Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia Ditinjau dari Aspek Ekonomi Written by Dr.

Sri Adiningsih Kepala Pusat Studi Asia Pasifik UGM Tuesday, 21 July 2009 09:54 Pendahuluan Tidak terasa krisis ekonomi yang telah menghantam kita pada tahun 1997 sudah berlalu lebih dari satu dekade. Banyak pelajaran yang dapat kita petik dalam penyehatan ekonomi yang telah kita lakukan selama ini. Baik suka ataupun duka. Dampak krisis pun sampai sekarang masih terasa, membebani keuangan Negara sehingga kemampuan Negara untuk membiayai berbagai kegiatan sosial ataupun terkait dengan masalah lingkungan sulit untuk mendapatkan prioritas anggaran. Krisis telah memaksa Indonesia mereformasi ekonominya dalam kerangka program IMF hingga akhir 2003. Ekonomi mulai pulih pada tahun 2004, sehingga Indonesia siap membangun ekonominya lagi, bangkit dari keterpurukkannya. Namun ternyata kebangkitan ekonomi tidak mudah dicapai, perkembangan eksternal yang semakin tidak ramah dan juga kebijakan domestik dalam mengelola ekonomi yang tidak tepat telah membuat ekonomi Indonesia tidak banyak mengalami kemajuan yang berarti hingga saat ini. Kualitas pertumbuhan/pembangunan ekonomi yang semakin merosot ditengah-tengah stabilitas ekonomi makro dan pertumbuhan ekonomi yang mulai meningkat lagi telah membuat angka pengangguran dan kemiskinan tetap tinggi. Demikian juga beban APBN masih berat. Sehingga mempersulit Indonesia untuk membangun ekonominya, apalagi membangun secara berkelanjutan. Fakta menunjukkan bahwa pada masa krisis ekonomi yang lalu, pembangunan baik dari sisi hardware ataupun software terbengkelai. Sehingga dapat dilihat kerusakan infrastruktur yang semakin parah, lingkungan juga memburuk, serta human development merosot. Potret Pembangunan Berkelanjutan Pembangunan yang dijalankan di Indonesia sejak tahun 1970-an hingga sekarang masih cenderung fokus pada pembangunan ekonomi, bahkan pada pertumbuhan ekonomi yang cenderung jangka pendek. Sehingga masalah keberlanjutan belum menjadi prioritas utama. Oleh karena itu tidak mengherankan jika pertumbuhan ekonomi pun kualitasnya semakin memburuk. Apalagi dengan keterbatasan APBN dan sumber daya yang kita miliki, sehingga tidak mengherankan apabila pengambil kebijakan lebih memilih jalan pintas, yang cepat kelihatan hasilnya, kurang memperhatikan keberlanjutannya. Padahal pembangunan berkelanjutan sudah menjadi tuntutan bagi pengambil kebijakan pembangunan dalam bumi yang semakin rusak ini. Namun demikian lingkungan hidup tidak mendapatkan banyak perhatian sejak lama baik pada skala global, regional ataupun negara. Apalagi negara sedang berkembang yang tengah banyak menghadapi permasalahan ekonomi seperti Indonesia. Sehingga degadrasi lingkungan telah banyak menurunkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di negara sedang berkembang seperti

Indonesia. Oleh karena itulah masyarakat dunia sejak tahun 1970-an mulai memberikan perhatian yang besar pada masalah lingkungan, dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan. Hal itu dapat dilihat diantaranya dari Stockholm Conference (1972), Agenda 21 di Rio Earth Summit (1992), dan Johannesburg Declaration (2002). Meski komitmen dan perhatian besar telah diberikan pada tingkat internasional, namun kondisi lingkungan hidup masih saja memburuk. Kita sekarang masih hidup dalam kondisi yang dapat merusak lingkungan hidup semakin parah, sehingga akan membahayakan kehidupan umat manusia pada masa mendatang. Oleh karena itulah usaha untuk menjaga lingkungan hidup agar pembangunan dapat berkelanjutan sehingga kepentingan kehidupan generasi yang akan datang terproteksi, menjadi semakin penting untuk diperjuangkan. Dengan demikian perlu adanya jaminan agar supaya dalam memenuhi kebutuhan sekarang kita tidak akan mengurangi kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam perkembangannya disadari bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya terkait dengan aspek lingkungan hidup, namun juga pembangunan ekonomi dan sosial yang dikenal dengan the living triangle. Tidaklah mungkin lingkungan dapat dijaga dengan baik bila kondisi sosial dan ekonomi masyarakat buruk. Oleh karena itulah dalam rangka melestarikan lingkungan hidup kita secara berkelanjutan, pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan juga perlu dilakukan. Tidaklah mungkin masyarakat yang untuk hidup saja sulit akan dapat menjaga lingkungannya dengan baik. Perhatian dan komitmen yang besar masyarakat internasional pada pembangunan berkelanjutan khususnya dari negera maju dalam beberapa conference adalah cukup besar. Namun demikian dalam implementasinya ternyata jauh dari harapan. Dapat dilihat bahwa Official Development Assistance (ODA) yang diberikan negara maju rata-rata hanya sebesar 0,27% dari PDB mereka pada tahun 1995, turun dari 0,34% pada tahun 1992. Pada tahun 2000 didapati hanya 4 negara yang menandatangi komitmen ODA memenuhi komitmennya. Hal ini mencerminkan bahwa pembangunan berkelanjutan pada tingkat globalpun seringkali hanya menjadi retorika politik belaka. Sehingga tidaklah mengherankan bahwa upaya pembangunan berkelanjutan tidak mudah diimplementasikan (Cooper & Vargas, 2004). Rendahnya komitmen negara maju dalam memenuhi komitmennya dalam kerangka pembangunan yang berkelanjutan tentu saja tidak dapat dipisahkan dengan rendahnya kepentingan negara maju untuk mendukung pembangunan berkelanjuitan global. Hal ini tentu saja erat kaitannya dengan kalahnya prioritas menjaga lingkungan dengan masalah aktual seperti meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi taupun menjaga agar dunia usaha dari negaranya yang banyak diwakili oleh TNCs terus berkembang dalam pasar global. Tingginya nilai politis dari kepentingan ekonomi jangka pendek tersebut memang akan mudah membuat politisi baik dari negara maju ataupun sedang berkembang akan mengedepankan kepentingan jangka pendek. Selain itu jangan lupa bahwa bargaining power dari bisnis raksasa di negara maju tentu saja juga besar sekali, sehingga akan mampu mendistorsi keputusan yang diambil oleh pejabat publik, dapat mengalahkan kepentingan publik dalam jangka panjang. Hal yang sama juga terjadi di negara kita, dimana seringkali pengambilan keputusan dibengkokan oleh kepentingan pemodal yang memiliki kedekatan dengan kekuasaan. Sehingga tidaklah mengherankan jika World Trade Organization (WTO) yang menawarkan liberalisasi serta akses pasar yang lebih

luas, serta kadang menawarkan solusi yang lebih menarik/menguntungkan terhadap berbagai isu yang sama (terkait dengan isu pembangunan berkelanjutan) dapat menjadi salah satu outlet bagi mereka. Oleh karena itulah dapat dipahami jika WTO berkembang pesat akhir-¬akhir ini. Sementara pembangunan berkelanjutan semakin tenggelam ditengah-tengah berbagai kemelut ekonomi yang dihadapi oleh banyak negara, khususnya negara Selatan. Prinsip-prinsip ekonomi yang menekankan pada efisiensi ekonomi dengan maximizing benefit dan minimizing cost dari sudut pandang teori ekonomi memang sangat rasional. Sehingga dengan ekonomi yang semakin liberal ekonomi pada akhirnya banyak dikuasai oleh perusahaan transnational (TNCs) yang banyak beroperasi di negara sedang berkembang, baik untuk mendapatkan input khususnya sumber daya alam, maupun tenaga kerja murah, ataupun untuk memperluas pasar produk mereka. Sedangkan bagi negara sedang berkembang, globalisasi yang menjadikan masyarakatnya menjadi konsumen dari TNCs, juga menggunakan globalisasi untuk memperluas pasarnya, meskipun biasanya untuk produk primer ataupun sekunder dengan tingkat teknologi yang rendah. Sehingga banyak negara sedang berkembang yang terjerat utang ataupun masih harus berkubang dengan kemiskinan yang kronis. Bahkan Stiglitz dalam bukunya Globalization and Its Discontent (2002) mengatakan bahwa manfaat dari globalisasi lebih rendah dari klaim yang selama ini diyakininya, sebab harga yang harus dibayar juga mahal, karena lingkungan yang semakin rusak, demikian juga proses politik korup berkembang, dan cepatnya perubahan yang terjadi membuat masyarakat tidak dapat menyesuaikan budayanya. Liberalisasi pasar yang semakin melibas perekonomian di banyak Negara juga telah menghambat pembangunan berkelanjutan. Martin Khor direktur dari Third World Network melihat bahwa lieberalisasi dan globalisasi yang menekankan pada "daya saing" telah menghambat pembangunan berkelanjutan sehingga merusak lingkungan. Liberalisasi dan globalisasi telah memperburuk lingkungan global karena tidak adanya aturan dan pengawasan pada TNCs di pasar global sehingga meningkatnya volume bisnis mereka meningkatkan kerusakan lingkungan. Padahal aktivitas TNCs telah banyak merusak lingkungan hidup (penghasil lebih dari 50% greenhouse gases). Demikian juga kebijakan yang liberal dan integrasi pasar telah mendorong peningkatan eksploitasi dari sumber daya alam seperti hutan dan kelautan sehingga mendorong kerusakkan lingkungan yang serius. Selain itu globalisasi mendorong ekplorasi sumber daya alam yang melampau batas keberlangsungannya seperti air, tanah, dan mineral, telah banyak merusak lingkungan hidup. Bagi negara seperti Indonesia, yang baru saja keluar dari krisis ekonomi, serta masih menghadapi banyak masalah ekonomi dan sosial yang berat, sehingga menghadapi proses globalisasi baik dalam kerangka ASEAN Free Trade Area (AFTA) tahun 2010, ASEAN Economic Community tahun 2015, Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), dan WTO adalah tidak mudah. Oleh karena itu membangun kembali Indonesia tidaklah mudah pada saat ini. Apalagi membangun secara berkelanjutan ditengah-tengah pasar yang semakin liberal.

baik dari sisi teknis. administrasi. politik. Pembangunan berkelanjutan dengan melestarikan lingkungan hanya akan berhasil jika dipadukan secara terintegral dengan pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. memerintah dan berbisnis dari seluruh masyarakat. Oleh karena itulah dalam kerangka mensukseskan pembangunan berkelanjutan banyak sekali aspek yang perlu dibenahi. bahkan cenderung lebih buruk. 2004). Meski demikian desain program yang baikpun belum menjamin keberhasilan pembangunan berkelanjutan. Reformasi fiskal yang tengah kita gulirkan mestinya juga didasari oleh kepentingan melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Pertanyaannya adalah apakah secara teknis suatu kebijakan fisibel erat kaitannya dengan apakah kita tahu apa yang perlu dilakukan. dan apa yang dilakukan dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. sehingga perlu terobosan agar supaya secara fiskal baik dari sisi penerimaan dan pengeluaran dapat mendukung pembangunan berkelanjutan. Banyak bukti menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan berkelanjutan seringkali terganjal oleh kurangnya implementasi yang baik. Kegagalan implementasi kebijakan. Ataupun kasus yang hangat akhir-akhir ini terkait dengan masalah illegal logging dan penegakkan hukumnya yang dinilai tidak memihak pada lingkungan. bagaimana caranya? Seringkali tantangannya disini adalah lebih pada masalah keberlanjutannya suatu kebijakan. Oleh karena itulah perlu kebijakan yang terintegral dalam pembangunan lingkungan dengan pembangunan ekonomi dan sosial agar dapat memberikan hasil yang optimal. fiskal. Secara prinsip pembangunan berkelanjutan sebenarnya harus terefleksi dalam cara berfikir. etik dan budaya (Cooper and Vargas. diantaranya dapat dilihat dengan keberadaan Kementrian Negara Lingkungan Hidup yang tentunya diikuti dengan kebijakan dan anggaran untuk melestarikan lingkungan hidup. Adapun aspek administrasi erat kaitannya dengan kemampuan organisasi . Namun komitmen dan keberadaan kementrian yang menjaga lingkungan hidup pun ternyata tidak mencukupi. hidup. sehingga bencana alam semakin banyak terjadi di tanah air kita yang tercinta ini. Dalam hal ini tantangan yang dihadapi adalah bagaimana kita mendesain infrastruktur legal yang diperlukan untuk pembangunan berkelanjutan. Sedangkan dari sisi fiskal. Oleh karena itu dana untuk melaksanakan program pembangunan terbatas. hutan dan lingkungan hidup lainnya pada umumnya semakin rusak.Tantangan Indonesia Potret pembangunan berkelanjutan di Indonesia tidak jauh berbeda dengan potret internasional. Seperti sudah dibahas sebelumnya bahwa menjaga lingkungan tidaklah dapat berdiri sendiri. Dari sisi legal tentu saja erat kaitannya dengan apakah secara legal kebijakan ataupun program yang dilakukan tidak melanggar rambu¬rambu yang ada. legal. Laut. Jelas ini merupakan salah satu masalah terbesar bangsa Indonesia. tantangan yang dihadapi diantaranya adalah bagaimana mendesain kebijakan yang ongkosnya minimal ditengah beban fiskal yang berat untuk membayar hutang. Dapat dilihat dari kerusakkan lingkungan hidup Indonesia yang masih saja berlanjut. Meskipun komitmen pemerintah nampaknya cukup besar sejak jaman Orde Baru. program ataupun proyek-proyek pada pembangunan berkelanjutan seringkali karena tidak mempertimbangkan berbagai aspek yang perlu dilihat.

sangat krusial untuk dilakukan. Pembangunan berkelanjutan menjadi semakin mahal untuk diimplementasikan. hutang luar negeri yang besar. namun harus memperhatikan kepentingan generasi mendatang yang akan hidup di Indonesia. Trade off antara mengedepankan kepentingan jangka pendek (kepentingan generasi sekarang) dengan kepentingan jangka panjang (kepentingan anak cucu kita) harus segera diambil keputusannya. Sementara itu tuntutan untuk membangun secara berkelanjutan juga semakin meningkat selaras dengan semakin besarnya ongkos yang harus kita pikul dengan semakin rusaknya lingkungan hidup. Membuat Indonesia akan mudah terjebak memilih kebijakan ekonomi yang cenderung menguntungkan dalam jangka pendek. kemiskinan dan pengangguran yang tinggi. Oleh karena itu Indonesia tidak lagi dapat mengabaikan pelestarian lingkungan hidupnya. Sementara itu kondisi keungan negara yang berat. Seringkali ego antar instansi dan juga antar pemerintah pusat dan daerah membuat koordinasi untuk melaksanakan kebijakan secara konsisten sulit untuk dilakukan. Beban hutang yang besar. Sedangkan aspek etika dan budaya juga memegang peranan penting dalam implementasi kebijakan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu harus ada perubahan paradigma dalam pengelolaan ekonomi agar supaya keputusan apapun yang diambil akan menggunakan perspektif jangka . serta fundamental ekonomi yang masih rapuh. Meski demikian tidak berarti tidak dapat dilakukan. Itu semua menunjukkan bahwa mengimplementasikan kebijakan pembangunan berkelanjutan tidaklah mudah.dan kemampuan manajerial untuk melaksanakan secara konsisten kebijakan yang ada. Dalam hal ini koordinasi baik secara horizontal ataupun vertikal. yang dapat dilihat dengan semakin banyaknya bencana alam yang merenggut banyak nyawa dan material akhir-akhir ini. Untuk itulah perlu pembangunan institusi dan juga perbaikkan pemerintahan untuk mensukseskan pembangunan berkelanjutan. Aspek politik juga memegang peranan penting dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan. disertai dengan kualitas pertumbuhan ekonomi yang memburuk. Sudah saatnya kita hidup bukan hanya untuk kepentingan jangka pendek. serta stabilitas ekonomi yang rapuh serta pertumbuhan ekonomi yang berkualitas rendah membuat pemerintah menghadapi tantangan besar dalam mengimplementasikan kebijakan ekonomi berkelanjutan. Kesimpulan Masa depan kehidupan bangsa dan negara akan banyak sekali ditentukan oleh berbagai pilihan kebijakan yang diambil oleh pemerintah pada saat ini. Khususnya dengan mengeksploitasi sumber daya alamnya. Pembangunan berkelanjutan tidaklah mudah dilakukan oleh negara yang masih menghadapi banyak masalah ekonomi seperti Indonesia. Selain political will untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan penting. Namun stabilitas politik juga memegang peranan penting dalam hal ini. Apalagi pemerintah juga cenderung semakin liberal dalam melaksanakan kebijakan ekonominya. ataupun memberikan kelonggaran yang lebih besar pada kegiatan ekonomi yang berpotensi merusak lingkungan baik dari industrialis domestik ataupun asing. ataupun antar pusat dan daerah. ataupun antar daerah. baik di pusat maupun daerah.

2002) World Economic Forum. Claudia M. Rowman & Littlefield Publisher Inc. 2004 Khor. Joseph. legal. etik dan budaya agar mudah diimplementasikan. . The Penguin Books. Oleh karena itu dalam pembuatan kebijakan ekonomi harus menjaga lingkungan hidup serta mempertimbangan aspek sosial masyarakat. Namun demikian kebijakan dengan program yang baguspun tidaklah dapat menjamin keberhasilan pembangunan berkelanjutan. Disampaikan dalam Seminar llmiah Musyawarah Nasional I Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia Jakarta. Phillip J. Martin. Stiglitz. mengedepankan pembangunan yang berkelanjutan. UK. Referensi Cooper. Untuk itulah Indonesia sudah saatnya menyusun program pembangunan berkelanjutan secara terintegral agar supaya lebih efektif dalam menjaga lingkungan hidup kita. "Globalization and the Crisis of Sustainable Development". Third World Network.. Globalization and its Discontents.. Implementing Sustainable Development from Global Policy to Local Action. World Investment Report 2005. fiskal. politik. Oleh karena itulah perlu disiapkan suatu environment agar tujuan pembangunan berkelanjutan berhasil. administrasi. Banyak bukti menunjukkan bahwa tantangan utama dalam pembangunan berkelanjutan adalah implementasi dari kebijakan yang diambil. Dalam hal ini kebijakan ataupun program tersebut mesti mempertimbangkan baik dari sisi teknis. Dan Vargas.panjang. 24 November 2007.

sampai dengan saat ini kehidupan manusia sangat tergantung kepada alam.531 jenis (17% dari jenis burung dunia). bahwa alam memiliki suatu sistem yang dinamis dan menjadi sumber utama yang diperlukan manusia dalam kehidupan. maupun perdagangan di Indonesia secara langsung maupun tidak langsung. Dukungan alam tersebut memiliki keterbatasan (Daya Dukung Lingkungan) dan sangat tergantung oleh interaksi-interaksi berbagai komponen yang ada di dalamnya. Selanjutnya di era modern dan yaitu dari revolusi industri di negara Eropa. Perlu dicermati. di antaranya 1.3 % dari jenis reptilia dunia).000 jenis. Bentang alam indonesia dari pegunungan. Kelangsungan suatu ekosistem sangat menentukan seberapa besar nilai ekonomi yang mampu diberikan oleh alam kepada manusia. reptilia 511 jenis (7. sampai dengan laut lepas menyimpan sumberdaya alam yang tidak ternilai. perikanan. Keharmonisan hubungan tersebut didukung oleh tingkat biodiversitas yang memiliki kerentanan tinggi terhadap faktor internal ekosistem dan faktor luar yang mendukung bentuk ekosistem yang ada. keanekaragaman hayati Indonesia terdiri dari: mamalia 515 species (12 % dari jenis mamalia dunia). Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia memang “bisa” menguasai alam. sebenarnya cukup rapuh. tetapi hal tersebut hanya berlangsung pada beberapa aspek. Menurut publikasi dari Kementrian Lingkungan Hidup Indonesa. Kompleksitas ekosistem tersebut berperan dalam bidang industri. 20 April 2010 13:15 | Written by Hafid Zain M | | | Biodiversitas sebagai sebuah kekayaan alam Keanekaragaman hayati Indonesia telah dinilai tinggi didunia. ngarai. pertanian. kekayaan biodiversitas yang telah membentuk suatu ekosistem. Interaksi dari berbagai ekosistem tersebut secara harmoni telah memberikan manfaat bagi manusia. para pakar telah menyatakan bahwa manusia telah dan mampu menguasai alam. burung 1. Ditinjau dari aspek yuridis upaya pemanfaatan dan pengelolaan kekayaan alam yang bisa diartikan biodiversitas telah dilakukan di tingkat lokal (nasional) maupun global . binatang tak bertulang belakang 2. Berbagai biota yang menghuni alam indonesia ini saling berinteraksi membentuk berbagai ekosistem yang memiliki sumberdaya alam tinggi sebagai modal dalam pembangunan. amphibi 270 jenis. pesisir. melalui buku Status Lingkungan Hidup Indonesia. Disadari atau tidak. Dari berbagai kajian dan penelitian yang telah dilakukan terkait natural resource memberikan fakta menarik.PEMBANGUNAN BERBASIS EKOSISTEM Tuesday. Sebagai negara megabiodiversity.260 jenis yang bernilai medis (Status Lingkungan Hidup Indonesia 2008). lembah. menyebutkan bahwa Indonesia adalah sebuah negara megabiodiversity. Secara empirik disebutkan bahwa pada jaman dahulu kehidupan manusia yang sangat bergantung pada alam. Keterkaitan dan keberlangsungan sistem di alam tersebut memberikan aliran energi terhadap biota didalamnya sebagai suatu bentuk dukungan alam terhadap proses kehidupan yang berlangsung.827 jenis dan tumbuhan sebanyak ± 38.

Fakta menyebutkan berbagai kerusakan alam indonesia telah telah mengiringi kegiatan pembangunan indonesia di dasawarsa terakhir ini. Pembangunan perkebunan yang menghasilkan devisa negara cukup tinggi disinyalir telah menurunkan tingkat keanekaragaman hayati di ekosistem hutan hujan .9 juta pada tahun 2008 menjadi Rp23.2% (Berita Resmi Statistik No. yang mana semuanya adalah produk hukum terkait dengan pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam di Indonesia.590. Tidak dapat dimengerti.3 juta (US$2. pranata hukum dan sosial budaya.9). Pembangunan sendiri pada dasarnya dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan menuju perbaikan dalam segala aspek kehidupan masyarakat baik politik. 10 Februari 2010). upaya pemanfaatan dan pengelolaan keakayaan alam juga telah disepakati di berbagai negara didunia melalui berbagai konferensi tinggi tingkat dunia. Hal itu salah satunya disebabkan faktor tingkat konsumsi masyarakat dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup. Eksploitasi sumberdaya alam pesisir telah merusak sekian juta ha hutan mangrove yang memiliki peran penting dalam ekosistem pesisir.7 juta (US$2. Pembangunan sebagai manifestasi pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam Manifestasi pemanfaatan dan pengelolaan kekayaan alam adalah dalam bentuk pembangunan nasional yang disusun melalui RPJM dan RPJMD di masing-masing daerah. yang patut digaris bawahi adalah seiring peningkatan kebutuhan masyarakat. ekonomi. dan lain sebagainya. Tetapi. Pertumbuhan ekonomi Negara Indonesia saat ini dinilai positif pada tahun 2009 yaitu sebesar 4. hal tersebut adalah kebanggaan atau sebaliknya.5%. Dari keputusan menteri. peraturan presiden.4 juta pada tahun 2009 atau terjadi peningkatan sebesar 14. satu diantaranya melahirkan MDG’s (Millenium Development Goal’s) yaitu pada tujuan ke-7 Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup).269. Penambangan-penambangan diberbagai daerah juga telah menyebabkan ketidak harmonisan interaksi keanekaragaman hayati di ekosistem sungai maupun hutan. teknologi. yang menitik beratkan pada bidang ekonomi. pembangunan yang telah berlangsung di berbagai pelosok Indonesia dengan tujuan mensejahterakan kehidupan rakyat lebih beraroma eksploitasi kekayaan alam tanpa batas.(internasional). Sistem pertanian yang ada juga telah menurunkan kestabilan ekosistem di dataran rendah. Berbagai pakar menilai salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah peningkatan ekonomi masyarakat. XIII.0% dibandingkan dengan PDB per kapita tahun 2008 yang sebesar Rp21. Pemerintahpun juga terus menggenjot kegiatan pembangunan dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat. tingkat inflasi. suku bunga. hingga tingkat Undang Undang. Selain produk hukum dalam negeri tersebut.12/02/Th. Sementara itu PNB per kapita juga meningkat dari Rp20. tingkat eksploitasi kekayaan alam juga semakin meningkat.1) dengan laju peningkatan sebesar 12. Peraturan perundangan yang mengatur sistem pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan alam dari jaman orde baru dan reformasi terus berkembang dengan tujuan pelestarian yang menitikberatkan kepada kesejahteraan dan pembangunan untuk rakyat melalui pemanfaatan kekayaan alam yang lestari. Patut untuk dicermati. Angka PDB per kapita diperkirakan mencapai Rp24.

dan berbasis masyarakat”. Pembangunan nasional berbasis ekosistem “Alam memiliki keterbatasan untuk menunjang kehidupan manusia. Konsep pembangunan cenderung mengarah kepada ”pemenuhan kebutuhan masyarakat”. . Strategi pembangunan nasional bukan hanya Pekerjaan rumah pemerintah berkuasa. Meletakkannya dalam asas tertinggi adalah suatu keharusan demi mewujudkan makna terdalam pemenuhan kebutuhan manusia. Komitmen pemerintah terhadap kebijakan pengelolaan lingkungan sebagai langkah dan strategi pengendalian penurunan (degradasi) kualitas lingkungan yang mendasarkan pada segitiga emas (golden triangle) : EKONOMI-EKOLOGIMASYARAKAT sudah mulai luntur sejak berbaliknya paradigma ”Ekosentrisme menjadi antrophosentrisme”. karena setiap manusia hidup di alam dan tergantung terhadap substansi penting yang terkandung dalam alam itu sendiri (Hafid@April 2010). Karenanya menghargai integritas ekosistem dan menjamin keanekaragamannya merupakan prasyarat untuk mendukung kelangsungan kehidupan manusia” (Status Lingkungan Hidup Indonesia 2008). berkelanjutan. namun menjadi kewajiban semua pihak. Konsep pembangunan yang dipahami tidak berdasar kepada ”pembangunan berwawasan lingkungan. Sampai dengan bahasan ini dikatakan bahwa pembangunan yang telah dilakukan belum mampu menjawab kebutuhan alam dan kebutuhan manusia yang sesungguhnya. Utamanya dalam kegiatan pemenuhan kebutuhan hidup manusia (pembangunan segala bidang). Pesan yang disampaikan tersebut berlaku universal dalam berbagai aspek kehidupan.tropis. Ekosistem sebagai sendi utama kehidupan di muka bumi harus menjadi salah satu dasar pertimbangan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.

. terpaksa harus bekerja keras dengan menguasai alam semesta beserta segala isinya. Sejak terusir dari Secara simbolik. Keunggulan manusia berfikir secara metaforik dan kemampuan kerja dengan menggunakan peralatan itu. Manusia dapat melaksanakan perintah sang Pencipta untuk menguasai ikan di lautan. untuk mengembangkan keturunan dan memenuhi bumi. manusia dengan lebih mudah memenuhi kebutuhan hidupnya dengan meramu dan berburu binatang liar. tidaklah berarti bahwa kekuasaan manusia itu tanpa mengenal batas. Karena itulah manusia berhasil menghantar dirinya sebagai khalifah di muka bumi dan hidup tersebar luas di muka bumi. Sungguhpun manusia merupakan makhluk lingkungan (territorial being) yang tidak mungkin dipisahkan dari lingkungan hidupnya sebagai tempat bermukim. manusia dapat memahami lingkungannya dan menghimpun pengalaman sebagai pengetahuan dan menciptakan peralatan sebagai penyambung keterbatasan jasmaninya. Dengan peralatan di tangan sejak zaman batu tua (palaeolithicum) hingga masa industri yang didominasi dengan penerapan teknologi modern.Puslit Pranata Pembangunan UI Tuesday. Akhirnya manusia menjadi makhluk pemangsa yang terbesar di muka bumi. yaitu Adam dan Siti Hawa. manusia dapat menghimpun pengalaman. menguasai segala binatang yang hidup di daratan maupun burung-burung yang berterbangan di langit. ragam dan mutunya. Dengan peralatan batu yang sederhana. Pernyataan poluler tentang usaha manusia membina hubungan secara aktif dan timbal balik seorang pelopor Antropologi kenamaan Gordon Childe diabadikan dalam bukunya tentang sejarah peradaban manusia Man Makes Himself (19. Dengan demikian manusia dipacu untuk meningkatkan . manusia senantiasa mengalami sejarah kemajuan dan kemerosotan menuju ke peradaban.Lingkungan Hidup Dan Pembangunan Berkelanjutan Written by S. Sejak hidup di bumi manusia harus mengembangkan peralatan dan cara pengendaliannya untuk membangun lingkungan hidup yang layak bagi kemanusiaan dan memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mengelola lingkungannya serta mengolah sumberdaya alam yang tersedia. Sungguhpun keunggulan manusia telah membuka peluang untuk menguasai bumi dengan segala isinya dan dapat mengembangkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan di manapun ia suka. mengembangkan pengalaman dan kemampuan menguasai bumi dengan segala isinya. Jelaslah bahwa kisah kejadian tentang asal-usul manusia pertama. Kemudahan itu untuk memenuhi kebutuhan hidup itu berhasil meningkatkan kesejahteraan yang diikuti dengan meningkatnya kebutuhan hidup dalam jumlah. Berkat kemampuan akal dan ketrampilan kerja kedua tangannya.). mengandung pengertian bahwa manusia harus mengembangkan diri untuk mempertahankan hidup dan mengembangkan kehidupan sebagai manusia dengan menguasai jagad raya beserta isinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 21 July 2009 08:58 Keberhasilan manusia mempertahankan hidup dan mengembangkan kehidupannya sebagai makhluk yang tertinggi derajadnya di muka bumi (khalifah) adalah berkat kemampuannya beradaptasi terhadap lingkungan hidupnya secara aktif. manusia tidak menggantungkan dirinya pada kemurahan lingkungan semata-mata.Budhisantosa . sejak meninggalkan Taman Firdaus yang segala kebutuhan hidupnya serba ada dan dalam jumlah serba banyak untuk menjamin hidupnya.

dan kemapuan teknologi modern yang mempermudah manusia mengolah sumberdaya alam yang terbatas. sebagaimana tercermin dalam peninggalan sisa-sisa peralatan pada zaman batu muda. Namun kekuasaan manusia itu ada batasnya. Akan tetapi dengan keunggulannya. serasi dan berkeseimbangan. Pengolahan sumberdaya alam dan pengelolaan lingkungan yang sehat diabaikan demi terpenuhinya kebutuhan hidup manusia yang cenderung terus meningkat dalam jumlah. Akibatnya pemenuhan kebutuhan hidup penduduk setempatpun menjadi sulit sehingga mengancam kesejahteraan hidup mereka. Selanjutnya manusia mampu mengembangkan peradaban yang lebih kompleks dengan munculnya kota sebagai pusat kekuasaan dengan penduduk yang tidak harus secara langsung mengolah sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya berkat kemampuan penduduk pedesaan menghasilkan surplus. ragam dan mutunya itu telah mempercepat proses pemiskinan ataupun sekurang-kurangnya mengganggu keseimbangan fungsi lingkungan hidup setempat. Pesatnya kemajuan teknologi modern tidak secara berimbang diikuti dengan perkembangan pranata sosial sebagai kendali. untuk meningkatkan efisiensi dan produksivitas kerja mereka tanpa menghacurkan pola-pola hubungan timbal balik dengan lingkungannya (M. ragam dan mutunya. Dengan mengacu pada kearifan lingkungan (ecological wisdom) yang dikembangkan dari abstraksi pengalaman masa lampau dan digunakan untuk membina hubungan dengan lingkungannya secara timbal balik (adaptation). karena apapun yang dilakukan terhadap lingkungannya akan menimbulkan dampak timbal balik yang tidak terelakan. manusia mampu merawat keseimbangan fungsi lingkungan hidupnya (ecological equilibrium).Harris. Intensitas pengolahan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang bertambah besar jumlahnya. Jelaslah bahwa sejarah peradaban manusia senantiasa mengalami pasang-surut karena ulahnya sebagai khalifah di muka bumi. Kesenjangan antara kemajuan teknologi modern dengan perkembangan pranata sosial sebagai kendali (culture lag) dalam sejarah peradaban manusia itu menjadi sumber bencana yang merusak keseimbangan lingkungan hidup (ecological equilibrium). seringkali kearifan lingkungan (ecological wisdom) yang mereka kembangkan sebagai kendali terlupakan. Peningkatan intensitas pengolahan sumberdaya alam akan mempercepat pengurasan persediaan yang pada gilirannya akan mengancam kesejahteraan penduduk. yang mempermudah manusia mengolah sumberdaya alam.intensitas pengolahan sumberdaya alam yang tersedia dan pada gilirannya menimbulkan dampak pada lingkungan hidup mereka. Keberlanjutan hubungan antar manusia dengan lingkungannya secara berkelanjutan (sustainable adaptation) harus tetap dirawat di era pembangunan yang mendorong manusia untuk meningkatkan intensitas pengolahan . 19) secara selaras. Kesulitan itu mendorong manusia untuk kembali mengembangkan teknologi pengolahan sumberdaya alam. Kemajuan peradaban berkat kemampuan manusia menguasai lingkungannya itu telah menimbulkan dampak pada hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. manusia mampu mengatasi keterbatasan itu dengan mengembangkan teknologi dan cara-cara pengendaliannya. Namun dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia karena pertambahan jumlah penduduk dunia serta meningkatnya kesejahteraan hidup yang disertai meningkatnya kebutuhan hidup manusia di satu pihak. Namun demikian manusia tidak pernah mengenal menyerah.

sumberdaya dan pengelolaan lingkungan hidup yang sehat demi peningkatan kesejahteraan umum. tidak ada jalan lain kecuali dilakukan dengan penerapan teknologi maju yang dapat memperlancar pencapaian sasaran. pemerintahan Orde Baru melanjutkan dengan "revolusi pembangunan". Di lain pihak. Masyarakat Indonesia yang pada umumnya masih didominasi tradisi agraris yang bertumpu pada ekonomi subsistensi yang penuh keseimbangan (equilibrious society) harus dengan masyarakat industri yang bertumpu pada ekonomi pasar (market oriented economy) yang mengejar keuntungan materi. Sementara itu. termasuk Indonesia. Pengalaman di Eropa itu berulang di kebanyakan negara yang sedang berkembang dewasa ini. Selama kurun waktu 50 tahun (1850-1900) tercatatat lebih dari 35 juta penduduk Eropa terpaksa mengungsi ke luar untuk mencari penghidupan di daerah koloni. betapapun sederhananya. khususnya yang digunakan untuk memacu perkembangan ekonomi. akan mempengaruhi pola-pola hubungan antar manusia dengan lingkungannya. Dalam tempo yang relatif singkat hutan-hutan setempat tidak dapat menghasilkan cukup banyak kayu yang diperlukan untuk pembangunan.Geertz. PEMBANGUNAN Apapun makna yang diberikan. Sementara itu penerapan teknologi modern yang cenderung lebih exploitatif dan expansif penerapannya untuk mengimbangi besarnya biaya yang diperlukan telah berlangsung tanpa kendali yang efektif. Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan umum dalam kurun waktu tertentu. peningkatan produksi barang kebutuhan hidup dengan mengolah sumberdaya alam secara lebih intensif. Demikian juga binatang liar tidak lagi dapat diharapkan menghasilkan kulit berbulu tebal. Dalam keadaan sedemikian itu pertumbuhan ekonomi hanya di nikmati oleh segolongan kecil masyarakat yang telah siap memanfaatkan peluang dalam pembangunan. Pembangunan nasional diselenggarakan dengan percepatan pada pertumbuhan ekonomi yang ditopang dengan penerapan teknologi maju serta stabilitas nasional sebagai persyaratan. Akibatnya pengurasan sumberdaya alam berlangsung secara . Akibatnya masyarakat Indonesia mengalami pergeaseran dari masyarakat yang berkesenangan (equilibrious society) ke arah masyarakat yang berkesenjangan sosial (disequilibrious society) dengan segala implikasi sosial. akan senantiasa memicu serangkaian perubahan pada sistem produksi. Percepatan pertumbuhan ekonomi (economic growth) yang tidak ditopang dengan perkembangan pranata sosial yang diperlukan ternyata tidak berhasil memacu perkembangan ekonomi (economic development) yang berakar kuat dalam tatanan kehidupan masyarakat. pada hakekatnya "pembangunan" itu mengandung implikasi perubahan yang direncanakan. distribusi dan konsumsi yang berdampak luas pada tatanan kehidupan sosial-budaya masyarakat yang bersangkutan. setiap penerapan teknologi baru. 1966) di bawah kepemimpinan Bung Karno. Pengalaman penerapan teknologi maju di benua lama untuk mengembankan industri pada awal abad XIX telah membuktikan betapa hubungan antar manusia dan lingkungan hidupnya kehilangan keseimbangan. Setelah selesai dengan "revolusi integratif" yang mempersatukan bangsa (C. politik dan keamanan.

Pembangunan nasional yang diharapkan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi menjadi perkembangan ekonomi yang kuat berakar dalam kehidupan masyarakat harus ditopang dengan pengembangan pranata sosial secara memadai. melainkan pancalogi dengan menambahkan prinsip sosial dan ekologi. Setidak-tidaknya ada jaminan bagi mereka untuk mendapatkan menciptakan lingkungan yang aman. Persaingan yang tidak sehat di kalangan masyarakat untuk memperebutkan sumberdaya alam dan lingkungan yang sehat tanpa perlindungan yang tegas telah memicu pertikaian sosial yang seringkali disertai kekerasan (violent conflict) yang dihadapi masyarakat Indonesia dewasa ini. Kenyataan tersebut telah menyisihkan sebagian masyarakat dari sumberdaya alam yang selama ini mereka rawat secara berkelanjutan. pada hakekatnya berawal pada perebutan penguasaan sumberdaya dan lingkungan yang terasa semakin langka. sejalan dengan usaha pembangunan sektor ekonomi harus diimbangi dengan usaha memberdayakan masyarakat agar dapat mengambil bagian secara menguntungkan. Sungguhpun tidak mungkin lagi bagi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan akan lingkungan hidup dengan ke 5 fungsi sosial secara penuh. Tanpa ke 3 persyaratan itu. Pemberdayaan itu tidak sebatas pada pembekalan ketrampilan dan keahlian. melainkan juga rusaknya keseimbangan fungsi lingkungan. masyarakat akan merasa aman dalam usahanya karena perlindungan atas hak asazi mereka sebagai manusia serta perlindungan atas lingkungan hidup tempat mereka bermukim dan mengembangkan kebudayaan masing-masing. Pertiakaian antar bangsa dan bahkan antar kelompok sosial dalam lingkungan masyarakat bangsa yang lebih luas dewasa ini. Dengan lain perkataan. karena sebagian besar dari mereka itu masih didominasi tradisi agraris masing-masing. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Mengingat kenyataan tersebut. bukan lagi trilogi. terjamin sumber pencaharian atau makanannya. karena mereka tidak mampu bersaing tanpa perlindungan dengan pihak "luar" yang memiliki berbagai keunggulan.besar-besaran tanpa mengindahkan keseimbangan fungsi lingkungan. tersedia tempat mengembangkan keturunan secara aktif. keadilan sosial dan demokrasi politik. Terpenuhinya jaminan tersebut juga akan memperkuat kesadaran penduduk untuk mengelola lingkungan hidupnya dan mengolah sumberdayanya secara berkelanjutan demi pelestarian fungsi lingkungannya secara menyeluruh. masyarakat luas tidak akan mampu ikut mengambil bagian secara menguntungkan. Sementara itu perhatian terhadap ekologi dalam pembangunan diperluka sebagai kendali atas pengelolaan lingkungan dan pengolahan sumberdaya alam yang semakin langka (Environment scarcity). model pembanguinan nasional harus diubah. . terawatnya sarana integrasi sosial dan arena tempat aktualisasi diri bagi warganya dan kebutuhan akan keamanan. melainkan juga kondisi lingkungan sosial yang menjamin kebebasan penduduk untuk menentukan pilihan hidupnya (cultural freedom). Akibatnya bukan hanya kesenjangan sosial bertambah lebar dan dalam. Dengan ke 3 persyaratan tersebut.

karena itu bukan semata-mata sekedar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Ekonomi . Pembangunan. pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan umum jangan sampai sebaliknya menimbulkan kesengsaraan umum. Karena itu.Dalam memperebutkan lingkungan dan sumberdaya alam yang semakin langka itu. Semata. Apa yang mereka perlukan adalah pengaturan yang disepakati bersama untuk melestarikan ke 5 fungsi sosial lingkungannya. kebangsaan dan keagamaan ataupun ideologi politik. Manusia mempunyai tanggungjawab melestarikan fungsi lingkungan bagi generasi penerus mereka. tidak mungkin dipisahkan dari lingkungannya dan tidak mungkin merusak lingkungannya untuk kepentingan sejenak atau bagi generasinya. melainkan juga harus mampu memacu perkembangan sosial-budaya dan melestarikan fungsi lingkungan sebagai tempat manusia mempertahankan hidup dan mengembangkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan. Manusia sebagai makhluk lingkungan (territorial being). manusia tidak segan-segan menggunakan kekerasan dengan berbagai macam dalih dan seringkali juga mengaktifkan simbol-simbol ikatan primordial kesukubangsaan. Masalahnya siapa yang akan mengambil prakarsa untuk memulainya secara perorangan maupun kolektif.

Kondisi seperti ini tak bisa dibiarkan untuk terus berlanjut dan memaksa pemerintah untuk menentukan suatu kebijakan dalam mengatasinya. Pada masa itu pemerintah memberikan banyak kemudahan bagi para investor yang akan berinvestasi di bidang keuangan dan perbankan.Berbagai Hambatan dalam Penerapan Kebijakan Moneter Inflation Targeting I. terjadi penurunan tabungan. Makalah ini akan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan target inflasi. Sebagai dampak atas inflasi. Hingga pertengahan tahun 1990-an perekonomian Indonesia terlihat semakin kuat dan mulai terpandang di dunia internasional. semakin banyak modal yang dilarikan ke luar negeri. Program pembangunan bidang ekonomi di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1970-an dan menunjukkan perkembangan yang pesat sejak tahun 1980-an. maka dalam pembahasan juga dipaparkan tentang perkembangan ekonomi makro Indonesia. Artinya. prasyarat. Tingginya tingkat krisis yang dialami negri kita ini diindikasikan dengan laju inflasi yang cukup tinggi. evolusi teori. Agar dapat mengetahui dengan jelas kondisi ekonomi nasional Indonesia hingga tahun 2000 ini. orientasi pemerintah dalam mengelola perekonomian telah bergeser ke arah makin kecilnya peran pemerintah. yang meliputi pengertian. PEMBAHASAN 1. berkurangnya investasi. Tujuan pembangunan bukan lagi semata-mata pertumbuhan ekonomi yang tinggi. serta terhambatnya pertumbuhan ekonomi. karakteristik dan elemen target inflasi. Kebijakan moneter dengan menerapkan target inflasi yang diambil oleh pemerintah mencerminkan arah ke sistem pasar. PENDAHULUAN Sebagaimana diketahui bahwa negara Indonesia sedang dilanda krisis ekonomi yang berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. Penerapan kebijakan moneter dengan menggunakan target inflasi (inflation targeting) ini diharapkan dapat menciptakan fundamental ekonomi makro yang kuat. II. tetapi lebih kepada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Perkembangan Ekonomi Makro di Indonesia Sejak Tahun 1980-an. Dalam artikel ini akan dibahas perkembangan ekonomi di Indonesia saat mulai berkembang tahun 1980-an hingga terjadinya krisis moneter .

Bentuk nyata restrukturisasi dilakukan dengan cara menyehatkan bank dan memberikan independensi kepada Bank Sentral. namun juga dari faktor eksternal. Ditinjau dari aspek ekonomi makro. Dominasi kebijakan moneter dibanding kebijakan fiskal dan deregulasi sektor riil menyebabkan terjadinya kebijakan makro ekonomi yang tidak seimbang. Pada saat itu pemerintah melakukan kebijakan moneter berupa contractionary monetary policy dan vice versa. Kondisi ekonomi sangat dipengaruhi oleh kondisi politik dan keamanan dalam negeri. Kebijakan tersebut cukup efektif dalam menjaga stabilisasi ekonomi dan ongkos yang harus dibayar relatif murah.pada tahun 1997. . Kondisi ini diperparah dengan adanya kendala yang lebih besar. Peningkatan pertumbuhan ekonomi bertumpu pada kenaikan ekspor yang dewasa ini mulai membaik kembali. sebagaimana yang dipublikasikan oleh BI. 3. Meski telah menelan banyak biaya dan telah dilaksanakan lebih dari tiga tahun. Krisis moneter di Indonesia telah memporak-porandakan sektor keuangan yang sebelumnya tengah berkembang pesat sejak tahun 1980-an. namun ternyata besarnya peningkatan penerimaan masih jauh lebih rendah dibanding peningkatan pengeluaran. yaitu pengaruh pasar keuangan internasional. 5 Prospek Ekonomi Jangka Pendek. Perkembangan Moneter Perbankan. kegiatan ekonomi Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan. Kebijakan moneter yang ditempuh saat ini berupa open market operation memerlukan ongkos yang mahal. Meski sebenarnya terjadi peningkatan penerimaan. kinerja perekonomian bukan hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor internal. 2. Untuk beberapa tahun ke depan. Kebijakan Fiskal. telah dilakukan restrukturisasi sistem moneter sejak tahun 1998. Kebijakan Moneter Kondisi ekonomi negara Indonesia pada masa orde baru sudah pernah memanas. untuk semester pertama tahun anggaran 2000 terlihat bahwa telah terjadi defisit anggaran yang disebabkan oleh peningkatan pengeluaran untuk subsidi dan pembayaran bunga hutang. namun proses penyehatan sistem moneter belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. 4. Dalam upaya pemulihan sektor keuangan Indonesia. dengan asumsi kondisi politik dan keamanan stabil. Berdasarkan AD/ART pemerintah negara Indonesia.

Teori-teori moneter yang memberikan kontribusi bagi pematangan konsep ini meliputi teori klasik hingga teori modern. biasanya akan digunakan tingkat bunga jangka pendek. Dengan kata lain bahwa pembenahan sektor ekonomi dapat dilakukan dengan cara pengendalian inflasi. dalam praktik kebijakan moneter tidak ada yang . Kemudian. disimpulkan bahwa dalam jangka panjang teori yang sesuai untuk dipergunakan adalah teori Klasik. Menurut teori Klasik. Berdasarkan perkembangan teori dan pengalaman empirik. Dengan demikian. untuk menentukan pilihan atas rule vs discretion. Ada berbagai kebijakan yang biasa dipergunakan oleh pemerintah dalam menangani permasalahan ekonomi. Kalaupun harus mempergunakan target antara. Pendapat tersebut bertolak belakang dengan teori Keynes. sedangkan dalam jangka pendek teori Keynes lebih tepat. sektor moneter dan sektor riil saling terkait melalui suku bunga. dalam target inflasi diperggunakan proyeksi inflasi. Inflasi sebagai sasaran utama dan indepensi bank sentral sebagai pengendali inflasi merupakan landasan dari target inflasi. • Teori klasik modern >< Teori Keynes. Target inflasi merupakan salah satu bentuk kebijakan moneter yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia dalam upaya pemulihan kondisi ekonomi nasional. Konsep target inflasi ini merupakan produk dari evolusi teori moneter dan akumulasi pengalaman empiris. kebijakan moneter tidak berpengaruh terhadap sektor riil. Karena pada dasarnya. Salah satu penganut teori klasik modern. mengemukakan bahwa kebijakan rule lebih baik dibanding discretion. antara lain: • Teori Klasik >< Teori Keynes. yang disebut dengan constrained discretion. Kebijakan moneter hanya mempunyai dampak permanen pada tingkat harga umum (inflasi). Sedangkan menurut teori Keynes. Pengertian. kebijakan target inflasi lebih berorientasi ke depan (forward looking) dibanding kebijakankebijakan moneter sebelumnya (yang oleh BI disebut juga kebijakan konvensional). misalnya kebijakan moneter dan kebijakan fiskal.6 Target Inflasi. Evolusi Teori. target inflasi menawarkan suatu framework yang mengkombinasikan keduanya secara sistematis. Dalam hal ini Bank Indonesia selaku bank sentral menetapkan target laju inflasi untuk periode jangka waktu tertentu. Milton Friedman. Tidak seperti halnya kebijakan moneter konvensional yang senantiasa mempergunakan target antara besaran moneter.

Teori Keynes mempergunakan tingkat bunga sebagai sasaran antara. sedangkan dalam teori kuantitas digunakan jumlah uang beredar.murni rules ataupun murni discretion. Dengan mengambil inflasi sebagai sasaran akhir. teori moneter modern memasukkan aspek kredibilitas yang bersumber dari masalah time inconsistency. baik berupa tingkat bunga maupun kuantitas uang. Dengan penerapan target inflasi dalam kebijakan moneter. kebijakan target inflasi menentukan inflasi sebagai sasaran akhir. • Teori kuantitas >< Teori Keynes. 7 Prasyarat. Kebijakan moneter hanya dapat mempengaruhi output dalam jangka pendek. karena inflasi dipengaruhi bukan hanya oleh satu faktor. output akan kembali seperti semula. Dalam perkembangan selanjutnya. Penggunaan sasaran antara. Ekspektasi masyarakat inilah yang menjadi kunci keberhasilan yang harus dapat dikendalikan. Teori rational expectations menyebutkan bahwa faktor ekspektasi mempunyai peran penting. karena mempengaruhi perilaku dan reaksi para pelaku ekonomi terhadap suatu kebijakan. karena setelah ekspektasi masyarakat berperan. Guna menghindarkan polemik ini. tidak harus tingkat bunga ataupun kuantitas uang. diharapkan dapat menjadi anchor bagi ekspektasi masyarakat. . Dengan demikian target inflasi menggunakan mekanisme transmisi yang relevan. Menetapkan inflasi sebagai sasaran utama berarti menghindarkan diri dari inkonsistensi kebijakan. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar kebijakan moneter dapat mencapai keberhasilan dalam pelaksanaannya. • Teori rational expectations. Artinya bahwa inkonsistensi dalam kebijakan moneter dapat terjadi apabila otoritas moneter terpaksa harus mengorbankan sasaran jangka panjang (inflasi) demi mencapai sasaran lain dalam jangka pendek. Agar hal ini tidak terjadi. akan menyebabkan pembatasan diri terhadap informasi. atau setidaknya menjadi sasaran utama. • Teori moneter modern. maka pengendalian inflasi harus menjadi sasaran tunggal. Prasyarat tersebut meliputi: Indepensi Bank Sentral. otoritas moneter dapat lebih bebas dan lebih fleksibel dalam menggunakan semua data dan informasi yang tersedia untuk mencapai sasaran.

sehingga dapat menetapkan target inflasi yang hendak dicapai. maka kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan yang ditetapkan semakin meningkat. Pengendalian inflasi hanyalah salah satu di antara beberapa sasaran lain yang hendak dicapai oleh Bank Sentral. 8 Karakteristik. Pengawasan instrumen Bank Sentral harus memiliki kemampuan untuk mengawasi instrumen-instrumen kebijakan moneter. kebijakan yang fleksibel akan cenderung kurang kredibel dan hal itu merupakan dilema dalam penentuan kebijakan. Capacity to forecast inflation. seharusnya bank Sentral tidak menetapkan sasaran lain dan berfokus pada sasaran utama pengendalian inflasi. Dalam mengatur/menggunakan instrumen. ada instrumen kebijakan yang tidak dipengaruhi oleh pemerintah. kebijakan target inflasi ini lebih berwawasan ke . dan kurs. Fokus terhadap sasaran. Oleh karena itu. Pelaksanaan secara konsisten dan transparan. Bank Sentral mutlak harus mempunyai kemampuan untuk memprediksi inflasi secara akurat. Fleksibel sekaligus kredibel Biasanya. misalnya sasaran pertumbuhan ekonomi. Namun demikian. Dengan pelaksanaan target inflasi secara konsisten dan transparan.Sebenarnya tak ada Bank Sentral yang bisa bersifat benar-benar independen tanpa campur tangan dari pemerintah. misalnya melalui kebijakan fiskal. kesempatan kerja. Sasaran-sasaran lain kadang-kadang bertentangan dengan sasaran pengendalian inflasi. neraca pembayaran. Aturan Taylor (Taylor’s rule) dapat dipergunakan sebagai pedoman untuk mengatasi dilema tersebut.

Hal ini dapat dilihat dari karakteristik yang dimilikinya. Berdasarkan teori dan penjabaran di atas.depan. Ini penting bagi publik agar dapat mengukur keberhasilan kebijakan ini. yaitu: a. Prediksi dilakukan dengan mempergunakan data besaran moneter. Kalau ada sasaran-sasaran lain di samping sasaran ini. Independensi Dengan adanya independensi dalam menentukan kebijakan. publik perlu untuk mengetahui sasaran kebijakan ini. harga barang industri dan sebagainya. Dalam kebijakan ini juga dibuat prediksi inflasi di masa yang akan datang. Dalam kebijakan ini target dan indikator inflasi ditentukan terlebih dahulu dan dipergunakan sebagai pegangan dalam pelaksanaan kebijakan moneter. karena akan berpengaruh terhadap ekspektasi masyarakat. b. Laporan pelaksanaan Mestinya. Sasaran target inflasi. maka peluang tercapainya sasaran akan lebih maksimal. maka sasaran yang lain harus tunduk pada sasaran utama. c. harga aset. kurs. Sasaran utama dalam kebijakan target inflasi adalah pengendalian inflasi. Sehubungan dengan hal tersebut. tingkat bunga. maka dapat disimpulkan bahwa elemen-elemen dalam target inflasi terdiri atas: a. dilaporkan dan diumumkan secara periodik. c. maka hasil yang telah dicapai oleh kebijakan ini harus dimonitor. Hasil tinjauan tersebut dapat dipergunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja selanjutnya. 9 Elemen-elemen. b. Melakukan review terhadap kinerja kebijakan moneter. d. Komunikasi Dalam pelaksanaan kebijakan ini perlu adanya komunikasi yang efektif terhadap publik .

Dengan kata lain bahwa pemerintah tidak dapat benarbenar tidak turun campur tangan dalam urusan lembaga pengawas. Karena adanya kesamaan permasalahan dan latar belakang. Swedia. Kanada. Seperti halnya Indonesia. namun sebenarnya terdapat banyak hambatan yang berkaitan dengan banyaknya prasyarat yang harus dipenuhi dalam pelaksanaannya di Indonesia. karena hingga saat ini sistem pemerintahan Indonesia tidak memungkinkan untuk memberikan kewenangan penuh terhadap suatu lembaga/otoritas dalam menjalankan fungsi pengawasan instrumen keuangan. hambatan-hambatan dapat dijelaskan sebagai berikut: - Hambatan dalam menciptakan independensi Sulitnya menciptakan independensi bank sentral. 10 Prospek. Korea dan Filipina. 11 Berbagai Hambatan Dalam Pelaksanaan Targat Inflasi. Data dan informasi Data dan informasi yang relevan. Inggris. terbaru dan lengkap diperlukan untuk melakukan analisis kebijakan yang prima.tentang cara-cara pencapaian sasaran inflasi dan mekanisme transmisi yang jelas. negara-negara tersebut sebelumnya juga mempergunakan kebijakan moneter dengan target antara. Australia. e. Meski kebijakan target inflasi ini cukup menjanjikan. Secara singkat. Kebijakan target inflasi ini telah dilaksanakan di negara-negara Selandia Baru. Finlandia. Para pejabat dalam lembaga . meski lembaga tersebut disebut lembaga independen. Spanyol. maka diharapkan pelaksanaan target inflasi di negara kita juga akan dapat menuai keberhasilan. Negara-negara tersebut mendapatkan keberhasilan dalam menekan laju inflasi dengan penerapan kebijakan ini. Ditambah dengan adanya faktor lain yang juga menjadi kendala dalam pemberlakuan kebijakan ini.

Padahal. maka akan membuka kesempatan korupsi dan kolusi. Untuk saat ini. .tersebut digaji oleh pemerintah. Tingkat korupsi di Indonesia yang sedemikian tinggi akan mempersulit pemerintah dalam meraih kepercayaan dari masyarakat. Isu-isu seputar politik dan keamanan daerah sudah rawan untuk memporak-porandakan perekonomian nasional. kecuali apabila lembaga pelaksana kebijakan ini dapat meyakinkan masyarakat bahwa aparaturnya negara bersih dan bebas korupsi. mustahil dapat memprediksi dengan cermat. sehingga menyebabkan incredible. Demikian juga sebaliknya. Kemampuan untuk memprediksi inflasi merupakan kunci utama dalam pelaksanaan kebijakan target inflasi. Jika kebijakan diberlakukan secara lentur. Kemungkinan besar. para investor masih beranggapan bahwa negara kita tidak cukup kondusif bagi investasi. Kebijakan target inflasi belum tentu didukung oleh masyarakat. - Hambatan dalam memprediksi inflasi. stabilitas nasional sangat berperan dalam menentukan kondisi ekonomi suatu negara. peramalan inflasi di Indonesia akan sulit dilaksanakan. apabila kebijakan ini lebih berfokus pada kredibilitas. Jika stabilitas belum tercapai. Pelaksanaan kebijakan target inflasi secara konsisten dan transparan juga akan sulit terwujud. yang berarti loyalitas mereka terhadap pemerintah tak diragukan lagi. Hal ini berkaitan dengan kondisi politik dan keamanan yang boleh dikatakan tidak menentu akhir-akhir ini. Juga maraknya praktik kolusi yang menyebabkan sikap masyarakat semakin apatis dan enggan berpartisipasi dalam pelaksanaan pemulihan krisis ekonomi. Menjalankan kebijakan secara fleksibel sekaligus kredibel juga bukan merupakan pekerjaan yang mudah. - Hambatan dalam mewujudkan kebijakan secara konsisten dan transparan. maka akan timbul sifat inflexible. Hal ini jelas-jelas menyebabkan fungsi pengawasan tak dapat berjalan sebagaimana mestinya. - Hambatan dalam mewujudkan kebijakan secara fleksibel dan kredibel.

-

Tingkat keparahan krisis. Faktor lain adalah tingkat keparahan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia sudah tergolong akut, sehingga penanganannya juga lebih sulit dibanding negara-negara lain. Mungkin kebijakan target inflasi ini berhasil diberlakukan di negara-negara lain, namun belum tentu akan sesuai diberlakukan di Indonesia.

III. KESIMPULAN Kondisi perekonomian Indonesia yang terpuruk akibat krisis memerlukan upaya pemulihan dengan menggunakan kebijakan moneter. Kebijakan yang diterapkan berupa inflation targeting yang telah berhasil mengentaskan problem inflasi di berbagai negara di dunia.

-

Target inflasi dicetuskan dari perkembangan evolusi teori-teori ekonomi dan dalam pelaksanaannya ditentukan oleh kondisi suatu negara dengan prasyarat-prasyarat untuk keberhasilan sistem ini.

-

Bank Indonesia sebagai otoritas moneter diharapkan dapat mengembangkan kebijakan yang secara efektif dapat memulihkan stabilisasi ekonomi jangka pendek dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi berkelanjutan, dengan ongkos yang minimal.

-

Pemulihan kondisi ekonomi yang stabil bukan hanya ditentukan oleh faktor internal, namun juga faktor eksternal, misalnya kondisi politik dan keamanan negara.

-

Target inflasi nampaknya akan sulit untuk diberlakukan sebagai salah satu kebijakan moneter di Indonesia, mengingat berbagai hambatan yang harus dihadapi.

DAFTAR PUSTAKA : Adiningsih, Sri. 2000. "Perkembangan Moneter Perbankan Indonesia". Makalah Seminar

Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Bernanke, B. and Mihov. 1997. "What Does the Bundesbank Target?" European Economic Review. Boediono. 2000. "Inflation Targeting". Makalah Seminar Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Fischer, Stanley. 1993. "The Role of Macroeconomic Factors in Growth". Journal of Monetary Economics. Goeltom, Miranda S. 2000. "Perkembangan Ekonomi Makro Indonesia". Makalah Seminar Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Mishkin, F.S. 1999. "International Experience with Different Monetary Policy Regimes". Journal of Monetary Economics. Nopirin. 2000. "Kebijakan Moneter Dengan Target Inflasi". Makalah Seminar Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Saudagaran, S.M. and Diga, J.G. 2000. "The Institutional Environment of Financial Reporting Regulation in ASEAN". The International Journal of Accounting.

Oleh: Seruni Sutanto, Dosen STIE Widya Manggala Semarang

Sumber: http://www.stie-stikubank.ac.id/webjurnal

Senin Paing, 28 Agustus 2006

Artikel
Pola pembangunan konvensional harus segera ditinggalkan. Jika tidak segera mengubah haluan, dampak negatif pada ketimpangan kehidupan dan lingkungan akan semakin menjadi-jadi.

--------------------"Pseudo Growth" dan Pembangunan Berkelanjutan Oleh Dr. IB Raka Suardana, S.E., M.M.
KERUSAKAN lingkungan Pulau Bali akibat eksploitasi berlebihan, dan berkembangnya usaha yang mencemari lingkungan, mau tak mau harus disikapi dengan tindakan yang lebih aktif melalui penyikapan bersama dalam menciptakan sinergi dan jejaring di antara semua pemangku kepentingan (stakeholders). --------------------------Selama ini pembangunan sepertinya hanyalah mengejar pertumbuhan ekonomi, yang diukur dengan produk domestik bruto (PDB) di tingkat nasional dan produk domestik regional bruto (PDRB) di level lokal (propinsi dan kabupaten/kota). Jika PDB/PDRB meningkat, maka pertumbuhan ekonomi tentu meningkat pula, yang dianggap merupakan ''prestasi'' pemimpin nasional/lokal. Padahal dalam mencapai PDB/PDRB itu, kemajuan pembangunan masih berbasis pada pembangunan yang bersifat konvensional. Dalam pembangunan konvensional, keberhasilan menaikkan produksi barang dan jasa secara melimpah (yang merupakan unsur PDB/PDRB), tidak mengakomodasi aspek lingkungan. Pembangunan sosial juga tersingkirkan, terutama yang menyangkut kepentingan kelompok miskin. Banyak bukti untuk kasus ini, di mana rakyat miskin selalu termarginalkan dalam setiap pembangunan. Kinerja ekonomi dalam pembangunan konvensional seperti itu jelas mengarah kepada pertumbuhan semu atau dikenal dengan istilah pseudo growth. Pseudo dalam dictionary berarti palsu atau pura-pura, dan dalam kamus bahasa Indonesia berarti tidak asli dan tidak sah. Dalam mengukur keberhasilan pembangunan melalui PDB/PDRB, cenderung pada pertumbuhan ekonomi yang umumnya melakukan eksploitasi sumber daya alam secara eksploitatif, agresif, dan ekspansif. Sebagai akibatnya, deplisi dan/atau degradasi serta kerusakan sumber daya alam terjadi begitu mengenaskan. Implikasinya jelas berpotensi menghancurkan kinerja pertumbuhan ekonomi itu sendiri (self-destructive). Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi yang selama ini diukur melalui PDB/PDRB dan merupakan sebagai ukuran kesejahteraan masyarakat masih bersifat "sesaat" dan belum memikirkan kelangsungan hidup untuk generasi penerus.

Pelaksanaan konsep pembangunan berkelanjutan diperkuat dengan kesepakatan para pemimpin bangsa yang dinyatakan dalam hasil-hasil negosiasi internasional. para pengusaha yang mengeksploatasinya hampir semuanya tidak melakukan upaya atau memikirkan cara penanganan lubang bekas galian. Secara ekonomi. Deklarasi Milenium PBB tahun 2000. sosial. Pembangunan Berkelanjutan Pola pembangunan konvensional harus segera ditinggalkan. Jika tidak segera mengubah haluan. sehingga dianggap prestasi bagi pimpinan. baik pimpinan nasional maupun pimpinan wilayah. dan penggunaan sumber alam yang dapat habis (tidak terbarukan) pada tingkat di mana kebutuhan generasi mendatang masih tetap akan terpenuhi. Seperti. Saat menghitung PDB/PDRB. Di samping itu. yaitu dikenalkannya konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). dampak negatif pada ketimpangan kehidupan dan lingkungan akan semakin menjadi-jadi. antara lain Deklarasi Rio pada KTT Bumi tahun 1992. seharusnya dilakukan peremajaan kembali atau perbaikan sebagai akibat kerusakan yang timbul. Tetapi kenyataannya. ketatnya.Misalnya contoh penebangan pohon di hutan. dan ekonomi. Salah satu yang paling krusial adalah menemukan cara meningkatkan kesejahteraan masyarakat sambil menggunakan sumber daya alam secara bijaksana. Meskipun kendala yang dihadapi pasti besar. sehingga sumber daya alam terbarukan dapat dilindungi. hutan hanya dieksploitasi untuk perolehan ekonomi tanpa dilakukan reboisasi kembali. Konsep ini didefinisikan sebagai pembangunan atau perkembangan yang memenuhi kebutuhan masa sekarang tanpa membahayakan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya. dan Deklarasi Johannesburg pada KTT Bumi tahun 2002. baik bagi si pengusaha maupun yang diterima pemerintah daerah dan pusat melalui restribusi. Namun tantangan pembangunan berkelanjutan ini cukup banyak. di mana saat itu proses yang terjadi lebih banyak bersifat top-down. juga akan menjadi kendala cukup berat untuk dihadapi. berbagai aturan tentang produk yang masuk ke . yang jelas berpotensi akan tenggelam di kemudian hari. proses pembangunan yang terjadi tidak memikirkan generasi mendatang. Sebenarnya sejak dasawarsa 1900-an. Internalisasi Biaya Secara global konsep pembangunan berkelanjutan sudah ada gerakan nyata untuk mengimplementasikannya. keuntungan diperoleh luar biasa saat pengeksploitasian. sebab banyak orang pada saat ini masih mengutamakan kepentingan jangka pendek dibandingkan jangka panjang. adanya egoisme sektoral dan lemahnya penegakan hukum. semua pihak seharusnya sudah menyadari konsep yang dijadikan pijakan dalam setiap gerak menuju kemajuan pembangunan. peningkatan pertumbuhan ekonomi terjadi. Jenis pertumbuhan ekonomi seperti itulah yang dapat dikatekagorikaan pseudo growth (pertumbuhan semu). Bila ditinjau dari sisi lingkungan. Konsep pembangunan berkelanjutan muncul ketika terjadi kegagalan konsep pembangunan konvensional. Demikian juga galian C.

Misalnya harus mencantumkan label yang ramah lingkungan (ecolabelling). * Mulai sekarang setiap perusahaan yang bidang usahanya berpotensi merusak atau mencemari lingkungan. apakah ada pengusaha yang mau melakukannya? Penulis. Pengkajian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Undiknas Denpasar -----------------* Selama ini pembangunan konvensional mengarah kepada pertumbuhan (pseudo growth) yang hanya menaikkan produksi barang dan jasa secara melimpah. * Pembangunan sosial tersingkirkan.negara-negara maju. sehingga peremajaan atau perbaikan lingkungan menjadi tanggung jawab perusahaan yang bersangkutan. . secara sederhana jika memungkinkan mulai sekarang setiap perusahaan yang bidang usahanya berpotensi merusak atau mencemari lingkungan memasukkan biaya perbaikan lingkungan ke dalam harga pokok produk/jasa yang dihasilkannya. serta Ketua Lembaga Penelitian. Bagaimana di tingkat nasional dan lokal? Tampaknya belum. Rasanya hal ini tidak begitu sulit dilakukan. terutama yang menyangkut kepentingan kelompok miskin. tanpa mengakomodasi aspek lingkungan. Untuk itu. * Peremajaan atau perbaikan lingkungan menjadi tanggung jawab perusahaan yang bersangkutan. dosen FE dan Program Pascasarjana MM Undiknas. memasukkan biaya perbaikan lingkungan ke dalam harga pokok produk/jasa yang dihasilkannya. Namun pertanyaannya sekarang. salah satunya dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sambil menggunakan sumberdaya alam secara bijaksana. Konsep internalisasi biaya perbaikan lingkungan ke dalam harga pokok. paling tidak akan menjadi langkah sedikit maju di masa mendatang. * Konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Istana Raja masih menjadi pusat kebudayaan. accordingly. it could be construed as an insult or a compliment. sastra. seni rupa. yang ditandai dengan penggunaan ornamen dan dekorasi yang berlebihan. Perkembangan desain modern di Indonesia. Gejala sosial yang demikian adalah pengambilan elemen bentuk dari abad 17 dan 18 dalam desain interior gaya historisisme. It has meant so much that it has often meant nothing”. Dari sini dapat diartikan bahwa definisi “modern” secara relatip tidak mempermasalahkan tentang desain. ditentukan oleh patron utama. Secara umum perkembangan desain di Indonesia terbagai menjadi tiga tahapan penting yaitu Program Modernisasi. yaitu institusi kerajaan 2. 2010 Desain Modern di Indonesia Perkembangan Desain Abad ke 19 (1850 – 1900) 1. Menurut Paul Greenhalgh dalam bukunya “Modernism in Design” terbitan Reaction Books. keabsahan suatu nilai dari ekspresi budaya.Desain Modern di Indonesia • Mei 16th. musik. more or less. apakah ilmu pengetahuan. atau tari. awal dan citra perubahan Program Modernisasi Definisi secara umum dari kata “modern” adalah : • Karya budaya ragawi yang umumnya memiliki ciri – ciri yang sesuai dengan proses modernisasi dalam arti yang luas . the word “modern” has been relatively unproblematic with regard to design. It has meant whatever one wanted it to mean. It could be applied to any designed object. mengatakan bahwa “For the greater part of this century. given the appropriate context and. dan dapat diaplikasikan ke setiap object desain.

dan politik yang berkembang di Eropa Barat dan Amerika Utara. yaitu dorongan untuk berprestasi. dan Afrika (Eisenstadt.• Lahir dari pemikiran modern dan tumbuh di lingkungan masyarakat modern Beberapa pendapat tentang Modernisasi: • • • • • • • Ilmuwan Sosial : Kemunculan masyarakat industri barat dibandingkan dengan masyarakat negara berkembang yang masih tradisional Eisenstadt : Modernisasi merupakan proses perubahan masyarakat menuju tipe sistem sosial. Modernisasi Industri 2. Kemudian itu memuncak pada Abad ke-19 dan 20. standar hidup. Inkeles dan McCleland Memaparkan modernitas dari variabel psikologis yang membentuk mentalitas manusia modern secara khas. ekonomi. yang diistilahkan sebagai faktor N-ach (Need of achievement) Modernisasi di dunia Chodak mengidentifikasikan 3 tipe modernisasi : 1. Modernisasi Induksi Menurut Abraham 1. 1996. Prentice-Hall) Ahli Ekonomi : Modernisasi berdasarkan berbagai model pertumbuhan ekonomi. Modernisasi Akulturasi 3. Modernization: Protest and Change. dan pertumbuhan Industri Ahli Sosiologi Modernisasi dengan lebih mengarah kepada perspektif evolusioner yang mencakup transisi multilinier masyarakat tradisional menjadi masyarakat yang lebih maju Ahli Komunikasi Modernisasi sebagai proses perubahan dari cara hidup tradisional menuju gaya hidup yang lebih kompleks dan maju secara teknologi Black Modernisasi ditandai oleh perkembangan sejumlah lembaga yang secara fungsional meningkatkan pengetahuan manusia untuk menguasai lingkungannya secara cepat. serta meluas ke sejumlah negara di Amerika Selatan. Englewood Cliffs. pendapatan per kapita. Kosmos yang “nyaman” berubah maknanya oleh otonomisasi (sekularisasi) sehingga rasa aman lenyap 2. Asia. Masyarakat yang “nyaman” dirobek – robek karena individu mendesak diri sebagai pusat semesta .

kehidupan modern bermakna sebagai proses mengganti kenyamanan alamiah dengan kenyaman buatan Menurut Giddens • • • • Kapitalisme Industrialisme Kekuatan Militer Kontrol terhadap informasi dan aktivitas sosial Abraham mencirikan modernisasi sebagai proses yang selalu diikuti oleh : • • • • • • • • Proses industrialisasi Peledakan penduduk Sekularisasi Revolusi harapan Berkembangnya media massa Stabilitas kependudukan Bangkitnya kelas menengah secara besar – besaran Revolusi budaya yang dahsyat Abraham juga memberikan gambaran tentang modernisasi sebagai suatu perubahan sebagai berikut : Gambaran Modernisasi Menurut Abraham Keterangan gambar : • Sisi Struktural : Meliputi peningkatan diferensiasi dan integrasi struktural.3. kebangkitan lembaga politik . yaitu pemisahan hubungan ekonomi dengan sistem sosial yang lain. Pribadi menemukan diri sendiri secara kuat sehingga dalam arti sistem sosial. Kebersamaan nilai goyah karena proses individual 4. Birokrasi dan waktu menggantikan tokoh mistis dan waktu mitologi 5.

• • baru. konsumsi. Kebutuhan masyarakat dengan berbagai perubahannya Desain Modern di Indonesia Desain Modern di Indonesia dapat dikategorikan atas tiga kelompok besar : 1. 3. Kerajinan 3. Hubungan antara produksi. dan perluasan pendidikan formal. Karya desain yang diciptakan sebagai tuntutan masyarakat yang berpikiran modern. Karya desain yang semata – mata meniru gaya orang Barat tanpa diimbangi oleh proses berpikir dan mentalitas modern Perkembangan desain di Indonesia dapat dilihat dari konsep: • • • • Perkotaan Arsitektur Aneka Barang Industri dan Karya Cetak Pendidikan Seni Rupa dan Desain Awal dan Citra Perubahan Konteks perkembangan desain modern di Indonesia yaitu pergeseran nilai desain dan dunia kesenirupaan pada : . spesialisasi serta mencairnya stratifikasi kemasyarakatan Sisi Attitudinal : Orientasi individu ke arah kemajuan Sisi Possesual : Mengarah kepada terbentuknya spesialisasi fungsional dalam masyarakat Desain Modern Menurut Dormer : 1. Karya desain yang mengadaptasikan dan menggunakan berbagai unsur kebudayaan Barat yang telah modern tanpa harus “menjadi Barat” atau berciri Barat. baik secara mentalitas maupun tindakannya 2. dan kepuasan pribadi 4. Konteks ekonomi 2. Benda Eksklusif hasil rancangan arsitek dan desainer terkenal Tema besar desain modern : 1. Barang Konsumen 2. Penggunaan teknologi baru yang memungkinkan seorang pendesain bermain dengan bentuk 3.

Terjadinya arus urbanisasi 5. 1. Munculnya secara berangsur-angsur norma modernitas dalam kerangka nilai – nilai tradisional 3. Desain Global Adanya perubahan besar didunia akibat perkembangan teknologi dan terbentuknya tatadunia baru yang semakin terpolarisasi oleh peradaban besar sehingga semua komponen kebudayaan saling mempengaruhi dan memposisikan diri sepadan dengan kekuatannya. Terjadinya Mobilitas Politik 6. Adanya dualisme struktural yang memungkinkan kehadiran bersama 2.• • • Beberapa dasawarsa akhir penjajahan Belanda Masa setelah kemerdekaan dan Demokrasi Terpimpin Masa Orde Baru hingga era pembangunan sekarang Dalam teori modernisasi. Adanya Program Industrialisasi 4. Pendapat Para Ahli tentang abad ke 21 • • • • Peter F. Drucker : Keberlangsungan pembangunan sebuah bangsa bukan lagi bersandar pada modal. namun akan tercipta oleh kemampuan mengembangkan daya inovasi yang didasari pada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi Jane Jacobs. besarnya tenaga kerja ataupun penguasaan wilayah. seorang arsitek Amerika terkemuka mengumandangkan kematian Modernisme seiring dengan diruntuhkannya bangunan bertingkat Pruitt- . kondisi Indonesia (Hindia Belanda) pada awal abad ke-20 dapat dikatakan sebagai masa transisi dari tradisional ke arah kehidupan modern dengan ditandai oleh : 1. mengkritik dengan keras tentang buruknya perencanaan tatakota di Amerika (1960) Robert Venturi yang mengkritik secara tajam Modernisme dalam dunia arsitektur pada tahun 1966 Charles Jencks. seorang sosiolog Amerika. Terdapatnya rekayasa sosial Desain Indonesia Abad ke 21 Perkembangan desain di Indonesia pada abad ini akibat dari adanya : • • • • • Perkembangan desain di dunia global Demam Posmodern Adanya hubungan antara perkembangan desain dengan perlawanan budaya Adanya kesadaran terhadap hak penciptaan Keinginan untuk mewujudkan desain yang berwawasan lingkungan I.

Wacana Desain di Indonesia Belajar dari pelbagai kebijakan dan hasil pembangunan selama beberapa dekade. Ditinjau dari aspek rupa. baik gaya. Demam Posmodern Era Posmodern adalah Masa transisi antara berakhirnya masa modernisme dan munculnya alternatif pemikiran baru sebagai usaha mencari bentuk baru III. Semakin menonjolnya pengaruh budaya kuat negara – negara adidaya. pada jam 15. melainkan juga dalam bentuk nilai – nilai b. telah nyata bahwa Indonesia terpengaruh oleh dampak percepatan keterbukaan budaya sedunia. baik pada masa lalu. hal ini tercermin dari adanya penentuan arah kebijakan perekonomian akibat adanya perjanjian internasional dan permainan “Mata Uang” oleh negara – negara maju 2. . Sejak pergantian era pemerintahan Orde Baru dan tuntutan perbaikan kinerja program Wacana desain di Indonesia juga terjadi akibat adanya : a. c. Guru Besar dari The Australian National University : Makna pembangunan yang dilakukan oleh setiap negara adalah proses transformasi segala bidang dari kondisi tertentu menuju kondisi lain yang lebih baik. Desain adalah wujud yang teraga dengan muatan – muatan makna di dalamnya. desain telah menunjukkan aspek keragaman yang tak terhitung. Desain dan Perlawanan Budaya Aktivitas desain tidak terlepas dari sistem nilai yang berkembang di dalam masyarakatnya. Louis. tema maupun teknik pengungkapan. tidak hanya secara teraga. Keterbukaan Budaya : Budaya ragawi yang dihasilkan manusia tidak terlepas dari sistem dunia yang terintegrasi antara satu sistem nilai dengan sistem lainnya. yang ditandai oleh : 1. teraga menjadi kebudayaan benda. Upaya Pemberdayaan : Sebagai bagian dari kebudayaan yang teraga.• Igoe pada tanggal 15 Juli 1972 di St. Saiful Arif.32 karena bangunan tersebut selama ini menjadi tonggak terapan gaya Modernisme di Amerika. Missouri. kini dan yang akan datang. Fenomena Persaingan : Terjadi akibat percepatan yang terjadi sebelumnya dimana memicu lahirnya pengelolaan produksi barang dan pergerakan pasar yang semakin tinggi. desain tidak terlepas dari rona pembangunan “besar” yang dijalankan oleh satu pemerintahan dimana tercermin dari aneka kebijakan termasuk komitmen antar kebudayaan ataupun antarnegara II. Fenomena yang terbentuk. 2.

Baik untuk karya cipta milik orang asing maupun karya cipta milik Bangsa Sendiri HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) dalam bidang desain di Indonesia dikategorikan : 1. 2. perumahan. Karya Cipta Bidang Seni Rupa (UU Hak Cipta Tahun 1997) Karya yang bersifat Temuan (UU Paten Tahun 1997) Merek Produk berupa logo atau identitas produsen (UU No. pengembangan ataupun varian b. msekipun awalnya bukan dari seniman. pakaian dan komunikasi IV. penyebaran dan kebutuhan baru masyarakat akan aneka produk. Undang –Undang No. 6 tahun 1989 .Makna budaya yang lebih spesifik dalam karya – karya desain yang teraga itu dapat dikelompokkan atas beberapa peran. namun dari kalangan praktisi hukum yang mengamati fenomena global bahwa hak – hak penciptaan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari wacana ekonomi global. Konvensi Internasional :  WIPO (World Intelectual Property International)  Paris Convention for The Protection of Industrial Property (11 April 1995 beranggotakan 129 negara termasuk Indonesia)  Berne Convention for the Protection of Literary and Artistic Work (16 Mei 1995 beranggota 112 negara termasuk Indonesia)  The Haque Agreement Concerning the International Deposit of Industrial Designs (1993. 19 tentang Merek) Bidang desain terutama performansinya (UU tentang Desain Industri No. diantaranya : a. Undang – undang hak cipta 1997 (diperbarui lagi tahun 2002) d. Kesadaran terhadap Hak Cipta Menjelang abad ke – 21. 3. Peragaman Bahasa Rupa yang menjadi bagian kreatif wujud desain setiap periode. Undang – undang paten No. 5 tentang Perindustrian Pasal 17 : Desain Produk Industri mendapat perlindungan hukum yang ketentuan – ketentuannya diatur dengan peraturan pemerintah c. telah tumbuh kesadaran akan hak – hak penciptaan. Including Trade in Counterfeit Goods). merupakan persetujuan integral dari persetujuan Putaran Uruguay dalam rangka GATT b. Peragaman citarasa masyarakat yang muncul sebagai perluasan. 20 Tahun 2000) Beberapa dasar hukum yang dapat dipakai sebagai acuan adanya perlindungan bagi karya cipta di bidang desain terdiri dari : a. 4. ada 24 negara yang menjadi anggota termasuk Indonesia sejak tahun 1953  Locarno Agreement Establishing an International Classification for Industrial Designs (1968 hingga 1995 beranggotakan 23 negara)  TRIPs (Trade Related Aspects of Intelectual Property Rights. baik mengandung nilai – nilai kebaruan.

dan mengupayakan manfaat penggunaan keragaman hayati dirasakan secara merata PP Perundang – Undangan dan yang berhubungan dengan Lingkungan Hidup dan pengelolaannya : 1.02/MENKLH/I/1988 tentang Pedoman Baku Mutu Lingkungan o MENLH No. tentang Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Lingkungan sebagai akibat Usaha Industri o MENKLH No. pelestarian. Desain yang Berwawasan Lingkungan Dorongan dan isu – isu gentingnya masalah lingkungan tersebut. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang o No. wajib dilengkapi dengan AMDAL yang pelaksanaannya diatur oleh PP o No. Undang – Undang : o No. Undang – Undang tentang merek No. 4 Tahun 1982 tentang ketentuan – ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. 19 tahun 1992 g. semua negara harus memberikan kontribusi untuk menstabilkan gas – gas rumah kaca dan atmosfer pada tingkatan yang tidak akan mengacaukan iklim global. memuat ketentuan bahwa setiap rencana yang diperkirakan mempunyai dampak terhadap lingkungan. 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 2. pernyataan ini mensyaratkan pengurangan emisi gas – gas seperti karbon dioksida. 12/M/SK/1978. Kep. 51 Tahun 1993 tentang AMDAL o Menteri Perindustrian No. KEP. Peraturan Pemerintah (PP) : o PP No. dan lingkungan hidup Membuat pernyataan tentang prinsip – prinsip yang menjadi pedoman bagi pengelolaan. RPP tentang desain produk industri f. tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor .35/MENLH/10/1993. Undang – undang tentang desain industri No. yaitu hasil sampingan dari pemakaian bahan bakar untuk mendapatkan energi Konvensi tentang keragaman hayati yang menghendaki agar semua negara mengerahkan segala daya dan dana untuk melestarikan keragaman spesies hidup. 31 Tahun 2000 V.e. ekonomi. dan pembangunan semua jenis hutan secara berkelanjutan yang merupakan unsur mutlak bagi pembangunan ekonomi dan pelestarian segala bentuk kehidupan Dalam mensiasati terjadinya perubahan iklim. kemudian melahirkan Deklarasi Rio tahun 1992 yang berisi antara lain :      Hak dan Tanggung Jawab bangsa – bangsa dalam memperjuangkan perkembangan dan kesejahteraan manusia Merancang cara mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan dari segi sosial.

tentang Persyaratan Laik Jalan Kendaraan Bermotor Kepala BAPEDAL RI No.com/desain-modern-di-indonesia/ .wordpress.o o Menteri Perhubungan No. KEP-16/MENLH/4/1996 tentang pelaksanaan Program Langit Biru Isu Nasional dan Kesepakatan Internasional : • • • • • • • Program Pembangunan Berkelanjutan KTT Bumi Rio de Janeiro 1992 dan Deklarasi Rio Agenda 21 sebagai Rencana Global Pembangunan Berkelanjutan Konvensi Tentang Perubahan Iklim dan Keragaman Hayati KTT Bumi 5 Juni Tahun 1997 ISO 14001 mengenai Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan Program Ekolabeling Sumber : http://sosiologidesain. Kep-56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting (sebagai pengganti No. Kep49/MENKLH/6/1987 tentang Pedoman Dampak Penting) MENLH No. KM 8 Tahun 1989.

serta praktek-praktek moral hazard menjalar di setiap aktivitas masyarakat. politik. Upaya Pemerintah untuk mencerdaskan bangsa . sebagai berikut.asp?mid=3210&catid=2 Padangsidimpuan. Baik itu sektor sosial. B. penyakit sosial (social pathology) masih ditemukan di antara sesama bangsa Indonesia. ada beberapa masalah dan tantangan yang dihadapi Indonesia. Secara umum dan sederhana masalah ini kemudian berimplikasi pada lemahnya penghayatan moral dan norma dalaam aktivitas kehidupan berbangsa dan bernegara. yang bisa berpengaruh terhadap tujuan dan cita-cita bangsa ini. 1) Bangsa Indonesia sebenarnya masih mengalami berbagai masalah yang begitu kompleks dari segala sektor. hukum. Menurut pandangan secara umum. 30 November 2010 Menuntaskan Agenda Bangsa. A.Warta Pelaku: Artikel sumber: warta. Kualitas penyerapan ilmu pengetahuan masih rendah. Yaitu. ekonomi. Ditandai dengan gejala menurunnya rasa kasih sayang dan kepedulian sosial. mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Harus! (Bag. budaya. Permasalahan-permasalahan ini merupakan mata rantai masalah. maupun keamanan dan pertahanan negara. Budaya belajar dan menuntut ilmu semakin dikesampingkan oleh bangsa ini walau Pemerintah telah mengambil kebijakan wajib belajar dan memberikan peluang yang seluas-luasnya kepada aset bangsa untuk belajar dengan biaya yang telah disediakan Pemerintah. yang merupakan rantai masalah bangsa. Masalah ini justru menimbulkan krisis kualitas manusia Indonesia yang pada gilirannya tidak mampu mengelola sumber daya nasional. Krisis kesejahteraan rakyat ini membuka peluang terjadinya krisis moral. Melemahnya kualitas penghayatan moral dan norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

. rehab rumah. Pertumbuhan ekonomi masih didominasi oleh konsumsi dan impor. mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia merupakan agenda pembangunan nasional yang prioritas untuk direalisasikan. Bantuan-bantuan diberikan kepada masyarakat miskin (pro poor) pun dilakukan oleh hampir seluruh departemen/badan/dinas/instansi pemerintahan. Amanah ini merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar dengan dalih apapun. Dalam segi ketenagakerjaan juga mengalami penurunan kualitas kemampuan tenaga kerja. pembangunan meningkat. hingga pemberian alat/bahan/material sebagai potensi usaha yang diinginkan oleh masyarakat. dengan alasan kenyamanan dan keamanan serta keberlangsungan sebuah proyek perekonomian dikhawatirkan terganggu. Ironisnya. layak jual dan memiliki nilai tawar yang diperhitungkan. Melemahnya pengelolaan sumber daya nasional. dan dengan sendirinya. Begitu juga dengan sejumlah jenis kekayaan/aset negara yang tidak dikelola sepenuhnya oleh negara. pinjaman modal usaha. Namun. bahkan Pihak swasta—sebut saja pemberian asuransi dan pelayanan kesehatan maupun pendidikan. Gejala yang timbul adalah sebagian lulusan perguruan tinggi tidak mampu membuka kesempatan berwirausaha. Bantuan Langsung Tunai (BLT). Potensi pertambahan penghasilan negara pengelolaan yang dilakukan masih mengalami hambatan. peluang lapangan pekerjaan dan pendapatan lebih layak. Justru malah pihak asing yang memiliki peran penting meraih keuntungan besar dari negara kita. bahkan standar manusiawi. upaya Pemerintah tersebut masih mengalami kendala yang ditandai dengan banyaknya jumlah anak dan pemuda yang putus sekolah. Nilai produk dalam negeri masih sangat rendah. D. Pemerintah. Hal ini terlihat dari penerimaan pajak yang belum maksimal. C. Pengelolaan tabungan juga belum optimal. sebagai salah satu pelaksana amanah tersebut. pengelolaan sumber daya yang baik dapat menopang penghasilan negara. tidak sedikit upaya itu tertunda keberhasilannya. Artinya.adalah agar mampu mengembangkan ilmu pengetahuannya sebagai modal keberlangsungan hidup yang bergengsi. investor luar maupun dalam negeri merasa was-was untuk menyuntikkan modalnya untuk membangun usaha maupun industri. telah berupaya melakukan program gerakan/aksi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. rakyat akan merasakan dampak positif dari hal tersebut. Padahal. Tujuan bangsa Indonesia membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum/rakyat. sembako. Pengelolaan uang negara belum efisien dan sebagainya. Produk dalam negeri kalah bersaing dengan produk asing. sehingga masih banyak ditemukan masyarakat yang hidupnya di bawah standar kelayakan. Namun. sebagaimana tertuang dan diamanahkan dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. sehingga perputaran perekonomian Indonesia stabil. Ternyata persoalan di atas merupakan konsekuensi kelemahan di bidang ilmu pengetahuan. Rendahnya kualitas kesejahteraan bangsa. sehingga dikategorikan “miskin”.

berkumpul dan mengembangkan diri. atau tidak tepat sasaran kepada kelompok masyarakat miskin. Pandangan yang keliru sering tercetus dari suara sebagian masyarakat miskin. multidimensional dan struktural ini menyisakan beberapa gejala-gejala yang bergerak merusak upaya transformasi sosial. sehingga keadaan inilah yang dimaksud di atas: kurang peduli menjaga kelestarian lingkungan dan permukiman.Ternyata persoalannya adalah kebijakan dan upaya penanggulangan kemiskinan yang dilakukan dipandang kurang efektif dalam menurunkan angka kemiskinan. Disadari atau tidak. Di antaranya: • • • Ruang lingkup politik Masyarakat miskin tereliminasi keposisi yang marjinal (terpuruk) akibat proses politik maupun kebijakan penyelenggara pemerintahan dan pemilik wewenang yang kurang berpihak. Kebiasaan pola hidup yang dialami menguatkan dan terinternalisasi ke dalam pemikiran dan perilaku tidak sehat. Ruang lingkup lingkungan Pola hidup masyarakat miskin yang tertutup dan terkesan tidak peduli dengan sekitarnya. saluran air/parit maupun jalan yang semula indah menjadi pemandangan suram—yaitu sebagai wadah penampungan sampah dan limbah. Bagi mereka mempertahankan hidup saja sudah cukup berat dilakukan. kondisi ini dapat diubah menjadi baik. ditambah MCK yang kurang memadai dan tidak sehat. dan cenderung memikirkan kehidupan dirinya sendiri atau keluarganya saja tidak akan mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Permasalahan kemiskinan yang begitu kompleks. sehingga kebutuhan yang dikehendaki dalam aplikasi menjalankan hidup secara manusiawi terpendam sejalan dengan waktu. berbangsa dan bernegara. Penataan dan pembangunan lingkungan serta permukiman yang dilakukan bukan solusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. Malah sebaliknya mengusik ketenangan pola hidup yang selama ini berlangsung. bahkan praktek yang ditekuni kurang menjaga kenyamanan lingkungan dan permukiman. atau bahkan tidak ada sama sekali ini merupakan ciri-ciri kemiskinan yang dimiliki. kondisi ini akan memperparah keadaan masyarakat miskin itu sendiri. tidak berkelanjutan. Misalnya saja mengubah sungai. Padahal. volume serta material sangat sederhana. optimisme menurun dan menguatnya pesimisme. Kondisi ini yang menyebabkan masyarakat miskin tidak terintegrasi ke dalam sebuah institusi sosial. dengan penampilan. Lain lagi perumahan yang dijadikan wadah berteduh. serta menghilangkan nilai-nilai kapital sosial. tanpa mengeluarkan modal atau dengan . ternyata di bawah standar kelayakan. bagaimana mungkin aktivitas sosial terpikirkan seiring tekanan dan desakan kebutuhaan hidup. Paradigma dan praktek yang muncul adalah membatasi kegiatan yang mengindahkan dan mendukung kelestarian lingkungan dan peningkatan pembangunan yang berkelanjutan. berlindung. Perilaku politik ini sebenarnya disebabkan faktor tiadanya keterlibatan masyarakat miskin dalam proses pengambilan keputusan itu. karena hanya bersifat parsial. Lalu. menurut masyarakat miskin. Perilaku politik yang menghasilkan kebijakan-kebijakan hanya menyentuh kepentingan sepihak. Ruang lingkup sosial Kehidupan bermasyarakat. tidak begitu penting. atau belum ada lembaga/wadah yang mampu mengakomodir suara kepentingan masyarakat miskin.

Dari uraian ini. daripada pasrah menerima nasib saja. Seorang laki-laki berusia 62 tahun berperan sebagai kepala keluarga penopang hidup keluarga ini. Kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jasa terkadang menjadi alasan. selain efektif waktu. nyaman. secara teoritis berdasar materi kajian pemetaan swadaya. kerap tidak dilirik oleh pengguna jasa dengan alasan yang cukup mendasar: kecepatan dan kapasitas angkutnya terbatas. bahkan nilai jasa lebih murah dari becak dayung. tepatnya di Wilayah Provinsi Sumatera Utara. maupun survai ke lokasi. Ia bergelut mengandalkan tenaga dan kerasnya persaingan di bidang jasa yang dilakoninya. bahkan kurang dari pemenuhan kebutuhan pokok. atau lebih mendekati cukup untuk makan sehari-hari keluarga saja. Tentu.000 – Rp15. penjual jasa ini sudah tidak layak bekerja lagi. Becak bermotor. mengingat telah lanjut usia. keluarga ini mengalami perbandingan yang tidak seimbang: pengeluaran lebih besar dari pendapatannya. Andalan tenaga yang satusatunya dimiliki hanya dihitung oleh pembeli jasa. sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup yang manusiawi. Sedikit pemisalan diuraikan sebagai referensi yang diperoleh dari pemantauan. khususnya kajian ekonomi. biaya cukup tinggi dan sering mengalami kerusakan karena rata-rata becak dayung yang beroperasi adalah “barang lama” dan produk baru sukar ditemukan. yang tengah mengalami pergeseran kualitas dan kuantitas. Ia bekerja menawarkan jasa transportasi angkutan jenis becak dayung. juga berkapasitas lebih dari segi jumlah pengguna jasa dan barang yang dibawanya. Becak dayung yang mengandalkan tenaga itu. diharapkan patut menjadi renungan dan sekaligus perhatian semua pihak. kondisi lanjut usia mudah terkontaminasi dengan fisik lemah dan cenderung tidak sehat. kunjungan. keluarga tersebut dapat dikategorikan keluarga miskin karena berpenghasilan tidak menentu. Sebuah kisah salah satu keluarga yang hidup sangat sederhana di daerah perkotaan. Penghasilan itu semata-mata diupayakan oleh satu orang saja tanpa ada penghasilan tambahan. Ditinjau dari kondisinya. Pengeluaran yang kongkret meliputi biaya makan untuk empat . Begitulah kehidupan yang dihadapi dengan penghasilan rendah. keahlian dan disiplin ilmu tidak memadai serta cendrung mengandalkan tenaga. Rata-rata per hari hanya mampu memperoleh Rp7. Diperparah keadaan bahwa empat tahun belakangan ini becak dayung kalah bersaing dengan becak bermotor yang dinilai lebih mampu memenuhi keinginan pengguna jasa. murah. Keadaan ini bukan hanya sekedar narasi semata.• modal yang sedikit apabila kesadaran berpikir dan bersikap mengubah keadaan itu muncul lebih kuat. melainkan fakta yang lalu dituangkan dalam sebuah catatan sejarah. Menurut pendapat yang disampaikan para ahli/pakar atau pengamat/pemerhati atau tokoh/ilmuwan internasional maupun Indonesia. dimana keberadaannya perlahan punah dan sedikit peminatnya.000 yang dimanfaatkan oleh empat orang tanggungan. Lazimnya nominal jasa tidak lebih. Kondisi ini membuka peluang terjadinya kecelakaan maupun menimbulkan penyakit bagi dirinya sendiri. mendapatkan perhatian yang rendah pula dari pembeli jasa. Ruang lingkup ekonomi Keterbatasan kemampuan masyarakat miskin membangun akses dan nilai jual terhadap keterampilan.

19 F. OC-1 Provinsi Sumatera Utara. No. Jenis pengeluaran yang mendasar ini dapat dianalisa beberapa pengeluaran akan didelete. (021)-70952271 . beras + lauk pauknya. yang sering terjadi adalah penjualan aset satu persatu dan pengelolaan dana yang tidak beraturan. Ada yang berstatus tidak memiliki rumah. seperti biaya perawatan becak dayung. Asisten Kota Infrastruktur Kota PadangsidimpuanSibolga.• orang terdiri dari pembelian bahan bakar minyak. Malah bagi mereka yang memiliki aset berupa harta warisan. menyewa. dalam arti beberapa kebutuhan akan dihilangkan dan penyelesaian yang dilakukan adalah pemaksaan kondisi agar normal dengan segala resiko yang ada. Ruang lingkup Aset Rendahnya tingkat kepemilikan masyarakat miskin terhadap modal yang mendorong keberlangsungan hidup. biaya listrik per bulan dan biaya tambahan lain. sehingga kompetisi usaha dengan sendirinya mengalami kekalahan. tapi justru sebaliknya menambah beban utang di mana-mana. misalnya. dan lain-lain. tidak dimiliki oleh masyarakat miskin. Bersambung. dan bila adapun tidak layak huni. Sumber daya manusia (human capital) sangat terbatas. Kepemilikan aset berupa tanah. Begitu juga dengan hunian atau perumahan. Firstavina) Pusat Informasi P2KP. Jl. Telp: (021) 70912271. menumpang. Alat pendukung. PNPM Mandiri Perkotaan. Pejompongan -Jakarta Pusat 10210.. (Rahdiansyah Pane. Perilaku ini bukan menambah aset. material dan dana dari usaha yang dijalankan sangat tidak memadai. Penjernihan 1. ST. biaya kesehatan.

Yang berkaitan dengan hubungan saling tindak antara negara dan pembangunan. Peran negara dalam pembangunan di Indonesia maupun Korea Selatan dapat ditelusuri dari proses dan hasil yang dicapai dalam pembangunan di dua negara tersebut. sebagai berikut: Peran negara dalam pembangunan di Indonesia berbeda dari jaman penjajahan Belanda hingga saat ini: . Hubungan saling tindak antar negara dan pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan dapat dicermati melalui kenyataan sejarah yang berkembang di dua negara tersebut.Wednesday. November 05. Jakarta Tahun: 1991 Jumlah Halaman: 101 PERAN NEGARA DALAM PEMBANGUNAN DENGAN MEMBANDINGKAN INDONESIA DAN KOREA SELATAN. 2008 NEGARA DAN PEMBANGUNAN BOOK REVIEW: Negara dan Pembangunan. Studi Tentang Indonesia dan Korea Selatan Pengarang: Arief Budiman Penerbit: Yayasan Padi dan Kapas.

Peran negara dalam pembangunan Korea Selatan. Jaman Peralihan Demokrasi: terjadi peralihan dari demokrasi paralamenter ke demokrasi terpimpin. di mana peran negara dalam pembangunan jiuga mengalami perubahan. sebagai berikut: Jaman kolonial dan sebelumnya: sebelumnya Korea adalah negara merdeka yang diperintah oleh beberapa kerajaan. karena tanah dikuasai oleh Negara/Pemerintah Belanda. yakni Negara Korea Selatan dan Negara Korea Utara yang menganut faham komunis dan Korea Selatan yang menganut faham kapitalis. Disusul dengan penjajahan Jepang. sedangkan Indonesia cuma US$ 440 (8. Pemerintahan militer dan pembangunan ekonomi: pemerintah baru pimpinan Jenderal Park Chung-Hee yang mulanya menghadapi kesulitan karena pemerintah AS mencurigai latar belakang militer. Ketika terjadi krisis multidimensi di bidang sosial-politik-ekonomi hingga saat ini. meskipun kecil. sifat negara otoriter dan “negara rente” pada dasarnya tidak berubah. Benih sebuah negara yang kuat sudah ditanam sejak zaman kolonial.600. sehingga ekonomi Korea Selatan dapat berkembang pesat. dapat dijelaskan sebagai berikut: Setelah perang dunia kedua usai. Peran negara dalam pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan ditinjau dari hasil pembangunan ekonomi yang dicapai. burjuasi orang Korea dibidang perdagangan dan industri muncul juga. dan akhirnya berhasil menarik perhatian dan bantuan dari AS. terdapat perbedaan antara kedua negara yakni dipakai untuk memperkaya birokrat negara.18 kali dari . kemudian beralih ke sistem politik liberal dan selanjutnya ke negara otoriter oleh Bung Karno. dan selanjutnya benih kehidupan beralih ke tangan Jenderal Soeharto. masih perlu dicermati apakah krisis ini akan mengalihkan peran negara sebagai “otoriter birokratis” rente (NOBR) dan Negara Otoritas Birokratis Pembangunan (NOBP) masih tergantung pada proses politik yang terjadi sekarang. berhasil pembangun pemerintahan yang relatif bersih. Indonesia dinamakan Negara Otoritas Birokratis Rente (Negara OB Rente) sebaliknya Korea Selatan disebut sebagai Negara Otoriter Birokratis Pembangunan (Negara OB Pembangunan). sepanjang kenyataan sejarah juga bersifat dinamis. yang juga menguasai ekonomi Korea.Jaman Kolonial Belanda: sistem perekonomian kolonial Belanda tidak/gagal melahirkan kelas Tuan Tanah/Burjuasi Pribumi. Dari perkembangan sejarah pemerintahan dari negara yang berbeda antara Indonesia dan Korea Selatan. Pada periode ini keadaan ekonomi Indonesia cukup sulit. Negara Orde Baru: Ditandai dengan peran militer yang dominan dalam kehidupan politik dan negara. Jaman pemerintahan sipil: setelah merdeka dari Jepang. namun pemerintah militer yang berkoalisi dengan teknorat ekonomi. dan diserahkan pada kelompok-kelompok kaum pedagang. Negara Korea terpecah menjadi 2 negara. Di mana keotoriteran negara dipakai untuk menumbuhkan kelompok wiraswastawan yang tangguh. Tahun 1988 GNP/Kapita Nasional Korea Selatan mencapai US$ 3. sesuai dengan perkembangan sosiologi-politik di masyarakat yang dinamis. maka peran negara dalam proses pembangunan di masing-masing negara juga berbeda khusus dalam kaitan dengan “keotoriteran negara” untuk membentuk kelompok wiraswasta yang tangguh untuk memutar roda pembangunan ekonomi. serta kelompok wiraswasta yang bergantung pada mereka. tetapi sekarang Indonesia tertinggal jauh. tingkat perkembangan ekonomi kedua negara sama.

berhasil menyusun Negara Korea Selatan sebagai Negara OB Pembangunan. yakni dukungan dari Amerika Serikat. di mana Indonesia merupakan Negara Kepulauan sementara Korea Selatan Daratan. Peran pemerintah negara dalam menata ekonomi dan menguasai/mampu mengendalikan diri dari jebakan “renternir”. pada masa Pemerintahan Presiden Park. Indonesia terdiri dari banyak suku dan bahasa. Korea Selatan berhasil. Hal ini berbeda dengan Korea Selatan. namun Indonesia gagal. serta didukung oleh negara Amerika Serikat. dengan . Selebihnya dukungan eksternal bagi Indonesia relatif korup. selain dipengaruhi oleh perkembangan sejarah sebelum kolonialisme melanda kedua negara. Sementara Indonesia. tetapi juga ditentukan oleh pemimpin negara dalam menentukan strategi yang tepat. utamanya guna mengalihkan suatu negara dari negara demokrasi otoriter renternir ke negara demokrasi otoriter pembangunan. juga didukung oleh faktor eksternal. Bantuan dana dan toleransi kebijakan dari negara Amerika di Korea Selatan justru mendorong bangkitnya Industrialisasi di Korea pada era Tahun 1970-an hal mana tidak terjadi di Indonesia. ditinjau dari aspek hasil pembangunan ekonomi yang dicapai. Perbedaan dalam prestasi pembangunan ekonomi Indonesia ini juga antara lain disebabkan oleh karena gagalnya Indonesia beralih menjadi Negara OB Pembangunan. PERBEDAAN DAN PERSAMAAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN ANTARA INDONESIA DAN KOREA SELATAN Perbedaan Kebijakan pembangunan Indonesia berhadapan dengan tantangan yang berbeda dengan Korea Selatan. Dari kenyataan ini jelas bahwa peran negara dalam pembangunan ekonomi di Korea Selatan lebih menonjol. terutama pada era perang dingin antara USA dan negara sosialis/komunis. selain didukung oleh faktor internal. Peran negara Korea Selatan dalam pembangunan yang ditandai oleh peningkatan ekonomi. kebijakan seperti itu masih lemah.GNP/kapita Indonesia). serta kebijakan penjajah itu sendiri. yang sejak Jenderal Park Chung-Hee merebut pucuk pimpinan Negara Korea Selatan pada tahun 1961. Faktor lain yang membedakan peranan negara dalam pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan adalah sebagai berikut: Persaingan di bidang ekonomi antar kelompok Asli Indonesia mengakibatkan terpecahnya burjuasi Indonesia. setelah Jenderal Soeharto mengambil alih kekuasaan pada tahun 1966. dan akhirnya bangkit/membangun industri dan menjadi salah satu dari 4 macam Asia yang bangkit pada permulaan tahun 1990-an. Korea berhasil dengan landreform pada tahun 1950-an sementara Indonesia landreform gagal dilaksanakan pada permulaan tahun 1960-an. Dari seluruh analisis dan uraian. dibandingkan dengan Indonesia. maka secara singkat ditarik kesimpulan tentang peran negara dalam pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan sebagai berikut: Peran negara yang berbeda. sementara Korea Relatif homogen. sementara negara Korea dibawah kepemimpinan Presiden Park dapat menguasai masyarakat sipil. menempatkan salah satu kunci kebijakan pembangunan yang berhasil. dan silih berganti dari pemerintahan satu ke lainnya. Hal mana terjadi di Korea Selatan. terutama pada periode “perang dingin” antara negara Barat dan negara-negara Sosialis/Komunis.

seperti juga di Indonesia. sedangkan Indonesia cuma US$ 440 (8. perkebunan dan sebagainya. hal mana merupakan dampak negatif dari kebijakan politik pemerintahan kolonial. Tahun 1988 GNP/Kapita Nasional Korea Selatan mencapai US$ 3.18 kali dari GNP/kapita Indonesia). Dari kenyataan ini jelas bahwa peran negara dalam pembangunan ekonomi di Korea Selatan lebih menonjol. KEKUATAN DAN KELEMAHAN PEMBANGUNAN INDONESIA. Sebaliknya justru keotoriteran negara di manfaatkan untuk memperkaya birokrat negara serta kelompok wiraswasta yang tergantung pada mereka. Di Korea Selatan. sementara Indonesia gagal dalam program landreform era tahun 1960-an. KHUSUSNYA PERAN NEGARA Kekuatan Pembangunan Kekuatan pembangunan yang mestinya dapat dimanfaatkan oleh negara dalam proses pembangunan di Indonesia adalah sebagai berikut: . keotoriteran negara dipakai untuk menumbuhkan kelompok wiraswasta yang tangguh untuk memutar roda perekonomian. negeri itu tidak terdapat kelompok pedagang (hal ini disebabkan karena ajaran Confusius yang menyatakan bahwa “mengumpulkan kekayaan. Korea Selatan dibawah Syngman Rhee. karena Belanda saat itu bukan negara industri. dibandingkan dengan Indonesia. ditinjau dari aspek hasil pembangunan ekonomi yang dicapai. kedua negara diperintah oleh sebuah kekuasaan yang bersifat otoriter. Indonesia dijajah Belanda dengan sistem penjajahan yang kebijakan ekonominya didasarkan pada ekspor bahan mentah atau barang-barang primer. pada era tahun 1950-an. mula-mula bertujuan untuk mendukung proses awal industrialisasi di Jepang dan sebaliknya. yang berimbas pada pembangunan ekonomi dan sebagainya. Penjajahan Jepang atas Korea. kebijakan pembangunan yang ditempuh berbeda. tidak terjadi di Korea Selatan. Korea Selatan dan Indonesia sama-sama dipimpin oleh presiden yang berlatarbelakang militer. tetapi sekarang Indonesia tertinggal jauh. menjelang datangnya kolonialisme Jepang di Korea. Sebelumnya kedua negara sama-sama mengalami sistem pemerintahan demokrasi parlamenter. Persaingan seperti di Indonesia. Korea Selatan pada tahun 1961. tetapi perdagangan hasil bumi. bukanlah suatu hal yang terpuji”) dengan demikian. Di Indonesia negara gagal membentuk kelompok wiraswasta yang tangguh. Korea Selatan berhasil dengan kebijakan landreform. Persamaan Setelah perang dunia kedua usai. sedangkan Korea Selatan mengalaminya pada tahun 1950-1953 (Perang Korea). Di Indonesia terjadi persaingan di bidang ekonomi antara kelompok Cina dan kelompok asli Indonesia. maka Belanda tidak mengembangkan industri di jajahan Indonesia. kegiatan perdagangan kurang dianjurkan. Indonesia dibawah Sukarno. Indonesia mendapatkan pemerintah yang didominasi oleh kaum militer sejak tahun 1966. Sejak saat itu. Sifat dan pembentukan negara dari waktu ke waktu juga berbeda. Sebelum Korea dijajah oleh Jepang. tingkat perkembangan ekonomi kedua negara sama. Indonesia mengalami perang saudara pada tahun 1957 (peristiwa PRRI dan Permesta). Berbeda dengan Indonesia.demikian kebijakan pembangunan juga berbeda sesuai dengan spesifik yang dihadapi.600. Korea Selatan dipimpin oleh Jenderal Park Chung-Hee semantara Indonesia dipimpin oleh Jenderal Soeharto.

dari segi suku. khususnya antara negara sebagai subjek dan kondisi struktural lingkungannya ke arah positif akan mendorong ke arah pembangunan yang lebih baik. Apabila negara konsisten dengan suatu strategi khusus dana optimalisasi eksplorasi minyak bumi. dengan nilai tambah yang lebih. Membangun struktur negara yang lebih kuat/kemandirian negara juga meliputi upaya pemberantasan korupsi (OB Rente) mengarah ke OB Pembagunan. Potensi gas dan bahan bakar minyak bumi. baik pertanian. khususnya kayu yang apabila diolah hingga produk hilir akan merupakan potensi komoditi ekspor yang besar. belum sepenuhnya dimanfaatkan. kurang mendapat perhatian. dengan menumbuhkan kelompok wirausaha yang tangguh. ikan dan hasil laut lai9nnya. minyak bumi dan hasil tambang lainnya. sekaligus menciptakan lapangan usaha/kerja. Apabila negara dapat mendorong industri berbasis produk kayu. Potensi komoditi perkebunan yang pada saat penjajahan merupakan lokomotif pembangunan yang diekspor memenuhi pasar dunia. melalui suatu pola pengembangan terpadu. perkebunan. sekaligus perluasan lapangan usaha/kerja dan pengentasan kemiskinan (umumnya nelayan kecil di Indonesia. Demikian pula dengan hasil hutan. perikanan. dan diolah di dalam negeri. mestinya peluang emas itu dapat dinikmati. miskin). ditengah kriris akibat tingginya harga BBM seperti saat ini. dan sektor pertanian terabaikan. agama. adalah kenyataan yang apabila dapat dikelola secara profesional akan merupakan salah satu penghasil devisa yang cukup besar contoh saat ini: minyak kelapa sawit. antara lain: peningkatan pendapatan nelayan lokal. Rekapitulasi dan akibat dari pencampuran pelbaghai faktor tersebut di atas. Potensi hasil laut. tetapi masih merupakan salah satu modal bagi pembangunan yang berkelanjutan. Indonesia terlalu cepat ingin melompat ke industrialisasi yang high technology pada era tahun1980-an dan 1990-an. dan terdiri dari pulau-pulau yang tersebar. walaupun melalui aneka tantangan. demikian pula dengan potensi hutan. namun belajar dari pengalaman sejarah sejak kemerdekaan. Pendapatan yang diperoleh oleh karena naiknya harga minyak dunia . Kemandirian Negara Walaupun Indonesia merupakan negara yang majemuk. Posisi negara yang relatif kuyat dalam menghadapi masyarakat sipil yang dinamis dan majemuk merupakan aspek strategis yang dibutuhkan bagi pembangunan. saat ini praktis komoditi jagung dan kacang kedele sebagian besar masih diimpor dari Amerika. Kelemahan Pembangunan Kebijakan pembangunan oleh negara masih kurang mendukung sektor pertanian (sementara 80 % penduduk bekerja di sektor ini) padahal justru sektor primer inilah yang pada waktu lalu diandalkan oleh pemerintah penjajah dan bahkan berhasil menembus pasar dunia. Dampak negatif yang terasa saat ini adalah beberapa tahun lalu Indonesia masih mengimpor beras. yang sehak lama merupakan andalan ekspor.Optimalisasi potensi sumber daya alam yang melimpah. maka efek ganda yang timbul demikian besar dan luar. Potensi minyak bumi. hingga saat ini Indonesia menjadi penimpor BBM dengna harga yang tinggi. dan pengolahan minyak dalam negeri. kehutanan. belum sepenuhnya dieksploitasi. peran negara dalam penciptaan iklim demokrasi da persatuan bangsa. maka peran Indonesia sebagai pengekspor minyak akan tetap dapat ditingkatkan.

mereka yang “di atas” memperoleh lebih banyak dari pada rakyat miskin yang di bawah (masih terjadi kesenjangan). Sehingga fungsi negara untuk mensejahterakan rakyat terabaikan. Dampak dari kelemahan strategi negara tersebut ialah semakin tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran. bahkan dimanfaatkan oleh birokrat yang korup dan kroni-kroni pengusaha yang dekat dengan penguasa serta menguntungkan sekelompok pengusaha tertentu. Pada era 1970-an. Therik di 9:07 AM . di mana pertumbuhan ekonomi mencapai 8% dengan nilai absolut GDP yang tinggi. sebagaimana yang terjadi di Korea Selatan. Titik lemah terletak pada birokrasi pemerintahan yang lemah dan korup. dan apabila itu terlaksana.pada era 1970-an dan 1980-an tidak dimanfaatkan secara baik. pendapatan negara akan meningkat secara signifikan. Kelemahan utama adalah pada birokrasi pemerintah yang justru memanfaatkan kondisi bagi kepentingan pribadi para pemimpin. dan semakin kuatnya segelintir pengusaha tertentu yang memperoleh fasilitas/ kemudahan. namun pembagian kue pembangunan tetap belum merata. Salah satu dampak dari akumulasi kebijakan negara tersebut di atas maka status negara tetap belum beralih dari OB Rente ke OB Pembangunan. Diposting oleh Wilson M. maka saat ini di mana harga minyak dunia meningkat tajam.A. Kebijakan negara yang mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan fokus pada pertumbuhan proyek-proyek besar dengan harapan akan menetas ke bawah (trickle down effect) ternyata merupakan kebijakan dan harapan semu. Seyogyanya “rejeki mumpung” tersebut dimanfaatkan untuk terus mengeksploitasi potensi gas dan minyak bumi.

kami mendapat banyak undangan ceramah/seminar tentang ekonomi kerakyatan yang dianggap kebanyakan orang merupakan ajaran baru setelah konsep itu muncul secara tiba-tiba pada era reformasi.org/index. Kini 21 tahun kemudian.php [Artikel .No. Pada tahun 1981 konsep Ekonomi Pancasila dijadikan "Polemik Nasional" selama 6 bulan tetapi selanjutnya digemboskan dan ditenggelamkan. Pada waktu itu (1979) kami ajukan ajaran ekonomi alternatif yang kami sebut Ekonomi Pancasila.September 2002] Mubyarto EKONOMI KERAKYATAN DALAM ERA GLOBALISASI Banyak orang berpendapat bahwa sejak krismon 1997 Indonesia telah men jadi korban arus besar "globalisasi" yang telah menghancur-leburkan sendi-sendi kehidupan termasuk ketahanan moral bangsa. 7 .Th. namun hanya lebih ditekankan pada sila ke 4 yaitu kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.======================== http://www. "Diagnosis" tersebut menurut pendapat kami memang benar dan kami ingin menunjukkan di sini bahwa kecemasan dan keprihatinan kami sendiri sudah berumur 23 tahun sejak kami menyangsikan ajaran-ajaran dan paham ekonomi Neoklasik Barat yang memang cocok untuk menumbuhkan ekonomi (ajaran efisiensi) tetapi tidak cocok untuk mewujudkan pemerataan (ajaran keadilan).ekonomirakyat. Kami ingin tegaskan di sini bahwa konsep ekonomi kerakyatan bukan konsep baru. I . Ia merupakan konsep lama yaitu Ekonomi Pancasila. . yang oleh ST MPR 2002 dijadikan ayat 4 baru. Inilah asas demokrasi ekonomi sebagaimana tercantum pada penjelasan pasal 33 UUD 1945.

nasionalisme.Mengapa tidak dipakai konsep Ekonomi Pancasila? Sebabnya adalah kata Pancasila telah "dikotori" oleh Orde Baru yang memberi tafsiran keliru dan selanjutnya "dimanfaatkan" untuk kepentingan penguasa Orde Baru. yang keliru menganggap bahwa ilmu ekonomi adalah obyektif dan bebas nilai. (2) Pembangunan Daerah bukan Pembangunan di Daerah. Para "teknokrat" ini bergaul akrab dengan pakar-pakar dari IMF dan Bank Dunia. Berikut kami sampaikan terjemahan bab terakhir (bab 5) Summary and Implications dari buku kami tersebut. (4) Pendekatan Multidisipliner dalam Pembangunan. dan menganggung-agungkan keajaiban . dengan isi (1) Partisipasi dan Demokrasi Ekonomi. dan demokrasi/kerakyatan. dan yang semuanya jelas tidak tepat sebagai obat bagi masalah-masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia dewasa ini. yang menurut mereka juga akan membawa kesejahteraan dan kebahagiaan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Kesimpulan kami tetap sama seperti pada tahun 1979 yaitu bahwa hanya dalam sistem Ekonomi Pancasila. dengan alasan untuk menemukan "lembaga dan harga-harga yang tepat". intervensi pemerintah yang minimal. Pada buku baru yang kami tulis di AS bersama seorang rekan Prof. yang menunjuk secara keliru pada pengalaman pembangunan Amerika. Kegusaran utama kami adalah bahwa kebijaksanaan pembangunan Indonesia telah dipengaruhi secara tidak wajar dan telah terkecoh oleh teoriteori ekonomi Neoklasik versi Amerika yang agresif khususnya dalam ketundukannya pada aturan-aturan tentang kebebasan pasar. Ringkasan dan Implikasi Kami telah menelusuri sejumlah masalah yang sungguh memprihatinkan. Bromley "A Development Alternative for Indonesia". Kini karena segala ajaran Orde Baru ditolak. keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat dicapai yaitu melalui etika. Daniel W. dan mereka segera tersandera ajaran dogmatis tentang pasar. pulang ke negerinya dengan penguasaan peralatan teori ekonomi yang abstrak. dan serta merta merumuskan dan menerapkan kebijakan ekonomi yang mnghasilkan pertumbuhan. (3) Nasionalisme Ekonomi. dan selanjutnya menggerakkan mereka lebih lanjut pada penelitian-penelitian dan arah kebijaksanaan yang memuja-muja persaingan atomistik. Pakar-pakar ekonomi Indonesia yang memperoleh pendidikan ilmu ekonomi "Mazhab Amerika". dan (5) Pengajaran Ilmu Ekonomi di Universitas. konsep Ekonomi Pancasila juga dianggap tidak pantas untuk disebut-sebut lagi. kemanusiaan. bab 4 kami beri judul The New Economics of Indonesian Development: Ekonomi Pancasila.

Dan berbagai LSM tingkat dunia (NGO) menerbitkan buku-buku yang menganalisis secara ilmiah. Kami khawatir Indonesia telah menukar penjajahan fisik dan politik selama 3½ abad. dan sejarah bangsa Amerika. Gerakan Anti Globalisasi Dalam 13 tahun terakhir sejak "Washington Concensus" [2] (1989) mengkoyak-koyak perekonomian negara-negara berkembang dari mulai Amerika Latin. jelas bukan negara yang ideal jika massa besar yang terpinggirkan berunjuk rasa di jalan-jalan. Terakhir terbit buku Joseph Stiglitz. Sungguh sulit membayangkan kerugian yang lebih besar lagi. Praha (2000). mengakibatkan terjadinya praktek-praktek yang keliru secara intelektual yang harus dibayar mahal oleh Indonesia. dominasi dan campur tangan asing. Globalization and Its Discontents (Norton. mulai dari Seattle (1999). demografi. sampai di Genoa Italia (2001). dan Bank Dunia. Doktrin ini sungguh sangat kuat daya pengaruhnya terutama sejak jatuhnya rezim Stalin di Eropa Tengah dan Timur dan bekas Uni Soviet. Keprihatinan kita yang kedua adalah bahwa pertumbuhan pendapatan nasional per kapita sebenarnya merupakan indikator paling buruk dari kemajuan serta pembangunan ekonomi dan sosial yang menyeluruh.pasar sebagai sistem ekonomi yang baru saja dimenangkan. Sudahkah kita sampai pada "akhir sejarah ekonomi?". dan baru kemudian memikirkan pembagiannya dan keberlanjutannya. Praktek-praktek perilaku yang diajarkan paham ekonomi yang demikian. dengan 3½ dekade "imperialisme intelektual". Kami secara serius menolak pendapat yang demikian. dan upaya mempertahankannya berdasarkan pemahaman yang tidak lengkap dari perekonomian. hukum. 2002) yang diresensi di manamana karena Stiglitz kebetulan adalah penerima hadiah Nobel Ilmu Ekonomi 2001 dan justru pernah menjadi Wakil Presiden Senior Bank Dunia . Nampaknya sudah berlaku pernyataan "kini kita semua sudah menjadi kapitalis". Gerakan ini mengadakan unjukrasa (demonstrasi) menentang pertemuan-pertemuan WTO. IMF. Bagi mereka yang bersikukuh bahwa Indonesia harus terus mengejar pertumbuhan ekonomi sekarang. dan ancaman globalisasi yang garang. Suatu negara yang kaya dan maju berdasarkan sebuah indikator. mengancam secara serius keutuhan bangsa dan keserasian politik bangsa Indonesia yang lokasinya terpencar luas di pulau-pulau yang menjadi rawan karena sejarah. kami ingin mengingatkan bahaya keresahan politik yang sewaktu-waktu bisa muncul. Keangkuhan dari pakar-pakar ekonomi dan komitmen mereka pada kebijakan ekonomi gaya Amerika merupakan kemewahan yang tak dapat lagi ditoleransi Indonesia. Komitmen pada model-model ekonomi abstrak dan kepalsuan pengetahuan tentang proses pembangunan. dan negara-negara Asia Timur. di manamana muncul gerakan untuk melawannya. yang disebut gerakan antiglobalisasi. Belum tentu. bekas Uni Soviet.

UGM telah memutuskan membuka Pusat Studi Ekonomi Pancasila (PUSTEP) untuk menghidupkan kembali tekadnya mengembangkan sistem Ekonomi Panca sila yang berawal pada tahun 1981 ketika Fakultas Ekonomi UGM . dan Steve Keen "mene lanjanginya" dalam Debunking Economics (2001). maka konsep Ekonomi Pancasila yang dituduh berbau komunis lalu dengan mudah dijadikan musuh pemerintah. perlawanan terhadap "imperialisme intelektual" ilmu ekonomi Neoklasik sudah lebih lama meskipun juga menjadi lebih relevan dan legitimate (syah) sejak "Washington Consensus". (7) Liberalization of FDI inflows. (6) Trade liberalization. such as primary health care. tetapi karena pemerintah Orde Baru yang didukung para teknokrat (ekonomi) dan militer begitu kuat. dan masyarakat seperti biasa mengikuti "arahan" pemerintah agar konsep Ekonomi Pancasila ditolak.(1997-2000). 1992) menyatakan ilmu ekonomi Neoklasik ortodoks harus dianggap sudah mati. dan berkeadilan sosial). (4) Interest rate liberalization. orang cenderung alergi dan menghindarinya. Washington Consencus adalah judul sebuah "kesepakatan" antara IMF. Maka munculah gerakan ekonomi kerakyatan yang sebenarnya tidak lain dari sub-sistem Ekonomi Pancasila. (5) A competitive exchange rate. dan Departemen Keuangan Amerika Serikat yang tercapai di Washington DC berupa resep mengatasi masalah ekonomi negara-negara Amerika Latin yang dirumuskan oleh John Williamson sekitar tahun 1989 yaitu 10 kebijakan/strategi: (1) fiscal discipline. demokratis. (3) Tax reform (to lower marginal tax rates and broaden the tax base). tetapi karena kata Pancasila telah banyak disalahgunakan Orde Baru. and infrastructure. primary education. manusiawi. (9) Deregulation (in the sense of abolishing barriers to entry and exit). maka ekonomi kerakyatan menekankan pada sila ke-4 saja yang memang telah paling banyak dilanggar selama periode Orde Baru. Bank Dunia. Di Indonesia perlawanan terhadap teori ekonomi Neoklasik dimulai tahun 1979 dalam bentuk konsep Ekonomi Pancasila. Jika Ekonomi Pancasila mencakup 5 sila (bermoral. (2) A redirection of public expenditure priorities towards fields with high economic returns and the potential to improve income distribution. Namun reformasi 1997-98 menyadarkan bangsa Indonesia bahwa paradigma ekonomi selama Orde Baru memang keliru karena tidak bersifat kerakyatan. Selanjutnya Paul Ormerod (The Death of Economics. Dari segi teori. (8) Privatization. dan jelas-jelas berpihak pada kepentingan konglomerat yang bersekongkol dengan pemerintah. dan (10) Secure property rights. nasionalis.

Srategi pembangunan yang memberdayakan ekonomi rakyat merupakan strategi melaksanakan demokrasi ekonomi yaitu produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dan di bawah pimpinan dan penilikan anggota-anggota masyarakat. Ekonomi rakyat benar-benar tahan banting. Pemihakan dan perlindungan ditujukan pada ekonomi rakyat yang sejak zaman penjajahan sampai 57 tahun Indonesia merdeka selalu terpinggirkan. pendekatan pembangunan berkelanjutan yang multidisipliner dan multikultural. Inilah pembangunan generasi mendatang sekaligus memberikan jaminan sosial bagi mereka yang paling miskin dan tertinggal. Kemakmuran masyarakat lebih diutamakan ketimbang kemakmuran orang seorang. karena UGM sudah lama dikenal sebagai pengembang gagasan Pancasila dan sudah memiliki Pusat Studi Pancasila. Syarat mutlak berjalannya sistem ekonomi nasional yang berkeadilan sosial adalah berdaulat di bidang politik. penghormatan hak-hak asasi manusia (HAM) dan masyarakat. Semasa krismon kekuatan ekonomi rakyat telah terbukti mampu bertahan. pencegahan kecenderungan disintegrasi sosial. pengkajian ulang pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu ekonomi dan sosial di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Kesimpulan Globalisasi bukan momok tetapi merupakan kekuatan serakah dari sistem kapitalisme-liberalisme yang harus dilawan dengan kekuatan ekonomipolitik nasional yang didasarkan pada ekonomi rakyat. Sistem Ekonomi Kerakyatan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Sistem Ekonomi Kerakyatan adalah Sistem Ekonomi Nasional Indonesia yang berasas kekeluargaan. Maka kemiskinan tidak dapat ditoleransi sehingga setiap kebijakan dan program pembangunan harus memberi manfaat pada mereka yang paling miskin dan paling kurang sejahtera. Pendirian Pusat Studi Ekonomi Pancasila dimaksudkan untuk benar-benar mengkaji dasar-dasar moral. Moral Pembangunan yang mendasari paradigma pembangunan yang berkeadilan sosial mencakup: peningkatan partisipasi dan emansipasi rakyat baik laki-laki maupun perempuan dengan otonomi daerah yang penuh dan bertanggung jawab. dan menunjukkan pemihakan sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat. ilmu. dan berkepribadian di bidang budaya. Survey Aspek Kehidupan Rumah Tangga Indonesia (Sakerti) 3 (Juni – Desember 2000) membuktikan hal itu dengan . mandiri di bidang ekonomi.mencuatkan dan menggerakkan pemikiran-pemikiran mendasar tentang moral dan sistem ekonomi Indonesia. berkedaulatan rakyat. dan sistem ekonomi yang sesuai dengan ideologi Pancasila. penyegaran nasionalisme ekonomi melawan segala bentuk ketidakadilan sistem dan kebijakan ekonomi. bermoral Pancasila.

acquisition. A merger occurs when two companies combine to form a single company. By contrast. There are three optional synergy plans that can be chosen by them. merger. it was also confirmed by Arifin Panigoro (Founder of Medco) in end October 2008 that Medco was possibility for have a synergy with Pertamina to stimulate the state oil and gas company to become a world-class company. except that in the case of a merger existing stockholders of both companies involved retain a shared interest in the new corporation. These two corporations are increasingly mentioned in some news and energy magazines in Indonesia. Merger. or joint operation of each business companies are ordinary things to keep on the continuity of companies. Ke-Indonesia-an SYNERGY OF PERTAMINA-MEDCO: TOWARD TO WORLDCLASS OIL COMPANY Rumors about such a synergy plan of Pertamina and MedcoEnergy have spread since the last several months. or joint operation based only on certain project area. in an acquisition one company purchases a . Krismon memang lebih menerpa orang-orang kota dan menguntungkan orangorang desa. Actually. A merger is very similar to an acquisition or takeover.menunjukkan 70% rumah tangga meningkat standar hidupnya. Kesan krisis ekonomi memang dibesar-besarkan oleh mereka yang tidak lagi mampu "berburu rente" (rent seekers) yang bermimpi masih dapat kembalinya sistem ekonomi "persaingan monopolistik" yang lebih menguntungkan sekelompok kecil orang/pengusaha kaya tetapi merugikan sebagian besar golongan kecil ekonomi rakyat. it could be acquisition. Bagi kebanyakan orang desa tidak ada krisis ekonomi.

Merger can grow both companies potentially. these companies had in fact to do it a long time ago in Donggi Senoro gas in Central Sulawesi. synergy plan between these companies will push Pertamina into becoming a world class company like other state oil companies in other Asian companies. There are some examples for this synergy plan in oil and gas industry. It will be an origin appears of merger between a state oil company and a private oil company in Indonesia. In addition. All these entire sample synergy plans happens depend on situation and also by certain purpose each companies. actually synergy plan between Pertamina and Medco has great opportunity and answer a doubt some parties that Pertamina can become a world class company not only for this country but also be an international player by its business in various countries. with the revised Law No. No other words to say. from USA and some countries in Middle East area. As is well known. if they can combine their strength to expand their business to all Middle East area. Pertamina will not only potentially grow in performance of production. what is appropriate choice of cooperation option for synergy plan of Pertamina-Medco? To able develop Pertamina rapidly. 21/2001 issue and the spirit of Article 33 of the 1945. acquisition is more appropriate than merger and joint operation. Moreover. Now the question. although it can’t grow Pertamina rapidly as same as acquisition choice. Pertamina should choose this option. If it can materialize. This company has reached 191 mbopd (million barrel oil per day) and 1450 mmscfd (million standard cubic feet per day) of gas until august 2010. Medco has reaching 30 thousand bopd and gas reaching 145 mmscfd. because these companies will acquire profit and risk business equally. Medco will disappear from oil and gas industry in Indonesia. but also in assets and network. This company can increase profit and will easy to expanding the overseas oil business. we know that both names are remaining affixed to ExxonMobil or ConocoPhillips. Joint operation happened to Pertamina and ExxonMobil to operate Cepu Block in Indonesia. Pertamina is placed in second rank in oil production after Chevron Company and gas production after Total Company. And merger ever happens to Exxon Oil and Mobil Oil or Conoco Oil and Phillips Oil. whose reserves reach 716 billion barrel. if Medco isn’t willing and Pertamina not ready for acquisition for now. it seems to be small opportunity choice for Pertamina-Medco synergy plan. creating an uneven balance of ownership in the new combined company. It’s only oil company have production increase when other company has decrease in their production in several years. . Medco has a network business in exploration and production overseas. However. Acquisition occurs in BP and ARCO or Chevron and Texaco where eventually we know only left as BP and Chevron today. And joint operation occurs when two or more companies just temporary doing specific project until it finished. Until now. How about Joint Operation? Looking the intensive process these companies. merger is second choice for synergy plan after acquisition.bulk of a second company’s stock. Moreover. But actually.

Dengan campuran pemain Belanda. Hegemoni sepakbola Indonesia mulai beralih ke kawasan Asia Tenggara pada tahun 1970-an pada turnamen antarnegara dan SEA Games. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | Tinggalkan komentar » Membangunkan Macan Asia Yang Kini Tertidur Pulas Jika menukil sejarah persepakbolaan Indonesia berpuluh-puluh tahun yang silam.Written by: Ryan Alfian Noor Writer is Student of Petroleum Engineering ITB 2006 Oktober 26. tim ini menggoreskan sebuah semangat sejarah yang tak mungkin dilupakan oleh bangsa Indonesia saat ini. Mulai dari sinilah gelar “Macan Asia” disemat oleh Indonesia karena berbagai prestasinya yang semakin menukik. Ambon. Namun tampaknya prestasi tim sepakbola Indonesia mulai mandek semenjak memenangi medali emas SEA Games 1991. Jika dipilahpilah. Indonesia mencatat prestasi di kancah ASEAN GAMES. Peringkat Indonesia di daftar Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional pun juga semakin jeblok. dan kualifikasi Piala Dunia. Tionghoa dan pribumi lainnya. Indonesia merupakan bagian dari perlehatan bergengsi dan berkelas itu. Indonesia berada pada posisi ke-135 pada tahun 2010. Sejalan dengan waktu. dengan nama Hindia-Belanda di tahun 1938. . setidaknya ada beberapa hal reformatif yang bisa dilakukan bangsa ini jika menginginkan tim sepakbola yang kompetitif. Olimpiade. persepakbolaan Indonesia semakin berkembang. dimana Indonesia ada di posisi ke-91. Disana. Jawa. “Sebenarnya permasalahan apa yang terjadi pada dunia persepakbolaan Indonesia?” Tentu ini menjadi pertanyaan yang hinggap di benak ratusan juta bangsa ini. sebenarnya Indonesia memiliki sejarah yang cukup gemilang dalam ajang piala dunia. Posisi ini turun jauh dibandingkan tahun 2003. Tercatat pada tahun 1950-an. Maka pantaslah jika Indonesia kini disebut sebagai Macan Asia yang tertidur. Jika ditilik dalam satu tahun terakhir. Bisa dikatakan. itulah prestasi tertinggi yang diraih Merah-Putih hingga detik ini. Indonesia tercatat sebagai negara Asia pertama yang masuk ke Piala Dunia.

konflik kepentingan muncul mewarnai organisasi tersebut disaat prestasi sepakbola Indonesia sangat merosot.Yang pertama adalah pembinaan tim sepak bola Indonesia usia muda yang berkelanjutan. Tak jarang. Sampai saat ini belum ada arah yang jelas arah pembinaannya. jika memang bangsa ini mau menyabet kembali gelar “Macan Asia” yang hilang. peluang klub Indonesia bermain di ajang Liga Champion Asia akan semakin lebar. Tentu hal ini akan meningkatkan performa dan kualitas pemain-pemain Indonesia agar lebih kompetitif. Di Indonesia. Sebenarnya hal ini sangat memungkinkan dilakukan Indonesia mengingat negeri ini seringkali menginvestasikan jutaan dolarnya untuk mengirimkan sebuah timnas untuk belajar dan berlatih ke luar negeri 2 sampai 4 tahun. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | 1 Komentar » . Hal reformatif terakhir yang harus dilakukan adalah organisasi yang memegang kuasa penuh atas perkembangan dunia persepakbolaan Indonesia. Hal ini harus dilakukan mengingat masih banyaknya jajaran pengurus pusat dan daerah PSSI yang memegang jabatan ganda di klub masing-masing. Dengan adanya akademi latihan yang lengkap ini. Padahal untuk membentuk tim sepakbola kompetitif juga diperlukan organisasi yang sehat dengan pengurus yang bersih dan profesional. Perlu jangka waktu yang panjang dan dukungan penuh semua pihak. akan menjadikan posisi tawar persepakbolaan Indonesia di mata Asia Football Confederation (AFC) meningkat. sepakbola belum dianggap sebagai lahan industri yang bisa menghasilkan keuntungan besar. Oleh: Ryan Alfian Noor Mahasiswa Teknik Perminyakan ITB 2006 *Tulisan ini pernah nangkring di Harian Seputar Indonesia pada hari Rabu 13 Oktober 2010 Oktober 16. Hal kedua yang harus dilakukan adalah merealisasikan pemusatan latihan bertaraf international di dalam negeri. Dengan demikian. Padahal sudah jelas bahwa persoalan mendasar dari tim junior Indonesia adalah teknik dasar yang masih lemah. Hal ini terlihat jelas dengan pengadaan ajang kompetisi yang cenderung apa adanya dan tidak profesional. seperti halnya Australia dan Jepang yang notabene telah masuk alam ajang piala dunia. Padahal dengan hadirnya sepakbola menjadi industri besar di Indonesia. Memang semua hal reformatif bukan semudah membalik telapak tangan. kontinuitas peningkatan kualitas pemain dapat terus terjaga dari generasi ke generasi. Hal reformatif berikutnya adalah meningkatkan iklim bisnis Indonesia yang menjangkau sepakbola.

analisis ekonomi. ekonomi. Namun kali ini. perkembangan dunia simulasi numerik dari sebuah reservoir di sebuah computer. saya ingin meneropong lebih jauh tentang masa depan perkembangan “Teknik Perminyakan”. Eropa. hal ini menjadi penting untuk dipelajari karena negeri ini kaya dengan sumber migasnya. Kita bisa mengambil contoh di Amerika. filsafat. Dan hidrokarbon pun bisa berbentuk gas. Perkembangan ilmu Teknik Perminyakan negara- . tapi secara umum ilmu ini bisa dibagi kedalam ketiga sub-teknik: Teknik Reservoir. membuat kita seolah-olah dapat memprediksi apa saja yang akan terjadi di dalam bumi sana. Bisa dikatakan. maka tantangan energi bangsa ini tidak akan pernah terjawab. jenisnya. dan minyak berat sesuai dengan komposisinya. Ketiga sub-teknik ini terus berkembang dengan paduan sistem terkomputerisasi dan teknologi saat ini. Jika ilmu Teknik Perminyakan tidak mengakselerasi perkembangannya. Sejak saat itulah ilmu itu terus menggeliat hingga memiliki kurikulum terstandar dalam dunia universitas atau institut dengan judul “Petroleum Engineering”. Tampak pula sekarang berbagai macam software yang berlisensi atau yang bebas turut mempermudah pekerjaan seorang Engineer Teknik Perminyakan. Maka tak heran. Hingga kini. Belum lagi. Berkaca dari sejarahnya. Walaupun ada banyak bidang Teknik Perminyakan saat ini. “Teknik Perminyakan” memiliki arti seolah hanya berfokus pada pengambilan minyak saja). dan Teknik Produksi. yang tak lain dan tak bukan lahir dari ilmu geologi yang telah berkembang cukup pesat sebelumnya. jika dulu kebanyakan pengerjaan proyek migas masih menggunakan tangan dan ketelitian mata. tanpa kita harus kedalamnya. Pengambilan gas pun juga menjadi bagian dari ilmu ini karena dari segi teknis hampir sama dengan mengambil minyak. dan politik yang kini telah dewasa karena telah berkembang selama beratus-ratus abad yang lalu. hingga kini ilmu Teknik Perminyakan masih “balita” karena baru berumur sekitar dua abad. ilmu Teknik Perminyakan mulai tumbuh kembang saat Kolonel Drake yang mengebor lapisan tanah di Titusville di Pennsylvania. Sebenarnya makna “Petroleum Engineering” tidak mengikat fokus pada dunia perminyakan saja (berbeda dengan bahasa Indonesia. Jadi ketika berbicara tentang teknik perminyakan. dll). Bagaimanapun juga. Ilmu Teknik Perminyakan masih terus mengakselerasi perkembangannya. dan Negara Timur Tengah yang memiliki sederet nama kampus yang terdapat jurusan “Petroleum Engineering” didalamnya. “Petroleum” bermakna fluida hidrokarbon yang ada didalam lapisan geologi didalam permukaan bumi. minyak. dll) dan analisis perminyakan (analisis energi. Ilmu Teknik Perminyakan selalu berkembang dengan pesat terutama di negara-negara yang kaya dengan sumber migas. kini semua telah termanajemen rapi dalam sebuah komputer. Hal ini bisa dibandingkan dengan ilmu matematika. maka kita tidak hanya berbicara tentang pengambilan minyak saja.Meneropong Masa Depan Perminyakan Indonesia Sudah ada banyak tulisan yang telah menguak tentang sains perminyakan (maknanya. Teknik Pengeboran. cara pembentukannya. dari sisi prakteknya dilapangan dan serta peluang diversifikasi ilmunya di Indonesia.

Univ. Adalah non konvensional gas (coalbed methane dan gas hydrate) dan geotermal yang memiliki prospek masa depan energi yang potensial di Indonesia. Kedepannya. pantai utara Jawa dan berbelok ke selat Makasar. Trisakti. Efek domino yang bisa dirasakan saat ini adalah perkembangan dunia migas di Indonesia menjadi terhambat. mata kuliah yang berkaitan dengan hal ini sebaiknya diperbanyak.negara itu ditopang oleh kebutuhan industri eksplorasi dan eksploitasi migas yang memang diminta oleh pemerintah untuk bisa memenuhi energi di negaranya. dan masih ada 22 basin lagi yang belum dieksploitasi hingga sekarang. Dalam salah satu sumber telah disebutkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki 60 cekungan sumber migas yang terbentang di sepanjang pantai barat Sumatera termasuk di Laut Cina Selatan. telah sudah ada beberapa kampus yang memasukan ilmu Teknik Perminyakan didalam salah satu kategori jurusannya. kemudian baru berlanjut pada SDM yang berkualitas dan modal yang mumpuni. dan dalam tahap eksploitasi. industri migas mulai berancang-ancang untuk melakukan pembatasan jumlah karyawan karena belum adanya lapangan baru untuk dieksploitasi. . Selain itu. Lantas bagaimana dengan Indonesia? Sebenarnya ilmu Teknik Perminyakan Indonesia juga berkembang pesat seperti negara-negara kaya migas lainnya. yang proses mengambilnya mirip dengan proses mengambil migas. Berbicara ihwal perkembangan ilmu Teknik Perminyakan ini. Walaupun pengenalan kedua ilmu itu belum terlalu populer di Indonesia. Hal ini ditandai dengan menurunnya pendapatan negara yang berasal dari sektor migas. khususnya ITB. Hal ini ditandai dengan diadakannya mata kuliah Teknik Panas Bumi dan Unconventional Hydrocarbon Recovery sebagai mata kuliah baru di Teknik Perminyakan kampus Indonesia. 2006). 11 belum produksi. dan beberapa STT Migas yang tersebar di seantero di Indonesia. kampuskampus tersebut memang getol sekali menelurkan alumni-alumninya untuk berkontribusi dalam industri migas yang ada di Indonesia. perlu kiranya kita kaitkan dengan realita sumber migas yang ada di Indonesia ini. UPN. Sebenarnya solusi permasalahan ini dapat dipandang dari berbagai sisi. Rupanya era keemasan produksi minyak Indonesia dari tahun 1976-2000 telah berlalu karena stagnansi eksploitasi basin Indonesia. saat ini produksi minyak mengalami degradasi terus-menerus sejak tahun 2000. Kampus tersebut adalah ITB. yaitu di sepanjang pantai barat Kalimantan (Sumber: IAGI. yang 15 di antaranya telah berproduksi. Namun semuanya akan berpulang lagi pada perkembangan ilmu Teknik Perminyakan itu sendiri. Walhasil. Belum lagi ditambah dengan faktor politis sumber migas yang jadi rebutan negara adidaya dan isu hangat PSC Indonesia yang masih belum surut hingga kini. Secara umum. baik perusahaan nasional atau asing. 60 cekungan ini dirinci lagi menjadi 38 basin telah dieksploitasi. namun secara perlahan mulai menunjukan perkembangannya. Mari kita melihat sekilas sumber energi dalam permukaan bumi Indonesia lainnya. Sampai sejauh ini. dan adalah sebuah keniscayaan suatu saat akan menjadi disiplin ilmu tersendiri di kampus yang nantinya akan menjadi interdisiplin dari ilmu perminyakan.

kegiatannya selalu diarahkan pada pembangunan bangsanya. Dia mengatakan: “we must learn from the future in precisely the ways we have learned from the past”. kampus juga harus bisa meningkatkan kapasitas para calon alumninya agar dapat unggul di kancah dunia internasional. perlu dibentuk sebuah komitmen jelas antara industri. Tentunya. Apalagi jika arah riset dari kampus di bidang Teknik Perminyakan sendiri mulai diarahkan pada pembentukan hard-product yang dapat diaplikasikan langsung di lapangan dan bukan lagi hanya konsepsi tertulis diatas kertas saja. dan Pengabdian Masyarakat. Dan yang terakhir dan tak kalah pentingnya adalah permasalahan modal. pemerintah. Selain itu. Dalam kaitannya dalam dunia perminyakan. pemerintah.Yang kedua adalah SDM yang berkualitas. Penelitian. dan pihak alumni dari Teknik Perminyakan sendiri untuk membangun proses riset dan penelitian yang baik di kampus. Memang benar adanya bahwa kita harus belajar dari masa depan seperti kita belajar dari masa lalu. kemampuan memimpin tim. Hal ini dimotori kurangnya asupan dana yang disuntikan oleh pihak-pihak yang bersangkutan seperti ikatan alumni. Memang saat ini kita berada dalam kidung keterbatasan energi nasional kita sehingga mau tidak mau kita telah mengimpor minyak. Modal sangat penting bagi kampus sebagai biaya riset dan penelitian. tentu SDM yang dihasilkan haruslah bisa membangun kemandirian negara dari sektor energi. . Akhirnya. Sudah kita ketahui bersama bahwa kampus merupakan lembaga pendidik dan penghasil manusia sesuai dengan tujuan kampusnya. atau laporan) yang dihasilkan para calon alumni Teknik Perminyakan masih terkendala dengan keterbatasan data yang dimiliki kampus. Jadi di perguruan tinggi manapun di Indonesia. kebanyakan soft-product (metode. analisis. Tanpa adanya penanaman jiwa nasionalisme dan integritas pribadi pada calon alumni-alumninya. Yang menjadi rekan disini bukan hanya dari Indonesia saja. tapi disana kita belajar dan menginstropeksi diri kita selama 24 tahun bagaimana cara mengelola minyak dengan baik hingga era kemandirian energi Indonesia itu pernah ada. Masa lalu telah mengajarkan banyak hal pada kita semua. Tidak diragukan lagi bahwa penguasaan bahasa asing. Kita pasti bisa. maka yang tercipta hanyalah manusia-manusia yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya sendiri dan tidak memilikisense of belonging pada permasalahan energi bangsanya. Dunia migas merupakan “lahan basah” untuk berkarir dan tidak bisa dipungkiri juga bahwa prospek gajinya sangat cerah. modal yang dibutuhkan tidaklah sedikit. untuk bisa membangun dan mengembangkan dunia petroleum Indonesia. yang menjadi visi besar setiap kampus negeri ini. saya ingin menutup tulisan saya ini dengan kata-kata John Naisbitt dalam salah satu bukunya. Belum lagi alat laboratorium yang sudah usang karena tak diganti sejak lama. Di Indonesia dikenal sebuah credo Tridharma Perguruan Tinggi: Pendidikan. kepandaian berbicara di depan umum. Kedepannya. Memang hingga detik ini. dan industri. Masa emas produksi minyak Indonesia memang sudah lewat. alih-alih sudah mencakup rekan dari seluruh tataran belahan dunia lainnya. merupakan beberapa softskill yang harus dimiliki para alumni Teknik Perminyakan agar bisa berkompetisi dan bersosialisasi dengan para rekannya.

Lantas bagaimana menyikapi hiruk-pikuk permasalahan era zaman kita? Apakah kita akan diam? Kalau kita ingin biasa-biasa saja. sehingga kita “bukan aktivis biasa”. kisah gugatan hukum Prita oleh sebuah Rumah Sakit Internasional di Indonesia tentu masih melekat kuat dibenak kita. Manfaatkan media apapun secara positif karena kekuatan media adalah sangat luar biasa. Sutomo. Uncategorized | Tinggalkan komentar » Menjadi Aktivis Masa Kini Bung Karno. merupakan orang-orang yang senantiasa kreatif dalam mencari terobosan dalam menyiasati keadaan. Jika dulu para aktivis dapat melakukan terobosan gerakannya lewat momentum kemerdekaan. Tjipto Mangunkusumo. Ki Hadjar Dewantoro.Oleh: Ryan Alfian Noor Mahasiswa S1 Teknik Perminyakan ITB 2006 September 2. Sebagai contoh. maka janganlah membuat terobosan-terobosan apa-apa. memang butuh kreatifitas ekstra. Setiap masa memiliki nuansa permasalahannya sendiri. Sjamsurijal. Lingkungan eksternal yang senantiasa berubah. untuk mengusir para pemodal asing. Menjadi aktivis pada zaman yang “musuh bersama”-nya sangat abstrak saat ini. dan sederet nama aktivis lainnya. kiprah kita mempengaruhi banyak orang dalam skala yang luas. KH Ahmad Dahlan. Di tengah-tengah impitan pihak imperialis dan kolonialis. Lewat opini yang dia lontarkan di media maya surat . Orang-orang yang hidup masa kini tetapi masih memakai cara berpikir masa lalu bisa-bisa akan terkena dampak yang diistilahkan oleh Alvin Tofler dengan nama “future shock”. Silakan statis dan monoton saja. Prita yang merasa dirugikan digugat hukum oleh pihak rumah sakit. maka berbuatlah sesuatu. membuat para aktivis terkadang kelimpungan menghadapinya.Bisa jadi memang kita belum menemukan momentumnya. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an. KH Hasyim Asy’ari. Bung Hatta. Barangkali apa-apa yang dilakukan aktivis terdahulu tidak lagi cocok dengan realitas saat ini. mereka sangat aktif memanfaatkan kesempatan untuk menjadikan bangsa ini merdeka. Tetapi kalau suara kita mau didengar. berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain. untuk menggulingkan kediktatoran seorang pemimpin. sehingga seakan kita terpecah dalam terobosan gerakan masing-masing “wadah” aktivis. Wahidin Sudirohusodo. mengingat permasalahan yang semakin kompleks dan teknologi semakin maju. Hal ini dilanjutkan dengan belum ditemukannya format baku gerakan aktivis pasca reformasi ini. Adanya kemampuan pihak suprastruktur (pemerintah) untuk menggeser-geser isu negara dengan cepat dan cantik.

Memang konten lewat kajian intelektual yang mendalam itu penting. karena kita tidak suka substansinya. Kalau tulisan atau gerakan yang kita lagi-lagi. Jadi. biasa-biasa saja. bahwa jangan pernah terjebak. Ternyata. Adalah sebuah kebenaran bahwa bukan tugas aktivis saja untuk menyodorkan konsepkonsep finalnya dalam sebuah aksi. Penggunaan media yang optimal harus diimbangi dengan “isi” yang mau hendak kita bawa. Kalau Anda tidak suka konten-konten negatif situs-situs di internet. Intelektualitas tanpa menyentuh sisi realitas hanya menjadi kajian belaka.elektronik. Bang Alfan Alfian (Dosen Fisip UN) pernah mengatakan dalam salah satu tulisannya. tetapi aksi apa pun juga memerlukan situasi medan yang dihadapi. hal sederhana yang tampil apik di media dapat menyebabkan dampak sistemik yang tak sekedar isapan jempol belaka. Buat apa kita melakukan aksi berkarya? Buat apa kita melakukan aksi turun ke jalan? Buat apa ada aksi mengabdi masyarakat? Buat apa aksi melatih jiwa kewirausahaan kita? Pertanyaan-pertanyaan ini hanya bisa didapatkan ketika kita dapat menemukan titik temu intelektualitas kita dengan realitas masyarakat. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an. Bentuknya bisa tuangan pemikiran orisinalitas kita dalam bentuk tulisan atau bisa pula berupa penyuaraan opini lewat gerakan-gerakan inovatif atau karya yang telah dilakukan. Akan halnya dengan kisah Jojo dan Sinta. Kemahasiswaan | Tinggalkan komentar » . Oleh: Ryan Alfian Noor Mentri Koordinator Bidang 1 Kabinet KM ITB 2009-2010 Agustus 19. Siapa kini yang tidak tahu mereka? Dua wanita yang merekam lipsync “Keong Racun” mendadak melontarkan keduanya sebagai orangorang yang bahkan lebih popular ketimbang peserta kontes idol atau pencarian bakat yang terlembaga. adalah sebaiknya aktivis jika mereka setidak-tidaknya mempunyai gambaran yang menyeluruh mengenai masalah-masalah pokok yang dihadapi negaranya. dan realitas tanpa disentuh intelektualitas hanya akan menjadi permasalahan tak akan kunjung usai. Tanpa big picture yang demikian itu. menyalahkan alatnya. Manfaatkan saja “alat-alat” itu untuk kepentingan yang lebih positif. tentu akan sulit dilirik media dan barangkali masyarakat pun sudah lelah melihat hal berulang dan terkesan itu-itu saja. jangan salahkan internetnya. kita hanya akan kehilangan orientasi dan akhirnya hanya sekedar bertindak sebagai pemberi reaksi-reaksi spontan yang tidak akan berdampak fundamental dalam masyarakat. tetapi metode atau cara penyampaian juga tak kalah pentingnya. Kalau kita tidak suka musik. Prita memantik dukungan masyarakat Indonesia lewat gerakannya yang bertajuk “gerakan koin peduli Prita”. jangan salahkan peralatan musiknya.

tentram. pemerintah tidak akan bisa melakukannya sendiri. Pemimpin disini adalah eksekutif. dan tujuan pembangunan yang mengarah pada perekonomian yang baik. realistik. dan profesional untuk mengambil pilihan-pilihan sulit untuk membuat kota yang lebih baik. Koordinasi dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat adalah penting. dan efisien. karena konsep pembangunannya yang holistik. legislatif. modal manusia. proses. Berbicara tentang pemerintah. Kota madani sering dielu-elukan oleh kota abad 21 saat ini. Kota madani diadaptasikan dari pembangunan kota madinah. nyaman. Dan semua modal tadi dipadukan dalam satu indikator yang bernama Gross Domestic Product (GDP). masyarakat harus berpendidikan dan moral yang baik. Setelah mengetahui sejarah. parameter GDP tidaklah cukup. Pandangan ini terlalu sempit. Pembangunan masyarakat juga harus dipadu dengan peningkatan kualitas hidupnya. Masyarakat harus mengingatkan pemerintahnya dengan cara-cara . masyarakat yang baik. Menurut World Bank. modal fisik. Jika hal ini benar-benar dapat diaplikasikan. Masyarakat yang hidup dalam nuansa kota yang demokratis pun harus aktif mengawasi pembangunan kotanya.Membangun Kota Madani Berperadaban Hakikat pembangunan kota yang baik adalah membangun masyarakat. adil. kota madinah berhasil membuat sebuah konstitusi dimana didalamnya terdapat produk politik yang terumuskan melalui kesepakatan berbagai unsur pluralisme kultural dalam masyarakat. Disinilah mental pemimpin akan diuji. masyarakat harus melakukan pembelajaran sejarah masyarakat dunia yang telah berhasil membangun kotanya. maka semakin produktif dan tumbuh ekonomi kota tersebut. maka pembangunan kota akan dapat menjadi lebih aman. Empat modal itu adalah modal alami. Dan untuk melakukannya. dan proses politik yang baik. langkah selanjutnya yang harus difahami adalah modal. dan yudikatif. Pun demikian jika berbicara tentang kota madani. masyarakatlah yang akan menjadi penentu akan bertahan seberapa lama keutuhan kota tersebut. Dari sini pula muncul sebuah sikap kosmopolit yang menjadi cikal bakal terbentuknya sebuah masyarakat yang terbuka dan demokratis. kota madani memerlukan pemimpin yang bersih jujur. Semakin tinggi GDP sebuah kota. Untuk membangun kota yang baik. namun tidak meninggalkan unsur perbedaannya. Dan untuk pembangunan kota yang lebih efektif. Semuanya saling bergantung (interdependent) yang disebut oleh Bung Karno dengan masyarakat gotong royong. dan modal sosial. Untuk membangun kota madani berperadaban. Perlu ada campur tangan masyarakat didalamnya untuk membantu pemerintah. Jika dirujuk pada sejarahnya. Sebaik apapun sebuah kota. ada empat pilar modal yang diperlukan sebuah kota agar dapat melaksanakan sebuah proses pembangunan kota yang baik. apakah berhasil atau tidak.

terkadang semua hal ini sulit tercapai. sektor swasta. namun juga dengan nilai-nilai religiusitas dan budaya luhur masyarakatnya sendiri. dan persatuan. masyarakat yang baik. dan masyarakat yang baik (good governance. Ada banyak kasus dilapangan yang membuat satu hal dambaan tadi saling berlawanan dengan hal yang lainnya (trade-off). Hal ini harus didukung dengan peran kaum intelektual. pengusaha. dan good people). kemajuan. dan media yang memberikan infrmasi yang menunjang kebenaran. The Theory of Moral Sentiments (1754).yang beretika dan bermoral. Bukan hanya dengan hukum dan peradilan. Oleh: Ryan Alfian Noor Mentri Koordinator Pengembangan Karakter Kemahasiswaan Kabinet KM ITB Agustus 12. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | Tinggalkan komentar » . Walaupun pada kenyataannya perekonomian yang baik. Adam Smith memberikan sebuah argumentasi bahwa pemenuhan kepentingan pribadi (pure self interest) setiap warga harus diimbangi dengan pengendalian diri (self restraint) dari ambisiusitas dirinya. Disinilah fungsi besar pemerintah menjadi pengendalinya. Dalam bukunya. dan proses politik yang baik adalah dambaan semua elemen masyarakat yang hidup di kota madani. Untuk itu perlu ada upaya pemerintah dan masyarakat untuk merealisasikan pemerintahan. good private sectors. hukum yang baik.

Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan . Pemerataan pendidikan dasar 3. Artinya kita berbicara tentang kehidupan bangsa-bangsa. paradigma pembangunan dalam level personal dan bangsa pun belumlah cukup. yakni: 1.Refleksi Perkembangan MDGs Dunia dan Indonesia Diksi kata “Pembangunan” memiliki sebuah definisi yang sangat besar di dalamnya. Untuk mencapai sebuah perdamaian dunia. Dan berbicara tentang permasalahan ini. saya ingin mengajak kita semua untuk mengingat sasaran pembangunan milenium yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2005 silam. pembangunan akan menemui friksifriksi eksternal yang akan menjadi inhibitor dan katalisator yang mempengaruhi waktu pencapaian keagungan visi dari pembangunan tersebut. bisa itu masyarakat atau juga negara. Kata “Bangun” atau sering pula diselaraskan dengan kata “Bangkit”. Dalam KBBI telah disebutkan dengan gamblang bahwa kata “Pembangunan” merupakan proses berkelanjutan untuk bangkit. pembangunan mestilah difokuskan pada pembangunan dalam level masyarakat globalisasi. Di era milenium saat ini. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim 2. Indonesia dan 189 negara lainnya telah menyepakati 8 sasaran milenium. Dalam perjalanannya. selalu dilekatkan secara personal pada seseorang atau secara komunal pada sebuah kumpulan orang.

tanpa syarat dan berkualitas minimal 0. bahwa dalam konteks kenegaraan. kini harus secara pasti bertransendensi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat global. MDGs telah menjadi referensi .6 miliar dolar AS untuk meningkatkan keamanan pangan.1 milyar manusia. Bisa dibayangkan kalau hal itu tidak dilakukan. 6. Ladang kering dan tandus bagi perdamaian.5 miliar dolar AS untuk pendidikan. atau seperenam penduduk bumi. dan penyakit lainnya Menjamin daya dukung lingkungan hidup Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan Di dunia kita hari ini. Hal inilah yang benar-benar diperingatkan sejak lama oleh Adam Smith didalam bukunya Wealth of Nation (1776). Dunia kita sejatinya dipenuhi kemiskinan. 7. Sach dalam The End of Poverty: Economic Possibilities for Our Time (2005) sebagai ”kemiskinan ekstrim”. terpuruk dalam apa yang disebut Jeffrey D. Sebut saja misalnya Traktat Tokyo (1997) yang banyak ditentang oleh negara adidaya. Ada lagi solidaritas dari negaranegara selatan untuk mendesak negara-negara utara meningkatkan bantuan pembangunan bukan hutang. Inilah lahan subur bagi konflik. Tidak berakhir sampai disana. Lahirnya delapan butir sasaran MDGs ini menjadi pintu gerbang negara-negara dunia bisa mengendalikan ‘nafsu’ nya sekaligus memupuk kesadaran bahwa ada tanggung jawab untuk menjaga keutuhan dunia bersama. Sampai sekarang. 5. setiap hari delapan juta orang meninggal karena terlalu miskin untuk bertahan hidup. dan 3 miliar dolar AS untuk mereduksi penyakit malaria. 8. Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai macam usaha dunia yang mengarah pada sasaran Millennium Development Goals (MDGs) tersebut. Sementara 1. Mengurangi tingkat kematian anak Meningkatkan kesehatan ibu Perlawanan terhadap HIV/AIDS. Komitmen nyata yang telah hadir adalah tergalangnya dana 16 miliar dolar AS. dengan sekitar 1. rusaknya lingkungan hidup juga menjadi permasalahan yang tak kunjung usai. Negara-negara yang kaya akan semakin kaya dan negara-negara miskin akan semakin berada di lembah kemiskinannya. 4.7 persen dan menolak ODA (official development assistance) yang tidak bermanfaat untuk negara tersebut. hingga kini masih dipertahankan keberadaannya oleh negara berkembang. permasalahan penyebaran penyakit baru. Pembangunan yang tadinya berfokus pada kemakmuran sendiri. Sekarang bagaimana dengan negara Indonesia? Indonesia termasuk negara yang sangat concern merealisasikan capaian 8 butir sasaran tadi. permusuhan dan terorisme. ambisi pribadi (self interests) harus diimbangi dengan moral yang baik sehingga dapat menahan nafsu dan ambisinya (self reliance). malaria. Kemiskinan berlanjut pada merosotnya pemerataan pendidikan dan peningkatan mortalitas manusia. sudah tentu tidak akan ada pemerataan yang adil bagi semua negara-negara di dunia. Sasaran-sasaran ini membuat semua paradigma pembangunan sebuah negara menjadi berubah.4. negara-negara penggiat MDGs tetap bertahan menyuarakan seuran untuk mengambil langkah aksi guna mencapai semua sasaran tersebut.

Hal ini sangat mengkhawatirkan. Kemungkinan itu ditunjukan lewat angka kematian ibu melahirkan yang masih tinggi. Bagaimana tidak? pendidikan akan meningkatkan harkat hidup orang miskin. Bangladesh. Sebenarnya. Setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan negara ini untuk dapat memenuhi sasaran MDGs kedepannya: Pertama. semakin menggeliatnya peran pemerintah daerah untuk menyukseskan tujuan pembangunan milenium.7 triliun (2009) hingga Rp81. mempertahankan kearifan lokal yang ada di Indonesia. Nepal. Jika dirujuk lewat data Departemen Keuangan. namun pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini dan dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak. Program-program MDGs lainnya membutuhkan biaya yang sangat besar. dan penyakit pun pasti akan menurun. dan program keadilan untuk semua yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat. Jumlah pembayaran utang Indonesia. mengingat sisa waktu lima tahun lagi (baca: 2015) untuk bisa memenuhi MDGs. sehingga bencana kelaparan. Walaupun mengalami berbagai kendala. Sayang aduh sayang. ada 46 program dan 105 tindakan terkait upaya pencapaian MDGs. Program dan tindakan itu hanyalah menjadi sia-sia belaka tanpa adanya tindakan nyata di level kabupaten. Kedua. pihak swasta. Indeks kerentanan pencapaian MDGs Indonesia berada pada posisi menengah bersama Filipina. tidak salah jika Indonesia ditempatkan pada posisi yang rentan. beban pembayaran utang Indonesia terbesar akan terjadi pada tahun 2009-2015 dengan jumlah berkisar dari Rp97. Maka jangan sampai sistem desentralisasi negara ini menjadi penghambat.penting pembangunan di Indonesia. Manusia Indonesia yang terkenal dengan jiwa sosial dan kegotongroyongannya akan memberikan kontribusi yang besar dalam pencapaian MDGs kedepannya. dan lembaga donor. pencegahan HIV/ AIDS yang belum maksimal. semakin cepat pula MDGs negara Indonesia akan tercapai. termasuk masyarakat madani. baru menurun drastis (2016) menjadi Rp66. Ketiga. Didalam kearifan lokal terkandung sebuah visi. dan nilai-nilai yang menjelma menjadi sebuah identitas sebuah masyarakat. hampir delapan sasaran MDGs dapat tercapai jika sasaran perbaikan sektor ini telah selesai. Belum lagi tanggungan beban hutang yang sangat besar. misi. Dengan semangat kepedulian yang tinggi.70 triliun. perbaikan sektor pendidikan Indonesia. Indonesia harus benar-benar memacu diri untuk mengejar ketertinggalannya. Jadi. baru-baru ini pemerintah menengarai bahwa ada tiga sasaran yang dimungkinkan gagal pencapaiannya pada tahun 2015.54 triliun (2015) rentang waktu yang sama untuk pencapaian MDGs. program prorakyat. mulai dari tahap perencanaan seperti yang tercantum pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) hingga pelaksanaannya dibawah komando Bappenas. Akibat hal tersebut. dan India. anggota masyarakat Indonesia . kematian. Begitu pula juga dengan kesadaran pemahaman gender dan menjaga lingkungan hidup. Saat ini. Pemerintah harus memutar otak untuk meningkatkan jumlah partisipan pendidikan sesuai dengan umur pendidikannya. dan Papua Nugini. Sinkronisasi arah gerak pemerintah pusat dan pemerintah daerah. per 31 Agustus 2008. dan peremajaan lingkungan hidup yang tidak optimal. serta lebih buruk dibandingkan Vietnam.

Sementara negaranegara kaya memiliki kemampuan untuk menahan risiko fluktuasi kurs dan suku bunga. Ekonom Indonesia benar-benar khawatir kalau produk dalam negeri ini tidak mampu bersaing dengan negara itu. Negaranegara maju dan kuat memang bisa meraih keuntungan. juga sistem keuangan global yang labil yang menelorkan krisis. Sebenarnya AFTA merupakan peluang bagi negara ASEAN untuk berkompetisi secara fair memasarkan produk hasil negerinya. negara-negara berkembang dan miskin berulang kali terjebak jeratan utang yang justru jadi beban. Indonesia yang kaya dengan sumber daya energi alternatif. Juli 11. Prinsip ini mencoba menyeimbangkan antara kebutuhan manusia dan kebutuhan alam. Dengan kemampuan Cina menghasilkan produk yang sangat murah. banyak industri pengrajin Indonesia yang bangkrut akibat tidak mampu bersaing dengan produk Cina. pada sektor ekonomi Indonesia. memiliki potensi besar untuk menggunakan Eco-Technology. Prinsip ini memberikan solusi atas ketergantungan negara Indonesia pada penggunaan energi fosil. Tapi. Yang menjadi pemasalahan kini tinggallah ketentuan kebijakannya. Implementasi dari penggunaan prinsip ini akan berdampak sistemik terhadap penurunan pencemaran lingkungan. seringkali pula peningkatan itu hanya ada dalam hitung-hitungan di atas kertas. Namun. sektor masyarakat dapat membantu sektor pemerintah secara kultural. termasuk negara Indonesia. seorang pemikir ekonomi dunia asal Peru pernah menegaskan bahwa sejak proses globalisasi mulai berlangsung. Namun dengan kehadiran Cina yang turut meramaikan perjanjian ini. Dengan demikian. Dalam proses globalisasi.komentar » Kemelut Dampak Sistemik Globalisasi Pada Indonesia Hernando de Soto. Padahal itu terjadi jauh sebelum AFTA diberlakukan. apalagi jika diukur dengan indikator-indikator lebih luas. tapi tidak negara-negara berkembang dan miskin. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | 2 Komentar .bisa bertenggang rasa dan tepo seliro pada anggota masyarakat lainnya yang mengalami suatu problem kehidupan. yang terjadi justru sebaliknya. Pengalaman sudah membuktikan sejak proses globalisasi bergulir muncul pula isu-isu seperti perdagangan global yang tidak fair. kondisi kehidupan di hampir semua negara terkesan meningkat. Dalam kondisi tersebut. negara-negara berkembang dan miskin menanggung beban fluktuasi tadi. . mengoptimalkan penggunaan prinsip Eco-Technology. Belum lagi bermunculan rezim hak properti intelektual. seharusnya uang mengalir dari negara kaya ke negara miskin. Hal ini diperkuat lagi dengan adanya fakta. yang malah menghabisi akses masyarakat miskin untuk mendapat obat-obatan dengan harga terjangkau. Mari berkaca pada isu perjanjian AFTA yang kini menjadi dampak sistemik globalisasi. Keempat. dalam beberapa tahun terakhir. menjadikan semua bangsa di ASEAN menjadi was-was.

Saat ini banyak beredar film Indonesia berkedok komedi atau horor. hingga ke persoalan budaya dan gaya hidup. Dampak sistemik ini telah kini telah sampai di Indonesia. dan lain-lain. bahwa kini semakin nyata saja imbas teknologi komunikasi pada berbagai sektor kehidupan. dampak negatif pun tak dapat dielakkan juga. . HBO. Media massa global seperti CNN. Dengan adanya arus globalisasi dunia ini. maupun terorisme internasional. ESPN. sedangkan tantangan berarti setiap orang diberi kesempatan untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuannya. Tampaknya telah terjadi pergeseran nilainilai norma kesopanan yang dahulu kita pegang teguh sebagai identitas negara kita. Kalau ini terus dibiarkan. maka terjadilah penyebaran budaya global.Mari beralih pada sektor kehidupan yang lain. bahwa saat ini bukanlah lagi waktu untuk bersantai-santai dan memperlambat gerak pembangunan. globalisasi pun telah membuat seakan negara satu dan lainnya kehilangan batas-batas jelas teritorialnya serta berujung pada hilangnya status “negara–bangsa”. Namun disisi lain. maka negara kita akan tergilas oleh dampak sistemik itu sendiri. telah menjangkau dan menembus yuridiksi berbagai negara. Dampak positifnya adalah semakin mudahnya kita mengakses berita internasional dalam real-time saat informasi itu baru didapatkan. maka Marshall Mc Luhan. lebih berfokus pada dampak sistemik globalisasi pada sektor budaya. Jika tadi Hernando lebih berfokus dampak sistemik globalisasi sektor fiskal. Setidaknya informasi itu sering dimaknai di dalamnya mengandung kebudayaan. namun sebenarnya lebih banyak menonjolkan adegan vulgar yang mengikuti budaya hidup orang barat. Peluang berarti setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memanfaatkan situasi ini dalam menghidupi kehidupannya dengan baik. MTV. baik persoalan politik seperti HAM. Dia mengatakan. CNBC. jika kita dapat menemukan dengan mudah berbagai produk luar negeri yang beredar di seantero negeri kita. Ada dampak positif dan ada dampak negatif. Indonesia dihadapkan pada hanya dua pilihan saja : memilih hal ini sebagai sebuah peluang atau sebagai sebuah hambatan. Sebenarnya masih banyak lagi dampak sistemik globalisasi yang mempengaruhi sendisendi kehidupan bernegara kita. Namun yang terpenting adalah bukanlah mendaftar efek sistemik apa saja yang telah didapatkan Indonesia. Yang terpenting adalah kini sudah saatnya rakyat dan pemerintah Indonesia sadar. Jadi janganlah heran. Proses globalisasi ini membuat dunia menjadi kian sempit seperti persis yang dikatakan Thomas L. Media massa berperan sebagai kekuatan trend setter untuk isu-isu global. lingkungan hidup. Disamping itu. seorang penulis buku Understanding Media. Friedman didalam bukunya yang berjudul The World is Flat. yang sama persis seperti ramalan Profesor Kenichi Ohmae didalam bukunya yang berjudul The End of Nation State. Sudah saatnya Indonesia melakukan akselerasi pembangunan disegala sektor menghadapi tantangan era globalisasi yang sudah hadir di depan mata. BBC.

Jadi sudah seharusnya Indonesia mulai berancang-ancang terhadap empat “I” ini. Januari 22. Mari kita saling bahu-membahu untuk menciptakan sebuah peluang di era globalisasi ini. Investasi. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | Tinggalkan komentar » . Sudahkan industri kreatif Indonesia dikembangkan secara optimal? Sudahkah penanaman investasi di berbagai sektor Indonesia telah dimaksimalkan? Sudahkah ada penanggulangan efek individualisme sebagai efek kesenjangan si kaya dan si miskin di Indonesia di lakukan? Dan sudahkah sektor informasi di maksimalkan hingga sampai di pelosok desa terpencil Indonesia? Pertanyaan-pertanyaan ini bukan milik pemerintah saja.Proffesor Kenichi Ohmae telah mewanti-wanti sejak lama kepada semua negara yang ada di dunia bahwa ada empat “I” yang akan membawa dampak sistemik globalisasi ini. tapi milik semua bangsa Indonesia. dan Informasi. Individualisme. Keempat “I” tersebut adalah Industri.