P. 1
Anak 1 UTS Tambah2 Aja

Anak 1 UTS Tambah2 Aja

|Views: 63|Likes:
Published by Azis Kaze

More info:

Published by: Azis Kaze on Dec 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2010

pdf

text

original

Pediatric Glasgow Coma Scale Best eye response: (E) 4. Eyes opening spontaneously 3. Eye opening to speech 2.

Eye opening to pain 1. No eye opening Best verbal response: (V) 5. Smiles, oriented to sounds, follows objects, interacts. 4. Cries but consolable, inappropriate interactions. 3. Inconsistently inconsolable, moaning. 2. Inconsolable, agitated. 1. No verbal response. Best motor responses: (M) 6. Infant moves spontaneously or purposefully 5. Infant withdraws from touch 4. Infant withdraws from pain 3. Abnormal flexion to pain for an infant (decorticate response) 2. Extension to pain (decerebrate response) 1. No motor response Any combined score of less than eight represents a significant risk of mortality.

There is subsequent 'atrialization' of a portion of the morphologic right ventricle (which is then contiguous with the right atrium). propafenone. This causes the right atrium to be large and the anatomic right ventricle to be small in size. dofetilide and ibutilide since these medications slow conduction in the accessory pathway causing the tachycardia and should be administered before considering electrical cardioversion. Pharmacological Ebstein's cardiophysiology typically presents as an (antidromic) AV nodal reentrant tachycardia with associated pre-excitation.Anomali Ebstein Ebstein's anomaly is a congenital heart defect in which the opening of the tricuspid valve is displaced towards the apex of the right ventricle of the heart. The valve leaflets. Risk factors There is an enlargement of the aorta which may cause an increased risk of abnormality in infants of women taking lithium during the first trimester of pregnancy (though some have questioned this) and in those with Wolff-Parkinson-White syndrome. treatment options include procainamide. attached to the walls and septum of the right ventricle. calcium channel blockers and digoxin are contraindicated. Intravenous amiodarone may also convert atrial fibrillation and/or slow the ventricular response. the preferred pharmacological treatment agent is procainamide. Presentation The annulus of the valve is still in the normal position. however. . flecainide. drugs like beta blockers. In this setting. are to a varying degree. Since AV-blockade may promote conduction over the accessory pathway. If there is atrial fibrillation with pre-excitation.

dan benturan balik dari kolom darah pada pangkal aorta yang baru tertutup rapat. Bunyi jantung IV dapat dijumpai pada penyakit jantung hipertensif. hipertensi. kardiomiopati. pada atrial septal depect bunyi jantung II terbelah.Bunyi jantung utama Bunyi jantung I ditimbulkan karena kontraksi yang mendadak terjadi pada awal sistolik. Pada infark miokard akut bunyi jantung II pecah paradoksal. Bunyi jantung I yang mengeras dapat terjadi pada stenosisis mitral. makin keras BJ I. gagal jantung. hipertensi Bunyi jantung IV dapat terdengar bila kontraksi atrium terjadi dengan kekuatan yang lebih besar. gagal jantung. misalnya pada keadaan tekanan akhir diastole ventrikel yang meninggi sehingga memerlukan dorongan pengisian yang lebih keras dengan bantuan kontraksi atrium yang lebih kuat. perlambatan aliran yang mendadak dari darah pada akhir ejaksi sistolik. penutupan katup pulmonal (komponen pulmonal). meregangnya daun-daun katup mitral dan trikuspid yang mendadak akibat tekanan dalam ventrikel yang meningkat dengan cepat. Vibrasi yang ditimbulkan adalah akibat percepatan aliran yang mendadak pada pengisisan ventrikel karena relaksasi aktif ventrikel kiri dan kanan dan segera disusul oleh perlambatan aliran pengisian Bunyi jantung III dapat dijumpai pada syok kardiogenik. . Irama derap dapat dijumpai pada penyakit jantung koroner. gagal jantung. angina pectoris. Makin dekat terhadap posisi tertutup makin kecil kesempatan akselerasi darah yang keluar dari ventrikel. kardiomiopati. Bunyi jantung I terdiri dari komponen mitral dan trikuspidal. Faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas BJ I yaitu: ♣ Kekuatan dan kecepatan kontraksi otot ventrikel. meregangnya dengan tiba-tiba chordae tendinea yang memfiksasi daun-daun katup yang telah menutup dengan sempurna. regurgitasi aorta. Makin kuat dan cepat makin keras bunyinya ♣ Posisi daun katup atrio-ventrikular pada saat sebelum kontraksi ventrikel. Bunyi jantung II dapat dijumpai pada Duktus Arteriosus Persisten besar. ♣ Jarak jantung terhadap dinding dada. Pada pasien dengan dada kurus BJ lebih keras terdengar dibandingkan pasien gemuk dengan BJ yang terdengar lebih lemah. infark miokard akut. BJ III terdengar karena pengisian ventrikel yang cepat (fase rapid filling). Tetralogi Fallot. hipertropi ventrikel kanan. dan makin pelan terdengarnya BJ I dan sebaliknya makin lebar terbukanya katup atrioventrikuler sebelum kontraksi. karena akselerasi darah dan gerakan katup lebih cepat. BJ II ditimbulkan karena vibrasi akibat penutupan katup aorta (komponen aorta). Demikian juga pada pasien emfisema pulmonum BJ terdengar lebih lemah. stenosis pulmonalis. miokarditis. Pada gagal jantung kanan suara jantung II pecah dengan lemahnya komponen pulmonal. kardiomiopati dalatasi. hipertensi. dan getaran kolom darah dalam outflow track (jalur keluar) ventrikel kiri dan di dinding pangkal aorta dengan sejumlah darah yang ada didalamnya. kor pulmonal.

bila terdapat obstruksi.natau4mg/hari Patofísiologis terjadinya Ikterus Penumpukan bilirubin disebabkan oleh : 1.Ekskresi melalui usus. memor . Pemecahan eritrosit (sel darah merah) berlebihan. Gangguan ekskresi atau obstruksi Metabolisme Bilirubin ♣ Produksi : Sumbernya adalah produk degradasi hemoglobin (terutama) sebagaian dari sumber lain. 2. 2.0 mg.2rng/ja. 5. Harga Normal bilirubin dalam darah : Direk < 1. karena adanya penumpukan bilirubin akibat peningkatan kadarnya dalam darah.Pengertian Ikterus Ikterus adalah warna kuning yang tampak pada kulit dan mukos. ♣ Ekskresi : Bilirubin diekskresi ke usus melalui duktus koledokus Bilirubin ada 2 jenis 1. Gangguan transportasi.0 mg%. A B 0) ♣ Hematoma. Ikterus Fisiologis Bila penumpukan bilirubin tídak mengganggu ♣ Tampak pada hari ke 3 – 4 ♣ Bayi tampak normal/sehat ♣ Kadarnya < 12 mg% ♣ Menghilang paling lambat 10. Gangguan konjugasi. Bilirubin inderek : – Belum dikonjugasi – Larut dalam lemak (tidak larut datam air) 2. Proses hemolisis / produksi bilirubin meningkat ♣ Golongan darah ibu-bayi tidak serasi (Rhesus. Bilirubin direk : – Larut dalam air . 3. ekskresi melalui ginjal. Harga patologis (kelainan) bilirubin dalam darah ♣ Indirek bayi aterm > 12mg% ♣ Indirek bayi prematur > 10 mg% ♣ Ataupeningkatankadar0. Indirek < 2. 4. ♣ Konjugasi : di hear bílirubin dikonjugasi menjadi bilirubin direk dengan pengaruh enzim glukuronil transferase. Gangguan fungsi hepar atau imaturitas hepar. misalnya hipoalbuminemia pada bayi kurang bulan. ♣ Transportasi : Bilirubin indirek diangkut ke hepar dalam ikatan dengan albumin. 1.14 hari ♣ Tidak ada faktor resiko ♣ Sebab : proses físiologis Ikterus Patologis ♣ Biasanya timbul pada bayi umur < 36 jam ♣ Cepat berkembang ♣ Bisa disertai lebih lama → > 2 Minggu ♣ Ada faktor resiko ♣ Dasar : proses patologis Penyebab / Faktor resiko Ikterus 1.

• Infeksi intrauteria (virus. 4. reflex moro ♣ Derajat II : Kejang. Gangguan Ekskresi ♣ Obstruksi saluran empedu (cholestasis) ♣ Obstruksi usus (sirkulasi enterohepatik meningkat) Pendekatan untuk mengetahui penyebab ikterus neonetarum Hari tímbulnya Penyebab yang sering Pemeriksaan Hari I • Gol. • Defísiensi enzim Gg PD • Bilirubin serum • Darah lengkap • Gol. Darah ibu & bayi • Tes Coombs • Enzim Gg PD • Ikterus Fisiologis • Gol. Darah ibu & anak tidak serasi • Defisiensi enzim Gg PD • Polisitemia • Infeksi. rigedity. Darah ibu-anak tídak serasi (Rh. toksoplasma sifilis. gangguan pendengaran Pemeriksaan Klinis Penentuan derajat ikterus menurut pembagian zona tubuh (menurut KRAMER) ♣ Kramer I. fraktur) • RDS (hipoksia) • Dehidrasi – Asidosis • Bilirubin serum • Darah lengkap • Enzim Gg PD • Golongan Darah ibu dan bayi • pemeriksaan lain-lain bila perlu. umumnya oleh gram negative • Perdarahan tertutup (hematon. bakteri). Gangguan Transportasi ♣ Albumin rendah (Prematur. Irritable. lethargia. konginetal).♣ Spherositosis congenital ♣ Enzim Gg PD rendah 2. Gangguan Konjugasi ♣ Belum adekuatnya enzim glukoronil transferase (prematur. Hipertermi. Bilirubin melekat pada membran dan mitokodria sel otot ♣ Derajat I : Malas minum. Bahaya Hiperbilirubin . ♣ Derajat III : Tuli. . muntah. Daerah kepala (Bilirubin total ± 5 – 7 mg) ♣ Kramer II daerah dada – pusat (Bilirubin total ± 7 – 10 mg%) ♣ Kramer III Perut dibawah pusat s/d lutut (Bilirubin total ± 10 – 13 mg) ♣ Kramer IV lengan s/d pergelangan tangan tungkai bawah s/d pergelangan kaki (Bilirubin total ± 13 – 17 mg%) ♣ Kramer V s/d telapak tangan dan telapak kaki (Bilirubin total >17 mg%). ABO). retardasi mental. hipotoni. kurang gizi) ♣ Ikatan kometitif dengan albumin rendah (obat-obat atau bahan lain) ♣ Kemampuan mengikat albumin rendah (asidosis) 3.

Laura E. Reflek pada bayi baru lahir beraneka ragam.. USA: Pearson. Reflek dapat dibatasi pada area tubuh tertentu saja yang dipengaruhi oleh gangguan saraf seperti reflek Babinsky pada kaki untuk penderita cerebral palsy. Reflek yang lain seperti reflek menelan dan memegang sesuatu akan membantu menjalin interaksi positif antara orang tua dan bayi baru lahir. Child Development. 8th. penderita cerebral palsy) akan tetap mempunyai reflek primitif ini dan akan timbul kembali hingga masa dewasa mengacu pada keadaan saraf tertentu termasuk demensia. Ketukan akan diterjemahkan sebagai sinyal yang diterima oleh saraf sensori aferen yang akan dipindahkan oleh nervus trigeminal dan sinyal saraf eferen akan kembali ke otot orbicularis oculi melalui saraf facial yang akan menggerakkan reflek pada mata yaitu berkedip. Atau juga dapat terjadi pada orang normal dengan hemiplegia. namun lamakelamaan akan menghilang karena dihambat oleh lobus frontal sesuai dengan tahap perkembangan anak normal. Ada beberapa reflek yang kemungkinan akan membantu bayi bertahan selama masa adaptasi lingkungan kehidupan barunya seperi reflek moro. Kedipan mata akan mucul sebagai reaksi terhadap ketukan tersebut namun hanya timbul sekali yaitu pada ketukan pertama. Reflek ini tidak menetap hingga dewasa. Reflek primitif juga diperiksa pada seseorang yang diduga mengalami luka di otaknya untuk menguji fungsi dari lobus frontal. dan hal tersebut tidak normal. Anak-anak dan dewasa yang mengalami kelainan atau gangguan saraf (sebagai contoh. Jika tidak ada penekanan secara tepat maka terjadi tanda-tanda penurunan fungsi tulang depan kepala (frontal). Reflek primitif ini sering juga disebut infantile atau reflek bayi baru lahir. Reflek tersebut dapat memacu orang tua untuk memberikan respon dengan penuh cinta dan kasih sayang serta lebih memotivasi ibu untuk menyusui. 2009. yang merupakan gejala awal penyakit Parkinson. Seseorang dengan gangguan cerebral palsy dan keterbatasan mental kecerdasan dapat belajar untuk lebih menekan reflek ini agar tidak muncul pada kondisi tertentu seperti selama memulai reaksi yang ekstrim. Reflek primitif ini juga membantu orang tua merasa nyaman dengan bayinya karena reflek primitif tersebut akan mendorong bayi untuk mengontrol dirinya serta menerima dan menanggapi stimulasi atau rangsangan dari orang tuanya.) Macam-macam Reflek Primitif pada Bayi Baru Lahir Reflek Ketuk Glabella : Reflek ini diperiksa dengan mengetuk secara berulang pada dahi.REFLEK PRIMITIF PADA BAYI BARU LAHIR Reflek primitif adalah aksi reflek yang berasal dari dalam pusat sistem saraf yang ditunjukkan oleh bayi baru lahir normal namun secara neurologis tidak lengkap seperti pada orang dewasa dalam menanggapi rangsang tertentu. Selain itu gangguan reflek primitif juga diperiksa sebagai tanda peringatan awal terjadinya gangguan autis. maka disebut tanda-tanda Myerson. (Berk. Reflek Mata Boneka : Reflek ini diperiksa sebagai salah satu cara untuk menentukan mati batang otak. Jika kepala diputar-putar (ditolehkan ke samping kanan dan kiri) maka bola mata akan . reflek dapat dilihat pada kaki di daerah yang terserang saja. Sebuah contoh pasti adalah reflek rooting yang membantu proses inisiasi menyusui dini dan proses menyusui nantinya. Bayi hanya akan menunjukkan reflek ini pada saat kelaparan dan disentuh sekitar bibirnya oleh orang lain. lesi trauma dan stroke. tapi bukan termasuk bayi itu sendiri. Jika kedipan mata terus berlangsung pada ketukan-ketukan selanjutnya.

yaitu : Tahap expression : dilakukan pada saat puting susu diletakkan diantara bibir bayi dan disentuhkan di permukaan langit-langitnya. Reflek plantar ini dapat diperiksa dengan menggosokkan sesuatu di telapan kakinya. Reflek babinsky juga merupakan tanda abnormalitas saraf seperti lesi neuromotorik atas pada orang dewasa. walaupun juga dimungkinkan akan mendorong berat badan bayi. bayi dimungkinkan mengalami gangguan pada neuron motorik atas. dan mencari obyek tersebut dengan menggerakkan kepalanya terus-menerus hingga ia berhasil menemukan obyek tersebut. Pada saat kulit di sepanjang sisi punggung bayi .bergerak. Tahap milking : saat lidah bergerak dari areola menuju puting. Reflek Plantar : Reflek ini juga disebut reflek plantar grasp. Saat kepala bayi digerakkan ke samping. ditemukan oleh seorang neurolog dari Rusia. mendorong air susu dari payudara ibu untuk ditelan oleh bayi. kira-kira selama tiga minggu setelah kelahiran) bayi akan langsung menggerakkan kepalanya lebih cepat dan tepat untuk menemukan obyek tanpa harus mencaricari. dan menyebabkan bayi untuk secara langsung mengisap apapun yang disentuhkan di mulutnya. bayi mungkin juga akan menggenggam tiba-tiba dan tanpa rangsangan. Setelah merespon rangsang ini (jika menyusui. muncul sejak lahir dan berlangsung hingga sekitar satu tahun kelahiran. Reflek tonick neck dan asymmetric tonick neck ini disebut juga posisi menengadah. maka jari-jari tangan akan menutup dan menggenggam benda tersebut. Reflek ini akan mulai terhambat pada usia sekitar empat bulan dan berangsur-angsur akan terbawa di bawah sadar. Genggaman bayi dapat dikurangi kekuatannya dengan menggosok punggung atau bagian samping tangan bayi. Reflek ini berhubungan dengan rreflek rooting dan menyusui. dan menyebabkan jari-jari kaki menyebar dan jempol kaki ekstensi. Johann Susman Galant. Namun jika pada pemeriksaan ini bola mata tetap berhenti atau tidak bergerak sama sekali berarti dimungkinkan ada kematian batang otak. Reflek Rooting : Reflek ini ditunjukkan pada saat kelahiran dan akan membantu proses menyusui. Saat sebuah benda diletakkan di tangan bayi dan menyentuh telapak tangannya. maka jari-jari kakinya akan melekuk secara erat. Seorang bayi baru lahir akan menggerakkan kepalanya menuju sesuatu yang menyentuh pipi atau mulutnya. Reflek disebabkan oleh kurangnya myelinasi traktus corticospinal pada bayi. Genggaman yang ditimbulkan sangat kuat namun tidak dapat diperkirakan. Reflek Galant : Reflek ini juga dikenal sebagai reflek Galant’s infantile. Bayi akan secara langsung menekan (mengenyot) puting dengan menggunakan lidah dan langit-langitnya untuk mengeluarkan air susunya. reflek tonick neck merupakan suatu tanda awal koordinasi mata dan kepala bayi yang akan menyiapkan bayi untuk mencapai gerak sadar. Reflek ini muncul sejak lahir dan berlangsung sampai pada usia empat hingga enam bulan. Reflek Babinsky : Reflek babinsky muncul sejak lahir dan berlangsung hingga kira-kira satu tahun. Jika bayi baru lahir tidak mampu untuk melakukan posisi ini atau jika reflek ini terus menetap hingga lewat usia 6 bulan. lengan pada sisi tersebut akan lurus dan lengan yang berlawanan akan menekuk (kadang-kadang pergerakan akan sangat halus atau lemah). Reflek ini ditunjukkan pada saat bagian samping telapak kaki digosok. Reflek Palmar Grasping : Reflek ini muncul pada saat kelahiran dan akan menetap hingga usia 5 sampai 6 bulan. muncul pada usia satu bulan dan akan menghilang pada sekitar usia lima bulan. Berdasarkan penelitian. Ada dua tahapan dari reflek ini. Reflek Sucking : Reflek ini secara umum ada pada semua jenis mamalia dan dimulai sejak lahir.

Kaki dan tangan akan melakukan gerakan ekstensi dan lengan akan tersentak ke atas dengan telapak tangan ke atas dan ibu jarinya bergerak fleksi. namun saat tumit kakinya disentuhkan pada suatu permukaan yang rata. dimungkinkan ada patologis. Reflek ini muncul sejak lahir. namun meletakkan bayi di air sangat berisiko. Reflek Swimming : Reflek ini ditunjukkan pada saat bayi diletakkan di kolam yang berisii air. paling kuat pada usia satu bulan dan akan mulai mengjilang pada usia dua bulan. suhu tubuh bayi berubah secara drastis atau pada saat bayi dikagetkan oleh suara yang keras. Reflek ini berfungsi untuk membantu bayi bertahan jika ia tenggelam. Sebuah cara untuk memeriksa keadaan reflek adalah dengan melatakkan bayi secara horizontal dan meluruskan punggungnya dan biarkan kepala bayi turun secara pelan-pelan atau kagetkan bayi dengan suara yang keras dan tiba-tiba. . walaupun bayi tidak dapat menahan berat tubuhnya. ia akan mulai mengayuh dan menendang seperti gerakan berenang. Siingkatnya. Reflek moro ini akan membantu bayi untuk memeluk ibunya saat ibu menggendong bayinya sepanjang hari. Reflek ini normalnya akan menghilang pada usia tiga sampai empat bulan. reflek ini akan menyebabkan bayi memeluk ibunya dan bergantung pada tubuh ibunya.diigosok. Reflek ini terjadi jika kepala bayi tiba-tiba terangkat. maka bayi akan berayun menuju sisi yang digosok. sementara tidak adanya reflek moro unilateral (pada satu sisi saja) dapat menandakan adanya trauma persalinan seperti fraktur klavikula atau perlukaan pada pleksus brakhialis. Erb’s palsy atau beberapa jenis paralysis kadang juga timbul pada beberapa kasus. Meskipun bayi akan mulai mengayuh dan menendang seperti berenang. Jika reflek ini menetap hingga lewat enam bulan. meskipun terkadang akan menetap hingga usia enam bulan. kedua lengan akan terangkat dan tangan seperti ingin mencengkeram atau memeluk tubuh dan bayi menangis sangat keras. Jika bayi kehilangan keseimbangan. bayi akan terdorong untuk berjalan dengan menempatkan satu kakinya di depan kaki yang lain. Bayi akan menelan banyak air pada saat itu. Tidak adanya reflek ini pada kedua sisi tubuh atau bilateral (kanan dan kiri) menandakan adanya kerusakan pada sistem saraf pusat bayi. Reflek Walking / Stepping : Reflek ini muncul sejak lahir. Disarankan untuk menunda meletakkan bayi di air hingga usia tiga tahun. Reflek Moro : Reflek ini ditemukan oleh seorang pediatri bernama Ernst Moro. Reflek ini akan menghilang sebagai sebuah respon otomatis dan muncul kembali sebagai kebiasaan secara sadar pada sekitar usia delapan bulan hingga satu tahun untuk persiapan kemampuan berjalan. Reflek ini akan menghilang pada usia empat sampai enam bulan.

Vitamin K dan kesehatan Peneliti di Tufts menemukan bahwa vitamin K. Selain itu. Penemuan ini diterbitkan dalam Diabetes Care. Khususnya pada wanita. vitamin K juga dapat meningkatkan kepadatan tulang sehingga terbentuk struktur rangka tubuh yang kuat. Melalui mekanisme yang sama. vitamin K juga dapat menekan proses pendarahan di hati yang seringkali muncul akibat pemakaian senyawa aspirin atau antibiotik secara berlebihan. Di dalam tulang. khususnya K1. vitamin K ini akan membantu senyawa osteokalsin yang berperan dalam penyerapan mineral untuk membentuk stuktur tulang yang kuat. vitamin K juga dapat menurunkan risiko terkena osteoporosis. vitamin ini juga membantu metabolisme di dalam tubuh terkait dengan resistensi senyawa insulin. Di dalam tubuh. kumpulan sel pembentuk tulang. dapat mengurangi risiko resistensi insulin sehingga membantu melawan diabetes. Osteoklasin sendiri diproduksi oleh osteoblas. vitamin K dapat memperlambat proses pembentukan sel kanker di hati dan paru-paru. . Penelitian lain juga membuktikan bahwa selain diabetes.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->