BAB 1 PENDAHULUAN

Penggunaan nama bentuklahan sebagai geomorfologi karena rasa tidak puas terhadap peristilahan fisiografi yang telah berkembang lebih dahulu. Istilah fisiografi digunakan di Eropa dan memasukkan unsur - unsur iklim, meteorologi, kelautan dan matematik geografi. Geomorfologi merupakan bagian utama geologi, walaupun kenyataannya di Eropa, Amerika dan Indonesia dianggap sebagai geografi fisik. Geomorfologi di lingkungan geologi belum berkembang, karena lebih banyak berkembang di lingkungan geografi untuk kepentingan pengembangan wilayah, penggunaan lahan dan hidrologi, sedangkan para pakar geologi memiliki anggapan bahwa geomorfologi merupakan bagian dari bidang ilmu geografi, padahal teknologi satelit sumberdaya alam yang berkembang saat ini merekam permukaan bumi dan menunjukkan potret muka bumi setiap hari, sehingga ketika harus menggunakan citra satelit para akhli geologi harus belajar kembali geomorfologi. 1.1 Pengertian geomorfologi Geomorfologi berasal dari bahasa yunani kuno, terdiri dari tiga akar kata, yaitu Ge(o) = bumi, morphe = bentuk dan logos = ilmu, sehingga kata geomorfologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bentuk permukaan bumi. Berasal dari bahasa yang sama, kata geologi memiliki arti ilmu yang mempelajari tentang proses terbentuknya bumi secara keseluruhan. Definisi ; Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi serta proses - proses yang berlangsung terhadap permukaan bumi sejak bumi terbentuk sampai sekarang. Berdasarkan pengertian dan definisi geomorfologi, maka bidang ilmu geomorfologi merupakan bagian dari geologi yang mempelajari bumi dengan pendekatan bentuk rupa bumi dan arsitektur rupa bumi. Tujuan mempelajari geomorfologi di lingkungan geologi selaras dengan motto Hutton , yaitu THE PRESENT IS THE KEY TO THE PAST (sekarang adalah kunci masa lalu). Pemahaman kata sekarang (the present) adalah pemahaman terhadap bentuk rupa bumi yang dapat dijadikan cerminan proses yang berlangsung di masa lalu. Faedah yang diharapkan dengan mempelajari geomorfologi yaitu membantu menelusuri proses - proses yang berlangsung pada bumi sejak terbentuknya bumi sampai sekarang dengan pendekatan bentuk rupa bumi yang tampak sekarang, sehingga pada penelitian geologi dapat dilakukan dengan cepat dan murah. 1.2 Konsep dasar geomorfologi Bentuklahan adalah fenomena geologi yang telah banyak dikembangkan dan direnungkan oleh para akhli filsafat kuno dan tidak hanya membuat pernyataan '" saat ini menjadi kunci masa lalu ", tetapi proses geomorfologi saat ini memilki arti yang sangat penting, karena perbincangan tentang sistematika evolusi geomorfologi tidak hanya terjadi pada awal abad ke 19, tetapi berlangsung sampai sekarang.

1.2.1 Konsep pemikiran geomorfologi kuno Pembahasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan biasanya diawali dengan pemikiran - pemikiran para akhli filsafat Yunani dan Romawi. Membahas pemikiran pemikiran para akhli Yunani dan Romawi kuno tentang perkembangan bentuklahan suatu kegiatan yang sangat baik untuk lebih mengenal perkembangan ilmu dimasa silam (Dark Age) yang telah banyak dilupakan, namun sangat membantu didalam pemahaman tentang evolusi geomorfologi yang dikembangkan oleh para pemikir kuno, seperti Herodatus, Aristoteles, Starbo dan Seneca. Herodatus (485 - 425 SM) sebagai " Bapak Sejarah " telah banyak melakukan penelitian geologi, menyebutkan pentingnya serpih dan lempung yang diendapkan setiap tahun oleh Sungai Nil, sehingga Mesir dianggap telah mendapat hadiah dari sungai. Selanjutnya disebutkan pula bahwa gempabumi adalah pegunungan yang menggeliat karena dewa sedang marah. Temuan fosil kerang di puncak - puncak perbukitan di Mesir menyebabkan Herodatus menarik kesimpulan berdasarkan temuannya tersebut bahwa air laut telah menggenangi dataran Mesir. Kesimpulan Herodatus tersebut merupakan dasar pemikiran perubahan muka air laut yang menjadi bahasan penting didalam geomorfologi. Aristoteles (384 - 322 SM) didalam tulisannya menyebutkan tentang asal - usul mataair yang diyakininya bahwa air yang mengalir dari mataair disebabkan oleh (a) air hujan yang terjebak pada lapisan tanah, (b) air yang terbentuk karena penguapan dari air yang masuk kedalam bumi, dan (c) air yang terkondensasikan di dalam bumi berasal dari embun yang tidak diketahui asal - usulnya. Seluruh air merembes dari pegunungan menyerupai bunga karang yang sangat besar, sehingga sebutan sungai hanya diterapkan pada bentuk aliran air yang berasal dari mataair. Selanjutnya disebutkan pula bahwa hujan menghasilkan aliran air deras, sehingga aliran sungai menjadi tidak menentu. Pemahaman tentang debit aliran selama periode hujan telah dikembangkan oleh Bernard Palissi (1563 dan 1580) dan Pierre Perrault (1674) yang menyebutkan bahwa curah hujan mampu membentuk aliran sungai. Aristoteles percaya bahwa gempabumi dan gunungapi memiliki sumber kejadian yang sama dan menyebutkan bahwa gempabumi berpengaruh terhadap pencampuran udara basah dan udara kering di bumi. Selanjutnya dikenalkan juga jalur laut yang tertutup oleh sedimen yang membentuk daratan, sehingga terbentuk tanah timbul dan disebutkan pula bahwa yang membawa material dari daratan ke laut adalah aliran dan diendapkan sebagai alluvium. Strabo (54 SM - 25) telah melakukan perjalanan yang jauh dan telah meneliti secara hati - hati, serta telah mencatat contoh lokasi aliran yang menghilang dan yang muncul di permukaan. Pemikirannya tentang "Vale of Tempe" merupakan hasil dari gempa bumi disertai dengan kegiatan gunungapi dalam kurun waktu yang lama karena tekanan tenaga dari dalam bumi. Kesimpulannya secara alamiah menyebutkan bahwa Gunung Visuvius adalah gunungapi yang telah mati. Strabo menjelaskan juga tentang aluvium sungai dan delta sungai yang memiliki bermacam - macam ukuran selaras dengan luas daerah aliran sungai alamiah, sehingga delta sungai yang sangat luas mencerminkan daerah aliran sungai yang sangat luas dan susunan batuan yang paling menonjol pada daerah aliran sungai tersebut berupa batuan yang lunak. Beberapa penelitian delta yang telah dilakukan oleh Strabo menyebutkan pertumbuhan delta dihambat oleh kegiatan laut, terutama oleh pasang naik. Seneca ( ? - 65) menyebutkan bahwa yang menyebabkan terjadinya gempabumi lokal adalah kekuatan tenaga dari dalam bumi, dan pemikiran lainnya menyebutkan bahwa curah hujan bukan salah satu sumber yang menyebabkan aliran sungai dan disebutkan pula bahwa tenaga arus dapat menggerus lembah, sehingga

melahirkan konsep bahwa pembentuk lembah adalah arus yang menggerus lembah tersebut. Pemikiran - pemikiran kuno telah menyebutkan bahwa terdapat hubungan proses (genetik) antara gempabumi dengan dengan deformasi kulit bumi. Pernyataan tersebut menjadi rancu karena sebab, akibat dan kejadian gempabumi justru dipengaruhi oleh deformasi. 1.2.2 Fajar pemikiran geomrfologi modern Setelah beberapa abad pemikiran geomorfologi cenderung mengikuti pola pemikiran Kekaisaran Romawi, hanya sedikit atau mungkin tidak ada pemikiran pemikiran lain di Eropa. Sekolah - sekolah yang ada pada saat itu adalah biara - biara yang tidak mempelajari ilmu tentang alam. Beberapa tempat pendidikan di Arabia yang hidup pada saat itu telah memunculkan pemikiran - pemikiran modern yang cemerlang. Ibn Sina (980 - 1037) menyatakan bahwa asal - usul pegunungan dibedakan menjadi dua kelas, yaitu (1) hasil dari suatu pengangkatan bumi, seperti bagian dari gempabumi dan (2) pengaruh aliran air yang disertai dengan hembusan angin di suatu lembah yang bersusunan batuan lunak. Konsep pegunungan menurut Ibnu Sina merupakan cerminan hasil dari perbedaan tingkat erosi yang berlangsung secara perlahan - lahan dalam kurun waktu yang panjang. Beberapa pandangannya telah telah ditetapkan sebagai awal dari pemikiran modern, tetapi tidak diterapkan pada pemikiran Eropa Barat. Pembuktian yang sangat luas tentang konsep Ibnu Sina telah dilakukan oleh sekelompok muridnya yang bukan berasal dari orang Arab dan dikenal dengan judul " DISCOURSES OF THE BROTHERS OF PURITY " (bahasan saudara yang seiman) pada tahun 941 dan 982 (Said, 1950). Didalam empat volume buku yang disusun tersebut diceritakan tentang erosi dan transportasi oleh arus dan angin, pelapukan serta awal pemikiran peneplain. 1.2.3 Hutton sang pendahulu Konsep penggerusan lahan didalam pemikiran yang tajam dan tepat dari suatu bentanglahan perlu dipikirkan kembali oleh para pemikir sebagai landasan dasar geomorfologi modern. Para pemikir kuno yang berpikir tentang perusakan lahan oleh proses erosi, tidak memiliki pemikiran yang matang untuk dijadikan suatu kesimpulan yang layak (logic). Ruang dan waktu tidak memberikan keleluasaan untuk membahas perkembangan jangka panjang dan jangka pendek untuk membahas tentang pemikiran geologi agar menjadi suatu pekerjaan tentang bumi (ground work) untuk bapak geomorfologi modern seperti James Hutton, tetapi jejak langkahnya telah diikuti oleh beberapa orang. Leonardo da Vinci (1452 - 1519) merupakan salah satu kelompok pertama yang menyusun pemikiran geologi dan dikatakan (Chorley et al, 1964) bahwa pemikiran yang cemerlang telah berkembang pada zamannya, sehingga merupakan puncak kecemerlangan para pemikir terdahulu. Leonardo da Vinci menyebutkan bahwa lembah dipotong oleh arus, dan arus membawa material dari salah satu tempat dipermukaan bumi kemudian diendapkan pada suatu tempat. Buffon (1707 - 1788) dari Perancis menyebutkan tenaga arus yang mampu menggerus dan merusak lahan, selanjutnya diakhiri dengan perataan yang memilki ketinggian yang sama dengan permukaan laut. Targioni dan Tozetti (1712 - 1784) dari Italia menyebutkan bencana erosi oleh arus dan pemikirannya tentang sungai yang terputus dihubungkan dengan batuan yang tertoreh serta mengenalkan dasar - dasar perbedaan erosi yang dipengaruhi oleh berbagai macam material geologi dan struktur geologi.

Guetthard (1715 - 1786) dari Perancis, membahas tentang degradasi di pegunungan oleh arus, dan menyebutkan bahwa tidak seluruh material yang dipindahkan oleh arus diangkut sampai ke laut, tetapi hanya sebagian material yang terangkut oleh arus tersebut mencapai dataran pantai. Diyakini pula bahwa laut merupakan tenaga penghancur yang sangat besar terhadap lahan, selanjutnya arus dan laut disebut sebagai perusak yang sangat cepat terhadap pantai curam di Perancis sebagai bukti pernyataannya. Desmarest (7125 - 1815) menyuarakan pemikirannya tentang lembah Perancis Tengah merupakan hasil kegiatan arus dan menelusuri perkemba-ngan tahap evolusi bentanglahan. De Saussure (1740 - 1799) dari Swiss menyebutkan bahwa lembah Alpen merupakan hasil kegiatan pengikisan arus yang mengalir dari puncak pegunungan dan mengalir mengikuti lembah tersebut. Selanjutnya disebutkan pula bahwa glasiasi (pencairan es) dapat menjadi faktor penyebab terjadinya erosi. James Hutton (1726 - 1797) yang lahir di Edinburgh, Skotlandia, seorang akhli fisika, tetapi lebih menyenangi ilmu pengetahuan, khususnya kimia dan geologi. Sangat terkenal karena perannya sebagai pelopor PLUTONIAN yang terkenal dengan batuan beku granit dan bertentangan dengan para akhli dari sekolah Wernerian yang terkenal sebagai penganut NEPTUNIS yang memiliki anggapan bahwa granit memiliki kandungan lapisan kimia. Selain membahas granit, Hutton memperkenalkan pula batuan metamorf, tetapi pernyataannya yang terkenal adalah konsep THE PRESENT IS THE KEY TO THE PAST (saat ini merupakan kunci masa lalu), sehingga doktrin uniformitarian bertentangan dengan konsep katastropisma. Teori bumi yang mengandung konsep pengkajian hukum komposisi,dissolusi dan restorasi lahan terhadap bumi telah diterbitkan pada tahun 1795 menjadi dua volume buku dengan judul : THEORY OF THE EARTH, WITH PROOFS AND ILLUSTRATIONS. John Playfair (1748 - 1819), seorang profesor matematika dan filsafat di Edinburgh, Skotlandia, setelah meninggalnya James Hutton pada tahun 1802 menerbitkan buku dengan judul : ILLUSTRATION OF THE HUTTONIAN THEORY OF THE EARTH , dengan gaya bahasa prosa ilmiah yang teliti dan jelas, sehingga jarang ada persamaannya. Playfair menyimpulkan pemikiran - pemikiran Hutton dengan jelas memiliki dampak yang sangat besar, terutama terhadap Sir Charles Lyell yang menjadi pelopor uniformitarian. Hasil penelitian Hutton menyebutkan bahwa proses masa lalu sampai masa sekarang masih terus berlangsung, yaitu lahan terkikis oleh proses mekanik dan kimia, yang sebelumnya telah diteliti namun salah, kecuali Desmarrest yang melihat gejala - gejala yang dijelaskan oleh Hutton. Konsep sistem sungai dan geomorfologi yang sangat berarti telah dikemukakan oleh Playfair lebih baik dari sebelumnya dan pernyataannya sebagai berikut :
Setiap sungai yang muncul terdiri dari percabangan utama, merupakan induk dari berbagai percabangan dan masing - masing mengalir pada lembah selaras dengan ukurannya, membentuk sistem lembah yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya, sesuai dengan kemiringan lereng yang dialirinya dan mustahil akan terjadi pengaliran jika masing - masing lembah tidak memiliki arus yang mengalir pada lembah tersebut. Jika suatu sungai berupa saluran tunggal, tidak memilki percabangan, maka aliran yang terjadi diperkirakan akan membentuk arus yang sangat deras atau arus aliran akan memiliki tenaga penuh yang meluncur pada saluran tersebut dan langsung menuju samudra. Jika bentuk sungai terpecah menjadi beberapa percabangan de-ngan jarak yang cukup besar antara cabang satu dengan yang lainnya, kemudian dibagi lagi menjadi beberapa percabangan kecil, sehingga akan memberi kesan seolah - olah saluran terbentuk oleh torehan air berupa pengikisan permukaan dan erosi terhadap lahan. Kejadian tersebut berlangsung secara sinambung bagaikan mengukir permukaan bumi.

1.2.4 Beberapa konsep dasar Thornbury (1969) Pembahasan tentang konsep geomorfologi untuk bentanglahan jangan hanya menggunakan salah satu konsep saja, tetapi akan lebih baik jika beberapa konsep geomorfologi dapat dipahami sehingga evaluasi terhadap bentanglahan akan lebih baik. Konsep 1 : Proses yang berlangsung secara fisik saat ini memiliki kecepatan yang berbeda selaras dengan waktu geologi. Dasar - dasar geologi modern yang dikenal sebagai uniformitarian telah dikembangkan oleh Hutton pada tahun 1785, selanjutnya ditulis kembali oleh Playfair pada tahun 1802 dan dikembangkan oleh Lyell sebagai maha karyanya dengan judul Dasar - dasar Geologi ( Principles of Geology ). Hutton mencetuskan : " saat ini adalah kunci masa lalu " telah diterapkan secara baku sehingga menimbulkan perdebatan, karena pernyataan tersebut mengandung arti bahwa proses geologi yang berlangsung selaras dengan waktu geologi memiliki kecepatan yang sama dengan saat sekarang. Konsep ini tentunya salah, karena galasiasi (pencairan es) memiliki peran yang sangat penting sejak kala Plistosen dan sepanjang waktu geologi dari pada sekarang. Perlu dipahami juga bahwa iklim sekarang telah berubah, daerah yang memiliki iklim basah pada masa lalu, sekarang telah berubah menjadi beriklim kering (gurun) dan sebaliknya. Periode dari ketidak stabilan gerakan kulit bumi berlangsung pada periode pemekaran, sedangkan kulit bumi sekarang relatif stabil. Salah satu contoh proses geologi yang berlangsung selaras dengan waktu geologi yaitu pengikisan lembah oleh arus yang berlangsung sejak masa lalu sampai sekarang, tetapi pengikisan lembah oleh pencairan es (glasiasi) pada kala Plistosen memiliki perbedaan dengan proses glasiasi pada umumnya. Angin telah mengendapkan batupasir Navajo sejak kala Yura dan memiliki perbedaan dengan gerakan yang dipengaruhi oleh angin sekarang. Konsep 2 : Geologi struktur merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap evolusi bentuklahan yang tampak sekarang. Siswa - siswa W.M Davis diajarkan tentang faktor utama yang mempengaruhi perkembangan bentuklahan adalah struktur geologi, proses geomorfologi dan tingkat pengaruhnya. Saat ini beberapa akhli geomorfologi meragukan terhadap tingkat pengaruh sebagai faktor utama yang mempengaruhi perkembangan bentuklahan, akan tetapi para akhli geologi setuju terhadap konsep proses dan geologi struktur sebagai pengaruh utama. Pernyataan struktur geologi tidak hanya diterapkan pada pandangan sempit, seperti struktur batuan, struktur perlipatan, struktur sesar dan ketidak selarasan, tetapi perhatian perlu ditekankan pula terhadap material bumi penyusun bentuklahan secara keseluruhan yang memiliki perbedaan pengaruh fisika dan kimia. Pandangan struktur geologi selanjutnya didalam pembahasan ini adalah suatu fenomena geologi yang lebih luas, yaitu posisi batuan di tempat yang tinggi, kekar, perlapisan batuan, sesar dan perlipatan, kekerasan mineral tertentu, porositas batuan dan berbagai macam perbedaan pada batuan penyusun kulit bumi. Pernyataan struktur geologi dapat dimanfaatkan untuk memahami strtigrafi dan struktur susunan (sikuen) batuan yang muncul sebagai singkapan pada suatu daerah, seperti perlapisan horisontal, perlapisan yang memiliki kemiringan perlapisan (dip), terlipat atau tersesarkan, sehingga pemahaman struktur geologi yang sederhana menjadi penting. Ungkapan batuan keras (tahan) atau lunak (tidak tahan) terhadap proses geomorfologi merupakan pemakaian ungkapan yang biasa selama digunakan untuk pandangan yang relatif dan tidak ditekankan untuk pandangan pengaruh fisika atau kimia, karena batuan dipengaruhi pula oleh proses fisika dan kimia. Suatu batuan

sedangkan daerah dengan posisi topografi lebih rendah disusun oleh batuan yang lunak.ciri pada bentuklahan. tingkat kelembaban tanah dan tingkat perubahan tahunan temperatur. Perbedaan kondisi iklim mikro yang sangat menonjol antara dasar lembah dengan puncak bukit dan antara lahan terbuka dengan lahan tertutup vegetasi akan tampak dari jumlah penguapan lokal. sehingga banyak sekali faktor yang mempengaruhi tingkat proses geomorfologi lokal. Topografi minor dan rinci atau disebut sebagai mikrotopografi memiliki hubungan yang erat dengan keaneka ragaman batuan. Konsep 4 : Proses geomorfologi meninggalkan jejak pada bentukla lan dan proses geomorfologi yang berkembang mem bentuk ciri . seperti tingkat pelapukan. Secara umum tampilan struktur batuan harus lebih tua dari pada perkembangan bentuklahan. terutama pengaruh perbedaan temperatur. perombakan massa batuan dan erosi yang dipe-ngaruhi oleh gaya eksternal disebut sebagai proses eksogenetik. seperti pelapukan.batas tertentu dengan tingkat yang berbeda proses geomorfologi masih berlangsung. tetapi bukan berarti proses geomorfologi tidak memiliki peran. yaitu pengikisan terhadap permukaan bumi. erosi dan pengendapan yang memiliki pengaruh terhadap keaneka ragaman geomorfologi. Alasan utama permukaan bumi memiliki gradasional yang berbeda karena kerak bumi disusun oleh batuan yang berbeda dan struktur yang berbeda. sehingga oleh Penck disebut sebagai proses endogenetik. konfigurasi kerapatan kontur dan vegetasi. karena pada batas . masih memiliki arti yang sangat penting. sehingga memiliki ketahanan batuan terhadap proses geomorfologi yang berbeda pula. Kejadian diatropisme perlipatan pada kala Plistosen sangat sulit disebut tidak tererosi. dan .ciri tertentu. Bentuklahan memiliki ciri . Dataran banjir. sedangkan proses yang lain. tetapi tidak tahan terhadap proses geomorfologi lainnya dan dibawah kondisi iklim tertentu menunjukkan perbedaan tingkat ketahanan batuan. kipas aluvial. Konsep 3 : Relief permukaan bumi yang luas karena proses geomorfologi berlangsung pada tingkat yang berbeda. kecuali pada daerah diatropisme sekarang (Resen) dapat diperkirakan bahwa daerah yang memiliki posisi topografi yang tinggi disusun oleh batuan yang keras. tetapi terlalu kecil untuk diamati. perombakan massa batuan. sedangkan proses eksogenetik bersifat sebaliknya. Perbedaan komposisi batuan dan struktur tercermin dari keaneka ragaman geomorfologi dan topografi lokal. Proses diatropisma dan vulkanisma dipengaruhi oleh gaya yang berasal dari dalam bumi. tetapi pemikiran tentang proses geomorfologi akan meninggalkan jejak di atas permukaan bumi adalah pemikiran yang lebih maju. Penggunaan istilah proses yang dipakai untuk semua perubahan yang terjadi terhadap rupa bumi secara fisika dan kimia. sehingga diperkirakan bahwa struktur batuan telah terbentuk sebelum bentuklahan.mungkin tahan terhadap salah satu proses geomorfologi. Keaneka ragaman batuan dan struktur geologi merupakan faktor utama yang mempengaruhi perubahan permukaan bumi. tergantung pada proses geomorfologi yang berpengaruh terhadap bentuklahan tersebut. Secara umum proses endogenetik bersifat membangun. Proses geomorfologi yang memiliki keaneka ragaman sangat kecil. Konsep proses geomorfologi yang berlangsung terhadap permukaan bumi bukan sesuatu yang baru. tingkat kelembaban. Tingkat kecepatan proses geomorfologi lokal memberi pengaruh terhadap perubahan permukaan bumi.

ciri yang berkembang pada bentuklahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk klasifikasi genetika bentuklahan. karena akan sulit menentukan karakteristik perkembangan bentuklahan yang khusus. Ciri . Bentanglahan campuran merupakan hasil siklus erosi lebih dari satu kali atau hasil dua atau lebih proses geomorfologi. Pada umumnya topografi rinci hasil dari siklus erosi yang berlangsung . dataran lava. seperti pengangkatan lantai samudra. Konsep 6 : Evolusi geomorfologi tidak sesederhana yang dibayang kan.M Davis merupakan suatu kenyataan. sehingga menimbulkan keraguan. sehingga penggunaan istilah siklus geomorfologi tidak hanya menyatakan siklus alam yang mewakili tahap evolusi bentuk permukaan bumi tetapi termasuk pula pemikiran bahwa perkembangan permukaan bumi terjadi secara teratur dan berurutan dengan tidak menggunakan penamaan evolusi permukaan bumi sebaai tahap muda. Pada tahap akhir dari proses geomorfologi permukaan bumi memiliki topografi berelief rendah yang disebut sebagai peneplain (perataan). (4) bentanglahan multi siklus dan (5) bentanglahan hasil pembentukan kembali. Rekayasa yang tepat dari suatu arti proses evolusi bentuklahan tidak hanya memberikan gambaran yang lebih baik dari perkembangan bentuklahan. Horberg (1952) mengelompokkan bentanglahan menjadi beberapa kategori. Perdebaan dan pertentangan didalam ilmu pengetahuan merupakan akibat dari penjelasan yang sangat sederhana dan tidak jelas.ciri proses bentuklahan tergantung pada tahap perkembangan proses. sehingga timbul . Konsep umum yang digunakan pada tingkat dasar memiliki beberapa kelemahan apabila di-terapkan pada evolusi permukaan bumi yang lebih rumit.M Davis menyebutnya sebagai konsep siklus geomorfologi. 1955). (2) bentanglahan campuran. dewasa dan tua.delta merupakan hasil kegiatan arus sungai. dewasa dan tua yang dikemukakan oleh W. tahap perkembangan proses diawali dari tahap muda. permukaan kerucut vulkanik. terutama terhadap peneplain (perataan) yang dianggap sebagai akhir dari suatu siklus geomorfologi. Istilah siklus geomorfologi tidak selalu tepat untuk menunjukkan suatu perubahan bentanglahan akibat gradasional. tetapi mencari istilah atau konsep pengganti sangat sulit. (3) bentanglahan siklus tungal. Triccart dan Cailleux. Bentanglahan sederhana merupakan hasil proses geomorfologi tunggal. Konsep 5 : Media erosi yang berbeda pada permukaan bumi mem bentuk susunan bentuklahan tertentu. artinya bentanglahan tersebut meninggalkan jejak siklus erosi yang terjadi hanya satu kali dan umumnya terbatas pada permukaan bumi yang baru terbentuk. tetapi tidak semua yakin bahwa tahap muda. Proses geomorfologi yang rumit dan media yang bekerja dibawah kondisi iklim tertentu disebut sebagai sistem morfogenik (morphogenic system. Mempelajari bentuklahan akan mengalami kesulitan jika tidak memahami bahwa topografi merupakan hasil dari proses atau siklus geomorfologi. plato atau endapan yang tertutupoleh endapan glasial Plistosen. tetapi termasuk juga menegaskan hubungan genetika terjadinya bentuklahan. yaitu (1) bentanglahan sederhana. sehingga ciri . dewasa atau tua yang memiliki pengertian bahwa topografi yang berada pada tahap yang sama memiliki ciri yang sama pula. Beberapa akhli geomorfologi percaya bahwa permukaan bumi memiliki keteraturan umur. dan W. Kondisi geologi dan keragaman iklim membentuk ciri permukaan bumi yang sangat beragam walaupun proses geomorfologi berkembang pada periode yang sama.

Sebagian besar topografi sekarang lebih muda dari kala Plistosen.proses yang berlangsung terhadap pembentukkan bentanglahan. Bentanglahan campuran tercermin sangat baik pada daerah yang dipengaruhi oleh glasiasi Plistosen. tetatpi lereng sekarang terbentuk pada kala Plistosen dan air terjun yang terbentuk saat ini lebih muda dari relif rinci yang berumur Plistosen dan Resen. dan perpindahan material oleh angin sangat berpengaruh terhadap perkembangan bentuk rupa bumi. Pegunungan Himalaya pertama terlipat pada kala Kapur.proses yang lain seperti pelapukan. lembah. air terjun dan tebing berumur lebih muda dari Miosen. walaupun pada beberapa bentanglahan dapat ditemukan proses geomorfologi tunggal. Ashley (1931) percaya bahwa pahatan rupa bumi seperti gunung. Kondisi yang sama terjadi pada bentanglahan hasil pelarutan oleh air tanah.perdebatan karena pada semua bentanglahan telah terjadi proses geomorfologi yang bercampur. Australia dan Amerika Utara. tetapi sangat jarang terjadi. Konsep 7 : Topografi bumi yang paling menonjol adalah topografi yang lebih muda dari kala Plistosen. serta terbentuk sejak munculnya manusia dan sebagian kecil muka bumi sekarang memiliki hubungan yang jelas dengan permukaan bumi pra Miosen. seperti saluran . selama zaman glasial pernah beriklim seperti di sub arktik Amerika Utara dan Eurasia yang dicerminkan oleh tanah . Daerah .saluran pada masa praglasial yang muncul dan hanya sebagain kecil menjadi ciri lokal. Glasiasi sangat berpengaruh baik secara langsung atau tidak langsung. proses .daerah yang sekarang beriklim sedang. Konsep bentanglahan dengan iklim yang beragam dapat dimasukan sebagai konsep bentanglahan yang rumit. Secara umum struktur geologi lebih tua dari pada ciri . Ciri . Sebagai contoh bentanglahan hasil dari kegiatan aliran air. Konsep 8 : Pemahaman terhadap bentanglahan sekarang diperlukan pemahaman kondisi geologi dan iklim pada kala Plistosen.daerah yang terletak pada lintang menengah. faktor iklim sangat berpengaruh. Diperkirakan pula bahwa permukaan bumi 90 % terbentuk setelah Tersier dan mungkin 99 % terbentuk setelah Miosen Tengah. Material material hasil pengikisan galsial dan tiupan angin menyebar luas sampai ke daerah yang tidak mengalami glasiasi. karena berkembang dibawah kondisi iklim yang beragam sebagai faktor yang mempengaruhi proses geomorfologi dan sangat berhubungan dengan kondisi iklim kala Plistosen.ciri topografi tua jarang ditemukan. pantai. Kurang lebih 100 cekungan di pedalaman Amerika Serikat bagian Barat yang saat ini berbentuk danau dengan iklim arid dan semi arid menunjukkan sistem fluvial yang sama dengan di Asia.ciri topografi yang terbentuk di atasnya. kecuali berupa bentuklahan tua yang tersingkap kepermukaan akibat dari gradasional. Daerah . sungai. kecuali yang ditemukan pada daerah diatropisma Plistosen Awal dan Resen. kemudian kala Eosen dan Miosen. Pemahaman topografi rupa bumi adalah untuk mengenal perubahan kondisi geologi dan kondisi iklim kala Plistosen yang mempengaruhi topografi sekarang. sehingga daerah sekarang beriklim arid atau semi arid pada zaman glasial beriklim basah. gerakan material karena gravitasi. danau. Afrika. sehingga dapat disimpulkan bahwa glasial sangat mempengaruhi iklim dunia. erosi oleh limpasan air permukaan dan proses . tetapi perlu disadari bahwa proses yang berlangsung tidak hanya kegiatan aliran air saja. Munculnya bentanglahan masa lampau yang telah ditutupi oleh batuan beku atau batuan sedimen karena batuan penutup tersebut terkikis.

. Hasil pengikisan akibat pencairan es atau endapan glasial yang tertiup angin membentuk gumuk pasir (sand dunes) atau bercampur dengan lanau atau lempung disebut sebagai loess. Rejim aliran yang dipengaruhi oleh perubahan iklim ditandai dengan perselingan antara agradasi (pengendapan) dan gradasi (pe . sedangkan pengaruh langsung antara lain curah hujan. pe nguapan dan perubahan temperaturan harian. khususnya temperatur dan penguapan sangat berpengaruh terhadap proses geomorfologi. Paleogeomorfologi bentuklahan merupakan sejarah alam geomorfologi yang diperkenalkan oleh Bryan (1940) dan menjelaskan bahwa bentuklahan merupakan hasil dari suatu proses. Glasiasi kala Plistosen merupakan peristiwa yang paling besar walaupun diatropisma yang berkembang sejak Pliosen. Perubahan iklim dapat berpengaruh secara langsung atau tidak langsung. Geomorfologi cenderung menekankan asal . Faktor iklim. Pencairan es terhadap lautan sangat berpengaruh terhadap pembentukkan koral. Konsep 9 : Pengenalan iklim sangat penting untuk dapat memahami dengan baik perbedaan proses geomorfologi yang berlangsung. Perbedaan antara bentuklahan dengan geologi dinamik yang paling jelas adalah proses terjadinya bentuklahan atau sisa . sehingga tidak ada alasan untuk memisahkan antara studi bentanglahan dengan geologi dinamik.yang membeku secara permanen dan biasa disebut sebagai permafrost.usul (proses) bentanglahan saat ini dan masa lalu selaras dengan waktu geologi.sisa bentuklahan yang relatif muda. seperti Great Lakes merupakan sistem aliran yang dipengaruhi oleh glasial terbesar di dunia. Konsep 10 : Geomorfologi menekankan kondisi sekarang bermanfaat untuk mengungkap sejarah perkembangan bumi. kerapatan dan jenis vegetasi. Akhli geomorfologi selalu melakukan pendekatan dengan menggunakan hukum uniformitarianisme.ngaruh pembentukkan bentanglahan. Plistosen sampai Resen masih berperan sebagai faktor pe .ngikisan). Glasiasi sangat berpengaruh terhadap pembentukkan danau. sebagai contoh iklim yang berpengaruh tidak langsung terhadap proses geomorfologi adalah sebaran. Perubahan muka air laut memiliki pengaruh terhadap topografi. karena pembekuan samudera menyebabkan penurunan muka air laut dan kembali normal pada zaman interglasial.

Sistem harus menghasilkan peta . khususnya pemahaman geomorfologi untuk tujuan pemetaan geologi. ibu kota propinsi atau kabupaten. sehingga peta dapat disebut sebagai petunjuk atau pemberi informasi rupa bumi dan lokasi suatu daerah.contoh peta informasi antara lain peta pariwisata. Metode ITC dapat digunakan untuk tujuan pemetaan geologi. sehingga sistem mampu dijadikan landasan penelitian geomorfologi analitik dan geomorfologi sintetik. sehingga dapat menekan biaya pembuatan peta. 4. sehingga menjadi suatu sistem pemetaan geomorfologi yang memiliki karakteristik yang jelas. peta dasar (base map) dan peta bertema (thematic map). karena memasukkan beberapa aspek geomorfologi disertai dengan legenda yang sederhana dan jelas. Sistem dapat digunakan untuk setiap daerah dan lentur (fleksibel). Biasanya peta informasi memiliki kandungan yang sangat sederhana. khususnya di wilayah tropis (Indonesia dan Amerika Latin). sedangkan peta sekolah (atlas) memberi petunjuk tentang daerah propinsi atau kabupaten. Unsur .1 Pemahaman peta dan manfaat peta Peta adalah gambaran dari rupa bumi yang mencerminkan keadaan suatu daerah atau lokasi. 2. Verstappen (1967 dan 1968) dan Van Zuidam (1968 dan 1975) telah mengembangkan sistem penelitian geomorfologi berdasarkan pengalamannya di seluruh dunia.unsur yang perlu diperhatikan didalam menyusun sistem gemorfologi adalah sebagai berikut : 1.1 Peta informasi Peta informasi merupakan peta yang dapat digunakan oleh berbagai pihak. Beberapa jenis peta sebagai petunjuk dan pemberi informasi antara lain : peta informasi. 3. Belanda.sungai yang . Sistem harus memberi penekanan terhadap unsur .BAB 2 SISTEM PENELITAN DAN PEMETAAN GEOMORFOLOGI Sistem penelitian dan pemetaan geomorfologi telah banyak dikembangkanm selaras dengan tujuan penelitian yang dilakukannya. Contoh .informasi tentang letak.peta yang sederhana. sesuai dengan fungsi peta tersebut yaitu sebagai petunjuk dan pemberi informasi. dengan tujuan agar pengguna peta dapat mencapai tujuannya tanpa harus tersesat. Salah satu sistem yang telah banyak dimanfaatkan untuk berbagai tujuan yaitu sistem yang dikembangkan oleh International Institute for Aerial survey and Earth Sciences (ITC). selanjutnya disebut dengan sistem pembuatan peta geomorfologi untuk berbagai macam tujuan. Peta pariwisat mengandung informasi .unsur bentuklahan. sungai .1. artinya legenda pada peta harus dapat dijadikan simbol untuk suatu keputusan obyek penelitian. peta sekolah (atlas) dan peta topografi. tetapi masih banyak terjadi kerancuan. Sistem dapat digunakan untuk pemetaan dengan berbagai macam skala. jarak atau ciri khas tujuan wisata. sehingga isi peta diselaraskan dengan skala secara konseptual dan grafis. 2. 2.

Keselarasan unsur . Memilih unsur . sehingga memerlukan analisis agar dapat dijadikan peta dasar. Biasanya yang digunakan sebagai peta dasar untuk suatu kegiatan adalah peta topografi yang sebenarnya hanya memberikan informasi secara umum.gunung yang terkenal. Memilih unsur . bukitbukit kecil.unsur geografi. lokasi.Faktor . sungai.Posisi danau dan sungai . seperti tebing. nama kampung. 2. garis ketinggian (kontur).Posisi titik kontrol geodetik . 4. Komponen . punggungan dan sebagainya). Batas sungai dan pantai.nama daerah. titik ketinggian dan garis ketinggian (kontur) yang dapat mencerminkan kondisi lereng dengan melihat kerapatan kontur pada peta. Jika informasi dari peta topografi atau foto udara dapat diandalkan. maka kandungan pokok pada peta tujuan akan sangat bermanfaat. maka menjadi tidak bermanfaat dan informasi yang dipetakan tersebut menjadi tidak berguna karena tidak dapat dilokalisasi (diplot) dan dievaluasi terhadap kondisi . lembah. karena kesalahan biasanya terjadi karena penggunaan material dasar (peta topografi atau foto udara) yang lama dan tidak teliti. tergantung pada tingkat kesulitan dari unsur pokok. . jalan dan sebagainya sangat bermanfaat untuk menentukan lokasi penelitian. Informasi pada peta topografi atau foto udara yang berhubungan langsung dengan unsur . seperti : Kondisi hidrografi Batas pemukiman Batas wilayah kehutanan/ pertanian/perkebunan. 3.1. gunung. Peta topografi memilki kandungan informasi dan petunjuk daerah.terkenal dan gunung .2 Peta dasar (base map) Peta dasar adalah suatu gambaran dari berbagai komponen yang terpilih didalam suatu daerah pemetaan. seperti batas administratif daerah. nama sungai dan nama daerah.kondisi yang diharapkan dan akhirnya hanya digunakan sebagai dasar perbandingan pada suatu daerah saja.unsur peta dasar sampai batas minimum.faktor yang sering berubah. 2. Maksud penyusunan peta dasar sebelum melaksanakan kegiatan tertentu merupakan langkah persiapan sebelum kegiatan dilaksanakan.Rincian topografi (batasan topografi. Penentuan lokasi yang baik dan tepat merupakan unsur utama didalam menyusun peta dasar yang baik. Membatasi unsur . maka dugaan sementara terhadap lereng yang .elemen pokok dan satuan geomorfologi. jalan raya. rel KA atau saluran) .unsur peta dasar dengan materi pokok. misalnya : . sehingga jika komponen . sehingga peta dasar merupakan peta rencana kegiatan yang telah tersusun untuk memudahkan kegiatan yang akan dilakukan dan menghemat biaya. Nama . Sebagai contoh kerapatan garis kontur mencerminkan lereng yang terjal.komponen tersebut tidak memiliki hubungan.unsur penting menyusun peta dasar untuk kepentingan geomorfologi atau geologi antara lain : 1.unsur peta yang mudah dimengerti. Unsur . Biasanya peta topografi dijadikan peta kerangka untuk menyusun peta dasar atau peta bertema (thematic map) yang dapat memberikan informasi tentang hubungan antara elemen .komponen tersebut harus memiliki hubungan dengan topografi. Informasi dan peta topografi yang terbaru merupakan kebutuhan yang mutlak.Posisi konstruksi (bangunan.unsur peta secara umum seperti garis atau titik dan tampilan peta yang akan dijadikan acuan. seperti titik ketinggian.

namun sudah dapat dimanfaatkan sebagai dasar (landasan) penelitian lebih lanjut.aspek geomorfologi yang digambarkan pada peta menggunakan simbol . sehingga memerlukan penguraian yang lebih rinci. pengembangan wilayah atau penggunaan lahan. Peta geomorfologi sintetik. 2. Sebagai contoh peta geologi memberikan informasi tentang sebaran batuan secara lateral dengan batas . b.000. sehingga aspek . Misalnya bentanglahan (landscape) atau mintakat (zone) Bandung berdasarkan fisiografi Van Bemmelen (1949) terdiri dari sistem lahan (land system) rangkaian gunungapi (volcanous) dan sistem lahan ( land system) struktural.batas yang jelas. tergantung pada kepentingan pembuatan peta didalam menetapkan aspek . pengembangan wilayah dan tataruang. Peta geomorfologi analitik sangat berperan untuk digunakan sebagai bahan analisis yang bersifat regional dalam ukuran propinsi. Simbol warna digunakan untuk aspek geomorfologi yang jelas dan memiliki arti penting di dalam peta tersebut. Pada peta geomorfologi analitik tercermin satuan geomorfologi yang sangat luas dan belum memberikan informasi yang rinci.simbol warna dan pola hitam putih disertai arsiran. Petaa geomorfologi pragmatik. Analisis bentanglahan yang sangat luas dan komponen .3 Peta bertema ( thematic map) Peta bertema adalah peta yang mengandung informasi .2 Pemahaman peta geomorfologi Peta geomorfologi telah banyak dibuat oleh berbagai lembaga di dunia dan memiliki perbedaan terhadap tinjauan aspek . sehingga pada saat kegiatan penelitian di lapangan akan lebih terarah kepada hasil analisis peta topografi tersebut. Menurut Verstappen . sehingga sifat peta geomorfologi analitik bersifat peta tinjau (reconnissance) dengan skala peta 1 : 50.komponen geomorfologi yang besar merupakan ciri dari peta geomorfologi analitik.aspek geomorfologi yang digambarkan pada peta geomorfologi. Kandungan informasi tersebut merupakan hasil dari suatu kegiatan penelitian tertentu dengan harapan pemakai peta dapat mengambil keputusan dan kesimpulan terhadap kegiatan penelitian yang dilakukannya. Secara garis besar peta geomorfologi dapat dibedakan menjadi tiga jenis peta. sehingga aspek tersebut disimbolkan dengan warna. geologi teknik.curam tersebut dapat berupa sesar (patahan) atau terdapat perbedaan kekerasan batuan atau pola punggungan yang memanjang dapat diduga sebagai perlipatan. pulau atau negara.aspek geomorfologi di suatu daerah yang cukup luas. yaitu : a. struktur geologi.aspek geomorfologi yang dipetakan. 2.informasi geologi sebagai landasan kerja yang sedang ditekuninya. c.000 sampai 1 : 500. Penggunaan peta geologi yang telah tersusun dengan baik dapat dibaca oleh pengguna yang berhubungan dengan informasi . geologi teknik. seperti aspek morfogenetik didalam pemetaan geomorfologi.1.aspek geologi lainnya.informasi tujuan tertentu untuk maksud tertentu yang dibutuhkan oleh pemakai tertentu pula. 2.2. posisi temuan fosil. Analisis terhadap peta topografi tersebut sangat bermanfaat untuk kegiatan penelitian geologi. misalnya eksplorasi minyak bumi.1 Peta geomorfologi analitik Secara garis besar kandungan informasi dari peta geomorfologi analitik cenderung memberikan informasi aspek . bahan galian atau aspek . Peta geomorfologi analitik.

