P. 1
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1996 Tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan Dan

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1996 Tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan Dan

|Views: 1,825|Likes:
Published by Komhukum Corp
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1996 Tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan Dan Hak Pakai Atas Tanah
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1996 Tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan Dan Hak Pakai Atas Tanah

More info:

Published by: Komhukum Corp on Dec 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2013

UNDANG·UNDANO RBPUBLIK.

INDONESIA NOMOK 40 TAHUN 1996 TENTANG

HAK· GUNA USAHA, HAK GUNA HANGmAN DAN OAK PAKAI ATAS TANAH

____________ ~ ,PPRI No. 40 Th. 1996

PERATURAN PEMERINTAH REPUBUK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1996

TENTANG

HAK GUNA USAHA, HAK GUNA BANGUNAN DAN HAK PAKA! ATAS TANAH

PRESIDEN REPUBUK INDONESIA.

Menlmbang

Mengingat

a. bahwa tanah memlllki peran yang sangat penting artlnya dalam kehidupan bangsa

. Indonesia ataupun dalam pelaksanaan

pembangunan naslonal yang diselenggara-kan sebagai upaya berkelanjutan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945;

b. bahwa oleh karena itu pengaturan penguasaan, pemilikan dan penggunaan tanah perlu lebih diarahkan bagi semakin terjaminnya tertib di bidang hukum pertanahan, administrasi pertanahan, penggunaan tanah, ataupun pemtllharaan tanah dan lingkungan hidup, sehlngga adanya kepastian hukum di bldang pertanahan pada umumnya dapat terwujud;

c. bahwa berhubung dengan itudipandang perlu untuk menetapkan ketentuan-ketentuan leblh lanjut mengenal Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai sebagaimana dimaksud dalam Bab· II Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 dengan Peraturan Pemerintah;

1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945;

2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1956 tentang Pengawasan Terhadap Penindakan Hak Atas Tanah Perkebunan (Lembaran Negara Tahun 1956 Nomor 73, 'tembehan Lembaran Negara Nomor 1125);

PPkl NO. 4U ,j,. ,996, ----

3. Undang-Undang Nemer 29 Tahun 1956 tentang Peraturan-peraturan - dan Tindakan-tindakan Mengenai Tanah-tanah Perlcebunan (Lembaran Negara Tahun. 1956 Nemer 74,· Tambahan Lembaran Negara Nemer 1126);

4. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan - Dasar - Pokok-pokok Agraria (Lernbaran Negara Tahun 1960 Nomer 104, Tambahan lembaran Negara Nemer 2043); -

5. Undang-Undang Nemer 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun (Lembaran Negara Tahun 1985 Nemer 75, Tambahail Lembaran Negara Nemer 3317);

6. Undang-Undang Nomer 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Tahun 1992 Nemor 115, Tambahan lembaran Negara Nemer 3501 » -

7. Undang-Undc.:lg Nemer 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Seserta Bendabenda Yang Berkaitan :_'engan Tanah (Lembaran Negara Tahun 1996 Nemer 42, Tambahan lembaran Negara Nemer 3632);

8. Peraturan Pemerintah Nomer 10 Tahun 1961 tentang Pendaftaran Tanah (Lembaran Negara Tahun 1961 Nemor 28, Tambahan Lembaran NegaraNemer 2171);

Menetapkan

MEMUTUSKAN :

- PERATURANPEMERINTAH TENTANG HAK GUNA USAHA, HAK GUNA BANGUNAN - DAN HAK PAKAI ATASTANAH.

!

,

I -

BABI KETENTUAN UMUM

Pasall

Dalam peraturan. Pemerintah ini yang dimaksud dengan :

-,-- PPRI No. 40 Th. 1996

1. Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai adalah hak atas tanah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria ..

2. Hak Pengelolaan adalah hak menguasai dari Negara yang kewenangan pelaksanaannya sebagian dilimpahkan kepada pemegangnya.

3. Sertipikat adalah tandabuktl hakyang dimaksud dalam Pasal 19 Undang-Undang Pokok Agraria.

4. Uang Pemasukan adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh penerima hak pada saat pembenen Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai serta perpanjangan dan pembaharuannya.

5. Pejabat Pembuat Akta Tanah adalah pejabat umum yang diberi kewenangan untuk membuat akta-ekta tanah.

6. Perpanjangan hak adalah penaiTlbahan. jangka waktu berlakunya sesuatu hak tanpa mengubah syarat-syarat dalam pemberian hak tersebut.

7. Pembaharuan hak adalah pemberian hak yang sama kepada pemegang hak atas tanah yang· telah dimilikinya dengan Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan atau Hak Pakai sesudah jangka waktu hak tersebut atau perpan-jangannyahabis.

8. Menteri adalah Menteri yang bertanggung jawab di bldang Agraria/ Pertanahan.

BABII PEMBERIAN HAK GUNA USAHA

Bagian Pertama Subyak Hak Guna Usaha

Pasal2

Yang dapat mempunyai Hak Guna Usaha adalah :.

a. Warga Negara Indonesia.

b. sedan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia. dan berkedudukan di Indonesia.

PPRI No. 40 Th. 1996, _

Pasal3

, '

(1) Pemegang Hak Guna Usaha yang tldak ,Iagi memenuhl syarat sebagalmana dimaksud dalam Pasal 2; dalam jangka waktu satu tahun wajib, melepaskan atau rnenqallhken Hak Guna , Usaha Itu kepada plhak lain, yang memenuhl svarat,

(2) Apablla dalam jangka waktu sebagalmana dhnaksud pada ayat (1) Hak Guna Usaha itu tidak dilepaskan atau dialihkan, Hak Guna Usaha.· tersebut hapus karena hukum dan tanahnya menJadl tanah' Negara.

, , Bagian Kedua .

Tanah Yang Dapat Dlberikan D~ngan Hak Guna Usaha

Pasal4

'(1) Tanah. yang dapat diberikan dengan Hak Guna Usaha adalah tanah Negara.

(2) Dalam hal tanah yang akan diberikan dengan Hak Guna Usaha itu adalah tanah Negara yang merupakan kawasan hutan, maka pemberian Hak Guna Usaha dapat dilakukan setelah tanah yang bersangkutan dikeluarkan dari statusnva sebagai kawasan hutan.

(3) Pemberlan Hak Guna Usaha atas tanah yang telah dikuasei dengan hak tertentu" sesuai ketentuan yang berlaku, pelaksanaan ketentuan Hak Guna I,Jsaha tersebut baru dapat dilaksanakan setelah terselesaikannya pelepasan hak tersebut sesuai dengan, tata 'cera yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(4) Dalam hal di atas tanah yang akan dlberikan dengan Hak Guna , Usaha ltu terdapat tanaman den/atau bangunan milik pihak lain yang keberadaannya berdasarkan alas hak yang sah, pemilik bangunan dan tanaman terse but diberi gantl kerugian yang , dibebankan pada pemegang Hak Guna Usaha baru.

e 5) Ketentuan lebih lanjut mengenal pernbenan ganti rugi sebagalmana dlmaksud dalam ayat (4), ditetapkan dengan Keputusan Preslden,

__ Hak Guna Usaha, HakGuna Bangunan £t Hak Paka; Atas Tanah

_______________ ,PPRI No. 40 Th. 1996

PasalS

(1) Luas minimum tanah yang dapat diberikan HakGuna Usaha adalah lima hektar.

(2) Luas maksimum tanah yang dapat diberikan Hak Guna Usaha kepada perorenqan adalah dua puluh lima hektar. Luas maksirnum tanah yang dapat dlbertken dengan Hak Guna Usaha kepada Badan Hukum ditetapkan oleh Menteri dengan memperhatikan pertimbangan dari pejabat yang berwenanq di bidang usaha yang bersangkutan, dengan mengingat luas yang diperlukan untuk pelaksanaan suatu satuan usaha yang paling berdayaguna di bidang yang bersangkutan.

Bagian Ketiga Terjadinya Hak Guna Usaha

Pasal6

(t) Hak Guna Usaha diberikan dengan keputusan pemberian hak oleh Menteri atau Pejabat yang ditunjuk.

(2) Ketentuan mengenai tata cara dan syarat permohonan pemberian Hak Guna Usaha diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden

Pasal7

(1) Pemberian Hak Guna Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pa$al 6 ayat (1) wajib didaftar dalam buku tanah pada Kantor . Pertanehan.:

(2) Hak Guna Usaha terjadl sejak didaftar oleh Kantor Pertanahan dalam buku tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundanq-undanqen yang berlaku.

(3) Sebagai tanda bukti hak kepada pemegang Hak Guna Usaha diberlkan sertipikat hak atas tanah.· .

Bagian Keempat Jangka Waktu Hak Guna Usaha

Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan Et _Hak Pakai Atas Tanah __ . _~ ..

PPRI No. 40 Th. 1996. _

PasalS

(1) Hak Guna Usaha sebagalmana dirnaksud dalam Pasal 6 dlberikan untuk jangka waktu paling lama tiga puluh lima tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu paling lama dua puluh lima. tahun.

(2) Sesudahjangka waktu Hak Guna Usaha dan perpanjangannya sebagaimana dlmaksud dalam ayat (1) berakhir, kepada pemegang hak dapatdlberikan pembaharuan Hak Guna Usaha dl atas tanah yang sarna.

Pasal9

(1) Hak Guna Usaha dapat diperpanjang atas permohonan pemegang hak, jika memenuhi syarat:

a. tanahnya masih diusahakan dengan baik sesuai dengan keadaan, slfat dan tujuan pemberlan haktersebut;

'b. svarat-syarat pemberlen hak tersebut dipenuhl dengan balk oleh pemegang hak; dan

c. pemegang hak masih memenuhl syarat sebagal pemegang hak·.

. (2) Hak . Guna Usaha dapat dlperbaharul atas permohonan pemegang flak, jika memenuhl syarat :

a. tanahnya. masih dlusahakan dengan baik sesual dengan keadaan,' sifat dan tujuan pemberian hak terse but;

b. svarat-svarat pemberlan hak tersebut dipenuhl dengan baik

oleh pemegalig hak~ .

c. pemeganghal( maslh memenuhl syarat sebagai pemegang

~~ .

. Pasall0

,(1)' Peimohonan perpanjangan jangka waktu Hak Guna lJsaha atau 'pembaharuannya' diajukan selarnbet-lambatnya dua tahun sebelurn berakhlmya jangka waktu Hak GunaUsaha tersebut. (2) Perpanjangan atau pembaheruan Hak Guna Usaha·dicatat dalam buku tanah pada Kantor Pertanahan ..

(3) Ketentuan mengenai tata cara permohonan perpanjangan atau pembaharuan Hak Gun~ Usaha dan persyaratannya diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden .

• '.1111",--- Hcik Guna Usma, Hak Guna Bangunan & Hak Pakaf Atas Tanah

_____ --'-- ___;_ PPRI No. 40 Th. 1996

Pasalll

(1) Untuk kepentingan penanaman modal, permintaan

perpanjangan atau pembaharuan Hak Guna Usaha

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 dapat dilakukan sekaligus dengan membayar uang pemasukan yang ditentukan untuk itu pada sa at pertama kali mengajukah permohonan Hak

. GUrla Usaha.

(2) Dalam hal uang pemasukan telah dibayar sekaligus . sebaqelmena dimaksud dalam ayat (i), untuk perpanjangan ateu: pembaharuan Hak Guna Usahanya dikenakan biaya administrasl yang besamya ditetapkan oleh Menteri setelah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan.

,(3) Persetujuan untuk dapat memberikan perpanjangan. atau pembaharuan Hak Guna Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dan perincian uang pemasukan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dlcanturnkan dalam keputusan pemberian Hak Guna Usaha yang bersangkutan.

Bagian Kelima

Kewajiban dan Hak Pemegang Hak G~na Usaha

Pasal12

(1) Pemegang Hak Guna Usaha berkewajban untuk :

a. membayar uang pemasukan kepada Negarai

b. melaksanakan usaha pertanlan, perkebunan, perikanan dan/atau peternakan sesual . peruntukan dan persyaratan sebagalmana dltetapkan dalam keputusan pemberian haknyai

c .. mengusahakan sendlri tanah Hak Guna' Usaha dengan baik . sesuai dengan kelayakan usaha berdasarkan criteria yang dltetapkan oleh instansi teknls;

. d. membangun dan memeliharaprasarana lingkungan dan fasilitas tanah yang ada dalam lingkungan areal Hak Guna Usaha;

e. memelihara kesuburan tanah, mencegah kerusakan sumber daya alamdan menjaga kelestarian kem.ampuanlingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlakui

. Hak. GunaUsaha, Hak. Guna Bangunan & Hak. Pak.ai Atas Tanah ---.'.I.i.'. '

PPRI No. 40 Th~ 1996. __ ....;.__....,....- _

f. rnenyarnpaikan laporan tertuns setiap akhir tahun rnengenai penggunaan Hak Guna Usaha;

g. rnenyerahkan kernbali tanah yang dlberikan dengan Hak Guna Usaha kepada Negara sesudah Hak Guna Usaha terse but hapus;

h. rnenyerahkan sertipikat Hak Guna Usaha yang telah hapus kepada Kep~la Kantor Pertanahan.

(2l Pernegang Hak Guna Usaha dilarang rnenyerahkan

pengusahaan tanah Hak Guna Usaha kepada pihak lain, kecuali delam hal-hal diperbolehkan rnenurut peraturan perundangundahgan yang berlahr.

Pas~113

Jil<a tanah Hak. Guna Usaha karena keadaan geografis atau

. IIngkungan . atau sebab-sebab lain letaknya sedernlklan rupa sehlngga ·rnengurung atau rnenutup pekarangan atau bidang tanah lain dari lalu lmtas urn urn atau jalan air, rnaka pernegang Hak Guna Usaha wajib rnemberlkan jalan keluar atau jalan air atau kernudahan lain bagi pekarangan atau bidang tanah yang terkurung itu.

Pasal14

(l)Pernegang Ha~ Guna Usaha. berhak . rnenguasai dan memperqunakan tanah yang diberikan dengan Hak Guna Usaha untuk rnelaksanakan usaha di bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan atau peternakan.

(2) Penguasaan dan penggunaan surnber air dan sumber daya alam lainnya di atas tanah yang diberikan dengan Hak Guna Usaha olehpemegang Hak Guna Usaha hanya dapat dilakukan untuk mendukung . usaha sebagaimana dimaksud dalam ayat '(1) dengan mengingat ketentuan peraturan perundanqundangan yang berlaku dan kepentingan masyarakat

sekitarnya. .

Bagian Keenam Pembebanan Hak Guna Usaha

.ftf!

Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan &- Hak Pakai Atas Tanah

_...,....- ,PPRINo. 40 Th. 1996

Pasal15

(1) Hak Guna Usaha dapat dijadikan jaminan utang dengan

dibebanl Hak Tanggungan. .

(2Y Hak Tanggungan sebagaimana dlmaksud dalam ayat (1) hapus dengan hapusnya Hak Guna Usaha.

Bagian Ketujuh Peralihan Hak Guna Usaha

Pasal16

(1) Hak Guna Usaha dapat beralih atau dlalihkan kepada pihak lain.

(2) Peralihan Hak Guna usaha terjadl dengan cara : .

a. Jual bell;

b. Tukar menukar;

c. Penyertaan dalam modal;

d. Hibah;

e. Pewarlsan.

(3) Peralihan Hak Guna Usaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) harus didaftarkan pada Kantor Pertanahan.

(4) Peraliha~ Hak Guna Usaha karena jual beli kecuali melalui lelang, tukar menukar, penyertaan dalam modal, dan hibah dilakukan dengan akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat.Akta Tanah.

(5) Jual beli dllakukan melalui pelelangan dibuktikan dengan Berita Acara Lelang.

(6) Perallhan Hak Guna Usaha ~karena warisan harus dibuktikan derigan surat wasiat atau surat keterangan waris yang dibuat oleh iilstansi yang berwenang.

Bagian Kedelapan Hapusnya HakGuna Usaha

Pasal17

(1) Hak Guna Usaha hapus karena :

a. berakhimya jangka waktu sebagaimana ditetapkan dalam keputusan pemberian atau perpanjangannya;

Ha~ Guna Usaha, Hal< Guna Bangunan £t Hak Pakai Atas Tanah __ .... _

PPRI No. 40 Th. 1996 ----. _

!

i I,

I

b. dibatalkan haknya oleh pejabat yang berwenang sebelum jangka waktunya berakhir karena :

1) tidak terpenuhlnya kewajiban-kewajiban pemegang hak dan/atau dilanggarnya ' ketentuan-ketentuan sebagafmana dimaksud dalam Pasal 12, Pasal 13

" dan/atau Pasal 14; , '

2) putusan pengadiJan yang telah rnempunvat kekuatan hukum tetap;

c. diJepaskan secara sukarela oleh pemegang haknya sebelum jangka waktunya berakhir;

d. dicabut berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun

1961;

e. ,ditelantarkan;

f. tanahnya musnah;

g. ketentuan Pasal 3 ayat (2).

(2) Hapusnya Hak Guna Usaha sebagalmana dimaksud dalam ayat (1) mengaklbatkan tanahnya menjadi Tanah Negara.

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai hapusnya Hak Guna Usaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur , dengan Keputusan Preslden.

I

Pasal18

(1) Apabila Hak Guna Usaha hapus dan tldak diperpanjang atau diperbaharul, bekas pemegang hak wajih membongkar bangunan-bangunan dan benda-bend a yang ada dl atasnya dan menyerahkan tanah dan tanaman yang ada di atas tanah bekas Hak Guna Usaha tersebut kepada Negara dalam batas waktu yang ditetapkan oleh Menteri.

(2) Apabila 'bangunan, tanaman dan benda-benda.sebagaimana dlmaksud dalam ayat (1) masih diperlukan untuk melangsungkan atau memulihkan pengusa-haan tanahnya, maka kepada bekas pemegang hak diberikan ganti ,rugi yang bentuk dan jumlahnya diatur leblh lanjut dengan Keputusan Presiden. '

(3) Pembongkaran bangunah dan benda-benda sebagaimana dlmaksud dalam ayat (1) dilaksanakan atas biaya bekas pemegang Hak Guna Usaha.

____ ...,..- ,PPRI No. 40 Th. 1996

(4) Jika bekas pemegang Hak Guna Usaha lalai dalam memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam ayat (3), maka bangunan dan benda-benda yang ada di atas tanah bekas Hak Guna Usaha itu dibongkar oleh Pemerintah atas biaya bekas pemegang hak.

BABJQ

PEMBERJAN HAl( GUNA BANGUNAN

Beglan Pertama· Subyek Hak Guna Bangur'lan

PasaI19

Yang dapat menjadl pemegang Hak Guna Bangunan adaJah :

a. Warga Negara Indonesia; .

b. Badan hukum· yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berICedudukan dl Indonesia •.

Pasal20

(1) Pemegang Hak Guna Bangunan yang tidak lagi memenuhi syarat sebagaimana dimakSuddalam Pasal 19 dalam jangka waktu satu tahun wajib melepaskan atau mengalihkan hak atas tanah tersebut kepada pihak lain yang memenuhi syarat.

(2) Apabila dalam jangka waktu sebagaimana dlmaksud dalam ayat . (1) haknya tldak dilepaskan atau dialihkari, hak tersebut hapus kerens hu.kum.

Bagian. Kedua

Tanah yang Dapat Dlberikan Dengan Hak Guna Bangunan

Pasal21

Tanah. yang dapat diberikan dengan Hak Guna Bangunan adalah:

a. Tanah Negara; .

b. Tanah Hak Pengelolaan

c. Tanah Hak Mlllk.

Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan « Hak Pakai Atas Tanah -., ___

PPRI No. 40 n: 1996 _

~:~O~ii~~}, ~ri~~agii~~;~~·92(~:!~~~-~:-:":; _;~\';_C :.: . . . ~ ':Telj8din~':I~~ ~~~~;.~~'"-~~an :,~-:. -,:,.<~ ....

. ~!f I.' .> .•..• _:_. ~. _' •• ~,'... . · ... 1 ' ... ,._ '. _

(1) Hak Guna Bangunan atas tanah Negara diberikan dengan keputusan pemberian hak oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk.

(2) Hak Guna Bangunan atas tanah Hak Pengelolaan diberikan dengan keputusan pemberian hak oleh Menteri atau pejabat yang ditunjqk .lJerd.a~~-~a.ri l!s~1 .p~m.egan.g'1ak Pengelolaan .

. (3) Ketentuan mengem!i' tata cara dan syarat permohonan. dan pemberlan diatur lebih'lanjut dengan Keputusan Presiden.

Pasal23

(1) Pemberian HakGuna Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 dldeftar dalam buku tanah pada Kantor Pertanahan. (2) Hak Guna Bangunan atas tanah Negara atau atas tanah Hak Pengelolaan-te!jadi sejak didaftar oleh Kantor Pertanahan.

(3) Sebagaitanda bukti 'hak kepada pemegang Hak Guna -Bangunan diberikan sertiplkat hak atas tanah.

Pasal24

(1) Hak Guna' Bangunan atas tanah Hak Milik terjadi dengan pemberian oleh pemegang Hak Milik dengan akta yang dibua'. oeh Pejabat Pembuat Akta Tanah.·

(2) Pernberlen Hak Guna Bangunan atas tanah Hak Milik sebagalmana dimaksud dalam ayat (1) wajib didaftarkan pada Kantor Pertanahan.

(3) Hak GunaBangunan atas tanah Hak Millk mengikat pihak ketiga sejak didaftarkan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2).

(4) Ketentuan mengenai tata carapemberlan dan pendaftaran Hak Guna Bangunan atas tanah Hak Milik dlatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden.

Bagian Keempat

Jangka Waktu Hak Guna Bangunan

~.......__ Hak Guna U";C.~C .. Hak Guna Bangunan ft Hak Pakai Ate's Tanah

__________________ PPRI No. 4O.Th. 1996

Pasal25

(1) Hak Guna Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 diberikan untuk jangka waktu paling lama tiga puluh tahun dan . dapat diperpanjang untuk jangka waktu paling lama dua puluh

tahun. .

(2) Sesudah jangka waktu Hak Guna Bangunan dan

perpanjangannya sebagaimana dirnaksud dalam ayat (1) berakhir, kepada bekaspemegang hak dapat diberikan pembaharuan Hak Guna Bangunan di etas tanah yang sarna.

Pasal26

(1) Hak Guna Bangunan atas tanah Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22, atas permohonan pemegang hak dapat diperpanjang atau diperbaharul, jlka memenuhlsyarat: a.tanahnyamasih dipergunakan dengan baik sesual dengan

keadaan, sifat dan tujuan pemberlen hak tersebut;

b. syarat-svarat pemberlan hak tersebut dipenuhl dengan balk oleh pemegang hak; dan

c. pemegang hak masih memenuhi syarat sebagai pemegang hak sebagai-mana dimaksud dalam Pasal 19.

d. tanah tersebut masih sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wllayah yang bersangkutan.

(2) Hak Guna Bangunan atas tanah Hak Pengelolaan diperpanjang atau diperbaharui atas permohonan pemegang Hak Guna .. Bangunan· setelah mendapat persetujuan dart pemegang Hak

Pengelolaan. .

Pasal27

(1) Permohonan perpanjangan jangka waktu Hak Guna Bangunan ataupembaharuennva diajukan selambat-Iambatnya dua tahun sebelum berakhimya jangka·· waktu Hak Guna Bimgunan tersebut atau perpanjangarinya.

(2) Perpanjangan atau pembaharuan Hak Guna Bangunan dicatat dalam buku tanah pada Kantor Pertanahan.

(3) ketentuan mengenai tata cara permohonan perpanjangan atau pembaharuan Hak Guna Bangunan dan persyaratannya diatur lebih lanjut dengan Keputusan Preslden.

Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan ft Hak Pakai Atas Tanah __

PPRINo.40 Th. 1996, ......_ _

Pasal2S

(1) Untuk 'kepentingan penanaman modal, permintaan

perpanjangan dan pernbaharuan Hak Guna Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 dapat dilakukan sekaligus dengan membayar uang pemasukan yang dltentukan untuk itu pada saat pertama kali mengajukan permohonan Hak

Guna Bangunan. '

(2) Dalam hal uang pemasukan telah dlbayar sekallgus . sebagaimana dlmaksud' dalam ayat '(1) untuk perpanjangan atau pembaharuan Hak Gun.a Bangunan hanya dikenakan biaya administrasl yang besarnva ditetapkan oleh Menteri setelah , mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan.

(3) Persetujuan untuk memberikanperpanjangan atau

pembaharuan Hak Guna Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) dan perincian uang pemasukan , sebagaimana'd!maksud dalam ayat (2) dicantumkan dalam keputusan pemberian HakGuna Bangunan.

Pasal29

, (1) Hak Guna. Bangunan atas taneh Hak Milik diberikan' untuk jangka waktu paling lama tiga puluh tahun.

(2) Atas kesepakatan antara pemegang Hak Guna Bangunan denqan pemegang Hak Mllik, Hak Guna Bangunan atastanati Hak Milik dapat dlperbaharui dengan pemberian Hak Guna Bailgunan beru dengan akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Aleta Tanah dan hak tersebut wajib didaftarkan.

Bagian Kelima

, Kewajiban Pemegang Hak Guna Bangunan

Pasal30

. Pemegang Hak .Guna Bangun~nberkewajiban :

a.' membayar 'uang pemasukan : yang jumlah dan cara pembayarannya dltetapkan dalam keputusan pemberian haknya;

1111--- Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan Ii Hak Pakai Atas Tanah

____________ __,..._,PPRI No. 40 Th. 1996

b. menggunakan tanah sesuai dengan peruntukannya dan persyaratan sebagai-mana dltel:c!pkan dalam keputusan dan p~rjanjian pemberiannya;

c. memelihara dengan baik tanah dan bangunan yang ada di atasnya serta menjaga kelestarlan lingkungan hidup; .

d. menyerahkan kembali tanah yang diberikan dengan Hak Guna Bangunan kepada Negara, pemegang Hak Pengelolaan atau pemegang Hak Millk sesudah Hek Guna Bangunan ltu hepus;

e. menyerahkan sertipikat Hak Guna Bangunan yang telah hapus kepada Kepala Kantor Pertanahan.

Pasal31

Jlka tanah Hak Guna Bangunan karena keadaan geografis atau IIngkungan atau sebab-sebab lain letaknya sedemlkian rupa sehlngga mengurung atau menutup pekeranqen atau bldang tanah lain darl lalu IIntas umumatau jalan air, pemegang Hak Guna

. Bangunan wajib rnemberiken jalan keluar atau jalan air atau kemudahan lain bagi pekarangan atau bidang tanah yang terkurung itu.

Pasal32

Pemegang . Hak Guna Bangunam1 berhak menguasai dan mempergunakan tanah yang diberikan dengan Hak Guna Bangunan selama waktu tertentu untuk mendlrikan dan mempunyai bangunan untuk keperluan pribadi atau usahanya serta untuk mengallhkan

. hak tersebut kepada pihak lain dan membebaninya. .

Baglan Keenam Pembebanan Hak Guna Bangunan

Pasal33

(1) Hak Guna Bangunan dapat dijadlkan jamlnan utang dengan dlbebanl Hak Tanggungan.

(2) Hak Tanggungan sebagalmana c;llmaksud dalam ayat (1) hapus dengan hapusnya Hak Guna Bangunan.

Hale Guna Usaha, Hale Guna Bangunan £t Ha_1e Paleai Atas Tanah _ __.;..

_ PPRI No. 40 Th. 1996- _

- Bagian Ketujuh Peralihan Hak Guna Bangunan

Pasal34

(1) Hak Guna Bangu'1an dapat beralih dan dtallhkankepada pihak lain.

(2) Peralihan Hak Guna Banglinan terjadl karena :

a. Jual beli;

b. Tukar menukar;

c. Penyertaan dalam modal;

d. Hibah;

e. Pewarisan.

(3) Peralihan HakGunaBangunan sebagaimana _ dimaksud dalam

ayat (2) harus didaftarkan pada Kantor Pertanahan. -

(4) Peralihan Hak Guna Bangunann karena jual beli kecuali jual beli melalui lelang, tukar menukar, penyertaan dalam modal, dan hibah harus dilakukan denqan akta yang dibuat oleh Pejabat

Pembuat Akta Tanah. -

(5) Jual beli yang dilakukan melatul pelelangan dibu' <an dengan :?;:rita Acara Lelang.

(6) Peralihan Hak Guna Bangunan karena pewarisan harus dibuktikan dengan surat wasiat atau surat keteranqan waris yang dibuat oleh instansi yang berwenang.

(7) Peralihan Hak Guni;l Bangunan atas tanah Hak Pengelolaan harus dengan persetujuan tertulis dari pemegang - Hak Pengelolaan.

(8) Peralihan Hak Guna Ballgullc.n atas tanah Hak Milik harus dengan persetujuan tertulis dari pemegang Hak Milik yang bersangkutan.

Bagian Kedelapan Hapusnya Hak Guna Bangunan

Pasa135:

- (1) Hak GunaBangunan hapus karena :

a. berakhlrnva jangka waktu· sebagaimana ditetapkan dalam keputusan pemberian atau perpanjangannya atau dalam perjanjian pemberiannya;

.'llilIIII".--- Hak Guna Usaha; Hak Guna Bangunan Et Hak Paka; Atas Tanah

_____________ ..,..--_,PPRI No. 40 Th. 1996

b. dibatalkan oleh pejabat yang berwenang, pemegang Hak Pengelolaan atau pemegang Hak Milik sebelum jangka waktunya berakhir, karena :

1) tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban pemegang hak dan/atau dilanggarnya ketentuan-ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30, Pasal 31 dan Pasal 32; atau

2} tidak dipenuhinya syarat-syarat atau kewajibankewajiban yang tertuang dalam perjanjian pemberlan .. Hak Guna Bangunan antara pemegang Hak Guna Bangunan dan pemegang Hak Mllik atau perjanjlan penggunaan tanah Hak Penqelolaan; atau

3) putusan pengadllan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap;

c. dilepaskan secara sukarela oleh pemegang haknya sebelum

jangka waktu berakhir; .

d. dicabut berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1961;

e. . ditelantarkan;

. f. tanahnya musnah;

g. ketentuan Pasal 20 ayat (2).

(2) Ketentuan lebih la'njut mengenai hapusnya Hak Guna Bangunan sebagalmana dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan

Keputusan Presiden. .

Pasal36

(1) Hapusnya Hak Guna Bangunan atas tanah Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 mengakibatkan tanahnya menjadi tanah Negara.

(2) HapuSnya Hak Guna Bangunan etas tanah Hak Pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 mengakibatkan tanahnya kembali ke dalam penguasaan pemegang Hak Pengelolaan.

(3) Hapusnya Hak Guna Bangunan atas tanah Hak Milik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 mengakibatkann tanahnya kernball ke dalam penguasaan pemegang Hak Milik.

Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan & Hak Paka; Atas Tanah -.; ..

PPRI No. 40 Th. 1996, _

'Pasal37

(1) Apabila Hak Guna' Bangunan atas tanah Negarc hap us dan tidak diperpanjang atau tidak diperbaharui, maka bekas pemegang Hak Guna Bangunan wajib membongkar bangunan dan benda-benda yang ada di atasnya dan menyerahkan tanahnya kepaca I~egara dalam keadaan kosong selambatlambatnya dalam waktu satu tahun sejak hapusnya Hak Guna Bangunan.

, (2) Dalam hal bangunan dan benda-benda sebagaimana dimaksud dalarn avat (1) masih diperlukan, maka bekas pemegang hak diberikan gantl rugi yang bentuk dan jumlahnya diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden.

(3) Pembongkaran 'bangunan dan benda-benda sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan atas biaya bekas pemegang Hak Guna Bangunan.

(4) Jlka bekaspemegang Hak Guna' Bangunan lalai dalam memeriuhl kewajiban sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), maka bangunan dan benda-benda yang ada di atas tanah bekas Hak Guna Bangunan itu dibongkar oleh Pemerintah atas biaya bekas pemegang Hak Guna Bangunan.

Pasal38

Apablla Hak Guna Bangunan atas tanah Hak Pengelolaan· atau atas tanah Hak Mllik hapus sebagalmana dimaksud Pasal 35, maka bekas "peme.gang Hak Guna Bangunan wajib menyerahkan tanahnya kepada pemegang Hak Pengelolaan atau pemegang Hak

, Mlllk dan memenuhl' ketentuan yang sudah disepakati dalam perjanjian penggunaan tanah Hak Pengelolaan atau perjanjian pemberian Hak Guna 'Bangurian atas tanahHak Milik.

BABIV PEMBERIAN HAK PAKAI

Bagian' Pertama Subyek Hak Pakai

__ ---- Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan ft Hak Paka; Atas Tanah

___ ...,-- PPRI No. 40 Th. 1996

. Pasal39

Yang dapat mempunyai Hak Pakal adalah :

a. Warga Negara Indonesia; .

b. Badan hukurri yang didlrikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan dl Indonesia;

c. Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen, dan

Pemerlntah Daerah; .

d. Badan-badan keagamaan dan soslal;

e. Orang aslng yang berkedudukan di Indonesia;

f. Badan hukum asing yang mempunyai perwakilan di Indonesia;

g. Perwakilan negara aslng dan perwakilan badan Internaslonel.

Pasal40

(1) Pemegang Hak Pakai yang tidak lagl memenuhl syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 dalam waktu satu tahun wajib melepeskan atau mengalihkan hak Itu pada pihak lain yang memenuhi syarat.

(2) Apabila dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hakhya tidak dilepaskan ataudlillihkan, hak tersebut hapus karen a . hukum dengan ketentuan hak-hak pihak lain yang terkalt di.atas tanah tersebut tetap diperhatikan.

Bagian Kedua .

Ta.nah Yang Dapat Diberikan Dengan Hak PalaU

Pasal41

Tanah yang dapat diberlkan dengan Hak Pakai adalah : a.· Tanah Negara;

b. Tanah Hak Pengelolaan;

c. Tanah Hak Milik. .

~ianKetiga Terjadinya Hak Pakai

Pasal42

(1) Hak Pakai atas tanah Negara diberikan· dengan keputusan pemberlan hak oleh Menterl atau pejabat yang ditunjuk.

Hak Guna Usaha, Hak Guna 8angunan & Hak Paka; Atas Tanah __

PPRI No. 40 Th. 1996,_--' __ ---'-- _

(2) Hak Pakai atas Hak Pengelolaan diberikan dengan keputusan pemberian hak oleh Menter! atau pejabat yang ditunjuk berdasarkan usul pemegarig Hak Pengelolaan.

(3) Ketentuan mengenai tata cara dan syarat permohonan dan pemberian Hak Pakai atas tanah Negara dan tanah Hak Pengelolaan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden ..

Pasal43

(1) Hak Pakai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 wajib didaftar dalarn buku tanah pada Kantor Pertanahan.

(2) Hak Pakal atas tanah Negara dan atas tanah Hak Pengeloiaan . terjadi sejak didaftar oleh Kantor Pertanahan dalam buku tanah sesuai .ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, (3) Sebagai tanda bukti hak kepada pemegang Hak Pakai diberikan sertipikat hak atas tanah.

Pasal44

(1) Hak Pakal atas tanah Hak Mllik terjadi dengan pemberlan tanah oleh pemegang Hak Milik dengan akta yang dibuat oleh Pejabat . Pernbuat Akta Tanah.

(2) Pernberian Hak Pakai. atas tanah Hak Milik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib didaftarkan dalam buku tanah pada Kantor Pertanahan.

(3) Hak Pakai atas tanah Hak Millk mengikat pihak ketiga sejak saat pendaftarannya sebagaimana dimaksud dalam ayat (2).

(4) Ketentuan lain mengenai tata cara pemberian dan pendafiaran Hak Pqkai atas tanah Hak Milik diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden.

Bagian Keempat.

Jangka Wa,ktuHak Pakai

Pasal45

(1) Hak Pakai sebagaimana dimaksud dalarn Pasal 42 diberikan untuk jangka waktu paling lama dua puluh lima tahun. dan dapat dlperpanjang untuk jangka waktu paling lama dua puluh

_______________ ,PPRI No. 40 Th. 1996

tahun atau diberikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan selama tanahnya dipergunakan untuk keperluan tertentu.

(2) Sesudah jangka waktu Hak Pakai atau perpanjangannya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) habis, kepada pemegang hak dapat diberikan pembaharuan Hak Pakai atas tanah yang sama.

(3) Hak Pakai yang diberikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan selama dipergunakan untuk keperluan tertEmtu sebagaimana dlmaksud dalam ayat (1) dlberlkan kepada :

a .. Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen, dan Pemerintah Daerah;

b. Perwakilan negara asing dan perwakilan bad an

Intemasional;

c. Badan keagamaan dan badan soslal.

Pasal46

(1) Hak Pakai atas tanah Negara dapat dlperpanjang atas diperbaharui sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 atas perrnohonan pemegang hak, jika memenuhl syarat: a~tanahriya masih dipergunakan dengan baik sesual dengan

keadaan, sifat dan tujuan pemberian hak tersebut;

b. syarat-syarat pemberian hak tersebut dlpenuhi dengan baik oleh perneqanq hak; dan

c. pemegang hak maslh memenuhi syarat sebagai pemegang hak sebaqal-mana dlmaksud dalam Pasal 39.

(2) Hak Pakaiatastanah Hak Pengelolaan dapat diperpanjang atau diperbaharui atas usul pemegang Hak Pengelolaan.

Pasal47

(1) Perrnohonan perpanjangan jangka waktu Hak Pakai atau pembaharuan diajukan selambat-Iambatnya dua tahun sebelum berakhirnya jangka waktu Hak Pakal tersebut.

(2) Perpanjangan atau pembaharuan Hak Pakai sebagalmana . dimaksud dalam ayat (1) dicatat dalam buku tanah pada Kantor Pertanahan.

(3) Ketentuan mengenai tata cara permohonann perpanjangan atau pembaha-ruan Hak Pakai dan persyaratannya dlatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden.

· PPRI No~40 Th. 1996_· ___;;.. __

Pasal·48 .

(l)Untuk kepentingal'l penanaman modal, permintaan

perpanjangan dan pernbaharuen Hak Pakai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47 dapat dilakukan sekaligus dengan pembayaran uang pemasukan yang ditentukan untuk itu pada saat pertama kall mengaNkan permohonan Hak Pakai.

(2) Dalam hal uang pemasukan telah dibayar sekaJigus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), untuk perpanjangan atau pembaharuan Hak Pakai hanya dikenakan biaya administrasi yang besamya ditetapkan oleh Menteri sete1ah rnendapat persetUjuandari Menterl Keuangan.

(3)· Persetujuah untuk pemberlan perpanjangan atau pembaharuan Hak Pakai sebagaimana dimaksud dalam Pasal46 ayat (1) serta perincian uang pemasukan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dlcantumkan dalam keputusan pemberian Hak Pakai.

Pasal49

(1) HakPakai atastanah Hak Milik dlbenkan untuk jangka waktu paling lama dua puluh lima tahun· dan tidak dapat diperparijang.

{2) Atas ,kesepakatan enter pemegang Hak Pakai dengan Peniegang Hak Mllik, Hak 'Pakai atas tanah Hak Milik dapat diperbaharut dengan pemberian Hak Pakai baru dengan akta yang dlbuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah dan hak tersebut wajib didaftarkan.

Bagian Kelima

Kewajiban dan Hak Pemegang Hak Pakai

Pasal SO

PemegangHak Pakai berk~wajiban :

a. membayar Liang pemasukan yang jumlah dan cara pembayarannya dltetapkan dalamkeputusan pemberian haknya, perjanjian pengguhaan tanah Hak Pengelolaan atau dalam perjanjian pemberian Hak Pakai atas tanah Hak Mllik;

b. menggunakan tanah . sesuai denqan peruntukannya dan persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam keputusan

PPRI No. 40 t». 1996

pemberiannya, atau perjanjlan pemberlan Hak Pakal atas taneh

Hak Milik; ,

c. memelihara dengan baik tanah dan bangunan yang ada di atasnya serta menjaga kelestarlan lingkungan'hidup;

d. menyerahkan kemball tanah yang diberlkan dengan Hak Pakai ,kepada Negara,pemegang Hak Pengelolaan atau pemegang Hak Milik sesudah Hak Pakai tersebut hepus;

e. menyerahkan sertipikat Hak Pakai yang telah hepus kepada Kepala Kantor Pertanahan.

Pasal51

Jika tanah Hak Pakal karena keadaan geografis atau lingkungan atau sebab-sebeb lain letaknya sedemlkian rupa sehingga mengurung atau menutup pekarangan atau bidang tanah lain dari lalu IIntas umum atau jalan air, pemegang Hak Pakai wajib memberikan jalan keiuar atau jalan air atau kemudahan ICJin bagi

pekarangan atau bidang tanah yang terkurung itu. '

Pasal52

Pemegang Hak Pakai berhak menguasal dan mempergunakan tanah yang dlberlkan dengan Hak Pakai selama waktu tertentu ,untuk keperluan pribadl atau usahanya serta untuk memindahkan hak tersebut kepada pihak lain dan membebanlnya, atau selama dlgun~kan untuk keperluan tertentu.

Bagian Keenam Pembebanan Hak Pakai

Pasal53

(1) Hak Pakai atas tanah Negara dan atas tanah Hak Pengelolaan dapat dijadlkan jaminan utang dengan 'dibebani -. Hak

Tanggungan. '

(2) Hak Tanggungan sebagaimana dlmaksud dalam ayat (1) hapus dengan' hapusnva Hak Pakai ..

HakGuna Usaha, Hak GunaBangunan & Hak PakaiAtcis TC;lIJah __

PPRI No. 40 Th •. 1996 --' _

&agian Ketujuh Perallhan Hak Pakal

Pasal54

(1) Hak Pakal yang dlberlkan atas tanah Negara untuk'jangka' waktu tertentu dan Hak Pakai atas tanah Hak Pengelolaan depat beralih dan dlallhkan pada pihak lain.

(2) Hak Pakal atas tanah Hak Mlllk hanya dapat diaUhkan"apabiia . hak tersebut 'dlmunqklnkan dalamperjanjian pemberian Hak Pakai atas tanah Hak Milik yang bersangkutan.

(3) Peralihan Hak Pakal terjadi karena :

'a. ',jual bell;

b. tukar rnenuker; '

c. penvertaan dalam modal; ,

d. hlbah; .

e. pewarlsan.

(4) Perallhan Hak P~kal sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) wajib dldattarkan pada Kantor Pertanahan.

(5) Perallhan Hak 'Pakal karena jual .. bell kecuali jual beli melalui , lelang, tukar. menukar, penyerta~n dalarri modal, dan hibah harus dilakukan dengan akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat-

Akta Tanah. .

(6) Jual bell yang dilakukan melalul pelelanqen dibuktikan dengan Berita Acara L.elang.. ~

(7) Perallhan' Hak Pakal karena pewarlsan harus dibuktikan denqan. surat wasiatatau surat keterangan warls yang dibuat oleh . Instansl yang berwenimg.

(8) Perallhan tiak Pakal atas tanah Negara harus dilakukan dengan Izln dart pejabat yang berwenang.

(9) Pengallhan Hak :Pakal .atas ,tanah Hak Pengelolaan harus 'dllakukan 'dengan per'setujuan tertulis dart pemegang Hak

. Pengelolaan. ' ,

(10) Pengallhari .Hak Pakala~s tanah Hak Milik herus dilakukan dengan persetujuan tertuUs dari pemegang Hak Milik yang

bersangkutan. '

, &a9ian Kedelapan ' Hapusnya Hak Pakai

~ __ Hak Guna usona, Hak Guna 8angunan & Hak Paka; Atas Tanah

_______________ ,PPRI No. 40 Th. 1996

PasalSS

(1) Hak Pakai hapus karena:

a. berakhirnya jangka waktu sebagaimana dltetapkandalam . keputusan pemberian· atau perpanjangannya atau dalam perjanjian pernberlannva;

b. dibatalkan oleh pejabat yang berwenang, pemegang Hak Pengelolaanatau pemegang Hak. Milik sebelum jangka

• waktunya berakhir,' karena :

1) tidak dipenuhinya kewajiban-kewajibim pemegang hak dan/atau ,dilanggarnya ketentuan-ketentuan sebagalmana dimaksud dalam Pasal 50, Pasal 51 dan Pasal 52; atau

2) tidak dlpenuhlnva syarat-syarat atau kewajibankewajlban yang' tertuang dalam perjanjian. pemberian Hak Pakal antara pemegang Hak Pakai dan pemegang Hak Millk atau ~rjanjian penggunaan Hak Pengelolaan; atau

3) putusan pengadllan. yang telah mempunyai 'kekuatan

hukum yangtetap.. '. .

c. dilepaskan secarasukarela oleh pemegang haknya sebelum

jangkawaktu berakhlr; . . , ,

d. dicabut berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun

1961;

e. dltelantarkan;

f. tanahnya musnahj

g. ketentuan Pasal 40 ayat (2)

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai hapusnya Hek Pakai sebagalmaria dlmaksud dalam ayat (1) dlatur leblh lanjut dengan Keputusan Presiden.

Pasal56

(1) Hapusnya Hak Pakai atas tanah Negara sebagaimana dlmaksud dalam. Pasal 55 mengakibatkan tanahnya menjadi tanah Negara.

(2) Hapusnya Hak Pakai atas tanah Hak Pengelolaan'sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 mengakibatkan tanahnya kembali dalam penguasaan pemegang Hak Pe~gelolaan.

Hak Guna Us.aha, Hak Guna Bangunan & Hak Paka; Atas Tanah --1'I~ilf ••

PPRI No.AD Th: )996_' ----'- -----" -"--

(3) Hapusnya Hak Pakai atas tanah Hak Milik sebagaimana dlrnaksud dalam Pasal S5 mengakibatkan tanahnya kembali dalam penguasaan pemegang Hak Milik.

Pasal57

_ (1) Apabila Hak Pakai atas tanah Negara hapus dan tidak dlperpanjanq atau dlperbaharul, rnaka bekas pemegang Hak Pakai wajib membongkar bangunan dan benda-benda yang ada di atasnya dan menyerahken tanahnya kepada Negara dalam keadaan kosong selambat-Iambatnya dalam waktu satu tahun sejak hapusnya Hak Pakai. r

(2) Dalarn hal banqunan dan benda-benda sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) maslh dlperlukan, kepada bekas pemegang hak diberikan ganti rugL

(3) Pembonqkaran bangunan dan benda-benda sebagaimana dlrnaksud dalarn ayat (1) dllaksanakan atas biaya bekas pemegang Hak Pakai.

(4) Jika _ bekas -pem~gang Hak Pakai lalai dalam memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), maka bangunan dan benda-benda yang - ada di atasnya dibongkar oleh Pemerintah atas biaya bekas pemegang Hak Pakai. -

Pasa!158

Apabila Hak Pakai atas tanah Hak _Pengelolaan atau atas tanah Hak Milik hapus sebagainiana dlmaksud Pasal. 561 bekas pemegang Hak - - - Pakai wajib rnenverahkan tanahnya kepada pemegang Hak

- Penqelolaan atau pemegang. Hak Nllik dan memenuhl ketentuan

yang sudah dlsepakatl dalam perjanjian penggunaan tanah Hak Penqelolaan atau perjanjian pemberian Hak Pakai atas tariah Hak Milik.

BABV

PERHITUNGAN UANG. PEMASUKAN AlAS DITERBITKANNYA HAKGUN~ USAHA, HAK GUNA BANGUNAN DAN H'AK PAKAI

_______________ ,PPRI No. 40 Th. 1996

Pasal55

. (1) Hak Pakai hapus karena:

a. berakhirnya jangka waktu sebagaimana dltetapkandalam . keputusan pemberian· atau perpanjangannya atau dalam perjanjlan pemberlanrwe;

b. dibatalkan oleh pejabat yang berwenang, pemegang Hak Pengelolaanatau pemegang Hak Milik sebelum jangka

. waktunya berakhir,karena : -

t) tldak dipenuhinya kewajiban-kewajib~m pemegang hak dan/atau -. dilanggarnya ketentuan-ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50, Pasal 51 dan Pasal 52; atau

2) tidak dlpenuhlnva syarat-syarat atau kewajibankewajiban yang' tertuang' dalam perjanjian pemberian Hak Pakai antara - pemegang Hak Pakai dan pemegang Hak Milik atau p~rjanjian penggunaan Hak Pengelolaan; atau

3) putusan pengadilan - yang telah mempunyai 'kekuatan

hukum yang tetap. _ _

c. dilepaskan secarasu.karela oleh pemegang haknya sebelum

jangkawaktu berakhlr; - . _ _

d. dicabut berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun

1961;

e. ditelantarkani

f. tanahnya musneh;

g. ketentuan Pasal 40 ayat (2)

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenal hapusnya Hak Pakai sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden.

Pasal56

(1) Hapusnya Hak Pakai atas tanah Negara sebagalmana dlmaksud dalam Pasal 55 mengakibatkan tanahnya menjadl tanah Negara.

(2) Hapusnya Hak Pakai_ atas tanah Hak Pengelolaan -sebagalmana dimaksud dalam Pasal 55 mengakibatkan tanahnya kembali dalam penguasaan pemegang Hak Pengelolaan.

Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan ft Hak Paka; Atas Tanah --1'I~i~I'.

PPRI No. 40 Th: )996_· --'- ----=. __ -,- ~--~

(3) Hapusnya Hak Pakai atas tanah Hak MJlik sebagaimana dirnaksud dalam Pasal 55 mengakibatkan tanahnya kembali dalam penguasaan pemegang Hak Milik.

Pasal 57

(1) Apabi.la _ Hak Pakai atas tanah Negara hapus dan tidak diperpanjang atau diperbaharui, maka bekas pemegang Hak Pakai wajib membongkar banqunan dan benda-benda yang ada di atasnya dan menyerahkan tanahnva kepada Neqara dalam keadaan kosonq selarnbat-larnbatnva dalarn waktu satu tahun sejak hapusnya Hak Pakai.

(2) Dalam hal bangunan dan benda-benda sebagaimana dimaksud . dalam ayat (1) masih diperlukan, kepada bekas pemegang hak

. diberfkan ganti ruql, .

(3) Perribongkaran . barigunan dan benda-benda sebaqaimana dirnaksud dalam ayat (1) dilaksanakan atas biaya bekas pemegang Hak Pakai,

(4) Jlka bekas _ perneqanq Hak Pakai lalai dalarn memenuhi kewajiban sebag~imana dimaksud dalam ayat (I), maka bangunan dan benda-benda yang ada di atasnya dibongkar oleh pemer.in~ah atas biaya bekas pemegang Hak Pakai.

Pasal58

Apabila Hak Pakai atas tanah Hak.Pengelolaan atau atas tanah Hak Milik hapus sebagaimana dimaksud Pasal 56, bekas pemegang Hak Pakai wajib rnenverahkan tanahnya kepada pemegang Hak

_ Pengelolaan atau pemegang Hak Milik dan memenuhi ketentuan yang.sudah disepakati dal.am perjanjian penggunaan tanah Hak Pengelolaan atau perjanjlan pemberian Hak Pakai atas tariah Hak Milik.

BABV

PERHITUNGAN UANG PEMASUKANATAS DITERBITKANNYA HAK GUNA USAHA, HAK GUNA BANGUNAN DAN HAK PAKAI

________ ...;__,.. ,PPRI No. 40 Th. 1996

Pasal59

(1) Besamya uang pemasukan untuk memperoleh Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai termasuk perpanjangan atau pembahanian haknya, ditetapkan oleh Menteri setelah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan.

(2) Khusus untuk wilayah lingkungan kerja Daerah Industri Pulau Batam, besamya uang pemasukan untuk memperoleh Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan atau Hak Pakal termasuk perpanjangan atau pembaharuan haknya ditetapkan oleh Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam setelah mendapat persetujuen Menteri Keuangan.

(3) Apabila pemegang hak tldak memanfaatkan tanahnya sesuai dengan tujuan peruntukan penggunaan tanahnya, sehingga Hak Guna Usaha atau Hak Guna Bangunan atau Hak Pakai tidak dapat dlperpanjang atau diperbaharui, maka uang pemasukan yang telah dibayar dimuka menjadi milik Negara.

BABVI KETENTUAN LAIN-LAIN

Pasal60

Pemberian Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan atau Hak Pakal atas sebidang tanah yang seluruhnya merupakan pulau atau yang berbatasan dengan pantai dlatur tersendiri dengan Peraturan Pemerintah.

BABVII KETENTUAN PERAUHAN

Pasal61

(1) Pemegang Hak Guna Bangunan yang telah memperoleh jaminan perpanjangan dan pembaharuan hak atas tanah untuk jimgka waktu masing-masing dua puluh tahun dan tiga puluh tahun sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor

Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan Ct Hak Pakai Atas Tanah __ ~

PPRI No. 40 Th. 1996 ----, _

40 Tahun 1993 tentanq Pernberian Hak Guna Bangunan Atas Tanah Dalam Kawasan-kawasan Tertentu di Propinsi . Riau dinyatakan tetap memperoleh jarninan . hingga berakhirnya

jangka waktu pemberian jarnlnan tersebut. .

(2) Hak Guna Usaha atau Hak Guna Bangunan atau Hak Pakai yang telah diberikan sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah ini tetap berlaku sampai berakhimya Hak Guna Usaha atau Hak Guna Bangunan atau Hak Pakai tersebut.

Pasal62

selama ketentuan mengenai pelaksanaan Peraturan Pemerlntah ini belurn dlterbltkan, maka peraturan perundanq-undanqan mengenai Hak Guna usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak. Pakai tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Peraturan Peme'rintah ini. .

BAB VIII· KETENTUAN PENUTUP

Pasal63

Dengan berlakunva Peraturan Pernerinteh lnl, maka Peraturan Pemerintah Nemer 40 -Tahun 1993 tentang Pemberi~m Hak Guna Bangunan Atas Tanah Dalam Kawasan-kawasan Tertentu di Proptnsi Riau dinyatakan tidak berlaku laql,

Pasal64

Peraturan Pernertntah ini rnulat berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan ·pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

______________ ----'PPRI No. 40 Th. 1996

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal17 Junl 1996

PRESIDEN REPUBUK INDONESIA,

Ttd

SOEHARTO

Diundangkan di Jakarta

. Pada tanggal17 Juni 1996

MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBUK INDONESIA,

Ttd

MOERDIONO

LEMBARAN NEGARA REPUBUK INDONESIA TAHUN. 1996 NOMOR58·

Hak Guna Usaha,'i-fak Guna Bangunan Et Hak Paka; Atas Tanah _.....;....~.

Penjeiasan Atas PPRI No. 40 Th.1996_- ~ _

PENJELASAN

.AT.AS PERATURANPEMERINTAH REIPUBUK INDONESIA NOM.OR 40TAHUN 1996

TENTANG

HAK GUNA USAHA, HAK GUNABANGUNAN DAN HAKPAKAI AlAS TANAH

UMUM-

Tanah merupakan suatu faktor sangat penting dalam kehidupan suatu masyarakat, terlebih-Iebihdi lingkungan masyarakat Indonesia yangsebagian besar penduduknya menggantungkan kehidupan dari tanah. Dalam rangka pembangunan nasional untuk me_wujudkan masvarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancaslla dan Undang-Undang Dasar 1945 tanah juga merupakan

,salah satu modal utama, balk sebagai wadah pe.laksanaan pembangunan maupun sebagai faktor produksi untuk menghasilkan komoditas-komoditas perdaqanqan yang sangat diperlukan guna meningkatkan pendapatan nasional.

Kedudukan tanah dalarn pembangunan nasional ltu juga ternvata dad Ketetapan Majelis Perrnusvawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor II/MPRl1993'tentang Garis-qaris Besar Haluan Negara yang, antara 'lain memberi, amanatsebagai berikut : "Penataan penquasaan tanah .oleh negara diarahkan agar pemanfaatannya dapat mewujudkan keadilan soslal bagi seluruh rakyat Indonesia, sedangkan penataan penggunaan tanah dllaksanakan 'secara berencana guna mewujudkan kemakmuran rakyat yang sebesarbesarnya. Penataan penggunaan tanah perlu memperhatikan hak-

, hak rakyat atas tanah, fungsi sosial hak atas tanah, batas makslmum pen'iilikan tanah, 'terrnasuk berbagai upaya untuk 'me'ncegah' pernusatan penguasaan tanah yang merugikan kepentinqan rakvat, Kelembagaan pertanahan disempurnakan agar rnakin. terwujud sistem pengelolaan pertanahan yang terpadu, serasi, efektlf dan etesien, yang rnellputl tertib administrasi hldup, Kegiatan penqembenqan admlnlstras: pertanahan perlu ditin'gkatkan dan ditunjang dengan peranqkat anallsls dan· perangkat inforrnasi pertanahan yang makin balk,"

__________ ---'Penjelasan Atas PPRI No. 40 Th. 1996

Ketentuan-ketentuan dasar mengenai tanah dl Indonesia telah tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960. tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria, yang lebih dikenal sebagai Undang-Undang Pokok Agraria, yang memuat pokok-pokok dari Hukum TanahNasional Indonesia. Walaupun sebagaian besar pasal-pasalnya memberikan ketentuan mengenai hak-hak atas tanah, namun sebagai ketentuan yang berslfat pokok banyak materi pengaturan yang bersifat pokok banyak materi pengaturan yang berslfat lebih rinel yang masih perlu ditetapkan. .. .

Keperluan akan ketentuan-ketentuan yang leblh rinei ini selama lebih dari tiga puluh tahun dipenuhi dengan pengaturan teknis operaslonal dalam bentuk yang leblh rendah dar! pada Peraturan Pemerintah. Dengan makin rumitnya masalah pertanahan dan makin· besarnya keperJuan akan ketertiban di dalam pengelolaan pertanahan, makin dirasakan keperluan akan adanya peraturan pelaksanaan Undang-Undang Pokok Agraria yang tingkatnya lebih tinggi, yaitu dalam bentuk Peraturan Pemerintah, yang menerapkan ketentiJan lebih lanjut rnenqenal hak-hak atas tanah yang diatur dalam Pasal 16 Undang-Undang Pokok Agraria, khususnya Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai. Sebagai hak atas tanah yang masa berlakunya terbatas untuk jangka waktu tertentu Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai memerlukan kejelasan mengenai beberapa hal, antara lain mengenai persyaratan perolehannya, kewenangan dan kewajiban pemegangnya, dan status tanah dan benda-benda di atasnya sesudah hak itu habts jangka waktunya. Kejelasan.· itu sangat diperlukan untuk memberikan beberapa kepastian hukum, baik kepada pemegang hak, kepada Pemerintah sebagai pelaksana Undang-Undang Pokok Agraria, rnaupun.kepada pihak ketiga.

Sehubungan dengan hak-hak di atas dalam rangka melaksanakan amanat Pasal SO ayat (2) Undang-Undang Pokok Agraria dipandang perlu menetapkan ketentuan-ketentuan lebih lanjut mengenal Hak Guna Usaha, Hak Guna B~mgunan dan Hak Pakai untuk melengkapi ketentuan yang sudah ada di dalam Undang-Undang Pokok Agraria.

Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan & Hak Pakai Atas Tanah _ _";"--III

Penjelasan Atas PPRI No. 40 Th. 1996 ----'- _

P'ASAL DEMIPASAl,

Pasall Angka 1

Cukup jelas Angka 2

Cukup jelas Angka 3

Cukup jelas

Angka 4

Uang pemasukan yang berasal dar! pemberian sesuatu hak atas tanah merupakan sumber penerimaan 'Negara yang harus disetor melalui Kas Negara.

Angka 5

Cukup jelas Angka 6

Cukup jelas

Angka 7 .

. . Cukup jelas Angka ·S

Cukup jelas

P.asal2

Cukup jelas

Pasal3.

Ayat (1) Cukupjelas Ayat (2) .

. Cukup jelas

PasaJ 4 Ayat (1)

. 'Cukup je.las

Ayat_"(2)

Tanah Negara yang diberikan denqan Hak Guna Usaha haws bebas dari kepentingan pihak lain. Oleh karena itu . apabila tanah Negara itu termasuk dl dalam kawasan hutan, yang berarti tanah itu haws dipergunakan untuk hutan

__________ ~Penjelasan Atas PPRI No. 40 Th. 1996

sesuai peraturan yangberlaku, maka tanah tersebut harus terlebih dahulu dikeluarkan dari statusnya sebagai kawasan hutan.

Ayat (3)

Cukup jelas

Ayat (4)

Yang dimaksud dengan tanaman dan bangunan yang keberadaannya berdasarkan alas hak yang sah adalah tanarnan dan bangunan milik bekas pemegang Hak Guna Usaha.

Ayat (5)

Cukup jelas

PasalS

Ayat (1)

Cukup jelas .

Ayat (2)

Cukup jelas Ayat (3)

Cukup jelas

Pasal6

Ayat (1)

Cukup jelas Ayat (2)

Cukup jelas

Pasal7

Ayat(l}

Cukup jelas

Ayat(2) .

. Sebelum didaftar sesuai ketentuan yang berlaku Hak Guna Usaha belum terjadi dan status tanahnya rnasih tetap tanah Negara. Istilah "terjadi" terse but telah ada sejak UndangUndang Pokok Agraria. Dalam pemahaman masa-masa sesudah itu istilah ''terjadi'' tadi memiliki am yang sarna dengan "Iahirnya" hak.

Ayat (3)

Cukup jelas

Hal< Guna Usaha, Hak Guna Bangunan & Hal< Paka; Atas Tanah --""1'1~lfl'.

Penjelas~n Atas PPRI No .. 40 Th. 1996 _

Pasal8

Ayat (1) .

Perpanjangan jangka waktu hak tldaklah menqhentikan berlakunya hak yang bersanqkutan, mela!nkan hak ltu terus berlangsung menyarnbung pada janqka waktu hak semula. Hal lni pentir 19 artinya untuk kepentlngan hak-hak plhak lain yang membebanl Hak Guna Usaha, rnisalnva Hak Tanggungan, yang akan hapus dengan sendirinya apabila Hak Guna Usaha itu hapus.

Ayat (2) .

Cukup jelas

Pasal9

Ayat (1)

Ketentuan inl. diadakan untuk menjamin kelanqsunqan usaha dari pemegang hak yang telah melaksanakan usahanya dengan balk, yaitu dengan menjamin perpanjangan Hak Guna Usahanya apabila dipenuhi syaratsyarat yang ditentukan dalam ayatlnl.

Ayat (2)

Cukup jelas

Pasal10

Ayat(l)

Cukup jelas Ayat (2)

Cukup jelas Ayat (3)

Cukup jelas

Pasal11

Ayat (1)

Cukup jelas Ayat (2)

Cukup jelas Ayat (3)

CiJkup jelas

Pasal12·

Ayat (1)

Cukup jelas

__________ ---'Penjelasan Atas PPRI No. 40 Th. 1996

Ayat (2)

Dalam hal-hal tertentu kegiatan pengusahaan tanah Hak Guna Usaha mungkin juga dilakukan atas dasar kerjasama dengan plhak-plhak lainnya.

Ketentuan perundang-undangan yang dimaksud dalam ayat Inl adalah peraturan perundang-undangan yang memungklnkan untuk kerjasama tersebut.

Pasal13

Pemberian Hak Guna Usaha tidak boleh mengaklbatkan tertutupnya penggunaan darl segi fisik yang terkurung oleh tanah Hak Guna Usaha itu. Oleh karena itu pemegang Hak Guna Usaha wajib memberikan kesempatan kepada pemegang hak atas tanah yang terkurung memiliki akses yang diperlukan.

Pasal14 Ayat (1)

Cukup jelas

Ayat (2)

Karena pada umumnya Hak Guna Usaha meliputl tanah yang luas, di dalam tanah Hak Guna Usaha seringkali terdapat sumber air atau sumber daya alam lalnnya, Pemegang Hak Guna Usaha berhak menggunakan sumber daya alam ini sepanjang hal itu diperlukan untuk keperluan usaha yang dijalankannya, dengan mengingat ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan kepentingan masyarakat sekitamya. .

PasaliS Ayat (1)

Cukup jelas

Ayat (2) I

Cukup jelas

Pasal16 Ayat (1)

Cukup jelas Ayat (2) Cukupjelas

Penjelasan Atas PPRI No. 40 Th. 1996 ..,.-- _

Ayat(3)

.. C~kup jelas Ayat(4)

. Cukup jelas Ayat (5)

CUkup jelas Ayat (6)'

Cukup jelas

Pasal17 ..

Ayqt (1)

Ketentuan Ini adalah penjabaran darl ketentuan Pasal 34 Undang-Undang Pokok Agrarla.

Huruf a

Cukup jelas Hurufb

Angka 1) Cukup jelas Angka 2)

. Cukup jelas Hurufc CUkupjelas HUM d Cukupjelas

.. Hurufe·

CUkup jelas .

Huruff

Dalam hal hapusnya Hak Guna Usaha karena tanahnya musnah, yang hapus hanyalah bagian tanah Hak Guna usaha yang musnah itu. Selebihnya masih tetap dikuasai dengan Hak Guna Usaha .. Untuk penyesuaian pencatatannya pada Kantor Pertanahan, perubahan In! perlu didaftarkan pada Kantor Pertanahan.

Huruf 9

. . Cukup jelas

Ayat(2)'

Cukup jelas Ayat(3)

Dalam pengaturan inl antara lain ditetapkan pula ketentuan penggunaandan penguasaan tanah selanjutnya dengan

___________ .Penjelasan Atas PPRI No. 40 Th. ,1996

memperhatikan tata ruanq, pemeliharaan sumber daya alam dan lingkungan hidup serta kepentingan bekas pemegang hak.

Pasal18 Ayat (1)

Cukup jelas

Ayat (2)

Ketentuan mengenai diperlukan atau tidaknya banqunan terse but untuk melangsungkan atau memulihkan pengusahaan tanah Hak Guna Usaha dilakukan dengan mefTIperhatikan kepentingan bekas pemegang Hak Guna Usaha dan pemegang hak yang baru.

Ayat (3)

Cukup jelas Ayat(4) Cukupjelas

, Pasal19

Huruf a

CukUp jelas

Hurufb

Termasuk pengertian badan hukumadalah semua lembaga yang menurut peraturan yang berlaku diberi status sebagai badan hukum, misalnya Perseroan Terbatas, Koperasi, Perhlmpunan, Yayasan tertentu dan lain sebagalnya.

Pasal20 Ayat (1)

Cukup jelas Ayat (2)

Cukup jelas

Pasal2:1, "

" " Berbeda dengan Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dapat . , juga dlberikan atas tanah Hak Pengelolaan dan tanah Hak Mllik.

Pasal22 Ayat (1)

Cukup jelas

Penjelasan AtasPPR{ no. 40 Th. 1996 _

Ayat (2)

Sesuai dengan maksud pelimpa.han wewenang rnelalui pemberian Hak Pengelolaan, maka pemberian Hak Guna Bangunan atas tanah Hak Pengelolaan dllakukan oleh Menter! kepada calon pemegang hak yang ditunjuk oleh pemegang Hak Pengelolaan,

Ayat(3)

Cukup jelas

Pasal23 .

Ayat (1)

Cukup jelas Ayat (2)

Cukup jelas Ayat(3)

. C;ukup jelas

Pasal24

Ayat (1)

Pemberian Hak Guna 'Bangunan atas tanah Hak Milik pada dasarnya merupakan pembebanan yang dilaktikan oleh pemegang Hak Milik' atas tanah miliknya. Karena itu pemberian ltu dilakukan denqan suatu perjanjian antara pemegang Hak Milik dan calon pemegang Hak Guna Bangunaii yang dicantumkan dalam akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat .Akta Tanah,

Ayat (2)

Sebagai pembebanan atas suatu hak yang terdaftar, Hak Guila Bangunan atas tanah HakMilik perlu didaftar dengan pembuatan buku tanahnya dan pencatatannya pada buku tanah dan sertipikat Hak Milik yang bersanqkutan,

.Ayat(3)

. Walaupuri Hak Guna Bangunan itu sudah terjadi pada waktu dibuatnya akta Pejabat Pembuat Akta Tanah 'yang dimaksud dalam ayat (1), namun baru mengikat pihak ketiga sesudah terdaftar di Kantor Pertanahan.:

Ayat (4)

Cukup jelas

Hak Guna Usaha, Hak. Guna Bangunan & Hak Pakai Mas Tanah

Bt'

selar dn>lnJ

(e:) ),e}.:~ selaf dn)fnJ

(z) ),eAv selaf dn>lnJ

(t) ),eAV 8llesed·

selar dn>lnJ

(£) ),eAv selaf dn>lnJ

(z) ),eAv selaf dn)fnJ

en ),eAv Lllesed

selaf dn>lnJ (z»),eAv

'8 lesed ueselafuad ),el!!l

'n>lepaq 6ueA 6uen~ eJ,eJ. wnwn eUe:la~ ue6uap ue6ueJ,-uallaq >lepl)' ~as 'lIe>l ew~ad 6ueA ueun6ueg eun~ )jeH· uepaqwad uesnJ,nda)j welep ue)jde),a),!p 6ueA uerl),ua),a)j ue6uap lensas eAu4eueJ, ue)jeun66uaw 4!SeW ),nqasJa), ueun6ueg eun~ )jeH 6ue6awad 4e)jede Ue!eHUad ue>ln)jeHP nln4ep 4lqapa), srueq ),nqasJa), >le4 uen~e4eqwad uep ue6uefuedJad uepaqwad welep rl),!. >In),un ')je4 6ue6awad ueuoqouuad se),e ue>j!JaqIP ueun6ueg eun~ >leH uenJe4eqwad uep ue6uefuedJad

'),e>leJeAsew >l0)jod ue4n),nqa)j ue>ledruaw 6ueA le66u!), ),edwa), >In),un ue>leun6JadiP eAuwnwn· eped 6ueA ueun6ueg eun~ )jeH ue6uap 4eueJ, ueesen6uad ue6uns6uela)j u!weruaw >In),un ue>lepelP lUI uen),ua),a)l

(t) ),eAv . 91: p!Seci

8 iesed ueselafuad ),e411

(z) ),eAe uep (t) ),eAv

Sllesed

9661 '1./1OY 'oN nJdd SDW uDSDla(uad

. Penjeiasan Atas PPRt No. 40 Th. 1996_-,-_----,----, _

Pasal29 Ayat (1) .

Cukup jelas

Ayat (2)

fVlemperpanjang jangka 'waktu Hak Guna Bangunan atas tanah Hak r"illik ditakukan dengan memberikan Hak Guna Bangunan baru dengan perjanjlan baru ..

Pasal30 .Cukup jelas

Pasal31·

Lihat .penjelesan Pasal 13

Pasal32

Hak untuk mendlrlkan dan rnernpunyai bangunan dapat

dllaksanakan 'denqan mengadakan .

kerjasarna dengan pihak lain.

Pasal33 Ayat (1)

.Cukup jelas Ayat (2) .:

Cukup jelas

Pasal34

Ayat (1)

Cukup jelas . Ayat (2) .

Cukup jelas Ayat (3)

Cukup jelas .

Ayat (4)

Cukup jelas Ayat (5)

Cukup jelas Ayat (6)

. . Cukup jelas

Ayat (7)

Cukup jelas

__________ ---'Penjeiasan Atas PPRI No. 40 Th. 1996

Ayat (8) Cukupjelas

Pasal35

Ayat (1)

Ketentuan Inl adalah penjabaran dari ketentuan Pasal 40· Undang-Undang Pokok Agraria.

Huruf a

Cukup jelas Hurufb'

Angka 1) Cukup jelas Angka 2) CUkup jelas Angka 3) Cukupjelas Hurufe Cukupjelas Hurutd.

- . CUkup jelas Huruf e Cukupjelas Huruff

Dalam hal tanahnya musnah Hak Guna Bangunan hapus sejak musnahnya tanah ltu.

Hurufg Cukupjelas

Ayat (2)

Dalam pengaturan Inl antara lain ditetapkan pula ketentuan penggunaan dan penguasaan tenah selanjutnya dengan rnempernatlkan tata ruang, pemeliharaan .sumber daya alam dan. IIngkungan hidup, serta kepenthigan bekas

. pemegang hak.

PasaJ 36 Ayat (1)

Cukup jelas Ayat(2)

Cukup jelas

Penje.lasan Atas PPRI No. 40 Th. 1996 '----_

, Ayat (3)

C~kup. jelas

Pasal37

Ayat (1)

Cukup jelas

Ayat(2)

Penentuan bangunan dan benda-benda itu rnaslh diperlukan atau tidak diperlukan, dilakukan berdasarkan kepentingan umum dengan mengingat kepentlncan bekas pemegang hak dan peruntukan tanah selanjutnva.

Ayat(3) .

Cukup jelas Ayat (4)

Cukup jelas

, Pasal38

Penvelesalan penguasaan bekas Hak Guna Bangunan atas tanah Hak PengeJolaan dan atas tanah Hak Milik sesudah Hak Guna Bangunan itu hapus dilaksanakan sesuai perjanjian penggunaan tanah Hak Pengelolaan antara pemegang Hak Pengelolaan dan pemegang Hak Guna Bangunan atau perjanjian pemberian Hak Guna Bangunan antara perneqanq Hak Mili.k dan pemegang Hak Guna Bangunan.

Pasal39 Huruf a

Cukup jelas Huruf b

Cukup jelas Huruf c

Cukup jelas Huruf d

Cukup jelas Huruf e

Orang asing yang dianggap berkedudukan di Indonesia . adalah orang asing yang kehadirannya di Indonesia memberikan manfaat bagi pembangunan naslonal.

Huruf f

Cukup jelas

__________ ,Penjelasan Atas PPRI No. 40 Th. 1996

Huruf 9

Cukup jelas

Pasal40 Ayat (1)

Cukup jelas Ayat (2)

Cukup jelas

Pasal41 Cukupjelas

Pasal42

Ayat (1) .

Cukupjelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukupjelas

Pasal43 Ayat (1)

Cukup jelas Ayat (2) Cukupjelas . Ayat(3)

Cukup jelas

Pasal44

Ayat (1)

. Cukup jelas Ayat (2)

Cukup jelas Ayat (3)

Cukup jelas Ayat (4)

Cukup jelas

Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan £t Hak Paka; Atas Tanah --i'l~i:r.I'.

Penjelasan Atas PPRI No. 40 Th.1996 ...... _

PasaI4S··

Ayat (1) .

Hak Pakal· dapat pula dlberikan untuk wciktu yang· tidak

· ditentukan selsme tanahnya digunakan untuk keperluan tertentu. Hallnldimaksudkan untuk menjamin ·dlpenuhlnya

· keperluari tanah untuk keperluan tertentu secara berkelanjutan, misaJnya untuk keperJuan kantor Jembaga pemerintah, untuk kantor perwakilan negara aslng dan perwakilannya dan· untuk keperluan melaksanakan fungsi badan keagamaan dan badan soslaJ.

Hak Pakal yang diberikan untuk waktu yang tidak ditentukan selama tanahnya dlpergunakan untukkeperluan

· tertentu tldak dapat diaJihkan kepada pihak lain, akan tetapi dapat diJepaskan oJeh pemegang' haknya sehingga menjadl tanah Negara untuk kemudlan dimohon dengan hakbaru 'oleh pihak Jain tersebut.

Ayat(2)

Cukup jeJas Ayat (3)

c::ukup jelas

PasaI46

Ayat (1). .

Ketentuan inl diadakan untuk membeii kepastlan hukum bagi kelangsungan penguasaan tanahdengan Hak pakal yang pada uniumnya dlpergunakan untuk tempat tlnggal

dan keperluan pribadl pemegang Hak Pakai.· .

Perpanjangan dan pembaharuan . Hak Pakal diberikan atas permohonan p~megang hak. Untuk ltu dalam pemberian perpanjangan atau pembaharuan hak tersebut harus terlebih dahuJu dilakukan penllalanapakah pemegang Hak Pakai tersebut masih menggunakan· tanahnya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam keputusan pemberian Hak Pakai yang pertama kali.

Ayat (2)

Cukup jelas

Pasal47

Ayat (1)

.. Cukup jelas

:.l000I __ -- Hak Guna Usaha, Hak Guna BangunanEt Hak Paka; Atas Tanah

selaf dn>jnJ -

(Z) lekt{ selaf dn>jhJ .

el) leAV

tS lesed

s21af dmtnJ

ez) leAV sap] dn>jnJ

(l) leAv

. £5lesl!d

selaf dn)fnJ . lSll!sl!d

n 12sed ueselafuad W411

'. 1S lesl!d

selaf-dn>jnJ

OS lesed

selaf dn>jnJ

(Z) leAV selaf dn>jnJ

(l) leAV 6tll!sI!d

sEqaf dn>jnJ

(tJ leAV selaf dn)fnJ

<Z) leAv selaf dn>jnJ

el) leAV

8t lesed

sela( dn>jnJ

(£) leAv selaf dn>jnJ (Z)lE!AV

966t '1./101" 'ON ItJdd 5DJV' UDSDF~ruad

Selar dn>lnJ

(Z) leAv Selar dn>lnJ

(t) leAv £5lesed

Selar dn>lnJ

(E) ~eAv Selar dn>lnJ

(Z) leAv Selar dn>JnJ (t)~eAv 951esed

'>Je4 6ue6awad se)Jaq ue6ul~uada>J ~as 'dnpI4 ue6uri>l6uII uep wele eAep Jaqwns UeeJe4uawad 16uenJ ~~ Ue>lRe4Jadwaw ue6uap . eALQnfuelas 4eu~ ueesen6uad uep ueeun66uad uemua~a>J elnd ue)Jd~a~IP u!el eJ~ue !U! ueJ~eJadUlelea

(Z) ~eAv Selar dn>JnJ .

. tn teAv 551esed

. Selar dn>JnJ

(ot) teAv Selar dn>lnJ

(6) ~eAv Selar dn>lnJ

(8) teAv.

Selar dn>lnJ (£)leAV Selar dn>lnJ (9)teAV Selar dn>lnJ

(5) ~eAv Selar dn>lnJ

(.,) ~eAv Selar dn>lnJ

(E) leAv

. 966l'I.f1. Op 'ON IHddSD~'1 UDslJla{uad

__________ --'Penjelasan Atas PPRI No. 40 Th. 1996

Ayat (3)

Cukup jelas Ayat (4)

Cukup jelas

Pasal58

Cukup jelas

Pasal59

Ayat (1)

Cukup jelas Ayat (2)

Cukup jelas Ayat (3)

Cukup jelas

PaSal60

Dengan adanya ketentuan ini, maka permintaan-permintaan hak atas tanah yang baru yang seluruhnya merupakan pulau tidak dilayani sampai dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah yang mengatur hal tersebut.

Pasal61 Ayat (1)

Cukup jelas Ayat (2)

Cukup jelas

Pasal62 Cukupjelas

Pasal63 Cukup jelas

Pasal64 Cukup jelas

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBUK INDONESIA . TAHUN 1996 NOMOR 3643

Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan ft Hak Palcai Atas Tanah --I'I!liiiilil'

Penjelasan Atas PPRI No. 40 Th. 1996 __ __; .....,...... __ ---'-

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->