P. 1
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 65 TAHUN 2006

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 65 TAHUN 2006

|Views: 1,112|Likes:
Published by Komhukum Corp
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 65 TAHUN 2006
TENTANG
PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 36 TAHUN 2005 TENTANG PENGADAAN TANAH BAGI PELAKSANAAN PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 65 TAHUN 2006
TENTANG
PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 36 TAHUN 2005 TENTANG PENGADAAN TANAH BAGI PELAKSANAAN PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM

More info:

Published by: Komhukum Corp on Dec 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2012

PERATURAN PKESmEN REPUBLIK INDONESIA NOMOK 65 TAHUN 2006

TENTANG

PEKUBAHAN ATAS

PEKATUKAN PRESIDEN NOMOK 36 TAIIUN 2005 TENTANG PENGADAAN TANAH BAGI PBLAKSANAAN PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM

______________ Petptes RI No. 65 Th. 2006

PERATURAN PRESIDEN REPUBUK INDONESIA NOMOR 65 TAHUN 2006

TENTANG

PE~(UBAHAN ATAS

PERATURAN PRESIDEN NOMOR 36 TAHUN 2005 TENTANG PENGADAAN TANAH BAGI PELAKSANAAN PEMBANGUNAN UNTUK KEPENnNGAN UMUM

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBUK INDONESIA,

Menimbang

Mengingat

bahwa untuk lebih meningkatkan prmsip penghormatan terhadap hak-hak atas tanah yang sah dan kepastian hukum dalam pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum, dipandang perlu mengubah Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum;

1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2043);

3. Undang-Undang Nomor 51 Prp. Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang Berhak atau Kuasanya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2106);

4. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1961 tentang Pencabutan Hak-Hak Atas Tanah dan

Perubahan Atas PERPRES No. 36 Th. 2005- ---1'.*1-'.

Perpres RI No. 65 Th. 2006 _

Benda-Benda yang Ada di Atasnya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1961 Nomor 288, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2324);

5. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 115, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3501);

6. Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum;

Menetapkan

MEMUTUSKAN :

PERATURAN PRESIDEN TENTANG PERU BAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 36 TAHUN 2005 TENTANG PENGADAAN TANAH BAGI PELAKSANAAN PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM.

PasalI

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum diubah sebagai berikut:

1. Ketentuan Pasal 1 angka 3 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut :

"Pasall

3. Pengadaan tanah adalah setiap kegiatan untuk mendapatkan tanah dengan cara memberikan ganti rugi kepada yang melepaskan atau menyerahkan tanah, bangunan, tanaman, dan benda-benda yang berkaitan dengan tanah."

.'Ii#I".-------- Perubahan Atas PERPRES No. 36 Th. 2005

_____________ ---'Perpres RI No. 6S Th. 2006

2. Ketentuan Pasal 2 ayat (1) diu bah, sehingga berbunyi sebagai berikut :

"Pasal2

(1) Pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dilaksanakan dengan cara pelepasan atau

penyerahan hak atas tanah. .

(2) Pengadaan tanah selain bagi pelaksanaan pembangunan . untuk kepentingan umum oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dilakukan dengan cara jual beli, tukar menukar, atau cara lain yang disepakati secara sukarela oleh pihak-pihak yang bersangkutan."

3. Ketentuan Pasal 3 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut:

"Pasa13

Pelepasan atau penyerahan hak atas tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dilakukan berdasarkan prinsip penghormatan terhadap hak atas tanah."

4. Ketentuan Pasal 5 diu bah, sehingga Pasal 5 berbunyi sebagai berikut :

"PasaiS

Pembangunan untuk kepentingan umum yang dilaksanakan Pemerintah atau Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, yang selanjutnya dimilikl atau akan dimiliki oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah, meliputi :

a. jalan umum dan jalan tol, rei kereta api (di atas tanah, di ruang atas tanah, ataupun di ruang bawah tanah), saluran air minum/air bersih, saluran pembuangan air dan sanitasi;

Perubahan Atas PERPRES No. 36 Th. 2005 _

Perpres RI No. 65 Th. 2006, _

b. waduk, bendungan, bendungan irigasi dan bangunan pengairan lainnya;

c. pelabuhan, bandar udara, stasi un kereta api, dan terminal;

d. fasilitas keselamatan umum, seperti tanggul

penanggulangan bahaya banjir, lahar, dan lain-lain bencana;

e. tempat pembuangan sampah;

f. eagar alam dan eagar budaya;

g. pembangkit, transmisi, distribusi tenaga listrik."

5. Ketentuan Pasal 6 ayat (5) diubah, sehingga Pasal 6 berbunyisebagai berikut:

"Pasal6

(1) Pengadaan tanah untuk kepentingan umum di wilayah kabupaten/kota dilakukan dengan bantuan panitia pengadaan tanah kabupaten/kota yang dibentuk oleh Bupati/Walikota.

(2) Panitia Pengadaan Tanah Provinsi Oaerah Khusus Ibukota Jakarta dibentuk oleh Gubernur.

(3) Pengadaan tanah yang terletak di dua wilayah kabupaten/kota atau lebih, dilakukan dengan bantuan panitia pengadaan tanah provinsi yang dibentuk oleh Gubernur.

(4) Pengadaan tanah yang terletak di dua wilayah provinsi atau lebih, dilakukan dengan bantuan panitia pengadaan tanah yang dibentuk oleh Menteri Dalam Negeri yang terdiri atas unsur Pemerintah dan unsur Pemerintah Daerah terkait.

(5) Susunan keanggotaan panitia pengadaan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) terdiri atas unsur perangkat daerah terkait dan unsur Badan Pertanahan Nasional."

6. Ketentuan Pasal 7 huruf c diubah, sehingga Pasal 7 berbunyi sebagai berikut :

________ Perubahan Atas PERPRES No. 36 Th. 2005

______________ Perpres RI No. 65 Th. 2006

"Pasal7

Panltia pengadaan tanah bertugas :

a. mengadakan penelitian dan inventarisasi atas tanah, bangunan, tanaman dan benda-benda lain yang ada kaitannya dengan tanah yang haknya akan dilepaskan atau diserahkan;

b. mengadakan penelitian mengenai status hukum tanah yang haknya akan dilepaskan atau diserahkan dan dokumen yang mendukungnya;

c. menetapkan besamya ganti rugi atas tanah yang haknya akan dilepaskan atau dlserahkan;

d. memberikan penjelasan atau penyuluhan kepada masyarakat yang terkena rencana pembangunan dan/ atau pemegang hak atas tanah mengenai rencana dan tujuan pengadaan tanah tersebut dalam bentuk konsultasi publik balk melalui tatap muka, media cetak, maupun media elektronik agar dapat diketahui oleh seluruh masyarakat yang terkena rencana pembangunan dan/ateu pemegang hak atas tanah;

e. mengadakan musyawarah dengan para pemegang hak atas tanah dan instansi pemerintah dan/atau pemerintah daerah yang memerlukan tanah dalam rangka menetapkan bentuk dan/atau besamya ganti rugi;

f. menyaksikan pelaksanaan penyerahan gantt rugl kepada para pemegang hak atas tanah, bangunan, tanaman, dan benda-benda lain yang ada di atas tanah;

g. membuat berlta acara pelepasan atau penyerahan hak atas tanah;

h. mengadministrasikan dan mendokumentasikan semua berkas pengadaan tanah dan menyerahkan kepada plhak yang berkompeten."

7. Menambah Pasal7A yang berbunyi sebagai berikut:

Perubahan Atas PERPRES No. 36Th. 2005 _

Perpres RI No. 65 Th. 2006 _

"Pasa17A

Biaya Panitia Pengadaan Tanah diatur lebih lanjut oleh Menteri Keuangan setelah berkonsultasi dengan Kepala Badan Pertanahan Nasional. n

8. Ketentuan Pasal 10 ayat (1) dan ayat (2) diubah, sehingga Pasal 10 berbunyi sebagai berikut :

"Pasall0

(1) Dalam hal kegiatan pembangunan untuk kepentingan umum yang tidak dapat dialihkan atau dipindahkan secara teknis tata ruang ketempat atau lokasl lain, maka musyawarah dilakukan dalam jangka waktu paling lama 120 (seratus dua puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal undangan pertama.

(2) Apabila setelah diadakan musyawarah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak tercapai kesepakatan, panitia pengadaan tanah menetapkan besamya ganti rugi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 huruf a dan menitipkan ganti rugi uang kepada pengadilan negeri yang wilayah hukumnya meliputi lokasi tanah yang bersangkutan.

(3) Apabila terjadi sengketa kepemilikan setelah penetapan ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), maka panitia menitipkan uang ganti rugi kepada pengadilan negeri yang wilayah hukumnya meliputi lokasi tanah yang bersangkutan."

9. Ketentuan Pasal 13 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut:

"Pasa113

Bentuk ganti rugi dapat berupa :

a. Uang; dan/atau

b. Tanah pengganti; dan/atau

.• 'Ii'.".'t--------perubahan Atas PERPRES No. 36 tn. 2005

_____________ -'Perpres RI No. 65 Th. 2006

c. Pemukiman kembali; dan/etau

d. Gabungan dari dua atau lebih bentuk ganti kerugian sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c;

e. Bentuk lain yang dlsetujui oleh pihak-pihak yang bersangkutan. "

10. Ketentuan Pasal 15 ayat (1) huruf a diu bah, sehingga Pasal 15 berbunyi sebagai berikut :

-Pasa115

(1) Dasar perhitungan besamya ganti rugi didasarkan atas :

a. Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) atau nitai nyata/ sebenamya dengan memperhatikan Nilai Jual Obyek Pajak tahun berjalan berdasarkan penilaian Lembaga/Tim Penilai Harga Tanah yang ditunjuk oleh panitia;

b. nitai jual bangunan yang ditaksir oleh perangkat daerah yang bertanggung jawab di bidang bangunan;

c. nilai jual tanaman yang ditaksir oleh perangkat daerah yang bertanggung jawab di bidang pertanian.

(2) Dalam rangka menetapkan dasar perhitungan ganti rugi, Lembaga/Tim Penilai Harga Tanah ditetapkan oleh Bupati/Walikota atau Gubemur bagi Provinsi Daerah Khusus lbukota Jakarta."

11. Menambah Pasal baru antara Pasal18 dan Pasal19 menjadi Pasal 18A, yang berbunyi sebagai berikut :

"PasaIISA

Apabila yang berhak atas tanah atau benda-benda yang ada di atasnya yang haknya dicabut tidak bersedia menerima ganti rugi sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Presiden, karena dianggap jumlahnya kurang layak, maka yang bersangkutan dapat meminta banding kepada

Perubahan Atas PERPRES No. 36 Th. 2005 _

Perpres RI No. 65 Th. 2006 _

Pengadilan . Tinggi agar menetapkan ganti rugi sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1961 tentang Pencabutan Hak-Hak Atas Tanah dan Benda-Benda yang Ada di Atasnya dan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 1973 tentang Acara Penetapan Ganti Kerugian oleh Pengadilan Tinggi Sehubungan dengan Pencabutan Hak-Hak Atas Tanah dan Benda-Benda yang ada di Atasnya."

Pasalll

Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 5 Junl 2006

PRESIDEN REPUBUK INDONESIA,

Ttd

DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Sannan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet

Biclang Hukum,

Ttd

Lambock V. Nahattands

,....- Perubahan Atas PERPRES No. 36 Th. 2005

PERATURAN imPALA HADAN PERTANAIIAN NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 1989 TENTANO

BENTUK DAN TATA CARA PENGISIAN SERTA PENDAFrARAN AlITA RUMAH SUSWI

_________ --'Peraturan Kepala BPN No.2 Th. 1989

PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBUK INDONESIA

NOMOR 2 TAHUN 1989

TENTANG

BENTUK DAN TATA CARA PENGISIAN SERTA PENDAFTARAN AKTA PEMISAHAN RUMAH SUSUN

KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL

Menimbang : a. bahwa dalam Bab V Bagian Pertama Peraturan Pemerintah Nemer 4 Tahun 1988 tentang Rumah Susun, telah ditetapkan ketentuan-ketentuan mengenai pemisahan rumah susun atas satuan-satuan rumah susun dengan akta pemisahan;

b. bahwa untuk melaksanakan ketentuan

tersebut pada huruf a di atas, perlu ditetapkan Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasienal yang mengatur bentuk dan tata c:ara pengisian serta pendaftaran akta pemisahan rumah susun.

Mengingat 1. Undang-Undang Nemer 5 Tahun 1960

tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nemer 2043);

2. Undang-Undang Nomer 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nemer 75);

3. Peraturan Pemerintah Nomer 10 Tahun 1961 tentang Pendaftaran Tanah (Lembaran Negara Tahun 1988 Nemer 7);

Bentulc & Tata Cora Pensfslan serta Pendaftaran Aleta Pemfsahan Rumah Susun *M'

Peraturan Kepala BPN No.2 Th. ·1989 _

4. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1988 tentang Rumah Susun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1988 Nomor 7);

5. Keputusan PResiden Republik Indonesia Nomr 26 Tahun 1988 tentang Badan Pertanahan Nasional;

6. Peraturan MEnteri Agraria Nomr 7 Tahun 1961 tentang Penyelenggaraan Tata useia Pendaftaran Tanah;

7. Peraturan Menteri Agraria Nomor 11 Tahun 1961 tentang Bentuk Akta;

MEMUTUSKAN :

Men eta pkan

PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL TENTANG BENTUK DAN TATA CARA PENGISIAN SERTA PENDAFTARAN AKTA PEMISAHAN RUMAH SUSUN.

BABI

BENTUK DAN PEMISAHAN

Pasall

Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan :

1. Akta pemisahan merupakan tanda bukti pemisahan rumah susun atas satuan-satuan rumah susun meliputi bagian bersama, benda bersama dan tanah bersama, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1988.

(2) Akta pemisahan sebagaimana dimaksdu dalam ayat (1) pasal ini mempergunakan bentuk akta seperti contoh terlamplr.

Bentuk & Tata Cara PenglslQIJ serta Pendaftaran AHa Pemlsahan Rumah Susun

__________ ---'Peraturan Kepata BPN No.2 Th. 1989

Pasal2

(1) Akta pemisahan dilengkapi dengan pertelaan yang jelas dalam bentuk gam bar, uraian dan batas-batas satuan rumah susun yang mengandung nilai perbandingan proporsional. (2) Pertelaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) pasal ini ditetapkan oleh penyelenggara pembangunan rumah susun.

BABII

TATA CARA PENGISIAN AKTA PEMISAHAN

Pasall

(1) Akta pemisahan dibuat dan dUsi· oleh penyelenggara pembangunan rumah susun.

(2) Tata cara pengislan akta pemisahan sesuai dengan pedoman terlampir.

Pasal4

(1) Penyelenggara pembangunan wajib meminta pengesahan isi akta pemisah yang bersangkutan kepada Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten/Kotamadya setempat atau kepada Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta apabiJa pembangunan rumah susun terletak di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

(2) Akta pemlsahan setelah disahkan sebagalmana dimaksdu dalam ayat (1) pasal in! harus didaftarkan oleh penyelenggara pembangunan pada Kantor Pertanahan setempat, dengan melampirkan :

a. Sertifikat hak atas tanah;

b. Izin Layak Huni;

c. Warkah-warkah lainnya yang diperlukan.

Bentuk ft Tata Cara Penglsian serta Pendaftaran Akta Pemlsahan Rumah Susun

Peraturan Kepala BPN No.2 Th. 1989 _

PasalS

Akta pemisahan beserta berkas-berkas lampirannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dipergunakan sebagai dasar dalam penertiban sertifikat hak milik atas satuan rumah susun.

BABID KETENTUAN LAIN-LAIN

Pasal6

Apabila dipandang perlu, penyelenggara dapat menambah jumlah lembaran akta.

Pasal7

Ketentuan-ketentuan lain mengenai akta pemisahan yang belum diatur dalam pertauran ini akan diatur lebih lanjut dalam peraturan tersendiri.

PasalS

Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal 27 Maret 1989 Kepala Badan Pertanahan Nasional Republiklndonesia

ttd

IR. SONI HARSONO

Bentuk & Tata Cara Pengfslan serta Pendaftaran Akta Pemlsahan Rumah Susun

_______ 'Lamp;ran Peraturan Kepala BPN No.2 Th.1989

Lampiran Nomor

Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional 2 Tahun 1989

PEDOMAN PENGISIAN AKTA PEMISAHAN R~MAHSUSUN

Homor Petunjuk :

1. Dilsi han, tanggal, bulan dan tahun pembuetan akta pemisahan.

2. Diisi nama lengkap dari pembuat/penanda tangan akta pemisahan, jabatannya dan alamat tempat kerja (kantor) yang bersangkutan.

3. Dilsi nama badan hokum/lnstansl penyelenggara pembangunan rumah susun.

4. Diisi status tanah yang diatasnya berdiri rumah susun, sesuai

dengan yang tercantum pada sertifikat hak atas tanahnya. .

5. Oilsi dengan system pembangunan rumah susun, apakah dilaksanakan secara MANOIRI atau TERPADU, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Angka 4 jo Angka 7 Peraturan Pemenntah Nomor 4 Tahun 1998 tentang Rumah Susun.

6. Oiisi penggunaan/pemanfaatan rumah susun yang

bersangkutan, untuk hunian atau bukan hun ian.

7. Oilsi sebanyak jumlah Blok rumah susun yang bersangkutan, dalam kesatuan system pembangunan yang dilaksanakan pada tanah bersama (dapat satu, dua, tiga blok atau lebih.

8. Oiisi uraian tiap Blok rumah susun, misalnya :

Blok I terdiri dari 10 (sepuluh) lantai.

Lantai 1 terdlrl dan 15 (lima belas) satuan rumah susun. Lantai 2 terdiri dari 10 (sepuluh) satuan rumah susun.

Begitu seterusnya, sesuai dengan jumlah Blok rumah susun yang ada.

9. Idem dengan nomor 8.

10, 11.Didisi macam-macam bagian dan benda bersama, dengan menunjuk pertelaan yang telah disahkan, yang dilampirkan pada akta pemisahan ini.

Bentul< it Tata Cora PenJlslan serta Pendaftaran Alita Pemlsahan Rumah Susun

Lampiran Peraturan Kepala BPN No.· 2 Th. 1989 _

12. diisi status tanah bersama, nomor hak dan nomor Surat Ukur serta batas-batas tanah bersama· dari Rumah Susun yang bersangkutan.

13. Diisi nilai perbandingan proporsional antara Satuan Rumah Susun terhadap hak atas bagian, benda dan tanah bersama, misalnya 1/100 {satu per seratus)/1/200 (satu per duaratus), 1/250 {satu per duaratus lima puluh) dan sebagainya.

Tiap Satuan Rumah Susun tidak mesti sama nilainya perbandingan proporsionalnya.

14. Diisi tempat (kota) dimana akta pemlsahan tersebut dibuat dan

tanggal penandatanganannya.

15. Dlisi jabatan penandatangan akta pemisahan.

16. Diisi tanda tangan pemuat akta pemisahan dan nama terangya.

17. Diisi tempat, tanggal, bulan, dan tahun serta Instansi yang mengesahkan akta pemisahan.

catatan:

1. Pada kolom "catatan lain-Iainn dapat dilsi antara lain :

a. Nomor dan tanggal pengesahan pertelaan oleh Pemerintah Daerah setempat,

b. Hal-hal lain yang dipandang perlu untuk dicantumkan.

2. akta pemisahan ini harus dilampiri dengan pertelaan yang telah disahkan yang dibuatpenyelenggara pembangunan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari akta ini.

Bentuk Ii Tata Cara Penslslan serta Pendaftaran Akta Pemlsahan Rumah Susun

_______ Lampiran Peraturan Kepala BPN No.2 Th. 1989

AKTA PEMISAHAN RUMAH SUSUN

Pada tanggal.......................................... 1)

....................................... Tahun

Yang bertanda tangan di bawah ini : 2)

Untuk dan atas nama 3)

Selaku Penyelenggara Pembangunan Rumah Susun di atas tanah 4)

Hak .

Diuraikan dalam Surat Ukur / Gambar Situasi

TanggaJ .

Luas , .

Propinsi Daerah Tingat I : ..

Kabupaten/Kotamadya Daerah T1ngkat II : .

Kecamatan

............................................................

Desa/Kelurahan : .

Jalan

.

. . .

Pembangunan Rumah Susun dilaksanakan secara .

..........................................................................................

5)

Yang dipergunakan sebagai tempat .

..........................................................................................

6) 7)

Bangunan Rumah Susun terdin dan .

( ) Blck Rumah Susun.

Berdasarkan pasal7 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1985 jo. Pasal 39 Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1998, dengan Akta ini berkehendak untuk :

Bentuk & Tata Cara Peng/slan serta Pendaftaran Akta Pem/sahan Rumah Susun

Lompiran Peraturan Kepala BPN No.2 Th. 1989 ~_

MEMISAHKAN RUMAH SUSUN TERSEBUT ATAS

SATUAN-SATUAN RUMAH SUSUN

Dengan keterangan sebagal berikut :

Siok terdiri dari Iantai 8)

Lantar terdiri dari satuan rumah susun

Lantai terdiri dari satuan rumah susun

lantai ; terdiri dari satuan rumah susun Dan seterusnya.

Blok terdiri dari Iantai 9)

Lantai terdiri dari satuan rumah susun

lantai terdiri dari satuan rumah susun Dan seterusnya.

PERTELAAN

1. Hak Bersama, terdirl dari :

Bagian Bersama, berupa :

10)

Bagian Bersama, berupa :

11)

Tanah Bersarn= : Hak No 12)

Surat Ukur No dengan batas-batas

Sebagai berikut :

Selat:an : ......•........•...........

Barat : .

Bentule & Toto Cora Pengfslan serta Pendaftaratl Aleta Pemlsahan Rumah Susun

________ ,Lamp;ran Peraturan Kepala BPN No.2 Th. 1989

Utara Timur

.

• 11 •••••••••••••••••••• 11 ••••

2. Nilai Perbandingan Proporsional :

13)

.......... ,. ••••••••••••••••••••••••••••••••••• 1 •••••••••••

.........................................................

3. catatan lain-lain:

14)

Demikian akta ini dibuat :

.................... tanggal.. .

15)

Penyelenggara Pembangunan Rumah Susun

16)

( )

17)

DISAHKAN or PADA TANGGAL

Bentuk & Tata Cora Penglslan serta Pendaftoran Akta Pemisahan Rumah Susun

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->