BAB I PENGETAHUAN UMUM TENTANG GASTROPODA

Gastropoda berasal dari kata Latin gastra yang berarti perut dan kata pous yang berarti kaki. Jadi, gastropoda adalah hewanhewan invertebrata yang menggunakan perutnya sebagai kaki. Kelas Gastropoda dimasukkan ke dalam filum Molluska, dan merupakan kelas yang terbesar dan paling dikenal dalam filum ini. Gastropoda merupakan kelas yang paling berhasil dalam beradaptasi dengan lingkungan dibandingkan dengan kelas-kelas yang lain dalam filum Moluska, sehingga dapat ditemukan dimanapun; pegunungan, hutan, danau, laut, perairan sungai, bahkan di halaman kita sendiri. Kelas ini satu-satunya kelas dalam filum Moluska yang telah beradaptasi sehingga dapat hidup di daratan. Anggota kelas Gastropoda telah mengembangkan kakinya sehingga dapat meluncur secara efisien di daratan, mata yang dapat ditarik dan diulur kembali, dan telah mengembangkan sistem pernafasannya menjadi sistem pernafasan pulmonaris. Gastropoda menempati setiap niche di dalam laut, mulai dari zona nefritik sampai dengan abisal. Lebih dari 15.000 macam bentuk fosil gastropoda telah dideskripsi oleh para illmuan dan jumlah gastropoda yang tercatat pada zaman ini telah berkembang menjadi lebih dari 40.000 spesies, dan dapat disimpulkan bahwa kelas gastropoda sedang mengalami puncak perkembangannya pada zaman ini.

1.1 Ciri-Ciri Gastropoda

Kelas Gastropoda memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1

• • • • • •

Lingkungan hidup di air tawar, air payau, air laut dan juga di daratan. Rumah terdiri dari sebuah kulit kerang dengan sebuah sumbu (univalve) Rumahmya ada yang mempunyai columella, yaitu suatu bangunan yang padat dan terdapat pada sumbu shell. Shell terdiri atas kamar-kamar Tubuhnya terdiri atas kepala, kaki, dan alat pencernaan makanan. Mempunyai radula

1.1.1

Lingkungan Hidup

Gastropoda merupakan kelas yang saat ini sedang berkembang dengan pesat, karena kemampuannya untuk dapat beradaptasi dan dapat hidup di lingkungan yang sangat beragam. Gastropoda dapat hidup pada tempat-tempat yang beraneka ragam, mulai dari laut, rawa-rawa, sungai, danau, hutan, dll. Mereka dapat hidup dalam air tawar, air payau, air laut dan juga di daratan. Pada laut pun, gastropoda telah menempati setiap niche,mulai dari zona yang paling dangkal dan kaya akan sinar matahari dan gas oksigen, yaitu zona nefritik, sampai zona yang sudah tidak dapat ditembus lagi oleh sinar cahaya dan memiliki kadar oksigen yang sangat rendah, serta memiliki tekanan yang sangat tinggi, yaitu pada zona abisal. Bahkan, telah ditemukan beberapa gastropoda yang dapat bertahan dan hidup pada celahcelah hidrothermal yang berada jauh di dasar laut. Beberapa macam gastropoda juga bersifat parasit pada hewan lain. Berikut adalah jenis-jenis gastropoda yang bertempat tinggal di berbagai macam lingkungan yang berbeda:

1

Gambar 1 Jenis cangkang dan spesies yang bertempat tinggal pada teluk atau kolam

2

Gambar 2 Jenis cangkang dan spesies gastropoda yang bertempat tinggal pada perairan sungai kecil Gambar 3 Jenis cangkang dan spesies gastropoda yang bertempat tinggal dalam lumpur atau pasir pada danau atau sungai 1 .

Gambar 4 Jenis cangkang dan spesies yang hidup dalam rawa Gambar 5 Jenis cangkang dan spesies gastropoda yang tersebar dalam perairan perenial 1 .

Gambar 6 Jenis cangkang dan spesies gastropoda yang hidup pada lumpur 1 .

Gambar 7 Jenis cangkang dan spesies gastropoda yang hidup pada lingkungan laut bagian dalam Gambar 8 Jenis cangkang dan spesies gastropoda yang hidup pada lingkungan sungai (air tawar) 1 .

visceral mass dan mantel pada kaki berputar.2 Morfologi Bagian Lunak pada Gastropoda Tubuh gastropoda terdiri dari 3 bagian. yaitu kepala. yaitu proses torsi. kecuali pada yang primitif atau pada stadium awal dari embryonya. sehingga mantle cavity berada pada tubuh bagian depan. Hal ini disebabkan karena adanya proses khas yang dialami oleh kelas gastropoda pada tubuhnya. Pada proses ini. Sistem pencernaan dan sistem syaraf pada gastropoda juga berputar. di atas keapala dan kaki. 1 . dan alat-alat pencernaan.Gambar 9 Jenis cangkang dan spesies gastropoda yang hidup di tempat lainnya 1. Tubuh lunak gastropoda tidak simetris. kaki.

2 Mulut Mulut pada gastropoda berhubungan dengan buccal cavity (faring) yang mengandung radula. atau sentral. dan satu atau dua pasang tentakel atau alat peraba yang berfungsi sebagai alat pancaindra.2. Pada beberapa gastropoda ada yang mempunyai horny jaws atau mandibles di bagian dorsal atai belakang dari 1 . sepasang mata yang biasanya bergagang. yang terletak di kedua sisi dari gigi median. Gigi tersusun dalam 2 set.2.1 Kepala Dibagian depan atau ventral pada kepala gastropoda terdapat mulut. Radula terbuat dari bahan yang chitineous dan mempunyai gigi yang tersusun secara transversal. Jumlah gigi pada gastropoda berkisar antara 16 .000 buah.Gambar 10 Proses torsi pada gastropoda 1. yaitu alat pengunyah.750.. 1.

sehingga diperkirakan bahwa lubang tersebut dibuat oleh gastropoda pada zamannya. Gambar 11 Jenis-jenis radula pada gastropoda 2 . Jenis gastropoda ini suka melubangi hewan-hewan pelecypoda. ilmuan-ilmuan telah menemukan fosil pelecypoda dari zaman Devonian yang berlubang dan lubangnya mirip dengan lubang yang dibuat oleh gastropoda yang modern. brachiopoda atau gastropoda yang lain. Sebagai bukti bahwa ada beberapa gastropoda yang menggunakan radula untuk melubangi hewan lain.buccal cavity yang berlawanan arah dengan radula ventral. Fungsi radula adalah utnuk menyobek dan memegang mangsanya dan juga untuk melubangi mangsanya. Contoh spesies gastropoda yang menggunakan radulanya untuk melubangi mangsanya adalah Purpura dan Natica.

Gambar 12 Radula yang diperbesar pada gastropoda 1. 1 . kaki berubah menjadi seperti sirip dan lebih dikenal sebagai sea butterfly.3 Kaki Kaki merupakan organ yang dipergunakan untuk merayap secara perlahan-lahan.2. yaitu dibagia bawah dari badannya. Kaki mengadakan modifikasi tergantung dari cara hidup mereka. Kaki gastropoda terleltak dibelakang kepalanya. misalnya pada Pteropoda dan Heteropoda. Berikut adalah contohcontoh gambar dari anggota dari ordo Pterepoda.

anggota dari ordo Pteropoda Gambar 14 Clione Limacina.Gambar 13 Limacina Helicina. ginjal. anggota dari Pteropoda 1. Alat pencernaan makanan diselebungi 1 . hati.4 Alat Pencernaan Makanan Alat pencernaan makanan pada gastropoda terdiri dari usus.2. dan kelenjar-kelenjar yang terletak dibagian posterior.

Insang dapat merupakan lembaran-lembaran seperti bulu ayam dan terleltak di dalam mantle cavity. selaput mantel membentuk siphon. kemudian setelah oksigennya diambil oleh insang. Untuk pernafasan air masiuk kdalam rongga mantel dari bagian muka. sehingga insang atau paru bagain kanan mereduksi. Pada jenis yang progresif. yang menghasilkan bahan pembentuk rumah gastropoda tersebut. Gastropoda yang hidup di air. Pada yang primitif. Maka. Usus gastropoda berliku-liku dan berakhir pada anus yang terletak diatas kepala. yng pada gastropoda primitif terdapat dua 2 .oleh selaput mantel. Selaput mantel juga memiliki fungsi sebagai alat pernafasan bagi jenis yang hidup di darat. Pernafasan pada umumnya dilakukan oleh insang atau paru-paru. Selaput mantel juga berfungsi sebagai tempat insang yang bernama ctenidium. air kotor keluar melalui bagian posterior rongga mantel. Insang atau paru-paru hanya ada satu. darahnya diallirkan melalui cabang-cabang pembuluh darah dari sistem peredaran darah. Jantungnya mempunyai satu aurick atau bilik. sedangkan mereka yang hidup di darat menggunakan pembuluh darah yang terdapat dalam rongga mantel sebagai paru-paru dengan sistem pulmonaris.2. bernafas dengan insang.5 Selaput Mantel Selaput mantel menyelubungi alat pencernaan makanan dan berfungsi sebagai pembentuk cankang. 1. kecuali pada yang primif. atau yang hidup dalam air. karena adanya putaran dari rumahnya. bagian lunaknya pun ikut mengalami perputaran.

2 . yaitu suatu rongga yang memanjang di tengah-tengah.3 Morfologi Cangkang pada Gastropoda Gastropoda memiliki cangkang yang khas dan cukup mudah untuk dibedakan dari cangkang anggota kelas filum moluska lainnya. disebut dengan protoconch atau nuclear whorls. yaitu suatu bangunan yang padat dan terdapat pada sumbu shell.Bagian cangkang yang mula-mula terbentuk setelah apex. sedangkan ada gastropoda yang progresif hanya terdapat satu insang. Gambar 15 Anatomi tubuh gastropoda (bekicot) 1. Ada juga shell yang mempunyai umbilicus. Pada beberapa cangkang gastropoda.insang. atau titik tumbuh pertama. Apabila umbilicus tersebut terisi oleh mineral yang dihasilkan oleh bibir dalam dari apertur. terdapat columella. maka disebut dengan callus.

jika kamar yang terdahulu terlihat dengan jelas dan tidak tertutup oleh kamar-kamar yang berada setelahnya disebut dengan evolute. atau lubang diamana hewan gastropoda tersebut dapat keluar. Pada cangkang gastropoda juga terdapat hiasan-hiasan yang menarik. Spines adalah duri-duri yang terdapat pada cangkang 2 . Terkadang ditemukan beberapa jenis gastropoda yang memilki operculum pada cangkangnya. Jika seluruh putaran kamarnya menutupi kamar yang terdahulu dan terlihat bahwa cangkang tersebut hanya terdiri dari satu atau beberapa kamar terakhir. Putaran kamar terakhir yang umumnya kamar paling besar dan memiliki aperture. disebut dengan body whorl. Body whorl merupakan kamar dimana hewan gastropoda bertempat tinggal. Garis-garis yang membatasi putaran kamar disebut dengan sutura. terutama dalam musim kemarau dimana air sangat sedikit ditemukan. yaitu sebuah pelat terbuat dari bahan yang horny dan berfungsi untuk menutup bagian aperture sehingga dapat melindungi diri dari pemangsa-pemangsa. yaitu galengan-galengan yang terputar secara melingkar mengikuti putaran-putaran pada cangkang • • • Keel yaitu galengan-galengan yang tajam Axial costae yaitu galengan-galengan yang membujur atau hampir tegak lurus dengan putaran-putaran pada cangkang.Gastropoda memiliki cangkang yang terbagi-bagi dalam kamar-kamar yang disebut dengan whorls. makan cangkang tersebut dapat dikatakan involute. Sedangakan. Operculum juga berfungsi untuk mempertahankan kelembaban gastropoda tersebut. antara lain: • Spiral striae atau spiral costae.

dan torsi berarti putaran) pada cangkang nenek moyang gastropoda mirip dengan selang yang diputar-putar secara horisontal atau mendatar pada satu titik tengah dan satu sumbu.1 Jenis-Jenis Cangkang Gastropoda i) Planospiral Dibandingkan dengan kelas-kelas pada Moluska yang lain. Cangakang 1 .Gambar 16 Anatomi pada cangkang 1. Pretorsi (dimana pre/pra berarti sebelum. gastropoda merupakan kelas yang memiliki perubahan paling sedikit dengan nenek moyangnya.1.

Mantle cavity. insang. hampir seluruh bagian dari badannya yang sebelumnya terdapat pada belakang kepala. diputar 180 derajat searah jarum jam. dan lubang anus sekarang terdapat pada bagian depan badan. Pada trochospiral. yakni di atas kepala gastropoda tersebut. Saluran pencernaan makanan dan sistem saraf diputar sehingga membentuk huruf U. 2 . Cangkang planispiral simetris dalam segala arah. Pada beberapa gastropoda. diameter cangkang planospiral dapat mencapai ukuran sebesar 2.semacam ini disebut dengan planospiral dan dicirikan dengan putaran hanya dalam satu sumbu atau pipih. mantle dan cavity. biasanya karena bentuknya yang bundar dan pipih.5 meter. sehingga menjadi trochospiral. maka lambat laun gastropoda mulai merubah bentuk cangkangnya secara signifikan. Gambar 17 Bentuk cangkang planospiral pada Trichia Hispidia ii) Trochospiral Karena ketidakefisienan bentuk cangkang ini. memiliki cangkang planispiral merupakan sebuah kekurangan jika cangkang gastropoda tersebut sangat besar dan berat. Tetapi. diantaranya termasuk visceral mass.

maka cangkang sedikit tergeser sehingga sumbu pada putaran terlihat miring. Karena hal inilah gastropoda dapat berjalan dengan lebih mudah. Agar gastropoda tersebut dapat menyeimbangkan berat cangkang tersebut. akhirnya dapat diatasi dengan cangkang trochospiral. Sehingga. putaran-putaran pada cangkang berputar mengikuti suatu sumbu pusat. maka anus dan nephridia akan membuang kotorannya tepat diatas kepala gastropoda. Tetapi. diantara lain bahwa jika sirkulasi air tetap melewati cavity mantel seperti sebelumnya.Permasalahan yang sebelumnya terdapat pada jenis cangkang planispiral. 2 . kebersihan telah menjadi permasalahan utama pada cangkang berjenis trochospiral ini. maka gastropoda telah mengikuti tiga jalur sirkulasi yang berbeda. atau trochospiral. hampir semua jenis gastropoda pada zaman sekarang memiliki cangkang yang asimetris. Gambar 18 Turritella sp. yang berbentuk asimetris. Sekarang. Memiliki bentuk asimetris trochospiral Meskipun ada beberapa jenis fosil yang menunjukkan cangkang yang berjenis planospiral. yang disebut dengan columella. Untuk mengatasi masalah kebersihan tersebut. ada beberapa permasalahan yang terdapat dalam cangkang yang memiliki cangkang berjenis trochospiral. dimana tiap putaran berada di bawah putaran yang sebelumnya.

sehingga anus dan mantle cavity terbuka lagi di bagian depan gastropoda. beberapa spesies 2 . Sistem sirkulasi yang telah termodifikasi ini menyusun organ-organ bagian dalam sedemikian rupa sehingga tersusunlah sebuah insang di dalam mantel cavity. dan bagian tubuh lainnya tertekan ke atas cangkang tersebut. 3 jenis dari hewan gastropoda telah muncul. atau hilangnya insang. anus ditarik dari ujung mantle cavity dan berpindah ke posisi baru tepat di bagian bawah kiri lubang tersebut. Bahkan. lalu ke mantle. sirkulasi air melewati sebuah lubang. yaitu kebalikan dari torsi. Sehingga. Pada saat yang bersamaan. Contoh gastropoda yang memiliki jenis cangkang seperti ini adalah limpet dan abalone. Ini juga merupakan salah satu kelompok yang mengalami detorsi.Pada jalur sirkulasi air yang pertama. beberapa spesies gastropoda memiliki cangkang yang berbentuk pipih seperti cawan. Ini menyebabkan pengecilan dalam ukuran. auricle. masuk ke dalam mantle cavity. Beberapa gastropoda telah mempertahankan sistem sirkulasi air ini. membawa kotoran-kotoran dari anus dan nefridia. Arus air yang sedang bersirkulasi tetap masuk melewati kepala dan insang tetapi sekarang tidak melewati sirkulasi yang berentuk huruf “U”. Meskipun gastropoda hari ini kebanyakan memiliki cangkang yang asimetris. tetapi gastropoda pada zaman sekarang atau gastropoda yang progresif sudah memiliki sistem sirkulasi air yang sudah lebih berkembang. sejak masa-masa Kambrian sekitar 500 miliar tahun yang lalu. Konsekuensi dari putaran unik ini adalah bahwa posisi cangkang yang baru menahan hanya salah satu sisi badan hewan gastropoda. atau ginjal pada sisi tubuh yang tertekan. melainkan mengalir keluar lubang tersebut.

Gambar 19 Limpet Gambar 20 Eubranchus tricolor forbes 3 .gastropoda telah berkembang dan beradaptasi sehingga cangkang akhirnya mereduksi atau bahkan sampai tidak memiliki cangkang lagi. Perbedaan-perbedaan pada cangkang inilah yang menjadi dasar dari taksonomi atau pembagian kelas gastropoda menjadi subkelas-subkelas dan ordo-ordo tertentu.

Dapat juga dikenal b.3. Gambar 21 a) cangkang dexter pada sebelah kiri b) cangkang sinister pada sebelah kanan 2 . Dapat juga dikenal apabila dari bukaan aperture pada cangkang gastropoda membuka di sebelah kiri. Dexter : apabila : yaitu jika arah putaran pada pembukaan aperture pada cangkang searah dengan jarum jam.1. maka jenis putaran pada cangkang gastropoda dibagi menjadi dua macam. Sinister cangkang gastropoda membuka di sebelah kanan. yaitu jika arah putaran pada cangkan berlawanan dengan arah jarum jam. dilihat mulai dari titik apex sampai putaran terakhir.2 Jenis Putaran pada Cangkang Gastropoda Berdasarkan arah putaran pada cangkan. yaitu: a.

Sistem urat syaraf c. Organ pernafasannya b. Jantung d.1 Klasifikasi Gastropoda Klasifikasi pada gastropoda berdasarkan dari : a. Organ reproduksi e.BAB II TAKSONOMI PADA GASTROPODA 2. Kaki 3 .

Jangka hidupnya Kambrian Bawah sampai 1 .1 Subkelas Protogastropoda Subkelas Protogastropoda merupakan subeklas yang telah punah. dan spesies. genus. 2.1 Taksonomi Kelas Gastropoda Taksonomi kelas gastropoda antara lain: Filum Kelas : : • Molluska Gastropoda Subkelas ○ ○ : : : : : : : : : : : : : : Protogastropoda Cynostraca Cochliostraca Prosobranchia Archeogastropoda (Aspidobranchia) Mesogastropoda Neogastropoda (Stenoglossa) Opisthobranchia Tectibranchia Pteropoda Nudibranchia Pulmonata Stylommatophora Basommatophoral Ordo Ordo Ordo Ordo Ordo • Subkelas ○ ○ ○ • Subkelas ○ ○ ○ Ordo Ordo Ordo Ordo Ordo • Subkelas ○ ○ 2. untuk klasifikasi kedalam ordo. Radula Sedangkan. maka dilihat dari ciri-ciri dari cangkangnya.f. sebagaimana telah dijelaskan pada bab sebelumnya.1. famili.

termasuk dalam subkelas ini yaitu yang berbentuk conoidal atau planispiral.Carboniferous/Permian. Contohcontoh spesies dalam ordo ini adalah Scenella dan Palaeacmaea. Gambar 22 Scenella 2 . i) Ordo Cynostraca Jangka hidup aggota-anggota pada ordo Cynostraca adalah Kambrian Bawah – Carboniferous/Permian. Beberapa dari anggota ordo ini memiliki bentuk cangkang yang berbentuk cornucopial. Cangkang gastropoda yang paling awal. dengan permukaan yang halus atau dengan ukiran-ukiran yang mempunyai banyak atau sedikit garis-garis tumbuh dan galengan-galengan transverse atau galengan-galengan yang konsentris. Anggota ordo ini merupakan gastropoda yang paling primitif dari semua anggota gastropoda.

jangka hidupnyda dari Kambiran Bawah – Ordovisium. Gastropoda yang memiliki bentuk seolah-olah dililit masuk dalam ordo Cochliostraca.Gambar 23 Paleacmaea ii) Ordo Cochliostraca Pada ordo ini. Tipe genusnya adalah Pelagiella dan Matherella. Gambar 24 Matherella 1 .

2 Subkelas Prosobranchia Jangka hidup subkelas ini adalah dari Kambrian Atas – Resen. yaitu Pleurotomariacea dan Belleropontacea.2. Ini dicirikan dengan visceral hump yang telah mengalami torsi. Pada semua anggota Prosobranchia yang lain. Anggota Prosobranchia terutama terdiri dari molluska yang marine. atau paru-paru. Anggota dalam subkelas Prosobranchia memiliki sepasang tentakel. atau mereduksi. Patellidae bernafas dengan pallial growth dan Helicinidae bernafas dengan rongga pulmonaris. Kedua superfamili ini memiliki dau pasang insang. Semua cangkang yang helicoid spiral pada subkelas ini adalah dextral dan berputar (coiled). bagian kanan pada semua organ yang berpasangan hilang. Ini disebabkan oleh hasi putaran pada cangkang atau torsi. dan jenis kelamin jantan dan betina terdapat pada individu yang berbeda. Terdapat dua superfamili yang paling primitif. Bentuk-bentuk cangkang 1 . sehingga insang dan anus terletak pada bagian anterior.Gambar 25 Pelagiella 2.

seluruh pengklasifikasian pada ordo ini di dasarkan atas kenampakan cangkang yang dimiliki oleh gastropoda. Operculum pada subkelas ini biasanya terbentuk atas horny fiber atau calcareous. bentuk topi. Berdasarkan atas bentuk radula yang dimilikinya. dan darat. air tawar. terdapat bentuk apertur canaliculit paerural margin dan merupakan jalur air pada batas marginnya. Semua gastropoda Palaeozoik merupakan anggotanya. 2 . Cangkang Archaeogastropoda memiliki selenizone. ada juga yang tidak. atau cornucopia. tak mungkin untuk mengklasifikasikan fosi berdasarkan atas hubungan bentuk radula dengan rahangnya. Prosobranchia yang ada sekarang digolongkan kedalam dua subordo. Maka. tetapi ada juga yang dapat hidup dalam air payau. Radula dan hubungan dengan rahangnya tidak peranh terawetkan atau terfosilisasi. Bentuk apertur pada anggota subkelas Prosobranchia yang primitif adalah nonsiphonate atau tidak memiliki tempat sifon. i) Ordo Archaeogastropoda (Aspidobranchia) Archaeogastropoda atau aspidobranchia merupakan ordo yang paling primitif dari Prosobranchia. dan ada beberapa spesies pada ordo ini yang memiliki operculum pada cangkangnya. yaitu subordo Docoglossa dan subordo Ripidoglossa. Anggota pada ordo ini kebanyakan gastropoda yang hidup di laut (marine gastropods). Sedangkan. pada anggota subkelas yang modern. Jadi.yang lain yaitu seperti bentuk cangkir. yaitu gampingan. Cangkang yang paling tua muncul sejak Kambrian Atas.

dengan anggota: 2 . dan sepasang insang. dengan anggota : ○ a. Superfamili Pleurotomariacea. Superfamili Trochcea. sepasang ginjal. dengan anggota. Superfamili Bellerophontacea. dengan anggota: ○ ○ ○ Cyrtolites (Ordovisium).Prosobranchia primitif memiliki sepasang auricle. ○ ○ a. Salpingostoma (Ordovisium – Devon). Knightites (Carboniferous Atas) Rhacopea (Kambrian Atas – Ordovisium) Ophileta (Ordovisium) Astrea (Miosen – Resen) a. Superfamili Euomphalacea. Gambar 27 Perotrochus hirase Gambar 26 Tectus niloticus Gambar 28 Architectonica perspectiva Berikut adalah beberapa superfamili dan beberapa genus sebagai anggotanya: a.

Anggota pada ordo ini hampir semua memiliki lingkungan hidup di laut. tetapi ada sebagian kecil yang memiliki lingkungan hidup di air tawar. Anggota pada ordo Mesogastropoda mempunyai osphradium atau organ sensorik. Jenis kelamin pada anggota Mesogastropoda terpisah. dimana fosil pertama Mesogastropoda ditemukan pada batuan Ordovisium. Berikut adalah contoh-contoh anggota ordo Mesogastropoda yang berumur resen: 1 . dengan anggota: ○ ○ i) Ordo Mesogastropoda Pada ordo Mesogastropoda. Dari fosil-fosil yang telah ditemukan. Pinggiran aperturnya masuk kedalam dan tidak mempunai celah sifon atau saluran sifonal. Mesogastropoda hanya memiliki satu insang. cangkangnya berbentuk helicoid. dan satu ginjal. maka dapat disimpulkan bahwa jangka hidup ordo Mesogastropoda adalah Ordovisium Bawah – Resen. Radulanya berbentuk taenoglossate. tetapi ada juga yang berbentuk discoidal ata berbentuk seperti topi. Superfamili Trochonematacea. satu auricle.○ ○ ○ ○ Ceratope (Ordovisium) Haclurites (Ordovisium) Lytospira (Ordovisium – Silur) Straparolus (Silur – Yuras) Trochonema (Ordovisium – Devon) Platyostoma (Silur – Devon) a.

terlihat bahwa anggota-anggota yang menempati ordo Neogastropoda hanya memiliki tiga buah gigi atau kurang. dan memiliki lingkungan hidup di laut. Gambar 31 Murex brandaris dan Trunculus 3 .Gambar 29 Strombus gigas Gambar 30 Vermicularia Spirata ii) Ordo Neogastropoda (Stenoglossa) Jangka hidup ordo Neogastropoda adalah dari Ordovisium Awal. Operculum juga dapat ditemukan pada cangkang anggota ordo ini. Semua anggota ordo ini merupakan gastropoda marine. dan ada beberapa spesies yang memiliki kelenjar racun. Mereka merupakan karnivor. Anggota ordo Neogastropoda memilki sistem saraf yang terpusat.Resen. Radula dangkal dan pada potongan secara transversal. Pada pinggiran apertur terdapat celah sifonal atau saluran sifonal.

Semuanya merupakan herbivora. tetapi banyak yang merupakan parasit yang hidup pada hewan lain. Buccinacea (Cretaceous Atas – Resen) c. dan banyak diantaranya yang telah beradaptasi sehingga dapat berenang atau pelagic. contohnya Pyramidellas.Gambar 32 Turris babylonia Ordo Neogastropoda terbagi dalam 4 superfamili. yaitu: a. anggota-anggotanya hanya memiliki insang untuk bernafas.3 Subkelas Opisthobranchia Pada subkelas ini. Concea (Taxoglossa) (Cretaceous Atas – Resen) 2. Semua anggotanya bersifat hermafrodit. Semua lingkungan hidup anggota pada subkelas Opisthobranchia adalah marine. 1 . Muricacea (Cretaceous Atas – Resen) b. Walaupun memiliki kedua jenis kelamin dalam satu individu. yaitu memiliki dua jenis kelamin dalam satu individu. sehingga tidak dapat menjadi jantan dan betina pada saat yang bersamaan. Volutacea (Cretaceous Atas – Resen) d.2. pematangan organ-organ kelamin berbeda-beda.

cangkang tereduksi atau hilang. Subkelas ini menunjukkan berbagai macam ragam proses detorsi. kecuali pada Actaeonidae dan Limacinidae. dengan hiasan dan struktur yang sangat sederhama. Tetapi cangkangnya sudah cukup tereduksi atau telah dibungkus oleh mantel. Anggota ordo ini memiliki satu auricle (bilik) dan hanya satu buah ginjal. Banyak yang telah beradaptasi sehingga memiliki simetris bilateral.Cangkang anggota ordo ini sangat kecil. dan semua memiliki lingkungan hidup marin. yaitu: i) Ordo Tectibranchia Pada ordo ini. bahkan tidak memiliki operculum. Insang biasanya terdapat di belakang jantung dan biasanya terdapat diluar badannya dalam bentukan bulu-bulu. Subkelas Opisthobranchia memiliki 3 ordo. Maka. Anggota-anggotanya hanya memiliki satu insang. cangkang masih ada. Gambar 33 Acteon eloiseae Gambar 34 Hydatina amplustre 2 .

tetapi ada juga sebagian anggota yang sudah tidak mempunyai cangkang. Sistem syaraf pada anggota-anggota ordo ini sudah terpusat. anggota-anggotanya tidak memiliki cangkang. Semua anggota dari ordo Nudibranchia adalah marine. Pteropoda merupakan hewan-hewan yang bertempat tinggal di laut dan cangkangnya biasanya dapat ditemukan dalam sedimen-sedimen halus yang terdapat pada laut bagian dalam.ii) Ordo Pterepoda Pada Pterepoda. iii) Ordo Nudibranchia Berasal dari kata nude yang berarti telanjang dan branch yang memiliki arti insang. Mereka tidak memiliki mantle cavity atau insang. bagian depan kakinya telah memanjang sehingga membentuk kaki yang mirip dengan sirip untuk berenang. 2 . Respirasi dilakukan melewati permukaan kulit. maka pada ordo ini. Beberapa anggota pada ordo ini memiliki cangkang. cerata atau insang sekunder.

2.Gambar 35 Nudibranchia Gambar 36 Eubranchis tricolor forbes Sedangkan. subkelas ini memiliki 4 ordo. menurut Thiele (1931) dan Wenz (1938). Ordo Pleurococla Ordo Pteropoda 3 . 1. yaitu.

dan hanya sedikit dari anggota ordo ini memliki lingkungan hiudp di laut.3. hampir semua anggota Basommatophora memiliki putaran cangkang yang sinister. Berbeda dengan saudarasaudaranya yang terdapat dalam ordo dan kelas yang lain. kecuali pada Amphibolidae. cangkangnya hanya merupakan sisa-sisa. Subkelas ini muncul paling awal pada Pennsylvanian dan sampai sekarang masih berkembang. Pada beberapa kelompok. 1 . karena tidak harus menghadapi besar dan kuatnya ombak yang ada pada laut. bahkan terkadang cangkangnya sudah tidak ada. 4. Beberapa anggota Basommatophora lainnya memiliki lingkungan hidup di darat. Cangkangnya pun lebih tipis dan rapuh. Subkelas ini terbagi atas 2 ordo.4 Subkelas Pulmonata Pulmonata tidak memiliki insang. Anggota-anggota yang terdapata pada ordo Basommatophora memiliki lingkungan hidup di air tawar dan membutuhkan odara untuk respirasi. yaitu: i) Ordo Basommatophora Ordo ini memilki sepasang tentakel dengan mata terletak dekat dasar tentakel tersebut. meskipun memiliki ada insang beberapa anggota yang diantaranya dari memasukkan air ke dalam rongga mantelnya dan telah sekunder. dan pada Pulmonata dewasa tidak mempunyai operculum. Ordo Sacoglossa Ordo Acocla 2. tetapi memiliki paru- paru. Semua spesies pada Pulmonata merupakan hemafrodit.3.

Gambar 37 Lymnaea stagnalis ii) Ordo Stylommatophora Anggota ordo Sylommatophora memiliki dua pasang tentakel dan terdapat mata pada dasar tentakel poteriornya. Salah satu anggota dari ordo ini terkenal sebagai makanan. yaitu escargot yang sering dimakan oleh bangsa Prancis Gambar 38 Helix pomatia sering dijadikan sebagai makanan oleh orang Prancis 3 . Semua dari anggotanya memiliki lingkungan hidup di darat.

dan cangkangnya berbentuk topi.BAB III GASTROPODA DALAM PALEONTOLOGI 3. yaitu dalam stratigrafi. Contoh spesies gastropoda yang memiliki ciri-ciri ini adalah Pelagiella. 1 . Hal ini disebabkan karena rangka pada cangkang gastropoda tersebut sudah tidak lagi terbuat dari aragonit. Gastropoda yang hidup pada masa Ordovisium sampai Silur dan gastropoda yang hidup pada masa Silur samapai Permian ada sedikit yang telah terawetkan atau terfosilisasi. cangkang berbentuk topi. mulai muncul jenis-jenis spesies gastropoda yang memiliki cangkan planispiral. Ciri-ciri gastropoda yang muncul pada Kambrian Awal adalah memiliki kepala yang kecil. atau cetakan bagian luar cangkang. Sedangkan. karena umumnya cangkang genus gastropoda pada masa ini dan sebelum masa ini terbuat dari aragonit. Gastropoda pada awal Paleozoikum sangat jarang ditemukan. Contoh spesies yang memiliki ciri-ciri tersebut antara lain Helcionella dan Scenella. melainkan terbuat dari kalsit. Pada masa ini juga mulai muncul beberapa genus yang berbentuk helicoid yaitu Matherella dan Scaevogyra. Selain cara external mold. halus. tetapi cangkang terlihat seolah-olah dililit. diantara lain Owenella. ada juga jenis gastropoda yang memiliki kepala yang kecil.1 Kepentingan Gastropoda dalam Stratigrafi Gastropoda dengan paleontologi memiliki hubungan yang sangat erat. Pada akhir Kambrian. Cangkang-cangkang gastropoda pada masa Paleozoikum umumnya terawetkan atau terfosilisasi berupa cara external mold.

cangkang gastropoda juga terawetkan atau terfosilisasi berupa cara internal fillings. karena umumnya cangkang gastropoda pada masa itu sudah terbuat dari bahan kalsit. Gambar 39 Fosil trail yang dihasilkan oleh gastropoda DAFTAR PUSTAKA 2 . yaitu cetakan bagian dalam cangkang. Gastropoda banyak meninggalkan fosil trail pada lumpur dan pasir. Bberapa fosil pelecypoda dan brachiopoda dilubangi oleh gastropoda. Gastropoda paling banyak terawetkan pada masa Mesoziokum dan Kenozoikum.

html http://www.http://www.palaeos.manandmollusc.org/wiki/Gastropoda 2 .net/advanced_introduction/moll101gastrop oda.html http://en.wikipedia.com/Invertebrates/Molluscs/Gastropoda/Paragastr opoda/Paragastropoda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful