P. 1
Nota Ganjaran Tinkah Laku

Nota Ganjaran Tinkah Laku

|Views: 113|Likes:
Published by wizurai2010

More info:

Published by: wizurai2010 on Dec 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2012

pdf

text

original

Seperti dikemukakan terdahulu, pendekatan pengubahan tingkah laku didasarkan atas prinsipprinsip psikologi behavioral.

Prinsip pokoknya ialah bahwa semua tingkah laku itu dipelajari, baik tingkah laku yang disukai maupun tidak disukai. Para penganut pendekatan ini percaya bahwa seorang siswa yang bertingkah laku menyimpang melakukan perbuatannya itu karena satu atau dua alasan: 1. siswa telah mempelajari tingkah laku yang menyimpang itu, atau 2. siswa itu belum mempelajari tingkah laku yang sebaiknya. Pendekatan pengubahan tingkah laku dibangun atas dua anggapan dasar: 1. ada empat proses yang perlu diperhitungkan dalam belajar bagi semua orang pada segala tingkatan umur dan dalam segala keadaan dan 2. proses belajar itu sebagian atau seluruhnya dipengaruhi (dikontrol) oleh kejadiankejadian yang berlangsung di lingkungan. Dengan demikian, tugas pokok guru adalah menguasai dan menerapkan keempat proses yang telah terbukti (bagi kaum behavioris) merupakan pengontrol tingkah laku manusia, yaitu: penguatan positif, penghukuman, penghilangan dan penguatan negatif. Para penganut pemberian penguatan menekankan bahwa apabila seorang siswa menampilkan tingkah laku tertentu, maka tingkah lakunya itu diikuti oleh akibat (konsekwensi) tertentu. Ada empat kategori dasar dari akibat: 1. 2. 3. 4. apabila ganjaran diberikan, apabila hukuman diberikan, apabila ganjaran dihentikan, dan apabila hukuman dihentikan.

Pemberian ganjaran disebut penguatan positif dan pemberian hukuman disebut saja penghukuman. Penghentian pemberian ganjaran disebut penghilangan (extinention) atau penundaan (time out), tergantung pada keadaannya. Penghentian hukuman disebut penguatan negatif. Frekuensi munculnya tingkah laku tertentu sejalan dengan jenis mana yang mengikuti tingkah laku itu. Penguatan positif, yaitu pemberian ganjaran setelah ditampilkannya tingkah laku yang dimaksud, mengakibatkan ditingkatkannya frekuensi pemunculan tingkah laku yang dimaksud. Tingkah laku yang memperoleh ganjaran itu diperbuat dan diulangi lagi di waktu mendatang. Contoh: Bambang menulis laporan dengan rapi dan menyerahkannya kepada guru (tingkah laku siswa). Guru memuji pekerjaan Bambang itu dan memberikan komentar bahwa laporan Bambang yang ditulis dengan rapi lebih mudah dibaca dibandingkan dengan yang ditulis secara tidak rapi (penguatan positif). Untuk laporan-laporan berikutnya, Bambang terus memperhatikan kerapian laporan itu (frekuensi tingkah laku yang dikuatkan itu meningkat). Penghukuman menampilkan perangsang yang tidak diinginkan atau tidak disukai (yaitu

yang laporan-laporan sebelumnya memperoleh pujian dari guru. Selanjutnya. Untuk laporan-laporan berikutnya Susi menjadi kurang rapi (frekuensi tingkat laku yang telah dikuatkan menurun). Contoh: Susi. Penghilangan adalah menahan (tidak lagi memberikan) ganjaran yang diharapkan akan diberikan seperti yang sudahsudah (menahan pemberian penguatan positif). Penguatan negatif adalah peniadaan perangsang yang mengenakkan atau tidak disukai (yaitu hukuman) setelah ditampilkannya suatu tingkah laku yang mengakibatkan menurunnya frekuensi tingkah laku yang dimaksud. Peniadaan hukuman itu memperkuat tingkah laku yang ditampilkan dan meningkatkan kecenderungan diulanginya tingkah laku tersebut. Guru menerima laporan itu dan setelah dibaca mengembalikan laporan itu tanpa komentar (menahan pemberian penguatan positif). Meskipun guru terus menerus menegur dan memarahinya. Penghilangan ini menghasilkan penurunan frekuensi tingkah laku yang semula mendapat penguatan. Guru menerima laporan Jamilus itu tanpa komentar dan tanpa teguran atau . Pada suatu ketika Jamilus menyerahkan laporan yang agak rapi. Jayeng mengerjakan tugas-tugas dengan lebih baik (frekuensi tingkah laku laku menurun). Penundaan seperti ini menurunkan frekuensi penguatan dan menurunkan frekuensi tingkah laku yang dimaksudkan itu. Contoh: Jamilus menyerahkan kepada guru laporan yang kurang rapi (tingkah laku siswa). Guru memahami Jamilus karena tidak memperhatikan kerapian laporan itu. mengatakan bahwa laporan yang tidak rapi sukar dibaca dan menyuruh Jamilus menulis laporan itu kembali (hukuman). Ibu Eti mengatakan bahwa Jayeng tidak diperkenankan ikut serta dalam permainan itu dan duduk sendiri terpisah dari kelompokkelompoknya (mengecualikan pemberian ganjaran untuk siswa tertentu). kecuali Jayeng. Untuk laporan-laporan selanjutnya. Contoh: Para siswa di kelas Ibu Eti (guru Bahasa Inggris) yakin bahwa guru mereka itu akan menyelenggarakan permainan kata-kata (word game) jika para siswa mengerjakan tugas dan baik. Jamilus telah memperhatikan kerapian laporan itu (frekuensi tingkah laku yang mendapatkan hukuman itu menurun). Contoh: Jamilus adalah salah seorang siswa yang harus menerus menyerahkan kepada guru laporanlaporan yang ditulis dengan tidak rapi. laporan-laporan Jamilus itu tidak lebih baik. Penundaan merupakan tindakan tidak jadi memberikan ganjaran atau mengecualian pemberian ganjaran untuk siswa tertentu.hukuman) setelah dilakukannya suatu perbuatan tertentu yang menyebabkan frekuensi pemunculan tingkah laku itu menurun. Ternyata siswa-siswa memang mengerjakan tugas dengan baik. menyerahkan kepada guru laporan yang rapi (tingkah laku siswa yang sebelumnya mendapat penguatan). Permainan seperti itu amat digemari oleh para siswa.

marah yang selama ini ditempatkan kepadanya (peniadaan hukuman). Misalnya. Selanjutnya. Penguatan yang terus menerus itu terutama sekali efektif bagi tahap-tahap awal penguasaan suatu tingkah laku khusus tertentu. yaitu mengecualikan siswa dari pemberian ganjaran tertentu. berakibat makin seringnya penampilan tingkah laku itu. Penjadwalan interval dilaksanakan apabila guru memberikan penguatan kepada siswa setiap setelah jangka waktu tertentu. maka besar kemungkinan perbuatan yang menyimpang itu akan diulangi atau diteruskan. apabila guru menghukum tingkah laku yang baik. Dengan demikian. Penguatan terus menerus yaitu yang diberikan setelah setiap kali tingkah laku yang dimaksudkan ditampilkan. penguatan berkala akan lebih efektif. Guru dapat mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan pada diri siswa melalui penerapan penghukuman. Penjadwalan rasio dilaksanakan apabila guru memberikan pengaturan kepada siswa setiap setelah siswa menampilkan sekian kali tingkah laku yang dimaksud. Dengan demikian. dan sekali tingkah laku itu sudah terbina pada diri siswa. Misalnya. laporanlaporan Jamilus menjadi lebih rapi (frekuensi tingkah laku meningkat). dan sebaliknya. Pada umumnya. Ada dua macam penjadwalan dalam penguatan berkala. . Jika guru memberikan penguatan terhadap perbuatan yang menyimpang. sedangkan penjadwalan rasio lebih efektif untuk meningkatkan frekuensi penampilan tingkah laku itu. Tingkah laku yang tidak segera diberi penguatan akan cenderung melemah dan tingkah laku yang tidak segera diberi hukuman akan cenderung berkembang (menguat). jika guru ingin memperkuat tingkah laku tertentu dari seorang siswa maka guru itu hendaklah memberikan ganjaran pada setiap penampilan tingkah laku yang dimaksud. guru dapat menumbuhkan tingkah laku yang diinginkan pada diri siswa melalui penerapan penguatan positif. guru memberikan penguatan setiap jam. penghilangan yaitu menahan pemberian ganjaran yang biasanya diberikan dan penundaan. Perlu diingat bahwa penerapan masingmasing jenis akibat (konsekuensi) itu berkaitan dengan diterus atau dihentikannya penampilan suatu tingkah laku di masa depan. guru memberikan penguatan setiap siswa telah menampilkan empat kali tingkah laku yang dimaksud. Tingkah laku siswa yang dianggap baik dan perlu diteruskan hendaknya diberi penguatan sesegera mungkin setelah tingkah laku itu ditampilkan. maka besar kemungkinan perbuatan yang sebenarnya baik it akan dihentikan penampilannya. Frekuensi pemberian penguatan juga perlu diperhatikan. yaitu penjadwalan interval dan penjadwalan rasio. Tingkah laku siswa yang tidak diinginkan dan perlu dihentikan hendaklah diberi hukuman sesegera mungkin setelah tingkah laku itu ditampilkan. Dapat diringkaskan. penjadwalan interval lebih efektif diterapkan untuk mempertahankan agar tingkah laku yang dimaksudkan itu terus menerus dapat berlangsung secara tetap. “Makin cepat makin baik” merupakan kata-kata yang perlu diperhatikan bagi guru berkenaan dengan keefektifannya dalam mengelola kelas. yaitu pemberian perangsang yang tidak mengenakkan. unsur waktu dalam pemberian penguatan dan hukuman adalah penting. Tentang kapan penguatan itu diberikan juga penting. yaitu pemberian ganjaran dan penguatan negatif yaitu peniadaan hukuman.

Hal ini tampaknya sukar. uang). melihat petunjuk-petunjuk tambahan dengan mengamati apa yang terjadi setelah siswa menampilkan tingkah laku tertentu. Contoh diatas mengisyaratkan bahwa guru harus amat hati-hati dalam memilih dan menerapkan penguat-penguat yang tepat untuk siswa-siswa tertentu. pujian). dan sebagai akibatnya siswa itu terus bertingkah laku menyimpang dengan tujuan menarik perhatian orang lain. arti suatu ganjaran hanya bisa dimengerti dalam kaitannya dengan siswa tertentu. yang dimaksudkan sebagai hukuman justru seringkali terjadi. 2. yang mana tanda penghargaan itu mungkin dapat ditukarkan dengan ganjaran nyata yang dapat bermanfaat (seperti uang tanda tukar kebutuhan sekolah lainnya). penguat sosial. dan . Keberhasilan suatu usaha penguatan harus dilihat sampai berapa jauh penguatan itu mampu meningkatkan frekuensi penampilan tingkah laku yang diberi penguatan itu. membaca bebas di perpustakaan). 3. yaitu jenis ganjaran yang berupa kesempatan untuk melakukan kegiatan tertentu (seperti kesempatan berekreasi. bagi siswa yang haus akan perhatian orang lain dirasakan lebih sebagai ganjaran daripada sebagai hukuman. dan 2. Seringkali siswa melakukan tindakan yang menyimpang untuk menarik perhatian orang lain. Ganjaran bagi seorang siswa mungkin memang merupakan ganjaran. yaitu penguat-penguat yang dipelajari (seperti pujian. penguatan kegiatan. Tanggapan guru yang berupa marah atau omelan. Tanggapan guru terhadap tingkah laku siswa yang dimaksudkan sebagai pujian dan ganjaran. ganjaran yang diberikan disebut penguat (reinforce). namun sebenarnya tidaklah demikian. penguat penghargaan yaitu jenis ganjaran yang merupakan tanda penghargaan.Dalam proses pemberian penguatan. penguat besar. Jenis-jenis penguat tertentu sebenarnya tidak terlepas dari kebutuhan siswa tertentu. dirasakan oleh siswa sebagai hukuman dan sebaliknya. penguat bersyarat. tetapi bagi siswa lainnya justru merupakan hukuman. Jenisjenis penguat dapat digolongkan ke dalam dua klasifikasi besar: 1. bahkan siswa itu dapat (secara tidak langsung) menunjukkan penguatpenguat yang dibutuhkannya. udara yang segar). Dengan demikian. Dalam menyelenggarakan penguatan haruslah diperhatikan pengaruh penguatan itu pada diri masing-masing siswa. 2. kasih sayang. Ada tiga cara untuk mengenali jenis-jenis penguat yang bersangkutan dengan siswa tertentu: 1. yaitu penguat-penguat yang tidak dipelajari dan selalu diperlukan untuk berlangsungnya hidup (seperti makanan. air. Penguat bersyarat meliputi: 1. melihat petunjuk-petunjuk (gelagat) khusus berkaitan dengan jenis penguat tertentu dengan jalan mengamati hal-hal apa yang ingin dilakukan oleh siswa. yaitu pemberian ganjaran terhadap tingkah laku tertentu oleh orang lain dalam kaitannya dengan suasana sosial (seperti tepuk tangan. dalam hal ini guru mencoba menerapkan tindakan atau tingkah laku apa yang dilakukan guru dan teman-teman siswa itu yang tampaknya menguatkan tingkah laku siswa yang bersangkutan.

Setelah secara singkat membahas penggunaan ganjaran. 2. Keuntungan dan kerugian penggunaan hukuman perlu dikenali. 4. tetapi guru harus dengan hati-hati mencatat akibat-akibat sampingan dari hukuman itu. Hukuman dapat menyebabkan siswa agresif. 2. Dalam kaitan ini ada tiga pokok pandangan. hukuman dapat merusak perasaan bahwa diri sendiri cukup berharga atau dapat menumbuhkan sikap negatif terhadap sekolah. penggunaan hukuman secara bijaksana terhadap hal-hal tertentu secara terbatas dapat menimbulkan akibat yang baik secara cepat (segera). Dalam mempertimbangkan keuntungan dan kerugian penggunaan hukuman. Hukuman dapat menimbulkan reaktif negatif dan kawan-kawan siswa yang bersangkutan. Misalnya. Misalnya. Misalnya. yaitu: • • • penggunaan hukuman secara tepat adalah amat efektif untuk mengurangi atau menghilangkan tingkah laku siswa yang menyimpang. Kadang-kadang penghukuman terhadap tingkah laku tertentu digeneralisasikan untuk tingkah laku-tingkah laku lainnya. Hukuman berfungsi sebagai pengajaran bagi siswa-siswa lain dengan kenyataan bahwa hukuman itu mungkin mengurangi kemungkinan siswa-siswa lain meniru tingkah yang mendapat hukuman itu. 3. dan penggunaan hukuman itu hendaklah sama sekali dihindarkan karena penanggulangan terhadap tingkah laku siswa yang menyimpang dapat dilakukan dengan cara-cara lain yang tidak perlu menimbulkan akibat sampingan sebagaimana dapat ditimbulkan oleh hukuman.3. memperoleh petunjuk-petunjuk tambahan dengan jalan langsung menanyakan kepada siswa yang bersangkutan tentang apa yang ingin dilakukannya jika dia memiliki waktu terluang. Hukuman dapat ditafsirkan secara salah. yaitu penggunaan hukuman untuk mengurangi atau meniadakan tingkah laku yang tidak disukai. Hukuman dapat menghentikan dengan segera tingkah laku siswa yang menyimpang. Hukuman dapat menyebabkan siswa yang bersangkutan menarik diri sama sekali. marilah kita singgung sedikit lagi tentang hal yang sebenarnya masih merupakan suatu dilema atau masih diperdebatkan. 5. apa yang ingin dimilikinya. Hukuman berfungsi sebagai pemberi petunjuk kepada siswa dengan kenyataan bahwa siswa dibantu untuk segera mengetahui tingkah laku mana yang dapat diterima. Kerugian penggunaan hukuman: 1. pilihan-pilihan yang akan diterapkan . Hukuman dapat menimbulkan sikap negatif pada diri sendiri atau terhadap suasana diluar dirinya. 3. dan untuk apa atau untuk siapa biasanya siswa itu melakukan sesuatu yang berarti. Beberapa keuntungan ialah: 1. simpati) terhadap siswa yang menerima hukuman. siswa-siswa dapat menampilkan tingkah laku yang tidak diinginkan (seperti menertawakan. dan dapat mencegah berulangnya kembali tingkah laku itu dalam waktu yang cukup lama. seorang siswa yang dihukum karena berbicara tanpa mengindahkan giliran mungkin tetap akan tidak berbicara meskipun kesempatan berbicara baginya terbuka luas.

maka penerapannya harus dicatat secara diteliti. 2. Pembicaraan tentang pendekatan pengubahan tingkah laku dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Menghukum tingkah laku siswa yang tidak baik dapat meniadakan tingkah laku itu tetapi mungkin menimbulkan akibat sampingan yang bersifat negatif. dalam melaksanakan hukuman itu guru harus sudah mempertimbangkan hal-hal atau akibat yang mungkin terjadi dan guru harus sudah siap pula menanggulangi apa yang mungkin terjadi itu. Memberikan ganjaran terhadap tingkah laku siswa yang baik dan menahan pemberian ganjaran tingkah laku yang tidak baik adalah amat efektif untuk membina tingkah laku siswa yang lebih baik didalam kelasnya. . 3. Menunjukkan persetujuan atas tingkah laku yang baik tampaknya merupakan kunci dari pengelolaan kelas yang efektif. Mengabaikan tingkah laku siswa yang tidak diinginkan dan menunjukkan persetujuan atas tingkah laku yang diinginkan adalah amat efektif dalam menumbuhkan tidak langkah yang baik bagi siswa-siswa di kelasnya. 2.harus benar-benar dipertimbangkan secara hati-hati. Lebih jauh disarankan agar guru juga mampu memberikan penguatan terhadap tingkah laku yang baik sambil sekaligus mampu menahan pemberian penguatan atau hukuman terhadap tingkah laku yang tidak disukai. Disamping itu. Kesimpulan-kesimpulan diatas dapat diartikan sebagai berikut: 1. Jika cara hukuman tertentu memang sudah dipilih. Memberikan ganjaran terhadap tingkah laku yang baik tampaknya merupakan kunci bagi pengelolaan kelas yang efektif.

Keturunan. emosi. Karakter Manusia tidak terbentuk secara tiba-tiba. bermimpi dan takut. berkhayal. Ajaran Islam menganjurkan selektip memilih calon pasangan hidup.BAB II PEMBAHASAN I. Pengertian Tingkah Laku Manusia Tingkah laku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat sikap. dan atau genetika. Dalil dasarnya adalah bahwa tingkah laku itu tertib dan bahwa eksperimen yang dikendalikan dengan cermat akan menyingkapkan hukum-hukum yang mengendalikan tingkah laku. kekuasaan. sedangkan dorongan adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan yang ada pada manusia. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh pengalaman. cara berbicara adalah wujud dari kebiasaan. disebut kebiasaan. Setiap individu dipandang memiliki kecenderungan-kecenderungan positif dan negatif yang sama. perubahan Anak yang merasa ketakutan ketika berjalan sendiri pada malam hari merupakan hasil dari belajar anak telah belajar menghubungkan kegelapan dengan suatu keadaan yang menyeramkan. sedih. meskipun juga menganggap tingkah laku pada dasarnya merupakan hasil dari pengaruh lingkungan dan faktor-faktor genetik. Perilaku merupakan perwujudan dari adanya kebutuhan. Tidak semua senyum bermakna keramahan. sedangkan perilaku tertutup adalah perilaku yang hanya dapat dimengerti dengan menggunakan alat atau metode tertentu misalnya berpikir. sosial dan berketuhanan. motivasi dan keinsyafan Instinc bersifat universal. tetapi harus dicari dasarnya. karena karakteristik genetika orang tua akan menurun . Orang merasa nyaman dengan kebiasaan itu meski belum tentu logis.Perilaku terbuka yaitu perilaku yang dapat diketahui oleh orang lain tanpa menggunakan alat bantu. Perilaku manusia merupakan dorongan yang ada dalam diri manusia. Diantara yang mendasari tingkah laku manusia adalah : Instinc. Perilaku dikatakan wajar apabila ada penyesuaian dri yang harus diselaraskan peran manusia sebagai mahkluk individu. Karakteristik perilaku ada yang terbuka dan tertutup. tetapi bermodal tabiat bawaan genetika orang tuanya kemudian terbangun sejalan dengan proses interaksi social dan internalisasi nilai-nilai dalam medan Stimulus dan Respond sepanjang hidupnya. Mengenal Tentang Tingkah Laku Behaviorisme adalah suatu pandangan ilmiah tentang tingkah laku manusia. Adat kebiasaan. seperti (1) instinct menjaga diri agar tetap hidup. Semua manusia memiliki instinct ini. Adat kebiasaan. (2) instinct seksual dan (3) instinct takut. Cara berjalan. cara mengungkapkan kegembiraan atau kemarahan. nilai. Manusia pada dasarnya dibentuk dan ditentukan oleh lingkungan sosial. etika. Pendekatan behavioristik tidak menguraikan asumsi-asumsi filosofi tertentu tentang manusia. lingkungan. Perilaku manusia tidak cukup difahami dari apa yang nampak. demikian juga tidak semua tindak kekerasan bermakna permusuhan. keturunan. Perbuatan yang diulang-ulag dalam waktu lama oleh perorangan atau oleh kelompok masyarakat sehingga menjadi mudah mengerjakannya. Reaksi ini dapat diperoleh secara tidak sadar maupun secara sadar dan juga dapat diperoleh dari hasil belajar II. persuasi.

Hanya para “Behavoris yang Radikal” yang menyingkirkan kemungkinan menentukan diri dari individu. (c) karena terpedaya atau terpesona terhadap sesuatu. (2) Pendekatan Perilaku Menurut pendekatan ini tingkah laku pada dasarnya adalah respon atas stimulus yang datang. dimana individu ( Organisme ) aktif dalam menangkap. Menurut sebuah penelitian psikologi. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar dan sewaktu – waktu akan menuntut untuk dipuaskan (5) Pendekatan Fenomenologi Pendekatan ini lebih memperhatikan pada pengalaman subjektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya. yang menyingkirkan potensi para klien untuk memilih. Teori Pembentukan dan Perubahan Tingkah Laku Banyak sekali teori yang ada dalam pembentukan dan perubahan tingkah laku dan dalam kesempatan kali ini kami akan menjelaskan tentang teori yang dikemukakan oleh teori pembiasaan yang dikemukakan oleh Dollard dan Miller . Motivasi melakukan sesuatu bisa karena (a) keyakinan terhadap sesuatu. B Watson kemudian dikembangkan oleh banyak ahli. PROSES PEMBENTUKAN DAN PERUBAHAN TINGKAH LAKU A. Tingkah laku dapat dijelaskan dengan cara yang berbeda – beda. Setiap manusia melakukan sesuatu pasti ada tujuan yang ingin dicapai.Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya. dan melahirkkan banyak sub aliran (3)Pendekatan Kognitif Pendekatan ini menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental. (b) karena terbawa perilaku orang lain. harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. yaitu : (1) Pendekatan Neurobiological Tingkah laku manusia pada dasarnya dikendalikan oleh aktivitas otak dan sistem syaraf. Lingkungan.kepada anaknya hingga pada perilaku. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali. Keinsyafan merupakan kalkulasi psikologis yang berhubungan dengan (a) ketajaman nurani. Jika dibuatkan model adalah sebagai berikut S – O – R. atau (b) kuatnya cita-cita atau (c) kuatnya kehendak. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang (4)Pendekatan Psikoanalisa Pendekatan ini dikembangkan oleh Freud. konsep tentang dirinya. menilai. 83% perilaku manusia dipengaruhi oleh apa yang dilihat. seperti Skinner. III. Terapi tingkah laku kontemporer bukanlah suatu pendekatan yang sepenuhnya deterministik dan mekanistik. Motivasi. Pendekatan ini dipelopori oleh J. Pendekatan neurobiological berupaya mengaitkan perilaku yang terlihat dengan impuls listrik dan kimia yang terjadi didalam tubuh serta menentukan proses neurobiologi yang mendasari perilaku dan proses mental. Keinsyafan. dalam psikologi sedikitnya ada 5 cara pendekatan. membandingkan dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. 11% oleh apa yang didengar dan 6% sisanya oleh berbagai stimulus. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S – R atau suatu kaitan Stimulus – Respon.

Terdengar ibunya pulang. kakak segera menjemput ibunya kemudian diikuti oleh adiknya. dan sebagainya. respons menjadi ganjaran. Tingkah laku yang sama ini tidak selalu hasil tiruan maka tidak dibahas lebih lanjut oleh pembuat teori. kita harus mengetahui prinsip-prinsip psikologi belajar. isyarat yang terpenting adalah tingkah laku orang lain. Stimulus-stimulus yang cukup kuat pada umumnya bersifat biologis seperti lapar. Pada saat manusia dihadapkan untuk pertama kali kepada suatu rangsangan tertentu maka respons (tingkah laku balas) yang timbul didasarkan pada hirarki bawaan tersebut. yakni : a. isyarat menjadi respons. Tingkah Laku Sama Tingkah laku ini terjadi pada 2 orang yang bertingkah laku balas (respons) sama terhadap rangsangan atau isyarat yang sama. dan seterusnya. Dorongan adalah rangsangan yang sangat kuat terhadap organisme (manusia) untuk bertingkah laku. Stimulus-stimulus ini disebut dorongan primer yang menjadi dasar utama untuk motivasi. uluran tangan merupakan isyarat untuk berjabat tangan. Contoh 2 orang yang berbelanja di toko yang sama dan dengan barang yang sama. Isyarat adalah rangsangan yang menentukan bila dan dimana suatu respons akan timbul dan terjadi. lebih mampu. Isyarat ini dapat disamakan dengan rangsangan diskriminatif. Ternyata mereka mendapatkan coklat (ganjaran). Adiknya yang semula hanya meniru tingkah laku kakaknya. Menurut Miller dan Dollard ada 2 reward atau ganjaran. yaitu dorongan menjadi isyarat. Oleh karena itu untuk memahami tingkah laku sosial dan proses belajar sosial. belajar coba-ralat dikurangi dengan belajar tiruan dimana seseorang tinggal meniru tingkah laku orang lain untuk dapat memberikan respons yang tepat. Biasanya ibu mereka membawa coklat. dan ganjaran (reward). mereka berpendapat bahwa manusia mempunyai hirarki bawaan tingkah laku. Disinilah pentingnya belajar dengan coba-coba dan ralat (trial and error learning). lebih tua. Menurut Miller dan Dollard semua tingkah laku (termasuk tingkah laku tiruan) didasari oleh dorongan-dorongan primer ini. Ganjaran adalah rangsang yang menetapkan apakah tingkah laku balas diulang atau tidak dalam kesempatan yang lain. yakni ganjaran primer yang memenuhi dorongan-dorongan primer dan ganjaran sekunder yang memenuhi dorongan-dorongan sekunder. Prinsip belajar itu terdiri dari 4. Dalam tingkah laku sosial. baik yang langsung ditujukan orang tertentu maupun yang tidak. Misalnya kakak adik yang sedang bermain menunggu ibunya pulang dari pasar. Didalam belajar sosial. Mengenai tingkah laku balas (respons). Tingkah laku Tergantung (Matched Dependent Behavior) Tingkah laku ini timbul dalam interaksi antara 2 pihak dimana salah satu pihak mempunyai kelebihan (lebih pandai. yakni dorongan (drive). dan sebagainya) dari pihak yang lain. Sehingga ia tidak perlu membuang waktu untuk belajar dengan coba-ralat. seks. tingkah laku balas (respons). b. dilain waktu meskipun kakaknya tidak . pihak yang lain atau pihak yang kurang tersebut akan menyesuaikan tingkah laku (match) dan akan tergantung (dependent) pada pihak yang lebih. haus. misalnya anggukan kepala merupakan isyarat untuk setuju. Setelah beberapa kali terjadi ganjaran dan hukuman maka tingkah laku balas yang sesuai dengan faktor-faktor penguat tersebut disusun menjadi hirarki resultan (resultant hierarchy of respons). isyarat (cue). Mereka berpendapat bahwa tingkah laku manusia itu merupakan hasil belajar. Mereka membedakan 3 macam mekanisme tingkah laku tiruan. Keempat prinsip ini saling mengait satu sama lain. Dalam hal ini. kejenuhan.Teori Belajar Sosial dan Tiruan Dari Millers dan Dollard Pandangan Millers dan Dollard bertitik tolak pada teori Hull yang kemudian dikembangkan menjadi teori tersendiri.

Hal ini berarti perkiraan tentang tingkah laku model dalam kurun waktu yang relatif panjang ini akan dijadikan patokan oleh di peniru untuk memperbaiki tingkah lakunya sendiri dimasa yang akan datang sehingga lebih mendekati tingkah laku model. sahabat ataupun belajar dari diri mereka sendiri. Tingkah Laku Salinan (Copying Behavior) Seperti tingkah laku tergantung. Demikian juga dalam tingkah laku salinan ini. pada tingkah laku salinan. baik dari keluarga. Sedangkan pada tingkah laku salinan. manusia akan berubah sesuai dengan apa yang mereka pelajari. pengaruh ganjaran dan hukuman sangat besar terhadap kuat atau lemahnya tingkah laku tiruan. proses pembelajaran diri inilah yang nantinya akan membentuk tingkah laku seseorang tersebut. Dari semua penjelasan beberapa teori diatas dapat diketahui bahwasanya. ia akan lari menjemput ibunya yang baru pulang dari pasar. peniru bertingkah laku atas dasar isyarat yang berupa tingkah laku pula yang diberikan oleh model. maka ketika dalam keadaan terdesak. teman. si peniru memperhatikan juga tingkah laku model di masa yang lalu maupun yang akan dilakukan di waktu mendatang. sedangkan pembentukan tersebut sangat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan orang tersebut baik dalam kesehariannya ataupun dalam keadaaan tertentu seperti ketika ia menghadapi keadaan dimana pada keadaan biasa ia tidak berani melawan.ada. Perbedaannya dengan tingkah laku tergantung adalah dalam tingkah laku tergantung ini si peniru hanya bertingkah laku terhadap isyarat yang diberikan oleh model pada saat itu saja. c. ia akan melawan sebab berkaitan dengan sesuatu yang sangat ia butuhkan .

dan sangat). Setelah itu Rosululloh menjawab pertanyaannya. Punishment (hukuman) dalam bahasa Arab diistilahkan dengan ‘iqab. pengertian istilah reward dapat diartikan sebagai 1) alat pendidikan preventif dan represif yang menyenangkan dan bisa menjadi pendorong atau motivator belajar bagi murid. Ketika berbicara dengan anak-anak maupun dengan murid-murid hendaknya seorang ayah atau seorang guru mcmbagi pandangannya secara merata kepada mereka semua. Selain kata tsawab dan ‘iqob. misalnya seorang guru menepuk-nepuk pundak siswanya ketika siswa tersebut mampu mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik. terutama apabila hal itu tidak diduga. Cara ini selain untuk menunjukkan perasaan cinta. Pemberian hukuman harus dimulai dari tindakan sebelumnya yang dimulai dari teguran langsung. Oleh . Berbagai teknik penggunaan reward yang diajarkan islam diantaranya adalah: 1. Rasulullah telah mengajarkan hal tersebut dengan mengatakan. Ganjaran-ganjaran yang diberikan dengan mudah terhadap suatu perbuatan akan menghilangkan akibat-akibat yang tidak baik. Pada praktik pendidikan. reward (ganjaran) diistilahkan dengan tsawab. Demikian juga dengan tepukan tangan. dan kesemuanya menunjukkan arti keburukan dan azab yang menyedihkan. “Sebaik-baik unta adalah unta kalian. Perbedaannya. Dengan ungkapan kata. Selanjutnya. diantaranya pujian kepada Mua’adz ketika ia bertanya tentang perbuatan apa yang bisa memasukannya kedalam syurga. Dari ketiga ayat di atas. melalui sindiran. amat.” Senyuman sama sekali bukan suatu beban vang memberatkannya. Kala itu Rosululloh menjawab dengan jawaban: Bakhin. Dengan memberikan suatu materi. 2. dan sebagai hadiah terhadap perilaku yang baik dari anak dalam proses pendidikan. Bila memperhatikan masing-masing ayat tersebut terlihat bahwa kata ‘iqab mayoritasnya didahului oleh kata syadiid (yang paling. khususnya ketika membicarakan tentang apa yang akan diterima oleh seseorang. 148. Senyuman merupakan sedekah sebagaimana dikatakan oleh Rosulullah: “Senyumanmu terhadap saudaramu adalah sedekah. sehingga hadiah yang diberikan dapat berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan keadaan anaknya. dan 2) balasan dari perbuatan yang tidak baik yang dilakukan anak. Seiring dengan hal ini. Selain berupa konseptual. Kata tsawab selalu diterjemahkan kepada balasan yang baik. al-Hasan dan al-Husein yang menunggangi punggungnya seraya beliau berkata. Al-Qur’an memakai kata ‘iqab sebanyak 20 kali dalam 11 surat. sehingga mereka mendengarkannya dengan perasaan cinta dan kasih sayang serta tidak membenci pembicaraannya. bakhin (bagus. Ada beberapa peristiwa yang dilakukan Rosululloh ketika memberikan pujian kepada para sahabatnya. Dalam hubungannya dengan pendidikan Islam. bagus) sungguh pertanyaan yang agung. Pembahasan Dalam bahasa Arab. dan melalui pukulan. melalui celaan. baik di dunia maupun di akhirat dari amal perbuatannya. kata tsawab identik dengan ganjaran yang baik. cara ini dapat diberikan kepada anak didik dengan syarat benda yang diberikan terdapat relevansi dengan kebutuhan pendidikan. Dari kedua ayat di atas dapat dipahami bahwa kata ‘iqab ditujukan kepada balasan dosa sebagai akibat dari perbuatan jahat manusia. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut Rosululloh mengatakan: Sudah saya duga. seperti firman Allah dalam surat Ali Imran: 11 dan al-Anfal: 13. tetapi ia mempunyai pengaruh yang sangat kuat. 3. pelaksanaan hukuman sebagai salah satu metode pendidikan boleh dilakukan sebagai jalan terakhir dan harus dilakukan secara terbatas dan tidak menyakiti anak. “Saling memberi hadiahlah kalian niscaya kalian saling mencintai. an-Nisa: 134.. tetapi juga dapat menarik cinta dari si anak. kalau tsawab dan ‘iqob lebih berkonotasi pada bentuk aktivitas dalam memberikan ganjaran dan hukuman seperti memuji dan memukul. Tujuan utama dari pendekatan ini adalah untuk menyadarkan anak dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan. tidak aka nada orang yang bertanya tentang masalah ini selain dirimu. Penggunaan teknik ini dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika memuji cucunya. Dalam pembahasannya yang lebih luas. ajaran islam juga telah memberikan penjelasan tentang teknik penerpan reward dan punishment dalam upaya pembentukan perilaku. dan sebaik-baik penunggang adalah kalian. ‘iqab diartikan sebagai 1) alat pendidikan preventif dan refresif yang paling tidak menyenangkan. Dengan memberikan senyuman atau tepukan. makna yang dimaksud dengan kata tsawab dalam kaitannya dengan pendidikan Islam adalah pemberian ganjaran yang baik terhadap perilaku baik dari anak didik.” Setiap orang tua hendaknya mengetahui apa yang disukai dan diharapkan oleh anaknya. Peristiwa yang hampir sama terjadi ketika Rosululloh menjawab pertanyaan Abu Hurairoh tentang orang yang paling beruntung ketika mendapat syafaat Rosul di hari akhir nanti. Al-Quran juga menggunakan kata targhib dan tarhib. Kata ini banyak ditemukan dalam Al-Quran. sedangkan kata targhib dan tarhib lebih berhubungan dengan janji atau harapan untuk mendapatkan kesenangan jika melakukan suatu kebajikan atau ancaman untuk mendapatkan siksaan kalau melakukan perbuatan tercela. Sebagaimana salah satu diantaranya dapat dilihat dalam firman Allah pada surat Ali Imran: 145.” Oleh karenanya guru diharapkan mengikuti makna-makna dalam rangka memberi ganjaran atau pujian yang akan bermanfaat dan lebih menarik perhatian.

Lalu Rosululloh bersabda: “Engkau telah berbuat kerusakan di belakang manusia. Ajaran Islam membolehkan pada pendidik atau orang tua untuk memberikan pukulan sebagai salah satu bentuk punishment dalam praktik pendidikan. sementara sang pendidik melihat bahwa pukulannya tadi tidak membuat jera si anak. terdapat beberapa aturan yang mampu melindungi anak dari efek negitif yang mungkin di timbulkan. ketika makan. Seorang pendidik harus dapat menepati waktu yang sudah ditetapkan untuk mulai memukul. Namun demikian. dan hadiahnya itu berlebih-lebihan. 5) Harus diikuti dengan pemberian maaf dan harapan serta kepercayaan. Penggunaan kedua metode tersebut harus dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip yang terdapat dalam ajaran Islam.karena itu agar pendekatan ini tidak terjalankan dengan leluasa. Hal itu mengacu pada sabda Rasulullah. hendaklah pukulan-pukulan itu dimulai dari hitungan satu sampai tiga jika si anak belum baligh. Terdapat beberapa cara yang telah digunakan Rasulullah dalam menjalankan hukuman pada anak. Penggunaan reward lebih efektif dibanding punishment. 3) Harus menimbulkan kesan di hati anak. C. Tidak mendera di atas sepuluh deraan kecuali dalam hukuman pelanggaran maksiat (hudud). jika metode ini diberikan secara berlebihan dan kurang tepat. dan 5) Jika sang pendidik melihat bahwa dengan cara memukul masih belum membuahkan hasil yang diinginkan. Melihat itu beliau berkata. 4) Hukuman harus dilakukan oleh sang pendidik sendiri. dan makanlah apa yang ada di dekatmu. biasanya aku mengulurkan tanganku ke berbagai penjuru. yaitu langsung kctika anak melakukan kesalahan. 2) Seorang pendidik tidak boleh memukul kecuali jika seluruh sarana peringatan dan ancaman tidak mempan lagi dan tidak boleh memukul dalam keadaan sangat marah karena dikhawatirkan membahayakan diri anak. Kelebihan metode ini adalah bisa menjadi sarana untuk perbaikan perilaku sehingga anak tidak terjerumus pada perilaku yang lebih tercela. telah dijelaskan Rosululloh ketika beliau mendengar seorang laki-laki memberi hadiah kepada laki-laki lain. Diantara persyaratan yang membolehkan penggunaan pukulan diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Jangan terlalu cepat memukul anak. Jangan marah!. berkata. Hal ini mengacu pada sabda Rasulullah. agar terhindar dari kedengkian dan perselisihan. Selain itu. dia boleh menambahnya lagi sampai hitungan kesepuluh. 3) Pukulan tidak boleh dilakukan pada tempat-tempat yang berbahaya. 'Hai ghulam. Keterlambatan pemukulan sampai hari kedua ini hampir tidak ada gunanya sama sekali. Sasarannya adalah kedua tangan atau kedua kaki dengan alat pukul yang lunak (tidak keras). Jika salah seorang dari kamu memukul.a. maka setiap pendidik hendaknya memperhatikan syarat-syarat dalam pemberian hukuman yaitu: 1) Pemberian hukuman harus tetap dalam jalinan cinta. bacalah basmallah. dada. tidak percaya diri. Kelemahannya. maka anak akan timbul sikap sombong karena menganggap dirinya selalu hebat. diantaranya: 1. Kelebihan metode ini adalah bisa menjadi motivasi untuk melakukan perbuatan yang sama atau bahkan perbuatan yang lebih baik lagi. dia lidak boleh meneruskannya dan harus mencari jalan pemecahan yang lain. jika sudah menginjak masa remaja. apabila seorang pendidik memukul orang bersalah setelah berselang dua hari dari perbuatan salahnya. atau muka. seperti kepala. “Dulu aku menjadi pembantu di rumah Rasulullah. Tetapi. Penutup Sebagai sebuah metode dalam pendidikan. anak harus diberi kesempatan untuk bertaubat dari perbuatannya. karena di dalam reward ada arah (tujuan) yang dapat dijadikan pola perilaku berikutnya. makanlah dengan tangan kananmu. . Reward dan punishment adalah dua jenis metode yang bisa digunakan dalam praktik pendidikan baik dalam lingkup keluarga maupun sekolah. 4) Harus menimbulkan keinsyafan dan penyesalan kepada anak didik.” 2. Kelemahan metode ini dapat menimbulkan perasaan takut. karena itu punishment boleh digunakan ketika alternatif lain sudah tidak mampu memecahkan persoalan yang dihadapi anak. Hal ini mengacu pada sabda Rasulullah yang menyatakan. Melalui Pukulan. Akibat negatif yang mungkin timbul. 2) Harus didasarkan pada alasan keharusan. Pukulan tidak terlalu keras dan tidak menyakitkan. jika kesalahan itu baru pertama kali dilakukan. Umar bin Abi Salmah r. Wallohu ‘alam bishowab. Melalui teguran langsung. perut.” Selain reward. selain itu seorang anak akan merasakan akibat dari perbuatannya yang pada akhirnya anak akan mampu menghormati dirinya sendiri. reward mempunyai kelebihan dan kekurangan. dan kasih sayang. punishmentpun mempunyai kelebihan dan kekurangan. tidak boleh diwakilkan kepada orang lain. maka jauhilah muka. Tidak dibenarkan. dan mengurangi keberanian untuk berbuat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->