P. 1
Kesalahan Dalam Mendidik Anak

Kesalahan Dalam Mendidik Anak

|Views: 797|Likes:
Published by eltria

More info:

Published by: eltria on Dec 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2013

pdf

text

original

KESALAHAN DALAM MENDIDIK ANAK

Files under Bengkel Hati | Posted by admin
Meskipun banyak orang tua yangmengetahui, bahwa mendidik anak merupakan tanggung jawab yang besar, tetapi masih banyak orang tua yang lalai dan menganggap remeh masalah ini. Sehingga mengabaikan masalah pendidikan anak ini, sedikitpun tidak menaruh perhatian terhadap perkembangan anak-anaknya. Baru kemudian, ketika anak-anak berbuat durhaka, melawan orang tua, atau menyimpang dari aturan agama dan tatanan sosial, banyak orang tua mulai kebakaran jenggot atau justru menyalahkan anaknya. Tragisnya,

banyak yang tidak sadar, bahwa sebenarnya orang tuanyalah yangmenjadi penyebab utama munculnya sikap durhaka itu. Lalai atau salah dalam mendidik anak itu bermacam-macam bentuknya ; yang tanpa kita sadari memberi andil munculnya sikap durhaka kepada orang tua, maupun kenakalan remaja. Berikut ini sepuluh bentuk kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anak-anaknya. [1]. Menumbuhkan Rasa Takut Dan Minder Pada Anak Kadang, ketika anak menangis, kita menakut-nakuti mereka agar berhenti menangis. Kita takuti mereka dengan gambaran hantu, jin, suara angin dan lain-lain. Dampaknya, anak akan tumbuh menjadi seorang penakut : Takut pada bayangannya sendiri, takut pada sesuatu yangsebenarnya tidak perlu ditakuti. Misalnya takut ke kamar mandi sendiri, takut tidur sendiri karena seringnya mendengar cerita-cerita tentang hantu, jin dan lain-lain. Dan yang paling parah tanpa disadari, kita telah menanamkan rasa takut kepada dirinya sendiri. Atau misalnya, kita khawatir ketika mereka jatuh dan ada darah di wajahnya, tangan atau lututnya. Padahal semestinya, kita bersikap tenang dan menampakkan senyuman menghadapi ketakutan anak tersebut. Bukannya justru menakut-nakutinya, menampar wajahnya, atau memarahinya serta membesar-besarkan masalah. Akibatnya, anak-anak semakin keras tangisnya, dan akan terbiasa menjadi takut apabila melihat darah atau merasa sakit. [2]. Mendidiknya Menjadi Sombong, Panjang Lidah, Congkak Terhadap Orang Lain. Dan Itu Dianggap Sebagai Sikap Pemberani. Kesalahan ini merupakan kebalikan point pertama. Yang benar ialah bersikap tengah-tengah, tidak berlebihan dan tidak dikurang-kurangi. Berani tidak harus dengan bersikap sombong atau congkak kepada orang lain. Tetapi, sikap berani yang selaras tempatnya dan rasa takut apabila memang sesuatu itu harus ditakuti. Misalnya : takut berbohong, karena ia tahu, jika Allah tidak suka kepada anak yang suka berbohong, atau rasa takut kepada binatang buasyang membahayakan. Kita didik anak kita untuk berani dan tidak takut dalam mengamalkan kebenaran. [3]. Membiasakan Anak-Anak Hidup Berfoya-foya, Bermewah-mewah Dan Sombong. Dengan kebiasaan ini, sang anak bisa tumbuh menjadi anak yang suka kemewahan, suka bersenang-senang. Hanya mementingkan dirinya sendiri, tidak peduli terhadap keadaan oranglain. Mendidik anak seperti ini dapat merusak fitrah, membunuh sikap istiqomah dalam bersikap zuhud di dunia, membinasakah muru’ah (harga diri) dan kebenaran. [4]. Selalu Memenuhi Permintaan Anak Sebagian orang tua ada yang selalu memberi setiap yang diinginkan anaknya, tanpa memikirkan baik dan buruknya bagi anak. Padahal, tidak setiap yang diinginkan anaknya itu bermanfaat atau sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Misalnya si anak minta tas baru yangsedang trend, padahal baru sebulan yang lalu orang tua membelikannya

tas baru. Hal ini hanya akan menghambur-hamburkan uang. Kalau anak terbiasa terpenuhi segala permintaanya, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang tidak peduli pada nilai uang dan beratnya mencari nafkah. Serta mereka akan menjadi orang yang tidak bisa membelanjakan uangnya dengan baik. [5]. Selalu Memenuhi Permintaan Anak, Ketika Menangis, Terutama Anak Yang Masih Kecil. Sering terjadi, anak kita yang masih kecil minta sesuatu. Jika kita menolaknya karena suatu alasan, ia akan memaksa atau mengeluarkan senjatanya, yaitu menangis. Akhirnya, orang tua akan segera memenuhi permintaannya karena

kasihan atau agar anak segera berhenti menangis. Hal ini dapat menyebabkan sang anak menjadi lemah, cengeng dan tidak punya jati diri. [6]. Terlalu Keras Dan Kaku Dalam Menghadapi Mereka, Melebihi Batas Kewajaran Misalnya dengan memukul mereka hingga memar, memarahinya dengan bentakan dan cacian, ataupun dengan caracara keras lainnya. Ini kadang terjadi ketika sang anak sengaja berbuat salah. Padahal ia (mungkin) baru sekali melakukannya. [7]. Terlalu Pelit Pada Anak-Anak, Melebihi Batas Kewajaran Ada juga orang tua yang terlalu pelit kepada anak-anaknya, hingga anak-anaknya merasa kurang terpenuhi kebutuhannya. Pada akhirnya mendorong anak-anak itu untuk mencari uang sendiri dengan bebagai cara. Misalnya : dengan mencuri, meminta-minta pada orang lain, atau dengan cara lain. Yang lebih parah lagi,

ada orang tua yang tega menitipkan anaknya ke panti asuhan untuk mengurangi beban dirinya. Bahkan, ada pula yang tega menjual anaknya, karena merasa tidak mampu membiayai hidup. Naa’udzubillah mindzalik

[8]. Tidak Mengasihi Dan Menyayangi Mereka, Sehingga Membuat Mereka Mencari Kasih Sayang Diluar Rumah Hingga Menemukan Yang Dicarinya. Fenomena demikian ini banyak terjadi. Telah menyebabkan anak-anak terjerumus ke dalam pergaulan bebas – waiyadzubillah-. Seorang anak perempuan misalnya, karena tidak mendapat perhatian dari keluarganya ia mencari perhatian dari laki-laki di luar lingkungan keluarganya. Dia merasa senang mendapatkan perhatian dari laki-laki itu, karena sering memujinya, merayu dan sebagainya. Hingga ia rela menyerahkan kehormatannya demi cinta semu. [9]. Hanya Memperhatikan Kebutuhan Jasmaninya Saja. Banyak orang tua yang mengira, Banyak orang tua merasa telah bahwa mereka telah memberikan yang terbaik makanan dan untuk anak-anaknya.

memberikan

pendidikan yang baik,

minuman yang bergizi,

pakaian yang bagus dan sekolah yang berkualitas. Sementara itu, tidak ada upaya untuk mendidik anak-anaknya agar beragama secara benar serta berakhlak mulia. Orang tua lupa, bahwa anak tidak cukup hanya diberi materi saja. Anak-anak juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Bila kasih sayang tidak di dapatkan dirumahnya, maka ia akan mencarinya dari orang lain. [10]. Terlalu Berprasangka Baik Kepada Anak-Anaknya Ada sebagian orang tua yang selalu berprasangka baik kepada anak-anaknya. Menyangka, bila anak-anaknya baikbaik saja dan merasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan, tidak pernah mengecek keadaan anak-anaknya, tidak mengenal teman dekat anaknya, atau apa saja aktifitasnya. Sangat percaya kepada anak-anaknya. Ketika tiba-tiba, mendapati anaknya terkena musibah atau gejala menyimpang, misalnya terkena narkoba, barulah orang tua tersentak kaget. Berusaha menutup-nutupinya serta segera memaafkannya. Akhirnya yangtersisa hanyalan

penyesalan tak berguna. Demikianlah sepuluh kesalahan yang sering dilakukan orang tua. Yang mungkin kita juga tidak menyadari bila telah melakukannya. Untuk itu, marilah berusaha untuk terus menerus mencari ilmu, terutama berkaitan dengan pendidikan anak, agar kita terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam mendidik anak, yang bisa menjadi fatal akibatnya bagi masa depan mereka. Kita selalu berdo’a, semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi shalih dan shalihah serta berakhlak mulia. Wallahu a’lam bishshawab.

Home

Fatherhood

Kesalahan-kesalahan Orangtua dalam Mendidik Anak

Kesalahan-kesalahan Orangtua dalam Mendidik Anak
Penilaian Pengguna: Jelek /0

Nilai
Bagus

Ditulis oleh Administrator Selasa, 15 Juni 2010 10:18

Bila Anda berpikir apakah Anda adalah orang tua yang teladan ?. Maka jawaban Anda, pasti tentu saja saya orang tua teladan bagi anak saya. Mana ada sih "Harimau yang memakan anaknya sendiri", atau mungkin mana mungkin sih kita mencelakakan anak kita sendiri. Orang tua selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya. Kenyataannya banyak orang tua yang melakukan kesalahan dalam mendidik putra-putrinya. Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang mungkin Anda tidak sadari terjadi dalam mendidik anak Anda : 1. Kurang Pengawasan Menurut Professor Robert Billingham, Human Development and Family Studies - Universitas Indiana, "Anak terlalu banyak bergaul dengan lingkungan semu diluar keluarga, dan itu adalah tragedi yang seharusnya diperhatikan oleh orang tua". Nah sekarang tahu kan, bagaimana menyiasatinya, misalnya bila anak Anda berada di penitipan atau sekolah, usahakan mengunjunginya secara berkala dan tidak terencana. Bila pengawasan Anda jadi berkurang, solusinya carilah tempat penitipan lainnya. Jangan biarkan anak Anda berkelana sendirian. Anak Anda butuh perhatian. 2. Gagal Mendengarkan Menurut psikolog Charles Fay, Ph.D. "Banyak orang tua terlalu lelah memberikan perhatian cenderung mengabaikan apa yang anak mereka ungkapkan", contohnya Aisyah pulang dengan mata yang lembam, umumnya orang tua lantas langsung menanggapi hal tersebut secara berlebihan, menduga-duga si anak terkena bola, atau berkelahi dengan temannya. Faktanya, orang tua tidak tahu apa yang terjadi hingga anak sendirilah yang menceritakannya. 3. Jarang Bertemu Muka Kesibukan orang tua membuat intensitas bertemu dengan anak sangat kurang. Anak lebih dipercayakan kepada pembantu, pengasuh anak, atau benda mati seperti televisi, vcd, dan play station. Makanya jangan heran kalau perilaku anak tidak seperti orang tuanya, tetapi meniru apa dan siapa yang lebih sering mengisi hari-harinya. 4. Terlalu Berlebihan dan Over Protektif Menurut Billingham, orang tua seharusnya membiarkan anak melakukan kesalahan, biarkan anak belajar dari kesalahan agar tidak terulang kesalahan yang sama. Bantulah anak untuk mengatasi masalahnya sendiri, tetapi jangan mengambil keuntungan demi kepentingan Anda. Anak juga perlu waktu sendiri untuk merasakan kebosanan, sebab hal itu akan memacu anak memunculkan kreatifitas tumbuh. 5. Bertengkar Dihadapan Anak Menurut psikiater Sara B. Miller, Ph.D., perilaku yang paling berpengaruh merusak adalah "bertengkar" dihadapan anak. Saat orang tua bertengkar didepan anak mereka, khususnya anak lelaki, maka hasilnya adalah seorang calon pria dewasa yang tidak sensitif yang tidak dapat berhubungan dengan wanita secara sehat. Orang tua seharusnya menghangatkan diskusi diantara mereka, tanpa anak-anak disekitar mereka. Wajar saja bila orang tua berbeda pendapat tetapi usahakan tanpa amarah. Jangan ciptakan perasaan tidak aman dan ketakutan pada anak. 6. Tidak Konsisten Anak perlu merasa bahwa orang tua mereka berperan. Jangan biarkan mereka memohon dan merengek menjadi senjata yang ampuh untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Orang tua harus tegas dan berwibawa dihadapan anak. 7. Mengabaikan Kata Hati Menurut Lisa Balch, ibu dua orang anak, "lakukan saja sesuai dengan kata hatimu dan biarkan mengalir tanpa mengabaikan juga suara-suara disekitarnya yang melemahkan. Saya banyak belajar bahwa orang tua seharusnya mempunyai kepekaan yang tajam tentang sesuatu".

9. Oleh sebab itu. Tetapi yang seharusnya disadari adalah anak Anda membutuhkan quality time bersama orang tua mereka. Tidaklah salah memanjakan anak dengan mainan dan liburan yang mewah. Orang tua sangat tidak mungkin dapat memfilter masuknya iklan negatif yang tidak mendidik. anak-anak Amerika yang berusia 2-11 tahun menonton 3 jam dan 22 menit siaran TV sehari. Menonton televisi akan membuat anak malas belajar. Dan pastikan anak tahu saat bersama orang tua adalah waktu yang tidak dapat diinterupsi. Tidak Sehati Seringkali ayah tidak kompak dengan ibu dalam mendidik anak. satu hati. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya lebih menghargai opa-omanya dan tidak menghargai orang tuanya. "anak sekarang mempunyai banyak benda untuk dikoleksi". Luangkan waktu bersama anak minimal 10 menit disela kesibukan Anda. maka akan membuat anak tidak respek pada didikan orang tuanya. satu standard. agar dalam mendidik anak. Bila hal ini terjadi.8. 10. Segalanya Diukur Dengan Materi Menurut Louis Hodgson. Bersikap Berat Sebelah Beberapa orang tua kadang lebih mendukung anak dan bersikap memihak anak sambil menjelekkan pasangannya didepan anak. 11. Mereka cenderung ingin didengarkan dibandingkan diberi sesuatu dan diam. selalu satu suara. diskusikan hal ini ke semua anggota keluarga. Atau mungkin orang tua sudah kompak. terlebih yang tinggal satu rumah. . tetapi oma-opa/kakek-neneknya tidak demikian. Mereka akan hilang persepsi dan cenderung terpola untuk bersikap berat sebelah. ibu 4 anak dan nenek 6 cucu. Terlalu Banyak Nonton TV Menurut Neilsen Media Research. Orang tua cenderung membiarkan anak berlama-lama didepan TV dibanding mengganggu aktifitas orang tua.

Anak menjadi cerdas dan orang tuapun bangga. jika di kesempatan lain dia melakukan kesalahan yang sama lagi.Dapet dari milis nih. ya gak apa-apa lagi…. informasi yang diberikan akan mudah diserap oleh otak anak. Kalau bisa benda itu diutak-atik. Dalam usia ini. dengan suara yang ramah.. Kita saja sebagai orang dewasa yang telah “makan bangku sekolahan” selama bertahuntahun. otak anak yang penuh imaginasi dan rasa ingin tahu akan banyak membuat kesalahan dan banyak bertanya. Pada umumnya semua orang tua sayang banget kepada anak-anaknya (kecuali ada beberapa yang tidak sayang karena suatu alasan tertentu!). Kita dapat melakukan hal ini dengan menciptakan sebuah lingkungan yang menggairahkan bagi keluarga. Terlalu bagus untuk hanya disimpan. Yaitu dengan menciptakan suasana rumah yang kaya akan aneka warna dan tekstur. Dalam keadaan “happy”. Jika ingin anak tidak ringan tangan. seorang praktisi Glenn Doman. Apa saja yang dilihatnya pasti akan ditanyakannya. mendidik anak perlu 4S. Jangan biarkan dia menjadi ‘berat sebelah’. Hal ini sangat penting dalam masa sekarang di mana dunia kerja sangat membutuhkan orang-orang yang kreatif dan serba bisa. maka dia akan mengotak-atiknya sampai puas. bisa menjadi marah karena benda kesayangannya rusak. Membacakan cerita kepada anak yang ada hubungannya dengan kesalahannya itu adalah jalan yang lebih baik. Doronglah dia agar mampu menangani berbagai kegiatan fisik dan mental dan tekankan pentingnya memiliki banyak bakat dalam berbagai bidang. Orang tua adalah guru pertama dan terbaik bagi anak. Mereka akan meniru dengan cepat apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Seperti kata Ibu Irene. Anak adalah PENIRU yang ulung. Anak-anak penuh rasa ingin tahu. lebih baik dishare di sini Otak akan bertumbuh jika terus-menerus digunakan. SABAR. SABAR. hati dipenuhi oleh kasih sayang. Bacakan cerita pada saat hati anak dan orang tua lagi happy. Jadi jika anak salah. Doronglah dan rangsanglah perkembangan sensor majemuk dan intelektual untuk menjamin lebih banyak terjadinya interkoneksi sel otak pada anak. Berhati-hatilah! .. dan happy. bisa mengingatkan dia akan cerita itu. Orang tua yang mungkin tidak mengerti. sesuai fakta. yaitu SABAR. Mengajarkan sesuatu kepada anak sejak usia dini. Pastikan bahwa perkembangan mental anak kita adalah “padat otak”. dengan mendorong perkembangan belahan otak kiri dan otak kanannya. Nah. di mana permainan untuk segala usia tak pernah berhenti. masih saja melakukan kesalahan. Ada juga cara lain yang bisa dilakukan yaitu jangan marahi anak pada waktu dia melakukan kesalahan. bahkan sampai benda itu rusak berat. tanpa perasaan marah sedikit pun. akan memberikan banyak kesempatan bagi otaknya untuk berkembang. di mana musik merupakan ciri khas yang selalu ada. Orang tua adalah teladan bagi anak. dan SABAR. Dan anak yang merasa telah puas dengan hasil karyanya menjadi kaget dan takut sekali karena dimarahi bapaknya. Jawablah setiap pertanyaan anak dengan jujur. Wajarlah jika mereka membuat kesalahan. maka perlakukan mereka dengan ramah. dan terdapat gelak tawa setiap hari. Sedapat mungkin buatlah dia tertarik pada banyak subyek dan topik sejak usia dini. Suasana belajar sambil bermain membantu belajar menjadi menyenangkan. Orang-orang di rumah berbicara satu sama lain. dan muka penuh senyum.

Tatap mata anak. Dia akan berprilaku baik tanpa harus dimarahi. maka apa pun yang menjadi keresahan hatinya. Untuk anakanak yang lebih besar. Jika anak dalam keadaan kesal / marah. Bukan hanya mulai usia 2 tahun ya. Jika dia tidak menurut. Untuk lebih membuat anak mengerti kenapa sesuatu itu tidak boleh dilakukan. Bukan dengan ikut memukul. cari tahu dan tanyakan. betapa pun bergejolaknya hati kita. Menerapkan displin dengan komunikasi efekfif akan sangat membantu. Dan jika giliran kita tiba. katakan. dsb. Beri kata-kata pada anak untuk mengalirnya percakapan. anak akan lebih memahami bahwa perbuatannya tidak baik. Suara yang serius adalah suara yang tidak tinggi. maka anak akan membentak orang tuanya dengan suara yang lebih keras. Kata-kata ancaman biasanya hanya temporer saja. Biarkan anak mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya. anak akan berhenti bicara dan anak akan mendengarkan. Pada . kita bisa berkata sesuatu yang terlihat jelas. usaplah punggung atau perutnya. “Kamu kelihatannya kesal” atau “Coba kasih tahu Ibu / Ayah apa yang membuatmu kesal?” atau “Kamu tidak mau minum susu karena apa?” • • Ulangi apa yang dikatakan oleh anak. Ajaklah anak berkomunikasi dari hati ke hati. Dengan memangku anak dan membacakan cerita itu untuknya dengan penuh kasih sayang. Ini menunjukkan kalau kita benar-benar mendengarkan. Duduk atau berlutut.Mendidik anak dengan kekerasan akan menimbulkan si anak juga akan melakukan hal yang sama kepada orang lain. Mungkin anak akan terkejut kok mamanya bisa tetap tenang begini? Lama-lama anak akan tersentuh juga hatinya karena melihat mamanya tidak marah. anak akan mencari orangtua untuk sharing. Katakan kalau kita mengerti. yang diperlukan di sini adalah komunikasi yang efektif. Bukankah ini cara yang lebih menyenangkan? Daripada menggenjot emosi buruk dan sesudah itu baru menyesal. Kebiasaan ini sangat bermanfaat sampai anak dewasa. • Tetap tenang. Jadi. • • • • • Turunkan tubuh setinggi tubuh anak. s sangat mengerti bahwa dibutuhkan berjuta-juta kesabaran. Hal ini sangat penting. Contohnya untuk anak yang masih kecil. Jika perlu. “Coba ikuti Ibu” dan doronglah mereka untuk mencoba. pilih yang nyaman. lebih baik dengan cara di atas. Berkatalah dengan suara yang tegas tapi lembut. Ada beberapa teknik dasar untuk berbicara pada anak. Menerapkan prilaku yang baik memerlukan cara yang efektif agar anak dapat memahaminya. kenapa anak dimarahi? Jadi belajar lebih sabar dan berempati pada anak Anak harus diajar disiplin sejak balita. Jangan menyela. Jika orang tua membentak anak. Dengan kedekatan emosi antara orang tua dan anak. palingkan wajah anak dengan lembut dengan tangan agar dia menatap langsung ke mata orangtua. Sebagai orang tua. “Kenapa adik tidak mau melakukan apa yang Mama katakan?” Dengan nada suara yang tetap ramah dan wajah tersenyum.

. bahaslah itu bersamanya. Ajaklah dia berdiskusi seperti kita dengan seorang teman. Anak juga merasa dihargai dan senang kalau mamanya meminta pendapatnya akan sesuatu.saat dia mengatakan alasannya kenapa tidak menurut sama mama.

PENDAHULUAN Masalah anak dan remaja masa kini sungguh kompleks. tapi disuruh (teman).MAKALAH : MENDIDIK ANAK DI TENGAH TANTANGAN ZAMAN MENDIDIK ANAK DI TENGAH TANTANGAN ZAMAN Oleh : Daniel F. Perintah untuk mendidik anak dan janji bahwa pendidikan yang dilakukan sejak dini itu akan terus tertanam hingga ia dewasa. Wanita itu tidak membayangkan anak seusia anaknya berpikiran seperti dalam kalimat yang ditulisnya. Dan setiap orang tua pasti merindukan anak-anaknya memiliki karakter yang baik mulai dari kecil hingga mereka dewasa. Tak percaya dengan ungkapan dalam kalimat itu. Ani menyampaikannya kepada guru kelas. `’Ini tulisanmu. maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. orang tua jangan lagi membuang waktu. Misalnya. Tetapi. televisi. Anak kita harus kita urus sendiri. …”Aku mencintaimu. Iswahyudi. Ada tantangan yang harus dihadapi oleh orang tua sebagai pendidik dan pembimbing anak. video hingga internet.” jawab si anak. Apalagi berharap penyelesaian dari guru di sekolah. Tantangan itu bisa berasal dari diri orang tua sendiri. TANTANGAN DARI DIRI ORANG TUA . menunggu waktu yang dianggap tepat untuk mengatasinya. Ayah dan ibu pun harus bahu-membahu dalam mendidik dan membina anak-anak mereka.” Ini adalah sebuah perintah dan janji yang datang dari Tuhan bagi setiap orang tua dan para pembina anak. Mengharapkan sekolah untuk bisa mengatasinya.” Sang buah hati masih duduk di kelas 1 SD. juga serbuan media seperti koran. Merasa tidak puas. S. baru ciuman. Sang guru mengatakan. Orang tua sibuk dengan banyak persoalan. Kalimat itu kurang lebih begini. pun tidak mudah. tersentak saat menemukan kalimat ‘aneh’ di buku anaknya. Ani lalu bertanya. bukanlah hal yang mudah. teman anaknya itu memang suka menyuruh teman-temannya menuliskan hal-hal semacam itu. I.Th. sebut saja begitu. Nanti kita mandi bareng. “Bagaimana saya bicara ke anak saya?” Kalau anak sudah menulis seperti itu. Ani pun bertanya. Masalah anak dan remaja saat ini memang berat. maupun dari lingkungan dan media modern saat ini. Dalam Amsal 22:6 dikatakan “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya. Ibu Ani. mendidik anak sehingga anak menjadi seperti yang diharapkan orang tua. majalah. ya?”`’Ya. karena umumnya sekolah lebih mengedepankan perkembangan otak kiri.

“Banyak orang tua cenderung mengabaikan apa yang anak mereka ungkapkan. Dengan mendengar anak-anak Anda secara aktif berarti menganggap bahwa mereka cukup istimewa untuk menerima perhatian penuh dari Anda. Bila anak kita sedang bercerita pada kita. jangan memotong cerita anak. Dan tidak banyak yang mendudukkan anaknya. ibu/ayah siap mendengarkan…. jauh sebelum sifat dan perilaku yang ‘tidak baik’ itu muncul. Tantangan dari diri orang tua lebih bisa disebut kesalahan-kesalahan orang tua dalam mendidik anak atau dalam membangun hubungan dengan anak-anaknya. kalau memang harus dihukum. Ada juga yang bereaksi dengan mencecar anaknya dengan pertanyaan yang bertubi-tubi. Menjadi pendengar yang baik itu berarti mendengarkan dengan sungguh-sungguh tanpa menginterupsi dan tanpa terganggu oleh keadaan sekitar. karena saya yakin Anda akan tertidur sebelum anak selesai bercerita.Ketika anak tidak mau mendengarkan nasihat orang tua. Berikan tanggapan yang bukan hanya sekedar basa-basi ketika anak Anda mengungkapkan atau menceritakan apa yang telah terjadi atau yang mereka rasakan. . makan. Hargailah kejujurannya. atau memalingkan perhatian ke hal yang lain selama anak bercerita. bertindak semau sendiri dan suka memberontak melawan orang tua. Ada beberapa kesalahan yang harus dibenahi dari pihak orang tua dalam hal ini: 1. pipi dan matanya lebam membiru. Jangan mendengarkan dengan posisi tiduran. dll. kurangilah hukumannya sebagai reward atas kejujurannya. Karena ini akan sangat berpengaruh ketika mereka menginjak remaja dengan pergaulan dan pengaruh dunia luar yang kompleks. Kalau bicara tantangan.D. main komputer. ada sedikit darah kering di sela bibirnya yang terluka. orang tualah yang kemungkinan salah mendidik atau salah memberikan teladan kepada mereka. Gagal Menjadi Pendengar Menurut psikolog Charles Fay. Itu menunjukkan bahwa kita tidak sungguh berminat mendengarkan anak kita. ceritalah nak. Apa reaksi orang tua? Ada orang tua yang langsung menghakimi anaknya berkelahi dan langsung menghukumnya. maka orang tua seperti mendapat tantangan dalam mendidik anak-anaknya. sebenarnya tantangan yang pertama dan paling utama. memberi minum dan membiarkan anaknya tenang. sejak mereka kecil. Jangan menghakimi atau mengecam anak. Biarkan mereka membangun kebiasaan berkata jujur dan terbuka tanpa rasa takut. ketika ia mengungkapkan kejujuran yang ternyata berisi pelanggaran atau kenakalan. Ph. seperti nonton TV. Tetapi tanpa disadari.” Contohnya: suatu hari anak pulang dengan baju kotor. kemudian duduk di hadapannya dan berkata. berasal dari orang tua sendiri. Jangan mendengarkan cerita sambil melakukan kegiatan lain.

Ayah menganggap pendidikan anak adalah kewajiban ibu. Gagal Untuk Berbagi Anak-anak membutuhkan perhatian. Mendengarkan itu memang tidak mudah. tetapi kualitas waktu kebersamaan kita dengan anak. ibu 4 anak dan nenek 6 cucu. Bukan kwantitas waktu yang saya bicarakan di sini. dll. Kegagalan yang lain mungkin disebabkan oleh ketidakpedulian orang tua akan perkembangan anak mereka. Diskusikan hal-hal yang membebani anak atau justru membebani kita dalam waktu bersama. sehingga terbentuk sebuah keterikatan saling membutuhkan antara kita dan anak kita. kebenaran. itulah yang lebih penting. Kegagalan untuk berbagi ini bisa disebabkan karena kesibukan orang tua sehingga tidak punya waktu atau kurang waktu untuk bertemu dengan anak. sementara kita sendiri tidak mau mendengarkan. Dan pastikan anak tahu saat bersama orang tua adalah waktu yang tidak dapat diinterupsi. 2. Kita memberi nasihat. Kadang-kadang cerita-cerita kita di masa kecil/remaja merupakan cerita yang menarik dan bisa diteladani bagi anak-anak kita. Menurut Louis Hodgson. Ingat apa yang kita tabur. Kita memberi pendapat. Itu semua adalah bentuk dari kesediaan kita sebagai orang tua untuk berbagi kepada anak. ibu menganggap ayah tidak mendukung. dan biarkan anak juga mengemukakan pendapatnya. ucapan terima kasih. Jadikan waktu bersama dengan anak menjadi waktu yang menyenangkan. kepercayaan. Yah. Apalagi di kota-kota besar yang kebanyakan kedua orang tua bekerja. Tetapi . Tidaklah salah memanjakan anak dengan mainan dan liburan yang mewah. Keluarga kita adalah tanggung jawab kita yang pertama sebelum kita melayani orang lain. Jadikan waktu libur. sehingga yang terjadi kemudian lebih kepada tidak peduli. adalah waktu untuk keluarga. biarkan pula mengungkapkan nasihatnya.Keberhasilan kita mendengarkan anak kita akan terlihat dengan imbal balik anak mendengarkan kita. bahwa ayah ibunya juga senang bersama dengan mereka. Jangan berdalih pekerjaan atau pelayanan lebih penting. Luangkan waktu bersama anak minimal 10 menit disela kesibukan kita. tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. sentuhan. biarkan saja anak tumbuh dengan sendirinya. itu yang kita tuai. Mendengarkan dan didengarkan adalah bentuk dari hasrat untuk berbagi. diajak berbicara. Jangan menjadi orang tua yang otoriter. jangan heran dan marah ketika mereka tidak lagi mau mendengarkan kita. “anak sekarang mempunyai banyak benda untuk dikoleksi”. toh di sekolah mereka sudah mendapatkan pendidikan. yang menganggap setiap perkataan kita harus didengarkan. Nikmati kebersamaan itu sehingga anak tahu. Tetapi bila kita tidak mau atau gagal mendengarkan anak kita.

jangan pula kita yang melanggarnya. namanama teman anak mereka. Anak-anak di sekolah minggu diajari bahwa Janji Tuhan Ya dan Amin. Bila orang tua tidak konsisten. Gagal Menjadi Teladan Menurut psikiater Sara B.. siapa yang menghukum??? Sikap konsisten tidak hanya menyangkut aturan. orang tua menghukum. menghadapi hari yang sulit. tetapi juga janji-janji yang diucapkan kepada anak. besok mengizinkan. penggenapan janji ini. tetapi ketika orang tua melanggar. akan membuat anak percaya pada orang tuanya. bila kita membuat aturan. ketika anak melanggar.yang seharusnya disadari adalah anak Anda membutuhkan quality time bersama orang tua mereka. maka hasilnya adalah seorang calon pria dewasa yang tidak sensitif yang tidak dapat . khususnya anak lelaki. Anda dapat mengenal anak Anda dengan meluangkan waktu sejenak bersama dengan anak-anak Anda. Setiap janji harus ditepati. maka anak akan berpikir bahwa setiap aturan yang diterapkan dalam rumahnya. kelebihan dan kekurangan dari anak-anak mereka. 4. sehingga gagal menegakkan aturan dan norma kebenaran dalam rumah. Hari ini melarang. Sikap konsisten orang tua mengenai penegakan aturan dan ketepatan janji. hal-hal apa saja yang membuat anak mereka merasa senang. Jangan biarkan mereka memohon dan merengek menjadi senjata yang ampuh untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Ph. perilaku yang paling berpengaruh merusak adalah “bertengkar” dihadapan anak. 3. Orang tua harus tegas dan berwibawa dihadapan anak.D. artinya selalu ditepati. Kenali bagaimana anak Anda bertumbuh dan mengembangkan pikiran. Tidak hanya takut dan hormat. atau ibu melarang tetapi ayah memperbolehkan. maka gambaran anak akan Bapa di Sorga yang tidak pernah ingkar janji akan rusak. Ada dualisme yang membuat anak bingung harus melakukan yang mana. dan lain sebagainya. tetapi akan bangga kepada ayah atau ibu yang bisa dipercayai. kalau tidak dari orang tuanya. Saat orang tua bertengkar di depan anak mereka. Mereka cenderung ingin didengarkan dibandingkan diberi sesuatu dan diam. Sehingga dalam rumah ada aturan ganda. Seringkali orang tua membuat aturan. apapun konsekuensinya. Miller. tidak kuat dan gampang untuk dilanggar. Tidak Konsisten Kadangkala orang tua sendiri tidak konsisten dengan apa yang mereka katakan. Hasil riset yang telah dilakukan menemukan bahwa 'seorang ayah yang berhasil' mengetahui apa yang dilakukan oleh anaknya ketika merasa sedih.pikiran dan kreativitasnya. Darimana mereka belajar. Bila ayah atau ibu suka mengingkari janji. Disamping itu.

teladankan kepada mereka hubungan yang penuh kasih dengan menunjukkan cinta kasih antara suami dan istri. Bentuk keteladanan yang baik dari orang tua dibutuhkan dalam segala aspek perilaku dan perkataan. Bila kita gagal membangun hubungan yang penuh cinta kasih ini. dalam kesopanan dalam pengenalan akan Tuhan. Orang tua ibarat guru: digugu dan ditiru. Gagal Membina Cinta Kasih Tunjukan kasih sayang Anda pada istri di depan anak-anak. lebih cenderung ke arah yang negatif dan merugikan diri si anak. dalam ibadah. dalam doa. dll. setiap hukuman. Kita beri dia teladan buruk. Hal ini penting karena bagi anak seorang ayah merupakan contoh seorang pemimpin yang patut ditiru. Anak akan melihat ayah mengasihi ibu. maka ia akan berperilaku lebih buruk lagi. Berilah anak teladan yang baik dalam berbicara. maka bisa dipastikan anak-anak akan tumbuh dengan hati yang luka dan pahit. dan narkoba. dengan demikian mereka juga akan melakukannya dengan kasih. nasihati mereka dengan kasih. Dengan bergaul dengan komunitas yang mau menerima mereka. tanpa anak-anak disekitar mereka. kalau orang tua kencing berdiri. suatu saat perilaku anak akan menjadi bumerang yang menyusahkan kita. Artinya. letakkan dasar kasih. orang tua mengasihi anak. Bila kita gagal memberi teladan yang baik kepada anak. Berilah mereka teladan. maka bisa dipastikan. Anak adalah peniru yang ulung. Wajar saja bila orang tua berbeda pendapat tetapi usahakan tanpa amarah. Di atas semua keteladanan dan didikan kepada anak. Kekecewaan karena tidak menemukan kasih di rumah. Jangan ciptakan perasaan tidak aman dan ketakutan pada anak. maka anak akan melakukannya lebih lagi. apa yang kita teladankan. . setiap nasihat dan aturan. Pelarian dari anak yang kurang mendapat perhatian dan cinta dari orang tuanya. Teladan kita lebih keras berbicara. 5. berpacaran. Dalam setiap ajaran. maka mereka akan mencarinya di luar rumah. Cinta itu juga berarti menerima apa adanya dan selalu bersedia mengampuni kesalahan orang lain. maka mereka akan menirunya. Ini hanyalah salah satu bentuk keteladanan orang tua kepada anak. ibu mengasihi ayah. free sex. anak kencing berlari. Orang tua seharusnya menghangatkan diskusi diantara mereka. kita membutuhkan kasih. Perkataan dan tindakan yang berjalan bersama-sama memberikan bukti yang menyakinkan bahwa ayah mencintai ibu dan semua berjalan dalam satu kesatuan. Hajarlah anak dengan kasih. Anak akan mengucapkan apa yang dia dengar dan melakukan apa yang dia lihat. ketimbang perkataan kita.berhubungan dengan wanita secara sehat.

suka belajar dan bekerja. mental dan kerohanian anak lebih banyak ditentukan oleh lingkungan dimana dia berada. Pengaruh apa yang paling banyak diterima anak kita dari mereka? Bila pengaruh buruk yang lebih banyak ‘ditularkan’ maka orang tua harus pandai-pandai mengatur waktu bermain mereka dengan anak-anak di sekitar kita. Perhatikan bagaimana anak-anak kita bergaul dengan mereka. mereka akan menjadi anak yang berandalan. Terima mereka apa adanya. dan suka berbuat kejahatan. agar mereka juga tidak perlu mencari penerimaan di luar rumah. Pengaruh ini akan diserap anak dan akan dibawa pulang. Masyarakat Di Sekitar Tempat Tinggal Kita Perhatikan bagaimana tetangga-tetangga di mana kita tinggal. Ini akan membuat hubungan antara ayah dan ibu jadi baik dan berdampak pada hubungan yang baik dengan anak dan orang tua. Dan itu artinya perkembangan pribadi anak akan mudah dikontrol. limpahilah anak-anak dengan kasih. maka bisa dipastikan. Lingkungan Sekolah Di sekolah tidak hanya pengaruh baik yang diterima anak. pemakai atau bahkan pengedar narkoba dan hidup dalam kegagalan. Bila mereka hidup di lingkungan yang baik. cinta Tuhan dan suka melayani. tidak takut Tuhan. Sudahkah ayah dan ibu menjadi teladan yang baik? Sudahkah seluruh orang dewasa dalam keluarga kita sehati dalam melakukan pendidikan dan pembinaan kepada anak kita? Sudahkah keluarga menjadi tempat menyenangkan bagi anak kita? Bila rumah dan keluarga kita adalah tempat menyenangkan bagi anak kita. maka bisa dipastikan.Oleh sebab itu. 2. Agar mereka tidak perlu mencarinya di luar rumah. Tetapi coba kita biarkan anak kita hidup di lingkungan orang-orang malas. cinta Tuhan dan peduli dengan sesamanya. II. Untuk membina cinta kasih yang sesungguhnya. TANTANGAN DARI LINGKUNGAN Lingkungan di sekitar kita dan lingkungan bergaul anak akan sangat berpengaruh kepada anak. bacalah dan lakukanlah I Korintus 13. maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang cerdas. Tetapi ada juga anak-anak yang “nakal” dan suka bicara/berlaku tidak baik. Lingkungan Keluarga Lingkungan yang paling utama itu adalah keluarga. 3. Kecerdasan. ketimbang sifat yang diturunkan oleh orang tuanya. Salah satu contoh anak dalam Alkitab yang hidupnya dipengaruhi lingkungannya ada dalam : Hakim-hakim 11:1 1. mereka tidak akan mencarinya di luar rumah. Itu .

berapa lama seorang anak duduk di depan televisi atau permainan setiap harinya. media massa juga bisa menjadi sarana hiburan saat kepenatan mulai kita rasakan. Bila dimanfaatkan dengan tepat. Di samping itu kita bisa saling mendoakan di antara anggota keluarga.sebabnya tidak heran ketika ada orang tua yang mengeluh ketika anaknya “bicara kasar” atau “Ngomong jorok” di rumah. Pastikan selalu ada waktu untuk mezbah keluarga! Sebab dalam mezbah keluarga ini kita bisa berbagi cerita dan saling terbuka tentang kejadian-kejadian dalam keseharian kita dan anak kita. Tetapi bila hubungan antara anak dan orang tua dalam “masalah” maka pergaulan mereka akan sulit kita pantau. Tidak hanya orang dewasa saja yang bisa menjadi korbannya. maka sia-sialah semua ajaran yang baik yang diajarkan di rumah. Ada baiknya bila secara berkala orang tua juga memonitor pergaulan anak dengan cara datang sendiri ke sekolah dana memperhatikan bagaimana teman-teman bergaul anak kita di sekolah. setidaknya mengetahui dan melihatnya. Ingat ayat ini: 1 Korintus 15:33 “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. atau bahkan menjadi pecandu narkoba. Dapat dipastikan bahwa setiap orang sudah pernah menggunakannya. Tak heran bila suatu hari orang tua mendapati anaknya berpenampilan “aneh”. TANTANGAN DARI MEDIA MASA KINI Media cetak dan elektronik sudah menjadi barang yang dengan mudah bisa kita nikmati di mana saja. kelompok kursus. di gereja atau di sekolah. teman di sekolah. saat ini anak-anak pun sangat berpeluang menjadi korban. media massa juga bisa menjadi "pembunuh" bila tidak digunakan dengan bijaksana. Selain itu. Misalnya mereka memiliki kelompok belajar. Padahal di dalam keluarga tidak pernah ada yang mengajarkan demikian. maka hal ini mudah dimonitor. Perhatikan saja. Namun sebaliknya. kita bisa mendapatkan berbagai informasi dari berbagai belahan dunia. III. kelompok band atau kelompok di gereja.” Lalu bagaimana agar anak-anak kita tidak terbawa pada pengaruh buruk pergaulan mereka? Cara yang paling mudah tetapi tidak mudah memulainya adalah dengan membangun mezbah keluarga. merokok. 4. teman di lingkungan kita. atau berkomunikasi dengan gurunya mengenai hal ini. Bila hal itu yang terjadi. kadang-kadang anak-anak kita juga memiliki lingkungan bergaul sendiri. Bila hubungan orang tua dan anak saling terbuka dan saling percaya. Dengan keberadaan mereka. kelompok home schooling. media massa bisa menjadi alat yang akan memperkaya pengetahuan kita. Dan dengan cara yang tidak kita mengerti Doa itu akan memagari kita dan anak kita dari pengaruh buruk dunia ini. Teman-Teman Bergaul Anak Kita Selain teman di rumah. Memang. di zaman yang sudah serba canggih ini peranan media massa semakin penting. Perhatikan juga berapa banyak majalah dan buku cerita yang .

selama menghadapi tabung ajaib ini. Tetapi sayangnya. keterampilan untuk menyaring itu lebih diperlukan dibandingkan dalam hal-hal lainnya. TELEVISI Mungkin televisi merupakan kekuatan yang dapat dengan mudah merembes masuk ke dalam masyarakat kita. Mengingat pengaruh buruk media massa terhadap anak jika tidak digunakan dengan tepat. Dilihat dari segi negatifnya. orang tua cenderung membiarkan anak berlama-lama di depan TV daripada mengganggu aktifitas orang tua. televisi dapat bermanfaat. 3. anak-anak Amerika yang berusia 2-11 tahun menonton 3 jam dan 22 menit siaran TV sehari. Iklan di televisi itu memengaruhi anak untuk menginginkan dan membeli barang-barang yang belum tentu baik untuk dia atau yang tidak betul-betul diperlukannya. Televisi dapat merangsang percakapan di antara para anggota keluarga. gagasan. Akan tetapi jika digunakan dengan benar. Di sinilah sikap bijaksana dan selektif orang tua sangat berperan. 1. Televisi dapat menyebabkan seorang anak mempunyai pandangan yang tidak realistis tentang dunia ini. 1. Orang tua sangat tidak mungkin dapat memfilter masuknya film atau iklan negatif yang tidak mendidik. 5. 3. terlalu banyak menonton televisi atau menonton televisi tanpa pengarahan dan didikan tertentu dari orang tua. Orang tua harus pandai mengatur dan mengontrol anak-anak mereka supaya mereka tidak dikuasai oleh media massa. 4. televisi dapat memberikan pengaruh yang positif atau negatif terhadap anak Anda. Menurut Neilsen Media Research. dapat memberi pengaruh yang merugikan seperti di bawah ini. Televisi dapat menjadi sarana bagi seorang anak untuk memperoleh informasi. Tergantung dari kebiasaankebiasaan menonton dan waktu yang dihabiskan untuk itu. Benda ini dapat menggantikan persahabatan dan suasana bermain yang aktif. Anda dan anak Anda perlu terampil dalam menyaring hal-hal mana yang dapat Anda terima dan mana yang tidak. Televisi dapat dijadikan tempat pelarian dari kenyataan hidup yang sebenarnya. Dalam hal ini.sering kali dengan jelas menampilkan cerita-cerita yang mengandung unsur kekerasan. 5. 2. dan perkembangan pribadinya. Televisi dapat menjadi hiburan yang sehat. dan . pornografi dan okultisme. 4. Menonton televisi akan membuat anak malas belajar. Televisi dapat mengumpulkan dan mendekatkan keluarga. Televisi dapat menyebabkan beberapa anak tertentu menjadi agresif dan bahkan kejam. Televisi itu dapat melegakan perasaan tertekan dan memberi perasaan santai kepada seorang anak. 1. menghalang-halangi kreativitas. 2.

Apakah waktu yang dipergunakan untuk Anda sekeluarga menonton televisi itu mengganggu waktu Anda sekeluarga makan bersama atau menjadi pengganti saat Anda sekeluarga bercakap-cakap dengan santai? Apakah menonton televisi telah merampas waktu bercerita sebelum tidur atau waktu Anda sekeluarga berdoa bersama? Apakah menonton televisi itu telah menyisihkan kesempatan untuk Anda sekeluarga berjalan-jalan pada waktu sore. Tiga pertanyaan di bawah ini merupakan pertanyaan yang paling penting. tidaklah baik bagi seorang anak untuk menonton televisi lebih dari dua jam secara terus-menerus (atau lebih tepat. bermain. Sikap orangtua akan ditiru anak. 1. yang lainnya mengatakan boleh sampai empat jam). para orangtua lebih merasa aman dan tenang jika anak duduk manis di depan pesawat TV ketimbang main di luar. bercengkerama. Matikan TV ketika sedang makan. berdoa bersama. Untuk mengalihkan menonton TV. dan sebagainya. Anda tidak menjadikan menonton TV sebagai menu utama setiap hari. Sebaiknya orangtua lebih dulu menentukan batasan bagi dirinya sendiri dulu sebelum membuat batasan bagi anaknya. berkebun. Hindari memanfaatkan TV sebagai babysitter. atau membaca bersama-sama sebagai satu keluarga? Berikut ini langkah/tips praktis yang dapat Anda terapkan. sedangkan dalam kehidupan ini orang yang aktif melakukan sesuatu jauh lebih produktif daripada orang yang hanya sekadar menjadi pengamat. membantu memasak. . berikanlah aktivitas positif bagi anak seperti ikut kursus. Jangan hidupkan TV sepanjang waktu. 6. tetapi beberapa prinsip berikut ini pada umumnya dapat diterima. 2. Pengaturan waktu atau menonton pada saat yang tepat itu sama pentingnya dengan jumlah waktu yang dipergunakan untuk menonton. mewarnai. 1.pandangan yang lebih luas. Televisi dapat memperluas persepsi seorang anak tentang dunia ini. Tidak menjadi soal berapa jam sehari atau seminggu anak Anda diperkenankan menonton televisi (sebagian mengatakan satu jam sehari itu batasnya.putrinya. Acara-acara yang bagaimana yang sepatutnya dihindari? 3. atau belajar. Misalnya. Berapa lama sebaiknya menonton televisi itu? 2. orangtua hanya menonton TV pada saat merasa lelah atau bosan pada kegiatan lain. Di tengah kesibukan kerja. 2. maksimal dua jam per hari). tetapi demi kesehatan mentalnya. 1. Menonton adalah suatu kegiatan yang pasif. Bagaimana cara Anda meningkatkan daya saring anak Anda dalam memilih apa yang akan ditontonnya pada layar televisi? Ada banyak pendapat yang berbeda-beda. Dengan begitu. Berikan teladan. olahraga. memancing. Tingginya angka kejahatan dan semrawutnya lalu lintas sudah membuat orangtua mengkhawatirkan keselamatan putra.

Entah itu berupa TV. Diskusikan tayangan iklan. juga pembantu.3. Ajak anak membandingkan: lebih bagus mana penampilan sebenarnya dengan yang di TV? 9. kuis. konser musik klasik. Buatlah kesepakatan bahwa tidak ada tempat dalam keluarga bagi media yang mengandung kekerasan. babysitter. Jelaskan juga tali (sling) yang dipakai untuk membuat pemainnya bisa melayang. PlayStation pun mengandung banyak adegan kekerasan.biasanya terdapat di koran). GAME . talk show. edutainment (tayangan edukatif yang menghibur seperti discovery). Aturan ini berlaku untuk semua anggota keluarga. 5. Mengapa ada iklan di TV? Apa tujuan iklan? Mengapa iklan selalu tampak menarik? Apakah iklan pernah menunjukkan kekurangan barang yang diiklankan? Apakah iklan yang bagus berarti barang yang diiklankan pasti bagus? Tunjukkan barang-barang yang paling sering diiklankan di TV. Diskusikan adegan anti sosial di TV. Yang penting beri porsi tidak lebih dari dua jam untuk menonton TV. Anak Anda dapat dengan bijaksana memilih acara mana yang akan ditontonnya. Video Games. Buat jadwal. menghilang dan menembus tembok. Dengan begitu Anda bisa memantau acara apa yang sedang ditonton anak. Namun begitu. VCD/CD. Ada beberapa acara TV yang bagus ditonton bersama seperti program dokumentasi. Tolaklah semua media yang mengandung kekerasan. tamu atau tetangga yang nebeng menonton. famili. 2. Jangan menempatkan TV di kamar anak (kalau radio boleh). Letakkan pesawat TV di tempat terbuka. (lihat dahulu "Acara TV" yang layak ditonton -. PlayStation. Tokoh drakula yang Anda anggap biasa saja. Apakah darah yang muncrat itu sungguhan? Mengapa jagoannya bisa terbang? Jelaskan bahwa untuk adegan yang berbahaya dilakukan pemeran pengganti yang terlatih. 4. Terangkan antara fakta dan fiksi. Anak masih kesulitan membedakan antara fiksi dan fakta. Ajak anak bersama-sama membuat jadwal kegiatan anak pulang sekolah. Pakailah TV untuk mendidik. termasuk trik-trik pembuatannya. Ajaklah anak membahas: Apakah kata-kata kasar yang diucapkan patut ditiru? Apakah perilaku kekerasan itu layak dicontoh? Apakah setiap masalah harus diselesaikan dengan berkelahi? Diskusikan dan bandingkan nilai-nilai yang ada dalam TV dengan nilai kristiani. 6. Percayalah bahwa Allah dapat memberi hikmat dan bersiapsedialah untuk mulai terjun dalam pertempuran khusus ini. 8. usahakan juga letak pesawat TV tidak menjadikannya sebagai pusat aktivitas keluarga. Televisi tidak perlu menjadi monster di dalam keluarga Anda. teman. olahraga. Ada teknik tertentu untuk memuat pemainnya bisa mengecil. Bukan hanya TV. Rumuskan bersama aturan menonton TV. Terangkan proses pembuatan film/sinetron laga dan misteri. 10. kaset atau bacaan. 7. radio. bisa membuat anak ketakutan dan susah tidur.

tetapi pikirannya sibuk mengolah bayang-bayang game yang mendebarkan. Jika tidak ditangani secara serius. namun dampak yang bersifat jangka panjang. Anak dapat berperilaku pasif atau sebaliknya anak akan bertindak sangat aktif atau agresif. seksualitas. 2. Sepertinya sedang belajar. Seperti dikemukakan Rab A. tanpa mengetahui konsekuensinya. yang sedikit banyak berpengaruh pada perkembangan aspek pendidikan. Sangat mengerikan sekali jika tidak ada kontrol dari . Tubuhnya ada di kelas. anak yang telah kecanduan tidak hanya membutuhkan waktu yang sedikit. kesehatan. Anak-anak ini cenderung tidak menyukai rangsangan yang daya tariknya lemah.. ancaman yang setiap detik selalu bertambah besar. monoton. Namun jika yang mereka lihat adalah hal-hal yang buruk. Untuk menghabiskan waktu bermain game. 3. serta dorongan untuk membunuh secepat-cepatnya. seperti kekerasan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh game-game yang banyak menghadirkan adegan kekerasan. dan keinginannya ada di video game." Selama itu. dan kehidupan sosial anak.Banyaknya permainan yang tidak sesuai dengan usia anak membuat perkembangan anak dapat terganggu. Mari bersama-sama melihat sejauh mana dampak negatif video game yang bisa menjadi candu bagi anak-anak kita. Terlebih lagi usia anak-anak adalah usia dimana mereka menirukan apa yang mereka lihat. Anak yang gemar bermain video game adalah anak yang sangat menyukai tantangan. pengaruh kecanduan video game bagi anak jelas banyak sekali dampaknya. Hal ini setidaknya berakibat pada proses belajar akademis. Perilaku pasif yang biasa muncul adalah anak jadi apatis dengan lingkungan sekitar. keadaan psikis anak. anak hanya berinteraksi dengan kekerasan. Kalau yang mereka lihat hal-hal yang baik. Aspek Psikologis Berjam-jam duduk untuk bermain video game berdampak juga pada keadaan psikis anak. Video game dapat juga menyebabkan anak dapat berperilaku aktif bahkan bisa agresif. Aspek Pendidikan. dan lamban. "Yang lebih mengkhawatirkan. kehidupan sosialisasi anak agak sedikit terganggu karena anak jauh lebih senang bermain dengan game-gamenya daripada bergaul dengan teman-temannya. Hal semacam inilah yang seharusnya patut kita perhatikan. tentunya tidak masalah jika mereka menirukannya. Suasana kelas seolah-olah merupakan penjara bagi jiwanya. tetapi pikiran. di London terdapat fenomena "Repetitive Strain Injury" (RSI) yang melanda anak berusia tujuh tahun.B. Kadangkala anak juga jadi malas belajar atau sering membolos sekolah hanya untuk bermain game. Dalam waktu selama itu. Dalam hal ini bukan dampak yang bersifat sementara. tidak menantang. Penyakit ini semacam nyeri sendi yang menyerang anak-anak pecandu video game. rasa penasaran. gambar yang bergerak cepat. sekitar 7%-nya bermain paling sedikit selama 30 jam per minggu. dan lain-lain. Aspek Kesehatan Dari sisi kesehatan. dampak yang terparah adalah menyebabkan kecacatan pada anak. anak kita hanya duduk sehingga memberi dampak pada sendi-sendi tulangnya. 1. Penelitian Griffiths pada anak usia awal belasan tahun menunjukkan bahwa hampir sepertiga waktu digunakan anak untuk bermain video game setiap hari. tentunya akan berpengaruh buruk pula pada psikologi mereka.

Dari segi kerohanian. Berikut ini sepuluh tips dari Moulding bagi Anda. Jika anak kita belum terlanjur kecanduan video game. 2. Seharusnya. bukan permainan yang memertontonkan adegan kekerasan. mengadakan doa. ambillah langkah yang bijak dalam menangani masalah ini. Berikut langkah yang bisa diambil. Berikan waktu luang dan perhatian yang banyak kepada anak-anak Anda. Sebab hal ini akan berpengaruh kepada moral anak. orang tua dapat melibatkan anak secara aktif dalam kegiatan sekolah minggu. dan kegiatan sosialisasi anak dengan teman-temannya. Ada kesan bahwa orang tua yang sibuk bekerja dengan mudah menyediakan perangkat video game hanya karena tidak mau repot dengan anak. 3. INTERNET Bagi konsultan pendidikan Colleen Moulding. Buatlah sebuah peraturan yang dibuat oleh Anda dengan anak Anda secara bersama-sama. pastikan Anda terus mengawasi dan mengamati apa yang tengah mereka lakukan." terangnya. atau berikan "chat room" tertentu yang Anda pilihkan untuknya. "Jangan biarkan si kecil menggunakan internet di dalam kamar mereka atau di ruangan terpisah dari keluarga. Di antaranya perihal batasan waktu antara bermain game. "chat room". Apabila memang tidak dapat dihindari. 1. Yang paling penting bagi orang tua adalah mengetahui bagaimana memproteksi anak-anak mereka dari situs-situs yang belum pantas mereka konsumsi. 4. belajar. 2. Orang tua harus lebih selektif dalam mencarikan mainan untuk anak-anaknya. orang tua boleh memberikan mainan yang anak minta asalkan ada kendali juga dari orang tua. Terapkan peraturan yang tegas dan konsisten tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan si kecil. atau saat teduh bersama anak di rumah. Padahal cara ini bisa berdampak pada lemahnya keterampilan emosi anak. "Tapi juga bukan berarti mereka dilarang sama sekali untuk mengetahui dan menggunakannya. Hal paling utama yang dapat Anda lakukan adalah dengan memastikan "keamanan" si kecil dari situs-situs tertentu. Sebisa mungkin permainan yang mempunyai unsur edukatif. 3. Tetapkan tak ada fasilitas e-mail. Mereka mau membelikan apa pun asalkan dapat membuat anak diam.orang tua untuk menyikapi hal tersebut. sangat penting bagi orang tua untuk memproteksi anak-anak mereka dari pengaruh buruk internet. Orang tua harus menanamkan pemahaman keagamaan kepada anak dengan baik. 1. Lakukan kesepakatan dengan anak-anak tentang situs apa saja yang boleh dan . Tetaplah waspada saat mereka menggunakan teknologi ini." saran Moulding.

Jadi. tanpa sepengetahuan kita. Anak-anak usia sekolah umumnya lebih kritis dan rentan dibanding anak balita. program TV. 10. kenaikan kelas. 4. Berpartisipasilah saat ia tengah menelusuri internet. Biarkan mereka memerlihatkan situs-situs kegemaran mereka. 9. minat. Karena informasi yang disebarkan melalui internet. atau membacakan e-mail dari teman-temannya dan menjelaskan apa yang tengah mereka lakukan. video game. 3. dan sebagainya. atau pun musik dari situs tertentu tanpa izin akan membuat kesulitan bagi dirinya kelak. 6. Bila perlu. 8. tekankan pada mereka untuk tidak bertemu dengan siapa pun yang ia kenal melalui internet.yang tidak boleh dibuka. Untuk balita. perasaan. kecuali bila didampingi orang tua. Perhatikanlah pakaian. Memperhatikan. Dengan kata . Ini bukan saja membuat si kecil merasa diperhatikan. komunikasi yang tidak lisan. ke mana mereka pergi. Tetapi bagaimanapun. tingkah laku.surfmonkey. musik. semua orang bisa membacanya dan tidak dapat ditarik kembali. si kecil harus mulai belajar menghadapi kenyataan. Tekankan pada mereka tentang pentingnya menjaga kerahasiaan identitas mereka. putri kita bertemu dengan orang yang hanya ia kenal melalui "chat room" yang belum tentu berniat baik. Hal ini sama saja dengan mencuri hasil kerja seseorang. 5. Ajarkan mereka untuk tidak "bermain api" dengan mengirimkan hal-hal yang tidak baik bagi orang lain -. tulisan. sikap. Mungkin hal ini tidak sulit mereka terima pada awalnya. e-mail. Mereka juga harus tahu bahwa mengambil gambar. Tanyakan dan diskusikan pengetahuan baru yang ia dapatkan. TIPS Berikut ini adalah tips untuk mengenali anak kita: 1. perubahan dalam kebiasaan. lakukan proteksi agar mereka hanya bisa membuka situs-situs tertentu saja.betapa pun marahnya ia kepada orang yang ingin ia kirimi itu.terutama dengan memberikan nomor kartu kredit orang tua tanpa izin. Anda bisa memberikan situs khusus anak-anak bagi mereka. misalnya di www. gaya rambut. tetapi Anda pun tahu apa yang digemari si kecil saat bermain internet.com yang memungkinkan Anda mengunduh gratis beberapa program yang aman baginya. temperamen. Unduhlah beberapa program penyaringan (filtering) yang mampu memblokir kemungkinan penyadapan identitas si kecil oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Jelaskan pada mereka tentang hal ini sesuai dengan kemampuan pemahaman mereka. perkataan. Misalnya. Beritahukan pula agar mereka tidak membayar apa pun tanpa sepengetahuan dan pengawasan orang tua -. teman-teman. berikan penjelasan tentang apa yang nyata dengan apa yang hanya sekadar opini. Berilah pengertian padanya bahwa apa yang ada di dunia maya itu tidak seratus persen nyata. 7. Pastikan situs pilihan Anda itu memunyai gambar dan permainan edukatif yang disukai anak-anak.

. hal-hal biasa. sukacita. 5. Pengajaran. Sampaikanlah kepada anak-anak Anda kebenaran mengenai Allah. Ucapkanlah kehidupan. "Maafkan ayah. Biarlah anak Anda mengetahui bahwa Anda "beserta" mereka. 3. kepada anak-anak Anda. bukan "melawan" mereka. keuangan. Anak-anak Anda membutuhkan sentuhan jasmani. kepedulian. tutor. dekapan. 8. 6." Dalih-dalih yang kita kemukakan setelah kita mengucapkan . dan segala macam sentuhan yang tepat. Katakanlah kepada anak Anda betapa Anda berterima kasih untuk adanya mereka. Anda dan mereka bukanlah musuh. Tidak ada batasnya. gambar pertama mengenai Allah dilukis oleh orang tuanya. luka batin. 4.” Membicarakan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kepercayaan. benar dan salah. Berbicara yang disertai banyak mendengarkan akan mengomunikasikan kehangatan. gereja. Hati Bapa Sorgawi. Sentuhan. Bagi seorang anak. bukan kematian. Waktu. bukan sekolah. moralitas. diri Anda sendiri. ciuman. 10. Anda adalah guru utama bagi anak Anda. 7. Ucapan terima kasih. atau pelatih. lebih punya ketahanan di luar. dan empati. keprihatinan. seksualitas. Suatu sikap yang berterima kasih bermanfaat bagi kedua belah pihak. pendapat. pelukan. Sebagai keluarga. pikiran. bukan memisahkan diri. perhatikanlah semua.lain. kasih. dsb. Beri tahu pula bagaimana caranya secara konkret. Anda bekerja bersama. dan dunia di sekitar mereka. 2. Percayailah anak-anak Anda dan bersikaplah konsisten sehingga mereka dapat belajar bagaimana memercayai seseorang dari memercayai Anda. Kebersamaan. 9. klub. Ayah tidak benar-benar mau mengatakan itu. Anak-anak membutuhkan Anda. 11. Berbicaralah (termasuk banyak mendengarkan) mengenai perasaan. ’Anak-anak yang bicara dengan orang tua lebih banyak. dan mereka juga akan mulai mengatakan hal yang sama kepada Anda. Kehadiran Anda tidak dapat digantikan oleh barangdan uang. Berbicara. minat. Kebenaran.

Daripada terus-menerus menyampaikan kritik. dan mengucapkan hal-hal yang berarti dalam kehidupan si anak setiap hari. Apakah yang negatif lebih banyak daripada yang positif? Mengucapkan kehidupan ke dalam diri seorang anak dimulai dengan penerimaan dan mendengarkan. Bila kita mencintai Tuhan. Jagalah diri Anda agar tetap menjadi orang yang bertanggung jawab. termasuk dalam hal mendidik anak. Bila kita tidak bermaksud begitu. Pastikanlah bahwa Anda mengucapkan perkataan yang membangun. akan memakan buahnya" (Amsal 18:21). membangun. Salah satu ayat yang populer tentang perintah mendidik anak ini tertuang secara rinci dalam Ulangan 6:5-9. catatlah dalam jurnal harian Anda semua pernyataan positif dan negatif yang Anda ucapkan kepada anak Anda. sebab Firman itu akan bekerja dengan baik dalam kehidupan mereka. Bila orang tuanya takut akan Tuhan dan membawa anak-anaknya kepada Tuhan dengan benar. pasti digenapi. mendukung. Berpikirlah sebelum Anda berbicara. bila kita rindu anak-anak kita dilindungi dari pengaruh jahat dunia ini dan menjadi anak-anak yang bisa kita banggakan. Selama seminggu. Maka janji dalam Amsal 22:6 bahwa di masa tua mereka tidak akan berpaling dari jalan itu. maka kita akan melakukan perintah-Nya dengan sungguh-sungguh. cobalah menyampaikan koreksi yang positif dan pujian supaya anak dapat bertumbuh dan menjadi matang. LAKUKAN PERINTAHNYA DAN RASAKAN JANJINYA DIGENAPI Mendidik anak sejak usia dini adalah PERINTAH mutlak dari Tuhan.kematian tidak akan menghilangkan kerusakan dari racun yang kita masukkan dalam hati si anak. Amin. siapa suka menggemakan. bukan meruntuhkan hidup seorang anak. "Hidup dan mati dikuasai lidah. maka bisa dipastikan anak-anaknya akan menjadi anak yang takut akan Tuhan. Mengenalkan Kristus sebagai Juruselamat mereka sejak kecil dan menanamkan Firman Tuhan dalam hati mereka setiap hari. serta melimpah dengan peneguhan. . jangan mengatakannya. maka tidak ada cara yang lebih baik selain membawa mereka kepada Tuhan. Jadi. membesarkan hati.

Tidak adanya konsisten dalam melaksanakan peraturan Anak-anak perlu dikenalkan dengan kedisiplinan dalam menegakkan peraturan yang telah ditetapkan dalam berbagai lingkup. Hal mendasar yang harus dilakukan oleh orang tua adalah konsistennya orang tua dalam melaksanakan peraturan yang telah ditetapkannya. dan apabila sikap ini berlanjut hingga usia remaja dikhawatirkan anak tidak akan sanggup mengemban tanggung jawab dalam kehidupannya. perhatian dan toleransi yang berlebihan Metode ini tidak kalah bahayanya dari sikap keras dan kaku dalam mendidik anak. yang diawali dengan peraturan dalam keluarga. Masalah yang muncul akan semakin besar apabila perlakuan kekerasan itu tidak hanya berupa ucapan tetapi meningkat menjadi pukulan! Kadang sikap keras ini tidak membuahkan pada diri anak kecuali hilangnya perasaan aman dan rasa percaya diri. Hal ini dikarenakan dia belum pernah merasakan pendidikan yang mencukupi untuk menjadi bekal di perjalanan hidupnya. Maka sikap bersabar dituntut dalam mendidik anak anda. Bisa jadi orang tua secara tidak sadar melanggar peraturan rumah dan anak-anak melihatnya. Sikap ini akan menjadikan anak (merasa) tidak mampu untuk melakukan kegiatan-kegiatan bersama temantemannya. sebagai seorang ibu hendaklah kita berusaha dengan baik untuk tidak melakukan hal-hal yang sebenarnya merupakan cara pendidikan yang salah pada anak. Oleh sebab itu. 2. Yang dituntut adalah sikap pertengahan dalam segala hal. Akan tetapi hal ini tidak berarti orang tua harus menghilangkan sikap perhatian terhadap anak. Seringkali kekerasan dan perlakuan kaku dari orang tua tidak menambah kecuali problem-problem baru. mereka hendaknya mengevaluasi diri mereka dulu. Yang bertambah justru ketakutan terhadap orang tua yang harusnya tidak harus ( baca:tidak perlu) ada pada diri anak. Dalam hal ini maka sikap hati-hati orang tua dalam menetapkan peraturan rumah sangatlah penting. Di antara kesalahan mendidik itu di antaranya adalah: 1. akan tetapi pada hakikatnya bisa menyebabkan kerugian pada anak di masa dewasanya.BEBERAPA KESALAHAN YANG KERAP KALI MENGHANCURKAN KEPRIBADIAN ANAK ANDA 0 Share| Posted by Admin | Posted in Pendidikan & Psikologi | Posted on 27-01-2009 | 782 views Tags: Kesalahan Mendidik Anak Sering kali sebagai orang tua kita tidak sadar telah melakukan berbagai hal yang menurut kita akan bisa mendidik anak dengan sebaik-baiknya. Seperti juga sikap keras juga kadang harus diterapkan. kondisi dan orang tua perlu juga menyelami karakteristik anak. maka mereka pun merasa berat untuk menaati. Juga diperlukan saling membantu mengingatkan antara suami . Kekakuan dan kekerasan dalam mendidik anak Para ahli pendidikan memasukkannya dalam hal-hal yang membahayakan bagi anak jika hal ini sering dilakukan. 3. jadi semuanya tergantung kebutuhan. Mengapa? Karena anak-anak tidak akan menaati peraturan dalam rumah apabila orang tuanya sendiri tidak menaatinya. Maka ketika terkadang orang tua mengeluhkan anak-anaknya yang tidak patuh kepada mereka atau peraturan dalam rumah.

mereka melebihkan anak yang satu di atas anak yang lain. Pilih kasih antar saudara Terkadang orang tua melakukan hal ini dalam keseharian. Memang benar kata orang bahwa belajar menjadi guru (patut diingat bahwa orang tua adalah guru pertama bagi anak) adalah merupakan siklus yang tidak berujung. Akan tetapi hal ini harusnya tidak boleh ditampakkan dalam keseharian terlebih ketika anggota keluarga sedang berkumpul. Selamat menjadi guru sukses! . Maka sikap yang baik adalah berusaha menampakkan sikap adil terhadap semua anak. Memang tidak bisa dipungkiri dalam hati ada perasaan lebih kepada salah satu anak. Tidak adanya rasa adil antar saudara akan menyebabkan perasaan benci anak kepada saudaranya. entah karena kepandaiannya. 4. Sebenarnya masih banyak lagi kesalahan-kesalahan dalam pendidikan anak yang sebagian kita tidak mengetahuinya. fisiknya yang baik atau karena dia laki-laki.dan istri jika salah satunya secara tidak sadar melanggar aturan dalam rumah agar tidak terusmenerus dan berdampak buruk bagi anak.

ajarkan pada anak untuk bisa membersihkan dan merapikan sendiri setelah selesai bermain.baik yang baik maupun yang buruk sekalipun.Biasanya anak-anak yang suka bermain-main dengan mainanya akan membuat situasi berantakan di ruangan rumah.Dengan mendengarkan acaan kitab suci biasanya sianak akan memiliki spiritual yang lebih baik bila dewasa kelak.banyak jenis buku yang bisa dibaca dan mebahas berbagai tema dan masalah. kadang didikan keras bisa membuat disiplin pada sianak.Tips-Tips Mendidik Anak Sejak Dini Dari hasil pengamatan.bisa juga nanti menjadi idola sianak untuk berwiraswasta dengan membuka bengkel dan lain-lain.bahwa orang tua sangat besar peranya dalam mendidik anak. sehingga bisa menimbulkan trauma psikis pada si anak itu sendiri. terutama pada anak-anak sejak kecil. -Bagi keluarga yang punya halaman berumput. 2. biasanya didinding namun sebaiknya dibuku-buku yang telah disediakan orang tua. atau suka menulis atau suka berolah raga atau suka menonton film-film barat dan sebagainya.wawancara dengan rekan kerja dan berdasarkan pengalaman sendiri. Berikut ini adalah beberapa tips mendidik anak sejak usia dini: 1. nantinya akan menanamkan jiwa pada diri anak untuk suka menulis.sehingga termasuk juga mengajarkan keapian dan kebersihan. -Membiarkan anak tidak disiplin.dan biasanya akan menambah ide bagi si anak untuk lebih mengenal jenis kendaraan bermotor.Menghindarkan anak-anak dari hal-hal yang bersifat buruk: -Bertengkar didepan anak-anak. Hal ini dilakukan untuk kesehatan anak itu sendiri. Karena pada dasarnya anak berumur dibawah lima tahun rasa ingin tahu dan belajarnya sangat tinggi. maka anak bisa diajari juga bagaimana merapikan halaman. biasanya anak akan senang bila diajak ikut serta kebengkel. Buku sebagai sumber ilmu yang tiada batas. Karena itu berbanggalah orang tua bila bisa melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti tersebut diatas sebagai contoh.Berikan contoh dengan mengajaknya ikut serta pada kegiatan sehari-hari yang positif.Berikan contoh untuk mentaati waktu. . Sebagai contoh bila orang tua suka membaca.si anakpun cenderung akan mencontohnya.menggambar. Sebagai orang tua apapun tingkah lakunya akan dilihat oleh anak dan dijadikan contoh perilaku anak. Biasanya anak dibawah lima tahun memerlukan waktu tidur lebih banyak dibandingkan dengan orang dewasa. -Menulis.baik motor maupun mobil bila tidak terlalu kotor bisa dicuci sendiri dirumah. -Membaca buku-buku bacaan.Anak akan memperhatikan bila orang tua sedang menulis dan akan menirunya dengan coret-coret. 3.Sehingga sebagai orang tua terutama Ibu harus bisa mengajarkan waktu-waktu kapan harus bermain dan kapan harus beristirahat.membaca dan lain-lain. Yaitu waktu bermain. waktu belajar dan waktu tidur. Buku-buku bacaan sebagai altenatif guru yang baik. -Membaca Majalah atau Koran. karena dengan bertengkar didepan anak-anak secara otomatis akan memberikan contoh kekerasan dalam keluarga didepan anak. biasanya setiap bulan sekali rumput akan jadi panjang dan tidak beraturan.dengan membaca koran dan majalah akan menambah wawasan pada orang tua sehingga bisa mempunyai wawasan yang lebih luas dan bisa diajarkan. Mendidik anak sejak dini sangat menentukan bagaimana perkembangan kedewasaan anak. -Membaca Kitab Suci. Daya ingat bagi anak dibawah lima tahun sangat tajam dan sebagai orang tua sudah layaknya memberikan cotoh dalam kehidupan sehari-hari pada kegiatan-kegiatan yang positif. sekaligus mengajarkan anak bagaimana memperlakukan kendaraan. -Mengajak kebengkel. -Membersih ruangan rumah. -Mencuci kendaraan.dengan dimanja anak tidak bisa mandii dan bertanggung jawab.

-Memukul anak secara langsung didepan anak-anak yang lain. Ditengah-tengah kesibukan sebagai orang tuan sisakan waktu untuk bermain bersama anak-anak. Sisakan waktu bersama Anak-anak.. dalam arti tujuan mendidik si ibu tidak boleh membela si anak. bisa dengan cambukan untuk mengingatkan anak agar segera sembahyang. Sehingga terjalin kerjasama mendidik anak yang baik dan seimbang. 6. Sebaliknya bila Si Ibu sedang keras pada anak dalam arti mendidik. untuk menghindari anak dari sifat-sifat yang kurang baik dari dampak yang ditontonya. 4. -Jangan berikan tontonan baik berupa film-film kekerasan atau Sinotron drama yang bersifat cengeng dan mendramatisi. bagi yang Moslem bila sampai belum Sholat ajarkan dengan sedikit keras.Sang ayah pun tidak boleh membela kesalahan pada anak. akan mengakibatkan hilangnya rasa kepercayaan diri si anak. -Bila Ayah sedang keras pada anak. Usia 7 tahun. Diatas usia 7 tahun Anak akan bisa diberikan tangung jawab yang lebih. 5. sebab bila dibela si anak tidak akan jera bila melakukan kesalahan. .sehingga tidak terlalu merepotkan orang tua.sehingga timbul rasa kasih sayang sekaligus pembelajaran pada anak.

Hendaknya mengunyahnya dengan baik dan jangan memasukkan makanan ke dalam mulut sebelum habis yang di mulut. Di antara adab-adab dan kiat dalam mendidik anak adalah sebagai berikut: • Hendaknya anak dididik agar makan dengan tangan kanan. Rafidhah dan juga kelompok-kelompok bid’ah lainnya agar tidak terjerumus ke dalamnya. maka ia akan tumbuh dengan keburukan itu. • Ditanamkan kepadanya agar mendahulukan orang lain dalam hal makanan dan dilatih dengan makanan sederhana. yaitu hanya memen-tingkan perut saja. Oleh karena itu. Pergaulan yang jelek akan berpengaruh bagi anak. mengadu domba. Mu’tazilah. Hal ini untuk mencegah dari kebiasaan buruk. Jangan sampai mereka terbiasa dengan hal-hal ini. seperti: Suka berdusta. tidak selayaknya orang tua dan pendidik melalaikan tanggung jawab yang besar ini dengan melalaikan pendidikan yang baik dan penanaman adab yang baik terhadapnya sebagai bagian dari haknya. Sebaliknya. • Jika ada anak laki-laki lain memakai sutera. sesuai dengan tingkat kemampuan anak. • Selayaknya anak dijaga dari bergaul dengan anak-anak yang biasa bermegah-megahan dan bersikap angkuh. Juga diajari agar tidak terlalu banyak makan dan memberi pujian kepada anak yang demikian. • Perintahkan ia agar tidak tergesa-gesa dalam makan. Kemudian cegahlah ia dari memandangi makanan dan orang yang sedang makan. . • Harus ditanamkan rasa cinta untuk membaca al Qur’an dan buku-buku. Demikian juga jika dia isbal (menjulurkan pakaiannya hingga melebihi mata kaki). • Dia harus dijauhkan dari syair-syair cinta gombal dan hanya sekedar menuruti hawa nafsu. Maka orang tua dan pedidiknya juga ikut memikul dosa karenanya. memulai dengan yang paling dekat dengannya dan tidak mendahului makan sebelum yang lainnya (yang lebih tua. merasa hebat dan lain-lain. membaca basmalah. maka selayaknya dia mendapatkan perhatian sesrius dan pengawasan yang cukup. bukan warna-warni dan bukan dari sutera. • Sangat disukai jika ia memakai pakaian berwarna putih.30 Kiat Mendidik Anak Apabila telah tampak tanda-tanda tamyiz pada seorang anak. daging dan lain-lain) supaya tidak menimbulkan kesan bahwa makan harus dengannya. jika ia dibiasakan dengan hal-hal buruk. Dia juga harus diberitahu tentang buku dan faham Asy’ariyah. maka ia akan berkembang dengan kebaikan. • Hendaknya dilatih untuk tidak bermewah-mewah dalam makan (harus pakai lauk ikan. mengasah jiwanya agar senantiasa mencintai dan menela-dani mereka. maka hendaknya mengingkarinya. Jika hal ini dibiarkan maka bisa jadi ketika dewasa ia akan berakhlak demikian. Suruh ia agar berhati-hati dan jangan sampai mengotori pakaian. terutama di perpustakaan. keras kepala. red). sehingga orang tua dan pendidiknya ikut serta memperoleh pahala. sebagai akibat pergaulan yang salah di masa kecilnya. Dia juga harus dibiasakan menghafal nasihat-nasihat yang baik. Bisa jadi setelah dewasa ia memiliki akhlak buruk. Jika dibiasakan dengan hal-hal yang baik. Yang demikian ini. Membaca al Qur’an dengan tafsirnya. Demikian pula aliran-aliran sesat yang banyak ber-kembang di daerah sekitar. Sesungguhnya hatinya bagaikan bening mutiara yang siap menerima segala sesuatu yang mewarnainya. Dan ditegaskan bahwa sutera itu hanya untuk kaumwanita. hadits-hadits Nabi n dan juga pelajaran fikih dan lain-lain. sejarah orang-orang shalih dan kaum zuhud. dapat dicegah dengan memberikan pendidikan adab yang baik sedini mungkin kepada mereka. sehingga tidak terlalu cinta dengan yang enak-enak yang pada akhirnya akan sulit bagi dia melepaskannya.

red) sebab dapat menimbulkan kebosanan dan melemahnya kondisi badan. • Biasakan ia untuk menulis indah (khath) dan mengahafal syair-syair tentang kezuhudan dan akhlak mulia. • Jauhkan dia dari kebiasaan meludah di tengah majlis atau tempat umum. di malam hari jika sudah ingin tidur. • Melarangnya dari membangga-kan apa yang dimiliki orang tuanya. membuang ingus ketika ada orang lain. melebihi rasa takut terhadap ular atau kalajengking. Biasakan ia ber-sikap tawadhu’. maka biarkan ia tidur (jangan paksakan dengan aktivitas tertentu. Jangan menjelek-jelekkan atau bicara kasar. maupun dari yang fakir. baik dari keluarga terpandang (kaya). • Seorang ayah hendaknya menjaga kewibawaan dalam ber-komunikasi dengan anak. ajarkan ia untuk memberi karena itu adalah perbuatan mulia dan terhormat. red). maka orang-orang akan membenci dan meremehkannya. • Tumbuhkan pada anak (terutama laki-laki) agar tidak terlalu mencintai emas dan perak serta tamak terhadap keduanya. • Biasakan agar anak melakukan olah raga atau gerak badan di waktu pagi agar tidak timbul rasa malas. • Jika ia mengulangi perbuatan buruk itu. tergesa-gesa dan bertolak (berkacak) pinggang seperti perbuatan orang yang membangggakan diri. Jika suatu kali melakukan kesalahan. berenang. sebab yang demikian akan menjadikannya kebal dan tidak terpengaruh lagi dengan kemarahan. • Cegahlah ia dari mengambil sesuatu milik temannya.karena hal ini dapat merusak hati dan jiwa. • Jangan dibiasakan melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi. maka tidak mengapa menyi-bukkan diri dengan kegiatan itu. • Jangan sediakan untuknya tempat tidur yang mewah dan empuk karena mengakibatkan badan menjadi terlena dan hanyut dalam kenikmatan. tidak lain karena adanya keyakinan bahwa itu tidak baik. • Jika anak melakukan perbuatan terpuji dan akhlak mulia jangan segan-segan memujinya atau memberi penghargaan yang dapat membahagia-kannya. Ini dapat mengakibatkan sendi-sendi menjadi kaku karena terlalu lama tidur dan kurang gerak. Itu semua menunjukkan kesempurnaan sifat dan merupakan hiasan yang indah. kecuali pada saat tertentu. kehinaan dan menurunkan wibawa. membelakangi sesama muslim dan banyak menguap. Tanamkan rasa takut akan bahaya mencintai emas dan perak secara berlebihan. Katakan kepadanya jika terus melakukan itu. . Sedangkan seorang ibu hendaknya menciptakan perasaan hormat dan segan terhadap ayah dan memperingatkan anakanak bahwa jika berbuat buruk maka akan mendapat ancaman dan kemarahan dari ayah. maka hendaknya dimarahi di tempat yang terpisah dan tunjukkan tingkat kesalahannya. Jika memiliki ketrampilan memanah (atau menembak. hendaknya jangan disebar-kan di hadapan orang lain sambil dinasihati bahwa apa yang dilakukannya tidak baik. lemah lembut dan menghormati temannya. Sebaliknya. sebab itu merupakan cela. menunggang kuda. pakaian atau makanannya di hadapan teman sepermainan. sebab ketika ia melakukannya. sebab itu adalah sikap tamak atau rakus. • Jangan biarkan anak terbiasa melotot. Sebaliknya. Namun jangan terlalu sering atau mudah memarahi. • Hendaknya dicegah dari tidur di siang hari karena menyebabkan rasa malas (kecuali benarbenar perlu).

Uraian di atas adalah ditujukan bagi pendidikan anak laki-laki. setelah selesai belajar. pengajar (ustadz) dan secara umum kepada yang usianya lebih tua. kecuali yang bermanfaat atau dzikir kepada Allah. Cegahlah ia dari berdusta dan berkhianat. Ajarkan agar memandang mereka dengan penuh hormat. . Wallahu a’lam. Dari mathwiyat Darul Qasim “tsalasun wasilah li ta’dib al abna’’” asy Syaikh Muhammad bin shalih al Utsaimin rahimahullah . maka bebankan kepadanya perintah-perintah. sebab pujian akan mendorongnya untuk membiasakan hal tersebut. Pujilah ia jika bersikap demikian. guru. Demikian adab-adab yang berkaitan dengan pendidikan anak di masa tamyiz hingga masa-masa menjelang baligh. Dan sebisa mungkin dicegah dari bermain-main di sisi mereka (mengganggu mereka). Juga dicegah dari bergaul dengan orang-orang yang suka melakukan hal itu. • Sebaiknya anak diberi mainan atau hiburan yang positif untuk melepaskan kepenatan atau refreshing. Walau demikian. Demikian cara-cara duduk yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam. yang juga dapat diterapkan bagi pendidikan anak perempuan. membaca di perpustakaan atau melakukan kegiatan lain. banyak di antara beberapa hal di atas. baik sumpahnya benar atau dusta agar hal tersebut tidak menjadi kebiasaan. • Jika anak telah mencapai usia tujuh tahun maka harus diperintahkan untuk shalat dan jangan sampai dibiarkan meninggalkan bersuci (wudhu) sebelumnya. • Anjurkanlah ia untuk memiliki jiwa pemberani dan sabar dalam kondisi sulit. • Dia juga harus dicegah dari perkataan keji dan sia-sia seperti melaknat atau mencaci maki. • Biasakan anak-anak untuk bersikap taat kepada orang tua. Dan jika telah baligh. • Mencegahnya dari banyak berbicara. • Cegahlah anak dari banyak bersumpah.• Ajari ia duduk di lantai dengan bertekuk lutut atau dengan menegakkan kaki kanan dan menghamparkan yang kiri atau duduk dengan memeluk kedua punggung kaki dengan posisi kedua lutut tegak.

Apa yang Alloh kehendaki pasti terjadi. 14. Ajarkan kepada anak Anda enam rukun iman. dan ‘subhanalloh’ ketika merasa kagum. membacakan kisah-kisah siroh nabawiyah dihadapannya. kemurkaan Alloh dan hukuman-Nya. akiabatnya ia tidak suka menghafal Al-Quran. serta dzikir-dzikir yang shohih. 15. Sebab Dialah yang menciptakan. Sehingga.” (Adz-Dzariyat [51]:56) Juga. dan mereka akan mengangap ibadah sebagai beban. Latihlah anak Anda mengerjakan sholat. karena Alloh selalu melihatnya dalam setiap kondisi. “Ayahku berkata kepada diriku. Motivasilah anak Anda untuk menghafal apa yang mudah dari Al-Quran dan hadits-hadits nabi. Berilah anak Anda hadiah tiap kali menunjukan kemajuan dalam hafalan. Rosululloh bersabda : “perintahkanlah anak-anak kalian mengerjakan sholat saat berusia tujuh tahun.Oleh Dr Adil Syadi dan Dr Ahmad Mazid DEWAN PENGURUS CABANG IKATAN WARGA SANIANGBAKA (DPC IWS) YOGYAKARTA Hai annaku. . Luqman: 17) Masalah Akidah 1. minum dan pakaian kepada kita. 20. carilah hadits! Dan tiap kali engkau mendengar satu hadits serta menghafalnya. dan apa yang tidak Dia kehendaki pasti tidak akan terjadi. Dan yang lebih utama lagi bila Anda mendorongnya untuk menyedahkan sebagian harta miliknya yang ia simpan. engkau akan mendapatkan satu dirham. dan illaloh (selain Alloh) adalah penetapan sifat ulluhiyyah untuk Alloh semata. 5. Atau Anda menyerahkan kepadanya seseuatu agar ia menyedahkan nya kepada orang fakir atau peminta-minta. kekufuran dan kemunafiakn itu? Bagaimana akibat yang akan dialami oleh setiap orang musrik. Tanamkan kecintaan anakmu terhadap kepriba-dian Rosul yang mulia dengan mangajarkan si-fatsifat beliau yang baik kepadanya. Perbanyaklah mengucapkan lafazh-lafazh yang mengandung dzikir kepada Alloh. adakalanya Anda bersedekah sementara ia melihat Anda. Ketahuilah bahwa Anda adalah teladan bagi anak-anak Anda. Ajukan berapa pertanyaan berkaitan dengan akidah kepada dirinya. misalnya ba-caan ‘bismillah’ ketika hendak makan dan minum. Beritahukan kepadanya etika-etika di masjid. siksa. maka. pasti anak-anak Anda akan terpengaruh oleh Anda sendiri dalam hal itu. 8. ‘Anakku.” 18. ‘Lantas. beritahukan kepadanya kenapa kita diciptakan : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melaikan supaya mereka menyembah-Ku. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). memberi rezeki. Ibrohim dan Adham menuturkan. Latihlah ia menjalankan puasa agar terbiasa saat dewasa. apabila Anda memandang remeh ibadah atau bermalas-malasan dan merasa berat mengerjakannya. dan bersholawat kepada beliau tiap kali nama beliau disebut. Jaganlah Anda terlalu membebani anak dengan banyak menghafal dan belajar. aku pun mencari hadits karena hal ini.” 13. Kuatkanlah keyakinan terhadap qodho’ dan qodar dalam pikirannya. agar ia tidak mengangap hal itu sebagai hukuman. Masalah Ibadah 11. artinya peniadaan sifat uluhiyyah (keberhakan disembah) dari selain Alloh. dirikanlah sholat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Peringatkanlah ia dari berbuat kesalahan saat dalam kondisi sendiri. 7. 9. Ajaklah serta anak Anda pergi ke masjid dan ajarlah ia cara berwudhu. 6. bahkan bisa jadi mereka meninggalkannya. kafiir dan munafik? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Latihlah anak Anda bersedekah dan berinfak. serta menyembuhkan kita? Apa saja macam-macam tauhid? Apakah syirik . sekaligus menunjukan kepadanya akan arti universal dalam ibadah. Buatlah ia lebih banyak mencintai Alloh. 10. Kalimat la ilaha (tidak ada ilah). atau saat masuk dan keluar rumah. 4. makan dan minum. siapa Robbmu? Apa agamamu? Siapa nabimu ? Kenapa kita diciptakan? Siapakah yang memberi kita rezeki. Jangan sering menakuti-nakutinya dengan neraka. 3. (Q. 16. Dan pukullah mereka karena meninggakannya saat berusia sepuluh tahun. juga ‘alhamdu-lillah’ saat selesai makan. 17. 19. Ajarkan pada anak Anda kalimat tauhid dan apa yang dikandungnya berupa peniadaan (naïf) dan penetapan (itsbat). 12. memberi makan. dan lafazh-lafazh lainnya.S. 2. serta menjadikan kita sebagai kaum muslim. Ajarkan pada anak Anda lima rukun islam. agar penyebutan Robb tidak selalu terkait dengan gambaran-gambaran yang mengerikan ini dalam pikirannya. cara menghormati dan menyucikannya.

32. Buatlah sesuatu yang spesial untuk anak Anda . 57. yang tidak suka menyakiti orang lain. dan kamu mampu melakukan hal itu. Jelaskan kepada anak-anak Anda sebagai dam-pak negatif yang ditimbulkan oleh tindakan menipu. 52. Ucapkanlah salam kepada anak-anak Anda. Mintalah izin pada anak Anda sebelum masuk menemuinya. Berbuatlah baik kepada tetangga-tetangga Anda. 44. 54. 33. Jaganlah banyak mencela selagi Anda mampu. suka berbohong dan pengecut. curang. 23. rendah hati dan rendah diri. Bersikaplah seakan-akan tidak mengetahui beberapa kesalahan anak Anda. Demikian itu dapat Anda lakukan melalui melatihnya berpuasa atau melakukan aktivitas. 31. 53. 28. 45. Jangan pernah Anda menyelisihi janji selamanya. maka pujilah dirinya karena hal itu dan berilah hadiah. maka jaganlah Anda menanamkan rasa takut dalam dirinya. Apabila dalam beberapa peristiwa anak Anda menunjukan keberanian. sikap sewenang-sewenang akan menjerumuskan pelakunya dan siakp khianat akan mengatarkan kepada kebinasaan. Beritahukan kepada anak Anda bahwa orang-orang menyukai anak Anda yang sopan. 25. demikian itu bisa mengokohkan nilai keutamaan menepati janji dalam diri mereka. 40. Berbuatlah adil di antara anak-anak. “Dan perintahkan lah kepada keluarga mu mendirikan sholat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakanya…”(Thoha [20]:132) 51. 39.aktivitas yang membutuhkan kesabaran dan kehatian-hatian. sementara Anda mendengarkan. Tulislah surat untuk anak Anda yang berisi seputar etika. Jangan lupa menyebut nama Alloh dengan suara yang cukup bisa didengar sebelum makan. rasa malu dan malu karena minder. . 43. Janganlah Anda mencemooh ucapan atau tindakan anak Anda. 36.” 55. 29. Berbaktilah terhadap kedua orang tua Anda. Firman Alloh : 50. karena itu berarti Anda telah mendorongnya untuk bersikap takut.Masalah Akhlak 21. dan bawalah serta anak-anak Anda dalam melakukan hal itu. Ajarilah anak Anda akan ungkapan-ungkapan ucapan selamat. 22. 34. Jaganlah anda berasumsi bahwa anak Anda bisa memahami apa yang Anda inginkan di kali pertama. khususnya kepada anak-anak Anda. bukan dengan garis keturunan. “Aku tahu bahwa kamu anak istimewa. Duduklah bersama anak Anda dan untuk setiap kesempatan bacakanlah seputar adab-adab Nabi kemudian tanyakan kepada mereka tentang faedah apa yang mereka dapatkan? Bisa juga Anda atur anak Anda yang membaca. Apabila Anda menginginkan anak Anda menjadi orang jujur. Ajarkan kepadanya bahwa perbuatan zholim mengakibatkan sesuatu yang teramat buruk. kemuliaan luhur dan harta. Ajarkan kepadanya sisi-sisi perberdaan antara hal-hal yang munkin tidak mereka ketahui. jelaskan kepada anak Anda bahwa ada beberapa perilaku yang benar-benar tidak bisa diterima dan sebutkan kepad mereka sebab-sebabnya. 46. Mintalah maaf kepada anak Anda manakala Anda melakukan kesalahan. seperti perbedaan antara keberanian dan kecerobohan. Jelaskan nilai keutamaan sifat jujur dan amanah. penyambutan dan basa-basi. serta antara kecerdasan dan kelihaian tipu muslihat. Ajarkan kepada anak Anda tentang hak-hak tetangga dan bahaya menyakitinya. mencuri. sebab hal itu merupakan sarana paling efektif untuk mengajari mereka etika keadilan. lemah lembut dan tidak sombong. serta teranng-kan kepadanya bahwa keberanian dilakukan saat engkau melakukan sesuatu yang benar dan sangat dibutuhkan. sambunglah hubungan dengan kerabat-kerabat Anda. 30. 56. 48. 41. Sebab. Masalah Perilaku dan Etika 37. 26. 35. Jaganlah memandang remeh perbuatan mem-buka aurat dihadapan anak Anda. Biasakanlah kedermawanan melekat pada diri anak-anak Anda dengan cara Anda bersikap dermawan di lingkungan keluarga dan suka memberikan kebaikan kepada orang lain.nasihat dan pesan bermakna. Jujurlah Anda terlebih dahulu agar anak bisa belajar kejujuran dari diri Anda. 49. 38. 42. Semangatilah anak Anda untuk meraih prestasi istimewa dan katakan kepada dirinya. 47. dan jangan jadikan hati Anda sebagai tempat penyimpan kesalahan. Jaganlah Anda bersikap keras. 27.dan bernohong. Ajarilah ia bahwa manusia meraih keutamaan dengan ketakwaan dan amal sholih. demikian pula mengucapkan alhamdullilah seusai makan. Ujilah sifat amanah Anda tanpa ia menyadarinya. Latihlah anak Anda untuk berakhlak lebih mendahulukan kebutuhan orang lain (itsar) melalui sikap-sikap nyata atas kisah-kisah yang mengandung nilai keutamaan mendahulukan kebutuhan orang lain. Latihlah anak Anda untuk bersabar dan tidak tergesa-gesa. karena demikian itu merupakan sarana paling efektif untuk mengajarinya etika meminta izin. Nasihatilah anak Anda secara diam-diam dan jangan menghukumnya dihadapan orang lain. 24. Buatlah ia menyukai perilaku rendah hati.

70. Berikanlah waktu yang cukup untuk bermain bagi anak Anda. sementara Anda sedang bersama-sama kawan-kawan Anda. 92. 65.”Aku mempercayai mu tanpa engkau bersumpah. Sambutlah anak saat masuk menemui Anda. Janganlah terlalu memanjakan anak Anda. 63. 88. Biarkanlah ia memilih sendiri sebagian permainannya Ajarilah anak Anda berenang. 89. 95. 69. Jangan berlebihan memberi obat kecuali dengan dosis yang diperbolehkan. Janganlah membiasakan anak dengan rangsangan materi untuk memotivasinya mengerjakan suatu perintah. sementara Anda bisa membantunya tanpa ia sadari. buatlah anak Anda mengalahkan Anda dalam beberapa permainan. tanpa ia merasakan hal itu. dan buatlah ia merasakan kepercayaan Anda terhadap dirinya. Perhatiakanlah kesehatan anak-anak Anda. Mintalah pendapat anak Anda dalam beberapa hal dan ambilah pendapatnya. 78. Peluklah anak Anda biarkanlah ia merasakan kehangatan cinta dan kasih saying Anda. Sediakan dengan baik permainan. Buatlah makanan yang selalu disukai anak Anda Masalah Pembinaan Mental 71. Buatlah anak Anda bergabung dalam kegiatan-kegiatan masjid. Jaganlah Anda menunggu sampai sakit parah. Masalah Pembinaan Fisik 61. 80. 99. Masalah Pembinaan Sosial 81. 68.58. sebab Dialah yang ditangan-Nya terletak kesembuhan semua penyakit. perlombaan-perlombaan ilmiah. 67. Utuslah anak Anda untuk menyelesaikan sebagian keperluan. kopi dan buahbuahan. Masalah Pembinaan Kesehatan 91. gigi dan bajunya. 79. 90. 83. Biasakanlah anak Anda tidur awal dan bangun awal juga. 100. berlari dan beberapa permainan fisik. Jadikanlah anak Anda sebagai teman Anda nomer satu. Buatlah anak Anda menjamu tamu sendiri. 66. 93. Latihlah anak Anda beramal. 85. yang tidak bisa cepat mengerti. sebab hal itu bisa memperlemah kepribadiannya saat berhadapan dengan materi. Janganlah mengeluh karena banyaknya pertanyaan anak Anda dan usahakan menjawab semua yang ditanyakannya dengan jawaban sederhana dan memuaskan. 86. menjual. forum-forum tahfizhul Qur’an. Ruqyahlah anak Anda dengan ruqyah syar’i. Jaganlah mengiring anak Anda untuk bersumpah. 60. sebaliknya katakan kepadanya. Janganlah Anda mencegah anak untuk memilih teman-temannya sendiri. 94. Adakalanya. Namun. Janganlah Anda menjadikan anak ikut menanggung problematika dunia. . Janganlah Anda membuat anak Anda merasa sebagai seseorang yang buruk dan bodoh. 72. Peringkatkan anak anda agar tidak berlebih-lebihan mengkonsumsi makanan. seperti menghidangkan minuman teh. 73. 97.” 75. 76. 64. 84. 59. perkemahan pramuka dan aktivitas-aktivitas lainnya. Jangan Anda menginvestigasi kesalahan anak anda sedang menyantap makanan. Janganlah Anda membuat anak merasakan bahaya sakit yang dideritanya. Buatlah anak Anda bisa melihat hasil dari aktivitas social anda. Berlindunglah kepada Alloh. 62.permainan yang bermanfaat untuk anak Anda. Dengarkanlah dengan baik anak Anda dan perhatikan setiap kata yang diucapkannya. 98. Buatlah anak Anda berempati terhadap kesedihan orang lain dan berusaha meringankannya. Sediakan menu makan yang seimbang untuk anak anda. Perhatikalah susunan menu makanan anak Anda. 96. Hindarilah ungkapan-ungkapan terror dan ancaman. membeli dan bekerja yang halal. 87. Buatlah anak Anda merasakan kemerdekaan dalam mengambil keputusan-keputusan. Jangan mengabaikan untuk memberi imunisasi tepat pada waktunya. 77. Hormatilah anak Anda dan berterima kasihlah kepadanya apabila ia melakukan suatu pekerjaan. 74. Buatlah anak Anda menghadapi sendiri masalah-masalahnya. Daftarkan anak Anda pada pusat-pusat kegiatan tertentu. 82. Buatlah anak Anda mau memperlihatkan kebersihan tubuh. seperti program-program santunan anak yatim dan janda. Jauhkan anak Anda dari para penderita penyakit menular. Anda bisa membuatnya memilih orang yang Anda kehendaki.

109. Bervariasilah dalam memberikan balasan. agar rasa sakit tidak belipat-lipat. 126. 113. 130. 119. Masih ada metode lain. 114. 129. (Dikutip dari 130 Thoriqoh fi Tarbiyatil Abna) . Janganlah Anda menghukum pada kesalahan pertama. Usahakan untuk selalu membaca yang ditulis anak Anda. Dan semoga Alloh mencurahkan sholawat dan salam kepada Nabi kita Muhamad. 121. 107. Kita bersama-sama memohon kepada Alloh agar diberi petunjuk. 115. Jangalah memukul anak Anda pada wajahnya dan jangan mengangkat tangan lebih dari semestinya. Jangan berhenti pada setiap kesalahan gramatika atau lingual yang dilakukan anak Anda. Jangalah memukul setelah Anda berjanji untuk tidak memukul. Buatlah anak Anda mampu mengatasi rintangan-rintangan yang menhalangi prestasi belajarnya. 124. 122. Janganlah Anda membuat anak merasa bahwa Anda senang memberikan hukuman kepada dirinya atau Anda menyimpan suatu kebencian kepadanya. Buatlah ia memilih buku dan kisah yang ingin dibacanya.maka ia bersiakap keras agar mereka mengindahkan. Beritahukan kepadanya bahwa hukuman dterapkan tidak untuk menyiksa. 104. Buatlah ia ikut serta dalam forum-forum pengembangan kemampuan diri. dimana balasan tidak mesti berbentuk materi. Janganlah Anda memukul anak dihadapan orang banyak dan jangan memukulnya saat tengah marah. maka jelaskan kepadanya sebab hukuman Anda tersebut. bimbingan dan kelurusan dari-Nya. izin mengoperasikan komputer. 112. 106. 120. 110. 103. 102. 105. tiada lain dilaksanakan untuk memberikan pelajaran. Apabila Anda menghukum anak Anda. tapi bisa juga berbentuk rekreasi. namun jangan selalu menghukumnya (bila berbuat salah). 127. Mintalah ia menuliskan beberapa tema ekspresional. agar ia tidak kehilangan kepercaya-an terhadap diri anda. Ingatlah selalu bahwa Nabi tidak pernah memukul seorang anak pun. Doronglah ia untuk menhafal peribahasa-peribahasa Arab yang fasih. Dampingi anak Anda saat membaca satu hal tertentu. 116. Doronglah anak Anda untuk membaca. 125. dan siapa berteguh hati Hendaklah kadang-kadang bersikap keras kepada orang yang disayangi 131.Masalah Pengembangan Wawasan 101. 111. 128. Berikan teka-teki kepada anak Anda. Doronglah anak Anda untuk meraih prestasi belajar. Buatlah anak Anda merasa bahwa Anda menghukumnya demi kebaikan dirinya dan bahwa rasa cinta Andalah yang menyebabkan Anda melakukan hal itu. Balaslah (prestasinya) selalu. Motivasilah anak Anda untuk menhafal syair dan kata-kata bijak generasi dahulu dan sekarang. misalnya pandangan marah. Ketahuilah bahwa hukuman yang sesuai adalah yang bisa mencegah terulangnya kesalahan dan mendorong kepada yang benar. Masalah Balasan dan Hukuman 117. Janganlah Anda bersikap keras dalam hukuman Anda. Bervariasilah dalam menerapkan metode hukuman dan jangan sampai pukulan menjadi metode yang paling Anda sukai. 108. bentakan. hadiah atau pergi bersama seorang kawan. Latihlah anak Anda menguasai seni berpidato dan orasi. 123. Berikan kepada anak Anda permainan-permainan kecerdasan. mengisolir selama waktu tertentu dan tidak memberinya sebagian uang saku harian atau melarangnya menikmati rekreasi akhri pekan. Terapkanlah metode balasan dan hukuman 118. Latihlah ia menguasai seni dialog dan menerima pendapat. Doronglah anak Anda untuk menguasai dengan baik bahasa asing yang popular.

Latar belakang : Sperma laki-laki mengandung unsur spermatozoa X dan Y. para ahli gynetika membuat teori dalam memilih untuk melahirkan bayi laki-laki atau perempuan. kemungkinan untuk spermatozoa Y mencapai tujuan akan lebih besar. Suami harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung asam. dengan tusukan yang dalam. Jika menginginkan bayi laki-laki. Makanan yang banyak mengandung alkaline adalah : sayur-sayuran. Alasan : Karakter dari Spermatozoa X dan Y. 4. Berdasarkan sifat-sifat physiologi dari spermatozoa diatas. 1. putih telur. buah-buahan. Jika menginginkan seorang bayi perempuan. Faktor waktu ( Kapan melakukan senggama ? ) Jika menginginkan seorang bayi perempuan Keseringan senggama diklakukan pada waktu sebelum masa haid. Faktor Penetrasi ( tusukan ). susu. . Suami harus menghindari tusukan yang dalam kedalam kemaluan istri pada waktu senggama. dan ganggang laut. Keseringan senggama diklakukan pada waktu mendekati masa haid dan atau segera sesudah masa haid. Spermatozoa X : Pelari maraton (jauh) dengan stamina yang tinggi ( kuat ) Spermatozoa Y : Pelari sprinter (cepat) dengan stamina yang loyo ( lemah ) Jadi. dan sea food (makanan laut ) Jika menginginkan bayi laki-laki. Bagaimana mengetahui periode masa haid ? Temperatur atau suhu tubuh meningkat ( anda bisa menggunakan alat pengukur suhu tubuh dan mencatatnya sebagai record ) 3. sedangkan istri banyak makan makanan yang mengandung asam. Faktor Rangsangan. Makanan yang banyak mengandung asam adalah : Daging. Jika menginginkan bayi laki-laki. Disarankan untuk melakukan tusukan yang dalam oleh suami pada waktu senggama. spermatozoon X menentukan unsur perempuan sedangkan Y adalah unsur laki-laki. sedangkan istri harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung alkaline ( lihat jenis makanan diatas ) 2. Fator makanan : Jika menginginkan seorang bayi perempuan Suami harus makan makanan yang banyak mengandung Alkaline.

Cuci vagina dengan larutan dari dua sendok white vinegar yang sudah dicampur dalam satu liter air bersih. Selamat mencoba !! .Jika menginginkan seorang bayi perempuan. Faktor posisi Jika menginginkan seorang bayi perempuan. Cuci vagina dengan larutan dari dua sendok soda yang sudah dicampur dalam satu liter air bersih. Jika menginginkan bayi laki-laki. hal ini akan mendorong aktifitas spematozoa Y. Jika menginginkan bayi laki-laki. Istri harus menhidari rangsangan selama senggama. Faktor persiapan istri. Jika menginginkan bayi laki-laki. Jika menginginkan seorang bayi perempuan. Posisi Istri pada waktu senggama diatas suami. 6. Posisi suami pada waktu senggama berada diatas istri. Hal ini dilakukan agar kondisinya menjadi asam sehingga aktifitas spermatozoon Y menurun. Hal ini mengikuti sifat dari spermatozoon Y akan cepat menuju sasaran ( sel telur ). Ejakulasi suami sesudah istri terangsang. Secresi cairan yang keluar dari kemaluan penempuan akan menjadi alkaline jika terangsang. 5.

pendidikan tanggung jawab ini memang dapat dilakukan bahkan ketika anak masih dalam usia kanak-kanak. sambil terus berusaha untuk menjalankan setiap tanggung jawab yang ada – yang nantinya akan ditanya di hari akhir – maka kita juga perlu mendidik anak-anak kita memiliki sikap tanggung jawab yang ini bermanfaat sangat besar dalam pembentukan sikap di kemudian hari insya Allah. Masih dalam kitabnya. ia berkata: ‘Hasan bin ‘Ali rodhiallahu ‘anhuma mengambil sebiji kurma dari kurma zakat. Lc. apakah bisa mendidik tanggung jawab pada anak? Bagaimana? Memangnya sudah bisa dimengerti dan lain sebagainya. Apalagi bila diletakkan cermin ke masing-masing dari diri kita. yaitu sebelum tamyiz dan sesudah tamyiz. kita akan mencontoh dari teladan terbaik Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mendidik anak-anak untuk bertanggung-jawab. Seperti yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Hasan bin Ali dalam hadits sebagai berikut ‫عن أبى هريرة رضي ال عنه قال: أخذ الحسن بن علي رضي ال عنهما تمرة من تمرة الصدقة فجعلها فى فيه. Pembahasan tentang tanggung jawab adalah masalah yang cukup berat. Tamyiz secara bahasa bermakna membedakan di antara sesuatu dan anak-anak yang yang telah dapat membedakan sesuatu dengan baik terutama di dalam hal-hal yang membahayakan dirinya dinamakan mumayyiz.Mendidik Tanggung Jawab Pada Anak 5Share Penulis: Ummu Ziyad Muroja’ah: Ust. lalu ia memasukkannya ke dalam mulutnya.” Dan berdasarkan kenyataan yang ada. “Pendidikan yang terbaik bagi anak sebelum dan sesudah tamyiz dengan jalan mendengar dan melihat kepada sesuatu yang baik dan terbaik menurut agama dan bukan menurut akal fikiran dan adat-adat manusia yang menyalahi agama yang mulia. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Kih! Kih! (keluarkanlah dan) buanglah . Ustadz Abdul Hakim berkata. Mungkin akan timbul sederet pertanyaan. فقال رسول ال صلى ال‬ ّ ِ ٍ ‫عليه وسلم: كخ، كخ، ارم بها، أما علمت أنا ل نأكل الصدقة‬ ّ ِ ّ “Dari Abu Huroiroh rodhiallahu ‘anhu. Ustadz Abdul Hakim dalam bukunya “Menanti Buah Hati dan Hadiah untuk yang Dinanti” membagi usia anak-anak menjadi dua tahapan. Tetapi pendidikan ini dapat dimulai dari hal-hal yang kecil seperti membereskan mainannya atau menaruh piring di tempatnya bahkan hal yang besar yang berkaitan dengan tanggung jawab yang akan ditanggungnya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala (jika itu dilakukan ketika telah baligh). Tentu saja ukuran kemampuannya berbeda-beda. Subkhan Khadafi. Nah. Pada tulisan ini. Kapan Waktu yang Tepat ? Mendidik tanggung jawab sesungguhnya dapat dilakukan bahkan di usia masih sangat kecil yaitu balita.

Padahal kita ketahui bahwa persoalan halal dan haram adalah menyangkut perkara yang penting yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti. Seringkali seorang ibu ragu-ragu untuk memberikan tugas atau tanggung jawab kepada anak-anak. Lihatlah sisi positifnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammenegur Hasan yang masih kecil dengan teguran yang berbeda dengan teguran kepada orang dewasa. Padahal. beliau menjewer telinga saya seraya bersabda: ‘Wahai anak yang tidak amanah’” (HR.kurma itu! Tidakkah engkau mengetahui bahwa kita tidak boleh memakan barang zakat?’” (HR. Sehingga baik dari sang anak ataupun orang tua sama-sama tidak merasa terbebani. Ibnu Sunni) . Teknik Yang Tepat Seperti telah disebutkan dalam hadits di atas. seorang anak sesungguhnya justru menyukai ketika diberikan tugas-tugas kerumahtanggaan. Semisal mencuci hanya mencuci piring dan gelas yang mereka gunakan. Bahkan saat-saat yang tepat terlewatkan begitu saja dari para orang tua karena merasa kasihan pada si kecil. Ketika saya tiba di rumah Rasulullah. Akan tetapi. sebagai contoh mencuci piring dan gelasnya. terkadang orang tua merasa apa yang dilakukan anaknya malah akan menambah pekerjaannya atau malah merepotkan. Hal ini sebagaimana dicontohkan dalam hadits pertama dalam artikel ini dan juga dalam hadits berikut: ‫عن عبد ال بن بسر ااصحابي ر ضي ال عنه قال: بعثني أمي ألى رسول ال صلى ال عليه و سلم بقطف من عنب فأكلت منه قبل أن‬ ٍ َِ ْ ِ ّ ّ ّ ْ ّ ‫أبلغه إياه فلما جئت به أخذ بأذني، وقال: يا غـدر‬ ّ ّ Dari ‘Abdullah bin Busr Ash-Shahabi rodhiallahu ‘anhu ia berkata: “Ibu saya pernah mengutus saya ke tempat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memberikan setandan buah anggur. Bukhari dan Muslim) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mendidik seorang anak yang masih sangat kecil agar nantinya seterusnya ia dapat mengetahui dan memilah makanan yang halal dan haram baginya. Maka sebenarnya ini dapat dicarikan solusinya. Maka bersabar adalah poin yang harus ditekankan pada diri orang tua. maka coba hilangkan anggapan seperti ini. Anak ketika usia ini menyukai pekerjaan yang diberikan. Semisal tentang pekerjaan yang jika dilakukan anak dianggap malah merepotkan. Menegur Anak Termasuk dalam hal mendidik tanggung jawab pada anak adalah menegurnya dari kesalahan yang telah dilakukannya. Berikanlah batasan pekerjaan pada hal-hal yang berkaitan dengan mereka (sang anak). Maka orang tua dalam menegur atau memberitahukan tentang pekerjaan yang bisa diberikan kepadanya juga dengan cara-cara yang berbeda dengan orang dewasa. mengepel dan lain-lain. sebelum saya sampai kepada beliau saya makan (buah itu) sebagian. Yang menjadi permasalahan.

Dan dalam mengajarkan ini. orang tua harus dapat bersikap adil sehingga seorang anak tidak merasa terpojokkan dan mentalnya jatuh. Termasuk dalam menegur adalah mengingatkan seorang anak bila terjadi pertengkaran dengan teman lainnya (yang ini memang biasa terjadi pada anak-anak) untuk berani minta maaf. ‫مروا الصبي با الصلة إذا بلغ سبع سنين، وإذا بلغ عشر سنين فاضربوه عليها‬ ِ َ ّ ّ ِّ ُُ “Perintahkanlah anak-anak untuk mendirikan sholat ketika dia berumur tujuh tahun. Sedangkan setelah berumur sepuluh tahun. Dan yang diwajibkan adalah memerintahkan mereka. padahal sholat adalah hal yang pertama kali dipertanyakan ketika penghisaban nanti. Muslim) Tidak Hanya Tanggung Jawab Duniawi Hal yang sangat penting untuk diingat oleh para pendidik. Ada tanggung jawab yang sangat penting yang harus pula dididik mulai dari usia yang masih belia. Abu Daud dan lain-lain dari jalan Sabrah bin Ma’bad) Dari hadits ini.” (HR.Dari sini dapat diketahui bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperlakukan anak sesuai dengan kadar kesalahan dan kondisi seorang anak-anak.” (HR. Adapun mereka melaksanakan atau tidak maka mereka tidak berdosa (Abdul Hakim Amir Abdat. Salah satu caranya adalah dengan mendorong kedua belah pihak untuk saling memaafkan sambil diingatkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidaklah seseorang meninggalkan sholat karena meremehkan tanggung jawabnya nanti di hadapan Allah. ‫ما زاد ال عبدا يعفو إل عزا و ما تواضع أحد ل إل رفعه ال‬ ّ ّ ّ “Allah tidak menambah seorang hamba yang mau memaafkan kecuali kemuliaan dan tidaklah seseorang itu bersikap rendah diri kepada Allah kecuali Allah pasti akan mengangkat derajatnya. dan sisi lain beliau menghukum juga dengan tidak berlebihan. pendidikan tanggung jawab tidak hanya berkaitan dengan perkara-perkara di dunia seperti membereskan tugastugas. maka wajib bagi bapak atau wali untuk memukul anak-anak mereka jika mereka meninggalkan sholat fardhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. maka adalah tanggung jawab seorang bapak atau wali untuk memerintahkan anak-anak mereka untuk mendirikan sholat fardhu ketika berumur tujuh tahun. Dan ini berkaitan dengan rukun Islam yaitu penegakkan sholat lima waktu. Minta maaf adalah sebuah wujud tanggung jawab terhadap kesalahan yang diperbuatnya. Dan ketika dia telah berumur sepuluh tahun. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membiarkan seorang anak tidak bertanggung jawab terhadap amanah yang telah diberikan. maka pukullah dia kalau dia meninggalkan sholat. . Pukulan ini tentulah tidak pada muka dan tidak membekas pada tubuh. mainan dan lain sebagainya. Menanti Buah Hati).

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi kemudahan dan kesabaran untuk melaksanakan amanah ini. . Wallahu A’lam. Masih banyak poin-poin tentang tanggung jawab yang dapat ditanamkan pada diri anak. Tanggung jawab yang menjadi poin untuk dididik pada anak sesungguhnya juga merupakan hal yang patut diingat oleh setiap pemimpin dalam hal ini ayah dan ibu yang semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya diakhirat nanti atas apa yang mereka pimpin. Agar lebih dapat mendapat pembahasan yang luas silakan melihat pada kitabkitab yang penulis jadikan rujukan.Demikian yang dapat penulis berikan sedikit tentang pendidikan tanggung jawab pada anak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->