BAB 1 PENDAHULUAN

Penggunaan nama bentuklahan sebagai geomorfologi karena rasa tidak puas terhadap peristilahan fisiografi yang telah berkembang lebih dahulu. Istilah fisiografi digunakan di Eropa dan memasukkan unsur - unsur iklim, meteorologi, kelautan dan matematik geografi. Geomorfologi merupakan bagian utama geologi, walaupun kenyataannya di Eropa, Amerika dan Indonesia dianggap sebagai geografi fisik. Geomorfologi di lingkungan geologi belum berkembang, karena lebih banyak berkembang di lingkungan geografi untuk kepentingan pengembangan wilayah, penggunaan lahan dan hidrologi, sedangkan para pakar geologi memiliki anggapan bahwa geomorfologi merupakan bagian dari bidang ilmu geografi, padahal teknologi satelit sumberdaya alam yang berkembang saat ini merekam permukaan bumi dan menunjukkan potret muka bumi setiap hari, sehingga ketika harus menggunakan citra satelit para akhli geologi harus belajar kembali geomorfologi. 1.1 Pengertian geomorfologi Geomorfologi berasal dari bahasa yunani kuno, terdiri dari tiga akar kata, yaitu Ge(o) = bumi, morphe = bentuk dan logos = ilmu, sehingga kata geomorfologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bentuk permukaan bumi. Berasal dari bahasa yang sama, kata geologi memiliki arti ilmu yang mempelajari tentang proses terbentuknya bumi secara keseluruhan. Definisi ; Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi serta proses - proses yang berlangsung terhadap permukaan bumi sejak bumi terbentuk sampai sekarang. Berdasarkan pengertian dan definisi geomorfologi, maka bidang ilmu geomorfologi merupakan bagian dari geologi yang mempelajari bumi dengan pendekatan bentuk rupa bumi dan arsitektur rupa bumi. Tujuan mempelajari geomorfologi di lingkungan geologi selaras dengan motto Hutton , yaitu THE PRESENT IS THE KEY TO THE PAST (sekarang adalah kunci masa lalu). Pemahaman kata sekarang (the present) adalah pemahaman terhadap bentuk rupa bumi yang dapat dijadikan cerminan proses yang berlangsung di masa lalu. Faedah yang diharapkan dengan mempelajari geomorfologi yaitu membantu menelusuri proses - proses yang berlangsung pada bumi sejak terbentuknya bumi sampai sekarang dengan pendekatan bentuk rupa bumi yang tampak sekarang, sehingga pada penelitian geologi dapat dilakukan dengan cepat dan murah. 1.2 Konsep dasar geomorfologi Bentuklahan adalah fenomena geologi yang telah banyak dikembangkan dan direnungkan oleh para akhli filsafat kuno dan tidak hanya membuat pernyataan '" saat ini menjadi kunci masa lalu ", tetapi proses geomorfologi saat ini memilki arti yang sangat penting, karena perbincangan tentang sistematika evolusi geomorfologi tidak hanya terjadi pada awal abad ke 19, tetapi berlangsung sampai sekarang.

1.2.1 Konsep pemikiran geomorfologi kuno Pembahasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan biasanya diawali dengan pemikiran - pemikiran para akhli filsafat Yunani dan Romawi. Membahas pemikiran pemikiran para akhli Yunani dan Romawi kuno tentang perkembangan bentuklahan suatu kegiatan yang sangat baik untuk lebih mengenal perkembangan ilmu dimasa silam (Dark Age) yang telah banyak dilupakan, namun sangat membantu didalam pemahaman tentang evolusi geomorfologi yang dikembangkan oleh para pemikir kuno, seperti Herodatus, Aristoteles, Starbo dan Seneca. Herodatus (485 - 425 SM) sebagai " Bapak Sejarah " telah banyak melakukan penelitian geologi, menyebutkan pentingnya serpih dan lempung yang diendapkan setiap tahun oleh Sungai Nil, sehingga Mesir dianggap telah mendapat hadiah dari sungai. Selanjutnya disebutkan pula bahwa gempabumi adalah pegunungan yang menggeliat karena dewa sedang marah. Temuan fosil kerang di puncak - puncak perbukitan di Mesir menyebabkan Herodatus menarik kesimpulan berdasarkan temuannya tersebut bahwa air laut telah menggenangi dataran Mesir. Kesimpulan Herodatus tersebut merupakan dasar pemikiran perubahan muka air laut yang menjadi bahasan penting didalam geomorfologi. Aristoteles (384 - 322 SM) didalam tulisannya menyebutkan tentang asal - usul mataair yang diyakininya bahwa air yang mengalir dari mataair disebabkan oleh (a) air hujan yang terjebak pada lapisan tanah, (b) air yang terbentuk karena penguapan dari air yang masuk kedalam bumi, dan (c) air yang terkondensasikan di dalam bumi berasal dari embun yang tidak diketahui asal - usulnya. Seluruh air merembes dari pegunungan menyerupai bunga karang yang sangat besar, sehingga sebutan sungai hanya diterapkan pada bentuk aliran air yang berasal dari mataair. Selanjutnya disebutkan pula bahwa hujan menghasilkan aliran air deras, sehingga aliran sungai menjadi tidak menentu. Pemahaman tentang debit aliran selama periode hujan telah dikembangkan oleh Bernard Palissi (1563 dan 1580) dan Pierre Perrault (1674) yang menyebutkan bahwa curah hujan mampu membentuk aliran sungai. Aristoteles percaya bahwa gempabumi dan gunungapi memiliki sumber kejadian yang sama dan menyebutkan bahwa gempabumi berpengaruh terhadap pencampuran udara basah dan udara kering di bumi. Selanjutnya dikenalkan juga jalur laut yang tertutup oleh sedimen yang membentuk daratan, sehingga terbentuk tanah timbul dan disebutkan pula bahwa yang membawa material dari daratan ke laut adalah aliran dan diendapkan sebagai alluvium. Strabo (54 SM - 25) telah melakukan perjalanan yang jauh dan telah meneliti secara hati - hati, serta telah mencatat contoh lokasi aliran yang menghilang dan yang muncul di permukaan. Pemikirannya tentang "Vale of Tempe" merupakan hasil dari gempa bumi disertai dengan kegiatan gunungapi dalam kurun waktu yang lama karena tekanan tenaga dari dalam bumi. Kesimpulannya secara alamiah menyebutkan bahwa Gunung Visuvius adalah gunungapi yang telah mati. Strabo menjelaskan juga tentang aluvium sungai dan delta sungai yang memiliki bermacam - macam ukuran selaras dengan luas daerah aliran sungai alamiah, sehingga delta sungai yang sangat luas mencerminkan daerah aliran sungai yang sangat luas dan susunan batuan yang paling menonjol pada daerah aliran sungai tersebut berupa batuan yang lunak. Beberapa penelitian delta yang telah dilakukan oleh Strabo menyebutkan pertumbuhan delta dihambat oleh kegiatan laut, terutama oleh pasang naik. Seneca ( ? - 65) menyebutkan bahwa yang menyebabkan terjadinya gempabumi lokal adalah kekuatan tenaga dari dalam bumi, dan pemikiran lainnya menyebutkan bahwa curah hujan bukan salah satu sumber yang menyebabkan aliran sungai dan disebutkan pula bahwa tenaga arus dapat menggerus lembah, sehingga

melahirkan konsep bahwa pembentuk lembah adalah arus yang menggerus lembah tersebut. Pemikiran - pemikiran kuno telah menyebutkan bahwa terdapat hubungan proses (genetik) antara gempabumi dengan dengan deformasi kulit bumi. Pernyataan tersebut menjadi rancu karena sebab, akibat dan kejadian gempabumi justru dipengaruhi oleh deformasi. 1.2.2 Fajar pemikiran geomrfologi modern Setelah beberapa abad pemikiran geomorfologi cenderung mengikuti pola pemikiran Kekaisaran Romawi, hanya sedikit atau mungkin tidak ada pemikiran pemikiran lain di Eropa. Sekolah - sekolah yang ada pada saat itu adalah biara - biara yang tidak mempelajari ilmu tentang alam. Beberapa tempat pendidikan di Arabia yang hidup pada saat itu telah memunculkan pemikiran - pemikiran modern yang cemerlang. Ibn Sina (980 - 1037) menyatakan bahwa asal - usul pegunungan dibedakan menjadi dua kelas, yaitu (1) hasil dari suatu pengangkatan bumi, seperti bagian dari gempabumi dan (2) pengaruh aliran air yang disertai dengan hembusan angin di suatu lembah yang bersusunan batuan lunak. Konsep pegunungan menurut Ibnu Sina merupakan cerminan hasil dari perbedaan tingkat erosi yang berlangsung secara perlahan - lahan dalam kurun waktu yang panjang. Beberapa pandangannya telah telah ditetapkan sebagai awal dari pemikiran modern, tetapi tidak diterapkan pada pemikiran Eropa Barat. Pembuktian yang sangat luas tentang konsep Ibnu Sina telah dilakukan oleh sekelompok muridnya yang bukan berasal dari orang Arab dan dikenal dengan judul " DISCOURSES OF THE BROTHERS OF PURITY " (bahasan saudara yang seiman) pada tahun 941 dan 982 (Said, 1950). Didalam empat volume buku yang disusun tersebut diceritakan tentang erosi dan transportasi oleh arus dan angin, pelapukan serta awal pemikiran peneplain. 1.2.3 Hutton sang pendahulu Konsep penggerusan lahan didalam pemikiran yang tajam dan tepat dari suatu bentanglahan perlu dipikirkan kembali oleh para pemikir sebagai landasan dasar geomorfologi modern. Para pemikir kuno yang berpikir tentang perusakan lahan oleh proses erosi, tidak memiliki pemikiran yang matang untuk dijadikan suatu kesimpulan yang layak (logic). Ruang dan waktu tidak memberikan keleluasaan untuk membahas perkembangan jangka panjang dan jangka pendek untuk membahas tentang pemikiran geologi agar menjadi suatu pekerjaan tentang bumi (ground work) untuk bapak geomorfologi modern seperti James Hutton, tetapi jejak langkahnya telah diikuti oleh beberapa orang. Leonardo da Vinci (1452 - 1519) merupakan salah satu kelompok pertama yang menyusun pemikiran geologi dan dikatakan (Chorley et al, 1964) bahwa pemikiran yang cemerlang telah berkembang pada zamannya, sehingga merupakan puncak kecemerlangan para pemikir terdahulu. Leonardo da Vinci menyebutkan bahwa lembah dipotong oleh arus, dan arus membawa material dari salah satu tempat dipermukaan bumi kemudian diendapkan pada suatu tempat. Buffon (1707 - 1788) dari Perancis menyebutkan tenaga arus yang mampu menggerus dan merusak lahan, selanjutnya diakhiri dengan perataan yang memilki ketinggian yang sama dengan permukaan laut. Targioni dan Tozetti (1712 - 1784) dari Italia menyebutkan bencana erosi oleh arus dan pemikirannya tentang sungai yang terputus dihubungkan dengan batuan yang tertoreh serta mengenalkan dasar - dasar perbedaan erosi yang dipengaruhi oleh berbagai macam material geologi dan struktur geologi.

Guetthard (1715 - 1786) dari Perancis, membahas tentang degradasi di pegunungan oleh arus, dan menyebutkan bahwa tidak seluruh material yang dipindahkan oleh arus diangkut sampai ke laut, tetapi hanya sebagian material yang terangkut oleh arus tersebut mencapai dataran pantai. Diyakini pula bahwa laut merupakan tenaga penghancur yang sangat besar terhadap lahan, selanjutnya arus dan laut disebut sebagai perusak yang sangat cepat terhadap pantai curam di Perancis sebagai bukti pernyataannya. Desmarest (7125 - 1815) menyuarakan pemikirannya tentang lembah Perancis Tengah merupakan hasil kegiatan arus dan menelusuri perkemba-ngan tahap evolusi bentanglahan. De Saussure (1740 - 1799) dari Swiss menyebutkan bahwa lembah Alpen merupakan hasil kegiatan pengikisan arus yang mengalir dari puncak pegunungan dan mengalir mengikuti lembah tersebut. Selanjutnya disebutkan pula bahwa glasiasi (pencairan es) dapat menjadi faktor penyebab terjadinya erosi. James Hutton (1726 - 1797) yang lahir di Edinburgh, Skotlandia, seorang akhli fisika, tetapi lebih menyenangi ilmu pengetahuan, khususnya kimia dan geologi. Sangat terkenal karena perannya sebagai pelopor PLUTONIAN yang terkenal dengan batuan beku granit dan bertentangan dengan para akhli dari sekolah Wernerian yang terkenal sebagai penganut NEPTUNIS yang memiliki anggapan bahwa granit memiliki kandungan lapisan kimia. Selain membahas granit, Hutton memperkenalkan pula batuan metamorf, tetapi pernyataannya yang terkenal adalah konsep THE PRESENT IS THE KEY TO THE PAST (saat ini merupakan kunci masa lalu), sehingga doktrin uniformitarian bertentangan dengan konsep katastropisma. Teori bumi yang mengandung konsep pengkajian hukum komposisi,dissolusi dan restorasi lahan terhadap bumi telah diterbitkan pada tahun 1795 menjadi dua volume buku dengan judul : THEORY OF THE EARTH, WITH PROOFS AND ILLUSTRATIONS. John Playfair (1748 - 1819), seorang profesor matematika dan filsafat di Edinburgh, Skotlandia, setelah meninggalnya James Hutton pada tahun 1802 menerbitkan buku dengan judul : ILLUSTRATION OF THE HUTTONIAN THEORY OF THE EARTH , dengan gaya bahasa prosa ilmiah yang teliti dan jelas, sehingga jarang ada persamaannya. Playfair menyimpulkan pemikiran - pemikiran Hutton dengan jelas memiliki dampak yang sangat besar, terutama terhadap Sir Charles Lyell yang menjadi pelopor uniformitarian. Hasil penelitian Hutton menyebutkan bahwa proses masa lalu sampai masa sekarang masih terus berlangsung, yaitu lahan terkikis oleh proses mekanik dan kimia, yang sebelumnya telah diteliti namun salah, kecuali Desmarrest yang melihat gejala - gejala yang dijelaskan oleh Hutton. Konsep sistem sungai dan geomorfologi yang sangat berarti telah dikemukakan oleh Playfair lebih baik dari sebelumnya dan pernyataannya sebagai berikut :
Setiap sungai yang muncul terdiri dari percabangan utama, merupakan induk dari berbagai percabangan dan masing - masing mengalir pada lembah selaras dengan ukurannya, membentuk sistem lembah yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya, sesuai dengan kemiringan lereng yang dialirinya dan mustahil akan terjadi pengaliran jika masing - masing lembah tidak memiliki arus yang mengalir pada lembah tersebut. Jika suatu sungai berupa saluran tunggal, tidak memilki percabangan, maka aliran yang terjadi diperkirakan akan membentuk arus yang sangat deras atau arus aliran akan memiliki tenaga penuh yang meluncur pada saluran tersebut dan langsung menuju samudra. Jika bentuk sungai terpecah menjadi beberapa percabangan de-ngan jarak yang cukup besar antara cabang satu dengan yang lainnya, kemudian dibagi lagi menjadi beberapa percabangan kecil, sehingga akan memberi kesan seolah - olah saluran terbentuk oleh torehan air berupa pengikisan permukaan dan erosi terhadap lahan. Kejadian tersebut berlangsung secara sinambung bagaikan mengukir permukaan bumi.

1.2.4 Beberapa konsep dasar Thornbury (1969) Pembahasan tentang konsep geomorfologi untuk bentanglahan jangan hanya menggunakan salah satu konsep saja, tetapi akan lebih baik jika beberapa konsep geomorfologi dapat dipahami sehingga evaluasi terhadap bentanglahan akan lebih baik. Konsep 1 : Proses yang berlangsung secara fisik saat ini memiliki kecepatan yang berbeda selaras dengan waktu geologi. Dasar - dasar geologi modern yang dikenal sebagai uniformitarian telah dikembangkan oleh Hutton pada tahun 1785, selanjutnya ditulis kembali oleh Playfair pada tahun 1802 dan dikembangkan oleh Lyell sebagai maha karyanya dengan judul Dasar - dasar Geologi ( Principles of Geology ). Hutton mencetuskan : " saat ini adalah kunci masa lalu " telah diterapkan secara baku sehingga menimbulkan perdebatan, karena pernyataan tersebut mengandung arti bahwa proses geologi yang berlangsung selaras dengan waktu geologi memiliki kecepatan yang sama dengan saat sekarang. Konsep ini tentunya salah, karena galasiasi (pencairan es) memiliki peran yang sangat penting sejak kala Plistosen dan sepanjang waktu geologi dari pada sekarang. Perlu dipahami juga bahwa iklim sekarang telah berubah, daerah yang memiliki iklim basah pada masa lalu, sekarang telah berubah menjadi beriklim kering (gurun) dan sebaliknya. Periode dari ketidak stabilan gerakan kulit bumi berlangsung pada periode pemekaran, sedangkan kulit bumi sekarang relatif stabil. Salah satu contoh proses geologi yang berlangsung selaras dengan waktu geologi yaitu pengikisan lembah oleh arus yang berlangsung sejak masa lalu sampai sekarang, tetapi pengikisan lembah oleh pencairan es (glasiasi) pada kala Plistosen memiliki perbedaan dengan proses glasiasi pada umumnya. Angin telah mengendapkan batupasir Navajo sejak kala Yura dan memiliki perbedaan dengan gerakan yang dipengaruhi oleh angin sekarang. Konsep 2 : Geologi struktur merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap evolusi bentuklahan yang tampak sekarang. Siswa - siswa W.M Davis diajarkan tentang faktor utama yang mempengaruhi perkembangan bentuklahan adalah struktur geologi, proses geomorfologi dan tingkat pengaruhnya. Saat ini beberapa akhli geomorfologi meragukan terhadap tingkat pengaruh sebagai faktor utama yang mempengaruhi perkembangan bentuklahan, akan tetapi para akhli geologi setuju terhadap konsep proses dan geologi struktur sebagai pengaruh utama. Pernyataan struktur geologi tidak hanya diterapkan pada pandangan sempit, seperti struktur batuan, struktur perlipatan, struktur sesar dan ketidak selarasan, tetapi perhatian perlu ditekankan pula terhadap material bumi penyusun bentuklahan secara keseluruhan yang memiliki perbedaan pengaruh fisika dan kimia. Pandangan struktur geologi selanjutnya didalam pembahasan ini adalah suatu fenomena geologi yang lebih luas, yaitu posisi batuan di tempat yang tinggi, kekar, perlapisan batuan, sesar dan perlipatan, kekerasan mineral tertentu, porositas batuan dan berbagai macam perbedaan pada batuan penyusun kulit bumi. Pernyataan struktur geologi dapat dimanfaatkan untuk memahami strtigrafi dan struktur susunan (sikuen) batuan yang muncul sebagai singkapan pada suatu daerah, seperti perlapisan horisontal, perlapisan yang memiliki kemiringan perlapisan (dip), terlipat atau tersesarkan, sehingga pemahaman struktur geologi yang sederhana menjadi penting. Ungkapan batuan keras (tahan) atau lunak (tidak tahan) terhadap proses geomorfologi merupakan pemakaian ungkapan yang biasa selama digunakan untuk pandangan yang relatif dan tidak ditekankan untuk pandangan pengaruh fisika atau kimia, karena batuan dipengaruhi pula oleh proses fisika dan kimia. Suatu batuan

perombakan massa batuan dan erosi yang dipe-ngaruhi oleh gaya eksternal disebut sebagai proses eksogenetik. yaitu pengikisan terhadap permukaan bumi. Perbedaan komposisi batuan dan struktur tercermin dari keaneka ragaman geomorfologi dan topografi lokal. Bentuklahan memiliki ciri . konfigurasi kerapatan kontur dan vegetasi. sedangkan proses yang lain. Secara umum tampilan struktur batuan harus lebih tua dari pada perkembangan bentuklahan. tingkat kelembaban. tergantung pada proses geomorfologi yang berpengaruh terhadap bentuklahan tersebut.batas tertentu dengan tingkat yang berbeda proses geomorfologi masih berlangsung. tetapi tidak tahan terhadap proses geomorfologi lainnya dan dibawah kondisi iklim tertentu menunjukkan perbedaan tingkat ketahanan batuan. erosi dan pengendapan yang memiliki pengaruh terhadap keaneka ragaman geomorfologi. Kejadian diatropisme perlipatan pada kala Plistosen sangat sulit disebut tidak tererosi.mungkin tahan terhadap salah satu proses geomorfologi. sehingga oleh Penck disebut sebagai proses endogenetik. Dataran banjir. sehingga diperkirakan bahwa struktur batuan telah terbentuk sebelum bentuklahan. karena pada batas . Konsep proses geomorfologi yang berlangsung terhadap permukaan bumi bukan sesuatu yang baru. sedangkan proses eksogenetik bersifat sebaliknya. Proses diatropisma dan vulkanisma dipengaruhi oleh gaya yang berasal dari dalam bumi. tingkat kelembaban tanah dan tingkat perubahan tahunan temperatur. Tingkat kecepatan proses geomorfologi lokal memberi pengaruh terhadap perubahan permukaan bumi. tetapi pemikiran tentang proses geomorfologi akan meninggalkan jejak di atas permukaan bumi adalah pemikiran yang lebih maju. Alasan utama permukaan bumi memiliki gradasional yang berbeda karena kerak bumi disusun oleh batuan yang berbeda dan struktur yang berbeda. tetapi terlalu kecil untuk diamati. dan . masih memiliki arti yang sangat penting. terutama pengaruh perbedaan temperatur. kecuali pada daerah diatropisme sekarang (Resen) dapat diperkirakan bahwa daerah yang memiliki posisi topografi yang tinggi disusun oleh batuan yang keras.ciri tertentu. sehingga banyak sekali faktor yang mempengaruhi tingkat proses geomorfologi lokal. sedangkan daerah dengan posisi topografi lebih rendah disusun oleh batuan yang lunak. Penggunaan istilah proses yang dipakai untuk semua perubahan yang terjadi terhadap rupa bumi secara fisika dan kimia. Konsep 4 : Proses geomorfologi meninggalkan jejak pada bentukla lan dan proses geomorfologi yang berkembang mem bentuk ciri . Perbedaan kondisi iklim mikro yang sangat menonjol antara dasar lembah dengan puncak bukit dan antara lahan terbuka dengan lahan tertutup vegetasi akan tampak dari jumlah penguapan lokal. Keaneka ragaman batuan dan struktur geologi merupakan faktor utama yang mempengaruhi perubahan permukaan bumi. Topografi minor dan rinci atau disebut sebagai mikrotopografi memiliki hubungan yang erat dengan keaneka ragaman batuan. seperti pelapukan. kipas aluvial. Konsep 3 : Relief permukaan bumi yang luas karena proses geomorfologi berlangsung pada tingkat yang berbeda. Secara umum proses endogenetik bersifat membangun. tetapi bukan berarti proses geomorfologi tidak memiliki peran. perombakan massa batuan. seperti tingkat pelapukan. Proses geomorfologi yang memiliki keaneka ragaman sangat kecil. sehingga memiliki ketahanan batuan terhadap proses geomorfologi yang berbeda pula.ciri pada bentuklahan.

M Davis merupakan suatu kenyataan. Triccart dan Cailleux. sehingga timbul . Mempelajari bentuklahan akan mengalami kesulitan jika tidak memahami bahwa topografi merupakan hasil dari proses atau siklus geomorfologi. dan W. Konsep 5 : Media erosi yang berbeda pada permukaan bumi mem bentuk susunan bentuklahan tertentu. Perdebaan dan pertentangan didalam ilmu pengetahuan merupakan akibat dari penjelasan yang sangat sederhana dan tidak jelas. (2) bentanglahan campuran. seperti pengangkatan lantai samudra. Horberg (1952) mengelompokkan bentanglahan menjadi beberapa kategori. dewasa dan tua. Konsep umum yang digunakan pada tingkat dasar memiliki beberapa kelemahan apabila di-terapkan pada evolusi permukaan bumi yang lebih rumit. karena akan sulit menentukan karakteristik perkembangan bentuklahan yang khusus. Rekayasa yang tepat dari suatu arti proses evolusi bentuklahan tidak hanya memberikan gambaran yang lebih baik dari perkembangan bentuklahan. Proses geomorfologi yang rumit dan media yang bekerja dibawah kondisi iklim tertentu disebut sebagai sistem morfogenik (morphogenic system. dewasa atau tua yang memiliki pengertian bahwa topografi yang berada pada tahap yang sama memiliki ciri yang sama pula. 1955). Beberapa akhli geomorfologi percaya bahwa permukaan bumi memiliki keteraturan umur. tetapi termasuk juga menegaskan hubungan genetika terjadinya bentuklahan. dewasa dan tua yang dikemukakan oleh W. sehingga penggunaan istilah siklus geomorfologi tidak hanya menyatakan siklus alam yang mewakili tahap evolusi bentuk permukaan bumi tetapi termasuk pula pemikiran bahwa perkembangan permukaan bumi terjadi secara teratur dan berurutan dengan tidak menggunakan penamaan evolusi permukaan bumi sebaai tahap muda.delta merupakan hasil kegiatan arus sungai. Konsep 6 : Evolusi geomorfologi tidak sesederhana yang dibayang kan. Bentanglahan campuran merupakan hasil siklus erosi lebih dari satu kali atau hasil dua atau lebih proses geomorfologi. permukaan kerucut vulkanik.ciri proses bentuklahan tergantung pada tahap perkembangan proses. tetapi tidak semua yakin bahwa tahap muda. Ciri . Pada umumnya topografi rinci hasil dari siklus erosi yang berlangsung . sehingga menimbulkan keraguan. tahap perkembangan proses diawali dari tahap muda. (3) bentanglahan siklus tungal. tetapi mencari istilah atau konsep pengganti sangat sulit. (4) bentanglahan multi siklus dan (5) bentanglahan hasil pembentukan kembali. artinya bentanglahan tersebut meninggalkan jejak siklus erosi yang terjadi hanya satu kali dan umumnya terbatas pada permukaan bumi yang baru terbentuk. Pada tahap akhir dari proses geomorfologi permukaan bumi memiliki topografi berelief rendah yang disebut sebagai peneplain (perataan). sehingga ciri . plato atau endapan yang tertutupoleh endapan glasial Plistosen. Istilah siklus geomorfologi tidak selalu tepat untuk menunjukkan suatu perubahan bentanglahan akibat gradasional. Bentanglahan sederhana merupakan hasil proses geomorfologi tunggal.M Davis menyebutnya sebagai konsep siklus geomorfologi. terutama terhadap peneplain (perataan) yang dianggap sebagai akhir dari suatu siklus geomorfologi. yaitu (1) bentanglahan sederhana. dataran lava. Kondisi geologi dan keragaman iklim membentuk ciri permukaan bumi yang sangat beragam walaupun proses geomorfologi berkembang pada periode yang sama.ciri yang berkembang pada bentuklahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk klasifikasi genetika bentuklahan.

Bentanglahan campuran tercermin sangat baik pada daerah yang dipengaruhi oleh glasiasi Plistosen. Daerah . sungai. Material material hasil pengikisan galsial dan tiupan angin menyebar luas sampai ke daerah yang tidak mengalami glasiasi. Pegunungan Himalaya pertama terlipat pada kala Kapur.daerah yang sekarang beriklim sedang. tetapi perlu disadari bahwa proses yang berlangsung tidak hanya kegiatan aliran air saja. Australia dan Amerika Utara. serta terbentuk sejak munculnya manusia dan sebagian kecil muka bumi sekarang memiliki hubungan yang jelas dengan permukaan bumi pra Miosen. Pemahaman topografi rupa bumi adalah untuk mengenal perubahan kondisi geologi dan kondisi iklim kala Plistosen yang mempengaruhi topografi sekarang. Kondisi yang sama terjadi pada bentanglahan hasil pelarutan oleh air tanah. danau. walaupun pada beberapa bentanglahan dapat ditemukan proses geomorfologi tunggal. proses . sehingga daerah sekarang beriklim arid atau semi arid pada zaman glasial beriklim basah. tetapi sangat jarang terjadi. kecuali yang ditemukan pada daerah diatropisma Plistosen Awal dan Resen. Afrika. lembah. Sebagian besar topografi sekarang lebih muda dari kala Plistosen.saluran pada masa praglasial yang muncul dan hanya sebagain kecil menjadi ciri lokal. seperti saluran . Diperkirakan pula bahwa permukaan bumi 90 % terbentuk setelah Tersier dan mungkin 99 % terbentuk setelah Miosen Tengah. air terjun dan tebing berumur lebih muda dari Miosen. Secara umum struktur geologi lebih tua dari pada ciri . Konsep 8 : Pemahaman terhadap bentanglahan sekarang diperlukan pemahaman kondisi geologi dan iklim pada kala Plistosen. tetatpi lereng sekarang terbentuk pada kala Plistosen dan air terjun yang terbentuk saat ini lebih muda dari relif rinci yang berumur Plistosen dan Resen. Ashley (1931) percaya bahwa pahatan rupa bumi seperti gunung.perdebatan karena pada semua bentanglahan telah terjadi proses geomorfologi yang bercampur. gerakan material karena gravitasi. dan perpindahan material oleh angin sangat berpengaruh terhadap perkembangan bentuk rupa bumi. Konsep bentanglahan dengan iklim yang beragam dapat dimasukan sebagai konsep bentanglahan yang rumit.proses yang berlangsung terhadap pembentukkan bentanglahan. erosi oleh limpasan air permukaan dan proses . Konsep 7 : Topografi bumi yang paling menonjol adalah topografi yang lebih muda dari kala Plistosen. pantai. sehingga dapat disimpulkan bahwa glasial sangat mempengaruhi iklim dunia. Sebagai contoh bentanglahan hasil dari kegiatan aliran air.ciri topografi tua jarang ditemukan. faktor iklim sangat berpengaruh. karena berkembang dibawah kondisi iklim yang beragam sebagai faktor yang mempengaruhi proses geomorfologi dan sangat berhubungan dengan kondisi iklim kala Plistosen. Kurang lebih 100 cekungan di pedalaman Amerika Serikat bagian Barat yang saat ini berbentuk danau dengan iklim arid dan semi arid menunjukkan sistem fluvial yang sama dengan di Asia. Munculnya bentanglahan masa lampau yang telah ditutupi oleh batuan beku atau batuan sedimen karena batuan penutup tersebut terkikis.ciri topografi yang terbentuk di atasnya. Daerah .daerah yang terletak pada lintang menengah. selama zaman glasial pernah beriklim seperti di sub arktik Amerika Utara dan Eurasia yang dicerminkan oleh tanah . Glasiasi sangat berpengaruh baik secara langsung atau tidak langsung.proses yang lain seperti pelapukan. Ciri . kemudian kala Eosen dan Miosen. kecuali berupa bentuklahan tua yang tersingkap kepermukaan akibat dari gradasional.

sebagai contoh iklim yang berpengaruh tidak langsung terhadap proses geomorfologi adalah sebaran. seperti Great Lakes merupakan sistem aliran yang dipengaruhi oleh glasial terbesar di dunia. Geomorfologi cenderung menekankan asal . karena pembekuan samudera menyebabkan penurunan muka air laut dan kembali normal pada zaman interglasial. sehingga tidak ada alasan untuk memisahkan antara studi bentanglahan dengan geologi dinamik. Perubahan iklim dapat berpengaruh secara langsung atau tidak langsung. Konsep 10 : Geomorfologi menekankan kondisi sekarang bermanfaat untuk mengungkap sejarah perkembangan bumi. sedangkan pengaruh langsung antara lain curah hujan.usul (proses) bentanglahan saat ini dan masa lalu selaras dengan waktu geologi.ngaruh pembentukkan bentanglahan. khususnya temperatur dan penguapan sangat berpengaruh terhadap proses geomorfologi. Perubahan muka air laut memiliki pengaruh terhadap topografi. Paleogeomorfologi bentuklahan merupakan sejarah alam geomorfologi yang diperkenalkan oleh Bryan (1940) dan menjelaskan bahwa bentuklahan merupakan hasil dari suatu proses. Glasiasi kala Plistosen merupakan peristiwa yang paling besar walaupun diatropisma yang berkembang sejak Pliosen.ngikisan). Hasil pengikisan akibat pencairan es atau endapan glasial yang tertiup angin membentuk gumuk pasir (sand dunes) atau bercampur dengan lanau atau lempung disebut sebagai loess. Glasiasi sangat berpengaruh terhadap pembentukkan danau. . Rejim aliran yang dipengaruhi oleh perubahan iklim ditandai dengan perselingan antara agradasi (pengendapan) dan gradasi (pe .yang membeku secara permanen dan biasa disebut sebagai permafrost. Perbedaan antara bentuklahan dengan geologi dinamik yang paling jelas adalah proses terjadinya bentuklahan atau sisa . pe nguapan dan perubahan temperaturan harian. kerapatan dan jenis vegetasi. Plistosen sampai Resen masih berperan sebagai faktor pe . Faktor iklim. Akhli geomorfologi selalu melakukan pendekatan dengan menggunakan hukum uniformitarianisme. Konsep 9 : Pengenalan iklim sangat penting untuk dapat memahami dengan baik perbedaan proses geomorfologi yang berlangsung. Pencairan es terhadap lautan sangat berpengaruh terhadap pembentukkan koral.sisa bentuklahan yang relatif muda.

Peta pariwisat mengandung informasi . dengan tujuan agar pengguna peta dapat mencapai tujuannya tanpa harus tersesat. jarak atau ciri khas tujuan wisata. 2. selanjutnya disebut dengan sistem pembuatan peta geomorfologi untuk berbagai macam tujuan.peta yang sederhana. ibu kota propinsi atau kabupaten.1 Pemahaman peta dan manfaat peta Peta adalah gambaran dari rupa bumi yang mencerminkan keadaan suatu daerah atau lokasi. Sistem harus menghasilkan peta .unsur bentuklahan. Biasanya peta informasi memiliki kandungan yang sangat sederhana. sungai .BAB 2 SISTEM PENELITAN DAN PEMETAAN GEOMORFOLOGI Sistem penelitian dan pemetaan geomorfologi telah banyak dikembangkanm selaras dengan tujuan penelitian yang dilakukannya. Beberapa jenis peta sebagai petunjuk dan pemberi informasi antara lain : peta informasi.informasi tentang letak. karena memasukkan beberapa aspek geomorfologi disertai dengan legenda yang sederhana dan jelas. Metode ITC dapat digunakan untuk tujuan pemetaan geologi. tetapi masih banyak terjadi kerancuan.1 Peta informasi Peta informasi merupakan peta yang dapat digunakan oleh berbagai pihak. 4.sungai yang . sedangkan peta sekolah (atlas) memberi petunjuk tentang daerah propinsi atau kabupaten. 2. Sistem dapat digunakan untuk pemetaan dengan berbagai macam skala. Sistem dapat digunakan untuk setiap daerah dan lentur (fleksibel). khususnya di wilayah tropis (Indonesia dan Amerika Latin). 3. Sistem harus memberi penekanan terhadap unsur . Unsur . Salah satu sistem yang telah banyak dimanfaatkan untuk berbagai tujuan yaitu sistem yang dikembangkan oleh International Institute for Aerial survey and Earth Sciences (ITC). peta sekolah (atlas) dan peta topografi. khususnya pemahaman geomorfologi untuk tujuan pemetaan geologi. 2. sehingga menjadi suatu sistem pemetaan geomorfologi yang memiliki karakteristik yang jelas.contoh peta informasi antara lain peta pariwisata. peta dasar (base map) dan peta bertema (thematic map). Belanda. sehingga dapat menekan biaya pembuatan peta.1. Contoh . sehingga isi peta diselaraskan dengan skala secara konseptual dan grafis. artinya legenda pada peta harus dapat dijadikan simbol untuk suatu keputusan obyek penelitian. sehingga peta dapat disebut sebagai petunjuk atau pemberi informasi rupa bumi dan lokasi suatu daerah. Verstappen (1967 dan 1968) dan Van Zuidam (1968 dan 1975) telah mengembangkan sistem penelitian geomorfologi berdasarkan pengalamannya di seluruh dunia. sehingga sistem mampu dijadikan landasan penelitian geomorfologi analitik dan geomorfologi sintetik.unsur yang perlu diperhatikan didalam menyusun sistem gemorfologi adalah sebagai berikut : 1. sesuai dengan fungsi peta tersebut yaitu sebagai petunjuk dan pemberi informasi.

karena kesalahan biasanya terjadi karena penggunaan material dasar (peta topografi atau foto udara) yang lama dan tidak teliti. seperti titik ketinggian. Peta topografi memilki kandungan informasi dan petunjuk daerah. Batas sungai dan pantai.Posisi danau dan sungai . gunung. sehingga memerlukan analisis agar dapat dijadikan peta dasar. Membatasi unsur .komponen tersebut tidak memiliki hubungan. Informasi pada peta topografi atau foto udara yang berhubungan langsung dengan unsur . titik ketinggian dan garis ketinggian (kontur) yang dapat mencerminkan kondisi lereng dengan melihat kerapatan kontur pada peta. Nama . Unsur . bukitbukit kecil.terkenal dan gunung . jalan dan sebagainya sangat bermanfaat untuk menentukan lokasi penelitian. .nama daerah.1. sehingga peta dasar merupakan peta rencana kegiatan yang telah tersusun untuk memudahkan kegiatan yang akan dilakukan dan menghemat biaya. Sebagai contoh kerapatan garis kontur mencerminkan lereng yang terjal.Rincian topografi (batasan topografi. misalnya : .unsur penting menyusun peta dasar untuk kepentingan geomorfologi atau geologi antara lain : 1.kondisi yang diharapkan dan akhirnya hanya digunakan sebagai dasar perbandingan pada suatu daerah saja. 2. Keselarasan unsur . garis ketinggian (kontur).Posisi konstruksi (bangunan.unsur peta dasar sampai batas minimum. punggungan dan sebagainya). maka kandungan pokok pada peta tujuan akan sangat bermanfaat. nama sungai dan nama daerah. tergantung pada tingkat kesulitan dari unsur pokok. maka dugaan sementara terhadap lereng yang . Informasi dan peta topografi yang terbaru merupakan kebutuhan yang mutlak. Maksud penyusunan peta dasar sebelum melaksanakan kegiatan tertentu merupakan langkah persiapan sebelum kegiatan dilaksanakan. lembah. Biasanya peta topografi dijadikan peta kerangka untuk menyusun peta dasar atau peta bertema (thematic map) yang dapat memberikan informasi tentang hubungan antara elemen . maka menjadi tidak bermanfaat dan informasi yang dipetakan tersebut menjadi tidak berguna karena tidak dapat dilokalisasi (diplot) dan dievaluasi terhadap kondisi . Memilih unsur . lokasi.Posisi titik kontrol geodetik .komponen tersebut harus memiliki hubungan dengan topografi.unsur peta dasar dengan materi pokok. nama kampung.unsur geografi. Penentuan lokasi yang baik dan tepat merupakan unsur utama didalam menyusun peta dasar yang baik.2 Peta dasar (base map) Peta dasar adalah suatu gambaran dari berbagai komponen yang terpilih didalam suatu daerah pemetaan. 4.elemen pokok dan satuan geomorfologi.faktor yang sering berubah. rel KA atau saluran) . 3. 2. Komponen .unsur peta secara umum seperti garis atau titik dan tampilan peta yang akan dijadikan acuan.unsur peta yang mudah dimengerti. sehingga jika komponen . seperti tebing.gunung yang terkenal. jalan raya. Biasanya yang digunakan sebagai peta dasar untuk suatu kegiatan adalah peta topografi yang sebenarnya hanya memberikan informasi secara umum.Faktor . Memilih unsur . seperti batas administratif daerah. Jika informasi dari peta topografi atau foto udara dapat diandalkan. seperti : Kondisi hidrografi Batas pemukiman Batas wilayah kehutanan/ pertanian/perkebunan. sungai.

000 sampai 1 : 500.komponen geomorfologi yang besar merupakan ciri dari peta geomorfologi analitik.1. Simbol warna digunakan untuk aspek geomorfologi yang jelas dan memiliki arti penting di dalam peta tersebut. yaitu : a.1 Peta geomorfologi analitik Secara garis besar kandungan informasi dari peta geomorfologi analitik cenderung memberikan informasi aspek .2 Pemahaman peta geomorfologi Peta geomorfologi telah banyak dibuat oleh berbagai lembaga di dunia dan memiliki perbedaan terhadap tinjauan aspek . namun sudah dapat dimanfaatkan sebagai dasar (landasan) penelitian lebih lanjut. b.aspek geologi lainnya. Petaa geomorfologi pragmatik. sehingga aspek .aspek geomorfologi yang digambarkan pada peta menggunakan simbol . Penggunaan peta geologi yang telah tersusun dengan baik dapat dibaca oleh pengguna yang berhubungan dengan informasi .curam tersebut dapat berupa sesar (patahan) atau terdapat perbedaan kekerasan batuan atau pola punggungan yang memanjang dapat diduga sebagai perlipatan.informasi tujuan tertentu untuk maksud tertentu yang dibutuhkan oleh pemakai tertentu pula. Sebagai contoh peta geologi memberikan informasi tentang sebaran batuan secara lateral dengan batas . Analisis bentanglahan yang sangat luas dan komponen . 2. Peta geomorfologi sintetik. pengembangan wilayah atau penggunaan lahan.aspek geomorfologi yang dipetakan. Menurut Verstappen . c. struktur geologi.aspek geomorfologi yang digambarkan pada peta geomorfologi. pengembangan wilayah dan tataruang. 2.aspek geomorfologi di suatu daerah yang cukup luas. Peta geomorfologi analitik sangat berperan untuk digunakan sebagai bahan analisis yang bersifat regional dalam ukuran propinsi. bahan galian atau aspek .batas yang jelas. Analisis terhadap peta topografi tersebut sangat bermanfaat untuk kegiatan penelitian geologi. Misalnya bentanglahan (landscape) atau mintakat (zone) Bandung berdasarkan fisiografi Van Bemmelen (1949) terdiri dari sistem lahan (land system) rangkaian gunungapi (volcanous) dan sistem lahan ( land system) struktural. sehingga sifat peta geomorfologi analitik bersifat peta tinjau (reconnissance) dengan skala peta 1 : 50. sehingga memerlukan penguraian yang lebih rinci.000. tergantung pada kepentingan pembuatan peta didalam menetapkan aspek . 2. geologi teknik. geologi teknik.simbol warna dan pola hitam putih disertai arsiran. seperti aspek morfogenetik didalam pemetaan geomorfologi. posisi temuan fosil.3 Peta bertema ( thematic map) Peta bertema adalah peta yang mengandung informasi . pulau atau negara.2. Kandungan informasi tersebut merupakan hasil dari suatu kegiatan penelitian tertentu dengan harapan pemakai peta dapat mengambil keputusan dan kesimpulan terhadap kegiatan penelitian yang dilakukannya.informasi geologi sebagai landasan kerja yang sedang ditekuninya. sehingga pada saat kegiatan penelitian di lapangan akan lebih terarah kepada hasil analisis peta topografi tersebut. sehingga aspek tersebut disimbolkan dengan warna. misalnya eksplorasi minyak bumi. Pada peta geomorfologi analitik tercermin satuan geomorfologi yang sangat luas dan belum memberikan informasi yang rinci. Secara garis besar peta geomorfologi dapat dibedakan menjadi tiga jenis peta. Peta geomorfologi analitik.

Verstappen (1970) menyebutkan bahwa penggunaan simbol untuk morfokhronologi tidak perlu menggunakan simbol garis. tetapi simbol untuk morfokhronologi dapat dihilangkan.dan Van Zuidam (1968 dan 1975) bahwa proses endogen dan eksogen masa lalu dan sekarang merupakan faktor . karena biaya untuk pembuatan peta akan menjadi mahal dan umur bentuklahan harus diketahui dengan benar. Pemilihan warna yang tepat dapat memberikan informasi yang lebih banyak dengan tidak mengabaikan simbol warna yang digunakan oleh satuan bentuklahan pada suatu daerah berdasarkan morfogenetik. Morfografi KRITERIA PEMETAAN Aspek yang digambarkan dari morfologi suatu daerah. titi ketinggian .ngan warna hitam atau abu . panjang lereng dan kekerasan relief. Morfometri . seperti kemiringan lereng. Aspek utama peta geomorfologi analitik ASPEK UTAMA Bentuk permukaan 1. perbukitan atau pegunugan Nilai aspek geomorfologi daerah. seperti dataran. sehingga harus digambarkan dengan jelas dan digunakan simbol warna.warna tertentu yang direkomendasikan untuk dijadikan simbol satuan geomorfologi berdasarkan aspek genetik adalah sebagai berikut : KELAS GENETIK Bentuklahan asal struktural Bentuklahan asal gunungapi Bentuklahan asal denudasional Bentuklahan asal laut (marine) Bentuklahan asal sungai (fluvial) Bentuklahan asal glasial (es) Bentuklahan asal aeolian (angin) Bentuklahan asal karst (gamping) SIMBOL WARNA Ungu / violet Merah Coklat Hijau Biru tua Biru muda Kuning Jingga (orange) Morfografi dan morfometri yang tercermin pada peta topografi dinyatakan oleh lambang garis atau huruf yang telah baku dan dicetak de . sedangkan simbol garis berwarna dianjurkan untuk penggambaran simbol morfodinamik (proses aktif). Lithologi digambarkan dalam bentuk simbo.abu. sehingga informasi morfografi. Morfometri yang penting dari ciri roman muka bumi dapat ditampilkan dengan simbol garis hitam. Tabel 1.abu berupa bayangan. Warna . gambar lithologi dengan warna bayangan abu . 2. Morfokhronologi menggunakan simbol huruf atau angka dengan menggunakan warna hitam.faktor perkembangan yang paling menonjol dari suatu bentanglahan. misalnya simbol garis berwarna merah untuk proses erosi dan warna biru untuk banjir atau sedimentasi. morfometri dan lithologi (batuan) tampak pada peta dengan warna yang tidak menonjol.

seperti dataran. 5.bagian lahan semi rinci dari suatu bentangan lahan dari tingkat yang paling kecil sampai tingkat yang paling besar sebagai berikut : 1. Satuan lahan (land unit) . Morfografi Aspek yang digambarkan dari morfologi suatu daerah.1. hogback dan kubah. perbukitan atau pegunungan. seperti gunungapi.usul bentuklahan dan proses terjadinya bentuklahan).2. misalnya unsur . pegunungan antiklin. titik ketinggian. patahan dan lipatan. Morfostruktur aktif. (nisbi dan Waktu proses terjadinya suatu bentuklahan. 3. seperti gumuk pasir. Sumber : Van Zuidam (1985) 2.2. misalnya " Villafranchian" untuk umur glasial tua dan "Monasterian" untuk dataran pantai muda. morfogenetik. Morfogenesis (asal . lereng patahan.2 Peta geomorfologi sintetik Kandungan peta geomorfologi sintetik cenderung memberikan informasi geomorfologi yang bersifat semi rinci (semi detail) dan mulai mengarah pada suatu tujuan tertentu.Morfo aransemen Hubungan antara perubahan bentuklahan dengan proses yang sedang berlangsung.000 sampai 1 : 25. Skala peta geomorfologi sintetik yang digunakan adalah 1 : 50.unsur morfografi. Morfodinamik Proses eksogen yang berhubungan dengan gerakan angin. sedimentasi atau gurun. Lithologi / jenis batuan dan struktur batuan dihubungkan dengan proses pengikisan. Komponen lahan (land component) 2.3. 3. seperti kemiringan lereng. dataran fluvial. Morfokhronologi absolut). Morfostruktur pasif.ASPEK UTAMA KRITERIA PEMETAAN Bentuk permukaan 1. 3. morfometri dan material penyusun. Morfometri Nilai aspek geomorfologi daerah. sehingga informasi geomorfologi semi rinci dapat ditampilkan di dalam peta geomorfologi sintetik. 3. seperti cuesta. 2. panjang lereng dan kekasaran relief. Pada peta geomorfologi sintetik pengelompokkan lahan dibagi menjadi 4 tingkat yang mencerminkan bagian .000. 4. air atau es. Aktivitas proses endogen seperti vulaknisma.

Sistem lahan. dan diuraikan menjadi bentuklahan Gunungapi Tangkuban Perahu dan bentuklahan Gunungapi Tampomas. batuan (lithologi) dan iklim. Bentuklahan (landform) 4. membentuk satuan berdasarkan bentuk permukaan lahan sebagai kriteria pengelompokkan. tanah. Tampilan aspek . panjang lereng dan kerapatan pola pengaliran (morfometri) dan material penyusun (lithologi). Skala yang cocok digunakan untuk menampilkan sistem lahan biasanya lebih besar dari 1 : 250. Satuan . Bentanglahan. sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pemetaan geologi.ciri tampilan luar. mengacu kepada suatu komponen lahan atau sekumpulan komponen lahan yang homogen atau heterogen berdasarkan ciri khusus suatu lahan atau komponen lahan. Skala peta yang digunakan untuk menampilkan komponen lahan adalah 1 : 100. lereng atas gunungapi. yaitu puncak gunungapi.satuan lahan (land units) . Sebagai contoh bentanglahan (landscape) atau mintakat (zone) Ban .3. selanjutnya bentuklahan gunungapi diuraikan menjadi satuan . biasanya digunakan untuk pekerjaan konsultan atau proyek pembangunan. Tampilan dari satuan lahan menggambarkan ciri eksternal dan internal dari suatu bentuklahan yang dibandingkan dengan satuan lahan sekitarnya pada daerah yang sama. Satuan lahan. nilai dari bentuk permukaan / kemiringan lereng.000 sampai 1 : 100.000.satuan lahan yang dibentuk berdasarkan landasan komponen lahan memiliki kesamaan bentuklahan. Bentanglahan (landscape) Komponen lahan. seperti bentuk permukaan lahan (morfografi). Bentuklahan. Skala peta yang digunakan untuk menampilkan bentang lahan adalah 1 : 250.usul (morfogenetik). Suatu sistem lahan menggambarkan pengulangan kemiripan pola bentuklahan yang memiliki kesamaan genetik dibandingkan dengan sistem lahan disekitarnya pada suatu daerah yang sama.ciri perkembangan bentuk permukaan lahan (relief) yang berhubungan berhubungan dengan aspek lingkungan.aspek geomorfologi tersebut sangat erat hubungannya dengan kondisi geologi. sehingga peta geomorfologi sintetik dapat dijadikan sebagai peta dasar didalam pemetaan geologi. mengacu kepada bentuklahan dan ciri .000 sampai 1 : 100. Skala peta yang digunakan untuk menampilkan satuan lahan adalah 1:10. mengacu kepada sekelompok satuan lahan yang homogen atau heterogen dengan ciri satuan lahan atau susunan satuan lahan yang khusus. proses dan lithologi merupakan dasar utama pengelompokkan satuan lahan. biasanya digunakan untuk kepentingan pekerjaan proyek pembangunan yang bersifat sangat luas. Skala peta yang digunakan untuk menampilkan bentuklahan adalah 1 : 10. merupakan bagian terbesar dari kumpulan sistem lahan. proses / asal . sehingga membentuk bentangan yang sangat luas dengan ciri memiliki keseragaman relief dan lithologi secara umum. bentuk permukaan (relief). biasanya digunakan untuk kepentingan pekerjaan khusus seperti keteknikan atau manajemen. satuan lahan dan komponen lahan. .000 atau lebih kecil dan biasanya digunakan sebagai peta tinjau untuk identifikasi suatu kelayakkan lokasi yang akan digunakan suatu proyek atau dijadikan pemandu perencanaan pembangunan.000. biasanya dibedakan berdasarkan proses. merupakan bagian terkecil dari suatu bentanglahan yang menekankan kesamaan kelompok atau kelas lahan. bentuklahan. Suatu bentuklahan menunjukkan ciri . lereng tengah gunungapai dan lereng kaki gunungapi. lithologi (material penyusun).000 dan digunakan untuk kepentingan peta tinjau suatu proyek pembangunan.dung berdasarkan fisiografi Van Bemmelen (1949) terdiri dari sistem lahan rangkaian gunungapi di bagian Utara. vegetasi dan proses. Sistem lahan (land system) 5.

abu atau coklat. sehingga simbol . arah arus sungai / pantai.tingan suatu kegiatan yang bersifat rinci (detai). Kemiringan lereng terutama untuk menghitung dan mengetahui tingkat erosi yang berlangsung serta kemungkinan gerakan tanah yang akan terjadi pada lereng tersebut. garis merah untuk erosi yang aktif dan biru gelap untuk gerakan tanah yang aktif. Sama dengan peta analitik. kualitas aliran air permukaan. (5) kelas 300 .2. Peta morfokonservasi. angka dan huruf dengan warna yang berbeda. seperti peta morfokonservasi (lingkungan).proses pada lereng tertentu yang menonjol.abu sebagai bayangan. yaitu : (1) kelas 0 0 . potensi air tanah.000 sampai 1 : 5. hidrologi.300.3 Peta geomorfologi pragmatik Kandungan peta geomorfologi pragmatik cenderung menampilkan informasi geomorfologi yang bersifat khusus dan rinci (detail) karena peta geomorfologi pragmatik merupakan peta untuk tujuan tertentu dan khusus. peta bahaya gunungapai. Verstappen dan Van Zuidam (1968 dan 1975) membagi kemiringan lereng menjadi 6 kelas lereng. yaitu air tanah dalam. sehingga penamaan peta lebih cenderung mencerminkan maksud dan tujuan pemetaan yang bersifat khusus.simbol vegetasi digambar dengan warna hijau.2. dan kedalaman air tanah. Simbol .150.000. seperti alur erosi. garis kontur dan lithologi (batuan) digambar dengan warna abu . peta morfostruktur (struktur geologi). dapat tercermin pada peta geomorfologi pragmatik. maka nama singkatan dari bentuklahan perlu dicantumkan dengan huruf kapital. Contoh peta geomorfologi pragmatik antara lain peta morfokonservasi dan peta hidrogeomorfologi. kebencanaan. arah sedimentasi. mata air dan gerakan material yang diberi simbol de .ngan garis arsir. Vegetasi alami. sedangkan informasi topografi dan lithologi yang penting digambar dengan simbol garis abi . (3) kelas 50 . semi alami dan pertanian sangat mempengaruhi proses erosi dan gerakan tanah.simbol lain yang digambar denga garis hitam dapat diberikan untuk proses geomorfologi yang sudah tidak aktif tapi masih baru. yaitu kemiringan lereng dan kestabilan lereng. Tabel 2 menunjukkan berbagai kelas lereng. Seperti pada peta morfokonservasi yaitu tutupan vegetasi alami. Jika batas satuan bentuklahan digambar dengan garis tebal. . permeabilitas daerah.50. dan kesesuaian lahan. Skala peta geomorfologi pragmatik adalah 1 : 25. (4) kelas 150 . dan peta kesesuaian lahan (land suitability map). (2) kelas 20 . arah ombak.20. tutupan vegetasi. Batasan satuan hidrogeomorfologi didasarkan pada kemiringan lereng. Kelas lereng yang menunjukkan kesamaan lahan kritis disertai dengan proses . Pada tabel 3 ditunjukkan bobot nilai lahan yang digunakan untuk membedakan empat kelas hidrogeomorfologi.simbol yang biasa digunakan didalam kajian hidrologi. lingkungan. menggunakan simbol warna untuk membedakan satuan hidrogeomorfologi yang sama dengan simbol . perkebunan dan pertanian diberi simbol warna hijau. proses yang menjadi ciri lahan. Peta geomorfologi pragmatik biasanya dimanfaatkan untuk kepen . Peta Hidrogeomorfologi. Kegiatan konservasi tertentu dapat juga dilakukan terhadap satuan bentuklahan tertentu yang memiliki proses yang menonjol atau nilai kelas konservasi. kondisi lahan dan simbol warna untuk lahan yang disarankan. menggambarkan klasifikasi lereng. simbol gambar. sehingga unsur lahan (land element) dari aspek aspek geomorfologi yang bersifat rinci.550 dan (6) kelas 0 diatas 55 . peta morfohidrologi (hidrologi). arah lelehan lava gunungapi. seperti kegiatan penelitian teknik.

Hijau tua 2 -4 (2 .140 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang terjal. pengikisan dan erosi akan meninggalkan bekas yang sangat dalam.Tabel 2. Kelas Lereng 0 0 Proses. rawan terhadap bahaya longsor.lahan. bila terjadi longsor bergerak dengan kecepatan rendah. rawan terhadap erosi.55 (70 . dapat diolah dengan mudah dalam kondisi kering. bila terjadi longsor bergerak dengan kecepatan rendah. singkapan batuan muncul di permukaan.2 %) Datar atau hampi datar. 0 -2 (0 . Karakteristik dan Kondisi lahan Simbol warna yang disarankan. 1985). (sumber : Van Zuidam. sering ditemukan singkapan batuan. Hubungan kelas lereng dengan sifat .30 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang curam. Merah Tua > 55 ( > 140% ) 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang terjal.15 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng landai sampai curam. Daerah rawan erosi dan longsor Merah Muda 35 . Ungu Tua . Kuning Muda 8 . sering terjadi erosi dan gerakan tanah dengan kecepatan yang perlahan . erosi permukaan dan erosi alur.16 (15 .sifat proses dan kondisi lahan disertai simbol warna yang disarankan. rawan tergadap longsor batuan. Hijau Muda 4 -8 (7 .70 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang curam sampai terjal.7 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng landai. sangat rawan terhadap erosi. tidak ada erosi yang besar. Kuning Tua 16 .35 (30 .

hampir 90 % daerah aliran tertutup rumput dan ta naman kayu. (20) Tidak ada. (15) Daya tam pung kecil. tidak ada kolam atau rawa. (10) Daya serap normal. kurang dari 10 % aliran dibawah tu tupan baik. kemiringan lereng 0-7% Batuan (15) Endapan berbutir halus dan dan betuan keras. berbentuk cekungan. (15) Jarang sam pai sedang. (5) Daya serap tinggi. (10) Endapan berbutir sedang dan batuan mudah lapuk (8) Endapan berbutir sedang. 1985). daerah aliran curam dan sempit. Sifat . kolam dan rawa. jarang atau gundul. (5) Baik sampai sempurna. kurang dari 2 % daerah aliran (5) Daya tam pung tinggi. depresi cekungan permukaan. tidak tampak jelas daerah aliran. Daya tampung per mukaan. (20) Lapisan tanah penutup tidak efektif.30% (12) Bergelombang kemiringan le reng 7 . (100) Sangat Tinggi (75) Tinggi (50) Normal (25) Rendah Relief (25) Curam. tidak ada kolam atau rawa.kemiringan lereng lebih dari 30 %.sifat daerah aliran sungai untuk memperkirakan kemungkinan limpasan air permukaan dengan metode Cook (Sumber : Van Zuidam. (10) Daya tampung normal. tidak ada tutupan alami.lapisan tanah tipis. (15) Daya serap tanah lambat Lempung atau tanah memi liki kapasitas daya serap rendah. 50 % daerah aliran tertutup rumput dan ta naman kayu. 1953.Tabel 3.kemiringan lereng 15 . ketebalan pasir atau tanah mampu me nyerap dengan cepat Tutupan vegetasi (20) Tutupan tanaman tidak efektif. . (10) Jarang sam pai baik. tampak cekungan dangkal. daerah aliran kecil. ketebalan geluh dengan ke mampuan daya serap baik. batuan lapuk dan memiliki rekahan (5) Endapan berbutir sedang sampai kasar. Pemboran diperlukan. rekahan tampak jelas Daya serap (infiltrasi) tanah.15 % (5) Datar. sehingga kapasitas resap tanah sangat rendah. Dikutip dari : Engineering Handbook for Farm Planners Upper Mississippi Valley Region III United States Soil Conservation Services. (20) Berbukit. danau.

pola pe .1 Morfografi Morfografi secara garis besar memiliki arti gambaran bentuk permukaan bumi atau arsitektur permukaan bumi.1968) dan Van Zuidam (1968.Bentuklahan delta kaki burung (birdfoot delta) .Bentuklahan delta memanjang (cuspate delta) .Bentuklahan delta membulat (lobate delta0 .BAB 3 UNSUR . terdiri dari : . asal . Aspek .Bentuklahan dataran banjir (flood plain landforms) . Dataran marin : disusun oleh material berbutir halus sampai sedang .Bentuklahan tanggul alam (natural levee landforms) .usul / proses terjadinya bentuk (morfogenetik). penilaian kuantitatif bentuk (morfometri) dan material penyusun. atau gunungapi. Beberapa pendekatan lain untuk pemetaan geomorfologi selain morfografi adalah pola punggungan. fluvial (sungai). biasanya digunakan untuk sebutan bentuklahan asal marin (laut). 3. pegunungan.ngacu kepada sistem yang dikembangkan oleh oleh Verstappen (1967.UNSUR PEMETAAN GEOMORFOLOGI Konsep pemetaan geomorfologi yang dikemukakan di bawah ini me . seperti gambaran bentuk (morfografi).aspek geologi yang dapat tercermin dari morfografi dataran asal marin dan fluvial adalah : a.unsur geomorfologi.Bentuklahan dataran pantai (beach)  Bentuklahan asal fluvial (fluvial landforms origin) terdiri dari : .1.ngaliran dan bentuk lereng. Secara garis besar morfografi dapat dibedakan menjadi bentuklahan perbukitan/punggungan.Bentuklahan undak sungai (teracce landforms)  Bentuklahan asal campuran (delta).Bentuklahan dataran pesisir (coastal plain landforms) .1 Bentuklahan dataran Dataran adalah bentuklahan (landform) dengan kemiringan lereng 0% sampai 2%. Sistem pemetaan geomorfologi harus memenuhi kriteria unsur .Bentuklahan lembah gisik (beach swale landforms) . lembah dan dataran. 1975) yang dilandasi pengalaman di wilayah tropis seperti di Indonesia dan Amerika Latin.  Bentuklahan asal marin (marine landforms origin) terdiri dari : . 3. campuran marin dan fluvial (delta) dan plato.Bentuklahan dataran pesisir aluvial (alluvial coastal plain landforms) .Bentuklahan beting gisik (beach ridge landforms) .Bentuklahan delta kuala (estuarine delta0  Bentuklahan plato.

disertai de ngan sisa . dan lanau. Perbukitan kubah intrusi. bercampur dengan lempung dan lanau. seperti batupasir. Dataran plato : disusun oleh material . Dataran fluvial : disusun oleh material berbutir halus seperti lem pung dan lanau sampai bongkah . Munculnya perbukitan karst disebabkan oleh suatu pengangkatan (tektonik). sedangkan puncak dari perbukitan bertindak . sehingga dapat diperkirakan material penyusun berupa batuan sedimen. biasanya terbentuk pada daerah yang dipengaruhi oleh sesar dan tersebar tidak beraturan. Daerah perbukitan karst mencerminkan jejak lingkungan laut dangkal (25 meter sampai 50 meter). Aspek . terdapat gua . koral (karst) dan perbukitan yang dikontrol oleh struktural. Ciri khas perbukitan karst membentuk perbukitan yang berkelompok. Bentuklahan perbukitan karst (gamping) disusun oleh material sisa kehidupan binatang laut (koral). Dataran delta : disusun oleh material .sisa tumbuhan atau endapan batubara.1. lempung. sedangkan bentuklahan pegunungan (mountaineous landforms) memiliki ketinggian lebih dari 500 meter dan kemiringan lereng lebih dari 20 %. pegunungan Alpen (di Eropa) dan Pegunungan Selatan (di Jawa Barat). Bentuklahan perbukitan yang memanjang mencerminkan suatu perbukitan yang terlipat.material hasil erupsi gunungapi yang berbutir halus sampai bbongkah dengan ciri khas tidak jauh dari gunungapi se . b. sepert breksi dan tuf.bagai sumber material. d. Ciri khas bentuklahan perbukitan terlipat memiliki pola pengaliran paralel atau rektangular yang berbeda arah. bukit rempah gunungapi / gumuk tefra. Gumuk tefra terbentuk karena kegiatan erupsi gunungapai. c.tiba menghilang). soliter (terpisah). c. 3. Material penyusun dataran fluvial biasa disebut endap an aluvium dan jika telah termampatkan disebut konglomerat. d. seperti pegunungan Himalaya (di India).aspek geologi yang berhubungan dengan bentuklahan perbukitan dan pegunungan tersebut antara lain : a. b.2 Bentuklahan perbukitan / pegunungan Bentuklahan perbukitan (hilly landforms) memiliki ketinggian antara 50 meter sampai 500 meter di atas permukaan laut dan memiliki kemiringan lereng antara 7 % sampai 20 %. sehingga garis pantai lama tidak jauh dari kumpulan perbukitan karst tersebut.bongkah.material pasir berbutir halus sampai sedang. biasanya merupakan satu rangkaian dengan bentuklahan gu nungapi atau akibat kegiatan tektonik yang cukup kuat.material gunungapi. batulempung dan batulanau atau perselingan batuan sedimen tersebut. disusun oleh material batuan beku intrusi yang memiliki ciri khas membentuk pola aliran sentripetal. Bentuklahan perbukitan rempah gunungapi (gumuk tefra) disusun oleh material .gua dengan stalagtit dan talagmit. Sebutan perbukitan digunakan terhadap bentuklahan kubah intrusi (dome landforms of intrusion). bersifat karbonatan.yaitu pasir yang terpilah baik dan kemasan terbuka karena lebih banyak dipengaruhi oleh hempasan ombak. Sebutan pegunungan digunakan terhadap rangkaian bentuklahan yang memiliki ketinggian lebih dari 500 meter dan kemiringan lereng lebih dari 20 %. membentuk pola pengaliran multi basinal (tiba . mengikuti lereng sayap dari perbukitan tersebut.

Manglayang dan rangkaian pegunungan di Utara Tanjungsari. sehingga membentuk kerucut yang menjulang sampai ketinggian tertentu. suatu saat mengalami erupsi yang cukup hebat mengakibatkan puncak kepundan menjadi tumpul. Bentuklahan perbukitan memanjang terbentuk akibat dari kegiatan tektonik lemah (pengangkatan).Jenis lembah U tajam . kemudian menyambung dengan Gunungapi Tampomas. Pada gunungapi muda puncak kepundan masih berbentuk kerucut dan erupsi masih terus berlangsung. seperti rangkaian Pegunungan Selatan Jawa Barat yang membentang dari Barat di Teluk Palabuan Ratu (Sukabumi) sampai ke Timur di Teluk Pangandaran (Ciamis). seperti rangkaian gunungapi Tangkuban Parahu dengan Tampomas terdapat rangkaian pegunungan Bukit Tunggul. Jenis lembah U tajam terjadi pada daerah . Contoh Gunungapi Merapi di Jawa Tengah Yogyakarta.1. terdapat pula rangkaian pegunungan yang diakibatkan oleh tektonik. e. material yang dapat ditemui pada bentuklahan vulkanik bagian puncak merupakan material halus sampai sedang (abu vulkanik / tuf). Terbentuknya gunungapi akibat kegiatan magma yang mendorong dari perut bumi ke permukaan bumi secara sinambung (terus menerus) dalam kurun waktu yang panjang. Erosi ke arah vertikal terhenti. 3. Bentuklahan pegunungan terdapat pada suatu rangkaian gu-nungapi.daerah yang relatif datar. pengumpulan (akumulasi) sedimen berlangsung dari lereng . . pada lereng bagian tengah lelehan lava dan lahar serta pada bagian lereng bawah berupa endapan rempah . karena telah mencapai batuan dasar sungai yang relatif keras dibandingkan dengan batuan yang berada di tepi sungai.rempah gunungapi (tefra). dengan ciri khas memiliki kawah. Secara garis besar jenis .4 Lembah Permukaan bumi yang tertoreh oleh limpasan air permukaan akan membentuk lembah. erosi lateral (ke samping) lebih besar dari pada erosi vertikal (ke arah dasar sungai). sehingga membentuk perlipatan. lubang kepundan dan kerucut kepundan.jenis lembah dapat dibedakan menjadi : .3 Bentuklahan gunungapi (vulkanik) Bentuklahan gunungapi (vilkanik) memiliki ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut dan memiliki kemiring lereng yang curam (56 % sampai 140 %). kemungkinan diakibatkan oleh gerakan dari sesar geser.Jenis lembah V tajam. Limpasan air permukaan yang masuk ke lembah selalu membawa muatan sedimen hasil dari pengikisan air tersebut dan selanjutnya sungai membawa muatan sedimen untuk di endapkan pada daerah (cekungan) tertentu menjadi suatu endapan (sedimen). 3.daerah yang memiliki kemiringan lereng landai.sebagai batas pemisah aliran (water devided). lembah (valley) dan selanjutnya lembah sebagai penampung aliran air menjadi sungai.1.Jenis lembah V tumpul . Jenis lembah U tumpul terjadi pada daerah . Perbukitan yang berbelok atau terpisah.lereng lembah.Jenis lembah U tumpul . Pada awalnya torehan (erosi) limpasan air permukaan berupa erosi permukaan (sheet erosion) kemudian menjadi erosi alur (riil erosion). erosi parit (gully erosion). Selain rangkaian pegunungan yang terdapat di sekitar gunungapi. erosi yang berlangsung cenderung ke arah lateral (samping) dan erosi ke arah vertikal (dasar sungai) relatif tidak berlangsung.

daerah yang disusun oleh material .1. Bentuk . . BENTUK SIMETRIS BENTUK TAK SIMETRIS ENDAPAN FLUVIO -COLUVIA LEKUKAN DALAM TERBUKA/ LEBAR MENYEMPIT / CURAM MENYEMPIT / CURAM TERBUKA / LEBAR Gambar 1.Bentuk lereng cekung Bentuk lereng cembung biasanya terjadi pada daerah .material batuan yang relatif keras atau sisa . Kondisi batuan dan iklim sangat berpengaruh terhadap pembentukkan jenis lembah V tajam. erosi vertikal (ke arah dasar sungai) sangat kuat karena dipe . Jenis lembah V tajam terjadi pada daerah .5 Bentuk lereng Bentuk lereng merupakan cerminan proses geomorfologi eksogen atau endogen yang berkembang pada suatu daerah dan secara garis besar dapat dibedakan menjadi : .Bentuk lereng cembung.bentuk lembah (sumber : Van Zuidam.Bentuk lereng lurus . Bentuk lembah V tumpul yang tidak simetris disebabkan oleh perbedaan jenis batuan dan / atau struktur pada salah satu sisi lembah.ngaruhi oleh tektonik.daerah yang memiliki lereng curam. 1985) 3.daerah yang memiliki lereng landai sampai agak curam.Jenis lembah V tumpul terjadi pada daerah .sisa gawir sesar atau bidan longsoran (mass wasting) yang telah tererosi pada bagian tepi atasnya. . erosi vertikal (ke arah dasar sungai) berlangsung lebih kuat daripada erosi lateral (ke arah samping) yang disertai dengan erosi dari bagian atas lereng lembah tersebut dan pengumpulan (akumulasi) endapan (sedimen) terjadi di dasar lembah.

3. melingkar atau terpisah dapat diinterpretasikan sebagai akibat dari suatu pensesaran. selanjutnya akan membentuk pola . biasanya terjadi pada daerah . yazoo. berbelok atau melingkar. struktur geologi kondisi erosi dan sejarah bentuk bumi. Pola . tralis dan rektangular termasuk pola erosional.bentuk lembah sebagai tempat pengaliran air. Bentuk lereng cekung biasanya terjadi pada daerah . sedangkan pola punggungan berbelok. sebaran. kekar. Howard (1967) membedakan pola pengaliran menjadi pola pengaliran dasar dan pola pengaliran modifikasi.daerah yang disusun oleh material . Hubungan pola dasar dan pola perubahan (modifikasi) dengan jenis batuan dan struktur geologi sangat erat. Pola pengaliran pada batuan yang berlapis sangat tergantung pada jenis. Pola punggungan paralel dapat diinterpretasikan sebagai suatu perbukitan yang terlipat.percabangan dab erosi yang kecil pada permukaan bumi akan tampak dengan jelas.pola punggungan tersebut mencerminkan dipengaruhi oleh kekuatan (tenaga) yang mengakibatkan terbentuknya pola punggungan. Percabangan . 3. dapat berupa kegiatan pengangkatan atau pensesaran (tektonik).material batuan lunak atau bidang longsoran (slump). jenis dan ketebalan lapisan batuan. angular (sub angular).daerah lereng vulkanik yang disusun oleh material . sedangkan pada skala menengah akan menunjukkan pola yang menyeluruh sebagai cerminan jenis batuan. tetapi tidak menutup kemungkinan dapat ditambah atau dikurangi.pola punggungan yang berbentuk paralel (sejajar).pola tertentu yang disebut sebagai pola aliran. alur pengaliran tetap pengali. Pola . Pola dasar adalah salah satu sifat yang terbaca dan dapat dipisahkan dari pola dasar lainnya. Perubahan (modifikasi) pola dasar adalah salah satu perbedaan yang dibuat dari pola dasar setempat.1. terutama pada skala yang besar. Pola dendritik (sub dendritik). berkelok (meandering).1. Biasanya pola pengaliran yang demikian disebut sebagai pola pengaliran permanen (tetap). sedangkan jika pada salah satu sisi punggungan tersebut memiliki kerapatn garis kontur yang cukup rapat diinterpretasikan telah terjadi sesar naik. ketebalan dan bidang perlapisan batuan serta geologi struktur seperti sesar. Pola pengaliran sangat mudah dikenal dari peta topografi atau foto udara.pola punggungan yang terlipat menunjukkan kerapatan garis kontur yang jarang. pola pengendapan dan pola khusus. struktur geologi dan erosi. foto udara atau citra satelit akan tampak pola . Sistem pengaliran yang berkembang pada permukaan bumi secara regional dikontrol oleh kemiringan lereng. menga nyam ( braided).Van der Weg (1968) membuat klasifikasi pola pengaliran menjadi pola erosional. Definisi pola pengaliran yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. struktur geologi. 3.6 Pola punggungan Pada peta topografi. jenis dan kerapatan vegetasi serta kondisi iklim. 2. .material vulkanik halus atau bidang longsoran (llandslide). Pola pengaliran adalah kumpulan dari suatu jaringan pengaliran di suatu daerah yang dipengaruhi atau tidak dipengaruhi oleh curah hujan.7 Pola aliran Kegiatan erosi dan tektonik yang menghasilkan bentuk . arah dan bentuk perlipatan. sedangkan pola pola lurus (elongate) . radial. Kekuatan (tenaga) tersebut berasal dari dalam bumi yang dikenal sebagai tenaga endogen. Pola aliran ini sangat berhubungan dengan jenis batuan.Bentuk lereng lurus.

vulkanisme. Sering terjadi pola peralihan antara pola dendritik dengan pola paralel atau tralis. Klasifikasi pola khusus dibagi menjadi pola pe-ngaliran internal seperti pola "sinkhole" pada bentuklahan karst (gamping) dan pola "palimpset" atau "berbed" untuk daerah yang dianggap khusus. Secara regional daerah aliran memiliki kemiringan landai. merupakan daerah gerakan tanah. Pola pengaliran radial pada daerah vulkanik disebut sebagai pola pengaliran multi radial.sisa erosi. cekungan dan kemungkinan retas (stocks) MULTIBASINAL Endapan berupa gumuk hasil longsoran dengan perbedaan penggerusan atau perataan batuan dasar. sedangkan sistem sentripetal (menyebar kearah titik pusat) memiliki arti bahwa daerah tersebut berbentuk cekungan. 1985) POLA PENGALIRAN DASAR KARAKTERISTIK DENDRITIK Perlapisan batuan sedimen relatif datar atau paket batuan kristalin yang tidak seragam dan memiliki ketahanan terhadap pelapukan. REKTANGULAR Kekar dan / atau sesar yang memiliki sudut kemiringan. ANULAR Struktur kubah / kerucut. Jenis pola pengaliran biasanya berhadapan pada sisi sepanjang aliran subsekuen. pelarutan gamping dan lelehan salju (permafrost) . tidak memiliki perulangan lapisan batuan dan sering memperlihatkan pola pengaliran yang tidak menerus. PARALEL Pada umumnya menunjukkan daerah yang berlereng sedang sampai agak curam dan dapat ditemukan pula pada daerah bentuklahan perbukitan yang memanjang. TRALLIS Baruan sedimen yang memiliki kemiringan perlapisan (dip) atau terlipat. RADIAL Daerah vulkanik. Pola pengaliran dan karakteristiknya (van Zuidam. berarti bahwa daerah tersebut berbentuk kubah atau kerucut. batuan vulkanik atau batuan metasedimen derajat rendah dengan perbedaan pelapukan yang jelas. Tabel 3. Catatan : pola pengaliran radial memiliki dua sistem yaitu sistem sentrifugal (menyebar ke luar dari titik pusat).rektikular dan pola dikhotomik termasuk pola pengendapan. jenis pola pengaliran membentuk percabangan menyebar seperti pohon rindang. kerucut (kubah) intrusi dan sisa . Bentuklahan perbukitan yang memanjang dengan pola pengaliran paralel mencerminkan perbukitan tersebut dipengaruhi oleh perlipatan.

Kontrol dinamika struktur diantaranya pensesaran. Kontrol struktur pasif mempengaruhi arah dari sistem sungai karena kegiatan tektonik aktif. sesar paralel Kekar dan / atau sesar pada daerah miring Batugamping Morisawa (1985) menyebutkan pengaruh geologi terhadap bentuk sungai dan jaringannya adalah dinamika struktur geologi. pengangkatan (perlipatan) dan kegiatan vulkanik yang dapat menyebabkan erosi sungai. SUB TRALLIS DIREKSIONAL TRALLIS TRALLIS BERBELOK TRALLIS SESAR ANGULATE KARST Bentuklahan memanjang dan sejajar Homoklin landai seperti beting gisik Perlipatan memanjang. Sedangkan batuan dapat mempengaruhi morfologi sungai dan jaringan topologi yang memudahkan terja.dinya pelapukan dan ketahanan batuan terhadap erosi. delta atau rawa Kipas aluvium dan delta SUB PARALEL Lereng memanjang atau dikontrol oleh bentuklahan perbukitan memanjang. KOLINIER Kelurusan bentuklahan bermaterial halus dan beting pasir. yaitu tektonik aktif dan pasif serta lithologi (batuan). Percabangan menyatu atau berpencar . .POLA PENGALIRAN MODIFIKASI Umumnya struktural Tekstur batuan halus dan mudah tererosi SUB DENDRITIK PINNATE ANASTOMATIK MENGANYAM (DIKHOTOMIK) Dataran banjir.

SESAR AKTIF Teras Lembah memanjang Saluran "OFFSET" Sungai subsekuen Lembah terjal Sungai anteseden Sungai konsekuen Pola aliran radial Lembah gelas anggur Sungai terputus Saluran menyebar Membentu genangan 2. TERAS SESAR Pembelokkan sungai secara tajam. 3. Dasar sungai curam Teras Lembah memanjang Sungai subsekuen Lembah terjal Saluran "OFFSET' Aliran paralel Aliran sepanjang lereng kemiringan. sedangkan ptoses yang dipengaruhi oleh biologi biasanya terjadi akibat dari lebatnya vegetasi. Aliran konsekuen Pola radial Sungai konsekuen Pola tralis Lembah gelas anggur Sungai terputus Saluran menyebar Membentuk genangan 2.faktor dari luar bumi. KELURUSAN SUNGAI 6. DINAMIK 1. seperti iklim. seperti hutan atau semak belukar dan . Proses yang dipengaruhi oleh iklim dikenal sebagai proses fisika dan proses kimia. 1. ANTIKLIN SINKLIN 5. Kontrol struktur terhadap bentuk sungai (sumber : Morisawa. Proses yang berkembang terhadap pembentukkan permukaan bumi tersebut yaitu proses eksogen dan proses endogen. PERLIPATAN AKTIF 3.2.Tabel 4. Kelurusan saluran 3. seperti bentuklahan perbukitan / pegunungan. KEMIRINGAN Sungai subsekuen Pola tralis Aliran pada tebing pendek Pola anular Sungai subsekuen Pembelokkan sungai Sungai subsekuen.1 Proses eksogen Proses eksogen adalah proses yang dipengaruhi oleh faktor .usul terbentuknya permukaan bumi. bentuklahan lembah atau bentuklahan pedataran. biologi dan artifisial. KEKAR Lembah asimetri Sungai subsekuen Pola rektangular Sungai subsekuen 3. KEGIATAN VULKANIK B. PASIF. KUBAH 4.2 Morfogenetik Morfogenetik adalah proses / asal . 1985) KONTROL STRUKTUR BENTUK SUNGAI A.

Garis kontur pada peta topografi relatif rapat. sehingga merubah mineral . Ciri . sehingga membentuk perbukitan intrusi dan gunungapi. Lapisan permukaan tanah kemudian dikikis oleh hujan selanjutnya material permukaan tanah yang lepas terhanyutkan dan diendapkan pada suatu cekungan pengendapan. sehingga merubah bentuk permukaan bumi.Bentuk lereng relatif cembung. Tahap perubahan permukaan bumi yang disebabkan oleh proses eksogen diawali dengan permukaan bumi yang dipengaruhi oleh iklim. .Pola aliran paralel atau rektangular. 3. .Bentuk perbukitan berbelok atau tergeser (tidak menerus).Bentuk perbukitan menyerupai kubah dan berpola terpisah (soliter).Bentuk perbukitan memanjang.Pola aliran paralel dan rektangular. pengangkatan (lipatan) dan kekar. Kenampakkan proses erosi pada peta topografi atau foto udara ditunjukkan oleh kerapatan pola aliran. . Sebaliknya jika kerapatan pola pengaliran renggang.Garis kontur pada peta topografi pada bagian patahan sangat rapat. terhanyutkan dan pada akhirnya diendapkan (agradasional).Bentuk perbukitan tidak menerus dan tidak simetris. Patahan (sesar normal dan sesar naik) : .mineral penyusun batuan secara fisika atau kimia.Bentuk lereng hampir lurus dan simetris pada sisi yang berlawanan.kegiatan binatang. . Patahan (sesar geser) : . . Bentuklahan perbukitan struktural : Perlipatan : . Selain kegiatan tektonik. .ciri proses endogen yang berlangsung di suatu daerah pada peta topografi atau foto udara adalah sebagai berikut : Bentuklahan perbukitan intrusi : . Secara garis besar proses eksogen diawali dengan pelapukan batuan. Proses dari dalam kerak bumi tersebut antara lain kegiatan tektonik yang menghasilkan patahan (sesar). . sehingga batuan menjadi lapuk dan selanjutnya menjadi tanah. kemudian hasil pelapukan batuan menjadi tanah dan tanah terkikis (degradasional). seperti lembah / sungai atau laut. . maka dapat diartikan bahwa daerah tersebut memiliki tingkat erosi yang reltif kecil atau dapat pula diinterpretasikan bahwa daerah tersebut disusun oleh batuan yang relatif keras dan memiliki porositas yang cukup baik serta memiliki ketahanan terhadap erosi.Bentuk lereng lurus dan tidak beraturan. sehingga semakin rapat pola aliran menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki tingkat erosi yang cukup tinggi atau dapat pula diinterpretasikan bahwa daerah tersebut disusun oleh batuan yang relatif lunak dengan porositas yang buruk. . proses kegiatan magma dan gunungapi (vulkanik) sangat berperan merubah bentuk permukaan bumi.Pola aliran radial sentripetal (menyebar keluar dari titik pusat).Bentuk lereng relatif cekung dan tidak simetris pada kedua lereng yang berlawanan.2.Garis kontur pada peta topografi relatif renggang. . seperti hujan.Pola aliran rektangular. perubahan temperatur dan angin.2 Proses endogen Proses endogen adalah proses yang dipengaruhi oleh kekuatan / tenaga dari dalam kerak bumi. . . Proses artifisial lebih banyak disebabkan oleh aktifitas manusia merubah bentuk permukaan bumi untuk kepentingan kehidupannya.

perkiraan batuan penyusun terdiri dari jenis batuan sedimen. Unsur unsur pendukung seperti morfometri dan material penyusun diperlukan untuk lebih menegaskan panamaan satuan tersebut. kestabilan lereng dan menentukan nilai dari kemiringan lereng tersebut. . kerapatan kontur dan perkiraan batuan penyusun bentuklahan. marin. 3. Tata nama satuan geomorfologi tersebut sangat membantu untuk pemetaan geologi.Memiliki kawah dan lubang kepundan. .Garis kontur pada peta topografi renggang sampai rapat. denudasional.unsur lain.usul / proses (morfogenetik) terjadinya suatu bentuk seperti proses asal fluvial.kerapatan kontur cukup renggang .bentuk lereng lurus dan simetris .pola punggungan paralel . karst. seperti tingkat erosi.. sedangkan unsur . seperti pola alir an. sehingga dengan memberikan penilaian terhadap lereng tersebut dapat ditarik kesimpulan dengan tegas .Garis kontur pada peta topografi pada bagian puncak relatif rapat.kondisi proses yang berpengaruh terhadap bentuklahan. glasial / preglasial (proses eksogen). dan pada bagian lereng tengah sampai lereng bawah agak renggang sampai renggang 3. 3. pegunungan atau pedatara dan asal . sehingga pemetaan geologi dapat direncanakan dengan baik dan terarah. bentuk lereng. kemiringan lereng.1 Lereng Lereng merupakan bagian dari bentuklahan yang dapat memberikan informasi kondisi . karena analisis morofografi dapat dilakukan terhadap peta topografi atau foto udara. Penilaian kuantitatif terhadap bentuklahan memberikan penajaman tata nama bentuklahan dan akan sangat membantu terhadap analisis lahan untuk tujuan tertentu. Contoh tata cara penamaan satuan geomorfologi adalah sebagai berikut : Satuan bentuklahan PERBUKITAN STRUKTURAL Pernyataan PERBUKITAN mencerminkan gambaran bentuk (morfografi) dan STRUKTURAL menyatakan proses terbentuknya perbukitan tersebut.pola aliran rektangular . sesar atau kekar.usul / proses terjadinya bentuk (morfogenetik). pola punggungan.2. sehingga penamaan satuan bentuklahan secara lengkap menjadi : Satuan bentuklahan PERBUKITAN STRUKTURAL (TERLIPAT) . kerapatan pola aliran.unsur geomorfologi yaiitu kesamaan gambaran bentuk (morfografi).kemiringan lereng 5 % . . struktural dan vulkanik (proses endogen).Bentuk pegunungan kerucut.kerapatan aliran 50/Km . Sebagai pelengkap agar tata nama satuan tersebut lebih rinci dan dapat dipetakan. sehingga penamaan satuan bentuklahan geomorfologi terdiri dari gambaran bentuk (morfografi) dan asal .3.Pola aliran radial pada bagian puncak dan pola aliran pada lereng tengah sampai lereng bawah lurus (elongate). seperti morfometri dan material penyusun merupakan unsur penegasan dari pernyataan unsur morfografi dan morfogenetik.3 Tata nama satuan geomorfologi Penentuan tata nama satuan harus memiliki kesamaan unsusr . seperti perbukitan. aeolian. Bentuklahan gunungapi (vulkanik) : .3 Morfometri Morfometri merupakan penilaian kuantitatif dari suatu bentuklahan dan merupakan unsur geomorfologi pendukung yang sangat berarti terhadap morfografi dan morfogenetik. maka unsur morfogenetik dapat diuraikan menjadi struktur perlipatan.

kestabilan lereng dan perencanaan wilayah dapat dikaji lebih lanjut. seperti perbukitan.1985) KEMIRINGAN LERENG KETERANGAN KLASIFIKASI USSSM* (%) KLASIFIKASI USLE** (%) 0-2 Datar . karena permukaan laut dianggap sebagai bidang yang memilki angka ke-tinggian (elevasi) nol.3. Ukuran kemiringan lereng (sumber : Van Zuidam.25 12 . seperti perhitungan tingkat erosi. 1967).Hampir datar 0-2 1-2 3-7 Lereng sangat landai 2-6 2-7 8 .140 Lereng sangat curam > 55 > 24 * USSSM = United state soil System Management **USLE = Universal Soil Loss Equation (Wischmeir.tata nama satuan geomorfologi secara rinci.55 Lereng curam 25 .500 Lereng panjang > 500 Lereng sangat panjang 3. sehingga tata nama satuan geomorfologi dapat lebih dirinci dan tujuan .55 18 . Ukuran penilaian lereng dapat dilakukan terhadap kemiringan lereng dan panjang lereng.20 Lereng agak curam 13 .13 7 . Pentingnya pengenalan perbedaan ketinggian adalah untuk menyatakan keadaan morfografi dan morfogenetik suatu bentuklahan.18 21 . Tabel 6.13 Lereng landai 6 .2 Perbedaan ketinggian Perbedaan ketinggian (elevasi) biasanya diukur dari permukaan laut.50 Lereng pendek 50 . Ukuran kemiringan lereng yang telah disepakati untuk menilai suatu bentuklahan adalah sebagai berikut : Tabel 5. Ukuran panjang lereng PANJANG LERENG (M) KLASIFIKASI < 15 Lereng sangat pendek 15 .12 14 . pegunungan atau .24 56 .tujuan tertentu.250 Lereng sedang 250 .

140 500 .Bergelombang 8 . Hubungan perbedaan ketinggian dengan unsur morfografi adalah sebagai berikut : Tabel 7. Hubungan kelas relief .500 meter .500 Pegunungan curam 55 .7 5 .200 meter Perbukitan rendah 200 meter .dataran.000 .500 meter Perbukitan tinggi 1.500 meter Perbukitan 500 meter .3.100 meter Dataran rendah pedalaman 100 meter .50 Berombak .Berbukit 14 .kemiringan lereng dan perbedaan ketinggian.Hampir datar 0 .13 25 .1. (sumber: Van Zuidam. Hubungan ketinggian absolut dengan morfografi (sumber : Van Zuidam.000 pegunungan sangat curam > 140 > 1.200 Berbukit .1.2 <5 Berombak 3 .20 75 .55 200 .Pegunungan 21 .1985) KELAS RELIEF KEMIRINGAN LERENG ( % ) PERBEDAAN KETINGGIAN (m) Datar . 1985) KETINGGIAN ABSOLUT UNSUR MORFOGRAFI < 50 meter Dataran rendah 50 meter .000 meter Pegunungan tinggi Tabel 8.75 Bergelombang .000 meter Pegunungan > 3.

Tabel 9. Van Zuidam.5 cm . 1985) JENIS KERAPATAN PADA SKALA 1: 25. batuan memiliki porositas baik dan tahan terhadap erosi. batuan memiliki porositas sedang KASAR Lebih besar dari 5 cm Tingkat limpasan air permukaan rendah. .5 cm Tingkat limpasan air permukaan sedang. Kerapatan aliran (rata .rata jarak percabangan dengan Ordo pertama aliran.000 MEMILIKI KERAPATAN KARAKTERISTIK HALUS Kurang dari 0. batuan memiliki porositas buruk SEDANG 0.5 cm Tingkat limpasan air permukaan tinggi.

struktural. Selaras dengan karakteristik gambaran umum fisik rupa bumi. seperti informasi lingkungan dan hubungan lingkungan dengan bentanglahan (landscape). nilai . kondisi air permukaan dan air bawah tanah. Penelitian dan pemetaan geomorfologi saat ini merupakan gabungan dari dua sumber yang berbeda.aspek terapan. khususnya yang paling menonjol menghasilkan informasi monodisiplin dan pada bagian lain menampilkan informasi bentuklahan. seperti morfografi. marin. sedangkan penelitian yang bersifat sintetik menghasilkan informasi . sedimen. Karakteristik gambaran umum fisik rupa bumi. Pendekatan analitik dan sintetik memiliki hubungan yang erat. Aspek . sebagian proses eksogen. sebagian memberikan informasi bentuklahan ditambah dengan proses eksogen dan endogen. sehingga penelitian yang bersifat analitik akan menghasilkan satuan .1 Pemahaman bentuklahan Mitchel dan Way (1973) menyebutkan bahwa bentuklahan adalah gambaran umum fisik rupa bumi. ukuran dan posisi.penelitian yang bersifat lebih khusus.informasi yang berhubungan dengan aspek . yaitu penelitian yang mendalam tentang geomorfologi dan hubungan geomorfologi dengan bidang ilmu lainnya.BAB 4 SISTIMATIKA PEMETAAN GEOMORFOLOGI Pemetaan geomorfologi meliputi segala aspek yang berhubungan dengan gambaran bentuklahan.nilai bentuklahan dan material penyusun bentuklahan. Penelitian sistematika yang mendalam tentang geomorfologi akan menghasilkan peta geomorfologi analitik.peta geomorfologi yang ada sekarang pada dasarnya merupakan peta peta geomorfologi pragmatik. Peta .satuan pemetaan geomorfologi yang rinci. foto udara atau citra satelit yang saat ini telah berkembang dengan pesat. maka secara garis besar bentuklahan berdaarkan morfografi dan morfogenetik dapat dibedakan menjadi bentuklahan asal denudasional. 4. Pendekatan pragmatik dilakukan untuk kepentingan saat sekarang dengan data yang dikumpulkan terbatas hanya untuk penelitian . seperti ketepatan bentuk. data lithologi. . Penelitian terhadap hubungan antara geomorfologi dengan pengkajian elemen elemen lingkungan disebut sebagai ekologi bentanglahan (landscape ecology) dan hasilnya berupa peta yang disebut sebagai peta sintetik (holistik). Secara umum peta dapat diklasifikasikan menjadi peta tujuan umum dan peta tujuan khusus. aeolian. proses bentuklahan. fluvial. menekankan unsur . gunungapi (vulkanik). tetapi sangat beik dituangkan dalam bentuk peta.unsur morfogenesis (termasuk morfostruktural) dan mungkin morfokhronologi.aspek tersebut tidak hanya disampaikan dalam bentuk kata (verbal). morfogenetik.peta sintetik (holistik) memiliki kandungan multidisiplin ilmu dan data geomorfologi terpadu. Peta . Pada kasus tertentu peta geomorfologi terapan dibuat berdasarkan peta geomorfologi analitik dan pada kasus lain peta geomorfologi sintetik menampilkan informasi informasi klasifikasi bentuklahan untuk tujuan tertentu. karst dan glasial. morfometri dan material penyusun dapat ditafsirkan melalui peta topografi. tanah.

Kenampakan pada foto udara sangat jelas.ciri bentuklahan denudasional dapat diamati melalui peta topografi. namun sebagai ciri suatu daerah mengalami erosi permukaan pada foto udara akan menunjukkan tutupan vegetasi yang jarang.1.1. Secara garis besar proses yang berlangsung pada bentuklahan asal denudasional dapat dibedakan menjadi proses erosional dan proses longsoran (degradasional) dengan diakhiri oleh proses pengendapan (agradasional). dan breksi. lanau.pola punggungan yang tidak beraturan. Ciri . sehingga pada peta topografi dicerminkan oleh lekukan garis kontur yang bertindak sebagai aliran air ari suatu punggungan dan bersatu menjadi saluran arus aliran air. Erosi permukaan berlangsung akibat dari limpasan air permukaan yang tidak terpusat (terkonsentrasi) dan biasanya berlangsung pada saat hujan mulai berlangsung. .Erosi permukaan (sheet erosion) . Material penyusun biasanya terdiri dari batuan homogen yang mudah lapuk.Erosi alur (riil erosion) . Iklim. tetapi pada foto udara dengan skala yang besar akan tampak alu alur pengikisan pada daerah yang terbuka.alur dari suatu aliran tersebut disertai dengan torehan terhadap dinding alur dan dasar alur. seperti iklim. erosi dan gerakan tanah. maka semakin kuat erosi vertikal dan horisonta mengakibatkan alur semakin besar dan menjadi parit. Erosi alur memiliki ciri yang hampir sama dengan erosi permukaan. seperti curah hujan dan perubahan temperatur berpengaruh terhadap proses pelapukan batuan.partikel hasil pengikisan tersebut tidak menunjukkan telah terjadi erosi. maka jenis erosi dapat dibedakan menjadi : .ciri bentuklahan asal denudasional dapat diamati dari pola . serpih. maka erosi berlangsung dengan cepat. Selaras dengan kondisi aliran tersebut.1. seperti lempung. Kondisi erosi permukaan tidak akan pernah tampak pada peta topografi dan sangat sulit diinterpretasi melalui foto udara. Erosi parit memiliki ukuran yang reltif besar. Erosi alur berlangsung ketika limpasan air permukaan mulai bergabung membentuk alur. sehingga partikel .Erosi parit (gully erosion). sehingga perubahan bentuklahan terjadi sangat cepat. sehingga curah hujan yang jatuh dipermukaan tanah mulai mengalir. Semakin tinggi debit hujan dan debit aliran pada alur yang terbentuk. Kenampakkan ciri . sehingga erosi parit dapat dipetakan dengan skala peta sedang sampai besar. sedangkan jika kecepatan aliran meningkat. Vegetasi dan aktivitas manusia sangat membantu percepatan proses eksogen. pola aliran sungai yang membentuk pola dendritik dengan kerapatan pola pengaliran yang cukup rapat dan lereng relatif terjal. maka perpindahan partikel . 4. Jika kecepata aliran tenang dan memiliki kecepatan yang rendah. sehingga erosi alur dapat dipetakan pada skala peta yang besar.1 Bentuklahan asal denudasional Proses eksogen (epigen). foto udara atau citra satelit.partikel permukaan bumi berpindah terangkut oleh aliran air atau sungai.4. sehingga aliran permukaan terpusat membentuk suatu alur dan pengikisan terjadi pada alur . vegetasi dan aktivitas manusia merupakan faktor pengaruh yang sangat menonjol pada bentuklahan denudasional.1 Erosi Erosi adalah proses pengikisan terhadap permukaan bumi oleh hujan hujan.

saltasi.D. 1967. maka batuan mudah mengalami pengikisan atau penggerusan. Fairbridge. sedangkan semakin renggang pola aliran berarti batuan semakin tahan terhadap pengikisan atau penggerusan. Selain faktor air yang mempengaruhi terjadinya erosi. Pencucian . aliran permukaan. Media dan proses erosi (sumber : Van Zuidam. dan Dari F. Semakin rapat pola aliran. GLASIAL Penggerusan dan saluran. korosi Larutan OMBAK. larutan dan apungan. AIR TANAH Tanpa arus bawah tanah.W. saltasi dan suspensi.Tabel 10. maka faktor ketahanan batuan terhadap pengikisan atau penggerusan merupakan salah satu faktor yang berperan. Traksi dan suspensi GRAVITASI Gerakan massa Aliran. luncuran penurunan. larutan dan apungan.ngikisan atau penggerusan pada peta topografi dan foto udara akan ditunjukkan oleh kerapatan pengaliran. Hole. suspensi. saltasi. Tampilan ketahanan batuan terhadap pe . didalam :The Encyclopedia of Geomorphology R. Kegiatan hidrolik Traksi. suspensi. Traksi dan suspensi. . ed. ARUS dan PASANG NAIK. Kegiatan hidrolik Traksi. ANGIN Abrasi dan deflasi Traksi. 1985) MEDIA PENGARUH PROSES YANG TERJADI PROSES MUATAN MATERIAL AIR PERMUKAAN Arus permukaan dan arus bawah permukaan.

Biasanya lunak Sangat lunak Lunak di daerah basah tahan di daerah arid. Sangat tahan.Mc Graw-Hill New York . Memiliki ketahanan sedang. JENIS BATUAN KETAHANAN BENTUKLAHAN BATUAN BEKUAN Tekstur halus Hitam (basa) Menengah Cerah Tekstur kasar Hitam (basa) Menengah Cerah Basalt Andesit Rhiolite Biasanya tahan Biasanya tahan Biasanya tahan Gawir dan aliran Tidak menyebar Tebing terjal Gabro Sienite Granit Biasanya sangat tahan Biasanya tahan Biasanya tahan Kecuali di wilayah arid Gawir dan kubah Pengangkatan Kubah dan pengangkatan. Lahan terbuka Dataran rendah sam pai landai Dasar lembah. membentuk dinding tegak. Geomorphology. Dataran rendah Tebing terjal dan plato Butiran sangat kasar Lepas Kerakal Padat Konglomerat Sebagai batuan penutup perlipatan. BATUAN ENDAPAN Butiran halus Lepas Padat Karbonat lepas Karbonat padat Lempung Batulempung Lanau Gamping Lunak. Daerah gamping. 1985).K. Asal batuan bekuan atau endapan Banded Gneis Schistose Schist Sangat tahan Sangat tahan Disadur dari : A. Butiran kasar Lepas Padat Pasir Batupasir Biasanya lunak Tahan jika tersemen kuat.Tabel 11. dan monadnok. Lobeck.. Punggungan dan pegunungan. BATUAN MALIHAN (METAMORF) Asal batuan endapan Serpih Batugamping Batupasir Slate Marble Kuarsit Lunak Lunak sangat tahan Dataran rendah Dataran rendah Punggungan. Ketahanan relatif batuan terhadap erosi dan pelapukan (sumber : Van zuidam. gumuk. Pengangkatan Pengangkatan dan punggungan.

merupakan gerak perpindahan massa tanah atau batuan yang dipengaruhi oleh faktor air dengan kecepatan yang relatif cepat. Gerakan perpindahan massa tanah dan batuan tersebut memiliki kecepatan yang cukup tinggi (cepat). Pengaruh struktur geologi pada geomorfologi dapat dibagi menjadi dua jenis struktur utama.1.2 Longsor Longsor adalah gerakan massa tanah atau batuan dengan jumlah yang cukup besar dari suatu tempat ke tempat lain yang memiliki kemiringan lereng dan disebabkan oleh gravitasi atau media air. sehingga sangat mendorong terjadinya pengikisan pada lereng dengan ciri terbentuknya lereng yang terputus. aliran (flow) dan jatuhan (heave).1. 4. Gerakan massa tanah atau batuan berupa aliran biasanya terjadi pada kemiringan lereng landai dan memiliki gerakan kejadian yang tidak bersamaan serta terhenti jika kemiringan lereng mulai mendatar. Pada gambar diagram segitiga (gambar 9). sehingga tidak menampakkan kerusakan. Faktor pengaruh terjadinya luncuran disebabkan oleh lereng yang curam dan sedikit pengaruh air. merupakan gerakan perpindahan blok massa tanah atau batuan secara alami dari bagian tertinggi lereng yang curam ke arah bagian kaki lereng. Batuan dan iklim memiliki peran penting pada tampilan geomorfologi. Luncuran. Pengaruh struktur geologi yang mempengaruhi aspek . Jatuhan. seperti perlipatan dan sesar dapat dikenali melalui foto udara dan peta topografi. biasanya terjadi pada lereng yang sangat terjal (hampir tegak lurus). yaitu : (1) struktur aktif yang berlangsung sehingga meninggalkan jejak bentanglahan modern.macam tampilan. Jika suatu suatu lapisan batuan tipis atau proses pelapukan atau proses . Aliran. (c) penampilan lapisan dan (d) tampilan bentuk lainnya.2 Bentuklahan asal struktural Pengaruh struktur geologi terhadap perkembangan dan penampilan bentuklahan disebut sebagai bentanglahan yang dipengaruhi oleh struktur. Gerakan massa tanah atau batuan tersebut dapat terjadi dengan kecepatan yang tinggi dan kecepatan yang rendah. (2) struktur pasif yang meninggalkan jejak pada bentanglahan modern berupa pelapukan dan erosi.1. Pengaruh struktur geologi yang sangat luas dapat mempengaruhi bentanglahan secara keseluruhan sampai tampilan terkecil bentuklahan yang berlangsung bersamaan dengan proses geomorfologi lainnya. Tiga jenis utama gerakan massa tanah atau batuan. sedangkan perkembangan lereng yang cekung cenderung kurang tahan terhadap pelapukan dan erosi. Perkembangan lereng yang cembung menunjukkan batuan yang relatif tahan terhadap pelapukan dan erosi. (b) perubahan kristal dan pengikisan batuan akibat pelapukan dan erosi. Foto udara dan peta topografi dapat menampilkan lokasi dan bentuk massa batuan yang memiliki bermacam . merupakan gerak perpindahan massa tanah atau batuan yang dipengaruhi oleh faktor gaya gravitasi. terutama pada daerah yang memiliki hubungan erat dengan kondisi geologi seperti jenis batuan dan struktur geologi yang tergambar pada peta topografi atau yang tampak pada foto udara. Pada dasarnya batuan memiliki perbedaan ketahanan terhadap pelapukan dan erosi. Sangat jelas bahwa ketebalan lapisan batuan sangat berpengaruh terhadap bentuk lereng (cembung atau cekung). yaitu luncuran (slide). antara lain : (a) ketahanan batuan terhadap pelapukan dan erosi. sehingga menimbulkan kerusakan pada lereng yang dilalui. Gerak jatuh massa tanah atau batuan memiliki kecepatan relatif lambat dan berlangsung pada daerah yang tidak luas. Proses gerakan massa tanah atau batuan jarang terjadi bersamaan. menunjukkan klasifikasi jenis gerakan massa tanah atau batuan serta faktor yang mempengaruhinya.4.aspek struktur geomorfologi. karena faktor pengaruh yang berbeda. seperti angkutan ketika terjadi gerakan atau kandungan jenuh ketika terjadi gerakan.

Smith (1943) menyebutkan bahwa ciri . Kemiringan lapisan batuan yang curam menyebabkan relief arah jurus lapisan batuan lebih menonjol.pola permukaan lapisan batuan yang memiliki kemiringan ditunjukkan oleh relief topografi arah jurus dan kemiringan lapisan batuan. maka akan sulit melihat hubungan morfologi dengan struktur geologi yang ada. Pola aliran sungai yang tampak pada foto udara dan peta topografi akan mencerminkan perlapisan batuan yang cukup baik pada suatu daerah. sehingga bidang lapisan batuan yang datar seolah . Lapisan batuan yang tegak menunjukkan garis arah jurus lapisan dan garis kontak lapisan akan lurus dan sejajar dengan arah jurus lapisan. maka permukaan lereng relatif halus. sehingga pola aliran jenis trelis sangat berkembang. Hubungan tersebut akan memberikan gambaran yang jelas terhadap relief dan struktur geologi. seperti tampilan gawir sesar dan erosi. khususnya pada daerah . Bidang lapisan batuan yang datar atau hampir datar dan kontak sejajara serta tertutup tanah. Lapisan batuan tegak yang tebal dapat langsung dikenali dari lebar hasil pelapukannya. sehingga tampilan pada topografi tidak menunjukkan adanya pergeseran. (2) warna tanah dan batuan. tetapi masih mungkin untuk mengenali struktur geologi utama dan jenis batuan seperti lanau.pola lingkaran tertutup. sedangkan lereng landai menunjukkan lapisan batuan yang kurang tahan terhadap pelapukan dan erosi. khususnya lapisan batuan yang memiliki perbedaan ketahanan terhadap pelapukan dan erosi. karena keseragaman ketahanan terhadap pelapukan dan erosi.batas batuan. sehingga singkapan lapisan akan tampak pada tebing atau dasar aliran. kelurusan aliran dan pola vegetasi akan memudahkan interpretasi geomorfologi. Permukaan topografi yang datar menyebabkan pola permukaan lapisan batuan . Analisis pola aliran. seperti batupasir. sehingga batuan tampak seperti tidak berlapis. Lapisan batuan yang memiliki bidang lapisan. malihan (metamorphisme) dan waktu pengikisan. kuarsit dan batugamping di bawah kondisi tertentu akan membentuk lapisan kunci yang baik. foliasi. Tujuan interpretasi struktur adalah menentukan lokasi. sebaran dan kesinambungan dari kunci hamparan bumi.erosi/akumulasi aktif. Bentuk relief batuan yang tahan terhadap pelapukan dan erosi. sehingga mempengaruhi bentuk permukaan lapisan batuan tersebut.daerah tektonik muda. (3) sebaran vegetasi dan (4) struktur primer dan sekunder. Hubungan erat antara interpretasi struktur dengan relief tergantung pada pemahaman dan analisis geomorfologi. tebal dan sangat tahan terhadap pelapukan dan erosi akan menunjukkan tebing yang sangat tegak. lereng yang sangat curam menunjukkan lapisan batuan yang sangat tahan terhadap pelapukan dan erosi. terutama batuan endapan yang memiliki bidang lapisan dengan jelas. pada kontur topografi menunjukkan pola . Permukaan lapisan batuan ditunjukkan oleh relief topografi.ciri terbaik untuk mengenali batuan di suatu daerah melalui foto udara atau peta topografi adalah sebagai berikut : (1) kenampakkan topografi. batupasir dan gamping. karena ketahanan batuan terhadap pelapukan dan erosi. maka pola aliran normal akan mengambarkan pola aliran dendritik. khususnya jika pengaruh kekar dan rekahan tidak ada. tetapi kemampuan interpretasi foto udara dan peta topografi ditambah dengan pengetahuan geologi umum akan memberikan hasil lebih baik didalam menentukan batas . arah jurus dan kemiringan lapisan batuan (strike & dip) mudah dikenali. perlapisan.olah tidak memiliki arah jurus lapisan (strike) atau jarang tergambar pada bidang lapisan batuan tersebut. Pola . kelurusan dan hubungannya dengan bentuklahan. lapisan dengan perbedaan ketahanan terhadap pelapukan dan erosi dicerminkan oleh perubahan lereng pada topografi. Pada daerah luas yang memiliki relief rendah dan tertutup oleh lapisan tanah disertai dengan proses tektonik. walaupun tertutup vegetasi dan tanah. Interpretasi batuan secara rinci akan lebih baik jika dilakukan dila -pangan. Kelompok lapisan batuan yang datar (horisontal).

Pola . maka kedua sayapnya akan sejajar (paralel). sedangkan jika dibentuk oleh lapisan batuan dengan sudut kemiringan yang tajam akan membentuk lembah Vs yang pendek. Lapisan batuan yang memiliki kemiringan landai menunjukkan lembah Vs yang cukup panjang. maka pola permukaan lapisan batuan menjadi fungsi arah jurus (strike). maka perkembangan tebing lembah Vs tidak akan simetri. tetapi apabila percabangan sungai pendek dicerminkan oleh gawir lereng (Lattman dan Ray.ciri pola aliran pada daerah tersebut. sumbu lipatan yang terletak pada puncak atau lembah yang terbentuk akibat perlipatan tersebut dapat ditentukan dengan cara perhitungan atau perkiraan arah jurus dan kemiringan lapisan batuan serta hubungan tiga dimensionalnya. Permukaan topografi dan bidang lapisan batuan membentuk arah jurus punggungan membentuk hogback serta arah kemiringan lapisan batuan mudah dikenali. Kedua sayap lipatan akan membentuk jalur permukaan lurus atau melengkung ada sisi . Jika sumbu lipatan mendatar (horisontal). maka lembah Vs akan membentuk tebing yang simetri. 1965). Kerapatan vegetasi ketebalan tanah yang menutupi atau menghalangi morfologi struktur yang berada di bawahnya sangat sulit ditentukan. Jika permukaan topografi tidak datar. setempat . Lebar suatu lembah atau punggungan ditentukan oleh tajam atau tumpulnya kemiringan lapisan batuan. sehingga untuk . struktur geologi akan tercermin oleh bentuk relief daerah tersebut. Pada suatu daerah perlipatan yang jelas. tetapi pada daerah yang beriklim basah atau tropik basah. sehingga arah jurus lapisan batuan semu dan arah jurus lapisan batuan sebenarnya memiliki kesamaan. maka arah jurus lapisan batuan dapat dikenali dengan dari ciri . kecuali pada lipatan isoklin. Pada lipatan monoklinal yang baik menunjukkan susunan pola aliran paralel sampai sub paralel dan trelis. Pada lipatan rebah yang sering diikuti oleh struktur sesar dan sesar naik. Jika kemiringan lapisan batuan landai. Jika lembah Vs sejajar (paralel) terhadap arah jurus lapisan batuan.pola permukaan lapisan batuan tidak mengikuti sepanjang arah jurus lapisan batuan sebenarnya. arah kemiringan lapisan batuan pada kedua sayapnya akan sama dan pola lembah V sangat membantu menentukan sayap yang berlawanan. tetapi percabangan aliran akan mengikis lembah lembah Vs. Struktur lipatan yang diikuti dengan sesar normal dan sesar naik dapat diketahui melalui pengulangan lapisan batuan dengan kemiringan lapisan batuan yang berlawanan. Penyimpangan antara arah jurus lapisan batuan sebenarnya dengan arah jurus lapisan batuan semu akan menambah kecuraman lereng pada topografi. kemiringan lapisan (dip) merupakan kemiringan (gradient) topografi.sisi yang berlawanan. Hubungan struktur geologi dengan morfologi akan tampak jelas pada suatu daerah bervegetasi sedikit dan tutupan tanah relatif tipis. sedangkan jika lembah Vs yang memotong arah jurus lapisan batuan membentuk sudut. kecuali jika arah jurus lapisan batuan membentuk sudut yang tepat terhadap kemiringan topografi.setempat pola aliran dendritik. maka aliran percabangan su -ngai yang panjang akan mengikuti arah kemiringan lereng lapisan batuan. maka pada lembah V tersebut akan tercermin suatu lapisan dan kemiringan batuan yang jelas. Bidang lapisan batuan yang tertutup oleh vegetasi atau material permukaan. Jika suatu lembah memotong tegak terhadap arah jurus lapisan batuan.mengikuti arah jurus lapisan batuan sebenarnya. tetapi mengikuti arah jurus lapisan batuan semu. sungai atau lembah pada topografi yang memotong arah jurus lapisan batuan de -ngan membentuk sudut. maka lembah tidak akan berkembang. Kedua sayap lipatan yang membentuk kurva (melengkung) dengan puncak sinklinal atau antiklinal akan membentuk lembah V atau U.

karena posisi awalnya sudah miring (contoh : lereng cekungan pengendapan yang curam) atau miring karena tektonik. Kemiringan lapisan batuan yang memiliki satu arah. genangan air dan mata air) atau kumpulan vegetasi yang dicerminkan oleh garis lurus karena perubahan rona ( tone ) foto udara yang tajam. Suatu daerah yang disusun oleh batuan yang keras dan memiliki lapisan yang mendatar (horisontal) kemudian terangkat. maka digunakan istilah "butte". umumnya searah dengan kemiringan lapisan batuan yang keras dan lereng landai. Struktur monoklin yang cukup dikenal antara lain "cuesta". . maka bentanglahan yang berkembang menunjukkan relief perbukitan atau pegunungan yang disusun oleh batuan keras yang miring. kelokan tajam (compressed meander). sehingga sesar dicirikan oleh mata air.menentukan struktur geologi tersebut pola aliran dan penyimpangan pola aliran dapat digunakan sebagai ciri penentuan struktur.sesar besar.dungan air dan kemungkinan lebatnya vegetasi. percabangan sungai lokal. Howard (1967) menyebutkan kelokan (meander) lokal pada sungai. Mintakat sesar yang memiliki kelulusan air (permebility) rendah akan mempengaruhi kondisi air tanah dan menyebabkan perubahan kumpulan vegetasi. seperti kelurusan ( lineament ) yang membentang sangat jelas.sisi gawir bagian depan struktur. air terjun. Pada salah satu sisi lereng "cuesta" memiliki kemiringan lereng yang terjal. Pe ngikisan (erosi) yang berlangsung pada sisi . Lapisan yang melengkung sekitar puncak lipatan tercermin oleh aliran utama yang melengkung. Sudut sesar 450 atau lebih biasanya disebut sebagai sesar normal dan sudut sesar kurang dari 450 biasanya disebut sebagai sesar naik. Aliran utama pada sayap lipatan cenderung mengalir sejajar arah jurus lapisan batuan dan mengikuti celah .aliran yang kecil mengalir searah searah kemiringan lapisan batuan dan permukaan lereng lipatan membentuk pola aliran yang trelis. Tampilan yang memanjang mencerminkan atau memberi kesan bahwa sesar seperti dipengaruhi oleh kelurusan morfologi. Bentuklahan yang simetris atau asimetris tergantung pada kemiringan lapisan batuan dan proses yang berlangsung pada bentuklahan tersebut. maka akan membentuk morfologi "mesa" atau plato yang dipengaruhi oleh struktur. "hogback" dan pegunungan "dike".daerah yang berbentuk kubah atau lipatan (antiklin) sungkup.celah lapisan batuan yang tahan terhadap pelapukan dan erosi. sedangkan aliran . Sesar normal pada foto udara tampak seperti garis lurus atau garis melengkung. biasanya sesar yang terletak pada bidang permukaan lahan yang melengkung terdapat pergeseran yang tidak menunjukkan celah dan biasanya berada sekitar mintakat regangan serta permukaan sesar merupakan suatu bidang. sehingga garis sesar pada foto udara akan menunjukkan garis hitan karena sangat jenuh oleh kan .ciri struktur geologi atau deformasi aktif. "Cuesta' adalah punggungan asimetri dengan salah satu sayap yang panjang.penyimpangan (anomali) pada sungai merupakan ciri . Mintakat sesar atau kekar pada batuan lunak yang mudah tererosi akan membentuk lekukan atau lembah. perubahan pola atau arah aliran sungai pada sisi yang berhadapan dari suatu kelurusan merupakan ciri sesar yang sangat menyolok. maka akan membentuk alur erosi yang sejajar (paralel) atau gawir erosi yang tidak menerus hasil dari kegiatan erosi mata air atau limpasan air permukaan ( runoff ) yang terkumpul. Pola aliran radial dan anular atau gabungan kedua pola tersebut sering berkemang pada daerah . keragaman lebar tanggul sungai (levee) dan penyimpangan . sedangkan pada sayap lain memiliki kemiringan yang landai. Breksi sesar biasanya sering menahan air disekitarnya. danau. aliran su ngai ( misalnya penggalan sungai lurus. Pada sesar . Jika diameter batuan penutup ukurannya lebih kecil dari pada tinggi bukit disekitarnya. Pola aliran yang dipengaruhi oleh sesar atau kekar akan membentuk pola lurus (elongated ) dan paralel atau angular.

Struktur lipatan dapat berupa antiklin atau sinklin. Lapisan atau struktur lapisan sejajar (planar) yang miring merupakan bagian dari lipatan tunggal (single fold ) atau bagian dari sistem lipatan (kumpulan lipatan). maka lipatan tersebut dinamakan lipatan simetri... Breksi sesar. Melihat bidang kasar yang mengesankan bekas goresan dan di-terapkan hanya pada sesar . . Suatu daerah yang terlipat dan tererosi akan menunjukkan relief yang bergelombang membentuk bukit dan lembah.).sisi rekahan sejajar.. kerapatan vegetasi yang berkelompok pada jalur kekar dan arah perbukitan. Sesar adalah rekahan atau mintakat (zone) rekahan pergeseran yang panjang dengan sisi .). Jika bidang sumbu tegak sejajar sumbu lipatan. halaman 253 . kegiatan erosi dan kekerasan batuan. Antiklin sederhana memiliki kemiringan lapisan batuan dari arah sumbu antiklin ke arah sisi . Tampilan permukaan sesar yang menunjukkan goresan goresan pada bidang sesar ("slickenside"). kemiringan lereng sangat curam dan hampir simetris. (2). maka akan tampak bentuk lapisan batuan yang dipengaruhi oleh perbedaan kekerasan batuan. dibentuk oleh lapisan batuan keras atau batuan yang memiliki kemiringan lapisan batuan yang terjal. seperti naik turunnya blok yang tersesarkan tergantung pada gerak / pergeseran sesar. kecuali pada daerah bertopografi rendah tampak blok yang naik dan turun. Bidang sesar dicirikan oleh : (a). Antiklin adalah lipatan ke atas yang telah mengalami perkembangan beberapa tahap. tetapi ada juga yang tidak simetri. dibandingkan dengan hasil langsung dari gerakan yang menyebabkan terjadinya sesar (bidang sesar). Bidang yang memotong lipatan pada puncaknya disebut sebagai bidang sumbu.256) menggunakan analisis umum untuk menentukan gawir sesar dan garis gawir sesar. Perbedaan erosi sepanjang gawir sesar ( = perpotongan antara bidang sesar dengan permukaan) jarang sekali nampak.. dengan cara : (1).sesar yang berumur muda. sedangkan pada bagian yang paling tinggi disebut puncak. Bidang yang memberikan kesan goresan belum tentu sebagai gawir sesar. Bentuklahan pada umumnya agak simetri. Pelapukan dan erosi yang mengikuti sistem alur kekar sejak terbentuk akan menjadi tempat mengalirnya air ketika terjadi hujan. Sistem kekar sangat banyak dan suatu sistem kekar terdiri dari dua atau lebih kelompok kekar yang sejajar. sedangkan kekar .sisi yang berlawanan. mintakat (zone) hancuran dan mintakat rekahan serta kekar (b). Kedua sisi antiklin dikenal sebagai sayap. Kenampakan sesar pada foto udara atau peta topografi akan sangat tajam . Bagian bukit menunjukkan antiklin. Kekar dan sesar sangat mempengaruhi perkembangan bentuklahan. Suatu garis gawir sesar obsequen adalah kenampakan gawir sesar. Jika daerah terlipat tererosi." Hogback" adalah punggungan dengan puncak yang terjal. Thornbury (1969. sehingga yang tampak adalah jejak sesar berupa garis dan biasanya disebut sebagai garis gawir sesar. Sistem kekear yang sangat luas mudah dikenali pada foto udara dan peta topografi dengan cara melihat pola aliran sungai. Punggungan yang menyerupai "dike" dibentuk oleh lapisan batuan yang memiliki kemiringan hampir tegak.kekar tersebut pada umumnya membentuk arah yang tegak atau mendatar pada lapisan batuan selaras dengan arah gerak yang tidak beraturan. sedangkan bagian lembah menunjukkan sinklin. Pergeseran yang tegak menghasilkan suatu gawir sesar yang terjal (lihat gambar. sedangkan sinklin adalah lipatan lapisan batuan dengan arah kemiringan yang bertindak sebagai sayap menuju sumbu sinklin (lihat gambar . tetapi goresan tersebut jarang ditemukan.

Lembah naik biasanya terjadi di sepanjang gawir sesar.pola aliran sungai paralel yang memotong berbagai jenis batuan. Hamparan aliran lava bukan menutupi sesar. Klasifikasi ini sulit untuk diterapkan pada setiap kejadian letusan. "Triangular facet" (permukaan berbentuk segitiga ?) dengan ciri bagian ujung atas yang meruncing. .ciri permukaan sesar. (7). padahal kenyataannya melengkung. Kelrusen mencerminkan gawir sesar atau garis gawir sesar. tetapi vulkanisme terjadi pada jalur sesar yang disebut sebagai mintakat lemah.fragmen gunungap. tetapi tidak berarti sebagai sesar. sehingga tidak menunjukkan ciri . Material yang keluar melalui celah / rekahan saluran magam disebut sebagai letusan celah / rekahan dan material yang keluar melalui beberapa saluran magma yang tersebar luas pada suatu daerah disebut sebagai daerah letusan. . (4). sehingga dapat dibedakan dengan bentuklahan lainnya dan sangat mudah dikenali pada foto udara. (8). Perbedaan pusat letusan dengan letusan yang terjadi melalui rekahan umumnya tergantung pada skala dan tahap . jika dibandingkan dengan gawir cuesta yang memiliki gawir yang lurus.kelurusan punggungan yang tidak dipengaruhi oleh jenis batuan.(c). Tampilan pergeseran lapisan batuan yang tegak. atau miring. sehingga dijadikan sebagai bukti sesar sekarang (Resen).nungapi / vent disebut sebagai pusat letusan. Pendekatan dengan melihat bertambah miringnya dasar sungai di sepanjang jeram dan disebut sebagai lembah "gelas anggur" ("wineglass" valley).sering terjadi longsoran. (6). karena sebuah letusan akan terjadi di sepanjang rekahan (minakat lemah).1.fenomena (kejadian) yang dapat diperkirakan terjadi sesar saat sekarang atau masa lalu antara lain : . tetapi dapat juga terjadi di sepanjang garis gawir sesar yang mencerminkan terdapat perbedaan regangan pada kedua sisi blok sesar. Lembah naik (Hanging valley) pada permukaan gawir. sehingga pusat letusan besar dapat terjadi melalui sejumlah kerucut parasit (parasit cone) yang terapat disepanjang jalur rekahan pada sayap / lereng gunungapi. Jeram berbentuk V dengan batuan dasar mengikuti garis sesar.kelokan tajam aliran sungai. sedangkan bidang sesar normal lebih lebih curam. (9). Tampilan topografi dapat memberikan kesan sesar. Aliran lava sepanjang alur sesar. Biasanya lereng permukaan (facet) yang meruncing kurang dari 30 0. (5).3 Bentuklahan asal gunungapi (vulkanik) Bentuklahan gunungapi terbentuk dari hasil endapan gunungapi berupa endapan lava yang membeku dan fragmen .Selanjutnya ujung yang meruncing dari permukaan segitiga (triangular facet) mengalami perombakan oleh pelapukan dan erosi. Fenomena . mendatar. Mataair sering ditemukan di sepanjang sesar tetapi bukan berarti batas sesar atau sesar aktif. Bagian ujung yang meruncing dianggap sebagai bagian yang pa -ling dekat dengan sesar dan biasanya menutupi sesar yang tampak sekarang. Kelurusan gawir. 4. yaitu jika material yang dikeluarkan dari saluran magma melalui pusat saluran magama gu . Sesar memanjang seperti garis lurus. (3). . Mataair di sepanjang dasar gawir. Letusan (erupsi) gunungapi dapat dibedakan berdasarkan material yang keluar dari saluran magma gunungapi atau " vent " .

ICELANDIC 2. Selanjutnya tampilan negatif hasil letusan berupa kaldera yang sa. gas terkumpul di bawah permukaan. letusan aktif tenang sampai sedang. melepaskan gas tidak teratur. dengan semburan lava dan awan panas (seperti uap air) yang naik sampai pada ketinggian tertentu. Beberapa gunungapai ada yang membentuk sebagian kubah lava dan sebagian lagi membentuk plato vulkanik. me nyemburkan gumpalan lava. debu sangat sedikit. letusan bertambah hebat dengan waktu yang cukup lama. sehingga berdasarkan sebaran yang luas dan kesamaan petrografinya. mengeluarkan aliran magma basalt bebas. lava mengalir seperti lapisan pada daerah yang luas. sehingga gunungapi biasanya terbentuk pada sabuk pegunungan Alpen dan sabuk Pasific (gambar ). HAWAIIAN Letusan berasal dari rekahan. Semburan bomb.pertumbuhan gu nungapi. sehingga perbedaan itu akan sangat menonjol. sehingga membentuk plato. Komposisi petrografi batuan penyusun gunungapi pada suatu daerah yang luas akan memiliki kesamaan. STROMBOLIAN Kerucut berlapis ((stratocones) sekitar kawah. sehingga terbentuk danau hasil dari letusan tersebut atau akibat penurunan (depresi) yang terbendung oleh lava yang mengeras.ulang.titik tertentu dalam kurun waktu yang panjang (Karapetian.ngat luas. Sebaran gunungapi pada umumnya tidak beraturan. Struktur tubuh gunungapi cenderung berukuran kecil dan jarang mencapai ketinggian 450 meter. lubang saluran magma bersih. Kondisi sebaran gunungapi tersebut berdasarkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa gunungapi terbentuk bersamaan dengan tumbukan dan pemekaran lempeng. gas sedikit. sampai terak (scoria) lava hancur. 3. lava . lava dan gas mengalir dengan cepat sambil menyemburkan api. maka jenis gunungapi dapat dibagi menjadi dua kategori. Daerah gunungapi disebut juga "polyrifice" dicirikan oleh tidak pernah terdapat pusat letusan. kaldera dan lubang kawah. menghasilkan volume lava yang besar.. 1964). lapisan lava tertumpuk diantara letusan. kegiatan letusan berulang . berlanjut. yaitu (1) kerucut dan sebaran kerucut serta hubungan bentuk kubah dan (2) plato dan dataran. membentuk kubah lava. karena letusan akan terjadi pada titik . tetapi tidak menutup kemung-kinan sebaran gunungapi tersebut berkelompok. Kerucut berlapis pada bagian tengah saluran magma. kubah lava dan hamparan lava adalah sebutan jenis . batuapung dan debu. Secara garis besar klasifikasi gunungapi berdasarkan letusan yang diajukan oleh Lacroix (1908) dan disusun kembali oleh Sapper (1931) adalah sebagai berikut : Tabel Jenis gunungapi berdasarkan letusannya. kerucut lava. Terak (scoria) lava. KARAKTERISTIK Letusan melalui rekahan. lelehan lava diikuti dengan gas. tenang.jenis gunungapi yang paling menonjol. kumpulan lava lebih kental. JENIS GUNUNGAPI 1. menghasilkan bomb dan terak (scoria) lava. sedangkan gunungapi strato sangat jarang atau hampir tidak ada. letusan sedang.

Setelah gerakan magma pada saluran terhenti dan temperatur naik.rekahan yang terdapat pada gunungapi. membawa fragmen . yaitu . VESUVIAN Letusan lebih hebat daripada jenis strombolian atau vulcanian.W.rekahan lateral (lereng gunungapi) atau dari saluran yang telah mengalami penghancuran penyumbatnya.4. Terjadinya letusan gunungapi dapat dibedakan menjadi dua macam. PLINIAN. Magma kental (banyak mengandung SiO 2 dan alkali) cepat dingin dan melekat. letusan jarang terjadi. pada fase utama yang terakhir menyemburkan gas dengan cepat membentuk awan seperti cendawan tegak lurus setinggi beberapa kilometer. saluran magma cenderung menjadi kosong dan cukup dalam.Letusan biasanya terjadi dari lubang kawah tunggal yang biasa disebut dengan pusat letusan gunungapi. PELE'AN Menghasilkan lava kental bertekanan tinggi.celah / rekahan .fragmen lain).fragmen bergerak menuruni lereng dalam satu atau lebih letusan sebagai "nue'es ardentes" atau luncuran awan panas. serta terak (scoria) lava. Sumber : Van Zuidam (1985 dari Holmes. jenis gunungapi dan kawah merupakan hasil endapan lava kental derajat tinggi dari suatu daerah yang sangat luas. yaitu menjadi phreatic dan meng. Letusan lebih hebat daripada letusan vesuvian. 1968). saluran magma gunungapi jenis strato terhalang oleh kubah lava atau lava penyumbat. menyempit pada bagian bawahnya dan di bagian atasnya menyebar sambil menyebarkan debu. sehingga dapat menyebabkan terjadinya letusan dan penumpukan debu. Fairbridge. langsung mengendapkan hasillnya. (catatan : letusan pseudo vulkanik memiliki ciri yang sama. Fe dan Ca) menguapkan H2O (uap). SO2 dan CO2 serta mengurangi potensi letusan. 7. debu dan fragmen . debu berlapis sekitar lereng puncak gunungapi.1962) Berdasarkan Ollier(1970). VULCANIAN mengalir dari puncak menuruni lereng setelah letusan utama. seperti rekahan yang disebabkan oleh "horst volcano tectonic" atau lahan yang tergali (R. letusan hebat terjadi dengan melepaskan gas dari lubang saluran magma yang berbentuk kerucut berlapis (Stratocones). tetapi hasilnya menjadi lain (contoh: Hawaiian).lahan melalui celah . tekanan gas menyebabkan kawah tua retak. awan bercampur debu yang pekat tersembur ke udara membentuk seperti cendawan.hasilkan kabut uap yang sangat luas. 6. 5. menyimpan lebih banyak gas. Larutan magma (kaya Mg. pada suatu letusan lelehan lava menyebar (pada bagian atas mengkilat) disertai dengan semburan asap seperti cendawan yang terus menerus membentuk lapisan debu pada ketinggian tertentu.1975 dan Bullard. antara lain (1) monogenetik. terjadinya letusan setelah gunungapi istirahat cukup lama. Magma yang bertemperatur tinggi mengalir keluar secara perlahan . gas keluar rekahan . bara.

endapan lava dan piroklastik membentuk strato vulkanik. Pusat letusan pada skala kecil menyebabkan sisi kerucut lurus dan aliran lava biasanya memiliki kemiringan lereng yang landai (kurang dari 70) . gundukan lava dan lava datar (gambar 28). lereng landai (kurang dari 7 0) dan cembung.rekahan membentuk sejumlah bentuklahan ( gambar 30). kemudian lava membeku dan muncul kembali di tempat lain. berupa letusan kecil. kerucut lava. Ollier (1973) membedakan perisai lava . terbentuk oleh semburan lava basaltik dan dapat membentuk pilar lava seperti perisai besar.ribu meter yang tertutup oleh runtuhan atau mungkin bentuk kubah yang menyimpang menjadi kasar dan .dinding kawah atau lereng . tetapi menghasilkan lelehan lava yang keluar melalui dari rekahan . karena merujuk kepada lava perisai. Perbedaan ukuran yang digunakan tidak baku. tetapi digunakan untuk gunungapi strato yang besar atau pada suatu lingkungan gunungapi). yaitu letusan terjadi beberapa kali. lapisan lava dapat dilihat pada dinding .letusan terjadi sekali. Lava basa bersifat sangat cair. sering menyemburkan lava secara berulang . Kerucut parasit. dan beberapa penulis kadang . Pada saat lava yang pekat dismburkan. Istilah "mamelon" sering diterapkan untuk kubah kumulus. tetapi Cotton (1944) menyebutkan bahwa "mamelon" adalah kubah kumulus yang terbentuk oleh letusan dengan aliran material lava trakhitik dan "mamelon" sama seperti kubah kumulus yaitu tidak memiliki kawah. kubah lava. Batuan bekuan asam pada umumnya sangat pekat dan apabila batuan bekuan asam ini tidak terlontarkan oleh suatu letusan gunungapi. Gunungapi basaltik tidak dicirikan oleh kawah. Gunungapi lava asam.ulang. gundukan lava tersebut sebagian menunjukkan bentuk yang tajam. Gunungapi lava basa.kadang mnggunakan perisai atau kubah. Hamparan batuan gunungapi. sehingga disebut sebagai kubah lava vulkanik. dan (2) poligenetik.rekahan yang tegak lurus terhadap permukaan lava yang ada di atas dan sisinya (Ollier. tetapi ada juga beberapa contoh yang relatif curam. Poligenetik biasanya berhubungan dengan pusat gunungapi. 1970). sehingga dapat menyebar dengan mudah dan meninggikan gunungapi. Gunungapi basaltik tidak memiliki kawah. Gunungapi berskala kecil memuntahkan lava cairdan menghasilkan kubah cembung dari pada bentuk perisai. Ketika letusan terhenti. dan letusan rekahan biasanya berhubungan dengan gunungapi perisai (gunungapi perisai merupakan pernyataan yang kurang tepat. "Tholoid " mengacu pada kubah kumulus atau mamelon yang berasal dari dalam kawah besar gunungapi dengan ketinggian dan diameter beribu . sebagai contoh jalur rekahan lava yang terbuka sekali. Letusan monogenetik selalu dihubungkan dengan jalur rekahan gunungapi. dan gunungapi tersebut membentuk lava yang mendatar ("lava disc ) yang terbentuk dari lava basal dan keluar melalui rekahan . tetapi memiliki ciri berupa gundukan lava yang berlereng landai. Pada awalnya letusan terjadi dari kawah .kawah kecil kemudian kawah tersebut terkubur oleh limpahan / curahan kawah lainnya (sehingga kawah tumpang tindih) dan pada akhirnya lenyap karena letusan kaldera. maka akan menyebar dan membentuk gundukan cembung yang dikenal sebagai kubah kumulus ("cumulo dome") dan ini tidak berdiri sendir.rekahan. letusan lereng. Di Victoria (Australia) ada beberapa kelainan gunungapi yang telah diteliti. Beberapa gunungapi dibedakan kerucutnya oleh rekahan yang bertindak menjadi kawah dan dapat dinyatakan sebagai gundukan lava ("lava mounds") yang memiliki kesamaan dengan gundukan terak ("scoria mounds").lereng kawah yang tererosi. tetapi membentuk kelompok intrusi pada endapan piroklastik. mencerminkan telah mengalami erosi yang kuat. maka magma ini akan mengalir melalui rekahan .

Kubah penyumbat yang memiliki ukuran besar mendekati ukuran pegunungan merupakan letusan dengan skala lebih kecil dari lava yang sa-ngat kaku.material piroklastik. Jika posisi terak terletak di tengah kawah atau kepundan yang sangat besar.sisinya cembung melandaidan kawah di bagian puncaknya. Gunungapi piroklastik. membedakan lima jenis gunungapi piroklastik menjadi kerucut terak ("scoria cones"). Bibir kawah yang datar memperlihatkan seakan . penampang melintang antara kerucut bagian dalam dengan dinding kawah disebut "fosse". Kerucut terak terbentuk sangat cepat.pecahan lava tersebut membentuk gumuk rombakan dengan lereng sesuai dengan sudut pembentukan gumuk rombakan tersebut. Ollier (1973). kerucut littoral ("littoral cones") dan maar. Kerucut terak dihasilkan dari akhir suatu letusan gunungapi yang cukup besar. Letusan gunungapi menghasilkan pecahan . maka disebut sebagai kumpulan kerucut terak ("nested scoria cones"). tetapi pertumbuhannya hancur oleh letusan dan pecah karena tidak seimbang pada saat tumbuh dan kumpulan pecahan dari letusan punggungan karena beberapa kubah penyumbat ditutupi oleh tumpukan batuan rombakan yang membentuk seperti endapan longsor sekitar lereng dengan batuan berbentuk pilar membentuk sudut hampir datar. batuan bekuan atau batuan dasar dan sering dicirikan oleh bentuk endapan besar asimetris yang searah dengan arah angin pada kawah tersebut.tidak memiliki kawah. Kawah sering memeiliki diameter 1 kilometer dan ketinggian bibir antara 50 sampai 100 meter. sehingga menghasilkan tubuh yang membulat dan panjang disebut sebagai kubah penyumbat. karena pada tahap akhir letusan gunungapi yang memiliki magma basaltik cenderung membentuk kerucut terak. gundukan terak ("scoria mounds"). Beberapa terak gunungapi tidak memiliki kawah sebenarnya dan biasanya dinyatakan sebagai gundukan terak ("scoria mounds") yang terpisah dari kerucut terak normal ("normal scoria cones"). kumpulan kerucut terak ("nested scoria cones"). selanjutnya rekahan pada permukaan kubah penyumbat atau kubah kumulus muncul membentuk punggungan. "Maar" biasanya terdapat . Pada penampang akan tampak bagian sisi yang curam mengarah ke kawah dan lereng yang berlawanan arah dengan lereng curam memiliki kemiringan yang landai (umumnya 40 atau kurang) membentuk lapisan piroklastik yang relatif sejajar dari arah kawah.pecahan (fragmen . Disekitar bibir kawah dibentuk oleh semburan material . terdiri dari kawah sampai bagian yang paling bawah. Lava kental yang menyembur dari saluran memiliki sifat sangat kaku dan bergerak seperti batang lurus (piston). maka akan terjadi letusan dan semburan pecahan lava. Bentuk lereng yang indah seperti di Fujiyama (Jepang) dan Mt. "Maars" atau kawah bekas letusan adalah bentuklahan yang disebabkan oleh letusan gunungapi.partikel halus diendapkan pada lereng lebih bawah dibandingkan dengan partikel .akan kerucut terak memiliki puncak yang datar jika dilihat dari jarak jauh. pecahan . Sering ditemukan satu atau dua bukit yang terbentuk pada sisi aliran lava ( Wentworth dab Macdonald. Saat lelehan lava bersentuhan dengan laut. Kerucut terak yang ideal adalah kerucut tunggal yang memiliki lereng lurus atau sisi .partikel kasar. 1953). Partikel . Egmont (New Zealand).fragmen) lava yang berjatuhan dekat lubang kepundan. luas dan dalam. sehingga pecahan lava tersebut membentuk tumpukan pecahan lava yang disebut sebagai kerucut litoral ("littoral cones") dengan ketinggian 100 meter dan memiliki diameter 1 kilometer. sehingga pecahan pecahan kasar terkumpul dekat lubang kepundan. Formasi " tholoid " pada kawah tidak mencirikan akhir dari suatu aktifitas gunungapi karena terbentuk dan hancurnya " tholoid " berlangsung selama pertumbuhan gu -nungapi. Kerucut kubah penyumbat berkembang dengan cepat.

sehingga disebut sebagai rangkaian kerucut ("multiple cones"). misalnya : tidak tampak gunungapi utama.lereng gunungapi. kemudian meledakdan letusannya memberi dampak seperti bentuk kawah tersebut.rekahan dengan sifat letusan dari rekahan tersebut. yaitu kaldera runtuhan. Kaldera adalah depresi (cekungan) gunungapi yang sangat luas berdiameter mencapai 5 kilometer. kemudian karena tumpang tindihnya endapan hasil letusan (erupsi) yang tidak memiliki hubungan antara satu letusan dengan letusan lainnya dengan umur yang berbeda mengakibatkan bukit . Pada beberapa daerah terbentuk sejumlah kerucut terak ("scoria cones") secara bersamaan dengan mekanisme terbentuknya kerucut parasit ("parasit cones") . Kerucut kerucut yang tertoreh kemudian membentuk parit erosi dan menjadi alur mengalirnya lava. . kerucut . Pada suatu kawah yang luas dapat terdiri dari satu atau lebih gundukan kerucut atau kawah. tetapi yang tampak adalah rangkaian gunungapi. Gunungapi gabungan. Batuan meterorit yang jatuh membentuk kawah jarang ditemukan disekitar bibir kawah. tidak ditemukan batuan beku yang memiliki struktur yang dibentuk oleh pelepasan gas tau tampilan permukaan saluran magma ("vent") tidak sampai ke permukaan. melainkan oleh jatuhan meteor ke permukaan bumi. maka akan terbentuk saluran magma ("vent") baru. tiga jenis utama kaldera yang dikenal. Pada beberapa gunungapi sering ditemukan endapan campuran antara lava dengan fragmen dan gunungapinya disebut sebagai gunungapi strato ("strato vulcanous").lereng utama gunungapi. maka endapan lava yang bertindak sebagai penyumbat lubang kawah hancur. maka gunungapi jenis strato juga memiliki periode letusan yang panjang selaras dengan aktifitas gunungapi tersebut. Fujiyama. Kerucut parasit ("parasit cones") biasa disebut sebagai kerucut "adventive" dan kerucut kedua dapat berkembang apabila gunungapi memiliki tekananyang sangat besar agar dapat mengeluarkan lava mengalir melalui rekahan . sebagai contoh : jika kerucut yang pertama menutupi saluran magma ("vent"). tetapi tidak sesederhana kumpulan suatu lapisan lava.bukit tersebut menjadi satu. Sekali letusan gunungapi terjadi. rekahan dan punggungan terbentuk pada sayap . Egmont dan sebagainya merupakan gunungapi jenis strato. Kawah yang terdapat dipuncak gunungapi telah membentuk percabangan pada bagian dindingnya. Banyak bukit campuran secara genetik memiliki hubungan yang sama pada awalnya berdiri sendiri. Perbedaanya adalah tidak terjadi pertumbuhan kerucut yang berukuran besar. Seperti umumnya gu nungapai. sehingga memberi peluang keluarnya lava dan letusan selanjutnya akan menjadi mudah.kadang ditemukan lapisan material gunungapi yang tebal. Beberapa gunungapi besar di dunia seperti Gunungapi Visuvius.rekahan yang mudah dicapai ke permukaan dan meletus pada lereng . sehingga lava dapat mengalir melalui rekahan . Ciri lain dari meteor yang jatuh ke permukaan bumi adalah kenampakan fragmen batuan dasar pada bibir kawah menjadi miring akibat benturan meteor yang jatuh tersebut. tetapi cara terbentuknya bukan diakibatkan oleh gunungapi. Kawah meteorit memiliki bentuk permukaan yang sama dengan gunungapi. Campuran gunungapi yang tampak sempurna adalah gunungapi yang memiliki campuran bentuk lava dan terak ("scoria"). "Cryptocones" adalah gunungapi yang memilikilubang kawah atau bibir kawah yang kasar dan kadang .kerucut terak ("scoria cones") terbentuk disekeliling puncak gu nungapi dan aliran piroklastik serta endapan jatuhan tersebar secara luas disekitar lereng . 1970). sehingga dijadikan alur keluarnya lelehan lava atau kegiatan letusan. Letusan gunungapi campuran. (Ollier.sayap gunungapi. karena pecahannya menyebar jauh dari bibir kawah. Sesar.bersama dengan endapan batuan bekuan basal dan kawah bagian bawah ditutupi oleh air membentuk danau.

tampilan letusan gunungapi yang membentuk kaldera sebenarnya hanya dapat menghasilkan kaldera dengan garis tengah kurang dari 1. Ketika pengkerutan (kontraksi) memenuhi ruang.garis kekar memusat yang menjadi arah tekanan.pola kekar . yaitu kaldera yang memiliki luas akibat erosi terhadap dinding kawah. hasil utama gunungapi adalah lava. seperti melilit pilar Lava a a (dibunyikan ah ah) adalah lava berbentuk blok. seperti runtuhan atau penurunana (subsidence).1. Pendinginan aliran lava menyebabkan penyusutan. Lava pahoehoe adalah jenis lava cair dengan sedikit berbusa dan pada lapisan permukaannya yang tipis mendingin membentuk lipatan akibat gerakan lava yang meleleh pada bagian bawahnya. Pengkerutan (kontraksi) terjadi ketika lava mendingin yang dicerminkan oleh garis . berbusa dan bergerak secara perlahan. lapisan lava cukup tebal. Banyak lava bantal yang terbentuk dilaut. tetapi Fe'nch (1933) dan Macdonald (1953) membedakan antara a a karena bentuknya seperti kerak besi yang melintir dengan blok lava yang memiliki bentuk blok blok yang menyudut. Pada bagian puncak berbentuk membulat. debu atau tufa.lahan membentuk timbunan seperti bongkah . hasilnya adalah lava seperti kulit hiu dan lilitan sejajar yang pijar. Selanjutnya jenis ketiga adalah kaldera erosi. Kaldera erosi akan hilang selaras dengan pemebntukkan kaldera baru oleh proses yang berbeda (bukan erosi). sehingga membentuk lava yang mengkilat seperti kaca. Pola . kemudian memebntuk pecahan heksagonal. lava seperti bubur saling bertumpang tindih. maka rekahan rekahan menjadi kekar. Pada jenis kaldera glencoe. Lava silika kental cenderung membentuk kubah kumulus atau "coulees" atau letusan material piroklastik. semburan gas dan asap. Kantung kantung yang berbentuk membulat seperti lelehan saus merupakan bantal dan biasanya saling bertumpuksatu dengan yang lainnya. lava blok dan lava bantal (gambar 33). tetapi ada juga yang terbentuk pada air tawar (danau).1 Aliran lava dan tampilan lava minor Jenis lava. maka biasanya terbentuk struktur khusus yang disebut sebagai lava bantal ("pillow lava"). membentuk bantal yang mudah dibedakan dari bentukkebundaran bongkah karrena pelapukan mengelupas bawang. sedangkan lava yang lebih cair membeku membentuk seperti lapisan meninggalkan jejeak seperti aliran lava (Ollier.kaldera letusan dan kaldera eosi.blok yang saling bertumpuk dan masiv. Kaldera hasil dari letusan sangat jarang. 1970). kulit tachylitic dan rekaha radial (gambar 34). Tampilan lava minor. penurunan tidak diikuti dengan letusan abu. maka aliran lava diklasifikasikan menjadi aa pahoehoe.3. Kaldera runtuhan selanjutnya dibagi menjadi jenis Karakatau atau kaldera runtuh karena suatu letusan dan jenis kaldera Glencoe taua kalderayang mengalami penurunan ("subsidence") (ganbar 32).5 kilometer. Lava mendingin dengan cepat. sehingga terbentuk formasi kekar. Jika aliran lava masuk ke dalam air atau terjadi letusan gunungapi di bawah permukaan air. tetapi akan mencapai geometri yang sempurna pada sebaran larutan kental lava basal yang luas. tetapi pada bagian dasar yang masuk ke bagian dalam membentuk lapisan. a a. Tampilan ini tampak sama dengan kilapan kaca. pecah membentuk blok . tetapi lapisan kulit yang plastis terdapat menutupi lava yang cair bergulung seperti kantung plastik yang diisi penuh oleh larutan. sedangkan kaldera yang berdiameter besar merupakan hasil dari beberpa kali letusan. Aliran lava yang mengalir secara perlahan .bongkah dan bergerak mengeluarkan suara deru yang cukup keras. penyusutan dan pembentukan formasi kekar ini tidak pernah terjadi pada massa lava seperti bubur. Lava a a dan lava blok memiliki persamaan. tetapi rekahan yang mengisolasi bagian tengah yang melingkar menyebabkan terjadinya terobosan ( intrusi) lateral atau jalan keluarnya lelehan lava. 4. Selaras dengan kenampakan permukaan lava.

Cara pemetaan geomorfologi dilakukan dengan 2 tahap. Salah satu bentuk lava (minor) dapat ditemukan pada ujung dari aliran lava ("TOE").ujung aliran (" toe") yang baru atau membentuk satuan aliran yang baru.lereng yang terjal. 4.blok lava terangkut sampai ujung ujung aliran dan terbenam.celah yang menjadi jalur aliran lava tersebut. Selanjutnya pada saat bagian atas aliran lava mendingin secara tiba . jika diperlukan.penghalang di jalur alirannya dan aliran lava yang relatif cair akan terbelokkan oleh lambatnya aliran lava kental yang bertindak seperti tangul .blok karena rekahan yang melintang. Pada bagian dalam (tengah) tubuh aliran yang mendinging perlahan .TM.000 atau lebih besar.gua lava dan bongkah .blok lava tersebut membentuk celah . gua .ilmu yang berhubungan dengan geologi. Sistem pemetaan geomorfologi disusun secara sederhana untuk keperluan analisis.yang tegak membagi lava menjadi kolom .rekahan yang saling berpotongan. sedangkan pada bagian atas dan bawah aliran lava tersebut membentuk bongkah .bentuk kekar akibat aliran lava terbentuk didalam satu kumpulan.kolom tegak heksagonal dan pecah membentuk blok .bentuk aliran lava sangat rumit. sehingga bagian permukaan tersebut akan mengkerut dan pecah.Peta topografi dan foto udara skala 1 : 50. .Citra satelit (Landsat. aliran lava sangat berhubungan dengan kenampakkan topografi. maka aliran lava tersebut akan terputus membentuk ujung . Permukaan kekar tegak (vertikal) mempunyai jarak gores yang dikenal seperti bekas pahatan. sehingga aliran lava sangat cepat akan memenuhi lereng . . Secara alamiah bagian permukaan lava akan lebih cepat dingin dari pada bagian dalam (tengah) aliran lava. dengan pertimbangan metode pemetaan gemorfologi dari kedua akhli tersebut mudah dipahami dan cukup jelas. Bahan dan alat yang digunakan untuk pemetaan geomorfologi antara lain : .Sistem harus dapat memisahkan dengan jelas keseragaman satuan.tanggul kecil. sedangkan pada lereng yang tegak membentuk aliran lava terjun seperti air terjun. yaitu bagian paling depan suatu aliran lava yang berbentuk cembung dengan ketinggian 3 meter dan panjang dapat mencapai puluhan meter. sehingga dapat dibedakan bagian luar dan bagian dalam dari suatu aliran lava yang tampak dengan skala kecil.2 Pelaksanaan pemetaan geomorfologi Pemetaan geomorfologi dilakukan dengan pendekatan cara yang dikembangkan oleh Verstappen (1967 dan 1968) dan Van Zuidam (1968 dan 1975).lereng yang memiliki kemiringan landai.macam tampilan seperti lava yang berlapis. blok . Selanjutnya aliran lava dapat bergerak pada lereng .ilmu yang berhubungan dengan geologi memiliki prinsip . Aliran lava yang sangat kental dapat menghancurkan penghalang . . Pada aliran lava. yaitu tahap interpretasi peta topografi dan atau foto udara / citra satelit serta tahap pemeriksaan lapangan. SPOT atau ERS). .Sistem harus terpakai untuk penelitian bidang ilmu geologi dan ilmu .Sistem harus mudah diekstrapolasi dan digeneralisasi. kemudian membentuk mega kolom dan selanjutnya kolom normal dan terakhir membentuk rekahan . klasifikasi dan evaluasi yang digunakan sebagai dasar pemetaan geologi dan penelitian geologi. sehingga dapat menunjukkan bermacam . Bentuk .tiba.Sistem harus dapat digunakan didalam berbagai skala.prinsip sebagai berikut : .lahan masih bersifat cair dari pada bagian luar (tepi) dan akan bergerak setiap saat. Kejadian bentuk . . Sistem yang digunakan untuk kepentingan geologi dan ilmu .bongkah (gambar 35).bongkah kerak. sehingga gerakan aliran lava yang mendorong blok .

d.langkah pemetaan Tahap interpretasi peta topografi dan foto udara dilakukan di studio pemetaan dengan kegiatan yang dilakukan antara lain : . . 4.Aspek geologi yang tercermin melalui pola aliran merupakan unsur genetikan suatu bentuklahan.puncak punggungan yang bertindak sebagai batas pemisah aliran (water devided area) .Palu geologi. Satuan bentuklahan dataran teras sungai. sehingga dapat ditentukan nama satuan geomorfologi.3 Langkah . 4. sehingga dapat disimpulkan bahwa batuan yang mudah tererosi merupakan jnis batuan yang lunak. pada setiap lekukan garis kontur atau lekukan lembah pada foto udara. .3 Bentuklahan asal marin (laut) a. . c. Satuan bentuklahan dataran banjir. maka kelas lahan yang memiliki kesamaan dijadikan satuan geomorfologi.2 Bentuklahan asal fluvial (sungai) . karena kerpatan pola aliran akan mencerminkan janis batuan yang tahan terhadap erosi atau mudah tererosi. sedangkan perbedaan kerapatan kontur lainnya dapat digunakan untuk membedakan jenis batuan.Perhatikan kerapatan kontur.Kerta kalkir dan plastik OHP. . karena kerapatan kontur akan mencerminkan kecuraman lereng.alat tulis. .Nyatakan aspek geologi yang berkembang berdasarkan pola aliran tersebut.3. sehingga memiliki arti bahwa lereng yang curam dan menerus dapat diperkirakan sebagai sesar yang berkembang di daerah tersebut. . .Plan table lengkap dengan tripod dan mistar.Gambar pola aliran pada peta topografi dan / atau foto udara.Klasifikasikan bentuklahan secara morfografi (perbukitan atau pedataran) yang tampak pada peta topografi dengan ciri perbedaan garis kontur dan kondisi pola aliran yang menyatakan aspek genetika. . sedangkan batuan yang tahan terhadap erosi merupakan jenis batuan yang keras.unsur geomorfologi.. .Kompas geologi. d. .Bentuklahan asal fluvial (sungai) a. Bandingkan dengan pola aliran yang telah dibakukan seperti pada gambar 7 dan 8 . Satuan bentuklahan dataran pantai (beach).. Satuan bentuklahan dataran pesisir aluvial. Satuan bentuklahan beting gisik.3. -Alat .Batasi pola aliran pada suatu perbukitan / punggungan mulai dari puncak punggungan yang bertindak sebagai batas pemisah aliran sampai ke titik akhir pengaliran. e.Pita ukur. . b.Jika telah dibuat klasifikasi dengan dukungan unsur . Satuan bentuklahan dataran tanggul alam c. Satuan bentuklahan dataran beting gisik.Perhatikan kerapatan pola aliran. 4. . Satuan bentuklahan dataran gosong sungai. Satuan bentuklahan dataran pesisir (coastal) b.Batasi puncak .

Satuan gumuk pasir (sand dunes) 4.simbol yang digunakan harus memberikan cerminan kondisi geologi daerah yang diteliti.5 Bentuklahan asal vulkanik. Satuan bentuklahan perbukitan struktural terlipat. 3. dan simbol huruf. a. Satuan bentuklahan perbukitan intrusi. 4. c.ilmu yang berhubungan dengan geologi. 5.4 Bentuklahan asal struktural a.8 Bentuklahan asal glasial (es) Tahap kegiatan lapangan dilakukan setelah kegiatan interpretasi peta topografi dan / atau foto udara di studio. Satuan bentuklahan perbukitan blok sesar.3.3. 7. Satuan perbukitan lereng vulkanik bawah.e.6 Bentuklahan asal aeolian 4. 4. Satuan bentuklahan kubah karst. 2.batas yang telah dibuat pada peta dasar selaras dengan kegiatan penelitian geologi. 4. Batas satuan bentuklahan dan simbol . Satuan bentuklahan struktural (S) . d. Diharapkan dengan membuat peta geomorfologi sebaai peta dasar pemetaan geologi. Simbol warna digunakan untuk satuan bentuklahan adalah sebagai berikut : 1. cerminan kondisi geomorfologi dapat memudahkan pelaksanaan pemetaan geologi dan ilmu .ciri aspek geologi yang sedang diteliti.aspek bentanglahan (landscape) daerah penelitian dengan peta dasar yang telah dibuat di studio.warna ungu (violet) .3. Tentukan (plot) dan catat aspek geomorfologi tersebut sebagai data untuk pembuktian kondisi geologi yang sedang diteliti. maka aspek tersebut dijadikan panduan untuk menelusuri aspek geologi yang sedang diteliti. Jika masih diragukan aspek .4 Simbol yang digunakan Simbol . c.3. b. a. b. Penelusuran batas . Satuan bentuklahan dapat dijadikan panduan untuk menelusuri kondisi geologi yang sedang diteliti. b. Satuan bentuklahan perbukitan karst. simbol gambar. Satuan perbukitan lereng vulkanik tengah. Tahap kegiatan lapangan meliputi : 1.aspek geomorfologi sebagai ciri . 8. Satuan bentuklahan perbukitan lereng atas vulkanik. sehingga didalam penarikan batas satuan geomorfologi harus dilakukan dengan hati .3. serta telah tersusun kerangka peta geomorfologi sementara (sebagai peta dasar geomorfologi dan geologi) sebagai acuan. 6. Peninjauan lapangan dengan tujuan mencocokkan aspek .simbol yang digunakan pada peta geomorfologi terdiri dari simbol warna. Satuan bentuklahan perbukitan struktural gawir sesar. c.7 Bentuklahan asal karst.hati. Jadikan aspek geomorfologi sebagai ciri . 4.ciri aspek geologi. " sinkhole" / 'dolina' 4.

V. Satuan bentuklahan perbukitan blok sesar . Satuan bentuklahan perbukitan tererosi kuat .S. Satuan bentuklahan perbukitan kubah karst . Satuan bentuklahan dataran gisik .M.F.3 6. Satuan bentuklahan perbukitan lereng . Satuan bentuklahan perbukitan lereng . Satuan bentuklahan dataran tanggul alam .F.V. Satuan bentuklahan perbukitan tererosi sedang . Satuan bentuklahan perbukitan lereng . Batas pemisah aliran (water devide ). Satuan bentuklahan dataran gisik aluvial .D. Satuan bentuklahan dataran undak sungai . warna kuning. Satuan bentuklahan Karst (K) a. Satuan bentuklahan perbukitan sesar .V.M. satuan bentuklahan aeolian (angin) (A) 8. 3.S. warna biru tua warna biru muda.D.3 d.1 b. Satuan bentuklahan perbukitan tanah longsor .2 c.1 b. d. Satuan bentuklahan marin (laut) (M) 5.S. Satuan bentuklahan sungai (fluvial) (F) 6. Satuan bentuklahan perbukitan terlipat . Satuan bentuklahan dataran banjir .V. warna coklat warna hijau.3 d. Satuan bentuklahan vulkanik (V) 3.2 c.2 Simbol gambar : Bentuklahan struktural.4 2.1 b. Satuan bentuklahan denudasional (D) a. c. Satuan bentuklahan perbukitan tererosi ringan . Gawie sesar geser / blok sesar.1 b.M. Sesar geser / blok sesar geser. Satuan bentuklahan perbukitan karst .2.1 b.M.D.2 c.D.S. Satuan bentuklahan gleitser (es) (G) 7.3 d. Satuan bentuklahan struktural (S) a. Satuan bentuklahan perbukitan sesar geser .F.4 vulkanik bawah. Satuan bentuklahan fluvial (F). Satuan bentuklahan vulkanik (V) a.3 vulkanik tengah. . Satuan bentuklahan dataran beting gisik .4 4.K.1 b.2 vulkanik atas. Satuan bentuklahan karst (K) - warna merah. warna jingga (orange) Simbol huruf : 1. Satuan bentuklahan dataran gumuk pasir .K. Satuan bentuklahan puncak vulkanik .4 5. a. Satuan bentuklahan denudasional (D) 4.2 c. Satuan bentuklahan marin (M) a.

Perlipatan Sesar naik. Erosi tebing sungai Erosi garis pantai Gerakan tanah (Mass wasting) Longsor jatuhan (rock fall) Longsor geseran ( landslide) Longsor geser rotasional (slump) Bentuklahan marin (M) Beting gisik ( beach ridge ) . Bentuklahan vulkanik Kawah / kepundan Arah lelehan lava Bentuklahan denudasional Arah erosional Tingkat erosi kuat Tingkat erosi sedang Tingkat erosi lemah.

Gumuk pasir (sand dunes ) Bentuklahan Fluvial /sungai ( F) Alur sungai berupa garis tipis Tanggul alam Datraran banjir Undak sungai. Bentuklahan karst (K) Kerucut karst Kubah karst Sinkhole Dolina Gua karst dengan stalagtit/stalagmit .

Pemahaman geomorfologi yang sama di kalangan geologi akan sa ngat membantu didalam penelitan . pola pengaliran untuk mencegah banjir dan kemampuan lahan (land capability) untuk daya dukung menampung aktifitas perkotaan.UNPAD merupakan bahasan tersendiri (sub bab).penelitian geologi. maka morfometri dan material penyusun harus dikemukakan dengan jelas. sehingga pemeriksaan lapangan yang dilakukan terhadap hasil interpretasi peta topografi dan / atau foto udara yang dilakukan di studio menjadi kegiatan awal pemetaan geologi. terutama penelitian geologi yang bersifat khusus. maka penjelasan geomorfologi harus mencerminkan aspek . morfogenetik dan morfometri merupakan arahan dari ciri .proses sedimentasi dan geologi kuater. selain menampilkan kondisi morfografi seperti perbukitan atau pedatataran yang diikuti dengan morfogenetik.simbol yang digunakan perlu ditata kembali sesuai dengan simbol simbol yang telah disepakati oleh internasional (khususnya para akhli geomorfologi).kondisi geologi. sehingga tidak akan terjadi silang pendapat yang cukup tajam dan dapat berakibat terbengkalainya program penelitian. kemiringan lereng yang berhubungan dengan saluran pengaliran (drainage) kota. Kandungan peta geomorfologi pragmatik akan menampilkan aspek . proses . Jika penelitian geologi mengarah pada penelitian yang lebih khusus perlu menggunakan peta geomorfologi sebagai landasan penelitian. Simbol . geologi linkungan. sehingga tujuan penelitian yang diharapkan akan lebih terarah. . Sebagai contoh peta geomorfologi untuk pengembangan wilayah perkotaan.aspek geologi dapat ditelusuri dari sejak awal (kegiatan di studio).aspek geologi yang terkandung di dalam peta geomorfologi. sehingga peta geomorfologi yang digunakan untuk kepentingan penelitian yang lebih khusus tersebut harus menggunakan peta geomorfologi pragmatik. sebagai contoh penelitian perencanaan wilayah. morfogenetik. karena waktu yang diperlukan untuk pemetaan geologi akan sangat berkurang dan penajaman terhadap aspek . karena wilayah perkotaan selain memerlukan bentuklahan yang layak (landsuitability yang mencakup perbukitan dan pedataran) sebagai dasar untuk menyusun rencana tapak (site plan) juga dibutuhkan daya dukung keteknikan seperti kestabilan lereng yang berhubungan erat dengan batuan dan jenis tanah sebagai dasar perkotaan. morfometri secara rinci dan material penyusun yang jelas seperti batuan atau tanah.aspek morfografi. Bahasan geomorfologi yang perlu ditonjolkan untuk kepentingan geologi terutama pendekatan morfografi. 5. Penjelasan morfografi. sehingga memiliki suatu hubungan yang jelas antara satuan bentuklahan pada peta geomorfologi dengan aspek geologi pada peta geologi. KESIMPULAN Peta geomorfologi akan sangat membantu didalam melaksanakan pemetaan geologi jika dipahami dengan baik. geologi teknik. sehingga biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan pemetaan geologi menjadi lebih murah.ciri kondisi geologi yang sedang dipetakan. morfogenetik dan morfometri yang mempengaruhi bentuklahan untuk dijadikan landasan menerangkan kondisi .BAB 5 PENULISAN LAPORAN Peta geomorfologi yang bertindak sebagai peta dasar pada pemetaan geologi di dalam laporan pemetaan pada Jurusan Geologi FMIPA .

Penulisan laporan tentang geomorfologi harus menjadi satu rangkaian laporan yang mencerminkan kondisi geologi berdasarkan pendekatan geomorfologi. .sehingga tidak terjadi penggunaan simbol yang sembarangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful