P. 1
SURAT EDARAN MENTERI NEGARA AGRARIA/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 600-1035A TAHUN 1996

SURAT EDARAN MENTERI NEGARA AGRARIA/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 600-1035A TAHUN 1996

|Views: 588|Likes:
Published by Komhukum Corp
SURAT EDARAN MENTERI NEGARA AGRARIA/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 600-1035A TAHUN 1996
TENTANG
PERSYARATAN PENDAFTARAN HAK TANGGUNGAN
SURAT EDARAN MENTERI NEGARA AGRARIA/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 600-1035A TAHUN 1996
TENTANG
PERSYARATAN PENDAFTARAN HAK TANGGUNGAN

More info:

Published by: Komhukum Corp on Dec 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

09/22/2012

SUKAT EDARAN

MENTERI NEGARA AGRARIAI ImPALA HADAN PEKTANAIIAN NASIONAL NOMOK 600-1 035A TAHUN 1996 TENTANG

PERSY ARATAN PENDAfTARAN OAK TANGGUNGAN

___ ,Surat Edaran MenagrarialKepala BPN No. 600-1035A Th. 1996

" ' .

• ~. ~:. r.,

~n.·- " J

\~:}J):i

, .... ~~y ". r ",.\ .. , .

.... . . . . '"

;;";.~

MENTER! NEGARA AGRARIA/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL

Nomor Lampiran Perihal

600 -1035 A 1 (satu)

Persyaratan Pendaftaran Hak Tanggungan

Jakarta, 18 April 1996 Kepada Yth

1. Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi

2. Para Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten /Kotamadya di

seluruh Indonesia

sehubungan dengan telah terbitnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 mengenai Hak Tanggungan" dengan inl dismpaikan petunjuk mengenai surat,ldokumen yang diperlukan sebagai syarat lengkap untuk pendaftaran Hak Tanggungan dimaksud Pasal 13 ayat (3) dan ayat (4) Undang-Undang tersebut, sebagai berikut :

I. Kelengkapan Surat-surat/Dokumen Bagi :

1. Tanah sudah bersertifikat atas nama pemberi Hak Tanggungan :

a. Surat pengantar dari PPAT yang Bersangkutan.

b. Asli sertifikat Hak Atas Tanah.

c. Asli akta pemberian pendaftaran Hak Tanggungan.

d. Pelunasan biaya pendaftaran Hak Tanggungan.

e. Bukti dipenuhinya persyaratan administrative yang didasarkan pada minimal peraturan tertulis tingkat MEnteri atau disetujui Menteri.

2. Tanah yang sudah bei'sertifikat sudah ada akta peralihan dan belum terdaftar ke atas nama pemberi Hak Tanggungan:

Persyaratan Pendaftaran Hak Tanggungan--------1i."I'J:i=-.

Surat Edaran MenagrarialKepala BPN No. 600·103SA Th. 1996 _

a. Surat pengantar dari PPAT yang Bersangkutan.

b. Asli sertifikat Hak Atas Tanah.

c. Asli bukti terjadinya peristlwa/perbuatan hokum beralihnya hak atas tanah ke atas nama pemberi Hak Tanggungan, misalnya Surat Keterangan Waris, akta Pembagian Harta Waris atau akata pemindahan hak atas tanah.

d. Asli akta pemberian Hak Tanggungan.

e. Bukti dipenuhinya persyaratan teknis/administrative misalnya apabila diperlukan untuk memenuhi PMA Nomor 14 Tahun 1961, SK.59/dda/1970, blaya pendaftaran Hak Tanggungan dan Syarat administrative lain sesuai ketentuan yang berlaku, dimaksud 1 e.

3. Sebagian tanah yang sudah bersertifikat yang perlu dilakukan pemisahan :

a. Surat pengantar dari PPAT yang Bersangkutan.

b. Asli akta pemberian Hak Tanggungan.

c. Asll sertifikat Hak Atas Tanah.

d. Idem 2e.

4. Tanah bekas hak milik adapt belum bersertifikat (melalui penegasanhak/konversi) :

a. Surat pengantar dari PPAT yang Bersangkutan.

b. Asli akta pemberian Hak Tanggungan.

c. Surat-surat bukti hak/jenis hak dimaksud : - Pasal II Ketentuan Konversi UUPA.

- Pasal 25 PP Nomer 10 Tahun 1961.

- PMPA Nemer 2 Tahun 1962.

- Permeneg/Ka. BPN Nemor 3 Tahun 1995.

- Pasal 10 ayat (3) beserta penjelasannya Undang-

Undang Hak Tanggungan.

d. Gambar Situasi/Surat Ukur bidang tanah dimaksud.

e. Hasil pengumuman dimaksud Pasal 18 ayat (2) PP Nomor Tahun 1961 selama 2 (dua) bulan, tanpa sanggahan, terhadap hasil penyelidikan riwayat tanah dengan alat-alat pembuktian dimaksud pada c dan d.

f. Idem 2e.

________ Persyaratan Penda/taran Hale Tanggungan

___ Surat Edaran MenagrarialKepala BPN No. 600-1035A Th. 1996

5. Tanah Bekas Hak Milik Adat belum bersertifikat (melalui pengakuan hak/Konversi) :

a. Idem 4a, b, c, d, e, dan f.

b. SK Pengakuan Hak.

II. Pernyataan Lengkapmdak Lengkap Syarat PEndaftaran Hak

Tanggungan : ..

1. Kelengkapan surat/dokumen sebagairnana diuraikan angka I dipakai sebagai dasar untuk menyatakan berkas permohonan sudah lengkap untuk dapat diproses pembuatan Buku Tanah Hak Tanggungannya.

2. Kekuranglengkapan surat/dokumen pendaftaran Hak

Tanggungan seperti dimaksud angka I dinyatakan secara tertulis yang ditujukan kepada Pemohon selambat-Iambatnya 7 (tujuh) hari kerja setelah tanggal diterimanya warkah yang dilampirkan pada surat pengantar dari PPAT dengan menyatakan alas an dan kekurangannya.

3. Pernyataan tertulis mengenai ketidaktengkapan

surat/dokumen terse but di atas ditandatangani oleh Kepata Seksi Pengukuran dan Pendaftaran Tanah atas nama Kepala Kantor Pertanahan setempat.

III. Tanggal Buku Tanah dan Pendaftaran Hak Tanggungan.

1. Tanggal hari pertama proses pendaftaran Hak Tanggungan ditetapkan pada hari kerja berikutnya dari tanggat penyerahan surat/dokumen atau pengumuman terakhir sebagaimana dimaksud angka I.

2. Tanggal Buku Tanah Hak Tanggungan adalah hari ke tujuh dihitung dari hari pertama dimaksud angka III.l di atas tidak termasuk hari libur resmi.

3. Untuk tanah yang masih harus diproses pembuatan Buku Tanah dan Sertifikat Hak Atas Tanahnya dan/atau pencatatan peralihan haknya seperti dimaksud pada angka 1, 2, 4 dan 5, pelaksanaanpencatatan pemberian Hak Tanggungannya dilakukan bersamaan dengan pembuatan Buku Tanah dan sertifikat atas nama pemberi Hak Tanggungan sebagaimana diatur dalam Pasal 6 PMA Nomor 15 Tahun 1961.

Persyaratan Pendaftaran Hak

Surat Edaran MenagrarialKepala BPN No. 600-1035A Th. 1996 _

Untuk kelancaran pelayanan pendaftaran dan penertiban sertifikat Hak Tanggungan, kepada Kepala Kantor Wilayah BPN

Provinsi dan Kepala Kantor Pertanahan agar tidak

menambah/membuat persyaratan ataupun

memberlakukanketentuan sebelumnya di luar ketentuan dimaksud angka I.

Demiklanlah untuk dilaksanakan.

MENTER! NEGARA AGRARIAI KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL

ttd.

IR. SONI HARSONO

.'.f.j.iI·'.-------persyaratan Pendaltaran Hak Tanggungan

SUKAT EDARAN

MENTEKI NEGARA AORARIAI ImPALA BADAN PEKTANAIIAN NASIONAL "OMOK 110·1544 TAIIUN 1996 TENTAl'IG

PENY AMPAIAN PERATlJR.AN MEMGRARIAI KEPALA BPrc NO. 5 m. 1996 TENI'ANG PENDAFfAKArl HAK TANGGUrlGAN

___ Surat Edaran Menagrar;alKepala BPN No. 110-1544 Th. 1996

MENTER! NEGARA AGRARIA/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL

Nomor Lampiran Perihal

110 - 1544 1 (satu)

Penyampaian Peraturan Menteri Negara Agraria/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 5 Tahun 1996 tentang Pendaftaran Hak Tanggungan.

Jakarta, 30 Mel 1996 Kepada Yth

1. Para Kepala Kantor Wilayah BPNProvinsi di seluruh Indonesia;

2. Para Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten /Kotamaclya di

seluruh Indonesia;

3. BPP IPPAT.

Bersama ini disampaikan Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 5 Tahun 1996 tentang Pendaftaran Hak Tanggungan. Peraturan ini adalah peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-benda yang Berkaitan Dengan Tanah, yang ditetapkan berdasarkan ketentuan Pasal 17 dihubungkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1961 tentang Pendaftaran Tanah serta Pasal 28. maksud dikeluarkannya peraturan ini adalah untuk mengatur proses pendaftaran Hak Tanggungan serta persyaratan sesuai ketentuan Pasal10, 13 dan 14 Undang-Undang Hak Tanggungan.

Dalam rangka pelaksanaan peraturan ini hendaknya

diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

1. Ketentuan-ketentuan dalam Undang-Undang Hak Tanggungan yang menyangkut prosedur pendaftaran Hak Tanggungan menghendakl adanya kepastian mengenai jangka waktu dan

Penyampaltlll hrmenagrarfalKep. BPN No.5 Th. 1996 Ttg. hnda{tDnm Hate TtlIIggungan __

Sura: Edaran MenagrarialKepaia BPN No. 110-1544 Th. 1996. _

tanggal dilaksankannya kegiatan-kegiatan dalam rangka pendaftaran tersebut dan mengenai persyaratan yang harus dipenuhi untuk setiap tahap kegiatan.

Oleh karena ltu para pelaksana hendaknya memegang teguh ketentuan jangka waktu tersebut dan memastikan terpenuhinya persyaratan sebagaimana ditentukan. Penambahan persyaratan di luar ketentuan dalam Peraturan Menteri Negara Agraria Nomor 5 Tahun 1996 ini tidak diperkenankan.

2. Mengenai pp,nglriman berkas oleh PPAT.

PPAT wajib mengirimkan berkas yang diperlukan untuk pendaftaran Hak Tanggungan selambat-Iambatnya 7 (tujuh) han kerja sesudah penandatanganan Akta Pemberian Hak Tanggungan. Dleh karena itu PPAT bertanggungjawab terhadap semua akibat, termasuk kerugian yang diderita pihak-pihak yang bersangkutan, yang disebabkan oleh keterlambatan pengiriman berkas tersebut. Dalam pada itu perlu diperhatikan bahwa keterlambatan pengiriman berkas permohonan pendaftaran Hak Tanggungan tidak menakibatkan batalnya Akta Pemberian Hak Tanggungan. Oleh karena itu dalam Peraturan Menteri Negara Agraria/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 5 Tahun 1996 ini ditegaskan bahwa walaupun pengirimannya terlambat, berkas terse but wajib tetap diproses oleh Kantor Pertanahan (Pasal1 ayat (7), Pasal 2 ayat (4), Pasal 3 ayat (4), Pasal 4 ayat (4»).

Pengiriman berkas untuk keperluan pendaftaran Hak Tanggungan oleh PPAT sesuai Pasal 13 ayat (2) UndangUndang Hak Tanggungan dapat dilakukan melalui petugasnya sendiri (Pasal 1 ayat (1)), melalui Pos Tercatat (Pasal 1 ayat (2», atau melalui penerimaan Hak Tanggungan (Pasal 1 ayat (2)), yang pilihannya harus ditentukan oleh PPAT yang bersangkutan dengan mempertimbangkan tujuan untuk segera didaftarnya Hak Tanggungan itu dan segi keamanannya. Pilihan ini harus dilakukan oleh PPAT dengan baik karena resiko mengenai tidak terlaksananya ketentuan dalam Undang-Undang. Hak Tanggungan yang diakibatkan oleh pemilihan cara pengiriman berkas yang tidak tepat menjadi tanggung jawab

__ Penyampalan PennenagrarialKep. BPN No. 5 Tit. 1996 Itg. Pendaftaran Hal; Tanggungan

___ ,Surat Edaran MenagrarialKepala BPN No. 110-1544 Th. 1996

PPAT yang bersangkutan. dan juga akan mempengaruhl . penllaian terhadap pelaksanaan tugasnya.

3. Mengenal persyaratan dokumen untuk pendaftaran Hak Tanggungan.

Pasal 8 ayat (2) UndanfJ-Undang Hak Tanggungan menyatakan bahwa kewenangan untuk melakukanperbuatan hokum terhadap objek Hak Tanggungan harus ada pada pemberia Hak Tanggungan pada saat pendaftaran Hak Tanggungan. Penjelasan Pasal tersebut mengatakan bahwa pada saat pendaftaran Hak Tanggungan harus dibuktikan keabsahan dari wewenang itu. Hal tersebut berarti bahwa pada saat Hak Tanggungan didaftar oleh Kantor Pertanahan obyek Hak Tanggungan harus sudah terdaftar atas nama pemberi Hak Tanggnungan. Hal tersebut juga berarti bahwa pada waktu dibuatkan Akta Pemberian Hak Tanggungan obyek Hak Tanggungan' itu belum harus terdaftar atas nama pemberi Hak Tanggungan, namun sebagalmana dinyatakan dalam Penjelasan Umum angka 7, cukup apabila terdapat keyaklnan pada PPAT bahwa pemberi Hak Tanggungan mempunyai kewenangan untuk melakukan perbuatan hokum terhadap obyek Hak Tanggungan yang bersangkutan.

Sehubungan dengan hal tersebut dalam Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 5 Tahun 1996, ini ditentukan beberapa persyaratan mengenai status objek Hak Tanggungan yang boleh dibuatkan Akta Pemberian Hak Tanggungan oleh PPAT, yaitu :

a. Obyek Hak Tanggungan yang sudah terdaftar atas nama pemberi Hak Tanggungan (Pasal 1);

b. Obyek Hak Tanggungan yang sudah terdaftar, tetapi belum atas nama pemberi Hak Tanggungan, sedangkan obyek Hak Tanggungan tersebut sudah diperoleh pemberi Hak Tanggungan karena peralihan hak melalui pewarisan atau pemindahan hak (Pasal 2);

c. Obyek Hak Tanggungan yang berupa sebagaian atau hasil pemecahan dari hak atas tanah induk ynag sudah terdaftar tidak atas nama pemberi Hak Tanggungan yang dlperoleh Hak Tanggungan melalui pemlndahan hak (Pasal 3);

Surat Edaran MenagrarialKepaia BPN No. 110-1544 Th. 1996. _

d. Obyek Hak Tanggungan yang berupa hak atas tanahberkas

hak milik adat yang belum terclaftar (Pasal 4);

Sesuai dengan perbedaan status hubungan hokum antara obyek tiak Tanggungan denga Pemberi Hak Tanggungan sebagaimana diuraikan di atas nama maka persyaratan dokurnen untuk pendaftaran Hak Tanggungan dan proses pendaftrannya juga berlainan (Pasal 1 ayat (1), Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 ayat (1), dan Pasal 4 ayat (1»). Persyaratan dan proses pendaftaran ini berbeda karena dalam hal obyek Hak Tanggungan sudah bersertlflkat atas nama pemberi Hak Tanggungan, Hak Tanggungan tersebut dapat langsung dldaftar. Sedangkan apabila obyek Hak Tanggungan belurn terdaftar. Sedangkan epeblla obyek Hak Tanggungan bel urn terdaftar atas nama pemberi Hak Tanggungan, harus ditempuh lebih dahulu proses pendaftaran hak/perallhan hak/pemecahan yang diperlukan agar obyek Hak Tanggungan tersebut terdaftar atas nama pemberi Hak Tanggungan (Pasal 2 ayat (2), Pasal 3 ayat (2), dan Pasal 4 ayat (2».

Dalam hubungan dengan apa yang dlkemukakan di atas perlu dlperhatikan ketentuan dalam penjelasan Pasal 9 ayat (2) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susu, bahwa Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun harus sudah bersertifikat atas nama pengembang sebelum satuan-satuan yang bersangkutan boleh dijual. Oleh karena ltu pendaftaran Hak Tanggungan yang obyeknya Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun dilakukan menurut ketentuan Pasal 1 atau Pasal 2, dan tidak rnenurut Pasal 3.

4. Mengenai Akta Pemberian Hak Tanggungan.

Salah satu syarat kelengkapan berkas pendaftaran Hak Tanggungan adalah "Iembar ke-2 Akta Pemberian Hak Tanggungan", termasuk dl dalamnya :

- Akta Pemberian Hak Tanggungan dengan bentuk Aida Hlpotek, Akta Credietverband yang dibuat sebelum berlakunya Undang-Undang Hak Tanggungan (Pasal 24 ayat (1) UUHT);

- Akta Pemberian Hak Tanggungan dengan bentuk Aida Hlpotek dan Akta Credietverband yang dlbuat sebelum

___ Surat Edaran Menagrar;alKepala BPN No. 110·1544 Th. 1996

tanggal 1 Juni 1996 dengan tidak menggunakan kata "Hak Tanggungan" sebagai ganti kata-kata \\Hipotek" dan "Credietverband" (Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan PErtanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1996 Pasal 3 ayat (3»;

- Akta Pemberian Hak Tanggungan dengan' bentuk Akta Hipotek dan Akta Credietverband yang dibuat sebelum tanggal 1 Agustus 1996 dengan menggunakan kata-kata \\Hak Tanggungan" sebagai pengganti kata-kata "Hipotek" atau "Credietverband". (Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun

1996 Pasal 3 ayat (2» , '

Sedangkan yang dimaksud dengan "lembar ke-2" adalah lembar akta yang dipeuntukkan bagi Kantor Pertanahan, baik yang mencantumkan sebutan "Iembar ke-2" (pada bentuk akta yang baru digunakan mulai tanggal 1 Agustus 1996) maupun yang tidak memuat sebutan itu.

5. Mengenai penerimaan berkas pendaftaran Hak Tanggungan.

Penyampaian berkas pendaftaran Hak Tanggungan oleh PPAT harus disertai dengan pengantar yang dibuat rangkap 2 (dua). Tanda penerimaan berkas oleh Kantor Pertanahan diberikan dengan mengembalikan kepada PPAT yang bersangkutan salah satu surat pengantar tersebut yang sudah dibubuhi tanggal penerimaan (Pasal 1 ayat (3». PengembaJian surat pengantar tersebut semata-mata sebagai pemberitahuan mengenai penerimaan berkas yang bersangkutan dan tidak selalu merupakan pernyataan bahwa berkas tersebut sudah lengkap. ApabiJa dalam pemeriksaan kemudian ternyata bahwa berkas yang disampaikan kurang lengkap, maka dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja sesudah tanggal penerimaan tersebut Kepala Kantor Pertanahan wajib memberitahukan secara tertulis kepada PPAT yang bersangkutan bahwa berkas itu tidak lengakp dan apa yang masih kurang (Pasal 1 ayat (4». Kewajiban ini juga berlaku terhadap berkas yang diperlukan untuk pendaftaran HAk Tanggungan yang obyeknya belum terdaftar atas nama pemberi Hak Tanggungan, baik berkas yang diperlukan untuk

Pltnyampalan PermenagrarlaIK~p. BPN'No. 5 Th. 1996 TrS. Pendaftaran Hak Tanggunsan __

Surat Edaran MenagrarialKepala BPN No. 110·1544 Th. 1996. _

pendaftaran peralihan hak (Pasal 2 ayat (4», untuk pendaftaran hak atas tanah yang berasal dart konversi (Pasal 4 ayat (4».

6. Mengenai tanggal Buku Tanah Hak Tanggungan

Dalam Pasal 13 ayat (4) Undang-Undang Hak Tanggungan d'ltentukan bahwa tanggal Buku Tanah Hak Tanggungan dan pencatatan adanya Hak Tanggungan pada Buku Tanah dan Sertifikat hak yang menjadl obyek Hak Tanggungan adalah "tanggal hari ketujuh setelah penerlmaan secara lengkap suratsurat yang dlperlukan bagl pendafl:arannya dan jika hari ketujuh Itu jatuh pada hari llbur, buku tanah yang bersangkutan dlberi bertanggal hari kerja berikutnyan. Sedangkan dalam penjelasannya disebutkan "ayat Inl menetapkan satu tanggal yang pasti sebagai tanggal buku tanah Itu, yaitu tanggal hari ketujuh dihltung dari hari dipenuhinya persyaratan berupa surat-surat untuk pendaftaran secara lengkap".

Untuk . melaksanakan ketentuan Ini ada 2 hal yang perfu diperhatikan :

a. Penentuan tanggal dlterima dan dipenuhinya surat-surat yang dipelukan untuk pendaftaran Hak Tanggungan secara lengkap.

Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 5 Tahun 1996 menetapkan bahwa penentuan tanggal ini tergantung pada status hubungan hokum antara obyek Hak Tanggungan dengan pember! Hak Tanggungan, yaltu :

1} Dalam hal obyek Hak Tanggungan sudah terdafl:ar atas nama pemberi Hak Tanggungan, maka tanggal diterima dan dipenuhinya surat-surat yang diperlukan untuk pendaftaran Hak Tanggungan secara lengkap terse but adalah Tangga/ penerimaan berkas yang /engkap dari PPATo/eh KantorPertanahan, yaitu :

a. tanggal penerimaan berkas yang diserahkan atau dikirim oleh PPAT untuk pertama kall oleh PPAT apabila dalam 7 (tujuh) hari kerja Kepala KAntor Pertanahan tidak memberikan secara tertulis kepada PPAT yang bersangkutan bahwa berkas terbut belum lengkap (Pasal 1 ayat (S)}, atau

~nyampafan ~rmttllQgrruiQ/~. BPN No. 5 Th. 1996 Ttg. ~ndaftanm Hale Tanggungan

___ ,Surat Edaran MenagrarialKepala BPN No. 110-1544 Th. 1996

b. tanggal penerimaan kelengkapan berkas yang kurang apabila dalam 7 (tujuh) hari setelah penerimaan berkas pertama oleh Kantor Pertanahan diberitahukan adanya kekurangan berkas tersebut (Pasal1 ayat (6».

2) Dalam hal oby6K Hak Tanggungan belum terdaftar atas nama pemberi Hak Tanggungan dan permohonan pendaftaran Hak Tanggungan Itu dilakukan bersamaan waktunya dengan pennohonan pendaftaran obyek Hak Tanggungan, maka tanggal diterima dan dipenuhinya surat-surat yang diperlukan untuk pendaftaran Hak Tanggungan secara lengkap terse but adalah tanggal pembukuan hak atas obyek Hak Tanggungan atas nama pemberi Hak Tanggungan, jika surat-surat lain diperlukan sudah lengkap untuk pendaftaran Hak Tanggungan yang bersangkutan (Pasal 2 ayat (3), Pasal 3 ayat (3), dan Pasal4 ayat (3».

b. cara menghib,mg hari ketujuh.

Menurut ketentuan Pasal 13 ayat (4) Undang-Undang Hak Tanggungan hari ketujuh tersebut dihitung "setelah" penerimaan secara lengkap surat-surat yang diperlukan, sedangkan penjelasannya mengatakan hari ketujuh itu dihitung "dari" hari dipenuhinya persyaratan. Kedua istilah tersebut tidak mengakibatkan perhitungan yang berbeda. Untuk memudahkannya hendaknya dipergunakan cara menghitung sbb : Hari pertama setelah (atau dari) hari penerimaan dan pemenuhan berkas secara lengkap adalah hari berikutsetelah (atau dari) hari penerimaan berkas atau hari pembukuan hak sebagaimana disebut pada huruf a di atas, dan hari kedua adalah hari berikutnya lagi. Oemikian seterusnya sehinggan dapat ditentukan hari ketujuh. Jika hari ketujuh ini kebetulan jatuh pada hari libur pembukuan Hak Tanggungan diberi bertanggal han kerja berikutnya.

7. Mengenai tanggal pendaftaran Hak Tanggungan yang obyeknya terdiri dari beberapa hak' atas tanah dan atau Hak Milik Atas ' Satuan Rumah Susun."

~nyarrpalan ~lTfII!nasrruta/Kep. 8PN No. 5 Th. 1996 Tts. ~ndaftDrun Hale Tanssunsan_'

Surat Edaran MenagrarialKepala BPN No. 110-1544 Th. 1996 _

Untuk tidak menimbulkan keragu-raguan dalam memberi tanggal pembukuan Hak Tanggungan dalam hal obyek Hak Tanggungan terdiri dari beberapa hak atas tanah dan atau Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun yang berbecla status hubungan hukumnya dengan pemberl Hak Tanggungan, ditentukan dalam Pasal 5 Peraturan Menteri Negara Agr.aria/Kepala Badan PErtanahan Nasional ini bahwa tanggal Buku-Tanah dan Ppencatatannya pada Buku-Tanah dan Sertifikat hak yang menjadi obyek Hak Tanggungan adalah tanggal yang terakhir dl antara tanggal-tanggal yang menurut Pasal 1, Pasal 2, Pasal 3 dan atau Pasal 4 harus dlcanturnkan sebagai tanggal pendaftaran Hak Tanggungan menurut masing-masing obyek Hak Tanggungan.

8. Mengenai penerbitan sertifikat Hak Tanggungan.

Tanggal Buku-Tanah tidaklah harus sarna dengan tanggal pengeluaran sertifikat. Demikian juga tanggal Buku Hak Tanggungan tidak harus sarna dengan tanggal penerbitan sertifikatnya, terlebih karena Sertifikat Hak Tanggungan terdiri dari Salinan Buku-Tanah Hak Tanggunan yang dijahitka menjadi satu dalam sampul dokumen yang bentuknya ditetapkan (Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1996 Pasal1 ayat (2}).

Sehubungan dengan itu walupun Undang-Undang Hak Tanggungan tidak mengatur kapan Sertifikat Hak Tanggungan harus diterbitkan, Pasal 6 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Naslonal Nornor 5 Tahun 1996 menentukan bahwa Setifikat tersebut harus diterbitkan oleh Kepala Kantor Pertanahan dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah pembukuan Hak Tanggungan yang bersangkutan. Pernberitahuan mengenai selesainya Sertifikat tersebut disampaikan kepada pemegang Hak Tanggungan dengan tembusan kepada PPAT yang bersangkutan.

9. Mengenai ketentuan tentang pendaftaran Hak Tanggungan yang sudah ada.

Dengan telah ditetapkannya ketentuan rnengenai pendaftaran Hak Tanggungan dalam bentuk Peraturan MEnteri Negara

__ Penyampalan Pe~MSrtlrlQIK~. BPN No.5 Th. 1996 TtS. PendaftQrtln Hak Tanssungan

____ ,Surat Edaran MenagrarialKepala BPN No. 110-1544 Th. 1996

Agrarla/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 5 Tahun 1996 lni, maka semua ketentuan yang tidak sesual tidak berlaku lagio Dengan demlkian surat Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 600-1035A tentang Persyaratan Pendaftaran Hak Tanggungan juga tidak berlaku lagi karena materinya sudah diatur dalam Peraturan Meteri tersebut.

Demikianlah disampaikan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.

MENTERI NEGARA AGRARIAI KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL

ltd.

IR. SONI HARSONO

Tembusan disampaikan kepada Yth :

1. Ketua Mahkamah Agung R.I.

2. Menteri Negara Sekretaris Negara.

3. Menteri Negara Sekretaris Kabinet.

4. Menteri Kehaklman.

5. Menteri Keuangan.

6. Menteri Perindustrian.

7. Menteri Pertanian.

8. Menteri Negara Peru mahan Rakyat.

9. Gubernur Bank Indonesia. 10. Pengurus Perbanas.

Penyampalan hrmenagrarlalKep. BPN No.5 Th. '996 Ttg. hndaftaran Hak Tanggungan __

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->