Karena ada kasus seperti ini maka menjadi terbuka. Kalau sudah merasa cukup mengabdi. Pemerintah dan DPR hampir sepakat wewenang KPK dikurangi sehingga tidak memiliki kewenangan menuntut. Jadi seharusnya hanya kasus berskala besar saja yang ditanggani KPK. Tetapi jaksanya harus diawasi supaya tidak melakukan suap dan tidak ada lagi mafia. Jadi Kapolri dan Jaksa Agung tidak menangganinya. Setelah reformasi pertahanan dan keamanan dipisah. berarti akan terjadi perubahan besar-besaran. sedangkan lainnya dapat ditanggani Kejaksaan. Hubungan TNI dengan Dephan bukan atasan dan bawahan. Beberapa upaya kebijakan strategis diambil untuk menjalankan target reformasi tersebut. Semuanya tergantung pada Presiden SBY sebagai policy maker. itu salah juga. bersih. Misalnya. Polri tidak mau koordinasi dengan Menteri. Jadi ada semacam ketidaksukaan atau kebencian umum kepada KPK. Kemudian diikuti beberapa lembaga setingkat kementerian lainnya. Jadi kasus-kasus besar terjadi di zaman Antasari. Karena semua tidak suka. Sesudah itu muncul kasus Bibit-Chandra. Jadi kita harus membangun sistim hukum. kehakiman dan kepolisian. Polisi tidak mau karena tidak merasa dibawahnya. Kalau mengundurkan diri mungkin tidak baik juga. seperti di Eropa dan AS ? Tanya saja sama yang bersangkutan. Seluruh mekanisme penegakan hukum harus ditata kembali. abdi negara. Sudah 10 tahun reformasi dan yang lain sudah di reformasi. berdasarkan keputusan MK. Menurut anda. Dalam sejarah. Meski sebagai professor. Memperbaiki KPK dengan mengevaluasi kekurangannya. supaya jangan terlalu banyak perkara yang ditangganinya. pembangunan dengan janji pertumbuhan ekonomi tidak akan berhasil. Jadi kalau perkaranya tidak berkualitas seperti kasus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri yang kualitasnya kecil hanya kasus beberapa ratus juta rupiah dan hanya kesalahan administrasi. Jadi tidaklah benar jika TNI berada dibawah Dephan. Kalau jumlah perkaranya terbatas. Polisi koordinasi dengan Menko Polkam. Polri dan Kejaksaan semuanya berada dibawah Presiden sebagai lembaga eksekutif. itu kan proses hukum yang normal. karena menganggap sudah langsung koordinasi dengan Presiden. KPK menakutkan dan harus diubah. Tetapi KPK jangan dibubarkan. akuntabel. Jadi banyak orang yang marah. (Abdul Halim) Implikasi Politik Markus 28 Apr 2010 • • Koran Tempo Opini Wawan Sobari. Tetapi karena Menko Polkam tidak memiliki aparat teknis.sehingga materi menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan. Percuma. karena ada Pengadilan Khusus Tipikor. koordinasi dengan Departemen. yaitu perbaikan kelembagaan. Karena dia hanya memperoleh keputusan politik dari Presiden untuk perang atau damai. Sudah selama 6 tahun KPK dianggap lembaga superbody. gara-gara Kabareskim Mabes Polri merasa disadap secara tidak mendasar melawan hukum menurut persepsi polisi. Sekarang ditambah lagi kasus Antasari yang dikaitkan dengan pembunuhan dan wanita. siapakah dalang kasus KPK vs Polri yang semakin ruwet seperti sekarang ini ? Saya tidak percaya ada dalangnya. Makanya jabatan itu jangan dinikmati. maka harus menyampaikannya ke DPR. Jadi di kalangan pejabat. Saya sebagai dosen terpaksa mengamen kesana kemari karena memang penghasilannya belum mencukupi sebagai guru besar. Tetapi masyarakat dan LSM marah. pengadilan akan memeriksa perkara tindak pidana korupsi. follow-up nya baru sekarang. sumber daya aparatur. maka koordinasinya dulu era Orba dengan Dephan. maka masyarakat membelanya. legislatif dan yudikatif serta semua lembaga penegak hukum tidak suka sama KPK. Tim 8 tidak mempunyai hak untuk merekomendasikan pemberhentian keduanya. Mengenai MA. ini sesuatu yang mutlak harus dikerjakan. cuma koordinasinya dengan Menteri. TNI tidak berada dibawah Dephan tetapi Presiden. sekarang tinggal menangkap saja. Misalnya waktu pembahasan UU Pengadilan Tipikor di DPR. atau kedua-duanya dimana aspek keamanan koordinasinya dengan Depdagri dan hukum dengan Depkumham. masak semua harus ditanggani Jaksa Agung. Seharusnya ada agenda yang harus diperbaiki. Jadi yang begitu kasusnya tidak bermutu dan hanya menimbulkan perasaan tidak adil bagi masyarakat. barulah KPK turun tangan. Panglima TNI berada dibawah Presiden.Namun terungkapnya praktek . cukup seperti MK dengan 9 orang hakim konstitusi. ketua program studi ilmu politik fisip universitas brawijaya Agenda reformasi birokrasi bergulir sejak 2001.

yakni sebagai upaya untuk keluar dari situasi frustratif antara besarnya permintaan pelayanan dan keterbatasansumber daya yang dimiliki. meman tik keraguan publik. Masih ada faktor lain yang menyebabkan mereka berbuat demikian. pengembangan sumber daya manusia. teori tersebut relatif gagal menjelaskan fenomena markus. Kejaksaan. Hanya. 2006). Mereka berada dalam situasi oportunistik membutuhkan kepastian hukum yang menguntungkan dirinya. Maka diskresi peraturan yang dipraktekkan birokrat bawahan menjadi lazim. Terjadi konflik antara pembuat kebijakan dan birokrasi bawahan sebagai pelaksana kebijakan. Ada persoalan yang perlu dicari penyebab dan jalan keluarnya sehingga lembaga kontrol internal MA. dan reformasi ketatalaksanaan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan telah menegasikan perbaikan remunerasi yang dianggap obat mujarab untuk menekan penyimpangan.Lipsky kemudian berargumen bahwa praktek birokrasi bawahan tersebut merupakan mekanisme untuk mengatasi situasi yang sulit {coping mechanism). Faktor kontrol internal organisasi kini menjadi pertanyaan. Kejaksaan.makelar kasus (markus). Scott (1997) menyebut dua faktor lain yang men-determinasi para birokrat bawahan untuk melakukan diskresi. namun terjadi pula di daerah. Kementerian Keuangan. Artinya. Menariknya. Di satu sisi para legislator dan pembuat kebijakan lainnya berupaya menciptakan tujuan-tujuan ideal ke dalam peraturan. yang melibatkan aparat Direktorat Jenderal Pajak. yakni karena tingkat kontrol organisasi dan karakteristik klien. dan kepolisian dapat mencegah praktek birokrasi bawahan yang menyimpang. dan Ditjen Pajak telah mengalami perbaikan remunerasi. fakta markus merupakan bagian dari praktek birokrasi bawahan [street-level bureaucracy). Artinya. keberadaan inspektorat di masing-masing lembaga itu tidak berhasil mencegah dan mendeteksi praktek diskresi tersebut. Faktanya. Reformasi birokrasi dianggap tidak membuahkan hasil. Di sisi lainnya birokrasi bawahan berjalan dengan kepentingannya sendiri untukmemanfaatkan akses langsungnya terhadap klien. Praktek markus terjadi dalam sebuah relasi tidak sehat antara pelayan dan yang dilayani (klien). MA. MA. Gaji seorang pegawai Ditjen Pajak setelah perbaikan remunerasi jumlahnya berkali-kali lipat lebih besar dari gaji pegawai di daerah yang berposisi sama dan sebagai ujung tombak pelayanan publik pula. klien yang mereka layani bukan hanya kalangan . Bila sumber daya yang dimaksud berkaitan dengan fasilitas institusi dan gaji. Hal terakhir cukup relevan menjelaskan praktek markus karena pihak yang be-perkara memiliki karakteristik yang khusus. gaji besar bukan merupakan faktorfrustratif yang menjadikan para markus tersebut melakukan diskresi bagi pihak-pihak yang beperkara. pegawai Kejaksaan. praktek diskresi birokrasi bawahan tidak hanya terjadi di pusat. serta kepolisian. Birokrasi bawahan Dalam kajian teoretis. Apalagi dalam kenyataannya permintaan peningkatan pelayanan seperti tidak pernah berhenti (Nielsen. Karya seminal Iipsky (1980) menjelaskan bahwa birokrasi bawahan mempraktekkan pemberian diskresi atas dispensasi manfaat atau alokasi sankksi.

Para birokrat bawahan tersebut melakukannya dalam dua modus. tapi juga para elite yang membutuhkan dukungan politik. potensi aksi-aksi kolektif tersebut sudah diperkirakan oleh Lipsky (1980). Setiap upaya perubahan yang dilakukan dianggap hanya tambal sulam. termasuk didaerah. Sayangnya dilakukan secara menyimpang. Apalagi ditunjang pesatnya perkembangan teknologi informasi yang memudahkan antarindividu untuk saling terkoneksi senasib-sepenanggungan. Tidak dimungkiri. Entitas terkaitAgenda | Apalagi | Bahaya | Birokrasi | Dikhawatirkan | Faktor | Gaji | Gejala | Iipsky | Karya | Kebijakanyang | Kejaksaan | Kementerian | Kepercayaan | Lipsky | Mahkamah | Memasuki | Modus | MPR | Padahal | . pemerintah perlu mengantisipasi merosotnya kepercayaan politik (political distrust) publik. Ia berasumsi bahwa kumpulan individu yang merasa dirugikan oleh praktek diskresi birokrat bawahan bisa mengorganisasi aksi bersama. Para pegawai negeri sipil yang semestinya netral terlibat dalam aksi saling dukung para pejabat kepala/wakil kepala daerah {incumbent) atau bahkan keluarganya yang mencalonkan diri. Pertama. Kebijakanyang tidak antisipatif dan prospektif terhadap kondisi di lapangan menyebabkan kegagalan implementasinya. di daerah terjadi praktek makelar politik.Memasuki masa pemilihan kepala daerah (pilkada) 2010. Meskipun belum terakumulasi secara massal. praktek diskresi para birokrat bawahan merupakan buah dari konflik kebijakan antara pembuat dan pelaksana kebijakan. para pegawai negeri ikut memposisikan diri dan mendukung setiap kebijakan dan program kepala daerah atau wakil kepala daerah guna mendapat kredit politik dari publik. Kepercayaan politik Bahaya politik yang mengancam kegagalan reformasi birokrasi yang dibanggakan pemerintah adalah munculnya gejala nihilisme pada masyarakat. Saat ini mulai terungkap praktek pegawai negeri yang mengumpulkan dukungan bagi para keluarga incumbent yang mencalonkan lewat jalur perseorangan. Mereka setia untuk mendampingi dan membantu para incumbent menjalankan kampanye politik secara tidak langsung. Meski belum terorganisasi. yakni timbulnya persepsi massal yang menganggap bahwa perubahan birokrasi tidak ada hasilnya. Gejala menurunnya kepercayaan terhadap pemerintah mulai terlihat dari seruanseruan sejumlah pihak untuk memboikot kewajiban membayar pajak. Modus lainnya berupa pengumpulan dukungan secara langsung. publik semakin menurunkan kepercayaannya {distrust) terhadap pemerintah. karena publik tidak percaya pada perubahan-perubahan mendasar untuk memperbaiki birokrasi. Padahal belum tentu demikian karena masih ada beberapa kemajuan atas upaya-upaya reformasi tersebut.Lebih jauh lagi. Dikhawatirkan akan terjadi penarikan legitimasi publik terhadap pemerintah (legitimacy rush) secara cepat Terutama bila publik tidak melihat perbaikan signifikan terhadap persoalan ketidakadilan yang dilakukan para markus dan praktek menyimpang birokrasi bawahan lainnya.masyarakat bawah yang membutuhkan pelayanan. Kemudian birokrasi bawahan berupaya menerjemahkan sendiri kebijakan tersebut.

Kepercayaan politik Bahaya politik yang mengancam kegagalan reformasi birokrasi yang dibanggakan pemerintah adalah munculnya gejala nihilisme pada masyarakat. Reno Iskandarsyah. klien yang mereka layani bukan hanya kalangan masyarakat bawah yang membutuhkan pelayanan. Vonis untuk Urip Tri Gunawan Jumat. termasuk didaerah. Dia dinilai menerima uang dari Artalyta Suryani USD 660. 05 September 2008 Pintu Masuk Usut Sjamsul Nursalim Jaksa terdakwa penyuapan dan pemerasan Urip Tri Gunawan divonis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan hukuman 20 tahun penjara. vonis tertinggi yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor adalah 10 tahun penjara dalam kasus pengadaan helikopter dengan terdakwa Abdullah Puteh (gubernur nonaktif NAD). . dalam sidang 22 Agustus 2008. MA. pegawai Kejaksaan. Ada persoalan yang perlu dicari penyebab dan jalan keluarnya sehingga lembaga kontrol internal MA. Vonis yang dijatuhkan.Praktek | Reformasi | Sayangnya | Scott | Terdapat | Terutama | Wawan | Direktorat Jenderal | Ditjen Pajak | Kementerian Keuangan | Implikasi Politik Markus | Tap Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VI Tahun | Ringkasan Artikel Ini Maka diskresi peraturan yang dipraktekkan birokrat bawahan menjadi lazim. yakni timbulnya persepsi massal yang menganggap bahwa perubahan birokrasi tidak ada hasilnya. Vonis 20 tahun penjara yang dijatuhkan hakim lebih tinggi daripada tuntutan jaksa yang hanya 15 tahun penjara. sangat melegakan dan memberi angin segar bagi upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Padahal. Bila sumber daya yang dimaksud berkaitan dengan fasilitas institusi dan gaji. vonis 20 tahun penjara merupakan pemecahan rekor sebagai vonis tertinggi di Pengadilan Tipikor. maksimal yang bisa dijatuhkan hakim adalah 20 tahun penjara atau seumur hidup. Rp 1 miliar. Urip dinyatakan terbukti menerima uang terkait dengan jabatannya sebagai anggota tim jaksa penyelidik perkara BLBI.000 dan dari Glenn Muhammad Surya Jusuf melalui pengacaranya. Dikhawatirkan akan terjadi penarikan legitimasi publik terhadap pemerintah (legitimacy rush) secara cepat Terutama bila publik tidak melihat perbaikan signifikan terhadap persoalan ketidakadilan yang dilakukan para markus dan praktek menyimpang birokrasi bawahan lainnya. pengembangan sumber daya manusia. dan reformasi ketatalaksanaan dalam beberapa tahun terakhir. Pada sisi lain. Juga denda Rp 500 juta untuk mantan ketua tim jaksa penyelidik perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). dan kepolisian dapat mencegah praktek birokrasi bawahan yang menyimpang. Kementerian Keuangan. di daerah terjadi praktek makelar politik. Kejaksaan.Lipsky kemudian berargumen bahwa praktek birokrasi bawahan tersebut merupakan mekanisme untuk mengatasi situasi yang sulit {coping mechanism). Sebelumnya. Sebagaimana diketahui. dan Ditjen Pajak telah mengalami perbaikan remunerasi. Menariknya. tapi juga para elite yang membutuhkan dukungan politik. Selain itu. vonis yang dijatuhkan hakim Pengadilan Tipikor itu patut mendapat apresiasi. yakni sebagai upaya untuk keluar dari situasi frustratif antara besarnya permintaan pelayanan dan keterbatasansumber daya yang dimiliki.Memasuki masa pemilihan kepala daerah (pilkada) 2010. pada satu sisi. JPU menuntut Urip 15 tahun penjara.

Layak Meski mengundang perdebatan. perbuatan terdakwa telah mencermarkan institusi kejaksaan. Urip tetap bersikukuh bahwa uang dari Artalyta itu merupakan pinjaman untuk usaha perbengkelan. Sjamsul Nursalim (pemegang saham BDNI).000 itu bukanlah pemberian yang berdiri sendiri. Penjatuhan vonis hakim yang lebih tinggi daripada tuntutan jaksa merupakan suatu hal yang biasa dalam praktik penanganan perkara korupsi di pengadilan (umum maupun tipikor). Urip tidak kooperatif dan berbelit-belit. Kedua. namun akhirnya divonis hakim Pengadilan Tipikor tujuh tahun penjara. Jusuf (mantan ketua BPPN). khususnya jaksa. sebagai aparat penegak hukum. Keempat. bandingkan dengan pengadilan umum yang hanya 1.4 tahun penjara. Pemberian vonis yang berat bagi Urip diharapkan bisa menjadi terapi kejut (shock therapy) bagi aparat penegak hukum lainnya. berdampak pada menurunnya kepercayaan publik kepada kejaksaan pada tingkat yang paling rendah. sidang terhadap Urip (dan Artalyta Suryani) menegaskan banyak sinyalemen publik tentang indikasi permainan di balik penanganan korupsi BLBI. Terungkapnya praktik penyuapan yang melibatkan ketua tim BLBI itu. Contohnya. Catatan Indonesia Corruption Watch (ICW) selama dua tahun terakhir (2007-2008). Atau. tapi merupakan imbalan yang berhubungan dengan penghentian penyelidikan kasus BDNI-BLBI II. Faktafakta sidang dan penjatuhan vonis bersalah terhadap Urip setidaknya bisa menjadi pintu masuk bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangani kasus korupsi BLBI yang melibatkan Glenn M. untuk tidak melakukan tindakan menyimpang serupa pada masa mendatang. Dalam pemeriksaan dan sidang. Urip juga terkesan menutupi keterlibatan petinggi di Kejaksaan Agung. secara lebih luas. Meski fakta-fakta dalam sidang menyebutkan adanya komunikasi antara Artalyta dengan Urip dan pemberian uang suap terkait dengan pemeriksaan kasus korupsi BLBI. vonis yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor itu cukup memberikan efek jera dan rata-rata lebih tinggi daripada vonis perkara korupsi yang dijatuhkan pengadilan umum. Selain itu. yang dituntut jaksa enam tahun. hingga sidang akan berakhir.6 tahun penjara untuk pelaku korupsi. Dalam sejarahnya. Adanya fakta suapmenyuap yang dilakukan Urip dengan Artalyta terkait dengan penanganan korupsi BLBI Sjamsul Nursalim telah memenuhi alasan bagi KPK (sebagaimana diatur dalam pasal 9 dan 68 UU No 30 Tahun . selama sidang.Namun. ketidakpercayaan publik terhadap kejaksaan harus diartikan pula sebagai ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah yang dipimpin SBY-Kalla. secara keseluruhan. Nama baik institusi kejaksaan menjadi sangat tercemar akibat praktik suap-menyuap yang dilakukan Urip. bukan sebaliknya justru menjadi pelanggar hukum dan pelaku korupsi. vonis 20 tahun penjara sudah selayaknya diberikan terhadap Urip didasarkan pada beberapa alasan. khususnya yang melibatkan Sjamsul Nursalim. Rokhmin Dahuri. Sebab. Fakta-fakta hukum yang terungkap dalam sidang dengan kedua terdakwa tersebut seharusnya dilihat sebagai poin penting bahwa suap USD 660. tidak ada ketentuan yang dilanggar bila vonis yang dijatuhkan hakim lebih berat daripada tuntutan jaksa. mantan menteri kelautan. Ketiga. hakim tidak terikat terhadap jumlah tuntutan hukuman yang diajukan jaksa penuntut umum. vonis rata-rata di Pengadilan Tipikor adalah 4. Dengan demikian. berbeda dari pengadilan umum yang telah menjatuhkan vonis bebas terhadap 438 pelaku korupsi. Saat ini. Setiawan Haryono dalam kasus korupsi BLBI yang awalnya dituntut enam bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan justru divonis lima tahun penjara. kejaksaan merupakan tulang punggung upaya pemberantasan korupsi yang sedang diusung pemerintah. Pintu Masuk Selain penjatuhan hukuman terhadap Urip. Pertama. kenyataannya. belum ada koruptor yang divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor. selama tidak melebihi ancaman pidana sebagaimana pasal UU Korupsi yang didakwakan oleh jaksa. serta sejumlah petinggi Kejaksaan Agung. satu-satunya harapan penuntasan korupsi BLBI hanya ada pada KPK. Urip seharusnya mengerti hukum (dan tindakan korupsi) serta menjadi teladan bagi masyarakat.

Menteri Sosial. Agama. dan Menteri Perhubungan. serta Pemuda dan Olahraga. Menteri-menteri lain yang juga dipandang merosot adalah Menteri Kesehatan. Kelautan dan Perikanan. tidak cukup signifikan dan rata-rata masih berada di bawah kisaran 50 persen dukungan kepuasan publik. serta Menteri Lingkungan Hidup. Pada bulan Juli 2010. Rata-rata kepuasan terhadap kinerja menteri-menteri berada di bawah 50 persen (lihat grafik). terdapat kecenderungan menurunnya kepercayaan kepada para menteri. Jika dibandingkan dengan jajak pendapat untuk hal yang sama pada bulan Juli 2010. Menteri Komunikasi dan Informatika. Bahkan.2002 tentang KPK) untuk mengambil alih kasus korupsi BLBI. Menteri Pertanian. di antaranya Menteri Dalam Negeri. hasil evaluasi kabinet yang dilakukan oleh Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan atau UKP4 menyatakan kinerja 25 persen kementerian mengecewakan. belum tampak tanda-tanda mereka mampu mengatasi berbagai persoalan krusial yang dihadapi bangsa ini. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Tidak buru-buru . Emerson Yuntho. Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sempat mengatakan bahwa evaluasi yang akan dilakukan Presiden nanti tidak selalu berarti adanya reshuffle atau penggantian menteri. Menteri Luar Negeri. Beberapa menteri tercatat mengalami penurunan kepuasan publik yang cukup signifikan. Sebenarnya. terutama bertepatan dengan setahun masa pemerintahannya pada 20 Oktober mendatang. kecuali terhadap menteri-menteri seperti Perdagangan. Kebudayaan dan Pariwisata. Hal itu dikatakan Ketua UKP4 Kuntoro Mangkusubroto. walaupun ada yang mengalami kenaikan. Hasil evaluasi UKP4 itu tampaknya akan mendorong Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan evaluasi kinerja para menterinya. Menteri Pertahanan. anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) di Jakarta Kepuasan terhadap Kinerja Menteri Merosot11 Oktober 2010 OLEH PALUPI PANCA ASTUTI Meskipun sudah hampir setahun para menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu jilid II bekerja. Hanya Menteri Perdagangan yang tak mengalami perubahan. Menteri Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Menteri Perindustrian. yang ditandai dengan merosotnya kepuasan responden. Beberapa menteri. hasil evaluasi UKP4 tersebut sejalan dengan hasil jajak pendapat Litbang Kompas yang menyiratkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja menteri secara umum. Meski demikian. secara umum kepuasan masyarakat terhadap kinerja menteri-menteri tersebut cenderung turun. Pendidikan Nasional. Menteri Riset dan Teknologi.

perombakan anggota kabinet terjadi lagi. saat ini wacana tuntutan penggantian menteri tidak terlalu kencang berembus ke masyarakat. ketidakpuasan publik atas kinerja pemerintahan Presiden SBY masih menjadi batu sandungan yang cukup berarti. tiga nama masuk menjadi menteri.2 persen) jajak pendapat Litbang Kompas. . Kenaikan tarif dasar listrik yang mengakibatkan kenaikan harga bahan pokok berlanjut dengan rutinitas kenaikan harga pada bulan puasa dan Lebaran. Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin. Penggantian beberapa anggota kabinet menjelang tiga tahun pemerintahan SBY itu juga didukung masyarakat. tiga nama diberhentikan. Jika reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu I terjadi dua kali dalam lima tahun. dan Andung Nitimihardja (Menteri Perindustrian). Tampaknya. Meskipun sikap publik belum mengkristal menjadi tuntutan terhadap adanya perombakan kabinet saat ini. Kondisi berbeda terjadi menjelang akhir tahun 2005. masih menjadi kekhawatiran terbesar publik. Menteri Negara BUMN Sugiharto. Namun. Ketika itu sebagian besar responden (69. Empat menteri dan satu pejabat setingkat menteri dicopot serta dua menteri dirotasi. sikap publik pun mungkin saja berubah. khususnya kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. bukan tidak mungkin untuk mengganti menteri. Saat itu.2 persen) dalam jajak pendapat Litbang Kompas menginginkan terjadinya reshuffle atau penggantian menteri-menteri kabinet. apakah hal yang sama akan terjadi pada anggota Kabinet Indonesia Bersatu II? Bisa ya bisa tidak. problem di bidang perekonomian. Kepuasan yang menurun adalah pertanda yang lebih nyata akan adanya persoalan. pada Mei 2007. Hingga tiga bulan terakhir. Dua tahun kemudian. dan Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf. Setidaknya. Ekonomi dan keamanan Setelah satu tahun berjalan. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.Meskipun opini negatif dialamatkan ke hampir semua menteri. Apabila kondisi yang dikeluhkan masyarakat tidak kunjung membaik. publik cenderung tidak terburu-buru ”menghukum” dengan mengusulkan penggantian sosok baru sebagai pengganti menteri-menteri saat ini. setahun pertama Kabinet Indonesia Bersatu I bekerja. Ungkapan tersebut disampaikan sebagian besar responden (43. serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. dan tiga nama dirotasi posisinya. Empat menteri yang dicopot dalam perombakan kabinet kedua adalah Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra. serta Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh. Di antara menteri yang dianggap perlu diganti saat itu adalah Menteri Pendidikan Nasional. Tiga nama yang keluar dari kabinet adalah Jusuf Anwar (Menteri Keuangan). Perombakan kabinet yang dilakukan SBY pada tahun pertama pemerintahannya pada waktu itu adalah reshuffle terbatas dengan merotasi dan mengganti beberapa menteri. sebulan sebelum reshuffle dilakukan. Alwi Shihab (Menko Kesra). Menteri Perindustrian. mayoritas responden (80 persen) jajak pendapat Litbang Kompas menyatakan setuju adanya penggantian menteri.

(Litbang Kompas) Monday. tapi di rindu” Belakangan. setidaknya akan dapat menghapus keraguan terhadap kemampuan para penggawa negara dalam menjamin rasa aman di masyarakat. persoalan ekonomi dianggap sebagai masalah yang paling mendesak harus ditangani. kredit unit usaha masih sulit didapat dan bunganya cukup tinggi. Namun. peluang pergantian kepemimpinan juga makin terbuka. Meskipun operasi pasar bahan pokok digelar di mana-mana. masih banyak angkatan kerja yang tidak terserap pasar tenaga kerja. khususnya yang menangani masalah perekonomian.2 persen) merasa tidak puas dengan kinerja para menteri. tak berambisi menjadi Ketua MA. Marianna justru menolak. . meski bunga acuan Bank Indonesia rendah. wakil Ketua MA : “Pengadilan Dibenci. Ketidaknyamanan terkait persoalan keamanan pada akhirnya melahirkan rasa gundah dan ketakutan publik akan terjadinya peristiwa yang sama pada waktu mendatang. Publik pantas kecewa dengan kinerja menteri di bidang perekonomian. Nyatanya. Oleh karena itu. Meskipun industri semakin berkembang. ada seorang wanita.sebulan setelah masa Lebaran. Edisi lalu. Terlebih setelah adanya usulan Komisi Yudisial tentang kocok ulang hakim agung dengan alasan lembaga tertinggi yudikatif ini dianggap sudah darurat. Perempuan berdarah Batak ini mengajukan alasan. masyarakat masih bisa merasakan beberapa harga bahan pokok yang tetap tinggi.4 persen) menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja para menteri perekonomian. persoalan kedua setelah ekonomi yang paling mendesak segera ditangani menurut responden adalah masalah keamanan. Kondisi itu membuat sebagian masyarakat meragukan kemampuan kinerja para pembantu presiden. Dialah Marianna Sutadi yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua MA. Kasus kekerasan horizontal antarwarga di beberapa daerah dan ibu kota negara menjadi sorotan tajam belakangan ini. Oleh sebab itu. diajukan sebagai calon pengganti Bagir. Selain bidang ekonomi. Efektivitas pengawasan dan penjagaan keamanan yang kurang memadai membuat mayoritas responden (61. Sebagian besar responden (65. Negara dianggap lengah dan lalai dalam menjaga keamanan warga negaranya. Mahkamah Agung terus menjadi sorotan. kinerja para menteri di bidang politik dan keamanan juga menyiratkan ketidakefektifan. khususnya di bidang politik dan keamanan. harga bahan pokok tetap tidak banyak turun. Di antara nama-nama yang muncul. Apalagi periode kepemimpinan Bagir Manan sebagai Ketua MA bakal segera berakhir. Jika dapat segera dibenahi. wakil Ketua Mahkamah Agung Marianna Sutadi. May 21. FORUM memperkenalkan sejumlah hakim agung yang berpeluang menggantikan Bagir Manan. 2007 Wawancara Marianna Sutadi. Bila itu terjadi.

Mengapa dituakan? Karena kemampuannya. Di Amerika juga hakimnya tetap pakai toga. Mengapa? Lihat saja pengadilan di Inggris. saya tidak pernah bertemu siapa pun yang menunjukkan saya berambisi menjadi Ketua MA. Kalau seorang Ketua MA tidak memenuhi persyaratan itu.Sebagai salah satu penguasa yudikatif.. baru sayalah yang pertama.38 hal. Wakil Ketua MA itu memilih menggunakan hak jawab. Ternyata. Rabu pekan lalu. Karena ini memang jabatan yang sulit. sejak Indonesia merdeka.. Termasuk jabatan Wakil Ketua MA ini. Termasuk perkembangan terakhir yang terjadi di lembaga benteng terakhir keadilan itu. Marianna tentu saja mengerti keberatannya itu bisa saja dilampiaskannya lewat jalur pidana maupun perdata. Semoga ini bisa menjadi ‘jurisprudensi' bagi penyelesaian sengketa pers kedepannya. Pasalnya pucuk pimpinan MA saja sudah melestarikan penggunaan hak jawab dalam menyelesaikan sengketa pemberitaan pers.. sumbangan Marianna tak hanya itu saja. tapi hakimnya tetap pakai wig. Tapi. pasti dia tidak akan dihormati anggotanya. Tapi MA sebagai badan peradilan. Terus terang. Buat apa itu? Karena memang pengadilan itu konvensional. dia agak konvensional. Tapi kini telah mengundurkan diri. ternyata dia lebih mengikuti mekanisme yang tertuang dalam UU no.13) ". Berikut petikan wawancaranya: Anda keberatan dengan poin mana? Tentang tulisan (FORUM edisi No. kata-kata 'dengan menyiapkan dana' itu sangat menyinggung sekali. . Dituakan karena semua lama. Fakta ini tentu menggembirakan. 40 tahun 1999 tentang Pers. integritasnya. Orang melihat bahwa jabatan itu banyak. Negaranya sudah maju. keberatan itu disampaikan dalam wawancara dengan Irawan Santoso dari FORUM. untuk saya. Karena itu.. Amerika sendiri belum pernah ada pimpinannya yang perempuan. Marianna juga menceritakan "dapurnya" selama mengabdi di MA. Bahkan untuk badan peradilan. Jabatan Ketua MA adalah jabatan primes interpares. Sempat memang mereka memiliki satu orang hakim agung perempuan.sudah siap dana dan dukungan dari para hakim agung lain untuk menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung". perilakunya. Untuk duduk menjabat posisi wakil Ketua MA saja. Mungkin orang lain tidak tahu.

Menyelesaikan perkara dengan singkat. Anak-anak saya sudah berdiri sendiri. maka saya khusus menjadikan putusan hakim agar benar-benar memenuhi rasa keadilan. lalu dibuat putusan perdamaian. Karena saya memang menangani bidang yudisial. tidak akan ada yang bilang itu putusan direkayasa. sampai ke akhir masa jabatan. Orang kulit hitam yang didakwa membunuh mantan istrinya dan pacar mantan istrinya. Seperti itulah yang jadi mimpi saya. Karena kesepakatan mediasi itu kan dibuat para pihak. Itu kan berarti menggunakan waktu keluarga. Itu setara dengan mobil jabatan yang dipakai menteri. Jadi. ini yang penting agar publik tahu. Kenapa? Karena membicarakan mediasi. hari Minggu lalu saya pergi ke Semarang. Konsep itu memang banyak juga yang menolak. Tapi presiden mereka berkata. Sebenarnya mimpi-mimpi saya banyak. Itu bukan pekerjaan gampang. saya sangat mensyukuri ini dari Allah SWT. Di sana melakukan sosialisasi terhadap sistem mediasi itu. Bukan hanya untuk hakim. Nah. Saya hanya memikirkan agar bisa selamat. Jakarta Itu rumah jabatan kompleks menteri. Jadi secara alamiah akan menurun. Untuk itu pula. bagaimana sebenarnya keseharian Anda? Menduduki posisi Wakil Ketua MA. apakah orang yang sampai hari liburnya dikorbankan. Para pihak juga pasti senang. Keduanya itu orang kulit putih. Dalam kasus OJ Simpson di Amerika. tidak usah banding atau kasasi. advokat. Untuk merangkul agar kita punya pandangan sama. apa saja yangAnda lakukan? Saya memang sempat pergi ke Jepang. Bahkan Sabtu pekan ini saya berangkat ke Kalimantan. Oleh pengadilan di sana dibebaskan. Itulah terobosan yang saya inginkan sekarang ini. Hanya itu saja. Kita lihat di negara lain misalnya. terjadi keributan antara orang kulit hitam dan kulit putih. Tujuannya untuk mendamaikan pihak yang berperkara di pengadilan. kondisi itu bisa dicapai di sini. Kabarnya Anda sering berpergian ke luar negeri.Toyota Camry. Tujuannya untuk dibahas guna dibuat sebuah peraturan MA. Anda mengorbankan hari libur untuk bekerja? Nah. Jadi tak ada lagi yang perlu diurus. . Nah. Tentu saya ingin agar hakim-hakim kita itu betul-betul dapat menjadi hakim yang dihormati karena putusannya. LSM. Kuncinya. uang bermain dan lainnya. wong suami saya sudah pensiun kok. Waktu itu sebenarnya tidak pantaslah pimpinan MA untuk ikut. tapi juga akademisi. masih diragukan juga integritasnya? Masa sih masih cari dana. Saya tinggal di JI. Saya mau apa lagi? Saya tidak punya pikiran lain-lain lagi kecuali bekerja. Hari libur. Denpasar Raya. Sekarang sudah ada PERMA (Peraturan MA. bayangkan! Mengapa saya bisa begitu.Dengan jabatan seperti ini. LBH dan lainnya. Yaitu antara Wakai dan Chotei. profesionalitas ditingkatkan. Hari libur saya itu sengaja saya pakai. Mobil yang saya pakai. Secara tidak langsung akan membatasi perkara-perkara kasasi. Di sana bertemu dengan seluruh hakim se-Kalimantan. jangan dikira kalau saya ke luar negeri itu untuk berjalan-jalan belaka. Karena putusan itu. red) yang mewajibkan para pihak yang berperkara untuk mengutamakan mediasi. Nah. Tapi memang itu belum berjaIan. Makelar perkara juga bisa dihindari. kasus ini yang ingin saya ambil. betapa pentingnya mediasi itu. Kalau para pihak sudah setuju. kita harus tunduk pada putusan pengadilan. bisa menyelesaikan tugas saya yang saya impiimpikan ini.

Terhadap kondisi hukum kita sekarang. Mestinya kan turun. Karena itulah saya ke sana. kalau seandainya gedung pengadilan kita kecil. ternyata massa masuk keruangan pengadilan. Hasilnya juga bukan malah meluruskan keadaan. Memang tidak gampang kan jadi hakim? Ada yang mengatakan. Karena di sana kan ada penjagaan. Jadi kondisi ini mirip. Itu kan seperti udara (Marianna menghirup udara dalam-dalam). Bisa dititipkan di kejaksaan atau di polisi. baru orang-orang repot. Waktu MA diserang terus-menerus. Karena tidak bisa. Semua manusia perlu udara... saya agak bingung.. bagaimana komentarnya tentang pemeriksaan Ketua MA? Selalu saya menjawab.Apa agenda Anda pergi ke sana? Karena di sana ada masalah. Fenomena apa ini. Sebetulnya sasaran utamanya bukan pengadilan. hanya untuk meluruskan keadaan. dengan lagu. banyak yang malah tidak percaya lagi terhadap pengadilan. mengapa barang bukti seperti itu mesti kita yang simpan. Semua orang berduyun-duyun bagaimana mengatasi pencemaran itu. Ketika masuk. apa tanggapan Anda terhadap hal ini? Saya senang sekali menjawabnya. ha.. Padahal waktu itu.. Tapi bukan karena saya ingin menyelamatkan orang lain. Anda tidak mengakar di kalangan hakim agung MA. Pada waktu normal. Hanya. kalau itu yang kita rasakan sekarang. Ada diskusi panel. kepercayaan terhadap pengadilan menurun. Karena memang risikonya besar. kalau saya tarik kesimpulan dari penanya-penanya itu. Jadi semua orang memerlukan pengadilan. Tapi kok jumlah perkara naik. mengapa bukan samasama kita memperbaikinya. Padahal kalau di tulisan itu (FORUM edisi No. 14red) di atasnya dikatakan. ketika petugas pengadilan sedang mengambil kunci. Nah. Saya ingin sampaikan. benarkah begitu? Tidak mengakar? Seyogianya terhadap penilaian seperti itu. Makin mericuhkan keadaan. Jadi untuk apa? Wong yang diminta komentar kok. Pembicaranya dari beberapa kalangan. Maka mereka berteriakteriak meminta agar truk-truk itu dikembalikan dan terdakwa dibebaskan. Kebetulan massa yang sambil berjalan itu melewati PN. Bukan dengan menghujat atau membakarnya. ha . Herman Allositondi. buruk juga bisa. saya tidak wajar berkomentar. Karena sudah terlalu banyak orang berkomentar. tapi kantor polisi. Penilaiannya dari mana? Ha . "Saya sebelumnya didaulat oleh para hakim agung untuk jadi wakil Ketua MA". 38 hal.. memang menghindar. Marilah kita sama-sama memperbaiki kekurangan. judulnya benci tapi rindu. Tidak barus. di PN itu lagi disimpan truk-truk illegal logging. hakim PN Jakarta Selatan. bahwa kepercayaan kepada pengadilan menurun jumlahnya. Tapi bukan dibakar pengadilan itu. memberikan penjelasan pada pers misalnya? Banyak wartawan yang datang kepada saya. Itu sah-sah saja. Sebelumnya Anda mengatakan. Tidak ada yang bisa memutus suatu sengketa selain pengadilan. tidak ada manusia yang menghargai udara. Beberapa pekan lalu. Tapi mari kita lihat. Kalau saya dibilang cenderung menghindar. Lalu di bawahnya dicantumkan bahwa saya tidak mengakar. Orang bisa mengatakan saya cantik. maka kaca-kaca pengadilannya dipecahkan. intinya satu. Jumlah perkara yang masuk ke PN senantiasa meningkat. pengadilan tidak bisa melakukan itu. "Saya tidak berkomentar". Anda terkesan sama sekali tidak melakukan pembelaan. ditangkap . mereka mengambil barang bukti kasus lain. Kemarin saya ke Semarang. Ini kan kontradiksi. Saya katakan. Nah. Begitu ada polusi. Jadi hilanglah. Pengadilan Negeri (PN)-nya dirusak orang.

Tapi. saya langsung menelepon Ketua PN Jaksel (Seodarto. Hakimnya belum ada cerita. Setelah itu saya langsung press conference. Mereka ditekan dari kiri-kanan. Kemudian Jaksa Agung menelepon saya lagi siangnya. yang ketika itu Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia. kok. nanti dikira orang tidak bekerja. Tersangka pembunuh sudah ada. tolong buat surat penangkapannya segera. Kita semua tahu: BHD hendak menangkap Muchdi Pr. ini (hakimnya) pasti terkait. Karena dia akan segera berangkat meninjau PN di Lampung. apa tidak ketuanya saja. waktu kejadian di PN Jaksel. Karena memang kalau ada kejadian begini. saya usulkan kepada Pak Ketua MA. Lho. Lalu. majelis harus diganti semuanya. Karena kita perlu public trust. Hasil rekaman jelas petunjuknya (Herman terlibat).Kejaksaan. Namun kondisi sekarang sudah berubah. Polisi kabarnya sempat akan menyerah. KPN berkata. lalu perintah dikeluarkan. . Karena kita juga menghormati azas praduga tidak bersalah. tapi tak tersentuh. Entah oleh siapa. saya yang memerintahkan. Esoknya Jaksa Agung menelepon Ketua MA. dari keterangan KPN.. Karena itu konsekwensinya luas. Bambang dan beberapa perwira bawahannya mendapat teror serius. Kalau kita tidak bertindak. Harus semuanya diganti. Hanya masalah itu saja. ganti majelis hakimnya. tapi MA malah membiarkannya? Sebenarnya saya yang memerintahkan agar dilakukannya pemeriksaan itu. Lalu Pak Ketua memanggil saya. Saya juga bilang. Yang baru tertangkap tangan kan paniteranya. Karena itu Jaksa Agung mohon agar petunjuk Ketua MA untuk memeriksa Herman. Setelah mendengar penjelasan dia. Mereka menanyakan nasib investigasi kasus Muniraktivis hak asasi manusia yang tewas diracun dalam perjalanan Jakarta-Amsterdam pada 2004. Cuma selama ini tidak kita lakukan terbuka seperti itu. Saya bilang. Usman Hamid Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) SEKELOMPOK aktivis dan wartawan suatu hari pada Juni 2008 datang menemui Bambang Hendarso Danuri (BHD). Malam itu juga perintah Ketua MA kepada Ketua PN Jaksel adalah tarik semua perkara dari hakim tersebut. Ketua PN Semarang yang sudah ditindak itu. saya bilang ini tidak bisa tidak. Maka. Saya minta dia supaya sore itu agar datang untuk melaporkan. red). sebenarnya itu proses standar saja. Nah. petinggi Badan Intelijen Negara yang ditengarai terlibat kasus Munir. tidak. hakim anggotanya kita jadikan ketua. kami tidak mengumumkannya. Saya usulkan kepada Ketua MA. Tapi masalah lain kita memang tidak umumkan. Berarti MA perlu public trust juga dong? Memang butuh. saya setuju. Kan cepat prosesnya. Saya bilang. Waktu itu kebetulan kita sedang rapat pimpinan.

Dia membuktikannya. Paradigma peraturan ini adalah menjunjung tinggi prinsip demokrasi. juga kejaksaan dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. terutama atas keberhasilannya mengungkap kasus Munir. memperbaiki kinerja reserse dan petugas pelayanan masyarakat. Akuntabilitas juga mendapat perhatian penting. Kelapa Dua. polisi kini menuding kasus itu berkaitan dengan konflik . Dibekap polisi. Tentu saja niat itu positif meski penekanan kebijaksanaan mestinya bukan semata kehendak hati. Namun sekarang kepercayaan itu menurun tajam dan jatuh pada titik terendah. lll SETIAP kali ada kesempatan bertemu dengan pegiat masyarakat sipil. Inilah kemunduran terbesar dari reformasi kepolisian. Bank Indover. Semua bernasib sama: menggantung. Belum lagi kasus Bank Century. Masaro. BHD bukan sosok yang tanpa visi. sosok BHD yang tengah menunggu masa pensiun. dan hak asasi manusia. dan mafia pajak. Penggunaan senjata api lebih terkontrol kecuali dalam kasus perburuan teroris. Kita tahu ada klimaks dari cerita itu: BHD diangkat menjadi Kepala Kepolisian RI. Di awal kepemimpinannya. BHD mengesahkan seperangkat kebijakan maju. Tapi yang terjadi. BHD berjanji akan mengambil risiko berat. Muchdi ditangkap saat keluar dari lobi sebuah hotel. Depok. Lebih spesifik lagi. Tak lupa pula ia menegaskan kehendaknya mewujudkan harapan masyarakat terhadap penegakan hukum yang adil. BHD ada di sana dengan wajah berkeringat dan senjata siap menyalak. Lihat saja misalnya penanganan kasus penahanan dua pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi. Muchdi tak melawan. yang diakibatkan kasus Anggodo. Suatu petang. BHD selalu menekankan apresiasinya atas dorongan LSM agar polisi mereformasi diri. alih-alih menangkap pelaku pelemparan bom molotov. Ada pula kasus rekomendasi kerja Tim 8 untuk mereposisi sejumlah pejabat kepolisian. Juga rekayasa kasus Aan dan dugaan rekening gendut milik perwira tinggi yang berakhir antiklimaks. Di bawah kepemimpinan BHD. melainkan perlu sikap nyata.Kepada para aktivis. misalnya Peraturan Kepala Polri Nomor 8 Tahun 2009 tentang implementasi hak asasi manusia yang memaksa petugas menghormati HAM. seharusnya BHD mengambil tindakan nyata. yang berlarut-larut. Setahun terakhir. ada usaha keras membenahi mindset perwira tinggi. Wajah para anggota tim polisi yang membekuknya tegang. Ketika berniat menangkap pelaku serangan terhadap aktivis antikorupsi Tama Langkun dan pelaku pelemparan bom molotov di kantor majalah Tempo. Ada juga Peraturan Kepala Polri Nomor 7 Tahun 2008 yang meminta publik menjadi subyek aktif membantu polisi mengatasi persoalan hukum di masyarakat. termasuk tidak melakukan penyiksaan dalam pemeriksaan. kemajemukan. Kita juga ingat kasus pencopotan Komisaris Jenderal Susno Duadji dari jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal dan kehadiran Susno sebagai saksi dalam sidang kasus pembunuhan pengusaha Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa Ketua KPK Antasari Azhar dan perwira polisi Wiliardi Wizar. Adapun kisah Muchdi antiklimaks: ia dibebaskan pengadilan pada akhir 2008. kepercayaan masyarakat kepada kepolisian sempat naik. Konon. ia digelandang menuju markas Brigade Mobil. Bibit-Chandra. mata publik terus menyoroti sepak terjang kepolisian. Jawa Barat.

etika kebijaksanaan mementingkan tindakan yang bijaksana. Perang melawan penyerang aktivis tak terdengar. Perubahan yang utama adalah menghapuskan off budget. Selama polisi dibiarkan bekerja dengan anggaran yang cekak. arah kebijakan kepolisian ke depan bukan membaik. Perang memberantas teroris memproduksi teroris baru. Semangat dua dokumen itu bertolak belakang dengan grand strategy Polri 2005-2025 yang disusun Jenderal Sutanto. Saya berharap dua dokumen itu bukan merupakan sikap resmi Polri. Pemimpin politik formal harus aktif memantau dan mencarikan jalan reformasi polisi. Tak lagi jelas mana kawan. Alih-alih merangkul kawan dari elemen masyarakat sipil. yang . tahun ini mestinya Polri masuk fase membangun kepercayaan (trust building). masyarakat sipil harus memastikan bahwa soal anggaran kepolisian segera diatasi. Sistem pembinaan karier seharusnya dilaksanakan agar promosi perwira-misalnya untuk jabatan kepala kepolisian daerah-sepenuhnya didasari kinerja. Siapa yang menyusun dokumen ini? Barangkali ada perwira-perwira yang memiliki niat hitam. Kepala Polri sebelum BHD. Cara yang terakhir ini dipercaya telah membuat sejumlah perwira senior kecewa sehingga melakukan perlawanan diam-diam. negara harus memiliki batas waktu yang jelas kapan kepolisian dapat memperoleh 100 persen anggaran belanja bagi kebutuhan kerjanya. Perang melawan koruptor dan mafia peradilan. Dalam hal ini. termasuk dengan membangun lobi politik di luar markas polisi. Cara ini dipercaya juga dilakukan untuk mencari celah agar mereka terpilih menggantikan BHD. Gugus kerja seperti Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan tak boleh pasif. Mengutip Franz Magnis-Suseno. Sebab. Jika program itu dijalankan. Jika BHD memang berkomitmen mengusut dugaan kepemilikan rekening gendut. seharusnya ada perwira yang dibawa ke pengadilan. yang merujuk pada praktek permintaan dana dari pengusaha untuk memenuhi anggaran kepolisian. bukan karena faktor "kedekatan" dengan pimpinan. Dokumen "Program Kerja 2010 tertanggal 11 Juni 2010" dan "Rencana Strategis 2010-2014" yang diterbitkan pada Januari tahun lalu bahkan menyebutkan nama beberapa LSM yang dianggap merusak citra kepolisian. ibarat pedang makan tuan. Sehingga tak ada lagi jalur "A" alias Asiong dan Aliong ataupun "parman" alias partisipasi teman. praktek mencari dana untuk kebutuhan kerja polisi-sesuatu yang tak lain adalah korupsi-akan terus merajalela. menghasilkan perlawanan balik dan memukul mundur pasukan yang awalnya menyerang. bukan sekadar sikap batin. polisi kini malah memusuhi mereka. melainkan makin memburuk. Polisi mestinya segera berbenah. Perang melawan judi dan penyelundup kehabisan logistik dan bahan bakar. Dua dokumen "rahasia" tersebut merupakan potret yang bisa berbicara tentang mengapa dan dari mana sumber kekacauan kepolisian. Di pihak lain.internal Tempo. mana lawan. Genderang perang yang telah lama ditabuh kini redup. jika ya. Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat. Kepercayaan publik kian menurun dan hubungan kepolisian dan masyarakat sipil menjadi kian diametral. yang akan pensiun Oktober tahun ini.

membawahkan bidang kepolisian. Kejadian tersebut memperburuk citra Polri dalam menjalankan tugasnya selaku penegak hukum. Ini menjadi tanggung jawab Kapolri untuk melakukan pembinaan terhadap aparatnya. Satuan Narkoba bersama Unit Pelayanan. Presiden harus mengambil bagian agar Kepala Kepolisian tak merasa seperti "komandan yang kehilangan komando". Jika pada 2008 pelanggaran HAM di provinsi itu tercatat 176 kasus. Hasil monitoring Kontras. .4 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. pada 2009 melonjak menjadi 277 kasus dan 175 kasus di antaranya dilakukan aparat polisi. menangkap anggota Samapta Polrestabes terkait kasus yang sama. Oknum polisi berpangkat Bripda dengan inisial AR nyaris melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap remaja putri daerah tersebut. Integritas dan profesionalitasnya dipertanyakan. dan illegal mining. Perihal itu perlu mendapat perhatian Timur Pradopo terkait dengan maraknya "perilaku miring" yang dilakukan oknum yang berada di lembaga kepolisian di Indonesia. Lutfi mengatakan." kata Lutfi Hasan Ikhsan. Timur Pradopo saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di DPR RI memaparkan 10 program kepolisian ke depan. katanya di Jambi. hal ini pada akhirnya nanti tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut menurun dan upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat sipil melemah. Sabtu malam. Jangan pula mereka melanggar hukum. pembrantasan illegal logging. tak boleh dibiarkan lapuk digerogoti kepentingan jangka pendek. Ini yang perlu diselesaikan di institusi Polri. Menurut dia. Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumut (Bakumsu) serta Security Sector Reform Community (SSRC) tercatat kasus kekerasan dan pelanggaran hak azasi manusia (HAM) pada 2009 banyak dilakukan oknum kepolisian di Sumatera Utara. illegal fishing. Dia memberi contoh yang baru terjadi di Jambi (11/10). Lebih jauh. "Mereka itu penegak hukum." katanya. "Adanya kejadian seperti itu dengan sendirinya membentuk opini di masyarakat bahwa rendahnya moral aparat. pembrantasan preman dan kejahatan. Timur di antarannya menyebutkan penyelesaian kasus-kasus yang menonjol. dan Penegakan Disiplin Polrestabes Makassar. Jambi (ANTARA News) . Lutfi menyebutkan di Makasar juga ada anggota polisi terkait kasus narkoba.Presiden Partai Keadilan Sejahterah (PKS) Lutfi Hasan Ikhsan menekankan Timur Pradopo membina mental dan akhlak anggotanya bila kelak dilantik sebagai Kapolri. Kasus itu meningkat 57. Pengaduan.

5).Selain itu. Laporan mengenai rekayasa perkara. pembenahan reserse. Indonesia hanya disejajarkan dengan negara seperti Bolivia. katanya. Timor Leste. Lambannya program reformasi pada tubuh penegak hukum dapat dilihat juga dalam laporan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) per September 2010. kinerja Kepolisian RI masih dikategorikan buruk. Stagnasi prestasi pemberantasan korupsi pada 2010 tentu saja merugikan. Kamboja. penolakan laporan masyarakat. program pembrantasan korupsi. Skor yang diperoleh Indonesia hanya 2. penguatan kemampuan Densus 88 bekerja sama dengan TNI dan BNPT.3). Hasilnya bisa dikatakan mengecewakan. dan Myanmar. Indonesia hanya berada di atas negara lemah. seperti Vietnam. Kasus dugaan mafia pajak yang melibatkan Gayus Tambunan juga tak bisa dilepaskan dari keterlibatan aparat penegak hukum di kepolisian maupun kejaksaan.8 poin atau sama dengan tahun sebelumnya. harus diakui KPK merupakan salah satu faktor yang dapat mendongkrak peringkat pemberantasan korupsi Indonesia di mata internasional. Brunei Darussalam (5. Sisanya merupakan keluhan pada fungsi samapta. (ANT-263/K004) Jumat. pada level Asia Tenggara. Mengapa Stagnan? Paling tidak. manipulasi alat bukti. Malaysia (4. apalagi sampai 5. lantas. Sebab. itu berarti kita telah melewati waktu setahun dengan sia-sia. Di sisi lain. hanya sanggup menjaga posisi Indonesia pa da level yang sama dengan tahun sebelumnya tanpa bisa mendongkraknya ke tingkat yang lebih tinggi. kepolisian dan kejaksaan justru selama ini dituding sebagai pihak yang berada di belakang kriminalisasi terhadap pimpinan KPK tersebut.199 keluhan masyarakat berada pada satuan reskrim. Indonesia masih kalah jauh oleh Singapura (9. Kepulauan Solomon. dan Kosovo. Dengan IPK itu.106 di antara 1. Bagaimanapun. Filipina. Gabon. Tahun ini Indonesia berada di peringkat ke-110 di antara 178 negara dunia yang disurvei. implementasi struktur Polri. Faktor pelemahan KPK dan nasib yang tidak menentu atas kasus Bibit dan Chandra selama periode 2009–2010 menjadi salah satu pemicu stagnasi pemberantasan korupsi di Indonesia. Dengan peringkat itu. semakin sulit bagi Indonesia meraih peringkat yang lebih baik pada tahun-tahun menda tang. Sebab. kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum lain tidak kunjung pulih. Data pengaduan masyarakat terhadap dugaan penyimpangan oleh aparat kepolisian di 32 entitas setingkat polda dan Mabes Polri menunjukkan bahwa 1. dan Thailand (3. . 5 November 2010 Stagnasi Pemberantasan Korupsi OLEH: ADNAN TOPAN HUSODO* TRANSPARANSI Internasional Indonesia (TII) baru saja melansir hasil survei indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia 2010. dan kriminalisasi terhadap kasus perdata –yang semua itu dikategorikan sebagai unfair trail– juga telah menjadi catatan tersendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pada 2010. intelijen. Data statistik tersebut bisa diartikan bahwa dalam fungsi penegakan hukum yang diwakili reskrim.4). dan bina mitra.0 poin sebagaimana target Presiden SBY pada 2015.5). Demikian halnya dengan ongkos serta energi yang telah dialokasikan untuk mendorong pemberantasan korupsi. Sementara itu. Sebaliknya. ada beberapa persoalan krusial yang mengakibatkan skor IPK Indonesia tak beringsut naik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. nilai terhadap kinerja pemberantasan korupsi di Indonesia tidak berubah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

perizinan. Dengan perbaikan pada sektor itu. Dengan strategi itu. maupun pengurusan hal lain. apakah strategi menaikkan remunerasi merupakan solusi yang efektif untuk mempercepat agenda reformasi birokrasi. yang mendapatkan predikat disclaimer turun. semoga IPK Indonesia pada masa yang akan datang meningkat signifikan. Padahal. program remunerasi yang dicanangkan pemerintah sebagai pemicu bagi perbaikan sektor birokrasi sudah diaplikasikan pada beberapa instansi pemerintah. Hasilnya. serta semakin efisien dan efektifnya penerimaan dan penggunaan anggaran negara. dan pemerintah kota. IPK Indonesia dipertaruhkan. 6 instansi vertical. Masalahnya. menurunnya tingkat korupsi dapat ditandai dengan semakin efektif nya penerimaan dan penggunaan ang garan negara di pusat maupun daerah. survei integritas sektor publik yang dilansir KPK pada awal November 2010 menunjukkan belum membaiknya mutu pelayanan publik secara umum. semakin besar nilai. (*) Jakarta .00. 7. perlu menjadi catatan yang serius bagi presiden. Mendongkrak Citra Positif Selain pekerjaan rumah untuk memoles citra positif penegak hukum yang masih berat.00 dari skala 0–10. ditemukan beberapa hal positif. Kegiatan itu melibatkan responden pengguna layanan sebanyak 12. Artinya. instansi ver tikal.Rasio Polisi adalah jumlah polisi dibandingkan dengan jumlah penduduk suatu wilayah atau negara. Pertimbangannya.123 responden di tingkat pemerintah kota. Salah satunya adalah bertambahnya jumlah laporan keuangan di tingkat pemerintah pusat maupun daerah yang mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Sebab. Survei yang berlangsung pada April–Agustus 2010 tersebut dilakukan terhadap 353 unit layanan yang tersebar di 23 instansi pusat.00 sebagai nilai tertinggi. Pada tiga hal tersebut. Mereka terdiri atas 2. KPK menggunakan ukuran standar minimal integritas sebesar 6. Terakhir. agenda pemberantasan korupsi berada pada garis komandonya. agenda pemberan tasan korupsi bertumpu pada agenda reformasi birokrasi. indeks integritas nasional tahun ini hanya berada pada level 5. strategi pemberantasan korupsi harus diarahkan demi terciptanya pemulihan kepercayaan publik terhadap penegak hukum.42 atau separo dari skala 10.616 orang. dan 2. publik akan secara langsung menikmati pelayanan yang lebih baik. Berdasar laporan hasil pemerik saansemester I 2010 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sebanyak 44 di antara 78 laporan keuangan kementerian/lembaga (LKKL) di tingkat pusat mendapatkan opini WTP. dan 22 pemerintah kota. semakin baik integritasnya. itu bisa diartikan sebagai kegagalan presiden dalam mengawal perbaikan pada lembaga penegak hukum. Sementara itu. Menurut PBB Rasio Polisi yang ideal adalah 1 : 400.730 responden di tingkat instansi vertikal.763 responden di tingkat pusat. Besar . Karena itu. Barangkali perlu ada evaluasi ulang. delapan laporan mendapatkan opini disclaimer atau turun sepuluh laporan dari tahun sebelumnya. khususnya penegak hukum. Indeks integritas nasional merupakan nilai rata-rata dari sektor publik di tingkat nasional. Lambannya –untuk tidak mengatakan stagnan– agenda reformasi pada berbagai sektor.IPK 2010 harus menjadi kritik sekaligus masukan yang berharga bagi Presiden SBY. naik sepuluh la poran jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 34. Sebaliknya. perbaikan kualitas pelayanan publik. kegagalan reformasi birokrasi dapat dilihat dari masih buruknya kualitas pelayanan publik. Seluruh responden merupakan pengguna langsung layanan publik yang disurvei dalam setahun terakhir. Membaiknya pelayanan publik menandakan keberhasilan reformasi pada sektor birokrasi. Mulai pelayanan dasar. Sebaliknya.

maka sampai dengan akhir tahun 2008 Polisi Rasio telah mencapai 1 : 578. Rasio Polisi tidak dapat dijadikan ukuran keberhasilan dalam menekan kriminalitas. Lane.000) dan yang terendah adalah Kansas City. 1989 (dalam Bayley. Logikanya semakin kecil Rasio Polisi semakin efektif pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Sayangnya Rasio Polisi tersebut dibentuk berdasarkan pada jumlah total anggota polisi. 1980. Krahn and Kennedy. 1979. 1985. Laurie. 1982.000). *** Di lembaga kepolisian kejahatan dikelompokkan dalam 4 jenis kejahatan yaitu kejahatan konvensional. atau kehadiran polisi di tempat kejadian perkara (quick response) tidak tepat waktu. Emsley. Reiner. 1983. khususnya kejahatan konvensional cenderung stagnan pada kisaran 50 persen. 1978.282 per 100. tetapi memiliki angka kejahatan serius tertinggi.kecilnya Rasio Polisi menentukan efektivitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. dan kejahatan berimplikasi kontijensi.2004 Rasio Polisi mencapai 1 : 750. Senada dengan berbagai hasil studi meningkatnya Rasio Polisi Indonesia ternyata tidak menurunkan angka kriminalitas. Silberman.81 pada tahun 2008. tetapi kedua kota tersebut memiliki jumlah personil polisi per kapita yang hampir sama yaitu 2. Sebaliknya semakin besar Rasio Polisi akan menyebabkan pengaduan masyarakat tidak tertangani dengan baik.89 pada tahun 2007. sasaran Rasio Polisi 1 : 500 dapat tercapai.789 per 100. Dalam kurun waktu 2005 . 1991. Semenjak dipisahkannya Polri dari TNI pada tahun 2000 Rasio Polisi Indonesia semakin membaik (mengecil). Gurr. intensitas patroli rendah.2008 semua jenis kejahatan cenderung meningkat dengan indeks kriminalitas secara berturut-turut 110 pada tahun 2005. Data dari Bureau of Justice Statistics 1987 (dalam Bayley. penyidikan berlarut-larut. Di antara kota-kota yang berpenduduk lebih dari satu juta jiwa. 104 pada tahun 2006. 140. 1985. Jika pada akhir Program Pembangunan Nasional (Propenas) 2000 . Studi yang dilakukan oleh Lotfin and McDowall.3 per 1000 di Dallas dan 2. Karena pada dasarnya tindak kejahatan dapat terjadi karena ada kemauan dan kesempatan yang didukung oleh adanya gab kondisi sosial ekonomi suatu masyarakat. 1994) menyebutkan bahwa kota-kota Amerika Serikat yang berpenduduk lebih dari satu juta jiwa memiliki rasio polisi tertinggi (320 per 100. yaitu pada level Bintara. 1994) menunjukkan bahwa analisa yang dilakukan berulang kali tidak menemukan hubungan antara jumlah personil kepolisian dengan angka kejahatan. bukan pada berapa banyak anggota polisi lapangan (operasional) yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Koenig. kejahatan transnasional. Dallas memiliki angka kejahatan tertinggi (16.000). Padahal seharusnya dengan semakin . Hal ini berarti bahwa semakin besar jumlah personil polisi tidak selalu menekan angka kejahatan. Diharapkan pada akhir tahun 2009. dan Walker. 1970. Dalam hal penyelesaian perkara (clearing rate).4 per 1000 di Kansas City. kejahatan terhadap kekayaan negara. Missouri (3. dan 128.

Tentunya dengan sejumlah persyaratan yang kadangkala memberatkan tersangka. dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. makan waktu yang lama. Sementara itu. adalah seberapa besar partisipasi masyarakat dalam melaporkan tindak kejahatan yang dialaminya. maupun global memiliki bobot politis yang tinggi. regional. untuk jenis kejahatan transnasional seperti terorisme yang bersifat lintas negara. Tanpa laporan dari masyarakat polisi tidak dapat melakukan langkah penyelidikan dan penyidikan terhadap suatu kasus kejahatan yang menimpa masyarakat. Kondisi tersebut menyebabkan para penyidik tidak dapat melakukan improvisasi secara bebas dan terpaksa tebang pilih kasus yang dianggap menonjol dan dapat memoncer-kan kariernya. perampasan. Salah satu keberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi kepolisian. terutama dalam hal penanganan tindak kriminalitas. untuk 3 jenis kejahatan lainnya. . Seringkali masyarakat (pelapor) merasa tidak nyaman bila berhubungan dengan lembaga kepolisian karena proses yang berbelit-belit. sampai saat ini masih melekat di sebagian masyarakat. Sayangnya sampai saat ini lembaga kepolisian belum sepenuhnya mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.5 persen dari total anggota Polri menjadikan lembaga kepolisian belum sepenuhnya menjadi andalan masyarakat dalam mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Pandangan bahwa "melapor kehilangan ayam malah kehilangan kambing". Artinya jika dalam satu tahun ditargetkan sebanyak 40 kasus maka maksimal kasus yang diselesaikan sebanyak 40 kasus. Namun. Dengan demikian setiap unit reserse kinerjanya diukur dari pencapaian target yang telah ditetapkan. pemerkosaan. penjambretan. Citra Polisi juga masih dibayangi oleh masih banyaknya anggota Polisi yang melakukan tindakan menyimpang dari tugas pokok dan fungsinya. Kasus-kasus kejahatan konvensional seperti pencurian. Setiap kasus tindak pidana telah ditetapkan besaran biayanya. kinerja penyelesaian perkara relatif cukup baik. Jika melebihi target atau terlalu berprestasi justru akan dipertanyakan "dapat biaya dari mana". Akibatnya banyak kasus-kasus yang dianggap tidak berbobot terpaksa tidak ditindaklanjuti dan dilepas begitu saja. Hal ini cukup logis jika ditinjau dengan volume dan bobot suatu kasus. Bahkan mendekati ke angka 100 persen. Hal ini ditunjukkan oleh masih banyaknya kasus main hakim terhadap penyelesaian kejahatan di masyarakat atau dengan cara menyewa pengamanan swasta yang seringkali bertindak bengis dan anarkhis. sampai dengan pembunuhan yang dianggap sebagai pekerjaan rutin dan bersifat lokal kurang memiliki nilai politis sehingga keberhasilannya kurang terapresiasi. Stagnasi clearing rate kejahatan konvensional pada kisaran 50 persen diduga terkait dengan keterbatasan anggaran penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. Sementara dari kinerja penyidikan masih banyak hasil penyidikan yang dibantah oleh terlapor ketika berperkara di pengadilan karena proses investigasi diwarnai intimidasi dan penyiksaan.menurunnya Rasio Polisi kinerja penyelesaian perkara akan meningkat. penipuan. sehingga keberhasilan dalam penanganannya sangat signifikan mempengaruhi kinerja kepolisian. Pelanggaran kode etik dan berbagai tindak pidana yang pada tahun 2008 kasusnya mencapai hampir 2.

yang tidak kalah penting adalah kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat harus lebih baik. sehingga masyarakat semakin mempertanyakan keseriusan Polri untuk menyelesaikan kasus korupsi. Persyaratan pendidikan minimal SLTA telah terpenuhi dan secara alamiah level tamtama akan terhapus di lembaga kepolisian dalam beberapa tahun ke depan. Namun demikian pemahaman terhadap hukum. saat menggelar konfrensi pers di kantor ICW. KabariNews. Minimal mencapai kondisi ideal yang ditetapkan PBB dan untuk mengatasi kesenjangan cakupan pelayanan. Hal ini disampaikan oleh peneliti hukum ICW. Tetapi.Menilik dari kondisi di atas ke depan diperlukan updating kebijakan dan regulasi secara terus-menerus untuk meningkatkan profesionalisme Polri.com . ICW menilai Polri tidak serius dalam menangani kasus Gayus tersebut. Secara umum kualitas pendidikan anggota Polri sudah cukup baik. Jawa Barat. Indikatornya adalah masyarakat merasa nyaman berhubungan dengan polisi. Depok. bebeberapa waktu lalu kembali membuat institusi Kepolisian Republik Indonesia mendapat sorotan publik. Menurunkan Rasio Polisi masih tetap diperlukan. Minggu (21/11).Kasus "bebas"nya terdakwa penggelapan pajak Gayus Halomoan Tambunan dari Rumah Tahanan Markas Komando Brigade Mobil (Rutan Mako Brimob) Polri di Kelapa Dua. dan hak asasi manusia perlu terus ditingkatkan. Langkah ini diperlukan untuk menekan angka penyimpangan dan pelanggaran profesi yang mengarah pada penistaan hak asasi manusia. Gunarta Perencana Bappenas ABOUT THE AUTHOR Nugroho Email: Info@KabariNews. saat ini kepercayaan publik terhadap Polri semakin menurun. kondisi sosial ekonomi masyarakat. Beberapa kalangan menilai. Salah satunya disampaikan oleh Indonesian Corruption Watch (ICW) yang mendesak Polri untuk segera menyerahkan kasus Gayus Tambunan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Donal Faris. Polisi ada ketika masyarakat membutuhkan (quick response) serta masyarakat merasa nyaman dan aman beraktivitas.com Jakarta. Jakarta. .

masyarakat sekarang juga begitu kritis. Selasa (23/11). Kasus Gayus masih ditangani secara intensif oleh Polri. kejadian kecil saja di dalam kampus bisa terekspos.com/?35973 Untuk melihat artikel Jakarta lainnya. Jakarta. mari kita tunggu bersama-sama. Sebab. Hal ini disampaikan Juru Bicara Kepresidenan. Dengan demikian. Tak jarang perpeloncoan mengakibatkan mahasiswa sakit atau meninggal. Selain kematian Wahyu Hidayat. . Dan Polri juga telah berkomitmen untuk menuntaskan kasus itu. Akan tetapi. Pers begitu banyak dan akses ke sumber-sumber berita begitu mudah. kekerasan hampir selalu mewarnai kegiatan perpeloncoan. Julian menegaskan. Di pihak lain." pungkas Donal." ucap Julian. mengenai kekhawatiran masyarakat akan kinerja kepolisian. katanya. kekerasan juga sering terjadi dalam tawuran antarmahasiswa. kekerasan dalam perpeloncoan itu jarang terekspos ke masyarakat luas. bisa kaburnya Gayus Tambunan dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok telah menunjukkan bahwa kepolisian tidak 100% serius menangani kasus Gayus ini. saat ditemui wartawan di Gedung Manggala Wanabhakti Kementerian Kehutanan. Begitu pun dengan kekerasan yang terjadi pada mahasiswa. Untuk share artikel ini klik www. Sekarang. zaman telah berubah. Sesuatu yang menyimpang dari kewajaran begitu menarik perhatian."Sudah terlihat jelas. APA yang sebenarnya terjadi pada mahasiswa kita? Kriminolog dari Universitas Indonesia Erlangga Masdiana menyatakan.KabariNews. "Presiden percaya dengan sistem hukum saat ini. pers dan aparat kepolisian waktu itu sangat sulit masuk ke kampus untuk urusan intern. kekerasan dalam dunia kemahasiswaan sebenarnya tidak hanya terjadi akhir-akhir ini. Klik di sini Klik di sini untuk Forum Tanya Jawab Mereka Tumbuh dalam Generasi Tawuran KEKERASAN tampaknya sudah semakin akrab dengan dunia mahasiswa kita. bahwa kasus "bebas"nya Gayus beberapa waktu lalu terjadi karena ulah beberapa oknum petugas saja. baik berbeda perguruan tinggi maupun sesama mahasiswa pada perguruan tinggi yang sama. Namun demikian. Julian Alrdin Pasha. Dari dulu. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih tetap mempercayai penyelesaian kasus hukum tersebut ditangani Polri. Sementara itu. mahasiswa STPDN.

Selain itu. Mereka yang biasa tawuran itulah yang kini menjadi mahasiswa. tidak sewajarnya mereka menggunakan kekerasan dan kekuatan fisik. Mahasiswa baru yang sekarang baru masuk dunia kampus adalah mereka yang lulus SMU pada tahun 2003. Bukan hanya di sekitar Jakarta.Masyarakat awam membayangkan mahasiswa sebagai intelektual calon pewaris bangsa mestinya mempunyai pola pikir dan pola tindak yang intelektual. perilaku mereka bisa mengganggu kehidupan kampus. Seperti halnya perilaku menyimpang lainnya. yaitu pelajar yang naik bus nomor tertentu melawan pelajar lain yang naik bus dengan nomor lain. Menurut Erlangga.individu menyimpang itu mungkin tidak berpengaruh pada kelompok mahasiswa keseluruhan. baik yunior maupun seniornya. Dalam perkembangannya. ada suatu masa di mana tawuran pelajar akhirnya berkembang menjadi tawuran antara pelajar dan warga. tawuran pelajar itu memang hanya terjadi di Jakarta. Warga yang muak dengan ulah para pelajar itu akhirnya bangkit melawan. bahwa mereka dibesarkan dalam subkultur delinquency (kenakalan anak-anak) itu pada akhirnya memunculkan nilai. Pemberitaan yang gencar akhirnya membuat tawuran pelajar seolah menjadi tren pelajar di berbagai kota. tawuran pelajar itu kemudian menjadi modus baru kejahatan di Jakarta. Periode 1997-2002 adalah periode di mana perkelahian antarpelajar begitu sering terjadi. tawuran juga terjadi hampir setiap pagi ketika akan berangkat sekolah. Itu masih ditambah dengan dunia pergerakan kampus yang kerap turun ke jalan atas nama reformasi yang dalam aksinya juga sering memancing kekerasan. Tidak jarang awak bus dipaksa terus melaju. Salah satunya adalah . Akibatnya. tawuran juga dilakukan anak-anak SMP. Awalnya.kata Erlangga sebenarnya tidaklah mudah. ada kecenderungan baru mengajak serta siswa dari sekolah lain untuk bergabung melawan siswa dari sekolah yang dianggap sebagai lawannya. MENGAITKAN begitu saja kebiasaan tawuran di kalangan pelajar dengan kekerasan di lingkungan kampus-khususnya masa orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek). Sebab. Dalam menyelesaikan persoalan. Tangerang. tetapi tak jarang mereka melakukan tindak kejahatan. dan Bogor.nilai sendiri yang bisa jadi berbeda dengan norma yang ada sebelumnya. sementara segerombolan remaja berpakaian seragam merampasi harta benda milik para penumpang. Akan tetapi. Dalam keseharian. meskipun jumlahnya tidak besar. Akan tetapi. baik terhadap penumpang maupun awak bus. kekerasan di dunia kampus sebenarnya bisa dilakukan oleh mahasiswa sebagai individu atau kelompok. Mereka naik bus dengan berpura-pura mencari lawannya. Maka. tawuran pelajar yang semula hanya melibatkan sebagian kecil sekolah di Jakarta kemudian meluas. Adapun mahasiswa senior di perguruan tinggi saat ini kira-kira duduk di SMU antara tahun 1997 dan 2002. mereka sangat sulit memahami kenapa mahasiswa kita lebih senang tawuran atau bahkan menggunakan kekerasan fisik untuk yuniornya. tawuran tidak lagi antarsekolah kemudian berkembang menjadi antarbasis. Itu berarti mereka berada di lingkungan SMU pada tahun 1999-2003 dan berada di lingkungan SLTP tahun 1997 hingga 2000. menurut Erlangga. jika ada kesempatan. individu. Apalagi jika mereka mendapat peluang untuk "berkuasa". hampir setiap hari terjadi tawuran pelajar di jalan-jalan Ibu Kota. kemudian merambat ke Bekasi. Bukan hanya di siang hari ketika mereka pulang sekolah. Perkembangan lain. tetapi juga di daerah-daerah. Selama 1997-1999. di kampus selalu saja ada individu-individu yang mempunyai kecenderungan berperilaku menyimpang. Seperti efek domino. individu-individu menyimpang itu bergabung dalam satu kelompok.

"Jati diri bisa hilang. Identitas kelompok itu bisa sangat terasa dalam perkelahian antarmahasiswa yang berbeda perguruan tinggi. atau berbeda angkatan. diperlukan berbagai kegiatan yang sifatnya fun dan menyenangkan tanpa harus memberikan sanksi-sanksi yang hanya untuk memuaskan seniornya. budaya kekerasan bisa saja menjadi dominan ketika mereka sudah berbaur dalam satu kelompok atas nama senioritas. . Untuk membangun hubungan lebih akrab antarsivitas akademika. penyelenggaraan ospek tidak bisa lagi diserahkan begitu saja kepada mahasiswa (senior). Yang ada adalah identitas kelompok. UNTUK menghentikan tindakan kekerasan selama masa ospek yang sebenarnya sudah tidak relevan lagi dilakukan. Untuk itu. mereka yang berperilaku menyimpang sebenarnya tidak banyak. Ospek atau perpeloncoan adalah ajang paling mudah untuk menanamkan pengaruh dari senior ke yuniornya. Erlangga melihat kenyataan bahwa kampus selalu cenderung menjadi ajang perebutan "kekuasaan" dari individu-individu di dalamnya. Segala bentuk kegiatan yang hanya mengandalkan fisik harus dilarang dan diganti dengan kegiatan untuk memperkenalkan tradisi-tradisi ilmiah di dalam kampus. menurut Erlangga. budaya kekerasan yang sebenarnya menyimpang itu justru sering dianggap benar dan bahkan menjadi tradisi yang harus dipertahankan atau diwariskan kepada yuniornya. Dalam jumlah. Pemimpin universitas juga harus terlibat di dalamnya dan bertanggung jawab terhadap semua persoalan yang muncul akibat ospek. hanya bisa dilakukan dengan cara tidak memberi peluang kepada mereka yang mempunyai perilaku menyimpang itu untuk menunjukkan "kekuasaannya". konsep. Materi yang diberikan kepada para yunior pun harus sesuatu yang dapat membangun kehidupan kampus sebagai institusi yang melahirkan pemikiran. Meski sebagian besar mahasiswa tidak terlibat dalam tawuran semasa SMU. Berkaitan dengan kekerasan yang timbul sebagai ekses ospek dan sejenisnya. Tujuannya. Itulah sebabnya. nilai-nilai pribadi yang baik itu akan sangat mudah terkooptasi. Penyelenggaraan ospek yang dalam banyak kampus belum juga berubah dari pola lama yang tak ubahnya sebagai perpeloncoan itu pada akhirnya menyuburkan budaya kekerasan yang "secara alami" sudah biasa melingkupi para mahasiswa sejak masih SMU atau bahkan SLTP. berbeda fakultas maupun lokasi kampus. kemudian dianggap lazim. soalnya.tiba berubah keras dan ganas ketika berada di dalam kelompok yang sudah terkooptasi kekerasan itu. Kekerasan tak terkontrol biasa terjadi jika ada yunior yang dianggap melawan atau menentang kehendaknya. Budaya kekerasan lalu menonjol. Tak heran kalau kemudian seorang mahasiswa yang di rumah begitu manis perilakunya tiba. kekerasan dalam masa ospek seolah terus berulang. tidak jarang upaya menanamkan pengaruh itu dilakukan dengan cara-cara kekerasan yang tak terkontrol. Sayangnya. Akan tetapi.nilai tentang kekerasan yang sebenarnya merupakan penyimpangan itu. Persoalannya. dalam suatu kelompok. dalam tata pergaulan. dan ilmu pengetahuan maupun teknologi. Membangun disiplin dengan cara-cara militer seperti banyak dilakukan selama ini sudah saatnya dihentikan dan diganti dengan memberikan sanksi yang mendidik kepada yunior yang melanggar aturan main yang telah disepakati sebelumnya. untuk menaikkan posisi tawar dalam dinamika kehidupan kampus yang pada akhirnya juga menaikkan posisi tawarnya di masyarakat nantinya. penyelenggaraan ospek harus menjadi tanggung jawab seluruh sivitas akademika." kata Erlangga. Artinya.

Pemimpin universitas harus menegaskan bahwa penggunaan kekerasan fisik sungguhsungguh dilarang. Cohen. Dikti bahkan harus membuat standardisasi kegiatan ospek agar tidak lagi menyimpang. ϖ Bentuk-bentuk penyimpangan sosial • Bentuk pentimpangan menurut pelakunya: o Penyimpangan Individu: penyimpangan yang dilakukan oleh Individu yang berlawanan dengan Norma. Contohnya adalah: Bermunculan Wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita. upaya ke arah sana harus secara serius dilakukan lewat sosialisasi dan pendekatan kepada mahasiswa. perjudian dan pemakaian narkotika. Pelanggaran terhadap larangan itu harus secara serius ditangani dengan sanksi yang keras. Departemen Pendidikan Nasional lewat Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) seharusnya tidak tinggal diam menyaksikan jatuhnya korban-korban kekerasan selama masa ospek. . sudah banyak universitas berhasil mengembangkan ospek menjadi sebuah kegiatan yang benar-benar menunjang kehidupan kampus tanpa harus diwarnai kekerasan. Tidak mudah memang mengubah tradisi yang sudah bertahun-tahun eksis. Contohnya: pemerkosaan. Sebab. • Bentuk penyimpangan menurut Sifatnya: o Penyimpangan bersifat positif: Penyimpangan ini terarah pada nilai sosial yang berlaku dan dianggap ideal dalam masyarakat dan mempunyai dampak yang bersifat positif. pembunuhan. Penyimpangan ini biasanya dilakukan di lingkungan keluarga. Untuk keperluan pemberian sanksi tersebut. pemimpin universitas harus bisa bekerja sama dengan polisi untuk menangani pelakunya. o Penyimpangan kelompok: dilakukan oleh kelompok orang yang tunduk pada norma kelompoknya yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. (msh) URL Source: http://www. dalam kenyataannya. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini masih diterima di masyarakat. pemimpin universitas juga tidak boleh menutup diri terhadap aparat kepolisian sebagai penegak hukum. o Penyimpangan Primer: merupakan penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan biasanya tidak diulangi lagi. ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau buruk. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai sosial suatu masyarakat. benar atau salah menurut pengertian umum. Akan tetapi.com/kompas-cetak/0309/14/Fokus/560673. o Penyimpangan bersifat negatif: Penyimpangan ini berwujud dalam tindakan yang mengarah pada nilai-nolai sosial yang dipandang rendah dan dianggap tercela dalam masayarakat.kompas. Cara yang dilakukan seolah-olah menyimpang dari norma padahal tidak. pencurian. Jika ada pelanggaran yang bisa dikategorikan sebagai perbuatan kriminal. Contoh: orang yang melanggar lalu lintas dengan tidak membawa SIM dan perbuatannya itu tidak diulangi lagi.htm Pengertian dari penyimpangan sosial: Bentuk Perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Menurut Bruce J. • Bentuk penyimpangan menurut Lemert (1951). Contoh kelompok yang melakukan penyimpangan adalah kelompok pengedar narkotika. Ospek yang selama ini lebih bersifat ritual inisiasi seorang mahasiswa baru harus dirombak menjadi kegiatan yang melahirkan mahasiswa dengan pemikiran yang futuristik.

Ψ Penyalahgunaan narotika. Pertentangan antar agen sosialisasiΨ Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. perampokan. membuang sampah sembarangan. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor. pergaulan dan media massa. pemerkosaan pencurian. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. media elektronik.norma masyarakat yang berlaku. usia. Faktor dari luar adalah kehidupan rumah tanggaΨ atau keluarga. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan. Pergaulan individu yang berhubungan teman-temannya. Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa izin dengan tujuan hanya untuk memperoleh kenikmatan. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakatΨ Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. Penyimpangan juga dapatΨ terjadi apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. Misalnya: seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia. jenis kelamin dan kedudukan seseorang dalam keluarga. media cetak. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa. pendidikan di sekolah. Ψ Hubungan seks diluar nikah. . Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. ϖ Faktor-faktor Penyebab Penyimpangan Sosial Faktor dari dalam adalahΨ intelegensi atau tingkat kecerdasan. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini biasanya tidak akan diterima lagi di masyarakat. pelacuran dan HIV/AIDS merupakan penyimpangan sosial karena menyimpang norma sosial maupun agama. Ψ Terbentuknya perilaku menyimpang juga merupakan hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpamg. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok. ϖ Jenis-jenis penyimpangan sosial terdiri dari 5 jenis: Tawuran atauΨ perkelahian antar pelajar. Latar Belakang/sebab-sebab terjadinyaϖ penyimpangan Sosial : Proses sosialisasi yang tidak sempurna atauΨ tidak berhasil karena seseorang mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi. Misalnya: seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan atau narkoba. Perkelahian termasuk jenis kenakalan remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele.obat-obat terlarang dan minuman keras. di diskotik dll. sementara iklan rokok begitu menarik. media massa. Contoh: Pemabuk yang seringa mabuk-mabukan dipasar. sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik.o Penyimpangan Sekunder:merupakan penyimpangan sosial yang nyata dan dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan menunjukkan ciri khas suatu kelompok.

Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik. peradilan pidana pun lebih memihak pada kepentingan mereka. Menurut Merton terjadinya perilaku menyimpang itu sebagai bentuk adabtasi terhadap situasi tertentu. Karl Mark. norma sosial dan norma agama. Antara lain: Keluarga. Lingkungan tempat tinggal dan teman sepermain. Ψ Teori Labeling. DianggapΨ menyimpang karena melanggar norma. Menurut teori ini seseorang menjadi menyimpang karena proses Labeling.menodong. lingkungan fisik dan lingkungan sosial. MerupakanΨ awal proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian seorang anak.Ψ Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial. Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik. Oleh sebab itu. Disebabkan karena masalah kesulitan ekonomi.Ψ Tindak kriminal adalah tindak kejahatan atau tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar norma hukum.norma yang berlaku. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya. mengemukakan bahwa kejahatan erat terkait dengan perkembangan kapitalisme.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya. menjambret membunuh. Teori Differential Association. agar moralitas dan hukum itu berkembang secara formal. Bahwa kesadaran moral semua anggota masyarakat tidak mungkin terjadi karena setiap orang berbeda satu sama lainnya tergantung faktor keturunan. orang yang dianggap melakukan kejahatan dan terkena hukuman pidana umumnya berasal dari kalangan rakyat miskin. Media Massa baik cetakΨ maupun elektronik merupakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. cap. Windu at 12:02 AM . penyimpangan sosial bersumber pada pergaulan yang berbeda yang terjadi melalui proses alih budaya. Teori Merton. Misalnya: mencuri. penberian julukan. ϖ Teori mengenai penyampangan sosial. ϖ Pencegahan penyimpangan sosial. etiket dan merek yang diberikan masyarakat secara menyimpang sehingga menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial. Menurut Durkheim kejahatan itu perlu. Dan merupakan profesi atau pekerjaanya karena sulit mencari pekerjaan yang halal Penyimpangan seksual. Menurtu teori ini apa yang merupakan perilaku menyimpang hanya dalam pandangan kelas yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka. Labels: Sosiologi Posted by Mr. Teori penyimpangan iniΨ bersumber dari struktur sosial. Teori konflik. Dengan demikian.dll.Ψ Menurut pandangan teori ini. Ψ Teori Fungsi Durkheim.

Aparat sempat menyerbu ke dalam kampus UMI. 01 Mei 2004) bukanlah yang pertama. kekerasan yang terjadi di IPDN dengan meninggalnya Wahyu Hidayat (2003) dan Chliff Muntu. Malah mencetak anak didik berwatak barbar. membuat sebagian masyarakat tertentu mencibir peranan kaum pelajar. Ketiga. Hampir setiap tahunya selalu kedapatan tawuran antar jurusan. pembaharu. Selogan wajib menempuh pendidikan sembilan tahun hanya selogan semata. Peristiwa itu dikenal dengan nama Amarah atau April Makassar Berdarah yang diperingati setiap tahun dan disebut-sebut sebagai peringatan atas kebrutalan polisi dan militer. perang menjadi jurus pamungkas yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Medan (09/10) akibat perseteruan dua kubu antara Helmi Nasution dan Saryani. Hingga berbuntut aksi lempar batu yang dimulai oleh para mahasiswa jurusan Planologi sebagai aksi balas dendam bentrokan. kontroling terhadap kebijakan pemerintah. kasus Mei itu. Tiga mahasiswa UMI tewas dan puluhan mahasiswa serta aparat luka-luka. UISU (Universitas Islam Sumatra Utara). Bentrokan terjadi di IAIN Ambon. Universitas atau dengan pihak keamanan. kekerasan fisik. Unhas (Universitas Hasanauddin). Adalah budaya tawuran dan adu fisik dalam menyelesaikan segala persoalan yang sedang dihadapainya. Pasalnya. menuntut ilmu tak bisa menciptakan manusia seutuhnya dengan budi pekerti yang arif. Sebagai pertanda maraknya aksi Bentrokan Mahasiswa UMI vs Aparat Keamanan. Ironis memang. fakultas. hampir setiap hari golongan intelek acapkali berbuat ganjil. Pertama. aborsi sampai tradisi menghilangkan nyawa orang lain. September 2000 Mahasiswa UMI beraksi menolak . mulai dari aksi rusuh. Padahal. tawuran. Sebut saja. Walhasil. di tengah-tengah keterpurukan bangsa dan meroketnya biaya penididikan. Seolah-olah melekatnya status mahasiswa tak berbanding lurus dengan kebiasaan tak terpuji saat siswa. Makasar dan UMI (Universitas Muslim Indonesia) Makasar. jargon mahasiswa sebagai agen pengubah sosial. Universitas 45 Makasar Sulawesi Selatan (10/05 dan 14/05) antara mahasiswa Jurusan Planologi dan Teknik Sipil serta arsitektur Fakultas Teknik kisruh dari aksi ditikamnya (Syamsuddin dan Saleh) rekannya dari jurusan Teknik Sipil. penjualan narkoba. ada beberapa perguruan tinggi yang tak luput dari perbuatan lalim tersebut. tapi memiliki sejarah yang amat panjang dan kelam. seks bebas. 24 April 1996 Terjadi bentrokan antara mahasiswa dan aparat. (11/5) gara-gara tolak ajak demo. Terlebih lagi saat pencitraan sekolah sudah diinjak-injak oleh sekolah lain. Kini.Mengeja "Rapot Merah" Mahasiswa Penulis : Ibn Ghifarie Maraknya aksi bentrokan antar mahasiswa di pelbagai Kampus. mendobrak kemapanan dan panutan dalam soal moral ikut punah seiring derasnya arus baku hantam di kalangan kaum pelajar. Militansi mahasiswa harus berhadapan dengan ketegasan Kepala Poltabes Yusuf Manggabarani. tergolong yang paling parah semenjak 1996. memang diakui atau tidak bentrokan antara mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan aparat keamanan (Sabtu. Kamis sore (10/5). Peristiwa ini dipicu oleh penolakan mahasiswa terhadap kenaikan tarif angkutan kota. Catatan Kelam Bentrokan Mahasiswa Tengok saja. Kedua. Tak hanya itu. 1998 Hampir sepanjang 1998 aksi mahasiswa UMI nyaris semuanya berakhir dengan bentrokan versus polisi. Betapa tidak. Namun.

mahasiswa semester V Fakultas MIPA jurusan Kimia. sementara aparat perintis berkeras membuka jalur jalan. Mahasiswa UMI unjuk rasa di DPRD. Nusatenggara Barat. Sementara tiga mahasiswa lainnya masing-masing Zainal Mutakin. 31 Agustus 2005 Terjadi tawuran antar fakultas di Unhas masing-masing FISIP dan Teknik. Lima korban di antaranya berasal dari FISIP dan dua lainnya dari Fakultas Teknik. M.fajar. bukan memakai kekerasan. empat orang mahasiswa dikabarkan mengalami luka ringan akibat terkena lemparan saat terjadi tawuran. Kelima. (www. Dalam aksi tawuran tiga korban dilarikan ke RS Wahidin. Keempat.id) Di penghujung tahun 2006. tujuh korban luka. Bentrokan bermula di gedung DPRD Sulsel dan merembet ke depan kampus UMI di Jalan Urip Soemoharjo.00 Wita. Akibatnya.45 Wita setelah menjalani perawatan di ruang ICU RSU Mataram. 14 April 2004 Tawuran terjadi antara Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).tempointeraktif. yaitu Surya dan almarhum Nasrullah. 12 Desember 2003 Bentrokan antar mahasiswa di Kampus Unhas antara Fakultas Teknik (FT) dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). sekitar 14.indymedia.co. Sebab.org) Tertutupnya Ruang Dialog Mencermati ketidakberdayaan sekaligus tumpulnya akal dalam menuntaskan segala persoalan dengan arif. Pelaku penyerangan melakukan pembakaran dan menghanguskan empat ruangan lembaga kemahasiswaan di fakultas tersebut. (www. Mahasiswa ngotot menutup jalan. serta puluhan lainnya dari pihak mahasiswa dan pihak aparat mengalami luka-luka. Dua di antaranya adalah mahasiswa FISIP dan lainnya adalah mahasiswa Fakultas Teknik. Albertu. meninggal dunia.com) Lagi Makasar. Sejatinya . Tiga mahasiswa ditangkap dan sebuah sepeda motor milik mahasiswa rusak. Kelima. 16 Desember 2004 Dua kelompok mahasiswa Fakultas Teknik dan FISIP di kampus Unhas Tamalanrea bentrok. Rektorat terpaksa membatalkan pelaksanaan ujian akhir. Mahasiswa Fakultas Teknik. Heru dan Asmani mengalami luka-luka. Ridwan meninggal dengan luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan di bawah ketiak kanan. Ridwan. Akibatnya. 18 Februari 2004 Mahasiswa bentrok dengan aparat karena memprotes Mahkamah Agung yang memvonis bebas Akbar Tandjung. Juni 2001 Mahasiswa menuntut penghapusan Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya. menyebabkan 3 orang Brimob dan 1 intelijen TNI AU tewas. 1 Mei 2004 Polisi menyerbu ke dalam kampus UMI. Keenam. Kasus ini menyebabkan Kapolda Sulses Irjen Pol. 31 Agustus 2005 di Pelataran Baruga Unhas. Kejadian itu kemudian dikenang sebagai \'Black September\' dari tahun 2003-2005. meninggal sekitar pukul 19. Jurusan Arsitektur tertikam di punggung sebelah kirinya dan dilarikan ke RS Wahidin Sudirohusodo. Ketiga. peristiwa serupa pun terjadi di IKIP Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Mataram. Karena tawuran ini. pada Selasa (22/8/06) siang. Keempat.masuknya beras impor ke Sulawesi Selatan. seorang ibu mengalami luka tembak. Aksi pemblokiran jalan di depan Kampus Universitas Cendrawasih Abepura (16/03/06) oleh masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Parlemen Jalanan dan Front Pepera PB Kota Jayapura. Jusuf Manggabarani dicopot dan polisi menuai kecaman dari banyak kalangan. mengakibatkan seorang mahasiswa.jakarta. (www. berakhir dengan bentrokan berdarah. Akibatnya. Pertama. perkelahian mahasiswa yang berbuntut pembakaran kampus di Unhas pernah terjadi pada 1992 lalu. Dua mahasiswa UMI disel. berdarah di Kampus Unhas antara Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Kedua. 14 Desember 2003 Tujuh mahasiswa dan seorang satuan pengaman (Satpam) luka parah menyusul bentrokan antar mahasiswa di Unhas. Ridwan (21) asal Lombok Timur. puluhan mahasiswa luka-luka dan di rawat di rumah sakit. Mahasiswa sempat diburu anjing milik aparat dan disiram gas air mata. Sekadar mengingatkan. tawuran melibatkan hampir sebagian besar mahasiswa Fakultas Teknik dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Aparat sempat menerobos ke dalam kampus.

Menjamurnya bentrokan antar mahasiswa bukan saja dikategorikan sebagai kekerasan dalam pendidikan. dan Surakarta. pakar pendidikan menilai perlakuan tak wajar itu hadir karena lunturnya budaya toleran. sudah tak nyaman. Bila ruangruang tukar gagasan saja. Terdapat ratusan wanita keturunan Tionghoa yang diperkosa dan mengalami pelecehan seksual dalam kerusuhan tersebut[2][3]. Namun. seorang aktivis relawan kemanusiaan yang bergerak di bawah Romo Sandyawan. 23. Kerusuhan ini diawali oleh krisis finansial Asia dan dipicu oleh tragedi Trisakti di mana empat mahasiswa Universitas Trisakti ditembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998. 10/05. kemudian dibunuh. bahkan hilang. Kerusuhan Mei 1998 adalah kerusuhan yang terjadi di Indonesia pada 13 Mei . Keragaman merupakan sesuatu yang tak bisa kita nafikan. kemajemukan pertanda hukum alam. melunturnya budaya dialog tercermin dari seberapa jauh kita bisa menerima perbedaan dalam soal pendapat. Dalam kerusuhan tersebut. juga . Alih-alih pencitraan supaya sekolahnya termasuk ke dalam deretan sekolah unggulan dan percontohan pula menjadi pemicu aksi tak beradab tersebut. maka tunggu keseragaman ide akan menjadi buahnya. Konsentrasi kerusuhan terbesar terjadi di Jakarta.34 WIB *Mahasiswa Studi Agama-Agama Fakultas Filsafat UIN SGD Bandung dan Koordinator Post Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK) Bandung. [Ibn Ghifarie] Cag Rampes. banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang meninggalkan Indonesia. Apalagi saat berselisih pendapat. sederetan rapot merah mahasiswa pun tak akan disandang lagi oleh kaum terpelajar. Dengan demikian. seorang Kepala Sekolah rela membocorkan lembaran jawaban saat Ujian Nasional beberapa pekan yang lalu. bernama Ita Martadinata Haryono. tapi sudah termasuk pada kategori premanistik. Bandung. tapi rahmat. khususnya di ibu kota Jakarta namun juga terjadi di beberapa daerah lain. Thus. Lebih parah lagi. kita harus mencoba mengarifi segala kemelut yang menimpa diri kita dengan lapang dada.kita. harus kita junjung lebih tinggi. dianiaya secara sadis. Tak hanya itu. Pada kerusuhan ini banyak toko-toko dan perusahaan-perusahaan dihancurkan oleh amuk massa — terutama milik warga Indonesia keturunan Tionghoa[1]. kebiasaan bogem pula akan terus melekat dalam sanubari kaum terpelajar. dan tertutupnya ruang dialog dalam menyelesaikan permasalahan. sang pendidik memberikan contoh tak layak. Pojok Sekre Kere.15 Mei 1998. harus mengamini pernyataan Arif Rahman. Sebagian bahkan diperkosa beramai-ramai. yang masih seorang siswi SMU berusia 18 tahun. Seperti yang terjadi di Ngawi. Apalagi. Cita-cita mulia pendidikan sebagai upaya memanusiakan manis pun harus rela raib ditelan kepongkahan dan keserakahan kita dalam mendidik anak. Alhasil. Mestinya perbedaan bukan dijadikan sebagai laknat. Pasalnya.

Yang bisa diterjemahkan . Hal yang memalukan ini mengingatkan seseorang kepada peristiwa Kristallnacht di Jerman pada tanggal 9 November 1938 yang menjadi titik awal penganiayaan terhadap orang-orang Yahudi dan berpuncak pada pembunuhan massal atas mereka di hampir seluruh benua Eropa oleh pemerintahan Jerman Nazi. Namun demikian umumnya orang setuju bahwa peristiwa ini merupakan sebuah lembaran hitam sejarah Indonesia. Apakah dengan punya ide Nasakom tersebut bisa dikatakan bahwa Bung Karno adalah seorang Marxis yang lebih dekat dengan golongan komunis pada saat itu? Setiap orang boleh punya persepsi dan pendapatnya sendiri untuk hal ini. santri. tak hanya sporadis. Sampai bertahun-tahun berikutnya Pemerintah Indonesia belum mengambil tindakan apapun terhadap nama-nama besar yang dianggap provokator kerusuhan Mei 1998. Amuk massa ini membuat para pemilik toko di kedua kota tersebut ketakutan dan menulisi muka toko mereka dengan tulisan "Milik pribumi" atau "Pro-reformasi". disiksa. berpendapat ini merupakan tindakan pembasmian terhadap orang Tionghoa. dan golongan yang berideologi komunis. sementara beberapa pihak. golongan yang berideologi dengan latar belakang agama. dan abangan. Barangkali juga ide Bung Karno tentang Nasakom berkaitan dengan pendapat Clifford Geertz yang dalam bukunya The Religion of Java yang membagi masyarakat Jawa dalam tiga varian: priyayi. Bung Karno sampai dengan akhir hayatnya tetap bertahan terhadap ide Nasakom yang mengatakan bahwa kekuatan politik di Indonesia pada saat itu terdiri dari tiga golongan ideologi besar yaitu: golongan yang berideologi nasionalis. Sebab dan alasan kerusuhan ini masih banyak diliputi ketidakjelasan dan kontroversi sampai hari ini.diperkosa. Walaupun tidak bisa dipungkiri memang Bung Karno pada periode 1959-1965 sangat terlihat lebih condong memberi angin kepada golongan komunis. Bahkan pemerintah mengeluarkan pernyataan berkontradiksi dengan fakta yang sebenarnya yang terjadi dengan mengatakan sama sekali tidak ada pemerkosaan massal terhadap wanita keturunan Tionghoa disebabkan tidak ada bukti-bukti konkret tentang pemerkosaan tersebut. Tiga-tiganya merupakan kekuatan yang diharapkan tetap bersatu untuk menyelesaikan masalah bangsa secara bersama-sama. terutama pihak Tionghoa. Tapi buat penulis Bung Karno adalah seorang Nasionalis yang ide Nasakom semata-mata dicetuskan melihat realitas masyarakat pada saat itu demi persatuan Indonesia menginginkan suatu kolaborasi total semua anasir bangsa dari semua golongan ideologi yang ada termasuk golongan komunis untuk berama-sama bahu membahu membangun Indonesia. Ini menjadi suatu indikasi bahwa kasus pemerkosaan dalam Kerusuhan ini digerakkan secara sistematis. dan dibunuh karena aktivitasnya.

Mereka selalu mengatakan bahwa militer berdiri dibelakang semua golongan. Suatu realitas yang mungkin Bung Karno tidak pernah menyangka ataupun mimpipun mungkin tidak bahwa ada satu golongan kekuatan dalam peta politik di Indonesia yang tidak pernah terpikirkan menjadi suatu kekuatan penting dalam peta perpolitikan Indonesia yaitu kaum militer. maka kekuasaan mutlak ada di tangan Bung Karno yang lebih memberikan angin pada kaum komunis untuk mendominasi kancah politik di Indonesia (atau terbawa oleh strategi kaum komunis) pada periode 1959 s/d 1965. Bung Karno walaupun bukan orang militer. Walaupun dengan segala dalih. Jadi dari empat kekuatan politik di Indonesia: kaum nasionalis.priyayi adalah kaum Nasionalis. kaum militer tidak pernah mengakui bahwa mereka adalah satu kekuatan politik yang telah mendominasi Indonesia selama 32 tahun. Masing-masing kekuatan politik pernah mengalami jaman keemasan dan juga pernah terhempas dalam kancah politik di Indonesia. Setelah terjadi peristiwa 30 September 1965. Pada awal kemerdekaan kaum nasionalis dengan motor politiknya PNI (Partai Nasional Indonesia) pernah memegang dominasi pemerintahan sampai pada sekitar tahun 1959. kaum komunis. santri adalah kaum Agamis. kata beberapa analis ini adalah salah satu diplomasi model Bung Karno untuk meredam ambisi dan kekuatan militer untuk berkuasa. Setelah kaum komunis terhapus dalam kancah politik Indonesia. makmur dan sejahtera. serta merta ide Nasakom musnah dan aneh bin ajaib kekuatan kaum komunis serta merta digantikan oleh satu kekuatan politik baru di Indonesia yaitu kaum militer. selalu memakai pakaian lengkap militer Panglima Tertinggi – Jendral Bintang Lima – dengan segala atribut kebesarannya. dan abangan adalah kaum Komunis. hanya kaum agamis yang belum pernah . Setelah Bung Karno membuat dekrit pada tanggal 1 Juli 1959 untuk kembali ke UUD ’45. kaum komunis. kaum militer yang mendominasi kancah politik Indonesia dengan pemerintahan orde baru Pak Harto dengan motor partai politiknya Golkar pada periode 1966 s/d 1998. dan kaum militer. kaum agamis. dan kaum militer (dan motor politik pendukungnya). Realitas sejarah memang berkata lain setelah terjadi peristiwa 30 September 1965 yang sampai sekarang masih menyimpan misteri dan banyak versi diceritakan dari berbagai pihak bagaimana kejadiannya sampai terjadi pembunuhan para Jendral dan PKI dituduh yang telah melakukan semua ini dan tentara melakukan pembalasan dengan menumpas PKI sampai dengan akar-akarnya. Kesimpulannnya bahwa realitas politik di Indonesia semenjak jaman kemerdekaan sampai dengan saat ini pernah ada empat golongan kekuatan politik: kaum nasionalis. Dalam realitasnya setiap golongan kekuatan politik yang pernah mendominasi kekuasaan dan menjalankan pemerintahan Republik Indonesia belum ada yang mampu mengantarkan Indonesia menuju cita-cita bangsa untuk menjadi negara yang adil. kaum agamis.

makmur dan sejahtera dari kaum agamis? Nasakom telah menjadi Nasa setelah reformasi 1998. Sebagai akibatnya kalau kita mengacu pada analisis Nasakom dari Bung Karno. Karena Islam adalah agama mayoritas. golongan kaum bepolitik di Indonesia tinggal dua golongan yaitu: golongan Nasionalis dan golongan Agamis atau kalau mengacu ke analisa varian dari Clifford Geertz yang teringgal adalah: kaum priyayi dan kaum santri. Apakah Golkar betul-betul berhaluan nasionalis? Kalau melihat yang melahirkan Golkar adalah kaum militer (kaum militer karena doktrin yang diajarkan adalah bela negara pada umumnya mereka bahkan bisa dikatakan sebagai ultra nasionalis) kemungkinan memang mereka berhaluan nasionalis dengan mefokuskan kalangan pengusaha. dan semuanya gagal mengantarkan negara ini menuju cita-cita bangsa menjadikan negara Indonesia negara yang adil. Kalau tiga kekuatan politik yang telah pernah mendominasi dan memegang tampuk kekuasaan dalam pemerintahan di Indonesia. PBR. sedangkan PDIP lebih fokus pada pendukung kelas menengah kebawah atau lapisan grass root. Yang menjadi pertanyaan apakah satu-satunya harapan bangsa Indonesia untuk bisa mengantar bangsa Indonesi menuju masyarakat adil. PBB. makmur dan sejahtera. PKB. kaum professional. golongan militer di kembalikan ke fungsi semula sebagai kekuatan pertahanan & keamanan saja seperti laiknya di negara-negara demokrasi lainnya diseluruh dunia (walaupun sebetulnya dikalangan militer sendiri masih ada yang punya mimpi untuk berkuasa terus). sedangkan rakyat yang beragama non-muslim lebih mendekat ke kaum nasionalis). dan golongan menengah keatas sebagai pendukungnya. dengan kejatuhan rejim orde baru dan dengan adanya amandemen UUD ’45. dll. tentu saja mereka mencoba punya pengaruh juga pada kantong-kantong kaum agamis yang belum dikuasai oleh partai-partai Islam yang ada. Makanya jangan heran kalau Golkar yang pada masa orde baru menjadi motor politik militer telah ancang-ancang lebih merapat ke PDIP yang sudah jelas berhaluan nasionalis. tapi dimasa mendatang kelihatannya persaingan dua golongan ideologi ini akan makin menajam. Setelah masa reformasi 1998. Oleh karena itu Nasakom sekarang sudah jadi Nasa atau hanya ada golongan yang berideologi nasionalis dan berideologi agamis (agama disini lebih cenderung ke agama Islam karena penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam. Yang masing-masing merepresentasikan berbagai golongan yang ada di Islam itu sendiri. PAN. dengan beberapa kegagalan-kegagalan yang telah dialami kaum nasionalis . Dan ini tercermin dengan munculnya berbagai organisasi politik atau partai politik yang secara garis besar terbagi jadi dua golongan varian: kaum nasionalis dan kaum agamis. Jadi saingan utama partai dari kalangan yang berhaluan nasionalis adalah dari kalangan partai yang berhaluan agamis yang saat ini ada partai dengan deretan panjang: PPP. PKS. karena dianggap kaum abangan sudah punah. Walaupun dalam realitas selama ini selalu ada suatu usaha untuk melakukan kolaborasi ataupun koalisi antara partai yang berhaluan nasionalis dengan yang berhaluan agamis.mendominasi kancah dunia politik di Indonesia.

dimenangkan oleh SBY yang didukung oleh partai baru yaitu partai Demokrat (10.97%). Yang lebih mengejutkan pada pemilu ekskutif yang pertama kali dilaksanakan secara langsung oleh rakyat tahun 2004 sesuai dengan amandemen UUD ’45. 2. Bisa saya sarikan sebagai berikut: 1. 5. Kronologi perubahan peta politik di jaman reformasi.33% di pemilu 1999. Pada akhirnya karena dukungan SBY di legislatif hanya dari partai Demokrat (10. Ditengah jalan Gus Dur dilengserkan oleh MPR dengan alasan melanggar UUD ’45 dan pemerintahan digantikan oleh PDIP (yang waktu itu memegang kursi Wakil Presiden).36%).memecahkan masalah bangsa terutama berkaitan dengan korupsi dan maupun representasi dalam mewujudkan pemerinthan yang bersih dan berwibawa. Setelah PDIP memegang pimpinan eksekutif. Suatu kemunduran yang cukup significant. Disini awal distorsi para pendukung awal pendirian PDIP karena para pimpinan PDIP lebih senang mendekat ke Golkar – yang pada pra-reformasi telah mati-matian dilawan. Demi mempertahankan kekuasaan di eksekutif. Usaha Gus Dur untuk membentuk pemerintahan PKB di eksekutif ternyata telah gagal karena dukungan yang lemah dari legislatif karena tentangan dari dua partai besar yang menguasai legislatif yaitu PDIP (33.33%) tapi eksekutif yang waktu itu masih dipilih oleh MPR jatuh ketangan Gus Dur yang didukung oleh PKB (11.82. Pemilu legislatif tahun 1999 telah dimenangkan oleh PDIP (33.27% di pemilu legislatif dan PDIP jatuh di posisi ke 2 dengan memegang kursi 19.% jauh lebih rendah dari posisi 33. ternyata realitas politik tidak memungkinkan PDIP menjalankan pemerintahan tanpa dukungan partai lain apalagi Golkar. Bahkan beberapa partai berhaluan agamis tidak sepenuhnya mendukung Gus Dur. PDIP terpaksa berkoalisi dengan Golkar dan partai-partai lainnya. Untuk mempertahankan pemerintahannya mau tidak mau SBY harus berkoalisi membentuk pemerinhan dengan parta-partai lain. terutama dengan Golkar (23. 3. Kebijakan PDIP yang salah pada saat diberi kepercayaan memerintah di eksekutif mengakibatkan peta politik berubah pada pemilu ke 2 pada jaman reformasi tahun 2004 dengan justru dimenangkan kembali Gokar dengan memegang kursi legislatif sebesar 23. 4.27%) yang juga mendapatkan kursi wakil presiden. Walaupun pemilihan umum secara demokratis paska rejim Suharto baru dilakukan dua kali tapi telah banyak peristiwa yang dramatis terjadi dalam kancah peta politik nasional yang mau tidak mau telah terjadi proses timbal balik dari kinerja partai politik maupun persepsi masyarakat terhadap kinerja tersebut yang pasti akan mempengaruhi pilihan-pilhana yang akan dilakukan masyarakt luas pada pemilu-pemilu yang akan dating. Kebijakan PDIP ini sebetulnya justru malahan memberikan amunisi tambahan buat Golkar dan mengurangi dukungan terhadap PDIP itu sendiri.04%).33%) dan Golkar (25.36%) dengan wakil presiden dari partai Golkar (23.27%). Dengan dukungan minimal di legislatif dari .

. Kalau pemilih lebih memilih alternatif partai yang relatif lebih bersih. bahkan memperbanyak orang yang jatuh dibawah garis kemiskinan. Partai-partai besar yang berkuasa selama lima tahun terakhir ini ternyata tidak mampu mengangkat kesejahteraan rakyat seperti yang diharapkan. rasionalitas pemilih pasti akan mengevaluasi apa kontribusi yang telah diberikan partai-partai besar pada lima tahun yang telah berlalu. Kalau harapan-harapan rakyat tidak ter-realisasi sesuai dengan janji-janji yang telah pernah dikemukakan pasti akan terjadi pergeseran dukungan. pasti akan cari alternatif seperti pada pilihan pilkada Jawa Barat dan pilkada Sumatera Utara yang partai berideologi agama telah memenangkan hati rakyat. bergulir dan berubah pada pemilu ke 3 tahun 2009 pada masa reformasi ini yang akan makin menguatnya kekuatan partai yang berhaluan agamis. Perubahan pasti akan terjadi pada pola pemilih pada pemilu 2009 yang akan datang. Jelas peta politik akan berjalan. untuk memperoleh minyak tanah harus antri. pemerintahan SBY sangat sulit untuk tidak mengetengahnya kembali pengaruh Golkar yang memegang kursi legislatif 23.04%) – apalagi wakil presiden di pegang oleh Golkar. golongan komunis. apabila memang golongan agamis bisa menunjuknan dirinya sebagai partai yang bersih. Memang dari empat golongan ideologi yang pernah ada di Indonesia: golongan nasionalis.27% jadi sama saja pemerintahan SBY ini adalah penjelmaan kembali dari orde baru. perdamaian abadi dan keadilan sosial. 6. tidak terkontaminasi penyakit korupsi (masalah utama bangsa kita). Kemudian tergantung persepsi pemilih terhadap tingkah laku partai Golkar yang terus mengingatkan kembali tingkah lakunya pada masa orde baru. kalau mereka malahan memilih partai-partai berhaluan agamis. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Kesimpulan NASAKOM telah menjadi NASA yang pada waktu antaranya kom-nya telah musnah dan pernah digantikan kaum militer. dan golongan militer hanya golongan agamis yang belum pernah menonjol dalam menjalankan pemerintahan eksekutif.partai Demokrat (10. minyak goreng harus antri. premium dibeberapa daerah juga harus antri. mencerdaskan kehidupan bangsa. Bagaimana hasilnya? Kita lihat saja nanti pada tahun 2009. rakyat tidak mungkin terus menerus dibohongi. Mungkin partai dengan haluan agamis akan menjadi pilihan alternatif dikarenakan partai-partai besar yang ada saat ini telah gagal mengantarkan Indonesia menjadi negara yang seperti diamanatkan pada pembukaan UUD ’45: suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum.36%) – seperti waktu Gus Dur memerintah dengam dukungan legislatif minimal dari PKB (11. siapa yang harus disalahkan. golongan agamis. Mungkin momentumnya telah tiba. Ini dikarenakan makin berlanjutnya distorsi PDIP yang berhaluan nasionalis dengan kebijakan pimpinannya yang tidak begitu jelas apa betul-betul membela grass root.

dari tindakan pencegahan. meluaskan komunikasi dan partisipasi masyarakat. yang demokratis. dijelaskan bahwa Organisasi pers ialah organisasi wartawan. dan tanggung jawab profesi yang dijabarkan dalam kode etik jurnalistik serta sesuai dengan hati nurani insan pers. meluaskan komunikasi dan partisipasi masyarakat serta melakukan kontrol sosial yang konstruktif. . organisasi grafika pers dan organisasi media periklanan. Hal ini berbeda dengan fungsi Pers. pers juga berfungsi menyebarkan informasi yang objektif. sebagai lembaga ekonomi. pendidikan. Pelaksanaan fungsi pers tersebut sangat penting dalani kehidupan bermasyarakat. pers dan masyarakat.(Note: % adalah presentasi representasi partai tersebut di kursi DPR pada pemilu 1999/2004) Kamis. organisasi perusahaan pers. Dalam hal ini perlu dikembangkan interaksi positif antara Pemerintah. peranannya dalam pembangunan. Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Kemerdekaan pers adalah kemerdekaan yang disertai kesadaran akan pentingnya penegakan supremasi hukum yang dilaksanakan oleh pengadilan. Fungsi pers sebagai lembaga ekonomi mempunyai makna bahwa dalam menjalankan fungsinya pers harus menerapkan prinsip-prinsip ekonomi agar kualitas pers dan kesejahteraan para karyawan media penerbitan pers semakin meningkat dan tidak meninggalkan kewajiban sosialnya. menyalurkan aspirasi rakyat. pers mempunyai fungsi yang penting yaitu: sebagai media infrmasi. Di samping itu. hiburan dan kontrol sosial. yang disetujui oleh Pemerintah. Yang dimaksud dengan "kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara" adalah bahwa pers bebas. berbangsa dan bernegara. menurut pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. penyalur aspirasi rakyat. serta melakukan kontrol sosial yang konstruktif. 07 Januari 2010 Fungsi PERS & Peranan PERS Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982. pelarangan dan atau penekanan agar hak masyarakat untuk memperoleh informasi terjamin. maka pers berfungsi sebagai penyebar informasi yang objektif. Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982 dijelaskan bahwa dalam rangka meningkatkan.

Pers Nasional melaksanakan peranan sebagai berikut a. Dimana kegiatan pers ini dapat menggelorakan semangat pengabdian perjuangan bangsa. membantu meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa. memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional. serta e. c. . yaitu: a. memperkokoh kesatuan dan persatuan nasional. mempertebal rasa tanggung jawab dan disiplin nasional. serta menggairahkan partisipasi rakyat dalam pembangunan. dan intemasioal. memperjuangkan terwujudnya tata international baru di bidang informasi dan komunikasi atas dasar kepentingan nasional dan percaya pada kekuatan diri sendiri dalam menjalin kerjasama regional. b. memperjuangkan pelaksanaan amanat penderitaan rakyat berlandaskan Demokrasi Pancasila. membantu meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa serta menggairahkan partisipasi rakyat dalam pembangunan. Menegakkan. menggelorakan semangat pengabdian perjuangan bangsa. Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982. b. d. antar golongan. antar regional dan international khususnya di bidang pers. Menurut pasal 6 Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. dan hak asasi manusia serta menghormati kebhinekaan. mendorong terwujudnya supremasi hukum. Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui.Dengan demikian dapat kita lihat peranan pers sangat penting dalam memperjuangkan terwujudnya tatanan baru di bidang informasi dan komunikasi atas dasar kepentingan nasional dan percaya pada kekuatan diri sendiri dalam menjalin kerjasama regional. khususnya di bidang pers. nilai-nilai dasar demokrasi. memperjuangkan kebenaran dan keadilan atas dasar kebebasan pers yang bertanggung jawab. Pers Nasional memiliki lima tugas dan kewajiban yang harus dipenuhi. melestarikan dan memasyarakatkan Pancasila sebagaimana termaktub di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dengan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila.

serta perdamaian. kritik. akurat dan benar. yang tepat. perundang-undangan yang berlaku". Memperjuangkan keadilan dan kebenaran. sangat penting dalam memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui dan mengembangkan pendapat umum dengan menyampaikan informasi yang tepat. Dalam hal ini yang dimaksud dengan perlindungan hukum itu "adalah jaminan perlindungan pemerintah dan/atau masyarakat kepada wartawan atau pekerja pers dalam melaksanakan fungsi. Bahkan kebebasan informasi merupakan investasi melawan – dan mencegah lahirnya kembali-tirani. Sehubungan dengan hal itu pemerintah juga harus memberikan perlindungan hukum. e. serta diwujudkannya supremasi hukum untuk menuju masyarakat yang tertib.c. Oleh karena itu peranan pers nasional. Hal ini akan mendorong ditegakkannya keadilan dan kebenaran. Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi. koreksi. hak. akurat dan benar. sekjen PBB Kofi Annan menyatakan bahwa media massa dunia kini berperan utama dalam memajukan kebebasan dan pertukaran informasi dan gagasan dalam skala global. dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum. Melakukan pengawasan. Kebebasan Pers Sebagai Prasyarat Penyiaran Instrumen Kontrol Dalam Negara Demokrasi Dalam wawancara dengan The World Association of Newspapers berkaitan dengan hari Kebebasan Pers se-Dunia. Masalah Kebebasan Pers Di Indonesia 1. . d. Kebebasan itu merupakan prasyarat utama bagi demokratisasi. kewajiban dan peranannya sesuai dengan ketentuan peraturan. pembangunan.

Akan tetapi kalau kita berhenti pada hitungan-hitungan kuantitatif. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Harian Fajar. namun juga memilih kontestan. Demokrasi kuantitatif memang tidak sepenuhnya salah. SUARA BATAL. DPT DAN MALAPETAKA DEMOKRASI Oleh Fajlurrahman Jurdi Direktur EKsekutif Pusat Kajian Politik. 07 April 2009 Persoalan substansial dari demokrasi kita adalah pendidikan politik dan kemauan untuk meng-enganged diri dalam arena publik. keterbelakangan. Pemilu tampaknya menyisakan berjuta harapan bagi konstruksi demokrasi di masa yang akan datang. Kita menganggap persoalan kebangsaan. Tampaknya pertanyaan apapun di masa kini. Atau kita mengikuti siklus Polybios. tidak bisa diselesaikan lewat hitungan 50 persen + 1. bahwa kita akan segera secara perlahan-lahan menuju fase lanjutan siklus. Batasan-batasan kuantitatif memang perlu untuk menegaskan diri sebagai bangsa yang teratur. Partai tidak berpikir untuk bekerja untuk membangun kaderdisasi dan pendidikan politik. maka kita akan menghentikan persoalan substansial dari demokrasi kita. karenanya. problem epistemik kita sebagai bangsa amat berbahaya apabila itu yang kita jadikan ukuran untuk melakukan proses pembangunan.umat. kemelaratan. Demokrasi kita terlalu materialistis. yakni oligarki. atau malah kita akan menghentikan proses transisi ini sebagai titik episetrum untuk kembali melakukan rekonsolidasi ke kutub otoritarianisme. 50 persen + 1 adalah cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan problem kebangsaan itu. karenanya amat mahal. Apakah kita akan mengikuti "bisikan" demokrasi di masa mendatang. dalam arti keterlibatan itu. Pemilu 2009 ini bagi sebagian besar pengamat menganggap sebagai puncak terakhir untuk menguji "kelayakan" proses transisi demokrasi untuk dievaluasi secara menyeluruh. bahwa demokrasi kita saat ini amat sangat kuantitatif. atau Dahl mengatakan demokrasi prosedural (procedural democracy). tidak harus menjadi kontestan. pada angka-angka seperti 50 persen 1. Baik sebagai peserta aktif maupun pasif. hanya akan bisa dijawab setelah Pemilu 9 April mendatang. kebodohan dan kepandiran kita sebagai bangsa bisa diselesaikan dengan angka-angka. Yang . Sebelumnya Robert Dahl mengingatkan. Persoalan substansial seperti kemiskinan dan keterbelakangan. sehingga tidak ada satupun partai di Indonesia yang bisa disebut sebagai partai ideologis. seperti kemiskinan. sebagai limit agar menegaskan posisi kita untuk melakukan perubahan. 17 April 2009 GOLPUT.

Banten 39. Dengan harapan dan dada membusung mengaku telah bekerja keras demi suksesnya ritual suksesi politik dan hajatan demokrasi. baik Pilbup. akan berkisar 35-45 persen.19 persen. yaitu partai yang seluruhnya bekerja membangun kekuatan untuk merebut kekuasaan.33 persen.07 persen. maka Golput akan mencapai angka dramatis. sedangkan angka golput tertinggi tercatat di Pilwalkot Pontianak yang mencapai 61 persen. Dari beberapa hasil Pilkada berikut data Golput di masing-masing Pilkada. Sebuah angka yang amat menakutkan bagi proses konsolidasi demokrasi. namun apabila jumlah pemilih tidak mencapai 50 persen. selain . maka akan menjadi alasan bagi kelompok oposisi untuk mengatakan bahwa kinerja partai politik untuk meyakinkan rakyat telah gagal.2 persen. Sumbar 37 persen. ada urutan nama caleg. Wajo 32 persen. Jika pemilu tahun 2004 pemilih hanya memilih partai. seolah-olah dalam ceramah tak ada masalah. bahwa demokrasi kita. sekalipun itu Fatwa yang agak "menyebalkan" dan bukan fatwa teologis. sebagai tahap ujian untuk menentukkan sikap dalam intaian ancaman. Itulah lembaga Pemilihan Umum kita yang bernama KPU. Pilwalkot. Juga menjadi alasan. yakni (1) Jumlah partai yang banyak dengan warna partai yang sama untuk beberapa gambar. 22 persen. juga seolah-olah semuanya tak ada masalah. Ada beberapa masalah yang akan segera muncul dan akan menjadi ancaman serius bagi proses transisi demokrasi kita. sekalipun memang tidak akan mendelegitimasi mereka secara hukum. Wonogiri 39.69 persen. Dalam kaitannya dengan pemilu dan harapan yang terlalu besar akan demokrasi. sama menakutkannya negara Orde Baru bagi civil Society di masa Soeharto berkuasa. Jambi 34 persen. Komisi ini belakangan bekerja amburadul dibanding pada tahun 2004. Golput atau golongan putih ini akan menjadi momok bagi eksistensi mereka.05 persen. Ada dua problem besar bagi masyarakat yang tidak berpendidikan apabila melihat surat suara. Kedua. Jatim 39. Sumatera Utara 41 persen. dan (2) Di dalam kotak partai itu. Golput. Ukuran kertas yang selebar 84 x 63 sentimeter.67 persen. juga sekaligus betapa demokrasi kita di ambang petaka. di Pekalongan dan Solo masing-masing 50 persen. Letak dasar persoalannya bukan pada surat suara. Sukoharjo 42. sungguh ngeri bagi kualitas demokrasi. Pilgub Sulsel 33 persen. DKI Jakarta 36.Golput di Pilgub Jateng 45. Kita lihat angka Golput di beberapa Pilkada. Pertama.bertebaran dalam arena demokrasi kita adalah partai massa. sehingga agak mudah bagi mereka untuk membedakan. Seolah-olah dalam pidato telah bekerja maksimal. sampai Pilgub: . Jika kita melihat ukuran kertas suara yang akan dicoblos di bilik suara pada tanggal 9 April nanti. dan jumlah partai yang banyak akan menyulitkan bagi pemilih. Keputusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan suara terbanyak. Golput telah menjadi hantu yang amat menakutkan bagi partai politik dan para caleg. Bogor 45 persen.28 persen. tetapi kesiapan voters (pemilih) untuk melakukan pencontrengan. ada beberapa persoalan teknis yang sengaja atau tidak sengaja dilakukan oleh negara/kekuasaan dalam upaya untuk menciptakan demokrasi. Kaltim 42. namun lebih pada fatwa politik. maka Pemilu 2009. telah menyimpan sejumlah persoalan bagi demokrasi kita. Sampai Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa haram Golput. Pilbup Cirebon 38.3 persen.2 persen. tinggal menunggu detik-detik suksesi itu dimulai. Kalsel 40 persen. Jawa Barat 34. Semua perangkat telah disiapkan dan prasyarat hajatan demokrasi telah ada. Pilbup Pati 50 persen. Kepri 46 persen. Tampaknya angka ini adalah merupakan angka yang luar biasa. Kalbar 37. Suara Batal. Bandung 30.

Begitu juga mungkin di tempat-tempat lain.639 nama. Kita berharap ada perubahan mendadak dalam hitungan empat hari ke depan. Selama ini partai politik tidak pernah menjalankan kewajibannya sebagaimana layaknya seorang muslim yang menjalankan kewajiban menjalankan salat lima waktu. Apalagi hitungan kuantitatif tidak mencapai limit yang tercantum dalam prosedur demokrasi. Jadi yang sah untuk merepresentasikan suara rakyat hanya 70 persen. tangan mereka gemetar ketika memegang pulpen. Di Sulsel saja jumlah DPT bermasalah berjumlah 67. Ketiga. Sungguh ini akan menjadi malapetaka bagi demokrasi. karena apabila dikalikan tidak sampai limitasi demokrasi. tidak bisa dilanjutkan dengan menempatkan rakyat sebagai yang berdaulat. 24 Maret 2009 PARTAI POLITIK PREDATOR MENUJU PEMILU 2009 Oleh: Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. Karena itu. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 06. agar segera menyadari kesalahannya. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia . jika engangement masyarakat beserta tetek bengek yang lain bisa mencapai angka di atas 50 persen? Ini impossible untuk melanjutkan agenda transisi demokrasi dengan mengabaikan hak-hak rakyat yang paling asasi. Lalu. (3) Metode Contreng. menegosiasikan masa depan demokrasi pasca Pemilu 2009. suara batal dalam Pemilu 2009 ini akan mencapai angka 2025 persen.088 DPT bermasalah.52 0 komentar Selasa. maka problem demokrasi kita akan tambah rumit. Jika demikian. jumlah partai juga banyak. 38+23+9=70 persen. Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menjadi wacana hangat belakangan ini. Karenanya. ketika masuk bilik. Katakanlah Golput 38 persen Suara batal 27 persen dan yang tidak bisa memilih 13 persen. meramalkan demokrasi sebagai suatu harapan di masa yang akan datang adalah tidak masuk akal dengan melihat infrastruktur politik seperti ini. di mana hitungan kuantitatif itu bisa dilakukan. Jadi. apabila keadaan politik hanya untuk upper class. Diperkirakan mereka yang tidak bisa memilih pada pemilu ini akibat birokrasi negara yang bernama UU Pemilu. memilih caleg dan cara mencontreng.kertas suara banyak. Hitungan 50 persen + 1 tidak mencapai ambang batas. akan sangat banyak yang tidak bisa terlibat dalam pemilu. menemukan kesulitan pemilih memilih partai. Ini akan berpengaruh secara psikologis ketika mencoblos. Di Jatim ada sekitar 43. dan yang sangat menyulitkan nanti adalah mencari nama para caleg yang akan dipilih. Mereka telah berkhianat kepada rakyat dalam rantai sejarah yang amat panjang. juga sekaligus tidak adanya taktik untuk memberi ruang bagi yang tidak terdaftar sebagai pemilih untuk memilih pada tanggal 9 April. Karena itu. Pengalaman beberapa fungsionaris PuKAP-Indonesia yang terlibat dalam proses pendidikan politik arus bawah di beberapa daerah di Sulsel. Sehingga kita tidak mengalami kemunduran yang mengerikan di atas bertabuh harapan akan kemajuan demokrasi kita. Mungkin saatnya memang mereka harus dihukum. Bagi masyarakat awam. Kecuali partai bekerja dan memulai untuk selanjutnya menjalankan tugas-tugas wajibnya.

partai-partai Islam seperti PKS justru menambah beban moral umat Islam. paling tidak. partai telah menjadi perkumpulan orang-orang yang sedang menegakkan “ajaran dusta”. Itulah partai. Partai sudah menjadi sebuah perkumpulan para “gerombolan” politik yang mencari kekuasaan dengan ’rakus’ dimana mereka adalah merupakan aliansi oligarki “nakal” yang sudah tidak lagi bisa diharapkan menjadi penopang tegaknya demokrasi. ia tidak lagi sebagai sarana untuk mengagregasikan kepentingan rakyat. Namun harapan itu pupus ditengah kemelut yang melanda partai politik kita. yang tentu berbeda dengan Labour Party di Inggris. Partai-partai raksasa seperti Golkar dan PDIP. Partai politik secara institusional memang tidak salah. namun mereka adalah merupakan bagian dari pilar demokrasi. ia telah merumuskan gaya baru pemikiran Islam yang inferior dalam berpolitik. PKS sudah mendeklarasikan diri sebagai partai Islam yang berideologi inklusif. memperjuangkan kepentingan rakyat dan berkhidmat untuk rakyat. partai telah menjadi penentang demokrasi yang paling sah. belum memiliki basis kekuatan buruh. namun partai yang hanya menjadikan ideologi sebagai tumbal. 2009 adalah merupakan awal bagi mereka melakukan revitalisasi orientasi dan keberpihakannya bagi masyarakat. partai telah menjadi alat untuk menciptakan konflik komunal bagi perkumpuan sebagian para “bandit” politik. Partai. namun tidak jelas perjuangan kerakyatannya. sebagaimana tujuan awal partai di dirikan. Di saat orang terlalu banyak berharap agar PKS menjadi penegak ajaran moral bagi simbol Islam Politik. namun PKS telah “melacurkan diri” dalam pragmatisme dan oportunisme politik. Partai PDIP yang mengaku diri sebagai partai wong cilik. bahwa partai-partai politik akan mampu memberi harapan baru bagi masa depan Indonesia. sebagaiman tujuan utamanya. yang sekalipun telah lama dalam kubangan pragmatisme. yang mau tak mau. juga bukan sarana untuk memperjuangkan hak-hak rakyat. namun tidak sedikit rakyat yang kecewa dengan perilaku partai politik.Menjelang pemilu 2009. adalah merupakan saran untuk menampung dan mengartikulasikan kepentingan rakyat. ia telah menjadi virus demoralisasi massal dalam sebuah sindikat demokrasi. Partai buruh. Terlalu banyak orang yang menaruh harapan pada partai politik. sekalipun pasca reformasi usai mereka tak punya kontribusi besar bagi pembangunan demokrasi. ada harapan yang menggebu dari banyak masyarakat Indonesia. Belum ada partai yang benarbenar memiliki keberpihakan pada komunitas tertentu yang diatasnamakan. Partai telah menyebabkan rakyat hidup dalam “pintalan-pintalan” harapan yang sulit untuk mereka pahami. Indonesia selama dan pasca Orde Baru tidak ada yang terlalu banyak berubah. Parta-partai politik. karena partai sudah tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Apalagi sekarang PKS sudah tidak lagi menjadi partai Islam yang berideologi. namun perilaku orang-orang di dalamnya telah menyebabkan fungsi-fungsi penting partai politik tidak dijalankan. Masih mewarisi sistem dan mekanisme politik masa lalu yang . suka atauidak suka harus diakui baik secara yuridis maupun secara sosiologis dan politik.

hanya harapan yang menumpuk dalam pikiran rakyat. yakni sebagai “alat untuk mencapai kekuasaan” bukan “alat untuk memperjuangkan kepentingan kemanusiaan”. yakni mentalitas menerabas dan jalan pintas dengan memangsa hak-hak rakyat. apapun alasannya. Namun. dan bahkan alienasi “epistemologis” dan “aksiologis”. Rakyat hidup dalam “kubangan” harapan akan janji-janji yang tak pernah ditepati dalam setiap episode rutinitas demokrasi. atau Indonesia “dia”. tidak ada satupun yang mampu keluar dari mekanisme predator masa lalu tersebut. determinasi. layaknya dalam tradisi Negara yang menganut paham demokrasi liberal. Tetapi sekaligus partai politik telah mengajarkan mentalitas “predator”. namun partai begitu penting adanya di dunia modern. bukan Indonesia “mereka”. Dengan demikian. dari ideologi mananapun dan atas tujuan apapun serta identitas yang bagaimanapun juga yang ia gunakan. maka lebih arif dan dewasa partai-partai politik itu di “tiadakan” demi dan atas nama “kemanusiaan/kerakyatan”. Partai politik. tanpa mempertimbangkan lagi mekanisme “ontologisnya”. bahwa partai politiklah yang dianggap sebagai jalan terbaik bagi tegaknya demokrasi yang sehat. maka seharusnya partai-partai besar maupun kecil yang hadir dalam setiap perhelatan “akbar demokrasi” mempertahankan identitas. Mentalitas inilah yang telah menyebabkan sistem politik Indonesia masuk dalam jebakan pramatisme dan oportunisme. yang bernama Indonesia. “Peniadaan” ini bukan karena tidak suka dengan partai politik. Pesta demokrasi bukan hanya sekedar acara rutin lima tahunan dengan menghadirkan kontestan partai politik yang begitu banyak. Partai. dimana partai politik menjadi bagian yang determinan. bahwa partai politik adalah tetap menjadi kekuatan penopang demokrasi yang visible. hingga mereka menjadi “kepala botak” hanya memikirkan dan mengharapkan janji-janji palsu partai politik. tetapi Indonesia “miliki kita”. tetapi merupakan sebuah pesta untuk memikirkan tentang masa depan Indonesia Kita. partai politik tidak didirikan untuk membangun “distingsi” antara “aku” dan “mereka”.dibangun di atas mentalitas para “Predator”. Sekalipun bukan satu-satunya jalan untuk membangun demokrasi. Mekanisme dimana seluruh urat nadi dan karakter sistem yang digunakan telah menciptakan polarisasi. namun lebih disebabkan pada artikulasi peran dan fungsi partai politik yang telah melenyapkan “moral demokrasi” untuk merebut kekuasaan dengan mempertaruhkan beruta-juta rakyat jelata yang selalu menjadi korban pikiran-pikiran “palsu” dalam partai politik. Sekalipun itu memang bukan harga mati. Jika memang partai politik masih merupakan jalan terbaik untuk menegakkan demokrasi. Partai telah menjadi “berhala” yang dianggap “sakral” untuk mengatakan demokratis atau tidak demokratisnya sebuah Negara. bukan “Indonesia siapa-siapa”. tetapi untuk membangun bangsa kita. . janji dan keyakinan politik yang diberikan kepada rakyat. sekalipun tidak menjadi satu-satunya perkumpulan untuk menegakkan demokrasi. Dari “pesta demokrasi” yang satu ke pesta demokrasi yang lain. jika partai politik masih mempertahankan identitas mereka seperti saat ini. Karena kita harus jujur mengatakan. Sesungguhnya kita punya harapan yang besar.

kepada siapa kekuasaan berkhidmat?. Berbagai pencarian bentuk sistem politik. Pertanyaan ini terus muncul disetiap zaman dan di setiap episode peradaban. tumbuh dan tenggelamnya peradaban. tetapi justru banyak diantara mereka yang mewarisi mentalitas politik “masa lalu”. seharusnya semua pengurus Partai melakukan “tobat politik” untuk segera merevitalisasi diri. Pemilu 2009 bukan hanya sekedar ajang perebutan kekuasaan antar partai. Padahal. Kekuasaan memang selalu meminta korban. lahirnya dan matinya suatu negara.Tulisan ini hendak menguji keabsahan suksesi politik sebagai sebuah agenda negara demokrasi dengan kebiasaan ritual suksesi di Indonesia yang berakhir dengan radikalisme dan anarkisme yang disebabkan oleh ambisi kekuasaan yang terlampau besar. aktor baru. Partai-Partai yang berkuasa dan yang hidup di “pinggiran” kekuasaan saat ini adalah partai yang tidak memiliki karakter dan komitmen keberpihakan. selama ini. untuk siapa kekuasaan berguna. sementara partai kecil mengaca diri sambil mengubah nama dan platform. yakni para “predator” yang hendak merebut. pikiran baru. Bukan mentalitas “predator”. sistem dan mekanisme “permainan” dalam Partai. suksesi di Indonesia diwarnai dengan ritual mistisisme elit-elit politik yang meminta kepada dunia abstrak dengan pertapaan dan bersemedi untuk mendapatkan “wahyu kemenangan” dengan ritual . Mereka semua adalah sama. Mereka adalah anak kandung modernisasi.Untuk apa kekuasaan ada. inilah saat yang tepat seharusnya bagi partai politik untuk mengubah diri. Inilah menurut penulis. Partai pendatang baru harus bisa memberikan yang “berbeda” dari partai-partai lama yang telah masuk dalam kubangan pragmatisme tingkat tinggi.19 0 komentar SUKSESI POLITIK DAN RITUAL ANARKI Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. yang dengan modernisasi itu pula mereka berubah menjadi liberal. Liberalisasi politik pasca Orde Baru. narasi baru. masa Orde Baru. perjuangan baru. konsep baru. Mereka harus hadir dengan ide baru. sehingga menghalalkan segala cara dalam upaya menciptakan teror politik yang melanda negeri transisi yang pongah ini. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. yang menyebabkan “hampir” gagalnya proses transisi demokrasi yang sedang kita hadapi. Di saat krisis kepercayaan atas Partai Politik saat ini. mengolah dan mengutak-atik kekuasaan untuk kepentingan partai dan individu. tetapi merupakan awal “peperangan” politik yang dahsyat bagi partai-partai yang ikut dalam kompetisi ini. tidak diikuti dengan mentalitas aktor politik yang berjiwa demokratis. dan mentalitas baru.Dalam konteks inilah partai politik kita tidak bisa menempatkan diri pada posisi yang wajar. tanpa mengubah komitmen. Atas nama kekuasaan. semuanya bermuara pada satu soal: yakni bagaimana mencari bentuk kekuasaan. 01-02-2007 Media Centre -. agar “citra diri” partai tidak selalu jelek dimata masyarakat. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Kamis. gagasan baru. makam pahlawan dibangun diberbagai kota. Partai besar bekerja dengan “rakus” untuk mencari keuntungan agar bisa memegang kekuasaan pada Pemilu 2009.

Antara ritual anarki dan ritual suksesi sebagai proses politik tidak bisa . tanpa ada rasa bersalah dari aktor-aktor pemain politik yang ada ditingkat elit. suatu pikiran irasional masyarakat tradisional yang masih bisa disaksikan dalam masyarakat Indonesia. Hampir setiap proses suksesi politik. ke individu. yang tentu saja kemampuan seseorang untuk mengapresiasi gagasan yang telah dirintis sebelumnya akan berbeda. seorang ulama dianggap sebagai mesin penggerak massa yang efektif. pemerintah atau rezim. Sehingga anarki adalah merupakan ritual yang bersamaan dengan ritual suksesi itu sendiri. kekerasan dan anarki adalah merupakan simbol. pemerintah atau rezim lain. yang terjadi biasanya adalah gesekan politik yang sedikit memanas. Seakan-akan anarki adalah merupakan salah satu syarat. Tanpa pembedahan yang tajam. suksesi politik Indonesia akan selalu diwarnai dengan korba-korban akibat ritual “sesat” dan ritual “sadis” tersebut. Provokasi elit kultural jauh lebih memiliki daya tarik kental dibanding dengan provokasi yang dimainkan oleh siapapun. Ulama adalah pusat segala-galanya. sehingga ritual kekerasan. ritual anarki dan radikalisme adalah merupakan “persembahan” suksesi politik Indonesia yang telah lama menghiasi dunia politik kita. paling tidak bisa dilanjutkan oleh pewaris ideologis setelahnya. Menurut Alan Brier suksesi politik didefinisikan sebagai cara kekuatan politik disampaikan. Suksesi politik adalah menyangkut upacara demokrasi. dari seorang individu. di Jawa Timur. karena dalam kultur masyarakat Islam Jawa. bahkan melabrak kekuatan politik yang mapan demi melancarkan agenda politik yang di usungnya. Antara “kekuatan” dan “jabatan” dalam suksesi harus benar-benar diterjemahkan secara simultan. Disinilah sesungguhnya akan terbangun satu rezim politik ideologis. Jadi. yang menghendaki bahwa konstruksi politik yang telah dirintisnya. Lahirlah kekuatan politik yang lain yang akan mengancam posisi kekuasaan yang mapan ini. Misalnya. Bahkan ada ulama yang kemudian dimitoskan. untuk meneguhkan dirinya sebagai salah satu indikator keberhasilan sebuah negara dalam melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses-proses politik yang berjalan. akibatnya situasi politik dan pergeseran kekuasaan tidak menyebabkan terjadinya pergeseran kebijakan dan karakter atas sistem politik yang ada. bahwa suksesi berjalan dengan baik. Tingkat emosi sosial ditentukkan oleh dukungan politik yang diberikan oleh mereka atas orang-orang tertentu yang menjadi calon penguasa politik dalam proses suksesi tersebut. karena yang ditransfer adalah “posisi kekuasaan” dan “otoritas kekuasaan” kepada orang lain. karena pertarungan antara kekuatan politik yang saling merebut kekuasaan bisa menyebabkan terjadinya mobilitas massa politik meningkat. hingga kemudian dianggap sebagai pembawa wahyu. Bagi komunitas yang anti kemapanan. suksesi seperti ini hanyalah merupakan ritual suksesi yang tidak membawa perubahan. Akibatnya dalam proses transisi diwarnai dengan restu politik dan keterlibatan aktor-aktor lama yang sedang berkuasa untuk menyukseskan kader ideologisnya. sementara elit yang diatas mengakomodasi tokoh-tokoh kultural untuk mendukungnya dalam menyukseskan agenda politik yang diusungnya. atau ditransfer. Emosi sosial ini dapat bangkit jika terjadi gesekan kencan ditingkat elit.kekerasan militer yang menjaga kamar-kamar pencoblosan dan proses-proses kampanye politik yang mewarnainya. Dalam proses suksesi. bahwa suksesi berlangsung dengan sukses jika dibarengi dengan anarki.

Soeharto mempertahankan kekuasaan yang begitu lama diatas suksesi politik dengan ritualritual anarki yang sangat sistematik. sementara pemimpin-pemimpin ritual tidak terkena kecipratan atas persembahan ritual tersebut. yang selalu menjadi korban persembahan ritual adalah masyarakat. inilah ritual anarki terakhir yang termasuk dalam kategori sadis sepanjang kekuasaan Soeharto setelah tahun 1990-an. yang selalu menjadi korban adalah “manusia-manusia kecil”. Suksesi politik di Indonesia selalu diwarnai oleh ritual-ritual anarki. Ritual anarki dalam proses suksesi politik memang sudah menjadi semacam kewajiban politik yang harus dijalani oleh masyarakat Indonesia. Ritual anarki terakhir yang dipersembahkan oleh Soeharto adalah pada tanggal 27 juli 1996. tanpa ada janji-janji dusta seperti dulu. utamanya bagi pemain-pemain politik yang haus akan kekuasaan. banyak pengamat politik yang bermimpi. dan penghancuran institusi-institusi negara adalah merupakan korban-korban ritual anarki. 22 tahun 1999 yang diganti dengan UU No. pada saat yang sama juga ditandai dengan meningkatnya korban-korban ritual anarki. konflik horizontal. Karena ritual anarki terjadi berbarengan dengan suksesi politik yang terjadi disuatu wilayah. Ritual anarki yang secara serentak terjadi di seantero negeri ini adalah pasca Pemilu tahun 2004 dan Pilkada Langsung sepanjang tahun 2005. bahwa proses suksesi yang selama 32 tahun dibawah kendali rezim Soeharto dibajak secara “sadis” oleh kekuatan massa yang tak bisa dipahami sepenuhnya kemauan mereka. korban-korban anarki bertambah kuantitasnya dan tukang-tukang janji dusta semakin menganggap bahwa dusta adalah “berkah politik” yang harus diucapkan. 32 tahun 2004 tentang otonomi daerah dan pemilihan kepala daerah secara langsung. dan diganti oleh B. dalam ritual ini.J Habibie.dipisahkan. Karena kehausan akan kekuasaan menyebabkan “laku bejat” untuk menukarkan darah orang lain dengan kekuasaan yang glamour. yang selalu menjadi korban persembahan adalah “manusia-manusia kecil” yang hidup dalam ketergantungan penuh atas permainan kekuasaan yang ada diatas mereka. Dan para korban atas tumbal tersebut bertebaran dimana-mana. bejat dan penuh dusta-dusta. radikalisme massa. korban-korban ritual anarki dan ditingkat yang lain pemain politik yang tak pernah merasa berdosa dengan tingkah laku bejatnya. Anarki massal yang telah menerabas menghancurkan kekuasaan Orde Baru yang hegemonik dan tuntutan politik massa brutal ditahun itu. bahwa proses politik ditengah transisi demokrasi akan berjalan secara partisipatoris. Karena kekuasaan logikanya selalu meminta korban. . tanpa ada anarki lagi. Dan celakanya. Ritual anarki kemudian diperparah dengan kehadiran UU No. Akhirnya politik dan suksesi politik di Indonesia dipenuhi oleh berbagai cerita-cerita dusta. Perayaan ritual anarki yang paling besar dalam dunia perpolitikan Indonesia terjadi ketika proses penurunan Soeharto tahun 1998. Akhir cerita kekuasaan Soeharto ini. dan gilanya. Bahkan perjalanan kekuasaannya dipertahankan dengan persembahan atas “manusia-manusia kecil” ini sebagai tumbal. setahun sebelum Pemilu 1997. Pilkada telah menambah rentetan korban atas ritual anarki ini. tanpa ada yang dikorbankan. melahirkan satu catatan politik terpenting bagi proses suksesi politik Indonesia. Pilkada Langsung telah menambah intensitas suksesi politik lokal. Tetapi ritual anarki menjadi semakin gila.

Semangat reformasi mewarnai aroma perubahan UUD mulai dari perubahan pertama sampai perubahan keempat. Salah satunya dalam tulisan ini mengenai UUD kita. Demokrasi dan Kapitalisme menemukan berbagai problem bangsa kita. dan ini menjadi problem lanjutan dari putusan-putusan Mahkamah Konstitusi. Dalam pasal 24C ayat (1) UUD 1945 ditegaskan.Memasuki tahun 2007 ini. karena tokoh-tokoh primordial. persoalan hukum. Ini tercantum dalam Bab IX yang berkaitan dengan kekuasaan kehakiman pasal 24C. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. Mudah-mudahan suksesi Pilkada di Sul-Sel terjadi tanpa ritual anarki. Semenjak Pemilu 2004 dan rantai Pilkada secara langsung sebagai akibat dari "hasutan" demokrasi liberal.15 0 komentar Mahkamah Konstitusi Menghukum Tanpa Batas Oleh: Fajlurrahman Jurdi Fajar Kamis. Namun di dalamnya juga mengidap penyakit legitimasi dan hierarkis yang menjadi rantai panjang persoalan konstitusi hingga sekarang. yakni "Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji UU terhadap UUD. Ditambah lagi munculnya produk legislatif yang banyak bertentangan dengan UUD 1945. dan kekerasan mewarnai ritual demokrasi di Indonesia. sehingga persoalan hukum kemudian menjadi tambah rumit. memutus pembubaran partai politik. yang sejatinya juga akan melahirkan ritual anarki. persis seperti anjuran Machiavelli. . Berikut ini hasil kajian itu. Korban dari ritual anarki ini adalah “manusia-mansuai kecil” yang dimanfaatkan oleh tangan-tangan “iblis” kekuasaan dan pemain-pemain politik yang ingin menghalalkan segala cara. adalah indikasi akan rentan terjadinya ritual anarki yang berbahaya bagi masa depan demokrasi di Sul-Sel. Juga sebagai bentuk dari komitmen. Sulawesi Selatan akan diperhadapkan dengan proses suksesi politik. elit-elit adat. Juga tersebarnya Baleho dan brosur salah satu calon di seluruh daerah di Sul-Sel padahal kampanye belum dimulai. sementara pasal 24A dan 24B adalah masingmasing tentang Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial. Keberadaan Mahkamah Konstitusi dalam struktur ketatanegaraan RI adalah merupakan bentuk dari tuntutan reformasi peradilan agar MA tidak berkuasa sewenang-wenang sebagaimana di masa Orde Baru. memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD. berbarengan dengan tuntutan terhadap lembaga hukum untuk menyelesaikan perkara. Pemilu. dan tokoh-tokoh kunci mistik telah banyak diakomodasi oleh para pemain politik untuk dijadikan mesin mengendali massa. dan memutus sengketa tentang hasil Pemilu. 19-03-09 Hasil kajian PuKAP-Indonesia beberapa minggu terakhir tentang konstitusi. Salah satu lembaga Negara yang diamanatkan dalam amandemen ketiga UUD 1945 adalah Mahkamah Konstitusi. agar UUD 1945 sebagai dasar bernegara tidak dilecehkan sebagaimana masa lalu. Kekerasan politik dan ambivalensi demokrasi itu. Indikasi kearah ritual anarki menganga lebar dalam proses suksesi pilkada Sul-Sel nanti. politik. terutama posisi Mahkamah Konstitusi yang merupakan lembaga hukum terpenting di negeri ini.

dan celakanya itu dibenarkan oleh UUD. Tetapi yang terjadi kemudian adalah memilih ulang. 005/PUU-IV/2006 atas UU No. Disamping secara tidak langsung. lalu siapa yang akan menjadi eksekutor (yang menjalankan keputusan tersebut?). Juga pertanyaan selanjutnya. Dalam UU Pemilu maupun UU MK. Padahal dalam UUD baik dalam batang tubuh maupun penjelasannya. tetapi. Padahal seharusnya posisi MK harus dikontrol oleh konstitusi. MK dan hakim PT dan dibawahnya. maka langkah hukum apa yang akan diambil?. 5 tahun 2004 masing-masing yang mengatur ketiga institusi kehakiman tidak memberikan instrumen hukum kepada lembaga mana yang akan menjadi eksekutor bagi putusan MK. namun dalam kenyataanya. UU No. kata "hakim" yang tercantum dalam UU KY. Bagi MK. Siapa yang akan menindaklanjuti keputusan tersebut?. Apabila terjadi penafsiran hukum yang salah oleh MK. bukan menghitung ulang. bukan pengadilan hukum. tidak ada pembagian kata "Hakim Agung" atau "Hakim Konstitusi". terutama mengenai kata "hakim". tidak termasuk Hakim Agung dan Hakim Konstitusi. Ini menjadi suatu penyakit dalam demokrasi kita. menjadi hakim MA. Sementara dalam klausul pasal di atas dikatakan "Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final�". MK memutuskan agar KPUD Jawa Timur (Jatim) melakukan pemungutan suara ulang di Kabupaten Bangkalan dan Sampang. Persoalannya MK tidak mengenal kata "melanggar" hukum dalam putusannya. juga sekaligus "banci"-nya UUD yang kita miliki. Sebab UUD memberi ruang "nalar" yang sungguh amat merdeka pada MK. sementara pada konteks lain. MK: Mahkamah Politik Apabila kita merujuk konteks ini. dan keputusan itu amat berani. Di dalamnya berkecamuk berbagai kepentingan yang hiruk-pikuk. Tiga orang dari MA. 22 tahun 2004. tetapi juga kondisi psikologis hakim yang diproses secara politis dalam pengangkatannya merupakan masalah yang sulit untuk dibuktikan. maka sebenarnya pada bagian-bagian tertentu MK adalah pengadilan politik. Bukankah keputusan itu melanggar hukum?. akan tetapi yang ada hanya "menghitung ulang suara". No. UU No. Tetapi oleh MK. Katakata ini menutup upaya hukum selanjutnya bagi pihak yang dirugikan. agar bisa saling mengontrol.D-VI/2008. sekaligus mungkin inilah yang disebut dengan "kagagapan" demokrasi itu. MK akan mudah menegosiasikan keputusan-keputusan politis. maka dengan alasan hukum.Salah satu Putusan yang amat kontroversial adalah putusan MK pada tanggal 16 Agustus 2006. Kasus kedua. Mungkin ini merupakan bagian dari cek and balances. Di sinilah "banci"-nya DPR hasil pemilu 1999. 22 tahun 2004 tentang Komisi Yudisial. tiga orang dari DPR. Setelah selesai putusan ini. Jika UUD memberikan kewenangan kepada MK melampaui UUD. serta pertimbangan hukum. bahwa kata hakim dibagi. Ini dikaitkan dengan posisi ketua MK dan pertimbangan cost politik. MK . ada pertanyaan yang hingga saat ini yang belum bisa dijawab. Tampaknya ini sudah diluar konteks UUD dan MK melewati kewenangan UUD. tiga orang dari presiden hingga jumlahnya sembilan orang. Ada dugaan bahwa putusan itu adalah putusan politik. tidak ada klausul yang menyuruh untuk "memilih ulang". Otoritas penafsiran konstitusi sepenuhnya ada di pundak mereka. KY sampai sekarang tidak memiliki fungsi yang jelas pasca keputusan MK. adalah putusan MK mengenai Pilkada Jawa Timur. 24 tahun 2003. Akibatnya. keanggotaan hakim di MK adalah merupakan hasil kolaborasi kuasa politik. Inilah upaya "menghukum" tanpa batas. posisi MK ada di atas UUD. Melalui Putusan No 41/PHPU. Sementara baik dalam UU No.

Tidak kah keputusan itu akan menambah masalah baru bagi MK dan bagi demokrasi?. Kasus ini tidak akan sedikit jumlahnya nanti. menghukum tanpa kendali dan memutus tanpa kontrol. Presiden. Jika MK. Inilah persoalan penting yang akan segera menghadang Pemilu 2009 yang berkaitan dengan MK. 10 persen saja yang bermasalah. maka harus ada tawaran alternatif yang harus segera diambil. Dengan melihat dan menduga akan muncul problem seperti ini. KY dan KPU. Bayangkan. Dari jumlah secara keseluruhan itu. 2. Di kabupaten lain juga berkisar antara 25 sampai 50 orang dalam satu Dapil untuk kapubaten/kota. Untuk provinsi dan pusat juga jumlahnya bervariasi. karena ada asumsi. Satu-satunya alasan hukum adalah pasal 1 UUD 1945. dan UU No 24 tahun 2003 tentang MK. lembaga yang pada awalnya secara filosofis membawa semangat perubahan justru masuk dalam jurang arogansi konstitusional. Jika tidak ada eksekutor. maka untuk apa keputusan itu dikeluarkan?. Antar partai kontestan Pemilu. Untuk Sulsel. yaitu: 1. MK bertindak tanpa batas. sedangkan secara politis. kalau dalam satu Daerah Pemilihan (Dapil) saja untuk Caleg DPRD di Kota Makassar jumlah Caleg berkisar antara 100 sampai 150 orang. bahwa Pemilu 2009 ini akan membuat MK bekerja ekstra keras. MA. Tampaknya disinilah kegagapan instrument hukum kita. misalnya mengabulkan 3-5 persen dari jumlah secara keseluruhan gugatan sengketa Pemilu. institusi mana yang akan menjadi eksekutor dari hasil putusan tersebut?. Sengketa Pemilu 2009 ini. maka MK harus bekerja siang dan malam untuk menyelesaikan kasus ini. Tidak ada upaya hukum yang bisa menjerat MK apabila keputusan mereka melanggar nalar konstitusi. ruang sidang tersebut bertempat di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. kecuali dengan alasan menjaga otoritas konstitusi. Karenanya. 3. MK harus menjaga independensi dalam mengambil keputusan. . yaitu: 1. Persiapan MK menjelang Pemilu 2009 Sudah diduga oleh banyak kalangan. dalam konteks cek and balances keberadaan MK adalah representasi dari trias politica. Maka dipersiapkan ruang sidang teleconference di berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia agar bagi para pihak yang terlibat dalam sengketa Pilkada maupun Pemilu tidak harus ke Jakarta. Lembaga/institusi tersebut harus segera dikonsolidasikan dengan DPR. Harus segera dibentuk lembaga atau intitusi yang akan menjadi eksekutor bagi keputusan MK. Tergantung dinamika yang terjadi di suatu daerah. akan terjadi anarki politik yang berbarengan dengan ritual demokrasi.yang mengendalikan UUD. cukup datang di tempat universitasuniversitas yang telah ditunjuk oleh MK dan memiliki fasilitas teleconference. harus segera ada instrumen yang membatasi kekuasaan MK agar tidak terlalu absolut. juga tidak ada ruang untuk memperbaiki keputusan. Juga hukuman-hukuman tanpa batas yang dimiliki oleh lembaga ini. Pada akhirnya lembaga ini menjadi absolut dan otoriter. Antar calon anggota legislatif 2. Dengan berdasar dan berpijak atas UUD. Antara calon anggota legislatif dengan partai 3. akan terjadi antara pihak-pihak dibawah ini. Karena itu.

juga bukan partai massa. namun itu adalah khayalan-khayalan yang menjijikan Membaca tulisan Aswar Hasan. bahwa PKS sedang ingin menata Indonesia yang ambruk tidak berdaya menghadapi sirkulasi demokrasi liberal yang penuh gagap dengan pesona gilanya. Inilah yang disinyalir oleh Duverger dalam "A Caucus and Brand. Yaitu bukan partai kader.Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. Di saat sebagian besar anak bangsa mengidap penyakit "gila" ini. sebuah harapan bagi siapa saja yang hidup dalam ketidakjelasan transisi demokrasi yang penuh ambisi dan nafsu. Tribun Timur Sabtu. Betul-betul sebuah fantasi yang penuh godaan. bahwa seorang Aswar tidak mengalami penyakit amnesia akan sejarah masa lalu. Sebagai partai baru yang lahir dari rahim reformasi. Aswar masih punya ingatan yang tajam akan apa yang telah diikrarkan disaat Soeharto mengalami delegitimasi dan di usir dari panggung politik secara sadis dan menggelikan. Kacamata berpikir yang digunakan. termasuk obyek dalam tulisannya. sehingga kita harus mengatakan. tentu merupakan keresahan akan fenomena penyakit Amnesia yang tidak memiliki obat untuk menyembuhkannya dengan baik. anak muda yang menurut saya sedang mengalami penyakit amnesia sebagaimana kebanyakan anak muda yang lain. Saya tahu siapa Aswar Hasan dan kenal siapa Irwan. yakni partai yang "dianggap" banyak orang sebagai partai "ideologis". PKS pada awalnya adalah partai kader. ide yang dibangun serta gagasan yang lontarkannya. Cadre Party and Mass Party".disamakan dengan Ahmad Dahlan. . PKS memiliki ciri khas. Ingatan masa lalu yang melekat dalam dirinya masih segar. dipadukan dengan Mohammad Natsir. yaitu: Fantasi. karena sedang membela PKS yang memiliki "narasi besar" untuk membangun bangsa ini. tumbuh menjadi partai besar dan diharapkan sebagai alternatif bagi Indonesia dengan komitmen ideologinya. suatu penempatan yang luar biasa disaat Indonesia tidak memiliki satupun partai Ideologi. tentu semua orang sadar. Selain partai baru. Dalam konteks ini. Ini kemudian betul dengan gaya politik PKS yang suka berfantasi ria tentang Indonesia. tetapi lama kelamaan berubah haluan menjadi partai "fantasi". 22/12). tentang simbol politik. Demokrasi dan Perubahan Sosial Indonesia. tetapi partai yang ada ditengah sebagaimana kata Irwan. tentang Islam. 27-12-2008 Soeharto . bahwa pandangan Aswar terhadap citacita reformasi masih belum kabur. Padahal ada di tengah hanya ada satu yang pasti. Tulisan ini ditanggap oleh Irwan (Tribun.oleh PKS . PKS sebagai partai baru yang lahir dari jerih payah reformasi. disetarakan dengan Soekarno.14 0 komentar PKS Disamakan Soeharto Sebuah Fantasi Oleh Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. terutama bagi mereka yang berkuasa dan dikuasai di negeri yang hampir "biadab" saat ini. Political Parties (1963). yaitu partai ideologis atau kader dan partai massa. persis seperti tulisan saudara irwan. Duverger hanya mengakui dua kategori partai. sebagaimana yang menghinggapi sebagian besar anak bangsa yang lain. Tulisan ini menohok menurut saya. 18/12) membuat saya tergelitik sekaligus terkekeh. "PKS: Partai Kroni Soeharto" (Tribun.

namun tidak berdaya. sebab pada masa itu. ia telah hidup di dalamnya. Ini bisa dilihat dalam tulisan dan keyakinannya. adalah melupakan masa lalu. adalah betul-betul tindakan yang "tidak waras". ia setara dengan fasisme. berubah dalam ketidakpastian. Memaafkan masa lalu adalah untuk menjadi arif agar bisa belajar dari dosa-dosa masa lalu. maka akan terseret arus pragmatisme yang betul-betul menjijikkan. Di Indonesia pasca Orde Baru. celana bergantung. jika tidak di rem dengan keyakinan ideologis yang kuat. bukan memaafkan masa lalu. juga tidak hendak ke-kanan. ini terbukti dengan keinginannya menjadi partai yang terbuka. saudara Irwan menafikkan ideologi. Dan inilah yang sedang . takut tidak menang di Pemilu 2009. juga tidak harus dijadikan sebagai dendam. Namun menempatkan Soeharto sebagai guru bangsa dan pahlawan nasional. tetapi menghadirkan Soeharto beserta segala kebusukan yang dibangunnya dimasa lalu. dan berkoalisi dengan partai-partai sekular. dididik dengan kepongahan. ingin meniadakan simbol demi pemilu 2009. Utang negara menumpuk. dengan demikian. menurut hemat saya sebagai orang awam. padahal di dalam PKS mereka yang taat beragama. Tingkah laku PKS belakangan ini. baik otoritas negara maupun pemilik otoritas partai. masa lalu beserta kesalahannya harus dimaafkan. Ketakutan ini. bahwa masa lalu tidak boleh dilupakan. PKS sudah mulai tidak percaya dengan keyakinannya. sama dengan tidak berdayanya Fajroel Rahman yang dipenjarakan oleh rezim yang hampir tidak waras itu. Sebagai partai reformasi seharusnya PKS sadar diri. namun itu adalah khayalan-khayalan yang menjijikan. Soeharto . melebihi PBB dan PPP. membuka sekat-sekat ideologi. Di saat yang sama ia tetap tampil sebagai kekuatan ideologis. tidak ke-kiri.oleh PKS . citacita reformasi dan problem-problem yang dihadapinya. oligarki dibangun dengan megah sambil menindih rakyat. kopiah menempel di kepala ke mana-mana sebagai simbol politik. namun di sisi lain. harta dikumpul dengan keringat rakyat. Pemilik otoritas partai mengalami kegagapan serius ke mana reformasi hendak dibawa. disetarakan dengan Soekarno. Aswar masih memiliki keterkaitan dengan kekuasan Soeharto. Soeharto adalah benar-benar seperti cerita Hannah Arend yang mengungkap kejahatan Nazi. telah terpisah dari akar persoalan masa lalu. Di satu sisi secara faktual ia adalah partai kanan konservatif. sama dengan ketidakpastian Indonesia yang sedang berfantasi. tanpaknya adalah problem yang menimpa pemilik otoritas. serta hendak berpisah dari ideologi yang dianutnya. demi massa ia lari dari keyakinannya. tetapi tetap mengaku PKS sebagai partai yang berideologi Islam. Betul-betul sebuah fantasi yang penuh godaan. dipadukan dengan Mohammad Natsir. bahkan demi massa barangkali PKS dan saudara Irwan akan keluar dari Islam. Inilah tingkah laku politik partai. Karena PKS meragukan keyakinan dan hendak menjadi partai "tengah". Aswar adalah seorang intelektual yang masih konsisten dengan moralitas Islam. maka perilaku politiknya menjadi ambivalen. tetapi bukan berarti "memberhalakan" masa lalu yang dipercayainya. yang dalam kajian ilmu politik disebut perilaku politik (political behavior). dibesarkan.Ia ingin seperti pelangi. mungkin ia berguru pada teksteks klasik Fir'aun. Demi massa.disamakan dengan Ahmad Dahlan. menghapus diri dalam hingar-bingar politik aliran. Ia juga masih percaya akan masa lalu. mereka yang mengkritik dihancurkan dengan gaya Fir'aun.

Berbeda dengan saudara Irwan yang masih muda belia seperti muda dan belianya PKS. melewati renta-nya Golkar. (Tribun) Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. maka oleh orang-orang yang mengidap penyakit amnesia. Karena itu. Ada pembelaan terhadap partai yang begitu kuat. hendak mengatakan kegelisahannya melihat tingkah laku politik PKS yang mulai mengalami tua renta. resistentif dan kolaboratif dengan rezim pasar seperti Orde Baru. Sikap politik yang mudah berubah seperti bunglon. PDIP dan PPP sebagai partai lama. Selama 32 tahun. Selama rezim itu berkuasa. kekangan rezim yang terlalu tiran dan kekerasan politik yang menjadi ritual yang tak bisa dihindari. otoriter dan mempunyai kehendak represif atas demokrasi. secara tiba-tiba dan mengejutkan lupa akan dosa-dosa Soeharto.06 0 komentar Minggu. Keruntuhan kekuasaan rezim yang sangat langgeng berkuasa selama 32 tahun dan memiliki ideologi represif. ternyata telah mampu menjalankan pilihan-pilihan politik yang sangat dilematis. Jika anak muda kita mengidap penyakit "gila" ini. 18 November 2007 PREDATOR REFORMASI. Karena hari ini seorang tokoh koruptor dipenjara dan tahun depan keluar dari jeruji itu. betul-betul gila dan tidak waras lagi kita sekarang. sedang mengalami penyakit amnesia yang berbahaya. adalah sikap naïf orang-orang tidak sehat cara berpikirnya. Saya menganggap. Lupa akan segala jerih payah mereka yang telah meruntuhkan Soeharto dengan sisa tenaga yang dimilikinya. sekalipun selama sekian puluh tahun itu demokrasi masih menjadi alat penindasan bagi pemerintah. adalah satu catatan tersendiri bagi suatu proses politik.menubruk PKS sekarang. Kalau ini yang terjadi. sang tokoh koruptor ini juga akan dinobatkan sebagai guru bangsa dan pahlawan nasional. PKS sebagai partai yang baru lahir "kemarin sore". bahwa Aswar Hasan dengan segenap kelemahan dan kelebihannya. perlu ada pemisahan dan tidak mencampuradukkan partai sebagai kendaraan politik dan Islam sebagai suatu keyakinan. adalah sikap orang-orang "munafik" sebagaimana yang disinyalir dalam Al Quran. Indonesia diperintah oleh rezim politik yang tidak normal cara berpikirnya. secara telanjang anak bangsa yang hidup di dalamnya mengalami resistensi kekuasaan yang sangat rentan. bahwa Orde Baru adalah merupakan nama yang harus tetap melekat dalam . bahkan berani memposisikan partai sama dengan "Islam". STUDI ATAS KEGAGALAN PERUBAHAN SOSIAL DI INDONESIA Fajlurrahman Jurdi Salah satu tim Deklarator dan Inisiator Central Study Resistance (CSR)-Jakarta Tahun 1998 adalah merupakan tahun yang sulit untuk dilupakan bagi mereka yang hidup di akhir Abad XX di Indonesia. maka tunggulah kehancuran Indonesia. Kekuasaan rezim yang terlampau otokratik. bahkan negara-negara di dunia.

Mereka yang di besarkan dalam ruang modernisasi dan sekaligus menjadi anak kandung rezim industrialisasi Orde Baru. karena di dalam Orde Baru. ekonomi. “firman-firman” politiknya cenderung menggerakan aparatus untuk patuh pada kehendak-kehendak personalnya. selalu meminta korban. Sebagai aktor tunggal. tidak mampu menyelamatkan negara Birokratik tersebut dari kemarahan yang berpintal-pintal tadi. menindas kekuatan-kekuatan oposisi di Indonesia. menjadi marah terhadap negara yang mendidik dan mengajarkan serta memfasilitasi budaya pop bagi mereka. bukan jaminan bagi langgengnya kepatuhan. Orde Baru adalah simbol pelapukan moral bangsa ini. . Soeharto telah menjadi “nabi” kalau tidak bisa disebut sebagai “tuhan” bagi masyarakat. penindasan dan pemiskinan. bukan jaminan untuk menciptakan dukungan tanpa reserve kepada kekuasaan. moral dan kekuasaan yang berlebihan. Pada konteks inilah. Kemarahan anak muda Indonesia yang di desain oleh modernisasi selama kekuasaan Soeharto. politik. Soeharto telah mampu mentransendensikan diri sebagai “Nabi” politik yang selalu di takuti. tertanam di kepala aparatus negara yang juga otaknya di ciptakan secara represif. Akan tetapi kepatuhan yang berpintal-pintal itu. menekan sikap korektif. bertemu penyakit moral dan etik yang “merogoh” kemanusiaan. “mulut” Soeharto sebagai pelakon tunggal kekuasaan Orde Baru adalah “mulut singa” yang lapar. Tekanan. Generasi muda yang dibesarkan dalam budaya pop Jakarta. Di dalam tubuh Orde Baru. karena Orde Baru adalah sekaligus sebagai pembawa bencana dan pelaku kekerasan dalam dunia politik. Orde Baru adalah menjadi simbol kekerasan. Pidato-pidato kekuasaan menandakan pidato yang bernuansa kekerasan. Orde Baru terlalu percaya diri dalam membawa bangsa ini menjadi baik sebagaimana yang di improvivasi. Soeharto sebagai simbol Orde Baru beserta pendukung setia dibelakangnya mengalami delegitimasi yang begitu serius di tahun 1998. yang membunuh kreatifitas.pikiran anak bangsa yang hidup di akhir abad XX tersebut. pengkhianatan dan pembusukan politik adalah pilihan-pilihan politik yang dianggap segar oleh elit kekuasaan. benihbenih perlawanan itu tercipta secara genuine. akan tetapi dari bangunan modernisasi yang di gerakkan dibawah komando kekuasaan itu. tentu saja Soeharto telah berubah menjadi ideologi yang menakutkan. sehingga di dalam tubuh Orde Baru melekat pintalan-pintalan penyakit sosial. bahkan pontang-panting menghadapi kemarahan generasi yang mereka didik di bawah ideologi kepatuhan tersebut. dengan dukungan ideologi pancasila dan di apresiasi secara patuh oleh Aparatus represif sebagaimana yang di katakan oleh Althuser. Orde Baru adalah simbol “pelacuran” kekuasaan yang harus selalu di ingat dalam pikiran anak bangsa ini. juga bersamaan dengan tertanamnya perasaan eksesif dari gerakan sosial yang ingin merubah kepatuhan itu menjadi modal perlawanan. bahkan mereka menjadi bagian dari kelompok yang menghancurkan “ayah kandung” yang membesarkan mereka yang bernama modernisasi tersebut. represi dan penindasan yang di agungkan secara terus-menerus ternyata bukanlah jalan keluar untuk menyelamatkan Soeharto dengan dinasti yang dibangunnya. Orde Baru adalah simbol keserakahan.

80-an. demokrasi yang ditelikung oleh apparatus represif. mimpi yang tidak tercapai dari generasi muda Indonesia yang sempat mengamuk tahun 1998. karena peluang untuk kembali mundur ke kutub otoritarianisme sama besarnya dengan peluang maju ke kutub demokrasi (Mada Sukmajati: 2004). rakyat Indonesia di semua lapisan saat ini masih mengalami gejala yang dikenal dengan istilah “euphoria” politik. Dan tumbal-tumbal itu telah menjadi korban bagi kelanggengan dan mempertahankan rezim otoriter yang ganas tersebut. hingga awal dan pertengahan 90-an adalah tahun-tahun bencana bagi gerakan sosial. yang tidak pernah terjadi selama Soeharto berkuasa. maka di penghujung tahun 90-an adalah merupakan tahun kemenangan bagi mereka atas negara. Indonesia telah memasuki apa yang dikenal dengan sebutan “Masa Reformasi”. sebuah kekuasaan yang di besarkan dengan retorika politik yang penuh nafsu kekerasan. Kemiskinan yang di tutup-tutupi dengan penindasan. demonstrasi dan sebagainya. kutukan. ideologi yang ditafsirkan secara tunggal. Desakan-desakan oposisional yang menjelma menjadi kemarahan itu telah menimbulkan perlawanan yang tak terbendung. Mereka yang berlomba-lomba menghancurkan Soeharto. kebebasan harus di intimidasi adalah pengorbanan yang sangat mahal bagi masyarakat Indonesia hanya untuk menyelamatkan kekuasaan. Sebuah masa yang menurut Guillermo O’Donnell (1986) dipenuhi oleh ketidakpastian. Jika sepanjang episode tahun 1970-an. Rezim yang menyesakkan dada. bahkan untuk menyelamatkan kejahatan-kejahatan tersebut harus menjalankan ritual pengorbanan. adanya tarik menarik yang sangat kuat antara kekuatan-kekuatan pendukung status quo dengan kekuatan-kekuatan pendukung perubahan. Dalam khasanah ilmu politik sendiri. protes. pada saat yang sama perubahan yang berjalan secara timpang sepanjang 32 tahun harus berakhir. menekan kebebasan dan membiarkan masyarakat menghirup “udara busuk yang diproduksi oleh rezim” tersebut. dan kemarahan masyarakat yang sudah tidak ingin lagi hidup dalam kepenatan rezim yang menyesakkan nafas tersebut. Dekade 70an hingga akhir 90-an adalah merupakan dekade dimana personalitas kekuasaan . Ketiga. Kemarahan. Dalam masa transisi ini juga.Orde Baru yang congkak. telah secara kasar mengusir otonomi Negara dibawah ketiak Soeharto tersebut. Kedua. dinamika kehidupan politik rakyat jauh lebih tinggi ketimbang dalam masa kekuasaan rejim otoriter. satu dekade yang lalu. tidak adanya political will dan keseriusan terhadap pelaksanaan agenda-agenda reformasi (Mada Sukmajati: 2004). hukum yang menjadi hamba penguasa. akumulasi kekecewaan. Lengsernya Soeharto dari kekuasaan pada tahun 1998 adalah merupakan bentuk kejengkelan. dan hampir menjadi “tuhan” tersebut dihancurkan oleh generasi yang mereka besarkan sendiri. Reformasi hanyalah cerita yang tak bermakna. terkait dengan dua point sebelumnya. pertama. yang telah sekian lama mengandalkan kepatuhan dan ketundukan. mau tak mau harus di sebut sebagai pelaku yang melawan kekuasaan otokratisme negara tersebut. masa ini disebut sebagai masa transisi dari rejim otoritarianisme ke sebuah pembentukan rejim yang lebih demokratis. Nyawa manusia harus melayang tanpa beban. korupsi yang dijalankan secara kolaboratif antara pemiliki modal dan keluarga Soeharto. Semenjak Soeharto lengser dari kekuasaannya. Hal ini disebabkan. adalah representasi begitu jahatnya rezim Orde Baru.

Perubahan sosial yang tersumbat akibat kepemimpinan tersebut dibuka selebar mungkin dan perjalanannya dipercepat. akan tetapi kemarahan itu adalah bentuk kutukan mereka terhadap negara yang terlalu birokratis. dengan segala resiko yang telah bersama-sama dengannya. Reformasi. supremasi hukum. dan belum menampakkan hasil sedikitpun. bahkan telah menambah beban sosial politik yang makin berat. maka kutukan tak terhindarkan. budaya demokrasi yang rasional dan egaliter.Soeharto masih di anggap mitos yang sulit untuk di tembus daya keramatnya. akan tetapi juga adalah untuk mendorong perubahan sosial politik yang hampir tidak pernah berjalan selama tiga dekade kepemimpinan Soeharto. represif dan pada saat-saat tertentu sewenang-wenang. di gugat keabsahannya. Kehancuran Soeharto bisa dimengerti adalah merupakan bentuk protes mereka terhadap negara yang begitu jahat atas kebebasan masyarakat. membongkar secara telanjang kekecewaan rakyat atas Orde Baru. sehingga bagi mereka yang mencoba menembus mitologi kekuasaan yang keramat tersebut. melacuri demokrasi dan mengkhianati pancasila yang di tafsirkan secara sewenangwenang oleh mereka. serta kelompok oportunis di belakangnya tidak lagi mendukungnya. karena pada masa ini kebebasan di belenggu oleh kehendak politik yang personal. yaitu: . Pada akhirnya kekuasaan yang tua renta itu. telah mendorong Indonesia pada sebuah fase politik yang disebut oleh berbagai pengamat dengan transisi demokrasi. juga tidak diduga oleh hampir saja semua kepala anak bangsa yang hidup di bawah komando Soeharto. serta pertanggungjawaban Orde Baru masih sebatas agenda. Tetapi secara tiba-tiba. otonomi daerah. Soeharto bersama aparatur represifnya telah melakukan proses pembusukan atas karakter kemanusiaan. Akan tetapi semua itu mengalami delegitimasi secara serius di penghujung abad XX. Beberapa Indonesianis merasa kaget dengan situasi Indonesia yang penuh dengan emosi. Enam visi reformasi yang terdiri dari amandemen UUD 1945. Reformasi tahun 1998 sebagaimana yang penulis katakan di atas adalah merupakan satu bentuk semi-revolusi yang begitu dahsyat. mencabut dwifungsi TNI/Polri. sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Pada titik yang paling nadir. Reformasi bukan hanya sekedar menghancurkan mitologi kekuasaan Soeharto yang birokratis dan represif itu. Menurut Eep Saifullah Fattah (2000: xxix-xxxiii) ada beberapa substansi perubahan mendasar bisa diidentifikasi dalam proses reformasi. Kekerasan atas kemanusiaan menjadi kenyataan politik yang hidup bersama dengan anak bangsa tersebut. Gerakan reformasi atau semi-revolusi tersebut adalah sebuah gerakan yang muncul dalam suatu konteks yang tidak di kehendaki oleh kekuasaan. Sekalipun di awali dengan krisis kurs rupiah terhadap dolar. muncul sporadisme dan kekerasan yang sangat serius untuk melakukan delegitimasi atas kehendak negara Orde Baru. dilema dan pilihan-pilihan yang amat sulit untuk di dijalankan. di saat-saat Soeharto mengalami puncak kemapanan kekuasaannya yang bersamaan dengan usianya yang tua renta. Sebuah fase yang menurut penulis penuh dengan intrik. perubahan sosial yang kebetulan di beri nama reformasi itu kemudian mengalami disorientasi.

Adalah tidak sehat terlalu mengagung-agungkan pembangunan dengan pendekatan kacamata kuda (hanya melihat aspek keberhasilannya dengan menutup mata pada aspek-aspek kegagalannya). Saat ini banyak orang berbicara mengenai pembangunan sebagai sebuah kekeliruan. menjaga dan meningkatkan martabat manusia. Keempat. Kedua. sejarah mengalami penafsiran ulang. Reformasi juga telah mengubah persepsi banyak orang tentang “pembangunan”. Ini merupakan salah satu gejala dalam kerangkan terjadi redefinisi (pendefinisian ulang) hak-hak politik rakyat. menafikkan sepenuhnya hasil konkret pembangunan. Kebebasan menjadi suasana umum dimana-mana. Jika sebelumnya pembangunan di mitoskan sebagai sesuatu niscaya yang mendatangkan kebaikankebaikan bagi masyarakat. Pendeknya degradasi kredibilitas Orde Baru terjadi secara tegas di tengah proses reformasi. Bersamaan dengan berjalannya proses reformasi. Namun jika proses desakralisasi ini berlangsugn tanpa batas. Orde Baru diagungkan secara heroik. sekalipun mesti diakui bahwa secara umum. Pengakuan seimbang seperti inilah yang seyogyanya dikembangkan dalam masyarakat. pembangunan mengalami proses demitologisasi. pembangunan ala Orde Baru terbukti gagal menjalankan humanisasi. sebelumnya. namun juga benar bahwa pembangunan telah mendatangkan banyak kemajuan fisik di tengah masyarakat. Proses reformasi juga ditandai dengan turunya secara drastis kredibiltas Orde Baru. Ini merupakan salah satu gejala umum dimana-mana. Jika di masa sebelumnya sangat sedikit hak politik yang bisa dinikmati rakyat. kekuasaa cenderung disakralkan sehingga kritik atau penentangan atas kekuasaan tidak dimungkinkan. kekuasaan mengalami proses desakralisasi. Kelima. saat ini pembangunan banyak di kritik sebagai salah satu sumber dari banyak malapetaka sosial-politik-ekonomi yang dihadapi rakyat. Orde Baru mengalami degradasi kredibilitas. Segera setelah pergantian presiden.Pertama. Orde Baru menjadi sesuatu yang tidak laku. sejarah mengalami reinterpretasi. hak dan kewajiban rakyat mengalami redefinisi. Peranan-peranan yang dimainkan . Sebegitu hebatnya reinterpretasi ini berlangsung sehingga mantan Presiden Soeharto yang pada awalnya dipahami dalam sejarah sebagai penyelamat negara darikudeta komunis tahun 1965-1967. hampir tidak ada orang yang bersedia di identikkan dengan Orde Baru. Di masa Orde Baru. Salah satu hakikat reformasi yang penting adalah terciptanya desakralisasi (pengakhiran kesakralan) kekuasaan beserta perangkat-perangkatnya. yang mungkin muncul justru sebuah bahaya: lembaga-lembaga pemerintahan yang berfungsi mengelola kehidupan bermasyarakat dan bernegara di tolak secara permanen. Padahal. sebaik apapun yang dilakukan oleh lembaga-lembaga itu. Namun di sisi lain. di tengah reformasi. Desakralisasi menunjang tumbuhnya kekuasaan yang sehat dan bertanggung jawab. Di satu sisi desakralisasi adalah positif. Ketiga. Saat ini proses desakralisasi itu sedang berlangsung. Daftar hak politik rakyat pun bertambah panjang secara dramatis. banyak kalangan seperti menjadi kuda liar yang baru dilepaskan dari istal. Bahkan setiap kali ada aturan – sedikit apapu aspek pengendalian dalam aturan itu – banyak orang sertamerta berteriak bahwa hak-hak rakyat akan dipasung kembali. Demitologisasi pembangunan di satu sisi merupakan hal positif. rakyat seolah-olah boleh menentukkan sendiri hak-hak politik yang harus dinimatinya. belakangan ini justru di gugat peranannya dalam G-30-S/PKI. Saat ini.

mulai dari perubahan mentalitas aktor politik hingga kultur . Reformasi dengan segala variannya. Tidak ada lagi sekarang sumber informasi yang cenderung tunggal dan jenis informasi yang cenderung seragam. Apalagi terjadi pertarungan kepentingan yang tanpa akhir. Keenam. Reformasi masih harus di dorong hingga tuntutan-tuntutan reformasi dijalankan secara konsisten.oleh Soeharto dalam perjalanan sejarah bangsa pun – misalnya dalam peristiwa serangan umum 1 Maret di Yogyakarta – mengalami gugatan dan reinterpretasi serupa. interpretasi atas sejarah telah dibuat sesuai dengan selera kekuasaannya. dikaji dan di prediksi masa depannya. Pendekatan sejarah yang tidak normatif memang sebuah dictum: sejarah ditulis oleh mereka yang menang. Kecenderungan perubahan yang terjadi di dalam masyarakat pasca reformasi adalah merupakan satu kenyataan yang paling penting untuk ditengok. Reformasi pun ditandai oleh berkembangnya kebebasan pers serta peningkatan lalu lintas informasi. terjadi penelikungan transisi demokrasi untuk di tutup rapat prosesnya dan di geser kembali ke otoritarianisme. informasi mengalami pluralisasi. akan menambah legitimasi bagi kekuatan anti demokrasi untuk mengambil alih kekuasaan. Jumlah media massa mengalami pembengkakan secara sangat cepat dan dramatis. Kehancuran transisi akan terjadi jika elemen-elemen sipil yang memiliki akar pikiran yang demokratis tidak secara serius mengelola transisi ini menjadi lebih demokratis. Peranan Sukarno dalam banyak hal. Untungnya. tentu tak mungkin di pisahkan dari proses transisi. Kedua. sebuah proses yang memiliki akar genealogi yang kuat dengan tradisi yang tak mungkin di hindari begitu saja dalam arus modernisme kultural. Negara yang mengalami transisi seperti Indonesia hanya memiliki dua pilihan yang sangat dilematis. Informasipun mengalami peragaman (pluralisasi). Ketujuh. Reformasi sampai saat ini masih berproses untuk meneguhkan dirinya. anggapan serupa itu mulai melemah sejalan dengan menguatnya legitimasi pemerintahan baru. Ketika Soeharto menjadi “pemenang” selama masa Orde Baru. terkonsolidasinya demokrasi dengan merapatnya kelompok-kelompok yang berpikiran reformis. Dalam kaitan ini. pemerintah melemah dan seolah-olah dilemahkan. selepas Pemilu dan SU MPR 1999. Dalam kaitan ini. Pada konteks ini. reinterpretasi sejarah yang dilakukan di tengah proses reformasi memang bisa dimaklumi. misalnya tidak terlampau di tonjolkan. pemerintah telah mengeluarkan sangat banyak surat izin usaha penerbitan pers baru. Reformasi juga ditandai oleh melemah dan dilemahkannya pemerintah. reformasi meniscayakan perubahan-perubahan sistemik dalam konteks politik negara. Semenjak pergantian presiden pada 21 Mei 1998. Setidaknya anggapan-anggapan semacam ini berkembang begitu tegas selama masa pemerintahan Habibie. Ada anggapan yang saat ini berlaku umum bahwa pemerintah yang terbaik adalah pemerintahan yang bisa dibuat selemahlemahnya. Sebagai bagian dari proses politik. demokrasi akan gagal diterjemahkan dalam konteks sosial yang nyata. sehingga reformasi yang dikerjakan dengan pengorbanan yang sangat besar satu dekade silam hanyalah menjadi cerita untuk menambah emosi semata. dan konflik antar kekuatan pro demokrasi memperebutkan kekuasaan. bahkan berkembang anggapan bahwa segala sesuatu yang datang dari pemerintah pasti salah adanya. yaitu: Pertama.

bersamaan dengan demitologisasi atas Soeharto yang menakutkan sepanjang sejarah kekuasaannya. maka di sinilah kita baru menemukan Indonesia yang betul-betul dibangun di atas liberalisasi. di tandai dengan. maka tidak boleh menjalankan sesuatu. dan melakukan apa saja yang bisa dilakukanya. aturan hukum yang selalu tidak pernah memiliki efek jera. (2) ambruknya sistem kekuasaan dengan sistem politik yang “buas”. antara wacana yang satu bertabrakan dengan wacana yang lain dalam suasana yang timpang. Yaitu situasi yang mengandaikan perubahan politik itu terjadi manakala seluruh sistem. politik dan kultural menuju kesejahteraan sosial. proses suksesi yang mengalami peningkatan partisipasi dengan adanya Pemilihan Kepala daerah secara langsung adalah bentuk-bentuk dari proses liberalisasi yang berjalan beiringan dengan reformasi. Kereta demokrasi yang hidup itu adalah merupakan kereta demokrasi yang harus di bangun di atas kehendak arus bawah yang dijalankan secara eksesif bagi pertumbuhan ekonomi. Kegaduhan itu adalah akibat tersumbatnya saluran politik yang di tutup rapat selama Orde Baru. Reformasi. teatrikal kekerasan yang mengatasnamakan demokrasi yang hampir setiap hari di pertontonkan. Karena itu. Indonesia yang dulunya semasa Orde Baru adalah negara pancasila yang mengalami proses penipuan akibat kokohnya rezim itu menempatkan dirinya di atas segala kepentingan bangsa dan negara. telah membawa Indonesia pada situasi yang serba gamang dan bingung. karena telah melanggar konsensus. telah hancur berkeping-keping di atas gumpalangumpalan kemarahan massa yang mengamuk terhadap rezim tersebut. Pada saat yang sama. sehingga bersama-sama mendorong “kereta” demokrasi agar lebih terarah dan bertanggungjawab. Bebas untuk melakukan langkah eksesif bagi perubahan sosial. Semuanya serba bebas dan serba boleh.masyarakat merupakan “khayalan-khayalan” yang harus tetap hidup dalam benak masyarakat. maka reformasi telah merubah itu menjadi sangat bebas. yang hampir saja di nobatkan sebagai “nabi” bangsa bagi Indonesia. maka rakyat berhak merebut kekuasaan itu atau paling tidak mengkritik keberadaan kekuasaan tersebut. Jika konsensus itu tidak mencapai kesepakatan. Hancurnya legitimasi kekuasaan negara Orde Baru yang birokratis. Antara diskursif yang satu bertemu dengan diskursif yang lain. memikirkan konsensus yang memiliki masa depan dan tidak . bisa mengatakan apa saja yang ingin di katakannya. Soeharto. (1). Hampir semua orang bisa berbicara tentang apa saja yang ingin dibicarakanya. akan tetapi semuanya harus dibangun dengan konsensus bersama antara penguasa dan yang dikuasai. sementara hubungan luar negeri yang pada masa Orde Baru yang dibangun di atas perasaan inferioritas tidak pernah mengalami perubahan. bebas untuk mengartikulasikan diri di atas titah demokrasi yang bisa di tafsirkan secara “liar” oleh hampir semua orang. (3) karena semuanya di bangun di atas kebebasan. (4) situasi Indonesia pasca Orde Baru yang bernama reformasi ini disebut sebagai proses transisi politik atau transisi demokrasi. negara yang sedang mengalami transisi politik harus menciptakan keteraturan sosial. sehingga muncul kegaduhan diskursif. mekanisme dan model pengambilan kebijakan di dasarkan atas partisipasi masyarakat sebagai pelaku. telah membawa Indonesia pada proses bertabrakannya diskursif. akan tetapi di khianati di tengah jalan. Produk politik yang hampir saja setiap hari di keluarkan. aset-aset negara banyak di privatisasi. Dan jika konsensus tercapai. dan baru menemukan ruangnya di saat-saat reformasi baru mulai. Jadi yang berhak menentukkan nasib dan masa depan sebuah bangsa bukan lagi berdasarkan atas kehendak bebas penguasa politik sebagaimana yang terjadi sepanjang kekuasaan Orde Baru.

Pergumulan antara kepentingan kelompok pro demokrasi dengan status quo yang keras akan mengancam proses konsolidasi yang berlangsung jika tidak dibarengi dengan dorongan-dorongan kuat dari kekuatan pro demokrasi. pernah hidup dalam sebuah kondisi politik yang tertutup dan menyesakkan dada. 1997: 6). harus di tegakkan hukum untuk mengatur kegaduhan itu supaya tidak terjadi chaos dalam masyarakat. yang tentu saja akan membuat demokrasi menjadi tidak terdorong ke arah yang lebih baik. Mereka yang dibesarkan di atas suasana yang mapan. Plato.terjebak pada intrik politik yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Hampir semua analis memprediksikan dan mengajukkan beberapa kenyataankenyataan penting diberbagai negara betapa demokrasi menjadi korban ketika proses transisi itu berlangsung. Mereka inilah yang disebut sebagai kekuatan penghalang demokrasi atau disebut sebagai kekuatan status quo yang selalu menghambat laju pertumbuhan demokrasi. Arif Budiman. negara adalah satu-satunya lembaga yang memiliki keabsahan untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap warganya (Gerth dan Mills. Thomas Hobbes. sekalipun negara juga menjadi alat bagi sekelompok orang untuk melakukan tindakan kekerasan kepada kelompok masyarakat tertentu. Salah satu ciri negara otokratik adalah menciptakan penindasan. sehingga mereka mengalami kesulitan ketika berhadapan dengan kenyataan-kenyataan baru itu. Dalam konteks ini. melakukan represi atas intrumen demokrasi dan menjalankan kekuasaan secara birokratis yang Max Weber menyebutkan bahwa birokrasi yang rasional itu harus dibangun di atas pertanggung jawaban. Keberpihakan politik suatu rezim. negara harus tetap aman dari rivalitas fisik dari penguasa dan karenanya. Aristoteles. Perubahan yang determinis akan melahirkan sebuah anomali ketika proses itu menuju kearah kemajuan. Karl Marx. Hegel. Mereka yang memiliki spirit perubahan dan konsensus politik untuk mendorong proses transisi politik yang berlangsung harus memiliki i’tikad baik agar transisi tidak dipenuhi oleh pertarungan kepentingan yang terlalu bias. Di tengah kegaduhan dan intrik politik yang saling bertabrakan ini. Kenyataan inilah yang menyebabkan transisi menjadi dilema. Anak kandung rezim politik sebelumnya merasa terancam dengan kehadiran suasana yang baru tersebut. negara perlu melakukan pengaturan atas berbagai tindakan yang sporadis dan tiranik dari negara. 1962: 78. Birokrasi rasional itu hanya ada dalam negara demokrasi. harus memikirkan tentang preferensi politik masyarakat. dan preferensi politik itu harus dibangun di atas pertanggungjawaban. bukan berarti keteraturan itu diciptakan dengan penindasan. tentu akan sangat sulit menerima suasana baru yang serba bebas itu. Bagi sebuah negara yang mengalami proses transisi politik. karena negara memiliki alat-alat yang bisa digunakan untuk meredam kegaduhan. . kekuasaan itu tidak bisa diciptakan dengan kekerasan. Akan tetapi perlu ditegaskan di sini. tanpa itu demokrasi hanyalah sekedar alat represi kekuasaan. akan tetapi akan membawa demokrasi pada titik nadir bahkan akan menuju lonceng kematian. seringkali terjadi benturan kepentingan yang bisa saja membawa perubahan itu pada arah yang determinis. Sebab itu. dan Max Weber menganggap negara sebagai arena untuk menciptakan keteraturan sosial. Menurut Max Weber.

karena negara bagi mereka sudah ditempatkan menjadi mitos. Menurut Aprinus Salam (2006. Sebab itulah. akan tetapi harus oleh kekuatan oposisi murni yang tidak pernah menginginkan imbalan material dan tidak mengharapkan berbagai konsesi dari tindakannya. dan menjadi praktik bernegara di Indonesia pada masa Orde baru telah mengalami berbagai perubahan.Anak-anak rezim yang di didik di bawah suasana dan kondisi yang patuh. pengkhianatan. sehingga membutakan mata hati untuk tidak pernah melihat ‘sisi lain’ dari negara. Inilah yang melahirkan kultus atas negara yang berlebihan. sehingga ada ketakutanketakutan dan ketidakpercayaan diri. tidak dianggap sebagai kejahatan dan kesalahan. kecuali untuk mendorong demokrasi agar lebih baik. dan mendisiplinkan masyarakat. Orde Baru harus diakui telah mampu mensistematiskan perangkat-perangkat politik yang determinan atas semua pilihan politik rasional dari rakyat yang menyebabkan seluruh komunitas rakyat dari berbagai latar belakang merasa bahwa negara adalah merupakan penyelamat mereka. bahwa kuasa negara mengalami reduksi yang cukup serius semenjak Soeharto tersingkir dari panggung kekuasaan. Atau dengan kata lain. Tiba-tiba saja negara tidak mampu mengendalikan gugatan komunitas yang selama ini percaya kepadanya. manipulasi. 4-5) ada beberapa hal yang menyebabkan negara tidak mampu memainkan peranan penting dalam mengatur. Pada akhirnya. Jika pada masa Orde Baru negara memiliki mitologi tersendiri dalam ‘lembaran cerita sosial’. Apa yang menyebabkan negara demikian tidak berdaya menghadapi masyarakatnya?. Menentang negara adalah tabu bagi mereka. . negara dan transisi demokrasi yang menyertainya menjadi sebuah huru hara yang menakutkan. Negara tidak bisa mengendalikan emosi. maka negara pasca Orde Baru adalah negara yang justru mengalami demitologisasi atas seluruh mitologi itu. Tak dapat di sangkal lagi oleh siapapun. menertibkan. Sejarah tidak mungkin digulung kembali seperti benang. kutukan dan ‘celoteh sosial’ yang muncul bersamaan dengan desakan kuat untuk menegakkan demokratisasi. Tentu saja reduksi kuasa negara itu tidak salah jika mengingat kembali artikulasi politik Soeharto yang demikian gigantis dan sekaligus penuh dengan pesona kekerasan dan dominasi. negara sudah tidak punya legitimasi sosial untuk mengajak masyarakat agar selalu patuh pada kuasa politiknya. penindasan dan kekerasan yang dilakukan oleh negara meskipun berulang-ulang. kolusi. akan tetapi yang bisa dilakukan adalah membersihkan ingatan atas apa yang menjadi kenyataan masa lalu. yakni satu institusi yang berhasil memiliki monopoli hukum untuk menggunakan kekerasan fisik di suatu wilayah tertentu. agar tidak megulangi kesalahan yang sama. Akan tetapi ada yang ‘aneh’ dari negara pasca Orde Baru. karena negara telah di anggap sebagai sebuah entitas raksasa yang mampu menjawab persoalan-persoalan mereka dan melindungi serta mengamankan situasi sosial. negara (dan dalam hal ini khususnya pemerintah yang diberi mandat) berdiri dalam satu krisis sejarah politik pasca Orde Baru yang digugat. Pertama. demokrasi menjadi penting untuk di dorong bukan oleh kelas yang mapan dan status quo. Korupsi. Negara dipandang sebagai pusat dari sirkulasi kebenaran yang tak pernah cacat sehingga diskursif apa saja yang ‘muncrat’ dari ‘tenggorokan’ negara tidak pernah dianggap sebagai sebuah kesalahan. Konsep negara seperti yang diteorikan oleh Weber. tentu saja akan protes pada kenyataan-kenyataan yang ada.

Soeharto sudah bukan sekedar pemimpin personal. Soehartoisme menjadi sebuah keyakinan yang tak mungkin terhindarkan. Fenomena Hartono adalah merupakan indikasi kuat bahwa Soehartoisme itu masih segar dalam tubuh sebagian aparatus ideologisnya di tengah arus transisi yang sedang berjalan. entah dengan alasan yang tidak masuk akal sekalipun. Jika mengingat Partai Golkar. Selama Orde Baru berkuasa. bagi sebagian besar orang tidak ada yang mengalami perubahan signifikan. dalam beberapa kesempatan di kampanye pemilu legislatif yang lalu kepada masa pemilihnya. Fase transisi ini harus diakui. Di samping itu adalah reproduksi diskursif yang dilakukan berulang-ulang telah mendorong Orde Baru menjadi kekuatan politik dominatif dan sekaligus sebagai negara otoriter terpanjang di Asia. Akan tetapi dikala keretakan rezim itu muncul. tentu saja tidak mungkin dipisahkan dari Soeharto. Sukses Orde Baru adalah sukses dominasi politik dan kemampuan manajemen politik Soeharto yang menelikung seluruh oposisi untuk di singkirkan dari hiruk-pikuk politik Indonesia.dikala Orde Baru hidup. Bukti kesuksesan itu bisa dilihat bahwa dengan ajakan itu Hartono masih bisa mendapatkan kursi di parlemen sekalipun cuma hanya dua. Ketua Umum DPP Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). yang berubah menjadi partai Golkar. kecuali hanya perubahan slogan. akan tetapi Soehartoisme tetap akan hidup bersamaan dengan upaya penghancuran itu. yang dulu merupakan mesin politik bagi kekuasaan Soeharto. Fase Indonesia pasca Soeharto yang dikenal dengan fase transisi demokrasi. Ini menandakan bahwa masih banyak antek-antek Soeharto yang siap untuk menjadi penerus kekuasaannya yang sebenarnya tidak di sadari oleh kebanyakan elemen gerakan sosial dan kekuatan pro demokrasi di Indonesia. Golkar dulu. Ketika orang meneriakkan demokrasi. Tesis itu juga tidak salah jika melihat jumlah suara di Partai Golkar. sehingga mereka tidak mampu berbuat lebih banyak dan bebas untuk mengontrol kekuasaan. Partai Golkar juga ikut meneriakkan . Kisah menarik yang dilakukan oleh Hartono ketika kampanye Pemilu tahun 2004 yang mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadi antek-antek Soeharto adalah merupakan pertanda betapa kukuhnya legitimasi Soehartoisme itu menancap dan hidup di dalam tubuh sebagian kader Soeharto. karena rezim ini adalah sempurna di bawah kendali kepemimpinan personal.290 suara sah (2. hingga kejatuhannya. hampir tidak pernah ada yang mendiskusikannya. Berulang kali penulis mengatakan.” Demikianlah ajakan Hartono. Suatu prestasi yang tentu saja tidak terlalu mengecewakan untuk sebuah partai politik baru. “… Marilah jadi antek Soeharto. karena partai ini menjadi alat untuk mendorong secara terus-menerus dominasi politik yang dijalankan oleh Soeharto. masih mewariskan sejumlah dosa masa lalu yang tidak mungkin terelakkan. Di sana kita bisa menemukan secara konprehensif bahwa negara yang kita maksud memiliki basis material dan otoritas sah untuk melakukan kekerasan. Ajakan yang terus menerus diulangnya dan kemudian menjadi simbol bagi partai politik yang dalam pemilu legilstaif lalu akhirnya mendapatkan 2. kita bisa menghancurkan Soeharto beserta seluruh keluarganya dari panggung kekuasaan hingga tidak satupun tersisa. akan tetapi Soeharto telah berubah menjadi sebuah ideologi yang tidak mudah untuk dihadapi.399. sebuah fase yang mengajukan gugatan-gugatan serius atas legitimasi personal masa lalu. maka hiruk-pikuk dan diskusi menjadi gosip yang selalu dibicarakan.11%) dan mendapatkan 2 kursi di DPR RI.

karena harus membongkar tirani wacana. Bagi saya. bahwa masyarakat kita sedang mengidap penyakit amnesia adalah tak terhindarkan. atau memaafkan dosa dan kesalahan itu.480. pikiran dan keyakinan itu tidak mampu direduksi. Dengan mengumpulkan 24. Jika pilihan ini yang digunakan. yakni mereka yang meneriakkan demokrasi dan mengajukkan gugatan atas sistem politik otoritarian. Kemungkinan pertama adalah bahwa masyarakat kita mengidap penyakit lupa sebagaimana yang penulis katakan di atas. Mereka berteriak lantang untuk menegakkan demokrasi. ketika orang berbicara tentang kebebasan. sistem politik ideologis. yakni bahwa Golkar masa lalu bagi masyarakat kita justru telah membawa perubahan-perubahan penting bagi mereka. bahwa Soeharto mampu mendidik kader-kader politik ideologis. . Tidak ada yang menduga kemudian akhirnya Golkar muncul sebagai partai pemenang dalam Pemilu legislatif 5 April 2004 yang lalu. mengaduk-aduk sebuah keyakinan yang akan menghambat proses transisi demokrasi. padahal yang menciptakan sistem yang otoritarian itu adalah mereka. Jika saja ingatan masa lalu tidak lagi menjadi penting bagi masyarakat Indonesia. tetapi watak dasar sebagai antek Orde Baru seperti Birokratis Otoriter. maka apa yang kemudian ditakutkan oleh sebagian besar komponen bangsa ini. sehingga pilihan mereka atas Golkar adalah akibat dari penyakit amnesia yang melanda mereka. Memilih Golkar adalah pilihan sadar. maka betul Soeharto sukses menjadi pemimpin ideologis. pilihan Golkar adalah pilihan terbaik karena telah memberikan keamanan dan ketentraman bagi mereka. Kondisi ini tentu saja tidak mudah untuk diubah dengan cepat. Manajemen konflik dan kesabarannya telah membuat partai Golkar eksis dengan keadaannya.demokrasi. Kita bisa membuktikan kasus yang menimpa Akbar Tanjung yang menjadi mantan terpidana kasus korupsi dana non bujeter BULOG. Perilaku yang di tunjukkan ke ruang publik adalah sama dengan mereka yang telah mati-matian memperjuangkan demokrasi. bahwa memang sejumlah tokoh kunci dan penting pada pemerintahan pasca Orde Baru masih merupakan bagian panjang dari tradisi politik yang diwariskan oleh pemerintahan Orde Baru. nalar politik kepatuhan dan partai yang pintar memainkan tipuan-tipuan kebenaran. Golkar melaju melampau partai-partai politik yang lain (Sukmajati: 2004). partai inipun ikut berbicara tentang kebebasan. fenomena Indonesia yang seperti ini adalah merupakan kenyataan yang tak terhindarkan. Inilah yang disebut sebagai aktor politik ’diaspora’. bahan tertawaan dan hanya menghabiskan energi jika perasaan. ia adalah kader Golkar dan kader Orde Baru yang sukses memimpin partainya di tengah hantaman dan hujatan berjuta-juta orang di negeri ini. Penulis masih sangat yakin. Mereka adalah kelompok elit yang bersikap pura-pura sebagai kelompok demokrasi yang kemudian merubah citra dirinya ketika kondisi politik mengalami perubahan. akan tetapi mereka cepat melupakannya. bahwa betapa masa lalu tidak penting sama sekali atau bahkan bagi mereka bahwa masa lalu Golkar adalah baik.58%) dan mendapat 128 dari 550 total kursi di DPR. Atau justru anggapan kedua. Kita harus akui. juga benar bahwa Orde Baru tidak salah dimata rakyat.757 suara (21. Transisi hanya akan menjadi humor. betul Golkar telah menanamkan tipuan-tipuan kebenaran kepada masyarakat. Hanya ada dua kemungkinan dalam konteks ini. Korupsi dan manipulasi tidak bisa dilupakan. akan tetapi tingkah lakunya tidak mengalami perubahan. Segala kesalahan dan kejahatan masa lalu adalah benar sesungguhnya bagi mereka.

rendahnya integritas dan kualitas SDM yang berposisi sebagai aparatus negara.Sadar atau tidak. Keberhasilan sebuah transisi demokrasi pada negara-negara yang pernah mengalami kondisi politik yang otoriter adalah sangat tergantung pada keadaan ekonomi negara yang bersangkutan. Apa yang terjadi pada negara yang mengalami kehilangan legitimasi sosial. ataupun instrumen politik lainnya. tentu saja adalah merupakan satu perspektif yang mungkin saja akan di gugat oleh kelompok lain yang mampu menemukan sisi lain tentang Indonesia. Inilah yang disebut dengan negara yang mengalami kehilangan legitimasi sosial. Pada akhirnya. yang bisa saja membuat seseorang untuk mengambil keputusan yang tidak dikehendaki oleh masyarakat. bahwa segala aturan yang dibuat oleh negara seringkali berhadap-hadapan dengan masyarakat. Karena itu. dan mungkin juga tidak terlalu banyak disinggung dalam buku ini. Negara Transisi dan Anomali Demokrasi Pertumbuhan dan perkembangan politik negara Indonesia sebagaimana dalam pembahasan di atas. masyarakat tidak taat dan takut lagi kepada negara. sebagaimana yang terjadi pada masa Orde Baru. artikulasi politik rakyat adalah menuntut perubahan untuk mendapatkan kesejahteraan bagi mereka. Mesin kekuasaan sekuat apapun dan sehebat bagaimanapun aktor yang memimpin sebuah transisi. merupakan masalah krusial yang hingga hari ini masih menjadi salah satu problem utama negeri ini. tanpa didasari dengan pikiran yang matang. dan kompetensi negara menjadi sangat berkurang. Politik jalan pintas inilah yang menyebabkan transisi demokrasi mengalami persoalan serius. negara Indonesia pasca Orde Baru mengalami kegagapan dalam memilih cara dan gaya mengelola kekuasaan sehingga karena kegagapan tersebut otoritas. kecenderungan politik yang biasa terjadi adalah politik jalan pintas dan cari aman. Akibatnya. Karena itu. kejaksaan dan peradilan. Konstruksi tentang negara sebenarnya tidak bisa dilihat pada sisi politik semata. karena jika pilihan itu keliru dan salah kaprah. sedangkan pada sisi lain tidak bisa menjelaskan ke arah mana kondisi politik itu di arahkan. kapasitas. sehingga tidak terbantu untuk berpikir panjang dalam membangun negara yang kuat. aparat pendidikan. akan tetapi yang tidak kalah pentingnya juga adalah sisi ekonomi dan budaya yang cenderung di abaikan oleh banyak kalangan. tentu akan berhadapan dengan situasi politik yang dilematis. seperti kepolisian. karena sulit untuk menemukan aktor yang bisa dipercaya pada tingkat decision. Kita bisa melihat. atau kebijakan yang diambil tidak begitu berpengaruh pada tingkat operasional. Dilema itu menjadi pintalan yang sulit untuk di pilah satu-persatu. Kegagapan negara dalam menjalankan roda kekuasaan itu di tunjukkan oleh negara pasca Orde Baru. Pemerintah yang diberi mandat dikondisikan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan insidental dan darurat. Di samping itu. pemerintahan transisi adalah pemerintahan yang penuh dilema dalam mengambil pilihan-pilihan politik. maka protes dan kutukan akan tetap terjadi. tidak lain adalah berupaya untuk melakukan kompromi-kompromi politik yang menyebabkan pemerintah yang diberi mandat tidak mampu mengambil kebijakan-kebijakan yang tegas dan berwibawa. Jatuh bangunnya sebuah negara yang hendak menegakkan demokrasi ternyata lebih . Di satu sisi tergantung pada negara-negara ekonomi liberal.

Pelembagaan demokrasi adalah penting sebagai instrumen untuk menilai baik atau tidaknya proses politik yang sedang dilewati. Tentu saja kita bisa memberikan pandangan bahwa krisis ekonomi yang berbarengan dengan delegitimasi kekuasaan Soeharto itu adalah merupakan pertunjukkan yang tidak bagus. seringkali itu terjadi sebagian karena ketidakmampuan para politisi untuk menghasilkan reformasi ekonomi dan inovasi pelembagaan yang diperlukan bagi tumbuhnya demokrasi. O’Donnell. akan tetapi kenyataan politik telah memperlihatkan bahwa kondisi ini adalah sebuah kenyataan yang harus diterima. Walaupun keduanya tidak mengatakan bahwa kendala struktural tidak penting. Namun dalam perkembangannya demokrasi repesentatif dapat terjerumus ke dalam . Ini dianggap tindakan politik yang bijaksana untuk mendemokratiskan kembali pemerintahan yang otoriter. tetapi dengan mencurahkan perhatian pada perilaku elit atau kepemimpinan mereka. 28) dalam paham negara demokratis modern. Schmitter dan beberapa ilmuwan lain yang menekankan variabel perilaku elit itu juga sepakat untuk mengikuti jalan yang dirintis oleh Dahl. legitimasi kekuasaan Soeharto mengalami krisis. Dalam konteks ketidakjelasan kemana demokrasi itu melaju. Linz dan Stepan mencoba menjelaskan kejatuhan dan kebangkitan kembali demokrasi tidak dengan menelaah variabel-variabel konflik kelas atau kendala ekonomi.banyak di pengaruhi oleh faktor krisis ekonomi dibandingkan dengan faktor lain. Perangkat keras terpenuhi dengan kehadiran lembaga pendukung demokrasi yang begitu banyak dengan alokasi akuntabilitas yang mungkin secara universal bisa dikategorikan baik. Menurut Hendardi (2002. Mendemokratiskan kembali kekuasaan yang otoriter bukanlah persoalan yang mudah untuk ditembus. Taiwan. Sekalipun demokrasi prosedural dan segala tuntutan materialnya adalah penting untuk mengevaluasi jalan terjal demokrasi yang dilewati. moderasi dan kompromi adalah kunci menuju keberhasilan transisi ke arah demokrasi. maka tetap diperlukan kontrol politik dari kekuatan oposisi. Diamond. Korea dan Indonesia pada tahun 1998 adalah merupakan ‘drama’ krisis ekonomi yang menyakitkan. akan tetapi yang lebih penting adalah mendorong aparatus politik negara untuk menyadari posisinya sebagai penguasa. kontrol rakyat terhadap penyelenggara negara merupakan terjemahan yang sempurna dari asas kedaulatan rakyat. Lipset. yang yakin bahwa gradualisme. agar tidak terjadi penelikungan atas transisi yang berputar. Hancurnya kondisi ekonomi yang bersamaan dengan melemahnya legitimasi negara otoriter adalah merupakan sebuah kenyataan yang tak terhindarkan untuk melihat bahwa betapa negara otoriter itu sulit ditembus basis kekuasaannya. Apa yang terjadi di Filipina. akan tetapi kesiapan mental masyarakat dan elit yang telah lama terbiasa dengan kultur politik birokratis cenderung menghalangi laju pertumbuhan demokrasi. Pada awalnya kontrol rakyat terhadap penyelenggara negara “diejawantahkan” di dalam model demokrasi representatif semata. Di saat itu pula. maka kita akan terjebak pada wilayah demokrasi posedural dan pemenuhan-pemenuhan atas tuntutan material demokrasi. Mereka yakin bahwa kalau terdapat lingkungan struktural yang sangat tidak menguntungkan bagi demokratisasi. Akan tetapi jika berhenti pada pelembagaan institusi saja. apalagi perangkat lunak sebagaimana yang dikatakan Oleh Eep Saifullah Fatah seperti yang penulis kutip pada bab lain di buku ini tidak terpenuhi. Linz.

Ini berbeda dengan revolusi yang perubahannya sangat dahsyat yang memang tentu saja akan banyak melahirkan korban jiwa tetapi dengan keyakinan akan melahirkan perubahan yang totalitas. Karena partai politik merupakan organ terpenting dalam proses pembentukan masyarakat sipil yang demokratis. yang harus di dorong secara terus-menerus sehingga transisi demokrasi dengan harapan-harapan yang menyertainya menjadi tercipta dan terkonsolidasi. karena harus segera mengakhiri kekuasaan otoriter Soeharto dengan memaksa dia turun dari kekuasaan. karena memang reformasi itu hanyalah perubahan tambal sulam. penuh dengan pilihan-pilihan yang mungkin saja sulit untuk dipahami. Dengan demikian partai politik bertanggung-jawab atas kepercayaan masyarakat terhadap terciptanya clean governance. Kondisi inilah yang menyebabkan transisi ini mengalami anomali. Salah saru pilar negara demokrasi adalah partai . di mana keputusan-keputusan penting hanya diambil oleh segelintir orang saja. Tarikan-tarikan kekuasaan dan desakan kepentingan telah menyebabkan transisi menjadi bergerak kearah suatu pertanyaan besar. Tetapi apakah partai politik itu masih layak untuk menjadi pendorong demokrasi?. 28). Di sini rakyat harus merupakan bagian integral dari proses kontrol terhadap penyelenggara negara. Anomali itu adalah situasi yang serba mungkin dan serba tidak mungkin. penyelewengan kekuasaan yang tampaknya di era reformasi tidak kalah dahsyatnya dengan apa yang terjadi di jaman Orde Baru. Oleh karena itu. sedangkan gradual. bisakah transisi dilewati dengan liberalisasi asetaset negara. Terdesak. partai politik adalah merupakan pendorong demokrasi.pemerintahan elitarisme. 28) berpendapat bahwa dalam masa transisi politik. Dalam konteks ini. Reformasi hanyalah merupakan kondisi yang terdesak untuk dilakukan dan sifatnya sangat gradual. Apa yang sesungguhnya terjadi di tahun 1998. Karena itu. Semuanya adalah pertanyaan-pertanyaan yang sulit untuk disebut sebagai pertanyaan sebenarnya. mampukah negara melewati transisi dengan melibatkan aktor-aktor penguasa tertentu yang berselingkuh dengan kekuatan kapitalisme global. Hendardi (2002. Terbukti kemudian. Transformasi nilai-nilai baru sebagai akar dari suatu proses perubahan fundamental menuju negara demokratis justru tidak sepenuhnya terjadi. sangat bergantung dengan kegiatan partai politik. yaitu ”kemungkinan”. sangat rawan terhadap praktek-praktek penyelewengan kekuasaan. tuntutan reformasi telah berhasil dibelokkan oleh kekuatan status quo yang seolaholah hanya menjadi soal pergantian penguasa politik belaka. Mungkinkah transisi dilalui dengan modelmodel demokrasi yang diajukkan. moral politik dalam kehidupan bernegara harus menjadi perhatian besar bagi para partai politik. Kasus Bank Bali dan dan non-budgeter Bulog yang melibatkan ketua Golkar Akbar Tanjung ditengah-tengah euforia reformasi (Hendardi: 2002. Oleh karenanya. proses reformasi yang bergulir dan dipelopori oleh gerakan mahasiwa baru hanya berhasil menjatuhkan rezim otoritarian Orde Baru. keberhasilan demokratisasi yang ditandai dengan adanya proses kenegaraan yang transparan dan accountable. perlahan-lahan. akan tetapi boleh jadi adalah suatu gugatan atas tesis-tesis mengenai masa depan politik Indonesia yang masih dalam keadaan gamang dan dalam bahasa penulis anomali. Secara sekilas dan dengan menggunakan premis umum.

keamanan. bahwa negara merupakan wakil dari kepentingan umum atau publik. Yakni kecenderungan dominasi (penguasaan) sekelompok kecil orang (minoritas) yang tidak mewakili kepentingan mayoritas rakyat. hingga menjarah harta rakyat sekalipun. Filosofi bahwa partai politik akan memperjuangkan kepentingan rakyat. Sebuah hukum sosiologi paling fundamental dan sekaligus paradoksal adalah bahwa organisasi (baik partai maupun negara) adalah sebuah entitas yang melahirkan dominasi oleh minoritas terpilih atas pemilih. negara bersama semua aparatusnya tidak boleh berdiam diri. akan tetapi satu hal yang paradoks yang tidak mungkin dihindari adalah terjadinya apa yang disebut Robert Michel sebagai “hukum besi oligarki”. yakni cepat mengendalikan proses diskursif yang terjadi di saat persilangan berbagai kepentingan bertemu dalam titik yang berseberangan. kesejahteraan. Kelompok oposisi dalam negara juga harus bekerja secara cepat untuk menghindari terjadinya pelacuran keadaan yang tengah terjadi untuk menunjang proses demokrasi yang berjalan. dan persatuan bagi semua elemen masyarakat Indonesia. 1997: 7).politik. ternyata gagal menjalankan tugastugasnya. di Indonesia justru tidak terwujud sama sekali. Partai politik dipercaya sebagai instrumen utama demokrasi. Sehingga harapan bahwa partai sebagai kekuatan politik untuk mendorong demokrasi adalah mesti ditinjau ulang. membangun kesadaran masyarakat agar memahami demokrasi secara lebih konsepsional. para warga akan saling berkelahi dalam memperjuangkan kepentingan mereka (Budiman. negara harus bekerja menurut hukum besi keadaan. yang tentu saja sebagai bentuk ekspresi dari pemerintahan yang berkuasa selama ini tidak tunduk pada prinsip-prinsip yang baik itu. Fungsi-fungsi penting dari partai politik seperti sebagai sarana pendidikan dan agregasi hampir tidak berjalan sama sekali. Partai politik yang diharapkan untuk menyokong terwujudnya perangkat lunak demokrasi. Sekalipun secara teoritik dan praktik bisa kita temukan bahwa partai politik adalah faktor yang sangat penting bagi tumbuh berkembangnya sebuah negara demokrasi. tetapi khusus konteks Indonesia harapan itu barangkali sulit untuk diwujudkan. Dalam konteks ini Budiman mengajukan hipotesa. Sebab yang terjadi di dalam tubuh partai politik adalah memperjuangkan kelompok mereka sendiri. ia juga bicara tentang oligarki (Sutoro Eko: 2004. Partai-partai politik yang ada hanyalah menambah kukuhnya dominasi penguasa atas rakyat yang menyebabkan kepentingan rakyat teralienasi dari perjuangan partai. kalau tidak. oleh pemegang mandat atas pemberi mandat. bahwa kekuasaan negara begitu penting. artikulatif dan lebih bermakna. karena yang muncul adalah apa yang kita kenal dengan oligarki partai. Dalam hal ini Hobbes menegaskan. demikian Robert Michel. sehingga perjuangan untuk mewujudkan demokrasi dengan mengharapkan terlalu besar keterlibatan partai politik adalah berlebihan. 53) pasti menjanjikan demokrasi. oleh utusan atas orang yang mengutus. Di sinilah kita tetap memandang negara sebagai instrumen penting untuk menetralisir keadaan dengan alat-alat yang dimilikinya. kedamaian. Hampir sebagian pemikir yang menulis tentang negara menekankan betapa besarnya peranan negara dan betapa absahnya lembaga ini melakukan tindakan atas warganya. sedangkan masyarakat hanya mewakili . Barang siapa orang bicara organisasi. Sebab itu. keadilan. Di tengah situasi politik yang gamang dan tidak terarah. 55). Karena di dalam partai politik itu menurut Sutoro Eko (2004.

bila negara tidak memiliki kekuasaan yang besar. sehingga negara merasa menang diatas rakyat dengan mengalienasi peranperan politik mereka. Akibatnya. Karena model itu telah gagal melahirkan negara yang sejahtera dan berkeadaban. bahwa kekuasaan yang besar pada negara merupakan hal yang sepatutnya. Negara Orde Baru adalah negara yang gagal mengkonstruksikan perubahan sosial karena pada konteks ini negara gagal melahirkan rekayasa sosial yang bersifat terbuka bagi terciptanya demokrasi bagi rakyat. Segala keinginan untuk mementingkan diri sendirti harus dihilangkan dahulu bilamana kehidupan negara yang sungguh-sungguh sempurna akan dicapai. sehingga rakayasa sosial atas negara yang sedang berubah akan kesulitan. 1997: 8). Hal tersebut sejalan dengan pendapat Plato dan Aristoteles yang mengatakan. Jika partai politik telah gagal mengagregasi kepentingan rakyat. sehingga rakyat akan kesulitan untuk menerjemahkan entah kemana proses politik itu di arahkan. akselerasi publik atas negara dibatasi. Negara harus menjinakkan mereka dan mengajarkan nilai-nilai moral yang rasional (Budiman. demokrasi terkubur ditengah retorika kekuasaan . maka harapan kemudian harus bertumpu pada kekuatan basis sosial dalam masyarakat. tak dapat dikendalikan. dengan demikian rakyat dapat secara nyata menuntut pertanggungjawaban atau akuntabilitas publik terhadap penyelenggara negara. tradisi kekuasaan yang personal justru akan bersikukuh pada kontekstualisasi negara yang birokratis. dimana di dalamnya harus tercipta basis politik yang bisa diandalkan untuk mendorong demokrasi yang partisipatif dengan tetap menghargai kepentingan lokal. Untuk menghindari terjadinya personalitas pada pemegangan kekuasaan negara. sementara negara sendiri tidak bisa diharapkan untuk merekayasa masa depan demokrasi Indonesia. 1965: 26. Dalam negara tersebut akan berkuasa akal (rasio) sebagai ganti Tuhan. Transisi itu penting untuk di desak secara terus-menerus agar tercipta kondisi politik yang benar-benar demokratis sehingga kekuasaan negara tidak bersifat mutlak sebagaimana yang terjadi pada masa Orde Baru. maka tawaran yang diajukan oleh hampir semua orang untuk konteks transisi adalah tetap terciptanya kontrol sosial yang seimbang dalam masyarakat.kepentingan pribadi atau kelompok secara terpecah-pecah (Budiman. 1997: 7). Kontrol rakyat terhadap penguasa hanya dapat berjalan efektif bila penyelenggara negara tidak dapat memaparkan program dan kebijakannya secara transparan. 1997: 8). Penyelenggara negara tidak dapat mengelak dari tuntutan transparansi dan akuntabilitas publik. kontrol rakyat terhadap penyelenggara negara harus dapat bersifat langsung dan nyata. Orde Baru itu langgeng dan aman adalah karena ruang-ruang diskusi ditutup rapat. misalnya melalui pemberitaan pers yang bebas dan pembentukan opini publik. Kita harus menghidari apa yang dikatakan oleh Plato dan Aristoteles yang melihat teori kekuasaan negara dengan menyatakan bahwa negara memerlukan kekuasaan yang mutlak. Individu harus sama sekali tunduk pada keseluruhan (kolektitet) (Schmid. sebagaimana ditunjukan oleh Orde Baru. Persoalan ini dipertegas kembali oleh Hendardi (2002. Bagi penulis. Tegasnya Plato memberikan kerangka berpikirnya sendiri. 28) bahwa. Individu akan menjadi liar. tidak ada partai oposisi yang terbentuk serta yang muncul adalah oligarki partai. Budiman.

kedua. . Tentu mendedah konsep kenegaraan ini. walaupun negara merupakan yang utama dalam komunitas politik. apa sumbangan negara dalam konteks ini. yang terkadang kuasa wacana itu dibangun diatas kepalsuankepalsuan ideologi dan politik. baik secara prosedural maupun secara kultural. common good merupakan prinsip yang berbeda dalam mengontrol setiap kepentingan yang ada.yang justru mempertunjukkan sikap represivitas atas rakyat. yaitu terjebak kembalinya demokrasi kedalam perangkap politik birokratis. sementara rakyat minimal. sehingga ketika terjadi ‘kecelakaan’ politik yang menyebabkan kekukuhan negara itu berantakan. karena peran negara dominan. negara pada dasarnya mempunyai tujuan utama adalah moral. penulis ingin mengajukan apa yang disebut dengan negara organis. Rakyat dipandang sebagai kelas yang inferior atas kekuatan politik negara. pertama. padahal penguasa atau elit pemegang kendali adalah aparatus negara sebagaimana yang disebutkan oleh Althusser?. bahwa transisi demokrasi tidak terbentuk dan gagal. selain negara organis ini. Keterjebakan ini ditandai dengan sistem politik yang tidak berubah. yaitu mengokohkan kekuasaan sehingga bisa menimbulkan tirani atas rakyat. tetapi komponen dari negara seperti individu. Apa yang dimaksud dengan negara organis?. demokrasi akan di tunggu oleh dua kemungkinan. asosiasi-asosiasi pribadi. Sehingga transisi demokrasi harus melewati jalan terjal dan menghalau ‘hutan belantara’ dengan ‘duri epistemik’ rezim masa lalu. Stepan mengemukan lima prinsip dasar negara organis-statis (Alfred Stepan. Akan tetapi. Artinya negara sangat percaya diri atas bekerjanya seluruh sistem yang sangat prosedural dan birokratis itu. mempunyai fungsi sendiri di dalam organisasi secara keseluruhan. Pada sisi ini. Akan tetapi jika saja optimisme itu berlebihan sehingga menyebabkan kita lupa akan esensi negara yang sesungguhnya. Kecenderungan memandang negara sebagai basis perubahan sosial serta sebagai alat untuk mendorong demokrasi tidak sepenuhnya salah. sekalipun beberapa aktor mengalami pergantian. Kukuhnya dominasi negara atas rakyat serta suksesnya relasi kuasa wacana dalam tubuh negara otoriter birokratis adalah karena semua elemen pendukungnya bekerja secara massinis yang kemudian mendorong negara lebih mandiri dan tidak terkooptatif oleh elemen-elemen lain dari luar. maka transformasi menjadi sulit tercipta. yaitu suksesnya transisi itu dengan terbentuknya perangkat demokrasi. negara memiliki sifat yang kuat dan intervensionis. dan kelima. keluarga. ketiga. serta dukungan institusi-institusi represif seperti militer. dan kemungkinan kedua. Jika demikian yang terjadi sudah bisa dipastikan. keempat. Desakan demokrasi yang kemudian digelar oleh semua elemen kebangsaan akan sulit untuk menyesuaikan diri di atas problem-problem politik dan konstitusional yang dialami. Rakyat adalah konsumen dari reproduksi kuasa wacana dari negara. 1978: 26-45) yaitu. Jadi. ada juga yang disebut dengan negara fasis sebagaimana yang dikatakan oleh Budiman (1997:18-19). negara mempunyai peran yang relatif otonom dalam proses-proses politik. tujuan moral itu merupakan kebaikan bersama (common good) yang diarahkan dan diwujudkan kedalam komunitas politik (political community). serta kultur yang tidak bergeser dari kondisi sebelumnya. Di saat yang seperti inilah perubahan sosial itu mengalami hambatan untuk bekerja secara maksimal dalam mendorong demokrasi.

negara Fasis mengajak masyarakat untuk percaya dan patuh kepada apa yang diperbuat oleh negara. Kalau dalam totaliter masih memungkinkan pluralisme terbatas. maka bisa di sederhanakan. bahwa negara harus kuat. Christenson menegaskan. Reproduksi wacana . Negara Fasis adalah sebuah negara totaliter. 1997: 20). mengukuhkan dominasi negara adalah penting. Karena dalam konteks ini negara harus dominan mengartikulasikan kepentingan-kepentingan politiknya. mengembangkan dan memberikan tenaga bagi seluruh kehidupan seorang manusia. Bentuk-bentuk lain yang mengikuti varian negara modern di lakukan pula dalam konteks negara Indonesia terutama yang dikembangkan oleh Orde Baru. Tidak boleh ada nilai yang berkembang kecuali yang diperkenankan negara. “Pendeknya. sehingga peluang-peluang kemungkinan untuk tumbuh berkembangnya demokrasi akan selalu dihadang dengan pilihan-pilihan politik birokratis. sehingga demokrasi dialienasi dari persinggungan diskursif negara. negara Fasis merasa merekalah yang tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. tidak pihak lain dalam negara yang berhak untuk menerapkan prinsip. negara totaliter dan otoriter tidak akan mungkin membiarkan demokrasi hidup. demokrasi di bunuh atas dasar kepentingan negara. di luar negara tidak ada kemanusiaan atau kejiwaan yang bisa tumbuh. Negara harus mengendalikan seluruh apa yang menjadi basis epistemik rakyat. Negara memiliki otoritas yang besar untuk membangun. Bagi seorang penguasa di negara totaliter seperti Musolini. terutama kebutuhankebutuhan rakyat. apalagi punya nilai. Pada akhirnya. dengan kekuatan itu negara dapat memberikan kebaikan kepada warganya. kecuali organisasi yang di bentuk negara. ikatan yang erat. konsep negara dalam fasisme adalah bahwa negara itu meliputi keseluruhan. bangsa dan negara. semboyan kaum Fasis adalah “Percaya! Patuh! Berjuang! (Budiman. “Negara menekankan haknya untuk membangun kembali masyarakat – ‘membentuk’ manusia dan memperingatkan akibat yang buruk bagi mereka yang mau membangkang” (Christenson et al. dengan negara sebagai pimpinannya. Kata fasisme dimaksudkan sebagai sebuah ikatan yang kuat. Kata fasis berasal dari bahasa Latin yang berarti “seikat”. Fasisme bersifat totaliter. Negara menegasikan kepentingan rakyat. bentuk negara ini menguasai seluruh aspek kehidupan masyarakat. Artinya. Demokrasi harus dikubur dari panggung politik. Untuk memperkuat realisasi gagasan ini Benito Mussolini seperti dikutip Christenson et al. yang tentu saja bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi. tidak diperkenankan organisasi lain apapun tumbuh. dalam sebuah negara totaliter. Dalam konsep negara fasis. mengarahkan perubahan dan sebagainya. ekonomi.Menurut Budiman. 1971: 70). sehingga pengendalian diskursif menjadi sangat urgen bagi pengembangan wacana dominasi dari negara. negara harus kuat. Dengan demikian. dan Negara Fasis – sebuah sintesis dan sebuah lembaga yang menggabungkan semua nilai – memberikan penafsiran. Merujuk kembali pandangan Mussolini. karena ia akan mengancam represivitas diskursif yang dikembangkan. dan moral”. bukan sekadar otoriter. Karena itu. persatuan yang kokoh dari sebuah bangsa. negara pun harus menegakkan disiplin. Dengan kata lain. bahwa rakyat harus bersedia berkurban dan patuh. Karena itu. (1971: 37) mengatakan. nilai dan kebebasan. menyejahterakan rakyat. Dalam merealisasikan konsep kenegaraan yang dipahaminya. Sekalipun negara organis seperti yang digagas oleh Hegel masih terdapat nilai-nilai positifnya. tapi bagian lain dari bentuk ekstrem negara organis adalah negara fasis. Negara menguasai semuanya – politik. sementara rakyat harus lemah.

tentu saja harapan untuk mengubur masa lalu itu adalah merupakan keinginan semua orang. Inilah yang disebut dengan tirani wacana dan represi aparatus yang kemudian melahirkan negara otoriter. akan tetapi lupa. Karena itu. Demokrasi menjadi sebuah kenyataan untuk ditegakkan. demokrasi sudah bukan lagi persoalan penting untuk ditegakkan apalagi diperjuangkan. Transisi demokrasi yang dialami Indonesia adalah merupakan transisi yang panjang. Pada akhirnya. kegagalan terciptanya perangkat lunak demokrasi itu tak terhindarkan. baik pada tingkat diskursif maupun pada tingkat praksis.dilakukan berulang-ulang dan aparatus negara yang patuh tadi siap menjaga seluruh proses berputarnya diskursif itu di dalam masyarakat. Indonesia yang demikian adalah merupakan potret Indonesia dimasa Orde Baru. Seorang demokrat dalam situasi transisi seperti ini adalah merupakan penyelamat dan penyambung lidah kebenaran bagi masyarakat. Mereka yang hidup di abad XXI. reformasi lembaga-lembaga negara yang merupakan instrumen demokrasi. apa yang kita saksikan saat ini adalah merupakan minimalisme demokrasi yang direduksi secara vulgar oleh perilaku elit dalam pertunjukan keseharian mereka. akan tetapi demokrasi inilah yang menjadi persoalan hingga saat ini. dimana kekuasaan dijalankan secara otoriter dengan kendali penuh kekuasaan. akan tetapi tidak menginjeksi secara lebih memadai dan jujur tesis demokrasi ini kepada rakyat. akan tetapi mereka tidak mau bersikap demokratis kepada rakyat. demokrasi bagi mereka amat dibenci dan kebencian mereka atas demokrasi ini ditunjukkan pada keseharian mereka. belum ada tanda-tanda baik dari transisi ini. lalu menebarlah virus-virus demokrasi kepada rakyat yang di suarakan oleh seorang/sekelompok orang yang ingin disebut sebagai pahlawan demokrat. seperti perubahan konstitusi. Mereka ini telah mengeruk tesis demokrasi dari wilayah substansial-nya untuk dipraktekkan secara artifisial dan “banal” hanya untuk memenuhi hasrat-hasrat maksimal bagi kelompok/pribadi tertentu dan meminimalkan praksisisme demokrasi. Teriakanteriakan demokrasi ini di ikuti dengan melakukan perubahan pada perangkat keras demokrasi. Padahal pada saat yang sama. Mereka mengharapkan agar rakyat mau bersikap demokratis kepada mereka. sehingga isu demokrasi adalah merupakan isu yang sangat sensitif untuk dilempar ke ruang publik. yakni dikala sejumlah kalangan elit tidak mau . kecuali hanya kekecewaan yang berpintal-pintal dari masyarakat atas perilaku politik sebagian elit yang belakangan ini tambah “buas” lebih buas dari Orde Baru. Publik nanti akan menangkap isu itu. Pada konteks inilah. Pasca Soeharto. Artinya hanya rakyat yang di suruh untuk memahami secara demokratis apa yang mereka lakukan. adalah mereka yang memiliki keinginan kuat untuk mendorong reformasi yang belum selesai diperdebatkan. bahwa bangsa dan negara adalah jauh lebih penting dibandingkan dengan apa yang tengah dilakukannya. Pada tingkat praksis. akan tetapi mereka tidak ingin bersikap demokratis kepada rakyat. Mereka melakukan “pembajakan” atas tesis demokrasi untuk memenuhi hasrat dan kepentingan pribadi/kelompoknya. Demokrasi telah menjelma menjadi perilaku politik pragmatis yang dipertontonkan oleh aktor-aktor demokrat yang minimalis yang menyebabkan demokrasi di ‘kocak’ dengan pendekatan oportunisme politik. demokrasi telah berubah menjadi mesin kekuasaan bagi orangorang tertentu untuk diteriakkan agar bisa disebut sebagai seorang demokrat.

Akan tetapi tidak berhenti sampai di situ. termasuk yang disebut di atas. Dahl. secara praktis semua orang dewasa mempunyai hak untuk dipilih sebagai penjabat resmi dalam pemerintahan. Ketiga. mengenai soal-soal politik yang ditentukan secara luas. secara praktis. warganegara mempunyai hak untuk mendapatkan sumber-sumber informasi alternatif. mereka ingin menjebak transisi yang berkembang ke arah pemerintahan otoritarian. karena memang sumber-sumber dimaksud ada dan dilindungi hukum. Dahl (1986: 17-18) menyebutkan terdapat tujuh lembaga khusus yang berkembang yang membedakan rezim-rezim politik negara-negara demokrasi modern dari semua rezim lainnya. rakyat berhak untuk mendapatkan pendidikan politik dari perangkat lunak tadi. Jr. para penjabat yang dipilih selalu berasal dari proses pemilihan yang dilakukan secara jujur. pertama. pengaturan yang mengorganisir bargaining untuk memperoleh legitimasi dilaksanakan melalui pemilihan umum yang kompetitif. maka harus disediakan juga ruang ekspresi bagi rakyat untuk mengajukan gugatan dan protes atas praktek-praktek kekuasaan. kontrol atas keputusan-keputusan pemerintah tentang kebijaksanaan secara konstitusional dibebankan pada pejabat-pejabat yang dipilih. untuk mencapai berbagai hak mereka. Mereka pura-pura menjadi seorang demokrat.bergeser dari pragmatisme dan oportunisme politik. Dalam prakteknya. Keempat. akan tetapi dibalik itu. termasuk melancarkan kritik terhadap para penjabat. karena harus ada skenario lanjutan yaitu. legitimasi pemerintah berdasarkan atas klaim bahwa pemerintah tersebut mewakili keinginan rakyatnya. pemerintahan. Pemimpin dipilih dengan interval yang teratur. Pertama. akan tetapi juga pada perangkat keras demokrasi tersebut. baik sebagai . Dahl ingin menyampaikan bagaimana idealnya demokrasi itu dibangun dan ditegakkan. lembaga-lembaga negara dan beberapa institusi lain yang membantu mendorong demokrasi lebih maju. Biasanya yang memiliki tugas seperti ini adalah partai politik. Kontekstualisasi demokrasi sebagaimana yang di katakan Oleh Robert A. dan pemilih dapat memilih diantara beberapa alternatif calon. tata sosio ekonomi dan ideologi yang berlaku. semua orang dewasa mempunyai hak dalam memilih penjabat-penjabat resmi. Kelima. Artinya klaim pemerintah untuk patuh kepada aturan hukum didasarkan pada penekanan bahwa apa yang dilakukannya merupakan kehendak rakyat. setiap unsur paksaan dianggap sebagai suatu hal yang sangat memalukan. setiap warga negara juga mempunyai hak untuk membentuk perkumpulan-perkumpulan atau organisasi yang relatif independen. termasuk partai-partai politik dan kelompok kepentingan yang bebas. pura-pura menjadi seorang pejuang reformasi. sebagian besar orang dewasa dapat ikut serta dalam proses pemilihan. Afan Gaffar: 1989) mengemukakan pemahaman yang lazim digunakan dalam Ilmu Politik mengenai “political performance” sebagai indikator kehidupan politik yang demokratis adalah sebagai berikut. paling tidak terdapat dua partai politik yang mempunyai kesempatan untuk menang sehingga pilihan tersebut benar-benar bermakna. Kedua. (1982: 3. Kedua. Selain perangkat keras seperti partai politik. meskipun batas umur untuk dipilih mungkin lebih tinggi dari batas umur untuk memilih. warga negara mempunyai hak untuk mengeluarkan pendapat tanpa ancaman akan dihukum. rezim. misalnya akan tercermin bukan hanya pada perangkat lunak saja. Ketujuh. Bingham Powel. Keenam. Ketiga.

penduduk memilih secara rahasia dan tanpa dipaksa. pertama. seperti misalnya kebebasan berbicara. kebebasan pers. Tumbuh sumburnya sejumlah partai politik baru. Lembaga Demokrasi Belum Menjadi Alat Demokrasi yang Baik: Harus diakui bahwa proses demokratisasi di Indonesia sejak runtuhnya kekuasaan represif Orde Baru 1998 lalu memang berlangsung cukup dramatis hingga ada yang menganggap Indonesia sebagai negara demokrasi ketiga terbesar (third largest democracy in the world) setelah India dan Amerika Serikat. Keempat. kemerdekaan mengeluarkan pendapat/berorganisasi. Baik partai politik yang lama maupun yang baru dapat berusaha untuk memperoleh dukungan.pemilih maupun sebagai calon untuk menduduki jabatan penting. partisipasi politik yang melibatkan sebanyak mungkin warga negara dalam pemilihan pemimpin atau kebijakan lewat pemilihan umum yang diselenggarakan secara adil dan teratur sehingga tidak satupun kelompok sosial (warga negara dewasa) tanpa kecuali. Kelima. Namun. yang disertai pelaksanaan desentralisasi melalui pemberlakukan Undang-Undang Nomor 22 Tahun . adanya kebebasan pers. telah melahirkan sebuah kondisi politik yang transisional. akan tetapi ada yang pesimis bahwa transisi demokrasi yang kita lewati saat ini akan gagal. Apa yang disebutkan oleh Bingham di atas adalah merupakan salah satu pendekatan yang ideal mengenai sebuah kondisi untuk mencapai posisi demokratis. Reformasi dan Kegagalan perubahan sosial di Indonesia Prediksi tentang demokrasi di Indonesia telah sangat banyak dilakukan oleh para pakar. Kondisi dimana demokrasi memerlukan bangunan yang kuat dengan perangkat keras yang memadai yang di dukung oleh perangkan lunak yang cerdas. ketiga. Indonesia dalam masa persilangan waktu yang serba tidak jelas saat ini. Jika merujuk pada pandangan Elizabeth Santi Kumala Dewi (2005). Ada yang begitu optimis dengan keadaan Indonesia akan sukses menuju transisi demokrasi. kedua. sehingga keinginan untuk mendorong demokrasi bukan lagi menjadi tanggung jawabnya. dan kebebasan pers. kompetisi yang sungguh-sungguh dan meluas diantara anggota masyarakat dan kelompok-kelompok kepentingan didalam memperebutkan jabatan pemerintahan yang punya kekuasaan dalam jangka waktu yang teratur dan tidak menggunakan daya paksa. Linz dan Lipset. kontestasi dan partisipasi –Larry Diamond. karena antara satu lembaga dengan yang lain saling tumpah tindih fungsi dan kewenangan yang kemudian melahirkan perebutan wilayah kekuasaan. berorganisasi. Pada waktu yang berbeda dalam rangka memaknai demokrasi yang berisikan kompetisi. Kegagalan itu terindikasi dengan bangunan politik pasca Soeharto yang rapuh. serta jabatan-jabatan kekuasaan yang diisi oleh orang-orang lama yang dulu juga berkuasa pada masa Orde Baru. kegagalan demokrasi itu disebabkan oleh. Pada sisi yang lain perangkat keras demokrasi tidak bisa menjamin terbentuknya situasi demokrasi yang sukses. tingkat kebebasan sipil dan politik yaitu kebebasan berbicara. kebebasan membentuk dan bergabung dalam organisasi yang cukup untuk menjamin integritas kompetisi dan partisipasi politik (Jurdi & Irianto: 2006). terbukanya ruang demokrasi (democracy space) yang sangat luas selama masa transisi ini belum menunjukkan adanya kerangka kuat untuk mewujudkan kemapanan budaya demokrasi. berkumpul. masyarakat dan pemimpin menikmati hak-hak dasar. mendifinisikan demokrasi sebagai suatu sistem pemerintahan yang memenuhi tiga syarat pokok yaitu: pertama.

jika melihat sepak terjang aktor-aktor keterwakilan dalam lembaga parlemen dan partai politk di Jawa Tengah selama masa transisi ini.1999 serta Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999. tidak terarah dan memiliki konstruksi demokrasi yang dilacurkan demi kepentingan kekuasaan. dan rendahnya tingkat pendidikan serta kondisi perokonomian masyarakat Jawa Tengah masih menjadi penghambat upaya pembangunan kekuatan civil society sebagai pilar demokrasi. ternyata belum bisa membangkitkan pilar-pilar demokrasi yang kokoh. partai politik justru masih bersifat sentralistik hingga para pengurus partai di tingkat lokal tetap terhegemoni oleh kepentingan sempit pengurus partai di tingkat nasional. tingkat partisipasi politik masyarakat yang benar-benar belum otonom hanya akan mewujudkan bentuk-bentuk partisipasi politik yang dimobilisasi. Karena aliansi kelas menengah oposisi tidak terkonsolidasi secara lebih baik. Pengaruh budaya Jawa. Transisi demokrasi bisa diramalkan dengan melihat kondisi politik Indonesia yang penuh dengan harapan-harapan yang terlampau optimis. Tapi. sistem kepartaian di Indonesia yang dibangun selama masa transisi ini belum kokoh yang memiliki kapasitas dalam melancarkan partisipasi politik masyarakat melalui jalur partai hingga dapat mengalihkan segala bentuk aktivitas politik anomik dan kekerasan. Justru perubahan yang terjadi adalah perubahan yang tambal sulam. Bahkan. akan tetapi tidak diiringi dengan perubahan-perubahan yang signifikan dari semua aspek. seperti ewuh pakewuh (sungkan) dalam mengeluarkan pendapat atau kritik. sehingga transisi hanyalah menjadi alat analisis sebagian elit. Perlu dicatat bahwa yang mendorong pembangunan politik bukanlah banyaknya jumlah partai politik yang muncul. dan integritas individu. kapabilitas. bahkan hampir tidak terbentuk sama sekali. melainkan tergantung kekokohan dan adaptabilitas sistem kepartaian dalam menyerap dan menyatukan semua kekuatan sosial baru yang muncul sebagai akibat modernisasi. Sifat Partisipasi Politik Masyarakat Masih Tradisional: Pemerintahan sentralistik-militeristik dan kebijakan massa menggambang yang diterapkan Orde Baru selama 32 tahun rupanya benar-benar telah melumpuhkan wacana demokrasi dalam kehidupan masyarakat hingga menyingkirkan praktik-praktik seleksi kepemimpinan secara fair yang berdasarkan kompetensi. . lembaga-lembaga demokrasi yang tumbuh subur di Indonesia sejak runtuhnya Orde Baru lalu belum bisa menjadi alat demokrasi yang baik. Di sini Vedi R. Akibatnya. Kedua. Artinya. Ketika pemerintah pusat sudah mulai membagikan kewenangannya kepada pemerintah daerah melalui pelaksanaan Otonomi Daerah. Padahal. kemungkinan terjadinya tarik-menarik kepentingan di tingkatan internal partai politik bisa menciptakan kerwanan akan terjadi konflik yang bisa menimbulkan konflik kekerasan di tingkat massa pedukung partai. Hadiz (2005: xvii) yang tampaknya menampik kemungkinan adanya semacam aliansi lintas kelas yang mampu menyusun dan mendesakkan agendaagenda transformatif di era pasca-Soeharto. Sementara pendidikan kewarganegaraan (civic education) selama masa transisi demokrasi ini belum diikuti peningkatan partisipasi politik masyarakat yang cukup signifikan dalam mendorong terwududnya Good Governance di pemerintahan lokal. Hal ini jelas sangat berpotensi menjadi sasaran manipulasi atau rekayasa pihak tertetu yang bisa menimbulkan konflik horizontal antar kelompok politik. masih terkesan masih carut marut atau mengalami ketimpangan dan cenderung menegasikan aspirasi publik.

Untuk survive. Megawati. Dalam hal ini. Gusdur. Hampir semuanya terjebak pada premis-premis kekuasaan “predator” yang menyeret mereka pada banalitas kekuasaan. Sehingga transformasi – baik dalam bentuk system maupun institusi – sebagaimana yang awalnya diprediksikan gagal akibat dari tidak terjadinya pergeseran aktor dan mentalitas para aktor. tidak ada yang berani memutus hubungan dengan IMF dan mampu menyelesaikan utang-utang Negara. baik itu system politik maupun kapitalisme yang memaksa mereka untuk secara terus-menerus patuh. dengan vulgar Vedi mengatakan. relasi kekuasaan yang dimaksud adalah yang melekat pada semacam predatory capitalism yang masih bercokol dengan kuat sebagai warisan utama era Orde Baru yang panjang. bahwa pada dasarnya perangkat kelembagaan kehidupan demokrasi di Indonesia telah ‘dibajak’ oleh kaum ‘penjarah’ politik. Untuk melihat konteks bahwa “predator politik” sulit untuk dihindari di dalam permainan politik pasca Orde Baru. Sehingga siapapun yang berkuasa di Indonesia akan gagal membangun demokrasi sebagaimana i’tidak awal mereka di saat-saat kampanye politik dilakukan. kerangka institusional kekuasaan dapat berubah – misalnya kearah yang lebih demokratis dan terdesentralisasi sebagaimana di Indonesia setelah jatuhnya Soeharto – tetapi relasi kekuasaan yang menopangnya mungkin saja bertahan dalam konteks institusional yang baru. Dari empat presiden Indonesia pasca Orde Baru. Tetapi yang lebih parah. Pada akhirnya komunikasi politik elit di hadapan Negara-negara “kapitalisme rente” seperti AS adalah komukasi inferior. sehingga yang terjadi pada rezim pasca Orde Baru adalah transplantasi “penyakit” yang kukuh berkuasa selama 32 tahun itu tanpa mengalami perubahan fundamental. Inilah yang disebut oleh Vedi dengan “predator capitalism”. Mereka yang berkuasa pasca Soeharto sulit untuk melepaskan diri dari cengkeraman masa lalu. Karena terlalu banyaknya ranjau . walaupun akhirnya dia kalah. sang kiai liberal pun harus menggunakan taktik yang kurang lebih sama dengan lawan-lawannya. ternyata harus tersedot juga ke dalam logika predatory politics.Vedi percaya. Gus Dur adalah merupakan seorang intelektual proreformasi dan prodemokrasi sebelum menjadi presiden. Jenis-jenis kekuatan lama yang menopang otoriterisme Soeharto kini menjadi bagian penopang demokrasi Indonesia pasca-Orde Baru (2005: xxv). kepemimpinan Megawati yang mengaku sebagai pelindung wong cilik juga tidak jauh berbeda dengan kepemimpinan sebelumnya. hingga SBY. Relasi Soeharto yang telah menanamkan benih-benih ideologi politik konservatif tidak selamanya mudah untuk dihancurkan sekaligus. Siapapun yang berkuasa pasca Soeharto. karena terlalu banyaknya kader ideologis yang dihasilkan oleh Soeharto serta kuat pengukuhan system politik sentalistik selama rezim ini berkuasa. Tentu demokrasi tidak mungkin diharapkan dari para “predator politik”. karena mereka tidak bisa menarik diri dari kekuatan yang menggenggam mereka. Vedi mencoba untuk melihat Gus dur sebagai contoh. Penjualan aset negara seperti Satelindo dan pembelian pesawat Sukhoi dari Rusia. sulit untuk keluar dari kukuhnya hegemoni system dan ideology politik masa lalu. Konsekuensinya. tidak mampu mendorong perubahan Indonesia untuk menuju ke arah situasi demokratis. bahwa sifat dari relasi kekuasaan (power relations) yang menopang rezim yang lama tidak mengalami perubahan yang fundamental. sebagaimana janji dan komitmen politik yang mereka tawarkan kepada publik. adalah kebijakan politik yang tidak bisa menghindar dari tesis “predator” tadi. Habibie.

justru gagap untuk bersikap konsisten. Kepemimpinan politik yang hendak mendorong kereta demokrasi yang kemudian semuanya berakhir dengan gagal. Karena mereka mampu meyakinkan investor asing bahwa Indonesia aman. juga prinsip oligarki militer yang dikembangkan oleh Soharto – dimana SBY adalah bagian dari pelakunya – masih melekat bersama-sama dengannya. Karena SBY yang pada awalnya merupakan harapan untuk mengembalikan posisi Indonesia yang pincang dan mendorong demokrasi. Oligarki militer yang kemudian menguasai kantong-kantong ekonomi Indonesia selama masa Soeharto. SBY yang dipundaknya hendak mendorong perubahan penting bagi transisi demokrasi yang tengah terjadi. Karena perangkap yang dibangun menyulitkan orang untuk mengelak dari kenyataankenyataan politik yang ada. telah mendorong militer menjadi pelaku bisnis dari pada menjalani profesionalisme sebagai pasukan negara. yaitu terjebak pada tipuan-tipuan sistem politik ”predator”. juga ikut dinikmati oleh elit-elit militer. selain karena dia adalah merupakan kader politik Soeharto yang dibesarkan dalam tradisi kepemimpinan militer. tidak mampu berbuat banyak. jika melihat kebijakan-kebijakan dan perilaku politiknya. Tidak ada yang menjamin jika saja Amien Rais sempat menjadi presiden. Itu juga yang sedang menimpa Susilo Bambang Yudoyono (SBY) saat ini. dimana situasi politik serba tidak jelas. Di sinilah kita mesti melihat apakah Indonesia cukup kondusif untuk di dorong menuju transisi demokrasi ataukah justru demokrasi hanyalah menjadi isu elit belaka yang tidak mungkin bisa terwujud sama sekali?. yaitu antara memasuki wilayah banalitas politik dengan terlibatnya aktor lama yang tidak menghendai perubahan terjadi pada sistem politik Indonesia pasca Orde Baru. SBY tidak lebih dari ”budak” kapitalisme rente yang juga sama dengan mereka yang sebelumnya. Dan ini merupakan awal dari kegagalan untuk membangun demokrasi Indonesia dengan komitmen kebangsaan yang lebih mandiri. Fakta bahwa SBY tidak bisa keluar dari cengkeraman masa lalu dan sekaligus sebagai pemimpin yang patuh pada kehendak penguasa kapitalis adalah tak terhindarkan. tentu sulit untuk keluar dari perangkap sistem dan ideologi politik konservatif yang begitu kukuh berkuasa selama 32 tahun dibawah Soeharto.yang harus dilalui oleh aktor-aktor tersebut. adalah akibat terlalu kuat dan kukuhnya hegemoni politik Orde Baru yang diwariskan melalui aparatus ideologisnya yang kemudian berganti muka di dalam sistem dan institusi-institusi demokratis. maka injeksi modal kapitalisme yang masuk. karena harus tetap berada dibawah kendali politik dan . Tidak salah memandang politik Indonesia pada aras yang tumpang tindih. sehingga keinginan untuk melakukan perubahan serat keinginan untuk membangun demokrasi sebagaimana keinginan kuat di awal-awal kehancuran Orde Baru akan selalu gagal. Dalam konteks ini. Penyerahan pengelolaan pertambangan Blok Cepu kepada AS sebagai operator sebagaimana yang dibahas sekilas di bab selanjutnya adalah menjadi salah satu tanda bahwa SBY tidak lebih dari ”predatory capitalism” sebagaimana yang disebutkan oleh Vedi. tentu saja transisi demokrasi akan gagal bahkan bisa jadi akan muncul faksionalisme politik untuk menghancurkan transisi menuju kekuasaan otoritarian baru yang jauh lebih ganas dari masa lalu. dimana di dalamnya adalah juga SBY. Gelombang balik otoritarianisme ini akan berpeluang besar terjadi jika melihat Indonesia yang sedang terjadi saat ini. Bukan mustahil Amien Rais akan menjadi “predator politik” yang juga sama dengan presiden yang lain.

yang sering diwakili melalui tekanan dari lembaga-lembaga internasional seperi Bank Dunia atau IMF. lanjut Vedi. Karena itu. birokrasi negara. dan warisan kesejarahan. Kedatangan Bush sebagai kepala negara penjajah. struktur kekuasaan. SBY tentu saja adalah biang keladi dari semua itu. sebagaimana juga aktor politik lainnya. Dalam hal ini. Fakta yang lain adalah persiapan SBY pada saat kunjungan Josh W. Liberalisme politik Indonesia pasca Soeharto. sehingga perjalanan panjang transisi demokrasi melalui jebakanjebakan terjal yang sangat berbahaya. Karena itu sudah menyangkut tradisi kerangka politik yang sulit untuk diajak kompromi dalam jangka waktu yang pendek. Belum lagi anak kandung Orde Baru masih tumbuh subur diberbagai institusi politik yang hendak di dorong ke arah demokrasi. Bush (presiden AS) ke Indonesia tahun 2006 yang mendapat kritik dari berbagai kalangan. sebagaimana mungkin diharapkan oleh para pendukungnya. yang selalu juga harus . Fenomena itu menandakan Indonesia yang inferior. ekonomi dan politik secara lebih holistik. Sebagaimana aktor politik manapun. yang digembar gemborkan pada awal masa pemerintahannya. Belum lagi kepentingan investor asing. harapan untuk mendorong demokrasi dan pemerintahan yang mandiri pasca Orde Baru adalah merupakan harapan yang terlampau gigantis. yang memungkinkan pembentukan dan pelanggengan jaringa-jaringan patronase yang pada dasarnya bersifat predatoris. mengingat posisi politik Indonesia berada dibawah kendali negara-negara raksasa itu. sosialisasi politiknya dalam ideologi Orde Baru. apakah itu Yudhoyono atau pemimpin yang lain. serta keperluannya terhadap dukungan pemodal. kita perlu mempertimbangkan latar belakangnya seorang jenderal Orde Baru yang senior. dalam kenyataannya tidak menghasilkan buah yang terlalu hebat sampai saat ini. Sebagaimana diketahui. tidak serta merta menghancurkan karakter dasar rezim ini dari praktek-praktek keseharian. Bush bagaikan ”tuhan” disambut dengan sangat meriah. Oleh karena itu. diterima oleh Indonesia yang terjajah dengan cara-cara yang tidak masuk akal. Mereka berkompetisi untuk memenangkan akses dan kontrol terhadap sumber daya dan institusi negara. pusat maupun lokal. Mewakili kepentingan atau koalisi kepentingan macam apakah dia?. dia dihadapi oleh berbagai pilihan. yang resmi maupun setengah-resmi. Tentu dia tidak bisa dipandang semacam Ratu Adil. Karena itu. tidaklah mengherankan kalau gebrakannya terhadap korupsipun. sama dengan dibawah kolonialisme Belanda. Di mana tempat Yudhoyono didalam konstelasi tersebut?. mahal dan yang paling menyakitkan sepertinya Indonesia sedang di jajah. karena sebagai ”predator capitalism” ia harus mematuhi kehendak negara satelit itu. Sehingga menurut Vedi (2005: xxix) posisi Yudhoyono harus dilihat dalam konteks struktur sosial.ekonomi negara-negara satelit seperti Amerika. masa depan Indonesia tidak semata-mata tergantung niat baik seorang pemimpin. Tetapi pilihan dan kemungkinan yang tersedia untuknya dibatasi pula oleh faktor-faktor seperti konstelasi kepentingan. Yang harus kita pahami adalah sifat dari konstelasi kekuatan dan kepentingan sosial yang ada. serta kepentingan institusional aparat militer dan keamanan. Yudhoyono adalah politisi-jenderal – dibesarkan pada masa Orde Baru – yang harus menavigasikan dirinya di antara berbagai ’karang’ berupa sejumlah kepentingan yang saling berkompetisi untuk mendapatkan tempat yang aman dan menentukan dalam masyarakat dan politik Indonesia pasca-Soeharto. Indonesia yang masih terjajah.

Korankoran kampus liberal. jika engkau paksa aku diam. hamba kapitalisme dan dan melakukan pengingkaran atas demokratiasi?. mengalienasi rakyat dari hak-hak politik mereka. Ketua Badan Kehormatan Mahasiswa (BKM) Fakultas Hukum Unhas periode 2006-2007. Mereka adalah dosen-dosen liberal. Mantan Sekum IMM Kom. disana bersemayam kemerdekaan. Sekretaris DPD IMM Sul-Sel periode 2005-2007. Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan. karena mereka adalah agen komprador dari rezim sebelumnya yang bersilangan dengan kekuatan kapitalisme yang tentu saja akan memerangkap Indonesia pada tipuan gradualisme. Menghancurkan seluruh agen komprador. Menulis buku antara lain: Membalut Luka Demokrasi dan Islam (2004). Ketua Kajian Strategis Komunitas Mahasiswa Bima (KMB)-Makassar 2004-2005. IMM Makassar Perintis periode 2003-2005. Delegitimasi Terhadap Komisi Yudisial (Kreasi . Mereka mendapatkan upah yang tinggi atas “kejahatan” yang dilakukannya. Mereka itu telah menjadi parasit yang handal dalam upaya untuk menjebak demokrasi agar masuk pada premis-premis agen komprador dengan jalan legitimasi intelektual. dan sekarang menjabat Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. dan mereka bagaikan buruh di pabrik-pabrik industrialisasi. Sebab itu. [1] . professor-profesor liberal. yaitu revolusi. dengan mengerahkan kekuatan massa. serta mengutuk agen-agen “jahat” kapitalisme yang hidup di kampus-kampus. meramalkan perubahan sosial di Indonesia dimasa depan tidak bisa lagi diharapkan kepada elit kekuasaan. akan kusiapkan untukmu pemberontakan. PC. Atau boleh jadi mereka adalah buruk intelektual yang menciptakan tipuan-tipuan kebenaran. anggota Lembaga Pers DPD IMM Sul-Sel Periode 20032005. jalan yang akan penulis tawarkan hanyalah satu untuk menuju Indonesia yang merdeka. Peneliti lapangan pada Lingkaran Survei Indonesia (LSI)-Jakarta. akan tetapi kesemuanya terbukti gagal mendorong perubahan tersebut. Deputi Lembaga Kajian Sosial dan Agama (LEKSA) Makassar 2004-2009. Aib Politik Muhammadiyah (2007). doctor-doktor liberal. Koordinator bidang Provokasi Publik Lembaga Peduli Pembangunan Bangsa (LP2B)-Makassar. radio-radio kampus liberal yang belakangan mereka itu disebut sebagai kekuatan civil society. pernah singgah di KAMMI Unhas. Popular Education and Empowerment–Indonesia. Janji-janji perubahan hampir didendangkan oleh empat presiden Indonesia pasca Soeharto.dipertimbangkan oleh Yudhoyono karena keterperosokan Indonesia dalam krisis ekonomi sebelumnya (2005: xxx). Makalah yang di sampaikan pada saat Diskusi Publik yang dilaksanakan oleh kelompok studi Eka Prasetya di Kampus UI Depok pada tanggal 3 November 2007. mendesak demokrasi agar segera di tegakkan. FIS UNHAS Periode 2003-2004. Pengurus Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Sul-Sel 2004-2006. [2]. Centre For Research. Adakah civil society yang menjadi budak liberalisasi pasar. membenarkan kepalsuan-kepalsuan dan mengajak kompromi pikiran-pikiran jahat mereka untuk menghancurkan demokrasi. Wakil Ketua Majelis Tinggi Mahasiswa (MTM) Fakultas Hukum Unhas 2004-2005. Karena itu. dan melakukan tipuan-tipuan massal atas kebenaran-kebenaran yang otoritatif. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia. Project Officer pada Prophetic Institute. redaktur ahli jurnal Profetik. Ketua Kajian strategis Komunitas Intelektual Muda Muslim FIS UNHAS 2003-2004. Sekarang sedang menjalani studi perbandingan di Universitas Indonesia.

Juga karena saat itu MPRS yang dipegang oleh Nasution. Meski pada tahun 1971 diadakan pemilu. tetapi pemilu tersebut sangat jauh dari demokrasi karena penataan struktur politik saat itu telah direkayasa dan hanya menguntungkan partai beringinkuning saja. Apalagi militer yang bekerjasama dengan intelektual sipil meletakkan pembangunan ekonomi sebagai substansi dari pembangunan Orde Baru. tentara dan parpol dari unsur komunis dan Soekarnois. Sebuah Pengkhianatan Intelektual (Naskah di Kreasi Wacana.08 0 komentar ALDINO W PUTRA 08/267761/SP/23058 TUGAS MID-TERM EXAM SIPI ORDE BARU VS REFORMASI Dispersion of power berarti pembagian kekuasaan agar terjadi saling check and balance antar lembaga. membenci . Predator-Predator Politik. tentunya sangat menarik kita bahas dalam gagasan penyelenggaraan system pemerintahan di Indonesia. Tentunya prose itu sangat rumit dan tidak beraturan. Apalagi dengan membandingkannya dengan beberapa factor yang sangat bertolak belakang. Orde baru lahir dengan pusat kekuasaan di tangan Soeharto sebagai pemegang kekuasaan “tertinggi” di Indonesia.Wacana. Karena keduanya mempunyai kepentingan yang sama yaitu tidak suka parpol. Kita flashback sebentar pada masa Orde Baru. dan bisa dikatakan pada tahun 1969 Indonesia berada dalam genggaman Soeharto. Yogyakarta). MPRS melantik Soeharto menjadi Presiden RI. awal kekuasaan Soeharto sebagai pemimpin terlama di Indonesia diawali oleh diterimanya SUPERSEMAR oleh Soeharto yang diangkat sebagai pemimpin tertinggi di AD. meratifikasi SUPERSEMAR dan semakin memojokkan Soekarno dari jabatan Presiden seumur hidupnya. Soeharto mengambil langkah-langkah antarlain: Membubarkan PKI. Membongkar Sindikat kekuasaan (Naskah Siap Terbit). HP: 085299262424 Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 08. Sporadisme Oposisi. Setelah menerima SUPERSEMAR. Yogyakarta). Pembersihan MPR. Maret 1968. Inilah awal kengerian system pemerintahan yang kekuasaan mulai saat itu dipegang oleh Presiden Soeharto. juga mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia-kembali masuk PBB-juga bekerjasama dengan IMF.2007). Mengambil tema dispersion of power pada masa Orde Baru versus Reformasi. sehingga pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Feminisme Profetik (editor) (Kreasi Wacana: 2007): Oposisi Lintas Kelas Mengukuhkan Demokrasi (Naskah Di Juxtapose. Surat perintah tersebut disalah artikan Soeharto untuk mengambil legitimasi dari Soekarno untuk akhirnya mendepak SOekarno dari singasana kepresidenan. Juga peralihan yang significant dari status Indonesia yang Government menjadi Gorvernance.

tanpa dialog. Kolusi. karena partai-partai kecil kala itu berkoalisi dan memutuskan Gus Dur sebagai presiden RI dan Mega sebagai wakilnya (1999-2001). Kemudian pemerintahan diserahkan kepada wakilnya B. government . uniformalitas. Sehingga meskipun pembangunan disentralkan pada perekonomian. Lalu pada pemilu 2004 memutuskan bahwa pasangan SBY-JK terpilih sebagai presiden dan capres pilihan rakyat langsung. Karena kasus itulah Gus Dur di berhentikan dan di ganti oleh pasangan MegaHamzah. Tampilan negara sebagai rule and regulation juga negara yang terlalu dominan dan kuat mengakibatkan rakyat yang seharusnya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi menjadi seperti terbelenggu aspirasinya. Lalu juga tidak adanya check and balance yang menjadi ciri dari pemerintahan yang baik. sementara aktor di luarnya. Konsep government sangat mengakar kuat saat itu. Peregeseran makna dispersion of power dari orde baru ke reformasi menjadi sangat significant karena apa yang dijalankan pada masa orde baru sangat bertolak belakang dari pengertian dispersion of power yang sebenarnya. Pada masa reformasi ini. juga adanya dispersion of power yang melibatkan tidak hanya 3 ranah trias politica saja. Pergeseran ini bisa disebut juga perubahan dari goverment menjadi governance. Rakyat langsung memilih secara langsung anggotan DPD. hukuman. menjadikan pada masa Orde Baru banyak sekali timbulnya KKN (Korupsi.kaum komunis dan sangat mendambakan pembangunan ekonomi. Nepotisme). dan ideologi komunis diakui. yang berarti PKI boleh berdiri lagi sebagai salah satu parpol. Proses pembentukan bangsa melalui top down. Dispersion of power saat itu lebih mengarah pada Internal lembaga-lembaga pemerintahan. Perjalan reformasi terjadi dari tahun 1998 yang kala itu pada akhir 1997 krisis moneter menerpa Indonesia. Juga memberikan hak ekslusif bagi negara untuk mengatur hal-hal publik. Kenapa langsung? Karena pada pemilu 2004 diperkenalkan system baru dalam pemilu. Selain perubahan system pemilu. Gus Dur sempat membuat heboh dengan ide pencabutan UU tentang PKI. Dari penjelasan diatas dapat saya simpulkan Karakter Orba saat itu adalah: Kekuasaan Negara/Pemerintah yang sangat dominan. Lalu pemilu 1999 (pemilu terdemokratis sejak pemilu tahun 1971) memenangkan suara PDI-P sebagai pemenang pemilu. DPR. dll. hanya dapat diserta sejauh negara mengijinkannya. Proses kebijakan public didominasi sepenuhnya oleh pemerintah. Yang terdiri dari beberapa event penting seperti pecahnya elit-elit politik karena desakan dari demo mahasiswa yang mengakibatkan mundurnya penguasa 32 tahun Soeharto dari jabatannya sebagai Presiden Indonesia. dan Presiden. Keadaan ini juga semakin diperkuat dengan dukungan teoritik yang saat itu sedang populer yaitu Seymor Martin Lipset (pembangunan demokrasi harus didahului dengan pembangunan ekonomi). Inilah yang membedakan dengan aturan sebelum amandemen UUD 1945. mengakibatkan tergerogotinya sendi-sendi pemerintahan yang berujung gagalnya pembangunan ekonomi Indonesia.J Habibie (1998-1999) yang mengakibatkan Indonesia kehilangan Timor-timor karena referendum dari Presiden Habibie kala itu memutuskan bahwa rakyat Tim-tim lebih suka pecah dari NKRI. tetapi karena maraknya KKN di setiap badan pemerintahan. dll. Pada masa kepemimpinannya. Proses pembentukan negara orde baru melalui instrumen kekerasan. Kembali ke pambahasan dalam membandingkan dispersion of power masa Orba tentunya sangat jauh dari kata demokrasi. Jawanisasi. Masyarakat yang sangat termarginal. seharusnya proses tersebut juga melibatkan aktor nonnegara misal LSM terkait. Akan tetapi presiden RI bukan dari wakil PDI-P.

Juga negara tetap menjadi pemain kunci bukan dalam pengertian dominasi dan hegemoni. Efektifitas dan Efisiensi. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Harian Fajar. Proses ini melibatkan struktur formal (negara) dan struktur non formal (masyarakat). Membangun Konsensus. serta proses formal dan non formal. Kekuasaan negara harus ditransformasikan dari “kekuasaan atas” (power over) menuju “kekuasaan untuk” (power to). Negara bukan lagi sebagai penguasaan politik. Baik sebagai peserta aktif maupun pasif. 17 April 2009 GOLPUT. Transparansi. Governance juga terkait dengan proses pembuatan kebijakan yang melibatkan unsur non-negara secara lebih luas. Otomatis kapasitas negara otomatis memudar. dan Visi Strategis. Adapun beberapa prinsip dasar good governance adalah Partisipasi. Akuntabilitas. Responsif/cepat tanggap.digantikan oleh governance yang mementingkan actor non negara dalam proses politik dan pemerintahan. tapi sebagai kemampuan fasilitasi. Dispersion of power juga merupakan komponen yang musti diperhatikan untuk menuju pemerintahan yang baik. dan actor multi-nasional (globalisasi). Posted by dinotheevil@yahoo. SUARA BATAL. Pemilu 2009 ini bagi sebagian besar pengamat menganggap . Negara tetap pemain kunci dlm Mekanisme Formal Governance yaitu penjamin kesetaraan (levelisasi kompetisi) dan penjamin ketaatan. Tetapi negara juga memfasilitasi mekanisme informalantara lain rujukan nilai dan negosiasi. Kesetaraan. pelaku bisnis (privatisasi). 07 April 2009 Persoalan substansial dari demokrasi kita adalah pendidikan politik dan kemauan untuk meng-enganged diri dalam arena publik. Pemilu tampaknya menyisakan berjuta harapan bagi konstruksi demokrasi di masa yang akan datang. Pemerintah hanya menjadi salah satu aktor saja dalam proses governance. koordinasi dan control. tidak harus menjadi kontestan.com at 22:21 0 comments Jumat. “kesamping” pada NGO dan swasta’ serta “kebawah” pada daerah dan masyarakat lokal. dalam arti keterlibatan itu. Kegiatan lembaga negara dapat dikontrol oleh actor non-negara. Negara bukan lagi sentrum “kekuasaan formal” tetapi sebagai sentrum kapasitas politik. masyarakat local (desentralisasi). Sehingga negara akan bisa menjalankan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN. Governance menuntut negara berbagi kekuasaan dengan civil society (demokrasi). namun juga memilih kontestan. Supremasi Hukum. Negara harus berbagi kekuasaan dan peran pada tiga level: “keatas” pada organisasi transnasional. DPT DAN MALAPETAKA DEMOKRASI Oleh Fajlurrahman Jurdi Direktur EKsekutif Pusat Kajian Politik. Pembagian kekuasaan yang tidak hanya di satu ranah saja memang didesain untuk menjaga lembaga satu dengan lainnya agar tidak saling over lap. tetapi negara adalah aktor setara (primus inter pares) yang mempunyai kapasitas untuk memobilisasi aktor-aktor masyarakat dan pasar untuk mencapai tujuan besar.

Demokrasi kita terlalu materialistis. kebodohan dan kepandiran kita sebagai bangsa bisa diselesaikan dengan angka-angka. Demokrasi kuantitatif memang tidak sepenuhnya salah. Yang bertebaran dalam arena demokrasi kita adalah partai massa. Juga menjadi alasan. hanya akan bisa dijawab setelah Pemilu 9 April mendatang. tidak bisa diselesaikan lewat hitungan 50 persen + 1. Apakah kita akan mengikuti "bisikan" demokrasi di masa mendatang. keterbelakangan. sebagai limit agar menegaskan posisi kita untuk melakukan perubahan. namun apabila jumlah pemilih tidak mencapai 50 persen. sama menakutkannya negara Orde Baru bagi civil Society di masa Soeharto berkuasa. sebagai tahap ujian untuk menentukkan sikap dalam intaian ancaman. Ada beberapa masalah yang akan segera muncul dan akan menjadi ancaman serius bagi proses transisi demokrasi kita. Akan tetapi kalau kita berhenti pada hitungan-hitungan kuantitatif. maka kita akan menghentikan persoalan substansial dari demokrasi kita. yakni oligarki. sehingga tidak ada satupun partai di Indonesia yang bisa disebut sebagai partai ideologis. Komisi ini belakangan bekerja amburadul dibanding pada tahun 2004.sebagai puncak terakhir untuk menguji "kelayakan" proses transisi demokrasi untuk dievaluasi secara menyeluruh. tinggal menunggu detik-detik suksesi itu dimulai. Semua perangkat telah disiapkan dan prasyarat hajatan demokrasi telah ada. Batasan-batasan kuantitatif memang perlu untuk menegaskan diri sebagai bangsa yang teratur. karenanya. Itulah lembaga Pemilihan Umum kita yang bernama KPU. atau Dahl mengatakan demokrasi prosedural (procedural democracy). . bahwa demokrasi kita saat ini amat sangat kuantitatif. Dalam kaitannya dengan pemilu dan harapan yang terlalu besar akan demokrasi. problem epistemik kita sebagai bangsa amat berbahaya apabila itu yang kita jadikan ukuran untuk melakukan proses pembangunan. juga seolah-olah semuanya tak ada masalah. yaitu partai yang seluruhnya bekerja membangun kekuatan untuk merebut kekuasaan. Golput atau golongan putih ini akan menjadi momok bagi eksistensi mereka. seperti kemiskinan. atau malah kita akan menghentikan proses transisi ini sebagai titik episetrum untuk kembali melakukan rekonsolidasi ke kutub otoritarianisme. seolah-olah dalam ceramah tak ada masalah. kemelaratan. sekalipun memang tidak akan mendelegitimasi mereka secara hukum. karenanya amat mahal. Sampai Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa haram Golput. ada beberapa persoalan teknis yang sengaja atau tidak sengaja dilakukan oleh negara/kekuasaan dalam upaya untuk menciptakan demokrasi. Atau kita mengikuti siklus Polybios. bahwa kita akan segera secara perlahan-lahan menuju fase lanjutan siklus. Seolah-olah dalam pidato telah bekerja maksimal. Tampaknya pertanyaan apapun di masa kini. Sebelumnya Robert Dahl mengingatkan. bahwa demokrasi kita. 50 persen + 1 adalah cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan problem kebangsaan itu. Partai tidak berpikir untuk bekerja untuk membangun kaderdisasi dan pendidikan politik. Persoalan substansial seperti kemiskinan dan keterbelakangan. pada angka-angka seperti 50 persen 1. Golput. Dengan harapan dan dada membusung mengaku telah bekerja keras demi suksesnya ritual suksesi politik dan hajatan demokrasi. maka akan menjadi alasan bagi kelompok oposisi untuk mengatakan bahwa kinerja partai politik untuk meyakinkan rakyat telah gagal. Pertama. Kita menganggap persoalan kebangsaan. Golput telah menjadi hantu yang amat menakutkan bagi partai politik dan para caleg.

telah menyimpan sejumlah persoalan bagi demokrasi kita.28 persen. ada urutan nama caleg. dan (2) Di dalam kotak partai itu. Banten 39. Karenanya. Bogor 45 persen. Ketiga. Dari beberapa hasil Pilkada berikut data Golput di masing-masing Pilkada. ketika masuk bilik. apabila keadaan politik hanya untuk upper class. Pengalaman beberapa fungsionaris PuKAP-Indonesia yang terlibat dalam proses pendidikan politik arus bawah di beberapa daerah di Sulsel. sungguh ngeri bagi kualitas demokrasi. Sumatera Utara 41 persen. Sebuah angka yang amat menakutkan bagi proses konsolidasi demokrasi. Pilwalkot. Pilbup Cirebon 38. Jika kita melihat ukuran kertas suara yang akan dicoblos di bilik suara pada tanggal 9 April nanti. tangan mereka gemetar ketika memegang pulpen. dan jumlah partai yang banyak akan menyulitkan bagi pemilih.Golput di Pilgub Jateng 45. selain kertas suara banyak. di Pekalongan dan Solo masing-masing 50 persen. Jambi 34 persen. maka Pemilu 2009. Jawa Barat 34. Kedua. Pilgub Sulsel 33 persen.2 persen. sampai Pilgub: .05 persen. tidak bisa dilanjutkan dengan menempatkan rakyat sebagai yang berdaulat. Kalbar 37. 22 persen. menegosiasikan masa depan demokrasi pasca Pemilu 2009. Wajo 32 persen. suara batal dalam Pemilu 2009 ini akan mencapai angka 2025 persen.sekalipun itu Fatwa yang agak "menyebalkan" dan bukan fatwa teologis. Pilbup Pati 50 persen.3 persen. Kalsel 40 persen. maka problem demokrasi kita akan tambah rumit. dan yang sangat menyulitkan nanti adalah mencari nama para caleg yang akan dipilih. Ukuran kertas yang selebar 84 x 63 sentimeter. sedangkan angka golput tertinggi tercatat di Pilwalkot Pontianak yang mencapai 61 persen.088 DPT bermasalah. maka Golput akan mencapai angka dramatis. Lalu. sehingga agak mudah bagi mereka untuk membedakan. Jika demikian. Kepri 46 persen. Bandung 30. (3) Metode Contreng. Suara Batal. Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menjadi wacana hangat belakangan ini. Letak dasar persoalannya bukan pada surat suara. DKI Jakarta 36.33 persen. Diperkirakan mereka yang tidak bisa memilih pada pemilu ini akibat birokrasi negara yang bernama UU Pemilu. Bagi masyarakat awam. juga sekaligus betapa demokrasi kita di ambang petaka. Apalagi hitungan kuantitatif tidak mencapai limit yang tercantum dalam prosedur demokrasi. . Ada dua problem besar bagi masyarakat yang tidak berpendidikan apabila melihat surat suara.2 persen. Wonogiri 39. di mana hitungan kuantitatif itu bisa dilakukan. Jatim 39.69 persen. Tampaknya angka ini adalah merupakan angka yang luar biasa. akan sangat banyak yang tidak bisa terlibat dalam pemilu. Di Jatim ada sekitar 43.639 nama. baik Pilbup. Sumbar 37 persen. yakni (1) Jumlah partai yang banyak dengan warna partai yang sama untuk beberapa gambar. memilih caleg dan cara mencontreng. Ini akan berpengaruh secara psikologis ketika mencoblos. Jika pemilu tahun 2004 pemilih hanya memilih partai. jika engangement masyarakat beserta tetek bengek yang lain bisa mencapai angka di atas 50 persen? Ini impossible untuk melanjutkan agenda transisi demokrasi dengan mengabaikan hak-hak rakyat yang paling asasi.19 persen. tetapi kesiapan voters (pemilih) untuk melakukan pencontrengan. namun lebih pada fatwa politik. menemukan kesulitan pemilih memilih partai. jumlah partai juga banyak. Karena itu. Kaltim 42. Sukoharjo 42. Keputusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan suara terbanyak. Di Sulsel saja jumlah DPT bermasalah berjumlah 67. Begitu juga mungkin di tempat-tempat lain.07 persen. juga sekaligus tidak adanya taktik untuk memberi ruang bagi yang tidak terdaftar sebagai pemilih untuk memilih pada tanggal 9 April.67 persen. Kita lihat angka Golput di beberapa Pilkada. akan berkisar 35-45 persen.

Selain historiografi formal yang merupakan karya para elite birokrat. Jadi. Historiografi dengan tema itu dapat dikatakan banyak sekali karena tema ini cukup menarik di panggung Sejarah Indonesia. tema ini banyak ditulis oleh para pakar dalam maupun luar negeri. lebih-lebih pada masa pemerintahan sampai dengan jatuhnya Presiden Soeharto yang merupakan representasi golongan militer. serta diminati oleh para pemerhati masalah militer. asumsi ini perlu dibuktikan lewat historiografi yang ada selama ini sehingga mempunyai dasar kuat adanya korelasi yang kuat pula bahwa hubungan sipil-militer itu . Kecuali partai bekerja dan memulai untuk selanjutnya menjalankan tugas-tugas wajibnya. Kita berharap ada perubahan mendadak dalam hitungan empat hari ke depan. Sehingga kita tidak mengalami kemunduran yang mengerikan di atas bertabuh harapan akan kemajuan demokrasi kita. Tentu tema ini mempunyai daya tarik tersendiri. agar segera menyadari kesalahannya. Diperkirakan bahwa kejatuhannya ada kaitannya dengan ketidakserasian hubungan sipil-militer selama ini.52 0 komentar Selasa. DAN PERSPEKTIF Oleh: Suhartono PENGANTAR Mempelajari historiografi Hubungan Sipil-Militer di Indonesia dalam kurun waktu 1945-1998 berarti melakukan stock opname tentang karya-karya sejarah militer umumnya dan sejarah hubungan sipil-militer khususnya. Mereka telah berkhianat kepada rakyat dalam rantai sejarah yang amat panjang. Katakanlah Golput 38 persen Suara batal 27 persen dan yang tidak bisa memilih 13 persen. Sungguh ini akan menjadi malapetaka bagi demokrasi. Mungkin saatnya memang mereka harus dihukum. meramalkan demokrasi sebagai suatu harapan di masa yang akan datang adalah tidak masuk akal dengan melihat infrastruktur politik seperti ini. Selama ini partai politik tidak pernah menjalankan kewajibannya sebagaimana layaknya seorang muslim yang menjalankan kewajiban menjalankan salat lima waktu. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 06. Jadi yang sah untuk merepresentasikan suara rakyat hanya 70 persen. karena apabila dikalikan tidak sampai limitasi demokrasi. Karena itu. 24 Maret 2009 PARTAI POLITIK PREDATOR MENUJU PEMILU 2009 Oleh: Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. ARAH.Hitungan 50 persen + 1 tidak mencapai ambang batas. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Tindak Kekerasan Dalam Hubungan Sipil Militer HUBUNGAN SIPIL-MILITER: TINJAUAN HISTORIOGRAFIS 1945-1998 POLA. Namun. 38+23+9=70 persen.

Historiografi pada mulanya lebih merupakan ekspresi kultural. lembaga. Dalam hal ini dapat juga terjadi perubahan hubungan dari setingkat ke hirarkis yang mengakibatkan subordinasi dan bahkan tereksploitasi. Sebelumnya historiografi Indonesia baru ada pada taraf yang setingkat dengan negara-negara lain yang belum berkembang karena historiografi moderen yang kritis masih dalam taraf pertumbuhan. Bukan hanya yang mengajar di perguruan tinggi tetapi juga di lembaga kesejarahan pemerintah dan swasta adalah pencipta historiografi. Hubungan sipil-militer yang berlangsung dari dua belah pihak dapat terjadi karena hubungan setingkat atau hirarkis. Namun. yang berusaha menangkap dan memahami histoire recit_. dan kekuatan. Yang menjadi subyek adalah sipil dan militer yang tidak dapat dipisah baik kedudukan dan perannya. Historiografi yang dihasilkan para pakar akan cenderung pada objektifitas. karena yang ditulis itu adalah sejarah. dll. Dengan demikian historiografi macam ini lebih bermakna daripada sekedar penulisan masa lampau yang hanya merupakan antikuariat. status dan peran keduanya tidak terpisah. yaitu sejarah yang dikisahkan. sejarah sebagaimana yang terjadi. hubungan semacam ini dapat dikatakan tidak wajar dan tidak imbang sebagaimana akan tampak pada hubungan sipil-militer di Indonesia selama ini. histoire recit_. Dalam perjalanan yang sangat panjang setelah proklamasi kemerdekaan sampai sekarang mengalami pergeseran dan perubahan . Dan menampakkan hasilnya. terbentuk secara organis dan alamiah sehingga sebenarnya sulit dipisahkan. Historiografi Indonesia umumnya dan historiografi militer khususnya mengalami perkembangan pesat setelah tahun 1960-an. Historiografi atau historical writing adalah puncak segalanya. ekonomi. meneguhkan dinasti dan mempertahankan dasar nilai yang menjadi sandaran ideologis dari kekuasaan. yaitu status sebagai kelompok. Merekalah yang nantinya akan menghasilkan historiografi yang bervariasi dengan sudut pandang yang bervariasi pula. Setiap status dimainkan dalam peran ganda atau majemuk. tetapi kemudian berkembang makin kompleks ke disiplin sosial.signifikan sekali dalam menentukan arah dan perkembangan sosio-politik Indonesia. Dengan datangnya para pakar hasil pembelajaran negeri orang maka mereka mulai menapak ke arah historiografi Indonesia. Disharmonisasi hubungan terjadi dan berkembang karena keduanya menjaga jarak dengan memonopoli previlegenya. Jika dibandingkan sipil hanya mempunyai status tunggal sedangkan militer setidak-tidaknya mempunyai tiga status. Historiografi adalah pantulan keprihatinan sosio-kultural masyarakat yang pencipta historiografi. Pada awal sejarahnya. sedangkan yang dihasilkan para birokrat sipil maupun militer akan menghasilkan historiografi yang memperkuat legitimasi penguasa. Hasil pengerjaan sejarah akademik dan kritis ini berusaha mengungkap kebenaran historis dari setiap fakta. Monopoli ini hanya dinikmati golongan superordinasi. politik. Karena itu terjadi tradisi kesejarahan yang berbeda-beda dari kelompok kultural.

ada kesamaan tanggung jawab baik untuk masyarakat biasa maupun yang sudah dilatih sebagai militer. kerajaan-kerajaan itu membentuk pasukan profesional yang direkrut dari beberapa etnik. dll. lebih-lebih nanti secara bersamaan lahir badan atau laskar perjuangan. Kedudukan para mercenaries ditingkatkan menjadi pasukan organis pemerintah. Namun dalam hubungan kenegaraan keduanya seharusnya seimbang tetapi dalam kenyataannya hubungan ini makin renggang dan bahkan vis-_-vis. Pada waktu Pendudukan Militer Jepang. Pergeseran dan perubahan itu terjadi secara historis dengan interes masing-masing yang belum dapat dipertemukan. termasuk Peta dan heiho. Jadi. Sejak itu sebenarnya militer mulai mengembangkan jati diri sebagai military group yang terpisah dengan societal group. Sejak berdirinya partai-partai politik beberapa bulan setelah proklamasi lahir juga organisasi massa sebagai onderbouwnya partai politik berupa badan perjuangan yang berafiliasi pada organisasi induk masing-masing. Jelas kiranya bahwa mereka adalah rakyat atau warga sipil yang tentunya memiliki full consciousness pula sebagai warga negara untuk mempertahankan eksistensi RI dari rongrongan musuh. barisan pelopor. Latihan militer dilakukan untuk membentuk kelompok militer dan semi militer. Mereka akhirnya membentuk golongan militer di satu pihak dan kelompok partai politik di pihak lain. yaitu Koninklijk Nederlandsch-Indicsh Leger (KNIL). Pemuda dan pemudi direkrut dalam seinendan. Kelompok politik yang direpresentasikan dalam partai politik adalah manifestasi masyarakat sipil. Setelah proklamasi. preparasi ke arah physical training makin intensif sebagai side effect dari keterlibatan penduduk Indonesia dalam Perang Pasifik. RI sebagai negara perlu menjaga keamanan yang kemudian dibentuk BKR. Perlu dikemukakan terminologi masing-masing pihak serta dalam hubungan mana keduanya terjalin sehingga dapat diketahui fluktuasi hubungan keduanya. Dalam setiap ekspedisi mercenarieslah yang diadu dengan sesama pasukan pribumi dari kerajaan lain. sebagai kekuatan pembela tanah air waktu itu. Bahkan pemerintah Belanda pun memanfaatkan model ini yang digunakan sebagai mercenaries atau pembantu prajurit pribumi. Bela "negara" merupakan tanggung jawab keduanya. Akan tetapi setelah mendapat pengaruh kolonial. Tentu saja kemenangan dipegang oleh militer karena ia . Mereka sama-sama berkewajiban menjaga lestarinya negara RI. fujinkai. keibodan.hubungan karena faktor internal maupun eksternal. Di dalam masyarakat kerajaan pada tingkat awal prajurit adalah rakyat atau masyarakat sipil yang bersenjata. Selama tiga bulan pertama setelah proklamasi hubungan mereka ekual dan harmonis tetapi setelah itu terjadi kompetisi. Di sini sebenarnya ada keseimbangan antara badan perjuangan dengan BKR atau TKR. Akan tetapi setelah pemerintah mengembangkan profesionalisme maka dilakukan reorganisasi yang mengarah pada militer profesional. sedangkan yang terseleksi harus mundur menjadi sipil. Kedua golongan besar sipil dan militer ini saling berkompetisi. Rekrutmennya berasal dari rakyat atau sipil.

sebab kedudukan sipil sering dilupakan dan tidak diperhitungkan meski kedudukannya sebagai penyangga militer. 1977-1979. Ini dilakukan berdasarkan historiografi yang ada sampai kini dengan pola-pola kuat setiap periode. Jakarta: Haji Masagung. Disertasi. 1955. Melihat perkembangan hubungan sipil-militer sampai kini perlu difahami historiografi dengan pola. Seorang militer-intelektual yang belum tampak penggantinya banyak mengemukakan peran militer di panggung Sejarah Indonesia sejak awal proklamasi sampai Orba. 1978) yang juga diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Demikian pula arah dan gejalanya juga akan tampak dalam setiap historiografi itu.H. Embrio hubungan sipil-militer digambarkan oleh Sihombing. Dari awal perlu dikorek karya A. B. meski di sela-sela atau dalam masa pemerintahan itu terdapat interupsi-interupsi sistem pemerintahan. Benda The Crescent and the Rising Sun. Anggota peta. Bandung Angkasa. H.dilengkapi berbagai perangkat untuk menaklukkan musuh. Memenuhi Panggilan Tugas. Jakarta: Sinar Jaya. Indonesian Islam under the Japanese Occupation. 1982-1989). Ia . arah. dan perspektifnya sehingga ditemukan ciri-ciri khas setiap periode. "Bapak Sejarah Militer" Indonesia yang menghasilkan banyak historiografi yang berjilid-jilid. Pemberontakan Peta di Blitar. Sebenarnya hubungannya sudah berlaku sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda dan zaman Pendudukan Militer Jepang. yaitu senjata dan amunisi jelas dengan mudah menguasai sipil yang bukan tandingannya dan lagi tak bersenjata. Perangkat lunak dari birokrasi sampai perangkat keras. Jejak Nasution diikuti oleh Nugroho Notosusanto. Anderson. anggota masyarakat umumnya. Meski demikian banyak karyanya tetapi pertautan dengan sipil toh juga tidak pernah dibahas secara memadai. Tentara Nasional Indonesia. Nasution. DAN KECENDERUNGAN PERIODE AKSI. heiho sangat akrab dengan penduduk sipil.R.O'G. The Pemuda Revolution: Indonesian Politics. Untuk dapat melihat hubungan sipil-militer harus dilakukan seperti mengail ikan. 1945-1949 Periode ini merupakan awal hubungan sipil-militer setelah proklamasi. Benar-benar militer berasal dari rakyat (Sihombing.J. Pembagian periode lebih cocok mengikuti pergantian sistem pemerintahan yang berlaku di republik ini. Mereka direkrut dari pemuda dan dilatih serta kembali ke daerah asal masing-masing dan membaur dengan sesama rakyat pada zaman Pendudukan Militer Jepang. Ego-sentrismenya memang tinggi dengan pusat perhatian pada peran kelompok militer saja sebagaimana terlihat dalam karya besarnya (A. Kepala Pusat Sejarah ABRI. POLA. Jakarta: Pembimbing. Ia menjelaskan bahwa rekrutmen militer dan semi militer diambil dari para pemuda. 1967. 1958). Sekitar Perang Kemerdekaan. yang juga tidak jauh berbeda dengan karya-militernya (Nugroho Notosusanto.H. Jakarta: Gramedia. 1945-1946. 1942-1945. 1962. Nasution. Hubungan mereka masih sangat murni meski untuk kepentingan penguasa Jepang. Pemuda Indonesia menantang Fasisme Jepang. PERKEMBANGAN. The Hague: van Hoeve.

1978) dan Taufik Abdullah (Taufik Abdullah.sebenarnya berdiri pada dua kaki karena ia juga seorang dosen Ilmu Sejarah Universitas Indonesia. dan juga perannya dalam menumpas Pemberontakan PKI/Madiun (1948). Karir militernya makin menonjol semasa revolusi Fisik yang menghadapi Sekutu. 1970). "Civil-Military Relation in the Third World: Introductory Taxonomy" Prisma. Hubungan Sipil-Militer. Dari judulnya dapat diketahui bahwa pejuang dan prajurit berasal dari "satu bumi". Namun. meski juga tidak salah karena fenomena sejarah memang membenarkan. Hubungan Sipil-Militer dan Dwifungsi ABRI. Ia juga membahas secara konsepsional Dwifungsi ABRI sebagai wacana legitimasi fungsi rangkap ABRI (Nugroho Notosusanto. Ia tidak dapat mengingkari dirinya karena ia juga anak rakyat. Defence and Security. Pejuang dan Prajurit: Konsepsi dan Implementasi Dwifungsi ABRI. Konsekuensi sebagai pejuang-militer dituangkan dan pelestarian Dwifungsi ABRI (Nugroho Notosusanto. 20. Tidak diragukan lagi bahwa TNI memang berprestasi besar dalam mempertahankan RI dari intervensi asing maupun infiltrasi domestik. karena medan joang ada di tengah masyarakat. Jakarta: Dept. tetap si "anak kembar" ini mulai memisahkan diri pada masa kedewasaannya. pada akhir periode ini militer mulai menempatkan diri pada posisi berkompetisi dengan sipil yang diwakili partai-partai politik. Si anak rakyat ini sudah mulai dewasa tetapi malahan makin menjauh dari ibu kandungnya. meski kemudian akan menjauh dari kandungan rakyat sipil. Hal ini juga disebabkan oleh Kabinet Syahrir yang tidak percaya pada . Sebagai penanggung jawab dan sebagai Kepala Pusat Sejarah ABRI. Jakarta: Dephankam Pusjarah ABRI. March 1981). Dalam periode 1945-1949 historiografi sipil-militer lebih banyak ditandai oleh Ekafungsi yang taat azas untuk berjuang bersama sipil-militer. Belanda dalam Perang Kemerdekaan I dan II. Dari sini militer mulai menuntut jasa dan mulai menapak bagaimana kedudukan yang proporsional menurut kamus militer. 1974). Namun waktu itu masyarakat dengan jelas memback up militer. Hubungan sipil-militer makin renggang sebab militer menuju jati dirinya sendiri. Untuk itu di masa kemudian fungsi rangkap dalam masyarakat dan pertahanan ini harus diformulasikan. The Coup Attemp of the September ini Indonesia. Kalau dari sini dijadikan starting pointnya maka sudah sewajarnya jika militer ada di jajaran paling depan dalam menghadapi semua rongrongan. Jakarta: Sinar Harapan. Sebenarnya ia adalah seorang sastrawan yang dengan bahasa yang cair menceritakan perjuangannya dan perjuangan militer umumnya. ia menulis tentang Pemberontakan G 30 S PKI (Nugroho Notosusanto. Meski benar apa yang dilakukan militer tetapi tidak tepat karena sipil mulai ditinggalkan dan bahkan tidak dipercaya. Jakarta: Leknas. Militer masa ini masih mengakui sebagai anak rakyat dan sehubungan prestasinya itu ia mulai menapak dan mengokohkan statusnya sebagai pembela negara dan pengawal keamanan. Kiranya sulit militer berjuang sendirian. 1991). Konfidensi kelompok atau golongan makin membesar seperti yang dilukiskan Alfian (Alfian.

Ithaca: Cornell University Press. memberi keyakinan pada militer bahwa mereka telah memenangkan "revolusi" atau "pemegang saham revolusi". Akhirnya. "The Role of the Military in Indonesia" dalam J. Garrison and Governments: Politics and the Military in the New States. Selanjutnya Lev terus mengamati perubahan politik dari Demokrasi Liberal ke Terpimpin yang dalam banyak hal karena reposisi militer dalam menangkap masa depan (D. Presiden Sukarno tidak berdaya menghadapi permainan parlemen dan Konstituante yang dibentuk (1955) dan gagal menyusun konstitusi baru serta menyelesaikan kemelut politik. McWilliams (ed. Ini menjadi bukti bahwa militer sebagai penyelamat negara. Hubungan sipil-militer makin renggang dan tidak stabil. Di satu pihak sipil membuat divisi-divisi dalam militer dan menentang usaha-usaha militer membentuk standar profesional. N. The Role of the Military in Underdeveloped Countries. Kedudukan militer dikembalikan ke masa awal proklamasi dalam hubungan seimbang karena diberlakukannya UUDS 1950 yang menempatkan sipil di atas militer atau dengan kata lain militer ada di bawah sipil sebagai manifestasi demokrasi liberal Barat. The Transition to Guided Democracy: Indonesian Politics. Princeton. 1945-1967. San Fransisco: Chandler. selain berhasil menyelesaikan problem . Sebagaimana kelaziman di negara yang sedang berkembang militer mulai memposisikan dirinya dalam pemerintahan. "The Political Role of the Army" dalam Wilson C. Sebaliknya. Setelah penyerahan kedaulatan dari RIS ke Negara Kesatuan RI peran politik militer dibatasi.). KSAD Jenderal Nasution mengusulkan untuk kembali ke UUD 1945 dan diterima oleh Presiden Sukarno dengan memberlakukan Demokrasi Terpimpin. Road to Power: Indonesian Military Politics. 1967). bahkan reputasinya dapat dibanggakan dalam menumpas PRRI/PERMESTA (1957/1958). Rupanya pemerintah tidak tanggap terhadap keinginan militer yang ditandai keengganan parlemen untuk tidak dapat menerima standar profesional militer maka muncullah Peristiwa 17 Oktober 1952 sebagai tanda kekesalan militer. Lewat TNI gerakan-gerakan itu dipadamkan. 1967). 1962). 1966). Karya Nasution di atas masih relevan untuk memperkuat posisi TNI sebagai pengawal keamanan.Lev. "Road to power" sebagaimana ditulis Sundhaussen mulai dilakukan (Ulf Sundhaussen. 1957-1958. Johnson (ed. PERIODE AKOMODASI. Inilah benih awal saling ketidakpercayaan antara elit sipil dan militer. Kualalumpur: Oxford University Press.). sedang militer sebenarnya mendukung upaya pembangunan demokrasi parlementer yang pada waktu yang bersamaan akan terbentuk profesionalisme militer yang otomatis terpisah dari aktifitas politik kepartaian. dengan aksi gerilya militer setelah serangan ke ibukota Yogyakarta (19 Desember 1948).J. 1949-1959 Periode ini RI diguncang oleh gangguan gerakan separatisme dan di sana-sini timbul gerakan lokal."perwira bayaran" dan "perwira fasis". Princeton University Press. Mengenai hal ini Pauker menyoroti meningkatnya peran militer (Guy Pauker. Kedudukan militer di negara baru yang beranjak makin mencari pijakan yang lebih kuat menjadi perhatian Lev (D. Lev.

1959-1965 Demokrasi terpimpin gagal menjalankan fungsinya karena lebih mengedepankan keterpimpinan daripada demokrasi yang lebih menunjukkan eksperimen sipil-otoritarian.). Dephankam mengeluarkan "surat perintah" Dwifungsi untuk jajaran militer yang juga harus dimengerti sipil (Dephankam. seperti Hasnan Habibi. Ithaca: Cornell University Press.Simatupang. Yang sangat menarik mengenai ketahanan Dwifungsi dalam era perubahan. Rusli Karim. Selanjutnya Presiden Sukarno tidak merengkuh partai oposan (termasuk Masyumi dan PSI) malahan merangkul PKI sebagai pengimbang militer. yang termasuk kelompok elite militer. 12 Desember 1981). Masa depan tetap merupakan conditio sine qua non bagi militer. 1974). Simatupang. juga "Reexamining the Role of the Idonesian Army: Historical Reflections and Future Perspectives".B. Crouch menambahkan diperlukannya berbagai aspek yang mendukung hubungan sipil-militer (H. PERIODE DOMINASI. Di sini pula militer mengatur pemantapan pelaksanaan dan mengatur siasat Dwifungsi dan ia dilegitimasikan baik konseptual maupun aplikasinya. 1993).H. Sajidiman Surjohadiprojo. Subiyakto. Hubungan Sipil-Militer dan Dwifungsi ABRI: Suatu Pembahasan Konsepsionil. militer makin "melek politik" karena diperkirakan bahwa dalam masa mendatang untuk massa aman politik akan lebih dominan. "Dwifungsi ABRI". Peranan ABRI dalam Politik. Demikian pula Rusli Karim menyatakan bahwa politiklah yang menjadi panglima untuk mendominasi pemerintahan (M. sebab tanpa menelusuri politik masa depan eksistensi militer menjadi kurang dominan. 1988). Runtuhnya ekonomi menjadi umpan makin besarnya pengaruh PKI sehingga terjadi Pemberontakan G 30 S/PKI. Crouch mengamati ambisi militer di bidang politik makin tampak (H. 1981). Counteraction dari militer (AD) berlangsung cepat dan berhasil menyelamatkan negara dari ancaman komunisme. Crouch (eds. "Bapak Militer Indonesia". Crouch. adalah apakah Dwifungsi akan dijadikan "harga mati" atau fleksibel terhadap perubahan Belveer Singh memberi jalan ke luar . Subiyono. 1985). Nasution juga tak kalah terampilnya untuk memperkuat Dwifungsi ABRI yang selalu relevan dengan setiap situasi (A. Djatikusumo. Jakarta: Dephankam.regionalisme dan fundamentalisme. Dari kalangan militer sendiri muncul banyak tulisan sebagai penguatan Dwifungsi. "Indonesia" dalam Ahmad Zakaria dan H. The Army and Politics in Indonesia.Crouch. 1962. Anjakan ke Demokrasi Terpimpin. Military-Civilian Relations in Southeast-Asia. Dwifungsi ABRI: Peran ABRI sebagai Kekuatan Sosial Politik. Nasution. aktor intelektualis mengingatkan bahwa peran mendatang ditentukan juga peran masa lalu (T. Jakarta: Idayu. dll. Jakarta: Dephankam. Prisma. Singapore: Oxford University Press. Nugroho Notosusanto mengawali Dwifungsi dalam kaitannya dengan hubungan sipil-militer (Nugroho Notosusanto. Laporan dari Banaran. Preparasi dilakukan untuk menyongsong demokrasi yang mereka dukung meski pelaksanaannya lain dan bahkan sebaliknya. Prisma 20 Maret 1981). Namun.

Jalan menuju kekuasaan yang telah dirintis makin dimantapkan dengan keberhasilan militer yang merasa self stadig ada di luar pemerintahan seperti yang dibuktikan Jenderal Sudirman dalam bergerilya sampai di pelosok pedesaan Jawa Timur selama enam bulan.J.S. Suharto and his .1998 Krisis ekonomi yang diikuti krisis politik mempercepat pergantian kekuasaan dari Presiden Sukarno ke Suharto. ia makin ada di atas angin untuk merealisasikan Dwifungsi. Tambunan. 1994). Jakarta. 1998). 1996). 1966). Hal ini segera dapat ditunjukkan dengan banyaknya jabatan sipil yang diganti oleh militer secara top down.dengan alternatif meski akhirnya tetap berpendapat bahwa Dwifungsi akan tetap relevan serta fungsional untuk jangka waktu yang lama (Belveer Singh. menyatakan bahwa AD menjalankannya tanpa mendominasi goplongan lain. Najib Azca. Lebih-lebih setelah TNI AD berhasil menumpas Pemberontakan G 30 S/ PKI. Penuturan Jenkins membuktikan betapa kuatnya pemerintahan militer Suharto yang dikelilingi para jenderalnya (David Jenkins. Kepemimpinan ABRI tetap menjadi teladan generasi militer baru (Djoko Subroto. Yogyakarta: LKIS. TNI makin percaya diri untuk mandiri dengan bukti empirik sebagai domain aktor. tetapi sekarang memberlakukan Dwifungsi yang berarti mengefektifkan militer sebagai alat pertahanan dan keamanan serta kekuatan sosial politik. Dwifungsi ABRI. et. dari presiden sampai petite bureaucrat di pedesaan.S. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Konsep "Jalan Tengah" (1958). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Dwifungsi makin memberi peluang militer untuk menjadi kekuatan dominan dalam masyarakat. Babak baru telah dilakukan oleh militer di panggung politik Indonesia yang diberi istilah oleh Najib Azca "dari dominasi ke hegemoni" (M. 1998). PERIODE HEGEMONI. Vatikiotis. 1997). London: Routledge. Memang benar bahwa Dwifungsi bukan hanya faktor pertahanan dan keamanan saja yang diemban tetapi juga faktor sosial dan politik. Di sini secara sistematis mengikat militer dalam posisi yang harus mendukung namun tanpa memberi input yang memadai dalam pengambilan keputusan. periode ini memiliki pola pemantapan dwinfungsi sebagai conditio sine qua non kehidupan ABRI di masa depan jika tidak ingin kena supremasi sipil. Vatikiotis menyoroti pemerintahan Suharto yang melakukan pembangunan di bawah tekanan (Michael R. Djoko Subroto menatap masas depan ABRI dengan optimis sambil berbenah diri dalam menghadapi perubahan situasi. Visi ABRI Menatap Masa Depan. Sajidiman Surjohadiprodjo menengarai kepemimpinan ABRI yang sangat lekat dengan perjuangannya (Sajidiman Suryohasdiprodjo. Demikian pula Soebijono. dan Roekmini Koesoemo Astoeti menggarisbawahi Dwifungsi ABRI yang tetap memegang peran penting dalam kehidupan politik Indonesia (Soebijono. Jakarta: Gramedia. Selanjutnya perbaikan ekonomi menempati prioritas utama yang memerlukan waktu 25 tahun di atas persoalan politik. 1965 . Hegemoni Tentara. Jadi. Sampai sekarang militer tetap mendukung keberlanjutan kekuasaan pemerintahan Orde Baru.al. Indonesia Politics under Suharto. A. Hidayat Mukmin. Kepemimpinan ABRI dalam Sejarah dan Perjuangannya. Dwifungsi ABRI.

Kajian Simiotik tentang Representasi Relasi Sipil-Militer dalam Film "Enam Jam di Yogya". "Janur Kuning". "Janur Kuning". Jadi. 1984: Harold Crouch. Selanjutnya Mochtar Mas'oed menambahkan bahwa bukan hanya masalah politik. 1993). UGM. bupati. Hegemoni ABRI tampaknya sudah berlangsung lama dan melembaga yang oleh Budi Susanto dikatakan membudaya (Budi Susanto SJ dan A. . gubernur. 1996). Menurutnya. Skripsi S1. dan "Serangan Fajar". 1987). Budi Irawanto. Disadari oleh Hasnan Habib bahwa pembangunan nasional adalah pembangunan manusia. ABRI: Siasat Kebudayaan. Karena itu terdapat hubungan asimitris dan determinatif sebagai corak pretorianisme. Militer dan Politik di Indonesia. Leo Suryadinata memperkuat asumsi kolusi militer dan Golkar (Leo Suryadinata. Dominasi militer ditunjukkan oleh banyaknya jabatan pemerintahan yang dipegang militer. camat. North Sydney: Allen & Unwin. mengulas supremasi militer atas masyarakat sipil sebagaimana terdapat dalam Fil "Enam Jam di Yogya". Keunggulan militer terhadap sipil direproduksi sebagai upaya pembenaran sejarah di satu pihak dan peminggiran sipil di pihak lain. . dirjen. watak otoritarian dan totalitarian dari rezim Orde Baru bakal menghadapi tantangan yang tidak sederhana dalam waktu tiga tahun setelah skripsi ini diujikan (Budi Irwantono. Yogyakarta: Kanisius. Sjafri Sairin. 1995). Meski dominasi militer sendiri sudah kuat. Jakarta: LP3ES. Presiden. dan "Serangan Fajar". 1993). dan Alwi Dahlan (eds). Jakarta: Sinar Harapan. Orde Baru 1966 . tetapi ekonomi Orde Baru memberi peluang besar pada monopoli dan kapitalisme pada kelompok militer. yaitu nilai-nilai manusia dan kemanusiaan (A. Bresnan menangkap bahwa pembangunan ekonomi Indonesia ternyata juga tidak luput dari insiden. Militer dan Golkar.1995. Robison.1983. Akumulasi kapital ada pada kelompok bisnis militer (R. Made Tony Supriatma. Indonesia: The Rise of Capital.Generals: Indonesian Military Politics 1975 . Format yang demikian jelas tidak demokratis dalam arti tidak memberi kesempatan bagi perkembangan posisi sipil dalam pemerintahan. tetapi sebagaimana dalam aplikasi Dwifungsi ABRI maka kolusi dengan Golkar untuk memenangkan dalam kompetisi dengan sipil harus didukung sepenuhnya. dan krisis (John Bresnan. Jakarta: Sinar Harapan. Ekonomi dan Struktur Politik. "Konstruksi Relasi Sipil Militer dalam Sinema Indonesia. Karena penetrasi militer dalam lembaga-lembaga sipil dapat dikatakan mirip created warlords yang mengisi hampir semua jabatan strategis dalam pemerintahan Orde Baru. tiga buah film itu merupakan historiografi Orba yang melegitimasikan patriotisme kelompok militer. Managing Indonesia. menteri-menteri. 1989). Ithaca: Cornell University. "Pengembangan Kepemimpinan Masa Depan" dalam Sofian Effendi. sekjen. Meski tujuan utamanya adalah sebagai hiburan masyarakat tetapi sebenarnya merupakan representasi hegemoni militer. 1995). 1945 . yaitu rezim otoriter-birokratik (Mochtar Mas'oed. New York: Columbia University Press. Hasnan Habib.1971. Karya Sarjana S1 Universitas Gadjah Mada. malapetaka.

Ini semua sudah semestinya dipakai sebagai bekal oleh Orde Reformasi agar pengalaman pahit yang menyebabkan hubungan sipil-militer yang tidak harmonis tidak terulang lagi. Jakarta. Sejalan dengan arus reformasi masyarakat sipil menggugat kekerasan yang dilakukan ABRI. Akses Rakyat". Masyarakat sipil menanti lahirnya demokrasi baru Indonesia. Jakarta: Gramedia. Monash Papers on Southeast Asia. 1993). 1999). et al. Gelombang pasang dari masyarakat sipil makin keras sejalan dengan tuntutan demokrasi maka di masyarakat timbul resistensi terhadap pemerintah yang otoriter. Menelaah Kembali Format Orde Baru. di Yogyakarta yang menghasilkan buku yang telah disunting oleh Loekman (Loekman Soetrisno et al. Soerjanto Poespowardojo. Mereduksi implementasi Dwifungsi ABRI di satu pihak berarti menciptakan masyarakat madan (civil society) yang aman tanpa tekanan (Arief Budiman (ed. Leonards: Allen & Unwin. Prisma. St. 1997). Menuju Masyarakat Mada. ABRI dan Kekerasan. 1990).1998 berfokus pada aplikasi Dwifungsi yang melebihi porsi sehingga terjadi sentralisasi kekuasaan. namun antara lain Rudini. "Tantangan Dwifungsi ABRI". State and Civil Society in Indonesia. antara lain Rudini. Itulah sebabnya Syamsuddin Haris dan Riza Sihbudi menegaskan bahwa diperlukan telaah terhadap penyimpangan Orde Baru (Syamsuddin Harris dan Riza Sihbudi (eds. dan militeristis yang mengakibatkan pelanggaran hak sipil. tidak akan langgeng (AS Hikam. yang rasional dan tanggap terhadap perkembangan zaman. CATATAN KESIMPULAN . Strategi dan Agenda Reformasi. bukan hanya ABRI. Strategi Kebudayaan. Ada yang menuntut bahwa sudah saatnya ABRI secara bertahap menarik personilnya dari jabatan sipil dan DPR dan ada yang masih mempertahankan status quo. Periode 1965 .). Hal ini menjadi bahan diskusi yang dibukukan oleh Th. Bandung: Mizan. ABRI seharusnya mengarah pada proses demokrasi dan bersikap transparan sebagaimana harapan rakyat (Rudini. Sumartana.). Melihat keadaan akhir-akhir ini Adam Schwarz menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia melaksanakan proses demokratisasi dan sipilisasi (Adam Schwarz. demokrasi. 1994). 1990). Sumartana (Th. A Nation in Waiting. lingkungan dan sejenisnya. 1992. masyarakat madani yang menjadi tujuan masyarakat sipil didiskusikan. ABRI dan Demokratisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Selanjutnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 1998). dalam Selamat Ginting. pemerintahan otoriter. kekerasan. Sistem politik yang ditekankan dari atas (imposed form above) dan cenderung mengasingkan (alenating) rakyat.Membangun Martabat Manusia. (eds). 22. et al (eds). Masyarakat yang cenderung ekstrim menuntut bahwa ABRI harus back to barracks. 1995). Yogyakarta: P3PK. No. Dari para elite militer sebagian berpendapat bahwa mereduksi peran ABRI yang berarti meningkatkan peran sipil di atasnya adalah anutan di negara liberal Barat. Dominasi militer di wilayah sipil yang ditunjukkan dalam tindakan koersif bertentangan dengan pemulihan hak asasi dan proses demokratisasi. 6. Hikam menguatkan bahwa rakyat mempunyai akses.

Hubungan sipil-militer perlu difahami bersama dan saling mengerti posisi masing-masing merupakan prasyarat utama terciptanya negara demokratis. adil. Masyarakat sipil perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna menyongsong masyarakat demokratis. timbul resistensi yang diperkuat dengan keberhasilan gerakan reformasi menjatuhkan Orde Baru pemerintahan Presiden Suharto pada tanggal 21 Mei 1998. 2. Pada periode berikutnya. * Makalah disampaikan dalam Seminar Nasional "Mencari Format Baru Hubungan Sipil-Militer di Indonesia" yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Politik.1998 merupakan periode militer-otoritarian yang menciptakan warldordism guna melakukan total control terhadap sipil meski akhirnya membawa lengsernya pemerintahan Suharto.End of forwarded message from John A MacDougall ----- . Kecenderungan historiografi dapat dilihat dari hubungan sipil-militer yang mula-mula seimbang tetapi dalam perjalanan sejarahnya menjadi berat sebelah pada posisi militer yang dominan. tanggal 24-25 Mei 1999.Menelusuri hubungan sipil-militer selama kurun waktu 1945 . yaitu secara gradual dan melihat situasi dan kondisi yang kondusif terhadap perubahan yang diinginkan bersama agar tercipta masyarakat madani. Fenomena historis menguatkan posisi TNI untuk mendominasi sipil. Pola historiografi sipil-militer memiliki fokus sesuai dengan tekanan dan jiwa zaman yang berlaku waktu itu. Dalam periode 1945 1949 berlangsung hubungan ekual dan beranjak berubah. Realisasinya sedang ditunggu oleh masyarakat. Oleh karena itu. Reformasi terus bergulir untuk menghapus faktor dominan ABRI agar memulihkan hak sipil dan ABRI kembali pada posisi pertahanan dan keamanan minus sosial politik.1998 akhirnya dapat ditarik beberapa kesimpulan. Universitas Indonesia. Periode 1959 . aman. 3. ABRI sudah semestinya tanggap terhadap perubahan ke arah masyarakat madani yang sesuai dengan jiwa zaman yang dengan sendirinya mengurangi campur tangannya secara gradual terhadap hak-hak sipil. TNI mulai mencari jalan untuk melegitimasi prestasi di bidang pertahanan dan keamanan. ----. 1949 .1959. Dengan kata lain proses demokratisasi untuk menciptakan masyarakat madani terhalang. Periode 1965 .1965 TNI mengkongkretkan legitimasi Dwifungsi. Kompetisi sipil dan militer mulai tampak dalam panggung politik Indonesia. Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik. Dengan berbagai argumentasi ABRI membenarkan Dwifungsi beserta implikasinya yang mengakibatkan pelanggaran hak sipil. Tentunya pelaksanaan sangat fleksibel. 1. dan sejahtera.

Keadaan perekonomian semakin memburuk dimana inflasi mencapai 600% sedangkan upaya pemerintah melakukan devaluasi rupiah dan kenaikan harga bahan bakar menyebabkan timbulnya keresahan masyarakat.dsb) yang ada di masyarakat bergabung membentuk Kesatuan Aksi berupa “Front Pancasila” yang selanjutnya lebih dikenal dengan “Angkatan 66” untuk menghacurkan tokoh yang terlibat dalam Gerakan 30 September 1965. Orde baru lahir sebagai upaya untuk : . 9. .I. Reaksi keras dan meluas dari masyarakat yang mengutuk peristiwa pembunuhan besar-besaran yang dilakukan oleh PKI. LATAR BELAKANG LAHIRNYA ORDE BARU Orde baru merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk memisahkan antara kekuasaan masa Sukarno(Orde Lama) dengan masa Suharto.Mengoreksi total penyimpangan yang dilakukan pada masa Orde Lama. dan negara Indonesia. Upaya reshuffle kabinet Dwikora pada 21 Februari 1966 dan Pembentukan Kabinet Seratus Menteri tidak juga memuaskan rakyat sebab rakyat menganggap di kabinet tersebut duduk tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965. Wibawa dan kekuasaan presiden Sukarno semakin menurun setelah upaya untuk mengadili tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 tidak berhasil dilakukan meskipun telah dibentuk Mahkamah Militer Luar Biasa(Mahmilub). Kesatuan aksi (KAMI. 3. 2.KAPPI. Upaya menuju pemerintahan Orde Baru : . 5.Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. 6.Penataan kembali seluruh aspek kehidupan rakyat. Latar belakang lahirnya Orde Baru : 1. 8.KAPI. Keadaan politik dan keamanan negara menjadi kacau karena peristiwa Gerakan 30 September 1965 ditambah adanya konflik di angkatan darat yang sudah berlangsung lama. 7. . 4.Menyusun kembali kekuatan bangsa untuk menumbuhkan stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan bangsa. Sebagai masa yang menandai sebuah masa baru setelah pemberontakan PKI tahun 1965. Rakyat melakukan demonstrasi menuntut agar PKI berserta Organisasi Masanya dibubarkan serta tokoh-tokohnya diadili. Kesatuan Aksi “Front Pancasila” pada 10 Januari 1966 di depan gedung DPR-GR mengajukan tuntutan”TRITURA”(Tri Tuntutan Rakyat) yang berisi : 1) Pembubaran PKI berserta Organisasi Massanya 2) Pembersihan Kabinet Dwikora 3) Penurunan Harga-harga barang. Sidang Paripurna kabinet dalam rangka mencari solusi dari masalah yang sedang bergejolak tak juga berhasil. Maka Presiden mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret 1966 (SUPERSEMAR) yang ditujukan bagi Letjen Suharto guna mengambil langkah yang dianggap perlu untuk mengatasi keadaan negara yang semakin kacau dan sulit dikendalikan. . bangsa. Terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965.KASI.

---Perkembangannya. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Orde Lama dan dimulainya kekuasaan Orde Baru. XXXIII/1967 MPRS mencabut kekuasaan pemerintahan negara dan menarik kembali mandat MPRS dari Presiden Sukarno . Pelaksanaan Orde Baru : ---Awalnya kehidupan demokrasi di Indonesia menunjukkan kemajuan. MPRS menyelenggarakan sidang istimewa untuk mengukuhkan pengunduran diri Presiden Sukarno dan mengangkat Suharto sebagai pejabat Presiden RI. Hal ini disebabkan karena saat itu Soekarno masih berkuasa sebagai presiden sementara Soeharto menjadi pelaksana pemerintahan. *Pada tanggal 23 Februari 1967. Legislatif) tetapi itupun tidak diperhatikan/diabaikan. II. *12 Maret 1967 Jendral Suharto dilantik sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia. Langkah yang diambil pemerintah untuk penataan kehidupan Politik : A. Penataan dilakukan di dalam lingkungan lembaga tertinggi negara dan pemerintahan. kehidupan demokrasi di Indonesia tidak berbeda dengan masa Demokrasi Terpimpin. Dengan Tap MPRS No. *Dikeluarkannya Supersemar berdampak semakin besarnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah karena Suharto berhasil memulihkan keamanan dan membubarkan PKI. *Pada Sidang Umum bulan Maret 1968 MPRS mengangkat Jendral Suharto sebagai Presiden Republik Indonesia. Menetapkan Demokrasi Pancasila guna melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. PENATAAN POLITIK DALAM NEGERI .Yudikatif. KEHIDUPAN POLITIK MASA ORDE BARU Upaya untuk melaksanakan Orde Baru : Melakukan pembaharuan menuju perubahan seluruh tatanan kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. Melaksanakan Pemilu secara teratur serta penataan pada lembaga-lembaga negara. Menyusun kembali kekuatan bangsa menuju stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan menuju masyarakat adil dan makmur. ---Untuk menjalankan Demokrasi Pancasila maka Indonesia memutuskan untuk menganut sistem pemerintahan berdasarkan Trias Politika(dimana terdapat tiga pemisahan kekuasaan di pemerintahan yaitu Eksekutif. *Munculnya konflik dualisme kepemimpinan nasional di Indonesia.*Setelah dikelurkan Supersemar maka mulailah dilakukan penataan pada kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. *Konflik Dualisme inilah yang membawa Suharto mencapai puncak kekuasaannya karena akhirnya Sukarno mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Suharto.

yang meliputi : _-_Penciptaan stabilitas politik dan ekonomi _-_Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Pembangunan Lima Tahun Tahap pertama _-_Pelaksanaan Pemilihan Umum _-_Pengikisan habis sisa-sisa Gerakan 3o September _-_Pembersihan aparatur negara di pusat pemerintahan dan daerah dari pengaruh PKI. Penggabungan tersebut menghasilkan tiga kekuatan sosial-politik. Parmusi. Melaksanakan pemilihan Umum dalam batas waktu yakni 5 Juli 1968.Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan fusi dari NU. 1. Partai Katolik. Partai . PSII. IX Tahun 1966. Selanjutnya setelah sidang MPRS tahun 1968 menetapkan Suharto sebagai presiden untuk masa jabatan 5 tahun maka dibentuklah kabinet yang baru dengan nama Kabinet Pembangunan dengan tugasnya yang disebut dengan Pancakrida. yaitu : . ketenangan. 3. dan Partai Islam Perti yang dilakukan pada tanggal 5 Januari 1973 (kelompok partai politik Islam) . + Dikeluarkan pula keputusan yang menyatakan bahwa PKI sebagai organisasi terlarang di Indonesia. + Pada tanggal 8 Maret 1966 dilakukan pengamanan 15 orang menteri yang dianggap terlibat Gerakan 30 September 1965. Melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif untuk kepentingan nasional. 2. 2. merupakan fusi dari PNI.1. serta kestabilan jalannya pemerintahan maka melakukan : + Pembubaran PKI pada tanggal 12 Maret 1966 yang diperkuat dengan dikukuhkannya Ketetapan MPRS No. Memperbaiki kehidupan rakyat terutama di bidang sandang dan pangan.. Melanjutkan perjuangan anti imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya. 3. Hal ini disebabkan muncul keraguan bahwa mereka tidak hendak membantu presiden untuk memulihkan keamanan dan ketertiban. Pembentukan Kabinet Pembangunan Kabinet awal pada masa peralihan kekuasaan (28 Juli 1966) adalah Kabinet AMPERA dengan tugas yang dikenal dengan nama Dwi Darma Kabinet Ampera yaitu untuk menciptakan stabilitas politik dan ekonomi sebagai persyaratan untuk melaksanakan pembangunan nasional.Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Pembubaran PKI dan Organisasi masanya Suharto sebagai pengemban Supersemar guna menjamin keamanan. 4. Program Kabinet AMPERA yang disebut Catur Karya Kabinet AMPERA adalah sebagai berikut. Penyederhanaan dan Pengelompokan Partai Politik Setelah pemilu 1971 maka dilakukan penyederhanakan jumlah partai tetapi bukan berarti menghapuskan partai tertentu sehingga dilakukan penggabungan (fusi) sejumlah partai. Sehingga pelaksanaannya kepartaian tidak lagi didasarkan pada ideologi tetapi atas persamaan program.

1977. Partai Murba dan Partai IPKI (tak satu kursipun). 1987. 5) Pemilu 1992 Pemilu tahun 1992 diselenggarakan pada tanggal 9 Juni 1992 menunjukkan perubahan yang cukup mengagetkan.Golongan Karya (Golkar) 4. IPKI. Golkar berhasil memperoleh tambahan 10 kursi sementara PPP dan PDI kehilangan 5 kursi. Hasil dari Pemilu 1987 adalah: _ PPP memperoleh 61 kursi mengalami pengurangan 33 kursi dibanding dengan pemilu 1982 hal ini dikarenakan adanya larangan penggunaan asas Islam (pemerintah mewajibkan hanya ada satu asas tunggal yaitu Pancasila) dan diubahnya lambang partai dari kabah menjadi bintang.558. Pemilihan Umum Selama masa Orde Baru telah berhasil melaksanakan pemilihan umum sebanyak enam kali yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. 1) Pemilu 1971 . Partai Nahdlatul Ulama (58 kursi). dan 1997. sedangkan PPP memperoleh 62 kursi dan PDI meningkat menjadi 56 kursi. yaitu: tahun 1971. . Partai Nasional Indonesia (20 kursi). .3 tahun 1975 yang mengatur mengenai penyederhanaan jumlah partai sehingga ditetapkan bahwa terdapat 2 partai politik (PPP dan PDI) serta Golkar.Pemilu 1971 diikuti oleh 58. . Partai Kristen Indonesia (7 kursi).Murba. dan Parkindo (kelompok partai politik yang bersifat nasionalis).Diikuti oleh 10 organisasi peserta pemilu yaitu Partai Golongan Karya (236 kursi). Hasilnya perolehan suara Golkar secara nasional meningkat.Organisasai politik yang dapat ikut pemilu adalah parpol yang pada saat pemilu sudah ada dan diakui mempunyai wakil di DPR/DPRD. Hasilnya perolehan Golkar menurun dari 299 kursi menjadi 282 kursi.776pemilih untuk memilih 460 orang anggota DPR dimana 360 orang anggota dipilih dan 100 orang diangkat. Golkar gagal memperoleh kemenangan di Aceh tetapi di Jakarta dan Kalimantan Selatan Golkar berhasil merebut kemenangan dari PPP. Hasil dari Pemilu 1977 yang diikuti oleh 3 kontestan menghasilkan 232 kursi untuk Golkar. _ PDI memperoleh kenaikan 40 kursi karena PDI berhasil membentuk DPP PDI sebagai hasil kongres tahun 1986 oleh Menteri Dalam Negeri Soepardjo Rustam. Partai Muslimin Indonesia (24 kusi).Pejabat negara harus bersikap netral berbeda dengan pemilu 1955 dimana para pejabat negara termasuk perdana menteri yang berasal dari partai peserta pemilu dapat ikut menjadi calon partai secara formal. 1992. 1982. . 4) Pemilu 1987 Pemilu tahun 1987 dilaksanakan pada tanggal 23 April 1987. . 99 kursi untuk PPP dan 29 kursi untuk PDI. 2) Pemilu 1977 Sebelum dilaksanakan Pemilu 1977 pemerintah bersama DPR mengeluarkan UU No. 3) Pemilu 1982 Pelaksanaan Pemilu ketiga pada tanggal 4 Mei 1982. Partai Katolik (3 kursi). Partai Islam Perti (2 kursi). _ Sementara Golkar memperoleh tambahan 53 kursi sehingga menjadi 299 kursi.

Hasilnya: Golkar memperoleh suara mayoritas perolehan suara mencapai 74. Kenyataannya pemilu diarahkan pada kemenangan peserta tertentu yaitu Golongan Karya (Golkar) yang selalu mencolok sejak pemilu 1971-1997.6) Pemilu 1997 Pemilu keenam dilaksanakan pada 29 Mei 1997. dan sistem sosial masyarakat Indonesia. Guna mendukung program Orde baru yaitu Pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen maka sejak tahun 1978 diselenggarakan penataran P4 secara menyeluruh pada semua lapisan masyarakat. Pemasyarakatan P4 Pada tanggal 12 April 1976. Melalui penegasan tersebut maka opini rakyat akan mengarah pada dukungan yang kuat terhadap pemerintah Orde Baru. Penataran P4 merupakan suatu bentuk indoktrinasi ideologi sehingga Pancasila menjadi bagian dari sistem kepribadian. Rancangan Undang-undang. Hal ini disebabkan karena adanya konflik internal dan terpecah antara PDI Soerjadi dan PDI Megawati Soekarno Putri. 6. Pertimbangan pengangkatannya didasarkan pada fungsi stabilisator dan dinamisator. Apalagi pemilu itu berlangsung secara tertib dan dijiwai oleh asas LUBER(Langsung. Pelaksanaan Penataran P4 tersebut menunjukkan bahwa Pancasila telah dimanfaatkan oleh pemerintahan Orde Baru. PPP mengalami peningkatan perolehan suara sebesar 5. Bebas. Umum. Hal ini tampak dengan adanya himbauan pemerintah pada tahun 1985 kepada semua organisasi untuk menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal. dan usulan lainnya dari pemerintah selalu mendapat persetujuan dari MPR dan DPR tanpa catatan. Peran ini dilandasi dengan adanya pemikiran bahwa TNI adalah tentara pejuang dan pejuang tentara. Presiden Suharto mengemukakan gagasan mengenai pedoman untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila yaitu gagasan Ekaprasetia Pancakarsa. Kemenangan Golkar yang selalu mendominasi tersebut sangat menguntungkan pemerintah dimana terjadi perimbangan suara di MPR dan DPR.51 % dengan perolehan kursi 325 kursi. Perimbangan tersebut memungkinkan Suharto menjadi Presiden Republik Indonesia selama enam periode pemilihan. Gagasan tersebut selanjutnya ditetapkan sebagai Ketetapan MPR dalam sidang umum tahun 1978 mengenai “Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila” atau biasa dikenal sebagai P4. . Sehingga peran ABRI dikenal dengan Dwifungsi ABRI. Peran Ganda ABRI Guna menciptakan stabilitas politik maka pemerintah menempatkan peran ganda bagi ABRI yaitu sebagai peran hankam dan sosial.43 % dengan perolehan kursi 27 kursi. Tujuan dari penataran P4 adalah membentuk pemahaman yang sama mengenai demokrasi Pancasila sehingga dengan pemahaman yang sama diharapkan persatuan dan kesatuan nasional akan terbentuk dan terpelihara. sistem budaya. setiap Pertangungjawaban. 5. PDI mengalami kemerosotan perolehan suara karena hanya mendapat 11 kursi di DPR. dan Rahasia). Kedudukan TNI dan Polri dalam pemerintahan adalah sama di lembaga MPR/DPR dan DPRD mereka mendapat jatah kursi dengan pengangkatan. Penyelenggaraan Pemilu yang teratur selama Orde Baru menimbulkan kesan bahwa demokrasi di Indonesia sudah tercipta. Selain itu.

Dimana politik luar negeri Indonesia harus berdasarkan kepentingan nasional. #Peresmian persetujuan pemulihan hubungan Indonesia-Malaysia oleh Adam Malik . kebenaran. Kembalinya Indonesia mendapat sambutan baik dari sejumlah negara Asia bahkan dari pihak PBB sendiri hal ini ditunjukkan dengan ditunjuknya Adam Malik sebagai Ketua Majelis Umum PBB untuk masa sidang tahun 1974. (2) Pemulihan hubungan dengan Malaysia Normalisasi hubungan Indonesia dan Malaysia dimulai dengan diadakan perundingan di Bangkok pada 29 Mei-1 Juni 1966 yang menghasilkan perjanjian Bangkok. Indonesia secara resmi akhirnya kembali menjadi anggota PBB sejak tanggal 28 Desember 1966. Akhirnya pemerintah Singapurapun menyampikan nota jawaban kesediaan untuk mengadakan hubungan diplomatik. Keputusan untuk kembali ini dikarenakan Indonesia sadar bahwa ada banyak manfaat yang diperoleh Indonesia selama menjadi anggota PBB pada tahun 1950-1964. kemakmuran rakyat. Pemerintah Indonesia menyampikan nota pengakuan terhadap Republik Singapura pada tanggal 2 Juni 1966 yang disampikan pada Perdana Menteri Lee Kuan Yew. Australia. 1) Kembali menjadi anggota PBB Indonesia kembali menjadi anggota PBB dikarenakan adanya desakan dari komisi bidang pertahanan keamanan dan luar negeri DPR GR terhadap pemerintah Indonesia. politik luar negeri Indonesia diupayakan kembali kepada jalurnya yaitu politik luar negeri yang bebas aktif. Pada tanggal 3 Juni 1966 akhirnya disepakati bahwa Indonesia harus kembali menjadi anggota PBB dan badan-badan internasional lainnya dalam rangka menjawab kepentingan nasional yang semakin mendesak.7. Thailand. dan sejumlah negara lainnya yang sempat remggang akibat politik konfrontasi Orde Lama. B. Kembalinya Indonesia menjadi anggota PBB dilanjutkan dengan tindakan pemulihan hubungan dengan sejumlah negara seperti India. yang berisi: #Rakyat Sabah diberi kesempatan menegaskan kembali keputusan yang telah mereka ambil mengenai kedudukan mereka dalam Federasi Malaysia. Mengadakan Penentuan Pendapat Rakyat (Perpera) di Irian Barat dengan disaksikan oleh wakil PBB pada tanggal 2 Agustus 1969. Tindakan permusuhan antara kedua belah pihak akan dihentikan. Untuk itu maka MPR mengeluarkan sejumlah ketetapan yang menjadi landasan politik luar negeri Indonesia. #Pemerintah kedua belah pihak menyetujui pemulihan hubungan diplomatik. serta keadilan. PENATAAN POLITIK LUAR NEGERI Pada masa Orde Baru. 2) Normalisasi hubungan dengan beberapa negara (1) Pemulihan hubungan dengan Singapura Sebelum pemulihan hubungan dengan Malaysia Indonesia telah memulihkan hubungan dengan Singapura dengan perantaraan Habibur Rachman (Dubes Pakistan untuk Myanmar). Filipina. seperti permbangunan nasional.

III. karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian. 1) Jangka panjang mencakup periode 25 sampai 30 tahun 2) Jangka pendek mencakup periode 5 tahun (Pelita/Pembangunan Lima Tahun). perumahan rakyat. Peristiwa ini merupakan kelanjutan demonstrasi para mahasiswa yang menuntut Jepang agar tidak melakukan dominasi ekonomi di Indonesia sebab produk barang Jepang terlalu banyak beredar di Indonesia. Sandang. yaitu : 1. KEHIDUPAN EKONOMI MASA ORDE BARU Pada masa Demokrasi Terpimpin. inflasi turun menjadi 9. Perbaikan prasarana. merupakan jabaran lebih rinci dari pembangunan jangka panjang sehingga tiap pelita akan selalu saling berkaitan/berkesinambungan.5%.perumahan. Terjadilah pengrusakan dan pembakaran barang-barang buatan Jepang. Sehingga. penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Oleh karena itu pemerintah menempuh cara sebagai berikut. Sasaran Pelita I : Pangan. 2. Selama masa Orde Baru terdapat 6 Pelita. sandang. Pelita I Dilaksanakan pada 1 April 1969 hingga 31 Maret 1974 yang menjadi landasan awal pembangunan Orde Baru.. Hal itu menjadi penyebab kurang lancarnya program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah. Stabilisasi dan Rehabilitasi Ekonomi 2. mensejahterakan rakyat dan memperluas kesempatan kerja. Tindakan pemerintah ini dilakukan karena adanya kenaikan harga pada awal tahun 1966 yang menunjukkan tingkat inflasi kurang lebih 650 % setahun. Selanjutnya pada tahun keempat Pelita II. dan kesejahteraan rohani. Pelaksanaan Pelita II cukup berhasil pertumbuhan ekonomi rata-rata mencapai 7% per tahun. . Pelita II Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1974 hingga 31 Maret 1979. Kerja Sama Luar Negeri 3. pada permulaan Orde Baru program pemerintah berorientasi pada usaha penyelamatan ekonomi nasional terutama pada usaha mengendalikan tingkat inflasi. sarana dan prasarana. negara bersama aparat ekonominya mendominasi seluruh kegiatan ekonomi sehingga mematikan potensi dan kreasi unit-unit ekonomi swasta.dan Tun Abdul Razak dilakukan di Jakarta tanggal 11 agustus 1966 dan ditandatangani persetujuan Jakarta (Jakarta Accord). Muncul peristiwa Marali (Malapetaka Limabelas Januari) terjadi pada tanggal 15-16 Januari 1947 bertepatan dengan kedatangan PM Jepang Tanaka ke Indonesia. Tujuan Pelita I : Untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya. Hal ini dilanjutkan dengan penempatan perwakilan pemerintahan di masing-masing negara. perluasan lapangan kerja. Pembangunan Nasional Pelaksanaannya pembangunan nasional dilakukan secara bertahap yaitu. 1. Sasaran utamanya adalah tersedianya pangan. Titik Berat Pelita I : Pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian. Pada awal pemerintahan Orde Baru laju inflasi mencapai 60% dan pada akhir Pelita I laju inflasi turun menjadi 47%.

Titik beratnya masih pada pembangunan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. . Suharto berusaha keras membenahi ekonomi Indonesia yang terpuruk. Pelita III Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1979 hingga 31 Maret 1984. Peningkatan ekspor lebih baik dibanding sebelumnya. yaitu: \Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat. Pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. dan berhasil untuk beberapa lama. 650% setahun. Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak utama pembangunan. 4.3. \Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan. Posisi perdagangan luar negeri memperlihatkan gambaran yang menggembirakan. Pelita IV Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1984 hingga 31 Maret 1989.8 % per tahun. KONDISI EKONOMI INDONESIA PADA AWAL MASA ORDE BARU Di awal Orde Baru. 5. \Pemerataan pembagian pendapatan \Pemerataan kesempatan kerja \Pemerataan kesempatan berusaha \Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan kaum perempuan \Pemerataan penyebaran pembagunan di seluruh wilayah tanah air \Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan. Pelita III pembangunan masih berdasarkan pada Trilogi Pembangunan dengan penekanan lebih menonjol pada segi pemerataan yang dikenal dengan Delapan Jalur Pemerataan. Indonesia memiki kondisi ekonomi yang cukup baik dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6. Kondisi ekonomi Indonesia ketika Pak Harto pertama memerintah adalah keadaan ekonomi dengan inflasi sangat tinggi.” kata Emil Salim. Titik beratnya adalah sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri sendiri. Pelita VI Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1994 hingga 31 Maret 1999. pangan. Pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan moneter dan fiskal sehingga kelangsungan pembangunan ekonomi dapat dipertahankan. Titik beratnya pada sektor pertanian dan industri. dan perumahan. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian menyebabkan rezim Orde Baru runtuh. khususnya sandang. mantan menteri pada pemerintahan Suharto. Pelita V Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1989 hingga 31 Maret 1994. Terjadi resesi pada awal tahun 1980 yang berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. 6.

yang menilai kebijakan ekonomi Suharto membuat Indonesia terikat pada kekuatan modal asing. 1.XXIII/MPRS/1966 tentang Pembaruan Kebijakan ekonomi. pendahulunya. Inilah yang sejak awal dipertanyakan oleh Kwik Kian Gie. Debirokratisasi untuk memperlancar kegiatan perekonomian. dia berhasil memperoleh pinjaman dari negara-negara Barat dan lembaga keuangan seperti IMF dan Bank Dunia. keuangan dan pembangunan. Tinggi dan tidak efisiennya pengeluaran Negara c. Pelita berlangsung dari Pelita I-Pelita VI. adalah mengendalikan inflasi dari 650% menjadi di bawah 15% dalam waktu hanya dua tahun. Rendahnya penerimaan Negara b. Cara pemungutan pajak baru bagi pendapatan perorangan dan kekayaan dengan menghitung pajak sendiri dan menghitung pajak orang. Untuk melaksanakan langkah-langkah penyelamatan tersebut maka ditempuh cara: 1. Suharto membuat kebijakan yang berbeda jauh dengan kebijakan Sukarno. Suharto menerapkan cara militer dalam menangani masalah ekonomi yang dihadapi Indonesia. Ini dia lakukan dengan menertibkan anggaran. yang bisa dikatakan berhasil. Untuk menekan inflasi yang begitu tinggi. Menurut Emil Salim. Mengadakan operasi pajak 2. 1. Pemerintah lalu melakukan Pola Umum Pembangunan Jangka Panjang (25-30 tahun) dilakukan secara periodik lima tahunan yang disebut Pelita(Pembangunan Lima Tahun) yang dengan melibatkan para teknokrat dari Universitas Indonesia. seperti : a.Orang yang dulu dikenal sebagai salah seorang Emil Salim penasehat ekonomi presiden menambahkan langkah pertama yang diambil Suharto. Lalu Kabinet AMPERA membuat kebijakan mengacu pada Tap MPRS tersebut adalah sebagai berikut. dan merangkul negara-negara barat untuk menarik modal. Terlalu banyak tunggakan hutang luar negeri penggunaan devisa bagi impor yang sering kurang berorientasi pada kebutuhan prasarana. Pelita I (1 April 1969 – 31 Maret 1974) . mengembalikan ekonomi pasar. 1. 2. Terlalu banyak dan tidak produktifnya ekspansi kredit bank d. Mendobrak kemacetan ekonomi dan memperbaiki sektor-sektor yang menyebabkan kemacetan. yaitu dengan mencanangkan sasaran yang tegas. menertibkan sektor perbankan. Liberalisasi perdagangan dan investasi kemudian dibuka selebarnya. memperhatikan sektor ekonomi. 1. Setelah itu di keluarkan ketetapan MPRS No. Berorientasi pada kepentingan produsen kecil.

Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. 1. Perbaikan prasarana. 2. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Perbaikan dalam hal irigasi. • Sasaran Pelita I : Pangan. • Titik Berat Pelita I : Pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian. perluasan lapangan kerja. dan memperluas lapangan kerja . perumahan rakyat. perumahan. Pelita II (1 April 1974 – 31 Maret 1979) Sasaran yang hendak di capai pada masa ini adalah pangan. 1. Di bidang industri juga terjadi kenaikna produksi. 3. Pelita III (1 April 1979 – 31 Maret 1984) Pelita III lebih menekankan pada Trilogi Pembangunan yang bertujuan terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Muncul peristiwa Marali (Malapetaka Limabelas Januari) terjadi pada tanggal 15-16 Januari 1947 bertepatan dengan kedatangan PM Jepang Tanaka ke Indonesia. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 1. Arah dan kebijaksanaan ekonominya adalah pembangunan pada segala bidang. Isi Trilogi Pembagunan adalah sebagai berikut. 2.Dilaksanakan pada 1 April 1969 hingga 31 Maret 1974 yang menjadi landasan awal pembangunan Orde Baru. Peristiwa ini merupakan kelanjutan demonstrasi para mahasiswa yang menuntut Jepang agar tidak melakukan dominasi ekonomi di Indonesia sebab produk barang Jepang terlalu banyak beredar di Indonesia. • Tujuan Pelita I : Untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya. Lalu banyak jalan dan jembatan yang di rehabilitasi dan di bangun. 3. Sandang. mensejahterakan rakyat. karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian. dan kesejahteraan rohani. sandang. Pedoman pembangunan nasionalnya adalah Trilogi Pembangunan dan Delapan Jalur Pemerataan. Terjadilah pengrusakan dan pembakaran barang-barang buatan Jepang. . Inti dari kedua pedoman tersebut adalah kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat dalam suasana politik dan ekonomi yang stabil. sarana dan prasarana. Pelita II berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata penduduk 7% setahun.

6. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian menyebabkan rezim Orde Baru runtuh. Hasil yang dicapai pada Pelita IV antara lain swasembada pangan. hal ini merupakan prestasi besar bagi Indonesia. Hasil-nya Indonesia berhasil swasembada beras. 4. Puncaknya adalah penghasilan dari migas yang memiliki nilai sama dengan 80% ekspor Indonesia. Dengan kebijakan itu. Pelita V adalah akhir dari pola pembangunan jangka panjang tahap pertama. . Selain swasembada pangan. Pelita V (1 April 1989 – 31 Maret 1994) Pada Pelita V ini. 1. bisa dihitung sebagai kasus sukses pembangunan ekonomi. Pelita VI (1 April 1994 – 31 Maret 1999) Titik beratnya masih pada pembangunan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. 1.6 miliar pada tahun 1973 menjadi $10. Kebijakan perampingan partai dan penerapan azas tunggal ditempuh pemerintah Orde Baru. sehingga pemasukan negara dari migas meningkat dari $0. Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak utama pembangunan. Disamping itu Suharto sejak tahun 1970-an juga menggenjot penambangan minyak dan pertambangan.6 miliar pada tahun 1980. Pada tahun 1984 Indonesia berhasil memproduksi beras sebanyak 25. kesuksesan ini mendapatkan penghargaan dari FAO(Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia) pada tahun 1985. dilatari pengalaman masa Orde Lama ketika politik multi partai menyebabkan energi terkuras untuk bertikai. Lalu dilanjutkan pembangunan jangka panjang ke dua. lebih menitik beratkan pada sektor pertanian dan industri untuk memantapakan swasembada pangan dan meningkatkan produksi pertanian lainnya serta menghasilkan barang ekspor.1.8 ton. pada Pelita IV juga dilakukan Program KB dan Rumah untuk keluarga. Indonesia di bawah Orde Baru. Gaya kepemimpinan tegas seperti yang dijalankan Suharto pada masa Orde Baru oleh Kwik Kian Gie diakui memang dibutuhkan untuk membenahi perekonomian Indonesia yang berantakan di akhir tahun 1960. 5. Keberhasilan Pak Harto membenahi bidang ekonomi sehingga Indonesia mampu berswasembada pangan pada tahun 1980-an diawali dengan pembenahan di bidang politik. Pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negaranegara Asia Tenggara termasuk Indonesia. yaitu dengan mengadakan Pelita VI yang di harapkan akan mulai memasuki proses tinggal landas Indonesia untuk memacu pembangunan dengan kekuatan sendiri demi menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Pelita IV (1 April 1984 – 31 Maret 1989) Pada Pelita IV lebih dititik beratkan pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan ondustri yang dapat menghasilkan mesin industri itu sendiri.

tapi secara fundamental pembangunan ekonomi sangat rapuh.Namun. Pembagunan yang dilakukan. 4. Pembangunan ekonomi ini berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. 3. Namun pembangunan ekonomi pada masa Orde Baru merupakan pondasi bagi pembangunan ekonomi selanjutnya. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik. Karena pembangunan cenderung terpusat dan tidak merata. Penurunan angka kematian bayi dan angka partisipasi pendidikan dasar yang semakin meningkat. malah menjadi gagal landas dan kapal pun rusak. dan Irian. Kalimantan Timur. hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil kalangan masyarakat. antar golongan pekerjaan. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi karena setiap program pembangunan pemerintah terencana dengan baik dan hasilnyapun dapat terlihat secara konkrit. Perbedaan ekonomi antar daerah. Pembagunan tidak merata tampak dengan adanya kemiskinan di sejumlah wilayah yang menjadi penyumbang devisa terbesar seperti Riau. dan sosial yang demokratis dan berkeadilan. dengan menstabilkan politik demi pertumbuhan ekonomi. antar kelompok dalam masyarakat terasa semakin tajam. Penurunan angka kemiskinan yang diikuti dengan perbaikan kesejahteraan rakyat. yang sempat dapat dipertahankan antara 6%-7% per tahun. semua kekuatan yang berseberangan dengan Orde Baru kemudian tidak diberi tempat. Meskipun perekonomian Indonesia meningkat.. Kondisi Ekonomi Indonesia Pada Akhir Masa Orde Baru Pelita VI (1 April 1994 – 31 Maret 1999) Pada masa ini pemerintah lebih menitikberatkan pada sektor bidang ekonomi. . Terciptalah kelompok yang terpinggirkan (Marginalisasi sosial). Namun Pelita VI yang diharapkan menjadi proses lepas landas Indonesia ke yang lebih baik lagi. Kondisi ekonomi yang kian terpuruk ditambah dengan KKN yang merajalela.membuat perekonomian Indonesia gagal menunjukan taringnya. Semula berawal dari krisis moneter lalu berlanjut menjadi krisis ekonomi dan akhirnya menjadi krisis kepercayaan terhadap pemerintah. ekonomi. Faktor inilah yang selantunya ikut menjadi penyebab terpuruknya perekonomian nasional Indonesia menjelang akhir tahun 1997. Dampak Positif Kebijakan ekonomi Orde Baru : 1. Indonesia mengubah status dari negara pengimpor beras terbesar menjadi bangsa yang memenuhi kebutuhan beras sendiri (swasembada beras). Kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber daya alam.. Pelita VI pun kandas di tengah jalan. 2. Indonesia dilanda krisis ekonomi yang sulit di atasi pada akhir tahun 1997.

Terciptalah kelompok yang terpinggirkan (Marginalisasi sosial) 4. Menimbulkan konglomerasi dan bisnis yang erat dengan KKN (Korupsi. pembangunan cenderung terpusat dan tidak merata. antargolongan pekerjaan. 7.Dampak Negatif Kebijakan ekonomi Orde Baru : 1. Sebelas menteri bidang ekonomi dan industri (ekuin) Kabinet Pembangunan VII mengundurkan diri (20 Mei 1998). ekonomi.com/2008/11/indonesia-masa-orde-baru/ http://id. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik. Pada 17 Maret 1998.wikipedia. pada 10 Maret 1998. Presiden Soeharto menyatakan bersedia mundur kalau memang rakyat menghendaki dan tidak akan mempertahankan kedudukannya dengan kekuatan senjata. pada 1 Mei 1998. Perbedaan ekonomi antardaerah. Pembagunan yang dilakukan hasilnya hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil kalangan masyarakat. 8. MPR mengesahkan Soeharto sebagai presiden untuk ketujuh kalinya. krisis itu menerjang juga sektor krisis ekonomi. Kalimantan Timur. Presiden minta seluruh rakyat tetap tabah dalam menghadapi gejolak krisis moneter (29 November 1997). dan Irian. Ketika di Mesir pada 13 Mei 1998. Kolusi dan Nepotisme) 5. antarkelompok dalam masyarakat terasa semakin tajam. Prof Ing BJ Habibie sebagai wakil presiden. Faktor inilahh yang selantunya ikut menjadi penyebab terpuruknya perekonomian nasional Indonesia menjelang akhir tahun 1997. Soeharto menyatakan bahwa reformasi akan dipersiapkan mulai tahun 2003. Presiden meminta bantuan IMF dan Bank Dunia untuk memperkuat sektor keuangan dan menyatakan badai pasti berlalu. Menghadapi tuntutan untuk mundur. Bahkan.indonesiaindonesia. Pada 8 Oktober 1997. DAFTAR PUSTAKA • • • http://rinahistory. Kali ini. ia menyumbangkan seluruh gaji dan tunjangannya sebagai presiden dan meminta kerelaan para pejabat tinggi lainnya untuk menyerahkan gaji pokoknya selama satu tahun dalam rangka krisis moneter. 3.com/f/2390-indonesia-era-orde-baru/ Upaya mengatasi krisis dan meredam oposisi Krisis moneter yang melanda Asia pada tahun 1997 menerpa juga ke Indonesia. dan sosial yang demokratis dan berkeadilan. 6. Meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat tapi secara fundamental pembangunan ekonomi sangat rapuh.org/wiki/Soeharto http://www. Di tengah krisis ekonomi yang parah dan adanya penolakan yang cukup tajam.friendster. Pembagunan tidak merata tampak dengan adanya kemiskinan di sejumlah wilayah yang justru menjadi penyumbang devisa terbesar seperti Riau.blog. Krisis moneter dan ekonomi benar-benar . Kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber daya alam 2.

14 Mei 1998. tanggal 13 Mei 1998. Kamis. Soeharto tidak bisa bertahan di pucuk kepemimpinan negeri. ribuan mahasiswa mendatangi Gedung MPR/DPR. Ribuan mahasiswa menggelar aksi keprihatinan di berbagai tempat. dan surat kabar. Tanggal 15 Mei 1998. Mereka yang tewas adalah dua mahasiswa angkatan 1995 dan dua mahasiswa angkatan 1996.10 WIB (Waktu Indonesia Barat). Bagaimanapun. masa-masa itu kekuasaannya semakin tergerus oleh berbagai aksi dan peristiwa. Layar kaca televisi saat itu menyiarkan secara langsung detik per detik proses pengunduran dirinya. Dampaknya. Seni. Peran dwifungsi ini adalah peran militer di bidang politik yang permanen. Aksi tersebut berakhir seiring dengan mundurnya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998. Tanggal 18 Mei 1998. Mesir untuk mengikuti Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 15 (Group 15/G15).00 WIB pagi di pangkalan udara utama TNI AU Halim Perdanakusuma dari kunjungan ke Kairo. Soeharto membangun dan memperluas konsep "Jalan Tengah"-nya Jenderal Nasution menjadi konsep dwifungsi untuk memperoleh dukungan basis teoritis bagi militer untuk memperluas pengaruhnya melalui pejabat-pejabat pemerintahan. Tewasnya keempat mahasiswa seakan sebagai ledakan suatu peristiwa yang lebih besar. Menteri Pariwisata. Tewasnya para mahasiswa disiarkan secara luas melalui pemberitaan radio. termasuk cadangan alokasi kursi di parlemen dan pos-pos utama dalam birokrasi sipil. Tanggal 17 Mei 1998. Tanggal 16 Mei 1998. Presiden mengadakan serangkaian pertemuan termasuk berkonsultasi dengan unsure pimpinan DPR. ibukota negara (Jakarta) dilanda kerusuhan hebat. Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai presiden. televise. Hanya berselang 70 hari setelah diangkat kembali menjadi presiden untuk periode yang ketujuh kalinya. Mahasiswa yang hadir menyanyikan lagu Gugur Bunga. Presiden Soeharto lengser tepat 21 Mei 1998. .menggerogoti sistem kepemimpinannya. Angkatan 1995 terdiri dari Hery Hartanto (Fakultas Teknik Industri Jurusan Mesin) dan Hafidhin Alifidin Royan (Fakultas Teknik Industri Jurusan Mesin). jenasah keempat mahasiswa yang tewas diberangkatkan ke kediaman masing-masing. mahasiswa yang tewas angkatan 1996 adalah Elang Mulia Lesmana (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur) dan Hendriawan Sie (Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen) . pesawat yang membawa Presiden Soeharto dan rombongan mendarat menjelang pukul 05. Soeharto terpaksa mundur dari jabatannya sebagai presiden. Peserta aksi mulai keluar dari halaman kampus dan memasuki jalan artileri serta berniat datang ke Gedung MPR/DPR yang memang sangat stategis. Tepat pukul 09. dan Budaya Abdul Latief mengajukan surat pengunduran diri sebagai menteri. Sedang. Aksi mahasiswa menyebar ke seantero negeri. Tanggal 12-20 Mei 1998 menjadi periode yang teramat panjang. Sehari kemudian. Jakarta mengelar aksinya tidak jauh dari kampus mereka. terdengar siaran berita meninggalnya empat mahasiswa Trisakti. Mahasiswa Trisaksi. Tanggal 12 Mei 1998 sore.

Industri dan Keuangan Indonesia. IGGI dihentikan oleh pemerintah Indonesia karena dianggap turut campur dalam urusan dalam negeri Indonesia. UNESCO dan WHO. khususnya dalam kasus Timor Timur pasca Insiden Dili. Presiden Soeharto menetapkan pertumbuhan ekonomi sebagai pokok tugas dan tujuan pemerintah. Namun prestasi itu . Kemudian pada tahun 1979-1980 muncul sekelompok purnawirawan perwira tinggi angkatan bersenjata dan tokoh-tokoh sipil yang dikenal kritis. membuat Indonesia akhirnya bergantung pada donor Internasional terutama paska Krisis 1997. Peran IGGI ini digantikan oleh lembaga donor CGI yang disponsori Perancis. Mulut pers pun dibungkam dengan lahirnya UU Pokok Pers No. Dia mengangkat banyak teknokrat dan ahli ekonomi yang sebelumnya bertentangan dengan Presiden Soekarno yang cenderung bersifat sosialis. pemerintah mencekal mereka. serta menuntut adanya reformasi politik. Indonesia mendapatkan bantuan ekonomi dan keuangan dari negara-negara donor (negara-negara maju) yang tergabung dalan IGGI yang diseponsori oleh pemerintah Belanda. Teknokrat-teknokrat yang umumnya berpendidikan barat dan liberal (Amerika Serikat) diangkat adalah lulusan Berkeley sehingga mereka lebih dikenal di dalam klik ekonomi sebagai Mafia Berkeley di kalangan Ekonomi. 12 tahun 1982. Selain itu. Dalam bidang ekonomi juga. yang tergabung dalam Petisi 50. Kebijakan ini ditentang keras oleh banyak organisasi mahasiswa. Kelompok ini pun gagal serta tak pernah mampu tampil lagi sebagai kelompok oposisi yang efektif terhadap pemerintahan Orde Baru. Namun sayangnya. tercatat Indonesia mengalami swasembada beras pada tahun 1984. Pada 1978 untuk mengeliminir gerakan mahasiswa maka segera diberlakukannya NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan). kegagalan manajemen ekonomi yang bertumpu dalam sistem trickle down effect (menetes ke bawah) yang mementingkan pertumbuhan dan pengelolaan ekonomi pada segelintir kalangan serta buruknya manajemen ekonomi perdagangan industri dan keuangan (EKUIN) pemerintah. UU ini mengisyaratkan adanya restriksi atau peringatan mengenai isi pemberitaan ataupun siaran. Hubungan kegiatan mahasiswa dengan pihak kampus hanyalah kepada mereka yang diperbolehkan pemerintah lewat mekanisme kontrol dekanat dan rektorat. Sehingga organisasi massa tak lebih dari wayang-wayang Orde Baru. Indonesia mendapat bantuan dari lembaga internasional lainnya yang berada dibawah PBB seperti UNICEF. Pada masanya. Namun Sumitro pun segera ditarik dari jabatannya dan kendali Kopkamtib dipegang langsung oleh Soeharto karena dianggap potensial mengancam. mengeluarkan serial selebaran yang mengeluhkan sikap politik pemerintah Orde Baru yang menjadikan Angkatan Darat sebagai pendukung kemenangan Golkar. Namun pada tahun 1992. Sebagai balasannya.Sepak terjang Ali Murtopo dengan badan inteligennya mulai mengancam Soeharto. [sunting] Puncak Orde Baru Pada masa pemerintahannya. Organisasi massa yang terbentuk harus memperoleh izin pemerintah dengan hanya satu organisasi profesi buatan pemerintah yang diperbolehkan berdiri. Persaingan antara Ali Moertopo dan Sumitro dipergunakan untuk menyingkirkan Ali. Beberapa bulan setelah peristiwa Malari sebanyak 12 surat kabar ditutup dan ratusan rakyat Indonesia termasuk mahasiswa ditangkap dan dipenjarakan.

Korupsi kemudian menjadi sebuah endemik. Sebuah komisi menemukan bahwa korupsi sangat umum. Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dalam upayanya menyederhanakan kehidupan berpolitik di Indonesia sebagai akibat dari politik masa presiden Soekarno yang menggunakan sistem multipartai yang berakibat pada jatuh bangunnya kabinet dan dianggap penyebab mandeknya pembangunan. Kemudian pada masa pemerintahannya. Pada 1970 Soeharto melarang protes pelajar setelah demonstrasi yang meluas melawan korupsi. Seiring dengan naiknya taraf pendidikan pada masa pemerintahannya karena pertumbuhan ekonomi. Kesenjangan ekonomi. Dia menguasai finansial dengan memberikan transaksi mudah dan monopoli kepada saudarasaudaranya. 1993.ternyata tidak dapat dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya. dan juga terpilih kembali pada 1978. 1988. Filipina dan Thailand. tercatat muncul peristiwa kekerasan di masyarakat yang umumnya sarat kepentingan politik. Presiden Soeharto melakukan penyatuan partai-partai politik sehingga pada masa itu dikenal tiga partai politik yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP). selain Singapura. Republik Cina. termasuk enam anaknya. dan Korea Selatan. Di bidang politik. Namun dalam perjalanannya. Dia juga terus memainkan faksi berlainan di militer melawan satu sama lain. dimulai dengan mendukung kelompok nasionalis dan kemudian mendukung unsur Islam. dan 1998. Dia memerintah melalui kontrol militer dan penyensoran media. 1983. Soeharto terlibat persahabatan yang akrab dengan Lee Kuan Yew yang pernah manjadi Perdana Menteri Singapura yang beretnis Tionghoa. terjadi ketimpangan dalam kehidupan politik di mana muncullah istilah "mayoritas tunggal" di mana GOLKAR dijadikan partai utama dan mengebirikan dua parpol lainnya dalam setiap penyelenggaraan PEMILU. muncullah berbagai kritik dan ketidakpuasan atas ketimpangan ketimpangan dalam pembangunan. Berbagai ketidakpuasan muncul. namun dapat diredam oleh sistem pada masa itu. . Soeharto menyetujui hanya dua kasus dan kemudian menutup komisi tersebut. selain memang karena ketidakpuasan dari masyarakat. Kemudian kemajuan ekonomi Indonesia saat itu dianggap sangat signifikan sehingga Indonesia sempat dimasukkan dalam negara yang mendekati negara-negara Industri Baru bersama dengan Malaysia. Pada 1973 dia memenangkan jangka lima-tahun berikutnya melalui pemilihan "electoral college". [sunting] Beberapa catatan atas tindakan represif Orde Baru Presiden Soeharto dinilai memulai penekanan terhadap suku Tionghoa. dan menutup organisasi Tionghoa karena tuduhan simpati mereka terhadap komunis. Kemudian dikeluarkannnya UU Politik dan Asas tunggal Pancasila yang mewarnai kehidupan politik saat itu. sosial dan politik memunculkan kalangan yang tidak puas dan menuntut perbaikan. Walaupun begitu. melarang penggunaan tulisan Tionghoa tertulis di berbagai material tertulis.

Soeharto mengubah UU Pemilu dengan mengizinkan hanya tiga partai yang boleh mengikuti pemilihan, termasuk partainya sendiri, Golkar. Oleh karena itu semua partai Islam yang ada diharuskan bergabung menjadi Partai Persatuan Pembangunan, sementara partai-partai non-Islam (Katolik dan Protestan) serta partai-partai nasionalis digabungkan menjadi Partai Demokrasi Indonesia. Pada 1975, dengan persetujuan bahkan permintaan Amerika Serikat dan Australia, ia memerintahkan pasukan Indonesia untuk memasuki bekas koloni Portugal Timor Timur setelah Portugal mundur dan gerakan Fretilin memegang kuasa yang menimbulkan kekacauan di masyarakat Timor Timur Sendiri, serta kekhawatiran Amerika Serikat atas tidakan Fretilin yang menurutnya mengundang campur tangan Uni Soviet. Kemudian pemerintahan pro integrasi dipasang oleh Indonesia meminta wilayah tersebut berintegrasi dengan Indonesia. Pada 15 Juli 1976 Timor Timur menjadi provinsi Timor Timur sampai wilayah tersebut dialihkan ke administrasi PBB pada 1999.

Soeharto dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat William Cohen pada tahun 1998. Korupsi menjadi beban berat pada 1980-an. Pada 5 Mei 1980 sebuah kelompok yang kemudian lebih dikenal dengan nama Petisi 50 menuntut kebebasan politik yang lebih besar. Kelompok ini terdiri dari anggota militer, politisi, akademik, dan mahasiswa. Media Indonesia menekan beritanya dan pemerintah mecekal penandatangannya. Setelah pada 1984 kelompok ini menuduh bahwa Soeharto menciptakan negara satu partai, beberapa pemimpinnya dipenjarakan. Catatan hak asasi manusia Soeharto juga semakin memburuk dari tahun ke tahun. Pada 1993 Komisi HAM PBB membuat resolusi yang mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap pelanggaran hak-hak asasi manusia di Indonesia dan di Timor Timur. Presiden AS Bill Clinton mendukungnya. Pada 1996 Soeharto berusaha menyingkirkan Megawati Soekarnoputri dari kepemimpinan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), salah satu dari tiga partai resmi. Di bulan Juni, pendukung Megawati menduduki markas besar partai tersebut. Setelah pasukan keamanan menahan mereka, kerusuhan pecah di Jakarta pada tanggal 27 Juli 1996 (peristiwa Sabtu Kelabu) yang dikenal sebagai "Peristiwa Kudatuli" (Kerusuhan Dua Tujuh Juli).

[sunting] Pengunduran diri Presiden Soeharto

Pada 21 Mei 1998, setelah tekanan politik besar dan beberapa demonstrasi, Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya di televisi. Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan Pernyataan Berhenti Sebagai Presiden Republik Indonesia, 21 Mei 1998 Pada 1997, menurut Bank Dunia, 20 sampai 30% dari dana pengembangan Indonesia telah disalahgunakan selama bertahun-tahun. Krisis finansial Asia di tahun yang sama tidak membawa hal bagus bagi pemerintahan Presiden Soeharto ketika ia dipaksa untuk meminta pinjaman, yang juga berarti pemeriksaan menyeluruh dan mendetail dari IMF. Mekipun sempat menyatakan untuk tidak dicalonkan kembali sebagai Presiden pada periode 1998-2003, terutama pada acara Golongan Karya, Soeharto tetap memastikan ia terpilih kembali oleh parlemen untuk ketujuh kalinya di Maret 1998. Setelah beberapa demonstrasi, kerusuhan, tekanan politik dan militer, serta berpuncak pada pendudukan gedung DPR/MPR RI, Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 untuk menghindari perpecahan dan meletusnya ketidakstabilan di Indonesia. Pemerintahan dilanjutkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, B.J. Habibie. Dalam pemerintahannya yang berlangsung selama 32 tahun lamanya, telah terjadi penyalahgunaan kekuasaan termasuk korupsi dan pelanggaran HAM. Hal ini merupakan salah satu faktor berakhirnya era Soeharto. Di Credentials Room, Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Presiden Soeharto membacakan pidato yang terakhir kali, demikian: Sejak beberapa waktu terakhir, saya mengikuti dengan cermat perkembangan situasi nasional kita, terutama aspirasi rakyat untuk mengadakan reformasi di segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Atas dasar pemahaman saya yang mendalam terhadap aspirasi tersebut dan terdorong oleh keyakinan bahwa reformasi perlu dilaksanakan secara tertib, damai, dan konstitusional. Demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa serta kelangsungan pembangunan nasional, saya telah menyatakan rencana pembentukan Komite Reformasi dan mengubah susunan Kabinet Pembangunan VII. Namun demikian, kenyataan hingga hari ini menunjukkan Komite Reformasi tersebut tidak dapat terwujud karena tidak adanya tanggapan yang memadai terhadap rencana pembentukan komite tersebut.

Dalam keinginan untuk melaksanakan reformasi dengan cara sebaik-baiknya tadi, saya menilai bahwa dengan tidak dapat diwujudkannya Komite Reformasi, maka perubahan susunan Kabinet Pembangunan VII menjadi tidak diperlukan lagi. Dengan memperhatikan keadaan di atas, saya berpendapat sangat sulit bagi saya untuk dapat menjalankan tugas pemerintahan negara dan pembangunan dengan baik. Oleh karena itu, dengan memperhatikan Pasal 8 UUD 1945 dan secara sungguh-sungguh memperhatikan pandangan pimpinan DPR dan pimpinan fraksifraksi yang ada di dalamnya, saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden RI terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari Kamis, 21 Mei 1998. Pernyataan saya berhenti dari jabatan sebagai Presiden RI saya sampaikan di hadapan saudara-saudara pimpinan DPR dan juga adalah pimpinan MPR pada kesempatan silaturahmi. Sesuai Pasal 8 UUD 1945, maka Wakil Presiden RI, Prof. Dr. Ing. BJ Habibie yang akan melanjutkan sisa waktu jabatan Presiden/Mandataris MPR 1998-2003. Atas bantuan dan dukungan rakyat selama saya memimpin negara dan bangsa Indonesia ini saya ucapkan terima kasih dan minta maaf bila ada kesalahan dan kekurangan-kekurangannya semoga bangsa Indonesia tetap jaya dengan Pancasila dan UUD 1945. Mulai hari ini pula Kabinet Pembangunan VI demisioner dan kepada para menteri saya ucapkan terima kasih. Oleh karena keadaan tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan pengucapan sumpah di hadapan DPR, maka untuk menghindari kekosongan pimpinan dalam menyelenggarakan pemerintahan negara, kiranya saudara wakil presiden sekarang juga akan melaksanakan sumpah jabatan presiden di hadapan Mahkamah Agung RI. Sesaat kemudian, Presiden Soeharto menyerahkan pucuk pimpinan negeri kepada Prof. Dr. Ing. BJ Habibie. Setelah melaksanakan sumpah jabatan, akhirnya BJ Habibie resmi memangku jabatan presiden ke-3 RI. Ucapan selamat datang mulai dari mantan Presiden Soeharto, pimpinan dan wakil-wakil pimpinan MPR/DPR, para menteri serta siapa saja yang turut dalam pengucapan sumpah jabatan presiden ketika itu. Tak berselang terlalu lama, Menteri Pertahanan Keamanan merangkap Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto membacakan pernyataan sikap, demikian: pertama, memahami situasi yang berkembang dan aspirasi masyarakat, ABRI mendukung dan menyambut baik permintaan berhenti Bapak Soeharto sebagai Presiden RI serta berdasarkan konstutusi mendukung Wakil Presiden Bapak BJ Habibie sebagai Presiden RI. Kedua, ABRI yang tetap kompak dan satu berharap dan mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menerima kehendak pribadi Presiden Soeharto tersebut yang telah sesuai dengan konstitusi, yakni Pasal 8 UUD 1945. Ketiga, dalam hal ini, ABRI akan tetap berperan aktif guna mencegah penyimpangan dan hal-hal lain yang dapat mengancam keutuhan bangsa. Keempat, menjunjung tinggi nilai luhur budaya bangsa, ABRI akan tetap menjaga keselamatan dan kehormatan para mantan Presiden/Mandataris MPR termasuk Bapak

Soeharto beserta keluarganya. Kelima, ABRI mengajak semua pihak agar bersikap tenang, mencegah terjadinya kerusuhan dan tindak kekerasan yang akhirnya akan merugikan masyarakat sendiri.

[sunting] Kasus dugaan korupsi
Artikel utama: Kasus dugaan korupsi Soeharto Setelah Soeharto resmi mundur dari jabatannya sebagai presiden, berbagai elemen masyarakat mulai menuntut agar digelar pengusutan dan pengadilan atas mantan presiden yang bekuasa paling lama di Indonesia itu. Pada 1 September 1998, tim Kejaksaan Agung mengumumkan adanya indikasi penggunaan uang yayasan di bawah pemerintahan mantan Presiden Soeharto. Melalui Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) pada 6 September 1998, Soeharto muncul dan menyatakan bahwa dia tidak mempunyai kekayaan di luar negeri. Jaksa Agung AM Ghalib dan Menko Wasbang/PAN Hartarto menemuinya di Jalan Cendana (Jakarta) untuk mengklarifikasi penyataan tersebut (21 September 1998). Pada 21 November 1998, Fraksi Karya Pembangunan (FKP) mengusulkan kepada pemerintah agar menetapkan mantan Presiden Soeharto sebagai tahanan kota. Ini merupakan tindak awal pengusutan harta dan kekayaan Soeharto yang diduga berasal dari Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN). Pada 3 Desember 1998, Presiden BJ Habibie menginstruksikan Jaksa Agung AM Ghalib segera mengambil tindakan hukum memeriksa mantan Presiden Soeharto. Pada 9 Desember 1998, Soeharto diperiksa tim Kejaksaan Agung di Kejaksaan Tinggi Jakarta sehubungan dengan dana yayasan, program mobil nasional, kekayaan Soeharto di luar negeri, dan kasus Tapos. Majalah Time melansir berita tentang kekayaan Soeharto di luar negeri yang mencapai US$15 miliar (22 Mei 1999). Pada 27 Mei 1999, Soeharto menyerahkan surat kuasa khusus kepada Jaksa Agung AM Ghalib untuk menelisik kekayaannya di Swiss dan Austria, seperti diberitakan Majalah Time. Pada 2 Juni 1999, Soeharto mengadukan Majalah Time ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia atas tuduhan memfitnah pada pemberitaannya. Soeharto menuntut ganti rugi sekitar 27 miliar dollar AS. Soeharto memiliki dan mengetuai tujuh buah yayasan, yaitu Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Yayasan Supersemar, Yayasan Dharma Bhakti Sosial (Dharmais), Yayasan Dana Abadi Karya Bhakti (Dakab), Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan, Yayasan Trikora. Pada 1995, Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 90 Tahun 1995. Keppres ini menghimbau para pengusaha untuk menyumbang 2 persen dari keuntungannya untuk Yayasan Dana Mandiri. Hasil penyidikan kasus tujuh yayasan Soeharto menghasilkan berkas setebal 2.000-an halaman. Berkas ini berisi hasil pemeriksaan 134 saksi fakta dan 9 saksi ahli, berikut ratusan dokumen otentik hasil penyitaan dua tim yang pernah dibentuk Kejaksaan Agung, sejak tahun 1999.

Menurut Transparency International, Soeharto menggelapkan uang dengan jumlah terbanyak dibandingkan pemimpin dunia lain dalam sejarah dengan perkiraan 15–35 miliar dolar A.S. selama 32 tahun masa pemerintahannya.[4] Pada 12 Mei 2006, bertepatan dengan peringatan sewindu Tragedi Trisakti, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP) perkara mantan Presiden Soeharto, yang isinya menghentikan penuntutan dugaan korupsi mantan Presiden Soeharto pada tujuh yayasan yang dipimpinnya dengan alasan kondisi fisik dan mental terdakwa yang tidak layak diajukan ke persidangan. SKPP itu dikeluarkan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada 11 Mei 2006, namun SKPP ini lalu dinyatakan tidak sah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 12 Juni 2006.

[sunting] Kasus perdata

BELANDA, JEPANG, ORDE BARU DAN NASIB PEMIKIRAN EMAS Robert B. Baowollo, Institut fuer Erziehungswissenschaft, Universitas Hamburg Pendahuluan Ada pengulangan sejarah -- atau lebih tepat: pengulangan tragedi sejarah -khususnya sejarah perkembangan pemikiran atau dunia intelektualisme dan kontribusinya dalam membentuk, menyertai dan mewarnai sejarah perjalanan kita sebagai bangsa. Pengulangan itu melahirkan bentuk-bentuk "excuse" secara sadar atas sebuah fase yang dianggap salah dan merupakan kesalahan tersendiri karena menemukan "another failure" terjalankan yang baru. Demikianlah, doktrin dan semangat (tidak sekedar isi buku sejarah!) nasionalisme memaksa orang harus memakai kacamata nasionalisme untuk memandang eksistensi kolonial Belanda dan Jepang di tanah air. Kacamata itu sedemikian pekatnya sehingga setiap pemakainya hanya bisa melihat dua hal: hitam dan putih. Kolonialisme itu jahat, biadab, tidak manusiasi. Bangsa penjajah terpaksa diidentikan dengan cara seperti itu. Jadilah Belanda dan Jepang itu adalah negara yang jahat, biadab, tidak manusiawi. Mengapa kita tidak mampu atau tidak bisa melihat sisi lain dari Belanda atau Jepang? Jawabannya sederhana: kita diajarkan untuk memakai kacamata indoktrinasi anti imperialisme-kolonialisme dalam membaca "sejarah masa lalu kitan". Pada suatu saat, ketika si Belanda tinggi-putih atau si Nipon pendek-coklat masih nyata bisa berdiri di depan rumah kita dengan sangkur terhunus di depan batang hidung, kacamata semacam itu menjadi sangat berguna, handal dan efektif untuk menarik garis antara musuh dan kawan. Siapa yang harus dimusuhi, mengapa mereka harus dimusihi, dan untuk apa mereka perlu dimusihi - semuanya adalah sebagian dari pertanyaan-pertanyaan yang relevan saat itu!

Dewasa ini Belanda, Jepang dan Orde Baru bergantian (sesuai perjalanan waktu sejarah) dipakai sebagai penyelamat sekaligus kambing hitam untuk ketidak mampuan kita menciptakan sejarah sendiri yang lebih baik dari jaman Belanda, Jepang maupun Orde Baru itu. Di jaman Orde Baru semua kesalahan bawaan (baik yang secara kultural terwariskan maupun karena ketidak-mampuan sendiri) selalu menjadikan kolonial Belanda dan Jepang sebagai pihak yang paling bertanggungjawab. Manusia Orde Baru tak pernah bersalah. Yang bersalah justru si Belanda atau si Nipon. Ketika Suharto turun semua pihak beramai-ramai menyepakati bahwa Orde Baru-lah yang bertanggungjawab atas praktek korupsi, kolusi, nepotisme, main kuasa, mau menang sendiri, masyarakat yang tidak transparan, oportunisme. Arwah kolonialisme mungkin akan bangkit dan berterimakasih kepada Suharto, sebab kebencian terhadap Suharto-Orde Baru telah membersihkan nama Belanda dan Nipon dari tumbal proyek nasionalisme -- sebagai pihak yang bersalah secara historis. Singkatnya, dalam lakon sejarah manusia Indonesia, yang bersalah dan harus, bahkan terus dipersalahkan adalah masa lalu. Kita enggan mengoreksi dan bila perlu mempermasalahkan dan mempersalahkan kita sendiri, baik sebagai gugus kesatuan sosial maupun sebagai penentu wacana kekinian kita. Belanda dan Nipon sebagai "kolonial almarhum" tak akan bangkit menuntut pemulihan nama baik, atau setidak-tidaknya penilaian yang seimbang. Tetapi seorang Suharto yang masih hidup tentu tidak akan mau begitu saja disebut sebagai sumber, biang, dalang dari semua kebangkrutan, kesemrawutan dan kebobrokan situasi saat ini. Wacara moral, nasionalisme, kebangsaan -- semuanya tidak bisa disederhanakan dalam bentuk Suharto dan Orde Baru yang bersalah dan "anggota sosietas yang sisa" adalah pihak yang benar atau bahkan paling benar. Kenyataan yang tidak bisa dihindari adalah bahwa Suharto, orang-orang Orde Baru dan KITA SEMUA masih hidup! Kalau memang demikian, apakah KITA SEMUA (minus Suharto, Orde Baru, Belanda dan Nipon) tidak mempunyai kontribusi dalam menciptakan wajah Indonesia yang bopeng, babak-belur hari ini? Tentu saja kita tidak sekedar membutuhkan sebuah jawaban yang jujur tetapi terutama suatu kejujuran untuk menjawab. Tidak tanpa konsep Orde Baru sebagai ide awal memiliki asumsi dan muara proyeksi yang sangat jelas. Para sejarahwan, pengamat masalah sosial dan politik sepakat, bahwa adalah Suharto dan rejimnya yang menyempitkan paham Orde Baru dan mereduksinya sebagai sebuah praksis manajemen pemerintahan pragmatis menyangkut kekuasaan dan mekanisme membangun dan mempertahankan kekuasaan -walau masih tetap dalam arah tujuan yang sama (setidaknya secara konseptual). Sebuah analisis yang lebih ketat akan menemukan kesimpulan berikut ini: Suharto meyakini konsep pembangunan yang disodorkan oleh para pakar sebagai konsep yang mulia, menarik, baik dan perlu tetapi ia sendiri tidak mengerti sepenuhnya apa yang dimaksudkan oleh para pakar yang bergelar Professor,

Doktor itu. Dengan kewenangan yang ada di tangannya ia sebagai tentara mengarahkan mekanisme politik untuk mengamankan pembangunan dengan visi dan misi agung yang digali dan dirumuskan oleh para pemikir bangsa. Tentara dijadikan satpam pembangunan. Siapapun yang setuju, sepikiran dan sejalan dengan tujuan pembangunan akan ditarik sebagai sahabat. Siapa yang berpikir lain, apalagi yang berpikir lain dan kritis terhadap pekerjaan pemerintah akan dengan mudah dikategorikan sebagai "pihak yang membahayakan pembangunan". Alergi terhadap kritik dengan tameng Pancasila adalah cerita lain lagi. Padahal para para pemikir yang melahirkan ide visi dan misi pembangunan nasional itu lahir dan besar dalam tradisi budaya kritis yang mengenal kritik, kritik dan kritik. Memang ada segelintir pemikir yang tergoda membonceng kereta kekuasaan sehingga tidak kritis lagi terhadap penyimpangan dan bias di lapangan. Lebih malang kalau mereka ini lalu terbeli oleh kekuasaan karena basis idealisme dan moralitas ilmuwan tidak cukup tertanam. Dalam praksis kita menemukan bahwa jurang antara penghasil konsep pembangunan, terutama pada tataran filosofis, dengan pelaksana pembangunan menjadi teramat sangat besar dan tak terjembatani. Yang satu menganggap pembangunan sebagai sesuatu yang sangat kompleks, tidak pernah selesai, dan tak bisa diukur -- karena menyangkut proses memanusiakan manusia (proses humanisasi), sementara yang lain memandang pembangunan sebagai sebuah proses pragmatis, sesuatu yang bisa digerakkan dengan managemen model MBO, bisa diukur dalam bentuk PDB/PDRB, devisa, daya beli dan daya saving, pendapatan per kapita, indeks inflasi yang rendah, dll. Benar, sebagaimana kata Driyarkara, semua proses fisik yang dikedepankan itu sebagai proses homonisasi yang mampu menjadikan manusia lebih kaya, lebih sehat dan montok badannya, lebih kekar ototnya, lebih tebal dompetnya, lebih berkilap sepatunya dan lebih halus deru mesin mobilnya, lebih cantik orangnya. Tetapi kita tiba-tiba sadar bahwa setelah sebagian anak negeri ini lulus proses homonisasi (walau yang miskin secara kuantitatif dan kualitatif semakin memprihatinkan), kita toh berhadapan dengan kenyataan yang paling keras, yaitu KOEKSISTENSI KITA terus mencari-cari jiwanya karena secara historis-sistematis ia didepak keluar dari praksis upaya memperebutkan dan mempertahankan kekuasaan atas nama pembangunan. Dan wacana-wacana humanisme pembangunan hanya hidup di buku teks karya monumental para pemikir besar bangsa ini. Nasib Pemikir dan Pikiran Mereka Tiba-tiba terasa seolah bangsa ini berjalan tanpa tuntunan para pemikirnya. Tetapi kesan ini juga segera kita bantah karena hal itu tidak benar. Cukup banyak bukti di rak buku, map seminar dan lokakarya, jurnal dan catatan lepas bahwa para pemikir bangsa ini telah memberi kontrbusi luar biasa bagi wacana pembangunan, sosial dan politik kita. Apakah pemikiran-pemikiran itu dihargai, artinya ditangkap dan dimanfaatkan dalam praktek pengambilan keputusan -- itu adalah sebuah pertanyaan yang teramat sulit dijawab. Sulit karena birokrat kita bukannya orang yang tidak lulus sekolah dasar: mereka menghadiri seminar, mendengar si Magnis mengoceh, si Kleden menggugat,

Syahrir mengoreksi, Ramli mengulas, Sujatmiko menggagas, Hatta mendasar etc. and so on. Mereka mengangguk-angguk kepala tanda kagum, tanda puas .. entah mengerti atau tidak, lalu pulang bawa sertifikat untuk kredit point naik pangkat,.atau keuntungan lainnya adalah bertambahnya relasi di forum seminar, bahkan sempat salaman dengan Pak Menteri Hikam yang rada kocak itu. Namun demikian, pemikir tidak pernah berniat untuk mencuci otak audiens-nya. Mereka hanya membuka horizon wawasan audiens, menggugat konsep yang mapan dan/atau yang melenceng dan menawarkan alternatif. Adalah tanggungjawab audiens untuk memperlakukan input tadi. Para pemikir tahu diri, bahwa panggilan profesinya adalah memberi pencerahan. Karya pikir mereka tetap hidup dalam dinding dan aturan akademik: bisa benar, bisa salah, bisa diterima bisa ditolak .. pendeknya pemikiran mereka siap diuji-ulang setiap saat oleh siapapun juga. Maka karya para pemikir di tanah air kita -- untuk saat ini -- adalah warisan tak ternilai bagi generasi pemikir berikutnya. Pemikiran mereka tidak akan hanyut-hilang bersamaan dengan perginya sebuah Orde. Relevansi Pemikiran Apa relevansi menggugat perlakuan pemikiran para pemikir bangsa kita? 1. Menghujat Orde Baru sebagai rejim "ein fuer allemal" dapat diterima, tetapi menihilkan semua pemikiran yang melandasi lahirnya Orde Baru adalah sebuah kenaifan tersendiri. Perlu ada upaya menghimpun semua pemikiran yang didengar bagus oleh Suharto dan rejimnya tetapi tidak dimengerti sepenuhnya oleh mereka sehingga perlakukan mereka terhadap pemikiran para pemikir bangsa ini menjadi proses pengurusan. 2. Belanda dan Nipon itu jelek sebagai penjajah, tetapi lewat penjajah itu pula kita menginjak anak tangga menuju pencerahan menyadari diri sebagai manusia merdeka yang menuntut bebas dari pejajahan. Majapahit dan Sriwijaya menaklukkan, bukan memerdekakan. Mari kira bertanya pada Mataram dan lainnya. Orde Baru menjajah kita, memasung intelektualisme, kreativisme dan kritisisme. Tetapi Orde Baru memberi pelajaran berharga, betapa rapuhnya barisan intelektual kita: ada yang setia pada lini pemikir, ada yang terbeli penjadi pemasok ide dan pemberi warna ilmiah pada ucapan birokrat, bahkan ikut menyusun studi kelayakan menggunduli hutan Yamdena (Tanimbar), Kalimantan, menyusun konsep rekayasa manusia untuk memenangkan kepentingan kelompok atau tokoh politik tertentu, bahkan membela para Jenderal yang diduga membunuh kemerdekaan orang yang berjuang untuk menjadi manusia merdeka. 3. Era baru dengan paradigma baru tidak cukup sekedar slogan tanpa kita mengerti apa itu paradigma, mengapa kita harus berpindah dari paradigma yang satu ke paradigma yang lain, innovasi baru mana yang menggugat kebenaran atau kekokohan paradigma lama. Jangan-jangan kita hanya berputar ditempat dengan cerita yang sama. Banyak pejabat menyampaikan pidato yang disusun oleh orang pintar penuh dengan jargon globalisasi, tetapi dari uraian selanjutnya nampak kerancuan pemahaman tentang globalisasi, globalisme,dan

globalitas. Orang berbicara tentang pluralisme, tetapi yang dimaksudkan adalah pluralitas. Orang berbicara tentang "das Sein" tetapi yang dimaksud adalah "Dasein". Orde Baru telah memberi peluang lahirnya berbagai konsep rumit pembangunan yang tidak mudah dicerna oleh para pelaksana dan pelaku pembangunan sehingga salah satu produk Orde Baru lainnya adalah "salah kaprah". 4. Kita semua dipanggil untuk kembali menggali, mencermati dan mendudukkan kembali pemikiran besar para pemikir bangsa sekaliber Sujatmiko, Driyarkara dan lain-lain, agar kita tidak terus-menerus menjadi bangsa penerima resep instan pembangunan yang diproduksi di laboratorum pemikiran Bank Dunia, UNESCO, dll. yang belum tentu mengenal dengan benar manusia Indonesia. (Gagasan orang Bank Dunia biasanya WAJIB dijalankan oleh pemerintah setempat karena gagasan mereka bernilai proyek yang ditunggu-tunggu banyak orang dalam negeri). Pemahaman yang tepat tentang Indonesia, juga berdasarkan renungan dan pemikiran anak bangsa ini, akan sangat menolong mengkritisi pemikiran dari luar dan menjadikan konsep pembangunan pedesaan Indonesia yang diajukan Bank Dunia misalnya, mengakar dan bisa jalan. Hamburg, 9 Februari 2000 Robert B. Bowollo

Kebijakan Untuk Pemiskinan Rakyat
27/05/2008

Kekuasaaan adalah amanah, yaitu amanah untuk mampu membimbing, memajukan, mencerdaskan, memberadapkan dan mensejahterakan rakyat atau bangsa yang dipimpin. Pemimpin datang untuk mengabdi kepada rakyat, bangsa dan negara, karena itu mereka sebesar-besarnya memberikan hidupnya, harta, tenaga dan pikirannya untuk kemajuan dan kemakmuran bangsanya. Dengan kemakmuran bangsa dan negaranya itu kemakmuran pribadinya akan terbawa dengan sendirinya. Ini prinsip kepemimpinan yang amanah, sangat berbeda dengan pemimpin yang melihat kepemimpinan atau kekuasaan sebagai lapangan kerja, seperti seorang professional, direktur sebuah perusahaan. Pada umumnya para elite yang menjadi pemimpin saat ini adalah pekerja politik, bukan aktivis politik, jadi niat dan tujuan serta seluruh pertimbangannya adalah dagang untuk mencari keuntungan pribadi, karena itu setiap langkahnya mesti ada fasilitas dan bayarannya. Bahkan tipe kepemimpinan seperti ini melihat seluruh aset negara sebagai hutan bebas yang boleh dijarah untuk kepentingan pribadi. Inilah yang dianggap sebagai kreatif dan kompetitif. Ini yang terjadi saat ini, pemimpin baik yang ada di pemerintahan, partai, perusahaan maupun organisasi kemasyarakatan, menggunakan

posisinya untuk memperoleh keuntungan pribadi, bukan untuk memajukan lembaga yang dipimpinnya. Sering lembaga dan anggotanya diterlantarkan, tetapi para pemimpin secara pribadi kaya raya. Seperti itulah kepemimpinan yang kita alamai saat ini, pemimpin seperti ini mengabaikan nasib rakyat banyak, hanya memperhatikan nasib sedikit kelompok yang selalu mengelilinginya, sehingga kebijakannya membuat rakyat semakin sengsara. Saat ini berbagai usaha kecil dan menengah dalam berbagai sektor telah tuitup karena kelangkaan bahan baku, dan karena kenaikan bahan bakar, sehingga produknya jadi mahal dan tak terjangkau oleh konsumen. Kebangkrutan usaha itu terutama akan dirasakan sangat pedih oleh buruh yang ada di berbagai industri dan usaha kecil itu, karena mereka dipecat dengan tanpa memiliki cadangan dana untuk hidup. Memang bahwa kemiskinan itu bukan nasib, bukan pula karena kemalasan, tetapi kemiskinan terjadi akibat kesalahan para pemimpin dalam mengambil kebijakan. Kebijakan yang diambil untuk menguntungkan kelompok kecil mafia bisnis berakibat mematikan ribuan usaha kecil dan menegah. Kebijakan ini selalu terjadi di tengah sistem yang penuh korupsi. Hanya sering kali kebijakan yang menyengsarakan itu dimanipulasi dengan berbagai santunan yang justeru sangat mematikan, sehingga masyarakat tidak bisa melihat secara jernih watak para pemimpinnya. Mereka telah menghancurkan dengan sistematis struktur perekonomian rakyat, tetapi kalau terjadi bencana, mereka segera datang pada rakyat seolah peduili pada rakyat, padahal seluruh kebijakan politiknya telah menyingkirkan kepedulian pada rakyat, menyengsarakan dan memiskinkan rakyat. Satu hal yang tidak bisa dipungkiri dari kebijakan ini adalah jumlah kemiskinan yang terus meningkat, sementara hutang luar negeri semakin menumpuk. Bagi pemimpin yang produktif semestinya bisa menggunakan dana utangan itu untuk usaha yang produktif, sehingga rakyat kaya, bangsa makmur dan negara berkecukupan, mampu membayar hutang dan tidak meminjam lagi. Ribuan sarjana politik diwisuda ribuan sarjana ekonomi dipekerjakan, tetapi tidak memiliki kempuan sedikitpun memperbaiki perekonomian rakyat dan negara. Ini tidak lain karena memang mereka tidak berorientasi pada rakyat dan Negara. Memang mustahil negeri ini bisa makmur walaupun sumber kekayaan alamnya melimpah, kalau para pemimpinnya bukan pemimpin yang bisa memikul amanah, tetapi hanya terdiri dari para pencari kerja, yang cita-citanya hanya mendapatkan gaji besar, tetapi tidak memiliki cita-cita untuk membangun bangsanya. Sekedar bercitacita bahkan mengeluarkan pernayaan sikap banyak. Tetapi mereka tidak berani bertindak. Sebab tindakan mengandung risiko. Seorang pemimpian yang amanah mesti memihak kepada rakyat dan bangsa sendiri, sementara prmimpin yang ada karena hanya pencari kerja mereka menjadi sangat oportunis, mengikuti arus, tanpa berani melawan arus perdagangan bebas yang didorong oleh liberalisasi dan swastanisasi. Kecenderungan itu diikuti begitu saja, padahal untuk dapat mensejahterakan rakyat dan menjadikan bangsa jaya dan negara mencapai kemegahannya hanya dengan membangun kedaulatan sendiri baik secara

Bila sudah demikian tidak lagi usaha pemiskinan yang terjadi. Untuk memiliki kedaulatan politik dan ekonomi. Jadi jelaslah saya dapat mengindikasikan bahwa selama ini beberapa konflik yang kerap meletus di berbagai daerah di Indonesia adalah bagian dari skenario busuk atau permainan intrik dari orang-orang Neo Orba dengan mengadu domba umat Muslim dan Kristen. Karena itu saya himbau kepada seluruh umat Muslim dan umat Kristen untuk saling menahan diri untuk tidak terprovokasi. Seluruh sistem politik ketatanegaraan harus kembali pada filosofi nasional dan kepentingan nasional. telekomunisasi. Sadarlah bahwa kalian itu semuanya sedang menjadi barang mainan oleh para pentolan-pentolan Orba yang tidak rela tergusur oleh gerakan reformasi. negara berdaulat dan bangsa memiliki martabat. Seluruh perusahaan strategis di sektor energi. Saya tetap yakin bahwa sumber utama konflik bukanlah masalah keagamaan mengingat bahwa sejak dulu baik di Ambon maupun di Poso umat Muslim dan Kristen sudah hidup saling berdampingan secara damai tanpa ada rasa permusuhan. harus segera dinasionalisiasi. belum lagi mereka yang luka-luka dan melarikan diri penuh dengan ketakutan. walau agama kalian berbeda namun jangan jadikan perbedaan sebagai pemicu rasa permusuhan. Poso. begitu menggetarkan hati semua warga. tetapi menjadi langkah pemakmuran rakyat. Jika di Ambon terkenal dengan semangat Pela-Gandong atau Salam Sarani maka di Poso terkenal dengan semangat Sintuwu Maroso sebagai tali pengikat persaudaraan dan kegotongroyongan antar warga. maupun secara ekonomi. Kabar duka dari Desa Togolu. maka kedua sektor itu harus dinasionalisasi secara tuntas. mengingat sudah begitu banyak korban yang berjatuhan terutama dari pihak Muslim. justru jadikanlah semua perbedaan sebagai bukti dari khazanah budaya kita yang penuh warna. Di bawah ini adalah berita-berita yang saya ambil dari Kompas seputar masalah Poso. Sementara. transportasi dan pangan yang sekarang berada di tanagan swasta. Di situlah rakyat akan berkuasa. Ratusan nyawa telah melayang di pesantren Wali Songo yang terletak di wilayah itu. Sesunggunya kalian sebenarnya adalah saudara sebangsa dan setanah air.politik. Saya begitu khawatir jika Poso akan dijadikan oleh elemen Orba menjadi ladang pembantaian manusia seperti yang sudah terjadi di Ambon dan sekitarnya. semoga saja bermanfaat bagi para pembaca: Kompas: Kota Poso sedemikian mencekamnya. . Kecamatan Lage. Ingatlah yang menjadi musuh kalian itu bukan umat Muslim atau Kristen tetapi adalah orang-orang dari rezim Orba dengan para simpatisannya yang doyan mengacau demi kepentingan politik mereka. (Abdul Mun’im DZ) Konflik Poso adalah Permainan Intrik Orba Tergeraklah hati saya untuk mengangkat berita tentang konflik Poso ke permukaan.

Namun kini kitapun harus bertanya apakah “kelompok merah” yang disebut-sebut tersebut benar-benar mewakili umat Kristen sebenarnya ataukah hanya sekumpulan orang-orang Kristen gadungan yang dibayar oleh pentolan Orba untuk mengacau . Selasa. bahkan hingga perkosaan terhadap beberapa wanita. "Pernyataan pimpinan Polri ini mengada-ada. Saya memang tidak bisa mengelak bahwa yang melakukannya adalah mungkin saja dari “kelompok merah” atau pihak Kristen namun sekali lagi saya tegaskan bahwa sesungguhnya yang melakukannya adalah tidak lebih dari umat setan/iblis yang mendompleng nama Kristen. atau menyerang tempat ibadah seperti masjid. Para pengungsi asal desa Sintuwulembah itu tak merinci angka korban tewas yang dibantai di desa mereka." kata sejumlah saksi mata. Kompas: Warga Poso yang berada di sejumlah lokasi pengungsian di Kecamatan Parigi. sesali pernyataan Waka Polda Sulteng Kolonel (Pol) Drs Zainal Abidin Ishak. Menurut beberapa pengungsi yang bermukim di sekitar Pondok Pesantren Wali Songo di desa Sintuwulemba (9 kilometer Selatan Poso) itu." kata sejumlah pengungsi kerusuhan Poso di Parigi. namun menyatakan jumlahnya mencapai ratusan orang. membakar pesantren. mereka sendiri sempat menyaksikan bahkan merasakan perbuatan sadis dan brutal yang dilakukan pasukan Kelompok Merah di desa mereka selama beberapa hari sejak pecah kerusuhan. namun beberapa di antaranya berhasil menyelamatkan diri lari ke hutan-hutan di sekitar pasantren itu. Kabupaten Donggala. penyerangan kelompok perusuh hari Minggu itu di pondok pesantren tersebut mengakibatkan banyak korban tewas. sebab di depan mata kami peristiwa pembantaian itu dilakukan. Andreas: Ini mungkin bukti sebagian dari kebiadaban para perusuh terhadap umat Muslim. Para pengungsi ini mengakui bahwa sehari sebelum meletusnya kerusuhan Poso fase ketiga (23/5). Sekali lagi saya tegaskan bahwa ini bukanlah perbuatan kekristenan tetapi adalah perbuatan dari para setan yang sedang menyamar menjadi “murid Kristus”. "Tak sedikit wanita ditelanjangi dan diperlakukan secara tidak senonoh sebelum dibantai hingga tewas. Andreas: Kita memang tidak bisa membantah bahwa ternyata “kelompok merah” atau kelompok Kristenlah sebagai pelaku semua kebiadaban. Sejumlah saksi mata yang ditemui Antara di Palu dan Poso--205km timur Palu Senin mengatakan. Mereka yang tidak sempat mengungsi itulah yang menjadi sasaran pembantaian dan perkosaan.Kantor Berita Antara menuturkan. mengenai tidak adanya pembantaian terhadap wanita dana anak-anak saat pecah kerusuhan bernuansa SARA fase ketiga melanda Poso sejak 23 Mei lalu. menyusul adanya intimidasi dari pasukan Kelompok Merah kepada warga muslim setempat." kata mereka. Sebab yang namanya orang Kristen atau pengikut Kristus sejati tidak mungkin sampai hati untuk membantai manusia lain yang berbeda agamanya. dan manula telah diperintahkan mengungsi ke Markas Kompi 711-B Poso. Sulawesi Tengah. "hilang" dan diduga kuat lari menyelamatkan diri saat Kelompok perusuh melakukan penyerangan tanggal 28 Mei 2000. para wanita. ratusan penghuni pesantren Wali Songo di Kilometer Sembilan (Desa Togolu) Kecamatan Lage Kabupaten Poso. anak-anak.

Ingatlah bahwa pentolan Orba sudah mahir puluhan tahun untuk “bermain api” dengan rakyat dan cerdik dalam memainkan strategi “lempar batu sembunyi tangan”. Peristiwa yang terjadi di desa Sepe Kecamatan Poso Pesisir tanggal 23 Desember 2000. Senin (29/1). Kompas: Dugaan keterlibatan sejumlah oknum TNI Kodim Poso dalam kasus Poso tak dipungkiri oleh Komandan Kodim 1307 Poso. katanya kepada Antara di sela-sela acara HUT Bayangkara Ke 54 di Makassar. Letkol Budiardjo." kata Komandan Pomdam VII/Wirabuana Kol."Tertangkapnya dua orang warga sipil pelaku kekacauan di Poso pasca kerusuhan Mei tahun lalu ternyata dari hasil penyelidikan pihak keamanan. merupakan bukti bahwa yang melakukannya bukan warga Poso. Dari hasil pemeriksaan 28 orang anggota TNI yang terlibat dalam kerusuhan Poso untuk sementara ada indikasi enam orang diduga terlibat. Sabtu. Sabtu. atau di Poso selalu saja melibatkan oknum-oknum pemerintahan dan para aparat yang turut bermain pula sebagai bidak Orba dengan maksud untuk menggoyahkan stabilitas nasional. Sudirman Panigoro. Hal ini memang sudah menjadi strategi andalah atau jurus pamungkas dari para pentolan Orba untuk menghancurkan setiap gerakan reformasi yang kini sedang limbung karena kehabisan “bahan bakar”. tapi orang luar yang mencoba memperparah lagi keadaan yang berangsur-angsur mulai kondusif itu. Komandan Kodim 1307 Poso.di Poso? Mengingat bahwa semua kerusuhan yang terjadi di negara kita baik itu di Ambon. 6 anggota Kodim Poso terlibat langsung. setelah melalui penyelidikan sementara diduga terlibat langsung dalam kerusuhan di Poso." katanya di Palu. Siapapun sesungguhnya orang luar itu kalau bukannya lagi orang-orang bayaran yang memang sudah diperkerjakan secara profesional dengan tujuan untuk memecah belah dan mengadu domba antar umat beragama. "Enam dari 28 orang oknum TNI Kesatuan Kodim Poso. Ketika dihubungi KCM melalui telepon. katanya. Dan tragisnya “bahan bakar” reformasi kini sudah di ambang kehabisan terutama jika Gus Dur dapat diturunkan secara paksa oleh para politisi di tubuh DPR yang memang sudah “bau bangkai”. Kompas: Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) HB Paliudju mengatakan yang mengacaukan situasi di Kabupaten Poso pasca pertikaian berdarah Mei-Juni 1999 adalah orang dari luar kabupaten itu dengan motif balas dendam. Pemeriksaan sementara oleh Pomdam VII Wirabuana menunjukkan. Dan ketika stabilitas nasional tersebut goyah maka orang-orang Orba akan mempunyai alasan yang cukup kuat untuk menggoyahkan pemerintahan Gus Dur sambil berteriak bahwa karena Gus Durlah situasi dan kondisi di Indonesia menjadi tidak aman alias rusuh. namun orang dari luar memperkeruh lagi suasana dengan memancing emosi masyarakat agar beramai-ramai melakukan aksi balas dendam. jam 15. Andreas: Kini terbukti bahwa memang ada orang luar yang turut “bermain api” untuk ikut memperkeruh Poso. di Sampit.00 WIB. membenarkan adanya pemeriksaan oleh . Letkol Budiardjo. ternyata berasal dari luar Sulawesi. Ia mengatakan pada dasarnya masyarakat Poso sudah jenuh dengan pertikaian dan mau hidup berdampingan seperti dulu.

" kata Gubernur di Palu. guna mencegah munculnya kembali tindak kekerasan yang dapat meningkatkan jatuhnya korban jiwa dan harta benda. bahkan sejumlah saksi mata mengatakan sempat melihat para desertir bergabung dengan salah satu kelompok yang bertikai. Rabu. segera menghilangkan perbedaan SARA. Apakah mungkin semboyan Sintuwu Maroso yang sudah beratus tahun tertanam di dalam hati sanubari dapat hilang menguap begitu cepat tanpa ada faktor lain sebagai penyebabnya? Penyebab apa lagi kalau bukan karena “sebab intrik Orba” yang bisa dijadikan alasan kuat untuk menjawab mengapa semboyan Sintuwu Maroso dapat hilang dengan begitu cepat? Ataukah pembaca punya alasan lain yang lebih logis? Kompas: Pihak MUI (Majelis Ulama Indonesia) Sulawesi Tengah menilai bahwa kasus pertikaian berdarah di Kabupaten Poso meluas dan menimbulkan banyak korban jiwa akibat beberapa oknum aparat keamanan (TNI/Polri) di daerah itu melakukan desersi. baik yang masih bertahan di daerah itu maupun di lokasi pengungsian. Semoga bukan hanya aparat “kelas teri” saja yang tertangkap tetapi para politisi besar yang sedang asyik bermain di “belakang layar”pun bisa ditangkap dan diadili. Andreas: Kini tabir tersebut tersingkap dengan sendirinya bahwa aparatpun ikut “bermain api” guna meramaikan tragedi Poso. Namun pada akhir artikel saya. Andreas: Mungkin sampai saat ini kita masih harus “terpaksa” memegang asumsi bahwa kerusuhan di Poso itu murni bermuatan SARA." kata Wakil Ketua MUI Sulteng KH Drs Dahlan Tangkaderi di Palu.Menurut Paliudju. saya akan menyodorkan suatu berita yang mengejutkan yang ternyata menegaskan bahwa kerusuhan di Poso itu bukanlah karena SARA. ternyata semboyan ini bukanlah semboyan yang baru “diciptakan” namun sudah merupakan falsafah yang diwariskan oleh nenek moyang selama ratusan tahun."Banyak pihak melaporkan hal itu kepada kami. Semoga. yang penanganannya kini sudah sampai pada Pomdam VII Wirabuana."Saya minta semua warga Poso. Sekedar menyinggung Sintuwu Maroso (kerjasama dan tolong menolong antar-sesama manusia) yang menjadi semboyan warga Poso. Jumat. pihaknya telah melaporkan kepada pimpinan TNI/Polri setempat mengenai masalah tersebut. warga Poso harus mengingat kembali semboyan "Sintuwu Maroso" (kerjasama dan tolong menolong antar-sesama manusia) sebab falsafah yang diwariskan oleh nenek-moyang ini memiliki arti penting dalam menapaki masa depan bersama yang lebih baik. ras dan antar-golongan). mengingat pertikaian berkepanjangan selama ini telah menelan korban jiwa dan harta benda luar biasa besar. sekaligus mengambil tindakan tegas bagi mereka yang membelot dari tugas . agama.Denpom Palu terhadap anggota Kodim Poso yang diduga terlibat dalam aksi kerusuhan Poso.Menurut Tangkaderi. Kompas: Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudju mengajak semua warga Poso yang berada di dalam dan luar kota itu segera menghilangkan perbedaan SARA (suku.

bukan dipicu masalah SARA. pembelotan kepada musuh). menjual dan meminumnya. Kamis (31/5). Dan saya tidak terkejut ketika melihat kasus ini. mengingat orang-orang semacam Bimantoropun pernah melakuan hal yang serupa yakni melawan atasannya dalam hal ini adalah presiden dengan menolak untuk dinonaktifkan. tapi saling membantu. Andreas: Di bawah ini adalah berita yang telah saya janjikan itu. Sampai di sinikah mental seorang prajurit di negara kita? Rupanya para anggota TNI/Polri perlu lagi dibina secara lebih serius supaya kasus Bimantoro atau kasus desersi di Poso tidak perlu terulang lagi di masa yang akan datang. Silahkan para pembaca nilai sendiri berita di bawah ini." katanya di Poso. Akibatnya masyarakat mulai bertindak di luar batas dan mengganggu sesama mereka. "Saya yakin kerusuhan Poso ini bukan karena SARA." ujarnya. sebab antar-desa berpenduduk Muslim dan Kristen yang bertetangga tidak saling menyerang. Penyebab lainnya adalah faktor kenakalan remaja. Karena itu damailah kalian wahai umat Muslim dan Kristen karena berperang itu tidak ada gunanya! Marilah kita galakkan semangat persaudaraan dan cinta kasih dan buang jauh-jauh rasa dendam dan permusuhan! Jangan lupa teruslah nyalakan api reformasi yang kini hampir-hampi padam dan gilas Orba dengan kekuatan rakyat! Kerusuhan Poso Bukan SARA Poso. apakah memang benar bahwa mereka adalah benar-benar prajurit sejati dan pengayom rakyat ataukah hanya terdiri dari sekelompok provokator bermuka tembok dan pengecut yang hanya bisa bersembunyi di ketiak para elite politik. Ternyata memang perlu dipertanyakan kualitas sebagian besar dari anggota TNI/Polri. penyebab terjadinya kerusuhan itu sebanyak 12 variabel antara lain merajalelanya peredaran minuman keras sehingga masyarakat menjadi terpengaruh dan mengkonsumsinya secara berlebihan. Semoga berita ini bisa memberikan sedikit kesejukan di tengah-tengah situasi dan konsidi bangsa yang sekarang lagi serba panas. bahwa kerusuhan di Poso itu sebenarnya bukan karena SARA. Ia menjelaskan. Ikhwal kerusuhan di sini dipicu oleh perkelahian pemuda antar-kampung di terminal Lombogia lalu . Andreas: Ada desersi toh rupanya. Kamis Ketua DPRD Poso. Drs Akram Kamaruddin mengatakan kerusuhan di Kabupaten Poso Sulawesi Tengah yang menelan korban jiwa yang meninggal dunia lebih 200 orang.kedinasan dan ikut bergabung dengan kelompok yang bertikai untuk melakukan penyerangan terhadap warga sipil di Poso. (Ket: desersi berarti lari dari dinas ketentaraan. "Tapi alhamdulillah kami sudah melarang masyarakat untuk memasukkan.

Tan Malaka. Pendidikan yang diterapkan orang tua di rumah dan guru di sekolah terkadang tidak sejalan dan ada kecenderungan kelompok warga tertentu tidak menikmati pendidikan formal seperti kelompok warga yang lain. sebagai perintis jalan bagi penentuan nasib sendiri dan sekaligus hak membentuk pemerintahan. sekalipun terbatas dalam hak dan wewenang. Kaum bangsawan memang dengan sangat cerdik telah memanipulasi demokrasi demi keberlanjutan kekuasaan yang mereka miliki. Amir Syarifuddin. ketika berhadapan dengan keputusan demokratis yang menyatakan ia bersalah dan meminta meminum racun. lanjut Kamaruddin. yang menunjukkan kedaulatan rakyat dilaksanakan dalam level tertinggi.dimasuki oleh provokator kemudian membesar hingga tak terkendali dan menyebabkan salah satu kelompok warga terusir dari Kota Poso. pada gilirannya memupuk dendam antara sesama pejuang. Tetapi. Tokoh beraliran sosialis. Anak-anak revolusi itu pun dimakan oleh arus cepat perubahan. telah dimulai suara-suara yang mewakili kepentingan tanah jajahan. yakni dengan pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan KNIP Daerah. Kemerdekaan Indonesia sejak 17 Agustus 1945 telah membuka kesempatan luas ke arah pemerintahan yang demokratis. Dalam peristiwa Perang Kamang (1908) di Sumatera Barat. "Warga sudah menguasai perekonomian sehingga lahirlah kecemburuan dari penduduk pribumi yang mereka ekspresikan dengan membabat pohon coklat dan kelapa milik pendatang. tetap dipertahankan pada kursi kekuasaannya. 1996). bukan tidak ada demokrasi. yakni Presiden Soekarno. walaupun berlangsung secara inkonsistusional demi tujuan-tujuan politik dan diplomasi internasional. namun terkendala oleh perang kemerdekaan. 21 Juni 2007 Indra J. sementara simbol negara. antara lain dengan gerakan Indonesia Berparlemen. yakni antara presidensial dan parlementer. Plato. Lewat Volksraad. adalah pengusung adanya parlemen yang tidak dipilih dalam pemilihan umum itu. Upaya paling maksimal adalah menempuh jalan kekerasan lewat pemberontakan bersenjata. Ia menambahkan. Luka-luka zaman revolusi kemerdekaan. rendahnya kesadaran hukum dan pendidikan politik kemudian dibalut oleh sentimen pribadi dan gencarnya provokasi juga merupakan penyebab lain dari kerusuhan Poso. dan Sutan Syahrir adalah contoh dari nama-nama yang terkikis oleh . dipicu oleh kesenjangan sosial yang kian mencolok antara penduduk asli dan warga pendatang. Demokrasi Khas Indonesia: Riwayat Singkat dan Masa Depannya Kamis. Wakil Presiden Muhammad Hatta bahkan pernah menduduki kursi Perdana Menteri. Kemudian kesenjangan pendidikan baik formal maupun informal juga punya andil besar. Sejumlah manifesto juga dikeluarkan. penolakan atas kebijakan raja di tanah Jawa yang dianggap merugikan rakyat dilakukan dengan cara menjemur diri di depan alun-alun Istana Raja. sehingga suara orang awam pun bisa mereka wakili. masyarakat telah berteriak tentang betapa pentingnya penolakan atas “pajak tanpa perwakilan�?. Piliang Analis Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS). Demokrasi datang ke Indonesia juga bukan tanpa korban." ungkapnya. serta membangun pemerintahan berdasarkan sistem yang seringkali campur baur. Jakarta. telah dengan sangat kritis menyampaikan pembelaan atas pikiran-pikirannya. Ketua Dewan Pengurus Yayasan Harkat Bangsa Indonesia Latar Belakang Demokrasi lahir bukan tanpa korban. Socrates yang menjadi filsuf paling berpengaruh dalam era Yunani. Kerusuhan Poso. Aristoteles dan filsuf-filsuf selanjutnya menjadi kehilangan kepercayaan kepada demokrasi yang memenangkan suara orang awam (Fuad Hassan. ketika politik aliran beranjak dari meja diskusi kepada sejumlah perang terbuka yang juga bermuara kepada pembunuhan. tanpa harus mengacu kepada substansi “kebenaran�? suara-suara itu. Dalam model-model yang sederhana. Ada kehendak dalam penjelasan UUD 1945 untuk mengadakan pemilihan umum. Sutan Syahrir. Korban-korban pun berjatuhan.

masa-masa kebangkitan Islam. sifatnya hanya ritual belaka dengan intervensi yang kuat dari pemerintah. seperti pemuda. melainkan juga berisi kaum intelektual. telah menghilangkan dengan sistematis keunggulan komparatif produk dan teknologi dalam negeri. Tetapi. lalu perlahan maju lebih jauh lagi dengan pemenuhan akan papan (perumahan). termasuk dengan mendatangkan dalam bentuk lengkap beragam jenis kendaraan. Keadaan ini berlanjut dalam masa Demokrasi Terpimpin (1959-1966). Tokoh-tokoh penting kemerdekaan Indonesia bisa dipastikan tumbuh dan berkembang di penjara-penjara yang dekat dan jauh dari pusat pemerintahan. Filsafat Barat dan Timur berkumpul di atas meja makan dan tulisan-tulisan di media massa. perempuan. Sampai bertahun-tahun kemudian. apapun yang terjadi pastilah menarik perhatian dunia luar. Perubahan itu dimulai dengan cara memenuhi kebutuhan akan pangan dan sandang. nama sebuah jalan tempat rumah tinggal pribadi Soeharto dan keluarganya. militer dan birokrasi. bukan berarti tidak ada demokrasi. petani. penjara-penjara tidak hanya diisi oleh pelaku tindakan kriminal. tetapi gagal mencapai kesepakatan. Upaya pemujaan diri yang berlebihan menyebabkan pemerintah Orde Baru terlalu terpaku kepada pertumbuhan ekonomi dan pemaksimalan pembangunan fisik dengan sarana hutang luar negeri. yakni stabilitas.terjangan debu. para pendiri republik adalah orang-orang yang sangat paham dengan beragam literatur tentang demokrasi. dan tipologi sosial-politik lainnya. yakni keluarga Cendana. karena cenderung hanya mementingkan diri sendiri. mulai dari penjara Glodok yang dekat dengan area perdagangan. nelayan. namun pemerataan malah tertinggal jauh di belakang. Padahal. pertumbuhan dan pemerataan. Peminggiran Peran Partai Politik Dalam buku-buku sejarah yang ditulis selama Orde Baru (1966-1998). terutama dengan mengambil bagian-bagian penting dalam masyarakat desa di Jawa. sampai ke Bandaneira yang berair jernih dan Tanah Merah di Papua yang masih berupa rimbabelantara. Investasi asing pada industri-industri strategis. mengingat terlalu asyik dengan kepentingan masing-masing. partai politik digambarkan sebagai sosok yang asing. sampai bintara pembina desa (babinsa). sampai Uni Sovyet kala itu telah menjadi menu yang menjadi santapan harian. kelaparan. bayaran mahal atas kemajuan material itu adalah hilangnya kebebasan pers dan kebebasan politik. barang-barang rumah tangga. Kekuasaan berpusat kepada sekelompok orang di Jakarta yang melibatkan Golkar. Stabilitas dan pertumbuhan berhasil dicapai. Kalaupun diadakan pemilihan umum. Nama yang dikenakan adalah demokrasi Pancasila yang berbentuk indoktrinasi lewat jalur-jalur pendidikan formal dan sertifikat Penataran P-4. terutama dari segi jumlah penduduk. Bangsa yang pernah mengalami kelaparan bertahun lewat beragam perang dan proyek kolonialisasi tiba-tiba berubah menjadi bangsa yang gandrung akan materi. kekayaan alam dan posisi geografis dalam simpang jalan jalur laut internasional. dan dilanda begitu banyak rakyat jelata yang miskin. Hanya saja. alat-alat kantor dan benda-benda yang menjadi bagian kehidupan masyarakat lainnya. Demokrasi parlementer (1955-1959) dalam DPR dan Dewan Konstituante begitu rapuh oleh orasi-orasi dan sidang-sidang yang penuh argumentasi. sampai penyelenggaraan pemilu sendiri yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri. seperti tenggang-rasa dan tepa-selira. Tanpa disadari – atau memang didesain dengan sempurna – puncak kekuasaan ekonomi-politik berpindah dari lembaga-lembaga negara menjadi usaha rumah-tangga. kelangkaan minyak tanah. Teori-teori Marxisme. Pemilu 1955 yang bisa jadi menjadi barometer ideal dari proses pemilihan wakil rakyat dengan membolehkan partai lokal dan perseorangan sebagai kandidat. surat kelakuan baik. kesadaran seperti itu tidak muncul di kalangan elite. peluru dan penjara revolusi. Aparatur militer juga menjadi mesin pengumpul suara yang maksimal. berhadapan dengan kota-kota lain yang kehabisan uang untuk sekadar memelihara koridor jalan dan selokan. selain memiliki perwakilan tetap dalam parlemen lokal dan nasional tanpa dipilih. misalnya. Pancasila ditafsirkan menjadi 36 butir dan ditambah menjadi 45 butir. Terdapat puluhan Widya Iswara dalam lembaga-lembaga . Kota Jakarta yang bersolek. politisi. Politik hanya berkisar di sekitar Soekarno yang dikitari oleh orang-orang yang mengagungkannya sebagai pemimpin besar revolusi dan memberikan jabatan sebagai presiden seumur hidup. Pengembirian politik ini ditujukan untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan. Perubahan-perubahan politik internasional pun menggiring kepada perubahan di tingkat nasional. Turki. Selain itu juga bergerombol organisasi sosial kemasyarakatan yang berafiliasi dengan Golkar. Republik pun dikepung oleh pemberontakan daerah. Sebagai satu kekuatan negara dunia ketiga yang cukup diperhitungkan. pada akhirnya tidak melahirkan kestabilan pemerintahan. Gedung-gedung pencakar langit yang menjulang. Rujukan ke Eropa. ketika politik menjadi panglima dan ekonomi tertinggal dalam keangkuhan nasionalisme. bertahan lama dengan energi yang begitu kuat berhadapan dengan kolonialisme dan kapitalisme. Cara mengendalikan politik lewat penjara ini adalah duplikasi atas kebijakan serupa yang ditempuh oleh pemerintahan kolonial. Perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Sovyet yang menjadi konteks geopolitik global ikut menyeret Indonesia. Tetapi. mulai dari pengarahan agar memilih Golkar. juga mantan-mantan pejabat penting pemerintahan. dihiasi oleh rumahrumah gubuk yang reot.

yakni “aktor intelektual�?. tindas-menindas. adalah satu organisasi yang terusmenerus diganggu dengan pelbagai bentuk intervensi. Organisasi ekstra universitas yang mencoba mempertahankan azas. pemilihan ketua-ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah. Yang ada hanyalah pembenaran. wartawan. terutama dengan pakaian loreng-loreng. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia terpaksa fokus di kampus-kampus Institut Agama Islam Negeri. juga masuk ke dalam organisasi sosial kemasyarakatan dan agama. sebagaimana dulu juga pernah dipraktekkan oleh Presiden Soekarno. yakni pemilihan kepala desa atau kepala kampung. atau proses pemilihan pengurus organisasi profesi dan keilmuan. Patut disadari bahwa kalangan intelektual yang punya nama dalam era reformasi. Partai-partai politik tidak berkembang. Terdapat juga organisasi masyarakat sipil. Sejumlah tokoh besar lahir dari sini. terus berupaya membela kepentingan masyarakat kecil yang butuh perlindungan hukum. selalu saja mencoba memasuki dan mengubah agenda-agenda kerjanya. sulit untuk mengatakan bahwa demokrasi juga hidup dalam ranah masyarakat sipil ini. agar “nafas demokrasi Pancasila�? tetap bisa dirasakan. Dewan Pertahanan Nasional (Wantanas). sebagai contoh lagi. akibat-akibat yang ditimbulkan tidak bisa ditebak dan ditanggung. Kaum intelektual pantas mensyukuri keberadaan PRISMA ini. Negara. intelektual. sampai penangkapan dan penahanan. Sebuah desa bisa saja ditenggelamkan dengan air bah. Selain organisasi-organisasi kecil dan organisasi masyarakat sipil. baik berbentuk yayasan atau juga lembaga-lembaga advokasi dan penelitian. seperti Himpunan Mahasiswa Islam. sebagian berasal dari kalangan masyarakat sipil ini. untuk menghadapi mesin besar negara Orde Baru yang menggilas apa saja. sekalipun para aktivisnya terus mencoba membangun langkahlangkah alternatif yang dengan sendirinya harus mengikuti kehendak pemerintah. pembubaran. setelah Soeharto tumbang. Hal itu dapat dimengerti. bukan kebenaran. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yang melahirkan majalah PRISMA.pelatihan resmi seperti BP-7 Pusat yang sudah bubar. penuh rekayasa. Namun. yakni lewat pemilihan umum. satu-satunya referensi utama yang melawan arus dominasi pemikiran dan jurnal-jurnal resmi pada instansi pemerintah. benteng pertahanan terpenting dari demokrasi yang tanpa intimidasi masih tersedia. karena dirasa mewarisi pemikiran kalangan Soekarnois. Doktrin-doktrin juga disalurkan lewat radio. bahkan panggung-panggung pertunjukkan. Sekalipun begitu. tuduhan tentang organisasi tanpa bentuk. Benteng Pertahanan Bahkan yang berkembang adalah organisasi kelaskaran pemuda yang mengasosiasikan diri dengan rezim. baik yang masih bergerak dalam ranah masyarakat sipil atau sudah mengikuti arus zaman dengan menjadi bagian dari penyelenggara negara (baik di wilayah ekskutif. mengingat organisasi masyarakat sipil memerlukan pola keketatan dan kedisiplinan sendiri.1 Lembaga swadaya masyarakat atau organisasi non-pemerintah ini ternyata juga mampu menjadi “tempat persembunyian�? atau bahkan “tempat magang�? bagi para aktivis yang tidak hendak masuk dalam skema besar pemerintah yang menyediakan lapangan kerja terbatas. pemilihan ketua-ketua Dewan Mahasiswa sebelum dibubarkan. Negara yang coba menaungi semua organisasi. lewat tangan-tangannya dan aparatus intelijen yang kuat. penduduk diusir dengan mendatangkan gajah. sekaligus juga menangisi. Di luar itu. Satu sebutan yang terdengar manis selama Orde Baru. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia menghadapi himpitan serius. Begitu pula Lembaga Penelitian. sampai penahanan. dengan sangat terpaksa terpilah menjadi dua. hanya datang sekali dalam lima tahun. sulit kita melihat organisasi lain menyediakan ruang demokratis yang baik. Bahkan. Secara umum. serta kantor menteri pemuda dan olahraga. tetapi sebagian mampu memajukan perspektif yang berlainan atas paradigma pembangunan Orde Baru. terdapat indikasi betapa tokohtokoh penting itu justru berubah menjadi “Soeharto-Soeharto kecil�? dengan menjadikan perlawanan masa lalu sebagai latar. karena tidak mampu lagi diterbitkan ketika zaman kebebasan datang. bahkan kematian yang tidak diduga. . terutama dalam pemilihan pimpinannya. dalam bentuk yang sangat sederhana. sekalipun tidak semua bisa digeneralisasi. Demokrasi. namun dalam bentuk pemeliharaan atas ceruk-ceruk wilayah dan kanal-kanal pikiran yang mudah dikendalikan. sekalipun jumlah kelompok oposisi terus bertambah secara diam-diam. Aparatus negara berubah menjadi begitu menakutkan. Nahdlatul Ulama. sampai kepada buruh-buruh yang sedang memperjuangkan kenaikan upah. televisi dan koran-koran nasional. sebagai contoh. ruang-ruang diskusi. arisan-arisan keluarga dan tetangga. Para seniman. suap-menyuap. Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). legislatif atau yudikatif). bahkan hanya dengan modal uniform. Sesedikit apapun gerakan pembangkangan dilakukan. Perbedaan pendapat berarti perlawanan atas pemerintah. kelas-kelas pedagogi yang menihilkan peran sekolah. dan ujungujungnya adalah prosesi kebulatan tekad yang mengusung kembali Soeharto sebagai presiden. organisasi masyarakat sipil ini tidak berkembang. Muhammadiyah harus mencari jalan tengah untuk mencegah politik belah bambu. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Penyingkiran memang tidak dilakukan. telanjur dimasuki oleh aparatus negara lewat izin pertunjukan. demokrasi tinggal nama.

atau malahan juga kepada utopia tertentu yang coba terus dilakukan. Perubahan yang juga penting adalah munculnya lembaga-lembaga survei yang dengan jitu mampu memprediksi pihak mana yang bisa memenangkan pemilu. tanpa harus melewati prosedur pemilihan langsung yang sebenarnya. Freedom Institute. perang di Timor Timur. yakni para politikus. Sikap pesta-pora dengan mengabaikan demokrasi dalam ritual pemilihan presiden dan wakil presiden. Dr. sampai peristiwa 27 Juli 1996. Lembaga-lembaga itu ada yang memang bergerak menuju pengentalan ideologi tertentu. Sementara para politikus itu berbicara atas nama nasionalisme dan kesejahteraan. Prof. Lembaga-lembaga ini secara berkala mengeluarkan hasil survei menyangkut posisi partai-partai politik dan tokoh-tokoh politik penting. terutama mengingat kelumpuhan yang nyaris permanen yang dihadapi oleh partai-partai politik dalam menyalurkan aspirasi publik. seandainya pemilu atau pilkada terjadi pada waktu survei itu diadakan. Kompas. ditunjuk sebagai pengganti. langsung mengambil alih keadaan ketika demoralisasi melanda kalangan serdadu.pada kenyataannya menyimpan kebencian dan kebengisan yang dalam kepada kaum intelektual. Era kemerdekaan media ini tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang baik. Di balik itu. dan beragam lembagalembaga kajian lainnya mengisi lembaran-lembaran berita media massa. The Habibie Center. Tekanan dari dunia internasional. Pendekatan ini membuat pilihan-pilihan ideologi yang semarak pada tahun 1950-an menjadi tidak lagi penting. Mereka hanya bersalin rupa dengan cara membentuk partai-partai politik. Menurut Benny. ketika melakukan aksi-aksi yang kejam. baik di Jakarta ataupun di daerah-daerah. bahkan perseberangan antara profesi (militer atau sipil) dan bahkan wilayah (Jawa dan Luar Jawa) diangkat ke permukaan dengan cara yang sangat usang. Sebutan-sebutan yang melecehkan seperti itu menjadi kosa kata yang ampuh untuk menundukkan rakyat di bawah sepatu lars para penguasa. dan terutama karena usia yang menua ditimpa zaman yang dihadapi oleh Soeharto. termasuk dengan mengerahkan para artis. para politikus ini juga datang dari orang-orang yang sudah malang melintang dalam kenyamanan kekuasaan Orde Baru. mulai menunjukkan kerapuhannya. pada 21 Mei 1998.2 Selain lembaga-lembaga riset kuantitatif. Lembaga swadaya masyarakat juga berkembang secara masif. rezim yang semula dianggap sangat liat itu. persaingan petinggi-petinggi militer. The Lead Institute Universitas Paramadina. justru mendorong Soeharto mengambil langkah-langkah yang secara kental memicu lahirnya istilah Korupsi. mengingat dihilangkannya pemberian kartu wartawan dengan lebih dahulu mengikuti . justru mereka sendiri yang mengotak-otakkan masyarakat ke dalam sekat-sekat yang mereka bangun. Tetapi. tetapi juga ada yang hanya sebagai kamuflase sementara sebelum memasuki kancah formal kampanye-kampanye politik. The Indonesian Institute. Opini publik langsung bisa dihitung. melahirkan oligarki “industri�? LSM (Benny Subianto. Tetapi. satu aliran politik. aksi-aksi demonstrasi mahasiswa. klan. Reform Institute. Hampir sembilan tahun lalu. Bisa jadi memang demikian. Demokrasi yang Tersebar Kelompok yang paling tidak disukai Soeharto – dan juga kurang diminati kaum intelektual �?. 04 Mei 2007). lama-kelamaan membuka borok-borok kerapuhan rezim. pengusaha dan birokrat Orde Baru. Yang diperbaiki hanya proses mendapatkan kekuasaan. Amien Rais Center. Kemajuan yang dialami oleh lembaga-lembaga riset itu menunjukkan juga arah perubahan ilmu-ilmu politik. juga mensyaratkan keterlibatan LSM. Persaingan antar kelompok. bermuara kepada pengunduran diri yang disambut sorak-sorai para mahasiswa. Ma’arif Institute. elite LSM yang sarat kepentingan. juga masih terdapat ribuan LSM yang masih hidup Senin-Kamis. Fauzi Bowo Center. yakni dari penggunaan metode kualitatif ke arah penggunaan metode kuantitatif. Demokrasi dalam bentuk pengarus-utamaan permasalahan rakyat juga terjadi dalam pertumbuhan media massa. Kehadiran lembaga-lembaga donor di Indonesia yang berjumlah banyak memang memicu LSM-LSM kian profesional. kekejaman di Aceh. tetapi belum mengarah kepada tujuan menggunakan kekuasaan itu. termasuk pemilihan langsung kepala daerah (pilkada). pihak donor yang naif �? dan kadang-kadang kolutif�?. Tidak heran kalau LSM tumbuh bak jamur di musim hujan. perkembangan lain adalah pembentukan sejumlah kelompok-kelompok pemikiran yang bermuara kepada satu tokoh. Kolusi dan Nepotisme (KKN). Pemerintah tidak lagi dilihat sebagai satu-satunya lembaga yang layak mengurus dana-dana yang digelontorkan pihak asing itu. menepati janji untuk menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada kaum ilmuwan. “LSM sebagai Sebuah Industri�?. sehingga menciptakan profesi baru yang cukup memberi pengaruh. Dalam bahasa Benny Subianto. Semaraknya pembentukan dan kiprah lembaga-lembaga itu menunjukkan arah individualisasi politik atau personalisasi pemikiran. agenda LSM telah bergeser dari perlawanan terhadap negara menjadi komplemen kebijakan demokratisasi negara. aliran politik. tetapi sekaligus juga memberikan kepada publik pilihan-pilihan yang beragam. apalagi kalau tokohtokohnya sudah cukup dikenal. Para aktor politik dengan segala cara mencoba terus mempertahankan dan meningkatkan dukungan. seorang tokoh yang sangat berpengaruh dalam upaya industrialisasi teknologi tinggi di Indonesia. termasuk yang melakukan kartelisasi atas dana-dana asing. sebagaimana dikatakan kepada Daoed Joesoef (2006). kejatuhan nilai tukar. BJ Habibie. Penanggulangan daerah-daerah bencana. Soeharto. terutama Aceh. Pembunuhan Marsinah. Nusantara Center. Mega Center. aboriginisasi di Papua.

Pergolakan-pergolakan itu banyak disebabkan oleh kekeliruan kebijakan oleh pemerintah nasional yang mengutamakan pendekatan keamanan untuk mencapai stabilitas politik dan pemerintahan. sekaligus juga menyebabkan pembentukan faksi-faksi politik di daerah yang bisa jadi mengarah kepada oligarki. masih terdapat daerah-daerah lain yang mencoba menawarkan model otonomi khusus. Kekerasan juga meletup dalam upaya membentuk atau menolak pemekaran wilayah. dalam level media.pelatihan-pelatihan khusus. implementasi masih sangat terbatas. kepala-kepala desa. seperti di Poso. bisa diartikan dengan adanya kebebasan wartawan. Sinansari Ecip. Ketika demokrasi digerakkan dengan cara meletakkan kekuasaan tidak pada satu lembaga yang kuat. sehingga memicu perlawanan bersenjata yang mengarah kepada separatisme (kemerdekaan). konflik meletus akibat penanganan negara yang kacau dalam mengelola kejadian-kejadian yang semula hanya melibatkan individu. keamanan. Dewan Pers dan LSMLSM yang bergerak khusus di bidang media. Bahkan murid-murid sekolah juga dengan gagah tidak lagi . seperti Bali dan Sumatera Barat. mampu menjungkalkan bupati dari kursi kekuasaannya. pemunculan Mbah Marijan sebagai ikon dalam mengantisipasi Gunung Merapi yang (hendak) meletus. Kaum buruh. konsolidasi berupa pembentukan organisasi. Homogenitas budaya. tetapi juga berakibat pada persaingan antar wartawan dalam mendapatkan berita. Pelbagai operasi militer yang dirancang dan dijalankan Jakarta bermuara kepada dendam menahun. kesehatan. Kaum buruh berhasil mempertahankan UU No. Terbunuhnya seorang praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. yakni pembentukan organisasi-organisasi berbasis etnis dan sub-etnis. Pemilihan langsung kepala daerah ini. Hanya saja. moneter dan fiskal nasional. guru. Pemerintah pusat memiliki kewenangan (urusan) yang dibatasi dalam politik luar negeri. walaupun masih berasal dari kandidat yang diajukan oleh partai politik atau gabungan partai-partai politik. pertahanan. dekonsentrasi dan tugas perbantuan. atau bahkan juga aksi-aksi anarkisme terutama yang bertalian dengan politik. Semakin banyak keterlibatan masyarakat dalam mengubah kebijakan pemerintah. seperti lembaga kepresidenan dalam masa Orde Baru. melainkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia. Perkembangan yang juga patut dicatat adalah komponen-komponen masyarakat tidak lagi bersifat pasif. Yang tidak kalah penting adalah kemunculan daerah-daerah khusus dan istimewa yang mempunyai struktur pemerintahan yang berbeda dengan daerah-daerah yang diatur lewat UU No. lewat foto-foto dan video-video amatir yang dikemas menjadi begitu mengerikan dengan narasi yang kelewat batas. terlihat bagaimana agenda media mengendalikan agenda pemerintah dan parlemen. Kepala dan wakil kepada daerah bahkan dipilih secara langsung sejak 1 Juni 2005. yakni keberadaan pressure groups. sekalipun media berjumlah banyak. kabupaten dan kota yang antara lain meliputi pendidikan. Demokrasi. Guru-guru di Kabupaten Kampar. Semula. ketenagarakerjaan. Mereka berhasil melakukan tekanan politik. Sementara. Dalam banyak pemberitaan akhirakhir ini. agama dan perbedaan sistem pemerintahan tradisional dengan sistem pemerintahan nasional telah menstimulasi upaya elite dan masyarakatnya untuk menekan pemerintah pusat agar mengakui perbedaan-perbedaan atas masing-masing daerah itu. Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta sedang bergulat dengan rancangan perubahan undang-undang tersendiri. sekalipun dalam proses hukum berikutnya sang Bupati kembali menempati jabatan semula. yakni pemerintah (an) provinsi. yakni UU No. telah terus-menerus dijadikan sebagai agenda penting media yang lalu tampil sebagai agenda elite dan dijadikan asumsi sebagai agenda banyak orang. sebagai bagian yang penting dalam era demokrasi. 13/2003 tentang Ketenagarakerjaan yang semula ingin direvisi oleh negara. media massa justru menjadi aktor berpengaruh dengan cara sentralisasi pemberitaan. 32/2004 justru menjadikan bawahan kepala desa. 32/2004 itu. serta agama. Di sejumlah daerah. “Hubungan pendek�? kekerasan itu memaparkan kepada dunia kekejaman-kekejaman khas kanibal. sebagai pegawai negeri sipil. keterbatasan informasi memicu keseragaman. terdapat pilihan pemerintahan lokal yang tidak lagi seragam. yakni Sekretaris Desa. Provinsi Papua diatur lewat UU No. 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh. Persebaran lain demokrasi muncul dalam bentuk otonomi daerah lewat desentralisasi. dan Sambas (lihat S. terutama keterlambatan pemerintah pusat dalam mengeluarkan peraturan-peraturan perundang-undangan sebagai turunan dari undang-undang yang mengatur tentang otonomi daerah. telah memberi jalan bagi kemunculan pemimpin-pemimpin daerah yang populer. negosiasi aktif atas persoalan-persoalan yang berhubungan dengan kepentingan warga. 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. pengawasan terhadap media bukan berarti tidak ada. namun bukan dilakukan oleh pemerintah. dan lingkungan hidup. Akan tetapi. Selain keempat daerah itu. tanpa melibatkan calon independen. Keterlibatan itu berupa aksi-aksi unjuk rasa. Latar belakang pembentukan model pemerintahan daerah yang berbeda itu berasal dari sejarah pemerintahan yang berlainan pada empat daerah itu. kesadaran itu masih komunal. 2002). yustisi. urusan-urusan lain dikelola secara bersama-sama oleh pemerintah (-an) daerah. Ambon. Aceh diatur lewat UU No. dan korban lumpur Sidoarjo menjadi komponen yang pantas mendapatkan tempat sebagai perwakilan warga yang paling gigih dan dalam beberapa hal berhasil menjalankan fungsi negosiasi dengan pemerintah. Dengan model otonomi khusus. ketika UU No. Aceh dan Papua adalah dua daerah yang paling bergejolak. Kepala-kepala desa mengajukan tuntutan peningkatan kesejahteraan. 21/2001 tentang Otonomi Khusus Provinsi Papua. daerah istimewa dan daerah khusus ini. sampai reshuffle kabinet yang berdasarkan opini publik. Riau. Namun. termasuk pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil.

Untuk itu. serta gerakan-gerakan politik yang mendefinisikan suara publik dengan sekehendak hati. Indonesia. Demokrasi juga membutuhkan kaum demokrat. baik dalam wilayah yang sangat kecil seperti sekolah dan kampung. termasuk dalam menangani bencana alam yang turun dalam skala besar dalam beberapa tahun terakhir. dan ribuan negative list lainnya yang bisa ditemukan dalam setiap catatan sejarah bangsa ini. yakni menumbuhkan demokrasi dan memaksimalkan pembangunan. seperti legislatif. dan pengelola pendidikan. kekuatan itu muncul dari kalangan partai-partai politik. misalnya. Kemajuan teknologi informasi. demokrasi bukan hanya sekadar melegitimasikan kekuasaan secara konstitusional. diperlukan ikatan yang lebih luas antara publik dengan partai-partai politik. tetapi pada sisi yang lain terlihat betapa efisiensi penyelenggaraan pemerintahan belum berjalan maksimal. Memang pada sebagian besar negara-negara demokrasi. baik materiil. ketertutupan informasi di kalangan penyelenggara negara. melainkan mulai mencorat-coret dinding. publik bisa melibatkan diri dengan cara mengajukan para kandidat yang dijamin lewat undang-undang. Presiden Yudhoyono memperlihatkan dukungan positif atas demokrasi. sehingga mengganggu capaian-capaian keberhasilan program yang sudah ditetapkan. Potret perjalanan demokrasi dalam wilayah yang luas itu menunjukkan bahwa tidak ada lagi ruang untuk kembali kepada teokrasi. Keabsahan pengendalian pemerintahan kurang mendapatkan gangguan berarti. perhubungan. Pada satu sisi. sampai ke tingkatan pemerintahan daerah dan nasional. Akan tetapi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga bertarung pada level serendah ini. tetapi juga dipicu oleh orang-orang yang pernah menjalankan pemerintahan dan kecewa dengan pemerintahan yang sedang berkuasa. cita-cita negara kesejahteraan layak terus-menerus diusung dan dicarikan padanannya oleh setiap penyelenggara negara dan warga negara. juga memayungi negara-negara di planet bumi ini dalam hubungan antar bangsa. Hanya saja. Kekurangan selama era Soekarno adalah perkembangan pesat demokrasi yang kemudian juga memicu kekecewaan. dari sisi kinerja. eksekutif dan yudikatif. tetapi digerakkan untuk mencapai tujuan-tujuan bernegara. Meretas Masa Depan Banyak yang mulai menyebut bahwa demokrasi akan kehilangan pesona. pengebirian pers. Sistem politik. misalnya kembalinya militer ke kancah politik. Kalaupun terdapat usaha untuk mendukung atau mengoposisi pemerintah. pengadilan atas pikiran. tidak ada undangundang yang mengikat partai politik tentang bagaimana memilih kandidatnya dan setiap partai politik memiliki kebebasan untuk membuat peraturan sendiri (Gideon Rahat. Dengan pelbagai capaian yang sudah diraih oleh Indonesia. apalagi kalau disengaja. Masa depan demokrasi akan sangat ditentukan oleh keberadaan dan kinerja pranata-pranata demokrasi formal. dan mengeluarkan petisi-petisi yang ditujukan kepada pihak sekolah.menjadikan jalanan sebagai arena perkelahian. melainkan untuk kepentingan diri sendiri. dengan cara memberikan jawaban atas keberadaan kelompok-kelompok yang hendak mengganti pemerintahan secara non-demokrasi. otokrasi. termasuk dalam mengembangkan kebudayaan dan peradaban yang terkait dengan demokrasi dalam tataran apapun. tidak sengaja. ketika aktor-aktor dan lembaga-lembaga demokrasi tidak lagi bekerja demi publik. Volume 18: January 2007). perdagangan. maka demokrasi saja tidak akan cukup. terasa sekali ada kebutuhan untuk menjaga agar dinamika demokrasi berlangsung stabil. demokrasi membutuhkan partai-partai politik moderen dan profesional yang sekarang masih terlihat gagu dan hanya memikirkan diri sendiri. atau bahkan feodalisme dan favoritisme. Unsur-unsur negatif dalam perkembangan demokrasi layak dicegah. Tanpa peningkatan kesejahteraan. demi kepentingan yang lebih luas. Kelompokkelompok itu berasal dari gerakan-gerakan internasional yang bertarung di tingkat nasional. Sembari itu. Uniknya. maupun spirituil. mengusung spanduk. Demokrasi mengaliri setiap urat nadi pergerakan masyarakat. Journal of Democracy. krisis representasi terjadi. dan perubahan iklim menyebabkan ketergantungan satu negara dengan negara lain begitu tinggi. Dalam banyak aspek. dalam soal penjaringan calon-calon anggota legislatif dan eksekutif yang diajukan. sementara pada masa Soeharto adalah pertumbuhan ekonomi yang tidak disertai oleh demokrasi. Demokrasi tidak akan berjalan tanpa makan pagi dan makan siang. Tugas kita sekarang adalah menggabungkan sisi-sisi positif pada masing-masing era itu. Metode penjaringan yang dipilih mengarah kepada inklusifitas dan ekslusifitas. Mulai masuknya unsur-unsur perseorangan dalam proses kontestasi demokrasi juga memungkinkan keberadaan alternatif-alternatif kepemimpinan yang tidak hanya berasal dari partai-partai politik. Dalam level yang luas. pelarangan buku. sembari menghilangkan kemiskinan dan juga bentuk-bentuk diktatorisme yang tanpa penghormatan atas hakhak asasi manusia. Upaya meruntuhkan demokrasi juga terjadi dengan kemunculan kelompok-kelompok teroris dan fundamentalis. pemerintahan dan pranata demokrasi harus menjamin agar daftar negatif itu tidak kembali dalam bentuk tertutup atau terbuka. yayasan. sebagai negara demokrasi baru. tentu sudah harus memantapkan diri. Resolusi atau rekomendasi yang ditelorkan dalam pertemuan antara negara-negara di dunia juga terus mencoba membuka selubung ketertutupan negara-negara non-demokratis. .

dan iming-imingan akan di naikan kembali gaji PNS . tetapi amerika juga turut merayakan kemenangan SBY yang merupakan pentolan partai demokrat (PD) ini. Rakyat kecil yang tidak tahu apa-apa hanya bisa berbangga dan bersenang hati saat mendapatkan BLT yang di berikan SBY di masa pemerintahannya. Jakarta: The Indonesian Institute. Tetapi kenaikan gaji PNS khususnya guru. Artis. Bahkan JKWIN yang di prediksi mendapat suara terbesar kedua setelah SBY. "Di saat masyarakat Poso menonton berita ada pembakaran dan pembunuhan di Jakarta. BLT dan BLT.____________________________ Diskusi soal perjalanan LSM. “Soetrisno. secara otomatis akan kembali memilih SBY sebagai presiden. halaman 61-79. lihat “Organisasi Non-Pemerintah di Tengah Gugatan dan Hujatan�?. Terutama bagi rakyat kecil yang mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT). 1 Selain itu. mereka juga ikut-ikutan melakukannya di Poso." demikian Akram Kamaruddin. membuat kurang lebih 4jt jiwa PNS khususnya guru menyuarakan hatinya kepada SBYboediono. kerusuhan Poso ini juga disebabkan oleh kuatnya pengaruh situasi nasional dan adanya jaringan komunikasi yang tersumbat. 22 Januari 2003. Dari pemilu 2004 PD hanya mendapat suara 7%. Tentu saja hal ini sangat memberikan efek bagi pilpres mendatang . Kemenangan SBY tidak hanya di dukung oleh sebagian rakyat miskin yang jumlahnya kurang lebih 40% dari jumlah penduduk indonesia. ternyata pasangan pentolan golkar-hanura ini kalan dengan suara Mega-Prabowo. Tak hanya rakyat indonesia yang senang akan kemenangan SBY.SBY dan SBY. Soetrisno Bachir : Solusi untuk Bangsa. PD . dan Politik�? dalam Zaim Uchrowi (Ed). (Ant/ima) Oleh : uvie lutha Suara SBY yang mencapai lebih dari 60%. Kompas. rakyat kecil yang tahunya hanya BLT. baik di tingkat infrastruktur maupun suprastruktur. SBY. Ini hanya sebagian tipis analisis saya (penulis) tentang kemenangan SBY-Boediono. tentu saja memciptakan kesenangan besar bagi para pendukungnya. Tetapi PD seolah meminta belas kasihan pada mitra koalisi sehingga SBY terpilih menjadi presiden tahun 2004. Piliang. Jelas sudah kenapa suara SBY bisa mencapai lebih dari 50%. Pengaruh situasi nasional seperti itu tak bisa dihindari sebagai konsekuensi dari reformasi dan kuatnya desakan globalisasi. 2 Lihat Indra J.

realitas yang tidak selalu mulus. itu sama saja menggantungkan diri terhadap asing. menjadi halangan besar badi PD khususnya amerika yang mempunyai kepentingan – kepentingan tertentu. tentu saja ini ada hubungannya dengan kepentingan amerika. Menurut Mayor jendral saurip dari awal. tetapi lebih mendasar lagi. tentu saja kehadiran partai islam seperti PKS yang mengusung wacana “ islamisasi di segala bidang”. lalu mengapa SBY menolak kenaikan cawapres dari PKS? . soal kepemihakan dan bahkan Bisa jadi soal kepentingan. Tetapi jika intervensi asing khususnya amerika malah banyak memberikan kerugian bagi negara. SBY sudah terbiasa dimanjakan oleh sekelilingnya. Dan Jika partai islam naik menguasai indonesia tentu saja amat sulit bagi amerika untuk kepentingan politik hegemoni Amrik dan kelangsungan projek korporat-korporat raksasa Amrik di nusantara. Bahkan SBY di tuding terlalu nurut dengan amerika. Mengapa begitu? Memang SBY pernah mengatakan kepada International Herald Tribune (8-8-2003): “I love USA. di samping indonesiapun memiliki kepentingan sendiri dengan amerika. maka siap-siap untuk di jatuhkan pula oleh asing. Yang saya takutkan ketika negara ini sudah di naikkan oleh asing. Label: kopinews . Dampaknya.Bush. tak pelak SBY pun di tuding sebagai antek-antek amerika. Hubungan indonesia yang makin akrab dengan amerika. mengapa itu harus di pertahankan ? . dengan alasan unsur islam merupakan penghambat demokrasi. dia tidak mempunyai kesempatan menghadapi keadaan yang nyata. Yakni soal pilihan mazhab. with all its faults. Tidak ada salahnya memang menjalin hubungan dan meminta dukungan dengan negara asing. mudah-mudahan menjadikan negara ini lebih baik.yang mengusung demokrasi dan nasionalis. I consider it my second country”. Sedangkan negara kecil seperti thailan dan malaisya saja bisa menghapuskan hutangnya secara singkat. karena dia tahu beresnya saja. Amerika makin leluasa untuk melaksanakan kepentingannya. Dan SBY adalah figur yg tepat di mata Mr. Salah satunya waktu tahun 2004 SBY terpilih Georg bush mempunyai kepentingan dg mitra TNI yg mampu sapu bersih anasir-anasir teroris Islam ekstrim Asia Tenggara yg sebagian sedang bersemi dan bersarang di Indonesia. soal ideologi. (di kutip dari hasil wawancara Khusus Mayor Jenderal Saurip Kadi oleh Faizal Assegaf (Pemimpin Redaksi Majalah EXPAND) Dari situ bisa terlihat seberapa dekat hubungan SBY dengan amerika. Apapun yang menjadi pertimbangan SBY. mengingat SBY pun pernah bersekolah di amerika. ini bukan sekedar soal hubungan biasa. yang sulit-sulit. Padahal indonesia ini negara kaya. Mengapa amerika senang? tentu saja dengan naiknya SBY.

tidak mendapatkan prioritas bahwa cenderung untuk diabaikan. Sikap tersebut berlanjut dengan ke luarnya UU tentang Pengadilan HAM. Aceh sampai Papua. Hal ini terlihat kasus Tanjung Priok. Dengan cerdiknya negara telah membangun benteng kontitusi untuk menghilangkan pertanggungjawaban masa lalu. Peristiwa tersebut adalah merupakan puncak dari pergulatan negara atas desakan untuk mempertanggungjawabkan berbagai peristiwa kejahatan HAM masa lalu. dan kekerasan yang masih berlangsung di Aceh dan Papua. bahkan pemerintah tidak memberikan komentar atas korban jiwa yang terus berjatuhan. yang dalam pasal 43 menentukan bahwa pengadilan atas pelanggaran HAM masa lalu harus diusulkan oleh DPR dan ditetapkan dengan Keppres. Dari beberapa peristiwa yang tercatat oleh Kontras.iaran Pers No 61/Kontras/SP/XII/2000 Tentang Tahun 2000. Pasal 28 I UUD secara tegas memberlakukan azas non retroaktif sebagai HAK Azasi Manusia. Indikasi penolakan tersebut ialah: Amademen terhadap pasal 28 UUD. Tahun Impunitas : Catatan Pelanggaran HAM di Indonesia Menyambut Peringatan Hari HAM Se-dunia. Tidak ada tindakan pemerintah untuk menghentikan segala bentuk kekerasan yang di lakukan aparatnya yang berlindung atas nama hukum. Respon negara terhadap berbagai pengaduan pelanggaran HAM masa lalu dan berbagai pelanggaran HAM yang tengah terjadi di Aceh dan Papua. menandai keprihatinan menjelang akhir tahun 2000 ini. serta diabaikannya pengaduan korban-korban kekerasan negara di Aceh menunjukan adanya penolakan itu. Konflik Maluku yang sudah berlangsung dua tahun lebih. namun pelanggaran HAM tetap terjadi di Indonesia mulai dari ujung barat hingga ke ujung timur. 10 Desember 2000 Tahun 2000 sesudah hampir berakhir. . terlihat negara secara sistematis berupaya menolak pertanggungjawaban terhadap pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi.

angka pelanggaran HAM tertinggi terjadi di Aceh. sebagai daerah yang tertinggi angka pelanggaran HAMnya. tidak pernah diupayakan untuk bisa di selesaikan secara cepat dengan metode yang non violence. Kasus aksi dan sweeping dalam pencarian GAM di Aceh yang dilakukan kepolsian sebagai pelaksana tugas pengamanan sering disertai dengan tindakan kekerasan.7 Desember} Kontras mencatat telah terjadi 1216 kasus pelanggaran HAM dengan jumlah korban 2119 jiwa.7 Desember 2000. pembunuhan di luar presedur hukum dalam 279 peristiwa dengan 457 korban. Di Aceh. Tingginya angka pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Polri dalam banyak peristiwa disebabkan karean kepolisian selama ini menjadi institusi yang seringkali menjadi perpanjangan tangan dan alat pengamanan dari kebijakan. Kepolisian juga belum melakukan perubahan doktrin dan sikap dalam menangani persoalan di masyarakat. sehingga perilaku aparat kepolisian tidak pernah berubah. TNI juga melakukan pelanggaran HAM sebagai pelaksana dari kebijakan negara dengan kondisi doktrin dan ajaran yang masih bernuansa kekerasan. dalam periode yang sama. . 185 peristiwa pembunuhan di luara prosedur dengan korban 310 jiwa dan 376 peristiwa penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya dengan jumlah korban 439 jiwa. TNI ketika melakukan tugas bersama dengan kepolisian juga melakukan pelanggaran HAM dalam bentuk tindakan yang sama dengan kepolisian. Polri melakukan 735 pelanggaran. Selama ini penggunaan pendekatan keamanan dan peningkatan status keamanan daerah tidak bisa menyelesaikan konflik tersebut. Tentang Pelaku Dari sisi pelaku. bersama dengan TNI Polri malakukan 76 pelanggaran dan TNI sendiri melakukan 29 pelanggaran. sehingga kepolisian seringkali menjadi tidak terkontrol dalam melakukan aksi dan tugas di lapangan. yaitu 910 kali. sedangkan TNI melakukan 29 pelanggaran HAM. Tentang Peristiwa dan Korban Sepanjang Tahun 2000 (Januari .Konflik sosial yang terus terjadi di beberapa daerah. terutama yang terjadi di Maluku. Polri telah menjadi pelaku pelanggaran HAM terbanyak di Indonesia dengan melakukan pelanggaran HAM terbanyak. Dari keseluruhan data tersebut di atas. Korban-korban tersebut tercatat dalam peristiwa penghilangan orang secara paksa dalam 58 peristiwa dengan 74 korban. Kontras mencatat terjadi 57 peristiwa penghilangan orang secara paksa dengan jumlah korban 73 jiwa.selama bulan Januari . karena tidak disertakan konsep yang memadai. penahanan semena-mena dalam 450 peristiwa dengan 710 korban dan penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya dalam 429 peristiwa dengan 878 korban. Kecilnya angka pelanggaran HAM yang dilakukan oleh TNI bukan berarti TNI tidak lagi melakukan pelanggaran HAM. di Aceh.

Militerisme terhadap konflik didua wilayah tersebut ditunjukkan juga di Ambon . Dengan meyerahkan persoalan Maluku sepenuhnya kepada masyarakat Maluku. Jakarta. 9 Desember 2000 Munarman Koordinator Kontras Tabulasi Pelanggaran HAM di Aceh dan Papua Periode bulan Desember 2000 Peristiwa di Aceh Tanggal Peristiwa 3 4 5 0 2 0 0 15 0 1 2 1 0 0 0 Total 6 0 0 0 0 7 0 1 0 0 5 19 4 1 Penghilangan paksa Pembunuhan di luar proses hukum Penahanan semena-mena Penyiksaan dan perlakuan tidak 1 3 1 0 0 2 0 2 0 1 . Berlarut-larutnya konflik Maluku menujukkan bahwa negara tidak pernah membangun konsep penyelesaian.Pandangan Kontras Terhadap Kondisi Kemanusiaan Ke Depan Di Indonesia Melihat kondisis kemanusiaan di Indonesia saat ini. Di samping membiarkan aparaturnya melakukan pelanggaran HAM. Negara telah jelas-jelas melakukan pembiaran terjadinya pelanggaran HAM secara terus menerus sepanjang tahun 2000. Masih berlangsungnya konflik sosial di Kepulauan Maluku dan beberapa tempat lainya. Kecemasan ini dilatarbelakngi dengan kenyataan bahwa : Terjadi arus balik politik otoritarian yang dipraktekan negara dalam menangani problem ketimpangan struktural yang terjadi. semakin menunjukkan ketidakmampuan pemerintah menyelesaikan konflikkonflik yang terjadi. negara telah melegalkan sejumlah tindakan penyelesaian persoalan-persoalan yang menggunakan metode kekerasan seprti yang terjadi di Aceh dan Papua. ada rasa pesimis dari sejumlah kalangan terhadap perbaikan kondisi HAM di masa yang akan datang. Praktek politik otoritarian telah ditunjukkan oleh negara dalam menangani persoalan Aceh dan Papua. pemerintah seakan-akan mencoba melarikan diri dari tanggung jawab penyelesaian. Pembiaran itu tampaknya masih terus berlanjut dengan tidak adanya pernyataan dari negara untuk melakukan klarifikasi terhadap pendekatan yang dilakukannya. Kemenangan politik otoritarian tersebut berupaya dijustikasi melalui system hukum seperti misalnya perubahan konstitusi. penerapan UU Peradilan HAM dan UU PKB yang akan melanggengkan praktek poltik militeristik. dan dilakukan oleh aparaturnya.

October 06.manusiawi lainnya Total TNI/POLRI TNI POLRI GAM Tak diketahui Total Peristiwa di Papua 4 3 0 0 1 0 4 3 0 0 0 0 3 3 1 0 0 1 0 0 1 19 11 7 0 1 0 19 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 29 15 8 1 2 3 29 Penghilangan paksa Pembunuhan di luar proses hukum Penahanan semena-mena Penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi lainnya Total TNI/POLRI TNI POLRI GBPK Tak diketahui Total Catatan : 1 0 2 0 1 3 3 0 0 0 0 3 Tanggal Peristiwa 2 3 4 5 0 0 0 0 8 0 0 0 0 47 0 0 2 0 0 0 10 9 0 0 1 0 10 47 0 0 47 0 0 47 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Total 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 0 6 80 0 86 84 0 0 2 0 86 0 16 127 3 146 96 0 47 3 0 146 Data di atas dihitung berdasarkan korban bukan peristiwa. 2006 Tinjauan Kecerdasan Spiritual (SQ) Terhadap Permasalahan Sosial di Indonesia . Data di atas diambil dari hasil invetigasi Kontras Aceh dan Kontras Papua Friday.

diputuskan adanya pemilihan umum dipercepat. Hasilnya terpilih Presiden baru Abdurrachman Wahid. dimana nilai tukar mata uang Bath yang selama 40 tahun terakhir berkisar sekitar 24 Bath untuk 1 dollar Amerika. dilanjutkan dengan penarikan dana yang sangat besar dari Bank Indonesia dalam bentuk BLBI untuk penyehatan sektor perbankan. Malaysia. Melalui Sidang Istimewa MPR RI. Presiden Suharto setelah berkuasa lebih dari 32 tahun terpaksa harus meletakkan jabatan. Jatuhnya mata uang Bath ini menjadi pemicu dimulainya krisis ekonomi di Korea. Kerusuhan dengan latarbelakang kesukuan. dimana terjadinya krisis moneter telah diikuti pula oleh krisis politik yang pada akhirnya menjadi sebuah krisis sosial. diangkat menjadi Presiden. Malaysia. Muncul berbagai permasalahan sosial di hampir seluruh wilayah Indonesia. Kemelut dalam bidang politikpun terjadi. agama.Oleh : Rahmat Ismail Ketua Umum PP Himpunan Psikologi Indonesia AbstrakKrisis moneter yang menimpa beberapa negara di Asia Tenggara pada tahun 1997 telah membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan ekonomi. politik dan sosial di Indonesia. Di Indonesia sangat dirasakan adanya krisis ekonomi yang dimulai dari kehancuran sektor perbankan. Pendekatan yang memanfaatkan Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intelligence) diharapkan dapat menjadi alernatif pemecahan masalah konflik sosial yang saat ini sedang terjadi di Indonesia. BJ Habibie. telah membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan bangsa-bangsa menjelang diberlakukannya Zona Perdagangan Bebas. Perbaikan yang dilakukan di negara-negara Thailand. Philipina. pada bulan April 1997 telah terpuruk menjadi 50 Bath. Berbeda dengan di Indonesia. yang juga tidak dapat bertahan lama karena dianggap sering mengambil keputusan yang kontroversial. Dimulai dengan adanya guncangan ekonomi di Kerajaan Gajah Putih Thailand. Philipina dan Singapura dapat cepat membawa hasil. PendahuluanKrisis moneter yang diawali sejak pertengahan tahun 1997 dan terjadi di Asia Tenggara. Melalui Sidang Istimewa MPR RI Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri diangkat menjadi presiden. Krisis multi dimensi di IndonesiaKrisis ekonomi di Indonesia diawali sejak dilakukannya praktik perdagangan monopoli yang dilakukan oleh elit tertentu dan . karena krisis yang mereka alami hanya menyangkut moneter saja. main hakim sendiri hingga pertumpahan darah. politik dan ekonomi telah memicu berbagai unjuk rasa. Singapura dan Indonesia. Akan tetapi justru yang terjadi adalah maraknya perdagangan valuta asing sehingga nilai tukar rupiah jatuh ke titik yang terendah. Wakil Presiden saat itu. Korea.

26.018 milyar 6. mereka meminjam dari bank yang lain dengan bunga yang sangat tinggi. 23. Akan tetapi hanya dalam waktu 45 hari setelah BLBI dikucurkan.040 milyar 2. melainkan dipindahkan ke luar negeri dipakai untuk spekulasi valuta asing. 37. maka perbankan harus memikul beban kerugian yang sangat berat. DANAMON / Usman Atmadjaja Rp.050 milyar 4. Untuk mengatasi permasalahan ini sekelompok pengusaha perbankan mengajukan permohonan bantuan likwiditas dari Bank Indonesia dan terjadilah penarikan uang negara secara besar-besaran yang diberikan kepada sekelompok pengusaha perbankan yang dikenal sebagai kasus Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) pada bulan Nopember 1997. 12. 2. Akibatnya.000 untuk 1 dollar Amerika. BUN / Bob Hasan Rp. Fuad Bawazier. Di perkirakan dana BLBI tersebut sebagian besar tidak digunakan untuk menyehatkan keuangan perbankan di dalam negeri. Oleh karena seringnya perbankan kalah kliring. Kekuatan ekonomi yang dibentuk dan ditentukan oleh kekuasaan politik ini telah mendorong tumbuh suburnya korupsi di pelbagai lini birokrasi pemerintahan dan militer.068 milyar 5. nilai tukar rupiah justru merosot empat kali lipat hingga mencapai titik terendahnya pada pertengahan Februari 1998 senilai Rp 16. BDNI / Sjamsul Nursalim Rp. tidak dapat dicairkan oleh bank-bank di luar negeri. L/C yang sudah dibuka dan jatuh tempo untuk dibayarkan. 4.596 milyar 3. dana yang dikumpulkan oleh perbankan di Indonesia lebih banyak digunakan hanya untuk membiayai usaha dari kelompok pemilik bank itu sendiri. BIRA / Bambang Winarso Rp.didukung oleh kekuatan politik yang ada. Dalam bidang keuangan. 3. Akan tetapi dalam perkembangannya. lembaga perbankan lahir dengan mudah karena persyaratan pendirian yang sangat ringan. BHS / Hendra Rahardja Rp. Karena sebagian besar dari usaha ini gagal. Suatu nilai tukar yang tidak pernah terbayangkan akan terjadi menimpa ekonomi Indonesia. mantan Menteri Keuangan yang pernah memeriksa BLBI menyebut kasus ini sebagai "perampokan bank terbesar di dunia yang dilakukan secara terang-terangan di siang hari bolong" Nilai tukar rupiah yang sebelum masa krisis masih bisa bertahan pada posisi sekitar Rp. BCA / Soedono Salim Rp.000 pada saat BLBI dilakukan.866 milyar .250 untuk 1 dollar Amerika telah merosot ke Rp. NAMA BANK PENERIMA JUMLAH POKOK 1. likwiditas perbankan menjadi sangat lemah. 4.

di 13 wilayah Jawa dan Madura. Konflik sosial di pelbagai daerah di Indonesia. konflik sosialpun bermunculan di berberbagai daerah. Lima besar penerima BLBI (Sumber BI dan BPK) Sebagai dampak dari merosotnya nilai tukar rupiah. Keuangan dan Industri yang diprakarsai oleh Ginanjar Kartasasmita. semakin menyebabkan rasa ketidak percayaan rakyat terhadap pemerintahan yang ada. Pemerintahan Soeharto yang telah berkuasa lebih dari 32 tahun berakhir dengan dibacakannya pengunduran diri Suharto sebagai presiden dan dilantiknya B. Akan tetapi usia kepemimpinan Wahid inipun tidak dapat bertahan lama.Bersamaan dengan terjadinya krisis ekonomi dan politik. Melalui hasil pemilu inilah kemudian MPR RI memilih Abdurrachman Wahid menjadi Presiden RI ke empat. Terjadi konflik antara lembaga eksekutif dan legislatif. ternyata tidak mampu untuk bisa membendung kehancuran perekonomian. Wahid yang seringkali mengambil keputusan yang kontroversial pada akhirnya mengeluarkan dekrit pembubarkan MPR RI. Rezim Orde Baru yang telah berkuasa dengan sangat kokoh di Indonesia.Tabel 1. khususnya . Di Ambon terjadi pula kerusuhan antar agama pada tanggal 19 Januari 1999 terjadi tepat pada pada hari raya ‘Idul Fitri . Konflik antar suku terjadi beberapa kali di Kalimantan antara suku Dayak dan Madura. Dipicu oleh pengunduran diri sejumlah Menteri Kabinet Pembangunan 2 bidang Ekonomi. terjadinya penguasaan perekonomian di tangan sekelompok pengusaha besar dan penumpukan kekayaan pada sekelompok orang saja. Sejak bulan Januari hingga Oktober 1998. Konflik antar suku ini telah menyebabkan terjadinya arus pengungsi etnis Madura ke Surabaya dan Pulau Madura secara besar-besaran. di Galela. Hal ini menyebabkan reaksi MPR RI mencabut mandat yang telah diberikan kepada Wahid dan mengaangkat Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden ke lima Indonesia. Kejadian paling parah terjadi di Palangkaraya pada 18 Pebruari 2001 dan berkembang hingga ke Sampit. Habibie sebagai Presiden Indonesia ke tiga pada pagi hari Kamis 21 Mei 1998. terutama di tangan pejabat negara dan militer yang korup. Bangsa Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai bangsa yang ramah dan memiliki tata krama yang sangat tinggi. Sidang Istimewa MPR RI kemudian diadakan dan menetapkan dipercepatnya pelaksanaan pemilihan umum agar para wakil rakyat dapat memilih Presiden yang legitimate. serta di Sungaikunyit Hulu 18 Pebruari 1997. Demikian pula di Tasikmalaya pada tanggal 26 Desember 1996 terjadi kerusuhan yang dipicu oleh adanya penganiayaan dua orang santri oleh polisi setempat. Kerusuhan antar agama yang tidak dapat dibuktikan siapa pelakunya terjadi di Situbondo pada tanggal 10 Oktober 1996. Di Sanggauledo pada tanggal 29 Desember 1996.J. di Pontianak 29 Januari 1997 dan 25 Oktober 2000. seolah berubah menjadi bangsa yang brutal dan bengis. Maluku Utara terjadi pembantaian di dalam masjid pada bulan puasa Desember 1999 dan di Poso ditemukan ratusan mayat terapung di suangai Poso pada Mei 2000 menjelang pelaksanaan MTQ ke 19.

Bangkalan. Danah Zohar dan Ian Marshal memberikan batasan tentang Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intelligence) ini sebagai kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai. Dalam kondisi anomi ini. dimana kita dapat melihat dengan lengkap seluruh keterkaitan permasalahan dan mampu untuk bersikap secara luwes. tertangkapnya pencuri. Di Aceh telah terjadi konflik sosial yang pada akhirnya tidak diketahui lagi siapa yang memulainya. di Jember 17 orang. rakyat membunuh tentara. konflik antar kampung/suku. Para ustadz dan kiai menjadi korban pembunuhan yang polanya mirip dengan pembunuhan yang dilakukan oleh PKI menjelang meletusnya G30S. Sementara nilai-nilai yang lama masih belum dapat ditinggalkan. . Kecerdasan Spiritual sebagai alternatif pemecahan masalah konflik sosialMenghadapi bebagai permasalahan konflik sosial yang saat ini sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia dan bahkan telah mulai menjurus kepada kemungkinan terjadinya disintegrasi bangsa. diperlukan kemampuan untuk dapat melihat permasalahan yang ada secara holistik. Antara lain mulai dari perebutan lahan parkir. Kejadian yang paling mencolok adalah korban pembantaian yang tewas di Banyuwangi yaitu 85 orang. nilai-nilai baru sudah berlaku di masyarakat. Serang. sejak bulan Januari hingga Oktober 1998. Dapat dilihat dari sopan santun di jalan raya bagi pengendara kendaraan. Pemerintah pada akhirnya menyetujui untuk memberikan Otonomi Khusus bagi Aceh melalui Undang-undang Nanggroe Atjeh Darussalam. melaju dengan sesuka hati mereka tanpa memperhitungkan bahaya yang mungkin bisa terjadi bagi pengendara lain. di Pasuruan 13 orang dan di Pamekasan 5 orang. Demak. Di Jakarta juga terjadi berbagai konflik sosial dengan latar belakang permasalahan yang beraneka ragam. Tentara membunuh rakyat. Kendaraan-kendaraan terutama yang besar-besar. saat ini sudah hampir tidak ada lagi. Di Bekasi. diharapkan kita dapat memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai permasalahan ini dengan baik dan memecahkan persoalanpersoalan tersebut dengan mengetahui makna dan nilai yang terkandung di dalamnya. sehingga tidak jarang terjadi pengeroyokan hingga mati terhadap pencuri yang tertangkap basah. Hal ini dimungkinkan apabila seseoang itu memiliki Kecerdasan Spiritual yang tinggi. Sikap main hakim sendiri juga sudah merupakan kejadian sehari-hari. di Sumenep 23 orang. Dalam kondisi sedemikian ini. Hafidin Royan dan Hery Hertanto pada tanggal 12 Mei 1998. anggota legislatif dan eksekutif diculik dan dibunuh. Konflik yang terjadi hampir di seluruh wilayah negara kesatuan Republik Indonesia ini menyebabkan terjadinya pergeseran nilai-nilai. Fasilitas umum diluluh lantakkan. Rektor sebuah universitas dibantai. konflik politik hingga konflik antara mahasiswa dan tentara/polisi yang menyebabkan meninggalnya 3 orang martir mahasiswa Universitas Trisakti. Lumajang. masyarakat hidup dengan penuh ketidak jelasan.di daerah Tapal Kuda Jawa Timur terjadi pembunuhan massal yang bermula dari isu pembersihan dukun santet. Situbondo dan Probolinggo ditemukan korban tewas dan luka-luka parah. Elang Mulia.

Tanda-tanda dari SQ yang telah berkembang dengan baik adalah : Kemampuan bersikap fleksibel Tingkat kesadaran yang dimiliki tinggi Kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan Kemampuan untuk menghadapi dan melampaui rasa sakit Kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai Keengganan untuk mengalami kerugian yang tidak perlu Kemampuan untuk melihat keterkaitan berbagai hal Memiliki kecenderungan bertanya "mengapa" atau "bagaimana jika" dalam rangka mencari jawaban yang mendasar Memiliki kemampuan untuk bekerja mandiri.Apabila dikaitkan dengan teori chaos. EQ yang memungkinkan kita untuk bepikir asosiatif yang terbentuk oleh kebiasaan dan memampukan kita untuk dapat mengenali pola-pola emosi. SQ dengan demikian merupakan landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif dan merupakan jenis pemikiran yang memungkinkan kita menata kembali dan mentransformasikan dua jenis pemikiran yang dihasilkan IQ dan EQ. namun tantangan untuk mencapai kecerdasan spiritual yang tinggi sama sekali tidak bertentangan dengan agama. Dengan demikian penguasaan agama akan membantu kita dalam mempermudah meningkatkan Kecerdasan Spiritual. memahami. Untuk itulah diharapkan agar kita memiliki kemampuan untuk dapat membaca makna dan nilai yang tekandung di dalamnya. berwawasan jauh membuat dan bahkan mengubah aturan. Ditinjau dari ilmu saraf. Daniel Goleman pada pertengahan 1990-an mempopulerkan Kecerdasan Emosional atau EQ (Emotional Quotion). Antara yang diketahui dan yang tidak diketahui. adalah merupakan perkalian 100 atas Usia Mental (MA. Kecerdasan ini digunakan untuk memecahkan masalah logika maupun strategis. dan secara aktif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi. sehingga kita dapat menangkap makna dan nilainilai dengan lebih baik. . adalah kemampuan merasakan. maka saat ini kita sedang berada pada titik "ujung". yaitu titik pertemuan antara tatanan dan kekacauan. logis dan taat asas. Kecerdasan Intelektual yang sangat dikenal sejak awal abad ke 20 dengan IQ (Intelligence Quotient). Sekalipun SQ tidak sama dengan beragama. Sedangkan SQ memungkinkan kita untuk berfikir secara kreatif. tidak harus berhubungan dengan agama dan beragama itu tidak menjamin dimilikinya SQ yang tinggi. IQ merupakan hasil dari pengorganisasian saraf yang memungkinkan kita untuk berpikir rasional. yang didapat dari usia kelahiran). informasi. EQ merupakan persyaratan dasar untuk dapat menggunakan IQ secara efektif. yang didapat melalui nilai test psikologi) dibagi dengan Usia Kalender (CA. dan pengaruh yang manusiawi. Tetap diperlukan adanya kerangka acuan dari agama untuk dapat mempermudah kita dalam memahami makna dan nilai dalam kehidupan ini. koneksi.

bertepatan dengan 1 Syawal 1419 H. Dengan dimilikinya kemampuan untuk melihat permasalahan secara holistik. kehilangan makna dan komitmen. kelayakan.H. ternyata menurut Danah Zohar dan Ian Marshall memiliki SQ kolektif yang rendah. pertama-tama sangat diperlukan adanya kemampuan untuk dapat melihat keterkaitan dari setiap permasalahan yang sedang dihadapi. Sumber : http://www. Studying Psychology. diharapkan kita dapat menjadi lebih fleksibel dalam menentukan etika baru yang akan kita pergunakan untuk menggantikan etika lama yang penuh dengan kekerasan dan kekejaman. yaitu saatnya ummat Islam merayakan hari Idul Fitri setelah berhasil .Dengan dapat terpenuhinya tanda-tanda SQ yang telah berkembang ini.diharapkan seseorang akan mampu untuk selalu membuka diri terhadap setiap pengalaman yang ditemuinya dan kemudian dapat menangkap makna yang terkandung di dalamnya. Great Britain: Psychology Press Ltd. Seseorang akan menjadi tegar untuk menghadapi setiap permasalahan dan membuka diri untuk memandang kehidupan dengan cara yang baru.org posted by Lukman Nul Hakim at 4:00 AM Bab 12 Jendral dibalik Pembantaian Umat Islam di Ambon-Maluku 12-01 Kerusuhan dan Perrkembangannya 12-02 Perlawanan Ummat Islam 12-03 Kerugian Ummat Islam Bab 12 JENDERAL DI BALIK PEMBANTAIAN UMMAT ISLAM DI AMBONMALUKU KERUSUHAN yang terjadi hampir di selu-ruh Maluku. egoisme diri yang sempit. Oleh karena itu ajaran-ajaran agama akan sangat membantu kita untuk dapat meningkatkan SQ agar dapat menjadi tinggi dan dapat keluar dari konflik sosial yang saat ini telah sampai pada "ujung"nya.himpsi. Manusianya berada dalam budaya yang secara spiritual bodoh yang ditandai oleh materialisme. EXECUTIVE EQ. & Ayman S (1997) . Kita harus dapat melepaskan diri dari pengaruh budaya masyarakat modern yang saat ini sangat dipengaruhi oleh humanisme barat. KepustakaanDanah Zohar & Ian Marshall (2000). termasuk Maluku Utara telah berlangsung setahun lebih dimulai pada tanggal 19 Januari 1999. Great Britain: Blomsbury Robert K. SQ: Spiritual Intelligence – The Ultimate Intelligence. KesimpulanDi dalam menghadapi berbagai konflik yang timbul sebagai akibat dari tidak segera diatasinya krisis multi dimensi yang saat ini sedang dihadapi bangsa Indonesia. mampu untuk melepaskan dirinya dari kepentingan-kepentingan sempit kelompok. (2000).C. NY: Advanced Intelligence Technologies Thomas M. Diperlukan pula adanya seseorang pemimpin yang penuh dengan pengabdian. Emotional Intelligence in Leadership and Organizations. aliran atau partai politik yang dianutnya dan kemudian menjadikan kepentingan mayoritas dari bangsa ini sebagai acuan sikapnya.

Haruku. Isu separatis ini muncul kembali karena suasana dalam negeri RI yang sedang dalam proses reformasi menunjukkan kekacauan hampir di seluruh wilayah Nusantara. kota Ambon dapat dikatakan mulai tenang. tetapi pulau-pulau lain terutama di Maluku Utara masih terus bergolak dalam bentuk perkelahian massal.menunai-kan ibadah Puasa sebulan penuh. penghinaan terhadap Rasulullah Saw. untuk merdeka dan berdiri sendiri. maka konflik ini tidak akan dapat selesai begitu saja. Akan tetapi. Saparua. Jika aparat keamanan yang besar ini (16 yon) ditarik. sebab mereka bangkit melakukan perlawanan dan mampu bertahan sehingga kerusuhan terus berkecamuk walau berlangsung sudah hampir 1. Pembunuhan dan pembakaran terhadap ummat Islam yang tidak siap menghadapi ancaman itu mem-buat ummat Islam harus eksodus dari Maluku demi menyelamatkan diri dan keluarganya. Terlepasnya Tim-Tim dengan sutau proses yang di-dukung dunia internasional telah ikut merangsang pihak RMS untuk melepaskan diri dari Negara Kesa-tuan Republik Indonesia. Halmahera dan Obi. Banyaknya aparat keamanan. pada tahun 1950 telah ikut bersama TNI menggagalkan berdirinya RMS. maka tidak mustahil kerusuhan berikut akan terjadi lagi. Sejak Januari 2000. Kerusuhan yang oleh pihak Kristen ini telah direncanakan dengan matang untuk mencapai tujuan politik Kristen di Indonesia di mana diperkirakan Negara Boneka buatan Belanda pada tahun 1950. Bab 12-01 Kerusuhan dan Perrkembangannya Kerusuhan yang bertujuan memperkecil jumlah masyarakat Islam di Maluku dilakukan dengan amat keji. Banda. Republik Maluku Selatan (RMS) telah digunakan untuk mencapai tujuan politik tersebut sekaligus mencapai cita-cita RMS untuk melepaskan Maluku Selatan dari Negara Kesatuan RI. Pemerintahan Soeharto dijatuhkan sedang-kan Pemerintahan B. Bagi mere-ka. ummat Islam adalah penghalang utama bagi berdiri-nya RMS karena itu harus dipukul dengan keras. . Seram. Ummat Islam ternyata tidak dapat dikalahkan semudah yang diperkirakan.J. Habibie rapuh karena dinilai tidak legitimated dan tidak sah. Namun dikhawatirkan kalau akar perma-salahannya tidak diselesaikan terutama bila RMS yang diduga sebagai otak dan penggerak kerusuhan tidak ditangani. seba-gai upaya memperkecil jumlahnya hingga mencapai titik minoritas yang tidak berarti. memang mem-buat keadaan sedikit terkendali. Perluasan konflik seperti itu terjadi karena tidak segera diatasi pada akar permasalahannya. Pihak RMS yang menghantam ummat Islam pada sendi-sendi keaga-mannya seperti pembakaran masjid.5 tahun. Sanana dan pulau-pulau lain yang kini termasuk Maluku Utara seperti Ternate. Karena itu konflik yang amat sensitif ini cepat menjalar ke seluruh Maluku. Kerusuhan ini telah berkembang ke beberapa pulau di sekitar Ambon seperti pulau Kei. Pekerjaan besar ini dilakukan dengan menghancur-kan ummat Islam yang. Konflik antar masyarakat Kristen dan Islam ini selalu ditutup-tutupi dengan mengangkat permasalahan horizontal yaitu konflik sosial kemasyarakat sebagai penyebab. dan sebagainya telah menyulut konflik ini ke arah Perang Agama.

Karena itu mereka mampu secara sistematik melakukan penyerangan walau dalam skala kecil sampai dengan akhir Juli 1999 yang telah menimbulkan kerugian terus-menerus di pihak Islam.Bab 12-02 Perlawanan Ummat Islam Serangan mendadak yang dilakukan pihak Kristen. Ternyata dengan semangat Jihad Fie Sabilillah yang luar biasa. baik personil maupun persenjataan. Allah swt. Bab 12-03 Kerugian Ummat Islam Walaupun kerugian kedua belah pihak dapat dinilai seimbang. sedangkan ditiap pedesaan telah mengorganisir kekuatan tambahan. jauh hari sebelumnya telah mempersiapkan kekuatan. Kekuatan besar yang dikonsentrasikan. ummat Islam melakukan pembelaan diri sebagai upaya penyela-matan. dan pada Desember 1999 mencapai Maluku Utara dengan konflik fisik yang cukup dahsyat. dihantamkan kepada ummat Islam yang tengah merayakan Idul Fitri. telah memberikan perlindungan-Nya dengan membangkitkan semangat perlawanan ummat Islam yang tampak dengan berduyun-duyunnya masyarakat pedesaan di sekeliling kota Ambon bahkan dari berbagai pulau sekitar Ambon datang ke kota Ambon untuk menghadapi ancaman pihak Kristen ini. ummat Islam di akhir Juli 1999 itu bangkit melakukan serangan balasan. tetapi kerugian yang dialami ummat Islam. menunjukkan adanya suatu perencanaan melalui suatu organisasi yang solid. berupa perawatan kepada belasan ribu mujahidin dari luar daerah itu. dan tidak terkoordinasikan. sehingga September 1999 dapat dikatakan kondisi kekuatan dan kerugian kedua belah pihak menjadi relatif seimbang. Walaupun berat beban perawatan ini ternyata masyara-kat kota Ambon dengan segala keterbatasannya mampu menanggulangi bersama-sama sampai menjelang setahun mereka di kota Ambon. Karena itu pihak Kristen mulai mengalihkan kerusuhan ke luar Ambon. karena itu dalam waktu satu minggu pertama keselamatan ummat Islam terletak pada bagaimana mereka mampu bertahan dengan kekuatan yang tersedia. puluhan ribu mujahidin telah memasuki kota Ambon. Suatu kenyatan yang sulit dipercaya adalah menggeloranya semangat Jihad Fie Sabilillah yang amat dahsyat. Semangat sebesar itu telah mengakibatkan pukulan moril besar terhadap pihak Kristen. menjangkau beberapa desa di Seram dan seterusnya. dampaknya lebih besar dan berakibat jangkauan ke depan . maka dengan kemampuan seada-nya. Pihak Kristen yang memang merencanakan kerusuhan untuk mencapai tujuan politik tertentu. sehingga tidak gampang melakukan serangan-serangan seperti minggu pertama kerusuhan. Menghadapi serangan demikian. Aparat keamanan yang juga terdesak tidak dapat berbuat banyak. tidak mungkin dapat dilakukan begitu tiba-tiba tanpa perencanaan yang matang. inilah awal offensif ummat Islam setelah bertahan terus menerus selama enam bulan. termasuk senjata api rakitan dan organik militer. ummat Islam mendapat kemajuan yang berarti. walaupun terpaksa dilakukan oleh kampung demi kampung secara mandiri. Bangkitnya ummat Islam melakukan pembelaan sesungguhnya hal yang terpaksa karena mereka belum cukup kuat untuk melakukan aksi pembelaan. Dalam keadaan demikian. Namun demikian semangat jihad itu juga membawa dampak lain di pihak Muslim.

Rizal Panggabean DIREKTUR MAGISTER PERDAMAIAN DAN RESOLUSI KONFLIK. Unpatti yang didanai 70 persen kekuatan Kristen telah dimanipulasi untuk menendang kepentingan Islam. Selain itu. kondisi-kondisi strategis kerugian ummat Islam ini perlu mendapatkan penanganan khusus dari Pemerintah. Sumatera Barat. benturan keras antarkelompok masyarakat cenderung menurun. seperti yang terjadi di kota Timika. lima orang tewas dan puluhan orang luka berat dan ringan. sedangkan sektor perekonomian pada lingkup besar dan pendidikan akan memerlukan waktu lebih panjang dan akibat yang ditimbulkan besar. ummat Islam akan kehilangan sumber daya berpendidikan selama satu generasi. Lebih fatal lagi untuk perguruan tinggi khususnya Universitas Patti-mura (Unpatti) tempat menimba ilmu calon sarjana dan calon pemimpin masa depan. konflik horizontal pada 2003 relatif berkurang. khususnya sejak 1999. Dalam kerusuhan yang melibatkan dua desa yang bertetangga itu. melainkan sudah akrab di telinga masyarakat. 3000 mahasiswa telah tertutup sama sekali bagi mahasiswa Islam. yaitu perselisihan antara sopir angkutan pedesaan dari Desa Ujunggading dan pengemudi becak motor dari Desa Airbangis. Papua. seperti biasanya.karena hancurnya sendi-sendi dasar perekonomian serta pendidikan bagi puluhan ribu pelajar dan mahasiswa. pertengahan Januari lalu. Pemicu kerusuhan. Dosen dan Karyawan Islam. begitu juga penanam modal lainnya yang memberikan lapangan kerja bagi ummat Islam. Kerugian pada rata-rata kebutuhan hidup masyarakat Islam cukup besar tetapi dampak kerugian itu akan dapat diatasi dalam waktu 2 atau 3 tahun ke depan. adalah insiden kecil. baik dilihat dari intensitasnya maupun jumlah korban yang jatuh. UGM Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. warna yang diberikan sebagai pengenal bagi pihak Kristen dan untuk Islam dikenal dengan putih. Oleh karena itu. . seperti di Pasaman. Perekonomian dalam skala besar dengan investasi ummat Islam terutama yang dari luar Maluku terpukul sehingga kini mereka menarik diri. awal September lalu. Dua orang tewas dalam kerusuhan yang antara lain dilatari pemekaran wilayah berupa pembentukan provinsiprovinsi baru. Pada sektor pendidikan boleh dikatakan terhenti 90 % karena letak sekolah-sekolah pada umumnya di luar sektor yang dikuasai ummat Islam. Konflik yang menimbulkan dendam horizontal mendalam ini akan sangat berpengaruh pada proses belajar mengajar yang dilaksanakan secara terpadu. bentuk-bentuk konflik tidak baru. Walaupun potensinya tetap besar. Tidaklah berlebihan bila para tokoh memperkirakan akibat kerusuhan ini. Bentuk lainnya adalah kekerasan antara warga pendatang dan warga setempat. Salah satu di antaranya adalah kekerasan antardesa. Unpatti kini telah menjadi Kampus merah.

Selama ini. Buleleng. pemerintah daerah dan polisi akan terfokus pada usaha penegakan hukum. keadaan dianggap telah "aman terkendali". Tentu saja. Benturan antardesa. Buleleng. afiliasi kepartaian dapat menjadi basis mobilisasi juga seperti tampak pada kisah dari Singaraja. dan kepartaian. Kalimantan Barat. seperti yang terjadi di Maluku. pengerahan kelompok-kelompok masyarakat yang berbenturan. kesukuan. dan syukur-syukur diadili. keagamaan. Maluku Utara. Yang pertama adalah yang menyangkut unsur-unsur identitas yang melandasi pembentukan dan. benturan antardesa pakraman di Bali juga sering terjadi. dan Sulawesi Tengah. Provokator dan aktor intelektual. pemerintah dan masyarakat perlu memberikan perhatian yang lebih serius terhadap afiliasi kedesaan. masalah yang lebih mendasar. Akhirnya. Setelah ditangkap dan diadili. Kalimantan Tengah. antara penduduk asli dan pendatang. Seperti halnya kombinasi perbedaan etnis dengan perbedaan agama. menjadi kambing hitam yang mudah didapat di mana saja. benturan antara pendukung Partai Golkar dan PDI Perjuangan menimbulkan dua korban tewas dan banyak lagi yang luka-luka. dan antarpendukung partai mengisyaratkan beberapa ciri yang perlu diperhatikan dalam konflik horizontal di Indonesia. Dalam definisi tugas dan tanggung jawab seperti ini. Pada 26 Oktober. kombinasi perbedaan afiliasi kepartaian dengan perbedaan banjar atau desa bisa menjadi bahan mentah bagi benturan horizontal yang keras dan berdarah. Walaupun jarang sekali menimbulkan korban jiwa. Dalam konflik antara pendatang dan penduduk asli. Karenanya. kemudian. cerita dari Pasaman di atas menunjukkan bagaimana satuan teritori yang kecil seperti desa semakin sering menjadi basis pembentukan dan pengerahan kelompokkelompok yang bertikai. konflik antardesa adat di Bali cukup membuat pusing polisi dan tokoh adat setempat. aparat keamanan cenderung mengikuti refleks mereka dan serta-merta berbicara mengenai provokator atau aktor intelektual di balik setiap insiden konflik horizontal. .Bentuk lainnya lagi adalah benturan antarpendukung partai yang terjadi di Singaraja. dipukuli. dengan kata lain. Bali. Pengalaman menunjukkan beberapa sumber identitas yang sering menjadi basis mobilisasi adalah agama dan etnisitas. jarang diperhatikan sehingga dapat meletus sewaktu-waktu. Selain di Sumatera Barat. Dalam kasus-kasus seperti ini. Bukan rahasia lagi bahwa dalam usaha mereka memulihkan keamanan dan ketertiban. etnisitas biasanya menjadi ciri pembeda yang menjadi basis mobilisasi konflik. Tetapi. provokator atau aktor intelektual memang sungguh sesuai karena dapat ditangkap. khususnya menangkap dan kemudian mengadili perusuh yang dianggap bertanggung jawab. Seringkali perbedaan etnis penduduk asli dan pendatang ini ditopang pula dengan perbedaan agama. yaitu integrasi sosial pendatang dan penduduk asli. kondisi yang lebih mendasar adalah persaingan antarpartai besar dalam memperebutkan suara dan dukungan yang sering dianggap langka dalam konteks kompetisi kepartaian. Yang perlu dicermati lagi adalah apabila afiliasi kepartaian ini ditopang dengan pemilahan yang lain. misalnya konflik antardesa atau antarbanjar.

Bali. Masalah-masalah mendasar yang melatari konflik horizontal perlu mendapat perhatian yang semestinya. kepartaian. dan pemilu yang melembaga. Ketidakselarasan itu bisa jadi terkait dengan kelangkaan sumber daya yang diperebutkan. Masalah itu bisa berupa ketidakselarasan antardesa. kiranya perlu sekali apabila aparat keamanan dan masyarakat mengubah orientasi dalam menangani konflik horizontal. konflik kepentingan antara pendukung dan penentang pemekaran wilayah tidak dapat "ditangkap" atau "diburu" aparat. Bisakah aparat "memukuli" ketidakselarasan antara pendukung satu partai dan pendukung partai lainnya--lebih-lebih jika kedua kelompok berasal dari dua desa yang telah bermusuhan karena alasan lain? Jangan lupa pula bahwa tidak jarang pendekatan agresif dan represif yang dilakukan aparat justru memperparah polarisasi di masyarakat. dua suku yang bertikai dipisahkan dengan mentransfer salah satu di antara keduanya ke tempat lain. Dari pergeseran cara berpikir seperti di atas. masyarakat juga perlu mengubah cara berpikir dan bertindak. antara penduduk asli dan pendatang. Masalah-masalah mendasar di atas tidak dapat ditangani dengan pendekatan menangkap provokator dan memulihkan keamanan dan ketertiban yang biasanya menekankan respons yang represif. Di lain pihak. Penduduk dua desa dikawal. konflik horizontal tidak hanya potensial menimbulkan kekerasan. Sebagai contoh. Hadapilah kenyataan bahwa desa-desa bisa terdiri dari kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan yang satu sama lain bertentangan. dan antara partai-partai politik. atau Papua terdiri dari masyarakat yang homogen dengan tetangga dan warga yang selalu rukun. dan barikade-barikade memisahkan dua komunitas beda agama. misalnya dengan mengirim dan menempatkan kompi-kompi polisi dan tentara. dan dominasi penguasaan suatu sumber daya yang langka. Artikel 006_ 2001 Masalah Cina 3 MASA ORDE BARU . tetapi juga dapat menjadi awal bagi kemitraan dalam mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan menyelesaikan masalah-masalah mendasar di masyarakat.Akan tetapi. mengingat potensi konflik horizontal yang secara luas diakui sangat besar di Indonesia. Berhentilah berpikir bahwa desa-desa di Sumatera Barat. Sadari juga bahwa partai-partai adalah cerminan konflik kepentingan dan pemilahan di masyarakat dan karenanya perlu dikelola melalui aturan main kampanye. perbedaan tujuan dan kepentingan pihak-pihak yang bertikai.

lebih lagi keunggulan dalam perdagangan dan pendidikan waktu itu menyebabkan program ganti nama seakan-akan hanya berganti baju dengan badan dengan bau yang sama juga. dibalik itu dalam kehidupan ORBA kemudian sebenarnya banyak generasi muda Cina mulai bersosialisasi dan berintegrasi dengan yang Pribumi dan makin banyak yang kemudian melakukan kawin-campur dengan yang Pribumi terutama yang beragama sama. (5) WNI yang beragama Kristen/Katolik (yang berorientasi Belanda/Barat). memang tidak mudah bagi orang-orang Cina yang secara tradisi budaya memiliki perasaan eksklusif dan superioritas untuk bisa menempatkan diri dalam konteks kemerdekaan. Peran mereka yang sangat besar mendorong pemerintah Orde Baru untuk segera mengambil tindakan. Indonesia yang baru merdeka dan baru dirongrong pemberontakan 'Madiun' cukup berat menghadapi masalah sebagian orang Cina yang terlihat lebih memihak Belanda pada waktu revolusi dan kemudian bersimpati pada waktu pada G-30-S. (3) WN-Stateless. dan kemudian BAPERKI dinyatakan terlarang. Yang terakhir ini relatif masih kecil jumlahnya. Memang usaha-usaha yang selama ini menjadi monopoli orang-orang Cina kemudian mulai diisi pula dengan orang-orang Pribumi. kemudian masyarakat orang-orang Cina Indonesia dapat dibagi setidaknya menjadi tujuh golongan. dan menganjurkan agar WNI keturunan Cina dapat membuka kran usahanya bersama orang Pribumi. Untuk meredam konflik lebih besar pemerintah Orde Baru memandang orang-orang Cina yang menjadi WNI sebagai berhak dan berkewajiban sama dengan yang Pribumi. Kerjasama Ali-Baba ini memang saling menguntungkan kedua pihak. (6) WNI yang beragama Kristen/Katolik (yang berorientasi nasionalisme Indonesia). . padahal sebagian besar dari mereka tidak berstatus warganegara Indonesia dan nasionalisme ke-Indonesia-annya diragukan. baik berupa surat kabar maupun penggunaan bahasa Cina dimuka umum. Program Pembauran Orang-orang Cina kemudian di tahun 1967 dianjurkan untuk mengganti namanya dengan nama Indonesia untuk memperkecil perbedaan antara WNI keturunan Cina dengan WNI asli. Konsulat dan Kedutaan RRC ditutup menyusul kecurigaan keterlibatan mereka pada G-30-S di tahun 1965. Pada tahun itu pula dikeluarkan peraturan untuk tidak menggunakan nama 'tionghoa' karena konotasi keterkaitannya dengan 'tiongkok' negeri leluhur ras ini. apalagi ketika dijaman Belanda diangkat sebagai warganegara hampir setingkat dengan Belanda dan dibuat lebih tinggi statusnya dari orang-orang Pribumi. Dari sikap sosialisasi yang makin bertumbuh. Untuk mengikis sikap eksklusivisme itu. Namun.5% saat itu). tetapi pengaruhnya terhadap ekonomi sangatlah besar karena sebagian besar ekonomi RI ditengarai dimainkan aktor orang-orang Cina (sekitar 60-70%).MASALAH Cina memang merupakan salah satu pekerjaan rumah berat bagi Pemerintahan Orde Baru yang mulai beroperasi pada tahun 1966. Disinilah mulai ada tuduhan kolusi (KKN) antara pejabat dan WNI keturunan Cina yang kemudian kita lihat menghasilkan ekonomi pertumbuhan gaya orde baru yang memang hebat tetapi menghasilkan produk sampingan berupa kesenjangan sosialekonomi yang makin lebar antara beberapa pengusaha Cina + Pribumi pejabat dengan rakyat orang-orang Pribumi pada umumnya. yaitu (1) WNA Cina-RRC. soalnya jumlah orang-orang Cina tergolong kecil dibandingkan seluruh penduduk Indonesia (hanya sekitar 1. (4) WNI yang beragama Budha/Konghucu (yang mempunyai ikatan premordial dengan tanah leluhur dan masih berbahasa mandarin) . dan (7) WNI yang beragama Islam. (2) WNA Cina-Taipeh. Sekalipun demikian. pemerintah melarang penggunaan simbol-simbol Cina. dan umumnya lebih banyak terjadi dari 'Ali' pejabat dengan 'Baba' pengusaha.

Jadi. Sempitnya kesempatan itu juga terjadi pada Sekolah Negeri dan Perguruan Tinggi Negeri dimana porsi untuk non-pri dibatasi. Hampir semua sektor perdagangan dari hulu sampai hilir terutama perbankan sekarang dikuasai oleh non-pri atau kolusi pri-non-pri. Sekalipun WNI keturunan Cina diakui hak hidupnya oleh pemerintah ORBA dan istilahnya diperlunak menjadi 'Non-Pri' dan memperoleh kembali kebebasan bergerak di sektor ekonomi. Ternyata pertumbuhan ekonomi ORBA lebih membuka peluang tumbuhnya sektor ekonomi makro dan menghasilkan konglomerat-konglomerat yang sebagian besar dari etnis Cina/Tionghoa. Dalam karier di ABRI maupun menjadi Pegawai Negeri kesempatan itu kecil apalagi memang dari kalangan keturunan sendiri dorongan untuk memasukinya juga kecil. Itulah sebabnya dalam setiap amuk yang melibatkan massa selalu arah perusakan akan kembali terarah pada minoritas ini. dan pamor industri batik rakyat tradisional yang sempat jaya malah sekarang hancur diterjang usaha-usaha non-pri yang mendirikan pabrik batik raksasa seperti Batik Keris dan Batik Semar. Agama. Situasi di atas mendorong makin banyak orang Cina bergerak dalam sektor bisnis dan makin dominanlah mereka. Masalah rasial yang kembali timbul dalam bentuk baru sebagai konsekwensi ekonomi pertumbuhan secara bebas yang dianut pemerintah ORBA yang kemudian berkembang sebagai masalah SARA (Suku. sebab kenyataannya dibalik itu justru pada waktu OrdeBarulah kesempatan ras-Cina untuk berkembang kembali meningkat pesat setelah sebelumnya pada masa Orde-Lama dibatasi kegiatan dagangnya. dan lainnya. disektor-sektor lainnya kesempatan itu kecil sekali. Karena kurangnya pengalaman dan keunggulan dalam sektor perdagangan dapat dimaklumi kalau usaha konglomerasi yang melibatkan mayoritas Cina lebih unggul dan berkembang dan usaha Koperasi makin terpuruk. toko. bahkan oleh pihak tertentu pengusaha Cina itu dijadikan sapi perahan. Apalagi Presiden ORBA Suharto mempunyai hubungan dekat dengan Liem Sioe Liong dan Bob Hasan. Dan Pemerintah secara terbuka lebih memberi kebebasan dalam perkembangan usaha-usaha konglomerasi demikian. Jelas perbedaan demikian menimbulkan kesenjangan sosial yang makin parah yang menjurus pada terjadinya kerusuhan-kerusuhan dan huru-hara kota yang cenderung menjadikan rumah. Ras dan Antar-golongan) lebih diperparah lagi dengan usaha-usaha pemerintah RRC yang sekarang dalam alam demokrasinya kembali membuka diri dan secara aktip mulai lagi merangkul pengusaha-pengusaha Cina di perantauan. sebab banyaknya sekolah-sekolah swasta yang berbasis agama atau tidak memberi peluang cukup pada non-pri untuk menambah ilmu. adalah berlebihan kalau peraturan-peraturan pelarangan menerbitkan surat kabar berbahasa mandarin dan pelarangan penggunaaan istilah 'Tionghoa' dijadikan alat stigmatisasi keburukan Orde-Baru. Sektor pasar tradisional dan pedagang asongan non-formal yang umumnya dikuasai Pribumi sekarang dihantui supermal-supermal yang dimiliki non-pri seperti jaringan supermal Matahari yang juga masuk ke kota-kota kabupaten. Sektor mikro seperti Koperasi umumnya dimasuki pedagang Pribumi. . pabrik maupun supermal milik non-pri menjadi sasaran amuk massa. Banyak usaha koperasi hancur. hanya sekarang timbul lagi masalah baru karena umumnya sekolah-sekolah swasta banyak yang kemudian diisi dengan mayoritas siswa/mahasiswa non-pri. Kurangnya kesempatan masuk di Sekolah dan Perguruan Tinggi Negeri tidak menghalangi kemajuan pendidikan non-pri.Pertumbuhan Ekonomi Orba Pertumbuhan ekonomi gaya Orde Baru memang cenderung bersifat pasar bebas dimana modal besar diuntungkan dan jelas bersifat kapitalistis.

bahkan ditekankan kembali Confucianisme sebagai etos pengikat orang-orang Cina. mengutamakan pendidikan. maunya cuma bergaul antara mereka. Tanpa orangorang keturunan Cina seperti Mochtar Riady atau Soedono Salim dari Indonesia. segregasi dalam kehidupan sosialnya. 91) Kerusuhan Rasial Reaksi massa mengambang lain lagi. mereka yang menjadi pengusaha membuat diskriminasi dalam penerimaan buruh (karyawan). Ini kemudian dikaitkan dengan sifat-sifat tradisi budaya itu untuk bersikap hemat." (Jhon K. persatuan dan saling membantu. 12). sudah lama pemerintah RRC sendiri menganjurkan pengusaha-pengusaha Cina perantauan untuk menanamkan modal mereka secara besar-besaran ke RRC. diskriminasi dalam upah dan sebagainya. tidak banyak modal yang akan masuk ke daratan Cina untuk investasi. yaitu antara lain: "mereka hidup secara eksklusif. sulit bagi RRC untuk bisa mewujudkan suatu pertumbuhan ekonomi yang begitu tinggi. Para pengamat memperkirakan bahwa 60% investasi asing didaratan Cina ini dibawa oleh para pengusaha keturunan Cina. mantan Perdana Menteri Singapura pada bulan Agustus 1991 memprakarsai diadakannya Konvensi Cina Sedunia di Singapura untuk mengumpulkan pengusahapengusaha Cina perantauan (Overseas Chinese) dari seluruh dunia.Persatuan Cina Sedunia Lee Kuan Yew." Karuan saja jaringan kerjasama yang berbau rasialis ini menggoncang nasionalisme Pribumi di negara-negara khususnya ASEAN. Indonesia diwakili 40 konglomerat non-pri. Reaksi itu dapat dimaklumi karena persatuan Cina Sedunia demikian ditakuti sebagai usaha melarikan modal Indonesia ke luar negeri (capital flight) yang berarti merusak ekonomi dalam negeri. Reaksi premordialisme ini bisa dilihat dari reaksi pengusaha Probosutedjo yang sekalipun sejak tahun 1980 pemerintah sudah menganjurkan untuk meninggalkan istilah pri dan non-pri yang menyebabkan usaha HIPPI berubah arti menjadi 'Himpunan Pengusaha Putera Indonesia'. Konvensi ini kemudian disusul dengan Konvensi serupa yang diadakan di Hongkong pada bulan November 1993 yang dihadiri 1000 pengusaha besar Cina dari seluruh dunia. Sejak peristiwa 10 Mei 1963 yang menimpa kota Bandung dan kota-kota lainnya dan disusul dengan sepuluh tahun kemudian di kota yang sama. Jaringan Masyarakat China. Timbulnya Reaksi Dampak pertemuan-pertemuan itu telah membangkitkan kembali reaksi kesadaran kaum Pribumi di negara-negara ASEAN terutama Malaysia dan Indonesia untuk mewaspadai gerak langkah para pengusaha Cina dinegara-negara itu. pengrusakan-pengrusakan . Naveront. Reaksi ini memang patut dimaklumi. sebab mereka tidak memberi komentar tetapi melakukan perusakan dan pembakaran obyek-obyek milik orang-orang non-pri secara massal. Robert Kuok dari Malaysia atau Charoen Pokphan dari Thailand. Konvensi ini dihadiri 800 pengusaha besar Cina yang datang dari 30 negara termasuk dari Indonesia." (Ibid. soalnya. kerja keras. antara yang Pri dan Non-pri. Tujuan Konvensi ini adalah untuk "membentuk jaringan kerjasama ekonomi masyarakat bisnis internasional Cina untuk memanfaatkan berbagai peluang bisnis. reaksi keras menyebabkan HIPPI kembali diartikan menjadi 'Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia' seperti semula. Reaksi juga datang dari Siswono Yudohusodo yang menyebut ada sembilan dosa orangorang keturunan Cina di Indonesia. dan khususnya Indonesia yang sedang berusaha keras untuk mempersatukan non-pri ke dalam kesatuan dengan yang pri sangat dibuat marah dengan perilaku Konvensi yang dihadiri banyak pengusaha non-pri dari Indonesia itu. Pertemuan ini kembali membangkitkan premordialisme para pengusaha Cina bahwa keberhasilan mereka dalam bidang ekonomi tidak lepas dari kesamaan mereka yang mewarisi tradisi budaya super yaitu Cina. "Tanpa orang-orang keturunan Cina ini.

gudang dan tambak milik orang-orang Cina secara sporadis di banyak .2. bahkan di tahun 1997 ketika ada kerusuhan Pemilu kembali obyek ekonomi Cina di kota ini dijadikan sasaran.604 toko. Pantai Utara Jawa dan dibanyak kota terjadi penjarahan. Solo dan memuncak di Ibukota Jakarta yang mengakibatkan: "Versi pemerintah mengatakan. yang bermental begitu." (Kompas. sembilan pompa bensin. padahal penyebabnya anak polisi yang dihukum di pesantren. Palembang. Di tahun yang sama di seputar Pemilu. Ini memuncak dengan kerusuhan berdarah yang terjadi di bulan Mei di Medan. tetapi menurut versi Tim Gabungan Pencari Fakta hanya sepertiga angka itu) dimana beberapa di antaranya dilaporkan terbunuh. Sebenarnya kota Medan sudah beberapa kali mengalami kerusuhan rasial. Apapun penyebabnya selalu tokotoko batik milik orang Cina dirusak dalam kerusuhan Massa. Tasikmalaya juga mengalami hal yang sama dimana supermal Matahari dibakar dan mal Yogya dirusak dan ratusan toko milik orang Cina dan gereja dibakar massa. Tahun 1997 lebih banyak diisi dengan kerusuhan seperti di Rengasdengklok dimana kesalahan sikap seorang wanita Cina menyebabkan seluruh toko-toko Cina dihancurkan dan dibakar massa termasuk gereja dan vihara. dan 1. Di Medan 30% penduduknya adalah orang Cina dan ekonomi kota memang dikuasai orang-orang Cina. kerugian akibat kerusuhan itu Rp. 45 bengkel. delapan bis kota/metromini. Tahun 1998 makin banyak diisi dengan kerusuhan dan huru-hara karena masalah sembako. dihancurkan dan dibakar massa (termasuk 27 gedung gereja) padahal pencetusnya tidak ada hubungannya dengan orang Cina maupun Kristen. dua kecamatan. Kerusuhan Mei di Jakarta dan kota-kota lain itu diikuti larinya lebih dari 100. Padang. Huruhara besar yang menimpa toko-toko orang Cina terjadi juga di Banjarmasin dan Ujung Pandang. yang umumnya pengusaha. 12 hotel. Di tahun 1996 di Situbondo banyak toko-toko milik orang Cina dirusak. 65 bank. banyak kota seperti di Jabotabek. 24 restoran.479 ruko.terhadap obyek-obyek harta milik orang-orang Cina makin sering terjadi lebih-lebih dalam dasawarsa terakhir abad ke-20. Beberapa kerusuhan terjadi di tahun 1995 seperti di Purwakarta dimana seorang gadis yang dicurigai mencuri sepotong coklat dan dihukum menyebabkan banyak toko Cina dirusak massa. Peristiwa Jakarta merupakan puncak kemarahan massa pada etnis Cina karena dosa-dosa mereka.000 orang-orang Cina ke luar negeri dengan membawa uang banyak di tengah ekonomi dan kelaparan massa yang sudah terjadi menambah kepedihan konflik rasial yang sudah ada. padahal kita mengetahui bahwa hanya sebagian masyarakat Cina. 1. 40 mal/plaza. dan dalam tahun-tahun berikutnya memasuki tahun 2000 ada puluhan kota mengalami huru-hara yang sama yang menimpa etnis Cina. Nilai itu berkaitan terbakar dan rusaknya 13 pasar.119 mobil dan motor. 383 kantor swasta. 2. 3 Juli 1998) Selain itu ada sekitar 80 sinema dibakar.5 trilyun. Baik di Jawa Timur. Di tahun yang sama konflik PDI dalam peristiwa 27 Juli di Jakarta merembet ke pembakaran obyek-obyek ekonomi orang Cina. Jawa Timur dan Madura dan kota-kota lain mengalami kerusuhan dan selalu merembet pada pengrusakan dan pembakaran toko-toko milik orang Cina. pengrusakan dan pembakaran toko orang Cina. dan kerusuhan rasial anti-Cina di bulan Mei 1998 ini bahkan menyerang rumah orang Cina dan pemerkosaan 168 wanita Cina (152 di antaranya di Jakarta. Di kota Pekalongan pada bulan Nopember 1994 seorang Cina yang diisukan menyobek Al Quran menyebabkan toko-toko Cina dirusak dan dibakar. 11 polsek. Inipun masih sering disusul dengan pembakaran pabrik atau penjarahan toko. Pada bulan April 1994 terjadi pembakaran puluhan pabrik dan ratusan toko di Medan dengan korban jiwa seorang pengusaha.

" Sekalipun reaksi itu pantas ditujukan pada pelaku ekonomi yang orientasinya memang ke daratan Cina dan melakukan KKN yang memberatkan rakyat banyak. Apalagi kemerdekaan dan era reformasi menyebabkan massa mengambang ingin cepat-cepat menikmati kemakmuran bukan dengan kerajinan dan berusaha keras tetapi dengan merusak harta benda orang lain. sekarang disamaratakan dan ikut menjadi korban. padahal lebih banyak dari ras ini yang menunjukkan kesungguhan dalam membangun negara Indonesia. Melihat kondisi perekonomian yang makin terpuruk. Lalu Bagaimana? Dari Bab-Bab sebelum ini kita melihat begitu dalam jurang kesenjangan yang sudah terpupuk di antara ras Cina dengan Pribumi yang terjadi dalam perjalanan sejarah yang keliru. sehingga kerusuhan-kerusuhan massal itu seakanakan mendapat legitimasi selama tidak merugikan pemerintah. masih berlakunya praktek Korupsi. euforia premordialisme budaya tanah leluhur Cina kembali bangkit dalam keterbukaan era Reformasi di akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 tentu dapat mempertebal eksklusifisme sebagian ras ini dan berdampak pada sikap antipati yang lebih besar. bulan madu konglomerat Cina dengan para pejabat Orba yang menghasilkan kebencian massal yang sering meletus dalam kerusuhan-kerusuhan di kotakota itu. banyak pengangguran dan korban PHK. Memang tepat kata pepatah: "karena nila setitik rusak susu sebelangga. dan yang jelas masyarakat Indonesia sendiri ikut menjadi korban bila terjadi anarki kerusuhan rasial. mereka terdorong mencari alternatif hidup yang lebih baik. namun kesesakan sosial yang tidak tertahankan dan kehadiran mereka di bumi Indonesia yang dirasakan tidak disukai. mulai dari sejarah tradisi budaya Cina. sayang sekali bahwa banyak orang non-pri yang sudah tidak merasa punya kaitan apa-apa dengan negeri leluhur dan banyak yang bukan lagi menjadi pedagang kakap. dan berusaha dengan jujur dan telah membaur. kemewahan dan KKN sebagian dari ras itu. Kenasionalan mereka cukup tinggi karena banyak di antaranya menjadi pegawai negeri. Apalagi. soalnya kebencian rasial itu bukan saja berdampak kepada mereka yang memang ikut salah. dari pembahasan pada Bab-bab sebelum ini. Kolusi dan Nepotisme. dan penghakiman massal sudah terjadi di puluhan kota dan korban yang didatangkan bukan saja menimpa orang-orang Cina yang bersalah tetapi juga diarahkan pada yang tidak bersalah. Yang lebih memperparah yang menyebabkan kerusuhan massal makin berlarut-larut itu adalah sikap pemerintah sendiri yang cenderung tidak pernah menghukum kelompokkelompok masa yang beringas yang telah mengorbankan segolongan ras tertentu yang juga menimpa banyak masyarakat rakyat kecil. kita patut berkaca diri dan berjuang keras untuk mencari jalan keluar yang terbaik. . Emas pertama dan kedua Olympiade yang ikut mengharumkan negara yang direbut Indonesia diperjuangkan oleh atlet-atlet non-pri. masuknya ke Indonesia dan perlakuan istimewa kolonialisme Belanda khususnya pada orang-orang Cina tertentu. sehingga mereka yang mampu dan memiliki harta cenderung kemudian banyak yang hijrah ke negara-negara Barat. Orang-orang Cina umumnya disamaratakan dan dianggap memiliki banyak sifat negatip oleh umumnya orang-orang Pribumi karena stigma praktek-praktek eksklusif. tetapi ras Cina yang mayoritas yang tidak ikut ber-KKN juga kena batunya. naiknya harga-harga Sembako yang belum bisa diatasi oleh Pemerintah dan dengan tidak adanya pemecahan tuntas dari kerusuhan-kerusuhan anti Cina yang terjadi selama ini. rusaknya jaringan distribusi. besar kemungkinan kerusuhan-kerusuhan dan huru-hara anti Cina akan terus terjadi selama sumber-sumber konflik dan kesenjangan sosial ekonomi belum terpecahkan dan diperbaiki dengan serius. bahkan faktanya sudah berakibat fatal membuat negara Indonesia menuju kebangkrutan yang jelas membuat massa rakyat makin menderita. Namun.tempat di seluruh Indonesia.

. 11 April 2010 23:50 WIB | Mancanegara | Asia/Pasifik | Dibaca 597 kali Teheran (ANTARA News/Reuters) . di Indonesia pengetahuan itu ada di sekeliling kita. Memang benar 'non-pri' yang tinggal di Indonesia diharapkan tidak eksklusif dan lebih punya rasa tenggang-menenggang dengan lingkungan disekelilingnya.Sekalipun jumlah orang Cina di Indonesia ditaksir sekitar 3% saja. Dari berbagai fakta demikian. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa dibalik kecurigaan dimana ras Cina di anak tirikan. dan agar stigmatisasi tidak ditujukan secara merata kepada semua orang non-pri. [ YBA Home Page | Artikel sebelumnya] Iran Cabut Larangan Terbit Harian Pro-reformasi Minggu. 3 orang adalah dari kalangan non-pri. di banyak kalangan sebenarnya kesempatan yang sama bagi yang 'pri' dan 'non-pri' sudah terbuka. dan professionalisme dalam bisnis dan bidang-bidang lain yang tidak tanggung-tanggung dari sebagian ras Cina. khususnya generasi muda. dapat menjadi asset yang menguntungkan semua pihak. dari 6 penulis 'Laporan Resmi Pemerintah R. Semoga! Salam kasih dari Herlianto/YBA. agar tidak lagi terjebak premordialisme masa lalu. Dalam konperensi PBB tentang Permukiman dan Perkotaan di Istambul (1996). dan yang tidak bersalah dihargai sebagai layaknya warga negara dan penduduk Indonesia. Kita tidak perlu jauh-jauh 'mencari pengetahuan ke negeri Cina'. Sebuah misi yang sulit memang. ini berarti 50%. kerja keras. dan sifat-sifat kalangan tertentu yang oportunis dan hanya mencari untung perlu diubah dengan mentalisme kebangsaan Indonesia yang lebih baik. dan banyak contoh lainnya bisa disebutkan. sebab kalau tidak 'Masalah Cina di Indonesia' tidak akan pernah terselesaikan dan ujung-ujungnya masyarakat mengambanglah yang akan menjadi korban. adalah merupakan dambaan semua orang agar solusi yang tepat diberikan oleh semua pihak. Dan bagi yang 'pri' daripada hanya menyalahkan aspek-aspek negatip non-pri. Republik Indonesia diwakili secara resmi oleh dua ahli non-pri. yang satu mewakili LSM dan lainnya mewakili Pemerintah RI (=100%). pada 2007 karena menerbitkan wawancara dengan penyair "kontra-revolusi" di luar negeri. tetapi agar memang yang bersalah karena warisan tradisi dan sejarah kolonialisme di Indonesia benar-benar dapat di adili dan dihukum.I.Sebuah harian pro-reformasi terkenal Iran terbit lagi Minggu setelah larangan tiga tahun yang dianggap oleh para reformis sebagai upaya penguasa garis keras untuk membungkam pengecam Presiden Mahmoud Ahmadinejad. persaudaraan yang kuat. bukankah lebih berguna bila kita juga melihat potensi positip orang Cina demi pembangunan tanah air dan tidak sekedar meng'kambing hitam'kan mereka? Gaya hidup yang hemat.' untuk konperensi itu. ulet. yang berada di bawah Kementerian Bimbingan Islam dan Kebudayaan. untuk pemecahan masalah ini secara proporsional. Dalam sebuah konperensi UNDP di Bangkok mengenai 'Pembangunan Desa'. Harian Sharq ditutup oleh Badan Pengawas Pers. namun misi ini perlu dicapai oleh semua pihak khususnya oleh Pemerintah RI. persentasi mereka dalam mewakili pemerintah RI di forum-forum Internasional tidak sedikit.

Para pengecam mengatakan. serta tidak menghormati Ahmadinejad dalam gambar karton. Protes besar berkobar sejak pemilihan presiden Juni dan sejumlah besar orang ditangkap. yang disusul dengan kerusuhan terbesar dalam kurun waktu 31 tahun. aktivis. Sejumlah reformis senior."Surat kabar Sharq terbit lagi Minggu. Sharq. Ratusan reformis ditangkap dan diadili dalam penumpasan terhadap oposisi proreformasi setelah pemilihan umum presiden Juni lalu yang dipersoalkan. Sedikitnya empat penerbitan pro-reformasi dilarang sejak terpilihnya kembali Ahmadinejad sebagai presiden pada Juni tahun lalu dalam pemilihan umum yang dipersoalkan. ketika ribuan pendukung oposisi melakukan pawai semacam itu. Oposisi mengecam persidangan itu. Mir Hossein Mousavi dan Mehdi Karroubi.. yang dalam bahasa Parsi berarti "Timur". Iran dilanda pergolakan besar setelah pemilihan umum tahun lalu. mantan ketua parlemen yang berhaluan reformis. Termasuk yang diadili adalah pegawai-pegawai kedutaan besar Inggris dan Perancis . Pemerintah menolak tuduhan pengecam dan menyatakan tidak menyensor media. wartawan dan yang lain yang ditangkap setelah pemilu Juni itu dikabarkan masih berada di dalam penjara dan beberapa telah disidangkan atas tuduhan mengobarkan kerusuhan di jalan. para pendukung oposisi berulang kali memanfaatkan acara-acara umum untuk turun ke jalan.. Koran itu terutama akan memperhatikan permasalahan sosial dan budaya. dulu biasa menerbitkan pandanganpandangan kebijakan luar negeri dan ekonomi Ahmadinejad. Meski ada larangan protes dan penindakan tegas dilakukan oleh aparat keamanan. menunjukkan rasa tidak hormat pada Islam dan pemimpin agama." kata surat kabar setengah resmi ILNA mengutip pemimpin redaksi harian itu Ahmad Gholami. bersikeras bahwa pemilihan Juni itu dicurangi untuk mendudukkan lagi Mahmoud Ahmadinejad ke tampuk kekuasaan. Dua calon presiden yang kalah. penutupan surat kabar pro-reformasi itu merupakan bagian dari penekanan bertahap terhadap penentang politik dan penggencetan kegiatan kebudayaan yang oleh pemerintah dianggap sebagai mendorong nilai-nilai "korup" Barat. Surat kabar itu juga menghadapi tuduhan-tuduhan lain seperti menerbitkan iklan untuk organisasi oposisi. dan puluhan wartawan moderat hingga kini masih berada di dalam penjara. Delapan orang tewas dan ratusan pendukung oposisi ditangkap dalam demonstrasi paling akhir pada 27 Desember.

serta seorang wanita Perancis yang menjadi asisten dosen universitas. produsen minyak terbesar keempat dunia.Kartaprawira *) . dan menuduh media asing. khususnya AS serta Inggris. Sejauh ini sudah sejumlah orang yang dijatuhi hukuman mati dan puluhan orang divonis hukuman penjara hingga 15 tahun. (M014/K004) COPYRIGHT © 2010 Ikuti berita terkini di handphone anda http://m. Para pemimpin dunia menyuarakan keprihatinan yang meningkat atas kerusuhan itu. didukung dan diarahkan oleh kekuatan-kekuatan Barat. namun sumber-sumber oposisi menyebutkan jumlah kematian 72. Kubu garis keras di Iran menuduh para pendukung oposisi. yang telah mengguncang pilar-pilar pemerintahan Islam dan meningkatkan kekhawatiran mengenai masa depan negara muslim Syiah itu. Para pemimpin Iran mengecam "campur tangan" negara-negara Barat. Presiden Mahmoud Ahmadinejad.com Simpan dan akses berita ini dari HP anda dengan kode QR dibawah ini. Mailing List "NASIONAL" Diskusi bebas untuk semua orang yang mempunyai perhatian terhadap Kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. meski dipersoalkan banyak pihak.antaranews. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengecam protes pasca pemilu itu dan memberikan dukungan tanpa syarat kepada Ahmadinejad dan mengumumkan bahwa pemilihan itu sah. telah mengobarkan kerusuhan di Iran. yang sudah menghadapi pembatasan ketat atas pekerjaan mereka.D. yang telah membawa Iran ke arah benturan dengan Barat selama masa empat tahun pertama kekuasaannya dengan slogan-slogan antiIsrael dan sikap pembangkangan menyangkut program nuklir negaranya. khususnya AS dan Inggris. yang turun ke jalan-jalan untuk memprotes pemilihan kembali Ahmadinejad sebagai presiden. menurut data resmi. BERCERAI KITA RUNTUH ---------------------------------------------------------------------SELAMATKAN DAN KEMBANGKAN PROSES REFORMASI DIATAS REL DEMOKRASI DAN KONSTITUSI Oleh :M. ---------------------------------------------------------------------BERSATU KITA TEGUH. dinyatakan sebagai pemenang dengan memperoleh 63 persen suara dalam pemilihan tersebut. Delapan orang lagi tewas selama protes anti-pemerintah pada 27 Desember. Sejumlah pejabat Iran mengatakan bahwa 36 orang tewas selama kerusuhan itu.

dll. yang kekuatannya masih tetap utuh di mana-mana dengan sumber daya-manusia dan sumber daya-logistik yang kuat (juga sampai sekarangini). sebab telah terbentuk pemerintahan Habibie yang dijajakan sebagai pembawa aspirasi muslim (untuk mempertentangkan dengan Soeharto yang dianggap sebagai muslim abangan). Paradigma demikianlah yang kini sedang dianut oleh lawan-lawan politik Pemerintah . Pemerintahan Habibie. kebebasan pers. percikan nilai-nilai demokrasi masih nampak di berbagai bidang kehidupan bermasyarakat dan bernegara: kebebasan berpendapat. sehinggaperjuangan reformasi yang kita lakukan tidaklah mudah mencapai sukses sebagai yang kita idealkan. Sehingga pemerintahan di bawah pimpinan Presiden Megawati mereka jadikan sasaran serangan frontal. Apalagi sejak semula perjuangan reformasi sudahterkena batu sandungan. meskipun diktator Soeharto sudah lengser dari tahtanya. mencari) artinya kalau sudah tidak ada lagi hal-hal yang bisa dijelekjelekkan. apapun agama yang disandang tidak mungkin melaksanakan cita-cita reformasi. Pepatah Jawa mengatakan “Entek amek” (Habis. sebab pemerintahan tersebut merupakan rezim neo-orba. yang nota bene adalah rezim orba minus Soeharto. dan tokoh Megawati sendiri. yang mempersulit gerakannya. Meskipun demikian. Di pihak lainnya menghendaki dihentikannya gerakan mahasiswa/pemuda tersebut. 1998. yang terpenggal dengan ilusi pendukungan rezim Habibie. yang mereka pandang sebagai sumber segala macam kesulitan di Indonesia. menurut hemat saya. dicari alasan apa saja yang bisa dipakai untuk menjelek-jelekkan lawannya. Batu sandungan perjuangan reformasi tersebut ditengarai dengan pecahnya gerakan mahasiswa/pemuda ketika melancarkan aksinya melawan kekuasaan rezim Soeharto di MPR/DPR pada th. yang akan menyelamatkan Negara dan bangsa dari kehancuran.Kesulitan yang kita hadapi akibat pemerintahan rezim Soeharto besar sekali. Inilah. Di satu pihak menghendaki terus dituntaskannya perjuangan melawan Orba. kehidupan kepartaian dan lembaga-lembaga negara. Dewasa ini agaknya telah terjadipembalikan pandang yang sengaja direkayasa oleh kelompok-kelompok tertentu. Mereka mengincar semua langkah-langkah pemerintahan Mega-Hamzah agar bisadijadikan penyulut ketidak puasan rakyat dengan maksud untuk menjatuhkan nama pemerintahan MegaHamzah. kesalahan mendasar gerakan reformasi.

Memang harus diakui adanya ketidak tepatan kebijakan pemerintah dalam menetapkan mana yang harus lebih diprioritaskan. Menurut pendapat penulis. kas negara yang kosong karena dijarah oleh penguasa orba. BLBI yang diciptakan oleh orba untuk menyelamatkan konglomerat. Apalagi. pemerintah Mega-Hamzah sesungguhnya adalah “pemerintahan cuci piring” sehabis pesta ria dari pemerintah-pemerintah pendahulunya. yangtidak mudah dibersihkan oleh siapa saja pemerintahnya. bahwa pemerintahan Megawati tidak banyak memperbaiki keadaan krisis di Indonesia. sehingga tidak menumpahkan segala kesalahan hanyalah kepada pemerintah Mega-Hamzah saja. yang sukar dibayangkan sampai generasi ke berapa bisa dilunasi. yang dosanya terhadap rakyat dan negara memang besar sekali. sesungguhnya masalah BLBI inilah yang harus dinomor satukan penyelesaiannya. Tapi kitapun seharusnya berkepala dingin meskipun hati mendidih supaya bisa menilai kenyataan secara proporsional dan obyektif. PDI Perjuangan dan Megawati sendiri. Tapi seharusnya memaklumi bahwa pemerintahan Megawati adalah “pemerintahan cuci piring” setelah pesta ria pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. seperti telah dikatakan di atas. Sebab dalam proses melaksanakan reformasi. kerusuhan etnis dan suku-bangsa yang merupakan akibat kekuasaan orba dan masih banyak lagi kotoran-kotoran yang harus dibersihkan. Sebab dalam kenyataannya dengan diciptakannya BLBI (oleh Soeharto!) pemerintah telah memberikan ’subsidi’ kepada konglomerat-nakal dalam jumlah yang luar biasa . kita pun tidak luput dari kegagalan dan kekurangan yang mungkin bahkan menambah kesulitan rakyat yang sudah sulit.kekayaan alam yang ludes karena dijual kepada asing. budaya KKN yang sudah mengakar di dalam kehidupan masyarakat terutama di lembaga-lembaga negara. Memang harus diakui. timbulnya masalah disintegrasi. Secara singkat: siapa saja pemerintahnya tidak akan bisa menanggulangi akibat musibah tersebut di atas secara cepat. Utang luar negeri yang menggunung. Menyadari hal tersebut di atas tidak berarti kita harus menimpakan segala kegagalan perjuangan dalam era reformasi selalu dan terus menerus kepadaOrde Baru. demi kepentingan politik mereka.Megawati. melaksanakan pembenahan negara dan bangsa.

TLD dan Telepon. Jadi jaksa harus tetap melimpahkan tersangka debitur BPPN ke pengadilan. dibanding dengan subsudi untuk BBM. Baru setelah ada vonis hakim pidana barulah Presiden bisa memberikan kemurahan hati (pembebasan) yang berwujud grasi atau amnesti sesuai pasal14 ayat 1 dan ayat 2 UUD 1945. TDL dan Telepon. tidak menghapuskan delik bersangkutan. Dus. sebab bukan merupakan delik aduan.besarnya. Dalam kaitan masalah keputusan R&D tampak ketidak-tepatan kebijakan pemerintah. Prinsip hukum pidana tersebut dengan tegas secara tekstual diterapkan dalam Pasal 4 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang menyebutkan bahwa pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara. dibebaskan oleh presiden Soeharto dengan alasan kesalahan administrasi yang sudah diselesaikan oleh presiden. yang bisa menyinggung rasa keadilan dan merusak sistem hukum di Indonesia. di mana menteri-menteri yang terindikasi dan jelas melakukan korupsi (tindak pidana). KKN) yang bersangkutan harus dihadapkan kemuka pengadilan pidana. edisiKamis. walaupun sudah mendapatkan R&D dari BPPN. Pemerintah tidak bisa bermurah hati membebaskan mereka dari tuntutan pidana. Bebas Pidana dan Perdata”. (Lihat: Elly Burhaini Faizal “Release and Discharge. Hal itu diperkuat dengan UU Kejaksaan Nomor 5 Tahun 1991 di mana presiden tidak dapat memberi perintah Kejaksaan untuk membebaskan seseorang yang terdapat cukup bukti untuk diduga melakukan tindak pidana korupsi. Kita tidak boleh mengulangi praktek-praktek jaman rezim Soeharto. Penerapan R&D seharusnya hanya pada bidang perdata saja. Pemerintah tidakpunya wewenang untuk menerapkan R&D di bidang pidana.8 Tahun 2002 tentang Release and Dischaarge (R&D) ditinjau kembali. kalau ternyata ada bukti bahwa yang bersangkutan melanggar norma hukum pidana (mis. Asal Bayar. Tapi sebaliknya status “Pencuci piring” di atas tidak dapat selalu dijadikan alat pembenaran dan alat berlindung dari ketidaktepatan/kesalahan . Maka seyogyanya Inpres No. 6/2/2003 ) Jadi pencabutan “subsidi” BLBI inilah yang seharusnya diprioritaskan penyelesaiannya. SUARA PEMBARUAN. sebagaimana peninjauan kembali terhadap masalah BBM.

Tapikita tidak boleh menghancurkan hasil-hasil positif proses reformasi yang tercermin dari nilai-nilai demokrasi dan konstitusi yang kini berjalan. menyebarkan isu revolusi sosial. adalah wajar saja selama dilakukan di atas rel demokrasi dan sesuai konstitusi. Adalah suatu keberhasilan reformasi bahwa dewasa ini semua penyelenggara negara (eksekutif. Apakah adamusuh dalam selimut di dalam pemerintahan Mega-Hamzah? Lepas dari itu. Menyinggung masih maraknya aksi-aksi demonstrasi saat ini. R&D dan sebagainya. masalah pencabutan subsidi dan kenaikan harga BBM.Kebijakankebijakan pemerintah yang dirasakan. diprotes. bahkan kalau perlu didemonstrasi dsb. Tidak mengherankan kalau ada kalangan yang mempertanyakan mengapa pemerintah sampai kecolongan dengan kebijakan yang tidak tepat demikian. Agaknya situasi demikian itulah yang lama ditunggu-tunggu oleh lawan-lawan politik Megawati/PDIP. adalah disayangkan seruan-seruan untuk menggulingkan Pemerintahan Mega-Hamzah. Misalnya. . yang pada zaman era Soeharto tidak mungkin terjadi. Apakah tidak terpikirkan. agaknya ada skenario kotor dari kelompok KN (Kebelet Naikkuasa) yang tak segan-segan menggunakan dan menunggangimasalah kenaikan BBM. BLBI. TDL dan Telepon tersebut untuk kepentingan politiknya. tapi telah menjurus kepada menempuh cara-cara kekerasan dan anarkhis. Hal itu tidak saja menunjukkan bahwa tidak memahami bahwa kita hidup bernegara dan berbangsa dengan dasar konstitusi. Dalam hubungan ini ada beberapa masalah yang perlu mendapat perhatian. Di samping itu pemerintah pun tampak responsive atas tuntutan rakyat agar mengubah kebijakan semula. Tapi tuntutan pendemo telah jauh melenceng dari masalah BBM. legislatif dan yudikatif) dapat diawasi dan dikontrol langsungoleh rakyat. sesungguhnya aksi-aksi demonstrasi yang menentangkebijakan pemerintah tsb. Mereka menyerukan penggulingan Pemerintahan Mega-Hamzah.kebijakan-kebijakan tertentu pemerintahan sekarang ini. pembentukan “presidium” yang dicanangkan akan mengganti pemerintahan sekarang ini. TDL dan Telepon. bisadikritisi. atau dianggap bertentangan atau merugikan kepentingan rakyat. TLD dan Listrik menuju kepada gerakan inkonstitusional. Semuanya harus dilihat secara obyektif dan proporsional. Pertama.

nama Megawati dan PDI Perjuangan. Dan akhirnya. Tantangan Mega untuk beradu di pemilu pun diartikan sebagai tindakan jelek yang kata mereka “Mega tidak mawas diri. Tapi toh mereka terus berteriak “Gulingkan Pemerintahan MegaHamzah”. bukan jalur kekuatan. berilah rakyat kesempatan atau bahkan kita sendiri untuk “belajar berdemokrasi”. . selain berdasarkan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam UUD 45. Kita sudah mempunyai konstitusi (UUD 45 yang telah diamandemen). Dan yang juga sangat penting. Inilah aturan main yang demokratis dan konstitusional yang berlaku di negara-negara demokrasi. Jadi bukan barang baru apa yang diserukan oleh Megawati tersebut. yang mana setiap politisi dan mereka yang menamakan diri golongan intelektual/mahasiswa seharusnya mengetahui bahwa pemerintahan presidensial Mega-Hamzah tidak dapat digulingkan. Padahal seharusnya tantangan Mega diartikan sebagai ajakan berkompetisi melaksanakan proses demokrasi dalammemperjuangkan aspirasi rakyat untuk menegakkan/melaksanakan reformasi di atas rel konstitusional.Sejak semula PDIP telah mencanangkan perjuangannya melalui jalur hukum. yang penting bertujuan menjatuhkan pemerintahan Mega-Hamzah. Apakah tidak menyadari bahwa tindakan mereka adalah inkonstitusional? Menunggangi rakyat (yang dalam keadaan sulit) untuk menimbulkan kerusuhan dan instabilitas politik di dalam negara.siapakah yang akan mengganti setelah Pemerintahan Mega-Hamzah jatuh? Membentuk Pemerintahan Rakyat? Apa ini bukan omong kosong? Apakah tidak dimengerti oleh kelompok-kelompok “revolusioner” bahwa presiden/pemerintah bisa jatuh hanya sesuai ketentuan yang tercantum dalamkonstitusi? Agaknya “ politisi” Indonesia dewasa ini sudah kehilangan pegangan bagaimana melakukan perjuangan untuk reformasi dalam atmosfer demokrasi dan konstitusional. berilah kritik dan pengawasan terhadap kebijakannya berdasarkan aturan main yang konstitusional. berilah penilaian atau putusan/vonis kepadanya dalam pemilu yang akan datang. Bukan anarkhisan. apalagi dengan cara-cara menunggangi situasi kesulitan rakyat. hanya mengandalkan kekuatannya”( Ini juga termasuk dalam “Entek amek”!). Berilah pemerintah kesempatan untuk melaksanakan tugasnya. dengan unjuk kekuatan dan unjuktenggorokan. Atau mungkin sudah sengaja meninggalkannya.

Sungguh sangat tidak masuk akal seruan penggulingan Pemerintah MegaHamzah. kalau kita mau melihat peta politik di Indonesia dewasa ini. Demikian kira-kira gambaran rakyat Indonesia yang menderita kesulitanyang selalu disulut untuk meramaikan gerakan mereka. Mereka hanya melakukan taktik licik dengan menggunakan Habibie yang berbaju reformasi sebagai pelanjutnya dengan teriakan-teriakan reformasi. siapakah yang akan menggantikannya? Padahal sebagian besar parpol-parpol tidak menghendaki dijatuhkannya pemerintahan saat ini.Sungguh suatu tindakan sangat tercela. Apalagi sebentar lagi akan ada pemilihan umum untuk presiden dan anggota DPR/DPD. . Keadaan tanah air yang sudah begitu sulit kini terus dipersulit dengan ulah sekelompok pseudo-revolusioner sok pembela rakyat yang agaknya tak malu-malu berkoalisi dengan kekuatan orba yang ingin revance dengan tujuan menjatuhkan pemerintahan Mega-Hamzah. Langsung atau tidak langsung mereka itu ingin membakar rakyat untuk melakukan kerusuhan.Ibaratnya rumput kering di musim kemarau. tanpa melihat faktor-faktor lainnya. Kalau ada oknum/kelompok revolusioner merasa sok tahu revolusi. Bukankah kalau sudah ada kerusuhan nasional mesti ada “golongan kuat” yang akan bertindak sebagai “penyelamat” negara dan bangsa? Nah di sinilah kita harus waspada siapa yang berkoar-koar tersebut. Jangan dikira bahwa kekuatan rezim Soeharto pada waktu itu sudah lenyap. dikoar-koarkannya isu revolusi oleh sementara oknum atau kelompok adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. tapi di dalamnya tetap tidak berubah. Apakah mereka yang berteriak-teriak tersebut sudah percaya diri akan bisa menjadi penggantinya? Tentu saja jauh tidak mungkin. maka akan terbakarlah. Sama sekali tidak. sesungguhnya mereka perlu belajar pada Pemimpin-pemimpin Revolusi Dunia. apabila disulut dengan api apa saja wujudnya. yang masalahnya tidak semudah mengumbar suara. Seandainya pemerintah Mega-Hamzah ini terguling. Pengalaman gerakan mahasiswa/pemuda tahun 1998 di gedung MPR/DPR janganlah dijadikan ukuran. Jadi maunya apa? Hanya sekedar membikin situasi tambah resah di dalam masyarakat yang sedang ketimpa kesulitan? Kedua.

Ketiga. menyusul diteriakkannya penggulingan Pemerintahan Mega-Hamzah. Pemunculan isu revolusi sosial oleh kalangan tertentu juga menunjukkan keputus-asaan akan cara-cara demokratik dan konstitusional untuk mengatasi kesulitan-kesulitan negara dan bangsa. Jadi gerakan mahasiswa bukan satu-satunya penyebab mengapa Soeharto lengser. Agaknya lawan-lawan politik Megawati tersebut sudah nekad melahirkan kerusuhan dengan segala cara dan bentuknya. Orangpun tidak tahu “binatang apa gerangan” Presidium yang akan menggantikan Pemerintahan Mega-Hamzah. yang harus digulingkan. Rakyat terus menerus digiring kepada pemikiran-pemikiran dan tindakantindakan yang inkonstitusional. Kita akan sangat kerdillah kalau mengatakan gerakan mahasiswa yang disusul dengan peristiwa pelengseran Soeharto tersebut sebagai revolusi. yang sudah bosan melihat tingkah Soeharto yang otoritarian dan KKN. Jelas tindakan tersebut adalah inkonstitusional. Sesudah isu pembentukan Presidium digulirkan. bertentangan dengan UUD. Pada hal di samping lembaga eksekutif /Presiden(pemerintah). Mereka telah salah memilih kacamatasehingga tampak pemerintah Mega-Hamzah sebagai musuh nomor satu. Persoalannya jelas mengapa rezim orba lengser. Karena mereka tidak bisa dan tidak mampu bertarung dalam arena demokrasi. kalau konstitusi dan demokrasi terus menerus dilanggar? Mengapa gagasan pembentukan “Presidium” tidak mereka perjuangkan (setidaktidaknya . digelindingkannya isu pembentukan Presidium sebagai pengganti Pemerintahan Mega-Hamzah adalahjuga suatu cara sengaja untuk menimbulkan situasi instabilitas politik di Indonesia. Kapan kita mulai belajar berdemokrasi. sebab sudah tidak mendapat dukungan lagi dari Amerika Serikat dan negara-negara barat lainnya. dipakainya jalan pintas membakar rakyat untuk “berevolusi” menumbangkan pemerintah yang ada: Pemerintah MegaHamzah. berdasarkan pengalaman sejarah (misalnya pada zaman Soekarno)bahwa kelompok-kelompokyang itu-itu sajalah yang selalu mendalangi kerusuhan dengan menunggangi gerakan mahasiswa. masih ada lembaga-lembaga negara lainnya sebagai penyelenggara kenegaraan di mana tetap penuh kekuataan orba seperti dulu.Jangan dikira rezim orba pada tahun 1998 tidak bisa membuat “peristiwa Tian An Mien” di Jakarta. Lepas siapa tokoh-tokohnya yang tersangkutdalam isu masalah pembentukan presidium.

Tapi yang sangat disayangkan kubu nasionalis sendiri telah mengalami keretakan dan sebagian menghanyutkan diri ke dalam gerakan inkostitusional dalam melawan Pemerintah Megawati. Tapi mereka satu persatu mengingkari keterlibatannya dalam demo-demo tersebut. Gerakan kaum nasionalis di Indonesia dewasa ini tampak menghadapi rival yang cukup memerlukan perhatian yang serius. Dus pembentukan Presidium merupakan tindakan yang inkonstitusional. betulkah .dilontarkan) di MPR ketika proses amandemen berjalan? Tentu menunggu momentum yang dapat ditunggangi! Sudah tersebar kabar angin baik di media massa maupun media internet bahwa di belakang gerakan-gerakan demo menentang Pemerintah tersebut berdiri Wiranto (jenderal kader Soeharto). Tunggu saja tanggal mainnya siapa yang berani minum pertama kali. sebab mereka telah menggunakan modus-modus yang bertentangan dengan nilai demokrasi dan konstitusi. sehingga salah memilih siapa kawan siapa lawan. dan kelompok sakit-hati/iri-hati. Apakah itu termasuk makar atau bukan. Juga sangat disayangkan sekali mereka gagal melihat prioritas dan menentukan sasaran pokok perjuangan kaum nasionalis dewasa ini. biarlah hal tersebut menjadi obyek kajian bagi para peneliti dan pakar hukum. yang nyempal). ekstrem kiri. Bisa dipertanyakan. Sangat disayangkanbahwa di antara kita yang konsekuen pada Pancasila. tapi jelas lembaga Presidium tersebut tidak dikenal di dalam UUD 1945. Adi Sasono (ketua ICMI dan mantan menteri rezim neo-orba Habibie)dan Eros Jarot (bekas tokoh PDIP. PDIP dan Megawati sendiri. sehingga merupakan suatu koktail yang aneh “ingredient”nya dan sangat mencurigakan kelezatannya. Lepas apakah mereka jugaterkait dengan isu pembentukan Presidium atau tidak. antar suku dan etnik tidak cermat melihat peta politik Indonesia dewasa ini. UUD 1945 dan kerukunan dalam kehidupan beragama. kekuatan orba legal dan illegal. Fuad Bawazir (mantan menteri Keuangan rezim Soeharto). NKRI. sebagai jalan pintas untuk mencapai kekuasaan dengan menghindari aturan main yang telah ditentukan dalam UUD 1945. baik sebelum atau sesudah di amandemen. Yang sangat ajaib dalam era reformasi kini isu Presidium tersebutdidukung oleh unsur-unsur kelompok ekstrem kanan.

UUD 1945 dankerukunan masyarakat pluralis dalam agama. Sebaliknya kita harus lebih waspada dan bersatu menghadapi situasi sulit dan kompleks dewasa ini. kotorannya tidak mudah dibersihkan dengan cepat olehpemerintah Mega-Hamzah dan siapapun yang memerintah kemudian. revolusi sosial dan pembentukan Presidium adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab yang bisa menimbulkan instabilitas bangsa dan negara. dan budaya di dalam mengontrol dan mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah hendaknya tidak terperosok kepada tindakan-tindakan bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dan konstitusi yang akan berakibat timbulnyaanarkhisme yang akan mengacaukan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. UUD 1945 yang tak tergoyahkan.bahwa seruan-seruan tersebut tidak saja inkonstitusional. Maka mereka yang konsekuen akan Pancasila. penjeblosan ribuan orang tanpa proses hukum di pulau Buru. menjadikan Indonesia negara miskin karena hutangnya menggunung? Tanpa mengingkari kekurangan-kekurangan pemerintah Mega-Hamzah.bahwa pemerintah Mega-Hamzah adalah “pemerintahan cuci piring” setelah pesta ria pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.bahwa seruan-seruan untuk menggulingkan Pemerintah Mega-Hamzah. yang antara lain telah melakukan pelanggaran-pelanggaran HAM besar (misalnya seperti pembunuhan massal 1965-1966.bahwa pemerintah dibawah pimpinan Presiden Megawati (yang juga adalah Ketua Umum DPP PDI Perjuangan) adalah merupakan benteng penegakkan Pancasila. tapi juga tidak memberikan pendidikan kepada rakyat untuk hidup bermasyarakat dan bernegara yang demokratik dan konstitusional. Marilah kita curahkan tenaga kita untuk menyelamatkandan mengembangkan proses reformasi agar . NKRI. sekali lagi kita perlu menyadari: . Cilacap dan lain-lainnya). . bahasa. NKRI. . isu dan tindakan yang dilakukan oleh orangorang tidak bertanggung jawab untuk merusak situasi sosial politik negara.pemerintahan Megawati ini sudah sejelek pemerintahan Soeharto. etnik. . Perlu dicamkan instruksi Megawati yang menghimbau agar kader PDIP tidak terprovokasi oleh penyebaran informasi. suku.

pers ikut . 01 Februari 2003 Buruk muka. Perlu dicatat. adil. membakar-bakar keadaan hingga benar-benar membakar massa grass root. Maka. Sejalan dengan itu.berjalan di atas rel demokrasi dan konstitusi. terutama tabloid. merupakan salah satu buah terpenting dari era reformasi (yang dipelopori mahasiswa). pers dibelah [Taufiq Ismail] / Budiman S. pers juga berperan mensosialisasikan gagasan untuk membantu mendorong perubahan sosial ke arah yang lebih baik. ‘memotret’ situasi. mengipas-ngipas. peran pers pertama-tama ialah (sekedar) memberitakan fakta. pers juga berperan untuk melakukan social control dan oleh karena itu harus independen. Hartoyo MARAKNYA penerbitan pers dewasa ini — dan bersamaan dengan itu juga sering terjadinya konflik sosial — rupanya membentuk asumsi di kalangan beberapa orang. Ketika itu. sering pula menurunkan berita utama dengan judul yang ‘keras’. sebagian (besar) pers merupakan corong partai politik alias pers partisan. menyampaikan fakta secara obyektif. Pers bebas. Benarkah pers. yang karena gampang terbakar lantas disebut sebagai ‘akar rumput kering’ itu? Sesungguhnyalah. sengaja atau tidak. dan cukup bijak. tanpa memahami kodrat pers. bahwa pers bebas di era reformasi sekarang sangat berbeda dengan pers bebas di era tahun 1950-an yang lazim disebut (secara kurang benar) sebagai ‘zaman liberal’. meskipun ada juga beberapa di antaranya yang independen. beberapa pejabat dan politisi serta-merta menuding pers ‘memanas-manasi. untuk disampaikan kepada publik. Jika pers mengkhianati publik. jujur. yang layak kita syukuri. Artinya. Di samping itu. Apalagi (sebagian) penerbitan. seolah-olah sedikit banyak pers punya andil sebagai (salah satu) pemicu kerusuhan. seperti yang kita nikmati sekarang. Ketika itu. pers haruslah bersikap independen. Nederland. membakar-bakar’ situasi. berimbang. dengan sendirinya akan ditinggalkan oleh masyarakat pembaca. Oleh karena itu. pers harus berpihak dan bertanggung-jawab kepada publik. yang lebih mengutamakan kepentingan partai ketimbang kepentingan publik. hingga kerusuhan semakin merebak.

di tahun 1950-an juga merupakan era multipartai. bahkan mungkin punya andil dalam memperkeruh keadaan hingga mendorong timbulnya konflik? Seperti halnya masa kini. briefing dan peringatan kepada . Benarkah pers bebas saat ini membahayakan pendidikan politik. Mahbub Djunaedi. yaitu tafsir Pancasila ajaran ‘Pemimpin Besar Revolusi’ Bung Karno.mengambil bagian dalam pertikaian politik antarpartai yang oleh Bung Karno disebut gontok-gontokan. Sejalan dengan itu pers. sebagaimana tertulis dalam acuan diskusi. rezim Orde Baru telah mengkhianati UU yang telah dilahirkannya sendiri. ketika itu media massa diwajibkan menjadi ‘alat revolusi’. Seperti halnya semua parpol dan ormas. Persis seperti P4 yang merupakan tafsir Pancasila ala Soeharto. Menjelang tahun 1960-an. Yang dimaksud dengan masa transisi ialah sampai dengan terbentuknya pemerintahan baru hasil pemilihan umum 1971. pers yang mulai bangkit dari trauma ‘demokrasi terpimpin’ benar-benar ingin bebas. dan sebagai jawaban Bung Karno terhadap ‘demokrasi liberal’. Dan anehnya. Bung Karno menganjurkan agar semua kekuatan politik. pers tak lagi bebas. Celakanya. saling jorjoran manipolis. “menimbulkan bayang-bayang yang mengancam proses pendidikan politik masyarakat ke arah yang tidak edukatif”. yang berhasil merumuskan UU Pokok Pers (1966). misalnya. yang lahir berkat Dekrit Presiden 5 Juli 1959 untuk kembali ke UUD 1945. Yang tidak manipolis digulung dan dituding sebagai ‘musuh revolusi’. ikut meramaikan konflik politik. beberapa waktu lalu juga khawatir kalaukalau kebebasan pers saat ini. tercermin dari upaya sejumlah tokoh pers. ‘reaksioner’. Ketika itu perbedaan pendapat. bahkan penyelenggara sebuah diskusi publik di Jakarta. dan harus berpedoman kepada Manipol-Usdek. ‘kontra revolusi’ — seperti halnya stempel ‘subversif’ di zaman Orde Baru. baik yang independen maupun yang berafiliasi kepada partai politik. bahkan juga konflik antarpartai. Wajah pers bebas ternyata cukup membikin keder sebagian kaum birokrat sebagai wakil kekuasaan negara. Hal itu. antara lain (almarhum) H. tepatnya memasuki zaman ‘demokrasi terpimpin’. cukup tajam. Dalam UU tersebut tercantum satu ayat yang sangat penting (”bagi pers nasional tidak dikenai breidel”). hingga Bung Karno menjuluki zaman itu (secara salah kaprah) sebagai zaman ‘demokrasi liberal’. termasuk media massa. Himbauan telepon. dan sebagai konsekwensinya dicantumkan pula satu ayat pendukungnya yang menyebutkan bahwa SIT (Surat Izin Terbit) hanya berlaku selama masa transisi. Di era Orde Baru di tahun 1970-an. Partai oposisi sering mampu menggoyang dan menjatuhkan kabinet (yang didominasi oleh partai yang berkuasa).

dan benar-benar bebas. menuduh konflik horisontal tersebut garagara pers yang ‘memanas-manasi’. sementara di zaman ‘demokrasi terpimpin’ dan di zaman Orde Baru pers kurang bebas karena represi kekuasaan. Memang (dulu) ada Harian Duta Masyarakat (NU). bahkan breidel tetap saja berlangsung. tidak ada satu pun pers yang tampil sebagai pers partisan murni. baik di era tahun 1950-an (‘demokrasi liberal’). Berbeda dari ‘zaman liberal’ yang tidak melahirkan konflik horisontal. di era Orde Baru — sejalan dengan pertumbuhan konglomerasi bidang ekonomi — tumbuh menjadi ‘pers industri’. dan Harian Abadi (PBB). Pers sekedar meliput. di tahun 1950-an dan 1960-an hampir tak ada pejabat yang menuduh pers ikut ‘memanas-manasi’ atau ‘memancing-mancing’ situasi.Kini. memotret. Tabloid Demokrat (PDI). keempat media massa tersebut tidak murni pers partisan. tak ada ancaman bom di masyarakat. Bahkan SIT bukannya dicabut. di era reformasi ini pers tampil (relatif) lebih independen. Di lain pihak. Padahal. Saat ini. umumnya para pejabat dan juga politisi yang tidak mengerti demokrasi.pemimpin redaksi. maupun di tahun 1970-1980-an (Orde Baru).Yang menarik. Kecuali jika menyiarkan berita tentang konflik dan kerusuhan sudah dilarang. Pers berusaha menggeliat menggapai kebebasan. Satu hal yang selama ini dilupakan ialah. tapi justru dilestarikan bahkan diperkuat sebagai lembaga SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) oleh mantan Menteri Penerangan Harmoko — yang ironisnya tetap mengaku ‘berjiwa wartawan’ dan ‘kerakyatan’. dan jangan harap publik akan membacanya. untuk kedua kalinya — setelah berjarak hampir satu generasi — kita kembali mengalami sistem multipartai. Tabloid Amanat (PAN). seperti halnya di zaman Orde Baru dan di zaman transisi sekarang. yang ‘ngipas-ngipasi’. konflik tersebut sudah terjadi sebelum pers memberitakannya. Tak ada konflik SARA (suku-agama-ras-antargolongan). Dan buat kedua kalinya pula kita menikmati kebebasan pers. tahun 1960-an (‘demokrasi terpimpin’ alias Orde Lama). tidak ada kerusuhan disertai pembakaran pusat-pusat perdagangan. sementara yang diizinkan hanyalah peristiwa yang ‘baik-baik’ saja. jika di zaman ‘demokrasi liberal’ (sebagian besar) pers cenderung partisan. konflik yang merebak di masyarakat sekarang ini sangat jelas merupakan letupan dari kemampetan yang selama ini diderita oleh manusia Indonesia. Tulis saja semua hal yang serba baik. Bedanya. sebab pemilik modalnya bukan 100% partai yang bersangkutan. Selama 32 tahun . melainkan Grup Jawa Pos. hampir tidak ada konflik sosial secara horisontal dan spektakuler seperti sekarang. memberitakan fakta sebagai fakta. Hal lain yang juga menarik. Apa yang disebut Bung Karno sebagai gontok-gontokan tak sampai berdampak secara luas. mengapa di era reformasi ini konflik horisontal seolah-olah merupakan ‘anak zaman’? Beberapa orang. pers yang semula merupakan ‘pers perjuangan’ kemudian menjadi ‘pers partisan’ (kalau bisa disebut demikian). Tapi. tapi tetap saja terbentur pada ketentuan SIUPP.

Tapi. prasyarat demokrasi ialah multipartai dan pers yang bebas. tidak lagi diselesaikan di bawah tekanan kekuasaan negara. Tapi. Memang ada kambing hitam yang dengan mudah dan aman dituding-tuding. orang bingung. Konflik sosial. Kalaupun pers kita saat kini sudah kebablasen (dengan kriteria yang tak jelas). Bahkan sebagian besar pers terkesan konservatif. Pers yang bebas menyajikan sejumlah pilihan. mereka niscaya akan bangkit membebaskan diri.Apakah pers kita saat ini sudah kebablasen? Menurut saya. lambat-laun akan ditinggalkan oleh pembacanya. dan semacamnya. mahasiswa dan pemuda yang kini berusia 25 sampai 30 tahun — yang secara kodrati progresif dan memiliki daya nalar kritis — merupakan korban represi tersebut. Kita memang tengah belajar berdemokrasi. Entah bersembunyi di balik azimat apa. dan publik bebas pula menentukan pilihan mereka. percayalah. tapi hal itu tidak dengan sendirinya lantas menolak demokrasi.Pers bebas merupakan salah satu alat pendidikan (dan pendewasaan) sikap dan perilaku berpolitik. satu dan lain hal karena ingin ‘menjaga harmoni’ dengan kekuasaan. apalagi jika kita percaya bahwa hati nurani dan akal sehat (common sense). Sementara pers yang tidak memperjuangkan kepentingan publik. hal itu bukan pula bisa menjadi alasan untuk membatasi kebebasan pers.terkungkung tanpa penyaluran. sesungguhnya semata-mata merupakan ‘buah’ dari penyakit kronis yang diidap masyarakat yang selama 32 tahun terinjak hak-haknya. Dan kini dengan gampang dan enak orang bicara tentang demokrasi. Padahal. tanpa mengerti apa yang mereka omongkan. yaitu provokator (sementara pers dituding ‘manas-manasi’). belajar toleran dalam sebuah masyarakat yang multikultur. menjadi pers partisan atau sensasional misalnya. terbuka. ketika kran dibuka air bah pun membludak tak terbendung. tidak kritis. tapi sang provokator tak kunjung tertangkap. Dan merekalah pula yang kini tampil sebagai pelopor pendobrakan untuk membuka kran reformasi. sementara nalar kritis terpasung secara perlahan-lahan. Kalaupun ada yang kebablasen (sekali lagi . kebebasan. belum. transparansi. Sebagian besar pelajar. Toh selama ini belum (tidak) ada kriteria tentang apa yang disebut kebablasen itu. takut. Tingkat pendidikan dan kecerdasan masyarakat memang relatif masih rendah. dengan atau tanpa pers bebas. Tapi. Dan yang disalahkan (lagi-lagi) pers. hidup bersama orang lain yang sikap dan pendapatnya berbeda. hal itu tidak otomatis lantas menjadi alasan menolak pers bebas. Mereka cukup kritis. persoalan-persoalan negara dan masyarakat bisa diselesaikan secara publik. Sebab. Sangat tepat penyair Taufiq Ismail yang menulis puisi yang hanya terdiri dari satu baris yang berbunyi: Buruk muka pers dibelah. Allahu a’lam bish-shawab. Yang tumbuh hanyalah apatisme. rakyat — yang tingkat pendidikan dan kecerdasannya rendah sekalipun — bukanlah orang-orang bodoh. begitu sejumlah partai lahir dan pers tampil bebas. Dengan multipartai dan pers yang bebas. merupakan hal yang seharusnya kita perhitungkan.

bahwa ratusan media massa yang terbit saat ini belum memadai bagi rakyat Indonesia yang jumlahnya lebih dari 200 juta. Juga tidak ada breidel. moral. dan itu sah-sah saja. Dan kini. Cuma yang jadi masalah bertanggung-jawab kepada siapa? Yang pasti bukan kepada penguasa. Menteri Penerangan Mohamad Yunus Yosfiah. pejabat atau politisi yang menuding pers kita kebablasen itu tiada lain karena belum terbiasa dengan pers bebas. Mungkin ada beberapa tabloid yang bisa dikategorikan sebagai yellow paper. dan menulis dengan bahasa dan gaya yang memikat. mereka juga harus independen. adalah Yunus Yosfiah yang dalam konteks pers bebas berpikiran sangat progresif. setelah 32 tahun tanpa absen kebagian jatah cekokan resep Orde Baru. bahkan dari rancangan PWI (Orde Baru) sendiri. melakukan investigative reporting. memiliki dedikasi dengan integritas tinggi. melainkan kepada nilai-nilai: kebenaran. Tapi. kepentingan umum. Dalam konteks pers bebas.dengan kriteria yang tak jelas) hal itu bukanlah merupakan main stream. Dalam hal ini. bahwa dewasa ini upaya ‘perjuangan’ untuk kebebasan pers (kalau bisa disebut demikian) justru datang dari pemerintah. tidak ada pembatasan memperolehnya. Besar dugaan. bahwa Yunus Yosfiah pula — dan justru bukan para tokoh pers yang terhormat — yang menyatakan. tapi secara keseluruhan pers kita cukup baik dan dewasa. Tak perlu disebutkan ‘pers yang bebas dan bertanggungjawab’. Ia merancang UU Pokok Pers yang sangat progresif. dengan singkat bisa dijelaskan. Sangat ironis. termasuk keberanian untuk menolak amplop. setelah Menteri Penerangan Mohamad Natsir di tahun 1950-an. beberapa bulan sebelum pemilihan umum 1999. Jakarta Pusat. Jalan Jenderal Gatot Soebroto. memotret. bahwa pers kita saat ini belum kebablasen. bahwa di dalam kebebasan itu sendiri secara implisit ada rasa tanggung-jawab. « Perawan yang Menangis itu Bernama Toba . bahwa pers bebas merupakan tolok ukur bagi demokrasi. dan memiliki idealisme untuk membela kepentingan publik. seringkali orang berasumsi bahwa pengertian ‘bebas’ seolah-olah bebas sebebas-bebasnya. keadilan. sebab dalam pengertian ‘bebas’ sudah terkandung rasa ‘tanggungjawab’. hukum. Sangat menarik. jauh lebih liberal ketimbang rancangan DPR-RI. Barangkali. meskipun SIUPP masih dipertahankan. belajar menimbang dan mengukur tulisan dengan nilai dan moral. Padahal. Bagaimana dengan si wartawan? Mereka tak cukup hanya belajar jurnalistik hingga mampu trampil dan lihai mewawancarai. *) Makalah ini dibacakan dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Komite Pendidikan Pemilih (KPP) di Gedung YTKI.

.

.

Agama Bukan Pe .

.

.

25 Juli 2008 ARTIKEL Reformasi Telah Mati Tags: Reformasi Wacana reformasi dan demokratisasi total. sungguh mengerikan reformasi hanya .Jumat. Gelombang reformasi pun menumbangkan rezim Soeharto yang telah berkuasa lebih 30 tahun. Kini perjalanan reformasi telah mencapai 10 tahun. telah membius rakyat Indonesia dan menjelma menjadi kekuatan dahsyat menjelang Mei 1998.

Abdurrahman Wahid. rakyatnya setiap hari antre minyak tanah (kerosine) sekadar untuk men-dapatkan dua liter minyak. minyak goreng dan beras ini menjadi pemandangan set-back seperti setengah abad yang lalu di zaman orde lama.membukukan kehancuran demi kehancuran bangsa ini. Contoh paling nyata adalah ketidakmandirian bangsa di bidang pangan. sosial politik. Tapi empat presiden ini ternyata tidak mampu mengenyahkan dan menyembuhkan penyakit kronis bernama: Krisis Multidimensi. perta-hanan dan keamanan selalu dilaporkan serba maju. Indonesia yang dikenal teritorialnya 70 persen terdiri lautan. Inilah fakta ironis dan menyakitkan. hakikatnya bangsa Indonesia bisa mengambil pelajaran sangat faktual sepanjang perjalanan reformasi ini. Indonesia sebagai negara agraris dan maritim terbesar di dunia. dan legislatif terdiri parlemen parpol dan politisi. meningkat dan membaik. Namun ironisnya Indonesia yang telah menjalankan kehidupan politik yang sangat demokratis itu. Misalnya pemerintah terus-menerus melaporkan kema-juan ekonomi. hingga hari ini? Perjalanan era refor-masi ini niscaya amat dibanggakan para pelaku dan penyelenggara Negara. bupati-walikota pun telah digelar di seluruh wilayah Indonesia dan menghasilkan belasan gubernur baru . ekonomi Indonesia terus terpuruk. beras. Capaian-capaian ekonomi. namun rakyat Indonesia terutama para penguasanya seringkali mendapat pujian dari negara-negara Barat. Pemilihan presiden secara langsung (2004) telah menghasilkan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Menjadi Bius Memabukkan Setelah sepuluh tahun reformasi berlalu. dimulai dengan krisis minyak goreng. Pemandangan antre minyak tanah. kedelai. sungguh ironis kini pun telah mengimpor garam. Megawati dan kini Susilo Bam-bang Yudhoyono) pun telah silih berganti naik ke kursi kekuasaan dengan meng-usung sistem politik yang reformis. Bahkan krisis ini berkobar menjadi-jadi. Walau kondisi bangsa Indonesia se-makin terpuruk. Angka kemis-kinan dan pengangguran terus-menerus meningkat. Padahal fakta yang berlaku sebenar-nya justru diagonal terbalik. Indonesia sebagai penghasil minyak bumi. Bagaimana membaca secara konkrit dan obyektif hasil reformasi sepuluh tahun terakhir ini (Mei 1998-Mei 2008)? Apa yang terjadi sejak presiden Soeharto berhasil ditumbang-kan. Harga-harga kebutuhan bahan pokok terus melejit tak terkendali bahkan bahan baku yang semakin mahal itu sulit dicari di pasaran dan bisa diperoleh dengan antre. Rakyat Indonesia bagai terjebak dalam sistem demokrasi yang telah men-jeratnya dalam sistem Kapitalisme Global yang terus mengisapnya habis-habisan. demokratis menggantikan rezim dikta-torial yang dijalankan presiden Soeharto lebih tiga dasawarsa. kini (2008) rakyatnya bergejolak dalam krisis susul-menyusul. Kemandirian bangsa di segala bidang mengalami kemerosotan yang sangat mengenaskan. Lebih dari itu Pilkada Gubernur. Indonesia disebut sebagai negara demokratis terbesar di dunia setelah AS dan India. padahal yang terjadi kini bangsa Indonesia justru mengalami pun-cak krisis ekonomi yang telah berlangsung lebih 10 tahun terakhir ini. minyak tanah. Angka-angka kemiskinan semakin membengkak jum-lahnya. yudikatif. Empat presiden (Habibie. baik eksekutif.

Apa yang didapat setelah rakyat Indonesia kini dipimpin oleh presiden dan kepala daerah yang dipilih secara langsung oleh rakyat itu? Negatif. Maraknya pendirian partai politik baru sebagai peserta Pemilu 2009. Sementara penelitian sebuah koran nasional di ibukota menegaskan bahwa kepemimpinan baru hasil pilkada ternyata tidak mengubah prestasi yang dicapai kepala daerah sebelumnya yang dihasilkan dengan mekanisme lama (dipilih melalui DPRD). Bahkan jika Pilkada kelak sudah digelar secara keseluruhan. Inilah jawaban yang merata. Pusaran dan tarikannya telah mencip-takan politik uang yang membawa konsekuensi koruptif dan menghalalkan tujuan dengan segala cara. melainkan ? kehebohan? orang-orang yang itu-itu juga dan selama ini selalu mengail di pusaran ? bisnis partai?. Bersamaan dengan itu perfor-mance partai politik semakin terpuruk di mata rakyat secara luas. Pelajaran satu dekade perjalanan reformasi ini sejatinya amat gamblang dan mudah untuk disimpulkan. Ratusan anggota parlemen daerah telah diadili dalam kasuskasus korupsi. sedangkan biaya untuk gubernur mencapai Rp 500 milyar. Model politik era reformasi ini secara pasti telah menempatkan partai politik menjadi ?panglima?. Model Pilkada langsung memang telah menyeret bangsa ini pada pusaran bahaya di masa dekat yang akan menghancurkan seluruh sendi-sendi kehidupan rakyat Indonesia. pemaksaan swatanisasi . Mulai pembekuan bank. kini bahkan anggota DPR pusat pun mulai dijebloskan ke penjara KPK. Jumlah golput semakin membengkak mendekati angka 50 persen. Kini masyarakat luas dengan caranya sendiri ?menolak? sistem yang ternyata justru membuat rakyat menderita. Hal ini karena perilaku politisi khususnya di parlemen yang amat koruptif dan tidak peduli kendati kritik bertubi-tubi diarahkan ke parlemen. Biaya Pilkada bupati disebut-sebut sedikitnya Rp 200 milyar. bukan mencerminkan meningkatnya gai-rah rakyat menyongsong Pemilu 2009. Agenda asing (Barat) telah mendikte perubahan yang kini terjadi di Indonesia dan terus terulur hingga hari ini. Dimulai dengan campur tangan IMF dengan berbagai formula yang dipaksakan menjelang dan awal reformasi dan justru menghancur-kan ekonomi negeri ini. Membayangkan ekses Pilkada dengan politik uangnya memang mengerikan.Pejabat baru yang terpilih niscaya akan mengem-balikan modal yang telah ia keluarkan karena sebagian justru diperoleh dari sumbangan dan utang. sekaligus menerap-kan oligarki partai politik yang justru ? membunuh? aspirasi di luar partai politik. Adalah PBNU melalui Ketua Umum Hasyim Muzadi menyentak dengan imbauannya agar Pilkada dihentikan di Indonesia dan kembali ke sistem lama. telah menyurutkan optimisme Indonesia bisa melanjutkan model politik ini. Pil-kada semakin banyak diikuti partisipan golput alias memboikot. Eksistensi mereka sejatinya hanya ?dagelan? yang sangat tidak lucu karena mempermainkan nasib bangsa Indonesia yang terus terpuruk. belum lagi ekses Pilkada dengan kerusuhan yang dikobarkan pihak yang kalah. Dipastikan partai-partai baru itu dibentuk oleh pengurus partai-partai gurem yang telah terpuruk sebelumnya. Praktek Pilkada yang sarat dengan politik uang.puluhan bupati-walikota (hampir mencapai seratus orang). maka catatan statistiknya hampir setiap hari akan di-gelar Pilkada di suatu daerah di Indonesia.

Alqiyadah Al Islamiyah-nya Ahmad Moshadeq. Bersamaan dengan itu. Muncul aliran-aliran sesat. Yang paling mengerikan adalah rezim Susilo Bambang Yudhoyono idem-ditto belaka dengan tiga presiden sebelumnya di era reformasi yakni tak bisa mengubah status utang Indonesia. tapi sudah menyangkut aqidah yang konsekuensinya dunia akhirat. Tekanan kehidupan sehari-hari menyebabkan semakin sering ter-dengar kabar keluarga-keluarga yang bunuh diri bersama-sama antara bapak-ibu dan anak-anaknya. jumlah angka kemiskinan akan bertambah meroket sekitar 15. Ahmadiyah.dengan kenaikan BBM 30 persen ini akan mendorong inflasi 26. Negara dan bangsa ini akan terus diseret ke jurang kehancuran oleh rezim refor-masi. pemerintah Indonesia setiap tahun harus membayar bunga sebesar AS$ 12. Pemerintah hanya sekadar menyelesaikan persoalan ini secara hukum. Padahal ketika pemerintah menaikkan BBM 125 persen pada Oktober 2005. kondisi bangsa Indonesia di bawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono justru meng-alami kesulitan kehidupan yang kian menghimpit. Di bidang sosial keagamaan.8 juta jiwa. Pemerintah reformasi tak mampu melindungi umat dari penye-baran aliran sesat tersebut. Sungguh mengerikan nasib bangsa Indonesia di tangan rezim reformasi. Sampai-sampai kantor berita AP .Pemretelan kekuasaan presiden dengan dibentuknya puluhan komisi-komisi. Padahal utangnya tak berubah alias tak berkurang satu dolar pun.95 milyar. Reformasi yang mengagung-agung-kan HAM (hak asasi manusia) seperti memberi angin bagi upaya perusakan Islam. Baha'i dilegal-kan. Yang jelas catatan dalam perhitungan statistik dengan kenaikan BBM Juni 2008. Bisa dibayangkan rencana kenaikan BBM ini niscaya belaka akan menjebol seluruh daya tahan rakyat Indonesia.68 juta jiwa. Sangat menge-rikan. Padahal ini bukan ranah hukum semata. Konsep reformasi seperti ini ternyata hanya menjadi ?jembatan? menuju kehancuran bangsa Indonesia.34 milyar ditambah obligasi AS $ 90.94 persen. dan aliran-aliran sesat lokal lainnya. pemerintah tegas-tegas menjanjikan tidak akan menaikkan BBM sampai 2009. Kondisi semakin parah karena pemerintah ?nekad? menaikkan BBM sampai 30 persen. kerusak-an seolah dibiarkan. rezim Kapitalis Global.BUMN.Angka resmi pemerintah jumlah rakyat miskin mencapai selama ini adalah 16. Perjanjian utang sebesar itu diterapkan dengan rente ala ribawi yang sangat eksploitatif jauh dari adil dan dipaksakan para ?penjajah? baru. Tepat di usia reformasi memasuki dekade pertama (Mei 2008). Kekacauan diprediksi bakal mengiringi kenaikan BBM sekitar Juni 2008 mendatang.29 milyar terdiri pinjaman dengan perjanjian utang sebesar AS $ 63. kehidupan yang mengagungkan kebebasan tumbuh subur. Selanjutnya muncul ke permukaan aliran Salamullah-nya Lia Aminudin. Kini utang pemerintah seperti diumumkan Depkeu adalah AS$ 155. Pornoaksi dan pornografi marak di mana-mana.4 milyar atau sebesar Rp 114 trilyun. Dengan bunga 8 persen setahun. Bahkan sejumlah politisi meyakini akan terjadi suasana yang kacau (chaos) disusul terjadi instabilitas negara. dengan menjual aset-aset strategis milik Negara. dan yang paling vital adalah perubahan UUD 45 yang kini berubah 125 persen menjadi liberalistis. Di zaman Gus Dur.85 persen atau 36.

Reformasi tsb merupakan akhir dari rentetan berbagai peristiwa anarkis sejak tahun 1997 yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. politik bebas aktif tak lagi menjadi acuan. Malah tahun lalu. Malah dalam masa pemerintahan SBY sekarang. bertepatan dengan lengsernya mantan Presiden Suharto dari kursi kepresidenan Indonesia yang telah didudukinya selama 32 tahun.(Assosiate Press) dalam surveinya menyebut Indonesia sebagai surga pornografi terbesar kedua setelah Rusia. Puncak dari peristiwa anarkis tsb terjadi di Jakarta tanggal 13-14 Mei 1998. melengkapi . siapa otak di belakang peritiwa berdarah dengan korban jiwa lebih dari 1000 orang dan korban harta benda yang tidak terkira besarnya. yang sampai sekarang masih belum terkuak. kursi presiden yang kosong ini secara otomatis digantikan oleh Wakil Presiden saat itu. tercatat dua peristiwa yang dirasakan sebagai pukulan yang sangat menyakitkan bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia. Di mana nurani mereka??? REFORMASI DI INDONESIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP MASYARAKAT TIONGHOA INDONESIA. Praktik tirani minoritas terhadap mayoritas sangat kasat mata. dan peristiwa yang kedua merupakan titik akhir dari pemerintahan Orde Baru tsb. para penguasa dan wakil rakyat menunjukkan perilaku hedonis. dalam kondisi susah. yaitu peristiwa G30S PKI tahun 1965 dan kerusuhan Mei 1998. sempatsempatnya dia membuat dan merekam lagu serta nonton film ramai-ramai. Selama kurun waktu pemerintahan Orde Baru tsb telah dilahirkan berbagai Peraturan dan Keputusan Pemerintah. Selama berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak tanggal 17 Agustuis 1945. Mereka seolah membiarkan rakyat tersiksa akibat krisis berkepanjangan. yaitu BJ Habibie. Sejak reformasi Indonesia cenderung ke Ame-rika. mungkin karena takut dengan Amerika. Indonesia mendu-kung sanksi terhadap Iran dalam kasus pengembangan energi nuklir Iran. Peristiwa yang pertama merupakan titik awal pemerintahan Orde Baru di bawah Presiden Suharto. Peme-rintah dikecam habis umat Islam. Yang menyedihkan lagi. Lagi-lagi pemilik modal dan orang-orang yang punya link dengan asing yang mempengaruhi kekuasaan dan kebijakan ne-gara. Dalam politik luar negeri. Berdasarkan UUD 45. Reformasi di Indonesia secara resmi dimulai tanggal 21 Mei 1998. Ini kare-na pemerintah dan DPR lebih memen-tingkan kaum pemuja kebebasan dari-pada mayoritas penduduk Muslim. yang langsung ataupun tidak langsung diskriminatif terhadap masyarakat Tionghoa. Undang-undang yang mengatur perilaku itu hingga kini tak keluar. Pembahasannya berlarut-larut.

di mana salah satunya adalah: Menghentikan penggunaan istilah “pribumi” dan “non pribumi” dalam semua perumusan dan penyelenggaraan kebijakan. yaitu melalui Keputusan Presiden No.3/4/12.Peraturan-peraturan dan UU lama peninggalan pemerintah kolonial Belanda yang juga diskriminatif terhadap masyarakat Tionghoa. Keputusan serupa sebenarnya sudah diterbitkan pada tahun 1996 pada masa pemerintahan presiden Suharto.Peraturan Menteri kehakiman No. . BJ Habibie mengeluarkan Inpres (Instruksi Presiden) No. . BJ Habibie juga menerbitkan Inpres No. perencanaan program. Gejolak politik di Indonesia yang belum mereda saat itu menyebabkan pemerintahan BJ Habibie. . tetapi bukan dengan nama Indonesia. . Dalam prakteknya banyak yang mengganti namanya dengan nama barat atau nama lain yang tidak berbau nama Tionghoa.14 tahun 1967 tentang Larangan Menjalankan Agama. Empat bulan setelah berkuasa.Pada tahun 1967 beredar anjuran setengah memaksa bagi orang Tionghoa untuk mengganti namanya menjadi nama Indonesia.26 tahun 1998 yang berisi 5 poin. tentang pembuktian seseorang sebagai warga negra Indonesia tidak perlu lagi dengan menggunakan SBKRI.Keputusan Seminar AD di Bandung tahun 1967 yang menetapkan penggunaan istilah Cina untuk menggantikan istilah Tionghoa dan Tiongkok. di mana sebelumnya Tionghoa diidentikkan dengan non pribumi. yang berarti agama Konghucu tidak diakui lagi di Indonesia. tercatat suatu perubahan yang cukup signifikan yang telah dilakukan oleh BJ Habibie dalam hubungannya dengan masyarakat Tionghoa di Indonesia. Beberapa peraturan yang dirasa sangat menyakitkan masyarakat Tionghoa adalah : . Jelas Inpres ini menjadi angin segar menuju berkurangnya diskriminasi resmi pemerintah terhadap masyarakat Tionghoa. yaitu sejak 21 Mei 1998 s/d 20 Oktober 1999. namun di lapangan dengan berbagai alasan Kepres tsb tidak dipatuhi oleh . dengan segala kekurangannya. 14 Maret 1978 tentang kewajiban menunjukkan SBKRI (Surat Bukti Kewarganegaraan Indonesia) bagi orang Tionghoa untuk mendapatkan surat2 keterangan resmi dari instansi pemerintah. tetapi cukup dengan KTP dan atau Akta Kelahiran. JB. Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina di muka umum. 477/74054 tanggal 18 Nopember 1978 yang meniadakan kolom agama Konghucu pada dokumen2 resmi pemerintah. yang dianggap sebagai kepanjangan Orde Baru hanya berlangsung 1.Inpress No. tepatnya 16 September 1998.56 tahun 1996 tentang Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia. ataupun pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan.5 tahun. Meskipun demikian.4 tahun 1999.Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.

477/74054 tanggal 18 Nopember 1978 telah dicabut oleh Mendagri RI. yaitu : . Tetapi dalam masa pemerintahan Megawati. Sejak masa pemerintahan Gus Dur.Melalui Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 383 tahun 2001. Abdurachman Wachid (Gus Dur) sebagai Presdien RI berikutnya menggantikan BJ Habibie. masih menunggu saat yang tepat.I.Instruksi Presiden No. ditetapkan Tahun Baru Imlek 2553 yang jatuh pada hari Selasa 12 Pebruari 2002 sebagai Hari Libur Fakultatif. tetapi diyakini oleh berbagai pihak jumlahnya meningkat cukup tajam. terhitung mulai tanggal 23 Juli 2001. dicabut oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid dengan Keputusan Presiden No. boleh kembali menggunakan nama Tionghoa mereka.H.Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. Namun karena situasi politik dan ekonomi waktu itu masih belum stabil.para pejabat pelaksana yang bersangkutan. Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina di muka umum. cukup banyak juga orang Tionghoa yang belum berani terjun ke politik.477/805/SJ tanggal 31 Maret 2000 . Tidak ada data yang pasti berapa jumlah orang Tionghoa yang terpilih sebagai anggota DPR. minat berpolitik masyarakat Tionghoa semakin meningkat dan semakin banyak orang Tionghoa yang terdaftar sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2004. Gus Dur akhirnya dimakjulkan (impache) dalam Sidang Istimewa MPR untuk digantikan oleh Megawati Sukarno Putri sebagai Presiden R. Ketidak jelasan ini disebabkan sukar membedakan orang Tionghoa dan non Tionghoa hanya dari namanya saja. didampingi Wakil Presiden Megawati Sukarnoputri. DPRD tingkat I ataupun DPRD tingkat II. tertanggal 23 Juli 2001. khususnya menjelang persiapan Pemilu 2004.6 Tahun 2000. . di mana Menko Perekonomian waktu itu dijabat oleh Kwik Kian Gie yang notabene orang Tionghoa. Namun dalam situasi politik yang masih panas. Suryadi Sudirja dengan SE Mendagri No. diputuskan melalui votting yang alot untuk mengangkat K. sedikit banyak telah mendorong minat orang Tionghoa untuk aktif berpolitik. kecuali yang menggunakan nama Tionghoa. dan sebaliknya banyak orang2 non Tionghoa yang secara pisik mirip orang Tionghoa. Secara pisik juga cukup banyak orang Tionghoa yang tidak bisa dibedakan lagi dengan non Tionghoa. 14 Tahun 1967 tentang Larangan Menjalankan Agama. Pada masa pemerintahan Gus Dur ini tercatat 3 keputusan penting dan fenomenal bagi masyarakat Tionghoa. . Dalam Sidang Istimewa MPR tahun 1999. Bp. Gus Dur juga menegaskan bahwa warga negara yang dulu dipaksa mengubah namanya. DPD. Dalam acara "Renungan Tahun baru Imlek 2552" di Gedung tennis Indoor Senayan.

Oleh karena itu terlalu absurd kalau ada usaha2 sejumlah orang untuk membentuk partai politik yang khusus untuk menampung aspirasi politik orang Tionghoa di Indonesia. Sunda. baik partai Nasionalis ataupun partai yang berlandaskan agama. Kehidupan sosial politik masyarakat Tionghoa dapat dikatakan cukup stabil. begitu juga dengan data orang Tionghoa yang sudah menjadi WNI. dan orang Tionghoa yang terjun ke politik sudah menjadi pemandangan biasa. Aspirasi politik orang Tionghoa di Indonesia dapat disalurkan melalui partai2 politik yang sudah ada. Ketika Presiden Susilo Bambang Yudoyono atau sering disebut SBY. tidak ada jumlah pasti orang Tionghoa yang menjadi anggota legislatif yang secara resmi diumumkan oleh pemerintah. dan Barongsay serta Liang Liong sudah menjadi atraksi umum di mana-mana. terdengar isu dari mulut ke mulut bahwa semakin banyak orang Tionghoa yang mencalonkan diri menjadi anggota legislatif (DPR.Selain mencatat kemajuan yang cukup significant dalam memulihkan perekonomian Indonesia saat itu. dan tidak pernah menggunakan istilah Cina. pada masa pemerintahan Megawati tercatat keputusan penting dan fenomenal bagi masyarakat Tionghoa. Meskipun demikian. dan istilah Tionghoa mulai banyak digunakan kembali. terpilih melalui pemilihan presiden secara langsung pertama kalinya di Indonesia menggantikan Presiden Megawati pada bulan Oktober 2004. bahkan sering juga dipergunakan untuk menyambut hari nasional di luar Tahun Baru Imlek. bukan berdasarkan etnisitas atau kesukuan. kebijakan pemerintah SBY relatif tidak ada perubahan yang berarti bagi masyarakat Tionghoa. Aris Ananta . Oleh karena itu tidak ada data resmi dari masing2 suku atau etnis yang ada di Indonesia (Jawa. dsb). dan DPRD tingkat II) yang mencalonkan diri. DPRD tingkat I. karena data pribadi masing2 diperlukan untuk urusan keimigrasian. tergabung dengan aspirasi politik masyarakat sekitarnya. karena berdasarkan UUD. Batak. karena secara prinsip bertentangan dengan makna yang terkandung dalam UUD’45. Ketika terjadi pemilihan umum untuk memilih anggota legislatif pada bulan April 2009. yaitu ditetapkannya Tahun Baru Imlek sebagai Hari Libur Nasional. bukan sesuatu yang mengherankan lagi. Kecuali orang Tionghoa yang berstatus WNA. Indonesia dibentuk berdasarkan kesepahaman politik yang melibatkan berbagai Suku dan Etnis yang ada di Indonesia. Dalam berbagai kesempatan resmi Megawati selalu menggunakan istilah Tionghoa dan Tiongkok. DPD. Perayaan2 Tahun Baru Imlek dilaksanakan di mana-mana secara meriah.

Yang kurang disadari adalah bahwa hal yang serupa juga terjadi di sektor keuangan. ada juga orangorang justru menyetor uang ke bank. Mereka segera membuat kebijakan memulihkan kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan. Saat itu Gareng. Kalau orang membutuhkan uang.maka dia meminjam dari teman dan keluarga yang kebetulan mempunyai uang yang tidak dipakai. Dulu. “Oh. Akibatnya.bondong ke bank. Namun.11:31 wib TEXT SIZE : Image : Corbis. orang kaya jadi miskin. Mereka membuat pencitraan melawan gosip yang beredar kuat. mengambil uang mereka secara tunai.Namun. Gosip beredar dengan kuat bahwa bankbank lain akan gulung tikar.Gosip dan Krisis Keuangan Rabu.Mereka hanya melihat.misalnya. Kenyataan bisa jelek tetapi pencitraan yang baik merupakan aset penting dalam politik. pencitraan adalah hal yang sangat penting. Kalau pun tidak menjatuhkan. perlahan perekonomian berubah. makin banyak bank yang benar-benar gulung tikar. Mereka berbondong. Sektor keuangan kacau. gosip telah mampu membuat para tokoh politik kalang kabut. dalam politik.mempunyai uang Rp5 juta dan dia tak tahuuangituakandigunakanuntuk apa. Sesungguhnya. ”Persepsi dan pencitraan ini kemudian amat membantu mengurangi kepanikan masyarakat dan membantu menstabilkan situasi keuangan di masyarakat antah berantah itu. pada 8991 gosip pula yang menyebabkan krisis finansial yang dahsyat di masyarakat. tentu sulit mencari data yang akurat namun mempunyai dampak negatif untuk yang digosipi. yang melakukan penyetoran adalah orang-orang bank itu sendiri. Kita sudah sering mendengar kekuatan gosip dalam menjatuhkan berbagai tokoh politik di banyak negara. Padahal. Mereka membuat gerakan penyetoran uang ke bank secara demonstratif. perekonomian berantakan. Gosip dan pencitraan pun memegang peran penting dalam kegagalan dan keberhasilan suatu bank atau lembaga keuangan serta kinerja seluruh sektor keuangan... Sayang para penguasa moneter di masyarakat antah-berantah tidak menyadari pentingnya peran gosip dan pencitraan dalam kegagalan dan keberhasilan sektor keuangan. Usaha pencitraan pun dilakukan dengan cepat.com NAMANYA gosip. masyarakat umum tak tahu. Itu yang terjadi di tahun 8991. . jumlah yang relatif kecil untuk masyarakat antah berantah namun dampaknya luar biasa.Selain itu.ketika perekonomian masyarakat antah berantah belum maju. Para nasabah panik. 20 Januari 2010 . dan kaum miskin tambah menderita. Untung para penguasa moneter segera menyadari kesalahan mereka. Waktu itu terdapat 61 bank yang ditutup. tak ada bank di masyarakat itu.

nasib buruk menimpa Bank Togog di tahun 9008. Namun. Gareng menyimpan uang di Bank Togog dan sebagai balas jasa Gareng mendapatkan bunga 6% per tahun. Para penguasa moneter lebih memusatkan pada pemberian hukuman pada bank yang tidak . atau kartu kredit.Penguasa moneter tenang-tenang saja.Terjadilah suatu keterkaitan satu sama lain yang amat kuat.Terjadi korupsi di Bank Togog. Dan Petruk pun datang ke Bank Togog serta meminjam uang Rp5 juta. Sialnya. Satu bank juga meminjam dan menyetor ke bank lain. Kalau sekarang akan bangkrut.bondong ke Bank Togog mengambil uang mereka. Keuntungan Bank Togog berlipat lipat. Utang Petruk telah membengkak. Tak usah dibantu. Mereka pun berbondong. transfer.Dengan cara ini. Bank Togog benarbenar pusing. Masyarakat kemudian risau bahwa Bank Togog akan bangkrut. Gareng dapat meminjamkan uangnya ke Petruk.Dia terpaksa menjual rumah dan barangbarang untuk membayar pinjamannya. Dengan kondisi kepercayaan masyarakat yang tinggi dan makin sedikitnya kebutuhan uang tunai.suatu musibah menyebabkan pendapatan Petruk jatuh drastis.Namun. Rupanya para penguasa moneter saat itu tidak menyadari apa yang terjadi di dunia perbankan. selama beberapa tahun terakhir.Dengan demikian. Saat itu sebenarnya juga tengah terjadi kekalutan di dunia perbankan pada umumnya. Bank Togog benar-benar bangkrut. Bank Togog percaya. Dari transaksi ini bank mendapatkan keuntungan 2% per tahun. manajemen Bank Togog sangat buruk. berita ini menyebar ke masyarakat luas. Namun. Orang pun malas menyimpan uang tunai di rumah dengan alasan keamanan dan mendapatkan bunga. Transaksi tidak harus memakai uang tunai. Bank Togog sesungguhnya tak punya uang sedikit pun. Kepercayaan masyarakat pada bank ini pun makin kuat. Bank Togog pun ikut merugi. Bank Togog berani meminjamkan Rp4 miliar. ya biar saja. dengan kepercayaan dari masyarakat. Dengan penjualan itu pun. Bank Togog pun mempunyai inisiatif baru untuk terus mengekspansi jumlah uang yang dipinjamkan. Akhirnya. Dia kelabakan tak dapat membayar angsuran utang-utangnya. Gareng dan Petruk tidak saling mengenal. Kalau saja mereka saling mengenal dan mengetahui kondisi masing-masing.Untuk balas jasa ke bank. Selama bertahun-tahun dia mampu mengangsur utang yang membengkak karena pendapatannya juga terus meningkat. para peminjam dan penyetor uang tidak membutuhkan uang tunai sebanyak Rp4 miliar. Mereka semua mungkin tidak saling mengenal tetapi mereka saling kait-mengait melalui sistem perbankan. Di sinilah muncul Bank Togog yang berperan sebagai perantara.Bank dibayar untuk jasanya sebagai perantara ini. Lebih parah lagi. Petruk dinyatakan bangkrut. Dapat dengan cek. banyak Petruk lain yang mengalami gagal bayar.keuntungan Bank Togog makin meningkat. Pada tahun 9002 jumlah setoran ke bank ini telah mencapai Rp1 miliar. Petruk belum dapat melunasi utangnya. Keuntungan yang luar biasa dari Bank Togog ini membuat menjamurnya bankbank lain.Pada saat yang sama Petruk membutuhkan uang Rp5 juta namun tidak tahu dia harus mendapatkan uang itu dari siapa. Banyak pula Petruk yang meminjam uang dari bank ini. Apalagi dunia sedang mengalami krisis finansial yang luar biasa.“Ya.Petruk membayar bunga 7% per tahun. Walau begitu. bank ini masih hidup karena kepercayaan masyarakat pada Bank Togog masih ada. baik penyetor mau pun peminjam uang. Sejak saat itu Bank Togog terus berkembang.Nasabah makin banyak. Jumlah yang dipinjamkan juga Rp1 miliar. uang tunai Rp1 miliar sudah cukup untuk berjaga-jaga kalau kalau mereka membutuhkan uang tunai. Bank Togog tahu akan ada orang yang membutuhkan uang.” Yang kemudian terjadi. Sistem perekonomian di masyarakat ini membaik. Berbagai saran perbaikan manajemen dan pembersihan korupsi tidak digubris oleh bank karena sampai saat itu Bank Togog masih terus bertahan hidup. Masyarakat tak tahu apa yang terjadi di bank ini walau penguasa moneter sudah sangat marah pada manajemen. Bank Togog kansudah berulang kali dinasihati untuk melakukan reformasi dan membersihkan dari korupsi. Banyak Gareng lain yang menyimpan uang di bank ini. Dia hanya menjadi perantara antara mereka yang mempunyai uang tetapi tidak tahu apa yang akan dilakukan dengan uangnya dan mereka yang membutuhkan uang.

Dalam keadaan yang kacau balau ini para pengamat ekonomi menyadari kesalahan para penguasa moneter yang telah membiarkan kebangkrutan Bank Togog. maka perekonomian kita saat ini akan jauh lebih baik. (*) ARIS ANANTA Ekonom(//rhs) nyebab Kerusuhan di Indonesia 3 Desember 2009 15:29 WIB Keberagaman agama di Indonesia menarik minat sebuah lembaga independent asal New York. Kunjungan tersebut selain memberikan informasi mengenai riset yang akan mereka lakukan. juga meminta masukan dari Pimpinan MPR RI mengenai situasi keberagaman beragama di Indonesia. kalau saja penguasa moneter waktu itu menyelamatkan Bank Togog. Dampak ke perekonomian juga dahsyat sekali.00 WIB di ruang kerja Ketua MPR RI Gd. 9. cerita di atas juga cerita dalam mimpi. Hal ini terungkap ketika perwakilan dari lembaga tersebut. lebih parah dari tahun 8991. Beredar gosip yang amat kuat bahwa bank-bank lain juga akan bangkrut. Demonstrasi dan kerusuhan sosial meluas. Kebangkrutan Bank Togog ternyata memicu kebingungan di masyarakat yang lebih luas. Rabu (2/12) pukul 13. “Kalau saja para penguasa moneter waktu itu tidak membangkrutkan Bank Togog.mengikuti saran-saran dan bukan pada stabilitas kondisi keuangan dan perekonomian secara keseluruhan. Rupanya saya telah bermimpi. Seperti yang terjadi pada 8991.Kondisi finansial menjadi benar-benar berantakan. berkunjung ke Ketua MPR RI Taufiq Kiemas hari ini. ”Para pengamat ekonomi itu lalu memberi kuliah pada penguasa moneter agar belajar teori ekonomi dengan lebih baik dan memahami adanya systemic risk. Menurut Joseph. Joseph Saunders. dia sangat tertarik dengan keberagaman di Indonesia. Para pengamat lalu mengritik para penguasa moneter. Nusantara 3 lt. gara-gara akan menyiapkan makalah mengenai arti systemic risk. Dia sangat prihatin terhadap kondisi di Indonesia dimana ketika pintu . kali ini. Kata mereka. Penguasa moneter segera menyadari kesalahan mereka. untuk mengadakan riset selama satu sampai dua tahun. penguasa moneter mencoba melawan gosip dan membuat pencitraan perbankan. Kita tidak akan mengalami krisis mendalam seperti ini. Mohon maaf. Para penguasa moneter tak menyadari adanya systemic risk.Gosip jauh lebih kuat daripada usaha yang dilakukan para penguasa moneter. Jumlah orang sakit bertambah dengan cepat. Ah.untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan. sebagai pengacara hak asasi manusia dan telah mempelajari Indonesia selama 30 tahun terakhir ini. Karena hasil mimpi.Angka kemiskinan melonjak. kalau saja penguasa moneter waktu itu tidak memprioritaskan pada penghukuman para pemilik Bank Togog. Namun. situasi internasional yang amat buruk membuat usaha penguasa moneter di masyarakat antah berantah tak ada gunanya. Human Rights Watch. saya terbangun dari tidur saya.

ujar Hajriyanto. justru agama turut dipakai sebagai alat politik. ada yang mencoba merealisasikannya dengan membuat perda-perda syariah. menurut Joseph. Menurut Hajriyanto. Indonesia sudah lama menganut keragaman beragama.demokrasi dibuka lebar. Jadi menurut Taufiq. Hal itu dia rasakan bukan tanpa sebab. Ahmadiyah sudah ada bahkan sejak zaman Belanda. yaitu pada saat Sumpah Pemuda. pertama-tama Taufiq berterima kasih akan dilakukannya riset mengenai keberagaman beragama di Indonesia dan dengan senang hati akan menerima masukan-masukan berdasarkan hasil riset tersebut. dan apa . pada saat Pemilu dia mengamati bahwa ada beberapa partai politik yang mengatasnamakan agama dan memberikan janji-janji politik berdasarkan ajaran agama. tapi kenapa akhir-akhir ini saja diributkan. sudah mengumandangkan kebebasan beragama yang kemudian dicantumkan dalam Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. ”Sejak kapan perbedaan agama menjadi masalah. Pada zaman dahulu bahkan pada saat pemberontakan PKI. juga baru terjadi akhir-akhir ini saja. tapi hal itu dipicu juga oleh faktor ekonomi dan faktor sosial. angka kemiskinan semakin besar. tapi mengapa masih saja terjadi hal-hal seperti itu. menurut Joseph. Taufiq berkata bahwa kita tidak usah khawatir. tanya Hajriyanto. jadi kenapa selama 10 tahun terakhir ini kasus beragama mencuat?”. ujar Hajriyanto. Indonesia dari sebelum merdeka. isu-isu Ahmadiyah dan kerusuhan-kerusuhan berbau agama lainnya. PNI Marhaenisme. mudah-mudahan akan mendukung toleransi beragama di Indonesia”. Padahal. Bahkan setelah Pemilu. Begitu juga mengenai masalah Ahmadiyah. semua hal itu mengakibatkan kesalahpahaman sedikit saja bisa menimbulkan kerusuhan antar desa”. angka pengangguran semakin tinggi. Hanya saja Hajriyanto mengingatkan bahwa implementasi dari konstitusi tersebut berhadapan dengan segala faktor termasuk sosial dan ekonomi. Hasil Pemilu kemarin jelas-jelas terlihat bahwa pemenang Pemilu 80%-nya adalah kelompok nasionalis. Sedangkan mengenai pemakaian agama dalam Pemilu. Belum lagi isu-isu beragaman lainnya seperti sulitnya izin pendirian gereja. Menanggapi hal tersebut. Hajriyanto turut menambahkan bahwa pada masa reformasi isu kebebasan beragama justru semakin dirinci dalam konstitusi. kebebasan beragama sudah merupakan kewajiban untuk dilakukan karena tercantum dalam filosofi negara ini. justru menjadi pertanyaan Pimpinan MPR RI. Bakar membakar tempat beribadah. Bahkan membuat undang-undang lainnya untuk mendukung kebebasan beragama. Hal ini menunjukkan bahwa partai yang mengusung isu-isu agama tidak membawa keberhasilan dan kecenderungan menggunakan agama sebagai alat politik juga menurun. ”Perkembangan ekonomi masih belum seperti yang diharapkan. Jadi mengenai perbedaan agama yang memicu kerusuhan. dll tidak ada sampai bakar membakar atau menghabisi kelompok tertentu. lanjut Taufiq. ”Dengan perkembangan ekonomi yang membaik. ”Indonesia tidak punya sejarah dalam penindasan kelompok minoritas. Jadi sikap-sikap kekerasan yang menjurus kepada kelompok tertentu jangan hanya menyalahkan faktor agama.

seperti kerusuhan di Poso dan Ambon. sedangkan kelas bawah didominasi oleh kelompok etno-linguistik yang memeluk agama lain. Yayasan Tanah Merdeka. seperti kerusuhan anti-Madura di Kabupaten Sambas (Kalimantan Barat) dan Kabupaten Sampit (Kalimantan Tengah). Oleh George Junus Aditjondro. (Konsultan Penelitian & Penerbitan. Dalam arti.D. Konflik dan kerusuhan sosial di antara berbagai komunitas di daerah-daerah kerusuhan seperti di Kalimantan. kata Taufiq. “Supaya tuntas masalah hak asasi manusia di Indonesia”. Ada yang bersentuhan dengan gerakan kemerdekaan pasca-kolonial yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Ada yang hanya berlangsung singkat. yang kini menjadi semakin tajam setelah keluarnya Undang-Undang No. semua agama bisa hidup di Indonesia. seperti tercantum dalam Pasal 28 UUD NRI Tahun 1945. Sulawesi. yang belum mengalami pemisahan yang sejati antara fungsi polisi dan fungsi militer. kelas atas didominasi oleh komunitas atau kelompok etno-linguistik tertentu yang memeluk agama tertentu. Ada yang masih tetap ‘panas dingin’ sejak 1998-1999 sampai sekarang. dan agama dari komunitas-komunitas yang bertikai. ada tigabelas persamaan yang dapat ditarik. Di akhir pertemuan Hajriyanto menambahkan. khususnya Aceh dan Papua Barat. ini gejala baru bahwa perbedaan agama di Indonesia menyebabkan kerusuhan. Dari berbagai kasus yang begitu beragam. dan Kepulauan Maluku. dalam riset tersebut. Kebebasan itu menyeluruh. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dengan konsekuensi . Anggota Dewan Penasehat Center for Democracy and Social Justice Studies (CeDSoS). kebebasan berkumpul dan lainnya.penyebabnya. (3). ada kebebasan bekerja. Menurut Taufiq. seperti di Papua Barat dan Aceh. harusnya itu yang diriset oleh Human Rights Watch”. Palu. usul Taufiq. Dalam fakta sosial. Jakarta) ERA pasca-Soeharto telah ditandai dengan meletusnya berbagai kerusuhan dan konflik sosial di Indonesia. (2). akar dari berbagai konflik sosial di berbagai daerah di Indonesia adalah ketimpangan ekonomi akibat pengaturan tata ruang oleh pemerintah yang dianggap tidak adil oleh komunitas-komunitas setempat. karena ketumpangtindihan di antara faktor-faktor kelas. Semua kerusuhan sosial di Indonesia selama era pasca-Soeharto merupakan refleksi dari runtuhnya tertib sosial akibat lunturnya ketakutan atau kepercayaan rakyat pada aparatur keamanan. Jadi dalam kesempatan ini Pimpinan MPR RI bersepakat mengajak Human Rights Watch bekerja sama untuk memperbaiki kondisi ini untuk mencari kehidupan yang lebih demokratis. Dengan beberapa perkecualian. bahkan juga di kota-kota besar di Jawa. walaupun dengan korban yang sangat besar. etnisitas. mengalami eskalasi. agar Human Rights Watch jangan mengambil satu isu yaitu kebebasan beragama. seperti berikut: (1). Ph.

mereka menggunakan peluru tajam dan senjata otomatis yang sama mematikannya seperti yang digunakan satuan-satuan militer. Hal itu adalah akibat politik militerisasi Polri di bawah Jenderal (Pol) Suroyo Bimantoro. serta gerakan protes Nunusaku di Maluku yang dibelokkan menjadi gerakan untuk menghidupkan kembali Republik Maluku Selatan. gas air mata. Berbagai kerusuhan sosial pasca-Soeharto di Indonesia. infiltrasi itu kemudian diarahkan untuk mengkooptasi dan melumpuhkan. Dengan kata lain. Infiltrasi agen-agen intelijen atau proxy dari para perwira militer dan polisi dengan tujuan melakukan kooptasi ini telah dialami oleh gerakan mahasiswa. Konflik komunal di Maluku sendiri dicetuskan hanya dua bulan setelah demonstrasi besar mahasiswa se kota Ambon di bulan November 1998. seperti halnya pasukan Kopassus dan Kostrad (Wessel 2001: 71). Kerusuhan sosial di berbagai daerah seringkali berkembang menjadi konflik berkepanjangan. seperti meriam air. gerakan buruh. Satuan kepolisian yang sering dikerahkan. Infiltrasi itu sekurangkurangnya dimaksudkan untuk mendapatkan informasi seberapa jauh gerakan itu dapat membahayakan kepentingan aparatur negara. gerakan Muslim militan (lihat Abduh 2003). kecamatan. kabupaten. (6). Organisasi-organisasi paramiliter yang bermunculan selama era pasca-Soeharto dirangsang pertumbuhannya oleh aparat bersenjata (lihat Simanjuntak 2000). mendiskreditkan kelompok atau gerakan sosial tersebut (lihat tim CeDSoS. keputusan untuk mengirim Brimob ke daerah Polewali Mamasa (Polmas). sangat berpotensi disusupi aparat intelijen militer formal dan non-formal untuk membelokkan resistensi vertikal menjadi konflik horizontal. gerakan kemerdekaan di Aceh dan Papua Barat. bukanlah solusi yang paling bijaksana. di mana awal Agustus lalu konflik bersenjata tajam meletus antara penduduk suku Mandar dan suku Toraja Mamasa. (4). Sulawesi Selatan. serta pentungan karet. Setiap kelompok atau gerakan sosial yang radikal di Indonesia selalu disusupi aparat intelijen militer yang formal maupun non-formal. yang ditentang oleh Presiden Abdurrahman Wahid waktu itu (lihat Ghufron 2001: 97-1004). yang terlibat dalam konflik vertikal. karena melibatkan organisasi-organisasi paramiliter yang merasa mewakili kepentingan satu atau lebih kelompok yang bertikai. sering merupakan pembuka jalan atau pemulus masuknya para investor ke daerah-daerah yang kaya dengan sumber daya alam yang diminati para investor dalam dan luar negeri. yakni Brimob. Makanya Brimob dapat dianggap sebagai alat teror negara pula. atau setidaktidaknya. mengalami eskalasi karena cara-cara pengendalian huru-hara (riot control ) yang terlalu militeristik.pemekaran desa. tidak menggunakan cara-cara pengendalian huru-hara yang tidak menimbulkan korban jiwa (non-lethal methods ). (5). 2004). Namun lebih jauh lagi. Kenyataannya. khususnya di luar kotakota besar di Jawa. menentang dwifungsi militer (lihat Munir 2001: 21). . kelompok atau gerakan sosial yang menantang kekuasaan negara dan modal besar. konkritnya. dan provinsi yang memicu fanatisme etnis di mana-mana. Itu sebabnya.

anak Profesor Muladi. dan lebih ke bawah lagi melalui KomBINDA (Komisariat BIN Daerah). Ekspansi itu dilakukan melalui struktur BINDA (BIN Daerah) yang dapat meliputi satu atau lebih provinsi. berhubung dengan kedekatan Hendropriyono dengan Tomy Winata. Hendropriyono adalah Presiden Komisaris PT Kia Mobil Indonesia (KMI). Menteri Kehakiman di masa pemerintahan BJ Habibie (Aditjondro 2004b: 55). Kemampuan memobilisasi anggota-anggota satuan-satuan khusus anti-teror itu. sementara Kepala BIN hanya bertanggungjawab kepada Presiden. agen-agen BIN di Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan tidak cuma mengumpulkan informasi. 29 Nov. adalah direktur perusahaan pengimpor mobil Korea itu. pada saat militer dan polisi tidak lagi secara langsung menghambat kebebasan ekspresi para aktivis gerakan pro-demokrasi. 2004: 27). Sebagai lembaga. Hendropriyono. yang baru saja dibentuk oleh Polri di bulan Agustus 2003 (Jawa Pos. Operasi-operasi intelijen BIN dimungkinkan oleh sumber dananya yang seolah-olah tidak terbatas. Sedangkan di Sulawesi Tengah. membuat kekuasaan purnawirawan jenderal itu secara de facto setara dengan Panglima TNI dan Kapolri.(7). Gatra. cara lain yang banyak dipakai untuk melumpuhkan perlawanan masyarakat sipil terhadap negara dan modal besar adalah dengan menciptakan konflik internal sehingga timbul kelompok tandingan atau pengurus tandingan yang menentang kehadiran dan legitimasi kelompok atau pengurus yang menentang negara dan modal besar. yang sejak tahun lalu telah berekspansi (lihat McEvers 2004). Agen-agen BIN juga bukan orang sembarangan. Soalnya. siap untuk melibas mereka yang dianggap berbahaya bagi rezim Mega. 2003. 4 Sept. Ada juga provinsiprovinsi di mana secara formal hanya terdapat Kordinator-kordinator Wilayah (Korwil). Sedangkan Makassar merupakan tempat kedudukan Korwil BIN Sulawesi Selatan. fungsi itu mulai diambil alih oleh BIN dan beberapa organisasi paramiliter yang dekat dengan Kepala BIN. operator bisnis utama Angkatan Darat. tekanan psikologis dilakukan terhadap pemilik hotel dan tempat pondokan di mana aktivis-aktivis pro-demokrasi bermukim. Konflik-konflik internal yang semakin mewabah di era pasca-Soeharto erat kaitannya dengan maraknya infiltrasi agen-agen intelijen ke dalam organisasi-organisasi masyarakat sipil. BIN juga telah berkembang menjadi sangat otonom dan dalam bidang politik praktis dapat menyaingi peranan Mabes TNI dan Mabes Polri. anak Kepala BIN. bersama Fayakun Muladi. lembaga yang dikepalai oleh seorang kader PDI-P telah bermetamorfosa menjadi gurita yang lengan-lengannya saling berbelit dengan berbagai organisasi paramiliter di Jawa dan di luar Jawa. Letjen (Purn. Dengan kata lain. Ronny Hendropriyono. Manado merupakan tempat kedudukan seorang Kepala BINDA yang wilayahnya meliputi provinsi-provinsi Sulawesi Utara dan Aceh. salah satu anak perusahaan kelompok Artha Graha yang dipimpin oleh Tomy Winata. Di antara berbagai instansi dan aparat negara. sebab lembaga intelijen ini mampu mengerahkan anggota Kopassus serta anggota Detasemen Khusus 88 Anti-teror. infiltrasi dan kooptasi yang paling sistematis telah dilakukan oleh Badan Intelijen Negara (BIN). suatu perkembangan yang tentu saja tidak disukai oleh para perwira . selama masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. sementara Tomohon merupakan tempat kedudukan seorang Kepala KomBINDA. (8).) A.M. Walhasil. tapi juga melakukan tekanan psikologis kepada aktivis-aktivis pro-demokrasi yang kritis terhadap pemerintah. Selain dengan teknik infiltrasi. Dalam prakteknya.

“Politik cuci gudang” PT Pindad (Aditjondro 2004a: 138-140. PT Kufpec. yakni PT Perindustrian Angkatan Darat atau PT Pindad. karena berlangsung di balik tabir kerahasiaan Kantor Menko Polkam. di Ambon dan Poso aparat bersenjata yang ditugaskan untuk memadamkan konflik maupun fihak-fihak yang bertikai mendapat pasokan senjata dan amunisinya dari sumber yang sama. punya hubungan akrab dengan dua fihak yang bertikai di Maluku. dengan melakukan mark up nilai proyek. seperti yang telah berhasil dilakukan di Maluku dan Aceh (lihat Pontoh 2004: 125. peluang untuk mengorupsi dana operasi pasukan sangat besar (lihat Aditjondro 2004c: 145). Misalnya. Korupsi anggaran pertahanan itu begitu efektif. Aditjondro 2004c: 168-173) hanya merupakan satu aspek kecil saja dari kepentingan aparat bersenjata untuk mencetuskan dan memelihara konflik di berbagai daerah di Indonesia. terutama berkaitan dengan kepentingan modal besar yang dilindungi oleh aparat bersenjata. ancaman gerakan bersenjata di daerah operasi maskapai-maskapai mancanegara. serta Markas-Markas Besar TNI. Kadang-kadang. pengiriman pasukan militer dan polisi ke daerah-daerah konflik secara keuangan tidak di-audit secara tertib seperti halnya proyek-proyek yang dijalankan instansi-instansi sipil. anak buah mantan Danjen Kopassus. Dalam konflik sosial di berbagai daerah di Indonesia. peluang korupsi di bidang ini sangat besar. mantan jenderal itu sedang menyiapkan pengambilalihan ladang-ladang minyak bumi formasi Manusela yang terentang dari gunung sampai ke laut dari maskapai Kuwait. Perkembangan ini. dan maskapai Australia. Untuk keperluan itulah. dan Malik 2004: 115). Masih untuk kepentingan aparat bersenjata. PT Calpez. Selain di Aceh. sangat menguntungkan satuan-satuan bersenjata yang mendapatkan biaya . (9). bahkan dengan menciptakan proyek-proyek fiktif. Pada umumnya. yang merasa disaingi oleh Hendropriyono. yang menyerupai keadaan di Brazil di masa transisi dari rezim otoriter-birokratis yang didominasi militer ke pemerintahan demokratis berlandaskan supremasi sipil. Paling sedikit. Dengan demikian. (10). perwira. Prabowo Subianto. Departemen Pertahanan. Mereka menganggap operasi BIN di bawah komando Hendropriyono bertentangan dengan usaha aparat bersenjata untuk mundur dari pentas politik.aktif di kedua markas besar itu. (11). dua fihak yang bertikai diinfiltrasi oleh agen-agen yang bekerja untuk kepentingan aktor ekonomi-politik yang sama. pemekaran komando territorial militer di Indonesia terus diupayakan oleh TNI. Setelah Lasykar Jihad berhasil menteror penduduk Seram Timur sehingga mayoritas penduduk yang Nasrani mengungsi. pelestarian kepentingan ekonomi para prajurit. yakni Front Kedaulatan Maluku (FKM) yang ingin menghidupkan Republik Maluku Selatan (RMS) dan Lasykar Jihad FASWJ yang ingin . terutama maskapai pertambangan raksasa. Penyuburan konflik-konflik horizontal selama era pasca-Soeharto juga merupakan upaya mempertahankan fungsi politis dan ekonomis aparat bersenjata di Indonesia. dari tahun 1973 s/d akhir 1985 (Stepan 1988: 25-29) juga tidak disukai oleh sejumlah purnawirawan jenderal yang reformis. dan ketiga Angkatan yang praktis tertutup bagi aparat sipil serta lembaga-lembaga pemantau korupsi. dan satuan-satuan aparat bersenjata sangat menonjol (lihat misalnya Ishak 2004). Polri.

sementara para pengungsi semakin melarat. yang masing-masing dilengkapi sebuah mobil mewah (Aditjondro 2004b: xiii-xiv. sudah sempat mengoleksi tiga rumah di kota Poso. mengeluarkan jutaan dollar AS setahun untuk membiayai pasukan-pasukan TNI dan Polri yang ditugaskan menjaga keamanan operasi mereka (lihat Aditjondro 2004d: 84-85). sebuah rumah di kota Makassar. langgengnya kerusuhan di daerah-daerah konflik menyebabkan jatuhnya harga tanah. Seorang anggota Brimob yang terlibat dalam penyerangan itu. Akhirnya. di Pulau Haruku. Walhasil. aksi protes bersama suku Makian yang Muslim dan Kao yang Kristen – yang lima tahun lalu saling menyerang -. melindungi para pemodal tersebut dari berbagai tuntutan penduduk setempat. bulan Mei lalu sekitar 300 orang penduduk dari kedua komunitas itu berkemah di lokasi tambang. Pertama. mulai dari tuntutan penggantian hak-hak adat atas tanah dan perairan ulayat sampai dengan tuntutan hak-hak perburuhan dari tenaga buruh yang direkrut dari luar dan dari penduduk setempat. kerusuhan di Poso telah dijadikan justifikasi oleh TNI/AD untuk melipatduakan jumlah batalyon yang ditempatkan di provinsi ini. dan Newcrest. Barangkali karena serangan Brimob yang lalu diekspos ke dunia internasional. Kedua. namun ia tetap bebas berkeliaran di luar. serta sejumlah rumah di Jawa. pencetusan dan pemeliharaan konflik horizontal di daerah-daerah yang kaya sumber daya alam. tapi juga di dua kabupaten tetangganya. ExxonMobil di Aceh dan Freeport McMoRan di Papua Barat. dua perusahaan tambang emas yang mendapatkan keuntungan dari tergusurnya penduduk serta penempatan pasukan bersenjata di sana adalah Ingold. (13). 40-41. sumber-sumber lain). para polisi militer penjaga tambang itu. Abdul Muin Pusadan. Inco. dihukum penjara tujuh bulan. misalnya.menentang ekspansi tambang itu diserang oleh satuan Brimob (Guerin 2004). sebab kerusuhan melahirkan pengungsi. misalnya. perusahaan tambang Australia di Halmahera Utara. menguntungkan para investor di bidang pengolahan sumber-sumber daya alam di dua bidang.pengamanan (protection fee ) dari maskapai-maskapai itu. adanya pasukan bersenjata yang lebih melayani kepentingan para pemodal ketimbang penduduk setempat. Di Kepulauan Maluku. Yon 714 Sintuwu Maroso. yakni Morowali dan Banggai. Sedangkan di bagian timur provinsi Sulawesi Tengah. yang digaji sebesar 700 dollar Australia sehari oleh maskapai itu. yang menurunkan biaya pembangunan prasarana para pemodal. kerusuhan demi kerusuhan telah melahirkan sejumlah milyarder di kalangan birokrat. Batalyon yang baru. Karena berbagai tuntutan mereka belum dipenuhi. enam rumah di kota Palu. Pencetusan dan pemeliharaan konflik di Indonesia juga merupakan semacam “industri” bagi aparat birokrasi sipil. Bulan Januari lalu. di mana segelintir kepala daerah dan kepala Dinas Kesejahteraan Sosial berhasil beternak mobil dan rumah mewah di mana-mana. terdiri dari tiga kompi yang tidak cuma ditempatkan di Kabupaten Poso. 7 Juni 2004). dan pengungsi mengundang bantuan kemanusiaan yang sangat rentan untuk dikorupsi. (12). anak perusahaan tambang Kanada. Penyebaran kompi-kompi . tidak mengulangi kekejaman mereka (Republika. yang mengakibatkan pengerahan (deployment ) pasukan-pasukan bersenjata di sana. Bupati Poso yang sudah hampir habis masa jabatannya.

keluarga Hendropriyono jelas-jelas punya kepentingan ekonomi untuk mengamankan investasi Artha Graha di daerah Morowali. Dalam Stanley (peny.l. Air Mata dan Anyir Darah di Maluku”. Jakarta: Center for Democracy and Social Justice Studies (CeDSoS). Kapitalis Birokrat. xviii-lii. Jangan dilupakan pula Kepala BIN. . “Di Balik Asap Mesiu. dan Kepentingan Elit Politik. ---------------(2004a). Makanya. Makanya. di mana Artha Graha menanam modalnya. Keamanan. yang berniat menambang marmer di Morowali (Aditjondro 2004a: 135-137). Yakoma. Jakarta: ProPatria. hal.tentara di ketiga kabupaten itu juga diikuti oleh Brimob. Prolog dalam Rinaldy Damanik. yang juga membangun asrama kompi mereka di setiap kabupaten. Hendropriyono adalah Presiden Komisaris PT Kia Mobil Indonesia (KMI). Tragedi Kemanusiaan Poso: Menggapai Surya Pagi melalui Kegelapan Malam. Dari contoh-contoh ini dapat dilihat bagaimana pelestarian konflik Poso dan Morowali. dan Banggai? Tidak kebetulan bahwa di kedua kabupaten tetangga Poso telah masuk dua investor domestik dengan backing politik yang cukup kuat. Jakarta: TAPAK Ambon. Umar (peny. sementara anaknya. adalah mitra bisnis Tomy Winata. Yakni kelompok Medco milik Arifin Panigoro. ketua Fraksi PDI-P di MPR yang berniat menambang minyak dan gas bumi di Kabupaten-Kabupaten Banggai dan Morowali.) (2003). Ketika Semerbak Cengkih Tergusur Asap Mesiu: Tragedi Kemanusiaan Maluku di balik Konspirasi Militer. Ronny Hendropriyono menjadi salah seorang direktur anak perusahaan Artha Graha itu. Akhirnya. a. CD Bethesda. Mengapa perlu begitu banyak penjaga keamanan di Poso. 131-176. Jakarta & Yogya: PBHI. serta kelompok Artha Graha milik Tomy Winata dan Yayasan Kartika Eka Paksi. 10 Agustus 2004 Kepustakaan: Abduh. yang dilindungi kepentingannya oleh aparat bersenjata dan aparat intelijen negara kita. Konspirasi Intelijen & Gerakan Islam Radikal. hal. lewat pembagian mobil tersebut secara cuma-cuma ke aparat polisi setempat.). “Renungan buat Papa Nanda. Ronny Hendropriyono juga punya kepentingan bisnis. Epilog dalam Zairin Salampessy dan Thamrin Husain (peny. Begitulah tigabelas tesis yang dapat diturunkan dari data empiris dari sejumlah kerusuhan dan konflik sosial pasca-Soeharto di Indonesia. George Junus (2001). 109-155. Ia menjadi komisaris dari sebuah perkebunan kepala sawit seluas 52 ribu hektar.). tidak kebetulan pula bahwa di daerah di mana batalyon yang lama. Hartati Murdaya. salah seorang Bendahara Golkar di era Presiden Soeharto (Aditjondro 2004b: 53-54). “Kerusuhan Poso dan Morowali: Akar Permasalahan dan Jalan Keluarnya”. Anak Domba Paskah dari Tentena”. di situ mobil Kia dipromosikan. Yon 711 Reksatama bertugas. Aditjondro. Perkebunan PT Hardaya Inti Plantation itu adalah milik Ny. yang meliputi kabupaten-kabupaten Buol dan Toli-Toli. hal. Morowali.(2003). Sibolangit. Demokrasi dan Pemilu 2004. akhirnya menguntungkan para pemodal besar. --------------.

hal. Rethinking Military Politics: Brazil and the Southern Cone. 113-120. No. Konflik. 64-81. NJ: Princeton University Press.(2004c). Membedah Kembar Siam Penguasa Politik & Ekonomi Indonesia: Metodologi Investigasi Korupsi Sistemik Bagi Aktivis dan Wartawan. 137-178. etnic riot. Kalimantan. No. Rodjil (2001). Stepan. Wacana. 13 / SP – KONTRAS / III / 99 KOMSI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN ( KONTRAS ) Tentang : .(2004d). Wessel.” Asia Times Online. 17. Bisnis Pos Penjagaan. Tim Peneliti (2004). Konspirasi Gerakan Islam & Militer di Indonesia. 83112. sampit SIARAN PERS NO. 17-24. “The Search for Safety in the Spice Islands.). Premanisme Politik. Ichsan (2004). Perdagangan Senjata dan Proteksi Modal Besar: Ekonomi Politik Bisnis Militer di Sulawesi Bagian Timur”.--------------. Tahun III. Kelly (2004). --------------. CeDSoS. hal. hal. Pontoh. Ingrid (2001). Wacana. Jakarta: Factual Analysis Forum. hal. Violence and the Integration Problem. Bill (2004). “Indonesia’s Expanding Spy Network Alarms Reformers. ---------------. Violence in Indonesia. Coen Husain (2004). Jakarta: Center for Democracy and Social Justice Studies (CeDSoS). 17. Tahun III. 4 Februari. Princeton. 2 Juni. Ghuffron. hal. Hamburg: Abera. McEvers. Diposkan oleh kristianus atok di 10:44 Label: Dayak.” Christian Science Monitor. Tahun III. Jakarta: Institut Studi Arus Informasi (ISAI).” Dalam Ingrid Wessel & Georgia Wimhoefer (peny. Wacana.(2004b). Skandal Politik SI MPR RI 2001. No. No. Tahun III.” Dalam Ingrid Wessel & Georgia Wimhoefer (peny. “Bedil. Violence in Indonesia. hal. Jakarta: Lembaga Studi Pers & Pembangunan (LSPP). madura. Simanjuntak. Munir (2001). 121-136. 17. “Kayu Hitam. 17. Amis Darah dan Mesiu: Mengurai Keterlibatan Militer dalam Konflik Maluku”. Guerin. “The Politics of Violence in New Order Indonesia in the Last Decade of the 20th Century. “Indonesia.). Togi (peny.). Hamburg: Abera. Wacana. Alfred (1988). Malik. “Bisnis Militer di Wilayah Konflik Maluku”. “Dari Gaharu ke Bom Waktu HIV/AIDS Yang Siap Meledak: Ekonomi Politik Bisnis Tentara di Tanah Papua”.

. tumapang tindihnya segrasi tempat tinggal berdasarkan etnis/ ras dengan basis ekonomi. Medium dari amuk massa ini pertama.HUBUNGAN KERUSUHAN DENGAN PERKEMBANGAN POLITIK NASIONAL Kondisi Stuktural dan Kerusuhan Kurun waktu tiga tahun terakhir ini. Kerawang. masyarakat dengan mudah terpelintir ke arah pertentangan antar sesama mereka dalam konflik terbuka. yang oleh sebagian pihak dianggap sebagai awal dari pembaharuan sistem. Dan ketika pemerintahan yang hadir kemudian terbukti tidak pernah benar – benar menjadi bagian yang berkehendak terhadap pembaruan yang dinantikan itu. agama satu dengan yang lain. Peristiwa kerusuhan dan perkosaan massal pada Mei 1998. pendatang dan penduduk asli. Krisis ekonomi – politik kemudian semakin memperburuk keadaan hingga kita terpuruk ketitik yang paling rendah. Aceh dan seterusnya. Medium kedua ini terjadi akibat gagalnya upaya pembangunan integrasi sosial yang kuat oleh penyelengara negara. Di sisi lain. Ambon dan terakhir Sambas. ternyata justru menanpilkan dirinya hanya sebagai rezim pemerintahan yang tidak mampu memenuhi harapan seluruh rakyat yang sedang menunggu tindakan kepastian hukum. Dalam wujudnya yang nyata ia tampil di dalam amuk – amuk massa. Penyelenggaraan negara yang demikian kacau telah menempatkan bagian terbesar rakyat pada posisi yang lemah dan terpinggirkan. Pergantian pemimpin pemerintahan di tengah krisis nasional. kolusi dan nepotisme. Banyuwangi. bersama pemodal besar telah tampil sebagai pihak yang amat berkuasa. seakan tak kunjung selesai. pada akhirnya memposisikan dua pihak yang saling berhadapan seperti pribumi dan non – pribumi. dan bahkan dengan menahan amarah. bangsa Indonesia berada dalam kondisi yang paling memprihatinkan dalam sejarahnya. peristiwa Semanggi. Selama ini Orde Baru ternyata telah membangun sebuah sruktur masyarakat yang amat rapuh sebagai akibat dari kesalahan strategi pembangunan yang dipilih maupun buruknya kinerja birokrasi yang menindas dan dilumuri oleh korupsi. birokrasi baik sipil dan terutama sekali militer yang korup. Situbondo. antara warga masyarakat dengan aparat negara baik sipil maupun militer. Ketapang. Tasikmalaya. pertentangan antar sesama warga masyarakat. Tidak mengherankan ketika kemudian terjadi provokasi. Medium kedua. kantor birokrasi dan aparat keamanan. amarah demi amarah termanifestasi dalam bentuk ledakan – ledakan kekecewaan yang tak terkendali. atau berbagia kondisi yang sering kali bahkan didorong oleh berbagai kebijakan yang memunculkan polarisasi kelompok. Dari sini terbentuklah semacam kebencian sebagai situasi psikologis massa rakyat yang pada gilirannya mendorong berbagai amuk massa yang terjadi cenderung dialamatkan kepada mereka dengan perusakan terhadap simbol – simbol dan aset – aset milik ketiga kelompok tersebut seperti sentra ekonomi. Aliansi ketiga kelompok inilah yang selama ini begitu dikenal oleh rakyat sebagai pihak yang paling bertanggunjawab atas kekerasan dan ketertindasan mereka. Kupang. Abepura. Sampai akhirnya krisis ekonomi semakin membuktikan bobroknya sistem kemasyarakatan yang selama 30 tahun dibangun Orde Baru. adalah bukti dari semua itu. Sanggau-Ledo. sehingga dicap sebagai bangsa yang kurang beradab. Berbagai kerusuhan terjadi dari tahun 1996 seperti peristiwa – peristiwa Sabtu Kelabu 27 Juli 1996 di Jakarta.

Lemahnya Negara Kekacauan politik dan sosial semacam yang terjadi di Indonesia saat ini sesungguhnya bukanlah khas dan satu – satunya. Pranata dan peran – peran sosial dalam struktur masyarakat yang dibentuk Orde Baru tidak lagi berfungsi sebagaimana dibutuhkan. • • • • • Beberapa temuan lapangan dari investigasi atas peristiwa Mei 1998. Dalam masa transisi tersebut. Kedenderungan kedua adalah munculnya kembali rejim yang tetap akan melestarikan sistem otoritarianismenya sebagai instrumen yang akan mengganggu perputaran modal. Dalam situasi yang serba tidak menentu dengan kerusuhan yang meledak dimana – mana. Konsekuensinya adalah bahwa sisa – sisa kekuatan rezim lama di dalam tubuh negara saat ini. melalui alat – alatnya. Kerusuhan dan gejolak amuk massa yang selalu dihadapi dengan represi oleh aparat hanya semakin menunjukan watak asli rezim yang militeristik. Ambon. juga dapat menjadi bagian dari konflik yang timbul. kekuatan kapitalisme internasional memanfaatkan rejim otoriter sebagai alat penjamin kepentingannya. Sebagian peristiwa seperti kerusuhan Ambon bahkan memperlihatkan turut berperannya konflik elit politik di tingkat pusat sebagai salah satu pemicu dan menjadi penggerak yang mampu membelokan potensi konflik di tingkat lokal yang memang sudah ada menjadi terbuka dan termanifestasi dalam pertikaian horisontal dalam masyarakat. Sebagaimana umumnya terjadi negara – negara dunia ketiga. dan lain – lain memberi indikasi yang kuat bahwa aparat keamanan yang seharusnya bertugas menjamin keamanan masyarakat justru terlibat dalam melakukan provokasi maupun penggerak massa. merupakan bagian yang tidak terpisah dari skenario pembentukan kekuasaan yang baru. Alat – alat negara. Secara struktural ini merupakan sebuah keniscayaan dalam sistem ekonomi yang sedang bertransisi untuk semakin terintegrasi ke dalam sistem kapitalisme global dengan segala prasyaratnya. Dari pandangan di atas KONTRAS khawatir bahwa berbagai kerusuhan massal yang terjadi akhr – akhir ini justru dapat dijadikan alasan pembenar terhadap pembentukan rejim repressif untuk semakin ketat mengontrol rakyat. minimal terdapat dua kecenderung yang muaranya akan diarahkan pada penyiapan infrastruktur yang mampu menjamin kelangsungan investasi dan beroperasinya modal internasional. atau minimal terkesan membiarkan berlangsungnya kerusuhan. Banyuwangi. tidak satupun pihak bertanggungjawab dan mampu secara . Kewibawaan pemerintah pun jatuh terpuruk hingga titik nadirnya dihadapan rakyat sendiri oleh ketidakmampuannya. Dugaan ini muncul dari berbagai temuan lapangan dan kaitan – kaitan logis dari rangkaian peristiwa dan pembuatan kebijakan – kebijakan baru sebagai jawaban atas krisis dan kerusuhan yang terjadi. Dua kecenderungan ini adalah menguatnya kembali kekuatan – keuatan konservatif oleh kebosanan menghadapi situasi transisi yang tidak menentu. Dalam kerangka ini pula kiranya Indonesia memiliki posisinya di dalam kondisi transisional yang terjadi akhir – akhir ini. Logika ini menjadi alasan yang cukup bagi adanya dugaan bahwa kekuatan rejim lama di Indonesia memiliki kepentingan yang besar tetap eksis sebagai kekuatan yang dominan di dalam sistem politik di masa – masa yang akan datang. Ketapang.

Pasukan militer kita tidak dilatih dan disiapkan secara khusus untuk menghadapi kerusuhan – kerusuhan. Bahkan birokrasi militer tidak jarang menjadi bagian dari masalah yang terjadi sebagai konsekuensi dari keterlibatan mereka dalam melakukan tindakan yang memarginalisasi rakyat. Pendirian Kodam baru bukanlah jawaban yang pas untuk meredam kerusuhan Upaya militer dalam menghidupkan kembali Kodam – Kodam yang pernah dilikuidasi. 5. 3.• efektif mengendalikan situasi. SH Badan Pekerja Koordinator MM BILLAH Badan Penasehat Anggota . Penanganan berbagai peristiwa kerusuhan selama ini telah membuktikan kepada kita bahwa aparat militer tidak mampu bertanggung jawab atas terjaminnya keamanan rakyat. penghidupan kembali Kodam – Kodam berimplikasi pada bertambahnya peran politik ABRI dalam kehidupan sipil. Sehingga penambahan pasukan dan peningkatan status daerah militer adalah sebuah jawaban yang sangat tidak tepat sebagai solusi yang ditawarkan. justru menunjukan kesan bahwa ABRI mengambil manfaat dari terjadinya kerusuhan yang terjadi selama ini. Jakarta. Yang lebih masuk akal. Aparat keamanan terbukti tidak pernah sanggup menghadapi kerusuhan dan meredakan keadaan dalam menjamin keamanan. Ia lebih terlihat sebagai manuver ABRI untuk kembali memperkuat pengaruhnya dalam kehidupan sosial dan politik sipil seperti pada masa Orde Baru. Ini memberikan kesan terhadap lemahnya pemerintahan Habibie. 4. 23 Maret 1999 M U N I R. KONTRAS melihat kejanggalan – kejanggalan atas pendirian Kodam baru tersebut sebagai berikut : 1. seharusnya yang dimekarkan dan ditambah kapasitasnya adalah aparat kepolisian aparat pemilihara ketertiban umum di dalam masyarakat sipil. Ini bertentangan dengan apa yang telah dikemukakan oleh pemerintah dan ABRI serta tuntutan masyarakat yang luas untuk mengurangi peran sospol ABRI. Sehingga syarat pertama dalam upaya ini adalah terpisahnya secara jelas POLRI dari ABRI. Melihat pengalaman strtuktur pemerintahan Orde Baru. sebagaimana diungkapkan oleh ABRI bukanlah jawaban tepat atas tuntutan terhadap tanggung jawab mereka. Dalam kondisi negara porak poranda dan terus bergerak ke arah yang semakin mengkhawatirkan. atau lebih parah bahkan pemerintah tidak bertanggungjawab terhadap negara yang mereka pimpin. Langkah yang ditempuh ABRI dengan meningkatka status wilayah dalam operasi teritorialnya dengan justifikasisebagai peredam kerusuhan. Doktrin ABRI dalam operasi teritorial yang dimanifestasikan dalam bentuk Komando Daerah Militer adalah ditujukan sebagai upaya terhadap pertahan wilayah negara dari ancaman keamanan yang datang dari luar. tidak terlihat upaya yang sungguh – sungguh dari Pemrintah Habibie untuk menyelesaikan persoalan. 2.

Puluhan lapak dibakar. praktik politisasi identitas haruslah tidak ditolerir. Budaya kekerasan yang terjadi di masyakat memerlukan perhatian sehingga sistem sosial dapat berjalan dinamis dan menghargai keberagaman. Kerusuhan etnisitas adalah buah dari para elit dan penyelenggara negara yang gemar melakukan politisasi identitas untuk memupuk dukungan politik publik. Menurutnya." tutupnya. "SETARA Institute mengingatkan aparat pemerintahan DKI Jakarta untuk menciptakan sistem penyelesaian ketegangan sosial di akar rumput. "SETARA Institute menyesalkan adanya korban meninggal dunia dan kerugian material dari peristiwa kerusuhan etnis seraya menilai bahwa keberagaman suku bangsa haruslah menjadi nilai kohesi sosial. Peristiwa ini juga menyiratkan bahwa masyarakat Jakarta memiliki kelemahan dalam menyelesaikan ketegangan di akar rumput.Selasa. tapi juga mengorbankan rakyat. Oleh karena itu Hendardi meminta aparat kepolisian untuk bertindak tegas terhadap pelaku yang patut diduga terlibat aksi kekerasan yang menimbulkan nyawa seseorang dan kerusuhan yang berujung pada pembakaran rumah dan aset pribadi masyarakat. SETARA Institute mencatat setidaknya kerusuhan serupa telah terjadi di kawasan Pasar Kramat Jati (Mei 2002)." ujar Ketua SETARA Institue Hendardi dalam rilis yang diterima. 01 Juni 2010 | 09:46 WIB Politisasi Identitas Ciptakan Ketegangan Sosial Baru (Vibizdaily-Polhukam) Bentrokan yang melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) kembali terjadi. "Eksploitasi politik identitas bukan hanya menunjukkan kelemahan kapital politik para elit negara. dan satu orang tewas akibat bentrokan yang terjadi di kawasan Duri Kosambi. "Kerusuhan yang diikuti dengan kekerasan." paparnya. dan Cipondoh." kata Hendardi. sejatinya bukanlah konstruksi sosial masyarakat Indonesia. Hendardi mengatakan berbagai forum dan organisasi masyarakat yang selama ini sering menggunakan kekerasan dalam mengatasi persoalan sosial awalnya adalah cara-cara elit politik untuk kepentingan tertentu. Tapi berbagai fakta mutakhir justru menunjukkan kecenderungan yang sebaliknya. Cakung (Juli 2002) dan Kebayoran Lama (Maret 2001 dan Mei 2007). Tangerang. Selasa (1/6/2010). . sejumlah mobil hangus. Kerusuhan sosial bernuansa primordial tersebut hanya akan memutus jalinan kohesi sosial. kerusuhan hanya akan memutus jalinan kohesi sosial. Jakarta Barat.

PERKEMBAGAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT TIONGHOA INDONESIA Nenek moyang orang Tionghoa Indonesia.(ma/MA/dtc) Herry Analisis Kondisi Sosial Budaya dan Sosial Politik Tionghoa Indonesia Gotong royong ada di mana-mana. Wassalam'mualaikum. Amerika. bahkan di luar negeri sekalipun ada gotong royong. Kebiasaan ini seringkali dianggap "negative" oleh kelompok orang Tionghoa yang tinggal di daerah lain yang kental dengan agama non-Islam. Artinya bisa bergotong royong dalam berbagai kegiatan. Begitu juga dengan orang Tionghoa yang tinggal di daerah-daerah lain. yang tidak berani menentang diskriminasi rasial terhadap . tidak hanya di Bali. Cina Padang. Di Jawa. Kalau tidak. sulit untuk membedakan kehidupan sosial budaya Cina Sunda dengan orang Sunda asli. oleh karena itu orang yang tidak mau ikut siskamling sering dianggap tidak mau bersosialisasi. di Sumatra. Setelah sekian generasi beradaptasi dengan kelompok masyarakat sekitarnya. Assalam'mualaikum. Secara berseloroh kita sering mendengar istilah Cina Sunda. Mereka sering dicap sebagai orang yang apatis. terbentuk dalam pola yang berbeda-beda mengikuti pola sosial budaya lingkungan masyarakat sekitarnya. Tidak jarang pula pandangan negative datang dari orang Tionghoa yang tinggal di negara-negara maju yang "menjunjung tinggi demokrasi". yang tidak mempunyai rasa kebersamaan. kehidupan sosial budaya orang Tionghoa Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. tidak akan ada keturunannya sampai sekarang. bahwa orang Tionghoa Indonesia tidak mempunyai keberanian untuk menegakkan hak azasinya sendiri. orang Tionghoa yang sehari-hari bergaul dengan masyarakat setempat yang kental ke-Islamannya. dsb. Astagfirullah. yang hanya mencari selamat sendiri. dan sekaligus sebagai sarana adaptasi bagi anggota baru masyarakat tersebut. Dalam proses adaptasi tersebut. tentunya dengan pola yang berbeda-beda. Dalam hal ini perlu pemikiran positive dari pihak yang satu. Bukan suatu yang aneh jika ada orang Tionghoa di daerah tertentu yang sering mengucapkan kata-kata : Isnya Allah. untuk bisa mengerti pola pikir pihak yang lainnya. sejak kedatangannya dahulu bisa beradaptasi dengan masyarakat setempat. Siskamling adalah salah satu bentuk kegiatan gotong royong. karena yang membedakan mereka hanya raut mukanya saja. dsb. ucapan-ucapan yang berasal dari agama Islam menjadi kebiasaan sehari-hari. khususnya yang sudah beberapa generasi lahir di Indonesia. dsb. Dalam kenyataannya. termasuk juga yang tinggal di Eropa. di Kalimantan. Gotong royong merupakan salah satu sarana komunikasi sosial masyarakat yang paling efektif. Australia. Cina Jawa. dsb.

Oleh karena itu muncul sindiran first class. Sejak munculnya larangan tsb. jabatan publik yang penting hampir semuanya dipegang oleh ras mayoritas. Fakta membuktikan. dsb. Istilah Kristen sendiri di Indonesia menjadi rancu. umumnya berasal dari Cina Belandis (orang Tionghoa yang berpendidikan Belanda). Sejarah membuktikan bahwa organisasi sosial politik orang Tionghoa di Indonesia sejak pra kemerdekaan sangat rapuh. dan third class citizen. Di sini juga perlu pemikiran positive dengan kepala dingin. Singaporean Chinese. yang tidak bisa diperbandingkan langsung dengan Malaysian Chinese. orang Tionghoa Indonesia adalah kelompok masyarakat yang unik. khususnya pada masa Orde baru yang melarang semua kegiatan sosial budaya yang berasal dari Cina. Pergeseran ini telah mendorong perkembangan agama Kristen yang cukup pesat pada masa Orde Baru. second class. Juga adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri. maka pandangan politik orang Tionghoa juga berkembang menjadi sangat beragam. dengan orientasi politik yang berbeda-beda bahkan cenderung bertentangan. Ini merupakan salah satu alasan. PERKEMBAGAN SOSIAL POLITIK MASYARAKAT TIONGHOA INDONESIA Akibat perkembangan kehidupan sosial budaya yang berbeda-beda tsb. Sejalan dengan perkembangan politik di Indoensia. orang Tionghoa yang beragama Kristen (Katolik dan Protestan + sekte-sekte di bawahnya). termasuk di negara yang "menjunjung tinggi demokrasi". Sebagian besar orang Tionghoa Indonesia adalah keturunan campuran dari pria Cina yang datang dari Tiongkok dengan wanita setempat. sehingga berpengaruh pula pada kekuatan politik yang berlandaskan agama Kristen di Indonesia dan sekaligus merubah pandangan politik sebagian orang Tionghoa Indonesia. Secara garis besar dikenal ada tiga macam bentuk parpol Tionghoa saat itu. agama Kristen menjadi pilihan utama Tionghoa Indonesia. Secara garis besar kekuatan politik yang berlandaskan agama Kristen di Indonesia dapat dibagi dua. yaitu yang berlandaskan Katolik dan yang berlandaskan Protestan bersama sekte-sekte di bawahnya. mengapa cukup banyak orang Tionghoa yang tidak setuju dengan pembentukan parpol berbasis keTionghoa-an di Indonesia. dan hanya sebagian kecil yang memilih agama Islam. Dalam masa pemerintahan Bung Karno. dlsb. Australian Chinese. telah terjadi pergeseran yang siginificant dalam agama-agama orang Tionghoa Indonesia. di dalamnya penuh dengan pertentangan pendapat satu sama lain. sebagian secara diam-diam tetap bertahan dengan agama-agama Sam Kaw. meskipun secara tekhnis cukup banyak orang-orang dari ras minorotas yang lebih mampu.dirinya. bahwa diskriminasi rasial ada di mana-mana. di samping alasan-alasan lain berdasarkan pandangan politik masing-masing individu. di mana Kristen identik dengan .

seolah-olah Katolik bukan Kristen. Berdasarkan hukum Ketatanegaraan Indoensia. Pendekatan Hukum. di mana UU yang baru harus disyahkan DPR. semua UU dan Peraturan ex Nederlansche Indie diambil alih oleh pemerintah RI. sehingga sering muncul pertanyaan apakah sebenarnya oknum pejabat tsb rasialis atau hanya sekedar korupsi. Selama masa Orde Baru. UU hanya bisa dihapus dengan UU yang baru. bukan semuanya. Sehingga muncul pemikiran praktis agar pandangan politik orang Tionghoa disalurkan ke partai-partai politik yang sudah ada. Namun dalam kenyataannya. Dengan demikian. Oleh karena itu. tentunya dengan beberapa pengecualian. pandangan politik orang Tionghoa menjadi lebih beragam dibandingkan masa sebelumnya. ataupun dengan sekelompok masyarakat tertentu. Inilah salah satu keunikan lain dari masyarakat Tionghoa Indonesia. USAHA-USAHA UNTUK MENGHAPUS TINDAKAN DISKRIMINATIF RASIAL Persoalan utama yang dihadapi orang Tionghoa Indonesia adalah tindakan diskriminatif rasial yang dilakukan SEBAGIAN KECIL anggota masyarakat. oknumoknum pejabat tsb juga memeras kalangan non-Tionghoa yang dianggap kaya. Dalam proses penyerahan kedaulatan. malah ditambah dengan berbagai UU dan Peraturan lain yang lebih rasialis. Dalam kenyatannya ada perbedaan yang significant antara paham politik berlandaskan Katolik dan Protestan. oknum-oknum pejabat tsb banyak yang bersahabat baik dengan orang-orang Tionghoa. Persoalan baru muncul jika berhubungan dengan isntansi pemerintah. UU dan Peraturan yang rasialistis ini bukannya dihapuskan. yang secara kebetulan di kota-kota besar umumnya relatif lebih makmur dari kehidupan masyarakat sekitarnya. Tapi di lain pihak ada pula yang beranggapan bahwa Katolik dan Protestan adalah sama saja. a. dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing.Protestan. . Oleh karena itu banyak sekali UU dan Peraturan di Indonesia yang secara de facto masih berlaku adalah sisa-sisa peninggalan Belanda. dan disktriminatif sosial yang dilakukan oleh sebagian kecil anggota masyarakat. Dengan pergeseran agama tersebut. yaitu pendekatan hukum dan pendekatan sosial. Dalam kehidupan pribadi sehari-hari. Fakta lain. termasuk pula UU dan Peraturan yang bersikap diskriminatif rasial terhadap Tionghoa Indonesia. orang Tionghoa Indonesia nyaris tidak mengalami masalah yang berarti dengan masyarakat sekitarnya. Dalam hal ini harus dibedakan antara diskriminatif resmi yang dilakukan pemerintah melalui UU & Peraturan. usaha-usaha untuk menghapus tindakan diskriminatif rasial dapat dibagi dalam 2 macam pendekatan. Kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum birokrat dengan semangat korupsi yang tinggi untuk memeras orang Tionghoa. usaha-usaha untuk mempersatukan orang Tionghoa dalam suatu wadah politik menjadi semakin kabur dan nyaris mustahil.

perbaikan kampung. yang hasilnya untuk membiayai sekolah mereka sendiri. baik formal maupun informal. termasuk sisa-sisa UU dan Peraturan ex Nederlandsche Indie. Pendekatan Sosial. Pola pendekatan sosial. Melalui berbagai macam pendekatan tersebut.Dalam masa reformasi. semua murid disuruh bekerja membuat barang tertentu. gotong royong dalam membangun sarana umum. di samping sibuk mengisi kantong pribadinya. Pada prinsipnya. tidak mudah untuk menghapus UU sedemikian banyaknya. diharapkan akan muncul pemikiran baru yang mematahkan pemikiran lama yang menganggap bahwa orang Tionghoa selalu hidup exclusive. untuk mengapus UU dan Peraturan tsb bukan pekerjaan yang mudah. Dalam bidang sosial kemasyarakatan. sebenarnya sudah sejak lama dilakukan oleh kalangan Tionghoa Indonesia pada masa pemerintahan Bung Karno. Para akhli hukum juga tahu. bukan memberi ikan. karena DPR saat ini masih sibuk menangani persoalan-persoalan baru yang muncul selama masa trasisi. b.Simon Tan di Medan. Di mata para akhli hukum. dalam usaha-usaha untuk menghapus tindakan diskriminatif rasial terhadap orang Tionghoa Indonesia. UU dan Peraturan lama tsb walaupun de facto masih berlaku. Salah satu contoh yang dapat dikemukakan adalah sekolah yang didirikan oleh dr. Dengan bergotong royong. diharapkan secara bertahap akan muncul pandangan positif terhadap kalangan Tionghoa yang selama ini cenderung dicap hanya mau mencari untung semata-mata. namun mereka tetap melaksanakan protes terhadap pemerintah. Dengan cara ini akan terjalin suatu rasa kebersamaan antara murid-murid Tionghoa dan non Tionghoa. bisa disebutkan antara lain : pelayanan rumah sakit dengan subsidi silang untuk membantu pihak yang kurang mampu. Dalam kenyataannya. dan lain-lain. Kail yang dimaksud bisa bermacammacam jenisnya. tapi dalam kenyataannya banyak yang sudah tidak dipakai lagi. Sesuai dengan hukum Ketatanegaraan di Indonesia. Pemikiran baru yang muncul hanya merubah strategi pendekatan. antara lain melalui pendidikan. muncul usaha-usaha untuk menghapus 62 macam UU dan Peraturan yang bersifat rasialistis. Di kalangan orang Tionghoa moderat. gotong royong dalam menghadapi bencana alam. dan kerja sama usaha yang saling menguntungkan. kondisi ini memungkinkan birokrat mempunyai kesempatan untuk bersikap rasialis terhadap orang Tionghoa. muncul pemikiran untuk mengintensifkan kembali pendekatan sosial. tanpa pandang bulu. agar lebih efektif dan efisien sejalan dengan kondisi saat ini. yang kelak setelah terjun ke masyarakat . sehingga muncul nada-nada sumbang terhadap tuntutan mereka. Dalam hal ini pola pendakatan yang dimaksud ibarat pepatah : memberi kail. baik Tionghoa maupun non Tionghoa. Murid-muridnya hampir semua berasal dari kalangan miskin. Sampai sekarang tidak jelas kemajuan tuntutan tsb sampai di mana. Di luar kegiatan sekolah. pola pendekatan sosial yang dimaksud adalah cooperative persuasif untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

d. akan sangat sulit diterima kelompok masyarakat Tionghoa di masing-masing daerah. secara tekhnis tidak mudah dilaksanakan dan akan memakan waktu lama.Tan Tjin Hong di Bandung pada tahun 1998. informasi tentang dr. meskipun secara psychologis bukan sesuatu yang mudah. Contoh lain adalah usaha yang dilakukan alm. sedangkan pokok deposito dikembalikan kepada pemiliknya masingmasing. Sangat ideal jika semua UU dan Peraturan rasial bisa dihapus. sejalan dengan banyaknya suku-suku di Indonesia yang berpengaruh dalam terhadap kehidupan sosial budaya masing-masing. Uniknya. dr. e. dan secara tekhnis lebih mudah dilaksanakan. tapi lebih tergantung pada pribadi oknum birokrat yang terlibat. tapi tindakan diskriminatif rasial tidak tergantung ada tidaknya UU dan Peraturan yang bersifat diskriminatif. Pendekatan hukum dalam usaha menghapus tindakan diskriminatif rasial.Tan bisa melakukan diplomasi sembako kalau tidak ada hubungan baik sebelumnya. bahwa pendekatan sosial ternyata lebih efektif dalam usaha mengeliminir tindakan diskriminatif rasial.dapat diharapkan akan menjadi pionir-pionir yang bebas dari sikap diskriminatif. Sayangnya.Tan menghimpun dana untuk pembagian sembako tsb hanya dari bunga deposito para donaturnya.Tan yang melakukan diplomasi sembako ke berbagai pihak yang mampu mengendalikan massa yang potensial melakukan kerusuhan ala kerusuhan Mei 98. Masyarakat Tionghoa Indonesia merupakan masyarakat yang sangat heterogen. Mustahil dr.com/group/tionghoa-net/messages/ ) sekitar 2 bulan yang lalu . bahwa Bandung saat itu aman berkat jasa dr. Bandung 11 November 2002 Herry Antono Catatan: Tulisan di atas pada awal November 2002 pernah dimuat di milis tionghoanet ( http://groups. sesaat setelah kerusuhan Mei 98 di Jakarta. a. KESIMPULAN. bertentangan dengan paham sekularisme yang didukung hampir seluruh masyarakat Tionghoa Indonesia. c.Simon Tan sangat terbatas sekali. b. Beberapa kasus menunjukkan. Sekian dan terima kasih. jika dikombinasikan dengan pandangan politik berdasarkan agama tertentu. Pandangan politik masyarakat Tionghoa. Padahal Bandung saat itu sudah dijadikan target kerusuhan berikutnya setelah Solo.dr.yahoo. Tidak banyak orang yang tahu. Pola pikir sosial politik "pihak luar" dengan latar belakang sosial budaya yang berbeda.

Namun. TAHUN 1998 menjadi saksi bagi tragedi perekonomian bangsa. No. sebagaimana kita selalu mengingat black Tuesday yang menandai awal . Yosef Umar Hadi. sekarang mereka seolah-olah merasa kecewa. Tjahja Gunawan. Banu Astono. Disintegrasi Senin. Mungkin dia akan selalu diingat. Ferry Irwanto. Sri Hartati Samhadi. Laporan akhir tahun ekonomi akan mengungkap semua persoalan itu dan mencoba menggambarkan keadaan untuk tahun mendatang. Itulah istilah yang paling pantas diberikan bagi perekonomian Indonesia sepanjang tahun 1998. 21 Desember 1998 LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Krisis Ekonomi 1998. menjadikan negara mandiri yang merdeka. Begitu pula masyarakat Papua yang memilih menjadi bagian dari Republik Indonesia pada awal 1960 an . lepas dari induknya. Isyarat ini semakin kuat denyutnya dalam detak jantung kehidupan politik bangsa Indonesia akhir-akhir ini . Kata Kunci:Kerusuhan sosial. Semua dituliskan oleh wartawan ekonomi Kompas. padahal dulu mereka sendiri turut mendukung berdirinya negara kesatuan Indonesia itu . Ini adalah pesawat terbang pertama yang dimiliki negara ini . dan Yovita Arika. Simon Saragih. Senin (21/12) dan Selasa. dengan mengumpulkan harta benda rakyat. Tragedi tak Terlupakan PENGANTAR REDAKSI "KEAJAIBAN yang hilang". 3/2000 Abstrak:Akhir-akhir ini terlihat semacam isyarat yang mengarah kepada kemungkinan akan terjadinya disintegrasi dalam kehidupan bangsa . masyarakat Aceh telah menunjukkan dukungan mutlak terhadap kemerdekaan yang diproklamasikan Bung Karno dan Bung Hatta. tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi begitu hebat. membeli dan menyerahkan sebuah pesawat terbang yang diberi nama Seulawah menjadi milik negara yang baru merdeka itu . dan ingin berdiri sebagai negara mandiri. Pieter P Gero. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Setelah berpuluh-puluh tahun terbuai oleh pertumbuhan yang begitu mengagumkan. Dedi Muhtadi. Andi Suruji. Unsur kedaerahan. Ninuk M Pambudy.DISINTEGRASI SOSIAL : SEBUAH TINJAUAN BUDAYA Oleh: Sjafri Sairin Artikel di Jurnal Humaniora Volume XII. Laporan akan dituangkan dua hari berturut-turut. Subur Tjahjono. Republik Indonesia . di Rubrik UTAMA dan Rubrik OPINI. Sejumlah orang Aceh dan Papua secara transparan telah menunjukkan keinginannya untuk melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada awal kemerdekaan dengan mengerahkan segala potensi yang ada padanya.

Dia juga sekaligus membalikkan semua bayangan indah dan cerah di depan mata menyongsong milenium ketiga. Terpuruknya kepercayaan ke titik nol membuat rupiah yang ditutup pada level Rp 4. Akhirnya. Krisis yang sudah berjalan enam bulan selama tahun 1997. Efek bola salju Faktor yang mempercepat efek bola salju ini adalah menguapnya dengan cepat kepercayaan masyarakat. memburuknya kondisi kesehatan Presiden Soeharto memasuki tahun 1998. dia juga berkembang menjadi krisis total yang melumpuhkan nyaris seluruh sendi-sendi kehidupan bangsa. namun terbukti tidak bisa segera memperbaiki stabilitas ekonomi dan rupiah. Krisis ekonomi Indonesia bahkan tercatat sebagai yang terparah di Asia Tenggara. dan bencana alam La Nina yang membawa kekeringan terburuk dalam 50 tahun terakhir. juga sebagai reaksi terhadap angka-angka RAPBN 1998/ 1999 yang diumumkan 6 Januari 1998 dan dinilai tak realistis. Mungkin Soeharto. berlanjut lagi krisis sosial kemudian ke krisis politik. Hanya dalam waktu setahun. sekitar 72. Bahkan situasi seperti lepas kendali. Dampak krisis pun mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. dan akhirnya dia tinggalkan.berkembang semakin buruk dalam tempo cepat. dunia usaha. Dari total utang luar negeri per Maret 1998 yang mencapai 138 milyar dollar AS. Dana Moneter Internasional (IMF) mulai turun tangan sejak Oktober 1997.resesi ekonomi dunia tanggal 29 Oktober 1929 yang juga disebut sebagai malaise. Sementara pada saat itu cadangan devisa tinggal sekitar 14. krisis yang semula hanya berawal dari krisis nilai tukar baht di Thailand 2 Juli 1997. sikap plin-plan pemerintah dalam pengambilan kebijakan. dalam tahun 1998 dengan cepat berkembang menjadi krisis ekonomi. Prestasi ekonomi yang dicapai dalam dua dekade. Seperti efek bola salju. perubahan dramatis terjadi.44 milyar dollar AS. Katakan. selain akibat meningkatnya permintaan dollar untuk membayar utang. sektor apa di negara ini yang tidak goyah. tak pelak lagi merupakan periode paling hiruk pikuk dalam perekonomian. ketidakpastian suksesi kepemimpinan. .850/dollar AS pada tahun 1997. yang menjadi pemicu semua itu. atau terdepresiasi lebih dari 80 persen sejak mata uang tersebut diambangkan 14 Agustus 1997. tenggelam begitu saja. situasi perdagangan internasional yang kurang menguntungkan. bagai layang-layang yang putus talinya. selama sisa hidupnya akan mengutuk devaluasi baht.5 milyar dollar AS adalah utang swasta yang dua pertiganya jangka pendek. di mana sekitar 20 milyar dollar AS akan jatuh tempo dalam tahun 1998. Bahkan kursi atau tahta mantan Presiden Soeharto pun goyah. Rupiah yang melayang.000/dollar AS pada 22 Januari 1998. Selama periode sembilan bulan pertama 1998. meluncur dengan cepat ke level sekitar Rp 17. besarnya utang luar negeri yang segera jatuh tempo.

perekonomian yang masih mencatat pertumbuhan positif 3. Sementara si kaya sibuk menyerbu toko-toko sembako dalam suasana kepanikan luar biasa. ekspor migas anjlok sekitar 34. Sementara kapitalisasi pasar menciut drastis dari Rp 226 trilyun menjadi Rp 196 trilyun pada awal Juli 1998. Di pasar modal. khawatir harga akan terus melonjak. Di sisi lain. bahkan ratusan perusahaan.54 persen. sehingga melahirkan gelombang besar pemutusan hubungan kerja (PHK). Pendapatan per kapita yang mencapai 1. menyebabkan kesulitan bank semakin memuncak. jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan juga meningkat mencapai sekitar 50 persen dari total penduduk.155 dollar/kapita tahun 1996 dan 1.75 persen pada awal krisis). akibat beban utang. dari 467.1 persen dibandingkan periode . Selama periode Januari-Juni 1998.8 persen dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) menjadi 60 persen pada Juli 1998 (dari masing-masing 10. Demikian pula laju inflasi hingga Agustus 1998 sudah 54. Data Badan Pusat Statistik juga menunjukkan.67 persen. Akibat PHK dan naiknya harga-harga dengan cepat ini. mulai dari skala kecil hingga konglomerat. dinaikkannya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) menjadi 70. dan persaingan ketat di pasar global. Di pasar uang. Puluhan.088 dollar/kapita tahun 1997.9 persen pada kuartal I 1998. kesulitan trade financing. Pengangguran melonjak ke level yang belum pernah terjadi sejak akhir 1960-an.Krisis yang membuka borok-borok kerapuhan fundamental ekonomi ini dengan cepat merambah ke semua sektor. Anjloknya rupiah secara dramatis.4 persen pada kuartal ketiga 1997 dan nol persen kuartal terakhir 1997. menciut menjadi 610 dollar/kapita tahun 1998. ternyata sama terpuruknya dan tak mampu memanfaatkan momentum depresiasi rupiah.339 pada awal krisis 1 Juli 1997. ketergantungan besar pada komponen impor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) anjlok ke titik terendah. dengan angka inflasi Februari mencapai 12.87 persen dan 14. dan dua dari tiga penduduk Indonesia disebut Organisasi Buruh Internasional (ILO) dalam kondisi sangat miskin pada tahun 1999 jika ekonomi tak segera membaik.12 poin. bertumbangan. Perbankan mengalami negative spread dan tak mampu menjalankan fungsinya sebagai pemasok dana ke sektor riil. manufaktur. terus menciut tajam menjadi kontraksi sebesar 7. dan perbankan. bank-bank nasional dalam kesulitan besar dan peringkat internasional bank-bank besar bahkan juga surat utang pemerintah terus merosot ke level di bawah junk atau menjadi sampah. pada 15 September 1998. sektor ekspor yang diharapkan bisa menjadi penyelamat di tengah krisis. yakni sekitar 20 juta orang atau 20 persen lebih dari angkatan kerja. Sektor yang paling terpukul terutama adalah sektor konstruksi. Sekitar 70 persen lebih perusahaan yang tercatat di pasar modal juga insolvent atau nota bene bangkrut.5 persen kuartal II 1998. menyebabkan pasar uang dan pasar modal juga rontok. 16.9 persen kuartal III 1998. 292. dan 17.

Tragedi berdarah ini memicu pelarian modal dalam skala yang disebut-sebut mencapai 20 milyar dollar AS. dan IMF sempat menangguhkan bantuannya. membuat dukungan IMF dan internasional mengalir lagi. Situasi yang terus memburuk dengan cepat membuat pemerintah seperti kehilangan arah dan orientasi dalam menangani krisis.* LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Era Bank-bank Bangkrut INDUSTRI perbankan selama tahun 1998 begitu hiruk-pikuk. karena memperoleh keberatan di sana-sini bahkan sempat memunculkan ketegangan dengan IMF. bahkan kuartal ketiga 1998.sama 1997. Akan tetapi kelimbungan Soeharto. Begitulah. rusaknya jaringan distribusi nasional. Kesulitan perbankan di satu sisi bisa tertolong karena tidak lagi harus dicecer nasabah panik. sektor fiskal yang diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi. gelombang hengkang para pengusaha keturunan.36 persen. Anomali Krisis kepercayaan ini menciptakan kondisi anomali dan membuat instrumen moneter tak mampu bekerja untuk menstabilkan rupiah dan perekonomian. yang dikeluarkan pemerintah awal tahun 1998 juga. sosial. Kemarahan rakyat atas ketidakberdayaan pemerintah mengendalikan krisis di tengah harga-harga yang terus melonjak dan gelombang PHK. Mereka benar-benar telah menempatkan kepercayaan pada bank di bawah telapak kaki. yang menuntun ke tumbangnya Soeharto pada 21 Mei 1998. Namun demikian. kita telah menyaksikan episode terburuk perekonomian sepanjang tahun 1998. Di tengah posisi goyahnya. menjadi awal dari semua prahara perbankan itu. terputusnya pembiayaan luar negeri. dan ditangguhkannya banyak rencana investasi asing di Indonesia. Pemburukan kondisi ekonomi. sementara ekspor nonmigas hanya tumbuh 5. Untung ada jaminan atas simpanan nasabah. tidak banyak menolong keadaan. kerusuhan dan bentrokan berdarah di Ibu Kota dan berbagai wilayah lain. Letter of Intent ketiga ditandatangani. Ditinggalkannya rencana CBS dan janji pemerintah untuk kembali ke program IMF. yakni IMF plus CBS (Currency Board System) di depan MPR. juga dalam tekanan akibat surutnya penerimaan. jaminan itu tak kunjung bisa mengakhiri krisis perbankan yang sudah . Sementara di sisi lain. dan lebih sibuk dengan manuvernya untuk merebut hati rakyat. sebelum akhirnya ide tersebut ditinggalkan sama sekali tanggal 20 Maret. Tindakan likuidasi tanpa memperhitungkan kepanikan nasabah. yang sebelumnya terbilang tenang menjadi beringas. Bahkan memicu adrenali masyarakat. Munculnya pemerintahan baru yang tidak memiliki legitimasi. dan politik dengan cepat ini setidaknya terus berlangsung hingga kuartal kedua. Pada 4 April 1998. Antrean panjang nasabah menyambut industri perbankan awal tahun 1998. telah sempat menghilangkan berbagai momentum atau kesempatan untuk mencegah krisis yang berkelanjutan. segera berubah menjadi aksi protes. Soeharto sempat menyampaikan konsep "IMF Plus".

Pemilik bank juga bangkrut. angka Rp 257 trilyun itu juga bukan hal mudah untuk dipenuhi. Kredit bermasalah bank sendiri pun mencapai kurang lebih Rp 300 trilyun.berkembang menjadi kronis. telah membuat mereka lari tunggang langgang. Bahkan sebagian besar saham-saham bank swasta telah dicengkeram oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). tiba-tiba dihadapkan pada beban dashyat akibat borok-borok industri perbankan. pemilik bank sendiri harus menyuntikkan modal untuk memberi roh pada perbankan. ada beberapa karakter yang membantai industri perbankan selama tahun 1998. Kekhawatiran akan bisnis yang tidak nyaman di Indonesia. Akan tetapi itu tidak dapat dilakukan. Bank Indonesia memang menyuntikkan likuiditas berupa BLBI. pola pengembalian . Akan tetapi pengambilalihan Bank Indonesia atas saham-saham perbankan nasional. jauh dari memadai. kebijakan yang dikeluarkan pun-untuk menyehatkan perbankan-seperti anak-anak bermain tali. bank-bank kita sudah tinggal gedung-gedung saja tanpa isi. karena kredit yang disalurkan ke kelompok sendiri. pemerintah menjadi penolong mayoritas kesulitan perbankan. Idealnya. yakni suku bunga kredit yang lebih tinggi ketimbang suku bunga simpanan nasabah. Akan tetapi pengenaan suku bunga BLBI. Akibatnya. BI harus menanggung semua beban yang ada di perbankan. sebagian kredit itu telah menguap dan sebagian besar menjadi simpanan pemilik bank yang ada di sistem perbankan internasional. Bisa dikatakan. terjerat kredit macet. ada sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk menyehatkan perbankan. Borok-borok itu. telah pula menjadikan pemilik menghadapi beban yang terus bertambah. sebagaimana di berbagai negara. Secara de facto. Diperkirakan akan ada Rp 257 trilyun untuk menyuntikkan modal perbankan. Tambahan pula. Tarik ulur hampir selalu mewarnai kebijakan pemerintah atas perbankan. Idealnya. Ada lagi faktor lain yang mewarnai. sangat jelas terlihat pada peringkat perbankan yang mayoritas berkategori B (modal sudah menjadi negatif 25 persen terhadap aset) dan C (modal sudah negatif di bawah 25 persen) terhadap aset. juga tak menyelesaikan masalah. Kebijakan di bidang keuangan dan perbankan seringkali direvisi. Pemerintah memang merencanakan rekapitalisasi dengan penerbitan obligasi. Namun pemerintah pun kini bagai tunggang langgang. Ambil contoh. Beban bankir semakin bertambah saja. Pertama adalah warisan dari kepanikan nasabah yang mengakibatkan sumber pendanaan kosong melompong. Selain warisan dari penyakit masa lalu. Akibatnya terjadi negative spread. Ironisnya. Akan tetapi angka itu dianggap terlalu moderat. Meski demikian. ** SEBELUM rencana rekapitalisasi. Resesi ekonomi telah mencampakkan semua kredit yang disalurkan menjadi sampah. pemilik saham mayoritas perbankan nasional adalah pemerintah melalui Bank Indonesia.

termasuk Indonesia. adalah yang juga disebut sebagai foreign direct investment (aliran investasi asing langsung). kebijakan pemerintah yang plintat-plintut bisa membingungkan pelaku pasar dan mengurangi kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan. Untuk kawasan Asia Pasifik. tetapi untuk menyehatkan industri perbankan. kita bertanya. Tahun 1999. belum memperjelas arah kebijakan pemerintah yang hendak ditempuh dalam dunia perbankan. peran aliran modal sudah menjadi penyangga perekonomian. juga masih merupakan langkah sumir. Sebenarnya kebingungan dan kepanikan dalam masyarakat secara tidak langsung diciptakan sendiri oleh pemerintah melalui kebijakan yang tidak utuh. dan sekaligus juga perbankan satu negara. akan masih terus dilanjutkan dengan sejumlah pertanyaan bagaimana menyelesaikan perbankan. kemudian diubah lagi menjadi satu tahun. Dengan rekapitalisasi perbankan pemerintah berobsesi menciptakan perbankan yang sehat dan kuat serta mampu bertarung di pasar global. Berbagai kalangan. Setelah kebijakan pengembalian BLBI sudah agak terang dan jelas. Aliran modal lainnya. domestik maupun dunia internasional di berbagai seminar. likuidasi adalah suatu yang tak terhindarkan. itu hanyalah bank-bank asing atau campuran. Maka itu. Aliran modal itu. Bagaimana pun. mengamati industri perbankan sepanjang tahun 1999 adalah sesuatu yang mereka nantikan. termasuk yang dalam kategori investasi portofolio-berbentuk saham obligasi atau produk di pasar uang lainnya. sekarang muncul program rekapitalisasi (penambahan modal) perbankan yang merupakan bagian dari kebijakan restrukturisasi perbankan nasional. Maka itu. dalam dunia yang sudah terintegrasi ini. Kalaupun ada yang bisa beroperasi normal. Itu merupakan bagian dari reformasi perbankan. tahun 1999. Sampai akhirnya setelah melalui bebagai perdebatan. industri perbankan belum bisa diharapkan beroperasi seperti sediakala. Lalu bagaimana prospektif perbankan nasional? Hingga saat ini tak ada yang bisa memberikan jawaban tuntas. Namun keunikan Indonesia. jangan heran jika masyarakat terus bingung. Sebenarnya ada hal paling urgen yang kelihatannya tak punya korelasi. . pemerintah menetapkan batas waktu empat tahun bagi pemilik lama saham mayoritas bank beku operasi (BBO) dan bank take over (BTO) untuk menyelesaikan kewajibannya. yang bisa dikatakan. *** DI tengah kebingungan itu. atau bankbank swasta yang selama ini cukup berhati-hati menyalurkan dananya. Kebijakan yang hendak dilaksanakan itu pun. Akan tetapi jumlah bank yang bisa bertindak seperti hanya dalam bilangan jari tangan. Sebelumnya pemerintah menentukan batas waktu pengembalian BLBI selama lima tahun. Hingga kini semua itu masih menjadi tanya besar? Maka itu. hal itu mutlak diperlukan. Mereka belum cukup mampu mengucurkan kredit. Bagaimana menyehatkan perbankan. Namun yang jelas. Sebagaimana diketahui. hal itu sudah terjadi. juga sangat kebingungan melihat endemik penyakit perbankan.dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang berubah-ubah.

adanya kepastian hukum dan sistem peradilan yang independen. tetapi kerusuhan berdarah telah membuat investor ngeri untuk masuk ke Indonesia. Laksamana Sukardi menilai. Kedua hal itu menjadi syarat pembentukan pemerintahan yang bisa dipercaya rakyat. Korea Selatan dan Thailand. diharapkan tokoh-tokoh yang terlibat menyamakan persepsi bahwa pemilu harus berhasil dan sesuai aspirasi rakyat.tidak bisa segera membalikkan arus modal keluar menjadi arus modal masuk. rencana pegelaran dialog nasional sangat penting. tertib dan sesuai dengan aspirasi sebagian besar rakyat merupakan keharusan. mengingat intensitas kekerasan dan kejadian perampokan dan penjarahan yang membuat masyarakat merasa tidak aman masih sering terjadi. masuknya aliran modal asing sebagai jalan terbaik dalam pemulihan ekonomi hanya bisa terjadi kalau ada pemerintahan yang bersih. Sebaliknya. maka pemulihan ekonomi sulit diharapkan dalam waktu cepat. adalah negara yang paling jitu dan lihai. Sebaliknya tokoh-tokoh nasional juga harus berani mengakui pemerintahan yang sekarang. Kita sama-sama menghendaki. *** MELIHAT pentingnya faktor penyelesaian politik. kondisi perekonomian di tahun 1999 berada dalam situasi yang kritis. Pemerintah sekarang berani mengakui. didukung rakyat. Peluangnya separuh-separuh. Untuk Indonesia. Apabila demikian. bahwa dirinya bersifat transisi dan hanya mempersiapkan pemerintahan yang akan datang. pemerintahan yang demokratis dan didukung rakyat. Selain masalah politik. lancar. bila kerusuhan sosial terus meningkat dan pemilu tidak dapat dilaksanakan. apabila . apakah pemilu akan berjalan jujur dan adil. maka dengan cepat ekonomi Indonesia akan pulih. Menurut dia. pembenahan sektor ekonomi terutama moneter juga sangat penting. serta demokratis. Oleh karena itu. Mulai saat ini harus dipersiapkan. Investor bersikap menunggu. LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Pemulihan Ekonomi Tergantung Penyelesaian Agenda Politik PELAKSANAAN agenda politik secara aman. adil. Namun bayangan kegagalan masih berkecamuk. Jangankan untuk berbinis. serta menyadari pentingnya kembali arus modal masuk itu. transparan. karena investor pasti akan datang kembali ke Indonesia. apabila diinginkan ekonomi akan segera pulih. ketenangan politik. adalah hal mutlak yang harus didengarkan otoritas. meski dipandang menarik. Karena itu. Artinya perekonomian nasional berada di persimpangan jalan antara kemungkinan terjadi recovery dan kehancuran. keinginan seluruh rakyat Indonesia yang menghendaki agar pemilu berlangsung jujur. untuk berkunjung pun mereka sudah enggan. serta demokratis harus benar-benar dilaksanakan dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Suksesnya pemilu dan Sidang Umum di tahun 1999 tidak serta merta terjadi begitu saja. Melalui dialog nasional tersebut.

Kalau penyelesaian politiknya baik. mengakhiri krisis perbankan kepercayaan dunia internasional terhadap pemerintah tergantung dari penyelesaian utang tersebut. Oleh karena itu sikap para pengusaha di tahun 1999 ini sudah pasti akan menunggu. tetapi intensitas kekerasan sudah cukup tinggi. restrukturisasi perbankan harus berhasil. Pertama. Yang terjadi. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. Bila default. maka yang ada hanya rasa waswas dan gamang. Dengan pertimbangan-pertimbangan seperti itu. Kedua. Atas dasar pertimbangan keselamatan. maka kredibilitas turun dan investor enggan masuk ke Indonesia. Sebelum mengatasi perbankan swasta. bank-bank BUMN harus juga selesai. Tetapi kalau melihat di lapangan terutama perkembangan politik yang ada. para pengusaha hanya meningkatkan volume dan penjualan dari yang sudah ada. Yang dikhawatirkan ialah kalau terjadi gejolak sosial akibat kegagalan pemilu yang tidak menampung aspirasi rakyat. Pengusaha tidak mungkin mengandalkan pasar domestik. maka tidak akan ada kegiatan ekonomi. karena tidak ada kodal kerja dan perdagangan.kita mengharapkan pemulihan ekonomi. Dua persoalan mendasar yang harus diselesaikan. Investasi tidak akan ada. maka ekonomi akan cepat sekali kembalinya. Haryadi B Sukamdani mengatakan. maka pengendara itu tidak punya pilihan lain kecuali menghentikan perjalanannya dan menunggu sampai kabut itu berlalu. masyarakat mendukung pemerintahan yang baru. apalagi nanti kalau mendekati kampanye dan pemilu. masalah utang luar negeri pemerintah dan swasta. Seberapa jauh masalah utang LN ini bisa diselesaikan. tetapi luar negeri. yaitu restrukturisasi perbankan dan utang luar negeri. Sebab. Oleh karena itu. Sebab pemilu masih jauh. Apabila persoalan bank ini tidak diselesaikan. sebagai pengusaha pihaknya memang harus optimis.* LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Rupiah dan Saham. Kabut tebal (situasi sosial politik-Red) menyebabkan pengendara (baca: pengusaha) tidak bisa memandang jauh ke depan. dengan demikian hanya tinggal sedikit bank yang kuat dan profesional. dunia usaha melihat kondisi perekonomian nasional di tahun 1999 ibarat seseorang yang sedang mengendarai mobil di tengah "kabut tebal". Rencana rekapitalisasi kemungkinan besar tidak akan berhasil. Meliuk-liuk Bagai Ular . pemerintah harus berani melakukan penutupan bank-bank yang memang tidak solvent.

Hal serupa juga dialami rupiah yang cenderung membaik sejak September lalu dan kini terus bertengger pada level Rp 7.000 per dollar AS.000 sampai Rp 8. indeks saham sedikit menapak naik melampaui tingkat 400 poin. "Batas rupiah adalah langit.000 bulan Juni lalu. mengakhiri krisis perbankan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) bulan September lalu akhirnya mencapai titik terendah 254 poin. *** MENGIKUTI perjalanan kurs rupiah dan indeks saham selama tahun 1998 ibarat naik turun gunung dengan lembah dan ngarai yang terjal. bergejolak dan jika digambar terlihat seperti ular yang meliukliuk. Kurs rupiah selanjutnya terjun bebas mencapai Rp 17. Masih ingat ketika kurs rupiah hampir menembus Rp 17. Bursa saham pun demikian halnya. suku bunga bank yang melambung memberikan dampak buruk bagi perusahaan-perusahaan termasuk yang sudah terdaftar di bursa.000 per dollar AS pada 17 Juni 1998? Begitu Soeharto menyatakan diri mundur sebagai Presiden ke-2 RI tanggal 21 Mei 1998-yang diinginkan pasar dan diperkirakan bisa meredakan gelombang-tak juga menolong rupiah. Menjelang tutup tahun 1998. terus menjadi-jadi sejak aksi penembakan mahasiswa Trisakti tanggal 12 Mei dan aksi penjarahan 14 Mei di Jakarta.000. . Tingkat suku bunga yang mulai menurun akibat inflasi yang mulai terkendali dan aksi spekulasi pada valuta asing yang mulai mereda ikut membantu.RUPIAH pun tak mau ketinggalan telah menorehkan tinta merah dalam sejarah perekonomian." ujar pengamat ekonomi Hartojo Wignjowijoto ketika kurs rupiah terus melemah mendekati Rp 17. Hal itu diikuti gelombang kerusuhan dan aksi politik yang sepertinya tidak habis-habisnya setelah mundurnya Soeharto.000. Pukulan bertubi-tubi atas rupiah mencapai gongnya. Kondisi ekonomi yang mengalami kontraksi hingga minus 13 persen. tingkat paling rendah selama sejarahnya. inflasi yang tinggi. Rupiah masih sekitar Rp 11. Kecenderungan pelemahan rupiah pasar. setelah mata uang yen Jepang mengalami depresiasi tajam 12 Juni 1998.

membuat pasar berkeyakinan bahwa Indonesia masih akan tetap dengan ekonomi biaya tinggi.000. Kehadiran calon wakil presiden BJ Habibie pada waktu itu. Hal serupa juga terlihat pada harga-harga saham di BEJ. Akan tetapi kondisi ekonomi dalam negeri ternyata tidak bisa lagi diharapkan untuk mendukung rupiah agar tetap stabil sejak Bank Indonesia (BI) melepaskan rentang intervensi 14 Agustus 1997 dan menutup 16 bank swasta bulan November. Bahkan sempat berada di bawah Rp 8. Intervensi BI di pasar valas ikut membantu. Beruntung. Sikap pemerintah yang juga tarik ulur dalam mencapai kesepakatan program bantuan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) semakin mempersulit keadaan.000 per dollar AS pada bulan Februari.Rp 5. Kondisi negatif ini semakin diperparah dengan perkembangan global seperti jatuhnya kurs yen. Tidak terlalu "buruk" apabila dikaitkan dengan keadaan saat ini yang bergerak antara Rp 7. Kurs rupiah segera kembali menguat hingga di bawah Rp 10. Manuver-manuver politik semakin memperburuk kepercayaan pasar atas perekonomian Indonesia.000 . Revisi atas RAPBN 1998/ 1999.000 per dollar AS. penandatanganan letter of intent pemerintah dengan IMF tanggal 15 Januari membuat pasar valas dan saham bereaksi positif pada membaiknya perekonomian. Setelah sempat melambung melampaui 700 poin pada bulan Juni 1997. Di bursa saham. harga-harga saham juga kembali melonjak. Indeks terus naik melampaui 500 poin pada Februari 1998. suatu tindakan revisi pertama yang dilakukan pemerintahan selama ini. kepercayaan akan perekonomian Indonesia secara perlahan . para investor asing mulai mengincar saham-saham unggulan Indonesia yang ketika itu sudah sangat murah. Kesepakatan dengan IMF juga memberikan sentimen positif krisis ekonomi Indonesia akan segera membaik. krisis keuangan Indonesia ternyata sudah melebar menjadi krisis ekonomi. juga menunjukkan sikap serius pemerintahan menghadapi krisis. Bukan hanya itu.000 .000. Menurut pengamat pasar modal Jasso Winarto saat itu. *** SEBAGAIMANA dikatakan banyak pengamat. Kurs rupiah setahun yang lalu masih bergerak antara Rp 4.Rp 8. indeks saham terus terjun bebas hampir mendekati 300 poin pada bulan Desember dan Januari 1998. krisis juga mulai masuk ke politik yang selama ini praktis menjadi "kawasan tabu". Akibatnya.Pasar memang tidak bisa kompromi dengan perkembangan politik.

Then. Lebih kalut lagi. Letter of credit (L/C) dari Indonesia tidak lagi diterima semua pihak di luar negeri. rupiah yang mencapai kurs paling rendah. mulai pupus. Akan tetapi sebagaimana dikemukakan. Itu berarti. secara perlahan mulai membaik. Sayangnya. Tri Nuke Pudjiastuti♦ Since 1998 the political uncertainties and acute economic crisis have result of the long ruling authoritarian regime of President Suharto and design the installation of a new democratic system. IMF juga mulai mengucurkan dana bantuannya. persoalan yang dihadapi seseorang atau sebuah negara. Seperti telah diungkapkan di atas.000). Sejak Juni dan Juli 1998. rupiah dan bursa agak pulih. Pertanyaannya. harus mulai diselesaikan dari diri sendiri. diperkirakan sekitar 9. sejak itu kurs rupiah terus anjlok hingga mendekati Rp 17. Indeks harga saham juga mulai menunjukkan tendensi merosot menembus angka 400 poin dengan beberapa kali naik sedikit sekadar koreksi kecil.000 (di Singapura sudah mencapai Rp 17. Tekanan terhadap rupiah mulai melemah. Akibatnya. Harga-harga saham terus berjatuhan. ethnic and violence ignited at many places in Indonesia. Tidak jarang. langkah pemulihan ini belum terlihat di bursa saham. setelah sejumlah perundingan bagi penyelesaian utang luar negeri pihak swasta dicapai kesepakatan di Frankfurt. Jerman. Sejumlah negara sahabat juga mulai memperlihatkan sikap mendukung program ekonomi Indonesia. Harga rokok ataupun air mineral jauh di atas harga per lembar saham.namun pasti. pemerintah sejak sekarang harus bisa menyelesaikan semua persoalan ekonomi dan politik yang di dalam negeri. Unfortunately in the same time. Waktu itu. Pasar valas maupun bursa saham seperti telah patah arang terhadap pemerintah RI. tegas.8 milyar dollar AS utang jangka pendek pihak swasta Indonesia yang jatuh tempo. harga saham di BEJ sudah senilai harga permen. Transparan. there are the revival of ethno-nationalism in the provinces of Aceh (in the northern Sumatra). which was started with East Timor to be independent.* MIGRATION AND CONFLICT IN INDONESIA By. tekanan terhadap rupiah semakin bertubi-tubi. dan cepat diperlukan. Jangan sampai malah menimbulkan kebingungan dan ketidakjelasan. Irian Jaya and “religious” violence between the majority Muslims and minority Christians on the eastern Maluku . Indeks saham pun terus turun hingga bulan September mencapai titik terendah 254 poin. jelas. pihak peminjam di luar negeri mendesak para penerima pinjaman di dalam negeri agar segera membayar utangnya. apakah kurs rupiah dan indeks saham ini masih akan stabil pada tingkat ini saat memasuki tahun 1999? Penghujung tahun 1998.

when the complex process of state making was not creating political space for pluralism. See Susan F.htm> 2 See the data of WFP. race and among groups) which actually it created negative impact for harmonize of civil society.1 This flow of them becomes recent phenomenon around regions in Indonesia. such as among social relationships or political cooperation. economy and political problem of ethnic. not only from Kalimantan and Ambon. human right abuses and political repression that displace people from their home communities. Martin. It was more in the SARA concepts (ethnic. the government is also still weak and ineffectual in dealing with the situation.idpproject. Since 1998 the flow of IDPs is already more than 1. April 2001: <http:www. when a sustainable economy recovery is so slowly and looks un-focusing. but more uniforms. Ethnic violence . but also from Sumatra. Since the crisis started the structure Indonesian society faces many social. In the recent years Indonesia still continues to suffer. Sulawesi. One of big real effect is in the grassroots population which directly faces the violence and the hard time in the shelters and tents as internally displacement persons (IDPs).3 million persons. which the stronger indication has shown on 13-14 May 1998 tragedy at Medan Jakarta. However. Remaining the IDPs problem that will be discussed. It is potential in Indonesia and the seed of conflict were planted more than 30 years ago. Working Paper 41: Global Migration Trends and Asylum.unhcr. Resistance of Ethnics Ethnic tension actually is not a recent phenomenon. New Issues In Refugee Research. 1 IDP actually is a part of forced migration.ch/refworld/pubs/pubon. Moreover social commitment was so fragile. the Indonesian Institute of Sciences (P2P-LIPI). VAM Unit Jakarta. Even many the violence remains linked to elements of the military. as Susan F Martin remains that their flow is caused more of push factors in their home communities which is fuelled by conflicts. national and international organizations since This paper will be presented at 2002 IUSSP Regional Population Conference in Bangkok. Http://www.2 Although there are some actions from many kinds of local. Surabaya and Palembang. it seems no real government effort to solve the IDPs problems. 2 1998. Solo. Irian Jaya dan Nusa Tenggara. religion. 3 It could be detected from stigma of Indonesian and Chinese minority.Islands and Poso (Central Sulawesi).org/database/. Discussing IDPs in Indonesia. it will focus on what actually the reason was behind the movement and how to create the solution. today in the social-political transition there is changing pattern and more complicate. 10-13 June 2002 ♦ Researcher at the Centre for Political Studies.

These three regions had long histories of resistance to central authority in Java. there are Sasak. All are the economical reasons. Maluku. such as at Situbondo (East Java). have consequences the ethnics conflicts. as usually in other region in Indonesia. First. the revival of ethnonationalism in the provinces of Aceh (in northern Sumatra) and Irian Jaya. Bara Dalam Sekam: Identifikasi 3 dimensional and latent. economic and political dimension. Rangkas Dengklok (West Java). . such as violence between the majority Muslims and minority Christians on eastern Maluku islands and Poso–Central Sulawesi. which mostly the Moslem and usually they should be the ICMI member. Sumbawa and Bima ethnics. Beside that.ignited with East Timor’s drive to independence. as occurred at Ambon and Mataram. Look Riza Sihbudi et. social. which are Moslem.4 The main reason of conflict actually related with the history of new settlers came and the reason why they live there. Central Lombok and Senggagi Tour region. From this phenomenon of conflicts. Papua dan Riau. the economic and political conflict multi dimensional and latent pattern grows particularly in the regions which actually had religion harmony. in January of that year Ambonese Christians mobilized anti-new settlers feeling against the Bugis (ethnic from Sulawesi) and Butonese minorities. and Pekalongan (Central Java). Sumba. Religion becomes tool of pressure the mass movement. Tasikmalaya. and (3) Natural resources struggle. Akar Masalah dan Solusi atas Konflik-konflik Lokal di Aceh. whereas in fact from the people composition. there are three general patterns of conflicts: (1) Economic and political conflict multi 3 Since 1996 there were the big and wide riots with religious. These social conflicts phenomenon is interested in term of friction and transformation pattern from Indonesian and Chinese minority pattern to the local people and the new settlers and the other things. (2) Political conflict movement and nationalism. to their cause. but there are some those dominated.5 This condition really disappointed and discriminated the Ambon Christian indirectly. communal and seed of ethnic consciousness. Those situation causes the widespread of conflict have succeeded in attracting religious matter. which the majority is Christian. This pattern is also showed in Waikabubak. When social violence was trigger by government recruitment employees (Pegawai Negeri Sipil= PNS) at East Nusa Tenggara. as their identity. East Nusa Tenggara. Unfortunately at the same time government recruited employees. That was such as what happened in Maluku 1999.al. West Nusa Tenggara. the new settlers are much less than local people. The suffer continues and secular nationalism which based on region and largely on the sidelines.6 In Mataram the composition of ethnic are so heterogenic. the violence dispread to West Lombok district. between local ethnic and Maduras in East Kalimantan.

He remains that there are conception of the role of cultural differences in the politics 7 See Riza Sihbudi et al. 7 Third. separatist movements are the best way for them. February 1999. even genocide could not be avoidable. this political conflict ethnic movement and nationalism kind of conflict actually grows on the region which has good and rich natural resources. This organization spread to all of Indonesian Provinces through PNS. Started from the armed robbery have been done by Maduras to Melayu on 17 January 1999 on Paritsetia village. 2001 and Syamsuddin Haris. Although the base of conflict much more of economic interest. Potensi Disintegrasi Nasional: Kasus Empat Dearah. January 2001: 9-11. Such relationships are not wholly absent. Suara Pembaruan. . Riau and Irian Jaya. but the local people do not have enough power and resource sharing. this natural resources struggle. Bandung. 8 June 2001.8 Much more obviously. The Sambas conflict was so unique. but not the extent of the emotion invested in ethnic conflict. West Kalimantan. history. but the economic problem explains much more at the top than at the bottom of developing societies. the straightforward relationships between economic competition and ethnic conflict are difficult to establish.al. Even though the base of conflict is economic interest. Dayak and Chinese with Madurese. See P2P-LIPI research. Republika. 2 May 2001. in Syamsuddin Haris et. preferences and imputed aptitudes and environment. 2002. 1999: 314. because cultural differences that usually divide ethnic groups. such as in Aceh. The violence fights and murder. 4 Kompas. The national government has controlled them to much and exploited their natural resources all. Indonesia di Ambang Perpecahan. the local people feel on the discrimination position. 29 shops. 8 Kompas. The Asian Foundation and Erlangga Publisher. and Media Indonesia. communal and seed of ethnic consciousness pattern is showed such as in Sambas. 5 Around the end of 1995. Then they took revenge by burning houses. 77 houses. and 14 cars were burnt. the former Vice President BJ Habibie developed the new Moslem organization.Kerjasama LIPI. Therefore. Every ethnic or a part of ethnic usually has difference in culture. economic theories can explain it as a part of conflict interest. Kerjasama Kantor Menteri Negara Riset dan Tehnologi RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 6 In the first case shows a lot of places burnt. 4 Second. which is called ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia. such as even the Madurese in Kalimantan does not adapt easily with other Madurese in Madura Island – East Java.Kerjasama PPW-LIPI. Yayasan Insan Politika. Anatomi Kerusuhan Sosial Di Indonesia (The Anatomy of Social Conflict in Indonesia). Mizan. it was among Malay. As Horowitz points out that ethnic conflict are often labelled cultural conflicts. such as churches. 8 March 2001. under Suharto power. that involves as the parts of managing these resources. the Jakarta Post. 7 restaurants. Indonesian Academic Moslem Community). Menristek RI dan Pustaka Mizan. The political power which is base on PNS is use to be on the new order regime.

Central Sulawesi had first emerged in a 1998 fight over a local political appointment. Poso and Irian Jaya. The Flow of Internally Displacement Persons (IDPs) Nothing expression in discussing the situation and condition can say just “becoming stranger at their own house”. Thousands of non-Acehnese migrated to other provinces in Sumatra and Java. 10 Http://www.321. 9 Donald L.hrw. 6 In July 2001 the approximately 60. the number of persons displaced by the conflict ebbed and flowed. This has evoked frustration among the displaced. but the culture of new settler or the government. which are in widespread from many conflict places in Indonesia. Ambon.html/ 11 Source: WFP. It really becomes the fuse factor of conflict. but the available information shows that large IDPs do not find enough shelters in organized camps or protected areas.136 people (30 November 2001)11. many after having been threatened by rebels. Horowittz.10 AS seen in the map one. such as: The eruption of a separate Christian and Muslim conflict in Poso. the main camps of IDPs are widespread in almost all Indonesian islands. VAM Unit Jakarta. Ethnic Groups in Conflict. West Kalimantan. which includes internal as well as across borders. Sambas. There was also a scarcity of clean water.idpproject. California. which resulted in sharp increases in the number of people suffering from diarrhea and skin disease. It is so hard to establish the exact figure. many in the face of violent police and military “sweeps” for suspected rebels.12 People who have been forced to leave their homes because of conflict are put in an extremely vulnerable situation. Thus the core of problem is marginalization of local communal that is related with the self of ethnic identity. the dominate culture does not come from the local community. As seen in map two. Respiratory diseases were not the only problem.org/database/. The worse ethnic conflict affects the flow of displacement population in many places in Indonesia. especially in .org/wr2k1/asia/indonesia.000 people temporarily displaced.9 In spite of this. University of California Press. Http://www.5 of ethnic relations.000 IDPs from Central and West Kalimantan of the recent outbreaks of violence living in appalling in tents and shelters in Pontianak. Left at lease 200 dead and an estimated 60. but tens of thousands fled their homes over the course of the year. 1985: 135-136. In Aceh. Such as scores of IDPs now live in camps or shelters along with conflict of many areas in Aceh. which make the society has many cultural sections and one of them dominates the others. Sampit. or military barracks with very limited infrastructure. They have lost everything. the intention of population flow recently around 1. which lives day-to-day in temporary camps.

actually the Button ethnic. IDPs seem have taken some chance of land for working.16 The local residents always corner and portray the Maluku IDPs as trouble-makers and frequently have been violence to them. but the local community of Buton is reluctant to accept them.14 Most of them are the responsibility of feeding and houses on the local villagers in Sampang. are struggling to suppress the growing strain of accommodating thousands of IDPs Madurese from conflict in Central Kalimantan. Until on 8 October 2001 IDPs in their camp have been involved in deadly bawls with local community.13 Beside that. Since 1998 there is some Crisis Centre that . they have found themselves treated as aliens by the local. Some of them have to shuffle from one place to another as manual labourer to make ends meet. Central Kalimantan. Madura. for example they are from Sampit. These all go to show that they really need the humanitarian assistance.the economic sense.000 IDPs from Sampit are spread on 40 villages are in psycho-social trauma. in some places there are potential conflict with the local people. Nusa Tenggara and Central Sulawesi. for example. In actual fact both the local people and IDPs of Maluku originate from Button Island. one of the examples. such job which does not easily create new opportunities in the camps where they live. Kompas. Suara Pembaruan. 22 October 2001. which can find in many places IDPs camps or shelters such as in West Kalimantan. for examples. particularly when they work as a vendor or labourer. The worse situation is the psychical condition among IDPs. More than 55. 25-30 April 2001 13 Republika. because neither the provincial nor national government has provided meaningful 12 Koran Tempo 16 July 2001 7 June 2001. Life in the various camps is actually fraught with suffering. 14 The Jakarta Post. It seems that both the local Buton ethnic and the Butan IDPs have had difficulties to find to integrate themselves after the long separation.15 Although it looks can run in the daily time. actually IDPs’ flow or displacement population in Indonesia is still far from reducing the conflict. There are the small example. Children. because they promote the new conflict with local population in the new place. because trauma to threaten far away with their parents. 7 assistance so far. Medan. they have been virtual prisoners in their camp and have not been allowed to go outside the camp. It is possibly. IDPs from Maluku in Buton. Most of them came with little more than the clothes they were wearing. It is interested. which live at Sampang district. which come from not only local and national NGOs but also international NGOs and other countries governments. do not want to go to school and develop social live. Maluku Island. Although the IDPs only left the island around two generations ago. In Sampang Madura.17 After that. maybe because the IDPs have been exposed to different cultures in Ambon. but many of them face another conflict with local people.

Resettlement policy is as the one of solving problem in many places for IDPs looks a good point for them. but again. there is not sense of urgency of the Government. 22 December 2001. it was not causes directly by inter-group differences. IDPs from Aceh resettled from Medan to Bengkulu. Media Indonesia 19 July 2001. Kompas 8 March 2001.18 And. when they did not want to do resettlement. the national government and police exploited their power to push Madurese to move other places. First. It means also one ethnic group can not claim their land is their ethnic land. which try to give solution of displacement. They are active to providing humanitarian assistance. but there are some fragile problems come out. At the side of that. Koran Tempo 12 May 2001. Ambon and Irian jaya. These policies are in the three kinds of project: transmigration. 9 Sampit. 17 Ibid.special for social conflicts in Indonesia. Although at that time the National Board Coordination (Badan Koordinasi Nasional = Bakornas) created for tacking the natural disaster and refugee (or IDPs) and now under the State Minister of Social Welfare participate dealing with natural disaster and IDPs. Media Indonesia and Koran Tempo. The Unclear Government Policies Since the government of President Abdurrahman Wahid. 12-13 and 19-20 October 2001. This physical rehabilitation project actually has some serious weakness that should be understood. Therefore. Kalimantan. transmigration project already did to some of IDPs in Sulawesi. there is no real government effort to prosecute anyone to stop the conflict and offer the humanitarian aid for IDPs. Through the Social Welfare Minister Bachtiar Chamsyah tried to adopt a part of the policy of transmigration. particularly in many places in Sumatra. space and help send children of IDPs to local schools also. This concept means that every citizen can stay and live in all other places in Indonesia. Actually there are policies of the IDPs. but still no really effort of government to maintain a sense of unity and domestic security. The concept of resettlement is in contradiction with the concept of Indonesian nation building and state building. 16 The Jakarta Post. in the case of Madurese in 18 Kompas. normalization and resettlement back. They share all. Sulawesi. There are around 800 IDPs families resettled to transmigration settler unit (Unit Pemukiman Transmigrasi: UPT) Donggala district – South-east Sulawesi. which usually they work together with international organisation and many other NGOs and sometimes with 15 Many local family of five are now having to accommodate and feed as many as 20 50 IDPs. the government and police should not blame ethnic Madurese. from food. such as Suara Karya 27 August 2001. which it has to have for encouraging sense of belonging among societies. See many new about IDPs in Sampang. However . 8 government. a closer examination of the conflicts and the causes of conflict. without concerning with what ethnic they are.

The combatants in the several ethnic conflicts are around Indonesia. was a recipe for disaster. but the hardest to be implemented. Word “normalization” actually is the ideal idea for solving the problems. there is a number of conflict pattern cannot be ignored. Princeton University Press.20 The case in a point is one episode of ethnic violence in Kalimantan.the ethnicity merely becomes an excuse for using of state force to quell violence and historically the Indonesian government has been quick to seek IDPs behind the veil of only ethnic conflict without addressing the real issues. Case . Spread Fear: The Genesis of Transnational Ethnic Conflict. New Jersey. the International Spread of Ethnic Conflict: Fear Diffusion. Second. normalization of the riot places. This pattern of misery has been replicated in other parts of Indonesia. No chance for them to share in the exploitation of their traditional resources. cultural domination and polarize society. but the process of mix diverse cultures without supporting of adequate policies or delivery mechanisms. Most of ethnics or religious violence has happened in areas or regions where there is a diverse mix of ethnicity. the state is weakened. This situation made the Dayaks soon found them at the bottom of the economic without pursuing their traditional means of exercise. and Escalation. which are an inextricable part of the Dayak way of life. Historically the first Madurese arrived in Kalimantan in 1930s in the transmigration program which was initially started by the Dutch colonial.19 Although statistic can mislead. Under transmigration program the government hoped to ease the pressure of the growing population in Java and populate those areas of Indonesia that were less densely populated and the abundance of natural resource. being replaced by palm oil and coconut plantations. using and highlighting their ethnic diversity as a justification for mobilization support. 19 David A Lake and Donald Rothchild. Even though this pattern could not use generally. Lake and Rothchild remain that there are some push and pull factors. 1998: 4. The transmigration program in Kalimantan resulted in rainforests. with a single predominant ethnic group. 10 Now this kind of people movement has gone down. such as problems of commitment. security dilemma. there has been a long history of conflict between the Dayaks (the indigenous people of Kalimantan) and the Madurese (the new settlers). whether they are majority or not within their respective communities. The numbers increased dramatically in the 1970s as a direct consequence of Indonesian government’s transmigration plan. but the exercise can prove that in the recent picture many local people is anger and violence to the arrival people dealing with ethnic or religion reasons actually is more the existence of identity. institutions and infrastructure that guaranteed equitable distribution and protected and respect the indigenous peoples’ sensitive in promoting real growth.

Government sometimes do not take into account the financial things which have lost. not more try to catch the rioters. thus the normalization starts with the preventive situation. Normalization means returning the situation normally but because of the lack of professionalism among military and police raises concern over out of control abuses of human rights.by case of ethnic conflict indicates that the government and police reacted to the situation slowly. with in same understanding each other will be expected they have sense of belonging to their IDPs and it can easier to find the way out of solving the IDPs problems. mosques and churches have been burn down in a wave of violence. Historically. Third. It is so important. but nothing other than for security on region. government need to impose a state of 20 Sidhesh Kaul. Actually the condition will not much better than resettlement through transmigration. They should be responsibility for protecting the people got violence. Actually. but the most important is normalization when the violence happened. Firstly. there are some main things need to be consider. many factors should be taken into account to normalize the situation. they seem take no responsibility for the situation and give this problem to the communities. Sometimes. On one hand. the mechanism of reconciliation between them is needed. which local and new settlers communities feel safety and not necessary displaced. Ethnic Conflict or Policy Failure? The Jakarta Post. 9 March 2001. Indonesian government did not have an experience dealing with making situation in the regency is deemed to have returned to normal from the societies perspective. Moreover. informal leader of both ethnic should in the same understanding to the root of conflict and the facilitated factors.21 The infrastructure and other financial capital for IDPs should be developed first. “normalization” in the Indonesian government or police’s way of action mostly has contradiction meaning. 11 civilian emergency. So. Ambon and Irian Jaya. normalization should not to the point after the riot. On the other hand. . when they so reactive their approaches. There are a lot of constrain that should be accounted. because the main risk to develop again the societies without infrastructure create the new problem and conflict with local people. houses. such as in Central Sulawesi. Talking normalization. Although they could not be generalized. Some places in conflict areas indicated that the excesses of the security approach highlighted by events in Aceh. but as long as it is implemented properly and the operation is under good control of them. resettlement back the IDPs is not always a fair solution. It needs good and fast effort of police or government to anticipate them. the role of local government. Secondly.

Still the statement of local and national government are more uniform and distortion dealing with human tragedy. the most important is the process of normalization should not for the stability of region. Kompas.24 Mac Donald . Under new legislation. 28 March 2001. 22 Bob 12 living in the diversity ethnics and should be respect each other. while officials are making excuses about some obstructions to peace. The autonomy province and district should see as a challenge as their authority to develop their-own societies. Such as in Sambas. food and shelter.Additionally. the Malay community has remained unwilling to accept the Madurese IDPs. 1-5 March 2001. also IDP problems could also destabilize society. Hakekat dan Dinamika Konflik Domestik di Negara Berkembang. 13 region. delegating to solve the conflict problem and IDPs actually really close to the new policy that dealing with decentralization region in Indonesia.23 Megawati is not really sensitive with the conflict and IDP camps. They need more time to understand that they are 21 The Jakarta Post.22 It is not easy for both ethnics to be cooled down and understand each other soon. Thousands of them are in need of medical care. A responsible government would be marshalling resources for providing humanitarian aid for IDPs. Suara Pembaruan. 24 March 2001. Beside suffering and ethnicity conflicts. When government already try delegated the task of solving the conflict and to look after the IDPs to the provincial government. 6 March 2001. Therefore these problems should be minimized with supposing considerable challenges to Indonesian cohesion and corporation among provinces. Suara Karya. and way too late. considerable authority has been passed directly to districts and municipalities. In 1999 Indonesian parliament approved legislation number 22/1999 and 25/1999 which shifted political and economic power from centre to the 23 See many newsletters in Indonesia. Too much blood has already been split for there to be any chance of reconciliation in the near future and the government has insufficient legitimacy to exercise any sort of moral authority over local population. 13 March 2001. by passing provincial governments. 12 March 2001. such as: Media Indonesia. 5 December 2001 Sugeng Hawinata. The Local Authority as the Alternative Many people have begun to suspect that there is an unexplained grand design to destroy the Indonesian nation building. Republika. because effort to solve the conflict and the IDP problems has been so slow. Kontan. but for building understanding and sense of mix diversity ethnics. Global 8/2001: 28. Whatever steps the government decides to take now will be far too little.

Many conflicts and that kind of displaced people have the possibility of undermining stability of state and Indonesian security treat. Second.25 Uncertain has grown that the new legislation risks failure. there are some positive thing that can be done by local government and community. education and cultural facility. In this case national and local Governments. they can take their all responsibility in their region. Actually government and NGOs have been learning about how to deal with conflicts and IDPs today. building the integrated pattern of settlement is dealing with the level of ability to buy it. Anatomi Konflict Sampit. especially since the end of Soeharto’s era. As Indonesian sociologic Tomagola recommended for Sampit conflict. In the frame of decentralization it does not mean they should solve by themselves. also 20 percent of local income-tax and at least 25 percent of special fund of centrally collected revenue. particularly to make decision about solving IDP problems. Current History. Differences root of conflict and level of conflict have shown the intensity of the conflict itself and the effect to their societies. it has not been smooth.and Lemco discuss that although an effort has been made to implement meaningful decentralization. but how they together manage the conflict and the IDPs. 23 March 2001. 25 Scoot B. See Thamrin Amal Tomagola. 26 Thamrin Amal Tomagola wrote that after knowing the root of conflict.26 there are the main stream that could be consider. Indonesia: Living Dangerously. particularly to Java Island. Undang-Undang (Legislation) Number 22 and 25 /1999. include the Province and Districts can play their own role. he gives some suggestion that give the solution for resolution of conflict and also for to manage the IDPs get their settlement. Among ethnic can learn and develop their respect each other. 14 the uncontrolled IDPs to many places and regions in Indonesia. If the military still involve the local riot. Conclusion Conflicts between people of different ethnic background have spread of and mushroomed in many places in Indonesia in the last few years. Even increasing friction is not only among ethnic itself but also between national and local government. 30 percent of earnings from natural gas. April 2001:181. MacDonald and Jonathan Lemco. and 15 percent from oil. it should be in emergency period and temporary. Weak economies and turbulent politics have effect such as raising regional or province tensions and reducing national integrity. Even though the implementation of legislation number 22/1999 does not yet clear. This condition has emerged which not only causes the destroyed regions. Suara Pembaruan. They need social and political . First. with doing strengthened the local police. The settlement should not be compartmentalized as before the riot. but also 24 The distribution is districts will receive 80 percent of income from most mining and logging operations. The last one is how local government and communities get their power and resources sharing with national government.

Bara Dalam Sekam: Identifikasi Akar Masalah dan Solusi atas Konflik-konflik Lokal di Aceh. Kerjasama LIPI. 24 March.Riza et. David A and Rothchild. This proposal appears to be somewhat premature. Therefore. 12-13 and 19-20 October 2001. and Escalation. January 2001. if not they will lose their legitimacy worse. Republika. Scoot B. The Asian Foundation and Erlangga Publisher. Sidhesh. the International Spread of Ethnic Conflict: Fear Diffusion. 1-5 and 8 March.al. New Issues in Refugee Research.unhcr. local government and local communities should work together and open their main that decentralization actually is not only on the context of region building. but also their community in term of the nation building and the pluralism society in Indonesia. Kompas. MacDonald. February 1999. . which is dealing with pluralism society. P2P-LIPI research. Koran Tempo 12 May.org/wr2k1/asia/indonesia. University of California Press. Anatomi Kerusuhan Sosial Di Indonesia (The Anatomy of Social Conflict in Indonesia). Menristek RI dan Pustaka Mizan. April 2001: <http:www. 12-13 and 19-20 October 2001. 13 March 2001. Ethnic Groups in Conflict.dialogues among them. 25-30 April. Current History. Susan F. February 1999.Kerjasama PPW-LIPI. 9 March 2001. Spread Fear: The Genesis of Transnational Ethnic Conflict. 1999. 12-13 and 19-20 October 2001. Http://www.htm> Media Indonesia. Ethnic Conflict or Policy Failure? The Jakarta Post. New Jersey. Martin. The Indonesian government – in the central or in the province and district – should take this chance. Potensi Disintegrasi Nasional :Kasus Empat Dearah. 7-8 June 2001. Donald. Horowittz.al. and Lemco. Sihbudi. Bob Sugeng.hrw. Kerjasama Kantor Menteri Negara Riset dan Tehnologi RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Global 8/2001: 27-39. 1985: 95-140. Maluku. Hakekat dan Dinamika Konflik Domestik di Negara Berkembang. Donald L. 19 July. Mizan. 12 March 2001. Jonathan . Then they can build the new pattern of settlement. California. Papua dan Riau. Lake. 16 July.ch/refworld/pubs/pubon. 15 References Haris. Indonesia di Ambang Perpecahan. but steps need to be taken to begin to seriously consider the most meaningful forum or mechanism for a regional dialogue in Indonesia. April 2001. Yayasan Insan Politika. Kontan. Bandung.html/ Kaul. Working Paper 41: Global Migration Trends and Asylum. 1998: 3-32. Indonesia: Living Dangerously. in Syamsuddin Haris et. Syamsuddin. 2002. Princeton University Press. Hawinata.

28 March. aktivis. akar persoalan kerusuhan sosial di dua kota itu adalah kesenjangan sosial-ekonomi yang makin melebar. Tomagola. Menurut teori ini. tokoh pesantren di Tasikmalaya -. 27 August 2001. sedangkan yang “segelintir kalangan" adalah kaum non-Islam dan non-pri.idpproject. VAM Unit Jakarta. 5 and 22 December 2001. menurut teori ini. 2001 18 Map 2.mengumbar nafsu angkara murka serta berkelakuan seperti binatang. bagi teori ini. Dalam teori ini. jawaban paling populer yang diberikan para pengamat. 16 Map 1. Jika potensi demikian sudah muncul. Tapi. dapat disebut sebagai teori kesenjangan. Anatomi Konflik Sampit.Thamrin Amal. maka kita tinggal mencari faktor pemicu kecil bagi lahirnya kerusuhan besar. Selama beberapa jam di dua kota ini situasi sosial berubah menjadi "situasi alamiah" ala Hobbes: manusia yang satu menjadi serigala bagi manusia lainnya. The Jakarta Post. Mengapa kerusuhan "primitif ' ini muncul berturut-turut justru pada saat pertumbuhan ekonomi berlangsung pesat? Apakah kerusuhan ini menandakan memburuknya hubungan etno-religius di negeri kita? Seperti terbaca di berbagai media. Dalam peristiwa ini ribuan orang menggelar "pengadilan jalanan" dan -. WFP.Suara Karya.idpproject. sederhananya. Internally Displacement Persons Champs Source: Many sources in The Jakarta Post. 11 Januari 1997 Tanggal dimuat: 11 January 1997 Kerusuhan di Tasikmalaya dan Situbondo sudah selayaknya membuat kita menarik napas dalam-dalam. hasil pembangunan hanya dinikmati segelintir kalangan. GATRA. Dengan demikian. http://www.org/database/ Teori dan Kerusuhan di Dua Kota Kolom. 6 March. 2 May. Pembangunan ekonomi di bawah Orde Baru memang sangat berhasil.meminjam kata Kiai Makmun. Suara Pembaruan. Perimpitan semacam inilah yang melahirkan potensi kecemburuan sosial yang sangat tajam. Ini berarti kesenjangan sosial-ekonomi yang melebar itu berimpitan dengan perbedaan etnik dan religius. dan pejabat terhadap kedua pertanyaan ini. Mayoritas masyarakat hanya mendapat tetesannya. Http://www.org/database/. "mayoritas" yang tersisih itu adalah umat Islam dan pribumi. The Estimated of IDP’s Flow in Indonesia on 2001 19 Source: WFP. February 1999. 22 October 2001. VAM Unit Jakarta. Suara Pembaruan. nuansa dan pengungkapan etno-religius dari kerusuhan di Situbondo dan Tasikmalaya . 23 March 2001 Undang-Undang (National Legislation) Number 22 and 25 /1999.

Kalau dibandingkan dengan Jakarta. dari ukuran tertentu (dalam hal ini indeks pengeluaran rumah tangga dari hasil survei nasional). Kita mungkin akan tiba pada angka-angka yang sedikit lebih kecil atau sedikit lebih besar. ekses-ekses ketimpangan hidup berdampingan sangat ekstrem. Namun saya kira akan sangat sulit mencari dukungan faktual dan dapat diuji secara akademis bagi asumsi bahwa realitas ketimpangan kita „meningkat tajam”. kota utopia yang bersih dari keserakahan. pada 1981 0. yaitu bahwa kesenjangan sosial-ekonomi dalam masyarakat kita meningkat tajam. rasionya 0. sebagai si Ruly atau si Tuti. terlebih Jakarta. kita jangan terpaku sepenuhnya pada sebuah penjelasan yang tampaknya "sudah benar". Setidaknya ada beberapa hal yang membuat saya ragu atas teori ini. Kalau kita amati kecenderungan dalam Index Gini sejak 1969 hingga 1993. Kita belum memandang seseorang sebagai individu. Akar persoalannya terletak pada realitas "objektif': pada kondisi sosial-ekonomi kita yang makin timpang. maka Tasikmalaya. asumsi semacam ini patut diragukan. maka Jakarta mestinya sudah lama porak-poranda dilanda kerusuhan massa. Dua alasan ini memang belum memadai untuk menolak sama sekali teori kesenjangan itu. kelompoknya. atau lebih merata. kalau teori ini benar. Sebaliknya. Lebih jauh lagi. bahkan mungkin berlawanan dengan apa yang ingin kita percayai. Kita tak lebih timpang. Kedua. kalau teori kesenjangan benar. akhir-akhir ini melalui kebijaksanaan publik dalam beberapa bidang kehidupan (misalnya . misalnya. dan pada 1993 0. angka-angka yang tampak tak banyak berubah. maka kita bisa bertanya: kenapa kerusuhan itu justru terjadi di Situbondo dan Tasikmalaya? Kenapa bukan di Jakarta dan Surabaya? Di dua kota ini. kalau memakai ukuran yang berbeda. untuk memahami peristiwa penting seperti di Situbondo dan Tasikmalaya itu. Kita masih memandang manusia lain berdasarkan asal-usulnya. dengan cuaca pegunungannya yang sejuk.33%. melainkan sebagai "keturunan asing" atau "Islam" atau "pribumi". teori ini bersandar pada sebuah asumsi yang akhir-akhir ini jarang dipertanyakan lagi. atau paling tidak diperdebatkan lebih-jauh. akibat pertumbuhan ekonomi yang pesat. sukunya. Dalam hal ini teori lain yang patut dipikirkan adalah teori yang lebih bersifat psikologis-kultural. Ini berarti. mungkin dapat disebut sebagai civitas del-nya Santo Agustinus. Tentu. Tapi justru karena itu pula kita harus hati-hati dan melontarkan beberapa pertanyaan. Dari fakta yang ada.34 %. kesimpulan berbeda dapat pula dimunculkan.hanyalah bentuk luarnya. Singkatnya. Buat saya. karena itu sangat gampang menjadi teori yang dominan.34%. teori ini memang cukup mudah dimengerti sesuai dengan popular sentiment yang ada dalam masyarakat kita. dalam realitas ketimpangan kita tak terjadi perubahan berarti selama 20 tahun ini. Pertama. Yang penting adalah. dan agamanya. Jakarta adalah "surganya" ketimpangan dan keberlebihan dalam sega1a hal. Kita juga harus membuka diri pada teori yang berbeda. Teori ini menerima kenyataan babwa memang ketegangan etnoreligius masih hidup subur dalam masyarakat kita. Pada 1969-1970.

The Ohio State University.perkawinan dan distribusi ekonomi). . 30 Maret 2001). dalam dogmatisme pendidikan agama. Kita harus mengerti apa yang terjadi. ORANG-ORANG JAKARTA DI BALIK BERBAGAI KERUSUHAN Pengantar --------Tragedi kerusuhan sosial di Maluku. Dalam makalah ini. Selanjutnya. Ia menyebutnya sebagai 'tragedi kemanusiaan terbesar di Indonesia' belakangan ini (Kompas. dalam pencarian legitimasi bagi sebuah negara nasional. untuk melindungi kepentingan mereka. penjelasan lain akan muncul dan secara empiris lebih meyakinkan. Jakarta.di Maluku. dalam retorika yang digunakan pemimpin. lalu mengalami eskalasi setelah kedatangan ribuan anggota Lasykar Jihad dari Jawa. Bagi teori ini. dengan kata lain. Kalau semua ini tak kita lakukan.Kristen dan Islam . Semua ini tentu saja tak harus benar dan relevan. Ichsan Malik. penelitian kepustakaan dan wawancara-wawancara penulis dengan sejumlah sumber di Maluku dan di luar Maluku menunjukkan bahwa tragedi itu secara sistematis dipicu dan dipelihara oleh sejumlah tokoh politik dan militer di Jakarta. akar persoalan kerusuhan sosial seperti di Situbondo dan Tasikmalaya harus dicari pada dimensi yang lebih bersifat subjektif. haruskah kita menunggu peristiwaperisiwa lain yang lebih besar. Pandangan umum yang beredar di Indonesia adalah bahwa konflik itu murni timbul karena persaingan antara kedua kelompok agama . Dalam hal ini kita harus melihat bagaimana pendidikan civic diberikan dalam bentuk indoktrinasi yang membosankan sejak SD hingga universitas. kita cenderung mendorong terjadinya proses institusionalisasi bagi cara pandang semacam ini. yang terentang dari Jakarta sampai ke Ambon. penulis juga akan mengungkapkan agenda militer dalam memelihara kerusuhan-kerusuhan itu. menurut dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. penulis akan menggambarkan bagaimana konflik itu dipicu dengan bantuan sejumlah preman Ambon yang didatangkan dari Jakarta. yang bisa merontokkan dasar-dasar kebangsaan kita? *Mahasiswa S3 Jurusan Ilmu Politik. Mungkin setelah kita teliti dan diskusikan. dalam dua setengah tahun terakhir telah menelan lebih dari 9000 korban jiwa. atau karena ulah 'sisa-sisa kelompok separatis RMS' di sana. dan masih banyak lagi. dan dari situ kita baru bisa mengambil langkah untuk mengatasinya. Karena itu pula saat ini kita sangat membutuhkan perdebatan dan diskusi-diskusi publik yang terbuka terhadap berbagai persoalan mendasar dalam masyarakat kita. --Kini Direktur Freedom Institute. Intensitas konflik dipelihara oleh satu jaringan militer aktif dan purnawirawan. Berbeda dengan pandangan umum itu.

Akhirnya, dalam kesimpulan penulis akan mengajukan beberapa usul untuk penyelesaian kasus Maluku. Jaringan Preman Ambon ---------------------Pada tahun 1980-an, seorang preman Ambon beragama Kristen di Jakarta, Ongkie Pieters membangkitkan rasa hormat dan ketakutan di kalangan kaum muda Ambon, tanpa menghiraukan agama mereka. Meskipun penghidupan mereka didapatkan lebih dengan menggunakan otot ketimbang otak, para preman Ambon di Jakarta masih menghormati tradisi pela (persekutuan darah antara kampung Kristen dan kampung Islam). Kalau berkelahi, mereka sering memakai ikat kepala merah, yang lebih merupakan simbol ke-Ambon-an yang berakar dalam kultur Alifuru ketimbang lambang agama Samawi yang mereka anut. Hal ini secara radikal berbeda dengan makna yang kini diberikan terhadap 'merah' sebagai simbol Kristen dan 'putih' sebagai simbol Islam. Tidak berapa lama, seorang preman Ambon yang lain, Milton Matuanakotta muncul ke tengah-tengah gelanggang. Ia memiliki banyak pendukung di kalangan kaum muda baik di kalangan Ambon Kristen maupun Muslim, dan dengan cepat menjadi lebih populer di kalangan preman Ambon di Jakarta daripada pendahulunya. Pada saat itu, orang-orang Ambon Muslim beranggapan perlu memiliki 'pahlawan' mereka sendiri, maka mereka memilih Dedy Hamdun, seorang Ambon keturunan Arab. Figur ini agak kontroversial, sebab di satu sisi ia aktif berkampanye untuk PPP, tetapi di sisi lain suami artis Eva Arnaz itu juga bekerja untuk membebaskan tanah bagi bisnis properti Ibnu Hartomo, adik ipar bekas Presiden Soeharto. Entah karena aktivitas politik atau bisnisnya, di awal 1998 Deddy Hamdun diculik bersama sejumlah aktivis PRD, Aldera, dan PDI-P oleh satu reguKopassus bernama Tim Mawar yang berada di bawah komando Jenderal Prabowo Subianto, menantu Presiden Soeharto waktu itu. Hilangnya Hamdun setelah 3 1/2 bulan dalam tahanan Tim Mawar (Siagian 1999: 20-21) mengubah peta politik preman Ambon di Jakarta. Kepemimpinan pemuda Muslim Maluku diambilalih oleh Ongen Sangaji, seorang preman Maluku Muslim yang juga anggota Pemuda Pancasila. Secara ironis, dalam bersaing untuk loyalitas di kalangan kaum muda Maluku di Jakarta kedua pemimpin preman itu juga bersaing dalam mendapatkan akses ke bisnis keamanan pribadi anak-anak Soeharto. Milton memperoleh akses ke mereka melalui Yorris Raweyai, wakil ketua Pemuda Pancasila yang berasal dari Papua Barat dan dekat dengan Bambang Trihatmodo. Selain itu, Milton adalah ipar Tinton Soeprapto, pimpinan arena pacuan mobil milik Tommy Soeharto di Sentul, Bogor. Sementara itu, Ongen lebih dekat ke Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut melalui Abdul Gafur, bekas Menteri Pemuda dan Olahraga di zaman pemerintahan Soeharto. Anak buah Ongen terutama berasal dari desa-desa Pelauw dan Kalolo di Haruku. Menjelang Sidang Istimewa MPR November 1998, ketika B.J.Habibie berusaha mencari mandat untuk melegitimasi kepresidenannya, sejumlah politisi, jendral dan usahawan menciptakan kelompok paramiliter baru untuk menangkal aksi-aksi demonstrasi mahasiswa yang menentang pencalonan kembali Habibie.

Kelompok Pam Swakarsa ini antara lain terdiri dari preman-preman Ambon Muslim yang direkrut oleh Ongen Sangaji. Dukungan keuangan untuk kelompok ini berasal dari keluarga Soeharto dan seorang pengusaha keturunan Arab, Fadel Muhammad, yang dekat dengan keluarga Soeharto. Sementara dukungan politis untuk kelompok itu berasal dari Jenderal Wiranto, Menteri Pertahanan waktu itu, Mayor Jenderal Kivlan Zein, Kepala Staf KOSTRAD waktu itu, Abdul Gafur, Wakil Ketua MPR waktu itu, dan Pangdam Jaya Mayjen Djadja Suparman. Untuk meningkatkan militansi para milisi yang miskin dan berpendidikan rendah itu, mereka diindoktrinasi bahwa para aktivis mahasiswa adalah "orang-orang komunis" yang didukung oleh jendral dan pengusaha Kristen. Dengan demikian banyak anggota PAM Swakarsa beranggapan bahwa mereka ber'jihad' melawan "orang kafir". Kenyataan bahwa bentrokan yang paling sengit antara para mahasiswa dan tentara terjadi di kampus Universitas Katolik Atmajaya, hanya karena kedekatan kampus itu dengan gedung parlemen, memberikan kesan kredibilitas dari propaganda sektarian dan anti komunis ini. Dalam kerusuhan Semanggi menjelang Sidang Istimewa MPR itu, empat orang anak buah Ongen yang berasal dari Kailolo (Haruku), Tulehu dan Hitu (Ambon), dan Kei (Maluku Tenggara), dibunuh oleh penduduk setempat yang berusaha melindungi para aktivis mahasiswa dari serangan kelompok milisi Muslim itu. Maka terbukalah peluang untuk menghasut preman-preman Ambon Islam itu untuk melakukan balas dendam. Konyolnya, balas dendam itu tidak diarahkan terhadap para aktivis mahasiswa, tetapi terhadap sesama preman Ambon yang beragama Kristen. Kesempatan itu timbul ketika terjadi kerusuhan di daerah Ketapang, Jakarta Pusat, pada hari Minggu dan Senin, 22-23 November 1998. Apa yang dimulai adalah percekcokan antara para satpam Ambon Kristen yang menjaga sebuah pusat perjudian dan penduduk setempat segera berkembang menjadi kerusuhan anti Kristen di mana lusinan gereja, sekolah, bank, toko, dan sepeda motor dihancurkan. Ternyata, kekuatan-kekuatan dari luar dikerahkan untuk mengubah konflik lokal itu menjadi konflik antar-agama. Kekuatan-kekuatan luar ini mencakup sekelompok orang yang mirip orang Ambon, yang menyerang lingkungan Ketapang pada jam 5.30 pagi. Mereka dibayar Rp 40.000 ditambah makan tiga kali sehari untuk menteror orang-orang Muslim setempat. Meskipun salah seorang dari mereka yang tertangkap adalah orang Batak yang kemudian disiksa dan dibunuh oleh penduduk setempat, namun mayoritas preman ini adalah orang Ambon anggota PAM Swakarsa bentukan Gafur. Mereka yang menyerang semua penduduk setempat yang terlihat melintas di sekitarnya dan membakar semua sepeda motor yang diparkir di depan mesjid setempat yang menyebabkan jendela-jendela mesjid itu pecah. Dipicu oleh kabar angin bahwa sebuah mesjid telah dibakar oleh 'orang-orang kafir', penduduk Muslim setempat balik menyerang orang-orang luar tadi dengan dukungan para anggota Front Pembela Islam (FPI) yang didatangkan dari berbagai tempat di Jakarta. Selama kerusuhan ini, enam orang meninggal korban main hakim sendiri oleh penduduk Muslim setempat dan para anggota FPI. Tiga orang dari korban itu adalah orang-orang Kristen dari Saparua dan Haruku.

Memang tidak jelas apakah rangkaian pembunuhan terhadap para preman Ambon di Senayan dan Ketapang itu telah dipersiapkan oleh sekutu-sekutu politik Soeharto. Yang jelas, kerusuhan di Ketapang mengukuhkan monopoli sebuah pusat perjudian lain di jalan Kunir, Jakarta. Pusat perjudian itu dikelola oleh Tomy Winata, mitra bisnis Bambang Trihatmodjo dan teman dekat Yorris Raweyai dari Pemuda Pancasila. Terlepas dari motif di balik pembakaran pusat perjudian di Ketapang, pembunuhan terhadap para preman Ambon Muslim dan Kristen itu mengakibatkan kedua kelompok itu bertekad melakukan balas dendam terhadap satu sama lain di kampung halaman mereka di Maluku. Dengan menggunakan kerusuhan Ketapang sebagai alasan, aparat keamanan di Jakarta menangkap semua orang Maluku yang tidak memiliki KTP, dan menaikkan mereka ke kapal penumpang sipil maupun Angkatan Laut yang berlayar ke Ambon. Menurut seorang sumber penulis yang berlayar dengan KM Bukit Siguntang ke Ambon pada bulan Desember 1998, sekelompok preman Ketapang yang menumpang di geladak kapal dengan suara keras menggembar-gemborkan niat mereka untuk membalas dendam terhadap musuh mereka di Ambon. Di mata orang awam, langkah-langkah aparat keamanan ini tidak tampak mencurigakan, karena banyak orang Ambon Kristen pulang ke kampung halamannya untuk merayakan Natal, sementara banyak orang Ambon Muslim juga merencanakan untuk melalui bulan puasa dan liburan Idul Fritri bersama sanak keluarga di kampung mereka. Baru kemudian tersebar berita bahwa antara 165 dan 600 pemuda Ambon telah berlayar pulang ke Ambon selama akhir tahun 1998. Di antara mereka terdapat preman Ambon Kristen yang terlibat dalam serangan fajar di Ketapang, maupun Sadrakh Mustamu, kepala keamanan di pusat perjudian Ketapang. Ongen Sangaji dan Milton Matuanakotta juga termasuk preman Ambon yang pulang ke Ambon pada akhir tahun 1998, untuk menyulut kerusuhan di sana. Preman Ambon yang datang dari Jakarta, segera melebur ke dalam kalangannya masing-masing. Di kotamadya Ambon yang berpenduduk hampir 350 ribu jiwa itu, dunia preman dikuasai oleh dua orang tokoh yang berbeda kepribadiannya, Berty Loupati yang masih muda lebih merupakan seorang preman profesional, serta Agus Wattimena yang tua, seorang penatua (anggota Majelis Gereja) yang juga jago berkelahi. Berty Loupati adalah pemimpin kelompok 'Coker' yang didirikannya awal 1980-an di daerah Kudamati dekat RS Dr. Haulussy setelah ia pulang dari "berguru" ilmu kriminalitas kelas teri (petty crime) di Surabaya. Kelompok ini adalah hasil peleburan kelompok-kelompok preman yang lebih kecil di Ambon, seperti Van Boomen, Papi Coret, Sex Pistol. Anggota kelompok preman gabungan itu kurang lebih seratus orang, Nasrani maupun Muslim. Walaupun anggotanya ada juga yang perempuan, Coker semula merupakan kepanjangan dari "Cowok Keren" ('Handsome Boys'), walaupun kemudian ada yang mempelesetkan arti Coker menjadi Cowok Kerempeng ('Skinny Boys'), karena kebanyakan anggotanya memang kurus kerempeng. Di kemudian hari, setelah konflik antar-agama mulai berkecamuk di kota Ambon, majalah mingguan Tajuk (April

1999) mengubah arti Coker menjadi 'Cowok Keristen' ('Christian Boys'). Singkatan "Cowok Kristen" itu kemudian dipopulerkan oleh media massa yang mendukung kehadiran Lasykar Jihad di Maluku. Di luar struktur Coker, Agus Wattimena mendirikan Lasykar Kristus, khusus dibentuk untuk berperang melawan kelompok milisi Islam asli Ambon sertaLasykar Jihad yang datang dari luar Ambon. Jagoan yang sering menyandang pistol Colt kaliber 45 mengaku punya 60 ribu anak buah (Hajari 2000). Tidak jelas seberapa jauh kebenaran klaim Agus itu. Yang jelas, adanya dua kelompok yang sama-sama mengklaim membela kepentingan masyarakat Ambon Kristen menimbulkan rivalitas yang sangat tajam antara Berty dan Agus, apalagi setelah beredar kabar burung bahwa Berty mulai condong ke kepentingan penguasa dari Jakarta. Tidak lama setelah nama Agus Wattimena diumumkan sebagai "Pimpinan Akar Rumput" (Grassroots Leader ) Front Kedaulatan Maluku (FKM), yang diproklamasikan oleh dokter Alex Manuputty dan kawan-kawannya pada tanggal 18 Desember 2000, riwayat Agus tampaknya sudah tamat. Hari Selasa malam, 20 Maret 2001, Agus Wattimena tewas tertembak di rumahnya sendiri, dengan dua lubang tembakan di jidat dan lengan kirinya (Jakarta Post, 22 Maret 2001). Menurut sumber-sumber Lasykar Jihad (Laskarjihad.or.id, 21 Maret 2001), "Agus ditembak oleh pesaingnya, Berty Loupatty, kepala geng Coker (Cowok Kristen), yang satu daerah dengan Agus. Berty dan Agus memang akhir-akhir ini sudah tidak akur dan pernah terlibat baku tembak melibatkan seluruh anak buah mereka di kawasan Kudamati beberapa bulan lalu". Namun melihat pola adu domba antara sesama kelompok sipil yang semakin sering dilakukan oleh kelompok-kelompok militer di berbagai penjuru Nusantara, bisa saja Agus Wattimena ditembak mati oleh seorang sniper profesional. Soalnya, ia baru dibunuh setelah melibatkan diri secara langsung dalam sebuah organisasi yang terangterangan memperjuangkan kedaulatan rakyat Maluku yang diproklamasikan oleh RMS tahun 1950. Jadi saat itu ia bukan lagi sekedar panglima satu kelompok milisi yang semata-mata memperjuangkan keselamatan separuh penduduk kota Ambon yang beragama Kristen. Kendati demikian, buat kebanyakan orang Ambon yang beragama Kristen, kematian laki-laki setengah ompong berumur 50 tahun itu tetap dihargai sebagaimana layaknya gugurnya seorang pahlawan. Ia dikuburkan di tengah-tengah 400 orang anakbuahnya yang telah meninggal terlebih dahulu di kota Ambon. Kematiannya tidak hanya diperingati di kota Ambon, tapi juga oleh masyarakat Ambon Kristen di Jakarta, dihadiri oleh sejumlah artis terkenal. Sementara itu, Ongen Sangaji dan Milton Matuanakotta sudah sama-sama bersembunyi untuk menghindarkan diri dari kemarahan masyarakat Ambon di Jakarta. Ongen kabarnya telah bersumpah untuk tidak akan terlibat lagi dalam proyek kerusuhan di tempat-tempat lain di Indonesia, sedangkan Milton kabarnya disembunyikan atas perintah Jenderal (Purn.) Wiranto, yang peranannya akan dibahas kemudian dalam makalah ini.

Eskalasi dua tahap ------------------Setelah dipicu oleh para preman Ambon dari Jakarta, konflik di Maluku dapat dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama mulai Januari 1999 sampai dengan akhir April 2000, dan ditandai oleh saling menyerang antara penduduk Kristen dan Muslim yang sebagian besar menggunakan senjata primitif buatan sendiri, termasuk bom rakitan. Ada keseimbangan kekuatan antara kedua belah fihak. Selanjutnya, fase kedua mulai dari bulan Mei 2000, yang ditandai oleh kedatangan orang non-Maluku, yang sebagian besar adalah orang Muslim dari Jawa, Sulawesi, dan Sumatera, yang dikenal sebagai Lasykar Jihad. Mereka membawa senjata modern dan bersekutu dengan personil militer Muslim yang berjumlah 80% dari pasukan yang ditempatkan di kepulauan rempah-rempah itu. Perkembangan ini secara total menghancurkan keseimbangan sebelumnya, dan menciptakan perimbangan kekuagan yang menguntungkan orang Muslim. Selama tahap pertama, ketika secara relatif jumlah orang yang terbunuh masih sedikit dan tingkat kebencian antaragama belum mencapai klimaksnya, maka operasi intelijen direncanakan secara cermat untuk mengkondisikan kedua komunitas menerkam leher satu sama lain, segera setelah kerusuhan sosial dipicu. Operasi-operasi intelijen ini mencakup penyaluran pamflet-pamflet provokatif di kalangan penduduk dan penyaluran handie-talkie di kalangan pemimpin kelompok-kelompok setempat agar kerusuhan dapat dipicu secara simultan dalam jangkauan yang luas. Beberapa pamflet tanpa nama yang disebarkan di Ambon menjelang kerusuhan bulan Januari dan Februari 1999, memperingatkan kedua belah pihak, bahwa pihak lain sedang merencanakan untuk membakar rumah-rumah ibadah mereka, dan memperingatkan sebuah kelompok etnik bahwa kelompok etnik lain sedang merencanakan untuk membinasakan mereka. Pamflet-pamflet serupa disebarkan di kalangan kaum Muslim di Maluku Utara, menjelang kerusuhan bulan Agustus dan November 1999. Ditandatangani oleh para pemimpin gereja Protestan di Ambon, isi pamflet-pamflet itu mendesak orang Kristen untuk membinasakan semua orang Muslim. Salah satu pamflet jatuh ke tangan aparat desa di Tidore. Sebuah pertemuan diadakan dan ketika pendeta setempat, Ari Risakotta, tidak muncul untuk menjelaskan isi surat itu, ia diserang dan dibunuh di rumahnya. Mengingat bahwa pertarungan yang masih berlangsung di Ambon, rasanya sangat tidak mungkin bahwa ada pemimpin gereja menginginkan konflik itu merambat ke daerah lain di kepulauan itu. Jadi dapat disimpulkan bahwa pamflet-pamflet ini dibuat oleh para agitator yang sangat profesional, yang mengenal masyarakat Maluku Utara dengan sangat baik. Akhirnya, setelah perang saudara berlangsung beberapa bulan dan kedua belah fihak telah banyak saling membunuh, seruan jihad dikumandangkan oleh organisasiorganisasi militan Muslim yang didukung oleh sejumlah politisi Muslim dalam tablig akbar pada tanggal 7 Januari 2000 di Lapangan Monas Jakarta, yang menjadi platform untuk memobilisasi kekuatan-kekuatan Lasykar Jihad, untuk dikirim ke Maluku. Sepintas lalu, semua perkembangan ini tampak berlangsung secara spontan. Tetapi di

bawah permukaan, ada dua jaringan yang saling berhubungan, yakni jaringan militer dan jaringan Muslim militan, yang masing-masing punya agenda sendiri, tetapi dipersatukan oleh tujuan bersama untuk menyabot tujuan pemerintah untuk menurunkan kekuasaan militer dan untuk menciptakan masyarakat yang terbuka, toleran, dan bebas dari dominasi suatu agama. Jaringan Militer -----------------Jaringan militer yang menjembatani kedua tahap itu terentang dari Jakarta sampai ke Ambon, dan terdiri dari perwira-perwira aktif maupun purnawirawan yang bekerja keras untuk memprovokasi orang-orang Muslim dan Kristen untuk bertarung. Mereka termasuk dalam faksi militer yang dengan kuat menentang pengurangan politik dan kepentingan bisnis militer, atau ikut dalam jaringan ini untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dari sorotan dan kemungkinan pengadilan atas pelanggaran hak-hak asasi manusia serta kejahatan melawan kemanusiaan. Dua orang jendral purnawirawan, tiga orang jendral aktif, dan seorang pensiunan perwira TNI/AU, terlibat dalam jaringan ini. Mereka terdiri dari Jendral (Purn.) Wiranto, Mayor Jenderal Kivlan Zein, Letjen (Purn.) A.M. Hendropriyono, Letjen Djadja Suparman, Letjen Suaidy Marasabessy, Mayjen Sudi Silalahi, dan Mayor TNI/AU (Purn.) Abdul Gafur. Wiranto adalah Penglima Angkatan Bersenjata yang bertanggungjawab atas pestapora kekerasan dan kehancuran pasca referendum di Timor Lorosa'e pada bulan September 1999, dan juga bertanggungjawab atas pecahnya kekerasan di Ambon, delapan bulan kemudian. Nama Kivlan Zein, pernah dikemukakan sekali oleh Abdurrahman Wahid, walaupun dengan secara agak tersamar, yakni "Mayjen K" (Tempo, 29 Maret 1999: 32-33). Menurut informasi yang saya peroleh, Kivlan Zein, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Staf KOSTRAD, memang ditugaskan oleh Wiranto untuk mengamankan Sidang Istimewa MPR bulan November 1998. Tugas itu antara lain dilaksanakan dengan pembentukan PAM Swakarsa, yang sebagian besar beragama Islam. Untuk melakukan tugas-tugas counter-insurgency semacam itu, Kivlan Zein punya satu sumber dana yang luarbiasa, yakni kelompok perusahaan Tri Usaha Bhakti (TRUBA), di mana ia duduk sebagai komisaris (Kompas, 3 November 2000). Awal November tahun lalu, anggota Komisi I DPR, Effendi Choirie dari Fraksi Kebangkitan Bangsa mendesak Departemen Pertahanan dan Markas Besar TNI agar secara serius menindaklanjuti hasil auditing BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) terhadap sejumlah yayasan milik TNI, yang baru saja dilaporkan ke DPR. Di situ termasuk bisnis Yayasan Kartika Eka Paksi, pemilik seluruh saham TRUBA itu. Sayangnya, seruan politisi PKB itu tidak ditanggapi oleh pemerintah maupun para anggota DPR yang lain. Djadja Suparman adalah Pangdam Jaya yang ikut bertanggungjawab atas pembentukan PAM Swakarsa. Setelah dipromosikan menjadi Pangkostrad, ialah yang memerintahkan pasukan Kostrad di Makassar untuk terbang ke Ambon, hanya satu

jam setelah bentrokan antara seorang pengendara angkutan umum Ambon Kristen dan seorang penumpang Bugis Muslim pecah di Ambon pada tanggal 14 Januari 1999. Belakangan ini ada sinyalemen di Jakarta, bahwa korupsi sebesar Rp 173 milyar di lingkungan yayasan-yayasan Kostrad ketika kesatuan militer elit itu masih berada di bawah Djadja Suparman (Tempo, 24-30 April 2001, Laporan Utama), ada hubungan dengan kerusuhan di Maluku. Sebagian dana itu digunakan untuk membiayai pelatihan dan pengiriman 6000 orang anggota Lasykar Jihad ke Maluku. Paling tidak, begitulah yang dipercayai oleh para anggota Kongres AS, yang menolak normalisasi kerjasama militer antara AS dan Indonesia. Seperti yang telah disinggung di depan, Abdul Gafur yang mantan Menteri Pemuda dan Olahraga di bawah Soeharto itu ikut terlibat dalam pembentukan pasukan PAM Swakarsa tersebut, khususnya kelompok preman Maluku Muslim yang diketuai oleh Ongen Sangaji. Di kalangan orang Maluku di Jakarta, ia dikenal sangat tekun berusaha memecahbelah masyarakat Maluku berdasarkan garis agama. Pada 15 Mei 1995, ketika komunitas Ambon di Jakarta memperingati pemberontakan Pattimura melawan Belanda pada tahun 1817, Gafur memboikot perayaan orang Maluku di Gedung Joang di lingkungan Menteng di mana dua pemuka agama -- Kristen dan Muslim -memanjatkan doa mereka. Ia sebaliknya mengorganisir perayaan eksklusif bagi orang Maluku Muslim di Taman Mini Indonesia Indah dengan mengorganisir lari membawa obor. Pada kesempatan lain, Gafur mengatakan bahwa Pattimura beragama Islam, bertentangan dengan pandangan umum bahwa pahlawan nasional itu, yang sesungguhnya bernama Thomas Matulessy, beragama Kristen. Setelah kerusuhan meletus di Ambon, dan propinsi Maluku dipecah dua menjadi Maluku Utara dan Maluku, Gafur yang beradarah campiran Ternate dan Acheh itu segera berkampanye untuk menjadi kandidat Gubernur Maluku Utara, memanfaatkan koneksi-koneksi Golkarnya. Ketua DPP Golkar yang juga ketua DPR-RI, Akbar Tanjung, mendukung pencalonan Gafur oleh Golkar, yang menguasai kursi terbanyak di DPRD Maluku Utara (Gamma, 17-23 Jan. 2001, hal. 39; Mandiri, 28 Febr. 2001), namun sejumlah cendekiawan asal Maluku Utara menentang pencalonan orang yang selama ini sangat bersikap menjilat pantat Soeharto dan keluarganya. Tidak lama setelah kerusuhan meletus di kota Ambon, mulai beredar kabar-kabar burung bahwa kerusuhan itu didalangi oleh orang-orang Maluku Nasrani, yang ingin menghidupkan kembali 'Republik Maluku Selatan' (RMS) yang pernah dicetuskan di Ambon pada tanggal 25 April 1950, dan meneruskan perjuangan mereka lewat gerilya bersenjata di Pulau Seram hingga tahun 1964. Tuduhan itu, di mana cap 'RMS' selanjutnya dipelesetkan menjadi 'Republik Maluku Serani', yang akan dibahas tersendiri di bagian ini, sejak dini ikut disebarluaskan oleh Letjen (pur) A.M. Hendropriyono, mantan Menteri Transmigrasi dalam pemerintahan Habibie. Dalam sebuah pertemuan publik pada tanggal 19 Maret 1999 dengan gubernur Maluku, para pemimpin agama dan informal lain, serta para mahasiswa dan pemuda di Ambon, Hendropriyono melontarkan tuduhan itu. Seorang jendral purnawirawan lain, Feisal Tanjung, yang pernah menjadi Pangab dalam kabinet Soeharto, segera menggarisbawahi tuduhan Hendropriyono itu.

Hendropriyono, memang punya kepentingan praktis untuk menyebarluaskan tuduhan itu. Soalnya, setelah Soeharto dipaksa turun dari takhta kepresidenannya, peranan Hendropriyono dalam tragedi Lampung yang menewaskan sekitar 250 jiwa – termasuk perempuan dan anak-anak - pada tanggal 7 Februari 1989, mulai dibongkar oleh berbagai kelompok hak asasi manusia di Indonesia. Kolonel Hendropriyono waktu itu adalah Komandan Korem 043 Garuda Hitam Lampung yang memimpin operasi gabungan tentara, polisi, dan Angkatan Udara, ke sebuah perkampungan para migran dari Jawa, yang dicap sebagai Islam fundamentalis (Awwas 2000).Cap itu, oleh berbagai pengamat, telah dianggap terlalu berlebihan. Sebab konflik antara pemerintah dan perkampungan Islam itu, lebih berakar pada permasalahan pembebasan tanah, yang lebih jauh lagi berakar pada sejarah pembukaan daerah Lampung oleh Belanda untuk kepentingan para transmigran dari Jawa (Wertheim 1989). Dengan mengalihkan perhatian ke Maluku, dengan cara-cara yang seolah-olah merangkul kepentingan umat Islam, Hendropriyono untuk sementara waktu berhasil mengurangi sorotan para korban tragedi Lampung. Suaidy Marasabessy, seorang veteran dari perang Timor yang kemudian menjadi Pangdam Hasanuddin di Sulawesi Selatan, yang menyetujui pengiriman pasukan Kostrad dari Makassar ke Ambon, kendati mereka secara emosional berpihak untuk menentang Ambon Kristen dan membela para migran Bugis dan Makasar di Ambon, karena didorong oleh solidaritas etnik. Sebagai konsekuensinya Marasabessy dipindahkan ke Markas Besar Angkatan Darat dan dipromosikan menjadi Kasum TNI oleh Presiden Abdurahman Wahid. Baik promosi Marasabessy maupun Djadja Suparman didasarkan pada rekomendasi dari Wiranto, waktu itu masih menjadi Menko Polkam. Wiranto kemudian mengangkat Marasabessy untuk mengepalai Team 19 yang terutama terdiri dari para perwira Maluku untuk mengadakan investigasi latar belakang dari kekerasan di Maluku dan menyarankan cara-cara penyelesaian persoalan itu. Selama kedua fase konflik itu, Sudi Silalahi menjadi Pangdam Brawijaya di Jawa Timur, dan telah bertanggungjawab atas pengiriman pasukan Brawijaya berdampingan dengan pasukan Kostrad - yang ikut meningkatkan kekerasan antaragama di Maluku. Dalam kapasitasnya sebagai Pangdam Brawijaya, ia juga membiarkan ribuan anggota Lasykar Jihad untuk berlayar dari Surabaya ke Ambon, meskipun Presiden Wahid menghimbau kepada seluruh jajaran TNI dan Polri untuk menghalanginya. Harap diingat bahwa di awal bulan-bulan kekerasan, seluruh Kepulauan Maluku masih berada di bawah Kodam Trikora yang bermarkas di Jayapura, Papua Barat. Berarti sebenarnya Wiranto dapat mengirim pasukan Trikora dari Papua Barat ke Ambon, ketimbang mengirim pasukan dari Jawa dan Sulawesi Selatan, yang kebanyakan beragama Islam, untuk menghadapi kerusuhan di Maluku. Baru pada tanggal 15 Mei 1999, setelah puluhan batalion tentara tersebar di

Kepulauan Maluku, status Korem Pattimura ditingkatkan menjadi Kodam. Di Maluku sendiri, dua orang kolonel yang waktu itu berkedudukan di Ambon ikut mengipas-ngipas api kebencian antara orang Kristen dan Islam. Asisten Teritorial Pattimura, Kol. Budiatmo, memupuk hubungan dengan para Preman Kristen, khususnya Agus Wattimena, untuk mempertahankan kemarahan mereka terhadap para tetangga mereka yang Muslim, sementara Asisten Intelijen Kodam Pattimura, Kol. Nano Sutarmo, menjaga agar api tetap menyala di kalangan perusuh Muslim. Dua orang kolonel itu, yang sudah ditempatkan di Ambon ketika Suaidy Marasabessy menjadi Komandan Korem Pattimura, juga memiliki teman-teman di kalangan atas di Jakarta. Saudara laki-laki Nano Sutarno, Brigjen Marinir Nono Sampurno, adalah komandan pengawal keamanan Wakil Presidan Megawati. Ini membuat Megawati secara praktis "tertawan" oleh agenda militer, meskipun ia justru adalah orang yang ditugaskan Presiden Wahid untuk menyelesaikan masalah Maluku. Selain kedua orang kolonel itu, yang di akhir tahun 2000 telah dipindahkan dari Maluku, beberapa orang purnawirawan dan perwira aktif dan masih tinggal di Ambon juga memainkan peran dalam mengipas-ngipas api permusuhan antaragama. Mereka adalah Brigjen (Purn) Rustam Kastor dan Letkol (Pur) Rusdi Hasanussy. Lahir di Ambon pada tanggal 9 Juli 1939, Rustam Kastor adalah mantan Komandan Korem Pattimura, mantan Kepala Staf Kodam Trikora (Papua Barat), dan telah ditempatkan di Markas Besar di Jakarta. Barangkali dialah yang paling tepat dijuluki sebagai 'bapak ideologis' dari kekerasan Maluku. Ia memberikan pembenaran 'pseudo-ilmiah' untuk mengundang Lasykar Jihad ke Maluku, konon untuk menyelamatkan orang Muslim dari pembinasaan yang dilakukan oleh orang-orang Maluku Kristen, dengan menuduh orang-orang Kristen mencoba menghidupkan kembali pemberontakan 'RMS' tahun 1950 s/d 1964. Tidak hanya Gereja Protestan Maluku, tetapi juga PDI-P Megawati Sukarnoputri cabang Maluku dituduh terlibat dalam pemberontakan itu, yang bertujuan untuk menciptakan negara Maluku yang berasas Kristen, di mana tidak ada tempat bagi orang Maluku yang beragama Islam, menurut buku Rustam Kastor (2000) yang menjadi best-seller di kalangan pendukung Lasykar Jihad di Jawa. Sesungguhnya, teori konspirasi ini pertama kali dikemukakan pada 28 Januari 1999 dalam konperensi pers yang diorganisir oleh dua organisasi militan Muslim, KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam) dan PPMI (Persatuan Pekerja Muslim Indonesia). Teori konspirasi ini segera disebarluaskan oleh Letjen (pur) A.M. Hendropriyono, seperti yang telah dijelaskan di depan. Seorang jendral purnawirawan yang lain, Feisal Tanjung, bekas Pangab dalam kabinet Soeharto dan terakhir menjabat sebagai Menko Polkam dalam kabinet Habibie, ikut menggarisbawahi tuduhan Hendropriyono. Teori ini kemudian menyebar seperti api yang membakar ranting-ranting kering setelah disiarkan oleh sebagian media massa di Indonesia, di mana singkatan RMS diplesetkan menjadi 'Republik Maluku Serani'. Plesetan itu mendistorsi kenyataan seolah-olah semua orang Ambon Kristen mengambil bagian dalam mendirikan

gerakan kemerdekaan ini, dan seolah-olah orang Ambon Islam semuanya menolak pemberontakan itu. Disertasi Richard Chauvel tentang pemberontakan itu (1990) menunjukkan ketidakbenaran pelesetan 'Republik Maluku Serani', dan bahwa RMS bukan bertujuan membentuk negara Kristen. Chauvel jelas-jelas membeberkan bagaimana salah seorang pemimpin RMS yang diperiksa oleh TNI setelah pemberontakan di Ambon berhasil ditumpas adalah Ibrahim Ohorella. Raja (kepala desa) Tulehu itu malah menjadi tuan rumah rapat-rapat persiapan proklamasi RMS, mengerahkan sebagian besar warga desanya untuk menghadiri proklamasi RMS di alun-alun kota Ambon yang dihadiri sekitar 9000 orang, dan memasok kebutuhan sagu senilai Rp 25 ribu (waktu itu) untuk makanan para serdadu Angkatan Perang RMS sebelum Tulehu diduduki oleh TNI. Sebaliknya, masyarakat Kristen di Ambon serta orang Ambon Kristen di luar Ambon juga tidak sepenuhnya mendukung proklamasi RMS. Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) sendiri, bersikap netral terhadap proklamasi itu. Seorang tokoh Ambon di Jakarta yang kemudian menjadi Wakil Perdana Menteri, Dr. J. Leimena, dipercayai oleh Sukarno untuk berunding dengan pencetus RMS untuk mengakhiri gerakan mereka. Setelah hampir setahun disebarkan oleh berbagai media di Indonesia, teori ini diabadikan oleh Rustam Kastor ke dalam bentuk buku (2000), yang telah menjadi paling laku, tidak hanya di lingkungan Muslim tertentu di Maluku, Jawa dan Sulawesi. Selain dari bahasa Provokatifnya tentang orang Kristen, buku itu menuding aksi demonstrasi mahasiswa Ambon secara besar-besaran pada bulan November 1998, sebagai tahap 'pematangan situasi' bagi pemberontakan RMS yang didukung oleh GPM dan PDI-Perjuangan cabang Maluku. Menurut Kastor, demonstrasi itu merupakan upaya yang sadar untuk memperlemah militer, sehingga mereka tidak akan dapat menghancurkan 'pemberontakan RMS' selanjutnya yang bertujuan untuk membersihkan Maluku dari penduduk Muslimnya. Kastor juga menuduh orang-orang Kristen memanipulasi gerakan reformasi yang dipimpin mahasiswa untuk menghancurkan perekonomian Indonesia, dan dengan demikian mempromosikan disintegrasi Republik dengan memisahkan provinsiprovinsi yang didominasi Kristen di Indonesia bagian Timur -- termasuk Timor Lorosa'e --, yang kemudian dapat membentuk negara baru yang didominasi Kristen dengan sumber-sumber daya alami yang fantastik, karena negara itu akan meliputi Papua Barat dan provinsi Maluku yang sekarang. Apa yang diabaikan Kastor dalam bukunya adalah kenyataan bahwa gerakan kemerdekaan Timor Lorosa'e dan Papua Barat ikut dipimpin oleh tokoh-tokoh Muslim setempat, seperti Mar'i Alkatiri yang kini menjadi Menteri Ekonomi dan sumberdaya Alam dalam pemerintahan transisi di Timor Lorosa'e, serta Thaha Mohamad Alhamid, Sekjen Presidium Dewan Papua yang kini sedang ditahan oleh pemerintah Indonesia di Papua Barat. Alkatiri dan Alhamid tentu saja tidak berjuang untuk menciptakan suatu aliansi negara Kristen di Timur Indonesia. Di samping itu, kehendak untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia bukanlah

Kehadiran para anggota Kopassus di Ambon itu sudah diketahui oleh para jurnalis sejak Januari 1999. dan memupuk fanatisme mereka melalui khotbah-khotbah yang membakar. tiga kesatuan tentara dan satu kesatuan polisi telah mengambil bagian dalam pembunuhan besar-besaran itu. yakni pasukan-pasukan Kostrad. dalam setiap konfrontasi antaragama. Lasykar Jihad sendiri pada tanggal 21-22 juni 2000 tidak mungkin menghancurkan markas Brimob di Tantui. Memang tembakan kepala yang fatal tidak merupakan monopoli anggota Kopassus. Pada dasarnya. 17 Mei. dengan mendorong sebuah peti kayu besar yang berisi perlengkapan mereka ke dalam pesawat terbang. 2000. Kastor terlibat aktif mempersiapkan kedatangan Lasykar Jihad di Maluku. Rusdi Hassanusi. Tanpa dukungan militer ini. 70% dari para korban di kedua belah pihak dibunuh atau dilukai dari tembakan senjata organik militer dan polisi. Pada bulan Juli 1999. membakar asrama yang . 1999). Mereka memakai seragam loreng. Tokoh selanjutnya. Brawijaya. lengkap dengan lencana Kopassusnya. Secara ironis. yang telah didokumentasikan dengan baik oleh para jurnalis asing. atau menggunakan kaos-kaos Lasykar Maluku sebagai ciri dari milisi Kristen.seperti menembak dan melempar granat dari dalam drum minyak yang kosong yang digelindingkan oleh anggota Lasykar Jihad ketika menyerang kampus UKIM (Universitas Kristen Indonesia Maluku) -. Alfian ("Eki") Hassanusi (10). Selain menulis buku untuk membenarkan perang antaragama di Maluku. mungkin merupakan satu-satunya perwira polisi aktif yang memimpin sebuah cabang Majelis Ulama Indonesia. di mana sampai Mei 2000. Dengan begitu banyak tokoh militer yang terlibat dalam menghasut kekacauan di Maluku. ia kehilangan anaknya. Para tentara Kopassus sering menyamarkan dengan menggunakan jubah Arab dan jenggot palsu sebagai ciri Lasykar Jihad. pada 5 Agustus 2000. Kehadiran Kopassus di antara Lasykar Jihad dapat disimpulkan dari ketrampilan tempur mereka yang khas -. Keterlibatan Kopassus tidak begitu kentara sebagaimana tiga kesatuan lain. maka tidaklah mengherankan jika para serdadu itu dapat beroperasi dengan bebas di kedua provinsi kembar itu.merupakan monopoli Kristen sebagaimana ditunjukkan oleh rakyat Aceh. dan telah dikuasai pula oleh pasukan-pasukan khusus Angkatan Darat memiliki waktu dan kesempatan yang lebih lama untuk mengembangkan keterampilan yang mematikan ini selama masa tugas mereka di Timor Lorosa'e dan berkat latihan bersama para penembak jitu SAS di Australia. sersan polisi yang secara fatal dilukai oleh penembak gelap pada hari Rabu. Beberapa orang dari mereka ditangkap sebelum mencapai Ambon. yang sering bertindak secara tenang dan berhatihati untuk menetapkan jumlah korban yang setara bagi kedua komunitas. sebagaimana terjadi ketika empat orang tentara Kopassus berambut panjang ditahan di atas kapal KM Lambelu. Kopassus dan Brimob. ketua MUI Maluku itu pergi ke Makassar untuk merekrut enampuluh orang anggota Muhammadiyah dan mengapalkan mereka ke Ambon untuk bergabung dengan milisi Muslim lokal (TPG. H.atau dengan kelaziman dari para penembak gelap. Ambon. kira-kira 70 orang perwira Kopassus dilihat oleh para jurnalis dan para relawan kemanusiaan meninggalkan Ambon dengan menumpang pesawat terbang militer Hercules.

Hamzah Haz. 212). Seorang aktivis 'neo NII' adalah Al-Chaidar. maka mereka harus mendominasi pemerintahan. tentara. yang membentuk jamaah salaf di kalangan mahasiswa di beberapa universitas negeri yang bergengsi. Golkar dan militer.Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah -. Tujuannya adalah untuk mendirikan negara Islam. serta 22 organisasi Muslim militan. dan mencuri 832 pucuk senjata. ketika ia mendirikan monarki Saudi pada tahun 1925.000 butir peluru. yang mengorganisir tabligh akbar yang dihadiri antara 40.000 orang anggota Polri dan anggota keluarga mereka. dan lusinan seragam Brimob. mantan menteri dalam kabinet Soeharto. Sikap itu dilanjutkannya setelah dipilih menjadi Presiden dengan dukungan Poros Tengah. Jaringan Muslim -------------------Berbicara tentang Lasykar Jihad membawa kita pada jaringan Muslim militan. Makanya ia menampik tawaran masuk ICMI dan sebaliknya ikut mendirikan Forum Demokrasi (Fordem) bersama sejumlah cendekiawan non-Muslim (Hefner 2000: 162).dalam gerakan Tarbiyah. ketua MPR.dihuni kira-kira 2. 150. yang bekerjasama dengan jaringan militer yang diuraikan sebelumnya. Keterlibatan dari tokoh-tokoh politisi Poros Tengah seperti Amien Rais. Di Indonesia. 8. karena umat Islam merupakan mayoritas penduduk Indonesia. dan ekonomi Indponesia. Sikap itu justru bertolakbelakang dengan sikap politik Abdurrahman Wahid. karena itu mereka juga dikenal sebagai gerakan 'neo-NII'. mereka berkembang pesat di luar dua organisasi Muslim yang paling besar -. para politisi Islam itu mengkampanyekan "demokrasi proposional" dalam sistem politik dan ekonomi Indonesia. Hamzah Haz.. PPMI. yang menurut mereka saat itu masih didominasi oleh golongan minoritas Kristen dan Tionghoa (Hefner 2000: 141-142.000 sampai 10. yang mengikuti ajaran gerakan Wahhabi. termasuk KISDI. parlemen. Gerakan internasional ini bertujuan untuk kembali kepada Islam dari generasi awal yang didanai oleh para anggota dinasti Saud. untuk membedakan mereka dari gerakan bawah tanah yang pernah dihubungkan dengan operasi intelijen almarhum Jendral Ali Murtopo. Wahid pun menganjurkan rekonsiliasi dengan . mantan menteri dalam kabinet Wahid. menghancurkan dua gudang amunisi. Dirintis melalui ICMI di bawah pimpinan BJ Habibie. yang ajarannya diterapkan oleh Ibnu Saud.000 Orang di Monumen Nasional Jakarta pada tanggal 7 Januari 2000. FPI dan Asosiasi Muslim Maluku yang dipimpin oleh Ongen Sangaji. dan Fuad Bawazier itu. Muhammad bin Abdul-Wahab (1705-1787). 147-148. seperti ITB. tidak terlepas dari perbedaan pendapat mereka dengan Presiden Abdurrahman Wahid soal peranan Islam dalam kehidupan bernegara di Indonesia. Tabligh akbar yang menghimbau agar orang Muslim berjihad ke Amdon dihadiri oleh Amien Rais. Kebanyakan pemimpin massa yang direkrut untuk mengobarkan Jihad di Maluku berasal dari arus kaum militan Muslim baru. berasal dari Aceh. Fuad Bawazier. Gerakan itu dinamai dengan nama pendirinya. Tak ketinggalan. untuk mengirimkan enam ribu orang pemuda Muslim ke Kepulauan Maluku diharapkan dapat 'membebaskan saudara laki-laki dan perempuan Muslim mereka dari para penindas Kristen mereka'. Maksudnya.

di mata para politisi Poros Tengah. Alumnus pesantren Persis di Bangil itu melanjutkan sekolah ke Maududi Institute di Lahore. Abdi Sumaiti alias Abu Rido. Ia adalah imam gerakan Salafi di Indonesia yang berkiblat ke Arab Saudi. Drs. Mantan dosen agama Islam ITB itu. merupakan salah satu corong Lasykar Jihad. Kenyataannya. dan dari sana bergabung dengan gerilyawan Taliban di Afghanistan (1987-1989). Ini barangkali ada hubungannya dengan pernyataan komandan Lasykar Jihad. H. patut digarisbawahi bahwa komandan Lasykar Jihad di Maluku. Majalah Sabili yang dimulainya ketika gerakan 'neo-NII'-nya masih di bawah tanah. Ustadz Ja'far Umar Thalib. KM Rinjani. Di Maluku Utara yang dominan Muslim. bukan di pelabuhan Angkatan Laut di Halong. Laksamana Widodo (Fealy 2001). pernah kuliah di Universitas Madinah. yang mengklaim punya 'hotline' langsung ke Panglima TNI. yang mencapai Ambon setelah kedatangan pasukan itu. Mayjen Da'i Bahtiar. Sementara itu. di mana ia bergabung dengan gerakan Wahhabi. KM Tanto Sakti. Golkar dan militer mendorong munculnya aliansi untuk mendongkel Wahid dari kursi kepresidenannya dengan antara lain menggunakan kerusuhan Maluku sebagai tongkat pendongkel. juga berasal dari gerakan Wahhabi.kaum kiri di Indonesia dengan mengusulkan pencabutan Ketetapan MPR No. penyebaran Lasykar Jihad yang cepat di kedua provinsi kembar itu. Kembali ke mereka yang bergerak di garis depan. ada ikatan yang kuat antara Lasykar Jihad dan Partai Keadilan. melalui ideolog partai itu. namun Kapolda Jawa Timur waktu itu. dari Surabaya ke Ambon. awal 2000 yang lalu. aparat keamanan membiarkan saja peti-peti kemas penuh senjata itu diturunkan di pelabuhan Yos Sudarso yang dikuasai komunitas Muslim di Waihoang. dukungan politis bagi Lasykar Jihad di dalam Angkatan Bersenjata tidak hanya berasal dari faksi Wiranto di TNI/AD. Agenda Militer --------------Dilihat dari langgengnya pembunuhan antaragama di Kepulauan Maluku. Keterlibatan Lasykar Jihad berperang melawan kaum Kristen di Maluku itu karena turunnya sebuah fatwa. keberfihakan sejumlah besar anggota TNI dan Polri dengan fihak-fihak yang bertikai. Berbagai 'penyimpangan' ini . Fatwa itu dikeluarkan khusus untuk berjihad di Maluku. serta ketegaran para perwira dari faksi Wiranto. yang kini Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Partai Keadilan. Gerakan militan Muslim ini juga menikmati dukungan diam-diam dari berbagai faksi di Polri dan Angkatan Laut. Abu Rido juga menentang sekte-sekte Islam lain yang dirasakannya tidak mengajarkan doktrin yang benar. Di Ambon. orang . tidak di seluruh Indonesia. para anggota Lasykar Jihad juga dibiarkan mengapalkan senjata mereka dengan kapal lain. Pakistan. membiarkan saja mereka berlayar dengan kapal Pelni. yang disembunyikan dalam kotak-kotak sabun dalam 200 buah peti kemas. 25 Tahun 1966 yang melarang penyebaran faham Marxisme-Leninisme di Indonesia. Ja'far Umar Thalib. di mana tidak seorang pun telah diajukan ke pengadilan atau bahkan diselidiki keterkaitannya dengan konflik berkepanjangan di Maluku. Meskipun Presiden Wahid memerintahkan seluruh jajaran TNI dan Polri untuk mencegah pasukan Lasykar Jihad meninggalkan Jawa. dari salah seorang Imam Salafi di Yaman yaitu Syaikh Muqbil Bin Had Al Wadi'.

Maluku. agenda yang keempat adalah mempertahankan kepentingan bisnis militer. yang didominasi oleh angkatan bersenjata Australia. Dengan menganalisis data dan mengkaji cara berfikir dan operasi militer. Selain dari putusnya rantai pertahanan geo-strategis akibat lepasnya setengah pulau Timor dari wilayah NKRI. penarikan diri aparatur negara Indonesia secara terpaksa dari Timor Lorosa'e telah meninggalkan satu lubang yang rawan dalam rantai pertahanan di wilayah Indonesia timur. dengan lepasnya Timor Lorosa'e. pulau-pulau berpenduduk berfungsi untuk membentengi laut pedalaman (territorial sea). tidak hanya dengan penghancuran dua kampus di mana para mahasiswanya berada di front depan dalam gerakan reformasi di Maluku. sedangkan agenda yang kelima yang tidak kalah pentingnya ketimbang semua agenda di atas adalah mencegah pemeriksaan dan peradilan para perwira tinggi dan purnawirawan ABRI yang dituduh terlibat kejahatan korupsi serta pelanggaran hakhak asasi manusia. di Timor Lorosa'e. Menurut doktrin pertahanan TNI yang dikenal dengan istilah Wawasan Nusantara. khususnya ancaman yang dirasakan oleh TNI dengan kehadiran ribuan pasukan PBB. pemicuan konflik horisontal di Maluku dan di tempat-tempat lain di Indonesia sengaja dilakukan oleh militer untuk membelokkan perhatian jauh dari tuntutan para mahasiswa untuk penghapusan dwifungsi ABRI. karena diyakini bahwa mereka mungkin memiliki kecenderungan separatis yang sama sebagaimana rakyat Timor Lorosa'e yang mayoritas beragama Katolik. di mata TNI rantai kepulauan untuk pertahanan negara di kawasan timur Indonesia telah diperlemah secara serius. secara langsung berhadapan dengan ancaman potensial dari Selatan. di Indonesia pada umumnya. agenda yang ketiga adalah mempertahankan struktur teritorial TNI. Ini telah dicapai.tidak dapat lagi mempercayai retorika resmi di Indonesia bahwa yang terlibat hanyalah "oknum-oknum pembangkang" (rogue elements). Kedua. sebagian besar penduduk Kristen di Maluku dipandang kurang dapat dipercaya di mata militer untuk mempertahankan sisi Tenggara NKRI. agenda yang kedua adalah mempertahankan konsep Wawasan Nusantara. tetapi juga dengan menimbulkan perpecahan agama antara para mahasiswa Muslim dan Kristen di provinsi itu. Maka. yang terletak di sebelah utara Timor Lorosa'e. Agenda yang pertama dan paling langsung adalah membalas oposisi para mahasiswa terhadap dwifungsi ABRI dengan mengalihkan konflik vertikal menjadi konflik horisontal. dan dalam tingkat tertentu. dalam hal ini Laut Banda. Dari sudut militer perlu penyesuaian demografik strategik di Maluku berupa . Makanya. Pertama-tama. khususnya Angkatan Darat. penjelasan mengenai kerusuhan yang berkesinambungan di Kepulauan Maluku harus ditemukan dalam kepentingankepentingan militer yang lebih sistemik. dapatlah dikatakan bahwa ada lima agenda militer dalam melanggengkan konflik di Maluku.

dengan komandannya adalah jendral berbintang dua. Di bawah Korem adalah Kodim yang dikepalai oleh letnan kolonel. Jendral Benny Murdani. Agenda militer yang ketiga. setelah pasukan itu disebarkan. yakni mempertahankan struktur teritorial TNI. Berbicara tentang uang suap adalah berbicara tentang agenda keempat dalam melanggengkankekerasan di Maluku. telah dikurangi menjadi sepuluh. yang oleh pendahulunya. semacam negara di dalam negara. di mana instruksi mengalir dari puncak (ibu kota nasional) ke dasar (kecamatan). di mana garis komando terentang dari Kepala Staf Angkatan Darat ke Panglima Kodam. selain dari menghidupkan kembali Kodam Pattimura yang lama. Untuk mengklarifikasi hal ini. sementara uang suap untuk memudahkan promosi sebaliknya mengalir dari dasar ke puncak. sehingga dengan demikian membenarkan penempatan pasukan yang lebih banyak di Maluku. untuk membenarkan kehadiran para pemadam kebakaran itu. Untuk menemukan dasar pemikiran dalam menciptakan kembali komando-komando daerah militer yang terbengkalai perlu ditunjukkan bahwa pasukan-pasukan itu dibutuhkan untuk menghadapi keresahan di wilayah-wilayah itu. Dengan kata lain. di samping fungsinya sebagai kekuatan pertahanan. Ada perwira aktif maupun purnawirawan yang merasa terancam oleh . maka kebakaran harus ditimbulkan. Di bawah Panglima Angkatan Bersenjata Jendral Wiranto. Setiap Kodam memiliki sejumlah batalyon yang mewakili spesialisasi pelayanan yang berbeda-beda di dalam Angkatan Darat. dapat ditunjukkan dari keputusan Jendral Wiranto meningkatkan Korem Pattimura menjadi Kodam. Angkatan Darat merencanakan untuk membangun kembali tujuh belas Kodam. Struktur teritorial ini sejajar dengan struktur pemerintah.pengiriman ribuan anggota Lasykar Jihad yang akhirnya diharapkan menetap di kepulauan itu dengan membawa keluarga mereka dari Jawa dan pulau-pulau lain. Batalyon-batalyon yang dikomandani oleh seorang mayor atau letnal kolonel itu merupakan tulang punggung struktur teritorial Angkatan Darat. kita perlu memahami struktur territorial Angkatan Darat. Kodam-Kodam lain yang pernah ada antara tahun 1958 dan 1985 juga akan dihidupkan kembali. mereka perlu ditempatkan secara permanen di sana. yang dikenal dengan doktrin 'dwifungsi ABRI'. yakni Kopassus dan Kostrad. Lalu. karena inilah tulang punggungmiliter untuk melaksanakan fungsinya sebagai kekuatan politik. di samping unit-unit yang berdasarkan wilayah ada batalyon-batalyon dengan kemampuan tempur khusus. yakni untuk mempertahankan kepentingan ekonomi militer. Pentingnya struktur teritorial ini tidak dapat diremehkan. Pertukaran penduduk Maluku itu diharapkan dapat mencegah Maluku dari mengikuti contoh Timor Lorosa'e untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setiap Kodam terdiri dari empat sampai enam Korem yang dikepalai oleh seorang kolonel. Menurut rencana Wiranto. Akhirnya.

yang berhasil dibeberkan oleh Letjen. agenda militer yang kelima didasarkan pada observasi bahwa pertempuran di Maluku sering berkobar kembali manakala interogasi terhadap mantan Presiden Soeharto mengenai korupsinya. 16 Juli. para serdadu memberikan 'jasa perlindungan' bagi pengusaha dan orang-orang yang harus melewati rute-rute berbahaya. Celakannya bagi rakyat kecil di Maluku. Akhirnya. Pangdam Pattimura. ketika mereka tidak diberi kunci tempat penyimpanan uang kontan. tetapi juga pada Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Di Maluku Utara. Maluku sesungguhnya sarat dengan kepentingan bisnis militer. Kepentingan ekonomi ini juga tidak terbatas pada Angkatan Darat. Sebaliknya. Jika rencana otonomi daerah dan pembangian pendapatan daerah mulai diwujudkan tahun ini. yang memasok kayu glondongan dari konsesi mereka seluas 74. Di Ambon. Celakanya.000 hektar di pulau Morotai untuk penggergajian perusahaan Barito Pasific di pulau lain di Maluku Utara. Mereka juga menjadi penembak bayaran bagi siapa yang memberikan upah paling tinggi. Kegiatan penghimpunan dana ini biasanya tidak Tunduk pada penelitian publik yang cermat: para komandan militer memiliki Akses terhadap sejumlah besar uang yang dapat digunakan untuk membiayai manuver-manuver politik di masa depan. Wirahadikusumah serta merta digeser dari jabatannya sebagai Pangkostrad. Agus Wirahadikusumah. militer tidak tampak ingin mengurangi peran mereka. ketika kekerasan di sana sudah memperoleh momentumnya sendiri. Brigjen I Made Yasa secara terbuka menyatakan bahwa TNI . dan menganiaya satpam bank-bank itu. Soalnya. yang sebagian besar diperoleh dari konglomerat yang beroperasi di Maluku. misalnya melalui desa-desa yang sedang berperang atau dari dan ke pelabuhan udara dan pelabuhan laut. dan memaksa para pekerja Kristen untuk mrmproduksi kopra yang akan diekspor oleh para serdadu ke Manado. sekitar 75 persen dari pengeluaran militer diperoleh dari bisnis Militer dan cara-cara lain. militer menjadi sumber utama mengenai persenjataan dan amunisi bagi kedua belah pihak yang berperang. adalah sebuah Perusahaan yang dimiliki oleh Angkatan Udara. Memang. Dan di kedua provinsi. PT Green Delta. hanyalah merupakan puncak gunung es. serdadu Brawijaya mencuri kelapa dari para petani Muslim. atau interogasi terhadap mantan Jendral Wiranto mengenai perannya dalam kekerasan pasca referendum di Timor Lorosa'e sedang dijalankan. Maluku bukan satu-satunya wilayah yang sarat kepentingan bisnis militer. kehutanan dan pertambangan. 2000.prospek desentralisasi. maka parlemen-parlemen daerah akan memiliki kekuasaan untuk membatalkan atau menolak untuk memperbaharui kontrak yang menguntungkan perusahaan yang didukung militer di bidang perikanan. Kerusuhan-kerusuhan di daerah akan menunda kerugian-kerugian semacam itu. Skandal korupsi Rp 189 milyar rupiah di Yayasan Dharma Putera Kostrad. karena ini merupakan fenomena yang berlingkup nasional. pasukan yang tersebar di Maluku mulai menemukan caranya untuk mengeruk keuntungan bagi dirinya sendiri. Setelah membeberkan skandal itu. Anggota Batalyon 321 Kostrad dilaporkan menyerang tiga bank di Ambon pada hari Minggu.

sedang di Maluku militer memilih untuk bekerjasama dengan kaum militan Muslim yang didatangkan dari Jawa dan kepulauan lain. Tekanan politik ini harus dibarengi dengan tekanan terhadap sumber-sumber keuangan militer Indonesia. Kerusuhan sosial di Maluku memenuhi beberapa tujuan strategis dari ABRI. . sifat kekerasan beralih dari konflik antardesa menjadi perang terbuka. tampaknya tidak ada pilihan lain selain menggunakan tekanan internasional terhadap Pemerintah Indonesia -khususnya terhadap ABRI dan para pendukung mereka di DPR -. Kesimpulan & Saran-saran ------------------------Kekerasan antaragama yang berkesinambungan di Kepulauan Maluku dimatangkan dan dipertahankan oleh jaringan militer yang didukung oleh sebagian politisi Poros Tengah. Dalam fase konflik ini. melainkan diperpanjang lima tahun lagi. dan kemudian menyebarkan ribuan militan Muslim setelah pertempuran internal di Maluku agak mereda. di Aeh mereka berkolaborasi dengan mantan gerilyawan Aceh. Jaringan militer dan kaum militan Muslim yang jalin-menjalin ini mengeksploitasi etno-religius yang membara di Maluku. Situasi ini paralel dengan perang antara pejuang pro-kemerdekaan dan milisi proIndonesia yang didukung oleh TNI dan Polri. sebagaimana dibuktikan dalam Sidang Tahunan MPR di mana jangka waktu fraksi TNI/Polri bukannya diperpendek. kartu terakhir masih berada di tangan militer. Dengan mempertimbangkan bahwa rezim di Jakarta telah dibajak oleh kekuatan yang menolak mengakhiri kekerasan di Kepulauan Maluku. dan sedang mencoba untuk memanfaatkan aliansi ini demi keuntungan mereka. sebelum dan sesudah referendum yang diawasi PBB di Timor Lorosa'e. yang secara terbuka didukung pula oleh militer aktif. Mungkin sekali bahwa Lasykar Jihad dan para politisi pendukung mereka di DPR menyadari sifat 'sementara' dari aliansi taktis mereka dengan tentara. untuk mengakhiri penderitaan rakyat di provinsi kembar Maluku dan Maluku Utara.oleh PBB dan semua badan terkait. di mana desa-desa Kristen harus mempertahankan diri dari serangan ribuan anggota Lasykar Jihad. Namun sesungguhnya. yang pada akhirnya bermaksud mengkonsolidasikan kekuasaan politik dan ekonomi mereka. dengan menggunakan preman Ambon untuk memicu kekerasan komunal. untuk mengurangi kemampuan ABRI mengadudomba rakyat sipil di wilayah-wilayah yang jauh dari Jakarta. dari Acheh sampai ke Maluku dan Papua Barat. dengan menggunakan keresahan di Maluku untuk memperlemah kemampuan pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. termasuk Komisi HAM di Jenewa dan Dewan Keamanan di New York. Sementara di Timor Lorosa'e ABRI memilih untuk mendukung kekuatan paramiliter Timor Lorosa'e yang beragama Katolik. yang sedang terancam oleh gerakan reformasi serta desentralisasi politik ke daerah-daerah.sedang mempertimbangkan untuk membentuk Kodim-Kodim baru untuk dua kabupaten baru di Buru dan Maluku Tenggara Barat.

(2000). hal. air mata dan anyir darah di Maluku. 100-129. Robert W. 20-21. (2000)." Dalam Ingrid Wessel & Georgia Winhoefer (eds). 24 Januari. Ketika semerbak cengkeh tergusur oleh asap mesiu. hal. Dalam Zairin Salampessy & Thamrin Hussein (eds). Aditjondro posted by Analis Kebudayaan at 1:11 AM Kamis. * Sumber dari artikel oleh George J. Hamburg: Abera." [Behind the smoke. "Di balik asap mesiu. Jakarta: Team Advokasi Penyelesaian Kasus (TAPAK) Ambon. hal. Greg (2001). George J. Awwas.Kepustakaan ------------Aditjondro. W. (1989). Jakarta: Grasindo. Siagian. Civil Islam: Muslims and democratization in Indonesia. ---------. Fealy. 28-29. 36-37. 78-108.F. Sihol (1999).(2001a). 22/04/2010 12:02:28 WIB Kerusuhan lumpuhkan Drydock World Batam Oleh: Yoseph Pencawan . Violence in Indonesia." Inside Indonesia. Pius Lustrilanang menolak bungkam: Kesaksian korban penculikan rezim Orde Baru. hal. (2001a). Nisid (2000). Irfan S. pp." Time. Trauma Lampung berdarah: Di balik manuver Hendro Priyono. "The Lampung affair: A personal perspective. Hajari. tears and blood in Maluku]." Inside Indonesia. Wertheim. "A wasteland called peace. Princeton: Princeton University Press. F. "Guns. "Inside the Laskar Jihad. air mata dan anyir darah. Yogyakarta: Wihdah Press. pamphlets and handie-talkies: how the military exploited local ethno-religious tensions in Maluku to preserve their political and economic interests. April. Hefner. Januari-Maret.

(er) ari Sabtu (19/6) ini. Sedangkan pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti meraih 20. warga Kota Medan kembali memilih pemimpinnya. karyawan semakin beringas dan menghancurkan 33 unit mobil yang diduga milik pekerja asing dan enam di antaranya dibakar. Tingkat partisipasi pemilih putaran I sebanyak 35. bahkan dua di antaranya hancur dan dibakar.20% atau 150.671 suara. Total investasi yang ditanamkan perusahaan ini mencapai US$500 juta dengan jumlah karyawan sekitar 2. Kedua pasangan calon tersebut yakni. baik yang berada di areal workshop maupun yang terperangkap dalam gedung yang terbakar.000 orang.991 orang dari 1. .com yang memantau langsung di lokasi kejadian. Tidak cukup membakar gedung. Hanya tinggal 2 pasangan calon yang melaju ke putaran II pemilihan walikota dan wakil walikota Medan.961. Sementara itu. pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memperoleh 22.69% atau hanya 699. Kedua pasangan calon didukung partai politik terbesar di Kota Medan. PT Drydock merupakan anak perusahaan Drydock World Dubai yang bergerak di bidang perbaikan dan pembuatan kapal. dan pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Damai Sejahtera (PDS).” ujar seorang karyawan kepada Bisnis. Kerusuhan yang terjadi sejak pukul 08. Saat ini polisi sedang mengevakuasi seluruh pekerja asal India.72% atau 140. Penghinaan ini memancing kemarahan karyawan yang lain sehingga pekerja asing itu dipukuli hingga memasuki ruang kantor Drydock Graha. baik yang berada di lokasi workshop maupun di gedung kantor. Di putaran I. Kekesalan karyawan semakin memuncak dan tidak terkendali yang berujung dengan pembakaran tiga gedung administrasi milik perusahaan. Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin yang diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar. Karyawan lokal terus melakukan penyisiran dan penganiayaan terhadap pekerja asing asal India.676 suara. “Aktivitas perusahaan langsung lumpuh total.15 tadi pagi bermula dari seorang pekerja asal India yang diduga menghina satu pekerja lokal ketika sedang mengerjakan perbaikan sebuah kapal. Perusahaan ini berlokasi di kawasan industri shipyard Tanjung Uncang dan beroperasi sejak 2008.com): Aktivitas PT Drydock World Batam lumpuh setelah ratusan pekerja membakar dan menghancurkan hampir 50% fasilitas yang ada di lokasi perusahaan tersebut.155 orang yang terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT). seluruh karyawan masih bertahan di luar pagar perusahaan. polisi dibantu TNI langsung turun membuat pagar kawat berduri untuk mengantisipasi keadaan.BATAM (Bisnis.

Medan Timur. turunnya minat memilih para simpatisan dan pendukung dari 8 pasangan calon yang kalah di putaran I.” kata Dadang. hingga sehari menjelang pemungutan suara. Karena walaupun dapat menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai alat bukti untuk mencoblos. tidak berpengaruh terhadap minat warga untuk memilih. seorang pendemo. puluhan orang yang menamakan diri Forum Masyarakat Menggugat (Forasgat). Jumat kemarin. ke TPS aja saya harus keluar uang Rp20 ribu. tidak sampai ke bawah. Lagipula nggak ada calon yang saya suka. warga Medan yang menggunakan hak pilihnya tidak jauh berbeda dari putaran I lalu.” jelas Dadang. ada juga warga yang masih berharap pilkada menghasilkan walikota yang . Medan Selayang. hal itu tidak berpengaruh signifikan terhadap partisipasi pemilih. warga Padang Bulan yang memilih di kawasan Tanjung Sari. “Kalaupun bertambah atau berkurang paling hanya 5% dari tingkat partisipasi di putaran I lalu. adil. Namun. lurah dan kepling agar berlaku netral kepada kedua pasangan calon. Mereka juga menuntut KPU Medan mendesak aparat Pemko Medan seperti camat. menurut pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara. yakni 1. terbuka dan tidak berpihak kepada pasangan calon tertentu. adalah sosialisasi putaran II yang tidak menarik dan cenderung monoton sehingga tak mampu menggerakkan warga untuk menggunakan hak pilihnya. Medan Perjuangan. malaslah milih lagi. maupun Sofyan Tan-Nelly.961. Dadang mengatakan. Sekalipun ada kesepakatan calon yang gagal memberi dukungannya baik ke Rahudman-Eldin. dan dugaan keberpihakan aparatur Pemko Medan terhadap pasangan calon tertentu. yang belum menerima formulir C6. tetap saja harus repot mencari TPS tempat dia terdaftar sebagai pemilih. “Ah. Selain itu. berunjuk rasa di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan. Pertama. ada tiga alasan warga masih enggan menggunakan hak pilihnya di putaran I. Ada juga warga yang enggan memilih karena tidak menerima undangan memilih. Sahala Saragih. “Kesepakatan itu kan hanya terjadi di tingkat elit saja. Medan Area dan Medan Timur.155 orang. Jadi. Namun. Alasan kedua. lanjutnya. Untuk persoalan C6.” tutur ibu Sembiring. mengungkapkan pihaknya menemukan sedikitnya puluhan warga yang berdomisili di Kecamatan Medan Helvetia. Dan yang ketiga adalah faktor kejenuhan warga terhadap pilkada apalagi calon yang tersisa tidak ada sesuai dengan hati nuraninya. pemungutan suara putaran II juga masih menyisakan sejumlah masalah. Medan Johor. Para pendemo juga mendesak KPU Medan melaksanakan semua tahapan pilkada dengan jujur. Golput Tetap Tinggi DPT putaran II tidak mengalami perubahan dari putaran I lalu. Mereka memprotes masih banyaknya warga yang belum menerima undangan memilih hingga sehari menjelang hari pemungutan suara.Sama seperti putaran I lalu. Medan Tembung. di antaranya banyaknya pemilih bermasalah masih terdaftar di DPT. Dadang Darmawan. banyak warga yang belum menerima undangan memilih atau formulir C6.

Pada kesempatan itu. Menurut seorang warga yang tinggal di Jalan Pintu Air IV Gang Guru Patimpus Kelurahan Kwala Bekala. Menjawab pertanyaan Syamsul ini. Padahal seharusnya sebagai aparat pemerintahan kedua lurah . “Makanya kita lakukan jam 3 sore. Menurut Ketua KPU Medan. Syamsul bertanya seputar persiapan pelaksanaan pilkada dan DPT. “Memilih itu kan hak. di Hotel Grand Angkasa. “Harus aku milih. Syamsul mengatakan hal di luar kekuasaan pemerintah maupun KPU sebagai penyelenggara. Menurut dia. Jumat sore meninjau persiapan pelaksanaan pilkada putaran II ke Kantor KPU Medan. kata dia. KPU Medan akan mengumumkan perolehan suara kedua pasangan calon sekaligus mengumumkan walikota dan wakil walikota Medan terpilih dalam rapat pleno terbuka. pilkada adalah terkait dengan warga. Kabag Humas Pemko Medan Hanas Hasibuan. supaya masih ada waktu bagi PPK untuk merampungkan penghitungan sampai Senin siang. KPU Medan Rekomendasikan Pemecatan 2 Lurah Komisi Pemilihan Umum Medan merekomendasikan pemecatan 2 lurah yang dinilai telah mengintervensi penyelenggaran pemilihan kepala daerah Kota Medan putaran II ke Pemerintah Kota Medan. Ditanya rendahnya partisipasi pemilih di putaran I. Sebab. “Kami harapkan ada peningkatan partisipasi pemilih di putaran II ini.897 TPS sudah dikerjakan dan diharapkan seluruhnya rampung pada Jumat malam. Mula Tinambunan. dan sejumlah pejabat Pemko dan Pempropsu. KPU Medan berharap semua warga yang memiliki hak pilih untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya.dapat membawa perubahan sehingga dia merasa harus menggunakan hak pilihnya.” tandas Mula. Begitu juga dengan pendirian 3. Ketua KPU Medan Evi Novida Ginting menyatakan pihaknya telah siap melaksanakan pilkada putaran II hari ini. Rombongan Syamsul tersebut diterima Ketua KPU Medan Evi Novida Ginting. dan empat komisioner KPU Medan lainnya.” ujar Syamsul. penghitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) akan rampung pada hari Minggu atau selambat-lambatnya hari Senin siang. Tindakan kedua lurah itu dinilai telah mencampuri urusan penyelenggaraan pilkada dan terindikasi memihak pasangan calon tertentu. Semuanya sudah kami lakukan seperti menyurati perusahaanperusahaan agar memberi kesempatan karyawannya untuk memilih. Persiapan Pilkada Pejabat sementara (Pjs) Walikota Medan Syamsul Arifin. didampingi Sekda Medan Fitriyus. Rekapitulasi Dua hari pascapemungutan suara.” kata Evi. seluruh kebutuhan logistik di TPS saat ini sudah tiba di 151 kelurahan di Medan.00 WIB. jadi kalau warga memilih tidak menggunakan hak pilihnya. yang berketetapan hati memilih salah satu pasangan calon. Lurah Perintis dan lurah Gang Buntu Kecamatan Medan Timur dianggap sudah melampaui kewenangannya yang meminta pergantian anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di wilayahnya.” kata Evi. ya sah-sah saja. tepatnya hari Senin (21/6) pukul 15. Kecamatan Medan Johor.

Namun. mutlak wewenang PPS. Sedangkan KPPS di TPS lainnya. di Kantor KPU Medan Jalan Kejaksaan. pihaknya belum menerima laporan kedua lurah tersebut yang bertindak di luar kewenangannya. yang rata-rata dari etnis Tionghoa. “Hanya KPPS ini yang di ganti. . Rabu (16/6) lalu. Pjs Walikota Medan Syamsul Arifin mengatakan. termasuk KPPS. Terungkapnya tindakan kedua lurah tersebut. Dia menegaskan.” kata anggota KPU Medan Pandapotan Tamba. Menurut PPK dan PPS. dan anggota PPS Kelurahan gang Buntu. Arifin Daulay. kata dia.” kata Pandapotan. jika terbukti. Stefani Tendi. karena tindakan yang mereka lakukan merupakan intervensi terhadap penyelenggara Pilkada. kami tegaskan tidak ada pergantian. “Pemungutan suara Pilkada Medan putaran II dilaksanakan pada 16 Juni 2010. mengatakan. yakni KPPS TPS 7 Sidorejo III Medan Amplas.” kata Syamsul Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan sudah siap-siap menggelar pilkada putaran ke-II yang rencananya pada 16 Juni mendatang. Candra Sirait. ke KPU Medan saat digelarnya rapat evaluasi di Hotel Garuda Plaza Medan. TPS 51 Tanjung Mulia Medan Deli. Jahari. berawal dari laporan yang disampaikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kelurahan Perintis. Yang berhak mengganti KPPS. Anggota KPU Medan Pandapotan Tamba. tindakan kedua lurah tersebut yang berupaya mengganti KPPS merupakan bentuk intervensi yang harus ditanggapi serius. “Kami minta kedua lurah ini segera dipecat. pihaknya akan menyurati Walikota Medan agar mengambil tindakan tegas terhadap kedua luran itu. TPS 51 Mangga Medan Tuntungan. lurah atau aparat pemerintah lainnya tidak berwenang mengganti aparat penyelenggara pemilu atau pilkada. PPK dan PPS menilai alasan itu yang tidak masuk akal. TPS 38 Sunggal. Pandapotan mengatakan. tapi sampai sekarang saya belum terima laporannya makan jangan berandai-andai. Untuk itu. Kedua anggota PPS ini mengaku diancam lurah masing-masing akan dipecat jika tidak mengganti KPPS. alasan penggantian KPPS itu karena beberapa di antaranya etnis Tionghoa. misalnya membawa kasus ini ke Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kota Medan. penggantian KPPS di putaran I hanya dilakukan terhadap KPPS yang menjadi saksi bagi pasangan Arif Nasution-Supratikno di Mahkamah Konstitusi (MK). “Kalau memang ada kan ada aturan untuk menindaknya.tersebut berlaku netral. Dalam surat itu KPU Medan diminta mengganti KPPS di Kelurahan Perintis karena tidak aktif bekerja. Teknik Ginting. Badiah Pangaribuan. Mariani. dan TPS 53 Kelurahan Besar Medan Labuhan. Mereka pun menyerahkan surat dari Lurah Perintis bernomor 270/320 tertanggal 11 Juni 2010 yang ditandatangani Rushendra. Jumat (18/6). maka pihaknya akan menindak mereka sesuai aturan yang berlaku.” kata Pandapotan.

000.14.MedanTalk. 16. Dari keduanya diamankan selembar surat formulir pemilihan yang sudah dicoblos oleh Rudianto. Timbangdeli.000. Kecamatan Medan Amplas. dan pengamanan Rp 2. KPPS Rp 12. Karena ada kecurigaan. Dua remaja yang belum masuk daftar pemilih tetap (DPT) diamankan polisi karena kedapatan ikut memilih di tempat pemungutan suara (TPS) 23.000.821. masih diperiksa secara intensif di Polsekta Patumbak. pendistribusian 9 Juni sampai 15 Juni 2010. Perhitungan suara Rp 38. Gang Idaman. Kapolsekta Patumbak AKP Wahyudin.500. Untuk putaran kedua itu. untuk memilih calon pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti. atas formulir pemilihan (C6) yang dimiliki Rudianto.com AMEDAN (Pos Kota) – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Medan. PPK Rp 152.medantalk.328.Tim sukses Sofyan Tan-Nelly Armayanti menduga adanya kecurangan secara sistemik pada putaran kedua pemilihan wali kota dan wakil wali kota Medan. Hingga saat ini kedua remaja itu.000.” kata Wahyudin.586.133. Atas temuan pelanggaran itu. Medan. PPS Rp 7.957 untuk putaran II.200. kampanye Rp 4.099.000.550. dia langsung kami amankan. dirinci seperti berikut: logistik Rp 2.148. Faisal Sutono Sirait . Sabtu (19/6). kubu .000. “Anehnya pelaku sendiri tak tau saat ditanya TPS berapa pada putaran pertama lalu.mengatakan awal terungkap saat kecurigaan petugas panitia pengawas Pemilukada di TPS 23.648.082. Sementara formulir yang dicoblos Faisal Sutono Sirait sudah terlanjur dimasukkan ke dalam kotak suara. dan Rudianto Sirait.125 untuk putaran I dan Rp 16. Jadwal tahapan putaran II dimulai dengan pengadaan logistik 23 Mei sampai 8 Juni 2010. Pilkada Medan Tahun 2010 memiliki anggaran sebesar Rp 55. Belakangan diketahui usia calon pemilih itu belum memenuhi kriteria DPT.250.596.939. keduanya warga Jalan Damai. Rp 38. kedua remaja yang belum memiliki hak suara itu mengaku nekat ikut mencoblos karena dijanjikan uang Rp 10 ribu.083 dengan rincian.. Source: Rp 16.540. putaran kedua diwarnai kecurangan. digelar Sabtu (19/6) pagi.129. Masa kampanye 10 Juni sampai 12 Juni 2010 dan masa tenang 13 Juni sampai 15 Juni 2010 (3 hari).Ia menjelaskan. Ironisnya. DETIKPOS.372. (samosir) MEDAN.068.514. sosialisasi Rp 134. Timbang Deli.net .9 M untuk Pilkada Putaran Kedua | Berita Cerita Kota Medan http://www. tapi setelah diamati lebih mirip angka 22. Sepintas formulir itu tertulis TPS 23.com/rp-169-m-untuk-pilkada-putaran-kedua/#ixzz0rO0MjJoO Copyright: www.

00 Wib. “Kalau punya data dan bukti silakan laporkan ke Panwas Medan. tindakan sesuai proses hukum akan dilakukan. . KPU Medan menjadwalkan pemenang putaran kedua Pilkada Medan akan diumumkan pada Senin (21/6). bila bukti kecurangan dilakukan KPPS. DETIKPOS. Sabtu malam. hingga pukul 20.Sofyan Tan akan melakukan gugatan pelaksanaan Pilkada putaran kedua. digelar Sabtu (19/6) pagi. didukung PDIP dan partai lainnya.” sebutnya.html#ixzz0rO1oRFTo MEDAN.net/2010/06/pilkada-medan-tim-sukses-sofyantan. menunjukkan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memperoleh 502. “Rapat pleno Senin depan pukul 15. “Kami meminta dilakukan penghitungan ulang di TPS. bersaing ketat dengan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin yang disokong Partai Demokrat dan Partai Golkar. tidak boleh. “Ini kan. kecurangan masif melibatkan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).” kata Budiman kepada Tempo. Sofyan Tan-Nelly Armayanti. Evi Novida Ginting.” Ketua KPU Medan. Ditegaskannya. “Apakah ini dirusak atau dinyatakan rusak.net – Tim sukses Sofyan Tan-Nelly Armayanti menduga adanya kecurangan secara sistemik pada putaran kedua pemilihan wali kota dan wakil wali kota Medan. Pelanggaran lain. Budiman Nadapdap.00 WIB.671 suara. Itu kami temukan di Tangguk Bongkar 11.” ujar Evi. Sofyan Tan-Nelly Armayanti.” tegasnya. menyatakan. kubu Sofyan Tan akan melakukan gugatan pelaksanaan Pilkada putaran kedua.detikpos. “Adanya 50 surat suara yang telah dicoblos dimasukkan ke dalam kotak suara.” jelas Evi. “KPU Medan sudah berkali-kali menegaskan KPU netral dan tidak berpihak. Karena kalau katanya-katanya berarti cakapcakap saja. [ti/ris] Read more: http://www. Sementara hasil perolehan suara dari 21 kecamatan di Kota Medan yang masuk ke Media Center Panwas Kota Medan. kami lagi menyusun langkah selanjutnya. mempersilakan pihak Sofyan Tan-Nelly Armayanti melaporkan kecurangan yang ditemukan. adanya saksi Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memakai atribut di area TPS. Ketua Tim Pemenangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti. bersaing ketat dengan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin yang disokong Partai Demokrat dan Partai Golkar. didukung PDIP dan partai lainnya. Jalan Sultan Agung. TPS 23. Dan. Atas temuan pelanggaran itu. Sementara pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti memperoleh 261. dan pengetatan di PPK.502 suara. sebut dia. Budiman juga menyoalkan banyaknya surat suara Sofyan Tan dinyatakan rusak.” ujar Budiman.

menyatakan. “KPU Medan sudah berkali-kali menegaskan KPU netral dan tidak berpihak. Sementara hasil perolehan suara dari 21 kecamatan di Kota Medan yang masuk ke Media Center Panwas Kota Medan. tindakan sesuai proses hukum akan dilakukan. [ti/ris] Blog Berita Hari Ini Indonesia Terkini Soyan/Nelly Targetkan 450 Ribu suara Putaran Kedua Medan. dan pengetatan di PPK. Budiman Nadapdap.502 suara. TPS 23. Itu kami temukan di Tangguk Bongkar 11.” sebutnya. Karena kalau katanya-katanya berarti cakapcakap saja. menunjukkan pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memperoleh 502. “Rapat pleno Senin depan pukul 15.” ujar Evi.” ujar Budiman. Sementara pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti memperoleh 261. Ditegaskannya. Jalan Sultan Agung. mempersilakan pihak Sofyan Tan-Nelly Armayanti melaporkan kecurangan yang ditemukan. hingga pukul 20. Sabtu malam.671 suara. Pelanggaran lain. 9/6 (ANTARA) – Pasangan Sofyan Tan/Nelly Armayanti ditargetkan meraih dukungan minimal dari 450 ribu suara pemilih pada pilkada Kota Medan putaran kedua yang akan berlangsung 19 Juni 2010. “Adanya 50 surat suara yang telah dicoblos dimasukkan ke dalam kotak suara. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan Hendry Jhon . Budiman juga menyoalkan banyaknya surat suara Sofyan Tan dinyatakan rusak. adanya saksi Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memakai atribut di area TPS. Selain Sofyan/Nelly.” Ketua KPU Medan. “Apakah ini dirusak atau dinyatakan rusak.00 Wib. hadir pada kesempatan itu Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Panda Nababan. bila bukti kecurangan dilakukan KPPS. Budiman Nadapdap pada silaturahim PDI Perjuangan dengan tokoh masyarakat di Medan. Dan.” kata Budiman kepada Tempo. kecurangan masif melibatkan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Evi Novida Ginting. kami lagi menyusun langkah selanjutnya. “Ini kan. KPU Medan menjadwalkan pemenang putaran kedua Pilkada Medan akan diumumkan pada Senin (21/6).” kata Ketua Tim Pemenangan Sofyan Tan/Nelly Armayanti.Ketua Tim Pemenangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti. “Target kita meraih 450 ribu suara plus satu.” tegasnya.” jelas Evi.00 WIB. “Kalau punya data dan bukti silakan laporkan ke Panwas Medan. Rabu. tidak boleh. “Kami meminta dilakukan penghitungan ulang di TPS. sebut dia.

pihaknya telah mendapat informasi terkait adanya skenario kecurangan di setiap lini penyelenggara pilkada putaran kedua.69 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 1. Bisa saja memang banyak yang memilih pasangan Sofyan/Nelly. maka jumlah pemilih pada putaran kedua diperkirakan mencapai 900 ribu orang.” ujarnya.R014/B/S015/S015) Medan.” katanya. termasuk calon wali kota Maulana Pohan beserta jaringannya dan jajaran partai pendukung calon wali kota Ajib Shah. “Karena itu. tetapi kita akhirnya kalah karena suara tidak dijaga. Jika pada putaran pertama hanya 699. ***1*** (T.991 pemilih yang datang ke TPS atau dengan tingkat partipsiasi sekitar 35. . Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut HM Affan. Nadapdap memperkirakan. Rahudman/Eldin yang diusung koalisi Partai Demokrat dan Partai Golkar memperoleh 150. Apalagi.” tegasnya. sementara Sofyan/Nelly yang didukung PDI Perjuangan dan PDS meraih 140. Mereka menyisihkan delapan pasangan lain sekaligus maju ke putaran kedua. Karena itu kita harus benar-benar waspada. tambah Budiman Nadapdap.676 suara (20.671 suara (22. “Ada iming-iming tambahan insentif bagi penyelenggara pilkada yang mampu menambah perolehan suara pasangan tertentu.155 orang.” katanya.961. KPU Kota Medan menetapkan pasangan Rahudman Harahap/Dzulmi Eldin dan Sofyan Tan/Nelly Armayanti sebagai dua pasangan peraih suara terbanyak pada pilkada putara pertama yang berlangsung 12 Mei 2010. jumlah pemilih yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada pilkada putaran kedua meningkat dibanding putaran pertama. Sofyan Tan/Nelly Armayanti optimistis memenangkan pilkada putaran kedua yang akan berlangsung 19 Juni 2010.72 persen).20 persen). tim supervisi Brilian Moktar serta sejumlah pengurus dan fungsionaris PDI Perjuangan lainnya. target kita meraih minimal 450 ribu suara plus satu sekaligus memenangkan pertarungan menuju kursi Wali Kota dan Wali Kota Medan periode 2010-2015. 25/5 (Antara/FINROLL News) . Ia mengingatkan para relawan pendukung Sofyan/Nelly mengawal pelaksanaan pilkada dan menjaga suara mulai dari TPS-TPS sampai ke KPU Kota Medan. Ia mengaku optimistis target tersebut akan dapat dicapai menyusul semakin besarnya dukungan yang mengalir untuk pasangan Sofyan/Nelly.Pasangan calon wali kota/wakil wali kota Medan.Hutagalung. “Sejumlah calon yang kalah pada pertarungan putaran pertama bahkan sudah menyatakan dukungannya bagi pasangan Sofyan/Nelly. “Menjaga suara ini harus dilakukan dengan serius. Kalau sudah begini ‘kiamat’ kita.

KPU Kota Medan menetapkan pasangan Rahudman Harahap/Dzulmi Eldin dan Sofyan Tan/Nelly Armayanti sebagai dua pasangan peraih suara terbanyak pada pilkada putara pertama yang berlangsung 12 Mei 2010. 2010 by pemiluindonesia." jelasnya." ujarnya.000 petugas pemantau untuk mengawasi jalannya proses pemungutan dan penghitungan suara pilkada putaran kedua Kota Medan di 3. 8. Mereka menyisihkan delapan pasangan lain sekaligus maju ke putaran kedua." tegasnya.676 suara (20. lurah hingga kepala lingkungan bersikap netral dan tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon. sementara Sofyan/Nelly yang didukung PDI Perjuangan dan PDS kebagian 140. Rahudman/Eldin yang diusung koalisi Partai Demokrat dan Partai Golkar memperoleh 150.com Dipastikan.20 persen). Pasalnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat memberikan payung hukum kepada .671 suara (22.72 persen).453 Warga Medan Keh