BAB 1 PENDAHULUAN

Penggunaan nama bentuklahan sebagai geomorfologi karena rasa tidak puas terhadap peristilahan fisiografi yang telah berkembang lebih dahulu. Istilah fisiografi digunakan di Eropa dan memasukkan unsur - unsur iklim, meteorologi, kelautan dan matematik geografi. Geomorfologi merupakan bagian utama geologi, walaupun kenyataannya di Eropa, Amerika dan Indonesia dianggap sebagai geografi fisik. Geomorfologi di lingkungan geologi belum berkembang, karena lebih banyak berkembang di lingkungan geografi untuk kepentingan pengembangan wilayah, penggunaan lahan dan hidrologi, sedangkan para pakar geologi memiliki anggapan bahwa geomorfologi merupakan bagian dari bidang ilmu geografi, padahal teknologi satelit sumberdaya alam yang berkembang saat ini merekam permukaan bumi dan menunjukkan potret muka bumi setiap hari, sehingga ketika harus menggunakan citra satelit para akhli geologi harus belajar kembali geomorfologi. 1.1 Pengertian geomorfologi Geomorfologi berasal dari bahasa yunani kuno, terdiri dari tiga akar kata, yaitu Ge(o) = bumi, morphe = bentuk dan logos = ilmu, sehingga kata geomorfologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bentuk permukaan bumi. Berasal dari bahasa yang sama, kata geologi memiliki arti ilmu yang mempelajari tentang proses terbentuknya bumi secara keseluruhan. Definisi ; Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi serta proses - proses yang berlangsung terhadap permukaan bumi sejak bumi terbentuk sampai sekarang. Berdasarkan pengertian dan definisi geomorfologi, maka bidang ilmu geomorfologi merupakan bagian dari geologi yang mempelajari bumi dengan pendekatan bentuk rupa bumi dan arsitektur rupa bumi. Tujuan mempelajari geomorfologi di lingkungan geologi selaras dengan motto Hutton , yaitu THE PRESENT IS THE KEY TO THE PAST (sekarang adalah kunci masa lalu). Pemahaman kata sekarang (the present) adalah pemahaman terhadap bentuk rupa bumi yang dapat dijadikan cerminan proses yang berlangsung di masa lalu. Faedah yang diharapkan dengan mempelajari geomorfologi yaitu membantu menelusuri proses - proses yang berlangsung pada bumi sejak terbentuknya bumi sampai sekarang dengan pendekatan bentuk rupa bumi yang tampak sekarang, sehingga pada penelitian geologi dapat dilakukan dengan cepat dan murah. 1.2 Konsep dasar geomorfologi Bentuklahan adalah fenomena geologi yang telah banyak dikembangkan dan direnungkan oleh para akhli filsafat kuno dan tidak hanya membuat pernyataan '" saat ini menjadi kunci masa lalu ", tetapi proses geomorfologi saat ini memilki arti yang sangat penting, karena perbincangan tentang sistematika evolusi geomorfologi tidak hanya terjadi pada awal abad ke 19, tetapi berlangsung sampai sekarang.

1.2.1 Konsep pemikiran geomorfologi kuno Pembahasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan biasanya diawali dengan pemikiran - pemikiran para akhli filsafat Yunani dan Romawi. Membahas pemikiran pemikiran para akhli Yunani dan Romawi kuno tentang perkembangan bentuklahan suatu kegiatan yang sangat baik untuk lebih mengenal perkembangan ilmu dimasa silam (Dark Age) yang telah banyak dilupakan, namun sangat membantu didalam pemahaman tentang evolusi geomorfologi yang dikembangkan oleh para pemikir kuno, seperti Herodatus, Aristoteles, Starbo dan Seneca. Herodatus (485 - 425 SM) sebagai " Bapak Sejarah " telah banyak melakukan penelitian geologi, menyebutkan pentingnya serpih dan lempung yang diendapkan setiap tahun oleh Sungai Nil, sehingga Mesir dianggap telah mendapat hadiah dari sungai. Selanjutnya disebutkan pula bahwa gempabumi adalah pegunungan yang menggeliat karena dewa sedang marah. Temuan fosil kerang di puncak - puncak perbukitan di Mesir menyebabkan Herodatus menarik kesimpulan berdasarkan temuannya tersebut bahwa air laut telah menggenangi dataran Mesir. Kesimpulan Herodatus tersebut merupakan dasar pemikiran perubahan muka air laut yang menjadi bahasan penting didalam geomorfologi. Aristoteles (384 - 322 SM) didalam tulisannya menyebutkan tentang asal - usul mataair yang diyakininya bahwa air yang mengalir dari mataair disebabkan oleh (a) air hujan yang terjebak pada lapisan tanah, (b) air yang terbentuk karena penguapan dari air yang masuk kedalam bumi, dan (c) air yang terkondensasikan di dalam bumi berasal dari embun yang tidak diketahui asal - usulnya. Seluruh air merembes dari pegunungan menyerupai bunga karang yang sangat besar, sehingga sebutan sungai hanya diterapkan pada bentuk aliran air yang berasal dari mataair. Selanjutnya disebutkan pula bahwa hujan menghasilkan aliran air deras, sehingga aliran sungai menjadi tidak menentu. Pemahaman tentang debit aliran selama periode hujan telah dikembangkan oleh Bernard Palissi (1563 dan 1580) dan Pierre Perrault (1674) yang menyebutkan bahwa curah hujan mampu membentuk aliran sungai. Aristoteles percaya bahwa gempabumi dan gunungapi memiliki sumber kejadian yang sama dan menyebutkan bahwa gempabumi berpengaruh terhadap pencampuran udara basah dan udara kering di bumi. Selanjutnya dikenalkan juga jalur laut yang tertutup oleh sedimen yang membentuk daratan, sehingga terbentuk tanah timbul dan disebutkan pula bahwa yang membawa material dari daratan ke laut adalah aliran dan diendapkan sebagai alluvium. Strabo (54 SM - 25) telah melakukan perjalanan yang jauh dan telah meneliti secara hati - hati, serta telah mencatat contoh lokasi aliran yang menghilang dan yang muncul di permukaan. Pemikirannya tentang "Vale of Tempe" merupakan hasil dari gempa bumi disertai dengan kegiatan gunungapi dalam kurun waktu yang lama karena tekanan tenaga dari dalam bumi. Kesimpulannya secara alamiah menyebutkan bahwa Gunung Visuvius adalah gunungapi yang telah mati. Strabo menjelaskan juga tentang aluvium sungai dan delta sungai yang memiliki bermacam - macam ukuran selaras dengan luas daerah aliran sungai alamiah, sehingga delta sungai yang sangat luas mencerminkan daerah aliran sungai yang sangat luas dan susunan batuan yang paling menonjol pada daerah aliran sungai tersebut berupa batuan yang lunak. Beberapa penelitian delta yang telah dilakukan oleh Strabo menyebutkan pertumbuhan delta dihambat oleh kegiatan laut, terutama oleh pasang naik. Seneca ( ? - 65) menyebutkan bahwa yang menyebabkan terjadinya gempabumi lokal adalah kekuatan tenaga dari dalam bumi, dan pemikiran lainnya menyebutkan bahwa curah hujan bukan salah satu sumber yang menyebabkan aliran sungai dan disebutkan pula bahwa tenaga arus dapat menggerus lembah, sehingga

melahirkan konsep bahwa pembentuk lembah adalah arus yang menggerus lembah tersebut. Pemikiran - pemikiran kuno telah menyebutkan bahwa terdapat hubungan proses (genetik) antara gempabumi dengan dengan deformasi kulit bumi. Pernyataan tersebut menjadi rancu karena sebab, akibat dan kejadian gempabumi justru dipengaruhi oleh deformasi. 1.2.2 Fajar pemikiran geomrfologi modern Setelah beberapa abad pemikiran geomorfologi cenderung mengikuti pola pemikiran Kekaisaran Romawi, hanya sedikit atau mungkin tidak ada pemikiran pemikiran lain di Eropa. Sekolah - sekolah yang ada pada saat itu adalah biara - biara yang tidak mempelajari ilmu tentang alam. Beberapa tempat pendidikan di Arabia yang hidup pada saat itu telah memunculkan pemikiran - pemikiran modern yang cemerlang. Ibn Sina (980 - 1037) menyatakan bahwa asal - usul pegunungan dibedakan menjadi dua kelas, yaitu (1) hasil dari suatu pengangkatan bumi, seperti bagian dari gempabumi dan (2) pengaruh aliran air yang disertai dengan hembusan angin di suatu lembah yang bersusunan batuan lunak. Konsep pegunungan menurut Ibnu Sina merupakan cerminan hasil dari perbedaan tingkat erosi yang berlangsung secara perlahan - lahan dalam kurun waktu yang panjang. Beberapa pandangannya telah telah ditetapkan sebagai awal dari pemikiran modern, tetapi tidak diterapkan pada pemikiran Eropa Barat. Pembuktian yang sangat luas tentang konsep Ibnu Sina telah dilakukan oleh sekelompok muridnya yang bukan berasal dari orang Arab dan dikenal dengan judul " DISCOURSES OF THE BROTHERS OF PURITY " (bahasan saudara yang seiman) pada tahun 941 dan 982 (Said, 1950). Didalam empat volume buku yang disusun tersebut diceritakan tentang erosi dan transportasi oleh arus dan angin, pelapukan serta awal pemikiran peneplain. 1.2.3 Hutton sang pendahulu Konsep penggerusan lahan didalam pemikiran yang tajam dan tepat dari suatu bentanglahan perlu dipikirkan kembali oleh para pemikir sebagai landasan dasar geomorfologi modern. Para pemikir kuno yang berpikir tentang perusakan lahan oleh proses erosi, tidak memiliki pemikiran yang matang untuk dijadikan suatu kesimpulan yang layak (logic). Ruang dan waktu tidak memberikan keleluasaan untuk membahas perkembangan jangka panjang dan jangka pendek untuk membahas tentang pemikiran geologi agar menjadi suatu pekerjaan tentang bumi (ground work) untuk bapak geomorfologi modern seperti James Hutton, tetapi jejak langkahnya telah diikuti oleh beberapa orang. Leonardo da Vinci (1452 - 1519) merupakan salah satu kelompok pertama yang menyusun pemikiran geologi dan dikatakan (Chorley et al, 1964) bahwa pemikiran yang cemerlang telah berkembang pada zamannya, sehingga merupakan puncak kecemerlangan para pemikir terdahulu. Leonardo da Vinci menyebutkan bahwa lembah dipotong oleh arus, dan arus membawa material dari salah satu tempat dipermukaan bumi kemudian diendapkan pada suatu tempat. Buffon (1707 - 1788) dari Perancis menyebutkan tenaga arus yang mampu menggerus dan merusak lahan, selanjutnya diakhiri dengan perataan yang memilki ketinggian yang sama dengan permukaan laut. Targioni dan Tozetti (1712 - 1784) dari Italia menyebutkan bencana erosi oleh arus dan pemikirannya tentang sungai yang terputus dihubungkan dengan batuan yang tertoreh serta mengenalkan dasar - dasar perbedaan erosi yang dipengaruhi oleh berbagai macam material geologi dan struktur geologi.

Guetthard (1715 - 1786) dari Perancis, membahas tentang degradasi di pegunungan oleh arus, dan menyebutkan bahwa tidak seluruh material yang dipindahkan oleh arus diangkut sampai ke laut, tetapi hanya sebagian material yang terangkut oleh arus tersebut mencapai dataran pantai. Diyakini pula bahwa laut merupakan tenaga penghancur yang sangat besar terhadap lahan, selanjutnya arus dan laut disebut sebagai perusak yang sangat cepat terhadap pantai curam di Perancis sebagai bukti pernyataannya. Desmarest (7125 - 1815) menyuarakan pemikirannya tentang lembah Perancis Tengah merupakan hasil kegiatan arus dan menelusuri perkemba-ngan tahap evolusi bentanglahan. De Saussure (1740 - 1799) dari Swiss menyebutkan bahwa lembah Alpen merupakan hasil kegiatan pengikisan arus yang mengalir dari puncak pegunungan dan mengalir mengikuti lembah tersebut. Selanjutnya disebutkan pula bahwa glasiasi (pencairan es) dapat menjadi faktor penyebab terjadinya erosi. James Hutton (1726 - 1797) yang lahir di Edinburgh, Skotlandia, seorang akhli fisika, tetapi lebih menyenangi ilmu pengetahuan, khususnya kimia dan geologi. Sangat terkenal karena perannya sebagai pelopor PLUTONIAN yang terkenal dengan batuan beku granit dan bertentangan dengan para akhli dari sekolah Wernerian yang terkenal sebagai penganut NEPTUNIS yang memiliki anggapan bahwa granit memiliki kandungan lapisan kimia. Selain membahas granit, Hutton memperkenalkan pula batuan metamorf, tetapi pernyataannya yang terkenal adalah konsep THE PRESENT IS THE KEY TO THE PAST (saat ini merupakan kunci masa lalu), sehingga doktrin uniformitarian bertentangan dengan konsep katastropisma. Teori bumi yang mengandung konsep pengkajian hukum komposisi,dissolusi dan restorasi lahan terhadap bumi telah diterbitkan pada tahun 1795 menjadi dua volume buku dengan judul : THEORY OF THE EARTH, WITH PROOFS AND ILLUSTRATIONS. John Playfair (1748 - 1819), seorang profesor matematika dan filsafat di Edinburgh, Skotlandia, setelah meninggalnya James Hutton pada tahun 1802 menerbitkan buku dengan judul : ILLUSTRATION OF THE HUTTONIAN THEORY OF THE EARTH , dengan gaya bahasa prosa ilmiah yang teliti dan jelas, sehingga jarang ada persamaannya. Playfair menyimpulkan pemikiran - pemikiran Hutton dengan jelas memiliki dampak yang sangat besar, terutama terhadap Sir Charles Lyell yang menjadi pelopor uniformitarian. Hasil penelitian Hutton menyebutkan bahwa proses masa lalu sampai masa sekarang masih terus berlangsung, yaitu lahan terkikis oleh proses mekanik dan kimia, yang sebelumnya telah diteliti namun salah, kecuali Desmarrest yang melihat gejala - gejala yang dijelaskan oleh Hutton. Konsep sistem sungai dan geomorfologi yang sangat berarti telah dikemukakan oleh Playfair lebih baik dari sebelumnya dan pernyataannya sebagai berikut :
Setiap sungai yang muncul terdiri dari percabangan utama, merupakan induk dari berbagai percabangan dan masing - masing mengalir pada lembah selaras dengan ukurannya, membentuk sistem lembah yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya, sesuai dengan kemiringan lereng yang dialirinya dan mustahil akan terjadi pengaliran jika masing - masing lembah tidak memiliki arus yang mengalir pada lembah tersebut. Jika suatu sungai berupa saluran tunggal, tidak memilki percabangan, maka aliran yang terjadi diperkirakan akan membentuk arus yang sangat deras atau arus aliran akan memiliki tenaga penuh yang meluncur pada saluran tersebut dan langsung menuju samudra. Jika bentuk sungai terpecah menjadi beberapa percabangan de-ngan jarak yang cukup besar antara cabang satu dengan yang lainnya, kemudian dibagi lagi menjadi beberapa percabangan kecil, sehingga akan memberi kesan seolah - olah saluran terbentuk oleh torehan air berupa pengikisan permukaan dan erosi terhadap lahan. Kejadian tersebut berlangsung secara sinambung bagaikan mengukir permukaan bumi.

1.2.4 Beberapa konsep dasar Thornbury (1969) Pembahasan tentang konsep geomorfologi untuk bentanglahan jangan hanya menggunakan salah satu konsep saja, tetapi akan lebih baik jika beberapa konsep geomorfologi dapat dipahami sehingga evaluasi terhadap bentanglahan akan lebih baik. Konsep 1 : Proses yang berlangsung secara fisik saat ini memiliki kecepatan yang berbeda selaras dengan waktu geologi. Dasar - dasar geologi modern yang dikenal sebagai uniformitarian telah dikembangkan oleh Hutton pada tahun 1785, selanjutnya ditulis kembali oleh Playfair pada tahun 1802 dan dikembangkan oleh Lyell sebagai maha karyanya dengan judul Dasar - dasar Geologi ( Principles of Geology ). Hutton mencetuskan : " saat ini adalah kunci masa lalu " telah diterapkan secara baku sehingga menimbulkan perdebatan, karena pernyataan tersebut mengandung arti bahwa proses geologi yang berlangsung selaras dengan waktu geologi memiliki kecepatan yang sama dengan saat sekarang. Konsep ini tentunya salah, karena galasiasi (pencairan es) memiliki peran yang sangat penting sejak kala Plistosen dan sepanjang waktu geologi dari pada sekarang. Perlu dipahami juga bahwa iklim sekarang telah berubah, daerah yang memiliki iklim basah pada masa lalu, sekarang telah berubah menjadi beriklim kering (gurun) dan sebaliknya. Periode dari ketidak stabilan gerakan kulit bumi berlangsung pada periode pemekaran, sedangkan kulit bumi sekarang relatif stabil. Salah satu contoh proses geologi yang berlangsung selaras dengan waktu geologi yaitu pengikisan lembah oleh arus yang berlangsung sejak masa lalu sampai sekarang, tetapi pengikisan lembah oleh pencairan es (glasiasi) pada kala Plistosen memiliki perbedaan dengan proses glasiasi pada umumnya. Angin telah mengendapkan batupasir Navajo sejak kala Yura dan memiliki perbedaan dengan gerakan yang dipengaruhi oleh angin sekarang. Konsep 2 : Geologi struktur merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap evolusi bentuklahan yang tampak sekarang. Siswa - siswa W.M Davis diajarkan tentang faktor utama yang mempengaruhi perkembangan bentuklahan adalah struktur geologi, proses geomorfologi dan tingkat pengaruhnya. Saat ini beberapa akhli geomorfologi meragukan terhadap tingkat pengaruh sebagai faktor utama yang mempengaruhi perkembangan bentuklahan, akan tetapi para akhli geologi setuju terhadap konsep proses dan geologi struktur sebagai pengaruh utama. Pernyataan struktur geologi tidak hanya diterapkan pada pandangan sempit, seperti struktur batuan, struktur perlipatan, struktur sesar dan ketidak selarasan, tetapi perhatian perlu ditekankan pula terhadap material bumi penyusun bentuklahan secara keseluruhan yang memiliki perbedaan pengaruh fisika dan kimia. Pandangan struktur geologi selanjutnya didalam pembahasan ini adalah suatu fenomena geologi yang lebih luas, yaitu posisi batuan di tempat yang tinggi, kekar, perlapisan batuan, sesar dan perlipatan, kekerasan mineral tertentu, porositas batuan dan berbagai macam perbedaan pada batuan penyusun kulit bumi. Pernyataan struktur geologi dapat dimanfaatkan untuk memahami strtigrafi dan struktur susunan (sikuen) batuan yang muncul sebagai singkapan pada suatu daerah, seperti perlapisan horisontal, perlapisan yang memiliki kemiringan perlapisan (dip), terlipat atau tersesarkan, sehingga pemahaman struktur geologi yang sederhana menjadi penting. Ungkapan batuan keras (tahan) atau lunak (tidak tahan) terhadap proses geomorfologi merupakan pemakaian ungkapan yang biasa selama digunakan untuk pandangan yang relatif dan tidak ditekankan untuk pandangan pengaruh fisika atau kimia, karena batuan dipengaruhi pula oleh proses fisika dan kimia. Suatu batuan

sehingga banyak sekali faktor yang mempengaruhi tingkat proses geomorfologi lokal. dan . Perbedaan komposisi batuan dan struktur tercermin dari keaneka ragaman geomorfologi dan topografi lokal. yaitu pengikisan terhadap permukaan bumi. tingkat kelembaban. seperti tingkat pelapukan. sedangkan proses yang lain. sehingga memiliki ketahanan batuan terhadap proses geomorfologi yang berbeda pula. erosi dan pengendapan yang memiliki pengaruh terhadap keaneka ragaman geomorfologi. sedangkan proses eksogenetik bersifat sebaliknya. Konsep 4 : Proses geomorfologi meninggalkan jejak pada bentukla lan dan proses geomorfologi yang berkembang mem bentuk ciri . karena pada batas . perombakan massa batuan dan erosi yang dipe-ngaruhi oleh gaya eksternal disebut sebagai proses eksogenetik. Keaneka ragaman batuan dan struktur geologi merupakan faktor utama yang mempengaruhi perubahan permukaan bumi. Secara umum tampilan struktur batuan harus lebih tua dari pada perkembangan bentuklahan. Bentuklahan memiliki ciri . Konsep 3 : Relief permukaan bumi yang luas karena proses geomorfologi berlangsung pada tingkat yang berbeda. terutama pengaruh perbedaan temperatur. Kejadian diatropisme perlipatan pada kala Plistosen sangat sulit disebut tidak tererosi.batas tertentu dengan tingkat yang berbeda proses geomorfologi masih berlangsung. sedangkan daerah dengan posisi topografi lebih rendah disusun oleh batuan yang lunak. tingkat kelembaban tanah dan tingkat perubahan tahunan temperatur. kecuali pada daerah diatropisme sekarang (Resen) dapat diperkirakan bahwa daerah yang memiliki posisi topografi yang tinggi disusun oleh batuan yang keras. konfigurasi kerapatan kontur dan vegetasi.ciri pada bentuklahan. Konsep proses geomorfologi yang berlangsung terhadap permukaan bumi bukan sesuatu yang baru. tetapi bukan berarti proses geomorfologi tidak memiliki peran.ciri tertentu.mungkin tahan terhadap salah satu proses geomorfologi. kipas aluvial. tetapi tidak tahan terhadap proses geomorfologi lainnya dan dibawah kondisi iklim tertentu menunjukkan perbedaan tingkat ketahanan batuan. Dataran banjir. Proses geomorfologi yang memiliki keaneka ragaman sangat kecil. Penggunaan istilah proses yang dipakai untuk semua perubahan yang terjadi terhadap rupa bumi secara fisika dan kimia. masih memiliki arti yang sangat penting. perombakan massa batuan. Perbedaan kondisi iklim mikro yang sangat menonjol antara dasar lembah dengan puncak bukit dan antara lahan terbuka dengan lahan tertutup vegetasi akan tampak dari jumlah penguapan lokal. tergantung pada proses geomorfologi yang berpengaruh terhadap bentuklahan tersebut. seperti pelapukan. Topografi minor dan rinci atau disebut sebagai mikrotopografi memiliki hubungan yang erat dengan keaneka ragaman batuan. Secara umum proses endogenetik bersifat membangun. Tingkat kecepatan proses geomorfologi lokal memberi pengaruh terhadap perubahan permukaan bumi. tetapi terlalu kecil untuk diamati. sehingga diperkirakan bahwa struktur batuan telah terbentuk sebelum bentuklahan. Alasan utama permukaan bumi memiliki gradasional yang berbeda karena kerak bumi disusun oleh batuan yang berbeda dan struktur yang berbeda. Proses diatropisma dan vulkanisma dipengaruhi oleh gaya yang berasal dari dalam bumi. sehingga oleh Penck disebut sebagai proses endogenetik. tetapi pemikiran tentang proses geomorfologi akan meninggalkan jejak di atas permukaan bumi adalah pemikiran yang lebih maju.

Istilah siklus geomorfologi tidak selalu tepat untuk menunjukkan suatu perubahan bentanglahan akibat gradasional. Triccart dan Cailleux. Perdebaan dan pertentangan didalam ilmu pengetahuan merupakan akibat dari penjelasan yang sangat sederhana dan tidak jelas.M Davis merupakan suatu kenyataan.ciri proses bentuklahan tergantung pada tahap perkembangan proses. dewasa dan tua. Bentanglahan sederhana merupakan hasil proses geomorfologi tunggal. tetapi mencari istilah atau konsep pengganti sangat sulit. karena akan sulit menentukan karakteristik perkembangan bentuklahan yang khusus. Ciri . Pada tahap akhir dari proses geomorfologi permukaan bumi memiliki topografi berelief rendah yang disebut sebagai peneplain (perataan). sehingga ciri . Horberg (1952) mengelompokkan bentanglahan menjadi beberapa kategori.M Davis menyebutnya sebagai konsep siklus geomorfologi. sehingga penggunaan istilah siklus geomorfologi tidak hanya menyatakan siklus alam yang mewakili tahap evolusi bentuk permukaan bumi tetapi termasuk pula pemikiran bahwa perkembangan permukaan bumi terjadi secara teratur dan berurutan dengan tidak menggunakan penamaan evolusi permukaan bumi sebaai tahap muda. (2) bentanglahan campuran. tetapi termasuk juga menegaskan hubungan genetika terjadinya bentuklahan. Kondisi geologi dan keragaman iklim membentuk ciri permukaan bumi yang sangat beragam walaupun proses geomorfologi berkembang pada periode yang sama. Proses geomorfologi yang rumit dan media yang bekerja dibawah kondisi iklim tertentu disebut sebagai sistem morfogenik (morphogenic system. 1955). seperti pengangkatan lantai samudra. Konsep umum yang digunakan pada tingkat dasar memiliki beberapa kelemahan apabila di-terapkan pada evolusi permukaan bumi yang lebih rumit.ciri yang berkembang pada bentuklahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk klasifikasi genetika bentuklahan. Pada umumnya topografi rinci hasil dari siklus erosi yang berlangsung . dataran lava. Beberapa akhli geomorfologi percaya bahwa permukaan bumi memiliki keteraturan umur. dan W. dewasa atau tua yang memiliki pengertian bahwa topografi yang berada pada tahap yang sama memiliki ciri yang sama pula.delta merupakan hasil kegiatan arus sungai. plato atau endapan yang tertutupoleh endapan glasial Plistosen. Konsep 6 : Evolusi geomorfologi tidak sesederhana yang dibayang kan. (4) bentanglahan multi siklus dan (5) bentanglahan hasil pembentukan kembali. sehingga menimbulkan keraguan. Konsep 5 : Media erosi yang berbeda pada permukaan bumi mem bentuk susunan bentuklahan tertentu. Bentanglahan campuran merupakan hasil siklus erosi lebih dari satu kali atau hasil dua atau lebih proses geomorfologi. yaitu (1) bentanglahan sederhana. permukaan kerucut vulkanik. artinya bentanglahan tersebut meninggalkan jejak siklus erosi yang terjadi hanya satu kali dan umumnya terbatas pada permukaan bumi yang baru terbentuk. (3) bentanglahan siklus tungal. dewasa dan tua yang dikemukakan oleh W. terutama terhadap peneplain (perataan) yang dianggap sebagai akhir dari suatu siklus geomorfologi. tetapi tidak semua yakin bahwa tahap muda. Mempelajari bentuklahan akan mengalami kesulitan jika tidak memahami bahwa topografi merupakan hasil dari proses atau siklus geomorfologi. Rekayasa yang tepat dari suatu arti proses evolusi bentuklahan tidak hanya memberikan gambaran yang lebih baik dari perkembangan bentuklahan. sehingga timbul . tahap perkembangan proses diawali dari tahap muda.

ciri topografi yang terbentuk di atasnya. dan perpindahan material oleh angin sangat berpengaruh terhadap perkembangan bentuk rupa bumi. selama zaman glasial pernah beriklim seperti di sub arktik Amerika Utara dan Eurasia yang dicerminkan oleh tanah . Secara umum struktur geologi lebih tua dari pada ciri .daerah yang terletak pada lintang menengah. Munculnya bentanglahan masa lampau yang telah ditutupi oleh batuan beku atau batuan sedimen karena batuan penutup tersebut terkikis. tetapi perlu disadari bahwa proses yang berlangsung tidak hanya kegiatan aliran air saja. tetapi sangat jarang terjadi. serta terbentuk sejak munculnya manusia dan sebagian kecil muka bumi sekarang memiliki hubungan yang jelas dengan permukaan bumi pra Miosen. Bentanglahan campuran tercermin sangat baik pada daerah yang dipengaruhi oleh glasiasi Plistosen.proses yang lain seperti pelapukan.ciri topografi tua jarang ditemukan. proses .perdebatan karena pada semua bentanglahan telah terjadi proses geomorfologi yang bercampur. Konsep 7 : Topografi bumi yang paling menonjol adalah topografi yang lebih muda dari kala Plistosen. faktor iklim sangat berpengaruh. erosi oleh limpasan air permukaan dan proses . Sebagian besar topografi sekarang lebih muda dari kala Plistosen. Diperkirakan pula bahwa permukaan bumi 90 % terbentuk setelah Tersier dan mungkin 99 % terbentuk setelah Miosen Tengah. pantai. Konsep 8 : Pemahaman terhadap bentanglahan sekarang diperlukan pemahaman kondisi geologi dan iklim pada kala Plistosen. air terjun dan tebing berumur lebih muda dari Miosen. Pegunungan Himalaya pertama terlipat pada kala Kapur. Glasiasi sangat berpengaruh baik secara langsung atau tidak langsung. kecuali yang ditemukan pada daerah diatropisma Plistosen Awal dan Resen.saluran pada masa praglasial yang muncul dan hanya sebagain kecil menjadi ciri lokal. Daerah . danau. Ciri . Konsep bentanglahan dengan iklim yang beragam dapat dimasukan sebagai konsep bentanglahan yang rumit.daerah yang sekarang beriklim sedang. Australia dan Amerika Utara. kecuali berupa bentuklahan tua yang tersingkap kepermukaan akibat dari gradasional. Kurang lebih 100 cekungan di pedalaman Amerika Serikat bagian Barat yang saat ini berbentuk danau dengan iklim arid dan semi arid menunjukkan sistem fluvial yang sama dengan di Asia. Pemahaman topografi rupa bumi adalah untuk mengenal perubahan kondisi geologi dan kondisi iklim kala Plistosen yang mempengaruhi topografi sekarang. Kondisi yang sama terjadi pada bentanglahan hasil pelarutan oleh air tanah. Material material hasil pengikisan galsial dan tiupan angin menyebar luas sampai ke daerah yang tidak mengalami glasiasi. kemudian kala Eosen dan Miosen. Sebagai contoh bentanglahan hasil dari kegiatan aliran air. seperti saluran .proses yang berlangsung terhadap pembentukkan bentanglahan. sungai. tetatpi lereng sekarang terbentuk pada kala Plistosen dan air terjun yang terbentuk saat ini lebih muda dari relif rinci yang berumur Plistosen dan Resen. Daerah . karena berkembang dibawah kondisi iklim yang beragam sebagai faktor yang mempengaruhi proses geomorfologi dan sangat berhubungan dengan kondisi iklim kala Plistosen. gerakan material karena gravitasi. Afrika. sehingga daerah sekarang beriklim arid atau semi arid pada zaman glasial beriklim basah. Ashley (1931) percaya bahwa pahatan rupa bumi seperti gunung. walaupun pada beberapa bentanglahan dapat ditemukan proses geomorfologi tunggal. lembah. sehingga dapat disimpulkan bahwa glasial sangat mempengaruhi iklim dunia.

Geomorfologi cenderung menekankan asal . karena pembekuan samudera menyebabkan penurunan muka air laut dan kembali normal pada zaman interglasial. khususnya temperatur dan penguapan sangat berpengaruh terhadap proses geomorfologi. Faktor iklim. Perubahan muka air laut memiliki pengaruh terhadap topografi.yang membeku secara permanen dan biasa disebut sebagai permafrost. sebagai contoh iklim yang berpengaruh tidak langsung terhadap proses geomorfologi adalah sebaran. Perubahan iklim dapat berpengaruh secara langsung atau tidak langsung. . Glasiasi kala Plistosen merupakan peristiwa yang paling besar walaupun diatropisma yang berkembang sejak Pliosen. Perbedaan antara bentuklahan dengan geologi dinamik yang paling jelas adalah proses terjadinya bentuklahan atau sisa . Konsep 9 : Pengenalan iklim sangat penting untuk dapat memahami dengan baik perbedaan proses geomorfologi yang berlangsung. seperti Great Lakes merupakan sistem aliran yang dipengaruhi oleh glasial terbesar di dunia. pe nguapan dan perubahan temperaturan harian. Konsep 10 : Geomorfologi menekankan kondisi sekarang bermanfaat untuk mengungkap sejarah perkembangan bumi. kerapatan dan jenis vegetasi. Plistosen sampai Resen masih berperan sebagai faktor pe . Akhli geomorfologi selalu melakukan pendekatan dengan menggunakan hukum uniformitarianisme.sisa bentuklahan yang relatif muda. Hasil pengikisan akibat pencairan es atau endapan glasial yang tertiup angin membentuk gumuk pasir (sand dunes) atau bercampur dengan lanau atau lempung disebut sebagai loess. sedangkan pengaruh langsung antara lain curah hujan. Pencairan es terhadap lautan sangat berpengaruh terhadap pembentukkan koral. sehingga tidak ada alasan untuk memisahkan antara studi bentanglahan dengan geologi dinamik.ngikisan). Glasiasi sangat berpengaruh terhadap pembentukkan danau. Rejim aliran yang dipengaruhi oleh perubahan iklim ditandai dengan perselingan antara agradasi (pengendapan) dan gradasi (pe .usul (proses) bentanglahan saat ini dan masa lalu selaras dengan waktu geologi. Paleogeomorfologi bentuklahan merupakan sejarah alam geomorfologi yang diperkenalkan oleh Bryan (1940) dan menjelaskan bahwa bentuklahan merupakan hasil dari suatu proses.ngaruh pembentukkan bentanglahan.

Salah satu sistem yang telah banyak dimanfaatkan untuk berbagai tujuan yaitu sistem yang dikembangkan oleh International Institute for Aerial survey and Earth Sciences (ITC). karena memasukkan beberapa aspek geomorfologi disertai dengan legenda yang sederhana dan jelas. Biasanya peta informasi memiliki kandungan yang sangat sederhana. sehingga dapat menekan biaya pembuatan peta. dengan tujuan agar pengguna peta dapat mencapai tujuannya tanpa harus tersesat. tetapi masih banyak terjadi kerancuan. 2. selanjutnya disebut dengan sistem pembuatan peta geomorfologi untuk berbagai macam tujuan. Sistem dapat digunakan untuk setiap daerah dan lentur (fleksibel). 2. ibu kota propinsi atau kabupaten.BAB 2 SISTEM PENELITAN DAN PEMETAAN GEOMORFOLOGI Sistem penelitian dan pemetaan geomorfologi telah banyak dikembangkanm selaras dengan tujuan penelitian yang dilakukannya. sungai . sedangkan peta sekolah (atlas) memberi petunjuk tentang daerah propinsi atau kabupaten. Contoh . Metode ITC dapat digunakan untuk tujuan pemetaan geologi. sehingga isi peta diselaraskan dengan skala secara konseptual dan grafis. Belanda.sungai yang . 2. Unsur . 4. peta dasar (base map) dan peta bertema (thematic map). Sistem harus memberi penekanan terhadap unsur .unsur bentuklahan. artinya legenda pada peta harus dapat dijadikan simbol untuk suatu keputusan obyek penelitian. sehingga menjadi suatu sistem pemetaan geomorfologi yang memiliki karakteristik yang jelas.1 Peta informasi Peta informasi merupakan peta yang dapat digunakan oleh berbagai pihak. sehingga sistem mampu dijadikan landasan penelitian geomorfologi analitik dan geomorfologi sintetik. khususnya di wilayah tropis (Indonesia dan Amerika Latin). Sistem dapat digunakan untuk pemetaan dengan berbagai macam skala.1 Pemahaman peta dan manfaat peta Peta adalah gambaran dari rupa bumi yang mencerminkan keadaan suatu daerah atau lokasi. Verstappen (1967 dan 1968) dan Van Zuidam (1968 dan 1975) telah mengembangkan sistem penelitian geomorfologi berdasarkan pengalamannya di seluruh dunia.unsur yang perlu diperhatikan didalam menyusun sistem gemorfologi adalah sebagai berikut : 1. Sistem harus menghasilkan peta .peta yang sederhana. khususnya pemahaman geomorfologi untuk tujuan pemetaan geologi. sesuai dengan fungsi peta tersebut yaitu sebagai petunjuk dan pemberi informasi. 3. jarak atau ciri khas tujuan wisata.1. peta sekolah (atlas) dan peta topografi.contoh peta informasi antara lain peta pariwisata. Beberapa jenis peta sebagai petunjuk dan pemberi informasi antara lain : peta informasi. Peta pariwisat mengandung informasi .informasi tentang letak. sehingga peta dapat disebut sebagai petunjuk atau pemberi informasi rupa bumi dan lokasi suatu daerah.

maka dugaan sementara terhadap lereng yang . Nama . karena kesalahan biasanya terjadi karena penggunaan material dasar (peta topografi atau foto udara) yang lama dan tidak teliti. Penentuan lokasi yang baik dan tepat merupakan unsur utama didalam menyusun peta dasar yang baik.unsur geografi.kondisi yang diharapkan dan akhirnya hanya digunakan sebagai dasar perbandingan pada suatu daerah saja. bukitbukit kecil. titik ketinggian dan garis ketinggian (kontur) yang dapat mencerminkan kondisi lereng dengan melihat kerapatan kontur pada peta. sehingga jika komponen . Keselarasan unsur . jalan dan sebagainya sangat bermanfaat untuk menentukan lokasi penelitian. Jika informasi dari peta topografi atau foto udara dapat diandalkan. rel KA atau saluran) . sehingga peta dasar merupakan peta rencana kegiatan yang telah tersusun untuk memudahkan kegiatan yang akan dilakukan dan menghemat biaya. Peta topografi memilki kandungan informasi dan petunjuk daerah.1. sungai. maka menjadi tidak bermanfaat dan informasi yang dipetakan tersebut menjadi tidak berguna karena tidak dapat dilokalisasi (diplot) dan dievaluasi terhadap kondisi .terkenal dan gunung .Faktor .2 Peta dasar (base map) Peta dasar adalah suatu gambaran dari berbagai komponen yang terpilih didalam suatu daerah pemetaan. 2. Informasi dan peta topografi yang terbaru merupakan kebutuhan yang mutlak. gunung. 2. Memilih unsur . nama sungai dan nama daerah. Batas sungai dan pantai. 4. Maksud penyusunan peta dasar sebelum melaksanakan kegiatan tertentu merupakan langkah persiapan sebelum kegiatan dilaksanakan. Sebagai contoh kerapatan garis kontur mencerminkan lereng yang terjal. seperti tebing. punggungan dan sebagainya). sehingga memerlukan analisis agar dapat dijadikan peta dasar.komponen tersebut harus memiliki hubungan dengan topografi. tergantung pada tingkat kesulitan dari unsur pokok. seperti titik ketinggian. Memilih unsur . Unsur .unsur peta secara umum seperti garis atau titik dan tampilan peta yang akan dijadikan acuan.faktor yang sering berubah. lokasi. seperti : Kondisi hidrografi Batas pemukiman Batas wilayah kehutanan/ pertanian/perkebunan. maka kandungan pokok pada peta tujuan akan sangat bermanfaat. seperti batas administratif daerah.unsur peta yang mudah dimengerti.komponen tersebut tidak memiliki hubungan.unsur peta dasar dengan materi pokok. jalan raya.Posisi konstruksi (bangunan. Komponen . 3.nama daerah. misalnya : .Posisi titik kontrol geodetik . . Biasanya peta topografi dijadikan peta kerangka untuk menyusun peta dasar atau peta bertema (thematic map) yang dapat memberikan informasi tentang hubungan antara elemen .unsur peta dasar sampai batas minimum. lembah.gunung yang terkenal. Biasanya yang digunakan sebagai peta dasar untuk suatu kegiatan adalah peta topografi yang sebenarnya hanya memberikan informasi secara umum. Membatasi unsur . Informasi pada peta topografi atau foto udara yang berhubungan langsung dengan unsur .Rincian topografi (batasan topografi.Posisi danau dan sungai . garis ketinggian (kontur). nama kampung.elemen pokok dan satuan geomorfologi.unsur penting menyusun peta dasar untuk kepentingan geomorfologi atau geologi antara lain : 1.

sehingga aspek . struktur geologi.aspek geomorfologi yang digambarkan pada peta menggunakan simbol . geologi teknik.3 Peta bertema ( thematic map) Peta bertema adalah peta yang mengandung informasi . sehingga memerlukan penguraian yang lebih rinci.aspek geomorfologi yang digambarkan pada peta geomorfologi.curam tersebut dapat berupa sesar (patahan) atau terdapat perbedaan kekerasan batuan atau pola punggungan yang memanjang dapat diduga sebagai perlipatan.000 sampai 1 : 500. Pada peta geomorfologi analitik tercermin satuan geomorfologi yang sangat luas dan belum memberikan informasi yang rinci.aspek geomorfologi di suatu daerah yang cukup luas. geologi teknik. 2. sehingga pada saat kegiatan penelitian di lapangan akan lebih terarah kepada hasil analisis peta topografi tersebut. b. Peta geomorfologi sintetik.komponen geomorfologi yang besar merupakan ciri dari peta geomorfologi analitik. sehingga sifat peta geomorfologi analitik bersifat peta tinjau (reconnissance) dengan skala peta 1 : 50.informasi tujuan tertentu untuk maksud tertentu yang dibutuhkan oleh pemakai tertentu pula. pulau atau negara. pengembangan wilayah atau penggunaan lahan. Simbol warna digunakan untuk aspek geomorfologi yang jelas dan memiliki arti penting di dalam peta tersebut. pengembangan wilayah dan tataruang.batas yang jelas. Analisis terhadap peta topografi tersebut sangat bermanfaat untuk kegiatan penelitian geologi. 2. Menurut Verstappen . Misalnya bentanglahan (landscape) atau mintakat (zone) Bandung berdasarkan fisiografi Van Bemmelen (1949) terdiri dari sistem lahan (land system) rangkaian gunungapi (volcanous) dan sistem lahan ( land system) struktural.simbol warna dan pola hitam putih disertai arsiran. Peta geomorfologi analitik sangat berperan untuk digunakan sebagai bahan analisis yang bersifat regional dalam ukuran propinsi. Sebagai contoh peta geologi memberikan informasi tentang sebaran batuan secara lateral dengan batas . tergantung pada kepentingan pembuatan peta didalam menetapkan aspek .000. Secara garis besar peta geomorfologi dapat dibedakan menjadi tiga jenis peta. misalnya eksplorasi minyak bumi.aspek geologi lainnya.1 Peta geomorfologi analitik Secara garis besar kandungan informasi dari peta geomorfologi analitik cenderung memberikan informasi aspek . Petaa geomorfologi pragmatik.aspek geomorfologi yang dipetakan. 2. c.2. posisi temuan fosil.informasi geologi sebagai landasan kerja yang sedang ditekuninya. namun sudah dapat dimanfaatkan sebagai dasar (landasan) penelitian lebih lanjut.1. sehingga aspek tersebut disimbolkan dengan warna. Kandungan informasi tersebut merupakan hasil dari suatu kegiatan penelitian tertentu dengan harapan pemakai peta dapat mengambil keputusan dan kesimpulan terhadap kegiatan penelitian yang dilakukannya. Analisis bentanglahan yang sangat luas dan komponen . Penggunaan peta geologi yang telah tersusun dengan baik dapat dibaca oleh pengguna yang berhubungan dengan informasi . bahan galian atau aspek .2 Pemahaman peta geomorfologi Peta geomorfologi telah banyak dibuat oleh berbagai lembaga di dunia dan memiliki perbedaan terhadap tinjauan aspek . seperti aspek morfogenetik didalam pemetaan geomorfologi. yaitu : a. Peta geomorfologi analitik.

Warna . Aspek utama peta geomorfologi analitik ASPEK UTAMA Bentuk permukaan 1. Morfografi KRITERIA PEMETAAN Aspek yang digambarkan dari morfologi suatu daerah. 2. seperti kemiringan lereng. titi ketinggian . Morfokhronologi menggunakan simbol huruf atau angka dengan menggunakan warna hitam. sehingga informasi morfografi. Morfometri . Morfometri yang penting dari ciri roman muka bumi dapat ditampilkan dengan simbol garis hitam.abu berupa bayangan. gambar lithologi dengan warna bayangan abu . sehingga harus digambarkan dengan jelas dan digunakan simbol warna. Tabel 1. Verstappen (1970) menyebutkan bahwa penggunaan simbol untuk morfokhronologi tidak perlu menggunakan simbol garis.faktor perkembangan yang paling menonjol dari suatu bentanglahan.abu. panjang lereng dan kekerasan relief.warna tertentu yang direkomendasikan untuk dijadikan simbol satuan geomorfologi berdasarkan aspek genetik adalah sebagai berikut : KELAS GENETIK Bentuklahan asal struktural Bentuklahan asal gunungapi Bentuklahan asal denudasional Bentuklahan asal laut (marine) Bentuklahan asal sungai (fluvial) Bentuklahan asal glasial (es) Bentuklahan asal aeolian (angin) Bentuklahan asal karst (gamping) SIMBOL WARNA Ungu / violet Merah Coklat Hijau Biru tua Biru muda Kuning Jingga (orange) Morfografi dan morfometri yang tercermin pada peta topografi dinyatakan oleh lambang garis atau huruf yang telah baku dan dicetak de . morfometri dan lithologi (batuan) tampak pada peta dengan warna yang tidak menonjol. Pemilihan warna yang tepat dapat memberikan informasi yang lebih banyak dengan tidak mengabaikan simbol warna yang digunakan oleh satuan bentuklahan pada suatu daerah berdasarkan morfogenetik.dan Van Zuidam (1968 dan 1975) bahwa proses endogen dan eksogen masa lalu dan sekarang merupakan faktor .ngan warna hitam atau abu . misalnya simbol garis berwarna merah untuk proses erosi dan warna biru untuk banjir atau sedimentasi. sedangkan simbol garis berwarna dianjurkan untuk penggambaran simbol morfodinamik (proses aktif). karena biaya untuk pembuatan peta akan menjadi mahal dan umur bentuklahan harus diketahui dengan benar. perbukitan atau pegunugan Nilai aspek geomorfologi daerah. Lithologi digambarkan dalam bentuk simbo. seperti dataran. tetapi simbol untuk morfokhronologi dapat dihilangkan.

4. Komponen lahan (land component) 2. misalnya unsur .unsur morfografi. Morfodinamik Proses eksogen yang berhubungan dengan gerakan angin. Sumber : Van Zuidam (1985) 2.2.Morfo aransemen Hubungan antara perubahan bentuklahan dengan proses yang sedang berlangsung.1. Satuan lahan (land unit) . (nisbi dan Waktu proses terjadinya suatu bentuklahan. patahan dan lipatan. 5. misalnya " Villafranchian" untuk umur glasial tua dan "Monasterian" untuk dataran pantai muda.000 sampai 1 : 25. pegunungan antiklin.000. titik ketinggian. seperti dataran. seperti cuesta.3.ASPEK UTAMA KRITERIA PEMETAAN Bentuk permukaan 1. Morfostruktur pasif. Aktivitas proses endogen seperti vulaknisma. lereng patahan. 3. perbukitan atau pegunungan. 2. seperti gumuk pasir. Morfokhronologi absolut). Morfografi Aspek yang digambarkan dari morfologi suatu daerah. air atau es. panjang lereng dan kekasaran relief. morfometri dan material penyusun. Morfometri Nilai aspek geomorfologi daerah.2 Peta geomorfologi sintetik Kandungan peta geomorfologi sintetik cenderung memberikan informasi geomorfologi yang bersifat semi rinci (semi detail) dan mulai mengarah pada suatu tujuan tertentu. 3. sedimentasi atau gurun. 3.bagian lahan semi rinci dari suatu bentangan lahan dari tingkat yang paling kecil sampai tingkat yang paling besar sebagai berikut : 1. seperti gunungapi. seperti kemiringan lereng. Morfogenesis (asal . Pada peta geomorfologi sintetik pengelompokkan lahan dibagi menjadi 4 tingkat yang mencerminkan bagian . dataran fluvial. morfogenetik. hogback dan kubah.usul bentuklahan dan proses terjadinya bentuklahan). Lithologi / jenis batuan dan struktur batuan dihubungkan dengan proses pengikisan. Skala peta geomorfologi sintetik yang digunakan adalah 1 : 50. 3.2. Morfostruktur aktif. sehingga informasi geomorfologi semi rinci dapat ditampilkan di dalam peta geomorfologi sintetik.

ciri perkembangan bentuk permukaan lahan (relief) yang berhubungan berhubungan dengan aspek lingkungan. bentuk permukaan (relief). biasanya digunakan untuk pekerjaan konsultan atau proyek pembangunan.3. sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pemetaan geologi. biasanya digunakan untuk kepentingan pekerjaan khusus seperti keteknikan atau manajemen. yaitu puncak gunungapi. . Tampilan aspek . Skala peta yang digunakan untuk menampilkan komponen lahan adalah 1 : 100. Bentuklahan. biasanya digunakan untuk kepentingan pekerjaan proyek pembangunan yang bersifat sangat luas. Skala peta yang digunakan untuk menampilkan bentuklahan adalah 1 : 10.ciri tampilan luar. batuan (lithologi) dan iklim.satuan lahan yang dibentuk berdasarkan landasan komponen lahan memiliki kesamaan bentuklahan. Sistem lahan (land system) 5.000. proses dan lithologi merupakan dasar utama pengelompokkan satuan lahan.000 dan digunakan untuk kepentingan peta tinjau suatu proyek pembangunan. proses / asal . mengacu kepada sekelompok satuan lahan yang homogen atau heterogen dengan ciri satuan lahan atau susunan satuan lahan yang khusus. Skala yang cocok digunakan untuk menampilkan sistem lahan biasanya lebih besar dari 1 : 250. selanjutnya bentuklahan gunungapi diuraikan menjadi satuan . satuan lahan dan komponen lahan. Tampilan dari satuan lahan menggambarkan ciri eksternal dan internal dari suatu bentuklahan yang dibandingkan dengan satuan lahan sekitarnya pada daerah yang sama. merupakan bagian terkecil dari suatu bentanglahan yang menekankan kesamaan kelompok atau kelas lahan.aspek geomorfologi tersebut sangat erat hubungannya dengan kondisi geologi.dung berdasarkan fisiografi Van Bemmelen (1949) terdiri dari sistem lahan rangkaian gunungapi di bagian Utara. vegetasi dan proses. Bentanglahan. lithologi (material penyusun).000 sampai 1 : 100. sehingga membentuk bentangan yang sangat luas dengan ciri memiliki keseragaman relief dan lithologi secara umum. Satuan lahan. membentuk satuan berdasarkan bentuk permukaan lahan sebagai kriteria pengelompokkan. Sistem lahan.000 sampai 1 : 100. panjang lereng dan kerapatan pola pengaliran (morfometri) dan material penyusun (lithologi). mengacu kepada bentuklahan dan ciri . tanah. Suatu bentuklahan menunjukkan ciri . Bentuklahan (landform) 4. Suatu sistem lahan menggambarkan pengulangan kemiripan pola bentuklahan yang memiliki kesamaan genetik dibandingkan dengan sistem lahan disekitarnya pada suatu daerah yang sama.000 atau lebih kecil dan biasanya digunakan sebagai peta tinjau untuk identifikasi suatu kelayakkan lokasi yang akan digunakan suatu proyek atau dijadikan pemandu perencanaan pembangunan. mengacu kepada suatu komponen lahan atau sekumpulan komponen lahan yang homogen atau heterogen berdasarkan ciri khusus suatu lahan atau komponen lahan. merupakan bagian terbesar dari kumpulan sistem lahan. nilai dari bentuk permukaan / kemiringan lereng. sehingga peta geomorfologi sintetik dapat dijadikan sebagai peta dasar didalam pemetaan geologi. Skala peta yang digunakan untuk menampilkan bentang lahan adalah 1 : 250. Sebagai contoh bentanglahan (landscape) atau mintakat (zone) Ban . Satuan . lereng tengah gunungapai dan lereng kaki gunungapi. Bentanglahan (landscape) Komponen lahan.000. biasanya dibedakan berdasarkan proses. seperti bentuk permukaan lahan (morfografi). Skala peta yang digunakan untuk menampilkan satuan lahan adalah 1:10. lereng atas gunungapi. dan diuraikan menjadi bentuklahan Gunungapi Tangkuban Perahu dan bentuklahan Gunungapi Tampomas. bentuklahan.usul (morfogenetik).satuan lahan (land units) .

20. (5) kelas 300 . Skala peta geomorfologi pragmatik adalah 1 : 25. peta bahaya gunungapai.proses pada lereng tertentu yang menonjol. Verstappen dan Van Zuidam (1968 dan 1975) membagi kemiringan lereng menjadi 6 kelas lereng.simbol vegetasi digambar dengan warna hijau. menggambarkan klasifikasi lereng. (2) kelas 20 . Pada tabel 3 ditunjukkan bobot nilai lahan yang digunakan untuk membedakan empat kelas hidrogeomorfologi. Kegiatan konservasi tertentu dapat juga dilakukan terhadap satuan bentuklahan tertentu yang memiliki proses yang menonjol atau nilai kelas konservasi. garis merah untuk erosi yang aktif dan biru gelap untuk gerakan tanah yang aktif. (3) kelas 50 . peta morfohidrologi (hidrologi). hidrologi. Kelas lereng yang menunjukkan kesamaan lahan kritis disertai dengan proses . yaitu kemiringan lereng dan kestabilan lereng. Vegetasi alami. yaitu air tanah dalam.ngan garis arsir. semi alami dan pertanian sangat mempengaruhi proses erosi dan gerakan tanah.tingan suatu kegiatan yang bersifat rinci (detai). dapat tercermin pada peta geomorfologi pragmatik.simbol yang biasa digunakan didalam kajian hidrologi. Batasan satuan hidrogeomorfologi didasarkan pada kemiringan lereng.150. Jika batas satuan bentuklahan digambar dengan garis tebal. Sama dengan peta analitik.simbol lain yang digambar denga garis hitam dapat diberikan untuk proses geomorfologi yang sudah tidak aktif tapi masih baru. maka nama singkatan dari bentuklahan perlu dicantumkan dengan huruf kapital.50. mata air dan gerakan material yang diberi simbol de .2.000. Kemiringan lereng terutama untuk menghitung dan mengetahui tingkat erosi yang berlangsung serta kemungkinan gerakan tanah yang akan terjadi pada lereng tersebut. . yaitu : (1) kelas 0 0 . simbol gambar.000 sampai 1 : 5. perkebunan dan pertanian diberi simbol warna hijau. peta morfostruktur (struktur geologi). dan kedalaman air tanah. Seperti pada peta morfokonservasi yaitu tutupan vegetasi alami. garis kontur dan lithologi (batuan) digambar dengan warna abu .3 Peta geomorfologi pragmatik Kandungan peta geomorfologi pragmatik cenderung menampilkan informasi geomorfologi yang bersifat khusus dan rinci (detail) karena peta geomorfologi pragmatik merupakan peta untuk tujuan tertentu dan khusus. seperti alur erosi. Peta Hidrogeomorfologi. sehingga penamaan peta lebih cenderung mencerminkan maksud dan tujuan pemetaan yang bersifat khusus. Simbol . kondisi lahan dan simbol warna untuk lahan yang disarankan. sehingga simbol .abu atau coklat. sehingga unsur lahan (land element) dari aspek aspek geomorfologi yang bersifat rinci. dan peta kesesuaian lahan (land suitability map). sedangkan informasi topografi dan lithologi yang penting digambar dengan simbol garis abi .300. arah lelehan lava gunungapi. arah sedimentasi. Peta geomorfologi pragmatik biasanya dimanfaatkan untuk kepen . arah ombak. Tabel 2 menunjukkan berbagai kelas lereng. proses yang menjadi ciri lahan. kebencanaan. menggunakan simbol warna untuk membedakan satuan hidrogeomorfologi yang sama dengan simbol . seperti kegiatan penelitian teknik. angka dan huruf dengan warna yang berbeda. kualitas aliran air permukaan. dan kesesuaian lahan. potensi air tanah. tutupan vegetasi. arah arus sungai / pantai. seperti peta morfokonservasi (lingkungan).550 dan (6) kelas 0 diatas 55 .2. lingkungan. Contoh peta geomorfologi pragmatik antara lain peta morfokonservasi dan peta hidrogeomorfologi.abu sebagai bayangan. (4) kelas 150 . Peta morfokonservasi. permeabilitas daerah.

sering terjadi erosi dan gerakan tanah dengan kecepatan yang perlahan . dapat diolah dengan mudah dalam kondisi kering.Tabel 2.55 (70 . bila terjadi longsor bergerak dengan kecepatan rendah. Kelas Lereng 0 0 Proses. rawan terhadap bahaya longsor. tidak ada erosi yang besar. rawan tergadap longsor batuan.15 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng landai sampai curam.35 (30 . Karakteristik dan Kondisi lahan Simbol warna yang disarankan. sangat rawan terhadap erosi. Daerah rawan erosi dan longsor Merah Muda 35 . rawan terhadap erosi.lahan. Hubungan kelas lereng dengan sifat . pengikisan dan erosi akan meninggalkan bekas yang sangat dalam. singkapan batuan muncul di permukaan.16 (15 . Kuning Muda 8 . sering ditemukan singkapan batuan. 0 -2 (0 .30 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang curam. bila terjadi longsor bergerak dengan kecepatan rendah. (sumber : Van Zuidam. Merah Tua > 55 ( > 140% ) 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang terjal.2 %) Datar atau hampi datar.7 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng landai. 1985).sifat proses dan kondisi lahan disertai simbol warna yang disarankan. Kuning Tua 16 . erosi permukaan dan erosi alur.140 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang terjal. Hijau tua 2 -4 (2 .70 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang curam sampai terjal. Ungu Tua . Hijau Muda 4 -8 (7 .

(15) Jarang sam pai sedang. (20) Berbukit.15 % (5) Datar.lapisan tanah tipis. Dikutip dari : Engineering Handbook for Farm Planners Upper Mississippi Valley Region III United States Soil Conservation Services. (10) Jarang sam pai baik. (5) Daya serap tinggi. Pemboran diperlukan. Sifat .30% (12) Bergelombang kemiringan le reng 7 . . tidak ada kolam atau rawa. (10) Daya serap normal. danau. jarang atau gundul. (5) Baik sampai sempurna. rekahan tampak jelas Daya serap (infiltrasi) tanah. daerah aliran kecil. (100) Sangat Tinggi (75) Tinggi (50) Normal (25) Rendah Relief (25) Curam. tampak cekungan dangkal. tidak ada tutupan alami. ketebalan geluh dengan ke mampuan daya serap baik. kurang dari 10 % aliran dibawah tu tupan baik. daerah aliran curam dan sempit. (20) Tidak ada. 50 % daerah aliran tertutup rumput dan ta naman kayu. hampir 90 % daerah aliran tertutup rumput dan ta naman kayu. sehingga kapasitas resap tanah sangat rendah.Tabel 3. (10) Daya tampung normal. (15) Daya serap tanah lambat Lempung atau tanah memi liki kapasitas daya serap rendah. tidak ada kolam atau rawa. kemiringan lereng 0-7% Batuan (15) Endapan berbutir halus dan dan betuan keras. berbentuk cekungan. (20) Lapisan tanah penutup tidak efektif. 1953. (15) Daya tam pung kecil. 1985). tidak tampak jelas daerah aliran. Daya tampung per mukaan. kolam dan rawa. depresi cekungan permukaan.kemiringan lereng lebih dari 30 %. batuan lapuk dan memiliki rekahan (5) Endapan berbutir sedang sampai kasar. kurang dari 2 % daerah aliran (5) Daya tam pung tinggi.sifat daerah aliran sungai untuk memperkirakan kemungkinan limpasan air permukaan dengan metode Cook (Sumber : Van Zuidam. ketebalan pasir atau tanah mampu me nyerap dengan cepat Tutupan vegetasi (20) Tutupan tanaman tidak efektif.kemiringan lereng 15 . (10) Endapan berbutir sedang dan batuan mudah lapuk (8) Endapan berbutir sedang.

seperti gambaran bentuk (morfografi). 3. atau gunungapi. pegunungan. Beberapa pendekatan lain untuk pemetaan geomorfologi selain morfografi adalah pola punggungan.1968) dan Van Zuidam (1968.UNSUR PEMETAAN GEOMORFOLOGI Konsep pemetaan geomorfologi yang dikemukakan di bawah ini me . penilaian kuantitatif bentuk (morfometri) dan material penyusun.Bentuklahan delta kuala (estuarine delta0  Bentuklahan plato.1 Bentuklahan dataran Dataran adalah bentuklahan (landform) dengan kemiringan lereng 0% sampai 2%.unsur geomorfologi. asal .ngaliran dan bentuk lereng.Bentuklahan lembah gisik (beach swale landforms) . Dataran marin : disusun oleh material berbutir halus sampai sedang .Bentuklahan delta kaki burung (birdfoot delta) . pola pe .1 Morfografi Morfografi secara garis besar memiliki arti gambaran bentuk permukaan bumi atau arsitektur permukaan bumi.Bentuklahan tanggul alam (natural levee landforms) .Bentuklahan delta memanjang (cuspate delta) .aspek geologi yang dapat tercermin dari morfografi dataran asal marin dan fluvial adalah : a. biasanya digunakan untuk sebutan bentuklahan asal marin (laut).Bentuklahan undak sungai (teracce landforms)  Bentuklahan asal campuran (delta). Secara garis besar morfografi dapat dibedakan menjadi bentuklahan perbukitan/punggungan.  Bentuklahan asal marin (marine landforms origin) terdiri dari : .Bentuklahan beting gisik (beach ridge landforms) .ngacu kepada sistem yang dikembangkan oleh oleh Verstappen (1967. 1975) yang dilandasi pengalaman di wilayah tropis seperti di Indonesia dan Amerika Latin.1. Sistem pemetaan geomorfologi harus memenuhi kriteria unsur .Bentuklahan dataran pesisir aluvial (alluvial coastal plain landforms) . campuran marin dan fluvial (delta) dan plato.Bentuklahan delta membulat (lobate delta0 . fluvial (sungai). Aspek .Bentuklahan dataran banjir (flood plain landforms) . lembah dan dataran.Bentuklahan dataran pantai (beach)  Bentuklahan asal fluvial (fluvial landforms origin) terdiri dari : . 3.usul / proses terjadinya bentuk (morfogenetik). terdiri dari : .Bentuklahan dataran pesisir (coastal plain landforms) .BAB 3 UNSUR .

sisa tumbuhan atau endapan batubara. koral (karst) dan perbukitan yang dikontrol oleh struktural. b. sepert breksi dan tuf. batulempung dan batulanau atau perselingan batuan sedimen tersebut. c. Dataran plato : disusun oleh material . sedangkan bentuklahan pegunungan (mountaineous landforms) memiliki ketinggian lebih dari 500 meter dan kemiringan lereng lebih dari 20 %. sedangkan puncak dari perbukitan bertindak . Perbukitan kubah intrusi. d. Sebutan pegunungan digunakan terhadap rangkaian bentuklahan yang memiliki ketinggian lebih dari 500 meter dan kemiringan lereng lebih dari 20 %. d. dan lanau.1. Bentuklahan perbukitan yang memanjang mencerminkan suatu perbukitan yang terlipat.material gunungapi. Bentuklahan perbukitan rempah gunungapi (gumuk tefra) disusun oleh material .gua dengan stalagtit dan talagmit. Ciri khas perbukitan karst membentuk perbukitan yang berkelompok. Dataran delta : disusun oleh material . disusun oleh material batuan beku intrusi yang memiliki ciri khas membentuk pola aliran sentripetal. b. seperti batupasir. Ciri khas bentuklahan perbukitan terlipat memiliki pola pengaliran paralel atau rektangular yang berbeda arah.yaitu pasir yang terpilah baik dan kemasan terbuka karena lebih banyak dipengaruhi oleh hempasan ombak. 3.material pasir berbutir halus sampai sedang. bersifat karbonatan. c. bercampur dengan lempung dan lanau. Bentuklahan perbukitan karst (gamping) disusun oleh material sisa kehidupan binatang laut (koral).bongkah.2 Bentuklahan perbukitan / pegunungan Bentuklahan perbukitan (hilly landforms) memiliki ketinggian antara 50 meter sampai 500 meter di atas permukaan laut dan memiliki kemiringan lereng antara 7 % sampai 20 %.aspek geologi yang berhubungan dengan bentuklahan perbukitan dan pegunungan tersebut antara lain : a.tiba menghilang).material hasil erupsi gunungapi yang berbutir halus sampai bbongkah dengan ciri khas tidak jauh dari gunungapi se . seperti pegunungan Himalaya (di India). sehingga garis pantai lama tidak jauh dari kumpulan perbukitan karst tersebut.bagai sumber material. Aspek . Dataran fluvial : disusun oleh material berbutir halus seperti lem pung dan lanau sampai bongkah . soliter (terpisah). membentuk pola pengaliran multi basinal (tiba . bukit rempah gunungapi / gumuk tefra. sehingga dapat diperkirakan material penyusun berupa batuan sedimen. mengikuti lereng sayap dari perbukitan tersebut. terdapat gua . lempung. pegunungan Alpen (di Eropa) dan Pegunungan Selatan (di Jawa Barat). Sebutan perbukitan digunakan terhadap bentuklahan kubah intrusi (dome landforms of intrusion). Daerah perbukitan karst mencerminkan jejak lingkungan laut dangkal (25 meter sampai 50 meter). Gumuk tefra terbentuk karena kegiatan erupsi gunungapai. biasanya merupakan satu rangkaian dengan bentuklahan gu nungapi atau akibat kegiatan tektonik yang cukup kuat. Munculnya perbukitan karst disebabkan oleh suatu pengangkatan (tektonik). disertai de ngan sisa . Material penyusun dataran fluvial biasa disebut endap an aluvium dan jika telah termampatkan disebut konglomerat. biasanya terbentuk pada daerah yang dipengaruhi oleh sesar dan tersebar tidak beraturan.

1.4 Lembah Permukaan bumi yang tertoreh oleh limpasan air permukaan akan membentuk lembah. Terbentuknya gunungapi akibat kegiatan magma yang mendorong dari perut bumi ke permukaan bumi secara sinambung (terus menerus) dalam kurun waktu yang panjang. pengumpulan (akumulasi) sedimen berlangsung dari lereng . pada lereng bagian tengah lelehan lava dan lahar serta pada bagian lereng bawah berupa endapan rempah . erosi lateral (ke samping) lebih besar dari pada erosi vertikal (ke arah dasar sungai). 3. Manglayang dan rangkaian pegunungan di Utara Tanjungsari. Bentuklahan perbukitan memanjang terbentuk akibat dari kegiatan tektonik lemah (pengangkatan). seperti rangkaian gunungapi Tangkuban Parahu dengan Tampomas terdapat rangkaian pegunungan Bukit Tunggul. Pada awalnya torehan (erosi) limpasan air permukaan berupa erosi permukaan (sheet erosion) kemudian menjadi erosi alur (riil erosion).jenis lembah dapat dibedakan menjadi : .daerah yang memiliki kemiringan lereng landai. karena telah mencapai batuan dasar sungai yang relatif keras dibandingkan dengan batuan yang berada di tepi sungai. dengan ciri khas memiliki kawah. 3. material yang dapat ditemui pada bentuklahan vulkanik bagian puncak merupakan material halus sampai sedang (abu vulkanik / tuf).Jenis lembah V tumpul . Bentuklahan pegunungan terdapat pada suatu rangkaian gu-nungapi.Jenis lembah U tajam .rempah gunungapi (tefra). Jenis lembah U tumpul terjadi pada daerah . kemudian menyambung dengan Gunungapi Tampomas. Pada gunungapi muda puncak kepundan masih berbentuk kerucut dan erupsi masih terus berlangsung. seperti rangkaian Pegunungan Selatan Jawa Barat yang membentang dari Barat di Teluk Palabuan Ratu (Sukabumi) sampai ke Timur di Teluk Pangandaran (Ciamis). lembah (valley) dan selanjutnya lembah sebagai penampung aliran air menjadi sungai. lubang kepundan dan kerucut kepundan. e. Selain rangkaian pegunungan yang terdapat di sekitar gunungapi. suatu saat mengalami erupsi yang cukup hebat mengakibatkan puncak kepundan menjadi tumpul.daerah yang relatif datar. Contoh Gunungapi Merapi di Jawa Tengah Yogyakarta.3 Bentuklahan gunungapi (vulkanik) Bentuklahan gunungapi (vilkanik) memiliki ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut dan memiliki kemiring lereng yang curam (56 % sampai 140 %).sebagai batas pemisah aliran (water devided). . terdapat pula rangkaian pegunungan yang diakibatkan oleh tektonik. Secara garis besar jenis .lereng lembah. Jenis lembah U tajam terjadi pada daerah . Perbukitan yang berbelok atau terpisah. erosi yang berlangsung cenderung ke arah lateral (samping) dan erosi ke arah vertikal (dasar sungai) relatif tidak berlangsung. erosi parit (gully erosion). sehingga membentuk kerucut yang menjulang sampai ketinggian tertentu. kemungkinan diakibatkan oleh gerakan dari sesar geser. sehingga membentuk perlipatan.1.Jenis lembah V tajam. Limpasan air permukaan yang masuk ke lembah selalu membawa muatan sedimen hasil dari pengikisan air tersebut dan selanjutnya sungai membawa muatan sedimen untuk di endapkan pada daerah (cekungan) tertentu menjadi suatu endapan (sedimen).Jenis lembah U tumpul . Erosi ke arah vertikal terhenti.

Bentuk .Bentuk lereng cembung. Jenis lembah V tajam terjadi pada daerah .daerah yang disusun oleh material .1. .ngaruhi oleh tektonik.5 Bentuk lereng Bentuk lereng merupakan cerminan proses geomorfologi eksogen atau endogen yang berkembang pada suatu daerah dan secara garis besar dapat dibedakan menjadi : . erosi vertikal (ke arah dasar sungai) sangat kuat karena dipe . . 1985) 3.Jenis lembah V tumpul terjadi pada daerah . BENTUK SIMETRIS BENTUK TAK SIMETRIS ENDAPAN FLUVIO -COLUVIA LEKUKAN DALAM TERBUKA/ LEBAR MENYEMPIT / CURAM MENYEMPIT / CURAM TERBUKA / LEBAR Gambar 1.bentuk lembah (sumber : Van Zuidam.Bentuk lereng cekung Bentuk lereng cembung biasanya terjadi pada daerah . erosi vertikal (ke arah dasar sungai) berlangsung lebih kuat daripada erosi lateral (ke arah samping) yang disertai dengan erosi dari bagian atas lereng lembah tersebut dan pengumpulan (akumulasi) endapan (sedimen) terjadi di dasar lembah.sisa gawir sesar atau bidan longsoran (mass wasting) yang telah tererosi pada bagian tepi atasnya. Kondisi batuan dan iklim sangat berpengaruh terhadap pembentukkan jenis lembah V tajam.Bentuk lereng lurus . Bentuk lembah V tumpul yang tidak simetris disebabkan oleh perbedaan jenis batuan dan / atau struktur pada salah satu sisi lembah.daerah yang memiliki lereng landai sampai agak curam.material batuan yang relatif keras atau sisa .daerah yang memiliki lereng curam.

menga nyam ( braided). Kekuatan (tenaga) tersebut berasal dari dalam bumi yang dikenal sebagai tenaga endogen. sedangkan pola punggungan berbelok.bentuk lembah sebagai tempat pengaliran air. 3. jenis dan ketebalan lapisan batuan. Pola pengaliran pada batuan yang berlapis sangat tergantung pada jenis.7 Pola aliran Kegiatan erosi dan tektonik yang menghasilkan bentuk . berkelok (meandering).Van der Weg (1968) membuat klasifikasi pola pengaliran menjadi pola erosional. Hubungan pola dasar dan pola perubahan (modifikasi) dengan jenis batuan dan struktur geologi sangat erat.material batuan lunak atau bidang longsoran (slump). Pola aliran ini sangat berhubungan dengan jenis batuan. pola pengendapan dan pola khusus. arah dan bentuk perlipatan. Pola . Pola punggungan paralel dapat diinterpretasikan sebagai suatu perbukitan yang terlipat.material vulkanik halus atau bidang longsoran (llandslide). Pola pengaliran sangat mudah dikenal dari peta topografi atau foto udara.pola punggungan yang berbentuk paralel (sejajar). Howard (1967) membedakan pola pengaliran menjadi pola pengaliran dasar dan pola pengaliran modifikasi. radial.pola punggungan tersebut mencerminkan dipengaruhi oleh kekuatan (tenaga) yang mengakibatkan terbentuknya pola punggungan. 3. Bentuk lereng cekung biasanya terjadi pada daerah .1.Bentuk lereng lurus. struktur geologi dan erosi.daerah yang disusun oleh material .pola punggungan yang terlipat menunjukkan kerapatan garis kontur yang jarang. 2.pola tertentu yang disebut sebagai pola aliran. berbelok atau melingkar. Pola dendritik (sub dendritik). sedangkan pada skala menengah akan menunjukkan pola yang menyeluruh sebagai cerminan jenis batuan. selanjutnya akan membentuk pola . sebaran. tralis dan rektangular termasuk pola erosional. struktur geologi kondisi erosi dan sejarah bentuk bumi. alur pengaliran tetap pengali. yazoo.daerah lereng vulkanik yang disusun oleh material . . terutama pada skala yang besar. Pola pengaliran adalah kumpulan dari suatu jaringan pengaliran di suatu daerah yang dipengaruhi atau tidak dipengaruhi oleh curah hujan.1. Biasanya pola pengaliran yang demikian disebut sebagai pola pengaliran permanen (tetap). ketebalan dan bidang perlapisan batuan serta geologi struktur seperti sesar. Pola . Definisi pola pengaliran yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. foto udara atau citra satelit akan tampak pola . Percabangan . Perubahan (modifikasi) pola dasar adalah salah satu perbedaan yang dibuat dari pola dasar setempat. angular (sub angular). 3. dapat berupa kegiatan pengangkatan atau pensesaran (tektonik). sedangkan pola pola lurus (elongate) . kekar.percabangan dab erosi yang kecil pada permukaan bumi akan tampak dengan jelas.6 Pola punggungan Pada peta topografi. melingkar atau terpisah dapat diinterpretasikan sebagai akibat dari suatu pensesaran. tetapi tidak menutup kemungkinan dapat ditambah atau dikurangi. Sistem pengaliran yang berkembang pada permukaan bumi secara regional dikontrol oleh kemiringan lereng. sedangkan jika pada salah satu sisi punggungan tersebut memiliki kerapatn garis kontur yang cukup rapat diinterpretasikan telah terjadi sesar naik. biasanya terjadi pada daerah . struktur geologi. jenis dan kerapatan vegetasi serta kondisi iklim. Pola dasar adalah salah satu sifat yang terbaca dan dapat dipisahkan dari pola dasar lainnya.

PARALEL Pada umumnya menunjukkan daerah yang berlereng sedang sampai agak curam dan dapat ditemukan pula pada daerah bentuklahan perbukitan yang memanjang. kerucut (kubah) intrusi dan sisa . REKTANGULAR Kekar dan / atau sesar yang memiliki sudut kemiringan. 1985) POLA PENGALIRAN DASAR KARAKTERISTIK DENDRITIK Perlapisan batuan sedimen relatif datar atau paket batuan kristalin yang tidak seragam dan memiliki ketahanan terhadap pelapukan. pelarutan gamping dan lelehan salju (permafrost) . TRALLIS Baruan sedimen yang memiliki kemiringan perlapisan (dip) atau terlipat. batuan vulkanik atau batuan metasedimen derajat rendah dengan perbedaan pelapukan yang jelas. ANULAR Struktur kubah / kerucut. Pola pengaliran dan karakteristiknya (van Zuidam. Secara regional daerah aliran memiliki kemiringan landai. Bentuklahan perbukitan yang memanjang dengan pola pengaliran paralel mencerminkan perbukitan tersebut dipengaruhi oleh perlipatan. Sering terjadi pola peralihan antara pola dendritik dengan pola paralel atau tralis. Catatan : pola pengaliran radial memiliki dua sistem yaitu sistem sentrifugal (menyebar ke luar dari titik pusat). Tabel 3. Jenis pola pengaliran biasanya berhadapan pada sisi sepanjang aliran subsekuen.sisa erosi. merupakan daerah gerakan tanah. cekungan dan kemungkinan retas (stocks) MULTIBASINAL Endapan berupa gumuk hasil longsoran dengan perbedaan penggerusan atau perataan batuan dasar. sedangkan sistem sentripetal (menyebar kearah titik pusat) memiliki arti bahwa daerah tersebut berbentuk cekungan.rektikular dan pola dikhotomik termasuk pola pengendapan. jenis pola pengaliran membentuk percabangan menyebar seperti pohon rindang. Klasifikasi pola khusus dibagi menjadi pola pe-ngaliran internal seperti pola "sinkhole" pada bentuklahan karst (gamping) dan pola "palimpset" atau "berbed" untuk daerah yang dianggap khusus. berarti bahwa daerah tersebut berbentuk kubah atau kerucut. vulkanisme. Pola pengaliran radial pada daerah vulkanik disebut sebagai pola pengaliran multi radial. RADIAL Daerah vulkanik. tidak memiliki perulangan lapisan batuan dan sering memperlihatkan pola pengaliran yang tidak menerus.

Sedangkan batuan dapat mempengaruhi morfologi sungai dan jaringan topologi yang memudahkan terja.dinya pelapukan dan ketahanan batuan terhadap erosi. Kontrol struktur pasif mempengaruhi arah dari sistem sungai karena kegiatan tektonik aktif. . Kontrol dinamika struktur diantaranya pensesaran. KOLINIER Kelurusan bentuklahan bermaterial halus dan beting pasir. sesar paralel Kekar dan / atau sesar pada daerah miring Batugamping Morisawa (1985) menyebutkan pengaruh geologi terhadap bentuk sungai dan jaringannya adalah dinamika struktur geologi. pengangkatan (perlipatan) dan kegiatan vulkanik yang dapat menyebabkan erosi sungai.POLA PENGALIRAN MODIFIKASI Umumnya struktural Tekstur batuan halus dan mudah tererosi SUB DENDRITIK PINNATE ANASTOMATIK MENGANYAM (DIKHOTOMIK) Dataran banjir. Percabangan menyatu atau berpencar . yaitu tektonik aktif dan pasif serta lithologi (batuan). SUB TRALLIS DIREKSIONAL TRALLIS TRALLIS BERBELOK TRALLIS SESAR ANGULATE KARST Bentuklahan memanjang dan sejajar Homoklin landai seperti beting gisik Perlipatan memanjang. delta atau rawa Kipas aluvium dan delta SUB PARALEL Lereng memanjang atau dikontrol oleh bentuklahan perbukitan memanjang.

Kontrol struktur terhadap bentuk sungai (sumber : Morisawa. Aliran konsekuen Pola radial Sungai konsekuen Pola tralis Lembah gelas anggur Sungai terputus Saluran menyebar Membentuk genangan 2. SESAR AKTIF Teras Lembah memanjang Saluran "OFFSET" Sungai subsekuen Lembah terjal Sungai anteseden Sungai konsekuen Pola aliran radial Lembah gelas anggur Sungai terputus Saluran menyebar Membentu genangan 2. DINAMIK 1. KEKAR Lembah asimetri Sungai subsekuen Pola rektangular Sungai subsekuen 3. TERAS SESAR Pembelokkan sungai secara tajam. KUBAH 4. sedangkan ptoses yang dipengaruhi oleh biologi biasanya terjadi akibat dari lebatnya vegetasi. biologi dan artifisial.2. PASIF. KELURUSAN SUNGAI 6. PERLIPATAN AKTIF 3. seperti hutan atau semak belukar dan . Proses yang dipengaruhi oleh iklim dikenal sebagai proses fisika dan proses kimia.1 Proses eksogen Proses eksogen adalah proses yang dipengaruhi oleh faktor . Dasar sungai curam Teras Lembah memanjang Sungai subsekuen Lembah terjal Saluran "OFFSET' Aliran paralel Aliran sepanjang lereng kemiringan. 3. Proses yang berkembang terhadap pembentukkan permukaan bumi tersebut yaitu proses eksogen dan proses endogen.usul terbentuknya permukaan bumi. 1.Tabel 4.faktor dari luar bumi. KEGIATAN VULKANIK B. Kelurusan saluran 3. ANTIKLIN SINKLIN 5. seperti bentuklahan perbukitan / pegunungan. seperti iklim. KEMIRINGAN Sungai subsekuen Pola tralis Aliran pada tebing pendek Pola anular Sungai subsekuen Pembelokkan sungai Sungai subsekuen. bentuklahan lembah atau bentuklahan pedataran.2 Morfogenetik Morfogenetik adalah proses / asal . 1985) KONTROL STRUKTUR BENTUK SUNGAI A.

Pola aliran rektangular.2. . proses kegiatan magma dan gunungapi (vulkanik) sangat berperan merubah bentuk permukaan bumi. Proses artifisial lebih banyak disebabkan oleh aktifitas manusia merubah bentuk permukaan bumi untuk kepentingan kehidupannya. . pengangkatan (lipatan) dan kekar. .Garis kontur pada peta topografi relatif rapat. seperti lembah / sungai atau laut. . sehingga merubah bentuk permukaan bumi. Bentuklahan perbukitan struktural : Perlipatan : .kegiatan binatang. 3.2 Proses endogen Proses endogen adalah proses yang dipengaruhi oleh kekuatan / tenaga dari dalam kerak bumi.Garis kontur pada peta topografi relatif renggang. . .Pola aliran radial sentripetal (menyebar keluar dari titik pusat). Selain kegiatan tektonik. .Bentuk lereng lurus dan tidak beraturan. maka dapat diartikan bahwa daerah tersebut memiliki tingkat erosi yang reltif kecil atau dapat pula diinterpretasikan bahwa daerah tersebut disusun oleh batuan yang relatif keras dan memiliki porositas yang cukup baik serta memiliki ketahanan terhadap erosi.Bentuk lereng relatif cekung dan tidak simetris pada kedua lereng yang berlawanan.ciri proses endogen yang berlangsung di suatu daerah pada peta topografi atau foto udara adalah sebagai berikut : Bentuklahan perbukitan intrusi : . Proses dari dalam kerak bumi tersebut antara lain kegiatan tektonik yang menghasilkan patahan (sesar). .Bentuk perbukitan memanjang. Ciri . seperti hujan. Kenampakkan proses erosi pada peta topografi atau foto udara ditunjukkan oleh kerapatan pola aliran. Lapisan permukaan tanah kemudian dikikis oleh hujan selanjutnya material permukaan tanah yang lepas terhanyutkan dan diendapkan pada suatu cekungan pengendapan.Bentuk lereng relatif cembung.Pola aliran paralel atau rektangular.Bentuk lereng hampir lurus dan simetris pada sisi yang berlawanan.Pola aliran paralel dan rektangular.Garis kontur pada peta topografi pada bagian patahan sangat rapat. . Secara garis besar proses eksogen diawali dengan pelapukan batuan. sehingga semakin rapat pola aliran menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki tingkat erosi yang cukup tinggi atau dapat pula diinterpretasikan bahwa daerah tersebut disusun oleh batuan yang relatif lunak dengan porositas yang buruk. Tahap perubahan permukaan bumi yang disebabkan oleh proses eksogen diawali dengan permukaan bumi yang dipengaruhi oleh iklim. . sehingga merubah mineral . terhanyutkan dan pada akhirnya diendapkan (agradasional). . kemudian hasil pelapukan batuan menjadi tanah dan tanah terkikis (degradasional).Bentuk perbukitan menyerupai kubah dan berpola terpisah (soliter).mineral penyusun batuan secara fisika atau kimia. perubahan temperatur dan angin. sehingga membentuk perbukitan intrusi dan gunungapi. Patahan (sesar geser) : . Sebaliknya jika kerapatan pola pengaliran renggang. . sehingga batuan menjadi lapuk dan selanjutnya menjadi tanah.Bentuk perbukitan berbelok atau tergeser (tidak menerus).Bentuk perbukitan tidak menerus dan tidak simetris. Patahan (sesar normal dan sesar naik) : .

seperti morfometri dan material penyusun merupakan unsur penegasan dari pernyataan unsur morfografi dan morfogenetik. kemiringan lereng. Unsur unsur pendukung seperti morfometri dan material penyusun diperlukan untuk lebih menegaskan panamaan satuan tersebut. maka unsur morfogenetik dapat diuraikan menjadi struktur perlipatan. sehingga penamaan satuan bentuklahan secara lengkap menjadi : Satuan bentuklahan PERBUKITAN STRUKTURAL (TERLIPAT) . glasial / preglasial (proses eksogen). Sebagai pelengkap agar tata nama satuan tersebut lebih rinci dan dapat dipetakan. kerapatan pola aliran. 3.kerapatan aliran 50/Km . pola punggungan. struktural dan vulkanik (proses endogen). seperti perbukitan. bentuk lereng. pegunungan atau pedatara dan asal . sesar atau kekar. seperti tingkat erosi.Garis kontur pada peta topografi pada bagian puncak relatif rapat. sehingga penamaan satuan bentuklahan geomorfologi terdiri dari gambaran bentuk (morfografi) dan asal .bentuk lereng lurus dan simetris .Bentuk pegunungan kerucut.3.2.unsur geomorfologi yaiitu kesamaan gambaran bentuk (morfografi). Penilaian kuantitatif terhadap bentuklahan memberikan penajaman tata nama bentuklahan dan akan sangat membantu terhadap analisis lahan untuk tujuan tertentu. dan pada bagian lereng tengah sampai lereng bawah agak renggang sampai renggang 3.kondisi proses yang berpengaruh terhadap bentuklahan. sehingga pemetaan geologi dapat direncanakan dengan baik dan terarah. 3.unsur lain.kerapatan kontur cukup renggang . denudasional. . aeolian. karst.pola aliran rektangular .. kestabilan lereng dan menentukan nilai dari kemiringan lereng tersebut. seperti pola alir an. karena analisis morofografi dapat dilakukan terhadap peta topografi atau foto udara.1 Lereng Lereng merupakan bagian dari bentuklahan yang dapat memberikan informasi kondisi .Garis kontur pada peta topografi renggang sampai rapat. kerapatan kontur dan perkiraan batuan penyusun bentuklahan. sehingga dengan memberikan penilaian terhadap lereng tersebut dapat ditarik kesimpulan dengan tegas . Contoh tata cara penamaan satuan geomorfologi adalah sebagai berikut : Satuan bentuklahan PERBUKITAN STRUKTURAL Pernyataan PERBUKITAN mencerminkan gambaran bentuk (morfografi) dan STRUKTURAL menyatakan proses terbentuknya perbukitan tersebut.usul / proses (morfogenetik) terjadinya suatu bentuk seperti proses asal fluvial.Pola aliran radial pada bagian puncak dan pola aliran pada lereng tengah sampai lereng bawah lurus (elongate). marin.usul / proses terjadinya bentuk (morfogenetik). sedangkan unsur . Tata nama satuan geomorfologi tersebut sangat membantu untuk pemetaan geologi.pola punggungan paralel . .3 Morfometri Morfometri merupakan penilaian kuantitatif dari suatu bentuklahan dan merupakan unsur geomorfologi pendukung yang sangat berarti terhadap morfografi dan morfogenetik.kemiringan lereng 5 % .perkiraan batuan penyusun terdiri dari jenis batuan sedimen.3 Tata nama satuan geomorfologi Penentuan tata nama satuan harus memiliki kesamaan unsusr . Bentuklahan gunungapi (vulkanik) : .Memiliki kawah dan lubang kepundan. .

sehingga tata nama satuan geomorfologi dapat lebih dirinci dan tujuan .2 Perbedaan ketinggian Perbedaan ketinggian (elevasi) biasanya diukur dari permukaan laut.13 Lereng landai 6 .tujuan tertentu. seperti perbukitan.250 Lereng sedang 250 . karena permukaan laut dianggap sebagai bidang yang memilki angka ke-tinggian (elevasi) nol.24 56 . seperti perhitungan tingkat erosi. Ukuran panjang lereng PANJANG LERENG (M) KLASIFIKASI < 15 Lereng sangat pendek 15 . Ukuran kemiringan lereng (sumber : Van Zuidam.12 14 .55 Lereng curam 25 .500 Lereng panjang > 500 Lereng sangat panjang 3.1985) KEMIRINGAN LERENG KETERANGAN KLASIFIKASI USSSM* (%) KLASIFIKASI USLE** (%) 0-2 Datar . kestabilan lereng dan perencanaan wilayah dapat dikaji lebih lanjut.13 7 .18 21 .50 Lereng pendek 50 . 1967). pegunungan atau . Ukuran kemiringan lereng yang telah disepakati untuk menilai suatu bentuklahan adalah sebagai berikut : Tabel 5. Pentingnya pengenalan perbedaan ketinggian adalah untuk menyatakan keadaan morfografi dan morfogenetik suatu bentuklahan.55 18 .3.25 12 .20 Lereng agak curam 13 .140 Lereng sangat curam > 55 > 24 * USSSM = United state soil System Management **USLE = Universal Soil Loss Equation (Wischmeir. Tabel 6.tata nama satuan geomorfologi secara rinci. Ukuran penilaian lereng dapat dilakukan terhadap kemiringan lereng dan panjang lereng.Hampir datar 0-2 1-2 3-7 Lereng sangat landai 2-6 2-7 8 .

Hampir datar 0 . Hubungan kelas relief .000 meter Pegunungan tinggi Tabel 8.Bergelombang 8 .200 Berbukit .500 meter Perbukitan tinggi 1.kemiringan lereng dan perbedaan ketinggian.3.000 pegunungan sangat curam > 140 > 1.1.140 500 .Berbukit 14 .7 5 .500 Pegunungan curam 55 .75 Bergelombang .13 25 . Hubungan perbedaan ketinggian dengan unsur morfografi adalah sebagai berikut : Tabel 7.50 Berombak .55 200 .1985) KELAS RELIEF KEMIRINGAN LERENG ( % ) PERBEDAAN KETINGGIAN (m) Datar .Pegunungan 21 .000 meter Pegunungan > 3.500 meter .dataran.500 meter Perbukitan 500 meter .000 . (sumber: Van Zuidam.2 <5 Berombak 3 . Hubungan ketinggian absolut dengan morfografi (sumber : Van Zuidam. 1985) KETINGGIAN ABSOLUT UNSUR MORFOGRAFI < 50 meter Dataran rendah 50 meter .200 meter Perbukitan rendah 200 meter .100 meter Dataran rendah pedalaman 100 meter .20 75 .1.

. Van Zuidam.Tabel 9. batuan memiliki porositas buruk SEDANG 0.5 cm . 1985) JENIS KERAPATAN PADA SKALA 1: 25.5 cm Tingkat limpasan air permukaan sedang.000 MEMILIKI KERAPATAN KARAKTERISTIK HALUS Kurang dari 0. batuan memiliki porositas sedang KASAR Lebih besar dari 5 cm Tingkat limpasan air permukaan rendah.5 cm Tingkat limpasan air permukaan tinggi. Kerapatan aliran (rata .rata jarak percabangan dengan Ordo pertama aliran. batuan memiliki porositas baik dan tahan terhadap erosi.

tetapi sangat beik dituangkan dalam bentuk peta. sedangkan penelitian yang bersifat sintetik menghasilkan informasi . Peta . seperti informasi lingkungan dan hubungan lingkungan dengan bentanglahan (landscape). kondisi air permukaan dan air bawah tanah. sebagian proses eksogen. khususnya yang paling menonjol menghasilkan informasi monodisiplin dan pada bagian lain menampilkan informasi bentuklahan.nilai bentuklahan dan material penyusun bentuklahan. karst dan glasial. Peta .satuan pemetaan geomorfologi yang rinci.unsur morfogenesis (termasuk morfostruktural) dan mungkin morfokhronologi. nilai .aspek terapan. sehingga penelitian yang bersifat analitik akan menghasilkan satuan .aspek tersebut tidak hanya disampaikan dalam bentuk kata (verbal).1 Pemahaman bentuklahan Mitchel dan Way (1973) menyebutkan bahwa bentuklahan adalah gambaran umum fisik rupa bumi. ukuran dan posisi. Karakteristik gambaran umum fisik rupa bumi. marin. Aspek . Selaras dengan karakteristik gambaran umum fisik rupa bumi. sedimen. Pada kasus tertentu peta geomorfologi terapan dibuat berdasarkan peta geomorfologi analitik dan pada kasus lain peta geomorfologi sintetik menampilkan informasi informasi klasifikasi bentuklahan untuk tujuan tertentu.peta sintetik (holistik) memiliki kandungan multidisiplin ilmu dan data geomorfologi terpadu. yaitu penelitian yang mendalam tentang geomorfologi dan hubungan geomorfologi dengan bidang ilmu lainnya. Penelitian sistematika yang mendalam tentang geomorfologi akan menghasilkan peta geomorfologi analitik. sebagian memberikan informasi bentuklahan ditambah dengan proses eksogen dan endogen. aeolian. foto udara atau citra satelit yang saat ini telah berkembang dengan pesat. Pendekatan analitik dan sintetik memiliki hubungan yang erat.peta geomorfologi yang ada sekarang pada dasarnya merupakan peta peta geomorfologi pragmatik. menekankan unsur . struktural. . morfogenetik. Secara umum peta dapat diklasifikasikan menjadi peta tujuan umum dan peta tujuan khusus.BAB 4 SISTIMATIKA PEMETAAN GEOMORFOLOGI Pemetaan geomorfologi meliputi segala aspek yang berhubungan dengan gambaran bentuklahan. seperti morfografi. seperti ketepatan bentuk.penelitian yang bersifat lebih khusus. proses bentuklahan. Penelitian dan pemetaan geomorfologi saat ini merupakan gabungan dari dua sumber yang berbeda.informasi yang berhubungan dengan aspek . tanah. Penelitian terhadap hubungan antara geomorfologi dengan pengkajian elemen elemen lingkungan disebut sebagai ekologi bentanglahan (landscape ecology) dan hasilnya berupa peta yang disebut sebagai peta sintetik (holistik). Pendekatan pragmatik dilakukan untuk kepentingan saat sekarang dengan data yang dikumpulkan terbatas hanya untuk penelitian . data lithologi. fluvial. maka secara garis besar bentuklahan berdaarkan morfografi dan morfogenetik dapat dibedakan menjadi bentuklahan asal denudasional. 4. morfometri dan material penyusun dapat ditafsirkan melalui peta topografi. gunungapi (vulkanik).

namun sebagai ciri suatu daerah mengalami erosi permukaan pada foto udara akan menunjukkan tutupan vegetasi yang jarang. Ciri . Vegetasi dan aktivitas manusia sangat membantu percepatan proses eksogen. maka semakin kuat erosi vertikal dan horisonta mengakibatkan alur semakin besar dan menjadi parit. seperti curah hujan dan perubahan temperatur berpengaruh terhadap proses pelapukan batuan. Erosi permukaan berlangsung akibat dari limpasan air permukaan yang tidak terpusat (terkonsentrasi) dan biasanya berlangsung pada saat hujan mulai berlangsung.1.1.pola punggungan yang tidak beraturan. sehingga perubahan bentuklahan terjadi sangat cepat. Erosi alur memiliki ciri yang hampir sama dengan erosi permukaan. serpih. lanau. 4. Secara garis besar proses yang berlangsung pada bentuklahan asal denudasional dapat dibedakan menjadi proses erosional dan proses longsoran (degradasional) dengan diakhiri oleh proses pengendapan (agradasional). sehingga curah hujan yang jatuh dipermukaan tanah mulai mengalir. Erosi parit memiliki ukuran yang reltif besar. sehingga pada peta topografi dicerminkan oleh lekukan garis kontur yang bertindak sebagai aliran air ari suatu punggungan dan bersatu menjadi saluran arus aliran air.ciri bentuklahan asal denudasional dapat diamati dari pola . pola aliran sungai yang membentuk pola dendritik dengan kerapatan pola pengaliran yang cukup rapat dan lereng relatif terjal.ciri bentuklahan denudasional dapat diamati melalui peta topografi. vegetasi dan aktivitas manusia merupakan faktor pengaruh yang sangat menonjol pada bentuklahan denudasional. Selaras dengan kondisi aliran tersebut. Material penyusun biasanya terdiri dari batuan homogen yang mudah lapuk. tetapi pada foto udara dengan skala yang besar akan tampak alu alur pengikisan pada daerah yang terbuka. sehingga erosi parit dapat dipetakan dengan skala peta sedang sampai besar. Kondisi erosi permukaan tidak akan pernah tampak pada peta topografi dan sangat sulit diinterpretasi melalui foto udara.1 Erosi Erosi adalah proses pengikisan terhadap permukaan bumi oleh hujan hujan. Erosi alur berlangsung ketika limpasan air permukaan mulai bergabung membentuk alur. maka erosi berlangsung dengan cepat.1. maka perpindahan partikel .4.partikel permukaan bumi berpindah terangkut oleh aliran air atau sungai. Kenampakan pada foto udara sangat jelas. foto udara atau citra satelit. sehingga aliran permukaan terpusat membentuk suatu alur dan pengikisan terjadi pada alur . Semakin tinggi debit hujan dan debit aliran pada alur yang terbentuk. Iklim. erosi dan gerakan tanah. Kenampakkan ciri . sehingga partikel .1 Bentuklahan asal denudasional Proses eksogen (epigen). dan breksi.Erosi permukaan (sheet erosion) . seperti lempung.Erosi alur (riil erosion) . seperti iklim. .Erosi parit (gully erosion). sedangkan jika kecepatan aliran meningkat.alur dari suatu aliran tersebut disertai dengan torehan terhadap dinding alur dan dasar alur.partikel hasil pengikisan tersebut tidak menunjukkan telah terjadi erosi. Jika kecepata aliran tenang dan memiliki kecepatan yang rendah. maka jenis erosi dapat dibedakan menjadi : . sehingga erosi alur dapat dipetakan pada skala peta yang besar.

Traksi dan suspensi GRAVITASI Gerakan massa Aliran. suspensi. korosi Larutan OMBAK.W.D. larutan dan apungan. Selain faktor air yang mempengaruhi terjadinya erosi. luncuran penurunan. Pencucian . Media dan proses erosi (sumber : Van Zuidam. saltasi. 1985) MEDIA PENGARUH PROSES YANG TERJADI PROSES MUATAN MATERIAL AIR PERMUKAAN Arus permukaan dan arus bawah permukaan. Hole. Tampilan ketahanan batuan terhadap pe . ANGIN Abrasi dan deflasi Traksi. maka batuan mudah mengalami pengikisan atau penggerusan. larutan dan apungan. suspensi. saltasi dan suspensi. GLASIAL Penggerusan dan saluran.ngikisan atau penggerusan pada peta topografi dan foto udara akan ditunjukkan oleh kerapatan pengaliran. ARUS dan PASANG NAIK. Semakin rapat pola aliran. sedangkan semakin renggang pola aliran berarti batuan semakin tahan terhadap pengikisan atau penggerusan. Kegiatan hidrolik Traksi. AIR TANAH Tanpa arus bawah tanah. dan Dari F. ed. Traksi dan suspensi.Tabel 10. 1967. Fairbridge. maka faktor ketahanan batuan terhadap pengikisan atau penggerusan merupakan salah satu faktor yang berperan. aliran permukaan. Kegiatan hidrolik Traksi. didalam :The Encyclopedia of Geomorphology R. . saltasi.

1985).Tabel 11. Butiran kasar Lepas Padat Pasir Batupasir Biasanya lunak Tahan jika tersemen kuat. Biasanya lunak Sangat lunak Lunak di daerah basah tahan di daerah arid. BATUAN MALIHAN (METAMORF) Asal batuan endapan Serpih Batugamping Batupasir Slate Marble Kuarsit Lunak Lunak sangat tahan Dataran rendah Dataran rendah Punggungan. Sangat tahan. Lobeck. Dataran rendah Tebing terjal dan plato Butiran sangat kasar Lepas Kerakal Padat Konglomerat Sebagai batuan penutup perlipatan. JENIS BATUAN KETAHANAN BENTUKLAHAN BATUAN BEKUAN Tekstur halus Hitam (basa) Menengah Cerah Tekstur kasar Hitam (basa) Menengah Cerah Basalt Andesit Rhiolite Biasanya tahan Biasanya tahan Biasanya tahan Gawir dan aliran Tidak menyebar Tebing terjal Gabro Sienite Granit Biasanya sangat tahan Biasanya tahan Biasanya tahan Kecuali di wilayah arid Gawir dan kubah Pengangkatan Kubah dan pengangkatan. Asal batuan bekuan atau endapan Banded Gneis Schistose Schist Sangat tahan Sangat tahan Disadur dari : A. Geomorphology. Pengangkatan Pengangkatan dan punggungan. gumuk.K. Lahan terbuka Dataran rendah sam pai landai Dasar lembah. Ketahanan relatif batuan terhadap erosi dan pelapukan (sumber : Van zuidam. BATUAN ENDAPAN Butiran halus Lepas Padat Karbonat lepas Karbonat padat Lempung Batulempung Lanau Gamping Lunak. Memiliki ketahanan sedang. Daerah gamping. Punggungan dan pegunungan..Mc Graw-Hill New York . dan monadnok. membentuk dinding tegak.

Perkembangan lereng yang cembung menunjukkan batuan yang relatif tahan terhadap pelapukan dan erosi. karena faktor pengaruh yang berbeda. (c) penampilan lapisan dan (d) tampilan bentuk lainnya. yaitu luncuran (slide). menunjukkan klasifikasi jenis gerakan massa tanah atau batuan serta faktor yang mempengaruhinya. merupakan gerakan perpindahan blok massa tanah atau batuan secara alami dari bagian tertinggi lereng yang curam ke arah bagian kaki lereng. yaitu : (1) struktur aktif yang berlangsung sehingga meninggalkan jejak bentanglahan modern.aspek struktur geomorfologi.macam tampilan.2 Bentuklahan asal struktural Pengaruh struktur geologi terhadap perkembangan dan penampilan bentuklahan disebut sebagai bentanglahan yang dipengaruhi oleh struktur.1. sehingga sangat mendorong terjadinya pengikisan pada lereng dengan ciri terbentuknya lereng yang terputus. merupakan gerak perpindahan massa tanah atau batuan yang dipengaruhi oleh faktor gaya gravitasi.2 Longsor Longsor adalah gerakan massa tanah atau batuan dengan jumlah yang cukup besar dari suatu tempat ke tempat lain yang memiliki kemiringan lereng dan disebabkan oleh gravitasi atau media air. sedangkan perkembangan lereng yang cekung cenderung kurang tahan terhadap pelapukan dan erosi. antara lain : (a) ketahanan batuan terhadap pelapukan dan erosi. Foto udara dan peta topografi dapat menampilkan lokasi dan bentuk massa batuan yang memiliki bermacam . Gerak jatuh massa tanah atau batuan memiliki kecepatan relatif lambat dan berlangsung pada daerah yang tidak luas. Tiga jenis utama gerakan massa tanah atau batuan.1.1. terutama pada daerah yang memiliki hubungan erat dengan kondisi geologi seperti jenis batuan dan struktur geologi yang tergambar pada peta topografi atau yang tampak pada foto udara. Gerakan perpindahan massa tanah dan batuan tersebut memiliki kecepatan yang cukup tinggi (cepat). merupakan gerak perpindahan massa tanah atau batuan yang dipengaruhi oleh faktor air dengan kecepatan yang relatif cepat.4. Sangat jelas bahwa ketebalan lapisan batuan sangat berpengaruh terhadap bentuk lereng (cembung atau cekung). Batuan dan iklim memiliki peran penting pada tampilan geomorfologi. Pengaruh struktur geologi yang mempengaruhi aspek . Aliran. Pengaruh struktur geologi yang sangat luas dapat mempengaruhi bentanglahan secara keseluruhan sampai tampilan terkecil bentuklahan yang berlangsung bersamaan dengan proses geomorfologi lainnya. aliran (flow) dan jatuhan (heave). (2) struktur pasif yang meninggalkan jejak pada bentanglahan modern berupa pelapukan dan erosi. Proses gerakan massa tanah atau batuan jarang terjadi bersamaan. sehingga tidak menampakkan kerusakan. seperti perlipatan dan sesar dapat dikenali melalui foto udara dan peta topografi. Jika suatu suatu lapisan batuan tipis atau proses pelapukan atau proses . Pengaruh struktur geologi pada geomorfologi dapat dibagi menjadi dua jenis struktur utama. Gerakan massa tanah atau batuan tersebut dapat terjadi dengan kecepatan yang tinggi dan kecepatan yang rendah. Jatuhan. Luncuran. biasanya terjadi pada lereng yang sangat terjal (hampir tegak lurus). sehingga menimbulkan kerusakan pada lereng yang dilalui. Faktor pengaruh terjadinya luncuran disebabkan oleh lereng yang curam dan sedikit pengaruh air. seperti angkutan ketika terjadi gerakan atau kandungan jenuh ketika terjadi gerakan. 4. Pada gambar diagram segitiga (gambar 9). Gerakan massa tanah atau batuan berupa aliran biasanya terjadi pada kemiringan lereng landai dan memiliki gerakan kejadian yang tidak bersamaan serta terhenti jika kemiringan lereng mulai mendatar. Pada dasarnya batuan memiliki perbedaan ketahanan terhadap pelapukan dan erosi. (b) perubahan kristal dan pengikisan batuan akibat pelapukan dan erosi.

Analisis pola aliran.pola lingkaran tertutup.ciri terbaik untuk mengenali batuan di suatu daerah melalui foto udara atau peta topografi adalah sebagai berikut : (1) kenampakkan topografi.olah tidak memiliki arah jurus lapisan (strike) atau jarang tergambar pada bidang lapisan batuan tersebut. Lapisan batuan yang memiliki bidang lapisan. Kemiringan lapisan batuan yang curam menyebabkan relief arah jurus lapisan batuan lebih menonjol. Hubungan tersebut akan memberikan gambaran yang jelas terhadap relief dan struktur geologi. khususnya pada daerah . Permukaan lapisan batuan ditunjukkan oleh relief topografi. Tujuan interpretasi struktur adalah menentukan lokasi. sehingga mempengaruhi bentuk permukaan lapisan batuan tersebut. walaupun tertutup vegetasi dan tanah. maka akan sulit melihat hubungan morfologi dengan struktur geologi yang ada. Lapisan batuan yang tegak menunjukkan garis arah jurus lapisan dan garis kontak lapisan akan lurus dan sejajar dengan arah jurus lapisan. perlapisan. tetapi masih mungkin untuk mengenali struktur geologi utama dan jenis batuan seperti lanau. karena keseragaman ketahanan terhadap pelapukan dan erosi. Pola aliran sungai yang tampak pada foto udara dan peta topografi akan mencerminkan perlapisan batuan yang cukup baik pada suatu daerah. kelurusan aliran dan pola vegetasi akan memudahkan interpretasi geomorfologi. tetapi kemampuan interpretasi foto udara dan peta topografi ditambah dengan pengetahuan geologi umum akan memberikan hasil lebih baik didalam menentukan batas . Lapisan batuan tegak yang tebal dapat langsung dikenali dari lebar hasil pelapukannya. malihan (metamorphisme) dan waktu pengikisan. Pada daerah luas yang memiliki relief rendah dan tertutup oleh lapisan tanah disertai dengan proses tektonik. Pola . terutama batuan endapan yang memiliki bidang lapisan dengan jelas. khususnya jika pengaruh kekar dan rekahan tidak ada. arah jurus dan kemiringan lapisan batuan (strike & dip) mudah dikenali.batas batuan. batupasir dan gamping. Interpretasi batuan secara rinci akan lebih baik jika dilakukan dila -pangan. sedangkan lereng landai menunjukkan lapisan batuan yang kurang tahan terhadap pelapukan dan erosi. kelurusan dan hubungannya dengan bentuklahan. sehingga singkapan lapisan akan tampak pada tebing atau dasar aliran. Kelompok lapisan batuan yang datar (horisontal). maka permukaan lereng relatif halus.erosi/akumulasi aktif. Bidang lapisan batuan yang datar atau hampir datar dan kontak sejajara serta tertutup tanah. maka pola aliran normal akan mengambarkan pola aliran dendritik. tebal dan sangat tahan terhadap pelapukan dan erosi akan menunjukkan tebing yang sangat tegak. (3) sebaran vegetasi dan (4) struktur primer dan sekunder. kuarsit dan batugamping di bawah kondisi tertentu akan membentuk lapisan kunci yang baik. lapisan dengan perbedaan ketahanan terhadap pelapukan dan erosi dicerminkan oleh perubahan lereng pada topografi. Permukaan topografi yang datar menyebabkan pola permukaan lapisan batuan . sehingga pola aliran jenis trelis sangat berkembang. pada kontur topografi menunjukkan pola . sehingga bidang lapisan batuan yang datar seolah . lereng yang sangat curam menunjukkan lapisan batuan yang sangat tahan terhadap pelapukan dan erosi. Hubungan erat antara interpretasi struktur dengan relief tergantung pada pemahaman dan analisis geomorfologi.daerah tektonik muda.pola permukaan lapisan batuan yang memiliki kemiringan ditunjukkan oleh relief topografi arah jurus dan kemiringan lapisan batuan. seperti batupasir. khususnya lapisan batuan yang memiliki perbedaan ketahanan terhadap pelapukan dan erosi. sebaran dan kesinambungan dari kunci hamparan bumi. Bentuk relief batuan yang tahan terhadap pelapukan dan erosi. seperti tampilan gawir sesar dan erosi. karena ketahanan batuan terhadap pelapukan dan erosi. sehingga tampilan pada topografi tidak menunjukkan adanya pergeseran. Smith (1943) menyebutkan bahwa ciri . foliasi. (2) warna tanah dan batuan. sehingga batuan tampak seperti tidak berlapis.

setempat .ciri pola aliran pada daerah tersebut. Jika kemiringan lapisan batuan landai. tetapi mengikuti arah jurus lapisan batuan semu. Jika lembah Vs sejajar (paralel) terhadap arah jurus lapisan batuan. kemiringan lapisan (dip) merupakan kemiringan (gradient) topografi. kecuali jika arah jurus lapisan batuan membentuk sudut yang tepat terhadap kemiringan topografi. tetapi pada daerah yang beriklim basah atau tropik basah. Kedua sayap lipatan yang membentuk kurva (melengkung) dengan puncak sinklinal atau antiklinal akan membentuk lembah V atau U. Kedua sayap lipatan akan membentuk jalur permukaan lurus atau melengkung ada sisi . Jika permukaan topografi tidak datar. Struktur lipatan yang diikuti dengan sesar normal dan sesar naik dapat diketahui melalui pengulangan lapisan batuan dengan kemiringan lapisan batuan yang berlawanan. sedangkan jika dibentuk oleh lapisan batuan dengan sudut kemiringan yang tajam akan membentuk lembah Vs yang pendek. maka perkembangan tebing lembah Vs tidak akan simetri. sehingga untuk . Lapisan batuan yang memiliki kemiringan landai menunjukkan lembah Vs yang cukup panjang. maka pola permukaan lapisan batuan menjadi fungsi arah jurus (strike). Pola . Lebar suatu lembah atau punggungan ditentukan oleh tajam atau tumpulnya kemiringan lapisan batuan. maka aliran percabangan su -ngai yang panjang akan mengikuti arah kemiringan lereng lapisan batuan. Pada lipatan rebah yang sering diikuti oleh struktur sesar dan sesar naik. Pada suatu daerah perlipatan yang jelas. maka pada lembah V tersebut akan tercermin suatu lapisan dan kemiringan batuan yang jelas. Permukaan topografi dan bidang lapisan batuan membentuk arah jurus punggungan membentuk hogback serta arah kemiringan lapisan batuan mudah dikenali. maka lembah tidak akan berkembang. arah kemiringan lapisan batuan pada kedua sayapnya akan sama dan pola lembah V sangat membantu menentukan sayap yang berlawanan. maka lembah Vs akan membentuk tebing yang simetri. sungai atau lembah pada topografi yang memotong arah jurus lapisan batuan de -ngan membentuk sudut. Pada lipatan monoklinal yang baik menunjukkan susunan pola aliran paralel sampai sub paralel dan trelis. maka arah jurus lapisan batuan dapat dikenali dengan dari ciri . tetapi percabangan aliran akan mengikis lembah lembah Vs. Kerapatan vegetasi ketebalan tanah yang menutupi atau menghalangi morfologi struktur yang berada di bawahnya sangat sulit ditentukan. Jika suatu lembah memotong tegak terhadap arah jurus lapisan batuan. 1965). struktur geologi akan tercermin oleh bentuk relief daerah tersebut.sisi yang berlawanan. Hubungan struktur geologi dengan morfologi akan tampak jelas pada suatu daerah bervegetasi sedikit dan tutupan tanah relatif tipis.pola permukaan lapisan batuan tidak mengikuti sepanjang arah jurus lapisan batuan sebenarnya. kecuali pada lipatan isoklin. Jika sumbu lipatan mendatar (horisontal). maka kedua sayapnya akan sejajar (paralel).setempat pola aliran dendritik. tetapi apabila percabangan sungai pendek dicerminkan oleh gawir lereng (Lattman dan Ray. sedangkan jika lembah Vs yang memotong arah jurus lapisan batuan membentuk sudut.mengikuti arah jurus lapisan batuan sebenarnya. Penyimpangan antara arah jurus lapisan batuan sebenarnya dengan arah jurus lapisan batuan semu akan menambah kecuraman lereng pada topografi. Bidang lapisan batuan yang tertutup oleh vegetasi atau material permukaan. sumbu lipatan yang terletak pada puncak atau lembah yang terbentuk akibat perlipatan tersebut dapat ditentukan dengan cara perhitungan atau perkiraan arah jurus dan kemiringan lapisan batuan serta hubungan tiga dimensionalnya. sehingga arah jurus lapisan batuan semu dan arah jurus lapisan batuan sebenarnya memiliki kesamaan.

Breksi sesar biasanya sering menahan air disekitarnya. air terjun. maka digunakan istilah "butte". keragaman lebar tanggul sungai (levee) dan penyimpangan . Sudut sesar 450 atau lebih biasanya disebut sebagai sesar normal dan sudut sesar kurang dari 450 biasanya disebut sebagai sesar naik. sehingga sesar dicirikan oleh mata air.menentukan struktur geologi tersebut pola aliran dan penyimpangan pola aliran dapat digunakan sebagai ciri penentuan struktur. Tampilan yang memanjang mencerminkan atau memberi kesan bahwa sesar seperti dipengaruhi oleh kelurusan morfologi.daerah yang berbentuk kubah atau lipatan (antiklin) sungkup. "Cuesta' adalah punggungan asimetri dengan salah satu sayap yang panjang. Lapisan yang melengkung sekitar puncak lipatan tercermin oleh aliran utama yang melengkung.ciri struktur geologi atau deformasi aktif. Pola aliran yang dipengaruhi oleh sesar atau kekar akan membentuk pola lurus (elongated ) dan paralel atau angular. seperti kelurusan ( lineament ) yang membentang sangat jelas. sedangkan aliran . aliran su ngai ( misalnya penggalan sungai lurus. karena posisi awalnya sudah miring (contoh : lereng cekungan pengendapan yang curam) atau miring karena tektonik. Struktur monoklin yang cukup dikenal antara lain "cuesta". Howard (1967) menyebutkan kelokan (meander) lokal pada sungai. maka akan membentuk morfologi "mesa" atau plato yang dipengaruhi oleh struktur.celah lapisan batuan yang tahan terhadap pelapukan dan erosi. perubahan pola atau arah aliran sungai pada sisi yang berhadapan dari suatu kelurusan merupakan ciri sesar yang sangat menyolok. Sesar normal pada foto udara tampak seperti garis lurus atau garis melengkung. biasanya sesar yang terletak pada bidang permukaan lahan yang melengkung terdapat pergeseran yang tidak menunjukkan celah dan biasanya berada sekitar mintakat regangan serta permukaan sesar merupakan suatu bidang. Pada salah satu sisi lereng "cuesta" memiliki kemiringan lereng yang terjal. Pada sesar . Pe ngikisan (erosi) yang berlangsung pada sisi . Pola aliran radial dan anular atau gabungan kedua pola tersebut sering berkemang pada daerah . sehingga garis sesar pada foto udara akan menunjukkan garis hitan karena sangat jenuh oleh kan .dungan air dan kemungkinan lebatnya vegetasi. Bentuklahan yang simetris atau asimetris tergantung pada kemiringan lapisan batuan dan proses yang berlangsung pada bentuklahan tersebut. Mintakat sesar yang memiliki kelulusan air (permebility) rendah akan mempengaruhi kondisi air tanah dan menyebabkan perubahan kumpulan vegetasi. Mintakat sesar atau kekar pada batuan lunak yang mudah tererosi akan membentuk lekukan atau lembah. percabangan sungai lokal. Kemiringan lapisan batuan yang memiliki satu arah. umumnya searah dengan kemiringan lapisan batuan yang keras dan lereng landai. danau. Jika diameter batuan penutup ukurannya lebih kecil dari pada tinggi bukit disekitarnya. genangan air dan mata air) atau kumpulan vegetasi yang dicerminkan oleh garis lurus karena perubahan rona ( tone ) foto udara yang tajam.penyimpangan (anomali) pada sungai merupakan ciri . kelokan tajam (compressed meander).aliran yang kecil mengalir searah searah kemiringan lapisan batuan dan permukaan lereng lipatan membentuk pola aliran yang trelis. "hogback" dan pegunungan "dike". . Aliran utama pada sayap lipatan cenderung mengalir sejajar arah jurus lapisan batuan dan mengikuti celah . maka bentanglahan yang berkembang menunjukkan relief perbukitan atau pegunungan yang disusun oleh batuan keras yang miring. maka akan membentuk alur erosi yang sejajar (paralel) atau gawir erosi yang tidak menerus hasil dari kegiatan erosi mata air atau limpasan air permukaan ( runoff ) yang terkumpul. Suatu daerah yang disusun oleh batuan yang keras dan memiliki lapisan yang mendatar (horisontal) kemudian terangkat. sedangkan pada sayap lain memiliki kemiringan yang landai.sisi gawir bagian depan struktur.sesar besar.

Kedua sisi antiklin dikenal sebagai sayap.. Antiklin sederhana memiliki kemiringan lapisan batuan dari arah sumbu antiklin ke arah sisi . Bidang yang memotong lipatan pada puncaknya disebut sebagai bidang sumbu. kemiringan lereng sangat curam dan hampir simetris. sedangkan kekar . Bidang yang memberikan kesan goresan belum tentu sebagai gawir sesar.sesar yang berumur muda. kecuali pada daerah bertopografi rendah tampak blok yang naik dan turun. Melihat bidang kasar yang mengesankan bekas goresan dan di-terapkan hanya pada sesar . dengan cara : (1).).. dibandingkan dengan hasil langsung dari gerakan yang menyebabkan terjadinya sesar (bidang sesar). sedangkan bagian lembah menunjukkan sinklin. mintakat (zone) hancuran dan mintakat rekahan serta kekar (b). kegiatan erosi dan kekerasan batuan. Pergeseran yang tegak menghasilkan suatu gawir sesar yang terjal (lihat gambar. sedangkan pada bagian yang paling tinggi disebut puncak. Bidang sesar dicirikan oleh : (a). tetapi ada juga yang tidak simetri. Lapisan atau struktur lapisan sejajar (planar) yang miring merupakan bagian dari lipatan tunggal (single fold ) atau bagian dari sistem lipatan (kumpulan lipatan). Thornbury (1969. Sesar adalah rekahan atau mintakat (zone) rekahan pergeseran yang panjang dengan sisi . Pelapukan dan erosi yang mengikuti sistem alur kekar sejak terbentuk akan menjadi tempat mengalirnya air ketika terjadi hujan. seperti naik turunnya blok yang tersesarkan tergantung pada gerak / pergeseran sesar. Breksi sesar. Kenampakan sesar pada foto udara atau peta topografi akan sangat tajam . Antiklin adalah lipatan ke atas yang telah mengalami perkembangan beberapa tahap." Hogback" adalah punggungan dengan puncak yang terjal. Sistem kekear yang sangat luas mudah dikenali pada foto udara dan peta topografi dengan cara melihat pola aliran sungai. Tampilan permukaan sesar yang menunjukkan goresan goresan pada bidang sesar ("slickenside"). maka lipatan tersebut dinamakan lipatan simetri. maka akan tampak bentuk lapisan batuan yang dipengaruhi oleh perbedaan kekerasan batuan.. halaman 253 .sisi rekahan sejajar. tetapi goresan tersebut jarang ditemukan.256) menggunakan analisis umum untuk menentukan gawir sesar dan garis gawir sesar. kerapatan vegetasi yang berkelompok pada jalur kekar dan arah perbukitan. sehingga yang tampak adalah jejak sesar berupa garis dan biasanya disebut sebagai garis gawir sesar.). Perbedaan erosi sepanjang gawir sesar ( = perpotongan antara bidang sesar dengan permukaan) jarang sekali nampak..kekar tersebut pada umumnya membentuk arah yang tegak atau mendatar pada lapisan batuan selaras dengan arah gerak yang tidak beraturan. (2). dibentuk oleh lapisan batuan keras atau batuan yang memiliki kemiringan lapisan batuan yang terjal. Kekar dan sesar sangat mempengaruhi perkembangan bentuklahan. sedangkan sinklin adalah lipatan lapisan batuan dengan arah kemiringan yang bertindak sebagai sayap menuju sumbu sinklin (lihat gambar . Sistem kekar sangat banyak dan suatu sistem kekar terdiri dari dua atau lebih kelompok kekar yang sejajar. Struktur lipatan dapat berupa antiklin atau sinklin. Punggungan yang menyerupai "dike" dibentuk oleh lapisan batuan yang memiliki kemiringan hampir tegak. Bentuklahan pada umumnya agak simetri. Bagian bukit menunjukkan antiklin. Jika bidang sumbu tegak sejajar sumbu lipatan. Suatu garis gawir sesar obsequen adalah kenampakan gawir sesar. .sisi yang berlawanan. Jika daerah terlipat tererosi. Suatu daerah yang terlipat dan tererosi akan menunjukkan relief yang bergelombang membentuk bukit dan lembah.

nungapi / vent disebut sebagai pusat letusan. mendatar. Hamparan aliran lava bukan menutupi sesar. Lembah naik biasanya terjadi di sepanjang gawir sesar.Selanjutnya ujung yang meruncing dari permukaan segitiga (triangular facet) mengalami perombakan oleh pelapukan dan erosi. Perbedaan pusat letusan dengan letusan yang terjadi melalui rekahan umumnya tergantung pada skala dan tahap . Kelrusen mencerminkan gawir sesar atau garis gawir sesar. Letusan (erupsi) gunungapi dapat dibedakan berdasarkan material yang keluar dari saluran magma gunungapi atau " vent " . (9). "Triangular facet" (permukaan berbentuk segitiga ?) dengan ciri bagian ujung atas yang meruncing. Lembah naik (Hanging valley) pada permukaan gawir.ciri permukaan sesar. Tampilan pergeseran lapisan batuan yang tegak. sehingga tidak menunjukkan ciri .(c). Klasifikasi ini sulit untuk diterapkan pada setiap kejadian letusan. . Pendekatan dengan melihat bertambah miringnya dasar sungai di sepanjang jeram dan disebut sebagai lembah "gelas anggur" ("wineglass" valley).3 Bentuklahan asal gunungapi (vulkanik) Bentuklahan gunungapi terbentuk dari hasil endapan gunungapi berupa endapan lava yang membeku dan fragmen .1. Fenomena . (8). (6). tetapi vulkanisme terjadi pada jalur sesar yang disebut sebagai mintakat lemah. yaitu jika material yang dikeluarkan dari saluran magma melalui pusat saluran magama gu . sedangkan bidang sesar normal lebih lebih curam. Mataair sering ditemukan di sepanjang sesar tetapi bukan berarti batas sesar atau sesar aktif. Material yang keluar melalui celah / rekahan saluran magam disebut sebagai letusan celah / rekahan dan material yang keluar melalui beberapa saluran magma yang tersebar luas pada suatu daerah disebut sebagai daerah letusan.kelokan tajam aliran sungai.sering terjadi longsoran. tetapi tidak berarti sebagai sesar. . Tampilan topografi dapat memberikan kesan sesar. (5). karena sebuah letusan akan terjadi di sepanjang rekahan (minakat lemah). jika dibandingkan dengan gawir cuesta yang memiliki gawir yang lurus. (3). atau miring.fenomena (kejadian) yang dapat diperkirakan terjadi sesar saat sekarang atau masa lalu antara lain : . Mataair di sepanjang dasar gawir.pola aliran sungai paralel yang memotong berbagai jenis batuan.kelurusan punggungan yang tidak dipengaruhi oleh jenis batuan. Aliran lava sepanjang alur sesar. Kelurusan gawir. sehingga dapat dibedakan dengan bentuklahan lainnya dan sangat mudah dikenali pada foto udara. 4. Bagian ujung yang meruncing dianggap sebagai bagian yang pa -ling dekat dengan sesar dan biasanya menutupi sesar yang tampak sekarang. tetapi dapat juga terjadi di sepanjang garis gawir sesar yang mencerminkan terdapat perbedaan regangan pada kedua sisi blok sesar. Sesar memanjang seperti garis lurus.fragmen gunungap. (4). sehingga pusat letusan besar dapat terjadi melalui sejumlah kerucut parasit (parasit cone) yang terapat disepanjang jalur rekahan pada sayap / lereng gunungapi. (7). Biasanya lereng permukaan (facet) yang meruncing kurang dari 30 0. . padahal kenyataannya melengkung. sehingga dijadikan sebagai bukti sesar sekarang (Resen). Jeram berbentuk V dengan batuan dasar mengikuti garis sesar.

batuapung dan debu. lelehan lava diikuti dengan gas. Struktur tubuh gunungapi cenderung berukuran kecil dan jarang mencapai ketinggian 450 meter. sehingga gunungapi biasanya terbentuk pada sabuk pegunungan Alpen dan sabuk Pasific (gambar ). menghasilkan bomb dan terak (scoria) lava. yaitu (1) kerucut dan sebaran kerucut serta hubungan bentuk kubah dan (2) plato dan dataran.. debu sangat sedikit.pertumbuhan gu nungapi. lava . kerucut lava. sehingga berdasarkan sebaran yang luas dan kesamaan petrografinya. sampai terak (scoria) lava hancur. ICELANDIC 2.titik tertentu dalam kurun waktu yang panjang (Karapetian. Komposisi petrografi batuan penyusun gunungapi pada suatu daerah yang luas akan memiliki kesamaan.jenis gunungapi yang paling menonjol. tetapi tidak menutup kemung-kinan sebaran gunungapi tersebut berkelompok. me nyemburkan gumpalan lava. Sebaran gunungapi pada umumnya tidak beraturan. maka jenis gunungapi dapat dibagi menjadi dua kategori. sedangkan gunungapi strato sangat jarang atau hampir tidak ada. Beberapa gunungapai ada yang membentuk sebagian kubah lava dan sebagian lagi membentuk plato vulkanik. lapisan lava tertumpuk diantara letusan. Kerucut berlapis pada bagian tengah saluran magma. Secara garis besar klasifikasi gunungapi berdasarkan letusan yang diajukan oleh Lacroix (1908) dan disusun kembali oleh Sapper (1931) adalah sebagai berikut : Tabel Jenis gunungapi berdasarkan letusannya. lava dan gas mengalir dengan cepat sambil menyemburkan api. mengeluarkan aliran magma basalt bebas. lubang saluran magma bersih. KARAKTERISTIK Letusan melalui rekahan. STROMBOLIAN Kerucut berlapis ((stratocones) sekitar kawah. HAWAIIAN Letusan berasal dari rekahan. kaldera dan lubang kawah. membentuk kubah lava. letusan sedang. berlanjut. sehingga membentuk plato. kubah lava dan hamparan lava adalah sebutan jenis . dengan semburan lava dan awan panas (seperti uap air) yang naik sampai pada ketinggian tertentu. Semburan bomb. sehingga terbentuk danau hasil dari letusan tersebut atau akibat penurunan (depresi) yang terbendung oleh lava yang mengeras. gas sedikit. tenang. kegiatan letusan berulang . Terak (scoria) lava. sehingga perbedaan itu akan sangat menonjol. menghasilkan volume lava yang besar. JENIS GUNUNGAPI 1. melepaskan gas tidak teratur. kumpulan lava lebih kental. letusan aktif tenang sampai sedang. gas terkumpul di bawah permukaan.ulang. Kondisi sebaran gunungapi tersebut berdasarkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa gunungapi terbentuk bersamaan dengan tumbukan dan pemekaran lempeng. lava mengalir seperti lapisan pada daerah yang luas.ngat luas. Selanjutnya tampilan negatif hasil letusan berupa kaldera yang sa. 1964). Daerah gunungapi disebut juga "polyrifice" dicirikan oleh tidak pernah terdapat pusat letusan. 3. karena letusan akan terjadi pada titik . letusan bertambah hebat dengan waktu yang cukup lama.

Magma yang bertemperatur tinggi mengalir keluar secara perlahan . letusan jarang terjadi. membawa fragmen . pada suatu letusan lelehan lava menyebar (pada bagian atas mengkilat) disertai dengan semburan asap seperti cendawan yang terus menerus membentuk lapisan debu pada ketinggian tertentu. serta terak (scoria) lava. 5. Fairbridge. Setelah gerakan magma pada saluran terhenti dan temperatur naik. menyempit pada bagian bawahnya dan di bagian atasnya menyebar sambil menyebarkan debu. seperti rekahan yang disebabkan oleh "horst volcano tectonic" atau lahan yang tergali (R. langsung mengendapkan hasillnya. VULCANIAN mengalir dari puncak menuruni lereng setelah letusan utama.1962) Berdasarkan Ollier(1970). debu dan fragmen . 6. sehingga dapat menyebabkan terjadinya letusan dan penumpukan debu. antara lain (1) monogenetik.fragmen lain).W. SO2 dan CO2 serta mengurangi potensi letusan. Fe dan Ca) menguapkan H2O (uap). menyimpan lebih banyak gas.rekahan lateral (lereng gunungapi) atau dari saluran yang telah mengalami penghancuran penyumbatnya.celah / rekahan .lahan melalui celah . tetapi hasilnya menjadi lain (contoh: Hawaiian). awan bercampur debu yang pekat tersembur ke udara membentuk seperti cendawan.fragmen bergerak menuruni lereng dalam satu atau lebih letusan sebagai "nue'es ardentes" atau luncuran awan panas. jenis gunungapi dan kawah merupakan hasil endapan lava kental derajat tinggi dari suatu daerah yang sangat luas. bara. PELE'AN Menghasilkan lava kental bertekanan tinggi.4. yaitu . Terjadinya letusan gunungapi dapat dibedakan menjadi dua macam. letusan hebat terjadi dengan melepaskan gas dari lubang saluran magma yang berbentuk kerucut berlapis (Stratocones). yaitu menjadi phreatic dan meng. Letusan lebih hebat daripada letusan vesuvian. 1968).Letusan biasanya terjadi dari lubang kawah tunggal yang biasa disebut dengan pusat letusan gunungapi. (catatan : letusan pseudo vulkanik memiliki ciri yang sama. 7. Sumber : Van Zuidam (1985 dari Holmes. saluran magma cenderung menjadi kosong dan cukup dalam. saluran magma gunungapi jenis strato terhalang oleh kubah lava atau lava penyumbat. pada fase utama yang terakhir menyemburkan gas dengan cepat membentuk awan seperti cendawan tegak lurus setinggi beberapa kilometer.rekahan yang terdapat pada gunungapi. debu berlapis sekitar lereng puncak gunungapi. VESUVIAN Letusan lebih hebat daripada jenis strombolian atau vulcanian.hasilkan kabut uap yang sangat luas. Larutan magma (kaya Mg. terjadinya letusan setelah gunungapi istirahat cukup lama. tekanan gas menyebabkan kawah tua retak. PLINIAN.1975 dan Bullard. Magma kental (banyak mengandung SiO 2 dan alkali) cepat dingin dan melekat. gas keluar rekahan .

letusan terjadi sekali.ulang. maka akan menyebar dan membentuk gundukan cembung yang dikenal sebagai kubah kumulus ("cumulo dome") dan ini tidak berdiri sendir. Pusat letusan pada skala kecil menyebabkan sisi kerucut lurus dan aliran lava biasanya memiliki kemiringan lereng yang landai (kurang dari 70) .rekahan. Gunungapi lava basa. Gunungapi berskala kecil memuntahkan lava cairdan menghasilkan kubah cembung dari pada bentuk perisai. Perbedaan ukuran yang digunakan tidak baku. endapan lava dan piroklastik membentuk strato vulkanik. sering menyemburkan lava secara berulang . dan beberapa penulis kadang . tetapi membentuk kelompok intrusi pada endapan piroklastik. kerucut lava.kawah kecil kemudian kawah tersebut terkubur oleh limpahan / curahan kawah lainnya (sehingga kawah tumpang tindih) dan pada akhirnya lenyap karena letusan kaldera. Ketika letusan terhenti. 1970). Batuan bekuan asam pada umumnya sangat pekat dan apabila batuan bekuan asam ini tidak terlontarkan oleh suatu letusan gunungapi.rekahan membentuk sejumlah bentuklahan ( gambar 30). dan (2) poligenetik.dinding kawah atau lereng . gundukan lava tersebut sebagian menunjukkan bentuk yang tajam. tetapi ada juga beberapa contoh yang relatif curam. tetapi Cotton (1944) menyebutkan bahwa "mamelon" adalah kubah kumulus yang terbentuk oleh letusan dengan aliran material lava trakhitik dan "mamelon" sama seperti kubah kumulus yaitu tidak memiliki kawah. sehingga disebut sebagai kubah lava vulkanik.kadang mnggunakan perisai atau kubah. tetapi digunakan untuk gunungapi strato yang besar atau pada suatu lingkungan gunungapi). Kerucut parasit. maka magma ini akan mengalir melalui rekahan . Di Victoria (Australia) ada beberapa kelainan gunungapi yang telah diteliti. dan letusan rekahan biasanya berhubungan dengan gunungapi perisai (gunungapi perisai merupakan pernyataan yang kurang tepat.rekahan yang tegak lurus terhadap permukaan lava yang ada di atas dan sisinya (Ollier. kemudian lava membeku dan muncul kembali di tempat lain. Istilah "mamelon" sering diterapkan untuk kubah kumulus.ribu meter yang tertutup oleh runtuhan atau mungkin bentuk kubah yang menyimpang menjadi kasar dan . Poligenetik biasanya berhubungan dengan pusat gunungapi. sebagai contoh jalur rekahan lava yang terbuka sekali. kubah lava. tetapi memiliki ciri berupa gundukan lava yang berlereng landai. Pada awalnya letusan terjadi dari kawah . sehingga dapat menyebar dengan mudah dan meninggikan gunungapi. Ollier (1973) membedakan perisai lava . Lava basa bersifat sangat cair. Letusan monogenetik selalu dihubungkan dengan jalur rekahan gunungapi. mencerminkan telah mengalami erosi yang kuat. Gunungapi basaltik tidak dicirikan oleh kawah. Hamparan batuan gunungapi. Pada saat lava yang pekat dismburkan. "Tholoid " mengacu pada kubah kumulus atau mamelon yang berasal dari dalam kawah besar gunungapi dengan ketinggian dan diameter beribu . dan gunungapi tersebut membentuk lava yang mendatar ("lava disc ) yang terbentuk dari lava basal dan keluar melalui rekahan . yaitu letusan terjadi beberapa kali. tetapi menghasilkan lelehan lava yang keluar melalui dari rekahan . Gunungapi basaltik tidak memiliki kawah. gundukan lava dan lava datar (gambar 28). berupa letusan kecil. letusan lereng.lereng kawah yang tererosi. lapisan lava dapat dilihat pada dinding . lereng landai (kurang dari 7 0) dan cembung. karena merujuk kepada lava perisai. Beberapa gunungapi dibedakan kerucutnya oleh rekahan yang bertindak menjadi kawah dan dapat dinyatakan sebagai gundukan lava ("lava mounds") yang memiliki kesamaan dengan gundukan terak ("scoria mounds"). Gunungapi lava asam. terbentuk oleh semburan lava basaltik dan dapat membentuk pilar lava seperti perisai besar.

Formasi " tholoid " pada kawah tidak mencirikan akhir dari suatu aktifitas gunungapi karena terbentuk dan hancurnya " tholoid " berlangsung selama pertumbuhan gu -nungapi. kumpulan kerucut terak ("nested scoria cones"). Kerucut terak terbentuk sangat cepat. karena pada tahap akhir letusan gunungapi yang memiliki magma basaltik cenderung membentuk kerucut terak. "Maar" biasanya terdapat . luas dan dalam. Bentuk lereng yang indah seperti di Fujiyama (Jepang) dan Mt. membedakan lima jenis gunungapi piroklastik menjadi kerucut terak ("scoria cones"). penampang melintang antara kerucut bagian dalam dengan dinding kawah disebut "fosse". maka disebut sebagai kumpulan kerucut terak ("nested scoria cones"). Partikel . Disekitar bibir kawah dibentuk oleh semburan material . Sering ditemukan satu atau dua bukit yang terbentuk pada sisi aliran lava ( Wentworth dab Macdonald. batuan bekuan atau batuan dasar dan sering dicirikan oleh bentuk endapan besar asimetris yang searah dengan arah angin pada kawah tersebut. sehingga menghasilkan tubuh yang membulat dan panjang disebut sebagai kubah penyumbat. selanjutnya rekahan pada permukaan kubah penyumbat atau kubah kumulus muncul membentuk punggungan. gundukan terak ("scoria mounds"). pecahan . Beberapa terak gunungapi tidak memiliki kawah sebenarnya dan biasanya dinyatakan sebagai gundukan terak ("scoria mounds") yang terpisah dari kerucut terak normal ("normal scoria cones").fragmen) lava yang berjatuhan dekat lubang kepundan. 1953). sehingga pecahan lava tersebut membentuk tumpukan pecahan lava yang disebut sebagai kerucut litoral ("littoral cones") dengan ketinggian 100 meter dan memiliki diameter 1 kilometer.material piroklastik. Ollier (1973). Gunungapi piroklastik.pecahan (fragmen . sehingga pecahan pecahan kasar terkumpul dekat lubang kepundan.tidak memiliki kawah. terdiri dari kawah sampai bagian yang paling bawah. Letusan gunungapi menghasilkan pecahan . Pada penampang akan tampak bagian sisi yang curam mengarah ke kawah dan lereng yang berlawanan arah dengan lereng curam memiliki kemiringan yang landai (umumnya 40 atau kurang) membentuk lapisan piroklastik yang relatif sejajar dari arah kawah. Kubah penyumbat yang memiliki ukuran besar mendekati ukuran pegunungan merupakan letusan dengan skala lebih kecil dari lava yang sa-ngat kaku. Egmont (New Zealand). Kawah sering memeiliki diameter 1 kilometer dan ketinggian bibir antara 50 sampai 100 meter. Saat lelehan lava bersentuhan dengan laut. kerucut littoral ("littoral cones") dan maar. Jika posisi terak terletak di tengah kawah atau kepundan yang sangat besar. "Maars" atau kawah bekas letusan adalah bentuklahan yang disebabkan oleh letusan gunungapi. maka akan terjadi letusan dan semburan pecahan lava. Kerucut kubah penyumbat berkembang dengan cepat.partikel kasar.sisinya cembung melandaidan kawah di bagian puncaknya.pecahan lava tersebut membentuk gumuk rombakan dengan lereng sesuai dengan sudut pembentukan gumuk rombakan tersebut. Kerucut terak yang ideal adalah kerucut tunggal yang memiliki lereng lurus atau sisi .partikel halus diendapkan pada lereng lebih bawah dibandingkan dengan partikel . Lava kental yang menyembur dari saluran memiliki sifat sangat kaku dan bergerak seperti batang lurus (piston). tetapi pertumbuhannya hancur oleh letusan dan pecah karena tidak seimbang pada saat tumbuh dan kumpulan pecahan dari letusan punggungan karena beberapa kubah penyumbat ditutupi oleh tumpukan batuan rombakan yang membentuk seperti endapan longsor sekitar lereng dengan batuan berbentuk pilar membentuk sudut hampir datar. Kerucut terak dihasilkan dari akhir suatu letusan gunungapi yang cukup besar.akan kerucut terak memiliki puncak yang datar jika dilihat dari jarak jauh. Bibir kawah yang datar memperlihatkan seakan .

Kerucut kerucut yang tertoreh kemudian membentuk parit erosi dan menjadi alur mengalirnya lava. Banyak bukit campuran secara genetik memiliki hubungan yang sama pada awalnya berdiri sendiri. maka endapan lava yang bertindak sebagai penyumbat lubang kawah hancur.sayap gunungapi.rekahan yang mudah dicapai ke permukaan dan meletus pada lereng . Kaldera adalah depresi (cekungan) gunungapi yang sangat luas berdiameter mencapai 5 kilometer. Seperti umumnya gu nungapai.kerucut terak ("scoria cones") terbentuk disekeliling puncak gu nungapi dan aliran piroklastik serta endapan jatuhan tersebar secara luas disekitar lereng . (Ollier. Kawah meteorit memiliki bentuk permukaan yang sama dengan gunungapi. yaitu kaldera runtuhan. tiga jenis utama kaldera yang dikenal. rekahan dan punggungan terbentuk pada sayap . Pada beberapa gunungapi sering ditemukan endapan campuran antara lava dengan fragmen dan gunungapinya disebut sebagai gunungapi strato ("strato vulcanous"). melainkan oleh jatuhan meteor ke permukaan bumi.lereng utama gunungapi. . tetapi tidak sesederhana kumpulan suatu lapisan lava. "Cryptocones" adalah gunungapi yang memilikilubang kawah atau bibir kawah yang kasar dan kadang . kerucut .rekahan dengan sifat letusan dari rekahan tersebut. Pada beberapa daerah terbentuk sejumlah kerucut terak ("scoria cones") secara bersamaan dengan mekanisme terbentuknya kerucut parasit ("parasit cones") . kemudian karena tumpang tindihnya endapan hasil letusan (erupsi) yang tidak memiliki hubungan antara satu letusan dengan letusan lainnya dengan umur yang berbeda mengakibatkan bukit . Kerucut parasit ("parasit cones") biasa disebut sebagai kerucut "adventive" dan kerucut kedua dapat berkembang apabila gunungapi memiliki tekananyang sangat besar agar dapat mengeluarkan lava mengalir melalui rekahan .bukit tersebut menjadi satu. Letusan gunungapi campuran. misalnya : tidak tampak gunungapi utama. maka akan terbentuk saluran magma ("vent") baru. sehingga lava dapat mengalir melalui rekahan . sehingga memberi peluang keluarnya lava dan letusan selanjutnya akan menjadi mudah. sehingga dijadikan alur keluarnya lelehan lava atau kegiatan letusan. tidak ditemukan batuan beku yang memiliki struktur yang dibentuk oleh pelepasan gas tau tampilan permukaan saluran magma ("vent") tidak sampai ke permukaan. sehingga disebut sebagai rangkaian kerucut ("multiple cones"). Pada suatu kawah yang luas dapat terdiri dari satu atau lebih gundukan kerucut atau kawah. Egmont dan sebagainya merupakan gunungapi jenis strato. tetapi cara terbentuknya bukan diakibatkan oleh gunungapi.lereng gunungapi. Batuan meterorit yang jatuh membentuk kawah jarang ditemukan disekitar bibir kawah. sebagai contoh : jika kerucut yang pertama menutupi saluran magma ("vent").bersama dengan endapan batuan bekuan basal dan kawah bagian bawah ditutupi oleh air membentuk danau.kadang ditemukan lapisan material gunungapi yang tebal. Ciri lain dari meteor yang jatuh ke permukaan bumi adalah kenampakan fragmen batuan dasar pada bibir kawah menjadi miring akibat benturan meteor yang jatuh tersebut. karena pecahannya menyebar jauh dari bibir kawah. Sesar. tetapi yang tampak adalah rangkaian gunungapi. Gunungapi gabungan. kemudian meledakdan letusannya memberi dampak seperti bentuk kawah tersebut. Kawah yang terdapat dipuncak gunungapi telah membentuk percabangan pada bagian dindingnya. Perbedaanya adalah tidak terjadi pertumbuhan kerucut yang berukuran besar. maka gunungapi jenis strato juga memiliki periode letusan yang panjang selaras dengan aktifitas gunungapi tersebut. Campuran gunungapi yang tampak sempurna adalah gunungapi yang memiliki campuran bentuk lava dan terak ("scoria"). Beberapa gunungapi besar di dunia seperti Gunungapi Visuvius. 1970). Sekali letusan gunungapi terjadi. Fujiyama.

lapisan lava cukup tebal. Kantung kantung yang berbentuk membulat seperti lelehan saus merupakan bantal dan biasanya saling bertumpuksatu dengan yang lainnya.lahan membentuk timbunan seperti bongkah . tetapi rekahan yang mengisolasi bagian tengah yang melingkar menyebabkan terjadinya terobosan ( intrusi) lateral atau jalan keluarnya lelehan lava. Kaldera runtuhan selanjutnya dibagi menjadi jenis Karakatau atau kaldera runtuh karena suatu letusan dan jenis kaldera Glencoe taua kalderayang mengalami penurunan ("subsidence") (ganbar 32). a a. berbusa dan bergerak secara perlahan. yaitu kaldera yang memiliki luas akibat erosi terhadap dinding kawah. 1970). maka aliran lava diklasifikasikan menjadi aa pahoehoe. debu atau tufa. Aliran lava yang mengalir secara perlahan .bongkah dan bergerak mengeluarkan suara deru yang cukup keras. Selaras dengan kenampakan permukaan lava. sehingga membentuk lava yang mengkilat seperti kaca. tetapi Fe'nch (1933) dan Macdonald (1953) membedakan antara a a karena bentuknya seperti kerak besi yang melintir dengan blok lava yang memiliki bentuk blok blok yang menyudut. Tampilan lava minor. maka biasanya terbentuk struktur khusus yang disebut sebagai lava bantal ("pillow lava"). Pendinginan aliran lava menyebabkan penyusutan. tampilan letusan gunungapi yang membentuk kaldera sebenarnya hanya dapat menghasilkan kaldera dengan garis tengah kurang dari 1. kemudian memebntuk pecahan heksagonal. penyusutan dan pembentukan formasi kekar ini tidak pernah terjadi pada massa lava seperti bubur. tetapi lapisan kulit yang plastis terdapat menutupi lava yang cair bergulung seperti kantung plastik yang diisi penuh oleh larutan. Kaldera erosi akan hilang selaras dengan pemebntukkan kaldera baru oleh proses yang berbeda (bukan erosi). Pada jenis kaldera glencoe.garis kekar memusat yang menjadi arah tekanan. Lava a a dan lava blok memiliki persamaan. kulit tachylitic dan rekaha radial (gambar 34). Banyak lava bantal yang terbentuk dilaut. Ketika pengkerutan (kontraksi) memenuhi ruang.5 kilometer. lava seperti bubur saling bertumpang tindih. membentuk bantal yang mudah dibedakan dari bentukkebundaran bongkah karrena pelapukan mengelupas bawang.3. Pola . maka rekahan rekahan menjadi kekar.pola kekar .1. lava blok dan lava bantal (gambar 33). seperti runtuhan atau penurunana (subsidence). sehingga terbentuk formasi kekar.1 Aliran lava dan tampilan lava minor Jenis lava.blok yang saling bertumpuk dan masiv. pecah membentuk blok . Jika aliran lava masuk ke dalam air atau terjadi letusan gunungapi di bawah permukaan air. seperti melilit pilar Lava a a (dibunyikan ah ah) adalah lava berbentuk blok. tetapi akan mencapai geometri yang sempurna pada sebaran larutan kental lava basal yang luas. Pada bagian puncak berbentuk membulat. Tampilan ini tampak sama dengan kilapan kaca. penurunan tidak diikuti dengan letusan abu. tetapi pada bagian dasar yang masuk ke bagian dalam membentuk lapisan. Kaldera hasil dari letusan sangat jarang. Lava pahoehoe adalah jenis lava cair dengan sedikit berbusa dan pada lapisan permukaannya yang tipis mendingin membentuk lipatan akibat gerakan lava yang meleleh pada bagian bawahnya. Selanjutnya jenis ketiga adalah kaldera erosi. tetapi ada juga yang terbentuk pada air tawar (danau). 4. sedangkan lava yang lebih cair membeku membentuk seperti lapisan meninggalkan jejeak seperti aliran lava (Ollier. Pengkerutan (kontraksi) terjadi ketika lava mendingin yang dicerminkan oleh garis . Lava mendingin dengan cepat. semburan gas dan asap. hasilnya adalah lava seperti kulit hiu dan lilitan sejajar yang pijar. Lava silika kental cenderung membentuk kubah kumulus atau "coulees" atau letusan material piroklastik. hasil utama gunungapi adalah lava.kaldera letusan dan kaldera eosi. sedangkan kaldera yang berdiameter besar merupakan hasil dari beberpa kali letusan.

.lereng yang terjal. SPOT atau ERS). Sistem pemetaan geomorfologi disusun secara sederhana untuk keperluan analisis. sehingga dapat dibedakan bagian luar dan bagian dalam dari suatu aliran lava yang tampak dengan skala kecil.rekahan yang saling berpotongan.prinsip sebagai berikut : . sedangkan pada lereng yang tegak membentuk aliran lava terjun seperti air terjun.blok karena rekahan yang melintang.blok lava tersebut membentuk celah . Selanjutnya pada saat bagian atas aliran lava mendingin secara tiba . Bentuk .blok lava terangkut sampai ujung ujung aliran dan terbenam. sedangkan pada bagian atas dan bawah aliran lava tersebut membentuk bongkah .yang tegak membagi lava menjadi kolom .kolom tegak heksagonal dan pecah membentuk blok . .tiba.lereng yang memiliki kemiringan landai.bongkah (gambar 35).Sistem harus dapat memisahkan dengan jelas keseragaman satuan.macam tampilan seperti lava yang berlapis. Secara alamiah bagian permukaan lava akan lebih cepat dingin dari pada bagian dalam (tengah) aliran lava.Citra satelit (Landsat. Kejadian bentuk . Selanjutnya aliran lava dapat bergerak pada lereng .Sistem harus mudah diekstrapolasi dan digeneralisasi. gua .TM.bongkah kerak. klasifikasi dan evaluasi yang digunakan sebagai dasar pemetaan geologi dan penelitian geologi. kemudian membentuk mega kolom dan selanjutnya kolom normal dan terakhir membentuk rekahan .bentuk aliran lava sangat rumit.gua lava dan bongkah . Pada aliran lava. blok .Peta topografi dan foto udara skala 1 : 50. dengan pertimbangan metode pemetaan gemorfologi dari kedua akhli tersebut mudah dipahami dan cukup jelas. 4. . Aliran lava yang sangat kental dapat menghancurkan penghalang .Sistem harus terpakai untuk penelitian bidang ilmu geologi dan ilmu .ilmu yang berhubungan dengan geologi. Pada bagian dalam (tengah) tubuh aliran yang mendinging perlahan . . maka aliran lava tersebut akan terputus membentuk ujung . Sistem yang digunakan untuk kepentingan geologi dan ilmu . Permukaan kekar tegak (vertikal) mempunyai jarak gores yang dikenal seperti bekas pahatan. Salah satu bentuk lava (minor) dapat ditemukan pada ujung dari aliran lava ("TOE").ujung aliran (" toe") yang baru atau membentuk satuan aliran yang baru.2 Pelaksanaan pemetaan geomorfologi Pemetaan geomorfologi dilakukan dengan pendekatan cara yang dikembangkan oleh Verstappen (1967 dan 1968) dan Van Zuidam (1968 dan 1975). Bahan dan alat yang digunakan untuk pemetaan geomorfologi antara lain : .000 atau lebih besar.lahan masih bersifat cair dari pada bagian luar (tepi) dan akan bergerak setiap saat.celah yang menjadi jalur aliran lava tersebut. sehingga aliran lava sangat cepat akan memenuhi lereng .bentuk kekar akibat aliran lava terbentuk didalam satu kumpulan. aliran lava sangat berhubungan dengan kenampakkan topografi. sehingga dapat menunjukkan bermacam . sehingga gerakan aliran lava yang mendorong blok . .Sistem harus dapat digunakan didalam berbagai skala. Cara pemetaan geomorfologi dilakukan dengan 2 tahap.tanggul kecil.ilmu yang berhubungan dengan geologi memiliki prinsip . yaitu tahap interpretasi peta topografi dan atau foto udara / citra satelit serta tahap pemeriksaan lapangan. jika diperlukan. sehingga bagian permukaan tersebut akan mengkerut dan pecah.penghalang di jalur alirannya dan aliran lava yang relatif cair akan terbelokkan oleh lambatnya aliran lava kental yang bertindak seperti tangul . yaitu bagian paling depan suatu aliran lava yang berbentuk cembung dengan ketinggian 3 meter dan panjang dapat mencapai puluhan meter.

Gambar pola aliran pada peta topografi dan / atau foto udara.unsur geomorfologi.Bentuklahan asal fluvial (sungai) a. Satuan bentuklahan dataran beting gisik.puncak punggungan yang bertindak sebagai batas pemisah aliran (water devided area) . d. .Klasifikasikan bentuklahan secara morfografi (perbukitan atau pedataran) yang tampak pada peta topografi dengan ciri perbedaan garis kontur dan kondisi pola aliran yang menyatakan aspek genetika. Bandingkan dengan pola aliran yang telah dibakukan seperti pada gambar 7 dan 8 . . sedangkan perbedaan kerapatan kontur lainnya dapat digunakan untuk membedakan jenis batuan. .langkah pemetaan Tahap interpretasi peta topografi dan foto udara dilakukan di studio pemetaan dengan kegiatan yang dilakukan antara lain : . Satuan bentuklahan dataran tanggul alam c. . Satuan bentuklahan dataran pesisir aluvial. 4. .. Satuan bentuklahan dataran gosong sungai. . pada setiap lekukan garis kontur atau lekukan lembah pada foto udara. -Alat .Plan table lengkap dengan tripod dan mistar.Kompas geologi.3. sehingga dapat ditentukan nama satuan geomorfologi.alat tulis. 4. Satuan bentuklahan beting gisik.3.Aspek geologi yang tercermin melalui pola aliran merupakan unsur genetikan suatu bentuklahan.Batasi puncak .3 Langkah . . karena kerpatan pola aliran akan mencerminkan janis batuan yang tahan terhadap erosi atau mudah tererosi. .Palu geologi. . sehingga dapat disimpulkan bahwa batuan yang mudah tererosi merupakan jnis batuan yang lunak. . Satuan bentuklahan dataran banjir. sehingga memiliki arti bahwa lereng yang curam dan menerus dapat diperkirakan sebagai sesar yang berkembang di daerah tersebut.Perhatikan kerapatan pola aliran.. . c.Pita ukur. sedangkan batuan yang tahan terhadap erosi merupakan jenis batuan yang keras.Perhatikan kerapatan kontur. Satuan bentuklahan dataran pesisir (coastal) b.Jika telah dibuat klasifikasi dengan dukungan unsur . b. 4. e.2 Bentuklahan asal fluvial (sungai) . Satuan bentuklahan dataran pantai (beach).Batasi pola aliran pada suatu perbukitan / punggungan mulai dari puncak punggungan yang bertindak sebagai batas pemisah aliran sampai ke titik akhir pengaliran. d. . Satuan bentuklahan dataran teras sungai. karena kerapatan kontur akan mencerminkan kecuraman lereng.Kerta kalkir dan plastik OHP.Nyatakan aspek geologi yang berkembang berdasarkan pola aliran tersebut.3 Bentuklahan asal marin (laut) a. maka kelas lahan yang memiliki kesamaan dijadikan satuan geomorfologi.

warna ungu (violet) . c. Tahap kegiatan lapangan meliputi : 1.7 Bentuklahan asal karst.4 Bentuklahan asal struktural a. Satuan bentuklahan kubah karst. cerminan kondisi geomorfologi dapat memudahkan pelaksanaan pemetaan geologi dan ilmu . b. Satuan gumuk pasir (sand dunes) 4. 8. Satuan bentuklahan perbukitan lereng atas vulkanik. Penelusuran batas .6 Bentuklahan asal aeolian 4. Satuan bentuklahan perbukitan struktural terlipat.aspek bentanglahan (landscape) daerah penelitian dengan peta dasar yang telah dibuat di studio. c.3. Satuan bentuklahan struktural (S) . a. Satuan perbukitan lereng vulkanik bawah.5 Bentuklahan asal vulkanik.hati. Satuan bentuklahan perbukitan struktural gawir sesar.4 Simbol yang digunakan Simbol . Satuan bentuklahan perbukitan intrusi. 4. c. 5. " sinkhole" / 'dolina' 4. Batas satuan bentuklahan dan simbol .ciri aspek geologi.batas yang telah dibuat pada peta dasar selaras dengan kegiatan penelitian geologi. 2. maka aspek tersebut dijadikan panduan untuk menelusuri aspek geologi yang sedang diteliti.e. 7. d. Satuan bentuklahan perbukitan blok sesar. simbol gambar.ciri aspek geologi yang sedang diteliti. Satuan bentuklahan dapat dijadikan panduan untuk menelusuri kondisi geologi yang sedang diteliti. b. a. Peninjauan lapangan dengan tujuan mencocokkan aspek .simbol yang digunakan pada peta geomorfologi terdiri dari simbol warna.3. sehingga didalam penarikan batas satuan geomorfologi harus dilakukan dengan hati .ilmu yang berhubungan dengan geologi. Tentukan (plot) dan catat aspek geomorfologi tersebut sebagai data untuk pembuktian kondisi geologi yang sedang diteliti. 6.3. 4. 4. Diharapkan dengan membuat peta geomorfologi sebaai peta dasar pemetaan geologi.aspek geomorfologi sebagai ciri . dan simbol huruf. Satuan perbukitan lereng vulkanik tengah. Satuan bentuklahan perbukitan karst. serta telah tersusun kerangka peta geomorfologi sementara (sebagai peta dasar geomorfologi dan geologi) sebagai acuan.simbol yang digunakan harus memberikan cerminan kondisi geologi daerah yang diteliti.8 Bentuklahan asal glasial (es) Tahap kegiatan lapangan dilakukan setelah kegiatan interpretasi peta topografi dan / atau foto udara di studio. Jadikan aspek geomorfologi sebagai ciri . Jika masih diragukan aspek . b.3. 4.3. Simbol warna digunakan untuk satuan bentuklahan adalah sebagai berikut : 1. 3.

F. satuan bentuklahan aeolian (angin) (A) 8. Satuan bentuklahan dataran undak sungai . Satuan bentuklahan perbukitan tererosi sedang . Satuan bentuklahan dataran beting gisik . Satuan bentuklahan karst (K) - warna merah.3 d. Satuan bentuklahan perbukitan kubah karst .V. warna biru tua warna biru muda.V. Satuan bentuklahan puncak vulkanik . Satuan bentuklahan perbukitan tererosi kuat .V.1 b. Satuan bentuklahan vulkanik (V) a.2 c. Satuan bentuklahan dataran gisik . a. Satuan bentuklahan dataran gisik aluvial .3 vulkanik tengah.K. Satuan bentuklahan perbukitan terlipat . c.D. warna kuning. Batas pemisah aliran (water devide ).S. Satuan bentuklahan Karst (K) a. Satuan bentuklahan denudasional (D) a.2. Satuan bentuklahan perbukitan tererosi ringan .3 d.3 6.4 5.V. Satuan bentuklahan sungai (fluvial) (F) 6. Satuan bentuklahan perbukitan karst . Satuan bentuklahan perbukitan sesar geser .S. Gawie sesar geser / blok sesar.4 4. Satuan bentuklahan perbukitan blok sesar . Satuan bentuklahan vulkanik (V) 3.D. Satuan bentuklahan perbukitan lereng .3 d. warna jingga (orange) Simbol huruf : 1.2 c. Satuan bentuklahan perbukitan lereng . Satuan bentuklahan gleitser (es) (G) 7. Satuan bentuklahan dataran tanggul alam .F.D. .M. Sesar geser / blok sesar geser.2 c. warna coklat warna hijau.1 b.1 b. 3. Satuan bentuklahan denudasional (D) 4.M. Satuan bentuklahan fluvial (F). Satuan bentuklahan marin (laut) (M) 5. Satuan bentuklahan marin (M) a.4 vulkanik bawah.4 2.1 b. Satuan bentuklahan perbukitan lereng . Satuan bentuklahan dataran gumuk pasir .S.D. Satuan bentuklahan perbukitan tanah longsor .1 b.M.K.S.M. d.2 Simbol gambar : Bentuklahan struktural. Satuan bentuklahan perbukitan sesar . Satuan bentuklahan dataran banjir .2 vulkanik atas.F.2 c.1 b. Satuan bentuklahan struktural (S) a.

Perlipatan Sesar naik. Bentuklahan vulkanik Kawah / kepundan Arah lelehan lava Bentuklahan denudasional Arah erosional Tingkat erosi kuat Tingkat erosi sedang Tingkat erosi lemah. Erosi tebing sungai Erosi garis pantai Gerakan tanah (Mass wasting) Longsor jatuhan (rock fall) Longsor geseran ( landslide) Longsor geser rotasional (slump) Bentuklahan marin (M) Beting gisik ( beach ridge ) .

Gumuk pasir (sand dunes ) Bentuklahan Fluvial /sungai ( F) Alur sungai berupa garis tipis Tanggul alam Datraran banjir Undak sungai. Bentuklahan karst (K) Kerucut karst Kubah karst Sinkhole Dolina Gua karst dengan stalagtit/stalagmit .

pola pengaliran untuk mencegah banjir dan kemampuan lahan (land capability) untuk daya dukung menampung aktifitas perkotaan. maka morfometri dan material penyusun harus dikemukakan dengan jelas.UNPAD merupakan bahasan tersendiri (sub bab).proses sedimentasi dan geologi kuater. Simbol . Penjelasan morfografi. proses . Jika penelitian geologi mengarah pada penelitian yang lebih khusus perlu menggunakan peta geomorfologi sebagai landasan penelitian. sebagai contoh penelitian perencanaan wilayah.simbol yang digunakan perlu ditata kembali sesuai dengan simbol simbol yang telah disepakati oleh internasional (khususnya para akhli geomorfologi).kondisi geologi. Bahasan geomorfologi yang perlu ditonjolkan untuk kepentingan geologi terutama pendekatan morfografi. . sehingga biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan pemetaan geologi menjadi lebih murah. geologi linkungan. sehingga tidak akan terjadi silang pendapat yang cukup tajam dan dapat berakibat terbengkalainya program penelitian. Kandungan peta geomorfologi pragmatik akan menampilkan aspek . Sebagai contoh peta geomorfologi untuk pengembangan wilayah perkotaan. 5. morfogenetik dan morfometri merupakan arahan dari ciri .aspek morfografi.penelitian geologi. KESIMPULAN Peta geomorfologi akan sangat membantu didalam melaksanakan pemetaan geologi jika dipahami dengan baik. geologi teknik. terutama penelitian geologi yang bersifat khusus. Pemahaman geomorfologi yang sama di kalangan geologi akan sa ngat membantu didalam penelitan . morfometri secara rinci dan material penyusun yang jelas seperti batuan atau tanah. kemiringan lereng yang berhubungan dengan saluran pengaliran (drainage) kota.BAB 5 PENULISAN LAPORAN Peta geomorfologi yang bertindak sebagai peta dasar pada pemetaan geologi di dalam laporan pemetaan pada Jurusan Geologi FMIPA . morfogenetik dan morfometri yang mempengaruhi bentuklahan untuk dijadikan landasan menerangkan kondisi . maka penjelasan geomorfologi harus mencerminkan aspek . morfogenetik. sehingga pemeriksaan lapangan yang dilakukan terhadap hasil interpretasi peta topografi dan / atau foto udara yang dilakukan di studio menjadi kegiatan awal pemetaan geologi. sehingga memiliki suatu hubungan yang jelas antara satuan bentuklahan pada peta geomorfologi dengan aspek geologi pada peta geologi. sehingga tujuan penelitian yang diharapkan akan lebih terarah.aspek geologi dapat ditelusuri dari sejak awal (kegiatan di studio).aspek geologi yang terkandung di dalam peta geomorfologi. selain menampilkan kondisi morfografi seperti perbukitan atau pedatataran yang diikuti dengan morfogenetik.ciri kondisi geologi yang sedang dipetakan. karena wilayah perkotaan selain memerlukan bentuklahan yang layak (landsuitability yang mencakup perbukitan dan pedataran) sebagai dasar untuk menyusun rencana tapak (site plan) juga dibutuhkan daya dukung keteknikan seperti kestabilan lereng yang berhubungan erat dengan batuan dan jenis tanah sebagai dasar perkotaan. karena waktu yang diperlukan untuk pemetaan geologi akan sangat berkurang dan penajaman terhadap aspek . sehingga peta geomorfologi yang digunakan untuk kepentingan penelitian yang lebih khusus tersebut harus menggunakan peta geomorfologi pragmatik.

.sehingga tidak terjadi penggunaan simbol yang sembarangan. Penulisan laporan tentang geomorfologi harus menjadi satu rangkaian laporan yang mencerminkan kondisi geologi berdasarkan pendekatan geomorfologi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful