PROPOSAL PENELITIAN

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN NUMERIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DIDIK KELAS VII SEMESTER VII MTS MUHAMMADIYAH BATANG TAHUN AJARAN 2010/2011
Diajukan untuk Memenuhi Tugas kuliah seminar Pendidikan Matematika

Disusun Oleh: Oleh: XXXXX NIM: XXXXXX

FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG 2010

1

karena matematika penuh dengan angkaangka dan hitung menghitung. sistematis dan kritis dalam diri siswa. maka diperlukan penguasaan skiil berhitung tersebut. Matematika sebagai salah satu sarana berfikir ilmiah sangat diperlukan untuk menambah kemampuan berfikir logis. Karena untuk mempelajarinya harus mempunyai kemampauan dasar menghitung. Pelajaran matematika akan lebih 2 .A. Seorang guru harus bisa membangkitkan minat belajar siswa untuk belajar matematika dengan metode yang digunakan bahkan materi pelajaran yang lebih mudah dipelajari. Pada pendidikan Sekolah Dasar (SD) mengutamakan ketrampilan menghitung dan hafalan. JUDUL HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN NUMERIK TERHADAP PRESTASI AJARAN 2010/2011 BELAJAR SISWA KELAS VII SEMESTER VII MTS MUHAMMADIYAH BATANG TAHUN B. Demikian pula matematika merupakan pengetahuan dasar yang diperlukan siswa untuk menunjang keberhasilan belajarnya dalam menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Bahkan matematika berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan sebagai alat bantu mengembangkan disiplin ilmu lainnya. namun masih banyak siswa yang kurang suka dengan mata pelajaran matematika. Mengingat pentingnya kemampuan berhitung bagi penguasaan pelajaran matematika. Dengan siswa memiliki minat untuk belajar matematika yang tinggi dapat meningkatkan ketekunan belajar siswa bahkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. LATAR BELAKANG MASALAH Matematika adalah bidang studi yang diberikan semenjak sekolah dasar. Sebab bila sudah menguasai skill tersebut sudah bisa dikatakan menguasai sebgian materi matematika.

sehingga kemampuan numerik mempengaruhi kemampuan siswa dalam memahami dan menyelesaikan soal matematika. Adakah hubungan antara kemampuan numerik terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII semester II MTs Muhammadiyah Batang. D. Dengan kemampuan numerik yang tinggi tentunya prestasi belajar dibidang matematika juga akan baik.mudah dipelajari oleh orang-orang yang mempunyai kemampuan numerik yang tinggi. karena mata pelajaran matematika membutuhkan banyak penghitungan. 3 . Ada siswa yang memiliki kemampuan numerik yang tinggi dan rendah. TUJUAN PENELITIAN 1. Kemampuan numerik merupakan kemampuan khusus dalam hitung menghitung. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian di atas timbul suatu permasalahan sebagai berikut. 1. Dari uraian diatas dengan judul “ maka penulis mencoba melakukan penelitian KEMAMPUAN NUMERIK SISWA HUBUNGAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA KELAS VII MTs MUHAMMADIYAH BATANG TAHUN PELAJARAN 2010/2011 “ C. kemampuan numerik siswa berbeda-beda. Namun. Berapa besar hubungan antara kemampuan numerik terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII semester II MTs Muhammadiyah Batang . 2. Dimana siswa yang mempunyai kemampuan numerik yang tinggi akan bekerja lebih baik dalam berhitung sedangkan siswa yang mempunyai kemampuan numerik rendah akan mengalami kesulitan dalam berhitung. Untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara kemampuan numerik terhadap prestasi belajar siswa kelas VII semester II MTs Muhammadiyah Batang.

Sedangkan Slavin3 menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan individu yang disebabkan oleh pengalaman.2 menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan relatif permanen yang terjadi karena hasil dari praktik atau pengalaman.1 manyatakan bahwa belajar merupakan proses dimana suatu organisme mengubah perilakunya karena hasil dari pengalaman. Untuk mengetahui besarnya hubungan antara kemmpuan numerik terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII semester II MTs Muhammadiyah Batang . Bagi peneliti Memberikan gambaran yang jelas tentang hubungan antara kemampuan numerik dengan prestasi belajar siswa. Morgan et. 3 Ibid. KAJIAN PUSTAKA 1. Sebagai upaya meningkatkan kemampuan numerik dan prestasi belajar siwa. 2. Psikologi Belajar. Gagne dan Berliner. 1 2 Catharina Tri Anni. hlm. 2. Dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. F. 4 . Ibid. 2006). Bagi siswa a. dkk. E. Bagi guru Menjadi informasi yang penting khususnya guru matematika untuk mengetahui kemampuan numerik siswanya. Pengertian Belajar Konsep belajar telah banyak didefinisikan oleh para pakar psikologi.al. Belajar a. 3.2. b.( Semarang: UNNES Press. MANFAAT PENELITIAN Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adala 1.

c.com/2008/07/pengaruh-pemberian-pr-dalam. Sedangkan pengertian belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. data statistik/ atau data yang memerlukan pengelolaan yang cermat5. bahan belajar. Balai Pustaka. sebagai praktik dan b. Jadi prestasi belajar adalah penguasaan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran. Sehingga bahan ajar dari guru dapat diterapkan peserta didik pada lingkungan sosialnya pengalaman dari belajarnya. dan lingkungan kondusif yang sengaja diciptakan. lazimnya ditunjukkan dengan nilai atau angka yang diberikan oleh guru. Istilah penalaran numerik sering kali digunakan secara bergantian dengan kemampuan numerik. Prestasi Belajar Prestasi belajar berasal dari kata “prestasi” dan “belajar” prestasi berarti hasil yang telah dicapai. (Jakarta. Tidak ada definisi yang diterima secara luas perbedaan antara penalaran numerik dengan kemampuan numerik dan 4 5 kedua istilah ini sering http://makalah dan skripsi. yang bersifat angka/sistem angka. 2005) hlm 778 5 .blogspot.htm Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kemampuan numerik Numerik adalah yang berwujud nomor (angka).4 Prestasi dalam penilitian yang dimaksudkan adalah nilai yang diperoleh oleh siswa pada mata pelajaran matematika dalambentuk nilai berupa angka yang diberikan guru setelah melaksanakan tugas yang diberikan pada siswa. Belajar dengan proses pembelajaran ada peran guru.Peristiwa belajar yang disertai proses pembelajaran akan lebih terarah dan sistematik daripada belajar yang hanya semata-mata dari pengalaman dalam kehidupan sosial dimasyarakat. Dengan berbagai model-model pembelajaran yang telah dipersiapkan guru pula untuk membantu peserta didik menemukan dan menerapkan konsep materi pelajaran di kehidupan sehari-hari.

maupun yang diperoleh dari hasil belajar. 6 Dwi Sunar P. yang memebdakan dirinya denga orang lain.dipertukarkan6. Dan yang dimaksud dengan kepribadian adalah ciri-ciri khusus yang dimiliki oelh individu yang bersifat menonjol. 2010 ) hlm. tujuan yang hendak dicapai itu secara khusus menggambarkan bentuk perubahan tingkah laku yang diharapkan dapat dicapai peserta didik melalui proses belajar yang beraneka ragam. Dengan demikian baik bahan maupun pola interaksi guru-peserta didik pun beraneka ragam pula. yang digunakan untuk menentukan dasar berhitung d. Edisi Lengkap Tes IQ dan SQ. Faktor–faktor yang mempengaruhi belajar antara lain: 1) Faktor guru Setiap guru memiliki pola mengajar sendiri-sendiri. menamakan pola umum tingkah laku mengajar yang dimiliki guru dengan istlah “Gaya Mengajar atau Teaching Style”. (Jogjakarta. Dalam tes kemampuan numerik meliputi pertanyaan tentang aritmetika dasar. 85 6 . Oleh sebab itu. urutan nomor dan sederhana matematika. Pola mengajar ini tercermin dalam tingkah laku pada waktu melaksanakan pembelajaran. seperti bakat dan kecerdasan. Hal ini dapat menimbulkan situasi yang bervariasi dalam proses pembelajaran. Kecakapan yang dimiliki masingmasing pesert didik itu meliputi kecakapan potensial yang memungkinkan untuk dikembangkan. Dianne Lapp.Flash Books. 3) Faktor kurikulum Secara sederhana arti kurikulum menggambarkan pada isi atau pelajaran dan pola interaksi pembelajaran antara guru dan peserta didik untuk mencapai tujuan tertentu. 2) Faktor peserta didik Setiap peserta didik mempunyai keragaman dalam hal kecakapan maupun kepribadian.

(Jakarta: PT.4) Faktor lingkungan Lingkungan meliputi keadaan ruangan. 1998). belajar dengan keseluruhan dan dengan bagian-bagian. kondisi kesehatan jasmani. dan motivasi. Faktor-faktor metode balajar. Faktor-faktor individual. perbedaan jenis kelamin. yaitu:8 a. Metode belajar yang dipakai guru sangat mempengaruhi metode belajar yang dipakai oleh si pelajar. b. berartinya bahan pelajaran. kondisi-kondisi intensif. resitasi belajar. penggunaan modalitet indera. kematangan. Faktor-faktor individu meliputi. suasana lingkungan eksternal. Segala sesuatu di luar individu yang merangsang individu untuk mengadakan reaksi atau perbuatan belajar dikelompokkan dalam faktor stimuli belajar antar lain. Panjangnya bahan pelajaran. tata ruang. Faktor-faktor stimulasi belajar. hlm. Guru dalam Proses Belajar Mengajar. kapasitas mental. dan berbgai situasi fisik yang ada disekitar tempat berlasnsungnya proses pembelajaran. 7 . Pembelajaran Matematika 7 Drs. faktor usia kronologis. e. Raja Grafindo Persada. pengenalan tentang hasil-hasil belajar. c. bimbingan dalam belajar. Muhammad Ali. kegiatan berlatih atau praktek. Psikologi Pendidikan. pengalaman sebelumnya. 7 Kemudian dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar menurut Sumardi Suryabrata. sehingga proses pembelajaran dapat mencapai tujuan yang diharapkan. berat ringannya tugas. 233-237. 2007). faktor-faktor metode belajar menyangkut hal-hal berikut. kondisi kesehatan rohani. (Bandung: Sinar Baru Algensindo. overlearning dan drill. kesulitan bahan pelajaran. H. dapat digolongkan menjadi tiga macam. Oleh karena itu guru memegang perannan penting dalam menciptakan situasi. hlm 5-6 8 Sunadi Suryabrata.

Pemilihan Model-model Pembelajaran dan Penerapannya di SMP. Objek 9 . Amin Suyitno. pengalaman belajar yang lalu dari seseorang itu akan mempengaruhi terjadinya proses belajar materi matematika tersebut. belajar matematika itu merupakan kegiatan mental yang tinggi. Karena matematika merupakan ide-ide abstrak yang diberi simbol-simbol. hal. bakat. dan kebutuhan peserta didik yang beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan peserta didik serta peserta didik dengan peserta didik. 1 8 .9 Matematika memiliki nilai-nilai yang sangat penting dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam penelitian ini membahas tentang hubungan antara kemampuan numerik terhadap prestasi belajar matematika. kreatif dan konsisten. Tujuan pembelajaran matematika adalah melatih dan menumbuhkan cara berpikir secara sistematis. kritis. Karena itu untuk mempelajari suatu materi matematika yang baru.Pembelajaran adalah upaya menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan. 2007). minat. Nilai-nilai yang diperlukan dalam pengajaran matematika bertujuan untuk dapat menumbuh kembangkan dan membentuk pribadi peserta didik. maka konsep matematika harus dipahami lebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol itu. potensi. sehingga sesuai dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan. jelas. Serta mengembangkan sikap gigih dan percaya diri sesuai dalam menyelesaikan masalah. Pola tingkah manusia yang tersusun menjadi suatu model sebagai prinsip-prinsip belajar diaplikasikan ke dalam matematika. logis. Matematika yang berkenaan dengan ide-ide abstrak yang diberi simbol-simbol itu tersusun secara hirarkis dan penalarannya deduktif. (Semarang: Jurusan Tadris Matematika IAIN Walisongo. Seseorang akan lebih mudah mempelajari sesuatu bila belajar itu didasari kepada apa yang telah diketahui orang itu.

Bahkan matematika berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan sebagai alat bantu mengembangkan disiplin ilmu lainnya. Diantara yang termasuk dari Intelegensi Quetions adalah kemampuan numerik. kemampuan numerik siswa berbeda-beda. Demikian pula matematika merupakan pengetahuan dasar yang diperlukan siswa untuk menunjang keberhasilan belajarnya dalam menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Dimana siswa yang mempunyai kemampuan numerik yang tinggi akan bekerja lebih baik dalam berhitung sedangkan siswa yang mempunyai kemampuan numerik rendah akan mengalami kesulitan dalam berhitung. diantaranya adalah kemampuan numerik. Namun. Untuk mempelajari matematika dibutuhkan beberapa kemampuan. Ada siswa yang memiliki kemampuan numerik yang tinggi dan rendah.penelitian ini adalah siswa kelas VII di MTs Muhammadiyah batang. sistematis dan kritis dalam diri siswa. G. sehingga kemampuan numerik mempengaruhi kemampuan siswa dalam memahami dan menyelesaikan soal matematika. Emosiona Quetions (EQ) dan Spiritual Quetions (SQ). KAJIAN TERDAHULU Kajian terdahulu ini dignakan sebagai bahan pertimbangan baik mengenai kelebihan maupun kekurangan yang sudah ada sebelumnya. Selain itu kajian terdahulu juga mempunya andil yang besar dalam 9 . H. Siswa yang mempunyai kemampuan numerik yang tinggi akan lebih mudah dalam melakukan penghitungan dibandingkan dengan siswa yang memiliki kemampuan numerik rendah cenderung mengalami hambatan dalam melakukan penghitungan. Kecerdasan seseorang itu terdiri atas Intelegensi Quetions (IQ). KERANGKA BERPIKIR Matematika sebagai salah satu sarana berfikir ilmiah sangat diperlukan untuk menambah kemampuan berfikir logis. Kemampuan numerik merupakan kemampuan khusus dalam hitung menghitung.

mendapatkan informasi yang ada sebelumnya mengenai teori yang berkaitan dengan judul yang digunakan sebagai landasan teori ilmih. METODE PENELITIAN 1. 2008. adapun hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut. yaitu kesimpulan sementara yang perlu diuji kebenarannya. Populasi dan Sampel a) Populasi 10 . peneliti menunjukkan hipotesis. Ha: ada hubungan antara kemampuan numerik terhadap prestasi belajar matemtika kelas VII semester genap MTs muhammadiyah Batang tahun pelajaran 2010/2011. I. maka dimunculkan Ho yang berbunyi: Ho: tidak ada hubungan antara kemampuan numerik terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII semester genap MTs Muhammadiyah Batang tahun pelajaran 2010/2011. RUMUSAN HIPOTESIS Berdasarkan uraian di atas. maka dalam penelitian ini penulis mengajukan hipotesis “ kemampuan numerik berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII semester genap MTs Muhammadiyah Batang. Berdasarkan uraian diatas. Selanjutnya untuk keperluan uji empiris. mahasiswa UNNES dengan judul “ pengaruh kemampuan verbal terhadap kemampuan menyelesaikan sola-soal pada sistem pembelajaran Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Melalui pemberdayaan Lembar Kerja Siswa di SMP N 1 Wanadadi Banjarnegara” ternyata menunjukkan adanya pengaruhnya. J. Dalam skripsi yang ditulis oleh Sofyan Nur Arifin.

hlm. a) Variabel independen (x) : Hubungan antara kemampuan numerik terhadap prestasi belajar matematika. hlm. Teknik pengumpulan data a) Metode Dokumenter Metode dokumenter digunakan untuk mendapatkan nama-nama siswa yang menjadi objek penelitian.. 10 11 Suharsimi Arikunto. .10 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII semester genap MTs Muhammadiyah Batang. 3. Jakarta :PT Bumi Aksara. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan . yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel tanpa memperhatikan strata dalam populasi tersebut. Prosedur Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta.Populasi adalah keseluruhan dari subyek penelitian. Variabel penelitian Variabel penelitian adalah objek penelitian yang bervariasi12. 4. 2006). 1989 hlm. yaitu variabel bebas (independen) dan variabel tak bebas (dependen). b) Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi. b) Metode Tes Metode tes ini dianggap merupakan alternatif terbaik untuk mendapatkan data cerminan dari suatu eksperimen. 89 11 .11 Sampel yang digunakan dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Variabel penelitian ini ada dua. 130 Ibid. 131 12 Suharsimi Arikunto. b) Variabel dependen (y) : Prestasi belajar matematika siswa kelas VII semester genap MTs Muhammadiyah Batang. Teknik pengambilan sampel Dalam penelitian ini tehnik pengambilan sampel dengan cara tehnik random atau acak dari keseluruhan siswa kelas VII MTs Muhammadiyah Batang. 2.

Menyusun data dan mencari nilai tertinggi dan terendah. Menghitung nilai Z dari setiap batas kelas dengan rumus sebagai berikut :13 Zi = X i −X s 13 Nana Sudjana. 5. Tehnik analisis data a) Analisis awal 1) Uji Normalitas Sebelum data dianalisis.5. pada penelitian ini jumlah soal yang akan diujicobakan adalah 20 butir yang berbentuk pilihan ganda (multiple choice). Menghitung rata-rata dan simpangan baku. Untuk menyelesaikan setiap butir soal diberi waktu 5 menit. jadi untuk menyelesaikan soal tersebut diberikan durasi waktu 100 menit. Setelah perangkat tes disusun kemudian diujicobakan kepada sejumlah objek tertentu untuk mengetahui tingkat keabsahan. Membuat tabulasi data ke dalam interval kelas. 4. 138. Soal yang digunakan berbentuk tes obyektif . (Bandung: Tarsito. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah kedua kelompok berdistribusi normal atau tidak. taraf kesukaran dan daya pembeda soal. 3. Membuat interval kelas dan menentukan batas kelas. hal. Langkah-langkah uji normalitas data sebagai berikut : 1. 12 . Metoda Statistika. 6. harus dilakukan uji normalitas data. Instrumen penelitian Instrumen merupakan alat ukur yang digunakan untuk memperoleh data berupa tes hasil belajar. 2. Rumus yang digunakan adalah Chi Kuadrat. Materi yang diberikan pada tes ini adalah materi yang mencakup tentang materi kemapuan numerik. 1996).

273 Ibid. yaitu jika X2hitung < X2tabel maka data berdistribusi normal. Hipotesis yang digunakan dalam uji ini adalah sebagai berikut. H a :σ1 ≠σ2 . Mengubah harga Z menjadi luas daerah kurva normal dengan menggunakan tabel. Membandingkan harga Chi Kuadrat hitung dengan Chi Kuadrat tabel dengan taraf signifikansi 5%. Uji homogenitas dilakukan dengan menyelidiki apakah kedua sampel mempunyai varians yang sama atau tidak. hal. 250 13 .. 7. 9. H a :σ1 = σ 2 . artinya kedua kelompok sampel mempunyai 2 2 varians sama.14 2) Uji Kesamaan Dua Varians (Uji Homogenitas) Uji homogenitas dilakukan untuk memperoleh asumsi bahwa sampel penelitian memiliki kondisi yang sama atau homogen. Menarik kesimpulan.6. artinya kedua kelompok sampel mempunyai 2 2 varians tidak sama. Rumus yang digunakan adalah:15 Untuk menguji apakah kedua varians tersebut sama atau tidak maka Fhitung dibandingkan dengan Ftabel dengan taraf 14 15 Ibid. Menghitung frekuensi harapan berdasarkan kurva dengan rumus sebagai berikut : X 2 =∑ Ei K (Oi − E i ) 2 Ei dengan: X2 = Chi Kuadrat Oi = Frekuensi pengamatan Ei = Frekuensi yang diharapkan 8. hal.

hlm. rxy = N ∑ XY − ∑ X ∑ Y 2 {N ∑ X − (∑ X ) 2 }{N ∑ Y 2 − (∑Y ) 2 } rxy = validitas butir soal N = jumlah peserta X = jumlah skor total yang benar Y = skor total Kriteria: Butir soal dikatakan valid. 100-101 14 . 1) Uji validitas tes Untuk mengethui validitas soal maka digunakan rumus korelasi product moment. 72 Ibid.. jika 2) Uji reliabilitas Untuk mengetahui reliabilitas perangkat bentuk objektif maka digunakan rumus alpha sebagai berikut17. dk pembilang = banyaknya data terbesar dikurangi satu..signifikansi 5%. dengan α = 5% = reliabilitas test secara keseluruhan n = banyaknya butir soal = jumlah varian skor tiap-tiap item 16 17 Suharsimi. hlm. Opcit. Jika Fhitung < Ftabel maka Ho diterima. berarti kedua kelompok tersebut mempunyai varians yang sama atau dapat dikatakan homogen. b) Analisis Instrumen Tes Perangkat tes yang telah disusun harus dilakukan analisa dengan langkah sebagai berikut. .16 Rumus yang digunakan adalah. dan dk penyebut = banyaknya data yang terkecil dikurangi satu.

70 (baik) D = 0.20 (jelek) D = 0. 218 15 .40 sampai 0.00 (baik sekali) 18 Ibid.70 sampai 1.= varians total Jika maka item test diajukan reliabel 3) Tingkat kesukaran soal Adapun rumus yang digunakan adalah: TK = taraf kesukaran = jumlah test yang gagal N = jumlah total test 4) Daya beda soal Rumus yang dipakai adalah:18 Keterangan: D = daya pembeda = taraf kesukaran kelompok atas = taraf kesukaran kelompok bawah Kriteria yang digunakan yaitu: • • • • D = 0.20 sampai 0.00 sampai 0. hal.40 (cukup) D = 0.

maka dilaksanakan tes akhir. Analisis ini digunakan untuk menguji hipotesis yang penulis ajukan. Dari hasil tes akhir ini akan diperoleh data yang digunakan sebagai dasar dalam penelitian. yaitu hipotesis diterima atau ditolak. Analisis statistik yang digunakan adalah korelasi product moment.c) Analisis akhir Setelah sampel diberi perlakuan yang berbeda. yaitu dengan cara perhitungan lebih lanjut dengan analisis statistik. SISTEMATIKA PENULISAN 16 . rxy = {N∑ X − (∑ X) } N∑ Y {− (∑ Y) } 2 2 2 2 = jumlah perkalian X dan Y N∑ X − (∑ X)Y∑ Y)( keterangan: rxy = koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y N = banyaknya responden X = variabel kemampuan numerik Y = variabel prestasi belajar matematika ∑XY Jika rhitung > rtabel maka item tes yang diujikan valid K.

bagian isi. abstrak. manfaat penelitian. Bab III berisi metodologi penelitian yang di dalamnya terdapat tujuan Penelitian. 17 . halaman pengesahan. sampel. teknik analisis data. yaitu bagian awal. kajian penelitian yang relevan. dalam bab ini dibahas tentang simpulan dari hasil penelitian dan saran yang diberikan penulis dan penutup. perumusan masalah. yaitu sebagai berikut. variabel penelitian. populasi. dan teknik pengambilan sampel. Bagian awal penelitian memuat halaman judul. Bab I. kata pengantar. pengujian hipotesis. dan pengajuan hipotesis. pembahasan hasil penelitian. dan daftar tabel. Bab IV berisi hasil penelitian dan pembahasan yang isinya. teknik pengumpulan data. tujuan penelitian. Bagian isi penelitian terdiri dari lima bab. penegasan istilah. keterbatasan penelitian Bab V berisi penutup. yang didalamnya terdapat deskripsi teori. dan sistematika penulisan skripsi. dan bagian akhir. daftar lampiran. daftar isi. deskripsi data hasil penelitian. persembahan.Sistematika penulisan skripsi ini secara keseluruhan terdiri dari tiga bagian. Bab II berisi landasan teori dan pengajuan hipotesis. metode penelitian. Bagian akhir dari skripsi ini adalah daftar pustaka dan lampiranlampiran. merupakan bab pendahuluan dari skripsi ini yang memuat tentang latar belakang permasalahan.

com/2008/07/pengaruh-pemberian-prdalam. Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Metoda Statistika. Pemilihan Model-model Pembelajaran dan Penerapannya di SMP. 2006). Jakarta :PT Bumi Aksara. 2007).Flash Books. Edisi Lengkap Tes IQ dan SQ. 2005) Sudjana. Suharsimi. (Semarang: Jurusan Tadris Matematika IAIN Walisongo. Arikunto. (Bandung: Sinar Baru Algensindo. Nana. 1996). 2010 ) Suryabrata. (Jakarta: PT. Amin Suyitno. Prosedur Penelitian (Jakarta: Rinneka Cipta. Raja Grafindo Persada. Sumardi Psikologi Pendidikan.blogspot. Muhammad . Sunar P. H. Catharina dkk. Dwi. 2007). Balai Pustaka. 1989 Arikunto.htm 18 . 1998) Tri Anni. Psikologi Belajar.DAFTAR PUSTAKA Ali. (Jogjakarta. 2002) Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Bandung: Tarsito. (Jakarta. http://makalah dan skripsi. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan .Suharsimi.( Semarang: UNNES Press.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.