Aspek utama peta geomorfologi analitik ASPEK UTAMA Bentuk permukaan 1.abu berupa bayangan.abu. sehingga informasi morfografi.dan Van Zuidam (1968 dan 1975) bahwa proses endogen dan eksogen masa lalu dan sekarang merupakan faktor . Verstappen (1970) menyebutkan bahwa penggunaan simbol untuk morfokhronologi tidak perlu menggunakan simbol garis. misalnya simbol garis berwarna merah untuk proses erosi dan warna biru untuk banjir atau sedimentasi. Lithologi digambarkan dalam bentuk simbo. sedangkan simbol garis berwarna dianjurkan untuk penggambaran simbol morfodinamik (proses aktif). perbukitan atau pegunugan Nilai aspek geomorfologi daerah. Tabel 1.warna tertentu yang direkomendasikan untuk dijadikan simbol satuan geomorfologi berdasarkan aspek genetik adalah sebagai berikut : KELAS GENETIK Bentuklahan asal struktural Bentuklahan asal gunungapi Bentuklahan asal denudasional Bentuklahan asal laut (marine) Bentuklahan asal sungai (fluvial) Bentuklahan asal glasial (es) Bentuklahan asal aeolian (angin) Bentuklahan asal karst (gamping) SIMBOL WARNA Ungu / violet Merah Coklat Hijau Biru tua Biru muda Kuning Jingga (orange) Morfografi dan morfometri yang tercermin pada peta topografi dinyatakan oleh lambang garis atau huruf yang telah baku dan dicetak de . Morfokhronologi menggunakan simbol huruf atau angka dengan menggunakan warna hitam. seperti kemiringan lereng. Warna . seperti dataran. titi ketinggian . Morfometri yang penting dari ciri roman muka bumi dapat ditampilkan dengan simbol garis hitam.ngan warna hitam atau abu .faktor perkembangan yang paling menonjol dari suatu bentanglahan. gambar lithologi dengan warna bayangan abu . Morfografi KRITERIA PEMETAAN Aspek yang digambarkan dari morfologi suatu daerah. sehingga harus digambarkan dengan jelas dan digunakan simbol warna. karena biaya untuk pembuatan peta akan menjadi mahal dan umur bentuklahan harus diketahui dengan benar. panjang lereng dan kekerasan relief. 2. Pemilihan warna yang tepat dapat memberikan informasi yang lebih banyak dengan tidak mengabaikan simbol warna yang digunakan oleh satuan bentuklahan pada suatu daerah berdasarkan morfogenetik. Morfometri . morfometri dan lithologi (batuan) tampak pada peta dengan warna yang tidak menonjol. tetapi simbol untuk morfokhronologi dapat dihilangkan.

panjang lereng dan kekasaran relief. sedimentasi atau gurun. 4. Morfostruktur aktif. morfogenetik. patahan dan lipatan.2.bagian lahan semi rinci dari suatu bentangan lahan dari tingkat yang paling kecil sampai tingkat yang paling besar sebagai berikut : 1. misalnya " Villafranchian" untuk umur glasial tua dan "Monasterian" untuk dataran pantai muda. seperti cuesta. Morfografi Aspek yang digambarkan dari morfologi suatu daerah. lereng patahan. 3. dataran fluvial. seperti gunungapi. perbukitan atau pegunungan. Komponen lahan (land component) 2. 2.2.000 sampai 1 : 25. Satuan lahan (land unit) . Morfometri Nilai aspek geomorfologi daerah. sehingga informasi geomorfologi semi rinci dapat ditampilkan di dalam peta geomorfologi sintetik.000. Lithologi / jenis batuan dan struktur batuan dihubungkan dengan proses pengikisan. 3.usul bentuklahan dan proses terjadinya bentuklahan). Pada peta geomorfologi sintetik pengelompokkan lahan dibagi menjadi 4 tingkat yang mencerminkan bagian . 3. Morfogenesis (asal . Sumber : Van Zuidam (1985) 2. Skala peta geomorfologi sintetik yang digunakan adalah 1 : 50.unsur morfografi.2 Peta geomorfologi sintetik Kandungan peta geomorfologi sintetik cenderung memberikan informasi geomorfologi yang bersifat semi rinci (semi detail) dan mulai mengarah pada suatu tujuan tertentu. Morfostruktur pasif.Morfo aransemen Hubungan antara perubahan bentuklahan dengan proses yang sedang berlangsung.1.3. morfometri dan material penyusun. Aktivitas proses endogen seperti vulaknisma. seperti dataran. Morfodinamik Proses eksogen yang berhubungan dengan gerakan angin. seperti gumuk pasir. seperti kemiringan lereng. misalnya unsur .ASPEK UTAMA KRITERIA PEMETAAN Bentuk permukaan 1. 3. hogback dan kubah. (nisbi dan Waktu proses terjadinya suatu bentuklahan. air atau es. titik ketinggian. 5. Morfokhronologi absolut). pegunungan antiklin.

panjang lereng dan kerapatan pola pengaliran (morfometri) dan material penyusun (lithologi).dung berdasarkan fisiografi Van Bemmelen (1949) terdiri dari sistem lahan rangkaian gunungapi di bagian Utara. mengacu kepada sekelompok satuan lahan yang homogen atau heterogen dengan ciri satuan lahan atau susunan satuan lahan yang khusus.000 sampai 1 : 100.satuan lahan yang dibentuk berdasarkan landasan komponen lahan memiliki kesamaan bentuklahan.ciri tampilan luar. Bentanglahan. nilai dari bentuk permukaan / kemiringan lereng. selanjutnya bentuklahan gunungapi diuraikan menjadi satuan . bentuklahan. Tampilan dari satuan lahan menggambarkan ciri eksternal dan internal dari suatu bentuklahan yang dibandingkan dengan satuan lahan sekitarnya pada daerah yang sama. proses / asal .000 dan digunakan untuk kepentingan peta tinjau suatu proyek pembangunan. merupakan bagian terkecil dari suatu bentanglahan yang menekankan kesamaan kelompok atau kelas lahan.satuan lahan (land units) . sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pemetaan geologi. Sistem lahan.3.000 atau lebih kecil dan biasanya digunakan sebagai peta tinjau untuk identifikasi suatu kelayakkan lokasi yang akan digunakan suatu proyek atau dijadikan pemandu perencanaan pembangunan. lithologi (material penyusun).000. Skala peta yang digunakan untuk menampilkan komponen lahan adalah 1 : 100. Bentanglahan (landscape) Komponen lahan. mengacu kepada suatu komponen lahan atau sekumpulan komponen lahan yang homogen atau heterogen berdasarkan ciri khusus suatu lahan atau komponen lahan. lereng tengah gunungapai dan lereng kaki gunungapi. biasanya digunakan untuk kepentingan pekerjaan khusus seperti keteknikan atau manajemen. Satuan . Skala peta yang digunakan untuk menampilkan satuan lahan adalah 1:10. sehingga peta geomorfologi sintetik dapat dijadikan sebagai peta dasar didalam pemetaan geologi. Sebagai contoh bentanglahan (landscape) atau mintakat (zone) Ban .usul (morfogenetik). mengacu kepada bentuklahan dan ciri .000.aspek geomorfologi tersebut sangat erat hubungannya dengan kondisi geologi. biasanya digunakan untuk kepentingan pekerjaan proyek pembangunan yang bersifat sangat luas.ciri perkembangan bentuk permukaan lahan (relief) yang berhubungan berhubungan dengan aspek lingkungan. seperti bentuk permukaan lahan (morfografi). . Bentuklahan (landform) 4. dan diuraikan menjadi bentuklahan Gunungapi Tangkuban Perahu dan bentuklahan Gunungapi Tampomas. Satuan lahan. Skala yang cocok digunakan untuk menampilkan sistem lahan biasanya lebih besar dari 1 : 250. batuan (lithologi) dan iklim. biasanya dibedakan berdasarkan proses. biasanya digunakan untuk pekerjaan konsultan atau proyek pembangunan.000 sampai 1 : 100. proses dan lithologi merupakan dasar utama pengelompokkan satuan lahan. Tampilan aspek . Sistem lahan (land system) 5. Suatu sistem lahan menggambarkan pengulangan kemiripan pola bentuklahan yang memiliki kesamaan genetik dibandingkan dengan sistem lahan disekitarnya pada suatu daerah yang sama. Suatu bentuklahan menunjukkan ciri . satuan lahan dan komponen lahan. yaitu puncak gunungapi. vegetasi dan proses. lereng atas gunungapi. Skala peta yang digunakan untuk menampilkan bentuklahan adalah 1 : 10. sehingga membentuk bentangan yang sangat luas dengan ciri memiliki keseragaman relief dan lithologi secara umum. bentuk permukaan (relief). Skala peta yang digunakan untuk menampilkan bentang lahan adalah 1 : 250. Bentuklahan. tanah. membentuk satuan berdasarkan bentuk permukaan lahan sebagai kriteria pengelompokkan. merupakan bagian terbesar dari kumpulan sistem lahan.

sedangkan informasi topografi dan lithologi yang penting digambar dengan simbol garis abi . peta morfohidrologi (hidrologi). arah lelehan lava gunungapi.150. Contoh peta geomorfologi pragmatik antara lain peta morfokonservasi dan peta hidrogeomorfologi. tutupan vegetasi. Skala peta geomorfologi pragmatik adalah 1 : 25.50.proses pada lereng tertentu yang menonjol. Jika batas satuan bentuklahan digambar dengan garis tebal. Batasan satuan hidrogeomorfologi didasarkan pada kemiringan lereng.2. peta bahaya gunungapai. angka dan huruf dengan warna yang berbeda. permeabilitas daerah. Sama dengan peta analitik. kondisi lahan dan simbol warna untuk lahan yang disarankan. seperti alur erosi. Peta geomorfologi pragmatik biasanya dimanfaatkan untuk kepen . Peta Hidrogeomorfologi.simbol vegetasi digambar dengan warna hijau.3 Peta geomorfologi pragmatik Kandungan peta geomorfologi pragmatik cenderung menampilkan informasi geomorfologi yang bersifat khusus dan rinci (detail) karena peta geomorfologi pragmatik merupakan peta untuk tujuan tertentu dan khusus. mata air dan gerakan material yang diberi simbol de . Kelas lereng yang menunjukkan kesamaan lahan kritis disertai dengan proses . kebencanaan. proses yang menjadi ciri lahan.simbol lain yang digambar denga garis hitam dapat diberikan untuk proses geomorfologi yang sudah tidak aktif tapi masih baru. dan kedalaman air tanah. perkebunan dan pertanian diberi simbol warna hijau. (3) kelas 50 . (4) kelas 150 . Kemiringan lereng terutama untuk menghitung dan mengetahui tingkat erosi yang berlangsung serta kemungkinan gerakan tanah yang akan terjadi pada lereng tersebut. dan kesesuaian lahan. garis merah untuk erosi yang aktif dan biru gelap untuk gerakan tanah yang aktif. sehingga unsur lahan (land element) dari aspek aspek geomorfologi yang bersifat rinci. Simbol . Verstappen dan Van Zuidam (1968 dan 1975) membagi kemiringan lereng menjadi 6 kelas lereng. maka nama singkatan dari bentuklahan perlu dicantumkan dengan huruf kapital. yaitu : (1) kelas 0 0 . dan peta kesesuaian lahan (land suitability map). yaitu kemiringan lereng dan kestabilan lereng.000. sehingga simbol . peta morfostruktur (struktur geologi). Pada tabel 3 ditunjukkan bobot nilai lahan yang digunakan untuk membedakan empat kelas hidrogeomorfologi.simbol yang biasa digunakan didalam kajian hidrologi. (2) kelas 20 .300.abu atau coklat. Vegetasi alami. sehingga penamaan peta lebih cenderung mencerminkan maksud dan tujuan pemetaan yang bersifat khusus. dapat tercermin pada peta geomorfologi pragmatik. seperti peta morfokonservasi (lingkungan). arah sedimentasi. menggunakan simbol warna untuk membedakan satuan hidrogeomorfologi yang sama dengan simbol . (5) kelas 300 .550 dan (6) kelas 0 diatas 55 . seperti kegiatan penelitian teknik. Tabel 2 menunjukkan berbagai kelas lereng.tingan suatu kegiatan yang bersifat rinci (detai).ngan garis arsir.abu sebagai bayangan. kualitas aliran air permukaan. yaitu air tanah dalam. arah ombak. . hidrologi.2. arah arus sungai / pantai. semi alami dan pertanian sangat mempengaruhi proses erosi dan gerakan tanah. simbol gambar. garis kontur dan lithologi (batuan) digambar dengan warna abu .000 sampai 1 : 5.20. Seperti pada peta morfokonservasi yaitu tutupan vegetasi alami. lingkungan. Kegiatan konservasi tertentu dapat juga dilakukan terhadap satuan bentuklahan tertentu yang memiliki proses yang menonjol atau nilai kelas konservasi. potensi air tanah. menggambarkan klasifikasi lereng. Peta morfokonservasi.

1985).140 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang terjal. pengikisan dan erosi akan meninggalkan bekas yang sangat dalam.lahan. Ungu Tua .Tabel 2.16 (15 .7 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng landai.55 (70 . bila terjadi longsor bergerak dengan kecepatan rendah. Karakteristik dan Kondisi lahan Simbol warna yang disarankan. Kuning Tua 16 . sering terjadi erosi dan gerakan tanah dengan kecepatan yang perlahan .30 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang curam.15 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng landai sampai curam.35 (30 . bila terjadi longsor bergerak dengan kecepatan rendah. Hijau tua 2 -4 (2 . rawan tergadap longsor batuan. sering ditemukan singkapan batuan. tidak ada erosi yang besar. Hijau Muda 4 -8 (7 . Daerah rawan erosi dan longsor Merah Muda 35 . sangat rawan terhadap erosi.2 %) Datar atau hampi datar. Kuning Muda 8 . erosi permukaan dan erosi alur. singkapan batuan muncul di permukaan. Merah Tua > 55 ( > 140% ) 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang terjal. (sumber : Van Zuidam.70 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang curam sampai terjal. Hubungan kelas lereng dengan sifat . 0 -2 (0 .sifat proses dan kondisi lahan disertai simbol warna yang disarankan. rawan terhadap bahaya longsor. rawan terhadap erosi. dapat diolah dengan mudah dalam kondisi kering. Kelas Lereng 0 0 Proses.

(20) Lapisan tanah penutup tidak efektif. (15) Jarang sam pai sedang. berbentuk cekungan. .sifat daerah aliran sungai untuk memperkirakan kemungkinan limpasan air permukaan dengan metode Cook (Sumber : Van Zuidam. kolam dan rawa. daerah aliran kecil. 1985). (10) Jarang sam pai baik.lapisan tanah tipis. ketebalan geluh dengan ke mampuan daya serap baik. kemiringan lereng 0-7% Batuan (15) Endapan berbutir halus dan dan betuan keras. daerah aliran curam dan sempit. (10) Endapan berbutir sedang dan batuan mudah lapuk (8) Endapan berbutir sedang. Sifat . tampak cekungan dangkal. (5) Daya serap tinggi. rekahan tampak jelas Daya serap (infiltrasi) tanah.30% (12) Bergelombang kemiringan le reng 7 . hampir 90 % daerah aliran tertutup rumput dan ta naman kayu.kemiringan lereng lebih dari 30 %. tidak ada kolam atau rawa. Daya tampung per mukaan. Dikutip dari : Engineering Handbook for Farm Planners Upper Mississippi Valley Region III United States Soil Conservation Services. tidak ada kolam atau rawa. (20) Berbukit. kurang dari 2 % daerah aliran (5) Daya tam pung tinggi. kurang dari 10 % aliran dibawah tu tupan baik. (5) Baik sampai sempurna. 1953. (15) Daya tam pung kecil. danau. batuan lapuk dan memiliki rekahan (5) Endapan berbutir sedang sampai kasar. ketebalan pasir atau tanah mampu me nyerap dengan cepat Tutupan vegetasi (20) Tutupan tanaman tidak efektif. (100) Sangat Tinggi (75) Tinggi (50) Normal (25) Rendah Relief (25) Curam. Pemboran diperlukan. (15) Daya serap tanah lambat Lempung atau tanah memi liki kapasitas daya serap rendah. (10) Daya tampung normal. sehingga kapasitas resap tanah sangat rendah. jarang atau gundul. depresi cekungan permukaan. (10) Daya serap normal. (20) Tidak ada.15 % (5) Datar. tidak tampak jelas daerah aliran.kemiringan lereng 15 . tidak ada tutupan alami. 50 % daerah aliran tertutup rumput dan ta naman kayu.Tabel 3.

atau gunungapi.Bentuklahan dataran pesisir (coastal plain landforms) .Bentuklahan dataran pesisir aluvial (alluvial coastal plain landforms) . Dataran marin : disusun oleh material berbutir halus sampai sedang . Aspek . pola pe .Bentuklahan dataran pantai (beach)  Bentuklahan asal fluvial (fluvial landforms origin) terdiri dari : .Bentuklahan delta kaki burung (birdfoot delta) .Bentuklahan dataran banjir (flood plain landforms) . 3. terdiri dari : .unsur geomorfologi.ngaliran dan bentuk lereng. lembah dan dataran.UNSUR PEMETAAN GEOMORFOLOGI Konsep pemetaan geomorfologi yang dikemukakan di bawah ini me .usul / proses terjadinya bentuk (morfogenetik). asal . penilaian kuantitatif bentuk (morfometri) dan material penyusun.BAB 3 UNSUR .Bentuklahan delta kuala (estuarine delta0  Bentuklahan plato.Bentuklahan lembah gisik (beach swale landforms) .1. Sistem pemetaan geomorfologi harus memenuhi kriteria unsur .Bentuklahan delta memanjang (cuspate delta) . 3. Secara garis besar morfografi dapat dibedakan menjadi bentuklahan perbukitan/punggungan. 1975) yang dilandasi pengalaman di wilayah tropis seperti di Indonesia dan Amerika Latin.aspek geologi yang dapat tercermin dari morfografi dataran asal marin dan fluvial adalah : a. campuran marin dan fluvial (delta) dan plato.1968) dan Van Zuidam (1968. fluvial (sungai).1 Morfografi Morfografi secara garis besar memiliki arti gambaran bentuk permukaan bumi atau arsitektur permukaan bumi.Bentuklahan tanggul alam (natural levee landforms) . seperti gambaran bentuk (morfografi).Bentuklahan beting gisik (beach ridge landforms) .1 Bentuklahan dataran Dataran adalah bentuklahan (landform) dengan kemiringan lereng 0% sampai 2%.  Bentuklahan asal marin (marine landforms origin) terdiri dari : . biasanya digunakan untuk sebutan bentuklahan asal marin (laut). Beberapa pendekatan lain untuk pemetaan geomorfologi selain morfografi adalah pola punggungan. pegunungan.Bentuklahan undak sungai (teracce landforms)  Bentuklahan asal campuran (delta).Bentuklahan delta membulat (lobate delta0 .ngacu kepada sistem yang dikembangkan oleh oleh Verstappen (1967.

Gumuk tefra terbentuk karena kegiatan erupsi gunungapai.bagai sumber material.material gunungapi. Bentuklahan perbukitan rempah gunungapi (gumuk tefra) disusun oleh material .2 Bentuklahan perbukitan / pegunungan Bentuklahan perbukitan (hilly landforms) memiliki ketinggian antara 50 meter sampai 500 meter di atas permukaan laut dan memiliki kemiringan lereng antara 7 % sampai 20 %. disusun oleh material batuan beku intrusi yang memiliki ciri khas membentuk pola aliran sentripetal. Ciri khas perbukitan karst membentuk perbukitan yang berkelompok. biasanya merupakan satu rangkaian dengan bentuklahan gu nungapi atau akibat kegiatan tektonik yang cukup kuat. bersifat karbonatan. Dataran delta : disusun oleh material . Munculnya perbukitan karst disebabkan oleh suatu pengangkatan (tektonik). sehingga dapat diperkirakan material penyusun berupa batuan sedimen.bongkah.sisa tumbuhan atau endapan batubara.gua dengan stalagtit dan talagmit. membentuk pola pengaliran multi basinal (tiba . d.yaitu pasir yang terpilah baik dan kemasan terbuka karena lebih banyak dipengaruhi oleh hempasan ombak. d. Daerah perbukitan karst mencerminkan jejak lingkungan laut dangkal (25 meter sampai 50 meter). biasanya terbentuk pada daerah yang dipengaruhi oleh sesar dan tersebar tidak beraturan. batulempung dan batulanau atau perselingan batuan sedimen tersebut.material hasil erupsi gunungapi yang berbutir halus sampai bbongkah dengan ciri khas tidak jauh dari gunungapi se . disertai de ngan sisa . c. Sebutan perbukitan digunakan terhadap bentuklahan kubah intrusi (dome landforms of intrusion). sepert breksi dan tuf. sedangkan bentuklahan pegunungan (mountaineous landforms) memiliki ketinggian lebih dari 500 meter dan kemiringan lereng lebih dari 20 %. terdapat gua . bukit rempah gunungapi / gumuk tefra. dan lanau. pegunungan Alpen (di Eropa) dan Pegunungan Selatan (di Jawa Barat).1. Perbukitan kubah intrusi. sehingga garis pantai lama tidak jauh dari kumpulan perbukitan karst tersebut. Sebutan pegunungan digunakan terhadap rangkaian bentuklahan yang memiliki ketinggian lebih dari 500 meter dan kemiringan lereng lebih dari 20 %. b. seperti pegunungan Himalaya (di India). Dataran fluvial : disusun oleh material berbutir halus seperti lem pung dan lanau sampai bongkah . lempung. c. Aspek . Material penyusun dataran fluvial biasa disebut endap an aluvium dan jika telah termampatkan disebut konglomerat. Dataran plato : disusun oleh material . Bentuklahan perbukitan karst (gamping) disusun oleh material sisa kehidupan binatang laut (koral).tiba menghilang). soliter (terpisah). koral (karst) dan perbukitan yang dikontrol oleh struktural. b. bercampur dengan lempung dan lanau. Bentuklahan perbukitan yang memanjang mencerminkan suatu perbukitan yang terlipat. mengikuti lereng sayap dari perbukitan tersebut. 3.aspek geologi yang berhubungan dengan bentuklahan perbukitan dan pegunungan tersebut antara lain : a. seperti batupasir.material pasir berbutir halus sampai sedang. Ciri khas bentuklahan perbukitan terlipat memiliki pola pengaliran paralel atau rektangular yang berbeda arah. sedangkan puncak dari perbukitan bertindak .

karena telah mencapai batuan dasar sungai yang relatif keras dibandingkan dengan batuan yang berada di tepi sungai. Manglayang dan rangkaian pegunungan di Utara Tanjungsari.1.sebagai batas pemisah aliran (water devided). Terbentuknya gunungapi akibat kegiatan magma yang mendorong dari perut bumi ke permukaan bumi secara sinambung (terus menerus) dalam kurun waktu yang panjang. sehingga membentuk kerucut yang menjulang sampai ketinggian tertentu. terdapat pula rangkaian pegunungan yang diakibatkan oleh tektonik. pada lereng bagian tengah lelehan lava dan lahar serta pada bagian lereng bawah berupa endapan rempah .1.Jenis lembah V tumpul . e. erosi parit (gully erosion). sehingga membentuk perlipatan. Pada gunungapi muda puncak kepundan masih berbentuk kerucut dan erupsi masih terus berlangsung.daerah yang relatif datar. erosi lateral (ke samping) lebih besar dari pada erosi vertikal (ke arah dasar sungai). Contoh Gunungapi Merapi di Jawa Tengah Yogyakarta. lubang kepundan dan kerucut kepundan. Bentuklahan pegunungan terdapat pada suatu rangkaian gu-nungapi. material yang dapat ditemui pada bentuklahan vulkanik bagian puncak merupakan material halus sampai sedang (abu vulkanik / tuf).daerah yang memiliki kemiringan lereng landai. Bentuklahan perbukitan memanjang terbentuk akibat dari kegiatan tektonik lemah (pengangkatan). seperti rangkaian gunungapi Tangkuban Parahu dengan Tampomas terdapat rangkaian pegunungan Bukit Tunggul. erosi yang berlangsung cenderung ke arah lateral (samping) dan erosi ke arah vertikal (dasar sungai) relatif tidak berlangsung. Pada awalnya torehan (erosi) limpasan air permukaan berupa erosi permukaan (sheet erosion) kemudian menjadi erosi alur (riil erosion). suatu saat mengalami erupsi yang cukup hebat mengakibatkan puncak kepundan menjadi tumpul. kemungkinan diakibatkan oleh gerakan dari sesar geser.Jenis lembah U tajam .rempah gunungapi (tefra).3 Bentuklahan gunungapi (vulkanik) Bentuklahan gunungapi (vilkanik) memiliki ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut dan memiliki kemiring lereng yang curam (56 % sampai 140 %). dengan ciri khas memiliki kawah.Jenis lembah V tajam.jenis lembah dapat dibedakan menjadi : .Jenis lembah U tumpul . Perbukitan yang berbelok atau terpisah. pengumpulan (akumulasi) sedimen berlangsung dari lereng . Limpasan air permukaan yang masuk ke lembah selalu membawa muatan sedimen hasil dari pengikisan air tersebut dan selanjutnya sungai membawa muatan sedimen untuk di endapkan pada daerah (cekungan) tertentu menjadi suatu endapan (sedimen). Jenis lembah U tumpul terjadi pada daerah . lembah (valley) dan selanjutnya lembah sebagai penampung aliran air menjadi sungai. 3. 3. . Jenis lembah U tajam terjadi pada daerah . kemudian menyambung dengan Gunungapi Tampomas. Erosi ke arah vertikal terhenti. seperti rangkaian Pegunungan Selatan Jawa Barat yang membentang dari Barat di Teluk Palabuan Ratu (Sukabumi) sampai ke Timur di Teluk Pangandaran (Ciamis). Selain rangkaian pegunungan yang terdapat di sekitar gunungapi. Secara garis besar jenis .lereng lembah.4 Lembah Permukaan bumi yang tertoreh oleh limpasan air permukaan akan membentuk lembah.

BENTUK SIMETRIS BENTUK TAK SIMETRIS ENDAPAN FLUVIO -COLUVIA LEKUKAN DALAM TERBUKA/ LEBAR MENYEMPIT / CURAM MENYEMPIT / CURAM TERBUKA / LEBAR Gambar 1.material batuan yang relatif keras atau sisa . Kondisi batuan dan iklim sangat berpengaruh terhadap pembentukkan jenis lembah V tajam. Jenis lembah V tajam terjadi pada daerah .Bentuk lereng cembung. . 1985) 3. Bentuk lembah V tumpul yang tidak simetris disebabkan oleh perbedaan jenis batuan dan / atau struktur pada salah satu sisi lembah.daerah yang memiliki lereng landai sampai agak curam.Bentuk lereng lurus .daerah yang memiliki lereng curam.1. erosi vertikal (ke arah dasar sungai) sangat kuat karena dipe . Bentuk .sisa gawir sesar atau bidan longsoran (mass wasting) yang telah tererosi pada bagian tepi atasnya.5 Bentuk lereng Bentuk lereng merupakan cerminan proses geomorfologi eksogen atau endogen yang berkembang pada suatu daerah dan secara garis besar dapat dibedakan menjadi : .bentuk lembah (sumber : Van Zuidam.Jenis lembah V tumpul terjadi pada daerah . erosi vertikal (ke arah dasar sungai) berlangsung lebih kuat daripada erosi lateral (ke arah samping) yang disertai dengan erosi dari bagian atas lereng lembah tersebut dan pengumpulan (akumulasi) endapan (sedimen) terjadi di dasar lembah.Bentuk lereng cekung Bentuk lereng cembung biasanya terjadi pada daerah .daerah yang disusun oleh material . .ngaruhi oleh tektonik.

pola punggungan yang terlipat menunjukkan kerapatan garis kontur yang jarang.pola tertentu yang disebut sebagai pola aliran.1.Van der Weg (1968) membuat klasifikasi pola pengaliran menjadi pola erosional. 3. sedangkan pada skala menengah akan menunjukkan pola yang menyeluruh sebagai cerminan jenis batuan. Sistem pengaliran yang berkembang pada permukaan bumi secara regional dikontrol oleh kemiringan lereng. 3. sedangkan jika pada salah satu sisi punggungan tersebut memiliki kerapatn garis kontur yang cukup rapat diinterpretasikan telah terjadi sesar naik. tetapi tidak menutup kemungkinan dapat ditambah atau dikurangi. struktur geologi kondisi erosi dan sejarah bentuk bumi. Kekuatan (tenaga) tersebut berasal dari dalam bumi yang dikenal sebagai tenaga endogen.daerah yang disusun oleh material . menga nyam ( braided). jenis dan ketebalan lapisan batuan. Pola punggungan paralel dapat diinterpretasikan sebagai suatu perbukitan yang terlipat. kekar. selanjutnya akan membentuk pola . struktur geologi dan erosi. foto udara atau citra satelit akan tampak pola .1. sedangkan pola pola lurus (elongate) . 3.bentuk lembah sebagai tempat pengaliran air. melingkar atau terpisah dapat diinterpretasikan sebagai akibat dari suatu pensesaran. alur pengaliran tetap pengali. yazoo.pola punggungan yang berbentuk paralel (sejajar).material vulkanik halus atau bidang longsoran (llandslide). . arah dan bentuk perlipatan. 2. Percabangan . berkelok (meandering). Bentuk lereng cekung biasanya terjadi pada daerah . Definisi pola pengaliran yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. sebaran.Bentuk lereng lurus. struktur geologi. Pola . tralis dan rektangular termasuk pola erosional. Pola pengaliran adalah kumpulan dari suatu jaringan pengaliran di suatu daerah yang dipengaruhi atau tidak dipengaruhi oleh curah hujan. Pola .material batuan lunak atau bidang longsoran (slump). dapat berupa kegiatan pengangkatan atau pensesaran (tektonik). ketebalan dan bidang perlapisan batuan serta geologi struktur seperti sesar.daerah lereng vulkanik yang disusun oleh material . biasanya terjadi pada daerah . Howard (1967) membedakan pola pengaliran menjadi pola pengaliran dasar dan pola pengaliran modifikasi. Pola pengaliran sangat mudah dikenal dari peta topografi atau foto udara. Biasanya pola pengaliran yang demikian disebut sebagai pola pengaliran permanen (tetap). jenis dan kerapatan vegetasi serta kondisi iklim. sedangkan pola punggungan berbelok. berbelok atau melingkar. Pola dendritik (sub dendritik).pola punggungan tersebut mencerminkan dipengaruhi oleh kekuatan (tenaga) yang mengakibatkan terbentuknya pola punggungan.6 Pola punggungan Pada peta topografi. radial. Perubahan (modifikasi) pola dasar adalah salah satu perbedaan yang dibuat dari pola dasar setempat. Pola dasar adalah salah satu sifat yang terbaca dan dapat dipisahkan dari pola dasar lainnya. Pola pengaliran pada batuan yang berlapis sangat tergantung pada jenis.percabangan dab erosi yang kecil pada permukaan bumi akan tampak dengan jelas. angular (sub angular). Hubungan pola dasar dan pola perubahan (modifikasi) dengan jenis batuan dan struktur geologi sangat erat. pola pengendapan dan pola khusus. Pola aliran ini sangat berhubungan dengan jenis batuan. terutama pada skala yang besar.7 Pola aliran Kegiatan erosi dan tektonik yang menghasilkan bentuk .

Secara regional daerah aliran memiliki kemiringan landai. PARALEL Pada umumnya menunjukkan daerah yang berlereng sedang sampai agak curam dan dapat ditemukan pula pada daerah bentuklahan perbukitan yang memanjang. jenis pola pengaliran membentuk percabangan menyebar seperti pohon rindang. vulkanisme. Catatan : pola pengaliran radial memiliki dua sistem yaitu sistem sentrifugal (menyebar ke luar dari titik pusat). Pola pengaliran radial pada daerah vulkanik disebut sebagai pola pengaliran multi radial. Jenis pola pengaliran biasanya berhadapan pada sisi sepanjang aliran subsekuen. merupakan daerah gerakan tanah. 1985) POLA PENGALIRAN DASAR KARAKTERISTIK DENDRITIK Perlapisan batuan sedimen relatif datar atau paket batuan kristalin yang tidak seragam dan memiliki ketahanan terhadap pelapukan. kerucut (kubah) intrusi dan sisa . Klasifikasi pola khusus dibagi menjadi pola pe-ngaliran internal seperti pola "sinkhole" pada bentuklahan karst (gamping) dan pola "palimpset" atau "berbed" untuk daerah yang dianggap khusus. Tabel 3.sisa erosi. pelarutan gamping dan lelehan salju (permafrost) . Sering terjadi pola peralihan antara pola dendritik dengan pola paralel atau tralis. RADIAL Daerah vulkanik. TRALLIS Baruan sedimen yang memiliki kemiringan perlapisan (dip) atau terlipat. Bentuklahan perbukitan yang memanjang dengan pola pengaliran paralel mencerminkan perbukitan tersebut dipengaruhi oleh perlipatan. sedangkan sistem sentripetal (menyebar kearah titik pusat) memiliki arti bahwa daerah tersebut berbentuk cekungan. berarti bahwa daerah tersebut berbentuk kubah atau kerucut. Pola pengaliran dan karakteristiknya (van Zuidam. tidak memiliki perulangan lapisan batuan dan sering memperlihatkan pola pengaliran yang tidak menerus. batuan vulkanik atau batuan metasedimen derajat rendah dengan perbedaan pelapukan yang jelas. cekungan dan kemungkinan retas (stocks) MULTIBASINAL Endapan berupa gumuk hasil longsoran dengan perbedaan penggerusan atau perataan batuan dasar.rektikular dan pola dikhotomik termasuk pola pengendapan. ANULAR Struktur kubah / kerucut. REKTANGULAR Kekar dan / atau sesar yang memiliki sudut kemiringan.

Sedangkan batuan dapat mempengaruhi morfologi sungai dan jaringan topologi yang memudahkan terja. . KOLINIER Kelurusan bentuklahan bermaterial halus dan beting pasir.dinya pelapukan dan ketahanan batuan terhadap erosi. Kontrol struktur pasif mempengaruhi arah dari sistem sungai karena kegiatan tektonik aktif. yaitu tektonik aktif dan pasif serta lithologi (batuan). SUB TRALLIS DIREKSIONAL TRALLIS TRALLIS BERBELOK TRALLIS SESAR ANGULATE KARST Bentuklahan memanjang dan sejajar Homoklin landai seperti beting gisik Perlipatan memanjang.POLA PENGALIRAN MODIFIKASI Umumnya struktural Tekstur batuan halus dan mudah tererosi SUB DENDRITIK PINNATE ANASTOMATIK MENGANYAM (DIKHOTOMIK) Dataran banjir. pengangkatan (perlipatan) dan kegiatan vulkanik yang dapat menyebabkan erosi sungai. Kontrol dinamika struktur diantaranya pensesaran. sesar paralel Kekar dan / atau sesar pada daerah miring Batugamping Morisawa (1985) menyebutkan pengaruh geologi terhadap bentuk sungai dan jaringannya adalah dinamika struktur geologi. Percabangan menyatu atau berpencar . delta atau rawa Kipas aluvium dan delta SUB PARALEL Lereng memanjang atau dikontrol oleh bentuklahan perbukitan memanjang.

1 Proses eksogen Proses eksogen adalah proses yang dipengaruhi oleh faktor . biologi dan artifisial. 1. seperti iklim. ANTIKLIN SINKLIN 5. TERAS SESAR Pembelokkan sungai secara tajam. 1985) KONTROL STRUKTUR BENTUK SUNGAI A. Kelurusan saluran 3. KEKAR Lembah asimetri Sungai subsekuen Pola rektangular Sungai subsekuen 3. seperti bentuklahan perbukitan / pegunungan. KUBAH 4. DINAMIK 1. KELURUSAN SUNGAI 6.Tabel 4. Dasar sungai curam Teras Lembah memanjang Sungai subsekuen Lembah terjal Saluran "OFFSET' Aliran paralel Aliran sepanjang lereng kemiringan. bentuklahan lembah atau bentuklahan pedataran. sedangkan ptoses yang dipengaruhi oleh biologi biasanya terjadi akibat dari lebatnya vegetasi. Proses yang dipengaruhi oleh iklim dikenal sebagai proses fisika dan proses kimia. KEMIRINGAN Sungai subsekuen Pola tralis Aliran pada tebing pendek Pola anular Sungai subsekuen Pembelokkan sungai Sungai subsekuen. seperti hutan atau semak belukar dan . SESAR AKTIF Teras Lembah memanjang Saluran "OFFSET" Sungai subsekuen Lembah terjal Sungai anteseden Sungai konsekuen Pola aliran radial Lembah gelas anggur Sungai terputus Saluran menyebar Membentu genangan 2. PERLIPATAN AKTIF 3.2. 3.2 Morfogenetik Morfogenetik adalah proses / asal . KEGIATAN VULKANIK B.usul terbentuknya permukaan bumi. Aliran konsekuen Pola radial Sungai konsekuen Pola tralis Lembah gelas anggur Sungai terputus Saluran menyebar Membentuk genangan 2. Kontrol struktur terhadap bentuk sungai (sumber : Morisawa.faktor dari luar bumi. Proses yang berkembang terhadap pembentukkan permukaan bumi tersebut yaitu proses eksogen dan proses endogen. PASIF.

. sehingga merubah bentuk permukaan bumi.Pola aliran radial sentripetal (menyebar keluar dari titik pusat). . maka dapat diartikan bahwa daerah tersebut memiliki tingkat erosi yang reltif kecil atau dapat pula diinterpretasikan bahwa daerah tersebut disusun oleh batuan yang relatif keras dan memiliki porositas yang cukup baik serta memiliki ketahanan terhadap erosi. Proses artifisial lebih banyak disebabkan oleh aktifitas manusia merubah bentuk permukaan bumi untuk kepentingan kehidupannya.2.Pola aliran paralel dan rektangular. Kenampakkan proses erosi pada peta topografi atau foto udara ditunjukkan oleh kerapatan pola aliran.Garis kontur pada peta topografi relatif renggang. . sehingga semakin rapat pola aliran menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki tingkat erosi yang cukup tinggi atau dapat pula diinterpretasikan bahwa daerah tersebut disusun oleh batuan yang relatif lunak dengan porositas yang buruk. . .Bentuk lereng lurus dan tidak beraturan. .mineral penyusun batuan secara fisika atau kimia.Bentuk perbukitan berbelok atau tergeser (tidak menerus).Bentuk lereng hampir lurus dan simetris pada sisi yang berlawanan. kemudian hasil pelapukan batuan menjadi tanah dan tanah terkikis (degradasional).kegiatan binatang. sehingga batuan menjadi lapuk dan selanjutnya menjadi tanah. terhanyutkan dan pada akhirnya diendapkan (agradasional).2 Proses endogen Proses endogen adalah proses yang dipengaruhi oleh kekuatan / tenaga dari dalam kerak bumi. Patahan (sesar geser) : . . . Secara garis besar proses eksogen diawali dengan pelapukan batuan. Sebaliknya jika kerapatan pola pengaliran renggang. pengangkatan (lipatan) dan kekar. Selain kegiatan tektonik. sehingga membentuk perbukitan intrusi dan gunungapi.Bentuk perbukitan memanjang. .Pola aliran paralel atau rektangular. . sehingga merubah mineral . . Proses dari dalam kerak bumi tersebut antara lain kegiatan tektonik yang menghasilkan patahan (sesar). Ciri .Pola aliran rektangular. . Bentuklahan perbukitan struktural : Perlipatan : . seperti lembah / sungai atau laut. perubahan temperatur dan angin. Lapisan permukaan tanah kemudian dikikis oleh hujan selanjutnya material permukaan tanah yang lepas terhanyutkan dan diendapkan pada suatu cekungan pengendapan. Tahap perubahan permukaan bumi yang disebabkan oleh proses eksogen diawali dengan permukaan bumi yang dipengaruhi oleh iklim.Bentuk lereng relatif cembung.Bentuk perbukitan menyerupai kubah dan berpola terpisah (soliter).Garis kontur pada peta topografi pada bagian patahan sangat rapat. 3.Garis kontur pada peta topografi relatif rapat. seperti hujan.Bentuk lereng relatif cekung dan tidak simetris pada kedua lereng yang berlawanan.Bentuk perbukitan tidak menerus dan tidak simetris. proses kegiatan magma dan gunungapi (vulkanik) sangat berperan merubah bentuk permukaan bumi. Patahan (sesar normal dan sesar naik) : .ciri proses endogen yang berlangsung di suatu daerah pada peta topografi atau foto udara adalah sebagai berikut : Bentuklahan perbukitan intrusi : .

aeolian.1 Lereng Lereng merupakan bagian dari bentuklahan yang dapat memberikan informasi kondisi .3. Tata nama satuan geomorfologi tersebut sangat membantu untuk pemetaan geologi. struktural dan vulkanik (proses endogen). marin. pegunungan atau pedatara dan asal . seperti tingkat erosi.Pola aliran radial pada bagian puncak dan pola aliran pada lereng tengah sampai lereng bawah lurus (elongate). Contoh tata cara penamaan satuan geomorfologi adalah sebagai berikut : Satuan bentuklahan PERBUKITAN STRUKTURAL Pernyataan PERBUKITAN mencerminkan gambaran bentuk (morfografi) dan STRUKTURAL menyatakan proses terbentuknya perbukitan tersebut. glasial / preglasial (proses eksogen). pola punggungan. karena analisis morofografi dapat dilakukan terhadap peta topografi atau foto udara. kerapatan pola aliran. Sebagai pelengkap agar tata nama satuan tersebut lebih rinci dan dapat dipetakan.Memiliki kawah dan lubang kepundan.unsur lain.unsur geomorfologi yaiitu kesamaan gambaran bentuk (morfografi). sehingga pemetaan geologi dapat direncanakan dengan baik dan terarah.usul / proses (morfogenetik) terjadinya suatu bentuk seperti proses asal fluvial. Penilaian kuantitatif terhadap bentuklahan memberikan penajaman tata nama bentuklahan dan akan sangat membantu terhadap analisis lahan untuk tujuan tertentu. karst. Unsur unsur pendukung seperti morfometri dan material penyusun diperlukan untuk lebih menegaskan panamaan satuan tersebut.pola aliran rektangular . sedangkan unsur . sehingga penamaan satuan bentuklahan geomorfologi terdiri dari gambaran bentuk (morfografi) dan asal . 3.Bentuk pegunungan kerucut.2..kondisi proses yang berpengaruh terhadap bentuklahan.Garis kontur pada peta topografi pada bagian puncak relatif rapat.usul / proses terjadinya bentuk (morfogenetik).bentuk lereng lurus dan simetris .Garis kontur pada peta topografi renggang sampai rapat. kestabilan lereng dan menentukan nilai dari kemiringan lereng tersebut.3 Morfometri Morfometri merupakan penilaian kuantitatif dari suatu bentuklahan dan merupakan unsur geomorfologi pendukung yang sangat berarti terhadap morfografi dan morfogenetik.3 Tata nama satuan geomorfologi Penentuan tata nama satuan harus memiliki kesamaan unsusr . . Bentuklahan gunungapi (vulkanik) : . seperti perbukitan. seperti morfometri dan material penyusun merupakan unsur penegasan dari pernyataan unsur morfografi dan morfogenetik. 3. denudasional. maka unsur morfogenetik dapat diuraikan menjadi struktur perlipatan. sehingga penamaan satuan bentuklahan secara lengkap menjadi : Satuan bentuklahan PERBUKITAN STRUKTURAL (TERLIPAT) .kerapatan kontur cukup renggang .kemiringan lereng 5 % . . . sehingga dengan memberikan penilaian terhadap lereng tersebut dapat ditarik kesimpulan dengan tegas . kemiringan lereng.pola punggungan paralel . bentuk lereng. dan pada bagian lereng tengah sampai lereng bawah agak renggang sampai renggang 3. seperti pola alir an. kerapatan kontur dan perkiraan batuan penyusun bentuklahan.perkiraan batuan penyusun terdiri dari jenis batuan sedimen. sesar atau kekar.kerapatan aliran 50/Km .

seperti perbukitan.55 Lereng curam 25 .13 Lereng landai 6 .2 Perbedaan ketinggian Perbedaan ketinggian (elevasi) biasanya diukur dari permukaan laut. Tabel 6.tujuan tertentu.1985) KEMIRINGAN LERENG KETERANGAN KLASIFIKASI USSSM* (%) KLASIFIKASI USLE** (%) 0-2 Datar .24 56 .tata nama satuan geomorfologi secara rinci. 1967). sehingga tata nama satuan geomorfologi dapat lebih dirinci dan tujuan . Ukuran kemiringan lereng (sumber : Van Zuidam. pegunungan atau . Pentingnya pengenalan perbedaan ketinggian adalah untuk menyatakan keadaan morfografi dan morfogenetik suatu bentuklahan. Ukuran kemiringan lereng yang telah disepakati untuk menilai suatu bentuklahan adalah sebagai berikut : Tabel 5.12 14 .20 Lereng agak curam 13 .18 21 .13 7 .140 Lereng sangat curam > 55 > 24 * USSSM = United state soil System Management **USLE = Universal Soil Loss Equation (Wischmeir. Ukuran panjang lereng PANJANG LERENG (M) KLASIFIKASI < 15 Lereng sangat pendek 15 .250 Lereng sedang 250 . karena permukaan laut dianggap sebagai bidang yang memilki angka ke-tinggian (elevasi) nol. kestabilan lereng dan perencanaan wilayah dapat dikaji lebih lanjut. Ukuran penilaian lereng dapat dilakukan terhadap kemiringan lereng dan panjang lereng.Hampir datar 0-2 1-2 3-7 Lereng sangat landai 2-6 2-7 8 .55 18 .500 Lereng panjang > 500 Lereng sangat panjang 3. seperti perhitungan tingkat erosi.50 Lereng pendek 50 .3.25 12 .

Hubungan ketinggian absolut dengan morfografi (sumber : Van Zuidam.200 meter Perbukitan rendah 200 meter .500 meter Perbukitan 500 meter .2 <5 Berombak 3 .3. Hubungan perbedaan ketinggian dengan unsur morfografi adalah sebagai berikut : Tabel 7.1.55 200 .000 pegunungan sangat curam > 140 > 1.500 Pegunungan curam 55 .000 meter Pegunungan > 3.dataran.Hampir datar 0 .000 .Berbukit 14 .7 5 .000 meter Pegunungan tinggi Tabel 8.100 meter Dataran rendah pedalaman 100 meter .13 25 .1985) KELAS RELIEF KEMIRINGAN LERENG ( % ) PERBEDAAN KETINGGIAN (m) Datar .500 meter Perbukitan tinggi 1. Hubungan kelas relief .500 meter . 1985) KETINGGIAN ABSOLUT UNSUR MORFOGRAFI < 50 meter Dataran rendah 50 meter .50 Berombak .Bergelombang 8 .20 75 .140 500 .1. (sumber: Van Zuidam.75 Bergelombang .Pegunungan 21 .200 Berbukit .kemiringan lereng dan perbedaan ketinggian.

batuan memiliki porositas sedang KASAR Lebih besar dari 5 cm Tingkat limpasan air permukaan rendah. . Kerapatan aliran (rata . Van Zuidam.5 cm .Tabel 9.5 cm Tingkat limpasan air permukaan sedang.000 MEMILIKI KERAPATAN KARAKTERISTIK HALUS Kurang dari 0.rata jarak percabangan dengan Ordo pertama aliran. batuan memiliki porositas baik dan tahan terhadap erosi. batuan memiliki porositas buruk SEDANG 0. 1985) JENIS KERAPATAN PADA SKALA 1: 25.5 cm Tingkat limpasan air permukaan tinggi.

khususnya yang paling menonjol menghasilkan informasi monodisiplin dan pada bagian lain menampilkan informasi bentuklahan.peta sintetik (holistik) memiliki kandungan multidisiplin ilmu dan data geomorfologi terpadu. struktural.nilai bentuklahan dan material penyusun bentuklahan. morfometri dan material penyusun dapat ditafsirkan melalui peta topografi. sebagian proses eksogen. marin. Selaras dengan karakteristik gambaran umum fisik rupa bumi. ukuran dan posisi. seperti informasi lingkungan dan hubungan lingkungan dengan bentanglahan (landscape).peta geomorfologi yang ada sekarang pada dasarnya merupakan peta peta geomorfologi pragmatik. Penelitian terhadap hubungan antara geomorfologi dengan pengkajian elemen elemen lingkungan disebut sebagai ekologi bentanglahan (landscape ecology) dan hasilnya berupa peta yang disebut sebagai peta sintetik (holistik). maka secara garis besar bentuklahan berdaarkan morfografi dan morfogenetik dapat dibedakan menjadi bentuklahan asal denudasional. Peta . Karakteristik gambaran umum fisik rupa bumi. gunungapi (vulkanik). nilai . sedangkan penelitian yang bersifat sintetik menghasilkan informasi .unsur morfogenesis (termasuk morfostruktural) dan mungkin morfokhronologi. 4. Pendekatan analitik dan sintetik memiliki hubungan yang erat. tanah. Pendekatan pragmatik dilakukan untuk kepentingan saat sekarang dengan data yang dikumpulkan terbatas hanya untuk penelitian . foto udara atau citra satelit yang saat ini telah berkembang dengan pesat. seperti morfografi. seperti ketepatan bentuk. data lithologi.1 Pemahaman bentuklahan Mitchel dan Way (1973) menyebutkan bahwa bentuklahan adalah gambaran umum fisik rupa bumi.aspek terapan. tetapi sangat beik dituangkan dalam bentuk peta. menekankan unsur . aeolian. yaitu penelitian yang mendalam tentang geomorfologi dan hubungan geomorfologi dengan bidang ilmu lainnya. .satuan pemetaan geomorfologi yang rinci.penelitian yang bersifat lebih khusus. Aspek . Pada kasus tertentu peta geomorfologi terapan dibuat berdasarkan peta geomorfologi analitik dan pada kasus lain peta geomorfologi sintetik menampilkan informasi informasi klasifikasi bentuklahan untuk tujuan tertentu. Penelitian dan pemetaan geomorfologi saat ini merupakan gabungan dari dua sumber yang berbeda. sehingga penelitian yang bersifat analitik akan menghasilkan satuan . fluvial.BAB 4 SISTIMATIKA PEMETAAN GEOMORFOLOGI Pemetaan geomorfologi meliputi segala aspek yang berhubungan dengan gambaran bentuklahan. proses bentuklahan. sedimen.aspek tersebut tidak hanya disampaikan dalam bentuk kata (verbal). sebagian memberikan informasi bentuklahan ditambah dengan proses eksogen dan endogen. karst dan glasial.informasi yang berhubungan dengan aspek . morfogenetik. kondisi air permukaan dan air bawah tanah. Secara umum peta dapat diklasifikasikan menjadi peta tujuan umum dan peta tujuan khusus. Peta . Penelitian sistematika yang mendalam tentang geomorfologi akan menghasilkan peta geomorfologi analitik.

Erosi alur (riil erosion) . Selaras dengan kondisi aliran tersebut. serpih.partikel permukaan bumi berpindah terangkut oleh aliran air atau sungai. Erosi permukaan berlangsung akibat dari limpasan air permukaan yang tidak terpusat (terkonsentrasi) dan biasanya berlangsung pada saat hujan mulai berlangsung. Kenampakkan ciri . Iklim. erosi dan gerakan tanah.4. Ciri . Material penyusun biasanya terdiri dari batuan homogen yang mudah lapuk. pola aliran sungai yang membentuk pola dendritik dengan kerapatan pola pengaliran yang cukup rapat dan lereng relatif terjal.1. sehingga aliran permukaan terpusat membentuk suatu alur dan pengikisan terjadi pada alur . sehingga pada peta topografi dicerminkan oleh lekukan garis kontur yang bertindak sebagai aliran air ari suatu punggungan dan bersatu menjadi saluran arus aliran air. Erosi alur berlangsung ketika limpasan air permukaan mulai bergabung membentuk alur. Semakin tinggi debit hujan dan debit aliran pada alur yang terbentuk.1 Bentuklahan asal denudasional Proses eksogen (epigen). sehingga erosi parit dapat dipetakan dengan skala peta sedang sampai besar.pola punggungan yang tidak beraturan. Secara garis besar proses yang berlangsung pada bentuklahan asal denudasional dapat dibedakan menjadi proses erosional dan proses longsoran (degradasional) dengan diakhiri oleh proses pengendapan (agradasional). Vegetasi dan aktivitas manusia sangat membantu percepatan proses eksogen. sehingga partikel .Erosi parit (gully erosion). maka jenis erosi dapat dibedakan menjadi : . sehingga perubahan bentuklahan terjadi sangat cepat.1 Erosi Erosi adalah proses pengikisan terhadap permukaan bumi oleh hujan hujan. tetapi pada foto udara dengan skala yang besar akan tampak alu alur pengikisan pada daerah yang terbuka. lanau.partikel hasil pengikisan tersebut tidak menunjukkan telah terjadi erosi. Erosi alur memiliki ciri yang hampir sama dengan erosi permukaan.1. vegetasi dan aktivitas manusia merupakan faktor pengaruh yang sangat menonjol pada bentuklahan denudasional. Kenampakan pada foto udara sangat jelas. 4.1. sehingga curah hujan yang jatuh dipermukaan tanah mulai mengalir. namun sebagai ciri suatu daerah mengalami erosi permukaan pada foto udara akan menunjukkan tutupan vegetasi yang jarang. sedangkan jika kecepatan aliran meningkat. seperti curah hujan dan perubahan temperatur berpengaruh terhadap proses pelapukan batuan. Jika kecepata aliran tenang dan memiliki kecepatan yang rendah. maka perpindahan partikel . sehingga erosi alur dapat dipetakan pada skala peta yang besar.ciri bentuklahan denudasional dapat diamati melalui peta topografi. Erosi parit memiliki ukuran yang reltif besar. maka erosi berlangsung dengan cepat. seperti lempung.alur dari suatu aliran tersebut disertai dengan torehan terhadap dinding alur dan dasar alur. . dan breksi. Kondisi erosi permukaan tidak akan pernah tampak pada peta topografi dan sangat sulit diinterpretasi melalui foto udara.Erosi permukaan (sheet erosion) . foto udara atau citra satelit.ciri bentuklahan asal denudasional dapat diamati dari pola . seperti iklim. maka semakin kuat erosi vertikal dan horisonta mengakibatkan alur semakin besar dan menjadi parit.

saltasi. dan Dari F. korosi Larutan OMBAK. saltasi dan suspensi. sedangkan semakin renggang pola aliran berarti batuan semakin tahan terhadap pengikisan atau penggerusan. ANGIN Abrasi dan deflasi Traksi. Traksi dan suspensi. larutan dan apungan. Media dan proses erosi (sumber : Van Zuidam. AIR TANAH Tanpa arus bawah tanah. Fairbridge. maka batuan mudah mengalami pengikisan atau penggerusan.D. Pencucian . larutan dan apungan.ngikisan atau penggerusan pada peta topografi dan foto udara akan ditunjukkan oleh kerapatan pengaliran. GLASIAL Penggerusan dan saluran. Traksi dan suspensi GRAVITASI Gerakan massa Aliran. 1985) MEDIA PENGARUH PROSES YANG TERJADI PROSES MUATAN MATERIAL AIR PERMUKAAN Arus permukaan dan arus bawah permukaan.W. luncuran penurunan. Selain faktor air yang mempengaruhi terjadinya erosi. ARUS dan PASANG NAIK. Hole. Kegiatan hidrolik Traksi. Semakin rapat pola aliran. suspensi. . didalam :The Encyclopedia of Geomorphology R.Tabel 10. Kegiatan hidrolik Traksi. ed. maka faktor ketahanan batuan terhadap pengikisan atau penggerusan merupakan salah satu faktor yang berperan. Tampilan ketahanan batuan terhadap pe . suspensi. aliran permukaan. saltasi. 1967.

Lobeck. BATUAN ENDAPAN Butiran halus Lepas Padat Karbonat lepas Karbonat padat Lempung Batulempung Lanau Gamping Lunak. Daerah gamping. Lahan terbuka Dataran rendah sam pai landai Dasar lembah. Punggungan dan pegunungan. 1985).K. Butiran kasar Lepas Padat Pasir Batupasir Biasanya lunak Tahan jika tersemen kuat. Pengangkatan Pengangkatan dan punggungan.Tabel 11. gumuk. JENIS BATUAN KETAHANAN BENTUKLAHAN BATUAN BEKUAN Tekstur halus Hitam (basa) Menengah Cerah Tekstur kasar Hitam (basa) Menengah Cerah Basalt Andesit Rhiolite Biasanya tahan Biasanya tahan Biasanya tahan Gawir dan aliran Tidak menyebar Tebing terjal Gabro Sienite Granit Biasanya sangat tahan Biasanya tahan Biasanya tahan Kecuali di wilayah arid Gawir dan kubah Pengangkatan Kubah dan pengangkatan. Memiliki ketahanan sedang. dan monadnok. Ketahanan relatif batuan terhadap erosi dan pelapukan (sumber : Van zuidam. Geomorphology. BATUAN MALIHAN (METAMORF) Asal batuan endapan Serpih Batugamping Batupasir Slate Marble Kuarsit Lunak Lunak sangat tahan Dataran rendah Dataran rendah Punggungan. Dataran rendah Tebing terjal dan plato Butiran sangat kasar Lepas Kerakal Padat Konglomerat Sebagai batuan penutup perlipatan. membentuk dinding tegak. Asal batuan bekuan atau endapan Banded Gneis Schistose Schist Sangat tahan Sangat tahan Disadur dari : A.. Sangat tahan.Mc Graw-Hill New York . Biasanya lunak Sangat lunak Lunak di daerah basah tahan di daerah arid.

Sangat jelas bahwa ketebalan lapisan batuan sangat berpengaruh terhadap bentuk lereng (cembung atau cekung). Pada dasarnya batuan memiliki perbedaan ketahanan terhadap pelapukan dan erosi. seperti perlipatan dan sesar dapat dikenali melalui foto udara dan peta topografi. yaitu : (1) struktur aktif yang berlangsung sehingga meninggalkan jejak bentanglahan modern. Jatuhan. Gerak jatuh massa tanah atau batuan memiliki kecepatan relatif lambat dan berlangsung pada daerah yang tidak luas. aliran (flow) dan jatuhan (heave). Luncuran. Faktor pengaruh terjadinya luncuran disebabkan oleh lereng yang curam dan sedikit pengaruh air. Perkembangan lereng yang cembung menunjukkan batuan yang relatif tahan terhadap pelapukan dan erosi. Pada gambar diagram segitiga (gambar 9). sehingga sangat mendorong terjadinya pengikisan pada lereng dengan ciri terbentuknya lereng yang terputus. seperti angkutan ketika terjadi gerakan atau kandungan jenuh ketika terjadi gerakan. Proses gerakan massa tanah atau batuan jarang terjadi bersamaan. 4. yaitu luncuran (slide). Jika suatu suatu lapisan batuan tipis atau proses pelapukan atau proses . Pengaruh struktur geologi yang sangat luas dapat mempengaruhi bentanglahan secara keseluruhan sampai tampilan terkecil bentuklahan yang berlangsung bersamaan dengan proses geomorfologi lainnya.macam tampilan.1. sehingga menimbulkan kerusakan pada lereng yang dilalui. Gerakan perpindahan massa tanah dan batuan tersebut memiliki kecepatan yang cukup tinggi (cepat). karena faktor pengaruh yang berbeda. Gerakan massa tanah atau batuan tersebut dapat terjadi dengan kecepatan yang tinggi dan kecepatan yang rendah. merupakan gerak perpindahan massa tanah atau batuan yang dipengaruhi oleh faktor air dengan kecepatan yang relatif cepat. menunjukkan klasifikasi jenis gerakan massa tanah atau batuan serta faktor yang mempengaruhinya. Foto udara dan peta topografi dapat menampilkan lokasi dan bentuk massa batuan yang memiliki bermacam . Batuan dan iklim memiliki peran penting pada tampilan geomorfologi. Aliran. sehingga tidak menampakkan kerusakan. Pengaruh struktur geologi pada geomorfologi dapat dibagi menjadi dua jenis struktur utama. Tiga jenis utama gerakan massa tanah atau batuan. biasanya terjadi pada lereng yang sangat terjal (hampir tegak lurus).1. merupakan gerak perpindahan massa tanah atau batuan yang dipengaruhi oleh faktor gaya gravitasi.aspek struktur geomorfologi. terutama pada daerah yang memiliki hubungan erat dengan kondisi geologi seperti jenis batuan dan struktur geologi yang tergambar pada peta topografi atau yang tampak pada foto udara.1. (2) struktur pasif yang meninggalkan jejak pada bentanglahan modern berupa pelapukan dan erosi. (c) penampilan lapisan dan (d) tampilan bentuk lainnya.2 Longsor Longsor adalah gerakan massa tanah atau batuan dengan jumlah yang cukup besar dari suatu tempat ke tempat lain yang memiliki kemiringan lereng dan disebabkan oleh gravitasi atau media air. Gerakan massa tanah atau batuan berupa aliran biasanya terjadi pada kemiringan lereng landai dan memiliki gerakan kejadian yang tidak bersamaan serta terhenti jika kemiringan lereng mulai mendatar. Pengaruh struktur geologi yang mempengaruhi aspek .4. antara lain : (a) ketahanan batuan terhadap pelapukan dan erosi.2 Bentuklahan asal struktural Pengaruh struktur geologi terhadap perkembangan dan penampilan bentuklahan disebut sebagai bentanglahan yang dipengaruhi oleh struktur. (b) perubahan kristal dan pengikisan batuan akibat pelapukan dan erosi. sedangkan perkembangan lereng yang cekung cenderung kurang tahan terhadap pelapukan dan erosi. merupakan gerakan perpindahan blok massa tanah atau batuan secara alami dari bagian tertinggi lereng yang curam ke arah bagian kaki lereng.

sehingga pola aliran jenis trelis sangat berkembang. kelurusan aliran dan pola vegetasi akan memudahkan interpretasi geomorfologi. pada kontur topografi menunjukkan pola . seperti tampilan gawir sesar dan erosi. sehingga tampilan pada topografi tidak menunjukkan adanya pergeseran. khususnya pada daerah . lereng yang sangat curam menunjukkan lapisan batuan yang sangat tahan terhadap pelapukan dan erosi. Lapisan batuan yang tegak menunjukkan garis arah jurus lapisan dan garis kontak lapisan akan lurus dan sejajar dengan arah jurus lapisan. sebaran dan kesinambungan dari kunci hamparan bumi. tetapi masih mungkin untuk mengenali struktur geologi utama dan jenis batuan seperti lanau. arah jurus dan kemiringan lapisan batuan (strike & dip) mudah dikenali.daerah tektonik muda. Hubungan tersebut akan memberikan gambaran yang jelas terhadap relief dan struktur geologi.pola lingkaran tertutup. Permukaan lapisan batuan ditunjukkan oleh relief topografi. Bidang lapisan batuan yang datar atau hampir datar dan kontak sejajara serta tertutup tanah. maka pola aliran normal akan mengambarkan pola aliran dendritik. Analisis pola aliran.ciri terbaik untuk mengenali batuan di suatu daerah melalui foto udara atau peta topografi adalah sebagai berikut : (1) kenampakkan topografi. maka akan sulit melihat hubungan morfologi dengan struktur geologi yang ada. batupasir dan gamping. walaupun tertutup vegetasi dan tanah. Lapisan batuan yang memiliki bidang lapisan. tetapi kemampuan interpretasi foto udara dan peta topografi ditambah dengan pengetahuan geologi umum akan memberikan hasil lebih baik didalam menentukan batas . khususnya lapisan batuan yang memiliki perbedaan ketahanan terhadap pelapukan dan erosi. seperti batupasir. Lapisan batuan tegak yang tebal dapat langsung dikenali dari lebar hasil pelapukannya. maka permukaan lereng relatif halus. sehingga singkapan lapisan akan tampak pada tebing atau dasar aliran. karena ketahanan batuan terhadap pelapukan dan erosi. Smith (1943) menyebutkan bahwa ciri . Interpretasi batuan secara rinci akan lebih baik jika dilakukan dila -pangan. khususnya jika pengaruh kekar dan rekahan tidak ada. perlapisan.erosi/akumulasi aktif. Kelompok lapisan batuan yang datar (horisontal). Pada daerah luas yang memiliki relief rendah dan tertutup oleh lapisan tanah disertai dengan proses tektonik. tebal dan sangat tahan terhadap pelapukan dan erosi akan menunjukkan tebing yang sangat tegak.batas batuan. karena keseragaman ketahanan terhadap pelapukan dan erosi. lapisan dengan perbedaan ketahanan terhadap pelapukan dan erosi dicerminkan oleh perubahan lereng pada topografi. sedangkan lereng landai menunjukkan lapisan batuan yang kurang tahan terhadap pelapukan dan erosi.pola permukaan lapisan batuan yang memiliki kemiringan ditunjukkan oleh relief topografi arah jurus dan kemiringan lapisan batuan. sehingga mempengaruhi bentuk permukaan lapisan batuan tersebut. Permukaan topografi yang datar menyebabkan pola permukaan lapisan batuan .olah tidak memiliki arah jurus lapisan (strike) atau jarang tergambar pada bidang lapisan batuan tersebut. (2) warna tanah dan batuan. kuarsit dan batugamping di bawah kondisi tertentu akan membentuk lapisan kunci yang baik. foliasi. Tujuan interpretasi struktur adalah menentukan lokasi. Pola . Pola aliran sungai yang tampak pada foto udara dan peta topografi akan mencerminkan perlapisan batuan yang cukup baik pada suatu daerah. Hubungan erat antara interpretasi struktur dengan relief tergantung pada pemahaman dan analisis geomorfologi. (3) sebaran vegetasi dan (4) struktur primer dan sekunder. kelurusan dan hubungannya dengan bentuklahan. Kemiringan lapisan batuan yang curam menyebabkan relief arah jurus lapisan batuan lebih menonjol. sehingga bidang lapisan batuan yang datar seolah . malihan (metamorphisme) dan waktu pengikisan. sehingga batuan tampak seperti tidak berlapis. Bentuk relief batuan yang tahan terhadap pelapukan dan erosi. terutama batuan endapan yang memiliki bidang lapisan dengan jelas.

Jika suatu lembah memotong tegak terhadap arah jurus lapisan batuan. sedangkan jika lembah Vs yang memotong arah jurus lapisan batuan membentuk sudut. maka arah jurus lapisan batuan dapat dikenali dengan dari ciri . Hubungan struktur geologi dengan morfologi akan tampak jelas pada suatu daerah bervegetasi sedikit dan tutupan tanah relatif tipis. tetapi apabila percabangan sungai pendek dicerminkan oleh gawir lereng (Lattman dan Ray. arah kemiringan lapisan batuan pada kedua sayapnya akan sama dan pola lembah V sangat membantu menentukan sayap yang berlawanan. Permukaan topografi dan bidang lapisan batuan membentuk arah jurus punggungan membentuk hogback serta arah kemiringan lapisan batuan mudah dikenali. maka aliran percabangan su -ngai yang panjang akan mengikuti arah kemiringan lereng lapisan batuan. tetapi percabangan aliran akan mengikis lembah lembah Vs. Lapisan batuan yang memiliki kemiringan landai menunjukkan lembah Vs yang cukup panjang. kecuali pada lipatan isoklin. sumbu lipatan yang terletak pada puncak atau lembah yang terbentuk akibat perlipatan tersebut dapat ditentukan dengan cara perhitungan atau perkiraan arah jurus dan kemiringan lapisan batuan serta hubungan tiga dimensionalnya. maka pada lembah V tersebut akan tercermin suatu lapisan dan kemiringan batuan yang jelas. sehingga arah jurus lapisan batuan semu dan arah jurus lapisan batuan sebenarnya memiliki kesamaan. kecuali jika arah jurus lapisan batuan membentuk sudut yang tepat terhadap kemiringan topografi. tetapi mengikuti arah jurus lapisan batuan semu. kemiringan lapisan (dip) merupakan kemiringan (gradient) topografi. Jika kemiringan lapisan batuan landai. Pada lipatan monoklinal yang baik menunjukkan susunan pola aliran paralel sampai sub paralel dan trelis. Jika permukaan topografi tidak datar. Struktur lipatan yang diikuti dengan sesar normal dan sesar naik dapat diketahui melalui pengulangan lapisan batuan dengan kemiringan lapisan batuan yang berlawanan. sehingga untuk . Pola . Kedua sayap lipatan yang membentuk kurva (melengkung) dengan puncak sinklinal atau antiklinal akan membentuk lembah V atau U.ciri pola aliran pada daerah tersebut. Bidang lapisan batuan yang tertutup oleh vegetasi atau material permukaan. Penyimpangan antara arah jurus lapisan batuan sebenarnya dengan arah jurus lapisan batuan semu akan menambah kecuraman lereng pada topografi. Jika sumbu lipatan mendatar (horisontal). maka kedua sayapnya akan sejajar (paralel). setempat .mengikuti arah jurus lapisan batuan sebenarnya. maka lembah tidak akan berkembang.sisi yang berlawanan.setempat pola aliran dendritik. sungai atau lembah pada topografi yang memotong arah jurus lapisan batuan de -ngan membentuk sudut. sedangkan jika dibentuk oleh lapisan batuan dengan sudut kemiringan yang tajam akan membentuk lembah Vs yang pendek. Jika lembah Vs sejajar (paralel) terhadap arah jurus lapisan batuan. maka pola permukaan lapisan batuan menjadi fungsi arah jurus (strike). Kedua sayap lipatan akan membentuk jalur permukaan lurus atau melengkung ada sisi . Pada lipatan rebah yang sering diikuti oleh struktur sesar dan sesar naik. Pada suatu daerah perlipatan yang jelas. Lebar suatu lembah atau punggungan ditentukan oleh tajam atau tumpulnya kemiringan lapisan batuan. tetapi pada daerah yang beriklim basah atau tropik basah. 1965). Kerapatan vegetasi ketebalan tanah yang menutupi atau menghalangi morfologi struktur yang berada di bawahnya sangat sulit ditentukan. maka perkembangan tebing lembah Vs tidak akan simetri. maka lembah Vs akan membentuk tebing yang simetri. struktur geologi akan tercermin oleh bentuk relief daerah tersebut.pola permukaan lapisan batuan tidak mengikuti sepanjang arah jurus lapisan batuan sebenarnya.

Sudut sesar 450 atau lebih biasanya disebut sebagai sesar normal dan sudut sesar kurang dari 450 biasanya disebut sebagai sesar naik. Kemiringan lapisan batuan yang memiliki satu arah.sesar besar. Aliran utama pada sayap lipatan cenderung mengalir sejajar arah jurus lapisan batuan dan mengikuti celah . umumnya searah dengan kemiringan lapisan batuan yang keras dan lereng landai. perubahan pola atau arah aliran sungai pada sisi yang berhadapan dari suatu kelurusan merupakan ciri sesar yang sangat menyolok. Lapisan yang melengkung sekitar puncak lipatan tercermin oleh aliran utama yang melengkung. air terjun. . Pola aliran yang dipengaruhi oleh sesar atau kekar akan membentuk pola lurus (elongated ) dan paralel atau angular. karena posisi awalnya sudah miring (contoh : lereng cekungan pengendapan yang curam) atau miring karena tektonik.aliran yang kecil mengalir searah searah kemiringan lapisan batuan dan permukaan lereng lipatan membentuk pola aliran yang trelis. "hogback" dan pegunungan "dike". Mintakat sesar atau kekar pada batuan lunak yang mudah tererosi akan membentuk lekukan atau lembah. Howard (1967) menyebutkan kelokan (meander) lokal pada sungai. Bentuklahan yang simetris atau asimetris tergantung pada kemiringan lapisan batuan dan proses yang berlangsung pada bentuklahan tersebut. Pada sesar . Mintakat sesar yang memiliki kelulusan air (permebility) rendah akan mempengaruhi kondisi air tanah dan menyebabkan perubahan kumpulan vegetasi. maka akan membentuk morfologi "mesa" atau plato yang dipengaruhi oleh struktur. Sesar normal pada foto udara tampak seperti garis lurus atau garis melengkung. Tampilan yang memanjang mencerminkan atau memberi kesan bahwa sesar seperti dipengaruhi oleh kelurusan morfologi. percabangan sungai lokal. sehingga sesar dicirikan oleh mata air.dungan air dan kemungkinan lebatnya vegetasi. Suatu daerah yang disusun oleh batuan yang keras dan memiliki lapisan yang mendatar (horisontal) kemudian terangkat.celah lapisan batuan yang tahan terhadap pelapukan dan erosi. Breksi sesar biasanya sering menahan air disekitarnya.sisi gawir bagian depan struktur. seperti kelurusan ( lineament ) yang membentang sangat jelas. sedangkan aliran . kelokan tajam (compressed meander). maka digunakan istilah "butte". Pada salah satu sisi lereng "cuesta" memiliki kemiringan lereng yang terjal.menentukan struktur geologi tersebut pola aliran dan penyimpangan pola aliran dapat digunakan sebagai ciri penentuan struktur.ciri struktur geologi atau deformasi aktif.penyimpangan (anomali) pada sungai merupakan ciri . sehingga garis sesar pada foto udara akan menunjukkan garis hitan karena sangat jenuh oleh kan . Jika diameter batuan penutup ukurannya lebih kecil dari pada tinggi bukit disekitarnya. aliran su ngai ( misalnya penggalan sungai lurus. danau. "Cuesta' adalah punggungan asimetri dengan salah satu sayap yang panjang. maka bentanglahan yang berkembang menunjukkan relief perbukitan atau pegunungan yang disusun oleh batuan keras yang miring. biasanya sesar yang terletak pada bidang permukaan lahan yang melengkung terdapat pergeseran yang tidak menunjukkan celah dan biasanya berada sekitar mintakat regangan serta permukaan sesar merupakan suatu bidang. keragaman lebar tanggul sungai (levee) dan penyimpangan . genangan air dan mata air) atau kumpulan vegetasi yang dicerminkan oleh garis lurus karena perubahan rona ( tone ) foto udara yang tajam. Pe ngikisan (erosi) yang berlangsung pada sisi . Struktur monoklin yang cukup dikenal antara lain "cuesta". Pola aliran radial dan anular atau gabungan kedua pola tersebut sering berkemang pada daerah . sedangkan pada sayap lain memiliki kemiringan yang landai.daerah yang berbentuk kubah atau lipatan (antiklin) sungkup. maka akan membentuk alur erosi yang sejajar (paralel) atau gawir erosi yang tidak menerus hasil dari kegiatan erosi mata air atau limpasan air permukaan ( runoff ) yang terkumpul.

Punggungan yang menyerupai "dike" dibentuk oleh lapisan batuan yang memiliki kemiringan hampir tegak. Bidang yang memotong lipatan pada puncaknya disebut sebagai bidang sumbu. kecuali pada daerah bertopografi rendah tampak blok yang naik dan turun." Hogback" adalah punggungan dengan puncak yang terjal. seperti naik turunnya blok yang tersesarkan tergantung pada gerak / pergeseran sesar.. Breksi sesar. maka akan tampak bentuk lapisan batuan yang dipengaruhi oleh perbedaan kekerasan batuan. Tampilan permukaan sesar yang menunjukkan goresan goresan pada bidang sesar ("slickenside"). halaman 253 . sedangkan pada bagian yang paling tinggi disebut puncak.. Suatu daerah yang terlipat dan tererosi akan menunjukkan relief yang bergelombang membentuk bukit dan lembah. sedangkan bagian lembah menunjukkan sinklin. Perbedaan erosi sepanjang gawir sesar ( = perpotongan antara bidang sesar dengan permukaan) jarang sekali nampak. kegiatan erosi dan kekerasan batuan.). Pelapukan dan erosi yang mengikuti sistem alur kekar sejak terbentuk akan menjadi tempat mengalirnya air ketika terjadi hujan.256) menggunakan analisis umum untuk menentukan gawir sesar dan garis gawir sesar. (2). sedangkan kekar . dibentuk oleh lapisan batuan keras atau batuan yang memiliki kemiringan lapisan batuan yang terjal. Sesar adalah rekahan atau mintakat (zone) rekahan pergeseran yang panjang dengan sisi . dengan cara : (1). Antiklin sederhana memiliki kemiringan lapisan batuan dari arah sumbu antiklin ke arah sisi . dibandingkan dengan hasil langsung dari gerakan yang menyebabkan terjadinya sesar (bidang sesar). Bidang sesar dicirikan oleh : (a). sehingga yang tampak adalah jejak sesar berupa garis dan biasanya disebut sebagai garis gawir sesar. . maka lipatan tersebut dinamakan lipatan simetri.). Struktur lipatan dapat berupa antiklin atau sinklin. Antiklin adalah lipatan ke atas yang telah mengalami perkembangan beberapa tahap. kerapatan vegetasi yang berkelompok pada jalur kekar dan arah perbukitan.kekar tersebut pada umumnya membentuk arah yang tegak atau mendatar pada lapisan batuan selaras dengan arah gerak yang tidak beraturan. Pergeseran yang tegak menghasilkan suatu gawir sesar yang terjal (lihat gambar. Sistem kekar sangat banyak dan suatu sistem kekar terdiri dari dua atau lebih kelompok kekar yang sejajar. Bentuklahan pada umumnya agak simetri. tetapi ada juga yang tidak simetri. Jika bidang sumbu tegak sejajar sumbu lipatan. Kedua sisi antiklin dikenal sebagai sayap. Bagian bukit menunjukkan antiklin. Bidang yang memberikan kesan goresan belum tentu sebagai gawir sesar.. Suatu garis gawir sesar obsequen adalah kenampakan gawir sesar..sisi yang berlawanan.sisi rekahan sejajar. mintakat (zone) hancuran dan mintakat rekahan serta kekar (b).sesar yang berumur muda. tetapi goresan tersebut jarang ditemukan. Sistem kekear yang sangat luas mudah dikenali pada foto udara dan peta topografi dengan cara melihat pola aliran sungai. Jika daerah terlipat tererosi. sedangkan sinklin adalah lipatan lapisan batuan dengan arah kemiringan yang bertindak sebagai sayap menuju sumbu sinklin (lihat gambar . Thornbury (1969. Kenampakan sesar pada foto udara atau peta topografi akan sangat tajam . Lapisan atau struktur lapisan sejajar (planar) yang miring merupakan bagian dari lipatan tunggal (single fold ) atau bagian dari sistem lipatan (kumpulan lipatan). Melihat bidang kasar yang mengesankan bekas goresan dan di-terapkan hanya pada sesar . Kekar dan sesar sangat mempengaruhi perkembangan bentuklahan. kemiringan lereng sangat curam dan hampir simetris.

ciri permukaan sesar.fragmen gunungap. Jeram berbentuk V dengan batuan dasar mengikuti garis sesar. . (9).3 Bentuklahan asal gunungapi (vulkanik) Bentuklahan gunungapi terbentuk dari hasil endapan gunungapi berupa endapan lava yang membeku dan fragmen . Letusan (erupsi) gunungapi dapat dibedakan berdasarkan material yang keluar dari saluran magma gunungapi atau " vent " . Mataair di sepanjang dasar gawir. Sesar memanjang seperti garis lurus. Aliran lava sepanjang alur sesar. Tampilan pergeseran lapisan batuan yang tegak.nungapi / vent disebut sebagai pusat letusan. padahal kenyataannya melengkung. Lembah naik (Hanging valley) pada permukaan gawir. Lembah naik biasanya terjadi di sepanjang gawir sesar.Selanjutnya ujung yang meruncing dari permukaan segitiga (triangular facet) mengalami perombakan oleh pelapukan dan erosi. 4. (6). . Klasifikasi ini sulit untuk diterapkan pada setiap kejadian letusan.fenomena (kejadian) yang dapat diperkirakan terjadi sesar saat sekarang atau masa lalu antara lain : . sehingga pusat letusan besar dapat terjadi melalui sejumlah kerucut parasit (parasit cone) yang terapat disepanjang jalur rekahan pada sayap / lereng gunungapi. Biasanya lereng permukaan (facet) yang meruncing kurang dari 30 0. (3). Kelrusen mencerminkan gawir sesar atau garis gawir sesar. tetapi tidak berarti sebagai sesar.pola aliran sungai paralel yang memotong berbagai jenis batuan. sehingga tidak menunjukkan ciri .(c). "Triangular facet" (permukaan berbentuk segitiga ?) dengan ciri bagian ujung atas yang meruncing. (8).sering terjadi longsoran. Tampilan topografi dapat memberikan kesan sesar.kelokan tajam aliran sungai. Kelurusan gawir. sedangkan bidang sesar normal lebih lebih curam. (5). jika dibandingkan dengan gawir cuesta yang memiliki gawir yang lurus. . yaitu jika material yang dikeluarkan dari saluran magma melalui pusat saluran magama gu . (4). (7). Pendekatan dengan melihat bertambah miringnya dasar sungai di sepanjang jeram dan disebut sebagai lembah "gelas anggur" ("wineglass" valley). mendatar. Bagian ujung yang meruncing dianggap sebagai bagian yang pa -ling dekat dengan sesar dan biasanya menutupi sesar yang tampak sekarang.1. sehingga dapat dibedakan dengan bentuklahan lainnya dan sangat mudah dikenali pada foto udara. Perbedaan pusat letusan dengan letusan yang terjadi melalui rekahan umumnya tergantung pada skala dan tahap . Material yang keluar melalui celah / rekahan saluran magam disebut sebagai letusan celah / rekahan dan material yang keluar melalui beberapa saluran magma yang tersebar luas pada suatu daerah disebut sebagai daerah letusan. Hamparan aliran lava bukan menutupi sesar.kelurusan punggungan yang tidak dipengaruhi oleh jenis batuan. tetapi vulkanisme terjadi pada jalur sesar yang disebut sebagai mintakat lemah. sehingga dijadikan sebagai bukti sesar sekarang (Resen). Mataair sering ditemukan di sepanjang sesar tetapi bukan berarti batas sesar atau sesar aktif. Fenomena . tetapi dapat juga terjadi di sepanjang garis gawir sesar yang mencerminkan terdapat perbedaan regangan pada kedua sisi blok sesar. atau miring. karena sebuah letusan akan terjadi di sepanjang rekahan (minakat lemah).

Secara garis besar klasifikasi gunungapi berdasarkan letusan yang diajukan oleh Lacroix (1908) dan disusun kembali oleh Sapper (1931) adalah sebagai berikut : Tabel Jenis gunungapi berdasarkan letusannya. sampai terak (scoria) lava hancur. lava . lava mengalir seperti lapisan pada daerah yang luas. Kerucut berlapis pada bagian tengah saluran magma. me nyemburkan gumpalan lava. maka jenis gunungapi dapat dibagi menjadi dua kategori. Sebaran gunungapi pada umumnya tidak beraturan. 1964). batuapung dan debu. debu sangat sedikit. menghasilkan volume lava yang besar. dengan semburan lava dan awan panas (seperti uap air) yang naik sampai pada ketinggian tertentu. Komposisi petrografi batuan penyusun gunungapi pada suatu daerah yang luas akan memiliki kesamaan.jenis gunungapi yang paling menonjol. lapisan lava tertumpuk diantara letusan. 3. sehingga gunungapi biasanya terbentuk pada sabuk pegunungan Alpen dan sabuk Pasific (gambar ). letusan sedang. Struktur tubuh gunungapi cenderung berukuran kecil dan jarang mencapai ketinggian 450 meter. letusan aktif tenang sampai sedang. yaitu (1) kerucut dan sebaran kerucut serta hubungan bentuk kubah dan (2) plato dan dataran. kerucut lava.ngat luas. membentuk kubah lava. gas terkumpul di bawah permukaan.. sehingga perbedaan itu akan sangat menonjol. berlanjut. sehingga membentuk plato. melepaskan gas tidak teratur. KARAKTERISTIK Letusan melalui rekahan. Beberapa gunungapai ada yang membentuk sebagian kubah lava dan sebagian lagi membentuk plato vulkanik. kumpulan lava lebih kental. kegiatan letusan berulang .ulang. Kondisi sebaran gunungapi tersebut berdasarkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa gunungapi terbentuk bersamaan dengan tumbukan dan pemekaran lempeng. Terak (scoria) lava. kaldera dan lubang kawah. sedangkan gunungapi strato sangat jarang atau hampir tidak ada. gas sedikit. sehingga terbentuk danau hasil dari letusan tersebut atau akibat penurunan (depresi) yang terbendung oleh lava yang mengeras. sehingga berdasarkan sebaran yang luas dan kesamaan petrografinya.titik tertentu dalam kurun waktu yang panjang (Karapetian. lubang saluran magma bersih. menghasilkan bomb dan terak (scoria) lava. HAWAIIAN Letusan berasal dari rekahan. STROMBOLIAN Kerucut berlapis ((stratocones) sekitar kawah.pertumbuhan gu nungapi. lava dan gas mengalir dengan cepat sambil menyemburkan api. karena letusan akan terjadi pada titik . Semburan bomb. lelehan lava diikuti dengan gas. Daerah gunungapi disebut juga "polyrifice" dicirikan oleh tidak pernah terdapat pusat letusan. kubah lava dan hamparan lava adalah sebutan jenis . tetapi tidak menutup kemung-kinan sebaran gunungapi tersebut berkelompok. letusan bertambah hebat dengan waktu yang cukup lama. mengeluarkan aliran magma basalt bebas. Selanjutnya tampilan negatif hasil letusan berupa kaldera yang sa. ICELANDIC 2. JENIS GUNUNGAPI 1. tenang.

fragmen bergerak menuruni lereng dalam satu atau lebih letusan sebagai "nue'es ardentes" atau luncuran awan panas.hasilkan kabut uap yang sangat luas. Magma kental (banyak mengandung SiO 2 dan alkali) cepat dingin dan melekat. yaitu .celah / rekahan . tetapi hasilnya menjadi lain (contoh: Hawaiian).W. PELE'AN Menghasilkan lava kental bertekanan tinggi. saluran magma cenderung menjadi kosong dan cukup dalam.fragmen lain). Magma yang bertemperatur tinggi mengalir keluar secara perlahan . Fe dan Ca) menguapkan H2O (uap). bara.1975 dan Bullard. letusan hebat terjadi dengan melepaskan gas dari lubang saluran magma yang berbentuk kerucut berlapis (Stratocones). 7.4. Larutan magma (kaya Mg. 1968). membawa fragmen . awan bercampur debu yang pekat tersembur ke udara membentuk seperti cendawan. antara lain (1) monogenetik. Setelah gerakan magma pada saluran terhenti dan temperatur naik. debu berlapis sekitar lereng puncak gunungapi. debu dan fragmen . terjadinya letusan setelah gunungapi istirahat cukup lama. Sumber : Van Zuidam (1985 dari Holmes. Fairbridge. Terjadinya letusan gunungapi dapat dibedakan menjadi dua macam.lahan melalui celah .rekahan yang terdapat pada gunungapi. 6. tekanan gas menyebabkan kawah tua retak. Letusan lebih hebat daripada letusan vesuvian. gas keluar rekahan . letusan jarang terjadi. pada suatu letusan lelehan lava menyebar (pada bagian atas mengkilat) disertai dengan semburan asap seperti cendawan yang terus menerus membentuk lapisan debu pada ketinggian tertentu. sehingga dapat menyebabkan terjadinya letusan dan penumpukan debu.1962) Berdasarkan Ollier(1970). saluran magma gunungapi jenis strato terhalang oleh kubah lava atau lava penyumbat. (catatan : letusan pseudo vulkanik memiliki ciri yang sama. yaitu menjadi phreatic dan meng. pada fase utama yang terakhir menyemburkan gas dengan cepat membentuk awan seperti cendawan tegak lurus setinggi beberapa kilometer. langsung mengendapkan hasillnya. seperti rekahan yang disebabkan oleh "horst volcano tectonic" atau lahan yang tergali (R. menyempit pada bagian bawahnya dan di bagian atasnya menyebar sambil menyebarkan debu. 5. serta terak (scoria) lava.Letusan biasanya terjadi dari lubang kawah tunggal yang biasa disebut dengan pusat letusan gunungapi. VESUVIAN Letusan lebih hebat daripada jenis strombolian atau vulcanian. SO2 dan CO2 serta mengurangi potensi letusan. jenis gunungapi dan kawah merupakan hasil endapan lava kental derajat tinggi dari suatu daerah yang sangat luas. VULCANIAN mengalir dari puncak menuruni lereng setelah letusan utama. PLINIAN.rekahan lateral (lereng gunungapi) atau dari saluran yang telah mengalami penghancuran penyumbatnya. menyimpan lebih banyak gas.

Gunungapi berskala kecil memuntahkan lava cairdan menghasilkan kubah cembung dari pada bentuk perisai. dan beberapa penulis kadang . sebagai contoh jalur rekahan lava yang terbuka sekali.kawah kecil kemudian kawah tersebut terkubur oleh limpahan / curahan kawah lainnya (sehingga kawah tumpang tindih) dan pada akhirnya lenyap karena letusan kaldera. Gunungapi basaltik tidak memiliki kawah. gundukan lava dan lava datar (gambar 28). tetapi Cotton (1944) menyebutkan bahwa "mamelon" adalah kubah kumulus yang terbentuk oleh letusan dengan aliran material lava trakhitik dan "mamelon" sama seperti kubah kumulus yaitu tidak memiliki kawah. tetapi membentuk kelompok intrusi pada endapan piroklastik. terbentuk oleh semburan lava basaltik dan dapat membentuk pilar lava seperti perisai besar. Hamparan batuan gunungapi. sehingga disebut sebagai kubah lava vulkanik. Letusan monogenetik selalu dihubungkan dengan jalur rekahan gunungapi. maka magma ini akan mengalir melalui rekahan . dan (2) poligenetik. kerucut lava. Beberapa gunungapi dibedakan kerucutnya oleh rekahan yang bertindak menjadi kawah dan dapat dinyatakan sebagai gundukan lava ("lava mounds") yang memiliki kesamaan dengan gundukan terak ("scoria mounds"). Pada awalnya letusan terjadi dari kawah . tetapi ada juga beberapa contoh yang relatif curam. yaitu letusan terjadi beberapa kali. lereng landai (kurang dari 7 0) dan cembung. dan letusan rekahan biasanya berhubungan dengan gunungapi perisai (gunungapi perisai merupakan pernyataan yang kurang tepat. lapisan lava dapat dilihat pada dinding . Poligenetik biasanya berhubungan dengan pusat gunungapi. Ketika letusan terhenti. Pada saat lava yang pekat dismburkan.rekahan.ulang. kubah lava.letusan terjadi sekali.rekahan membentuk sejumlah bentuklahan ( gambar 30). Pusat letusan pada skala kecil menyebabkan sisi kerucut lurus dan aliran lava biasanya memiliki kemiringan lereng yang landai (kurang dari 70) . maka akan menyebar dan membentuk gundukan cembung yang dikenal sebagai kubah kumulus ("cumulo dome") dan ini tidak berdiri sendir. tetapi digunakan untuk gunungapi strato yang besar atau pada suatu lingkungan gunungapi).ribu meter yang tertutup oleh runtuhan atau mungkin bentuk kubah yang menyimpang menjadi kasar dan . sering menyemburkan lava secara berulang . Gunungapi lava basa. sehingga dapat menyebar dengan mudah dan meninggikan gunungapi. Gunungapi lava asam. karena merujuk kepada lava perisai. Gunungapi basaltik tidak dicirikan oleh kawah. Di Victoria (Australia) ada beberapa kelainan gunungapi yang telah diteliti.lereng kawah yang tererosi. 1970). mencerminkan telah mengalami erosi yang kuat. Batuan bekuan asam pada umumnya sangat pekat dan apabila batuan bekuan asam ini tidak terlontarkan oleh suatu letusan gunungapi. "Tholoid " mengacu pada kubah kumulus atau mamelon yang berasal dari dalam kawah besar gunungapi dengan ketinggian dan diameter beribu . kemudian lava membeku dan muncul kembali di tempat lain. Kerucut parasit.kadang mnggunakan perisai atau kubah.dinding kawah atau lereng . dan gunungapi tersebut membentuk lava yang mendatar ("lava disc ) yang terbentuk dari lava basal dan keluar melalui rekahan . berupa letusan kecil. Ollier (1973) membedakan perisai lava . tetapi menghasilkan lelehan lava yang keluar melalui dari rekahan . Istilah "mamelon" sering diterapkan untuk kubah kumulus. endapan lava dan piroklastik membentuk strato vulkanik. Lava basa bersifat sangat cair. letusan lereng.rekahan yang tegak lurus terhadap permukaan lava yang ada di atas dan sisinya (Ollier. tetapi memiliki ciri berupa gundukan lava yang berlereng landai. gundukan lava tersebut sebagian menunjukkan bentuk yang tajam. Perbedaan ukuran yang digunakan tidak baku.

maka akan terjadi letusan dan semburan pecahan lava. Bibir kawah yang datar memperlihatkan seakan . gundukan terak ("scoria mounds").partikel kasar.pecahan (fragmen .akan kerucut terak memiliki puncak yang datar jika dilihat dari jarak jauh. Jika posisi terak terletak di tengah kawah atau kepundan yang sangat besar. Lava kental yang menyembur dari saluran memiliki sifat sangat kaku dan bergerak seperti batang lurus (piston). sehingga pecahan lava tersebut membentuk tumpukan pecahan lava yang disebut sebagai kerucut litoral ("littoral cones") dengan ketinggian 100 meter dan memiliki diameter 1 kilometer. Kerucut terak yang ideal adalah kerucut tunggal yang memiliki lereng lurus atau sisi . penampang melintang antara kerucut bagian dalam dengan dinding kawah disebut "fosse". Beberapa terak gunungapi tidak memiliki kawah sebenarnya dan biasanya dinyatakan sebagai gundukan terak ("scoria mounds") yang terpisah dari kerucut terak normal ("normal scoria cones").partikel halus diendapkan pada lereng lebih bawah dibandingkan dengan partikel .sisinya cembung melandaidan kawah di bagian puncaknya. pecahan . Kerucut terak terbentuk sangat cepat. Sering ditemukan satu atau dua bukit yang terbentuk pada sisi aliran lava ( Wentworth dab Macdonald. "Maars" atau kawah bekas letusan adalah bentuklahan yang disebabkan oleh letusan gunungapi. Formasi " tholoid " pada kawah tidak mencirikan akhir dari suatu aktifitas gunungapi karena terbentuk dan hancurnya " tholoid " berlangsung selama pertumbuhan gu -nungapi. maka disebut sebagai kumpulan kerucut terak ("nested scoria cones"). luas dan dalam. Kawah sering memeiliki diameter 1 kilometer dan ketinggian bibir antara 50 sampai 100 meter. kerucut littoral ("littoral cones") dan maar. Saat lelehan lava bersentuhan dengan laut. sehingga menghasilkan tubuh yang membulat dan panjang disebut sebagai kubah penyumbat. selanjutnya rekahan pada permukaan kubah penyumbat atau kubah kumulus muncul membentuk punggungan. Kerucut terak dihasilkan dari akhir suatu letusan gunungapi yang cukup besar. Kubah penyumbat yang memiliki ukuran besar mendekati ukuran pegunungan merupakan letusan dengan skala lebih kecil dari lava yang sa-ngat kaku. membedakan lima jenis gunungapi piroklastik menjadi kerucut terak ("scoria cones"). "Maar" biasanya terdapat . 1953). tetapi pertumbuhannya hancur oleh letusan dan pecah karena tidak seimbang pada saat tumbuh dan kumpulan pecahan dari letusan punggungan karena beberapa kubah penyumbat ditutupi oleh tumpukan batuan rombakan yang membentuk seperti endapan longsor sekitar lereng dengan batuan berbentuk pilar membentuk sudut hampir datar. Partikel . Kerucut kubah penyumbat berkembang dengan cepat. terdiri dari kawah sampai bagian yang paling bawah. sehingga pecahan pecahan kasar terkumpul dekat lubang kepundan. Ollier (1973). Pada penampang akan tampak bagian sisi yang curam mengarah ke kawah dan lereng yang berlawanan arah dengan lereng curam memiliki kemiringan yang landai (umumnya 40 atau kurang) membentuk lapisan piroklastik yang relatif sejajar dari arah kawah. Disekitar bibir kawah dibentuk oleh semburan material .material piroklastik. Gunungapi piroklastik. Bentuk lereng yang indah seperti di Fujiyama (Jepang) dan Mt. batuan bekuan atau batuan dasar dan sering dicirikan oleh bentuk endapan besar asimetris yang searah dengan arah angin pada kawah tersebut.pecahan lava tersebut membentuk gumuk rombakan dengan lereng sesuai dengan sudut pembentukan gumuk rombakan tersebut.fragmen) lava yang berjatuhan dekat lubang kepundan. Egmont (New Zealand). kumpulan kerucut terak ("nested scoria cones"). Letusan gunungapi menghasilkan pecahan . karena pada tahap akhir letusan gunungapi yang memiliki magma basaltik cenderung membentuk kerucut terak.tidak memiliki kawah.

Sekali letusan gunungapi terjadi. Gunungapi gabungan. (Ollier. Egmont dan sebagainya merupakan gunungapi jenis strato. Kerucut parasit ("parasit cones") biasa disebut sebagai kerucut "adventive" dan kerucut kedua dapat berkembang apabila gunungapi memiliki tekananyang sangat besar agar dapat mengeluarkan lava mengalir melalui rekahan .kerucut terak ("scoria cones") terbentuk disekeliling puncak gu nungapi dan aliran piroklastik serta endapan jatuhan tersebar secara luas disekitar lereng . Campuran gunungapi yang tampak sempurna adalah gunungapi yang memiliki campuran bentuk lava dan terak ("scoria"). Pada beberapa daerah terbentuk sejumlah kerucut terak ("scoria cones") secara bersamaan dengan mekanisme terbentuknya kerucut parasit ("parasit cones") .rekahan yang mudah dicapai ke permukaan dan meletus pada lereng .kadang ditemukan lapisan material gunungapi yang tebal. sehingga lava dapat mengalir melalui rekahan . tetapi cara terbentuknya bukan diakibatkan oleh gunungapi. . kemudian meledakdan letusannya memberi dampak seperti bentuk kawah tersebut.sayap gunungapi. tiga jenis utama kaldera yang dikenal. kerucut . rekahan dan punggungan terbentuk pada sayap . Fujiyama. Letusan gunungapi campuran. Kerucut kerucut yang tertoreh kemudian membentuk parit erosi dan menjadi alur mengalirnya lava.bersama dengan endapan batuan bekuan basal dan kawah bagian bawah ditutupi oleh air membentuk danau.bukit tersebut menjadi satu. maka gunungapi jenis strato juga memiliki periode letusan yang panjang selaras dengan aktifitas gunungapi tersebut. tetapi yang tampak adalah rangkaian gunungapi. Perbedaanya adalah tidak terjadi pertumbuhan kerucut yang berukuran besar. "Cryptocones" adalah gunungapi yang memilikilubang kawah atau bibir kawah yang kasar dan kadang . Ciri lain dari meteor yang jatuh ke permukaan bumi adalah kenampakan fragmen batuan dasar pada bibir kawah menjadi miring akibat benturan meteor yang jatuh tersebut. maka akan terbentuk saluran magma ("vent") baru. melainkan oleh jatuhan meteor ke permukaan bumi. Beberapa gunungapi besar di dunia seperti Gunungapi Visuvius. Banyak bukit campuran secara genetik memiliki hubungan yang sama pada awalnya berdiri sendiri. Seperti umumnya gu nungapai. misalnya : tidak tampak gunungapi utama. Sesar. karena pecahannya menyebar jauh dari bibir kawah.rekahan dengan sifat letusan dari rekahan tersebut. Kawah meteorit memiliki bentuk permukaan yang sama dengan gunungapi. tetapi tidak sesederhana kumpulan suatu lapisan lava. Pada beberapa gunungapi sering ditemukan endapan campuran antara lava dengan fragmen dan gunungapinya disebut sebagai gunungapi strato ("strato vulcanous"). Kaldera adalah depresi (cekungan) gunungapi yang sangat luas berdiameter mencapai 5 kilometer. sehingga disebut sebagai rangkaian kerucut ("multiple cones"). sehingga memberi peluang keluarnya lava dan letusan selanjutnya akan menjadi mudah. maka endapan lava yang bertindak sebagai penyumbat lubang kawah hancur. yaitu kaldera runtuhan. sebagai contoh : jika kerucut yang pertama menutupi saluran magma ("vent").lereng gunungapi. Pada suatu kawah yang luas dapat terdiri dari satu atau lebih gundukan kerucut atau kawah. Kawah yang terdapat dipuncak gunungapi telah membentuk percabangan pada bagian dindingnya. sehingga dijadikan alur keluarnya lelehan lava atau kegiatan letusan. tidak ditemukan batuan beku yang memiliki struktur yang dibentuk oleh pelepasan gas tau tampilan permukaan saluran magma ("vent") tidak sampai ke permukaan. kemudian karena tumpang tindihnya endapan hasil letusan (erupsi) yang tidak memiliki hubungan antara satu letusan dengan letusan lainnya dengan umur yang berbeda mengakibatkan bukit .lereng utama gunungapi. Batuan meterorit yang jatuh membentuk kawah jarang ditemukan disekitar bibir kawah. 1970).

berbusa dan bergerak secara perlahan. Tampilan ini tampak sama dengan kilapan kaca. 4.pola kekar . sedangkan lava yang lebih cair membeku membentuk seperti lapisan meninggalkan jejeak seperti aliran lava (Ollier.blok yang saling bertumpuk dan masiv. Lava a a dan lava blok memiliki persamaan.lahan membentuk timbunan seperti bongkah .kaldera letusan dan kaldera eosi. yaitu kaldera yang memiliki luas akibat erosi terhadap dinding kawah. seperti runtuhan atau penurunana (subsidence). lapisan lava cukup tebal. Pengkerutan (kontraksi) terjadi ketika lava mendingin yang dicerminkan oleh garis . tetapi akan mencapai geometri yang sempurna pada sebaran larutan kental lava basal yang luas. semburan gas dan asap. Jika aliran lava masuk ke dalam air atau terjadi letusan gunungapi di bawah permukaan air. sehingga membentuk lava yang mengkilat seperti kaca. Pola . Pada jenis kaldera glencoe. Kantung kantung yang berbentuk membulat seperti lelehan saus merupakan bantal dan biasanya saling bertumpuksatu dengan yang lainnya. lava seperti bubur saling bertumpang tindih. Banyak lava bantal yang terbentuk dilaut. sehingga terbentuk formasi kekar.garis kekar memusat yang menjadi arah tekanan. kemudian memebntuk pecahan heksagonal. hasilnya adalah lava seperti kulit hiu dan lilitan sejajar yang pijar. lava blok dan lava bantal (gambar 33). Ketika pengkerutan (kontraksi) memenuhi ruang.1 Aliran lava dan tampilan lava minor Jenis lava. debu atau tufa. Kaldera erosi akan hilang selaras dengan pemebntukkan kaldera baru oleh proses yang berbeda (bukan erosi). Lava silika kental cenderung membentuk kubah kumulus atau "coulees" atau letusan material piroklastik.5 kilometer. Pada bagian puncak berbentuk membulat. tetapi ada juga yang terbentuk pada air tawar (danau). 1970). Tampilan lava minor. Lava pahoehoe adalah jenis lava cair dengan sedikit berbusa dan pada lapisan permukaannya yang tipis mendingin membentuk lipatan akibat gerakan lava yang meleleh pada bagian bawahnya. a a.1. Aliran lava yang mengalir secara perlahan . Pendinginan aliran lava menyebabkan penyusutan. pecah membentuk blok . tetapi lapisan kulit yang plastis terdapat menutupi lava yang cair bergulung seperti kantung plastik yang diisi penuh oleh larutan. seperti melilit pilar Lava a a (dibunyikan ah ah) adalah lava berbentuk blok.bongkah dan bergerak mengeluarkan suara deru yang cukup keras. maka biasanya terbentuk struktur khusus yang disebut sebagai lava bantal ("pillow lava"). Kaldera hasil dari letusan sangat jarang. tetapi rekahan yang mengisolasi bagian tengah yang melingkar menyebabkan terjadinya terobosan ( intrusi) lateral atau jalan keluarnya lelehan lava. Lava mendingin dengan cepat. Kaldera runtuhan selanjutnya dibagi menjadi jenis Karakatau atau kaldera runtuh karena suatu letusan dan jenis kaldera Glencoe taua kalderayang mengalami penurunan ("subsidence") (ganbar 32). tetapi pada bagian dasar yang masuk ke bagian dalam membentuk lapisan. Selaras dengan kenampakan permukaan lava. membentuk bantal yang mudah dibedakan dari bentukkebundaran bongkah karrena pelapukan mengelupas bawang. hasil utama gunungapi adalah lava. penurunan tidak diikuti dengan letusan abu. Selanjutnya jenis ketiga adalah kaldera erosi. tetapi Fe'nch (1933) dan Macdonald (1953) membedakan antara a a karena bentuknya seperti kerak besi yang melintir dengan blok lava yang memiliki bentuk blok blok yang menyudut. penyusutan dan pembentukan formasi kekar ini tidak pernah terjadi pada massa lava seperti bubur. sedangkan kaldera yang berdiameter besar merupakan hasil dari beberpa kali letusan. kulit tachylitic dan rekaha radial (gambar 34).3. tampilan letusan gunungapi yang membentuk kaldera sebenarnya hanya dapat menghasilkan kaldera dengan garis tengah kurang dari 1. maka rekahan rekahan menjadi kekar. maka aliran lava diklasifikasikan menjadi aa pahoehoe.

Citra satelit (Landsat. Sistem pemetaan geomorfologi disusun secara sederhana untuk keperluan analisis.Sistem harus terpakai untuk penelitian bidang ilmu geologi dan ilmu .bongkah (gambar 35).blok lava terangkut sampai ujung ujung aliran dan terbenam. Aliran lava yang sangat kental dapat menghancurkan penghalang .prinsip sebagai berikut : . . Selanjutnya aliran lava dapat bergerak pada lereng . Pada aliran lava.macam tampilan seperti lava yang berlapis. SPOT atau ERS).TM.bentuk aliran lava sangat rumit. klasifikasi dan evaluasi yang digunakan sebagai dasar pemetaan geologi dan penelitian geologi. Selanjutnya pada saat bagian atas aliran lava mendingin secara tiba . aliran lava sangat berhubungan dengan kenampakkan topografi. blok .000 atau lebih besar.Sistem harus dapat memisahkan dengan jelas keseragaman satuan. Permukaan kekar tegak (vertikal) mempunyai jarak gores yang dikenal seperti bekas pahatan. Secara alamiah bagian permukaan lava akan lebih cepat dingin dari pada bagian dalam (tengah) aliran lava. Cara pemetaan geomorfologi dilakukan dengan 2 tahap. dengan pertimbangan metode pemetaan gemorfologi dari kedua akhli tersebut mudah dipahami dan cukup jelas.tanggul kecil. kemudian membentuk mega kolom dan selanjutnya kolom normal dan terakhir membentuk rekahan .Sistem harus dapat digunakan didalam berbagai skala.Sistem harus mudah diekstrapolasi dan digeneralisasi. Sistem yang digunakan untuk kepentingan geologi dan ilmu .bentuk kekar akibat aliran lava terbentuk didalam satu kumpulan. Salah satu bentuk lava (minor) dapat ditemukan pada ujung dari aliran lava ("TOE").kolom tegak heksagonal dan pecah membentuk blok . yaitu bagian paling depan suatu aliran lava yang berbentuk cembung dengan ketinggian 3 meter dan panjang dapat mencapai puluhan meter.2 Pelaksanaan pemetaan geomorfologi Pemetaan geomorfologi dilakukan dengan pendekatan cara yang dikembangkan oleh Verstappen (1967 dan 1968) dan Van Zuidam (1968 dan 1975). jika diperlukan. sedangkan pada bagian atas dan bawah aliran lava tersebut membentuk bongkah .blok karena rekahan yang melintang.rekahan yang saling berpotongan. yaitu tahap interpretasi peta topografi dan atau foto udara / citra satelit serta tahap pemeriksaan lapangan.celah yang menjadi jalur aliran lava tersebut.ilmu yang berhubungan dengan geologi. .Peta topografi dan foto udara skala 1 : 50. Bahan dan alat yang digunakan untuk pemetaan geomorfologi antara lain : . sedangkan pada lereng yang tegak membentuk aliran lava terjun seperti air terjun.tiba. Pada bagian dalam (tengah) tubuh aliran yang mendinging perlahan .lereng yang terjal. sehingga gerakan aliran lava yang mendorong blok . 4.ilmu yang berhubungan dengan geologi memiliki prinsip . gua .gua lava dan bongkah . sehingga bagian permukaan tersebut akan mengkerut dan pecah. Kejadian bentuk . maka aliran lava tersebut akan terputus membentuk ujung .bongkah kerak. Bentuk .ujung aliran (" toe") yang baru atau membentuk satuan aliran yang baru.yang tegak membagi lava menjadi kolom .lereng yang memiliki kemiringan landai. sehingga dapat menunjukkan bermacam .penghalang di jalur alirannya dan aliran lava yang relatif cair akan terbelokkan oleh lambatnya aliran lava kental yang bertindak seperti tangul .lahan masih bersifat cair dari pada bagian luar (tepi) dan akan bergerak setiap saat. .blok lava tersebut membentuk celah . . sehingga dapat dibedakan bagian luar dan bagian dalam dari suatu aliran lava yang tampak dengan skala kecil. . sehingga aliran lava sangat cepat akan memenuhi lereng .

sehingga memiliki arti bahwa lereng yang curam dan menerus dapat diperkirakan sebagai sesar yang berkembang di daerah tersebut.unsur geomorfologi..3 Langkah .3. d. e. Satuan bentuklahan dataran pesisir aluvial. .alat tulis.Bentuklahan asal fluvial (sungai) a. b. -Alat .Aspek geologi yang tercermin melalui pola aliran merupakan unsur genetikan suatu bentuklahan. 4. .Gambar pola aliran pada peta topografi dan / atau foto udara. Satuan bentuklahan dataran pantai (beach). . Satuan bentuklahan dataran pesisir (coastal) b.Kompas geologi.Jika telah dibuat klasifikasi dengan dukungan unsur . .langkah pemetaan Tahap interpretasi peta topografi dan foto udara dilakukan di studio pemetaan dengan kegiatan yang dilakukan antara lain : . Satuan bentuklahan dataran beting gisik. .Perhatikan kerapatan kontur.Klasifikasikan bentuklahan secara morfografi (perbukitan atau pedataran) yang tampak pada peta topografi dengan ciri perbedaan garis kontur dan kondisi pola aliran yang menyatakan aspek genetika. Satuan bentuklahan dataran tanggul alam c.Pita ukur. . sedangkan batuan yang tahan terhadap erosi merupakan jenis batuan yang keras. c.Batasi puncak . Satuan bentuklahan dataran teras sungai. Satuan bentuklahan dataran gosong sungai. maka kelas lahan yang memiliki kesamaan dijadikan satuan geomorfologi. 4. . Bandingkan dengan pola aliran yang telah dibakukan seperti pada gambar 7 dan 8 .3 Bentuklahan asal marin (laut) a.3. 4.Perhatikan kerapatan pola aliran. d. karena kerpatan pola aliran akan mencerminkan janis batuan yang tahan terhadap erosi atau mudah tererosi. . .Nyatakan aspek geologi yang berkembang berdasarkan pola aliran tersebut.Kerta kalkir dan plastik OHP. . Satuan bentuklahan beting gisik.Batasi pola aliran pada suatu perbukitan / punggungan mulai dari puncak punggungan yang bertindak sebagai batas pemisah aliran sampai ke titik akhir pengaliran.Plan table lengkap dengan tripod dan mistar. .. sehingga dapat disimpulkan bahwa batuan yang mudah tererosi merupakan jnis batuan yang lunak. pada setiap lekukan garis kontur atau lekukan lembah pada foto udara.Palu geologi.puncak punggungan yang bertindak sebagai batas pemisah aliran (water devided area) . sedangkan perbedaan kerapatan kontur lainnya dapat digunakan untuk membedakan jenis batuan.2 Bentuklahan asal fluvial (sungai) . Satuan bentuklahan dataran banjir. . karena kerapatan kontur akan mencerminkan kecuraman lereng. sehingga dapat ditentukan nama satuan geomorfologi.

Batas satuan bentuklahan dan simbol . Jika masih diragukan aspek .ciri aspek geologi yang sedang diteliti. Tentukan (plot) dan catat aspek geomorfologi tersebut sebagai data untuk pembuktian kondisi geologi yang sedang diteliti.batas yang telah dibuat pada peta dasar selaras dengan kegiatan penelitian geologi. simbol gambar.3. a. Satuan bentuklahan perbukitan struktural terlipat. " sinkhole" / 'dolina' 4. 4. sehingga didalam penarikan batas satuan geomorfologi harus dilakukan dengan hati .3. Satuan bentuklahan perbukitan struktural gawir sesar. Peninjauan lapangan dengan tujuan mencocokkan aspek . Satuan bentuklahan struktural (S) . dan simbol huruf.3. cerminan kondisi geomorfologi dapat memudahkan pelaksanaan pemetaan geologi dan ilmu . Satuan bentuklahan perbukitan intrusi.6 Bentuklahan asal aeolian 4.simbol yang digunakan harus memberikan cerminan kondisi geologi daerah yang diteliti. Satuan bentuklahan perbukitan blok sesar. Satuan bentuklahan perbukitan lereng atas vulkanik.ciri aspek geologi.simbol yang digunakan pada peta geomorfologi terdiri dari simbol warna.e. c. maka aspek tersebut dijadikan panduan untuk menelusuri aspek geologi yang sedang diteliti. Satuan gumuk pasir (sand dunes) 4. Satuan bentuklahan dapat dijadikan panduan untuk menelusuri kondisi geologi yang sedang diteliti. Diharapkan dengan membuat peta geomorfologi sebaai peta dasar pemetaan geologi. 8. Tahap kegiatan lapangan meliputi : 1. d.ilmu yang berhubungan dengan geologi.hati. serta telah tersusun kerangka peta geomorfologi sementara (sebagai peta dasar geomorfologi dan geologi) sebagai acuan.3. 2. 4. c. Satuan bentuklahan kubah karst.warna ungu (violet) .8 Bentuklahan asal glasial (es) Tahap kegiatan lapangan dilakukan setelah kegiatan interpretasi peta topografi dan / atau foto udara di studio. Satuan bentuklahan perbukitan karst. Jadikan aspek geomorfologi sebagai ciri . 4. b. 6. Simbol warna digunakan untuk satuan bentuklahan adalah sebagai berikut : 1.4 Bentuklahan asal struktural a. Penelusuran batas .aspek bentanglahan (landscape) daerah penelitian dengan peta dasar yang telah dibuat di studio.aspek geomorfologi sebagai ciri . 5.3. b.7 Bentuklahan asal karst. Satuan perbukitan lereng vulkanik bawah. 3. Satuan perbukitan lereng vulkanik tengah. 7.4 Simbol yang digunakan Simbol . c.5 Bentuklahan asal vulkanik. 4. b. a.

Satuan bentuklahan marin (laut) (M) 5. Satuan bentuklahan dataran gisik . Satuan bentuklahan dataran gisik aluvial .2 c. Satuan bentuklahan perbukitan karst .K. Satuan bentuklahan perbukitan lereng .S. Satuan bentuklahan sungai (fluvial) (F) 6. Satuan bentuklahan karst (K) - warna merah.4 5. Satuan bentuklahan vulkanik (V) a.1 b.S. Satuan bentuklahan dataran gumuk pasir .4 4.2 c.K.1 b.D.V.F. Satuan bentuklahan puncak vulkanik . Satuan bentuklahan dataran banjir . Satuan bentuklahan dataran undak sungai . Satuan bentuklahan perbukitan terlipat . Satuan bentuklahan dataran tanggul alam .2 c.3 6. Satuan bentuklahan perbukitan tanah longsor .1 b. warna biru tua warna biru muda.3 vulkanik tengah. Satuan bentuklahan vulkanik (V) 3. Satuan bentuklahan perbukitan kubah karst .V.1 b. warna coklat warna hijau.3 d. Gawie sesar geser / blok sesar.2 vulkanik atas. Satuan bentuklahan perbukitan blok sesar . Satuan bentuklahan marin (M) a. Satuan bentuklahan perbukitan tererosi kuat . Satuan bentuklahan denudasional (D) a.D. Batas pemisah aliran (water devide ).4 2. Satuan bentuklahan Karst (K) a. Satuan bentuklahan perbukitan lereng .2 c.M.1 b. .V. Satuan bentuklahan dataran beting gisik . Satuan bentuklahan perbukitan sesar geser .1 b. c.V.D.2.M. 3.4 vulkanik bawah. warna jingga (orange) Simbol huruf : 1.M. satuan bentuklahan aeolian (angin) (A) 8. Satuan bentuklahan denudasional (D) 4.S.2 Simbol gambar : Bentuklahan struktural.3 d. Sesar geser / blok sesar geser.F.M.F.D. Satuan bentuklahan perbukitan sesar . a.S. Satuan bentuklahan perbukitan lereng . Satuan bentuklahan gleitser (es) (G) 7. Satuan bentuklahan struktural (S) a. d. warna kuning.3 d. Satuan bentuklahan perbukitan tererosi ringan . Satuan bentuklahan perbukitan tererosi sedang . Satuan bentuklahan fluvial (F).

Perlipatan Sesar naik. Erosi tebing sungai Erosi garis pantai Gerakan tanah (Mass wasting) Longsor jatuhan (rock fall) Longsor geseran ( landslide) Longsor geser rotasional (slump) Bentuklahan marin (M) Beting gisik ( beach ridge ) . Bentuklahan vulkanik Kawah / kepundan Arah lelehan lava Bentuklahan denudasional Arah erosional Tingkat erosi kuat Tingkat erosi sedang Tingkat erosi lemah.

Gumuk pasir (sand dunes ) Bentuklahan Fluvial /sungai ( F) Alur sungai berupa garis tipis Tanggul alam Datraran banjir Undak sungai. Bentuklahan karst (K) Kerucut karst Kubah karst Sinkhole Dolina Gua karst dengan stalagtit/stalagmit .

penelitian geologi.aspek morfografi. Pemahaman geomorfologi yang sama di kalangan geologi akan sa ngat membantu didalam penelitan .kondisi geologi. sehingga memiliki suatu hubungan yang jelas antara satuan bentuklahan pada peta geomorfologi dengan aspek geologi pada peta geologi. Kandungan peta geomorfologi pragmatik akan menampilkan aspek . KESIMPULAN Peta geomorfologi akan sangat membantu didalam melaksanakan pemetaan geologi jika dipahami dengan baik. sehingga tujuan penelitian yang diharapkan akan lebih terarah. morfogenetik dan morfometri merupakan arahan dari ciri . geologi teknik. proses . maka penjelasan geomorfologi harus mencerminkan aspek .BAB 5 PENULISAN LAPORAN Peta geomorfologi yang bertindak sebagai peta dasar pada pemetaan geologi di dalam laporan pemetaan pada Jurusan Geologi FMIPA . selain menampilkan kondisi morfografi seperti perbukitan atau pedatataran yang diikuti dengan morfogenetik. Jika penelitian geologi mengarah pada penelitian yang lebih khusus perlu menggunakan peta geomorfologi sebagai landasan penelitian. karena wilayah perkotaan selain memerlukan bentuklahan yang layak (landsuitability yang mencakup perbukitan dan pedataran) sebagai dasar untuk menyusun rencana tapak (site plan) juga dibutuhkan daya dukung keteknikan seperti kestabilan lereng yang berhubungan erat dengan batuan dan jenis tanah sebagai dasar perkotaan. terutama penelitian geologi yang bersifat khusus. morfogenetik dan morfometri yang mempengaruhi bentuklahan untuk dijadikan landasan menerangkan kondisi . sehingga peta geomorfologi yang digunakan untuk kepentingan penelitian yang lebih khusus tersebut harus menggunakan peta geomorfologi pragmatik. maka morfometri dan material penyusun harus dikemukakan dengan jelas. geologi linkungan.aspek geologi yang terkandung di dalam peta geomorfologi. . morfogenetik. sehingga pemeriksaan lapangan yang dilakukan terhadap hasil interpretasi peta topografi dan / atau foto udara yang dilakukan di studio menjadi kegiatan awal pemetaan geologi. Simbol . karena waktu yang diperlukan untuk pemetaan geologi akan sangat berkurang dan penajaman terhadap aspek .ciri kondisi geologi yang sedang dipetakan.aspek geologi dapat ditelusuri dari sejak awal (kegiatan di studio). sehingga biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan pemetaan geologi menjadi lebih murah.proses sedimentasi dan geologi kuater.UNPAD merupakan bahasan tersendiri (sub bab). sehingga tidak akan terjadi silang pendapat yang cukup tajam dan dapat berakibat terbengkalainya program penelitian. kemiringan lereng yang berhubungan dengan saluran pengaliran (drainage) kota. pola pengaliran untuk mencegah banjir dan kemampuan lahan (land capability) untuk daya dukung menampung aktifitas perkotaan. Penjelasan morfografi. 5. Sebagai contoh peta geomorfologi untuk pengembangan wilayah perkotaan. sebagai contoh penelitian perencanaan wilayah.simbol yang digunakan perlu ditata kembali sesuai dengan simbol simbol yang telah disepakati oleh internasional (khususnya para akhli geomorfologi). Bahasan geomorfologi yang perlu ditonjolkan untuk kepentingan geologi terutama pendekatan morfografi. morfometri secara rinci dan material penyusun yang jelas seperti batuan atau tanah.

sehingga tidak terjadi penggunaan simbol yang sembarangan. Penulisan laporan tentang geomorfologi harus menjadi satu rangkaian laporan yang mencerminkan kondisi geologi berdasarkan pendekatan geomorfologi. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful