P. 1
Pend Kayu Tanam

Pend Kayu Tanam

|Views: 74|Likes:

More info:

Published by: Mohammad Arif Nur Rohman on Dec 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2011

pdf

text

original

APA ITU INOVASI PENDIDIKAN KAYU TANAM

1. Sejarah Pekembangan Ruang Pendidikan (RP) INS Kayutanam a. Profil Mohammad Syafei Moh. Syafei seorang yang berdarah Minang dilahirkan di Kalimantan Barat tepatnya di daerah Natan tahun 1895. Anak dari Mara Sutan dengan Indung Khadijah. Ia menamatkan di Sekolah Rakyat tahun 1908, masuk sekolah Raja (Sekolah Guru) lulus pada tahun 1914. Kemudian beliau hijrah ke Jakarta dan menjadi guru pada sekolah Karftini selama 6 tahun. Disela-sela kesibukannya menyempatkan diri untuk belajar menggambar lulus tahun 1916, bahkan aktif dalam Budi Utomo serta Insulide serta membantu Wanita Putri Merdeka. Moh. Syafei pada tanggal 31 Mei 1922 berangkat ke negeri Belanda menempuh pendidikan atas biaya sendiri. Belajar selama 3 tahun dengan memperdalam ilmu musik, menggambar, pekerjaan tangan, sandiwara termasuk memperdalam pendidikan dan keguruan. Pada tahun 1925 kembali ke Indonesia untuk mengabdikan ilmu pengetahuannya. b. Masa Awal RP INS Kayutanam Kayutanam adadlah sebuah nama desa kecil di Sumatera Barat sedangkan ISN sebuah lembaga pendidikan yang merupakan akronim dari Indonesche Nederlandsche School. Ciklal bakal sekolah ini adalah milik jawatan kereta api yang dipimpin oleh ayahnya. Tanggal 31 oktober 1926 diserahkan kepada M. Syafei untuk mengelolanya dan kemudian tersohor dengan nama Ruang Pendidikan Indonesche Nederlandsche School (RP INS) Kayutanam. c. RP INS Kayutanam dalam Dinamika Sejarah c.1. Zama Penjajahan Belanda RP INS kayutanam tahun 1926 memiliki 75 orang siswa terdiri atas dua kelas (1A dan 1B) dengan bahasa pengantar bahasa Indonesia. Gedung sekolah RP INS Kayutanam dibangun sendiri oleh siswa tahun 1927 terbuat dari bambu beratap rumbia. Oleh karean membutuhkan lahan luas maka pada tahun 1937 dipindahkan ke Pelabihan, 2 kilometer dari Kayutanam dab selesai pada tahun 1939. Kemajuan terus tercapai dengan terbangunnya asrama dengan kkapasitas 300 orang dan 3 perumahan guru, dengan jumlah ,urid 600 orang, asrama dilengkapi dengan satu ruang amakan dan dapur, 1 restoran, 1 gedung koprerasi, 1 lapangan tennis, 1 tempat berenang dan bersampan, 1 tambak ikan, taman bacaan, 1 tempat bersenam, 1 ruang ibadah, 1 workshop (ruang teori dan praktek), 1 pesanggerahan, 1 ruang auditorium (teater dan paneran), 1 kebun percobaan, 1 ruang peternakan, 2 buah rumah peranginan, 1 tribun lapangan bola dengan kamar pakaian, ruang musik, 1 politeknik dan 8 nruang belajar. Biaya operasional ISN ini diperoleh dari berbagai kerajinan tangan siswa dan kreatifitas lainnya seperti dengan menggelarpertunjukan dengan tiket terjangkau, termasuk tidak menerima subsidi dari pihak manapun termasuk dari pemerintah Belanda. c.2. Zaman Penjahan Jepang Pecahnya PD II 1941 INS diduduki secara paksa oleh Belanda dan proses pembelajaran terhenti. Setelah Jepang menang tahun 1942 RP INS berubah terjemahannya menjadi Indonesche Nippon School. Di zaman ini pemebelajaran merosot tajam yang disebabkan oleh sulitnya memperoleh alatalat pelajaran dan digunakan untuk bekerja serta berlatih demi kepentingan perang Jepang. c.3. Zaman Kemerdekaan Pada zaman perang kemerdekaan INS ditutup. Pemerintah mendirikan Sekolah Guru Bantu (SGB) yang diserahkan sepenuhnya kepada Moh. Syafei. Dalam melanjutkan perjuangannya bidang pendidikan pada tahun 1952 mendirikan percetakan ”Sridharma” dan tersebar keseluruh Indonesia. 2. Landasan dan Niai-Nilai Filososfi RP INS Kayutanam a. Landasan • Berpikir logis dan rasional

bila hal ini tidak mungkin barulah para guru mnjadi subyek dan murid menjadi obyek. Kewajiban harus dipenuhi 29) Hemat b. halus dan estetis 14) Gigih atau ilet yang sehat 15) Correct atau tepat 16) Emocional 17) Jasmani sehat dan kuat 18) Cakap berbahasa Indonesia 19) Sanggup hidup bersusah paya dan sederhana 20) Sanggup mengerjakan pekerjaan dengan alat serba kurang 21) Sebanyak mungkin memakai kebudayaan nasional waktu mendidik 22) Waktu mengajar peran guru sebanyak mungkin menjadi obyek dan murid-murid menjadi obyek. berani karena benar 25) Mempunyai jiwa konsetrasi 26) Pemeliharaan (perawatan) sesuatu usa 27) Menepati janji 28) a. Landasan Penyusunan Kurikulum Kurikulum (Mata Pelajaran) RP INS Kayutanam a. Landasan Operasional Landasan operasional sudah tertuang dalam GBHN yang merupakan rintisan dari RP INS . Indonesia : 1) Ketuhanan Ynag Maha Esa 2) Kemanusiaan 3) Kesusilaan 4) Kerakyatan 5) Kebangsaan 6) Gabungan antara pendidikan ilmu umum dan kejuruan 7) Percaya pada diri sendiri juga dari Tuhan 8) Berahlak (bersusila) setinggi mungkin 9) Bertanggung jawab atas keselamatan nusa dan bangsa 10) Berjiwa aktif positif dan aktif negatif 11) Mempunyai daya cipta 12) Cerdas. Landasan Idiil Pancasila yang merupakan sumber hukum dan digali dari kebudayaan-kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di tanah air Indonesia b. 23) Sebanyak mungkin para guru mencontohkan pelajaran-pelajarannya. Sebelum pekerjaan dimulai dibiasakan menimbangnya dulu sebaik-baiknya b. Landasan Konstitusional Sebagai tujuan dari landasan pendidikan Indonesia yang tertuang dalam RP ISN Kayutanam ada dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 c. Nilai-Nilai Filosofi 1) Nasionalisme 2) Develop mentalisme 5. logis dan rasional 13) Berperasaan tajam. tidak hanya pandai menyuruh saja 24) Diusahakan supaya pelajaran mempunyai darah kesatria.• Keaktifan atau kegiatan • Pendidikan masyarakat • Memperhatikan pembawaan anak • Menentang intelektualisme Setelah kemerdekaan landasan tersebut dikembangkan menjadi dasar-dasar pendidikan Rep.

Dari segi tujuan operasional pendidikan kurikulumnya terdiri atas pendidikan umum dan kejuruan yang berpusat pada pekerjaan tangan. setengah aktif dan aktif) • Menggambar (terdiri atas : menggambar bebas. dan untuk kelas 3 (3 jam per-minggu). dengan cata ir dan menggambar perspektif) • Membersihkan sekolah dan kelas ( pembentukan tabita yang positif. kepemimpinan dan kerjasama • Berkebun (prinsipnya sama dengan kebersihan sekolah Namur tahapannya dimulai dari persiapan. Syafei yakni kurikulum pendidikan dasar yang tahun awalnya berupa pendidikan pra-sekolah. Kelas rendah ditekankan pada kerja mencontoh. tertib penggunaan alat dan langkag-langkah kerja harus diperhatikan serta menumbuhkan kecakapan sosial. kerangka. Hal ini menanamkan rasa sportifitas. Dari tujuan kurikulum maka pendidikan terdiri atas pendidikan umum dan pendidikan kejuruan b.5 jam setiap kelas dan di kelas 2 harus menggunakan bahasa Belanda yang diiringi oleh biola. reflecting. melibatkan cala dan menang. Nilai-Nilai yang ditanamkan : . Alokasi waktu kerja tangan kelas 1 dan kelas 2 (satu setengah jam) perminggu. benda-benda buatan manusia. lerning community. gelas. penanaman. • CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) • Memanfaatkanlingkungan (alam takambang jadi guru) • Pendekatan SAVI : Somatic (Learning by moving and doing) Auditoric (learning hearing and teaching) Fisual (learning by observing and grafling Intellectual (learning by problem solving and reflecting) • Quantum Lerning : • PAKEM b. benda-benda alam). 7. Kurikulum Dalam kurikulum ini yang dikembangkan oleh RP INS Moh. artinya setelah diterangkan oleh guru secara umum hanya satu murid saja yang berada di kelas sementara yang lainnya dikelas yang berdekatan.modeling. Strategi Pembelajaran dan Nilai-Nilai yang dikembangkan di RP INS Kayutanam a. menggambar garis lupus. menggambar menurut contoh (gambar orang lain. Mata pelajaran olahraga/permainan rakyat diberikan 5 jam perminggu.Kayutanam yang direalisasikan dalam bentuk Sisdiknas yakni membentuk watak bangsa Indonesia seutuhnya.menggambar di luar kepala. Strategi Pembelajaran • CTL : Komponennya Konstrukivisme. dan kepemimpinan. inquiri. komunikasi. Tingkat Pendidikan dan Mata Pelajaran RP INS Kayutanam a. Penekanannya untuk menjalani pelajaran berhittung • Bermain-main (Kegiatan yang menyenangkan dilakukan berkelompok. kebersamaan. seruling dan gitar. pemeliharaan dan pemetikan hasil). 6. autenthic assessment. Mata Pelajaran : Mata pelajaran yang dkembangkan di INS Kayutanam adalah : • Bahasa Ibu (terdiri atas 3 aktifitas yaitu pasif. d. bekerja tuntas dari awal hinggá akhir. Mata pelajaran kesenian (menyanyi) diberikan 2. questioning. otak dll. Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan yang dikembangkan di INS Kayutanam hádala pendidikan dasar dimana untuk tahun-tahun awal sekolah hádala pendidikan prasekolah. Sementara teknik membaca yang merupakan keharusan menggunakan pendekatan individual.

menyenangkan. tanggung jawab. mandiri. rendah hati (bersahaja) 8. budi pekerti. inspiratif. kebangsaan. Evaluasi Produk 9. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Mengadakan sekolah percobaan yang melaksanakan nilai-nilai INS Kayutanam Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Mengadakan diklat untuk guru-guru 3. Selain semua kriteria tersebut ditegaskan pula pada ayat (2) bahwa dalam proses pembelajaran pendidik memberikan ketelada . menantang. dan kemandirian sesuai dengan bakat. 2003 Pasal 26 yang menyatakan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban menciptakan pendidika yang bermakna. gigih/ulet. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. memotivasi peserta didik untuk berparsitipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Evaluasi Proses Pembelajaran RP ISN Kayutanam a. Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. menyatakan bahwa ”Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. satria. jujur dan ihlas.• Imtaq. Pengawas. minat. menyenangkan. Sosialisasi konsep dan nilai INS kepada Kepala Dinas. Adapun strategi implementasi konsep dan nilai-nilai RP INS Kayutanam adalah : 1. empati. inspiratif. Evaluasi Proses b. Kepala Sekolah dan Guru 2. kreatif dinamis dan dialogis. Strategi Implementasi Konsep dan Nilai-Nilai RP INS Kayutanam di Indonesia saat iini dan dimasa mendatang Bila kita perhatikan konsep dan nilai-nilai RP INS Kayutanam sangat sejalan dengan UU Pendidikan No 20 Th. kreatifitas dan kemandiriansesuai dengan bakat. minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. kreativitas. menyenangkan. dan perkembangan fisik serta psikologis pesertra didik”. UU ini telah diperkuat oleh PP No 19 2004 tentang BSNP. menantang. Kemudian BSNP melahirkan 8 standar nasional pendidikan dimana salah salah satunya adalah standar proses.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->