Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia Ditinjau dari Aspek Ekonomi Written by Dr.

Sri Adiningsih Kepala Pusat Studi Asia Pasifik UGM Tuesday, 21 July 2009 09:54 Pendahuluan Tidak terasa krisis ekonomi yang telah menghantam kita pada tahun 1997 sudah berlalu lebih dari satu dekade. Banyak pelajaran yang dapat kita petik dalam penyehatan ekonomi yang telah kita lakukan selama ini. Baik suka ataupun duka. Dampak krisis pun sampai sekarang masih terasa, membebani keuangan Negara sehingga kemampuan Negara untuk membiayai berbagai kegiatan sosial ataupun terkait dengan masalah lingkungan sulit untuk mendapatkan prioritas anggaran. Krisis telah memaksa Indonesia mereformasi ekonominya dalam kerangka program IMF hingga akhir 2003. Ekonomi mulai pulih pada tahun 2004, sehingga Indonesia siap membangun ekonominya lagi, bangkit dari keterpurukkannya. Namun ternyata kebangkitan ekonomi tidak mudah dicapai, perkembangan eksternal yang semakin tidak ramah dan juga kebijakan domestik dalam mengelola ekonomi yang tidak tepat telah membuat ekonomi Indonesia tidak banyak mengalami kemajuan yang berarti hingga saat ini. Kualitas pertumbuhan/pembangunan ekonomi yang semakin merosot ditengah-tengah stabilitas ekonomi makro dan pertumbuhan ekonomi yang mulai meningkat lagi telah membuat angka pengangguran dan kemiskinan tetap tinggi. Demikian juga beban APBN masih berat. Sehingga mempersulit Indonesia untuk membangun ekonominya, apalagi membangun secara berkelanjutan. Fakta menunjukkan bahwa pada masa krisis ekonomi yang lalu, pembangunan baik dari sisi hardware ataupun software terbengkelai. Sehingga dapat dilihat kerusakan infrastruktur yang semakin parah, lingkungan juga memburuk, serta human development merosot. Potret Pembangunan Berkelanjutan Pembangunan yang dijalankan di Indonesia sejak tahun 1970-an hingga sekarang masih cenderung fokus pada pembangunan ekonomi, bahkan pada pertumbuhan ekonomi yang cenderung jangka pendek. Sehingga masalah keberlanjutan belum menjadi prioritas utama. Oleh karena itu tidak mengherankan jika pertumbuhan ekonomi pun kualitasnya semakin memburuk. Apalagi dengan keterbatasan APBN dan sumber daya yang kita miliki, sehingga tidak mengherankan apabila pengambil kebijakan lebih memilih jalan pintas, yang cepat kelihatan hasilnya, kurang memperhatikan keberlanjutannya. Padahal pembangunan berkelanjutan sudah menjadi tuntutan bagi pengambil kebijakan pembangunan dalam bumi yang semakin rusak ini. Namun demikian lingkungan hidup tidak mendapatkan banyak perhatian sejak lama baik pada skala global, regional ataupun negara. Apalagi negara sedang berkembang yang tengah banyak menghadapi permasalahan ekonomi seperti Indonesia. Sehingga degadrasi lingkungan telah banyak menurunkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di negara sedang berkembang seperti

Indonesia. Oleh karena itulah masyarakat dunia sejak tahun 1970-an mulai memberikan perhatian yang besar pada masalah lingkungan, dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan. Hal itu dapat dilihat diantaranya dari Stockholm Conference (1972), Agenda 21 di Rio Earth Summit (1992), dan Johannesburg Declaration (2002). Meski komitmen dan perhatian besar telah diberikan pada tingkat internasional, namun kondisi lingkungan hidup masih saja memburuk. Kita sekarang masih hidup dalam kondisi yang dapat merusak lingkungan hidup semakin parah, sehingga akan membahayakan kehidupan umat manusia pada masa mendatang. Oleh karena itulah usaha untuk menjaga lingkungan hidup agar pembangunan dapat berkelanjutan sehingga kepentingan kehidupan generasi yang akan datang terproteksi, menjadi semakin penting untuk diperjuangkan. Dengan demikian perlu adanya jaminan agar supaya dalam memenuhi kebutuhan sekarang kita tidak akan mengurangi kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam perkembangannya disadari bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya terkait dengan aspek lingkungan hidup, namun juga pembangunan ekonomi dan sosial yang dikenal dengan the living triangle. Tidaklah mungkin lingkungan dapat dijaga dengan baik bila kondisi sosial dan ekonomi masyarakat buruk. Oleh karena itulah dalam rangka melestarikan lingkungan hidup kita secara berkelanjutan, pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan juga perlu dilakukan. Tidaklah mungkin masyarakat yang untuk hidup saja sulit akan dapat menjaga lingkungannya dengan baik. Perhatian dan komitmen yang besar masyarakat internasional pada pembangunan berkelanjutan khususnya dari negera maju dalam beberapa conference adalah cukup besar. Namun demikian dalam implementasinya ternyata jauh dari harapan. Dapat dilihat bahwa Official Development Assistance (ODA) yang diberikan negara maju rata-rata hanya sebesar 0,27% dari PDB mereka pada tahun 1995, turun dari 0,34% pada tahun 1992. Pada tahun 2000 didapati hanya 4 negara yang menandatangi komitmen ODA memenuhi komitmennya. Hal ini mencerminkan bahwa pembangunan berkelanjutan pada tingkat globalpun seringkali hanya menjadi retorika politik belaka. Sehingga tidaklah mengherankan bahwa upaya pembangunan berkelanjutan tidak mudah diimplementasikan (Cooper & Vargas, 2004). Rendahnya komitmen negara maju dalam memenuhi komitmennya dalam kerangka pembangunan yang berkelanjutan tentu saja tidak dapat dipisahkan dengan rendahnya kepentingan negara maju untuk mendukung pembangunan berkelanjuitan global. Hal ini tentu saja erat kaitannya dengan kalahnya prioritas menjaga lingkungan dengan masalah aktual seperti meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi taupun menjaga agar dunia usaha dari negaranya yang banyak diwakili oleh TNCs terus berkembang dalam pasar global. Tingginya nilai politis dari kepentingan ekonomi jangka pendek tersebut memang akan mudah membuat politisi baik dari negara maju ataupun sedang berkembang akan mengedepankan kepentingan jangka pendek. Selain itu jangan lupa bahwa bargaining power dari bisnis raksasa di negara maju tentu saja juga besar sekali, sehingga akan mampu mendistorsi keputusan yang diambil oleh pejabat publik, dapat mengalahkan kepentingan publik dalam jangka panjang. Hal yang sama juga terjadi di negara kita, dimana seringkali pengambilan keputusan dibengkokan oleh kepentingan pemodal yang memiliki kedekatan dengan kekuasaan. Sehingga tidaklah mengherankan jika World Trade Organization (WTO) yang menawarkan liberalisasi serta akses pasar yang lebih

luas, serta kadang menawarkan solusi yang lebih menarik/menguntungkan terhadap berbagai isu yang sama (terkait dengan isu pembangunan berkelanjutan) dapat menjadi salah satu outlet bagi mereka. Oleh karena itulah dapat dipahami jika WTO berkembang pesat akhir-¬akhir ini. Sementara pembangunan berkelanjutan semakin tenggelam ditengah-tengah berbagai kemelut ekonomi yang dihadapi oleh banyak negara, khususnya negara Selatan. Prinsip-prinsip ekonomi yang menekankan pada efisiensi ekonomi dengan maximizing benefit dan minimizing cost dari sudut pandang teori ekonomi memang sangat rasional. Sehingga dengan ekonomi yang semakin liberal ekonomi pada akhirnya banyak dikuasai oleh perusahaan transnational (TNCs) yang banyak beroperasi di negara sedang berkembang, baik untuk mendapatkan input khususnya sumber daya alam, maupun tenaga kerja murah, ataupun untuk memperluas pasar produk mereka. Sedangkan bagi negara sedang berkembang, globalisasi yang menjadikan masyarakatnya menjadi konsumen dari TNCs, juga menggunakan globalisasi untuk memperluas pasarnya, meskipun biasanya untuk produk primer ataupun sekunder dengan tingkat teknologi yang rendah. Sehingga banyak negara sedang berkembang yang terjerat utang ataupun masih harus berkubang dengan kemiskinan yang kronis. Bahkan Stiglitz dalam bukunya Globalization and Its Discontent (2002) mengatakan bahwa manfaat dari globalisasi lebih rendah dari klaim yang selama ini diyakininya, sebab harga yang harus dibayar juga mahal, karena lingkungan yang semakin rusak, demikian juga proses politik korup berkembang, dan cepatnya perubahan yang terjadi membuat masyarakat tidak dapat menyesuaikan budayanya. Liberalisasi pasar yang semakin melibas perekonomian di banyak Negara juga telah menghambat pembangunan berkelanjutan. Martin Khor direktur dari Third World Network melihat bahwa lieberalisasi dan globalisasi yang menekankan pada "daya saing" telah menghambat pembangunan berkelanjutan sehingga merusak lingkungan. Liberalisasi dan globalisasi telah memperburuk lingkungan global karena tidak adanya aturan dan pengawasan pada TNCs di pasar global sehingga meningkatnya volume bisnis mereka meningkatkan kerusakan lingkungan. Padahal aktivitas TNCs telah banyak merusak lingkungan hidup (penghasil lebih dari 50% greenhouse gases). Demikian juga kebijakan yang liberal dan integrasi pasar telah mendorong peningkatan eksploitasi dari sumber daya alam seperti hutan dan kelautan sehingga mendorong kerusakkan lingkungan yang serius. Selain itu globalisasi mendorong ekplorasi sumber daya alam yang melampau batas keberlangsungannya seperti air, tanah, dan mineral, telah banyak merusak lingkungan hidup. Bagi negara seperti Indonesia, yang baru saja keluar dari krisis ekonomi, serta masih menghadapi banyak masalah ekonomi dan sosial yang berat, sehingga menghadapi proses globalisasi baik dalam kerangka ASEAN Free Trade Area (AFTA) tahun 2010, ASEAN Economic Community tahun 2015, Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), dan WTO adalah tidak mudah. Oleh karena itu membangun kembali Indonesia tidaklah mudah pada saat ini. Apalagi membangun secara berkelanjutan ditengah-tengah pasar yang semakin liberal.

2004). Meskipun komitmen pemerintah nampaknya cukup besar sejak jaman Orde Baru. Oleh karena itulah dalam kerangka mensukseskan pembangunan berkelanjutan banyak sekali aspek yang perlu dibenahi. administrasi. Dari sisi legal tentu saja erat kaitannya dengan apakah secara legal kebijakan ataupun program yang dilakukan tidak melanggar rambu¬rambu yang ada. dan apa yang dilakukan dalam kerangka pembangunan berkelanjutan.Tantangan Indonesia Potret pembangunan berkelanjutan di Indonesia tidak jauh berbeda dengan potret internasional. tantangan yang dihadapi diantaranya adalah bagaimana mendesain kebijakan yang ongkosnya minimal ditengah beban fiskal yang berat untuk membayar hutang. politik. Ataupun kasus yang hangat akhir-akhir ini terkait dengan masalah illegal logging dan penegakkan hukumnya yang dinilai tidak memihak pada lingkungan. Sedangkan dari sisi fiskal. Oleh karena itu dana untuk melaksanakan program pembangunan terbatas. Seperti sudah dibahas sebelumnya bahwa menjaga lingkungan tidaklah dapat berdiri sendiri. Dapat dilihat dari kerusakkan lingkungan hidup Indonesia yang masih saja berlanjut. Oleh karena itulah perlu kebijakan yang terintegral dalam pembangunan lingkungan dengan pembangunan ekonomi dan sosial agar dapat memberikan hasil yang optimal. Dalam hal ini tantangan yang dihadapi adalah bagaimana kita mendesain infrastruktur legal yang diperlukan untuk pembangunan berkelanjutan. Meski demikian desain program yang baikpun belum menjamin keberhasilan pembangunan berkelanjutan. fiskal. Adapun aspek administrasi erat kaitannya dengan kemampuan organisasi . sehingga perlu terobosan agar supaya secara fiskal baik dari sisi penerimaan dan pengeluaran dapat mendukung pembangunan berkelanjutan. bagaimana caranya? Seringkali tantangannya disini adalah lebih pada masalah keberlanjutannya suatu kebijakan. program ataupun proyek-proyek pada pembangunan berkelanjutan seringkali karena tidak mempertimbangkan berbagai aspek yang perlu dilihat. Namun komitmen dan keberadaan kementrian yang menjaga lingkungan hidup pun ternyata tidak mencukupi. baik dari sisi teknis. sehingga bencana alam semakin banyak terjadi di tanah air kita yang tercinta ini. Secara prinsip pembangunan berkelanjutan sebenarnya harus terefleksi dalam cara berfikir. Kegagalan implementasi kebijakan. Banyak bukti menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan berkelanjutan seringkali terganjal oleh kurangnya implementasi yang baik. hidup. Jelas ini merupakan salah satu masalah terbesar bangsa Indonesia. legal. hutan dan lingkungan hidup lainnya pada umumnya semakin rusak. Reformasi fiskal yang tengah kita gulirkan mestinya juga didasari oleh kepentingan melaksanakan pembangunan berkelanjutan. diantaranya dapat dilihat dengan keberadaan Kementrian Negara Lingkungan Hidup yang tentunya diikuti dengan kebijakan dan anggaran untuk melestarikan lingkungan hidup. bahkan cenderung lebih buruk. etik dan budaya (Cooper and Vargas. Pembangunan berkelanjutan dengan melestarikan lingkungan hanya akan berhasil jika dipadukan secara terintegral dengan pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Laut. memerintah dan berbisnis dari seluruh masyarakat. Pertanyaannya adalah apakah secara teknis suatu kebijakan fisibel erat kaitannya dengan apakah kita tahu apa yang perlu dilakukan.

ataupun antar daerah. Beban hutang yang besar. Oleh karena itu Indonesia tidak lagi dapat mengabaikan pelestarian lingkungan hidupnya. Meski demikian tidak berarti tidak dapat dilakukan. Trade off antara mengedepankan kepentingan jangka pendek (kepentingan generasi sekarang) dengan kepentingan jangka panjang (kepentingan anak cucu kita) harus segera diambil keputusannya. Khususnya dengan mengeksploitasi sumber daya alamnya. Namun stabilitas politik juga memegang peranan penting dalam hal ini. Kesimpulan Masa depan kehidupan bangsa dan negara akan banyak sekali ditentukan oleh berbagai pilihan kebijakan yang diambil oleh pemerintah pada saat ini. sangat krusial untuk dilakukan. ataupun antar pusat dan daerah. Membuat Indonesia akan mudah terjebak memilih kebijakan ekonomi yang cenderung menguntungkan dalam jangka pendek. Pembangunan berkelanjutan menjadi semakin mahal untuk diimplementasikan. serta stabilitas ekonomi yang rapuh serta pertumbuhan ekonomi yang berkualitas rendah membuat pemerintah menghadapi tantangan besar dalam mengimplementasikan kebijakan ekonomi berkelanjutan.dan kemampuan manajerial untuk melaksanakan secara konsisten kebijakan yang ada. Oleh karena itu harus ada perubahan paradigma dalam pengelolaan ekonomi agar supaya keputusan apapun yang diambil akan menggunakan perspektif jangka . namun harus memperhatikan kepentingan generasi mendatang yang akan hidup di Indonesia. Itu semua menunjukkan bahwa mengimplementasikan kebijakan pembangunan berkelanjutan tidaklah mudah. Aspek politik juga memegang peranan penting dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan. disertai dengan kualitas pertumbuhan ekonomi yang memburuk. ataupun memberikan kelonggaran yang lebih besar pada kegiatan ekonomi yang berpotensi merusak lingkungan baik dari industrialis domestik ataupun asing. kemiskinan dan pengangguran yang tinggi. Apalagi pemerintah juga cenderung semakin liberal dalam melaksanakan kebijakan ekonominya. Selain political will untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan penting. yang dapat dilihat dengan semakin banyaknya bencana alam yang merenggut banyak nyawa dan material akhir-akhir ini. Seringkali ego antar instansi dan juga antar pemerintah pusat dan daerah membuat koordinasi untuk melaksanakan kebijakan secara konsisten sulit untuk dilakukan. serta fundamental ekonomi yang masih rapuh. Sementara itu kondisi keungan negara yang berat. hutang luar negeri yang besar. Untuk itulah perlu pembangunan institusi dan juga perbaikkan pemerintahan untuk mensukseskan pembangunan berkelanjutan. Sudah saatnya kita hidup bukan hanya untuk kepentingan jangka pendek. Sementara itu tuntutan untuk membangun secara berkelanjutan juga semakin meningkat selaras dengan semakin besarnya ongkos yang harus kita pikul dengan semakin rusaknya lingkungan hidup. Sedangkan aspek etika dan budaya juga memegang peranan penting dalam implementasi kebijakan pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan tidaklah mudah dilakukan oleh negara yang masih menghadapi banyak masalah ekonomi seperti Indonesia. baik di pusat maupun daerah. Dalam hal ini koordinasi baik secara horizontal ataupun vertikal.

2002) World Economic Forum. etik dan budaya agar mudah diimplementasikan. UK. fiskal. 24 November 2007. Namun demikian kebijakan dengan program yang baguspun tidaklah dapat menjamin keberhasilan pembangunan berkelanjutan.. Claudia M. Third World Network. Disampaikan dalam Seminar llmiah Musyawarah Nasional I Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia Jakarta. Oleh karena itulah perlu disiapkan suatu environment agar tujuan pembangunan berkelanjutan berhasil. Martin. Untuk itulah Indonesia sudah saatnya menyusun program pembangunan berkelanjutan secara terintegral agar supaya lebih efektif dalam menjaga lingkungan hidup kita.panjang. Dalam hal ini kebijakan ataupun program tersebut mesti mempertimbangkan baik dari sisi teknis. Stiglitz. . 2004 Khor. Rowman & Littlefield Publisher Inc. Banyak bukti menunjukkan bahwa tantangan utama dalam pembangunan berkelanjutan adalah implementasi dari kebijakan yang diambil. legal. Dan Vargas. politik. Globalization and its Discontents. The Penguin Books. Phillip J. Oleh karena itu dalam pembuatan kebijakan ekonomi harus menjaga lingkungan hidup serta mempertimbangan aspek sosial masyarakat. administrasi. "Globalization and the Crisis of Sustainable Development". World Investment Report 2005. Joseph. Referensi Cooper. mengedepankan pembangunan yang berkelanjutan.. Implementing Sustainable Development from Global Policy to Local Action.

ngarai. menyebutkan bahwa Indonesia adalah sebuah negara megabiodiversity. Interaksi dari berbagai ekosistem tersebut secara harmoni telah memberikan manfaat bagi manusia. Kompleksitas ekosistem tersebut berperan dalam bidang industri. binatang tak bertulang belakang 2. Secara empirik disebutkan bahwa pada jaman dahulu kehidupan manusia yang sangat bergantung pada alam.531 jenis (17% dari jenis burung dunia). bahwa alam memiliki suatu sistem yang dinamis dan menjadi sumber utama yang diperlukan manusia dalam kehidupan. Berbagai biota yang menghuni alam indonesia ini saling berinteraksi membentuk berbagai ekosistem yang memiliki sumberdaya alam tinggi sebagai modal dalam pembangunan. para pakar telah menyatakan bahwa manusia telah dan mampu menguasai alam. di antaranya 1. Menurut publikasi dari Kementrian Lingkungan Hidup Indonesa. keanekaragaman hayati Indonesia terdiri dari: mamalia 515 species (12 % dari jenis mamalia dunia). Sebagai negara megabiodiversity. pesisir. reptilia 511 jenis (7. melalui buku Status Lingkungan Hidup Indonesia.PEMBANGUNAN BERBASIS EKOSISTEM Tuesday.000 jenis. Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia memang “bisa” menguasai alam.260 jenis yang bernilai medis (Status Lingkungan Hidup Indonesia 2008). pertanian. maupun perdagangan di Indonesia secara langsung maupun tidak langsung. 20 April 2010 13:15 | Written by Hafid Zain M | | | Biodiversitas sebagai sebuah kekayaan alam Keanekaragaman hayati Indonesia telah dinilai tinggi didunia. Bentang alam indonesia dari pegunungan. Ditinjau dari aspek yuridis upaya pemanfaatan dan pengelolaan kekayaan alam yang bisa diartikan biodiversitas telah dilakukan di tingkat lokal (nasional) maupun global . Kelangsungan suatu ekosistem sangat menentukan seberapa besar nilai ekonomi yang mampu diberikan oleh alam kepada manusia. Perlu dicermati. burung 1. tetapi hal tersebut hanya berlangsung pada beberapa aspek. perikanan. sampai dengan saat ini kehidupan manusia sangat tergantung kepada alam. Selanjutnya di era modern dan yaitu dari revolusi industri di negara Eropa. Keterkaitan dan keberlangsungan sistem di alam tersebut memberikan aliran energi terhadap biota didalamnya sebagai suatu bentuk dukungan alam terhadap proses kehidupan yang berlangsung. Disadari atau tidak. lembah. kekayaan biodiversitas yang telah membentuk suatu ekosistem.827 jenis dan tumbuhan sebanyak ± 38. sebenarnya cukup rapuh. amphibi 270 jenis. sampai dengan laut lepas menyimpan sumberdaya alam yang tidak ternilai. Keharmonisan hubungan tersebut didukung oleh tingkat biodiversitas yang memiliki kerentanan tinggi terhadap faktor internal ekosistem dan faktor luar yang mendukung bentuk ekosistem yang ada.3 % dari jenis reptilia dunia). Dari berbagai kajian dan penelitian yang telah dilakukan terkait natural resource memberikan fakta menarik. Dukungan alam tersebut memiliki keterbatasan (Daya Dukung Lingkungan) dan sangat tergantung oleh interaksi-interaksi berbagai komponen yang ada di dalamnya.

269.4 juta pada tahun 2009 atau terjadi peningkatan sebesar 14. Pemerintahpun juga terus menggenjot kegiatan pembangunan dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat. Fakta menyebutkan berbagai kerusakan alam indonesia telah telah mengiringi kegiatan pembangunan indonesia di dasawarsa terakhir ini. Tidak dapat dimengerti. yang patut digaris bawahi adalah seiring peningkatan kebutuhan masyarakat. Pembangunan sendiri pada dasarnya dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan menuju perbaikan dalam segala aspek kehidupan masyarakat baik politik. tingkat eksploitasi kekayaan alam juga semakin meningkat. Angka PDB per kapita diperkirakan mencapai Rp24. Berbagai pakar menilai salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah peningkatan ekonomi masyarakat. Pembangunan perkebunan yang menghasilkan devisa negara cukup tinggi disinyalir telah menurunkan tingkat keanekaragaman hayati di ekosistem hutan hujan . Selain produk hukum dalam negeri tersebut. XIII. yang menitik beratkan pada bidang ekonomi.590. hingga tingkat Undang Undang. Penambangan-penambangan diberbagai daerah juga telah menyebabkan ketidak harmonisan interaksi keanekaragaman hayati di ekosistem sungai maupun hutan. yang mana semuanya adalah produk hukum terkait dengan pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam di Indonesia. Patut untuk dicermati.9 juta pada tahun 2008 menjadi Rp23. hal tersebut adalah kebanggaan atau sebaliknya. ekonomi.0% dibandingkan dengan PDB per kapita tahun 2008 yang sebesar Rp21. pranata hukum dan sosial budaya.7 juta (US$2. Tetapi. dan lain sebagainya. tingkat inflasi.9). teknologi. 10 Februari 2010).2% (Berita Resmi Statistik No.3 juta (US$2. Sistem pertanian yang ada juga telah menurunkan kestabilan ekosistem di dataran rendah.1) dengan laju peningkatan sebesar 12. Hal itu salah satunya disebabkan faktor tingkat konsumsi masyarakat dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup. Pembangunan sebagai manifestasi pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam Manifestasi pemanfaatan dan pengelolaan kekayaan alam adalah dalam bentuk pembangunan nasional yang disusun melalui RPJM dan RPJMD di masing-masing daerah.(internasional). Eksploitasi sumberdaya alam pesisir telah merusak sekian juta ha hutan mangrove yang memiliki peran penting dalam ekosistem pesisir. pembangunan yang telah berlangsung di berbagai pelosok Indonesia dengan tujuan mensejahterakan kehidupan rakyat lebih beraroma eksploitasi kekayaan alam tanpa batas. satu diantaranya melahirkan MDG’s (Millenium Development Goal’s) yaitu pada tujuan ke-7 Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup).12/02/Th. Peraturan perundangan yang mengatur sistem pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan alam dari jaman orde baru dan reformasi terus berkembang dengan tujuan pelestarian yang menitikberatkan kepada kesejahteraan dan pembangunan untuk rakyat melalui pemanfaatan kekayaan alam yang lestari. upaya pemanfaatan dan pengelolaan keakayaan alam juga telah disepakati di berbagai negara didunia melalui berbagai konferensi tinggi tingkat dunia. peraturan presiden.5%. suku bunga. Sementara itu PNB per kapita juga meningkat dari Rp20. Dari keputusan menteri. Pertumbuhan ekonomi Negara Indonesia saat ini dinilai positif pada tahun 2009 yaitu sebesar 4.

Strategi pembangunan nasional bukan hanya Pekerjaan rumah pemerintah berkuasa. . Pesan yang disampaikan tersebut berlaku universal dalam berbagai aspek kehidupan. Utamanya dalam kegiatan pemenuhan kebutuhan hidup manusia (pembangunan segala bidang). Ekosistem sebagai sendi utama kehidupan di muka bumi harus menjadi salah satu dasar pertimbangan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan. Meletakkannya dalam asas tertinggi adalah suatu keharusan demi mewujudkan makna terdalam pemenuhan kebutuhan manusia. Pembangunan nasional berbasis ekosistem “Alam memiliki keterbatasan untuk menunjang kehidupan manusia. Konsep pembangunan cenderung mengarah kepada ”pemenuhan kebutuhan masyarakat”. Komitmen pemerintah terhadap kebijakan pengelolaan lingkungan sebagai langkah dan strategi pengendalian penurunan (degradasi) kualitas lingkungan yang mendasarkan pada segitiga emas (golden triangle) : EKONOMI-EKOLOGIMASYARAKAT sudah mulai luntur sejak berbaliknya paradigma ”Ekosentrisme menjadi antrophosentrisme”. Konsep pembangunan yang dipahami tidak berdasar kepada ”pembangunan berwawasan lingkungan. namun menjadi kewajiban semua pihak. Karenanya menghargai integritas ekosistem dan menjamin keanekaragamannya merupakan prasyarat untuk mendukung kelangsungan kehidupan manusia” (Status Lingkungan Hidup Indonesia 2008). dan berbasis masyarakat”. berkelanjutan. Sampai dengan bahasan ini dikatakan bahwa pembangunan yang telah dilakukan belum mampu menjawab kebutuhan alam dan kebutuhan manusia yang sesungguhnya.tropis. karena setiap manusia hidup di alam dan tergantung terhadap substansi penting yang terkandung dalam alam itu sendiri (Hafid@April 2010).

Sejak terusir dari Secara simbolik. Pernyataan poluler tentang usaha manusia membina hubungan secara aktif dan timbal balik seorang pelopor Antropologi kenamaan Gordon Childe diabadikan dalam bukunya tentang sejarah peradaban manusia Man Makes Himself (19. manusia senantiasa mengalami sejarah kemajuan dan kemerosotan menuju ke peradaban. manusia dapat memahami lingkungannya dan menghimpun pengalaman sebagai pengetahuan dan menciptakan peralatan sebagai penyambung keterbatasan jasmaninya. Sungguhpun keunggulan manusia telah membuka peluang untuk menguasai bumi dengan segala isinya dan dapat mengembangkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan di manapun ia suka. menguasai segala binatang yang hidup di daratan maupun burung-burung yang berterbangan di langit.). tidaklah berarti bahwa kekuasaan manusia itu tanpa mengenal batas. terpaksa harus bekerja keras dengan menguasai alam semesta beserta segala isinya.Lingkungan Hidup Dan Pembangunan Berkelanjutan Written by S. Berkat kemampuan akal dan ketrampilan kerja kedua tangannya.. Dengan demikian manusia dipacu untuk meningkatkan . ragam dan mutunya. mengandung pengertian bahwa manusia harus mengembangkan diri untuk mempertahankan hidup dan mengembangkan kehidupan sebagai manusia dengan menguasai jagad raya beserta isinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. untuk mengembangkan keturunan dan memenuhi bumi. 21 July 2009 08:58 Keberhasilan manusia mempertahankan hidup dan mengembangkan kehidupannya sebagai makhluk yang tertinggi derajadnya di muka bumi (khalifah) adalah berkat kemampuannya beradaptasi terhadap lingkungan hidupnya secara aktif.Puslit Pranata Pembangunan UI Tuesday. manusia tidak menggantungkan dirinya pada kemurahan lingkungan semata-mata. Jelaslah bahwa kisah kejadian tentang asal-usul manusia pertama. Keunggulan manusia berfikir secara metaforik dan kemampuan kerja dengan menggunakan peralatan itu. manusia dengan lebih mudah memenuhi kebutuhan hidupnya dengan meramu dan berburu binatang liar. Karena itulah manusia berhasil menghantar dirinya sebagai khalifah di muka bumi dan hidup tersebar luas di muka bumi. Kemudahan itu untuk memenuhi kebutuhan hidup itu berhasil meningkatkan kesejahteraan yang diikuti dengan meningkatnya kebutuhan hidup dalam jumlah. sejak meninggalkan Taman Firdaus yang segala kebutuhan hidupnya serba ada dan dalam jumlah serba banyak untuk menjamin hidupnya.Budhisantosa . Manusia dapat melaksanakan perintah sang Pencipta untuk menguasai ikan di lautan. Dengan peralatan di tangan sejak zaman batu tua (palaeolithicum) hingga masa industri yang didominasi dengan penerapan teknologi modern. Sungguhpun manusia merupakan makhluk lingkungan (territorial being) yang tidak mungkin dipisahkan dari lingkungan hidupnya sebagai tempat bermukim. manusia dapat menghimpun pengalaman. Akhirnya manusia menjadi makhluk pemangsa yang terbesar di muka bumi. Dengan peralatan batu yang sederhana. Sejak hidup di bumi manusia harus mengembangkan peralatan dan cara pengendaliannya untuk membangun lingkungan hidup yang layak bagi kemanusiaan dan memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mengelola lingkungannya serta mengolah sumberdaya alam yang tersedia. mengembangkan pengalaman dan kemampuan menguasai bumi dengan segala isinya. yaitu Adam dan Siti Hawa.

Kesulitan itu mendorong manusia untuk kembali mengembangkan teknologi pengolahan sumberdaya alam. Akan tetapi dengan keunggulannya. manusia mampu mengatasi keterbatasan itu dengan mengembangkan teknologi dan cara-cara pengendaliannya. manusia mampu merawat keseimbangan fungsi lingkungan hidupnya (ecological equilibrium). yang mempermudah manusia mengolah sumberdaya alam. Kemajuan peradaban berkat kemampuan manusia menguasai lingkungannya itu telah menimbulkan dampak pada hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. ragam dan mutunya itu telah mempercepat proses pemiskinan ataupun sekurang-kurangnya mengganggu keseimbangan fungsi lingkungan hidup setempat. untuk meningkatkan efisiensi dan produksivitas kerja mereka tanpa menghacurkan pola-pola hubungan timbal balik dengan lingkungannya (M. ragam dan mutunya. Namun dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia karena pertambahan jumlah penduduk dunia serta meningkatnya kesejahteraan hidup yang disertai meningkatnya kebutuhan hidup manusia di satu pihak. Dengan mengacu pada kearifan lingkungan (ecological wisdom) yang dikembangkan dari abstraksi pengalaman masa lampau dan digunakan untuk membina hubungan dengan lingkungannya secara timbal balik (adaptation). sebagaimana tercermin dalam peninggalan sisa-sisa peralatan pada zaman batu muda. Intensitas pengolahan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang bertambah besar jumlahnya.intensitas pengolahan sumberdaya alam yang tersedia dan pada gilirannya menimbulkan dampak pada lingkungan hidup mereka. 19) secara selaras. serasi dan berkeseimbangan. seringkali kearifan lingkungan (ecological wisdom) yang mereka kembangkan sebagai kendali terlupakan. Namun demikian manusia tidak pernah mengenal menyerah. Pesatnya kemajuan teknologi modern tidak secara berimbang diikuti dengan perkembangan pranata sosial sebagai kendali.Harris. dan kemapuan teknologi modern yang mempermudah manusia mengolah sumberdaya alam yang terbatas. Keberlanjutan hubungan antar manusia dengan lingkungannya secara berkelanjutan (sustainable adaptation) harus tetap dirawat di era pembangunan yang mendorong manusia untuk meningkatkan intensitas pengolahan . Jelaslah bahwa sejarah peradaban manusia senantiasa mengalami pasang-surut karena ulahnya sebagai khalifah di muka bumi. Pengolahan sumberdaya alam dan pengelolaan lingkungan yang sehat diabaikan demi terpenuhinya kebutuhan hidup manusia yang cenderung terus meningkat dalam jumlah. karena apapun yang dilakukan terhadap lingkungannya akan menimbulkan dampak timbal balik yang tidak terelakan. Akibatnya pemenuhan kebutuhan hidup penduduk setempatpun menjadi sulit sehingga mengancam kesejahteraan hidup mereka. Namun kekuasaan manusia itu ada batasnya. Selanjutnya manusia mampu mengembangkan peradaban yang lebih kompleks dengan munculnya kota sebagai pusat kekuasaan dengan penduduk yang tidak harus secara langsung mengolah sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya berkat kemampuan penduduk pedesaan menghasilkan surplus. Peningkatan intensitas pengolahan sumberdaya alam akan mempercepat pengurasan persediaan yang pada gilirannya akan mengancam kesejahteraan penduduk. Kesenjangan antara kemajuan teknologi modern dengan perkembangan pranata sosial sebagai kendali (culture lag) dalam sejarah peradaban manusia itu menjadi sumber bencana yang merusak keseimbangan lingkungan hidup (ecological equilibrium).

Sementara itu. distribusi dan konsumsi yang berdampak luas pada tatanan kehidupan sosial-budaya masyarakat yang bersangkutan. Masyarakat Indonesia yang pada umumnya masih didominasi tradisi agraris yang bertumpu pada ekonomi subsistensi yang penuh keseimbangan (equilibrious society) harus dengan masyarakat industri yang bertumpu pada ekonomi pasar (market oriented economy) yang mengejar keuntungan materi. Sementara itu penerapan teknologi modern yang cenderung lebih exploitatif dan expansif penerapannya untuk mengimbangi besarnya biaya yang diperlukan telah berlangsung tanpa kendali yang efektif. Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan umum dalam kurun waktu tertentu. pada hakekatnya "pembangunan" itu mengandung implikasi perubahan yang direncanakan. Pembangunan nasional diselenggarakan dengan percepatan pada pertumbuhan ekonomi yang ditopang dengan penerapan teknologi maju serta stabilitas nasional sebagai persyaratan. Setelah selesai dengan "revolusi integratif" yang mempersatukan bangsa (C.sumberdaya dan pengelolaan lingkungan hidup yang sehat demi peningkatan kesejahteraan umum. Pengalaman penerapan teknologi maju di benua lama untuk mengembankan industri pada awal abad XIX telah membuktikan betapa hubungan antar manusia dan lingkungan hidupnya kehilangan keseimbangan. Akibatnya pengurasan sumberdaya alam berlangsung secara . tidak ada jalan lain kecuali dilakukan dengan penerapan teknologi maju yang dapat memperlancar pencapaian sasaran.Geertz. betapapun sederhananya. akan mempengaruhi pola-pola hubungan antar manusia dengan lingkungannya. Dalam keadaan sedemikian itu pertumbuhan ekonomi hanya di nikmati oleh segolongan kecil masyarakat yang telah siap memanfaatkan peluang dalam pembangunan. Akibatnya masyarakat Indonesia mengalami pergeaseran dari masyarakat yang berkesenangan (equilibrious society) ke arah masyarakat yang berkesenjangan sosial (disequilibrious society) dengan segala implikasi sosial. 1966) di bawah kepemimpinan Bung Karno. Pengalaman di Eropa itu berulang di kebanyakan negara yang sedang berkembang dewasa ini. peningkatan produksi barang kebutuhan hidup dengan mengolah sumberdaya alam secara lebih intensif. termasuk Indonesia. Selama kurun waktu 50 tahun (1850-1900) tercatatat lebih dari 35 juta penduduk Eropa terpaksa mengungsi ke luar untuk mencari penghidupan di daerah koloni. pemerintahan Orde Baru melanjutkan dengan "revolusi pembangunan". PEMBANGUNAN Apapun makna yang diberikan. Di lain pihak. Percepatan pertumbuhan ekonomi (economic growth) yang tidak ditopang dengan perkembangan pranata sosial yang diperlukan ternyata tidak berhasil memacu perkembangan ekonomi (economic development) yang berakar kuat dalam tatanan kehidupan masyarakat. Dalam tempo yang relatif singkat hutan-hutan setempat tidak dapat menghasilkan cukup banyak kayu yang diperlukan untuk pembangunan. akan senantiasa memicu serangkaian perubahan pada sistem produksi. politik dan keamanan. Demikian juga binatang liar tidak lagi dapat diharapkan menghasilkan kulit berbulu tebal. khususnya yang digunakan untuk memacu perkembangan ekonomi. setiap penerapan teknologi baru.

keadilan sosial dan demokrasi politik. bukan lagi trilogi. terjamin sumber pencaharian atau makanannya. Pemberdayaan itu tidak sebatas pada pembekalan ketrampilan dan keahlian. melainkan juga kondisi lingkungan sosial yang menjamin kebebasan penduduk untuk menentukan pilihan hidupnya (cultural freedom). Tanpa ke 3 persyaratan itu. masyarakat akan merasa aman dalam usahanya karena perlindungan atas hak asazi mereka sebagai manusia serta perlindungan atas lingkungan hidup tempat mereka bermukim dan mengembangkan kebudayaan masing-masing. karena mereka tidak mampu bersaing tanpa perlindungan dengan pihak "luar" yang memiliki berbagai keunggulan. melainkan pancalogi dengan menambahkan prinsip sosial dan ekologi. Setidak-tidaknya ada jaminan bagi mereka untuk mendapatkan menciptakan lingkungan yang aman. Dengan lain perkataan. Akibatnya bukan hanya kesenjangan sosial bertambah lebar dan dalam. karena sebagian besar dari mereka itu masih didominasi tradisi agraris masing-masing. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Mengingat kenyataan tersebut. Persaingan yang tidak sehat di kalangan masyarakat untuk memperebutkan sumberdaya alam dan lingkungan yang sehat tanpa perlindungan yang tegas telah memicu pertikaian sosial yang seringkali disertai kekerasan (violent conflict) yang dihadapi masyarakat Indonesia dewasa ini. . Sementara itu perhatian terhadap ekologi dalam pembangunan diperluka sebagai kendali atas pengelolaan lingkungan dan pengolahan sumberdaya alam yang semakin langka (Environment scarcity). Kenyataan tersebut telah menyisihkan sebagian masyarakat dari sumberdaya alam yang selama ini mereka rawat secara berkelanjutan. sejalan dengan usaha pembangunan sektor ekonomi harus diimbangi dengan usaha memberdayakan masyarakat agar dapat mengambil bagian secara menguntungkan. Terpenuhinya jaminan tersebut juga akan memperkuat kesadaran penduduk untuk mengelola lingkungan hidupnya dan mengolah sumberdayanya secara berkelanjutan demi pelestarian fungsi lingkungannya secara menyeluruh. masyarakat luas tidak akan mampu ikut mengambil bagian secara menguntungkan. melainkan juga rusaknya keseimbangan fungsi lingkungan. Pertiakaian antar bangsa dan bahkan antar kelompok sosial dalam lingkungan masyarakat bangsa yang lebih luas dewasa ini. Pembangunan nasional yang diharapkan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi menjadi perkembangan ekonomi yang kuat berakar dalam kehidupan masyarakat harus ditopang dengan pengembangan pranata sosial secara memadai. tersedia tempat mengembangkan keturunan secara aktif. terawatnya sarana integrasi sosial dan arena tempat aktualisasi diri bagi warganya dan kebutuhan akan keamanan. Dengan ke 3 persyaratan tersebut. Sungguhpun tidak mungkin lagi bagi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan akan lingkungan hidup dengan ke 5 fungsi sosial secara penuh. model pembanguinan nasional harus diubah.besar-besaran tanpa mengindahkan keseimbangan fungsi lingkungan. pada hakekatnya berawal pada perebutan penguasaan sumberdaya dan lingkungan yang terasa semakin langka.

Dalam memperebutkan lingkungan dan sumberdaya alam yang semakin langka itu. Semata. Karena itu. Ekonomi . Manusia sebagai makhluk lingkungan (territorial being). Manusia mempunyai tanggungjawab melestarikan fungsi lingkungan bagi generasi penerus mereka. Apa yang mereka perlukan adalah pengaturan yang disepakati bersama untuk melestarikan ke 5 fungsi sosial lingkungannya. tidak mungkin dipisahkan dari lingkungannya dan tidak mungkin merusak lingkungannya untuk kepentingan sejenak atau bagi generasinya. Pembangunan. melainkan juga harus mampu memacu perkembangan sosial-budaya dan melestarikan fungsi lingkungan sebagai tempat manusia mempertahankan hidup dan mengembangkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan. karena itu bukan semata-mata sekedar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. manusia tidak segan-segan menggunakan kekerasan dengan berbagai macam dalih dan seringkali juga mengaktifkan simbol-simbol ikatan primordial kesukubangsaan. pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan umum jangan sampai sebaliknya menimbulkan kesengsaraan umum. Masalahnya siapa yang akan mengambil prakarsa untuk memulainya secara perorangan maupun kolektif. kebangsaan dan keagamaan ataupun ideologi politik.

karakteristik dan elemen target inflasi. prasyarat. yang meliputi pengertian. semakin banyak modal yang dilarikan ke luar negeri. Tujuan pembangunan bukan lagi semata-mata pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Artinya. orientasi pemerintah dalam mengelola perekonomian telah bergeser ke arah makin kecilnya peran pemerintah. evolusi teori. Kondisi seperti ini tak bisa dibiarkan untuk terus berlanjut dan memaksa pemerintah untuk menentukan suatu kebijakan dalam mengatasinya. Pada masa itu pemerintah memberikan banyak kemudahan bagi para investor yang akan berinvestasi di bidang keuangan dan perbankan. Sebagai dampak atas inflasi. PEMBAHASAN 1. Kebijakan moneter dengan menerapkan target inflasi yang diambil oleh pemerintah mencerminkan arah ke sistem pasar. Hingga pertengahan tahun 1990-an perekonomian Indonesia terlihat semakin kuat dan mulai terpandang di dunia internasional. Agar dapat mengetahui dengan jelas kondisi ekonomi nasional Indonesia hingga tahun 2000 ini. serta terhambatnya pertumbuhan ekonomi. Dalam artikel ini akan dibahas perkembangan ekonomi di Indonesia saat mulai berkembang tahun 1980-an hingga terjadinya krisis moneter . Tingginya tingkat krisis yang dialami negri kita ini diindikasikan dengan laju inflasi yang cukup tinggi. tetapi lebih kepada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. PENDAHULUAN Sebagaimana diketahui bahwa negara Indonesia sedang dilanda krisis ekonomi yang berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. terjadi penurunan tabungan. Program pembangunan bidang ekonomi di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1970-an dan menunjukkan perkembangan yang pesat sejak tahun 1980-an. Makalah ini akan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan target inflasi. Penerapan kebijakan moneter dengan menggunakan target inflasi (inflation targeting) ini diharapkan dapat menciptakan fundamental ekonomi makro yang kuat.Berbagai Hambatan dalam Penerapan Kebijakan Moneter Inflation Targeting I. Perkembangan Ekonomi Makro di Indonesia Sejak Tahun 1980-an. berkurangnya investasi. II. maka dalam pembahasan juga dipaparkan tentang perkembangan ekonomi makro Indonesia.

Meski sebenarnya terjadi peningkatan penerimaan. Peningkatan pertumbuhan ekonomi bertumpu pada kenaikan ekspor yang dewasa ini mulai membaik kembali. Kondisi ekonomi sangat dipengaruhi oleh kondisi politik dan keamanan dalam negeri. Dominasi kebijakan moneter dibanding kebijakan fiskal dan deregulasi sektor riil menyebabkan terjadinya kebijakan makro ekonomi yang tidak seimbang. namun juga dari faktor eksternal. namun proses penyehatan sistem moneter belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Krisis moneter di Indonesia telah memporak-porandakan sektor keuangan yang sebelumnya tengah berkembang pesat sejak tahun 1980-an. 3. Ditinjau dari aspek ekonomi makro. Kebijakan moneter yang ditempuh saat ini berupa open market operation memerlukan ongkos yang mahal. Kebijakan Fiskal. Pada saat itu pemerintah melakukan kebijakan moneter berupa contractionary monetary policy dan vice versa. sebagaimana yang dipublikasikan oleh BI. 5 Prospek Ekonomi Jangka Pendek. 2. Kondisi ini diperparah dengan adanya kendala yang lebih besar. untuk semester pertama tahun anggaran 2000 terlihat bahwa telah terjadi defisit anggaran yang disebabkan oleh peningkatan pengeluaran untuk subsidi dan pembayaran bunga hutang. Untuk beberapa tahun ke depan. namun ternyata besarnya peningkatan penerimaan masih jauh lebih rendah dibanding peningkatan pengeluaran. yaitu pengaruh pasar keuangan internasional. Dalam upaya pemulihan sektor keuangan Indonesia. Bentuk nyata restrukturisasi dilakukan dengan cara menyehatkan bank dan memberikan independensi kepada Bank Sentral. Perkembangan Moneter Perbankan.pada tahun 1997. kinerja perekonomian bukan hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor internal. . 4. kegiatan ekonomi Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan. Kebijakan Moneter Kondisi ekonomi negara Indonesia pada masa orde baru sudah pernah memanas. Kebijakan tersebut cukup efektif dalam menjaga stabilisasi ekonomi dan ongkos yang harus dibayar relatif murah. Berdasarkan AD/ART pemerintah negara Indonesia. dengan asumsi kondisi politik dan keamanan stabil. Meski telah menelan banyak biaya dan telah dilaksanakan lebih dari tiga tahun. telah dilakukan restrukturisasi sistem moneter sejak tahun 1998.

6 Target Inflasi. Evolusi Teori. kebijakan target inflasi lebih berorientasi ke depan (forward looking) dibanding kebijakankebijakan moneter sebelumnya (yang oleh BI disebut juga kebijakan konvensional). Dalam hal ini Bank Indonesia selaku bank sentral menetapkan target laju inflasi untuk periode jangka waktu tertentu. target inflasi menawarkan suatu framework yang mengkombinasikan keduanya secara sistematis. • Teori klasik modern >< Teori Keynes. kebijakan moneter tidak berpengaruh terhadap sektor riil. antara lain: • Teori Klasik >< Teori Keynes. yang disebut dengan constrained discretion. Ada berbagai kebijakan yang biasa dipergunakan oleh pemerintah dalam menangani permasalahan ekonomi. Milton Friedman. Salah satu penganut teori klasik modern. Target inflasi merupakan salah satu bentuk kebijakan moneter yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia dalam upaya pemulihan kondisi ekonomi nasional. Sedangkan menurut teori Keynes. sedangkan dalam jangka pendek teori Keynes lebih tepat. Pengertian. Kalaupun harus mempergunakan target antara. Menurut teori Klasik. dalam praktik kebijakan moneter tidak ada yang . mengemukakan bahwa kebijakan rule lebih baik dibanding discretion. Dengan demikian. biasanya akan digunakan tingkat bunga jangka pendek. Kebijakan moneter hanya mempunyai dampak permanen pada tingkat harga umum (inflasi). Teori-teori moneter yang memberikan kontribusi bagi pematangan konsep ini meliputi teori klasik hingga teori modern. Dengan kata lain bahwa pembenahan sektor ekonomi dapat dilakukan dengan cara pengendalian inflasi. Berdasarkan perkembangan teori dan pengalaman empirik. Kemudian. Tidak seperti halnya kebijakan moneter konvensional yang senantiasa mempergunakan target antara besaran moneter. Konsep target inflasi ini merupakan produk dari evolusi teori moneter dan akumulasi pengalaman empiris. Pendapat tersebut bertolak belakang dengan teori Keynes. Inflasi sebagai sasaran utama dan indepensi bank sentral sebagai pengendali inflasi merupakan landasan dari target inflasi. disimpulkan bahwa dalam jangka panjang teori yang sesuai untuk dipergunakan adalah teori Klasik. Karena pada dasarnya. dalam target inflasi diperggunakan proyeksi inflasi. misalnya kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. sektor moneter dan sektor riil saling terkait melalui suku bunga. untuk menentukan pilihan atas rule vs discretion.

Dalam perkembangan selanjutnya. Dengan mengambil inflasi sebagai sasaran akhir. otoritas moneter dapat lebih bebas dan lebih fleksibel dalam menggunakan semua data dan informasi yang tersedia untuk mencapai sasaran. . Artinya bahwa inkonsistensi dalam kebijakan moneter dapat terjadi apabila otoritas moneter terpaksa harus mengorbankan sasaran jangka panjang (inflasi) demi mencapai sasaran lain dalam jangka pendek. Teori Keynes mempergunakan tingkat bunga sebagai sasaran antara. Prasyarat tersebut meliputi: Indepensi Bank Sentral. sedangkan dalam teori kuantitas digunakan jumlah uang beredar. • Teori kuantitas >< Teori Keynes. • Teori moneter modern. tidak harus tingkat bunga ataupun kuantitas uang. karena setelah ekspektasi masyarakat berperan. maka pengendalian inflasi harus menjadi sasaran tunggal. kebijakan target inflasi menentukan inflasi sebagai sasaran akhir. Menetapkan inflasi sebagai sasaran utama berarti menghindarkan diri dari inkonsistensi kebijakan. diharapkan dapat menjadi anchor bagi ekspektasi masyarakat. karena inflasi dipengaruhi bukan hanya oleh satu faktor. Agar hal ini tidak terjadi. Dengan penerapan target inflasi dalam kebijakan moneter. Guna menghindarkan polemik ini. output akan kembali seperti semula. karena mempengaruhi perilaku dan reaksi para pelaku ekonomi terhadap suatu kebijakan. baik berupa tingkat bunga maupun kuantitas uang. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar kebijakan moneter dapat mencapai keberhasilan dalam pelaksanaannya. 7 Prasyarat. Kebijakan moneter hanya dapat mempengaruhi output dalam jangka pendek. akan menyebabkan pembatasan diri terhadap informasi. Dengan demikian target inflasi menggunakan mekanisme transmisi yang relevan. Penggunaan sasaran antara.murni rules ataupun murni discretion. • Teori rational expectations. atau setidaknya menjadi sasaran utama. teori moneter modern memasukkan aspek kredibilitas yang bersumber dari masalah time inconsistency. Teori rational expectations menyebutkan bahwa faktor ekspektasi mempunyai peran penting. Ekspektasi masyarakat inilah yang menjadi kunci keberhasilan yang harus dapat dikendalikan.

misalnya sasaran pertumbuhan ekonomi. kebijakan yang fleksibel akan cenderung kurang kredibel dan hal itu merupakan dilema dalam penentuan kebijakan. Pelaksanaan secara konsisten dan transparan. Bank Sentral mutlak harus mempunyai kemampuan untuk memprediksi inflasi secara akurat. Dengan pelaksanaan target inflasi secara konsisten dan transparan. Pengawasan instrumen Bank Sentral harus memiliki kemampuan untuk mengawasi instrumen-instrumen kebijakan moneter. Fokus terhadap sasaran. seharusnya bank Sentral tidak menetapkan sasaran lain dan berfokus pada sasaran utama pengendalian inflasi. maka kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan yang ditetapkan semakin meningkat. Pengendalian inflasi hanyalah salah satu di antara beberapa sasaran lain yang hendak dicapai oleh Bank Sentral. kebijakan target inflasi ini lebih berwawasan ke . Oleh karena itu. misalnya melalui kebijakan fiskal. Fleksibel sekaligus kredibel Biasanya. ada instrumen kebijakan yang tidak dipengaruhi oleh pemerintah. dan kurs. Namun demikian. Dalam mengatur/menggunakan instrumen.Sebenarnya tak ada Bank Sentral yang bisa bersifat benar-benar independen tanpa campur tangan dari pemerintah. neraca pembayaran. Aturan Taylor (Taylor’s rule) dapat dipergunakan sebagai pedoman untuk mengatasi dilema tersebut. Sasaran-sasaran lain kadang-kadang bertentangan dengan sasaran pengendalian inflasi. Capacity to forecast inflation. sehingga dapat menetapkan target inflasi yang hendak dicapai. 8 Karakteristik. kesempatan kerja.

c. Melakukan review terhadap kinerja kebijakan moneter.depan. maka peluang tercapainya sasaran akan lebih maksimal. Komunikasi Dalam pelaksanaan kebijakan ini perlu adanya komunikasi yang efektif terhadap publik . Prediksi dilakukan dengan mempergunakan data besaran moneter. Dalam kebijakan ini target dan indikator inflasi ditentukan terlebih dahulu dan dipergunakan sebagai pegangan dalam pelaksanaan kebijakan moneter. maka hasil yang telah dicapai oleh kebijakan ini harus dimonitor. b. c. Independensi Dengan adanya independensi dalam menentukan kebijakan. Hasil tinjauan tersebut dapat dipergunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja selanjutnya. Ini penting bagi publik agar dapat mengukur keberhasilan kebijakan ini. Sasaran target inflasi. Sehubungan dengan hal tersebut. Hal ini dapat dilihat dari karakteristik yang dimilikinya. kurs. Sasaran utama dalam kebijakan target inflasi adalah pengendalian inflasi. d. tingkat bunga. Laporan pelaksanaan Mestinya. harga aset. publik perlu untuk mengetahui sasaran kebijakan ini. Berdasarkan teori dan penjabaran di atas. 9 Elemen-elemen. harga barang industri dan sebagainya. yaitu: a. dilaporkan dan diumumkan secara periodik. Kalau ada sasaran-sasaran lain di samping sasaran ini. maka sasaran yang lain harus tunduk pada sasaran utama. karena akan berpengaruh terhadap ekspektasi masyarakat. Dalam kebijakan ini juga dibuat prediksi inflasi di masa yang akan datang. maka dapat disimpulkan bahwa elemen-elemen dalam target inflasi terdiri atas: a. b.

Inggris. 11 Berbagai Hambatan Dalam Pelaksanaan Targat Inflasi. Meski kebijakan target inflasi ini cukup menjanjikan. Kebijakan target inflasi ini telah dilaksanakan di negara-negara Selandia Baru. Secara singkat. Swedia. namun sebenarnya terdapat banyak hambatan yang berkaitan dengan banyaknya prasyarat yang harus dipenuhi dalam pelaksanaannya di Indonesia. maka diharapkan pelaksanaan target inflasi di negara kita juga akan dapat menuai keberhasilan. Dengan kata lain bahwa pemerintah tidak dapat benarbenar tidak turun campur tangan dalam urusan lembaga pengawas. 10 Prospek. terbaru dan lengkap diperlukan untuk melakukan analisis kebijakan yang prima. Karena adanya kesamaan permasalahan dan latar belakang. Korea dan Filipina. Finlandia. Para pejabat dalam lembaga . hambatan-hambatan dapat dijelaskan sebagai berikut: - Hambatan dalam menciptakan independensi Sulitnya menciptakan independensi bank sentral.tentang cara-cara pencapaian sasaran inflasi dan mekanisme transmisi yang jelas. Ditambah dengan adanya faktor lain yang juga menjadi kendala dalam pemberlakuan kebijakan ini. karena hingga saat ini sistem pemerintahan Indonesia tidak memungkinkan untuk memberikan kewenangan penuh terhadap suatu lembaga/otoritas dalam menjalankan fungsi pengawasan instrumen keuangan. e. Data dan informasi Data dan informasi yang relevan. negara-negara tersebut sebelumnya juga mempergunakan kebijakan moneter dengan target antara. Negara-negara tersebut mendapatkan keberhasilan dalam menekan laju inflasi dengan penerapan kebijakan ini. Kanada. Spanyol. Seperti halnya Indonesia. Australia. meski lembaga tersebut disebut lembaga independen.

- Hambatan dalam mewujudkan kebijakan secara fleksibel dan kredibel. maka akan membuka kesempatan korupsi dan kolusi. kecuali apabila lembaga pelaksana kebijakan ini dapat meyakinkan masyarakat bahwa aparaturnya negara bersih dan bebas korupsi. Jika stabilitas belum tercapai. Kebijakan target inflasi belum tentu didukung oleh masyarakat. Pelaksanaan kebijakan target inflasi secara konsisten dan transparan juga akan sulit terwujud. maka akan timbul sifat inflexible. . Isu-isu seputar politik dan keamanan daerah sudah rawan untuk memporak-porandakan perekonomian nasional. Kemungkinan besar. para investor masih beranggapan bahwa negara kita tidak cukup kondusif bagi investasi. sehingga menyebabkan incredible. peramalan inflasi di Indonesia akan sulit dilaksanakan. Juga maraknya praktik kolusi yang menyebabkan sikap masyarakat semakin apatis dan enggan berpartisipasi dalam pelaksanaan pemulihan krisis ekonomi. - Hambatan dalam mewujudkan kebijakan secara konsisten dan transparan. mustahil dapat memprediksi dengan cermat. Hal ini berkaitan dengan kondisi politik dan keamanan yang boleh dikatakan tidak menentu akhir-akhir ini.tersebut digaji oleh pemerintah. Tingkat korupsi di Indonesia yang sedemikian tinggi akan mempersulit pemerintah dalam meraih kepercayaan dari masyarakat. Menjalankan kebijakan secara fleksibel sekaligus kredibel juga bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Demikian juga sebaliknya. - Hambatan dalam memprediksi inflasi. Hal ini jelas-jelas menyebabkan fungsi pengawasan tak dapat berjalan sebagaimana mestinya. yang berarti loyalitas mereka terhadap pemerintah tak diragukan lagi. Jika kebijakan diberlakukan secara lentur. apabila kebijakan ini lebih berfokus pada kredibilitas. Untuk saat ini. stabilitas nasional sangat berperan dalam menentukan kondisi ekonomi suatu negara. Kemampuan untuk memprediksi inflasi merupakan kunci utama dalam pelaksanaan kebijakan target inflasi. Padahal.

-

Tingkat keparahan krisis. Faktor lain adalah tingkat keparahan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia sudah tergolong akut, sehingga penanganannya juga lebih sulit dibanding negara-negara lain. Mungkin kebijakan target inflasi ini berhasil diberlakukan di negara-negara lain, namun belum tentu akan sesuai diberlakukan di Indonesia.

III. KESIMPULAN Kondisi perekonomian Indonesia yang terpuruk akibat krisis memerlukan upaya pemulihan dengan menggunakan kebijakan moneter. Kebijakan yang diterapkan berupa inflation targeting yang telah berhasil mengentaskan problem inflasi di berbagai negara di dunia.

-

Target inflasi dicetuskan dari perkembangan evolusi teori-teori ekonomi dan dalam pelaksanaannya ditentukan oleh kondisi suatu negara dengan prasyarat-prasyarat untuk keberhasilan sistem ini.

-

Bank Indonesia sebagai otoritas moneter diharapkan dapat mengembangkan kebijakan yang secara efektif dapat memulihkan stabilisasi ekonomi jangka pendek dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi berkelanjutan, dengan ongkos yang minimal.

-

Pemulihan kondisi ekonomi yang stabil bukan hanya ditentukan oleh faktor internal, namun juga faktor eksternal, misalnya kondisi politik dan keamanan negara.

-

Target inflasi nampaknya akan sulit untuk diberlakukan sebagai salah satu kebijakan moneter di Indonesia, mengingat berbagai hambatan yang harus dihadapi.

DAFTAR PUSTAKA : Adiningsih, Sri. 2000. "Perkembangan Moneter Perbankan Indonesia". Makalah Seminar

Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Bernanke, B. and Mihov. 1997. "What Does the Bundesbank Target?" European Economic Review. Boediono. 2000. "Inflation Targeting". Makalah Seminar Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Fischer, Stanley. 1993. "The Role of Macroeconomic Factors in Growth". Journal of Monetary Economics. Goeltom, Miranda S. 2000. "Perkembangan Ekonomi Makro Indonesia". Makalah Seminar Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Mishkin, F.S. 1999. "International Experience with Different Monetary Policy Regimes". Journal of Monetary Economics. Nopirin. 2000. "Kebijakan Moneter Dengan Target Inflasi". Makalah Seminar Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Saudagaran, S.M. and Diga, J.G. 2000. "The Institutional Environment of Financial Reporting Regulation in ASEAN". The International Journal of Accounting.

Oleh: Seruni Sutanto, Dosen STIE Widya Manggala Semarang

Sumber: http://www.stie-stikubank.ac.id/webjurnal

Senin Paing, 28 Agustus 2006

Artikel
Pola pembangunan konvensional harus segera ditinggalkan. Jika tidak segera mengubah haluan, dampak negatif pada ketimpangan kehidupan dan lingkungan akan semakin menjadi-jadi.

--------------------"Pseudo Growth" dan Pembangunan Berkelanjutan Oleh Dr. IB Raka Suardana, S.E., M.M.
KERUSAKAN lingkungan Pulau Bali akibat eksploitasi berlebihan, dan berkembangnya usaha yang mencemari lingkungan, mau tak mau harus disikapi dengan tindakan yang lebih aktif melalui penyikapan bersama dalam menciptakan sinergi dan jejaring di antara semua pemangku kepentingan (stakeholders). --------------------------Selama ini pembangunan sepertinya hanyalah mengejar pertumbuhan ekonomi, yang diukur dengan produk domestik bruto (PDB) di tingkat nasional dan produk domestik regional bruto (PDRB) di level lokal (propinsi dan kabupaten/kota). Jika PDB/PDRB meningkat, maka pertumbuhan ekonomi tentu meningkat pula, yang dianggap merupakan ''prestasi'' pemimpin nasional/lokal. Padahal dalam mencapai PDB/PDRB itu, kemajuan pembangunan masih berbasis pada pembangunan yang bersifat konvensional. Dalam pembangunan konvensional, keberhasilan menaikkan produksi barang dan jasa secara melimpah (yang merupakan unsur PDB/PDRB), tidak mengakomodasi aspek lingkungan. Pembangunan sosial juga tersingkirkan, terutama yang menyangkut kepentingan kelompok miskin. Banyak bukti untuk kasus ini, di mana rakyat miskin selalu termarginalkan dalam setiap pembangunan. Kinerja ekonomi dalam pembangunan konvensional seperti itu jelas mengarah kepada pertumbuhan semu atau dikenal dengan istilah pseudo growth. Pseudo dalam dictionary berarti palsu atau pura-pura, dan dalam kamus bahasa Indonesia berarti tidak asli dan tidak sah. Dalam mengukur keberhasilan pembangunan melalui PDB/PDRB, cenderung pada pertumbuhan ekonomi yang umumnya melakukan eksploitasi sumber daya alam secara eksploitatif, agresif, dan ekspansif. Sebagai akibatnya, deplisi dan/atau degradasi serta kerusakan sumber daya alam terjadi begitu mengenaskan. Implikasinya jelas berpotensi menghancurkan kinerja pertumbuhan ekonomi itu sendiri (self-destructive). Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi yang selama ini diukur melalui PDB/PDRB dan merupakan sebagai ukuran kesejahteraan masyarakat masih bersifat "sesaat" dan belum memikirkan kelangsungan hidup untuk generasi penerus.

adanya egoisme sektoral dan lemahnya penegakan hukum. Sebenarnya sejak dasawarsa 1900-an. Secara ekonomi. Namun tantangan pembangunan berkelanjutan ini cukup banyak. berbagai aturan tentang produk yang masuk ke . dan Deklarasi Johannesburg pada KTT Bumi tahun 2002. antara lain Deklarasi Rio pada KTT Bumi tahun 1992. Internalisasi Biaya Secara global konsep pembangunan berkelanjutan sudah ada gerakan nyata untuk mengimplementasikannya. Deklarasi Milenium PBB tahun 2000. Salah satu yang paling krusial adalah menemukan cara meningkatkan kesejahteraan masyarakat sambil menggunakan sumber daya alam secara bijaksana. Di samping itu. sehingga sumber daya alam terbarukan dapat dilindungi. Seperti. dampak negatif pada ketimpangan kehidupan dan lingkungan akan semakin menjadi-jadi. Bila ditinjau dari sisi lingkungan. juga akan menjadi kendala cukup berat untuk dihadapi. Pembangunan Berkelanjutan Pola pembangunan konvensional harus segera ditinggalkan. proses pembangunan yang terjadi tidak memikirkan generasi mendatang. peningkatan pertumbuhan ekonomi terjadi. sosial. hutan hanya dieksploitasi untuk perolehan ekonomi tanpa dilakukan reboisasi kembali. Saat menghitung PDB/PDRB. Tetapi kenyataannya. dan ekonomi. Jika tidak segera mengubah haluan. yang jelas berpotensi akan tenggelam di kemudian hari. Demikian juga galian C. Konsep pembangunan berkelanjutan muncul ketika terjadi kegagalan konsep pembangunan konvensional. para pengusaha yang mengeksploatasinya hampir semuanya tidak melakukan upaya atau memikirkan cara penanganan lubang bekas galian. sehingga dianggap prestasi bagi pimpinan. Meskipun kendala yang dihadapi pasti besar. seharusnya dilakukan peremajaan kembali atau perbaikan sebagai akibat kerusakan yang timbul. baik bagi si pengusaha maupun yang diterima pemerintah daerah dan pusat melalui restribusi. Konsep ini didefinisikan sebagai pembangunan atau perkembangan yang memenuhi kebutuhan masa sekarang tanpa membahayakan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya. yaitu dikenalkannya konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). dan penggunaan sumber alam yang dapat habis (tidak terbarukan) pada tingkat di mana kebutuhan generasi mendatang masih tetap akan terpenuhi.Misalnya contoh penebangan pohon di hutan. ketatnya. sebab banyak orang pada saat ini masih mengutamakan kepentingan jangka pendek dibandingkan jangka panjang. baik pimpinan nasional maupun pimpinan wilayah. Pelaksanaan konsep pembangunan berkelanjutan diperkuat dengan kesepakatan para pemimpin bangsa yang dinyatakan dalam hasil-hasil negosiasi internasional. di mana saat itu proses yang terjadi lebih banyak bersifat top-down. semua pihak seharusnya sudah menyadari konsep yang dijadikan pijakan dalam setiap gerak menuju kemajuan pembangunan. Jenis pertumbuhan ekonomi seperti itulah yang dapat dikatekagorikaan pseudo growth (pertumbuhan semu). keuntungan diperoleh luar biasa saat pengeksploitasian.

. Untuk itu. * Peremajaan atau perbaikan lingkungan menjadi tanggung jawab perusahaan yang bersangkutan. Bagaimana di tingkat nasional dan lokal? Tampaknya belum. Misalnya harus mencantumkan label yang ramah lingkungan (ecolabelling). salah satunya dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sambil menggunakan sumberdaya alam secara bijaksana. Rasanya hal ini tidak begitu sulit dilakukan. * Pembangunan sosial tersingkirkan. secara sederhana jika memungkinkan mulai sekarang setiap perusahaan yang bidang usahanya berpotensi merusak atau mencemari lingkungan memasukkan biaya perbaikan lingkungan ke dalam harga pokok produk/jasa yang dihasilkannya. sehingga peremajaan atau perbaikan lingkungan menjadi tanggung jawab perusahaan yang bersangkutan.negara-negara maju. apakah ada pengusaha yang mau melakukannya? Penulis. terutama yang menyangkut kepentingan kelompok miskin. Namun pertanyaannya sekarang. dosen FE dan Program Pascasarjana MM Undiknas. serta Ketua Lembaga Penelitian. memasukkan biaya perbaikan lingkungan ke dalam harga pokok produk/jasa yang dihasilkannya. * Konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Pengkajian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Undiknas Denpasar -----------------* Selama ini pembangunan konvensional mengarah kepada pertumbuhan (pseudo growth) yang hanya menaikkan produksi barang dan jasa secara melimpah. Konsep internalisasi biaya perbaikan lingkungan ke dalam harga pokok. * Mulai sekarang setiap perusahaan yang bidang usahanya berpotensi merusak atau mencemari lingkungan. paling tidak akan menjadi langkah sedikit maju di masa mendatang. tanpa mengakomodasi aspek lingkungan.

the word “modern” has been relatively unproblematic with regard to design. It has meant whatever one wanted it to mean. musik. dan dapat diaplikasikan ke setiap object desain. apakah ilmu pengetahuan. it could be construed as an insult or a compliment. more or less. Perkembangan desain modern di Indonesia. sastra. It could be applied to any designed object. given the appropriate context and. ditentukan oleh patron utama. Secara umum perkembangan desain di Indonesia terbagai menjadi tiga tahapan penting yaitu Program Modernisasi. Istana Raja masih menjadi pusat kebudayaan. Gejala sosial yang demikian adalah pengambilan elemen bentuk dari abad 17 dan 18 dalam desain interior gaya historisisme. Menurut Paul Greenhalgh dalam bukunya “Modernism in Design” terbitan Reaction Books.Desain Modern di Indonesia • Mei 16th. yang ditandai dengan penggunaan ornamen dan dekorasi yang berlebihan. It has meant so much that it has often meant nothing”. awal dan citra perubahan Program Modernisasi Definisi secara umum dari kata “modern” adalah : • Karya budaya ragawi yang umumnya memiliki ciri – ciri yang sesuai dengan proses modernisasi dalam arti yang luas . keabsahan suatu nilai dari ekspresi budaya. Dari sini dapat diartikan bahwa definisi “modern” secara relatip tidak mempermasalahkan tentang desain. mengatakan bahwa “For the greater part of this century. 2010 Desain Modern di Indonesia Perkembangan Desain Abad ke 19 (1850 – 1900) 1. yaitu institusi kerajaan 2. seni rupa. accordingly. atau tari.

yaitu dorongan untuk berprestasi. Modernisasi Akulturasi 3. standar hidup. dan pertumbuhan Industri Ahli Sosiologi Modernisasi dengan lebih mengarah kepada perspektif evolusioner yang mencakup transisi multilinier masyarakat tradisional menjadi masyarakat yang lebih maju Ahli Komunikasi Modernisasi sebagai proses perubahan dari cara hidup tradisional menuju gaya hidup yang lebih kompleks dan maju secara teknologi Black Modernisasi ditandai oleh perkembangan sejumlah lembaga yang secara fungsional meningkatkan pengetahuan manusia untuk menguasai lingkungannya secara cepat. Englewood Cliffs. pendapatan per kapita. yang diistilahkan sebagai faktor N-ach (Need of achievement) Modernisasi di dunia Chodak mengidentifikasikan 3 tipe modernisasi : 1. 1996. dan Afrika (Eisenstadt. ekonomi.• Lahir dari pemikiran modern dan tumbuh di lingkungan masyarakat modern Beberapa pendapat tentang Modernisasi: • • • • • • • Ilmuwan Sosial : Kemunculan masyarakat industri barat dibandingkan dengan masyarakat negara berkembang yang masih tradisional Eisenstadt : Modernisasi merupakan proses perubahan masyarakat menuju tipe sistem sosial. Prentice-Hall) Ahli Ekonomi : Modernisasi berdasarkan berbagai model pertumbuhan ekonomi. Kemudian itu memuncak pada Abad ke-19 dan 20. Modernisasi Induksi Menurut Abraham 1. Inkeles dan McCleland Memaparkan modernitas dari variabel psikologis yang membentuk mentalitas manusia modern secara khas. Masyarakat yang “nyaman” dirobek – robek karena individu mendesak diri sebagai pusat semesta . dan politik yang berkembang di Eropa Barat dan Amerika Utara. Modernisasi Industri 2. Asia. serta meluas ke sejumlah negara di Amerika Selatan. Kosmos yang “nyaman” berubah maknanya oleh otonomisasi (sekularisasi) sehingga rasa aman lenyap 2. Modernization: Protest and Change.

kebangkitan lembaga politik . yaitu pemisahan hubungan ekonomi dengan sistem sosial yang lain. kehidupan modern bermakna sebagai proses mengganti kenyamanan alamiah dengan kenyaman buatan Menurut Giddens • • • • Kapitalisme Industrialisme Kekuatan Militer Kontrol terhadap informasi dan aktivitas sosial Abraham mencirikan modernisasi sebagai proses yang selalu diikuti oleh : • • • • • • • • Proses industrialisasi Peledakan penduduk Sekularisasi Revolusi harapan Berkembangnya media massa Stabilitas kependudukan Bangkitnya kelas menengah secara besar – besaran Revolusi budaya yang dahsyat Abraham juga memberikan gambaran tentang modernisasi sebagai suatu perubahan sebagai berikut : Gambaran Modernisasi Menurut Abraham Keterangan gambar : • Sisi Struktural : Meliputi peningkatan diferensiasi dan integrasi struktural. Birokrasi dan waktu menggantikan tokoh mistis dan waktu mitologi 5.3. Pribadi menemukan diri sendiri secara kuat sehingga dalam arti sistem sosial. Kebersamaan nilai goyah karena proses individual 4.

• • baru. konsumsi. Barang Konsumen 2. spesialisasi serta mencairnya stratifikasi kemasyarakatan Sisi Attitudinal : Orientasi individu ke arah kemajuan Sisi Possesual : Mengarah kepada terbentuknya spesialisasi fungsional dalam masyarakat Desain Modern Menurut Dormer : 1. Hubungan antara produksi. Karya desain yang semata – mata meniru gaya orang Barat tanpa diimbangi oleh proses berpikir dan mentalitas modern Perkembangan desain di Indonesia dapat dilihat dari konsep: • • • • Perkotaan Arsitektur Aneka Barang Industri dan Karya Cetak Pendidikan Seni Rupa dan Desain Awal dan Citra Perubahan Konteks perkembangan desain modern di Indonesia yaitu pergeseran nilai desain dan dunia kesenirupaan pada : . Karya desain yang diciptakan sebagai tuntutan masyarakat yang berpikiran modern. dan kepuasan pribadi 4. 3. dan perluasan pendidikan formal. Konteks ekonomi 2. Benda Eksklusif hasil rancangan arsitek dan desainer terkenal Tema besar desain modern : 1. Kebutuhan masyarakat dengan berbagai perubahannya Desain Modern di Indonesia Desain Modern di Indonesia dapat dikategorikan atas tiga kelompok besar : 1. Penggunaan teknologi baru yang memungkinkan seorang pendesain bermain dengan bentuk 3. Karya desain yang mengadaptasikan dan menggunakan berbagai unsur kebudayaan Barat yang telah modern tanpa harus “menjadi Barat” atau berciri Barat. baik secara mentalitas maupun tindakannya 2. Kerajinan 3.

Pendapat Para Ahli tentang abad ke 21 • • • • Peter F. seorang sosiolog Amerika. Drucker : Keberlangsungan pembangunan sebuah bangsa bukan lagi bersandar pada modal. kondisi Indonesia (Hindia Belanda) pada awal abad ke-20 dapat dikatakan sebagai masa transisi dari tradisional ke arah kehidupan modern dengan ditandai oleh : 1. seorang arsitek Amerika terkemuka mengumandangkan kematian Modernisme seiring dengan diruntuhkannya bangunan bertingkat Pruitt- . Munculnya secara berangsur-angsur norma modernitas dalam kerangka nilai – nilai tradisional 3. 1. namun akan tercipta oleh kemampuan mengembangkan daya inovasi yang didasari pada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi Jane Jacobs.• • • Beberapa dasawarsa akhir penjajahan Belanda Masa setelah kemerdekaan dan Demokrasi Terpimpin Masa Orde Baru hingga era pembangunan sekarang Dalam teori modernisasi. Terjadinya Mobilitas Politik 6. Adanya Program Industrialisasi 4. Adanya dualisme struktural yang memungkinkan kehadiran bersama 2. mengkritik dengan keras tentang buruknya perencanaan tatakota di Amerika (1960) Robert Venturi yang mengkritik secara tajam Modernisme dalam dunia arsitektur pada tahun 1966 Charles Jencks. Terjadinya arus urbanisasi 5. Terdapatnya rekayasa sosial Desain Indonesia Abad ke 21 Perkembangan desain di Indonesia pada abad ini akibat dari adanya : • • • • • Perkembangan desain di dunia global Demam Posmodern Adanya hubungan antara perkembangan desain dengan perlawanan budaya Adanya kesadaran terhadap hak penciptaan Keinginan untuk mewujudkan desain yang berwawasan lingkungan I. Desain Global Adanya perubahan besar didunia akibat perkembangan teknologi dan terbentuknya tatadunia baru yang semakin terpolarisasi oleh peradaban besar sehingga semua komponen kebudayaan saling mempengaruhi dan memposisikan diri sepadan dengan kekuatannya. besarnya tenaga kerja ataupun penguasaan wilayah.

Ditinjau dari aspek rupa. Upaya Pemberdayaan : Sebagai bagian dari kebudayaan yang teraga. Fenomena Persaingan : Terjadi akibat percepatan yang terjadi sebelumnya dimana memicu lahirnya pengelolaan produksi barang dan pergerakan pasar yang semakin tinggi. Keterbukaan Budaya : Budaya ragawi yang dihasilkan manusia tidak terlepas dari sistem dunia yang terintegrasi antara satu sistem nilai dengan sistem lainnya. Desain adalah wujud yang teraga dengan muatan – muatan makna di dalamnya. Wacana Desain di Indonesia Belajar dari pelbagai kebijakan dan hasil pembangunan selama beberapa dekade. telah nyata bahwa Indonesia terpengaruh oleh dampak percepatan keterbukaan budaya sedunia. Desain dan Perlawanan Budaya Aktivitas desain tidak terlepas dari sistem nilai yang berkembang di dalam masyarakatnya. Saiful Arif. teraga menjadi kebudayaan benda. Guru Besar dari The Australian National University : Makna pembangunan yang dilakukan oleh setiap negara adalah proses transformasi segala bidang dari kondisi tertentu menuju kondisi lain yang lebih baik. baik pada masa lalu. . Missouri. tema maupun teknik pengungkapan. pada jam 15. hal ini tercermin dari adanya penentuan arah kebijakan perekonomian akibat adanya perjanjian internasional dan permainan “Mata Uang” oleh negara – negara maju 2. desain tidak terlepas dari rona pembangunan “besar” yang dijalankan oleh satu pemerintahan dimana tercermin dari aneka kebijakan termasuk komitmen antar kebudayaan ataupun antarnegara II. kini dan yang akan datang. yang ditandai oleh : 1. Semakin menonjolnya pengaruh budaya kuat negara – negara adidaya.32 karena bangunan tersebut selama ini menjadi tonggak terapan gaya Modernisme di Amerika. Fenomena yang terbentuk. melainkan juga dalam bentuk nilai – nilai b. 2. Sejak pergantian era pemerintahan Orde Baru dan tuntutan perbaikan kinerja program Wacana desain di Indonesia juga terjadi akibat adanya : a. Demam Posmodern Era Posmodern adalah Masa transisi antara berakhirnya masa modernisme dan munculnya alternatif pemikiran baru sebagai usaha mencari bentuk baru III. c.• Igoe pada tanggal 15 Juli 1972 di St. Louis. desain telah menunjukkan aspek keragaman yang tak terhitung. baik gaya. tidak hanya secara teraga.

Peragaman Bahasa Rupa yang menjadi bagian kreatif wujud desain setiap periode. telah tumbuh kesadaran akan hak – hak penciptaan. Baik untuk karya cipta milik orang asing maupun karya cipta milik Bangsa Sendiri HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) dalam bidang desain di Indonesia dikategorikan : 1. Including Trade in Counterfeit Goods). 5 tentang Perindustrian Pasal 17 : Desain Produk Industri mendapat perlindungan hukum yang ketentuan – ketentuannya diatur dengan peraturan pemerintah c. msekipun awalnya bukan dari seniman. Undang –Undang No. ada 24 negara yang menjadi anggota termasuk Indonesia sejak tahun 1953  Locarno Agreement Establishing an International Classification for Industrial Designs (1968 hingga 1995 beranggotakan 23 negara)  TRIPs (Trade Related Aspects of Intelectual Property Rights. Konvensi Internasional :  WIPO (World Intelectual Property International)  Paris Convention for The Protection of Industrial Property (11 April 1995 beranggotakan 129 negara termasuk Indonesia)  Berne Convention for the Protection of Literary and Artistic Work (16 Mei 1995 beranggota 112 negara termasuk Indonesia)  The Haque Agreement Concerning the International Deposit of Industrial Designs (1993. pakaian dan komunikasi IV. penyebaran dan kebutuhan baru masyarakat akan aneka produk. Undang – undang paten No. baik mengandung nilai – nilai kebaruan. diantaranya : a.Makna budaya yang lebih spesifik dalam karya – karya desain yang teraga itu dapat dikelompokkan atas beberapa peran. 2. merupakan persetujuan integral dari persetujuan Putaran Uruguay dalam rangka GATT b. 19 tentang Merek) Bidang desain terutama performansinya (UU tentang Desain Industri No. namun dari kalangan praktisi hukum yang mengamati fenomena global bahwa hak – hak penciptaan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari wacana ekonomi global. Karya Cipta Bidang Seni Rupa (UU Hak Cipta Tahun 1997) Karya yang bersifat Temuan (UU Paten Tahun 1997) Merek Produk berupa logo atau identitas produsen (UU No. 4. 20 Tahun 2000) Beberapa dasar hukum yang dapat dipakai sebagai acuan adanya perlindungan bagi karya cipta di bidang desain terdiri dari : a. 3. 6 tahun 1989 . pengembangan ataupun varian b. Kesadaran terhadap Hak Cipta Menjelang abad ke – 21. Undang – undang hak cipta 1997 (diperbarui lagi tahun 2002) d. perumahan. Peragaman citarasa masyarakat yang muncul sebagai perluasan.

Undang – undang tentang desain industri No. semua negara harus memberikan kontribusi untuk menstabilkan gas – gas rumah kaca dan atmosfer pada tingkatan yang tidak akan mengacaukan iklim global. 12/M/SK/1978. RPP tentang desain produk industri f. Peraturan Pemerintah (PP) : o PP No. kemudian melahirkan Deklarasi Rio tahun 1992 yang berisi antara lain :      Hak dan Tanggung Jawab bangsa – bangsa dalam memperjuangkan perkembangan dan kesejahteraan manusia Merancang cara mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan dari segi sosial.35/MENLH/10/1993. pernyataan ini mensyaratkan pengurangan emisi gas – gas seperti karbon dioksida. memuat ketentuan bahwa setiap rencana yang diperkirakan mempunyai dampak terhadap lingkungan. dan pembangunan semua jenis hutan secara berkelanjutan yang merupakan unsur mutlak bagi pembangunan ekonomi dan pelestarian segala bentuk kehidupan Dalam mensiasati terjadinya perubahan iklim. yaitu hasil sampingan dari pemakaian bahan bakar untuk mendapatkan energi Konvensi tentang keragaman hayati yang menghendaki agar semua negara mengerahkan segala daya dan dana untuk melestarikan keragaman spesies hidup.02/MENKLH/I/1988 tentang Pedoman Baku Mutu Lingkungan o MENLH No. ekonomi. wajib dilengkapi dengan AMDAL yang pelaksanaannya diatur oleh PP o No. Undang – Undang : o No. 51 Tahun 1993 tentang AMDAL o Menteri Perindustrian No. 31 Tahun 2000 V. tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor . 19 tahun 1992 g. Kep. 4 Tahun 1982 tentang ketentuan – ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. tentang Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Lingkungan sebagai akibat Usaha Industri o MENKLH No.e. 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 2. Undang – Undang tentang merek No. dan mengupayakan manfaat penggunaan keragaman hayati dirasakan secara merata PP Perundang – Undangan dan yang berhubungan dengan Lingkungan Hidup dan pengelolaannya : 1. dan lingkungan hidup Membuat pernyataan tentang prinsip – prinsip yang menjadi pedoman bagi pengelolaan. pelestarian. Desain yang Berwawasan Lingkungan Dorongan dan isu – isu gentingnya masalah lingkungan tersebut. KEP. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang o No.

KEP-16/MENLH/4/1996 tentang pelaksanaan Program Langit Biru Isu Nasional dan Kesepakatan Internasional : • • • • • • • Program Pembangunan Berkelanjutan KTT Bumi Rio de Janeiro 1992 dan Deklarasi Rio Agenda 21 sebagai Rencana Global Pembangunan Berkelanjutan Konvensi Tentang Perubahan Iklim dan Keragaman Hayati KTT Bumi 5 Juni Tahun 1997 ISO 14001 mengenai Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan Program Ekolabeling Sumber : http://sosiologidesain.o o Menteri Perhubungan No. KM 8 Tahun 1989. tentang Persyaratan Laik Jalan Kendaraan Bermotor Kepala BAPEDAL RI No. Kep49/MENKLH/6/1987 tentang Pedoman Dampak Penting) MENLH No.com/desain-modern-di-indonesia/ .wordpress. Kep-56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting (sebagai pengganti No.

maupun keamanan dan pertahanan negara. 1) Bangsa Indonesia sebenarnya masih mengalami berbagai masalah yang begitu kompleks dari segala sektor. 30 November 2010 Menuntaskan Agenda Bangsa. sebagai berikut. politik. Krisis kesejahteraan rakyat ini membuka peluang terjadinya krisis moral. budaya. hukum. Menurut pandangan secara umum. Permasalahan-permasalahan ini merupakan mata rantai masalah. B. serta praktek-praktek moral hazard menjalar di setiap aktivitas masyarakat. Budaya belajar dan menuntut ilmu semakin dikesampingkan oleh bangsa ini walau Pemerintah telah mengambil kebijakan wajib belajar dan memberikan peluang yang seluas-luasnya kepada aset bangsa untuk belajar dengan biaya yang telah disediakan Pemerintah. Melemahnya kualitas penghayatan moral dan norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. ada beberapa masalah dan tantangan yang dihadapi Indonesia. Harus! (Bag. Kualitas penyerapan ilmu pengetahuan masih rendah. Ditandai dengan gejala menurunnya rasa kasih sayang dan kepedulian sosial. Baik itu sektor sosial. Masalah ini justru menimbulkan krisis kualitas manusia Indonesia yang pada gilirannya tidak mampu mengelola sumber daya nasional. penyakit sosial (social pathology) masih ditemukan di antara sesama bangsa Indonesia. ekonomi. Upaya Pemerintah untuk mencerdaskan bangsa .asp?mid=3210&catid=2 Padangsidimpuan. yang merupakan rantai masalah bangsa. Yaitu. mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Secara umum dan sederhana masalah ini kemudian berimplikasi pada lemahnya penghayatan moral dan norma dalaam aktivitas kehidupan berbangsa dan bernegara.Warta Pelaku: Artikel sumber: warta. A. yang bisa berpengaruh terhadap tujuan dan cita-cita bangsa ini.

Potensi pertambahan penghasilan negara pengelolaan yang dilakukan masih mengalami hambatan. Melemahnya pengelolaan sumber daya nasional. rehab rumah. Produk dalam negeri kalah bersaing dengan produk asing. mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia merupakan agenda pembangunan nasional yang prioritas untuk direalisasikan. upaya Pemerintah tersebut masih mengalami kendala yang ditandai dengan banyaknya jumlah anak dan pemuda yang putus sekolah. rakyat akan merasakan dampak positif dari hal tersebut. . Ternyata persoalan di atas merupakan konsekuensi kelemahan di bidang ilmu pengetahuan. Namun. pinjaman modal usaha. sehingga perputaran perekonomian Indonesia stabil. D. Pengelolaan uang negara belum efisien dan sebagainya. Namun. pembangunan meningkat. tidak sedikit upaya itu tertunda keberhasilannya. sembako. Ironisnya. Hal ini terlihat dari penerimaan pajak yang belum maksimal. Artinya. Dalam segi ketenagakerjaan juga mengalami penurunan kualitas kemampuan tenaga kerja. telah berupaya melakukan program gerakan/aksi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. investor luar maupun dalam negeri merasa was-was untuk menyuntikkan modalnya untuk membangun usaha maupun industri. Rendahnya kualitas kesejahteraan bangsa. Begitu juga dengan sejumlah jenis kekayaan/aset negara yang tidak dikelola sepenuhnya oleh negara. Justru malah pihak asing yang memiliki peran penting meraih keuntungan besar dari negara kita. sehingga dikategorikan “miskin”. dan dengan sendirinya. Tujuan bangsa Indonesia membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum/rakyat. hingga pemberian alat/bahan/material sebagai potensi usaha yang diinginkan oleh masyarakat. Nilai produk dalam negeri masih sangat rendah. peluang lapangan pekerjaan dan pendapatan lebih layak. sehingga masih banyak ditemukan masyarakat yang hidupnya di bawah standar kelayakan. sebagai salah satu pelaksana amanah tersebut. Pengelolaan tabungan juga belum optimal. Padahal.adalah agar mampu mengembangkan ilmu pengetahuannya sebagai modal keberlangsungan hidup yang bergengsi. Bantuan-bantuan diberikan kepada masyarakat miskin (pro poor) pun dilakukan oleh hampir seluruh departemen/badan/dinas/instansi pemerintahan. Bantuan Langsung Tunai (BLT). bahkan Pihak swasta—sebut saja pemberian asuransi dan pelayanan kesehatan maupun pendidikan. bahkan standar manusiawi. C. sebagaimana tertuang dan diamanahkan dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. pengelolaan sumber daya yang baik dapat menopang penghasilan negara. Pertumbuhan ekonomi masih didominasi oleh konsumsi dan impor. Gejala yang timbul adalah sebagian lulusan perguruan tinggi tidak mampu membuka kesempatan berwirausaha. dengan alasan kenyamanan dan keamanan serta keberlangsungan sebuah proyek perekonomian dikhawatirkan terganggu. Pemerintah. layak jual dan memiliki nilai tawar yang diperhitungkan. Amanah ini merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar dengan dalih apapun.

Padahal. Pandangan yang keliru sering tercetus dari suara sebagian masyarakat miskin. tidak begitu penting. atau bahkan tidak ada sama sekali ini merupakan ciri-ciri kemiskinan yang dimiliki. bahkan praktek yang ditekuni kurang menjaga kenyamanan lingkungan dan permukiman. Malah sebaliknya mengusik ketenangan pola hidup yang selama ini berlangsung. karena hanya bersifat parsial. berbangsa dan bernegara. Permasalahan kemiskinan yang begitu kompleks. bagaimana mungkin aktivitas sosial terpikirkan seiring tekanan dan desakan kebutuhaan hidup. Kondisi ini yang menyebabkan masyarakat miskin tidak terintegrasi ke dalam sebuah institusi sosial. Disadari atau tidak. Perilaku politik ini sebenarnya disebabkan faktor tiadanya keterlibatan masyarakat miskin dalam proses pengambilan keputusan itu. sehingga kebutuhan yang dikehendaki dalam aplikasi menjalankan hidup secara manusiawi terpendam sejalan dengan waktu. Ruang lingkup lingkungan Pola hidup masyarakat miskin yang tertutup dan terkesan tidak peduli dengan sekitarnya. tanpa mengeluarkan modal atau dengan . kondisi ini dapat diubah menjadi baik. Perilaku politik yang menghasilkan kebijakan-kebijakan hanya menyentuh kepentingan sepihak. optimisme menurun dan menguatnya pesimisme. tidak berkelanjutan. Ruang lingkup sosial Kehidupan bermasyarakat. Paradigma dan praktek yang muncul adalah membatasi kegiatan yang mengindahkan dan mendukung kelestarian lingkungan dan peningkatan pembangunan yang berkelanjutan. Kebiasaan pola hidup yang dialami menguatkan dan terinternalisasi ke dalam pemikiran dan perilaku tidak sehat. saluran air/parit maupun jalan yang semula indah menjadi pemandangan suram—yaitu sebagai wadah penampungan sampah dan limbah. Misalnya saja mengubah sungai. berlindung. menurut masyarakat miskin. atau tidak tepat sasaran kepada kelompok masyarakat miskin. dan cenderung memikirkan kehidupan dirinya sendiri atau keluarganya saja tidak akan mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Bagi mereka mempertahankan hidup saja sudah cukup berat dilakukan. dengan penampilan. volume serta material sangat sederhana. multidimensional dan struktural ini menyisakan beberapa gejala-gejala yang bergerak merusak upaya transformasi sosial. Penataan dan pembangunan lingkungan serta permukiman yang dilakukan bukan solusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. serta menghilangkan nilai-nilai kapital sosial. sehingga keadaan inilah yang dimaksud di atas: kurang peduli menjaga kelestarian lingkungan dan permukiman. berkumpul dan mengembangkan diri. atau belum ada lembaga/wadah yang mampu mengakomodir suara kepentingan masyarakat miskin. ternyata di bawah standar kelayakan. Lalu. ditambah MCK yang kurang memadai dan tidak sehat.Ternyata persoalannya adalah kebijakan dan upaya penanggulangan kemiskinan yang dilakukan dipandang kurang efektif dalam menurunkan angka kemiskinan. Lain lagi perumahan yang dijadikan wadah berteduh. kondisi ini akan memperparah keadaan masyarakat miskin itu sendiri. Di antaranya: • • • Ruang lingkup politik Masyarakat miskin tereliminasi keposisi yang marjinal (terpuruk) akibat proses politik maupun kebijakan penyelenggara pemerintahan dan pemilik wewenang yang kurang berpihak.

mendapatkan perhatian yang rendah pula dari pembeli jasa. Penghasilan itu semata-mata diupayakan oleh satu orang saja tanpa ada penghasilan tambahan. Becak dayung yang mengandalkan tenaga itu. keluarga ini mengalami perbandingan yang tidak seimbang: pengeluaran lebih besar dari pendapatannya. khususnya kajian ekonomi.000 – Rp15. Sebuah kisah salah satu keluarga yang hidup sangat sederhana di daerah perkotaan. bahkan nilai jasa lebih murah dari becak dayung. kerap tidak dilirik oleh pengguna jasa dengan alasan yang cukup mendasar: kecepatan dan kapasitas angkutnya terbatas.000 yang dimanfaatkan oleh empat orang tanggungan. Dari uraian ini. penjual jasa ini sudah tidak layak bekerja lagi. atau lebih mendekati cukup untuk makan sehari-hari keluarga saja. yang tengah mengalami pergeseran kualitas dan kuantitas. Kondisi ini membuka peluang terjadinya kecelakaan maupun menimbulkan penyakit bagi dirinya sendiri. juga berkapasitas lebih dari segi jumlah pengguna jasa dan barang yang dibawanya. daripada pasrah menerima nasib saja. keluarga tersebut dapat dikategorikan keluarga miskin karena berpenghasilan tidak menentu. selain efektif waktu. Ia bekerja menawarkan jasa transportasi angkutan jenis becak dayung. Rata-rata per hari hanya mampu memperoleh Rp7. Begitulah kehidupan yang dihadapi dengan penghasilan rendah. Seorang laki-laki berusia 62 tahun berperan sebagai kepala keluarga penopang hidup keluarga ini. murah.• modal yang sedikit apabila kesadaran berpikir dan bersikap mengubah keadaan itu muncul lebih kuat. Keadaan ini bukan hanya sekedar narasi semata. Diperparah keadaan bahwa empat tahun belakangan ini becak dayung kalah bersaing dengan becak bermotor yang dinilai lebih mampu memenuhi keinginan pengguna jasa. Sedikit pemisalan diuraikan sebagai referensi yang diperoleh dari pemantauan. secara teoritis berdasar materi kajian pemetaan swadaya. Becak bermotor. melainkan fakta yang lalu dituangkan dalam sebuah catatan sejarah. maupun survai ke lokasi. kondisi lanjut usia mudah terkontaminasi dengan fisik lemah dan cenderung tidak sehat. mengingat telah lanjut usia. Kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jasa terkadang menjadi alasan. Menurut pendapat yang disampaikan para ahli/pakar atau pengamat/pemerhati atau tokoh/ilmuwan internasional maupun Indonesia. bahkan kurang dari pemenuhan kebutuhan pokok. Lazimnya nominal jasa tidak lebih. Pengeluaran yang kongkret meliputi biaya makan untuk empat . tepatnya di Wilayah Provinsi Sumatera Utara. kunjungan. diharapkan patut menjadi renungan dan sekaligus perhatian semua pihak. dimana keberadaannya perlahan punah dan sedikit peminatnya. sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup yang manusiawi. Ia bergelut mengandalkan tenaga dan kerasnya persaingan di bidang jasa yang dilakoninya. keahlian dan disiplin ilmu tidak memadai serta cendrung mengandalkan tenaga. biaya cukup tinggi dan sering mengalami kerusakan karena rata-rata becak dayung yang beroperasi adalah “barang lama” dan produk baru sukar ditemukan. Ruang lingkup ekonomi Keterbatasan kemampuan masyarakat miskin membangun akses dan nilai jual terhadap keterampilan. Ditinjau dari kondisinya. nyaman. Andalan tenaga yang satusatunya dimiliki hanya dihitung oleh pembeli jasa. Tentu.

Penjernihan 1. Alat pendukung. material dan dana dari usaha yang dijalankan sangat tidak memadai.• orang terdiri dari pembelian bahan bakar minyak. Malah bagi mereka yang memiliki aset berupa harta warisan. OC-1 Provinsi Sumatera Utara. (021)-70952271 . No. Bersambung. Asisten Kota Infrastruktur Kota PadangsidimpuanSibolga. Begitu juga dengan hunian atau perumahan. Sumber daya manusia (human capital) sangat terbatas. menyewa. 19 F. Pejompongan -Jakarta Pusat 10210. ST. Ada yang berstatus tidak memiliki rumah. dan bila adapun tidak layak huni. Ruang lingkup Aset Rendahnya tingkat kepemilikan masyarakat miskin terhadap modal yang mendorong keberlangsungan hidup. Telp: (021) 70912271. biaya listrik per bulan dan biaya tambahan lain. Firstavina) Pusat Informasi P2KP. menumpang. Jenis pengeluaran yang mendasar ini dapat dianalisa beberapa pengeluaran akan didelete. Jl. biaya kesehatan. dalam arti beberapa kebutuhan akan dihilangkan dan penyelesaian yang dilakukan adalah pemaksaan kondisi agar normal dengan segala resiko yang ada. (Rahdiansyah Pane. seperti biaya perawatan becak dayung. tapi justru sebaliknya menambah beban utang di mana-mana.. dan lain-lain. PNPM Mandiri Perkotaan. sehingga kompetisi usaha dengan sendirinya mengalami kekalahan. misalnya. tidak dimiliki oleh masyarakat miskin. Kepemilikan aset berupa tanah. yang sering terjadi adalah penjualan aset satu persatu dan pengelolaan dana yang tidak beraturan. beras + lauk pauknya. Perilaku ini bukan menambah aset.

Jakarta Tahun: 1991 Jumlah Halaman: 101 PERAN NEGARA DALAM PEMBANGUNAN DENGAN MEMBANDINGKAN INDONESIA DAN KOREA SELATAN. Hubungan saling tindak antar negara dan pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan dapat dicermati melalui kenyataan sejarah yang berkembang di dua negara tersebut. Studi Tentang Indonesia dan Korea Selatan Pengarang: Arief Budiman Penerbit: Yayasan Padi dan Kapas. Yang berkaitan dengan hubungan saling tindak antara negara dan pembangunan. November 05. 2008 NEGARA DAN PEMBANGUNAN BOOK REVIEW: Negara dan Pembangunan. sebagai berikut: Peran negara dalam pembangunan di Indonesia berbeda dari jaman penjajahan Belanda hingga saat ini: . Peran negara dalam pembangunan di Indonesia maupun Korea Selatan dapat ditelusuri dari proses dan hasil yang dicapai dalam pembangunan di dua negara tersebut.Wednesday.

burjuasi orang Korea dibidang perdagangan dan industri muncul juga. Pemerintahan militer dan pembangunan ekonomi: pemerintah baru pimpinan Jenderal Park Chung-Hee yang mulanya menghadapi kesulitan karena pemerintah AS mencurigai latar belakang militer. dan diserahkan pada kelompok-kelompok kaum pedagang. sifat negara otoriter dan “negara rente” pada dasarnya tidak berubah. Dari perkembangan sejarah pemerintahan dari negara yang berbeda antara Indonesia dan Korea Selatan. maka peran negara dalam proses pembangunan di masing-masing negara juga berbeda khusus dalam kaitan dengan “keotoriteran negara” untuk membentuk kelompok wiraswasta yang tangguh untuk memutar roda pembangunan ekonomi. Jaman Peralihan Demokrasi: terjadi peralihan dari demokrasi paralamenter ke demokrasi terpimpin. tetapi sekarang Indonesia tertinggal jauh. Tahun 1988 GNP/Kapita Nasional Korea Selatan mencapai US$ 3.600. namun pemerintah militer yang berkoalisi dengan teknorat ekonomi. Negara Orde Baru: Ditandai dengan peran militer yang dominan dalam kehidupan politik dan negara. sehingga ekonomi Korea Selatan dapat berkembang pesat. meskipun kecil. terdapat perbedaan antara kedua negara yakni dipakai untuk memperkaya birokrat negara. Disusul dengan penjajahan Jepang.18 kali dari . dan akhirnya berhasil menarik perhatian dan bantuan dari AS. masih perlu dicermati apakah krisis ini akan mengalihkan peran negara sebagai “otoriter birokratis” rente (NOBR) dan Negara Otoritas Birokratis Pembangunan (NOBP) masih tergantung pada proses politik yang terjadi sekarang. Negara Korea terpecah menjadi 2 negara. berhasil pembangun pemerintahan yang relatif bersih. sedangkan Indonesia cuma US$ 440 (8. serta kelompok wiraswasta yang bergantung pada mereka. Benih sebuah negara yang kuat sudah ditanam sejak zaman kolonial. kemudian beralih ke sistem politik liberal dan selanjutnya ke negara otoriter oleh Bung Karno. Indonesia dinamakan Negara Otoritas Birokratis Rente (Negara OB Rente) sebaliknya Korea Selatan disebut sebagai Negara Otoriter Birokratis Pembangunan (Negara OB Pembangunan). Pada periode ini keadaan ekonomi Indonesia cukup sulit. yang juga menguasai ekonomi Korea. karena tanah dikuasai oleh Negara/Pemerintah Belanda.Jaman Kolonial Belanda: sistem perekonomian kolonial Belanda tidak/gagal melahirkan kelas Tuan Tanah/Burjuasi Pribumi. Peran negara dalam pembangunan Korea Selatan. sebagai berikut: Jaman kolonial dan sebelumnya: sebelumnya Korea adalah negara merdeka yang diperintah oleh beberapa kerajaan. Di mana keotoriteran negara dipakai untuk menumbuhkan kelompok wiraswastawan yang tangguh. dan selanjutnya benih kehidupan beralih ke tangan Jenderal Soeharto. di mana peran negara dalam pembangunan jiuga mengalami perubahan. Peran negara dalam pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan ditinjau dari hasil pembangunan ekonomi yang dicapai. sesuai dengan perkembangan sosiologi-politik di masyarakat yang dinamis. Jaman pemerintahan sipil: setelah merdeka dari Jepang. tingkat perkembangan ekonomi kedua negara sama. sepanjang kenyataan sejarah juga bersifat dinamis. dapat dijelaskan sebagai berikut: Setelah perang dunia kedua usai. Ketika terjadi krisis multidimensi di bidang sosial-politik-ekonomi hingga saat ini. yakni Negara Korea Selatan dan Negara Korea Utara yang menganut faham komunis dan Korea Selatan yang menganut faham kapitalis.

Selebihnya dukungan eksternal bagi Indonesia relatif korup. setelah Jenderal Soeharto mengambil alih kekuasaan pada tahun 1966. Korea Selatan berhasil. ditinjau dari aspek hasil pembangunan ekonomi yang dicapai. Korea berhasil dengan landreform pada tahun 1950-an sementara Indonesia landreform gagal dilaksanakan pada permulaan tahun 1960-an. menempatkan salah satu kunci kebijakan pembangunan yang berhasil. selain dipengaruhi oleh perkembangan sejarah sebelum kolonialisme melanda kedua negara. Peran pemerintah negara dalam menata ekonomi dan menguasai/mampu mengendalikan diri dari jebakan “renternir”. maka secara singkat ditarik kesimpulan tentang peran negara dalam pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan sebagai berikut: Peran negara yang berbeda. PERBEDAAN DAN PERSAMAAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN ANTARA INDONESIA DAN KOREA SELATAN Perbedaan Kebijakan pembangunan Indonesia berhadapan dengan tantangan yang berbeda dengan Korea Selatan. Perbedaan dalam prestasi pembangunan ekonomi Indonesia ini juga antara lain disebabkan oleh karena gagalnya Indonesia beralih menjadi Negara OB Pembangunan. berhasil menyusun Negara Korea Selatan sebagai Negara OB Pembangunan. sementara negara Korea dibawah kepemimpinan Presiden Park dapat menguasai masyarakat sipil. dengan . dan akhirnya bangkit/membangun industri dan menjadi salah satu dari 4 macam Asia yang bangkit pada permulaan tahun 1990-an. sementara Korea Relatif homogen. serta kebijakan penjajah itu sendiri. tetapi juga ditentukan oleh pemimpin negara dalam menentukan strategi yang tepat. selain didukung oleh faktor internal. Dari seluruh analisis dan uraian. utamanya guna mengalihkan suatu negara dari negara demokrasi otoriter renternir ke negara demokrasi otoriter pembangunan. yang sejak Jenderal Park Chung-Hee merebut pucuk pimpinan Negara Korea Selatan pada tahun 1961. dan silih berganti dari pemerintahan satu ke lainnya. Dari kenyataan ini jelas bahwa peran negara dalam pembangunan ekonomi di Korea Selatan lebih menonjol. terutama pada era perang dingin antara USA dan negara sosialis/komunis. kebijakan seperti itu masih lemah. Peran negara Korea Selatan dalam pembangunan yang ditandai oleh peningkatan ekonomi. Hal mana terjadi di Korea Selatan. dibandingkan dengan Indonesia. namun Indonesia gagal.GNP/kapita Indonesia). di mana Indonesia merupakan Negara Kepulauan sementara Korea Selatan Daratan. pada masa Pemerintahan Presiden Park. juga didukung oleh faktor eksternal. terutama pada periode “perang dingin” antara negara Barat dan negara-negara Sosialis/Komunis. Bantuan dana dan toleransi kebijakan dari negara Amerika di Korea Selatan justru mendorong bangkitnya Industrialisasi di Korea pada era Tahun 1970-an hal mana tidak terjadi di Indonesia. Faktor lain yang membedakan peranan negara dalam pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan adalah sebagai berikut: Persaingan di bidang ekonomi antar kelompok Asli Indonesia mengakibatkan terpecahnya burjuasi Indonesia. Indonesia terdiri dari banyak suku dan bahasa. yakni dukungan dari Amerika Serikat. Hal ini berbeda dengan Korea Selatan. serta didukung oleh negara Amerika Serikat. Sementara Indonesia.

mula-mula bertujuan untuk mendukung proses awal industrialisasi di Jepang dan sebaliknya. Tahun 1988 GNP/Kapita Nasional Korea Selatan mencapai US$ 3. Indonesia dijajah Belanda dengan sistem penjajahan yang kebijakan ekonominya didasarkan pada ekspor bahan mentah atau barang-barang primer. pada era tahun 1950-an. tetapi perdagangan hasil bumi. kedua negara diperintah oleh sebuah kekuasaan yang bersifat otoriter. negeri itu tidak terdapat kelompok pedagang (hal ini disebabkan karena ajaran Confusius yang menyatakan bahwa “mengumpulkan kekayaan. Persaingan seperti di Indonesia. Korea Selatan dan Indonesia sama-sama dipimpin oleh presiden yang berlatarbelakang militer. karena Belanda saat itu bukan negara industri. bukanlah suatu hal yang terpuji”) dengan demikian. Di Indonesia terjadi persaingan di bidang ekonomi antara kelompok Cina dan kelompok asli Indonesia. Korea Selatan dibawah Syngman Rhee. Sebelumnya kedua negara sama-sama mengalami sistem pemerintahan demokrasi parlamenter. hal mana merupakan dampak negatif dari kebijakan politik pemerintahan kolonial. Indonesia mengalami perang saudara pada tahun 1957 (peristiwa PRRI dan Permesta). tidak terjadi di Korea Selatan. tingkat perkembangan ekonomi kedua negara sama. kegiatan perdagangan kurang dianjurkan. Sebaliknya justru keotoriteran negara di manfaatkan untuk memperkaya birokrat negara serta kelompok wiraswasta yang tergantung pada mereka.18 kali dari GNP/kapita Indonesia). KHUSUSNYA PERAN NEGARA Kekuatan Pembangunan Kekuatan pembangunan yang mestinya dapat dimanfaatkan oleh negara dalam proses pembangunan di Indonesia adalah sebagai berikut: . Indonesia dibawah Sukarno. Berbeda dengan Indonesia.600. tetapi sekarang Indonesia tertinggal jauh. sementara Indonesia gagal dalam program landreform era tahun 1960-an. seperti juga di Indonesia. Persamaan Setelah perang dunia kedua usai. kebijakan pembangunan yang ditempuh berbeda. sedangkan Indonesia cuma US$ 440 (8. menjelang datangnya kolonialisme Jepang di Korea. Sejak saat itu. Sifat dan pembentukan negara dari waktu ke waktu juga berbeda. Indonesia mendapatkan pemerintah yang didominasi oleh kaum militer sejak tahun 1966. perkebunan dan sebagainya. Di Indonesia negara gagal membentuk kelompok wiraswasta yang tangguh. dibandingkan dengan Indonesia. Sebelum Korea dijajah oleh Jepang. Korea Selatan berhasil dengan kebijakan landreform. sedangkan Korea Selatan mengalaminya pada tahun 1950-1953 (Perang Korea). ditinjau dari aspek hasil pembangunan ekonomi yang dicapai.demikian kebijakan pembangunan juga berbeda sesuai dengan spesifik yang dihadapi. Penjajahan Jepang atas Korea. KEKUATAN DAN KELEMAHAN PEMBANGUNAN INDONESIA. Di Korea Selatan. Dari kenyataan ini jelas bahwa peran negara dalam pembangunan ekonomi di Korea Selatan lebih menonjol. Korea Selatan dipimpin oleh Jenderal Park Chung-Hee semantara Indonesia dipimpin oleh Jenderal Soeharto. maka Belanda tidak mengembangkan industri di jajahan Indonesia. yang berimbas pada pembangunan ekonomi dan sebagainya. Korea Selatan pada tahun 1961. keotoriteran negara dipakai untuk menumbuhkan kelompok wiraswasta yang tangguh untuk memutar roda perekonomian.

Kelemahan Pembangunan Kebijakan pembangunan oleh negara masih kurang mendukung sektor pertanian (sementara 80 % penduduk bekerja di sektor ini) padahal justru sektor primer inilah yang pada waktu lalu diandalkan oleh pemerintah penjajah dan bahkan berhasil menembus pasar dunia. dan terdiri dari pulau-pulau yang tersebar.Optimalisasi potensi sumber daya alam yang melimpah. dari segi suku. kehutanan. Potensi komoditi perkebunan yang pada saat penjajahan merupakan lokomotif pembangunan yang diekspor memenuhi pasar dunia. Indonesia terlalu cepat ingin melompat ke industrialisasi yang high technology pada era tahun1980-an dan 1990-an. dengan menumbuhkan kelompok wirausaha yang tangguh. yang sehak lama merupakan andalan ekspor. Rekapitulasi dan akibat dari pencampuran pelbaghai faktor tersebut di atas. Potensi hasil laut. dan sektor pertanian terabaikan. perikanan. Potensi minyak bumi. Dampak negatif yang terasa saat ini adalah beberapa tahun lalu Indonesia masih mengimpor beras. sekaligus perluasan lapangan usaha/kerja dan pengentasan kemiskinan (umumnya nelayan kecil di Indonesia. hingga saat ini Indonesia menjadi penimpor BBM dengna harga yang tinggi. demikian pula dengan potensi hutan. tetapi masih merupakan salah satu modal bagi pembangunan yang berkelanjutan. dengan nilai tambah yang lebih. dan diolah di dalam negeri. maka peran Indonesia sebagai pengekspor minyak akan tetap dapat ditingkatkan. Potensi gas dan bahan bakar minyak bumi. peran negara dalam penciptaan iklim demokrasi da persatuan bangsa. namun belajar dari pengalaman sejarah sejak kemerdekaan. antara lain: peningkatan pendapatan nelayan lokal. baik pertanian. khususnya kayu yang apabila diolah hingga produk hilir akan merupakan potensi komoditi ekspor yang besar. mestinya peluang emas itu dapat dinikmati. Membangun struktur negara yang lebih kuat/kemandirian negara juga meliputi upaya pemberantasan korupsi (OB Rente) mengarah ke OB Pembagunan. maka efek ganda yang timbul demikian besar dan luar. walaupun melalui aneka tantangan. dan pengolahan minyak dalam negeri. melalui suatu pola pengembangan terpadu. agama. Apabila negara dapat mendorong industri berbasis produk kayu. ikan dan hasil laut lai9nnya. belum sepenuhnya dieksploitasi. minyak bumi dan hasil tambang lainnya. Apabila negara konsisten dengan suatu strategi khusus dana optimalisasi eksplorasi minyak bumi. sekaligus menciptakan lapangan usaha/kerja. belum sepenuhnya dimanfaatkan. saat ini praktis komoditi jagung dan kacang kedele sebagian besar masih diimpor dari Amerika. miskin). Pendapatan yang diperoleh oleh karena naiknya harga minyak dunia . Kemandirian Negara Walaupun Indonesia merupakan negara yang majemuk. ditengah kriris akibat tingginya harga BBM seperti saat ini. Posisi negara yang relatif kuyat dalam menghadapi masyarakat sipil yang dinamis dan majemuk merupakan aspek strategis yang dibutuhkan bagi pembangunan. khususnya antara negara sebagai subjek dan kondisi struktural lingkungannya ke arah positif akan mendorong ke arah pembangunan yang lebih baik. perkebunan. adalah kenyataan yang apabila dapat dikelola secara profesional akan merupakan salah satu penghasil devisa yang cukup besar contoh saat ini: minyak kelapa sawit. kurang mendapat perhatian. Demikian pula dengan hasil hutan.

pendapatan negara akan meningkat secara signifikan. Seyogyanya “rejeki mumpung” tersebut dimanfaatkan untuk terus mengeksploitasi potensi gas dan minyak bumi. Kelemahan utama adalah pada birokrasi pemerintah yang justru memanfaatkan kondisi bagi kepentingan pribadi para pemimpin. Sehingga fungsi negara untuk mensejahterakan rakyat terabaikan. sebagaimana yang terjadi di Korea Selatan.A. Pada era 1970-an. bahkan dimanfaatkan oleh birokrat yang korup dan kroni-kroni pengusaha yang dekat dengan penguasa serta menguntungkan sekelompok pengusaha tertentu. Therik di 9:07 AM . dan apabila itu terlaksana. mereka yang “di atas” memperoleh lebih banyak dari pada rakyat miskin yang di bawah (masih terjadi kesenjangan). maka saat ini di mana harga minyak dunia meningkat tajam. dan semakin kuatnya segelintir pengusaha tertentu yang memperoleh fasilitas/ kemudahan. namun pembagian kue pembangunan tetap belum merata. Titik lemah terletak pada birokrasi pemerintahan yang lemah dan korup. Salah satu dampak dari akumulasi kebijakan negara tersebut di atas maka status negara tetap belum beralih dari OB Rente ke OB Pembangunan.pada era 1970-an dan 1980-an tidak dimanfaatkan secara baik. Kebijakan negara yang mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan fokus pada pertumbuhan proyek-proyek besar dengan harapan akan menetas ke bawah (trickle down effect) ternyata merupakan kebijakan dan harapan semu. Diposting oleh Wilson M. di mana pertumbuhan ekonomi mencapai 8% dengan nilai absolut GDP yang tinggi. Dampak dari kelemahan strategi negara tersebut ialah semakin tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran.

No.org/index.Th. Pada tahun 1981 konsep Ekonomi Pancasila dijadikan "Polemik Nasional" selama 6 bulan tetapi selanjutnya digemboskan dan ditenggelamkan.ekonomirakyat. Kami ingin tegaskan di sini bahwa konsep ekonomi kerakyatan bukan konsep baru. Ia merupakan konsep lama yaitu Ekonomi Pancasila. Inilah asas demokrasi ekonomi sebagaimana tercantum pada penjelasan pasal 33 UUD 1945. yang oleh ST MPR 2002 dijadikan ayat 4 baru.php [Artikel . I . kami mendapat banyak undangan ceramah/seminar tentang ekonomi kerakyatan yang dianggap kebanyakan orang merupakan ajaran baru setelah konsep itu muncul secara tiba-tiba pada era reformasi. 7 . "Diagnosis" tersebut menurut pendapat kami memang benar dan kami ingin menunjukkan di sini bahwa kecemasan dan keprihatinan kami sendiri sudah berumur 23 tahun sejak kami menyangsikan ajaran-ajaran dan paham ekonomi Neoklasik Barat yang memang cocok untuk menumbuhkan ekonomi (ajaran efisiensi) tetapi tidak cocok untuk mewujudkan pemerataan (ajaran keadilan). namun hanya lebih ditekankan pada sila ke 4 yaitu kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.September 2002] Mubyarto EKONOMI KERAKYATAN DALAM ERA GLOBALISASI Banyak orang berpendapat bahwa sejak krismon 1997 Indonesia telah men jadi korban arus besar "globalisasi" yang telah menghancur-leburkan sendi-sendi kehidupan termasuk ketahanan moral bangsa. Pada waktu itu (1979) kami ajukan ajaran ekonomi alternatif yang kami sebut Ekonomi Pancasila. . Kini 21 tahun kemudian.======================== http://www.

Berikut kami sampaikan terjemahan bab terakhir (bab 5) Summary and Implications dari buku kami tersebut. yang menunjuk secara keliru pada pengalaman pembangunan Amerika. intervensi pemerintah yang minimal. (3) Nasionalisme Ekonomi. Kesimpulan kami tetap sama seperti pada tahun 1979 yaitu bahwa hanya dalam sistem Ekonomi Pancasila. dan selanjutnya menggerakkan mereka lebih lanjut pada penelitian-penelitian dan arah kebijaksanaan yang memuja-muja persaingan atomistik. dan demokrasi/kerakyatan. Kini karena segala ajaran Orde Baru ditolak. keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat dicapai yaitu melalui etika. yang keliru menganggap bahwa ilmu ekonomi adalah obyektif dan bebas nilai. dan yang semuanya jelas tidak tepat sebagai obat bagi masalah-masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia dewasa ini. (4) Pendekatan Multidisipliner dalam Pembangunan. Ringkasan dan Implikasi Kami telah menelusuri sejumlah masalah yang sungguh memprihatinkan. Pada buku baru yang kami tulis di AS bersama seorang rekan Prof. bab 4 kami beri judul The New Economics of Indonesian Development: Ekonomi Pancasila. Para "teknokrat" ini bergaul akrab dengan pakar-pakar dari IMF dan Bank Dunia. dan serta merta merumuskan dan menerapkan kebijakan ekonomi yang mnghasilkan pertumbuhan. dengan alasan untuk menemukan "lembaga dan harga-harga yang tepat". pulang ke negerinya dengan penguasaan peralatan teori ekonomi yang abstrak.Mengapa tidak dipakai konsep Ekonomi Pancasila? Sebabnya adalah kata Pancasila telah "dikotori" oleh Orde Baru yang memberi tafsiran keliru dan selanjutnya "dimanfaatkan" untuk kepentingan penguasa Orde Baru. (2) Pembangunan Daerah bukan Pembangunan di Daerah. dan menganggung-agungkan keajaiban . Daniel W. Bromley "A Development Alternative for Indonesia". dengan isi (1) Partisipasi dan Demokrasi Ekonomi. Kegusaran utama kami adalah bahwa kebijaksanaan pembangunan Indonesia telah dipengaruhi secara tidak wajar dan telah terkecoh oleh teoriteori ekonomi Neoklasik versi Amerika yang agresif khususnya dalam ketundukannya pada aturan-aturan tentang kebebasan pasar. kemanusiaan. nasionalisme. yang menurut mereka juga akan membawa kesejahteraan dan kebahagiaan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. dan (5) Pengajaran Ilmu Ekonomi di Universitas. konsep Ekonomi Pancasila juga dianggap tidak pantas untuk disebut-sebut lagi. dan mereka segera tersandera ajaran dogmatis tentang pasar. Pakar-pakar ekonomi Indonesia yang memperoleh pendidikan ilmu ekonomi "Mazhab Amerika".

Gerakan ini mengadakan unjukrasa (demonstrasi) menentang pertemuan-pertemuan WTO. dan negara-negara Asia Timur. Praha (2000). dengan 3½ dekade "imperialisme intelektual". Sungguh sulit membayangkan kerugian yang lebih besar lagi. sampai di Genoa Italia (2001). Komitmen pada model-model ekonomi abstrak dan kepalsuan pengetahuan tentang proses pembangunan. IMF. Keangkuhan dari pakar-pakar ekonomi dan komitmen mereka pada kebijakan ekonomi gaya Amerika merupakan kemewahan yang tak dapat lagi ditoleransi Indonesia. jelas bukan negara yang ideal jika massa besar yang terpinggirkan berunjuk rasa di jalan-jalan. yang disebut gerakan antiglobalisasi. Kami khawatir Indonesia telah menukar penjajahan fisik dan politik selama 3½ abad. mengakibatkan terjadinya praktek-praktek yang keliru secara intelektual yang harus dibayar mahal oleh Indonesia. Nampaknya sudah berlaku pernyataan "kini kita semua sudah menjadi kapitalis". di manamana muncul gerakan untuk melawannya. kami ingin mengingatkan bahaya keresahan politik yang sewaktu-waktu bisa muncul. dan sejarah bangsa Amerika. Keprihatinan kita yang kedua adalah bahwa pertumbuhan pendapatan nasional per kapita sebenarnya merupakan indikator paling buruk dari kemajuan serta pembangunan ekonomi dan sosial yang menyeluruh. dan baru kemudian memikirkan pembagiannya dan keberlanjutannya. 2002) yang diresensi di manamana karena Stiglitz kebetulan adalah penerima hadiah Nobel Ilmu Ekonomi 2001 dan justru pernah menjadi Wakil Presiden Senior Bank Dunia . Belum tentu. Suatu negara yang kaya dan maju berdasarkan sebuah indikator. dan ancaman globalisasi yang garang.pasar sebagai sistem ekonomi yang baru saja dimenangkan. Praktek-praktek perilaku yang diajarkan paham ekonomi yang demikian. Terakhir terbit buku Joseph Stiglitz. demografi. hukum. Doktrin ini sungguh sangat kuat daya pengaruhnya terutama sejak jatuhnya rezim Stalin di Eropa Tengah dan Timur dan bekas Uni Soviet. dan Bank Dunia. Dan berbagai LSM tingkat dunia (NGO) menerbitkan buku-buku yang menganalisis secara ilmiah. Bagi mereka yang bersikukuh bahwa Indonesia harus terus mengejar pertumbuhan ekonomi sekarang. mulai dari Seattle (1999). dominasi dan campur tangan asing. Kami secara serius menolak pendapat yang demikian. mengancam secara serius keutuhan bangsa dan keserasian politik bangsa Indonesia yang lokasinya terpencar luas di pulau-pulau yang menjadi rawan karena sejarah. Globalization and Its Discontents (Norton. bekas Uni Soviet. Sudahkah kita sampai pada "akhir sejarah ekonomi?". dan upaya mempertahankannya berdasarkan pemahaman yang tidak lengkap dari perekonomian. Gerakan Anti Globalisasi Dalam 13 tahun terakhir sejak "Washington Concensus" [2] (1989) mengkoyak-koyak perekonomian negara-negara berkembang dari mulai Amerika Latin.

Namun reformasi 1997-98 menyadarkan bangsa Indonesia bahwa paradigma ekonomi selama Orde Baru memang keliru karena tidak bersifat kerakyatan. manusiawi. such as primary health care. Jika Ekonomi Pancasila mencakup 5 sila (bermoral. (5) A competitive exchange rate. maka ekonomi kerakyatan menekankan pada sila ke-4 saja yang memang telah paling banyak dilanggar selama periode Orde Baru. perlawanan terhadap "imperialisme intelektual" ilmu ekonomi Neoklasik sudah lebih lama meskipun juga menjadi lebih relevan dan legitimate (syah) sejak "Washington Consensus". UGM telah memutuskan membuka Pusat Studi Ekonomi Pancasila (PUSTEP) untuk menghidupkan kembali tekadnya mengembangkan sistem Ekonomi Panca sila yang berawal pada tahun 1981 ketika Fakultas Ekonomi UGM . dan jelas-jelas berpihak pada kepentingan konglomerat yang bersekongkol dengan pemerintah. (4) Interest rate liberalization. (9) Deregulation (in the sense of abolishing barriers to entry and exit). Washington Consencus adalah judul sebuah "kesepakatan" antara IMF. dan (10) Secure property rights. tetapi karena pemerintah Orde Baru yang didukung para teknokrat (ekonomi) dan militer begitu kuat. dan Steve Keen "mene lanjanginya" dalam Debunking Economics (2001). and infrastructure. dan Departemen Keuangan Amerika Serikat yang tercapai di Washington DC berupa resep mengatasi masalah ekonomi negara-negara Amerika Latin yang dirumuskan oleh John Williamson sekitar tahun 1989 yaitu 10 kebijakan/strategi: (1) fiscal discipline. nasionalis. demokratis. (7) Liberalization of FDI inflows. (2) A redirection of public expenditure priorities towards fields with high economic returns and the potential to improve income distribution. dan berkeadilan sosial). Selanjutnya Paul Ormerod (The Death of Economics. (8) Privatization. orang cenderung alergi dan menghindarinya. (3) Tax reform (to lower marginal tax rates and broaden the tax base). dan masyarakat seperti biasa mengikuti "arahan" pemerintah agar konsep Ekonomi Pancasila ditolak. Dari segi teori. primary education. (6) Trade liberalization. maka konsep Ekonomi Pancasila yang dituduh berbau komunis lalu dengan mudah dijadikan musuh pemerintah. 1992) menyatakan ilmu ekonomi Neoklasik ortodoks harus dianggap sudah mati. tetapi karena kata Pancasila telah banyak disalahgunakan Orde Baru. Bank Dunia.(1997-2000). Di Indonesia perlawanan terhadap teori ekonomi Neoklasik dimulai tahun 1979 dalam bentuk konsep Ekonomi Pancasila. Maka munculah gerakan ekonomi kerakyatan yang sebenarnya tidak lain dari sub-sistem Ekonomi Pancasila.

Maka kemiskinan tidak dapat ditoleransi sehingga setiap kebijakan dan program pembangunan harus memberi manfaat pada mereka yang paling miskin dan paling kurang sejahtera. Survey Aspek Kehidupan Rumah Tangga Indonesia (Sakerti) 3 (Juni – Desember 2000) membuktikan hal itu dengan . dan sistem ekonomi yang sesuai dengan ideologi Pancasila. karena UGM sudah lama dikenal sebagai pengembang gagasan Pancasila dan sudah memiliki Pusat Studi Pancasila. Srategi pembangunan yang memberdayakan ekonomi rakyat merupakan strategi melaksanakan demokrasi ekonomi yaitu produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dan di bawah pimpinan dan penilikan anggota-anggota masyarakat.mencuatkan dan menggerakkan pemikiran-pemikiran mendasar tentang moral dan sistem ekonomi Indonesia. bermoral Pancasila. Sistem Ekonomi Kerakyatan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Sistem Ekonomi Kerakyatan adalah Sistem Ekonomi Nasional Indonesia yang berasas kekeluargaan. Moral Pembangunan yang mendasari paradigma pembangunan yang berkeadilan sosial mencakup: peningkatan partisipasi dan emansipasi rakyat baik laki-laki maupun perempuan dengan otonomi daerah yang penuh dan bertanggung jawab. Kesimpulan Globalisasi bukan momok tetapi merupakan kekuatan serakah dari sistem kapitalisme-liberalisme yang harus dilawan dengan kekuatan ekonomipolitik nasional yang didasarkan pada ekonomi rakyat. pendekatan pembangunan berkelanjutan yang multidisipliner dan multikultural. pencegahan kecenderungan disintegrasi sosial. Kemakmuran masyarakat lebih diutamakan ketimbang kemakmuran orang seorang. Inilah pembangunan generasi mendatang sekaligus memberikan jaminan sosial bagi mereka yang paling miskin dan tertinggal. Syarat mutlak berjalannya sistem ekonomi nasional yang berkeadilan sosial adalah berdaulat di bidang politik. mandiri di bidang ekonomi. ilmu. penyegaran nasionalisme ekonomi melawan segala bentuk ketidakadilan sistem dan kebijakan ekonomi. dan berkepribadian di bidang budaya. penghormatan hak-hak asasi manusia (HAM) dan masyarakat. berkedaulatan rakyat. Semasa krismon kekuatan ekonomi rakyat telah terbukti mampu bertahan. Pendirian Pusat Studi Ekonomi Pancasila dimaksudkan untuk benar-benar mengkaji dasar-dasar moral. pengkajian ulang pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu ekonomi dan sosial di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Ekonomi rakyat benar-benar tahan banting. dan menunjukkan pemihakan sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat. Pemihakan dan perlindungan ditujukan pada ekonomi rakyat yang sejak zaman penjajahan sampai 57 tahun Indonesia merdeka selalu terpinggirkan.

Merger. it could be acquisition. or joint operation based only on certain project area. Actually. except that in the case of a merger existing stockholders of both companies involved retain a shared interest in the new corporation. Ke-Indonesia-an SYNERGY OF PERTAMINA-MEDCO: TOWARD TO WORLDCLASS OIL COMPANY Rumors about such a synergy plan of Pertamina and MedcoEnergy have spread since the last several months. A merger is very similar to an acquisition or takeover. Bagi kebanyakan orang desa tidak ada krisis ekonomi.menunjukkan 70% rumah tangga meningkat standar hidupnya. it was also confirmed by Arifin Panigoro (Founder of Medco) in end October 2008 that Medco was possibility for have a synergy with Pertamina to stimulate the state oil and gas company to become a world-class company. Krismon memang lebih menerpa orang-orang kota dan menguntungkan orangorang desa. A merger occurs when two companies combine to form a single company. in an acquisition one company purchases a . These two corporations are increasingly mentioned in some news and energy magazines in Indonesia. Kesan krisis ekonomi memang dibesar-besarkan oleh mereka yang tidak lagi mampu "berburu rente" (rent seekers) yang bermimpi masih dapat kembalinya sistem ekonomi "persaingan monopolistik" yang lebih menguntungkan sekelompok kecil orang/pengusaha kaya tetapi merugikan sebagian besar golongan kecil ekonomi rakyat. or joint operation of each business companies are ordinary things to keep on the continuity of companies. merger. By contrast. There are three optional synergy plans that can be chosen by them. acquisition.

Merger can grow both companies potentially. Medco has a network business in exploration and production overseas. Until now. Pertamina will not only potentially grow in performance of production. In addition. Medco has reaching 30 thousand bopd and gas reaching 145 mmscfd. And merger ever happens to Exxon Oil and Mobil Oil or Conoco Oil and Phillips Oil. if they can combine their strength to expand their business to all Middle East area. Pertamina should choose this option. 21/2001 issue and the spirit of Article 33 of the 1945. There are some examples for this synergy plan in oil and gas industry. Moreover. Acquisition occurs in BP and ARCO or Chevron and Texaco where eventually we know only left as BP and Chevron today. Pertamina is placed in second rank in oil production after Chevron Company and gas production after Total Company. merger is second choice for synergy plan after acquisition. . Joint operation happened to Pertamina and ExxonMobil to operate Cepu Block in Indonesia. This company has reached 191 mbopd (million barrel oil per day) and 1450 mmscfd (million standard cubic feet per day) of gas until august 2010. acquisition is more appropriate than merger and joint operation. Moreover. synergy plan between these companies will push Pertamina into becoming a world class company like other state oil companies in other Asian companies. with the revised Law No. As is well known. However. Now the question. from USA and some countries in Middle East area. But actually. creating an uneven balance of ownership in the new combined company. if Medco isn’t willing and Pertamina not ready for acquisition for now. And joint operation occurs when two or more companies just temporary doing specific project until it finished. This company can increase profit and will easy to expanding the overseas oil business. but also in assets and network. actually synergy plan between Pertamina and Medco has great opportunity and answer a doubt some parties that Pertamina can become a world class company not only for this country but also be an international player by its business in various countries. If it can materialize. what is appropriate choice of cooperation option for synergy plan of Pertamina-Medco? To able develop Pertamina rapidly. Medco will disappear from oil and gas industry in Indonesia. these companies had in fact to do it a long time ago in Donggi Senoro gas in Central Sulawesi. whose reserves reach 716 billion barrel. although it can’t grow Pertamina rapidly as same as acquisition choice. How about Joint Operation? Looking the intensive process these companies. it seems to be small opportunity choice for Pertamina-Medco synergy plan.bulk of a second company’s stock. we know that both names are remaining affixed to ExxonMobil or ConocoPhillips. because these companies will acquire profit and risk business equally. No other words to say. It will be an origin appears of merger between a state oil company and a private oil company in Indonesia. It’s only oil company have production increase when other company has decrease in their production in several years. All these entire sample synergy plans happens depend on situation and also by certain purpose each companies.

Jika ditilik dalam satu tahun terakhir. Bisa dikatakan. “Sebenarnya permasalahan apa yang terjadi pada dunia persepakbolaan Indonesia?” Tentu ini menjadi pertanyaan yang hinggap di benak ratusan juta bangsa ini. Indonesia mencatat prestasi di kancah ASEAN GAMES. Indonesia berada pada posisi ke-135 pada tahun 2010. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | Tinggalkan komentar » Membangunkan Macan Asia Yang Kini Tertidur Pulas Jika menukil sejarah persepakbolaan Indonesia berpuluh-puluh tahun yang silam. Maka pantaslah jika Indonesia kini disebut sebagai Macan Asia yang tertidur. Sejalan dengan waktu. Disana. Jika dipilahpilah. sebenarnya Indonesia memiliki sejarah yang cukup gemilang dalam ajang piala dunia. Indonesia tercatat sebagai negara Asia pertama yang masuk ke Piala Dunia. Tionghoa dan pribumi lainnya. Namun tampaknya prestasi tim sepakbola Indonesia mulai mandek semenjak memenangi medali emas SEA Games 1991. Mulai dari sinilah gelar “Macan Asia” disemat oleh Indonesia karena berbagai prestasinya yang semakin menukik. persepakbolaan Indonesia semakin berkembang. dengan nama Hindia-Belanda di tahun 1938. Dengan campuran pemain Belanda. Tercatat pada tahun 1950-an. Indonesia merupakan bagian dari perlehatan bergengsi dan berkelas itu. setidaknya ada beberapa hal reformatif yang bisa dilakukan bangsa ini jika menginginkan tim sepakbola yang kompetitif. Jawa. Ambon. dan kualifikasi Piala Dunia.Written by: Ryan Alfian Noor Writer is Student of Petroleum Engineering ITB 2006 Oktober 26. dimana Indonesia ada di posisi ke-91. Olimpiade. . Posisi ini turun jauh dibandingkan tahun 2003. Hegemoni sepakbola Indonesia mulai beralih ke kawasan Asia Tenggara pada tahun 1970-an pada turnamen antarnegara dan SEA Games. tim ini menggoreskan sebuah semangat sejarah yang tak mungkin dilupakan oleh bangsa Indonesia saat ini. itulah prestasi tertinggi yang diraih Merah-Putih hingga detik ini. Peringkat Indonesia di daftar Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional pun juga semakin jeblok.

akan menjadikan posisi tawar persepakbolaan Indonesia di mata Asia Football Confederation (AFC) meningkat. Hal ini harus dilakukan mengingat masih banyaknya jajaran pengurus pusat dan daerah PSSI yang memegang jabatan ganda di klub masing-masing. Tentu hal ini akan meningkatkan performa dan kualitas pemain-pemain Indonesia agar lebih kompetitif. kontinuitas peningkatan kualitas pemain dapat terus terjaga dari generasi ke generasi. Hal kedua yang harus dilakukan adalah merealisasikan pemusatan latihan bertaraf international di dalam negeri. Sampai saat ini belum ada arah yang jelas arah pembinaannya. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | 1 Komentar » . Perlu jangka waktu yang panjang dan dukungan penuh semua pihak.Yang pertama adalah pembinaan tim sepak bola Indonesia usia muda yang berkelanjutan. Tak jarang. Dengan adanya akademi latihan yang lengkap ini. Hal reformatif berikutnya adalah meningkatkan iklim bisnis Indonesia yang menjangkau sepakbola. Hal reformatif terakhir yang harus dilakukan adalah organisasi yang memegang kuasa penuh atas perkembangan dunia persepakbolaan Indonesia. Dengan demikian. seperti halnya Australia dan Jepang yang notabene telah masuk alam ajang piala dunia. Hal ini terlihat jelas dengan pengadaan ajang kompetisi yang cenderung apa adanya dan tidak profesional. Oleh: Ryan Alfian Noor Mahasiswa Teknik Perminyakan ITB 2006 *Tulisan ini pernah nangkring di Harian Seputar Indonesia pada hari Rabu 13 Oktober 2010 Oktober 16. peluang klub Indonesia bermain di ajang Liga Champion Asia akan semakin lebar. jika memang bangsa ini mau menyabet kembali gelar “Macan Asia” yang hilang. Memang semua hal reformatif bukan semudah membalik telapak tangan. Sebenarnya hal ini sangat memungkinkan dilakukan Indonesia mengingat negeri ini seringkali menginvestasikan jutaan dolarnya untuk mengirimkan sebuah timnas untuk belajar dan berlatih ke luar negeri 2 sampai 4 tahun. konflik kepentingan muncul mewarnai organisasi tersebut disaat prestasi sepakbola Indonesia sangat merosot. Padahal sudah jelas bahwa persoalan mendasar dari tim junior Indonesia adalah teknik dasar yang masih lemah. sepakbola belum dianggap sebagai lahan industri yang bisa menghasilkan keuntungan besar. Di Indonesia. Padahal untuk membentuk tim sepakbola kompetitif juga diperlukan organisasi yang sehat dengan pengurus yang bersih dan profesional. Padahal dengan hadirnya sepakbola menjadi industri besar di Indonesia.

jika dulu kebanyakan pengerjaan proyek migas masih menggunakan tangan dan ketelitian mata. jenisnya. ekonomi. Jadi ketika berbicara tentang teknik perminyakan. “Petroleum” bermakna fluida hidrokarbon yang ada didalam lapisan geologi didalam permukaan bumi. dari sisi prakteknya dilapangan dan serta peluang diversifikasi ilmunya di Indonesia. Tampak pula sekarang berbagai macam software yang berlisensi atau yang bebas turut mempermudah pekerjaan seorang Engineer Teknik Perminyakan. analisis ekonomi. Sebenarnya makna “Petroleum Engineering” tidak mengikat fokus pada dunia perminyakan saja (berbeda dengan bahasa Indonesia. membuat kita seolah-olah dapat memprediksi apa saja yang akan terjadi di dalam bumi sana. Hingga kini. Dan hidrokarbon pun bisa berbentuk gas. Sejak saat itulah ilmu itu terus menggeliat hingga memiliki kurikulum terstandar dalam dunia universitas atau institut dengan judul “Petroleum Engineering”. tanpa kita harus kedalamnya. kini semua telah termanajemen rapi dalam sebuah komputer. “Teknik Perminyakan” memiliki arti seolah hanya berfokus pada pengambilan minyak saja). Walaupun ada banyak bidang Teknik Perminyakan saat ini. Jika ilmu Teknik Perminyakan tidak mengakselerasi perkembangannya. perkembangan dunia simulasi numerik dari sebuah reservoir di sebuah computer. Ilmu Teknik Perminyakan masih terus mengakselerasi perkembangannya. dan minyak berat sesuai dengan komposisinya. Berkaca dari sejarahnya.Meneropong Masa Depan Perminyakan Indonesia Sudah ada banyak tulisan yang telah menguak tentang sains perminyakan (maknanya. Belum lagi. yang tak lain dan tak bukan lahir dari ilmu geologi yang telah berkembang cukup pesat sebelumnya. hingga kini ilmu Teknik Perminyakan masih “balita” karena baru berumur sekitar dua abad. dll) dan analisis perminyakan (analisis energi. Bisa dikatakan. Perkembangan ilmu Teknik Perminyakan negara- . ilmu Teknik Perminyakan mulai tumbuh kembang saat Kolonel Drake yang mengebor lapisan tanah di Titusville di Pennsylvania. Namun kali ini. Ilmu Teknik Perminyakan selalu berkembang dengan pesat terutama di negara-negara yang kaya dengan sumber migas. dan Negara Timur Tengah yang memiliki sederet nama kampus yang terdapat jurusan “Petroleum Engineering” didalamnya. dan politik yang kini telah dewasa karena telah berkembang selama beratus-ratus abad yang lalu. Ketiga sub-teknik ini terus berkembang dengan paduan sistem terkomputerisasi dan teknologi saat ini. Maka tak heran. filsafat. minyak. maka kita tidak hanya berbicara tentang pengambilan minyak saja. Kita bisa mengambil contoh di Amerika. dan Teknik Produksi. hal ini menjadi penting untuk dipelajari karena negeri ini kaya dengan sumber migasnya. saya ingin meneropong lebih jauh tentang masa depan perkembangan “Teknik Perminyakan”. maka tantangan energi bangsa ini tidak akan pernah terjawab. Pengambilan gas pun juga menjadi bagian dari ilmu ini karena dari segi teknis hampir sama dengan mengambil minyak. tapi secara umum ilmu ini bisa dibagi kedalam ketiga sub-teknik: Teknik Reservoir. Eropa. dll). cara pembentukannya. Hal ini bisa dibandingkan dengan ilmu matematika. Bagaimanapun juga. Teknik Pengeboran.

namun secara perlahan mulai menunjukan perkembangannya. . Kedepannya. yaitu di sepanjang pantai barat Kalimantan (Sumber: IAGI. dan masih ada 22 basin lagi yang belum dieksploitasi hingga sekarang. 2006). yang 15 di antaranya telah berproduksi. kemudian baru berlanjut pada SDM yang berkualitas dan modal yang mumpuni. Dalam salah satu sumber telah disebutkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki 60 cekungan sumber migas yang terbentang di sepanjang pantai barat Sumatera termasuk di Laut Cina Selatan. industri migas mulai berancang-ancang untuk melakukan pembatasan jumlah karyawan karena belum adanya lapangan baru untuk dieksploitasi. Secara umum. Kampus tersebut adalah ITB. pantai utara Jawa dan berbelok ke selat Makasar. UPN. Mari kita melihat sekilas sumber energi dalam permukaan bumi Indonesia lainnya. Walhasil. mata kuliah yang berkaitan dengan hal ini sebaiknya diperbanyak. perlu kiranya kita kaitkan dengan realita sumber migas yang ada di Indonesia ini. 11 belum produksi. yang proses mengambilnya mirip dengan proses mengambil migas. Trisakti. khususnya ITB. baik perusahaan nasional atau asing. saat ini produksi minyak mengalami degradasi terus-menerus sejak tahun 2000. Namun semuanya akan berpulang lagi pada perkembangan ilmu Teknik Perminyakan itu sendiri. 60 cekungan ini dirinci lagi menjadi 38 basin telah dieksploitasi. Berbicara ihwal perkembangan ilmu Teknik Perminyakan ini. dan beberapa STT Migas yang tersebar di seantero di Indonesia. Sampai sejauh ini. Hal ini ditandai dengan menurunnya pendapatan negara yang berasal dari sektor migas. Efek domino yang bisa dirasakan saat ini adalah perkembangan dunia migas di Indonesia menjadi terhambat. Belum lagi ditambah dengan faktor politis sumber migas yang jadi rebutan negara adidaya dan isu hangat PSC Indonesia yang masih belum surut hingga kini. Walaupun pengenalan kedua ilmu itu belum terlalu populer di Indonesia. Selain itu. telah sudah ada beberapa kampus yang memasukan ilmu Teknik Perminyakan didalam salah satu kategori jurusannya. Rupanya era keemasan produksi minyak Indonesia dari tahun 1976-2000 telah berlalu karena stagnansi eksploitasi basin Indonesia. Hal ini ditandai dengan diadakannya mata kuliah Teknik Panas Bumi dan Unconventional Hydrocarbon Recovery sebagai mata kuliah baru di Teknik Perminyakan kampus Indonesia. Sebenarnya solusi permasalahan ini dapat dipandang dari berbagai sisi. Adalah non konvensional gas (coalbed methane dan gas hydrate) dan geotermal yang memiliki prospek masa depan energi yang potensial di Indonesia. Lantas bagaimana dengan Indonesia? Sebenarnya ilmu Teknik Perminyakan Indonesia juga berkembang pesat seperti negara-negara kaya migas lainnya. kampuskampus tersebut memang getol sekali menelurkan alumni-alumninya untuk berkontribusi dalam industri migas yang ada di Indonesia. dan adalah sebuah keniscayaan suatu saat akan menjadi disiplin ilmu tersendiri di kampus yang nantinya akan menjadi interdisiplin dari ilmu perminyakan. Univ. dan dalam tahap eksploitasi.negara itu ditopang oleh kebutuhan industri eksplorasi dan eksploitasi migas yang memang diminta oleh pemerintah untuk bisa memenuhi energi di negaranya.

modal yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Memang hingga detik ini. Tidak diragukan lagi bahwa penguasaan bahasa asing. tentu SDM yang dihasilkan haruslah bisa membangun kemandirian negara dari sektor energi. yang menjadi visi besar setiap kampus negeri ini. kemampuan memimpin tim. saya ingin menutup tulisan saya ini dengan kata-kata John Naisbitt dalam salah satu bukunya. maka yang tercipta hanyalah manusia-manusia yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya sendiri dan tidak memilikisense of belonging pada permasalahan energi bangsanya. Yang menjadi rekan disini bukan hanya dari Indonesia saja. untuk bisa membangun dan mengembangkan dunia petroleum Indonesia. Kita pasti bisa. dan pihak alumni dari Teknik Perminyakan sendiri untuk membangun proses riset dan penelitian yang baik di kampus. pemerintah. Masa emas produksi minyak Indonesia memang sudah lewat. kepandaian berbicara di depan umum. Memang benar adanya bahwa kita harus belajar dari masa depan seperti kita belajar dari masa lalu. kegiatannya selalu diarahkan pada pembangunan bangsanya. analisis. Hal ini dimotori kurangnya asupan dana yang disuntikan oleh pihak-pihak yang bersangkutan seperti ikatan alumni. Memang saat ini kita berada dalam kidung keterbatasan energi nasional kita sehingga mau tidak mau kita telah mengimpor minyak. Tanpa adanya penanaman jiwa nasionalisme dan integritas pribadi pada calon alumni-alumninya. tapi disana kita belajar dan menginstropeksi diri kita selama 24 tahun bagaimana cara mengelola minyak dengan baik hingga era kemandirian energi Indonesia itu pernah ada. Dalam kaitannya dalam dunia perminyakan. Akhirnya. Jadi di perguruan tinggi manapun di Indonesia. Tentunya. . dan Pengabdian Masyarakat. dan industri. kampus juga harus bisa meningkatkan kapasitas para calon alumninya agar dapat unggul di kancah dunia internasional. Belum lagi alat laboratorium yang sudah usang karena tak diganti sejak lama. merupakan beberapa softskill yang harus dimiliki para alumni Teknik Perminyakan agar bisa berkompetisi dan bersosialisasi dengan para rekannya. Dan yang terakhir dan tak kalah pentingnya adalah permasalahan modal. Penelitian. Apalagi jika arah riset dari kampus di bidang Teknik Perminyakan sendiri mulai diarahkan pada pembentukan hard-product yang dapat diaplikasikan langsung di lapangan dan bukan lagi hanya konsepsi tertulis diatas kertas saja. pemerintah. Di Indonesia dikenal sebuah credo Tridharma Perguruan Tinggi: Pendidikan. Kedepannya. perlu dibentuk sebuah komitmen jelas antara industri. Sudah kita ketahui bersama bahwa kampus merupakan lembaga pendidik dan penghasil manusia sesuai dengan tujuan kampusnya. atau laporan) yang dihasilkan para calon alumni Teknik Perminyakan masih terkendala dengan keterbatasan data yang dimiliki kampus. kebanyakan soft-product (metode. Modal sangat penting bagi kampus sebagai biaya riset dan penelitian. alih-alih sudah mencakup rekan dari seluruh tataran belahan dunia lainnya. Dunia migas merupakan “lahan basah” untuk berkarir dan tidak bisa dipungkiri juga bahwa prospek gajinya sangat cerah. Dia mengatakan: “we must learn from the future in precisely the ways we have learned from the past”. Masa lalu telah mengajarkan banyak hal pada kita semua.Yang kedua adalah SDM yang berkualitas. Selain itu.

untuk mengusir para pemodal asing. Orang-orang yang hidup masa kini tetapi masih memakai cara berpikir masa lalu bisa-bisa akan terkena dampak yang diistilahkan oleh Alvin Tofler dengan nama “future shock”. Ki Hadjar Dewantoro. Bung Hatta. mengingat permasalahan yang semakin kompleks dan teknologi semakin maju. KH Hasyim Asy’ari. Jika dulu para aktivis dapat melakukan terobosan gerakannya lewat momentum kemerdekaan. Lewat opini yang dia lontarkan di media maya surat . Lingkungan eksternal yang senantiasa berubah. dan sederet nama aktivis lainnya. Lantas bagaimana menyikapi hiruk-pikuk permasalahan era zaman kita? Apakah kita akan diam? Kalau kita ingin biasa-biasa saja. untuk menggulingkan kediktatoran seorang pemimpin. Uncategorized | Tinggalkan komentar » Menjadi Aktivis Masa Kini Bung Karno. Sebagai contoh. membuat para aktivis terkadang kelimpungan menghadapinya. Prita yang merasa dirugikan digugat hukum oleh pihak rumah sakit. maka janganlah membuat terobosan-terobosan apa-apa. Tetapi kalau suara kita mau didengar. Tjipto Mangunkusumo. kisah gugatan hukum Prita oleh sebuah Rumah Sakit Internasional di Indonesia tentu masih melekat kuat dibenak kita. Silakan statis dan monoton saja. Di tengah-tengah impitan pihak imperialis dan kolonialis. Sjamsurijal. Setiap masa memiliki nuansa permasalahannya sendiri. sehingga seakan kita terpecah dalam terobosan gerakan masing-masing “wadah” aktivis. Wahidin Sudirohusodo. Adanya kemampuan pihak suprastruktur (pemerintah) untuk menggeser-geser isu negara dengan cepat dan cantik.Bisa jadi memang kita belum menemukan momentumnya. KH Ahmad Dahlan. merupakan orang-orang yang senantiasa kreatif dalam mencari terobosan dalam menyiasati keadaan. Hal ini dilanjutkan dengan belum ditemukannya format baku gerakan aktivis pasca reformasi ini. Barangkali apa-apa yang dilakukan aktivis terdahulu tidak lagi cocok dengan realitas saat ini.Oleh: Ryan Alfian Noor Mahasiswa S1 Teknik Perminyakan ITB 2006 September 2. kiprah kita mempengaruhi banyak orang dalam skala yang luas. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an. maka berbuatlah sesuatu. mereka sangat aktif memanfaatkan kesempatan untuk menjadikan bangsa ini merdeka. sehingga kita “bukan aktivis biasa”. Manfaatkan media apapun secara positif karena kekuatan media adalah sangat luar biasa. Menjadi aktivis pada zaman yang “musuh bersama”-nya sangat abstrak saat ini. Sutomo. berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain. memang butuh kreatifitas ekstra.

Manfaatkan saja “alat-alat” itu untuk kepentingan yang lebih positif. Bentuknya bisa tuangan pemikiran orisinalitas kita dalam bentuk tulisan atau bisa pula berupa penyuaraan opini lewat gerakan-gerakan inovatif atau karya yang telah dilakukan. Memang konten lewat kajian intelektual yang mendalam itu penting. dan realitas tanpa disentuh intelektualitas hanya akan menjadi permasalahan tak akan kunjung usai. Buat apa kita melakukan aksi berkarya? Buat apa kita melakukan aksi turun ke jalan? Buat apa ada aksi mengabdi masyarakat? Buat apa aksi melatih jiwa kewirausahaan kita? Pertanyaan-pertanyaan ini hanya bisa didapatkan ketika kita dapat menemukan titik temu intelektualitas kita dengan realitas masyarakat. Kalau tulisan atau gerakan yang kita lagi-lagi. Tanpa big picture yang demikian itu. Akan halnya dengan kisah Jojo dan Sinta. jangan salahkan peralatan musiknya. Kemahasiswaan | Tinggalkan komentar » . 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an.elektronik. Ternyata. hal sederhana yang tampil apik di media dapat menyebabkan dampak sistemik yang tak sekedar isapan jempol belaka. kita hanya akan kehilangan orientasi dan akhirnya hanya sekedar bertindak sebagai pemberi reaksi-reaksi spontan yang tidak akan berdampak fundamental dalam masyarakat. Siapa kini yang tidak tahu mereka? Dua wanita yang merekam lipsync “Keong Racun” mendadak melontarkan keduanya sebagai orangorang yang bahkan lebih popular ketimbang peserta kontes idol atau pencarian bakat yang terlembaga. jangan salahkan internetnya. bahwa jangan pernah terjebak. karena kita tidak suka substansinya. tentu akan sulit dilirik media dan barangkali masyarakat pun sudah lelah melihat hal berulang dan terkesan itu-itu saja. tetapi aksi apa pun juga memerlukan situasi medan yang dihadapi. Prita memantik dukungan masyarakat Indonesia lewat gerakannya yang bertajuk “gerakan koin peduli Prita”. Kalau kita tidak suka musik. menyalahkan alatnya. Jadi. Intelektualitas tanpa menyentuh sisi realitas hanya menjadi kajian belaka. adalah sebaiknya aktivis jika mereka setidak-tidaknya mempunyai gambaran yang menyeluruh mengenai masalah-masalah pokok yang dihadapi negaranya. tetapi metode atau cara penyampaian juga tak kalah pentingnya. Penggunaan media yang optimal harus diimbangi dengan “isi” yang mau hendak kita bawa. Bang Alfan Alfian (Dosen Fisip UN) pernah mengatakan dalam salah satu tulisannya. Adalah sebuah kebenaran bahwa bukan tugas aktivis saja untuk menyodorkan konsepkonsep finalnya dalam sebuah aksi. Kalau Anda tidak suka konten-konten negatif situs-situs di internet. Oleh: Ryan Alfian Noor Mentri Koordinator Bidang 1 Kabinet KM ITB 2009-2010 Agustus 19. biasa-biasa saja.

Pandangan ini terlalu sempit. Masyarakat yang hidup dalam nuansa kota yang demokratis pun harus aktif mengawasi pembangunan kotanya. dan profesional untuk mengambil pilihan-pilihan sulit untuk membuat kota yang lebih baik. Perlu ada campur tangan masyarakat didalamnya untuk membantu pemerintah. Kota madani diadaptasikan dari pembangunan kota madinah. maka semakin produktif dan tumbuh ekonomi kota tersebut. Semakin tinggi GDP sebuah kota. maka pembangunan kota akan dapat menjadi lebih aman. dan efisien. dan proses politik yang baik. ada empat pilar modal yang diperlukan sebuah kota agar dapat melaksanakan sebuah proses pembangunan kota yang baik. kota madani memerlukan pemimpin yang bersih jujur. legislatif. Dan semua modal tadi dipadukan dalam satu indikator yang bernama Gross Domestic Product (GDP). Disinilah mental pemimpin akan diuji. namun tidak meninggalkan unsur perbedaannya. Masyarakat harus mengingatkan pemerintahnya dengan cara-cara . Kota madani sering dielu-elukan oleh kota abad 21 saat ini. Dari sini pula muncul sebuah sikap kosmopolit yang menjadi cikal bakal terbentuknya sebuah masyarakat yang terbuka dan demokratis. masyarakat harus melakukan pembelajaran sejarah masyarakat dunia yang telah berhasil membangun kotanya. dan tujuan pembangunan yang mengarah pada perekonomian yang baik. Menurut World Bank. proses. Berbicara tentang pemerintah. Pembangunan masyarakat juga harus dipadu dengan peningkatan kualitas hidupnya. tentram. karena konsep pembangunannya yang holistik. modal fisik. Jika dirujuk pada sejarahnya. masyarakat harus berpendidikan dan moral yang baik. langkah selanjutnya yang harus difahami adalah modal. Untuk membangun kota yang baik. modal manusia. realistik.Membangun Kota Madani Berperadaban Hakikat pembangunan kota yang baik adalah membangun masyarakat. kota madinah berhasil membuat sebuah konstitusi dimana didalamnya terdapat produk politik yang terumuskan melalui kesepakatan berbagai unsur pluralisme kultural dalam masyarakat. nyaman. Dan untuk pembangunan kota yang lebih efektif. dan yudikatif. Jika hal ini benar-benar dapat diaplikasikan. Empat modal itu adalah modal alami. Dan untuk melakukannya. apakah berhasil atau tidak. Pemimpin disini adalah eksekutif. Pun demikian jika berbicara tentang kota madani. pemerintah tidak akan bisa melakukannya sendiri. Koordinasi dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat adalah penting. masyarakatlah yang akan menjadi penentu akan bertahan seberapa lama keutuhan kota tersebut. masyarakat yang baik. adil. parameter GDP tidaklah cukup. Sebaik apapun sebuah kota. Untuk membangun kota madani berperadaban. dan modal sosial. Semuanya saling bergantung (interdependent) yang disebut oleh Bung Karno dengan masyarakat gotong royong. Setelah mengetahui sejarah.

dan media yang memberikan infrmasi yang menunjang kebenaran. pengusaha. Walaupun pada kenyataannya perekonomian yang baik. sektor swasta. hukum yang baik. Ada banyak kasus dilapangan yang membuat satu hal dambaan tadi saling berlawanan dengan hal yang lainnya (trade-off). Adam Smith memberikan sebuah argumentasi bahwa pemenuhan kepentingan pribadi (pure self interest) setiap warga harus diimbangi dengan pengendalian diri (self restraint) dari ambisiusitas dirinya. namun juga dengan nilai-nilai religiusitas dan budaya luhur masyarakatnya sendiri. dan good people). The Theory of Moral Sentiments (1754). dan proses politik yang baik adalah dambaan semua elemen masyarakat yang hidup di kota madani. Bukan hanya dengan hukum dan peradilan.yang beretika dan bermoral. Hal ini harus didukung dengan peran kaum intelektual. terkadang semua hal ini sulit tercapai. Disinilah fungsi besar pemerintah menjadi pengendalinya. Oleh: Ryan Alfian Noor Mentri Koordinator Pengembangan Karakter Kemahasiswaan Kabinet KM ITB Agustus 12. kemajuan. dan persatuan. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | Tinggalkan komentar » . dan masyarakat yang baik (good governance. masyarakat yang baik. Dalam bukunya. Untuk itu perlu ada upaya pemerintah dan masyarakat untuk merealisasikan pemerintahan. good private sectors.

Di era milenium saat ini. selalu dilekatkan secara personal pada seseorang atau secara komunal pada sebuah kumpulan orang. Dalam KBBI telah disebutkan dengan gamblang bahwa kata “Pembangunan” merupakan proses berkelanjutan untuk bangkit. saya ingin mengajak kita semua untuk mengingat sasaran pembangunan milenium yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2005 silam. Dalam perjalanannya. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan . Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim 2. Artinya kita berbicara tentang kehidupan bangsa-bangsa. Dan berbicara tentang permasalahan ini. Kata “Bangun” atau sering pula diselaraskan dengan kata “Bangkit”. Pemerataan pendidikan dasar 3. yakni: 1. Untuk mencapai sebuah perdamaian dunia. Indonesia dan 189 negara lainnya telah menyepakati 8 sasaran milenium. bisa itu masyarakat atau juga negara.Refleksi Perkembangan MDGs Dunia dan Indonesia Diksi kata “Pembangunan” memiliki sebuah definisi yang sangat besar di dalamnya. pembangunan mestilah difokuskan pada pembangunan dalam level masyarakat globalisasi. pembangunan akan menemui friksifriksi eksternal yang akan menjadi inhibitor dan katalisator yang mempengaruhi waktu pencapaian keagungan visi dari pembangunan tersebut. paradigma pembangunan dalam level personal dan bangsa pun belumlah cukup.

4. bahwa dalam konteks kenegaraan. Tidak berakhir sampai disana. malaria. hingga kini masih dipertahankan keberadaannya oleh negara berkembang. Sampai sekarang. ambisi pribadi (self interests) harus diimbangi dengan moral yang baik sehingga dapat menahan nafsu dan ambisinya (self reliance). sudah tentu tidak akan ada pemerataan yang adil bagi semua negara-negara di dunia.1 milyar manusia. Mengurangi tingkat kematian anak Meningkatkan kesehatan ibu Perlawanan terhadap HIV/AIDS. Sach dalam The End of Poverty: Economic Possibilities for Our Time (2005) sebagai ”kemiskinan ekstrim”. Bisa dibayangkan kalau hal itu tidak dilakukan. MDGs telah menjadi referensi . Dunia kita sejatinya dipenuhi kemiskinan. Hal inilah yang benar-benar diperingatkan sejak lama oleh Adam Smith didalam bukunya Wealth of Nation (1776). Kemiskinan berlanjut pada merosotnya pemerataan pendidikan dan peningkatan mortalitas manusia. kini harus secara pasti bertransendensi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat global. permusuhan dan terorisme. setiap hari delapan juta orang meninggal karena terlalu miskin untuk bertahan hidup.4. Ladang kering dan tandus bagi perdamaian. Inilah lahan subur bagi konflik. Lahirnya delapan butir sasaran MDGs ini menjadi pintu gerbang negara-negara dunia bisa mengendalikan ‘nafsu’ nya sekaligus memupuk kesadaran bahwa ada tanggung jawab untuk menjaga keutuhan dunia bersama. dan 3 miliar dolar AS untuk mereduksi penyakit malaria. Sasaran-sasaran ini membuat semua paradigma pembangunan sebuah negara menjadi berubah.6 miliar dolar AS untuk meningkatkan keamanan pangan. negara-negara penggiat MDGs tetap bertahan menyuarakan seuran untuk mengambil langkah aksi guna mencapai semua sasaran tersebut. 6. Pembangunan yang tadinya berfokus pada kemakmuran sendiri. Sebut saja misalnya Traktat Tokyo (1997) yang banyak ditentang oleh negara adidaya. atau seperenam penduduk bumi. terpuruk dalam apa yang disebut Jeffrey D. 5.7 persen dan menolak ODA (official development assistance) yang tidak bermanfaat untuk negara tersebut. 8. Sekarang bagaimana dengan negara Indonesia? Indonesia termasuk negara yang sangat concern merealisasikan capaian 8 butir sasaran tadi. rusaknya lingkungan hidup juga menjadi permasalahan yang tak kunjung usai. dengan sekitar 1. tanpa syarat dan berkualitas minimal 0. Ada lagi solidaritas dari negaranegara selatan untuk mendesak negara-negara utara meningkatkan bantuan pembangunan bukan hutang. Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai macam usaha dunia yang mengarah pada sasaran Millennium Development Goals (MDGs) tersebut. dan penyakit lainnya Menjamin daya dukung lingkungan hidup Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan Di dunia kita hari ini. 7.5 miliar dolar AS untuk pendidikan. Komitmen nyata yang telah hadir adalah tergalangnya dana 16 miliar dolar AS. Negara-negara yang kaya akan semakin kaya dan negara-negara miskin akan semakin berada di lembah kemiskinannya. permasalahan penyebaran penyakit baru. Sementara 1.

Hal ini sangat mengkhawatirkan.54 triliun (2015) rentang waktu yang sama untuk pencapaian MDGs. Kemungkinan itu ditunjukan lewat angka kematian ibu melahirkan yang masih tinggi. tidak salah jika Indonesia ditempatkan pada posisi yang rentan. Sinkronisasi arah gerak pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Begitu pula juga dengan kesadaran pemahaman gender dan menjaga lingkungan hidup. Maka jangan sampai sistem desentralisasi negara ini menjadi penghambat. Program dan tindakan itu hanyalah menjadi sia-sia belaka tanpa adanya tindakan nyata di level kabupaten. dan lembaga donor. mengingat sisa waktu lima tahun lagi (baca: 2015) untuk bisa memenuhi MDGs. per 31 Agustus 2008. Akibat hal tersebut. perbaikan sektor pendidikan Indonesia. Setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan negara ini untuk dapat memenuhi sasaran MDGs kedepannya: Pertama. baru menurun drastis (2016) menjadi Rp66. Manusia Indonesia yang terkenal dengan jiwa sosial dan kegotongroyongannya akan memberikan kontribusi yang besar dalam pencapaian MDGs kedepannya.penting pembangunan di Indonesia. beban pembayaran utang Indonesia terbesar akan terjadi pada tahun 2009-2015 dengan jumlah berkisar dari Rp97. Walaupun mengalami berbagai kendala. Jadi. dan penyakit pun pasti akan menurun. kematian. serta lebih buruk dibandingkan Vietnam.70 triliun. mulai dari tahap perencanaan seperti yang tercantum pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) hingga pelaksanaannya dibawah komando Bappenas. Ketiga. Program-program MDGs lainnya membutuhkan biaya yang sangat besar. namun pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini dan dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak. pihak swasta. dan peremajaan lingkungan hidup yang tidak optimal. dan India. Pemerintah harus memutar otak untuk meningkatkan jumlah partisipan pendidikan sesuai dengan umur pendidikannya. Didalam kearifan lokal terkandung sebuah visi. semakin menggeliatnya peran pemerintah daerah untuk menyukseskan tujuan pembangunan milenium. Sayang aduh sayang. Jumlah pembayaran utang Indonesia. ada 46 program dan 105 tindakan terkait upaya pencapaian MDGs. Indonesia harus benar-benar memacu diri untuk mengejar ketertinggalannya.7 triliun (2009) hingga Rp81. Bagaimana tidak? pendidikan akan meningkatkan harkat hidup orang miskin. Dengan semangat kepedulian yang tinggi. Indeks kerentanan pencapaian MDGs Indonesia berada pada posisi menengah bersama Filipina. mempertahankan kearifan lokal yang ada di Indonesia. sehingga bencana kelaparan. anggota masyarakat Indonesia . hampir delapan sasaran MDGs dapat tercapai jika sasaran perbaikan sektor ini telah selesai. program prorakyat. Sebenarnya. dan nilai-nilai yang menjelma menjadi sebuah identitas sebuah masyarakat. Jika dirujuk lewat data Departemen Keuangan. Bangladesh. semakin cepat pula MDGs negara Indonesia akan tercapai. termasuk masyarakat madani. dan program keadilan untuk semua yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat. Saat ini. baru-baru ini pemerintah menengarai bahwa ada tiga sasaran yang dimungkinkan gagal pencapaiannya pada tahun 2015. pencegahan HIV/ AIDS yang belum maksimal. Kedua. Nepal. Belum lagi tanggungan beban hutang yang sangat besar. misi. dan Papua Nugini.

Implementasi dari penggunaan prinsip ini akan berdampak sistemik terhadap penurunan pencemaran lingkungan. termasuk negara Indonesia. negara-negara berkembang dan miskin berulang kali terjebak jeratan utang yang justru jadi beban. menjadikan semua bangsa di ASEAN menjadi was-was. memiliki potensi besar untuk menggunakan Eco-Technology. Pengalaman sudah membuktikan sejak proses globalisasi bergulir muncul pula isu-isu seperti perdagangan global yang tidak fair. yang terjadi justru sebaliknya. Prinsip ini mencoba menyeimbangkan antara kebutuhan manusia dan kebutuhan alam. Ekonom Indonesia benar-benar khawatir kalau produk dalam negeri ini tidak mampu bersaing dengan negara itu. dalam beberapa tahun terakhir. seringkali pula peningkatan itu hanya ada dalam hitung-hitungan di atas kertas. Namun. sektor masyarakat dapat membantu sektor pemerintah secara kultural. juga sistem keuangan global yang labil yang menelorkan krisis. tapi tidak negara-negara berkembang dan miskin. Indonesia yang kaya dengan sumber daya energi alternatif. Dalam proses globalisasi. seorang pemikir ekonomi dunia asal Peru pernah menegaskan bahwa sejak proses globalisasi mulai berlangsung. apalagi jika diukur dengan indikator-indikator lebih luas. Dengan demikian. mengoptimalkan penggunaan prinsip Eco-Technology. seharusnya uang mengalir dari negara kaya ke negara miskin. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | 2 Komentar . banyak industri pengrajin Indonesia yang bangkrut akibat tidak mampu bersaing dengan produk Cina.komentar » Kemelut Dampak Sistemik Globalisasi Pada Indonesia Hernando de Soto. Juli 11. Sementara negaranegara kaya memiliki kemampuan untuk menahan risiko fluktuasi kurs dan suku bunga. Tapi. negara-negara berkembang dan miskin menanggung beban fluktuasi tadi. Mari berkaca pada isu perjanjian AFTA yang kini menjadi dampak sistemik globalisasi. kondisi kehidupan di hampir semua negara terkesan meningkat. Prinsip ini memberikan solusi atas ketergantungan negara Indonesia pada penggunaan energi fosil. Hal ini diperkuat lagi dengan adanya fakta.bisa bertenggang rasa dan tepo seliro pada anggota masyarakat lainnya yang mengalami suatu problem kehidupan. Yang menjadi pemasalahan kini tinggallah ketentuan kebijakannya. Dalam kondisi tersebut. Keempat. Padahal itu terjadi jauh sebelum AFTA diberlakukan. Negaranegara maju dan kuat memang bisa meraih keuntungan. Belum lagi bermunculan rezim hak properti intelektual. Namun dengan kehadiran Cina yang turut meramaikan perjanjian ini. pada sektor ekonomi Indonesia. Sebenarnya AFTA merupakan peluang bagi negara ASEAN untuk berkompetisi secara fair memasarkan produk hasil negerinya. yang malah menghabisi akses masyarakat miskin untuk mendapat obat-obatan dengan harga terjangkau. . Dengan kemampuan Cina menghasilkan produk yang sangat murah.

Jika tadi Hernando lebih berfokus dampak sistemik globalisasi sektor fiskal.Mari beralih pada sektor kehidupan yang lain. lingkungan hidup. namun sebenarnya lebih banyak menonjolkan adegan vulgar yang mengikuti budaya hidup orang barat. Setidaknya informasi itu sering dimaknai di dalamnya mengandung kebudayaan. baik persoalan politik seperti HAM. CNBC. seorang penulis buku Understanding Media. Sudah saatnya Indonesia melakukan akselerasi pembangunan disegala sektor menghadapi tantangan era globalisasi yang sudah hadir di depan mata. bahwa kini semakin nyata saja imbas teknologi komunikasi pada berbagai sektor kehidupan. maka negara kita akan tergilas oleh dampak sistemik itu sendiri. Tampaknya telah terjadi pergeseran nilainilai norma kesopanan yang dahulu kita pegang teguh sebagai identitas negara kita. jika kita dapat menemukan dengan mudah berbagai produk luar negeri yang beredar di seantero negeri kita. Kalau ini terus dibiarkan. maka terjadilah penyebaran budaya global. dampak negatif pun tak dapat dielakkan juga. Jadi janganlah heran. Media massa berperan sebagai kekuatan trend setter untuk isu-isu global. globalisasi pun telah membuat seakan negara satu dan lainnya kehilangan batas-batas jelas teritorialnya serta berujung pada hilangnya status “negara–bangsa”. Ada dampak positif dan ada dampak negatif. ESPN. Namun disisi lain. sedangkan tantangan berarti setiap orang diberi kesempatan untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuannya. HBO. Dampak sistemik ini telah kini telah sampai di Indonesia. Friedman didalam bukunya yang berjudul The World is Flat. dan lain-lain. Dia mengatakan. Namun yang terpenting adalah bukanlah mendaftar efek sistemik apa saja yang telah didapatkan Indonesia. . lebih berfokus pada dampak sistemik globalisasi pada sektor budaya. Dengan adanya arus globalisasi dunia ini. BBC. telah menjangkau dan menembus yuridiksi berbagai negara. hingga ke persoalan budaya dan gaya hidup. yang sama persis seperti ramalan Profesor Kenichi Ohmae didalam bukunya yang berjudul The End of Nation State. Peluang berarti setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memanfaatkan situasi ini dalam menghidupi kehidupannya dengan baik. Proses globalisasi ini membuat dunia menjadi kian sempit seperti persis yang dikatakan Thomas L. bahwa saat ini bukanlah lagi waktu untuk bersantai-santai dan memperlambat gerak pembangunan. maupun terorisme internasional. MTV. Dampak positifnya adalah semakin mudahnya kita mengakses berita internasional dalam real-time saat informasi itu baru didapatkan. Disamping itu. Saat ini banyak beredar film Indonesia berkedok komedi atau horor. Media massa global seperti CNN. maka Marshall Mc Luhan. Indonesia dihadapkan pada hanya dua pilihan saja : memilih hal ini sebagai sebuah peluang atau sebagai sebuah hambatan. Sebenarnya masih banyak lagi dampak sistemik globalisasi yang mempengaruhi sendisendi kehidupan bernegara kita. Yang terpenting adalah kini sudah saatnya rakyat dan pemerintah Indonesia sadar.

Januari 22. Jadi sudah seharusnya Indonesia mulai berancang-ancang terhadap empat “I” ini. Mari kita saling bahu-membahu untuk menciptakan sebuah peluang di era globalisasi ini. Keempat “I” tersebut adalah Industri. dan Informasi. Sudahkan industri kreatif Indonesia dikembangkan secara optimal? Sudahkah penanaman investasi di berbagai sektor Indonesia telah dimaksimalkan? Sudahkah ada penanggulangan efek individualisme sebagai efek kesenjangan si kaya dan si miskin di Indonesia di lakukan? Dan sudahkah sektor informasi di maksimalkan hingga sampai di pelosok desa terpencil Indonesia? Pertanyaan-pertanyaan ini bukan milik pemerintah saja.Proffesor Kenichi Ohmae telah mewanti-wanti sejak lama kepada semua negara yang ada di dunia bahwa ada empat “I” yang akan membawa dampak sistemik globalisasi ini. Investasi. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | Tinggalkan komentar » . tapi milik semua bangsa Indonesia. Individualisme.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful