P. 1
Pembangunan Berkelanjutan Di Indonesia Ditinjau Dari Aspek Ekonomi

Pembangunan Berkelanjutan Di Indonesia Ditinjau Dari Aspek Ekonomi

|Views: 7,889|Likes:
Published by danz091

More info:

Published by: danz091 on Dec 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia Ditinjau dari Aspek Ekonomi Written by Dr.

Sri Adiningsih Kepala Pusat Studi Asia Pasifik UGM Tuesday, 21 July 2009 09:54 Pendahuluan Tidak terasa krisis ekonomi yang telah menghantam kita pada tahun 1997 sudah berlalu lebih dari satu dekade. Banyak pelajaran yang dapat kita petik dalam penyehatan ekonomi yang telah kita lakukan selama ini. Baik suka ataupun duka. Dampak krisis pun sampai sekarang masih terasa, membebani keuangan Negara sehingga kemampuan Negara untuk membiayai berbagai kegiatan sosial ataupun terkait dengan masalah lingkungan sulit untuk mendapatkan prioritas anggaran. Krisis telah memaksa Indonesia mereformasi ekonominya dalam kerangka program IMF hingga akhir 2003. Ekonomi mulai pulih pada tahun 2004, sehingga Indonesia siap membangun ekonominya lagi, bangkit dari keterpurukkannya. Namun ternyata kebangkitan ekonomi tidak mudah dicapai, perkembangan eksternal yang semakin tidak ramah dan juga kebijakan domestik dalam mengelola ekonomi yang tidak tepat telah membuat ekonomi Indonesia tidak banyak mengalami kemajuan yang berarti hingga saat ini. Kualitas pertumbuhan/pembangunan ekonomi yang semakin merosot ditengah-tengah stabilitas ekonomi makro dan pertumbuhan ekonomi yang mulai meningkat lagi telah membuat angka pengangguran dan kemiskinan tetap tinggi. Demikian juga beban APBN masih berat. Sehingga mempersulit Indonesia untuk membangun ekonominya, apalagi membangun secara berkelanjutan. Fakta menunjukkan bahwa pada masa krisis ekonomi yang lalu, pembangunan baik dari sisi hardware ataupun software terbengkelai. Sehingga dapat dilihat kerusakan infrastruktur yang semakin parah, lingkungan juga memburuk, serta human development merosot. Potret Pembangunan Berkelanjutan Pembangunan yang dijalankan di Indonesia sejak tahun 1970-an hingga sekarang masih cenderung fokus pada pembangunan ekonomi, bahkan pada pertumbuhan ekonomi yang cenderung jangka pendek. Sehingga masalah keberlanjutan belum menjadi prioritas utama. Oleh karena itu tidak mengherankan jika pertumbuhan ekonomi pun kualitasnya semakin memburuk. Apalagi dengan keterbatasan APBN dan sumber daya yang kita miliki, sehingga tidak mengherankan apabila pengambil kebijakan lebih memilih jalan pintas, yang cepat kelihatan hasilnya, kurang memperhatikan keberlanjutannya. Padahal pembangunan berkelanjutan sudah menjadi tuntutan bagi pengambil kebijakan pembangunan dalam bumi yang semakin rusak ini. Namun demikian lingkungan hidup tidak mendapatkan banyak perhatian sejak lama baik pada skala global, regional ataupun negara. Apalagi negara sedang berkembang yang tengah banyak menghadapi permasalahan ekonomi seperti Indonesia. Sehingga degadrasi lingkungan telah banyak menurunkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di negara sedang berkembang seperti

Indonesia. Oleh karena itulah masyarakat dunia sejak tahun 1970-an mulai memberikan perhatian yang besar pada masalah lingkungan, dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan. Hal itu dapat dilihat diantaranya dari Stockholm Conference (1972), Agenda 21 di Rio Earth Summit (1992), dan Johannesburg Declaration (2002). Meski komitmen dan perhatian besar telah diberikan pada tingkat internasional, namun kondisi lingkungan hidup masih saja memburuk. Kita sekarang masih hidup dalam kondisi yang dapat merusak lingkungan hidup semakin parah, sehingga akan membahayakan kehidupan umat manusia pada masa mendatang. Oleh karena itulah usaha untuk menjaga lingkungan hidup agar pembangunan dapat berkelanjutan sehingga kepentingan kehidupan generasi yang akan datang terproteksi, menjadi semakin penting untuk diperjuangkan. Dengan demikian perlu adanya jaminan agar supaya dalam memenuhi kebutuhan sekarang kita tidak akan mengurangi kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam perkembangannya disadari bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya terkait dengan aspek lingkungan hidup, namun juga pembangunan ekonomi dan sosial yang dikenal dengan the living triangle. Tidaklah mungkin lingkungan dapat dijaga dengan baik bila kondisi sosial dan ekonomi masyarakat buruk. Oleh karena itulah dalam rangka melestarikan lingkungan hidup kita secara berkelanjutan, pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan juga perlu dilakukan. Tidaklah mungkin masyarakat yang untuk hidup saja sulit akan dapat menjaga lingkungannya dengan baik. Perhatian dan komitmen yang besar masyarakat internasional pada pembangunan berkelanjutan khususnya dari negera maju dalam beberapa conference adalah cukup besar. Namun demikian dalam implementasinya ternyata jauh dari harapan. Dapat dilihat bahwa Official Development Assistance (ODA) yang diberikan negara maju rata-rata hanya sebesar 0,27% dari PDB mereka pada tahun 1995, turun dari 0,34% pada tahun 1992. Pada tahun 2000 didapati hanya 4 negara yang menandatangi komitmen ODA memenuhi komitmennya. Hal ini mencerminkan bahwa pembangunan berkelanjutan pada tingkat globalpun seringkali hanya menjadi retorika politik belaka. Sehingga tidaklah mengherankan bahwa upaya pembangunan berkelanjutan tidak mudah diimplementasikan (Cooper & Vargas, 2004). Rendahnya komitmen negara maju dalam memenuhi komitmennya dalam kerangka pembangunan yang berkelanjutan tentu saja tidak dapat dipisahkan dengan rendahnya kepentingan negara maju untuk mendukung pembangunan berkelanjuitan global. Hal ini tentu saja erat kaitannya dengan kalahnya prioritas menjaga lingkungan dengan masalah aktual seperti meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi taupun menjaga agar dunia usaha dari negaranya yang banyak diwakili oleh TNCs terus berkembang dalam pasar global. Tingginya nilai politis dari kepentingan ekonomi jangka pendek tersebut memang akan mudah membuat politisi baik dari negara maju ataupun sedang berkembang akan mengedepankan kepentingan jangka pendek. Selain itu jangan lupa bahwa bargaining power dari bisnis raksasa di negara maju tentu saja juga besar sekali, sehingga akan mampu mendistorsi keputusan yang diambil oleh pejabat publik, dapat mengalahkan kepentingan publik dalam jangka panjang. Hal yang sama juga terjadi di negara kita, dimana seringkali pengambilan keputusan dibengkokan oleh kepentingan pemodal yang memiliki kedekatan dengan kekuasaan. Sehingga tidaklah mengherankan jika World Trade Organization (WTO) yang menawarkan liberalisasi serta akses pasar yang lebih

luas, serta kadang menawarkan solusi yang lebih menarik/menguntungkan terhadap berbagai isu yang sama (terkait dengan isu pembangunan berkelanjutan) dapat menjadi salah satu outlet bagi mereka. Oleh karena itulah dapat dipahami jika WTO berkembang pesat akhir-¬akhir ini. Sementara pembangunan berkelanjutan semakin tenggelam ditengah-tengah berbagai kemelut ekonomi yang dihadapi oleh banyak negara, khususnya negara Selatan. Prinsip-prinsip ekonomi yang menekankan pada efisiensi ekonomi dengan maximizing benefit dan minimizing cost dari sudut pandang teori ekonomi memang sangat rasional. Sehingga dengan ekonomi yang semakin liberal ekonomi pada akhirnya banyak dikuasai oleh perusahaan transnational (TNCs) yang banyak beroperasi di negara sedang berkembang, baik untuk mendapatkan input khususnya sumber daya alam, maupun tenaga kerja murah, ataupun untuk memperluas pasar produk mereka. Sedangkan bagi negara sedang berkembang, globalisasi yang menjadikan masyarakatnya menjadi konsumen dari TNCs, juga menggunakan globalisasi untuk memperluas pasarnya, meskipun biasanya untuk produk primer ataupun sekunder dengan tingkat teknologi yang rendah. Sehingga banyak negara sedang berkembang yang terjerat utang ataupun masih harus berkubang dengan kemiskinan yang kronis. Bahkan Stiglitz dalam bukunya Globalization and Its Discontent (2002) mengatakan bahwa manfaat dari globalisasi lebih rendah dari klaim yang selama ini diyakininya, sebab harga yang harus dibayar juga mahal, karena lingkungan yang semakin rusak, demikian juga proses politik korup berkembang, dan cepatnya perubahan yang terjadi membuat masyarakat tidak dapat menyesuaikan budayanya. Liberalisasi pasar yang semakin melibas perekonomian di banyak Negara juga telah menghambat pembangunan berkelanjutan. Martin Khor direktur dari Third World Network melihat bahwa lieberalisasi dan globalisasi yang menekankan pada "daya saing" telah menghambat pembangunan berkelanjutan sehingga merusak lingkungan. Liberalisasi dan globalisasi telah memperburuk lingkungan global karena tidak adanya aturan dan pengawasan pada TNCs di pasar global sehingga meningkatnya volume bisnis mereka meningkatkan kerusakan lingkungan. Padahal aktivitas TNCs telah banyak merusak lingkungan hidup (penghasil lebih dari 50% greenhouse gases). Demikian juga kebijakan yang liberal dan integrasi pasar telah mendorong peningkatan eksploitasi dari sumber daya alam seperti hutan dan kelautan sehingga mendorong kerusakkan lingkungan yang serius. Selain itu globalisasi mendorong ekplorasi sumber daya alam yang melampau batas keberlangsungannya seperti air, tanah, dan mineral, telah banyak merusak lingkungan hidup. Bagi negara seperti Indonesia, yang baru saja keluar dari krisis ekonomi, serta masih menghadapi banyak masalah ekonomi dan sosial yang berat, sehingga menghadapi proses globalisasi baik dalam kerangka ASEAN Free Trade Area (AFTA) tahun 2010, ASEAN Economic Community tahun 2015, Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), dan WTO adalah tidak mudah. Oleh karena itu membangun kembali Indonesia tidaklah mudah pada saat ini. Apalagi membangun secara berkelanjutan ditengah-tengah pasar yang semakin liberal.

Oleh karena itulah dalam kerangka mensukseskan pembangunan berkelanjutan banyak sekali aspek yang perlu dibenahi. Pertanyaannya adalah apakah secara teknis suatu kebijakan fisibel erat kaitannya dengan apakah kita tahu apa yang perlu dilakukan. program ataupun proyek-proyek pada pembangunan berkelanjutan seringkali karena tidak mempertimbangkan berbagai aspek yang perlu dilihat. Namun komitmen dan keberadaan kementrian yang menjaga lingkungan hidup pun ternyata tidak mencukupi. Dalam hal ini tantangan yang dihadapi adalah bagaimana kita mendesain infrastruktur legal yang diperlukan untuk pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu dana untuk melaksanakan program pembangunan terbatas. Sedangkan dari sisi fiskal. Kegagalan implementasi kebijakan. bahkan cenderung lebih buruk. administrasi. fiskal. Secara prinsip pembangunan berkelanjutan sebenarnya harus terefleksi dalam cara berfikir. Dari sisi legal tentu saja erat kaitannya dengan apakah secara legal kebijakan ataupun program yang dilakukan tidak melanggar rambu¬rambu yang ada. hidup. baik dari sisi teknis. diantaranya dapat dilihat dengan keberadaan Kementrian Negara Lingkungan Hidup yang tentunya diikuti dengan kebijakan dan anggaran untuk melestarikan lingkungan hidup. memerintah dan berbisnis dari seluruh masyarakat. Meskipun komitmen pemerintah nampaknya cukup besar sejak jaman Orde Baru. Dapat dilihat dari kerusakkan lingkungan hidup Indonesia yang masih saja berlanjut. hutan dan lingkungan hidup lainnya pada umumnya semakin rusak. Seperti sudah dibahas sebelumnya bahwa menjaga lingkungan tidaklah dapat berdiri sendiri. Reformasi fiskal yang tengah kita gulirkan mestinya juga didasari oleh kepentingan melaksanakan pembangunan berkelanjutan. tantangan yang dihadapi diantaranya adalah bagaimana mendesain kebijakan yang ongkosnya minimal ditengah beban fiskal yang berat untuk membayar hutang. etik dan budaya (Cooper and Vargas. dan apa yang dilakukan dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. bagaimana caranya? Seringkali tantangannya disini adalah lebih pada masalah keberlanjutannya suatu kebijakan. sehingga perlu terobosan agar supaya secara fiskal baik dari sisi penerimaan dan pengeluaran dapat mendukung pembangunan berkelanjutan. sehingga bencana alam semakin banyak terjadi di tanah air kita yang tercinta ini. Ataupun kasus yang hangat akhir-akhir ini terkait dengan masalah illegal logging dan penegakkan hukumnya yang dinilai tidak memihak pada lingkungan. Adapun aspek administrasi erat kaitannya dengan kemampuan organisasi . Oleh karena itulah perlu kebijakan yang terintegral dalam pembangunan lingkungan dengan pembangunan ekonomi dan sosial agar dapat memberikan hasil yang optimal. Jelas ini merupakan salah satu masalah terbesar bangsa Indonesia. Pembangunan berkelanjutan dengan melestarikan lingkungan hanya akan berhasil jika dipadukan secara terintegral dengan pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Banyak bukti menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan berkelanjutan seringkali terganjal oleh kurangnya implementasi yang baik. Meski demikian desain program yang baikpun belum menjamin keberhasilan pembangunan berkelanjutan. politik. Laut. legal. 2004).Tantangan Indonesia Potret pembangunan berkelanjutan di Indonesia tidak jauh berbeda dengan potret internasional.

Sudah saatnya kita hidup bukan hanya untuk kepentingan jangka pendek. kemiskinan dan pengangguran yang tinggi. baik di pusat maupun daerah. Seringkali ego antar instansi dan juga antar pemerintah pusat dan daerah membuat koordinasi untuk melaksanakan kebijakan secara konsisten sulit untuk dilakukan. Khususnya dengan mengeksploitasi sumber daya alamnya. Sementara itu kondisi keungan negara yang berat.dan kemampuan manajerial untuk melaksanakan secara konsisten kebijakan yang ada. Dalam hal ini koordinasi baik secara horizontal ataupun vertikal. serta stabilitas ekonomi yang rapuh serta pertumbuhan ekonomi yang berkualitas rendah membuat pemerintah menghadapi tantangan besar dalam mengimplementasikan kebijakan ekonomi berkelanjutan. Beban hutang yang besar. Pembangunan berkelanjutan menjadi semakin mahal untuk diimplementasikan. Kesimpulan Masa depan kehidupan bangsa dan negara akan banyak sekali ditentukan oleh berbagai pilihan kebijakan yang diambil oleh pemerintah pada saat ini. serta fundamental ekonomi yang masih rapuh. Aspek politik juga memegang peranan penting dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan. ataupun antar pusat dan daerah. yang dapat dilihat dengan semakin banyaknya bencana alam yang merenggut banyak nyawa dan material akhir-akhir ini. Oleh karena itu Indonesia tidak lagi dapat mengabaikan pelestarian lingkungan hidupnya. sangat krusial untuk dilakukan. Sedangkan aspek etika dan budaya juga memegang peranan penting dalam implementasi kebijakan pembangunan berkelanjutan. ataupun antar daerah. Itu semua menunjukkan bahwa mengimplementasikan kebijakan pembangunan berkelanjutan tidaklah mudah. Pembangunan berkelanjutan tidaklah mudah dilakukan oleh negara yang masih menghadapi banyak masalah ekonomi seperti Indonesia. Sementara itu tuntutan untuk membangun secara berkelanjutan juga semakin meningkat selaras dengan semakin besarnya ongkos yang harus kita pikul dengan semakin rusaknya lingkungan hidup. disertai dengan kualitas pertumbuhan ekonomi yang memburuk. Membuat Indonesia akan mudah terjebak memilih kebijakan ekonomi yang cenderung menguntungkan dalam jangka pendek. Untuk itulah perlu pembangunan institusi dan juga perbaikkan pemerintahan untuk mensukseskan pembangunan berkelanjutan. Namun stabilitas politik juga memegang peranan penting dalam hal ini. namun harus memperhatikan kepentingan generasi mendatang yang akan hidup di Indonesia. hutang luar negeri yang besar. ataupun memberikan kelonggaran yang lebih besar pada kegiatan ekonomi yang berpotensi merusak lingkungan baik dari industrialis domestik ataupun asing. Trade off antara mengedepankan kepentingan jangka pendek (kepentingan generasi sekarang) dengan kepentingan jangka panjang (kepentingan anak cucu kita) harus segera diambil keputusannya. Oleh karena itu harus ada perubahan paradigma dalam pengelolaan ekonomi agar supaya keputusan apapun yang diambil akan menggunakan perspektif jangka . Apalagi pemerintah juga cenderung semakin liberal dalam melaksanakan kebijakan ekonominya. Selain political will untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan penting. Meski demikian tidak berarti tidak dapat dilakukan.

fiskal. . Untuk itulah Indonesia sudah saatnya menyusun program pembangunan berkelanjutan secara terintegral agar supaya lebih efektif dalam menjaga lingkungan hidup kita. Implementing Sustainable Development from Global Policy to Local Action. The Penguin Books. Joseph. Oleh karena itulah perlu disiapkan suatu environment agar tujuan pembangunan berkelanjutan berhasil. Globalization and its Discontents. "Globalization and the Crisis of Sustainable Development". politik. World Investment Report 2005. Phillip J.. legal. Disampaikan dalam Seminar llmiah Musyawarah Nasional I Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia Jakarta. Dan Vargas. mengedepankan pembangunan yang berkelanjutan. Stiglitz. 24 November 2007. Rowman & Littlefield Publisher Inc. Namun demikian kebijakan dengan program yang baguspun tidaklah dapat menjamin keberhasilan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu dalam pembuatan kebijakan ekonomi harus menjaga lingkungan hidup serta mempertimbangan aspek sosial masyarakat. Claudia M. 2002) World Economic Forum. administrasi. UK. Third World Network. 2004 Khor. Martin.panjang.. Dalam hal ini kebijakan ataupun program tersebut mesti mempertimbangkan baik dari sisi teknis. etik dan budaya agar mudah diimplementasikan. Referensi Cooper. Banyak bukti menunjukkan bahwa tantangan utama dalam pembangunan berkelanjutan adalah implementasi dari kebijakan yang diambil.

531 jenis (17% dari jenis burung dunia). Dukungan alam tersebut memiliki keterbatasan (Daya Dukung Lingkungan) dan sangat tergantung oleh interaksi-interaksi berbagai komponen yang ada di dalamnya. Menurut publikasi dari Kementrian Lingkungan Hidup Indonesa. Selanjutnya di era modern dan yaitu dari revolusi industri di negara Eropa. maupun perdagangan di Indonesia secara langsung maupun tidak langsung. sebenarnya cukup rapuh. lembah. Dari berbagai kajian dan penelitian yang telah dilakukan terkait natural resource memberikan fakta menarik.PEMBANGUNAN BERBASIS EKOSISTEM Tuesday. keanekaragaman hayati Indonesia terdiri dari: mamalia 515 species (12 % dari jenis mamalia dunia). burung 1. di antaranya 1. menyebutkan bahwa Indonesia adalah sebuah negara megabiodiversity.260 jenis yang bernilai medis (Status Lingkungan Hidup Indonesia 2008). binatang tak bertulang belakang 2. Sebagai negara megabiodiversity. tetapi hal tersebut hanya berlangsung pada beberapa aspek. sampai dengan laut lepas menyimpan sumberdaya alam yang tidak ternilai. Kelangsungan suatu ekosistem sangat menentukan seberapa besar nilai ekonomi yang mampu diberikan oleh alam kepada manusia. Kompleksitas ekosistem tersebut berperan dalam bidang industri.000 jenis. reptilia 511 jenis (7. Keharmonisan hubungan tersebut didukung oleh tingkat biodiversitas yang memiliki kerentanan tinggi terhadap faktor internal ekosistem dan faktor luar yang mendukung bentuk ekosistem yang ada. perikanan. Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia memang “bisa” menguasai alam. Ditinjau dari aspek yuridis upaya pemanfaatan dan pengelolaan kekayaan alam yang bisa diartikan biodiversitas telah dilakukan di tingkat lokal (nasional) maupun global . bahwa alam memiliki suatu sistem yang dinamis dan menjadi sumber utama yang diperlukan manusia dalam kehidupan. Berbagai biota yang menghuni alam indonesia ini saling berinteraksi membentuk berbagai ekosistem yang memiliki sumberdaya alam tinggi sebagai modal dalam pembangunan.3 % dari jenis reptilia dunia).827 jenis dan tumbuhan sebanyak ± 38. sampai dengan saat ini kehidupan manusia sangat tergantung kepada alam. Secara empirik disebutkan bahwa pada jaman dahulu kehidupan manusia yang sangat bergantung pada alam. ngarai. Keterkaitan dan keberlangsungan sistem di alam tersebut memberikan aliran energi terhadap biota didalamnya sebagai suatu bentuk dukungan alam terhadap proses kehidupan yang berlangsung. 20 April 2010 13:15 | Written by Hafid Zain M | | | Biodiversitas sebagai sebuah kekayaan alam Keanekaragaman hayati Indonesia telah dinilai tinggi didunia. melalui buku Status Lingkungan Hidup Indonesia. kekayaan biodiversitas yang telah membentuk suatu ekosistem. Bentang alam indonesia dari pegunungan. pertanian. Disadari atau tidak. amphibi 270 jenis. para pakar telah menyatakan bahwa manusia telah dan mampu menguasai alam. Interaksi dari berbagai ekosistem tersebut secara harmoni telah memberikan manfaat bagi manusia. pesisir. Perlu dicermati.

pranata hukum dan sosial budaya. Eksploitasi sumberdaya alam pesisir telah merusak sekian juta ha hutan mangrove yang memiliki peran penting dalam ekosistem pesisir. peraturan presiden. Sistem pertanian yang ada juga telah menurunkan kestabilan ekosistem di dataran rendah. suku bunga. upaya pemanfaatan dan pengelolaan keakayaan alam juga telah disepakati di berbagai negara didunia melalui berbagai konferensi tinggi tingkat dunia. yang mana semuanya adalah produk hukum terkait dengan pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam di Indonesia.9 juta pada tahun 2008 menjadi Rp23.4 juta pada tahun 2009 atau terjadi peningkatan sebesar 14. Penambangan-penambangan diberbagai daerah juga telah menyebabkan ketidak harmonisan interaksi keanekaragaman hayati di ekosistem sungai maupun hutan. Pembangunan sebagai manifestasi pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam Manifestasi pemanfaatan dan pengelolaan kekayaan alam adalah dalam bentuk pembangunan nasional yang disusun melalui RPJM dan RPJMD di masing-masing daerah. yang patut digaris bawahi adalah seiring peningkatan kebutuhan masyarakat. Pemerintahpun juga terus menggenjot kegiatan pembangunan dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat.5%.0% dibandingkan dengan PDB per kapita tahun 2008 yang sebesar Rp21.9). Pembangunan perkebunan yang menghasilkan devisa negara cukup tinggi disinyalir telah menurunkan tingkat keanekaragaman hayati di ekosistem hutan hujan .7 juta (US$2. Fakta menyebutkan berbagai kerusakan alam indonesia telah telah mengiringi kegiatan pembangunan indonesia di dasawarsa terakhir ini.(internasional). Tetapi. pembangunan yang telah berlangsung di berbagai pelosok Indonesia dengan tujuan mensejahterakan kehidupan rakyat lebih beraroma eksploitasi kekayaan alam tanpa batas.1) dengan laju peningkatan sebesar 12. teknologi. tingkat inflasi.269. tingkat eksploitasi kekayaan alam juga semakin meningkat. Pertumbuhan ekonomi Negara Indonesia saat ini dinilai positif pada tahun 2009 yaitu sebesar 4. Angka PDB per kapita diperkirakan mencapai Rp24.590. satu diantaranya melahirkan MDG’s (Millenium Development Goal’s) yaitu pada tujuan ke-7 Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup).3 juta (US$2. hingga tingkat Undang Undang. Peraturan perundangan yang mengatur sistem pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan alam dari jaman orde baru dan reformasi terus berkembang dengan tujuan pelestarian yang menitikberatkan kepada kesejahteraan dan pembangunan untuk rakyat melalui pemanfaatan kekayaan alam yang lestari. XIII. dan lain sebagainya. Dari keputusan menteri. ekonomi. Patut untuk dicermati. Hal itu salah satunya disebabkan faktor tingkat konsumsi masyarakat dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup. Selain produk hukum dalam negeri tersebut. Pembangunan sendiri pada dasarnya dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan menuju perbaikan dalam segala aspek kehidupan masyarakat baik politik. yang menitik beratkan pada bidang ekonomi.2% (Berita Resmi Statistik No. Tidak dapat dimengerti. Sementara itu PNB per kapita juga meningkat dari Rp20.12/02/Th. Berbagai pakar menilai salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah peningkatan ekonomi masyarakat. hal tersebut adalah kebanggaan atau sebaliknya. 10 Februari 2010).

Utamanya dalam kegiatan pemenuhan kebutuhan hidup manusia (pembangunan segala bidang). Meletakkannya dalam asas tertinggi adalah suatu keharusan demi mewujudkan makna terdalam pemenuhan kebutuhan manusia. Pesan yang disampaikan tersebut berlaku universal dalam berbagai aspek kehidupan. Strategi pembangunan nasional bukan hanya Pekerjaan rumah pemerintah berkuasa. Pembangunan nasional berbasis ekosistem “Alam memiliki keterbatasan untuk menunjang kehidupan manusia. berkelanjutan. . Komitmen pemerintah terhadap kebijakan pengelolaan lingkungan sebagai langkah dan strategi pengendalian penurunan (degradasi) kualitas lingkungan yang mendasarkan pada segitiga emas (golden triangle) : EKONOMI-EKOLOGIMASYARAKAT sudah mulai luntur sejak berbaliknya paradigma ”Ekosentrisme menjadi antrophosentrisme”. Konsep pembangunan cenderung mengarah kepada ”pemenuhan kebutuhan masyarakat”. namun menjadi kewajiban semua pihak. dan berbasis masyarakat”. Sampai dengan bahasan ini dikatakan bahwa pembangunan yang telah dilakukan belum mampu menjawab kebutuhan alam dan kebutuhan manusia yang sesungguhnya. Konsep pembangunan yang dipahami tidak berdasar kepada ”pembangunan berwawasan lingkungan. karena setiap manusia hidup di alam dan tergantung terhadap substansi penting yang terkandung dalam alam itu sendiri (Hafid@April 2010). Ekosistem sebagai sendi utama kehidupan di muka bumi harus menjadi salah satu dasar pertimbangan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.tropis. Karenanya menghargai integritas ekosistem dan menjamin keanekaragamannya merupakan prasyarat untuk mendukung kelangsungan kehidupan manusia” (Status Lingkungan Hidup Indonesia 2008).

Dengan peralatan di tangan sejak zaman batu tua (palaeolithicum) hingga masa industri yang didominasi dengan penerapan teknologi modern. manusia dapat menghimpun pengalaman. Sejak hidup di bumi manusia harus mengembangkan peralatan dan cara pengendaliannya untuk membangun lingkungan hidup yang layak bagi kemanusiaan dan memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mengelola lingkungannya serta mengolah sumberdaya alam yang tersedia. menguasai segala binatang yang hidup di daratan maupun burung-burung yang berterbangan di langit. Pernyataan poluler tentang usaha manusia membina hubungan secara aktif dan timbal balik seorang pelopor Antropologi kenamaan Gordon Childe diabadikan dalam bukunya tentang sejarah peradaban manusia Man Makes Himself (19. Dengan demikian manusia dipacu untuk meningkatkan . ragam dan mutunya. manusia dengan lebih mudah memenuhi kebutuhan hidupnya dengan meramu dan berburu binatang liar. tidaklah berarti bahwa kekuasaan manusia itu tanpa mengenal batas.Lingkungan Hidup Dan Pembangunan Berkelanjutan Written by S.. Kemudahan itu untuk memenuhi kebutuhan hidup itu berhasil meningkatkan kesejahteraan yang diikuti dengan meningkatnya kebutuhan hidup dalam jumlah. Manusia dapat melaksanakan perintah sang Pencipta untuk menguasai ikan di lautan. untuk mengembangkan keturunan dan memenuhi bumi. Berkat kemampuan akal dan ketrampilan kerja kedua tangannya. sejak meninggalkan Taman Firdaus yang segala kebutuhan hidupnya serba ada dan dalam jumlah serba banyak untuk menjamin hidupnya. mengandung pengertian bahwa manusia harus mengembangkan diri untuk mempertahankan hidup dan mengembangkan kehidupan sebagai manusia dengan menguasai jagad raya beserta isinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sejak terusir dari Secara simbolik. yaitu Adam dan Siti Hawa. mengembangkan pengalaman dan kemampuan menguasai bumi dengan segala isinya. Sungguhpun manusia merupakan makhluk lingkungan (territorial being) yang tidak mungkin dipisahkan dari lingkungan hidupnya sebagai tempat bermukim. Jelaslah bahwa kisah kejadian tentang asal-usul manusia pertama. 21 July 2009 08:58 Keberhasilan manusia mempertahankan hidup dan mengembangkan kehidupannya sebagai makhluk yang tertinggi derajadnya di muka bumi (khalifah) adalah berkat kemampuannya beradaptasi terhadap lingkungan hidupnya secara aktif. Keunggulan manusia berfikir secara metaforik dan kemampuan kerja dengan menggunakan peralatan itu. manusia tidak menggantungkan dirinya pada kemurahan lingkungan semata-mata.).Budhisantosa . terpaksa harus bekerja keras dengan menguasai alam semesta beserta segala isinya. manusia senantiasa mengalami sejarah kemajuan dan kemerosotan menuju ke peradaban.Puslit Pranata Pembangunan UI Tuesday. Karena itulah manusia berhasil menghantar dirinya sebagai khalifah di muka bumi dan hidup tersebar luas di muka bumi. Akhirnya manusia menjadi makhluk pemangsa yang terbesar di muka bumi. Dengan peralatan batu yang sederhana. manusia dapat memahami lingkungannya dan menghimpun pengalaman sebagai pengetahuan dan menciptakan peralatan sebagai penyambung keterbatasan jasmaninya. Sungguhpun keunggulan manusia telah membuka peluang untuk menguasai bumi dengan segala isinya dan dapat mengembangkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan di manapun ia suka.

Jelaslah bahwa sejarah peradaban manusia senantiasa mengalami pasang-surut karena ulahnya sebagai khalifah di muka bumi. yang mempermudah manusia mengolah sumberdaya alam. manusia mampu mengatasi keterbatasan itu dengan mengembangkan teknologi dan cara-cara pengendaliannya. ragam dan mutunya. sebagaimana tercermin dalam peninggalan sisa-sisa peralatan pada zaman batu muda. untuk meningkatkan efisiensi dan produksivitas kerja mereka tanpa menghacurkan pola-pola hubungan timbal balik dengan lingkungannya (M. Kemajuan peradaban berkat kemampuan manusia menguasai lingkungannya itu telah menimbulkan dampak pada hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. manusia mampu merawat keseimbangan fungsi lingkungan hidupnya (ecological equilibrium). Intensitas pengolahan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang bertambah besar jumlahnya. Akibatnya pemenuhan kebutuhan hidup penduduk setempatpun menjadi sulit sehingga mengancam kesejahteraan hidup mereka. Akan tetapi dengan keunggulannya. seringkali kearifan lingkungan (ecological wisdom) yang mereka kembangkan sebagai kendali terlupakan. Kesenjangan antara kemajuan teknologi modern dengan perkembangan pranata sosial sebagai kendali (culture lag) dalam sejarah peradaban manusia itu menjadi sumber bencana yang merusak keseimbangan lingkungan hidup (ecological equilibrium).Harris. Dengan mengacu pada kearifan lingkungan (ecological wisdom) yang dikembangkan dari abstraksi pengalaman masa lampau dan digunakan untuk membina hubungan dengan lingkungannya secara timbal balik (adaptation). Namun dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia karena pertambahan jumlah penduduk dunia serta meningkatnya kesejahteraan hidup yang disertai meningkatnya kebutuhan hidup manusia di satu pihak. 19) secara selaras. serasi dan berkeseimbangan. Keberlanjutan hubungan antar manusia dengan lingkungannya secara berkelanjutan (sustainable adaptation) harus tetap dirawat di era pembangunan yang mendorong manusia untuk meningkatkan intensitas pengolahan . dan kemapuan teknologi modern yang mempermudah manusia mengolah sumberdaya alam yang terbatas. Pengolahan sumberdaya alam dan pengelolaan lingkungan yang sehat diabaikan demi terpenuhinya kebutuhan hidup manusia yang cenderung terus meningkat dalam jumlah.intensitas pengolahan sumberdaya alam yang tersedia dan pada gilirannya menimbulkan dampak pada lingkungan hidup mereka. Selanjutnya manusia mampu mengembangkan peradaban yang lebih kompleks dengan munculnya kota sebagai pusat kekuasaan dengan penduduk yang tidak harus secara langsung mengolah sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya berkat kemampuan penduduk pedesaan menghasilkan surplus. Peningkatan intensitas pengolahan sumberdaya alam akan mempercepat pengurasan persediaan yang pada gilirannya akan mengancam kesejahteraan penduduk. Kesulitan itu mendorong manusia untuk kembali mengembangkan teknologi pengolahan sumberdaya alam. ragam dan mutunya itu telah mempercepat proses pemiskinan ataupun sekurang-kurangnya mengganggu keseimbangan fungsi lingkungan hidup setempat. Namun demikian manusia tidak pernah mengenal menyerah. karena apapun yang dilakukan terhadap lingkungannya akan menimbulkan dampak timbal balik yang tidak terelakan. Namun kekuasaan manusia itu ada batasnya. Pesatnya kemajuan teknologi modern tidak secara berimbang diikuti dengan perkembangan pranata sosial sebagai kendali.

1966) di bawah kepemimpinan Bung Karno. PEMBANGUNAN Apapun makna yang diberikan. pemerintahan Orde Baru melanjutkan dengan "revolusi pembangunan". Dalam tempo yang relatif singkat hutan-hutan setempat tidak dapat menghasilkan cukup banyak kayu yang diperlukan untuk pembangunan. Akibatnya pengurasan sumberdaya alam berlangsung secara . Demikian juga binatang liar tidak lagi dapat diharapkan menghasilkan kulit berbulu tebal.Geertz. Percepatan pertumbuhan ekonomi (economic growth) yang tidak ditopang dengan perkembangan pranata sosial yang diperlukan ternyata tidak berhasil memacu perkembangan ekonomi (economic development) yang berakar kuat dalam tatanan kehidupan masyarakat. Pembangunan nasional diselenggarakan dengan percepatan pada pertumbuhan ekonomi yang ditopang dengan penerapan teknologi maju serta stabilitas nasional sebagai persyaratan. khususnya yang digunakan untuk memacu perkembangan ekonomi. Pengalaman di Eropa itu berulang di kebanyakan negara yang sedang berkembang dewasa ini. politik dan keamanan. betapapun sederhananya. Di lain pihak. Pengalaman penerapan teknologi maju di benua lama untuk mengembankan industri pada awal abad XIX telah membuktikan betapa hubungan antar manusia dan lingkungan hidupnya kehilangan keseimbangan. Selama kurun waktu 50 tahun (1850-1900) tercatatat lebih dari 35 juta penduduk Eropa terpaksa mengungsi ke luar untuk mencari penghidupan di daerah koloni. Sementara itu penerapan teknologi modern yang cenderung lebih exploitatif dan expansif penerapannya untuk mengimbangi besarnya biaya yang diperlukan telah berlangsung tanpa kendali yang efektif. distribusi dan konsumsi yang berdampak luas pada tatanan kehidupan sosial-budaya masyarakat yang bersangkutan. Sementara itu. Akibatnya masyarakat Indonesia mengalami pergeaseran dari masyarakat yang berkesenangan (equilibrious society) ke arah masyarakat yang berkesenjangan sosial (disequilibrious society) dengan segala implikasi sosial. peningkatan produksi barang kebutuhan hidup dengan mengolah sumberdaya alam secara lebih intensif.sumberdaya dan pengelolaan lingkungan hidup yang sehat demi peningkatan kesejahteraan umum. akan mempengaruhi pola-pola hubungan antar manusia dengan lingkungannya. Setelah selesai dengan "revolusi integratif" yang mempersatukan bangsa (C. setiap penerapan teknologi baru. Dalam keadaan sedemikian itu pertumbuhan ekonomi hanya di nikmati oleh segolongan kecil masyarakat yang telah siap memanfaatkan peluang dalam pembangunan. tidak ada jalan lain kecuali dilakukan dengan penerapan teknologi maju yang dapat memperlancar pencapaian sasaran. Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan umum dalam kurun waktu tertentu. akan senantiasa memicu serangkaian perubahan pada sistem produksi. Masyarakat Indonesia yang pada umumnya masih didominasi tradisi agraris yang bertumpu pada ekonomi subsistensi yang penuh keseimbangan (equilibrious society) harus dengan masyarakat industri yang bertumpu pada ekonomi pasar (market oriented economy) yang mengejar keuntungan materi. termasuk Indonesia. pada hakekatnya "pembangunan" itu mengandung implikasi perubahan yang direncanakan.

tersedia tempat mengembangkan keturunan secara aktif. Tanpa ke 3 persyaratan itu. Terpenuhinya jaminan tersebut juga akan memperkuat kesadaran penduduk untuk mengelola lingkungan hidupnya dan mengolah sumberdayanya secara berkelanjutan demi pelestarian fungsi lingkungannya secara menyeluruh. melainkan juga rusaknya keseimbangan fungsi lingkungan. melainkan juga kondisi lingkungan sosial yang menjamin kebebasan penduduk untuk menentukan pilihan hidupnya (cultural freedom). Dengan ke 3 persyaratan tersebut. sejalan dengan usaha pembangunan sektor ekonomi harus diimbangi dengan usaha memberdayakan masyarakat agar dapat mengambil bagian secara menguntungkan. Pertiakaian antar bangsa dan bahkan antar kelompok sosial dalam lingkungan masyarakat bangsa yang lebih luas dewasa ini. Dengan lain perkataan. Sungguhpun tidak mungkin lagi bagi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan akan lingkungan hidup dengan ke 5 fungsi sosial secara penuh. masyarakat akan merasa aman dalam usahanya karena perlindungan atas hak asazi mereka sebagai manusia serta perlindungan atas lingkungan hidup tempat mereka bermukim dan mengembangkan kebudayaan masing-masing. terjamin sumber pencaharian atau makanannya. Akibatnya bukan hanya kesenjangan sosial bertambah lebar dan dalam. Pembangunan nasional yang diharapkan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi menjadi perkembangan ekonomi yang kuat berakar dalam kehidupan masyarakat harus ditopang dengan pengembangan pranata sosial secara memadai. Sementara itu perhatian terhadap ekologi dalam pembangunan diperluka sebagai kendali atas pengelolaan lingkungan dan pengolahan sumberdaya alam yang semakin langka (Environment scarcity). Persaingan yang tidak sehat di kalangan masyarakat untuk memperebutkan sumberdaya alam dan lingkungan yang sehat tanpa perlindungan yang tegas telah memicu pertikaian sosial yang seringkali disertai kekerasan (violent conflict) yang dihadapi masyarakat Indonesia dewasa ini. masyarakat luas tidak akan mampu ikut mengambil bagian secara menguntungkan. Kenyataan tersebut telah menyisihkan sebagian masyarakat dari sumberdaya alam yang selama ini mereka rawat secara berkelanjutan. melainkan pancalogi dengan menambahkan prinsip sosial dan ekologi. model pembanguinan nasional harus diubah. pada hakekatnya berawal pada perebutan penguasaan sumberdaya dan lingkungan yang terasa semakin langka. . PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Mengingat kenyataan tersebut. Setidak-tidaknya ada jaminan bagi mereka untuk mendapatkan menciptakan lingkungan yang aman. terawatnya sarana integrasi sosial dan arena tempat aktualisasi diri bagi warganya dan kebutuhan akan keamanan. Pemberdayaan itu tidak sebatas pada pembekalan ketrampilan dan keahlian. keadilan sosial dan demokrasi politik. karena mereka tidak mampu bersaing tanpa perlindungan dengan pihak "luar" yang memiliki berbagai keunggulan. bukan lagi trilogi.besar-besaran tanpa mengindahkan keseimbangan fungsi lingkungan. karena sebagian besar dari mereka itu masih didominasi tradisi agraris masing-masing.

karena itu bukan semata-mata sekedar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Manusia mempunyai tanggungjawab melestarikan fungsi lingkungan bagi generasi penerus mereka. Apa yang mereka perlukan adalah pengaturan yang disepakati bersama untuk melestarikan ke 5 fungsi sosial lingkungannya. Masalahnya siapa yang akan mengambil prakarsa untuk memulainya secara perorangan maupun kolektif. Manusia sebagai makhluk lingkungan (territorial being). Semata. melainkan juga harus mampu memacu perkembangan sosial-budaya dan melestarikan fungsi lingkungan sebagai tempat manusia mempertahankan hidup dan mengembangkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan. pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan umum jangan sampai sebaliknya menimbulkan kesengsaraan umum. Karena itu. Ekonomi . manusia tidak segan-segan menggunakan kekerasan dengan berbagai macam dalih dan seringkali juga mengaktifkan simbol-simbol ikatan primordial kesukubangsaan.Dalam memperebutkan lingkungan dan sumberdaya alam yang semakin langka itu. tidak mungkin dipisahkan dari lingkungannya dan tidak mungkin merusak lingkungannya untuk kepentingan sejenak atau bagi generasinya. kebangsaan dan keagamaan ataupun ideologi politik. Pembangunan.

Program pembangunan bidang ekonomi di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1970-an dan menunjukkan perkembangan yang pesat sejak tahun 1980-an. serta terhambatnya pertumbuhan ekonomi. orientasi pemerintah dalam mengelola perekonomian telah bergeser ke arah makin kecilnya peran pemerintah. Pada masa itu pemerintah memberikan banyak kemudahan bagi para investor yang akan berinvestasi di bidang keuangan dan perbankan. Sebagai dampak atas inflasi.Berbagai Hambatan dalam Penerapan Kebijakan Moneter Inflation Targeting I. evolusi teori. terjadi penurunan tabungan. PENDAHULUAN Sebagaimana diketahui bahwa negara Indonesia sedang dilanda krisis ekonomi yang berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. semakin banyak modal yang dilarikan ke luar negeri. Hingga pertengahan tahun 1990-an perekonomian Indonesia terlihat semakin kuat dan mulai terpandang di dunia internasional. Tujuan pembangunan bukan lagi semata-mata pertumbuhan ekonomi yang tinggi. maka dalam pembahasan juga dipaparkan tentang perkembangan ekonomi makro Indonesia. Agar dapat mengetahui dengan jelas kondisi ekonomi nasional Indonesia hingga tahun 2000 ini. prasyarat. II. yang meliputi pengertian. Kebijakan moneter dengan menerapkan target inflasi yang diambil oleh pemerintah mencerminkan arah ke sistem pasar. tetapi lebih kepada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam artikel ini akan dibahas perkembangan ekonomi di Indonesia saat mulai berkembang tahun 1980-an hingga terjadinya krisis moneter . karakteristik dan elemen target inflasi. berkurangnya investasi. Tingginya tingkat krisis yang dialami negri kita ini diindikasikan dengan laju inflasi yang cukup tinggi. PEMBAHASAN 1. Makalah ini akan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan target inflasi. Perkembangan Ekonomi Makro di Indonesia Sejak Tahun 1980-an. Kondisi seperti ini tak bisa dibiarkan untuk terus berlanjut dan memaksa pemerintah untuk menentukan suatu kebijakan dalam mengatasinya. Penerapan kebijakan moneter dengan menggunakan target inflasi (inflation targeting) ini diharapkan dapat menciptakan fundamental ekonomi makro yang kuat. Artinya.

Untuk beberapa tahun ke depan. 3. telah dilakukan restrukturisasi sistem moneter sejak tahun 1998. Dalam upaya pemulihan sektor keuangan Indonesia. dengan asumsi kondisi politik dan keamanan stabil. namun ternyata besarnya peningkatan penerimaan masih jauh lebih rendah dibanding peningkatan pengeluaran. . Kebijakan tersebut cukup efektif dalam menjaga stabilisasi ekonomi dan ongkos yang harus dibayar relatif murah.pada tahun 1997. Kondisi ini diperparah dengan adanya kendala yang lebih besar. sebagaimana yang dipublikasikan oleh BI. Meski sebenarnya terjadi peningkatan penerimaan. Berdasarkan AD/ART pemerintah negara Indonesia. Pada saat itu pemerintah melakukan kebijakan moneter berupa contractionary monetary policy dan vice versa. Kondisi ekonomi sangat dipengaruhi oleh kondisi politik dan keamanan dalam negeri. Krisis moneter di Indonesia telah memporak-porandakan sektor keuangan yang sebelumnya tengah berkembang pesat sejak tahun 1980-an. Kebijakan Fiskal. 5 Prospek Ekonomi Jangka Pendek. Ditinjau dari aspek ekonomi makro. 2. yaitu pengaruh pasar keuangan internasional. namun proses penyehatan sistem moneter belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Perkembangan Moneter Perbankan. Bentuk nyata restrukturisasi dilakukan dengan cara menyehatkan bank dan memberikan independensi kepada Bank Sentral. kegiatan ekonomi Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan. 4. Kebijakan moneter yang ditempuh saat ini berupa open market operation memerlukan ongkos yang mahal. Meski telah menelan banyak biaya dan telah dilaksanakan lebih dari tiga tahun. namun juga dari faktor eksternal. Kebijakan Moneter Kondisi ekonomi negara Indonesia pada masa orde baru sudah pernah memanas. untuk semester pertama tahun anggaran 2000 terlihat bahwa telah terjadi defisit anggaran yang disebabkan oleh peningkatan pengeluaran untuk subsidi dan pembayaran bunga hutang. Dominasi kebijakan moneter dibanding kebijakan fiskal dan deregulasi sektor riil menyebabkan terjadinya kebijakan makro ekonomi yang tidak seimbang. kinerja perekonomian bukan hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor internal. Peningkatan pertumbuhan ekonomi bertumpu pada kenaikan ekspor yang dewasa ini mulai membaik kembali.

Konsep target inflasi ini merupakan produk dari evolusi teori moneter dan akumulasi pengalaman empiris. Karena pada dasarnya. Tidak seperti halnya kebijakan moneter konvensional yang senantiasa mempergunakan target antara besaran moneter. Target inflasi merupakan salah satu bentuk kebijakan moneter yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia dalam upaya pemulihan kondisi ekonomi nasional. Menurut teori Klasik. dalam praktik kebijakan moneter tidak ada yang . Dengan kata lain bahwa pembenahan sektor ekonomi dapat dilakukan dengan cara pengendalian inflasi. Berdasarkan perkembangan teori dan pengalaman empirik. Kebijakan moneter hanya mempunyai dampak permanen pada tingkat harga umum (inflasi). Salah satu penganut teori klasik modern. disimpulkan bahwa dalam jangka panjang teori yang sesuai untuk dipergunakan adalah teori Klasik. Kalaupun harus mempergunakan target antara.6 Target Inflasi. Dalam hal ini Bank Indonesia selaku bank sentral menetapkan target laju inflasi untuk periode jangka waktu tertentu. kebijakan moneter tidak berpengaruh terhadap sektor riil. Pendapat tersebut bertolak belakang dengan teori Keynes. Kemudian. Ada berbagai kebijakan yang biasa dipergunakan oleh pemerintah dalam menangani permasalahan ekonomi. Sedangkan menurut teori Keynes. Evolusi Teori. sektor moneter dan sektor riil saling terkait melalui suku bunga. mengemukakan bahwa kebijakan rule lebih baik dibanding discretion. kebijakan target inflasi lebih berorientasi ke depan (forward looking) dibanding kebijakankebijakan moneter sebelumnya (yang oleh BI disebut juga kebijakan konvensional). sedangkan dalam jangka pendek teori Keynes lebih tepat. Dengan demikian. Teori-teori moneter yang memberikan kontribusi bagi pematangan konsep ini meliputi teori klasik hingga teori modern. • Teori klasik modern >< Teori Keynes. Milton Friedman. antara lain: • Teori Klasik >< Teori Keynes. dalam target inflasi diperggunakan proyeksi inflasi. misalnya kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Pengertian. biasanya akan digunakan tingkat bunga jangka pendek. target inflasi menawarkan suatu framework yang mengkombinasikan keduanya secara sistematis. yang disebut dengan constrained discretion. untuk menentukan pilihan atas rule vs discretion. Inflasi sebagai sasaran utama dan indepensi bank sentral sebagai pengendali inflasi merupakan landasan dari target inflasi.

kebijakan target inflasi menentukan inflasi sebagai sasaran akhir. karena mempengaruhi perilaku dan reaksi para pelaku ekonomi terhadap suatu kebijakan. Dengan penerapan target inflasi dalam kebijakan moneter. Penggunaan sasaran antara. otoritas moneter dapat lebih bebas dan lebih fleksibel dalam menggunakan semua data dan informasi yang tersedia untuk mencapai sasaran. Dengan demikian target inflasi menggunakan mekanisme transmisi yang relevan. Kebijakan moneter hanya dapat mempengaruhi output dalam jangka pendek. Ekspektasi masyarakat inilah yang menjadi kunci keberhasilan yang harus dapat dikendalikan. • Teori kuantitas >< Teori Keynes. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar kebijakan moneter dapat mencapai keberhasilan dalam pelaksanaannya. Teori rational expectations menyebutkan bahwa faktor ekspektasi mempunyai peran penting. • Teori moneter modern. • Teori rational expectations.murni rules ataupun murni discretion. . Dengan mengambil inflasi sebagai sasaran akhir. baik berupa tingkat bunga maupun kuantitas uang. Guna menghindarkan polemik ini. maka pengendalian inflasi harus menjadi sasaran tunggal. Prasyarat tersebut meliputi: Indepensi Bank Sentral. karena setelah ekspektasi masyarakat berperan. Dalam perkembangan selanjutnya. 7 Prasyarat. teori moneter modern memasukkan aspek kredibilitas yang bersumber dari masalah time inconsistency. Teori Keynes mempergunakan tingkat bunga sebagai sasaran antara. diharapkan dapat menjadi anchor bagi ekspektasi masyarakat. tidak harus tingkat bunga ataupun kuantitas uang. Agar hal ini tidak terjadi. sedangkan dalam teori kuantitas digunakan jumlah uang beredar. Artinya bahwa inkonsistensi dalam kebijakan moneter dapat terjadi apabila otoritas moneter terpaksa harus mengorbankan sasaran jangka panjang (inflasi) demi mencapai sasaran lain dalam jangka pendek. atau setidaknya menjadi sasaran utama. karena inflasi dipengaruhi bukan hanya oleh satu faktor. output akan kembali seperti semula. Menetapkan inflasi sebagai sasaran utama berarti menghindarkan diri dari inkonsistensi kebijakan. akan menyebabkan pembatasan diri terhadap informasi.

Capacity to forecast inflation. kesempatan kerja. Namun demikian. seharusnya bank Sentral tidak menetapkan sasaran lain dan berfokus pada sasaran utama pengendalian inflasi. Pelaksanaan secara konsisten dan transparan. neraca pembayaran. Pengendalian inflasi hanyalah salah satu di antara beberapa sasaran lain yang hendak dicapai oleh Bank Sentral. Sasaran-sasaran lain kadang-kadang bertentangan dengan sasaran pengendalian inflasi. Oleh karena itu. Dalam mengatur/menggunakan instrumen. 8 Karakteristik. kebijakan target inflasi ini lebih berwawasan ke .Sebenarnya tak ada Bank Sentral yang bisa bersifat benar-benar independen tanpa campur tangan dari pemerintah. Pengawasan instrumen Bank Sentral harus memiliki kemampuan untuk mengawasi instrumen-instrumen kebijakan moneter. Aturan Taylor (Taylor’s rule) dapat dipergunakan sebagai pedoman untuk mengatasi dilema tersebut. Bank Sentral mutlak harus mempunyai kemampuan untuk memprediksi inflasi secara akurat. ada instrumen kebijakan yang tidak dipengaruhi oleh pemerintah. Fokus terhadap sasaran. misalnya sasaran pertumbuhan ekonomi. misalnya melalui kebijakan fiskal. dan kurs. sehingga dapat menetapkan target inflasi yang hendak dicapai. Dengan pelaksanaan target inflasi secara konsisten dan transparan. maka kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan yang ditetapkan semakin meningkat. Fleksibel sekaligus kredibel Biasanya. kebijakan yang fleksibel akan cenderung kurang kredibel dan hal itu merupakan dilema dalam penentuan kebijakan.

maka peluang tercapainya sasaran akan lebih maksimal. c. Komunikasi Dalam pelaksanaan kebijakan ini perlu adanya komunikasi yang efektif terhadap publik . Ini penting bagi publik agar dapat mengukur keberhasilan kebijakan ini. maka dapat disimpulkan bahwa elemen-elemen dalam target inflasi terdiri atas: a. Independensi Dengan adanya independensi dalam menentukan kebijakan. maka sasaran yang lain harus tunduk pada sasaran utama. Prediksi dilakukan dengan mempergunakan data besaran moneter. Dalam kebijakan ini target dan indikator inflasi ditentukan terlebih dahulu dan dipergunakan sebagai pegangan dalam pelaksanaan kebijakan moneter. harga barang industri dan sebagainya. karena akan berpengaruh terhadap ekspektasi masyarakat. Laporan pelaksanaan Mestinya. Sehubungan dengan hal tersebut. kurs. Sasaran utama dalam kebijakan target inflasi adalah pengendalian inflasi. b. maka hasil yang telah dicapai oleh kebijakan ini harus dimonitor. 9 Elemen-elemen. b. dilaporkan dan diumumkan secara periodik. Berdasarkan teori dan penjabaran di atas. tingkat bunga. c. publik perlu untuk mengetahui sasaran kebijakan ini. Hal ini dapat dilihat dari karakteristik yang dimilikinya. Melakukan review terhadap kinerja kebijakan moneter. Dalam kebijakan ini juga dibuat prediksi inflasi di masa yang akan datang. yaitu: a.depan. Sasaran target inflasi. d. Kalau ada sasaran-sasaran lain di samping sasaran ini. harga aset. Hasil tinjauan tersebut dapat dipergunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja selanjutnya.

Kebijakan target inflasi ini telah dilaksanakan di negara-negara Selandia Baru. Dengan kata lain bahwa pemerintah tidak dapat benarbenar tidak turun campur tangan dalam urusan lembaga pengawas. 11 Berbagai Hambatan Dalam Pelaksanaan Targat Inflasi. Swedia. hambatan-hambatan dapat dijelaskan sebagai berikut: - Hambatan dalam menciptakan independensi Sulitnya menciptakan independensi bank sentral. maka diharapkan pelaksanaan target inflasi di negara kita juga akan dapat menuai keberhasilan. Inggris. Korea dan Filipina.tentang cara-cara pencapaian sasaran inflasi dan mekanisme transmisi yang jelas. namun sebenarnya terdapat banyak hambatan yang berkaitan dengan banyaknya prasyarat yang harus dipenuhi dalam pelaksanaannya di Indonesia. negara-negara tersebut sebelumnya juga mempergunakan kebijakan moneter dengan target antara. Negara-negara tersebut mendapatkan keberhasilan dalam menekan laju inflasi dengan penerapan kebijakan ini. Kanada. meski lembaga tersebut disebut lembaga independen. terbaru dan lengkap diperlukan untuk melakukan analisis kebijakan yang prima. Secara singkat. Spanyol. Seperti halnya Indonesia. Meski kebijakan target inflasi ini cukup menjanjikan. Ditambah dengan adanya faktor lain yang juga menjadi kendala dalam pemberlakuan kebijakan ini. 10 Prospek. e. Finlandia. Karena adanya kesamaan permasalahan dan latar belakang. Data dan informasi Data dan informasi yang relevan. Australia. karena hingga saat ini sistem pemerintahan Indonesia tidak memungkinkan untuk memberikan kewenangan penuh terhadap suatu lembaga/otoritas dalam menjalankan fungsi pengawasan instrumen keuangan. Para pejabat dalam lembaga .

Kemungkinan besar. mustahil dapat memprediksi dengan cermat. Hal ini berkaitan dengan kondisi politik dan keamanan yang boleh dikatakan tidak menentu akhir-akhir ini. - Hambatan dalam mewujudkan kebijakan secara konsisten dan transparan. Kebijakan target inflasi belum tentu didukung oleh masyarakat. para investor masih beranggapan bahwa negara kita tidak cukup kondusif bagi investasi. Tingkat korupsi di Indonesia yang sedemikian tinggi akan mempersulit pemerintah dalam meraih kepercayaan dari masyarakat. Jika kebijakan diberlakukan secara lentur. . sehingga menyebabkan incredible. Demikian juga sebaliknya. stabilitas nasional sangat berperan dalam menentukan kondisi ekonomi suatu negara. Menjalankan kebijakan secara fleksibel sekaligus kredibel juga bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Pelaksanaan kebijakan target inflasi secara konsisten dan transparan juga akan sulit terwujud. peramalan inflasi di Indonesia akan sulit dilaksanakan. Untuk saat ini. maka akan timbul sifat inflexible.tersebut digaji oleh pemerintah. Hal ini jelas-jelas menyebabkan fungsi pengawasan tak dapat berjalan sebagaimana mestinya. maka akan membuka kesempatan korupsi dan kolusi. Isu-isu seputar politik dan keamanan daerah sudah rawan untuk memporak-porandakan perekonomian nasional. kecuali apabila lembaga pelaksana kebijakan ini dapat meyakinkan masyarakat bahwa aparaturnya negara bersih dan bebas korupsi. apabila kebijakan ini lebih berfokus pada kredibilitas. Kemampuan untuk memprediksi inflasi merupakan kunci utama dalam pelaksanaan kebijakan target inflasi. Juga maraknya praktik kolusi yang menyebabkan sikap masyarakat semakin apatis dan enggan berpartisipasi dalam pelaksanaan pemulihan krisis ekonomi. - Hambatan dalam mewujudkan kebijakan secara fleksibel dan kredibel. yang berarti loyalitas mereka terhadap pemerintah tak diragukan lagi. Padahal. Jika stabilitas belum tercapai. - Hambatan dalam memprediksi inflasi.

-

Tingkat keparahan krisis. Faktor lain adalah tingkat keparahan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia sudah tergolong akut, sehingga penanganannya juga lebih sulit dibanding negara-negara lain. Mungkin kebijakan target inflasi ini berhasil diberlakukan di negara-negara lain, namun belum tentu akan sesuai diberlakukan di Indonesia.

III. KESIMPULAN Kondisi perekonomian Indonesia yang terpuruk akibat krisis memerlukan upaya pemulihan dengan menggunakan kebijakan moneter. Kebijakan yang diterapkan berupa inflation targeting yang telah berhasil mengentaskan problem inflasi di berbagai negara di dunia.

-

Target inflasi dicetuskan dari perkembangan evolusi teori-teori ekonomi dan dalam pelaksanaannya ditentukan oleh kondisi suatu negara dengan prasyarat-prasyarat untuk keberhasilan sistem ini.

-

Bank Indonesia sebagai otoritas moneter diharapkan dapat mengembangkan kebijakan yang secara efektif dapat memulihkan stabilisasi ekonomi jangka pendek dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi berkelanjutan, dengan ongkos yang minimal.

-

Pemulihan kondisi ekonomi yang stabil bukan hanya ditentukan oleh faktor internal, namun juga faktor eksternal, misalnya kondisi politik dan keamanan negara.

-

Target inflasi nampaknya akan sulit untuk diberlakukan sebagai salah satu kebijakan moneter di Indonesia, mengingat berbagai hambatan yang harus dihadapi.

DAFTAR PUSTAKA : Adiningsih, Sri. 2000. "Perkembangan Moneter Perbankan Indonesia". Makalah Seminar

Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Bernanke, B. and Mihov. 1997. "What Does the Bundesbank Target?" European Economic Review. Boediono. 2000. "Inflation Targeting". Makalah Seminar Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Fischer, Stanley. 1993. "The Role of Macroeconomic Factors in Growth". Journal of Monetary Economics. Goeltom, Miranda S. 2000. "Perkembangan Ekonomi Makro Indonesia". Makalah Seminar Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Mishkin, F.S. 1999. "International Experience with Different Monetary Policy Regimes". Journal of Monetary Economics. Nopirin. 2000. "Kebijakan Moneter Dengan Target Inflasi". Makalah Seminar Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Saudagaran, S.M. and Diga, J.G. 2000. "The Institutional Environment of Financial Reporting Regulation in ASEAN". The International Journal of Accounting.

Oleh: Seruni Sutanto, Dosen STIE Widya Manggala Semarang

Sumber: http://www.stie-stikubank.ac.id/webjurnal

Senin Paing, 28 Agustus 2006

Artikel
Pola pembangunan konvensional harus segera ditinggalkan. Jika tidak segera mengubah haluan, dampak negatif pada ketimpangan kehidupan dan lingkungan akan semakin menjadi-jadi.

--------------------"Pseudo Growth" dan Pembangunan Berkelanjutan Oleh Dr. IB Raka Suardana, S.E., M.M.
KERUSAKAN lingkungan Pulau Bali akibat eksploitasi berlebihan, dan berkembangnya usaha yang mencemari lingkungan, mau tak mau harus disikapi dengan tindakan yang lebih aktif melalui penyikapan bersama dalam menciptakan sinergi dan jejaring di antara semua pemangku kepentingan (stakeholders). --------------------------Selama ini pembangunan sepertinya hanyalah mengejar pertumbuhan ekonomi, yang diukur dengan produk domestik bruto (PDB) di tingkat nasional dan produk domestik regional bruto (PDRB) di level lokal (propinsi dan kabupaten/kota). Jika PDB/PDRB meningkat, maka pertumbuhan ekonomi tentu meningkat pula, yang dianggap merupakan ''prestasi'' pemimpin nasional/lokal. Padahal dalam mencapai PDB/PDRB itu, kemajuan pembangunan masih berbasis pada pembangunan yang bersifat konvensional. Dalam pembangunan konvensional, keberhasilan menaikkan produksi barang dan jasa secara melimpah (yang merupakan unsur PDB/PDRB), tidak mengakomodasi aspek lingkungan. Pembangunan sosial juga tersingkirkan, terutama yang menyangkut kepentingan kelompok miskin. Banyak bukti untuk kasus ini, di mana rakyat miskin selalu termarginalkan dalam setiap pembangunan. Kinerja ekonomi dalam pembangunan konvensional seperti itu jelas mengarah kepada pertumbuhan semu atau dikenal dengan istilah pseudo growth. Pseudo dalam dictionary berarti palsu atau pura-pura, dan dalam kamus bahasa Indonesia berarti tidak asli dan tidak sah. Dalam mengukur keberhasilan pembangunan melalui PDB/PDRB, cenderung pada pertumbuhan ekonomi yang umumnya melakukan eksploitasi sumber daya alam secara eksploitatif, agresif, dan ekspansif. Sebagai akibatnya, deplisi dan/atau degradasi serta kerusakan sumber daya alam terjadi begitu mengenaskan. Implikasinya jelas berpotensi menghancurkan kinerja pertumbuhan ekonomi itu sendiri (self-destructive). Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi yang selama ini diukur melalui PDB/PDRB dan merupakan sebagai ukuran kesejahteraan masyarakat masih bersifat "sesaat" dan belum memikirkan kelangsungan hidup untuk generasi penerus.

Tetapi kenyataannya. juga akan menjadi kendala cukup berat untuk dihadapi. ketatnya. peningkatan pertumbuhan ekonomi terjadi. Seperti. adanya egoisme sektoral dan lemahnya penegakan hukum. yaitu dikenalkannya konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). baik pimpinan nasional maupun pimpinan wilayah. Sebenarnya sejak dasawarsa 1900-an.Misalnya contoh penebangan pohon di hutan. baik bagi si pengusaha maupun yang diterima pemerintah daerah dan pusat melalui restribusi. Konsep pembangunan berkelanjutan muncul ketika terjadi kegagalan konsep pembangunan konvensional. yang jelas berpotensi akan tenggelam di kemudian hari. Konsep ini didefinisikan sebagai pembangunan atau perkembangan yang memenuhi kebutuhan masa sekarang tanpa membahayakan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya. Jika tidak segera mengubah haluan. Secara ekonomi. Bila ditinjau dari sisi lingkungan. hutan hanya dieksploitasi untuk perolehan ekonomi tanpa dilakukan reboisasi kembali. Jenis pertumbuhan ekonomi seperti itulah yang dapat dikatekagorikaan pseudo growth (pertumbuhan semu). Salah satu yang paling krusial adalah menemukan cara meningkatkan kesejahteraan masyarakat sambil menggunakan sumber daya alam secara bijaksana. para pengusaha yang mengeksploatasinya hampir semuanya tidak melakukan upaya atau memikirkan cara penanganan lubang bekas galian. Pembangunan Berkelanjutan Pola pembangunan konvensional harus segera ditinggalkan. sehingga dianggap prestasi bagi pimpinan. Pelaksanaan konsep pembangunan berkelanjutan diperkuat dengan kesepakatan para pemimpin bangsa yang dinyatakan dalam hasil-hasil negosiasi internasional. proses pembangunan yang terjadi tidak memikirkan generasi mendatang. Internalisasi Biaya Secara global konsep pembangunan berkelanjutan sudah ada gerakan nyata untuk mengimplementasikannya. di mana saat itu proses yang terjadi lebih banyak bersifat top-down. semua pihak seharusnya sudah menyadari konsep yang dijadikan pijakan dalam setiap gerak menuju kemajuan pembangunan. sebab banyak orang pada saat ini masih mengutamakan kepentingan jangka pendek dibandingkan jangka panjang. dan penggunaan sumber alam yang dapat habis (tidak terbarukan) pada tingkat di mana kebutuhan generasi mendatang masih tetap akan terpenuhi. seharusnya dilakukan peremajaan kembali atau perbaikan sebagai akibat kerusakan yang timbul. sehingga sumber daya alam terbarukan dapat dilindungi. antara lain Deklarasi Rio pada KTT Bumi tahun 1992. berbagai aturan tentang produk yang masuk ke . dan ekonomi. Di samping itu. sosial. keuntungan diperoleh luar biasa saat pengeksploitasian. Demikian juga galian C. Saat menghitung PDB/PDRB. dan Deklarasi Johannesburg pada KTT Bumi tahun 2002. Namun tantangan pembangunan berkelanjutan ini cukup banyak. Meskipun kendala yang dihadapi pasti besar. Deklarasi Milenium PBB tahun 2000. dampak negatif pada ketimpangan kehidupan dan lingkungan akan semakin menjadi-jadi.

* Mulai sekarang setiap perusahaan yang bidang usahanya berpotensi merusak atau mencemari lingkungan. paling tidak akan menjadi langkah sedikit maju di masa mendatang. Namun pertanyaannya sekarang. Konsep internalisasi biaya perbaikan lingkungan ke dalam harga pokok. Untuk itu. Misalnya harus mencantumkan label yang ramah lingkungan (ecolabelling). dosen FE dan Program Pascasarjana MM Undiknas. * Peremajaan atau perbaikan lingkungan menjadi tanggung jawab perusahaan yang bersangkutan. apakah ada pengusaha yang mau melakukannya? Penulis. Pengkajian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Undiknas Denpasar -----------------* Selama ini pembangunan konvensional mengarah kepada pertumbuhan (pseudo growth) yang hanya menaikkan produksi barang dan jasa secara melimpah. . salah satunya dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sambil menggunakan sumberdaya alam secara bijaksana. memasukkan biaya perbaikan lingkungan ke dalam harga pokok produk/jasa yang dihasilkannya. terutama yang menyangkut kepentingan kelompok miskin. sehingga peremajaan atau perbaikan lingkungan menjadi tanggung jawab perusahaan yang bersangkutan. secara sederhana jika memungkinkan mulai sekarang setiap perusahaan yang bidang usahanya berpotensi merusak atau mencemari lingkungan memasukkan biaya perbaikan lingkungan ke dalam harga pokok produk/jasa yang dihasilkannya. Rasanya hal ini tidak begitu sulit dilakukan.negara-negara maju. * Pembangunan sosial tersingkirkan. Bagaimana di tingkat nasional dan lokal? Tampaknya belum. * Konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). serta Ketua Lembaga Penelitian. tanpa mengakomodasi aspek lingkungan.

It has meant so much that it has often meant nothing”. Gejala sosial yang demikian adalah pengambilan elemen bentuk dari abad 17 dan 18 dalam desain interior gaya historisisme. musik. ditentukan oleh patron utama. keabsahan suatu nilai dari ekspresi budaya. it could be construed as an insult or a compliment. 2010 Desain Modern di Indonesia Perkembangan Desain Abad ke 19 (1850 – 1900) 1. the word “modern” has been relatively unproblematic with regard to design. mengatakan bahwa “For the greater part of this century. It has meant whatever one wanted it to mean. Menurut Paul Greenhalgh dalam bukunya “Modernism in Design” terbitan Reaction Books. atau tari. dan dapat diaplikasikan ke setiap object desain. apakah ilmu pengetahuan. Istana Raja masih menjadi pusat kebudayaan. seni rupa. Perkembangan desain modern di Indonesia.Desain Modern di Indonesia • Mei 16th. yaitu institusi kerajaan 2. awal dan citra perubahan Program Modernisasi Definisi secara umum dari kata “modern” adalah : • Karya budaya ragawi yang umumnya memiliki ciri – ciri yang sesuai dengan proses modernisasi dalam arti yang luas . given the appropriate context and. more or less. Dari sini dapat diartikan bahwa definisi “modern” secara relatip tidak mempermasalahkan tentang desain. yang ditandai dengan penggunaan ornamen dan dekorasi yang berlebihan. sastra. accordingly. Secara umum perkembangan desain di Indonesia terbagai menjadi tiga tahapan penting yaitu Program Modernisasi. It could be applied to any designed object.

Modernisasi Industri 2. Prentice-Hall) Ahli Ekonomi : Modernisasi berdasarkan berbagai model pertumbuhan ekonomi. dan pertumbuhan Industri Ahli Sosiologi Modernisasi dengan lebih mengarah kepada perspektif evolusioner yang mencakup transisi multilinier masyarakat tradisional menjadi masyarakat yang lebih maju Ahli Komunikasi Modernisasi sebagai proses perubahan dari cara hidup tradisional menuju gaya hidup yang lebih kompleks dan maju secara teknologi Black Modernisasi ditandai oleh perkembangan sejumlah lembaga yang secara fungsional meningkatkan pengetahuan manusia untuk menguasai lingkungannya secara cepat. standar hidup. dan Afrika (Eisenstadt. yang diistilahkan sebagai faktor N-ach (Need of achievement) Modernisasi di dunia Chodak mengidentifikasikan 3 tipe modernisasi : 1. yaitu dorongan untuk berprestasi. Masyarakat yang “nyaman” dirobek – robek karena individu mendesak diri sebagai pusat semesta . pendapatan per kapita. Kosmos yang “nyaman” berubah maknanya oleh otonomisasi (sekularisasi) sehingga rasa aman lenyap 2. Englewood Cliffs. 1996. Modernisasi Akulturasi 3. Kemudian itu memuncak pada Abad ke-19 dan 20. ekonomi.• Lahir dari pemikiran modern dan tumbuh di lingkungan masyarakat modern Beberapa pendapat tentang Modernisasi: • • • • • • • Ilmuwan Sosial : Kemunculan masyarakat industri barat dibandingkan dengan masyarakat negara berkembang yang masih tradisional Eisenstadt : Modernisasi merupakan proses perubahan masyarakat menuju tipe sistem sosial. dan politik yang berkembang di Eropa Barat dan Amerika Utara. Asia. Modernisasi Induksi Menurut Abraham 1. Modernization: Protest and Change. serta meluas ke sejumlah negara di Amerika Selatan. Inkeles dan McCleland Memaparkan modernitas dari variabel psikologis yang membentuk mentalitas manusia modern secara khas.

kebangkitan lembaga politik . yaitu pemisahan hubungan ekonomi dengan sistem sosial yang lain. Kebersamaan nilai goyah karena proses individual 4. Birokrasi dan waktu menggantikan tokoh mistis dan waktu mitologi 5. kehidupan modern bermakna sebagai proses mengganti kenyamanan alamiah dengan kenyaman buatan Menurut Giddens • • • • Kapitalisme Industrialisme Kekuatan Militer Kontrol terhadap informasi dan aktivitas sosial Abraham mencirikan modernisasi sebagai proses yang selalu diikuti oleh : • • • • • • • • Proses industrialisasi Peledakan penduduk Sekularisasi Revolusi harapan Berkembangnya media massa Stabilitas kependudukan Bangkitnya kelas menengah secara besar – besaran Revolusi budaya yang dahsyat Abraham juga memberikan gambaran tentang modernisasi sebagai suatu perubahan sebagai berikut : Gambaran Modernisasi Menurut Abraham Keterangan gambar : • Sisi Struktural : Meliputi peningkatan diferensiasi dan integrasi struktural. Pribadi menemukan diri sendiri secara kuat sehingga dalam arti sistem sosial.3.

Karya desain yang semata – mata meniru gaya orang Barat tanpa diimbangi oleh proses berpikir dan mentalitas modern Perkembangan desain di Indonesia dapat dilihat dari konsep: • • • • Perkotaan Arsitektur Aneka Barang Industri dan Karya Cetak Pendidikan Seni Rupa dan Desain Awal dan Citra Perubahan Konteks perkembangan desain modern di Indonesia yaitu pergeseran nilai desain dan dunia kesenirupaan pada : . dan kepuasan pribadi 4.• • baru. Karya desain yang mengadaptasikan dan menggunakan berbagai unsur kebudayaan Barat yang telah modern tanpa harus “menjadi Barat” atau berciri Barat. 3. Hubungan antara produksi. Benda Eksklusif hasil rancangan arsitek dan desainer terkenal Tema besar desain modern : 1. baik secara mentalitas maupun tindakannya 2. Penggunaan teknologi baru yang memungkinkan seorang pendesain bermain dengan bentuk 3. konsumsi. dan perluasan pendidikan formal. Barang Konsumen 2. Konteks ekonomi 2. Karya desain yang diciptakan sebagai tuntutan masyarakat yang berpikiran modern. Kerajinan 3. Kebutuhan masyarakat dengan berbagai perubahannya Desain Modern di Indonesia Desain Modern di Indonesia dapat dikategorikan atas tiga kelompok besar : 1. spesialisasi serta mencairnya stratifikasi kemasyarakatan Sisi Attitudinal : Orientasi individu ke arah kemajuan Sisi Possesual : Mengarah kepada terbentuknya spesialisasi fungsional dalam masyarakat Desain Modern Menurut Dormer : 1.

Adanya dualisme struktural yang memungkinkan kehadiran bersama 2. namun akan tercipta oleh kemampuan mengembangkan daya inovasi yang didasari pada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi Jane Jacobs. Munculnya secara berangsur-angsur norma modernitas dalam kerangka nilai – nilai tradisional 3. seorang arsitek Amerika terkemuka mengumandangkan kematian Modernisme seiring dengan diruntuhkannya bangunan bertingkat Pruitt- . 1. Desain Global Adanya perubahan besar didunia akibat perkembangan teknologi dan terbentuknya tatadunia baru yang semakin terpolarisasi oleh peradaban besar sehingga semua komponen kebudayaan saling mempengaruhi dan memposisikan diri sepadan dengan kekuatannya. besarnya tenaga kerja ataupun penguasaan wilayah. Terdapatnya rekayasa sosial Desain Indonesia Abad ke 21 Perkembangan desain di Indonesia pada abad ini akibat dari adanya : • • • • • Perkembangan desain di dunia global Demam Posmodern Adanya hubungan antara perkembangan desain dengan perlawanan budaya Adanya kesadaran terhadap hak penciptaan Keinginan untuk mewujudkan desain yang berwawasan lingkungan I. Adanya Program Industrialisasi 4. mengkritik dengan keras tentang buruknya perencanaan tatakota di Amerika (1960) Robert Venturi yang mengkritik secara tajam Modernisme dalam dunia arsitektur pada tahun 1966 Charles Jencks.• • • Beberapa dasawarsa akhir penjajahan Belanda Masa setelah kemerdekaan dan Demokrasi Terpimpin Masa Orde Baru hingga era pembangunan sekarang Dalam teori modernisasi. seorang sosiolog Amerika. kondisi Indonesia (Hindia Belanda) pada awal abad ke-20 dapat dikatakan sebagai masa transisi dari tradisional ke arah kehidupan modern dengan ditandai oleh : 1. Drucker : Keberlangsungan pembangunan sebuah bangsa bukan lagi bersandar pada modal. Terjadinya arus urbanisasi 5. Pendapat Para Ahli tentang abad ke 21 • • • • Peter F. Terjadinya Mobilitas Politik 6.

Sejak pergantian era pemerintahan Orde Baru dan tuntutan perbaikan kinerja program Wacana desain di Indonesia juga terjadi akibat adanya : a. melainkan juga dalam bentuk nilai – nilai b. teraga menjadi kebudayaan benda. Saiful Arif. Ditinjau dari aspek rupa. yang ditandai oleh : 1. kini dan yang akan datang.32 karena bangunan tersebut selama ini menjadi tonggak terapan gaya Modernisme di Amerika. Missouri. 2. c. tema maupun teknik pengungkapan. hal ini tercermin dari adanya penentuan arah kebijakan perekonomian akibat adanya perjanjian internasional dan permainan “Mata Uang” oleh negara – negara maju 2. Louis. desain telah menunjukkan aspek keragaman yang tak terhitung. baik gaya. Wacana Desain di Indonesia Belajar dari pelbagai kebijakan dan hasil pembangunan selama beberapa dekade. Fenomena yang terbentuk. .• Igoe pada tanggal 15 Juli 1972 di St. Guru Besar dari The Australian National University : Makna pembangunan yang dilakukan oleh setiap negara adalah proses transformasi segala bidang dari kondisi tertentu menuju kondisi lain yang lebih baik. tidak hanya secara teraga. desain tidak terlepas dari rona pembangunan “besar” yang dijalankan oleh satu pemerintahan dimana tercermin dari aneka kebijakan termasuk komitmen antar kebudayaan ataupun antarnegara II. baik pada masa lalu. telah nyata bahwa Indonesia terpengaruh oleh dampak percepatan keterbukaan budaya sedunia. Upaya Pemberdayaan : Sebagai bagian dari kebudayaan yang teraga. Desain adalah wujud yang teraga dengan muatan – muatan makna di dalamnya. Demam Posmodern Era Posmodern adalah Masa transisi antara berakhirnya masa modernisme dan munculnya alternatif pemikiran baru sebagai usaha mencari bentuk baru III. Desain dan Perlawanan Budaya Aktivitas desain tidak terlepas dari sistem nilai yang berkembang di dalam masyarakatnya. Fenomena Persaingan : Terjadi akibat percepatan yang terjadi sebelumnya dimana memicu lahirnya pengelolaan produksi barang dan pergerakan pasar yang semakin tinggi. Keterbukaan Budaya : Budaya ragawi yang dihasilkan manusia tidak terlepas dari sistem dunia yang terintegrasi antara satu sistem nilai dengan sistem lainnya. pada jam 15. Semakin menonjolnya pengaruh budaya kuat negara – negara adidaya.

5 tentang Perindustrian Pasal 17 : Desain Produk Industri mendapat perlindungan hukum yang ketentuan – ketentuannya diatur dengan peraturan pemerintah c. ada 24 negara yang menjadi anggota termasuk Indonesia sejak tahun 1953  Locarno Agreement Establishing an International Classification for Industrial Designs (1968 hingga 1995 beranggotakan 23 negara)  TRIPs (Trade Related Aspects of Intelectual Property Rights. namun dari kalangan praktisi hukum yang mengamati fenomena global bahwa hak – hak penciptaan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari wacana ekonomi global. 20 Tahun 2000) Beberapa dasar hukum yang dapat dipakai sebagai acuan adanya perlindungan bagi karya cipta di bidang desain terdiri dari : a. merupakan persetujuan integral dari persetujuan Putaran Uruguay dalam rangka GATT b. Peragaman citarasa masyarakat yang muncul sebagai perluasan. Undang – undang paten No. 3. telah tumbuh kesadaran akan hak – hak penciptaan. Baik untuk karya cipta milik orang asing maupun karya cipta milik Bangsa Sendiri HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) dalam bidang desain di Indonesia dikategorikan : 1. Konvensi Internasional :  WIPO (World Intelectual Property International)  Paris Convention for The Protection of Industrial Property (11 April 1995 beranggotakan 129 negara termasuk Indonesia)  Berne Convention for the Protection of Literary and Artistic Work (16 Mei 1995 beranggota 112 negara termasuk Indonesia)  The Haque Agreement Concerning the International Deposit of Industrial Designs (1993. 2. perumahan. Including Trade in Counterfeit Goods). Undang – undang hak cipta 1997 (diperbarui lagi tahun 2002) d. 19 tentang Merek) Bidang desain terutama performansinya (UU tentang Desain Industri No. penyebaran dan kebutuhan baru masyarakat akan aneka produk. msekipun awalnya bukan dari seniman. diantaranya : a. Undang –Undang No. baik mengandung nilai – nilai kebaruan. Kesadaran terhadap Hak Cipta Menjelang abad ke – 21. Peragaman Bahasa Rupa yang menjadi bagian kreatif wujud desain setiap periode. Karya Cipta Bidang Seni Rupa (UU Hak Cipta Tahun 1997) Karya yang bersifat Temuan (UU Paten Tahun 1997) Merek Produk berupa logo atau identitas produsen (UU No. 6 tahun 1989 . pengembangan ataupun varian b. pakaian dan komunikasi IV.Makna budaya yang lebih spesifik dalam karya – karya desain yang teraga itu dapat dikelompokkan atas beberapa peran. 4.

dan lingkungan hidup Membuat pernyataan tentang prinsip – prinsip yang menjadi pedoman bagi pengelolaan. dan mengupayakan manfaat penggunaan keragaman hayati dirasakan secara merata PP Perundang – Undangan dan yang berhubungan dengan Lingkungan Hidup dan pengelolaannya : 1. Peraturan Pemerintah (PP) : o PP No. 12/M/SK/1978.02/MENKLH/I/1988 tentang Pedoman Baku Mutu Lingkungan o MENLH No.e. kemudian melahirkan Deklarasi Rio tahun 1992 yang berisi antara lain :      Hak dan Tanggung Jawab bangsa – bangsa dalam memperjuangkan perkembangan dan kesejahteraan manusia Merancang cara mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan dari segi sosial. Undang – undang tentang desain industri No. 19 tahun 1992 g. Desain yang Berwawasan Lingkungan Dorongan dan isu – isu gentingnya masalah lingkungan tersebut. Undang – Undang : o No. tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor . 51 Tahun 1993 tentang AMDAL o Menteri Perindustrian No. ekonomi. memuat ketentuan bahwa setiap rencana yang diperkirakan mempunyai dampak terhadap lingkungan. Undang – Undang tentang merek No. tentang Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Lingkungan sebagai akibat Usaha Industri o MENKLH No. Kep.35/MENLH/10/1993. semua negara harus memberikan kontribusi untuk menstabilkan gas – gas rumah kaca dan atmosfer pada tingkatan yang tidak akan mengacaukan iklim global. wajib dilengkapi dengan AMDAL yang pelaksanaannya diatur oleh PP o No. pelestarian. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang o No. dan pembangunan semua jenis hutan secara berkelanjutan yang merupakan unsur mutlak bagi pembangunan ekonomi dan pelestarian segala bentuk kehidupan Dalam mensiasati terjadinya perubahan iklim. yaitu hasil sampingan dari pemakaian bahan bakar untuk mendapatkan energi Konvensi tentang keragaman hayati yang menghendaki agar semua negara mengerahkan segala daya dan dana untuk melestarikan keragaman spesies hidup. pernyataan ini mensyaratkan pengurangan emisi gas – gas seperti karbon dioksida. 31 Tahun 2000 V. 4 Tahun 1982 tentang ketentuan – ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. RPP tentang desain produk industri f. 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 2. KEP.

com/desain-modern-di-indonesia/ . KM 8 Tahun 1989.wordpress. tentang Persyaratan Laik Jalan Kendaraan Bermotor Kepala BAPEDAL RI No. Kep49/MENKLH/6/1987 tentang Pedoman Dampak Penting) MENLH No. Kep-56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting (sebagai pengganti No.o o Menteri Perhubungan No. KEP-16/MENLH/4/1996 tentang pelaksanaan Program Langit Biru Isu Nasional dan Kesepakatan Internasional : • • • • • • • Program Pembangunan Berkelanjutan KTT Bumi Rio de Janeiro 1992 dan Deklarasi Rio Agenda 21 sebagai Rencana Global Pembangunan Berkelanjutan Konvensi Tentang Perubahan Iklim dan Keragaman Hayati KTT Bumi 5 Juni Tahun 1997 ISO 14001 mengenai Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan Program Ekolabeling Sumber : http://sosiologidesain.

serta praktek-praktek moral hazard menjalar di setiap aktivitas masyarakat. yang bisa berpengaruh terhadap tujuan dan cita-cita bangsa ini. A. Permasalahan-permasalahan ini merupakan mata rantai masalah. 30 November 2010 Menuntaskan Agenda Bangsa. Masalah ini justru menimbulkan krisis kualitas manusia Indonesia yang pada gilirannya tidak mampu mengelola sumber daya nasional. Kualitas penyerapan ilmu pengetahuan masih rendah. budaya. Harus! (Bag. Krisis kesejahteraan rakyat ini membuka peluang terjadinya krisis moral. B. Budaya belajar dan menuntut ilmu semakin dikesampingkan oleh bangsa ini walau Pemerintah telah mengambil kebijakan wajib belajar dan memberikan peluang yang seluas-luasnya kepada aset bangsa untuk belajar dengan biaya yang telah disediakan Pemerintah.Warta Pelaku: Artikel sumber: warta. penyakit sosial (social pathology) masih ditemukan di antara sesama bangsa Indonesia.asp?mid=3210&catid=2 Padangsidimpuan. sebagai berikut. ada beberapa masalah dan tantangan yang dihadapi Indonesia. Ditandai dengan gejala menurunnya rasa kasih sayang dan kepedulian sosial. maupun keamanan dan pertahanan negara. mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Yaitu. Melemahnya kualitas penghayatan moral dan norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. ekonomi. Baik itu sektor sosial. hukum. Menurut pandangan secara umum. Secara umum dan sederhana masalah ini kemudian berimplikasi pada lemahnya penghayatan moral dan norma dalaam aktivitas kehidupan berbangsa dan bernegara. politik. 1) Bangsa Indonesia sebenarnya masih mengalami berbagai masalah yang begitu kompleks dari segala sektor. yang merupakan rantai masalah bangsa. Upaya Pemerintah untuk mencerdaskan bangsa .

Begitu juga dengan sejumlah jenis kekayaan/aset negara yang tidak dikelola sepenuhnya oleh negara. Artinya. mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia merupakan agenda pembangunan nasional yang prioritas untuk direalisasikan. rehab rumah. pinjaman modal usaha. Produk dalam negeri kalah bersaing dengan produk asing. sebagai salah satu pelaksana amanah tersebut. Amanah ini merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar dengan dalih apapun. sehingga dikategorikan “miskin”. tidak sedikit upaya itu tertunda keberhasilannya. sehingga perputaran perekonomian Indonesia stabil. C. hingga pemberian alat/bahan/material sebagai potensi usaha yang diinginkan oleh masyarakat.adalah agar mampu mengembangkan ilmu pengetahuannya sebagai modal keberlangsungan hidup yang bergengsi. dan dengan sendirinya. upaya Pemerintah tersebut masih mengalami kendala yang ditandai dengan banyaknya jumlah anak dan pemuda yang putus sekolah. Pemerintah. Dalam segi ketenagakerjaan juga mengalami penurunan kualitas kemampuan tenaga kerja. Bantuan-bantuan diberikan kepada masyarakat miskin (pro poor) pun dilakukan oleh hampir seluruh departemen/badan/dinas/instansi pemerintahan. telah berupaya melakukan program gerakan/aksi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. bahkan standar manusiawi. Pengelolaan uang negara belum efisien dan sebagainya. Rendahnya kualitas kesejahteraan bangsa. D. sebagaimana tertuang dan diamanahkan dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Bantuan Langsung Tunai (BLT). peluang lapangan pekerjaan dan pendapatan lebih layak. Justru malah pihak asing yang memiliki peran penting meraih keuntungan besar dari negara kita. layak jual dan memiliki nilai tawar yang diperhitungkan. Namun. Tujuan bangsa Indonesia membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum/rakyat. bahkan Pihak swasta—sebut saja pemberian asuransi dan pelayanan kesehatan maupun pendidikan. investor luar maupun dalam negeri merasa was-was untuk menyuntikkan modalnya untuk membangun usaha maupun industri. dengan alasan kenyamanan dan keamanan serta keberlangsungan sebuah proyek perekonomian dikhawatirkan terganggu. Pertumbuhan ekonomi masih didominasi oleh konsumsi dan impor. sehingga masih banyak ditemukan masyarakat yang hidupnya di bawah standar kelayakan. Hal ini terlihat dari penerimaan pajak yang belum maksimal. Padahal. . rakyat akan merasakan dampak positif dari hal tersebut. Pengelolaan tabungan juga belum optimal. Ironisnya. Ternyata persoalan di atas merupakan konsekuensi kelemahan di bidang ilmu pengetahuan. Nilai produk dalam negeri masih sangat rendah. pengelolaan sumber daya yang baik dapat menopang penghasilan negara. Namun. pembangunan meningkat. sembako. Gejala yang timbul adalah sebagian lulusan perguruan tinggi tidak mampu membuka kesempatan berwirausaha. Melemahnya pengelolaan sumber daya nasional. Potensi pertambahan penghasilan negara pengelolaan yang dilakukan masih mengalami hambatan.

Paradigma dan praktek yang muncul adalah membatasi kegiatan yang mengindahkan dan mendukung kelestarian lingkungan dan peningkatan pembangunan yang berkelanjutan. karena hanya bersifat parsial. Misalnya saja mengubah sungai. Pandangan yang keliru sering tercetus dari suara sebagian masyarakat miskin. ditambah MCK yang kurang memadai dan tidak sehat. Di antaranya: • • • Ruang lingkup politik Masyarakat miskin tereliminasi keposisi yang marjinal (terpuruk) akibat proses politik maupun kebijakan penyelenggara pemerintahan dan pemilik wewenang yang kurang berpihak. tidak begitu penting. Penataan dan pembangunan lingkungan serta permukiman yang dilakukan bukan solusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. atau tidak tepat sasaran kepada kelompok masyarakat miskin. Padahal. volume serta material sangat sederhana. sehingga keadaan inilah yang dimaksud di atas: kurang peduli menjaga kelestarian lingkungan dan permukiman. atau belum ada lembaga/wadah yang mampu mengakomodir suara kepentingan masyarakat miskin. Lalu. bagaimana mungkin aktivitas sosial terpikirkan seiring tekanan dan desakan kebutuhaan hidup. Ruang lingkup lingkungan Pola hidup masyarakat miskin yang tertutup dan terkesan tidak peduli dengan sekitarnya. berkumpul dan mengembangkan diri. atau bahkan tidak ada sama sekali ini merupakan ciri-ciri kemiskinan yang dimiliki. optimisme menurun dan menguatnya pesimisme. Kebiasaan pola hidup yang dialami menguatkan dan terinternalisasi ke dalam pemikiran dan perilaku tidak sehat. sehingga kebutuhan yang dikehendaki dalam aplikasi menjalankan hidup secara manusiawi terpendam sejalan dengan waktu. Ruang lingkup sosial Kehidupan bermasyarakat. berbangsa dan bernegara. tanpa mengeluarkan modal atau dengan . dengan penampilan. tidak berkelanjutan.Ternyata persoalannya adalah kebijakan dan upaya penanggulangan kemiskinan yang dilakukan dipandang kurang efektif dalam menurunkan angka kemiskinan. bahkan praktek yang ditekuni kurang menjaga kenyamanan lingkungan dan permukiman. Permasalahan kemiskinan yang begitu kompleks. Lain lagi perumahan yang dijadikan wadah berteduh. serta menghilangkan nilai-nilai kapital sosial. saluran air/parit maupun jalan yang semula indah menjadi pemandangan suram—yaitu sebagai wadah penampungan sampah dan limbah. kondisi ini akan memperparah keadaan masyarakat miskin itu sendiri. Perilaku politik yang menghasilkan kebijakan-kebijakan hanya menyentuh kepentingan sepihak. berlindung. multidimensional dan struktural ini menyisakan beberapa gejala-gejala yang bergerak merusak upaya transformasi sosial. Kondisi ini yang menyebabkan masyarakat miskin tidak terintegrasi ke dalam sebuah institusi sosial. Bagi mereka mempertahankan hidup saja sudah cukup berat dilakukan. kondisi ini dapat diubah menjadi baik. dan cenderung memikirkan kehidupan dirinya sendiri atau keluarganya saja tidak akan mampu beradaptasi dengan lingkungannya. menurut masyarakat miskin. Perilaku politik ini sebenarnya disebabkan faktor tiadanya keterlibatan masyarakat miskin dalam proses pengambilan keputusan itu. Disadari atau tidak. ternyata di bawah standar kelayakan. Malah sebaliknya mengusik ketenangan pola hidup yang selama ini berlangsung.

000 yang dimanfaatkan oleh empat orang tanggungan. Begitulah kehidupan yang dihadapi dengan penghasilan rendah. diharapkan patut menjadi renungan dan sekaligus perhatian semua pihak.• modal yang sedikit apabila kesadaran berpikir dan bersikap mengubah keadaan itu muncul lebih kuat. kondisi lanjut usia mudah terkontaminasi dengan fisik lemah dan cenderung tidak sehat. daripada pasrah menerima nasib saja. keluarga tersebut dapat dikategorikan keluarga miskin karena berpenghasilan tidak menentu. Ia bekerja menawarkan jasa transportasi angkutan jenis becak dayung. mengingat telah lanjut usia. Ia bergelut mengandalkan tenaga dan kerasnya persaingan di bidang jasa yang dilakoninya. Ditinjau dari kondisinya. Tentu. Menurut pendapat yang disampaikan para ahli/pakar atau pengamat/pemerhati atau tokoh/ilmuwan internasional maupun Indonesia. kunjungan. Kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jasa terkadang menjadi alasan. Becak bermotor. tepatnya di Wilayah Provinsi Sumatera Utara. penjual jasa ini sudah tidak layak bekerja lagi. khususnya kajian ekonomi. Pengeluaran yang kongkret meliputi biaya makan untuk empat . Becak dayung yang mengandalkan tenaga itu. melainkan fakta yang lalu dituangkan dalam sebuah catatan sejarah. Penghasilan itu semata-mata diupayakan oleh satu orang saja tanpa ada penghasilan tambahan. kerap tidak dilirik oleh pengguna jasa dengan alasan yang cukup mendasar: kecepatan dan kapasitas angkutnya terbatas. Andalan tenaga yang satusatunya dimiliki hanya dihitung oleh pembeli jasa. Diperparah keadaan bahwa empat tahun belakangan ini becak dayung kalah bersaing dengan becak bermotor yang dinilai lebih mampu memenuhi keinginan pengguna jasa. mendapatkan perhatian yang rendah pula dari pembeli jasa. Sedikit pemisalan diuraikan sebagai referensi yang diperoleh dari pemantauan. murah. keluarga ini mengalami perbandingan yang tidak seimbang: pengeluaran lebih besar dari pendapatannya. keahlian dan disiplin ilmu tidak memadai serta cendrung mengandalkan tenaga. biaya cukup tinggi dan sering mengalami kerusakan karena rata-rata becak dayung yang beroperasi adalah “barang lama” dan produk baru sukar ditemukan. sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup yang manusiawi. Dari uraian ini. dimana keberadaannya perlahan punah dan sedikit peminatnya. bahkan nilai jasa lebih murah dari becak dayung. Seorang laki-laki berusia 62 tahun berperan sebagai kepala keluarga penopang hidup keluarga ini. Kondisi ini membuka peluang terjadinya kecelakaan maupun menimbulkan penyakit bagi dirinya sendiri.000 – Rp15. yang tengah mengalami pergeseran kualitas dan kuantitas. Keadaan ini bukan hanya sekedar narasi semata. nyaman. selain efektif waktu. Ruang lingkup ekonomi Keterbatasan kemampuan masyarakat miskin membangun akses dan nilai jual terhadap keterampilan. Rata-rata per hari hanya mampu memperoleh Rp7. maupun survai ke lokasi. secara teoritis berdasar materi kajian pemetaan swadaya. juga berkapasitas lebih dari segi jumlah pengguna jasa dan barang yang dibawanya. atau lebih mendekati cukup untuk makan sehari-hari keluarga saja. Sebuah kisah salah satu keluarga yang hidup sangat sederhana di daerah perkotaan. bahkan kurang dari pemenuhan kebutuhan pokok. Lazimnya nominal jasa tidak lebih.

19 F. Telp: (021) 70912271. Firstavina) Pusat Informasi P2KP. OC-1 Provinsi Sumatera Utara. tapi justru sebaliknya menambah beban utang di mana-mana. tidak dimiliki oleh masyarakat miskin. Alat pendukung. (021)-70952271 . ST.. beras + lauk pauknya. material dan dana dari usaha yang dijalankan sangat tidak memadai. menyewa. Begitu juga dengan hunian atau perumahan. Asisten Kota Infrastruktur Kota PadangsidimpuanSibolga. misalnya. Pejompongan -Jakarta Pusat 10210. sehingga kompetisi usaha dengan sendirinya mengalami kekalahan.• orang terdiri dari pembelian bahan bakar minyak. Bersambung. PNPM Mandiri Perkotaan. Ruang lingkup Aset Rendahnya tingkat kepemilikan masyarakat miskin terhadap modal yang mendorong keberlangsungan hidup. Jl. Jenis pengeluaran yang mendasar ini dapat dianalisa beberapa pengeluaran akan didelete. No. biaya kesehatan. dalam arti beberapa kebutuhan akan dihilangkan dan penyelesaian yang dilakukan adalah pemaksaan kondisi agar normal dengan segala resiko yang ada. Penjernihan 1. dan bila adapun tidak layak huni. Malah bagi mereka yang memiliki aset berupa harta warisan. biaya listrik per bulan dan biaya tambahan lain. seperti biaya perawatan becak dayung. (Rahdiansyah Pane. Sumber daya manusia (human capital) sangat terbatas. Perilaku ini bukan menambah aset. yang sering terjadi adalah penjualan aset satu persatu dan pengelolaan dana yang tidak beraturan. dan lain-lain. Ada yang berstatus tidak memiliki rumah. menumpang. Kepemilikan aset berupa tanah.

Peran negara dalam pembangunan di Indonesia maupun Korea Selatan dapat ditelusuri dari proses dan hasil yang dicapai dalam pembangunan di dua negara tersebut. Yang berkaitan dengan hubungan saling tindak antara negara dan pembangunan. sebagai berikut: Peran negara dalam pembangunan di Indonesia berbeda dari jaman penjajahan Belanda hingga saat ini: . 2008 NEGARA DAN PEMBANGUNAN BOOK REVIEW: Negara dan Pembangunan. Hubungan saling tindak antar negara dan pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan dapat dicermati melalui kenyataan sejarah yang berkembang di dua negara tersebut. Studi Tentang Indonesia dan Korea Selatan Pengarang: Arief Budiman Penerbit: Yayasan Padi dan Kapas. November 05. Jakarta Tahun: 1991 Jumlah Halaman: 101 PERAN NEGARA DALAM PEMBANGUNAN DENGAN MEMBANDINGKAN INDONESIA DAN KOREA SELATAN.Wednesday.

dan akhirnya berhasil menarik perhatian dan bantuan dari AS. sebagai berikut: Jaman kolonial dan sebelumnya: sebelumnya Korea adalah negara merdeka yang diperintah oleh beberapa kerajaan. yang juga menguasai ekonomi Korea. Pemerintahan militer dan pembangunan ekonomi: pemerintah baru pimpinan Jenderal Park Chung-Hee yang mulanya menghadapi kesulitan karena pemerintah AS mencurigai latar belakang militer. Jaman pemerintahan sipil: setelah merdeka dari Jepang. Peran negara dalam pembangunan Korea Selatan. di mana peran negara dalam pembangunan jiuga mengalami perubahan. Indonesia dinamakan Negara Otoritas Birokratis Rente (Negara OB Rente) sebaliknya Korea Selatan disebut sebagai Negara Otoriter Birokratis Pembangunan (Negara OB Pembangunan). karena tanah dikuasai oleh Negara/Pemerintah Belanda. Peran negara dalam pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan ditinjau dari hasil pembangunan ekonomi yang dicapai. Disusul dengan penjajahan Jepang. sepanjang kenyataan sejarah juga bersifat dinamis. namun pemerintah militer yang berkoalisi dengan teknorat ekonomi. Negara Korea terpecah menjadi 2 negara. burjuasi orang Korea dibidang perdagangan dan industri muncul juga. Jaman Peralihan Demokrasi: terjadi peralihan dari demokrasi paralamenter ke demokrasi terpimpin. yakni Negara Korea Selatan dan Negara Korea Utara yang menganut faham komunis dan Korea Selatan yang menganut faham kapitalis. Negara Orde Baru: Ditandai dengan peran militer yang dominan dalam kehidupan politik dan negara. Pada periode ini keadaan ekonomi Indonesia cukup sulit. masih perlu dicermati apakah krisis ini akan mengalihkan peran negara sebagai “otoriter birokratis” rente (NOBR) dan Negara Otoritas Birokratis Pembangunan (NOBP) masih tergantung pada proses politik yang terjadi sekarang. Di mana keotoriteran negara dipakai untuk menumbuhkan kelompok wiraswastawan yang tangguh. serta kelompok wiraswasta yang bergantung pada mereka.Jaman Kolonial Belanda: sistem perekonomian kolonial Belanda tidak/gagal melahirkan kelas Tuan Tanah/Burjuasi Pribumi. tetapi sekarang Indonesia tertinggal jauh. sehingga ekonomi Korea Selatan dapat berkembang pesat. terdapat perbedaan antara kedua negara yakni dipakai untuk memperkaya birokrat negara. Benih sebuah negara yang kuat sudah ditanam sejak zaman kolonial. berhasil pembangun pemerintahan yang relatif bersih. sifat negara otoriter dan “negara rente” pada dasarnya tidak berubah. sedangkan Indonesia cuma US$ 440 (8.18 kali dari . dan selanjutnya benih kehidupan beralih ke tangan Jenderal Soeharto. meskipun kecil. dapat dijelaskan sebagai berikut: Setelah perang dunia kedua usai. dan diserahkan pada kelompok-kelompok kaum pedagang. Ketika terjadi krisis multidimensi di bidang sosial-politik-ekonomi hingga saat ini. tingkat perkembangan ekonomi kedua negara sama. maka peran negara dalam proses pembangunan di masing-masing negara juga berbeda khusus dalam kaitan dengan “keotoriteran negara” untuk membentuk kelompok wiraswasta yang tangguh untuk memutar roda pembangunan ekonomi. Dari perkembangan sejarah pemerintahan dari negara yang berbeda antara Indonesia dan Korea Selatan. kemudian beralih ke sistem politik liberal dan selanjutnya ke negara otoriter oleh Bung Karno. sesuai dengan perkembangan sosiologi-politik di masyarakat yang dinamis. Tahun 1988 GNP/Kapita Nasional Korea Selatan mencapai US$ 3.600.

sementara Korea Relatif homogen. yakni dukungan dari Amerika Serikat. maka secara singkat ditarik kesimpulan tentang peran negara dalam pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan sebagai berikut: Peran negara yang berbeda. terutama pada era perang dingin antara USA dan negara sosialis/komunis. kebijakan seperti itu masih lemah.GNP/kapita Indonesia). Indonesia terdiri dari banyak suku dan bahasa. juga didukung oleh faktor eksternal. Dari kenyataan ini jelas bahwa peran negara dalam pembangunan ekonomi di Korea Selatan lebih menonjol. pada masa Pemerintahan Presiden Park. dengan . Peran pemerintah negara dalam menata ekonomi dan menguasai/mampu mengendalikan diri dari jebakan “renternir”. Korea berhasil dengan landreform pada tahun 1950-an sementara Indonesia landreform gagal dilaksanakan pada permulaan tahun 1960-an. Peran negara Korea Selatan dalam pembangunan yang ditandai oleh peningkatan ekonomi. dan akhirnya bangkit/membangun industri dan menjadi salah satu dari 4 macam Asia yang bangkit pada permulaan tahun 1990-an. Hal ini berbeda dengan Korea Selatan. menempatkan salah satu kunci kebijakan pembangunan yang berhasil. di mana Indonesia merupakan Negara Kepulauan sementara Korea Selatan Daratan. utamanya guna mengalihkan suatu negara dari negara demokrasi otoriter renternir ke negara demokrasi otoriter pembangunan. serta kebijakan penjajah itu sendiri. PERBEDAAN DAN PERSAMAAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN ANTARA INDONESIA DAN KOREA SELATAN Perbedaan Kebijakan pembangunan Indonesia berhadapan dengan tantangan yang berbeda dengan Korea Selatan. Bantuan dana dan toleransi kebijakan dari negara Amerika di Korea Selatan justru mendorong bangkitnya Industrialisasi di Korea pada era Tahun 1970-an hal mana tidak terjadi di Indonesia. dibandingkan dengan Indonesia. dan silih berganti dari pemerintahan satu ke lainnya. sementara negara Korea dibawah kepemimpinan Presiden Park dapat menguasai masyarakat sipil. Dari seluruh analisis dan uraian. terutama pada periode “perang dingin” antara negara Barat dan negara-negara Sosialis/Komunis. tetapi juga ditentukan oleh pemimpin negara dalam menentukan strategi yang tepat. Sementara Indonesia. berhasil menyusun Negara Korea Selatan sebagai Negara OB Pembangunan. Korea Selatan berhasil. Perbedaan dalam prestasi pembangunan ekonomi Indonesia ini juga antara lain disebabkan oleh karena gagalnya Indonesia beralih menjadi Negara OB Pembangunan. Faktor lain yang membedakan peranan negara dalam pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan adalah sebagai berikut: Persaingan di bidang ekonomi antar kelompok Asli Indonesia mengakibatkan terpecahnya burjuasi Indonesia. ditinjau dari aspek hasil pembangunan ekonomi yang dicapai. selain didukung oleh faktor internal. setelah Jenderal Soeharto mengambil alih kekuasaan pada tahun 1966. yang sejak Jenderal Park Chung-Hee merebut pucuk pimpinan Negara Korea Selatan pada tahun 1961. Selebihnya dukungan eksternal bagi Indonesia relatif korup. Hal mana terjadi di Korea Selatan. namun Indonesia gagal. selain dipengaruhi oleh perkembangan sejarah sebelum kolonialisme melanda kedua negara. serta didukung oleh negara Amerika Serikat.

Sebelumnya kedua negara sama-sama mengalami sistem pemerintahan demokrasi parlamenter. Sifat dan pembentukan negara dari waktu ke waktu juga berbeda. Penjajahan Jepang atas Korea. Di Korea Selatan. Indonesia dibawah Sukarno. Indonesia mengalami perang saudara pada tahun 1957 (peristiwa PRRI dan Permesta). Korea Selatan dan Indonesia sama-sama dipimpin oleh presiden yang berlatarbelakang militer. dibandingkan dengan Indonesia. hal mana merupakan dampak negatif dari kebijakan politik pemerintahan kolonial. sementara Indonesia gagal dalam program landreform era tahun 1960-an. Tahun 1988 GNP/Kapita Nasional Korea Selatan mencapai US$ 3. Dari kenyataan ini jelas bahwa peran negara dalam pembangunan ekonomi di Korea Selatan lebih menonjol. Di Indonesia negara gagal membentuk kelompok wiraswasta yang tangguh. seperti juga di Indonesia. tetapi perdagangan hasil bumi. menjelang datangnya kolonialisme Jepang di Korea. sedangkan Indonesia cuma US$ 440 (8. Sebelum Korea dijajah oleh Jepang. kebijakan pembangunan yang ditempuh berbeda. kegiatan perdagangan kurang dianjurkan.600. Korea Selatan dibawah Syngman Rhee. tingkat perkembangan ekonomi kedua negara sama. Persaingan seperti di Indonesia.18 kali dari GNP/kapita Indonesia). KHUSUSNYA PERAN NEGARA Kekuatan Pembangunan Kekuatan pembangunan yang mestinya dapat dimanfaatkan oleh negara dalam proses pembangunan di Indonesia adalah sebagai berikut: . ditinjau dari aspek hasil pembangunan ekonomi yang dicapai. negeri itu tidak terdapat kelompok pedagang (hal ini disebabkan karena ajaran Confusius yang menyatakan bahwa “mengumpulkan kekayaan. Sebaliknya justru keotoriteran negara di manfaatkan untuk memperkaya birokrat negara serta kelompok wiraswasta yang tergantung pada mereka. mula-mula bertujuan untuk mendukung proses awal industrialisasi di Jepang dan sebaliknya. Korea Selatan pada tahun 1961. tidak terjadi di Korea Selatan. tetapi sekarang Indonesia tertinggal jauh. pada era tahun 1950-an. Indonesia mendapatkan pemerintah yang didominasi oleh kaum militer sejak tahun 1966. Sejak saat itu.demikian kebijakan pembangunan juga berbeda sesuai dengan spesifik yang dihadapi. Korea Selatan dipimpin oleh Jenderal Park Chung-Hee semantara Indonesia dipimpin oleh Jenderal Soeharto. maka Belanda tidak mengembangkan industri di jajahan Indonesia. Berbeda dengan Indonesia. kedua negara diperintah oleh sebuah kekuasaan yang bersifat otoriter. KEKUATAN DAN KELEMAHAN PEMBANGUNAN INDONESIA. sedangkan Korea Selatan mengalaminya pada tahun 1950-1953 (Perang Korea). Di Indonesia terjadi persaingan di bidang ekonomi antara kelompok Cina dan kelompok asli Indonesia. bukanlah suatu hal yang terpuji”) dengan demikian. keotoriteran negara dipakai untuk menumbuhkan kelompok wiraswasta yang tangguh untuk memutar roda perekonomian. karena Belanda saat itu bukan negara industri. yang berimbas pada pembangunan ekonomi dan sebagainya. perkebunan dan sebagainya. Indonesia dijajah Belanda dengan sistem penjajahan yang kebijakan ekonominya didasarkan pada ekspor bahan mentah atau barang-barang primer. Korea Selatan berhasil dengan kebijakan landreform. Persamaan Setelah perang dunia kedua usai.

Kemandirian Negara Walaupun Indonesia merupakan negara yang majemuk. dan pengolahan minyak dalam negeri. khususnya kayu yang apabila diolah hingga produk hilir akan merupakan potensi komoditi ekspor yang besar. Potensi komoditi perkebunan yang pada saat penjajahan merupakan lokomotif pembangunan yang diekspor memenuhi pasar dunia. kurang mendapat perhatian. ditengah kriris akibat tingginya harga BBM seperti saat ini. belum sepenuhnya dieksploitasi. agama. sekaligus perluasan lapangan usaha/kerja dan pengentasan kemiskinan (umumnya nelayan kecil di Indonesia. belum sepenuhnya dimanfaatkan. dan diolah di dalam negeri. Membangun struktur negara yang lebih kuat/kemandirian negara juga meliputi upaya pemberantasan korupsi (OB Rente) mengarah ke OB Pembagunan. peran negara dalam penciptaan iklim demokrasi da persatuan bangsa. yang sehak lama merupakan andalan ekspor. Potensi hasil laut. miskin). demikian pula dengan potensi hutan. tetapi masih merupakan salah satu modal bagi pembangunan yang berkelanjutan. hingga saat ini Indonesia menjadi penimpor BBM dengna harga yang tinggi. dengan nilai tambah yang lebih. Potensi gas dan bahan bakar minyak bumi. khususnya antara negara sebagai subjek dan kondisi struktural lingkungannya ke arah positif akan mendorong ke arah pembangunan yang lebih baik. dari segi suku. sekaligus menciptakan lapangan usaha/kerja. ikan dan hasil laut lai9nnya.Optimalisasi potensi sumber daya alam yang melimpah. Apabila negara konsisten dengan suatu strategi khusus dana optimalisasi eksplorasi minyak bumi. antara lain: peningkatan pendapatan nelayan lokal. dengan menumbuhkan kelompok wirausaha yang tangguh. minyak bumi dan hasil tambang lainnya. Potensi minyak bumi. mestinya peluang emas itu dapat dinikmati. kehutanan. Pendapatan yang diperoleh oleh karena naiknya harga minyak dunia . namun belajar dari pengalaman sejarah sejak kemerdekaan. Kelemahan Pembangunan Kebijakan pembangunan oleh negara masih kurang mendukung sektor pertanian (sementara 80 % penduduk bekerja di sektor ini) padahal justru sektor primer inilah yang pada waktu lalu diandalkan oleh pemerintah penjajah dan bahkan berhasil menembus pasar dunia. adalah kenyataan yang apabila dapat dikelola secara profesional akan merupakan salah satu penghasil devisa yang cukup besar contoh saat ini: minyak kelapa sawit. saat ini praktis komoditi jagung dan kacang kedele sebagian besar masih diimpor dari Amerika. baik pertanian. walaupun melalui aneka tantangan. maka peran Indonesia sebagai pengekspor minyak akan tetap dapat ditingkatkan. Demikian pula dengan hasil hutan. Indonesia terlalu cepat ingin melompat ke industrialisasi yang high technology pada era tahun1980-an dan 1990-an. maka efek ganda yang timbul demikian besar dan luar. dan terdiri dari pulau-pulau yang tersebar. Apabila negara dapat mendorong industri berbasis produk kayu. dan sektor pertanian terabaikan. Dampak negatif yang terasa saat ini adalah beberapa tahun lalu Indonesia masih mengimpor beras. Posisi negara yang relatif kuyat dalam menghadapi masyarakat sipil yang dinamis dan majemuk merupakan aspek strategis yang dibutuhkan bagi pembangunan. melalui suatu pola pengembangan terpadu. perkebunan. perikanan. Rekapitulasi dan akibat dari pencampuran pelbaghai faktor tersebut di atas.

Sehingga fungsi negara untuk mensejahterakan rakyat terabaikan. Diposting oleh Wilson M. Titik lemah terletak pada birokrasi pemerintahan yang lemah dan korup. maka saat ini di mana harga minyak dunia meningkat tajam. di mana pertumbuhan ekonomi mencapai 8% dengan nilai absolut GDP yang tinggi. Kebijakan negara yang mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan fokus pada pertumbuhan proyek-proyek besar dengan harapan akan menetas ke bawah (trickle down effect) ternyata merupakan kebijakan dan harapan semu. Seyogyanya “rejeki mumpung” tersebut dimanfaatkan untuk terus mengeksploitasi potensi gas dan minyak bumi. Pada era 1970-an.pada era 1970-an dan 1980-an tidak dimanfaatkan secara baik.A. Therik di 9:07 AM . pendapatan negara akan meningkat secara signifikan. Dampak dari kelemahan strategi negara tersebut ialah semakin tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran. dan apabila itu terlaksana. dan semakin kuatnya segelintir pengusaha tertentu yang memperoleh fasilitas/ kemudahan. bahkan dimanfaatkan oleh birokrat yang korup dan kroni-kroni pengusaha yang dekat dengan penguasa serta menguntungkan sekelompok pengusaha tertentu. sebagaimana yang terjadi di Korea Selatan. Kelemahan utama adalah pada birokrasi pemerintah yang justru memanfaatkan kondisi bagi kepentingan pribadi para pemimpin. mereka yang “di atas” memperoleh lebih banyak dari pada rakyat miskin yang di bawah (masih terjadi kesenjangan). namun pembagian kue pembangunan tetap belum merata. Salah satu dampak dari akumulasi kebijakan negara tersebut di atas maka status negara tetap belum beralih dari OB Rente ke OB Pembangunan.

"Diagnosis" tersebut menurut pendapat kami memang benar dan kami ingin menunjukkan di sini bahwa kecemasan dan keprihatinan kami sendiri sudah berumur 23 tahun sejak kami menyangsikan ajaran-ajaran dan paham ekonomi Neoklasik Barat yang memang cocok untuk menumbuhkan ekonomi (ajaran efisiensi) tetapi tidak cocok untuk mewujudkan pemerataan (ajaran keadilan). I . Pada tahun 1981 konsep Ekonomi Pancasila dijadikan "Polemik Nasional" selama 6 bulan tetapi selanjutnya digemboskan dan ditenggelamkan.ekonomirakyat. Kini 21 tahun kemudian. namun hanya lebih ditekankan pada sila ke 4 yaitu kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.org/index. Inilah asas demokrasi ekonomi sebagaimana tercantum pada penjelasan pasal 33 UUD 1945.Th. Ia merupakan konsep lama yaitu Ekonomi Pancasila.php [Artikel . Kami ingin tegaskan di sini bahwa konsep ekonomi kerakyatan bukan konsep baru. kami mendapat banyak undangan ceramah/seminar tentang ekonomi kerakyatan yang dianggap kebanyakan orang merupakan ajaran baru setelah konsep itu muncul secara tiba-tiba pada era reformasi. Pada waktu itu (1979) kami ajukan ajaran ekonomi alternatif yang kami sebut Ekonomi Pancasila.September 2002] Mubyarto EKONOMI KERAKYATAN DALAM ERA GLOBALISASI Banyak orang berpendapat bahwa sejak krismon 1997 Indonesia telah men jadi korban arus besar "globalisasi" yang telah menghancur-leburkan sendi-sendi kehidupan termasuk ketahanan moral bangsa.======================== http://www.No. yang oleh ST MPR 2002 dijadikan ayat 4 baru. 7 . .

(3) Nasionalisme Ekonomi. yang menunjuk secara keliru pada pengalaman pembangunan Amerika. Bromley "A Development Alternative for Indonesia". keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat dicapai yaitu melalui etika. dan demokrasi/kerakyatan. dan (5) Pengajaran Ilmu Ekonomi di Universitas. Kini karena segala ajaran Orde Baru ditolak. Pakar-pakar ekonomi Indonesia yang memperoleh pendidikan ilmu ekonomi "Mazhab Amerika". yang keliru menganggap bahwa ilmu ekonomi adalah obyektif dan bebas nilai. Pada buku baru yang kami tulis di AS bersama seorang rekan Prof. intervensi pemerintah yang minimal. dan serta merta merumuskan dan menerapkan kebijakan ekonomi yang mnghasilkan pertumbuhan. pulang ke negerinya dengan penguasaan peralatan teori ekonomi yang abstrak. dan mereka segera tersandera ajaran dogmatis tentang pasar. dengan isi (1) Partisipasi dan Demokrasi Ekonomi. (2) Pembangunan Daerah bukan Pembangunan di Daerah. dan selanjutnya menggerakkan mereka lebih lanjut pada penelitian-penelitian dan arah kebijaksanaan yang memuja-muja persaingan atomistik. Berikut kami sampaikan terjemahan bab terakhir (bab 5) Summary and Implications dari buku kami tersebut. nasionalisme. Kegusaran utama kami adalah bahwa kebijaksanaan pembangunan Indonesia telah dipengaruhi secara tidak wajar dan telah terkecoh oleh teoriteori ekonomi Neoklasik versi Amerika yang agresif khususnya dalam ketundukannya pada aturan-aturan tentang kebebasan pasar. Daniel W. (4) Pendekatan Multidisipliner dalam Pembangunan. konsep Ekonomi Pancasila juga dianggap tidak pantas untuk disebut-sebut lagi. kemanusiaan.Mengapa tidak dipakai konsep Ekonomi Pancasila? Sebabnya adalah kata Pancasila telah "dikotori" oleh Orde Baru yang memberi tafsiran keliru dan selanjutnya "dimanfaatkan" untuk kepentingan penguasa Orde Baru. yang menurut mereka juga akan membawa kesejahteraan dan kebahagiaan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. dengan alasan untuk menemukan "lembaga dan harga-harga yang tepat". Kesimpulan kami tetap sama seperti pada tahun 1979 yaitu bahwa hanya dalam sistem Ekonomi Pancasila. bab 4 kami beri judul The New Economics of Indonesian Development: Ekonomi Pancasila. Para "teknokrat" ini bergaul akrab dengan pakar-pakar dari IMF dan Bank Dunia. dan yang semuanya jelas tidak tepat sebagai obat bagi masalah-masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia dewasa ini. dan menganggung-agungkan keajaiban . Ringkasan dan Implikasi Kami telah menelusuri sejumlah masalah yang sungguh memprihatinkan.

hukum. yang disebut gerakan antiglobalisasi. dan ancaman globalisasi yang garang.pasar sebagai sistem ekonomi yang baru saja dimenangkan. dan upaya mempertahankannya berdasarkan pemahaman yang tidak lengkap dari perekonomian. dan Bank Dunia. di manamana muncul gerakan untuk melawannya. Doktrin ini sungguh sangat kuat daya pengaruhnya terutama sejak jatuhnya rezim Stalin di Eropa Tengah dan Timur dan bekas Uni Soviet. Globalization and Its Discontents (Norton. Praha (2000). Sungguh sulit membayangkan kerugian yang lebih besar lagi. dominasi dan campur tangan asing. Dan berbagai LSM tingkat dunia (NGO) menerbitkan buku-buku yang menganalisis secara ilmiah. Gerakan ini mengadakan unjukrasa (demonstrasi) menentang pertemuan-pertemuan WTO. Keangkuhan dari pakar-pakar ekonomi dan komitmen mereka pada kebijakan ekonomi gaya Amerika merupakan kemewahan yang tak dapat lagi ditoleransi Indonesia. Nampaknya sudah berlaku pernyataan "kini kita semua sudah menjadi kapitalis". Praktek-praktek perilaku yang diajarkan paham ekonomi yang demikian. jelas bukan negara yang ideal jika massa besar yang terpinggirkan berunjuk rasa di jalan-jalan. sampai di Genoa Italia (2001). dan sejarah bangsa Amerika. bekas Uni Soviet. Komitmen pada model-model ekonomi abstrak dan kepalsuan pengetahuan tentang proses pembangunan. mulai dari Seattle (1999). Belum tentu. dan negara-negara Asia Timur. kami ingin mengingatkan bahaya keresahan politik yang sewaktu-waktu bisa muncul. Gerakan Anti Globalisasi Dalam 13 tahun terakhir sejak "Washington Concensus" [2] (1989) mengkoyak-koyak perekonomian negara-negara berkembang dari mulai Amerika Latin. dengan 3½ dekade "imperialisme intelektual". IMF. Kami khawatir Indonesia telah menukar penjajahan fisik dan politik selama 3½ abad. Terakhir terbit buku Joseph Stiglitz. dan baru kemudian memikirkan pembagiannya dan keberlanjutannya. Bagi mereka yang bersikukuh bahwa Indonesia harus terus mengejar pertumbuhan ekonomi sekarang. Kami secara serius menolak pendapat yang demikian. Keprihatinan kita yang kedua adalah bahwa pertumbuhan pendapatan nasional per kapita sebenarnya merupakan indikator paling buruk dari kemajuan serta pembangunan ekonomi dan sosial yang menyeluruh. Suatu negara yang kaya dan maju berdasarkan sebuah indikator. mengakibatkan terjadinya praktek-praktek yang keliru secara intelektual yang harus dibayar mahal oleh Indonesia. mengancam secara serius keutuhan bangsa dan keserasian politik bangsa Indonesia yang lokasinya terpencar luas di pulau-pulau yang menjadi rawan karena sejarah. demografi. 2002) yang diresensi di manamana karena Stiglitz kebetulan adalah penerima hadiah Nobel Ilmu Ekonomi 2001 dan justru pernah menjadi Wakil Presiden Senior Bank Dunia . Sudahkah kita sampai pada "akhir sejarah ekonomi?".

Selanjutnya Paul Ormerod (The Death of Economics. Maka munculah gerakan ekonomi kerakyatan yang sebenarnya tidak lain dari sub-sistem Ekonomi Pancasila.(1997-2000). (4) Interest rate liberalization. (2) A redirection of public expenditure priorities towards fields with high economic returns and the potential to improve income distribution. UGM telah memutuskan membuka Pusat Studi Ekonomi Pancasila (PUSTEP) untuk menghidupkan kembali tekadnya mengembangkan sistem Ekonomi Panca sila yang berawal pada tahun 1981 ketika Fakultas Ekonomi UGM . tetapi karena kata Pancasila telah banyak disalahgunakan Orde Baru. Namun reformasi 1997-98 menyadarkan bangsa Indonesia bahwa paradigma ekonomi selama Orde Baru memang keliru karena tidak bersifat kerakyatan. dan jelas-jelas berpihak pada kepentingan konglomerat yang bersekongkol dengan pemerintah. maka konsep Ekonomi Pancasila yang dituduh berbau komunis lalu dengan mudah dijadikan musuh pemerintah. dan Departemen Keuangan Amerika Serikat yang tercapai di Washington DC berupa resep mengatasi masalah ekonomi negara-negara Amerika Latin yang dirumuskan oleh John Williamson sekitar tahun 1989 yaitu 10 kebijakan/strategi: (1) fiscal discipline. such as primary health care. demokratis. (9) Deregulation (in the sense of abolishing barriers to entry and exit). orang cenderung alergi dan menghindarinya. tetapi karena pemerintah Orde Baru yang didukung para teknokrat (ekonomi) dan militer begitu kuat. dan berkeadilan sosial). (7) Liberalization of FDI inflows. primary education. 1992) menyatakan ilmu ekonomi Neoklasik ortodoks harus dianggap sudah mati. perlawanan terhadap "imperialisme intelektual" ilmu ekonomi Neoklasik sudah lebih lama meskipun juga menjadi lebih relevan dan legitimate (syah) sejak "Washington Consensus". (5) A competitive exchange rate. Di Indonesia perlawanan terhadap teori ekonomi Neoklasik dimulai tahun 1979 dalam bentuk konsep Ekonomi Pancasila. (8) Privatization. Bank Dunia. manusiawi. maka ekonomi kerakyatan menekankan pada sila ke-4 saja yang memang telah paling banyak dilanggar selama periode Orde Baru. (3) Tax reform (to lower marginal tax rates and broaden the tax base). (6) Trade liberalization. nasionalis. dan Steve Keen "mene lanjanginya" dalam Debunking Economics (2001). dan (10) Secure property rights. dan masyarakat seperti biasa mengikuti "arahan" pemerintah agar konsep Ekonomi Pancasila ditolak. and infrastructure. Jika Ekonomi Pancasila mencakup 5 sila (bermoral. Washington Consencus adalah judul sebuah "kesepakatan" antara IMF. Dari segi teori.

mandiri di bidang ekonomi. Ekonomi rakyat benar-benar tahan banting. penyegaran nasionalisme ekonomi melawan segala bentuk ketidakadilan sistem dan kebijakan ekonomi. karena UGM sudah lama dikenal sebagai pengembang gagasan Pancasila dan sudah memiliki Pusat Studi Pancasila. Maka kemiskinan tidak dapat ditoleransi sehingga setiap kebijakan dan program pembangunan harus memberi manfaat pada mereka yang paling miskin dan paling kurang sejahtera. Survey Aspek Kehidupan Rumah Tangga Indonesia (Sakerti) 3 (Juni – Desember 2000) membuktikan hal itu dengan . Syarat mutlak berjalannya sistem ekonomi nasional yang berkeadilan sosial adalah berdaulat di bidang politik. penghormatan hak-hak asasi manusia (HAM) dan masyarakat. Srategi pembangunan yang memberdayakan ekonomi rakyat merupakan strategi melaksanakan demokrasi ekonomi yaitu produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dan di bawah pimpinan dan penilikan anggota-anggota masyarakat. dan berkepribadian di bidang budaya. Inilah pembangunan generasi mendatang sekaligus memberikan jaminan sosial bagi mereka yang paling miskin dan tertinggal.mencuatkan dan menggerakkan pemikiran-pemikiran mendasar tentang moral dan sistem ekonomi Indonesia. Moral Pembangunan yang mendasari paradigma pembangunan yang berkeadilan sosial mencakup: peningkatan partisipasi dan emansipasi rakyat baik laki-laki maupun perempuan dengan otonomi daerah yang penuh dan bertanggung jawab. bermoral Pancasila. Semasa krismon kekuatan ekonomi rakyat telah terbukti mampu bertahan. Kemakmuran masyarakat lebih diutamakan ketimbang kemakmuran orang seorang. Sistem Ekonomi Kerakyatan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Sistem Ekonomi Kerakyatan adalah Sistem Ekonomi Nasional Indonesia yang berasas kekeluargaan. berkedaulatan rakyat. pengkajian ulang pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu ekonomi dan sosial di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Pendirian Pusat Studi Ekonomi Pancasila dimaksudkan untuk benar-benar mengkaji dasar-dasar moral. pendekatan pembangunan berkelanjutan yang multidisipliner dan multikultural. ilmu. dan menunjukkan pemihakan sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat. dan sistem ekonomi yang sesuai dengan ideologi Pancasila. Pemihakan dan perlindungan ditujukan pada ekonomi rakyat yang sejak zaman penjajahan sampai 57 tahun Indonesia merdeka selalu terpinggirkan. Kesimpulan Globalisasi bukan momok tetapi merupakan kekuatan serakah dari sistem kapitalisme-liberalisme yang harus dilawan dengan kekuatan ekonomipolitik nasional yang didasarkan pada ekonomi rakyat. pencegahan kecenderungan disintegrasi sosial.

menunjukkan 70% rumah tangga meningkat standar hidupnya. A merger occurs when two companies combine to form a single company. By contrast. it could be acquisition. in an acquisition one company purchases a . or joint operation of each business companies are ordinary things to keep on the continuity of companies. These two corporations are increasingly mentioned in some news and energy magazines in Indonesia. Kesan krisis ekonomi memang dibesar-besarkan oleh mereka yang tidak lagi mampu "berburu rente" (rent seekers) yang bermimpi masih dapat kembalinya sistem ekonomi "persaingan monopolistik" yang lebih menguntungkan sekelompok kecil orang/pengusaha kaya tetapi merugikan sebagian besar golongan kecil ekonomi rakyat. Merger. it was also confirmed by Arifin Panigoro (Founder of Medco) in end October 2008 that Medco was possibility for have a synergy with Pertamina to stimulate the state oil and gas company to become a world-class company. Krismon memang lebih menerpa orang-orang kota dan menguntungkan orangorang desa. Ke-Indonesia-an SYNERGY OF PERTAMINA-MEDCO: TOWARD TO WORLDCLASS OIL COMPANY Rumors about such a synergy plan of Pertamina and MedcoEnergy have spread since the last several months. A merger is very similar to an acquisition or takeover. Actually. except that in the case of a merger existing stockholders of both companies involved retain a shared interest in the new corporation. Bagi kebanyakan orang desa tidak ada krisis ekonomi. merger. or joint operation based only on certain project area. acquisition. There are three optional synergy plans that can be chosen by them.

creating an uneven balance of ownership in the new combined company. But actually. we know that both names are remaining affixed to ExxonMobil or ConocoPhillips. Moreover. And merger ever happens to Exxon Oil and Mobil Oil or Conoco Oil and Phillips Oil. 21/2001 issue and the spirit of Article 33 of the 1945. Medco has reaching 30 thousand bopd and gas reaching 145 mmscfd. It will be an origin appears of merger between a state oil company and a private oil company in Indonesia. actually synergy plan between Pertamina and Medco has great opportunity and answer a doubt some parties that Pertamina can become a world class company not only for this country but also be an international player by its business in various countries. with the revised Law No. Medco has a network business in exploration and production overseas. No other words to say. All these entire sample synergy plans happens depend on situation and also by certain purpose each companies. And joint operation occurs when two or more companies just temporary doing specific project until it finished. Joint operation happened to Pertamina and ExxonMobil to operate Cepu Block in Indonesia. merger is second choice for synergy plan after acquisition. from USA and some countries in Middle East area. However. Acquisition occurs in BP and ARCO or Chevron and Texaco where eventually we know only left as BP and Chevron today. There are some examples for this synergy plan in oil and gas industry. This company has reached 191 mbopd (million barrel oil per day) and 1450 mmscfd (million standard cubic feet per day) of gas until august 2010. How about Joint Operation? Looking the intensive process these companies. if Medco isn’t willing and Pertamina not ready for acquisition for now. Medco will disappear from oil and gas industry in Indonesia. it seems to be small opportunity choice for Pertamina-Medco synergy plan. This company can increase profit and will easy to expanding the overseas oil business. although it can’t grow Pertamina rapidly as same as acquisition choice. because these companies will acquire profit and risk business equally. whose reserves reach 716 billion barrel. Now the question. In addition. Pertamina will not only potentially grow in performance of production. acquisition is more appropriate than merger and joint operation. As is well known. these companies had in fact to do it a long time ago in Donggi Senoro gas in Central Sulawesi. Pertamina is placed in second rank in oil production after Chevron Company and gas production after Total Company. If it can materialize. Until now. Pertamina should choose this option. Moreover. Merger can grow both companies potentially. It’s only oil company have production increase when other company has decrease in their production in several years. if they can combine their strength to expand their business to all Middle East area. . what is appropriate choice of cooperation option for synergy plan of Pertamina-Medco? To able develop Pertamina rapidly. synergy plan between these companies will push Pertamina into becoming a world class company like other state oil companies in other Asian companies.bulk of a second company’s stock. but also in assets and network.

persepakbolaan Indonesia semakin berkembang. “Sebenarnya permasalahan apa yang terjadi pada dunia persepakbolaan Indonesia?” Tentu ini menjadi pertanyaan yang hinggap di benak ratusan juta bangsa ini. Dengan campuran pemain Belanda. Olimpiade. Jika ditilik dalam satu tahun terakhir. Indonesia merupakan bagian dari perlehatan bergengsi dan berkelas itu. Indonesia tercatat sebagai negara Asia pertama yang masuk ke Piala Dunia. dan kualifikasi Piala Dunia. Indonesia berada pada posisi ke-135 pada tahun 2010. Sejalan dengan waktu. Tercatat pada tahun 1950-an. Jika dipilahpilah. Ambon. setidaknya ada beberapa hal reformatif yang bisa dilakukan bangsa ini jika menginginkan tim sepakbola yang kompetitif. Disana. itulah prestasi tertinggi yang diraih Merah-Putih hingga detik ini. Jawa. Tionghoa dan pribumi lainnya. Maka pantaslah jika Indonesia kini disebut sebagai Macan Asia yang tertidur. Peringkat Indonesia di daftar Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional pun juga semakin jeblok. dengan nama Hindia-Belanda di tahun 1938. Indonesia mencatat prestasi di kancah ASEAN GAMES.Written by: Ryan Alfian Noor Writer is Student of Petroleum Engineering ITB 2006 Oktober 26. sebenarnya Indonesia memiliki sejarah yang cukup gemilang dalam ajang piala dunia. Bisa dikatakan. Hegemoni sepakbola Indonesia mulai beralih ke kawasan Asia Tenggara pada tahun 1970-an pada turnamen antarnegara dan SEA Games. . Mulai dari sinilah gelar “Macan Asia” disemat oleh Indonesia karena berbagai prestasinya yang semakin menukik. dimana Indonesia ada di posisi ke-91. Posisi ini turun jauh dibandingkan tahun 2003. Namun tampaknya prestasi tim sepakbola Indonesia mulai mandek semenjak memenangi medali emas SEA Games 1991. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | Tinggalkan komentar » Membangunkan Macan Asia Yang Kini Tertidur Pulas Jika menukil sejarah persepakbolaan Indonesia berpuluh-puluh tahun yang silam. tim ini menggoreskan sebuah semangat sejarah yang tak mungkin dilupakan oleh bangsa Indonesia saat ini.

Tentu hal ini akan meningkatkan performa dan kualitas pemain-pemain Indonesia agar lebih kompetitif. Hal kedua yang harus dilakukan adalah merealisasikan pemusatan latihan bertaraf international di dalam negeri. Hal ini terlihat jelas dengan pengadaan ajang kompetisi yang cenderung apa adanya dan tidak profesional. Padahal dengan hadirnya sepakbola menjadi industri besar di Indonesia. Padahal untuk membentuk tim sepakbola kompetitif juga diperlukan organisasi yang sehat dengan pengurus yang bersih dan profesional. akan menjadikan posisi tawar persepakbolaan Indonesia di mata Asia Football Confederation (AFC) meningkat. Padahal sudah jelas bahwa persoalan mendasar dari tim junior Indonesia adalah teknik dasar yang masih lemah. Tak jarang. seperti halnya Australia dan Jepang yang notabene telah masuk alam ajang piala dunia. Hal ini harus dilakukan mengingat masih banyaknya jajaran pengurus pusat dan daerah PSSI yang memegang jabatan ganda di klub masing-masing. Hal reformatif berikutnya adalah meningkatkan iklim bisnis Indonesia yang menjangkau sepakbola. Oleh: Ryan Alfian Noor Mahasiswa Teknik Perminyakan ITB 2006 *Tulisan ini pernah nangkring di Harian Seputar Indonesia pada hari Rabu 13 Oktober 2010 Oktober 16. konflik kepentingan muncul mewarnai organisasi tersebut disaat prestasi sepakbola Indonesia sangat merosot. peluang klub Indonesia bermain di ajang Liga Champion Asia akan semakin lebar.Yang pertama adalah pembinaan tim sepak bola Indonesia usia muda yang berkelanjutan. Sebenarnya hal ini sangat memungkinkan dilakukan Indonesia mengingat negeri ini seringkali menginvestasikan jutaan dolarnya untuk mengirimkan sebuah timnas untuk belajar dan berlatih ke luar negeri 2 sampai 4 tahun. Dengan adanya akademi latihan yang lengkap ini. jika memang bangsa ini mau menyabet kembali gelar “Macan Asia” yang hilang. Perlu jangka waktu yang panjang dan dukungan penuh semua pihak. Dengan demikian. Hal reformatif terakhir yang harus dilakukan adalah organisasi yang memegang kuasa penuh atas perkembangan dunia persepakbolaan Indonesia. Sampai saat ini belum ada arah yang jelas arah pembinaannya. Di Indonesia. Memang semua hal reformatif bukan semudah membalik telapak tangan. sepakbola belum dianggap sebagai lahan industri yang bisa menghasilkan keuntungan besar. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | 1 Komentar » . kontinuitas peningkatan kualitas pemain dapat terus terjaga dari generasi ke generasi.

dan minyak berat sesuai dengan komposisinya. dll). jika dulu kebanyakan pengerjaan proyek migas masih menggunakan tangan dan ketelitian mata. Tampak pula sekarang berbagai macam software yang berlisensi atau yang bebas turut mempermudah pekerjaan seorang Engineer Teknik Perminyakan. kini semua telah termanajemen rapi dalam sebuah komputer. membuat kita seolah-olah dapat memprediksi apa saja yang akan terjadi di dalam bumi sana. Ilmu Teknik Perminyakan selalu berkembang dengan pesat terutama di negara-negara yang kaya dengan sumber migas. Hingga kini. tapi secara umum ilmu ini bisa dibagi kedalam ketiga sub-teknik: Teknik Reservoir. ekonomi. Berkaca dari sejarahnya. Ketiga sub-teknik ini terus berkembang dengan paduan sistem terkomputerisasi dan teknologi saat ini. Hal ini bisa dibandingkan dengan ilmu matematika. dan Negara Timur Tengah yang memiliki sederet nama kampus yang terdapat jurusan “Petroleum Engineering” didalamnya. filsafat. Sejak saat itulah ilmu itu terus menggeliat hingga memiliki kurikulum terstandar dalam dunia universitas atau institut dengan judul “Petroleum Engineering”. Sebenarnya makna “Petroleum Engineering” tidak mengikat fokus pada dunia perminyakan saja (berbeda dengan bahasa Indonesia. minyak. ilmu Teknik Perminyakan mulai tumbuh kembang saat Kolonel Drake yang mengebor lapisan tanah di Titusville di Pennsylvania. Belum lagi. Namun kali ini. dan politik yang kini telah dewasa karena telah berkembang selama beratus-ratus abad yang lalu. dll) dan analisis perminyakan (analisis energi. Maka tak heran. “Teknik Perminyakan” memiliki arti seolah hanya berfokus pada pengambilan minyak saja). Pengambilan gas pun juga menjadi bagian dari ilmu ini karena dari segi teknis hampir sama dengan mengambil minyak. “Petroleum” bermakna fluida hidrokarbon yang ada didalam lapisan geologi didalam permukaan bumi. hal ini menjadi penting untuk dipelajari karena negeri ini kaya dengan sumber migasnya. Perkembangan ilmu Teknik Perminyakan negara- . Ilmu Teknik Perminyakan masih terus mengakselerasi perkembangannya. Eropa. Dan hidrokarbon pun bisa berbentuk gas. jenisnya.Meneropong Masa Depan Perminyakan Indonesia Sudah ada banyak tulisan yang telah menguak tentang sains perminyakan (maknanya. Walaupun ada banyak bidang Teknik Perminyakan saat ini. maka tantangan energi bangsa ini tidak akan pernah terjawab. dan Teknik Produksi. dari sisi prakteknya dilapangan dan serta peluang diversifikasi ilmunya di Indonesia. tanpa kita harus kedalamnya. Kita bisa mengambil contoh di Amerika. analisis ekonomi. perkembangan dunia simulasi numerik dari sebuah reservoir di sebuah computer. Bagaimanapun juga. maka kita tidak hanya berbicara tentang pengambilan minyak saja. yang tak lain dan tak bukan lahir dari ilmu geologi yang telah berkembang cukup pesat sebelumnya. saya ingin meneropong lebih jauh tentang masa depan perkembangan “Teknik Perminyakan”. Teknik Pengeboran. Jika ilmu Teknik Perminyakan tidak mengakselerasi perkembangannya. Jadi ketika berbicara tentang teknik perminyakan. Bisa dikatakan. cara pembentukannya. hingga kini ilmu Teknik Perminyakan masih “balita” karena baru berumur sekitar dua abad.

kampuskampus tersebut memang getol sekali menelurkan alumni-alumninya untuk berkontribusi dalam industri migas yang ada di Indonesia. Secara umum. Hal ini ditandai dengan diadakannya mata kuliah Teknik Panas Bumi dan Unconventional Hydrocarbon Recovery sebagai mata kuliah baru di Teknik Perminyakan kampus Indonesia. Walhasil. Mari kita melihat sekilas sumber energi dalam permukaan bumi Indonesia lainnya. Efek domino yang bisa dirasakan saat ini adalah perkembangan dunia migas di Indonesia menjadi terhambat. Walaupun pengenalan kedua ilmu itu belum terlalu populer di Indonesia. Dalam salah satu sumber telah disebutkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki 60 cekungan sumber migas yang terbentang di sepanjang pantai barat Sumatera termasuk di Laut Cina Selatan. 2006). Trisakti. mata kuliah yang berkaitan dengan hal ini sebaiknya diperbanyak. Kedepannya. saat ini produksi minyak mengalami degradasi terus-menerus sejak tahun 2000. Sebenarnya solusi permasalahan ini dapat dipandang dari berbagai sisi. Selain itu. dan dalam tahap eksploitasi. yang proses mengambilnya mirip dengan proses mengambil migas. Lantas bagaimana dengan Indonesia? Sebenarnya ilmu Teknik Perminyakan Indonesia juga berkembang pesat seperti negara-negara kaya migas lainnya. Sampai sejauh ini. pantai utara Jawa dan berbelok ke selat Makasar. . Univ. yaitu di sepanjang pantai barat Kalimantan (Sumber: IAGI. dan beberapa STT Migas yang tersebar di seantero di Indonesia. Belum lagi ditambah dengan faktor politis sumber migas yang jadi rebutan negara adidaya dan isu hangat PSC Indonesia yang masih belum surut hingga kini. Berbicara ihwal perkembangan ilmu Teknik Perminyakan ini. baik perusahaan nasional atau asing. dan adalah sebuah keniscayaan suatu saat akan menjadi disiplin ilmu tersendiri di kampus yang nantinya akan menjadi interdisiplin dari ilmu perminyakan. yang 15 di antaranya telah berproduksi. 11 belum produksi. dan masih ada 22 basin lagi yang belum dieksploitasi hingga sekarang. Hal ini ditandai dengan menurunnya pendapatan negara yang berasal dari sektor migas. telah sudah ada beberapa kampus yang memasukan ilmu Teknik Perminyakan didalam salah satu kategori jurusannya. 60 cekungan ini dirinci lagi menjadi 38 basin telah dieksploitasi. khususnya ITB. UPN. industri migas mulai berancang-ancang untuk melakukan pembatasan jumlah karyawan karena belum adanya lapangan baru untuk dieksploitasi. kemudian baru berlanjut pada SDM yang berkualitas dan modal yang mumpuni. Namun semuanya akan berpulang lagi pada perkembangan ilmu Teknik Perminyakan itu sendiri. Adalah non konvensional gas (coalbed methane dan gas hydrate) dan geotermal yang memiliki prospek masa depan energi yang potensial di Indonesia. namun secara perlahan mulai menunjukan perkembangannya. perlu kiranya kita kaitkan dengan realita sumber migas yang ada di Indonesia ini. Kampus tersebut adalah ITB.negara itu ditopang oleh kebutuhan industri eksplorasi dan eksploitasi migas yang memang diminta oleh pemerintah untuk bisa memenuhi energi di negaranya. Rupanya era keemasan produksi minyak Indonesia dari tahun 1976-2000 telah berlalu karena stagnansi eksploitasi basin Indonesia.

kebanyakan soft-product (metode. Yang menjadi rekan disini bukan hanya dari Indonesia saja. merupakan beberapa softskill yang harus dimiliki para alumni Teknik Perminyakan agar bisa berkompetisi dan bersosialisasi dengan para rekannya. Tanpa adanya penanaman jiwa nasionalisme dan integritas pribadi pada calon alumni-alumninya. kegiatannya selalu diarahkan pada pembangunan bangsanya. kepandaian berbicara di depan umum. Jadi di perguruan tinggi manapun di Indonesia. dan industri. kampus juga harus bisa meningkatkan kapasitas para calon alumninya agar dapat unggul di kancah dunia internasional. Selain itu. Memang saat ini kita berada dalam kidung keterbatasan energi nasional kita sehingga mau tidak mau kita telah mengimpor minyak. pemerintah. Masa emas produksi minyak Indonesia memang sudah lewat. Kita pasti bisa. perlu dibentuk sebuah komitmen jelas antara industri. modal yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Kedepannya. maka yang tercipta hanyalah manusia-manusia yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya sendiri dan tidak memilikisense of belonging pada permasalahan energi bangsanya. saya ingin menutup tulisan saya ini dengan kata-kata John Naisbitt dalam salah satu bukunya. Hal ini dimotori kurangnya asupan dana yang disuntikan oleh pihak-pihak yang bersangkutan seperti ikatan alumni. kemampuan memimpin tim. Tidak diragukan lagi bahwa penguasaan bahasa asing. . untuk bisa membangun dan mengembangkan dunia petroleum Indonesia. Akhirnya. Dan yang terakhir dan tak kalah pentingnya adalah permasalahan modal. Belum lagi alat laboratorium yang sudah usang karena tak diganti sejak lama. alih-alih sudah mencakup rekan dari seluruh tataran belahan dunia lainnya. dan pihak alumni dari Teknik Perminyakan sendiri untuk membangun proses riset dan penelitian yang baik di kampus. yang menjadi visi besar setiap kampus negeri ini. Memang benar adanya bahwa kita harus belajar dari masa depan seperti kita belajar dari masa lalu. Memang hingga detik ini. Tentunya. Sudah kita ketahui bersama bahwa kampus merupakan lembaga pendidik dan penghasil manusia sesuai dengan tujuan kampusnya. Dia mengatakan: “we must learn from the future in precisely the ways we have learned from the past”. Apalagi jika arah riset dari kampus di bidang Teknik Perminyakan sendiri mulai diarahkan pada pembentukan hard-product yang dapat diaplikasikan langsung di lapangan dan bukan lagi hanya konsepsi tertulis diatas kertas saja.Yang kedua adalah SDM yang berkualitas. Penelitian. dan Pengabdian Masyarakat. Masa lalu telah mengajarkan banyak hal pada kita semua. tentu SDM yang dihasilkan haruslah bisa membangun kemandirian negara dari sektor energi. analisis. Modal sangat penting bagi kampus sebagai biaya riset dan penelitian. Di Indonesia dikenal sebuah credo Tridharma Perguruan Tinggi: Pendidikan. atau laporan) yang dihasilkan para calon alumni Teknik Perminyakan masih terkendala dengan keterbatasan data yang dimiliki kampus. tapi disana kita belajar dan menginstropeksi diri kita selama 24 tahun bagaimana cara mengelola minyak dengan baik hingga era kemandirian energi Indonesia itu pernah ada. Dunia migas merupakan “lahan basah” untuk berkarir dan tidak bisa dipungkiri juga bahwa prospek gajinya sangat cerah. Dalam kaitannya dalam dunia perminyakan. pemerintah.

Silakan statis dan monoton saja. untuk menggulingkan kediktatoran seorang pemimpin. maka berbuatlah sesuatu. mereka sangat aktif memanfaatkan kesempatan untuk menjadikan bangsa ini merdeka. KH Hasyim Asy’ari. KH Ahmad Dahlan. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an. Lingkungan eksternal yang senantiasa berubah. Wahidin Sudirohusodo.Oleh: Ryan Alfian Noor Mahasiswa S1 Teknik Perminyakan ITB 2006 September 2. memang butuh kreatifitas ekstra. berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Tjipto Mangunkusumo. Prita yang merasa dirugikan digugat hukum oleh pihak rumah sakit. Barangkali apa-apa yang dilakukan aktivis terdahulu tidak lagi cocok dengan realitas saat ini. dan sederet nama aktivis lainnya. Orang-orang yang hidup masa kini tetapi masih memakai cara berpikir masa lalu bisa-bisa akan terkena dampak yang diistilahkan oleh Alvin Tofler dengan nama “future shock”. Hal ini dilanjutkan dengan belum ditemukannya format baku gerakan aktivis pasca reformasi ini. sehingga kita “bukan aktivis biasa”. maka janganlah membuat terobosan-terobosan apa-apa. Manfaatkan media apapun secara positif karena kekuatan media adalah sangat luar biasa. Lantas bagaimana menyikapi hiruk-pikuk permasalahan era zaman kita? Apakah kita akan diam? Kalau kita ingin biasa-biasa saja. Setiap masa memiliki nuansa permasalahannya sendiri. kiprah kita mempengaruhi banyak orang dalam skala yang luas.Bisa jadi memang kita belum menemukan momentumnya. sehingga seakan kita terpecah dalam terobosan gerakan masing-masing “wadah” aktivis. Ki Hadjar Dewantoro. Sjamsurijal. untuk mengusir para pemodal asing. Menjadi aktivis pada zaman yang “musuh bersama”-nya sangat abstrak saat ini. Sebagai contoh. Tetapi kalau suara kita mau didengar. membuat para aktivis terkadang kelimpungan menghadapinya. merupakan orang-orang yang senantiasa kreatif dalam mencari terobosan dalam menyiasati keadaan. Uncategorized | Tinggalkan komentar » Menjadi Aktivis Masa Kini Bung Karno. Bung Hatta. mengingat permasalahan yang semakin kompleks dan teknologi semakin maju. kisah gugatan hukum Prita oleh sebuah Rumah Sakit Internasional di Indonesia tentu masih melekat kuat dibenak kita. Di tengah-tengah impitan pihak imperialis dan kolonialis. Adanya kemampuan pihak suprastruktur (pemerintah) untuk menggeser-geser isu negara dengan cepat dan cantik. Lewat opini yang dia lontarkan di media maya surat . Jika dulu para aktivis dapat melakukan terobosan gerakannya lewat momentum kemerdekaan. Sutomo.

Bang Alfan Alfian (Dosen Fisip UN) pernah mengatakan dalam salah satu tulisannya. Prita memantik dukungan masyarakat Indonesia lewat gerakannya yang bertajuk “gerakan koin peduli Prita”.elektronik. tetapi aksi apa pun juga memerlukan situasi medan yang dihadapi. bahwa jangan pernah terjebak. Ternyata. kita hanya akan kehilangan orientasi dan akhirnya hanya sekedar bertindak sebagai pemberi reaksi-reaksi spontan yang tidak akan berdampak fundamental dalam masyarakat. Oleh: Ryan Alfian Noor Mentri Koordinator Bidang 1 Kabinet KM ITB 2009-2010 Agustus 19. Intelektualitas tanpa menyentuh sisi realitas hanya menjadi kajian belaka. Tanpa big picture yang demikian itu. Akan halnya dengan kisah Jojo dan Sinta. Kalau Anda tidak suka konten-konten negatif situs-situs di internet. dan realitas tanpa disentuh intelektualitas hanya akan menjadi permasalahan tak akan kunjung usai. menyalahkan alatnya. adalah sebaiknya aktivis jika mereka setidak-tidaknya mempunyai gambaran yang menyeluruh mengenai masalah-masalah pokok yang dihadapi negaranya. biasa-biasa saja. Kemahasiswaan | Tinggalkan komentar » . tentu akan sulit dilirik media dan barangkali masyarakat pun sudah lelah melihat hal berulang dan terkesan itu-itu saja. Kalau tulisan atau gerakan yang kita lagi-lagi. Siapa kini yang tidak tahu mereka? Dua wanita yang merekam lipsync “Keong Racun” mendadak melontarkan keduanya sebagai orangorang yang bahkan lebih popular ketimbang peserta kontes idol atau pencarian bakat yang terlembaga. Buat apa kita melakukan aksi berkarya? Buat apa kita melakukan aksi turun ke jalan? Buat apa ada aksi mengabdi masyarakat? Buat apa aksi melatih jiwa kewirausahaan kita? Pertanyaan-pertanyaan ini hanya bisa didapatkan ketika kita dapat menemukan titik temu intelektualitas kita dengan realitas masyarakat. Manfaatkan saja “alat-alat” itu untuk kepentingan yang lebih positif. Jadi. Penggunaan media yang optimal harus diimbangi dengan “isi” yang mau hendak kita bawa. hal sederhana yang tampil apik di media dapat menyebabkan dampak sistemik yang tak sekedar isapan jempol belaka. karena kita tidak suka substansinya. Adalah sebuah kebenaran bahwa bukan tugas aktivis saja untuk menyodorkan konsepkonsep finalnya dalam sebuah aksi. Bentuknya bisa tuangan pemikiran orisinalitas kita dalam bentuk tulisan atau bisa pula berupa penyuaraan opini lewat gerakan-gerakan inovatif atau karya yang telah dilakukan. tetapi metode atau cara penyampaian juga tak kalah pentingnya. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an. jangan salahkan peralatan musiknya. Kalau kita tidak suka musik. jangan salahkan internetnya. Memang konten lewat kajian intelektual yang mendalam itu penting.

masyarakat harus melakukan pembelajaran sejarah masyarakat dunia yang telah berhasil membangun kotanya. Masyarakat harus mengingatkan pemerintahnya dengan cara-cara . dan proses politik yang baik. Dan untuk pembangunan kota yang lebih efektif. langkah selanjutnya yang harus difahami adalah modal. Pemimpin disini adalah eksekutif. nyaman. parameter GDP tidaklah cukup. ada empat pilar modal yang diperlukan sebuah kota agar dapat melaksanakan sebuah proses pembangunan kota yang baik. Untuk membangun kota yang baik. kota madinah berhasil membuat sebuah konstitusi dimana didalamnya terdapat produk politik yang terumuskan melalui kesepakatan berbagai unsur pluralisme kultural dalam masyarakat. maka semakin produktif dan tumbuh ekonomi kota tersebut. Masyarakat yang hidup dalam nuansa kota yang demokratis pun harus aktif mengawasi pembangunan kotanya. modal fisik. Kota madani sering dielu-elukan oleh kota abad 21 saat ini. Dan semua modal tadi dipadukan dalam satu indikator yang bernama Gross Domestic Product (GDP). masyarakat harus berpendidikan dan moral yang baik. modal manusia. apakah berhasil atau tidak.Membangun Kota Madani Berperadaban Hakikat pembangunan kota yang baik adalah membangun masyarakat. Dari sini pula muncul sebuah sikap kosmopolit yang menjadi cikal bakal terbentuknya sebuah masyarakat yang terbuka dan demokratis. dan efisien. proses. Dan untuk melakukannya. Jika hal ini benar-benar dapat diaplikasikan. dan profesional untuk mengambil pilihan-pilihan sulit untuk membuat kota yang lebih baik. Sebaik apapun sebuah kota. Jika dirujuk pada sejarahnya. adil. karena konsep pembangunannya yang holistik. Semakin tinggi GDP sebuah kota. Pandangan ini terlalu sempit. tentram. Pembangunan masyarakat juga harus dipadu dengan peningkatan kualitas hidupnya. Semuanya saling bergantung (interdependent) yang disebut oleh Bung Karno dengan masyarakat gotong royong. maka pembangunan kota akan dapat menjadi lebih aman. Untuk membangun kota madani berperadaban. legislatif. Pun demikian jika berbicara tentang kota madani. Kota madani diadaptasikan dari pembangunan kota madinah. masyarakatlah yang akan menjadi penentu akan bertahan seberapa lama keutuhan kota tersebut. dan tujuan pembangunan yang mengarah pada perekonomian yang baik. realistik. Menurut World Bank. Koordinasi dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat adalah penting. masyarakat yang baik. Berbicara tentang pemerintah. Setelah mengetahui sejarah. kota madani memerlukan pemimpin yang bersih jujur. Empat modal itu adalah modal alami. namun tidak meninggalkan unsur perbedaannya. Perlu ada campur tangan masyarakat didalamnya untuk membantu pemerintah. pemerintah tidak akan bisa melakukannya sendiri. Disinilah mental pemimpin akan diuji. dan modal sosial. dan yudikatif.

good private sectors. Oleh: Ryan Alfian Noor Mentri Koordinator Pengembangan Karakter Kemahasiswaan Kabinet KM ITB Agustus 12. terkadang semua hal ini sulit tercapai. Ada banyak kasus dilapangan yang membuat satu hal dambaan tadi saling berlawanan dengan hal yang lainnya (trade-off). sektor swasta. Adam Smith memberikan sebuah argumentasi bahwa pemenuhan kepentingan pribadi (pure self interest) setiap warga harus diimbangi dengan pengendalian diri (self restraint) dari ambisiusitas dirinya. The Theory of Moral Sentiments (1754). dan media yang memberikan infrmasi yang menunjang kebenaran. pengusaha. kemajuan. dan masyarakat yang baik (good governance.yang beretika dan bermoral. namun juga dengan nilai-nilai religiusitas dan budaya luhur masyarakatnya sendiri. Dalam bukunya. Bukan hanya dengan hukum dan peradilan. dan proses politik yang baik adalah dambaan semua elemen masyarakat yang hidup di kota madani. hukum yang baik. Walaupun pada kenyataannya perekonomian yang baik. dan good people). dan persatuan. Untuk itu perlu ada upaya pemerintah dan masyarakat untuk merealisasikan pemerintahan. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | Tinggalkan komentar » . Hal ini harus didukung dengan peran kaum intelektual. masyarakat yang baik. Disinilah fungsi besar pemerintah menjadi pengendalinya.

Dalam KBBI telah disebutkan dengan gamblang bahwa kata “Pembangunan” merupakan proses berkelanjutan untuk bangkit. bisa itu masyarakat atau juga negara. selalu dilekatkan secara personal pada seseorang atau secara komunal pada sebuah kumpulan orang. Di era milenium saat ini. yakni: 1. pembangunan akan menemui friksifriksi eksternal yang akan menjadi inhibitor dan katalisator yang mempengaruhi waktu pencapaian keagungan visi dari pembangunan tersebut. pembangunan mestilah difokuskan pada pembangunan dalam level masyarakat globalisasi. Kata “Bangun” atau sering pula diselaraskan dengan kata “Bangkit”. paradigma pembangunan dalam level personal dan bangsa pun belumlah cukup. saya ingin mengajak kita semua untuk mengingat sasaran pembangunan milenium yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2005 silam.Refleksi Perkembangan MDGs Dunia dan Indonesia Diksi kata “Pembangunan” memiliki sebuah definisi yang sangat besar di dalamnya. Indonesia dan 189 negara lainnya telah menyepakati 8 sasaran milenium. Untuk mencapai sebuah perdamaian dunia. Artinya kita berbicara tentang kehidupan bangsa-bangsa. Pemerataan pendidikan dasar 3. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan . Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim 2. Dalam perjalanannya. Dan berbicara tentang permasalahan ini.

Dunia kita sejatinya dipenuhi kemiskinan. Sach dalam The End of Poverty: Economic Possibilities for Our Time (2005) sebagai ”kemiskinan ekstrim”. MDGs telah menjadi referensi . Komitmen nyata yang telah hadir adalah tergalangnya dana 16 miliar dolar AS. 4. kini harus secara pasti bertransendensi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat global. dengan sekitar 1. Ladang kering dan tandus bagi perdamaian. Bisa dibayangkan kalau hal itu tidak dilakukan. Sekarang bagaimana dengan negara Indonesia? Indonesia termasuk negara yang sangat concern merealisasikan capaian 8 butir sasaran tadi. Pembangunan yang tadinya berfokus pada kemakmuran sendiri.7 persen dan menolak ODA (official development assistance) yang tidak bermanfaat untuk negara tersebut. bahwa dalam konteks kenegaraan. Sebut saja misalnya Traktat Tokyo (1997) yang banyak ditentang oleh negara adidaya. dan 3 miliar dolar AS untuk mereduksi penyakit malaria. dan penyakit lainnya Menjamin daya dukung lingkungan hidup Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan Di dunia kita hari ini.5 miliar dolar AS untuk pendidikan. Mengurangi tingkat kematian anak Meningkatkan kesehatan ibu Perlawanan terhadap HIV/AIDS. Hal inilah yang benar-benar diperingatkan sejak lama oleh Adam Smith didalam bukunya Wealth of Nation (1776). setiap hari delapan juta orang meninggal karena terlalu miskin untuk bertahan hidup. Sementara 1. Kemiskinan berlanjut pada merosotnya pemerataan pendidikan dan peningkatan mortalitas manusia. sudah tentu tidak akan ada pemerataan yang adil bagi semua negara-negara di dunia. Sasaran-sasaran ini membuat semua paradigma pembangunan sebuah negara menjadi berubah. Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai macam usaha dunia yang mengarah pada sasaran Millennium Development Goals (MDGs) tersebut. tanpa syarat dan berkualitas minimal 0. malaria. rusaknya lingkungan hidup juga menjadi permasalahan yang tak kunjung usai. permusuhan dan terorisme. 6. 8. Lahirnya delapan butir sasaran MDGs ini menjadi pintu gerbang negara-negara dunia bisa mengendalikan ‘nafsu’ nya sekaligus memupuk kesadaran bahwa ada tanggung jawab untuk menjaga keutuhan dunia bersama.4. Negara-negara yang kaya akan semakin kaya dan negara-negara miskin akan semakin berada di lembah kemiskinannya. atau seperenam penduduk bumi.6 miliar dolar AS untuk meningkatkan keamanan pangan. Tidak berakhir sampai disana. ambisi pribadi (self interests) harus diimbangi dengan moral yang baik sehingga dapat menahan nafsu dan ambisinya (self reliance).1 milyar manusia. permasalahan penyebaran penyakit baru. terpuruk dalam apa yang disebut Jeffrey D. Sampai sekarang. Ada lagi solidaritas dari negaranegara selatan untuk mendesak negara-negara utara meningkatkan bantuan pembangunan bukan hutang. hingga kini masih dipertahankan keberadaannya oleh negara berkembang. 5. 7. negara-negara penggiat MDGs tetap bertahan menyuarakan seuran untuk mengambil langkah aksi guna mencapai semua sasaran tersebut. Inilah lahan subur bagi konflik.

beban pembayaran utang Indonesia terbesar akan terjadi pada tahun 2009-2015 dengan jumlah berkisar dari Rp97. dan peremajaan lingkungan hidup yang tidak optimal. baru-baru ini pemerintah menengarai bahwa ada tiga sasaran yang dimungkinkan gagal pencapaiannya pada tahun 2015. anggota masyarakat Indonesia . mempertahankan kearifan lokal yang ada di Indonesia. Indeks kerentanan pencapaian MDGs Indonesia berada pada posisi menengah bersama Filipina. semakin menggeliatnya peran pemerintah daerah untuk menyukseskan tujuan pembangunan milenium.54 triliun (2015) rentang waktu yang sama untuk pencapaian MDGs. Program dan tindakan itu hanyalah menjadi sia-sia belaka tanpa adanya tindakan nyata di level kabupaten. Jumlah pembayaran utang Indonesia. Begitu pula juga dengan kesadaran pemahaman gender dan menjaga lingkungan hidup. Kemungkinan itu ditunjukan lewat angka kematian ibu melahirkan yang masih tinggi. dan penyakit pun pasti akan menurun. serta lebih buruk dibandingkan Vietnam. dan lembaga donor. program prorakyat. Pemerintah harus memutar otak untuk meningkatkan jumlah partisipan pendidikan sesuai dengan umur pendidikannya. Nepal. Belum lagi tanggungan beban hutang yang sangat besar. Sebenarnya. Sinkronisasi arah gerak pemerintah pusat dan pemerintah daerah. dan nilai-nilai yang menjelma menjadi sebuah identitas sebuah masyarakat. tidak salah jika Indonesia ditempatkan pada posisi yang rentan. per 31 Agustus 2008. Akibat hal tersebut. Dengan semangat kepedulian yang tinggi. pencegahan HIV/ AIDS yang belum maksimal. baru menurun drastis (2016) menjadi Rp66. Didalam kearifan lokal terkandung sebuah visi. perbaikan sektor pendidikan Indonesia. Walaupun mengalami berbagai kendala. sehingga bencana kelaparan.penting pembangunan di Indonesia. dan India. Kedua. Bagaimana tidak? pendidikan akan meningkatkan harkat hidup orang miskin.7 triliun (2009) hingga Rp81.70 triliun. Bangladesh. semakin cepat pula MDGs negara Indonesia akan tercapai. Jika dirujuk lewat data Departemen Keuangan. mengingat sisa waktu lima tahun lagi (baca: 2015) untuk bisa memenuhi MDGs. hampir delapan sasaran MDGs dapat tercapai jika sasaran perbaikan sektor ini telah selesai. dan Papua Nugini. pihak swasta. Hal ini sangat mengkhawatirkan. Program-program MDGs lainnya membutuhkan biaya yang sangat besar. namun pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini dan dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak. misi. Sayang aduh sayang. Ketiga. Jadi. Saat ini. Setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan negara ini untuk dapat memenuhi sasaran MDGs kedepannya: Pertama. mulai dari tahap perencanaan seperti yang tercantum pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) hingga pelaksanaannya dibawah komando Bappenas. termasuk masyarakat madani. kematian. Indonesia harus benar-benar memacu diri untuk mengejar ketertinggalannya. dan program keadilan untuk semua yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat. ada 46 program dan 105 tindakan terkait upaya pencapaian MDGs. Maka jangan sampai sistem desentralisasi negara ini menjadi penghambat. Manusia Indonesia yang terkenal dengan jiwa sosial dan kegotongroyongannya akan memberikan kontribusi yang besar dalam pencapaian MDGs kedepannya.

Tapi. Negaranegara maju dan kuat memang bisa meraih keuntungan. Dalam proses globalisasi. Belum lagi bermunculan rezim hak properti intelektual. Ekonom Indonesia benar-benar khawatir kalau produk dalam negeri ini tidak mampu bersaing dengan negara itu. Sebenarnya AFTA merupakan peluang bagi negara ASEAN untuk berkompetisi secara fair memasarkan produk hasil negerinya. banyak industri pengrajin Indonesia yang bangkrut akibat tidak mampu bersaing dengan produk Cina. Namun. pada sektor ekonomi Indonesia. Yang menjadi pemasalahan kini tinggallah ketentuan kebijakannya. Prinsip ini memberikan solusi atas ketergantungan negara Indonesia pada penggunaan energi fosil. Implementasi dari penggunaan prinsip ini akan berdampak sistemik terhadap penurunan pencemaran lingkungan. Mari berkaca pada isu perjanjian AFTA yang kini menjadi dampak sistemik globalisasi. Indonesia yang kaya dengan sumber daya energi alternatif. dalam beberapa tahun terakhir. memiliki potensi besar untuk menggunakan Eco-Technology. Keempat. Dengan kemampuan Cina menghasilkan produk yang sangat murah. kondisi kehidupan di hampir semua negara terkesan meningkat. Prinsip ini mencoba menyeimbangkan antara kebutuhan manusia dan kebutuhan alam. termasuk negara Indonesia. sektor masyarakat dapat membantu sektor pemerintah secara kultural. Pengalaman sudah membuktikan sejak proses globalisasi bergulir muncul pula isu-isu seperti perdagangan global yang tidak fair. seringkali pula peningkatan itu hanya ada dalam hitung-hitungan di atas kertas. yang malah menghabisi akses masyarakat miskin untuk mendapat obat-obatan dengan harga terjangkau. Hal ini diperkuat lagi dengan adanya fakta. seharusnya uang mengalir dari negara kaya ke negara miskin. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | 2 Komentar . Dalam kondisi tersebut. negara-negara berkembang dan miskin berulang kali terjebak jeratan utang yang justru jadi beban. menjadikan semua bangsa di ASEAN menjadi was-was. Namun dengan kehadiran Cina yang turut meramaikan perjanjian ini. negara-negara berkembang dan miskin menanggung beban fluktuasi tadi. Dengan demikian. tapi tidak negara-negara berkembang dan miskin. apalagi jika diukur dengan indikator-indikator lebih luas. .bisa bertenggang rasa dan tepo seliro pada anggota masyarakat lainnya yang mengalami suatu problem kehidupan.komentar » Kemelut Dampak Sistemik Globalisasi Pada Indonesia Hernando de Soto. Sementara negaranegara kaya memiliki kemampuan untuk menahan risiko fluktuasi kurs dan suku bunga. yang terjadi justru sebaliknya. Juli 11. seorang pemikir ekonomi dunia asal Peru pernah menegaskan bahwa sejak proses globalisasi mulai berlangsung. juga sistem keuangan global yang labil yang menelorkan krisis. mengoptimalkan penggunaan prinsip Eco-Technology. Padahal itu terjadi jauh sebelum AFTA diberlakukan.

baik persoalan politik seperti HAM. globalisasi pun telah membuat seakan negara satu dan lainnya kehilangan batas-batas jelas teritorialnya serta berujung pada hilangnya status “negara–bangsa”. Sudah saatnya Indonesia melakukan akselerasi pembangunan disegala sektor menghadapi tantangan era globalisasi yang sudah hadir di depan mata. Peluang berarti setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memanfaatkan situasi ini dalam menghidupi kehidupannya dengan baik. Media massa global seperti CNN. Friedman didalam bukunya yang berjudul The World is Flat. sedangkan tantangan berarti setiap orang diberi kesempatan untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuannya. maka terjadilah penyebaran budaya global. Jadi janganlah heran. seorang penulis buku Understanding Media. Ada dampak positif dan ada dampak negatif. BBC. telah menjangkau dan menembus yuridiksi berbagai negara. Saat ini banyak beredar film Indonesia berkedok komedi atau horor. MTV. ESPN. Dampak positifnya adalah semakin mudahnya kita mengakses berita internasional dalam real-time saat informasi itu baru didapatkan. maka negara kita akan tergilas oleh dampak sistemik itu sendiri. dan lain-lain. maka Marshall Mc Luhan. Proses globalisasi ini membuat dunia menjadi kian sempit seperti persis yang dikatakan Thomas L. jika kita dapat menemukan dengan mudah berbagai produk luar negeri yang beredar di seantero negeri kita. dampak negatif pun tak dapat dielakkan juga. Indonesia dihadapkan pada hanya dua pilihan saja : memilih hal ini sebagai sebuah peluang atau sebagai sebuah hambatan. Dia mengatakan. . bahwa kini semakin nyata saja imbas teknologi komunikasi pada berbagai sektor kehidupan. Disamping itu. Dengan adanya arus globalisasi dunia ini. hingga ke persoalan budaya dan gaya hidup. namun sebenarnya lebih banyak menonjolkan adegan vulgar yang mengikuti budaya hidup orang barat.Mari beralih pada sektor kehidupan yang lain. lebih berfokus pada dampak sistemik globalisasi pada sektor budaya. Kalau ini terus dibiarkan. Sebenarnya masih banyak lagi dampak sistemik globalisasi yang mempengaruhi sendisendi kehidupan bernegara kita. Jika tadi Hernando lebih berfokus dampak sistemik globalisasi sektor fiskal. Setidaknya informasi itu sering dimaknai di dalamnya mengandung kebudayaan. lingkungan hidup. CNBC. Namun disisi lain. HBO. maupun terorisme internasional. Yang terpenting adalah kini sudah saatnya rakyat dan pemerintah Indonesia sadar. Media massa berperan sebagai kekuatan trend setter untuk isu-isu global. yang sama persis seperti ramalan Profesor Kenichi Ohmae didalam bukunya yang berjudul The End of Nation State. Dampak sistemik ini telah kini telah sampai di Indonesia. Namun yang terpenting adalah bukanlah mendaftar efek sistemik apa saja yang telah didapatkan Indonesia. Tampaknya telah terjadi pergeseran nilainilai norma kesopanan yang dahulu kita pegang teguh sebagai identitas negara kita. bahwa saat ini bukanlah lagi waktu untuk bersantai-santai dan memperlambat gerak pembangunan.

Mari kita saling bahu-membahu untuk menciptakan sebuah peluang di era globalisasi ini.Proffesor Kenichi Ohmae telah mewanti-wanti sejak lama kepada semua negara yang ada di dunia bahwa ada empat “I” yang akan membawa dampak sistemik globalisasi ini. Jadi sudah seharusnya Indonesia mulai berancang-ancang terhadap empat “I” ini. tapi milik semua bangsa Indonesia. Sudahkan industri kreatif Indonesia dikembangkan secara optimal? Sudahkah penanaman investasi di berbagai sektor Indonesia telah dimaksimalkan? Sudahkah ada penanggulangan efek individualisme sebagai efek kesenjangan si kaya dan si miskin di Indonesia di lakukan? Dan sudahkah sektor informasi di maksimalkan hingga sampai di pelosok desa terpencil Indonesia? Pertanyaan-pertanyaan ini bukan milik pemerintah saja. Keempat “I” tersebut adalah Industri. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | Tinggalkan komentar » . dan Informasi. Januari 22. Investasi. Individualisme.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->