BAB 1 PENDAHULUAN

Penggunaan nama bentuklahan sebagai geomorfologi karena rasa tidak puas terhadap peristilahan fisiografi yang telah berkembang lebih dahulu. Istilah fisiografi digunakan di Eropa dan memasukkan unsur - unsur iklim, meteorologi, kelautan dan matematik geografi. Geomorfologi merupakan bagian utama geologi, walaupun kenyataannya di Eropa, Amerika dan Indonesia dianggap sebagai geografi fisik. Geomorfologi di lingkungan geologi belum berkembang, karena lebih banyak berkembang di lingkungan geografi untuk kepentingan pengembangan wilayah, penggunaan lahan dan hidrologi, sedangkan para pakar geologi memiliki anggapan bahwa geomorfologi merupakan bagian dari bidang ilmu geografi, padahal teknologi satelit sumberdaya alam yang berkembang saat ini merekam permukaan bumi dan menunjukkan potret muka bumi setiap hari, sehingga ketika harus menggunakan citra satelit para akhli geologi harus belajar kembali geomorfologi. 1.1 Pengertian geomorfologi Geomorfologi berasal dari bahasa yunani kuno, terdiri dari tiga akar kata, yaitu Ge(o) = bumi, morphe = bentuk dan logos = ilmu, sehingga kata geomorfologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bentuk permukaan bumi. Berasal dari bahasa yang sama, kata geologi memiliki arti ilmu yang mempelajari tentang proses terbentuknya bumi secara keseluruhan. Definisi ; Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi serta proses - proses yang berlangsung terhadap permukaan bumi sejak bumi terbentuk sampai sekarang. Berdasarkan pengertian dan definisi geomorfologi, maka bidang ilmu geomorfologi merupakan bagian dari geologi yang mempelajari bumi dengan pendekatan bentuk rupa bumi dan arsitektur rupa bumi. Tujuan mempelajari geomorfologi di lingkungan geologi selaras dengan motto Hutton , yaitu THE PRESENT IS THE KEY TO THE PAST (sekarang adalah kunci masa lalu). Pemahaman kata sekarang (the present) adalah pemahaman terhadap bentuk rupa bumi yang dapat dijadikan cerminan proses yang berlangsung di masa lalu. Faedah yang diharapkan dengan mempelajari geomorfologi yaitu membantu menelusuri proses - proses yang berlangsung pada bumi sejak terbentuknya bumi sampai sekarang dengan pendekatan bentuk rupa bumi yang tampak sekarang, sehingga pada penelitian geologi dapat dilakukan dengan cepat dan murah. 1.2 Konsep dasar geomorfologi Bentuklahan adalah fenomena geologi yang telah banyak dikembangkan dan direnungkan oleh para akhli filsafat kuno dan tidak hanya membuat pernyataan '" saat ini menjadi kunci masa lalu ", tetapi proses geomorfologi saat ini memilki arti yang sangat penting, karena perbincangan tentang sistematika evolusi geomorfologi tidak hanya terjadi pada awal abad ke 19, tetapi berlangsung sampai sekarang.

1.2.1 Konsep pemikiran geomorfologi kuno Pembahasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan biasanya diawali dengan pemikiran - pemikiran para akhli filsafat Yunani dan Romawi. Membahas pemikiran pemikiran para akhli Yunani dan Romawi kuno tentang perkembangan bentuklahan suatu kegiatan yang sangat baik untuk lebih mengenal perkembangan ilmu dimasa silam (Dark Age) yang telah banyak dilupakan, namun sangat membantu didalam pemahaman tentang evolusi geomorfologi yang dikembangkan oleh para pemikir kuno, seperti Herodatus, Aristoteles, Starbo dan Seneca. Herodatus (485 - 425 SM) sebagai " Bapak Sejarah " telah banyak melakukan penelitian geologi, menyebutkan pentingnya serpih dan lempung yang diendapkan setiap tahun oleh Sungai Nil, sehingga Mesir dianggap telah mendapat hadiah dari sungai. Selanjutnya disebutkan pula bahwa gempabumi adalah pegunungan yang menggeliat karena dewa sedang marah. Temuan fosil kerang di puncak - puncak perbukitan di Mesir menyebabkan Herodatus menarik kesimpulan berdasarkan temuannya tersebut bahwa air laut telah menggenangi dataran Mesir. Kesimpulan Herodatus tersebut merupakan dasar pemikiran perubahan muka air laut yang menjadi bahasan penting didalam geomorfologi. Aristoteles (384 - 322 SM) didalam tulisannya menyebutkan tentang asal - usul mataair yang diyakininya bahwa air yang mengalir dari mataair disebabkan oleh (a) air hujan yang terjebak pada lapisan tanah, (b) air yang terbentuk karena penguapan dari air yang masuk kedalam bumi, dan (c) air yang terkondensasikan di dalam bumi berasal dari embun yang tidak diketahui asal - usulnya. Seluruh air merembes dari pegunungan menyerupai bunga karang yang sangat besar, sehingga sebutan sungai hanya diterapkan pada bentuk aliran air yang berasal dari mataair. Selanjutnya disebutkan pula bahwa hujan menghasilkan aliran air deras, sehingga aliran sungai menjadi tidak menentu. Pemahaman tentang debit aliran selama periode hujan telah dikembangkan oleh Bernard Palissi (1563 dan 1580) dan Pierre Perrault (1674) yang menyebutkan bahwa curah hujan mampu membentuk aliran sungai. Aristoteles percaya bahwa gempabumi dan gunungapi memiliki sumber kejadian yang sama dan menyebutkan bahwa gempabumi berpengaruh terhadap pencampuran udara basah dan udara kering di bumi. Selanjutnya dikenalkan juga jalur laut yang tertutup oleh sedimen yang membentuk daratan, sehingga terbentuk tanah timbul dan disebutkan pula bahwa yang membawa material dari daratan ke laut adalah aliran dan diendapkan sebagai alluvium. Strabo (54 SM - 25) telah melakukan perjalanan yang jauh dan telah meneliti secara hati - hati, serta telah mencatat contoh lokasi aliran yang menghilang dan yang muncul di permukaan. Pemikirannya tentang "Vale of Tempe" merupakan hasil dari gempa bumi disertai dengan kegiatan gunungapi dalam kurun waktu yang lama karena tekanan tenaga dari dalam bumi. Kesimpulannya secara alamiah menyebutkan bahwa Gunung Visuvius adalah gunungapi yang telah mati. Strabo menjelaskan juga tentang aluvium sungai dan delta sungai yang memiliki bermacam - macam ukuran selaras dengan luas daerah aliran sungai alamiah, sehingga delta sungai yang sangat luas mencerminkan daerah aliran sungai yang sangat luas dan susunan batuan yang paling menonjol pada daerah aliran sungai tersebut berupa batuan yang lunak. Beberapa penelitian delta yang telah dilakukan oleh Strabo menyebutkan pertumbuhan delta dihambat oleh kegiatan laut, terutama oleh pasang naik. Seneca ( ? - 65) menyebutkan bahwa yang menyebabkan terjadinya gempabumi lokal adalah kekuatan tenaga dari dalam bumi, dan pemikiran lainnya menyebutkan bahwa curah hujan bukan salah satu sumber yang menyebabkan aliran sungai dan disebutkan pula bahwa tenaga arus dapat menggerus lembah, sehingga

melahirkan konsep bahwa pembentuk lembah adalah arus yang menggerus lembah tersebut. Pemikiran - pemikiran kuno telah menyebutkan bahwa terdapat hubungan proses (genetik) antara gempabumi dengan dengan deformasi kulit bumi. Pernyataan tersebut menjadi rancu karena sebab, akibat dan kejadian gempabumi justru dipengaruhi oleh deformasi. 1.2.2 Fajar pemikiran geomrfologi modern Setelah beberapa abad pemikiran geomorfologi cenderung mengikuti pola pemikiran Kekaisaran Romawi, hanya sedikit atau mungkin tidak ada pemikiran pemikiran lain di Eropa. Sekolah - sekolah yang ada pada saat itu adalah biara - biara yang tidak mempelajari ilmu tentang alam. Beberapa tempat pendidikan di Arabia yang hidup pada saat itu telah memunculkan pemikiran - pemikiran modern yang cemerlang. Ibn Sina (980 - 1037) menyatakan bahwa asal - usul pegunungan dibedakan menjadi dua kelas, yaitu (1) hasil dari suatu pengangkatan bumi, seperti bagian dari gempabumi dan (2) pengaruh aliran air yang disertai dengan hembusan angin di suatu lembah yang bersusunan batuan lunak. Konsep pegunungan menurut Ibnu Sina merupakan cerminan hasil dari perbedaan tingkat erosi yang berlangsung secara perlahan - lahan dalam kurun waktu yang panjang. Beberapa pandangannya telah telah ditetapkan sebagai awal dari pemikiran modern, tetapi tidak diterapkan pada pemikiran Eropa Barat. Pembuktian yang sangat luas tentang konsep Ibnu Sina telah dilakukan oleh sekelompok muridnya yang bukan berasal dari orang Arab dan dikenal dengan judul " DISCOURSES OF THE BROTHERS OF PURITY " (bahasan saudara yang seiman) pada tahun 941 dan 982 (Said, 1950). Didalam empat volume buku yang disusun tersebut diceritakan tentang erosi dan transportasi oleh arus dan angin, pelapukan serta awal pemikiran peneplain. 1.2.3 Hutton sang pendahulu Konsep penggerusan lahan didalam pemikiran yang tajam dan tepat dari suatu bentanglahan perlu dipikirkan kembali oleh para pemikir sebagai landasan dasar geomorfologi modern. Para pemikir kuno yang berpikir tentang perusakan lahan oleh proses erosi, tidak memiliki pemikiran yang matang untuk dijadikan suatu kesimpulan yang layak (logic). Ruang dan waktu tidak memberikan keleluasaan untuk membahas perkembangan jangka panjang dan jangka pendek untuk membahas tentang pemikiran geologi agar menjadi suatu pekerjaan tentang bumi (ground work) untuk bapak geomorfologi modern seperti James Hutton, tetapi jejak langkahnya telah diikuti oleh beberapa orang. Leonardo da Vinci (1452 - 1519) merupakan salah satu kelompok pertama yang menyusun pemikiran geologi dan dikatakan (Chorley et al, 1964) bahwa pemikiran yang cemerlang telah berkembang pada zamannya, sehingga merupakan puncak kecemerlangan para pemikir terdahulu. Leonardo da Vinci menyebutkan bahwa lembah dipotong oleh arus, dan arus membawa material dari salah satu tempat dipermukaan bumi kemudian diendapkan pada suatu tempat. Buffon (1707 - 1788) dari Perancis menyebutkan tenaga arus yang mampu menggerus dan merusak lahan, selanjutnya diakhiri dengan perataan yang memilki ketinggian yang sama dengan permukaan laut. Targioni dan Tozetti (1712 - 1784) dari Italia menyebutkan bencana erosi oleh arus dan pemikirannya tentang sungai yang terputus dihubungkan dengan batuan yang tertoreh serta mengenalkan dasar - dasar perbedaan erosi yang dipengaruhi oleh berbagai macam material geologi dan struktur geologi.

Guetthard (1715 - 1786) dari Perancis, membahas tentang degradasi di pegunungan oleh arus, dan menyebutkan bahwa tidak seluruh material yang dipindahkan oleh arus diangkut sampai ke laut, tetapi hanya sebagian material yang terangkut oleh arus tersebut mencapai dataran pantai. Diyakini pula bahwa laut merupakan tenaga penghancur yang sangat besar terhadap lahan, selanjutnya arus dan laut disebut sebagai perusak yang sangat cepat terhadap pantai curam di Perancis sebagai bukti pernyataannya. Desmarest (7125 - 1815) menyuarakan pemikirannya tentang lembah Perancis Tengah merupakan hasil kegiatan arus dan menelusuri perkemba-ngan tahap evolusi bentanglahan. De Saussure (1740 - 1799) dari Swiss menyebutkan bahwa lembah Alpen merupakan hasil kegiatan pengikisan arus yang mengalir dari puncak pegunungan dan mengalir mengikuti lembah tersebut. Selanjutnya disebutkan pula bahwa glasiasi (pencairan es) dapat menjadi faktor penyebab terjadinya erosi. James Hutton (1726 - 1797) yang lahir di Edinburgh, Skotlandia, seorang akhli fisika, tetapi lebih menyenangi ilmu pengetahuan, khususnya kimia dan geologi. Sangat terkenal karena perannya sebagai pelopor PLUTONIAN yang terkenal dengan batuan beku granit dan bertentangan dengan para akhli dari sekolah Wernerian yang terkenal sebagai penganut NEPTUNIS yang memiliki anggapan bahwa granit memiliki kandungan lapisan kimia. Selain membahas granit, Hutton memperkenalkan pula batuan metamorf, tetapi pernyataannya yang terkenal adalah konsep THE PRESENT IS THE KEY TO THE PAST (saat ini merupakan kunci masa lalu), sehingga doktrin uniformitarian bertentangan dengan konsep katastropisma. Teori bumi yang mengandung konsep pengkajian hukum komposisi,dissolusi dan restorasi lahan terhadap bumi telah diterbitkan pada tahun 1795 menjadi dua volume buku dengan judul : THEORY OF THE EARTH, WITH PROOFS AND ILLUSTRATIONS. John Playfair (1748 - 1819), seorang profesor matematika dan filsafat di Edinburgh, Skotlandia, setelah meninggalnya James Hutton pada tahun 1802 menerbitkan buku dengan judul : ILLUSTRATION OF THE HUTTONIAN THEORY OF THE EARTH , dengan gaya bahasa prosa ilmiah yang teliti dan jelas, sehingga jarang ada persamaannya. Playfair menyimpulkan pemikiran - pemikiran Hutton dengan jelas memiliki dampak yang sangat besar, terutama terhadap Sir Charles Lyell yang menjadi pelopor uniformitarian. Hasil penelitian Hutton menyebutkan bahwa proses masa lalu sampai masa sekarang masih terus berlangsung, yaitu lahan terkikis oleh proses mekanik dan kimia, yang sebelumnya telah diteliti namun salah, kecuali Desmarrest yang melihat gejala - gejala yang dijelaskan oleh Hutton. Konsep sistem sungai dan geomorfologi yang sangat berarti telah dikemukakan oleh Playfair lebih baik dari sebelumnya dan pernyataannya sebagai berikut :
Setiap sungai yang muncul terdiri dari percabangan utama, merupakan induk dari berbagai percabangan dan masing - masing mengalir pada lembah selaras dengan ukurannya, membentuk sistem lembah yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya, sesuai dengan kemiringan lereng yang dialirinya dan mustahil akan terjadi pengaliran jika masing - masing lembah tidak memiliki arus yang mengalir pada lembah tersebut. Jika suatu sungai berupa saluran tunggal, tidak memilki percabangan, maka aliran yang terjadi diperkirakan akan membentuk arus yang sangat deras atau arus aliran akan memiliki tenaga penuh yang meluncur pada saluran tersebut dan langsung menuju samudra. Jika bentuk sungai terpecah menjadi beberapa percabangan de-ngan jarak yang cukup besar antara cabang satu dengan yang lainnya, kemudian dibagi lagi menjadi beberapa percabangan kecil, sehingga akan memberi kesan seolah - olah saluran terbentuk oleh torehan air berupa pengikisan permukaan dan erosi terhadap lahan. Kejadian tersebut berlangsung secara sinambung bagaikan mengukir permukaan bumi.

1.2.4 Beberapa konsep dasar Thornbury (1969) Pembahasan tentang konsep geomorfologi untuk bentanglahan jangan hanya menggunakan salah satu konsep saja, tetapi akan lebih baik jika beberapa konsep geomorfologi dapat dipahami sehingga evaluasi terhadap bentanglahan akan lebih baik. Konsep 1 : Proses yang berlangsung secara fisik saat ini memiliki kecepatan yang berbeda selaras dengan waktu geologi. Dasar - dasar geologi modern yang dikenal sebagai uniformitarian telah dikembangkan oleh Hutton pada tahun 1785, selanjutnya ditulis kembali oleh Playfair pada tahun 1802 dan dikembangkan oleh Lyell sebagai maha karyanya dengan judul Dasar - dasar Geologi ( Principles of Geology ). Hutton mencetuskan : " saat ini adalah kunci masa lalu " telah diterapkan secara baku sehingga menimbulkan perdebatan, karena pernyataan tersebut mengandung arti bahwa proses geologi yang berlangsung selaras dengan waktu geologi memiliki kecepatan yang sama dengan saat sekarang. Konsep ini tentunya salah, karena galasiasi (pencairan es) memiliki peran yang sangat penting sejak kala Plistosen dan sepanjang waktu geologi dari pada sekarang. Perlu dipahami juga bahwa iklim sekarang telah berubah, daerah yang memiliki iklim basah pada masa lalu, sekarang telah berubah menjadi beriklim kering (gurun) dan sebaliknya. Periode dari ketidak stabilan gerakan kulit bumi berlangsung pada periode pemekaran, sedangkan kulit bumi sekarang relatif stabil. Salah satu contoh proses geologi yang berlangsung selaras dengan waktu geologi yaitu pengikisan lembah oleh arus yang berlangsung sejak masa lalu sampai sekarang, tetapi pengikisan lembah oleh pencairan es (glasiasi) pada kala Plistosen memiliki perbedaan dengan proses glasiasi pada umumnya. Angin telah mengendapkan batupasir Navajo sejak kala Yura dan memiliki perbedaan dengan gerakan yang dipengaruhi oleh angin sekarang. Konsep 2 : Geologi struktur merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap evolusi bentuklahan yang tampak sekarang. Siswa - siswa W.M Davis diajarkan tentang faktor utama yang mempengaruhi perkembangan bentuklahan adalah struktur geologi, proses geomorfologi dan tingkat pengaruhnya. Saat ini beberapa akhli geomorfologi meragukan terhadap tingkat pengaruh sebagai faktor utama yang mempengaruhi perkembangan bentuklahan, akan tetapi para akhli geologi setuju terhadap konsep proses dan geologi struktur sebagai pengaruh utama. Pernyataan struktur geologi tidak hanya diterapkan pada pandangan sempit, seperti struktur batuan, struktur perlipatan, struktur sesar dan ketidak selarasan, tetapi perhatian perlu ditekankan pula terhadap material bumi penyusun bentuklahan secara keseluruhan yang memiliki perbedaan pengaruh fisika dan kimia. Pandangan struktur geologi selanjutnya didalam pembahasan ini adalah suatu fenomena geologi yang lebih luas, yaitu posisi batuan di tempat yang tinggi, kekar, perlapisan batuan, sesar dan perlipatan, kekerasan mineral tertentu, porositas batuan dan berbagai macam perbedaan pada batuan penyusun kulit bumi. Pernyataan struktur geologi dapat dimanfaatkan untuk memahami strtigrafi dan struktur susunan (sikuen) batuan yang muncul sebagai singkapan pada suatu daerah, seperti perlapisan horisontal, perlapisan yang memiliki kemiringan perlapisan (dip), terlipat atau tersesarkan, sehingga pemahaman struktur geologi yang sederhana menjadi penting. Ungkapan batuan keras (tahan) atau lunak (tidak tahan) terhadap proses geomorfologi merupakan pemakaian ungkapan yang biasa selama digunakan untuk pandangan yang relatif dan tidak ditekankan untuk pandangan pengaruh fisika atau kimia, karena batuan dipengaruhi pula oleh proses fisika dan kimia. Suatu batuan

mungkin tahan terhadap salah satu proses geomorfologi. tingkat kelembaban tanah dan tingkat perubahan tahunan temperatur. seperti pelapukan. Secara umum proses endogenetik bersifat membangun. Proses geomorfologi yang memiliki keaneka ragaman sangat kecil. terutama pengaruh perbedaan temperatur. Kejadian diatropisme perlipatan pada kala Plistosen sangat sulit disebut tidak tererosi. Proses diatropisma dan vulkanisma dipengaruhi oleh gaya yang berasal dari dalam bumi. Topografi minor dan rinci atau disebut sebagai mikrotopografi memiliki hubungan yang erat dengan keaneka ragaman batuan. tetapi terlalu kecil untuk diamati. sedangkan daerah dengan posisi topografi lebih rendah disusun oleh batuan yang lunak. sehingga diperkirakan bahwa struktur batuan telah terbentuk sebelum bentuklahan. seperti tingkat pelapukan. Alasan utama permukaan bumi memiliki gradasional yang berbeda karena kerak bumi disusun oleh batuan yang berbeda dan struktur yang berbeda. sehingga memiliki ketahanan batuan terhadap proses geomorfologi yang berbeda pula. tingkat kelembaban. sedangkan proses eksogenetik bersifat sebaliknya. kipas aluvial. karena pada batas . perombakan massa batuan.ciri pada bentuklahan. konfigurasi kerapatan kontur dan vegetasi. sehingga banyak sekali faktor yang mempengaruhi tingkat proses geomorfologi lokal. Perbedaan komposisi batuan dan struktur tercermin dari keaneka ragaman geomorfologi dan topografi lokal. Bentuklahan memiliki ciri . Konsep proses geomorfologi yang berlangsung terhadap permukaan bumi bukan sesuatu yang baru. erosi dan pengendapan yang memiliki pengaruh terhadap keaneka ragaman geomorfologi. tetapi bukan berarti proses geomorfologi tidak memiliki peran. sehingga oleh Penck disebut sebagai proses endogenetik. tetapi tidak tahan terhadap proses geomorfologi lainnya dan dibawah kondisi iklim tertentu menunjukkan perbedaan tingkat ketahanan batuan. Keaneka ragaman batuan dan struktur geologi merupakan faktor utama yang mempengaruhi perubahan permukaan bumi. sedangkan proses yang lain.ciri tertentu. Penggunaan istilah proses yang dipakai untuk semua perubahan yang terjadi terhadap rupa bumi secara fisika dan kimia. tergantung pada proses geomorfologi yang berpengaruh terhadap bentuklahan tersebut. Secara umum tampilan struktur batuan harus lebih tua dari pada perkembangan bentuklahan. Dataran banjir. Konsep 4 : Proses geomorfologi meninggalkan jejak pada bentukla lan dan proses geomorfologi yang berkembang mem bentuk ciri . Tingkat kecepatan proses geomorfologi lokal memberi pengaruh terhadap perubahan permukaan bumi. perombakan massa batuan dan erosi yang dipe-ngaruhi oleh gaya eksternal disebut sebagai proses eksogenetik. masih memiliki arti yang sangat penting. kecuali pada daerah diatropisme sekarang (Resen) dapat diperkirakan bahwa daerah yang memiliki posisi topografi yang tinggi disusun oleh batuan yang keras. Konsep 3 : Relief permukaan bumi yang luas karena proses geomorfologi berlangsung pada tingkat yang berbeda. yaitu pengikisan terhadap permukaan bumi. Perbedaan kondisi iklim mikro yang sangat menonjol antara dasar lembah dengan puncak bukit dan antara lahan terbuka dengan lahan tertutup vegetasi akan tampak dari jumlah penguapan lokal.batas tertentu dengan tingkat yang berbeda proses geomorfologi masih berlangsung. dan . tetapi pemikiran tentang proses geomorfologi akan meninggalkan jejak di atas permukaan bumi adalah pemikiran yang lebih maju.

delta merupakan hasil kegiatan arus sungai. Proses geomorfologi yang rumit dan media yang bekerja dibawah kondisi iklim tertentu disebut sebagai sistem morfogenik (morphogenic system. artinya bentanglahan tersebut meninggalkan jejak siklus erosi yang terjadi hanya satu kali dan umumnya terbatas pada permukaan bumi yang baru terbentuk.ciri proses bentuklahan tergantung pada tahap perkembangan proses. sehingga ciri . Ciri . Horberg (1952) mengelompokkan bentanglahan menjadi beberapa kategori. tetapi termasuk juga menegaskan hubungan genetika terjadinya bentuklahan. (4) bentanglahan multi siklus dan (5) bentanglahan hasil pembentukan kembali. dan W. 1955). tetapi tidak semua yakin bahwa tahap muda. sehingga penggunaan istilah siklus geomorfologi tidak hanya menyatakan siklus alam yang mewakili tahap evolusi bentuk permukaan bumi tetapi termasuk pula pemikiran bahwa perkembangan permukaan bumi terjadi secara teratur dan berurutan dengan tidak menggunakan penamaan evolusi permukaan bumi sebaai tahap muda. sehingga timbul . Konsep 5 : Media erosi yang berbeda pada permukaan bumi mem bentuk susunan bentuklahan tertentu. Beberapa akhli geomorfologi percaya bahwa permukaan bumi memiliki keteraturan umur. dewasa dan tua. dewasa dan tua yang dikemukakan oleh W. (2) bentanglahan campuran. Rekayasa yang tepat dari suatu arti proses evolusi bentuklahan tidak hanya memberikan gambaran yang lebih baik dari perkembangan bentuklahan. (3) bentanglahan siklus tungal. Mempelajari bentuklahan akan mengalami kesulitan jika tidak memahami bahwa topografi merupakan hasil dari proses atau siklus geomorfologi. plato atau endapan yang tertutupoleh endapan glasial Plistosen.ciri yang berkembang pada bentuklahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk klasifikasi genetika bentuklahan. Istilah siklus geomorfologi tidak selalu tepat untuk menunjukkan suatu perubahan bentanglahan akibat gradasional. Pada tahap akhir dari proses geomorfologi permukaan bumi memiliki topografi berelief rendah yang disebut sebagai peneplain (perataan). yaitu (1) bentanglahan sederhana. dataran lava. Perdebaan dan pertentangan didalam ilmu pengetahuan merupakan akibat dari penjelasan yang sangat sederhana dan tidak jelas. tahap perkembangan proses diawali dari tahap muda. Bentanglahan sederhana merupakan hasil proses geomorfologi tunggal. seperti pengangkatan lantai samudra. terutama terhadap peneplain (perataan) yang dianggap sebagai akhir dari suatu siklus geomorfologi. sehingga menimbulkan keraguan. Kondisi geologi dan keragaman iklim membentuk ciri permukaan bumi yang sangat beragam walaupun proses geomorfologi berkembang pada periode yang sama. Konsep umum yang digunakan pada tingkat dasar memiliki beberapa kelemahan apabila di-terapkan pada evolusi permukaan bumi yang lebih rumit. Pada umumnya topografi rinci hasil dari siklus erosi yang berlangsung . dewasa atau tua yang memiliki pengertian bahwa topografi yang berada pada tahap yang sama memiliki ciri yang sama pula. tetapi mencari istilah atau konsep pengganti sangat sulit.M Davis merupakan suatu kenyataan. Bentanglahan campuran merupakan hasil siklus erosi lebih dari satu kali atau hasil dua atau lebih proses geomorfologi. permukaan kerucut vulkanik.M Davis menyebutnya sebagai konsep siklus geomorfologi. karena akan sulit menentukan karakteristik perkembangan bentuklahan yang khusus. Triccart dan Cailleux. Konsep 6 : Evolusi geomorfologi tidak sesederhana yang dibayang kan.

daerah yang sekarang beriklim sedang. kemudian kala Eosen dan Miosen. Secara umum struktur geologi lebih tua dari pada ciri . tetapi perlu disadari bahwa proses yang berlangsung tidak hanya kegiatan aliran air saja. Daerah . Pegunungan Himalaya pertama terlipat pada kala Kapur.perdebatan karena pada semua bentanglahan telah terjadi proses geomorfologi yang bercampur. lembah. Pemahaman topografi rupa bumi adalah untuk mengenal perubahan kondisi geologi dan kondisi iklim kala Plistosen yang mempengaruhi topografi sekarang. sehingga daerah sekarang beriklim arid atau semi arid pada zaman glasial beriklim basah. Material material hasil pengikisan galsial dan tiupan angin menyebar luas sampai ke daerah yang tidak mengalami glasiasi. Munculnya bentanglahan masa lampau yang telah ditutupi oleh batuan beku atau batuan sedimen karena batuan penutup tersebut terkikis. Konsep 7 : Topografi bumi yang paling menonjol adalah topografi yang lebih muda dari kala Plistosen.saluran pada masa praglasial yang muncul dan hanya sebagain kecil menjadi ciri lokal. gerakan material karena gravitasi. sehingga dapat disimpulkan bahwa glasial sangat mempengaruhi iklim dunia. Ciri . Australia dan Amerika Utara. dan perpindahan material oleh angin sangat berpengaruh terhadap perkembangan bentuk rupa bumi. Daerah . sungai. Sebagian besar topografi sekarang lebih muda dari kala Plistosen.ciri topografi tua jarang ditemukan. Diperkirakan pula bahwa permukaan bumi 90 % terbentuk setelah Tersier dan mungkin 99 % terbentuk setelah Miosen Tengah. Kondisi yang sama terjadi pada bentanglahan hasil pelarutan oleh air tanah. Afrika.proses yang berlangsung terhadap pembentukkan bentanglahan. walaupun pada beberapa bentanglahan dapat ditemukan proses geomorfologi tunggal. faktor iklim sangat berpengaruh. tetatpi lereng sekarang terbentuk pada kala Plistosen dan air terjun yang terbentuk saat ini lebih muda dari relif rinci yang berumur Plistosen dan Resen. serta terbentuk sejak munculnya manusia dan sebagian kecil muka bumi sekarang memiliki hubungan yang jelas dengan permukaan bumi pra Miosen. kecuali yang ditemukan pada daerah diatropisma Plistosen Awal dan Resen. Bentanglahan campuran tercermin sangat baik pada daerah yang dipengaruhi oleh glasiasi Plistosen. air terjun dan tebing berumur lebih muda dari Miosen. kecuali berupa bentuklahan tua yang tersingkap kepermukaan akibat dari gradasional. Ashley (1931) percaya bahwa pahatan rupa bumi seperti gunung. Konsep 8 : Pemahaman terhadap bentanglahan sekarang diperlukan pemahaman kondisi geologi dan iklim pada kala Plistosen. tetapi sangat jarang terjadi. pantai.ciri topografi yang terbentuk di atasnya. erosi oleh limpasan air permukaan dan proses . Konsep bentanglahan dengan iklim yang beragam dapat dimasukan sebagai konsep bentanglahan yang rumit.proses yang lain seperti pelapukan. selama zaman glasial pernah beriklim seperti di sub arktik Amerika Utara dan Eurasia yang dicerminkan oleh tanah . seperti saluran . karena berkembang dibawah kondisi iklim yang beragam sebagai faktor yang mempengaruhi proses geomorfologi dan sangat berhubungan dengan kondisi iklim kala Plistosen. Glasiasi sangat berpengaruh baik secara langsung atau tidak langsung.daerah yang terletak pada lintang menengah. proses . danau. Sebagai contoh bentanglahan hasil dari kegiatan aliran air. Kurang lebih 100 cekungan di pedalaman Amerika Serikat bagian Barat yang saat ini berbentuk danau dengan iklim arid dan semi arid menunjukkan sistem fluvial yang sama dengan di Asia.

Akhli geomorfologi selalu melakukan pendekatan dengan menggunakan hukum uniformitarianisme. Paleogeomorfologi bentuklahan merupakan sejarah alam geomorfologi yang diperkenalkan oleh Bryan (1940) dan menjelaskan bahwa bentuklahan merupakan hasil dari suatu proses.ngikisan). Geomorfologi cenderung menekankan asal . Konsep 9 : Pengenalan iklim sangat penting untuk dapat memahami dengan baik perbedaan proses geomorfologi yang berlangsung. Perbedaan antara bentuklahan dengan geologi dinamik yang paling jelas adalah proses terjadinya bentuklahan atau sisa . pe nguapan dan perubahan temperaturan harian.ngaruh pembentukkan bentanglahan. Glasiasi sangat berpengaruh terhadap pembentukkan danau. sedangkan pengaruh langsung antara lain curah hujan. Konsep 10 : Geomorfologi menekankan kondisi sekarang bermanfaat untuk mengungkap sejarah perkembangan bumi. Plistosen sampai Resen masih berperan sebagai faktor pe . Pencairan es terhadap lautan sangat berpengaruh terhadap pembentukkan koral.yang membeku secara permanen dan biasa disebut sebagai permafrost.usul (proses) bentanglahan saat ini dan masa lalu selaras dengan waktu geologi. Hasil pengikisan akibat pencairan es atau endapan glasial yang tertiup angin membentuk gumuk pasir (sand dunes) atau bercampur dengan lanau atau lempung disebut sebagai loess. Perubahan muka air laut memiliki pengaruh terhadap topografi. sebagai contoh iklim yang berpengaruh tidak langsung terhadap proses geomorfologi adalah sebaran. Perubahan iklim dapat berpengaruh secara langsung atau tidak langsung. Faktor iklim. karena pembekuan samudera menyebabkan penurunan muka air laut dan kembali normal pada zaman interglasial. seperti Great Lakes merupakan sistem aliran yang dipengaruhi oleh glasial terbesar di dunia.sisa bentuklahan yang relatif muda. Rejim aliran yang dipengaruhi oleh perubahan iklim ditandai dengan perselingan antara agradasi (pengendapan) dan gradasi (pe . khususnya temperatur dan penguapan sangat berpengaruh terhadap proses geomorfologi. Glasiasi kala Plistosen merupakan peristiwa yang paling besar walaupun diatropisma yang berkembang sejak Pliosen. sehingga tidak ada alasan untuk memisahkan antara studi bentanglahan dengan geologi dinamik. . kerapatan dan jenis vegetasi.

jarak atau ciri khas tujuan wisata. khususnya pemahaman geomorfologi untuk tujuan pemetaan geologi. 4. sehingga sistem mampu dijadikan landasan penelitian geomorfologi analitik dan geomorfologi sintetik.unsur bentuklahan. tetapi masih banyak terjadi kerancuan. Sistem harus menghasilkan peta .1. Verstappen (1967 dan 1968) dan Van Zuidam (1968 dan 1975) telah mengembangkan sistem penelitian geomorfologi berdasarkan pengalamannya di seluruh dunia.informasi tentang letak. karena memasukkan beberapa aspek geomorfologi disertai dengan legenda yang sederhana dan jelas. sehingga menjadi suatu sistem pemetaan geomorfologi yang memiliki karakteristik yang jelas. peta sekolah (atlas) dan peta topografi. Unsur . Sistem harus memberi penekanan terhadap unsur . selanjutnya disebut dengan sistem pembuatan peta geomorfologi untuk berbagai macam tujuan. Beberapa jenis peta sebagai petunjuk dan pemberi informasi antara lain : peta informasi. sehingga peta dapat disebut sebagai petunjuk atau pemberi informasi rupa bumi dan lokasi suatu daerah.unsur yang perlu diperhatikan didalam menyusun sistem gemorfologi adalah sebagai berikut : 1.sungai yang . Sistem dapat digunakan untuk pemetaan dengan berbagai macam skala. sesuai dengan fungsi peta tersebut yaitu sebagai petunjuk dan pemberi informasi. 3. Sistem dapat digunakan untuk setiap daerah dan lentur (fleksibel). Biasanya peta informasi memiliki kandungan yang sangat sederhana. khususnya di wilayah tropis (Indonesia dan Amerika Latin). Contoh . Peta pariwisat mengandung informasi . sehingga dapat menekan biaya pembuatan peta. sehingga isi peta diselaraskan dengan skala secara konseptual dan grafis.BAB 2 SISTEM PENELITAN DAN PEMETAAN GEOMORFOLOGI Sistem penelitian dan pemetaan geomorfologi telah banyak dikembangkanm selaras dengan tujuan penelitian yang dilakukannya. 2. Belanda. artinya legenda pada peta harus dapat dijadikan simbol untuk suatu keputusan obyek penelitian. Metode ITC dapat digunakan untuk tujuan pemetaan geologi.contoh peta informasi antara lain peta pariwisata. sungai . Salah satu sistem yang telah banyak dimanfaatkan untuk berbagai tujuan yaitu sistem yang dikembangkan oleh International Institute for Aerial survey and Earth Sciences (ITC).peta yang sederhana. dengan tujuan agar pengguna peta dapat mencapai tujuannya tanpa harus tersesat.1 Pemahaman peta dan manfaat peta Peta adalah gambaran dari rupa bumi yang mencerminkan keadaan suatu daerah atau lokasi. sedangkan peta sekolah (atlas) memberi petunjuk tentang daerah propinsi atau kabupaten.1 Peta informasi Peta informasi merupakan peta yang dapat digunakan oleh berbagai pihak. 2. peta dasar (base map) dan peta bertema (thematic map). ibu kota propinsi atau kabupaten. 2.

unsur peta dasar sampai batas minimum. 2. bukitbukit kecil. seperti titik ketinggian.unsur peta dasar dengan materi pokok. gunung. jalan dan sebagainya sangat bermanfaat untuk menentukan lokasi penelitian.komponen tersebut tidak memiliki hubungan. rel KA atau saluran) .nama daerah. Unsur . seperti tebing. sungai.unsur geografi. sehingga memerlukan analisis agar dapat dijadikan peta dasar. punggungan dan sebagainya). nama sungai dan nama daerah. garis ketinggian (kontur).kondisi yang diharapkan dan akhirnya hanya digunakan sebagai dasar perbandingan pada suatu daerah saja. Nama . Batas sungai dan pantai. Membatasi unsur .komponen tersebut harus memiliki hubungan dengan topografi. Informasi dan peta topografi yang terbaru merupakan kebutuhan yang mutlak. Memilih unsur . Komponen .Faktor . 4. titik ketinggian dan garis ketinggian (kontur) yang dapat mencerminkan kondisi lereng dengan melihat kerapatan kontur pada peta.Posisi titik kontrol geodetik . karena kesalahan biasanya terjadi karena penggunaan material dasar (peta topografi atau foto udara) yang lama dan tidak teliti. nama kampung. sehingga peta dasar merupakan peta rencana kegiatan yang telah tersusun untuk memudahkan kegiatan yang akan dilakukan dan menghemat biaya. jalan raya. maka menjadi tidak bermanfaat dan informasi yang dipetakan tersebut menjadi tidak berguna karena tidak dapat dilokalisasi (diplot) dan dievaluasi terhadap kondisi . Biasanya peta topografi dijadikan peta kerangka untuk menyusun peta dasar atau peta bertema (thematic map) yang dapat memberikan informasi tentang hubungan antara elemen . Memilih unsur . lembah.unsur peta secara umum seperti garis atau titik dan tampilan peta yang akan dijadikan acuan. Jika informasi dari peta topografi atau foto udara dapat diandalkan. misalnya : .unsur penting menyusun peta dasar untuk kepentingan geomorfologi atau geologi antara lain : 1. . 2.unsur peta yang mudah dimengerti. Penentuan lokasi yang baik dan tepat merupakan unsur utama didalam menyusun peta dasar yang baik.2 Peta dasar (base map) Peta dasar adalah suatu gambaran dari berbagai komponen yang terpilih didalam suatu daerah pemetaan. Keselarasan unsur . Sebagai contoh kerapatan garis kontur mencerminkan lereng yang terjal.elemen pokok dan satuan geomorfologi.faktor yang sering berubah. Biasanya yang digunakan sebagai peta dasar untuk suatu kegiatan adalah peta topografi yang sebenarnya hanya memberikan informasi secara umum. maka kandungan pokok pada peta tujuan akan sangat bermanfaat. sehingga jika komponen . maka dugaan sementara terhadap lereng yang .1. 3.Rincian topografi (batasan topografi. lokasi.Posisi konstruksi (bangunan. Peta topografi memilki kandungan informasi dan petunjuk daerah. Maksud penyusunan peta dasar sebelum melaksanakan kegiatan tertentu merupakan langkah persiapan sebelum kegiatan dilaksanakan.gunung yang terkenal.terkenal dan gunung . seperti batas administratif daerah.Posisi danau dan sungai . Informasi pada peta topografi atau foto udara yang berhubungan langsung dengan unsur . seperti : Kondisi hidrografi Batas pemukiman Batas wilayah kehutanan/ pertanian/perkebunan. tergantung pada tingkat kesulitan dari unsur pokok.

Misalnya bentanglahan (landscape) atau mintakat (zone) Bandung berdasarkan fisiografi Van Bemmelen (1949) terdiri dari sistem lahan (land system) rangkaian gunungapi (volcanous) dan sistem lahan ( land system) struktural. Analisis terhadap peta topografi tersebut sangat bermanfaat untuk kegiatan penelitian geologi. yaitu : a.aspek geologi lainnya. geologi teknik.aspek geomorfologi di suatu daerah yang cukup luas.aspek geomorfologi yang digambarkan pada peta menggunakan simbol . struktur geologi.000 sampai 1 : 500.batas yang jelas.3 Peta bertema ( thematic map) Peta bertema adalah peta yang mengandung informasi . Simbol warna digunakan untuk aspek geomorfologi yang jelas dan memiliki arti penting di dalam peta tersebut. Petaa geomorfologi pragmatik.informasi geologi sebagai landasan kerja yang sedang ditekuninya. c.1 Peta geomorfologi analitik Secara garis besar kandungan informasi dari peta geomorfologi analitik cenderung memberikan informasi aspek . sehingga aspek tersebut disimbolkan dengan warna.komponen geomorfologi yang besar merupakan ciri dari peta geomorfologi analitik. 2. b. pengembangan wilayah atau penggunaan lahan. Peta geomorfologi sintetik. tergantung pada kepentingan pembuatan peta didalam menetapkan aspek . Pada peta geomorfologi analitik tercermin satuan geomorfologi yang sangat luas dan belum memberikan informasi yang rinci. sehingga aspek .2. Analisis bentanglahan yang sangat luas dan komponen .aspek geomorfologi yang dipetakan. Secara garis besar peta geomorfologi dapat dibedakan menjadi tiga jenis peta. Peta geomorfologi analitik. pengembangan wilayah dan tataruang.informasi tujuan tertentu untuk maksud tertentu yang dibutuhkan oleh pemakai tertentu pula. Peta geomorfologi analitik sangat berperan untuk digunakan sebagai bahan analisis yang bersifat regional dalam ukuran propinsi. 2. Sebagai contoh peta geologi memberikan informasi tentang sebaran batuan secara lateral dengan batas .000. Penggunaan peta geologi yang telah tersusun dengan baik dapat dibaca oleh pengguna yang berhubungan dengan informasi . seperti aspek morfogenetik didalam pemetaan geomorfologi. posisi temuan fosil. misalnya eksplorasi minyak bumi. sehingga pada saat kegiatan penelitian di lapangan akan lebih terarah kepada hasil analisis peta topografi tersebut.simbol warna dan pola hitam putih disertai arsiran. pulau atau negara. 2. sehingga memerlukan penguraian yang lebih rinci.curam tersebut dapat berupa sesar (patahan) atau terdapat perbedaan kekerasan batuan atau pola punggungan yang memanjang dapat diduga sebagai perlipatan. Kandungan informasi tersebut merupakan hasil dari suatu kegiatan penelitian tertentu dengan harapan pemakai peta dapat mengambil keputusan dan kesimpulan terhadap kegiatan penelitian yang dilakukannya.aspek geomorfologi yang digambarkan pada peta geomorfologi. sehingga sifat peta geomorfologi analitik bersifat peta tinjau (reconnissance) dengan skala peta 1 : 50. namun sudah dapat dimanfaatkan sebagai dasar (landasan) penelitian lebih lanjut.1. bahan galian atau aspek .2 Pemahaman peta geomorfologi Peta geomorfologi telah banyak dibuat oleh berbagai lembaga di dunia dan memiliki perbedaan terhadap tinjauan aspek . geologi teknik. Menurut Verstappen .

Warna . Lithologi digambarkan dalam bentuk simbo. perbukitan atau pegunugan Nilai aspek geomorfologi daerah. karena biaya untuk pembuatan peta akan menjadi mahal dan umur bentuklahan harus diketahui dengan benar. seperti kemiringan lereng.abu berupa bayangan. seperti dataran.ngan warna hitam atau abu . morfometri dan lithologi (batuan) tampak pada peta dengan warna yang tidak menonjol. titi ketinggian .dan Van Zuidam (1968 dan 1975) bahwa proses endogen dan eksogen masa lalu dan sekarang merupakan faktor . panjang lereng dan kekerasan relief. Morfometri yang penting dari ciri roman muka bumi dapat ditampilkan dengan simbol garis hitam. Tabel 1. Morfometri . Pemilihan warna yang tepat dapat memberikan informasi yang lebih banyak dengan tidak mengabaikan simbol warna yang digunakan oleh satuan bentuklahan pada suatu daerah berdasarkan morfogenetik.faktor perkembangan yang paling menonjol dari suatu bentanglahan. sehingga harus digambarkan dengan jelas dan digunakan simbol warna.warna tertentu yang direkomendasikan untuk dijadikan simbol satuan geomorfologi berdasarkan aspek genetik adalah sebagai berikut : KELAS GENETIK Bentuklahan asal struktural Bentuklahan asal gunungapi Bentuklahan asal denudasional Bentuklahan asal laut (marine) Bentuklahan asal sungai (fluvial) Bentuklahan asal glasial (es) Bentuklahan asal aeolian (angin) Bentuklahan asal karst (gamping) SIMBOL WARNA Ungu / violet Merah Coklat Hijau Biru tua Biru muda Kuning Jingga (orange) Morfografi dan morfometri yang tercermin pada peta topografi dinyatakan oleh lambang garis atau huruf yang telah baku dan dicetak de . Verstappen (1970) menyebutkan bahwa penggunaan simbol untuk morfokhronologi tidak perlu menggunakan simbol garis. sehingga informasi morfografi. Morfografi KRITERIA PEMETAAN Aspek yang digambarkan dari morfologi suatu daerah. gambar lithologi dengan warna bayangan abu . tetapi simbol untuk morfokhronologi dapat dihilangkan. misalnya simbol garis berwarna merah untuk proses erosi dan warna biru untuk banjir atau sedimentasi. sedangkan simbol garis berwarna dianjurkan untuk penggambaran simbol morfodinamik (proses aktif). Morfokhronologi menggunakan simbol huruf atau angka dengan menggunakan warna hitam.abu. 2. Aspek utama peta geomorfologi analitik ASPEK UTAMA Bentuk permukaan 1.

Morfogenesis (asal . (nisbi dan Waktu proses terjadinya suatu bentuklahan.3. Sumber : Van Zuidam (1985) 2. hogback dan kubah. morfogenetik. morfometri dan material penyusun. Morfokhronologi absolut). 3. Lithologi / jenis batuan dan struktur batuan dihubungkan dengan proses pengikisan.2 Peta geomorfologi sintetik Kandungan peta geomorfologi sintetik cenderung memberikan informasi geomorfologi yang bersifat semi rinci (semi detail) dan mulai mengarah pada suatu tujuan tertentu. 3. Morfostruktur aktif. seperti gumuk pasir. seperti kemiringan lereng.1. Morfometri Nilai aspek geomorfologi daerah. 4. titik ketinggian. Skala peta geomorfologi sintetik yang digunakan adalah 1 : 50.2. patahan dan lipatan. seperti dataran. Komponen lahan (land component) 2.ASPEK UTAMA KRITERIA PEMETAAN Bentuk permukaan 1. air atau es. Morfodinamik Proses eksogen yang berhubungan dengan gerakan angin. Morfografi Aspek yang digambarkan dari morfologi suatu daerah.000 sampai 1 : 25. panjang lereng dan kekasaran relief. perbukitan atau pegunungan. sehingga informasi geomorfologi semi rinci dapat ditampilkan di dalam peta geomorfologi sintetik. Morfostruktur pasif.bagian lahan semi rinci dari suatu bentangan lahan dari tingkat yang paling kecil sampai tingkat yang paling besar sebagai berikut : 1.2. Pada peta geomorfologi sintetik pengelompokkan lahan dibagi menjadi 4 tingkat yang mencerminkan bagian . sedimentasi atau gurun.Morfo aransemen Hubungan antara perubahan bentuklahan dengan proses yang sedang berlangsung. Satuan lahan (land unit) . seperti cuesta. 2.usul bentuklahan dan proses terjadinya bentuklahan).unsur morfografi. misalnya " Villafranchian" untuk umur glasial tua dan "Monasterian" untuk dataran pantai muda. 3. dataran fluvial. lereng patahan. misalnya unsur . Aktivitas proses endogen seperti vulaknisma.000. 3. pegunungan antiklin. 5. seperti gunungapi.

yaitu puncak gunungapi.000 dan digunakan untuk kepentingan peta tinjau suatu proyek pembangunan. Sistem lahan. mengacu kepada bentuklahan dan ciri .aspek geomorfologi tersebut sangat erat hubungannya dengan kondisi geologi.ciri tampilan luar. dan diuraikan menjadi bentuklahan Gunungapi Tangkuban Perahu dan bentuklahan Gunungapi Tampomas. satuan lahan dan komponen lahan. lereng tengah gunungapai dan lereng kaki gunungapi. Bentuklahan (landform) 4.000. Skala peta yang digunakan untuk menampilkan bentuklahan adalah 1 : 10. Skala yang cocok digunakan untuk menampilkan sistem lahan biasanya lebih besar dari 1 : 250. biasanya digunakan untuk kepentingan pekerjaan khusus seperti keteknikan atau manajemen. vegetasi dan proses. Satuan lahan. panjang lereng dan kerapatan pola pengaliran (morfometri) dan material penyusun (lithologi). proses dan lithologi merupakan dasar utama pengelompokkan satuan lahan. biasanya digunakan untuk kepentingan pekerjaan proyek pembangunan yang bersifat sangat luas. proses / asal .3. Bentanglahan. Suatu bentuklahan menunjukkan ciri . . seperti bentuk permukaan lahan (morfografi). nilai dari bentuk permukaan / kemiringan lereng.000 sampai 1 : 100. lithologi (material penyusun). biasanya dibedakan berdasarkan proses. Tampilan dari satuan lahan menggambarkan ciri eksternal dan internal dari suatu bentuklahan yang dibandingkan dengan satuan lahan sekitarnya pada daerah yang sama. Sistem lahan (land system) 5. Skala peta yang digunakan untuk menampilkan bentang lahan adalah 1 : 250. bentuklahan.usul (morfogenetik). selanjutnya bentuklahan gunungapi diuraikan menjadi satuan . merupakan bagian terbesar dari kumpulan sistem lahan. Skala peta yang digunakan untuk menampilkan satuan lahan adalah 1:10. lereng atas gunungapi.000 sampai 1 : 100. biasanya digunakan untuk pekerjaan konsultan atau proyek pembangunan.dung berdasarkan fisiografi Van Bemmelen (1949) terdiri dari sistem lahan rangkaian gunungapi di bagian Utara. Skala peta yang digunakan untuk menampilkan komponen lahan adalah 1 : 100.satuan lahan (land units) . mengacu kepada sekelompok satuan lahan yang homogen atau heterogen dengan ciri satuan lahan atau susunan satuan lahan yang khusus. tanah. Bentanglahan (landscape) Komponen lahan. Suatu sistem lahan menggambarkan pengulangan kemiripan pola bentuklahan yang memiliki kesamaan genetik dibandingkan dengan sistem lahan disekitarnya pada suatu daerah yang sama. sehingga peta geomorfologi sintetik dapat dijadikan sebagai peta dasar didalam pemetaan geologi. Tampilan aspek . Sebagai contoh bentanglahan (landscape) atau mintakat (zone) Ban .000. membentuk satuan berdasarkan bentuk permukaan lahan sebagai kriteria pengelompokkan.satuan lahan yang dibentuk berdasarkan landasan komponen lahan memiliki kesamaan bentuklahan. Bentuklahan. Satuan . batuan (lithologi) dan iklim. sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pemetaan geologi. sehingga membentuk bentangan yang sangat luas dengan ciri memiliki keseragaman relief dan lithologi secara umum.ciri perkembangan bentuk permukaan lahan (relief) yang berhubungan berhubungan dengan aspek lingkungan. merupakan bagian terkecil dari suatu bentanglahan yang menekankan kesamaan kelompok atau kelas lahan. mengacu kepada suatu komponen lahan atau sekumpulan komponen lahan yang homogen atau heterogen berdasarkan ciri khusus suatu lahan atau komponen lahan. bentuk permukaan (relief).000 atau lebih kecil dan biasanya digunakan sebagai peta tinjau untuk identifikasi suatu kelayakkan lokasi yang akan digunakan suatu proyek atau dijadikan pemandu perencanaan pembangunan.

Contoh peta geomorfologi pragmatik antara lain peta morfokonservasi dan peta hidrogeomorfologi. arah ombak. dan kedalaman air tanah. permeabilitas daerah.2. kondisi lahan dan simbol warna untuk lahan yang disarankan. maka nama singkatan dari bentuklahan perlu dicantumkan dengan huruf kapital. potensi air tanah. seperti peta morfokonservasi (lingkungan). Kelas lereng yang menunjukkan kesamaan lahan kritis disertai dengan proses . Simbol . dan kesesuaian lahan. simbol gambar. proses yang menjadi ciri lahan. Peta morfokonservasi. arah lelehan lava gunungapi. lingkungan. sehingga penamaan peta lebih cenderung mencerminkan maksud dan tujuan pemetaan yang bersifat khusus. Kemiringan lereng terutama untuk menghitung dan mengetahui tingkat erosi yang berlangsung serta kemungkinan gerakan tanah yang akan terjadi pada lereng tersebut. sehingga unsur lahan (land element) dari aspek aspek geomorfologi yang bersifat rinci.550 dan (6) kelas 0 diatas 55 . angka dan huruf dengan warna yang berbeda. Kegiatan konservasi tertentu dapat juga dilakukan terhadap satuan bentuklahan tertentu yang memiliki proses yang menonjol atau nilai kelas konservasi.150.2. sedangkan informasi topografi dan lithologi yang penting digambar dengan simbol garis abi . mata air dan gerakan material yang diberi simbol de . peta morfohidrologi (hidrologi). Jika batas satuan bentuklahan digambar dengan garis tebal. (2) kelas 20 . sehingga simbol . garis merah untuk erosi yang aktif dan biru gelap untuk gerakan tanah yang aktif. garis kontur dan lithologi (batuan) digambar dengan warna abu . Skala peta geomorfologi pragmatik adalah 1 : 25. (3) kelas 50 . yaitu air tanah dalam. Batasan satuan hidrogeomorfologi didasarkan pada kemiringan lereng.300. kualitas aliran air permukaan.3 Peta geomorfologi pragmatik Kandungan peta geomorfologi pragmatik cenderung menampilkan informasi geomorfologi yang bersifat khusus dan rinci (detail) karena peta geomorfologi pragmatik merupakan peta untuk tujuan tertentu dan khusus. yaitu : (1) kelas 0 0 . Peta Hidrogeomorfologi.ngan garis arsir. tutupan vegetasi. peta morfostruktur (struktur geologi). Peta geomorfologi pragmatik biasanya dimanfaatkan untuk kepen . Seperti pada peta morfokonservasi yaitu tutupan vegetasi alami. peta bahaya gunungapai. menggambarkan klasifikasi lereng. dapat tercermin pada peta geomorfologi pragmatik. Vegetasi alami. (5) kelas 300 .000. seperti kegiatan penelitian teknik. seperti alur erosi. semi alami dan pertanian sangat mempengaruhi proses erosi dan gerakan tanah. yaitu kemiringan lereng dan kestabilan lereng. menggunakan simbol warna untuk membedakan satuan hidrogeomorfologi yang sama dengan simbol . Tabel 2 menunjukkan berbagai kelas lereng.000 sampai 1 : 5.abu atau coklat.proses pada lereng tertentu yang menonjol.abu sebagai bayangan.simbol yang biasa digunakan didalam kajian hidrologi. Verstappen dan Van Zuidam (1968 dan 1975) membagi kemiringan lereng menjadi 6 kelas lereng. hidrologi. Pada tabel 3 ditunjukkan bobot nilai lahan yang digunakan untuk membedakan empat kelas hidrogeomorfologi. dan peta kesesuaian lahan (land suitability map).20. kebencanaan.tingan suatu kegiatan yang bersifat rinci (detai). .50. perkebunan dan pertanian diberi simbol warna hijau.simbol lain yang digambar denga garis hitam dapat diberikan untuk proses geomorfologi yang sudah tidak aktif tapi masih baru. arah sedimentasi. Sama dengan peta analitik. (4) kelas 150 . arah arus sungai / pantai.simbol vegetasi digambar dengan warna hijau.

Kuning Muda 8 . Kelas Lereng 0 0 Proses. Hijau Muda 4 -8 (7 .7 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng landai.55 (70 .30 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang curam. bila terjadi longsor bergerak dengan kecepatan rendah. sering terjadi erosi dan gerakan tanah dengan kecepatan yang perlahan . sangat rawan terhadap erosi.15 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng landai sampai curam. Daerah rawan erosi dan longsor Merah Muda 35 . sering ditemukan singkapan batuan.35 (30 . rawan terhadap bahaya longsor. (sumber : Van Zuidam.70 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang curam sampai terjal. Kuning Tua 16 . rawan tergadap longsor batuan. Merah Tua > 55 ( > 140% ) 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang terjal.Tabel 2. Hubungan kelas lereng dengan sifat . Ungu Tua . rawan terhadap erosi. bila terjadi longsor bergerak dengan kecepatan rendah. erosi permukaan dan erosi alur. 0 -2 (0 .sifat proses dan kondisi lahan disertai simbol warna yang disarankan.140 %) 0 0 Lahan memiliki kemiringan lereng yang terjal. Hijau tua 2 -4 (2 .2 %) Datar atau hampi datar.16 (15 . Karakteristik dan Kondisi lahan Simbol warna yang disarankan. tidak ada erosi yang besar.lahan. 1985). singkapan batuan muncul di permukaan. pengikisan dan erosi akan meninggalkan bekas yang sangat dalam. dapat diolah dengan mudah dalam kondisi kering.

kurang dari 2 % daerah aliran (5) Daya tam pung tinggi. (10) Endapan berbutir sedang dan batuan mudah lapuk (8) Endapan berbutir sedang. kolam dan rawa. (20) Berbukit. daerah aliran kecil.Tabel 3. kurang dari 10 % aliran dibawah tu tupan baik. batuan lapuk dan memiliki rekahan (5) Endapan berbutir sedang sampai kasar. (5) Daya serap tinggi. jarang atau gundul.kemiringan lereng 15 . tidak tampak jelas daerah aliran. Sifat . (20) Lapisan tanah penutup tidak efektif. Dikutip dari : Engineering Handbook for Farm Planners Upper Mississippi Valley Region III United States Soil Conservation Services. (15) Daya tam pung kecil. hampir 90 % daerah aliran tertutup rumput dan ta naman kayu. 1985). tidak ada kolam atau rawa.lapisan tanah tipis. (15) Daya serap tanah lambat Lempung atau tanah memi liki kapasitas daya serap rendah. depresi cekungan permukaan.sifat daerah aliran sungai untuk memperkirakan kemungkinan limpasan air permukaan dengan metode Cook (Sumber : Van Zuidam. (10) Daya serap normal. danau.30% (12) Bergelombang kemiringan le reng 7 . Daya tampung per mukaan. tidak ada tutupan alami. daerah aliran curam dan sempit. tidak ada kolam atau rawa. (20) Tidak ada. 50 % daerah aliran tertutup rumput dan ta naman kayu. sehingga kapasitas resap tanah sangat rendah. 1953. Pemboran diperlukan. (100) Sangat Tinggi (75) Tinggi (50) Normal (25) Rendah Relief (25) Curam. ketebalan pasir atau tanah mampu me nyerap dengan cepat Tutupan vegetasi (20) Tutupan tanaman tidak efektif. kemiringan lereng 0-7% Batuan (15) Endapan berbutir halus dan dan betuan keras. rekahan tampak jelas Daya serap (infiltrasi) tanah.kemiringan lereng lebih dari 30 %. berbentuk cekungan. . tampak cekungan dangkal. (10) Jarang sam pai baik.15 % (5) Datar. ketebalan geluh dengan ke mampuan daya serap baik. (15) Jarang sam pai sedang. (10) Daya tampung normal. (5) Baik sampai sempurna.

seperti gambaran bentuk (morfografi).1 Bentuklahan dataran Dataran adalah bentuklahan (landform) dengan kemiringan lereng 0% sampai 2%. pegunungan.1968) dan Van Zuidam (1968.aspek geologi yang dapat tercermin dari morfografi dataran asal marin dan fluvial adalah : a.Bentuklahan tanggul alam (natural levee landforms) . asal .Bentuklahan beting gisik (beach ridge landforms) .1. fluvial (sungai).Bentuklahan dataran pantai (beach)  Bentuklahan asal fluvial (fluvial landforms origin) terdiri dari : . 1975) yang dilandasi pengalaman di wilayah tropis seperti di Indonesia dan Amerika Latin.unsur geomorfologi.Bentuklahan delta membulat (lobate delta0 . lembah dan dataran. Sistem pemetaan geomorfologi harus memenuhi kriteria unsur .Bentuklahan delta memanjang (cuspate delta) . Beberapa pendekatan lain untuk pemetaan geomorfologi selain morfografi adalah pola punggungan.Bentuklahan dataran pesisir (coastal plain landforms) .Bentuklahan delta kuala (estuarine delta0  Bentuklahan plato.Bentuklahan lembah gisik (beach swale landforms) . Secara garis besar morfografi dapat dibedakan menjadi bentuklahan perbukitan/punggungan. campuran marin dan fluvial (delta) dan plato.Bentuklahan dataran banjir (flood plain landforms) . biasanya digunakan untuk sebutan bentuklahan asal marin (laut). penilaian kuantitatif bentuk (morfometri) dan material penyusun.ngaliran dan bentuk lereng.Bentuklahan undak sungai (teracce landforms)  Bentuklahan asal campuran (delta).UNSUR PEMETAAN GEOMORFOLOGI Konsep pemetaan geomorfologi yang dikemukakan di bawah ini me .Bentuklahan delta kaki burung (birdfoot delta) .ngacu kepada sistem yang dikembangkan oleh oleh Verstappen (1967. Dataran marin : disusun oleh material berbutir halus sampai sedang . Aspek .usul / proses terjadinya bentuk (morfogenetik).Bentuklahan dataran pesisir aluvial (alluvial coastal plain landforms) . terdiri dari : . atau gunungapi.  Bentuklahan asal marin (marine landforms origin) terdiri dari : . 3.1 Morfografi Morfografi secara garis besar memiliki arti gambaran bentuk permukaan bumi atau arsitektur permukaan bumi.BAB 3 UNSUR . 3. pola pe .

sisa tumbuhan atau endapan batubara. lempung. koral (karst) dan perbukitan yang dikontrol oleh struktural. c. disusun oleh material batuan beku intrusi yang memiliki ciri khas membentuk pola aliran sentripetal. c. Ciri khas perbukitan karst membentuk perbukitan yang berkelompok. Dataran plato : disusun oleh material . membentuk pola pengaliran multi basinal (tiba . d. Ciri khas bentuklahan perbukitan terlipat memiliki pola pengaliran paralel atau rektangular yang berbeda arah. Bentuklahan perbukitan yang memanjang mencerminkan suatu perbukitan yang terlipat. seperti batupasir. Gumuk tefra terbentuk karena kegiatan erupsi gunungapai. sehingga garis pantai lama tidak jauh dari kumpulan perbukitan karst tersebut.aspek geologi yang berhubungan dengan bentuklahan perbukitan dan pegunungan tersebut antara lain : a. Bentuklahan perbukitan karst (gamping) disusun oleh material sisa kehidupan binatang laut (koral). sedangkan puncak dari perbukitan bertindak . disertai de ngan sisa . b. soliter (terpisah).tiba menghilang). Sebutan perbukitan digunakan terhadap bentuklahan kubah intrusi (dome landforms of intrusion). sepert breksi dan tuf.material pasir berbutir halus sampai sedang. Material penyusun dataran fluvial biasa disebut endap an aluvium dan jika telah termampatkan disebut konglomerat. mengikuti lereng sayap dari perbukitan tersebut.2 Bentuklahan perbukitan / pegunungan Bentuklahan perbukitan (hilly landforms) memiliki ketinggian antara 50 meter sampai 500 meter di atas permukaan laut dan memiliki kemiringan lereng antara 7 % sampai 20 %.material gunungapi. Sebutan pegunungan digunakan terhadap rangkaian bentuklahan yang memiliki ketinggian lebih dari 500 meter dan kemiringan lereng lebih dari 20 %. bukit rempah gunungapi / gumuk tefra. bercampur dengan lempung dan lanau. d.bongkah. terdapat gua . biasanya merupakan satu rangkaian dengan bentuklahan gu nungapi atau akibat kegiatan tektonik yang cukup kuat. bersifat karbonatan. seperti pegunungan Himalaya (di India). sedangkan bentuklahan pegunungan (mountaineous landforms) memiliki ketinggian lebih dari 500 meter dan kemiringan lereng lebih dari 20 %. biasanya terbentuk pada daerah yang dipengaruhi oleh sesar dan tersebar tidak beraturan. Bentuklahan perbukitan rempah gunungapi (gumuk tefra) disusun oleh material .gua dengan stalagtit dan talagmit. batulempung dan batulanau atau perselingan batuan sedimen tersebut. sehingga dapat diperkirakan material penyusun berupa batuan sedimen. Perbukitan kubah intrusi.bagai sumber material. Daerah perbukitan karst mencerminkan jejak lingkungan laut dangkal (25 meter sampai 50 meter). 3.yaitu pasir yang terpilah baik dan kemasan terbuka karena lebih banyak dipengaruhi oleh hempasan ombak. Aspek .1. Dataran fluvial : disusun oleh material berbutir halus seperti lem pung dan lanau sampai bongkah . dan lanau. Dataran delta : disusun oleh material .material hasil erupsi gunungapi yang berbutir halus sampai bbongkah dengan ciri khas tidak jauh dari gunungapi se . pegunungan Alpen (di Eropa) dan Pegunungan Selatan (di Jawa Barat). b. Munculnya perbukitan karst disebabkan oleh suatu pengangkatan (tektonik).

3 Bentuklahan gunungapi (vulkanik) Bentuklahan gunungapi (vilkanik) memiliki ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut dan memiliki kemiring lereng yang curam (56 % sampai 140 %). pengumpulan (akumulasi) sedimen berlangsung dari lereng .Jenis lembah V tumpul .rempah gunungapi (tefra). lubang kepundan dan kerucut kepundan.daerah yang memiliki kemiringan lereng landai. karena telah mencapai batuan dasar sungai yang relatif keras dibandingkan dengan batuan yang berada di tepi sungai.jenis lembah dapat dibedakan menjadi : .Jenis lembah V tajam. material yang dapat ditemui pada bentuklahan vulkanik bagian puncak merupakan material halus sampai sedang (abu vulkanik / tuf). terdapat pula rangkaian pegunungan yang diakibatkan oleh tektonik. erosi yang berlangsung cenderung ke arah lateral (samping) dan erosi ke arah vertikal (dasar sungai) relatif tidak berlangsung. e. seperti rangkaian Pegunungan Selatan Jawa Barat yang membentang dari Barat di Teluk Palabuan Ratu (Sukabumi) sampai ke Timur di Teluk Pangandaran (Ciamis). Limpasan air permukaan yang masuk ke lembah selalu membawa muatan sedimen hasil dari pengikisan air tersebut dan selanjutnya sungai membawa muatan sedimen untuk di endapkan pada daerah (cekungan) tertentu menjadi suatu endapan (sedimen). Perbukitan yang berbelok atau terpisah. Jenis lembah U tumpul terjadi pada daerah .daerah yang relatif datar. sehingga membentuk perlipatan. dengan ciri khas memiliki kawah. kemudian menyambung dengan Gunungapi Tampomas. Pada gunungapi muda puncak kepundan masih berbentuk kerucut dan erupsi masih terus berlangsung.1. Secara garis besar jenis . Jenis lembah U tajam terjadi pada daerah . Bentuklahan perbukitan memanjang terbentuk akibat dari kegiatan tektonik lemah (pengangkatan). pada lereng bagian tengah lelehan lava dan lahar serta pada bagian lereng bawah berupa endapan rempah .sebagai batas pemisah aliran (water devided). Manglayang dan rangkaian pegunungan di Utara Tanjungsari. Selain rangkaian pegunungan yang terdapat di sekitar gunungapi. erosi lateral (ke samping) lebih besar dari pada erosi vertikal (ke arah dasar sungai). Terbentuknya gunungapi akibat kegiatan magma yang mendorong dari perut bumi ke permukaan bumi secara sinambung (terus menerus) dalam kurun waktu yang panjang.Jenis lembah U tajam .4 Lembah Permukaan bumi yang tertoreh oleh limpasan air permukaan akan membentuk lembah. Bentuklahan pegunungan terdapat pada suatu rangkaian gu-nungapi. 3.lereng lembah.1. seperti rangkaian gunungapi Tangkuban Parahu dengan Tampomas terdapat rangkaian pegunungan Bukit Tunggul. .Jenis lembah U tumpul . sehingga membentuk kerucut yang menjulang sampai ketinggian tertentu. Contoh Gunungapi Merapi di Jawa Tengah Yogyakarta. 3. lembah (valley) dan selanjutnya lembah sebagai penampung aliran air menjadi sungai. suatu saat mengalami erupsi yang cukup hebat mengakibatkan puncak kepundan menjadi tumpul. erosi parit (gully erosion). kemungkinan diakibatkan oleh gerakan dari sesar geser. Pada awalnya torehan (erosi) limpasan air permukaan berupa erosi permukaan (sheet erosion) kemudian menjadi erosi alur (riil erosion). Erosi ke arah vertikal terhenti.

Bentuk lereng cekung Bentuk lereng cembung biasanya terjadi pada daerah .bentuk lembah (sumber : Van Zuidam.daerah yang memiliki lereng curam. .material batuan yang relatif keras atau sisa . Bentuk lembah V tumpul yang tidak simetris disebabkan oleh perbedaan jenis batuan dan / atau struktur pada salah satu sisi lembah.daerah yang disusun oleh material .1.daerah yang memiliki lereng landai sampai agak curam.Jenis lembah V tumpul terjadi pada daerah . BENTUK SIMETRIS BENTUK TAK SIMETRIS ENDAPAN FLUVIO -COLUVIA LEKUKAN DALAM TERBUKA/ LEBAR MENYEMPIT / CURAM MENYEMPIT / CURAM TERBUKA / LEBAR Gambar 1. erosi vertikal (ke arah dasar sungai) berlangsung lebih kuat daripada erosi lateral (ke arah samping) yang disertai dengan erosi dari bagian atas lereng lembah tersebut dan pengumpulan (akumulasi) endapan (sedimen) terjadi di dasar lembah. erosi vertikal (ke arah dasar sungai) sangat kuat karena dipe . Bentuk . . Jenis lembah V tajam terjadi pada daerah .Bentuk lereng cembung.5 Bentuk lereng Bentuk lereng merupakan cerminan proses geomorfologi eksogen atau endogen yang berkembang pada suatu daerah dan secara garis besar dapat dibedakan menjadi : . Kondisi batuan dan iklim sangat berpengaruh terhadap pembentukkan jenis lembah V tajam.sisa gawir sesar atau bidan longsoran (mass wasting) yang telah tererosi pada bagian tepi atasnya.ngaruhi oleh tektonik. 1985) 3.Bentuk lereng lurus .

sebaran.percabangan dab erosi yang kecil pada permukaan bumi akan tampak dengan jelas. 2. selanjutnya akan membentuk pola . sedangkan pola punggungan berbelok. terutama pada skala yang besar.Bentuk lereng lurus. Pola pengaliran pada batuan yang berlapis sangat tergantung pada jenis.6 Pola punggungan Pada peta topografi. tralis dan rektangular termasuk pola erosional. tetapi tidak menutup kemungkinan dapat ditambah atau dikurangi. sedangkan jika pada salah satu sisi punggungan tersebut memiliki kerapatn garis kontur yang cukup rapat diinterpretasikan telah terjadi sesar naik. angular (sub angular). Hubungan pola dasar dan pola perubahan (modifikasi) dengan jenis batuan dan struktur geologi sangat erat.pola punggungan yang terlipat menunjukkan kerapatan garis kontur yang jarang. Percabangan . Biasanya pola pengaliran yang demikian disebut sebagai pola pengaliran permanen (tetap).daerah lereng vulkanik yang disusun oleh material . alur pengaliran tetap pengali. struktur geologi kondisi erosi dan sejarah bentuk bumi.1. Pola dasar adalah salah satu sifat yang terbaca dan dapat dipisahkan dari pola dasar lainnya. 3. ketebalan dan bidang perlapisan batuan serta geologi struktur seperti sesar. Howard (1967) membedakan pola pengaliran menjadi pola pengaliran dasar dan pola pengaliran modifikasi. dapat berupa kegiatan pengangkatan atau pensesaran (tektonik).7 Pola aliran Kegiatan erosi dan tektonik yang menghasilkan bentuk . Pola punggungan paralel dapat diinterpretasikan sebagai suatu perbukitan yang terlipat. berkelok (meandering). menga nyam ( braided). Pola pengaliran adalah kumpulan dari suatu jaringan pengaliran di suatu daerah yang dipengaruhi atau tidak dipengaruhi oleh curah hujan. melingkar atau terpisah dapat diinterpretasikan sebagai akibat dari suatu pensesaran. struktur geologi. arah dan bentuk perlipatan. Sistem pengaliran yang berkembang pada permukaan bumi secara regional dikontrol oleh kemiringan lereng. Perubahan (modifikasi) pola dasar adalah salah satu perbedaan yang dibuat dari pola dasar setempat. 3. Pola aliran ini sangat berhubungan dengan jenis batuan. Kekuatan (tenaga) tersebut berasal dari dalam bumi yang dikenal sebagai tenaga endogen. sedangkan pola pola lurus (elongate) .pola tertentu yang disebut sebagai pola aliran. radial.pola punggungan yang berbentuk paralel (sejajar). jenis dan kerapatan vegetasi serta kondisi iklim.material vulkanik halus atau bidang longsoran (llandslide). berbelok atau melingkar. kekar. foto udara atau citra satelit akan tampak pola . 3. Bentuk lereng cekung biasanya terjadi pada daerah . Definisi pola pengaliran yang digunakan adalah sebagai berikut: 1.pola punggungan tersebut mencerminkan dipengaruhi oleh kekuatan (tenaga) yang mengakibatkan terbentuknya pola punggungan. struktur geologi dan erosi. sedangkan pada skala menengah akan menunjukkan pola yang menyeluruh sebagai cerminan jenis batuan. Pola pengaliran sangat mudah dikenal dari peta topografi atau foto udara.material batuan lunak atau bidang longsoran (slump). pola pengendapan dan pola khusus.1. Pola dendritik (sub dendritik).bentuk lembah sebagai tempat pengaliran air.Van der Weg (1968) membuat klasifikasi pola pengaliran menjadi pola erosional.daerah yang disusun oleh material . biasanya terjadi pada daerah . Pola . . jenis dan ketebalan lapisan batuan. Pola . yazoo.

ANULAR Struktur kubah / kerucut. TRALLIS Baruan sedimen yang memiliki kemiringan perlapisan (dip) atau terlipat. Pola pengaliran dan karakteristiknya (van Zuidam. tidak memiliki perulangan lapisan batuan dan sering memperlihatkan pola pengaliran yang tidak menerus. cekungan dan kemungkinan retas (stocks) MULTIBASINAL Endapan berupa gumuk hasil longsoran dengan perbedaan penggerusan atau perataan batuan dasar. REKTANGULAR Kekar dan / atau sesar yang memiliki sudut kemiringan. Jenis pola pengaliran biasanya berhadapan pada sisi sepanjang aliran subsekuen. Pola pengaliran radial pada daerah vulkanik disebut sebagai pola pengaliran multi radial. vulkanisme.rektikular dan pola dikhotomik termasuk pola pengendapan. sedangkan sistem sentripetal (menyebar kearah titik pusat) memiliki arti bahwa daerah tersebut berbentuk cekungan. Bentuklahan perbukitan yang memanjang dengan pola pengaliran paralel mencerminkan perbukitan tersebut dipengaruhi oleh perlipatan. Secara regional daerah aliran memiliki kemiringan landai. RADIAL Daerah vulkanik. 1985) POLA PENGALIRAN DASAR KARAKTERISTIK DENDRITIK Perlapisan batuan sedimen relatif datar atau paket batuan kristalin yang tidak seragam dan memiliki ketahanan terhadap pelapukan. Catatan : pola pengaliran radial memiliki dua sistem yaitu sistem sentrifugal (menyebar ke luar dari titik pusat).sisa erosi. pelarutan gamping dan lelehan salju (permafrost) . kerucut (kubah) intrusi dan sisa . Tabel 3. merupakan daerah gerakan tanah. PARALEL Pada umumnya menunjukkan daerah yang berlereng sedang sampai agak curam dan dapat ditemukan pula pada daerah bentuklahan perbukitan yang memanjang. Klasifikasi pola khusus dibagi menjadi pola pe-ngaliran internal seperti pola "sinkhole" pada bentuklahan karst (gamping) dan pola "palimpset" atau "berbed" untuk daerah yang dianggap khusus. Sering terjadi pola peralihan antara pola dendritik dengan pola paralel atau tralis. berarti bahwa daerah tersebut berbentuk kubah atau kerucut. batuan vulkanik atau batuan metasedimen derajat rendah dengan perbedaan pelapukan yang jelas. jenis pola pengaliran membentuk percabangan menyebar seperti pohon rindang.

sesar paralel Kekar dan / atau sesar pada daerah miring Batugamping Morisawa (1985) menyebutkan pengaruh geologi terhadap bentuk sungai dan jaringannya adalah dinamika struktur geologi.POLA PENGALIRAN MODIFIKASI Umumnya struktural Tekstur batuan halus dan mudah tererosi SUB DENDRITIK PINNATE ANASTOMATIK MENGANYAM (DIKHOTOMIK) Dataran banjir. Percabangan menyatu atau berpencar . yaitu tektonik aktif dan pasif serta lithologi (batuan). . Kontrol struktur pasif mempengaruhi arah dari sistem sungai karena kegiatan tektonik aktif.dinya pelapukan dan ketahanan batuan terhadap erosi. pengangkatan (perlipatan) dan kegiatan vulkanik yang dapat menyebabkan erosi sungai. KOLINIER Kelurusan bentuklahan bermaterial halus dan beting pasir. Kontrol dinamika struktur diantaranya pensesaran. SUB TRALLIS DIREKSIONAL TRALLIS TRALLIS BERBELOK TRALLIS SESAR ANGULATE KARST Bentuklahan memanjang dan sejajar Homoklin landai seperti beting gisik Perlipatan memanjang. Sedangkan batuan dapat mempengaruhi morfologi sungai dan jaringan topologi yang memudahkan terja. delta atau rawa Kipas aluvium dan delta SUB PARALEL Lereng memanjang atau dikontrol oleh bentuklahan perbukitan memanjang.

1. biologi dan artifisial. seperti iklim. Proses yang berkembang terhadap pembentukkan permukaan bumi tersebut yaitu proses eksogen dan proses endogen. seperti hutan atau semak belukar dan .1 Proses eksogen Proses eksogen adalah proses yang dipengaruhi oleh faktor . DINAMIK 1. Kelurusan saluran 3.2 Morfogenetik Morfogenetik adalah proses / asal . KEKAR Lembah asimetri Sungai subsekuen Pola rektangular Sungai subsekuen 3. seperti bentuklahan perbukitan / pegunungan.usul terbentuknya permukaan bumi. Dasar sungai curam Teras Lembah memanjang Sungai subsekuen Lembah terjal Saluran "OFFSET' Aliran paralel Aliran sepanjang lereng kemiringan. KELURUSAN SUNGAI 6. Kontrol struktur terhadap bentuk sungai (sumber : Morisawa. ANTIKLIN SINKLIN 5.faktor dari luar bumi. 3. SESAR AKTIF Teras Lembah memanjang Saluran "OFFSET" Sungai subsekuen Lembah terjal Sungai anteseden Sungai konsekuen Pola aliran radial Lembah gelas anggur Sungai terputus Saluran menyebar Membentu genangan 2. Aliran konsekuen Pola radial Sungai konsekuen Pola tralis Lembah gelas anggur Sungai terputus Saluran menyebar Membentuk genangan 2. KEMIRINGAN Sungai subsekuen Pola tralis Aliran pada tebing pendek Pola anular Sungai subsekuen Pembelokkan sungai Sungai subsekuen. Proses yang dipengaruhi oleh iklim dikenal sebagai proses fisika dan proses kimia. PASIF. 1985) KONTROL STRUKTUR BENTUK SUNGAI A. KUBAH 4. TERAS SESAR Pembelokkan sungai secara tajam.2.Tabel 4. KEGIATAN VULKANIK B. bentuklahan lembah atau bentuklahan pedataran. sedangkan ptoses yang dipengaruhi oleh biologi biasanya terjadi akibat dari lebatnya vegetasi. PERLIPATAN AKTIF 3.

Proses dari dalam kerak bumi tersebut antara lain kegiatan tektonik yang menghasilkan patahan (sesar). seperti hujan. . Patahan (sesar normal dan sesar naik) : . Ciri . Kenampakkan proses erosi pada peta topografi atau foto udara ditunjukkan oleh kerapatan pola aliran.kegiatan binatang. Tahap perubahan permukaan bumi yang disebabkan oleh proses eksogen diawali dengan permukaan bumi yang dipengaruhi oleh iklim. sehingga merubah bentuk permukaan bumi. Lapisan permukaan tanah kemudian dikikis oleh hujan selanjutnya material permukaan tanah yang lepas terhanyutkan dan diendapkan pada suatu cekungan pengendapan. Selain kegiatan tektonik.mineral penyusun batuan secara fisika atau kimia.Bentuk perbukitan tidak menerus dan tidak simetris.Pola aliran rektangular. sehingga batuan menjadi lapuk dan selanjutnya menjadi tanah.2.ciri proses endogen yang berlangsung di suatu daerah pada peta topografi atau foto udara adalah sebagai berikut : Bentuklahan perbukitan intrusi : .Bentuk perbukitan memanjang.Bentuk lereng relatif cekung dan tidak simetris pada kedua lereng yang berlawanan.Bentuk perbukitan berbelok atau tergeser (tidak menerus).2 Proses endogen Proses endogen adalah proses yang dipengaruhi oleh kekuatan / tenaga dari dalam kerak bumi. Bentuklahan perbukitan struktural : Perlipatan : .Bentuk perbukitan menyerupai kubah dan berpola terpisah (soliter).Bentuk lereng hampir lurus dan simetris pada sisi yang berlawanan.Pola aliran paralel dan rektangular.Bentuk lereng lurus dan tidak beraturan.Garis kontur pada peta topografi pada bagian patahan sangat rapat. proses kegiatan magma dan gunungapi (vulkanik) sangat berperan merubah bentuk permukaan bumi. Proses artifisial lebih banyak disebabkan oleh aktifitas manusia merubah bentuk permukaan bumi untuk kepentingan kehidupannya. .Pola aliran radial sentripetal (menyebar keluar dari titik pusat). sehingga semakin rapat pola aliran menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki tingkat erosi yang cukup tinggi atau dapat pula diinterpretasikan bahwa daerah tersebut disusun oleh batuan yang relatif lunak dengan porositas yang buruk. pengangkatan (lipatan) dan kekar. .Pola aliran paralel atau rektangular. maka dapat diartikan bahwa daerah tersebut memiliki tingkat erosi yang reltif kecil atau dapat pula diinterpretasikan bahwa daerah tersebut disusun oleh batuan yang relatif keras dan memiliki porositas yang cukup baik serta memiliki ketahanan terhadap erosi. . . Patahan (sesar geser) : . kemudian hasil pelapukan batuan menjadi tanah dan tanah terkikis (degradasional). . . . . Sebaliknya jika kerapatan pola pengaliran renggang. perubahan temperatur dan angin. seperti lembah / sungai atau laut.Garis kontur pada peta topografi relatif rapat. . 3.Bentuk lereng relatif cembung. terhanyutkan dan pada akhirnya diendapkan (agradasional). Secara garis besar proses eksogen diawali dengan pelapukan batuan. . sehingga merubah mineral .Garis kontur pada peta topografi relatif renggang. sehingga membentuk perbukitan intrusi dan gunungapi. .

Bentuk pegunungan kerucut. marin.Garis kontur pada peta topografi renggang sampai rapat. aeolian.usul / proses (morfogenetik) terjadinya suatu bentuk seperti proses asal fluvial. kemiringan lereng. Penilaian kuantitatif terhadap bentuklahan memberikan penajaman tata nama bentuklahan dan akan sangat membantu terhadap analisis lahan untuk tujuan tertentu. .1 Lereng Lereng merupakan bagian dari bentuklahan yang dapat memberikan informasi kondisi . sesar atau kekar. maka unsur morfogenetik dapat diuraikan menjadi struktur perlipatan. sehingga dengan memberikan penilaian terhadap lereng tersebut dapat ditarik kesimpulan dengan tegas . bentuk lereng. sedangkan unsur .Garis kontur pada peta topografi pada bagian puncak relatif rapat. seperti morfometri dan material penyusun merupakan unsur penegasan dari pernyataan unsur morfografi dan morfogenetik.. Bentuklahan gunungapi (vulkanik) : . sehingga pemetaan geologi dapat direncanakan dengan baik dan terarah.kerapatan kontur cukup renggang . 3. karst. struktural dan vulkanik (proses endogen).usul / proses terjadinya bentuk (morfogenetik). 3. Tata nama satuan geomorfologi tersebut sangat membantu untuk pemetaan geologi.2. . kerapatan kontur dan perkiraan batuan penyusun bentuklahan. Unsur unsur pendukung seperti morfometri dan material penyusun diperlukan untuk lebih menegaskan panamaan satuan tersebut. seperti pola alir an.3 Tata nama satuan geomorfologi Penentuan tata nama satuan harus memiliki kesamaan unsusr . denudasional.kondisi proses yang berpengaruh terhadap bentuklahan.pola punggungan paralel .bentuk lereng lurus dan simetris . kestabilan lereng dan menentukan nilai dari kemiringan lereng tersebut. seperti perbukitan. dan pada bagian lereng tengah sampai lereng bawah agak renggang sampai renggang 3. pola punggungan.perkiraan batuan penyusun terdiri dari jenis batuan sedimen. . sehingga penamaan satuan bentuklahan geomorfologi terdiri dari gambaran bentuk (morfografi) dan asal . pegunungan atau pedatara dan asal . kerapatan pola aliran.Memiliki kawah dan lubang kepundan. glasial / preglasial (proses eksogen).3.Pola aliran radial pada bagian puncak dan pola aliran pada lereng tengah sampai lereng bawah lurus (elongate).3 Morfometri Morfometri merupakan penilaian kuantitatif dari suatu bentuklahan dan merupakan unsur geomorfologi pendukung yang sangat berarti terhadap morfografi dan morfogenetik. seperti tingkat erosi.pola aliran rektangular . karena analisis morofografi dapat dilakukan terhadap peta topografi atau foto udara.kemiringan lereng 5 % . Sebagai pelengkap agar tata nama satuan tersebut lebih rinci dan dapat dipetakan.unsur geomorfologi yaiitu kesamaan gambaran bentuk (morfografi). Contoh tata cara penamaan satuan geomorfologi adalah sebagai berikut : Satuan bentuklahan PERBUKITAN STRUKTURAL Pernyataan PERBUKITAN mencerminkan gambaran bentuk (morfografi) dan STRUKTURAL menyatakan proses terbentuknya perbukitan tersebut.kerapatan aliran 50/Km .unsur lain. sehingga penamaan satuan bentuklahan secara lengkap menjadi : Satuan bentuklahan PERBUKITAN STRUKTURAL (TERLIPAT) .

12 14 . seperti perhitungan tingkat erosi.3.tujuan tertentu.20 Lereng agak curam 13 . kestabilan lereng dan perencanaan wilayah dapat dikaji lebih lanjut.13 Lereng landai 6 . karena permukaan laut dianggap sebagai bidang yang memilki angka ke-tinggian (elevasi) nol. Ukuran panjang lereng PANJANG LERENG (M) KLASIFIKASI < 15 Lereng sangat pendek 15 .Hampir datar 0-2 1-2 3-7 Lereng sangat landai 2-6 2-7 8 .tata nama satuan geomorfologi secara rinci.55 Lereng curam 25 . Tabel 6. pegunungan atau .500 Lereng panjang > 500 Lereng sangat panjang 3. Ukuran kemiringan lereng (sumber : Van Zuidam. seperti perbukitan.18 21 . Ukuran penilaian lereng dapat dilakukan terhadap kemiringan lereng dan panjang lereng.55 18 .25 12 .24 56 . Ukuran kemiringan lereng yang telah disepakati untuk menilai suatu bentuklahan adalah sebagai berikut : Tabel 5.140 Lereng sangat curam > 55 > 24 * USSSM = United state soil System Management **USLE = Universal Soil Loss Equation (Wischmeir. Pentingnya pengenalan perbedaan ketinggian adalah untuk menyatakan keadaan morfografi dan morfogenetik suatu bentuklahan.13 7 . sehingga tata nama satuan geomorfologi dapat lebih dirinci dan tujuan .2 Perbedaan ketinggian Perbedaan ketinggian (elevasi) biasanya diukur dari permukaan laut.50 Lereng pendek 50 .1985) KEMIRINGAN LERENG KETERANGAN KLASIFIKASI USSSM* (%) KLASIFIKASI USLE** (%) 0-2 Datar . 1967).250 Lereng sedang 250 .

000 pegunungan sangat curam > 140 > 1.1.3.100 meter Dataran rendah pedalaman 100 meter .Bergelombang 8 . Hubungan perbedaan ketinggian dengan unsur morfografi adalah sebagai berikut : Tabel 7.140 500 . Hubungan kelas relief .kemiringan lereng dan perbedaan ketinggian. 1985) KETINGGIAN ABSOLUT UNSUR MORFOGRAFI < 50 meter Dataran rendah 50 meter .75 Bergelombang .500 meter .Hampir datar 0 .1985) KELAS RELIEF KEMIRINGAN LERENG ( % ) PERBEDAAN KETINGGIAN (m) Datar .Pegunungan 21 .000 .20 75 .55 200 .000 meter Pegunungan > 3.1.500 meter Perbukitan tinggi 1.2 <5 Berombak 3 .200 meter Perbukitan rendah 200 meter .dataran.200 Berbukit .500 meter Perbukitan 500 meter . Hubungan ketinggian absolut dengan morfografi (sumber : Van Zuidam.50 Berombak .000 meter Pegunungan tinggi Tabel 8.Berbukit 14 .13 25 .7 5 .500 Pegunungan curam 55 . (sumber: Van Zuidam.

000 MEMILIKI KERAPATAN KARAKTERISTIK HALUS Kurang dari 0. Kerapatan aliran (rata . batuan memiliki porositas baik dan tahan terhadap erosi. Van Zuidam.Tabel 9.5 cm Tingkat limpasan air permukaan sedang. batuan memiliki porositas buruk SEDANG 0. .rata jarak percabangan dengan Ordo pertama aliran. batuan memiliki porositas sedang KASAR Lebih besar dari 5 cm Tingkat limpasan air permukaan rendah.5 cm .5 cm Tingkat limpasan air permukaan tinggi. 1985) JENIS KERAPATAN PADA SKALA 1: 25.

menekankan unsur .penelitian yang bersifat lebih khusus.aspek terapan. Aspek . morfogenetik. Pada kasus tertentu peta geomorfologi terapan dibuat berdasarkan peta geomorfologi analitik dan pada kasus lain peta geomorfologi sintetik menampilkan informasi informasi klasifikasi bentuklahan untuk tujuan tertentu. morfometri dan material penyusun dapat ditafsirkan melalui peta topografi. sehingga penelitian yang bersifat analitik akan menghasilkan satuan .BAB 4 SISTIMATIKA PEMETAAN GEOMORFOLOGI Pemetaan geomorfologi meliputi segala aspek yang berhubungan dengan gambaran bentuklahan. seperti morfografi. sedimen. . tetapi sangat beik dituangkan dalam bentuk peta. Penelitian dan pemetaan geomorfologi saat ini merupakan gabungan dari dua sumber yang berbeda. fluvial. foto udara atau citra satelit yang saat ini telah berkembang dengan pesat.unsur morfogenesis (termasuk morfostruktural) dan mungkin morfokhronologi.1 Pemahaman bentuklahan Mitchel dan Way (1973) menyebutkan bahwa bentuklahan adalah gambaran umum fisik rupa bumi. Pendekatan pragmatik dilakukan untuk kepentingan saat sekarang dengan data yang dikumpulkan terbatas hanya untuk penelitian . tanah. sebagian memberikan informasi bentuklahan ditambah dengan proses eksogen dan endogen. aeolian. 4. Penelitian terhadap hubungan antara geomorfologi dengan pengkajian elemen elemen lingkungan disebut sebagai ekologi bentanglahan (landscape ecology) dan hasilnya berupa peta yang disebut sebagai peta sintetik (holistik). khususnya yang paling menonjol menghasilkan informasi monodisiplin dan pada bagian lain menampilkan informasi bentuklahan. gunungapi (vulkanik). struktural.peta sintetik (holistik) memiliki kandungan multidisiplin ilmu dan data geomorfologi terpadu. nilai . sebagian proses eksogen. karst dan glasial. ukuran dan posisi. kondisi air permukaan dan air bawah tanah. seperti ketepatan bentuk. Pendekatan analitik dan sintetik memiliki hubungan yang erat. sedangkan penelitian yang bersifat sintetik menghasilkan informasi .peta geomorfologi yang ada sekarang pada dasarnya merupakan peta peta geomorfologi pragmatik. Peta . Selaras dengan karakteristik gambaran umum fisik rupa bumi. data lithologi. yaitu penelitian yang mendalam tentang geomorfologi dan hubungan geomorfologi dengan bidang ilmu lainnya. marin. Karakteristik gambaran umum fisik rupa bumi. Penelitian sistematika yang mendalam tentang geomorfologi akan menghasilkan peta geomorfologi analitik. Secara umum peta dapat diklasifikasikan menjadi peta tujuan umum dan peta tujuan khusus. seperti informasi lingkungan dan hubungan lingkungan dengan bentanglahan (landscape).satuan pemetaan geomorfologi yang rinci. proses bentuklahan.aspek tersebut tidak hanya disampaikan dalam bentuk kata (verbal).informasi yang berhubungan dengan aspek . maka secara garis besar bentuklahan berdaarkan morfografi dan morfogenetik dapat dibedakan menjadi bentuklahan asal denudasional. Peta .nilai bentuklahan dan material penyusun bentuklahan.

Semakin tinggi debit hujan dan debit aliran pada alur yang terbentuk.partikel hasil pengikisan tersebut tidak menunjukkan telah terjadi erosi. sehingga partikel . Erosi parit memiliki ukuran yang reltif besar.1 Erosi Erosi adalah proses pengikisan terhadap permukaan bumi oleh hujan hujan.pola punggungan yang tidak beraturan. sehingga perubahan bentuklahan terjadi sangat cepat. 4. seperti iklim. Kenampakkan ciri . dan breksi. maka erosi berlangsung dengan cepat. Secara garis besar proses yang berlangsung pada bentuklahan asal denudasional dapat dibedakan menjadi proses erosional dan proses longsoran (degradasional) dengan diakhiri oleh proses pengendapan (agradasional). maka semakin kuat erosi vertikal dan horisonta mengakibatkan alur semakin besar dan menjadi parit. Kondisi erosi permukaan tidak akan pernah tampak pada peta topografi dan sangat sulit diinterpretasi melalui foto udara. maka jenis erosi dapat dibedakan menjadi : . sedangkan jika kecepatan aliran meningkat. Material penyusun biasanya terdiri dari batuan homogen yang mudah lapuk. lanau. tetapi pada foto udara dengan skala yang besar akan tampak alu alur pengikisan pada daerah yang terbuka. Kenampakan pada foto udara sangat jelas. sehingga erosi parit dapat dipetakan dengan skala peta sedang sampai besar. Erosi alur berlangsung ketika limpasan air permukaan mulai bergabung membentuk alur.ciri bentuklahan asal denudasional dapat diamati dari pola . foto udara atau citra satelit. Jika kecepata aliran tenang dan memiliki kecepatan yang rendah.alur dari suatu aliran tersebut disertai dengan torehan terhadap dinding alur dan dasar alur. Vegetasi dan aktivitas manusia sangat membantu percepatan proses eksogen.ciri bentuklahan denudasional dapat diamati melalui peta topografi. . seperti curah hujan dan perubahan temperatur berpengaruh terhadap proses pelapukan batuan. namun sebagai ciri suatu daerah mengalami erosi permukaan pada foto udara akan menunjukkan tutupan vegetasi yang jarang. Erosi alur memiliki ciri yang hampir sama dengan erosi permukaan. Erosi permukaan berlangsung akibat dari limpasan air permukaan yang tidak terpusat (terkonsentrasi) dan biasanya berlangsung pada saat hujan mulai berlangsung.1.partikel permukaan bumi berpindah terangkut oleh aliran air atau sungai. serpih. erosi dan gerakan tanah. sehingga erosi alur dapat dipetakan pada skala peta yang besar. vegetasi dan aktivitas manusia merupakan faktor pengaruh yang sangat menonjol pada bentuklahan denudasional.Erosi permukaan (sheet erosion) . Selaras dengan kondisi aliran tersebut.1.1. sehingga curah hujan yang jatuh dipermukaan tanah mulai mengalir. pola aliran sungai yang membentuk pola dendritik dengan kerapatan pola pengaliran yang cukup rapat dan lereng relatif terjal.Erosi alur (riil erosion) .1 Bentuklahan asal denudasional Proses eksogen (epigen). sehingga pada peta topografi dicerminkan oleh lekukan garis kontur yang bertindak sebagai aliran air ari suatu punggungan dan bersatu menjadi saluran arus aliran air. sehingga aliran permukaan terpusat membentuk suatu alur dan pengikisan terjadi pada alur . Iklim. seperti lempung.Erosi parit (gully erosion). Ciri .4. maka perpindahan partikel .

1985) MEDIA PENGARUH PROSES YANG TERJADI PROSES MUATAN MATERIAL AIR PERMUKAAN Arus permukaan dan arus bawah permukaan.D. didalam :The Encyclopedia of Geomorphology R. ARUS dan PASANG NAIK. ANGIN Abrasi dan deflasi Traksi. ed. Pencucian . Traksi dan suspensi GRAVITASI Gerakan massa Aliran. Tampilan ketahanan batuan terhadap pe . Fairbridge. saltasi dan suspensi. maka faktor ketahanan batuan terhadap pengikisan atau penggerusan merupakan salah satu faktor yang berperan. larutan dan apungan. saltasi. suspensi. larutan dan apungan. Traksi dan suspensi. Kegiatan hidrolik Traksi. suspensi.Tabel 10. Hole.W. AIR TANAH Tanpa arus bawah tanah. Selain faktor air yang mempengaruhi terjadinya erosi. Kegiatan hidrolik Traksi. saltasi. maka batuan mudah mengalami pengikisan atau penggerusan. Semakin rapat pola aliran. 1967. GLASIAL Penggerusan dan saluran. aliran permukaan. Media dan proses erosi (sumber : Van Zuidam. luncuran penurunan. korosi Larutan OMBAK. . sedangkan semakin renggang pola aliran berarti batuan semakin tahan terhadap pengikisan atau penggerusan.ngikisan atau penggerusan pada peta topografi dan foto udara akan ditunjukkan oleh kerapatan pengaliran. dan Dari F.

dan monadnok. BATUAN MALIHAN (METAMORF) Asal batuan endapan Serpih Batugamping Batupasir Slate Marble Kuarsit Lunak Lunak sangat tahan Dataran rendah Dataran rendah Punggungan. Punggungan dan pegunungan. Sangat tahan.Tabel 11. membentuk dinding tegak. Asal batuan bekuan atau endapan Banded Gneis Schistose Schist Sangat tahan Sangat tahan Disadur dari : A. Lobeck. Ketahanan relatif batuan terhadap erosi dan pelapukan (sumber : Van zuidam. BATUAN ENDAPAN Butiran halus Lepas Padat Karbonat lepas Karbonat padat Lempung Batulempung Lanau Gamping Lunak. Daerah gamping. Butiran kasar Lepas Padat Pasir Batupasir Biasanya lunak Tahan jika tersemen kuat.K..Mc Graw-Hill New York . 1985). Biasanya lunak Sangat lunak Lunak di daerah basah tahan di daerah arid. JENIS BATUAN KETAHANAN BENTUKLAHAN BATUAN BEKUAN Tekstur halus Hitam (basa) Menengah Cerah Tekstur kasar Hitam (basa) Menengah Cerah Basalt Andesit Rhiolite Biasanya tahan Biasanya tahan Biasanya tahan Gawir dan aliran Tidak menyebar Tebing terjal Gabro Sienite Granit Biasanya sangat tahan Biasanya tahan Biasanya tahan Kecuali di wilayah arid Gawir dan kubah Pengangkatan Kubah dan pengangkatan. Geomorphology. Lahan terbuka Dataran rendah sam pai landai Dasar lembah. Memiliki ketahanan sedang. Pengangkatan Pengangkatan dan punggungan. Dataran rendah Tebing terjal dan plato Butiran sangat kasar Lepas Kerakal Padat Konglomerat Sebagai batuan penutup perlipatan. gumuk.

Jatuhan.macam tampilan. biasanya terjadi pada lereng yang sangat terjal (hampir tegak lurus).1. Gerakan perpindahan massa tanah dan batuan tersebut memiliki kecepatan yang cukup tinggi (cepat). Gerak jatuh massa tanah atau batuan memiliki kecepatan relatif lambat dan berlangsung pada daerah yang tidak luas. (b) perubahan kristal dan pengikisan batuan akibat pelapukan dan erosi. merupakan gerakan perpindahan blok massa tanah atau batuan secara alami dari bagian tertinggi lereng yang curam ke arah bagian kaki lereng. yaitu luncuran (slide). Gerakan massa tanah atau batuan tersebut dapat terjadi dengan kecepatan yang tinggi dan kecepatan yang rendah. sehingga tidak menampakkan kerusakan. karena faktor pengaruh yang berbeda. seperti perlipatan dan sesar dapat dikenali melalui foto udara dan peta topografi. Tiga jenis utama gerakan massa tanah atau batuan. sedangkan perkembangan lereng yang cekung cenderung kurang tahan terhadap pelapukan dan erosi. Proses gerakan massa tanah atau batuan jarang terjadi bersamaan. sehingga sangat mendorong terjadinya pengikisan pada lereng dengan ciri terbentuknya lereng yang terputus. Gerakan massa tanah atau batuan berupa aliran biasanya terjadi pada kemiringan lereng landai dan memiliki gerakan kejadian yang tidak bersamaan serta terhenti jika kemiringan lereng mulai mendatar.1. Batuan dan iklim memiliki peran penting pada tampilan geomorfologi. (c) penampilan lapisan dan (d) tampilan bentuk lainnya. sehingga menimbulkan kerusakan pada lereng yang dilalui. Perkembangan lereng yang cembung menunjukkan batuan yang relatif tahan terhadap pelapukan dan erosi. Pada dasarnya batuan memiliki perbedaan ketahanan terhadap pelapukan dan erosi. Jika suatu suatu lapisan batuan tipis atau proses pelapukan atau proses . yaitu : (1) struktur aktif yang berlangsung sehingga meninggalkan jejak bentanglahan modern. Aliran.2 Bentuklahan asal struktural Pengaruh struktur geologi terhadap perkembangan dan penampilan bentuklahan disebut sebagai bentanglahan yang dipengaruhi oleh struktur. Faktor pengaruh terjadinya luncuran disebabkan oleh lereng yang curam dan sedikit pengaruh air. terutama pada daerah yang memiliki hubungan erat dengan kondisi geologi seperti jenis batuan dan struktur geologi yang tergambar pada peta topografi atau yang tampak pada foto udara. merupakan gerak perpindahan massa tanah atau batuan yang dipengaruhi oleh faktor air dengan kecepatan yang relatif cepat. merupakan gerak perpindahan massa tanah atau batuan yang dipengaruhi oleh faktor gaya gravitasi. seperti angkutan ketika terjadi gerakan atau kandungan jenuh ketika terjadi gerakan.aspek struktur geomorfologi. 4. Pengaruh struktur geologi yang mempengaruhi aspek . menunjukkan klasifikasi jenis gerakan massa tanah atau batuan serta faktor yang mempengaruhinya. Pengaruh struktur geologi yang sangat luas dapat mempengaruhi bentanglahan secara keseluruhan sampai tampilan terkecil bentuklahan yang berlangsung bersamaan dengan proses geomorfologi lainnya.4. Foto udara dan peta topografi dapat menampilkan lokasi dan bentuk massa batuan yang memiliki bermacam .1. Sangat jelas bahwa ketebalan lapisan batuan sangat berpengaruh terhadap bentuk lereng (cembung atau cekung).2 Longsor Longsor adalah gerakan massa tanah atau batuan dengan jumlah yang cukup besar dari suatu tempat ke tempat lain yang memiliki kemiringan lereng dan disebabkan oleh gravitasi atau media air. Luncuran. aliran (flow) dan jatuhan (heave). Pengaruh struktur geologi pada geomorfologi dapat dibagi menjadi dua jenis struktur utama. Pada gambar diagram segitiga (gambar 9). (2) struktur pasif yang meninggalkan jejak pada bentanglahan modern berupa pelapukan dan erosi. antara lain : (a) ketahanan batuan terhadap pelapukan dan erosi.

Permukaan topografi yang datar menyebabkan pola permukaan lapisan batuan . malihan (metamorphisme) dan waktu pengikisan.ciri terbaik untuk mengenali batuan di suatu daerah melalui foto udara atau peta topografi adalah sebagai berikut : (1) kenampakkan topografi. Lapisan batuan yang tegak menunjukkan garis arah jurus lapisan dan garis kontak lapisan akan lurus dan sejajar dengan arah jurus lapisan. Pola . terutama batuan endapan yang memiliki bidang lapisan dengan jelas. sehingga tampilan pada topografi tidak menunjukkan adanya pergeseran. maka akan sulit melihat hubungan morfologi dengan struktur geologi yang ada. Hubungan tersebut akan memberikan gambaran yang jelas terhadap relief dan struktur geologi. karena ketahanan batuan terhadap pelapukan dan erosi. Interpretasi batuan secara rinci akan lebih baik jika dilakukan dila -pangan. sedangkan lereng landai menunjukkan lapisan batuan yang kurang tahan terhadap pelapukan dan erosi. Lapisan batuan tegak yang tebal dapat langsung dikenali dari lebar hasil pelapukannya. foliasi. Pada daerah luas yang memiliki relief rendah dan tertutup oleh lapisan tanah disertai dengan proses tektonik.pola permukaan lapisan batuan yang memiliki kemiringan ditunjukkan oleh relief topografi arah jurus dan kemiringan lapisan batuan.olah tidak memiliki arah jurus lapisan (strike) atau jarang tergambar pada bidang lapisan batuan tersebut. Tujuan interpretasi struktur adalah menentukan lokasi. sehingga bidang lapisan batuan yang datar seolah . arah jurus dan kemiringan lapisan batuan (strike & dip) mudah dikenali. Kelompok lapisan batuan yang datar (horisontal). (2) warna tanah dan batuan. kuarsit dan batugamping di bawah kondisi tertentu akan membentuk lapisan kunci yang baik. Kemiringan lapisan batuan yang curam menyebabkan relief arah jurus lapisan batuan lebih menonjol. sehingga mempengaruhi bentuk permukaan lapisan batuan tersebut. walaupun tertutup vegetasi dan tanah. maka permukaan lereng relatif halus. tetapi kemampuan interpretasi foto udara dan peta topografi ditambah dengan pengetahuan geologi umum akan memberikan hasil lebih baik didalam menentukan batas . khususnya lapisan batuan yang memiliki perbedaan ketahanan terhadap pelapukan dan erosi. Analisis pola aliran.erosi/akumulasi aktif. sehingga pola aliran jenis trelis sangat berkembang. Lapisan batuan yang memiliki bidang lapisan. Pola aliran sungai yang tampak pada foto udara dan peta topografi akan mencerminkan perlapisan batuan yang cukup baik pada suatu daerah. lereng yang sangat curam menunjukkan lapisan batuan yang sangat tahan terhadap pelapukan dan erosi. batupasir dan gamping. pada kontur topografi menunjukkan pola . tebal dan sangat tahan terhadap pelapukan dan erosi akan menunjukkan tebing yang sangat tegak. Bidang lapisan batuan yang datar atau hampir datar dan kontak sejajara serta tertutup tanah. Smith (1943) menyebutkan bahwa ciri .daerah tektonik muda. khususnya jika pengaruh kekar dan rekahan tidak ada. lapisan dengan perbedaan ketahanan terhadap pelapukan dan erosi dicerminkan oleh perubahan lereng pada topografi. (3) sebaran vegetasi dan (4) struktur primer dan sekunder. tetapi masih mungkin untuk mengenali struktur geologi utama dan jenis batuan seperti lanau. sehingga singkapan lapisan akan tampak pada tebing atau dasar aliran. Hubungan erat antara interpretasi struktur dengan relief tergantung pada pemahaman dan analisis geomorfologi. perlapisan. kelurusan aliran dan pola vegetasi akan memudahkan interpretasi geomorfologi. khususnya pada daerah . karena keseragaman ketahanan terhadap pelapukan dan erosi. seperti batupasir. Bentuk relief batuan yang tahan terhadap pelapukan dan erosi. seperti tampilan gawir sesar dan erosi. maka pola aliran normal akan mengambarkan pola aliran dendritik. sebaran dan kesinambungan dari kunci hamparan bumi. Permukaan lapisan batuan ditunjukkan oleh relief topografi. kelurusan dan hubungannya dengan bentuklahan.batas batuan.pola lingkaran tertutup. sehingga batuan tampak seperti tidak berlapis.

tetapi pada daerah yang beriklim basah atau tropik basah. maka kedua sayapnya akan sejajar (paralel). Jika suatu lembah memotong tegak terhadap arah jurus lapisan batuan. Bidang lapisan batuan yang tertutup oleh vegetasi atau material permukaan. Lapisan batuan yang memiliki kemiringan landai menunjukkan lembah Vs yang cukup panjang. sedangkan jika dibentuk oleh lapisan batuan dengan sudut kemiringan yang tajam akan membentuk lembah Vs yang pendek. struktur geologi akan tercermin oleh bentuk relief daerah tersebut. Hubungan struktur geologi dengan morfologi akan tampak jelas pada suatu daerah bervegetasi sedikit dan tutupan tanah relatif tipis. kecuali pada lipatan isoklin. maka perkembangan tebing lembah Vs tidak akan simetri. Pada suatu daerah perlipatan yang jelas. maka pola permukaan lapisan batuan menjadi fungsi arah jurus (strike). arah kemiringan lapisan batuan pada kedua sayapnya akan sama dan pola lembah V sangat membantu menentukan sayap yang berlawanan. Kedua sayap lipatan yang membentuk kurva (melengkung) dengan puncak sinklinal atau antiklinal akan membentuk lembah V atau U. Jika kemiringan lapisan batuan landai. sehingga arah jurus lapisan batuan semu dan arah jurus lapisan batuan sebenarnya memiliki kesamaan. maka lembah Vs akan membentuk tebing yang simetri. Struktur lipatan yang diikuti dengan sesar normal dan sesar naik dapat diketahui melalui pengulangan lapisan batuan dengan kemiringan lapisan batuan yang berlawanan. Jika permukaan topografi tidak datar. setempat . Kedua sayap lipatan akan membentuk jalur permukaan lurus atau melengkung ada sisi . tetapi mengikuti arah jurus lapisan batuan semu. sumbu lipatan yang terletak pada puncak atau lembah yang terbentuk akibat perlipatan tersebut dapat ditentukan dengan cara perhitungan atau perkiraan arah jurus dan kemiringan lapisan batuan serta hubungan tiga dimensionalnya. maka aliran percabangan su -ngai yang panjang akan mengikuti arah kemiringan lereng lapisan batuan.setempat pola aliran dendritik. kecuali jika arah jurus lapisan batuan membentuk sudut yang tepat terhadap kemiringan topografi. tetapi percabangan aliran akan mengikis lembah lembah Vs. Kerapatan vegetasi ketebalan tanah yang menutupi atau menghalangi morfologi struktur yang berada di bawahnya sangat sulit ditentukan. sehingga untuk . Pada lipatan monoklinal yang baik menunjukkan susunan pola aliran paralel sampai sub paralel dan trelis. maka pada lembah V tersebut akan tercermin suatu lapisan dan kemiringan batuan yang jelas.ciri pola aliran pada daerah tersebut.sisi yang berlawanan. maka arah jurus lapisan batuan dapat dikenali dengan dari ciri . Lebar suatu lembah atau punggungan ditentukan oleh tajam atau tumpulnya kemiringan lapisan batuan. Jika sumbu lipatan mendatar (horisontal). Pola . sungai atau lembah pada topografi yang memotong arah jurus lapisan batuan de -ngan membentuk sudut. Pada lipatan rebah yang sering diikuti oleh struktur sesar dan sesar naik. maka lembah tidak akan berkembang. kemiringan lapisan (dip) merupakan kemiringan (gradient) topografi. tetapi apabila percabangan sungai pendek dicerminkan oleh gawir lereng (Lattman dan Ray. Permukaan topografi dan bidang lapisan batuan membentuk arah jurus punggungan membentuk hogback serta arah kemiringan lapisan batuan mudah dikenali.mengikuti arah jurus lapisan batuan sebenarnya. 1965). sedangkan jika lembah Vs yang memotong arah jurus lapisan batuan membentuk sudut. Jika lembah Vs sejajar (paralel) terhadap arah jurus lapisan batuan. Penyimpangan antara arah jurus lapisan batuan sebenarnya dengan arah jurus lapisan batuan semu akan menambah kecuraman lereng pada topografi.pola permukaan lapisan batuan tidak mengikuti sepanjang arah jurus lapisan batuan sebenarnya.

Mintakat sesar yang memiliki kelulusan air (permebility) rendah akan mempengaruhi kondisi air tanah dan menyebabkan perubahan kumpulan vegetasi. Pola aliran yang dipengaruhi oleh sesar atau kekar akan membentuk pola lurus (elongated ) dan paralel atau angular. Pe ngikisan (erosi) yang berlangsung pada sisi . maka akan membentuk alur erosi yang sejajar (paralel) atau gawir erosi yang tidak menerus hasil dari kegiatan erosi mata air atau limpasan air permukaan ( runoff ) yang terkumpul. karena posisi awalnya sudah miring (contoh : lereng cekungan pengendapan yang curam) atau miring karena tektonik. air terjun. Lapisan yang melengkung sekitar puncak lipatan tercermin oleh aliran utama yang melengkung. keragaman lebar tanggul sungai (levee) dan penyimpangan . Sesar normal pada foto udara tampak seperti garis lurus atau garis melengkung.daerah yang berbentuk kubah atau lipatan (antiklin) sungkup.sisi gawir bagian depan struktur. sedangkan pada sayap lain memiliki kemiringan yang landai.ciri struktur geologi atau deformasi aktif. . perubahan pola atau arah aliran sungai pada sisi yang berhadapan dari suatu kelurusan merupakan ciri sesar yang sangat menyolok. "hogback" dan pegunungan "dike". Jika diameter batuan penutup ukurannya lebih kecil dari pada tinggi bukit disekitarnya. umumnya searah dengan kemiringan lapisan batuan yang keras dan lereng landai. Breksi sesar biasanya sering menahan air disekitarnya. Kemiringan lapisan batuan yang memiliki satu arah. maka bentanglahan yang berkembang menunjukkan relief perbukitan atau pegunungan yang disusun oleh batuan keras yang miring.aliran yang kecil mengalir searah searah kemiringan lapisan batuan dan permukaan lereng lipatan membentuk pola aliran yang trelis. genangan air dan mata air) atau kumpulan vegetasi yang dicerminkan oleh garis lurus karena perubahan rona ( tone ) foto udara yang tajam. "Cuesta' adalah punggungan asimetri dengan salah satu sayap yang panjang. Tampilan yang memanjang mencerminkan atau memberi kesan bahwa sesar seperti dipengaruhi oleh kelurusan morfologi.menentukan struktur geologi tersebut pola aliran dan penyimpangan pola aliran dapat digunakan sebagai ciri penentuan struktur.dungan air dan kemungkinan lebatnya vegetasi. sedangkan aliran . danau. aliran su ngai ( misalnya penggalan sungai lurus.sesar besar. seperti kelurusan ( lineament ) yang membentang sangat jelas. Struktur monoklin yang cukup dikenal antara lain "cuesta". Bentuklahan yang simetris atau asimetris tergantung pada kemiringan lapisan batuan dan proses yang berlangsung pada bentuklahan tersebut. Pada salah satu sisi lereng "cuesta" memiliki kemiringan lereng yang terjal. sehingga garis sesar pada foto udara akan menunjukkan garis hitan karena sangat jenuh oleh kan . Pada sesar . percabangan sungai lokal.penyimpangan (anomali) pada sungai merupakan ciri . Pola aliran radial dan anular atau gabungan kedua pola tersebut sering berkemang pada daerah . Suatu daerah yang disusun oleh batuan yang keras dan memiliki lapisan yang mendatar (horisontal) kemudian terangkat.celah lapisan batuan yang tahan terhadap pelapukan dan erosi. Aliran utama pada sayap lipatan cenderung mengalir sejajar arah jurus lapisan batuan dan mengikuti celah . biasanya sesar yang terletak pada bidang permukaan lahan yang melengkung terdapat pergeseran yang tidak menunjukkan celah dan biasanya berada sekitar mintakat regangan serta permukaan sesar merupakan suatu bidang. maka digunakan istilah "butte". kelokan tajam (compressed meander). Howard (1967) menyebutkan kelokan (meander) lokal pada sungai. Sudut sesar 450 atau lebih biasanya disebut sebagai sesar normal dan sudut sesar kurang dari 450 biasanya disebut sebagai sesar naik. sehingga sesar dicirikan oleh mata air. Mintakat sesar atau kekar pada batuan lunak yang mudah tererosi akan membentuk lekukan atau lembah. maka akan membentuk morfologi "mesa" atau plato yang dipengaruhi oleh struktur.

(2).sisi rekahan sejajar. dibentuk oleh lapisan batuan keras atau batuan yang memiliki kemiringan lapisan batuan yang terjal.. Jika bidang sumbu tegak sejajar sumbu lipatan.sesar yang berumur muda.).). Pergeseran yang tegak menghasilkan suatu gawir sesar yang terjal (lihat gambar. tetapi ada juga yang tidak simetri. Bentuklahan pada umumnya agak simetri. Sistem kekar sangat banyak dan suatu sistem kekar terdiri dari dua atau lebih kelompok kekar yang sejajar. mintakat (zone) hancuran dan mintakat rekahan serta kekar (b). seperti naik turunnya blok yang tersesarkan tergantung pada gerak / pergeseran sesar." Hogback" adalah punggungan dengan puncak yang terjal. Sesar adalah rekahan atau mintakat (zone) rekahan pergeseran yang panjang dengan sisi . Kekar dan sesar sangat mempengaruhi perkembangan bentuklahan. Lapisan atau struktur lapisan sejajar (planar) yang miring merupakan bagian dari lipatan tunggal (single fold ) atau bagian dari sistem lipatan (kumpulan lipatan). Sistem kekear yang sangat luas mudah dikenali pada foto udara dan peta topografi dengan cara melihat pola aliran sungai.. Kenampakan sesar pada foto udara atau peta topografi akan sangat tajam . Struktur lipatan dapat berupa antiklin atau sinklin. Melihat bidang kasar yang mengesankan bekas goresan dan di-terapkan hanya pada sesar . tetapi goresan tersebut jarang ditemukan.kekar tersebut pada umumnya membentuk arah yang tegak atau mendatar pada lapisan batuan selaras dengan arah gerak yang tidak beraturan. Bidang yang memotong lipatan pada puncaknya disebut sebagai bidang sumbu..sisi yang berlawanan. halaman 253 . maka lipatan tersebut dinamakan lipatan simetri. kemiringan lereng sangat curam dan hampir simetris. sedangkan bagian lembah menunjukkan sinklin. dengan cara : (1). sedangkan sinklin adalah lipatan lapisan batuan dengan arah kemiringan yang bertindak sebagai sayap menuju sumbu sinklin (lihat gambar . Antiklin sederhana memiliki kemiringan lapisan batuan dari arah sumbu antiklin ke arah sisi . Bagian bukit menunjukkan antiklin. kerapatan vegetasi yang berkelompok pada jalur kekar dan arah perbukitan. Suatu garis gawir sesar obsequen adalah kenampakan gawir sesar. dibandingkan dengan hasil langsung dari gerakan yang menyebabkan terjadinya sesar (bidang sesar). sehingga yang tampak adalah jejak sesar berupa garis dan biasanya disebut sebagai garis gawir sesar. Suatu daerah yang terlipat dan tererosi akan menunjukkan relief yang bergelombang membentuk bukit dan lembah.. sedangkan kekar . Breksi sesar. maka akan tampak bentuk lapisan batuan yang dipengaruhi oleh perbedaan kekerasan batuan. Perbedaan erosi sepanjang gawir sesar ( = perpotongan antara bidang sesar dengan permukaan) jarang sekali nampak. Thornbury (1969. Bidang yang memberikan kesan goresan belum tentu sebagai gawir sesar. Jika daerah terlipat tererosi. Tampilan permukaan sesar yang menunjukkan goresan goresan pada bidang sesar ("slickenside"). Punggungan yang menyerupai "dike" dibentuk oleh lapisan batuan yang memiliki kemiringan hampir tegak. kegiatan erosi dan kekerasan batuan. . Kedua sisi antiklin dikenal sebagai sayap. Bidang sesar dicirikan oleh : (a).256) menggunakan analisis umum untuk menentukan gawir sesar dan garis gawir sesar. Antiklin adalah lipatan ke atas yang telah mengalami perkembangan beberapa tahap. kecuali pada daerah bertopografi rendah tampak blok yang naik dan turun. Pelapukan dan erosi yang mengikuti sistem alur kekar sejak terbentuk akan menjadi tempat mengalirnya air ketika terjadi hujan. sedangkan pada bagian yang paling tinggi disebut puncak.

Mataair di sepanjang dasar gawir. (9). Fenomena . Biasanya lereng permukaan (facet) yang meruncing kurang dari 30 0. tetapi dapat juga terjadi di sepanjang garis gawir sesar yang mencerminkan terdapat perbedaan regangan pada kedua sisi blok sesar. (4).fragmen gunungap. . sehingga dapat dibedakan dengan bentuklahan lainnya dan sangat mudah dikenali pada foto udara. (6). (3).kelurusan punggungan yang tidak dipengaruhi oleh jenis batuan. Aliran lava sepanjang alur sesar.pola aliran sungai paralel yang memotong berbagai jenis batuan. (8).kelokan tajam aliran sungai. tetapi vulkanisme terjadi pada jalur sesar yang disebut sebagai mintakat lemah. mendatar. Lembah naik biasanya terjadi di sepanjang gawir sesar.Selanjutnya ujung yang meruncing dari permukaan segitiga (triangular facet) mengalami perombakan oleh pelapukan dan erosi. sehingga dijadikan sebagai bukti sesar sekarang (Resen). atau miring. yaitu jika material yang dikeluarkan dari saluran magma melalui pusat saluran magama gu . Letusan (erupsi) gunungapi dapat dibedakan berdasarkan material yang keluar dari saluran magma gunungapi atau " vent " . tetapi tidak berarti sebagai sesar. .ciri permukaan sesar. Tampilan pergeseran lapisan batuan yang tegak.nungapi / vent disebut sebagai pusat letusan. padahal kenyataannya melengkung. Mataair sering ditemukan di sepanjang sesar tetapi bukan berarti batas sesar atau sesar aktif. sedangkan bidang sesar normal lebih lebih curam.1.sering terjadi longsoran. Material yang keluar melalui celah / rekahan saluran magam disebut sebagai letusan celah / rekahan dan material yang keluar melalui beberapa saluran magma yang tersebar luas pada suatu daerah disebut sebagai daerah letusan.fenomena (kejadian) yang dapat diperkirakan terjadi sesar saat sekarang atau masa lalu antara lain : . Tampilan topografi dapat memberikan kesan sesar. Bagian ujung yang meruncing dianggap sebagai bagian yang pa -ling dekat dengan sesar dan biasanya menutupi sesar yang tampak sekarang. Lembah naik (Hanging valley) pada permukaan gawir. "Triangular facet" (permukaan berbentuk segitiga ?) dengan ciri bagian ujung atas yang meruncing. sehingga pusat letusan besar dapat terjadi melalui sejumlah kerucut parasit (parasit cone) yang terapat disepanjang jalur rekahan pada sayap / lereng gunungapi. Jeram berbentuk V dengan batuan dasar mengikuti garis sesar. Klasifikasi ini sulit untuk diterapkan pada setiap kejadian letusan. jika dibandingkan dengan gawir cuesta yang memiliki gawir yang lurus. Kelrusen mencerminkan gawir sesar atau garis gawir sesar. sehingga tidak menunjukkan ciri . Perbedaan pusat letusan dengan letusan yang terjadi melalui rekahan umumnya tergantung pada skala dan tahap . Hamparan aliran lava bukan menutupi sesar. Sesar memanjang seperti garis lurus. 4. .3 Bentuklahan asal gunungapi (vulkanik) Bentuklahan gunungapi terbentuk dari hasil endapan gunungapi berupa endapan lava yang membeku dan fragmen . karena sebuah letusan akan terjadi di sepanjang rekahan (minakat lemah). Kelurusan gawir. Pendekatan dengan melihat bertambah miringnya dasar sungai di sepanjang jeram dan disebut sebagai lembah "gelas anggur" ("wineglass" valley). (7). (5).(c).

Kondisi sebaran gunungapi tersebut berdasarkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa gunungapi terbentuk bersamaan dengan tumbukan dan pemekaran lempeng. Selanjutnya tampilan negatif hasil letusan berupa kaldera yang sa. batuapung dan debu. melepaskan gas tidak teratur. sedangkan gunungapi strato sangat jarang atau hampir tidak ada. Kerucut berlapis pada bagian tengah saluran magma. kubah lava dan hamparan lava adalah sebutan jenis . ICELANDIC 2. mengeluarkan aliran magma basalt bebas. sehingga membentuk plato. Komposisi petrografi batuan penyusun gunungapi pada suatu daerah yang luas akan memiliki kesamaan. menghasilkan volume lava yang besar. lava mengalir seperti lapisan pada daerah yang luas. STROMBOLIAN Kerucut berlapis ((stratocones) sekitar kawah. Daerah gunungapi disebut juga "polyrifice" dicirikan oleh tidak pernah terdapat pusat letusan. membentuk kubah lava. lapisan lava tertumpuk diantara letusan. maka jenis gunungapi dapat dibagi menjadi dua kategori. JENIS GUNUNGAPI 1. kaldera dan lubang kawah. lelehan lava diikuti dengan gas. 1964). sampai terak (scoria) lava hancur. debu sangat sedikit. kegiatan letusan berulang . gas terkumpul di bawah permukaan. Sebaran gunungapi pada umumnya tidak beraturan. Beberapa gunungapai ada yang membentuk sebagian kubah lava dan sebagian lagi membentuk plato vulkanik. tenang. lava dan gas mengalir dengan cepat sambil menyemburkan api. lava . yaitu (1) kerucut dan sebaran kerucut serta hubungan bentuk kubah dan (2) plato dan dataran.. Secara garis besar klasifikasi gunungapi berdasarkan letusan yang diajukan oleh Lacroix (1908) dan disusun kembali oleh Sapper (1931) adalah sebagai berikut : Tabel Jenis gunungapi berdasarkan letusannya. KARAKTERISTIK Letusan melalui rekahan.ulang. 3. lubang saluran magma bersih. letusan sedang.jenis gunungapi yang paling menonjol. gas sedikit. me nyemburkan gumpalan lava. HAWAIIAN Letusan berasal dari rekahan.titik tertentu dalam kurun waktu yang panjang (Karapetian. tetapi tidak menutup kemung-kinan sebaran gunungapi tersebut berkelompok. dengan semburan lava dan awan panas (seperti uap air) yang naik sampai pada ketinggian tertentu. menghasilkan bomb dan terak (scoria) lava. sehingga terbentuk danau hasil dari letusan tersebut atau akibat penurunan (depresi) yang terbendung oleh lava yang mengeras. kerucut lava. sehingga perbedaan itu akan sangat menonjol.ngat luas. karena letusan akan terjadi pada titik . Semburan bomb. sehingga berdasarkan sebaran yang luas dan kesamaan petrografinya. letusan aktif tenang sampai sedang. berlanjut. kumpulan lava lebih kental. Struktur tubuh gunungapi cenderung berukuran kecil dan jarang mencapai ketinggian 450 meter. letusan bertambah hebat dengan waktu yang cukup lama. Terak (scoria) lava. sehingga gunungapi biasanya terbentuk pada sabuk pegunungan Alpen dan sabuk Pasific (gambar ).pertumbuhan gu nungapi.

Magma yang bertemperatur tinggi mengalir keluar secara perlahan . menyempit pada bagian bawahnya dan di bagian atasnya menyebar sambil menyebarkan debu. SO2 dan CO2 serta mengurangi potensi letusan. Letusan lebih hebat daripada letusan vesuvian. PELE'AN Menghasilkan lava kental bertekanan tinggi. langsung mengendapkan hasillnya. Sumber : Van Zuidam (1985 dari Holmes. saluran magma cenderung menjadi kosong dan cukup dalam. letusan jarang terjadi. pada fase utama yang terakhir menyemburkan gas dengan cepat membentuk awan seperti cendawan tegak lurus setinggi beberapa kilometer. Terjadinya letusan gunungapi dapat dibedakan menjadi dua macam. saluran magma gunungapi jenis strato terhalang oleh kubah lava atau lava penyumbat. debu dan fragmen . membawa fragmen . terjadinya letusan setelah gunungapi istirahat cukup lama. 5.fragmen lain). Magma kental (banyak mengandung SiO 2 dan alkali) cepat dingin dan melekat. tekanan gas menyebabkan kawah tua retak.Letusan biasanya terjadi dari lubang kawah tunggal yang biasa disebut dengan pusat letusan gunungapi. (catatan : letusan pseudo vulkanik memiliki ciri yang sama.W. 7. Setelah gerakan magma pada saluran terhenti dan temperatur naik. debu berlapis sekitar lereng puncak gunungapi. Fe dan Ca) menguapkan H2O (uap). yaitu menjadi phreatic dan meng. 1968). PLINIAN. letusan hebat terjadi dengan melepaskan gas dari lubang saluran magma yang berbentuk kerucut berlapis (Stratocones). menyimpan lebih banyak gas.1962) Berdasarkan Ollier(1970). serta terak (scoria) lava. bara. awan bercampur debu yang pekat tersembur ke udara membentuk seperti cendawan. yaitu .hasilkan kabut uap yang sangat luas.rekahan yang terdapat pada gunungapi. seperti rekahan yang disebabkan oleh "horst volcano tectonic" atau lahan yang tergali (R. VESUVIAN Letusan lebih hebat daripada jenis strombolian atau vulcanian. antara lain (1) monogenetik.rekahan lateral (lereng gunungapi) atau dari saluran yang telah mengalami penghancuran penyumbatnya.fragmen bergerak menuruni lereng dalam satu atau lebih letusan sebagai "nue'es ardentes" atau luncuran awan panas. sehingga dapat menyebabkan terjadinya letusan dan penumpukan debu. jenis gunungapi dan kawah merupakan hasil endapan lava kental derajat tinggi dari suatu daerah yang sangat luas.1975 dan Bullard. Larutan magma (kaya Mg. VULCANIAN mengalir dari puncak menuruni lereng setelah letusan utama. gas keluar rekahan .lahan melalui celah . pada suatu letusan lelehan lava menyebar (pada bagian atas mengkilat) disertai dengan semburan asap seperti cendawan yang terus menerus membentuk lapisan debu pada ketinggian tertentu. Fairbridge. tetapi hasilnya menjadi lain (contoh: Hawaiian). 6.4.celah / rekahan .

kemudian lava membeku dan muncul kembali di tempat lain. Pada awalnya letusan terjadi dari kawah . dan beberapa penulis kadang . tetapi membentuk kelompok intrusi pada endapan piroklastik. berupa letusan kecil. lereng landai (kurang dari 7 0) dan cembung.rekahan. Gunungapi basaltik tidak dicirikan oleh kawah.kadang mnggunakan perisai atau kubah. mencerminkan telah mengalami erosi yang kuat. terbentuk oleh semburan lava basaltik dan dapat membentuk pilar lava seperti perisai besar.rekahan membentuk sejumlah bentuklahan ( gambar 30). Poligenetik biasanya berhubungan dengan pusat gunungapi. Pusat letusan pada skala kecil menyebabkan sisi kerucut lurus dan aliran lava biasanya memiliki kemiringan lereng yang landai (kurang dari 70) . maka magma ini akan mengalir melalui rekahan . karena merujuk kepada lava perisai. Ollier (1973) membedakan perisai lava . sehingga disebut sebagai kubah lava vulkanik. tetapi Cotton (1944) menyebutkan bahwa "mamelon" adalah kubah kumulus yang terbentuk oleh letusan dengan aliran material lava trakhitik dan "mamelon" sama seperti kubah kumulus yaitu tidak memiliki kawah. kerucut lava. Batuan bekuan asam pada umumnya sangat pekat dan apabila batuan bekuan asam ini tidak terlontarkan oleh suatu letusan gunungapi. Pada saat lava yang pekat dismburkan. yaitu letusan terjadi beberapa kali. Perbedaan ukuran yang digunakan tidak baku. dan letusan rekahan biasanya berhubungan dengan gunungapi perisai (gunungapi perisai merupakan pernyataan yang kurang tepat. kubah lava. Lava basa bersifat sangat cair. endapan lava dan piroklastik membentuk strato vulkanik. letusan lereng. Gunungapi berskala kecil memuntahkan lava cairdan menghasilkan kubah cembung dari pada bentuk perisai.dinding kawah atau lereng .lereng kawah yang tererosi. Beberapa gunungapi dibedakan kerucutnya oleh rekahan yang bertindak menjadi kawah dan dapat dinyatakan sebagai gundukan lava ("lava mounds") yang memiliki kesamaan dengan gundukan terak ("scoria mounds"). Ketika letusan terhenti. tetapi menghasilkan lelehan lava yang keluar melalui dari rekahan . Letusan monogenetik selalu dihubungkan dengan jalur rekahan gunungapi. dan (2) poligenetik. gundukan lava dan lava datar (gambar 28). Di Victoria (Australia) ada beberapa kelainan gunungapi yang telah diteliti. Istilah "mamelon" sering diterapkan untuk kubah kumulus.ulang. Hamparan batuan gunungapi. gundukan lava tersebut sebagian menunjukkan bentuk yang tajam. tetapi ada juga beberapa contoh yang relatif curam. lapisan lava dapat dilihat pada dinding . dan gunungapi tersebut membentuk lava yang mendatar ("lava disc ) yang terbentuk dari lava basal dan keluar melalui rekahan .letusan terjadi sekali. sebagai contoh jalur rekahan lava yang terbuka sekali. Gunungapi lava asam. "Tholoid " mengacu pada kubah kumulus atau mamelon yang berasal dari dalam kawah besar gunungapi dengan ketinggian dan diameter beribu . maka akan menyebar dan membentuk gundukan cembung yang dikenal sebagai kubah kumulus ("cumulo dome") dan ini tidak berdiri sendir. Gunungapi lava basa. 1970). sehingga dapat menyebar dengan mudah dan meninggikan gunungapi.kawah kecil kemudian kawah tersebut terkubur oleh limpahan / curahan kawah lainnya (sehingga kawah tumpang tindih) dan pada akhirnya lenyap karena letusan kaldera. tetapi digunakan untuk gunungapi strato yang besar atau pada suatu lingkungan gunungapi). Gunungapi basaltik tidak memiliki kawah. tetapi memiliki ciri berupa gundukan lava yang berlereng landai. sering menyemburkan lava secara berulang .ribu meter yang tertutup oleh runtuhan atau mungkin bentuk kubah yang menyimpang menjadi kasar dan .rekahan yang tegak lurus terhadap permukaan lava yang ada di atas dan sisinya (Ollier. Kerucut parasit.

penampang melintang antara kerucut bagian dalam dengan dinding kawah disebut "fosse".tidak memiliki kawah. Kawah sering memeiliki diameter 1 kilometer dan ketinggian bibir antara 50 sampai 100 meter. sehingga pecahan lava tersebut membentuk tumpukan pecahan lava yang disebut sebagai kerucut litoral ("littoral cones") dengan ketinggian 100 meter dan memiliki diameter 1 kilometer. Kerucut kubah penyumbat berkembang dengan cepat. Kerucut terak dihasilkan dari akhir suatu letusan gunungapi yang cukup besar. Kubah penyumbat yang memiliki ukuran besar mendekati ukuran pegunungan merupakan letusan dengan skala lebih kecil dari lava yang sa-ngat kaku. Ollier (1973). Saat lelehan lava bersentuhan dengan laut. Partikel . sehingga menghasilkan tubuh yang membulat dan panjang disebut sebagai kubah penyumbat. kerucut littoral ("littoral cones") dan maar. 1953). maka akan terjadi letusan dan semburan pecahan lava.sisinya cembung melandaidan kawah di bagian puncaknya. luas dan dalam. "Maar" biasanya terdapat . karena pada tahap akhir letusan gunungapi yang memiliki magma basaltik cenderung membentuk kerucut terak. gundukan terak ("scoria mounds"). sehingga pecahan pecahan kasar terkumpul dekat lubang kepundan.partikel halus diendapkan pada lereng lebih bawah dibandingkan dengan partikel . membedakan lima jenis gunungapi piroklastik menjadi kerucut terak ("scoria cones"). Bibir kawah yang datar memperlihatkan seakan . Jika posisi terak terletak di tengah kawah atau kepundan yang sangat besar.pecahan (fragmen . Pada penampang akan tampak bagian sisi yang curam mengarah ke kawah dan lereng yang berlawanan arah dengan lereng curam memiliki kemiringan yang landai (umumnya 40 atau kurang) membentuk lapisan piroklastik yang relatif sejajar dari arah kawah. Kerucut terak terbentuk sangat cepat.pecahan lava tersebut membentuk gumuk rombakan dengan lereng sesuai dengan sudut pembentukan gumuk rombakan tersebut. Letusan gunungapi menghasilkan pecahan . Disekitar bibir kawah dibentuk oleh semburan material . Kerucut terak yang ideal adalah kerucut tunggal yang memiliki lereng lurus atau sisi . Bentuk lereng yang indah seperti di Fujiyama (Jepang) dan Mt. selanjutnya rekahan pada permukaan kubah penyumbat atau kubah kumulus muncul membentuk punggungan.material piroklastik. batuan bekuan atau batuan dasar dan sering dicirikan oleh bentuk endapan besar asimetris yang searah dengan arah angin pada kawah tersebut.fragmen) lava yang berjatuhan dekat lubang kepundan. Sering ditemukan satu atau dua bukit yang terbentuk pada sisi aliran lava ( Wentworth dab Macdonald. kumpulan kerucut terak ("nested scoria cones"). tetapi pertumbuhannya hancur oleh letusan dan pecah karena tidak seimbang pada saat tumbuh dan kumpulan pecahan dari letusan punggungan karena beberapa kubah penyumbat ditutupi oleh tumpukan batuan rombakan yang membentuk seperti endapan longsor sekitar lereng dengan batuan berbentuk pilar membentuk sudut hampir datar. Egmont (New Zealand). "Maars" atau kawah bekas letusan adalah bentuklahan yang disebabkan oleh letusan gunungapi. pecahan . Formasi " tholoid " pada kawah tidak mencirikan akhir dari suatu aktifitas gunungapi karena terbentuk dan hancurnya " tholoid " berlangsung selama pertumbuhan gu -nungapi. Beberapa terak gunungapi tidak memiliki kawah sebenarnya dan biasanya dinyatakan sebagai gundukan terak ("scoria mounds") yang terpisah dari kerucut terak normal ("normal scoria cones"). maka disebut sebagai kumpulan kerucut terak ("nested scoria cones").akan kerucut terak memiliki puncak yang datar jika dilihat dari jarak jauh. terdiri dari kawah sampai bagian yang paling bawah. Gunungapi piroklastik. Lava kental yang menyembur dari saluran memiliki sifat sangat kaku dan bergerak seperti batang lurus (piston).partikel kasar.

kemudian karena tumpang tindihnya endapan hasil letusan (erupsi) yang tidak memiliki hubungan antara satu letusan dengan letusan lainnya dengan umur yang berbeda mengakibatkan bukit . Fujiyama. Egmont dan sebagainya merupakan gunungapi jenis strato.kadang ditemukan lapisan material gunungapi yang tebal. rekahan dan punggungan terbentuk pada sayap . Sesar. sehingga memberi peluang keluarnya lava dan letusan selanjutnya akan menjadi mudah. "Cryptocones" adalah gunungapi yang memilikilubang kawah atau bibir kawah yang kasar dan kadang . tetapi yang tampak adalah rangkaian gunungapi.bukit tersebut menjadi satu. Kerucut kerucut yang tertoreh kemudian membentuk parit erosi dan menjadi alur mengalirnya lava. .lereng utama gunungapi. Kaldera adalah depresi (cekungan) gunungapi yang sangat luas berdiameter mencapai 5 kilometer.bersama dengan endapan batuan bekuan basal dan kawah bagian bawah ditutupi oleh air membentuk danau. Pada suatu kawah yang luas dapat terdiri dari satu atau lebih gundukan kerucut atau kawah. Perbedaanya adalah tidak terjadi pertumbuhan kerucut yang berukuran besar. misalnya : tidak tampak gunungapi utama.rekahan yang mudah dicapai ke permukaan dan meletus pada lereng . yaitu kaldera runtuhan. maka endapan lava yang bertindak sebagai penyumbat lubang kawah hancur. Kawah meteorit memiliki bentuk permukaan yang sama dengan gunungapi.rekahan dengan sifat letusan dari rekahan tersebut.kerucut terak ("scoria cones") terbentuk disekeliling puncak gu nungapi dan aliran piroklastik serta endapan jatuhan tersebar secara luas disekitar lereng . tetapi cara terbentuknya bukan diakibatkan oleh gunungapi. Batuan meterorit yang jatuh membentuk kawah jarang ditemukan disekitar bibir kawah. Ciri lain dari meteor yang jatuh ke permukaan bumi adalah kenampakan fragmen batuan dasar pada bibir kawah menjadi miring akibat benturan meteor yang jatuh tersebut. Letusan gunungapi campuran. Seperti umumnya gu nungapai. kerucut . sehingga lava dapat mengalir melalui rekahan . 1970).lereng gunungapi. karena pecahannya menyebar jauh dari bibir kawah. maka akan terbentuk saluran magma ("vent") baru. Beberapa gunungapi besar di dunia seperti Gunungapi Visuvius. tidak ditemukan batuan beku yang memiliki struktur yang dibentuk oleh pelepasan gas tau tampilan permukaan saluran magma ("vent") tidak sampai ke permukaan. Kerucut parasit ("parasit cones") biasa disebut sebagai kerucut "adventive" dan kerucut kedua dapat berkembang apabila gunungapi memiliki tekananyang sangat besar agar dapat mengeluarkan lava mengalir melalui rekahan . sehingga disebut sebagai rangkaian kerucut ("multiple cones"). Banyak bukit campuran secara genetik memiliki hubungan yang sama pada awalnya berdiri sendiri. tetapi tidak sesederhana kumpulan suatu lapisan lava. (Ollier. sehingga dijadikan alur keluarnya lelehan lava atau kegiatan letusan. kemudian meledakdan letusannya memberi dampak seperti bentuk kawah tersebut. Pada beberapa gunungapi sering ditemukan endapan campuran antara lava dengan fragmen dan gunungapinya disebut sebagai gunungapi strato ("strato vulcanous"). melainkan oleh jatuhan meteor ke permukaan bumi. Kawah yang terdapat dipuncak gunungapi telah membentuk percabangan pada bagian dindingnya.sayap gunungapi. tiga jenis utama kaldera yang dikenal. sebagai contoh : jika kerucut yang pertama menutupi saluran magma ("vent"). maka gunungapi jenis strato juga memiliki periode letusan yang panjang selaras dengan aktifitas gunungapi tersebut. Gunungapi gabungan. Campuran gunungapi yang tampak sempurna adalah gunungapi yang memiliki campuran bentuk lava dan terak ("scoria"). Pada beberapa daerah terbentuk sejumlah kerucut terak ("scoria cones") secara bersamaan dengan mekanisme terbentuknya kerucut parasit ("parasit cones") . Sekali letusan gunungapi terjadi.

tetapi akan mencapai geometri yang sempurna pada sebaran larutan kental lava basal yang luas. Lava mendingin dengan cepat.lahan membentuk timbunan seperti bongkah . hasil utama gunungapi adalah lava. Pengkerutan (kontraksi) terjadi ketika lava mendingin yang dicerminkan oleh garis . Pendinginan aliran lava menyebabkan penyusutan. Pada jenis kaldera glencoe. sedangkan kaldera yang berdiameter besar merupakan hasil dari beberpa kali letusan. sehingga terbentuk formasi kekar. Kantung kantung yang berbentuk membulat seperti lelehan saus merupakan bantal dan biasanya saling bertumpuksatu dengan yang lainnya.3. seperti melilit pilar Lava a a (dibunyikan ah ah) adalah lava berbentuk blok. Lava silika kental cenderung membentuk kubah kumulus atau "coulees" atau letusan material piroklastik. maka biasanya terbentuk struktur khusus yang disebut sebagai lava bantal ("pillow lava"). hasilnya adalah lava seperti kulit hiu dan lilitan sejajar yang pijar. Selaras dengan kenampakan permukaan lava. maka aliran lava diklasifikasikan menjadi aa pahoehoe.1.1 Aliran lava dan tampilan lava minor Jenis lava. Jika aliran lava masuk ke dalam air atau terjadi letusan gunungapi di bawah permukaan air. kemudian memebntuk pecahan heksagonal. Kaldera hasil dari letusan sangat jarang. Kaldera erosi akan hilang selaras dengan pemebntukkan kaldera baru oleh proses yang berbeda (bukan erosi). pecah membentuk blok . kulit tachylitic dan rekaha radial (gambar 34). tetapi pada bagian dasar yang masuk ke bagian dalam membentuk lapisan. seperti runtuhan atau penurunana (subsidence). Lava a a dan lava blok memiliki persamaan. tetapi Fe'nch (1933) dan Macdonald (1953) membedakan antara a a karena bentuknya seperti kerak besi yang melintir dengan blok lava yang memiliki bentuk blok blok yang menyudut. Lava pahoehoe adalah jenis lava cair dengan sedikit berbusa dan pada lapisan permukaannya yang tipis mendingin membentuk lipatan akibat gerakan lava yang meleleh pada bagian bawahnya. penyusutan dan pembentukan formasi kekar ini tidak pernah terjadi pada massa lava seperti bubur. a a. 1970). penurunan tidak diikuti dengan letusan abu.bongkah dan bergerak mengeluarkan suara deru yang cukup keras. maka rekahan rekahan menjadi kekar. tampilan letusan gunungapi yang membentuk kaldera sebenarnya hanya dapat menghasilkan kaldera dengan garis tengah kurang dari 1. Banyak lava bantal yang terbentuk dilaut.garis kekar memusat yang menjadi arah tekanan.5 kilometer. sedangkan lava yang lebih cair membeku membentuk seperti lapisan meninggalkan jejeak seperti aliran lava (Ollier. Pola . 4.kaldera letusan dan kaldera eosi. yaitu kaldera yang memiliki luas akibat erosi terhadap dinding kawah. membentuk bantal yang mudah dibedakan dari bentukkebundaran bongkah karrena pelapukan mengelupas bawang. Tampilan ini tampak sama dengan kilapan kaca. lava seperti bubur saling bertumpang tindih.blok yang saling bertumpuk dan masiv. Selanjutnya jenis ketiga adalah kaldera erosi. semburan gas dan asap. lava blok dan lava bantal (gambar 33). lapisan lava cukup tebal. Tampilan lava minor. Pada bagian puncak berbentuk membulat. debu atau tufa. tetapi lapisan kulit yang plastis terdapat menutupi lava yang cair bergulung seperti kantung plastik yang diisi penuh oleh larutan. tetapi rekahan yang mengisolasi bagian tengah yang melingkar menyebabkan terjadinya terobosan ( intrusi) lateral atau jalan keluarnya lelehan lava. sehingga membentuk lava yang mengkilat seperti kaca. Ketika pengkerutan (kontraksi) memenuhi ruang. Kaldera runtuhan selanjutnya dibagi menjadi jenis Karakatau atau kaldera runtuh karena suatu letusan dan jenis kaldera Glencoe taua kalderayang mengalami penurunan ("subsidence") (ganbar 32). tetapi ada juga yang terbentuk pada air tawar (danau). berbusa dan bergerak secara perlahan.pola kekar . Aliran lava yang mengalir secara perlahan .

tiba. Kejadian bentuk . Selanjutnya pada saat bagian atas aliran lava mendingin secara tiba .gua lava dan bongkah . klasifikasi dan evaluasi yang digunakan sebagai dasar pemetaan geologi dan penelitian geologi.000 atau lebih besar.lereng yang memiliki kemiringan landai.ilmu yang berhubungan dengan geologi memiliki prinsip . Pada aliran lava. aliran lava sangat berhubungan dengan kenampakkan topografi.TM. Aliran lava yang sangat kental dapat menghancurkan penghalang .Sistem harus dapat digunakan didalam berbagai skala. sedangkan pada lereng yang tegak membentuk aliran lava terjun seperti air terjun. Salah satu bentuk lava (minor) dapat ditemukan pada ujung dari aliran lava ("TOE").rekahan yang saling berpotongan. blok . . Sistem yang digunakan untuk kepentingan geologi dan ilmu . Secara alamiah bagian permukaan lava akan lebih cepat dingin dari pada bagian dalam (tengah) aliran lava. sehingga dapat menunjukkan bermacam . SPOT atau ERS). Sistem pemetaan geomorfologi disusun secara sederhana untuk keperluan analisis. sehingga dapat dibedakan bagian luar dan bagian dalam dari suatu aliran lava yang tampak dengan skala kecil. Permukaan kekar tegak (vertikal) mempunyai jarak gores yang dikenal seperti bekas pahatan. dengan pertimbangan metode pemetaan gemorfologi dari kedua akhli tersebut mudah dipahami dan cukup jelas.tanggul kecil.Sistem harus dapat memisahkan dengan jelas keseragaman satuan. Selanjutnya aliran lava dapat bergerak pada lereng .Citra satelit (Landsat. Pada bagian dalam (tengah) tubuh aliran yang mendinging perlahan . sehingga aliran lava sangat cepat akan memenuhi lereng .Sistem harus mudah diekstrapolasi dan digeneralisasi.prinsip sebagai berikut : .blok karena rekahan yang melintang. sehingga gerakan aliran lava yang mendorong blok . Bahan dan alat yang digunakan untuk pemetaan geomorfologi antara lain : . . . . Bentuk .blok lava tersebut membentuk celah .bentuk aliran lava sangat rumit.kolom tegak heksagonal dan pecah membentuk blok .bentuk kekar akibat aliran lava terbentuk didalam satu kumpulan. gua .macam tampilan seperti lava yang berlapis.bongkah kerak.bongkah (gambar 35).ilmu yang berhubungan dengan geologi. Cara pemetaan geomorfologi dilakukan dengan 2 tahap. maka aliran lava tersebut akan terputus membentuk ujung .ujung aliran (" toe") yang baru atau membentuk satuan aliran yang baru. .Peta topografi dan foto udara skala 1 : 50.penghalang di jalur alirannya dan aliran lava yang relatif cair akan terbelokkan oleh lambatnya aliran lava kental yang bertindak seperti tangul .celah yang menjadi jalur aliran lava tersebut. sehingga bagian permukaan tersebut akan mengkerut dan pecah.lereng yang terjal.Sistem harus terpakai untuk penelitian bidang ilmu geologi dan ilmu .yang tegak membagi lava menjadi kolom . yaitu tahap interpretasi peta topografi dan atau foto udara / citra satelit serta tahap pemeriksaan lapangan.blok lava terangkut sampai ujung ujung aliran dan terbenam. kemudian membentuk mega kolom dan selanjutnya kolom normal dan terakhir membentuk rekahan . 4.lahan masih bersifat cair dari pada bagian luar (tepi) dan akan bergerak setiap saat.2 Pelaksanaan pemetaan geomorfologi Pemetaan geomorfologi dilakukan dengan pendekatan cara yang dikembangkan oleh Verstappen (1967 dan 1968) dan Van Zuidam (1968 dan 1975). sedangkan pada bagian atas dan bawah aliran lava tersebut membentuk bongkah . jika diperlukan. yaitu bagian paling depan suatu aliran lava yang berbentuk cembung dengan ketinggian 3 meter dan panjang dapat mencapai puluhan meter.

langkah pemetaan Tahap interpretasi peta topografi dan foto udara dilakukan di studio pemetaan dengan kegiatan yang dilakukan antara lain : . .Kerta kalkir dan plastik OHP. b. Satuan bentuklahan dataran pantai (beach).Kompas geologi. .alat tulis.3.Perhatikan kerapatan pola aliran. . . sedangkan perbedaan kerapatan kontur lainnya dapat digunakan untuk membedakan jenis batuan.Palu geologi. .Plan table lengkap dengan tripod dan mistar. . . Satuan bentuklahan dataran beting gisik. karena kerapatan kontur akan mencerminkan kecuraman lereng. sedangkan batuan yang tahan terhadap erosi merupakan jenis batuan yang keras. .3 Langkah .3 Bentuklahan asal marin (laut) a. sehingga dapat disimpulkan bahwa batuan yang mudah tererosi merupakan jnis batuan yang lunak.2 Bentuklahan asal fluvial (sungai) .Pita ukur. Satuan bentuklahan dataran pesisir (coastal) b.. 4.Perhatikan kerapatan kontur. . karena kerpatan pola aliran akan mencerminkan janis batuan yang tahan terhadap erosi atau mudah tererosi.Nyatakan aspek geologi yang berkembang berdasarkan pola aliran tersebut. Bandingkan dengan pola aliran yang telah dibakukan seperti pada gambar 7 dan 8 . sehingga memiliki arti bahwa lereng yang curam dan menerus dapat diperkirakan sebagai sesar yang berkembang di daerah tersebut. Satuan bentuklahan dataran tanggul alam c. Satuan bentuklahan beting gisik. maka kelas lahan yang memiliki kesamaan dijadikan satuan geomorfologi. d. -Alat .unsur geomorfologi. . 4.Aspek geologi yang tercermin melalui pola aliran merupakan unsur genetikan suatu bentuklahan. Satuan bentuklahan dataran teras sungai.Bentuklahan asal fluvial (sungai) a.Batasi pola aliran pada suatu perbukitan / punggungan mulai dari puncak punggungan yang bertindak sebagai batas pemisah aliran sampai ke titik akhir pengaliran. pada setiap lekukan garis kontur atau lekukan lembah pada foto udara.3.. c.Batasi puncak . 4.Gambar pola aliran pada peta topografi dan / atau foto udara.Klasifikasikan bentuklahan secara morfografi (perbukitan atau pedataran) yang tampak pada peta topografi dengan ciri perbedaan garis kontur dan kondisi pola aliran yang menyatakan aspek genetika. . .puncak punggungan yang bertindak sebagai batas pemisah aliran (water devided area) . Satuan bentuklahan dataran gosong sungai. Satuan bentuklahan dataran banjir. Satuan bentuklahan dataran pesisir aluvial. e. sehingga dapat ditentukan nama satuan geomorfologi. d.Jika telah dibuat klasifikasi dengan dukungan unsur .

" sinkhole" / 'dolina' 4. 8. c.simbol yang digunakan pada peta geomorfologi terdiri dari simbol warna. Satuan bentuklahan perbukitan struktural terlipat. Satuan gumuk pasir (sand dunes) 4. Satuan perbukitan lereng vulkanik tengah. Batas satuan bentuklahan dan simbol . Jika masih diragukan aspek .batas yang telah dibuat pada peta dasar selaras dengan kegiatan penelitian geologi. 6.4 Simbol yang digunakan Simbol .3. 2. d.3. Diharapkan dengan membuat peta geomorfologi sebaai peta dasar pemetaan geologi. Satuan bentuklahan perbukitan lereng atas vulkanik. Satuan bentuklahan dapat dijadikan panduan untuk menelusuri kondisi geologi yang sedang diteliti. sehingga didalam penarikan batas satuan geomorfologi harus dilakukan dengan hati . Satuan bentuklahan perbukitan blok sesar. Penelusuran batas .4 Bentuklahan asal struktural a. Simbol warna digunakan untuk satuan bentuklahan adalah sebagai berikut : 1. c.e. 4.7 Bentuklahan asal karst.3.ciri aspek geologi yang sedang diteliti. 4.3. 7. maka aspek tersebut dijadikan panduan untuk menelusuri aspek geologi yang sedang diteliti.6 Bentuklahan asal aeolian 4. cerminan kondisi geomorfologi dapat memudahkan pelaksanaan pemetaan geologi dan ilmu . Tentukan (plot) dan catat aspek geomorfologi tersebut sebagai data untuk pembuktian kondisi geologi yang sedang diteliti. Tahap kegiatan lapangan meliputi : 1. Jadikan aspek geomorfologi sebagai ciri . Satuan perbukitan lereng vulkanik bawah.8 Bentuklahan asal glasial (es) Tahap kegiatan lapangan dilakukan setelah kegiatan interpretasi peta topografi dan / atau foto udara di studio. b. b. dan simbol huruf. 3.ciri aspek geologi. b.ilmu yang berhubungan dengan geologi. serta telah tersusun kerangka peta geomorfologi sementara (sebagai peta dasar geomorfologi dan geologi) sebagai acuan. 5. a.hati. Satuan bentuklahan perbukitan karst.aspek geomorfologi sebagai ciri .5 Bentuklahan asal vulkanik. simbol gambar. a. 4.simbol yang digunakan harus memberikan cerminan kondisi geologi daerah yang diteliti. Satuan bentuklahan kubah karst.warna ungu (violet) .3. Satuan bentuklahan perbukitan intrusi. Peninjauan lapangan dengan tujuan mencocokkan aspek . 4. Satuan bentuklahan struktural (S) .aspek bentanglahan (landscape) daerah penelitian dengan peta dasar yang telah dibuat di studio. c. Satuan bentuklahan perbukitan struktural gawir sesar.

3 vulkanik tengah.2. Satuan bentuklahan puncak vulkanik .3 d.2 c.2 c. Satuan bentuklahan dataran tanggul alam . . Batas pemisah aliran (water devide ). Satuan bentuklahan perbukitan lereng . Satuan bentuklahan dataran gisik . Satuan bentuklahan marin (M) a. Satuan bentuklahan vulkanik (V) a. satuan bentuklahan aeolian (angin) (A) 8. Satuan bentuklahan gleitser (es) (G) 7.2 Simbol gambar : Bentuklahan struktural.4 vulkanik bawah. warna kuning.2 vulkanik atas.1 b. Satuan bentuklahan denudasional (D) 4. Satuan bentuklahan perbukitan terlipat .F. Satuan bentuklahan dataran gisik aluvial .1 b.V.4 2.D.1 b.F.K.4 4.3 d.K.D. Satuan bentuklahan perbukitan sesar geser .V. Satuan bentuklahan fluvial (F).3 6.M. Satuan bentuklahan sungai (fluvial) (F) 6. c. Satuan bentuklahan perbukitan sesar .3 d. Satuan bentuklahan perbukitan tererosi kuat . Satuan bentuklahan perbukitan tanah longsor .S.V. Satuan bentuklahan perbukitan lereng . a.1 b. d. Satuan bentuklahan dataran gumuk pasir . Sesar geser / blok sesar geser. Satuan bentuklahan perbukitan tererosi ringan . Satuan bentuklahan perbukitan kubah karst .S.S. warna biru tua warna biru muda.M.1 b. Satuan bentuklahan perbukitan lereng .D. Satuan bentuklahan struktural (S) a.D.M. warna jingga (orange) Simbol huruf : 1.S. Satuan bentuklahan dataran banjir . Gawie sesar geser / blok sesar. Satuan bentuklahan perbukitan karst . Satuan bentuklahan dataran beting gisik . 3. Satuan bentuklahan Karst (K) a.2 c. Satuan bentuklahan vulkanik (V) 3. warna coklat warna hijau.V. Satuan bentuklahan denudasional (D) a. Satuan bentuklahan karst (K) - warna merah.4 5. Satuan bentuklahan dataran undak sungai .1 b.F.M. Satuan bentuklahan marin (laut) (M) 5. Satuan bentuklahan perbukitan blok sesar . Satuan bentuklahan perbukitan tererosi sedang .2 c.

Perlipatan Sesar naik. Bentuklahan vulkanik Kawah / kepundan Arah lelehan lava Bentuklahan denudasional Arah erosional Tingkat erosi kuat Tingkat erosi sedang Tingkat erosi lemah. Erosi tebing sungai Erosi garis pantai Gerakan tanah (Mass wasting) Longsor jatuhan (rock fall) Longsor geseran ( landslide) Longsor geser rotasional (slump) Bentuklahan marin (M) Beting gisik ( beach ridge ) .

Bentuklahan karst (K) Kerucut karst Kubah karst Sinkhole Dolina Gua karst dengan stalagtit/stalagmit .Gumuk pasir (sand dunes ) Bentuklahan Fluvial /sungai ( F) Alur sungai berupa garis tipis Tanggul alam Datraran banjir Undak sungai.

sehingga biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan pemetaan geologi menjadi lebih murah.BAB 5 PENULISAN LAPORAN Peta geomorfologi yang bertindak sebagai peta dasar pada pemetaan geologi di dalam laporan pemetaan pada Jurusan Geologi FMIPA .ciri kondisi geologi yang sedang dipetakan. 5. karena wilayah perkotaan selain memerlukan bentuklahan yang layak (landsuitability yang mencakup perbukitan dan pedataran) sebagai dasar untuk menyusun rencana tapak (site plan) juga dibutuhkan daya dukung keteknikan seperti kestabilan lereng yang berhubungan erat dengan batuan dan jenis tanah sebagai dasar perkotaan. sehingga memiliki suatu hubungan yang jelas antara satuan bentuklahan pada peta geomorfologi dengan aspek geologi pada peta geologi. maka morfometri dan material penyusun harus dikemukakan dengan jelas.penelitian geologi. selain menampilkan kondisi morfografi seperti perbukitan atau pedatataran yang diikuti dengan morfogenetik. proses . . Bahasan geomorfologi yang perlu ditonjolkan untuk kepentingan geologi terutama pendekatan morfografi. maka penjelasan geomorfologi harus mencerminkan aspek . sebagai contoh penelitian perencanaan wilayah.simbol yang digunakan perlu ditata kembali sesuai dengan simbol simbol yang telah disepakati oleh internasional (khususnya para akhli geomorfologi). karena waktu yang diperlukan untuk pemetaan geologi akan sangat berkurang dan penajaman terhadap aspek . morfometri secara rinci dan material penyusun yang jelas seperti batuan atau tanah. terutama penelitian geologi yang bersifat khusus. sehingga tujuan penelitian yang diharapkan akan lebih terarah. sehingga pemeriksaan lapangan yang dilakukan terhadap hasil interpretasi peta topografi dan / atau foto udara yang dilakukan di studio menjadi kegiatan awal pemetaan geologi.UNPAD merupakan bahasan tersendiri (sub bab). Simbol . Penjelasan morfografi.aspek geologi dapat ditelusuri dari sejak awal (kegiatan di studio). Pemahaman geomorfologi yang sama di kalangan geologi akan sa ngat membantu didalam penelitan . Kandungan peta geomorfologi pragmatik akan menampilkan aspek . pola pengaliran untuk mencegah banjir dan kemampuan lahan (land capability) untuk daya dukung menampung aktifitas perkotaan. morfogenetik dan morfometri yang mempengaruhi bentuklahan untuk dijadikan landasan menerangkan kondisi . geologi linkungan. KESIMPULAN Peta geomorfologi akan sangat membantu didalam melaksanakan pemetaan geologi jika dipahami dengan baik. morfogenetik. Jika penelitian geologi mengarah pada penelitian yang lebih khusus perlu menggunakan peta geomorfologi sebagai landasan penelitian.proses sedimentasi dan geologi kuater. sehingga tidak akan terjadi silang pendapat yang cukup tajam dan dapat berakibat terbengkalainya program penelitian.kondisi geologi.aspek geologi yang terkandung di dalam peta geomorfologi. Sebagai contoh peta geomorfologi untuk pengembangan wilayah perkotaan. kemiringan lereng yang berhubungan dengan saluran pengaliran (drainage) kota.aspek morfografi. sehingga peta geomorfologi yang digunakan untuk kepentingan penelitian yang lebih khusus tersebut harus menggunakan peta geomorfologi pragmatik. morfogenetik dan morfometri merupakan arahan dari ciri . geologi teknik.

Penulisan laporan tentang geomorfologi harus menjadi satu rangkaian laporan yang mencerminkan kondisi geologi berdasarkan pendekatan geomorfologi.sehingga tidak terjadi penggunaan simbol yang sembarangan. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful