Seperti dikemukakan terdahulu, pendekatan pengubahan tingkah laku didasarkan atas prinsipprinsip psikologi behavioral.

Prinsip pokoknya ialah bahwa semua tingkah laku itu dipelajari, baik tingkah laku yang disukai maupun tidak disukai. Para penganut pendekatan ini percaya bahwa seorang siswa yang bertingkah laku menyimpang melakukan perbuatannya itu karena satu atau dua alasan: 1. siswa telah mempelajari tingkah laku yang menyimpang itu, atau 2. siswa itu belum mempelajari tingkah laku yang sebaiknya. Pendekatan pengubahan tingkah laku dibangun atas dua anggapan dasar: 1. ada empat proses yang perlu diperhitungkan dalam belajar bagi semua orang pada segala tingkatan umur dan dalam segala keadaan dan 2. proses belajar itu sebagian atau seluruhnya dipengaruhi (dikontrol) oleh kejadiankejadian yang berlangsung di lingkungan. Dengan demikian, tugas pokok guru adalah menguasai dan menerapkan keempat proses yang telah terbukti (bagi kaum behavioris) merupakan pengontrol tingkah laku manusia, yaitu: penguatan positif, penghukuman, penghilangan dan penguatan negatif. Para penganut pemberian penguatan menekankan bahwa apabila seorang siswa menampilkan tingkah laku tertentu, maka tingkah lakunya itu diikuti oleh akibat (konsekwensi) tertentu. Ada empat kategori dasar dari akibat: 1. 2. 3. 4. apabila ganjaran diberikan, apabila hukuman diberikan, apabila ganjaran dihentikan, dan apabila hukuman dihentikan.

Pemberian ganjaran disebut penguatan positif dan pemberian hukuman disebut saja penghukuman. Penghentian pemberian ganjaran disebut penghilangan (extinention) atau penundaan (time out), tergantung pada keadaannya. Penghentian hukuman disebut penguatan negatif. Frekuensi munculnya tingkah laku tertentu sejalan dengan jenis mana yang mengikuti tingkah laku itu. Penguatan positif, yaitu pemberian ganjaran setelah ditampilkannya tingkah laku yang dimaksud, mengakibatkan ditingkatkannya frekuensi pemunculan tingkah laku yang dimaksud. Tingkah laku yang memperoleh ganjaran itu diperbuat dan diulangi lagi di waktu mendatang. Contoh: Bambang menulis laporan dengan rapi dan menyerahkannya kepada guru (tingkah laku siswa). Guru memuji pekerjaan Bambang itu dan memberikan komentar bahwa laporan Bambang yang ditulis dengan rapi lebih mudah dibaca dibandingkan dengan yang ditulis secara tidak rapi (penguatan positif). Untuk laporan-laporan berikutnya, Bambang terus memperhatikan kerapian laporan itu (frekuensi tingkah laku yang dikuatkan itu meningkat). Penghukuman menampilkan perangsang yang tidak diinginkan atau tidak disukai (yaitu

Ibu Eti mengatakan bahwa Jayeng tidak diperkenankan ikut serta dalam permainan itu dan duduk sendiri terpisah dari kelompokkelompoknya (mengecualikan pemberian ganjaran untuk siswa tertentu). Contoh: Susi. Permainan seperti itu amat digemari oleh para siswa. Selanjutnya. Penundaan seperti ini menurunkan frekuensi penguatan dan menurunkan frekuensi tingkah laku yang dimaksudkan itu. yang laporan-laporan sebelumnya memperoleh pujian dari guru. Contoh: Jamilus adalah salah seorang siswa yang harus menerus menyerahkan kepada guru laporanlaporan yang ditulis dengan tidak rapi. laporan-laporan Jamilus itu tidak lebih baik. Guru memahami Jamilus karena tidak memperhatikan kerapian laporan itu. Jamilus telah memperhatikan kerapian laporan itu (frekuensi tingkah laku yang mendapatkan hukuman itu menurun). Meskipun guru terus menerus menegur dan memarahinya. Ternyata siswa-siswa memang mengerjakan tugas dengan baik. Penundaan merupakan tindakan tidak jadi memberikan ganjaran atau mengecualian pemberian ganjaran untuk siswa tertentu. Penghilangan adalah menahan (tidak lagi memberikan) ganjaran yang diharapkan akan diberikan seperti yang sudahsudah (menahan pemberian penguatan positif). Untuk laporan-laporan berikutnya Susi menjadi kurang rapi (frekuensi tingkat laku yang telah dikuatkan menurun). kecuali Jayeng. menyerahkan kepada guru laporan yang rapi (tingkah laku siswa yang sebelumnya mendapat penguatan). Peniadaan hukuman itu memperkuat tingkah laku yang ditampilkan dan meningkatkan kecenderungan diulanginya tingkah laku tersebut. mengatakan bahwa laporan yang tidak rapi sukar dibaca dan menyuruh Jamilus menulis laporan itu kembali (hukuman).hukuman) setelah dilakukannya suatu perbuatan tertentu yang menyebabkan frekuensi pemunculan tingkah laku itu menurun. Guru menerima laporan itu dan setelah dibaca mengembalikan laporan itu tanpa komentar (menahan pemberian penguatan positif). Penguatan negatif adalah peniadaan perangsang yang mengenakkan atau tidak disukai (yaitu hukuman) setelah ditampilkannya suatu tingkah laku yang mengakibatkan menurunnya frekuensi tingkah laku yang dimaksud. Jayeng mengerjakan tugas-tugas dengan lebih baik (frekuensi tingkah laku laku menurun). Guru menerima laporan Jamilus itu tanpa komentar dan tanpa teguran atau . Untuk laporan-laporan selanjutnya. Contoh: Jamilus menyerahkan kepada guru laporan yang kurang rapi (tingkah laku siswa). Contoh: Para siswa di kelas Ibu Eti (guru Bahasa Inggris) yakin bahwa guru mereka itu akan menyelenggarakan permainan kata-kata (word game) jika para siswa mengerjakan tugas dan baik. Pada suatu ketika Jamilus menyerahkan laporan yang agak rapi. Penghilangan ini menghasilkan penurunan frekuensi tingkah laku yang semula mendapat penguatan.

Penjadwalan rasio dilaksanakan apabila guru memberikan pengaturan kepada siswa setiap setelah siswa menampilkan sekian kali tingkah laku yang dimaksud. Ada dua macam penjadwalan dalam penguatan berkala. dan sebaliknya. penghilangan yaitu menahan pemberian ganjaran yang biasanya diberikan dan penundaan. jika guru ingin memperkuat tingkah laku tertentu dari seorang siswa maka guru itu hendaklah memberikan ganjaran pada setiap penampilan tingkah laku yang dimaksud. yaitu pemberian ganjaran dan penguatan negatif yaitu peniadaan hukuman. Guru dapat mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan pada diri siswa melalui penerapan penghukuman. maka besar kemungkinan perbuatan yang menyimpang itu akan diulangi atau diteruskan. penjadwalan interval lebih efektif diterapkan untuk mempertahankan agar tingkah laku yang dimaksudkan itu terus menerus dapat berlangsung secara tetap. Tingkah laku siswa yang dianggap baik dan perlu diteruskan hendaknya diberi penguatan sesegera mungkin setelah tingkah laku itu ditampilkan. yaitu penjadwalan interval dan penjadwalan rasio. Misalnya. guru dapat menumbuhkan tingkah laku yang diinginkan pada diri siswa melalui penerapan penguatan positif. dan sekali tingkah laku itu sudah terbina pada diri siswa. laporanlaporan Jamilus menjadi lebih rapi (frekuensi tingkah laku meningkat). apabila guru menghukum tingkah laku yang baik. Pada umumnya. Dengan demikian. guru memberikan penguatan setiap jam. yaitu pemberian perangsang yang tidak mengenakkan. Tingkah laku siswa yang tidak diinginkan dan perlu dihentikan hendaklah diberi hukuman sesegera mungkin setelah tingkah laku itu ditampilkan. Penjadwalan interval dilaksanakan apabila guru memberikan penguatan kepada siswa setiap setelah jangka waktu tertentu. Dapat diringkaskan. unsur waktu dalam pemberian penguatan dan hukuman adalah penting. guru memberikan penguatan setiap siswa telah menampilkan empat kali tingkah laku yang dimaksud. Penguatan terus menerus yaitu yang diberikan setelah setiap kali tingkah laku yang dimaksudkan ditampilkan. Tingkah laku yang tidak segera diberi penguatan akan cenderung melemah dan tingkah laku yang tidak segera diberi hukuman akan cenderung berkembang (menguat). Jika guru memberikan penguatan terhadap perbuatan yang menyimpang. penguatan berkala akan lebih efektif. . “Makin cepat makin baik” merupakan kata-kata yang perlu diperhatikan bagi guru berkenaan dengan keefektifannya dalam mengelola kelas. Perlu diingat bahwa penerapan masingmasing jenis akibat (konsekuensi) itu berkaitan dengan diterus atau dihentikannya penampilan suatu tingkah laku di masa depan. Misalnya. Dengan demikian. sedangkan penjadwalan rasio lebih efektif untuk meningkatkan frekuensi penampilan tingkah laku itu. Penguatan yang terus menerus itu terutama sekali efektif bagi tahap-tahap awal penguasaan suatu tingkah laku khusus tertentu. maka besar kemungkinan perbuatan yang sebenarnya baik it akan dihentikan penampilannya.marah yang selama ini ditempatkan kepadanya (peniadaan hukuman). yaitu mengecualikan siswa dari pemberian ganjaran tertentu. Frekuensi pemberian penguatan juga perlu diperhatikan. Selanjutnya. Tentang kapan penguatan itu diberikan juga penting. berakibat makin seringnya penampilan tingkah laku itu.

Penguat bersyarat meliputi: 1. yang dimaksudkan sebagai hukuman justru seringkali terjadi. udara yang segar). Dalam menyelenggarakan penguatan haruslah diperhatikan pengaruh penguatan itu pada diri masing-masing siswa. bahkan siswa itu dapat (secara tidak langsung) menunjukkan penguatpenguat yang dibutuhkannya. Seringkali siswa melakukan tindakan yang menyimpang untuk menarik perhatian orang lain. dirasakan oleh siswa sebagai hukuman dan sebaliknya. yaitu penguat-penguat yang dipelajari (seperti pujian. dan 2. penguat sosial. bagi siswa yang haus akan perhatian orang lain dirasakan lebih sebagai ganjaran daripada sebagai hukuman. dan . Dengan demikian. 2. Tanggapan guru yang berupa marah atau omelan. Jenis-jenis penguat tertentu sebenarnya tidak terlepas dari kebutuhan siswa tertentu. uang). yaitu jenis ganjaran yang berupa kesempatan untuk melakukan kegiatan tertentu (seperti kesempatan berekreasi. melihat petunjuk-petunjuk (gelagat) khusus berkaitan dengan jenis penguat tertentu dengan jalan mengamati hal-hal apa yang ingin dilakukan oleh siswa. Jenisjenis penguat dapat digolongkan ke dalam dua klasifikasi besar: 1. melihat petunjuk-petunjuk tambahan dengan mengamati apa yang terjadi setelah siswa menampilkan tingkah laku tertentu. Hal ini tampaknya sukar. 3. yaitu penguat-penguat yang tidak dipelajari dan selalu diperlukan untuk berlangsungnya hidup (seperti makanan. dalam hal ini guru mencoba menerapkan tindakan atau tingkah laku apa yang dilakukan guru dan teman-teman siswa itu yang tampaknya menguatkan tingkah laku siswa yang bersangkutan. Contoh diatas mengisyaratkan bahwa guru harus amat hati-hati dalam memilih dan menerapkan penguat-penguat yang tepat untuk siswa-siswa tertentu. Ganjaran bagi seorang siswa mungkin memang merupakan ganjaran. air. yang mana tanda penghargaan itu mungkin dapat ditukarkan dengan ganjaran nyata yang dapat bermanfaat (seperti uang tanda tukar kebutuhan sekolah lainnya). 2. yaitu pemberian ganjaran terhadap tingkah laku tertentu oleh orang lain dalam kaitannya dengan suasana sosial (seperti tepuk tangan. membaca bebas di perpustakaan).Dalam proses pemberian penguatan. dan sebagai akibatnya siswa itu terus bertingkah laku menyimpang dengan tujuan menarik perhatian orang lain. Tanggapan guru terhadap tingkah laku siswa yang dimaksudkan sebagai pujian dan ganjaran. ganjaran yang diberikan disebut penguat (reinforce). Ada tiga cara untuk mengenali jenis-jenis penguat yang bersangkutan dengan siswa tertentu: 1. penguat penghargaan yaitu jenis ganjaran yang merupakan tanda penghargaan. penguat bersyarat. tetapi bagi siswa lainnya justru merupakan hukuman. arti suatu ganjaran hanya bisa dimengerti dalam kaitannya dengan siswa tertentu. Keberhasilan suatu usaha penguatan harus dilihat sampai berapa jauh penguatan itu mampu meningkatkan frekuensi penampilan tingkah laku yang diberi penguatan itu. namun sebenarnya tidaklah demikian. kasih sayang. pujian). penguatan kegiatan. penguat besar.

siswa-siswa dapat menampilkan tingkah laku yang tidak diinginkan (seperti menertawakan. tetapi guru harus dengan hati-hati mencatat akibat-akibat sampingan dari hukuman itu. Hukuman berfungsi sebagai pengajaran bagi siswa-siswa lain dengan kenyataan bahwa hukuman itu mungkin mengurangi kemungkinan siswa-siswa lain meniru tingkah yang mendapat hukuman itu. 2. Hukuman dapat menyebabkan siswa agresif. Hukuman dapat menimbulkan sikap negatif pada diri sendiri atau terhadap suasana diluar dirinya. Dalam kaitan ini ada tiga pokok pandangan. seorang siswa yang dihukum karena berbicara tanpa mengindahkan giliran mungkin tetap akan tidak berbicara meskipun kesempatan berbicara baginya terbuka luas. dan penggunaan hukuman itu hendaklah sama sekali dihindarkan karena penanggulangan terhadap tingkah laku siswa yang menyimpang dapat dilakukan dengan cara-cara lain yang tidak perlu menimbulkan akibat sampingan sebagaimana dapat ditimbulkan oleh hukuman. Keuntungan dan kerugian penggunaan hukuman perlu dikenali. yaitu penggunaan hukuman untuk mengurangi atau meniadakan tingkah laku yang tidak disukai. Kadang-kadang penghukuman terhadap tingkah laku tertentu digeneralisasikan untuk tingkah laku-tingkah laku lainnya.3. 5. apa yang ingin dimilikinya. penggunaan hukuman secara bijaksana terhadap hal-hal tertentu secara terbatas dapat menimbulkan akibat yang baik secara cepat (segera). yaitu: • • • penggunaan hukuman secara tepat adalah amat efektif untuk mengurangi atau menghilangkan tingkah laku siswa yang menyimpang. marilah kita singgung sedikit lagi tentang hal yang sebenarnya masih merupakan suatu dilema atau masih diperdebatkan. Hukuman dapat menyebabkan siswa yang bersangkutan menarik diri sama sekali. 2. pilihan-pilihan yang akan diterapkan . Hukuman dapat menimbulkan reaktif negatif dan kawan-kawan siswa yang bersangkutan. Kerugian penggunaan hukuman: 1. 4. Hukuman berfungsi sebagai pemberi petunjuk kepada siswa dengan kenyataan bahwa siswa dibantu untuk segera mengetahui tingkah laku mana yang dapat diterima. Beberapa keuntungan ialah: 1. Hukuman dapat ditafsirkan secara salah. Misalnya. Misalnya. dan dapat mencegah berulangnya kembali tingkah laku itu dalam waktu yang cukup lama. simpati) terhadap siswa yang menerima hukuman. memperoleh petunjuk-petunjuk tambahan dengan jalan langsung menanyakan kepada siswa yang bersangkutan tentang apa yang ingin dilakukannya jika dia memiliki waktu terluang. Dalam mempertimbangkan keuntungan dan kerugian penggunaan hukuman. 3. Misalnya. dan untuk apa atau untuk siapa biasanya siswa itu melakukan sesuatu yang berarti. Hukuman dapat menghentikan dengan segera tingkah laku siswa yang menyimpang. hukuman dapat merusak perasaan bahwa diri sendiri cukup berharga atau dapat menumbuhkan sikap negatif terhadap sekolah. 3. Setelah secara singkat membahas penggunaan ganjaran.

Mengabaikan tingkah laku siswa yang tidak diinginkan dan menunjukkan persetujuan atas tingkah laku yang diinginkan adalah amat efektif dalam menumbuhkan tidak langkah yang baik bagi siswa-siswa di kelasnya. maka penerapannya harus dicatat secara diteliti. Menunjukkan persetujuan atas tingkah laku yang baik tampaknya merupakan kunci dari pengelolaan kelas yang efektif. 3. Memberikan ganjaran terhadap tingkah laku yang baik tampaknya merupakan kunci bagi pengelolaan kelas yang efektif. Kesimpulan-kesimpulan diatas dapat diartikan sebagai berikut: 1. 2. Disamping itu. Menghukum tingkah laku siswa yang tidak baik dapat meniadakan tingkah laku itu tetapi mungkin menimbulkan akibat sampingan yang bersifat negatif. Memberikan ganjaran terhadap tingkah laku siswa yang baik dan menahan pemberian ganjaran tingkah laku yang tidak baik adalah amat efektif untuk membina tingkah laku siswa yang lebih baik didalam kelasnya. Lebih jauh disarankan agar guru juga mampu memberikan penguatan terhadap tingkah laku yang baik sambil sekaligus mampu menahan pemberian penguatan atau hukuman terhadap tingkah laku yang tidak disukai. dalam melaksanakan hukuman itu guru harus sudah mempertimbangkan hal-hal atau akibat yang mungkin terjadi dan guru harus sudah siap pula menanggulangi apa yang mungkin terjadi itu.harus benar-benar dipertimbangkan secara hati-hati. . Jika cara hukuman tertentu memang sudah dipilih. Pembicaraan tentang pendekatan pengubahan tingkah laku dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. 2.

Karakteristik perilaku ada yang terbuka dan tertutup. sedih. sosial dan berketuhanan. Perbuatan yang diulang-ulag dalam waktu lama oleh perorangan atau oleh kelompok masyarakat sehingga menjadi mudah mengerjakannya. Adat kebiasaan. Ajaran Islam menganjurkan selektip memilih calon pasangan hidup. Tidak semua senyum bermakna keramahan.BAB II PEMBAHASAN I. emosi. perubahan Anak yang merasa ketakutan ketika berjalan sendiri pada malam hari merupakan hasil dari belajar anak telah belajar menghubungkan kegelapan dengan suatu keadaan yang menyeramkan. meskipun juga menganggap tingkah laku pada dasarnya merupakan hasil dari pengaruh lingkungan dan faktor-faktor genetik. berkhayal. Reaksi ini dapat diperoleh secara tidak sadar maupun secara sadar dan juga dapat diperoleh dari hasil belajar II. Pendekatan behavioristik tidak menguraikan asumsi-asumsi filosofi tertentu tentang manusia. Karakter Manusia tidak terbentuk secara tiba-tiba. Semua manusia memiliki instinct ini. demikian juga tidak semua tindak kekerasan bermakna permusuhan. cara mengungkapkan kegembiraan atau kemarahan. kekuasaan. Pengertian Tingkah Laku Manusia Tingkah laku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat sikap. seperti (1) instinct menjaga diri agar tetap hidup. tetapi bermodal tabiat bawaan genetika orang tuanya kemudian terbangun sejalan dengan proses interaksi social dan internalisasi nilai-nilai dalam medan Stimulus dan Respond sepanjang hidupnya. etika. lingkungan. Perilaku manusia merupakan dorongan yang ada dalam diri manusia. persuasi.Perilaku terbuka yaitu perilaku yang dapat diketahui oleh orang lain tanpa menggunakan alat bantu. Perilaku manusia tidak cukup difahami dari apa yang nampak. motivasi dan keinsyafan Instinc bersifat universal. Perilaku merupakan perwujudan dari adanya kebutuhan. nilai. Cara berjalan. cara berbicara adalah wujud dari kebiasaan. disebut kebiasaan. sedangkan perilaku tertutup adalah perilaku yang hanya dapat dimengerti dengan menggunakan alat atau metode tertentu misalnya berpikir. Orang merasa nyaman dengan kebiasaan itu meski belum tentu logis. karena karakteristik genetika orang tua akan menurun . Manusia pada dasarnya dibentuk dan ditentukan oleh lingkungan sosial. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh pengalaman. Dalil dasarnya adalah bahwa tingkah laku itu tertib dan bahwa eksperimen yang dikendalikan dengan cermat akan menyingkapkan hukum-hukum yang mengendalikan tingkah laku. (2) instinct seksual dan (3) instinct takut. Keturunan. keturunan. sedangkan dorongan adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan yang ada pada manusia. Setiap individu dipandang memiliki kecenderungan-kecenderungan positif dan negatif yang sama. Adat kebiasaan. bermimpi dan takut. Diantara yang mendasari tingkah laku manusia adalah : Instinc. Mengenal Tentang Tingkah Laku Behaviorisme adalah suatu pandangan ilmiah tentang tingkah laku manusia. dan atau genetika. Perilaku dikatakan wajar apabila ada penyesuaian dri yang harus diselaraskan peran manusia sebagai mahkluk individu. tetapi harus dicari dasarnya.

Setiap manusia melakukan sesuatu pasti ada tujuan yang ingin dicapai. konsep tentang dirinya. Keinsyafan merupakan kalkulasi psikologis yang berhubungan dengan (a) ketajaman nurani. B Watson kemudian dikembangkan oleh banyak ahli. dan melahirkkan banyak sub aliran (3)Pendekatan Kognitif Pendekatan ini menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental. Pendekatan ini dipelopori oleh J. harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Keinsyafan. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S – R atau suatu kaitan Stimulus – Respon. Motivasi. (b) karena terbawa perilaku orang lain. (2) Pendekatan Perilaku Menurut pendekatan ini tingkah laku pada dasarnya adalah respon atas stimulus yang datang. Motivasi melakukan sesuatu bisa karena (a) keyakinan terhadap sesuatu. Lingkungan.Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya. Jika dibuatkan model adalah sebagai berikut S – O – R. Hanya para “Behavoris yang Radikal” yang menyingkirkan kemungkinan menentukan diri dari individu. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali. Tingkah laku dapat dijelaskan dengan cara yang berbeda – beda. seperti Skinner. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar dan sewaktu – waktu akan menuntut untuk dipuaskan (5) Pendekatan Fenomenologi Pendekatan ini lebih memperhatikan pada pengalaman subjektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya. Menurut sebuah penelitian psikologi. membandingkan dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. atau (b) kuatnya cita-cita atau (c) kuatnya kehendak. dimana individu ( Organisme ) aktif dalam menangkap. Teori Pembentukan dan Perubahan Tingkah Laku Banyak sekali teori yang ada dalam pembentukan dan perubahan tingkah laku dan dalam kesempatan kali ini kami akan menjelaskan tentang teori yang dikemukakan oleh teori pembiasaan yang dikemukakan oleh Dollard dan Miller . yaitu : (1) Pendekatan Neurobiological Tingkah laku manusia pada dasarnya dikendalikan oleh aktivitas otak dan sistem syaraf. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang (4)Pendekatan Psikoanalisa Pendekatan ini dikembangkan oleh Freud. 11% oleh apa yang didengar dan 6% sisanya oleh berbagai stimulus. (c) karena terpedaya atau terpesona terhadap sesuatu. Terapi tingkah laku kontemporer bukanlah suatu pendekatan yang sepenuhnya deterministik dan mekanistik. dalam psikologi sedikitnya ada 5 cara pendekatan. PROSES PEMBENTUKAN DAN PERUBAHAN TINGKAH LAKU A. menilai. 83% perilaku manusia dipengaruhi oleh apa yang dilihat. III. Pendekatan neurobiological berupaya mengaitkan perilaku yang terlihat dengan impuls listrik dan kimia yang terjadi didalam tubuh serta menentukan proses neurobiologi yang mendasari perilaku dan proses mental. yang menyingkirkan potensi para klien untuk memilih.kepada anaknya hingga pada perilaku.

Adiknya yang semula hanya meniru tingkah laku kakaknya. Pada saat manusia dihadapkan untuk pertama kali kepada suatu rangsangan tertentu maka respons (tingkah laku balas) yang timbul didasarkan pada hirarki bawaan tersebut. yakni dorongan (drive). Sehingga ia tidak perlu membuang waktu untuk belajar dengan coba-ralat. Oleh karena itu untuk memahami tingkah laku sosial dan proses belajar sosial. belajar coba-ralat dikurangi dengan belajar tiruan dimana seseorang tinggal meniru tingkah laku orang lain untuk dapat memberikan respons yang tepat. Keempat prinsip ini saling mengait satu sama lain. Tingkah laku yang sama ini tidak selalu hasil tiruan maka tidak dibahas lebih lanjut oleh pembuat teori. kejenuhan. Tingkah laku Tergantung (Matched Dependent Behavior) Tingkah laku ini timbul dalam interaksi antara 2 pihak dimana salah satu pihak mempunyai kelebihan (lebih pandai. Menurut Miller dan Dollard ada 2 reward atau ganjaran. Dorongan adalah rangsangan yang sangat kuat terhadap organisme (manusia) untuk bertingkah laku. mereka berpendapat bahwa manusia mempunyai hirarki bawaan tingkah laku. baik yang langsung ditujukan orang tertentu maupun yang tidak. Ternyata mereka mendapatkan coklat (ganjaran). Mereka berpendapat bahwa tingkah laku manusia itu merupakan hasil belajar. dan ganjaran (reward). Mengenai tingkah laku balas (respons). Stimulus-stimulus ini disebut dorongan primer yang menjadi dasar utama untuk motivasi. dan seterusnya. Prinsip belajar itu terdiri dari 4. Contoh 2 orang yang berbelanja di toko yang sama dan dengan barang yang sama. Misalnya kakak adik yang sedang bermain menunggu ibunya pulang dari pasar. Setelah beberapa kali terjadi ganjaran dan hukuman maka tingkah laku balas yang sesuai dengan faktor-faktor penguat tersebut disusun menjadi hirarki resultan (resultant hierarchy of respons). dan sebagainya) dari pihak yang lain. uluran tangan merupakan isyarat untuk berjabat tangan. pihak yang lain atau pihak yang kurang tersebut akan menyesuaikan tingkah laku (match) dan akan tergantung (dependent) pada pihak yang lebih. Isyarat ini dapat disamakan dengan rangsangan diskriminatif. isyarat (cue). dilain waktu meskipun kakaknya tidak . Stimulus-stimulus yang cukup kuat pada umumnya bersifat biologis seperti lapar. dan sebagainya. kakak segera menjemput ibunya kemudian diikuti oleh adiknya. lebih mampu. Isyarat adalah rangsangan yang menentukan bila dan dimana suatu respons akan timbul dan terjadi. kita harus mengetahui prinsip-prinsip psikologi belajar. Didalam belajar sosial. Tingkah Laku Sama Tingkah laku ini terjadi pada 2 orang yang bertingkah laku balas (respons) sama terhadap rangsangan atau isyarat yang sama. Ganjaran adalah rangsang yang menetapkan apakah tingkah laku balas diulang atau tidak dalam kesempatan yang lain. yakni : a.Teori Belajar Sosial dan Tiruan Dari Millers dan Dollard Pandangan Millers dan Dollard bertitik tolak pada teori Hull yang kemudian dikembangkan menjadi teori tersendiri. Menurut Miller dan Dollard semua tingkah laku (termasuk tingkah laku tiruan) didasari oleh dorongan-dorongan primer ini. Dalam tingkah laku sosial. haus. misalnya anggukan kepala merupakan isyarat untuk setuju. lebih tua. Disinilah pentingnya belajar dengan coba-coba dan ralat (trial and error learning). b. yakni ganjaran primer yang memenuhi dorongan-dorongan primer dan ganjaran sekunder yang memenuhi dorongan-dorongan sekunder. Terdengar ibunya pulang. Mereka membedakan 3 macam mekanisme tingkah laku tiruan. Dalam hal ini. Biasanya ibu mereka membawa coklat. yaitu dorongan menjadi isyarat. tingkah laku balas (respons). isyarat menjadi respons. isyarat yang terpenting adalah tingkah laku orang lain. seks. respons menjadi ganjaran.

peniru bertingkah laku atas dasar isyarat yang berupa tingkah laku pula yang diberikan oleh model. sedangkan pembentukan tersebut sangat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan orang tersebut baik dalam kesehariannya ataupun dalam keadaaan tertentu seperti ketika ia menghadapi keadaan dimana pada keadaan biasa ia tidak berani melawan. proses pembelajaran diri inilah yang nantinya akan membentuk tingkah laku seseorang tersebut. maka ketika dalam keadaan terdesak. pengaruh ganjaran dan hukuman sangat besar terhadap kuat atau lemahnya tingkah laku tiruan. Tingkah Laku Salinan (Copying Behavior) Seperti tingkah laku tergantung. c. sahabat ataupun belajar dari diri mereka sendiri. si peniru memperhatikan juga tingkah laku model di masa yang lalu maupun yang akan dilakukan di waktu mendatang. manusia akan berubah sesuai dengan apa yang mereka pelajari.ada. Hal ini berarti perkiraan tentang tingkah laku model dalam kurun waktu yang relatif panjang ini akan dijadikan patokan oleh di peniru untuk memperbaiki tingkah lakunya sendiri dimasa yang akan datang sehingga lebih mendekati tingkah laku model. Demikian juga dalam tingkah laku salinan ini. baik dari keluarga. ia akan melawan sebab berkaitan dengan sesuatu yang sangat ia butuhkan . pada tingkah laku salinan. Sedangkan pada tingkah laku salinan. Dari semua penjelasan beberapa teori diatas dapat diketahui bahwasanya. Perbedaannya dengan tingkah laku tergantung adalah dalam tingkah laku tergantung ini si peniru hanya bertingkah laku terhadap isyarat yang diberikan oleh model pada saat itu saja. ia akan lari menjemput ibunya yang baru pulang dari pasar. teman.

sehingga hadiah yang diberikan dapat berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan keadaan anaknya. Dengan ungkapan kata. 148. Ketika berbicara dengan anak-anak maupun dengan murid-murid hendaknya seorang ayah atau seorang guru mcmbagi pandangannya secara merata kepada mereka semua. Kata ini banyak ditemukan dalam Al-Quran.” Setiap orang tua hendaknya mengetahui apa yang disukai dan diharapkan oleh anaknya. 3. Dengan memberikan suatu materi. dan 2) balasan dari perbuatan yang tidak baik yang dilakukan anak. Ada beberapa peristiwa yang dilakukan Rosululloh ketika memberikan pujian kepada para sahabatnya. baik di dunia maupun di akhirat dari amal perbuatannya. Oleh . Sebelum menjawab pertanyaan tersebut Rosululloh mengatakan: Sudah saya duga. ajaran islam juga telah memberikan penjelasan tentang teknik penerpan reward dan punishment dalam upaya pembentukan perilaku. diantaranya pujian kepada Mua’adz ketika ia bertanya tentang perbuatan apa yang bisa memasukannya kedalam syurga. “Sebaik-baik unta adalah unta kalian. “Saling memberi hadiahlah kalian niscaya kalian saling mencintai. reward (ganjaran) diistilahkan dengan tsawab. Setelah itu Rosululloh menjawab pertanyaannya. bakhin (bagus. dan sebaik-baik penunggang adalah kalian. Al-Quran juga menggunakan kata targhib dan tarhib. Dalam pembahasannya yang lebih luas. Bila memperhatikan masing-masing ayat tersebut terlihat bahwa kata ‘iqab mayoritasnya didahului oleh kata syadiid (yang paling. Ganjaran-ganjaran yang diberikan dengan mudah terhadap suatu perbuatan akan menghilangkan akibat-akibat yang tidak baik. dan kesemuanya menunjukkan arti keburukan dan azab yang menyedihkan. Dari kedua ayat di atas dapat dipahami bahwa kata ‘iqab ditujukan kepada balasan dosa sebagai akibat dari perbuatan jahat manusia.” Senyuman sama sekali bukan suatu beban vang memberatkannya. Dari ketiga ayat di atas. makna yang dimaksud dengan kata tsawab dalam kaitannya dengan pendidikan Islam adalah pemberian ganjaran yang baik terhadap perilaku baik dari anak didik. Al-Qur’an memakai kata ‘iqab sebanyak 20 kali dalam 11 surat. pengertian istilah reward dapat diartikan sebagai 1) alat pendidikan preventif dan represif yang menyenangkan dan bisa menjadi pendorong atau motivator belajar bagi murid. Dengan memberikan senyuman atau tepukan. seperti firman Allah dalam surat Ali Imran: 11 dan al-Anfal: 13. Berbagai teknik penggunaan reward yang diajarkan islam diantaranya adalah: 1. kata tsawab identik dengan ganjaran yang baik. Kata tsawab selalu diterjemahkan kepada balasan yang baik. cara ini dapat diberikan kepada anak didik dengan syarat benda yang diberikan terdapat relevansi dengan kebutuhan pendidikan. Pada praktik pendidikan. misalnya seorang guru menepuk-nepuk pundak siswanya ketika siswa tersebut mampu mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik. Seiring dengan hal ini. Pemberian hukuman harus dimulai dari tindakan sebelumnya yang dimulai dari teguran langsung. sedangkan kata targhib dan tarhib lebih berhubungan dengan janji atau harapan untuk mendapatkan kesenangan jika melakukan suatu kebajikan atau ancaman untuk mendapatkan siksaan kalau melakukan perbuatan tercela. Tujuan utama dari pendekatan ini adalah untuk menyadarkan anak dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan. Pembahasan Dalam bahasa Arab. Selain berupa konseptual. tetapi juga dapat menarik cinta dari si anak. Kala itu Rosululloh menjawab dengan jawaban: Bakhin. an-Nisa: 134. al-Hasan dan al-Husein yang menunggangi punggungnya seraya beliau berkata. dan melalui pukulan. tetapi ia mempunyai pengaruh yang sangat kuat. terutama apabila hal itu tidak diduga. Penggunaan teknik ini dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika memuji cucunya. melalui sindiran. dan sebagai hadiah terhadap perilaku yang baik dari anak dalam proses pendidikan. melalui celaan. Dalam hubungannya dengan pendidikan Islam. Selanjutnya. ‘iqab diartikan sebagai 1) alat pendidikan preventif dan refresif yang paling tidak menyenangkan. 2. Selain kata tsawab dan ‘iqob. kalau tsawab dan ‘iqob lebih berkonotasi pada bentuk aktivitas dalam memberikan ganjaran dan hukuman seperti memuji dan memukul. sehingga mereka mendengarkannya dengan perasaan cinta dan kasih sayang serta tidak membenci pembicaraannya.” Oleh karenanya guru diharapkan mengikuti makna-makna dalam rangka memberi ganjaran atau pujian yang akan bermanfaat dan lebih menarik perhatian. Punishment (hukuman) dalam bahasa Arab diistilahkan dengan ‘iqab. Sebagaimana salah satu diantaranya dapat dilihat dalam firman Allah pada surat Ali Imran: 145. Demikian juga dengan tepukan tangan. tidak aka nada orang yang bertanya tentang masalah ini selain dirimu. amat. Senyuman merupakan sedekah sebagaimana dikatakan oleh Rosulullah: “Senyumanmu terhadap saudaramu adalah sedekah. dan sangat). Perbedaannya. Rasulullah telah mengajarkan hal tersebut dengan mengatakan. Cara ini selain untuk menunjukkan perasaan cinta.. pelaksanaan hukuman sebagai salah satu metode pendidikan boleh dilakukan sebagai jalan terakhir dan harus dilakukan secara terbatas dan tidak menyakiti anak. khususnya ketika membicarakan tentang apa yang akan diterima oleh seseorang. bagus) sungguh pertanyaan yang agung. Peristiwa yang hampir sama terjadi ketika Rosululloh menjawab pertanyaan Abu Hurairoh tentang orang yang paling beruntung ketika mendapat syafaat Rosul di hari akhir nanti.

4) Harus menimbulkan keinsyafan dan penyesalan kepada anak didik. Umar bin Abi Salmah r. seperti kepala. Melihat itu beliau berkata. Wallohu ‘alam bishowab. 3) Harus menimbulkan kesan di hati anak. karena itu punishment boleh digunakan ketika alternatif lain sudah tidak mampu memecahkan persoalan yang dihadapi anak. terdapat beberapa aturan yang mampu melindungi anak dari efek negitif yang mungkin di timbulkan. Sasarannya adalah kedua tangan atau kedua kaki dengan alat pukul yang lunak (tidak keras). dan makanlah apa yang ada di dekatmu. Kelemahan metode ini dapat menimbulkan perasaan takut. Kelebihan metode ini adalah bisa menjadi motivasi untuk melakukan perbuatan yang sama atau bahkan perbuatan yang lebih baik lagi. “Dulu aku menjadi pembantu di rumah Rasulullah. Melalui teguran langsung. makanlah dengan tangan kananmu. reward mempunyai kelebihan dan kekurangan. karena di dalam reward ada arah (tujuan) yang dapat dijadikan pola perilaku berikutnya. jika kesalahan itu baru pertama kali dilakukan. Terdapat beberapa cara yang telah digunakan Rasulullah dalam menjalankan hukuman pada anak. sementara sang pendidik melihat bahwa pukulannya tadi tidak membuat jera si anak. Tidak mendera di atas sepuluh deraan kecuali dalam hukuman pelanggaran maksiat (hudud). tidak boleh diwakilkan kepada orang lain. maka setiap pendidik hendaknya memperhatikan syarat-syarat dalam pemberian hukuman yaitu: 1) Pemberian hukuman harus tetap dalam jalinan cinta. agar terhindar dari kedengkian dan perselisihan. 'Hai ghulam. Hal ini mengacu pada sabda Rasulullah. tidak percaya diri. Penutup Sebagai sebuah metode dalam pendidikan. Jika salah seorang dari kamu memukul. atau muka. Reward dan punishment adalah dua jenis metode yang bisa digunakan dalam praktik pendidikan baik dalam lingkup keluarga maupun sekolah.” 2. C. punishmentpun mempunyai kelebihan dan kekurangan. 3) Pukulan tidak boleh dilakukan pada tempat-tempat yang berbahaya. Ajaran Islam membolehkan pada pendidik atau orang tua untuk memberikan pukulan sebagai salah satu bentuk punishment dalam praktik pendidikan. 4) Hukuman harus dilakukan oleh sang pendidik sendiri. dia lidak boleh meneruskannya dan harus mencari jalan pemecahan yang lain. jika sudah menginjak masa remaja. Jangan marah!. berkata. biasanya aku mengulurkan tanganku ke berbagai penjuru. perut. Tidak dibenarkan. selain itu seorang anak akan merasakan akibat dari perbuatannya yang pada akhirnya anak akan mampu menghormati dirinya sendiri. Kelebihan metode ini adalah bisa menjadi sarana untuk perbaikan perilaku sehingga anak tidak terjerumus pada perilaku yang lebih tercela. Akibat negatif yang mungkin timbul. dan hadiahnya itu berlebih-lebihan. Lalu Rosululloh bersabda: “Engkau telah berbuat kerusakan di belakang manusia. maka anak akan timbul sikap sombong karena menganggap dirinya selalu hebat.” Selain reward. Tetapi.a. dia boleh menambahnya lagi sampai hitungan kesepuluh. telah dijelaskan Rosululloh ketika beliau mendengar seorang laki-laki memberi hadiah kepada laki-laki lain. apabila seorang pendidik memukul orang bersalah setelah berselang dua hari dari perbuatan salahnya. dan mengurangi keberanian untuk berbuat. 2) Harus didasarkan pada alasan keharusan. dan kasih sayang. jika metode ini diberikan secara berlebihan dan kurang tepat. Penggunaan reward lebih efektif dibanding punishment. diantaranya: 1. Keterlambatan pemukulan sampai hari kedua ini hampir tidak ada gunanya sama sekali. dan 5) Jika sang pendidik melihat bahwa dengan cara memukul masih belum membuahkan hasil yang diinginkan. Penggunaan kedua metode tersebut harus dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip yang terdapat dalam ajaran Islam. Pukulan tidak terlalu keras dan tidak menyakitkan. Seorang pendidik harus dapat menepati waktu yang sudah ditetapkan untuk mulai memukul. Hal itu mengacu pada sabda Rasulullah. anak harus diberi kesempatan untuk bertaubat dari perbuatannya. yaitu langsung kctika anak melakukan kesalahan. Hal ini mengacu pada sabda Rasulullah yang menyatakan. bacalah basmallah. . ketika makan. Selain itu. dada. Melalui Pukulan. maka jauhilah muka. 5) Harus diikuti dengan pemberian maaf dan harapan serta kepercayaan. Namun demikian. 2) Seorang pendidik tidak boleh memukul kecuali jika seluruh sarana peringatan dan ancaman tidak mempan lagi dan tidak boleh memukul dalam keadaan sangat marah karena dikhawatirkan membahayakan diri anak. Kelemahannya. Diantara persyaratan yang membolehkan penggunaan pukulan diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Jangan terlalu cepat memukul anak.karena itu agar pendekatan ini tidak terjalankan dengan leluasa. hendaklah pukulan-pukulan itu dimulai dari hitungan satu sampai tiga jika si anak belum baligh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful