“EKOSISTEM MANGROVE DAN PENGELOLAAANNYA DI INDONESIA”

DISUSUN OLEH : FIDYA SATRIARINI SITI RAHAYU SITI SABIRA SYARINI ISMAIL NOVI ZAENAB

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN MIPA PROGRAM STUDI BIOLOGI UNIVERSITAS SINTUWU MAROSO POSO 2010-2011

mencegah intrusi air laut. hutan mangrove merupakan ekosistem yang unik dan rawan. 2001 ). serta sebagai pengatur iklim mikro.BAB I PENDAHULUAN 1. oleh karena itu wilayah ini di pengaruhi oleh proses-proses yang ada di darat maupun yang ada di laut. yaitu daerah transisi yang sangat tajam antara dua atau lebih komunitas ( Odum.508 pulau dan panjang pantai kurang lebih 81. dan sebagainya maupun penebangan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan. dimana seringkali kelimpahannya lebih besar dari komunitas yang mengapitnya. ekoton dihuni oleh organisme yang berasal daridua komunitas tersebut. Fungsi ekologis hutan mangrove antara lain : pelindung garis pantai. Sedangkan fungsi ekonominya antara lain : penghasil keperluan rumah tangga. industry. tempat pemijahan (spawning ground) bagi aneka biota perairan. Sebagian manusia dalam memenuhi keperluan hidupnya dengan mengintervensi ekosistem mangrove.1 Latar Belakang Indonesia merupakan Negara kepulauan dengan jumlah pulau sekitar 17. Hal ini dapat dilihat dari adanya alih fungsi lahan (mangrove) menjadi tambak. 1983 dalam Kaswadji. tempat asuhan dan pembesaran (nursery ground). Sebagai daerah transisi. penghasil keperluan industry. Pesisir merupakan wilayah perbatasan antara daratan dan laut.000 km. Wilayah demikian disebut sebagai ekoton. memiliki sumber daya pesisir yang sangat besar. baik hayati maupun nonhayati. dan penghasil bibit. yang dalam . Dampak ekologis akibat berkurang dan rusaknya ekosistem mangrove adalah hilangnya berbagai spesies flora dan fauna yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove. Ekosistem ini mempunyai fungsi ekologis dan ekonoimis. habitat (tempat tinggal). pemukiman. Sebagai salah satu ekosistem pesisir. yang secara berangsur-angsur menghilang dan diganti oleh spesies lain yang merupakan ciri ekoton. tempat mencari makan (feeding ground).

(www. Bahsan lebih kepada ekosistem mangrove. 1. BAB II PEMBAHASAN .irwantoshut.jangka panjang akan menganggu keseimbangan ekosistem mangrove khususnya dan ekosistem pesisir khusunya.2 Tujuan Penulisan Penulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai ekosistem mangrove serta pengelolaannya di Indonesia. kaitannya dengan strategi dan pengelolaan mangrove.com) Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menjelaskan semua ekosistem pesisir.

Aegiceras. Ekosistem mangrove adalah suatu system di alam tempat berlangsungnya kehidupan yang mencerminkan hubungan timbale balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya dan diant . Sebenarnya. dan Conocarpus (Bengen. Sonneratia. pertama sebagai komunitas.2000) Kata mangrove mempunyai dua arti. Hutan mangrove dikenal jiga dengan istilah tidal forest.coastal woodland atau juga hutan payau.1 Definisi Hutan Mangrove dan Ekosistem Mangrove Hutan mangrove adalah tipe hutan yang khas terdapat di sepanjang pantai atau muara sungai. Karena bukan hanya pohon bakau saja yang tumbuh disana. Rhyzophora. Lummitzera. dan kedua sebagai individu spesies. Ceriops. yaitu komunitas atau masyarakat tumbuhan atau hutan yang tahan terhadap kadar garam/salinitas (pasang surut air laut). Aegiatilis. Istilah mangrove digunakan sebagai pengganti istilah bakau untuk menghindarkan kemungkinan salah pengertian dengan hutan yang terdiri atas pohon bakau Rhizophora sp. Hutan pantai tersebut tumbuh didaerah tropis maupun subtropis Menurut Nybakken (1992) hutan mangrove adalah sebutan umum yang digunakan untuk menggambarkan suatu varietas komunitas pantai tropic yang didominasi oleh beberapa spesies pohon-pohon yang khas atau semak-semak yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh dalam perairan asin. Kita sering menyebut hutan di pinggir pantai tersebut sebagai hutan bakau.hutan tersebut lebih tepat dinamakan hutan mangrove.2. Snaeda. Xylocarpus. Bruguiera. Hutan mangrove meliputi meliputi pohon-pohon dan semak yang tergolong dalam 8 famili dan terdiri atas 12 genera tumbuhan berbunga : Avicennia. yang telah menyesuaikan diri dari terpaan ombak yang kuat dengan tingkatan salinitas yang tinggi serta tanah yang senantiasa digenangi air. Laguncularia.

24-3.ara makhluk hidup itu sendiri. misalnya pada pembangunan irigasi. Sedangkan ekosistem lamun berfungsi sebagai penghasil bahan organic dan nutrient yang akan di bawah ke ekosistem terumbuh karang. Pembuangan sampah cair. Ekosistem mangrove juga berperan sebagai habita (tempat tinggal). 1983 dalam Dahuri 1996 . Bergantung cara pengukurannya. Hubungan ekosistem mangrove dengan ekosistem lain bisa dilihat dari fungsi yang dimiliki oleh tiap komponen ekosistem.5 juta hektar pada tahun 1993 (Widigdo. Kegiatan potensial lainnya yang menyebabkan kerusakan ekosistem mangrove adalah : Tebang habis.24 hektar. tempat asuhan dan pembesaran (nursery ground). terdapat padawilayah pesisir. Selanjutnya ekosistem terumbuh karang dapat berfungsi sebagai pelindung pantai dari hempasan ombak (gelombang) dan arus laut. Ekosistem mangrove merupakan penghasil detritus.2 Dampak Kegiatan Manusia Terhadap Ekosistem Mangrove Dampak dari aktivitas manusia terhadap ekosistem mangrove. dandidominasi oleh spesies pohon atau semak yang khas dan mampu tumbuh dalamperairan asin/payau (Santoso 2000). sumber nutrient dan bahan organic yang dibawah ke ekosistem padang lamun oleh arus laut. menjadi 3. Pengalihan aliran air tawar. Sumber : Beerwick. sedangkan Lawrence (1998). Luasan hutan mangrove di Indonesia turun dari 5.37juta hektar.5 juta hektar.2000). tempat pemijahan (feeding ground) bagi organism yang hidup di padang lamun ataupun terumbu karang 2.menyebabkan luasan hutan mangrove turun cukup menghawatirkan. dan Pembuangan sampah padat. Konversi menjadi lahan pertanian dan perikanan. memang angka-angka di atas tidaksama antara peneliti. danmakin menyusut menjadi 2.21 juta hektar antara tahun 1982-1987. terpengaruh pasang surut air laut. tempat mencari makan (feeding ground). menyebut kisaran antara 3. Khazali (1999) menyebutkan angka 3.

serta Departemen Kelautan dan Perikanan. perikanan tangkap. Yang diperlukan sekarang ini adalah penegakan hukum atas pelanggaran terhadap pelangaran hukup tersebut. Isu-isu tersebut adalah : isu ekologi dansosial ekonomi. Koordinasi anata instansi yang terkait dengan pengelolaan mangrove adalah mendesak untuk dilakukan saat ini. tamabk. serta strategi dan pelaksanaan rencana. Aspek perangkat hukum adalah peraturan dan undang-undang yang terkait dengan pengelolaan mangrove. Begitu pula kegiatan industri. baik yang telah terjadi maupun yang akan terjadi di kemudian hari. Isu ekologi dan isu sosial ekonomi Isu ekologi meliputi dampak ekologis intervensi manusia terhadap ekosistem mangrove.2. kelembagaan dan perangkat hukum. 2. Isu kelembagaan dan perangkat hukum Di samping lembaga-lembaga lain. Strategi dan pelaksanaan rencana .3 Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Indonesia Pengelolaan mangrove di Indonesia didasarkan atas tiga tahapan utama (isu-isu). pembuangan limbah. Adapun isu social ekonomi mencakup aspek kebiasaan manusia (terutama masyarakat sekitar hutan mangrove) dalam memanfaatkan sumber daya mangrove. Sudah cukup banyak undang-undang dan peraturan yang di buat oleh pemerintah dan instansi-instansi yang terkait dalam pengelolaan mangrove. merupakan lembaga yang sangat berkompeten dalam pengelolaan mangrove. 1. Departemen Pertanian dan Kehutanan. 3. Berbagai dampak kegiatan manusia terhadap ekosistem mangrove harus diidentifikasi.

b.Dalam kerangka pengelolaan dan pelestarian mangrove. taman nasional. dan sebagai bentuk sabuk hijau di sepanjang pantai dan tepi sungai Dalam konteks di atas. 2001). biasanya status hutan iini di kelola oleh masyarakat (pemilik lahan) yang dipergunakan untuk budidaya perikanan. pertanian. terdapat dua konsep utama yang dapat di terapkan. Kedua konsep tersebut pada dasarnya memberikan legitimasi dan pengertian bahwa mangrove sangat memerlukan pengelolaan dan perlindungan agar dapat tetap lestari. berdasarkan karakteristik lingkungan. status pengelolaan ekosistem mangrove dengan di dasarkan data Tataguna Hutan Kesepakatan (Santoso. Saat dikembangkan suatu pola pengawasan pengelolaan ekosistem mangrove partisipasif yang melibatkan masyarakat. Perlu diingat bahwa wilayah ekosistem mangrove selain terdapat kawasan hutan mangrove juga terdapat areal/lahan yang bukan kawasan hutan. Kawasan Lindung (hutan cagar alam.2000) terdiri atas : a. areal penggunaan lain). manfaat dan fungsinya. Ide ini dikembangkan atas dasar pemikiran bahwa masyarakt pesisir yang relatif miskin harus dilibatkan dalam pengelolaan mangrove dengan cara diberdayakan. Pola pengawasan pengelolaan ekosistem mangrove yang dikembangkan adalah pola partisipasif meliputi: komponen yang di . Salah satu cara yang dapat di lakukan dalam langka perlindungan terhadap keberadaan hutan mangrove adalah dengan menunjukan suatu kawasan hutan mangrove untuk dijadikan kawasan konservasi. Kedua konsep tersebut adalah perlindungan hutan mangrove dan rehabilitasi hutan mangrove (Bengen. baik kemampuan ilmu maupun ekonominya. taman laut. cagar biosfeir). suaka margasatwa. Kawasan Budidaya (hutan produksi. taman hutan raya.

mekanismepengawsan. 2000) BAB III PENUTUP KESIMPULAN 1. Mengingat aktivitas manusia dalam pemanfaatan hutan mangrove. serta insentif dan sanksi (Santoso. para pihak yang terlibat dalam pengawsan. institusi formal yang mengawasi. sosialisasi dan transparasi kebijakan. Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang unik dan khas yang bernilai ekologis dan ekonomis 2.awassi. maka diperlukan pengelolaan mangrove yang meliputi aspek perlindungan dan konservasi .

PT.S. 1996. PT. Di harapkan hutan mangrove dapat dimanfaatkan secara baik karena hutan mangrove memiliki keunikan yang bernilai ekologis dan ekonomis DAFTAR PUSTAKA Fachrul Ferianita Melati Dr.com) . M. Jakarta. Makalah disampaikan pada LokakaryaNasional Pengembangan Sistem Pengawasan Ekosistem Laut Tahun 2000. Ginting dan M. J. untuk itu penulis menyarankan sebagai berikut : 1. Pola Pengawasan Ekosistem Mangrove. Di harapkan perlu adanya perhatian dari pemerintah dalam menjaga keseimbangandan kelestarian hutan mangrove 2. hal ini jika dilihat dari fungsi dan manfaat hutan mangrove. dikembangkan suatu pola pengawasn pengelolaan mangrove yang melibatkan semua unsure masyarakat. Indonesia Dahuri. N. Indonesia (Http://irwantoshut. Metode sampling bioekologi.P. Sitepu. Jakarta. 2008. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir Secara Terpadu. Pradnya Paramita. Dalam langka pengolaan.J. Indonesia Santoso. SARAN Hutan mangrove sangatlah bermanfaat pada kehidupan manusia maupun lingkungan sekitar. Bumi Aksara.Rais.3. Jakarta. 2000.

30 Wita .jam 18.Diakses 28 oktober 2010.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful