LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR MODUL 6 KOEFISIEN KEKENTALAN ZAT CAIR

Nama NPM Tanggal / Jam Asisten

: Lukman Santoso : 240110090123 : 24 Nopember 2009/ 15.00-16.00 WIB : Dini Kurniati

TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2009

Dengan sifat ini zat cair banyak digunakan dalam dunia otomotif yaitu sebagai pelumas mesin.1. Fluida yang digunakan dalam praktikum adalah Gliserin. BAB II . Banyak contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya kekentalan minyak goreng berbeda dengan kekentalan olie.2. Latar Belakang Di antara salah satu sifat zat cair adalah kental (viscous) di mana zat cair memiliki koefisien kekentalan yang berbeda-beda. Telah diketahui bahwa pelumas yang dibutuhkan tiap-tiap tipe mesin membutuhkan kekentalan yang berbeda-beda. Sehingga sebelum menggunakan pelumas merek tertentu harus diperhatikan terlebih dahulu koefisien kekentalan pelumas sesuai atau tidak dengan tipe mesin. 1.BAB I PENDAHULUAN 1. Tujuan Adapun tujuan utama dari dilaksanakannya praktikum ini adalah memahami gaya gesek yang dialami benda yang bergerak di dalam suatu fluida dan dapat menentukan berapa koefisien kekentalan suatu fluida yang diukur dengan menggunakan hukum Stokes.

Suatu bahan apabila dipanaskan sebelum menjadi cair terlebih dulu menjadi viscous yaitu menjadi lunak dan dapat mengalir pelan-pelan. Dalam pemakaian eksperimen harus diperhitungkan beberapa syarat antara lain : Ruang tempat fluida jauh lebih luas dibanding ukuran bola. namun beberapa saat setelah bergerak cukup jauh bola akan bergerak dengan . nampak kelereng bergerak dengan kecepatan konstan (bergerak lurus beraturan). misalnya kelereng dijatuhkan ke dalam kolam renang yang airnya cukup dalam. Sebuah bola padat memiliki rapat massa ρb dan berjari-jari r dijatuhkan tanpa Gambar 1. di mana ρb > ρf. Kecepatan v tidak terlalu besar sehingga aliran fluida masih bersifat laminer. Telah diketahui bahwa bola mula-mula mendapat percepatan gravitasi. Tetapi beberapa saat setelah menempuh jarak cukup jauh. Jika sebuah benda berbentuk bola dijatuhkan ke dalam fluida kental. dan v kecepatan relatif bola terhadap fluida. Viskositas dapat dianggap sebagai gerakan di bagian dalam (internal) suatu fluida . Tidak terjadi aliran turbulen dalam fluida. Gaya yang Bekerja Pada Saat Bola Dengan Kecepatan kecepatan awal ke dalam fluida kental memiliki rapat massa ρf.TINJAUAN PUSTAKA Hukum Stokes Viskositas (kekentalan) berasal dari perkataan Viscous. nampak mula-mula kelereng bergerak dipercepat. Persamaan (1) pertama kali dijabarkan oleh Sir George Stokes tahun 1845. Fs = 6πηrv Dengan η menyatakan koefisien kekentalan. sehingga disebut Hukum Stokes. gaya gesekan fluida secara empiris dirumuskan sebagai Persamaan. Khusus untuk benda berbentuk bola. Gaya ketiga ini adalah gaya gesekan yang disebabkan oleh kekentalan fluida. r adalah jarijari bola kelereng. Ini berarti bahwa di samping gaya berat dan gaya apung zat cair masih ada gaya lain yang bekerja pada kelereng tersebut.

dan W=mg = gaya berat kelereng. Kecepatan yang tetap ini disebut kecepatan akhir vT atau kecepatan terminal yaitu pada saat gaya berat bola sama dengan gaya apung ditambah gaya gesekan fluida. 2r2g(ρb .ρf) VT = 9η (8) Jarak d yang ditempuh bola setelah bergerak dengan kecepatan terminal dalam waktu tempuhnya t maka Persamaan (8) menjadi Persamaan (9).ρf) (7) Dengan mensubstitusikan Persamaan (1) ke dalam Persamaan (7) diperoleh Persamaan (8).g (3) FA = ρf . d 2r2g(ρb . ρf menyatakan rapat massa fluida. Gambar 1 menunjukkan sistem gaya yang bekerja pada bola kelereng yakni FA = gaya Archimedes. mf massa fluida. serta g gravitasi bumi.Vb. Vf volume fluida. maka berlaku Persamaan (3) dan (4).Vb. FS = gaya Stokes.g (4) Rapat massa bola ρb dan rapat massa fluida ρf dapat diukur dengan menggunakan Persamaan (5) dan (6). Massa Bola ρb= Volume Bola ( mgu + mf ).ρf) . FA + FS = W (2) Jika ρb menyatakan rapat massa bola.kecepatan konstan.mgu (6) (5) ρf = Vf Dengan mgu menyatakan massa gelas ukur. yaitu Persamaan (2). W = ρb. FS = Vbg (ρb . Jika saat kecepatan terminal telah tercapai. dan Vb menyatakan volume bola. Dengan mensubstitusikan Persamaan (3) dan (4) ke dalam Persamaan (2) maka diperoleh Persamaan (7). pada Gambar 1 berlaku prinsip Newton tentang GLB (gerak lurus beraturan).

ρf) Atau t = k d Dengan nilai 9η k= 2r2g(ρb . Persamaan (10) diubah dalam bentuk Persamaan (11). nilai k merupakan kemiringan grafik (slope). Untuk memperoleh nilai viskositas fluida. Viskositas dipengaruhi oleh perubahan suhu. maka viskositas fluida dapat ditentukan. BAB III .= t (8) 9η 1 = t 2r2g(ρb . yang biasa disebut dengan istilah poise di mana 1 poise sama dengan 1 dyne det cm-2. Apabila suhu naik maka viskositas menjadi turun atau sebaliknya. Dengan mengukur kecepatan akhir bola yang radius dan rapat massa telah diketahui.ρf) Atau dalam grafik hubungan (d-t).ρf) η = 9 (8) Satuan viskositas fluida dalam sistem cgs adalah dyne det cm-2.ρf) 9dη 9η t = 2r2g(ρb . k 2r2g(ρb .

2. Ukurlah rapat massa fluida dengan menggunakan piknometer. Yang satu 5 cm dibawah permukaan fluida dan yang lain 5 cm diatas dasar tabung. ➢ Mistar dan mikrometer sekrup ➢ Thermometer ➢ Saringan bertangkai untuk mengambil bola. 4. Gunakan 3 buah bola dengan ukuran berbeda-beda (besar. ➢ Stopwatch ➢ Piknometer ➢ Neraca torsi?neraca analitis ➢ Kertas grafik (Milimeter).Alat dan Bahan ➢ Tabung gelas tempat zat cair yang dilengkapi dua karet gelang. ➢ 3 bola kecil dari palstik dengan ukuran dan berat jenis yang berbeda-beda.METODA PRAKTIKUM 2.Prosedur Praktikum 1. . Ukur jarak diantara 2 karet gelang. 3.1. Siapkan tabung gelas berisi fluida. 2.sedang dan kecil). ➢ Zat cair (Gliserin). Tempatkan 2 karet gelang pada tabung dengan cara melingkarkannya.2. Ukurlah diameter masing-masing bola 5 kali pada tempat yang berbeda-beda dengan menggunakan mikrometer sekrup. Timbang masing-masing bola dengan neraca massa.

BAB IV . Ulangi percobaan seperti pada no. Lakukan percobaan ini dua kali (cara pertama). Ukur dengan stopwatch waktu tempuh masing-masing bola dalam melintasi jarak antara kedua karet gelang. Ubahlah jarak antara kedua karet gelang menjadi d2. geserkan karet gelang yang ada dibawah (jangan mengubah kedudukan karet yang ada diatasnya).7. 6.5 dengan menggunakan salah satu bola saja. Ukurlah jarak d2.5. 8. 7. Untuk mengubahnya. Ulangi percobaan pada no.6 dan 7 untuk jarak d3 dan d4 dengan menggunakan bola yang sama seperti pada no. Lepaskan ketiga bola satu demi satu dari permukaan fluida.

6 .84 jenis Massa jenis fluida = 1084.10-7 m3 V2 = (43 π) r3 = 4.16.629.10-7 m3 ρ1 = m1v1 = 0.2 . 10-3 kg/m3 Massa jenis air = 1000 . 10-3 1.05. 9.966 1718.50 1325.966 kg/m3 ρ3 = m3v3 = 2.10-7 = 1325.375 . 10-3 kg/m3 Tabel hasil percobaan kedua Waktu Bola1 Bola 2 Bola 3 1 / t1 r2 .84 kg/m3 Tabel hasil percobaan : Benda Diameter (m) Massa (kg) Massa (kg/m3) Bola 1 Bola 2 Bola 3 0.10-7 = 1571.19 . Hasil Perhitungan massa jenis benda: V1 = (43 π) r3 = 4.8 . 3. 10-7 =9. 10-7 =9. 10-2 1.10-39.HASIL DAN PEMBAHASAN 4.05.10-7 m3 V3 = (43 π) r3 = 4.2.1125 . 10-3 1571.19 .50 kg/m3 ρ2 = m2v2 = 1.1. 10-3 2. 10-2 0.8 .10-2 1.10-33.9 .10-31.46 .19 .2 .2 .818 .6 .818 .10-7 = 1718. 10-8 = 3.89.05.

37 0.64 ± 0.0625 s 2 2 Bola 2 : ∑t = 1. 9.63 0.67 0.54 ± 0.6 5.66 ± 0.ρo )9 η =2.72 t2 (s) 0.58 t1 (s) 0.515 1.25 s (∑t)2 = 1.63 0.5625 s2 ∑t2= 0.ρo) → η =-b 2 g r2(ρ .043 s = 13 3.75 s (∑t) = 3.3.67 0.49 0.052 0.043 0.2 .03 0.0321 s2 ∆t = 1n n ∑t2-(∑t)2n-1 1n n ∑t2-(∑t)2n-1 ∆t = 1n n ∑t2-(∑t)2n-1 ∆t = = 13 3 .54 0.205 d3 = 0.215 0.583 0.769 –1000)9 = 1.3122 s2 ∑t2= 1.06253-1 = 0.10-7(1538.067 1.651 Perhitungan : Bola 1 : ∑t =1.40 0. s / m 2 Tabel hasil percobaan kedua : Jarak (m) d2 = 0.98 s (∑t) = 3.053 .403 ± r2 rata-rata 2.095-3.156253-1 = 0.58 ± 0.416 0.92043-1 = 13 1.54 0.651.t1 t2 t3 trata-rata ± ∆t 0.54 t3 (s) t ± ∆t 0.72 0.708 .10-59 η =0.933 .000155 N .966-3.003 s = 0.025 3.708 sub ke persamaan : b = 9 η2gr2(ρ .329 3.5447 s2 ∑t2= 1.78 .715 2.6431.9204 s 2 2 Bola 2 : ∑t = 1.067 s Menghitung besar koefisien viskositas : Y = bx + a b = 2.72 0.

ρo)9 b d η = 2 . s / m2 4.0267 s2 ∑t2= 1. Dari pengamatan yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin besar massa yang dimiliki oleh benda itu maka .5271 s2 ∑t2= 1.d4 = 0.74 s (∑t)2 = 3.5 .g(ρ .(1084.375.58 0. 0.02475 = 0. Suatu bahan apabila dipanaskan sebelum menjadi cair terlebih dulu menjadi viscous yaitu menjadi lunak dan dapat mengalir pelan-pelan.052 s = 13 0.053 s = 13 0.93 s (∑t)2 = 3.0254 s2 d3 : ∑t = 1. Dalam percobaan ini kita mengamati pergerakan turunnya 3 buah bola yang berbeda ukuran (diameter) dan massanya dalam suatu fluida (gliserin).051 Perhitungan : d2 ∑t =1.63 0.215 = 1.2589 s2 d4: ∑t = 1.2742 s2 ∑t2= 1.0243 = 0.2069 s2 ∆t = 1n n ∑t2-(∑t)2n-1 1n n ∑t2-(∑t)2n-1 ∆t = 1n n ∑t2-(∑t)2n-1 ∆t = = 13 0.051 s Perhitungan koefisien viskositas : b = 2. 9.10-3)9 .63 0. Pembahasan Viskositas (kekentalan) berasal dari perkataan Viscous.89 s (∑t)2 = 3.54 0.5 sub persamaan : b =2 .68754.67 0.10-3 –1000.215 0.63 ± 0.64 0.345 N .0259 = 0.875 η = 0.225 0.ρo)9 η d → η = 2 .78 .g(ρ .2. 2.

Kesimpulan Viskositas (kekentalan) berasal dari perkataan Viscous. Karena itu bola akan lebih lambat melaju dalam fluida yang memiliki koefisien kekentalan yang besar. Dari pernyataan diatas menunjukan bahwa massa benda berbanding lurus dengan kelajuan benda. . Selain itu kekentalan suatu fluida juga sangat berpengaruh terhadap laju bola. BAB V PENUTUP 5.1. Suatu bahan apabila dipanaskan sebelum menjadi cair terlebih dulu menjadi viscous yaitu menjadi lunak dan dapat mengalir pelan-pelan. Viskositas dapat dianggap sebagai gerakan di bagian dalam (internal) suatu fluida . sehingga waktu yang dibutuhkan tentu menjadi semakin sedikit. Semakin kbesar koefisien kekentalan suatu fluida maka semakin besar pula gaya gesekan yang disebabkan oleh kekentalan fluida. semakin besar koefisien kekentalan suatu fluida maka semakin besar gaya gesek yang ditimbulkan oleh fluida.semakin cepatlah kecepatan benda itu didalam suatu fluida.

5. Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir.. Drs. DAFTAR PUSTAKA Zaida. M. anwar. Batan . Petunjuk Praktikum Fisika.Si.Saran Untuk mendapatkan hasil pengamatan yang akurat. sebaiknya mahasiswa lebih teliti melihat dan mengamati laju bola dalam fluida. Metode Penentuan Koefisien Kekentalan Zat Cair dengan Menggunakan Regresi Linear Hukum Stokes. Bandung:Dosen Unpad Budianto.2. Selian itu juga mahasiswa sebaiknya menggunakan alat penunjang praktikum yang kondisinya masih baik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful