KELAINAN KROMOSOM

A. PENGERTIAN
Kromosom adalah untaian material genetik yang terdapat didalam setiap sel mahkluk hidup. Setiap sel yang normal mempunyai 46 kromosom yang terdiri dari 22 pasang kromosom non-sex atau autosom (kromosom 1s/d kromosom 22) dan 1 pasang kromosom sex atau gonosom (kromosom X dan Y) yang menentukan jenis kelamin. Setiap orang mendapatkan 1 dari tiap pasangan kromosom dari ayahnya dan 1 dari ibunya, dengan kata lain setiap orang mendapatkan 23 kromosom dari ayah (dibawa oleh sperma) dan 23 kromosom dari ibunya (dibawa oleh sel telur), yang kemudian total menjadi 46 kromosom (23 pasang) setelah pembuahan.

B.

FUNGSI KROMOSOM

Tiap untaian kromosom membawa informasi genetik yang sangat menentukan proses pertumbuhan dan perkembangan janin dan juga fungsi tubuh untuk kehidupan sehari-hari. Proses pertumbuhan ini meliputi pembentukan protein-protein tubuh, sehingga kelainan genetik atau struktur dan jumlah kromosom akan sangat mempengaruhi pembentukan protein-protein tubuh dan dapat mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan janin atau bayi yang tidak normal.

C.

PENYEBAB KELAINAN KROMOSOM

Kelainan kromosom pada janin bisa diturunkan dari salah satu orang tua yang membawa kelainan kromosom, bisa juga terjadi secara spontan (dengan sendirinya) pada saat proses reproduksi. Usia ibu pada saat hamil juga salah satu faktor penyebab kelainan kromosom. resiko terjadinya kelainan kromosom pada janin adalah 4 kali lebih besar jika ibu berusia 35 tahun atau lebih.

ukuran kepala dan pinggul yang kecil. Namun kelainan ini sangat jarang terjadi dengan frekuensi 1 dari 8000 sampai 10. Berlebihnya jumlah kromosom 18 ini jarang terjadi dengan frekuensi 1 dari 1500 bayi yang lahir dan gejalanya adalah retardasi mental berat. Kelainan ini dapat menyebabkan gangguan berat pada perkembangan otak. • Trisomi 18 (sindroma Edward) Trisomi 18 atau sindroma Edward disebabkan oleh adanya 3 untai kromosom 18 pada tiap sel penderita. ginjal. dan kelainan pada tangan dan kaki.000 bayi yang lahir dan biasanya jika gejalanya sangat berat dapat menyebabkan kematian beberapa jam atau beberapa minggu setelah kelahiran. gangguan pertumbuhan. jantung. . sehingga jumlah total kromosom pada tiap selnya adalah 47. bibir dan rongga mulut (bibir sumbing) juga pertumbuhan jari tangan dan kaki.KELAINAN KROMOSOM YANG SERING DITEMUKAN Penyakit-penyakit kromosom tersebut adalah sebagai berikut: • Trisomi 13 (sindroma Patau) Trisomi 13 atau sindroma Patau disebabkan oleh adanya 3 untai kromosom 13 pada tiap sel penderita.

Dengan adanya leukemia akut menyebabkan penderita semakin rentan terkena infeksi. Sampai saat ini belum ditemukan metode pengobatan yang paling efektif untuk mengatasi kelainan ini. . Pada tahap perkembangannya penderita Down syndrom juga dapat mengalami kemunduran dari sistim penglihatan. Sindrom down adalah suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom. Dengan demikian penderita harus mendapatkan dukungan maupun informasi yang cukup serta kemudahan dalam menggunakan sarana atau fasilitas yang sesuai berkaitan dengan kemunduran perkembangan baik fisik maupun mentalnya. Sindrom down adalah suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom. kepala mengecil. pendengaran maupun kemampuan fisiknya mengingat tonus otot-otot yang lemah. Pembedahan biasanya dilakukan pada penderita untuk mengoreksi adanya defek pada jantung. Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan.[1] yang dapat dikenal dengan melihat manifestasi klinis yang cukup khas. Kelainan yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental ini pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr. hidung yang datar menyerupai orang Mongoloid maka sering juga dikenal dengan mongolisme. mengingat sebagian besar penderita lebih cepat meninggal dunia akibat adanya kelainan pada jantung tersebut. Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan. Pada tahun 1970an para ahli dari Amerika dan Eropa merevisi nama dari kelainan yang terjadi pada anak tersebut dengan merujuk penemu pertama kali sindrom ini dengan istilah sindrom Down dan hingga kini penyakit ini dikenal dengan istilah yang sama.John Longdon Down. Karena ciri-ciri yang tampak aneh seperti tinggi badan yang relative pendek. sehingga penderita ini memerlukan monitoring serta pemberian terapi pencegah infeksi yang adekuat.• Trisomi 21 (sindroma Down) Sindrom Down (bahasa Inggris: Down syndrome) merupakan kelainan genetik yang terjadi pada kromosom 21 pada berkas q22 gen SLC5A3.

di dalam air kemihnya ditemukan sejumlah besar protein dan asam amino. . Kebanyakan penyebabnya tidak diketahui. Kelainan metabolisme seringkali disebabkan oleh kelainan genetik yang mengakibatkan hilangnya enzim tertentu yang diperlukan untuk merangsang suatu proses metabolisme. anak akan memiliki tubuh yang pendek dan mengalami keterbelakangan mental.Kelainan Metabolisme PENGERTIAN Metabolisme adalah proses pengolahan (pembentukan dan penguraian) zat -zat yang diperlukan oleh tubuh agar tubuh dapat menjalankan fungsinya. maka gula akan tertimbun dan menimbulkan masalah kesehatan. Jika enzim yang diperlukan tidak ada. Kelainan ini merupakan kelainan bawaan. sukrosa dan fruktosa. Hati membesar. nafsu makannya akan berkurang.000-70. 1. tampak kuning (jaundice) dan pertumbuhannya yang normal terhenti. tetapi beberapa hari atau beberapa minggu kemudian. Beberapa gula (misalnya sukrosa) harus diproses oleh enzim di dalam tubuh sebelum bisa digunakan sebagai sumber energi. terjadi pembengkakan jaringan dan penimbunan cairan dalam tubuh. Pada awalnya mereka tampak normal. Galaktosemia Galaktosemia (kadar galaktosa yang tinggi dalam darah) biasanya disebabkan oleh kekurangan enzim galaktose 1-fosfat uridil transferase. KELAINAN METABOLISME KARBOHIDRAT Karbohidrat adalah gula.000 bayi terlahir tanpa enzim tersebut. muntah. Sekitar 1 dari 50. diantaranya adalah glukosa. Banyak yang menderita katarak. Jika pengobatan tertunda.

Demikian juga halnya dengan beberapa jenis buah-buahan. dilakukan pemeriksaan darah dan sel-sel hati. Seorang wanita yang diketahui membawa gen untuk penyakit ini sebaiknya tidak mengkonsumsi galaktosa selama kehamilan. Penderita galaktosemia harus menghindari galaktosa seumur hidupnya. . di dalam air kemih ditemukan galaktosa dan galaktose 1-fostate. galaktosa dapat melewati plasenta dan sampai ke janin. Untuk memperkuat diagnosis.Diduga suatu galaktosemia jika pada pemeriksaan laboratorium. Susu dan hasil olahan susu (yang merupakan sumber dari galaktosa) tidak boleh diberikan kepada anak yang menderita galaktosemia. menyebabkan katarak. Jika kadar galaktosanya tinggi. anak perempuan seringkali mengalami kegagalan ovulasi (pelepasan sel telur) dan hanya sedikit yang dapat hamil secara alami. Pada masa pubertas dan masa dewasa. yang akan menunjukkan tidak adanya enzim galaktose 1-fosfat uridil transferase. Jika diobati secara adekuat. Tetapi tingkat kecerdasannya lebih rendah dibandingkan dengan saudara kandungnya dan sering ditemukan gangguan berbicara. Seorang wanita hamil yang menderita galaktosemia juga harus menghindari galaktosa. tidak akan terjadi keterbelakangan mental. sayuran dan hasil laut (misalnya rumput laut).

Gejala tersebut dapat terjadi kapan saja. Gejala lainnya adalah kejang. keterbelakangan mental dan kelainan bentuk otak. paru-paru.2. Kekurangan kompleks piruvat dehidrogenase kompleks piruvat dehidrogenase adalah sekumpulan enzim yang diperlukan untuk mengolah piruvat. KELAINAN METABOLISME PIRUVAT Piruvat terbentuk dalam proses pengolahan karbohidrat.kejang . ginjal atau hati). infeksi atau alkohol dapat memperburuk gejala. Piruvat merupakan sumber energi untuk mitokondria (komponen sel yang menghasilkan energi).kerusakan otot . lemak dan protein.penimbunan asam laktat yang menyebabkan asidosis (meningkatnya asam dalam tubuh) .aksi otot menjadi lambat . Tidak memiliki piruvat karboksilase . Olah raga. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan.gangguan keseimbangan yang berat yang menyebabkan penderita tidak dapat berjalan. Gangguan pada metabolisme piruvat dapat menyebabkan terganggunya fungsi mitokondria sehingga timbul sejumlah gejala: .keterbelakangan mental . Gejala utamanya adalah: .koordinasi buruk . Kekurangan kompleks piruvat dehidrogenase bisa menyebabkan berkurangnya kadar asetil koenzim A yang penting untuk pembentukan energi. mulai dari awal masa bayi sampai masa dewasa akhir. sehingga terjadi asidosis laktat yang berat (kram dan kelemahan otot). tetapi diet tinggi lemak bisa membantu beberapa penderita.kegagalan fungsi organ (jantung.

Tetapi belum ditemukan obat yang dapat menggantikan neurotransmiter yang hilang. Jika enzim ini tidak ada. Sintesa asam amino (komponen pembentuk protein) juga tergantung kepada piruvat karboksilase. Hipoglikemia (kadar gula darah yang rendah) dan asidosis (penimbunan asam di dalam darah) dapat dikurangi dengan cara sering memakan makanan kaya karbohidrat. . bisa dilakukan pembatasan asupan protein. termasuk keterbelakangan mental yang berat. Akibatnya di dalam darah akan tertimbun asam laktat dan keton yang menyebabkan timbulnya mual dan muntah. Penyakit ini sering berakibat fatal. Pada penyakit yang lebih ringan.Tidak memiliki enzim piruvat karboksilase akan mempengaruhi atau menghalangi pembentukan glukosa di dalam tubuh. maka pembentukan neurotransmiter (zat yang menghantarkan gelombang saraf) akan berkurang. menyebabkan sejumlah kelainan saraf.

TUGAS BIOLOGI KELAINAN KROMOSOM DAN KELAINAN METABOLIK Disusun oleh : DITA CAHYANINGRUM NIM : P17420210067 KEMENTRIAN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG 2010-2011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful