BAB 1 PENDAHULUAN

Penggunaan nama bentuklahan sebagai geomorfologi karena rasa tidak puas terhadap peristilahan fisiografi yang telah berkembang lebih dahulu. Istilah fisiografi digunakan di Eropa dan memasukkan unsur - unsur iklim, meteorologi, kelautan dan matematik geografi. Geomorfologi merupakan bagian utama geologi, walaupun kenyataannya di Eropa, Amerika dan Indonesia dianggap sebagai geografi fisik. Geomorfologi di lingkungan geologi belum berkembang, karena lebih banyak berkembang di lingkungan geografi untuk kepentingan pengembangan wilayah, penggunaan lahan dan hidrologi, sedangkan para pakar geologi memiliki anggapan bahwa geomorfologi merupakan bagian dari bidang ilmu geografi, padahal teknologi satelit sumberdaya alam yang berkembang saat ini merekam permukaan bumi dan menunjukkan potret muka bumi setiap hari, sehingga ketika harus menggunakan citra satelit para akhli geologi harus belajar kembali geomorfologi. 1.1 Pengertian geomorfologi Geomorfologi berasal dari bahasa yunani kuno, terdiri dari tiga akar kata, yaitu Ge(o) = bumi, morphe = bentuk dan logos = ilmu, sehingga kata geomorfologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bentuk permukaan bumi. Berasal dari bahasa yang sama, kata geologi memiliki arti ilmu yang mempelajari tentang proses terbentuknya bumi secara keseluruhan. Definisi ; Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi serta proses - proses yang berlangsung terhadap permukaan bumi sejak bumi terbentuk sampai sekarang. Berdasarkan pengertian dan definisi geomorfologi, maka bidang ilmu geomorfologi merupakan bagian dari geologi yang mempelajari bumi dengan pendekatan bentuk rupa bumi dan arsitektur rupa bumi. Tujuan mempelajari geomorfologi di lingkungan geologi selaras dengan motto Hutton , yaitu THE PRESENT IS THE KEY TO THE PAST (sekarang adalah kunci masa lalu). Pemahaman kata sekarang (the present) adalah pemahaman terhadap bentuk rupa bumi yang dapat dijadikan cerminan proses yang berlangsung di masa lalu. Faedah yang diharapkan dengan mempelajari geomorfologi yaitu membantu menelusuri proses - proses yang berlangsung pada bumi sejak terbentuknya bumi sampai sekarang dengan pendekatan bentuk rupa bumi yang tampak sekarang, sehingga pada penelitian geologi dapat dilakukan dengan cepat dan murah. 1.2 Konsep dasar geomorfologi Bentuklahan adalah fenomena geologi yang telah banyak dikembangkan dan direnungkan oleh para akhli filsafat kuno dan tidak hanya membuat pernyataan '" saat ini menjadi kunci masa lalu ", tetapi proses geomorfologi saat ini memilki arti yang sangat penting, karena perbincangan tentang sistematika evolusi geomorfologi tidak hanya terjadi pada awal abad ke 19, tetapi berlangsung sampai sekarang.

1.2.1 Konsep pemikiran geomorfologi kuno Pembahasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan biasanya diawali dengan pemikiran - pemikiran para akhli filsafat Yunani dan Romawi. Membahas pemikiran pemikiran para akhli Yunani dan Romawi kuno tentang perkembangan bentuklahan suatu kegiatan yang sangat baik untuk lebih mengenal perkembangan ilmu dimasa silam (Dark Age) yang telah banyak dilupakan, namun sangat membantu didalam pemahaman tentang evolusi geomorfologi yang dikembangkan oleh para pemikir kuno, seperti Herodatus, Aristoteles, Starbo dan Seneca. Herodatus (485 - 425 SM) sebagai " Bapak Sejarah " telah banyak melakukan penelitian geologi, menyebutkan pentingnya serpih dan lempung yang diendapkan setiap tahun oleh Sungai Nil, sehingga Mesir dianggap telah mendapat hadiah dari sungai. Selanjutnya disebutkan pula bahwa gempabumi adalah pegunungan yang menggeliat karena dewa sedang marah. Temuan fosil kerang di puncak - puncak perbukitan di Mesir menyebabkan Herodatus menarik kesimpulan berdasarkan temuannya tersebut bahwa air laut telah menggenangi dataran Mesir. Kesimpulan Herodatus tersebut merupakan dasar pemikiran perubahan muka air laut yang menjadi bahasan penting didalam geomorfologi. Aristoteles (384 - 322 SM) didalam tulisannya menyebutkan tentang asal - usul mataair yang diyakininya bahwa air yang mengalir dari mataair disebabkan oleh (a) air hujan yang terjebak pada lapisan tanah, (b) air yang terbentuk karena penguapan dari air yang masuk kedalam bumi, dan (c) air yang terkondensasikan di dalam bumi berasal dari embun yang tidak diketahui asal - usulnya. Seluruh air merembes dari pegunungan menyerupai bunga karang yang sangat besar, sehingga sebutan sungai hanya diterapkan pada bentuk aliran air yang berasal dari mataair. Selanjutnya disebutkan pula bahwa hujan menghasilkan aliran air deras, sehingga aliran sungai menjadi tidak menentu. Pemahaman tentang debit aliran selama periode hujan telah dikembangkan oleh Bernard Palissi (1563 dan 1580) dan Pierre Perrault (1674) yang menyebutkan bahwa curah hujan mampu membentuk aliran sungai. Aristoteles percaya bahwa gempabumi dan gunungapi memiliki sumber kejadian yang sama dan menyebutkan bahwa gempabumi berpengaruh terhadap pencampuran udara basah dan udara kering di bumi. Selanjutnya dikenalkan juga jalur laut yang tertutup oleh sedimen yang membentuk daratan, sehingga terbentuk tanah timbul dan disebutkan pula bahwa yang membawa material dari daratan ke laut adalah aliran dan diendapkan sebagai alluvium. Strabo (54 SM - 25) telah melakukan perjalanan yang jauh dan telah meneliti secara hati - hati, serta telah mencatat contoh lokasi aliran yang menghilang dan yang muncul di permukaan. Pemikirannya tentang "Vale of Tempe" merupakan hasil dari gempa bumi disertai dengan kegiatan gunungapi dalam kurun waktu yang lama karena tekanan tenaga dari dalam bumi. Kesimpulannya secara alamiah menyebutkan bahwa Gunung Visuvius adalah gunungapi yang telah mati. Strabo menjelaskan juga tentang aluvium sungai dan delta sungai yang memiliki bermacam - macam ukuran selaras dengan luas daerah aliran sungai alamiah, sehingga delta sungai yang sangat luas mencerminkan daerah aliran sungai yang sangat luas dan susunan batuan yang paling menonjol pada daerah aliran sungai tersebut berupa batuan yang lunak. Beberapa penelitian delta yang telah dilakukan oleh Strabo menyebutkan pertumbuhan delta dihambat oleh kegiatan laut, terutama oleh pasang naik. Seneca ( ? - 65) menyebutkan bahwa yang menyebabkan terjadinya gempabumi lokal adalah kekuatan tenaga dari dalam bumi, dan pemikiran lainnya menyebutkan bahwa curah hujan bukan salah satu sumber yang menyebabkan aliran sungai dan disebutkan pula bahwa tenaga arus dapat menggerus lembah, sehingga

melahirkan konsep bahwa pembentuk lembah adalah arus yang menggerus lembah tersebut. Pemikiran - pemikiran kuno telah menyebutkan bahwa terdapat hubungan proses (genetik) antara gempabumi dengan dengan deformasi kulit bumi. Pernyataan tersebut menjadi rancu karena sebab, akibat dan kejadian gempabumi justru dipengaruhi oleh deformasi. 1.2.2 Fajar pemikiran geomrfologi modern Setelah beberapa abad pemikiran geomorfologi cenderung mengikuti pola pemikiran Kekaisaran Romawi, hanya sedikit atau mungkin tidak ada pemikiran pemikiran lain di Eropa. Sekolah - sekolah yang ada pada saat itu adalah biara - biara yang tidak mempelajari ilmu tentang alam. Beberapa tempat pendidikan di Arabia yang hidup pada saat itu telah memunculkan pemikiran - pemikiran modern yang cemerlang. Ibn Sina (980 - 1037) menyatakan bahwa asal - usul pegunungan dibedakan menjadi dua kelas, yaitu (1) hasil dari suatu pengangkatan bumi, seperti bagian dari gempabumi dan (2) pengaruh aliran air yang disertai dengan hembusan angin di suatu lembah yang bersusunan batuan lunak. Konsep pegunungan menurut Ibnu Sina merupakan cerminan hasil dari perbedaan tingkat erosi yang berlangsung secara perlahan - lahan dalam kurun waktu yang panjang. Beberapa pandangannya telah telah ditetapkan sebagai awal dari pemikiran modern, tetapi tidak diterapkan pada pemikiran Eropa Barat. Pembuktian yang sangat luas tentang konsep Ibnu Sina telah dilakukan oleh sekelompok muridnya yang bukan berasal dari orang Arab dan dikenal dengan judul " DISCOURSES OF THE BROTHERS OF PURITY " (bahasan saudara yang seiman) pada tahun 941 dan 982 (Said, 1950). Didalam empat volume buku yang disusun tersebut diceritakan tentang erosi dan transportasi oleh arus dan angin, pelapukan serta awal pemikiran peneplain. 1.2.3 Hutton sang pendahulu Konsep penggerusan lahan didalam pemikiran yang tajam dan tepat dari suatu bentanglahan perlu dipikirkan kembali oleh para pemikir sebagai landasan dasar geomorfologi modern. Para pemikir kuno yang berpikir tentang perusakan lahan oleh proses erosi, tidak memiliki pemikiran yang matang untuk dijadikan suatu kesimpulan yang layak (logic). Ruang dan waktu tidak memberikan keleluasaan untuk membahas perkembangan jangka panjang dan jangka pendek untuk membahas tentang pemikiran geologi agar menjadi suatu pekerjaan tentang bumi (ground work) untuk bapak geomorfologi modern seperti James Hutton, tetapi jejak langkahnya telah diikuti oleh beberapa orang. Leonardo da Vinci (1452 - 1519) merupakan salah satu kelompok pertama yang menyusun pemikiran geologi dan dikatakan (Chorley et al, 1964) bahwa pemikiran yang cemerlang telah berkembang pada zamannya, sehingga merupakan puncak kecemerlangan para pemikir terdahulu. Leonardo da Vinci menyebutkan bahwa lembah dipotong oleh arus, dan arus membawa material dari salah satu tempat dipermukaan bumi kemudian diendapkan pada suatu tempat. Buffon (1707 - 1788) dari Perancis menyebutkan tenaga arus yang mampu menggerus dan merusak lahan, selanjutnya diakhiri dengan perataan yang memilki ketinggian yang sama dengan permukaan laut. Targioni dan Tozetti (1712 - 1784) dari Italia menyebutkan bencana erosi oleh arus dan pemikirannya tentang sungai yang terputus dihubungkan dengan batuan yang tertoreh serta mengenalkan dasar - dasar perbedaan erosi yang dipengaruhi oleh berbagai macam material geologi dan struktur geologi.

Guetthard (1715 - 1786) dari Perancis, membahas tentang degradasi di pegunungan oleh arus, dan menyebutkan bahwa tidak seluruh material yang dipindahkan oleh arus diangkut sampai ke laut, tetapi hanya sebagian material yang terangkut oleh arus tersebut mencapai dataran pantai. Diyakini pula bahwa laut merupakan tenaga penghancur yang sangat besar terhadap lahan, selanjutnya arus dan laut disebut sebagai perusak yang sangat cepat terhadap pantai curam di Perancis sebagai bukti pernyataannya. Desmarest (7125 - 1815) menyuarakan pemikirannya tentang lembah Perancis Tengah merupakan hasil kegiatan arus dan menelusuri perkemba-ngan tahap evolusi bentanglahan. De Saussure (1740 - 1799) dari Swiss menyebutkan bahwa lembah Alpen merupakan hasil kegiatan pengikisan arus yang mengalir dari puncak pegunungan dan mengalir mengikuti lembah tersebut. Selanjutnya disebutkan pula bahwa glasiasi (pencairan es) dapat menjadi faktor penyebab terjadinya erosi. James Hutton (1726 - 1797) yang lahir di Edinburgh, Skotlandia, seorang akhli fisika, tetapi lebih menyenangi ilmu pengetahuan, khususnya kimia dan geologi. Sangat terkenal karena perannya sebagai pelopor PLUTONIAN yang terkenal dengan batuan beku granit dan bertentangan dengan para akhli dari sekolah Wernerian yang terkenal sebagai penganut NEPTUNIS yang memiliki anggapan bahwa granit memiliki kandungan lapisan kimia. Selain membahas granit, Hutton memperkenalkan pula batuan metamorf, tetapi pernyataannya yang terkenal adalah konsep THE PRESENT IS THE KEY TO THE PAST (saat ini merupakan kunci masa lalu), sehingga doktrin uniformitarian bertentangan dengan konsep katastropisma. Teori bumi yang mengandung konsep pengkajian hukum komposisi,dissolusi dan restorasi lahan terhadap bumi telah diterbitkan pada tahun 1795 menjadi dua volume buku dengan judul : THEORY OF THE EARTH, WITH PROOFS AND ILLUSTRATIONS. John Playfair (1748 - 1819), seorang profesor matematika dan filsafat di Edinburgh, Skotlandia, setelah meninggalnya James Hutton pada tahun 1802 menerbitkan buku dengan judul : ILLUSTRATION OF THE HUTTONIAN THEORY OF THE EARTH , dengan gaya bahasa prosa ilmiah yang teliti dan jelas, sehingga jarang ada persamaannya. Playfair menyimpulkan pemikiran - pemikiran Hutton dengan jelas memiliki dampak yang sangat besar, terutama terhadap Sir Charles Lyell yang menjadi pelopor uniformitarian. Hasil penelitian Hutton menyebutkan bahwa proses masa lalu sampai masa sekarang masih terus berlangsung, yaitu lahan terkikis oleh proses mekanik dan kimia, yang sebelumnya telah diteliti namun salah, kecuali Desmarrest yang melihat gejala - gejala yang dijelaskan oleh Hutton. Konsep sistem sungai dan geomorfologi yang sangat berarti telah dikemukakan oleh Playfair lebih baik dari sebelumnya dan pernyataannya sebagai berikut :
Setiap sungai yang muncul terdiri dari percabangan utama, merupakan induk dari berbagai percabangan dan masing - masing mengalir pada lembah selaras dengan ukurannya, membentuk sistem lembah yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya, sesuai dengan kemiringan lereng yang dialirinya dan mustahil akan terjadi pengaliran jika masing - masing lembah tidak memiliki arus yang mengalir pada lembah tersebut. Jika suatu sungai berupa saluran tunggal, tidak memilki percabangan, maka aliran yang terjadi diperkirakan akan membentuk arus yang sangat deras atau arus aliran akan memiliki tenaga penuh yang meluncur pada saluran tersebut dan langsung menuju samudra. Jika bentuk sungai terpecah menjadi beberapa percabangan de-ngan jarak yang cukup besar antara cabang satu dengan yang lainnya, kemudian dibagi lagi menjadi beberapa percabangan kecil, sehingga akan memberi kesan seolah - olah saluran terbentuk oleh torehan air berupa pengikisan permukaan dan erosi terhadap lahan. Kejadian tersebut berlangsung secara sinambung bagaikan mengukir permukaan bumi.

1.2.4 Beberapa konsep dasar Thornbury (1969) Pembahasan tentang konsep geomorfologi untuk bentanglahan jangan hanya menggunakan salah satu konsep saja, tetapi akan lebih baik jika beberapa konsep geomorfologi dapat dipahami sehingga evaluasi terhadap bentanglahan akan lebih baik. Konsep 1 : Proses yang berlangsung secara fisik saat ini memiliki kecepatan yang berbeda selaras dengan waktu geologi. Dasar - dasar geologi modern yang dikenal sebagai uniformitarian telah dikembangkan oleh Hutton pada tahun 1785, selanjutnya ditulis kembali oleh Playfair pada tahun 1802 dan dikembangkan oleh Lyell sebagai maha karyanya dengan judul Dasar - dasar Geologi ( Principles of Geology ). Hutton mencetuskan : " saat ini adalah kunci masa lalu " telah diterapkan secara baku sehingga menimbulkan perdebatan, karena pernyataan tersebut mengandung arti bahwa proses geologi yang berlangsung selaras dengan waktu geologi memiliki kecepatan yang sama dengan saat sekarang. Konsep ini tentunya salah, karena galasiasi (pencairan es) memiliki peran yang sangat penting sejak kala Plistosen dan sepanjang waktu geologi dari pada sekarang. Perlu dipahami juga bahwa iklim sekarang telah berubah, daerah yang memiliki iklim basah pada masa lalu, sekarang telah berubah menjadi beriklim kering (gurun) dan sebaliknya. Periode dari ketidak stabilan gerakan kulit bumi berlangsung pada periode pemekaran, sedangkan kulit bumi sekarang relatif stabil. Salah satu contoh proses geologi yang berlangsung selaras dengan waktu geologi yaitu pengikisan lembah oleh arus yang berlangsung sejak masa lalu sampai sekarang, tetapi pengikisan lembah oleh pencairan es (glasiasi) pada kala Plistosen memiliki perbedaan dengan proses glasiasi pada umumnya. Angin telah mengendapkan batupasir Navajo sejak kala Yura dan memiliki perbedaan dengan gerakan yang dipengaruhi oleh angin sekarang. Konsep 2 : Geologi struktur merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap evolusi bentuklahan yang tampak sekarang. Siswa - siswa W.M Davis diajarkan tentang faktor utama yang mempengaruhi perkembangan bentuklahan adalah struktur geologi, proses geomorfologi dan tingkat pengaruhnya. Saat ini beberapa akhli geomorfologi meragukan terhadap tingkat pengaruh sebagai faktor utama yang mempengaruhi perkembangan bentuklahan, akan tetapi para akhli geologi setuju terhadap konsep proses dan geologi struktur sebagai pengaruh utama. Pernyataan struktur geologi tidak hanya diterapkan pada pandangan sempit, seperti struktur batuan, struktur perlipatan, struktur sesar dan ketidak selarasan, tetapi perhatian perlu ditekankan pula terhadap material bumi penyusun bentuklahan secara keseluruhan yang memiliki perbedaan pengaruh fisika dan kimia. Pandangan struktur geologi selanjutnya didalam pembahasan ini adalah suatu fenomena geologi yang lebih luas, yaitu posisi batuan di tempat yang tinggi, kekar, perlapisan batuan, sesar dan perlipatan, kekerasan mineral tertentu, porositas batuan dan berbagai macam perbedaan pada batuan penyusun kulit bumi. Pernyataan struktur geologi dapat dimanfaatkan untuk memahami strtigrafi dan struktur susunan (sikuen) batuan yang muncul sebagai singkapan pada suatu daerah, seperti perlapisan horisontal, perlapisan yang memiliki kemiringan perlapisan (dip), terlipat atau tersesarkan, sehingga pemahaman struktur geologi yang sederhana menjadi penting. Ungkapan batuan keras (tahan) atau lunak (tidak tahan) terhadap proses geomorfologi merupakan pemakaian ungkapan yang biasa selama digunakan untuk pandangan yang relatif dan tidak ditekankan untuk pandangan pengaruh fisika atau kimia, karena batuan dipengaruhi pula oleh proses fisika dan kimia. Suatu batuan

dan . Secara umum proses endogenetik bersifat membangun. masih memiliki arti yang sangat penting. tergantung pada proses geomorfologi yang berpengaruh terhadap bentuklahan tersebut. erosi dan pengendapan yang memiliki pengaruh terhadap keaneka ragaman geomorfologi. sedangkan proses yang lain. kecuali pada daerah diatropisme sekarang (Resen) dapat diperkirakan bahwa daerah yang memiliki posisi topografi yang tinggi disusun oleh batuan yang keras. yaitu pengikisan terhadap permukaan bumi. Keaneka ragaman batuan dan struktur geologi merupakan faktor utama yang mempengaruhi perubahan permukaan bumi. tingkat kelembaban. Proses geomorfologi yang memiliki keaneka ragaman sangat kecil. perombakan massa batuan.mungkin tahan terhadap salah satu proses geomorfologi. Dataran banjir. perombakan massa batuan dan erosi yang dipe-ngaruhi oleh gaya eksternal disebut sebagai proses eksogenetik.batas tertentu dengan tingkat yang berbeda proses geomorfologi masih berlangsung. seperti tingkat pelapukan. konfigurasi kerapatan kontur dan vegetasi. tingkat kelembaban tanah dan tingkat perubahan tahunan temperatur. Konsep proses geomorfologi yang berlangsung terhadap permukaan bumi bukan sesuatu yang baru. tetapi terlalu kecil untuk diamati. Perbedaan kondisi iklim mikro yang sangat menonjol antara dasar lembah dengan puncak bukit dan antara lahan terbuka dengan lahan tertutup vegetasi akan tampak dari jumlah penguapan lokal. Konsep 3 : Relief permukaan bumi yang luas karena proses geomorfologi berlangsung pada tingkat yang berbeda. tetapi pemikiran tentang proses geomorfologi akan meninggalkan jejak di atas permukaan bumi adalah pemikiran yang lebih maju. Tingkat kecepatan proses geomorfologi lokal memberi pengaruh terhadap perubahan permukaan bumi.ciri tertentu. Proses diatropisma dan vulkanisma dipengaruhi oleh gaya yang berasal dari dalam bumi. sehingga banyak sekali faktor yang mempengaruhi tingkat proses geomorfologi lokal. Perbedaan komposisi batuan dan struktur tercermin dari keaneka ragaman geomorfologi dan topografi lokal.ciri pada bentuklahan. terutama pengaruh perbedaan temperatur. Konsep 4 : Proses geomorfologi meninggalkan jejak pada bentukla lan dan proses geomorfologi yang berkembang mem bentuk ciri . Bentuklahan memiliki ciri . tetapi tidak tahan terhadap proses geomorfologi lainnya dan dibawah kondisi iklim tertentu menunjukkan perbedaan tingkat ketahanan batuan. Topografi minor dan rinci atau disebut sebagai mikrotopografi memiliki hubungan yang erat dengan keaneka ragaman batuan. sehingga diperkirakan bahwa struktur batuan telah terbentuk sebelum bentuklahan. tetapi bukan berarti proses geomorfologi tidak memiliki peran. sehingga memiliki ketahanan batuan terhadap proses geomorfologi yang berbeda pula. Kejadian diatropisme perlipatan pada kala Plistosen sangat sulit disebut tidak tererosi. sedangkan proses eksogenetik bersifat sebaliknya. Penggunaan istilah proses yang dipakai untuk semua perubahan yang terjadi terhadap rupa bumi secara fisika dan kimia. sedangkan daerah dengan posisi topografi lebih rendah disusun oleh batuan yang lunak. Alasan utama permukaan bumi memiliki gradasional yang berbeda karena kerak bumi disusun oleh batuan yang berbeda dan struktur yang berbeda. karena pada batas . Secara umum tampilan struktur batuan harus lebih tua dari pada perkembangan bentuklahan. seperti pelapukan. sehingga oleh Penck disebut sebagai proses endogenetik. kipas aluvial.

yaitu (1) bentanglahan sederhana. Proses geomorfologi yang rumit dan media yang bekerja dibawah kondisi iklim tertentu disebut sebagai sistem morfogenik (morphogenic system. Mempelajari bentuklahan akan mengalami kesulitan jika tidak memahami bahwa topografi merupakan hasil dari proses atau siklus geomorfologi. (4) bentanglahan multi siklus dan (5) bentanglahan hasil pembentukan kembali. Konsep 5 : Media erosi yang berbeda pada permukaan bumi mem bentuk susunan bentuklahan tertentu.ciri yang berkembang pada bentuklahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk klasifikasi genetika bentuklahan. Ciri . Beberapa akhli geomorfologi percaya bahwa permukaan bumi memiliki keteraturan umur.M Davis merupakan suatu kenyataan. plato atau endapan yang tertutupoleh endapan glasial Plistosen. Triccart dan Cailleux. dewasa dan tua yang dikemukakan oleh W. Perdebaan dan pertentangan didalam ilmu pengetahuan merupakan akibat dari penjelasan yang sangat sederhana dan tidak jelas.ciri proses bentuklahan tergantung pada tahap perkembangan proses. dewasa atau tua yang memiliki pengertian bahwa topografi yang berada pada tahap yang sama memiliki ciri yang sama pula. dataran lava. sehingga timbul . sehingga menimbulkan keraguan. (3) bentanglahan siklus tungal. karena akan sulit menentukan karakteristik perkembangan bentuklahan yang khusus. seperti pengangkatan lantai samudra. dan W. sehingga penggunaan istilah siklus geomorfologi tidak hanya menyatakan siklus alam yang mewakili tahap evolusi bentuk permukaan bumi tetapi termasuk pula pemikiran bahwa perkembangan permukaan bumi terjadi secara teratur dan berurutan dengan tidak menggunakan penamaan evolusi permukaan bumi sebaai tahap muda. Pada tahap akhir dari proses geomorfologi permukaan bumi memiliki topografi berelief rendah yang disebut sebagai peneplain (perataan). (2) bentanglahan campuran. Rekayasa yang tepat dari suatu arti proses evolusi bentuklahan tidak hanya memberikan gambaran yang lebih baik dari perkembangan bentuklahan. Konsep 6 : Evolusi geomorfologi tidak sesederhana yang dibayang kan. Pada umumnya topografi rinci hasil dari siklus erosi yang berlangsung . sehingga ciri .delta merupakan hasil kegiatan arus sungai. Kondisi geologi dan keragaman iklim membentuk ciri permukaan bumi yang sangat beragam walaupun proses geomorfologi berkembang pada periode yang sama. artinya bentanglahan tersebut meninggalkan jejak siklus erosi yang terjadi hanya satu kali dan umumnya terbatas pada permukaan bumi yang baru terbentuk.M Davis menyebutnya sebagai konsep siklus geomorfologi. 1955). permukaan kerucut vulkanik. terutama terhadap peneplain (perataan) yang dianggap sebagai akhir dari suatu siklus geomorfologi. tetapi termasuk juga menegaskan hubungan genetika terjadinya bentuklahan. Bentanglahan sederhana merupakan hasil proses geomorfologi tunggal. tahap perkembangan proses diawali dari tahap muda. Bentanglahan campuran merupakan hasil siklus erosi lebih dari satu kali atau hasil dua atau lebih proses geomorfologi. Konsep umum yang digunakan pada tingkat dasar memiliki beberapa kelemahan apabila di-terapkan pada evolusi permukaan bumi yang lebih rumit. Horberg (1952) mengelompokkan bentanglahan menjadi beberapa kategori. tetapi tidak semua yakin bahwa tahap muda. dewasa dan tua. Istilah siklus geomorfologi tidak selalu tepat untuk menunjukkan suatu perubahan bentanglahan akibat gradasional. tetapi mencari istilah atau konsep pengganti sangat sulit.

Ciri . Pemahaman topografi rupa bumi adalah untuk mengenal perubahan kondisi geologi dan kondisi iklim kala Plistosen yang mempengaruhi topografi sekarang.proses yang lain seperti pelapukan. gerakan material karena gravitasi. Sebagian besar topografi sekarang lebih muda dari kala Plistosen. Kurang lebih 100 cekungan di pedalaman Amerika Serikat bagian Barat yang saat ini berbentuk danau dengan iklim arid dan semi arid menunjukkan sistem fluvial yang sama dengan di Asia.proses yang berlangsung terhadap pembentukkan bentanglahan. sehingga daerah sekarang beriklim arid atau semi arid pada zaman glasial beriklim basah.ciri topografi tua jarang ditemukan. kecuali yang ditemukan pada daerah diatropisma Plistosen Awal dan Resen. Konsep 8 : Pemahaman terhadap bentanglahan sekarang diperlukan pemahaman kondisi geologi dan iklim pada kala Plistosen. Bentanglahan campuran tercermin sangat baik pada daerah yang dipengaruhi oleh glasiasi Plistosen. sehingga dapat disimpulkan bahwa glasial sangat mempengaruhi iklim dunia. tetapi sangat jarang terjadi. air terjun dan tebing berumur lebih muda dari Miosen. seperti saluran . Kondisi yang sama terjadi pada bentanglahan hasil pelarutan oleh air tanah. sungai. Daerah . faktor iklim sangat berpengaruh.ciri topografi yang terbentuk di atasnya. pantai. serta terbentuk sejak munculnya manusia dan sebagian kecil muka bumi sekarang memiliki hubungan yang jelas dengan permukaan bumi pra Miosen. kecuali berupa bentuklahan tua yang tersingkap kepermukaan akibat dari gradasional. lembah. Diperkirakan pula bahwa permukaan bumi 90 % terbentuk setelah Tersier dan mungkin 99 % terbentuk setelah Miosen Tengah. Sebagai contoh bentanglahan hasil dari kegiatan aliran air. erosi oleh limpasan air permukaan dan proses . Material material hasil pengikisan galsial dan tiupan angin menyebar luas sampai ke daerah yang tidak mengalami glasiasi.perdebatan karena pada semua bentanglahan telah terjadi proses geomorfologi yang bercampur. Konsep 7 : Topografi bumi yang paling menonjol adalah topografi yang lebih muda dari kala Plistosen. tetatpi lereng sekarang terbentuk pada kala Plistosen dan air terjun yang terbentuk saat ini lebih muda dari relif rinci yang berumur Plistosen dan Resen.daerah yang terletak pada lintang menengah. tetapi perlu disadari bahwa proses yang berlangsung tidak hanya kegiatan aliran air saja. kemudian kala Eosen dan Miosen. proses . Daerah . Munculnya bentanglahan masa lampau yang telah ditutupi oleh batuan beku atau batuan sedimen karena batuan penutup tersebut terkikis. Ashley (1931) percaya bahwa pahatan rupa bumi seperti gunung. danau. dan perpindahan material oleh angin sangat berpengaruh terhadap perkembangan bentuk rupa bumi.saluran pada masa praglasial yang muncul dan hanya sebagain kecil menjadi ciri lokal. Konsep bentanglahan dengan iklim yang beragam dapat dimasukan sebagai konsep bentanglahan yang rumit. walaupun pada beberapa bentanglahan dapat ditemukan proses geomorfologi tunggal. selama zaman glasial pernah beriklim seperti di sub arktik Amerika Utara dan Eurasia yang dicerminkan oleh tanah . Pegunungan Himalaya pertama terlipat pada kala Kapur. Secara umum struktur geologi lebih tua dari pada ciri . Glasiasi sangat berpengaruh baik secara langsung atau tidak langsung.daerah yang sekarang beriklim sedang. Afrika. Australia dan Amerika Utara. karena berkembang dibawah kondisi iklim yang beragam sebagai faktor yang mempengaruhi proses geomorfologi dan sangat berhubungan dengan kondisi iklim kala Plistosen.

Faktor iklim. . Konsep 10 : Geomorfologi menekankan kondisi sekarang bermanfaat untuk mengungkap sejarah perkembangan bumi. sedangkan pengaruh langsung antara lain curah hujan. sebagai contoh iklim yang berpengaruh tidak langsung terhadap proses geomorfologi adalah sebaran. sehingga tidak ada alasan untuk memisahkan antara studi bentanglahan dengan geologi dinamik. Geomorfologi cenderung menekankan asal . Rejim aliran yang dipengaruhi oleh perubahan iklim ditandai dengan perselingan antara agradasi (pengendapan) dan gradasi (pe . pe nguapan dan perubahan temperaturan harian. kerapatan dan jenis vegetasi.ngaruh pembentukkan bentanglahan.yang membeku secara permanen dan biasa disebut sebagai permafrost.usul (proses) bentanglahan saat ini dan masa lalu selaras dengan waktu geologi. Paleogeomorfologi bentuklahan merupakan sejarah alam geomorfologi yang diperkenalkan oleh Bryan (1940) dan menjelaskan bahwa bentuklahan merupakan hasil dari suatu proses. Pencairan es terhadap lautan sangat berpengaruh terhadap pembentukkan koral. Konsep 9 : Pengenalan iklim sangat penting untuk dapat memahami dengan baik perbedaan proses geomorfologi yang berlangsung. Perbedaan antara bentuklahan dengan geologi dinamik yang paling jelas adalah proses terjadinya bentuklahan atau sisa . Perubahan muka air laut memiliki pengaruh terhadap topografi. Hasil pengikisan akibat pencairan es atau endapan glasial yang tertiup angin membentuk gumuk pasir (sand dunes) atau bercampur dengan lanau atau lempung disebut sebagai loess. Glasiasi kala Plistosen merupakan peristiwa yang paling besar walaupun diatropisma yang berkembang sejak Pliosen. Plistosen sampai Resen masih berperan sebagai faktor pe .ngikisan). Akhli geomorfologi selalu melakukan pendekatan dengan menggunakan hukum uniformitarianisme. Perubahan iklim dapat berpengaruh secara langsung atau tidak langsung. Glasiasi sangat berpengaruh terhadap pembentukkan danau. seperti Great Lakes merupakan sistem aliran yang dipengaruhi oleh glasial terbesar di dunia. khususnya temperatur dan penguapan sangat berpengaruh terhadap proses geomorfologi.sisa bentuklahan yang relatif muda. karena pembekuan samudera menyebabkan penurunan muka air laut dan kembali normal pada zaman interglasial.

peta dasar (base map) dan peta bertema (thematic map). Sistem dapat digunakan untuk pemetaan dengan berbagai macam skala.BAB 2 SISTEM PENELITAN DAN PEMETAAN GEOMORFOLOGI Sistem penelitian dan pemetaan geomorfologi telah banyak dikembangkanm selaras dengan tujuan penelitian yang dilakukannya. dengan tujuan agar pengguna peta dapat mencapai tujuannya tanpa harus tersesat. Contoh . Salah satu sistem yang telah banyak dimanfaatkan untuk berbagai tujuan yaitu sistem yang dikembangkan oleh International Institute for Aerial survey and Earth Sciences (ITC). Biasanya peta informasi memiliki kandungan yang sangat sederhana. Sistem dapat digunakan untuk setiap daerah dan lentur (fleksibel). sungai . ibu kota propinsi atau kabupaten.peta yang sederhana. sehingga sistem mampu dijadikan landasan penelitian geomorfologi analitik dan geomorfologi sintetik. karena memasukkan beberapa aspek geomorfologi disertai dengan legenda yang sederhana dan jelas.1 Peta informasi Peta informasi merupakan peta yang dapat digunakan oleh berbagai pihak. Sistem harus menghasilkan peta . 2. 2. 4. 3.1 Pemahaman peta dan manfaat peta Peta adalah gambaran dari rupa bumi yang mencerminkan keadaan suatu daerah atau lokasi.informasi tentang letak. sehingga dapat menekan biaya pembuatan peta. Peta pariwisat mengandung informasi .unsur bentuklahan. tetapi masih banyak terjadi kerancuan. 2. Belanda. selanjutnya disebut dengan sistem pembuatan peta geomorfologi untuk berbagai macam tujuan. khususnya di wilayah tropis (Indonesia dan Amerika Latin). sehingga menjadi suatu sistem pemetaan geomorfologi yang memiliki karakteristik yang jelas. Verstappen (1967 dan 1968) dan Van Zuidam (1968 dan 1975) telah mengembangkan sistem penelitian geomorfologi berdasarkan pengalamannya di seluruh dunia. Sistem harus memberi penekanan terhadap unsur . sehingga peta dapat disebut sebagai petunjuk atau pemberi informasi rupa bumi dan lokasi suatu daerah. jarak atau ciri khas tujuan wisata.unsur yang perlu diperhatikan didalam menyusun sistem gemorfologi adalah sebagai berikut : 1. Beberapa jenis peta sebagai petunjuk dan pemberi informasi antara lain : peta informasi.sungai yang . sesuai dengan fungsi peta tersebut yaitu sebagai petunjuk dan pemberi informasi. sehingga isi peta diselaraskan dengan skala secara konseptual dan grafis.contoh peta informasi antara lain peta pariwisata. Unsur . sedangkan peta sekolah (atlas) memberi petunjuk tentang daerah propinsi atau kabupaten.1. peta sekolah (atlas) dan peta topografi. artinya legenda pada peta harus dapat dijadikan simbol untuk suatu keputusan obyek penelitian. khususnya pemahaman geomorfologi untuk tujuan pemetaan geologi. Metode ITC dapat digunakan untuk tujuan pemetaan geologi.

Peta topografi memilki kandungan informasi dan petunjuk daerah. Memilih unsur . jalan dan sebagainya sangat bermanfaat untuk menentukan lokasi penelitian. punggungan dan sebagainya). seperti tebing.elemen pokok dan satuan geomorfologi.Posisi danau dan sungai . sehingga memerlukan analisis agar dapat dijadikan peta dasar. sehingga peta dasar merupakan peta rencana kegiatan yang telah tersusun untuk memudahkan kegiatan yang akan dilakukan dan menghemat biaya. lembah. Batas sungai dan pantai. 2. Komponen . maka menjadi tidak bermanfaat dan informasi yang dipetakan tersebut menjadi tidak berguna karena tidak dapat dilokalisasi (diplot) dan dievaluasi terhadap kondisi . maka kandungan pokok pada peta tujuan akan sangat bermanfaat. seperti : Kondisi hidrografi Batas pemukiman Batas wilayah kehutanan/ pertanian/perkebunan. Unsur . garis ketinggian (kontur). 2. rel KA atau saluran) .kondisi yang diharapkan dan akhirnya hanya digunakan sebagai dasar perbandingan pada suatu daerah saja. 3. nama sungai dan nama daerah. maka dugaan sementara terhadap lereng yang . jalan raya. nama kampung. 4. seperti batas administratif daerah. Informasi pada peta topografi atau foto udara yang berhubungan langsung dengan unsur .Posisi titik kontrol geodetik . Penentuan lokasi yang baik dan tepat merupakan unsur utama didalam menyusun peta dasar yang baik. seperti titik ketinggian.2 Peta dasar (base map) Peta dasar adalah suatu gambaran dari berbagai komponen yang terpilih didalam suatu daerah pemetaan. gunung. Sebagai contoh kerapatan garis kontur mencerminkan lereng yang terjal.Rincian topografi (batasan topografi. misalnya : . Membatasi unsur .komponen tersebut harus memiliki hubungan dengan topografi. Biasanya yang digunakan sebagai peta dasar untuk suatu kegiatan adalah peta topografi yang sebenarnya hanya memberikan informasi secara umum. karena kesalahan biasanya terjadi karena penggunaan material dasar (peta topografi atau foto udara) yang lama dan tidak teliti.unsur peta secara umum seperti garis atau titik dan tampilan peta yang akan dijadikan acuan.Faktor . Keselarasan unsur . Jika informasi dari peta topografi atau foto udara dapat diandalkan. .komponen tersebut tidak memiliki hubungan.unsur peta dasar dengan materi pokok.unsur peta dasar sampai batas minimum. Informasi dan peta topografi yang terbaru merupakan kebutuhan yang mutlak.unsur penting menyusun peta dasar untuk kepentingan geomorfologi atau geologi antara lain : 1. lokasi. titik ketinggian dan garis ketinggian (kontur) yang dapat mencerminkan kondisi lereng dengan melihat kerapatan kontur pada peta. Maksud penyusunan peta dasar sebelum melaksanakan kegiatan tertentu merupakan langkah persiapan sebelum kegiatan dilaksanakan.nama daerah. Memilih unsur .faktor yang sering berubah. Nama .unsur peta yang mudah dimengerti.1. sehingga jika komponen .Posisi konstruksi (bangunan. tergantung pada tingkat kesulitan dari unsur pokok.unsur geografi.gunung yang terkenal. sungai.terkenal dan gunung . bukitbukit kecil. Biasanya peta topografi dijadikan peta kerangka untuk menyusun peta dasar atau peta bertema (thematic map) yang dapat memberikan informasi tentang hubungan antara elemen .

misalnya eksplorasi minyak bumi.000 sampai 1 : 500. namun sudah dapat dimanfaatkan sebagai dasar (landasan) penelitian lebih lanjut. pengembangan wilayah dan tataruang.2. bahan galian atau aspek .3 Peta bertema ( thematic map) Peta bertema adalah peta yang mengandung informasi .komponen geomorfologi yang besar merupakan ciri dari peta geomorfologi analitik.aspek geomorfologi di suatu daerah yang cukup luas. Analisis bentanglahan yang sangat luas dan komponen . sehingga memerlukan penguraian yang lebih rinci.batas yang jelas.aspek geomorfologi yang dipetakan. Penggunaan peta geologi yang telah tersusun dengan baik dapat dibaca oleh pengguna yang berhubungan dengan informasi . geologi teknik.aspek geologi lainnya. b. 2. yaitu : a. Peta geomorfologi sintetik. Menurut Verstappen . tergantung pada kepentingan pembuatan peta didalam menetapkan aspek . Petaa geomorfologi pragmatik. sehingga sifat peta geomorfologi analitik bersifat peta tinjau (reconnissance) dengan skala peta 1 : 50. 2.2 Pemahaman peta geomorfologi Peta geomorfologi telah banyak dibuat oleh berbagai lembaga di dunia dan memiliki perbedaan terhadap tinjauan aspek . pulau atau negara. Analisis terhadap peta topografi tersebut sangat bermanfaat untuk kegiatan penelitian geologi. Pada peta geomorfologi analitik tercermin satuan geomorfologi yang sangat luas dan belum memberikan informasi yang rinci. sehingga aspek tersebut disimbolkan dengan warna.aspek geomorfologi yang digambarkan pada peta menggunakan simbol .1.000. Kandungan informasi tersebut merupakan hasil dari suatu kegiatan penelitian tertentu dengan harapan pemakai peta dapat mengambil keputusan dan kesimpulan terhadap kegiatan penelitian yang dilakukannya. c. sehingga pada saat kegiatan penelitian di lapangan akan lebih terarah kepada hasil analisis peta topografi tersebut. pengembangan wilayah atau penggunaan lahan. Misalnya bentanglahan (landscape) atau mintakat (zone) Bandung berdasarkan fisiografi Van Bemmelen (1949) terdiri dari sistem lahan (land system) rangkaian gunungapi (volcanous) dan sistem lahan ( land system) struktural.simbol warna dan pola hitam putih disertai arsiran.informasi geologi sebagai landasan kerja yang sedang ditekuninya. Peta geomorfologi analitik. posisi temuan fosil. Secara garis besar peta geomorfologi dapat dibedakan menjadi tiga jenis peta.informasi tujuan tertentu untuk maksud tertentu yang dibutuhkan oleh pemakai tertentu pula. seperti aspek morfogenetik didalam pemetaan geomorfologi.1 Peta geomorfologi analitik Secara garis besar kandungan informasi dari peta geomorfologi analitik cenderung memberikan informasi aspek . Peta geomorfologi analitik sangat berperan untuk digunakan sebagai bahan analisis yang bersifat regional dalam ukuran propinsi.aspek geomorfologi yang digambarkan pada peta geomorfologi. geologi teknik. Sebagai contoh peta geologi memberikan informasi tentang sebaran batuan secara lateral dengan batas .curam tersebut dapat berupa sesar (patahan) atau terdapat perbedaan kekerasan batuan atau pola punggungan yang memanjang dapat diduga sebagai perlipatan. sehingga aspek . 2. Simbol warna digunakan untuk aspek geomorfologi yang jelas dan memiliki arti penting di dalam peta tersebut. struktur geologi.

warna tertentu yang direkomendasikan untuk dijadikan simbol satuan geomorfologi berdasarkan aspek genetik adalah sebagai berikut : KELAS GENETIK Bentuklahan asal struktural Bentuklahan asal gunungapi Bentuklahan asal denudasional Bentuklahan asal laut (marine) Bentuklahan asal sungai (fluvial) Bentuklahan asal glasial (es) Bentuklahan asal aeolian (angin) Bentuklahan asal karst (gamping) SIMBOL WARNA Ungu / violet Merah Coklat Hijau Biru tua Biru muda Kuning Jingga (orange) Morfografi dan morfometri yang tercermin pada peta topografi dinyatakan oleh lambang garis atau huruf yang telah baku dan dicetak de . Tabel 1. Aspek utama peta geomorfologi analitik ASPEK UTAMA Bentuk permukaan 1.abu.ngan warna hitam atau abu . Lithologi digambarkan dalam bentuk simbo. panjang lereng dan kekerasan relief. Verstappen (1970) menyebutkan bahwa penggunaan simbol untuk morfokhronologi tidak perlu menggunakan simbol garis. gambar lithologi dengan warna bayangan abu . misalnya simbol garis berwarna merah untuk proses erosi dan warna biru untuk banjir atau sedimentasi. sehingga informasi morfografi.abu berupa bayangan. Morfokhronologi menggunakan simbol huruf atau angka dengan menggunakan warna hitam. Morfometri . sehingga harus digambarkan dengan jelas dan digunakan simbol warna. morfometri dan lithologi (batuan) tampak pada peta dengan warna yang tidak menonjol. 2.dan Van Zuidam (1968 dan 1975) bahwa proses endogen dan eksogen masa lalu dan sekarang merupakan faktor . Morfometri yang penting dari ciri roman muka bumi dapat ditampilkan dengan simbol garis hitam. seperti dataran. tetapi simbol untuk morfokhronologi dapat dihilangkan. Morfografi KRITERIA PEMETAAN Aspek yang digambarkan dari morfologi suatu daerah. Warna . karena biaya untuk pembuatan peta akan menjadi mahal dan umur bentuklahan harus diketahui dengan benar. Pemilihan warna yang tepat dapat memberikan informasi yang lebih banyak dengan tidak mengabaikan simbol warna yang digunakan oleh satuan bentuklahan pada suatu daerah berdasarkan morfogenetik. titi ketinggian . perbukitan atau pegunugan Nilai aspek geomorfologi daerah.faktor perkembangan yang paling menonjol dari suatu bentanglahan. seperti kemiringan lereng. sedangkan simbol garis berwarna dianjurkan untuk penggambaran simbol morfodinamik (proses aktif).

titik ketinggian. 3. perbukitan atau pegunungan. Morfogenesis (asal . seperti gumuk pasir.2 Peta geomorfologi sintetik Kandungan peta geomorfologi sintetik cenderung memberikan informasi geomorfologi yang bersifat semi rinci (semi detail) dan mulai mengarah pada suatu tujuan tertentu. Pada peta geomorfologi sintetik pengelompokkan lahan dibagi menjadi 4 tingkat yang mencerminkan bagian . hogback dan kubah. Aktivitas proses endogen seperti vulaknisma. sehingga informasi geomorfologi semi rinci dapat ditampilkan di dalam peta geomorfologi sintetik. 3.000. Komponen lahan (land component) 2. 2. seperti kemiringan lereng. Lithologi / jenis batuan dan struktur batuan dihubungkan dengan proses pengikisan. misalnya unsur . (nisbi dan Waktu proses terjadinya suatu bentuklahan.bagian lahan semi rinci dari suatu bentangan lahan dari tingkat yang paling kecil sampai tingkat yang paling besar sebagai berikut : 1. morfometri dan material penyusun. 5. sedimentasi atau gurun. Morfometri Nilai aspek geomorfologi daerah.2. Sumber : Van Zuidam (1985) 2. 3. seperti cuesta. pegunungan antiklin.2. 3. morfogenetik. lereng patahan. air atau es. Morfografi Aspek yang digambarkan dari morfologi suatu daerah.3.usul bentuklahan dan proses terjadinya bentuklahan). patahan dan lipatan. seperti gunungapi. panjang lereng dan kekasaran relief. misalnya " Villafranchian" untuk umur glasial tua dan "Monasterian" untuk dataran pantai muda. Morfostruktur aktif. Morfostruktur pasif. 4. Skala peta geomorfologi sintetik yang digunakan adalah 1 : 50. seperti dataran.ASPEK UTAMA KRITERIA PEMETAAN Bentuk permukaan 1.Morfo aransemen Hubungan antara perubahan bentuklahan dengan proses yang sedang berlangsung.000 sampai 1 : 25.unsur morfografi. dataran fluvial. Morfodinamik Proses eksogen yang berhubungan dengan gerakan angin.1. Satuan lahan (land unit) . Morfokhronologi absolut).

Bentanglahan. sehingga membentuk bentangan yang sangat luas dengan ciri memiliki keseragaman relief dan lithologi secara umum. bentuk permukaan (relief). lithologi (material penyusun). Bentuklahan (landform) 4. lereng atas gunungapi. vegetasi dan proses. biasanya digunakan untuk pekerjaan konsultan atau proyek pembangunan. dan diuraikan menjadi bentuklahan Gunungapi Tangkuban Perahu dan bentuklahan Gunungapi Tampomas. Tampilan dari satuan lahan menggambarkan ciri eksternal dan internal dari suatu bentuklahan yang dibandingkan dengan satuan lahan sekitarnya pada daerah yang sama. nilai dari bentuk permukaan / kemiringan lereng. bentuklahan. Sebagai contoh bentanglahan (landscape) atau mintakat (zone) Ban . biasanya dibedakan berdasarkan proses. tanah. Bentuklahan. sehingga peta geomorfologi sintetik dapat dijadikan sebagai peta dasar didalam pemetaan geologi. batuan (lithologi) dan iklim. merupakan bagian terkecil dari suatu bentanglahan yang menekankan kesamaan kelompok atau kelas lahan. Skala peta yang digunakan untuk menampilkan bentuklahan adalah 1 : 10. Sistem lahan (land system) 5.000 atau lebih kecil dan biasanya digunakan sebagai peta tinjau untuk identifikasi suatu kelayakkan lokasi yang akan digunakan suatu proyek atau dijadikan pemandu perencanaan pembangunan. mengacu kepada bentuklahan dan ciri .usul (morfogenetik). satuan lahan dan komponen lahan.aspek geomorfologi tersebut sangat erat hubungannya dengan kondisi geologi. Skala yang cocok digunakan untuk menampilkan sistem lahan biasanya lebih besar dari 1 : 250. seperti bentuk permukaan lahan (morfografi). biasanya digunakan untuk kepentingan pekerjaan khusus seperti keteknikan atau manajemen.satuan lahan yang dibentuk berdasarkan landasan komponen lahan memiliki kesamaan bentuklahan. . yaitu puncak gunungapi. merupakan bagian terbesar dari kumpulan sistem lahan.dung berdasarkan fisiografi Van Bemmelen (1949) terdiri dari sistem lahan rangkaian gunungapi di bagian Utara. Bentanglahan (landscape) Komponen lahan.ciri perkembangan bentuk permukaan lahan (relief) yang berhubungan berhubungan dengan aspek lingkungan. Tampilan aspek . proses dan lithologi merupakan dasar utama pengelompokkan satuan lahan. panjang lereng dan kerapatan pola pengaliran (morfometri) dan material penyusun (lithologi). Satuan lahan. Skala peta yang digunakan untuk menampilkan komponen lahan adalah 1 : 100.000 sampai 1 : 100.000 sampai 1 : 100. Sistem lahan.satuan lahan (land units) .3.000. mengacu kepada sekelompok satuan lahan yang homogen atau heterogen dengan ciri satuan lahan atau susunan satuan lahan yang khusus. Suatu sistem lahan menggambarkan pengulangan kemiripan pola bentuklahan yang memiliki kesamaan genetik dibandingkan dengan sistem lahan disekitarnya pada suatu daerah yang sama. mengacu kepada suatu komponen lahan atau sekumpulan komponen lahan yang homogen atau heterogen berdasarkan ciri khusus suatu lahan atau komponen lahan. sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pemetaan geologi.000. lereng tengah gunungapai dan lereng kaki gunungapi. selanjutnya bentuklahan gunungapi diuraikan menjadi satuan . Skala peta yang digunakan untuk menampilkan satuan lahan adalah 1:10. membentuk satuan berdasarkan bentuk permukaan lahan sebagai kriteria pengelompokkan. proses / asal .000 dan digunakan untuk kepentingan peta tinjau suatu proyek pembangunan. biasanya digunakan untuk kepentingan pekerjaan proyek pembangunan yang bersifat sangat luas. Skala peta yang digunakan untuk menampilkan bentang lahan adalah 1 : 250. Suatu bentuklahan menunjukkan ciri . Satuan .ciri tampilan luar.

Vegetasi alami. peta bahaya gunungapai. semi alami dan pertanian sangat mempengaruhi proses erosi dan gerakan tanah. potensi air tanah. peta morfostruktur (struktur geologi). seperti peta morfokonservasi (lingkungan). Tabel 2 menunjukkan berbagai kelas lereng. Batasan satuan hidrogeomorfologi didasarkan pada kemiringan lereng. dan kesesuaian lahan.abu atau coklat.abu sebagai bayangan.3 Peta geomorfologi pragmatik Kandungan peta geomorfologi pragmatik cenderung menampilkan informasi geomorfologi yang bersifat khusus dan rinci (detail) karena peta geomorfologi pragmatik merupakan peta untuk tujuan tertentu dan khusus.tingan suatu kegiatan yang bersifat rinci (detai). yaitu kemiringan lereng dan kestabilan lereng. proses yang menjadi ciri lahan.300. seperti alur erosi. Kelas lereng yang menunjukkan kesamaan lahan kritis disertai dengan proses . sehingga unsur lahan (land element) dari aspek aspek geomorfologi yang bersifat rinci. Kemiringan lereng terutama untuk menghitung dan mengetahui tingkat erosi yang berlangsung serta kemungkinan gerakan tanah yang akan terjadi pada lereng tersebut. dan peta kesesuaian lahan (land suitability map). Contoh peta geomorfologi pragmatik antara lain peta morfokonservasi dan peta hidrogeomorfologi. arah arus sungai / pantai.000 sampai 1 : 5. Skala peta geomorfologi pragmatik adalah 1 : 25.simbol lain yang digambar denga garis hitam dapat diberikan untuk proses geomorfologi yang sudah tidak aktif tapi masih baru. (4) kelas 150 .550 dan (6) kelas 0 diatas 55 . sedangkan informasi topografi dan lithologi yang penting digambar dengan simbol garis abi . sehingga penamaan peta lebih cenderung mencerminkan maksud dan tujuan pemetaan yang bersifat khusus. lingkungan. permeabilitas daerah. Peta Hidrogeomorfologi. yaitu air tanah dalam.proses pada lereng tertentu yang menonjol. (3) kelas 50 . Simbol . seperti kegiatan penelitian teknik. perkebunan dan pertanian diberi simbol warna hijau. peta morfohidrologi (hidrologi).2.2. dan kedalaman air tanah. kualitas aliran air permukaan. Seperti pada peta morfokonservasi yaitu tutupan vegetasi alami. arah sedimentasi. (2) kelas 20 .20.simbol yang biasa digunakan didalam kajian hidrologi. kebencanaan. .150.ngan garis arsir. menggambarkan klasifikasi lereng. mata air dan gerakan material yang diberi simbol de . angka dan huruf dengan warna yang berbeda.50. simbol gambar. Peta morfokonservasi. menggunakan simbol warna untuk membedakan satuan hidrogeomorfologi yang sama dengan simbol . arah ombak. dapat tercermin pada peta geomorfologi pragmatik. garis kontur dan lithologi (batuan) digambar dengan warna abu . Kegiatan konservasi tertentu dapat juga dilakukan terhadap satuan bentuklahan tertentu yang memiliki proses yang menonjol atau nilai kelas konservasi. arah lelehan lava gunungapi. yaitu : (1) kelas 0 0 .000. Pada tabel 3 ditunjukkan bobot nilai lahan yang digunakan untuk membedakan empat kelas hidrogeomorfologi. kondisi lahan dan simbol warna untuk lahan yang disarankan. Peta geomorfologi pragmatik biasanya dimanfaatkan untuk kepen . (5) kelas 300 .simbol vegetasi digambar dengan warna hijau. Sama dengan peta analitik. tutupan vegetasi. Verstappen dan Van Zuidam (1968 dan 1975) membagi kemiringan lereng menjadi 6 kelas lereng. Jika batas satuan bentuklahan digambar dengan garis tebal. garis merah untuk erosi yang aktif dan biru gelap untuk gerakan tanah yang aktif. hidrologi. sehingga simbol . maka nama singkatan dari bentuklahan perlu dicantumkan dengan huruf kapital.

Merah Tua > 55 ( > 140% ) 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang terjal.55 (70 . 0 -2 (0 .16 (15 .140 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang terjal. Daerah rawan erosi dan longsor Merah Muda 35 . tidak ada erosi yang besar.2 %) Datar atau hampi datar.35 (30 . Karakteristik dan Kondisi lahan Simbol warna yang disarankan. sangat rawan terhadap erosi. sering terjadi erosi dan gerakan tanah dengan kecepatan yang perlahan . 1985).70 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang curam sampai terjal.sifat proses dan kondisi lahan disertai simbol warna yang disarankan.30 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang curam. Ungu Tua . rawan terhadap erosi. erosi permukaan dan erosi alur. Kelas Lereng 0 0 Proses. Hubungan kelas lereng dengan sifat .lahan. (sumber : Van Zuidam. pengikisan dan erosi akan meninggalkan bekas yang sangat dalam. Hijau tua 2 -4 (2 . sering ditemukan singkapan batuan. Kuning Tua 16 .Tabel 2. singkapan batuan muncul di permukaan.7 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng landai. dapat diolah dengan mudah dalam kondisi kering. bila terjadi longsor bergerak dengan kecepatan rendah. Kuning Muda 8 . bila terjadi longsor bergerak dengan kecepatan rendah. Hijau Muda 4 -8 (7 . rawan terhadap bahaya longsor. rawan tergadap longsor batuan.15 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng landai sampai curam.

50 % daerah aliran tertutup rumput dan ta naman kayu. (15) Jarang sam pai sedang. berbentuk cekungan. tidak tampak jelas daerah aliran. (10) Daya serap normal. (20) Tidak ada. batuan lapuk dan memiliki rekahan (5) Endapan berbutir sedang sampai kasar. daerah aliran curam dan sempit. kolam dan rawa. (15) Daya serap tanah lambat Lempung atau tanah memi liki kapasitas daya serap rendah.kemiringan lereng lebih dari 30 %. rekahan tampak jelas Daya serap (infiltrasi) tanah. (100) Sangat Tinggi (75) Tinggi (50) Normal (25) Rendah Relief (25) Curam. danau. (10) Endapan berbutir sedang dan batuan mudah lapuk (8) Endapan berbutir sedang. depresi cekungan permukaan. tidak ada kolam atau rawa. kemiringan lereng 0-7% Batuan (15) Endapan berbutir halus dan dan betuan keras. daerah aliran kecil.kemiringan lereng 15 . Daya tampung per mukaan. (15) Daya tam pung kecil. sehingga kapasitas resap tanah sangat rendah. (20) Berbukit. 1953.15 % (5) Datar. (5) Baik sampai sempurna. Dikutip dari : Engineering Handbook for Farm Planners Upper Mississippi Valley Region III United States Soil Conservation Services. 1985). hampir 90 % daerah aliran tertutup rumput dan ta naman kayu. tampak cekungan dangkal. jarang atau gundul. kurang dari 2 % daerah aliran (5) Daya tam pung tinggi. . ketebalan pasir atau tanah mampu me nyerap dengan cepat Tutupan vegetasi (20) Tutupan tanaman tidak efektif.lapisan tanah tipis. (5) Daya serap tinggi. (10) Jarang sam pai baik. tidak ada tutupan alami. tidak ada kolam atau rawa.30% (12) Bergelombang kemiringan le reng 7 .sifat daerah aliran sungai untuk memperkirakan kemungkinan limpasan air permukaan dengan metode Cook (Sumber : Van Zuidam. Pemboran diperlukan. ketebalan geluh dengan ke mampuan daya serap baik. kurang dari 10 % aliran dibawah tu tupan baik.Tabel 3. (10) Daya tampung normal. Sifat . (20) Lapisan tanah penutup tidak efektif.

 Bentuklahan asal marin (marine landforms origin) terdiri dari : .Bentuklahan undak sungai (teracce landforms)  Bentuklahan asal campuran (delta).Bentuklahan delta membulat (lobate delta0 . fluvial (sungai).Bentuklahan beting gisik (beach ridge landforms) .Bentuklahan tanggul alam (natural levee landforms) . pegunungan.UNSUR PEMETAAN GEOMORFOLOGI Konsep pemetaan geomorfologi yang dikemukakan di bawah ini me .BAB 3 UNSUR . 1975) yang dilandasi pengalaman di wilayah tropis seperti di Indonesia dan Amerika Latin.Bentuklahan dataran pesisir aluvial (alluvial coastal plain landforms) . seperti gambaran bentuk (morfografi). Beberapa pendekatan lain untuk pemetaan geomorfologi selain morfografi adalah pola punggungan.1 Morfografi Morfografi secara garis besar memiliki arti gambaran bentuk permukaan bumi atau arsitektur permukaan bumi. biasanya digunakan untuk sebutan bentuklahan asal marin (laut).ngaliran dan bentuk lereng.1968) dan Van Zuidam (1968. Aspek . 3. pola pe .Bentuklahan delta memanjang (cuspate delta) . 3.ngacu kepada sistem yang dikembangkan oleh oleh Verstappen (1967.unsur geomorfologi. campuran marin dan fluvial (delta) dan plato. Sistem pemetaan geomorfologi harus memenuhi kriteria unsur .1 Bentuklahan dataran Dataran adalah bentuklahan (landform) dengan kemiringan lereng 0% sampai 2%.Bentuklahan delta kuala (estuarine delta0  Bentuklahan plato.Bentuklahan dataran pantai (beach)  Bentuklahan asal fluvial (fluvial landforms origin) terdiri dari : . penilaian kuantitatif bentuk (morfometri) dan material penyusun. asal .Bentuklahan lembah gisik (beach swale landforms) .1.Bentuklahan dataran pesisir (coastal plain landforms) .aspek geologi yang dapat tercermin dari morfografi dataran asal marin dan fluvial adalah : a.Bentuklahan delta kaki burung (birdfoot delta) . Dataran marin : disusun oleh material berbutir halus sampai sedang . atau gunungapi.Bentuklahan dataran banjir (flood plain landforms) .usul / proses terjadinya bentuk (morfogenetik). Secara garis besar morfografi dapat dibedakan menjadi bentuklahan perbukitan/punggungan. lembah dan dataran. terdiri dari : .

biasanya merupakan satu rangkaian dengan bentuklahan gu nungapi atau akibat kegiatan tektonik yang cukup kuat. d. terdapat gua . sehingga dapat diperkirakan material penyusun berupa batuan sedimen. c. Sebutan perbukitan digunakan terhadap bentuklahan kubah intrusi (dome landforms of intrusion). Perbukitan kubah intrusi.material gunungapi. seperti batupasir. b. bukit rempah gunungapi / gumuk tefra. batulempung dan batulanau atau perselingan batuan sedimen tersebut. Ciri khas perbukitan karst membentuk perbukitan yang berkelompok. 3.aspek geologi yang berhubungan dengan bentuklahan perbukitan dan pegunungan tersebut antara lain : a. dan lanau. disertai de ngan sisa . sedangkan puncak dari perbukitan bertindak .bagai sumber material. mengikuti lereng sayap dari perbukitan tersebut. Dataran delta : disusun oleh material .1. pegunungan Alpen (di Eropa) dan Pegunungan Selatan (di Jawa Barat).material hasil erupsi gunungapi yang berbutir halus sampai bbongkah dengan ciri khas tidak jauh dari gunungapi se .yaitu pasir yang terpilah baik dan kemasan terbuka karena lebih banyak dipengaruhi oleh hempasan ombak.gua dengan stalagtit dan talagmit. seperti pegunungan Himalaya (di India). bercampur dengan lempung dan lanau. Sebutan pegunungan digunakan terhadap rangkaian bentuklahan yang memiliki ketinggian lebih dari 500 meter dan kemiringan lereng lebih dari 20 %. Dataran plato : disusun oleh material . Dataran fluvial : disusun oleh material berbutir halus seperti lem pung dan lanau sampai bongkah . membentuk pola pengaliran multi basinal (tiba .2 Bentuklahan perbukitan / pegunungan Bentuklahan perbukitan (hilly landforms) memiliki ketinggian antara 50 meter sampai 500 meter di atas permukaan laut dan memiliki kemiringan lereng antara 7 % sampai 20 %. sedangkan bentuklahan pegunungan (mountaineous landforms) memiliki ketinggian lebih dari 500 meter dan kemiringan lereng lebih dari 20 %. Material penyusun dataran fluvial biasa disebut endap an aluvium dan jika telah termampatkan disebut konglomerat. Bentuklahan perbukitan yang memanjang mencerminkan suatu perbukitan yang terlipat. koral (karst) dan perbukitan yang dikontrol oleh struktural.material pasir berbutir halus sampai sedang. sehingga garis pantai lama tidak jauh dari kumpulan perbukitan karst tersebut. Daerah perbukitan karst mencerminkan jejak lingkungan laut dangkal (25 meter sampai 50 meter). Munculnya perbukitan karst disebabkan oleh suatu pengangkatan (tektonik). d. disusun oleh material batuan beku intrusi yang memiliki ciri khas membentuk pola aliran sentripetal. bersifat karbonatan. Gumuk tefra terbentuk karena kegiatan erupsi gunungapai. Ciri khas bentuklahan perbukitan terlipat memiliki pola pengaliran paralel atau rektangular yang berbeda arah. sepert breksi dan tuf. Bentuklahan perbukitan rempah gunungapi (gumuk tefra) disusun oleh material .sisa tumbuhan atau endapan batubara. Bentuklahan perbukitan karst (gamping) disusun oleh material sisa kehidupan binatang laut (koral). lempung.tiba menghilang). biasanya terbentuk pada daerah yang dipengaruhi oleh sesar dan tersebar tidak beraturan. soliter (terpisah). c.bongkah. b. Aspek .

1.rempah gunungapi (tefra). Bentuklahan pegunungan terdapat pada suatu rangkaian gu-nungapi. pada lereng bagian tengah lelehan lava dan lahar serta pada bagian lereng bawah berupa endapan rempah .jenis lembah dapat dibedakan menjadi : . 3.daerah yang relatif datar.4 Lembah Permukaan bumi yang tertoreh oleh limpasan air permukaan akan membentuk lembah. seperti rangkaian Pegunungan Selatan Jawa Barat yang membentang dari Barat di Teluk Palabuan Ratu (Sukabumi) sampai ke Timur di Teluk Pangandaran (Ciamis). material yang dapat ditemui pada bentuklahan vulkanik bagian puncak merupakan material halus sampai sedang (abu vulkanik / tuf). Manglayang dan rangkaian pegunungan di Utara Tanjungsari. Contoh Gunungapi Merapi di Jawa Tengah Yogyakarta. 3. terdapat pula rangkaian pegunungan yang diakibatkan oleh tektonik. sehingga membentuk kerucut yang menjulang sampai ketinggian tertentu. erosi lateral (ke samping) lebih besar dari pada erosi vertikal (ke arah dasar sungai). Terbentuknya gunungapi akibat kegiatan magma yang mendorong dari perut bumi ke permukaan bumi secara sinambung (terus menerus) dalam kurun waktu yang panjang. karena telah mencapai batuan dasar sungai yang relatif keras dibandingkan dengan batuan yang berada di tepi sungai.1. sehingga membentuk perlipatan. Limpasan air permukaan yang masuk ke lembah selalu membawa muatan sedimen hasil dari pengikisan air tersebut dan selanjutnya sungai membawa muatan sedimen untuk di endapkan pada daerah (cekungan) tertentu menjadi suatu endapan (sedimen). Erosi ke arah vertikal terhenti. Selain rangkaian pegunungan yang terdapat di sekitar gunungapi. lembah (valley) dan selanjutnya lembah sebagai penampung aliran air menjadi sungai.3 Bentuklahan gunungapi (vulkanik) Bentuklahan gunungapi (vilkanik) memiliki ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut dan memiliki kemiring lereng yang curam (56 % sampai 140 %). dengan ciri khas memiliki kawah.Jenis lembah V tajam.Jenis lembah U tajam . seperti rangkaian gunungapi Tangkuban Parahu dengan Tampomas terdapat rangkaian pegunungan Bukit Tunggul. Pada awalnya torehan (erosi) limpasan air permukaan berupa erosi permukaan (sheet erosion) kemudian menjadi erosi alur (riil erosion).sebagai batas pemisah aliran (water devided).lereng lembah.Jenis lembah U tumpul . Jenis lembah U tumpul terjadi pada daerah . kemungkinan diakibatkan oleh gerakan dari sesar geser. erosi yang berlangsung cenderung ke arah lateral (samping) dan erosi ke arah vertikal (dasar sungai) relatif tidak berlangsung.Jenis lembah V tumpul . lubang kepundan dan kerucut kepundan. pengumpulan (akumulasi) sedimen berlangsung dari lereng .daerah yang memiliki kemiringan lereng landai. Jenis lembah U tajam terjadi pada daerah . e. erosi parit (gully erosion). kemudian menyambung dengan Gunungapi Tampomas. Perbukitan yang berbelok atau terpisah. Bentuklahan perbukitan memanjang terbentuk akibat dari kegiatan tektonik lemah (pengangkatan). Secara garis besar jenis . . suatu saat mengalami erupsi yang cukup hebat mengakibatkan puncak kepundan menjadi tumpul. Pada gunungapi muda puncak kepundan masih berbentuk kerucut dan erupsi masih terus berlangsung.

Jenis lembah V tajam terjadi pada daerah .material batuan yang relatif keras atau sisa . .5 Bentuk lereng Bentuk lereng merupakan cerminan proses geomorfologi eksogen atau endogen yang berkembang pada suatu daerah dan secara garis besar dapat dibedakan menjadi : . 1985) 3. Bentuk lembah V tumpul yang tidak simetris disebabkan oleh perbedaan jenis batuan dan / atau struktur pada salah satu sisi lembah. . BENTUK SIMETRIS BENTUK TAK SIMETRIS ENDAPAN FLUVIO -COLUVIA LEKUKAN DALAM TERBUKA/ LEBAR MENYEMPIT / CURAM MENYEMPIT / CURAM TERBUKA / LEBAR Gambar 1. erosi vertikal (ke arah dasar sungai) sangat kuat karena dipe .Bentuk lereng cekung Bentuk lereng cembung biasanya terjadi pada daerah .daerah yang memiliki lereng landai sampai agak curam.Bentuk lereng cembung.daerah yang memiliki lereng curam. Kondisi batuan dan iklim sangat berpengaruh terhadap pembentukkan jenis lembah V tajam.ngaruhi oleh tektonik.bentuk lembah (sumber : Van Zuidam. Bentuk . erosi vertikal (ke arah dasar sungai) berlangsung lebih kuat daripada erosi lateral (ke arah samping) yang disertai dengan erosi dari bagian atas lereng lembah tersebut dan pengumpulan (akumulasi) endapan (sedimen) terjadi di dasar lembah.Bentuk lereng lurus .1.daerah yang disusun oleh material .sisa gawir sesar atau bidan longsoran (mass wasting) yang telah tererosi pada bagian tepi atasnya.Jenis lembah V tumpul terjadi pada daerah .

berbelok atau melingkar. pola pengendapan dan pola khusus.6 Pola punggungan Pada peta topografi. 3. 2. 3.Van der Weg (1968) membuat klasifikasi pola pengaliran menjadi pola erosional. jenis dan ketebalan lapisan batuan. sedangkan pola punggungan berbelok. Hubungan pola dasar dan pola perubahan (modifikasi) dengan jenis batuan dan struktur geologi sangat erat. Perubahan (modifikasi) pola dasar adalah salah satu perbedaan yang dibuat dari pola dasar setempat. Pola pengaliran pada batuan yang berlapis sangat tergantung pada jenis. angular (sub angular). Pola . Pola pengaliran adalah kumpulan dari suatu jaringan pengaliran di suatu daerah yang dipengaruhi atau tidak dipengaruhi oleh curah hujan. Biasanya pola pengaliran yang demikian disebut sebagai pola pengaliran permanen (tetap). berkelok (meandering). Pola dasar adalah salah satu sifat yang terbaca dan dapat dipisahkan dari pola dasar lainnya. Bentuk lereng cekung biasanya terjadi pada daerah .daerah yang disusun oleh material . Pola punggungan paralel dapat diinterpretasikan sebagai suatu perbukitan yang terlipat. yazoo.7 Pola aliran Kegiatan erosi dan tektonik yang menghasilkan bentuk .material vulkanik halus atau bidang longsoran (llandslide).bentuk lembah sebagai tempat pengaliran air. struktur geologi. foto udara atau citra satelit akan tampak pola . radial. terutama pada skala yang besar. Definisi pola pengaliran yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. sedangkan pada skala menengah akan menunjukkan pola yang menyeluruh sebagai cerminan jenis batuan. Pola pengaliran sangat mudah dikenal dari peta topografi atau foto udara. Pola aliran ini sangat berhubungan dengan jenis batuan. tralis dan rektangular termasuk pola erosional. 3. alur pengaliran tetap pengali. struktur geologi kondisi erosi dan sejarah bentuk bumi. struktur geologi dan erosi.Bentuk lereng lurus.percabangan dab erosi yang kecil pada permukaan bumi akan tampak dengan jelas.material batuan lunak atau bidang longsoran (slump). menga nyam ( braided). ketebalan dan bidang perlapisan batuan serta geologi struktur seperti sesar. Pola dendritik (sub dendritik). Pola . kekar. Howard (1967) membedakan pola pengaliran menjadi pola pengaliran dasar dan pola pengaliran modifikasi. Sistem pengaliran yang berkembang pada permukaan bumi secara regional dikontrol oleh kemiringan lereng.pola punggungan yang terlipat menunjukkan kerapatan garis kontur yang jarang. biasanya terjadi pada daerah . sedangkan pola pola lurus (elongate) .1. dapat berupa kegiatan pengangkatan atau pensesaran (tektonik). Kekuatan (tenaga) tersebut berasal dari dalam bumi yang dikenal sebagai tenaga endogen.pola tertentu yang disebut sebagai pola aliran. jenis dan kerapatan vegetasi serta kondisi iklim. selanjutnya akan membentuk pola .pola punggungan tersebut mencerminkan dipengaruhi oleh kekuatan (tenaga) yang mengakibatkan terbentuknya pola punggungan.daerah lereng vulkanik yang disusun oleh material . Percabangan .1. sedangkan jika pada salah satu sisi punggungan tersebut memiliki kerapatn garis kontur yang cukup rapat diinterpretasikan telah terjadi sesar naik. melingkar atau terpisah dapat diinterpretasikan sebagai akibat dari suatu pensesaran. tetapi tidak menutup kemungkinan dapat ditambah atau dikurangi. arah dan bentuk perlipatan. .pola punggungan yang berbentuk paralel (sejajar). sebaran.

Sering terjadi pola peralihan antara pola dendritik dengan pola paralel atau tralis. jenis pola pengaliran membentuk percabangan menyebar seperti pohon rindang. kerucut (kubah) intrusi dan sisa . Bentuklahan perbukitan yang memanjang dengan pola pengaliran paralel mencerminkan perbukitan tersebut dipengaruhi oleh perlipatan.sisa erosi. merupakan daerah gerakan tanah. berarti bahwa daerah tersebut berbentuk kubah atau kerucut. Klasifikasi pola khusus dibagi menjadi pola pe-ngaliran internal seperti pola "sinkhole" pada bentuklahan karst (gamping) dan pola "palimpset" atau "berbed" untuk daerah yang dianggap khusus. Tabel 3. REKTANGULAR Kekar dan / atau sesar yang memiliki sudut kemiringan. pelarutan gamping dan lelehan salju (permafrost) . vulkanisme. 1985) POLA PENGALIRAN DASAR KARAKTERISTIK DENDRITIK Perlapisan batuan sedimen relatif datar atau paket batuan kristalin yang tidak seragam dan memiliki ketahanan terhadap pelapukan. tidak memiliki perulangan lapisan batuan dan sering memperlihatkan pola pengaliran yang tidak menerus. batuan vulkanik atau batuan metasedimen derajat rendah dengan perbedaan pelapukan yang jelas. cekungan dan kemungkinan retas (stocks) MULTIBASINAL Endapan berupa gumuk hasil longsoran dengan perbedaan penggerusan atau perataan batuan dasar. PARALEL Pada umumnya menunjukkan daerah yang berlereng sedang sampai agak curam dan dapat ditemukan pula pada daerah bentuklahan perbukitan yang memanjang. sedangkan sistem sentripetal (menyebar kearah titik pusat) memiliki arti bahwa daerah tersebut berbentuk cekungan. Catatan : pola pengaliran radial memiliki dua sistem yaitu sistem sentrifugal (menyebar ke luar dari titik pusat). Pola pengaliran radial pada daerah vulkanik disebut sebagai pola pengaliran multi radial. Jenis pola pengaliran biasanya berhadapan pada sisi sepanjang aliran subsekuen.rektikular dan pola dikhotomik termasuk pola pengendapan. ANULAR Struktur kubah / kerucut. Pola pengaliran dan karakteristiknya (van Zuidam. TRALLIS Baruan sedimen yang memiliki kemiringan perlapisan (dip) atau terlipat. RADIAL Daerah vulkanik. Secara regional daerah aliran memiliki kemiringan landai.

Sedangkan batuan dapat mempengaruhi morfologi sungai dan jaringan topologi yang memudahkan terja. sesar paralel Kekar dan / atau sesar pada daerah miring Batugamping Morisawa (1985) menyebutkan pengaruh geologi terhadap bentuk sungai dan jaringannya adalah dinamika struktur geologi.dinya pelapukan dan ketahanan batuan terhadap erosi. yaitu tektonik aktif dan pasif serta lithologi (batuan). .POLA PENGALIRAN MODIFIKASI Umumnya struktural Tekstur batuan halus dan mudah tererosi SUB DENDRITIK PINNATE ANASTOMATIK MENGANYAM (DIKHOTOMIK) Dataran banjir. SUB TRALLIS DIREKSIONAL TRALLIS TRALLIS BERBELOK TRALLIS SESAR ANGULATE KARST Bentuklahan memanjang dan sejajar Homoklin landai seperti beting gisik Perlipatan memanjang. KOLINIER Kelurusan bentuklahan bermaterial halus dan beting pasir. Kontrol struktur pasif mempengaruhi arah dari sistem sungai karena kegiatan tektonik aktif. delta atau rawa Kipas aluvium dan delta SUB PARALEL Lereng memanjang atau dikontrol oleh bentuklahan perbukitan memanjang. Percabangan menyatu atau berpencar . Kontrol dinamika struktur diantaranya pensesaran. pengangkatan (perlipatan) dan kegiatan vulkanik yang dapat menyebabkan erosi sungai.

SESAR AKTIF Teras Lembah memanjang Saluran "OFFSET" Sungai subsekuen Lembah terjal Sungai anteseden Sungai konsekuen Pola aliran radial Lembah gelas anggur Sungai terputus Saluran menyebar Membentu genangan 2.faktor dari luar bumi. Proses yang berkembang terhadap pembentukkan permukaan bumi tersebut yaitu proses eksogen dan proses endogen. ANTIKLIN SINKLIN 5. TERAS SESAR Pembelokkan sungai secara tajam. KEGIATAN VULKANIK B.1 Proses eksogen Proses eksogen adalah proses yang dipengaruhi oleh faktor . PERLIPATAN AKTIF 3. 1. KEMIRINGAN Sungai subsekuen Pola tralis Aliran pada tebing pendek Pola anular Sungai subsekuen Pembelokkan sungai Sungai subsekuen.2. KUBAH 4. PASIF. bentuklahan lembah atau bentuklahan pedataran.2 Morfogenetik Morfogenetik adalah proses / asal . Kontrol struktur terhadap bentuk sungai (sumber : Morisawa. seperti bentuklahan perbukitan / pegunungan. KEKAR Lembah asimetri Sungai subsekuen Pola rektangular Sungai subsekuen 3.usul terbentuknya permukaan bumi. Dasar sungai curam Teras Lembah memanjang Sungai subsekuen Lembah terjal Saluran "OFFSET' Aliran paralel Aliran sepanjang lereng kemiringan. seperti hutan atau semak belukar dan . KELURUSAN SUNGAI 6. DINAMIK 1.Tabel 4. Proses yang dipengaruhi oleh iklim dikenal sebagai proses fisika dan proses kimia. sedangkan ptoses yang dipengaruhi oleh biologi biasanya terjadi akibat dari lebatnya vegetasi. 3. Aliran konsekuen Pola radial Sungai konsekuen Pola tralis Lembah gelas anggur Sungai terputus Saluran menyebar Membentuk genangan 2. Kelurusan saluran 3. biologi dan artifisial. seperti iklim. 1985) KONTROL STRUKTUR BENTUK SUNGAI A.

seperti hujan. pengangkatan (lipatan) dan kekar. .Bentuk lereng relatif cembung. sehingga membentuk perbukitan intrusi dan gunungapi.Bentuk perbukitan tidak menerus dan tidak simetris.Bentuk lereng lurus dan tidak beraturan. Bentuklahan perbukitan struktural : Perlipatan : .2 Proses endogen Proses endogen adalah proses yang dipengaruhi oleh kekuatan / tenaga dari dalam kerak bumi. Secara garis besar proses eksogen diawali dengan pelapukan batuan. . .Bentuk perbukitan memanjang. sehingga semakin rapat pola aliran menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki tingkat erosi yang cukup tinggi atau dapat pula diinterpretasikan bahwa daerah tersebut disusun oleh batuan yang relatif lunak dengan porositas yang buruk. maka dapat diartikan bahwa daerah tersebut memiliki tingkat erosi yang reltif kecil atau dapat pula diinterpretasikan bahwa daerah tersebut disusun oleh batuan yang relatif keras dan memiliki porositas yang cukup baik serta memiliki ketahanan terhadap erosi.Garis kontur pada peta topografi relatif renggang. . perubahan temperatur dan angin. terhanyutkan dan pada akhirnya diendapkan (agradasional).mineral penyusun batuan secara fisika atau kimia. Lapisan permukaan tanah kemudian dikikis oleh hujan selanjutnya material permukaan tanah yang lepas terhanyutkan dan diendapkan pada suatu cekungan pengendapan.Pola aliran rektangular.Bentuk lereng relatif cekung dan tidak simetris pada kedua lereng yang berlawanan. Tahap perubahan permukaan bumi yang disebabkan oleh proses eksogen diawali dengan permukaan bumi yang dipengaruhi oleh iklim.Bentuk perbukitan menyerupai kubah dan berpola terpisah (soliter).2. Kenampakkan proses erosi pada peta topografi atau foto udara ditunjukkan oleh kerapatan pola aliran. Proses artifisial lebih banyak disebabkan oleh aktifitas manusia merubah bentuk permukaan bumi untuk kepentingan kehidupannya. sehingga batuan menjadi lapuk dan selanjutnya menjadi tanah. Selain kegiatan tektonik. sehingga merubah mineral .Pola aliran radial sentripetal (menyebar keluar dari titik pusat).Pola aliran paralel atau rektangular. . 3.Pola aliran paralel dan rektangular. sehingga merubah bentuk permukaan bumi. Patahan (sesar geser) : .Bentuk perbukitan berbelok atau tergeser (tidak menerus).Garis kontur pada peta topografi relatif rapat. . Ciri . . kemudian hasil pelapukan batuan menjadi tanah dan tanah terkikis (degradasional). seperti lembah / sungai atau laut. . . Patahan (sesar normal dan sesar naik) : .Bentuk lereng hampir lurus dan simetris pada sisi yang berlawanan.Garis kontur pada peta topografi pada bagian patahan sangat rapat. . .kegiatan binatang.ciri proses endogen yang berlangsung di suatu daerah pada peta topografi atau foto udara adalah sebagai berikut : Bentuklahan perbukitan intrusi : . proses kegiatan magma dan gunungapi (vulkanik) sangat berperan merubah bentuk permukaan bumi. Sebaliknya jika kerapatan pola pengaliran renggang. Proses dari dalam kerak bumi tersebut antara lain kegiatan tektonik yang menghasilkan patahan (sesar). .

marin. karena analisis morofografi dapat dilakukan terhadap peta topografi atau foto udara.pola aliran rektangular . aeolian.. karst. sehingga pemetaan geologi dapat direncanakan dengan baik dan terarah. seperti tingkat erosi. kerapatan kontur dan perkiraan batuan penyusun bentuklahan.kerapatan kontur cukup renggang .3. sehingga dengan memberikan penilaian terhadap lereng tersebut dapat ditarik kesimpulan dengan tegas . pegunungan atau pedatara dan asal .Pola aliran radial pada bagian puncak dan pola aliran pada lereng tengah sampai lereng bawah lurus (elongate). Sebagai pelengkap agar tata nama satuan tersebut lebih rinci dan dapat dipetakan. sehingga penamaan satuan bentuklahan secara lengkap menjadi : Satuan bentuklahan PERBUKITAN STRUKTURAL (TERLIPAT) . .bentuk lereng lurus dan simetris .unsur geomorfologi yaiitu kesamaan gambaran bentuk (morfografi). kestabilan lereng dan menentukan nilai dari kemiringan lereng tersebut.unsur lain.Bentuk pegunungan kerucut. sehingga penamaan satuan bentuklahan geomorfologi terdiri dari gambaran bentuk (morfografi) dan asal . seperti perbukitan. 3. struktural dan vulkanik (proses endogen). . Tata nama satuan geomorfologi tersebut sangat membantu untuk pemetaan geologi.Memiliki kawah dan lubang kepundan. bentuk lereng. pola punggungan. maka unsur morfogenetik dapat diuraikan menjadi struktur perlipatan.3 Morfometri Morfometri merupakan penilaian kuantitatif dari suatu bentuklahan dan merupakan unsur geomorfologi pendukung yang sangat berarti terhadap morfografi dan morfogenetik. Unsur unsur pendukung seperti morfometri dan material penyusun diperlukan untuk lebih menegaskan panamaan satuan tersebut.1 Lereng Lereng merupakan bagian dari bentuklahan yang dapat memberikan informasi kondisi . dan pada bagian lereng tengah sampai lereng bawah agak renggang sampai renggang 3.Garis kontur pada peta topografi renggang sampai rapat. .usul / proses (morfogenetik) terjadinya suatu bentuk seperti proses asal fluvial. Contoh tata cara penamaan satuan geomorfologi adalah sebagai berikut : Satuan bentuklahan PERBUKITAN STRUKTURAL Pernyataan PERBUKITAN mencerminkan gambaran bentuk (morfografi) dan STRUKTURAL menyatakan proses terbentuknya perbukitan tersebut.perkiraan batuan penyusun terdiri dari jenis batuan sedimen. Bentuklahan gunungapi (vulkanik) : .kerapatan aliran 50/Km . seperti morfometri dan material penyusun merupakan unsur penegasan dari pernyataan unsur morfografi dan morfogenetik.usul / proses terjadinya bentuk (morfogenetik).3 Tata nama satuan geomorfologi Penentuan tata nama satuan harus memiliki kesamaan unsusr .pola punggungan paralel . kemiringan lereng. glasial / preglasial (proses eksogen). sedangkan unsur . sesar atau kekar.kemiringan lereng 5 % . 3.kondisi proses yang berpengaruh terhadap bentuklahan. denudasional. kerapatan pola aliran.Garis kontur pada peta topografi pada bagian puncak relatif rapat. Penilaian kuantitatif terhadap bentuklahan memberikan penajaman tata nama bentuklahan dan akan sangat membantu terhadap analisis lahan untuk tujuan tertentu.2. seperti pola alir an.

50 Lereng pendek 50 . Ukuran penilaian lereng dapat dilakukan terhadap kemiringan lereng dan panjang lereng. Ukuran kemiringan lereng yang telah disepakati untuk menilai suatu bentuklahan adalah sebagai berikut : Tabel 5.12 14 .13 Lereng landai 6 . pegunungan atau .13 7 .55 Lereng curam 25 . karena permukaan laut dianggap sebagai bidang yang memilki angka ke-tinggian (elevasi) nol. kestabilan lereng dan perencanaan wilayah dapat dikaji lebih lanjut.500 Lereng panjang > 500 Lereng sangat panjang 3.tujuan tertentu.1985) KEMIRINGAN LERENG KETERANGAN KLASIFIKASI USSSM* (%) KLASIFIKASI USLE** (%) 0-2 Datar . sehingga tata nama satuan geomorfologi dapat lebih dirinci dan tujuan .tata nama satuan geomorfologi secara rinci.20 Lereng agak curam 13 .24 56 . seperti perbukitan. Tabel 6. 1967).55 18 . Ukuran kemiringan lereng (sumber : Van Zuidam.2 Perbedaan ketinggian Perbedaan ketinggian (elevasi) biasanya diukur dari permukaan laut.18 21 .25 12 . Ukuran panjang lereng PANJANG LERENG (M) KLASIFIKASI < 15 Lereng sangat pendek 15 .3.140 Lereng sangat curam > 55 > 24 * USSSM = United state soil System Management **USLE = Universal Soil Loss Equation (Wischmeir.250 Lereng sedang 250 . seperti perhitungan tingkat erosi. Pentingnya pengenalan perbedaan ketinggian adalah untuk menyatakan keadaan morfografi dan morfogenetik suatu bentuklahan.Hampir datar 0-2 1-2 3-7 Lereng sangat landai 2-6 2-7 8 .

Hampir datar 0 . 1985) KETINGGIAN ABSOLUT UNSUR MORFOGRAFI < 50 meter Dataran rendah 50 meter . (sumber: Van Zuidam.1985) KELAS RELIEF KEMIRINGAN LERENG ( % ) PERBEDAAN KETINGGIAN (m) Datar .13 25 .2 <5 Berombak 3 .kemiringan lereng dan perbedaan ketinggian.20 75 .1.dataran.000 meter Pegunungan tinggi Tabel 8.200 meter Perbukitan rendah 200 meter .75 Bergelombang .3.200 Berbukit .500 meter Perbukitan tinggi 1. Hubungan kelas relief .1.000 .500 meter .000 pegunungan sangat curam > 140 > 1.Pegunungan 21 .Bergelombang 8 .140 500 . Hubungan ketinggian absolut dengan morfografi (sumber : Van Zuidam.500 meter Perbukitan 500 meter .000 meter Pegunungan > 3. Hubungan perbedaan ketinggian dengan unsur morfografi adalah sebagai berikut : Tabel 7.55 200 .50 Berombak .Berbukit 14 .7 5 .500 Pegunungan curam 55 .100 meter Dataran rendah pedalaman 100 meter .

1985) JENIS KERAPATAN PADA SKALA 1: 25. Van Zuidam. Kerapatan aliran (rata . .000 MEMILIKI KERAPATAN KARAKTERISTIK HALUS Kurang dari 0. batuan memiliki porositas buruk SEDANG 0. batuan memiliki porositas sedang KASAR Lebih besar dari 5 cm Tingkat limpasan air permukaan rendah.5 cm . batuan memiliki porositas baik dan tahan terhadap erosi.rata jarak percabangan dengan Ordo pertama aliran.5 cm Tingkat limpasan air permukaan tinggi.Tabel 9.5 cm Tingkat limpasan air permukaan sedang.

aspek terapan.penelitian yang bersifat lebih khusus. morfometri dan material penyusun dapat ditafsirkan melalui peta topografi. seperti morfografi. proses bentuklahan. Penelitian terhadap hubungan antara geomorfologi dengan pengkajian elemen elemen lingkungan disebut sebagai ekologi bentanglahan (landscape ecology) dan hasilnya berupa peta yang disebut sebagai peta sintetik (holistik).unsur morfogenesis (termasuk morfostruktural) dan mungkin morfokhronologi. sebagian proses eksogen. yaitu penelitian yang mendalam tentang geomorfologi dan hubungan geomorfologi dengan bidang ilmu lainnya. sehingga penelitian yang bersifat analitik akan menghasilkan satuan . Selaras dengan karakteristik gambaran umum fisik rupa bumi. 4. nilai . aeolian. kondisi air permukaan dan air bawah tanah. seperti informasi lingkungan dan hubungan lingkungan dengan bentanglahan (landscape). Pendekatan analitik dan sintetik memiliki hubungan yang erat. Pendekatan pragmatik dilakukan untuk kepentingan saat sekarang dengan data yang dikumpulkan terbatas hanya untuk penelitian . foto udara atau citra satelit yang saat ini telah berkembang dengan pesat. maka secara garis besar bentuklahan berdaarkan morfografi dan morfogenetik dapat dibedakan menjadi bentuklahan asal denudasional. tetapi sangat beik dituangkan dalam bentuk peta. . fluvial.1 Pemahaman bentuklahan Mitchel dan Way (1973) menyebutkan bahwa bentuklahan adalah gambaran umum fisik rupa bumi. Peta .peta sintetik (holistik) memiliki kandungan multidisiplin ilmu dan data geomorfologi terpadu. Penelitian dan pemetaan geomorfologi saat ini merupakan gabungan dari dua sumber yang berbeda. Aspek . sebagian memberikan informasi bentuklahan ditambah dengan proses eksogen dan endogen. menekankan unsur .peta geomorfologi yang ada sekarang pada dasarnya merupakan peta peta geomorfologi pragmatik. morfogenetik. struktural.BAB 4 SISTIMATIKA PEMETAAN GEOMORFOLOGI Pemetaan geomorfologi meliputi segala aspek yang berhubungan dengan gambaran bentuklahan.informasi yang berhubungan dengan aspek . sedimen. Secara umum peta dapat diklasifikasikan menjadi peta tujuan umum dan peta tujuan khusus.nilai bentuklahan dan material penyusun bentuklahan. Pada kasus tertentu peta geomorfologi terapan dibuat berdasarkan peta geomorfologi analitik dan pada kasus lain peta geomorfologi sintetik menampilkan informasi informasi klasifikasi bentuklahan untuk tujuan tertentu. gunungapi (vulkanik). Karakteristik gambaran umum fisik rupa bumi. marin.aspek tersebut tidak hanya disampaikan dalam bentuk kata (verbal). ukuran dan posisi. seperti ketepatan bentuk. khususnya yang paling menonjol menghasilkan informasi monodisiplin dan pada bagian lain menampilkan informasi bentuklahan. Penelitian sistematika yang mendalam tentang geomorfologi akan menghasilkan peta geomorfologi analitik. Peta . tanah. karst dan glasial. sedangkan penelitian yang bersifat sintetik menghasilkan informasi .satuan pemetaan geomorfologi yang rinci. data lithologi.

Kenampakkan ciri . seperti curah hujan dan perubahan temperatur berpengaruh terhadap proses pelapukan batuan. pola aliran sungai yang membentuk pola dendritik dengan kerapatan pola pengaliran yang cukup rapat dan lereng relatif terjal. sedangkan jika kecepatan aliran meningkat. Selaras dengan kondisi aliran tersebut. maka semakin kuat erosi vertikal dan horisonta mengakibatkan alur semakin besar dan menjadi parit. serpih. . Erosi alur memiliki ciri yang hampir sama dengan erosi permukaan.Erosi alur (riil erosion) .Erosi permukaan (sheet erosion) .partikel permukaan bumi berpindah terangkut oleh aliran air atau sungai. 4.partikel hasil pengikisan tersebut tidak menunjukkan telah terjadi erosi. sehingga erosi parit dapat dipetakan dengan skala peta sedang sampai besar. Material penyusun biasanya terdiri dari batuan homogen yang mudah lapuk. Vegetasi dan aktivitas manusia sangat membantu percepatan proses eksogen.1. Semakin tinggi debit hujan dan debit aliran pada alur yang terbentuk. sehingga curah hujan yang jatuh dipermukaan tanah mulai mengalir. maka perpindahan partikel .1.pola punggungan yang tidak beraturan.4. lanau. Erosi parit memiliki ukuran yang reltif besar. tetapi pada foto udara dengan skala yang besar akan tampak alu alur pengikisan pada daerah yang terbuka. sehingga erosi alur dapat dipetakan pada skala peta yang besar. Erosi permukaan berlangsung akibat dari limpasan air permukaan yang tidak terpusat (terkonsentrasi) dan biasanya berlangsung pada saat hujan mulai berlangsung. sehingga perubahan bentuklahan terjadi sangat cepat. foto udara atau citra satelit. Kenampakan pada foto udara sangat jelas.ciri bentuklahan denudasional dapat diamati melalui peta topografi. Iklim. seperti iklim. maka erosi berlangsung dengan cepat. erosi dan gerakan tanah. sehingga aliran permukaan terpusat membentuk suatu alur dan pengikisan terjadi pada alur . Jika kecepata aliran tenang dan memiliki kecepatan yang rendah. Kondisi erosi permukaan tidak akan pernah tampak pada peta topografi dan sangat sulit diinterpretasi melalui foto udara. vegetasi dan aktivitas manusia merupakan faktor pengaruh yang sangat menonjol pada bentuklahan denudasional.alur dari suatu aliran tersebut disertai dengan torehan terhadap dinding alur dan dasar alur. Erosi alur berlangsung ketika limpasan air permukaan mulai bergabung membentuk alur.ciri bentuklahan asal denudasional dapat diamati dari pola . sehingga partikel .1 Erosi Erosi adalah proses pengikisan terhadap permukaan bumi oleh hujan hujan.Erosi parit (gully erosion).1. dan breksi. Ciri . seperti lempung. namun sebagai ciri suatu daerah mengalami erosi permukaan pada foto udara akan menunjukkan tutupan vegetasi yang jarang. sehingga pada peta topografi dicerminkan oleh lekukan garis kontur yang bertindak sebagai aliran air ari suatu punggungan dan bersatu menjadi saluran arus aliran air.1 Bentuklahan asal denudasional Proses eksogen (epigen). maka jenis erosi dapat dibedakan menjadi : . Secara garis besar proses yang berlangsung pada bentuklahan asal denudasional dapat dibedakan menjadi proses erosional dan proses longsoran (degradasional) dengan diakhiri oleh proses pengendapan (agradasional).

AIR TANAH Tanpa arus bawah tanah. suspensi. saltasi. GLASIAL Penggerusan dan saluran. Semakin rapat pola aliran. aliran permukaan. suspensi. Traksi dan suspensi GRAVITASI Gerakan massa Aliran. Hole. ARUS dan PASANG NAIK.Tabel 10. Fairbridge. maka faktor ketahanan batuan terhadap pengikisan atau penggerusan merupakan salah satu faktor yang berperan.ngikisan atau penggerusan pada peta topografi dan foto udara akan ditunjukkan oleh kerapatan pengaliran. ANGIN Abrasi dan deflasi Traksi. ed. sedangkan semakin renggang pola aliran berarti batuan semakin tahan terhadap pengikisan atau penggerusan. Tampilan ketahanan batuan terhadap pe . Kegiatan hidrolik Traksi. larutan dan apungan. maka batuan mudah mengalami pengikisan atau penggerusan. 1985) MEDIA PENGARUH PROSES YANG TERJADI PROSES MUATAN MATERIAL AIR PERMUKAAN Arus permukaan dan arus bawah permukaan.D. . 1967. dan Dari F. Kegiatan hidrolik Traksi. larutan dan apungan. Pencucian . saltasi. didalam :The Encyclopedia of Geomorphology R. korosi Larutan OMBAK. Traksi dan suspensi. luncuran penurunan. saltasi dan suspensi. Media dan proses erosi (sumber : Van Zuidam. Selain faktor air yang mempengaruhi terjadinya erosi.W.

Geomorphology. Butiran kasar Lepas Padat Pasir Batupasir Biasanya lunak Tahan jika tersemen kuat. BATUAN ENDAPAN Butiran halus Lepas Padat Karbonat lepas Karbonat padat Lempung Batulempung Lanau Gamping Lunak. Pengangkatan Pengangkatan dan punggungan. Punggungan dan pegunungan. BATUAN MALIHAN (METAMORF) Asal batuan endapan Serpih Batugamping Batupasir Slate Marble Kuarsit Lunak Lunak sangat tahan Dataran rendah Dataran rendah Punggungan.K. Ketahanan relatif batuan terhadap erosi dan pelapukan (sumber : Van zuidam. Sangat tahan. Lobeck. 1985). JENIS BATUAN KETAHANAN BENTUKLAHAN BATUAN BEKUAN Tekstur halus Hitam (basa) Menengah Cerah Tekstur kasar Hitam (basa) Menengah Cerah Basalt Andesit Rhiolite Biasanya tahan Biasanya tahan Biasanya tahan Gawir dan aliran Tidak menyebar Tebing terjal Gabro Sienite Granit Biasanya sangat tahan Biasanya tahan Biasanya tahan Kecuali di wilayah arid Gawir dan kubah Pengangkatan Kubah dan pengangkatan.Tabel 11. Memiliki ketahanan sedang. Asal batuan bekuan atau endapan Banded Gneis Schistose Schist Sangat tahan Sangat tahan Disadur dari : A. dan monadnok.Mc Graw-Hill New York .. Daerah gamping. Lahan terbuka Dataran rendah sam pai landai Dasar lembah. Biasanya lunak Sangat lunak Lunak di daerah basah tahan di daerah arid. gumuk. membentuk dinding tegak. Dataran rendah Tebing terjal dan plato Butiran sangat kasar Lepas Kerakal Padat Konglomerat Sebagai batuan penutup perlipatan.

Perkembangan lereng yang cembung menunjukkan batuan yang relatif tahan terhadap pelapukan dan erosi. menunjukkan klasifikasi jenis gerakan massa tanah atau batuan serta faktor yang mempengaruhinya. Foto udara dan peta topografi dapat menampilkan lokasi dan bentuk massa batuan yang memiliki bermacam . Gerakan massa tanah atau batuan berupa aliran biasanya terjadi pada kemiringan lereng landai dan memiliki gerakan kejadian yang tidak bersamaan serta terhenti jika kemiringan lereng mulai mendatar. (b) perubahan kristal dan pengikisan batuan akibat pelapukan dan erosi. Jika suatu suatu lapisan batuan tipis atau proses pelapukan atau proses .1. Sangat jelas bahwa ketebalan lapisan batuan sangat berpengaruh terhadap bentuk lereng (cembung atau cekung). Gerakan perpindahan massa tanah dan batuan tersebut memiliki kecepatan yang cukup tinggi (cepat). seperti angkutan ketika terjadi gerakan atau kandungan jenuh ketika terjadi gerakan. Faktor pengaruh terjadinya luncuran disebabkan oleh lereng yang curam dan sedikit pengaruh air.macam tampilan.1. 4. Gerakan massa tanah atau batuan tersebut dapat terjadi dengan kecepatan yang tinggi dan kecepatan yang rendah. Pengaruh struktur geologi yang mempengaruhi aspek . biasanya terjadi pada lereng yang sangat terjal (hampir tegak lurus).4. Tiga jenis utama gerakan massa tanah atau batuan. sedangkan perkembangan lereng yang cekung cenderung kurang tahan terhadap pelapukan dan erosi.2 Longsor Longsor adalah gerakan massa tanah atau batuan dengan jumlah yang cukup besar dari suatu tempat ke tempat lain yang memiliki kemiringan lereng dan disebabkan oleh gravitasi atau media air. terutama pada daerah yang memiliki hubungan erat dengan kondisi geologi seperti jenis batuan dan struktur geologi yang tergambar pada peta topografi atau yang tampak pada foto udara. Aliran. Pengaruh struktur geologi yang sangat luas dapat mempengaruhi bentanglahan secara keseluruhan sampai tampilan terkecil bentuklahan yang berlangsung bersamaan dengan proses geomorfologi lainnya. Luncuran.2 Bentuklahan asal struktural Pengaruh struktur geologi terhadap perkembangan dan penampilan bentuklahan disebut sebagai bentanglahan yang dipengaruhi oleh struktur. sehingga sangat mendorong terjadinya pengikisan pada lereng dengan ciri terbentuknya lereng yang terputus. karena faktor pengaruh yang berbeda. Gerak jatuh massa tanah atau batuan memiliki kecepatan relatif lambat dan berlangsung pada daerah yang tidak luas. Jatuhan.1. sehingga tidak menampakkan kerusakan. merupakan gerakan perpindahan blok massa tanah atau batuan secara alami dari bagian tertinggi lereng yang curam ke arah bagian kaki lereng. merupakan gerak perpindahan massa tanah atau batuan yang dipengaruhi oleh faktor gaya gravitasi. yaitu : (1) struktur aktif yang berlangsung sehingga meninggalkan jejak bentanglahan modern.aspek struktur geomorfologi. aliran (flow) dan jatuhan (heave). yaitu luncuran (slide). Batuan dan iklim memiliki peran penting pada tampilan geomorfologi. antara lain : (a) ketahanan batuan terhadap pelapukan dan erosi. seperti perlipatan dan sesar dapat dikenali melalui foto udara dan peta topografi. Pada dasarnya batuan memiliki perbedaan ketahanan terhadap pelapukan dan erosi. (2) struktur pasif yang meninggalkan jejak pada bentanglahan modern berupa pelapukan dan erosi. (c) penampilan lapisan dan (d) tampilan bentuk lainnya. sehingga menimbulkan kerusakan pada lereng yang dilalui. Pengaruh struktur geologi pada geomorfologi dapat dibagi menjadi dua jenis struktur utama. Pada gambar diagram segitiga (gambar 9). Proses gerakan massa tanah atau batuan jarang terjadi bersamaan. merupakan gerak perpindahan massa tanah atau batuan yang dipengaruhi oleh faktor air dengan kecepatan yang relatif cepat.

perlapisan. karena ketahanan batuan terhadap pelapukan dan erosi. Pada daerah luas yang memiliki relief rendah dan tertutup oleh lapisan tanah disertai dengan proses tektonik. batupasir dan gamping. terutama batuan endapan yang memiliki bidang lapisan dengan jelas. Lapisan batuan yang tegak menunjukkan garis arah jurus lapisan dan garis kontak lapisan akan lurus dan sejajar dengan arah jurus lapisan. Tujuan interpretasi struktur adalah menentukan lokasi. Permukaan lapisan batuan ditunjukkan oleh relief topografi. khususnya pada daerah . maka akan sulit melihat hubungan morfologi dengan struktur geologi yang ada. tetapi masih mungkin untuk mengenali struktur geologi utama dan jenis batuan seperti lanau. sehingga bidang lapisan batuan yang datar seolah .olah tidak memiliki arah jurus lapisan (strike) atau jarang tergambar pada bidang lapisan batuan tersebut. tetapi kemampuan interpretasi foto udara dan peta topografi ditambah dengan pengetahuan geologi umum akan memberikan hasil lebih baik didalam menentukan batas . Hubungan erat antara interpretasi struktur dengan relief tergantung pada pemahaman dan analisis geomorfologi. Interpretasi batuan secara rinci akan lebih baik jika dilakukan dila -pangan. sehingga batuan tampak seperti tidak berlapis. lapisan dengan perbedaan ketahanan terhadap pelapukan dan erosi dicerminkan oleh perubahan lereng pada topografi. Hubungan tersebut akan memberikan gambaran yang jelas terhadap relief dan struktur geologi. karena keseragaman ketahanan terhadap pelapukan dan erosi. kelurusan aliran dan pola vegetasi akan memudahkan interpretasi geomorfologi. (2) warna tanah dan batuan. Analisis pola aliran. Lapisan batuan tegak yang tebal dapat langsung dikenali dari lebar hasil pelapukannya. khususnya lapisan batuan yang memiliki perbedaan ketahanan terhadap pelapukan dan erosi. seperti tampilan gawir sesar dan erosi.daerah tektonik muda. Lapisan batuan yang memiliki bidang lapisan. Pola aliran sungai yang tampak pada foto udara dan peta topografi akan mencerminkan perlapisan batuan yang cukup baik pada suatu daerah. maka pola aliran normal akan mengambarkan pola aliran dendritik. sebaran dan kesinambungan dari kunci hamparan bumi. (3) sebaran vegetasi dan (4) struktur primer dan sekunder. kuarsit dan batugamping di bawah kondisi tertentu akan membentuk lapisan kunci yang baik. pada kontur topografi menunjukkan pola . seperti batupasir. sehingga tampilan pada topografi tidak menunjukkan adanya pergeseran. kelurusan dan hubungannya dengan bentuklahan. malihan (metamorphisme) dan waktu pengikisan. Pola . sedangkan lereng landai menunjukkan lapisan batuan yang kurang tahan terhadap pelapukan dan erosi. tebal dan sangat tahan terhadap pelapukan dan erosi akan menunjukkan tebing yang sangat tegak. Kemiringan lapisan batuan yang curam menyebabkan relief arah jurus lapisan batuan lebih menonjol. Smith (1943) menyebutkan bahwa ciri .batas batuan. walaupun tertutup vegetasi dan tanah. maka permukaan lereng relatif halus.pola permukaan lapisan batuan yang memiliki kemiringan ditunjukkan oleh relief topografi arah jurus dan kemiringan lapisan batuan.erosi/akumulasi aktif. sehingga singkapan lapisan akan tampak pada tebing atau dasar aliran. sehingga pola aliran jenis trelis sangat berkembang. Bentuk relief batuan yang tahan terhadap pelapukan dan erosi. Bidang lapisan batuan yang datar atau hampir datar dan kontak sejajara serta tertutup tanah.ciri terbaik untuk mengenali batuan di suatu daerah melalui foto udara atau peta topografi adalah sebagai berikut : (1) kenampakkan topografi.pola lingkaran tertutup. lereng yang sangat curam menunjukkan lapisan batuan yang sangat tahan terhadap pelapukan dan erosi. Permukaan topografi yang datar menyebabkan pola permukaan lapisan batuan . foliasi. Kelompok lapisan batuan yang datar (horisontal). khususnya jika pengaruh kekar dan rekahan tidak ada. arah jurus dan kemiringan lapisan batuan (strike & dip) mudah dikenali. sehingga mempengaruhi bentuk permukaan lapisan batuan tersebut.

tetapi pada daerah yang beriklim basah atau tropik basah. Jika permukaan topografi tidak datar. Jika sumbu lipatan mendatar (horisontal). kecuali pada lipatan isoklin. maka pada lembah V tersebut akan tercermin suatu lapisan dan kemiringan batuan yang jelas. maka perkembangan tebing lembah Vs tidak akan simetri. Lebar suatu lembah atau punggungan ditentukan oleh tajam atau tumpulnya kemiringan lapisan batuan. sehingga arah jurus lapisan batuan semu dan arah jurus lapisan batuan sebenarnya memiliki kesamaan.mengikuti arah jurus lapisan batuan sebenarnya. maka pola permukaan lapisan batuan menjadi fungsi arah jurus (strike).ciri pola aliran pada daerah tersebut. setempat . Bidang lapisan batuan yang tertutup oleh vegetasi atau material permukaan. Jika suatu lembah memotong tegak terhadap arah jurus lapisan batuan. Pada lipatan rebah yang sering diikuti oleh struktur sesar dan sesar naik. 1965). Kerapatan vegetasi ketebalan tanah yang menutupi atau menghalangi morfologi struktur yang berada di bawahnya sangat sulit ditentukan. kecuali jika arah jurus lapisan batuan membentuk sudut yang tepat terhadap kemiringan topografi. Kedua sayap lipatan akan membentuk jalur permukaan lurus atau melengkung ada sisi . arah kemiringan lapisan batuan pada kedua sayapnya akan sama dan pola lembah V sangat membantu menentukan sayap yang berlawanan. sedangkan jika dibentuk oleh lapisan batuan dengan sudut kemiringan yang tajam akan membentuk lembah Vs yang pendek. sungai atau lembah pada topografi yang memotong arah jurus lapisan batuan de -ngan membentuk sudut. maka aliran percabangan su -ngai yang panjang akan mengikuti arah kemiringan lereng lapisan batuan. tetapi percabangan aliran akan mengikis lembah lembah Vs. Jika kemiringan lapisan batuan landai. Pola . kemiringan lapisan (dip) merupakan kemiringan (gradient) topografi. sedangkan jika lembah Vs yang memotong arah jurus lapisan batuan membentuk sudut. sumbu lipatan yang terletak pada puncak atau lembah yang terbentuk akibat perlipatan tersebut dapat ditentukan dengan cara perhitungan atau perkiraan arah jurus dan kemiringan lapisan batuan serta hubungan tiga dimensionalnya. struktur geologi akan tercermin oleh bentuk relief daerah tersebut. Permukaan topografi dan bidang lapisan batuan membentuk arah jurus punggungan membentuk hogback serta arah kemiringan lapisan batuan mudah dikenali. tetapi mengikuti arah jurus lapisan batuan semu. maka lembah Vs akan membentuk tebing yang simetri.sisi yang berlawanan. Hubungan struktur geologi dengan morfologi akan tampak jelas pada suatu daerah bervegetasi sedikit dan tutupan tanah relatif tipis. Struktur lipatan yang diikuti dengan sesar normal dan sesar naik dapat diketahui melalui pengulangan lapisan batuan dengan kemiringan lapisan batuan yang berlawanan.setempat pola aliran dendritik. tetapi apabila percabangan sungai pendek dicerminkan oleh gawir lereng (Lattman dan Ray. Penyimpangan antara arah jurus lapisan batuan sebenarnya dengan arah jurus lapisan batuan semu akan menambah kecuraman lereng pada topografi. maka lembah tidak akan berkembang. Pada suatu daerah perlipatan yang jelas. maka kedua sayapnya akan sejajar (paralel). Lapisan batuan yang memiliki kemiringan landai menunjukkan lembah Vs yang cukup panjang. Pada lipatan monoklinal yang baik menunjukkan susunan pola aliran paralel sampai sub paralel dan trelis.pola permukaan lapisan batuan tidak mengikuti sepanjang arah jurus lapisan batuan sebenarnya. Jika lembah Vs sejajar (paralel) terhadap arah jurus lapisan batuan. Kedua sayap lipatan yang membentuk kurva (melengkung) dengan puncak sinklinal atau antiklinal akan membentuk lembah V atau U. maka arah jurus lapisan batuan dapat dikenali dengan dari ciri . sehingga untuk .

danau. Howard (1967) menyebutkan kelokan (meander) lokal pada sungai. kelokan tajam (compressed meander). Breksi sesar biasanya sering menahan air disekitarnya. Kemiringan lapisan batuan yang memiliki satu arah. "hogback" dan pegunungan "dike". umumnya searah dengan kemiringan lapisan batuan yang keras dan lereng landai.aliran yang kecil mengalir searah searah kemiringan lapisan batuan dan permukaan lereng lipatan membentuk pola aliran yang trelis. maka akan membentuk alur erosi yang sejajar (paralel) atau gawir erosi yang tidak menerus hasil dari kegiatan erosi mata air atau limpasan air permukaan ( runoff ) yang terkumpul. Sesar normal pada foto udara tampak seperti garis lurus atau garis melengkung. Mintakat sesar yang memiliki kelulusan air (permebility) rendah akan mempengaruhi kondisi air tanah dan menyebabkan perubahan kumpulan vegetasi. Pola aliran yang dipengaruhi oleh sesar atau kekar akan membentuk pola lurus (elongated ) dan paralel atau angular. aliran su ngai ( misalnya penggalan sungai lurus. biasanya sesar yang terletak pada bidang permukaan lahan yang melengkung terdapat pergeseran yang tidak menunjukkan celah dan biasanya berada sekitar mintakat regangan serta permukaan sesar merupakan suatu bidang.menentukan struktur geologi tersebut pola aliran dan penyimpangan pola aliran dapat digunakan sebagai ciri penentuan struktur. sehingga garis sesar pada foto udara akan menunjukkan garis hitan karena sangat jenuh oleh kan .daerah yang berbentuk kubah atau lipatan (antiklin) sungkup. Pola aliran radial dan anular atau gabungan kedua pola tersebut sering berkemang pada daerah . Sudut sesar 450 atau lebih biasanya disebut sebagai sesar normal dan sudut sesar kurang dari 450 biasanya disebut sebagai sesar naik. . Pe ngikisan (erosi) yang berlangsung pada sisi . Pada sesar . genangan air dan mata air) atau kumpulan vegetasi yang dicerminkan oleh garis lurus karena perubahan rona ( tone ) foto udara yang tajam. Suatu daerah yang disusun oleh batuan yang keras dan memiliki lapisan yang mendatar (horisontal) kemudian terangkat. maka bentanglahan yang berkembang menunjukkan relief perbukitan atau pegunungan yang disusun oleh batuan keras yang miring. percabangan sungai lokal. sedangkan aliran . Aliran utama pada sayap lipatan cenderung mengalir sejajar arah jurus lapisan batuan dan mengikuti celah .dungan air dan kemungkinan lebatnya vegetasi.sisi gawir bagian depan struktur. "Cuesta' adalah punggungan asimetri dengan salah satu sayap yang panjang. Jika diameter batuan penutup ukurannya lebih kecil dari pada tinggi bukit disekitarnya. maka digunakan istilah "butte". sehingga sesar dicirikan oleh mata air. Pada salah satu sisi lereng "cuesta" memiliki kemiringan lereng yang terjal. perubahan pola atau arah aliran sungai pada sisi yang berhadapan dari suatu kelurusan merupakan ciri sesar yang sangat menyolok.ciri struktur geologi atau deformasi aktif. maka akan membentuk morfologi "mesa" atau plato yang dipengaruhi oleh struktur. Mintakat sesar atau kekar pada batuan lunak yang mudah tererosi akan membentuk lekukan atau lembah. karena posisi awalnya sudah miring (contoh : lereng cekungan pengendapan yang curam) atau miring karena tektonik. Struktur monoklin yang cukup dikenal antara lain "cuesta".sesar besar.celah lapisan batuan yang tahan terhadap pelapukan dan erosi. air terjun. sedangkan pada sayap lain memiliki kemiringan yang landai.penyimpangan (anomali) pada sungai merupakan ciri . seperti kelurusan ( lineament ) yang membentang sangat jelas. Lapisan yang melengkung sekitar puncak lipatan tercermin oleh aliran utama yang melengkung. Bentuklahan yang simetris atau asimetris tergantung pada kemiringan lapisan batuan dan proses yang berlangsung pada bentuklahan tersebut. keragaman lebar tanggul sungai (levee) dan penyimpangan . Tampilan yang memanjang mencerminkan atau memberi kesan bahwa sesar seperti dipengaruhi oleh kelurusan morfologi.

Bidang yang memotong lipatan pada puncaknya disebut sebagai bidang sumbu.. kerapatan vegetasi yang berkelompok pada jalur kekar dan arah perbukitan. sedangkan pada bagian yang paling tinggi disebut puncak.. Lapisan atau struktur lapisan sejajar (planar) yang miring merupakan bagian dari lipatan tunggal (single fold ) atau bagian dari sistem lipatan (kumpulan lipatan). tetapi ada juga yang tidak simetri. Perbedaan erosi sepanjang gawir sesar ( = perpotongan antara bidang sesar dengan permukaan) jarang sekali nampak." Hogback" adalah punggungan dengan puncak yang terjal. sedangkan kekar . Sistem kekar sangat banyak dan suatu sistem kekar terdiri dari dua atau lebih kelompok kekar yang sejajar.sesar yang berumur muda.sisi rekahan sejajar.).. Antiklin sederhana memiliki kemiringan lapisan batuan dari arah sumbu antiklin ke arah sisi . sedangkan sinklin adalah lipatan lapisan batuan dengan arah kemiringan yang bertindak sebagai sayap menuju sumbu sinklin (lihat gambar . Sistem kekear yang sangat luas mudah dikenali pada foto udara dan peta topografi dengan cara melihat pola aliran sungai.sisi yang berlawanan. Melihat bidang kasar yang mengesankan bekas goresan dan di-terapkan hanya pada sesar . Jika bidang sumbu tegak sejajar sumbu lipatan. Sesar adalah rekahan atau mintakat (zone) rekahan pergeseran yang panjang dengan sisi . Struktur lipatan dapat berupa antiklin atau sinklin. kemiringan lereng sangat curam dan hampir simetris.). Suatu garis gawir sesar obsequen adalah kenampakan gawir sesar. Breksi sesar. Pergeseran yang tegak menghasilkan suatu gawir sesar yang terjal (lihat gambar. dengan cara : (1). sedangkan bagian lembah menunjukkan sinklin. sehingga yang tampak adalah jejak sesar berupa garis dan biasanya disebut sebagai garis gawir sesar. kegiatan erosi dan kekerasan batuan.kekar tersebut pada umumnya membentuk arah yang tegak atau mendatar pada lapisan batuan selaras dengan arah gerak yang tidak beraturan. halaman 253 . Bidang sesar dicirikan oleh : (a). mintakat (zone) hancuran dan mintakat rekahan serta kekar (b). tetapi goresan tersebut jarang ditemukan. (2). maka akan tampak bentuk lapisan batuan yang dipengaruhi oleh perbedaan kekerasan batuan. Punggungan yang menyerupai "dike" dibentuk oleh lapisan batuan yang memiliki kemiringan hampir tegak. Suatu daerah yang terlipat dan tererosi akan menunjukkan relief yang bergelombang membentuk bukit dan lembah. Pelapukan dan erosi yang mengikuti sistem alur kekar sejak terbentuk akan menjadi tempat mengalirnya air ketika terjadi hujan. dibandingkan dengan hasil langsung dari gerakan yang menyebabkan terjadinya sesar (bidang sesar). Kenampakan sesar pada foto udara atau peta topografi akan sangat tajam . Tampilan permukaan sesar yang menunjukkan goresan goresan pada bidang sesar ("slickenside"). Bentuklahan pada umumnya agak simetri. Thornbury (1969. Jika daerah terlipat tererosi. . dibentuk oleh lapisan batuan keras atau batuan yang memiliki kemiringan lapisan batuan yang terjal. Antiklin adalah lipatan ke atas yang telah mengalami perkembangan beberapa tahap. kecuali pada daerah bertopografi rendah tampak blok yang naik dan turun. Kekar dan sesar sangat mempengaruhi perkembangan bentuklahan.256) menggunakan analisis umum untuk menentukan gawir sesar dan garis gawir sesar. Bagian bukit menunjukkan antiklin. Kedua sisi antiklin dikenal sebagai sayap. Bidang yang memberikan kesan goresan belum tentu sebagai gawir sesar. seperti naik turunnya blok yang tersesarkan tergantung pada gerak / pergeseran sesar.. maka lipatan tersebut dinamakan lipatan simetri.

mendatar.kelurusan punggungan yang tidak dipengaruhi oleh jenis batuan. tetapi dapat juga terjadi di sepanjang garis gawir sesar yang mencerminkan terdapat perbedaan regangan pada kedua sisi blok sesar.ciri permukaan sesar. Lembah naik (Hanging valley) pada permukaan gawir.sering terjadi longsoran. Aliran lava sepanjang alur sesar. Letusan (erupsi) gunungapi dapat dibedakan berdasarkan material yang keluar dari saluran magma gunungapi atau " vent " . sehingga pusat letusan besar dapat terjadi melalui sejumlah kerucut parasit (parasit cone) yang terapat disepanjang jalur rekahan pada sayap / lereng gunungapi. Tampilan topografi dapat memberikan kesan sesar. sehingga dapat dibedakan dengan bentuklahan lainnya dan sangat mudah dikenali pada foto udara.fenomena (kejadian) yang dapat diperkirakan terjadi sesar saat sekarang atau masa lalu antara lain : . Pendekatan dengan melihat bertambah miringnya dasar sungai di sepanjang jeram dan disebut sebagai lembah "gelas anggur" ("wineglass" valley). Jeram berbentuk V dengan batuan dasar mengikuti garis sesar. Fenomena . yaitu jika material yang dikeluarkan dari saluran magma melalui pusat saluran magama gu . (7). "Triangular facet" (permukaan berbentuk segitiga ?) dengan ciri bagian ujung atas yang meruncing. tetapi tidak berarti sebagai sesar. Biasanya lereng permukaan (facet) yang meruncing kurang dari 30 0. Mataair di sepanjang dasar gawir. sedangkan bidang sesar normal lebih lebih curam.kelokan tajam aliran sungai. (4). sehingga tidak menunjukkan ciri . 4.3 Bentuklahan asal gunungapi (vulkanik) Bentuklahan gunungapi terbentuk dari hasil endapan gunungapi berupa endapan lava yang membeku dan fragmen . . . Bagian ujung yang meruncing dianggap sebagai bagian yang pa -ling dekat dengan sesar dan biasanya menutupi sesar yang tampak sekarang. Kelrusen mencerminkan gawir sesar atau garis gawir sesar. (6). .(c). (9).nungapi / vent disebut sebagai pusat letusan. atau miring. Tampilan pergeseran lapisan batuan yang tegak. (8). Hamparan aliran lava bukan menutupi sesar. jika dibandingkan dengan gawir cuesta yang memiliki gawir yang lurus. Sesar memanjang seperti garis lurus. Kelurusan gawir. (5). Klasifikasi ini sulit untuk diterapkan pada setiap kejadian letusan. padahal kenyataannya melengkung. karena sebuah letusan akan terjadi di sepanjang rekahan (minakat lemah).pola aliran sungai paralel yang memotong berbagai jenis batuan.1. Lembah naik biasanya terjadi di sepanjang gawir sesar. Mataair sering ditemukan di sepanjang sesar tetapi bukan berarti batas sesar atau sesar aktif. tetapi vulkanisme terjadi pada jalur sesar yang disebut sebagai mintakat lemah.Selanjutnya ujung yang meruncing dari permukaan segitiga (triangular facet) mengalami perombakan oleh pelapukan dan erosi.fragmen gunungap. sehingga dijadikan sebagai bukti sesar sekarang (Resen). Material yang keluar melalui celah / rekahan saluran magam disebut sebagai letusan celah / rekahan dan material yang keluar melalui beberapa saluran magma yang tersebar luas pada suatu daerah disebut sebagai daerah letusan. Perbedaan pusat letusan dengan letusan yang terjadi melalui rekahan umumnya tergantung pada skala dan tahap . (3).

pertumbuhan gu nungapi. Kerucut berlapis pada bagian tengah saluran magma. maka jenis gunungapi dapat dibagi menjadi dua kategori. gas terkumpul di bawah permukaan. Selanjutnya tampilan negatif hasil letusan berupa kaldera yang sa. 3. dengan semburan lava dan awan panas (seperti uap air) yang naik sampai pada ketinggian tertentu. kegiatan letusan berulang . Sebaran gunungapi pada umumnya tidak beraturan. membentuk kubah lava. Secara garis besar klasifikasi gunungapi berdasarkan letusan yang diajukan oleh Lacroix (1908) dan disusun kembali oleh Sapper (1931) adalah sebagai berikut : Tabel Jenis gunungapi berdasarkan letusannya. yaitu (1) kerucut dan sebaran kerucut serta hubungan bentuk kubah dan (2) plato dan dataran. sampai terak (scoria) lava hancur. Daerah gunungapi disebut juga "polyrifice" dicirikan oleh tidak pernah terdapat pusat letusan.titik tertentu dalam kurun waktu yang panjang (Karapetian. sehingga gunungapi biasanya terbentuk pada sabuk pegunungan Alpen dan sabuk Pasific (gambar ). me nyemburkan gumpalan lava. Struktur tubuh gunungapi cenderung berukuran kecil dan jarang mencapai ketinggian 450 meter. lubang saluran magma bersih. debu sangat sedikit. menghasilkan bomb dan terak (scoria) lava. sehingga berdasarkan sebaran yang luas dan kesamaan petrografinya. sehingga terbentuk danau hasil dari letusan tersebut atau akibat penurunan (depresi) yang terbendung oleh lava yang mengeras. lava dan gas mengalir dengan cepat sambil menyemburkan api. batuapung dan debu. HAWAIIAN Letusan berasal dari rekahan. letusan bertambah hebat dengan waktu yang cukup lama. sehingga membentuk plato. kumpulan lava lebih kental. letusan aktif tenang sampai sedang. letusan sedang.jenis gunungapi yang paling menonjol.ngat luas. Terak (scoria) lava. Semburan bomb. Beberapa gunungapai ada yang membentuk sebagian kubah lava dan sebagian lagi membentuk plato vulkanik. lapisan lava tertumpuk diantara letusan. JENIS GUNUNGAPI 1. Komposisi petrografi batuan penyusun gunungapi pada suatu daerah yang luas akan memiliki kesamaan. tetapi tidak menutup kemung-kinan sebaran gunungapi tersebut berkelompok. lelehan lava diikuti dengan gas. mengeluarkan aliran magma basalt bebas. sehingga perbedaan itu akan sangat menonjol. kerucut lava. kubah lava dan hamparan lava adalah sebutan jenis . gas sedikit. STROMBOLIAN Kerucut berlapis ((stratocones) sekitar kawah. melepaskan gas tidak teratur. kaldera dan lubang kawah. Kondisi sebaran gunungapi tersebut berdasarkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa gunungapi terbentuk bersamaan dengan tumbukan dan pemekaran lempeng. lava .. menghasilkan volume lava yang besar.ulang. karena letusan akan terjadi pada titik . sedangkan gunungapi strato sangat jarang atau hampir tidak ada. ICELANDIC 2. berlanjut. KARAKTERISTIK Letusan melalui rekahan. tenang. lava mengalir seperti lapisan pada daerah yang luas. 1964).

debu berlapis sekitar lereng puncak gunungapi. jenis gunungapi dan kawah merupakan hasil endapan lava kental derajat tinggi dari suatu daerah yang sangat luas. Magma kental (banyak mengandung SiO 2 dan alkali) cepat dingin dan melekat.1975 dan Bullard. tetapi hasilnya menjadi lain (contoh: Hawaiian). pada suatu letusan lelehan lava menyebar (pada bagian atas mengkilat) disertai dengan semburan asap seperti cendawan yang terus menerus membentuk lapisan debu pada ketinggian tertentu. debu dan fragmen .fragmen bergerak menuruni lereng dalam satu atau lebih letusan sebagai "nue'es ardentes" atau luncuran awan panas. PLINIAN. letusan jarang terjadi. antara lain (1) monogenetik.lahan melalui celah .celah / rekahan . Fairbridge. Sumber : Van Zuidam (1985 dari Holmes. Fe dan Ca) menguapkan H2O (uap). serta terak (scoria) lava. langsung mengendapkan hasillnya.hasilkan kabut uap yang sangat luas. 6.1962) Berdasarkan Ollier(1970). 7. saluran magma gunungapi jenis strato terhalang oleh kubah lava atau lava penyumbat. (catatan : letusan pseudo vulkanik memiliki ciri yang sama. SO2 dan CO2 serta mengurangi potensi letusan. yaitu menjadi phreatic dan meng.rekahan yang terdapat pada gunungapi. Letusan lebih hebat daripada letusan vesuvian.fragmen lain). tekanan gas menyebabkan kawah tua retak. menyimpan lebih banyak gas. Setelah gerakan magma pada saluran terhenti dan temperatur naik.rekahan lateral (lereng gunungapi) atau dari saluran yang telah mengalami penghancuran penyumbatnya. Magma yang bertemperatur tinggi mengalir keluar secara perlahan . 1968). terjadinya letusan setelah gunungapi istirahat cukup lama. seperti rekahan yang disebabkan oleh "horst volcano tectonic" atau lahan yang tergali (R. saluran magma cenderung menjadi kosong dan cukup dalam.4. membawa fragmen . awan bercampur debu yang pekat tersembur ke udara membentuk seperti cendawan. gas keluar rekahan .Letusan biasanya terjadi dari lubang kawah tunggal yang biasa disebut dengan pusat letusan gunungapi. sehingga dapat menyebabkan terjadinya letusan dan penumpukan debu. Terjadinya letusan gunungapi dapat dibedakan menjadi dua macam. VULCANIAN mengalir dari puncak menuruni lereng setelah letusan utama. letusan hebat terjadi dengan melepaskan gas dari lubang saluran magma yang berbentuk kerucut berlapis (Stratocones). PELE'AN Menghasilkan lava kental bertekanan tinggi. menyempit pada bagian bawahnya dan di bagian atasnya menyebar sambil menyebarkan debu.W. VESUVIAN Letusan lebih hebat daripada jenis strombolian atau vulcanian. Larutan magma (kaya Mg. 5. bara. yaitu . pada fase utama yang terakhir menyemburkan gas dengan cepat membentuk awan seperti cendawan tegak lurus setinggi beberapa kilometer.

letusan terjadi sekali. karena merujuk kepada lava perisai. dan (2) poligenetik. Kerucut parasit. sehingga dapat menyebar dengan mudah dan meninggikan gunungapi. maka akan menyebar dan membentuk gundukan cembung yang dikenal sebagai kubah kumulus ("cumulo dome") dan ini tidak berdiri sendir. berupa letusan kecil.ribu meter yang tertutup oleh runtuhan atau mungkin bentuk kubah yang menyimpang menjadi kasar dan . tetapi digunakan untuk gunungapi strato yang besar atau pada suatu lingkungan gunungapi). Hamparan batuan gunungapi. Gunungapi lava asam. Pada awalnya letusan terjadi dari kawah . sering menyemburkan lava secara berulang . Letusan monogenetik selalu dihubungkan dengan jalur rekahan gunungapi. Beberapa gunungapi dibedakan kerucutnya oleh rekahan yang bertindak menjadi kawah dan dapat dinyatakan sebagai gundukan lava ("lava mounds") yang memiliki kesamaan dengan gundukan terak ("scoria mounds"). Di Victoria (Australia) ada beberapa kelainan gunungapi yang telah diteliti. endapan lava dan piroklastik membentuk strato vulkanik. gundukan lava dan lava datar (gambar 28). Ollier (1973) membedakan perisai lava . sebagai contoh jalur rekahan lava yang terbuka sekali. terbentuk oleh semburan lava basaltik dan dapat membentuk pilar lava seperti perisai besar. gundukan lava tersebut sebagian menunjukkan bentuk yang tajam. dan gunungapi tersebut membentuk lava yang mendatar ("lava disc ) yang terbentuk dari lava basal dan keluar melalui rekahan . yaitu letusan terjadi beberapa kali. tetapi ada juga beberapa contoh yang relatif curam.rekahan yang tegak lurus terhadap permukaan lava yang ada di atas dan sisinya (Ollier. Istilah "mamelon" sering diterapkan untuk kubah kumulus. Ketika letusan terhenti. kerucut lava. kemudian lava membeku dan muncul kembali di tempat lain. Pusat letusan pada skala kecil menyebabkan sisi kerucut lurus dan aliran lava biasanya memiliki kemiringan lereng yang landai (kurang dari 70) . Gunungapi berskala kecil memuntahkan lava cairdan menghasilkan kubah cembung dari pada bentuk perisai.dinding kawah atau lereng . mencerminkan telah mengalami erosi yang kuat. maka magma ini akan mengalir melalui rekahan .rekahan. lapisan lava dapat dilihat pada dinding . dan beberapa penulis kadang . sehingga disebut sebagai kubah lava vulkanik. tetapi membentuk kelompok intrusi pada endapan piroklastik.kadang mnggunakan perisai atau kubah. Perbedaan ukuran yang digunakan tidak baku. lereng landai (kurang dari 7 0) dan cembung. Pada saat lava yang pekat dismburkan. 1970). tetapi Cotton (1944) menyebutkan bahwa "mamelon" adalah kubah kumulus yang terbentuk oleh letusan dengan aliran material lava trakhitik dan "mamelon" sama seperti kubah kumulus yaitu tidak memiliki kawah.lereng kawah yang tererosi. "Tholoid " mengacu pada kubah kumulus atau mamelon yang berasal dari dalam kawah besar gunungapi dengan ketinggian dan diameter beribu . Batuan bekuan asam pada umumnya sangat pekat dan apabila batuan bekuan asam ini tidak terlontarkan oleh suatu letusan gunungapi. Gunungapi basaltik tidak dicirikan oleh kawah. Lava basa bersifat sangat cair.ulang. tetapi memiliki ciri berupa gundukan lava yang berlereng landai. Poligenetik biasanya berhubungan dengan pusat gunungapi. tetapi menghasilkan lelehan lava yang keluar melalui dari rekahan . Gunungapi lava basa. kubah lava.kawah kecil kemudian kawah tersebut terkubur oleh limpahan / curahan kawah lainnya (sehingga kawah tumpang tindih) dan pada akhirnya lenyap karena letusan kaldera.rekahan membentuk sejumlah bentuklahan ( gambar 30). letusan lereng. dan letusan rekahan biasanya berhubungan dengan gunungapi perisai (gunungapi perisai merupakan pernyataan yang kurang tepat. Gunungapi basaltik tidak memiliki kawah.

penampang melintang antara kerucut bagian dalam dengan dinding kawah disebut "fosse". Gunungapi piroklastik.tidak memiliki kawah. pecahan .akan kerucut terak memiliki puncak yang datar jika dilihat dari jarak jauh.partikel halus diendapkan pada lereng lebih bawah dibandingkan dengan partikel . sehingga pecahan lava tersebut membentuk tumpukan pecahan lava yang disebut sebagai kerucut litoral ("littoral cones") dengan ketinggian 100 meter dan memiliki diameter 1 kilometer. Kawah sering memeiliki diameter 1 kilometer dan ketinggian bibir antara 50 sampai 100 meter. 1953). Kerucut kubah penyumbat berkembang dengan cepat. Saat lelehan lava bersentuhan dengan laut. Kerucut terak dihasilkan dari akhir suatu letusan gunungapi yang cukup besar. Lava kental yang menyembur dari saluran memiliki sifat sangat kaku dan bergerak seperti batang lurus (piston). "Maars" atau kawah bekas letusan adalah bentuklahan yang disebabkan oleh letusan gunungapi. tetapi pertumbuhannya hancur oleh letusan dan pecah karena tidak seimbang pada saat tumbuh dan kumpulan pecahan dari letusan punggungan karena beberapa kubah penyumbat ditutupi oleh tumpukan batuan rombakan yang membentuk seperti endapan longsor sekitar lereng dengan batuan berbentuk pilar membentuk sudut hampir datar.pecahan lava tersebut membentuk gumuk rombakan dengan lereng sesuai dengan sudut pembentukan gumuk rombakan tersebut. gundukan terak ("scoria mounds"). Kerucut terak yang ideal adalah kerucut tunggal yang memiliki lereng lurus atau sisi . maka disebut sebagai kumpulan kerucut terak ("nested scoria cones").pecahan (fragmen . kumpulan kerucut terak ("nested scoria cones").material piroklastik. Formasi " tholoid " pada kawah tidak mencirikan akhir dari suatu aktifitas gunungapi karena terbentuk dan hancurnya " tholoid " berlangsung selama pertumbuhan gu -nungapi.partikel kasar. luas dan dalam. Partikel . Kubah penyumbat yang memiliki ukuran besar mendekati ukuran pegunungan merupakan letusan dengan skala lebih kecil dari lava yang sa-ngat kaku. Sering ditemukan satu atau dua bukit yang terbentuk pada sisi aliran lava ( Wentworth dab Macdonald. selanjutnya rekahan pada permukaan kubah penyumbat atau kubah kumulus muncul membentuk punggungan. Bentuk lereng yang indah seperti di Fujiyama (Jepang) dan Mt. Bibir kawah yang datar memperlihatkan seakan . karena pada tahap akhir letusan gunungapi yang memiliki magma basaltik cenderung membentuk kerucut terak. Beberapa terak gunungapi tidak memiliki kawah sebenarnya dan biasanya dinyatakan sebagai gundukan terak ("scoria mounds") yang terpisah dari kerucut terak normal ("normal scoria cones"). Ollier (1973). Disekitar bibir kawah dibentuk oleh semburan material . Jika posisi terak terletak di tengah kawah atau kepundan yang sangat besar. Egmont (New Zealand). Letusan gunungapi menghasilkan pecahan . Pada penampang akan tampak bagian sisi yang curam mengarah ke kawah dan lereng yang berlawanan arah dengan lereng curam memiliki kemiringan yang landai (umumnya 40 atau kurang) membentuk lapisan piroklastik yang relatif sejajar dari arah kawah. sehingga pecahan pecahan kasar terkumpul dekat lubang kepundan.sisinya cembung melandaidan kawah di bagian puncaknya. "Maar" biasanya terdapat . sehingga menghasilkan tubuh yang membulat dan panjang disebut sebagai kubah penyumbat. membedakan lima jenis gunungapi piroklastik menjadi kerucut terak ("scoria cones").fragmen) lava yang berjatuhan dekat lubang kepundan. kerucut littoral ("littoral cones") dan maar. terdiri dari kawah sampai bagian yang paling bawah. maka akan terjadi letusan dan semburan pecahan lava. batuan bekuan atau batuan dasar dan sering dicirikan oleh bentuk endapan besar asimetris yang searah dengan arah angin pada kawah tersebut. Kerucut terak terbentuk sangat cepat.

Sesar.kadang ditemukan lapisan material gunungapi yang tebal. tidak ditemukan batuan beku yang memiliki struktur yang dibentuk oleh pelepasan gas tau tampilan permukaan saluran magma ("vent") tidak sampai ke permukaan. (Ollier.lereng utama gunungapi. maka gunungapi jenis strato juga memiliki periode letusan yang panjang selaras dengan aktifitas gunungapi tersebut. sehingga dijadikan alur keluarnya lelehan lava atau kegiatan letusan. Batuan meterorit yang jatuh membentuk kawah jarang ditemukan disekitar bibir kawah. tiga jenis utama kaldera yang dikenal. "Cryptocones" adalah gunungapi yang memilikilubang kawah atau bibir kawah yang kasar dan kadang . melainkan oleh jatuhan meteor ke permukaan bumi. Fujiyama. Perbedaanya adalah tidak terjadi pertumbuhan kerucut yang berukuran besar.bersama dengan endapan batuan bekuan basal dan kawah bagian bawah ditutupi oleh air membentuk danau. Letusan gunungapi campuran.rekahan yang mudah dicapai ke permukaan dan meletus pada lereng .sayap gunungapi. sehingga disebut sebagai rangkaian kerucut ("multiple cones"). 1970). Pada beberapa daerah terbentuk sejumlah kerucut terak ("scoria cones") secara bersamaan dengan mekanisme terbentuknya kerucut parasit ("parasit cones") . Kawah meteorit memiliki bentuk permukaan yang sama dengan gunungapi. maka akan terbentuk saluran magma ("vent") baru. Campuran gunungapi yang tampak sempurna adalah gunungapi yang memiliki campuran bentuk lava dan terak ("scoria").bukit tersebut menjadi satu. Pada beberapa gunungapi sering ditemukan endapan campuran antara lava dengan fragmen dan gunungapinya disebut sebagai gunungapi strato ("strato vulcanous"). Sekali letusan gunungapi terjadi. kerucut . Kawah yang terdapat dipuncak gunungapi telah membentuk percabangan pada bagian dindingnya. sebagai contoh : jika kerucut yang pertama menutupi saluran magma ("vent"). kemudian meledakdan letusannya memberi dampak seperti bentuk kawah tersebut. Kerucut kerucut yang tertoreh kemudian membentuk parit erosi dan menjadi alur mengalirnya lava. Egmont dan sebagainya merupakan gunungapi jenis strato. Kerucut parasit ("parasit cones") biasa disebut sebagai kerucut "adventive" dan kerucut kedua dapat berkembang apabila gunungapi memiliki tekananyang sangat besar agar dapat mengeluarkan lava mengalir melalui rekahan . Beberapa gunungapi besar di dunia seperti Gunungapi Visuvius. kemudian karena tumpang tindihnya endapan hasil letusan (erupsi) yang tidak memiliki hubungan antara satu letusan dengan letusan lainnya dengan umur yang berbeda mengakibatkan bukit . Seperti umumnya gu nungapai. misalnya : tidak tampak gunungapi utama. sehingga lava dapat mengalir melalui rekahan . Ciri lain dari meteor yang jatuh ke permukaan bumi adalah kenampakan fragmen batuan dasar pada bibir kawah menjadi miring akibat benturan meteor yang jatuh tersebut. rekahan dan punggungan terbentuk pada sayap . maka endapan lava yang bertindak sebagai penyumbat lubang kawah hancur. sehingga memberi peluang keluarnya lava dan letusan selanjutnya akan menjadi mudah. Kaldera adalah depresi (cekungan) gunungapi yang sangat luas berdiameter mencapai 5 kilometer. . Banyak bukit campuran secara genetik memiliki hubungan yang sama pada awalnya berdiri sendiri. Pada suatu kawah yang luas dapat terdiri dari satu atau lebih gundukan kerucut atau kawah. karena pecahannya menyebar jauh dari bibir kawah. tetapi yang tampak adalah rangkaian gunungapi.kerucut terak ("scoria cones") terbentuk disekeliling puncak gu nungapi dan aliran piroklastik serta endapan jatuhan tersebar secara luas disekitar lereng .lereng gunungapi. Gunungapi gabungan. tetapi tidak sesederhana kumpulan suatu lapisan lava. yaitu kaldera runtuhan.rekahan dengan sifat letusan dari rekahan tersebut. tetapi cara terbentuknya bukan diakibatkan oleh gunungapi.

Selanjutnya jenis ketiga adalah kaldera erosi. Banyak lava bantal yang terbentuk dilaut.lahan membentuk timbunan seperti bongkah .blok yang saling bertumpuk dan masiv.1 Aliran lava dan tampilan lava minor Jenis lava. Pendinginan aliran lava menyebabkan penyusutan. tetapi akan mencapai geometri yang sempurna pada sebaran larutan kental lava basal yang luas. tetapi ada juga yang terbentuk pada air tawar (danau). sehingga membentuk lava yang mengkilat seperti kaca. Tampilan lava minor. Kaldera runtuhan selanjutnya dibagi menjadi jenis Karakatau atau kaldera runtuh karena suatu letusan dan jenis kaldera Glencoe taua kalderayang mengalami penurunan ("subsidence") (ganbar 32). Lava pahoehoe adalah jenis lava cair dengan sedikit berbusa dan pada lapisan permukaannya yang tipis mendingin membentuk lipatan akibat gerakan lava yang meleleh pada bagian bawahnya. Tampilan ini tampak sama dengan kilapan kaca. sedangkan lava yang lebih cair membeku membentuk seperti lapisan meninggalkan jejeak seperti aliran lava (Ollier. sehingga terbentuk formasi kekar. berbusa dan bergerak secara perlahan. Selaras dengan kenampakan permukaan lava. hasilnya adalah lava seperti kulit hiu dan lilitan sejajar yang pijar. 4. Lava silika kental cenderung membentuk kubah kumulus atau "coulees" atau letusan material piroklastik. seperti melilit pilar Lava a a (dibunyikan ah ah) adalah lava berbentuk blok. yaitu kaldera yang memiliki luas akibat erosi terhadap dinding kawah. hasil utama gunungapi adalah lava.3. tetapi Fe'nch (1933) dan Macdonald (1953) membedakan antara a a karena bentuknya seperti kerak besi yang melintir dengan blok lava yang memiliki bentuk blok blok yang menyudut. sedangkan kaldera yang berdiameter besar merupakan hasil dari beberpa kali letusan. Pada bagian puncak berbentuk membulat. Lava a a dan lava blok memiliki persamaan. Ketika pengkerutan (kontraksi) memenuhi ruang. seperti runtuhan atau penurunana (subsidence). maka biasanya terbentuk struktur khusus yang disebut sebagai lava bantal ("pillow lava"). pecah membentuk blok .pola kekar . membentuk bantal yang mudah dibedakan dari bentukkebundaran bongkah karrena pelapukan mengelupas bawang. Pada jenis kaldera glencoe. Aliran lava yang mengalir secara perlahan . 1970). debu atau tufa. maka aliran lava diklasifikasikan menjadi aa pahoehoe. maka rekahan rekahan menjadi kekar. Pengkerutan (kontraksi) terjadi ketika lava mendingin yang dicerminkan oleh garis . penyusutan dan pembentukan formasi kekar ini tidak pernah terjadi pada massa lava seperti bubur.garis kekar memusat yang menjadi arah tekanan.5 kilometer.bongkah dan bergerak mengeluarkan suara deru yang cukup keras. penurunan tidak diikuti dengan letusan abu. kemudian memebntuk pecahan heksagonal. Lava mendingin dengan cepat.1. semburan gas dan asap. tampilan letusan gunungapi yang membentuk kaldera sebenarnya hanya dapat menghasilkan kaldera dengan garis tengah kurang dari 1. Kaldera hasil dari letusan sangat jarang. Kaldera erosi akan hilang selaras dengan pemebntukkan kaldera baru oleh proses yang berbeda (bukan erosi). tetapi lapisan kulit yang plastis terdapat menutupi lava yang cair bergulung seperti kantung plastik yang diisi penuh oleh larutan. tetapi rekahan yang mengisolasi bagian tengah yang melingkar menyebabkan terjadinya terobosan ( intrusi) lateral atau jalan keluarnya lelehan lava. tetapi pada bagian dasar yang masuk ke bagian dalam membentuk lapisan. Pola . lava blok dan lava bantal (gambar 33). kulit tachylitic dan rekaha radial (gambar 34). lapisan lava cukup tebal.kaldera letusan dan kaldera eosi. Jika aliran lava masuk ke dalam air atau terjadi letusan gunungapi di bawah permukaan air. Kantung kantung yang berbentuk membulat seperti lelehan saus merupakan bantal dan biasanya saling bertumpuksatu dengan yang lainnya. a a. lava seperti bubur saling bertumpang tindih.

bongkah (gambar 35). Sistem pemetaan geomorfologi disusun secara sederhana untuk keperluan analisis.ujung aliran (" toe") yang baru atau membentuk satuan aliran yang baru. Bentuk .Peta topografi dan foto udara skala 1 : 50. 4.TM.Citra satelit (Landsat.Sistem harus mudah diekstrapolasi dan digeneralisasi. Bahan dan alat yang digunakan untuk pemetaan geomorfologi antara lain : . sehingga dapat menunjukkan bermacam . dengan pertimbangan metode pemetaan gemorfologi dari kedua akhli tersebut mudah dipahami dan cukup jelas.2 Pelaksanaan pemetaan geomorfologi Pemetaan geomorfologi dilakukan dengan pendekatan cara yang dikembangkan oleh Verstappen (1967 dan 1968) dan Van Zuidam (1968 dan 1975). aliran lava sangat berhubungan dengan kenampakkan topografi. SPOT atau ERS).blok lava terangkut sampai ujung ujung aliran dan terbenam. sedangkan pada bagian atas dan bawah aliran lava tersebut membentuk bongkah .lereng yang memiliki kemiringan landai.blok lava tersebut membentuk celah . Salah satu bentuk lava (minor) dapat ditemukan pada ujung dari aliran lava ("TOE"). Selanjutnya aliran lava dapat bergerak pada lereng .bongkah kerak. sedangkan pada lereng yang tegak membentuk aliran lava terjun seperti air terjun. Aliran lava yang sangat kental dapat menghancurkan penghalang . kemudian membentuk mega kolom dan selanjutnya kolom normal dan terakhir membentuk rekahan .penghalang di jalur alirannya dan aliran lava yang relatif cair akan terbelokkan oleh lambatnya aliran lava kental yang bertindak seperti tangul . klasifikasi dan evaluasi yang digunakan sebagai dasar pemetaan geologi dan penelitian geologi.Sistem harus dapat digunakan didalam berbagai skala. sehingga dapat dibedakan bagian luar dan bagian dalam dari suatu aliran lava yang tampak dengan skala kecil. Selanjutnya pada saat bagian atas aliran lava mendingin secara tiba . maka aliran lava tersebut akan terputus membentuk ujung .lahan masih bersifat cair dari pada bagian luar (tepi) dan akan bergerak setiap saat.celah yang menjadi jalur aliran lava tersebut.macam tampilan seperti lava yang berlapis. sehingga aliran lava sangat cepat akan memenuhi lereng .Sistem harus terpakai untuk penelitian bidang ilmu geologi dan ilmu . jika diperlukan.tiba. gua . Sistem yang digunakan untuk kepentingan geologi dan ilmu . yaitu bagian paling depan suatu aliran lava yang berbentuk cembung dengan ketinggian 3 meter dan panjang dapat mencapai puluhan meter. Kejadian bentuk . .Sistem harus dapat memisahkan dengan jelas keseragaman satuan. sehingga bagian permukaan tersebut akan mengkerut dan pecah. Secara alamiah bagian permukaan lava akan lebih cepat dingin dari pada bagian dalam (tengah) aliran lava.yang tegak membagi lava menjadi kolom .000 atau lebih besar. . Pada bagian dalam (tengah) tubuh aliran yang mendinging perlahan .bentuk kekar akibat aliran lava terbentuk didalam satu kumpulan. Permukaan kekar tegak (vertikal) mempunyai jarak gores yang dikenal seperti bekas pahatan. Pada aliran lava.lereng yang terjal. .prinsip sebagai berikut : .tanggul kecil.kolom tegak heksagonal dan pecah membentuk blok .ilmu yang berhubungan dengan geologi memiliki prinsip .bentuk aliran lava sangat rumit.blok karena rekahan yang melintang. . sehingga gerakan aliran lava yang mendorong blok . Cara pemetaan geomorfologi dilakukan dengan 2 tahap.gua lava dan bongkah .rekahan yang saling berpotongan. . blok . yaitu tahap interpretasi peta topografi dan atau foto udara / citra satelit serta tahap pemeriksaan lapangan.ilmu yang berhubungan dengan geologi.

Perhatikan kerapatan pola aliran. karena kerapatan kontur akan mencerminkan kecuraman lereng.unsur geomorfologi.Aspek geologi yang tercermin melalui pola aliran merupakan unsur genetikan suatu bentuklahan. .Palu geologi. Satuan bentuklahan beting gisik.alat tulis.3. Satuan bentuklahan dataran tanggul alam c. -Alat . Satuan bentuklahan dataran banjir. . 4. Satuan bentuklahan dataran teras sungai.Kompas geologi. Satuan bentuklahan dataran gosong sungai. sedangkan perbedaan kerapatan kontur lainnya dapat digunakan untuk membedakan jenis batuan. maka kelas lahan yang memiliki kesamaan dijadikan satuan geomorfologi.Kerta kalkir dan plastik OHP. Bandingkan dengan pola aliran yang telah dibakukan seperti pada gambar 7 dan 8 . Satuan bentuklahan dataran beting gisik.3. sehingga memiliki arti bahwa lereng yang curam dan menerus dapat diperkirakan sebagai sesar yang berkembang di daerah tersebut. . .Perhatikan kerapatan kontur. . Satuan bentuklahan dataran pesisir aluvial. c.3 Bentuklahan asal marin (laut) a..Nyatakan aspek geologi yang berkembang berdasarkan pola aliran tersebut. . sehingga dapat ditentukan nama satuan geomorfologi.langkah pemetaan Tahap interpretasi peta topografi dan foto udara dilakukan di studio pemetaan dengan kegiatan yang dilakukan antara lain : . Satuan bentuklahan dataran pesisir (coastal) b.3 Langkah . karena kerpatan pola aliran akan mencerminkan janis batuan yang tahan terhadap erosi atau mudah tererosi. . pada setiap lekukan garis kontur atau lekukan lembah pada foto udara.Pita ukur. .2 Bentuklahan asal fluvial (sungai) .puncak punggungan yang bertindak sebagai batas pemisah aliran (water devided area) .Gambar pola aliran pada peta topografi dan / atau foto udara.Bentuklahan asal fluvial (sungai) a.Jika telah dibuat klasifikasi dengan dukungan unsur . b. d.Batasi puncak . sedangkan batuan yang tahan terhadap erosi merupakan jenis batuan yang keras.Klasifikasikan bentuklahan secara morfografi (perbukitan atau pedataran) yang tampak pada peta topografi dengan ciri perbedaan garis kontur dan kondisi pola aliran yang menyatakan aspek genetika.Batasi pola aliran pada suatu perbukitan / punggungan mulai dari puncak punggungan yang bertindak sebagai batas pemisah aliran sampai ke titik akhir pengaliran. . 4. .Plan table lengkap dengan tripod dan mistar. e. sehingga dapat disimpulkan bahwa batuan yang mudah tererosi merupakan jnis batuan yang lunak. 4. . d. . Satuan bentuklahan dataran pantai (beach)..

d. Jadikan aspek geomorfologi sebagai ciri . b.6 Bentuklahan asal aeolian 4. 6. 4. sehingga didalam penarikan batas satuan geomorfologi harus dilakukan dengan hati . 3.hati. Batas satuan bentuklahan dan simbol . a.warna ungu (violet) . 5. Satuan bentuklahan dapat dijadikan panduan untuk menelusuri kondisi geologi yang sedang diteliti. c.8 Bentuklahan asal glasial (es) Tahap kegiatan lapangan dilakukan setelah kegiatan interpretasi peta topografi dan / atau foto udara di studio.5 Bentuklahan asal vulkanik.aspek geomorfologi sebagai ciri .e. 8. dan simbol huruf. 4.4 Bentuklahan asal struktural a. a. cerminan kondisi geomorfologi dapat memudahkan pelaksanaan pemetaan geologi dan ilmu .4 Simbol yang digunakan Simbol .7 Bentuklahan asal karst. Satuan bentuklahan perbukitan struktural gawir sesar. Satuan bentuklahan perbukitan struktural terlipat. maka aspek tersebut dijadikan panduan untuk menelusuri aspek geologi yang sedang diteliti.aspek bentanglahan (landscape) daerah penelitian dengan peta dasar yang telah dibuat di studio. 7. Jika masih diragukan aspek . Simbol warna digunakan untuk satuan bentuklahan adalah sebagai berikut : 1. serta telah tersusun kerangka peta geomorfologi sementara (sebagai peta dasar geomorfologi dan geologi) sebagai acuan. 4.simbol yang digunakan pada peta geomorfologi terdiri dari simbol warna.batas yang telah dibuat pada peta dasar selaras dengan kegiatan penelitian geologi. Diharapkan dengan membuat peta geomorfologi sebaai peta dasar pemetaan geologi. simbol gambar. Satuan bentuklahan perbukitan intrusi.3. Tentukan (plot) dan catat aspek geomorfologi tersebut sebagai data untuk pembuktian kondisi geologi yang sedang diteliti. Peninjauan lapangan dengan tujuan mencocokkan aspek . " sinkhole" / 'dolina' 4. Tahap kegiatan lapangan meliputi : 1.3.3. Satuan bentuklahan struktural (S) . Satuan gumuk pasir (sand dunes) 4.ciri aspek geologi. b. Satuan perbukitan lereng vulkanik bawah. Satuan bentuklahan perbukitan karst.3.ciri aspek geologi yang sedang diteliti. b.3. Satuan bentuklahan perbukitan blok sesar. 4.ilmu yang berhubungan dengan geologi. 2. Satuan bentuklahan perbukitan lereng atas vulkanik. Satuan bentuklahan kubah karst.simbol yang digunakan harus memberikan cerminan kondisi geologi daerah yang diteliti. c. Satuan perbukitan lereng vulkanik tengah. Penelusuran batas . c.

2. Satuan bentuklahan dataran gisik .4 5. Satuan bentuklahan denudasional (D) a. Satuan bentuklahan perbukitan karst .D. Satuan bentuklahan perbukitan tererosi sedang .S. Satuan bentuklahan dataran gisik aluvial .2 vulkanik atas.V.2 c. warna kuning. Satuan bentuklahan marin (laut) (M) 5. a.3 vulkanik tengah. Satuan bentuklahan fluvial (F).2 c.2 c. Gawie sesar geser / blok sesar.3 d. Satuan bentuklahan perbukitan lereng .1 b. c.D. Satuan bentuklahan perbukitan tanah longsor . Batas pemisah aliran (water devide ). Satuan bentuklahan marin (M) a. Satuan bentuklahan denudasional (D) 4.V. Satuan bentuklahan vulkanik (V) 3. Satuan bentuklahan gleitser (es) (G) 7.4 2.1 b.4 vulkanik bawah. Satuan bentuklahan perbukitan tererosi kuat . Satuan bentuklahan perbukitan blok sesar .V.2 c.3 d.S.M. Satuan bentuklahan perbukitan lereng . Satuan bentuklahan perbukitan sesar geser . Satuan bentuklahan dataran banjir .F.M.1 b.1 b. Satuan bentuklahan perbukitan tererosi ringan . Satuan bentuklahan dataran undak sungai .4 4. Satuan bentuklahan perbukitan sesar .2 Simbol gambar : Bentuklahan struktural.D.F. Satuan bentuklahan dataran beting gisik . warna biru tua warna biru muda. Satuan bentuklahan dataran gumuk pasir .S. satuan bentuklahan aeolian (angin) (A) 8. Satuan bentuklahan puncak vulkanik . Satuan bentuklahan perbukitan terlipat . Satuan bentuklahan perbukitan kubah karst . Satuan bentuklahan vulkanik (V) a. Satuan bentuklahan struktural (S) a.3 6.1 b. 3. Satuan bentuklahan sungai (fluvial) (F) 6.D.M.S. . Satuan bentuklahan dataran tanggul alam .M.V. Sesar geser / blok sesar geser. Satuan bentuklahan perbukitan lereng . Satuan bentuklahan karst (K) - warna merah.F. d. warna coklat warna hijau.K. Satuan bentuklahan Karst (K) a. warna jingga (orange) Simbol huruf : 1.1 b.3 d.K.

Bentuklahan vulkanik Kawah / kepundan Arah lelehan lava Bentuklahan denudasional Arah erosional Tingkat erosi kuat Tingkat erosi sedang Tingkat erosi lemah. Erosi tebing sungai Erosi garis pantai Gerakan tanah (Mass wasting) Longsor jatuhan (rock fall) Longsor geseran ( landslide) Longsor geser rotasional (slump) Bentuklahan marin (M) Beting gisik ( beach ridge ) .Perlipatan Sesar naik.

Gumuk pasir (sand dunes ) Bentuklahan Fluvial /sungai ( F) Alur sungai berupa garis tipis Tanggul alam Datraran banjir Undak sungai. Bentuklahan karst (K) Kerucut karst Kubah karst Sinkhole Dolina Gua karst dengan stalagtit/stalagmit .

morfometri secara rinci dan material penyusun yang jelas seperti batuan atau tanah.proses sedimentasi dan geologi kuater. selain menampilkan kondisi morfografi seperti perbukitan atau pedatataran yang diikuti dengan morfogenetik.penelitian geologi. kemiringan lereng yang berhubungan dengan saluran pengaliran (drainage) kota. Penjelasan morfografi. 5. sehingga peta geomorfologi yang digunakan untuk kepentingan penelitian yang lebih khusus tersebut harus menggunakan peta geomorfologi pragmatik.UNPAD merupakan bahasan tersendiri (sub bab). Kandungan peta geomorfologi pragmatik akan menampilkan aspek . morfogenetik. sehingga biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan pemetaan geologi menjadi lebih murah. maka penjelasan geomorfologi harus mencerminkan aspek .simbol yang digunakan perlu ditata kembali sesuai dengan simbol simbol yang telah disepakati oleh internasional (khususnya para akhli geomorfologi). karena waktu yang diperlukan untuk pemetaan geologi akan sangat berkurang dan penajaman terhadap aspek . morfogenetik dan morfometri merupakan arahan dari ciri . . Bahasan geomorfologi yang perlu ditonjolkan untuk kepentingan geologi terutama pendekatan morfografi. sehingga memiliki suatu hubungan yang jelas antara satuan bentuklahan pada peta geomorfologi dengan aspek geologi pada peta geologi. maka morfometri dan material penyusun harus dikemukakan dengan jelas. sehingga tujuan penelitian yang diharapkan akan lebih terarah.aspek geologi dapat ditelusuri dari sejak awal (kegiatan di studio). karena wilayah perkotaan selain memerlukan bentuklahan yang layak (landsuitability yang mencakup perbukitan dan pedataran) sebagai dasar untuk menyusun rencana tapak (site plan) juga dibutuhkan daya dukung keteknikan seperti kestabilan lereng yang berhubungan erat dengan batuan dan jenis tanah sebagai dasar perkotaan. Pemahaman geomorfologi yang sama di kalangan geologi akan sa ngat membantu didalam penelitan . sehingga pemeriksaan lapangan yang dilakukan terhadap hasil interpretasi peta topografi dan / atau foto udara yang dilakukan di studio menjadi kegiatan awal pemetaan geologi. terutama penelitian geologi yang bersifat khusus. Jika penelitian geologi mengarah pada penelitian yang lebih khusus perlu menggunakan peta geomorfologi sebagai landasan penelitian. sehingga tidak akan terjadi silang pendapat yang cukup tajam dan dapat berakibat terbengkalainya program penelitian. Simbol .aspek morfografi. pola pengaliran untuk mencegah banjir dan kemampuan lahan (land capability) untuk daya dukung menampung aktifitas perkotaan.kondisi geologi. geologi teknik. sebagai contoh penelitian perencanaan wilayah. geologi linkungan. proses . KESIMPULAN Peta geomorfologi akan sangat membantu didalam melaksanakan pemetaan geologi jika dipahami dengan baik.BAB 5 PENULISAN LAPORAN Peta geomorfologi yang bertindak sebagai peta dasar pada pemetaan geologi di dalam laporan pemetaan pada Jurusan Geologi FMIPA . Sebagai contoh peta geomorfologi untuk pengembangan wilayah perkotaan. morfogenetik dan morfometri yang mempengaruhi bentuklahan untuk dijadikan landasan menerangkan kondisi .ciri kondisi geologi yang sedang dipetakan.aspek geologi yang terkandung di dalam peta geomorfologi.

Penulisan laporan tentang geomorfologi harus menjadi satu rangkaian laporan yang mencerminkan kondisi geologi berdasarkan pendekatan geomorfologi. .sehingga tidak terjadi penggunaan simbol yang sembarangan.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.