BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Sebagian perubahan-perubahan yang terjadi pada diri seseorang merupakan bagian dari pertumbuhan dan perkembangannya, sedangkan sebagian lagi dari perubahan-perubahan itu tidak ada kaitannya sama sekali. Banyak perubahan yang terjadi pada diri seseorang ketika mereka mengalami pertambahan usia. Karakteristiknya pun akan berbeda. Setiap fase perkembangan memiliki ciri tersendiri. B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan kognitif? 2. Landasan teori apa yang menyokong mengenai

perkembangan kognitif? 3. Apa yang dimaksud dengan bahasa? 4. Bagaimana perkembangan bahasa yang terjadi pada diri seseorang? 5. Apa contoh dari implikasi perkembangan tersebut dalam dunia pendidikan?

C. Tujuan 1. Mengetahui apa pengertian dari kognitif. 2. Mengetahui latar belakang teori kognitif. 3. Mengetahui pengertian bahasa.

1

5.4. 2 . Mengetahui implikasi perkembangan kogitif dan bahasa dalam dunia pendidikan. Mengetahui bagaimana perkembangan bahasa pada diri seseorang.

dan pengolahan keyakinan. Inteligensi individu pada tahap ini masih bersifat primitif. masalah. seorang psikolog Swiss yang hidup tahun 1896-1980. pemecahan kesengajaan. A. Teori ini membahas munculnya skema tentang bagaimana seseorang mempresentasikan lingkungannya. Dalam perkembangan selanjutnya. dan penggunaan pengetahuan (Neisser. istilah kognitif menjadi popular sebagai salah satu domain atau wilayah/ ranah psikologis manusia yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan informasi. Ranah kejiwaan yang berpusat di otak ini juga berhubungan dengan konasi (kehendak) dan afeksi (perasaan) yang bertalian dengan ranah rasa (Chaplin. Piaget membagi skema yang digunakan anak untuk memahami dunianya melalui 4 periode utama yang berkorelasi dengan pertambahan usia : • Periode sensorimotor (0-2 tahun) Inteligensi sensori-motor dipandang sebagai inteligensi praktis (practical intelligence). cognition (kognisi) ialah perolehan.BAB II ISI A.1 Landasan Teori Perkembangan Kognitif Teori perkembangan kognitif dikembangkan oleh Jean Piaget. Dalam arti yang luas. pertimbangan. dengan pemahaman. berarti mengetahui. yang berfaedah untuk belajar berbuat terhadap lingkungannya sebelum mampu berfikir mengenai apa yang sedang ia perbuat. 1972). Pengertian Istilah Kognitif Istilah “cognitive” berasal dari kata cognition yang padanannya knowing. 1976). namun merupakan inteligensi dasar yang amat berarti untuk menjadi fondasi 3 . penataan.

benda apapun yang tidak ia lihat. walaupun benda tersebut sudah ia tinggalkan atau sudah tak dilihat. Artinya. • Periode operasional konkret (7-11 tahun) Pada periode ditandai oleh adanya tambahan kemampuan yang disebut system of operation (satuan langkah berfikir) yang bermanfaat untuk mengkoordinasikan pemikiran dan idenya dengan peristiwa tertentu ke dalam pemikirannya sendiri.tipe-tipe inteligensi tertentu yang akan dimiliki anak kelak. yakni tidak bergantung lagi pada pengamatannya belaka. Pada periode ditandai oleh adanya egosentris serta pada periode ini memungkinkan anak untuk mengembangkan diferred-imitation. Pada 4 . Artinya. Jadi. didengar atau disentuh lagi. • Periode praoperasional (2-7 tahun) Pada tahap ini anak sudah memiliki penguasaan sempurna tentang object permanence. Pada dasarnya perkembangan kognitif anak ditinjau dari karakteristiknya sudah sama dengan kemampuan kognitif orang dewasa. atau tidak ia dengar dianggap tidak ada meskipun sesungguhnya benda itu ada. anak belum mengenal object permanence. anak tersebut sudah memiliki kesadaran akan tetap eksisnya suatu benda yang harus ada atau biasa ada. Dalam rentang 18 – 24 bulan barulah kemampuan object permanence anak tersebut muncul secara bertahap dan sistematis. Sebelum usia 18 bulan. dengan menggunakan kata-kata yang benar mengekspresikan kalimat-kalimat tetapi efektif. Namun masih ada keterbatasan kapasitas dalam mengkoordinasikan pemikirannya. tidak ia sentuh. pandangan terhadap eksistensi benda tersebut berbeda dengan pandangan pada periode sensori motor. serta mampu insight learning dan kemampuan pendek berbahasa.

Piaget mengartikan intelegensi secara lebih luas. dan setelah itu terjadi plateau (mapan) sampai dengan usia 60 tahun selanjutnya berangsur menurun. Kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak.periode ini anak baru mampu berfikir sistematis mengenai benda-benda dan peristiwa-peristiwa yang konkret.dewasa) Pada periode ini seorang remaja telah memiliki kemampuan mengkoordinasikan baik secara simultan maupun berurutan dua ragam kemampuan kognitif yaitu : Kapasitas menggunakan hipotesis. Ia memberikan definisi umum yang lebih mengungkap orientasi biologis. Puncak perkembangan pada umumnya tercapai di penghujung masa remaja akhir. 5 . A. 2001) menunjukkan bahwa laju perkembangan inteligensi berlangsung sangat pesat sampai masa remaja. • Periode operasional formal (usia 11 tahun.2 Konsep Teori Piaget 1. juga tidak mendefinisikan secara ketat. Intelegensi. setelah itu kepesatannya berangsur menurun. kemampuan berfikir mengenai sesuatu khususnya dalam hal pemecahan masalah dengan menggunakan anggapan dasar yang relevan dengan lingkungan yang dia respons dan kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak. Jones dan Conrad (Loree dalam Abin Syamsuddin M. kemampuan untuk mempelajari materi-materi pelajaran yang abstrak secara luas dan mendalam. Perubahan-perubahan amat tipis sampai usia 50 tahun. Dengan menggunakan hasil pengukuran tes inteligensi yang mencakup General Information and Verbal Analogies.

P. seseorang Asimilasi adalah proses persepsi. Organisasi. Pengertian Istilah Bahasa (menurut Vygotsky) Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Kemampuan berbahasa mencakup kemampuan untuk menangkap inti suatu bacaan dan merumuskan pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh dengan menggunakan penuturan bahasa yang baik. Ekuilibrasi. dan mekanisme sensiomotor diarahkan. B.2001:19). (Piaget dalam DR. Akomodasi. kognitif konsep dimana atau mengintegrasikan pengalaman baru kedalam skema atau pola yang sudah ada dalam pikirannya. atau memodifikasi skema yang ada sehingga cocok dengan rangsangan yang ada. 4. Suparno. kebiasaan. Asimilasi. umum untuk Organisasi adalah suatu tendensi yang semua struktur. Skema.Akomodasi adalah pembentukan skema baru atau mengubah skema lama sehingga cocok dengan rangsangan yang baru. 3. intelegensi adalah suatu bentuk ekuilibrium kearah mana semua struktur yang menghasilkan persepsi. Skema adalah suatu struktur mental seseorang dimana ia secara intelektual beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. 2. dimana pikiran dan perasaan dinyatakan dalam bentuk lambang atau simbol. Skema akan beradaptasi dan berubah selama perkembangan kognitif seseorang. Ekuilibrasi adalah keseimbangan antara asimilasi dan akomodasi sedangkan diskuilibrasi adalah keadaan dimana tidak seimbangnya antara proses asimilasi dan akomodasi. 5. bahasa mencakup semua cara untuk berkomunikasi. bentuk baik kehidupan yang psikis guna ataupun mengintegrasikan fisiologis dalam suatu sistem yang lebih tinggi.Menurutnya. 6 . Dalam pengertian ini. ekuilibrasi dapat membuat seseorang menyatukan pengalaman luar dengan struktur dalamnya. 6.

Kebanyakan anak-anak diajari bahasa sejak usia yang sangat muda. yakni cara ibu dan orang dewasa sering berbicara pada bayi dengan frekuensi dan hubungan yang lebih luas dari pada normal. kita tidak mendengarnya atau membicarakannya sebelumnya. berjalan. atau berlari.1989). 1991). Maratsos.1992. proses pembelajaran bahasa biasanya memerlukan lebih banyak dukungan dan keterlibatan dari pengasuh dan guru. 7 . dan dengan kalimat-kalimat yang sederhana.1957) atau sebuah imitasi (Bandura. Kita tidak mempelajari bahasa di dalam suatu ”ruang hampa sosial” (social vacuum). Suatu peran lingkungan yang membangkitkan rasa ingin tahu dalam penguasaan bahasa pada anak kecil disebut motherese. Dewasa ini. Schegloff. tetapi lingkungan bahasa di sekitar anak sejak usia dini jauh lebih penting dibandingkan dengan apa yang diperkirakan di masa lalu ( Von Tetzchner & Siegel.Mengingat ada keterkaitan antara bahasa dan cara berpikir. Walaupun begitu. interaksi linguistik anak dengan orang tua dan orang lain pada dasarnya mengikuti suatu prinsip tertentu ( ContiRamsden & Snow. Pada setiap tahap di dalam tahap perkembangan. Dengan demikian aspek yang penting dalam mempelajari suatu bahasa tampaknya tidaklah banyak. 1991. Kita memerlukan pengenalan kepada bahasa yang lebih dini untuk memperoleh keterampilan bahasa yang baik (Adamson. maka tidak mengherankan bahwa seseorang yang kemampuan bahasanya kurang biasanya tertinggal di belakang. 1977). Mereka berpendapat bahwa bahasa hanya merupakan urutan respons (Skinner. Tetapi banyak diantara kalimat yang kita hasilkan adalah baru.1993). kebanyakan peneliti penguasaan bahasa yakin bahwa anak-anak dari berbagai konteks sosial yang luas menguasai bahasa ibu mereka tanpa diajarkan secara khusus dan dalam beberapa kasus tanpa penguatan yang jelas ( Rice. Perkembangan pemahaman bahasa pada anak bukan saja sangat dipengaruhi oleh kondisi biologis anak. Para pakar perilaku memandang bahasa sama seperti perilaku lainnya. misalnya duduk. 1989). Bahasa dipahami dalam suatu urutan tertentu.

pendekatan serta metode dalam pembelajaran terhadap materi ajar. masalah. Bagi Piaget. percakapan batiniah tidak terdengar lagi. operasional konkret. mereka berbicara begitu lantang menginjak sembari tahap Sebaliknya. Tahaptahap pemikiran Piaget sudah cukup lama mempengaruhi bagaimana para pendidik menyusun kurikulum. 8 . disekolah sesuai pada dengan teori perkembangannya Implementasi pembelajaran matematika yang akan diterakan berikut hanya merupakan bentuk sebagian saja sebagai contoh yang cocok untuk pengetahuan dan pengembangan terhadap materi pembelajaran itu sendiri. satu-satunya fungsi bahasa adalah komunikasi.Vygotsky lebih banyak menekankan bahasa dalam perkembangan kognitif daripada Piaget. Namun. Pengalaman berbahasa anak tergantung pada tahap perkembangan kognitif saat itu. tetapi selanjutnya anak mendalami bahasa dan belajar menggunakannya sebagai alat untuk membantu memecahkan masalah. Maka dari karya besar Piaget tersebut dapat diimplementasikan pada proses pembelajaran itu sendiri. Berikut contoh pembelajaran berdasar pada teori Piaget sesuai tahap perkembangan kognitif anak usia sekolah: Pokok Bahasan : Bangun Ruang. Tentu yang terpenting adalah kesesuaian dengan pemilihan model. Dalam tahap praoperasional. Awalnya. bagi Vygotsky. C. Bahasa dan pemikiran berkembang sendiri. terlebih pendidikan kognitif. bahasa baru tampil ketika anak sudah mencapai tahap perkembangan yang cukup maju. ketika anak belajar menggunakan bahasa untuk menyelesaikan menyelesaikan masalah. memilih metode pengajaran dan juga memilih bahan ajar terutama di sekolah-sekolah. bahasa berkembang dari interaksi sosial dengan orang lain. Contoh Implikasi Teori Perkembangan Kognitif dan Bahasa dalam Pendidikan Teori kognitif dan teori pengetahuan piaget sangat banyak mempengaruhi bidang pendidikan.

contoh aplikasi sekitar. serta warna jika ada Demikian untuk balok. bola dan yang lainnya dengan konsekuensi siswa mengetahui nama dan bentuknya saja Penjelasan: Anak usia Taman Kanak-Kanak masuk kategori pra operasional pada perkembangan teori Piaget. • Anak sudah mulai di perkenalkan dengan pendalaman bentuk bangun yang dia ketahui tersebut. balok dan yang lainnya termasuk bangun ruang. Jadi anak-anak hanya mampu melihat gambar dan tidak berbentuk penalaran atas pengalamannya sendiri.Sub Pokoh Bahasan • • • • • • • Kubus Balok Tabung Prisma Limas Kerucut Bola : Pembelajaran di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK). Seperti kubus. tentu memiliki 9 . bahwa kubus. • Anak-anak juga berkontekstual dengan bangun-bangun tersebut sehingga ada pemahamannya tentang apa-apa saja yang terdapat pada bangun itu. • • • • Anak-anak baru hanya diperkenalkan dengan bentuk Pembahasan hanya terbatas pada sub pokok bahasan yang terlihat kontekstual Materi kubus cukup pada bentuknya. Pembelajaran ditingkat Sekolah Dasar (SD).Pengelompokan bangun juga mulai hanya diperkenalkan.

Tiap-tiap bangun ruang itu anak-anak diminta mengetahui cara menghitung luas sisi. dan isi dari bangun-bangun ruang yang ada. Penjelasan: Sesuai kurikulum pembelajaran tematik bangun ruang ini baru diperkenalkan dikelas II SD. itu artinya erat dengan keterstrukturan materi sebelumnya yang menjadi pendukung dalam pembelajaran materi ini. • • Anak diajarkan mengetahui bentuk. sesuai tingkat perkembangan kognitif Piaget. 10 .Keterhubungan unsur yang dimiliki belum dijelaskan • Melanjutkan pembelajaran dikelas-kelas berikutnya sampai pada operasi-operasi sederhana yang terdapat pada bangun itu. disamping mengulangnya kembali pembelajaran itu. • Pembelajaran di SMU sudah sampai pada tingkat penalaran oleh pengalaman sendiri. Dan pada pembelajaran selanjutnya di SD ini sudah memasuki tahap Operasi Kongkret sesuai teori perkembangan kognitif Piaget. struktur. itu artinya pembelajaran-pembelajaran sebelumnya tentu masih mengacu pada pra operasional. Khusus dijenjang SMU hanya diperdalam dengan mengkaji unsur-unsur yang terdapat pada bangun ruang.panjang. lebar dan juga tinggi. volume serta bentuk permukaan dengan mengetahui bukaan dari bangun tersebut. Penjelasan: Materi bangun ruang di SMP diajarkan dikelas VII semester 2. Pembelajaran ditingkat Sekolah Menengah (SMP dan SMU). Anak diusia ini sudah masuk pada tingkat operasi formal. • • Aplikasi dengan dunia nyata juga penting dilakukan sebanagi aplikasi materi yang diajarkan.

11 . Pendalamannya lebih dikaji lagi dalam teori Van Hiele.Pembelajaran di Perguruan Tinggi. hipotesis dan logis. Penjelasan: Materi ini siswa/mahasiswa sudah mengandalkan tahap deduktif. induktif. Tetapi tahap perkembangannya tetap berada pada operasi formal sesuai tingkat kognitif Piaget. • • Di perguruan tinggi bangun ruang sudah lebih didalami dalam satu mata kuliah geometri.

dimana pikiran dan perasaan dinyatakan dalam bentuk lambang atau simbol. 12 . mulai dari prosesproses berpikir secara konkret sampai dengan yang lebih tinggi yaitu konsep-konsep anstrak dan logis. Dalam tahap praoperasional. percakapan batiniah tidak terdengar lagi. bahasa mencakup semua cara untuk berkomunikasi. Ada 4 tahap perkembangan kognitif pada manusia. (Ciri pokok perkembangannya adalah hipotesis. Sebaliknya. Tahap sensorimotor: umur 0 – 2 tahun (anak mengalami dunianya melalui gerak dan inderanya serta mempelajari permanensi obyek) 2.BAB III KESIMPULAN Perkembangan kognitif adalah tahap-tahap perkembangan kognitif manusia mulai dari usia anak-anak sampai dewasa. Dalam pengertian ini. ketika anak belajar menggunakan bahasa untuk menyelesaikan masalah. deduktif dan induktif serta logis dan probabilitas ) Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. begitu menginjak tahap operasional konkret. Tahap pra-operasional: umur 2 – 7 tahun (Ciri pokok perkembangannya adalah penggunaan symbol/bahasa tanda dan konsep intuitif) 3. Tahap operasional formal: umur 11/12 ke atas. yaitu : 1. mereka berbicara lantang sembari menyelesaikan masalah. Tahap operasional konkret: umur 7 – 11/12 tahun (anak mulai berpikir secara logis tentang kejadian-kejadian konkret) 4. abstrak.

DAFTAR PUSTAKA Paul Suparno. Tersedia : http://www.blogspot.com/journal/item/11.wikipedia.multiply. Tersedia : http://daninurriyadi. [14 September 2010] Wikipedia (2009).org/wiki/Teori_perkembangan_kognitif [14 September 2010] Scribd (2010). Prof.html [14 September 2010] Valmband (2010). Teori Perkembangan Kognitif.com/doc/4853347/Perkembangan-Fizikal-danKognitif-Kanakkanak [14 September 2010] 13 . Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget. Dani Nurriyadi (2010).com/2010/03/implikasikarakteristik-peserta-didik. Tersedia : id. Implikasi Karakteristik Peserta Didik [Online]. Psikologi Pendidikan. 2003.scribd. Tersedia : http://valmband. Jurnal 11 [Online]. Yogyakarta: Kanisius.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful