BUSSINESS PLAN SPBU UB I LATAR BELAKANG Indonesia adalah negara kepulauan yang dianugerahi oleh Tuhan Yang Maha

Esa berupa wilayah yang luas, berkedudukan pada posisi silang antara dua benua dan dua samudera, dengan kondisi alam yang memiliki banyak keunggulan, serta kaya akan keanekaragaman sumber daya alam yang terkandung di dalamnya. Salah satu sumber daya alam yang sangat besar pengaruhnya bagi kepentingan bangsa Indonesia adalah minyak bumi dan gas bumi. Minyak bumi dan gas bumi merupakan salah satu sumber devisa negara yang penting dalam kegiatan pembangunan nasional, dimana pembangunan nasional tersebut dilaksanakan secara bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat, saling menunjang dan saling melengkapi dalam satu kesatuan langkah menuju tercapainya tujuan pembangunan nasional yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur, yang merata dalam segi materiil maupun spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Minyak bumi dan gas bumi termasuk dalam golongan bahan galian yang strategis bagi negara. maka penyelenggaraan kegiatan usaha minyak bumi dan gas bumi di Indonesia sepenuhnya dilaksanakan oleh negara. Untuk mewujudkan tujuan penyelenggaraan kegiatan usaha minyak dan gas bumi tersebut, pemerintah melimpahkan kewenangannya kepada PT.PERTAMINA (Persero) untuk melaksanakan kegiatan yang mencakup pengusahaan pertambangan minyak dan gas bumi, berikut pendistribusiannya ke seluruh pelosok tanah air. Malang adalah kota pendidikan, dikarenakan jumalah universitas baik negeri maupun swasta yang telah dikenal di seluruh Indonesia. Universitas brawijaya merupakan salah satu universitas yang menjadi tujuan para calon mahasiswa baik dari dalam maupun luar negeri, jumlah civitas akademika universitas Brawijaya (sumber : www.ub.ac.id): Dosen Guru Besar Mahasiswa Mahasiswa Baru Lulusan Tahun 2009 1.482 orang 179 orang 30.278 orang 8.605 orang 7.502 orang

Jumlah civitas akademika universitas brawijaya tersebut erat kaitannya dengan jumlah permintaan terhadap BBM, hal ini disebabkan karena BBM saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat perkotaan layaknya makanan sehari - hari yang dikonsumsi. Melihat tidak

1

adanya lokasi SPBU di jalan MT haryono, hal ini mendorong untuk pembangunan SPBU UB ini. Peningkatan permintaan terhadap BBM pada sektor transportasi lebih disebabkan karena penjualan kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat pada tahun 2007 mengalami peningkatan bila dibandingkan angka penjualan kendaraan bermotor pada tahun 2006. Menurut data yang dikeluarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), angka penjualan kendaraan bermotor pada 2007 mencapai 433.341unit. Angka penjualan ini meningkat sebanyak 35,9 persen dari penjualan tahun 2006 yang hanya mencapai 318.904 unit (Gaikindo, 2008).

II KAJIAN PUSTAKA PERTAMINA adalah perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki oleh Pemerintah Indonesia (National Oil Company), yang berdiri sejak tanggal 10 Desember 1957 dengan nama PT. PERMINA. Pada tahun 1961 perusahaan ini berganti nama menjadi PN.
2

Menyelenggarakan kegiatan usaha di bidang panas bumi yang ada pada saat pendiriannya. Melaksanakan pengusahaan dan pemasaran Liquifield Natural Gas (LNG) dan produk lain yang dihasilkan dari kilang LNG. Konsumen dapat mengharapkan kualitas dan kuantitas BBM yang terjamin. Temukan melalui website ini: fungsi Lokasi SPBU menyediakan daftar SPBU PASTI PAS! lengkap dengan lokasi. Rasakan pelayanan operator: operator akan mengucapkan selamat pagi/siang/malam. 3. SPBU Pertamina PASTI PAS! Adalah SPBU yang telah tersertifikasi dari audit sertifikasi oleh Bureau Veritas. Setelah bergulirnya Undang Undang No. namanya berubah menjadi PN. Lihat logo dan sertifikat PASTI PAS!: logo akan pada kantung kiri operator sedangkan sertifikat PASTI PAS! dapat dilihat dalam kantor SPBU 2. 8 Tahun 1971. Kegiatan usaha tersebut meliputi: 1. dan mengucapkan terimakasih dengan ramah. 3. dan 3.Konsumen dapat mengenali SPBU PASTI PAS! melalui beberapa cara: 1. menunjukkan angka nol. PERTAMINA. serta fasilitas nyaman.PERMINA dan setelah merger dengan PN. PERTAMIN di tahun 1968. foto. Jargon diatas adalah sekelumit "Jargon" yang bisa dilihat di Website PT Pertamina . Sebutan ini tetap dipakai setelah PERTAMINA berubah status hukumnya menjadi PT. termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang telah mencapai tahap akhir negosiasi dan berhasil menjadi milik PERTAMINA. Menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi beserta hasil olahan dan turunannya. PERTAMINA (Persero) pada tanggal 17 September 2003 berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 2. dikatakannya lagi. dan deskripsi singkat produk dan pelayanan yang tersedia. pelayanan yang ramah. auditor internasional independen dapat memberikan 3 . 2. SPBU Pertamina PASTI PAS! hanya diberikan kepada SPBU yang telah mendapatkan dan dapat mempertahankan audit sertifikasi oleh auditor internasional independent. PERTAMINA melaksanakan beberapa kegiatan usaha untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut. Menyelenggarakan kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam nomor 1. sebutan perusahaan berubah menjadi PERTAMINA. 4. SPBU Pertamina PASTI PAS! adalah SPBU yang telah tersertifikasi dapat memberikan pelayanan terbaik memenuhi standard kelas dunia.

timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya. isi bersih atau netto. Untuk menjamin kualitas BBM. menurut sumber di Website Pertamina. seluruh SPBU milik Pertamina yang belum dan yang sudah bersertifikat Pasti Pas. SPBU harus lolos audit kepatuhan standard pelayanan yang ditetapkan oleh Pertamina. pada hal adalah Hak Konsumen di lindungi oleh UU Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen . Pasal 8 ayat 1 dikatakan bahwa Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang: a. 4 . Tidak sesuai dengan ukuran. hukum nya wajib menjamin baik kuantitas maupun kualitas BBM. (data dari website Pertamina) Di Indonesia . persoalan perilaku seseorang dalam melayani konsumen dengan sapaan. kondisi peralatan dan fasilitas. Audit ini mencangkup standard pelayanan. Untuk menjamin ketepatan takaran.pelayanan terbaik memenuhi standard kelas dunia. SPBU melakukan pengujian kualitas 3 kali lebih banyak dari SPBU biasa. keselarasan format fasilitas. dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut. jaminan kualitas dan kuantitas. dan penawaran produk dan pelayanan tambahan. juga dengan batas toleransi lebih ketat. SPBU melakukan test ketepatan volume secara rutin dengan batas toleransi akurasi lebih ketat dari SPBU biasa. masih sekitar 110 ( Sepuluh) SPBU yang sudah mendapatkan sertifikat PASTI PAS. dalam Bab IV. Tidak sesuai dengan berat bersih. takaran. b. pelayanan yang ramah. Pertanyaannya adalah berarti banyak SPBU Pertamina yang secara kualitas dan kuantitas BBM yang belum terjamin. berarti masih banyak SPBU Pertamina yang belum bersertifikat PASTI PAS. Dinas Metrologi akan melakukan kalibrasi ulang pompa yang telah melewati batas toleransi.dari ribuan SPBU yang sudah beroperasi. Tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang. Konsumen dapat mengharapkan kualitas dan kuantitas BBM yang terjamin. UU ini juga secara jelas mengatur tentang Perbuatan apa saja yang di larang dilakukan oleh Pelaku Usaha. Melihat dari bunyi UU di atas secara logika.undangan. serta fasilitas nyaman. c. Kualitas dan kuantitas BBM terjamin karena SPBU PASTI PAS! menggunakan alatalat pengukur kualitas dan kuantitas lebih akurat juga menerapkan prosedur monitoring yang lebih ketat`. Untuk mendapatkan sertifikasi PASTI PAS!.

sopan dan menyenangkan hati konsumen. Quantity and Service). Senyum. III GAMBARAN UMUM SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum) merupakan prasarana umum yang disediakan oleh PT. Kualitas terbaik.Codo (Company on Dealer Operated) -. ''QQS ini merupakan tiga pilar yang dikembangkan Shell. Shell mengedepankan konsep QQS (Quality.Pertamina sebagai operator dan diler sebagai agen. Pada umumnya SPBU menjual bahan bakar sejenis premium. cafe. yaitu aspek mutu dan jumlah (kualitas bagus dan takaran tepat). Konsep SPBU Pertamina Way mengandalkan lima kaidah. aspek SDM dan operator yang selalu menerapkan 3S (Salam. Sapa). Pertamina memiliki tiga jaringan. yaitu Coco (Company on Company Operated) -.dan jaringan Dodo (Dealer on dealer Operated) --diler yang bertindak sebagai operator dan agen. Kemudian aspek keamanan (ada petugas keamanan/satpam). dan aspek servis pelayanan secara umum (menyangkut hak-hak konsumen).-. tetapi yang wajib adalah menjamin kualitas dan kuantitas BBM. Selama ini.Pertamina yang bertindak sebagai operator dan agen -. Sekali lagi yang menjadi pertanyaan bahwa: Apakah Hanya SPBU Pertamina yang bersertifikat PASTI PAS saja yang dapat di jamin secara Kuantitas maupun Kualitas BBM-nya ? Bila "Ya" berarti banyak SPBU di Indonesia yang belum terjamin kuantitas maupun kualitas BBM dan "Pasti Tidak Pas" atau bahkan bisa jadi sebelum ada kebijakan "Pasti Pas" bisa jadi produk dari SPBU Pertamina adalah "Pasti Tidak Pas" dan ini juga berarti pula bahwa SPBU tersebut telah melanggar UU Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Sementara itu. Pertamina untuk masyarakat luas guna memenuhi kebutuhan bahan bakar. dengan kuantitas (jumlah) yang tepat dan akurat serta layanan yang memuaskan konsumen. lalu aspek fasilitas (mushalla. adalah tempat yang sudah biasa kita lihat 5 . Dan Shell akan terus konsisten menerapkan konsep ini tidak hanya sekadar kata-kata. Mengenal SPBU Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau biasa kita sebut dengan SPBU atau orang lebih mengenalnya dengan sebutan PomBensin. karyawan Shell juga terus melayani konsumen dengan sikap yang santun.'' ungkap Fathia. dan toilet). Saat ini Pertamina memiliki lebih dari 3. Dalam mengembangkan jaringan SPBU. pertamax dan pertamax plus.600 unit SPBU di seluruh Indonesia.senyum dan ramah itu persoalan strategi pemasaran saja. solar.

melakukan upaya memperbanyak jenis BBM. melakukan upaya perbaikan tata ruang. DODO (Dealer Owned Dealer Operated) SPBU DODO PT. melakukan upaya memperbanyak ketersediaan fasilitas pendukung. yaitu dengan melakukan upaya membangun fasilitas-fasilitas umum yang memberikan sarana dan prasarana yang layak dan memberikan kenyaman bagi pelanggan. Kehadiran SPBUdi kota-kota besar mungkin tidak terasa dampaknya. melakukan upaya peningkatan jaminan octane number bahan bakar. Pertamina adalah SPBU milik swasta. Bahkan tidak jarang kita sangat tergantung kepada kehadiran spbu dimana kita berada. Karena itu banyak daerah-daerah saat ini berusaha untuk melengkapi fasilitas umumnya dengan dibukanya SPBU di daerah sekaligus sebagai sarana untuk meningkatkan kemajuan ekonomi masyarakat pedesaan. Ini dilakukan guna lebih mewakili konsumen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan khususnya bagi kalangan mahasiswa. Kehadiran SPBU yang merupakan kepanjangan dari perusahaan Pertamina ini. maupun operasionalnya. berusaha melengkapi sarana fasilitas umum berupa spbu untuk lebih menunjang kemajuan ekonomi di mana SPBU itu berada. dimana pemerintah sebagai pemilik perusahaan berusaha untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kepada masyarakat umum melalui SPBU ini. Dengan adanya peningkatan permintaan BBM kami selaku pihak swasta ingin mendirikan SPBU di daerah MT. investasi. Haryono sebelah KPRI Brawijaya. SPBU yang kami didirikan ini dalam usaha untuk meningkatkan kepuasan pelanggan yang dapat dilakukan melalui beberapa tahap.sehari hari baik oleh mereka yang membutuhkan sarana ini atau kita-kita yang hanya sekedar lewat setiap hari saat pergi ke kantor atau sedang dalam perjalanan. 6 . baik lahan. melakukan upaya peningkatan jaminan jumlah bahan bakar. melakukan upaya peningkatan jaminan keamanan serta melakukan upaya peningkatan kecepatan pelayanan kepada pelanggan. Kehadiran SPBU di tengah-tengah masyarakat kita ini. Banyak juga daerah-daerah atau kota-kota kecil bahkan kecamatan sekalipun. Bentuk Kerjasama yang di Tawarkan : 1. Pemilihan tempat dilakukan secara sengaja (purposive) karena lokasi tersebut merupakan lokasi tempat berkumpulnya konsumen disamping KPRI yang bisa mempermudah akses mahasiswa untuk memperoleh BBM bagi kendaraan pribadi mereka. sudah sangat erat kaitannya dalam kehidupan sehari-hari. karena banyaknya SPBU dalam satu kota. Tapi kehadiran SPBU akan terasa membawa manfaat manakala SPBU itu ada di daerah pelosok desa di tingkat kecamatan atau di daerah-daerah yang sering dilalui kendaraan. melakukan upaya mengurangi antrian kendaraan. sehingga dapat menunjang kegiatan masyarakat sekitarnya. adalah merupakan ujung tombak pemasaran jaringan distribusi bahan bakar untuk umum.

Pertamina. Pertamina • Panduang untuk pump island harus disesuaikan PT. IV PEMBAHASAN ASPEK-ASPEK 1. Pertamina • Sirkulasi atau jalur masuk dan keluar harus sesuai antrian 7 . Antara lain kerjasama pemanfaatan lahan milik perusahaan ataupun individu untuk di bangun SPBU PT. Aspek Pasar a) Produk Nama Produk : Pembangunan SPBU dijalan MT. Haryono Kualitas Produk : Produk utama yang ditawarkan pada SPBU adalah tipe C b) Spesifikasi Produk • Desain SPBU sesuai standar PT. CODO (Company Owned Dealer Operated) SPBU CODO PT. Pertamina dengan pihak-pihak tertentu. Pertamina merupakan SPBU sebagai bentuk kerjasama antara PT.2. Pertamina • Kanopi SPBU disesuaikan dengan PT.

b) Market Share Jumlah civitas akademika brawijaya berjumlah 50. toilet.544. Jasa Marga berupa rambu-rambu yang dipasang 500 meter dan 100 meter sebelum lokasi. Dan hampir 40% yang memiliki kendaraan. jumlah penduduk kota malang berdasarkan hasil sensus ini adalah sebanyak 807. Minimarket. c) Analisis Peluang Berdasarkan hasil Survei yang dilakukan pada lokasi SPBU UB sangat strategis. Sedangkan penjualan kendaraan bermotor mencapai 500.• Dilengkapi fasilitas pendukung. b) Promosi Promosi dilakukan atas kerjasama Pertamina Pasti Pas yaitu pada website Pertamina dan PT. karyawan dan mahasiswa yang menjadi pasar tersendiri bagi SPBU UB ini. ATM Center.Serta memasang pemberitahuan telah dibukanya SPBU di website UB. yang terdiri dari dosen.000 unit. a) Market potensial Menurut publikasi BPS pada bulan Agustus 2010. hal tersebut dikarenakan berada dijalan poros jalan utama yang memudahkan akses untuk mengisi bahan bakar. Selain itu lokasi SPBU yang lain letaknya cukup jauh diantaranya : • SPBU Sumbersari • SPBU Tlogomas • SPBU Jln Bandung • SPBU Sukarno Hatta a) Harga Metode penetapan harga untuk SPBU disesuailan dengan harga BBM dari pemerintah. yaitu: musollah. c) Strategi Pemasaran 8 .136 jiwa.

toilet Weight (%) 30 Score 4 WxS 1.9 0. No 1 2 3 Weakness Modal yang cukup besar Lokasi tidak terlalu luas Rawan terjadi antrian Weight (%) 40 30 30 Score (S) 4 3 3 WxS 1. Dalam analisis SWOT kita dapat menilai faktor-faktor apa saja yang memiliki pengaruh terhadap pengembangan suatu proyek pada lokasi tertentu.2 2 Menerapkan standarisasi pelayanan yang baik 25 4 0. sedangkan yang menjadi kelemahan harus dapat diatasi/dieliminasi agar tidak dapat memberikan pengaruh buruk.flash). d) Analisis SWOT Identifikasi SWOT pada suatu proyek perlu dilakukan agar dapat ditentukan strategi proyek berdasarkan hasil analisis SWOT tersebut.SPBU ini menyediakan fasilitas yang cukup lengkap dengan menawarkan minicafe berWIFI.debit.flash 25 4 0.pembayaran dengan easy pay (kredit card.8 4 Merupakan SPBU pasti pas 20 3 0.mushola. atm.atm sehingga pengendara akan mendapatkan kenyamanan dan kemudahan dalam pengisian BBM.6 No 1 Threats SPBU pesaing menawarkan kualitas yang sama baik Weight (%) 40 Score 4 WxS 1.debit.6 0.6 9 . Faktor yang menjadi keunggulan harus dioptimalkan.9 No 1 Strength Mempunyai fasilitas minicafe berWIFI.8 3 Mmpunyai layanan easy pay (kredit card.

7 =0.shell) 10 4 0.berikut diagram cartesiusnya : S T O W 10 .5 No 1 Oppprtunity Lokasi berada di poros jalan utama yang mrupakan jalur penghubung batu-kota Weight 30 Score 4 WxS 1.4 Opportunity-Threats : 1.2 3 Kualitas BBM yang sulit dikontrol Suplai BBM dari pertamina yang terhambat dan bisa mengakibatkan kekosongan BBM di SPBU 30 30 4 3 1. baik dari aspek teknis maupun pemasaran 30 4 1.2 0.2 3 Pangsa pasar sudah jelas dan berpotensi tinggi 30 4 1.2 4 Masyarakat umumnya lebih mengenal pertamina dibanding lainnya (petronas.3.2 2 Mendapatkan dukungan dari pertamina.0.

Ninik Chaerani yang mengatakan lokasi yang dipilih untuk SPBU sangat strategis karena berada di poros jalan utama. Perencanaan Pabrik meliputi : 1) Penentuan lokasi pabrik 11 sangat penting karena diperlukan untuk menjamin kelangsungan hidup dan perkembangan perusahaan agar tujuan perusahaan tercapai dengan . Terus menjaga kualitas pelayanan terhadap konsumen Berusaha untuk menjaga kualitas BBM yang dijual Memberikan tingkat security yang tinggi Memberikan gratis pengisian angin Aspek Teknis Aspek teknis adalah satu aspek yang berhubungan dengan proses pembangunan proyek secara teknis dan pengoperasiannya setelah proyek tersebut selesai dibangun. tutur beliau Laboratotirum akan dipindah ke lokasi yang lebih representatif untuk kepentingan pendidikan. a) Lokasi SPBU Lokasi SPBU rencananya akan ditempatkan di jalan MT. Lokasinya pun bakal jadi satu dengan Laboratorium Fakultas Teknik lainnya sehingga tidak terpisah-pisah. • • Lokasi proyek/pabrik Lokasi bukan pabrik / kantor administrasinya a) Perencanaan proyek Disamping itu pihak manajemen pembangunan proyek perlu melakukan perencanaan pabrik (factoy planning) yang efektif dan efisien. Kami mempertimbangkan lokasi itu atas pernyataan HUMAS UB. Berdasarkan grafik cartesius pada gambar dapat dilihat bahwa strategi yang dominan akan digunakan dalam proyek SPBU ini adalah kuadran S-O dan strategi yang ditempuh adalah : • • • • 1. Nantinya. Haryono Malang dengan memanfaatkan lokasi yang saat ini menjadi gedung laboratorium proses produksi Fakultas Teknik Mesin.e) Keputusan Strategi Sebagai SPBU yang perlu diperhatikan adalah kualitas pelayanan pada SPBU itu sendiri. Adapun faktor yang dijelaskan didalam aspek ini : Merupakan lokasi yang akan dijadikan tempat berdiri dan operasinya suatu proyek.

2) Perencanaan bangunan pabrik 3) Penyusunan peralatan pabrik 4) Penerangan. efektif dan efisien. Penentuan lokasi memperhatikan faktor biaya produksi & biaya distribusi barang yang dihasilkan & faktor lokasi sangat penting untuk menurunkan biaya operasi. c) Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Lokasi Proyek 1. Faktor utama: a) Lingkungan masyarakat b) Kedekatan dengan pasar c) Tenaga kerja d) Kedekatan dengan bahan mentah dari pemasok e) Fasilitas dan biaya transportasi f) Sumberdaya alam lainnya 1. pengaturan suara rebut. Penentuan lokasi pabrik juga harus mempertimbangkan kemungkinan ekspansi. a) Pemilihan Lokasi Proyek Penentuan atau pemilihan lokasi pabrik adalah penting. b) Tujuan Perencanaan Lokasi Proyek Tujuannya adalah agar perusahaan dapat beroperasi dengan lancar. dan udara dalam pabrik. Faktor sekunder a) Harga tanah b) Dominasi masyarakat c) Peraturan tenaga kerja d) Rencana tata ruang e) Kedekatan dengan lokasi pabrik pesaing f) Tingkat pajak g) Cuaca/iklim h) Keamanan i) Peraturan lingkungan hidup Variable primer penentuan lokasi proyek : 12 . dan kelangsungan hidupnya. karena mempengaruhi kedudukan perusahaan dalam persaingan.

1.• • Lokasinya strategis mengingat belum adanya SPBU di daerah MT. dimana akan dapat dipahami cara mengatur transformasi dari aliran arus sumber daya yang sasaran umumnya adalah untuk mendukung kerja suatu manajemen dalam perencanaan dan pengendalian serta menyediakan cara yang serba teratur dan efisien untuk mengukur. karena banyaknya mahasiswa UBa dan dosen-dosen yang memiliki kendaraan bermotor. Pemilihan jenis teknologi berdasarkan standar dari PERTAMINA.karena masih satu lingkungan dengan kampus. Yaitu pembuatan sebuah model konsepsional. Aspek Manajemen a) Manajemen Pembangunan Proyek Sistem Organisasi Manajemen merupakan perpaduan fungsi manajemen dan berbagai pendekatan dalam memanajemen suatu proyek atau organisasi. Merupkan jalur penghubung Batu-kota Tenaga kerja bisa diperoleh dari mahasiswa Universitas brawijaya melalui rekruitmen Variabel sekunder penentuan lokasi pabrik : • • • • Mahasiswa dan masyarakat sekitar bisa mendapatkan harga BBM sesuai standar pemerintah Menjadi media entrepeneurship mahasiswa UB. b) Pemilihan jenis teknologi Dengan mempertimbangkan pemilihan mesin dan mempertimbangkan kemungkinan adanya teknologi lanjutan sebagai salinan dar iteknologi yang akan dipilih sebagai akibat keusangan mesin. a) Layout Layout yang digunakan pada bisnis SPBU ini adalah layout fungsional atau layout process.Haryono dan Dinoyo Pangsa pasar menjanjikan.mesin-mesin dan peralatan yang mempunyai fungsi yang sama dikelompokkan dan ditempatkan dalam satu ruang/tempat tertentu. mengumpulkan dan mengkuantitaskan kemajuan dan status proyek dalam 13 .Karena dalam layout fungsional ini.

Pertamina. 140 kl TIPE C 1225 35 16 .C. Haryono dekat KPRI Brawijaya guna menjalin kerja sama untuk pengorganisasian manajemen pada proyek. ada batasan atau aturan standar yang telah ditetapkan oleh pertamina agar lokasi tersebut layak berdiri sebuah SPBU.hubungannya dengan jalur pelaporan. Hubungan kerja antara pelaku Organisasi Manajemen Proyek ini dilakukan pada Proyek Pembangunan SPBU di daerah MT. 14 . Sarana lindungan lingkungan: ➢ Instalasi pengolahan limbah. Sedangkan untuk akses jalan lokal minimal 700 m². 60 kl Min Lebar Muka Jalan 50 Selang Kapasitas Tangki Min. luas minimal lahan tergantung dari letak lahan yang akan dibangun menjadi sebuah SPBU. 160 kl Syarat-syarat kelengkapan sebuah SPBU itu adalah sebagai berikut : • • Sarana pemadam kebakaran: ➢ Sesuai dengan pedoman PT. Persyaratan Lokasi SPBU Dalam pembangunan sebuah SPBU. maka luas lahan yang harus dimiliki minimal 2500 m². memecahkan permasalahanpermasalahan yang terjadi sampai dengan bagaimana mereka berinteraksi dalam suatu kelompok pekerjaan. Maka dari itu pihak manajemen pembangunan proyek harus mempertimbangkan lokasi proyek dan persyaratan yang diajukan PT.D dan E.B. Namun ternyata sebuah SPBU berdiri disuatu lokasi atau di suatu kota. Apabila lahan yang akan dibangun SPBU terletak dijalan besar/utama. dimana klasifikasi SPBU tersebut adalah sebagai beriku KOMPONEN Minimal Ukuran Lahan (m²) TIPE A 2500 TIPE B 1600 40 20 – 25 Min. 100 kl TIPE D 900 30 10 – 16 Min. Pertamina. pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing kelompok dan pimpinan.20 Min. 80 kl TIPE E 700 20 Max 10 Min. SPBU terdiri dari 5 tipe diantaranya adalah tipe A. 26 Min. Persyaratan itu terdiri dari persyaratan sebelum pendirian bangunan dan persyaratan setelah bangunan spbu itu berdiri.

a) Analisis stakeholder 15 . Pompa dan Pulau pompa.➢ Instalasi oil catcher dan well catcher: • Saluran yang digunakan untuk mengalirkan minyak yang tercecer di area SPBU kedalam tempat penampungan. • Sistem Keamanan: ➢ Memiliki pipa ventilasi tangki pendam ➢ Memiliki ground point/strip tahan karat ➢ Memiliki dinding pembatas/pagar pengaman ➢ Terdapat rambu-rambu tanda peringatan. • Peralatan dan kelengkapan filling BBM sesuai dengan standar PT. Pertamina. Pertamina berupa: ➢ Tangki pendam. • • Instalasi listrik dan air yang memadai Rambu-rambu standar PT. • Sistem Pencahayaan: ➢ SPBU memiliki lampu penerangan yang menerangi seluruh area dan jalur pengisian BBM ➢ Papan penunjuk SPBU sebaiknya berlampu agar keberadaan SPBU mudah dilihat oleh pengendara. Pertamina: ➢ Dilarang merokok ➢ Dilarang menggunakan telepon seluler ➢ Jagalah kebersihan ➢ Tata cara penggunaan alat pemadam kebakaran. ➢ Saluran bangunan/drainase sesuai dengan pedoman PT. ➢ Duiker. dibutuhkan sebagai saluran air umum di depan bangunan SPBU ➢ Sensor api dan perangkat Pemadam kebakaran ➢ Lambang PT. ➢ Instalasi sumur pantau: Sumur pantau dibutuhkan untuk memantau tingkat polusi terhadap air tanah di sekitar bangunan SPBU yang disebabkan oleh kegiatan usaha SPBU. Pertamina ➢ Generator • Fasilitas umum: ➢ Toilet ➢ Mushola ➢ Lahan parkir.

Kontraktor adallah pihak pelaksana konstruksi yang ditunjuk oleh pemilik modal melalui mekanisme tender. Owner adalah pihak pemilik proyek yang mempunyai rencana untuk membangun SPBU ini yaitu universitas brawijaya. kewajiban dan tanggung jawab stakeholder atas proyek. 5. Asuransi adalah pihak yang akan menjamin keberlangsungan proyek pada tahap konstruksi.Stakeholder adalah semua pihak yang secara langsung terlibat dalam pelaksanaan proyek. pengembalian pinjaman yang diajukan pihak peminjam. Pihak pesaing dalam proyek ini adalah : SPBU sumbersari. yaitu CV. sesuai dengan kesepakatan yang dibuat pada tahap perencanaan proyek antara pihak asuransi dan investor.SPBU tlogomas dan SPBU sukarno-hatta. Pada pembangunan SPBU ini yang terlibat antara lain : 1. Pihak asuransi akan mengganti semua kerugian yang mungkin terjadi selama pelaksanaan proyek. 3. tujuan yang ingi dicapai masing-masing stakeholder.pihak regulator disini : pemerintah kota Malang. Konsultan adalah pihak perencana dan pengawas yang ditunjuk oleh pemilik modal untuk membuat suatu desain dengan konsep yang menarik tentang produk yang akan dipasarkan. Leaders adalah pihak yang akan memberikan bantuan modal dengan bunga yang telah disepakati. 8. serta melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan konstruksi dari pihak kontraktor. Ana Karya. leader disini yaitu bank mandiri. 2. 16 . membuat estimasi biaya tentang produk tersebut. dengan melihat cash inflow. termasuk penempatan suatu tempat usaha. Yang bertindak sebagai konsultan adalah Lembaga FT-UB. Untuk proyek SPBU ini yang bertindak sebagai pihak asuransi adalah PT Jasindo. Dalam analisis stakeholder dilakukan identifikasi terhadap semua pihak yang terkait dengan proyek. Regulator adalah pihak yang membuat dan megeluarkan peraturan dengan tata cara suatu wilayah. serta hubungan keterkaitan antara proyek dan stakeholder. Pihak lainnya adalah pertamina sebagai pemilik brand yang akan digunakan dan juga sebagai penyuplai BBM. Kompetitor adalah pihak pesaing yang memiliki bidang usaha yang sama dengan proyek yang akan dibangun. teknologi dan penetapan standar-standar pengoperasian SPBU. 7. SPBU jalan bandung. Leader harus mengetahui apakah proyek yang akan dibangun layak atau tidak. 6. 4. yang bertanggung jawab melaksanaan semua lingkup pekerjaan sesuai dengan perjanjian yang terdapat dalam dokumen kontrak.

a) Struktur Organisasi b) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jabatan Direktur utama Mnajer keuangan Manajer operasional Bendahara 1 Bendahara 2 Kepala karyawan 1 Kepala karyawan 2 Kepala shift 1 Kepala shift 2 Kepala shift 3 Staff bendahara 1 Staff bendahara 2 Staff kepala karyawan 1 Staff shift 1 (operator bensin) Staff shift 2 (operator bensin) Staff shift 3 (operator bensin) Jumlah personil 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 3 5 5 5 Strata pendidikan S1 S1 S1 S1 S1 S1 D3 D3 D3 S1 S1 SMA SMA SMA SMA 17 .

I R.I R. karyawan 2 Kepala shift 1 Kepala shift 2 Kepala shift 3 Staff bendahara 1 12 Staff bendahara 2 13 Staff Ka.C R.C Kebersih an R. karyawan 1 Ka.C Pengama Pengatur nan R.I R.I R.c) Job Analysis Pembagian tugas dan tanggung jawab untuk masing-masing jabatan yang disebutkan di atas dalam bentuk matriks dan dapat dilihat pada tabel berikut : Keterangan : R = Responsible A = Accountable No Jabatan Financial accounting 1 2 Direktur utama Manajer keuangan 3 Manajer operasional 4 5 6 7 8 9 10 11 Bendahara 1 Bendahara 2 Ka.C Parkir R.C.I A A R.I R.C R.I R.C.C.C.I R.C.C R.I R.I RI R.I R.I A A A A A A .I R.C.I R.I R.I R.C.I R.I R. karyawan 1 14 Staff shift 1 (operator bensin) 15 Staff shift 2 A A 18 C = Consult I = Inform Service Melayani pelanggan R.

Tugas dan tanggung jawab : • Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan financial • Menerima dan menyetujui laporan keuangan dari bendahara 1 dan 2 • Melaporkan pelaksanaan keuangan kepada direktur utama • Mengkonsultasikan permasalahan bidang keuangan dengan direktur utama untuk optimasi kinerja keuangan 1. • Menerima laporan keuangan yang dibuat oleh manajemen keuangan serta melakukan evaluasi yang diperlukan demi mencapai keuntungan yang lebih maksimal. Tugas dan tanggung jawab . mengontrol dan mengkoordinasikan semua hal yang berkaitan dengan perusahaan baik dalam lingkup internal maupun eksternal perusahaan.(operator bensin) 16 Staff shift 3 (operator bensin) A A d) Job description 1. Manajer Keuangan Tanggung jawab kepada : direktur utama Ringkasan pekerjaan : mengontrol dan mengkoordinasikan tentang pelaksanaan keuangan pada operasional SPBU. Direktur Utama Ringkasan pekerjaan : sebagai pemilik juga sekaligus memimpin. • Memberikan intruksi bila terjadi kesalahan terhadap seluruh anggota. Manajer Operasional Tanggung jawab kepada : direktur utama Ringkasan pekerjaan : mengontrol dan mengkoordinasikan tentang pelaksanaan operasional SPBU Tugas dan tanggung jawab : 19 . 1. • Menerima laporan dari manajer operasional terhadap operasional yang telah dilakukan. serta memberikan beberapa rekomendasi dan saran-saran untuk mencapai efektivitas dalam pelaksanaan operasional.

1.• Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan operasional dan marketing perusahaan • Menerima laporan pelaksanaan operasional dari kepala karyawan 1 dan 2 • Melaporkan pelaksanaan operasional perusahaan kepada direktur utama • Mengkonsultasikan permasalahan bidang operasional dengan direktur utama dalam mengoptimasi kinerja operasional. Bendahara 2 Tanggung jawab kepada : manajer keuangan Ringkasan pekerjaan : mengatur dan bertanggung jawab terhadap sirkulasi keuangan perusahaan yang tertuju kepada fasilitas tambahan di SPBU dan juga keuangan karyawan. tugas dan tanggung jawab: 20 . keamanan dan kenyamanan. Tugas dan tanggung jawab . • Mengurusi pembayaran mini café • Mengatur pengeluaran untuk gaji karyawan • Membuat laporan keuangan untuk suatu periode tertentu. 1. Kepala karyawan 1 Tanggung jawab kepada : manajer operasional Ringkasan pekerjaan : mengatur jalannya operasional karyawan yang berhubungan dengan kebersihan. Tugas dan tanggung jawab : • Memonitor kerja dari karyawan kebersihan. Bendahara 1 Tanggung jawab : manajer Keuangan Ringkasan pekerjaan : mengatur dan bertanggung jawab terhadap sirkulasi keuangan perusahaan yang tertuju kepada fasilitas utama SPBU (pengisian BBM) Tugas dan tanggung jawab : • Mengurusi urusan pembayaran kepada pihak pertama dan juga pemasukan dari penjualana BBM • Membuat laporan keuangan untuk suatu periode tertentu sesuai permintaan pihak perusahaan 1. sesuai permintaan pihak perusahaan 1. keamanan • Melakukan pembenahan terhadap kinerja karyawan kebersihan dan keamanan. Kepala Karyawan 2 Tanggung jawab kepada : manajer operasonal Ringkasan pekerjaan: Mengatur dan mengontrol pelaksanaan pekerjaan operator SPBU menjadi 3 shift.

Pembuatan informasi lowongan kerja melalui media 2.00 shift 2 ➢Hari 2 : 00. dengan menghubunginya 7. termasuk persiapan tempat. Kepala shift Tanggung jawab kepada : kepala karyawan Ringkasan pekerjaan :Mengatur kinerja operator SPBU Tugas dan tanggung jawab : • Melakukan pengawasan terhadap kerja operator SPBU • Melakukan peningkatan terhadap pelayanan operator SPBU a) Proses Recruitment dan Seleksi Prosese recruitment dan seleksi secara umum yang akan diterapkan adalah sebagai berikut : 1. Seleksi administrasi 4. Pengembangan dan pelatihan. Seleksi karyawan.• Mengatur pembagian karyawan untuk setiap pekerjaan yang berkaitan dengan operator SPBU.00 shift 2 ➢Hari 3 : 16.00 shift 2 ➢Hari 2 : 06.00 shift 1 ➢Hari 3 : 06. interviewer.01 – 06.01 – 16.00 shift 1 ➢Hari 1 : 16.01 – 06. 8. dilakukan setiap periode waktu tertentu.00 shift 3 ➢Hari 4 : 00.01 – 16. Penentuan karyawan. 1.01 – 06. sesuai dengan bidang keahlian masing-masing karyawan.00 shift 1 ➢Hari 3 : 00.00 shift 3 ➢Hari 2 : 16.01 – 00.01 – 00. Persiapan proses lamaran.01 – 16. Pengaturan 3 shift adalah sebagai sebagai berikut: ➢Hari 1 : 06. demi mengoptimalkan kinerja karyawan. Penempatan inti kerja. melalui rapat antara pihak internal atau pun keputusan langsung direktur utama berdasarkan hasil seleksi yang sudah dilakukan 6. Pengumuman karyawan yang diterima.01 – 00. bagi karyawan yang diterima. 21 . dan isi pertanyaan 3. melalui proses wawancara 5.00 shift 3 Dan seterusnya • Mengontrol kinerja pelaksana kepala shift.

3. Memberikan kemudahan kepada masyarakat dan mahasiswa dalam mendapatkan BBM.1. Pengolahan limbah diatur sedemikian rupa dengan dibuatnya sumur pantau. 2. Mendapatkan harga BBM yang lebih murah sesuai dengan standar pemerintah dibandingkan jika membeli di pedagang eceran. Keuntungan yang diperoleh SPBU ini membantu menopang biaya penyelenggaraan akademik universitas Brawijaya.yang secara tidak langsung mengurangi beban mahasiswa. Mengurangi pengangguran masyarakat pada umumnya dan mahsiswa pada khususnya. Aspek Keuangan a) Time Line Assumption Waktu awal proyek Jangka waktu kontruksi Waktu akhir proyek Life time proyek Waktu akhir proyek 2011 1 tahun 2012 15 tahun 2026 b) Project Overview Lokasi Luas lahan MT. Aspek Sosial Ekonomis a) Aspek Sosial 1. 1. a) Aspek Ekonomis 1. Berpartisipasi dalam mensukseskan acara yang diadakan oleh Brawijaya (dengan menjadi sponsor). Haryono 3000 m2 22 . 4. 3. Aktivitas SPBU tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat 2. saluran drainase.

Penjualan komposisi kendaraan dari PERTAMINA sebagai berikut : • • Pertamax Plus = Rp 7.000.500 proyek adalah Rp 2.800 dijual Rp 7.000.000.000. meliputi konstruksi dan sarana penunjang. Oleh karena itu dilakukan peminjaman bank a) Mekanisme dan profit margin Mekanisme bisnis SPBU yaitu pihak Pengusaha/Pengelola SPBU harus terlebih dahulu melakukan pembayaran/penebusan Delivery Order(DO) ke PT PERTAMINA kemudian barulah Bahan Bakar Minyak(BBM) dikirim melalui Perusahaan transportir Rekanan PT PERTAMINA menuju SPBU dan proses ini biasanya memakan waktu antara 1(satu) hingga 3(tiga) hari sehingga ada baiknya pengelola SPBU dapat mengantisipasinya dengan menyiapkan cadangan BBM secukupnya agar intensitas penjualan tidak tersendat/terganggu.(seratus delapan puluh rupiah) per liternya sedangkan untuk SPBU Way yang telah menerapkan program SPBU Pastipas maka Profit marginnya adalah Rp 205. Adapun keuntungan unit Usaha SPBU ditentukan oleh perusahaan induknya PT PERTAMINA selaku franchiesor yaitu untuk SPBU Standard dengan profit margin Rp 180. 23 .850 Premium = Rp 4.Luas bangunan ±1100 m2 c) Perkiraan Biaya investasi dan operasional Investasi yang dimiliki oleh Universitas Brawijaya yaitu modal awal hanya sebesar Rp 1.000.(dua ratus lima rupiah) per liternya.500. Dan sebagai gambaran umum dibawah ini Kami berikan ilustrasi Perhitungan Harga Pokok Penjualan unit Usaha SPBU dalam satu bulan (30 hari kerja) dengan asumsi omzet penjualan BBM 20(dua puluh) ton/hari belum termasuk pendapatan dari penjualan dan jasa lainya. sedangkan untuk biaya pembangunan sebesar 60% dari nilai. Sehingga untuk merencanakan prospek usaha SPBU ini maka Pengusaha/calon Pengusaha SPBU perlu memilih lokasi yang strategis serta menyeleksi/merekrut Manager Pengelola dan tenaga pelayanan yang berpenampilan baik jujur dan terampil guna menunjang besaran volume omzet penjualan dengan demikian maka diharapkan terjadi percepatan BEP(Break Evet Point) yaitu nilai Investasi yang telah ditanamkan dapat segera kembali yangmana idealnya adalah kurang dari 5(lima) tahun sudah kembali modal.300 dijual Rp 4.

000 Pembelian BBM(utk 1bln 100000 l x 4350) Rp 435.000 Rp 5.827.000 Sumber dana : Modal sendiri (UB) Utang Bank RP 1.000.000.000.meja.000.000.000.500.000 Rp 1.000.000 Biaya lain-lain : Pembangunan mushola.toilet.000 (+) Rp 175.500.000.000 x 3 Tangki pendam Biaya pemasangan RP 45.000.000 2.000 Rp 1.000 24 .000 Rp RP 5.000.500.000.652.000 Rp 75.Perhitungan investasi awal : Harga beli mesin fuel dispenser @Rp 15.000.000.000 Rp 10.500.000 Biaya pembelian ATK(komputer.000.000 (+) Rp 2.mini cafe Pemasangan wifi untuk mini cafe Pembangunan taman Pembelian rambu peringatan Pembelian alat pemadam kebakaran Lisensi PASTI PAS Rp 250.500.000 Rp 30.air 1bulan Rp 100.000.000.000.000.000 RP 50.buku)Rp 20.000.000 Rp 1.000 RP 700.000 Biaya gaji 1bulan Pembelian equipment PERTAMINA Biaya listrik.000 RP 100.

500. sangat potensial untuk mendapatkan pangsa pasar yang besar dari jumlah 25 .ub. aspek sosial-ekonomi dan aspek keuangan.id jumlah civitas akademika brawijaya 50. aspek teknis.49 Bisnis SPBU ini dikatakan layak karena NVP = 1.045 = Kesimpulan : 1. Aspek pasar Berdasarkan data dari www.NVP = Bn – Cn (1 – r) n = Rp 2.827.500. maka berikut ini rekomendasi dari setiap aspek: 1.000 0.49 ≥ 0 V KESIMPULAN Berdasarkan 5 aspek yang dilakukan pada studi kelayakan bisnis ini yaitu: Aspek pasar.. aspek manajemen.000.544.Oleh karena itu.500.ac.7) 15 = Rp 672.000 (1 – 0.000 – Rp 1.

tersebut. 3. 26 . Aspek Teknis Berdasarkan studi yang dilakukan pada aspek teknis yang merupakan kerja sama investor dengan Pertamina didukung dengan persediaan BBM dan menggunakan teknologi yang sesuai standar Pertamina maka SPBU UB layak dibangun. prosese recruitment dan seleksi maka dari sisi manajemen dinyatakan layak. 5. job analysis dan job description. Aspek Manajemen Berdasarkan analisis aspek manajemen yang meninjau pembangunan proyek. Aspek Sosial-Ekonomi Berdasarkan manfaat sosial dan manfaat ekonomis maka didapat analisis yang menunjukkan bahwa SPBU UB layak dibangun. maka pembangunan SPBU UB dinyatakan layak. 4. 2. analisis stakeholders. Aspek Keuangan Berdasarkan analisis NPV yang telah dilakukan. Dengan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan dilakukan analisis SWOT dan didapatkan hasil bahwa SPBU UB layak dibangun. struktur organisasi. jumlah NPV≥0.

aspek manajemen.id jumlah civitas akademika brawijaya 50. maka pembangunan SPBU UB dinyatakan layak. analisis stakeholders. sangat potensial untuk mendapatkan pangsa pasar yang besar dari jumlah tersebut. Aspek Keuangan Berdasarkan analisis NPV yang telah dilakukan. Aspek Teknis Berdasarkan studi yang dilakukan pada aspek teknis yang merupakan kerja sama investor dengan Pertamina didukung dengan persediaan BBM dan menggunakan teknologi yang sesuai standar Pertamina maka SPBU UB layak dibangun. jumlah NPV•0. 2. job analysis dan job description. prosese recruitment dan seleksi maka dari sisi manajemen dinyatakan layak. Aspek Sosial-Ekonomi Berdasarkan manfaat sosial dan manfaat ekonomis maka didapat analisis yang menunjukkan bahwa SPBU UB layak dibangun. 3.ub. 27 . 4. maka berikut ini rekomendasi dari setiap aspek: 1.Berdasarkan 5 aspek yang dilakukan pada studi kelayakan bisnis ini yaitu: Aspek pasar..544.ac. aspek teknis. struktur organisasi. Aspek pasar Berdasarkan data dari www. 5. Aspek Manajemen Berdasarkan analisis aspek manajemen yang meninjau pembangunan proyek.Oleh karena itu. Dengan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan dilakukan analisis SWOT dan didapatkan hasil bahwa SPBU UB layak dibangun. aspek sosial-ekonomi dan aspek keuangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful