Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia Ditinjau dari Aspek Ekonomi Written by Dr.

Sri Adiningsih Kepala Pusat Studi Asia Pasifik UGM Tuesday, 21 July 2009 09:54 Pendahuluan Tidak terasa krisis ekonomi yang telah menghantam kita pada tahun 1997 sudah berlalu lebih dari satu dekade. Banyak pelajaran yang dapat kita petik dalam penyehatan ekonomi yang telah kita lakukan selama ini. Baik suka ataupun duka. Dampak krisis pun sampai sekarang masih terasa, membebani keuangan Negara sehingga kemampuan Negara untuk membiayai berbagai kegiatan sosial ataupun terkait dengan masalah lingkungan sulit untuk mendapatkan prioritas anggaran. Krisis telah memaksa Indonesia mereformasi ekonominya dalam kerangka program IMF hingga akhir 2003. Ekonomi mulai pulih pada tahun 2004, sehingga Indonesia siap membangun ekonominya lagi, bangkit dari keterpurukkannya. Namun ternyata kebangkitan ekonomi tidak mudah dicapai, perkembangan eksternal yang semakin tidak ramah dan juga kebijakan domestik dalam mengelola ekonomi yang tidak tepat telah membuat ekonomi Indonesia tidak banyak mengalami kemajuan yang berarti hingga saat ini. Kualitas pertumbuhan/pembangunan ekonomi yang semakin merosot ditengah-tengah stabilitas ekonomi makro dan pertumbuhan ekonomi yang mulai meningkat lagi telah membuat angka pengangguran dan kemiskinan tetap tinggi. Demikian juga beban APBN masih berat. Sehingga mempersulit Indonesia untuk membangun ekonominya, apalagi membangun secara berkelanjutan. Fakta menunjukkan bahwa pada masa krisis ekonomi yang lalu, pembangunan baik dari sisi hardware ataupun software terbengkelai. Sehingga dapat dilihat kerusakan infrastruktur yang semakin parah, lingkungan juga memburuk, serta human development merosot. Potret Pembangunan Berkelanjutan Pembangunan yang dijalankan di Indonesia sejak tahun 1970-an hingga sekarang masih cenderung fokus pada pembangunan ekonomi, bahkan pada pertumbuhan ekonomi yang cenderung jangka pendek. Sehingga masalah keberlanjutan belum menjadi prioritas utama. Oleh karena itu tidak mengherankan jika pertumbuhan ekonomi pun kualitasnya semakin memburuk. Apalagi dengan keterbatasan APBN dan sumber daya yang kita miliki, sehingga tidak mengherankan apabila pengambil kebijakan lebih memilih jalan pintas, yang cepat kelihatan hasilnya, kurang memperhatikan keberlanjutannya. Padahal pembangunan berkelanjutan sudah menjadi tuntutan bagi pengambil kebijakan pembangunan dalam bumi yang semakin rusak ini. Namun demikian lingkungan hidup tidak mendapatkan banyak perhatian sejak lama baik pada skala global, regional ataupun negara. Apalagi negara sedang berkembang yang tengah banyak menghadapi permasalahan ekonomi seperti Indonesia. Sehingga degadrasi lingkungan telah banyak menurunkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di negara sedang berkembang seperti

Indonesia. Oleh karena itulah masyarakat dunia sejak tahun 1970-an mulai memberikan perhatian yang besar pada masalah lingkungan, dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan. Hal itu dapat dilihat diantaranya dari Stockholm Conference (1972), Agenda 21 di Rio Earth Summit (1992), dan Johannesburg Declaration (2002). Meski komitmen dan perhatian besar telah diberikan pada tingkat internasional, namun kondisi lingkungan hidup masih saja memburuk. Kita sekarang masih hidup dalam kondisi yang dapat merusak lingkungan hidup semakin parah, sehingga akan membahayakan kehidupan umat manusia pada masa mendatang. Oleh karena itulah usaha untuk menjaga lingkungan hidup agar pembangunan dapat berkelanjutan sehingga kepentingan kehidupan generasi yang akan datang terproteksi, menjadi semakin penting untuk diperjuangkan. Dengan demikian perlu adanya jaminan agar supaya dalam memenuhi kebutuhan sekarang kita tidak akan mengurangi kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam perkembangannya disadari bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya terkait dengan aspek lingkungan hidup, namun juga pembangunan ekonomi dan sosial yang dikenal dengan the living triangle. Tidaklah mungkin lingkungan dapat dijaga dengan baik bila kondisi sosial dan ekonomi masyarakat buruk. Oleh karena itulah dalam rangka melestarikan lingkungan hidup kita secara berkelanjutan, pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan juga perlu dilakukan. Tidaklah mungkin masyarakat yang untuk hidup saja sulit akan dapat menjaga lingkungannya dengan baik. Perhatian dan komitmen yang besar masyarakat internasional pada pembangunan berkelanjutan khususnya dari negera maju dalam beberapa conference adalah cukup besar. Namun demikian dalam implementasinya ternyata jauh dari harapan. Dapat dilihat bahwa Official Development Assistance (ODA) yang diberikan negara maju rata-rata hanya sebesar 0,27% dari PDB mereka pada tahun 1995, turun dari 0,34% pada tahun 1992. Pada tahun 2000 didapati hanya 4 negara yang menandatangi komitmen ODA memenuhi komitmennya. Hal ini mencerminkan bahwa pembangunan berkelanjutan pada tingkat globalpun seringkali hanya menjadi retorika politik belaka. Sehingga tidaklah mengherankan bahwa upaya pembangunan berkelanjutan tidak mudah diimplementasikan (Cooper & Vargas, 2004). Rendahnya komitmen negara maju dalam memenuhi komitmennya dalam kerangka pembangunan yang berkelanjutan tentu saja tidak dapat dipisahkan dengan rendahnya kepentingan negara maju untuk mendukung pembangunan berkelanjuitan global. Hal ini tentu saja erat kaitannya dengan kalahnya prioritas menjaga lingkungan dengan masalah aktual seperti meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi taupun menjaga agar dunia usaha dari negaranya yang banyak diwakili oleh TNCs terus berkembang dalam pasar global. Tingginya nilai politis dari kepentingan ekonomi jangka pendek tersebut memang akan mudah membuat politisi baik dari negara maju ataupun sedang berkembang akan mengedepankan kepentingan jangka pendek. Selain itu jangan lupa bahwa bargaining power dari bisnis raksasa di negara maju tentu saja juga besar sekali, sehingga akan mampu mendistorsi keputusan yang diambil oleh pejabat publik, dapat mengalahkan kepentingan publik dalam jangka panjang. Hal yang sama juga terjadi di negara kita, dimana seringkali pengambilan keputusan dibengkokan oleh kepentingan pemodal yang memiliki kedekatan dengan kekuasaan. Sehingga tidaklah mengherankan jika World Trade Organization (WTO) yang menawarkan liberalisasi serta akses pasar yang lebih

luas, serta kadang menawarkan solusi yang lebih menarik/menguntungkan terhadap berbagai isu yang sama (terkait dengan isu pembangunan berkelanjutan) dapat menjadi salah satu outlet bagi mereka. Oleh karena itulah dapat dipahami jika WTO berkembang pesat akhir-¬akhir ini. Sementara pembangunan berkelanjutan semakin tenggelam ditengah-tengah berbagai kemelut ekonomi yang dihadapi oleh banyak negara, khususnya negara Selatan. Prinsip-prinsip ekonomi yang menekankan pada efisiensi ekonomi dengan maximizing benefit dan minimizing cost dari sudut pandang teori ekonomi memang sangat rasional. Sehingga dengan ekonomi yang semakin liberal ekonomi pada akhirnya banyak dikuasai oleh perusahaan transnational (TNCs) yang banyak beroperasi di negara sedang berkembang, baik untuk mendapatkan input khususnya sumber daya alam, maupun tenaga kerja murah, ataupun untuk memperluas pasar produk mereka. Sedangkan bagi negara sedang berkembang, globalisasi yang menjadikan masyarakatnya menjadi konsumen dari TNCs, juga menggunakan globalisasi untuk memperluas pasarnya, meskipun biasanya untuk produk primer ataupun sekunder dengan tingkat teknologi yang rendah. Sehingga banyak negara sedang berkembang yang terjerat utang ataupun masih harus berkubang dengan kemiskinan yang kronis. Bahkan Stiglitz dalam bukunya Globalization and Its Discontent (2002) mengatakan bahwa manfaat dari globalisasi lebih rendah dari klaim yang selama ini diyakininya, sebab harga yang harus dibayar juga mahal, karena lingkungan yang semakin rusak, demikian juga proses politik korup berkembang, dan cepatnya perubahan yang terjadi membuat masyarakat tidak dapat menyesuaikan budayanya. Liberalisasi pasar yang semakin melibas perekonomian di banyak Negara juga telah menghambat pembangunan berkelanjutan. Martin Khor direktur dari Third World Network melihat bahwa lieberalisasi dan globalisasi yang menekankan pada "daya saing" telah menghambat pembangunan berkelanjutan sehingga merusak lingkungan. Liberalisasi dan globalisasi telah memperburuk lingkungan global karena tidak adanya aturan dan pengawasan pada TNCs di pasar global sehingga meningkatnya volume bisnis mereka meningkatkan kerusakan lingkungan. Padahal aktivitas TNCs telah banyak merusak lingkungan hidup (penghasil lebih dari 50% greenhouse gases). Demikian juga kebijakan yang liberal dan integrasi pasar telah mendorong peningkatan eksploitasi dari sumber daya alam seperti hutan dan kelautan sehingga mendorong kerusakkan lingkungan yang serius. Selain itu globalisasi mendorong ekplorasi sumber daya alam yang melampau batas keberlangsungannya seperti air, tanah, dan mineral, telah banyak merusak lingkungan hidup. Bagi negara seperti Indonesia, yang baru saja keluar dari krisis ekonomi, serta masih menghadapi banyak masalah ekonomi dan sosial yang berat, sehingga menghadapi proses globalisasi baik dalam kerangka ASEAN Free Trade Area (AFTA) tahun 2010, ASEAN Economic Community tahun 2015, Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), dan WTO adalah tidak mudah. Oleh karena itu membangun kembali Indonesia tidaklah mudah pada saat ini. Apalagi membangun secara berkelanjutan ditengah-tengah pasar yang semakin liberal.

Meskipun komitmen pemerintah nampaknya cukup besar sejak jaman Orde Baru. tantangan yang dihadapi diantaranya adalah bagaimana mendesain kebijakan yang ongkosnya minimal ditengah beban fiskal yang berat untuk membayar hutang. dan apa yang dilakukan dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu dana untuk melaksanakan program pembangunan terbatas. etik dan budaya (Cooper and Vargas. Secara prinsip pembangunan berkelanjutan sebenarnya harus terefleksi dalam cara berfikir. diantaranya dapat dilihat dengan keberadaan Kementrian Negara Lingkungan Hidup yang tentunya diikuti dengan kebijakan dan anggaran untuk melestarikan lingkungan hidup. Dalam hal ini tantangan yang dihadapi adalah bagaimana kita mendesain infrastruktur legal yang diperlukan untuk pembangunan berkelanjutan. fiskal. Banyak bukti menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan berkelanjutan seringkali terganjal oleh kurangnya implementasi yang baik. Oleh karena itulah perlu kebijakan yang terintegral dalam pembangunan lingkungan dengan pembangunan ekonomi dan sosial agar dapat memberikan hasil yang optimal. bagaimana caranya? Seringkali tantangannya disini adalah lebih pada masalah keberlanjutannya suatu kebijakan. hidup. legal. Pertanyaannya adalah apakah secara teknis suatu kebijakan fisibel erat kaitannya dengan apakah kita tahu apa yang perlu dilakukan. Dapat dilihat dari kerusakkan lingkungan hidup Indonesia yang masih saja berlanjut. Pembangunan berkelanjutan dengan melestarikan lingkungan hanya akan berhasil jika dipadukan secara terintegral dengan pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Dari sisi legal tentu saja erat kaitannya dengan apakah secara legal kebijakan ataupun program yang dilakukan tidak melanggar rambu¬rambu yang ada. baik dari sisi teknis. Laut. Sedangkan dari sisi fiskal. 2004). sehingga bencana alam semakin banyak terjadi di tanah air kita yang tercinta ini. sehingga perlu terobosan agar supaya secara fiskal baik dari sisi penerimaan dan pengeluaran dapat mendukung pembangunan berkelanjutan. Reformasi fiskal yang tengah kita gulirkan mestinya juga didasari oleh kepentingan melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Adapun aspek administrasi erat kaitannya dengan kemampuan organisasi . Seperti sudah dibahas sebelumnya bahwa menjaga lingkungan tidaklah dapat berdiri sendiri. Oleh karena itulah dalam kerangka mensukseskan pembangunan berkelanjutan banyak sekali aspek yang perlu dibenahi. memerintah dan berbisnis dari seluruh masyarakat. Meski demikian desain program yang baikpun belum menjamin keberhasilan pembangunan berkelanjutan. administrasi. Ataupun kasus yang hangat akhir-akhir ini terkait dengan masalah illegal logging dan penegakkan hukumnya yang dinilai tidak memihak pada lingkungan. Namun komitmen dan keberadaan kementrian yang menjaga lingkungan hidup pun ternyata tidak mencukupi. hutan dan lingkungan hidup lainnya pada umumnya semakin rusak.Tantangan Indonesia Potret pembangunan berkelanjutan di Indonesia tidak jauh berbeda dengan potret internasional. Jelas ini merupakan salah satu masalah terbesar bangsa Indonesia. politik. program ataupun proyek-proyek pada pembangunan berkelanjutan seringkali karena tidak mempertimbangkan berbagai aspek yang perlu dilihat. bahkan cenderung lebih buruk. Kegagalan implementasi kebijakan.

Pembangunan berkelanjutan tidaklah mudah dilakukan oleh negara yang masih menghadapi banyak masalah ekonomi seperti Indonesia. Sementara itu tuntutan untuk membangun secara berkelanjutan juga semakin meningkat selaras dengan semakin besarnya ongkos yang harus kita pikul dengan semakin rusaknya lingkungan hidup. Membuat Indonesia akan mudah terjebak memilih kebijakan ekonomi yang cenderung menguntungkan dalam jangka pendek. Untuk itulah perlu pembangunan institusi dan juga perbaikkan pemerintahan untuk mensukseskan pembangunan berkelanjutan. hutang luar negeri yang besar. disertai dengan kualitas pertumbuhan ekonomi yang memburuk. namun harus memperhatikan kepentingan generasi mendatang yang akan hidup di Indonesia. Aspek politik juga memegang peranan penting dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Namun stabilitas politik juga memegang peranan penting dalam hal ini. Kesimpulan Masa depan kehidupan bangsa dan negara akan banyak sekali ditentukan oleh berbagai pilihan kebijakan yang diambil oleh pemerintah pada saat ini. Oleh karena itu harus ada perubahan paradigma dalam pengelolaan ekonomi agar supaya keputusan apapun yang diambil akan menggunakan perspektif jangka . Seringkali ego antar instansi dan juga antar pemerintah pusat dan daerah membuat koordinasi untuk melaksanakan kebijakan secara konsisten sulit untuk dilakukan. Beban hutang yang besar. Selain political will untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan penting. sangat krusial untuk dilakukan. ataupun memberikan kelonggaran yang lebih besar pada kegiatan ekonomi yang berpotensi merusak lingkungan baik dari industrialis domestik ataupun asing. Apalagi pemerintah juga cenderung semakin liberal dalam melaksanakan kebijakan ekonominya. Meski demikian tidak berarti tidak dapat dilakukan. ataupun antar daerah. Trade off antara mengedepankan kepentingan jangka pendek (kepentingan generasi sekarang) dengan kepentingan jangka panjang (kepentingan anak cucu kita) harus segera diambil keputusannya. Pembangunan berkelanjutan menjadi semakin mahal untuk diimplementasikan. Sedangkan aspek etika dan budaya juga memegang peranan penting dalam implementasi kebijakan pembangunan berkelanjutan. Khususnya dengan mengeksploitasi sumber daya alamnya. yang dapat dilihat dengan semakin banyaknya bencana alam yang merenggut banyak nyawa dan material akhir-akhir ini. Sudah saatnya kita hidup bukan hanya untuk kepentingan jangka pendek. serta stabilitas ekonomi yang rapuh serta pertumbuhan ekonomi yang berkualitas rendah membuat pemerintah menghadapi tantangan besar dalam mengimplementasikan kebijakan ekonomi berkelanjutan.dan kemampuan manajerial untuk melaksanakan secara konsisten kebijakan yang ada. Oleh karena itu Indonesia tidak lagi dapat mengabaikan pelestarian lingkungan hidupnya. Dalam hal ini koordinasi baik secara horizontal ataupun vertikal. baik di pusat maupun daerah. serta fundamental ekonomi yang masih rapuh. kemiskinan dan pengangguran yang tinggi. ataupun antar pusat dan daerah. Itu semua menunjukkan bahwa mengimplementasikan kebijakan pembangunan berkelanjutan tidaklah mudah. Sementara itu kondisi keungan negara yang berat.

mengedepankan pembangunan yang berkelanjutan. World Investment Report 2005. Referensi Cooper. Phillip J. Oleh karena itu dalam pembuatan kebijakan ekonomi harus menjaga lingkungan hidup serta mempertimbangan aspek sosial masyarakat. legal. administrasi. Third World Network. Untuk itulah Indonesia sudah saatnya menyusun program pembangunan berkelanjutan secara terintegral agar supaya lebih efektif dalam menjaga lingkungan hidup kita. "Globalization and the Crisis of Sustainable Development".. Joseph. The Penguin Books. . 2002) World Economic Forum. Globalization and its Discontents. Claudia M. etik dan budaya agar mudah diimplementasikan. Disampaikan dalam Seminar llmiah Musyawarah Nasional I Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia Jakarta. Rowman & Littlefield Publisher Inc. Oleh karena itulah perlu disiapkan suatu environment agar tujuan pembangunan berkelanjutan berhasil. 24 November 2007. Dalam hal ini kebijakan ataupun program tersebut mesti mempertimbangkan baik dari sisi teknis. Banyak bukti menunjukkan bahwa tantangan utama dalam pembangunan berkelanjutan adalah implementasi dari kebijakan yang diambil.. 2004 Khor. Stiglitz. Martin. UK. Dan Vargas. Implementing Sustainable Development from Global Policy to Local Action. politik. fiskal.panjang. Namun demikian kebijakan dengan program yang baguspun tidaklah dapat menjamin keberhasilan pembangunan berkelanjutan.

Keterkaitan dan keberlangsungan sistem di alam tersebut memberikan aliran energi terhadap biota didalamnya sebagai suatu bentuk dukungan alam terhadap proses kehidupan yang berlangsung. amphibi 270 jenis. Sebagai negara megabiodiversity. di antaranya 1.260 jenis yang bernilai medis (Status Lingkungan Hidup Indonesia 2008).000 jenis. Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia memang “bisa” menguasai alam. kekayaan biodiversitas yang telah membentuk suatu ekosistem. menyebutkan bahwa Indonesia adalah sebuah negara megabiodiversity. Ditinjau dari aspek yuridis upaya pemanfaatan dan pengelolaan kekayaan alam yang bisa diartikan biodiversitas telah dilakukan di tingkat lokal (nasional) maupun global . reptilia 511 jenis (7. Selanjutnya di era modern dan yaitu dari revolusi industri di negara Eropa. Keharmonisan hubungan tersebut didukung oleh tingkat biodiversitas yang memiliki kerentanan tinggi terhadap faktor internal ekosistem dan faktor luar yang mendukung bentuk ekosistem yang ada. tetapi hal tersebut hanya berlangsung pada beberapa aspek. pesisir. lembah. Menurut publikasi dari Kementrian Lingkungan Hidup Indonesa. Secara empirik disebutkan bahwa pada jaman dahulu kehidupan manusia yang sangat bergantung pada alam. Bentang alam indonesia dari pegunungan. Disadari atau tidak. perikanan. pertanian.531 jenis (17% dari jenis burung dunia). Kelangsungan suatu ekosistem sangat menentukan seberapa besar nilai ekonomi yang mampu diberikan oleh alam kepada manusia.827 jenis dan tumbuhan sebanyak ± 38. burung 1.PEMBANGUNAN BERBASIS EKOSISTEM Tuesday. sebenarnya cukup rapuh.3 % dari jenis reptilia dunia). ngarai. binatang tak bertulang belakang 2. maupun perdagangan di Indonesia secara langsung maupun tidak langsung. Interaksi dari berbagai ekosistem tersebut secara harmoni telah memberikan manfaat bagi manusia. Kompleksitas ekosistem tersebut berperan dalam bidang industri. keanekaragaman hayati Indonesia terdiri dari: mamalia 515 species (12 % dari jenis mamalia dunia). sampai dengan laut lepas menyimpan sumberdaya alam yang tidak ternilai. Berbagai biota yang menghuni alam indonesia ini saling berinteraksi membentuk berbagai ekosistem yang memiliki sumberdaya alam tinggi sebagai modal dalam pembangunan. Dukungan alam tersebut memiliki keterbatasan (Daya Dukung Lingkungan) dan sangat tergantung oleh interaksi-interaksi berbagai komponen yang ada di dalamnya. para pakar telah menyatakan bahwa manusia telah dan mampu menguasai alam. bahwa alam memiliki suatu sistem yang dinamis dan menjadi sumber utama yang diperlukan manusia dalam kehidupan. melalui buku Status Lingkungan Hidup Indonesia. Dari berbagai kajian dan penelitian yang telah dilakukan terkait natural resource memberikan fakta menarik. 20 April 2010 13:15 | Written by Hafid Zain M | | | Biodiversitas sebagai sebuah kekayaan alam Keanekaragaman hayati Indonesia telah dinilai tinggi didunia. sampai dengan saat ini kehidupan manusia sangat tergantung kepada alam. Perlu dicermati.

Pembangunan perkebunan yang menghasilkan devisa negara cukup tinggi disinyalir telah menurunkan tingkat keanekaragaman hayati di ekosistem hutan hujan . peraturan presiden. teknologi. Sementara itu PNB per kapita juga meningkat dari Rp20.9 juta pada tahun 2008 menjadi Rp23.2% (Berita Resmi Statistik No. XIII. yang patut digaris bawahi adalah seiring peningkatan kebutuhan masyarakat. ekonomi.0% dibandingkan dengan PDB per kapita tahun 2008 yang sebesar Rp21. Tidak dapat dimengerti. Penambangan-penambangan diberbagai daerah juga telah menyebabkan ketidak harmonisan interaksi keanekaragaman hayati di ekosistem sungai maupun hutan. Pembangunan sebagai manifestasi pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam Manifestasi pemanfaatan dan pengelolaan kekayaan alam adalah dalam bentuk pembangunan nasional yang disusun melalui RPJM dan RPJMD di masing-masing daerah. yang menitik beratkan pada bidang ekonomi. Sistem pertanian yang ada juga telah menurunkan kestabilan ekosistem di dataran rendah. Pemerintahpun juga terus menggenjot kegiatan pembangunan dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat. suku bunga. Peraturan perundangan yang mengatur sistem pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan alam dari jaman orde baru dan reformasi terus berkembang dengan tujuan pelestarian yang menitikberatkan kepada kesejahteraan dan pembangunan untuk rakyat melalui pemanfaatan kekayaan alam yang lestari. tingkat inflasi. pembangunan yang telah berlangsung di berbagai pelosok Indonesia dengan tujuan mensejahterakan kehidupan rakyat lebih beraroma eksploitasi kekayaan alam tanpa batas.4 juta pada tahun 2009 atau terjadi peningkatan sebesar 14.12/02/Th. upaya pemanfaatan dan pengelolaan keakayaan alam juga telah disepakati di berbagai negara didunia melalui berbagai konferensi tinggi tingkat dunia. Fakta menyebutkan berbagai kerusakan alam indonesia telah telah mengiringi kegiatan pembangunan indonesia di dasawarsa terakhir ini. hingga tingkat Undang Undang. hal tersebut adalah kebanggaan atau sebaliknya.(internasional). Tetapi. Pertumbuhan ekonomi Negara Indonesia saat ini dinilai positif pada tahun 2009 yaitu sebesar 4.7 juta (US$2.590.1) dengan laju peningkatan sebesar 12. Dari keputusan menteri. Angka PDB per kapita diperkirakan mencapai Rp24. Pembangunan sendiri pada dasarnya dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan menuju perbaikan dalam segala aspek kehidupan masyarakat baik politik. pranata hukum dan sosial budaya.3 juta (US$2. Patut untuk dicermati. Eksploitasi sumberdaya alam pesisir telah merusak sekian juta ha hutan mangrove yang memiliki peran penting dalam ekosistem pesisir. Berbagai pakar menilai salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah peningkatan ekonomi masyarakat. yang mana semuanya adalah produk hukum terkait dengan pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam di Indonesia. 10 Februari 2010).5%. Selain produk hukum dalam negeri tersebut. tingkat eksploitasi kekayaan alam juga semakin meningkat. satu diantaranya melahirkan MDG’s (Millenium Development Goal’s) yaitu pada tujuan ke-7 Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup).269. Hal itu salah satunya disebabkan faktor tingkat konsumsi masyarakat dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup.9). dan lain sebagainya.

Komitmen pemerintah terhadap kebijakan pengelolaan lingkungan sebagai langkah dan strategi pengendalian penurunan (degradasi) kualitas lingkungan yang mendasarkan pada segitiga emas (golden triangle) : EKONOMI-EKOLOGIMASYARAKAT sudah mulai luntur sejak berbaliknya paradigma ”Ekosentrisme menjadi antrophosentrisme”. Konsep pembangunan cenderung mengarah kepada ”pemenuhan kebutuhan masyarakat”. Utamanya dalam kegiatan pemenuhan kebutuhan hidup manusia (pembangunan segala bidang). . Pembangunan nasional berbasis ekosistem “Alam memiliki keterbatasan untuk menunjang kehidupan manusia. Pesan yang disampaikan tersebut berlaku universal dalam berbagai aspek kehidupan. Sampai dengan bahasan ini dikatakan bahwa pembangunan yang telah dilakukan belum mampu menjawab kebutuhan alam dan kebutuhan manusia yang sesungguhnya. dan berbasis masyarakat”. karena setiap manusia hidup di alam dan tergantung terhadap substansi penting yang terkandung dalam alam itu sendiri (Hafid@April 2010). berkelanjutan. Strategi pembangunan nasional bukan hanya Pekerjaan rumah pemerintah berkuasa. Konsep pembangunan yang dipahami tidak berdasar kepada ”pembangunan berwawasan lingkungan. namun menjadi kewajiban semua pihak. Meletakkannya dalam asas tertinggi adalah suatu keharusan demi mewujudkan makna terdalam pemenuhan kebutuhan manusia. Karenanya menghargai integritas ekosistem dan menjamin keanekaragamannya merupakan prasyarat untuk mendukung kelangsungan kehidupan manusia” (Status Lingkungan Hidup Indonesia 2008). Ekosistem sebagai sendi utama kehidupan di muka bumi harus menjadi salah satu dasar pertimbangan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.tropis.

mengandung pengertian bahwa manusia harus mengembangkan diri untuk mempertahankan hidup dan mengembangkan kehidupan sebagai manusia dengan menguasai jagad raya beserta isinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. untuk mengembangkan keturunan dan memenuhi bumi. manusia dapat memahami lingkungannya dan menghimpun pengalaman sebagai pengetahuan dan menciptakan peralatan sebagai penyambung keterbatasan jasmaninya. Sungguhpun manusia merupakan makhluk lingkungan (territorial being) yang tidak mungkin dipisahkan dari lingkungan hidupnya sebagai tempat bermukim. terpaksa harus bekerja keras dengan menguasai alam semesta beserta segala isinya.Puslit Pranata Pembangunan UI Tuesday. 21 July 2009 08:58 Keberhasilan manusia mempertahankan hidup dan mengembangkan kehidupannya sebagai makhluk yang tertinggi derajadnya di muka bumi (khalifah) adalah berkat kemampuannya beradaptasi terhadap lingkungan hidupnya secara aktif. Keunggulan manusia berfikir secara metaforik dan kemampuan kerja dengan menggunakan peralatan itu. Dengan demikian manusia dipacu untuk meningkatkan . manusia dengan lebih mudah memenuhi kebutuhan hidupnya dengan meramu dan berburu binatang liar. Akhirnya manusia menjadi makhluk pemangsa yang terbesar di muka bumi.Budhisantosa . Sungguhpun keunggulan manusia telah membuka peluang untuk menguasai bumi dengan segala isinya dan dapat mengembangkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan di manapun ia suka. Pernyataan poluler tentang usaha manusia membina hubungan secara aktif dan timbal balik seorang pelopor Antropologi kenamaan Gordon Childe diabadikan dalam bukunya tentang sejarah peradaban manusia Man Makes Himself (19.. sejak meninggalkan Taman Firdaus yang segala kebutuhan hidupnya serba ada dan dalam jumlah serba banyak untuk menjamin hidupnya. tidaklah berarti bahwa kekuasaan manusia itu tanpa mengenal batas. Jelaslah bahwa kisah kejadian tentang asal-usul manusia pertama. manusia dapat menghimpun pengalaman. ragam dan mutunya. Sejak terusir dari Secara simbolik. manusia senantiasa mengalami sejarah kemajuan dan kemerosotan menuju ke peradaban. mengembangkan pengalaman dan kemampuan menguasai bumi dengan segala isinya. Sejak hidup di bumi manusia harus mengembangkan peralatan dan cara pengendaliannya untuk membangun lingkungan hidup yang layak bagi kemanusiaan dan memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mengelola lingkungannya serta mengolah sumberdaya alam yang tersedia. Dengan peralatan di tangan sejak zaman batu tua (palaeolithicum) hingga masa industri yang didominasi dengan penerapan teknologi modern. Kemudahan itu untuk memenuhi kebutuhan hidup itu berhasil meningkatkan kesejahteraan yang diikuti dengan meningkatnya kebutuhan hidup dalam jumlah.Lingkungan Hidup Dan Pembangunan Berkelanjutan Written by S. yaitu Adam dan Siti Hawa. Berkat kemampuan akal dan ketrampilan kerja kedua tangannya. Karena itulah manusia berhasil menghantar dirinya sebagai khalifah di muka bumi dan hidup tersebar luas di muka bumi. menguasai segala binatang yang hidup di daratan maupun burung-burung yang berterbangan di langit. Manusia dapat melaksanakan perintah sang Pencipta untuk menguasai ikan di lautan.). Dengan peralatan batu yang sederhana. manusia tidak menggantungkan dirinya pada kemurahan lingkungan semata-mata.

yang mempermudah manusia mengolah sumberdaya alam. Pesatnya kemajuan teknologi modern tidak secara berimbang diikuti dengan perkembangan pranata sosial sebagai kendali. Namun dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia karena pertambahan jumlah penduduk dunia serta meningkatnya kesejahteraan hidup yang disertai meningkatnya kebutuhan hidup manusia di satu pihak. Intensitas pengolahan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang bertambah besar jumlahnya. Akibatnya pemenuhan kebutuhan hidup penduduk setempatpun menjadi sulit sehingga mengancam kesejahteraan hidup mereka. Jelaslah bahwa sejarah peradaban manusia senantiasa mengalami pasang-surut karena ulahnya sebagai khalifah di muka bumi. Kesenjangan antara kemajuan teknologi modern dengan perkembangan pranata sosial sebagai kendali (culture lag) dalam sejarah peradaban manusia itu menjadi sumber bencana yang merusak keseimbangan lingkungan hidup (ecological equilibrium). manusia mampu merawat keseimbangan fungsi lingkungan hidupnya (ecological equilibrium). ragam dan mutunya itu telah mempercepat proses pemiskinan ataupun sekurang-kurangnya mengganggu keseimbangan fungsi lingkungan hidup setempat. Namun kekuasaan manusia itu ada batasnya. 19) secara selaras. Dengan mengacu pada kearifan lingkungan (ecological wisdom) yang dikembangkan dari abstraksi pengalaman masa lampau dan digunakan untuk membina hubungan dengan lingkungannya secara timbal balik (adaptation). Akan tetapi dengan keunggulannya.intensitas pengolahan sumberdaya alam yang tersedia dan pada gilirannya menimbulkan dampak pada lingkungan hidup mereka. Selanjutnya manusia mampu mengembangkan peradaban yang lebih kompleks dengan munculnya kota sebagai pusat kekuasaan dengan penduduk yang tidak harus secara langsung mengolah sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya berkat kemampuan penduduk pedesaan menghasilkan surplus. Namun demikian manusia tidak pernah mengenal menyerah. Kemajuan peradaban berkat kemampuan manusia menguasai lingkungannya itu telah menimbulkan dampak pada hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. serasi dan berkeseimbangan. dan kemapuan teknologi modern yang mempermudah manusia mengolah sumberdaya alam yang terbatas. Peningkatan intensitas pengolahan sumberdaya alam akan mempercepat pengurasan persediaan yang pada gilirannya akan mengancam kesejahteraan penduduk. sebagaimana tercermin dalam peninggalan sisa-sisa peralatan pada zaman batu muda. manusia mampu mengatasi keterbatasan itu dengan mengembangkan teknologi dan cara-cara pengendaliannya. karena apapun yang dilakukan terhadap lingkungannya akan menimbulkan dampak timbal balik yang tidak terelakan. Pengolahan sumberdaya alam dan pengelolaan lingkungan yang sehat diabaikan demi terpenuhinya kebutuhan hidup manusia yang cenderung terus meningkat dalam jumlah. Kesulitan itu mendorong manusia untuk kembali mengembangkan teknologi pengolahan sumberdaya alam. untuk meningkatkan efisiensi dan produksivitas kerja mereka tanpa menghacurkan pola-pola hubungan timbal balik dengan lingkungannya (M.Harris. Keberlanjutan hubungan antar manusia dengan lingkungannya secara berkelanjutan (sustainable adaptation) harus tetap dirawat di era pembangunan yang mendorong manusia untuk meningkatkan intensitas pengolahan . seringkali kearifan lingkungan (ecological wisdom) yang mereka kembangkan sebagai kendali terlupakan. ragam dan mutunya.

tidak ada jalan lain kecuali dilakukan dengan penerapan teknologi maju yang dapat memperlancar pencapaian sasaran.sumberdaya dan pengelolaan lingkungan hidup yang sehat demi peningkatan kesejahteraan umum. betapapun sederhananya. Akibatnya masyarakat Indonesia mengalami pergeaseran dari masyarakat yang berkesenangan (equilibrious society) ke arah masyarakat yang berkesenjangan sosial (disequilibrious society) dengan segala implikasi sosial. Masyarakat Indonesia yang pada umumnya masih didominasi tradisi agraris yang bertumpu pada ekonomi subsistensi yang penuh keseimbangan (equilibrious society) harus dengan masyarakat industri yang bertumpu pada ekonomi pasar (market oriented economy) yang mengejar keuntungan materi. Dalam keadaan sedemikian itu pertumbuhan ekonomi hanya di nikmati oleh segolongan kecil masyarakat yang telah siap memanfaatkan peluang dalam pembangunan. khususnya yang digunakan untuk memacu perkembangan ekonomi. Dalam tempo yang relatif singkat hutan-hutan setempat tidak dapat menghasilkan cukup banyak kayu yang diperlukan untuk pembangunan. Di lain pihak. Percepatan pertumbuhan ekonomi (economic growth) yang tidak ditopang dengan perkembangan pranata sosial yang diperlukan ternyata tidak berhasil memacu perkembangan ekonomi (economic development) yang berakar kuat dalam tatanan kehidupan masyarakat. Demikian juga binatang liar tidak lagi dapat diharapkan menghasilkan kulit berbulu tebal. PEMBANGUNAN Apapun makna yang diberikan.Geertz. akan senantiasa memicu serangkaian perubahan pada sistem produksi. akan mempengaruhi pola-pola hubungan antar manusia dengan lingkungannya. Pengalaman di Eropa itu berulang di kebanyakan negara yang sedang berkembang dewasa ini. Sementara itu penerapan teknologi modern yang cenderung lebih exploitatif dan expansif penerapannya untuk mengimbangi besarnya biaya yang diperlukan telah berlangsung tanpa kendali yang efektif. Akibatnya pengurasan sumberdaya alam berlangsung secara . pemerintahan Orde Baru melanjutkan dengan "revolusi pembangunan". Pembangunan nasional diselenggarakan dengan percepatan pada pertumbuhan ekonomi yang ditopang dengan penerapan teknologi maju serta stabilitas nasional sebagai persyaratan. Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan umum dalam kurun waktu tertentu. Sementara itu. distribusi dan konsumsi yang berdampak luas pada tatanan kehidupan sosial-budaya masyarakat yang bersangkutan. termasuk Indonesia. 1966) di bawah kepemimpinan Bung Karno. pada hakekatnya "pembangunan" itu mengandung implikasi perubahan yang direncanakan. politik dan keamanan. peningkatan produksi barang kebutuhan hidup dengan mengolah sumberdaya alam secara lebih intensif. setiap penerapan teknologi baru. Setelah selesai dengan "revolusi integratif" yang mempersatukan bangsa (C. Pengalaman penerapan teknologi maju di benua lama untuk mengembankan industri pada awal abad XIX telah membuktikan betapa hubungan antar manusia dan lingkungan hidupnya kehilangan keseimbangan. Selama kurun waktu 50 tahun (1850-1900) tercatatat lebih dari 35 juta penduduk Eropa terpaksa mengungsi ke luar untuk mencari penghidupan di daerah koloni.

Kenyataan tersebut telah menyisihkan sebagian masyarakat dari sumberdaya alam yang selama ini mereka rawat secara berkelanjutan. Sungguhpun tidak mungkin lagi bagi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan akan lingkungan hidup dengan ke 5 fungsi sosial secara penuh. sejalan dengan usaha pembangunan sektor ekonomi harus diimbangi dengan usaha memberdayakan masyarakat agar dapat mengambil bagian secara menguntungkan. masyarakat luas tidak akan mampu ikut mengambil bagian secara menguntungkan. . Terpenuhinya jaminan tersebut juga akan memperkuat kesadaran penduduk untuk mengelola lingkungan hidupnya dan mengolah sumberdayanya secara berkelanjutan demi pelestarian fungsi lingkungannya secara menyeluruh.besar-besaran tanpa mengindahkan keseimbangan fungsi lingkungan. Pertiakaian antar bangsa dan bahkan antar kelompok sosial dalam lingkungan masyarakat bangsa yang lebih luas dewasa ini. melainkan juga kondisi lingkungan sosial yang menjamin kebebasan penduduk untuk menentukan pilihan hidupnya (cultural freedom). melainkan pancalogi dengan menambahkan prinsip sosial dan ekologi. Pembangunan nasional yang diharapkan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi menjadi perkembangan ekonomi yang kuat berakar dalam kehidupan masyarakat harus ditopang dengan pengembangan pranata sosial secara memadai. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Mengingat kenyataan tersebut. keadilan sosial dan demokrasi politik. Tanpa ke 3 persyaratan itu. Setidak-tidaknya ada jaminan bagi mereka untuk mendapatkan menciptakan lingkungan yang aman. tersedia tempat mengembangkan keturunan secara aktif. masyarakat akan merasa aman dalam usahanya karena perlindungan atas hak asazi mereka sebagai manusia serta perlindungan atas lingkungan hidup tempat mereka bermukim dan mengembangkan kebudayaan masing-masing. terjamin sumber pencaharian atau makanannya. Pemberdayaan itu tidak sebatas pada pembekalan ketrampilan dan keahlian. bukan lagi trilogi. karena mereka tidak mampu bersaing tanpa perlindungan dengan pihak "luar" yang memiliki berbagai keunggulan. model pembanguinan nasional harus diubah. Dengan lain perkataan. melainkan juga rusaknya keseimbangan fungsi lingkungan. pada hakekatnya berawal pada perebutan penguasaan sumberdaya dan lingkungan yang terasa semakin langka. Dengan ke 3 persyaratan tersebut. Persaingan yang tidak sehat di kalangan masyarakat untuk memperebutkan sumberdaya alam dan lingkungan yang sehat tanpa perlindungan yang tegas telah memicu pertikaian sosial yang seringkali disertai kekerasan (violent conflict) yang dihadapi masyarakat Indonesia dewasa ini. karena sebagian besar dari mereka itu masih didominasi tradisi agraris masing-masing. Akibatnya bukan hanya kesenjangan sosial bertambah lebar dan dalam. terawatnya sarana integrasi sosial dan arena tempat aktualisasi diri bagi warganya dan kebutuhan akan keamanan. Sementara itu perhatian terhadap ekologi dalam pembangunan diperluka sebagai kendali atas pengelolaan lingkungan dan pengolahan sumberdaya alam yang semakin langka (Environment scarcity).

karena itu bukan semata-mata sekedar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Pembangunan. Masalahnya siapa yang akan mengambil prakarsa untuk memulainya secara perorangan maupun kolektif. tidak mungkin dipisahkan dari lingkungannya dan tidak mungkin merusak lingkungannya untuk kepentingan sejenak atau bagi generasinya. Manusia mempunyai tanggungjawab melestarikan fungsi lingkungan bagi generasi penerus mereka. Ekonomi .Dalam memperebutkan lingkungan dan sumberdaya alam yang semakin langka itu. pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan umum jangan sampai sebaliknya menimbulkan kesengsaraan umum. melainkan juga harus mampu memacu perkembangan sosial-budaya dan melestarikan fungsi lingkungan sebagai tempat manusia mempertahankan hidup dan mengembangkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan. Manusia sebagai makhluk lingkungan (territorial being). manusia tidak segan-segan menggunakan kekerasan dengan berbagai macam dalih dan seringkali juga mengaktifkan simbol-simbol ikatan primordial kesukubangsaan. kebangsaan dan keagamaan ataupun ideologi politik. Karena itu. Semata. Apa yang mereka perlukan adalah pengaturan yang disepakati bersama untuk melestarikan ke 5 fungsi sosial lingkungannya.

Hingga pertengahan tahun 1990-an perekonomian Indonesia terlihat semakin kuat dan mulai terpandang di dunia internasional. Tingginya tingkat krisis yang dialami negri kita ini diindikasikan dengan laju inflasi yang cukup tinggi. prasyarat. serta terhambatnya pertumbuhan ekonomi. yang meliputi pengertian. Sebagai dampak atas inflasi. Agar dapat mengetahui dengan jelas kondisi ekonomi nasional Indonesia hingga tahun 2000 ini. berkurangnya investasi. evolusi teori. Penerapan kebijakan moneter dengan menggunakan target inflasi (inflation targeting) ini diharapkan dapat menciptakan fundamental ekonomi makro yang kuat. Pada masa itu pemerintah memberikan banyak kemudahan bagi para investor yang akan berinvestasi di bidang keuangan dan perbankan. Program pembangunan bidang ekonomi di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1970-an dan menunjukkan perkembangan yang pesat sejak tahun 1980-an. semakin banyak modal yang dilarikan ke luar negeri. tetapi lebih kepada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. karakteristik dan elemen target inflasi. PEMBAHASAN 1. terjadi penurunan tabungan. Makalah ini akan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan target inflasi. orientasi pemerintah dalam mengelola perekonomian telah bergeser ke arah makin kecilnya peran pemerintah. Tujuan pembangunan bukan lagi semata-mata pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Kondisi seperti ini tak bisa dibiarkan untuk terus berlanjut dan memaksa pemerintah untuk menentukan suatu kebijakan dalam mengatasinya. Perkembangan Ekonomi Makro di Indonesia Sejak Tahun 1980-an. Dalam artikel ini akan dibahas perkembangan ekonomi di Indonesia saat mulai berkembang tahun 1980-an hingga terjadinya krisis moneter . PENDAHULUAN Sebagaimana diketahui bahwa negara Indonesia sedang dilanda krisis ekonomi yang berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. maka dalam pembahasan juga dipaparkan tentang perkembangan ekonomi makro Indonesia. II. Artinya.Berbagai Hambatan dalam Penerapan Kebijakan Moneter Inflation Targeting I. Kebijakan moneter dengan menerapkan target inflasi yang diambil oleh pemerintah mencerminkan arah ke sistem pasar.

5 Prospek Ekonomi Jangka Pendek. Bentuk nyata restrukturisasi dilakukan dengan cara menyehatkan bank dan memberikan independensi kepada Bank Sentral. kegiatan ekonomi Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan. Dalam upaya pemulihan sektor keuangan Indonesia. yaitu pengaruh pasar keuangan internasional. Kebijakan Moneter Kondisi ekonomi negara Indonesia pada masa orde baru sudah pernah memanas. . dengan asumsi kondisi politik dan keamanan stabil. Kebijakan moneter yang ditempuh saat ini berupa open market operation memerlukan ongkos yang mahal. Ditinjau dari aspek ekonomi makro. Pada saat itu pemerintah melakukan kebijakan moneter berupa contractionary monetary policy dan vice versa. sebagaimana yang dipublikasikan oleh BI. 4. Krisis moneter di Indonesia telah memporak-porandakan sektor keuangan yang sebelumnya tengah berkembang pesat sejak tahun 1980-an.pada tahun 1997. telah dilakukan restrukturisasi sistem moneter sejak tahun 1998. untuk semester pertama tahun anggaran 2000 terlihat bahwa telah terjadi defisit anggaran yang disebabkan oleh peningkatan pengeluaran untuk subsidi dan pembayaran bunga hutang. Meski sebenarnya terjadi peningkatan penerimaan. Kebijakan Fiskal. Meski telah menelan banyak biaya dan telah dilaksanakan lebih dari tiga tahun. Dominasi kebijakan moneter dibanding kebijakan fiskal dan deregulasi sektor riil menyebabkan terjadinya kebijakan makro ekonomi yang tidak seimbang. Kondisi ini diperparah dengan adanya kendala yang lebih besar. Peningkatan pertumbuhan ekonomi bertumpu pada kenaikan ekspor yang dewasa ini mulai membaik kembali. Untuk beberapa tahun ke depan. Kondisi ekonomi sangat dipengaruhi oleh kondisi politik dan keamanan dalam negeri. Perkembangan Moneter Perbankan. Berdasarkan AD/ART pemerintah negara Indonesia. namun juga dari faktor eksternal. Kebijakan tersebut cukup efektif dalam menjaga stabilisasi ekonomi dan ongkos yang harus dibayar relatif murah. 2. kinerja perekonomian bukan hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor internal. namun proses penyehatan sistem moneter belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. 3. namun ternyata besarnya peningkatan penerimaan masih jauh lebih rendah dibanding peningkatan pengeluaran.

sektor moneter dan sektor riil saling terkait melalui suku bunga. Dengan kata lain bahwa pembenahan sektor ekonomi dapat dilakukan dengan cara pengendalian inflasi. Sedangkan menurut teori Keynes. Berdasarkan perkembangan teori dan pengalaman empirik. Evolusi Teori. Pendapat tersebut bertolak belakang dengan teori Keynes. Pengertian. Menurut teori Klasik. Dalam hal ini Bank Indonesia selaku bank sentral menetapkan target laju inflasi untuk periode jangka waktu tertentu.6 Target Inflasi. Kalaupun harus mempergunakan target antara. Tidak seperti halnya kebijakan moneter konvensional yang senantiasa mempergunakan target antara besaran moneter. Karena pada dasarnya. disimpulkan bahwa dalam jangka panjang teori yang sesuai untuk dipergunakan adalah teori Klasik. Inflasi sebagai sasaran utama dan indepensi bank sentral sebagai pengendali inflasi merupakan landasan dari target inflasi. target inflasi menawarkan suatu framework yang mengkombinasikan keduanya secara sistematis. Target inflasi merupakan salah satu bentuk kebijakan moneter yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia dalam upaya pemulihan kondisi ekonomi nasional. dalam praktik kebijakan moneter tidak ada yang . Dengan demikian. Milton Friedman. • Teori klasik modern >< Teori Keynes. Salah satu penganut teori klasik modern. Kebijakan moneter hanya mempunyai dampak permanen pada tingkat harga umum (inflasi). antara lain: • Teori Klasik >< Teori Keynes. yang disebut dengan constrained discretion. sedangkan dalam jangka pendek teori Keynes lebih tepat. kebijakan moneter tidak berpengaruh terhadap sektor riil. biasanya akan digunakan tingkat bunga jangka pendek. Teori-teori moneter yang memberikan kontribusi bagi pematangan konsep ini meliputi teori klasik hingga teori modern. misalnya kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. kebijakan target inflasi lebih berorientasi ke depan (forward looking) dibanding kebijakankebijakan moneter sebelumnya (yang oleh BI disebut juga kebijakan konvensional). Kemudian. mengemukakan bahwa kebijakan rule lebih baik dibanding discretion. Konsep target inflasi ini merupakan produk dari evolusi teori moneter dan akumulasi pengalaman empiris. dalam target inflasi diperggunakan proyeksi inflasi. Ada berbagai kebijakan yang biasa dipergunakan oleh pemerintah dalam menangani permasalahan ekonomi. untuk menentukan pilihan atas rule vs discretion.

Teori Keynes mempergunakan tingkat bunga sebagai sasaran antara. baik berupa tingkat bunga maupun kuantitas uang. Dengan penerapan target inflasi dalam kebijakan moneter. • Teori moneter modern. Guna menghindarkan polemik ini. karena inflasi dipengaruhi bukan hanya oleh satu faktor. Artinya bahwa inkonsistensi dalam kebijakan moneter dapat terjadi apabila otoritas moneter terpaksa harus mengorbankan sasaran jangka panjang (inflasi) demi mencapai sasaran lain dalam jangka pendek. Prasyarat tersebut meliputi: Indepensi Bank Sentral. . Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar kebijakan moneter dapat mencapai keberhasilan dalam pelaksanaannya. 7 Prasyarat. tidak harus tingkat bunga ataupun kuantitas uang. Teori rational expectations menyebutkan bahwa faktor ekspektasi mempunyai peran penting. Ekspektasi masyarakat inilah yang menjadi kunci keberhasilan yang harus dapat dikendalikan. Kebijakan moneter hanya dapat mempengaruhi output dalam jangka pendek. karena mempengaruhi perilaku dan reaksi para pelaku ekonomi terhadap suatu kebijakan. teori moneter modern memasukkan aspek kredibilitas yang bersumber dari masalah time inconsistency. • Teori kuantitas >< Teori Keynes. sedangkan dalam teori kuantitas digunakan jumlah uang beredar. kebijakan target inflasi menentukan inflasi sebagai sasaran akhir. output akan kembali seperti semula. Menetapkan inflasi sebagai sasaran utama berarti menghindarkan diri dari inkonsistensi kebijakan. Dengan mengambil inflasi sebagai sasaran akhir. maka pengendalian inflasi harus menjadi sasaran tunggal. akan menyebabkan pembatasan diri terhadap informasi. Dalam perkembangan selanjutnya. • Teori rational expectations. Agar hal ini tidak terjadi. karena setelah ekspektasi masyarakat berperan. otoritas moneter dapat lebih bebas dan lebih fleksibel dalam menggunakan semua data dan informasi yang tersedia untuk mencapai sasaran.murni rules ataupun murni discretion. Dengan demikian target inflasi menggunakan mekanisme transmisi yang relevan. diharapkan dapat menjadi anchor bagi ekspektasi masyarakat. Penggunaan sasaran antara. atau setidaknya menjadi sasaran utama.

Dalam mengatur/menggunakan instrumen. Pelaksanaan secara konsisten dan transparan. neraca pembayaran. Fokus terhadap sasaran. ada instrumen kebijakan yang tidak dipengaruhi oleh pemerintah. Dengan pelaksanaan target inflasi secara konsisten dan transparan. misalnya sasaran pertumbuhan ekonomi. misalnya melalui kebijakan fiskal. Oleh karena itu. 8 Karakteristik. Fleksibel sekaligus kredibel Biasanya. Capacity to forecast inflation. Aturan Taylor (Taylor’s rule) dapat dipergunakan sebagai pedoman untuk mengatasi dilema tersebut. kesempatan kerja. Sasaran-sasaran lain kadang-kadang bertentangan dengan sasaran pengendalian inflasi. Bank Sentral mutlak harus mempunyai kemampuan untuk memprediksi inflasi secara akurat. dan kurs. Namun demikian. Pengawasan instrumen Bank Sentral harus memiliki kemampuan untuk mengawasi instrumen-instrumen kebijakan moneter. maka kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan yang ditetapkan semakin meningkat. kebijakan yang fleksibel akan cenderung kurang kredibel dan hal itu merupakan dilema dalam penentuan kebijakan. kebijakan target inflasi ini lebih berwawasan ke .Sebenarnya tak ada Bank Sentral yang bisa bersifat benar-benar independen tanpa campur tangan dari pemerintah. Pengendalian inflasi hanyalah salah satu di antara beberapa sasaran lain yang hendak dicapai oleh Bank Sentral. seharusnya bank Sentral tidak menetapkan sasaran lain dan berfokus pada sasaran utama pengendalian inflasi. sehingga dapat menetapkan target inflasi yang hendak dicapai.

maka dapat disimpulkan bahwa elemen-elemen dalam target inflasi terdiri atas: a. Kalau ada sasaran-sasaran lain di samping sasaran ini. Hasil tinjauan tersebut dapat dipergunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja selanjutnya. b. Berdasarkan teori dan penjabaran di atas. Melakukan review terhadap kinerja kebijakan moneter. Dalam kebijakan ini juga dibuat prediksi inflasi di masa yang akan datang. maka sasaran yang lain harus tunduk pada sasaran utama. d. Independensi Dengan adanya independensi dalam menentukan kebijakan. 9 Elemen-elemen. Laporan pelaksanaan Mestinya. maka hasil yang telah dicapai oleh kebijakan ini harus dimonitor.depan. harga aset. Sasaran target inflasi. Sasaran utama dalam kebijakan target inflasi adalah pengendalian inflasi. dilaporkan dan diumumkan secara periodik. harga barang industri dan sebagainya. Komunikasi Dalam pelaksanaan kebijakan ini perlu adanya komunikasi yang efektif terhadap publik . c. Prediksi dilakukan dengan mempergunakan data besaran moneter. publik perlu untuk mengetahui sasaran kebijakan ini. karena akan berpengaruh terhadap ekspektasi masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut. Dalam kebijakan ini target dan indikator inflasi ditentukan terlebih dahulu dan dipergunakan sebagai pegangan dalam pelaksanaan kebijakan moneter. Ini penting bagi publik agar dapat mengukur keberhasilan kebijakan ini. yaitu: a. Hal ini dapat dilihat dari karakteristik yang dimilikinya. maka peluang tercapainya sasaran akan lebih maksimal. tingkat bunga. c. kurs. b.

Ditambah dengan adanya faktor lain yang juga menjadi kendala dalam pemberlakuan kebijakan ini. maka diharapkan pelaksanaan target inflasi di negara kita juga akan dapat menuai keberhasilan. Australia.tentang cara-cara pencapaian sasaran inflasi dan mekanisme transmisi yang jelas. Karena adanya kesamaan permasalahan dan latar belakang. negara-negara tersebut sebelumnya juga mempergunakan kebijakan moneter dengan target antara. Meski kebijakan target inflasi ini cukup menjanjikan. Para pejabat dalam lembaga . Kanada. terbaru dan lengkap diperlukan untuk melakukan analisis kebijakan yang prima. namun sebenarnya terdapat banyak hambatan yang berkaitan dengan banyaknya prasyarat yang harus dipenuhi dalam pelaksanaannya di Indonesia. Dengan kata lain bahwa pemerintah tidak dapat benarbenar tidak turun campur tangan dalam urusan lembaga pengawas. Kebijakan target inflasi ini telah dilaksanakan di negara-negara Selandia Baru. e. Negara-negara tersebut mendapatkan keberhasilan dalam menekan laju inflasi dengan penerapan kebijakan ini. Data dan informasi Data dan informasi yang relevan. Inggris. hambatan-hambatan dapat dijelaskan sebagai berikut: - Hambatan dalam menciptakan independensi Sulitnya menciptakan independensi bank sentral. Seperti halnya Indonesia. karena hingga saat ini sistem pemerintahan Indonesia tidak memungkinkan untuk memberikan kewenangan penuh terhadap suatu lembaga/otoritas dalam menjalankan fungsi pengawasan instrumen keuangan. meski lembaga tersebut disebut lembaga independen. 11 Berbagai Hambatan Dalam Pelaksanaan Targat Inflasi. Spanyol. Secara singkat. Swedia. Finlandia. Korea dan Filipina. 10 Prospek.

Hal ini berkaitan dengan kondisi politik dan keamanan yang boleh dikatakan tidak menentu akhir-akhir ini. maka akan timbul sifat inflexible. Untuk saat ini. maka akan membuka kesempatan korupsi dan kolusi. . mustahil dapat memprediksi dengan cermat. para investor masih beranggapan bahwa negara kita tidak cukup kondusif bagi investasi. kecuali apabila lembaga pelaksana kebijakan ini dapat meyakinkan masyarakat bahwa aparaturnya negara bersih dan bebas korupsi. Tingkat korupsi di Indonesia yang sedemikian tinggi akan mempersulit pemerintah dalam meraih kepercayaan dari masyarakat. Kebijakan target inflasi belum tentu didukung oleh masyarakat. Isu-isu seputar politik dan keamanan daerah sudah rawan untuk memporak-porandakan perekonomian nasional. peramalan inflasi di Indonesia akan sulit dilaksanakan. stabilitas nasional sangat berperan dalam menentukan kondisi ekonomi suatu negara. Jika stabilitas belum tercapai. sehingga menyebabkan incredible. Demikian juga sebaliknya. - Hambatan dalam mewujudkan kebijakan secara konsisten dan transparan. - Hambatan dalam memprediksi inflasi. apabila kebijakan ini lebih berfokus pada kredibilitas. - Hambatan dalam mewujudkan kebijakan secara fleksibel dan kredibel. Kemungkinan besar. Pelaksanaan kebijakan target inflasi secara konsisten dan transparan juga akan sulit terwujud. Jika kebijakan diberlakukan secara lentur. Padahal. Juga maraknya praktik kolusi yang menyebabkan sikap masyarakat semakin apatis dan enggan berpartisipasi dalam pelaksanaan pemulihan krisis ekonomi. Kemampuan untuk memprediksi inflasi merupakan kunci utama dalam pelaksanaan kebijakan target inflasi. Hal ini jelas-jelas menyebabkan fungsi pengawasan tak dapat berjalan sebagaimana mestinya. yang berarti loyalitas mereka terhadap pemerintah tak diragukan lagi. Menjalankan kebijakan secara fleksibel sekaligus kredibel juga bukan merupakan pekerjaan yang mudah.tersebut digaji oleh pemerintah.

-

Tingkat keparahan krisis. Faktor lain adalah tingkat keparahan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia sudah tergolong akut, sehingga penanganannya juga lebih sulit dibanding negara-negara lain. Mungkin kebijakan target inflasi ini berhasil diberlakukan di negara-negara lain, namun belum tentu akan sesuai diberlakukan di Indonesia.

III. KESIMPULAN Kondisi perekonomian Indonesia yang terpuruk akibat krisis memerlukan upaya pemulihan dengan menggunakan kebijakan moneter. Kebijakan yang diterapkan berupa inflation targeting yang telah berhasil mengentaskan problem inflasi di berbagai negara di dunia.

-

Target inflasi dicetuskan dari perkembangan evolusi teori-teori ekonomi dan dalam pelaksanaannya ditentukan oleh kondisi suatu negara dengan prasyarat-prasyarat untuk keberhasilan sistem ini.

-

Bank Indonesia sebagai otoritas moneter diharapkan dapat mengembangkan kebijakan yang secara efektif dapat memulihkan stabilisasi ekonomi jangka pendek dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi berkelanjutan, dengan ongkos yang minimal.

-

Pemulihan kondisi ekonomi yang stabil bukan hanya ditentukan oleh faktor internal, namun juga faktor eksternal, misalnya kondisi politik dan keamanan negara.

-

Target inflasi nampaknya akan sulit untuk diberlakukan sebagai salah satu kebijakan moneter di Indonesia, mengingat berbagai hambatan yang harus dihadapi.

DAFTAR PUSTAKA : Adiningsih, Sri. 2000. "Perkembangan Moneter Perbankan Indonesia". Makalah Seminar

Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Bernanke, B. and Mihov. 1997. "What Does the Bundesbank Target?" European Economic Review. Boediono. 2000. "Inflation Targeting". Makalah Seminar Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Fischer, Stanley. 1993. "The Role of Macroeconomic Factors in Growth". Journal of Monetary Economics. Goeltom, Miranda S. 2000. "Perkembangan Ekonomi Makro Indonesia". Makalah Seminar Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Mishkin, F.S. 1999. "International Experience with Different Monetary Policy Regimes". Journal of Monetary Economics. Nopirin. 2000. "Kebijakan Moneter Dengan Target Inflasi". Makalah Seminar Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Saudagaran, S.M. and Diga, J.G. 2000. "The Institutional Environment of Financial Reporting Regulation in ASEAN". The International Journal of Accounting.

Oleh: Seruni Sutanto, Dosen STIE Widya Manggala Semarang

Sumber: http://www.stie-stikubank.ac.id/webjurnal

Senin Paing, 28 Agustus 2006

Artikel
Pola pembangunan konvensional harus segera ditinggalkan. Jika tidak segera mengubah haluan, dampak negatif pada ketimpangan kehidupan dan lingkungan akan semakin menjadi-jadi.

--------------------"Pseudo Growth" dan Pembangunan Berkelanjutan Oleh Dr. IB Raka Suardana, S.E., M.M.
KERUSAKAN lingkungan Pulau Bali akibat eksploitasi berlebihan, dan berkembangnya usaha yang mencemari lingkungan, mau tak mau harus disikapi dengan tindakan yang lebih aktif melalui penyikapan bersama dalam menciptakan sinergi dan jejaring di antara semua pemangku kepentingan (stakeholders). --------------------------Selama ini pembangunan sepertinya hanyalah mengejar pertumbuhan ekonomi, yang diukur dengan produk domestik bruto (PDB) di tingkat nasional dan produk domestik regional bruto (PDRB) di level lokal (propinsi dan kabupaten/kota). Jika PDB/PDRB meningkat, maka pertumbuhan ekonomi tentu meningkat pula, yang dianggap merupakan ''prestasi'' pemimpin nasional/lokal. Padahal dalam mencapai PDB/PDRB itu, kemajuan pembangunan masih berbasis pada pembangunan yang bersifat konvensional. Dalam pembangunan konvensional, keberhasilan menaikkan produksi barang dan jasa secara melimpah (yang merupakan unsur PDB/PDRB), tidak mengakomodasi aspek lingkungan. Pembangunan sosial juga tersingkirkan, terutama yang menyangkut kepentingan kelompok miskin. Banyak bukti untuk kasus ini, di mana rakyat miskin selalu termarginalkan dalam setiap pembangunan. Kinerja ekonomi dalam pembangunan konvensional seperti itu jelas mengarah kepada pertumbuhan semu atau dikenal dengan istilah pseudo growth. Pseudo dalam dictionary berarti palsu atau pura-pura, dan dalam kamus bahasa Indonesia berarti tidak asli dan tidak sah. Dalam mengukur keberhasilan pembangunan melalui PDB/PDRB, cenderung pada pertumbuhan ekonomi yang umumnya melakukan eksploitasi sumber daya alam secara eksploitatif, agresif, dan ekspansif. Sebagai akibatnya, deplisi dan/atau degradasi serta kerusakan sumber daya alam terjadi begitu mengenaskan. Implikasinya jelas berpotensi menghancurkan kinerja pertumbuhan ekonomi itu sendiri (self-destructive). Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi yang selama ini diukur melalui PDB/PDRB dan merupakan sebagai ukuran kesejahteraan masyarakat masih bersifat "sesaat" dan belum memikirkan kelangsungan hidup untuk generasi penerus.

dan ekonomi. Pelaksanaan konsep pembangunan berkelanjutan diperkuat dengan kesepakatan para pemimpin bangsa yang dinyatakan dalam hasil-hasil negosiasi internasional. Meskipun kendala yang dihadapi pasti besar. Saat menghitung PDB/PDRB. yaitu dikenalkannya konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). adanya egoisme sektoral dan lemahnya penegakan hukum. keuntungan diperoleh luar biasa saat pengeksploitasian. Bila ditinjau dari sisi lingkungan. Seperti. Konsep pembangunan berkelanjutan muncul ketika terjadi kegagalan konsep pembangunan konvensional. di mana saat itu proses yang terjadi lebih banyak bersifat top-down. proses pembangunan yang terjadi tidak memikirkan generasi mendatang. Sebenarnya sejak dasawarsa 1900-an. sebab banyak orang pada saat ini masih mengutamakan kepentingan jangka pendek dibandingkan jangka panjang. Salah satu yang paling krusial adalah menemukan cara meningkatkan kesejahteraan masyarakat sambil menggunakan sumber daya alam secara bijaksana. yang jelas berpotensi akan tenggelam di kemudian hari. Di samping itu. Deklarasi Milenium PBB tahun 2000. dan penggunaan sumber alam yang dapat habis (tidak terbarukan) pada tingkat di mana kebutuhan generasi mendatang masih tetap akan terpenuhi. Pembangunan Berkelanjutan Pola pembangunan konvensional harus segera ditinggalkan. sehingga dianggap prestasi bagi pimpinan. Internalisasi Biaya Secara global konsep pembangunan berkelanjutan sudah ada gerakan nyata untuk mengimplementasikannya. para pengusaha yang mengeksploatasinya hampir semuanya tidak melakukan upaya atau memikirkan cara penanganan lubang bekas galian. seharusnya dilakukan peremajaan kembali atau perbaikan sebagai akibat kerusakan yang timbul. juga akan menjadi kendala cukup berat untuk dihadapi. Namun tantangan pembangunan berkelanjutan ini cukup banyak.Misalnya contoh penebangan pohon di hutan. hutan hanya dieksploitasi untuk perolehan ekonomi tanpa dilakukan reboisasi kembali. Jika tidak segera mengubah haluan. berbagai aturan tentang produk yang masuk ke . dan Deklarasi Johannesburg pada KTT Bumi tahun 2002. peningkatan pertumbuhan ekonomi terjadi. sehingga sumber daya alam terbarukan dapat dilindungi. sosial. Konsep ini didefinisikan sebagai pembangunan atau perkembangan yang memenuhi kebutuhan masa sekarang tanpa membahayakan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya. baik bagi si pengusaha maupun yang diterima pemerintah daerah dan pusat melalui restribusi. Tetapi kenyataannya. ketatnya. dampak negatif pada ketimpangan kehidupan dan lingkungan akan semakin menjadi-jadi. semua pihak seharusnya sudah menyadari konsep yang dijadikan pijakan dalam setiap gerak menuju kemajuan pembangunan. baik pimpinan nasional maupun pimpinan wilayah. Secara ekonomi. Demikian juga galian C. antara lain Deklarasi Rio pada KTT Bumi tahun 1992. Jenis pertumbuhan ekonomi seperti itulah yang dapat dikatekagorikaan pseudo growth (pertumbuhan semu).

Untuk itu. . Pengkajian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Undiknas Denpasar -----------------* Selama ini pembangunan konvensional mengarah kepada pertumbuhan (pseudo growth) yang hanya menaikkan produksi barang dan jasa secara melimpah. terutama yang menyangkut kepentingan kelompok miskin. salah satunya dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sambil menggunakan sumberdaya alam secara bijaksana. * Pembangunan sosial tersingkirkan. * Peremajaan atau perbaikan lingkungan menjadi tanggung jawab perusahaan yang bersangkutan. dosen FE dan Program Pascasarjana MM Undiknas. Rasanya hal ini tidak begitu sulit dilakukan. serta Ketua Lembaga Penelitian. apakah ada pengusaha yang mau melakukannya? Penulis. * Konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). * Mulai sekarang setiap perusahaan yang bidang usahanya berpotensi merusak atau mencemari lingkungan. memasukkan biaya perbaikan lingkungan ke dalam harga pokok produk/jasa yang dihasilkannya.negara-negara maju. tanpa mengakomodasi aspek lingkungan. paling tidak akan menjadi langkah sedikit maju di masa mendatang. Konsep internalisasi biaya perbaikan lingkungan ke dalam harga pokok. sehingga peremajaan atau perbaikan lingkungan menjadi tanggung jawab perusahaan yang bersangkutan. Misalnya harus mencantumkan label yang ramah lingkungan (ecolabelling). secara sederhana jika memungkinkan mulai sekarang setiap perusahaan yang bidang usahanya berpotensi merusak atau mencemari lingkungan memasukkan biaya perbaikan lingkungan ke dalam harga pokok produk/jasa yang dihasilkannya. Namun pertanyaannya sekarang. Bagaimana di tingkat nasional dan lokal? Tampaknya belum.

keabsahan suatu nilai dari ekspresi budaya. Menurut Paul Greenhalgh dalam bukunya “Modernism in Design” terbitan Reaction Books. sastra. Perkembangan desain modern di Indonesia. Gejala sosial yang demikian adalah pengambilan elemen bentuk dari abad 17 dan 18 dalam desain interior gaya historisisme. yaitu institusi kerajaan 2. more or less. awal dan citra perubahan Program Modernisasi Definisi secara umum dari kata “modern” adalah : • Karya budaya ragawi yang umumnya memiliki ciri – ciri yang sesuai dengan proses modernisasi dalam arti yang luas . dan dapat diaplikasikan ke setiap object desain. accordingly. the word “modern” has been relatively unproblematic with regard to design. Dari sini dapat diartikan bahwa definisi “modern” secara relatip tidak mempermasalahkan tentang desain.Desain Modern di Indonesia • Mei 16th. it could be construed as an insult or a compliment. Secara umum perkembangan desain di Indonesia terbagai menjadi tiga tahapan penting yaitu Program Modernisasi. yang ditandai dengan penggunaan ornamen dan dekorasi yang berlebihan. seni rupa. It has meant whatever one wanted it to mean. apakah ilmu pengetahuan. musik. 2010 Desain Modern di Indonesia Perkembangan Desain Abad ke 19 (1850 – 1900) 1. It could be applied to any designed object. atau tari. It has meant so much that it has often meant nothing”. mengatakan bahwa “For the greater part of this century. ditentukan oleh patron utama. given the appropriate context and. Istana Raja masih menjadi pusat kebudayaan.

Modernisasi Akulturasi 3. standar hidup. Prentice-Hall) Ahli Ekonomi : Modernisasi berdasarkan berbagai model pertumbuhan ekonomi. Modernization: Protest and Change. dan pertumbuhan Industri Ahli Sosiologi Modernisasi dengan lebih mengarah kepada perspektif evolusioner yang mencakup transisi multilinier masyarakat tradisional menjadi masyarakat yang lebih maju Ahli Komunikasi Modernisasi sebagai proses perubahan dari cara hidup tradisional menuju gaya hidup yang lebih kompleks dan maju secara teknologi Black Modernisasi ditandai oleh perkembangan sejumlah lembaga yang secara fungsional meningkatkan pengetahuan manusia untuk menguasai lingkungannya secara cepat. Kemudian itu memuncak pada Abad ke-19 dan 20. ekonomi. 1996. yang diistilahkan sebagai faktor N-ach (Need of achievement) Modernisasi di dunia Chodak mengidentifikasikan 3 tipe modernisasi : 1. Kosmos yang “nyaman” berubah maknanya oleh otonomisasi (sekularisasi) sehingga rasa aman lenyap 2. Englewood Cliffs. dan Afrika (Eisenstadt. pendapatan per kapita. Modernisasi Induksi Menurut Abraham 1. serta meluas ke sejumlah negara di Amerika Selatan.• Lahir dari pemikiran modern dan tumbuh di lingkungan masyarakat modern Beberapa pendapat tentang Modernisasi: • • • • • • • Ilmuwan Sosial : Kemunculan masyarakat industri barat dibandingkan dengan masyarakat negara berkembang yang masih tradisional Eisenstadt : Modernisasi merupakan proses perubahan masyarakat menuju tipe sistem sosial. dan politik yang berkembang di Eropa Barat dan Amerika Utara. Masyarakat yang “nyaman” dirobek – robek karena individu mendesak diri sebagai pusat semesta . Inkeles dan McCleland Memaparkan modernitas dari variabel psikologis yang membentuk mentalitas manusia modern secara khas. Asia. Modernisasi Industri 2. yaitu dorongan untuk berprestasi.

yaitu pemisahan hubungan ekonomi dengan sistem sosial yang lain. Kebersamaan nilai goyah karena proses individual 4. Birokrasi dan waktu menggantikan tokoh mistis dan waktu mitologi 5. kebangkitan lembaga politik .3. kehidupan modern bermakna sebagai proses mengganti kenyamanan alamiah dengan kenyaman buatan Menurut Giddens • • • • Kapitalisme Industrialisme Kekuatan Militer Kontrol terhadap informasi dan aktivitas sosial Abraham mencirikan modernisasi sebagai proses yang selalu diikuti oleh : • • • • • • • • Proses industrialisasi Peledakan penduduk Sekularisasi Revolusi harapan Berkembangnya media massa Stabilitas kependudukan Bangkitnya kelas menengah secara besar – besaran Revolusi budaya yang dahsyat Abraham juga memberikan gambaran tentang modernisasi sebagai suatu perubahan sebagai berikut : Gambaran Modernisasi Menurut Abraham Keterangan gambar : • Sisi Struktural : Meliputi peningkatan diferensiasi dan integrasi struktural. Pribadi menemukan diri sendiri secara kuat sehingga dalam arti sistem sosial.

dan kepuasan pribadi 4. Benda Eksklusif hasil rancangan arsitek dan desainer terkenal Tema besar desain modern : 1. Penggunaan teknologi baru yang memungkinkan seorang pendesain bermain dengan bentuk 3. Karya desain yang diciptakan sebagai tuntutan masyarakat yang berpikiran modern. Hubungan antara produksi. Karya desain yang mengadaptasikan dan menggunakan berbagai unsur kebudayaan Barat yang telah modern tanpa harus “menjadi Barat” atau berciri Barat. Konteks ekonomi 2. dan perluasan pendidikan formal. baik secara mentalitas maupun tindakannya 2. Kebutuhan masyarakat dengan berbagai perubahannya Desain Modern di Indonesia Desain Modern di Indonesia dapat dikategorikan atas tiga kelompok besar : 1. Karya desain yang semata – mata meniru gaya orang Barat tanpa diimbangi oleh proses berpikir dan mentalitas modern Perkembangan desain di Indonesia dapat dilihat dari konsep: • • • • Perkotaan Arsitektur Aneka Barang Industri dan Karya Cetak Pendidikan Seni Rupa dan Desain Awal dan Citra Perubahan Konteks perkembangan desain modern di Indonesia yaitu pergeseran nilai desain dan dunia kesenirupaan pada : . 3. spesialisasi serta mencairnya stratifikasi kemasyarakatan Sisi Attitudinal : Orientasi individu ke arah kemajuan Sisi Possesual : Mengarah kepada terbentuknya spesialisasi fungsional dalam masyarakat Desain Modern Menurut Dormer : 1.• • baru. konsumsi. Barang Konsumen 2. Kerajinan 3.

Pendapat Para Ahli tentang abad ke 21 • • • • Peter F.• • • Beberapa dasawarsa akhir penjajahan Belanda Masa setelah kemerdekaan dan Demokrasi Terpimpin Masa Orde Baru hingga era pembangunan sekarang Dalam teori modernisasi. Terjadinya arus urbanisasi 5. Munculnya secara berangsur-angsur norma modernitas dalam kerangka nilai – nilai tradisional 3. Desain Global Adanya perubahan besar didunia akibat perkembangan teknologi dan terbentuknya tatadunia baru yang semakin terpolarisasi oleh peradaban besar sehingga semua komponen kebudayaan saling mempengaruhi dan memposisikan diri sepadan dengan kekuatannya. mengkritik dengan keras tentang buruknya perencanaan tatakota di Amerika (1960) Robert Venturi yang mengkritik secara tajam Modernisme dalam dunia arsitektur pada tahun 1966 Charles Jencks. Drucker : Keberlangsungan pembangunan sebuah bangsa bukan lagi bersandar pada modal. besarnya tenaga kerja ataupun penguasaan wilayah. Terdapatnya rekayasa sosial Desain Indonesia Abad ke 21 Perkembangan desain di Indonesia pada abad ini akibat dari adanya : • • • • • Perkembangan desain di dunia global Demam Posmodern Adanya hubungan antara perkembangan desain dengan perlawanan budaya Adanya kesadaran terhadap hak penciptaan Keinginan untuk mewujudkan desain yang berwawasan lingkungan I. 1. Terjadinya Mobilitas Politik 6. Adanya dualisme struktural yang memungkinkan kehadiran bersama 2. seorang arsitek Amerika terkemuka mengumandangkan kematian Modernisme seiring dengan diruntuhkannya bangunan bertingkat Pruitt- . kondisi Indonesia (Hindia Belanda) pada awal abad ke-20 dapat dikatakan sebagai masa transisi dari tradisional ke arah kehidupan modern dengan ditandai oleh : 1. namun akan tercipta oleh kemampuan mengembangkan daya inovasi yang didasari pada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi Jane Jacobs. seorang sosiolog Amerika. Adanya Program Industrialisasi 4.

Louis. Fenomena Persaingan : Terjadi akibat percepatan yang terjadi sebelumnya dimana memicu lahirnya pengelolaan produksi barang dan pergerakan pasar yang semakin tinggi. desain telah menunjukkan aspek keragaman yang tak terhitung. Semakin menonjolnya pengaruh budaya kuat negara – negara adidaya. Missouri. desain tidak terlepas dari rona pembangunan “besar” yang dijalankan oleh satu pemerintahan dimana tercermin dari aneka kebijakan termasuk komitmen antar kebudayaan ataupun antarnegara II. Desain dan Perlawanan Budaya Aktivitas desain tidak terlepas dari sistem nilai yang berkembang di dalam masyarakatnya. Sejak pergantian era pemerintahan Orde Baru dan tuntutan perbaikan kinerja program Wacana desain di Indonesia juga terjadi akibat adanya : a. teraga menjadi kebudayaan benda. tema maupun teknik pengungkapan. Wacana Desain di Indonesia Belajar dari pelbagai kebijakan dan hasil pembangunan selama beberapa dekade. kini dan yang akan datang. Desain adalah wujud yang teraga dengan muatan – muatan makna di dalamnya. Demam Posmodern Era Posmodern adalah Masa transisi antara berakhirnya masa modernisme dan munculnya alternatif pemikiran baru sebagai usaha mencari bentuk baru III. Upaya Pemberdayaan : Sebagai bagian dari kebudayaan yang teraga. 2.32 karena bangunan tersebut selama ini menjadi tonggak terapan gaya Modernisme di Amerika. Fenomena yang terbentuk. tidak hanya secara teraga. Saiful Arif. telah nyata bahwa Indonesia terpengaruh oleh dampak percepatan keterbukaan budaya sedunia.• Igoe pada tanggal 15 Juli 1972 di St. . Keterbukaan Budaya : Budaya ragawi yang dihasilkan manusia tidak terlepas dari sistem dunia yang terintegrasi antara satu sistem nilai dengan sistem lainnya. baik gaya. yang ditandai oleh : 1. melainkan juga dalam bentuk nilai – nilai b. baik pada masa lalu. pada jam 15. Guru Besar dari The Australian National University : Makna pembangunan yang dilakukan oleh setiap negara adalah proses transformasi segala bidang dari kondisi tertentu menuju kondisi lain yang lebih baik. c. Ditinjau dari aspek rupa. hal ini tercermin dari adanya penentuan arah kebijakan perekonomian akibat adanya perjanjian internasional dan permainan “Mata Uang” oleh negara – negara maju 2.

Undang – undang hak cipta 1997 (diperbarui lagi tahun 2002) d. ada 24 negara yang menjadi anggota termasuk Indonesia sejak tahun 1953  Locarno Agreement Establishing an International Classification for Industrial Designs (1968 hingga 1995 beranggotakan 23 negara)  TRIPs (Trade Related Aspects of Intelectual Property Rights. namun dari kalangan praktisi hukum yang mengamati fenomena global bahwa hak – hak penciptaan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari wacana ekonomi global. Peragaman citarasa masyarakat yang muncul sebagai perluasan. 19 tentang Merek) Bidang desain terutama performansinya (UU tentang Desain Industri No. Karya Cipta Bidang Seni Rupa (UU Hak Cipta Tahun 1997) Karya yang bersifat Temuan (UU Paten Tahun 1997) Merek Produk berupa logo atau identitas produsen (UU No.Makna budaya yang lebih spesifik dalam karya – karya desain yang teraga itu dapat dikelompokkan atas beberapa peran. 6 tahun 1989 . diantaranya : a. Including Trade in Counterfeit Goods). 20 Tahun 2000) Beberapa dasar hukum yang dapat dipakai sebagai acuan adanya perlindungan bagi karya cipta di bidang desain terdiri dari : a. telah tumbuh kesadaran akan hak – hak penciptaan. merupakan persetujuan integral dari persetujuan Putaran Uruguay dalam rangka GATT b. Baik untuk karya cipta milik orang asing maupun karya cipta milik Bangsa Sendiri HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) dalam bidang desain di Indonesia dikategorikan : 1. Undang – undang paten No. Undang –Undang No. baik mengandung nilai – nilai kebaruan. 5 tentang Perindustrian Pasal 17 : Desain Produk Industri mendapat perlindungan hukum yang ketentuan – ketentuannya diatur dengan peraturan pemerintah c. Konvensi Internasional :  WIPO (World Intelectual Property International)  Paris Convention for The Protection of Industrial Property (11 April 1995 beranggotakan 129 negara termasuk Indonesia)  Berne Convention for the Protection of Literary and Artistic Work (16 Mei 1995 beranggota 112 negara termasuk Indonesia)  The Haque Agreement Concerning the International Deposit of Industrial Designs (1993. penyebaran dan kebutuhan baru masyarakat akan aneka produk. perumahan. pakaian dan komunikasi IV. 2. 3. Kesadaran terhadap Hak Cipta Menjelang abad ke – 21. Peragaman Bahasa Rupa yang menjadi bagian kreatif wujud desain setiap periode. pengembangan ataupun varian b. 4. msekipun awalnya bukan dari seniman.

dan pembangunan semua jenis hutan secara berkelanjutan yang merupakan unsur mutlak bagi pembangunan ekonomi dan pelestarian segala bentuk kehidupan Dalam mensiasati terjadinya perubahan iklim. dan mengupayakan manfaat penggunaan keragaman hayati dirasakan secara merata PP Perundang – Undangan dan yang berhubungan dengan Lingkungan Hidup dan pengelolaannya : 1. wajib dilengkapi dengan AMDAL yang pelaksanaannya diatur oleh PP o No. pelestarian. 31 Tahun 2000 V. semua negara harus memberikan kontribusi untuk menstabilkan gas – gas rumah kaca dan atmosfer pada tingkatan yang tidak akan mengacaukan iklim global. memuat ketentuan bahwa setiap rencana yang diperkirakan mempunyai dampak terhadap lingkungan.e. 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 2. RPP tentang desain produk industri f. 51 Tahun 1993 tentang AMDAL o Menteri Perindustrian No.35/MENLH/10/1993. 4 Tahun 1982 tentang ketentuan – ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. Peraturan Pemerintah (PP) : o PP No. Kep. 12/M/SK/1978. yaitu hasil sampingan dari pemakaian bahan bakar untuk mendapatkan energi Konvensi tentang keragaman hayati yang menghendaki agar semua negara mengerahkan segala daya dan dana untuk melestarikan keragaman spesies hidup. tentang Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Lingkungan sebagai akibat Usaha Industri o MENKLH No.02/MENKLH/I/1988 tentang Pedoman Baku Mutu Lingkungan o MENLH No. KEP. Undang – Undang : o No. Undang – Undang tentang merek No. pernyataan ini mensyaratkan pengurangan emisi gas – gas seperti karbon dioksida. ekonomi. dan lingkungan hidup Membuat pernyataan tentang prinsip – prinsip yang menjadi pedoman bagi pengelolaan. Undang – undang tentang desain industri No. kemudian melahirkan Deklarasi Rio tahun 1992 yang berisi antara lain :      Hak dan Tanggung Jawab bangsa – bangsa dalam memperjuangkan perkembangan dan kesejahteraan manusia Merancang cara mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan dari segi sosial. tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor . 19 tahun 1992 g. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang o No. Desain yang Berwawasan Lingkungan Dorongan dan isu – isu gentingnya masalah lingkungan tersebut.

KM 8 Tahun 1989.o o Menteri Perhubungan No. KEP-16/MENLH/4/1996 tentang pelaksanaan Program Langit Biru Isu Nasional dan Kesepakatan Internasional : • • • • • • • Program Pembangunan Berkelanjutan KTT Bumi Rio de Janeiro 1992 dan Deklarasi Rio Agenda 21 sebagai Rencana Global Pembangunan Berkelanjutan Konvensi Tentang Perubahan Iklim dan Keragaman Hayati KTT Bumi 5 Juni Tahun 1997 ISO 14001 mengenai Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan Program Ekolabeling Sumber : http://sosiologidesain. tentang Persyaratan Laik Jalan Kendaraan Bermotor Kepala BAPEDAL RI No. Kep-56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting (sebagai pengganti No. Kep49/MENKLH/6/1987 tentang Pedoman Dampak Penting) MENLH No.wordpress.com/desain-modern-di-indonesia/ .

politik. Harus! (Bag. B. Baik itu sektor sosial. Secara umum dan sederhana masalah ini kemudian berimplikasi pada lemahnya penghayatan moral dan norma dalaam aktivitas kehidupan berbangsa dan bernegara. ekonomi. 30 November 2010 Menuntaskan Agenda Bangsa. maupun keamanan dan pertahanan negara. serta praktek-praktek moral hazard menjalar di setiap aktivitas masyarakat. budaya. Yaitu. Ditandai dengan gejala menurunnya rasa kasih sayang dan kepedulian sosial. hukum.Warta Pelaku: Artikel sumber: warta. Krisis kesejahteraan rakyat ini membuka peluang terjadinya krisis moral. Melemahnya kualitas penghayatan moral dan norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kualitas penyerapan ilmu pengetahuan masih rendah. ada beberapa masalah dan tantangan yang dihadapi Indonesia. yang bisa berpengaruh terhadap tujuan dan cita-cita bangsa ini. penyakit sosial (social pathology) masih ditemukan di antara sesama bangsa Indonesia. mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Masalah ini justru menimbulkan krisis kualitas manusia Indonesia yang pada gilirannya tidak mampu mengelola sumber daya nasional. A.asp?mid=3210&catid=2 Padangsidimpuan. Upaya Pemerintah untuk mencerdaskan bangsa . sebagai berikut. Budaya belajar dan menuntut ilmu semakin dikesampingkan oleh bangsa ini walau Pemerintah telah mengambil kebijakan wajib belajar dan memberikan peluang yang seluas-luasnya kepada aset bangsa untuk belajar dengan biaya yang telah disediakan Pemerintah. yang merupakan rantai masalah bangsa. Menurut pandangan secara umum. Permasalahan-permasalahan ini merupakan mata rantai masalah. 1) Bangsa Indonesia sebenarnya masih mengalami berbagai masalah yang begitu kompleks dari segala sektor.

Namun. telah berupaya melakukan program gerakan/aksi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. upaya Pemerintah tersebut masih mengalami kendala yang ditandai dengan banyaknya jumlah anak dan pemuda yang putus sekolah. pinjaman modal usaha. sehingga masih banyak ditemukan masyarakat yang hidupnya di bawah standar kelayakan. . bahkan standar manusiawi. Bantuan Langsung Tunai (BLT). layak jual dan memiliki nilai tawar yang diperhitungkan. Rendahnya kualitas kesejahteraan bangsa. Potensi pertambahan penghasilan negara pengelolaan yang dilakukan masih mengalami hambatan. Pertumbuhan ekonomi masih didominasi oleh konsumsi dan impor. Nilai produk dalam negeri masih sangat rendah. Justru malah pihak asing yang memiliki peran penting meraih keuntungan besar dari negara kita. Tujuan bangsa Indonesia membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum/rakyat. mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia merupakan agenda pembangunan nasional yang prioritas untuk direalisasikan. rehab rumah. Namun. dan dengan sendirinya. D. Ironisnya. investor luar maupun dalam negeri merasa was-was untuk menyuntikkan modalnya untuk membangun usaha maupun industri. bahkan Pihak swasta—sebut saja pemberian asuransi dan pelayanan kesehatan maupun pendidikan. sehingga perputaran perekonomian Indonesia stabil. pembangunan meningkat. sehingga dikategorikan “miskin”. C. Bantuan-bantuan diberikan kepada masyarakat miskin (pro poor) pun dilakukan oleh hampir seluruh departemen/badan/dinas/instansi pemerintahan. Produk dalam negeri kalah bersaing dengan produk asing. Pengelolaan uang negara belum efisien dan sebagainya. Padahal. Artinya. Melemahnya pengelolaan sumber daya nasional. sembako. Hal ini terlihat dari penerimaan pajak yang belum maksimal. pengelolaan sumber daya yang baik dapat menopang penghasilan negara. hingga pemberian alat/bahan/material sebagai potensi usaha yang diinginkan oleh masyarakat. Dalam segi ketenagakerjaan juga mengalami penurunan kualitas kemampuan tenaga kerja. sebagai salah satu pelaksana amanah tersebut. Ternyata persoalan di atas merupakan konsekuensi kelemahan di bidang ilmu pengetahuan. tidak sedikit upaya itu tertunda keberhasilannya. Pengelolaan tabungan juga belum optimal. rakyat akan merasakan dampak positif dari hal tersebut. dengan alasan kenyamanan dan keamanan serta keberlangsungan sebuah proyek perekonomian dikhawatirkan terganggu. Begitu juga dengan sejumlah jenis kekayaan/aset negara yang tidak dikelola sepenuhnya oleh negara.adalah agar mampu mengembangkan ilmu pengetahuannya sebagai modal keberlangsungan hidup yang bergengsi. Gejala yang timbul adalah sebagian lulusan perguruan tinggi tidak mampu membuka kesempatan berwirausaha. Pemerintah. Amanah ini merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar dengan dalih apapun. sebagaimana tertuang dan diamanahkan dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. peluang lapangan pekerjaan dan pendapatan lebih layak.

atau tidak tepat sasaran kepada kelompok masyarakat miskin. multidimensional dan struktural ini menyisakan beberapa gejala-gejala yang bergerak merusak upaya transformasi sosial. Misalnya saja mengubah sungai. bahkan praktek yang ditekuni kurang menjaga kenyamanan lingkungan dan permukiman. Malah sebaliknya mengusik ketenangan pola hidup yang selama ini berlangsung. Lalu. berlindung. Ruang lingkup sosial Kehidupan bermasyarakat. ternyata di bawah standar kelayakan. Pandangan yang keliru sering tercetus dari suara sebagian masyarakat miskin. ditambah MCK yang kurang memadai dan tidak sehat. volume serta material sangat sederhana. Disadari atau tidak. kondisi ini dapat diubah menjadi baik. Paradigma dan praktek yang muncul adalah membatasi kegiatan yang mengindahkan dan mendukung kelestarian lingkungan dan peningkatan pembangunan yang berkelanjutan. Permasalahan kemiskinan yang begitu kompleks. Lain lagi perumahan yang dijadikan wadah berteduh. Kebiasaan pola hidup yang dialami menguatkan dan terinternalisasi ke dalam pemikiran dan perilaku tidak sehat. sehingga kebutuhan yang dikehendaki dalam aplikasi menjalankan hidup secara manusiawi terpendam sejalan dengan waktu. Perilaku politik yang menghasilkan kebijakan-kebijakan hanya menyentuh kepentingan sepihak. atau bahkan tidak ada sama sekali ini merupakan ciri-ciri kemiskinan yang dimiliki. Bagi mereka mempertahankan hidup saja sudah cukup berat dilakukan. berkumpul dan mengembangkan diri. optimisme menurun dan menguatnya pesimisme. Penataan dan pembangunan lingkungan serta permukiman yang dilakukan bukan solusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. dengan penampilan. serta menghilangkan nilai-nilai kapital sosial. Di antaranya: • • • Ruang lingkup politik Masyarakat miskin tereliminasi keposisi yang marjinal (terpuruk) akibat proses politik maupun kebijakan penyelenggara pemerintahan dan pemilik wewenang yang kurang berpihak. kondisi ini akan memperparah keadaan masyarakat miskin itu sendiri. Kondisi ini yang menyebabkan masyarakat miskin tidak terintegrasi ke dalam sebuah institusi sosial. atau belum ada lembaga/wadah yang mampu mengakomodir suara kepentingan masyarakat miskin. saluran air/parit maupun jalan yang semula indah menjadi pemandangan suram—yaitu sebagai wadah penampungan sampah dan limbah. bagaimana mungkin aktivitas sosial terpikirkan seiring tekanan dan desakan kebutuhaan hidup. tidak begitu penting. tidak berkelanjutan. sehingga keadaan inilah yang dimaksud di atas: kurang peduli menjaga kelestarian lingkungan dan permukiman.Ternyata persoalannya adalah kebijakan dan upaya penanggulangan kemiskinan yang dilakukan dipandang kurang efektif dalam menurunkan angka kemiskinan. Ruang lingkup lingkungan Pola hidup masyarakat miskin yang tertutup dan terkesan tidak peduli dengan sekitarnya. Padahal. karena hanya bersifat parsial. menurut masyarakat miskin. dan cenderung memikirkan kehidupan dirinya sendiri atau keluarganya saja tidak akan mampu beradaptasi dengan lingkungannya. berbangsa dan bernegara. tanpa mengeluarkan modal atau dengan . Perilaku politik ini sebenarnya disebabkan faktor tiadanya keterlibatan masyarakat miskin dalam proses pengambilan keputusan itu.

000 – Rp15. mengingat telah lanjut usia. Lazimnya nominal jasa tidak lebih. mendapatkan perhatian yang rendah pula dari pembeli jasa. diharapkan patut menjadi renungan dan sekaligus perhatian semua pihak. bahkan kurang dari pemenuhan kebutuhan pokok. biaya cukup tinggi dan sering mengalami kerusakan karena rata-rata becak dayung yang beroperasi adalah “barang lama” dan produk baru sukar ditemukan. Tentu. keahlian dan disiplin ilmu tidak memadai serta cendrung mengandalkan tenaga. keluarga ini mengalami perbandingan yang tidak seimbang: pengeluaran lebih besar dari pendapatannya. Ditinjau dari kondisinya. keluarga tersebut dapat dikategorikan keluarga miskin karena berpenghasilan tidak menentu. atau lebih mendekati cukup untuk makan sehari-hari keluarga saja. bahkan nilai jasa lebih murah dari becak dayung. Kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jasa terkadang menjadi alasan. Seorang laki-laki berusia 62 tahun berperan sebagai kepala keluarga penopang hidup keluarga ini. secara teoritis berdasar materi kajian pemetaan swadaya. Andalan tenaga yang satusatunya dimiliki hanya dihitung oleh pembeli jasa.• modal yang sedikit apabila kesadaran berpikir dan bersikap mengubah keadaan itu muncul lebih kuat. kondisi lanjut usia mudah terkontaminasi dengan fisik lemah dan cenderung tidak sehat. tepatnya di Wilayah Provinsi Sumatera Utara. Keadaan ini bukan hanya sekedar narasi semata. penjual jasa ini sudah tidak layak bekerja lagi. Begitulah kehidupan yang dihadapi dengan penghasilan rendah. Becak dayung yang mengandalkan tenaga itu. Kondisi ini membuka peluang terjadinya kecelakaan maupun menimbulkan penyakit bagi dirinya sendiri. Becak bermotor. kerap tidak dilirik oleh pengguna jasa dengan alasan yang cukup mendasar: kecepatan dan kapasitas angkutnya terbatas.000 yang dimanfaatkan oleh empat orang tanggungan. Diperparah keadaan bahwa empat tahun belakangan ini becak dayung kalah bersaing dengan becak bermotor yang dinilai lebih mampu memenuhi keinginan pengguna jasa. murah. Penghasilan itu semata-mata diupayakan oleh satu orang saja tanpa ada penghasilan tambahan. juga berkapasitas lebih dari segi jumlah pengguna jasa dan barang yang dibawanya. Ia bekerja menawarkan jasa transportasi angkutan jenis becak dayung. Menurut pendapat yang disampaikan para ahli/pakar atau pengamat/pemerhati atau tokoh/ilmuwan internasional maupun Indonesia. Ia bergelut mengandalkan tenaga dan kerasnya persaingan di bidang jasa yang dilakoninya. daripada pasrah menerima nasib saja. maupun survai ke lokasi. selain efektif waktu. Rata-rata per hari hanya mampu memperoleh Rp7. Sedikit pemisalan diuraikan sebagai referensi yang diperoleh dari pemantauan. melainkan fakta yang lalu dituangkan dalam sebuah catatan sejarah. sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup yang manusiawi. Dari uraian ini. Ruang lingkup ekonomi Keterbatasan kemampuan masyarakat miskin membangun akses dan nilai jual terhadap keterampilan. Sebuah kisah salah satu keluarga yang hidup sangat sederhana di daerah perkotaan. yang tengah mengalami pergeseran kualitas dan kuantitas. Pengeluaran yang kongkret meliputi biaya makan untuk empat . khususnya kajian ekonomi. dimana keberadaannya perlahan punah dan sedikit peminatnya. kunjungan. nyaman.

Alat pendukung. biaya listrik per bulan dan biaya tambahan lain. (021)-70952271 . misalnya.• orang terdiri dari pembelian bahan bakar minyak. tapi justru sebaliknya menambah beban utang di mana-mana. Ada yang berstatus tidak memiliki rumah. Penjernihan 1. sehingga kompetisi usaha dengan sendirinya mengalami kekalahan.. Jenis pengeluaran yang mendasar ini dapat dianalisa beberapa pengeluaran akan didelete. menyewa. OC-1 Provinsi Sumatera Utara. Begitu juga dengan hunian atau perumahan. dan bila adapun tidak layak huni. dalam arti beberapa kebutuhan akan dihilangkan dan penyelesaian yang dilakukan adalah pemaksaan kondisi agar normal dengan segala resiko yang ada. Telp: (021) 70912271. seperti biaya perawatan becak dayung. Pejompongan -Jakarta Pusat 10210. 19 F. PNPM Mandiri Perkotaan. Perilaku ini bukan menambah aset. dan lain-lain. Bersambung. tidak dimiliki oleh masyarakat miskin. Jl. material dan dana dari usaha yang dijalankan sangat tidak memadai. Ruang lingkup Aset Rendahnya tingkat kepemilikan masyarakat miskin terhadap modal yang mendorong keberlangsungan hidup. Kepemilikan aset berupa tanah. Asisten Kota Infrastruktur Kota PadangsidimpuanSibolga. biaya kesehatan. Sumber daya manusia (human capital) sangat terbatas. beras + lauk pauknya. Malah bagi mereka yang memiliki aset berupa harta warisan. menumpang. yang sering terjadi adalah penjualan aset satu persatu dan pengelolaan dana yang tidak beraturan. ST. Firstavina) Pusat Informasi P2KP. No. (Rahdiansyah Pane.

Jakarta Tahun: 1991 Jumlah Halaman: 101 PERAN NEGARA DALAM PEMBANGUNAN DENGAN MEMBANDINGKAN INDONESIA DAN KOREA SELATAN. Yang berkaitan dengan hubungan saling tindak antara negara dan pembangunan. sebagai berikut: Peran negara dalam pembangunan di Indonesia berbeda dari jaman penjajahan Belanda hingga saat ini: . 2008 NEGARA DAN PEMBANGUNAN BOOK REVIEW: Negara dan Pembangunan. Peran negara dalam pembangunan di Indonesia maupun Korea Selatan dapat ditelusuri dari proses dan hasil yang dicapai dalam pembangunan di dua negara tersebut. November 05.Wednesday. Hubungan saling tindak antar negara dan pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan dapat dicermati melalui kenyataan sejarah yang berkembang di dua negara tersebut. Studi Tentang Indonesia dan Korea Selatan Pengarang: Arief Budiman Penerbit: Yayasan Padi dan Kapas.

600. kemudian beralih ke sistem politik liberal dan selanjutnya ke negara otoriter oleh Bung Karno. meskipun kecil. karena tanah dikuasai oleh Negara/Pemerintah Belanda. dan akhirnya berhasil menarik perhatian dan bantuan dari AS. tetapi sekarang Indonesia tertinggal jauh. sepanjang kenyataan sejarah juga bersifat dinamis. dan diserahkan pada kelompok-kelompok kaum pedagang. namun pemerintah militer yang berkoalisi dengan teknorat ekonomi. yang juga menguasai ekonomi Korea.Jaman Kolonial Belanda: sistem perekonomian kolonial Belanda tidak/gagal melahirkan kelas Tuan Tanah/Burjuasi Pribumi. Negara Orde Baru: Ditandai dengan peran militer yang dominan dalam kehidupan politik dan negara. Jaman Peralihan Demokrasi: terjadi peralihan dari demokrasi paralamenter ke demokrasi terpimpin. sifat negara otoriter dan “negara rente” pada dasarnya tidak berubah. tingkat perkembangan ekonomi kedua negara sama. maka peran negara dalam proses pembangunan di masing-masing negara juga berbeda khusus dalam kaitan dengan “keotoriteran negara” untuk membentuk kelompok wiraswasta yang tangguh untuk memutar roda pembangunan ekonomi. dapat dijelaskan sebagai berikut: Setelah perang dunia kedua usai. Tahun 1988 GNP/Kapita Nasional Korea Selatan mencapai US$ 3.18 kali dari . serta kelompok wiraswasta yang bergantung pada mereka. Peran negara dalam pembangunan Korea Selatan. sehingga ekonomi Korea Selatan dapat berkembang pesat. Negara Korea terpecah menjadi 2 negara. Pemerintahan militer dan pembangunan ekonomi: pemerintah baru pimpinan Jenderal Park Chung-Hee yang mulanya menghadapi kesulitan karena pemerintah AS mencurigai latar belakang militer. di mana peran negara dalam pembangunan jiuga mengalami perubahan. Benih sebuah negara yang kuat sudah ditanam sejak zaman kolonial. Di mana keotoriteran negara dipakai untuk menumbuhkan kelompok wiraswastawan yang tangguh. terdapat perbedaan antara kedua negara yakni dipakai untuk memperkaya birokrat negara. Indonesia dinamakan Negara Otoritas Birokratis Rente (Negara OB Rente) sebaliknya Korea Selatan disebut sebagai Negara Otoriter Birokratis Pembangunan (Negara OB Pembangunan). sedangkan Indonesia cuma US$ 440 (8. Peran negara dalam pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan ditinjau dari hasil pembangunan ekonomi yang dicapai. burjuasi orang Korea dibidang perdagangan dan industri muncul juga. dan selanjutnya benih kehidupan beralih ke tangan Jenderal Soeharto. sebagai berikut: Jaman kolonial dan sebelumnya: sebelumnya Korea adalah negara merdeka yang diperintah oleh beberapa kerajaan. Jaman pemerintahan sipil: setelah merdeka dari Jepang. sesuai dengan perkembangan sosiologi-politik di masyarakat yang dinamis. Ketika terjadi krisis multidimensi di bidang sosial-politik-ekonomi hingga saat ini. masih perlu dicermati apakah krisis ini akan mengalihkan peran negara sebagai “otoriter birokratis” rente (NOBR) dan Negara Otoritas Birokratis Pembangunan (NOBP) masih tergantung pada proses politik yang terjadi sekarang. Pada periode ini keadaan ekonomi Indonesia cukup sulit. berhasil pembangun pemerintahan yang relatif bersih. Dari perkembangan sejarah pemerintahan dari negara yang berbeda antara Indonesia dan Korea Selatan. yakni Negara Korea Selatan dan Negara Korea Utara yang menganut faham komunis dan Korea Selatan yang menganut faham kapitalis. Disusul dengan penjajahan Jepang.

Dari kenyataan ini jelas bahwa peran negara dalam pembangunan ekonomi di Korea Selatan lebih menonjol. menempatkan salah satu kunci kebijakan pembangunan yang berhasil. Peran pemerintah negara dalam menata ekonomi dan menguasai/mampu mengendalikan diri dari jebakan “renternir”. di mana Indonesia merupakan Negara Kepulauan sementara Korea Selatan Daratan. dan akhirnya bangkit/membangun industri dan menjadi salah satu dari 4 macam Asia yang bangkit pada permulaan tahun 1990-an. Bantuan dana dan toleransi kebijakan dari negara Amerika di Korea Selatan justru mendorong bangkitnya Industrialisasi di Korea pada era Tahun 1970-an hal mana tidak terjadi di Indonesia. Indonesia terdiri dari banyak suku dan bahasa. Korea berhasil dengan landreform pada tahun 1950-an sementara Indonesia landreform gagal dilaksanakan pada permulaan tahun 1960-an. selain didukung oleh faktor internal. Sementara Indonesia. sementara negara Korea dibawah kepemimpinan Presiden Park dapat menguasai masyarakat sipil. maka secara singkat ditarik kesimpulan tentang peran negara dalam pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan sebagai berikut: Peran negara yang berbeda. Hal ini berbeda dengan Korea Selatan. utamanya guna mengalihkan suatu negara dari negara demokrasi otoriter renternir ke negara demokrasi otoriter pembangunan. pada masa Pemerintahan Presiden Park. setelah Jenderal Soeharto mengambil alih kekuasaan pada tahun 1966. dibandingkan dengan Indonesia.GNP/kapita Indonesia). terutama pada periode “perang dingin” antara negara Barat dan negara-negara Sosialis/Komunis. Hal mana terjadi di Korea Selatan. yakni dukungan dari Amerika Serikat. serta didukung oleh negara Amerika Serikat. juga didukung oleh faktor eksternal. ditinjau dari aspek hasil pembangunan ekonomi yang dicapai. PERBEDAAN DAN PERSAMAAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN ANTARA INDONESIA DAN KOREA SELATAN Perbedaan Kebijakan pembangunan Indonesia berhadapan dengan tantangan yang berbeda dengan Korea Selatan. Perbedaan dalam prestasi pembangunan ekonomi Indonesia ini juga antara lain disebabkan oleh karena gagalnya Indonesia beralih menjadi Negara OB Pembangunan. kebijakan seperti itu masih lemah. serta kebijakan penjajah itu sendiri. dan silih berganti dari pemerintahan satu ke lainnya. yang sejak Jenderal Park Chung-Hee merebut pucuk pimpinan Negara Korea Selatan pada tahun 1961. Dari seluruh analisis dan uraian. Peran negara Korea Selatan dalam pembangunan yang ditandai oleh peningkatan ekonomi. Korea Selatan berhasil. sementara Korea Relatif homogen. Selebihnya dukungan eksternal bagi Indonesia relatif korup. terutama pada era perang dingin antara USA dan negara sosialis/komunis. namun Indonesia gagal. tetapi juga ditentukan oleh pemimpin negara dalam menentukan strategi yang tepat. Faktor lain yang membedakan peranan negara dalam pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan adalah sebagai berikut: Persaingan di bidang ekonomi antar kelompok Asli Indonesia mengakibatkan terpecahnya burjuasi Indonesia. dengan . berhasil menyusun Negara Korea Selatan sebagai Negara OB Pembangunan. selain dipengaruhi oleh perkembangan sejarah sebelum kolonialisme melanda kedua negara.

Korea Selatan dipimpin oleh Jenderal Park Chung-Hee semantara Indonesia dipimpin oleh Jenderal Soeharto. Sebelumnya kedua negara sama-sama mengalami sistem pemerintahan demokrasi parlamenter. Indonesia mengalami perang saudara pada tahun 1957 (peristiwa PRRI dan Permesta). pada era tahun 1950-an. Korea Selatan dan Indonesia sama-sama dipimpin oleh presiden yang berlatarbelakang militer. maka Belanda tidak mengembangkan industri di jajahan Indonesia. Korea Selatan berhasil dengan kebijakan landreform. Indonesia dijajah Belanda dengan sistem penjajahan yang kebijakan ekonominya didasarkan pada ekspor bahan mentah atau barang-barang primer. KHUSUSNYA PERAN NEGARA Kekuatan Pembangunan Kekuatan pembangunan yang mestinya dapat dimanfaatkan oleh negara dalam proses pembangunan di Indonesia adalah sebagai berikut: . karena Belanda saat itu bukan negara industri. KEKUATAN DAN KELEMAHAN PEMBANGUNAN INDONESIA. ditinjau dari aspek hasil pembangunan ekonomi yang dicapai. Sejak saat itu. Di Indonesia negara gagal membentuk kelompok wiraswasta yang tangguh. mula-mula bertujuan untuk mendukung proses awal industrialisasi di Jepang dan sebaliknya. Di Korea Selatan. bukanlah suatu hal yang terpuji”) dengan demikian. sementara Indonesia gagal dalam program landreform era tahun 1960-an.18 kali dari GNP/kapita Indonesia). yang berimbas pada pembangunan ekonomi dan sebagainya. Persaingan seperti di Indonesia. Di Indonesia terjadi persaingan di bidang ekonomi antara kelompok Cina dan kelompok asli Indonesia. tetapi sekarang Indonesia tertinggal jauh. negeri itu tidak terdapat kelompok pedagang (hal ini disebabkan karena ajaran Confusius yang menyatakan bahwa “mengumpulkan kekayaan. Indonesia dibawah Sukarno. perkebunan dan sebagainya. tidak terjadi di Korea Selatan. Sebaliknya justru keotoriteran negara di manfaatkan untuk memperkaya birokrat negara serta kelompok wiraswasta yang tergantung pada mereka. Tahun 1988 GNP/Kapita Nasional Korea Selatan mencapai US$ 3. hal mana merupakan dampak negatif dari kebijakan politik pemerintahan kolonial. Indonesia mendapatkan pemerintah yang didominasi oleh kaum militer sejak tahun 1966. Persamaan Setelah perang dunia kedua usai. kedua negara diperintah oleh sebuah kekuasaan yang bersifat otoriter. Sebelum Korea dijajah oleh Jepang. kegiatan perdagangan kurang dianjurkan. sedangkan Indonesia cuma US$ 440 (8. Penjajahan Jepang atas Korea.600. sedangkan Korea Selatan mengalaminya pada tahun 1950-1953 (Perang Korea). menjelang datangnya kolonialisme Jepang di Korea. tingkat perkembangan ekonomi kedua negara sama.demikian kebijakan pembangunan juga berbeda sesuai dengan spesifik yang dihadapi. kebijakan pembangunan yang ditempuh berbeda. dibandingkan dengan Indonesia. Dari kenyataan ini jelas bahwa peran negara dalam pembangunan ekonomi di Korea Selatan lebih menonjol. keotoriteran negara dipakai untuk menumbuhkan kelompok wiraswasta yang tangguh untuk memutar roda perekonomian. tetapi perdagangan hasil bumi. Berbeda dengan Indonesia. Korea Selatan dibawah Syngman Rhee. seperti juga di Indonesia. Korea Selatan pada tahun 1961. Sifat dan pembentukan negara dari waktu ke waktu juga berbeda.

khususnya kayu yang apabila diolah hingga produk hilir akan merupakan potensi komoditi ekspor yang besar. Kemandirian Negara Walaupun Indonesia merupakan negara yang majemuk. baik pertanian. perikanan. ditengah kriris akibat tingginya harga BBM seperti saat ini. hingga saat ini Indonesia menjadi penimpor BBM dengna harga yang tinggi. Demikian pula dengan hasil hutan. miskin). namun belajar dari pengalaman sejarah sejak kemerdekaan. Potensi gas dan bahan bakar minyak bumi. melalui suatu pola pengembangan terpadu. Kelemahan Pembangunan Kebijakan pembangunan oleh negara masih kurang mendukung sektor pertanian (sementara 80 % penduduk bekerja di sektor ini) padahal justru sektor primer inilah yang pada waktu lalu diandalkan oleh pemerintah penjajah dan bahkan berhasil menembus pasar dunia. kehutanan. Membangun struktur negara yang lebih kuat/kemandirian negara juga meliputi upaya pemberantasan korupsi (OB Rente) mengarah ke OB Pembagunan. mestinya peluang emas itu dapat dinikmati. dari segi suku. maka efek ganda yang timbul demikian besar dan luar. yang sehak lama merupakan andalan ekspor. khususnya antara negara sebagai subjek dan kondisi struktural lingkungannya ke arah positif akan mendorong ke arah pembangunan yang lebih baik. Potensi hasil laut. dan sektor pertanian terabaikan. maka peran Indonesia sebagai pengekspor minyak akan tetap dapat ditingkatkan. Pendapatan yang diperoleh oleh karena naiknya harga minyak dunia . walaupun melalui aneka tantangan. sekaligus menciptakan lapangan usaha/kerja. peran negara dalam penciptaan iklim demokrasi da persatuan bangsa. belum sepenuhnya dieksploitasi. Potensi komoditi perkebunan yang pada saat penjajahan merupakan lokomotif pembangunan yang diekspor memenuhi pasar dunia. minyak bumi dan hasil tambang lainnya. tetapi masih merupakan salah satu modal bagi pembangunan yang berkelanjutan. ikan dan hasil laut lai9nnya. Indonesia terlalu cepat ingin melompat ke industrialisasi yang high technology pada era tahun1980-an dan 1990-an. Apabila negara dapat mendorong industri berbasis produk kayu. dan diolah di dalam negeri. sekaligus perluasan lapangan usaha/kerja dan pengentasan kemiskinan (umumnya nelayan kecil di Indonesia. saat ini praktis komoditi jagung dan kacang kedele sebagian besar masih diimpor dari Amerika. demikian pula dengan potensi hutan. dengan nilai tambah yang lebih. Posisi negara yang relatif kuyat dalam menghadapi masyarakat sipil yang dinamis dan majemuk merupakan aspek strategis yang dibutuhkan bagi pembangunan. perkebunan. adalah kenyataan yang apabila dapat dikelola secara profesional akan merupakan salah satu penghasil devisa yang cukup besar contoh saat ini: minyak kelapa sawit. antara lain: peningkatan pendapatan nelayan lokal. agama. Apabila negara konsisten dengan suatu strategi khusus dana optimalisasi eksplorasi minyak bumi. Dampak negatif yang terasa saat ini adalah beberapa tahun lalu Indonesia masih mengimpor beras. Potensi minyak bumi. Rekapitulasi dan akibat dari pencampuran pelbaghai faktor tersebut di atas.Optimalisasi potensi sumber daya alam yang melimpah. kurang mendapat perhatian. dan pengolahan minyak dalam negeri. belum sepenuhnya dimanfaatkan. dengan menumbuhkan kelompok wirausaha yang tangguh. dan terdiri dari pulau-pulau yang tersebar.

Kelemahan utama adalah pada birokrasi pemerintah yang justru memanfaatkan kondisi bagi kepentingan pribadi para pemimpin. Diposting oleh Wilson M. dan apabila itu terlaksana. Therik di 9:07 AM . namun pembagian kue pembangunan tetap belum merata. pendapatan negara akan meningkat secara signifikan.A. Salah satu dampak dari akumulasi kebijakan negara tersebut di atas maka status negara tetap belum beralih dari OB Rente ke OB Pembangunan. sebagaimana yang terjadi di Korea Selatan. Kebijakan negara yang mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan fokus pada pertumbuhan proyek-proyek besar dengan harapan akan menetas ke bawah (trickle down effect) ternyata merupakan kebijakan dan harapan semu. dan semakin kuatnya segelintir pengusaha tertentu yang memperoleh fasilitas/ kemudahan. di mana pertumbuhan ekonomi mencapai 8% dengan nilai absolut GDP yang tinggi. maka saat ini di mana harga minyak dunia meningkat tajam.pada era 1970-an dan 1980-an tidak dimanfaatkan secara baik. Seyogyanya “rejeki mumpung” tersebut dimanfaatkan untuk terus mengeksploitasi potensi gas dan minyak bumi. Sehingga fungsi negara untuk mensejahterakan rakyat terabaikan. Dampak dari kelemahan strategi negara tersebut ialah semakin tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran. Titik lemah terletak pada birokrasi pemerintahan yang lemah dan korup. mereka yang “di atas” memperoleh lebih banyak dari pada rakyat miskin yang di bawah (masih terjadi kesenjangan). Pada era 1970-an. bahkan dimanfaatkan oleh birokrat yang korup dan kroni-kroni pengusaha yang dekat dengan penguasa serta menguntungkan sekelompok pengusaha tertentu.

kami mendapat banyak undangan ceramah/seminar tentang ekonomi kerakyatan yang dianggap kebanyakan orang merupakan ajaran baru setelah konsep itu muncul secara tiba-tiba pada era reformasi. I .======================== http://www. Kini 21 tahun kemudian. yang oleh ST MPR 2002 dijadikan ayat 4 baru. Inilah asas demokrasi ekonomi sebagaimana tercantum pada penjelasan pasal 33 UUD 1945. 7 . namun hanya lebih ditekankan pada sila ke 4 yaitu kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.org/index.Th.php [Artikel . Ia merupakan konsep lama yaitu Ekonomi Pancasila. .ekonomirakyat. Pada waktu itu (1979) kami ajukan ajaran ekonomi alternatif yang kami sebut Ekonomi Pancasila.No.September 2002] Mubyarto EKONOMI KERAKYATAN DALAM ERA GLOBALISASI Banyak orang berpendapat bahwa sejak krismon 1997 Indonesia telah men jadi korban arus besar "globalisasi" yang telah menghancur-leburkan sendi-sendi kehidupan termasuk ketahanan moral bangsa. Kami ingin tegaskan di sini bahwa konsep ekonomi kerakyatan bukan konsep baru. Pada tahun 1981 konsep Ekonomi Pancasila dijadikan "Polemik Nasional" selama 6 bulan tetapi selanjutnya digemboskan dan ditenggelamkan. "Diagnosis" tersebut menurut pendapat kami memang benar dan kami ingin menunjukkan di sini bahwa kecemasan dan keprihatinan kami sendiri sudah berumur 23 tahun sejak kami menyangsikan ajaran-ajaran dan paham ekonomi Neoklasik Barat yang memang cocok untuk menumbuhkan ekonomi (ajaran efisiensi) tetapi tidak cocok untuk mewujudkan pemerataan (ajaran keadilan).

yang menunjuk secara keliru pada pengalaman pembangunan Amerika. intervensi pemerintah yang minimal. Pada buku baru yang kami tulis di AS bersama seorang rekan Prof. bab 4 kami beri judul The New Economics of Indonesian Development: Ekonomi Pancasila. yang menurut mereka juga akan membawa kesejahteraan dan kebahagiaan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. dan menganggung-agungkan keajaiban . keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat dicapai yaitu melalui etika. (3) Nasionalisme Ekonomi. (4) Pendekatan Multidisipliner dalam Pembangunan. Para "teknokrat" ini bergaul akrab dengan pakar-pakar dari IMF dan Bank Dunia. nasionalisme. konsep Ekonomi Pancasila juga dianggap tidak pantas untuk disebut-sebut lagi. dan (5) Pengajaran Ilmu Ekonomi di Universitas. Berikut kami sampaikan terjemahan bab terakhir (bab 5) Summary and Implications dari buku kami tersebut. Daniel W. yang keliru menganggap bahwa ilmu ekonomi adalah obyektif dan bebas nilai. dan demokrasi/kerakyatan. Pakar-pakar ekonomi Indonesia yang memperoleh pendidikan ilmu ekonomi "Mazhab Amerika". dengan alasan untuk menemukan "lembaga dan harga-harga yang tepat". kemanusiaan. Ringkasan dan Implikasi Kami telah menelusuri sejumlah masalah yang sungguh memprihatinkan. Kegusaran utama kami adalah bahwa kebijaksanaan pembangunan Indonesia telah dipengaruhi secara tidak wajar dan telah terkecoh oleh teoriteori ekonomi Neoklasik versi Amerika yang agresif khususnya dalam ketundukannya pada aturan-aturan tentang kebebasan pasar. dengan isi (1) Partisipasi dan Demokrasi Ekonomi. dan selanjutnya menggerakkan mereka lebih lanjut pada penelitian-penelitian dan arah kebijaksanaan yang memuja-muja persaingan atomistik. Kesimpulan kami tetap sama seperti pada tahun 1979 yaitu bahwa hanya dalam sistem Ekonomi Pancasila. (2) Pembangunan Daerah bukan Pembangunan di Daerah. dan serta merta merumuskan dan menerapkan kebijakan ekonomi yang mnghasilkan pertumbuhan. pulang ke negerinya dengan penguasaan peralatan teori ekonomi yang abstrak. dan yang semuanya jelas tidak tepat sebagai obat bagi masalah-masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia dewasa ini.Mengapa tidak dipakai konsep Ekonomi Pancasila? Sebabnya adalah kata Pancasila telah "dikotori" oleh Orde Baru yang memberi tafsiran keliru dan selanjutnya "dimanfaatkan" untuk kepentingan penguasa Orde Baru. dan mereka segera tersandera ajaran dogmatis tentang pasar. Bromley "A Development Alternative for Indonesia". Kini karena segala ajaran Orde Baru ditolak.

dan upaya mempertahankannya berdasarkan pemahaman yang tidak lengkap dari perekonomian. demografi. mengakibatkan terjadinya praktek-praktek yang keliru secara intelektual yang harus dibayar mahal oleh Indonesia. yang disebut gerakan antiglobalisasi. 2002) yang diresensi di manamana karena Stiglitz kebetulan adalah penerima hadiah Nobel Ilmu Ekonomi 2001 dan justru pernah menjadi Wakil Presiden Senior Bank Dunia . hukum. Bagi mereka yang bersikukuh bahwa Indonesia harus terus mengejar pertumbuhan ekonomi sekarang. mengancam secara serius keutuhan bangsa dan keserasian politik bangsa Indonesia yang lokasinya terpencar luas di pulau-pulau yang menjadi rawan karena sejarah. Terakhir terbit buku Joseph Stiglitz. dengan 3½ dekade "imperialisme intelektual". dan ancaman globalisasi yang garang. Praha (2000). Gerakan ini mengadakan unjukrasa (demonstrasi) menentang pertemuan-pertemuan WTO. Praktek-praktek perilaku yang diajarkan paham ekonomi yang demikian. Keprihatinan kita yang kedua adalah bahwa pertumbuhan pendapatan nasional per kapita sebenarnya merupakan indikator paling buruk dari kemajuan serta pembangunan ekonomi dan sosial yang menyeluruh. dan sejarah bangsa Amerika. Nampaknya sudah berlaku pernyataan "kini kita semua sudah menjadi kapitalis". dan negara-negara Asia Timur. Dan berbagai LSM tingkat dunia (NGO) menerbitkan buku-buku yang menganalisis secara ilmiah. Sungguh sulit membayangkan kerugian yang lebih besar lagi. kami ingin mengingatkan bahaya keresahan politik yang sewaktu-waktu bisa muncul. Suatu negara yang kaya dan maju berdasarkan sebuah indikator. mulai dari Seattle (1999). Kami secara serius menolak pendapat yang demikian. bekas Uni Soviet. Keangkuhan dari pakar-pakar ekonomi dan komitmen mereka pada kebijakan ekonomi gaya Amerika merupakan kemewahan yang tak dapat lagi ditoleransi Indonesia. sampai di Genoa Italia (2001). Kami khawatir Indonesia telah menukar penjajahan fisik dan politik selama 3½ abad. Gerakan Anti Globalisasi Dalam 13 tahun terakhir sejak "Washington Concensus" [2] (1989) mengkoyak-koyak perekonomian negara-negara berkembang dari mulai Amerika Latin. Komitmen pada model-model ekonomi abstrak dan kepalsuan pengetahuan tentang proses pembangunan. dan Bank Dunia. IMF. di manamana muncul gerakan untuk melawannya. Doktrin ini sungguh sangat kuat daya pengaruhnya terutama sejak jatuhnya rezim Stalin di Eropa Tengah dan Timur dan bekas Uni Soviet. Globalization and Its Discontents (Norton. dan baru kemudian memikirkan pembagiannya dan keberlanjutannya. dominasi dan campur tangan asing. jelas bukan negara yang ideal jika massa besar yang terpinggirkan berunjuk rasa di jalan-jalan. Sudahkah kita sampai pada "akhir sejarah ekonomi?".pasar sebagai sistem ekonomi yang baru saja dimenangkan. Belum tentu.

(5) A competitive exchange rate. dan (10) Secure property rights. (3) Tax reform (to lower marginal tax rates and broaden the tax base). nasionalis. dan Departemen Keuangan Amerika Serikat yang tercapai di Washington DC berupa resep mengatasi masalah ekonomi negara-negara Amerika Latin yang dirumuskan oleh John Williamson sekitar tahun 1989 yaitu 10 kebijakan/strategi: (1) fiscal discipline. (7) Liberalization of FDI inflows. dan berkeadilan sosial). primary education. (6) Trade liberalization. such as primary health care. (2) A redirection of public expenditure priorities towards fields with high economic returns and the potential to improve income distribution. dan jelas-jelas berpihak pada kepentingan konglomerat yang bersekongkol dengan pemerintah. 1992) menyatakan ilmu ekonomi Neoklasik ortodoks harus dianggap sudah mati. tetapi karena kata Pancasila telah banyak disalahgunakan Orde Baru. Washington Consencus adalah judul sebuah "kesepakatan" antara IMF. Selanjutnya Paul Ormerod (The Death of Economics. maka ekonomi kerakyatan menekankan pada sila ke-4 saja yang memang telah paling banyak dilanggar selama periode Orde Baru. maka konsep Ekonomi Pancasila yang dituduh berbau komunis lalu dengan mudah dijadikan musuh pemerintah. (4) Interest rate liberalization. UGM telah memutuskan membuka Pusat Studi Ekonomi Pancasila (PUSTEP) untuk menghidupkan kembali tekadnya mengembangkan sistem Ekonomi Panca sila yang berawal pada tahun 1981 ketika Fakultas Ekonomi UGM . perlawanan terhadap "imperialisme intelektual" ilmu ekonomi Neoklasik sudah lebih lama meskipun juga menjadi lebih relevan dan legitimate (syah) sejak "Washington Consensus". dan Steve Keen "mene lanjanginya" dalam Debunking Economics (2001).(1997-2000). dan masyarakat seperti biasa mengikuti "arahan" pemerintah agar konsep Ekonomi Pancasila ditolak. Dari segi teori. (9) Deregulation (in the sense of abolishing barriers to entry and exit). Namun reformasi 1997-98 menyadarkan bangsa Indonesia bahwa paradigma ekonomi selama Orde Baru memang keliru karena tidak bersifat kerakyatan. Di Indonesia perlawanan terhadap teori ekonomi Neoklasik dimulai tahun 1979 dalam bentuk konsep Ekonomi Pancasila. Jika Ekonomi Pancasila mencakup 5 sila (bermoral. tetapi karena pemerintah Orde Baru yang didukung para teknokrat (ekonomi) dan militer begitu kuat. demokratis. orang cenderung alergi dan menghindarinya. (8) Privatization. Bank Dunia. and infrastructure. manusiawi. Maka munculah gerakan ekonomi kerakyatan yang sebenarnya tidak lain dari sub-sistem Ekonomi Pancasila.

dan sistem ekonomi yang sesuai dengan ideologi Pancasila. Syarat mutlak berjalannya sistem ekonomi nasional yang berkeadilan sosial adalah berdaulat di bidang politik. Moral Pembangunan yang mendasari paradigma pembangunan yang berkeadilan sosial mencakup: peningkatan partisipasi dan emansipasi rakyat baik laki-laki maupun perempuan dengan otonomi daerah yang penuh dan bertanggung jawab. Pemihakan dan perlindungan ditujukan pada ekonomi rakyat yang sejak zaman penjajahan sampai 57 tahun Indonesia merdeka selalu terpinggirkan. pendekatan pembangunan berkelanjutan yang multidisipliner dan multikultural. mandiri di bidang ekonomi. Srategi pembangunan yang memberdayakan ekonomi rakyat merupakan strategi melaksanakan demokrasi ekonomi yaitu produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dan di bawah pimpinan dan penilikan anggota-anggota masyarakat. pencegahan kecenderungan disintegrasi sosial. ilmu. berkedaulatan rakyat. Inilah pembangunan generasi mendatang sekaligus memberikan jaminan sosial bagi mereka yang paling miskin dan tertinggal. Ekonomi rakyat benar-benar tahan banting. Pendirian Pusat Studi Ekonomi Pancasila dimaksudkan untuk benar-benar mengkaji dasar-dasar moral. karena UGM sudah lama dikenal sebagai pengembang gagasan Pancasila dan sudah memiliki Pusat Studi Pancasila. Sistem Ekonomi Kerakyatan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Sistem Ekonomi Kerakyatan adalah Sistem Ekonomi Nasional Indonesia yang berasas kekeluargaan. Semasa krismon kekuatan ekonomi rakyat telah terbukti mampu bertahan. penghormatan hak-hak asasi manusia (HAM) dan masyarakat. bermoral Pancasila. Kemakmuran masyarakat lebih diutamakan ketimbang kemakmuran orang seorang. dan berkepribadian di bidang budaya. dan menunjukkan pemihakan sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat.mencuatkan dan menggerakkan pemikiran-pemikiran mendasar tentang moral dan sistem ekonomi Indonesia. Maka kemiskinan tidak dapat ditoleransi sehingga setiap kebijakan dan program pembangunan harus memberi manfaat pada mereka yang paling miskin dan paling kurang sejahtera. Kesimpulan Globalisasi bukan momok tetapi merupakan kekuatan serakah dari sistem kapitalisme-liberalisme yang harus dilawan dengan kekuatan ekonomipolitik nasional yang didasarkan pada ekonomi rakyat. Survey Aspek Kehidupan Rumah Tangga Indonesia (Sakerti) 3 (Juni – Desember 2000) membuktikan hal itu dengan . pengkajian ulang pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu ekonomi dan sosial di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. penyegaran nasionalisme ekonomi melawan segala bentuk ketidakadilan sistem dan kebijakan ekonomi.

menunjukkan 70% rumah tangga meningkat standar hidupnya. These two corporations are increasingly mentioned in some news and energy magazines in Indonesia. merger. it was also confirmed by Arifin Panigoro (Founder of Medco) in end October 2008 that Medco was possibility for have a synergy with Pertamina to stimulate the state oil and gas company to become a world-class company. Ke-Indonesia-an SYNERGY OF PERTAMINA-MEDCO: TOWARD TO WORLDCLASS OIL COMPANY Rumors about such a synergy plan of Pertamina and MedcoEnergy have spread since the last several months. it could be acquisition. Bagi kebanyakan orang desa tidak ada krisis ekonomi. except that in the case of a merger existing stockholders of both companies involved retain a shared interest in the new corporation. or joint operation of each business companies are ordinary things to keep on the continuity of companies. A merger is very similar to an acquisition or takeover. Merger. Actually. A merger occurs when two companies combine to form a single company. Krismon memang lebih menerpa orang-orang kota dan menguntungkan orangorang desa. There are three optional synergy plans that can be chosen by them. acquisition. By contrast. or joint operation based only on certain project area. Kesan krisis ekonomi memang dibesar-besarkan oleh mereka yang tidak lagi mampu "berburu rente" (rent seekers) yang bermimpi masih dapat kembalinya sistem ekonomi "persaingan monopolistik" yang lebih menguntungkan sekelompok kecil orang/pengusaha kaya tetapi merugikan sebagian besar golongan kecil ekonomi rakyat. in an acquisition one company purchases a .

Pertamina should choose this option. 21/2001 issue and the spirit of Article 33 of the 1945. And joint operation occurs when two or more companies just temporary doing specific project until it finished. Moreover. . All these entire sample synergy plans happens depend on situation and also by certain purpose each companies. As is well known. if they can combine their strength to expand their business to all Middle East area. Now the question. This company can increase profit and will easy to expanding the overseas oil business. what is appropriate choice of cooperation option for synergy plan of Pertamina-Medco? To able develop Pertamina rapidly. with the revised Law No. Medco has reaching 30 thousand bopd and gas reaching 145 mmscfd. synergy plan between these companies will push Pertamina into becoming a world class company like other state oil companies in other Asian companies. actually synergy plan between Pertamina and Medco has great opportunity and answer a doubt some parties that Pertamina can become a world class company not only for this country but also be an international player by its business in various countries. creating an uneven balance of ownership in the new combined company. merger is second choice for synergy plan after acquisition. Moreover. But actually. This company has reached 191 mbopd (million barrel oil per day) and 1450 mmscfd (million standard cubic feet per day) of gas until august 2010. if Medco isn’t willing and Pertamina not ready for acquisition for now. And merger ever happens to Exxon Oil and Mobil Oil or Conoco Oil and Phillips Oil. whose reserves reach 716 billion barrel. although it can’t grow Pertamina rapidly as same as acquisition choice. it seems to be small opportunity choice for Pertamina-Medco synergy plan. Pertamina will not only potentially grow in performance of production. from USA and some countries in Middle East area. because these companies will acquire profit and risk business equally. There are some examples for this synergy plan in oil and gas industry. It will be an origin appears of merger between a state oil company and a private oil company in Indonesia. It’s only oil company have production increase when other company has decrease in their production in several years. Medco will disappear from oil and gas industry in Indonesia.bulk of a second company’s stock. we know that both names are remaining affixed to ExxonMobil or ConocoPhillips. If it can materialize. Pertamina is placed in second rank in oil production after Chevron Company and gas production after Total Company. In addition. Until now. How about Joint Operation? Looking the intensive process these companies. Joint operation happened to Pertamina and ExxonMobil to operate Cepu Block in Indonesia. these companies had in fact to do it a long time ago in Donggi Senoro gas in Central Sulawesi. No other words to say. but also in assets and network. Medco has a network business in exploration and production overseas. acquisition is more appropriate than merger and joint operation. Merger can grow both companies potentially. However. Acquisition occurs in BP and ARCO or Chevron and Texaco where eventually we know only left as BP and Chevron today.

Sejalan dengan waktu. Peringkat Indonesia di daftar Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional pun juga semakin jeblok. Jawa. Jika ditilik dalam satu tahun terakhir. Posisi ini turun jauh dibandingkan tahun 2003. Hegemoni sepakbola Indonesia mulai beralih ke kawasan Asia Tenggara pada tahun 1970-an pada turnamen antarnegara dan SEA Games. Indonesia tercatat sebagai negara Asia pertama yang masuk ke Piala Dunia. dimana Indonesia ada di posisi ke-91. sebenarnya Indonesia memiliki sejarah yang cukup gemilang dalam ajang piala dunia. . “Sebenarnya permasalahan apa yang terjadi pada dunia persepakbolaan Indonesia?” Tentu ini menjadi pertanyaan yang hinggap di benak ratusan juta bangsa ini. Tercatat pada tahun 1950-an. Tionghoa dan pribumi lainnya. Ambon. Dengan campuran pemain Belanda. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | Tinggalkan komentar » Membangunkan Macan Asia Yang Kini Tertidur Pulas Jika menukil sejarah persepakbolaan Indonesia berpuluh-puluh tahun yang silam. Olimpiade. persepakbolaan Indonesia semakin berkembang. Indonesia merupakan bagian dari perlehatan bergengsi dan berkelas itu. Mulai dari sinilah gelar “Macan Asia” disemat oleh Indonesia karena berbagai prestasinya yang semakin menukik. dan kualifikasi Piala Dunia. Namun tampaknya prestasi tim sepakbola Indonesia mulai mandek semenjak memenangi medali emas SEA Games 1991. Bisa dikatakan. itulah prestasi tertinggi yang diraih Merah-Putih hingga detik ini. Jika dipilahpilah. setidaknya ada beberapa hal reformatif yang bisa dilakukan bangsa ini jika menginginkan tim sepakbola yang kompetitif. Disana.Written by: Ryan Alfian Noor Writer is Student of Petroleum Engineering ITB 2006 Oktober 26. dengan nama Hindia-Belanda di tahun 1938. tim ini menggoreskan sebuah semangat sejarah yang tak mungkin dilupakan oleh bangsa Indonesia saat ini. Indonesia mencatat prestasi di kancah ASEAN GAMES. Maka pantaslah jika Indonesia kini disebut sebagai Macan Asia yang tertidur. Indonesia berada pada posisi ke-135 pada tahun 2010.

Yang pertama adalah pembinaan tim sepak bola Indonesia usia muda yang berkelanjutan. konflik kepentingan muncul mewarnai organisasi tersebut disaat prestasi sepakbola Indonesia sangat merosot. Hal ini harus dilakukan mengingat masih banyaknya jajaran pengurus pusat dan daerah PSSI yang memegang jabatan ganda di klub masing-masing. Sebenarnya hal ini sangat memungkinkan dilakukan Indonesia mengingat negeri ini seringkali menginvestasikan jutaan dolarnya untuk mengirimkan sebuah timnas untuk belajar dan berlatih ke luar negeri 2 sampai 4 tahun. Perlu jangka waktu yang panjang dan dukungan penuh semua pihak. Padahal sudah jelas bahwa persoalan mendasar dari tim junior Indonesia adalah teknik dasar yang masih lemah. kontinuitas peningkatan kualitas pemain dapat terus terjaga dari generasi ke generasi. akan menjadikan posisi tawar persepakbolaan Indonesia di mata Asia Football Confederation (AFC) meningkat. Dengan demikian. Tentu hal ini akan meningkatkan performa dan kualitas pemain-pemain Indonesia agar lebih kompetitif. sepakbola belum dianggap sebagai lahan industri yang bisa menghasilkan keuntungan besar. Memang semua hal reformatif bukan semudah membalik telapak tangan. Sampai saat ini belum ada arah yang jelas arah pembinaannya. Oleh: Ryan Alfian Noor Mahasiswa Teknik Perminyakan ITB 2006 *Tulisan ini pernah nangkring di Harian Seputar Indonesia pada hari Rabu 13 Oktober 2010 Oktober 16. Hal reformatif berikutnya adalah meningkatkan iklim bisnis Indonesia yang menjangkau sepakbola. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | 1 Komentar » . Hal reformatif terakhir yang harus dilakukan adalah organisasi yang memegang kuasa penuh atas perkembangan dunia persepakbolaan Indonesia. Hal ini terlihat jelas dengan pengadaan ajang kompetisi yang cenderung apa adanya dan tidak profesional. seperti halnya Australia dan Jepang yang notabene telah masuk alam ajang piala dunia. Padahal untuk membentuk tim sepakbola kompetitif juga diperlukan organisasi yang sehat dengan pengurus yang bersih dan profesional. Padahal dengan hadirnya sepakbola menjadi industri besar di Indonesia. jika memang bangsa ini mau menyabet kembali gelar “Macan Asia” yang hilang. Di Indonesia. Tak jarang. Hal kedua yang harus dilakukan adalah merealisasikan pemusatan latihan bertaraf international di dalam negeri. peluang klub Indonesia bermain di ajang Liga Champion Asia akan semakin lebar. Dengan adanya akademi latihan yang lengkap ini.

Sejak saat itulah ilmu itu terus menggeliat hingga memiliki kurikulum terstandar dalam dunia universitas atau institut dengan judul “Petroleum Engineering”. Namun kali ini. minyak. Bagaimanapun juga. maka tantangan energi bangsa ini tidak akan pernah terjawab. dan Negara Timur Tengah yang memiliki sederet nama kampus yang terdapat jurusan “Petroleum Engineering” didalamnya. saya ingin meneropong lebih jauh tentang masa depan perkembangan “Teknik Perminyakan”. Ilmu Teknik Perminyakan selalu berkembang dengan pesat terutama di negara-negara yang kaya dengan sumber migas. Jika ilmu Teknik Perminyakan tidak mengakselerasi perkembangannya. “Teknik Perminyakan” memiliki arti seolah hanya berfokus pada pengambilan minyak saja). tanpa kita harus kedalamnya. Sebenarnya makna “Petroleum Engineering” tidak mengikat fokus pada dunia perminyakan saja (berbeda dengan bahasa Indonesia. Ketiga sub-teknik ini terus berkembang dengan paduan sistem terkomputerisasi dan teknologi saat ini. Belum lagi. cara pembentukannya. Tampak pula sekarang berbagai macam software yang berlisensi atau yang bebas turut mempermudah pekerjaan seorang Engineer Teknik Perminyakan. Hingga kini. filsafat. jika dulu kebanyakan pengerjaan proyek migas masih menggunakan tangan dan ketelitian mata. Perkembangan ilmu Teknik Perminyakan negara- . “Petroleum” bermakna fluida hidrokarbon yang ada didalam lapisan geologi didalam permukaan bumi. Teknik Pengeboran. Pengambilan gas pun juga menjadi bagian dari ilmu ini karena dari segi teknis hampir sama dengan mengambil minyak. dan minyak berat sesuai dengan komposisinya. ilmu Teknik Perminyakan mulai tumbuh kembang saat Kolonel Drake yang mengebor lapisan tanah di Titusville di Pennsylvania. Berkaca dari sejarahnya. maka kita tidak hanya berbicara tentang pengambilan minyak saja. tapi secara umum ilmu ini bisa dibagi kedalam ketiga sub-teknik: Teknik Reservoir. dari sisi prakteknya dilapangan dan serta peluang diversifikasi ilmunya di Indonesia. Dan hidrokarbon pun bisa berbentuk gas. Ilmu Teknik Perminyakan masih terus mengakselerasi perkembangannya. kini semua telah termanajemen rapi dalam sebuah komputer. hal ini menjadi penting untuk dipelajari karena negeri ini kaya dengan sumber migasnya.Meneropong Masa Depan Perminyakan Indonesia Sudah ada banyak tulisan yang telah menguak tentang sains perminyakan (maknanya. Hal ini bisa dibandingkan dengan ilmu matematika. Maka tak heran. jenisnya. ekonomi. Eropa. Kita bisa mengambil contoh di Amerika. hingga kini ilmu Teknik Perminyakan masih “balita” karena baru berumur sekitar dua abad. Jadi ketika berbicara tentang teknik perminyakan. dan Teknik Produksi. dan politik yang kini telah dewasa karena telah berkembang selama beratus-ratus abad yang lalu. dll). membuat kita seolah-olah dapat memprediksi apa saja yang akan terjadi di dalam bumi sana. Walaupun ada banyak bidang Teknik Perminyakan saat ini. analisis ekonomi. dll) dan analisis perminyakan (analisis energi. yang tak lain dan tak bukan lahir dari ilmu geologi yang telah berkembang cukup pesat sebelumnya. Bisa dikatakan. perkembangan dunia simulasi numerik dari sebuah reservoir di sebuah computer.

60 cekungan ini dirinci lagi menjadi 38 basin telah dieksploitasi. perlu kiranya kita kaitkan dengan realita sumber migas yang ada di Indonesia ini. Hal ini ditandai dengan diadakannya mata kuliah Teknik Panas Bumi dan Unconventional Hydrocarbon Recovery sebagai mata kuliah baru di Teknik Perminyakan kampus Indonesia. saat ini produksi minyak mengalami degradasi terus-menerus sejak tahun 2000. Trisakti. dan beberapa STT Migas yang tersebar di seantero di Indonesia. dan adalah sebuah keniscayaan suatu saat akan menjadi disiplin ilmu tersendiri di kampus yang nantinya akan menjadi interdisiplin dari ilmu perminyakan. mata kuliah yang berkaitan dengan hal ini sebaiknya diperbanyak. yang proses mengambilnya mirip dengan proses mengambil migas. Walaupun pengenalan kedua ilmu itu belum terlalu populer di Indonesia. dan masih ada 22 basin lagi yang belum dieksploitasi hingga sekarang. Hal ini ditandai dengan menurunnya pendapatan negara yang berasal dari sektor migas. Adalah non konvensional gas (coalbed methane dan gas hydrate) dan geotermal yang memiliki prospek masa depan energi yang potensial di Indonesia. Namun semuanya akan berpulang lagi pada perkembangan ilmu Teknik Perminyakan itu sendiri. UPN. yang 15 di antaranya telah berproduksi. Univ. pantai utara Jawa dan berbelok ke selat Makasar. Berbicara ihwal perkembangan ilmu Teknik Perminyakan ini. . Rupanya era keemasan produksi minyak Indonesia dari tahun 1976-2000 telah berlalu karena stagnansi eksploitasi basin Indonesia. kemudian baru berlanjut pada SDM yang berkualitas dan modal yang mumpuni. Efek domino yang bisa dirasakan saat ini adalah perkembangan dunia migas di Indonesia menjadi terhambat. yaitu di sepanjang pantai barat Kalimantan (Sumber: IAGI. Kampus tersebut adalah ITB. Dalam salah satu sumber telah disebutkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki 60 cekungan sumber migas yang terbentang di sepanjang pantai barat Sumatera termasuk di Laut Cina Selatan. Lantas bagaimana dengan Indonesia? Sebenarnya ilmu Teknik Perminyakan Indonesia juga berkembang pesat seperti negara-negara kaya migas lainnya.negara itu ditopang oleh kebutuhan industri eksplorasi dan eksploitasi migas yang memang diminta oleh pemerintah untuk bisa memenuhi energi di negaranya. dan dalam tahap eksploitasi. Walhasil. baik perusahaan nasional atau asing. kampuskampus tersebut memang getol sekali menelurkan alumni-alumninya untuk berkontribusi dalam industri migas yang ada di Indonesia. Sampai sejauh ini. Kedepannya. Selain itu. 2006). Secara umum. Belum lagi ditambah dengan faktor politis sumber migas yang jadi rebutan negara adidaya dan isu hangat PSC Indonesia yang masih belum surut hingga kini. Sebenarnya solusi permasalahan ini dapat dipandang dari berbagai sisi. telah sudah ada beberapa kampus yang memasukan ilmu Teknik Perminyakan didalam salah satu kategori jurusannya. khususnya ITB. industri migas mulai berancang-ancang untuk melakukan pembatasan jumlah karyawan karena belum adanya lapangan baru untuk dieksploitasi. Mari kita melihat sekilas sumber energi dalam permukaan bumi Indonesia lainnya. 11 belum produksi. namun secara perlahan mulai menunjukan perkembangannya.

kegiatannya selalu diarahkan pada pembangunan bangsanya. Tidak diragukan lagi bahwa penguasaan bahasa asing. Masa emas produksi minyak Indonesia memang sudah lewat. Masa lalu telah mengajarkan banyak hal pada kita semua. analisis. Penelitian. Memang hingga detik ini. Dia mengatakan: “we must learn from the future in precisely the ways we have learned from the past”. Kita pasti bisa. kampus juga harus bisa meningkatkan kapasitas para calon alumninya agar dapat unggul di kancah dunia internasional. kepandaian berbicara di depan umum. Selain itu. dan Pengabdian Masyarakat. Dalam kaitannya dalam dunia perminyakan. Memang saat ini kita berada dalam kidung keterbatasan energi nasional kita sehingga mau tidak mau kita telah mengimpor minyak. saya ingin menutup tulisan saya ini dengan kata-kata John Naisbitt dalam salah satu bukunya. merupakan beberapa softskill yang harus dimiliki para alumni Teknik Perminyakan agar bisa berkompetisi dan bersosialisasi dengan para rekannya. Dunia migas merupakan “lahan basah” untuk berkarir dan tidak bisa dipungkiri juga bahwa prospek gajinya sangat cerah. pemerintah. Hal ini dimotori kurangnya asupan dana yang disuntikan oleh pihak-pihak yang bersangkutan seperti ikatan alumni. atau laporan) yang dihasilkan para calon alumni Teknik Perminyakan masih terkendala dengan keterbatasan data yang dimiliki kampus. modal yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Kedepannya. Tentunya. perlu dibentuk sebuah komitmen jelas antara industri. maka yang tercipta hanyalah manusia-manusia yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya sendiri dan tidak memilikisense of belonging pada permasalahan energi bangsanya. Apalagi jika arah riset dari kampus di bidang Teknik Perminyakan sendiri mulai diarahkan pada pembentukan hard-product yang dapat diaplikasikan langsung di lapangan dan bukan lagi hanya konsepsi tertulis diatas kertas saja. yang menjadi visi besar setiap kampus negeri ini. tentu SDM yang dihasilkan haruslah bisa membangun kemandirian negara dari sektor energi. . dan industri. Di Indonesia dikenal sebuah credo Tridharma Perguruan Tinggi: Pendidikan. dan pihak alumni dari Teknik Perminyakan sendiri untuk membangun proses riset dan penelitian yang baik di kampus. Akhirnya. Dan yang terakhir dan tak kalah pentingnya adalah permasalahan modal. alih-alih sudah mencakup rekan dari seluruh tataran belahan dunia lainnya. untuk bisa membangun dan mengembangkan dunia petroleum Indonesia. Yang menjadi rekan disini bukan hanya dari Indonesia saja.Yang kedua adalah SDM yang berkualitas. Memang benar adanya bahwa kita harus belajar dari masa depan seperti kita belajar dari masa lalu. Modal sangat penting bagi kampus sebagai biaya riset dan penelitian. tapi disana kita belajar dan menginstropeksi diri kita selama 24 tahun bagaimana cara mengelola minyak dengan baik hingga era kemandirian energi Indonesia itu pernah ada. kemampuan memimpin tim. Sudah kita ketahui bersama bahwa kampus merupakan lembaga pendidik dan penghasil manusia sesuai dengan tujuan kampusnya. Belum lagi alat laboratorium yang sudah usang karena tak diganti sejak lama. Jadi di perguruan tinggi manapun di Indonesia. Tanpa adanya penanaman jiwa nasionalisme dan integritas pribadi pada calon alumni-alumninya. pemerintah. kebanyakan soft-product (metode.

Jika dulu para aktivis dapat melakukan terobosan gerakannya lewat momentum kemerdekaan. Menjadi aktivis pada zaman yang “musuh bersama”-nya sangat abstrak saat ini. KH Hasyim Asy’ari. Uncategorized | Tinggalkan komentar » Menjadi Aktivis Masa Kini Bung Karno.Bisa jadi memang kita belum menemukan momentumnya. untuk mengusir para pemodal asing. Orang-orang yang hidup masa kini tetapi masih memakai cara berpikir masa lalu bisa-bisa akan terkena dampak yang diistilahkan oleh Alvin Tofler dengan nama “future shock”. KH Ahmad Dahlan. Setiap masa memiliki nuansa permasalahannya sendiri. mengingat permasalahan yang semakin kompleks dan teknologi semakin maju. berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain. memang butuh kreatifitas ekstra. kisah gugatan hukum Prita oleh sebuah Rumah Sakit Internasional di Indonesia tentu masih melekat kuat dibenak kita. Bung Hatta. Adanya kemampuan pihak suprastruktur (pemerintah) untuk menggeser-geser isu negara dengan cepat dan cantik. kiprah kita mempengaruhi banyak orang dalam skala yang luas. maka berbuatlah sesuatu. mereka sangat aktif memanfaatkan kesempatan untuk menjadikan bangsa ini merdeka. maka janganlah membuat terobosan-terobosan apa-apa. Sjamsurijal. Sutomo. Ki Hadjar Dewantoro. sehingga seakan kita terpecah dalam terobosan gerakan masing-masing “wadah” aktivis. untuk menggulingkan kediktatoran seorang pemimpin. Tjipto Mangunkusumo.Oleh: Ryan Alfian Noor Mahasiswa S1 Teknik Perminyakan ITB 2006 September 2. Prita yang merasa dirugikan digugat hukum oleh pihak rumah sakit. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an. Lewat opini yang dia lontarkan di media maya surat . Tetapi kalau suara kita mau didengar. Lingkungan eksternal yang senantiasa berubah. Sebagai contoh. membuat para aktivis terkadang kelimpungan menghadapinya. Manfaatkan media apapun secara positif karena kekuatan media adalah sangat luar biasa. Barangkali apa-apa yang dilakukan aktivis terdahulu tidak lagi cocok dengan realitas saat ini. Silakan statis dan monoton saja. Hal ini dilanjutkan dengan belum ditemukannya format baku gerakan aktivis pasca reformasi ini. merupakan orang-orang yang senantiasa kreatif dalam mencari terobosan dalam menyiasati keadaan. sehingga kita “bukan aktivis biasa”. dan sederet nama aktivis lainnya. Wahidin Sudirohusodo. Di tengah-tengah impitan pihak imperialis dan kolonialis. Lantas bagaimana menyikapi hiruk-pikuk permasalahan era zaman kita? Apakah kita akan diam? Kalau kita ingin biasa-biasa saja.

dan realitas tanpa disentuh intelektualitas hanya akan menjadi permasalahan tak akan kunjung usai. Prita memantik dukungan masyarakat Indonesia lewat gerakannya yang bertajuk “gerakan koin peduli Prita”. tentu akan sulit dilirik media dan barangkali masyarakat pun sudah lelah melihat hal berulang dan terkesan itu-itu saja. jangan salahkan internetnya. tetapi aksi apa pun juga memerlukan situasi medan yang dihadapi. jangan salahkan peralatan musiknya.elektronik. menyalahkan alatnya. tetapi metode atau cara penyampaian juga tak kalah pentingnya. Buat apa kita melakukan aksi berkarya? Buat apa kita melakukan aksi turun ke jalan? Buat apa ada aksi mengabdi masyarakat? Buat apa aksi melatih jiwa kewirausahaan kita? Pertanyaan-pertanyaan ini hanya bisa didapatkan ketika kita dapat menemukan titik temu intelektualitas kita dengan realitas masyarakat. Akan halnya dengan kisah Jojo dan Sinta. Bentuknya bisa tuangan pemikiran orisinalitas kita dalam bentuk tulisan atau bisa pula berupa penyuaraan opini lewat gerakan-gerakan inovatif atau karya yang telah dilakukan. biasa-biasa saja. Ternyata. Siapa kini yang tidak tahu mereka? Dua wanita yang merekam lipsync “Keong Racun” mendadak melontarkan keduanya sebagai orangorang yang bahkan lebih popular ketimbang peserta kontes idol atau pencarian bakat yang terlembaga. Manfaatkan saja “alat-alat” itu untuk kepentingan yang lebih positif. Penggunaan media yang optimal harus diimbangi dengan “isi” yang mau hendak kita bawa. Kalau tulisan atau gerakan yang kita lagi-lagi. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an. karena kita tidak suka substansinya. Memang konten lewat kajian intelektual yang mendalam itu penting. Kalau kita tidak suka musik. kita hanya akan kehilangan orientasi dan akhirnya hanya sekedar bertindak sebagai pemberi reaksi-reaksi spontan yang tidak akan berdampak fundamental dalam masyarakat. Oleh: Ryan Alfian Noor Mentri Koordinator Bidang 1 Kabinet KM ITB 2009-2010 Agustus 19. Bang Alfan Alfian (Dosen Fisip UN) pernah mengatakan dalam salah satu tulisannya. adalah sebaiknya aktivis jika mereka setidak-tidaknya mempunyai gambaran yang menyeluruh mengenai masalah-masalah pokok yang dihadapi negaranya. hal sederhana yang tampil apik di media dapat menyebabkan dampak sistemik yang tak sekedar isapan jempol belaka. Intelektualitas tanpa menyentuh sisi realitas hanya menjadi kajian belaka. Jadi. bahwa jangan pernah terjebak. Adalah sebuah kebenaran bahwa bukan tugas aktivis saja untuk menyodorkan konsepkonsep finalnya dalam sebuah aksi. Kemahasiswaan | Tinggalkan komentar » . Kalau Anda tidak suka konten-konten negatif situs-situs di internet. Tanpa big picture yang demikian itu.

Jika hal ini benar-benar dapat diaplikasikan. Pun demikian jika berbicara tentang kota madani. Dan semua modal tadi dipadukan dalam satu indikator yang bernama Gross Domestic Product (GDP). masyarakat harus berpendidikan dan moral yang baik. legislatif. modal manusia. dan modal sosial. Perlu ada campur tangan masyarakat didalamnya untuk membantu pemerintah. karena konsep pembangunannya yang holistik. Untuk membangun kota madani berperadaban. Pemimpin disini adalah eksekutif. Berbicara tentang pemerintah. Koordinasi dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat adalah penting. kota madani memerlukan pemimpin yang bersih jujur. Dari sini pula muncul sebuah sikap kosmopolit yang menjadi cikal bakal terbentuknya sebuah masyarakat yang terbuka dan demokratis. masyarakatlah yang akan menjadi penentu akan bertahan seberapa lama keutuhan kota tersebut. dan proses politik yang baik. kota madinah berhasil membuat sebuah konstitusi dimana didalamnya terdapat produk politik yang terumuskan melalui kesepakatan berbagai unsur pluralisme kultural dalam masyarakat. Kota madani sering dielu-elukan oleh kota abad 21 saat ini. Setelah mengetahui sejarah. Pandangan ini terlalu sempit. Masyarakat yang hidup dalam nuansa kota yang demokratis pun harus aktif mengawasi pembangunan kotanya. apakah berhasil atau tidak. dan yudikatif. Dan untuk melakukannya. Semuanya saling bergantung (interdependent) yang disebut oleh Bung Karno dengan masyarakat gotong royong. modal fisik. Pembangunan masyarakat juga harus dipadu dengan peningkatan kualitas hidupnya. Jika dirujuk pada sejarahnya. Dan untuk pembangunan kota yang lebih efektif. dan tujuan pembangunan yang mengarah pada perekonomian yang baik. nyaman. dan efisien.Membangun Kota Madani Berperadaban Hakikat pembangunan kota yang baik adalah membangun masyarakat. maka semakin produktif dan tumbuh ekonomi kota tersebut. Sebaik apapun sebuah kota. pemerintah tidak akan bisa melakukannya sendiri. Empat modal itu adalah modal alami. proses. Disinilah mental pemimpin akan diuji. Kota madani diadaptasikan dari pembangunan kota madinah. maka pembangunan kota akan dapat menjadi lebih aman. ada empat pilar modal yang diperlukan sebuah kota agar dapat melaksanakan sebuah proses pembangunan kota yang baik. masyarakat harus melakukan pembelajaran sejarah masyarakat dunia yang telah berhasil membangun kotanya. tentram. namun tidak meninggalkan unsur perbedaannya. langkah selanjutnya yang harus difahami adalah modal. Untuk membangun kota yang baik. realistik. Masyarakat harus mengingatkan pemerintahnya dengan cara-cara . masyarakat yang baik. dan profesional untuk mengambil pilihan-pilihan sulit untuk membuat kota yang lebih baik. Semakin tinggi GDP sebuah kota. parameter GDP tidaklah cukup. Menurut World Bank. adil.

Walaupun pada kenyataannya perekonomian yang baik. Oleh: Ryan Alfian Noor Mentri Koordinator Pengembangan Karakter Kemahasiswaan Kabinet KM ITB Agustus 12. Bukan hanya dengan hukum dan peradilan. Untuk itu perlu ada upaya pemerintah dan masyarakat untuk merealisasikan pemerintahan.yang beretika dan bermoral. dan masyarakat yang baik (good governance. Ada banyak kasus dilapangan yang membuat satu hal dambaan tadi saling berlawanan dengan hal yang lainnya (trade-off). dan good people). Dalam bukunya. terkadang semua hal ini sulit tercapai. pengusaha. masyarakat yang baik. Adam Smith memberikan sebuah argumentasi bahwa pemenuhan kepentingan pribadi (pure self interest) setiap warga harus diimbangi dengan pengendalian diri (self restraint) dari ambisiusitas dirinya. dan proses politik yang baik adalah dambaan semua elemen masyarakat yang hidup di kota madani. dan persatuan. Hal ini harus didukung dengan peran kaum intelektual. dan media yang memberikan infrmasi yang menunjang kebenaran. sektor swasta. namun juga dengan nilai-nilai religiusitas dan budaya luhur masyarakatnya sendiri. The Theory of Moral Sentiments (1754). good private sectors. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | Tinggalkan komentar » . Disinilah fungsi besar pemerintah menjadi pengendalinya. hukum yang baik. kemajuan.

Kata “Bangun” atau sering pula diselaraskan dengan kata “Bangkit”. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim 2. bisa itu masyarakat atau juga negara. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan .Refleksi Perkembangan MDGs Dunia dan Indonesia Diksi kata “Pembangunan” memiliki sebuah definisi yang sangat besar di dalamnya. Artinya kita berbicara tentang kehidupan bangsa-bangsa. paradigma pembangunan dalam level personal dan bangsa pun belumlah cukup. Dalam perjalanannya. Di era milenium saat ini. Pemerataan pendidikan dasar 3. pembangunan mestilah difokuskan pada pembangunan dalam level masyarakat globalisasi. selalu dilekatkan secara personal pada seseorang atau secara komunal pada sebuah kumpulan orang. Dalam KBBI telah disebutkan dengan gamblang bahwa kata “Pembangunan” merupakan proses berkelanjutan untuk bangkit. yakni: 1. saya ingin mengajak kita semua untuk mengingat sasaran pembangunan milenium yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2005 silam. Dan berbicara tentang permasalahan ini. Untuk mencapai sebuah perdamaian dunia. Indonesia dan 189 negara lainnya telah menyepakati 8 sasaran milenium. pembangunan akan menemui friksifriksi eksternal yang akan menjadi inhibitor dan katalisator yang mempengaruhi waktu pencapaian keagungan visi dari pembangunan tersebut.

Sebut saja misalnya Traktat Tokyo (1997) yang banyak ditentang oleh negara adidaya. 5. malaria. rusaknya lingkungan hidup juga menjadi permasalahan yang tak kunjung usai. terpuruk dalam apa yang disebut Jeffrey D. Dunia kita sejatinya dipenuhi kemiskinan. kini harus secara pasti bertransendensi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat global. dengan sekitar 1. Mengurangi tingkat kematian anak Meningkatkan kesehatan ibu Perlawanan terhadap HIV/AIDS. Lahirnya delapan butir sasaran MDGs ini menjadi pintu gerbang negara-negara dunia bisa mengendalikan ‘nafsu’ nya sekaligus memupuk kesadaran bahwa ada tanggung jawab untuk menjaga keutuhan dunia bersama. Tidak berakhir sampai disana. Sach dalam The End of Poverty: Economic Possibilities for Our Time (2005) sebagai ”kemiskinan ekstrim”. setiap hari delapan juta orang meninggal karena terlalu miskin untuk bertahan hidup.4. Negara-negara yang kaya akan semakin kaya dan negara-negara miskin akan semakin berada di lembah kemiskinannya. negara-negara penggiat MDGs tetap bertahan menyuarakan seuran untuk mengambil langkah aksi guna mencapai semua sasaran tersebut. 4. Pembangunan yang tadinya berfokus pada kemakmuran sendiri. atau seperenam penduduk bumi. Sementara 1. 6.1 milyar manusia. Hal inilah yang benar-benar diperingatkan sejak lama oleh Adam Smith didalam bukunya Wealth of Nation (1776).7 persen dan menolak ODA (official development assistance) yang tidak bermanfaat untuk negara tersebut. Komitmen nyata yang telah hadir adalah tergalangnya dana 16 miliar dolar AS. Ladang kering dan tandus bagi perdamaian. dan 3 miliar dolar AS untuk mereduksi penyakit malaria. Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai macam usaha dunia yang mengarah pada sasaran Millennium Development Goals (MDGs) tersebut. dan penyakit lainnya Menjamin daya dukung lingkungan hidup Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan Di dunia kita hari ini. Sekarang bagaimana dengan negara Indonesia? Indonesia termasuk negara yang sangat concern merealisasikan capaian 8 butir sasaran tadi. permasalahan penyebaran penyakit baru. ambisi pribadi (self interests) harus diimbangi dengan moral yang baik sehingga dapat menahan nafsu dan ambisinya (self reliance). bahwa dalam konteks kenegaraan. Ada lagi solidaritas dari negaranegara selatan untuk mendesak negara-negara utara meningkatkan bantuan pembangunan bukan hutang. tanpa syarat dan berkualitas minimal 0. Bisa dibayangkan kalau hal itu tidak dilakukan.6 miliar dolar AS untuk meningkatkan keamanan pangan. sudah tentu tidak akan ada pemerataan yang adil bagi semua negara-negara di dunia. permusuhan dan terorisme. Kemiskinan berlanjut pada merosotnya pemerataan pendidikan dan peningkatan mortalitas manusia. Inilah lahan subur bagi konflik. Sampai sekarang. 7.5 miliar dolar AS untuk pendidikan. MDGs telah menjadi referensi . 8. hingga kini masih dipertahankan keberadaannya oleh negara berkembang. Sasaran-sasaran ini membuat semua paradigma pembangunan sebuah negara menjadi berubah.

Bangladesh. dan penyakit pun pasti akan menurun. Setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan negara ini untuk dapat memenuhi sasaran MDGs kedepannya: Pertama. pihak swasta. program prorakyat. Indonesia harus benar-benar memacu diri untuk mengejar ketertinggalannya. Hal ini sangat mengkhawatirkan.54 triliun (2015) rentang waktu yang sama untuk pencapaian MDGs. Jadi. misi. Jika dirujuk lewat data Departemen Keuangan. pencegahan HIV/ AIDS yang belum maksimal. Manusia Indonesia yang terkenal dengan jiwa sosial dan kegotongroyongannya akan memberikan kontribusi yang besar dalam pencapaian MDGs kedepannya. dan peremajaan lingkungan hidup yang tidak optimal. dan Papua Nugini. baru menurun drastis (2016) menjadi Rp66. Saat ini. Dengan semangat kepedulian yang tinggi. ada 46 program dan 105 tindakan terkait upaya pencapaian MDGs. mulai dari tahap perencanaan seperti yang tercantum pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) hingga pelaksanaannya dibawah komando Bappenas. Maka jangan sampai sistem desentralisasi negara ini menjadi penghambat. semakin cepat pula MDGs negara Indonesia akan tercapai. Program-program MDGs lainnya membutuhkan biaya yang sangat besar. Bagaimana tidak? pendidikan akan meningkatkan harkat hidup orang miskin. Walaupun mengalami berbagai kendala.7 triliun (2009) hingga Rp81. sehingga bencana kelaparan. Sebenarnya. Nepal. dan nilai-nilai yang menjelma menjadi sebuah identitas sebuah masyarakat. dan lembaga donor. Belum lagi tanggungan beban hutang yang sangat besar. mengingat sisa waktu lima tahun lagi (baca: 2015) untuk bisa memenuhi MDGs. baru-baru ini pemerintah menengarai bahwa ada tiga sasaran yang dimungkinkan gagal pencapaiannya pada tahun 2015. anggota masyarakat Indonesia . namun pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini dan dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak. semakin menggeliatnya peran pemerintah daerah untuk menyukseskan tujuan pembangunan milenium. Didalam kearifan lokal terkandung sebuah visi. beban pembayaran utang Indonesia terbesar akan terjadi pada tahun 2009-2015 dengan jumlah berkisar dari Rp97. Pemerintah harus memutar otak untuk meningkatkan jumlah partisipan pendidikan sesuai dengan umur pendidikannya. Jumlah pembayaran utang Indonesia. perbaikan sektor pendidikan Indonesia. hampir delapan sasaran MDGs dapat tercapai jika sasaran perbaikan sektor ini telah selesai. Akibat hal tersebut. kematian. Ketiga. tidak salah jika Indonesia ditempatkan pada posisi yang rentan. Kemungkinan itu ditunjukan lewat angka kematian ibu melahirkan yang masih tinggi. Program dan tindakan itu hanyalah menjadi sia-sia belaka tanpa adanya tindakan nyata di level kabupaten. dan India. termasuk masyarakat madani. per 31 Agustus 2008. mempertahankan kearifan lokal yang ada di Indonesia. serta lebih buruk dibandingkan Vietnam. Sayang aduh sayang. Indeks kerentanan pencapaian MDGs Indonesia berada pada posisi menengah bersama Filipina. dan program keadilan untuk semua yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat. Begitu pula juga dengan kesadaran pemahaman gender dan menjaga lingkungan hidup. Kedua. Sinkronisasi arah gerak pemerintah pusat dan pemerintah daerah.penting pembangunan di Indonesia.70 triliun.

menjadikan semua bangsa di ASEAN menjadi was-was. Dengan kemampuan Cina menghasilkan produk yang sangat murah. Dalam proses globalisasi. juga sistem keuangan global yang labil yang menelorkan krisis. . Juli 11. Padahal itu terjadi jauh sebelum AFTA diberlakukan. sektor masyarakat dapat membantu sektor pemerintah secara kultural. seorang pemikir ekonomi dunia asal Peru pernah menegaskan bahwa sejak proses globalisasi mulai berlangsung.bisa bertenggang rasa dan tepo seliro pada anggota masyarakat lainnya yang mengalami suatu problem kehidupan. pada sektor ekonomi Indonesia. Mari berkaca pada isu perjanjian AFTA yang kini menjadi dampak sistemik globalisasi. Dengan demikian. apalagi jika diukur dengan indikator-indikator lebih luas. Keempat. termasuk negara Indonesia. seringkali pula peningkatan itu hanya ada dalam hitung-hitungan di atas kertas. Yang menjadi pemasalahan kini tinggallah ketentuan kebijakannya. kondisi kehidupan di hampir semua negara terkesan meningkat. Namun dengan kehadiran Cina yang turut meramaikan perjanjian ini. Hal ini diperkuat lagi dengan adanya fakta. Belum lagi bermunculan rezim hak properti intelektual. Negaranegara maju dan kuat memang bisa meraih keuntungan. Sementara negaranegara kaya memiliki kemampuan untuk menahan risiko fluktuasi kurs dan suku bunga. yang malah menghabisi akses masyarakat miskin untuk mendapat obat-obatan dengan harga terjangkau. Dalam kondisi tersebut. dalam beberapa tahun terakhir. banyak industri pengrajin Indonesia yang bangkrut akibat tidak mampu bersaing dengan produk Cina. yang terjadi justru sebaliknya. negara-negara berkembang dan miskin berulang kali terjebak jeratan utang yang justru jadi beban. Sebenarnya AFTA merupakan peluang bagi negara ASEAN untuk berkompetisi secara fair memasarkan produk hasil negerinya. mengoptimalkan penggunaan prinsip Eco-Technology. Indonesia yang kaya dengan sumber daya energi alternatif. tapi tidak negara-negara berkembang dan miskin. memiliki potensi besar untuk menggunakan Eco-Technology. Pengalaman sudah membuktikan sejak proses globalisasi bergulir muncul pula isu-isu seperti perdagangan global yang tidak fair. Prinsip ini mencoba menyeimbangkan antara kebutuhan manusia dan kebutuhan alam. Ekonom Indonesia benar-benar khawatir kalau produk dalam negeri ini tidak mampu bersaing dengan negara itu. Implementasi dari penggunaan prinsip ini akan berdampak sistemik terhadap penurunan pencemaran lingkungan. Prinsip ini memberikan solusi atas ketergantungan negara Indonesia pada penggunaan energi fosil. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | 2 Komentar . Namun. negara-negara berkembang dan miskin menanggung beban fluktuasi tadi. Tapi.komentar » Kemelut Dampak Sistemik Globalisasi Pada Indonesia Hernando de Soto. seharusnya uang mengalir dari negara kaya ke negara miskin.

bahwa kini semakin nyata saja imbas teknologi komunikasi pada berbagai sektor kehidupan. baik persoalan politik seperti HAM. lingkungan hidup. yang sama persis seperti ramalan Profesor Kenichi Ohmae didalam bukunya yang berjudul The End of Nation State. Ada dampak positif dan ada dampak negatif. namun sebenarnya lebih banyak menonjolkan adegan vulgar yang mengikuti budaya hidup orang barat. maka negara kita akan tergilas oleh dampak sistemik itu sendiri. BBC. telah menjangkau dan menembus yuridiksi berbagai negara. Dampak sistemik ini telah kini telah sampai di Indonesia. Indonesia dihadapkan pada hanya dua pilihan saja : memilih hal ini sebagai sebuah peluang atau sebagai sebuah hambatan. dampak negatif pun tak dapat dielakkan juga. Saat ini banyak beredar film Indonesia berkedok komedi atau horor. Sudah saatnya Indonesia melakukan akselerasi pembangunan disegala sektor menghadapi tantangan era globalisasi yang sudah hadir di depan mata. CNBC. jika kita dapat menemukan dengan mudah berbagai produk luar negeri yang beredar di seantero negeri kita. Yang terpenting adalah kini sudah saatnya rakyat dan pemerintah Indonesia sadar. Namun yang terpenting adalah bukanlah mendaftar efek sistemik apa saja yang telah didapatkan Indonesia. Kalau ini terus dibiarkan. Peluang berarti setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memanfaatkan situasi ini dalam menghidupi kehidupannya dengan baik. Sebenarnya masih banyak lagi dampak sistemik globalisasi yang mempengaruhi sendisendi kehidupan bernegara kita. maka terjadilah penyebaran budaya global. Dampak positifnya adalah semakin mudahnya kita mengakses berita internasional dalam real-time saat informasi itu baru didapatkan. globalisasi pun telah membuat seakan negara satu dan lainnya kehilangan batas-batas jelas teritorialnya serta berujung pada hilangnya status “negara–bangsa”. maka Marshall Mc Luhan. Dengan adanya arus globalisasi dunia ini. maupun terorisme internasional. HBO. bahwa saat ini bukanlah lagi waktu untuk bersantai-santai dan memperlambat gerak pembangunan. sedangkan tantangan berarti setiap orang diberi kesempatan untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuannya. dan lain-lain. Dia mengatakan. Media massa berperan sebagai kekuatan trend setter untuk isu-isu global. Proses globalisasi ini membuat dunia menjadi kian sempit seperti persis yang dikatakan Thomas L. seorang penulis buku Understanding Media. MTV. Namun disisi lain. . Jika tadi Hernando lebih berfokus dampak sistemik globalisasi sektor fiskal. Friedman didalam bukunya yang berjudul The World is Flat. Jadi janganlah heran. Setidaknya informasi itu sering dimaknai di dalamnya mengandung kebudayaan. Media massa global seperti CNN. ESPN. lebih berfokus pada dampak sistemik globalisasi pada sektor budaya.Mari beralih pada sektor kehidupan yang lain. hingga ke persoalan budaya dan gaya hidup. Tampaknya telah terjadi pergeseran nilainilai norma kesopanan yang dahulu kita pegang teguh sebagai identitas negara kita. Disamping itu.

dan Informasi. Januari 22.Proffesor Kenichi Ohmae telah mewanti-wanti sejak lama kepada semua negara yang ada di dunia bahwa ada empat “I” yang akan membawa dampak sistemik globalisasi ini. tapi milik semua bangsa Indonesia. Sudahkan industri kreatif Indonesia dikembangkan secara optimal? Sudahkah penanaman investasi di berbagai sektor Indonesia telah dimaksimalkan? Sudahkah ada penanggulangan efek individualisme sebagai efek kesenjangan si kaya dan si miskin di Indonesia di lakukan? Dan sudahkah sektor informasi di maksimalkan hingga sampai di pelosok desa terpencil Indonesia? Pertanyaan-pertanyaan ini bukan milik pemerintah saja. Jadi sudah seharusnya Indonesia mulai berancang-ancang terhadap empat “I” ini. Individualisme. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | Tinggalkan komentar » . Keempat “I” tersebut adalah Industri. Investasi. Mari kita saling bahu-membahu untuk menciptakan sebuah peluang di era globalisasi ini.