UJI KELARUTAN

A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM 1. Tujuan Praktikum : - Mengetahui kelarutan zat organik dalam beberapa pelarut. - Menentukan golongan suatu zat kelarutannya. 2. Tanggal Praktikum 3. Tempat Praktikum : Kamis, 28 Oktober 2010. : Laboratorium Kimia Dasar, Lantai III, Fakultas MIPA, Universitas Mataram. organik berdasarkan

B. LANDASAN TEORI Kelarutan juga didefinisikan dalam besaran kuantitatif sebagai konsentrasi zat terlarut dalam larutan jenuh pada temperatur tertentu. Kelarutan suatu senyaw, tergantung pada sifat fisika kimia zat pelarut dan zat terlarut, temperatur, pH larutan, tekanan untuk jumlah lebih kecil tergantung pada hal terbaginya zat terlarut. Bila suatu pelarut sampai batas daya melarutkannya, larutan ini disebut larutan jenuh (Heaton,2006:180). Jenis-jenis pelarut yang digunakan untuk melarutkan, antara lain: a) pelarut polar. Pelarut polar melarutkan zat terlarut ionik dan zat polar lain, b) pelarut nonpolar. Aksi pelarut dan cairan nonpolar seperti hidrokarbon berbeda dengan zat polar. Pelarut nonpolar tidak dapat mengurangi gaya tarik menarik antara ion elektrolit kuat dan lemah, karena tetapan dielektrik pelarut yang rendah. Oleh karena itu, zat terlarut ionik dan polar tidak dapat larut atau hanya dapat larut sedikit dalam pelarut nonpolar,c) pelarut semipolar. Pelarut semi polar seperti keton dan alkohol dapat menginduksi suatu derajat polaritas tertentu dalm molekul pelarut nonpolar, sehingga menjadi dapat larut dalam alkohol (Sumardjo,2009:95). Daya kelarutan suatu zat berkhasiat memegang peranan penting dalam formulasi suatu sediaan farmasi. Lebih dari 50% senyawa kimi abaru yang ditemikan aat ini bersifat hidrofobik. Kegunaan secara klinik dan obat-obatan hidrofobik menjadi tidak efisien dengan rendahnya daya kelarutan, dimana akan mengakibatkan kecilnya penetrasi obat tersebut. Kelarutam suatu zat berkhasiat yang kurang dari 1mg/mL mempunyai tibgkat disolusi yang kecil karena kelarutan suatu obat dengan tingkat disolusi obat tersebut sangat berkaitan (Jufri,2004). Menurut farmakope Indonesia, pernyataan kelarutan adalah zat dalam bagian tertentu pelarut, kecuali dinyatakan lain menunjukkan bahwa, 1 bagian bobot zat padat atas 1 bagian volume zat cair larut dalam bagian volume tertentu pelarut. Istilah kelarutan digunakan untuk menyatakan jumlah maksimal zat yang dapat larut dalm sejumlah tertentu zat pelarut atau larutan. Kelarutan bergantung pada jenis zat terlarut , konsentrasi dari larutan jenuh, yaitu kelarutan, tergantung pada: 1) sifat solvent. Kelarutan yang besar terjadi bila molekul-molekul
1

solute mempunyai kesamaan dalam struktur dan sifat-sifat kelistrikan dari molekul-molekul solvent. 2) sifat solute. Penggantian solute berarti pengubahan interaksi-interaksi sulote-solute dan solute-solvent. 3) suhu. Kelarutan gas dalam air biasanya menurun jika suhu larutan dinaikkan. 4) tekanan. Kelarutan dan semua gas naik jika tekanan saham dan gas yang terletak di atas larutan dinaikkan (Herlina,2008).

C. ALAT DAN BAHAN 1. Alat y Bulp y Penjepit tabung reaksi y Pipet tetes y Pipet volume y Rak tabung reaksi y Spatula y Tabung reaksi 2. Bahan y Anilin y Aquades y Asam benzoat y Asetaldehida y Butanol y Kertas lakmus y Larutan dietil eter y Larutan H2SO4 96% y Larutan H3PO4 85% y Larutan HCl 5% y Larutan NaHCO3 5% y Larutan NaOH 5% y Naftalena

2

D. SKEMA KERJA

y Asam benzoat y Naftalena y Anilin y Butanol y Asetaldehid a

+ air

tidak larut

larut

+ NaOH 5%

+ eter

tidak larut
+ HCl 5% MN

larut
+ NaHCO3 5%

tidak larut

larut uji lakmus

larut tidak larut H2SO4 96% larut
A2

larut tidak larut
Lakmus merah Lakmus biru Lakmus tak berubah

A1

S2

SA

SB

S1

H3PO4 85% tidak larut
I N2

larut
tidak larut

N1

B

3

Asetaldehida larut dengan eter. sedangkan aquades berada di bagian atas. Larutan tidak bercampur. c.E. Terbentuk 2 fase. warna kertas lakmus tidak berubah. Asam benzoat + aquades b. Asetaldehida larut larut dengan aquades. Sebagian naftalen mengapung dan 4 c. Bubuk naftalena ada yang mengapung diatas aquades dan ada yang didasar tabung reaksi. Endapan asam benzoat berwarna putih berada di bawah dan di atas aquades. a. Naftalena tidak larut dalam NaOH. Asam benzoat larut dalam NaHCO3 dengan larutannya bening. Anilin + HCl 5% 2. Larutan bagian atas keruh dan bagian bawah bening. NaOH di bagian bawah dan anilin di bagian atas. b. Butanol + NaOH 5% c. a. Anilin + aquades b. Naftalena + NaOH 5% 5. Reaksi pada asetaldehida a. dengan jumlah naftalena yang mengapung lebih banyak. Warna awal anilin coklat the. Butanol + aquades b. Asetaldehida + eter Reaksi pada naftalena a. c. Asam benzoat larut dalam NaOH dengan warna larutannya jernih atau bening. Kedua larutan dapat larut. Naftalena +HCl 5% . Ketika dicampurkan dengan aquades. Aniline + NaOH 5% HASIL PENGAMATAN a. Reaksi pada butanol a. Asam benzoat + NaHCO3 3. c. a. Naftalena juga ada yang mengapung dan ada yang di dasar tabung. terbentuk 2 fase. larutan tidak saling menyatu atau tidak larut. Saat anilin dan NaOH dicampurkan. dengan warna larutan coklat bening. Asetaldehida + aquades b. Warna awal NaOH adalah bening. Naftalena tidak larut dalam aquades. Naftalena + aquades b. Setelah larutan diuji dengan kertas lakmus. Naftalena tidak larut dalam HCl. Warna awal HCl adalah bening. HASIL PENGAMATAN NO. Butanol tidak larut dalam aquades. b. Reaksi pada asam benzoat a. b. bagian atas berwarna keruh dan bagian bawah bening jernih. b. Asam benzoat + NaOH 5% c. Butanol tidak larut dalam NaOH. a. Anilin berada di bagian bawah. Tidak larut. Butanol + HCl 5% 4. Reaksi pada anilin a. b. c. REAKSI 1. Butanol larut dalam HCl dengan warna larutan keruh. a.

Asetaldehida + air O H 3C H O - OH H H3 C OH H + H O H H 3C H O + H b.O . tidak larut.d. Asetaldehida + eter O O H3 C H - + H3C H3 C . Naftalena mengapung diatas larutan H2SO4 pekat yang berwarna bening.CH 3 H3 C . Asetaldehida diuji dengan kertas lakmus merah  Kelas kelarutan dari asetaldehida adalah S1.CH 2 O CH2 .CH 2 .CH3 O H3 C H 3C . 5 . warna kertas lakmus tidak berubah. Naftalena + H2SO4 96% sebagian lagi di dasar tabung. d.CH3 H c.  Kelas Kelarutan Kelarutan Dalam Air ¥ Eter  ¥ ¥ ¥ ¥ NaOH NaHCO3 HCl H2SO4 H3PO4 Kelas Kelarutan S1 B A1 I B Sampel Asetaldehida Butanol Asam benzoat Naftalena Anilin F.CH 2 . ANALISA DATA 1) Asetaldehida a.CH2 O H + CH 2 .

Asam benzoat + NaHCO3 O OH O O Na + NaHCO3 + H2CO3  Kelas kelarutan asam benzoat adalah A1 6 .CH 2 .CH2 .CH2 . Butanol + air H3 C .Cl + H-O-H H 2O  Kelas kelarutan butanol adalah B 3) Asam Benzoat a.CH 2 .CH2 .Cl H3 C .CH 2 .OH + H . Butanol + HCl 5% H3 C . Butanol + NaOH 5% H3 C .OH + H2 O b.CH 2 .CH 2 .CH2 .CH2 .Cl + H3 C .OH + NaOH c. Asam benzoat + NaOH 5% O O OH O NaOH Na + + H2O c.CH 2 .CH 2 .CH 2 .CH 2 . Asam benzoat + air O OH + H2O b.CH2 .2) Butanol a.

Naftalen + HCl 5% + d. Naftalena + air + H2O b. Anilin + HCl 5% H N H NaOH 7 H N + H + H Cl H + Cl - . Anilin + NaOH 5% H N H H2O + c. Naftalen + NaOH 5% + NaOH c.4) Naftalen a. Naftalen + H2SO4 pekat HCl + H2SO4  Kelas kelarutan naftalena adalah I 5) Anilin a. Anilin + air H N H + b.

Alkohol. keton. senyawa aromatik lain yang tidak reaktif. Bermacam-macam senyawa netral yang memiliki gugus nitrogen atau sulfur dan memiliki lebih dari lima atom karbon. Amina alifatik dengan delapan atau lebih atom karbon penyusunnya. Asam karbolsilik monofungsional dengan lima karbon atau dibawahnya. S2 SA SB S1 A1 A2 B MN N I G. aldehid. Kelas kelarutan anilin adalah B  KELAS KELARUTAN Kelas kelarutan Golongan Senyawa Organik Garam dari asam organik (RCO2Na. oxim. Alkohol monofungsional. asam-asam arisulfonik. alkena. beberapa eter. pherol dengan susunan letak gugus pada ortho atau para. asam karboksilik dengan lebih dari enam karbo. fenol enol. dan anida dengan lima karbon. aldehid. epoxida. Asam organik kuat. aminakarbohidroksida (RNH3Cl). keton. alkil. semua yang memiliki karbon lebih dari lima. sulfoamida. karbohidrat (gula). Asam organik lemah. halo alkana. polyhydroxy compounds. dan sebagainya. asam amino . PEMBAHASAN 8 . Hidrokarbon jenuh. Amina monofungsional dengan enam atom karbon atau di bawahnya. tiofenol. aril halida. inidies. ester. diaril eter. anilin (hanya untuk satu fenol yang berkaitan dengan nitrogen). RSO3Na). dan beberapa senyawa aromatis. ester dengan satu fungsional grup dan terdiri dari lima atom karbon atau lebih yang kurang dari 9 eter. nitril.

Kedua. Kemudian saat diujidengan kertas lakmus merah. Bagian hidrokarbon alkohol bersifat hidrofobik yakni menolak molekul-molekul air. asetaldehid juga larut dalam eter. dimana asetaldehida juga memiliki gugus (COH) yang bersifat polar. reaksi yang terjadi pada butanol.Tujuan praktikum kali ini adalah untuk menetahui kelarutan zat organik dalam beberapa pelarutbdan menentukan golongan suatu zat organik berdasarkan kelarutannya.2005:80). Ketika ditambahkan dengan air. Alasan yang mungkin untuk pembesaran kepolaran ini adaalh bahwa elektron pi yang mobil mudah tertarik ke oksigen yang elektronegatif daripada elektron sigma dari C-O. ternyata tidak terjadi perubahan warna pada lakmus tersebut. gugus karbonil lebih polar daripada gugus C-O dalan alkohol dan eter. asetaldehid juga hanya memilki 2 atom karbon yang lebih memudahkan kelarutannya dalam air. begitu 9 . alkohol. Kelarutan atau solubilitas adalah kemampuan suatu zat kimia tertentu. Adanya 2 fase antara butanol dan air. Butanol merupakan golongan alkohol dimana alkohol memilki bobot molekul rendah dalam air. atau uji kelarutan butanol. sifat hidrofob ini mengalahkan sifat hidrofil (suka air) gugus hidroksil (Parlan. dimana butanol berada di bagian atas karena massa jenisnay lebih rendah ( =0. Saat percobaan didapatkan bahwa butanol tidak larut dalam air dan NaOH 5%. maka senyawa tersebut adalah aldehida (Fessenden. keton. zat terlarut (solute).2008). Asetaldehida adalah suatu senyawa yang tersususn dari gugus karbonil (C=O). Bila rantai hidrokarbon cukup panjang. Hal ini dikarenakan asetaldehida juga memiliki gugus R (CH3) yang bersifat nonpolar. Air melarutkan fenol. Kelarutan dinyatakan dalam jumlah maksimal zat terlarut yang larut dalam suatu pelarut pada kesetimbanagan (http:// Pertama adalah reaksyang terjadi pada asetaldehida. untuk larut dalam suatu pelarut (solvent). maka asetaldehida dimasukkan dalam kelas kelarutan S1. Karena larut dalam air dan etet. amina dan senyawa lain yang mengandung oksigen dan nitrogen yang membentuk ikatan hidrogen dalam air (Herlina. yang berarti bahwa asetaldehida memiliki sifat netral. tetapi larut dalam HCl 5%.81 gr/mL) daripada air ( =1 gr/mL). ternyata asetaldehida larut didalamnya. Selain larut dalm air. Air adalah senyawa yang bersifat polar. Bila salah satu dari atom terikat pada karbonil adalah hidrogen. Makin panjang bagian hidrokarbon ini akan makin rendah kelarutan alkohol dalam air. Asetaldehida juga merupakan suatu senyawa yang dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air cenderung untuk dapat lebih larut dala air daripada senyawa yang tak dapat. aldehid.1982:66).

1982:461). Sehingga kelas kelarutan asam benzoat adalah A1. Memang akan berbeda. kedua larutan ini tidak dapat larut karena keduanya merupakan senyawa basa. Saaat asam benzoat ditambahakan aquades. HCl 5% bahkan H2SO4 96% sekalipun. padahal HCl bersifat polar seperti air ( EN=0.pula pada saat butanol ditambahakan NaOH. Sehingga berdasarkan praktikum kami tersebut. mereka tidak larut dalam air. tetapi larut dalam pelarut organik seperti dietil eter. keduanaya tidaka dapat larut karena asam benzoat memilki atom C sebanyak 7 atom. Hal ini dikarenakan ion akan menyerang ion H+ dari asam benzoat sehingga kedua senyawa tersebut larut. hanya 8. Artinya. anilin dapat 10 . Naftalena tidak dapat larut dengan pelarut air. Seperti hidrokarbon alifatik dan alisiklik. pada saat praktikum. NaOH 5%. atau heksan (Fessenden. Dan saat ditambahkan HCl. uji kelarutan anilin. Kemudian saat ditambahakan NaOH dan NaHCO3.3 gr 1-butanol larut dalam 100 gram air (Fessenden.1982:61). NaHCO3 merupakan garam basa dari basa kuat NaOH yang juga melarutkan asam benzoat. Selain itu naftalena juga memiliki struktur molekul stabil dan kuat yang sulit terputus ikatannya. Kemudian saat butanol ditambahkan HCl. Hal ini dikarenakan anilin memilki lebih dari 5 atom C yang membuat kelarutannya semakin berkurang (Fessenden. dimana basa tidaka dapat dilarutkan dengan basa. Anilin tidak dapat larut dalam air dan NaOH dan dapat larut dalam HCl 5%. Ketiga.9). sehingga tidak terjadi reaksi apapun pada saat ditambahkan dengan beberapa pelarut tersebut. benzena dan hidrokarbon lain bersifat nonpolar. Hal ini dikarenakan naftalena merupakan turunan benzena. CCl4. asam benzoat dapat larut didalamnya. uji kelarutan naftalena.1982:454). seharusnya kedua senyawa ini tidak larut. perbandinagan kuantitas antara butanol dan HCl yang diambil menyebabakan masih dapatnya kedua larutan itu terlarut. keduanya dapat larut. Keempat. naftalena amsuk dala kelas kelarutan I. yang semakin membuat kelarutannya dalam air semakin rendah atau sampai tidak larut. Kelima. Sama halnya pada saat melakukannya dengan NaHCO3. namun hal ini dapat disebabkan adanya kecenderungan ion pada butanoluntuk berikatan dengan ion H+ pada HCl dan juga dimana butanol masih dapat larut dalam senyawa polar dalam kuantitas atau perbandingan tertentu. butanol digolongkan dalam kelas kelarutan B. Misalnya saja. Sehingga. uji kelarutan asam benzoat.

7. hal ini dikarenakan NH2 yang bersifat basa akan cenderung bereaksi dengan asam (HCl). KESIMPULAN 1. NaOH 5%. Naftalena tidak dapat larut dalam air. tetapi dapat larut dalam basa NaOH dan garam basa NaHCO3 sehingga kelarutannya A1. sehingga masuk dalam kelas kelarutan I. Asam benzoat tidak dapat larut dalam air. Kelarutan adalah kemapuan suatu zat kimia tertentu. Uji kelarutan dapat digunakan untuk mengetahui sifat atau karakteristik gugus fungsi dan kemudian dapat menggolongkannya 3. 5. 4. kelas kelarutannya adalah S1. 6. Dari semua percobaan ini dapata diaktakan bahawa kelarutan suatu senyawa dipengaruhi oleh jenis atau sifat zat terlarut (solute) dan sifat pelarut (solvent). Butanol tidak dapat larut dalam air dan NaOH 5% karena bersifat hidrofobik dan tidak dapat larut dalam HCl 5% dalam kuantitas tertentu. HCl 5% bahkan H2SO4 tetapi dapat larut dalam pelarut organik. sehingga anilin dikelompokkan pada kelas kelarutan B. tetapi larut dalam HCl 5% dan masuk dalam kelas kelarutan B 11 . zat terlarut (solute). Kelas kelarutan buatanol berdasarkan praktikum adalah B. Dan dengan melakukan uji kelarutan. A. untuk larut dalam suatu pelarut (solvent) yang dinyatakan dalam jumlah maksimal zat terlarut yang larut dalam suatu pelarut dalam kesetimbangan. Asetaldehida adalah senyawa yang dapat larut dalam air dan eter karena mengandung gugus yang bersifat polar (COH) dan nonpolar (CH3). Anilin tidak dapat larut dalam air dan NaOH.terlarut. karena struktur molekul yang stabil. 2. dapat diketahui sifat macam-macam gugus fungsi dan dapat menggolongkannya.

Cara ini bergantung pada kelarutan zat dalam pelarut tertentu dikala suhu diperbesar.2003:129). Tujuan Praktikum : . maka konsentrasi impurity yang rendah tetapi dalam larutan sementara produk yang berkonsentrasi tinggi akan mengendap (Arsyad.Memilih pelarut yang sesuai untuk rekristalisasi. tanpa menurunkan tekanannya. PELAKSANAAN PRAKTIKUM 1. mudah sekali dilakukan proses sublimasi pada tekanan kamar. . tatapi tak satupun dari ini akan tumbuh menjadi terlalu besar. Prinsip dasarnya adalah perbedaan tekanan uap. Lantai III. makin besarlah kemungkinan untuk membentuk inti baru. Laju pembentukan inti tergantung pada derajat lewat jenuh dari larutan.2002:247). 12 .Menjernihkan dan menghilangkan warna larutan. Makin tinggi derajat lewat jenuh. . : Laboratorium Kimia Dasar. hanya cukup langsung dipanaskan saja. 17 November 2010. Laju pembentukan kristal merupakan factor lain yang mempengaruhi ukuran kristal yang terbentuk selama pengendapan berlangsung.2001:84). Sublimasi adalah proses perubahan dari fase uap menjadi padat dan sebaliknya dari fase padat menjadi fase uap karena pengaruh temperature. Jika laju ini tinggi. bila dingin. Fakultas MIPA. Jika laju pembentukan inti tinggi. Universitas Mataram. 2. Karena konsentrasi total impurity biasanya lebih kecil dari konsentrasi zat yang dimurnikan.Melakukan rekristalisasi dengan baik. Tempat Praktikum : Kamis. dimana zat-zat tersebut atau zat-zat tersebut dilarutkan dalam suatu pelarut kemudian dikristalkan kembali. Tanggal Praktikum 3. Sublimasi ini digunakan untuk memisahkan atua memurnikn senyawa padat yang dapat menyublim pada tekanan kamar. tergantung pada dua factor penting yaitu laju pembentukan inti (nukleasi) dan laju pertumbuhan kristal. kristal-kristal yang besar akan terbentuk yang dipengaruhi oleh derajat lewat jenuh (Svehla.PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT PADAT B. Ukuran kristal yang terbentuk selama [pengendapan. dan memurnikan campuran dengan C. jadi makin besarlah laju pembentukan inti. jadi terbentuk endapan yang terdiri dari partikelpartikel kecil. LANDASAN TEORI Rekristalisasi merupakan salah satu cara pemurnian zat padat yang jamk digunakan.Memisahkan rekristalisasi. maka senyawa tersebut akan langsung menyublim (Keenan. dan atau tekanan udara di atasnya. . banyak sekali kristal akan terbentuk.

Tekhnologi mutakhir yang digunakan pada industri khlor alkali untuk menghasilkan produk-produk tersebut adalah elektrolisa larutan garam (brine). Bahan y Asam benzoat kotor y Kertas saring 13 . diperlukan proses pemurnian larutan garam dari impuritisnya sebelum diumpankan ke elektrolyzer (Bahruddin. sehingga kemungkinan terjadinya kristalisasi lebih besar. Oleh karena itu. dengan menggunakan seed material. Pada reaktor fluidized bed. ALAT DAN BAHAN 1. D. kondisi yang sesuai untuk kristalisasi tak mesti harus supersaturasi. dan reaktan Ca dialirkan dai dasar reaktor. sehingga terjadi fluidisasi dan pencampuran sempurna. Sel membran dapat menghasilkan produk elektrolisa dengan kemurnian yang lebih tinggi.2003).2003). Sewaktu reaksi pembentukan Kristal calcium phosphate. Tetapi kelemahan dari sel membran itu sendiri adalah larutan garam yang diumpankan ke elektrolyzer harus mempunyai kemurnian yang tinggi. juga terjadi kontak dengan seed material yaitu pasir silica (SiO2). Seed material berfungsi sebagai tempat penumbuhan kristal .Proses kristalisasi untuk penyisihan posfat dilakukan dalm reactor terfluidasi dengan media pasir silica. Produk utama dari industri khlor alkali adalah khlorin (Cl2) dan sodium hidroksida (NaOH). Kondisi supersaturasi akan mengakibatkan terjadinya reaksi antara fosfat dengan ion Ca menghasilkan kristal calcim phosphate (Devina. Alat y 1 set alat sublimasi y Bulp y Cawan penguap y Corong y Erlenmeyer 250 mL y Filter flask y Gelas kimia 250 mL dan 900 mL y Hot plate y Pemanas listrik y Penjepit tabung reaksi y Pipet tetes y Pipet volume y Rak tabung reaksi y Spatula y Tabung reaksi 2. larutan fosfat.

5 gr norit y hingga mendidih disaring filtrat y jika masih belum terbentuk kristal. rendam dalam air es y dicuci dengan metanol dimasukkan dalam cawan penguap sampai didapat kristal kristal ditimbang 14 . CARA KERJA 1.y y y Metanol Naftalen kotor Norit E. Kristalisasi asam benzoat 2 gr asam benzoat kotor y dimasukkan dalam gelas kimia 100 mL y ditambahkan metanol panas (sampai tepat larut) larutan asam benzoat y ditambah metanol panas sedikit demi sedikit y larutan asam benzoat panas y ditambah 0.

Diperoleh kristal asam benzoat berwarna putih. Larutan + norit disaring dididihkan dan b. Kristalnya berbentuk monoklin. b.83 gr. Ditimbang kristalnya d. setelah disublimasi. ditimbang 15 . Sublimasi 1 gr serbuk naftalen kotor y dimasukkan dalam filter flask y disublimasi hasil sublimasi y kristal dikumpulkan kristal yang diperoleh ditimbang F. Perlakuan Kristalisasi asam benzoat a. 2. Hasil Pengamatan Kristal asam benzoat kotor berwarn aputih dengan bentuk kristal seperti kristal garam halus. sehingga diletakkan pada cawan penguap agar terbentuk kristal murni. Massa kristal sebesar 0. d. b. Dan perendaman dalam air es tidak dilakukan karena sudah terbentuk kristal saat disaring. Terbentuk kristal putih yang masih sedikit basah. a. Asam benzoat kotor + metanol sampai tepat larut a.49 gram. Terbentuk larutan tak berwarna yang terlihat sedikit adanya pengotor. berbentuk jarum seberat 0. 1. naftalena kotor menyublim. kemudian mengkristal kembali pada tabung filter flask. HASIL PENGAMATAN No.2. c. Larutan asam benzoat + metanol panas sedikit demi sedikit c. Larutan asam benzoat terlihat jenuh seperti larutan gula yang jenuh. disublimasi b. Sublimasi Naftalena a.

Perhitungan 1) Kristalisasi asam benzoat Massa sampel = 2 gr Massa kristal = 0.49 gr        16 .F. Persamaan Reaksi 1) Kristalisasi asam benzoat Atau O OH O OH CH 3 OH + (solid) kotor + (solid) murni CH 3 OH 2) Sublimasi (s) kotor (g) (s) murni II.83 gr        2) Sublimasi Naftalena Massa sampel = 1 gr Massa kristal = 0. ANALISA DATA I.

Rekristalisasi adalah salah satu cara pemurnian zat padat yang dimana zat-zat tersebut atau zat-zat tersebut dilarutkan dalam suatu pelarut kemudian dikristalkan kembali (Arsyad. untuk menyerap atau mengikat pengotor yang ada pada asam benzoat kotor atau disebut absorben. Saat disaring sendidri sebenarnya sudah merupakan pendinginan. memilih pelarut yang sesuai untuk rekristalisasi.G. Metanol memiliki titik didih sebesar 64. Hal ini akan mempermudah proses pengeringan kristal yang terbentuk. sampel asam benzoat kotor dilarutkan menggunakan pelarut metanol yang dalam keadaan panas. gerakan translasi molekul-molekul menjadi lebih kecil dan gaya molekul lebih besar. 2) pelarut hanya dapat melarutkan zat yang akan dimurnikan. tidak dilakukan perendaman larutan pada air es karena sudah terbentuk kristal pada saat disaring. Pada praktikum kami. Kemudian langsung disaring hingga diperoleh kristal asam benzoat.com/asam_benzoat/). Sampel asam benzoat kotor ditambahakan metanol panas sampai tepat larut dan kemudian larutannya ditambahkan metanol panas sedikit demi sedikit agar sampel dapat larut sempurna. Larutan yang telah diberikan norit dipanaskan sampai mendidih agar penyerapan warna atau kotoran yang ada menjadi lebih sempurna. maka norit akan mengikat kotoran yang ada pada asam benzoat kotor. serta memisahkan dan memurnikan campuran dengan rekristalisasi. Karena sifat-sifat tadilah yang akan memudahkan terbentuknya kristal yang diinginkan saat pengeringan. terlihat larutannya seperti larutan gula yang jenuh.wikipedia. 3) titik didih pelarut harus rendah. pemanasasn dilakukan untuk memulai pengkristalan. dan tidak melarutkan zat pencemarnya. karena mengingat kecepatan suatu zat untuk dapat larut dipengaruhi salah satunya oleh suhu pelarut. kemudian dipanaskan. sehingga pada saat disaring filtrat yang keluar langsung membentuk endapan dan larutan.co. Metanol juga hanya dapat melarutkan asam benzoat yang akan dimurnikan. Metanol dibuat dalam keadaan panas pada saaat melarutkan asam benzoat.2001:84). Norit ditambhakan pada larutan asam benzoat.7 oC yang lebih rendah daripada titik didih asam benzoat yaitu 249oC (http://www. menjernihkan dan menghilangkan warna larutan. Pada saat ditambahkan sedikit demi sedikit metanol panas tersebut. Pada percobaan reksristalisasi asam benzoat ini.2009). Percobaan pertama yaitu kristalisasi asam benzoat (rekristalisasi). Prinsip daar dari proses rekristalisasi adalah perbedaan kelarutan antara zat yang dimurnikan dengan zat pencemarnya. Syarat-syarat yang haus sesuai adalah sebagai berikut : 1) pelarut tidak bereaksi dengan zat yang dilarutkan. Hingga setelah pengkristalan molekul mempunyai kedudukan tertentu 17 . Sesuai dengan persyaratan itulah mengapa yang digunakan untuk melarutkan asam benzoat kotor adalah metanol. PEMBAHASAN Tujuan praktikum kali ini adalah untuk melakukan rekristalisasi dengan baik.id). 4) titik didih pelarut harus lebih rendah dari titik leleh zat yang akan dimurnikan agar zat tersebut tidak terurai (http://www.google. yang apabila disaring lagi dan kemudian dikeringkan akan terbentuk kristal murni (Ikhsan. Setelah itu.

KESIMPULAN DAN SARAN 1. Menurut sumber (http://brownharianto. Kristal asam benzoat yang diperoleh pada praktikum adalah berbentuk kristal jarum. seberat 0. Kemudian uap senyaw tersebut bila didinginkan akan berubah menjadi fase padat kembali (http://zune_adzani.com). disini terjadi kesetimbangan. Sublimasi adalah proses perubahan dari fase uap menjadi padat dna sebaliknya.com). diantaranya titik didihnya harus rendah. Persentase kristal yang kami peroleh adalah 49%.blogspot. atau tekanan udara diatasnya.5%. Percobaan kedua. senyawa padat bila dipanaskan akan menyublim langsung terjadi perubahan dari padat langsung menjadi uap. atau sebagai absorben. berbentuk seperti layangan (monoklin) seberat 0. d. Prinsip dasarnya adaklah perbedaan tekanan uap. berwarna putih.83 gram. berwarna putih dan berbentuk jarum. Dari semua percobaan.com). Kristal yang diperoleh saat penyarinagn dicuci kembali denganmetanol dinin. Persentase asam benzoat yang kami peroleh adalah 41. c. Sublimasi ini digunakan untk memisahkan atau memurnikan senyawa padat yang dapat menyublim pada tekanan kamar. e. kristalisasi dari zat murni akan menghasilkan kristal yang identik dan teratur bentuknya sesuai dengan sifat kristal senyawanya.5%. Pembentukan kristal optimum dicapai saat kesetimbangan. Rekristalisasi adalah salah satu cara pemurnian zat padat yang dimana zat-zat tersebut atau zat-zat tersebut dilarutkan dalam suatu pelarut kemudian dikristalkan kembali.dalam kristal. Selama pemgkristalan. temperatu akan turun lagi. karena pengaruh temperatur. Norit berfungsi untuk menyerap atau mengikat pengotor yang ada pada asam benzoat kotor.83 gram atau 41. Kristal asam benzoat yangkami peroleh sebesar 0. Pelarut metanol adalah pelarut yang tepat untuk melarutkan asam benzoat karena memenuhi syarat pelarut yang sesuai. Pada proses sublimasi. yaitu sublimasi naftalena. Panas yang terbentuk pada pengkristalan disebut panas pengkristalan.49 gram. Hal ini mungkin terjadi karena kesalahan kami dalam mengamati bentuk kristal yang diperoleh. Kesimpulan a.blogspot. temperatur tetap. 18 . b. Kristal naftalena yang kami dapatkan berwarna putih. Padahal menurut (http://kamushidrokarbon. padatan naftalena berbentuk seperti jarum dan lebih transparan dari naftalena yang kotor. Kesalahan dalam mengamati bentuk mungkin menjadi faktor disini.1989:83). Pencucian ini dilakukan agar zat warna atau pengotor yang masih tertinggal dalm hasil yang diperoleh setelah penyaringan dapat hilang. H. pengkristalan selesai (Sukardjo. asam benzoat murni memiliki kristal monoklin yang memilikisatu sumbu miring dari tiga sumbu yang dimilikinya.

Prinsip dasar sublimasi adalah perbedaan tekanan uap. Saran y Praktikan harus teliti saat melakukan pengamatan hasil reaksi. Kristal naftalena ynag kami perolehberupa kristal monoklin berwarna putih seberat 0.f. h. g. 19 . 2.49 gram atau 49%. Sublimasi adalah proses perubahan dari fase uap menjadi padat atau sebaliknya tanpa melewati fase cair.

Memahami reaksi-reaksi yang digunakan untuk uji kualitatif unsur-unsur penyusun suatu senyawa organik. Senyawa halogen organik dalam kehidupan sehari-hari dipakai dalam pestisida.2002:288). protein. . fosfor merah dan fosfor hitam. gas CO2 dan sebagian besar zat yang ada di alam ini terutama yang berasal dari hewan. 2. Tempat Praktikum : Kamis. : Laboratorium Kimia Dasar. Tanggal Praktikum 3.«.2. Sebuah atom karbon dapat berikatan dengan sesama unsur karbon yang membentuk ikatan rantai karbon senyawa-senyawa yang terdiri dari atom karbon dikenal dengan sebutan senyawa organik (Sunardi. bersenyawa dengan hampir setiap unsur lain yang reaktif membentuk senyawa hibrida. Biasanya ditemukan sebagai gas tanpa warna. Karbon di alam terdapat dalam bentuk intan. Nitrogen atau zat lemas adalah sebuah unsur kimia yang memiliki nomor ato 7. Hidrogen mempunyai densitas atau rapatan paling rendah. Halogen dapat membentuk berbagai asam oksi dengan rumus umum HXOn (n=1. dan merupakan unsur penyusun senyawa-senyawa organik. tanpa rasa dan merupakan gas diatomik bukan logam yang stabil.3.2001:110). penghilang lemak dan zat pendingin. tumbuhan dan manusia (misalnya karbohidrat. 17 November 2010. Unsur karbon mempunyai sangat banyak senyawa organik. PELAKSANAAN PRAKTIKUM 1. Fosfor putih 20 . HCl (asam hipoklorit). LANDASAN TEORI Karbon adalah salah satu unsur golongan IV A yang merupakan unsur non logam. Fosfor diproduksi dengan mereduksi kalsium phosfat. sangat sulit bereaksi dengan senyawa lainnya (http://id. Contohnya adalah oksi klorida. Universitas Mataram. B.wikipedia. lemak dan arang). Tujuan Praktikum : .). Alotrop fosfor putih.ANALISIS UNSUR A. minyak bumi. Lantai III. HClO2 (asam klorit) dan HClO4 (asam perklorat) (Fessenden. grafit. Atom halogen yang baisanya diberi simbol X dalm berbagai senyawa akan membentuk ikatan kovalen tunggal dengan karbon.com).Memahami analisis kuantitatif unsur-unsur penyusun suatu senyawa organik. tanpa bau. Fakultas MIPA.2006:51). Ca3(PO4)2 dengan bantuan kuarsa dan batu bara. dan dewasa ini berkembang pula senyawa argonometalik dengan atom karbon terikat secara koordinasi pada ion logam (Sugiarto.

adalah molekul dengan kondisi P4. Untuk mengtahui unjuk kerja peralatan dan prosedur analisis maka terlebih dulu dilakukan analisis dengan menggunakan SRM U3O8. Limit deteksi merupakan kemampuan suatu metode untuk mendeteksi atu alat untuk mendeteksi kensentrasi terkecil dalam larutan contoh (Wilianto.1 °C) dan larut dalam benzena atau karbon sulfida (http://www.2007). Bahan y y y y y y y y y y y Air kapur Aquades Bubuk CuO Bubuk sulfur Bubuk urea DCM (diklorometana) Kawat Cu Kertas saring Pb-asetat Larutan H2SO4 pekat Larutan HNO3 encer Larutan NaOH 0. ALAT DAN BAHAN 1.org/silikon_nitrogen_fosfor/). dan linieritas. C. Alat y y y y y y y y y y y Bulp Bunsen Krus Neraca analitik Penjepit tabung reaksi Pipa U Pipet tetes Pipet volume 10 mL Rak tabung reaksi Spatula Tabung reaksi 2.1M 21 . Hasil analisis dibandingkan dengan nilai sertifikat standar uranium sehingga diperoleh besarnya penyimpangan dan akurasi metode tersebut. baik untuk analisis kadar Uranium maupun analisis unsur-unsur lainnya. akurasi. limit deteksi.chem_is_try. pengukuran meliputi ketelitian (suatu kedapatulangan yang bagus). Fosfor putih memiliki titik leleh (44.

Reaksi pengarangan Zat organik (naftalena) y y y y dimasukkan ke dalam krus dengan api kecil dengan pemanasan kuat diamati warna nyala terdapatnya jelaga y y y dengan pemanasan tinggi ditambahakan HNO3 encer (bila perlu) diamati jelaganya hasil (jelaga hilang) b. Identifikasi Unsur Karbon a.5 gr sampel urea + 50 mg CuO y y dimasukkan dalam tabung reaksi yang dilengkapi dengan pipa U terbentuk gas y dialirkan ke tabung reaksi yang berisis air kapur adanya unsur karbon akan membuat air kapur keruh 22 . CARA KERJA 1.y y Naftalen Pereaksi Nessler D. Percobaan Penfield 0.

Identifikasi Unsur Nitrogen  Percobaan Kjeldahl 10 mg sampel urea y dimasukkan dalam tabung reaksi y + 10 tetes H2SO4 pekat y larutan jernih y + 1 mL air y Dibasakan dengan NaOH y + beberapa tetes pereaksi Nessler (adanya unsur nitrogen ditandai dengan terbentuknya endapan coklat) 23 . Percobaan Penfield 0.5 gr sampel urea + 50 mg CuO y y dimasukkan dalam tabung reaksi yang dilengkapi dengan pipa U terbentuk gas y dialirkan ke tabung reaksi yang berisis air kapur (adanya hidrogen akan menimbulkan tetes air pada dinding tabung) b. Pirolisis dengan sulfur sedikit sampel urea y dimasukkan dalam tabung reaksi y + 50 mg sulfur y Tabung reaksi ditutup dengan kertas saring Pb-asetat y Hasil (adanya unsur hidrogen akan menimbulkan noda hitam pada kertas saring) 3. Identifikasi Unsur Hidrogen a.2.

Setelah ditambahakan HNO3 encer. Percobaan Penfield 2. Keadaan awal urea berupa kristal bening. 1. larutan berubah dari biru pekat menjadi ungu. Identifikasi Unsur Hidrogen a. Reaksi Identifikasi Unsur Karbon a. a. terbentuk gelembung.4. b. dan sulfur berupa bubuk kuning. Bentuk awal dari urea adalah serbuk putih. campuran sulfur dan urea mencair 24 b. Identifikasi Unsur Halogen  Percobaan Beilstein Kawat Cu y ujung kawat sampai tidak ada nyala hijau y + DCM Hasil (Warna nyala) I. setelah naftalen dipanaskan dengan api kecil. terbentuk endapan putih pada dasar tabung. padatan naftalena tersebut menjadi cair. dan CuO berbentuk serbuk hitam. Kemudian saat dipanaskan dengan api besar. naftalena cair tersebut terbakar bercampur jelaga. b. Larutan air kapur pada tabung reaksi menjadi lebih keruh dan terdapat endapan kapur di dasar tabung dalam jumlah sedikit. seiring perubahan. dinding tabung ada bercak biru. Setelah dipanaskan. jelaga hilang. HASIL PENGAMATAN No. Percobaan Penfield b. campuran CuO dan urea melebur. Reaksi pengarangan Hasil Pengamatan a. Pirolisis dengan sulfur . air kapur pada tabung reaksi menjadi keruh dan pada dinding dalm tabung terdapat uap air. keduanya melebur dan bercampur. Setelah campuran tersebut dipanaskan.

warna larutan semakin pekat dan endapan semakin banyak. Namun pada pemanasan setelah ditambahkan DCM. Percobaan Penfield G. Identifikasi Unsur Karbon a. warna Cu menjadi hijau kebiruan dan tetap dalam bentuk kawat semula.dengan warna larutan merah orange. Semakin banyak pereaksi Nessler ditambahkan. larutan tetap bening setelah penambahan aquades dan NaOH. Setelah dipanaskan. Identifikasi Unsur Nitrogen Percobaan Kjeldahl Urea berbentuk bubuk berwarna putih. larutan menjadi jernih. PEMBAHASAN Praktikum kali ini bertujuan untuk memahami analisis kualitatif unsur-unsur penyusun suatu senyawa organik dan memahami reaksi-reaksi yang digunakan untuk uji kualitatif unsur-unsur penyusun suatu senyawa organik. 3. 4. terbentuk fase koloid tidak jernih dimana reaksi berjalan eksoterm (panas pada dinding tabung reaksi). Identifikasi Unsur Halogen Percobaan Beilstein F. Pada pemanasan pertama. ANALISA DATA 1. Kawat Cu berwarna coklat mengkilap. Reaksi pengarangan b. warna Cu tidak berubah. dan pada kertas saring penutup terdapat noda hitam. 25 . Terbentuk endapan merah bata dan larutannya berwarna kuning. Setelah ditambahkan H2SO4 pekat.

Cara-cara yang dapat dilakuakn antara lain yaitu dengan pengarangan. untuk mengetahui suatu zat merupakan senyawa organik atau bukan. terdapat jelaga pada naftalena yang sudah mencair. dan air kapur berubah menjadi keruh. dimana pada percobaan ini.wordpress. campurann anatara urea dan sulfur mencair dengan larutan berwarna merah orange da pada kertas saring timbul noda hitam. adanya jelaga berwarna hitam yang kemudian menghilang (jelaga). yaitu percobaan Penfield. diamna saat urea (CO(NH2)2) ditambahkan sulfur (S) terbentuk H2S yang kemudian menjadi PbS dan CH3COOH saat ditutupi dengan kertas saring Pb-asetat (http://filzahazny.Dalam analisis kualitatif unsur ini. Prinsip kerja dari pengarangan adalah dengan pemanasan zat dalam cawan porselen.wordpress. pemijaran CuO.com). Dalam percobaan.S. Percobaan Penfield merupakan percobaan yang dilakukan pada saat yang tidak mudah emnguap. percobaan Penfield. Kemudian ditambahakan HNO3. Percobaan kedua. dengan syarat api tidak langsung dibawah zat supaya perubahan lebih jelas diamati. Percobaan dilakukan dengan cara Penfield dan pirolisis dengan sulfur. penambahan asam nitrat ini bertujuan untuk mempercepat penghilangan warna hitam jelaga dan untuk memastikan dengan adanya warna hitam dari oksida logam menandakan adanya unsur karbon (C). Kedua. Faraday. pada dinding dalam tabung terdapat titik-titik air (uap air) yang merupakan hasil antara CO2 + Ca(OH)2. Jelaga tersebut merupakan karbon yang terbentuk dari pemanasan naftalena. Kemudian. Prinsip dari percobaan ini adalah senyawa yang mengandung C apabila dipanaskan akan menghasilkan endapan dan menyebabakan kekeruhan pada air kapur (http://www. 26 . Percobaan lain juga dilakukan untuk mengidentifikasi unsur-unsur yang lain pula. endapan CaCO3 berwarna putih yang membuat air kapur keruh dan adanya titik air pada dinding tabung menandakan adanya unsur C pada urea. Kemudian.. Oleh karena itu. yaitu identifikasi unsur hidrogen. Yang terjadi pada saat percobaan Penfield ini sama persisi dengan identifikasi unsur karbon di atas. Nonoda hitam ini menandakan adanya unsur hidrogen. perlu ditunjukkan dengan adanya unsur C tersebut. memastikan bahwa pada sampel naftalena mengandung unsur karbon. Saat pemanasan. Diamati uap yang dihasilkan dan pembakaran senyawa organik yang kemudian uapnya dialirkan ke sebuah wadah berisi air kapur melalui sebuah pipa. adanya unsur hidrogen ditandai dengan adanya titik-titik air pada tabung. reaksi pengarangan. prinsipnya adalah mengubaha ikatan kovalen menjadi ion-ion. Pertama. Dengan kata lain. terbentuk endapan putih pada dasar tabung. Untuk mengidentifikasi unsur-unsur N.P dan halogen. Percobaan pertama adalah identifikasi unsur karbon yang dilakukandengan reaksi pengarangan dan percobaan Penfield. Lassaigne. Endapan putih ini merupakan endapan CaCO3 hasil reaksi antara CO2 (hasil pemanasan urea) dengan air kapur (Ca(OH)2).wikipedia. dan Castellina (http://filzahazny. dengan kata lain.com/2008/09/98). Kjeldahl. Senyawa organik mengandung unsur karbon. pada percoaban porolisi dengan sulfur. dilakukan percobaan Beilstein.com/2008/09/98).

didapatkan hasil akhir. Pereaksi Nessler inilah yang nantinya akan membentuk endapan merah bata. yaitu percobaan Beilstein. S Ø P : Na3P. terjadi reaksi yang menghasilkan oksida tembaga. didapatkan hasil akhir persamaan reaksi.dengan pemijaran yang cukup lama kelebihan logam Na diubah menjadi Na2O sehingga tidak berbahaya kalau kena air. dan halogen berubah menjadi: Ø N :NaCN. PH3 Ø Halogen : Na halogenida Juga terbentuk NaOH. Untuk penentuan unsur-unsur N. maka senyawa organik yang mengandung C.Prinsipnya adalah: dengan memijar logam Na.google. Warna hijau tersebut merupakan senyawa tembaga yang menguap. pada saat penambahan H2SO4. Castellina. yaitu identifikasi unsur halogen.yang berwarna merah. Lassaigne. Ketika ditambahkan DCM (dichlorometana). tabung reaksi terasa panas yang menunjukkan reaksi berjalan eksotermik. Prinsipnya adalah. Faraday. P. CN Ø S : Na2S. 27 . terbentuk warna hijau dan kawat Cu tidak berubah bentuk.id). Dasar prinsipnya adalah berdasarkan sifat beberapa senyawa yang dengan pemijaran dengan oksida tembaga membentuk senyawa tembaga yang menguap dan berwarna hijau (http://www. Dilihat dari hsil persamaan reaksi. dan Wurzschmin (http://www.google. Pada saat kawat Cu dipanaskan. pada sampel urea juga terdapat unsur nitrogen (N).P dan halogenida dikenal beberapa cara. Artinya.id). O. N.co. Dimana sebelumnya.S. H. Kemudian percobaan yang kami tidak lakukan adalah percobaan Lassaigne. Identifikasi dilakukan dengan cara atau percobaan Beilstein. yaitu: . yaitu: CuO(s) + CH2Cl2(aq) Cu(s) + Cl2(g) + CH2O(aq) Adanya Cl2 inilah yang menyebabkan warna hijau pada kawat. warna merah bata dihasilkan dari adanya ion I. Percobaan Beilstein merupakan percobaan pendahuluan terhadap halogen. unsur N pada sampel diubah menjadi (NH4)2SO4 dengan H2SO4. akan membebaskan NH3 yang akhirnya dapat diamati dengan peraksi Nessler. yaitu identifikasi unsur nitrogen. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada percobaan Lassaigne ini. H2SO4 ditambahkan agar nantinya ditambahkan basa.Percobaan ketiga. Pada identifikasi unsur nitrogen kali ini digunkan percobaan Kjeldahl. Kjeldahl. Percobaan keempat. S.co.

28 .. dipakai logam Na berlebih.bila disamping C. untuk menghindarkannya. kemungkinann terbentuk CNS yang akan menggangu penentuan N. ada S. N.

Fakultas MIPA.IDENTIFIKASI GOLONGAN AROMATIS DAN FENOL A. Tempat Praktikum : Kamis. . tumpang tindih belum maksimum dan senyawa itu tidak aromatik.Mengidentifikasi senyawa golongan aromatis. : Laboratorium Kimia Dasar. . Hal ini karena cincin benzene memilki enam electron (pi) yang merupakan sumber elektron bagi pereaksi elektrofil. Universitas Mataram. Erick Hückel . PELAKSANAAN PRAKTIKUM 1.2005:82). yaitu: 1) pembentukan elektrofil. 21 Oktober 2010. Agar bersifat aromatic. Tujuan Praktikum : .Mengenal reaksi-reaksi senyawa aromatis. Tanggal Praktikum 3. Reaksi substitusi elektrofilik pada benzene berlangsung dalam tiga tahap. E H E + E + H E H + E = H E + H + + z t a tara ¡   29 . B.Mengenal reaksi-reaksi yan membedakan fenol monovalen dan polivalen. . 2. 2) serangan elektrofil pada inti benzene membentuk zat antara kation benzenonium. LANDASAN TEORI Rumus ikatan valensi dari suatu senyawa aromatik biasanya menunjukkan suatu cinci dengan ikatan tunggal berselang-seling dengan ikatan rangkap. suatu senyawa datar. dengan n adalah sebuah bilangan bulat. Lantai III. Reaksi-reaksi yang umum terjadi pada benzene dan turunannya adalah reaksi substitusi elektrofilik. Jika beberapa orbital pi tidak terisi. seorang ahli kimia Jerman pada tahun 1931 mengusulkan bahwa untuk menjadi aromatic. 2009: 454 ). dan 3) pelepasan proton menghasilkan produk (Parlan. yang disyaratkan untuk tercapainya stabilisasi aromatic. monosilik harus memiliki electron pi sebanyak 4n+2. Benzene mempunyai enam electron pi berpasangan dan benzene bersifat aromatik ( Sumardjo. senyawa aromatic siklik dengan ikatan tunggal dan rangkap brselang-seling yang tidak aromatik. System ini akan menghasilkan tumpang tindih maksimum dan lengkap. Namun terdapat kasus-kasus. semua electron pi-nya harus berpasangan.Mengidentifikasi adanya fenol.

5 gr. Reaksi hidrogenasi benzene sebenarnya sulit dilakukan .id).Friedel Crafts). 3) substitusi atom H dengan gugus alkil (reaksi alkilasi. Uji katalitik hidrogenasi benzene menggunakan katalis Ni/SiO2 dilakukan dalam reactor unggun tetap pada kondisi berat katalis 0. 4) substitusi atom H dengan gugus sulfona (reaksi sulfonasi). ALAT DAN BAHAN 1. Reaksi adisi baru dapat terjadi pada suhu tinggi dengan bantuan katalis. Pada reaksi ini digunakan pereaksi alkil halide dengan katalisator AlCl3 membentuk alkil benzene.Benzene lebih mudah untuk melakukan reaksi substitusi daripada reaksi adisi.co. Reaksi-reaksi benzene dipergunakan untuk membbuat senyawa-senyawa benzene. Alat y Bunsen y Korek api y Penjepit tabung reaksi y Pipet tetes y Pipet volume y Rak tabung reaksi y Rubber bulb y Spatula y Tabung reaksi 30 . namun adanya katalis Ni. 2) substitusi atom H dengan gugus nitro (reaksi nitrasi). Pada reaksi adisi ini digunakan katalisator Platina (http://www. Aktifitas fotokatalik diuji untuk mengolah limbah sintesis Cr (VI) dan fenol atau Pt (IV) dan fenol secara simultan (Slamet.2005). Pada reaksi ini digunakan pereaksi H2SO4 dan pemanasan membentuk asam benzene sulfona. karena mempunyai electron pi ( ) terdelokalisasi yang menghasilkan energy resonansi dan mengakibatkan diperlukannya energy yang lebih besar untuk bereaksi. 6) adisi benzene dengan gas Hidrogen. reaksi Hidrogenasi tersebut dapat dilakukan pada tekanan dan suhu yang relative lebih rendah disbanding tanpa katalis (Ridla. Pada reaksi ini. laju alir gas (H2 dan benzene) 40 ml/menit dan suhu 200oC.wikipedia. C. Pada reaksi ini digunakan pereaksi asam nitrat pekat (HNO3) dengan katalisator asam sulfat pekat membentuk senyawa nitrobenzene.2008). yaitu : 1) subtitusi atom H dengan atom Halogen (Halogenasi). Dan konsentrasi tertentu senyawa ini dapat memberikan efek yang buruk terhadap manusia. Fenol merupakan salah satu senyawa organic yang berasal dari buangan industry yang berbahaya bagi lingkungan dan manusia. atom H digantikan oleh atom halogen dengan bantuan katalis besi (III) halide. Yang dimaksud gugus asil adalah: R-C=O. 5) substitusi atom H dengan gugus asil (reaksi asilasi-Friedel Crafts). Oleh karena itu. hidrogenasi benzene harus dilakukan pada suhu dan tekanan tinggi.

5 mL benzene 0.1 mL aniline 0. CARA KERJA 1.AlCl3 0.2.3 2. Bahan y Aniline y Asam benzoate y Fenol y Larutan benzene y Larutan CHCl3 y Larutan H2SO4 pekat berasap y Pereaksi Fehling A dan B y Resorsinol y Serbuk AlCl3 D. Reaksi dengan CHCl3.1 gr asam benzoate y y y y y dimasukkan dalam tabung reaksi ditambahkan 1 mL CHCl3 dikocok membasahi dinding ditambahkan serbuk AlCl3 anhidrat pada dinding diamati warna larutan dan dinding Hasil 1.1 mL benzene 0.3 31 .5 mL aniline 0. Reaksi senyawa aromatic dengan H2SO4 pekat berasap 0.2.2.1 gr asam benzoate y y y y y dimasukkan dalam tabung reaksi ditambahkan H2SO4 pekat berasap dikocok didiamkan diamati larutan yang terjadi Hasil 1.

Bagian atas berwarna bening. Warna awal aniline yaitu coklat. warnanya tetap bening. pada dinding terbentuk kristal putih dan terbentuk endapan keruh pada larutan. Aniline + CHCl3. Reaksi senyawa aromatic dengan CHCl3. REAKSI HASIL PENGAMATAN 1. berasap 2. Terbentuk endapan berwarna putih pada dasar tabung. muncul asap dan bagian luar tabung reaksi terasa panas.AlCl3 a. dan endapan berwarna coklat kehijauan pada bagian atas. Benzene + CHCl3+ AlCl3 a.3. Benzene + H2SO4 pekat berasap sedangkan bagian atau lapisan bawahnya berwarna coklat (seperti warna teh). a. Warna awal asam benzoate adalah putih. larutannya menjadi coklat pekat (kemerahan) dan pada dinding tabung reaksi terbentuk Kristal coklat kemerahan. c. Reaksi dengan Fehling 0. Asam benzoate + H2SO4 pekat c. b. larutan menjadi semakin coklat. Aniline + H2SO4 pekat berasap b. dan setelah ditambhakan AlCl3. Larutannya berwarna coklat bening. Reaksi senyawa aromatic dengan a.AlCl3 c.AlCl3 . Setelah ditambahkan CHCl3 larutannya 32 b. Pada saat direasksikan. Asam benzoate + CHCl3. Setelah ditambahkan serbuk AlCl3. c. setelah ditambahkan CHCl3 tidak terjadi perubahn pada larutan. setelah ditambahkan CHCl3. Warna awal larutan benzene adalah bening.2 mL fenol 0. Terbentuk 2 fase yang tidak dapat H2SO4 pekat berasap bercampur. b. HASIL PENGAMATAN NO.1 gr resorsinol y y y y dimasukkan dalam tabung reaksi ditambahkan 1 mL (Fehling A + Fehling B) dipanaskan diamati warnanya Hasil 1 dan 2 E.

a. warnanya menjadi hijau kekuningan. Resorsinol + Fehling c. terbentuk endapan berwarna dipanaskan putih dengan larutan berwarna hijau lumut. terbentuk endapan berwarna biru dan larutan berwarna orange bening seperti teh. Setelah resorsinol ditambahkan pereaksi A+Fehling B Fehling. Reaksi pada benzene H H H H H H H H SO 3 - H H H + H O3 H - + H O3 2- H H (la bat) H O3 H - + SO 3 ¢ - SO3H + H3O £ + + C6H5SO 3H (aq) + H2O (l) H 2O Reaksi : C6H6 (aq)+H2SO (aq) ¢ + H O - + H2SO (cepat) 33 . Reaksi dengan Fehling b. Setelah dipanaskan warna larutan menjadi semakin pekat. Dan setelah penambahan AlCl3. Setelah fenol ditambahkan pereaksi Fehling. pada dinding terbentuk kristal putih dan larutannya menjadi keruh. b. Reaksi Senyawa Aromatic dengan H2SO4 Pekat Berasap a. E.3. Fenol +Fehling A+Fehling warna larutan Fehling A adalah hijau dan B dipanaskan Fehling B berwarna putih (keruh). ANALISA DATA 1. menjadi bening. Setelah dipanaskan. Warna awl fenol adalah orange bening.

N H Reaksi pada anilin - + - H S O NH - -H2O O -H 2O O NH OH - NH + + S+ OH O H O + NH O S O H OH O +S + + H O S OH O O + H NH - H O S ON OH H -H 2O N --.H H O H H O H H O H + O S O OH O O O S OH S OH O O c. Reaksi pada asam benzoat 2 O O H O H O H O NH N --.H N - + O H O H OH +OS+ S OH + O S O OH O O O S O OH --N NH H NH2 NH2 N --.NH - ONH NH H O NH - + S+ OH O H O + H H O +- H O S OH O O H O + + OH H O S O OH + H O S OH O b.H OH OH O S H O S OH O O + H O S O S O OH O + OH O- O OH O O H - H H O S OH + O + H + O H + O S OH O 6 5 (s) 2 4 (aq) Reaksi : C6H5COOH (s) + H2SO4 (aq) 6 4 C6H4COOHSO3H (aq) + H2O (l) 3 (s) 2 (l) ¤ ¤ § ¦¨ ¦ §©¦§§¥ ¦ ¥ ¤ ¤ O S O OH Reaksi : C 5H 5NH (aq) + H SO 4 (aq) O S OH C 6H 4NH SO 3H + H SO 4 + 2H 2O (l) H + H + H O H §© ¦ ¨ ¦§§¥ ¦ ¥ 34 .

Reaksi dengan CHCl3 ± AlCl3 a. Reaksi pada benzena Cl Cl Cl + H Cl + Al Cl Cl + Cl + Cl H + AlCl 4 - H + CHCl2 H CHCl2 + AlCl4 - + AlCl 3 AlCl3 + HCl Reaksi : C6H5 (aq) + CHCl 3 (aq) C6H5CHCl2 (aq) + HCl (aq) b. Reaksi pada anilin H N H Cl Cl Cl Cl H N H + H + Al Cl Cl + Cl + Cl H + AlCl4 - H2 N + H NH2 H Cl Cl CHCl 2 + AlCl 4 - + AlCl 3 AlCl 3 + HCl Reaksi : C6H5NH2 (aq) + CHCl 3 (aq) C6H4NH2CHCl2 (aq) + HCl (aq) 35 .2.

Reaksi dengan Fehling Fehling A Fehling B : CuSO4 : KNa(C4H4O6).88 kg/L. sedangkan H2SO4 merupakan asam mineral organic polar yang hanya dapat larut dalam senyawa polar. Terbentuknya 2 fase ini dikarenakan benzene yang merupakan senyawa nonpolar yang hanya bisa larut dengan pelarut nonpolar juga.4H2O E. mengidentifikasi adanya fenol. mengidentifikasi senyawa golongan aromatis. Reaksi pada asam benzoat O OH Cl Cl Cl Cl O OH H Cl Cl H O OH Cl + H + Al Cl Cl + + H + AlCl 4 - Cl O OH + AlCl 4 - + CHCl 2 HCl + AlCl 3 Reaksi : C6H5COOH (s) + CHCl3 (aq) AlCl 3 C6H4COOHCHCl2 (aq) + HCl (aq) 3. Percobaan pertama yaitu reaksi senyawa aromatic dengan H2SO4 pekat berasap yang terdiri dar 3 subpercobaan. saat benzene ditambahkan H2SO4 pekat berasap. lebih kecil daripada bagian bawah (berwarna coklat/ H2SO4) yang massa jenisnya 36 . yaitu benzene. bagian atas (berwarna bening). terjadi 2 fase yang saling terpisah. Sulfonasi benzene dengan asam sulfat pekat berasap (H2SO4+SO3) menghasilkan asam benzene sulfonat. Dimana secara keseluruhan percobaan pertama termasuk ke dalam reaksi sulfonasi. PEMBAHASAN Tujuan praktikum kali ini adalah untuk mengenal reaksi-reaksi senyawa aromatis. dan mengenal reaksi-reaksi yan membedakan fenol monovalen dan polivalen. Pertama. sulfonasi bersifat mudah balik (Fessenden.c. aniline dan asam bnezoat.1982:474). Karena perbedaan kepolaran inilah sehingga terbentuk 2 fase. adalah benzene yang massa jenisnya 0.2004:15). Tidak seperti reaksi substitusi elektrofilik benzene yang lain. abgian atas berwarna bening dan bagian bawah berwarna coklat. Senyawa aromatic adalah senyawa yang semua electron pi-nya (4n+2) berpasangan (Bresnick.

secara umum reaksi substitusi elektrofilik pada benzene berlangsung 3 tahap.co. yaitu dari pembentukan elektrofil SO3. Mekanisme reaksinya sama yang terjadi dengan benzene. prinsipnya sama saja dengan reaksi yang terjadi pada benzene dan aniline di atas. Disini juga terjadi reaksi sulfonasi dengan mekanisme yang sama seperti halnya benzene dan aniline diatas. 37 . Pertama. Larutan yang terbentuk adalah coklat bening. timbul asap dan pada dinding tabung reaksi terasa panas. Percobaan kedua. sedangkan tahap ketiga eliminasi sebuah ion hydrogen dan hasilnya ialah sebuah alkil benzene (Fessenden. Ketiga. Mengenai mekanisme yang terjadi. Pelarutan SO3 ke dalam air tidak praktis karena reaksi sulfur trioksida dengan air yaitu bersifat eksotermik (http://www. Kedua. Kristal membuktikanbahwa terbentuknya kembali katalis AlCl3 dan dengan mekanisme yang sama juga. sehinggga terbentuk produk asam benzensulfonat. saat aniline ditambah H2SO4 pekat berasap. Asam benzoate merupakan pengarah posisi meta bagi subtituen kedua. aniline ditambahkan CHCl3-AlCl3.diatas 1 gr/cm3. tahap kedua ialah serangan elektrofilik pada benzene. Sama halnya dengan reaksi pad abenzena. serangan SO3 pada inti benzene dan terbentuk produk NH2 sebagai subtituen pertama pengarah subtituen kedua berada pada posisi ortho/para.1982:471). Kedua. Mekanisme reaksi adalah pembentukan elektrofil suatu karbokation. serangan elektrofil pada inti benzene dan pelepasan proton menghasilkan produk (Parlan. hal ini dikarenakan pada saat terjadi reaksi antara SO3 dengan air. asam enzoat ditambahkan H2SO4 pekat berasap. Kristal terbentuk merupakan terbentuknya kembali AlCl3 (katalis) pada akhir titrasi.google.2005:82). Proses eksoterm adalah suatu proses perpindahan kalor dari system ke lingkungan. yatu pembentukan elektrofil. Alkilasi benzene berupa substitusi sebuah gugus alkil untuk sebuah hydrogen pada cincin benzene (Fessenden. Reaksi yang terjadi pada percobaan ini adalah reaksi alkilasi. Elektrofil pada reaksi alkilasi adalah R+ (karbokation alkil) dengan bantuan katalis AlCl3. saat benzene ditambahkan CHCl3-AlCl3. NH2 merupakan activating pengarah gugus alkil pada posisi otho/para. Larutannya coklat pekat kemerahan dan terbentuk Kristal coklat kemerahan. terbentuk endapan keruh dan Kristal putih pada dinding.1982:471). Ketiga. yaitu reaksi senyawa aromatic dengan CHCl3-AlCl3. Elektrofil SO3 terbentuk dari H2SO4 pekat berasap kemudian menyerang inti benzene. Mekanisme yang terjadi adalah sama dengan reaksi pad abenzena.id). Asam karboksilat (-COOH) merupakan subtituen pengarah meta bagi subtituen kedua. Kristal yang terbentuk merupakan atau membuktikan bahwa AlCl3 sebagai katalis yang tidak ikut bereaksi dan erbentuk kembali di akhir reaksi. terjadi resonansi untuk membuat cincin benzene kembali dan terbentuklah produk asam benzene sulfonat.

golongan fenol mudah teroksidasi dan memberikan hasil yang berwarnna (kecuali bila derajat kemurniannya tinggi) (Parlan. yang setelah dipanaskan warnanya menjadi semakin pekat. c. Seperti halnya golongan amina aromatic.Percobaan ketiga. Identifiaksi fenol dengan FeCl3 . 3) fenol trivalent.com). yaitu reaksi fenol dan resorsinol dengan pereaksi Fehling.co.google. terbentuk endapan berwarna biru dan larutannya orange. yaitu reaksi almen dan uji gugus fenol dengan FeCl3-piridin. F. 3 atom H digantikan oleh 3 gugus ±OH (http://www.id). 1 atom H pada initi aromatic diganti oleh 1 gugus ±OH.co. sedangkan Fehling B disusun oleh KOH atau NaOH dengan kalium natrium tartrate (http://www.2005:134). Ketika fenol ditambahkan dengan pereaksi Fehling (A+B). yaitu: 1) fenol monofalen. Pada dasarnya.google. KESIMPULAN DAN SARAN 1. Tirosin merupakan asam amino yang memilki molekul fenol pada gugus R-nya dan akan membentuk garam merkuri dengan pereaksi millon. 38 . Pereaksi ini berfungsi untuk mengetahui larutan yang mengandung tirosin. yaitu: yang akan mengakibatkan atau menghasilkan warna ungu (http://www. Senyawa aromatik adalah senyawa yang memilki electron pi ( ) (4n+2) yang semuanya berpasangan. terdapat endapan putih dengan laruan hijau lumut yang setelah dipanaskan warnanya menjadi hiaju kekuningan. b. Pereaksi almen/ millon adalah pereaksi yang terdiri dari merkuri dan ion merkuro. Ada 3 golongan fenol berdasarkan atom H yang digantikan oleh gugus ±OH. Fehling A tersusun dari CuSO4. Apabila pereaksi ini ditambahkan pada larutan protein akan menghasilkan endapan putih yang dapat berubah menjadi merah oleh pemanasan. Reaksi yang terjadi pada percobaan 1 (senyawa aromatik dengan H2SO4 pekat berasap) adalah reaksi sulfonasi yaitu reaksi benzene dengan asam sulfat berasap (H2SO4+SO3) menghasilkan asam benzensulfonat. reaksi ini posotif untuk fenol-fenol. Dan ketika resorsinol (fenol polivalen) ditambahkan pereaksi Fehling. reaksi positif dicirikan dengan perubahan warna larutan menjadi merah.id).id). Ada beberapa percobaan lain yang tidak dilakukan. maka sebuah kompleks ungu akan terbentuk.co. Ketika fenol direaksikan dengan FeCl3.organik_chemistry_tutor. Reaksi SO3 dengan air bersifat eksotermik yaitu perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan. karena terbentuknya senyawa merkuri dengan gugus hidroksifenil yang berwarna (http://www.musyafab. 2 atom H digantikan oleh 2 gugus ±OH. 2) fenol divalent.blogspot. Kesimpulan a.

j. h. Fenol monovalen adalah senyawa fenol yang 1 atom H-nya diganti oleh 1 gugus ± OH . Reaksi pada percobaan ke-2 (aromatik dengan CHCl3-AlCl3) adalah reaksi alkilasi. alkilasi. Sedangkan fenol polivalen adalah senyawa fenol yang lebih dari 1 atom Hnya diganti oleh beberapa gugus ±OH. Kepada praktikan selanjutnya diusahakan agar selalu memakai alat keselamatan (safety) seperti kacamata lab. d. i. g.. Uji gugus fenol dengan pereaksi Fehling memberikan hasil oksidasi yang berwarna. Sebaiknya.dan masker demi keselamatan saat praktikum. f.2. praktikan terlebih dahulu mengetahui sifat-sifat bahan-bahn kimia yang akan dipakai. terbentuk kristal yang menandakan terbentuknya kembali atau tidak ikutnya bereaksi katalis AlCl3. halogenasi dan nitrasi. sehingga nantinya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. yaitu reaksi benzene dengan suatu karbokation alkil. asilasi. Reaksi-reaksi substitusi elektrofilik yang dapat terjadi pada benzene adalah sulfonasi. Pada reaski senyawa aromatic dengan CHCl3-AlCl3. e. Uji gugus fenol dengan pereaksi almen. Saran a. reaksi positifnya ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi merah. b. 39 . Uji gugus fenol dengan FeCl3-piridin akan terbentuk kompleks ungu untuk hasil positif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful