BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Di Indonesia, serangga yang mempunyai potensi merusak bahan pertanian dalam simpanan jumlahnya terbatas. Diperkirakan ada 17 famili yang masing-masing diwakili oleh 1-3 jenis. Serangga yang banyak merusak hasil pertanian terutama dari jenis kumbang (Coleoptera) dan ngengat (Lepidoptera). Bentuk serangga dewasa umumnya mempunyai sayap dan berkembang biak dangan cara bertelur. Siklus hidupnya malampaui beberapa fase kehidupan, mulai dari telur, ulat (larva/jentik), kepompong (pupa), selanjutnya menjadi serangga dewasa. Kumbang dewasa dan bentuk ulat aktif merusak bahan simpanan. Bahan-bahan (produk pertanian) yang disimpan di gudang akan memperoleh gangguan dari berbagai hama terutama hama serangga (Kartasapoetra (1991) dalam Anaf (2009)). Gangguan tersebut dapat menyebabkan terjadinya kerusakan dan kehilangan berat biji (pada bijibijian). Selain produk pertanian, produk olahan yang disimpan dapat juga terserang oleh serangga. Serangga tersebut juga dapat menyebabkan kerusakan dan kehilangan bobot (penyusutan bobot) pada produk. Besarnya kerusakan dan kehilangan tergantung dari cara serangga menyerang atau merusak (Kartasapoetra (1991) dalam Anaf (2009)). Masing-masing jenis serangga umumnya lebih menyukai jenis makanan tertentu, tetapi ada juga serangga yang menyukai berbagai jenis makanan (polifag). Kerusakan dan penyusutan yang terjadi dapat menimbulkan kerugian. Oleh karena itu, pengetahuan terhadap serangga yang dapat merusak produk pertanian dan olahan, serta cara pencegahan dan pengendaliannya, dapat menjadi modal dalam mengurangi kerugian yang ditimbulkan.

B. Tujuan

Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan

1

Penulisan makalah ini bertujuan untuk mempelajari jenis-jenis serangga yang menyerang bahan pangan selama penyimpanan, serta cara pengendaliannya

Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan

2

BAB II PEMBAHASAN A. Jenis-jenis Serangga Hama pascapanen adalah organisme-organisme yang merusak hasil pertanian baik yang telah dipanen atau lewat masa panen. Akibat dari gangguan hama pascapanen tersebut yaitu terjadinya kerusakan dan kehilangan. Kerusakan adalah berhubungan dengan kondisi produk yang menunjukkan adanya habitat serangga, bekas makanan seperti berlubang, alur gerekan, dan lain-lain. Sedangkan, kehilangan adalah akibat adanya aktifitas serangga (termakan) sehingga akan mengurangi jumlah material yang disimpan (Kartasapoetra (1991) dalam Anaf (2009)). Contoh kerusakan yang diakibatkan hama terutama serangga dapat terlihat pada produk biji-bijian yang disimpan dalam keadaan tidak terkontrol. Kualitas biji-bijian yang terserang hama tersebut dapat berubah. Perubahan kualitas terjadi secara berangsur-angsur dalam penyimpanan biji adalah hasil interaksi kompleks dalam sistem ekologi yang kompleks. Perubahan kualitas ini dapat diklasifikasikan dalam 4 kategori : (1) Kondisi awal biji ketika biji dikirim ke penyimpanan. (2) Kondisi penyimpanan antara panen dan prosesing awal. (3) Teknik penanganan dan perlakuan pada sejumlah biji yang disebut Alur Teknik Penyimpanan. (4) Faktor deteorisasi biologi terutama oleh adanya cendawan dan hama-hama invertebrata (serangga dan tungau) (Fleurat – Lessard (2002) dalam Anaf (2009)). Berikut adalah beberapa jenis serangga yang menyerang bahan pangan (Imdad dan Nawangsih, 1995) dan produk olahan.
1. Bubuk beras (laser rice weevil)

Kumbang bubuk beras (Sitophilus oryzae atau calandra oryzae) juga biasa disebut kumbang penggerek beras. Kumbang ini merupakan hama utama pada beras yang disimpan. Serangan kumbang ini ditandai dengan butir beras berlubang-lubang atau hancur menjadi tepung karena gerekan kumbang. Akibat hama ini, beras dapat kehilangan berat (susut berat) mencapai 23% setelah disimpan beberapa bulan.

Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan

3

Setelah beberapa hari. Sitophilus oryzae Kumbang bubuk beras betina yang akan bertelur menggerek salah satu sisi butiran beras dengan moncongnya untuk makan dan membuat lubang. oryzae). Pengerek/bubuk jagung Kumbang penggerek/ bubuk jagung (Sitophilus zeamais) menyerang jagung yang disimpan. Gambar 1. Dalam kondisi seperti ini. kumbang bewarna coklat atau coklat kehitaman. Pada jagung. siklus hidupnya berlangsung 31-37 hari. Butir-butir jagung menjadi kotor dan digandeng-gandengkan satu sama lain dengan air liur ngengat. Penggerek bubuk beras ujung moncongnya berbentuk tumpul sedangkan pada bubuk jagung ujung moncongnya berbentuk Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 4 . gandum. sorgum. Setelah dewasa. Gejala serangan hama ini adalah butir jagung berlubang-lubang sampai hancur membentuk bubuk. Telur ditempatkan dalam lubang gerekan. tergantung pada ukuran butir beras atau jagung yang dimakan. serangga ini bersama ngengat beras akan menimbulkan kerusakan yang lebih parah.5 mm). Serangga ini juga menyerang bahan lain. beras. Kumbang betina dapat bertelur sebanyak 300-400 butir. setiap lubang ditempati satu butir telur dan ditutup dengan bekas gerekan. telur akan menetas menjadi ulat.Sewaktu masih muda. Panjang tubuhnya berkisar 2-5 mm (rata-rata 2-3. Perbedaan keduanya dapat dilihat dari moncongnya. 2. Sitophilus zeamais Ciri-ciri tubuh dan cara hidup kumbang ini sangat sulit dibedakan dengan bubuk beras (S. Gambar 2. seperti kopra. dan bijibijian lain. Pada sayap bagian depannya terdapat empat buah bintik berwarna kuning kemerahan. Lingkungan hidup yang ideal pada suhu 25-30oC dengan kelembapan 70% dan kadar air bahan 10-15%. tubuhnya bewarna hitam.

tetapi ada yang menyebutkan bahwa panjangnya rata-rata hanya 1.5 mm. lebih menyukai bahan-bahan yang sudah lama disimpan dan telah mengalami kerusakan. beras. Telurtelur diletakkan di antara celah-celah bahan yang disimpan. Tubuh kumbang berwarna coklat kemerahan seperti karat. Ulat kumbang bubuk jagung juga hidup di dalam butiran jagung yang rusak sehingga menjadi kumbang dewasa. jagung dan biji-bijian lainnya. pada lingkungan yang bersuhu 21oC dan kelembapan ruang 75%. Siklus hidup kumbang sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan setempat. kumbang akan mengalami kematian. Pada suhu 38oC dengan kelembapan 75%. hama ini memakan butiran biji atau bekas gerekan yang keadaannya lembab. Cryptolestes ferrugineus Kumbang betina dapat menghasilkan telur sebanyak 200 butir. Siklus hidupnya akan berlangsung selama 69-103 hari.seperti capit kepiting. Umumnya. Gambar 3. Ulat yang baru menetas tidak menyukai bahan-bahan simpanan yang baru. 3. Ulat yang mendekati masa berkepompong menjalin sisa makan busuk dan kotoran menggunakan air liurnya. panjang tubuh antara 2-3 mm. Ulat berwarna putih dan aktif bergerak. Pada kelembapan ruang di bawah 50%. Pada bagian kepalanya ada sepasang sungut yang panjangnya kira-kira sama dengan panjang tubuhnya. Kumbang padi karatan (rust red grain beetle) Kumbang padi karatan (Cryptolestes ferrugineus) tidak menyukai bahan-bahan simpanan yang baru. siklus hidupnya hanya 17-26 hari saja. seperti gabah. Lingkungan hidup idealnya adalah pada lingkungan yang bersuhu 33oC dan kelembapan 70%. karena itu akan mencari bagian yang telah rusak (berjamur). Kumbang ini merusak bahan. Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 5 .

Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 6 . Setelah tua. oryzae). panjangnya 1. Dalam keadaan lingkungan tersebut. Kumbang Khapra (Khapra beetle) Kumbang Khapra (Trigoderma granarium) banyak merusak biji-bijian yang berminyak dan beras. ulat berwarna coklat keemasan dan panjangnya mencapai 3 mm. dan dibagian ekornya rambut tumbuh memanjang. Kumbang menyerang gabah baik yang telah dikemas atau belum dikemas (curah).4. Gejala serangannya ditandai dengan berlubangnya gabah dan adanya sisa gerekan berupa dedak halus. tatapi di Indonesia ditemukan juga merusak padi-padian dan gaplek. Malaysia. Trigoderma granarium Kumbang ini juga ditemukan di Australia. Myanmar. Ulat yang menetas memiliki daya tahan yang sangat tinggi sehingga dapat hidup ditempat yang kurang menguntungkan. berambut. Kumbang betina dapat menghasilkan telur sebanyak 120-300 butir. Panjang tubuh sekitar 2-3 mm. Tingkat keganasannya tidak kalah dengan bubuk beras (S. Ulat berbentuk pipih. populasi serangga dapat berkembang dengan pesar dan siklus hidupnya hanya 18 hari saja. Panjang kumbang betina dua kali panjang tubuh kumbang jantan. Lingkungan yang ideal untuk pertumbuhannya adalah yang bersuhu 35oC dengan kelembapan 73%. Bagian punggung dilengkapi dengan bulu-bulu halus bewarna gelap. Kumbang penggerak gabah (laser grain borrer) Kumbang penggerek gabah (Rhizopertha dominica) sebenarnya adalah hama perusak kayu dan bambu. Ulat muda bewarna putih kekuniangan. Gambar 4. Tanpa makanan. Sungut (antena) pendek terdiri atas 3-5 ruas.6 mm. pada kelembapan rendah dan suhu lingkungan 25oC serangga masih dapat bertahan hidup. Tubuh kumbang bewarna coklat atau coklat gelap sampai hitam. ulat dapat bertahan hidup sampai 1 bulan. Namun. Gejala kerusakan yang ditimbulkan berupa lubang bekas gerekan dan mrninggalkan gerekan berupa tepung. 5.

Kumbang dewasa dan fase ulatnya aktif merusak bahan. Perkembangan ulat terjadi lebih cepat pada biji dibanding dengan tepung. Bentuk dan ukuran tubuhnya sama dengan Sitophylus spp. tidak dapt berkembang pada lingkungan yang lembap. Gambar 6.5-3 mm. Gambar 5. Rhizopertha dominica Kumbang penggerek gabah merupakan serangga khas di daerah tropik. Gejala kerusakan ditandai dengan tepung menjadi bau Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 7 . kemudian berangsur-angsur menggerek bahan yang utuh dan memperdalam lubang yang telah ada. Kumbang betina dapat menghasilkan telur sabanyak 300-500 butir. Kumbang ini suka hidup secara berkelompok dan berterbangan menuju sinar. Kumbang tepung merah (red-flour beetle) Kumbang tepung merah (Tribolium castaneum) dikenal juga dengan nama ulat tepung.Tubuh kumbang dewasa berwarna coklat gelap sampai kehitaman dan panjangnya 1. Ulatnya berwarna putih abu-abu dan berambut halus. Telur diletakkan satu per satu atau secara berkelompok pada bekas gerakan. Bedanya bentuk moncong kumbang ini lebih pendek. Caulophilus oryzae 7. Kondisi lingkungan yang ideal untuk perkembangannya adlah pada suhu 34oC dengan kelembapan 70%. Sungut terdiri atas 9 ruas. Fase ulat akan mengalami 3-5 kali pergantian kulit dan berkembang menjadi kepompong setelah 17 hari. Mula-mula ulat memakan sisa gerekan yang ada. Siklus hidupnya antara 40-60 hari. Bentuk tubuh ramping dan agak silindris. Kumbang ini mempunyai sungut 1 pasang yang masing-masing terdiri dari 10 ruas. Kumbang hidung lebar (broad nosed-grain weevil) Kumbang hidung lebar (Caulophilus oryzae) merusak beras dan jagung. Tiga ruas yang paling ujung berbentuk lebih tebal dan besar.kepala terletak di bawah pronotum (tengkuk) sehingga bagian mulut menghadap ke bawah. 6.

Gambar 8. kumbang dapat bertelur sebanyak 11 butir tiap harinya. kotor. Bentuk tubuhnya agak berbeda dengan bentuk tubuh kumbang pada umumnya. kopi. Gambar 7. Hama ini mempunyai sungut berbentuk menyerupai gada dan melebar ke arah ujung secara beraturan. Kumbang juga merusak biji kakao. 8. Pada temperatur 32. Tribolium castaneum Kumbang ini hanya sebenarnya memakan tepung atau bahan sisa dari Sitophylus spp. tergantung temperatur lingkungan. dan bentuknya agak pipih. Kumbang ini merupakan satu-satunya serangga pengganggu tepung giling yang berukuran paling besar. Kumbang dewasa berwarna coklat merah.3-4. panjang tubuhnya antara 2.4 mm.pengap (apek). Dan kumbang penggerek lainnya. Kumbang tepung (Cadelle beetle) Kumbang tepung (Tenebroides mauretanucus) merusak berbagai bahan dalam simpanan. Tubuhnya berwarna hitam agak kecoklatan dan panjangnya antara 7-11 mm. dan memadat (gumpalan). Panjang ulat yang telah berkembang penuh dapat mencapai 8-11 mm. dan mempunyai 3 pasang kaki pada ruas tubuh kedua hingga ke empat. Tubuh dan protorak dipisahkan oleh bagian tubuh sehingga bentuknya menyerupai leher. Ulat berwarna coklat muda. Kumbang ini memakan tepung dan mengotori bahan sehingga aroma dan cita rasa asli bahan semakin hilang dan berubah menjadi bau pengap. panjang tubuhnya dapat mencapai 15 mm.5oC. kacang-kacangan dan buah kering. terutama tepung gilingan. Kumbang betina mampu menghasilkan telur sebanyak 450 butir. Tenebroides mauretanucus Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 8 . Ulatnya berwarna putih kelabu dengan kepala berwarna hitam dan seperti bertanduk. panjang antara 5-6 mm.

Setelah 7-10 hari. Bentuk ulat menyerupai Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 9 . Siklus hidupnya berlangsung kira-kira 1 bulan. Gejala kerusakannya. 9. Tubuh kumbang agak gemuk. Kumbang betina dapat menghasilkan telur sebanyak 1000 butir. kumbang banyak ditemukan pada musim panen. Alur tersebut berwarna coklat kehitaman yang kadang tersumbat oleh sisa gerekan yang membusuk.5 bulan dalam keadaan cukup makanan. Panjang tubuhnya antara 7-10 mm yang diukur dari ujung moncong hingga perut bagian belakang. tergantung lingkungan. Kumbang penggerek buah jengkol Sesuai dengan namanya. Kumbang betina meletakkan telur pada satu periode mencapai 3-8 butir dengan total yang dihasilkan 124 butir. Jika tersedia makanan cukup. tidak mempunyai kaki. kumbang penggerek buah jengkol (Tryphetsus incarnatus) merusak buah jengkol dan sejenisnya. Ulat berwarna putih. Kumbang penggerek kopi (coffea bean weevil) Kumbang penggerek kopi (Araecerus fasciculatus) sebenarnya lebih dikenal sebagai kumbang pengrusak biji kopi dan biji kakao. Ulat yang keluar dari telur segera aktif makan (merusak). dan panjangnya sekitar 5-6 mm. jika bahan dibelah melintang akan terlihat alur-alur bekas gerekan. Di daerah Jawa barat. Ulat yang menetas akan segera menggerek bahan dan membuat lubang yang semakin dalam. sekitar bulan Juni sampai Agustus. Kondisi yang kering cocok untuk pertumbuhannya. Panjang tubuhnya 4-5 mm dengan moncong pendek.Baik kumbang dewasa atau fase ulatnya aktif merusak bahan dalam simpanan. Kumbang betina bertahan hidup selama 2. kumbang dapat hidup hingga waktu 2 tahun. Kumbang yang kekurangan bahan pangan akan menyebar dan bersembunyi di tempat penyimpanan. telur akan menetas bercampur dengan bahan. Gaplek yang diserang kumbang membentuk jalur berlubang-lubang dan berwarna coklat. Tubuh kumbang berwarna merah kecoklatan. Di Indonesia. 10. pendek dan berwarna coklat muda. Kumbang mempunyai moncong yang panjang. Bagian sungut kadang melipat ke belakang melingkari tubuhnya. kumbang ini merupakan hama utama pada gaplek yang disimpan.

lalu menutup ruang kepompong dengan anyaman benang liurnya. Jika cincin putih itu digores maka terlihat adanya lubang yang dalam dan berisi larva atau kepompong.5 mm dan berbentuk agak membulat. tanpa merusak permukaan biji. terlihat ada bangun cincin putih. Masa berkepompong berlabgsung selama 5 hari. Tubuh kumbang berwarna coklat kekuningan (oranye) dengan bagian sayapnya ada gambaran hitam yang berbaur dengan warna dasar kumbang. 11. Ulat berwarna putih bersih dengan bagian moncong berwarna hitam.uret dan berwarna putih abu-abu. Kumbang dewasa akan tinggal di dalam umbi selama 12 hari. Pada permukaan biji kacang hijau yang terserang. Telur diletakkan di atas biji. Kumbang betina dapat menghasilkan telur sebanyak 150 butir yang berwarna putih dan berbentuk oval. Dalam butir jagung. ulat akan menetas. baru keluar ke permukaan bahan. Gambar 10. Pada pertumbuhan penuh panjang. kumbang kacang-kacangan (Bruchus chinensis. Tubuh berukuran panjang 2-2. Gambar 9. Callosbruncus chinensis Kumbang aktif bergerak di siang hari dan menyukai cahaya lampu. Lima Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 10 . Ulat kemudian aktif menggerek bahan dan membuat lubang yang lebih dalam. Araecerus fasciculatus Kumbang betina meletakkan telurnya pada lubang bekas gerekan dan menutupnya dengan bekas gerekan. Callosbruncus chinensis) ini banyak merusak kacang hijau (Phaselous radiatus). Menjelang berkepompong. ulat menggerek bahan lebih dalam lagi dan lebar. Periode ulat berlangsung selam 20 hari. kumbang dapat bertelur sebanyak 15 butir. Kurang dari 9 hari. Tiap biji dapat ditemui lebih dari satu telur. panjang tubuh ulat dapat mencapai 6-8 mm lebih panjang dari ukuran kumbang dewasa. Kumbang kacang-kacangan (bean beetle) Di Indonesia.

12. Gambar 11. Telur kumbang diletakkan pada biji kopi yang masak dan permukaannya keras. Kumbang betina bertelur dalam dua periode dengan jumlah telur 150 butir.hari kemudian. kemudian menjadi kepompong 4-6 hari. Dengan demikian biji sama sekali tidak ada gejala kerusakan yang terlihat. Kumbang betina aktif merusak dan membuat lubang pada kulit buah.5 mm) dibandingkan kumbang jantan (1. Ulat akan terus mengerek daging biji. kemudian merusak salah satu biji kopi. ulat menggerek biji lebih dalam dan lebar sebagai tempat berkepompong. Pada bagian sayap ada protonum (bagian tengkuk kepala) yang ditumbuhi duriduri halus secara merata. Kumbang bubuk kopi (coffea berry borer) Nama ilmiah kumbang bubuk kopi adalah Hypothenemus hampei. Jika kulit kopi dikupas maka biji akan berlubang-lubang dan rusak akibat gerekan. Siklus hidup kumbang sekitar 26 hari. Hypothenemus hampei Kumbang jantan aktif terbang pada siang hari. Ukuran tubuh kumbang betina lebih besar dan panjang (2. Dalam satu biji dapat diletakkan lebih dari satu butir telur. Ulat yang menetas langsung menggerek biji kopi. Ulat tidak akan keluar dari selubungnya. Jika gerekan sudah optimal maka akan terlihat bangun cincin putih. Menjelang akan berkepompong. Hama ini menggerek buah kopi yang telah masak hingga ke bagian bijinya. Periode ulat berlangsung kira-kira 2 minggu. tetapi membuat lubang tepat di bawahnya pada permukaan biji. telur akan menetas menjadi ulat. Tubuh kumbang berwarna hitam. 13.6 mm). Tubuh kumbang Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 11 . bentuknya gemuk dan pendek. Siklus hidupnya pada temperature ideal berlangsung selama 20-30 hari. Kumbang kopra Kumbang kopra (Necrobia rufipes) merupakan hama penting pada kopra yang disimpan. Kumbang ini menggerek daging buah kelapa hingga berlubang-lubang dan bentuknya berkelok-kelok. Moncong kumbang menghadap ke bawah.

Oryzaephilus surinamensis Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 12 . Gejala yang ditimbulkan sama dengan krusakan akibat kumbang kopra. bentuk tubuhnya memanjang dan pipih. Di kepala terdapat satu pasang sungut yang bentuknya mirip gada dan berwarna coklat kekuningan hingga kemerahan. kumbang dewasa dapat bertahan hidup selama 1 tahun. ulat berwarna putih. 14.5 mm.5-3. Menjelang berkepompong.Bagian dada (thorak) kumbang menyerupai gigi gergaji sehingga dinamakan kumbanng gigi gergaji. Tubuh kumbang dewasa berwarna coklat gelap dengan panjang antara 2. Jika tersedia makanan yang cukup. Tubuhnya berbulu agak kasar. Panjangnya dapat mencapai 4-5 mm.berwarna hijau dan mengilap atau hijau kebiruan. Gambar 13. Kumbang ini menyukai kopra yang berkualitas rendah. ruficollis) mempunyai tubuh berwarna biru atau hijau mengilap. Ulat berwarna ungu muda dan kepalanya hitam. ulat menggerek kopra lebih dalam dan lebar (oval) yang kemudian dilapisi dengan air liur sebagai perlindungan. Ulat aktif m enggerek kopra dan lebih aktif jika berada di luar liang gerekan. Siklus hidupnya berlangsung dalam 5 minggu. Warna kakinya mirip dengan warna sungut. kumbang aktif bergerak siang dan malam hari. Ulat ini sering memakan sesamanya atau serangga lain yang ukuran tubuhnya lebih kecil. Gambar 12. Kumbang ini juga dapat merusak padi (gabah). Panjang tubuhnya antara 8-13 mm. jenis lain yang tidak merusak (N. Kumbang betina meletakkan telurnya pada celah atau retakan kopra yang terlindung dan tersembunyi. tetapi lubang gerekannya lebih sempit. Necrobia rufipes Pada cuaca yang hangat. Kumbang gigi gergaji Kumbang gigi gergaji (Oryzaephilus surinamensis) banyak diketemukan menyerang kopra bersama dengan kumbang kopra.

telur akan menetas. sedangkan pada kopra diletakkan di celah-celah bahan secara terpisah atau berkelompok. Lamanya berkepompong sekitar 5 hari. Jika menyerang ikatan daun. 80 hari. Lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan larva (ulat) pada suhu 30-35°C dengan kelembapan 70-90%. Sungut tersusun atas 11 ruas dan panjangnya sama dengan panjang tubuhnya. helaian daun akan berlubang-lubang. Tubuh kumbang berbentuk pipih. berwarna coklat terang atau coklat tua menyerupai tembakau. kemudian tumbuh menjadi kumbang dewasa. Kepompong bentuknya tidak sempurna karena dibuat dari air liur yang terbatas. ulat menggandeng-gandengkan sisa gerekan dengan liurnya. Pada suhu 17.5-3 mm dan sedikit berambut. telur akan menetas dan keluar ulat. Tubuhnya mempunyai panjang 2. Menjelang berkepompong. Setelah 4-6 hari. Kumbang tembakau Kumbang tembakau (Lasioderma serricorne) merupakan hama utama pada simpanan tembakau dan cerutu. Pada kopra berjamur. Kondisi ideal untuk pertumbuhan dan perkembangannya adalah Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 13 . 1. Siklus hidupnya berlangsung 1 bulan. Pada butir padi. Ulat ini aktif merusak bahan dengan menggereknya dan kemudian berpindah tempat. telur diletakkan di dekat lekukan biji. Gambar 14. 15. Bahan yang terserang menjadi terpotong-potong. Pada bahan yang dipak. Kepalanya menghadap ke bawah (bongkok).Kumbang betina selama hidupnya dapat menghasilkan telur sebanyak 6-10 butir per hari. Jumlah totalnya mencapai 375 butir. Jika ulat akan berkepompong maka mencari tempat berupa celah atau lekukan untuk menjadi pupa (kepompong). sedangkan pada kopra berkualitas no. Setelah beberapa hari. stadium ulat berlangsung hanya 9 hari. Lasioderma serricorne Kumbang betina meletakkan telur di antara bahan. Ulat berambut lebat dan panjangnya dapat mencapai 4 mm. gerekan yang ditimbulkan lebih dalam.5°C dan 37°C dengan kelembapan antara 10-90% perkembangannya menjadi lambat. ulat yang keluar aktif memakan bahan.

Stegobium paniceum Kumbang betina dapat menghasilkan telur sebanyak 75 butir. ujung sayap meruncing dan pronotumnya polos. Bedanya terletak pada bentuk ujung sayap dan hiasan di pronotumnya. siklus hidupnya berlangsung selama 26 hari. Kumbang ini menyebabkan bahan yang diserangnya menjadi berlubang dan keropos. Telur diletakkan di liang biji atau bahan yang digerak. hamper silindris. Kumbang dewasa berwarna coklat terang hingga coklat tua dan mempunyai panjang 1. Gambar 16. minitus. Kondisi ideal untuk Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 14 . pronotumnya dihiasi oleh dua buah tonjolan kecil.yang bersuhu 30°C dan kelembapan 70%. Kumbang biskuit (biscuit beetle) Kumbang biskuit (Stegobium paniceum) merusak biji ketumbar dan jinten. Kumbang ini menggerek bahan hingga berlubang-lubang dan meninggalkan sisa gerekan berupa butiran halus.5-3 mm dan ramping. Dalam kondisi seperti ini. Kumbang dewasa berwarna coklat kehitaman atau coklat gelap. Bentuk tubuh. ujung sayap melengkung halus (tidak menonjol). Bentuknya mirip dengan kumbang tembakau. dominica. dominica. Dinoderus minitus Cara hidup kumbang ini menyerupai kumbang R. 17. Kumbang bubuk bambu (Indian ghoone beetle) Kumbang bubuk bambu (Dinoderus minitus) terkenal merusak perkakas yang terbuat dari kayu.5-2 mm. Tubuhnya mempunyai panjang 1. kadang kedua jenis kumbang ini terdapat bersama-sama pada simpanan gaplek. 16. dan rotan. warna dan ukurannya hamper sulit dibedakan dengan kumbang bubuk Rhizoperta dominica. Ulat berambut halus dengan panjanng sekitar 4 mm. Pada R. tidak ada hiasan. Gambar 15. Serangan yang berat menyebabkan bahan menjadi keropos. Pada D. bambu.

Adanya serangan kumbang ini ditandai dengan timbulnya alur gerakan Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 15 . Siklus hidupnya 40 hari. Kumbang penggerak ubi jalar (sweet potato weevil) Nama ilmiah kumbang penggerak ubi jalar adalah Cylas formicarius. berambut jarang. dan dilengkapi dengan 3 pasang kaki. Ulat berwarna abu-abu atau kuning pucat. tergantung temperatur lingkungan. Kumbang dewasa umumnya hidup sampai 3 bulan. Kumbang umumnya berbentuk pipih. 19. Foveicollis yang merusak kopra. Siklus hidupnya pada suhu 18. Kumbang buah kering (dried fruit beetle) Kumbang buah kering (Carpophilus spp. Kumbang ini jenisnya banyk. tetapi ada juga yang sampai 2 bulan. dimidiatus sebagai perusak buah-buahan kering. Ulat aktif merusak bahan dalam simpanan. dan berwarna coklat kehitaman. sedangkan pada suhu 320C dengan kelembapan 70% hanya 12 hari. Kumbang dewasa dapat terbang sampai jarak 3 km. Carpophilus spp. Telur diletakkan di atas bahan secara terpisah atau berkelompok.50C dengan kelembapan 70% adalah 42 hari. 18. telur akan menetas. Kumbang-kumbang tersebut menggerek bahan dan meninggalkan bekas berupa lubang dan butiran bahan sisa gerekan. Stadium ulat berlangsung selama 6-14 hari. Di bagian bahu dan ujung sayap C. C.pertumbuhannya pada suhu 300C dengan kelembapan 60-90%. Kumbang betina dapat menghasilkan telur rata-rata 1000 butir. Hemipterus ada tambahan warna kuning. Setelah 2-3 hari. Sungut berbentuk seperti gada atau pemukul gong. Carpophilus hemipterus ditemukan di Ujung Pandang. Di pulau Jawa ditemukan C. ) merusak berbagai bahan dalam simpanan. flafives yang di Sumatera Utara dikenal sebagai bubuk kopi dan di Sulawesi sebagai perusak jagung dan kopra. contohnya C.bifestralis dan C. oval. Kumbang dewasa hanya berumur 13-65 hari. Gambar 17. tergantung keadaan lingkungan.

yang panjang pada bagian daging buah. juga dapat merusak bahan lain seperti. Gambar 19. Kumbang dewasa tubuhnya berwarna biru agak kehitaman. Panjang tubuh berkisar 5-6.5 mm. Ephestia cautella Ngengat ara berkembang biak dengan cara bertelur. Menjelang berkepompong. biji kakao menjadi berlubang-lubang. Bekas gerekan dan alur gerekan lambat laun akan berubah warna menjadi coklat kehitaman. Cylas formicarius Serangga aktif merusak pada malam hari. Jumlah telur yang dapat Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 16 . Ngengat betina mengeluarkan telurnya di permukaan material. panjang 10 mm. Di samping itu. 20. ulat membuat lubang yang ukurannya lebih besar. Kumbang betina dapat menghasilkan telur sebanyak 150-210 butir dengan kemampuan bertelur rata-rata 2 butir per hari. tidak berkaki. Setelah 7 hari. kacang tanah. Akibat serangannya. Ulat dan kepompong selamanya hidup di dalam umbi. Larva berwarna coklat kekuningan dengan bintik-bitik hitam. Jika ngengat dalam posisi istirahat (sayap menutup). pada kedua ujung sayapnya terlihat ada rambut-rambut halus yang menonjol. kopra. sedangkan bagian leher dan kaki berwarna kemerahan. Ngengat ara (fig moth) Ngengat ara (Ephestia cautella) banyak menyerang kakao. Ulatnya berwarna putih. Rentang sayapnya mencapai 11-20 mm. ulat akan menetas dan segera menggerek umbi lebih dalam. Tubuh bentuknya langsing atau kurus. bagian kepala dan sayap luar berwarna biru. dan pada pertumbuhan penuh mencapai panjang 6-8 mm. Sisa gerakan berupa bahan yang lebih luas berbentuk tepung (bubuk). dan jagung. Gambar 18. Ngengat dewasa berwarna coklat abu-abu.

telur akan menetas setelah 3 hari. Gejala kerusakan tergantung pada jenis bahan yang diserang. Suhu ideal untuk perkembangan ulat 30-32. Larva yang muncul bersama induknya akan merusak bahan simpanan. dan berkaki. Ngengat aktif terbang pada sore atau malam hari. Zeamays menyebabkan kerusakan bahan menjadi lebih parah.50C. Corcyra cephalonica Ngengat ini tersebar di seluruh dunia. Ulat (larva) berwarna putih kelabu. Jadi. dan kelembapan 70%) memerlukan waktu 29-31 hari. berbulu jarang. Siklus hidup dari telur hingga ngengat dewasa pada lingkungan ideal (suhu 32. sedangkan periode kepompong 5-8 hari. Panjang tubuhnya kurang lebih 11-12 mm. kotor. Jumlah telur yang dapat dihasilkan rata-rata 150-400 butir. Jagung yang diserangnya menjadi bergandeng-gandengan karena air liurnya. dan berbau karena digerek. kacang-kacangan. Jika sayap direntangkan. Ngengat beras (rice moth) Ngengat beras (Corcyra cephalonica) umunya menyerang beras giling. Ngengat beras bersama dengan serangga S. Pada suhu 30 0C. tepung. Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 17 . ulat akan naik ke permukaan material atau kemasan. Ngengat betina akan mati setelah bertelur. Periode ulat berlangsung selama 28-35 hari.5 mm. panjangnya mencapai 12-15 mm. Namun.50C dengan kelembapan 70%. Ngengat dewasa (kupu-kupu) mempunyai dua pasang sayap berwarna coklat kotor atau coklat kelabu agak pucat. Pada prinsipnya. dan bungkil. Ukuran tubuh ngengat betina lebih pendek (kira-kira 10 mm) dibandingkan ngengat jantan. Ulat yang telah menetas aktif makan dan merusak bahan. siklus hidupnya berlangsung selama 37-51 hari. bahan menjadi rusak. Gambar 20. Pada kelembapan rendah (20%) atau tinggi (90%) perkembangan terhambat. Telur berwarna putih keruh dengan garis tengah sekitar 0. di Indonesia ngengat beras juga merusak kopra. 21. Jika akan berkepompong.dihasilkan sebanyak 340 butir dalam waktu 31-47 hari.

Ulat tersebut suka bersembunyi. Ngengat dewasa aktif terbang di malam hari. Ulat berwarna putih kekuningan dan panjang tubuhnya 11 mm. Siklus hidupnya berlangsung selama 5 minggu. panjang tubuh dapat mencapai 6 mm. kopra. Gejala serangannya ditandai dengan bahan menjadi rusak berlubang-lubang. Selain itu ngengat ini juga merusak jagung. Ngengat ini bersama dengan R. berwarna merah kecoklatan. Tubuh bagian depan ukurannya lebih besar dibanding bagian belakang. Jika sayap direntangkan. Setelah 5-6 hari.5-7 mm. Dominica menyebabkan kerusakan berat pada gabah dalam simpanan. Ulat berwarna putih kekuning-kuningan dengan bagian kepala berwarna coklat gelap. Telur diletakkan di atas bahan. Panjang rentang sayapnya 11-15 mm. Menjelang berkepompong. Ulat yang keluar segera memakan bahan yang ada di dekatnya. ulat berukuran 16 mm. Tubuhnya ramping dengan panjang 3-4 mm. Gelaja kerusakannya berupa lubang-lubang gerekan dan adanya sisa gerekan berupa tepung (seresah halus). tempat persembunyiannya dibuat dengan cara menggandeng-gandengkan material sisa gerekan air liurnya. Tubuhnya beruas-ruas dan pada ruas ke 1-3 dilengkapi dengan kaki. Selain menyerang gabah. kotor karena adanya anyaman dari sisa gerekan dengan air liur ngengat. Pada fase pertumbuhan penuh. kacang-kacangan. dan bungkil. Ngengat beras hijau (green rice moth) Ngengat beras hijau (Doloesa viridis) kebanyakan merusak beras giling yang disimpan di lumbung. ulat naik ke permukaan bahan untuk mempermudah kehidupan serangga dewasanya. telur akan menetas. panjangnya dapat mencapai 22 mm. Ngengat betina dapat menghasilkan telur sebanyak 52-250 butir. dan berbulu jarang. Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 18 . Sayap bagian depan berwarna khas yaitu hijau dan dilengkapi dengan bintik (botol) yang letaknya tidak beraturan. 23.22. Ngengat gabah (anguomois grain moth) Ngengat gabah (Sitotroga cereallela) merupakan hama utama pada gabah yang disimpan. hama ini juga menyerang jagung. Tubuh ngengat berwarna hijau. Pada pertumbuhan penuh. tetapi ada ahli lain yang menetapkan 5. Ngengat dewasa tubuhnya berwarna kekuningan hingga merah muda yang mengilap.

Ulat tinggal dalam gabah. kacang hijau. ngengat betina dapat menghasilkan telur sebanyak 200-369 butir. Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 19 . Serangannya pada bahan tepung akan mencemari bahan dan merusak cita rasa (aroma) khas bahan. Ngengat betina meletakkan telur di permukaan gabah dekat lembaga. Akibat serangannya. Gambar 21. Dalam tempo 5-10 hari. begitu juga warna ulat dan kepompongnya abu-abu. sedangkan fase ngengatnya tidak merusak. akan timbul lubang-lubang pada bahan dan terbentuk sisa gerekan berupa tepung. Sitotroga cereallela 24. ketumbar. jinten. Pada suhu rendah. ulat sangat agresif dan membuat gerekan semakin dalam. Setelah 3-4 hari. Cara hidup ngengat ini belum banyak diketahui. satu butir gabah hanya ditempati satu ekor lalat saja. Ruang bekas gerekan dijadikan tempat persembunyian dan lubang ditutup dengan sisa gerekan. Menjelang berkepompong.Fase ulatnya aktif merusak bahan simpanan. Pada suhu lingkungan 300C dengan kelembapab 80%. Gambar 22. kentang. Siklus hidup ngengat pada siklus hidup ideal berlangsung paling sedikit 25-28 hari. telur akan menetas. Pyralis manihotalis Tubuh ngengat berwarna abu-abu hingga kecoklatan dengan bentuk dan ukuran yang lebih kecil dibanding dengan ngengat beras. Ngengat pyralis abu-abu (grey pyralid-moth) Ngengat pyralis abu-abu (Pyralis manihotalis) banyak merusak bahanbahan seperti biji kopi. dan buah kering. tetapi ada kemiripan dengan ngengat beras. ulat akan berubah menjadi ngengat dewasa hanya dalam waktu 19 hari. jagung. perkembangan ngengat akan terhambat.

Erusakan yang ditimbulkannya berupa bekas gerekan yang dalam dan berliku-liku. Ngengat dewasa tubuhnya berwarna putih abu-abu. Ngengat yang menyerang bahan yang dikemas akan melingkupi permukaan kemasan dengan mateerial kotor yang dijalin dengan air liurnya dan bergelantungan mengotori permukaan kemasan. Plodia interpunctella Ngengat betina dapat menghasilkan telur sebanyak 400 butir. sayap di bagian tengah terlihat berwarna coklat kemerahan dan ada bintik hitam yang beraturan. Siklus hidup ngengat ini berlangsung selama 52 hari. Ngengat umbi kentang (potato tuber moth) Ngengat umbi kentang (Phitorimae operculella) selain menyerang kentang. Gambar 23. Setelah 7 hari berkepompong. Pada suhu 150C. telur akan menetas setelah 4 hari. buah kering. kemudian bekas gerekan akan berubah menjadi busuk hitam. kakao. ngengat dewasa akan muncul dari kokon. Panjang ulat dewasa kira-kira 13 mm. pertumbuhan ngengat akan terhambat. Tubuh ngengat umbi kentang berukuran lebih kecil dibanding ngengat beras. Tubuhnya berwarna coklat kelabu dan memiliki 3 pasang sungut. warna sayapnya bermacam-macam. Bahan tepung diserang ngengat ini menjadi kotor dan berbau serta dapat menghilangkan aroma khas bahan. dan biji-bijian kering lainnya. Jumlah sayap 2 pasang. Kaki bagian belakang panjangnya hampir sama dengan panjang tubuhnya. Selama hidupnya. Pada saat sedang istirahat. Ulat aktif bergerak. Rentang sayap dapat mencapai 14-18 mm. Ngengat tepung india (indian meal moth) Ngengat tepung india (Plodia interpunctella) merusak bahan seperti gabah. kacang. Pada lingkungan yang ideal (suhu 300C dan kelembapan 70%). Telur diletakkan pada bahan secara terpencar-pencar atau berkelompok.25. 26. Ulat berwarna putih kotor. juga dikenal sebagai hama pengorok pada daun tembakau. ulat akan mengalami ganti kulit sebanyak 4-7 kali. Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 20 .

Menjelang masa berkepompong. Gambar 24. siklus hidupnya berlangsung selama 25 hari. Kumbang dewasa suka terbang dan mendekati arah datangnya cahaya. seprti serealia. Kumbang betina dapat bertelur sebanyak 100 telur dan hidup beberapa bulan. dan bangkai hewan.1929). Telur ngengat diletakkan dia atas umbi. Ulat berwarna putih kelabu dan dihiasi bintik berwarna merah muda. Ngengat ini hidupnya tersebar di pulau Jawa dan sulawesi. yaitu sekitar 45 hari.25 cm (Cotton and St. Di dataran rendah. dan Tenebrio obcurus berwarna gelap adalah bagian terbesar dari kumbang yang menyerang bahan yang disimpan dengan panjang 1. Ulat yang baru menetas akan segera menggerek umbi mulai dari permukaan bahan. tetapi kumbang ini menyerang semua bahan pangan yang disimpan.08-0. Tenebrio obcurus 28. Keberadaan serangga ini banyak terdapat pada serealia yang telah rusak di tempat gelap daan kondisi yang lembab. Ulat dapat bertahan pada kondisi yang kurang menguntungkan dan dapt tersebar sangat jauh dari tempat menetasnya. Gambar 25. Meal worm Meal worm (Tenebrio molitor L. sedangkan di dataran tinggi lebih lamban. biji-bijian.) berwarna kuning.Sayap bagian depan warnanya lebih gelap dibanding sayap belakang. George. buah kering dan sayuran. Phitorimae operculella 27. Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 21 . Spider beetles Spider beetles (Ptinidae) dewasa berukuran kecil (0. ulat keluar dari umbi dan segera bercampur dengan tanah atau kotoran yang ada di sekitar bahan untuk berlindung.5 cm) dengan kaki yang panjang dan kepaka yang sering tidak terlihat dari atas sehingga mirip dengan laba-laba. Mereka memakan berbagai jenis bahan pangan. Ngengat aktif bergerak pada waktu malam hari.

gudang. serangga dewasa dapat hidup selama 1-6 bulan dan dapat berlelut lebih dari 100 butir. Tungau A. tersebar luas di dunia dan menyerang berbagai produk-produk terutama jika kadar air tinggi dan telah diserang oleh cendawan. Acarus siro Linneaus Telur paling sedikit 100 butir per betina. Keberadaannya dicirikan dengan adanya bau yang agak menyengat. tepung atau produk pangan lain yang mengandung cukup kadar air. siro secara sempurna berada pada temperatur diantara 5°C dan 32°C. Gambar 26. Tungau ini berkembang sangat cepat dan menyebabkan kerusakan pada embrio biji. Telur biasa diletakkan diluar sak pembungkus dan pada tepung bekas gerekan. biji-bijian. suatu tingkat hakiki peningkatan 7. Tungau ini ditemukan pada tepung. Pada temperatur 20°C dan RH 80%. Stadia telur dapat berlangsung beberapa bulan pada suhu 0oC. Ptinidae 29. terjadi pada sekitar 25°C dan RH 90%. Ordo : Acarina.04. pada RH 60-90%. Tungau biji dapat hidup pada lahan-lahan pertanian. 1981). Ulatnya dapat membuat lubang pada kayu. Gambar 27. kawin dan Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 22 . Kelas : Arachnida. 1981). siro dikenal sebagai “Grain mite”. Jumlah maksimum tingkat pengembangan. Famili : Acaridae (Kalshoven. Tubuh berwarna putih kekuningan agak oval dimana bagian tungkai dan mulut berwarna agak coklat kemerah-merahan. keju dan pada banyak produk-produk lainnya (Kalshoven. Perkembangan A. Acarus siro Linneaus Hama ini tergolong Filum : Arthropoda.Serangga ini menyerang pada bahan yang telah lama disimpan dan dekat dengan sumber kelembapan.

Spesies ini dapat dijadikan sebagai indikator bahwa kondisi penyimpanan lembab (Dobie et al. ukuran panjang tubuhnya sekitar 4 – 5 mm.. Ordo : Coleoptera. Spesies ini merupakan hama kosmopolitan dan dikenal sebagai “Foreign grain beetle”. produk yang disimpan. 1991). mengemukakan bahwa siklus hidupnya sejak peletakan telur sampai menjadi kumbang dewasa sangat cepat. 1991). Ahasverus advena Waltl Kalshoven (1981). Larvanya berwarna putih mempunyai kaki torakal sehingga dapat bergerak aktif. kedua tepi anterior dari protoraks terdapat tonjolan seperti gigi. Kelas : Hexapoda. 1981).23 hari. Ahasverus advena Waltl. Warna kumbang ini yaitu coklat kemerah-merahan. Panjang kumbang 2 – 3 mm.. terutama pada komoditi yang lembab dan berjamur. pupanya berwarna putih dengan ukuran panjang sekitar 2 mm (Kartasapoetra1991 dalam Anaf (2009)). biji kelapa. 30. Famili: Silvanidae (Kalshoven.meletakkan telur tetapi pada peletakan telur kelembaban dan temperatur yang lebih rendah semakin tertunda untuk 1 hari atau lebih. kopra. tepung terigu (Griffiths (1964) dalam Anaf (2009)). (Dobie et al. Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 23 . Betina harus lebih dulu kawin berulang-kali untuk menjangkau produksi telur maksimum. Inang utama dari tungau ini adalah rumput. Jumlah telur maksimum rata-rata per betina mencapai 435 di mana kondisinya adalah 15°C dan RH 90%. Hama ini tergolong Filum : Arthropoda. Kemungkinan spesies ini berasal dari Amerika dan tersebar pada daerah tropik dan daerah yang beriklim sedang. kacang tanah. Antena terdiri dari 11 ruas dengan bentuk menggada dan tarsi 5 ruas. Gambar 28. biji kakao. berlangsung sekitar 17 . Ditemukan pada berbagai komoditi termasuk pada biji-bijian serealia.

telur diletakkan dalam tepung atau pada bahan-bahan lain yang sejenis yang merupakan pecahan-pecahan kecil. Ordo : Coleoptera. Kalshoven (1981). Dikenal sebagai “Confused flour beetle”.45 hari. ercis dan biji kopi (Dobie et al.7 kali. Tiap induk atau kumbang betina dapat menghasilkan telur 450 butir sepanjang siklus hidupnya. biji pala dan wijen. Kumbang ini dikenal berasal dari Ethiopia dan dapat menyerang biji kakao. Tribolium confusum (Jack du val) Kumbang T. dalam Subramanyam dan Hagstrum. 1995).. menyatakan bahwa kumbang ini dapat bersifat kanibalis terhadap pupa dan telur. ukuran larva yang telah dewasa antara 8 – 11 mm. buncis. Gambar 29.. Famili : Cucujidae (Dobie et al. kacang tanah. dedak. Kumbang ini adalah hama kosmopolit tersebar dari daerah beriklim tropik sampai ke daerah beriklim subtropik. Larva bergerak aktif karena memiliki 3 pasang kaki torakal. confusum tergolong dalam ordo Coleoptera. confusum berwarna coklat kemerah-merahan. 1991). Kumbang ini merusak material-material yang sudah hancur (Secondary pest).31. tetapi setelah menjadi imago selanjutnya masuk kembali ke dalam material. 1991). Larva-larva ini selama perkembangannya mengalami pergantian kulit antara 6 . bungkil. Berstatus sebagai hama sekunder dimana menyerang biji-bijian. Kumbang ini dapat menyerang beras. Kelas : Hexapoda.4 mm (Rees. Kumbang C.11 kali. kacang-kacangan dan produk lain di penyimpanan. kopra. bentuk tubuhnya pipih dengan panjang berkisar antara 3 . Kumbang T. ferrugineus dikenal sebagai “Rusty grain beetle”. Tribolium confusum (Jack du val) 32. Menjelang masa berkepompong larva ini akan muncul di permukaan material. Cryptolestes ferrugineus (Stephens) Hama ini tergolong dalam Filum : Arthropoda. famili Tenebrionidae. Siklus hidupnya sekitar 35 . Tipe antena kumbang ini adalah menggada. Kumbang Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 24 . tetapi tidak jarang pula hanya 6 .

Cryptolestes ferrugineus (Stephens) Kumbang betina meletakkan telur kira-kira 200 butir. Ephestia cautella (Walker) Hama ini merupakan hama utama pada daerah tropik dan daerah beriklim panas.ini berukuran 1. bijibijian. kacang-kacangan dan biji-bijian lain (Subramanyam dan Hagstrum. Siklus hidup kumbang ini tergantung suhu dan kelambaban. 1995). 1991). Buah-buah yang dikeringkan lebih disukai tetapi serangga ini juga menyerang produk-produk yang disimpan termasuk tepung. buah-buah yang dikeringkan (Dobie et al. kurma. Ordo : Lepidoptera. 33. 1995). 1991). Ephestia cautella (Walker) Hama ini tergolong dalam Filum : Arthropoda. Serangga ini dikenal sebagai “The dried current moth”. Bentuk antena seperti benang dan panjang (Dobie et al. Setelah beberapa hari menjelang terjadinya penetasan telur yang pada mulanya berwarna putih berubah menjadi agak buram (Kartasapoetra (1991) dalam Anaf (2009)). Kelembaban relatif 80% siklus hidupnya 27 . 1991). Ngengat berwarna abu-abu dengan panjang tubuh sekitar 6 mm. Bila kedua sayap direntangkan panjangnya mencapai 17 mm.30 hari (Dobie et al.5 – 2 mm.. Ngengat ini selain menyerang produk biji-bijian juga menyerang kacang-kacangan. biji kakao. Famili : Pyralidae (Kalshoven. Kelas : Insekta. Larva ini tidak dapat langsung masuk ke dalam biji tetapi dapat masuk jika kulit biji mengalami kerusakan (pecah) akibat penanganan pascapanen. Kumbang C. berwarna coklat terang. ferrugineus pada kondisi suhu 330C kelembaban relatif 70% siklus hidupnya 23 hari. sisi atas sayap Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 25 .. diletakkan pada permukaan komoditi (Subramanyam dan Hagstrum.. 1981). Gambar 31. Gambar 30. biji kakao.

Lalat Lalat perusak yang termasuk lalat pemakan zat-zat organik yang membusuk dan sering menimbulkan kerusakan pada proses pengolahan ikan tradisional adalah lalat hijau (Chrysoma megacephala) (Olley et al. Sebelum menjadi pupa. Gambar 33.5 mm dan kokonnya berwarna putih (Kartasapoetra. larva hidup dalam bangkai. Kebanyakan lalat hijau adalah pemakan zat-zat organik yang membusuk. Dalam kondisi optimum (320 C dan kelembaban relatif 70%) stadia larva 22 hari.. Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 26 . (1991) dalam Anaf (2009)). Stadia pupa kira-kira 7 hari.. 1997). larva instar terakhir membentuk kokon. 1992). ditemukan praktis dimana-mana. Pada suhu 300C stadia telur 3 hari. Chrysoma megacephala Lalat hijau merupakan lalat dari famili Calliphoridae.) (Suparno dan Heruwati. 1988 yang dikutip dalam Solihin.depan mempunyai semacam pita. Gambar 32. Musa domestica L. 1991). Larva berwarna coklat agak kotor atau coklat merah dengan bitik-bintik agak gelap. siklus hidup sekitar 31 .. berkembang biak dalam kotoran dari semua jenis dan seringkali sangat berbahaya (Borrow et al.31 hari (Dobie et al. 1990). dan lalat rumah (Musa domestica L. dan materi-materi yang serupa.42 hari. Dalam kondisi yang optimum perkembangan dari telur sampai imago kira-kira 29 . Kepompong mempunyai ukuran panjang 7. Menurut Kalshoven (1981) ngengat ini dapat memproduksi telur sekitar 30 butir selama siklus hidupnya. 34. Sedangkan lalat rumah merupakan lalat dari famili Muscidaei. larva mengalami 5 instar.

semut merupakan predator sederhana yang menggunakan karbohidrat dari tanaman sebagai energi dan menyimpan makanan kaya protein. 1990). Vibrionacea. warna kaki dan antena yang pucat. dan Vibrionaceae. 1985 yang dikutip oleh Suparno dan Heruwati. Pada proses pengeringan ikan. Menurut Brian (1977) yang dikutip oleh Kurniawan (2003). di retakan jalan. daging. Corynebacterium. 35. Akibatnya. Semut betina yang dapat menghasilkan telur menjadi ratu koloni. Makanan semut ini berbagai macam. di bawah batu. ikan tersebut menjadi busuk. Semut hidup secara berkelompok dan hidup dalam koloni secara teratur. dan makanan yang manis (Cranshaw. sehingga semut jenis ini dapat menjadi penyebab kerusakan atau kehilangan bahan-bahan yang termasuk sumber makanannya tersebut. Semut betina yang tidak bersayap disebut semut pekerja. Berukuran 1/10 sampai 1/16 inchi dengan tubuh gelap. Enterobacter. karena setiap ekor lalat hijau mengandung 102-107 bakteri. Berbagai jenis semut telah diketahui diantaranya adalah semut pavement (Tertamorium caespitum) dan semut pharaoh (Monomorium pharoanis). kemudian telur tersebut akan menetas menjadi belatung pada hari berikutnya. termasuk lemak. menjaga semut muda. diantaranya adalah Staphylococcus. 2002). Semut pekerja bertugas mengumpulkan makanan. Semut ratu mempunyai sayap. Lalat juga dapat menimbulkan kerusakan secara tidak langsung. serta sebuah lekukan di wajah. dan Corynebacterium (Indriati. Semut betina tersebut tidak dapat menghasilkan telur. 2003). Sedangkan lalat rumah setiap ekornya mengandung bakteri sebanyak 103-109 bakteri yang terutama terdiri dari Enterobacter. Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 27 . biji-bijian yang kecil. Semut Semut diklasifikasikan ke dalam ordo Hymenoptera dan family Formicidae. dan mempertahankan koloni (Smith.Lalat banyak menginfestasi dalam proses pengeringan ikan. lalat akan hinggap dan meletakkan telurnya. Semut pavement (Tertamorium caespitum) membuat sarang di sekitar pondasi. Acinetobacter. Bacillus. atau di jalan raya.

Gambar 35. musuh alami. Cara Pengendalian Menurut (Kartasapoetra. Faktor luar (Eksternal) : terdiri dari iklim. makanan. lemak. dan makanan ternak. Tertamorium caespitum Semut pharaoh (Monomorium pharoanis) berukuran kecil (kurang dari 1/8 inchi) dan berwarna kuning atau berwarna pucat merah kecoklatan. walaupun adakalanya terjadi kelangkaan sumber makanan. Koloni semut ini menyebar di dalam rumah atau gedung dan segera membentuk koloni kecil jika diganggu. dan manusia. termasuk sirup. Serangga hama di penyimpanan. semut jenis ini beradaptasi dengan baik untuk membuat sarang di dalam rumah. Secara umum. karena: habitat penyimpanan merupakan reservoir alaminya. Tidak seperti semut yang lainnya. toleransinya yang tinggi Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 28 . terutama hama-hama penting adalah serangga yang telah teradaptasi pada lingkungan penyimpanan dengan baik. cake. Semut jenis pharaoh tersebut menjadi penyebab paling besar kehilangan dan kerusakan makanan dalam rumah atau gedung tempat produksi makanan terutama makanan yang manis atau menggunakan gula sebagai ingrediennya. 1991). faktor yang mempengaruhi perkembangan dari hama pascapanen dibagi ke dalam 2 faktor : 1. Makanannya berbagai macam. Sifat struktur penyimpanan secara umum adalah kondisinya yang stabil dibandingkan lingkungan alami dan ketersediaan pangan yang melimpah.Gambar 34. Faktor dalam (Internal). Karakter penyimpanan ini menguntungkan hama gudang. jelli. lebih banyak dipengaruhi oleh faktor genetik hama itu sendiri. Monomorium pharoanis B. 2.

Menjaga suhu dan kelembaban gudang Serangga biasanya memiliki kisaran suhu optimum termasuk dalam hal ini hama gudang baik jenis Sitophilus sp maupun Tribolium sp. adaptasi morfologi yaitu ukuran kecil. kelembaban udara di gudang penyimpanan juga harus dijaga. Oleh karena itu pengusaha atau produsen beras hendaknya senantiasa menjaga kebersihan gudang mulai dari sejak di gudang penggilingan hingga gudang penyimpanan.5˚C. kemampuan yang tinggi dalam menemukan lokasi sumber makanan. bentuk pipih. 2009). 4. Konsentrasi oksigen dalam ruang penyimpanan dikondisikan serendah mungkin dan digantikan dengan gas lain dari luar Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 29 . kemampuan bertahan hidup dalam kondisi tanpa pangan. Kemasan kedap udara Semua makhluk hidup termasuk serangga memerlukan udara untuk aktivitas pernafasan. Pada dasarnya tahap pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan dengan dua cara yakni secara alami dan kimiawi (Anonim. Sistem Pengendalian Atmosfer Sistem ini dilakukan dengan mengubah komposisi udara dalam ruang penyimpanan. Suhu optimum pertumbuhan hama gudang adalah 25-37. Disamping itu. laju reproduksi yang tinggi. secara sekilas sering tidak terlihat. Oleh karena itu salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan mendesain kemasan beras yang kedap udara.terhadap faktor fisik di penyimpanan. Untuk menjaga kebersihan gudang dapat dilakukan hal berikut: Memasang lantai keramik Gudang harus selalu dibersihkan tiap hari dengan cara disapu dan dipel Pintu gudang harus selalu tertutup Petugas gudang harus melepas alas kaki saat masuk 2. Menjaga kebersihan gudang Hama gudang menyukai tempat-tempat yang tersembunyi dan karena ukurannya yang kecil. dan gerakan cepat. keragaman perilaku makan pada berbagai bahan simpan. Tahap Pencegahan 1. 3. Ketahanan hidup akan turun drastis di luar kisaran tersebut.

Sistem ini sangat aman karena tidak menggunakan pestisida yang berbahaya bagi manusia. Menurunkan tingkat kadar air Kadar air biji berkorelasi positif dengan ketahanan hidup. kondisi lingkungan makin baik untuk serangga sehingga ketahanan hidupnya pun meningkat. Setelah gas hilang (fumigasi selesai). lebih disukai sekitar 0. sedangkan beras dengan kadar air lebih dari 14 persen akan menyebabkan perkembangbiakan mikroba dan serangga bertambah cepat 6. Meningkatkan derajat sosoh Serangga hama gudang sangat menyukai zat-zat yang terdapat dalam bekatul karena banyak mengandung lemak. Tahap Pengendalian 1.5%) atau kadar CO2 yang tinggi (lebih besar dari 40%. Mencegah kutu datang Pencegahan jeruk purut. Itu sebabnya beras dengan derajat sosoh rendah (masih banyak mengandung lapisan bekatul) mudah diserang hama gudang. biji-bijian aman disimpan dalam waktu lama dengan mutu yang tetap baik. Apabila keadaan atmosfer dijaga pada kondisi oksigen rendah (kurang dari 2%. Sebaliknya. Fumigasi Fumigasi adalah suatu cara membunuh serangga hama gudang dengan mengunakan senyawa kima (Fumigan). Fumigasi dapat membunuh hama melalui sistem pernafasan. protein. lebih disukai pada 60%). Kadar air meningkat. Fumigan berbentuk gas yang dalam konsentrasi tertentu dapat membunuh hama. 5. Fumigasi dapat dilakukan pada bahan pangan yang ditutup rapat dengan lembaran plastik fumigasi Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan kutu datang juga dapat dilakukan dengan cara menggantungkan kantong-kantong berisi cabe merah kering atau daun 30 .seperti CO2 dan N2. dan vitamin. Beras dengan kadar air kurang dari 14 persen akan lebih aman disimpan. tidak ada residu yang dapat mencegah serangan hama. Daya bunuhnya tergantung pada aktivitas pernafasan sehingga paling efektif pada serangga dengan aktivitas pernafasan tinggi. ketahanan hidup hama pascapanen menurun bila kadar air biji rendah. 7.

Dosis Fumigan yang diperlukan untuk fumigasi tumpukan komoditas pangan dengan penutup plastik (suhu 20oC-25oC) Komoditas Gandum.05-0.5 1-2 0. Tabel 1. Rekomendasi dosis insektisida untuk pengendalian hama gudang Insektisida Pirirmifos metil Fenitrothion Chloropyrifos metil Dichlorovos Metacrifos Tetrachorfinfos Permethrin Carbaryl Pencampuran langsung pada bijibijian (ppm) 4-10 4-12 4-10 2-20 5-15 2 5-10 Penyemprotan permukaan Dinding 0.4 1-2 0.05-0.5 0. kacang-kacangan.5 0.5 0. beras. Penyemprotan Insektisida Tindakan ini biasanya dilakukan pada bahan pangan yang telah difumigasi. Penyemprotan insektisida dilakukan sebagai tindakan yang bersifat kuratif yaitu dengan menyemprotkan insektisida pada dinding gudang dan langit-langit gudang.1 1-2 Karung 0. Tabel 2. millet Tepung Semua komoditas pangan Fumigan Metil bromida Dosis/ton (g) 38 Waktu eksposa minimum (hari) 1 Metil bromida Metil bromida Fosfin 48 48 3-4 1 1 3-4 Sumber: WFP (1983) dalam Syarif dan Halid (1993) 2.5-1 0. Cara lain adalah fumigasi pada penyimpanan yang kedap udara.5-1 0.5-1 0.2-0. Cara yang hampir sama dengan penyemprotan insektisida adalah pengkabutan (fogging) dengan mengubah insektisida cair menjadi kabut sehingga dapat membunuh serangga yang berterbangan di gudang.5 0. fumigasi perlu dilakukan secara kontinyu. sorgum.(stack fumigation). dan buah-buahan yang dikeringkan Jagung.1 Penyemprotan ruang gudang (mg/m3) 50-100 50-100 35-70 50-150 - Sumber: WFP (1983) dalam Syarif dan Halid (1993) Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 31 . Dengan demikian.

padi Kacang merah Kacang kuning Biji-bijian. T. jagung. dapat juga menggunakan abu. sesame. bunga matahari. seperti daun dan biji srikaya atau juga biji saga. Memang perlu ada penelitian lebih lanjut untuk skala produksi karena selama ini penelitian-penelitian tentang efektivitas pestisida nabati dalam mengendalikan hama gudang masih skala laboratorium. Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 32 . Tabel 3. Jenis bahan alami untuk pengendalian hama Jenis bahan Nem (Azadirachta indica) Ekaliptus Kayu manis Derris (Derris elliptica) Tembakau (Nicotiana tabacum) Lada hitam (Piper ningrum) Minyak nabati (Kelapa. granarium. bawang putih) Sekam padi Kaolin Komoditas pangan Jagung. Memang diakui bahwa daya bunuh pestisida nabati ini tidak sehebat pestisida kimia tapi jika kita peduli terhadap keamanan dan kesehatan bahan pangan maka pestisida nabati ini bisa menjadi alternatif. Penggunaan Bahan Alami dan Cara Biologi Untuk pengendalian hama gudang secara alami. Selain menggunakan ekstrak alami tanaman (ekstrak tanaman minyak nabati). Callosobruchus chinensis S. mineral. Oleh karena itu. Penyampuran Insektisida secara Langsung pada Bahan Pangan Pada penyimpanan skala besar cara penyampuran insektisida ini hanya dapat dilaksanakan pada sistem penyinpanan curah (bulk storage). 4. S. kacang merah Padi Biji-bijian Jenis serangga Trogoderma granarium. Sitophylus oryzae. sawit. sebaiknya semua cara diatas dikombinasikan untuk memperoleh hasil yang optimal. oryzae Berbagai jenis serangga Sumber: Syarif dan Halid (1993) Seluruh cara pencegahan dan pengendalian diatas tidak akan efektif jika dikerjakan secara parsial. Rhyzopertha dominica.3. oryzae Oryzaephilus surinamensis Caryedon serratus Acanthoscelides obtectus Callosobruchus chinensis. kita bisa menggunakan tanaman-tanaman yang berfungsi sebagai pestisida nabati. zeamais S. dan bahan lainnya (silica gel). terigu dan bijibijian lainnya Beras sosoh Beras sosoh Sorgum. oryzae S. C. maculatus.

dan mencegah kutu datang. alur gerekan. menjaga suhu dan kelembaban gudang. jagung. Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 33 . dan tepung-tepungan. Kerusakan yang terjadi berhubungan dengan kondisi produk yang menunjukkan adanya habitat serangga. Saran Setiap industri atau pelaku usaha pengolahan pangan lebih memperhatikan penyimpanan bahan baku dan produknya. dan lain-lain. penyemprotan Insektisida. serta beberapa kacang-kacangan. menurunkan tingkat kadar air produk atau bahan pangan. penyampuran Insektisida secara langsung pada bahan pangan. menggunakan kemasan kedap udara. Serangga yang umumnya menyebabkan kerusakan atau kehilangan terhadap produk olahan yaitu lalat (pada produk pengeringan ikan) dan semut (produk olahan yang manis). dan penggunaan bahan alami dan cara biologi. Pemilihan kemasan juga diperhatikan. mengaplikasikan sistem pengendalian atmosfer. Pengendalian serangga yang umum dilakukan untuk menghindari kerusakan lebih jauh oleh serangga adalah fumigasi. meningkatkan derajat sosoh. Pencegahan terhadap kerusakan atau kehilangan oleh serangga dapat dilakukan melalui menjaga kebersihan gudang. didominasi oleh serangga dari kelompok ngengat dan kumbang.BAB III PENUTUP A. Serangga-serangga tersebut umumnya menyerang serealia dan turunannya seperti beras. Pengaturan suhu dan kelembapan dilakukan pada tempat penyimpanan. B. bekas makanan seperti berlubang. Sedangkan. Hal tersebut penting dilakukan untuk mencegahan kerusakan dan kehilangan oleh serangga yang dapat menimbulkan kerugian. Kesimpulan Beberapa serangga dapat menyebabkan kerusakan atau kehilangan terhadap bahan pangan dan produk olahan pangan. kehilangan yang terjadi akan mengurangi jumlah bahan pangan atau produk olahan tersebut. Serangga yang dapat menyebabkan kerusakan atau kehilangan terhadap bahan pangan.

pp. dan Basuki.. Kajian penggunaan biji buah atung (Parinarium glaberrium Hassk. Tropicana Slim Indonesia. Suparno dan Heruwati. Bogor. Archan.com/kerusakan-oleh-hama-pascapanen/ November 2009]. (eds. Cranshaw. Yogyakarta. 2009. Jakarta. S. 135-193. Sampling. 1997.A. E. Borrow. H. Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan. dan Nawangsih A.E. New York.bloger. A.. IPB. 1992.F. Mengatasi Hama gudang..S. An Introduction to the Insect. D. 2002. Fort Collins.1995. Kurniawan. PT. Di dalam http://Med_nure. Bogor.bloger.) untuk mencegah infestasi lalat selama pengeringan ikan jambal roti. Dan Halid. W. Gajah Mada University Press. vol. Terjemahan oleh Partosoedjono. Dekker. M. Penebar Swadaya. Mempelajari perilaku semut pada berbagai produk makanan di PT. 1990. dan Johnson. D. Kalsshoven. 1993. Di Dalam Pawiroesoemardjo.DAFTAR PUSTAKA Anaf. Di http://anaf. Inspectpets. Sudarmadji. Perlindungan Tanaman Menunjang Terwujudnya Pertanian Tangguh dan Kelestarian Lingkungan.co. United Kingdom. D. Richard. Colorado. The Ultimate Guide to Keeping Insects. Ciawi-Bogor. PT Ichtiar Baru-van hoeve. A. IPB. L. Serangga pada Penyimpanan Pangan dan Produk Olahan 34 . I. 1995. Penanggulangan organisme dalam pengolahan ikan secara tradisional. Kerusakan oleh Hama Pasca Panen.). P. C.uk. Smith.A.J. 1981. Jakarta..G. 2003. Van der laan. Harsono. B. Agricon. N. Triplehorn. Solihin.S.D. Colorado State University. W. 2003. Syarief R. university of Amsterdam.com /mengetasi_hama_gudang/ [23 November 2009]. 1995. In “integrated Management of insect in Storage product”. Bogor.. I.. dalam [23 Anonim 2009. Skripsi. Imdad. D. Fakultas Teknologi Pertanian.S. S. H. Subramanyam. Dan Hagstrum. Teknologi Penyimpanan Pangan. Pest of crops in Indonesia. Fakultas Teknologi Pertanian. P. Home and Garden-Ants in the home. Menyimpan Bahan Pangan. Laporan Magang. Jakarta. Dan Brotowidjoyo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful