BAB 1 PENDAHULUAN

Penggunaan nama bentuklahan sebagai geomorfologi karena rasa tidak puas terhadap peristilahan fisiografi yang telah berkembang lebih dahulu. Istilah fisiografi digunakan di Eropa dan memasukkan unsur - unsur iklim, meteorologi, kelautan dan matematik geografi. Geomorfologi merupakan bagian utama geologi, walaupun kenyataannya di Eropa, Amerika dan Indonesia dianggap sebagai geografi fisik. Geomorfologi di lingkungan geologi belum berkembang, karena lebih banyak berkembang di lingkungan geografi untuk kepentingan pengembangan wilayah, penggunaan lahan dan hidrologi, sedangkan para pakar geologi memiliki anggapan bahwa geomorfologi merupakan bagian dari bidang ilmu geografi, padahal teknologi satelit sumberdaya alam yang berkembang saat ini merekam permukaan bumi dan menunjukkan potret muka bumi setiap hari, sehingga ketika harus menggunakan citra satelit para akhli geologi harus belajar kembali geomorfologi. 1.1 Pengertian geomorfologi Geomorfologi berasal dari bahasa yunani kuno, terdiri dari tiga akar kata, yaitu Ge(o) = bumi, morphe = bentuk dan logos = ilmu, sehingga kata geomorfologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bentuk permukaan bumi. Berasal dari bahasa yang sama, kata geologi memiliki arti ilmu yang mempelajari tentang proses terbentuknya bumi secara keseluruhan. Definisi ; Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi serta proses - proses yang berlangsung terhadap permukaan bumi sejak bumi terbentuk sampai sekarang. Berdasarkan pengertian dan definisi geomorfologi, maka bidang ilmu geomorfologi merupakan bagian dari geologi yang mempelajari bumi dengan pendekatan bentuk rupa bumi dan arsitektur rupa bumi. Tujuan mempelajari geomorfologi di lingkungan geologi selaras dengan motto Hutton , yaitu THE PRESENT IS THE KEY TO THE PAST (sekarang adalah kunci masa lalu). Pemahaman kata sekarang (the present) adalah pemahaman terhadap bentuk rupa bumi yang dapat dijadikan cerminan proses yang berlangsung di masa lalu. Faedah yang diharapkan dengan mempelajari geomorfologi yaitu membantu menelusuri proses - proses yang berlangsung pada bumi sejak terbentuknya bumi sampai sekarang dengan pendekatan bentuk rupa bumi yang tampak sekarang, sehingga pada penelitian geologi dapat dilakukan dengan cepat dan murah. 1.2 Konsep dasar geomorfologi Bentuklahan adalah fenomena geologi yang telah banyak dikembangkan dan direnungkan oleh para akhli filsafat kuno dan tidak hanya membuat pernyataan '" saat ini menjadi kunci masa lalu ", tetapi proses geomorfologi saat ini memilki arti yang sangat penting, karena perbincangan tentang sistematika evolusi geomorfologi tidak hanya terjadi pada awal abad ke 19, tetapi berlangsung sampai sekarang.

1.2.1 Konsep pemikiran geomorfologi kuno Pembahasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan biasanya diawali dengan pemikiran - pemikiran para akhli filsafat Yunani dan Romawi. Membahas pemikiran pemikiran para akhli Yunani dan Romawi kuno tentang perkembangan bentuklahan suatu kegiatan yang sangat baik untuk lebih mengenal perkembangan ilmu dimasa silam (Dark Age) yang telah banyak dilupakan, namun sangat membantu didalam pemahaman tentang evolusi geomorfologi yang dikembangkan oleh para pemikir kuno, seperti Herodatus, Aristoteles, Starbo dan Seneca. Herodatus (485 - 425 SM) sebagai " Bapak Sejarah " telah banyak melakukan penelitian geologi, menyebutkan pentingnya serpih dan lempung yang diendapkan setiap tahun oleh Sungai Nil, sehingga Mesir dianggap telah mendapat hadiah dari sungai. Selanjutnya disebutkan pula bahwa gempabumi adalah pegunungan yang menggeliat karena dewa sedang marah. Temuan fosil kerang di puncak - puncak perbukitan di Mesir menyebabkan Herodatus menarik kesimpulan berdasarkan temuannya tersebut bahwa air laut telah menggenangi dataran Mesir. Kesimpulan Herodatus tersebut merupakan dasar pemikiran perubahan muka air laut yang menjadi bahasan penting didalam geomorfologi. Aristoteles (384 - 322 SM) didalam tulisannya menyebutkan tentang asal - usul mataair yang diyakininya bahwa air yang mengalir dari mataair disebabkan oleh (a) air hujan yang terjebak pada lapisan tanah, (b) air yang terbentuk karena penguapan dari air yang masuk kedalam bumi, dan (c) air yang terkondensasikan di dalam bumi berasal dari embun yang tidak diketahui asal - usulnya. Seluruh air merembes dari pegunungan menyerupai bunga karang yang sangat besar, sehingga sebutan sungai hanya diterapkan pada bentuk aliran air yang berasal dari mataair. Selanjutnya disebutkan pula bahwa hujan menghasilkan aliran air deras, sehingga aliran sungai menjadi tidak menentu. Pemahaman tentang debit aliran selama periode hujan telah dikembangkan oleh Bernard Palissi (1563 dan 1580) dan Pierre Perrault (1674) yang menyebutkan bahwa curah hujan mampu membentuk aliran sungai. Aristoteles percaya bahwa gempabumi dan gunungapi memiliki sumber kejadian yang sama dan menyebutkan bahwa gempabumi berpengaruh terhadap pencampuran udara basah dan udara kering di bumi. Selanjutnya dikenalkan juga jalur laut yang tertutup oleh sedimen yang membentuk daratan, sehingga terbentuk tanah timbul dan disebutkan pula bahwa yang membawa material dari daratan ke laut adalah aliran dan diendapkan sebagai alluvium. Strabo (54 SM - 25) telah melakukan perjalanan yang jauh dan telah meneliti secara hati - hati, serta telah mencatat contoh lokasi aliran yang menghilang dan yang muncul di permukaan. Pemikirannya tentang "Vale of Tempe" merupakan hasil dari gempa bumi disertai dengan kegiatan gunungapi dalam kurun waktu yang lama karena tekanan tenaga dari dalam bumi. Kesimpulannya secara alamiah menyebutkan bahwa Gunung Visuvius adalah gunungapi yang telah mati. Strabo menjelaskan juga tentang aluvium sungai dan delta sungai yang memiliki bermacam - macam ukuran selaras dengan luas daerah aliran sungai alamiah, sehingga delta sungai yang sangat luas mencerminkan daerah aliran sungai yang sangat luas dan susunan batuan yang paling menonjol pada daerah aliran sungai tersebut berupa batuan yang lunak. Beberapa penelitian delta yang telah dilakukan oleh Strabo menyebutkan pertumbuhan delta dihambat oleh kegiatan laut, terutama oleh pasang naik. Seneca ( ? - 65) menyebutkan bahwa yang menyebabkan terjadinya gempabumi lokal adalah kekuatan tenaga dari dalam bumi, dan pemikiran lainnya menyebutkan bahwa curah hujan bukan salah satu sumber yang menyebabkan aliran sungai dan disebutkan pula bahwa tenaga arus dapat menggerus lembah, sehingga

melahirkan konsep bahwa pembentuk lembah adalah arus yang menggerus lembah tersebut. Pemikiran - pemikiran kuno telah menyebutkan bahwa terdapat hubungan proses (genetik) antara gempabumi dengan dengan deformasi kulit bumi. Pernyataan tersebut menjadi rancu karena sebab, akibat dan kejadian gempabumi justru dipengaruhi oleh deformasi. 1.2.2 Fajar pemikiran geomrfologi modern Setelah beberapa abad pemikiran geomorfologi cenderung mengikuti pola pemikiran Kekaisaran Romawi, hanya sedikit atau mungkin tidak ada pemikiran pemikiran lain di Eropa. Sekolah - sekolah yang ada pada saat itu adalah biara - biara yang tidak mempelajari ilmu tentang alam. Beberapa tempat pendidikan di Arabia yang hidup pada saat itu telah memunculkan pemikiran - pemikiran modern yang cemerlang. Ibn Sina (980 - 1037) menyatakan bahwa asal - usul pegunungan dibedakan menjadi dua kelas, yaitu (1) hasil dari suatu pengangkatan bumi, seperti bagian dari gempabumi dan (2) pengaruh aliran air yang disertai dengan hembusan angin di suatu lembah yang bersusunan batuan lunak. Konsep pegunungan menurut Ibnu Sina merupakan cerminan hasil dari perbedaan tingkat erosi yang berlangsung secara perlahan - lahan dalam kurun waktu yang panjang. Beberapa pandangannya telah telah ditetapkan sebagai awal dari pemikiran modern, tetapi tidak diterapkan pada pemikiran Eropa Barat. Pembuktian yang sangat luas tentang konsep Ibnu Sina telah dilakukan oleh sekelompok muridnya yang bukan berasal dari orang Arab dan dikenal dengan judul " DISCOURSES OF THE BROTHERS OF PURITY " (bahasan saudara yang seiman) pada tahun 941 dan 982 (Said, 1950). Didalam empat volume buku yang disusun tersebut diceritakan tentang erosi dan transportasi oleh arus dan angin, pelapukan serta awal pemikiran peneplain. 1.2.3 Hutton sang pendahulu Konsep penggerusan lahan didalam pemikiran yang tajam dan tepat dari suatu bentanglahan perlu dipikirkan kembali oleh para pemikir sebagai landasan dasar geomorfologi modern. Para pemikir kuno yang berpikir tentang perusakan lahan oleh proses erosi, tidak memiliki pemikiran yang matang untuk dijadikan suatu kesimpulan yang layak (logic). Ruang dan waktu tidak memberikan keleluasaan untuk membahas perkembangan jangka panjang dan jangka pendek untuk membahas tentang pemikiran geologi agar menjadi suatu pekerjaan tentang bumi (ground work) untuk bapak geomorfologi modern seperti James Hutton, tetapi jejak langkahnya telah diikuti oleh beberapa orang. Leonardo da Vinci (1452 - 1519) merupakan salah satu kelompok pertama yang menyusun pemikiran geologi dan dikatakan (Chorley et al, 1964) bahwa pemikiran yang cemerlang telah berkembang pada zamannya, sehingga merupakan puncak kecemerlangan para pemikir terdahulu. Leonardo da Vinci menyebutkan bahwa lembah dipotong oleh arus, dan arus membawa material dari salah satu tempat dipermukaan bumi kemudian diendapkan pada suatu tempat. Buffon (1707 - 1788) dari Perancis menyebutkan tenaga arus yang mampu menggerus dan merusak lahan, selanjutnya diakhiri dengan perataan yang memilki ketinggian yang sama dengan permukaan laut. Targioni dan Tozetti (1712 - 1784) dari Italia menyebutkan bencana erosi oleh arus dan pemikirannya tentang sungai yang terputus dihubungkan dengan batuan yang tertoreh serta mengenalkan dasar - dasar perbedaan erosi yang dipengaruhi oleh berbagai macam material geologi dan struktur geologi.

Guetthard (1715 - 1786) dari Perancis, membahas tentang degradasi di pegunungan oleh arus, dan menyebutkan bahwa tidak seluruh material yang dipindahkan oleh arus diangkut sampai ke laut, tetapi hanya sebagian material yang terangkut oleh arus tersebut mencapai dataran pantai. Diyakini pula bahwa laut merupakan tenaga penghancur yang sangat besar terhadap lahan, selanjutnya arus dan laut disebut sebagai perusak yang sangat cepat terhadap pantai curam di Perancis sebagai bukti pernyataannya. Desmarest (7125 - 1815) menyuarakan pemikirannya tentang lembah Perancis Tengah merupakan hasil kegiatan arus dan menelusuri perkemba-ngan tahap evolusi bentanglahan. De Saussure (1740 - 1799) dari Swiss menyebutkan bahwa lembah Alpen merupakan hasil kegiatan pengikisan arus yang mengalir dari puncak pegunungan dan mengalir mengikuti lembah tersebut. Selanjutnya disebutkan pula bahwa glasiasi (pencairan es) dapat menjadi faktor penyebab terjadinya erosi. James Hutton (1726 - 1797) yang lahir di Edinburgh, Skotlandia, seorang akhli fisika, tetapi lebih menyenangi ilmu pengetahuan, khususnya kimia dan geologi. Sangat terkenal karena perannya sebagai pelopor PLUTONIAN yang terkenal dengan batuan beku granit dan bertentangan dengan para akhli dari sekolah Wernerian yang terkenal sebagai penganut NEPTUNIS yang memiliki anggapan bahwa granit memiliki kandungan lapisan kimia. Selain membahas granit, Hutton memperkenalkan pula batuan metamorf, tetapi pernyataannya yang terkenal adalah konsep THE PRESENT IS THE KEY TO THE PAST (saat ini merupakan kunci masa lalu), sehingga doktrin uniformitarian bertentangan dengan konsep katastropisma. Teori bumi yang mengandung konsep pengkajian hukum komposisi,dissolusi dan restorasi lahan terhadap bumi telah diterbitkan pada tahun 1795 menjadi dua volume buku dengan judul : THEORY OF THE EARTH, WITH PROOFS AND ILLUSTRATIONS. John Playfair (1748 - 1819), seorang profesor matematika dan filsafat di Edinburgh, Skotlandia, setelah meninggalnya James Hutton pada tahun 1802 menerbitkan buku dengan judul : ILLUSTRATION OF THE HUTTONIAN THEORY OF THE EARTH , dengan gaya bahasa prosa ilmiah yang teliti dan jelas, sehingga jarang ada persamaannya. Playfair menyimpulkan pemikiran - pemikiran Hutton dengan jelas memiliki dampak yang sangat besar, terutama terhadap Sir Charles Lyell yang menjadi pelopor uniformitarian. Hasil penelitian Hutton menyebutkan bahwa proses masa lalu sampai masa sekarang masih terus berlangsung, yaitu lahan terkikis oleh proses mekanik dan kimia, yang sebelumnya telah diteliti namun salah, kecuali Desmarrest yang melihat gejala - gejala yang dijelaskan oleh Hutton. Konsep sistem sungai dan geomorfologi yang sangat berarti telah dikemukakan oleh Playfair lebih baik dari sebelumnya dan pernyataannya sebagai berikut :
Setiap sungai yang muncul terdiri dari percabangan utama, merupakan induk dari berbagai percabangan dan masing - masing mengalir pada lembah selaras dengan ukurannya, membentuk sistem lembah yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya, sesuai dengan kemiringan lereng yang dialirinya dan mustahil akan terjadi pengaliran jika masing - masing lembah tidak memiliki arus yang mengalir pada lembah tersebut. Jika suatu sungai berupa saluran tunggal, tidak memilki percabangan, maka aliran yang terjadi diperkirakan akan membentuk arus yang sangat deras atau arus aliran akan memiliki tenaga penuh yang meluncur pada saluran tersebut dan langsung menuju samudra. Jika bentuk sungai terpecah menjadi beberapa percabangan de-ngan jarak yang cukup besar antara cabang satu dengan yang lainnya, kemudian dibagi lagi menjadi beberapa percabangan kecil, sehingga akan memberi kesan seolah - olah saluran terbentuk oleh torehan air berupa pengikisan permukaan dan erosi terhadap lahan. Kejadian tersebut berlangsung secara sinambung bagaikan mengukir permukaan bumi.

1.2.4 Beberapa konsep dasar Thornbury (1969) Pembahasan tentang konsep geomorfologi untuk bentanglahan jangan hanya menggunakan salah satu konsep saja, tetapi akan lebih baik jika beberapa konsep geomorfologi dapat dipahami sehingga evaluasi terhadap bentanglahan akan lebih baik. Konsep 1 : Proses yang berlangsung secara fisik saat ini memiliki kecepatan yang berbeda selaras dengan waktu geologi. Dasar - dasar geologi modern yang dikenal sebagai uniformitarian telah dikembangkan oleh Hutton pada tahun 1785, selanjutnya ditulis kembali oleh Playfair pada tahun 1802 dan dikembangkan oleh Lyell sebagai maha karyanya dengan judul Dasar - dasar Geologi ( Principles of Geology ). Hutton mencetuskan : " saat ini adalah kunci masa lalu " telah diterapkan secara baku sehingga menimbulkan perdebatan, karena pernyataan tersebut mengandung arti bahwa proses geologi yang berlangsung selaras dengan waktu geologi memiliki kecepatan yang sama dengan saat sekarang. Konsep ini tentunya salah, karena galasiasi (pencairan es) memiliki peran yang sangat penting sejak kala Plistosen dan sepanjang waktu geologi dari pada sekarang. Perlu dipahami juga bahwa iklim sekarang telah berubah, daerah yang memiliki iklim basah pada masa lalu, sekarang telah berubah menjadi beriklim kering (gurun) dan sebaliknya. Periode dari ketidak stabilan gerakan kulit bumi berlangsung pada periode pemekaran, sedangkan kulit bumi sekarang relatif stabil. Salah satu contoh proses geologi yang berlangsung selaras dengan waktu geologi yaitu pengikisan lembah oleh arus yang berlangsung sejak masa lalu sampai sekarang, tetapi pengikisan lembah oleh pencairan es (glasiasi) pada kala Plistosen memiliki perbedaan dengan proses glasiasi pada umumnya. Angin telah mengendapkan batupasir Navajo sejak kala Yura dan memiliki perbedaan dengan gerakan yang dipengaruhi oleh angin sekarang. Konsep 2 : Geologi struktur merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap evolusi bentuklahan yang tampak sekarang. Siswa - siswa W.M Davis diajarkan tentang faktor utama yang mempengaruhi perkembangan bentuklahan adalah struktur geologi, proses geomorfologi dan tingkat pengaruhnya. Saat ini beberapa akhli geomorfologi meragukan terhadap tingkat pengaruh sebagai faktor utama yang mempengaruhi perkembangan bentuklahan, akan tetapi para akhli geologi setuju terhadap konsep proses dan geologi struktur sebagai pengaruh utama. Pernyataan struktur geologi tidak hanya diterapkan pada pandangan sempit, seperti struktur batuan, struktur perlipatan, struktur sesar dan ketidak selarasan, tetapi perhatian perlu ditekankan pula terhadap material bumi penyusun bentuklahan secara keseluruhan yang memiliki perbedaan pengaruh fisika dan kimia. Pandangan struktur geologi selanjutnya didalam pembahasan ini adalah suatu fenomena geologi yang lebih luas, yaitu posisi batuan di tempat yang tinggi, kekar, perlapisan batuan, sesar dan perlipatan, kekerasan mineral tertentu, porositas batuan dan berbagai macam perbedaan pada batuan penyusun kulit bumi. Pernyataan struktur geologi dapat dimanfaatkan untuk memahami strtigrafi dan struktur susunan (sikuen) batuan yang muncul sebagai singkapan pada suatu daerah, seperti perlapisan horisontal, perlapisan yang memiliki kemiringan perlapisan (dip), terlipat atau tersesarkan, sehingga pemahaman struktur geologi yang sederhana menjadi penting. Ungkapan batuan keras (tahan) atau lunak (tidak tahan) terhadap proses geomorfologi merupakan pemakaian ungkapan yang biasa selama digunakan untuk pandangan yang relatif dan tidak ditekankan untuk pandangan pengaruh fisika atau kimia, karena batuan dipengaruhi pula oleh proses fisika dan kimia. Suatu batuan

Alasan utama permukaan bumi memiliki gradasional yang berbeda karena kerak bumi disusun oleh batuan yang berbeda dan struktur yang berbeda. kecuali pada daerah diatropisme sekarang (Resen) dapat diperkirakan bahwa daerah yang memiliki posisi topografi yang tinggi disusun oleh batuan yang keras.batas tertentu dengan tingkat yang berbeda proses geomorfologi masih berlangsung. perombakan massa batuan dan erosi yang dipe-ngaruhi oleh gaya eksternal disebut sebagai proses eksogenetik. sehingga diperkirakan bahwa struktur batuan telah terbentuk sebelum bentuklahan.mungkin tahan terhadap salah satu proses geomorfologi. Keaneka ragaman batuan dan struktur geologi merupakan faktor utama yang mempengaruhi perubahan permukaan bumi. erosi dan pengendapan yang memiliki pengaruh terhadap keaneka ragaman geomorfologi. Tingkat kecepatan proses geomorfologi lokal memberi pengaruh terhadap perubahan permukaan bumi. sehingga memiliki ketahanan batuan terhadap proses geomorfologi yang berbeda pula. sedangkan proses yang lain. seperti pelapukan. Konsep 3 : Relief permukaan bumi yang luas karena proses geomorfologi berlangsung pada tingkat yang berbeda.ciri tertentu. tetapi terlalu kecil untuk diamati. sedangkan proses eksogenetik bersifat sebaliknya. yaitu pengikisan terhadap permukaan bumi. karena pada batas . Proses diatropisma dan vulkanisma dipengaruhi oleh gaya yang berasal dari dalam bumi. dan . tetapi bukan berarti proses geomorfologi tidak memiliki peran. konfigurasi kerapatan kontur dan vegetasi. Perbedaan komposisi batuan dan struktur tercermin dari keaneka ragaman geomorfologi dan topografi lokal. seperti tingkat pelapukan. sehingga banyak sekali faktor yang mempengaruhi tingkat proses geomorfologi lokal. tingkat kelembaban. tergantung pada proses geomorfologi yang berpengaruh terhadap bentuklahan tersebut. Kejadian diatropisme perlipatan pada kala Plistosen sangat sulit disebut tidak tererosi. sedangkan daerah dengan posisi topografi lebih rendah disusun oleh batuan yang lunak. Secara umum proses endogenetik bersifat membangun. Proses geomorfologi yang memiliki keaneka ragaman sangat kecil. Konsep 4 : Proses geomorfologi meninggalkan jejak pada bentukla lan dan proses geomorfologi yang berkembang mem bentuk ciri . tingkat kelembaban tanah dan tingkat perubahan tahunan temperatur. Secara umum tampilan struktur batuan harus lebih tua dari pada perkembangan bentuklahan. terutama pengaruh perbedaan temperatur. perombakan massa batuan. Konsep proses geomorfologi yang berlangsung terhadap permukaan bumi bukan sesuatu yang baru. Dataran banjir. kipas aluvial. sehingga oleh Penck disebut sebagai proses endogenetik. tetapi tidak tahan terhadap proses geomorfologi lainnya dan dibawah kondisi iklim tertentu menunjukkan perbedaan tingkat ketahanan batuan. Topografi minor dan rinci atau disebut sebagai mikrotopografi memiliki hubungan yang erat dengan keaneka ragaman batuan. Perbedaan kondisi iklim mikro yang sangat menonjol antara dasar lembah dengan puncak bukit dan antara lahan terbuka dengan lahan tertutup vegetasi akan tampak dari jumlah penguapan lokal. Bentuklahan memiliki ciri .ciri pada bentuklahan. tetapi pemikiran tentang proses geomorfologi akan meninggalkan jejak di atas permukaan bumi adalah pemikiran yang lebih maju. Penggunaan istilah proses yang dipakai untuk semua perubahan yang terjadi terhadap rupa bumi secara fisika dan kimia. masih memiliki arti yang sangat penting.

Mempelajari bentuklahan akan mengalami kesulitan jika tidak memahami bahwa topografi merupakan hasil dari proses atau siklus geomorfologi. yaitu (1) bentanglahan sederhana. dataran lava. Horberg (1952) mengelompokkan bentanglahan menjadi beberapa kategori.ciri yang berkembang pada bentuklahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk klasifikasi genetika bentuklahan. dan W. dewasa dan tua. karena akan sulit menentukan karakteristik perkembangan bentuklahan yang khusus. (3) bentanglahan siklus tungal. Konsep 5 : Media erosi yang berbeda pada permukaan bumi mem bentuk susunan bentuklahan tertentu. tahap perkembangan proses diawali dari tahap muda. sehingga timbul . sehingga ciri .delta merupakan hasil kegiatan arus sungai. tetapi termasuk juga menegaskan hubungan genetika terjadinya bentuklahan.M Davis merupakan suatu kenyataan. (2) bentanglahan campuran. Ciri . seperti pengangkatan lantai samudra. dewasa dan tua yang dikemukakan oleh W. Kondisi geologi dan keragaman iklim membentuk ciri permukaan bumi yang sangat beragam walaupun proses geomorfologi berkembang pada periode yang sama. Proses geomorfologi yang rumit dan media yang bekerja dibawah kondisi iklim tertentu disebut sebagai sistem morfogenik (morphogenic system. Bentanglahan sederhana merupakan hasil proses geomorfologi tunggal. 1955). Perdebaan dan pertentangan didalam ilmu pengetahuan merupakan akibat dari penjelasan yang sangat sederhana dan tidak jelas. terutama terhadap peneplain (perataan) yang dianggap sebagai akhir dari suatu siklus geomorfologi. Konsep umum yang digunakan pada tingkat dasar memiliki beberapa kelemahan apabila di-terapkan pada evolusi permukaan bumi yang lebih rumit.M Davis menyebutnya sebagai konsep siklus geomorfologi. sehingga penggunaan istilah siklus geomorfologi tidak hanya menyatakan siklus alam yang mewakili tahap evolusi bentuk permukaan bumi tetapi termasuk pula pemikiran bahwa perkembangan permukaan bumi terjadi secara teratur dan berurutan dengan tidak menggunakan penamaan evolusi permukaan bumi sebaai tahap muda. Pada umumnya topografi rinci hasil dari siklus erosi yang berlangsung . Rekayasa yang tepat dari suatu arti proses evolusi bentuklahan tidak hanya memberikan gambaran yang lebih baik dari perkembangan bentuklahan. Pada tahap akhir dari proses geomorfologi permukaan bumi memiliki topografi berelief rendah yang disebut sebagai peneplain (perataan). Bentanglahan campuran merupakan hasil siklus erosi lebih dari satu kali atau hasil dua atau lebih proses geomorfologi. dewasa atau tua yang memiliki pengertian bahwa topografi yang berada pada tahap yang sama memiliki ciri yang sama pula. permukaan kerucut vulkanik.ciri proses bentuklahan tergantung pada tahap perkembangan proses. tetapi tidak semua yakin bahwa tahap muda. sehingga menimbulkan keraguan. Istilah siklus geomorfologi tidak selalu tepat untuk menunjukkan suatu perubahan bentanglahan akibat gradasional. Beberapa akhli geomorfologi percaya bahwa permukaan bumi memiliki keteraturan umur. plato atau endapan yang tertutupoleh endapan glasial Plistosen. tetapi mencari istilah atau konsep pengganti sangat sulit. artinya bentanglahan tersebut meninggalkan jejak siklus erosi yang terjadi hanya satu kali dan umumnya terbatas pada permukaan bumi yang baru terbentuk. (4) bentanglahan multi siklus dan (5) bentanglahan hasil pembentukan kembali. Konsep 6 : Evolusi geomorfologi tidak sesederhana yang dibayang kan. Triccart dan Cailleux.

tetapi sangat jarang terjadi. Munculnya bentanglahan masa lampau yang telah ditutupi oleh batuan beku atau batuan sedimen karena batuan penutup tersebut terkikis.proses yang lain seperti pelapukan. Secara umum struktur geologi lebih tua dari pada ciri . pantai.proses yang berlangsung terhadap pembentukkan bentanglahan. gerakan material karena gravitasi. Ciri . Australia dan Amerika Utara. Daerah . Konsep 8 : Pemahaman terhadap bentanglahan sekarang diperlukan pemahaman kondisi geologi dan iklim pada kala Plistosen. walaupun pada beberapa bentanglahan dapat ditemukan proses geomorfologi tunggal. proses . Glasiasi sangat berpengaruh baik secara langsung atau tidak langsung. kemudian kala Eosen dan Miosen. faktor iklim sangat berpengaruh. Pemahaman topografi rupa bumi adalah untuk mengenal perubahan kondisi geologi dan kondisi iklim kala Plistosen yang mempengaruhi topografi sekarang. seperti saluran . sungai. Diperkirakan pula bahwa permukaan bumi 90 % terbentuk setelah Tersier dan mungkin 99 % terbentuk setelah Miosen Tengah. karena berkembang dibawah kondisi iklim yang beragam sebagai faktor yang mempengaruhi proses geomorfologi dan sangat berhubungan dengan kondisi iklim kala Plistosen. Sebagian besar topografi sekarang lebih muda dari kala Plistosen.perdebatan karena pada semua bentanglahan telah terjadi proses geomorfologi yang bercampur. tetatpi lereng sekarang terbentuk pada kala Plistosen dan air terjun yang terbentuk saat ini lebih muda dari relif rinci yang berumur Plistosen dan Resen. Material material hasil pengikisan galsial dan tiupan angin menyebar luas sampai ke daerah yang tidak mengalami glasiasi. Afrika. erosi oleh limpasan air permukaan dan proses . danau.ciri topografi yang terbentuk di atasnya. Kondisi yang sama terjadi pada bentanglahan hasil pelarutan oleh air tanah. serta terbentuk sejak munculnya manusia dan sebagian kecil muka bumi sekarang memiliki hubungan yang jelas dengan permukaan bumi pra Miosen. Ashley (1931) percaya bahwa pahatan rupa bumi seperti gunung. tetapi perlu disadari bahwa proses yang berlangsung tidak hanya kegiatan aliran air saja. kecuali berupa bentuklahan tua yang tersingkap kepermukaan akibat dari gradasional. kecuali yang ditemukan pada daerah diatropisma Plistosen Awal dan Resen.daerah yang sekarang beriklim sedang. air terjun dan tebing berumur lebih muda dari Miosen. lembah. Pegunungan Himalaya pertama terlipat pada kala Kapur. Daerah .saluran pada masa praglasial yang muncul dan hanya sebagain kecil menjadi ciri lokal. sehingga dapat disimpulkan bahwa glasial sangat mempengaruhi iklim dunia. Konsep bentanglahan dengan iklim yang beragam dapat dimasukan sebagai konsep bentanglahan yang rumit. Konsep 7 : Topografi bumi yang paling menonjol adalah topografi yang lebih muda dari kala Plistosen. Kurang lebih 100 cekungan di pedalaman Amerika Serikat bagian Barat yang saat ini berbentuk danau dengan iklim arid dan semi arid menunjukkan sistem fluvial yang sama dengan di Asia. selama zaman glasial pernah beriklim seperti di sub arktik Amerika Utara dan Eurasia yang dicerminkan oleh tanah . dan perpindahan material oleh angin sangat berpengaruh terhadap perkembangan bentuk rupa bumi. Sebagai contoh bentanglahan hasil dari kegiatan aliran air.daerah yang terletak pada lintang menengah. sehingga daerah sekarang beriklim arid atau semi arid pada zaman glasial beriklim basah. Bentanglahan campuran tercermin sangat baik pada daerah yang dipengaruhi oleh glasiasi Plistosen.ciri topografi tua jarang ditemukan.

usul (proses) bentanglahan saat ini dan masa lalu selaras dengan waktu geologi. Plistosen sampai Resen masih berperan sebagai faktor pe . Geomorfologi cenderung menekankan asal . karena pembekuan samudera menyebabkan penurunan muka air laut dan kembali normal pada zaman interglasial. seperti Great Lakes merupakan sistem aliran yang dipengaruhi oleh glasial terbesar di dunia. kerapatan dan jenis vegetasi. Pencairan es terhadap lautan sangat berpengaruh terhadap pembentukkan koral. Konsep 10 : Geomorfologi menekankan kondisi sekarang bermanfaat untuk mengungkap sejarah perkembangan bumi. Konsep 9 : Pengenalan iklim sangat penting untuk dapat memahami dengan baik perbedaan proses geomorfologi yang berlangsung. sedangkan pengaruh langsung antara lain curah hujan. Perubahan muka air laut memiliki pengaruh terhadap topografi. Hasil pengikisan akibat pencairan es atau endapan glasial yang tertiup angin membentuk gumuk pasir (sand dunes) atau bercampur dengan lanau atau lempung disebut sebagai loess.yang membeku secara permanen dan biasa disebut sebagai permafrost. Perubahan iklim dapat berpengaruh secara langsung atau tidak langsung. Akhli geomorfologi selalu melakukan pendekatan dengan menggunakan hukum uniformitarianisme. Glasiasi kala Plistosen merupakan peristiwa yang paling besar walaupun diatropisma yang berkembang sejak Pliosen.ngaruh pembentukkan bentanglahan.sisa bentuklahan yang relatif muda. . Faktor iklim. Rejim aliran yang dipengaruhi oleh perubahan iklim ditandai dengan perselingan antara agradasi (pengendapan) dan gradasi (pe . sebagai contoh iklim yang berpengaruh tidak langsung terhadap proses geomorfologi adalah sebaran. Glasiasi sangat berpengaruh terhadap pembentukkan danau. Paleogeomorfologi bentuklahan merupakan sejarah alam geomorfologi yang diperkenalkan oleh Bryan (1940) dan menjelaskan bahwa bentuklahan merupakan hasil dari suatu proses. pe nguapan dan perubahan temperaturan harian. sehingga tidak ada alasan untuk memisahkan antara studi bentanglahan dengan geologi dinamik. Perbedaan antara bentuklahan dengan geologi dinamik yang paling jelas adalah proses terjadinya bentuklahan atau sisa . khususnya temperatur dan penguapan sangat berpengaruh terhadap proses geomorfologi.ngikisan).

Beberapa jenis peta sebagai petunjuk dan pemberi informasi antara lain : peta informasi. ibu kota propinsi atau kabupaten.1 Peta informasi Peta informasi merupakan peta yang dapat digunakan oleh berbagai pihak. Sistem dapat digunakan untuk setiap daerah dan lentur (fleksibel). Unsur . dengan tujuan agar pengguna peta dapat mencapai tujuannya tanpa harus tersesat. peta sekolah (atlas) dan peta topografi. selanjutnya disebut dengan sistem pembuatan peta geomorfologi untuk berbagai macam tujuan.peta yang sederhana. khususnya di wilayah tropis (Indonesia dan Amerika Latin). sehingga peta dapat disebut sebagai petunjuk atau pemberi informasi rupa bumi dan lokasi suatu daerah. khususnya pemahaman geomorfologi untuk tujuan pemetaan geologi. sehingga menjadi suatu sistem pemetaan geomorfologi yang memiliki karakteristik yang jelas. 2.contoh peta informasi antara lain peta pariwisata. Verstappen (1967 dan 1968) dan Van Zuidam (1968 dan 1975) telah mengembangkan sistem penelitian geomorfologi berdasarkan pengalamannya di seluruh dunia.informasi tentang letak. Metode ITC dapat digunakan untuk tujuan pemetaan geologi.sungai yang . sesuai dengan fungsi peta tersebut yaitu sebagai petunjuk dan pemberi informasi. Belanda. sedangkan peta sekolah (atlas) memberi petunjuk tentang daerah propinsi atau kabupaten. 4. tetapi masih banyak terjadi kerancuan. sungai . Sistem dapat digunakan untuk pemetaan dengan berbagai macam skala. Sistem harus memberi penekanan terhadap unsur . sehingga sistem mampu dijadikan landasan penelitian geomorfologi analitik dan geomorfologi sintetik. 2. peta dasar (base map) dan peta bertema (thematic map). karena memasukkan beberapa aspek geomorfologi disertai dengan legenda yang sederhana dan jelas.1. 3. sehingga dapat menekan biaya pembuatan peta. Salah satu sistem yang telah banyak dimanfaatkan untuk berbagai tujuan yaitu sistem yang dikembangkan oleh International Institute for Aerial survey and Earth Sciences (ITC). Biasanya peta informasi memiliki kandungan yang sangat sederhana.1 Pemahaman peta dan manfaat peta Peta adalah gambaran dari rupa bumi yang mencerminkan keadaan suatu daerah atau lokasi.unsur yang perlu diperhatikan didalam menyusun sistem gemorfologi adalah sebagai berikut : 1. Peta pariwisat mengandung informasi . jarak atau ciri khas tujuan wisata. sehingga isi peta diselaraskan dengan skala secara konseptual dan grafis. 2. artinya legenda pada peta harus dapat dijadikan simbol untuk suatu keputusan obyek penelitian.BAB 2 SISTEM PENELITAN DAN PEMETAAN GEOMORFOLOGI Sistem penelitian dan pemetaan geomorfologi telah banyak dikembangkanm selaras dengan tujuan penelitian yang dilakukannya.unsur bentuklahan. Contoh . Sistem harus menghasilkan peta .

Biasanya peta topografi dijadikan peta kerangka untuk menyusun peta dasar atau peta bertema (thematic map) yang dapat memberikan informasi tentang hubungan antara elemen . Jika informasi dari peta topografi atau foto udara dapat diandalkan. Unsur . punggungan dan sebagainya). nama sungai dan nama daerah.Posisi konstruksi (bangunan. maka dugaan sementara terhadap lereng yang . lokasi. gunung. Penentuan lokasi yang baik dan tepat merupakan unsur utama didalam menyusun peta dasar yang baik.unsur peta secara umum seperti garis atau titik dan tampilan peta yang akan dijadikan acuan.unsur peta yang mudah dimengerti. nama kampung. Biasanya yang digunakan sebagai peta dasar untuk suatu kegiatan adalah peta topografi yang sebenarnya hanya memberikan informasi secara umum. sungai. Peta topografi memilki kandungan informasi dan petunjuk daerah. 4. seperti : Kondisi hidrografi Batas pemukiman Batas wilayah kehutanan/ pertanian/perkebunan. garis ketinggian (kontur). Memilih unsur . maka menjadi tidak bermanfaat dan informasi yang dipetakan tersebut menjadi tidak berguna karena tidak dapat dilokalisasi (diplot) dan dievaluasi terhadap kondisi .terkenal dan gunung . karena kesalahan biasanya terjadi karena penggunaan material dasar (peta topografi atau foto udara) yang lama dan tidak teliti. Memilih unsur . bukitbukit kecil. misalnya : . tergantung pada tingkat kesulitan dari unsur pokok. lembah. titik ketinggian dan garis ketinggian (kontur) yang dapat mencerminkan kondisi lereng dengan melihat kerapatan kontur pada peta.komponen tersebut tidak memiliki hubungan. jalan dan sebagainya sangat bermanfaat untuk menentukan lokasi penelitian. sehingga jika komponen . Nama . Keselarasan unsur .elemen pokok dan satuan geomorfologi. seperti titik ketinggian. Sebagai contoh kerapatan garis kontur mencerminkan lereng yang terjal. 3.unsur penting menyusun peta dasar untuk kepentingan geomorfologi atau geologi antara lain : 1. Batas sungai dan pantai.Posisi titik kontrol geodetik .1. .nama daerah.kondisi yang diharapkan dan akhirnya hanya digunakan sebagai dasar perbandingan pada suatu daerah saja.unsur peta dasar dengan materi pokok. Informasi pada peta topografi atau foto udara yang berhubungan langsung dengan unsur . sehingga peta dasar merupakan peta rencana kegiatan yang telah tersusun untuk memudahkan kegiatan yang akan dilakukan dan menghemat biaya. rel KA atau saluran) .faktor yang sering berubah.komponen tersebut harus memiliki hubungan dengan topografi. maka kandungan pokok pada peta tujuan akan sangat bermanfaat. Membatasi unsur .Posisi danau dan sungai . jalan raya. 2.Faktor . seperti tebing.gunung yang terkenal.unsur geografi.Rincian topografi (batasan topografi. Maksud penyusunan peta dasar sebelum melaksanakan kegiatan tertentu merupakan langkah persiapan sebelum kegiatan dilaksanakan.2 Peta dasar (base map) Peta dasar adalah suatu gambaran dari berbagai komponen yang terpilih didalam suatu daerah pemetaan. 2. Informasi dan peta topografi yang terbaru merupakan kebutuhan yang mutlak. Komponen .unsur peta dasar sampai batas minimum. sehingga memerlukan analisis agar dapat dijadikan peta dasar. seperti batas administratif daerah.

sehingga aspek tersebut disimbolkan dengan warna. namun sudah dapat dimanfaatkan sebagai dasar (landasan) penelitian lebih lanjut. misalnya eksplorasi minyak bumi. yaitu : a. Simbol warna digunakan untuk aspek geomorfologi yang jelas dan memiliki arti penting di dalam peta tersebut. 2.aspek geologi lainnya. seperti aspek morfogenetik didalam pemetaan geomorfologi.aspek geomorfologi yang digambarkan pada peta menggunakan simbol . sehingga sifat peta geomorfologi analitik bersifat peta tinjau (reconnissance) dengan skala peta 1 : 50. Pada peta geomorfologi analitik tercermin satuan geomorfologi yang sangat luas dan belum memberikan informasi yang rinci.komponen geomorfologi yang besar merupakan ciri dari peta geomorfologi analitik. 2.3 Peta bertema ( thematic map) Peta bertema adalah peta yang mengandung informasi . Kandungan informasi tersebut merupakan hasil dari suatu kegiatan penelitian tertentu dengan harapan pemakai peta dapat mengambil keputusan dan kesimpulan terhadap kegiatan penelitian yang dilakukannya. sehingga pada saat kegiatan penelitian di lapangan akan lebih terarah kepada hasil analisis peta topografi tersebut. posisi temuan fosil.informasi geologi sebagai landasan kerja yang sedang ditekuninya. sehingga memerlukan penguraian yang lebih rinci.1. sehingga aspek .aspek geomorfologi yang digambarkan pada peta geomorfologi.batas yang jelas. pengembangan wilayah dan tataruang. Penggunaan peta geologi yang telah tersusun dengan baik dapat dibaca oleh pengguna yang berhubungan dengan informasi .aspek geomorfologi di suatu daerah yang cukup luas. Secara garis besar peta geomorfologi dapat dibedakan menjadi tiga jenis peta. pulau atau negara. Sebagai contoh peta geologi memberikan informasi tentang sebaran batuan secara lateral dengan batas .aspek geomorfologi yang dipetakan. Petaa geomorfologi pragmatik.000 sampai 1 : 500.2.curam tersebut dapat berupa sesar (patahan) atau terdapat perbedaan kekerasan batuan atau pola punggungan yang memanjang dapat diduga sebagai perlipatan. Misalnya bentanglahan (landscape) atau mintakat (zone) Bandung berdasarkan fisiografi Van Bemmelen (1949) terdiri dari sistem lahan (land system) rangkaian gunungapi (volcanous) dan sistem lahan ( land system) struktural. c. tergantung pada kepentingan pembuatan peta didalam menetapkan aspek .000.informasi tujuan tertentu untuk maksud tertentu yang dibutuhkan oleh pemakai tertentu pula. geologi teknik. Peta geomorfologi sintetik. Peta geomorfologi analitik. Analisis terhadap peta topografi tersebut sangat bermanfaat untuk kegiatan penelitian geologi.2 Pemahaman peta geomorfologi Peta geomorfologi telah banyak dibuat oleh berbagai lembaga di dunia dan memiliki perbedaan terhadap tinjauan aspek . Analisis bentanglahan yang sangat luas dan komponen . Menurut Verstappen . struktur geologi. geologi teknik. pengembangan wilayah atau penggunaan lahan.1 Peta geomorfologi analitik Secara garis besar kandungan informasi dari peta geomorfologi analitik cenderung memberikan informasi aspek . 2. bahan galian atau aspek . Peta geomorfologi analitik sangat berperan untuk digunakan sebagai bahan analisis yang bersifat regional dalam ukuran propinsi.simbol warna dan pola hitam putih disertai arsiran. b.

titi ketinggian . Aspek utama peta geomorfologi analitik ASPEK UTAMA Bentuk permukaan 1. 2.warna tertentu yang direkomendasikan untuk dijadikan simbol satuan geomorfologi berdasarkan aspek genetik adalah sebagai berikut : KELAS GENETIK Bentuklahan asal struktural Bentuklahan asal gunungapi Bentuklahan asal denudasional Bentuklahan asal laut (marine) Bentuklahan asal sungai (fluvial) Bentuklahan asal glasial (es) Bentuklahan asal aeolian (angin) Bentuklahan asal karst (gamping) SIMBOL WARNA Ungu / violet Merah Coklat Hijau Biru tua Biru muda Kuning Jingga (orange) Morfografi dan morfometri yang tercermin pada peta topografi dinyatakan oleh lambang garis atau huruf yang telah baku dan dicetak de . Morfometri yang penting dari ciri roman muka bumi dapat ditampilkan dengan simbol garis hitam. Verstappen (1970) menyebutkan bahwa penggunaan simbol untuk morfokhronologi tidak perlu menggunakan simbol garis. panjang lereng dan kekerasan relief. sehingga informasi morfografi. Morfometri . karena biaya untuk pembuatan peta akan menjadi mahal dan umur bentuklahan harus diketahui dengan benar. gambar lithologi dengan warna bayangan abu . misalnya simbol garis berwarna merah untuk proses erosi dan warna biru untuk banjir atau sedimentasi.ngan warna hitam atau abu . Pemilihan warna yang tepat dapat memberikan informasi yang lebih banyak dengan tidak mengabaikan simbol warna yang digunakan oleh satuan bentuklahan pada suatu daerah berdasarkan morfogenetik.abu. Morfokhronologi menggunakan simbol huruf atau angka dengan menggunakan warna hitam. Tabel 1. tetapi simbol untuk morfokhronologi dapat dihilangkan. Lithologi digambarkan dalam bentuk simbo. Morfografi KRITERIA PEMETAAN Aspek yang digambarkan dari morfologi suatu daerah. seperti kemiringan lereng.abu berupa bayangan. sehingga harus digambarkan dengan jelas dan digunakan simbol warna. perbukitan atau pegunugan Nilai aspek geomorfologi daerah. morfometri dan lithologi (batuan) tampak pada peta dengan warna yang tidak menonjol.faktor perkembangan yang paling menonjol dari suatu bentanglahan. seperti dataran. Warna . sedangkan simbol garis berwarna dianjurkan untuk penggambaran simbol morfodinamik (proses aktif).dan Van Zuidam (1968 dan 1975) bahwa proses endogen dan eksogen masa lalu dan sekarang merupakan faktor .

air atau es. morfogenetik. Sumber : Van Zuidam (1985) 2. Morfostruktur aktif. 3. Skala peta geomorfologi sintetik yang digunakan adalah 1 : 50. 3. Morfokhronologi absolut). 3. Lithologi / jenis batuan dan struktur batuan dihubungkan dengan proses pengikisan.2. misalnya " Villafranchian" untuk umur glasial tua dan "Monasterian" untuk dataran pantai muda. Komponen lahan (land component) 2. seperti kemiringan lereng. titik ketinggian.000 sampai 1 : 25. perbukitan atau pegunungan. Morfografi Aspek yang digambarkan dari morfologi suatu daerah. Satuan lahan (land unit) .2 Peta geomorfologi sintetik Kandungan peta geomorfologi sintetik cenderung memberikan informasi geomorfologi yang bersifat semi rinci (semi detail) dan mulai mengarah pada suatu tujuan tertentu. panjang lereng dan kekasaran relief. hogback dan kubah.unsur morfografi. Morfodinamik Proses eksogen yang berhubungan dengan gerakan angin. dataran fluvial. lereng patahan. Pada peta geomorfologi sintetik pengelompokkan lahan dibagi menjadi 4 tingkat yang mencerminkan bagian . Morfometri Nilai aspek geomorfologi daerah. misalnya unsur . seperti cuesta.2. Aktivitas proses endogen seperti vulaknisma. 5.ASPEK UTAMA KRITERIA PEMETAAN Bentuk permukaan 1. 3. pegunungan antiklin. 2. seperti gumuk pasir. sedimentasi atau gurun.Morfo aransemen Hubungan antara perubahan bentuklahan dengan proses yang sedang berlangsung. 4.usul bentuklahan dan proses terjadinya bentuklahan). Morfogenesis (asal .3. Morfostruktur pasif. patahan dan lipatan. seperti dataran. (nisbi dan Waktu proses terjadinya suatu bentuklahan. sehingga informasi geomorfologi semi rinci dapat ditampilkan di dalam peta geomorfologi sintetik.000. morfometri dan material penyusun.bagian lahan semi rinci dari suatu bentangan lahan dari tingkat yang paling kecil sampai tingkat yang paling besar sebagai berikut : 1.1. seperti gunungapi.

Suatu sistem lahan menggambarkan pengulangan kemiripan pola bentuklahan yang memiliki kesamaan genetik dibandingkan dengan sistem lahan disekitarnya pada suatu daerah yang sama. bentuklahan. Bentanglahan.satuan lahan (land units) . seperti bentuk permukaan lahan (morfografi). lereng atas gunungapi. Tampilan aspek . selanjutnya bentuklahan gunungapi diuraikan menjadi satuan .000 sampai 1 : 100. Skala yang cocok digunakan untuk menampilkan sistem lahan biasanya lebih besar dari 1 : 250. Bentuklahan (landform) 4. Skala peta yang digunakan untuk menampilkan bentang lahan adalah 1 : 250. . panjang lereng dan kerapatan pola pengaliran (morfometri) dan material penyusun (lithologi). Satuan lahan. biasanya digunakan untuk kepentingan pekerjaan khusus seperti keteknikan atau manajemen.000 atau lebih kecil dan biasanya digunakan sebagai peta tinjau untuk identifikasi suatu kelayakkan lokasi yang akan digunakan suatu proyek atau dijadikan pemandu perencanaan pembangunan.000. satuan lahan dan komponen lahan. sehingga membentuk bentangan yang sangat luas dengan ciri memiliki keseragaman relief dan lithologi secara umum.dung berdasarkan fisiografi Van Bemmelen (1949) terdiri dari sistem lahan rangkaian gunungapi di bagian Utara. bentuk permukaan (relief).satuan lahan yang dibentuk berdasarkan landasan komponen lahan memiliki kesamaan bentuklahan. batuan (lithologi) dan iklim. mengacu kepada suatu komponen lahan atau sekumpulan komponen lahan yang homogen atau heterogen berdasarkan ciri khusus suatu lahan atau komponen lahan. merupakan bagian terbesar dari kumpulan sistem lahan. merupakan bagian terkecil dari suatu bentanglahan yang menekankan kesamaan kelompok atau kelas lahan.000 dan digunakan untuk kepentingan peta tinjau suatu proyek pembangunan. Sistem lahan. biasanya dibedakan berdasarkan proses. yaitu puncak gunungapi. sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pemetaan geologi. dan diuraikan menjadi bentuklahan Gunungapi Tangkuban Perahu dan bentuklahan Gunungapi Tampomas.000. mengacu kepada sekelompok satuan lahan yang homogen atau heterogen dengan ciri satuan lahan atau susunan satuan lahan yang khusus. Sebagai contoh bentanglahan (landscape) atau mintakat (zone) Ban .ciri perkembangan bentuk permukaan lahan (relief) yang berhubungan berhubungan dengan aspek lingkungan. Bentanglahan (landscape) Komponen lahan. proses dan lithologi merupakan dasar utama pengelompokkan satuan lahan. tanah.ciri tampilan luar. Suatu bentuklahan menunjukkan ciri . Skala peta yang digunakan untuk menampilkan bentuklahan adalah 1 : 10. mengacu kepada bentuklahan dan ciri .usul (morfogenetik). sehingga peta geomorfologi sintetik dapat dijadikan sebagai peta dasar didalam pemetaan geologi. biasanya digunakan untuk kepentingan pekerjaan proyek pembangunan yang bersifat sangat luas. biasanya digunakan untuk pekerjaan konsultan atau proyek pembangunan. proses / asal . vegetasi dan proses. Satuan .3. membentuk satuan berdasarkan bentuk permukaan lahan sebagai kriteria pengelompokkan. Tampilan dari satuan lahan menggambarkan ciri eksternal dan internal dari suatu bentuklahan yang dibandingkan dengan satuan lahan sekitarnya pada daerah yang sama. Skala peta yang digunakan untuk menampilkan komponen lahan adalah 1 : 100. Skala peta yang digunakan untuk menampilkan satuan lahan adalah 1:10.aspek geomorfologi tersebut sangat erat hubungannya dengan kondisi geologi. Sistem lahan (land system) 5. lereng tengah gunungapai dan lereng kaki gunungapi. lithologi (material penyusun). Bentuklahan.000 sampai 1 : 100. nilai dari bentuk permukaan / kemiringan lereng.

yaitu kemiringan lereng dan kestabilan lereng. .abu atau coklat. Tabel 2 menunjukkan berbagai kelas lereng. Verstappen dan Van Zuidam (1968 dan 1975) membagi kemiringan lereng menjadi 6 kelas lereng. yaitu air tanah dalam.abu sebagai bayangan.proses pada lereng tertentu yang menonjol. mata air dan gerakan material yang diberi simbol de . kualitas aliran air permukaan. sedangkan informasi topografi dan lithologi yang penting digambar dengan simbol garis abi .000.000 sampai 1 : 5. dan kedalaman air tanah. simbol gambar. (5) kelas 300 .50. yaitu : (1) kelas 0 0 . dan kesesuaian lahan. Seperti pada peta morfokonservasi yaitu tutupan vegetasi alami. kondisi lahan dan simbol warna untuk lahan yang disarankan. sehingga unsur lahan (land element) dari aspek aspek geomorfologi yang bersifat rinci. arah sedimentasi. (4) kelas 150 . Contoh peta geomorfologi pragmatik antara lain peta morfokonservasi dan peta hidrogeomorfologi. menggunakan simbol warna untuk membedakan satuan hidrogeomorfologi yang sama dengan simbol . dapat tercermin pada peta geomorfologi pragmatik. Vegetasi alami. Sama dengan peta analitik. arah lelehan lava gunungapi.150. Kelas lereng yang menunjukkan kesamaan lahan kritis disertai dengan proses . Kemiringan lereng terutama untuk menghitung dan mengetahui tingkat erosi yang berlangsung serta kemungkinan gerakan tanah yang akan terjadi pada lereng tersebut. arah arus sungai / pantai. seperti kegiatan penelitian teknik. seperti alur erosi. sehingga penamaan peta lebih cenderung mencerminkan maksud dan tujuan pemetaan yang bersifat khusus. perkebunan dan pertanian diberi simbol warna hijau. tutupan vegetasi. Kegiatan konservasi tertentu dapat juga dilakukan terhadap satuan bentuklahan tertentu yang memiliki proses yang menonjol atau nilai kelas konservasi. potensi air tanah. arah ombak. Jika batas satuan bentuklahan digambar dengan garis tebal. Simbol . proses yang menjadi ciri lahan. (2) kelas 20 . peta bahaya gunungapai. Peta geomorfologi pragmatik biasanya dimanfaatkan untuk kepen .tingan suatu kegiatan yang bersifat rinci (detai).simbol vegetasi digambar dengan warna hijau.3 Peta geomorfologi pragmatik Kandungan peta geomorfologi pragmatik cenderung menampilkan informasi geomorfologi yang bersifat khusus dan rinci (detail) karena peta geomorfologi pragmatik merupakan peta untuk tujuan tertentu dan khusus. angka dan huruf dengan warna yang berbeda. garis merah untuk erosi yang aktif dan biru gelap untuk gerakan tanah yang aktif.550 dan (6) kelas 0 diatas 55 .simbol yang biasa digunakan didalam kajian hidrologi. Pada tabel 3 ditunjukkan bobot nilai lahan yang digunakan untuk membedakan empat kelas hidrogeomorfologi. lingkungan. dan peta kesesuaian lahan (land suitability map). maka nama singkatan dari bentuklahan perlu dicantumkan dengan huruf kapital. semi alami dan pertanian sangat mempengaruhi proses erosi dan gerakan tanah. peta morfohidrologi (hidrologi). seperti peta morfokonservasi (lingkungan).2.300.ngan garis arsir. Batasan satuan hidrogeomorfologi didasarkan pada kemiringan lereng. permeabilitas daerah. peta morfostruktur (struktur geologi). Peta Hidrogeomorfologi. Peta morfokonservasi.20. kebencanaan.2. sehingga simbol . garis kontur dan lithologi (batuan) digambar dengan warna abu .simbol lain yang digambar denga garis hitam dapat diberikan untuk proses geomorfologi yang sudah tidak aktif tapi masih baru. menggambarkan klasifikasi lereng. hidrologi. (3) kelas 50 . Skala peta geomorfologi pragmatik adalah 1 : 25.

7 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng landai. sering terjadi erosi dan gerakan tanah dengan kecepatan yang perlahan . 1985). Kuning Muda 8 . bila terjadi longsor bergerak dengan kecepatan rendah. Hubungan kelas lereng dengan sifat .15 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng landai sampai curam. (sumber : Van Zuidam. singkapan batuan muncul di permukaan. sering ditemukan singkapan batuan. rawan terhadap erosi. Kelas Lereng 0 0 Proses. 0 -2 (0 .55 (70 . Kuning Tua 16 . Hijau tua 2 -4 (2 . Ungu Tua . Karakteristik dan Kondisi lahan Simbol warna yang disarankan. rawan terhadap bahaya longsor.35 (30 . Daerah rawan erosi dan longsor Merah Muda 35 . rawan tergadap longsor batuan.30 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang curam.2 %) Datar atau hampi datar.70 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang curam sampai terjal.sifat proses dan kondisi lahan disertai simbol warna yang disarankan.16 (15 . pengikisan dan erosi akan meninggalkan bekas yang sangat dalam.140 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang terjal.lahan. Hijau Muda 4 -8 (7 . Merah Tua > 55 ( > 140% ) 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang terjal. sangat rawan terhadap erosi.Tabel 2. erosi permukaan dan erosi alur. dapat diolah dengan mudah dalam kondisi kering. tidak ada erosi yang besar. bila terjadi longsor bergerak dengan kecepatan rendah.

. ketebalan pasir atau tanah mampu me nyerap dengan cepat Tutupan vegetasi (20) Tutupan tanaman tidak efektif. (5) Baik sampai sempurna. kurang dari 10 % aliran dibawah tu tupan baik.Tabel 3. batuan lapuk dan memiliki rekahan (5) Endapan berbutir sedang sampai kasar. (10) Jarang sam pai baik. Pemboran diperlukan.sifat daerah aliran sungai untuk memperkirakan kemungkinan limpasan air permukaan dengan metode Cook (Sumber : Van Zuidam. kurang dari 2 % daerah aliran (5) Daya tam pung tinggi. hampir 90 % daerah aliran tertutup rumput dan ta naman kayu. kolam dan rawa. jarang atau gundul. (20) Lapisan tanah penutup tidak efektif. 1953. (15) Jarang sam pai sedang. (10) Endapan berbutir sedang dan batuan mudah lapuk (8) Endapan berbutir sedang. (20) Berbukit. daerah aliran curam dan sempit. berbentuk cekungan. kemiringan lereng 0-7% Batuan (15) Endapan berbutir halus dan dan betuan keras. Daya tampung per mukaan. 1985). Dikutip dari : Engineering Handbook for Farm Planners Upper Mississippi Valley Region III United States Soil Conservation Services.lapisan tanah tipis. tampak cekungan dangkal.15 % (5) Datar. daerah aliran kecil. (100) Sangat Tinggi (75) Tinggi (50) Normal (25) Rendah Relief (25) Curam. depresi cekungan permukaan. sehingga kapasitas resap tanah sangat rendah. tidak ada kolam atau rawa. (5) Daya serap tinggi.30% (12) Bergelombang kemiringan le reng 7 . tidak ada kolam atau rawa. (10) Daya tampung normal. (15) Daya tam pung kecil. (15) Daya serap tanah lambat Lempung atau tanah memi liki kapasitas daya serap rendah. danau.kemiringan lereng lebih dari 30 %. Sifat . tidak ada tutupan alami. (20) Tidak ada. ketebalan geluh dengan ke mampuan daya serap baik. 50 % daerah aliran tertutup rumput dan ta naman kayu.kemiringan lereng 15 . (10) Daya serap normal. rekahan tampak jelas Daya serap (infiltrasi) tanah. tidak tampak jelas daerah aliran.

Bentuklahan dataran pantai (beach)  Bentuklahan asal fluvial (fluvial landforms origin) terdiri dari : . Dataran marin : disusun oleh material berbutir halus sampai sedang .1 Bentuklahan dataran Dataran adalah bentuklahan (landform) dengan kemiringan lereng 0% sampai 2%.Bentuklahan lembah gisik (beach swale landforms) .ngaliran dan bentuk lereng.usul / proses terjadinya bentuk (morfogenetik).unsur geomorfologi. atau gunungapi. biasanya digunakan untuk sebutan bentuklahan asal marin (laut). lembah dan dataran.Bentuklahan beting gisik (beach ridge landforms) .UNSUR PEMETAAN GEOMORFOLOGI Konsep pemetaan geomorfologi yang dikemukakan di bawah ini me . asal . 3.Bentuklahan delta membulat (lobate delta0 . 1975) yang dilandasi pengalaman di wilayah tropis seperti di Indonesia dan Amerika Latin.Bentuklahan delta memanjang (cuspate delta) .Bentuklahan delta kaki burung (birdfoot delta) . pola pe .Bentuklahan tanggul alam (natural levee landforms) .Bentuklahan undak sungai (teracce landforms)  Bentuklahan asal campuran (delta). fluvial (sungai). seperti gambaran bentuk (morfografi). campuran marin dan fluvial (delta) dan plato. Aspek .  Bentuklahan asal marin (marine landforms origin) terdiri dari : .1968) dan Van Zuidam (1968.Bentuklahan delta kuala (estuarine delta0  Bentuklahan plato.Bentuklahan dataran banjir (flood plain landforms) .Bentuklahan dataran pesisir (coastal plain landforms) .1 Morfografi Morfografi secara garis besar memiliki arti gambaran bentuk permukaan bumi atau arsitektur permukaan bumi. Sistem pemetaan geomorfologi harus memenuhi kriteria unsur .BAB 3 UNSUR . pegunungan.aspek geologi yang dapat tercermin dari morfografi dataran asal marin dan fluvial adalah : a. Secara garis besar morfografi dapat dibedakan menjadi bentuklahan perbukitan/punggungan. penilaian kuantitatif bentuk (morfometri) dan material penyusun. Beberapa pendekatan lain untuk pemetaan geomorfologi selain morfografi adalah pola punggungan.ngacu kepada sistem yang dikembangkan oleh oleh Verstappen (1967.Bentuklahan dataran pesisir aluvial (alluvial coastal plain landforms) . terdiri dari : .1. 3.

Bentuklahan perbukitan yang memanjang mencerminkan suatu perbukitan yang terlipat. Perbukitan kubah intrusi. disertai de ngan sisa . bercampur dengan lempung dan lanau. c. Munculnya perbukitan karst disebabkan oleh suatu pengangkatan (tektonik).sisa tumbuhan atau endapan batubara. Daerah perbukitan karst mencerminkan jejak lingkungan laut dangkal (25 meter sampai 50 meter). Bentuklahan perbukitan karst (gamping) disusun oleh material sisa kehidupan binatang laut (koral). terdapat gua . soliter (terpisah). biasanya terbentuk pada daerah yang dipengaruhi oleh sesar dan tersebar tidak beraturan. Sebutan pegunungan digunakan terhadap rangkaian bentuklahan yang memiliki ketinggian lebih dari 500 meter dan kemiringan lereng lebih dari 20 %. d. mengikuti lereng sayap dari perbukitan tersebut. Aspek .gua dengan stalagtit dan talagmit.2 Bentuklahan perbukitan / pegunungan Bentuklahan perbukitan (hilly landforms) memiliki ketinggian antara 50 meter sampai 500 meter di atas permukaan laut dan memiliki kemiringan lereng antara 7 % sampai 20 %. disusun oleh material batuan beku intrusi yang memiliki ciri khas membentuk pola aliran sentripetal. sepert breksi dan tuf. b. Bentuklahan perbukitan rempah gunungapi (gumuk tefra) disusun oleh material . Dataran delta : disusun oleh material . sehingga dapat diperkirakan material penyusun berupa batuan sedimen. Dataran plato : disusun oleh material . d.aspek geologi yang berhubungan dengan bentuklahan perbukitan dan pegunungan tersebut antara lain : a.1. Dataran fluvial : disusun oleh material berbutir halus seperti lem pung dan lanau sampai bongkah . sedangkan bentuklahan pegunungan (mountaineous landforms) memiliki ketinggian lebih dari 500 meter dan kemiringan lereng lebih dari 20 %. Material penyusun dataran fluvial biasa disebut endap an aluvium dan jika telah termampatkan disebut konglomerat. sehingga garis pantai lama tidak jauh dari kumpulan perbukitan karst tersebut. koral (karst) dan perbukitan yang dikontrol oleh struktural.material hasil erupsi gunungapi yang berbutir halus sampai bbongkah dengan ciri khas tidak jauh dari gunungapi se . Gumuk tefra terbentuk karena kegiatan erupsi gunungapai. Sebutan perbukitan digunakan terhadap bentuklahan kubah intrusi (dome landforms of intrusion). pegunungan Alpen (di Eropa) dan Pegunungan Selatan (di Jawa Barat).bagai sumber material.tiba menghilang). dan lanau. lempung.material pasir berbutir halus sampai sedang. sedangkan puncak dari perbukitan bertindak . bukit rempah gunungapi / gumuk tefra.material gunungapi. biasanya merupakan satu rangkaian dengan bentuklahan gu nungapi atau akibat kegiatan tektonik yang cukup kuat.bongkah. Ciri khas perbukitan karst membentuk perbukitan yang berkelompok. b. seperti pegunungan Himalaya (di India). batulempung dan batulanau atau perselingan batuan sedimen tersebut. c. membentuk pola pengaliran multi basinal (tiba . bersifat karbonatan.yaitu pasir yang terpilah baik dan kemasan terbuka karena lebih banyak dipengaruhi oleh hempasan ombak. seperti batupasir. Ciri khas bentuklahan perbukitan terlipat memiliki pola pengaliran paralel atau rektangular yang berbeda arah. 3.

Jenis lembah U tajam terjadi pada daerah . e.rempah gunungapi (tefra).Jenis lembah U tajam . Bentuklahan perbukitan memanjang terbentuk akibat dari kegiatan tektonik lemah (pengangkatan). Pada gunungapi muda puncak kepundan masih berbentuk kerucut dan erupsi masih terus berlangsung.4 Lembah Permukaan bumi yang tertoreh oleh limpasan air permukaan akan membentuk lembah. Manglayang dan rangkaian pegunungan di Utara Tanjungsari. Erosi ke arah vertikal terhenti. kemudian menyambung dengan Gunungapi Tampomas. pada lereng bagian tengah lelehan lava dan lahar serta pada bagian lereng bawah berupa endapan rempah . Pada awalnya torehan (erosi) limpasan air permukaan berupa erosi permukaan (sheet erosion) kemudian menjadi erosi alur (riil erosion). terdapat pula rangkaian pegunungan yang diakibatkan oleh tektonik. lubang kepundan dan kerucut kepundan. Perbukitan yang berbelok atau terpisah. Jenis lembah U tumpul terjadi pada daerah .1. seperti rangkaian gunungapi Tangkuban Parahu dengan Tampomas terdapat rangkaian pegunungan Bukit Tunggul.lereng lembah. erosi yang berlangsung cenderung ke arah lateral (samping) dan erosi ke arah vertikal (dasar sungai) relatif tidak berlangsung. Secara garis besar jenis .1. Terbentuknya gunungapi akibat kegiatan magma yang mendorong dari perut bumi ke permukaan bumi secara sinambung (terus menerus) dalam kurun waktu yang panjang. Selain rangkaian pegunungan yang terdapat di sekitar gunungapi.3 Bentuklahan gunungapi (vulkanik) Bentuklahan gunungapi (vilkanik) memiliki ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut dan memiliki kemiring lereng yang curam (56 % sampai 140 %). .jenis lembah dapat dibedakan menjadi : . Bentuklahan pegunungan terdapat pada suatu rangkaian gu-nungapi. seperti rangkaian Pegunungan Selatan Jawa Barat yang membentang dari Barat di Teluk Palabuan Ratu (Sukabumi) sampai ke Timur di Teluk Pangandaran (Ciamis). erosi parit (gully erosion). lembah (valley) dan selanjutnya lembah sebagai penampung aliran air menjadi sungai. material yang dapat ditemui pada bentuklahan vulkanik bagian puncak merupakan material halus sampai sedang (abu vulkanik / tuf). sehingga membentuk kerucut yang menjulang sampai ketinggian tertentu. dengan ciri khas memiliki kawah.daerah yang relatif datar.Jenis lembah V tajam. erosi lateral (ke samping) lebih besar dari pada erosi vertikal (ke arah dasar sungai). 3. 3. Limpasan air permukaan yang masuk ke lembah selalu membawa muatan sedimen hasil dari pengikisan air tersebut dan selanjutnya sungai membawa muatan sedimen untuk di endapkan pada daerah (cekungan) tertentu menjadi suatu endapan (sedimen). karena telah mencapai batuan dasar sungai yang relatif keras dibandingkan dengan batuan yang berada di tepi sungai. suatu saat mengalami erupsi yang cukup hebat mengakibatkan puncak kepundan menjadi tumpul. pengumpulan (akumulasi) sedimen berlangsung dari lereng . kemungkinan diakibatkan oleh gerakan dari sesar geser.daerah yang memiliki kemiringan lereng landai.sebagai batas pemisah aliran (water devided).Jenis lembah V tumpul . sehingga membentuk perlipatan. Contoh Gunungapi Merapi di Jawa Tengah Yogyakarta.Jenis lembah U tumpul .

5 Bentuk lereng Bentuk lereng merupakan cerminan proses geomorfologi eksogen atau endogen yang berkembang pada suatu daerah dan secara garis besar dapat dibedakan menjadi : . . erosi vertikal (ke arah dasar sungai) sangat kuat karena dipe . Bentuk lembah V tumpul yang tidak simetris disebabkan oleh perbedaan jenis batuan dan / atau struktur pada salah satu sisi lembah. BENTUK SIMETRIS BENTUK TAK SIMETRIS ENDAPAN FLUVIO -COLUVIA LEKUKAN DALAM TERBUKA/ LEBAR MENYEMPIT / CURAM MENYEMPIT / CURAM TERBUKA / LEBAR Gambar 1.Bentuk lereng cekung Bentuk lereng cembung biasanya terjadi pada daerah .Jenis lembah V tumpul terjadi pada daerah .1.bentuk lembah (sumber : Van Zuidam. . 1985) 3. erosi vertikal (ke arah dasar sungai) berlangsung lebih kuat daripada erosi lateral (ke arah samping) yang disertai dengan erosi dari bagian atas lereng lembah tersebut dan pengumpulan (akumulasi) endapan (sedimen) terjadi di dasar lembah.Bentuk lereng cembung.Bentuk lereng lurus .ngaruhi oleh tektonik.daerah yang memiliki lereng landai sampai agak curam.sisa gawir sesar atau bidan longsoran (mass wasting) yang telah tererosi pada bagian tepi atasnya. Jenis lembah V tajam terjadi pada daerah .daerah yang disusun oleh material . Kondisi batuan dan iklim sangat berpengaruh terhadap pembentukkan jenis lembah V tajam.daerah yang memiliki lereng curam. Bentuk .material batuan yang relatif keras atau sisa .

bentuk lembah sebagai tempat pengaliran air.1. terutama pada skala yang besar. Pola pengaliran sangat mudah dikenal dari peta topografi atau foto udara. sedangkan jika pada salah satu sisi punggungan tersebut memiliki kerapatn garis kontur yang cukup rapat diinterpretasikan telah terjadi sesar naik. Pola . Biasanya pola pengaliran yang demikian disebut sebagai pola pengaliran permanen (tetap). selanjutnya akan membentuk pola . ketebalan dan bidang perlapisan batuan serta geologi struktur seperti sesar. pola pengendapan dan pola khusus. Hubungan pola dasar dan pola perubahan (modifikasi) dengan jenis batuan dan struktur geologi sangat erat.material batuan lunak atau bidang longsoran (slump). biasanya terjadi pada daerah . Sistem pengaliran yang berkembang pada permukaan bumi secara regional dikontrol oleh kemiringan lereng. struktur geologi kondisi erosi dan sejarah bentuk bumi. 2. struktur geologi. alur pengaliran tetap pengali.daerah yang disusun oleh material . melingkar atau terpisah dapat diinterpretasikan sebagai akibat dari suatu pensesaran. radial.Van der Weg (1968) membuat klasifikasi pola pengaliran menjadi pola erosional. Bentuk lereng cekung biasanya terjadi pada daerah . foto udara atau citra satelit akan tampak pola . jenis dan ketebalan lapisan batuan. tralis dan rektangular termasuk pola erosional. arah dan bentuk perlipatan. sedangkan pola punggungan berbelok.pola punggungan yang berbentuk paralel (sejajar). Pola dendritik (sub dendritik). struktur geologi dan erosi. jenis dan kerapatan vegetasi serta kondisi iklim.pola punggungan yang terlipat menunjukkan kerapatan garis kontur yang jarang. sedangkan pada skala menengah akan menunjukkan pola yang menyeluruh sebagai cerminan jenis batuan. . 3. Kekuatan (tenaga) tersebut berasal dari dalam bumi yang dikenal sebagai tenaga endogen.material vulkanik halus atau bidang longsoran (llandslide). Definisi pola pengaliran yang digunakan adalah sebagai berikut: 1.pola tertentu yang disebut sebagai pola aliran.6 Pola punggungan Pada peta topografi. 3. Howard (1967) membedakan pola pengaliran menjadi pola pengaliran dasar dan pola pengaliran modifikasi. yazoo. menga nyam ( braided). sedangkan pola pola lurus (elongate) .Bentuk lereng lurus. Pola aliran ini sangat berhubungan dengan jenis batuan. dapat berupa kegiatan pengangkatan atau pensesaran (tektonik). Pola . kekar. Pola pengaliran adalah kumpulan dari suatu jaringan pengaliran di suatu daerah yang dipengaruhi atau tidak dipengaruhi oleh curah hujan. Pola punggungan paralel dapat diinterpretasikan sebagai suatu perbukitan yang terlipat.percabangan dab erosi yang kecil pada permukaan bumi akan tampak dengan jelas.1. Pola pengaliran pada batuan yang berlapis sangat tergantung pada jenis. sebaran.pola punggungan tersebut mencerminkan dipengaruhi oleh kekuatan (tenaga) yang mengakibatkan terbentuknya pola punggungan. berbelok atau melingkar. tetapi tidak menutup kemungkinan dapat ditambah atau dikurangi.7 Pola aliran Kegiatan erosi dan tektonik yang menghasilkan bentuk .daerah lereng vulkanik yang disusun oleh material . Perubahan (modifikasi) pola dasar adalah salah satu perbedaan yang dibuat dari pola dasar setempat. Percabangan . Pola dasar adalah salah satu sifat yang terbaca dan dapat dipisahkan dari pola dasar lainnya. 3. angular (sub angular). berkelok (meandering).

Klasifikasi pola khusus dibagi menjadi pola pe-ngaliran internal seperti pola "sinkhole" pada bentuklahan karst (gamping) dan pola "palimpset" atau "berbed" untuk daerah yang dianggap khusus. TRALLIS Baruan sedimen yang memiliki kemiringan perlapisan (dip) atau terlipat. vulkanisme. Tabel 3. PARALEL Pada umumnya menunjukkan daerah yang berlereng sedang sampai agak curam dan dapat ditemukan pula pada daerah bentuklahan perbukitan yang memanjang. RADIAL Daerah vulkanik. 1985) POLA PENGALIRAN DASAR KARAKTERISTIK DENDRITIK Perlapisan batuan sedimen relatif datar atau paket batuan kristalin yang tidak seragam dan memiliki ketahanan terhadap pelapukan. jenis pola pengaliran membentuk percabangan menyebar seperti pohon rindang. ANULAR Struktur kubah / kerucut.rektikular dan pola dikhotomik termasuk pola pengendapan. merupakan daerah gerakan tanah. cekungan dan kemungkinan retas (stocks) MULTIBASINAL Endapan berupa gumuk hasil longsoran dengan perbedaan penggerusan atau perataan batuan dasar. sedangkan sistem sentripetal (menyebar kearah titik pusat) memiliki arti bahwa daerah tersebut berbentuk cekungan. Jenis pola pengaliran biasanya berhadapan pada sisi sepanjang aliran subsekuen. pelarutan gamping dan lelehan salju (permafrost) . Sering terjadi pola peralihan antara pola dendritik dengan pola paralel atau tralis. Pola pengaliran radial pada daerah vulkanik disebut sebagai pola pengaliran multi radial. berarti bahwa daerah tersebut berbentuk kubah atau kerucut. Catatan : pola pengaliran radial memiliki dua sistem yaitu sistem sentrifugal (menyebar ke luar dari titik pusat). batuan vulkanik atau batuan metasedimen derajat rendah dengan perbedaan pelapukan yang jelas. Pola pengaliran dan karakteristiknya (van Zuidam. tidak memiliki perulangan lapisan batuan dan sering memperlihatkan pola pengaliran yang tidak menerus.sisa erosi. kerucut (kubah) intrusi dan sisa . REKTANGULAR Kekar dan / atau sesar yang memiliki sudut kemiringan. Secara regional daerah aliran memiliki kemiringan landai. Bentuklahan perbukitan yang memanjang dengan pola pengaliran paralel mencerminkan perbukitan tersebut dipengaruhi oleh perlipatan.

Kontrol struktur pasif mempengaruhi arah dari sistem sungai karena kegiatan tektonik aktif. SUB TRALLIS DIREKSIONAL TRALLIS TRALLIS BERBELOK TRALLIS SESAR ANGULATE KARST Bentuklahan memanjang dan sejajar Homoklin landai seperti beting gisik Perlipatan memanjang. yaitu tektonik aktif dan pasif serta lithologi (batuan). Sedangkan batuan dapat mempengaruhi morfologi sungai dan jaringan topologi yang memudahkan terja. Kontrol dinamika struktur diantaranya pensesaran. Percabangan menyatu atau berpencar .dinya pelapukan dan ketahanan batuan terhadap erosi. .POLA PENGALIRAN MODIFIKASI Umumnya struktural Tekstur batuan halus dan mudah tererosi SUB DENDRITIK PINNATE ANASTOMATIK MENGANYAM (DIKHOTOMIK) Dataran banjir. sesar paralel Kekar dan / atau sesar pada daerah miring Batugamping Morisawa (1985) menyebutkan pengaruh geologi terhadap bentuk sungai dan jaringannya adalah dinamika struktur geologi. delta atau rawa Kipas aluvium dan delta SUB PARALEL Lereng memanjang atau dikontrol oleh bentuklahan perbukitan memanjang. pengangkatan (perlipatan) dan kegiatan vulkanik yang dapat menyebabkan erosi sungai. KOLINIER Kelurusan bentuklahan bermaterial halus dan beting pasir.

KELURUSAN SUNGAI 6. KEMIRINGAN Sungai subsekuen Pola tralis Aliran pada tebing pendek Pola anular Sungai subsekuen Pembelokkan sungai Sungai subsekuen.1 Proses eksogen Proses eksogen adalah proses yang dipengaruhi oleh faktor . ANTIKLIN SINKLIN 5. SESAR AKTIF Teras Lembah memanjang Saluran "OFFSET" Sungai subsekuen Lembah terjal Sungai anteseden Sungai konsekuen Pola aliran radial Lembah gelas anggur Sungai terputus Saluran menyebar Membentu genangan 2. Kontrol struktur terhadap bentuk sungai (sumber : Morisawa. sedangkan ptoses yang dipengaruhi oleh biologi biasanya terjadi akibat dari lebatnya vegetasi. PERLIPATAN AKTIF 3. 1985) KONTROL STRUKTUR BENTUK SUNGAI A. DINAMIK 1. KEGIATAN VULKANIK B. biologi dan artifisial. seperti hutan atau semak belukar dan .Tabel 4. Proses yang dipengaruhi oleh iklim dikenal sebagai proses fisika dan proses kimia.faktor dari luar bumi. Aliran konsekuen Pola radial Sungai konsekuen Pola tralis Lembah gelas anggur Sungai terputus Saluran menyebar Membentuk genangan 2. PASIF. TERAS SESAR Pembelokkan sungai secara tajam. Kelurusan saluran 3.usul terbentuknya permukaan bumi. Dasar sungai curam Teras Lembah memanjang Sungai subsekuen Lembah terjal Saluran "OFFSET' Aliran paralel Aliran sepanjang lereng kemiringan. bentuklahan lembah atau bentuklahan pedataran.2 Morfogenetik Morfogenetik adalah proses / asal . Proses yang berkembang terhadap pembentukkan permukaan bumi tersebut yaitu proses eksogen dan proses endogen.2. seperti bentuklahan perbukitan / pegunungan. seperti iklim. 3. KEKAR Lembah asimetri Sungai subsekuen Pola rektangular Sungai subsekuen 3. KUBAH 4. 1.

sehingga membentuk perbukitan intrusi dan gunungapi. Kenampakkan proses erosi pada peta topografi atau foto udara ditunjukkan oleh kerapatan pola aliran.kegiatan binatang. Sebaliknya jika kerapatan pola pengaliran renggang.Pola aliran radial sentripetal (menyebar keluar dari titik pusat). Patahan (sesar normal dan sesar naik) : . perubahan temperatur dan angin. sehingga merubah bentuk permukaan bumi. . sehingga batuan menjadi lapuk dan selanjutnya menjadi tanah. Secara garis besar proses eksogen diawali dengan pelapukan batuan. terhanyutkan dan pada akhirnya diendapkan (agradasional). .ciri proses endogen yang berlangsung di suatu daerah pada peta topografi atau foto udara adalah sebagai berikut : Bentuklahan perbukitan intrusi : . . . 3. Patahan (sesar geser) : . .Pola aliran paralel atau rektangular. Lapisan permukaan tanah kemudian dikikis oleh hujan selanjutnya material permukaan tanah yang lepas terhanyutkan dan diendapkan pada suatu cekungan pengendapan. Selain kegiatan tektonik.Bentuk lereng lurus dan tidak beraturan. Bentuklahan perbukitan struktural : Perlipatan : . Tahap perubahan permukaan bumi yang disebabkan oleh proses eksogen diawali dengan permukaan bumi yang dipengaruhi oleh iklim. .Bentuk perbukitan menyerupai kubah dan berpola terpisah (soliter).mineral penyusun batuan secara fisika atau kimia. proses kegiatan magma dan gunungapi (vulkanik) sangat berperan merubah bentuk permukaan bumi.Bentuk lereng hampir lurus dan simetris pada sisi yang berlawanan.Bentuk perbukitan memanjang. maka dapat diartikan bahwa daerah tersebut memiliki tingkat erosi yang reltif kecil atau dapat pula diinterpretasikan bahwa daerah tersebut disusun oleh batuan yang relatif keras dan memiliki porositas yang cukup baik serta memiliki ketahanan terhadap erosi. kemudian hasil pelapukan batuan menjadi tanah dan tanah terkikis (degradasional). sehingga semakin rapat pola aliran menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki tingkat erosi yang cukup tinggi atau dapat pula diinterpretasikan bahwa daerah tersebut disusun oleh batuan yang relatif lunak dengan porositas yang buruk. seperti lembah / sungai atau laut. .Bentuk perbukitan berbelok atau tergeser (tidak menerus). seperti hujan.Pola aliran rektangular.Garis kontur pada peta topografi relatif rapat.Garis kontur pada peta topografi relatif renggang. sehingga merubah mineral . Proses dari dalam kerak bumi tersebut antara lain kegiatan tektonik yang menghasilkan patahan (sesar).2 Proses endogen Proses endogen adalah proses yang dipengaruhi oleh kekuatan / tenaga dari dalam kerak bumi. Ciri .Bentuk perbukitan tidak menerus dan tidak simetris.Bentuk lereng relatif cembung.Bentuk lereng relatif cekung dan tidak simetris pada kedua lereng yang berlawanan.Pola aliran paralel dan rektangular. .Garis kontur pada peta topografi pada bagian patahan sangat rapat. . pengangkatan (lipatan) dan kekar. . . Proses artifisial lebih banyak disebabkan oleh aktifitas manusia merubah bentuk permukaan bumi untuk kepentingan kehidupannya.2. .

aeolian.Pola aliran radial pada bagian puncak dan pola aliran pada lereng tengah sampai lereng bawah lurus (elongate). seperti morfometri dan material penyusun merupakan unsur penegasan dari pernyataan unsur morfografi dan morfogenetik.1 Lereng Lereng merupakan bagian dari bentuklahan yang dapat memberikan informasi kondisi .. seperti tingkat erosi.3. kerapatan pola aliran. kestabilan lereng dan menentukan nilai dari kemiringan lereng tersebut. sehingga penamaan satuan bentuklahan geomorfologi terdiri dari gambaran bentuk (morfografi) dan asal .2. seperti perbukitan. Sebagai pelengkap agar tata nama satuan tersebut lebih rinci dan dapat dipetakan. sesar atau kekar. bentuk lereng.kondisi proses yang berpengaruh terhadap bentuklahan. denudasional. karst. sehingga penamaan satuan bentuklahan secara lengkap menjadi : Satuan bentuklahan PERBUKITAN STRUKTURAL (TERLIPAT) . pola punggungan. karena analisis morofografi dapat dilakukan terhadap peta topografi atau foto udara. dan pada bagian lereng tengah sampai lereng bawah agak renggang sampai renggang 3. 3.kerapatan aliran 50/Km . . glasial / preglasial (proses eksogen).usul / proses terjadinya bentuk (morfogenetik).usul / proses (morfogenetik) terjadinya suatu bentuk seperti proses asal fluvial.pola aliran rektangular .kerapatan kontur cukup renggang . Tata nama satuan geomorfologi tersebut sangat membantu untuk pemetaan geologi.Garis kontur pada peta topografi pada bagian puncak relatif rapat.Memiliki kawah dan lubang kepundan. Contoh tata cara penamaan satuan geomorfologi adalah sebagai berikut : Satuan bentuklahan PERBUKITAN STRUKTURAL Pernyataan PERBUKITAN mencerminkan gambaran bentuk (morfografi) dan STRUKTURAL menyatakan proses terbentuknya perbukitan tersebut. sedangkan unsur .bentuk lereng lurus dan simetris . sehingga dengan memberikan penilaian terhadap lereng tersebut dapat ditarik kesimpulan dengan tegas .unsur geomorfologi yaiitu kesamaan gambaran bentuk (morfografi).Bentuk pegunungan kerucut. sehingga pemetaan geologi dapat direncanakan dengan baik dan terarah.unsur lain.Garis kontur pada peta topografi renggang sampai rapat.perkiraan batuan penyusun terdiri dari jenis batuan sedimen. . Penilaian kuantitatif terhadap bentuklahan memberikan penajaman tata nama bentuklahan dan akan sangat membantu terhadap analisis lahan untuk tujuan tertentu. Unsur unsur pendukung seperti morfometri dan material penyusun diperlukan untuk lebih menegaskan panamaan satuan tersebut. 3. .3 Tata nama satuan geomorfologi Penentuan tata nama satuan harus memiliki kesamaan unsusr . kerapatan kontur dan perkiraan batuan penyusun bentuklahan. Bentuklahan gunungapi (vulkanik) : .3 Morfometri Morfometri merupakan penilaian kuantitatif dari suatu bentuklahan dan merupakan unsur geomorfologi pendukung yang sangat berarti terhadap morfografi dan morfogenetik. pegunungan atau pedatara dan asal . struktural dan vulkanik (proses endogen). kemiringan lereng. seperti pola alir an.kemiringan lereng 5 % .pola punggungan paralel . maka unsur morfogenetik dapat diuraikan menjadi struktur perlipatan. marin.

karena permukaan laut dianggap sebagai bidang yang memilki angka ke-tinggian (elevasi) nol. Ukuran penilaian lereng dapat dilakukan terhadap kemiringan lereng dan panjang lereng.55 Lereng curam 25 . Pentingnya pengenalan perbedaan ketinggian adalah untuk menyatakan keadaan morfografi dan morfogenetik suatu bentuklahan.50 Lereng pendek 50 .tata nama satuan geomorfologi secara rinci.1985) KEMIRINGAN LERENG KETERANGAN KLASIFIKASI USSSM* (%) KLASIFIKASI USLE** (%) 0-2 Datar .250 Lereng sedang 250 . pegunungan atau . seperti perbukitan. Tabel 6.12 14 .tujuan tertentu.500 Lereng panjang > 500 Lereng sangat panjang 3. 1967).2 Perbedaan ketinggian Perbedaan ketinggian (elevasi) biasanya diukur dari permukaan laut. Ukuran kemiringan lereng (sumber : Van Zuidam.13 Lereng landai 6 .24 56 .55 18 .13 7 . Ukuran panjang lereng PANJANG LERENG (M) KLASIFIKASI < 15 Lereng sangat pendek 15 .3.25 12 . kestabilan lereng dan perencanaan wilayah dapat dikaji lebih lanjut.18 21 .Hampir datar 0-2 1-2 3-7 Lereng sangat landai 2-6 2-7 8 . seperti perhitungan tingkat erosi. Ukuran kemiringan lereng yang telah disepakati untuk menilai suatu bentuklahan adalah sebagai berikut : Tabel 5.140 Lereng sangat curam > 55 > 24 * USSSM = United state soil System Management **USLE = Universal Soil Loss Equation (Wischmeir. sehingga tata nama satuan geomorfologi dapat lebih dirinci dan tujuan .20 Lereng agak curam 13 .

55 200 .000 pegunungan sangat curam > 140 > 1.500 meter .75 Bergelombang .Hampir datar 0 .140 500 .500 meter Perbukitan tinggi 1.Pegunungan 21 .500 meter Perbukitan 500 meter .1. (sumber: Van Zuidam.7 5 .50 Berombak .000 .2 <5 Berombak 3 .3.500 Pegunungan curam 55 .Bergelombang 8 .1985) KELAS RELIEF KEMIRINGAN LERENG ( % ) PERBEDAAN KETINGGIAN (m) Datar .Berbukit 14 . Hubungan ketinggian absolut dengan morfografi (sumber : Van Zuidam.20 75 .100 meter Dataran rendah pedalaman 100 meter . Hubungan kelas relief .200 meter Perbukitan rendah 200 meter .000 meter Pegunungan > 3.1. Hubungan perbedaan ketinggian dengan unsur morfografi adalah sebagai berikut : Tabel 7.200 Berbukit .000 meter Pegunungan tinggi Tabel 8.13 25 .dataran. 1985) KETINGGIAN ABSOLUT UNSUR MORFOGRAFI < 50 meter Dataran rendah 50 meter .kemiringan lereng dan perbedaan ketinggian.

5 cm Tingkat limpasan air permukaan sedang. 1985) JENIS KERAPATAN PADA SKALA 1: 25.5 cm Tingkat limpasan air permukaan tinggi. .Tabel 9.rata jarak percabangan dengan Ordo pertama aliran. Kerapatan aliran (rata . batuan memiliki porositas baik dan tahan terhadap erosi. Van Zuidam.000 MEMILIKI KERAPATAN KARAKTERISTIK HALUS Kurang dari 0. batuan memiliki porositas buruk SEDANG 0. batuan memiliki porositas sedang KASAR Lebih besar dari 5 cm Tingkat limpasan air permukaan rendah.5 cm .

Karakteristik gambaran umum fisik rupa bumi. sedimen. kondisi air permukaan dan air bawah tanah.nilai bentuklahan dan material penyusun bentuklahan. Pada kasus tertentu peta geomorfologi terapan dibuat berdasarkan peta geomorfologi analitik dan pada kasus lain peta geomorfologi sintetik menampilkan informasi informasi klasifikasi bentuklahan untuk tujuan tertentu. Secara umum peta dapat diklasifikasikan menjadi peta tujuan umum dan peta tujuan khusus. ukuran dan posisi. . Peta .1 Pemahaman bentuklahan Mitchel dan Way (1973) menyebutkan bahwa bentuklahan adalah gambaran umum fisik rupa bumi. data lithologi. Aspek . menekankan unsur . karst dan glasial. marin. sedangkan penelitian yang bersifat sintetik menghasilkan informasi . tanah. sehingga penelitian yang bersifat analitik akan menghasilkan satuan . Peta . nilai . aeolian. 4.unsur morfogenesis (termasuk morfostruktural) dan mungkin morfokhronologi. yaitu penelitian yang mendalam tentang geomorfologi dan hubungan geomorfologi dengan bidang ilmu lainnya. seperti informasi lingkungan dan hubungan lingkungan dengan bentanglahan (landscape).peta geomorfologi yang ada sekarang pada dasarnya merupakan peta peta geomorfologi pragmatik. proses bentuklahan. seperti ketepatan bentuk. sebagian memberikan informasi bentuklahan ditambah dengan proses eksogen dan endogen. maka secara garis besar bentuklahan berdaarkan morfografi dan morfogenetik dapat dibedakan menjadi bentuklahan asal denudasional. Selaras dengan karakteristik gambaran umum fisik rupa bumi.peta sintetik (holistik) memiliki kandungan multidisiplin ilmu dan data geomorfologi terpadu. struktural. khususnya yang paling menonjol menghasilkan informasi monodisiplin dan pada bagian lain menampilkan informasi bentuklahan. gunungapi (vulkanik). sebagian proses eksogen. tetapi sangat beik dituangkan dalam bentuk peta.satuan pemetaan geomorfologi yang rinci. Penelitian sistematika yang mendalam tentang geomorfologi akan menghasilkan peta geomorfologi analitik. morfometri dan material penyusun dapat ditafsirkan melalui peta topografi.aspek tersebut tidak hanya disampaikan dalam bentuk kata (verbal).aspek terapan. foto udara atau citra satelit yang saat ini telah berkembang dengan pesat. Pendekatan analitik dan sintetik memiliki hubungan yang erat. fluvial. morfogenetik.BAB 4 SISTIMATIKA PEMETAAN GEOMORFOLOGI Pemetaan geomorfologi meliputi segala aspek yang berhubungan dengan gambaran bentuklahan. Penelitian dan pemetaan geomorfologi saat ini merupakan gabungan dari dua sumber yang berbeda.penelitian yang bersifat lebih khusus. Pendekatan pragmatik dilakukan untuk kepentingan saat sekarang dengan data yang dikumpulkan terbatas hanya untuk penelitian .informasi yang berhubungan dengan aspek . seperti morfografi. Penelitian terhadap hubungan antara geomorfologi dengan pengkajian elemen elemen lingkungan disebut sebagai ekologi bentanglahan (landscape ecology) dan hasilnya berupa peta yang disebut sebagai peta sintetik (holistik).

Erosi alur berlangsung ketika limpasan air permukaan mulai bergabung membentuk alur. maka perpindahan partikel .1 Bentuklahan asal denudasional Proses eksogen (epigen). pola aliran sungai yang membentuk pola dendritik dengan kerapatan pola pengaliran yang cukup rapat dan lereng relatif terjal. maka semakin kuat erosi vertikal dan horisonta mengakibatkan alur semakin besar dan menjadi parit. dan breksi. Vegetasi dan aktivitas manusia sangat membantu percepatan proses eksogen. sehingga perubahan bentuklahan terjadi sangat cepat. foto udara atau citra satelit.1.pola punggungan yang tidak beraturan. Erosi parit memiliki ukuran yang reltif besar.1 Erosi Erosi adalah proses pengikisan terhadap permukaan bumi oleh hujan hujan. serpih. Ciri .Erosi permukaan (sheet erosion) . Kenampakkan ciri . lanau. Kondisi erosi permukaan tidak akan pernah tampak pada peta topografi dan sangat sulit diinterpretasi melalui foto udara. sehingga erosi parit dapat dipetakan dengan skala peta sedang sampai besar. Iklim. . Semakin tinggi debit hujan dan debit aliran pada alur yang terbentuk. sehingga curah hujan yang jatuh dipermukaan tanah mulai mengalir. erosi dan gerakan tanah. sehingga pada peta topografi dicerminkan oleh lekukan garis kontur yang bertindak sebagai aliran air ari suatu punggungan dan bersatu menjadi saluran arus aliran air.1.alur dari suatu aliran tersebut disertai dengan torehan terhadap dinding alur dan dasar alur.ciri bentuklahan asal denudasional dapat diamati dari pola . 4. seperti curah hujan dan perubahan temperatur berpengaruh terhadap proses pelapukan batuan.partikel permukaan bumi berpindah terangkut oleh aliran air atau sungai. seperti iklim.ciri bentuklahan denudasional dapat diamati melalui peta topografi. Jika kecepata aliran tenang dan memiliki kecepatan yang rendah. seperti lempung. Erosi permukaan berlangsung akibat dari limpasan air permukaan yang tidak terpusat (terkonsentrasi) dan biasanya berlangsung pada saat hujan mulai berlangsung. namun sebagai ciri suatu daerah mengalami erosi permukaan pada foto udara akan menunjukkan tutupan vegetasi yang jarang. sehingga partikel .Erosi parit (gully erosion). Kenampakan pada foto udara sangat jelas. vegetasi dan aktivitas manusia merupakan faktor pengaruh yang sangat menonjol pada bentuklahan denudasional.4. tetapi pada foto udara dengan skala yang besar akan tampak alu alur pengikisan pada daerah yang terbuka. Erosi alur memiliki ciri yang hampir sama dengan erosi permukaan. Secara garis besar proses yang berlangsung pada bentuklahan asal denudasional dapat dibedakan menjadi proses erosional dan proses longsoran (degradasional) dengan diakhiri oleh proses pengendapan (agradasional). Material penyusun biasanya terdiri dari batuan homogen yang mudah lapuk. sehingga aliran permukaan terpusat membentuk suatu alur dan pengikisan terjadi pada alur . sedangkan jika kecepatan aliran meningkat.Erosi alur (riil erosion) . maka jenis erosi dapat dibedakan menjadi : .partikel hasil pengikisan tersebut tidak menunjukkan telah terjadi erosi.1. maka erosi berlangsung dengan cepat. Selaras dengan kondisi aliran tersebut. sehingga erosi alur dapat dipetakan pada skala peta yang besar.

Tabel 10. sedangkan semakin renggang pola aliran berarti batuan semakin tahan terhadap pengikisan atau penggerusan. Traksi dan suspensi GRAVITASI Gerakan massa Aliran. Media dan proses erosi (sumber : Van Zuidam. Hole. ed. GLASIAL Penggerusan dan saluran. Tampilan ketahanan batuan terhadap pe . AIR TANAH Tanpa arus bawah tanah. aliran permukaan. Semakin rapat pola aliran. Traksi dan suspensi.W. luncuran penurunan. didalam :The Encyclopedia of Geomorphology R. dan Dari F. 1985) MEDIA PENGARUH PROSES YANG TERJADI PROSES MUATAN MATERIAL AIR PERMUKAAN Arus permukaan dan arus bawah permukaan. maka batuan mudah mengalami pengikisan atau penggerusan.ngikisan atau penggerusan pada peta topografi dan foto udara akan ditunjukkan oleh kerapatan pengaliran. suspensi. Kegiatan hidrolik Traksi. Selain faktor air yang mempengaruhi terjadinya erosi. saltasi dan suspensi. suspensi. larutan dan apungan. Kegiatan hidrolik Traksi. Pencucian . Fairbridge.D. ANGIN Abrasi dan deflasi Traksi. korosi Larutan OMBAK. saltasi. . larutan dan apungan. saltasi. ARUS dan PASANG NAIK. maka faktor ketahanan batuan terhadap pengikisan atau penggerusan merupakan salah satu faktor yang berperan. 1967.

Sangat tahan. JENIS BATUAN KETAHANAN BENTUKLAHAN BATUAN BEKUAN Tekstur halus Hitam (basa) Menengah Cerah Tekstur kasar Hitam (basa) Menengah Cerah Basalt Andesit Rhiolite Biasanya tahan Biasanya tahan Biasanya tahan Gawir dan aliran Tidak menyebar Tebing terjal Gabro Sienite Granit Biasanya sangat tahan Biasanya tahan Biasanya tahan Kecuali di wilayah arid Gawir dan kubah Pengangkatan Kubah dan pengangkatan. dan monadnok. Butiran kasar Lepas Padat Pasir Batupasir Biasanya lunak Tahan jika tersemen kuat. Pengangkatan Pengangkatan dan punggungan. Geomorphology. Dataran rendah Tebing terjal dan plato Butiran sangat kasar Lepas Kerakal Padat Konglomerat Sebagai batuan penutup perlipatan. Punggungan dan pegunungan. Lobeck. gumuk. Biasanya lunak Sangat lunak Lunak di daerah basah tahan di daerah arid. membentuk dinding tegak.K.Mc Graw-Hill New York . Lahan terbuka Dataran rendah sam pai landai Dasar lembah. Ketahanan relatif batuan terhadap erosi dan pelapukan (sumber : Van zuidam. Daerah gamping. Asal batuan bekuan atau endapan Banded Gneis Schistose Schist Sangat tahan Sangat tahan Disadur dari : A.Tabel 11. 1985). Memiliki ketahanan sedang.. BATUAN MALIHAN (METAMORF) Asal batuan endapan Serpih Batugamping Batupasir Slate Marble Kuarsit Lunak Lunak sangat tahan Dataran rendah Dataran rendah Punggungan. BATUAN ENDAPAN Butiran halus Lepas Padat Karbonat lepas Karbonat padat Lempung Batulempung Lanau Gamping Lunak.

karena faktor pengaruh yang berbeda. Faktor pengaruh terjadinya luncuran disebabkan oleh lereng yang curam dan sedikit pengaruh air. Gerakan massa tanah atau batuan berupa aliran biasanya terjadi pada kemiringan lereng landai dan memiliki gerakan kejadian yang tidak bersamaan serta terhenti jika kemiringan lereng mulai mendatar.2 Longsor Longsor adalah gerakan massa tanah atau batuan dengan jumlah yang cukup besar dari suatu tempat ke tempat lain yang memiliki kemiringan lereng dan disebabkan oleh gravitasi atau media air. Luncuran. aliran (flow) dan jatuhan (heave). sedangkan perkembangan lereng yang cekung cenderung kurang tahan terhadap pelapukan dan erosi. Sangat jelas bahwa ketebalan lapisan batuan sangat berpengaruh terhadap bentuk lereng (cembung atau cekung). merupakan gerak perpindahan massa tanah atau batuan yang dipengaruhi oleh faktor air dengan kecepatan yang relatif cepat. Gerakan massa tanah atau batuan tersebut dapat terjadi dengan kecepatan yang tinggi dan kecepatan yang rendah. biasanya terjadi pada lereng yang sangat terjal (hampir tegak lurus). Aliran. Batuan dan iklim memiliki peran penting pada tampilan geomorfologi. (b) perubahan kristal dan pengikisan batuan akibat pelapukan dan erosi. sehingga tidak menampakkan kerusakan. Pengaruh struktur geologi yang mempengaruhi aspek .aspek struktur geomorfologi.4. antara lain : (a) ketahanan batuan terhadap pelapukan dan erosi. Gerakan perpindahan massa tanah dan batuan tersebut memiliki kecepatan yang cukup tinggi (cepat).1. seperti perlipatan dan sesar dapat dikenali melalui foto udara dan peta topografi. yaitu luncuran (slide).macam tampilan.2 Bentuklahan asal struktural Pengaruh struktur geologi terhadap perkembangan dan penampilan bentuklahan disebut sebagai bentanglahan yang dipengaruhi oleh struktur. sehingga menimbulkan kerusakan pada lereng yang dilalui. Pengaruh struktur geologi pada geomorfologi dapat dibagi menjadi dua jenis struktur utama. Proses gerakan massa tanah atau batuan jarang terjadi bersamaan.1. Perkembangan lereng yang cembung menunjukkan batuan yang relatif tahan terhadap pelapukan dan erosi. Jika suatu suatu lapisan batuan tipis atau proses pelapukan atau proses . (c) penampilan lapisan dan (d) tampilan bentuk lainnya. Jatuhan. Foto udara dan peta topografi dapat menampilkan lokasi dan bentuk massa batuan yang memiliki bermacam . 4. merupakan gerak perpindahan massa tanah atau batuan yang dipengaruhi oleh faktor gaya gravitasi.1. Pada gambar diagram segitiga (gambar 9). Tiga jenis utama gerakan massa tanah atau batuan. Gerak jatuh massa tanah atau batuan memiliki kecepatan relatif lambat dan berlangsung pada daerah yang tidak luas. sehingga sangat mendorong terjadinya pengikisan pada lereng dengan ciri terbentuknya lereng yang terputus. yaitu : (1) struktur aktif yang berlangsung sehingga meninggalkan jejak bentanglahan modern. menunjukkan klasifikasi jenis gerakan massa tanah atau batuan serta faktor yang mempengaruhinya. seperti angkutan ketika terjadi gerakan atau kandungan jenuh ketika terjadi gerakan. terutama pada daerah yang memiliki hubungan erat dengan kondisi geologi seperti jenis batuan dan struktur geologi yang tergambar pada peta topografi atau yang tampak pada foto udara. Pengaruh struktur geologi yang sangat luas dapat mempengaruhi bentanglahan secara keseluruhan sampai tampilan terkecil bentuklahan yang berlangsung bersamaan dengan proses geomorfologi lainnya. Pada dasarnya batuan memiliki perbedaan ketahanan terhadap pelapukan dan erosi. (2) struktur pasif yang meninggalkan jejak pada bentanglahan modern berupa pelapukan dan erosi. merupakan gerakan perpindahan blok massa tanah atau batuan secara alami dari bagian tertinggi lereng yang curam ke arah bagian kaki lereng.

seperti batupasir. Tujuan interpretasi struktur adalah menentukan lokasi. tetapi kemampuan interpretasi foto udara dan peta topografi ditambah dengan pengetahuan geologi umum akan memberikan hasil lebih baik didalam menentukan batas . sedangkan lereng landai menunjukkan lapisan batuan yang kurang tahan terhadap pelapukan dan erosi. (2) warna tanah dan batuan. khususnya lapisan batuan yang memiliki perbedaan ketahanan terhadap pelapukan dan erosi. Permukaan lapisan batuan ditunjukkan oleh relief topografi. Bentuk relief batuan yang tahan terhadap pelapukan dan erosi. perlapisan. foliasi. lereng yang sangat curam menunjukkan lapisan batuan yang sangat tahan terhadap pelapukan dan erosi. terutama batuan endapan yang memiliki bidang lapisan dengan jelas. malihan (metamorphisme) dan waktu pengikisan. (3) sebaran vegetasi dan (4) struktur primer dan sekunder. sehingga tampilan pada topografi tidak menunjukkan adanya pergeseran. lapisan dengan perbedaan ketahanan terhadap pelapukan dan erosi dicerminkan oleh perubahan lereng pada topografi. tetapi masih mungkin untuk mengenali struktur geologi utama dan jenis batuan seperti lanau.daerah tektonik muda.olah tidak memiliki arah jurus lapisan (strike) atau jarang tergambar pada bidang lapisan batuan tersebut.batas batuan. karena keseragaman ketahanan terhadap pelapukan dan erosi. Interpretasi batuan secara rinci akan lebih baik jika dilakukan dila -pangan. walaupun tertutup vegetasi dan tanah. sehingga mempengaruhi bentuk permukaan lapisan batuan tersebut. maka akan sulit melihat hubungan morfologi dengan struktur geologi yang ada. maka pola aliran normal akan mengambarkan pola aliran dendritik. sehingga pola aliran jenis trelis sangat berkembang. Hubungan erat antara interpretasi struktur dengan relief tergantung pada pemahaman dan analisis geomorfologi. sehingga batuan tampak seperti tidak berlapis. Permukaan topografi yang datar menyebabkan pola permukaan lapisan batuan . Smith (1943) menyebutkan bahwa ciri . seperti tampilan gawir sesar dan erosi. kelurusan aliran dan pola vegetasi akan memudahkan interpretasi geomorfologi. khususnya jika pengaruh kekar dan rekahan tidak ada. khususnya pada daerah . Lapisan batuan tegak yang tebal dapat langsung dikenali dari lebar hasil pelapukannya. Kemiringan lapisan batuan yang curam menyebabkan relief arah jurus lapisan batuan lebih menonjol.erosi/akumulasi aktif. Hubungan tersebut akan memberikan gambaran yang jelas terhadap relief dan struktur geologi. Bidang lapisan batuan yang datar atau hampir datar dan kontak sejajara serta tertutup tanah. sehingga bidang lapisan batuan yang datar seolah . Kelompok lapisan batuan yang datar (horisontal). Pada daerah luas yang memiliki relief rendah dan tertutup oleh lapisan tanah disertai dengan proses tektonik. sehingga singkapan lapisan akan tampak pada tebing atau dasar aliran. tebal dan sangat tahan terhadap pelapukan dan erosi akan menunjukkan tebing yang sangat tegak. sebaran dan kesinambungan dari kunci hamparan bumi.pola permukaan lapisan batuan yang memiliki kemiringan ditunjukkan oleh relief topografi arah jurus dan kemiringan lapisan batuan. Pola . Lapisan batuan yang memiliki bidang lapisan. pada kontur topografi menunjukkan pola . karena ketahanan batuan terhadap pelapukan dan erosi.pola lingkaran tertutup. kuarsit dan batugamping di bawah kondisi tertentu akan membentuk lapisan kunci yang baik.ciri terbaik untuk mengenali batuan di suatu daerah melalui foto udara atau peta topografi adalah sebagai berikut : (1) kenampakkan topografi. batupasir dan gamping. Analisis pola aliran. Lapisan batuan yang tegak menunjukkan garis arah jurus lapisan dan garis kontak lapisan akan lurus dan sejajar dengan arah jurus lapisan. Pola aliran sungai yang tampak pada foto udara dan peta topografi akan mencerminkan perlapisan batuan yang cukup baik pada suatu daerah. kelurusan dan hubungannya dengan bentuklahan. arah jurus dan kemiringan lapisan batuan (strike & dip) mudah dikenali. maka permukaan lereng relatif halus.

Pola . sedangkan jika lembah Vs yang memotong arah jurus lapisan batuan membentuk sudut. maka aliran percabangan su -ngai yang panjang akan mengikuti arah kemiringan lereng lapisan batuan. tetapi percabangan aliran akan mengikis lembah lembah Vs. Penyimpangan antara arah jurus lapisan batuan sebenarnya dengan arah jurus lapisan batuan semu akan menambah kecuraman lereng pada topografi. tetapi pada daerah yang beriklim basah atau tropik basah. kecuali jika arah jurus lapisan batuan membentuk sudut yang tepat terhadap kemiringan topografi. kemiringan lapisan (dip) merupakan kemiringan (gradient) topografi. Lebar suatu lembah atau punggungan ditentukan oleh tajam atau tumpulnya kemiringan lapisan batuan. maka kedua sayapnya akan sejajar (paralel).mengikuti arah jurus lapisan batuan sebenarnya. tetapi apabila percabangan sungai pendek dicerminkan oleh gawir lereng (Lattman dan Ray. Hubungan struktur geologi dengan morfologi akan tampak jelas pada suatu daerah bervegetasi sedikit dan tutupan tanah relatif tipis. setempat . kecuali pada lipatan isoklin. Bidang lapisan batuan yang tertutup oleh vegetasi atau material permukaan. Jika sumbu lipatan mendatar (horisontal). sungai atau lembah pada topografi yang memotong arah jurus lapisan batuan de -ngan membentuk sudut. Kedua sayap lipatan yang membentuk kurva (melengkung) dengan puncak sinklinal atau antiklinal akan membentuk lembah V atau U. sumbu lipatan yang terletak pada puncak atau lembah yang terbentuk akibat perlipatan tersebut dapat ditentukan dengan cara perhitungan atau perkiraan arah jurus dan kemiringan lapisan batuan serta hubungan tiga dimensionalnya. maka pola permukaan lapisan batuan menjadi fungsi arah jurus (strike). Jika lembah Vs sejajar (paralel) terhadap arah jurus lapisan batuan. Pada lipatan rebah yang sering diikuti oleh struktur sesar dan sesar naik. tetapi mengikuti arah jurus lapisan batuan semu.pola permukaan lapisan batuan tidak mengikuti sepanjang arah jurus lapisan batuan sebenarnya. Kerapatan vegetasi ketebalan tanah yang menutupi atau menghalangi morfologi struktur yang berada di bawahnya sangat sulit ditentukan. Jika suatu lembah memotong tegak terhadap arah jurus lapisan batuan. Jika permukaan topografi tidak datar. arah kemiringan lapisan batuan pada kedua sayapnya akan sama dan pola lembah V sangat membantu menentukan sayap yang berlawanan.sisi yang berlawanan.ciri pola aliran pada daerah tersebut. sehingga arah jurus lapisan batuan semu dan arah jurus lapisan batuan sebenarnya memiliki kesamaan. maka lembah Vs akan membentuk tebing yang simetri. struktur geologi akan tercermin oleh bentuk relief daerah tersebut. Pada lipatan monoklinal yang baik menunjukkan susunan pola aliran paralel sampai sub paralel dan trelis. maka arah jurus lapisan batuan dapat dikenali dengan dari ciri . maka pada lembah V tersebut akan tercermin suatu lapisan dan kemiringan batuan yang jelas. 1965). sedangkan jika dibentuk oleh lapisan batuan dengan sudut kemiringan yang tajam akan membentuk lembah Vs yang pendek. Pada suatu daerah perlipatan yang jelas. Lapisan batuan yang memiliki kemiringan landai menunjukkan lembah Vs yang cukup panjang. maka perkembangan tebing lembah Vs tidak akan simetri. Kedua sayap lipatan akan membentuk jalur permukaan lurus atau melengkung ada sisi . maka lembah tidak akan berkembang. Jika kemiringan lapisan batuan landai. Struktur lipatan yang diikuti dengan sesar normal dan sesar naik dapat diketahui melalui pengulangan lapisan batuan dengan kemiringan lapisan batuan yang berlawanan.setempat pola aliran dendritik. Permukaan topografi dan bidang lapisan batuan membentuk arah jurus punggungan membentuk hogback serta arah kemiringan lapisan batuan mudah dikenali. sehingga untuk .

Breksi sesar biasanya sering menahan air disekitarnya. biasanya sesar yang terletak pada bidang permukaan lahan yang melengkung terdapat pergeseran yang tidak menunjukkan celah dan biasanya berada sekitar mintakat regangan serta permukaan sesar merupakan suatu bidang.ciri struktur geologi atau deformasi aktif.daerah yang berbentuk kubah atau lipatan (antiklin) sungkup. Lapisan yang melengkung sekitar puncak lipatan tercermin oleh aliran utama yang melengkung.penyimpangan (anomali) pada sungai merupakan ciri . Kemiringan lapisan batuan yang memiliki satu arah. air terjun. karena posisi awalnya sudah miring (contoh : lereng cekungan pengendapan yang curam) atau miring karena tektonik.dungan air dan kemungkinan lebatnya vegetasi. Aliran utama pada sayap lipatan cenderung mengalir sejajar arah jurus lapisan batuan dan mengikuti celah . "hogback" dan pegunungan "dike". Pada sesar .sesar besar. "Cuesta' adalah punggungan asimetri dengan salah satu sayap yang panjang. Pe ngikisan (erosi) yang berlangsung pada sisi .celah lapisan batuan yang tahan terhadap pelapukan dan erosi. Pola aliran yang dipengaruhi oleh sesar atau kekar akan membentuk pola lurus (elongated ) dan paralel atau angular. kelokan tajam (compressed meander). umumnya searah dengan kemiringan lapisan batuan yang keras dan lereng landai. seperti kelurusan ( lineament ) yang membentang sangat jelas. sehingga sesar dicirikan oleh mata air.menentukan struktur geologi tersebut pola aliran dan penyimpangan pola aliran dapat digunakan sebagai ciri penentuan struktur. sedangkan pada sayap lain memiliki kemiringan yang landai.sisi gawir bagian depan struktur.aliran yang kecil mengalir searah searah kemiringan lapisan batuan dan permukaan lereng lipatan membentuk pola aliran yang trelis. maka akan membentuk alur erosi yang sejajar (paralel) atau gawir erosi yang tidak menerus hasil dari kegiatan erosi mata air atau limpasan air permukaan ( runoff ) yang terkumpul. keragaman lebar tanggul sungai (levee) dan penyimpangan . Sesar normal pada foto udara tampak seperti garis lurus atau garis melengkung. Jika diameter batuan penutup ukurannya lebih kecil dari pada tinggi bukit disekitarnya. danau. Bentuklahan yang simetris atau asimetris tergantung pada kemiringan lapisan batuan dan proses yang berlangsung pada bentuklahan tersebut. Sudut sesar 450 atau lebih biasanya disebut sebagai sesar normal dan sudut sesar kurang dari 450 biasanya disebut sebagai sesar naik. Mintakat sesar atau kekar pada batuan lunak yang mudah tererosi akan membentuk lekukan atau lembah. maka bentanglahan yang berkembang menunjukkan relief perbukitan atau pegunungan yang disusun oleh batuan keras yang miring. maka digunakan istilah "butte". Pada salah satu sisi lereng "cuesta" memiliki kemiringan lereng yang terjal. Pola aliran radial dan anular atau gabungan kedua pola tersebut sering berkemang pada daerah . Suatu daerah yang disusun oleh batuan yang keras dan memiliki lapisan yang mendatar (horisontal) kemudian terangkat. maka akan membentuk morfologi "mesa" atau plato yang dipengaruhi oleh struktur. perubahan pola atau arah aliran sungai pada sisi yang berhadapan dari suatu kelurusan merupakan ciri sesar yang sangat menyolok. genangan air dan mata air) atau kumpulan vegetasi yang dicerminkan oleh garis lurus karena perubahan rona ( tone ) foto udara yang tajam. aliran su ngai ( misalnya penggalan sungai lurus. percabangan sungai lokal. Struktur monoklin yang cukup dikenal antara lain "cuesta". sehingga garis sesar pada foto udara akan menunjukkan garis hitan karena sangat jenuh oleh kan . Howard (1967) menyebutkan kelokan (meander) lokal pada sungai. Tampilan yang memanjang mencerminkan atau memberi kesan bahwa sesar seperti dipengaruhi oleh kelurusan morfologi. sedangkan aliran . Mintakat sesar yang memiliki kelulusan air (permebility) rendah akan mempengaruhi kondisi air tanah dan menyebabkan perubahan kumpulan vegetasi. .

dibentuk oleh lapisan batuan keras atau batuan yang memiliki kemiringan lapisan batuan yang terjal. Tampilan permukaan sesar yang menunjukkan goresan goresan pada bidang sesar ("slickenside"). dibandingkan dengan hasil langsung dari gerakan yang menyebabkan terjadinya sesar (bidang sesar). sehingga yang tampak adalah jejak sesar berupa garis dan biasanya disebut sebagai garis gawir sesar.sisi rekahan sejajar. Pelapukan dan erosi yang mengikuti sistem alur kekar sejak terbentuk akan menjadi tempat mengalirnya air ketika terjadi hujan. tetapi goresan tersebut jarang ditemukan. sedangkan sinklin adalah lipatan lapisan batuan dengan arah kemiringan yang bertindak sebagai sayap menuju sumbu sinklin (lihat gambar . Breksi sesar.. maka lipatan tersebut dinamakan lipatan simetri. sedangkan pada bagian yang paling tinggi disebut puncak." Hogback" adalah punggungan dengan puncak yang terjal. Antiklin adalah lipatan ke atas yang telah mengalami perkembangan beberapa tahap. Kekar dan sesar sangat mempengaruhi perkembangan bentuklahan. sedangkan kekar . kecuali pada daerah bertopografi rendah tampak blok yang naik dan turun. seperti naik turunnya blok yang tersesarkan tergantung pada gerak / pergeseran sesar. Pergeseran yang tegak menghasilkan suatu gawir sesar yang terjal (lihat gambar.sisi yang berlawanan. kerapatan vegetasi yang berkelompok pada jalur kekar dan arah perbukitan. Jika daerah terlipat tererosi. . kegiatan erosi dan kekerasan batuan. Bidang yang memberikan kesan goresan belum tentu sebagai gawir sesar. Bagian bukit menunjukkan antiklin.. sedangkan bagian lembah menunjukkan sinklin. Bidang yang memotong lipatan pada puncaknya disebut sebagai bidang sumbu. Bentuklahan pada umumnya agak simetri. (2). Sistem kekear yang sangat luas mudah dikenali pada foto udara dan peta topografi dengan cara melihat pola aliran sungai. Jika bidang sumbu tegak sejajar sumbu lipatan. Antiklin sederhana memiliki kemiringan lapisan batuan dari arah sumbu antiklin ke arah sisi . Sistem kekar sangat banyak dan suatu sistem kekar terdiri dari dua atau lebih kelompok kekar yang sejajar. Thornbury (1969.sesar yang berumur muda. maka akan tampak bentuk lapisan batuan yang dipengaruhi oleh perbedaan kekerasan batuan. Punggungan yang menyerupai "dike" dibentuk oleh lapisan batuan yang memiliki kemiringan hampir tegak. Sesar adalah rekahan atau mintakat (zone) rekahan pergeseran yang panjang dengan sisi . Suatu garis gawir sesar obsequen adalah kenampakan gawir sesar. tetapi ada juga yang tidak simetri.. Perbedaan erosi sepanjang gawir sesar ( = perpotongan antara bidang sesar dengan permukaan) jarang sekali nampak. Bidang sesar dicirikan oleh : (a).). mintakat (zone) hancuran dan mintakat rekahan serta kekar (b). Melihat bidang kasar yang mengesankan bekas goresan dan di-terapkan hanya pada sesar .kekar tersebut pada umumnya membentuk arah yang tegak atau mendatar pada lapisan batuan selaras dengan arah gerak yang tidak beraturan. halaman 253 . Struktur lipatan dapat berupa antiklin atau sinklin. Kedua sisi antiklin dikenal sebagai sayap.256) menggunakan analisis umum untuk menentukan gawir sesar dan garis gawir sesar. dengan cara : (1). Kenampakan sesar pada foto udara atau peta topografi akan sangat tajam . Lapisan atau struktur lapisan sejajar (planar) yang miring merupakan bagian dari lipatan tunggal (single fold ) atau bagian dari sistem lipatan (kumpulan lipatan). kemiringan lereng sangat curam dan hampir simetris. Suatu daerah yang terlipat dan tererosi akan menunjukkan relief yang bergelombang membentuk bukit dan lembah..).

1. jika dibandingkan dengan gawir cuesta yang memiliki gawir yang lurus. (7). Mataair sering ditemukan di sepanjang sesar tetapi bukan berarti batas sesar atau sesar aktif. mendatar. sedangkan bidang sesar normal lebih lebih curam. Biasanya lereng permukaan (facet) yang meruncing kurang dari 30 0. atau miring.fragmen gunungap. Lembah naik biasanya terjadi di sepanjang gawir sesar. sehingga pusat letusan besar dapat terjadi melalui sejumlah kerucut parasit (parasit cone) yang terapat disepanjang jalur rekahan pada sayap / lereng gunungapi.sering terjadi longsoran. Jeram berbentuk V dengan batuan dasar mengikuti garis sesar. (8). Letusan (erupsi) gunungapi dapat dibedakan berdasarkan material yang keluar dari saluran magma gunungapi atau " vent " . . sehingga dapat dibedakan dengan bentuklahan lainnya dan sangat mudah dikenali pada foto udara. Kelurusan gawir.kelokan tajam aliran sungai. . padahal kenyataannya melengkung. tetapi tidak berarti sebagai sesar. sehingga dijadikan sebagai bukti sesar sekarang (Resen). 4. (3). Klasifikasi ini sulit untuk diterapkan pada setiap kejadian letusan. Mataair di sepanjang dasar gawir. tetapi vulkanisme terjadi pada jalur sesar yang disebut sebagai mintakat lemah. tetapi dapat juga terjadi di sepanjang garis gawir sesar yang mencerminkan terdapat perbedaan regangan pada kedua sisi blok sesar. Kelrusen mencerminkan gawir sesar atau garis gawir sesar.nungapi / vent disebut sebagai pusat letusan.fenomena (kejadian) yang dapat diperkirakan terjadi sesar saat sekarang atau masa lalu antara lain : . Fenomena . . Pendekatan dengan melihat bertambah miringnya dasar sungai di sepanjang jeram dan disebut sebagai lembah "gelas anggur" ("wineglass" valley). (6).pola aliran sungai paralel yang memotong berbagai jenis batuan. Perbedaan pusat letusan dengan letusan yang terjadi melalui rekahan umumnya tergantung pada skala dan tahap . Bagian ujung yang meruncing dianggap sebagai bagian yang pa -ling dekat dengan sesar dan biasanya menutupi sesar yang tampak sekarang. Lembah naik (Hanging valley) pada permukaan gawir.Selanjutnya ujung yang meruncing dari permukaan segitiga (triangular facet) mengalami perombakan oleh pelapukan dan erosi.3 Bentuklahan asal gunungapi (vulkanik) Bentuklahan gunungapi terbentuk dari hasil endapan gunungapi berupa endapan lava yang membeku dan fragmen . (9).(c).ciri permukaan sesar. Hamparan aliran lava bukan menutupi sesar. Tampilan pergeseran lapisan batuan yang tegak. Sesar memanjang seperti garis lurus. "Triangular facet" (permukaan berbentuk segitiga ?) dengan ciri bagian ujung atas yang meruncing. (5).kelurusan punggungan yang tidak dipengaruhi oleh jenis batuan. sehingga tidak menunjukkan ciri . (4). Material yang keluar melalui celah / rekahan saluran magam disebut sebagai letusan celah / rekahan dan material yang keluar melalui beberapa saluran magma yang tersebar luas pada suatu daerah disebut sebagai daerah letusan. Aliran lava sepanjang alur sesar. karena sebuah letusan akan terjadi di sepanjang rekahan (minakat lemah). Tampilan topografi dapat memberikan kesan sesar. yaitu jika material yang dikeluarkan dari saluran magma melalui pusat saluran magama gu .

debu sangat sedikit. Kerucut berlapis pada bagian tengah saluran magma. letusan sedang. me nyemburkan gumpalan lava. lava dan gas mengalir dengan cepat sambil menyemburkan api. Komposisi petrografi batuan penyusun gunungapi pada suatu daerah yang luas akan memiliki kesamaan. letusan aktif tenang sampai sedang. HAWAIIAN Letusan berasal dari rekahan. kegiatan letusan berulang . Kondisi sebaran gunungapi tersebut berdasarkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa gunungapi terbentuk bersamaan dengan tumbukan dan pemekaran lempeng.ngat luas. sehingga perbedaan itu akan sangat menonjol. mengeluarkan aliran magma basalt bebas. gas sedikit. Beberapa gunungapai ada yang membentuk sebagian kubah lava dan sebagian lagi membentuk plato vulkanik. Selanjutnya tampilan negatif hasil letusan berupa kaldera yang sa. kumpulan lava lebih kental. menghasilkan bomb dan terak (scoria) lava. STROMBOLIAN Kerucut berlapis ((stratocones) sekitar kawah. tetapi tidak menutup kemung-kinan sebaran gunungapi tersebut berkelompok. Sebaran gunungapi pada umumnya tidak beraturan. JENIS GUNUNGAPI 1. 1964).ulang. sehingga gunungapi biasanya terbentuk pada sabuk pegunungan Alpen dan sabuk Pasific (gambar ). 3. karena letusan akan terjadi pada titik . sehingga membentuk plato. sehingga terbentuk danau hasil dari letusan tersebut atau akibat penurunan (depresi) yang terbendung oleh lava yang mengeras. Secara garis besar klasifikasi gunungapi berdasarkan letusan yang diajukan oleh Lacroix (1908) dan disusun kembali oleh Sapper (1931) adalah sebagai berikut : Tabel Jenis gunungapi berdasarkan letusannya. lava mengalir seperti lapisan pada daerah yang luas. batuapung dan debu. melepaskan gas tidak teratur. ICELANDIC 2. lava . tenang. kerucut lava. letusan bertambah hebat dengan waktu yang cukup lama. KARAKTERISTIK Letusan melalui rekahan. dengan semburan lava dan awan panas (seperti uap air) yang naik sampai pada ketinggian tertentu. membentuk kubah lava. Struktur tubuh gunungapi cenderung berukuran kecil dan jarang mencapai ketinggian 450 meter. yaitu (1) kerucut dan sebaran kerucut serta hubungan bentuk kubah dan (2) plato dan dataran. Semburan bomb. Terak (scoria) lava. kubah lava dan hamparan lava adalah sebutan jenis . Daerah gunungapi disebut juga "polyrifice" dicirikan oleh tidak pernah terdapat pusat letusan. maka jenis gunungapi dapat dibagi menjadi dua kategori. sedangkan gunungapi strato sangat jarang atau hampir tidak ada.jenis gunungapi yang paling menonjol. lelehan lava diikuti dengan gas.. menghasilkan volume lava yang besar. lubang saluran magma bersih. lapisan lava tertumpuk diantara letusan. gas terkumpul di bawah permukaan.pertumbuhan gu nungapi.titik tertentu dalam kurun waktu yang panjang (Karapetian. berlanjut. sampai terak (scoria) lava hancur. sehingga berdasarkan sebaran yang luas dan kesamaan petrografinya. kaldera dan lubang kawah.

Setelah gerakan magma pada saluran terhenti dan temperatur naik. yaitu . jenis gunungapi dan kawah merupakan hasil endapan lava kental derajat tinggi dari suatu daerah yang sangat luas. pada fase utama yang terakhir menyemburkan gas dengan cepat membentuk awan seperti cendawan tegak lurus setinggi beberapa kilometer. Magma yang bertemperatur tinggi mengalir keluar secara perlahan . gas keluar rekahan . saluran magma cenderung menjadi kosong dan cukup dalam. saluran magma gunungapi jenis strato terhalang oleh kubah lava atau lava penyumbat. terjadinya letusan setelah gunungapi istirahat cukup lama. seperti rekahan yang disebabkan oleh "horst volcano tectonic" atau lahan yang tergali (R. 6.1975 dan Bullard. Fairbridge. awan bercampur debu yang pekat tersembur ke udara membentuk seperti cendawan. pada suatu letusan lelehan lava menyebar (pada bagian atas mengkilat) disertai dengan semburan asap seperti cendawan yang terus menerus membentuk lapisan debu pada ketinggian tertentu.fragmen bergerak menuruni lereng dalam satu atau lebih letusan sebagai "nue'es ardentes" atau luncuran awan panas.1962) Berdasarkan Ollier(1970). debu berlapis sekitar lereng puncak gunungapi.Letusan biasanya terjadi dari lubang kawah tunggal yang biasa disebut dengan pusat letusan gunungapi. yaitu menjadi phreatic dan meng. 5.celah / rekahan . Terjadinya letusan gunungapi dapat dibedakan menjadi dua macam. VESUVIAN Letusan lebih hebat daripada jenis strombolian atau vulcanian. langsung mengendapkan hasillnya. Fe dan Ca) menguapkan H2O (uap). letusan hebat terjadi dengan melepaskan gas dari lubang saluran magma yang berbentuk kerucut berlapis (Stratocones).fragmen lain).rekahan lateral (lereng gunungapi) atau dari saluran yang telah mengalami penghancuran penyumbatnya. Letusan lebih hebat daripada letusan vesuvian. 7.rekahan yang terdapat pada gunungapi. menyimpan lebih banyak gas. 1968).4. PELE'AN Menghasilkan lava kental bertekanan tinggi. tekanan gas menyebabkan kawah tua retak.hasilkan kabut uap yang sangat luas. letusan jarang terjadi. debu dan fragmen . VULCANIAN mengalir dari puncak menuruni lereng setelah letusan utama. PLINIAN. menyempit pada bagian bawahnya dan di bagian atasnya menyebar sambil menyebarkan debu. Larutan magma (kaya Mg. tetapi hasilnya menjadi lain (contoh: Hawaiian). Sumber : Van Zuidam (1985 dari Holmes.lahan melalui celah . Magma kental (banyak mengandung SiO 2 dan alkali) cepat dingin dan melekat. sehingga dapat menyebabkan terjadinya letusan dan penumpukan debu.W. bara. membawa fragmen . serta terak (scoria) lava. SO2 dan CO2 serta mengurangi potensi letusan. antara lain (1) monogenetik. (catatan : letusan pseudo vulkanik memiliki ciri yang sama.

kadang mnggunakan perisai atau kubah. Ollier (1973) membedakan perisai lava .rekahan yang tegak lurus terhadap permukaan lava yang ada di atas dan sisinya (Ollier.ribu meter yang tertutup oleh runtuhan atau mungkin bentuk kubah yang menyimpang menjadi kasar dan .rekahan membentuk sejumlah bentuklahan ( gambar 30). Poligenetik biasanya berhubungan dengan pusat gunungapi. sehingga disebut sebagai kubah lava vulkanik. sering menyemburkan lava secara berulang . maka magma ini akan mengalir melalui rekahan . Gunungapi lava asam. Hamparan batuan gunungapi. Kerucut parasit. Istilah "mamelon" sering diterapkan untuk kubah kumulus. berupa letusan kecil. gundukan lava tersebut sebagian menunjukkan bentuk yang tajam. Pada saat lava yang pekat dismburkan. Pusat letusan pada skala kecil menyebabkan sisi kerucut lurus dan aliran lava biasanya memiliki kemiringan lereng yang landai (kurang dari 70) . Beberapa gunungapi dibedakan kerucutnya oleh rekahan yang bertindak menjadi kawah dan dapat dinyatakan sebagai gundukan lava ("lava mounds") yang memiliki kesamaan dengan gundukan terak ("scoria mounds"). Gunungapi berskala kecil memuntahkan lava cairdan menghasilkan kubah cembung dari pada bentuk perisai. dan gunungapi tersebut membentuk lava yang mendatar ("lava disc ) yang terbentuk dari lava basal dan keluar melalui rekahan . gundukan lava dan lava datar (gambar 28). kerucut lava. letusan lereng. tetapi menghasilkan lelehan lava yang keluar melalui dari rekahan .ulang. dan (2) poligenetik. Ketika letusan terhenti. Lava basa bersifat sangat cair.rekahan. tetapi memiliki ciri berupa gundukan lava yang berlereng landai. karena merujuk kepada lava perisai. Perbedaan ukuran yang digunakan tidak baku. Di Victoria (Australia) ada beberapa kelainan gunungapi yang telah diteliti. yaitu letusan terjadi beberapa kali.lereng kawah yang tererosi. lapisan lava dapat dilihat pada dinding . dan letusan rekahan biasanya berhubungan dengan gunungapi perisai (gunungapi perisai merupakan pernyataan yang kurang tepat.dinding kawah atau lereng . 1970). kubah lava. Gunungapi lava basa. tetapi ada juga beberapa contoh yang relatif curam. Pada awalnya letusan terjadi dari kawah . "Tholoid " mengacu pada kubah kumulus atau mamelon yang berasal dari dalam kawah besar gunungapi dengan ketinggian dan diameter beribu . kemudian lava membeku dan muncul kembali di tempat lain. tetapi membentuk kelompok intrusi pada endapan piroklastik. Letusan monogenetik selalu dihubungkan dengan jalur rekahan gunungapi. mencerminkan telah mengalami erosi yang kuat. dan beberapa penulis kadang . Batuan bekuan asam pada umumnya sangat pekat dan apabila batuan bekuan asam ini tidak terlontarkan oleh suatu letusan gunungapi.kawah kecil kemudian kawah tersebut terkubur oleh limpahan / curahan kawah lainnya (sehingga kawah tumpang tindih) dan pada akhirnya lenyap karena letusan kaldera. sebagai contoh jalur rekahan lava yang terbuka sekali. tetapi Cotton (1944) menyebutkan bahwa "mamelon" adalah kubah kumulus yang terbentuk oleh letusan dengan aliran material lava trakhitik dan "mamelon" sama seperti kubah kumulus yaitu tidak memiliki kawah. sehingga dapat menyebar dengan mudah dan meninggikan gunungapi. Gunungapi basaltik tidak memiliki kawah. Gunungapi basaltik tidak dicirikan oleh kawah. terbentuk oleh semburan lava basaltik dan dapat membentuk pilar lava seperti perisai besar.letusan terjadi sekali. tetapi digunakan untuk gunungapi strato yang besar atau pada suatu lingkungan gunungapi). lereng landai (kurang dari 7 0) dan cembung. maka akan menyebar dan membentuk gundukan cembung yang dikenal sebagai kubah kumulus ("cumulo dome") dan ini tidak berdiri sendir. endapan lava dan piroklastik membentuk strato vulkanik.

"Maar" biasanya terdapat .pecahan lava tersebut membentuk gumuk rombakan dengan lereng sesuai dengan sudut pembentukan gumuk rombakan tersebut. kumpulan kerucut terak ("nested scoria cones"). luas dan dalam. Egmont (New Zealand). Disekitar bibir kawah dibentuk oleh semburan material . Partikel .akan kerucut terak memiliki puncak yang datar jika dilihat dari jarak jauh. Kubah penyumbat yang memiliki ukuran besar mendekati ukuran pegunungan merupakan letusan dengan skala lebih kecil dari lava yang sa-ngat kaku. Gunungapi piroklastik. Bibir kawah yang datar memperlihatkan seakan . Kerucut terak terbentuk sangat cepat. Kerucut terak yang ideal adalah kerucut tunggal yang memiliki lereng lurus atau sisi . terdiri dari kawah sampai bagian yang paling bawah. Formasi " tholoid " pada kawah tidak mencirikan akhir dari suatu aktifitas gunungapi karena terbentuk dan hancurnya " tholoid " berlangsung selama pertumbuhan gu -nungapi.partikel kasar. maka akan terjadi letusan dan semburan pecahan lava. penampang melintang antara kerucut bagian dalam dengan dinding kawah disebut "fosse". Ollier (1973). Bentuk lereng yang indah seperti di Fujiyama (Jepang) dan Mt.material piroklastik. kerucut littoral ("littoral cones") dan maar. pecahan . sehingga pecahan lava tersebut membentuk tumpukan pecahan lava yang disebut sebagai kerucut litoral ("littoral cones") dengan ketinggian 100 meter dan memiliki diameter 1 kilometer. maka disebut sebagai kumpulan kerucut terak ("nested scoria cones"). batuan bekuan atau batuan dasar dan sering dicirikan oleh bentuk endapan besar asimetris yang searah dengan arah angin pada kawah tersebut. Saat lelehan lava bersentuhan dengan laut. Beberapa terak gunungapi tidak memiliki kawah sebenarnya dan biasanya dinyatakan sebagai gundukan terak ("scoria mounds") yang terpisah dari kerucut terak normal ("normal scoria cones").partikel halus diendapkan pada lereng lebih bawah dibandingkan dengan partikel . Kerucut terak dihasilkan dari akhir suatu letusan gunungapi yang cukup besar.pecahan (fragmen . Lava kental yang menyembur dari saluran memiliki sifat sangat kaku dan bergerak seperti batang lurus (piston). Pada penampang akan tampak bagian sisi yang curam mengarah ke kawah dan lereng yang berlawanan arah dengan lereng curam memiliki kemiringan yang landai (umumnya 40 atau kurang) membentuk lapisan piroklastik yang relatif sejajar dari arah kawah. tetapi pertumbuhannya hancur oleh letusan dan pecah karena tidak seimbang pada saat tumbuh dan kumpulan pecahan dari letusan punggungan karena beberapa kubah penyumbat ditutupi oleh tumpukan batuan rombakan yang membentuk seperti endapan longsor sekitar lereng dengan batuan berbentuk pilar membentuk sudut hampir datar.fragmen) lava yang berjatuhan dekat lubang kepundan. selanjutnya rekahan pada permukaan kubah penyumbat atau kubah kumulus muncul membentuk punggungan. Kerucut kubah penyumbat berkembang dengan cepat. sehingga pecahan pecahan kasar terkumpul dekat lubang kepundan. Kawah sering memeiliki diameter 1 kilometer dan ketinggian bibir antara 50 sampai 100 meter. sehingga menghasilkan tubuh yang membulat dan panjang disebut sebagai kubah penyumbat. Letusan gunungapi menghasilkan pecahan .sisinya cembung melandaidan kawah di bagian puncaknya.tidak memiliki kawah. Sering ditemukan satu atau dua bukit yang terbentuk pada sisi aliran lava ( Wentworth dab Macdonald. 1953). membedakan lima jenis gunungapi piroklastik menjadi kerucut terak ("scoria cones"). Jika posisi terak terletak di tengah kawah atau kepundan yang sangat besar. "Maars" atau kawah bekas letusan adalah bentuklahan yang disebabkan oleh letusan gunungapi. karena pada tahap akhir letusan gunungapi yang memiliki magma basaltik cenderung membentuk kerucut terak. gundukan terak ("scoria mounds").

misalnya : tidak tampak gunungapi utama. kemudian meledakdan letusannya memberi dampak seperti bentuk kawah tersebut. Sekali letusan gunungapi terjadi. Kerucut parasit ("parasit cones") biasa disebut sebagai kerucut "adventive" dan kerucut kedua dapat berkembang apabila gunungapi memiliki tekananyang sangat besar agar dapat mengeluarkan lava mengalir melalui rekahan . sehingga lava dapat mengalir melalui rekahan . sehingga dijadikan alur keluarnya lelehan lava atau kegiatan letusan. tetapi yang tampak adalah rangkaian gunungapi. 1970). Banyak bukit campuran secara genetik memiliki hubungan yang sama pada awalnya berdiri sendiri.bersama dengan endapan batuan bekuan basal dan kawah bagian bawah ditutupi oleh air membentuk danau. Perbedaanya adalah tidak terjadi pertumbuhan kerucut yang berukuran besar. sehingga disebut sebagai rangkaian kerucut ("multiple cones"). . yaitu kaldera runtuhan. tidak ditemukan batuan beku yang memiliki struktur yang dibentuk oleh pelepasan gas tau tampilan permukaan saluran magma ("vent") tidak sampai ke permukaan.lereng utama gunungapi. sehingga memberi peluang keluarnya lava dan letusan selanjutnya akan menjadi mudah. Seperti umumnya gu nungapai. Ciri lain dari meteor yang jatuh ke permukaan bumi adalah kenampakan fragmen batuan dasar pada bibir kawah menjadi miring akibat benturan meteor yang jatuh tersebut. melainkan oleh jatuhan meteor ke permukaan bumi. Fujiyama. tetapi tidak sesederhana kumpulan suatu lapisan lava. sebagai contoh : jika kerucut yang pertama menutupi saluran magma ("vent").kerucut terak ("scoria cones") terbentuk disekeliling puncak gu nungapi dan aliran piroklastik serta endapan jatuhan tersebar secara luas disekitar lereng . maka akan terbentuk saluran magma ("vent") baru.rekahan yang mudah dicapai ke permukaan dan meletus pada lereng . (Ollier. Egmont dan sebagainya merupakan gunungapi jenis strato. Kaldera adalah depresi (cekungan) gunungapi yang sangat luas berdiameter mencapai 5 kilometer.bukit tersebut menjadi satu. Pada beberapa gunungapi sering ditemukan endapan campuran antara lava dengan fragmen dan gunungapinya disebut sebagai gunungapi strato ("strato vulcanous"). Kawah yang terdapat dipuncak gunungapi telah membentuk percabangan pada bagian dindingnya. Gunungapi gabungan. karena pecahannya menyebar jauh dari bibir kawah. maka gunungapi jenis strato juga memiliki periode letusan yang panjang selaras dengan aktifitas gunungapi tersebut. Beberapa gunungapi besar di dunia seperti Gunungapi Visuvius.lereng gunungapi. Pada suatu kawah yang luas dapat terdiri dari satu atau lebih gundukan kerucut atau kawah. maka endapan lava yang bertindak sebagai penyumbat lubang kawah hancur. rekahan dan punggungan terbentuk pada sayap . Pada beberapa daerah terbentuk sejumlah kerucut terak ("scoria cones") secara bersamaan dengan mekanisme terbentuknya kerucut parasit ("parasit cones") .kadang ditemukan lapisan material gunungapi yang tebal. Sesar. Campuran gunungapi yang tampak sempurna adalah gunungapi yang memiliki campuran bentuk lava dan terak ("scoria"). kerucut .rekahan dengan sifat letusan dari rekahan tersebut. "Cryptocones" adalah gunungapi yang memilikilubang kawah atau bibir kawah yang kasar dan kadang . kemudian karena tumpang tindihnya endapan hasil letusan (erupsi) yang tidak memiliki hubungan antara satu letusan dengan letusan lainnya dengan umur yang berbeda mengakibatkan bukit . Letusan gunungapi campuran. Kerucut kerucut yang tertoreh kemudian membentuk parit erosi dan menjadi alur mengalirnya lava. Kawah meteorit memiliki bentuk permukaan yang sama dengan gunungapi.sayap gunungapi. tetapi cara terbentuknya bukan diakibatkan oleh gunungapi. Batuan meterorit yang jatuh membentuk kawah jarang ditemukan disekitar bibir kawah. tiga jenis utama kaldera yang dikenal.

hasilnya adalah lava seperti kulit hiu dan lilitan sejajar yang pijar. tetapi rekahan yang mengisolasi bagian tengah yang melingkar menyebabkan terjadinya terobosan ( intrusi) lateral atau jalan keluarnya lelehan lava.blok yang saling bertumpuk dan masiv.garis kekar memusat yang menjadi arah tekanan. seperti runtuhan atau penurunana (subsidence). Kaldera runtuhan selanjutnya dibagi menjadi jenis Karakatau atau kaldera runtuh karena suatu letusan dan jenis kaldera Glencoe taua kalderayang mengalami penurunan ("subsidence") (ganbar 32). tetapi pada bagian dasar yang masuk ke bagian dalam membentuk lapisan. penurunan tidak diikuti dengan letusan abu. Lava mendingin dengan cepat. hasil utama gunungapi adalah lava. Selaras dengan kenampakan permukaan lava.1. tetapi ada juga yang terbentuk pada air tawar (danau). seperti melilit pilar Lava a a (dibunyikan ah ah) adalah lava berbentuk blok. Kantung kantung yang berbentuk membulat seperti lelehan saus merupakan bantal dan biasanya saling bertumpuksatu dengan yang lainnya. Lava a a dan lava blok memiliki persamaan. lava seperti bubur saling bertumpang tindih. sedangkan kaldera yang berdiameter besar merupakan hasil dari beberpa kali letusan. Kaldera erosi akan hilang selaras dengan pemebntukkan kaldera baru oleh proses yang berbeda (bukan erosi). Pada jenis kaldera glencoe. sehingga terbentuk formasi kekar. Ketika pengkerutan (kontraksi) memenuhi ruang. a a. Selanjutnya jenis ketiga adalah kaldera erosi.kaldera letusan dan kaldera eosi. Aliran lava yang mengalir secara perlahan .pola kekar . Pada bagian puncak berbentuk membulat. membentuk bantal yang mudah dibedakan dari bentukkebundaran bongkah karrena pelapukan mengelupas bawang. lapisan lava cukup tebal. maka biasanya terbentuk struktur khusus yang disebut sebagai lava bantal ("pillow lava").bongkah dan bergerak mengeluarkan suara deru yang cukup keras. maka rekahan rekahan menjadi kekar. kulit tachylitic dan rekaha radial (gambar 34). Pengkerutan (kontraksi) terjadi ketika lava mendingin yang dicerminkan oleh garis . sedangkan lava yang lebih cair membeku membentuk seperti lapisan meninggalkan jejeak seperti aliran lava (Ollier. Kaldera hasil dari letusan sangat jarang. debu atau tufa. tetapi Fe'nch (1933) dan Macdonald (1953) membedakan antara a a karena bentuknya seperti kerak besi yang melintir dengan blok lava yang memiliki bentuk blok blok yang menyudut.3. semburan gas dan asap. Pola . Lava pahoehoe adalah jenis lava cair dengan sedikit berbusa dan pada lapisan permukaannya yang tipis mendingin membentuk lipatan akibat gerakan lava yang meleleh pada bagian bawahnya. Banyak lava bantal yang terbentuk dilaut. maka aliran lava diklasifikasikan menjadi aa pahoehoe. penyusutan dan pembentukan formasi kekar ini tidak pernah terjadi pada massa lava seperti bubur. berbusa dan bergerak secara perlahan. yaitu kaldera yang memiliki luas akibat erosi terhadap dinding kawah.lahan membentuk timbunan seperti bongkah . Tampilan ini tampak sama dengan kilapan kaca. Lava silika kental cenderung membentuk kubah kumulus atau "coulees" atau letusan material piroklastik. lava blok dan lava bantal (gambar 33). 1970). tetapi akan mencapai geometri yang sempurna pada sebaran larutan kental lava basal yang luas. tampilan letusan gunungapi yang membentuk kaldera sebenarnya hanya dapat menghasilkan kaldera dengan garis tengah kurang dari 1. sehingga membentuk lava yang mengkilat seperti kaca. pecah membentuk blok . kemudian memebntuk pecahan heksagonal. Tampilan lava minor. tetapi lapisan kulit yang plastis terdapat menutupi lava yang cair bergulung seperti kantung plastik yang diisi penuh oleh larutan. 4. Pendinginan aliran lava menyebabkan penyusutan. Jika aliran lava masuk ke dalam air atau terjadi letusan gunungapi di bawah permukaan air.1 Aliran lava dan tampilan lava minor Jenis lava.5 kilometer.

ilmu yang berhubungan dengan geologi. .lereng yang memiliki kemiringan landai. Permukaan kekar tegak (vertikal) mempunyai jarak gores yang dikenal seperti bekas pahatan. Aliran lava yang sangat kental dapat menghancurkan penghalang . Bahan dan alat yang digunakan untuk pemetaan geomorfologi antara lain : . .Citra satelit (Landsat. . Sistem pemetaan geomorfologi disusun secara sederhana untuk keperluan analisis. aliran lava sangat berhubungan dengan kenampakkan topografi. Bentuk . Secara alamiah bagian permukaan lava akan lebih cepat dingin dari pada bagian dalam (tengah) aliran lava. maka aliran lava tersebut akan terputus membentuk ujung .rekahan yang saling berpotongan. Selanjutnya aliran lava dapat bergerak pada lereng .tiba. sehingga dapat dibedakan bagian luar dan bagian dalam dari suatu aliran lava yang tampak dengan skala kecil. yaitu bagian paling depan suatu aliran lava yang berbentuk cembung dengan ketinggian 3 meter dan panjang dapat mencapai puluhan meter. dengan pertimbangan metode pemetaan gemorfologi dari kedua akhli tersebut mudah dipahami dan cukup jelas.Sistem harus terpakai untuk penelitian bidang ilmu geologi dan ilmu . Kejadian bentuk . sedangkan pada lereng yang tegak membentuk aliran lava terjun seperti air terjun. Pada aliran lava.ilmu yang berhubungan dengan geologi memiliki prinsip . sedangkan pada bagian atas dan bawah aliran lava tersebut membentuk bongkah .bongkah (gambar 35). klasifikasi dan evaluasi yang digunakan sebagai dasar pemetaan geologi dan penelitian geologi.tanggul kecil. sehingga dapat menunjukkan bermacam .bongkah kerak.ujung aliran (" toe") yang baru atau membentuk satuan aliran yang baru. kemudian membentuk mega kolom dan selanjutnya kolom normal dan terakhir membentuk rekahan .000 atau lebih besar. sehingga aliran lava sangat cepat akan memenuhi lereng . 4.TM.macam tampilan seperti lava yang berlapis.Sistem harus mudah diekstrapolasi dan digeneralisasi.lahan masih bersifat cair dari pada bagian luar (tepi) dan akan bergerak setiap saat. gua . SPOT atau ERS). jika diperlukan.celah yang menjadi jalur aliran lava tersebut. sehingga gerakan aliran lava yang mendorong blok . Sistem yang digunakan untuk kepentingan geologi dan ilmu . Pada bagian dalam (tengah) tubuh aliran yang mendinging perlahan .bentuk aliran lava sangat rumit.gua lava dan bongkah .blok karena rekahan yang melintang.lereng yang terjal. blok . yaitu tahap interpretasi peta topografi dan atau foto udara / citra satelit serta tahap pemeriksaan lapangan. sehingga bagian permukaan tersebut akan mengkerut dan pecah. Salah satu bentuk lava (minor) dapat ditemukan pada ujung dari aliran lava ("TOE").Sistem harus dapat memisahkan dengan jelas keseragaman satuan. Selanjutnya pada saat bagian atas aliran lava mendingin secara tiba .yang tegak membagi lava menjadi kolom .Sistem harus dapat digunakan didalam berbagai skala. .kolom tegak heksagonal dan pecah membentuk blok .penghalang di jalur alirannya dan aliran lava yang relatif cair akan terbelokkan oleh lambatnya aliran lava kental yang bertindak seperti tangul .bentuk kekar akibat aliran lava terbentuk didalam satu kumpulan.2 Pelaksanaan pemetaan geomorfologi Pemetaan geomorfologi dilakukan dengan pendekatan cara yang dikembangkan oleh Verstappen (1967 dan 1968) dan Van Zuidam (1968 dan 1975).blok lava tersebut membentuk celah . .Peta topografi dan foto udara skala 1 : 50. Cara pemetaan geomorfologi dilakukan dengan 2 tahap.prinsip sebagai berikut : .blok lava terangkut sampai ujung ujung aliran dan terbenam.

Aspek geologi yang tercermin melalui pola aliran merupakan unsur genetikan suatu bentuklahan.Nyatakan aspek geologi yang berkembang berdasarkan pola aliran tersebut.Jika telah dibuat klasifikasi dengan dukungan unsur . sehingga dapat ditentukan nama satuan geomorfologi.langkah pemetaan Tahap interpretasi peta topografi dan foto udara dilakukan di studio pemetaan dengan kegiatan yang dilakukan antara lain : . . Satuan bentuklahan dataran beting gisik.3. sehingga dapat disimpulkan bahwa batuan yang mudah tererosi merupakan jnis batuan yang lunak.3 Bentuklahan asal marin (laut) a. -Alat . Satuan bentuklahan dataran pesisir aluvial.Plan table lengkap dengan tripod dan mistar. .3 Langkah . Satuan bentuklahan dataran teras sungai.Kompas geologi. d.Perhatikan kerapatan kontur. .Palu geologi.Bentuklahan asal fluvial (sungai) a. Satuan bentuklahan dataran pesisir (coastal) b.. 4. karena kerpatan pola aliran akan mencerminkan janis batuan yang tahan terhadap erosi atau mudah tererosi. c. maka kelas lahan yang memiliki kesamaan dijadikan satuan geomorfologi. karena kerapatan kontur akan mencerminkan kecuraman lereng. . sedangkan batuan yang tahan terhadap erosi merupakan jenis batuan yang keras. d. .puncak punggungan yang bertindak sebagai batas pemisah aliran (water devided area) . Satuan bentuklahan dataran gosong sungai. Satuan bentuklahan beting gisik.Gambar pola aliran pada peta topografi dan / atau foto udara. e. pada setiap lekukan garis kontur atau lekukan lembah pada foto udara. sehingga memiliki arti bahwa lereng yang curam dan menerus dapat diperkirakan sebagai sesar yang berkembang di daerah tersebut. . .Klasifikasikan bentuklahan secara morfografi (perbukitan atau pedataran) yang tampak pada peta topografi dengan ciri perbedaan garis kontur dan kondisi pola aliran yang menyatakan aspek genetika. . . 4. Satuan bentuklahan dataran pantai (beach).3.Kerta kalkir dan plastik OHP..2 Bentuklahan asal fluvial (sungai) .Batasi puncak . . sedangkan perbedaan kerapatan kontur lainnya dapat digunakan untuk membedakan jenis batuan. b. Bandingkan dengan pola aliran yang telah dibakukan seperti pada gambar 7 dan 8 . 4. . . Satuan bentuklahan dataran tanggul alam c.Perhatikan kerapatan pola aliran.unsur geomorfologi. Satuan bentuklahan dataran banjir.Batasi pola aliran pada suatu perbukitan / punggungan mulai dari puncak punggungan yang bertindak sebagai batas pemisah aliran sampai ke titik akhir pengaliran.alat tulis.Pita ukur.

Penelusuran batas .ciri aspek geologi. Tentukan (plot) dan catat aspek geomorfologi tersebut sebagai data untuk pembuktian kondisi geologi yang sedang diteliti. Peninjauan lapangan dengan tujuan mencocokkan aspek .3.5 Bentuklahan asal vulkanik. d.hati.ciri aspek geologi yang sedang diteliti. Simbol warna digunakan untuk satuan bentuklahan adalah sebagai berikut : 1. c. Satuan bentuklahan kubah karst. Satuan bentuklahan struktural (S) .batas yang telah dibuat pada peta dasar selaras dengan kegiatan penelitian geologi. Tahap kegiatan lapangan meliputi : 1. 4. 6.8 Bentuklahan asal glasial (es) Tahap kegiatan lapangan dilakukan setelah kegiatan interpretasi peta topografi dan / atau foto udara di studio. Satuan perbukitan lereng vulkanik bawah.3. Jika masih diragukan aspek .simbol yang digunakan harus memberikan cerminan kondisi geologi daerah yang diteliti. Satuan bentuklahan perbukitan karst. b. sehingga didalam penarikan batas satuan geomorfologi harus dilakukan dengan hati . Jadikan aspek geomorfologi sebagai ciri .ilmu yang berhubungan dengan geologi. Batas satuan bentuklahan dan simbol . b. serta telah tersusun kerangka peta geomorfologi sementara (sebagai peta dasar geomorfologi dan geologi) sebagai acuan. Satuan bentuklahan perbukitan struktural terlipat.6 Bentuklahan asal aeolian 4. Satuan perbukitan lereng vulkanik tengah.simbol yang digunakan pada peta geomorfologi terdiri dari simbol warna. c. 8. 4. Satuan bentuklahan perbukitan blok sesar. 2.aspek bentanglahan (landscape) daerah penelitian dengan peta dasar yang telah dibuat di studio.3. Satuan bentuklahan dapat dijadikan panduan untuk menelusuri kondisi geologi yang sedang diteliti. a.3. 5. Diharapkan dengan membuat peta geomorfologi sebaai peta dasar pemetaan geologi. " sinkhole" / 'dolina' 4.warna ungu (violet) . Satuan bentuklahan perbukitan struktural gawir sesar. Satuan gumuk pasir (sand dunes) 4. cerminan kondisi geomorfologi dapat memudahkan pelaksanaan pemetaan geologi dan ilmu . b.7 Bentuklahan asal karst. a. 3.4 Bentuklahan asal struktural a.3. Satuan bentuklahan perbukitan lereng atas vulkanik. 7.e. 4. 4. Satuan bentuklahan perbukitan intrusi. dan simbol huruf. maka aspek tersebut dijadikan panduan untuk menelusuri aspek geologi yang sedang diteliti. simbol gambar.aspek geomorfologi sebagai ciri .4 Simbol yang digunakan Simbol . c.

2 Simbol gambar : Bentuklahan struktural.F.4 5.S. Satuan bentuklahan perbukitan lereng . c.2. Satuan bentuklahan denudasional (D) a. Satuan bentuklahan perbukitan blok sesar . warna biru tua warna biru muda. Satuan bentuklahan gleitser (es) (G) 7. d.1 b.4 2. Satuan bentuklahan perbukitan sesar .3 d.2 c. Satuan bentuklahan marin (laut) (M) 5. Satuan bentuklahan dataran gisik .F. Satuan bentuklahan perbukitan terlipat . 3.D. Satuan bentuklahan perbukitan karst . Sesar geser / blok sesar geser. Satuan bentuklahan dataran beting gisik .S. Batas pemisah aliran (water devide ).1 b. Satuan bentuklahan struktural (S) a. Satuan bentuklahan perbukitan tanah longsor .S. Satuan bentuklahan perbukitan lereng .3 d. Satuan bentuklahan vulkanik (V) a.M.2 c. Satuan bentuklahan dataran gisik aluvial . Satuan bentuklahan vulkanik (V) 3. Satuan bentuklahan karst (K) - warna merah. Satuan bentuklahan perbukitan kubah karst . Satuan bentuklahan perbukitan sesar geser . Satuan bentuklahan sungai (fluvial) (F) 6.M. Satuan bentuklahan dataran tanggul alam . Satuan bentuklahan dataran banjir . Satuan bentuklahan dataran undak sungai . . Satuan bentuklahan marin (M) a.3 vulkanik tengah. satuan bentuklahan aeolian (angin) (A) 8.K.V.2 c.S.D. Satuan bentuklahan puncak vulkanik .D.M.4 4.3 6. Gawie sesar geser / blok sesar.3 d. Satuan bentuklahan perbukitan tererosi sedang .2 c. Satuan bentuklahan perbukitan tererosi kuat . Satuan bentuklahan perbukitan tererosi ringan .1 b. Satuan bentuklahan fluvial (F).M.F. warna kuning.1 b.1 b.2 vulkanik atas. warna jingga (orange) Simbol huruf : 1.K.V. warna coklat warna hijau.D. a. Satuan bentuklahan Karst (K) a. Satuan bentuklahan denudasional (D) 4. Satuan bentuklahan dataran gumuk pasir .4 vulkanik bawah.V.1 b.V. Satuan bentuklahan perbukitan lereng .

Erosi tebing sungai Erosi garis pantai Gerakan tanah (Mass wasting) Longsor jatuhan (rock fall) Longsor geseran ( landslide) Longsor geser rotasional (slump) Bentuklahan marin (M) Beting gisik ( beach ridge ) .Perlipatan Sesar naik. Bentuklahan vulkanik Kawah / kepundan Arah lelehan lava Bentuklahan denudasional Arah erosional Tingkat erosi kuat Tingkat erosi sedang Tingkat erosi lemah.

Bentuklahan karst (K) Kerucut karst Kubah karst Sinkhole Dolina Gua karst dengan stalagtit/stalagmit .Gumuk pasir (sand dunes ) Bentuklahan Fluvial /sungai ( F) Alur sungai berupa garis tipis Tanggul alam Datraran banjir Undak sungai.

Sebagai contoh peta geomorfologi untuk pengembangan wilayah perkotaan. Bahasan geomorfologi yang perlu ditonjolkan untuk kepentingan geologi terutama pendekatan morfografi. Pemahaman geomorfologi yang sama di kalangan geologi akan sa ngat membantu didalam penelitan . geologi linkungan.BAB 5 PENULISAN LAPORAN Peta geomorfologi yang bertindak sebagai peta dasar pada pemetaan geologi di dalam laporan pemetaan pada Jurusan Geologi FMIPA . proses . kemiringan lereng yang berhubungan dengan saluran pengaliran (drainage) kota. pola pengaliran untuk mencegah banjir dan kemampuan lahan (land capability) untuk daya dukung menampung aktifitas perkotaan.aspek geologi yang terkandung di dalam peta geomorfologi. geologi teknik. Kandungan peta geomorfologi pragmatik akan menampilkan aspek . selain menampilkan kondisi morfografi seperti perbukitan atau pedatataran yang diikuti dengan morfogenetik.proses sedimentasi dan geologi kuater. morfometri secara rinci dan material penyusun yang jelas seperti batuan atau tanah.ciri kondisi geologi yang sedang dipetakan. Penjelasan morfografi. terutama penelitian geologi yang bersifat khusus. Simbol . sehingga tujuan penelitian yang diharapkan akan lebih terarah.UNPAD merupakan bahasan tersendiri (sub bab). Jika penelitian geologi mengarah pada penelitian yang lebih khusus perlu menggunakan peta geomorfologi sebagai landasan penelitian. morfogenetik dan morfometri merupakan arahan dari ciri .aspek geologi dapat ditelusuri dari sejak awal (kegiatan di studio).kondisi geologi.simbol yang digunakan perlu ditata kembali sesuai dengan simbol simbol yang telah disepakati oleh internasional (khususnya para akhli geomorfologi). sehingga biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan pemetaan geologi menjadi lebih murah. .aspek morfografi. karena wilayah perkotaan selain memerlukan bentuklahan yang layak (landsuitability yang mencakup perbukitan dan pedataran) sebagai dasar untuk menyusun rencana tapak (site plan) juga dibutuhkan daya dukung keteknikan seperti kestabilan lereng yang berhubungan erat dengan batuan dan jenis tanah sebagai dasar perkotaan. sehingga tidak akan terjadi silang pendapat yang cukup tajam dan dapat berakibat terbengkalainya program penelitian. sehingga pemeriksaan lapangan yang dilakukan terhadap hasil interpretasi peta topografi dan / atau foto udara yang dilakukan di studio menjadi kegiatan awal pemetaan geologi. sehingga peta geomorfologi yang digunakan untuk kepentingan penelitian yang lebih khusus tersebut harus menggunakan peta geomorfologi pragmatik. maka morfometri dan material penyusun harus dikemukakan dengan jelas. sehingga memiliki suatu hubungan yang jelas antara satuan bentuklahan pada peta geomorfologi dengan aspek geologi pada peta geologi. KESIMPULAN Peta geomorfologi akan sangat membantu didalam melaksanakan pemetaan geologi jika dipahami dengan baik. morfogenetik. karena waktu yang diperlukan untuk pemetaan geologi akan sangat berkurang dan penajaman terhadap aspek . maka penjelasan geomorfologi harus mencerminkan aspek . 5. sebagai contoh penelitian perencanaan wilayah. morfogenetik dan morfometri yang mempengaruhi bentuklahan untuk dijadikan landasan menerangkan kondisi .penelitian geologi.

sehingga tidak terjadi penggunaan simbol yang sembarangan. Penulisan laporan tentang geomorfologi harus menjadi satu rangkaian laporan yang mencerminkan kondisi geologi berdasarkan pendekatan geomorfologi. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful