P. 1
pengetahuan dan perhitungan boiler

pengetahuan dan perhitungan boiler

|Views: 2,556|Likes:
Published by heri

More info:

Published by: heri on Dec 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/10/2013

pdf

text

original

|z11rz1 Isr|z |rzslss

|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
12

BAB I
Pendahuluan
1.1Latar Belakang
Perkembangan teknologi saat ini sangatlah pesat, sehingga perkembangan dunia
industri iuga secara otomatis mengalami kemaiuan, hal ini berpengaruh terhadap
permintaan kebutuhan. Untuk itu perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang
industri berlomba-lomba meningkatkan iumlah produksinya dalam rangka memehuhi
kebutuhan masyarakat tersebut. Kebutuhan akan peningkatan produksi pada suatu
industri tentunya diimbangi pula dengan kebutuhan akan daya dan energi yang tinggi.
Salah satu alat yang biasanya digunakan sebagai sumber daya pada industri-industri
sekarang ini adalah boiler atau ketel uap.
Peralatan industri yang berupa sistem boiler merupakan asset yang sangat
penting bagi perusahaan. Boiler disini mempunyai peranan penting dalam proses
produksi uap, dimana uap ini nantinya akan digunakan untuk menialankan berbagai
macam proses dalam industri maupun untuk penggerak turbin. Di PT KIMIA FARMA
ManuIaktur Semarang, boiler utamanya digunakan sebagai pemanas pada
pengolahan/ekstraksi biii iarak meniadi minyak iarak.
Apabila teriadi gangguan pada sistem Boiler tersebut maka kelancaran dan
kontinuitas produksi uap akan terganggu sehingga produksi minyak iarak yang
dihasilkan iuga akan mengalami gangguan. Untuk mengetahui kineria boiler yang ada
di PT.KIMIA FARMA ManuIaktur Semarang maka penulis akan menganalisa dan
menghitung eIisiensi boiler di perusahaan tersebut.
Disamping itu, sering kali eIIisiensi kualitas keria boiler tersebut diabaikan
padahal peningkatan eIisiensi kualitas keria boiler itu sendiri akan memberikan nilai
ekonomis tersendiri bagi perusahaan. Oleh karena itu peningkatan eIisiensi boiler ini
sangat penting guna mendapatkan output yang baik.



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
13

1.2Alasan Pemilihan 1udul
Alasan pengambilan iudul laporan ini adalah untuk mengetahui eIisiensi/kineria
dari boiler di PT.KIMIA FARMA ManuIaktur Semarang agar kita dapat
memperkirakan kemungkinan untuk meningkatkan kineria atau eIisiensi boiler tersebut.
Dalam penulisan laporan ini penulis tidak lupa menielaskan tentang pengetahuan boiler
secara umum.

1.3#uang Lingkup Kerja Praktek
Ruang lingkup atau batasan masalah yang akan di bahas dalam laporan ini
adalah mengenai eIisiensi boiler di PT KIMIA FARMA ManuIakturing Semarang,

1.4%ujuan Kerja Praktek
Tuiuan dari kegiatan keria praktek ini adalah :
1. Menganalisis performance /eIisiensi boiler di PT.KIMIA FARMA ManuIaktur
Semarang
2. Mengetahui perandingan eIisiensi teoritis dengan eIisiensi boiler sesungguhnyadi
lapangan di PT.KIMIA FARMA ManuIaktur Semarang
3. Menganalisa Iaktor-Iaktor yang mempengaruhi eIisiensi boiler di PT. KIMIA
FARMA ManuIaktur Semarang

1.5Metoda Penulisan
Metode yang dipakai pada penulisan laporan Keria Praktek ini adalah sebagai
berikut:
1. Studi literatur
Metode ini dilaksanakan dengan studi dari buku-buku maupun nstructon manual
book dan pustaka lainnya yang berkaitan. Metode ini dilakukan untuk keperluan
dasar teori dan analisa pembahasan.



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
14


2. Tiniauan Lapangan
Yakni dengan melakukan pengambilan data terhadap obiek yang diteliti secara
langsung di lapangan.
3. Metode wawancara
Dalam metode ini penulis memperoleh data melalui wawancara, diskusi dan tanya
iawab dengan pembimbing lapangan serta operator.

1.6Sistematika Penyusunan
Laporan keria praktek ini dibagi meniadi enam bab yang saling berhubungan satu
sama lain. Adapun sistematika penulisan laporan keria praktek ini adalah sebagai
berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Pembahasan mengenai latar belakang keria pratek, alasan pemilihan iudul, ruang
lingkup/ batasan masalah, tuiuan keria praktek, metodologi penyusunan laporan dan
sistematika laporan.
BAB IIP#IL P% KIMIA A#MA MANUAK%U# SEMA#ANG
Berisikan tentang seiarah singkat perusahaan.
BAB III PENGE%AHUAN UMUM BILE#
Pembahasan mengenai pengertian boiler, klasiIikasi boiler, bagian-bagian boiler,
pengoperasian ketel uap, pengolahan air umpan boiler, serta daItar periksa opsi,

BAB IV DASA# %E#I PE#HI%UNGAN EISIENSI BILE#
Pembahasan mengenai nilai pembakaran bahan bakar, kebutuhan udara
pembakaran, gas asap, karbon yang tidak terbakar, karbon aktual yang habis



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
13

terbakar (C
t
), rumus perhitungan eIisiensi ketel uap, rumus perhitungan kapasitas
produksi ketel uap (M
u
), serta perhitungan eIisiensi berdasarkan neraca kalor.

BAB V PE#HI%UNGAN EISIENSI DAN KAPASI%AS P#DUKSI UAP
SE#%A PELUANG MENINGKA%KAN EISIENSI BILE#
Pembahasan mengenai spesiIikasi ketel uap di P%.KIMIA A#MA Semarang.
data ketel uap di P%.KIMIA A#MA Semarang, perhitungan pembakaran,
perhitungan eIisiensi ketel uap, perhitungan kapasitas produksi uap, eIisiensi
berdasarkan neraca kalor, peluang meningkatkan eIisiensi boiler

BAB VI PENU%UP
berisi kesimpulan dan saran


















|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
16

BAB II
GAMBA#AN UMUM PE#USAHAAN

2.1 Sejarah Singkat Berdirinya Perusahaan
PT. Kimia Farma Unit Produksi Semarang pada mulanya merupakan
Perusahaan milik Swasta.Setelah dikeluarkannya UU No. 58 Tahun 1958, maka
perusahaan milik Belanda ini mengalami Nasionalisasi meniadi milik pemerintah
Republik Indonesia.
Setelah musyawarah Kabinet Keria dengan terlebih dahulu membentuk
Badan Pimpinan Umum (BPU), maka di tetapkan bentuk Perusahaan Negara
Farmasi (PNF). Berdasarkan Inpres No. 17 Tahun 1967 dan Perpu No. 3 Tahun
1967, maka pada tanggal 23 Januari 1968 semua PNF, kecuali PNF Bio Farma,
di satukan dengan PNF Bhineka Kimia Farma.
Dengan PP No. 16 Tahun 1971 yang berlaku pada tanggal 19 Maret 1971,
maka PNF Bhineka Kimia Farma berubah meniadi Perseroan Terbatas (PT)
Kimia Farma. Status PT. Kimia Farma baru berlaku 16 Agustus 1971 setelah di
sahkan oleh akte notaries Soloeman Adiasasmita, SH., No. 18 (Lembar Negara
No. 508 Tahun 1971, tambahan berita RI tanggal 19 November 1971 No. 91),
yang kemudian mendapatkan pengesahan Menteri Kehakiman dengan Surat
Penetapan No. 1 A5/184/21, tanggal 14 Oktober 1971.
Secara umum PT. Kimia Farma terbagi meniadi dua unit besar, yaitu unit
poduksi dan unit perdagangan. PT. Kimia Farma Unit Produksi Semarang
merupakan salah satu unit produksi yang ada di Indonesia.PT. Kimia Farma Unit
Produksi Semarang semula bernama Pabrik Castrol Oil. Pabrik resmi di buka
tanggal 1 Juni 1971. Seiak tanggal 1 April 1974, Pabrik Castrol Oil berubah



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
17

nama meniadi Pabrik Minyak dan Lemak. Perubahan nama ini di harapkan lebih
sesuai dengan keadaan produk yang di hasilkan, karena pabrik ini tidak hanya
memproduksi minyak iarak saia, tetapi iuga mengolah minyak nabati lainnya
seperti minyak kelapa, minyak kelapa sawit, dan minyak kacang.
Pada tanggal 1 Maret 1991, PT. Kimia Farma Pabrik Minyak dan Lemak di
ubah meniadi PT. Kimia Farma Unit Produksi Semarang. Pada tahun yang sama,
PT. Kimia Farma Unit Produksi Semarang iuga memproduksi Kosmetika Bedak
Marcks, di samping memproduksi minyak dan lemak. Pada tahun 1994, PT.
Kimia Farma Unit Produksi Semarang di percaya oleh direksi untuk
memproduksi Lysol untuk sarana kesehatan.
PT. Kimia Farma Unit Produksi Semarang, yang memperingati hari ulang
tahunnya setiap tanggal 16 Agustus, mendapatkan ISO 9001 versi 1994
mengenai system manaiemen mutu dan disain produk pada November 1997.
SertiIikat ISO 9001 ini di perbarui pada tahun 2000 meniadi versi 2000, dan
setiap tiga tahun di perbarui, dan akan di perbarui lagi pada November 2006.

2.2 %ujuan Berdirinya Perusahaan
Tuiuan di dirikannya PT. Kimia Farma Unit Produksi Semarang antara lain
:
1. Untuk memanIaatkan potensi sumber alam Indonesia yang belum di
manIaatkan secara optimal.
2. Menciptakkan kemampuan pengadaan minyak dan lemak negeri.
3. Menciptakkan kesempatan keria bagi masyarakat di sekitar pabrik, yang
berarti pula meningkatkan taraI hidup.
4. Memupuk keuntungan bagi perusahaan.
5. Menambah sumber devisa Negara.
6. Menambah pendapatan di bidang pertanian, transportasi, dan lain-lain.



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
18

2.3 Visi dan Misi.
'isi PT. Kimia Farma : Meniadi perusahaan Iarmasi utama di Indonesia
dan bardaya saing di pasar global.

Misi PT. Kimia Farma :
Menyediakan, mengadakan, dan menyalurkan persediaan Iarmasi,
alat kesehatan, dan iasa kesehatan lainnya yang berkualitas dan
bernilai tambah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Mengembangkan bisnis Iarmasi dengan cara meningkatkan nilai
perusahaan untuk kepentingan pemegang saham dan pihak lain yang
berkepentingan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip ood corporate
overnance`.
Mengembangkan sumber daya manusia perusahaan untuk
meningkatkan kompetensi dan komitmen guna pengembangan
industry Iarmasi.

2.4 Lokasi dan Letak Perusahaan.
PT. Kimia Farma Unit Produksi Semarang terletak di ialan Simongan
Nomor 169, Desa Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Madya
Semarang. PT. Kimia Farma iuga dapat di akses melalui
http.//www.kmafarma.co.d//.
Di tiniau dari lokasinya, PT. Kimia Farma Unit Produksi Semarang cukup
baik. Pemilihan lokasi tersebut di dasarkan pada pertimbangan-pertimbangan
sebagai berikut :
O Jawa Tengah di kenal sebagai daerah penghasil bahan baku biii iarak yang
di butuhkan.



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
19

O Semarang memiliki pelabuhan yang memungkinkan sebagai sarana
transportasi laut, misalnya dalam pengadaan bahan baku maupun
pemasaran produk.
O Persedian air tawar yang dapat memenuhi syarat untuk proses.
O Dekat dengan sungai Kaligarang, yang dapat di gunakan sebagai tempat
pembuangan air limbah yang telah diolah.

Luas lokasi PT. Kimia Farma Unit Produksi Semarang sekitar 2,67 Ha,
yang meliputi :
4 Bangunan Pabrik : 10.000 m·
4 udang apenyimpanan Minyak : 1.200 m·
4 Laboratorium dan Perpustakaan : 500 m·
4 Sarana Olahraga dan lain-lain : 15.000 m·
Untuk lebih ielas lokasi dan tata letak PT. Kimia Farma Unit Produksi
Semarang dapat di lihat pada gambar 2.1 dan gambar 2.2.




|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
20


ambar 2.1 Lokasi Perusahaan.




|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
21


ambar 2.2 Tata Letak / Lay Out Perusahaan.




|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
22

2.5 Struktur rganisasi Perusahaan.
Organisasi perusahaan sangat penting dalam rangka pengelolaan
perusahaan dan mengaktiIkan keria untuk mencapai tuiuan perusahaan.
Administrasi perusahaan mencakup struktur organisasi perusahaan, hak dan
kewaiiban pengusaha dan pegawai, tata cara dan pegangan praktis yang
berhubungan dengan tugas.
PT. Kimia Farma Unit Produksi Semarang di pimpin oleh seorang Kepala
Unit Produksi Semarang dan di bantu oleh Tenaga Ahli, Kepala Bagian, serta
Kepala Sub Bagian dan Kepala Seksi. Bagan Organisasi PT. Kimia Farma Unit
Produksi Semarang dapat di lihat pada gambar 2.3.




















|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
23

P%.Kimia arma Semarang
































ambar 2.3 Struktur Organisasi Perusahaan.

kSLÞ kS8ÞS
kuÞS
k8SMÞ
k8Þu
kSÞÞÞÞ
kS8Þ
kS8ku
k8ÞM
kS88
kS8Þk
kSÞ8
kSÞÞk
kSÞl1
kSÞÞ
kS8Þ8
kSCk
kSCM
kSAk
kSku
kSÞu
kS8ÞL
kSLSÞ
kSCL
kS8ÞÞÞ
kSÞk
kSÞML



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
24

Berikut ini penielasan struktur organisasi PT. Kimia Farma Unit Produksi
Semarang :
1. Kepala Unit Produksi Semarang
Kepala Unit Produksi Semarang (KUPS) memegang kekuasaan dalam
struktur organisasi di PT. Kimia Farma Unit Produksi Semarang.
Tugas dan kewaiiban Kepala Unit Produksi Semarang antara lain :
Mengelola pelaksanaan operasional produksi dan pemeliharaan system
mutu yang di tetapkan di PT. Kimia Farma Unit Produksi Semarang.
Mengelola pelaksanaan operasional dalam perencanaan dan
pengendalian investasi.
Mengelola pelaksanaan kebiiakan operasional dalam keuangan dan
anggaran serta personalia dan rumah tangga.

2. Bagian Sistem Mutu dan Produktivitas (BSMP)
Bagian Sistem Mutu dan Produktivitas terdiri dari staI (tenaga ahli)
yang di kepalai oleh seorang Kepala Bagian Sistem Mutu dan Produktivitas
(KBSMP), yang bertanggung iawab langsung kepada Kepala Unit Produksi
Semarang.
Tugas dan kewaiiban Bagian Sistem Mutu dan Produktivitas yaitu :
Merencanakan, melaksanakan, memantau dan menyempurnakan
penerapan system mutu dan peningkatan produktivitas.
Melaporkan kineria system mutu dan peningkatan produktivitas dalam
rapat tiniauan manaiemen.
Meniamin pelaksanaan rapat tiniauan manaiemen dan tindak laniut
hasilnya sesuai dengan prosedur rapat tiniauan manaiemen.





|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
23

3. Sub Bagian Pengadaan (SBP)
Sub Bagian Pengadaan dipimpin oleh Kepala Sub Bagian Pengadaan
yang bertanggung iawab kepada Kepala Unit Produksi Semarang.
Tugas dan kewaiiban Sub Bagian Pengadaan adalah :
Menerima rencana kebutuhan bahan baku, bahan penolong, dan bahan
kemasan serta barang lain sesuai permintaan unit keria.
Menerima permintaan kebutuhan sarana dan prasarana sesuai
permintaan unit keria.
Mengusulkan pemasok dengan mempertimbangkan legalitas pemasok,
ketetapan , iumlah, harga, dan waktu pengiriman barang sesuai
prosedur yang telah ditetapkan.


4. Bagian Produksi (BPD)
Bagian Produksi dipimpin oleh Kepala Bagian Produksi KBPD) yang
bertanggung iawab langsung kepada Kepala Unit Produksi Semarang.
Tugas dan kewaiiban Bagian Produksi antara lain :
Merencanakan dan mengevaluasi iadwal kebutuhan dan penggunaan
bahhan baku, bahan penolong, dan bahan kemasan.
Mengkoordinasi dan mengendalikan pelaksanaan proses produksi
minyak, kosmetik, bedak, dan kemasan produk.
Mengevaluasi, mengendalikan permintaan dan penggunaan bahan
baku, bahan penolong serta bahan kemasan untuk produksi dan produk
iadi.






|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
26

Bagian Produksi membawahi tiga seksi, yaitu :
4 Seksi Pressing (SPR)
Seksi Pressing berada dibawah wewenang Bagian Produksi,
dipimpin oleh Kepala Seksi Pressing (KSPR) yang bertanggung iawab
kepada Kepala Bagian Produksi.
Tugas dan kewaiiban Seksi Pressing adalah :
Melakukan permintaan (bon) bahan baku, bahan penolong,
bahan kemasan ke gudang sesuai kebutuhan dan mencatat pada
catatan pengolahan dan pengemasan.
Memantau penyerahan sample crude ol hasil iadi untuk
pemeriksaan mutu.
Menyerahkan produk iadi ke Kepala Seksi Bagian ReIining atau
udang Minyak (KSM).

4 Seksi Pengemasan Produk Bedak dan Kosmetik (SPPBK)
Seksi Pengemasan Produk Bedak dan Kosmetik berada di bawah
wewenang Bagian Produksi, dan dipimpin oleh Kepala Seksi
Pengemasan Produk Bedak dan Kosmetik yang bertanggung iawab
kepada Kepala Bagian Produksi.
Tugas dan kewaiiban Seksi Pengemasan Produk Bedak dan
Kosmetik adalah sebagai berikut :
Merencanakan iadwal kebutuhan dan memantau penggunaan
bahan kemasan untuk kegiatan pengemasan.
Melakukan permintaan (bon) bahan kemasan ke gudang sesuai
kebutuhan dan mencatat pada catatan pengolahan atau
pengemasan batch.
Mengawasi dan mengatur pelaksanaan kegiatan pengemasan.



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
27


4 Seksi Produk Farmasi Terbatas (SPFT)
Seksi Produksi Farmasi Terbatas dipimpin oleh Kepala Seksi
Produk Farmasi Terbatas (KSPFT) yang bertanggung iawab kepada
Kepala Seksi Produksi. Seksi Produk Farmasi Terbatas berada di
bawah departemen Bagian Produksi.
Tugas dan kewaiiban Seksi Produk Farmasi Terbatas yaitu :
Merencanakan iadwal, kebutuhan dan memantau penggunaan
bahan baku, bahan kemasan untuk kegiatan produksi Iarmasi
terbatas.
Melakukan permintaan (bon) bahan baku, bahan kemasan ke
gudang sesuai kebutuhan dan mencatat pada catatan pengolahan.
Mengawasi dan mengatur pelaksanaan kegiatan produksi dan
pengawasan produk Iarmasi terbatas.

Bagian Produksi iuga di bantu oleh :
Sub Bagian ReIining (SBR)
Sub Bagian ReIining dipimpin oleh Kepala Sub Bagian ReIining
(KSBR) yang bertanggung iawab langsung kepada Kepala Bagian
Produksi.
Tugas dan kewaiiban Sub Bagian ReIining yaitu :
Merencanakan iadwal kebutuhan dan memantau bahan baku dan
bahan penolong untuk kegiatan refnn dan untuk produksi
lainnya.
Melakukan permintaan (bon) bahan baku dan bahan kemasan ke
gudang sesuai dengan kebutuhan dan mencatat pada catatan
pengolahan atau pengemasan.



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
28

Mengawasi dan mengatur pelaksanaan proses refnn.


Sub Bagian Produksi Kosmetik (SBPK)
Sub Bagian Produksi Kosmetik dipimpin oleh Kepala Sub Bagian
Produksi Kosmetik dan bertanggung iawab langsung kepada Kepala
Bagian Produksi.
Tugas dan kewaiiban Sub Bagian Produksi Kosmetik adalah :
Merencanakan iadwal kebutuhan dan memantau kebutuhan bahan
baku dan bahan kemasan untuk kegiatan produksi kosmetik dan
bedak.
Menerima penyerahan bahan baku, bahan kemasan , dan gudang
(SF) sesuai kebutuhan dan mencatat pada catatan pengolahan
batch.
Mengawasi dan mengatur pelaksanaan kegiatan proses produksi
kosmetik dan bedak.

5. Bagian Perencanaan, Pengendalian Produk dan Persediaan (BPPPP)
Bagian Perencanaan, Pengendalian Produk dan Persediaan dipimpin
oleh Kepala Bagian Perncanaan, Pengendalian Produk dan Persediaan, yang
bertanggung iawab langsung kepada Kepala Unit Produksi Semarang.
Tugas dan kewaiiban Bagian Perencanaan, Pengendalian Produk dan
Persediaan yaitu :
Merencanakan mengendalikan, dan mengevaluasi iadwal produksi
kebutuhan bahan baku, bahan penolong, dan bahan kemasan proses
produksi dan persediaan secara berkala.



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
29

Membantu dan mengendalikan permintaan dan penggunaan bahan baku,
bahan penolong, dan bahan kemasan, serta waktu proses produksi.
Memantau pelaksanaan permintaan, penyimpanan, persediaan dan
penyerahan bahan baku, bahan penolong, bahan kemasan , dan produk
iadi sarana dan prasarana produksi lainnya.

Bagian Perencanaan, Pengendalian Produk dan Persediaan
membawahi departemen departemen :
4 Seksi Pengendalian dan Pelaporan (SPP)
Seksi Pengendalian dan Pelaporan dipimpin oleh Kepala Seksi
Pengendalian dan Pelaporan, yang bertanggung iawab kepada Kepala
Bagian Perencanaan, Pengendalian Produk dan Persediaan.
Tugas dan kewaiiban Seksi Pengendalian dan Pelaporan yaitu :
Mengevaluasi rencana produksi tahunan, triwulan, bulanan dan
mingguan.
Mengawasi rencana kebutuhan pemakaian bahan baku kemasan
sesuai dengan rencana produksi.
Mengevaluasi iadwal kedatangan bahan baku, bahan kemasan,
produk setengah iadi, dan produk iadi.

4 Seksi udang Kosmetik dan Bedak (SK)
Seksi udang Kosmetik dan Bedak dipimpin oleh Kepala Seksi
udang Kosmetik dan Bedak, yang bertanggung iawab kepada bagian
Perencanaan, Pengendalian Produk dan Persediaan.
Tugas dan kewaiiban Seksi udang Kosmetik dan Bedak yaitu :



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
30

Mengawasi dan mengatur pelaksanaan kegiatan penerimaan,
penyimpanan, pengeluaran bahan baku, bahan kemasan, produk
iadi, sarana dan prasarana lainnya.
Mengawasi pelaksanaan penimbangan dan pengeluaran bahan
baku, bahan kemasan, dan produk iadi.
Memantau kualitas bahan baku, bahan kemasan, dan produk iadi
oleh gudang sesuai dengan hasil pemeriksaan dan pengawasan
mutu.

4 Seksi udang Minyak (SM)
Seksi udang Minyak dipimpin oleh Kepala Seksi udang
Minyak, yang bertanggung iawab kepada Kepala Bagian Perencanaan,
Pengendalian Produk dan Persediaan.
Tugas dan kewaiiban Seksi udang Minyak yaitu :
Mengawasi dan mengatur pelaksanaan kegiatan penerimaan,
penyimpanan bahan baku dan bahan penolong.
Mengawasi pengeluaran bahan baku, bahan penolong, dan bahan
kemasan produk iadi.
Mengawasi pelaksanaan penimbangan dan pengeluaran bahan
baku, bahan penolong, bahan kemasan dan produk iadi sesuai
dengan hasil pemeriksaan pengawasan mutu.
Memantau kualitas bahan baku, bahan penolong, bahan kemasan
dan produk iadi sesuai dengan hasil pengawasan pemeriksaan
mutu.
Bagian Perencanaan, Pengendalian Produk dan Persediaan,
dibantu oleh staI dari Sub Bagian Perencanaan (SBPR), yang dipimpin



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
31

oleh Kepala Sub Bagian Perencanaan, yang bertanggung iawab kepada
Kepala Bagian Perencanaan, Pengendalian Produk dan Persediaan.
Tugas dan kewaiiban Sub Bagian Perencanaan yaitu ;
Menyusun rencana produksi tahunan, triwulan, bulanan, dan
minguan.
Menyusun rencana kebutuhan bahan baku, bahan penolong,
bahan kemasan sesuai dengan rencana produksi.
Menyusun rencana iadwal kedatangan bahan baku, bahan
penolong, bahan kemasan untuk keperluan produksi.

6. Bagian Pengawasan Mutu (BPM)
Bagian Pengawasan Mutu dipimpin oleh Kepala Bagian Pengawasan
Mutu, yang bertanggung iawab kepada Kepala Unit Produksi Semarang.
Tugas dan kewaiiban Bagian Pengawasan Mutu yaitu :
Mengkoordinasi dan melaksanakan pemeriksaan bahan baku , bahan
penolong , bahan kemasan, produk setengah iadi, dan produk iadi
sesuai dengan prosedur Inspeksi dan Tes.
Mengevaluasi dan menindaklaniuti bahan baku, bahan penolong,
bahan kemasan, produk iadi, dan produk setengah iadi yang tidak
memenuhi syarat sesuai dengan prosedural pengendalian produk
yang sesuai.
Membuat standar mutu bahan dan produk iadi.

Bagian Pengawasan Mutu membawahi departemen departemen :
4 Seksi Pemeriksaan Produk Kosmetik dan Bedak (SPK)



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
32

Seksi Pemeriksaan Produk Kosmetik dan Bedak dipimpin oleh
Kepala Seksi Pemeriksaan Produk Kosmetik dan Bedak yang
bertanggung iawab kepada Kepala Bagian Pengawasan Mutu (KBPM).
Tugas dan kewaiiban Seksi Pemeriksaan Produk Kosmetik dan
Bedak yaitu :
Memantau pengambilan dan pendalaman sample bahan baku,
bahan kemasan, produk setengah iadi, dan produk iadi yang akan
diperiksa.
Mengatur dan mengawasi pelaksanaan pemeriksaan mutu bahan
baku, bahan penolong, produk setengah iadi, dan poduk iadi.
Meniamin kebenaran hasil analisa pemeriksaan mutu yang
dilaporkan.

4 Seksi Pemeriksaan Produk Minyak dan Limbah (SPML)
Seksi Pemeriksaan Produk Minyak dan Limbah dipimpin oleh
Kepala Seksi Pemeriksaan Produk Minyak dan Limbah, yang
bertanggung iawab kepada Kepala Bagian Pengawasan Mutu
(KBPM).
Tugas dan kewaiiban Seksi Pemeriksaan Produk Minyak dan
Limbah yaitu :
Memantau pengambilan dan pendapatan sample bahan baku,
bahan penolong, bahan kemasan, produk setengah iadi, produk
iadi, dan limbah cair.
Mengatur dan mengawasi pelaksanaan pemeriksaan mutu bahan
baku, bahan penolong, produk setengah iadi, dan produk iadi.
Meniamin kebenaran hasil analisa pemeriksaan mutu yang akan
dilaporkan.



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
33




Kepala Bagian Pengawasan Mutu (KBPM) dibantu oleh staI
Sub Bagian Penelitian dan Pengembangan Pabrik (SBPPP), yang
dipimpin oleh Kepala Sub Bagian Penelitian dan Pengembangan
Pabrik, yang bertanggung iawab kepada Kepala Bagian Pengawasan
Mutu.
Tugas dan kewaiiban Sub Bagian Penelitian dan
Pengembangan Pabrik yaitu :
Mengkoordinasi dan melaksanakan peelitian dan pengembangan
produk serta membantu Kepala Bagian Pengawasan Mutu dalam
pemeriksaan bahan baku, bahan kemasan, produk setengah iadi,
dan produk iadi yang tidak memenuhi syarat sesuai dengan
prosedur inspeksi dan tes.
Membantu Kepala Bagian Pengawasan Mutu dengan
mengevaluasi dan menindaklaniuti bahan baku, bahan kemasan,
produk setengah iadi, dan produk iadi yang tidak sesuai.
Membuat standar mutu dan produk hasil penelitian
pengembangan.

7. Sub Bagian Pemasaran (SBPS)
Sub Bagian Pemasaran dipimpin oleh Kepala Sub Bagian Pemasaran,
yang bertanggung iawab kepada Kepala Unit Produksi Semarang.
Tugas dan kewaiiban Sub Bagian Pemasaran yaitu :
Melaksanakan pembianaan pelanggan dan meniaga kepuasan
pelanggan.
Memasarkan produk iadi didalam dan luar negeri.



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
34

Menerima dan menginventarisasi pesanan produk iadi berdasarkan
permintaan pelanggan.
Kepala Sub Bagian Pemasaran membawahi Seksi Ekspedisi dan
Pelayanan, yang dipimpin oleh Kepala Seksi Ekspedisi dan Pelayanan, yang
mempunyai tugas dan tanggung iawab untuk merencanakan iadwal
pengiriman produk kepada pelanggan.

8. Sub Bagian Keuangan dan Umum (SKBU)
Sub Bagian Keuangan dan Umum dipimpin oleh Kepala Sub Bagian
Keuangan dan Umum, yang bertanggung iawab kepada Kepala Unit
Produksi Semarang.
Tugas dan kewaiiban Sub Bagian Keuangan dan Umum yaitu :
Menyusun perencanaan anggaran belania dan cash flow tahunan.
Merencanakan dan mengendalikan keuangan sesuai dengan
cashflow.
Bertanggung iawab atas kebenaran pemeriksaan dan pengeluaran
uang.
Kepala Sub Bagian Keuangan dan Umum membawahi departemen
departemen :
4 Seksi Akutansi (SAK)
Seksi Akutansi dipimpin oleh Kepala Seksi Akutansi, yang
bertanggung iawab kepada Kepala Sub Bagian Keuangan dan
Umum.
Tugas dan kewaiiban Seksi Akutansi yaitu :
Melaksanakan pemberian rekening, pembukuan, dan
pengolahan data yang masuk dari seluruh perusahaan sesuai
dengan kaidah akutansi.
Melaksanakan kegiatan pencatatan kredit nota dan debit nota.



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
33

Melaksanakan perhitungan penyusutan.

4 Seksi Keuangan (SPU)
Seksi Keuangan dipimpin oleh Kepala Seksi Keuangan, yang
bertanggung iawab kepada Kepala Sub Bagian Keuangan dan
Umum.
Tugas dan kewaiiban Seksi Keuangan yaitu ;
Menyusun inventarisasi dan pengolahan data pegawai untuk
penyusunan pengadaan mutasi, promosi, dan pemberhentian
personil.
Memantau, mengevaluasi, dan mengolah data presensi
personil, hasil keria lembur, cuti personil, hasil penelitian
prestasi personil dan biaya kesehatan.
Menyusun daItar perhitungan pendapatan dan asuransi, iuran
paiak dan piniaman.
9. Sub Bagian Pemeliharaan Energi (SBPE)
Sub Bagian Pemeliharaan Energi dipimpin oleh Kepala Sub Bagian
Pemeliharaan Energi, yang bertanggung iawab kepada Kepala Unit Produksi
Semarang.
Tugas dan kewaiiban Sub Bagian Pemeliharaan Energi yaitu :
Merencanakan pelaksanaan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan
bangunan, sarana dan prasarana produksi serta instalasi energi dan
kendaraan.
Mengatur dan mengawasi pelaksanaan kegiatan pemeliharaan dan
perbaikan bangunan, sarana dan prasarana produksi serta instalasi
energi dan kendaraan.



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
36

Merencanakan kebutuhan dan memantau penggunaan peralatan dan
suku cadang untuk pemeliharaan dan perbaikan sarana dan prasarana.

Kepala Sub Bagian Pemeliharaan dan Energi membawahi departemen
departemen ;
4 Seksi Civil dan Lingkungan (SCL)
Seksi Civil dan Lingkungan dipimpin oleh Kepala Seksi Civil
dan Lingkungan, yang bertanggung iawab kepada Kepala Sub Bagian
Pemeliharaan Energi.
Tugas dan kewaiiban Seksi Civil dan Lingkungan yaitu :
Memantau kegiatan pemeliharaan, perbaikan bangunan dan
lingkungan beserta kelengkapannya.
Pemantauan pemanIaatan untuk pemeliharaan, perbaikan
bangunan dan lingkungan beserta kelengkapannya.
Mengevaluasi dan melaporkan secara berkala mengenai hasil
kegiatan pemeliharaan, perrbaikan gedung dan lingkungan
beserta kelengkapannya.

4 Seksi Energi dan Sarana Produksi (SESP)
Seksi Energi dan Sarana Produksi dipimpin oleh Kepala Seksi
Energi dan Sarana Produksi, yang bertanggung iawab kepada Kepala
Sub Bagian Pemeliharaan Energi.
Tugas dan kewaiiban Seksi Energi dan Sarana Produksi yaitu :
Membuat rencana kegiatan pemeliharaan, perbaikan instalasi
energi, sarana dan prasarana produksi.



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
37

Mengawasi, mengatur, dan mengkoordinasi pelaksanaan
pemeliharaan, perbaikan instalasi energi, sarana dan prasarana
produksi.
Mengevaluasi dan melaporkan secara berkala mengenai hasil
kegiatan pemeliharaan, perbaikan instalasi energi, sarana dan
prasarana produksi.

2.6 Kepegawaian.
Menurut data pada Agustus 2006, diketahui bahwa iumlah Sumber Daya
Manusia PT. Kimia Farma Unit Produksi Semarang adalah 153 orang. Status
karyawan di PT. Kimia Farma Unit Produksi Semarang meliputi :
1. Pegawai Tetap.
2. Pegawai Tidak Tetap.
3. Pegawai Honorer, Tenaga Borongan, dan Harian Lepas.

2.7 Pelaksanaan 1am Kerja.
Peraturan keria dibedakan antara karyawan masuk pagi (bukan shiIt)
dengan hari keria dari Senin sampai Jumat. Karyawan shiIt dibagi dalam empat
group dengan iam keria bergantian selama enam hari, dan hari libur satu hari
setelah bekeria tiga hari berturut turut.
Pembayaran gaii pegawai diatur dalam tiga tahap setiap bulan pada tanggal
5, 15, 25.

2.8 aasilitas Perusahaan.
Karyawan adalah kekayaan yang paling berharga dan berperan penting
dalam perusahaan. PT. Kimia Farma Unit Produksi Semarang memandang perlu
memberikan dan menyediakan Iasilitas penuniang untuk meningkatkan
keseiahteraan karyawannya, diantaranya dengan :



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
38

1) Memberikan iaminan hari tua (pesiun) dan memberikan iaminan
sosial tenaga keria.
Jaminan sosial meliputi :
a. Asuransi pegawai.
b. Bantuan sosial hari tua (pensiun).
c. Kebutuhan lain yang ditetapkan pemerintah.
Usaha yang dilakukan oleh perusahaan adalah keria sama
dengan ASTEK (Asuransi Sosial dan Tenaga Keria) yang meliputi
Asuransi Kecelakaan Keria (AKK), Asuransi Kematian (AK),
Tuniangan Hari Tua (THT).
Jaminan keseiahteraan sosial diberikan dengan kriteria :
1. Pegawai tetap, calon pegawai tetap dan calon pegawai
penuh.
Fasilitas yang diberikan adalah sebagai berikut :
O Uang pakaian dinas, satu tahun sekali.
O Penggantian biaya perawatan dan pengobatan.
O Rekreasi untuk seluruh pegawai.
2. Pegawai honorer paruh waktu, tenaga borongan, harian
lepas.
Fasilitas yang diberikan adalah sebagai berikut :
O aii.
O Asuransi kecelakaan keria.
O Asuransi kematian.
3. Pegawai tetap bulananyang telah berumur 55 tahun dan
masa keria mencapai 15 tahun berhak mendapat pensiun.
Ada iuga yang tidak berhak atas pensiun tetapi berhak atas
iaminan sosial pensiun (iaminan hari tua), yaitu pegawai



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
39

bulanan yang berumur 55 tahun tetapi masa keria belum
mencapai 15 tahun.
2) Sumbangan kematian akan diberikan kepada pegawai maupun
keluarganya yang pada daItar perusahaan sesuai dengan peraturan
yang berlaku.
3) Perumahan bagi peiabat.
4) Koperasi yang menyediakan kebutuhan sehari hari.
5) Tuniangan Hari Raya (THR)
6) Tuniangan Bonus.
7) Perlengkapan keria yang meliputi pakaian keria, sepatu, seragam,
serta perlengkapan keselamatan (masker, helm, dan sebagainya).
8) Hadiah dan penghargaan bagi karyawan.
9) Masiid lengkap dengan perpustakaannya.
Ditiniau dari peraturan yang dikeluarkan pemerintah melalui Departemen
Tenaga Keria, PT. Kimia Farma Unit Produksi Semarang telah memberikan
Iasilitas yang cukup bagi karyawan.

2.9 Bahan Baku dan Produk yang Dihasilkan.
2.9.1 Bahan Baku
PT. Kimia Farma Unit Produksi Semarang menggunakan biii iarak
sebagai bahan baku pembuatan minyak iarak, crude ol untuk pembuatan
minyak kelapa sawit, dan minyak kacang. Pembuatan minyak iarak iuga
menggunakan bahan bahan pembantu antara lain soda kaustik, bleachn
earth, karbon aktiI, asam sitrat, garam, asam sulIat. Sedangkan bahan baku
pembuatan bedak didatangkan dari supplier.
2.9.2 Produk yang Dihasilkan
Minyak Telon Bayi



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
40

Produk iadi minyak telon bayi memiliki dua macam kemasan
yaitu 37 ml dan 67 ml. Produk iadi minyak telon bayi yang dihasilkan
memiliki pemerian sebagai berikut : cairan kuning, bau aromatis
seperti kamIer, rasa menusuk seperti kamIer diikuti rasa hangat.
Minyak Kayu Putih
Produk iadi minyak kayu putih memiliki tiga macam kemasan
yaitu 37 ml, 67 ml, dan 127 ml. Produk iadi minyak kayu putih yang
dihasilkan memiliki pemerian sebagai berikut : cairan kuning
kehiiauan, bau aromatis seperti kamIer, rasa menusuk seperti kamIer
diikuti rasa hangat.
Minyak Telon Anak
Produk iadi minyak telon anak memiliki dua macam kemasan
yaitu 37 ml dan 67 ml. Produk iadi minyak telon anak yang dihasilkan
memiliki pemerian sebagai berikut : cairan kuning, bau aromatis
seperti kamIer, rasa menusuk seperti kamIer diikuti rasa hangat.
RBD M ' O III
RBD M ' O III yang dihasilkan memiliki pemerian sebagai
berikut : cairan berwarna kuning muda, tidak berbau, tidak tengik,
tidak tercampur minyak babi atau minyak lainnya.
RBD SPC III
RBD SPC III yang dihasilkan memiliki pemerian sebagai
berikut : cairan berwarna kuning muda, tidak berbau, tidak tengik,
tidak bercampur minyak babi atau minyak lainnya.
RBD Fat Blend 933
RBD Fat Blend 933 yang dihasilkan memiliki pemerian
sebagai berikut: cairan berwarna kuning muda, tidak berbau, tindak
tengik, tidak tercampur minyak babi atau minyak lainnya.



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
41

RBD FB 21
RBD FB 21 yang dihasilkan memiliki pemerian sebagai berikut
: cairan berwarna kuning muda, tidak berbau, tidak tengik, tidak
tercampur minyak babi atau minyak lainnya.
RBD FB 23
RBD FB 23 yang dihasilkan memiliki pemerian sebagai berikut
: cairan berwarna kuning muda, tidak berbau, tidak tengik, tidak
tercampur minyak babi atau minyak lainnya.
RBD Soyabean Oil
RBD Soyabean Oil yang dihasilkan memiliki pemerian sebagai
berikut : cairan berwarna kuning muda, tidak berbau, tidak tengik,
tidak tercampur minyak babi atau minyak lainnya.
RBD Palm Oleia Oil
RBD Palm Oleia Oil yang dihasilkan memiliki pemerian
sebagai berikut : cairan berwarna kuning muda, iernih pada temperatur
ruangan, tidak tengik, tidak tercampur minyak babi atau minyak
lainnya.
RBD Peanut Oil
RBD Peanut Oil yang dihasilkan memiliki pemerian sebagai
berikut : cairan berwarna kuning muda, tidak berbau, tidak tengik,
tidak tercampur minyak babi atau minyak lainnya.
RBD Coconut Oil
RBD Coconut Oil yang dihasilkan memiliki pemerian sebagai
berikut : cairan berwarna kuning muda, tidak berbau, tidak tengik,
tidak bercampur minyak babi atau minyak lainnya.
Bedak Salicyl 2°



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
42

Bedak Salicyl 2° yang dihasilkan memiliki pemerian sebagai
berikut : bubuk halus berwarna agak putih.
Marck Body Talk Scarlet
Marck Body Talk Scarlet yang dihasilkan memiliki pemerian
sebagai berikut : bubuk halus berwarna putih, berbau harum yang khas
scarlet.
Marck Body Talk Fressia
Marck Body Talk Fressia yang dihasilkan memiliki pemerian
sebagai berikut : bubuk halus berwarna putih, berbau harum yang khas
Iressia.
Marck Bedak Creme
Marck Bedak Creme yang dihasilkan memiliki pemerian
sebagai berikut : bubuk halus berwarna creme, berbau harum yang
khas.
Marck Bedak Rose
Marck Bedak Rose yang dihasilkan memiliki pemerian sebagai
berikut : bubuk halus berwarna rose, berbau harum yang khas.
Marck Bedak Putih
Marck Bedak Putih yang dihasilkan memiliki pemerian sebagai
berikut : bubuk halus berwarna putih, berbau harum yang khas.
Marck 'enus Loose Powder Active 03 Ivory
Marck 'enus Loose Powder Active 03 Ivory yang dihasilkan
memiliki pemerian sebagai berikut : powder halus berwarna salem /
kuning langsat, dengan bau harum yang khas.
Marck 'enus Loose Powder Active 02 Beige



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
43

Marck 'enus Loose Powder Active 02 Beige yang dihasilkan
memiliki pemerian sebagai berikut : powder halus berwarna kuning
kecokelatan, dengan bau harum yang khas.
Marck 'enus Loose Powder Active 01 Invisible
Marck 'enus Loose Powder Active 01 Invisible yang
dihasilkan memiliki pemerian sebagai berikut : powder halus berwarna
peach / kuning natural, dengan bau harum yang khas.
Marck 'enus Loose Powder Dynamic 03 Ivory
Marck 'enus Loose Powder Dynamic 03 Ivory yang dihasilkan
memiliki pemerian sebagai berikut : powder halus berwarna salem /
kuning langsat, dengan bau harum yang khas.
Marck 'enus Loose Powder Dynamic 02 Beige
Marck 'enus Loose Powder Dynamic 02 Beige yang
dihasilkan memiliki pemerian sebagai berikut : powder halus berwarna
kuning kecokelatan, dengan bau harum yang khas.
Marck 'enus Loose Powder Dynamic 01 Invisible
Marck 'enus Loose Powder Dynamic 01 Invisible yang
dihasilkan memiliki pemerian sebagai berikut : powder halus berwarna
peach / kuning natural, dengan bau yang khas.
ReIined Bleached Deodored (RBD) Castrol Oil
ReIined Bleached Deodored (RBD) Castrol Oil yang
dihasilkan memiliki pemerian sebagai berikut : cairan kental, kuning
muda, tidak berbau, tidak tengik.
Produk Samping
Produk samping yang dihasilkan berupa ampas biii iarak.
Ampas biii iarak memiliki sepsiIikasi sebagai berikut :
Warna : cokelat muda



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
44

Kadar air : maksimal 11°
Kadar minyak : 5,5 11°
Kadar Nitrogen : minimal 5,5°
Kadar P2O5 : 1 1,5°
Kadar Kalium : 1 4°
Kadar Asam Lemak : 1 4°

















|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
43

BAB III
Pengetahuan Umum Boiler

3.1 Pengertian Boiler
Boiler adalah beiana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air
sampai terbentuk air panas atau steam. Air panas atau steam pada tekanan tertentu
kemudian digunakan untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Air adalah media yang
berguna dan murah untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Jika air didihkan sampai
meniadi steam, volumenya akan meningkat sekitar 1.600 kali, menghasilkan tenaga
yang menyerupai bubuk mesiu yang mudah meledak, sehingga boiler merupakan
peralatan yang harus dikelola dan diiaga dengan sangat baik.
Sistem boiler terdiri dari: sistem air umpan, sistem steam, dan sistem bahan
bakar. Sistem air umpan menyediakan air untuk boiler secara otomatis sesuai dengan
kebutuhan steam. Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan perbaikan.
Sistem steam mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam boiler. Steam
dialirkan melalui sistem pemipaan ke titik pengguna. Pada keseluruhan sistem, tekanan
steam diatur menggunakan kran dan dipantau dengan alat pemantau tekanan. Sistem
bahan bakar adalah semua peralatan yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar
untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan. Peralatan yang diperlukan dalam sistem
bahan bakar tergantung pada ienis bahan bakar yang digunakan pada system |8|.
Air yang disuplai ke boiler untuk dirubah meniadi steam disebut air umpan.
Dua sumber air umpan adalah:
1. Kondensat atau steam yang mengembun yang kembali ke proses



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
46

2. Air make up (air baku yang sudah diolah) yang harus diumpankan dari
luar ruang boiler ke plant proses.
Untuk mendapatkan eIisiensi boiler yang lebih tinggi, digunakan economer
untuk memanaskan awal air umpan menggunakan limbah panas pada gas buang.
Uap dibagi meniadi 3 ienis yakni:
1. uap ienuh basah (wet saturated steam)
Adalah uap yang masih bercampur atau berhubungan dengan bagian air yang
mempunyai temperatur sama
2. Uap Jenuh kering (dry saturated steam)
Adalah uap yang tidak bercampur atau tidak mengandung bagian air.
3. Uap lewat panas (superheated steam)
Adalah uap yang didapat dari pemanasan laniut uap ienuh
3.2 Klasifikasi Boiler
Setelah mengetahui proses singkat sistem boiler dan komponen pembentuk
sitem boiler, selaniutnya kita perlu mengetahui ienis-ienis boiler. Berbagai ienis boiler
yang telah berkembang mengikuti kemaiuan teknologi dan evaluasi dari produk-
produk boiler sebelumnya. Berikut adalah klasiIikasi boiler:







|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
47

Menurut kontruksi dan cara kerianya
1. Fre Tube Boler











ambar 3.1 fre tube boler
( Sumber: www.eneryeIIicienyasia.org )

Cara keria:
Proses pengapian teriadi di dalam pipa, kemudian panas yang dihasilkan
dihantarkan langsung kedalam boiler yang berisi air. Besar dan konstruksi boiler
mempengaruhi kapasitas dan tekanan yang dihasilkan boiler tersebut.
Karakteristik:
- Biasanya digunakan untuk kapasitas steam yang relatiI kecil (12.000
kg/iam) dengan tekanan rendah sampai sedang (18 kg/cm
2
).
- Dalam operasinya dapat menggunakan bahan bakar minyak, gas atau bahan
bakar padat.
- Untuk alasan ekonomis, sebagian besar fre tube boler dikonstruksi sebagai
paket boiler (dirakit oleh pabrik) untuk semua bahan bakar



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
48

2. Water Tube Boler











ambar 3.2 Diagram sederhana Water Tube Boler
( Sumber: www.eneryeIIicienyasia.org )

Cara keria:
Proses pengapian teriadi di luar pipa. Panas yang dihasilkan digunakan untuk
memanaskan pipa yang berisi air. Air umpan itu sebelumnya dikondisikan
terlebih dahulu melalui economer. Steam yang dihasilkan kemudian
dikumpulkan terlebih dahulu di dalam sebuah steam drum sampai sesuai.
Setelah melalui tahap secondarv superheater dan prmarv superheater, baru
steam dilepaskan ke pipa utama distribusi.
Karakteristik:
- Tingkat eIisiensi panas yang dihasilkan cukup tinggi.
- Kurang toleran terhadap kualitas air yang dihasilkan dari plant pengolahan
air. Sehingga air harus dikondisikan terhadap mineral dan kandungan-
kandungan lain yang larut dalam air.



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
49

- Boiler ini digunakan untuk kebutuhan tekanan steam yang sangat tinggi
seperti pada pembangkit tenaga.
- Kapasitas steam antara 4.500-12.000 kg/iam dengan tekanan sangat tinggi.
- Menggunakan bahan bakar minyak dan gas untuk water tube boler yang
dirakit dari pabrik
- Menggunakan bahan bakar padat untuk water tube boler yang tidak dirakit
di pabrik.
Tabel 3.1 Keuntungan Dan Kerugian Boiler Berdasarkan Tipe Pipa
NO Tipe boiler Keuntungan Kerugian
1 Fre tube boler
Proses pemasangan mudah
dan cepat.
Tidak membutuhkan settn
khusus
Tekanan operasi steam
terbatas untuk tekanan
rendah
Investasi awal boiler ini
murah
Kapasitas steam relatiI kecil
iika dibandingkan dengan
water tube
Bentuknya lebih compact
dan portabel
Tempat pembakarannya sulit
diiangkau untuk dibersihkan,
diperbaiki dan diperiksa
kondisinya.
Tidak membutuhkan area
yang besar untuk 1 HP
boiler
Nilai eIisiensinya rendah,
karena banyak energi kalor
yang terbuang
2
Water Tube
Boler
Kapasitas steam besar Proses konstruksi lebih detail
Tekanan operasi mencapai
100 bar
Investasi awal relatiI lebih
mahal



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
30

Nilai eIisiensinya relatiI
lebih tinggi dari fre tube
boler
Penanganan air yang masuk
ke dalam boiler perlu diiaga,
karena lebih sensitiI untuk
sistem ini. Perlu komponen
pendukung untuk hal ini.
Tungku mudah diiangkau
untuk melakukan
pemeriksaan, pembersihan,
dan perbaikan
Karena mampu
menghasilkan kapasitas dan
steam yang lebih besar, maka
konstruksinya membutuhan
area yang lebih luas.

KlasiIikasi boiler berdasarkan bahan bakar yang digunakan.
1. Sold fuel
Pemanasan yang teriadi akibat pembakaran antara percampuran bahan bakar
padat (batu bara, baase, reiected product, sampah kota, kayu) dengan oksigen
dan sumber panas.
Karakteristik:
- Harga bahan baku relatiI lebih murah dari boiler yang menggunakan bahan
bakar cair dan listrik
- Nilai eIisiensinya lebih baikdari boiler tipe listrik.
2. Ol fuel
Pemanasan yang teriadi akibat pembakaran antara percampuran bahan bakar
cari (solar, IDO, residu, kerosin) dengan oksigen dan sumber panas.
Karakteristik:
- Harga bahan baku pembakaran paling mahal dibandingkan dengan semua
tipe boiler.
- Nilai eIisiensinya lebih baik dari boiler berbahan bakar padat dan listrik



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
31


3. Gaseous Fuel
Pembakaran yang teriadi akibat percampuran bahan bakar gas (LN) dengan
oksigen dan sumber panas.
Karakteristik:
- Harga bahan baku pembakaran paling murah dibandingkan semua tipe boiler
- Nilai eIisiensi lebih baik iika dibandingkan dengan semua tipe boiler

4. Elektrik
Pemanasan yang teriadi akibat sumber listrik yang menyuplai sumber panas.
Karakteristik:
- Harga bahan baku relatiI lebih murah dibandingkan dengan boiler yang
menggunakan bahan bakar cair
- Nilai eIisiensinya paling rendah dari semua tipe boiler
Tabel 3.2 Keuntungan Dan Kerugian Boiler Berdasarkan Bahan Bakar
No Tipe boiler Keuntungan Kerugian
1 Sold fuel
Bahan baku mudah
didapatkan
Sisa pembakaran sulit
dibersihkan
Murah konstruksinya Sulit mendapatkan bahan
baku yang baik
2 Ol fuel
Sisa pembakaran tidak
banyak dan lebih mudah
dibersihkan
Harga bahan baku paling
mahal
Bahan bakunya mudah
didapatkan
Mahan konstruksinya



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
32

3 Gaseous fuel
Harga bahan bakar paling
murah
Mahal konstruksinya
Paling banyak nilai
eIisiensinya
Sulit didapatkan bahan
bakunya, harus ada ialur
distribusi
4 Electrc
Paling mudah perawatannya Paling buruk nilai
eIisiensinya
Mudah konstruksinya dan
mudah didapatkan
sumbernya
Temperatur pembakaran
paling rendah

KlasiIikasi Boiler Berdasarkan Kegunaan Boiler
1. Power Boler
Steam yang dihasilkan boiler ini menggunakan tipe water tube boler, hasil
steam yang dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang besar, sehingga
mampu memutar steam turbin dan menghasilkan listrik dari generator.
Karakteristik:
- Kegunaan utamanya sebagai penghasil steam untuk pembangkit listrik
- Sisa steam digunakan sebagai proses industri.
2. Industral Boler
Steam yang dihasilkan boiler ini dapat menggunakan tpe water tube boler atau
fre tube boler.
Karakteristik:
- Kegunaan steam utamanya untuk menialankan proses industri dan sebagai
tambahan panas.
- Steam memiliki kapasitas yang besar dan tekanan yang sedang.
3. Komersal Boler



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
33

Steam yang dihasilkan boiler ini dapat menggunakan tipe water tube boler atau
fre tube boler.
Karakteristik:
- Kegunaan steam utamanya untuk menialankan proses operasi komersial.
- Steam memiliki kapasitas yang besar dan tekanan rendah.
4. Resdental Boler
Steam yang dihasilkan boiler ini menggunakan boiler tipe fre tube boler.
Karakteristik:
- Memiliki tekanan dan kapasitas steam yang rendah
- Kegunaan utamanya yaitu sebagai penghasil steam tekanan rendah yang
digunakan untuk perumahan.
5. Heat Recoverv Boler
Steam yang dihasilkan boiler ini menggunakan tipe water tube boler atau fre
tube boler.
Karakteristik:
- Steam yang dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang besar
- Kagunaan utamanya sebagai penghasil steam dari uap panas yang tidak
terpakai
- Hasil steam ini digunakan untuk menialankan proses industri.
Tabel 3.3 Keuntungan Dan Kerugian Boiler Berdasarkan Kegunaan.
No Tipe Boiler Keuntungan Kerugian
1 Power Boler
Dapat menghasilkan listrik
dan sisa steam dapat untuk
menialankan proses
industri
Konstruksi awal relatiI
mahal



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
34

Steam yang dihasilkan
memiliki tekanan tinggi
Perlu diperhatikan factor
safetv
2 Industral Boler
Penanganan boiler lebih
mudah
Steam yang dihasilkan
memiliki tekanan rendah.
Konstruksi awal relatiI
murah

3 Commercal Boler
Penanganan boiler lebih
mudah
Steam yang dihasilkan
memiliki tekanan rendah
Konstruksi awal relatiI
murah

4 Resdental Boler
Penanganan boiler lebih
mudah
Steam yang dihasilkan
memiliki tekanan rendah
Konstruksi awal relatiI
murah

5
Heat Recoverv
Boler
Penanganan boiler lebih
mudah
Steam yang dihasilkan
memiliki tekanan rendah
Konstruksi awal relatiI
murah







|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
33


KlasiIikasi Boiler Berdasarkan Konstruksi Boiler
1. Packae Boler
Disebut packae boler karena sudah tersedia sebagai paket yang lengkap
pada saat dikirim ke pabrik. Hanya memerlukan pipa steam, pipa air, suplai
bahan bakar dan sambungan listrik untuk dapat beroperasi. Paket boiler
biasanya merupakan tipe fre tube boler dengan transIer panas yang tinggi baik
radiasi maupun konveksi.
Ciri-ciri packae boler:
- Kecilnya ruang pembakaran dan tingginya panas yang dilepas menghasilkan
penguapan yang lebih cepat.
- Banyaknya iumlah pipa yang berdiameter kecil membuatnya memiliki
perpindahan panas konvektf yang baik.
- Seiumlah lintasan/pass menghasilkan perpindahan panas keseluruhan yang
baik.
- Tingkat eIisiensi thermisnya yang lebih tinggi dibandingkan dengan boiler
lainnya.
Boiler tersebut dikelompokkan berdasarkan iumlah pass nya yaitu berapa
kali gas pembakaran melintasi boiler. Ruang pembakaran ditempatkan sebagai
lintasan pertama setelah itu kemudian satu, dua, atau tiga set pipa api. Boiler
yang paling umum dalam kelas ini adalah unit tiga pass dengan dua set fre tube
dan gas buangnya keluar dari belakang boiler.





|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
36











ambar 3.3 Jenis Boiler 3 pass, bahan bakar minyak
( Sumber: www.eneryeIIicienyasia.org )

2. Ste Erected Boler
Tipe ste erected boler perakitannya biasanya dilakukan ditempat akan
berdirinya boiler tersebut. Pengiriman dilakukan per komponen.
Tabel 3.4 Keuntungan Dan Kerugian Boiler Berdasarkan Konstruksi.
No Tipe Boiler Keuntungan
Kerugian
1 Packae Boler
Mudah pengirimannya Terbatas tekanan dan
kapasitas kerianya
Dibutuhkan waktu yang Komponen-komponen



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
37

singkat untuk
pengoperasian setelah
pengiriman
boiler tergantung pada
produsen boiler
2
Ste Erected
Boler
Tekanan dan kapasitas
kerianya dapat disesuaikan
keinginan.
Sulit pengirimannya,
memakan biaya yang mahal.

Komponen-komponen
boiler dapat dipadukan
dengan produsen lain.
Perlu waktu yang cukup
lama setelah boiler berdiri,
setelah proses pengiriman.

KlasiIikasi Boiler Berdasarkan Tekanan Keria Boiler
a. Low pressure boiler : 5 atm abs
b. Medium pressure boiler : 5-40 atm
c. High pressure boiler : 30-225 atm
Tabel 3.5 Keuntungan dan Kerugian Boiler berdasarkan tekanan keria
No Tipe Boiler Keuntungan Kerugian
1 Low Pressure
Tekanan rendah sehingga
penanganannya tidak
terlalu rumit
Tekanan yang dihasilkan
rendah, tidak dapat
membangkitkan listrik.

Area yang dibutuhkan
tidak terlalu besar, dan
biaya konstruksi tidak
lebih mahal dari hh
pressure boler




|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
38

2 Hh Pressure
Tekanan yang dihasilkan
tinggi sehingga dapat
membangkitkan listrik
dan sisanya dapat didaur
ulang untuk
mengoperasikan proses
industri
Tekanan tinggi sehingga
penanganannya perlu
diperhatikan aspek
keselamatannya

Area yang dibutuhkan
besar dan biaya konstruksi
lebih mahal dari low
pressure boler

3.3 Bagian-Bagian Boiler
3.3.1 Bagian Utama Boiler
Boiler atau ketel uap terdiri dari berbagai komponen yang membentuk satu
kesatuan sehingga dapat menialankan operasinya, diantaranya:
1. Burner
Burner adalah tempat bahan bakar dan udara bercampur supaya teriadi pengabutan
dan pembakaran dapat berlangsung sempurna.
Caranya adalah dengan menyemprotkan kedalam ruang dapur melalui mulut-mulut
pembakar atau brander, sedangkan udara dimasukkan lewat sekeliling mulut
pembakar tersebut.
Ada beberapa macam sistem brender tergantung pada sistem pengabutannya ,yaitu
sistem pengabut uap/udara dan sistem pengabut tekan.



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
39

Pada sistem pengabut uap/udara caranya adalah uap/udara dipancarkan melalui
mulut pembakar (brender) dan akibat dari pancaran ini minyak akan terisap.


ambar 3.4 Sistem Pengabut uap
( Sumber: STEAM ts Generaton and Use, Babcock & Wilcox, edisi 40.)
Sistem ini sudah iarang digunakan sebab kurang ekonomis, akibat kerugian uap
maupun tenaga untuk menekan udara.
Pada sistem pengabut tekan, minyak langsung ditekan melalui diaIragma dan plat
pengabut. Contoh brander dengan sistem pengabut tekan adalah brander buatan
Wallsand dan Babcock & Wilcock.








|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
60



ambar 3.5 Pengabut Buatan Wallsend
( Sumber: STEAM ts Generaton and Use, Babcock & Wilcox, edisi 40.)

ambar diatas adalah pengabut buatan wallsend. Jenis pengabut ini mempunyai
diaIragma dan plat pengabut yang disambungkan pada badan pembakar oleh mur
tarik. Pada diaIragma terdapat 4 buah luban kecil yang miring, sedang plat pengabut
hanya mempunyai sebuah lubang pusat yang kecil garis tengahnya. Minyak tekanan
yang bermuara dikamar minyak akan menyemprot keluar melalui lubang kecil
dengan gerakan berputar dan lintasannya berbentuk mantel kerucut yang menganga.







ambar 3.6 Pengabut buatan B & W
( Sumber: STEAM ts Generaton and Use, Babcock & Wilcox, edisi 40.)


ambar diatas adalah pengabut buatan Babcock & Willcock. DiaIragma pengabut
ini mempunyai lubang-lubang yang lurus. Disebelah muka diaIragma dibuat saluran
silinder gelang, tempat muara minyak yang keluar dari lubang-lubang diaIragma.
Dari saluran selinder ini dibuat 2 buah alur yang mengarah tangensial kepada muara
minyak. Karena kedua alur ini mengalirkan minyak dalam arah tangensial (miring)



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
61

dimuara A, maka gerak minyak keluar brander mempunyai bentuk mantel kerucut
|6|.
2. Furnace
Dapur pembakaran adalah suatu ruangan tempat teriadinya proses pembakaran dari
bahan bakar. Kedudukan dapur pada ketel uap harus direncanakan sedemikian rupa
sehingga panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar didalam ruang dapur
dapat diserap dengan baik oleh air ketel. Selain itu kerugian panas diruang dapur
harus diusahakan sekecil mungkin .
Pada dasarnya dapur pembakaran dibagi meniadi 2 ienis:
1. Dapur dengan pengapian diatas kisi panggangan (grate Iired Iurnace)
Dapur ini digunakan untuk ketel-ketel yang menggunakan bahan bakar padat,
dimana bahan bakar tersebut dibakar diatas seiumlah kisi-kisi yang mempunyai
celah-celah udara untuk pembakar. Kisi panggangan ini sering disebut rangka
bakar.
2. Dapur dengan pengapian disemburkan (pulverized Iuel Iurnace)
Digunakan untuk ketel-ketel yang menggunakan bahan bakar cair, gas atau
powder, dimana bahan bakar tersebut disuspenskan dan berbentuk nyala
(flame).



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
62


ambar 3.7 Furnace
( Sumber: www.globalvation.com )

3. Steam Drum
Komponen ini merupakan tempat penampungan air panas dan pembangkitan
steam. Steam masih bersiIat ienuh (saturated steam).
Tangki atau drum sering disebut iuga badan ketel uap yaitu tempat
beroperasinya ketel uap di dalamnya terdapat instrumen-instrumen yang
menialankan proses pemindah panas seperti lorong api dan pipa api, dalam badan
ketel inilah seiumlah air ditampung untuk dipanaskan.
4. fan
Force Draft Fan adalah alat untuk mendoron udara van dperlukan untuk
pembakaran pada boiler yang melalui lorong udara (duct) sebelum bercampur
dengan bahan bakar.
5. Superheater
Superheater adalah alat yang berbentuk heat exchaner dimana panas dari gas
asap (combuston product) digunakan untuk mengeringkan uap ienuh, kemudian
menaikkan temperaturnya. Jalannya penyerapan panas adalah sebagai berikut:



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
63

as asap menyerahkan panas pada bidang superheater secara konveksi,
konduksi selaniutnya dari pipa bagian dalam superheater panas dipindahkan secara
konveksi ke uap yang ada dalam pipa tersebut.
Bahan yang digunakan untuk pipa coil adalah dari baia carbon (carbon steel)
untuk suhu 450
o
C, sedangkan untuk suhu diatas 450
o
C digunakan baia campuran
(allov steel).
Susunan coil terhadap gas asap ada bermacam-macam:
a. Counter flow (aliran berlawanan)
b. Parallel flow (aliran searah)
c. Combne flow (gabungan searah dan lawan arah)


ambar 3.8 Susunan Col Superheater
( Sumber: STEAM ts Generaton and Use, Babcock & Wilcox, edisi 40.)

6. Ar Heater



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
64

Udara yang dipergunakan untuk pembakaran sebelum masuk kedalam ruang bakar
terlebih dahulu dilewatkan pada alat yang namanya ar heater atau luvo, dimana
tuiuannya adalah untuk menaikkan suhu udara pembakaran sehingga dapat
menaikkan eIIisiensi pembakaran.
Luvo ini biasanya diletakkan dibelakang economer, sehingga sebagai media
pemanas di luvo adalah gas asap yang keluar dari economizer















Gambar 3.9 Ar Heater
( Sumber: STEAM ts Generaton and Use, Babcock & Wilcox, edisi 40.)


7. Economer



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
63

Economer adalah alat yang berbentuk heat exchaner yang digunakan untuk
menaikkan temperatur feed water (air umpan boiler). Sebagai pemanas biasanya digunakan
gas panas yang keluar dari superheater.
Dengan memakai economer didapat keuntungan :
- MemanIaatkan gas asap (exhaust as) yang masih mempunyai kalor.
- Menurunkan atau memperkecil perbedaan temperatur antara feed water dan saturated
steam. dengan demikian tegangan (external stress) yang terdapat didalam ketel dapat
diperkecil sehingga bisa menaikan eIisiensi.
Dengan menggunakan economer, selain untuk menaikkan suhu air umpan ketel
iuga dimaksudkan untuk menurunkan suhu gas asap sebab gas asap menyalurkan panasnya
pada air dalam economer, dimana setiap kenaikan suhu 1
o
C Ieed water selalu diikuti
penurunan suhu gas asap sebesar 2-3
o
C.
Economizer biasanya terbuat dari susunan pipa-pipa yang membentuk heat
exchaner dan terbuat dari besi tuang (cast ron ppe) ataupun terbuat dari pipa baia (steel
tube). Untuk pipa-pipa dari besi, tekanan yang diizinkan adalah sampai 22 atm. Untuk
tekanan yang lebih besar lagi maka digunakan steel tube economer.
Umumnya economer dari besi banyak digunakan pada ketel pipa api karena
tekanan yang dihasilkan rendah.
Steel tube yang digunakan sebagai economer kadang-kadang iuga menghasilkan
uap. Apabila economer yang digunakan iuga berIungsi untuk menghasilkan uap maka
disebut steamn economer.
Pada prakteknya pemanasan feed water dapat dilakukan dengan dua cara yakni:
1. Pemanasan dengan memanIaatkan gas asap
Alatnya disebut : economer



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
66

2. Pemanasan dengan exhaust steam
Uap yang masih mempunyai panas atau kalor disalurkan untuk pemanasan
lagi. Alat yang dipergunakan untuk memanasi feed water dengan exhaust
steam disebut feed water heater.
Feed water heater ada 2 macam:
1. Open tvpe feed waterheater (drect contact)
Disini antara feed water dan exhaust steam teriadi pencampuran. Uap
yang tak mengembun dikeluarkan melalui pipa pernapasan (vent ppe) yang
letaknya diatas.

2.Close tvpe (surface feed water heater)
Disini antara exhaust steam dan feed water tak ada kontak langsung.
Perpindahan panas melalui bidang permanen. Close tvpe water heater
berbentuk selinder dimana dalam selinder terdapat pipa-pipa berisi feed
water.
- Memperbesar eIisiensi ketel karena memperkecil kerugian panas yang
dialami ketel uap.









|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
67



ambar 3.10 economer
8. Cerobong Asap
Yaitu perangkat dari ketel uap yang berIungsi meneruskan atau membuang
asap sisa reaksi pembakaran yang teriadi di dalam boiler dengan tuiuan
menyalurkan gas asap bekas supaya tidak mengotori atau mengganggu lingkungan
sekitar. Di dalam cerobong asap ini terdapat water sprav yang Iungsinya untuk
menyemprotkan air di dalam cerobong supaya abu dari sisa pembakaran iatuh ke
bawah dan mengalir ke bak sedimen.







ambar 3.11 Cerobong Asap

3.3.2 Alat Bantu Ketel Uap



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
68

Appendaes adalah alat-alat perlengkapan ketel uap/boiler yang dapat bekeria
sendiri dan dipasang dengan maksud untuk meniamin agat ketel uap/boiler dapat
bekeria dengan aman. Adapun yang termasuk alat bantu ketel uap sebagai berikut:
1. elas Penduga
elas penduga adalah suatu alat yang digunakan untuk mengetahui ketinggian
permukaan air dalam pesawat ketel uap. Pemasangan gelas penduga pada pesawat
ketel uap sekurang-kurangnya 2 buah








ambar 3.12 elas Penduga
2. Pengukur level air (water level aue)
Level air pada drum ketel biasanya dipertahankan pada kondisi sedikit
dibawah garis tengah drum. Level yang tinggi dapat menyebabkan air memasuki
turbin sehingga menimbulkan kerusakan yang serius serta valve-valve pada sistem



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
69

pipa uap akan menderita kerusakan pula.Sebaliknya bila air terlalu rendah (kosong)
kerusakan pada ketel (pipa) dapat teriadi.
3. Katup Pengaman (Safetv Jalve)
Katup pengaman mempunyai Iungsi untuk meniaga tekanan keria ketel uap
agar tidak melebihi tekanan maksimum.
Katup pengaman ini akan bekeria dengan sendirinya apabila teriadi kelebihan
tekanan keria yaitu uap akan dikeluarkan sehingga ketel bekeria sesuai dengan
tekanan yang diinginkan. Namun apabila melebihi tekanan maksimal dan katup ini
tidak berIungsi maka akan menyebabkan peledakan.






ambar 3.13 Safetv valve
4. Relef Jalve
Relef valve dapat digolongkan sebagai pengaman seperti halnya safetv valve
tapi relef valve ini berIungsi sebagai pembatas atau pengaman tekanan maksimal
pada daerah keria zat cair/liquid. Penggunaan pengaman relef valve ini ditempatkan
pada daerah sebagai berikut:



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
70

- Header reheat/HP bvpass sprav water
- Header auxlarv steam sprav
- Intor ol level header
- Heavv fuel ol level header
5. Pneumatc Jalve
Pneumatc valve sebagaimana iuga safetv valve berIungsi sebagai pengaman
tekanan uap lebih pada boiler hanya dilengkapi dengan alat sensor tekanan yang
disampaikan melalui signal elektronik ke elektro mekanik untuk membuka plot
valve.


6. Pengaman Boler Drum Level
BerIungsi untuk mengontrol tinggi rendahnya permukaan air pada boiler drum
sebagai pengaman teriadinya 'boler drum level hh trp¨ dan 'boler drum level
low trp¨. Adapun alasan pengamanan teriadinya 'boler drum level hh trp¨
adalah mengamankan boiler drum dari teriadinya carrv over di drum yang akan
mengakibatkan deposit pada area superheater dan sudu turbin. Deposit akan
menghambat heat transfer pada superheater yang mengakibatkan overheatn pada
tube superheater dan pada sudu turbin akan mengakibatkan teriadinya unbalance
dan vbras pada turbin. Sedangkan kondisi 'boler drum level low trp¨ dapat
mengakibatkan terganggunya sirkulasi alami yang akan berakibat overheatn di
steam drum dan produksi uap terhambat.
7. Pengaman Boler Furnace
BerIungsi untuk mengontrol tekanan ruang bakar/boiler sebagai pengaman
teriadinya:
- Furnace pressure
- Furnace draft



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
71

Sehubungan dengan tipe boiler dengan desan balance draft dimana desain
pressure yang diizinkan -10mmWg, hal ini untuk meniamin kestabilan proses
pembakaran. Transportasi bahan bakar ke ruang bakar dan proses pengeluaran abu
dari dalam ruang bakar menuiu alat penangkap debu dan lain-lain. Bila batasan
pengamanan terlampaui dan menyimpang maka proses diatas akan terganggu.
Hal-hal yang harus diiaga untuk menghindari kondisi diatas adalah dengan
cara:
1) Periksa level water seal throuh pada bottom hopper boler harus berada pada
posisi diatas normal level. Periksa LC' an bvpass valve water supplvnya.
2) Periksa kondisi manhole boler sebelum startup boiler harus pada kondisi
tertutup termasuk desorvaton door.
3) Level air pada SDCC boiler bottom kondisi normal.


8. Pengaman Boler Man Steam Temperature
Fungsinya adalah mengontrol tinggi temperatur uap utama keluar superheater
tingkat ke 2 sebagai pengaman teriadinya temperatur uap utama melebihi batas
desain yang diiiinkan.
Pengamanan ini dimaksudkan untuk menghindari teriadinya thermal stress
pada suatu turbin tingkat pertama akibat perbedaan temperatur terlalu tinggi antara
temperatur uap utama yang masuk dengan temperatur metal pada sudu turbin.
Selain itu untuk menghindari teriadinya kelelahan bahan pada tube superheater
akibat temperatur uap yang melebihi kemampuan maksimum tube-tube superheater.

9. Pengaman Total Ar Flow
BerIungsi untuk mengamankan iumlah total udara yang masuk ke
wndbox/ruang bakar pada saat proses pembilasan (pure) boiler. Pada saat startup



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
72

boiler dan normal operasi harus memenuhi iumlah total flow lebih besar daripada
minimal (30° saat pure boiler).
Pada saat pembilasan boiler kita mengharapkan seluruh gas-gas sisa
pembakaran yang terakumulasi dalam ruang bakar dan saluran-saluran gas buang
dapat didorong/dikeluarkan oleh udara seiumlah 30° atau kira-kira 600 ton/iam
dibuang ke udara luar minimal gas-gas sisa pembakaran bersih dalam waktu 3 menit
(desain) kemudian pengamanan pada saat startup dan normal operasi toral udara ini
memegang peranan sebagai udara pembakaran (combuston ar) iadi pabila total
udara pembakaran minimal 30° maka iumlah perbandingan antara udara dan bahan
bakar tidak akan sempurna dengan pasti kita mengkhawatirkan akan teriadinya
kegagalan penyalaan yang berulang-ulang dan salah satu penyebab combusable n
flue as.

10.Pengaman Instrument Ar Pressure Header
Udara instrumen adalah sebagai kebutuhan utama dalam sistem kontrol
pneumatic PLTU. Pasokan udara instrumen harus betul-betul teriaga dan sangat
spesial mengingat sumber tenaga seluruh kontrol boiler turbin dan alat bantunya
terletak pada keandalan supply udara instrumen yang kontinyu dan tetap pada
tekanan kerianya.
Mengingat keutamaan dan Iungsi udara instrumen sebagai sumber tenaga bagi
seluruh kontrol boiler turbin dan alat bantunya maka apabila teriadi tekanan udara
turun dibawah titik kerianya hal ini akan mengakibatkan seluruh Iungsi kontrol
pneumatic terhenti dan akan melumpuhkan kegiatan operasi boiler dan turbin.
Antisipasi pada saat teriadinya gangguan udara instrumen pressure low alarm
diantaranya:
- Segera buka backup valve SAC menuiu header udara instrumen.
- Segera periksa kondisi kompresor udara instrumen dan proses supplynya.



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
73

- Lokalisir kemungkinan teriadinya kebocoran udara instrumen pada seluruh
line.
- Lokalisir kemungkinan ada valve dran/vent udata yang terbuka.

11.Pengaman Scanner Cool Pressure
Fungsinya adalah untuk mengamankan sistem pendingin pada scanner sensor
flame. Pentingnya deteksi nyala api pada suatu boiler untuk meyakinkan adanya
pembakaran, sehingga tidak akan teriadi penumpukan bahan bakar akibat kegagalan
penyalaan api. Pendeteksi nyala api diamankan dari panasnya area ruang bakar
dengan ialan memberikan pendinginan berupa perapat udara bertekanan pada
seluruh permukaan alat pendeteksi api tersebut.
Terganggunya sistem pendinginan ini akan mengakibatkan meltn pont pada
alat pendeteksi nyala api karena teriadi kontak langsung antara alat dengan
panasnya api yang dideteksi kerusakan. Pendeteksi api/scanner akan memberi
isyarat pada burner-burner yang sedang beroperasi untuk trip sehingga boiler akan
trip.
Apabila teriadi flame scanner blower dschare pressure low alarm lakukan
hal seperti dibawah ini:
- Periksa select auto start scanner blower yang standbv pada posisi auto.
- Periksa saringan/Iilter udara blower nlet kemungkinan kotor.
- Periksa kemungkinan kebocoran pada line ioint

12.Katup Uap Induk
Katup ini berIungsi untuk mengalirkan uap hasil dari pesawat ketel uap. Katup
ini diletakkan tepat di atas tangki ketel. Pengaturan kapasitas uap yang disalurkan
dapat dilakukan dengan mengatur kran katup uap induk.




|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
74





ambar 3.14 Katup Uap Induk

13.Manometer
Manometer ini digunakan sebagai alat untuk menuniukkan tekanan uap pada
ketel uap. Pemasangan manometer ini dituiukan agar besar kecilnya tekanan di
dalam ketel uap dapat diketahui sehingga memudahkan untuk mengontrolnya.
Penempatan manometer adalah pada bagian dimana uap hampir tidak mengalir,
kebanyakan manometer yang dipasang adalah manometer bourdon.






ambar 3.15 Manometer
14.Soot Blower



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
73

Pipa-pipa ketel dan permukaan bidang perpindahan panas dapat meniadi kotor
oleh akumulasi ielaga dan abu terbang (flv-ash). Karena ia meniadi sebuah isolator,
maka perpindahan panas dapat terganggu. Oleh karena itu perlu dibersihkan dengan
Soot blower.
Soot blower adalah alat yang dipergunakan untuk membersihkan permukaan
bidang-bidang pemanas dengan mempergunakan uap atau udara sebagai media
penghembus ielaga.

15.Katup Buang (Blow Down Jalve)
Katup buang adalah katup untuk membuang segala kotoran-kotoran yang
mengendap pada dasar tangki, endapan ini apabila tidak dibersihkan atau dibuang
maka akan menyebabkan aliran buntu dan akhirmya membahayakan boiler tersebut.
Katup ini iuga berIungsi untuk membuang sebagian air dari dalam ketel karena
permukaan terlalu tinggi. Permukaan air yang terlalu tinggi menyebabkan uap yang
dihasilkan terlalu banyak mengandung air.










|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
76

ambar 3.16 Blow Down Jalve
16.Lubang Laluan Orang (Man Hole) dan Lubang Tangan (Hand Hole)
Man hole adalah suatu lubang laluan orang dengan ukuran tubuh manusia
berIungsi untuk memeriksa bagian dalam ketel dengan cara masuk ke dalam ketel
dan melihat bagian dalam ketel. Man hole ini dibuka hanya pada saat boiler ini tidak
beroperasi atau overhaule.
Sedangkan handhole berIungsi untuk memeriksa bagian dalam ketel dengan
cara meraba melalui luar ketel. Letak dari manhole biasanya di atas dari badan ketel
dan hand hole terletak pada bagian samping badan ketel.
17.Tanda Bahaya/Peluit Bahaya
Peluit ini terisi oleh udara yang ditekan air. Jika level air rendah sehingga
pipa tidak terendam air, uap akan memasuki pipa sampai ketabung peluit. Sumbat
akan meniadi panas dan melebur sehingga peluit akan berbunyi. Setiap kali sumbat
melebur, harus diganti dengan sumbat yang baru.
3.3.3 Perlengkapan Elektronik Boiler
Pada sebuah boiler kegunaan dari sistem elektronik sangatlah penting sekali
karena sebuah boiler tidak akan beroperasi bila tidak ada sistem elektroniknya.
Instrumen elektronik yang ada pada boiler digunakan untuk sistem kontrol operasional
boiler. Sistem kontrol pada boiler dengan pola elektrik diantaranya:
1. Sensor
Sensor adalah instrument untuk memberi inIormasi bahwa kondisi yang kita
inginkan telah tercapai dan sekaligus menginstruksikan agar sistem itu bekeria.
Macam-macam sensor yang ada pada boiler diantaranya: Floater swtch, elektrk



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
77

floater swtch, Ioto elektrik floater swtch, sensor temperatur dan thermostat,
pressure controller, dan flame detector.
2. Monitor
Monitor adalah alat pemantau kondisi suatu proses karena dengan indera
manusia tidak dapat mengetahui kondisi tersebut. Pada ketel uap, lingkup keria
monitor diantaranya: memonitor tinggi permukaan air, monitor aliran, monitor
tekanan, monitor suhu, monitor Iungsi instrumen, monitor peringatan Iungsi
kerusakan sistem dan monitor langkah keria.
3. Actuator/Servo Motor
Adalah alat gerak yang berIungsi untuk mengeriakan instruksi dan sumber
gerak untuk alat lain. Jenis actuator ini diantaranya: actuator elektro manetc.
actuator motor lstrk, dan actuator tenaga angin.
4. Kontaktor
Adalah alat yang digunakan untuk mengalirkan arus listrik dari satu iaringan
ke iaringan yang lain.
5. Recorder
Adalah instrumen yang digunakan untuk mengetahui debit yang mengalir
pada suatu saluran, hal ini sangat dibutuhkan guna mengetahui eIisiensi dan biaya
produksi. Macam dari recorder ini diantaranya: flow rate recorder, flow recorder
iarak iauh, temperatur iarak iauh, dan recorder terpadu.
6. Jacum flame
Adalah alat yang berIungsi untuk mensensor rangkaian api yang ada di ruang
bakar.
7. Tmer/Proram Relav
Yaitu komponen yang mengatur sequence operasi nstrument lainnya sesuai
dengan rangsangan yang diterima.
8. Safetv Relav



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
78

Safetv relav ini berupa 2 buah kontak relav yang bekeria memutuskan atau
menghubungkan 2 buah terminal bila waktu keria relav terlampaui yang dapat
disebut dengan pembatas waktu keria.
9. Power Supplv
Power supplv ini berIungsi untuk menyesuaikan tegangan listrik untuk
mengeriakan peralatan lainnya.


3.3.4 Perlengkapan Boiler Lainnya
1. Blower
Adalah instrument yang berbentuk kipas yang digunakan untuk menghasilkan
udara yang bertekanan dari motor listrik iuga berIungsi sebagai penghisap udara
luar sebagai udara pembakaran yang diteruskan ke dalam ruang bakar boiler sebagai
penekan bahan bakar yang telah membara sehingga pembakaran berlangsung
dengan cepat.
2. Header
Adalah sebuah tabung atau pipa yang digunakan untuk terminal uap hasil dari
ketel uap yang kemudian dari header ini uap akan dibagi ke bagian-bagian yang
memerlukan dengan melakukan pengaturan tekanan yang sesuai dengan kebutuhan.
3. Thermometer
Thermometer ini digunakan untuk mengetahui temperatur pada air pengisi
ketel uap yang dihasilkan, temperatur asap keluar cerobong, temperatur ruang bakar
dan lain sebagainya.
4. Pompa Air



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
79

Pompa air ini digunakan untuk menaikkan air pengisi dari tangki cadangan
yang berada di sisi yang airnya berasal dari tangki induk bila teriadi keterlambatan
pengisian air umpan dari tangki induk.
5. Safetv Test
Adalah suatu beiana/tabung yang akan dipanaskan pada boiler yang sesuai
dengan tekanan pada ketel uap yang baru di overhaule. Masih normalkah dan
masih amankah safetv valve itu digunakan untuk operasi lagi.
Prinsip Kerja Boiler
Bagan Boiler seperti yang dituniukkan pada gambar .


ambar 3.17 Bagan Boiler



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
80

(sumber: http://oneimagic.blogspot.com )
Air yang ada didalam boiler dipanasi oleh kalor hasil reaksi pembakaran di furnace.
Uap ienuh yang dihasilkan boiler dipanaskan lebih laniut pada superheater untuk
menghasilan uap superheated. Sebagai pemanas disuperheater adalah gas panas dari boiler
yang masih tinggi suhunya. as panas yang keluar dari superheater karena masih tinggi
suhunya maka dimanIaatkan lagi sebagai pemanas air umpan boiler (BFW) di alat yang
namanya economer. BFW yang sudah dipanaskan dalam economer ini kemudian baru
dimasukkan ke boiler.
as panas yang keluar economizer kemudian dipakai untuk pemanasan udara di ar
heater (luvo) untuk selaniutnya dibuang melalui cerobong sebagai gas buang (flue as/ gas
buang).
Udara panas hasil pemanasan di air heater selaniutnya dipakai sebagai udara
pembakaran dan bersama bahan bakar masuk dapur (furnace) untuk menghasilkan gas
pembakaran yang panas.

3.4 Pengoperasian Ketel Uap
Pada umumnya setiap mesin yang diproduksi oleh pabrik selalu dilengkapi
dengan handbook/ buku petuniuk cara pemasangan, perawatan dan pengoperasiannya.
Begitu iuga dengan ketel uap yang ada di PT. KIMIA FARMA Unit ManIaktur
Semarang terdapat buku petuniuk tentang spesiIikasi pengoperasian, perawatan,
pemasangan dan lain-lain.
Secara garis besar penulis akan menielaskan pengoperasian boiler berdasarkan
petuniuk yang ada dari buku petuniuk dan penielasan dari operator, diantaranya:



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
81

Ketentuan Umum
Sebelum mengoperasikan boiler ada beberapa hal yang harus diperhatikan
demi kelancaran dan keselamatan keria, diantaranya:
- Tekanan ketel uap maksimum yang diiinkan
- Tekanan uap yang diperlukan
- Kapasitas produksi uap maksimum
- Luas pemanasan boiler
- Pemeriksaan visual pada bagian luar dan dalam
- Hvdrostats test atau pamadatan dengan air dingin
- Percobaan alat perlengkapan dan pengaman
- Mengecek ulang gambar konstruksi dengan pesawat uapnya
- Percobaan ialan atau pemanasan
- Steam test atau uii dengan uap

Prosedur Operasional Boiler
Sebelum mengoperasikan boiler hal yang harus diperhatikan oleh seorang
operator adalah:
1. Ketel uap tersebut sudah diperiksa oleh tim K-3 atau ahli K-3 bidang uap dengan
nilai baik.
2. Alat-alat perlengkapan dan pengamannya sudah terpasang dengan baik dan telah
dicoba serta dapat bekeria sebagaimana mestinya dan khusus manometer harus
dikalibrasi lebih dahulu untuk menentukan nilainya.
3. Instalasi pipa-pipa air, pipa buang harus dalam kondisi baik. Jangan sampai bocor
atau kerusakan lainnya.



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
82

4. Diadakan pengecekan instalasi listrik pada tahanan isolasinya dan panel sampai
instrument-instrumennya, iuga dengan sambungan kabel diperhatikan bilamana
kendor.
5. Persediaan air pengisi ketel uap harus memadai sesuai dengan kapasitas produksi
uapnya dan kondisi uap harus memenuhi syarat.
6. Bahan bakar harus tersedia cukup
7. Kondisi ketel uap agar di cek ulang kembali tentang lubang-lubang laluan orang dan
sebagainya.
8. Selaniutnya ketel diisi dengan air sebatas normal water leave dan dalam pengisian
air ini keran udara harus dalam keadaan terbuka dengan tuiuan agar udara di dalam
ketel uap keluar dengan desakan air itu.
9. Cek kembali semua kran yang menghubungkan ndcator tekanan atau manometer,
gelas penduga, dan kondisi stop pada kran blow down dan keran induk uap keluar.


Prosedur stop boiler
Pada waktu mematikan boiler operator tidak boleh langsung mematikan begitu saia
tanpa produksi yang benar. Tuiuannya untuk menghindari kerusakan atau kecelakaan ketel
dan peralatannya. Berikut ini urutan prosedur mematikan boiler yang benar, diantaranya :
1. Matikan pembakaran bahan bakar secara bertahap
2. Turunkan beban secara bertahap sampai dengan tekanan yang diinginkan
3. Aturlah udara tarik atau tekan di dalam cerobong agar penginginan tidak mendadak
4. Jaga water level dalam keadaan normal
5. Tutup stop valve atau main valve secara perlahan
6. Jika tekanan ketel mencapai 1 kg/cm
2
maka bukalah venting valve untuk
menghindari kevakuman didalam ketel



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
83

7. Tutup atau matikan aliran bahan bakar yang menuiu ruang bakar
8. Yakinkan semua peralatan ketel telah aman atau sudah dalam keadaan tidak
bekeria.

Tabel 3.6 Beberapa kerusakan boiler dan cara mengatasinya
A. Air Ketel
Permasalahan Analisa Sebab Solusi Upaya / Perawatan
Pompa air pengisi
tidak mau ialan
1. Pompa rusak
2. Arus listrik
terhambat
3. Elektroda
otomatis pompa
tertutup kerak
1. Perbaiki oleh
petugas yang di
tuniuk
2. Bersihkan dari
kerak
1. Perawatan instalasi
listrik secara berkala
2. Jaga kondisi kesadahan
air ketel tetap rendah
3. Diadakan perawatan
ringan secara berkala
Pompa bekeria
tetapi air masuk
sedikit dan lamban
1. Sudut pompa
mulai aus.
2. Pipa pengisi
menyempit oleh
kerak
3. Air dalam
tandon sedikit
1. Perbaiki pompa
2. Pipa pengisi
dibersihkan dari
kerak
3. Isi segera air
dalam tandon
1. Pengoperasian pompa
secara bergantian
2. Jaga kondisi kekerasan
air ketel
3. Diadakan perawatan
ringan secara berkala
4. Buat tanda yang mudah
dilihat bila air tandon
habis
5. Buat instalasi otomatis
isi dan stop pompa pada
tandon



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
84

Pompa bekeria
tapi kedudukan air
dalam gelas
penduga masih
diatas batas
normal
Pipa penghubung
bawah gelas
pedoman dengan
badan ketel
tersumbat kerak
Dicoba drain
dibuka atau
ditutup agar
kotoran dalam
pipa penghubung
bawah hilang
Rencanakan
pembersihan/bongkar pada
saat overhoule berkala
pada saat operasi sering
dicoba drain dibuka /
ditutup

B. Pembakaran
Permasalah Analisa Sebab Solusi Upaya / Perawatan
Lorong api peti
nyala dan pipa api
banyak ielaga atau
debu
Pembakaran bahan
bakar kurang
sempurna
1. Perbaiki burner
/ noxxle
2. Temperatur
minyak bakar
rendah
3. stel pengapian
dan lihat
cerobong asap
1. Perawatan burner
secara berkala sesuai
petuniuk
2. Temperatur minyak
bakar yang akan
masuk sumber diiaga
sesuai petuniuk
3. Lakukan pembersihan
pada lorong dan pipa
api setelah bekeria
selama 300-400 iam

Tabel 3.7 Beberapa permasalahan pada boiler yang dapat diatasi dengan pengolahan air
umpan boiler
Masalah Tekanan Fenomena penyebab
Kerak Tekanan rendah
Pembentukan kerak oleh
komponen kesadahan
Mutu air buruk dan resin
penukar ion kotor



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
83

Pecahnya pipa penguapan Kondisi ielek dan
ketidaksempurnaan control
pelunakan air
Control operasi boiler tidak
sempurna
Tekanan sedang-
tinggi
Deposit oksida metal
seperti oksida besi pada
daerah yang mendapat
beban panas tinggi
Mutu air buruk
Kontaminasi oleh hidrat
metal seperti Al(OH)3
Korosi terbawa air umpan
dan aliran kondensat ke
dalam boiler
Korosi
Tekanan rendah
Korosi pada permukaan
pemanas, pipa air umpan,
serta kondensat karena
adanya pengaruh gas (O2,
dan CO2)
Pengaruh pH dan
penyerapan O2 tidak sesuai
Deposit hasil korosi akibat
dari penumpukan oksida
metal pada permukaan
pemanas
Pengembalian kondensat
yang mengandung hasil
korosi
Korosi selama masa
perbaikan
Tekanan sedang
Korosi pada permukaan
pemanasa karena
penumpukan oksida hidrat
metal
Hasil korosi dalam air
umpan dan pipa kondensat
terbawa dalam boiler
Korosi karena kaustik Pengaturan pH dan
penyerapan O2 tidak
sempurna
Korosi pada pipa
kondensat dan pipa umpan
karena gas terlarut
Korosi selama masa
perbaikan
Carry over
Tekanan rendah
Kamurnian uap air turun Perubahan beban boiler
yang mendadak
Mempengaruhi mutu
produksi pabrik
Ketidaksempurnaan cara
keria pemisah uap dan
system pengendali air
umpan
Tekanan sedang
Teriadinya peledakan pipa
superheater
Tidak normalnya mutu air
terutama karena silica
Pembentukan kerak pada Zat padat tersuspensi dan



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
86

turbin dan berkurangnya
eIisiensi turbin
hidrat metal terbawa ke
boiler yang disebabkan
karena ketidak sempurnaan
air umpan boiler
Beban boiler yang berubah
mendadak
Kontaminasi air boiler oleh
produksi hasil proses

Scale (pengapuran)
Adalah timbulnya endapan zat-zat yang terlarut dalam air. Penyebabnya adalah Kandungan
kalsium pospat, dan kalsium karbonat (terutama pada boiler bertekanan rendah) serta
kandungan magnesium hidroksida, silica dan alumina.

ambar 3.18 scale (pengapuran)
(sumber: www.lenntech.com )

Tabel 3.8 besarnya ketebalan scale dan kenaikan konsumsi bahan bakar yang teriadi
akibat scale



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
87

%hickness of scale Increases in fuel consumption due to this
scale
1/2 mm 2 °
1 mm 4 °
2 mm 6 °
4 mm (1/8 ") 10 °
8 mm (1/4") 20 °
16 mm (1/2 ") 40 °
30 mm (1") 80 °
Sumber : www.hacschem.com

Akibat dari scale adalah
- EIisiensi boiler menurun
- Konsumsi bahan bakar meningkat
- Teriadinya kegagalan tabung (falure tube)


ambar 3. 19 falure tube
( sumber: www.met-tech.com )

Korosi



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
88

Korosi adalah kerak yang teriadi akibat gas-gas yang terlarut dalam air terutama
oksigen (O
2
)
Reaksi yang teriadi adalah:
Anode :
Fe Fe

¹ 2
e

Katode :
H
2
O ¹ 1/2O
2
¹ 2e

2OH

Dalam air :
Fe

¹ 2OH
-
Fe(OH)
2

4Fe(OH)
2
¹ O
2
¹ 2H
2
O 4Fe(OH)
3


Akibat yang teriadi karena adanya korosi adalah:
Ŵ Oksigen terlarut menyebabkan timbulnya hematite (red rust)
Ŵ Chlorde stress corroson dan Transraular crackn akan teriadi pada bahan
stainless steel
Ŵ Jika dalam air terdapat deposit yang dapat menghasilkan ion hidroksil, dapat
menyebabkan caustc stress corroson
Ŵ Apabila air mengandung ion hidrogen berlebih, dapat menghasilkan gas
methane yang dapat merusak tube

Carrv over
Carrv over adalah terikutnya butiran air dalam steam yang keluar dari drum boiler.
Ada 2 ienis carry over
1. Carrv over mekanis (mechanical carry over)
Terikutnya butiran air dalam steam yang keluar dari drum boiler
Penyebabnya:



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
89

rancangan yang buruk, kerusakan, atau pemasangan drum mosture
separator yang salah
· Pengendalian level air dalam drum yang ielek, perubahan tekanan (atau
beban) yang sangat cepat

2. Japorous carrv over
Penguapan impurities yang bersiIat volatile pada air boiler
Tabel 3.9 Limit impurities pada air boiler untuk meminimalisasi 'aporous Carry
Over menurut ASME
Drum
Pressure
(psig)
Boiler Water
Total Silica (ppm
SiO2)
SpeciIic Alkalinity
(ppm CaCO3)
Conductances
(micromhos/cm)
0 - 300 150 700 7000
301 - 450 90 600 6000
451 - 600 40 500 5000
601 - 750 30 400 4000
750 - 900 20 300 3000
901 - 1000 8 200 2000
1001 - 1500 2 0 150
1501 - 2000 1 0 100
Sumber : www.hacschem.com

3.5 Pengolahan Air Umpan Boiler
Pengolahan air umpan boiler mutlak diperlukan untuk meniamin agar uap yang
dihasilkan nantinya berkualitas. Persyaratan ait umpan boiler yang baik antara
lain:



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
90

O Bebas dari zat-zat penyebab kerak, terutama kesadahannya dan silica
serta suhu tinggi.
O Bebas dari zat-zat penyebab korosi, terutama air umpan yang
mengandung asam dan gas-gas terlarut
O Bebas dari zat penyebab busa dan zat padat ikutan, selain itu iuga bebas
dari minyak dan lemak.

Ada beberapa tuiuan pengolahan air umpan boiler yaitu:
O Mencegah kehilangan energi
O Meniaga kestabilan konsumsi bahan bakar boiler
O Mencegah kerusakan boiler
O Meniaga kemurnian steam
O Mendapatkan heat transfer optimum|
O Menghemat biaya pemeliharaan boiler
Pengolahan air umpan boiler dibagi meniadi dua yaitu pengolahan air internal
dan pengolahan air eksternal.
3.5.1 Pengolahan Air Internal
Pengolahan air internal adalah penambahan bahan kimia ke boiler untuk
mencegah pembentukan kerak. Senyawa pembentuk kerak diubah meniadi
lumpur yang mengalir bebas, yang dapat dibuang dengan blowdown. Metode ini
terbatas pada boiler dimana air umpan mengandung garam sadah yang rendah,
dengan tekanan rendah, kandungan TDS tinggi dalam boiler dapat ditoleransi,
dan iika iumlah airnya sedikit. Jika kondisi tersebut tidak terpenuhi, maka laiu
blowdown yang tinggi diperlukan untuk membuang lumpur. Hal tersebut
meniadi tidak ekonomis sehubungan dengan kehilangan air dan panas.



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
91

Jenis sumber air yang berbeda memerlukan bahan kimia yang berbeda
pula. Senyawa seperti sodium karbonat, sodium aluminat, sodium IosIat,
sodium sulIit, dan senyawa organic dan anorganik seluruhnya dapat digunakan
untuk maksud ini. Untuk setiap kondisi air diperlukan bahan kimia tertentu.
Harus dikonsultasikan dengan seorang spesialis dalam menentukan bahan kimia
yang paling cocok untuk digunakan pada setiap kasus. Pengolahan air hanya
dengan pengolahan internal tidak direkomendasikan.
3.5.2 Pengolahan Air Eksternal
Pengolahan eksternal digunakan untuk membuang padatan tersuspensi,
padatan terlarut (terutama ion kalsium dan magnesium yang merupakan
penyebab utama pembentukan kerak) dan gas-gas terlarut (oksigen dan
karbondioksida)
Proses perlakuan eksternal yang ada adalah:
a. Pertukaran ion
b. De-aeras (mekanis dan kimia)
c. Osmosis balik
d. Koagulasi
e. Iiltrasi
Sebelum digunakan cara diatas, perlu untuk membuang padatan dan
warna dari bahan baku air, sebab bahan tersebut dapat mengotori resin yang
digunakan pada bagian pengolahan selaniutnya.
Metode pengolahan awal adalah sedimentasi dalam tangki pengendapan
atau pengendapan dalam clarfers dengan bantuan koagulan dan Ilokulan.
Penyaring pasir bertekanan, dengan aerasi untuk menghilangkan karbondioksida



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
92

dan besi, dapat digunakan untuk menghilangkan garam-garam logam dari air
sumur.
Tahap pertama pengolaha adalah menghilangkan garam sadah dan
garam non sadah. Penghilangan hanya garam sadah disebut pelunakan,
sedangkan penghilangan total garam dari larutan disebut penghilangan mineral
atau demineralisasi.
Proses pengolahan air eksternal antara lain:
a. Proses Pertukaran Ion (Plant Pelunakan)
Pada proses pertukaran ion, kesadahan dihilangkan dengan
melewatkan air pada bed zeolit alam atau resin sintetik dan tanpa
pembentukan endapan. Jenis paling sederhana adalah 'pertukaran basa¨
dimana ion kalsium dan magnesium ditukar dengan ion sodium. Setelah
ienuh, dilakukan regenerasi dengan sodium klorida. aram sodium mudah
larut, tidak membentuk kerak dalam boiler. Dikarenakan penukar basa hanya
menggantikan kalsium dan magnesium dengan sodium, maka tidak
mengurangi kandungan TDS, dan besarnya blowdown. Penukar basa ini
iuga tidak menurunkan alkalinya.
Reaksi pelunakan:
Na
2
R ¹ Ca(HCO
3
) ÷ CaR ¹ 2 Na(HCO
3
)
Reaksi regenerasi
CaR ¹ 2 NaCl ÷ Na
2
R ¹ CaCl
2








|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
93










ambar 3.18 proses pertukaran ion
(sumber: www.homecents.com )

b. Deaerasi
Dalam de-aerasi, gas terlarut seperti oksigen dan karbondioksida
dibuang dengan pemanasan awal air umpan masuk ke boiler. Seluruh air
alam mengandung gas terlarut dalam larutannya. as-gas tertentu seperti
karbondioksida dan oksigen sangat meningkatkan korosi. Bila dipanaskan
dalam sistem boiler, karbondioksida (CO
2
) dan oksigen (O
2
) dilepaskan
sebagai gas dan bergabung dengan air (H
2
O) membentuk asam karbonat
(H
2
CO
3
).
Penghilangan oksigen, karbondioksida dan gas lain yang tidak dapat
terembunkan dari air umpan boiler sangat penting bagi umur peralatan boiler
dan iuga keamanan operasi. Asam karbonat mengkorosi logam menurunkan
umur peralatan dan pemipaan. Asam ini iuga melarutkan besi (Fe) yang iika
kembali ke boiler akan mengalami pengendapan dan menyebabkan
teriadinya pembentukan kerak pada boiler dan pipa. Kerak ini tidak hanya



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
94

berperan dalam penurunan umur peralatan tapi iuga meningkatkan iumlah
energi yang diperlukan untuk mencapai perpindahan panas |8|.
De-aerasi dapat dilakukan dengan de-aerasi mekanis dan de-aerasi
kimiawi, atau iuga dua-duanya.
De-aerasi mekanis
De-aerasi mekanis untuk menghilangkan gas terlarut digunakan
sebelum penambahan bahan kimia untuk oksigen. De-aerasi mekanis
didasarkan pada hukum Iisika Charles dan Henry. Secara ringkas, hukum
tersebut menyatakan menyatan bahwa penghilangan oksigen dan
karbondioksida dapat disempurnakan dengan pemanasan air umpan boiler
yang akan menurunkan konsentrasi oksigen dan karbondioksida di sekitar
atmosIer air umpan. De-aerasi mekanis dapat meniadi yang paling
ekonomis, beroperasi pada titik didih air pada tekanan dalam de-aerator.
Deaerasi mekanis dapat berienis vakum atau bertekanan.
De-aerator ienis vakum beroperasi dibawah tekanan atmosIer, pada
suhu sekitar 82
0
C, dan dapat menurunkan kandungan oksigen dalam air
hingga kurang dari 0,02 mg/liter. Pompa vakum atau steam eiectors
diperlukan untuk mencapai kondisi vakum. De-aerator ienis bertekanan
beropasi dengan membiarkan steam menuiu air umpan melalui klep
pengendali tekanan untuk mencapai tekanan operasi yang dikehendaki, dan
dengan suhu minimum 105
0
C. Steam menaikkan suhu air menyebabkan
pelepasan gas oksigen dan karbondioksida yang dikeluarkan dari sistem.
Jenis ini dapat mengurangi kadar oksigen hingga 0,005 mg/liter.
Bila terdapat kelebihan steam tekanan rendah, tekanan operasi dapat
dipilih untuk menggunakan steam ini sehingga akan meningkatkan ekonomi
bahan bakar. Dalam sistem boiler, steam lebih disukai untuk de-aerasi



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
93

sebab steam pada dasarnya bebas dari O
2
dan CO
2
, steam tersedia dengan
mudah, steam menambah panas yang diperlukan untuk melengkapi reaksi








ambar 3.19 De-aerasi mekanis
( sumber: www.energyeIIicienciasia.org )
De-aerasi kimiawi
Sementara deaerators mekanis yang paling eIisien menurunkan
oksigen hingga ke tingkat yang sangat rendah (0,005 mg/liter), namun
iumlah oksigen yang sangat kecil sekalipun dapat menyebabkan bahaya
korosi terhadap sistem. Sebagai akibatnya, praktek pengoperasian yang baik
memerlukan penghilangan oksigen yang sangat sedikit tersebut dengan
bahan kimia pereaksi oksigen seperti sodium sulIit atau hidrasin. Sodium
sulIit akan bereaksi dengan oksigen membentuk sodium sulIat yang akan
meningkatkan TDS dalam air boiler dan meningkatkan blowdown dan



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
96

kualitas air make-up. Hydrasin bereaksi dengan oksigen membentuk
nitrogen dan air. Senyawa tersebut selalu digunakan dalam boiler tekanan
tinggi bila diperlukan air boiler dengan padatan yang rendah, karena
senyawa tersebut tidak meningkatkan TDS air boiler.
c. Osmosis Balik
Osmosis balik menggunakan kenyataan bahwa iika larutan dengan
konsentrasi yang berbeda-beda dipisahkan dengan sebuah membran semi-
permeable, air dari larutan yang berkonsentrasi lebih kecil akan melewati
membran untuk mengencerkan cairan yang berkonsentrasi tinggi. Jika cairan
yang berkonsentrasi tinggi tersebut diberi tekanan, prosesnya akan dibalik
dan air dari larutan yang berkonsentrasi tinggi mengalir ke larutan yang
lebih lemah. Hal ini dikenal dengan osmosis balik.
Membran semi-permeable lebih mudah melewatkan air daripada
bahan mineral yang terlarut. Air pada larutan yang kurang pekat mengalir
melalui membran kea rah larutan yang lebih pekat menghasilkan perbedaan
head yang nyata diantara dua larutan. Perbedaan head ini merupakan ukuran
perbedaan konsentrasi dua larutan dan menuniukkan perbedaan tekanan
osmosis.









|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
97



ambar 3.20 Osmosis Balik
(sumber: www.yourdictionary.com )
d. Koagulasi
Adalah proses penggumpalan partikel yang digunakan sebelum
proses Iiltrasi . Prinsipnya menambahkan koagulan untuk mengendapkan
partikel















|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
98

ambar 3.21 proses koagulasi
(sumber: www.bennysyah.edublogs.org )

e. Filtrasi
Adalah proses penyaringan yang Iungsinya untuk menghilangkan
suspended sold seperti pasir halus, tanah liat, dan beberapa bahan organic.






ambar 3.22 proses Iiltrasi
( sumber: www.chem-is-try.org )
#ekomendasi untuk boiler dan kualitas air umpan
Kotoran yang ditemukan dalam boiler tergantung pada kualitas air umpan yang diolah,
proses pengolahan yang digunakan dan prosedur pengoperasian boiler. Sebagai aturan
umum, semakin tinggi tekanan operasi boiler akan semakin besar sensitivitas terhadap
kotoran.
Tabel 3.8 Rekomendasi Batas Air Umpan



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
99

#EKMENDASI BA%AS AI# UMPAN (IS 10392. 1982)
aktor Hingga 20 kg/cm2 21 - 39 kg/cm2 40- 59 kg/cm2
%otal besi (maks.) ppm 0,05 0,02 0,01
%otal tembaga (maks.) ppm 0,01 0,01 0,01
%otal silika (maks.) ppm 1,0 0,3 0,1
ksigen (maks.) ppm 0,02 0,02 0,01
#esidu hidrasin ppm
- -
-0,02-0,04
pH pada 25
0
C 8,8-9,2 8,8-9,2 8,2-9,2
Kesadahan. ppm 1,0 0,5
-

#EKMENDASI BA%AS AI# BILE# (IS 10392. 1982)
aktor Hingga 20 kg/cm2 21 - 39 kg/cm2 40- 59 kg/cm2
%DS. ppm 3000-3500 1500-2500 500-1500
%otal padatan besi terlarut
ppm 500 200 150
Konduktivitas listrik spesifik
pada 25
0
C (mho) 1000 400 300
#esidu fosfat ppm 20-40 20-40 15-25
pH pada 25
0
C 10-10,5 10-10,5 9,8-10,2
Silika (maks.) ppm 25 15 10



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
100


5.6.7 Hal yang Harus Dilakukan dan %idak Dilakukan pada Boiler

Tabel 3.9 Hal-hal yang dilakaukan dan tidak dilakukan pada boiler
Dilakukan dan %idak Dilakukan pada Boile r
Lakukan %idak Lakukan
1.Tiup ielaga secara teratur 1. Jangan nyalakan pemantik api secara
mendadak setelah api habis
(pembersihan)
2.Bersihkan pengukur gelas blowdown
sekali tiap satu siIt
2. Jangan lakukan blowdown iika tidak
perlu
3.Periksa klep keamanan seminggu
sekali
3. Jangan biarkan pintu tungku terbuka
iika tidak perlu
4.Blowdown pada setiap siIt. sesuai
keperluan
4. Jangan sering menghembus klep
pengaman (kendali operasi)
5.Jaga seluruh pintu tungku tertutup 5. Jangan memberikan aliran berlebih
pada hopper abu
6.Kendalikan sirkulasi tungku 6. Jangan menaikan laiu pembakaran
melebihi yang diperbolehkan
7.Bersihkan, hopper pembuangan abu
setiap siIt
7. Jangan mengumpankan air baku
8.Jaga asap cerobong dan pengendali api 8. Jangan mengoperasikan boiler pada
aliran tertutup
9.Periksa pengendali otomatis pada
bahan bakar dengan menghentikan
sekali waktu air umpan untuk iangka
waktu pendek
9. Jangan memberi beban berlebih pada
boiler
10. Perhatikan kebocoran secara berkala 10. Jangan membiarkan ketinggian air
terlalu tinggi atau terlalu rendah
11. Periksa seluruh klep, damper, dll
untuk operasi yang benar seminggu
sekali
11. Jangan mengoperasikan penghembus
ielaga pada beban tinggi
12. Beri pelumas seluruh alat mekanik
untuk berIungsi mulus
12. Jangan ialankan kipas ID manakala
sedang dalam operasi
13. Jaga switchboards rapi dan bersih
dan sistim penuniuk sesuai dengan
perintah pekeriaan
13. Jangan melihat langsung api dalam
tungku, gunakan kacamata keamanan
yang berwarna
14. Jaga kebersihan area, bebas debu 14. Hindarkan bed bahan bakar yang
tebal



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
101

15. Jaga alat pemadam kebakaran selalu
dalam keadaan siap. Lakukan latihan
yang diselenggarakan sebulan sekali
15. Jangan biarkan boiler diserahkan ke
operator/ teknisi yang tidak terlatih
16. Seluruh lembar data harian harus
diisi secara sungguh-sungguh
16. Jangan mengabaikan pengamatan
yang tidak biasa (perubahan suara,
perubahan kineria, kesulitan
pengendalian), periksa
17. Jalanan Ian FD iika Ian ID mati 17. Jangan melewatkan pemeliharaan
tahunan
18. Perekam CO2 atau O2 harus
diperiksa
/dikalibrasi tiga bulan sekali
18. iangan mencat boiler
19. Traps harus diperiksa dan diurus
secara berkala
19. Jangan biarkan teriadinya
pembentukan steam pada economer
(iaga suhu.)
20. Kualitas steam, air harus diperiksa
sehari sekali, atau sekali tiap siIt
20. Jangan biarkan rate terbuka
(sebarkan secara merata)
21. Kualitas bahan bakar harus
diperiksa seminggu sekali
21. Jangan mengoperasikan boiler
dengan pipa air yang bocor
22. Jaga saluran pembuangan sub
pemanas terbuka selama start up

23. Jaga kran air terbuka selama start
dan tutup





BAB IV
Dasar %eori Perhitungan Efisiensi Boiler

4.1 Neraca Panas
Proses pembakaran dalam boiler dapat digambarkan dalam bentuk diagram
alir energi. Diagram ini menggambarkan secara graIis tentang bagaimana energi masuk



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
102

dari bahan bakar diubah meniadi aliran energi dengan berbagai kegunaan dan meniadi
aliran kehilangan panas dan energi. Panah tebal menuniukan iumlah energi yang
dikandung dalam aliran masing-masing.















ambar 4.1 diagram neraca energi boiler
( Sumber: www.energyeIIieciencyasia.org )
Neraca panas merupakan keseimbangan energi total yang masuk boiler
terhadap yang meninggalkan boiler dalam bentuk yang berbeda. ambar berikut
memberikan gambaran berbagai kehilangan yang teriadi untuk pembangkitan steam.



BILE#
Bahan bakar

keh||angan panas karena kandungan a|r da|am udara
keh||angan panas karena bahan yang t|dak terbakar
da|am res|du
keh||angan panas karena kandungan a|r da|am
bahan bakar
keh||angan panas karena steam da|am gas buang
keh||angan panas karana gas buang ker|ng



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
103











ambar 4.2 rugi-rugi pada boiler

Kehilangan energi dapat dibagi kedalam kehilangan yang tidak dapat
dihindarkan dan kehilangan yang dapat dihindarkan. Tuiuan dari pengkaiian energi
adalah agar rugi-rugi/kehilangan dapat dihindari, sehingga dapat meningkatkan eIisiensi
energi. Rugi-rugi yang dapat diminimalisasi antara lain:
Kehilangan gas cerobong:
- Udara berlebih (diturunkan hingga ke nilai minimum yang tergantung dari
teknologi burner. operasi (kontrol), dan pemeliharaan).
- Suhu gas cerobong (diturunkan dengan mengoptimalkan perawatan
(pembersihan), beban; burner yang lebih baik dan teknologi boiler).
Kehilangan karena bahan bakar yang tidak terbakar dalam cerobong dan abu
(mengoptimalkan operasi dan pemeliharaan; teknologi burner yang lebih baik).
Kehilangan dari blowdown (pengolahan air umpan segar, daur ulang kondensat)
Kehilangan kondensat (manIaatkan sebanyak mungkin kondensat)
Kehilangan konveksi dan radiasi (dikurangi dengan isolasi boiler yang lebih baik)
4.2 Nilai Pembakaran Bahan Bakar



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
104

Bahan bakar adalah zat kimia yang apabila direaksikan dengan oksigen (0
2
)
akan menghasilkan seiumlah kalor. Bahan bakar dapat berwuiud gas, cair, maupun
padat. Selain itu, bahan bakar merupakan suatu senyawa yang tersusun atas beberapa
unsur seperti karbon (C), hidrogen (H), belerang (S), dan nitrogen (N).
Kualitas bahan bakar ditentukan oleh kemampuan bahan bakar untuk
menghasilkan energi. Kemampuan bahan bakar untuk menghasilkan energi ini sangat
ditentukan oleh nilai bahan bakar yang dideIinisikan sebagai iumlah energi yang
dihasilkan pada proses pembakaran per satuan massa atau persatuan volume bahan
bakar.
Nilai pembakaran ditentukan oleh komposisi kandungan unsur di dalam bahan
bakar. Dikenal dua ienis pembakaran|7|, yaitu:
1. Nilai Kalor Pembakaran Tinggi
Nilai kalor pembakaran tinggi atau iuga dikenal dengan istilah Hh Heatn Jalue
(HH') adalah nilai pembakaran dimana panas pengembunan air dari proses
pembakaran ikut diperhitungkan sebagai panas dari proses pembakaran.
Dirumuskan dengan:
HH' ÷ 7986C ¹ 33575(H - O/8) ¹ 2190S..........(4.1a)
2. Nilai Kalor Pembakaran Rendah
Nilai kalor pembakaran rendah atau iuga dikenal dengan istilah Low Heatn Jalue
(LH') adalah nilai pembakaran dimana panas pengembunan uap air dari hasil
pembakaran tidak ikut dihitung sebagai panas dari proses pembakaran.
Dirumuskan dengan:
LH' ÷ HH' 600(9H ¹ M
m
).................(4.1b)
Dimana M
m
merupakan kelembaban bahan bakar.




|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
103

Entalpi pembakaran dan Nilai kalor
Entalpi pembakaran ( ˨

RP
) di deIinisikan sebagai beda antara entalpi produk
dan entalpi reaktan ketika teriadi proses pembakaran sempurna pada suhu dan tekanan
tertentu|5|.
˨

RP
= `n
c
P
˨

c
-`n
ì
˨

ì
R

˨

RP
= `n
c
P

]
o
+ A˨

)
c
-`n
ì

]
o
+ A˨

)
ì
R

Di mana
n ÷ koeIisien
˨

÷ entalpi
˨

]
o
÷ entalpi pembentukan
Nilai pembakaran di tentukan dengan mengurangi iumlah entalpi
pembentukan produk dengan iumlah entalpi pembentukan reaktan.
˨

RP
o
= `n
c
P

]
o
)
c
-`n
ì

]
o
)
ì
R


Dua nilai pembakaran yang dikenal yaitu Hher Heatn Jalue (HH') atau
nilai pembakaran tinggi adalah nilai yang didapat ketika semua air dari proses
pembakaran berbentuk cair sedangkan Lower Heatn Jalue (LH') atau nilai
pembakaran rendah di dapatkan ketika semua air dari proses pembakaran berbentuk
uap.



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
106

Misal
pada pembakaran gas metana (dalam kJ per Kg bahan bakar) pada suhu 25
0
celcius dan
tekanan 1 Atm maka untuk menentukan HH' dan LH' nya dengan cara.
CH
4
¹ 2O
2
¹ 7,52N
2
÷ CO
2
¹2H
2
O ¹ 7,52N
2

Asumsi
1. Tiap mole oksigen di reaksikan dengan 3,75 mol nitrogen
2. Pembakaran sempurna pada suhu dan tekanan yang tetap baik itu reaktan maupun
produk
3. Model gas ideal di aplikasikan untuk metana, air dan gas-gas produk pembakaran.
Nilai pembakarannya
˨

RP
o
= (˨

]
o
)
C0
2
+ Ŷ(˨

]
o
)
H
2
0
- (˨

]
o
)
CH
4

entalpi pembentukan untuk nitrogen dan oksigen bernilai nol.

HH'
˨

RP
o
= (˨

]
o
)
C0
2
+ Ŷ(˨

]
o
)
H
2
0(I)
-(˨

]
o
)
CH
4
(g)


LH'
˨

RP
o
= (˨

]
o
)
C0
2
+ Ŷ(˨

]
o
)
H
2
0(g)
- (˨

]
o
)
CH
4
(g)

Nilai entalpinya dapat di lihat di table A-25



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
107

Kesesuaian penggunaan HH' dan LH' ketika membandingkan bahan bakar,
menghitung eIisiensi termal dan lain-lain, tergantung pada aplikasinya. Untuk
pembakaran stasioner, dimana gas buang didinginkan sebelum pemakaian (misalnya
pembangkit tenaga listrik), penggunaan HH' lebih tepat. Namun apabila tidak ada
usaha untuk memanIaatkan gas buang sebelum dibuang, maka menggunakan LH'
lebih tepat.
Perbedaan LH' dan HH'
1. Perbedaan numerik antara LH' dan HH' bahan bakar adalah kira-kira
setara dengan iumlah panas laten penguapan yang dapat dibilang kembali
dalam kondensor sekunder per unit bahan bakar dibakar.
2. Ketika pembakaran boiler tanpa kondensor sekunder dirancang, nilai bahan
bakar yang sesuai untuk digunakan dalam proses desain adalah LH', yang
mengasumsikan bahwa uap air yang dihasilkan ketika bahan bakar dibakar
padam dalam aliran gas buang.
3. Ketika unit pembakaran maiu memiliki kondensor sekunder atau tersier
dirancang, nilai bahan bakar yang sesuai untuk digunakan dalam proses
desain adalah HH'.
4.3 Kebutuhan Udara Pembakaran
Pembakaran adalah proses persenyawaan bagian dari bahan bakar dengan O
2

dengan disertai kalor. Pembakaran akan teriadi iika titik nyala telah dicapai oleh
campuran bahan bakar dengan udara.
Di dalam teknik pembakaran diperlukan iumlah udara yang memadai (udara
berlebih) sehingga pembakaran yang teriadi akan sempurna. Untuk mengetahui iumlah
keperluan udara pada proses pembakaran harus diketahui kandungan O
2
dalam udara.
Komposisi unsur-unsur yang terkandung dalam udara menurut satuan berat |6| adalah:



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
108

- 0
2
sebanyak 23°
- N
2
sebanyak 77°
Reaksi pembakaran yang teriadi dapat dinyatakan dalam satu satuan berat
molekul. Maka reaksi pembakaran dari unsur-unsur bahan bakar adalah sebagai berikut:
1. Zat Belerang terbakar menurut:
˟ +˛
2
- ˟˛
2

Untuk pembakaran belerang diperlukan
ŷŶ˫˧˛
2
ŷŶ˫˧˟
-
ŵ˫˧˛
2
˫˧˟

Dalam pembakaran belerang dihasilkan SO
2
sebanyak:
źŸ˫˧˟˛
2
ŷŶ˫˧˟
-
Ŷ˫˧˛
2
˫˧˟


2. Zat Karbon terbakar menurut:
˕ + ˛
2
- ˕˛
2

ŵŶ˫˧˕ +ŷŶ˫˧˛
2
- ŸŸ˫˧˕˛
2

Dalam pembakaran karbon diperlukan:
ŷŶ˫˧˛
2
ŷŶ˫˧˕
-
Ŷ,źź˫˧˛
2
˫˧˕

Dalam pembakaran karbon dihasilkan CO
2
sebesar:
ŸŸ˫˧˕˛
2
ŵŶ˫˧˕
-
ŷ,źź˫˧˕˛
2
˫˧˕




|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
109


3. Hidrogen terbakar menurut:
H
2
+
ŵ
Ŷ
] ˛
2
- H
2
˛
Ŷ˫˧H
2
+ŵź˫˧˛
2
- ŵ8˫˧H
2
˛

Maka:
ŵź˫˧˛
2
Ŷ˫˧H
2
-
8˫˧˛
2
˫˧H
2

Pembakaran H
2
menghasilkan H
2
O sebanyak:
ŵ8˫˧H
2
˛
Ŷ˫˧H
2
-
9˫˧H
2
˛
˫˧H
2

Kebutuhan udara pembakaran dideIinisikan sebagai kebutuhan oksigen yang
diperlukan untuk pembakaran 1 kg bahan bakar secara sempurna |7| yang meliputi:
a. Kebutuhan udara teoritis (U
t
):
U
t
÷ 11,5C ¹ 34,5(H O/8) ¹ 4,32 S (kg/kgBB)........(4.2a)
b. Kebutuhan udara pembakaran sebenarnya/aktual (Us):
U
s
÷ U
t
(1¹u) (kg/kgBB)..................(4.2b)

4.4 Gas Asap
Reaksi pembakaran akan menghasilkan gas baru, udara lebih dari seiumlah
energi. Senyawa-senyawa yang merupakan hasil dari reaksi pembakaran disebut gas
asap. |7|



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
110

a. Berat gas asap teoriti (t)

t
÷ U
t
¹ (1 A)(kg/kgBB).................(4.3a)
Dimana A ÷ kandungan abu dalam bahan bakar (ash)
as asap yang teriadi terdiri dari:
- Hasil reaksi atas pembakaran unsur-unsur bahan bakar dengan O
2
dari udara
seperti CO
2
, H
2
O, SO
2

- Unsur N
2
dari udara yang tidak ikut bereaksi
- Sisa kelebihan udara
Dari reaksi pembakaran sebelumnya diketahui:
1 kg C menghasilkan 3,66 kg CO
2

1 kg S menghasilkan 1,996 kg SO
2

1 kg H menghasilkan 8,9836 kg H
2
O
Maka untuk menghitung berat gas asap pembakaran perlu dihitung dulu masing-
masing komponen gas asap tersebut |4|:
Berat CO
2
÷ 3,66 C kg/kg
Berat SO
2
÷ 2 S kg/kg
Berat H
2
O ÷ 9 H
2
kg/kg
Berat N
2
÷ 77° Us kg/kg
Berat O
2
÷ 23° Ut
Dari perhitungan di atas maka akan didapatkan iumlah gas asap:



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
111

Berat gas asap (
s
) ÷ W CO
2
¹ W SO
2
¹ W H
2
O ¹ W N
2
¹ W O
2

Atau:
b. Berat gas asap sebenarnya (s)

s
÷ U
s
¹ (1 A) (kg/kg BB)...............(4.3b)
Untuk menentukan komposisi dari gas asap didapatkan:
Kadar gas ÷ (W gas tersebut / W total gas) x 100°
4.5 Karbon Yang %idak %erbakar
Dari proses pembakaran selama terbentuk gas-gas asap, iuga akan terbentuk
solid reIuse (M
sr
) dimana sold refuse ini terdiri dari abu refuse (A
r
), dan karbon reIuse
(C
r
). |7|
Persamaannya adalah:
m
bb
¹ U
s
÷
s
¹ M
sr
...................(4.4a)
sedangkan dari perhitungan refuse didapatkan persamaan:
M
sr
. A
r
÷ m
bb
. A
Atau
˓

=
m
bb
.A
M
sr
×ŵŴŴ%....................................................................(4.4b)
Maka karbon yang tidak terbakar dalam terak (C
r
) adalah:
C
r
÷ 100° - A
r
...................(4.4c)
Sehingga massa refuse (M
r
) yang teriadi tiap iamnya adalah:
M
r
÷ C
r
.m
bb
(kg/iam)..................(4.4d)



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
112

Dimana:
m
bb
÷ massa bahan bakar
U
s
÷ massa udara pembakaran sebenarnya (kg/kgBB)

s
÷ berat gas asap sebenarnya (kg/kgBB)
M
sr
÷ massa sold refuse (kg/kgBB)
A
r
÷ prosentase sold refuse dalam abu
A ÷ prosentase abu dalam bahan bakar

4.6 Karbon Aktual Yang Habis %erbakar (C
t
)
Panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dalam dapur ketel
tidaklah seluruhnya digunakan untuk membentuk uap, karena sebagian panas tersebut
ada yang hilang. |7|. Panas yang hilang dari pembakaran bahan bakar dalam dapur ketel
merupakan kerugian-kerugian kalor yang diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Kerugian kalor karena bahan bakar (Q
1
)
Kerugian ini disebabkan karena adanya kandungan air dalam bahan bakar, dimana
besarnya dapat dirumuskan sebagai berikut:
˝
1
= H
m
. (˨
g
- ˨
]
)....................(4.6a)
Dimana:
Q
1
÷ kerugian kalor karena kelembaban bahan bakar (btu/lb BB)
M
m
÷ prosentase kelembaban bahan bakar
h
g
÷ entalpi uap super panas pada temperatur gas buang (btu/lb)



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
113

h
I
÷ entalpi pada temperatur udara ruang (btu/lb)

b. Kerugian kalor karena hidrogen (H) yang terdapat dalam bahan bakar (Q
2
)
Kerugian ini disebabkan karena kandungan unsur hidrogen (H) dalam bahan bakar,
yang bila terbakar akan bereaksi dengan oksigen dari udara dan berbentuk uap air
(H
2
O).
Besarnya kerugian ini dirumuskan dengan:
˝
2
= 9H


g

]
)....................(4.6b)
Dimana H
y
÷ prosentase hidrogen dalam bahan bakar.
c. Kerugian kalor untuk menguapkan air yang terdapat dalam udara pembakaran (Q
3
)
Karena udara yang masuk ke dalam ruangan pembakaran tidak kering dan masih
mengandung air, maka terdapat panas yang hilang untuk menguapkan air yang
terkandung dalam udara tersebut.
Besarnya kerugian kalor ini dapat dirumuskan dengan:
˝
3
= ˡ
s
. H
¡
. Ŵ,ź(ˮ
g

u
).................(4.6c)
Dimana:
U
s
÷ berat udara pembakaran sebenarnya (lb/lb BB)
M
v
÷ prosentase penguapan udara masuk dapur dikalikan dengan nilai
kelembaban udara pada temperatur ruang.
t
g
÷ temperatur gas buang (
0
F)
t
a
÷ temperatur ruang (
0
F)

d. Kerugian kalor karena pembakaran yang tidak sempurna (Q
4
)
as CO yang terdapat dalam gas asap menuniukkan bahwa sebagian bahan bakar
ada yang terbakar tidak sempurna. Hal ini teriadi karena kekurangan udara atau
distribusi udara yang kurang baik.



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
114

Kerugian kalor akibat pembakaran yang tidak sempurna ini dirumuskan dengan:
˝
4
=
C0
C0
2
+C0
× ŵŴŵźŴ˕
1
.................(4.6d)
Dimana:
CO ÷ prosentase gas CO dalam asap
CO
2
÷ prosentase gas CO
2
dalam asap
C
1
÷ karbon actual yang habis terbakar (lb/lb BB)

e. Kerugian kalor karena terdapat unsur karbon yang tidak ikut terbakar dalam sisa
pembakaran (Q
5
)
Kerugian ini dapat dirumuskan dengan:
˝
5
=
14540M
r
C
r
M
bb
...............................(4.6e)
Dimana:
M
r
÷ massa reIuse (lb/iam)
C
r
÷ prosentase karbon yang tidak terbakar dalam reIuse
M
bb
÷ laiu aliran massa bahan bakar (lb/iam)


I. Kerugian cerobong (Q
6
)
Kerugian cerobong ini disebabkan oleh gas asap yang meninggalkan cerobong
masih mengandung energi tinggi.
Kerugian cerobong dirumuskan dengan:
˝
6
= ˙
s
. ˕


g
- ˮ
u
)......................(4.6I)
Dimana:

s
÷ berat gas asap sebenarnya (kg/kg)
t
g
÷ temperatur gas buang (
0
K)
t
a
÷ temperatur udara ruang (
0
K)



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
113

C
p
÷ panas ienis rata-rata dari gas asap (kJ/kg
0
K)

g. Kerugian kalor karena radiasi dan lain-lain (Q
7
)
Teriadi akibat penghantaran dan pemancaran panas dari peralatan ketel, misalnya
pada badan ketel dan lain-lain.
Besarnya kerugian ini dirumuskan dengan:
˝
7
= Ÿ%. IHˢ......................(4.6g)
Apabila rugi-rugi kalor tersebut di atas dinyatakan dalam prosentase, maka
persamaannya adalah sebagai berikut:
˝
n
-
=
0
n
LHv
× ŵŴŴ%................................................................................(4.6h)
Dimana Q
n
merupakan rugi-rugi kalor dari Q
1
sampai Q
7


4.7 #umus Perhitungan Efisiensi Ketel Uap
Dengan diketahuinya kerugian-kerugian kalor dari hasil pembakaran pada
suatu ketel, maka dapat dihitung eIisiensi dari ketel tersebut, yang besarnya
dirumuskan:
n ÷
LHv-(gì2 totuI)
LHv
× ŵŴŴ%
÷ ŵŴŴ%-(˝
1

2
+ ˝
3

4

5
+ ˝
6

7
)..........(4.7)
(w. Culp. Arche. Jr.1989.211)

4.8 #umus Perhitungan Kapasitas Produksi Ketel Uap (M
u
)
Dirumuskan dengan:



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
116

H

= ˝

. µ

. ˘.....................(4.8)
Dimana:
Q
air
÷ debit air (m
3
/iam)
p
air
÷ massa ienis air (kg/m
3
)
F ÷ Iaktor koreksi terhadap kotoran dan endapan


4.9 Perhitungan Efisiensi Berdasarkan Neraca Kalor
Dikenal iuga sebagai metode nput-output karena kenyataan bahwa metode
ini hanya memerlukan keluaran/output (steam) dan panas masuk/nput (bahan bakar)
untuk evaluasi eIisiensi.
EIisiensi ini dapat dievaluasi dengan menggunakan rumus:
EIisiensi Boiler (n) ÷
unus kcIu
unus musk
x 100°.......................................(4.9a)
EIisiensi Boiler (n) ÷
0(h
g
-h
]
)
q×LHv
x 100°............................................(4.9b)
Parameter yang dipantau untuk perhitungan eIisiensi boiler dengan metode
langsung adalah:
- Jumlah steam yang dihasilkan per iam (Q) dalam kg/iam
- Jumlah bahan bakar yang digunakan per iam (q) dalam kg/iam
- Tekanan keria (dalam kg/cm2(g)) dan suhu lewat panas (
0
C), iika ada
- Suhu air umpan (
0
C)
Dimana:



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
117

- hg ÷ Entalpi steam ienuh dalam kkal/kg steam
- hI ÷ Entalpi air umpan dalam kkal/kg air






BAB V
Perhitungan Efisiensi Dan Kapasitas Produksi Uap Serta Peluang Meningkatkan
Efisiensi Boiler

5.1 Spesifikasi Ketel Uap di P%.KIMIA A#MA Semarang
Merek : Loos unzenhausen
Negara pembuat : Jerman Barat
Model / Type : UL 3200
No. Seri : 32706 dan 32707
Tahun : 1967
Kapasitas uap maksimal : 3200 kg/iam



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
118

Bahan bakar : Heavy Oil
Tekanan maksimal : 18 kg/cm
2

Luas Pemanas : 80 m·
Temperatur uap keluar pada ketel : 350
0
C
Temperatur air masuk ketel : 103
0
C / 215
0
F
Temperatur gas buang pada cerobong : 200
0
C
Temperatur udara luar : 30
0
C
Tekanan udara luar : 1 atm
5.2 Data Ketel Uap di P%.KIMIA A#MA Semarang
Bahan bakar yang digunakan adalah heavv ol (residu) dengan komposisi
sebagai berikut:
- Karbon (C) : 85,6°
- Hidrogen (H) : 9,7°
- Oksigen (O) : 1°
- Nitrogen (N) : 1°
- Belerang (S) : 2,3°
- Abu/ash (A) : 0,12°
- Kelembaban/mosture (M
m
) : 0,28°
Dari data operasional kebutuhan bahan bakar IDO untuk ketel uap, tiap
iamnya rata-rata memerlukan 210 kg/iam (M
bb
÷ 210 kg/iam). Sedangkan debit airnya
rata-rata 50 m
3
/24 iam ÷ 2,083 m
3
/iam.



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
119

5.3 Perhitungan Pembakaran
5.3.1 Nilai Pembakaran Bahan Bakar
a. Nilai Pembakaran Tinggi
Dengan menggunakan persamaan (4.1a) dan data-data di atas kita dapatkan nilai
kalor pembakaran tinggi (HH') sebesar:
HH' ÷ 7986C ¹ 33575(H - O/8) ¹ 2190S
HH' ÷ Ż98ź ×Ŵ,8Źź + ŷŷŹŻŹ(Ŵ,Ŵ9Ż -
0,01
8
) + Ŷŵ9Ŵ ×Ŵ,ŴŶŷ
÷ ŵŴŵŴŵ,ŵ9Ŷ ˫coˬ¡˫˧˔˔
÷ 10101,192 x 4,187 ÷ 42293,690 kJ/kg
b. Nilai Pembakaran Rendah
Dari persamaan (4.1b) maka nilai kalor pembakaran rendah adalah sebagai berikut:
LH' ÷ ŵŴŵŴŵ,ŵ9Ŷ -źŴŴ(9 × Ŵ,Ŵ9Ż +Ŵ,ŴŴŶ8)
÷ 9ŹŻŹ,Żŵź˫coˬ¡˫˧˔˔
÷ 9575,712 x 4,187 ÷ 40082,87 kJ/kgBB
5.3.2 Kebutuhan Udara Bahan Bakar
a. Dari persamaan (4.2a) maka didapatkan kebutuhan udara teoritis (U
t
):
U
t
÷ ŵŵ,Ź × Ŵ,8Źź + ŷŸ,ŹӘŴ,Ŵ9Ż -
0,01
8
ә +Ÿ,ŷŶ ×Ŵ,ŴŴŷ
÷ 13,247 kg/kgBB
b. Dan dari persamaan (4.2b) didapatkan kebutuhan udara pembakaran sebenarnya
(U
s
):



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
120

U
s
÷ 13,247(1 ¹ 0,18)
÷ 15,631 kg/kg
Dimana u ÷ Iaktor kelebihan udara 18°

5.3.3 Perhitungan Gas Asap
a. Dari persamaan (4.3a) maka didapatkan berat gas asap teoritis (
t
)

t
÷ 13,247 ¹ (1 0,00012)
÷ 14,246 kg/kgBB
b. Berat gas asap hasil pembakaran
W SO
2
÷ 2S
÷ 2 x 0,0023
÷ 0,0046 kg/kg
W CO
2
÷ 3,666 C
÷ 3,666 x 0,856
÷ 3,133 kg/kg
W H
2
O ÷ 9 x H
2

÷ 9 x 0,097
÷ 0,873 kg/kg
W O
2
÷ (23° x 18° )U
t

÷ 0,23 x 0,18 x 13,246
÷ 0,545 kg ¹ 0,01
÷ 0,548 kg/kg
W N
2
÷ 77° x 15,631
÷ 12,036 kg/kg
Dari persamaan (4.3b) didapatkan berat gas asap (basah) sebenarnya (
s
) adalah
sebagai berikut:



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
121

s
÷ 0,0046 ¹ 3,133 ¹ 0,873 ¹ 0,548 ¹ 12,036
÷ 16,636 kg/kg BB
Atau dengan persamaan 4.3c:

s
÷ 15,631 ¹ (1 0,0012)
÷ 16,629 kg/kg BB
c. Analisa gas asap basah:
(˟˛
2
)˱ =
Ŵ,ŴŴŸź
ŵź,źŷź
× ŵŴŴ% = Ŵ,ŴŶ8%
(˕˛
2
)˱ =
ŷ,ŵŷ8
ŵź,źŷź
× ŵŴŴ% = ŵ8,8ŷ%
(H
2
˛)˱ =
Ŵ,8Żŷ
ŵź,źŷź
× ŵŴŴ% = Ź,ŶŹ%

2
)˱ =
Ŵ,ŹŹŹ
ŵź,źŷź
× ŵŴŴ% = ŷ,Ŷ9%

2
)˱ =
ŵŵ,9ŹŸ
ŵź,źŷź
× ŵŴŴ% = ŻŶ,ŷŹ%
Berat gas asap kering:

s kering
÷
s basah
w H
2
O
÷ 16,636 0,873
÷ 15,763 kg/kg BB
d. Analisa gas asap kering
(˟˛
2
)˱ =
Ŵ,ŴŴŸź
ŵŹ,Żźŷ
× ŵŴŴ% = Ŵ,ŴŶ9%
(˕˛
2
)˱ =
ŷ,ŵŷ8
ŵŹ,Żźŷ
× ŵŴŴ% = ŵ9,88%

2
)˱ =
Ŵ,ŹŹŹ
ŵŹ,Żźŷ
× ŵŴŴ% = ŷ,Ÿ8%

2
)˱ =
ŵŵ,9ŹŸ
ŵŹ,Żźŷ
× ŵŴŴ% = Żź,ŷź%



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
122


5.3.4 Perhitungan Karbon yang %idak %erbakar
Dari persamaan (4.4a) dan (4.4b) didapatkan massa solid reIuse dan prosentase solid
reIuse abu sebagai berikut:
M
sr
÷ (1 ¹ 15,631) 16,629
÷ 0,002 kg/kgBB
A
r
÷
1×0,0012
0,002
× ŵŴŴ%
÷ 60°
Maka dengan persamaan (4.4c) iumlah karbon yang tidak terbakar dalam
terak/ielaga adalah:
C
r
÷ 100° - 60°
÷ 40° dari solid reIuse
÷ 40° x 0,002
÷ 0,0008 kg/kgBB
Jumlah massa reIuse yang teriadi tiap iamnya (persamaan 4.4d) adalah:
M
r
÷ 0,0008 x 210
÷ 0,168 kg/iam
5.3.5 Karbon Aktual yang Habis %erbakar (C
1
)
una mendapatkan banyaknya karbon sesungguhnya yang habis terbakar didapatkan
dengan menggunakan persamaan (4.5):
˕
1
=
(ŶŵŴ ×8Ź,ź) -(Ŵ,ŵź8 × ŸŴ)
ŶŵŴ × ŵŴŴ

÷ 0,856 kg/kg BB




|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
123

5.4 Perhitungan Kerugian Kalor
5.4.1 Kalor 1enis Berdasarkan Senyawa-Senyawa Penyusunnya
Harga kalor ienis gas asap pada temperatur 190
0
C (463K), yaitu peniumlahan kalor
ienis senyawa penyusun-penyusunnya. Dengan rincian sebagai berikut:
c(CO
2
) ÷ 0,1898 x C
p
(CO
2
)
÷ 0,1898 x 0,845
÷ 0,160 kJ/kg K
c(H
2
O) ÷ 0,05283 x C
p
(H
2
O)
÷ 0,05283 x 1,867
÷ 0,0986 kJ/kg K
c(SO
2
) ÷ 0,000278 x C
p
(SO
2
)
÷ 0,000278 x 0,644
÷ 0,000179 kJ/kg K
c(O
2
) ÷ 0,0358 x C
p
(O
2
)
÷ 0,0358 x 0,917
÷ 0,0328 kJ/kg K
c(N
2
) ÷ 0,7234 x C
p
(N
2
)
÷ 0,7234 x 1,038
÷ 0,75 kJ/kg K
Sehingga C
p
gas asap adalah 1,0504 kJ/kg K

5.4.2 Kerugian Kalor Karena Kelambaban Bahan Bakar
Kerugian ini disebabkan karena adanya kandungan air di dalam bahan bakar. Dari
tabel B-2 dan B-1a buku |3|, didapatkan:
h
g
÷ entalpi uap super panas pada temperatur gas buang T ÷ 190
0
C



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
124

÷ 374
0
F pada tekanan atmosIer (1 atm), yaitu 1229,714 btu/lb
h
I
÷ entalpi pada temperatur udara ruang T ÷ 30
0
C ÷ 86
0
F, yaitu 54
btu/lb
sehingga dari persamaan 4.6a besar kerugian kalor karena kelembaban bahan bakar
didapat:
Q
1
÷ 0,0028(1229,714 54)
÷ 3,292 btu/lb BB x 0,556 x 4,187
÷ 7,6637 kJ/kg BB
Dan apabila kerugian ini dinyatakan dalam prosentase (persamaan 4.7), maka:
Q
1
* ÷
7,6637
40093,515
× ŵŴŴ%
÷ 0,0191°
5.4.3 Kerugian Kalor Untuk Menguapkan Lembab Yang %erjadi Akibat Hidrogen
(H) Yang %erdapat Dalam Bahan Bakar
Q
2
÷ 9H
y
(h
g
h
I
)
÷ 9 x 0,097 (1229,714 54)
÷ 1026,3983 x 0,556 x 4,187 ÷ 2389,4265 kJ/kg
Q
6
* ÷
2389,4265
40093,515
× ŵŴŴ%
÷ 5,956°
5.4.4 Kerugian Kalor Untuk Menguapkan Air Dalam Udara Pembakaran
Dengan mengasumsikan bahwa udara yang diserap oleh blower masuk ke dalam
ruang bakar mengalami penguapan sebesar 70° dan dari Tabel XJIII Buku Steam
Ar And Gas Power. Wllams Servens untuk T ÷ 300C ÷ 860F diperoleh berat air
dalam udara kering ÷ 0,027586 maka:
Q
3
÷ 15,631 x 0,7 x 0,027586 x 0,46(374 86)



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
123

÷ 39,71629 btu/lb BB
÷ 93,0897kJ/kg BB
Bila dinyatakan dalam prosentase:
Q
3
* ÷
93,0897
40093,515
× ŵŴŴ%
÷ 0,2322°
5.4.5 Kerugian Karena Pembakaran %idak Sempurna
Dari persamaan (4.6d) didapatkan:
Q
4
÷
0
0,19165+0
× ŵŴŴ%
÷ 0
5.4.6 Kerugian Karena %erdapatnya Unsur Karbon Yang %idak Ikut %erbakar
Dalam Sisa Pembakaran.
Dari persamaan 4.6e didapatkan
Q
5
÷
14540×0,3704×0,40
463,05

÷ 4,65 btu/lb x 0,556 x 4,187
÷ 10,833 kJ/kgBB
Bila dinyatakan dalam prosentase:
Q
5
* ÷
10,833
40093,515
× ŵŴŴ%
÷ 0,027°
5.4.7 Kerugian Cerobong
Untuk menghitung kerugian cerobong ini didapatkan dari persamaan 4.6I:
Q
6
÷ 16,629 x 1,0504(463 303)K
÷ 2794,74 kJ/kg BB
Bila dinyatakan dalam prosentase:



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
126

Q
6
* ÷
2794,74
40093,515
× ŵŴŴ%
÷ 6,97°

5.4.8 Kerugian Karena #adiasi Dan Lain-Lain
Besarnya didapatkan dengan menggunakan persamaan 4.6g:
Q
7
÷ 4° x 40093,515
÷ 1603,355 kJ/kg BB
Bila dinyatakan dengan prosentase:
Q
7
* ÷ 4°
5.5 Perhitungan Efisiensi Ketel Uap
EIisiensi ketel uap dapat dicari dengan menggunakan persamaan 4.8:
n
ku
÷ 100° - (0,0191 ¹ 5,9596 ¹ 0,2322 ¹ 0 ¹ 0,027 ¹ 6,97 ¹ 4)°
÷ 82,794°

5.6 Perhitungan Kapasitas Produksi Uap
Untuk mengetahui kapasitas produksi uap ini didapatkan dari persamaan 4.9.
Diketahui debit air (Q
air
) ÷ 2,083 m
3
/iam dan p
air
pada suhu 30
0
C ÷ 995,26 kg/m
3
(J.P.
Holman, perpindahan kalor, tabel A-9), sehingga dapat diperoleh kapasitas uap yang
dihasilkan:
Laiu air ÷ p x Q



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
127

÷ 995,26 kg/m
3
x 2,0834 m
3
/iam
÷ 2073,53 kg/iam
Faktor koreksi terhadap kotoran/endapan F ÷ 0,93 |4| gbr.10-11)
M
u
÷ 2073,52 x 0,93
÷ 1928,38 kg/iam
Jadi perbandingan iumlah uap yang dihasilkan dengan bahan bakar yang dihabiskan
adalah 1928 : 210 ÷ 9,18 : 1 kg uap/kg BB

5.7 Efisiensi Berdasarkan Neraca Kalor
EIisiensi Boiler (n) ÷
unus kcIu
unus musk
x 100°
EIisiensi Boiler (n) ÷
0(h
g
-h
]
)
q×LHv
x 100°
˥˦˩s˩˥ns˩ bo˩ˬ˥r =
ŷŶŴŴ × (ź8ŷ,ŻŶ - ŷŴ,ŴŶŸ)
ŶŵŴ × 9ŹŻŹ,ŻŵŸ
× ŵŴŴ%
˥˦˩s˩˥ns˩ bo˩ˬ˥r = 8Ź,Ż%
Keuntungan metode neraca kalor
- Pekeria pabrik dapat dengan cepat mengevaluasi eIisiensi boiler
- Memerlukan sedikit parameter untuk perhitungan
- Memerlukan sedikit instrument untuk pemantauan
- Mudah membandingkan rasio penguapan dengan data benchmark
Kerugian metode neraca kalor



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
128

- Tidak memberikan petuniuk kepada operator tentang penyebab dari eIisiensi
sistem yang lebih rendah.
- Tidak menghitung berbagai rugi-rugi yang berpengaruh pada berbagai tingkat
eIisiensi.

Keuntungan metode dengan menghitung kerugian-kerugian (metode tidak
langsung)
O Dapat diketahui neraca bahan dan energi yang lengkap untuk setiap aliran
yang dapat memudahkan dalam mengidentiIikasi opsi-opsi untuk
meningkatkan eIisiensi boiler.
Kerugian menggunakan dengan menghitung kerugian-kerugian
O Perlu waktu lama
O Memerlukan Iasilitas laboratorium untuk analisis
5.8 Peluang Meningkatkan Efisiensi Boiler
Kineria boiler dipengaruhi beberapa hal, antara lain mutu udara pembakaran, mutu bahan
bakar, perpindahan panas yang baik antara panas hasil pembakaran dengan air dalam tube-
tube dan temperatur flue as/ gas buang.Untuk mengoptimalkan secara kontinu eIIisiensi
boiler diperlukan variasi dalam load, Iuel dan kondisi boiler itu sendiri.
1. Temperatur flue as/ gas buang
Besarnya temperatur flue as/ gas buang menyebabkan kehilangan panas meniadi
besar pula. Temperatur flue as/ gas buang ini berhubungan dengan iumlah udara yang
masuk, reaksi pembakaran yang teriadi dan proses perpindahan panas yang
berlangsung didalam boiler. Temperatur flue as/ gas buang yang tinggi menuniukan
bahwa panas hasil pembakaran yang tidak terserap oleh air dan terbawa oleh flue as/
gas buang cukup besar. Kondisi ini dikarenakan perpindahan panas dari gas ke ketel
uap tidak berlangsung dengan sempurna. Hal ini mungkin disebabkan oleh berbagai



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
129

Iaktor seperti terbentuknya endapan kerak akibat endapan-endapan pengotor air boiler
pada steam eneratn tube dan water wall tube yang merupakan tempat teriadinya
perpindahan panas .
Temperatur yang tinggi dapat dimanIaatkan untuk memanaskan udara
pembakaran (air preheater) atau untuk memanaskan air umpan ketel uap. Pemanasan
udara pembakaran dengan memanIaatkan temperatur Ilue gas/ gas buang dapat
menurunkan resiko kerugian kalor, karena dengan tingginya udara pembakaran berarti
Iuel gas yang diperlukan untuk pemanasan udara supaya tercapai titik nyala tidak
begitu banyak. Sehingga kebutuhan akan Iuel gas untuk memanaskan udara relatiI
lebih rendah. Dengan demikian penggunaan bahan bakar dapat ditekan.
2. O
2
Berlebih
Jumlah udara pembakaran yang disuplai untuk bercampur dengan bahan bakar
haruslah menghasilkan flameable mxture. Untuk meniamin bahwa semua bahan bakar
terbakar sempurna, oksigen harus disuplai cukup atau berlebih dari kebutuhannya.
Akan tetapi bila oksigen disuplai terlalu banyak, hal ini iuga kurang eIIektiI karena
dapat menyebabkan kehilangan panas sebab sebagian panas digunakan untuk
pemanasan udara. Sedangkan bila disuplai kurang akan teriadi pembakaran yang tidak
sempurna. Dalam pembakaran ini flue as/ gas buang yang terbentuk adalah CO
2
.
3. Mutu bahan bakar
Didalam pembakaran, bereaksinya Iuel dengan oksigen akan menghasilkan panas.
Komposisi Iuel ini akan mempengaruhi besarnya panas yang dihasilkan. SpesiIikasi
Iuel dapat mempengaruhi nilai panas dari pembakaran tersebut. Nilai panas per satuan
berat untuk natural gas, propana dan butana mempunyai nilai panas yang lebih tinggi
daripada Iuel cair atau padat. Tetapi pada Iuel tersebut banyak mengandung hidrogen
yang pada waktu teriadinya pembakaran akan banyak terbentuk uap air dalam
pembakaran. Uap air ini akan berubah Iasanya dengan mengambil energi waktu



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
130

teriadinya proses pembakaran. Sehingga kadar uap air tersebut meniadi rendah,
akibatnya Iuel ini mempunyai eIIisiensi pembakaran yang kecil. Hal ini yang
menyebabkan dalam volume yang sama pada saat pembakaran, fuel lqud/sold
mempunyai panas lebih tinggi disebabkan kandungan hidrokarbon yang tinggi (hher
specfc ravtv) dari pada Iuel gas.





Bab VI
Penutup
6.1 Kesimpulan
Dari hasil penulisan laporan keria praktek ini dapat disimpulkan beberapa hal
sebagai berikut:
1. Dari hasil perhitungan eIIisiensi boiler PT. KIMIA FARMA MANUFAKTUR
Semarang menuniukkan bahwa boiler tersebut memiliki eIIisiensi sebesar
82,794°. Padahal berdasarkan perIormance test awal, boiler tersebut memiliki
eIIisiensi sekitar 87°. Hal ini menuniukkan bahwa boiler tersebut telah
mengalami penurunan perIormance, tetapi masih dalam keadaan yang baik
untuk tetap digunakan.
2. Faktor yang menyebabkan turunnya eIIisiensi boiler tersebut adalah karena
adanya Heat Losses (Kerugian kalor).



|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
131

3. Faktor terbesar yang menurunkan eIisiensi boiler tersebut adalah Kerugian kalor
untuk menguapkan moisture hasil pembakaran H
2
O dalam bahan bakar
(5,956°) dan rugi cerobong (6,97). Disamping itu, Penyebab lain turunnya
eIIisiensi boiler tersebut bila dibandingkan dengan perIormance test awal
disebabkan oleh: kerugian karena isolasi yang sudah tua (Rugi Isolasi), Seal
Plate Air Heater sudah over size, Perpindahan panas pada pipa tidak sempurna
karena kerak bagian luar / dalam.
6.2 Saran
Untuk mengurangi penurunan eIisiensi operasional maka hal-hal yang harus
diperhatikan adalah sebagai berikut:
1. Melakukan pengontrolan yang ketat terhadap kandungan air pada Ieed water
sebelum masuk ke ketel uap.
2. Pengecekan secara berkala terhadap isolasi pipa penyalur uap dan langsung
mengganti isolasi pipa yang rusak.
3. Pengecekan berbagai macam katup yang ada pada ketel uap, harus diperhatikan
bahwa semua katup dapat berIungsi dengan baik.
4. Menggunakan air sisa kondensasi untuk menghemat kebutuhan air untuk feed water
yang terbuang percuma.








|z11rz1 Isr|z |rzslss
|I. I|m|z ¥z11|zsl1r Ismzrz11
ë1|rsrs|lzs ê|111s11r1
Ismzrz11
132









Daftar Pustaka
1 Diokosetyardio, IR. M. J, 2003, Ketel Uap. Cetakan Kelima. Pradnya Paramita. Jakarta.
2 El-Wakil,M.M.,JasiIi, MSc, Ir. E., 1992, Instalas Pembankt Dava, Erlangga, Jilid I,
Jakarta.
3 Holman, JP, 1981, Heat Transfer, Mc raw Hill Book Inc., Edisi ke 5, Jakarta.
4 Muin, Syamsir A, 1988, Pesawat-Pesawat Konvers Ener. Raiawali Pers, edisi ke 1,
Jakarta.
5 Reynold, William C., Perkins, Henry C., 1994, Termodnamka Teknk, Erlangga, Edisi
Kedua, Jakarta.
6 Stultz, S,C and Kitto.,1992, STEAM ts Generaton and Use, Babcock & Wilcox, edisi
40.
7 Tambunan., 1984, Ketel Uap, Karya Agung, Jakarta.
8 www.energyeIIiciencyasia.org., Pedoman Efsens Ener Untuk Industr d Asa, (18
November 2009)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->