Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia Ditinjau dari Aspek Ekonomi Written by Dr.

Sri Adiningsih Kepala Pusat Studi Asia Pasifik UGM Tuesday, 21 July 2009 09:54 Pendahuluan Tidak terasa krisis ekonomi yang telah menghantam kita pada tahun 1997 sudah berlalu lebih dari satu dekade. Banyak pelajaran yang dapat kita petik dalam penyehatan ekonomi yang telah kita lakukan selama ini. Baik suka ataupun duka. Dampak krisis pun sampai sekarang masih terasa, membebani keuangan Negara sehingga kemampuan Negara untuk membiayai berbagai kegiatan sosial ataupun terkait dengan masalah lingkungan sulit untuk mendapatkan prioritas anggaran. Krisis telah memaksa Indonesia mereformasi ekonominya dalam kerangka program IMF hingga akhir 2003. Ekonomi mulai pulih pada tahun 2004, sehingga Indonesia siap membangun ekonominya lagi, bangkit dari keterpurukkannya. Namun ternyata kebangkitan ekonomi tidak mudah dicapai, perkembangan eksternal yang semakin tidak ramah dan juga kebijakan domestik dalam mengelola ekonomi yang tidak tepat telah membuat ekonomi Indonesia tidak banyak mengalami kemajuan yang berarti hingga saat ini. Kualitas pertumbuhan/pembangunan ekonomi yang semakin merosot ditengah-tengah stabilitas ekonomi makro dan pertumbuhan ekonomi yang mulai meningkat lagi telah membuat angka pengangguran dan kemiskinan tetap tinggi. Demikian juga beban APBN masih berat. Sehingga mempersulit Indonesia untuk membangun ekonominya, apalagi membangun secara berkelanjutan. Fakta menunjukkan bahwa pada masa krisis ekonomi yang lalu, pembangunan baik dari sisi hardware ataupun software terbengkelai. Sehingga dapat dilihat kerusakan infrastruktur yang semakin parah, lingkungan juga memburuk, serta human development merosot. Potret Pembangunan Berkelanjutan Pembangunan yang dijalankan di Indonesia sejak tahun 1970-an hingga sekarang masih cenderung fokus pada pembangunan ekonomi, bahkan pada pertumbuhan ekonomi yang cenderung jangka pendek. Sehingga masalah keberlanjutan belum menjadi prioritas utama. Oleh karena itu tidak mengherankan jika pertumbuhan ekonomi pun kualitasnya semakin memburuk. Apalagi dengan keterbatasan APBN dan sumber daya yang kita miliki, sehingga tidak mengherankan apabila pengambil kebijakan lebih memilih jalan pintas, yang cepat kelihatan hasilnya, kurang memperhatikan keberlanjutannya. Padahal pembangunan berkelanjutan sudah menjadi tuntutan bagi pengambil kebijakan pembangunan dalam bumi yang semakin rusak ini. Namun demikian lingkungan hidup tidak mendapatkan banyak perhatian sejak lama baik pada skala global, regional ataupun negara. Apalagi negara sedang berkembang yang tengah banyak menghadapi permasalahan ekonomi seperti Indonesia. Sehingga degadrasi lingkungan telah banyak menurunkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di negara sedang berkembang seperti

Indonesia. Oleh karena itulah masyarakat dunia sejak tahun 1970-an mulai memberikan perhatian yang besar pada masalah lingkungan, dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan. Hal itu dapat dilihat diantaranya dari Stockholm Conference (1972), Agenda 21 di Rio Earth Summit (1992), dan Johannesburg Declaration (2002). Meski komitmen dan perhatian besar telah diberikan pada tingkat internasional, namun kondisi lingkungan hidup masih saja memburuk. Kita sekarang masih hidup dalam kondisi yang dapat merusak lingkungan hidup semakin parah, sehingga akan membahayakan kehidupan umat manusia pada masa mendatang. Oleh karena itulah usaha untuk menjaga lingkungan hidup agar pembangunan dapat berkelanjutan sehingga kepentingan kehidupan generasi yang akan datang terproteksi, menjadi semakin penting untuk diperjuangkan. Dengan demikian perlu adanya jaminan agar supaya dalam memenuhi kebutuhan sekarang kita tidak akan mengurangi kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam perkembangannya disadari bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya terkait dengan aspek lingkungan hidup, namun juga pembangunan ekonomi dan sosial yang dikenal dengan the living triangle. Tidaklah mungkin lingkungan dapat dijaga dengan baik bila kondisi sosial dan ekonomi masyarakat buruk. Oleh karena itulah dalam rangka melestarikan lingkungan hidup kita secara berkelanjutan, pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan juga perlu dilakukan. Tidaklah mungkin masyarakat yang untuk hidup saja sulit akan dapat menjaga lingkungannya dengan baik. Perhatian dan komitmen yang besar masyarakat internasional pada pembangunan berkelanjutan khususnya dari negera maju dalam beberapa conference adalah cukup besar. Namun demikian dalam implementasinya ternyata jauh dari harapan. Dapat dilihat bahwa Official Development Assistance (ODA) yang diberikan negara maju rata-rata hanya sebesar 0,27% dari PDB mereka pada tahun 1995, turun dari 0,34% pada tahun 1992. Pada tahun 2000 didapati hanya 4 negara yang menandatangi komitmen ODA memenuhi komitmennya. Hal ini mencerminkan bahwa pembangunan berkelanjutan pada tingkat globalpun seringkali hanya menjadi retorika politik belaka. Sehingga tidaklah mengherankan bahwa upaya pembangunan berkelanjutan tidak mudah diimplementasikan (Cooper & Vargas, 2004). Rendahnya komitmen negara maju dalam memenuhi komitmennya dalam kerangka pembangunan yang berkelanjutan tentu saja tidak dapat dipisahkan dengan rendahnya kepentingan negara maju untuk mendukung pembangunan berkelanjuitan global. Hal ini tentu saja erat kaitannya dengan kalahnya prioritas menjaga lingkungan dengan masalah aktual seperti meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi taupun menjaga agar dunia usaha dari negaranya yang banyak diwakili oleh TNCs terus berkembang dalam pasar global. Tingginya nilai politis dari kepentingan ekonomi jangka pendek tersebut memang akan mudah membuat politisi baik dari negara maju ataupun sedang berkembang akan mengedepankan kepentingan jangka pendek. Selain itu jangan lupa bahwa bargaining power dari bisnis raksasa di negara maju tentu saja juga besar sekali, sehingga akan mampu mendistorsi keputusan yang diambil oleh pejabat publik, dapat mengalahkan kepentingan publik dalam jangka panjang. Hal yang sama juga terjadi di negara kita, dimana seringkali pengambilan keputusan dibengkokan oleh kepentingan pemodal yang memiliki kedekatan dengan kekuasaan. Sehingga tidaklah mengherankan jika World Trade Organization (WTO) yang menawarkan liberalisasi serta akses pasar yang lebih

luas, serta kadang menawarkan solusi yang lebih menarik/menguntungkan terhadap berbagai isu yang sama (terkait dengan isu pembangunan berkelanjutan) dapat menjadi salah satu outlet bagi mereka. Oleh karena itulah dapat dipahami jika WTO berkembang pesat akhir-¬akhir ini. Sementara pembangunan berkelanjutan semakin tenggelam ditengah-tengah berbagai kemelut ekonomi yang dihadapi oleh banyak negara, khususnya negara Selatan. Prinsip-prinsip ekonomi yang menekankan pada efisiensi ekonomi dengan maximizing benefit dan minimizing cost dari sudut pandang teori ekonomi memang sangat rasional. Sehingga dengan ekonomi yang semakin liberal ekonomi pada akhirnya banyak dikuasai oleh perusahaan transnational (TNCs) yang banyak beroperasi di negara sedang berkembang, baik untuk mendapatkan input khususnya sumber daya alam, maupun tenaga kerja murah, ataupun untuk memperluas pasar produk mereka. Sedangkan bagi negara sedang berkembang, globalisasi yang menjadikan masyarakatnya menjadi konsumen dari TNCs, juga menggunakan globalisasi untuk memperluas pasarnya, meskipun biasanya untuk produk primer ataupun sekunder dengan tingkat teknologi yang rendah. Sehingga banyak negara sedang berkembang yang terjerat utang ataupun masih harus berkubang dengan kemiskinan yang kronis. Bahkan Stiglitz dalam bukunya Globalization and Its Discontent (2002) mengatakan bahwa manfaat dari globalisasi lebih rendah dari klaim yang selama ini diyakininya, sebab harga yang harus dibayar juga mahal, karena lingkungan yang semakin rusak, demikian juga proses politik korup berkembang, dan cepatnya perubahan yang terjadi membuat masyarakat tidak dapat menyesuaikan budayanya. Liberalisasi pasar yang semakin melibas perekonomian di banyak Negara juga telah menghambat pembangunan berkelanjutan. Martin Khor direktur dari Third World Network melihat bahwa lieberalisasi dan globalisasi yang menekankan pada "daya saing" telah menghambat pembangunan berkelanjutan sehingga merusak lingkungan. Liberalisasi dan globalisasi telah memperburuk lingkungan global karena tidak adanya aturan dan pengawasan pada TNCs di pasar global sehingga meningkatnya volume bisnis mereka meningkatkan kerusakan lingkungan. Padahal aktivitas TNCs telah banyak merusak lingkungan hidup (penghasil lebih dari 50% greenhouse gases). Demikian juga kebijakan yang liberal dan integrasi pasar telah mendorong peningkatan eksploitasi dari sumber daya alam seperti hutan dan kelautan sehingga mendorong kerusakkan lingkungan yang serius. Selain itu globalisasi mendorong ekplorasi sumber daya alam yang melampau batas keberlangsungannya seperti air, tanah, dan mineral, telah banyak merusak lingkungan hidup. Bagi negara seperti Indonesia, yang baru saja keluar dari krisis ekonomi, serta masih menghadapi banyak masalah ekonomi dan sosial yang berat, sehingga menghadapi proses globalisasi baik dalam kerangka ASEAN Free Trade Area (AFTA) tahun 2010, ASEAN Economic Community tahun 2015, Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), dan WTO adalah tidak mudah. Oleh karena itu membangun kembali Indonesia tidaklah mudah pada saat ini. Apalagi membangun secara berkelanjutan ditengah-tengah pasar yang semakin liberal.

Kegagalan implementasi kebijakan. bagaimana caranya? Seringkali tantangannya disini adalah lebih pada masalah keberlanjutannya suatu kebijakan. etik dan budaya (Cooper and Vargas. Dari sisi legal tentu saja erat kaitannya dengan apakah secara legal kebijakan ataupun program yang dilakukan tidak melanggar rambu¬rambu yang ada. politik. Sedangkan dari sisi fiskal. Meski demikian desain program yang baikpun belum menjamin keberhasilan pembangunan berkelanjutan. Laut. Jelas ini merupakan salah satu masalah terbesar bangsa Indonesia. memerintah dan berbisnis dari seluruh masyarakat. Pembangunan berkelanjutan dengan melestarikan lingkungan hanya akan berhasil jika dipadukan secara terintegral dengan pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Oleh karena itu dana untuk melaksanakan program pembangunan terbatas. 2004).Tantangan Indonesia Potret pembangunan berkelanjutan di Indonesia tidak jauh berbeda dengan potret internasional. baik dari sisi teknis. Seperti sudah dibahas sebelumnya bahwa menjaga lingkungan tidaklah dapat berdiri sendiri. Adapun aspek administrasi erat kaitannya dengan kemampuan organisasi . Meskipun komitmen pemerintah nampaknya cukup besar sejak jaman Orde Baru. legal. dan apa yang dilakukan dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. Secara prinsip pembangunan berkelanjutan sebenarnya harus terefleksi dalam cara berfikir. hutan dan lingkungan hidup lainnya pada umumnya semakin rusak. sehingga perlu terobosan agar supaya secara fiskal baik dari sisi penerimaan dan pengeluaran dapat mendukung pembangunan berkelanjutan. Dapat dilihat dari kerusakkan lingkungan hidup Indonesia yang masih saja berlanjut. tantangan yang dihadapi diantaranya adalah bagaimana mendesain kebijakan yang ongkosnya minimal ditengah beban fiskal yang berat untuk membayar hutang. diantaranya dapat dilihat dengan keberadaan Kementrian Negara Lingkungan Hidup yang tentunya diikuti dengan kebijakan dan anggaran untuk melestarikan lingkungan hidup. sehingga bencana alam semakin banyak terjadi di tanah air kita yang tercinta ini. Oleh karena itulah perlu kebijakan yang terintegral dalam pembangunan lingkungan dengan pembangunan ekonomi dan sosial agar dapat memberikan hasil yang optimal. fiskal. Dalam hal ini tantangan yang dihadapi adalah bagaimana kita mendesain infrastruktur legal yang diperlukan untuk pembangunan berkelanjutan. Pertanyaannya adalah apakah secara teknis suatu kebijakan fisibel erat kaitannya dengan apakah kita tahu apa yang perlu dilakukan. Namun komitmen dan keberadaan kementrian yang menjaga lingkungan hidup pun ternyata tidak mencukupi. program ataupun proyek-proyek pada pembangunan berkelanjutan seringkali karena tidak mempertimbangkan berbagai aspek yang perlu dilihat. bahkan cenderung lebih buruk. administrasi. Ataupun kasus yang hangat akhir-akhir ini terkait dengan masalah illegal logging dan penegakkan hukumnya yang dinilai tidak memihak pada lingkungan. hidup. Oleh karena itulah dalam kerangka mensukseskan pembangunan berkelanjutan banyak sekali aspek yang perlu dibenahi. Banyak bukti menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan berkelanjutan seringkali terganjal oleh kurangnya implementasi yang baik. Reformasi fiskal yang tengah kita gulirkan mestinya juga didasari oleh kepentingan melaksanakan pembangunan berkelanjutan.

Namun stabilitas politik juga memegang peranan penting dalam hal ini. Oleh karena itu harus ada perubahan paradigma dalam pengelolaan ekonomi agar supaya keputusan apapun yang diambil akan menggunakan perspektif jangka . kemiskinan dan pengangguran yang tinggi. Oleh karena itu Indonesia tidak lagi dapat mengabaikan pelestarian lingkungan hidupnya. serta stabilitas ekonomi yang rapuh serta pertumbuhan ekonomi yang berkualitas rendah membuat pemerintah menghadapi tantangan besar dalam mengimplementasikan kebijakan ekonomi berkelanjutan. Itu semua menunjukkan bahwa mengimplementasikan kebijakan pembangunan berkelanjutan tidaklah mudah. Beban hutang yang besar. Sedangkan aspek etika dan budaya juga memegang peranan penting dalam implementasi kebijakan pembangunan berkelanjutan. Membuat Indonesia akan mudah terjebak memilih kebijakan ekonomi yang cenderung menguntungkan dalam jangka pendek. serta fundamental ekonomi yang masih rapuh. Pembangunan berkelanjutan menjadi semakin mahal untuk diimplementasikan. ataupun antar daerah. Apalagi pemerintah juga cenderung semakin liberal dalam melaksanakan kebijakan ekonominya. Kesimpulan Masa depan kehidupan bangsa dan negara akan banyak sekali ditentukan oleh berbagai pilihan kebijakan yang diambil oleh pemerintah pada saat ini. ataupun memberikan kelonggaran yang lebih besar pada kegiatan ekonomi yang berpotensi merusak lingkungan baik dari industrialis domestik ataupun asing. Seringkali ego antar instansi dan juga antar pemerintah pusat dan daerah membuat koordinasi untuk melaksanakan kebijakan secara konsisten sulit untuk dilakukan. Untuk itulah perlu pembangunan institusi dan juga perbaikkan pemerintahan untuk mensukseskan pembangunan berkelanjutan. Sementara itu tuntutan untuk membangun secara berkelanjutan juga semakin meningkat selaras dengan semakin besarnya ongkos yang harus kita pikul dengan semakin rusaknya lingkungan hidup. Sudah saatnya kita hidup bukan hanya untuk kepentingan jangka pendek. Dalam hal ini koordinasi baik secara horizontal ataupun vertikal. baik di pusat maupun daerah. hutang luar negeri yang besar. disertai dengan kualitas pertumbuhan ekonomi yang memburuk. Pembangunan berkelanjutan tidaklah mudah dilakukan oleh negara yang masih menghadapi banyak masalah ekonomi seperti Indonesia. sangat krusial untuk dilakukan. Trade off antara mengedepankan kepentingan jangka pendek (kepentingan generasi sekarang) dengan kepentingan jangka panjang (kepentingan anak cucu kita) harus segera diambil keputusannya. Meski demikian tidak berarti tidak dapat dilakukan. Khususnya dengan mengeksploitasi sumber daya alamnya. yang dapat dilihat dengan semakin banyaknya bencana alam yang merenggut banyak nyawa dan material akhir-akhir ini. ataupun antar pusat dan daerah. Selain political will untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan penting. namun harus memperhatikan kepentingan generasi mendatang yang akan hidup di Indonesia.dan kemampuan manajerial untuk melaksanakan secara konsisten kebijakan yang ada. Sementara itu kondisi keungan negara yang berat. Aspek politik juga memegang peranan penting dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan.

Martin. Namun demikian kebijakan dengan program yang baguspun tidaklah dapat menjamin keberhasilan pembangunan berkelanjutan. "Globalization and the Crisis of Sustainable Development". The Penguin Books. 24 November 2007.. Globalization and its Discontents. World Investment Report 2005. Oleh karena itulah perlu disiapkan suatu environment agar tujuan pembangunan berkelanjutan berhasil. Claudia M. Rowman & Littlefield Publisher Inc. Stiglitz. Dalam hal ini kebijakan ataupun program tersebut mesti mempertimbangkan baik dari sisi teknis. 2004 Khor.. Banyak bukti menunjukkan bahwa tantangan utama dalam pembangunan berkelanjutan adalah implementasi dari kebijakan yang diambil. UK.panjang. Dan Vargas. Referensi Cooper. politik. fiskal. . Third World Network. Untuk itulah Indonesia sudah saatnya menyusun program pembangunan berkelanjutan secara terintegral agar supaya lebih efektif dalam menjaga lingkungan hidup kita. Oleh karena itu dalam pembuatan kebijakan ekonomi harus menjaga lingkungan hidup serta mempertimbangan aspek sosial masyarakat. Implementing Sustainable Development from Global Policy to Local Action. administrasi. Joseph. Phillip J. 2002) World Economic Forum. etik dan budaya agar mudah diimplementasikan. Disampaikan dalam Seminar llmiah Musyawarah Nasional I Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia Jakarta. mengedepankan pembangunan yang berkelanjutan. legal.

amphibi 270 jenis. sampai dengan laut lepas menyimpan sumberdaya alam yang tidak ternilai.260 jenis yang bernilai medis (Status Lingkungan Hidup Indonesia 2008). burung 1.000 jenis. Disadari atau tidak. Menurut publikasi dari Kementrian Lingkungan Hidup Indonesa. ngarai. perikanan. menyebutkan bahwa Indonesia adalah sebuah negara megabiodiversity. Keterkaitan dan keberlangsungan sistem di alam tersebut memberikan aliran energi terhadap biota didalamnya sebagai suatu bentuk dukungan alam terhadap proses kehidupan yang berlangsung. lembah. Selanjutnya di era modern dan yaitu dari revolusi industri di negara Eropa. pertanian.3 % dari jenis reptilia dunia). kekayaan biodiversitas yang telah membentuk suatu ekosistem. Dari berbagai kajian dan penelitian yang telah dilakukan terkait natural resource memberikan fakta menarik. maupun perdagangan di Indonesia secara langsung maupun tidak langsung. Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia memang “bisa” menguasai alam.PEMBANGUNAN BERBASIS EKOSISTEM Tuesday. Berbagai biota yang menghuni alam indonesia ini saling berinteraksi membentuk berbagai ekosistem yang memiliki sumberdaya alam tinggi sebagai modal dalam pembangunan.531 jenis (17% dari jenis burung dunia). Secara empirik disebutkan bahwa pada jaman dahulu kehidupan manusia yang sangat bergantung pada alam. Sebagai negara megabiodiversity. Dukungan alam tersebut memiliki keterbatasan (Daya Dukung Lingkungan) dan sangat tergantung oleh interaksi-interaksi berbagai komponen yang ada di dalamnya. 20 April 2010 13:15 | Written by Hafid Zain M | | | Biodiversitas sebagai sebuah kekayaan alam Keanekaragaman hayati Indonesia telah dinilai tinggi didunia. Bentang alam indonesia dari pegunungan.827 jenis dan tumbuhan sebanyak ± 38. Keharmonisan hubungan tersebut didukung oleh tingkat biodiversitas yang memiliki kerentanan tinggi terhadap faktor internal ekosistem dan faktor luar yang mendukung bentuk ekosistem yang ada. Kelangsungan suatu ekosistem sangat menentukan seberapa besar nilai ekonomi yang mampu diberikan oleh alam kepada manusia. Perlu dicermati. sampai dengan saat ini kehidupan manusia sangat tergantung kepada alam. keanekaragaman hayati Indonesia terdiri dari: mamalia 515 species (12 % dari jenis mamalia dunia). Kompleksitas ekosistem tersebut berperan dalam bidang industri. reptilia 511 jenis (7. tetapi hal tersebut hanya berlangsung pada beberapa aspek. Ditinjau dari aspek yuridis upaya pemanfaatan dan pengelolaan kekayaan alam yang bisa diartikan biodiversitas telah dilakukan di tingkat lokal (nasional) maupun global . melalui buku Status Lingkungan Hidup Indonesia. bahwa alam memiliki suatu sistem yang dinamis dan menjadi sumber utama yang diperlukan manusia dalam kehidupan. Interaksi dari berbagai ekosistem tersebut secara harmoni telah memberikan manfaat bagi manusia. pesisir. sebenarnya cukup rapuh. binatang tak bertulang belakang 2. para pakar telah menyatakan bahwa manusia telah dan mampu menguasai alam. di antaranya 1.

Fakta menyebutkan berbagai kerusakan alam indonesia telah telah mengiringi kegiatan pembangunan indonesia di dasawarsa terakhir ini.590. Pembangunan perkebunan yang menghasilkan devisa negara cukup tinggi disinyalir telah menurunkan tingkat keanekaragaman hayati di ekosistem hutan hujan . Pembangunan sebagai manifestasi pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam Manifestasi pemanfaatan dan pengelolaan kekayaan alam adalah dalam bentuk pembangunan nasional yang disusun melalui RPJM dan RPJMD di masing-masing daerah. pranata hukum dan sosial budaya. Sistem pertanian yang ada juga telah menurunkan kestabilan ekosistem di dataran rendah. Selain produk hukum dalam negeri tersebut. teknologi. pembangunan yang telah berlangsung di berbagai pelosok Indonesia dengan tujuan mensejahterakan kehidupan rakyat lebih beraroma eksploitasi kekayaan alam tanpa batas. suku bunga. Eksploitasi sumberdaya alam pesisir telah merusak sekian juta ha hutan mangrove yang memiliki peran penting dalam ekosistem pesisir. Sementara itu PNB per kapita juga meningkat dari Rp20. dan lain sebagainya. Tidak dapat dimengerti. ekonomi.269. Dari keputusan menteri. peraturan presiden. Patut untuk dicermati. Berbagai pakar menilai salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah peningkatan ekonomi masyarakat. yang mana semuanya adalah produk hukum terkait dengan pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam di Indonesia.1) dengan laju peningkatan sebesar 12.2% (Berita Resmi Statistik No. Pertumbuhan ekonomi Negara Indonesia saat ini dinilai positif pada tahun 2009 yaitu sebesar 4. Pemerintahpun juga terus menggenjot kegiatan pembangunan dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat. hingga tingkat Undang Undang.9 juta pada tahun 2008 menjadi Rp23.5%. satu diantaranya melahirkan MDG’s (Millenium Development Goal’s) yaitu pada tujuan ke-7 Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup).4 juta pada tahun 2009 atau terjadi peningkatan sebesar 14. Peraturan perundangan yang mengatur sistem pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan alam dari jaman orde baru dan reformasi terus berkembang dengan tujuan pelestarian yang menitikberatkan kepada kesejahteraan dan pembangunan untuk rakyat melalui pemanfaatan kekayaan alam yang lestari. yang menitik beratkan pada bidang ekonomi.12/02/Th.7 juta (US$2. Pembangunan sendiri pada dasarnya dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan menuju perbaikan dalam segala aspek kehidupan masyarakat baik politik.3 juta (US$2. XIII. yang patut digaris bawahi adalah seiring peningkatan kebutuhan masyarakat. 10 Februari 2010). tingkat eksploitasi kekayaan alam juga semakin meningkat. Angka PDB per kapita diperkirakan mencapai Rp24. Tetapi.9).0% dibandingkan dengan PDB per kapita tahun 2008 yang sebesar Rp21. upaya pemanfaatan dan pengelolaan keakayaan alam juga telah disepakati di berbagai negara didunia melalui berbagai konferensi tinggi tingkat dunia. tingkat inflasi.(internasional). hal tersebut adalah kebanggaan atau sebaliknya. Penambangan-penambangan diberbagai daerah juga telah menyebabkan ketidak harmonisan interaksi keanekaragaman hayati di ekosistem sungai maupun hutan. Hal itu salah satunya disebabkan faktor tingkat konsumsi masyarakat dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup.

Strategi pembangunan nasional bukan hanya Pekerjaan rumah pemerintah berkuasa. Komitmen pemerintah terhadap kebijakan pengelolaan lingkungan sebagai langkah dan strategi pengendalian penurunan (degradasi) kualitas lingkungan yang mendasarkan pada segitiga emas (golden triangle) : EKONOMI-EKOLOGIMASYARAKAT sudah mulai luntur sejak berbaliknya paradigma ”Ekosentrisme menjadi antrophosentrisme”. Ekosistem sebagai sendi utama kehidupan di muka bumi harus menjadi salah satu dasar pertimbangan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan. namun menjadi kewajiban semua pihak. berkelanjutan. Konsep pembangunan cenderung mengarah kepada ”pemenuhan kebutuhan masyarakat”. karena setiap manusia hidup di alam dan tergantung terhadap substansi penting yang terkandung dalam alam itu sendiri (Hafid@April 2010). Utamanya dalam kegiatan pemenuhan kebutuhan hidup manusia (pembangunan segala bidang). Pembangunan nasional berbasis ekosistem “Alam memiliki keterbatasan untuk menunjang kehidupan manusia. Pesan yang disampaikan tersebut berlaku universal dalam berbagai aspek kehidupan. .tropis. Karenanya menghargai integritas ekosistem dan menjamin keanekaragamannya merupakan prasyarat untuk mendukung kelangsungan kehidupan manusia” (Status Lingkungan Hidup Indonesia 2008). Meletakkannya dalam asas tertinggi adalah suatu keharusan demi mewujudkan makna terdalam pemenuhan kebutuhan manusia. Sampai dengan bahasan ini dikatakan bahwa pembangunan yang telah dilakukan belum mampu menjawab kebutuhan alam dan kebutuhan manusia yang sesungguhnya. Konsep pembangunan yang dipahami tidak berdasar kepada ”pembangunan berwawasan lingkungan. dan berbasis masyarakat”.

sejak meninggalkan Taman Firdaus yang segala kebutuhan hidupnya serba ada dan dalam jumlah serba banyak untuk menjamin hidupnya. menguasai segala binatang yang hidup di daratan maupun burung-burung yang berterbangan di langit. Kemudahan itu untuk memenuhi kebutuhan hidup itu berhasil meningkatkan kesejahteraan yang diikuti dengan meningkatnya kebutuhan hidup dalam jumlah. Berkat kemampuan akal dan ketrampilan kerja kedua tangannya. Dengan peralatan di tangan sejak zaman batu tua (palaeolithicum) hingga masa industri yang didominasi dengan penerapan teknologi modern. Sungguhpun keunggulan manusia telah membuka peluang untuk menguasai bumi dengan segala isinya dan dapat mengembangkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan di manapun ia suka. manusia dapat memahami lingkungannya dan menghimpun pengalaman sebagai pengetahuan dan menciptakan peralatan sebagai penyambung keterbatasan jasmaninya. ragam dan mutunya. manusia dengan lebih mudah memenuhi kebutuhan hidupnya dengan meramu dan berburu binatang liar. Dengan peralatan batu yang sederhana. manusia dapat menghimpun pengalaman. Akhirnya manusia menjadi makhluk pemangsa yang terbesar di muka bumi. Manusia dapat melaksanakan perintah sang Pencipta untuk menguasai ikan di lautan. Sungguhpun manusia merupakan makhluk lingkungan (territorial being) yang tidak mungkin dipisahkan dari lingkungan hidupnya sebagai tempat bermukim. 21 July 2009 08:58 Keberhasilan manusia mempertahankan hidup dan mengembangkan kehidupannya sebagai makhluk yang tertinggi derajadnya di muka bumi (khalifah) adalah berkat kemampuannya beradaptasi terhadap lingkungan hidupnya secara aktif..Puslit Pranata Pembangunan UI Tuesday. Karena itulah manusia berhasil menghantar dirinya sebagai khalifah di muka bumi dan hidup tersebar luas di muka bumi. mengandung pengertian bahwa manusia harus mengembangkan diri untuk mempertahankan hidup dan mengembangkan kehidupan sebagai manusia dengan menguasai jagad raya beserta isinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.). Sejak hidup di bumi manusia harus mengembangkan peralatan dan cara pengendaliannya untuk membangun lingkungan hidup yang layak bagi kemanusiaan dan memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mengelola lingkungannya serta mengolah sumberdaya alam yang tersedia. Keunggulan manusia berfikir secara metaforik dan kemampuan kerja dengan menggunakan peralatan itu.Lingkungan Hidup Dan Pembangunan Berkelanjutan Written by S. untuk mengembangkan keturunan dan memenuhi bumi. Dengan demikian manusia dipacu untuk meningkatkan . Pernyataan poluler tentang usaha manusia membina hubungan secara aktif dan timbal balik seorang pelopor Antropologi kenamaan Gordon Childe diabadikan dalam bukunya tentang sejarah peradaban manusia Man Makes Himself (19. manusia tidak menggantungkan dirinya pada kemurahan lingkungan semata-mata. Jelaslah bahwa kisah kejadian tentang asal-usul manusia pertama. yaitu Adam dan Siti Hawa. manusia senantiasa mengalami sejarah kemajuan dan kemerosotan menuju ke peradaban. Sejak terusir dari Secara simbolik. terpaksa harus bekerja keras dengan menguasai alam semesta beserta segala isinya. mengembangkan pengalaman dan kemampuan menguasai bumi dengan segala isinya.Budhisantosa . tidaklah berarti bahwa kekuasaan manusia itu tanpa mengenal batas.

Kesulitan itu mendorong manusia untuk kembali mengembangkan teknologi pengolahan sumberdaya alam.intensitas pengolahan sumberdaya alam yang tersedia dan pada gilirannya menimbulkan dampak pada lingkungan hidup mereka.Harris. Pesatnya kemajuan teknologi modern tidak secara berimbang diikuti dengan perkembangan pranata sosial sebagai kendali. manusia mampu mengatasi keterbatasan itu dengan mengembangkan teknologi dan cara-cara pengendaliannya. dan kemapuan teknologi modern yang mempermudah manusia mengolah sumberdaya alam yang terbatas. ragam dan mutunya itu telah mempercepat proses pemiskinan ataupun sekurang-kurangnya mengganggu keseimbangan fungsi lingkungan hidup setempat. seringkali kearifan lingkungan (ecological wisdom) yang mereka kembangkan sebagai kendali terlupakan. Namun dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia karena pertambahan jumlah penduduk dunia serta meningkatnya kesejahteraan hidup yang disertai meningkatnya kebutuhan hidup manusia di satu pihak. Kesenjangan antara kemajuan teknologi modern dengan perkembangan pranata sosial sebagai kendali (culture lag) dalam sejarah peradaban manusia itu menjadi sumber bencana yang merusak keseimbangan lingkungan hidup (ecological equilibrium). Keberlanjutan hubungan antar manusia dengan lingkungannya secara berkelanjutan (sustainable adaptation) harus tetap dirawat di era pembangunan yang mendorong manusia untuk meningkatkan intensitas pengolahan . Jelaslah bahwa sejarah peradaban manusia senantiasa mengalami pasang-surut karena ulahnya sebagai khalifah di muka bumi. sebagaimana tercermin dalam peninggalan sisa-sisa peralatan pada zaman batu muda. Dengan mengacu pada kearifan lingkungan (ecological wisdom) yang dikembangkan dari abstraksi pengalaman masa lampau dan digunakan untuk membina hubungan dengan lingkungannya secara timbal balik (adaptation). manusia mampu merawat keseimbangan fungsi lingkungan hidupnya (ecological equilibrium). Akan tetapi dengan keunggulannya. karena apapun yang dilakukan terhadap lingkungannya akan menimbulkan dampak timbal balik yang tidak terelakan. Pengolahan sumberdaya alam dan pengelolaan lingkungan yang sehat diabaikan demi terpenuhinya kebutuhan hidup manusia yang cenderung terus meningkat dalam jumlah. serasi dan berkeseimbangan. Selanjutnya manusia mampu mengembangkan peradaban yang lebih kompleks dengan munculnya kota sebagai pusat kekuasaan dengan penduduk yang tidak harus secara langsung mengolah sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya berkat kemampuan penduduk pedesaan menghasilkan surplus. Kemajuan peradaban berkat kemampuan manusia menguasai lingkungannya itu telah menimbulkan dampak pada hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. yang mempermudah manusia mengolah sumberdaya alam. Akibatnya pemenuhan kebutuhan hidup penduduk setempatpun menjadi sulit sehingga mengancam kesejahteraan hidup mereka. Intensitas pengolahan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang bertambah besar jumlahnya. Namun kekuasaan manusia itu ada batasnya. 19) secara selaras. Peningkatan intensitas pengolahan sumberdaya alam akan mempercepat pengurasan persediaan yang pada gilirannya akan mengancam kesejahteraan penduduk. ragam dan mutunya. untuk meningkatkan efisiensi dan produksivitas kerja mereka tanpa menghacurkan pola-pola hubungan timbal balik dengan lingkungannya (M. Namun demikian manusia tidak pernah mengenal menyerah.

khususnya yang digunakan untuk memacu perkembangan ekonomi. politik dan keamanan. betapapun sederhananya. termasuk Indonesia. Selama kurun waktu 50 tahun (1850-1900) tercatatat lebih dari 35 juta penduduk Eropa terpaksa mengungsi ke luar untuk mencari penghidupan di daerah koloni.sumberdaya dan pengelolaan lingkungan hidup yang sehat demi peningkatan kesejahteraan umum. Pengalaman penerapan teknologi maju di benua lama untuk mengembankan industri pada awal abad XIX telah membuktikan betapa hubungan antar manusia dan lingkungan hidupnya kehilangan keseimbangan. Setelah selesai dengan "revolusi integratif" yang mempersatukan bangsa (C. Dalam keadaan sedemikian itu pertumbuhan ekonomi hanya di nikmati oleh segolongan kecil masyarakat yang telah siap memanfaatkan peluang dalam pembangunan. distribusi dan konsumsi yang berdampak luas pada tatanan kehidupan sosial-budaya masyarakat yang bersangkutan. Pengalaman di Eropa itu berulang di kebanyakan negara yang sedang berkembang dewasa ini. tidak ada jalan lain kecuali dilakukan dengan penerapan teknologi maju yang dapat memperlancar pencapaian sasaran. Di lain pihak. Percepatan pertumbuhan ekonomi (economic growth) yang tidak ditopang dengan perkembangan pranata sosial yang diperlukan ternyata tidak berhasil memacu perkembangan ekonomi (economic development) yang berakar kuat dalam tatanan kehidupan masyarakat. pemerintahan Orde Baru melanjutkan dengan "revolusi pembangunan". Akibatnya masyarakat Indonesia mengalami pergeaseran dari masyarakat yang berkesenangan (equilibrious society) ke arah masyarakat yang berkesenjangan sosial (disequilibrious society) dengan segala implikasi sosial. akan mempengaruhi pola-pola hubungan antar manusia dengan lingkungannya. Dalam tempo yang relatif singkat hutan-hutan setempat tidak dapat menghasilkan cukup banyak kayu yang diperlukan untuk pembangunan. akan senantiasa memicu serangkaian perubahan pada sistem produksi. peningkatan produksi barang kebutuhan hidup dengan mengolah sumberdaya alam secara lebih intensif. Demikian juga binatang liar tidak lagi dapat diharapkan menghasilkan kulit berbulu tebal.Geertz. Sementara itu penerapan teknologi modern yang cenderung lebih exploitatif dan expansif penerapannya untuk mengimbangi besarnya biaya yang diperlukan telah berlangsung tanpa kendali yang efektif. pada hakekatnya "pembangunan" itu mengandung implikasi perubahan yang direncanakan. Masyarakat Indonesia yang pada umumnya masih didominasi tradisi agraris yang bertumpu pada ekonomi subsistensi yang penuh keseimbangan (equilibrious society) harus dengan masyarakat industri yang bertumpu pada ekonomi pasar (market oriented economy) yang mengejar keuntungan materi. Akibatnya pengurasan sumberdaya alam berlangsung secara . Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan umum dalam kurun waktu tertentu. Pembangunan nasional diselenggarakan dengan percepatan pada pertumbuhan ekonomi yang ditopang dengan penerapan teknologi maju serta stabilitas nasional sebagai persyaratan. setiap penerapan teknologi baru. PEMBANGUNAN Apapun makna yang diberikan. 1966) di bawah kepemimpinan Bung Karno. Sementara itu.

Pembangunan nasional yang diharapkan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi menjadi perkembangan ekonomi yang kuat berakar dalam kehidupan masyarakat harus ditopang dengan pengembangan pranata sosial secara memadai. tersedia tempat mengembangkan keturunan secara aktif. Persaingan yang tidak sehat di kalangan masyarakat untuk memperebutkan sumberdaya alam dan lingkungan yang sehat tanpa perlindungan yang tegas telah memicu pertikaian sosial yang seringkali disertai kekerasan (violent conflict) yang dihadapi masyarakat Indonesia dewasa ini. sejalan dengan usaha pembangunan sektor ekonomi harus diimbangi dengan usaha memberdayakan masyarakat agar dapat mengambil bagian secara menguntungkan. melainkan pancalogi dengan menambahkan prinsip sosial dan ekologi. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Mengingat kenyataan tersebut. pada hakekatnya berawal pada perebutan penguasaan sumberdaya dan lingkungan yang terasa semakin langka. Terpenuhinya jaminan tersebut juga akan memperkuat kesadaran penduduk untuk mengelola lingkungan hidupnya dan mengolah sumberdayanya secara berkelanjutan demi pelestarian fungsi lingkungannya secara menyeluruh. Sementara itu perhatian terhadap ekologi dalam pembangunan diperluka sebagai kendali atas pengelolaan lingkungan dan pengolahan sumberdaya alam yang semakin langka (Environment scarcity). terjamin sumber pencaharian atau makanannya. Tanpa ke 3 persyaratan itu. Pertiakaian antar bangsa dan bahkan antar kelompok sosial dalam lingkungan masyarakat bangsa yang lebih luas dewasa ini. Dengan ke 3 persyaratan tersebut. karena mereka tidak mampu bersaing tanpa perlindungan dengan pihak "luar" yang memiliki berbagai keunggulan. keadilan sosial dan demokrasi politik.besar-besaran tanpa mengindahkan keseimbangan fungsi lingkungan. model pembanguinan nasional harus diubah. Setidak-tidaknya ada jaminan bagi mereka untuk mendapatkan menciptakan lingkungan yang aman. melainkan juga rusaknya keseimbangan fungsi lingkungan. Akibatnya bukan hanya kesenjangan sosial bertambah lebar dan dalam. masyarakat akan merasa aman dalam usahanya karena perlindungan atas hak asazi mereka sebagai manusia serta perlindungan atas lingkungan hidup tempat mereka bermukim dan mengembangkan kebudayaan masing-masing. Dengan lain perkataan. melainkan juga kondisi lingkungan sosial yang menjamin kebebasan penduduk untuk menentukan pilihan hidupnya (cultural freedom). . Pemberdayaan itu tidak sebatas pada pembekalan ketrampilan dan keahlian. karena sebagian besar dari mereka itu masih didominasi tradisi agraris masing-masing. terawatnya sarana integrasi sosial dan arena tempat aktualisasi diri bagi warganya dan kebutuhan akan keamanan. bukan lagi trilogi. Kenyataan tersebut telah menyisihkan sebagian masyarakat dari sumberdaya alam yang selama ini mereka rawat secara berkelanjutan. masyarakat luas tidak akan mampu ikut mengambil bagian secara menguntungkan. Sungguhpun tidak mungkin lagi bagi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan akan lingkungan hidup dengan ke 5 fungsi sosial secara penuh.

karena itu bukan semata-mata sekedar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. melainkan juga harus mampu memacu perkembangan sosial-budaya dan melestarikan fungsi lingkungan sebagai tempat manusia mempertahankan hidup dan mengembangkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan. pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan umum jangan sampai sebaliknya menimbulkan kesengsaraan umum. Apa yang mereka perlukan adalah pengaturan yang disepakati bersama untuk melestarikan ke 5 fungsi sosial lingkungannya. Manusia mempunyai tanggungjawab melestarikan fungsi lingkungan bagi generasi penerus mereka. Karena itu.Dalam memperebutkan lingkungan dan sumberdaya alam yang semakin langka itu. Masalahnya siapa yang akan mengambil prakarsa untuk memulainya secara perorangan maupun kolektif. kebangsaan dan keagamaan ataupun ideologi politik. Pembangunan. manusia tidak segan-segan menggunakan kekerasan dengan berbagai macam dalih dan seringkali juga mengaktifkan simbol-simbol ikatan primordial kesukubangsaan. tidak mungkin dipisahkan dari lingkungannya dan tidak mungkin merusak lingkungannya untuk kepentingan sejenak atau bagi generasinya. Manusia sebagai makhluk lingkungan (territorial being). Semata. Ekonomi .

Agar dapat mengetahui dengan jelas kondisi ekonomi nasional Indonesia hingga tahun 2000 ini. evolusi teori. serta terhambatnya pertumbuhan ekonomi. Kondisi seperti ini tak bisa dibiarkan untuk terus berlanjut dan memaksa pemerintah untuk menentukan suatu kebijakan dalam mengatasinya. Kebijakan moneter dengan menerapkan target inflasi yang diambil oleh pemerintah mencerminkan arah ke sistem pasar. yang meliputi pengertian. Pada masa itu pemerintah memberikan banyak kemudahan bagi para investor yang akan berinvestasi di bidang keuangan dan perbankan. Sebagai dampak atas inflasi. Tingginya tingkat krisis yang dialami negri kita ini diindikasikan dengan laju inflasi yang cukup tinggi. semakin banyak modal yang dilarikan ke luar negeri. Penerapan kebijakan moneter dengan menggunakan target inflasi (inflation targeting) ini diharapkan dapat menciptakan fundamental ekonomi makro yang kuat. Artinya. Program pembangunan bidang ekonomi di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1970-an dan menunjukkan perkembangan yang pesat sejak tahun 1980-an.Berbagai Hambatan dalam Penerapan Kebijakan Moneter Inflation Targeting I. berkurangnya investasi. Makalah ini akan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan target inflasi. Dalam artikel ini akan dibahas perkembangan ekonomi di Indonesia saat mulai berkembang tahun 1980-an hingga terjadinya krisis moneter . Perkembangan Ekonomi Makro di Indonesia Sejak Tahun 1980-an. prasyarat. tetapi lebih kepada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. orientasi pemerintah dalam mengelola perekonomian telah bergeser ke arah makin kecilnya peran pemerintah. karakteristik dan elemen target inflasi. II. PENDAHULUAN Sebagaimana diketahui bahwa negara Indonesia sedang dilanda krisis ekonomi yang berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. maka dalam pembahasan juga dipaparkan tentang perkembangan ekonomi makro Indonesia. PEMBAHASAN 1. Tujuan pembangunan bukan lagi semata-mata pertumbuhan ekonomi yang tinggi. terjadi penurunan tabungan. Hingga pertengahan tahun 1990-an perekonomian Indonesia terlihat semakin kuat dan mulai terpandang di dunia internasional.

pada tahun 1997. 4. Dalam upaya pemulihan sektor keuangan Indonesia. kegiatan ekonomi Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan. sebagaimana yang dipublikasikan oleh BI. Kebijakan moneter yang ditempuh saat ini berupa open market operation memerlukan ongkos yang mahal. 5 Prospek Ekonomi Jangka Pendek. Kebijakan Fiskal. Ditinjau dari aspek ekonomi makro. Peningkatan pertumbuhan ekonomi bertumpu pada kenaikan ekspor yang dewasa ini mulai membaik kembali. telah dilakukan restrukturisasi sistem moneter sejak tahun 1998. Kebijakan tersebut cukup efektif dalam menjaga stabilisasi ekonomi dan ongkos yang harus dibayar relatif murah. Berdasarkan AD/ART pemerintah negara Indonesia. namun juga dari faktor eksternal. Untuk beberapa tahun ke depan. kinerja perekonomian bukan hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor internal. Bentuk nyata restrukturisasi dilakukan dengan cara menyehatkan bank dan memberikan independensi kepada Bank Sentral. yaitu pengaruh pasar keuangan internasional. Meski telah menelan banyak biaya dan telah dilaksanakan lebih dari tiga tahun. untuk semester pertama tahun anggaran 2000 terlihat bahwa telah terjadi defisit anggaran yang disebabkan oleh peningkatan pengeluaran untuk subsidi dan pembayaran bunga hutang. 3. Kondisi ini diperparah dengan adanya kendala yang lebih besar. namun ternyata besarnya peningkatan penerimaan masih jauh lebih rendah dibanding peningkatan pengeluaran. Meski sebenarnya terjadi peningkatan penerimaan. Krisis moneter di Indonesia telah memporak-porandakan sektor keuangan yang sebelumnya tengah berkembang pesat sejak tahun 1980-an. namun proses penyehatan sistem moneter belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. dengan asumsi kondisi politik dan keamanan stabil. . Kebijakan Moneter Kondisi ekonomi negara Indonesia pada masa orde baru sudah pernah memanas. Dominasi kebijakan moneter dibanding kebijakan fiskal dan deregulasi sektor riil menyebabkan terjadinya kebijakan makro ekonomi yang tidak seimbang. Kondisi ekonomi sangat dipengaruhi oleh kondisi politik dan keamanan dalam negeri. Perkembangan Moneter Perbankan. 2. Pada saat itu pemerintah melakukan kebijakan moneter berupa contractionary monetary policy dan vice versa.

Pengertian. Berdasarkan perkembangan teori dan pengalaman empirik. sedangkan dalam jangka pendek teori Keynes lebih tepat. Menurut teori Klasik. target inflasi menawarkan suatu framework yang mengkombinasikan keduanya secara sistematis. Kebijakan moneter hanya mempunyai dampak permanen pada tingkat harga umum (inflasi). Salah satu penganut teori klasik modern. misalnya kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Kalaupun harus mempergunakan target antara. disimpulkan bahwa dalam jangka panjang teori yang sesuai untuk dipergunakan adalah teori Klasik. untuk menentukan pilihan atas rule vs discretion. sektor moneter dan sektor riil saling terkait melalui suku bunga. Ada berbagai kebijakan yang biasa dipergunakan oleh pemerintah dalam menangani permasalahan ekonomi. Target inflasi merupakan salah satu bentuk kebijakan moneter yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia dalam upaya pemulihan kondisi ekonomi nasional. Dalam hal ini Bank Indonesia selaku bank sentral menetapkan target laju inflasi untuk periode jangka waktu tertentu. Sedangkan menurut teori Keynes. yang disebut dengan constrained discretion. Kemudian. dalam praktik kebijakan moneter tidak ada yang . Karena pada dasarnya. dalam target inflasi diperggunakan proyeksi inflasi. Tidak seperti halnya kebijakan moneter konvensional yang senantiasa mempergunakan target antara besaran moneter. Evolusi Teori. Teori-teori moneter yang memberikan kontribusi bagi pematangan konsep ini meliputi teori klasik hingga teori modern. • Teori klasik modern >< Teori Keynes. Konsep target inflasi ini merupakan produk dari evolusi teori moneter dan akumulasi pengalaman empiris. Inflasi sebagai sasaran utama dan indepensi bank sentral sebagai pengendali inflasi merupakan landasan dari target inflasi. Milton Friedman. biasanya akan digunakan tingkat bunga jangka pendek. kebijakan target inflasi lebih berorientasi ke depan (forward looking) dibanding kebijakankebijakan moneter sebelumnya (yang oleh BI disebut juga kebijakan konvensional). Pendapat tersebut bertolak belakang dengan teori Keynes. kebijakan moneter tidak berpengaruh terhadap sektor riil. Dengan demikian. Dengan kata lain bahwa pembenahan sektor ekonomi dapat dilakukan dengan cara pengendalian inflasi. mengemukakan bahwa kebijakan rule lebih baik dibanding discretion.6 Target Inflasi. antara lain: • Teori Klasik >< Teori Keynes.

7 Prasyarat. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar kebijakan moneter dapat mencapai keberhasilan dalam pelaksanaannya. sedangkan dalam teori kuantitas digunakan jumlah uang beredar. karena mempengaruhi perilaku dan reaksi para pelaku ekonomi terhadap suatu kebijakan. teori moneter modern memasukkan aspek kredibilitas yang bersumber dari masalah time inconsistency. Teori Keynes mempergunakan tingkat bunga sebagai sasaran antara. Kebijakan moneter hanya dapat mempengaruhi output dalam jangka pendek. atau setidaknya menjadi sasaran utama. akan menyebabkan pembatasan diri terhadap informasi. Teori rational expectations menyebutkan bahwa faktor ekspektasi mempunyai peran penting. diharapkan dapat menjadi anchor bagi ekspektasi masyarakat. otoritas moneter dapat lebih bebas dan lebih fleksibel dalam menggunakan semua data dan informasi yang tersedia untuk mencapai sasaran. Ekspektasi masyarakat inilah yang menjadi kunci keberhasilan yang harus dapat dikendalikan. Dengan penerapan target inflasi dalam kebijakan moneter. • Teori moneter modern. Penggunaan sasaran antara. Dalam perkembangan selanjutnya. Menetapkan inflasi sebagai sasaran utama berarti menghindarkan diri dari inkonsistensi kebijakan. tidak harus tingkat bunga ataupun kuantitas uang. karena inflasi dipengaruhi bukan hanya oleh satu faktor. Agar hal ini tidak terjadi. baik berupa tingkat bunga maupun kuantitas uang. Guna menghindarkan polemik ini. maka pengendalian inflasi harus menjadi sasaran tunggal. Dengan mengambil inflasi sebagai sasaran akhir. • Teori kuantitas >< Teori Keynes. Artinya bahwa inkonsistensi dalam kebijakan moneter dapat terjadi apabila otoritas moneter terpaksa harus mengorbankan sasaran jangka panjang (inflasi) demi mencapai sasaran lain dalam jangka pendek. output akan kembali seperti semula.murni rules ataupun murni discretion. karena setelah ekspektasi masyarakat berperan. . • Teori rational expectations. Prasyarat tersebut meliputi: Indepensi Bank Sentral. Dengan demikian target inflasi menggunakan mekanisme transmisi yang relevan. kebijakan target inflasi menentukan inflasi sebagai sasaran akhir.

Fleksibel sekaligus kredibel Biasanya. Pelaksanaan secara konsisten dan transparan.Sebenarnya tak ada Bank Sentral yang bisa bersifat benar-benar independen tanpa campur tangan dari pemerintah. misalnya melalui kebijakan fiskal. Oleh karena itu. Pengendalian inflasi hanyalah salah satu di antara beberapa sasaran lain yang hendak dicapai oleh Bank Sentral. Sasaran-sasaran lain kadang-kadang bertentangan dengan sasaran pengendalian inflasi. Capacity to forecast inflation. dan kurs. maka kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan yang ditetapkan semakin meningkat. ada instrumen kebijakan yang tidak dipengaruhi oleh pemerintah. kesempatan kerja. Dengan pelaksanaan target inflasi secara konsisten dan transparan. seharusnya bank Sentral tidak menetapkan sasaran lain dan berfokus pada sasaran utama pengendalian inflasi. kebijakan target inflasi ini lebih berwawasan ke . Namun demikian. Dalam mengatur/menggunakan instrumen. sehingga dapat menetapkan target inflasi yang hendak dicapai. 8 Karakteristik. kebijakan yang fleksibel akan cenderung kurang kredibel dan hal itu merupakan dilema dalam penentuan kebijakan. Aturan Taylor (Taylor’s rule) dapat dipergunakan sebagai pedoman untuk mengatasi dilema tersebut. Fokus terhadap sasaran. Pengawasan instrumen Bank Sentral harus memiliki kemampuan untuk mengawasi instrumen-instrumen kebijakan moneter. misalnya sasaran pertumbuhan ekonomi. neraca pembayaran. Bank Sentral mutlak harus mempunyai kemampuan untuk memprediksi inflasi secara akurat.

Melakukan review terhadap kinerja kebijakan moneter. harga aset. c. Hasil tinjauan tersebut dapat dipergunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja selanjutnya. Sasaran utama dalam kebijakan target inflasi adalah pengendalian inflasi. Independensi Dengan adanya independensi dalam menentukan kebijakan. kurs. Sehubungan dengan hal tersebut. d. Laporan pelaksanaan Mestinya. yaitu: a. Kalau ada sasaran-sasaran lain di samping sasaran ini. harga barang industri dan sebagainya. c. karena akan berpengaruh terhadap ekspektasi masyarakat. dilaporkan dan diumumkan secara periodik. Komunikasi Dalam pelaksanaan kebijakan ini perlu adanya komunikasi yang efektif terhadap publik . maka sasaran yang lain harus tunduk pada sasaran utama.depan. Dalam kebijakan ini target dan indikator inflasi ditentukan terlebih dahulu dan dipergunakan sebagai pegangan dalam pelaksanaan kebijakan moneter. maka hasil yang telah dicapai oleh kebijakan ini harus dimonitor. Hal ini dapat dilihat dari karakteristik yang dimilikinya. maka peluang tercapainya sasaran akan lebih maksimal. Prediksi dilakukan dengan mempergunakan data besaran moneter. Dalam kebijakan ini juga dibuat prediksi inflasi di masa yang akan datang. Sasaran target inflasi. maka dapat disimpulkan bahwa elemen-elemen dalam target inflasi terdiri atas: a. Ini penting bagi publik agar dapat mengukur keberhasilan kebijakan ini. b. publik perlu untuk mengetahui sasaran kebijakan ini. 9 Elemen-elemen. b. Berdasarkan teori dan penjabaran di atas. tingkat bunga.

Kanada. Dengan kata lain bahwa pemerintah tidak dapat benarbenar tidak turun campur tangan dalam urusan lembaga pengawas. karena hingga saat ini sistem pemerintahan Indonesia tidak memungkinkan untuk memberikan kewenangan penuh terhadap suatu lembaga/otoritas dalam menjalankan fungsi pengawasan instrumen keuangan. Spanyol. Para pejabat dalam lembaga . Inggris. Secara singkat. Kebijakan target inflasi ini telah dilaksanakan di negara-negara Selandia Baru. Data dan informasi Data dan informasi yang relevan. e. terbaru dan lengkap diperlukan untuk melakukan analisis kebijakan yang prima. Negara-negara tersebut mendapatkan keberhasilan dalam menekan laju inflasi dengan penerapan kebijakan ini. Meski kebijakan target inflasi ini cukup menjanjikan. Karena adanya kesamaan permasalahan dan latar belakang. negara-negara tersebut sebelumnya juga mempergunakan kebijakan moneter dengan target antara. 11 Berbagai Hambatan Dalam Pelaksanaan Targat Inflasi. Australia. meski lembaga tersebut disebut lembaga independen. Ditambah dengan adanya faktor lain yang juga menjadi kendala dalam pemberlakuan kebijakan ini. Seperti halnya Indonesia. namun sebenarnya terdapat banyak hambatan yang berkaitan dengan banyaknya prasyarat yang harus dipenuhi dalam pelaksanaannya di Indonesia. Finlandia. maka diharapkan pelaksanaan target inflasi di negara kita juga akan dapat menuai keberhasilan. hambatan-hambatan dapat dijelaskan sebagai berikut: - Hambatan dalam menciptakan independensi Sulitnya menciptakan independensi bank sentral. Korea dan Filipina. 10 Prospek.tentang cara-cara pencapaian sasaran inflasi dan mekanisme transmisi yang jelas. Swedia.

- Hambatan dalam mewujudkan kebijakan secara fleksibel dan kredibel. yang berarti loyalitas mereka terhadap pemerintah tak diragukan lagi. sehingga menyebabkan incredible. Juga maraknya praktik kolusi yang menyebabkan sikap masyarakat semakin apatis dan enggan berpartisipasi dalam pelaksanaan pemulihan krisis ekonomi. - Hambatan dalam mewujudkan kebijakan secara konsisten dan transparan. Isu-isu seputar politik dan keamanan daerah sudah rawan untuk memporak-porandakan perekonomian nasional. para investor masih beranggapan bahwa negara kita tidak cukup kondusif bagi investasi. Jika stabilitas belum tercapai. Pelaksanaan kebijakan target inflasi secara konsisten dan transparan juga akan sulit terwujud. maka akan membuka kesempatan korupsi dan kolusi. maka akan timbul sifat inflexible. Tingkat korupsi di Indonesia yang sedemikian tinggi akan mempersulit pemerintah dalam meraih kepercayaan dari masyarakat. - Hambatan dalam memprediksi inflasi. . Demikian juga sebaliknya. Jika kebijakan diberlakukan secara lentur. kecuali apabila lembaga pelaksana kebijakan ini dapat meyakinkan masyarakat bahwa aparaturnya negara bersih dan bebas korupsi. mustahil dapat memprediksi dengan cermat. Untuk saat ini. apabila kebijakan ini lebih berfokus pada kredibilitas. Hal ini jelas-jelas menyebabkan fungsi pengawasan tak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Padahal. Kebijakan target inflasi belum tentu didukung oleh masyarakat. peramalan inflasi di Indonesia akan sulit dilaksanakan.tersebut digaji oleh pemerintah. Hal ini berkaitan dengan kondisi politik dan keamanan yang boleh dikatakan tidak menentu akhir-akhir ini. stabilitas nasional sangat berperan dalam menentukan kondisi ekonomi suatu negara. Menjalankan kebijakan secara fleksibel sekaligus kredibel juga bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Kemampuan untuk memprediksi inflasi merupakan kunci utama dalam pelaksanaan kebijakan target inflasi. Kemungkinan besar.

-

Tingkat keparahan krisis. Faktor lain adalah tingkat keparahan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia sudah tergolong akut, sehingga penanganannya juga lebih sulit dibanding negara-negara lain. Mungkin kebijakan target inflasi ini berhasil diberlakukan di negara-negara lain, namun belum tentu akan sesuai diberlakukan di Indonesia.

III. KESIMPULAN Kondisi perekonomian Indonesia yang terpuruk akibat krisis memerlukan upaya pemulihan dengan menggunakan kebijakan moneter. Kebijakan yang diterapkan berupa inflation targeting yang telah berhasil mengentaskan problem inflasi di berbagai negara di dunia.

-

Target inflasi dicetuskan dari perkembangan evolusi teori-teori ekonomi dan dalam pelaksanaannya ditentukan oleh kondisi suatu negara dengan prasyarat-prasyarat untuk keberhasilan sistem ini.

-

Bank Indonesia sebagai otoritas moneter diharapkan dapat mengembangkan kebijakan yang secara efektif dapat memulihkan stabilisasi ekonomi jangka pendek dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi berkelanjutan, dengan ongkos yang minimal.

-

Pemulihan kondisi ekonomi yang stabil bukan hanya ditentukan oleh faktor internal, namun juga faktor eksternal, misalnya kondisi politik dan keamanan negara.

-

Target inflasi nampaknya akan sulit untuk diberlakukan sebagai salah satu kebijakan moneter di Indonesia, mengingat berbagai hambatan yang harus dihadapi.

DAFTAR PUSTAKA : Adiningsih, Sri. 2000. "Perkembangan Moneter Perbankan Indonesia". Makalah Seminar

Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Bernanke, B. and Mihov. 1997. "What Does the Bundesbank Target?" European Economic Review. Boediono. 2000. "Inflation Targeting". Makalah Seminar Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Fischer, Stanley. 1993. "The Role of Macroeconomic Factors in Growth". Journal of Monetary Economics. Goeltom, Miranda S. 2000. "Perkembangan Ekonomi Makro Indonesia". Makalah Seminar Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Mishkin, F.S. 1999. "International Experience with Different Monetary Policy Regimes". Journal of Monetary Economics. Nopirin. 2000. "Kebijakan Moneter Dengan Target Inflasi". Makalah Seminar Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Saudagaran, S.M. and Diga, J.G. 2000. "The Institutional Environment of Financial Reporting Regulation in ASEAN". The International Journal of Accounting.

Oleh: Seruni Sutanto, Dosen STIE Widya Manggala Semarang

Sumber: http://www.stie-stikubank.ac.id/webjurnal

Senin Paing, 28 Agustus 2006

Artikel
Pola pembangunan konvensional harus segera ditinggalkan. Jika tidak segera mengubah haluan, dampak negatif pada ketimpangan kehidupan dan lingkungan akan semakin menjadi-jadi.

--------------------"Pseudo Growth" dan Pembangunan Berkelanjutan Oleh Dr. IB Raka Suardana, S.E., M.M.
KERUSAKAN lingkungan Pulau Bali akibat eksploitasi berlebihan, dan berkembangnya usaha yang mencemari lingkungan, mau tak mau harus disikapi dengan tindakan yang lebih aktif melalui penyikapan bersama dalam menciptakan sinergi dan jejaring di antara semua pemangku kepentingan (stakeholders). --------------------------Selama ini pembangunan sepertinya hanyalah mengejar pertumbuhan ekonomi, yang diukur dengan produk domestik bruto (PDB) di tingkat nasional dan produk domestik regional bruto (PDRB) di level lokal (propinsi dan kabupaten/kota). Jika PDB/PDRB meningkat, maka pertumbuhan ekonomi tentu meningkat pula, yang dianggap merupakan ''prestasi'' pemimpin nasional/lokal. Padahal dalam mencapai PDB/PDRB itu, kemajuan pembangunan masih berbasis pada pembangunan yang bersifat konvensional. Dalam pembangunan konvensional, keberhasilan menaikkan produksi barang dan jasa secara melimpah (yang merupakan unsur PDB/PDRB), tidak mengakomodasi aspek lingkungan. Pembangunan sosial juga tersingkirkan, terutama yang menyangkut kepentingan kelompok miskin. Banyak bukti untuk kasus ini, di mana rakyat miskin selalu termarginalkan dalam setiap pembangunan. Kinerja ekonomi dalam pembangunan konvensional seperti itu jelas mengarah kepada pertumbuhan semu atau dikenal dengan istilah pseudo growth. Pseudo dalam dictionary berarti palsu atau pura-pura, dan dalam kamus bahasa Indonesia berarti tidak asli dan tidak sah. Dalam mengukur keberhasilan pembangunan melalui PDB/PDRB, cenderung pada pertumbuhan ekonomi yang umumnya melakukan eksploitasi sumber daya alam secara eksploitatif, agresif, dan ekspansif. Sebagai akibatnya, deplisi dan/atau degradasi serta kerusakan sumber daya alam terjadi begitu mengenaskan. Implikasinya jelas berpotensi menghancurkan kinerja pertumbuhan ekonomi itu sendiri (self-destructive). Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi yang selama ini diukur melalui PDB/PDRB dan merupakan sebagai ukuran kesejahteraan masyarakat masih bersifat "sesaat" dan belum memikirkan kelangsungan hidup untuk generasi penerus.

Internalisasi Biaya Secara global konsep pembangunan berkelanjutan sudah ada gerakan nyata untuk mengimplementasikannya. Deklarasi Milenium PBB tahun 2000. dan ekonomi. Saat menghitung PDB/PDRB. peningkatan pertumbuhan ekonomi terjadi. Meskipun kendala yang dihadapi pasti besar. keuntungan diperoleh luar biasa saat pengeksploitasian. ketatnya. juga akan menjadi kendala cukup berat untuk dihadapi. Secara ekonomi. hutan hanya dieksploitasi untuk perolehan ekonomi tanpa dilakukan reboisasi kembali. Konsep pembangunan berkelanjutan muncul ketika terjadi kegagalan konsep pembangunan konvensional. proses pembangunan yang terjadi tidak memikirkan generasi mendatang. sebab banyak orang pada saat ini masih mengutamakan kepentingan jangka pendek dibandingkan jangka panjang. berbagai aturan tentang produk yang masuk ke . Demikian juga galian C. semua pihak seharusnya sudah menyadari konsep yang dijadikan pijakan dalam setiap gerak menuju kemajuan pembangunan. sehingga dianggap prestasi bagi pimpinan. seharusnya dilakukan peremajaan kembali atau perbaikan sebagai akibat kerusakan yang timbul. sehingga sumber daya alam terbarukan dapat dilindungi. di mana saat itu proses yang terjadi lebih banyak bersifat top-down. baik pimpinan nasional maupun pimpinan wilayah. Bila ditinjau dari sisi lingkungan. Jenis pertumbuhan ekonomi seperti itulah yang dapat dikatekagorikaan pseudo growth (pertumbuhan semu). Tetapi kenyataannya. Namun tantangan pembangunan berkelanjutan ini cukup banyak. Seperti. Pelaksanaan konsep pembangunan berkelanjutan diperkuat dengan kesepakatan para pemimpin bangsa yang dinyatakan dalam hasil-hasil negosiasi internasional. Konsep ini didefinisikan sebagai pembangunan atau perkembangan yang memenuhi kebutuhan masa sekarang tanpa membahayakan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya. Di samping itu. dan penggunaan sumber alam yang dapat habis (tidak terbarukan) pada tingkat di mana kebutuhan generasi mendatang masih tetap akan terpenuhi. dan Deklarasi Johannesburg pada KTT Bumi tahun 2002. dampak negatif pada ketimpangan kehidupan dan lingkungan akan semakin menjadi-jadi. yang jelas berpotensi akan tenggelam di kemudian hari. baik bagi si pengusaha maupun yang diterima pemerintah daerah dan pusat melalui restribusi. Pembangunan Berkelanjutan Pola pembangunan konvensional harus segera ditinggalkan. Salah satu yang paling krusial adalah menemukan cara meningkatkan kesejahteraan masyarakat sambil menggunakan sumber daya alam secara bijaksana. yaitu dikenalkannya konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development).Misalnya contoh penebangan pohon di hutan. antara lain Deklarasi Rio pada KTT Bumi tahun 1992. Sebenarnya sejak dasawarsa 1900-an. sosial. para pengusaha yang mengeksploatasinya hampir semuanya tidak melakukan upaya atau memikirkan cara penanganan lubang bekas galian. adanya egoisme sektoral dan lemahnya penegakan hukum. Jika tidak segera mengubah haluan.

* Mulai sekarang setiap perusahaan yang bidang usahanya berpotensi merusak atau mencemari lingkungan. * Konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). tanpa mengakomodasi aspek lingkungan. serta Ketua Lembaga Penelitian. paling tidak akan menjadi langkah sedikit maju di masa mendatang. salah satunya dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sambil menggunakan sumberdaya alam secara bijaksana. terutama yang menyangkut kepentingan kelompok miskin. * Pembangunan sosial tersingkirkan. Konsep internalisasi biaya perbaikan lingkungan ke dalam harga pokok. memasukkan biaya perbaikan lingkungan ke dalam harga pokok produk/jasa yang dihasilkannya. * Peremajaan atau perbaikan lingkungan menjadi tanggung jawab perusahaan yang bersangkutan. Rasanya hal ini tidak begitu sulit dilakukan.negara-negara maju. apakah ada pengusaha yang mau melakukannya? Penulis. Misalnya harus mencantumkan label yang ramah lingkungan (ecolabelling). sehingga peremajaan atau perbaikan lingkungan menjadi tanggung jawab perusahaan yang bersangkutan. dosen FE dan Program Pascasarjana MM Undiknas. Namun pertanyaannya sekarang. . Bagaimana di tingkat nasional dan lokal? Tampaknya belum. Pengkajian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Undiknas Denpasar -----------------* Selama ini pembangunan konvensional mengarah kepada pertumbuhan (pseudo growth) yang hanya menaikkan produksi barang dan jasa secara melimpah. secara sederhana jika memungkinkan mulai sekarang setiap perusahaan yang bidang usahanya berpotensi merusak atau mencemari lingkungan memasukkan biaya perbaikan lingkungan ke dalam harga pokok produk/jasa yang dihasilkannya. Untuk itu.

more or less. yaitu institusi kerajaan 2. mengatakan bahwa “For the greater part of this century. ditentukan oleh patron utama. accordingly. yang ditandai dengan penggunaan ornamen dan dekorasi yang berlebihan. dan dapat diaplikasikan ke setiap object desain. 2010 Desain Modern di Indonesia Perkembangan Desain Abad ke 19 (1850 – 1900) 1. keabsahan suatu nilai dari ekspresi budaya. It has meant so much that it has often meant nothing”. Secara umum perkembangan desain di Indonesia terbagai menjadi tiga tahapan penting yaitu Program Modernisasi. apakah ilmu pengetahuan. the word “modern” has been relatively unproblematic with regard to design. atau tari. It could be applied to any designed object. sastra. Gejala sosial yang demikian adalah pengambilan elemen bentuk dari abad 17 dan 18 dalam desain interior gaya historisisme. It has meant whatever one wanted it to mean. Perkembangan desain modern di Indonesia. musik. seni rupa. Istana Raja masih menjadi pusat kebudayaan.Desain Modern di Indonesia • Mei 16th. given the appropriate context and. it could be construed as an insult or a compliment. awal dan citra perubahan Program Modernisasi Definisi secara umum dari kata “modern” adalah : • Karya budaya ragawi yang umumnya memiliki ciri – ciri yang sesuai dengan proses modernisasi dalam arti yang luas . Menurut Paul Greenhalgh dalam bukunya “Modernism in Design” terbitan Reaction Books. Dari sini dapat diartikan bahwa definisi “modern” secara relatip tidak mempermasalahkan tentang desain.

Kemudian itu memuncak pada Abad ke-19 dan 20. yang diistilahkan sebagai faktor N-ach (Need of achievement) Modernisasi di dunia Chodak mengidentifikasikan 3 tipe modernisasi : 1. Kosmos yang “nyaman” berubah maknanya oleh otonomisasi (sekularisasi) sehingga rasa aman lenyap 2. dan Afrika (Eisenstadt. Modernization: Protest and Change. yaitu dorongan untuk berprestasi. dan politik yang berkembang di Eropa Barat dan Amerika Utara. Modernisasi Akulturasi 3. standar hidup. ekonomi. pendapatan per kapita.• Lahir dari pemikiran modern dan tumbuh di lingkungan masyarakat modern Beberapa pendapat tentang Modernisasi: • • • • • • • Ilmuwan Sosial : Kemunculan masyarakat industri barat dibandingkan dengan masyarakat negara berkembang yang masih tradisional Eisenstadt : Modernisasi merupakan proses perubahan masyarakat menuju tipe sistem sosial. Englewood Cliffs. 1996. dan pertumbuhan Industri Ahli Sosiologi Modernisasi dengan lebih mengarah kepada perspektif evolusioner yang mencakup transisi multilinier masyarakat tradisional menjadi masyarakat yang lebih maju Ahli Komunikasi Modernisasi sebagai proses perubahan dari cara hidup tradisional menuju gaya hidup yang lebih kompleks dan maju secara teknologi Black Modernisasi ditandai oleh perkembangan sejumlah lembaga yang secara fungsional meningkatkan pengetahuan manusia untuk menguasai lingkungannya secara cepat. Inkeles dan McCleland Memaparkan modernitas dari variabel psikologis yang membentuk mentalitas manusia modern secara khas. Asia. serta meluas ke sejumlah negara di Amerika Selatan. Prentice-Hall) Ahli Ekonomi : Modernisasi berdasarkan berbagai model pertumbuhan ekonomi. Modernisasi Industri 2. Modernisasi Induksi Menurut Abraham 1. Masyarakat yang “nyaman” dirobek – robek karena individu mendesak diri sebagai pusat semesta .

3. kebangkitan lembaga politik . yaitu pemisahan hubungan ekonomi dengan sistem sosial yang lain. Birokrasi dan waktu menggantikan tokoh mistis dan waktu mitologi 5. kehidupan modern bermakna sebagai proses mengganti kenyamanan alamiah dengan kenyaman buatan Menurut Giddens • • • • Kapitalisme Industrialisme Kekuatan Militer Kontrol terhadap informasi dan aktivitas sosial Abraham mencirikan modernisasi sebagai proses yang selalu diikuti oleh : • • • • • • • • Proses industrialisasi Peledakan penduduk Sekularisasi Revolusi harapan Berkembangnya media massa Stabilitas kependudukan Bangkitnya kelas menengah secara besar – besaran Revolusi budaya yang dahsyat Abraham juga memberikan gambaran tentang modernisasi sebagai suatu perubahan sebagai berikut : Gambaran Modernisasi Menurut Abraham Keterangan gambar : • Sisi Struktural : Meliputi peningkatan diferensiasi dan integrasi struktural. Pribadi menemukan diri sendiri secara kuat sehingga dalam arti sistem sosial. Kebersamaan nilai goyah karena proses individual 4.

Konteks ekonomi 2. Karya desain yang semata – mata meniru gaya orang Barat tanpa diimbangi oleh proses berpikir dan mentalitas modern Perkembangan desain di Indonesia dapat dilihat dari konsep: • • • • Perkotaan Arsitektur Aneka Barang Industri dan Karya Cetak Pendidikan Seni Rupa dan Desain Awal dan Citra Perubahan Konteks perkembangan desain modern di Indonesia yaitu pergeseran nilai desain dan dunia kesenirupaan pada : . Barang Konsumen 2. dan kepuasan pribadi 4. Benda Eksklusif hasil rancangan arsitek dan desainer terkenal Tema besar desain modern : 1. Karya desain yang mengadaptasikan dan menggunakan berbagai unsur kebudayaan Barat yang telah modern tanpa harus “menjadi Barat” atau berciri Barat. konsumsi. Kebutuhan masyarakat dengan berbagai perubahannya Desain Modern di Indonesia Desain Modern di Indonesia dapat dikategorikan atas tiga kelompok besar : 1. Kerajinan 3.• • baru. Karya desain yang diciptakan sebagai tuntutan masyarakat yang berpikiran modern. baik secara mentalitas maupun tindakannya 2. 3. dan perluasan pendidikan formal. Penggunaan teknologi baru yang memungkinkan seorang pendesain bermain dengan bentuk 3. Hubungan antara produksi. spesialisasi serta mencairnya stratifikasi kemasyarakatan Sisi Attitudinal : Orientasi individu ke arah kemajuan Sisi Possesual : Mengarah kepada terbentuknya spesialisasi fungsional dalam masyarakat Desain Modern Menurut Dormer : 1.

Terdapatnya rekayasa sosial Desain Indonesia Abad ke 21 Perkembangan desain di Indonesia pada abad ini akibat dari adanya : • • • • • Perkembangan desain di dunia global Demam Posmodern Adanya hubungan antara perkembangan desain dengan perlawanan budaya Adanya kesadaran terhadap hak penciptaan Keinginan untuk mewujudkan desain yang berwawasan lingkungan I. Desain Global Adanya perubahan besar didunia akibat perkembangan teknologi dan terbentuknya tatadunia baru yang semakin terpolarisasi oleh peradaban besar sehingga semua komponen kebudayaan saling mempengaruhi dan memposisikan diri sepadan dengan kekuatannya. seorang arsitek Amerika terkemuka mengumandangkan kematian Modernisme seiring dengan diruntuhkannya bangunan bertingkat Pruitt- . 1. kondisi Indonesia (Hindia Belanda) pada awal abad ke-20 dapat dikatakan sebagai masa transisi dari tradisional ke arah kehidupan modern dengan ditandai oleh : 1. Pendapat Para Ahli tentang abad ke 21 • • • • Peter F. namun akan tercipta oleh kemampuan mengembangkan daya inovasi yang didasari pada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi Jane Jacobs. mengkritik dengan keras tentang buruknya perencanaan tatakota di Amerika (1960) Robert Venturi yang mengkritik secara tajam Modernisme dalam dunia arsitektur pada tahun 1966 Charles Jencks. Terjadinya arus urbanisasi 5. Drucker : Keberlangsungan pembangunan sebuah bangsa bukan lagi bersandar pada modal.• • • Beberapa dasawarsa akhir penjajahan Belanda Masa setelah kemerdekaan dan Demokrasi Terpimpin Masa Orde Baru hingga era pembangunan sekarang Dalam teori modernisasi. Adanya Program Industrialisasi 4. besarnya tenaga kerja ataupun penguasaan wilayah. Adanya dualisme struktural yang memungkinkan kehadiran bersama 2. Munculnya secara berangsur-angsur norma modernitas dalam kerangka nilai – nilai tradisional 3. seorang sosiolog Amerika. Terjadinya Mobilitas Politik 6.

Ditinjau dari aspek rupa. 2. Guru Besar dari The Australian National University : Makna pembangunan yang dilakukan oleh setiap negara adalah proses transformasi segala bidang dari kondisi tertentu menuju kondisi lain yang lebih baik. Keterbukaan Budaya : Budaya ragawi yang dihasilkan manusia tidak terlepas dari sistem dunia yang terintegrasi antara satu sistem nilai dengan sistem lainnya. hal ini tercermin dari adanya penentuan arah kebijakan perekonomian akibat adanya perjanjian internasional dan permainan “Mata Uang” oleh negara – negara maju 2. kini dan yang akan datang. yang ditandai oleh : 1. Wacana Desain di Indonesia Belajar dari pelbagai kebijakan dan hasil pembangunan selama beberapa dekade. melainkan juga dalam bentuk nilai – nilai b. Fenomena yang terbentuk. pada jam 15.• Igoe pada tanggal 15 Juli 1972 di St. baik gaya. desain tidak terlepas dari rona pembangunan “besar” yang dijalankan oleh satu pemerintahan dimana tercermin dari aneka kebijakan termasuk komitmen antar kebudayaan ataupun antarnegara II. tema maupun teknik pengungkapan. Missouri. baik pada masa lalu. tidak hanya secara teraga. Louis. Upaya Pemberdayaan : Sebagai bagian dari kebudayaan yang teraga. desain telah menunjukkan aspek keragaman yang tak terhitung.32 karena bangunan tersebut selama ini menjadi tonggak terapan gaya Modernisme di Amerika. Demam Posmodern Era Posmodern adalah Masa transisi antara berakhirnya masa modernisme dan munculnya alternatif pemikiran baru sebagai usaha mencari bentuk baru III. Desain dan Perlawanan Budaya Aktivitas desain tidak terlepas dari sistem nilai yang berkembang di dalam masyarakatnya. teraga menjadi kebudayaan benda. . telah nyata bahwa Indonesia terpengaruh oleh dampak percepatan keterbukaan budaya sedunia. Sejak pergantian era pemerintahan Orde Baru dan tuntutan perbaikan kinerja program Wacana desain di Indonesia juga terjadi akibat adanya : a. Saiful Arif. Semakin menonjolnya pengaruh budaya kuat negara – negara adidaya. Fenomena Persaingan : Terjadi akibat percepatan yang terjadi sebelumnya dimana memicu lahirnya pengelolaan produksi barang dan pergerakan pasar yang semakin tinggi. c. Desain adalah wujud yang teraga dengan muatan – muatan makna di dalamnya.

Undang – undang paten No. pengembangan ataupun varian b. 4. telah tumbuh kesadaran akan hak – hak penciptaan. 5 tentang Perindustrian Pasal 17 : Desain Produk Industri mendapat perlindungan hukum yang ketentuan – ketentuannya diatur dengan peraturan pemerintah c. baik mengandung nilai – nilai kebaruan. 3. merupakan persetujuan integral dari persetujuan Putaran Uruguay dalam rangka GATT b. Undang –Undang No. Peragaman citarasa masyarakat yang muncul sebagai perluasan. Peragaman Bahasa Rupa yang menjadi bagian kreatif wujud desain setiap periode. 19 tentang Merek) Bidang desain terutama performansinya (UU tentang Desain Industri No. Including Trade in Counterfeit Goods). 20 Tahun 2000) Beberapa dasar hukum yang dapat dipakai sebagai acuan adanya perlindungan bagi karya cipta di bidang desain terdiri dari : a. ada 24 negara yang menjadi anggota termasuk Indonesia sejak tahun 1953  Locarno Agreement Establishing an International Classification for Industrial Designs (1968 hingga 1995 beranggotakan 23 negara)  TRIPs (Trade Related Aspects of Intelectual Property Rights. Karya Cipta Bidang Seni Rupa (UU Hak Cipta Tahun 1997) Karya yang bersifat Temuan (UU Paten Tahun 1997) Merek Produk berupa logo atau identitas produsen (UU No. Undang – undang hak cipta 1997 (diperbarui lagi tahun 2002) d. Kesadaran terhadap Hak Cipta Menjelang abad ke – 21. namun dari kalangan praktisi hukum yang mengamati fenomena global bahwa hak – hak penciptaan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari wacana ekonomi global. penyebaran dan kebutuhan baru masyarakat akan aneka produk. perumahan. msekipun awalnya bukan dari seniman. diantaranya : a. 6 tahun 1989 . Konvensi Internasional :  WIPO (World Intelectual Property International)  Paris Convention for The Protection of Industrial Property (11 April 1995 beranggotakan 129 negara termasuk Indonesia)  Berne Convention for the Protection of Literary and Artistic Work (16 Mei 1995 beranggota 112 negara termasuk Indonesia)  The Haque Agreement Concerning the International Deposit of Industrial Designs (1993. pakaian dan komunikasi IV.Makna budaya yang lebih spesifik dalam karya – karya desain yang teraga itu dapat dikelompokkan atas beberapa peran. 2. Baik untuk karya cipta milik orang asing maupun karya cipta milik Bangsa Sendiri HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) dalam bidang desain di Indonesia dikategorikan : 1.

tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor . 19 tahun 1992 g. Peraturan Pemerintah (PP) : o PP No. tentang Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Lingkungan sebagai akibat Usaha Industri o MENKLH No. 4 Tahun 1982 tentang ketentuan – ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. Undang – Undang : o No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang o No. yaitu hasil sampingan dari pemakaian bahan bakar untuk mendapatkan energi Konvensi tentang keragaman hayati yang menghendaki agar semua negara mengerahkan segala daya dan dana untuk melestarikan keragaman spesies hidup. RPP tentang desain produk industri f. memuat ketentuan bahwa setiap rencana yang diperkirakan mempunyai dampak terhadap lingkungan. wajib dilengkapi dengan AMDAL yang pelaksanaannya diatur oleh PP o No. Undang – Undang tentang merek No. ekonomi. kemudian melahirkan Deklarasi Rio tahun 1992 yang berisi antara lain :      Hak dan Tanggung Jawab bangsa – bangsa dalam memperjuangkan perkembangan dan kesejahteraan manusia Merancang cara mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan dari segi sosial. 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 2.02/MENKLH/I/1988 tentang Pedoman Baku Mutu Lingkungan o MENLH No. 31 Tahun 2000 V. dan mengupayakan manfaat penggunaan keragaman hayati dirasakan secara merata PP Perundang – Undangan dan yang berhubungan dengan Lingkungan Hidup dan pengelolaannya : 1. dan pembangunan semua jenis hutan secara berkelanjutan yang merupakan unsur mutlak bagi pembangunan ekonomi dan pelestarian segala bentuk kehidupan Dalam mensiasati terjadinya perubahan iklim. Undang – undang tentang desain industri No. KEP. pernyataan ini mensyaratkan pengurangan emisi gas – gas seperti karbon dioksida. 51 Tahun 1993 tentang AMDAL o Menteri Perindustrian No.e. semua negara harus memberikan kontribusi untuk menstabilkan gas – gas rumah kaca dan atmosfer pada tingkatan yang tidak akan mengacaukan iklim global. Desain yang Berwawasan Lingkungan Dorongan dan isu – isu gentingnya masalah lingkungan tersebut. dan lingkungan hidup Membuat pernyataan tentang prinsip – prinsip yang menjadi pedoman bagi pengelolaan. 12/M/SK/1978. pelestarian. Kep.35/MENLH/10/1993.

KM 8 Tahun 1989.wordpress. tentang Persyaratan Laik Jalan Kendaraan Bermotor Kepala BAPEDAL RI No. KEP-16/MENLH/4/1996 tentang pelaksanaan Program Langit Biru Isu Nasional dan Kesepakatan Internasional : • • • • • • • Program Pembangunan Berkelanjutan KTT Bumi Rio de Janeiro 1992 dan Deklarasi Rio Agenda 21 sebagai Rencana Global Pembangunan Berkelanjutan Konvensi Tentang Perubahan Iklim dan Keragaman Hayati KTT Bumi 5 Juni Tahun 1997 ISO 14001 mengenai Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan Program Ekolabeling Sumber : http://sosiologidesain.com/desain-modern-di-indonesia/ . Kep49/MENKLH/6/1987 tentang Pedoman Dampak Penting) MENLH No. Kep-56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting (sebagai pengganti No.o o Menteri Perhubungan No.

Melemahnya kualitas penghayatan moral dan norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. A. mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). sebagai berikut. B. Yaitu. Secara umum dan sederhana masalah ini kemudian berimplikasi pada lemahnya penghayatan moral dan norma dalaam aktivitas kehidupan berbangsa dan bernegara. Harus! (Bag. ekonomi.Warta Pelaku: Artikel sumber: warta. hukum. Permasalahan-permasalahan ini merupakan mata rantai masalah. Ditandai dengan gejala menurunnya rasa kasih sayang dan kepedulian sosial. 30 November 2010 Menuntaskan Agenda Bangsa. 1) Bangsa Indonesia sebenarnya masih mengalami berbagai masalah yang begitu kompleks dari segala sektor. yang bisa berpengaruh terhadap tujuan dan cita-cita bangsa ini. Menurut pandangan secara umum. yang merupakan rantai masalah bangsa. Budaya belajar dan menuntut ilmu semakin dikesampingkan oleh bangsa ini walau Pemerintah telah mengambil kebijakan wajib belajar dan memberikan peluang yang seluas-luasnya kepada aset bangsa untuk belajar dengan biaya yang telah disediakan Pemerintah. Kualitas penyerapan ilmu pengetahuan masih rendah. serta praktek-praktek moral hazard menjalar di setiap aktivitas masyarakat. ada beberapa masalah dan tantangan yang dihadapi Indonesia. Upaya Pemerintah untuk mencerdaskan bangsa . penyakit sosial (social pathology) masih ditemukan di antara sesama bangsa Indonesia.asp?mid=3210&catid=2 Padangsidimpuan. Baik itu sektor sosial. maupun keamanan dan pertahanan negara. Krisis kesejahteraan rakyat ini membuka peluang terjadinya krisis moral. budaya. Masalah ini justru menimbulkan krisis kualitas manusia Indonesia yang pada gilirannya tidak mampu mengelola sumber daya nasional. politik.

Pertumbuhan ekonomi masih didominasi oleh konsumsi dan impor. Pengelolaan tabungan juga belum optimal. Namun. bahkan Pihak swasta—sebut saja pemberian asuransi dan pelayanan kesehatan maupun pendidikan. Potensi pertambahan penghasilan negara pengelolaan yang dilakukan masih mengalami hambatan. Produk dalam negeri kalah bersaing dengan produk asing. investor luar maupun dalam negeri merasa was-was untuk menyuntikkan modalnya untuk membangun usaha maupun industri. sembako. hingga pemberian alat/bahan/material sebagai potensi usaha yang diinginkan oleh masyarakat. sebagaimana tertuang dan diamanahkan dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Amanah ini merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar dengan dalih apapun. Nilai produk dalam negeri masih sangat rendah. pembangunan meningkat. Justru malah pihak asing yang memiliki peran penting meraih keuntungan besar dari negara kita. Hal ini terlihat dari penerimaan pajak yang belum maksimal. Rendahnya kualitas kesejahteraan bangsa. C. telah berupaya melakukan program gerakan/aksi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. dengan alasan kenyamanan dan keamanan serta keberlangsungan sebuah proyek perekonomian dikhawatirkan terganggu. Begitu juga dengan sejumlah jenis kekayaan/aset negara yang tidak dikelola sepenuhnya oleh negara. peluang lapangan pekerjaan dan pendapatan lebih layak. Pemerintah. sehingga dikategorikan “miskin”. upaya Pemerintah tersebut masih mengalami kendala yang ditandai dengan banyaknya jumlah anak dan pemuda yang putus sekolah. sehingga masih banyak ditemukan masyarakat yang hidupnya di bawah standar kelayakan. Pengelolaan uang negara belum efisien dan sebagainya. sebagai salah satu pelaksana amanah tersebut. rehab rumah. Bantuan Langsung Tunai (BLT). Artinya. mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia merupakan agenda pembangunan nasional yang prioritas untuk direalisasikan. bahkan standar manusiawi. Bantuan-bantuan diberikan kepada masyarakat miskin (pro poor) pun dilakukan oleh hampir seluruh departemen/badan/dinas/instansi pemerintahan. Namun. Padahal. Melemahnya pengelolaan sumber daya nasional. dan dengan sendirinya. . rakyat akan merasakan dampak positif dari hal tersebut.adalah agar mampu mengembangkan ilmu pengetahuannya sebagai modal keberlangsungan hidup yang bergengsi. pinjaman modal usaha. Ironisnya. Tujuan bangsa Indonesia membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum/rakyat. D. Dalam segi ketenagakerjaan juga mengalami penurunan kualitas kemampuan tenaga kerja. sehingga perputaran perekonomian Indonesia stabil. Ternyata persoalan di atas merupakan konsekuensi kelemahan di bidang ilmu pengetahuan. tidak sedikit upaya itu tertunda keberhasilannya. Gejala yang timbul adalah sebagian lulusan perguruan tinggi tidak mampu membuka kesempatan berwirausaha. pengelolaan sumber daya yang baik dapat menopang penghasilan negara. layak jual dan memiliki nilai tawar yang diperhitungkan.

Pandangan yang keliru sering tercetus dari suara sebagian masyarakat miskin.Ternyata persoalannya adalah kebijakan dan upaya penanggulangan kemiskinan yang dilakukan dipandang kurang efektif dalam menurunkan angka kemiskinan. tanpa mengeluarkan modal atau dengan . saluran air/parit maupun jalan yang semula indah menjadi pemandangan suram—yaitu sebagai wadah penampungan sampah dan limbah. menurut masyarakat miskin. berbangsa dan bernegara. berkumpul dan mengembangkan diri. Kondisi ini yang menyebabkan masyarakat miskin tidak terintegrasi ke dalam sebuah institusi sosial. Padahal. dengan penampilan. Penataan dan pembangunan lingkungan serta permukiman yang dilakukan bukan solusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. atau tidak tepat sasaran kepada kelompok masyarakat miskin. volume serta material sangat sederhana. Misalnya saja mengubah sungai. Lain lagi perumahan yang dijadikan wadah berteduh. karena hanya bersifat parsial. Paradigma dan praktek yang muncul adalah membatasi kegiatan yang mengindahkan dan mendukung kelestarian lingkungan dan peningkatan pembangunan yang berkelanjutan. Disadari atau tidak. optimisme menurun dan menguatnya pesimisme. tidak begitu penting. Ruang lingkup sosial Kehidupan bermasyarakat. bahkan praktek yang ditekuni kurang menjaga kenyamanan lingkungan dan permukiman. berlindung. bagaimana mungkin aktivitas sosial terpikirkan seiring tekanan dan desakan kebutuhaan hidup. serta menghilangkan nilai-nilai kapital sosial. sehingga kebutuhan yang dikehendaki dalam aplikasi menjalankan hidup secara manusiawi terpendam sejalan dengan waktu. Perilaku politik ini sebenarnya disebabkan faktor tiadanya keterlibatan masyarakat miskin dalam proses pengambilan keputusan itu. atau belum ada lembaga/wadah yang mampu mengakomodir suara kepentingan masyarakat miskin. dan cenderung memikirkan kehidupan dirinya sendiri atau keluarganya saja tidak akan mampu beradaptasi dengan lingkungannya. ditambah MCK yang kurang memadai dan tidak sehat. Perilaku politik yang menghasilkan kebijakan-kebijakan hanya menyentuh kepentingan sepihak. sehingga keadaan inilah yang dimaksud di atas: kurang peduli menjaga kelestarian lingkungan dan permukiman. Ruang lingkup lingkungan Pola hidup masyarakat miskin yang tertutup dan terkesan tidak peduli dengan sekitarnya. tidak berkelanjutan. Kebiasaan pola hidup yang dialami menguatkan dan terinternalisasi ke dalam pemikiran dan perilaku tidak sehat. multidimensional dan struktural ini menyisakan beberapa gejala-gejala yang bergerak merusak upaya transformasi sosial. Permasalahan kemiskinan yang begitu kompleks. Bagi mereka mempertahankan hidup saja sudah cukup berat dilakukan. kondisi ini akan memperparah keadaan masyarakat miskin itu sendiri. kondisi ini dapat diubah menjadi baik. Lalu. atau bahkan tidak ada sama sekali ini merupakan ciri-ciri kemiskinan yang dimiliki. Di antaranya: • • • Ruang lingkup politik Masyarakat miskin tereliminasi keposisi yang marjinal (terpuruk) akibat proses politik maupun kebijakan penyelenggara pemerintahan dan pemilik wewenang yang kurang berpihak. ternyata di bawah standar kelayakan. Malah sebaliknya mengusik ketenangan pola hidup yang selama ini berlangsung.

bahkan nilai jasa lebih murah dari becak dayung. penjual jasa ini sudah tidak layak bekerja lagi. Dari uraian ini. biaya cukup tinggi dan sering mengalami kerusakan karena rata-rata becak dayung yang beroperasi adalah “barang lama” dan produk baru sukar ditemukan. atau lebih mendekati cukup untuk makan sehari-hari keluarga saja. yang tengah mengalami pergeseran kualitas dan kuantitas. tepatnya di Wilayah Provinsi Sumatera Utara.000 – Rp15.• modal yang sedikit apabila kesadaran berpikir dan bersikap mengubah keadaan itu muncul lebih kuat. nyaman. Lazimnya nominal jasa tidak lebih. Ruang lingkup ekonomi Keterbatasan kemampuan masyarakat miskin membangun akses dan nilai jual terhadap keterampilan. Andalan tenaga yang satusatunya dimiliki hanya dihitung oleh pembeli jasa. Ia bekerja menawarkan jasa transportasi angkutan jenis becak dayung. bahkan kurang dari pemenuhan kebutuhan pokok. mendapatkan perhatian yang rendah pula dari pembeli jasa. Rata-rata per hari hanya mampu memperoleh Rp7. Penghasilan itu semata-mata diupayakan oleh satu orang saja tanpa ada penghasilan tambahan. Tentu. Seorang laki-laki berusia 62 tahun berperan sebagai kepala keluarga penopang hidup keluarga ini. keluarga tersebut dapat dikategorikan keluarga miskin karena berpenghasilan tidak menentu. Becak bermotor. Becak dayung yang mengandalkan tenaga itu. Kondisi ini membuka peluang terjadinya kecelakaan maupun menimbulkan penyakit bagi dirinya sendiri. melainkan fakta yang lalu dituangkan dalam sebuah catatan sejarah. khususnya kajian ekonomi. Ditinjau dari kondisinya. sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup yang manusiawi. Pengeluaran yang kongkret meliputi biaya makan untuk empat . Begitulah kehidupan yang dihadapi dengan penghasilan rendah. kondisi lanjut usia mudah terkontaminasi dengan fisik lemah dan cenderung tidak sehat. secara teoritis berdasar materi kajian pemetaan swadaya. Kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jasa terkadang menjadi alasan. Sedikit pemisalan diuraikan sebagai referensi yang diperoleh dari pemantauan. keahlian dan disiplin ilmu tidak memadai serta cendrung mengandalkan tenaga. keluarga ini mengalami perbandingan yang tidak seimbang: pengeluaran lebih besar dari pendapatannya. Ia bergelut mengandalkan tenaga dan kerasnya persaingan di bidang jasa yang dilakoninya.000 yang dimanfaatkan oleh empat orang tanggungan. Keadaan ini bukan hanya sekedar narasi semata. Diperparah keadaan bahwa empat tahun belakangan ini becak dayung kalah bersaing dengan becak bermotor yang dinilai lebih mampu memenuhi keinginan pengguna jasa. Sebuah kisah salah satu keluarga yang hidup sangat sederhana di daerah perkotaan. Menurut pendapat yang disampaikan para ahli/pakar atau pengamat/pemerhati atau tokoh/ilmuwan internasional maupun Indonesia. maupun survai ke lokasi. diharapkan patut menjadi renungan dan sekaligus perhatian semua pihak. daripada pasrah menerima nasib saja. murah. selain efektif waktu. dimana keberadaannya perlahan punah dan sedikit peminatnya. kunjungan. kerap tidak dilirik oleh pengguna jasa dengan alasan yang cukup mendasar: kecepatan dan kapasitas angkutnya terbatas. juga berkapasitas lebih dari segi jumlah pengguna jasa dan barang yang dibawanya. mengingat telah lanjut usia.

Telp: (021) 70912271. menyewa. (021)-70952271 . Ruang lingkup Aset Rendahnya tingkat kepemilikan masyarakat miskin terhadap modal yang mendorong keberlangsungan hidup. sehingga kompetisi usaha dengan sendirinya mengalami kekalahan. Firstavina) Pusat Informasi P2KP. Asisten Kota Infrastruktur Kota PadangsidimpuanSibolga. biaya listrik per bulan dan biaya tambahan lain.• orang terdiri dari pembelian bahan bakar minyak. Kepemilikan aset berupa tanah. tapi justru sebaliknya menambah beban utang di mana-mana. Pejompongan -Jakarta Pusat 10210. OC-1 Provinsi Sumatera Utara. dan lain-lain. seperti biaya perawatan becak dayung. PNPM Mandiri Perkotaan. 19 F. biaya kesehatan. Jenis pengeluaran yang mendasar ini dapat dianalisa beberapa pengeluaran akan didelete. material dan dana dari usaha yang dijalankan sangat tidak memadai. menumpang.. Alat pendukung. No. Penjernihan 1. Ada yang berstatus tidak memiliki rumah. ST. Begitu juga dengan hunian atau perumahan. Malah bagi mereka yang memiliki aset berupa harta warisan. Perilaku ini bukan menambah aset. Bersambung. Jl. dalam arti beberapa kebutuhan akan dihilangkan dan penyelesaian yang dilakukan adalah pemaksaan kondisi agar normal dengan segala resiko yang ada. beras + lauk pauknya. (Rahdiansyah Pane. yang sering terjadi adalah penjualan aset satu persatu dan pengelolaan dana yang tidak beraturan. tidak dimiliki oleh masyarakat miskin. dan bila adapun tidak layak huni. Sumber daya manusia (human capital) sangat terbatas. misalnya.

Yang berkaitan dengan hubungan saling tindak antara negara dan pembangunan. Studi Tentang Indonesia dan Korea Selatan Pengarang: Arief Budiman Penerbit: Yayasan Padi dan Kapas.Wednesday. November 05. Peran negara dalam pembangunan di Indonesia maupun Korea Selatan dapat ditelusuri dari proses dan hasil yang dicapai dalam pembangunan di dua negara tersebut. sebagai berikut: Peran negara dalam pembangunan di Indonesia berbeda dari jaman penjajahan Belanda hingga saat ini: . Hubungan saling tindak antar negara dan pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan dapat dicermati melalui kenyataan sejarah yang berkembang di dua negara tersebut. 2008 NEGARA DAN PEMBANGUNAN BOOK REVIEW: Negara dan Pembangunan. Jakarta Tahun: 1991 Jumlah Halaman: 101 PERAN NEGARA DALAM PEMBANGUNAN DENGAN MEMBANDINGKAN INDONESIA DAN KOREA SELATAN.

yakni Negara Korea Selatan dan Negara Korea Utara yang menganut faham komunis dan Korea Selatan yang menganut faham kapitalis. Tahun 1988 GNP/Kapita Nasional Korea Selatan mencapai US$ 3. Disusul dengan penjajahan Jepang. Peran negara dalam pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan ditinjau dari hasil pembangunan ekonomi yang dicapai. tetapi sekarang Indonesia tertinggal jauh. sedangkan Indonesia cuma US$ 440 (8. berhasil pembangun pemerintahan yang relatif bersih.Jaman Kolonial Belanda: sistem perekonomian kolonial Belanda tidak/gagal melahirkan kelas Tuan Tanah/Burjuasi Pribumi. sifat negara otoriter dan “negara rente” pada dasarnya tidak berubah. Indonesia dinamakan Negara Otoritas Birokratis Rente (Negara OB Rente) sebaliknya Korea Selatan disebut sebagai Negara Otoriter Birokratis Pembangunan (Negara OB Pembangunan). dan selanjutnya benih kehidupan beralih ke tangan Jenderal Soeharto. Ketika terjadi krisis multidimensi di bidang sosial-politik-ekonomi hingga saat ini. tingkat perkembangan ekonomi kedua negara sama. karena tanah dikuasai oleh Negara/Pemerintah Belanda. yang juga menguasai ekonomi Korea. Jaman Peralihan Demokrasi: terjadi peralihan dari demokrasi paralamenter ke demokrasi terpimpin. Di mana keotoriteran negara dipakai untuk menumbuhkan kelompok wiraswastawan yang tangguh. Pada periode ini keadaan ekonomi Indonesia cukup sulit. masih perlu dicermati apakah krisis ini akan mengalihkan peran negara sebagai “otoriter birokratis” rente (NOBR) dan Negara Otoritas Birokratis Pembangunan (NOBP) masih tergantung pada proses politik yang terjadi sekarang. dan diserahkan pada kelompok-kelompok kaum pedagang. meskipun kecil. Negara Korea terpecah menjadi 2 negara. serta kelompok wiraswasta yang bergantung pada mereka. sebagai berikut: Jaman kolonial dan sebelumnya: sebelumnya Korea adalah negara merdeka yang diperintah oleh beberapa kerajaan. kemudian beralih ke sistem politik liberal dan selanjutnya ke negara otoriter oleh Bung Karno. maka peran negara dalam proses pembangunan di masing-masing negara juga berbeda khusus dalam kaitan dengan “keotoriteran negara” untuk membentuk kelompok wiraswasta yang tangguh untuk memutar roda pembangunan ekonomi. Negara Orde Baru: Ditandai dengan peran militer yang dominan dalam kehidupan politik dan negara. terdapat perbedaan antara kedua negara yakni dipakai untuk memperkaya birokrat negara. Jaman pemerintahan sipil: setelah merdeka dari Jepang. Pemerintahan militer dan pembangunan ekonomi: pemerintah baru pimpinan Jenderal Park Chung-Hee yang mulanya menghadapi kesulitan karena pemerintah AS mencurigai latar belakang militer.18 kali dari . Dari perkembangan sejarah pemerintahan dari negara yang berbeda antara Indonesia dan Korea Selatan. Benih sebuah negara yang kuat sudah ditanam sejak zaman kolonial. sesuai dengan perkembangan sosiologi-politik di masyarakat yang dinamis. dapat dijelaskan sebagai berikut: Setelah perang dunia kedua usai. Peran negara dalam pembangunan Korea Selatan.600. di mana peran negara dalam pembangunan jiuga mengalami perubahan. namun pemerintah militer yang berkoalisi dengan teknorat ekonomi. dan akhirnya berhasil menarik perhatian dan bantuan dari AS. sehingga ekonomi Korea Selatan dapat berkembang pesat. burjuasi orang Korea dibidang perdagangan dan industri muncul juga. sepanjang kenyataan sejarah juga bersifat dinamis.

kebijakan seperti itu masih lemah. terutama pada era perang dingin antara USA dan negara sosialis/komunis. ditinjau dari aspek hasil pembangunan ekonomi yang dicapai. Indonesia terdiri dari banyak suku dan bahasa. dan akhirnya bangkit/membangun industri dan menjadi salah satu dari 4 macam Asia yang bangkit pada permulaan tahun 1990-an. yakni dukungan dari Amerika Serikat. selain dipengaruhi oleh perkembangan sejarah sebelum kolonialisme melanda kedua negara. Bantuan dana dan toleransi kebijakan dari negara Amerika di Korea Selatan justru mendorong bangkitnya Industrialisasi di Korea pada era Tahun 1970-an hal mana tidak terjadi di Indonesia. utamanya guna mengalihkan suatu negara dari negara demokrasi otoriter renternir ke negara demokrasi otoriter pembangunan. terutama pada periode “perang dingin” antara negara Barat dan negara-negara Sosialis/Komunis. dibandingkan dengan Indonesia. Hal mana terjadi di Korea Selatan. Sementara Indonesia. serta didukung oleh negara Amerika Serikat. tetapi juga ditentukan oleh pemimpin negara dalam menentukan strategi yang tepat. maka secara singkat ditarik kesimpulan tentang peran negara dalam pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan sebagai berikut: Peran negara yang berbeda. Dari seluruh analisis dan uraian. Dari kenyataan ini jelas bahwa peran negara dalam pembangunan ekonomi di Korea Selatan lebih menonjol. sementara negara Korea dibawah kepemimpinan Presiden Park dapat menguasai masyarakat sipil. Perbedaan dalam prestasi pembangunan ekonomi Indonesia ini juga antara lain disebabkan oleh karena gagalnya Indonesia beralih menjadi Negara OB Pembangunan. Faktor lain yang membedakan peranan negara dalam pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan adalah sebagai berikut: Persaingan di bidang ekonomi antar kelompok Asli Indonesia mengakibatkan terpecahnya burjuasi Indonesia. Hal ini berbeda dengan Korea Selatan. namun Indonesia gagal. di mana Indonesia merupakan Negara Kepulauan sementara Korea Selatan Daratan. selain didukung oleh faktor internal. Peran negara Korea Selatan dalam pembangunan yang ditandai oleh peningkatan ekonomi. serta kebijakan penjajah itu sendiri. berhasil menyusun Negara Korea Selatan sebagai Negara OB Pembangunan. Selebihnya dukungan eksternal bagi Indonesia relatif korup. dan silih berganti dari pemerintahan satu ke lainnya. Korea Selatan berhasil. dengan . setelah Jenderal Soeharto mengambil alih kekuasaan pada tahun 1966. Korea berhasil dengan landreform pada tahun 1950-an sementara Indonesia landreform gagal dilaksanakan pada permulaan tahun 1960-an. yang sejak Jenderal Park Chung-Hee merebut pucuk pimpinan Negara Korea Selatan pada tahun 1961. pada masa Pemerintahan Presiden Park. PERBEDAAN DAN PERSAMAAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN ANTARA INDONESIA DAN KOREA SELATAN Perbedaan Kebijakan pembangunan Indonesia berhadapan dengan tantangan yang berbeda dengan Korea Selatan. juga didukung oleh faktor eksternal. Peran pemerintah negara dalam menata ekonomi dan menguasai/mampu mengendalikan diri dari jebakan “renternir”.GNP/kapita Indonesia). sementara Korea Relatif homogen. menempatkan salah satu kunci kebijakan pembangunan yang berhasil.

ditinjau dari aspek hasil pembangunan ekonomi yang dicapai. tetapi sekarang Indonesia tertinggal jauh. Di Korea Selatan. Sifat dan pembentukan negara dari waktu ke waktu juga berbeda. karena Belanda saat itu bukan negara industri. Korea Selatan dibawah Syngman Rhee. menjelang datangnya kolonialisme Jepang di Korea. Sebaliknya justru keotoriteran negara di manfaatkan untuk memperkaya birokrat negara serta kelompok wiraswasta yang tergantung pada mereka. Sebelumnya kedua negara sama-sama mengalami sistem pemerintahan demokrasi parlamenter. hal mana merupakan dampak negatif dari kebijakan politik pemerintahan kolonial. KEKUATAN DAN KELEMAHAN PEMBANGUNAN INDONESIA. Korea Selatan dipimpin oleh Jenderal Park Chung-Hee semantara Indonesia dipimpin oleh Jenderal Soeharto. pada era tahun 1950-an. Korea Selatan berhasil dengan kebijakan landreform. negeri itu tidak terdapat kelompok pedagang (hal ini disebabkan karena ajaran Confusius yang menyatakan bahwa “mengumpulkan kekayaan. sedangkan Korea Selatan mengalaminya pada tahun 1950-1953 (Perang Korea). Di Indonesia terjadi persaingan di bidang ekonomi antara kelompok Cina dan kelompok asli Indonesia. seperti juga di Indonesia. kebijakan pembangunan yang ditempuh berbeda. sementara Indonesia gagal dalam program landreform era tahun 1960-an.600. Sejak saat itu. kegiatan perdagangan kurang dianjurkan. tetapi perdagangan hasil bumi. maka Belanda tidak mengembangkan industri di jajahan Indonesia. Indonesia dijajah Belanda dengan sistem penjajahan yang kebijakan ekonominya didasarkan pada ekspor bahan mentah atau barang-barang primer. KHUSUSNYA PERAN NEGARA Kekuatan Pembangunan Kekuatan pembangunan yang mestinya dapat dimanfaatkan oleh negara dalam proses pembangunan di Indonesia adalah sebagai berikut: . tingkat perkembangan ekonomi kedua negara sama. Persamaan Setelah perang dunia kedua usai. mula-mula bertujuan untuk mendukung proses awal industrialisasi di Jepang dan sebaliknya. Indonesia dibawah Sukarno. bukanlah suatu hal yang terpuji”) dengan demikian. Indonesia mendapatkan pemerintah yang didominasi oleh kaum militer sejak tahun 1966. Dari kenyataan ini jelas bahwa peran negara dalam pembangunan ekonomi di Korea Selatan lebih menonjol. Di Indonesia negara gagal membentuk kelompok wiraswasta yang tangguh. Indonesia mengalami perang saudara pada tahun 1957 (peristiwa PRRI dan Permesta).demikian kebijakan pembangunan juga berbeda sesuai dengan spesifik yang dihadapi. Tahun 1988 GNP/Kapita Nasional Korea Selatan mencapai US$ 3. Sebelum Korea dijajah oleh Jepang. dibandingkan dengan Indonesia. keotoriteran negara dipakai untuk menumbuhkan kelompok wiraswasta yang tangguh untuk memutar roda perekonomian. tidak terjadi di Korea Selatan. sedangkan Indonesia cuma US$ 440 (8. yang berimbas pada pembangunan ekonomi dan sebagainya. perkebunan dan sebagainya.18 kali dari GNP/kapita Indonesia). Korea Selatan dan Indonesia sama-sama dipimpin oleh presiden yang berlatarbelakang militer. Persaingan seperti di Indonesia. Penjajahan Jepang atas Korea. kedua negara diperintah oleh sebuah kekuasaan yang bersifat otoriter. Berbeda dengan Indonesia. Korea Selatan pada tahun 1961.

dengan menumbuhkan kelompok wirausaha yang tangguh. tetapi masih merupakan salah satu modal bagi pembangunan yang berkelanjutan. Dampak negatif yang terasa saat ini adalah beberapa tahun lalu Indonesia masih mengimpor beras. kurang mendapat perhatian. Potensi gas dan bahan bakar minyak bumi.Optimalisasi potensi sumber daya alam yang melimpah. Rekapitulasi dan akibat dari pencampuran pelbaghai faktor tersebut di atas. melalui suatu pola pengembangan terpadu. Kelemahan Pembangunan Kebijakan pembangunan oleh negara masih kurang mendukung sektor pertanian (sementara 80 % penduduk bekerja di sektor ini) padahal justru sektor primer inilah yang pada waktu lalu diandalkan oleh pemerintah penjajah dan bahkan berhasil menembus pasar dunia. adalah kenyataan yang apabila dapat dikelola secara profesional akan merupakan salah satu penghasil devisa yang cukup besar contoh saat ini: minyak kelapa sawit. miskin). ikan dan hasil laut lai9nnya. Apabila negara konsisten dengan suatu strategi khusus dana optimalisasi eksplorasi minyak bumi. belum sepenuhnya dimanfaatkan. khususnya antara negara sebagai subjek dan kondisi struktural lingkungannya ke arah positif akan mendorong ke arah pembangunan yang lebih baik. namun belajar dari pengalaman sejarah sejak kemerdekaan. Membangun struktur negara yang lebih kuat/kemandirian negara juga meliputi upaya pemberantasan korupsi (OB Rente) mengarah ke OB Pembagunan. Potensi komoditi perkebunan yang pada saat penjajahan merupakan lokomotif pembangunan yang diekspor memenuhi pasar dunia. mestinya peluang emas itu dapat dinikmati. sekaligus perluasan lapangan usaha/kerja dan pengentasan kemiskinan (umumnya nelayan kecil di Indonesia. sekaligus menciptakan lapangan usaha/kerja. ditengah kriris akibat tingginya harga BBM seperti saat ini. Potensi minyak bumi. antara lain: peningkatan pendapatan nelayan lokal. perkebunan. belum sepenuhnya dieksploitasi. peran negara dalam penciptaan iklim demokrasi da persatuan bangsa. dari segi suku. hingga saat ini Indonesia menjadi penimpor BBM dengna harga yang tinggi. Indonesia terlalu cepat ingin melompat ke industrialisasi yang high technology pada era tahun1980-an dan 1990-an. agama. maka peran Indonesia sebagai pengekspor minyak akan tetap dapat ditingkatkan. Pendapatan yang diperoleh oleh karena naiknya harga minyak dunia . Demikian pula dengan hasil hutan. saat ini praktis komoditi jagung dan kacang kedele sebagian besar masih diimpor dari Amerika. perikanan. walaupun melalui aneka tantangan. Apabila negara dapat mendorong industri berbasis produk kayu. Potensi hasil laut. dengan nilai tambah yang lebih. khususnya kayu yang apabila diolah hingga produk hilir akan merupakan potensi komoditi ekspor yang besar. Posisi negara yang relatif kuyat dalam menghadapi masyarakat sipil yang dinamis dan majemuk merupakan aspek strategis yang dibutuhkan bagi pembangunan. dan diolah di dalam negeri. yang sehak lama merupakan andalan ekspor. maka efek ganda yang timbul demikian besar dan luar. demikian pula dengan potensi hutan. Kemandirian Negara Walaupun Indonesia merupakan negara yang majemuk. kehutanan. dan pengolahan minyak dalam negeri. dan sektor pertanian terabaikan. baik pertanian. minyak bumi dan hasil tambang lainnya. dan terdiri dari pulau-pulau yang tersebar.

dan apabila itu terlaksana.A. Titik lemah terletak pada birokrasi pemerintahan yang lemah dan korup. Salah satu dampak dari akumulasi kebijakan negara tersebut di atas maka status negara tetap belum beralih dari OB Rente ke OB Pembangunan. Seyogyanya “rejeki mumpung” tersebut dimanfaatkan untuk terus mengeksploitasi potensi gas dan minyak bumi. dan semakin kuatnya segelintir pengusaha tertentu yang memperoleh fasilitas/ kemudahan. Diposting oleh Wilson M. mereka yang “di atas” memperoleh lebih banyak dari pada rakyat miskin yang di bawah (masih terjadi kesenjangan). pendapatan negara akan meningkat secara signifikan. bahkan dimanfaatkan oleh birokrat yang korup dan kroni-kroni pengusaha yang dekat dengan penguasa serta menguntungkan sekelompok pengusaha tertentu. namun pembagian kue pembangunan tetap belum merata. di mana pertumbuhan ekonomi mencapai 8% dengan nilai absolut GDP yang tinggi. sebagaimana yang terjadi di Korea Selatan. Dampak dari kelemahan strategi negara tersebut ialah semakin tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran. Kelemahan utama adalah pada birokrasi pemerintah yang justru memanfaatkan kondisi bagi kepentingan pribadi para pemimpin. maka saat ini di mana harga minyak dunia meningkat tajam. Therik di 9:07 AM . Kebijakan negara yang mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan fokus pada pertumbuhan proyek-proyek besar dengan harapan akan menetas ke bawah (trickle down effect) ternyata merupakan kebijakan dan harapan semu.pada era 1970-an dan 1980-an tidak dimanfaatkan secara baik. Pada era 1970-an. Sehingga fungsi negara untuk mensejahterakan rakyat terabaikan.

Kami ingin tegaskan di sini bahwa konsep ekonomi kerakyatan bukan konsep baru.org/index. "Diagnosis" tersebut menurut pendapat kami memang benar dan kami ingin menunjukkan di sini bahwa kecemasan dan keprihatinan kami sendiri sudah berumur 23 tahun sejak kami menyangsikan ajaran-ajaran dan paham ekonomi Neoklasik Barat yang memang cocok untuk menumbuhkan ekonomi (ajaran efisiensi) tetapi tidak cocok untuk mewujudkan pemerataan (ajaran keadilan). yang oleh ST MPR 2002 dijadikan ayat 4 baru. namun hanya lebih ditekankan pada sila ke 4 yaitu kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Pada tahun 1981 konsep Ekonomi Pancasila dijadikan "Polemik Nasional" selama 6 bulan tetapi selanjutnya digemboskan dan ditenggelamkan. Pada waktu itu (1979) kami ajukan ajaran ekonomi alternatif yang kami sebut Ekonomi Pancasila.No.ekonomirakyat. . I . 7 .September 2002] Mubyarto EKONOMI KERAKYATAN DALAM ERA GLOBALISASI Banyak orang berpendapat bahwa sejak krismon 1997 Indonesia telah men jadi korban arus besar "globalisasi" yang telah menghancur-leburkan sendi-sendi kehidupan termasuk ketahanan moral bangsa.Th. kami mendapat banyak undangan ceramah/seminar tentang ekonomi kerakyatan yang dianggap kebanyakan orang merupakan ajaran baru setelah konsep itu muncul secara tiba-tiba pada era reformasi.php [Artikel . Ia merupakan konsep lama yaitu Ekonomi Pancasila. Inilah asas demokrasi ekonomi sebagaimana tercantum pada penjelasan pasal 33 UUD 1945. Kini 21 tahun kemudian.======================== http://www.

Pakar-pakar ekonomi Indonesia yang memperoleh pendidikan ilmu ekonomi "Mazhab Amerika". Daniel W. kemanusiaan. Pada buku baru yang kami tulis di AS bersama seorang rekan Prof. dengan alasan untuk menemukan "lembaga dan harga-harga yang tepat". yang menunjuk secara keliru pada pengalaman pembangunan Amerika. dan (5) Pengajaran Ilmu Ekonomi di Universitas. Para "teknokrat" ini bergaul akrab dengan pakar-pakar dari IMF dan Bank Dunia. (3) Nasionalisme Ekonomi. dan mereka segera tersandera ajaran dogmatis tentang pasar. Kesimpulan kami tetap sama seperti pada tahun 1979 yaitu bahwa hanya dalam sistem Ekonomi Pancasila. (4) Pendekatan Multidisipliner dalam Pembangunan. dan demokrasi/kerakyatan. Kini karena segala ajaran Orde Baru ditolak. Berikut kami sampaikan terjemahan bab terakhir (bab 5) Summary and Implications dari buku kami tersebut. Ringkasan dan Implikasi Kami telah menelusuri sejumlah masalah yang sungguh memprihatinkan. dan selanjutnya menggerakkan mereka lebih lanjut pada penelitian-penelitian dan arah kebijaksanaan yang memuja-muja persaingan atomistik. dan menganggung-agungkan keajaiban . dan serta merta merumuskan dan menerapkan kebijakan ekonomi yang mnghasilkan pertumbuhan. Bromley "A Development Alternative for Indonesia". pulang ke negerinya dengan penguasaan peralatan teori ekonomi yang abstrak. yang keliru menganggap bahwa ilmu ekonomi adalah obyektif dan bebas nilai. bab 4 kami beri judul The New Economics of Indonesian Development: Ekonomi Pancasila. Kegusaran utama kami adalah bahwa kebijaksanaan pembangunan Indonesia telah dipengaruhi secara tidak wajar dan telah terkecoh oleh teoriteori ekonomi Neoklasik versi Amerika yang agresif khususnya dalam ketundukannya pada aturan-aturan tentang kebebasan pasar. nasionalisme.Mengapa tidak dipakai konsep Ekonomi Pancasila? Sebabnya adalah kata Pancasila telah "dikotori" oleh Orde Baru yang memberi tafsiran keliru dan selanjutnya "dimanfaatkan" untuk kepentingan penguasa Orde Baru. intervensi pemerintah yang minimal. konsep Ekonomi Pancasila juga dianggap tidak pantas untuk disebut-sebut lagi. dengan isi (1) Partisipasi dan Demokrasi Ekonomi. keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat dicapai yaitu melalui etika. (2) Pembangunan Daerah bukan Pembangunan di Daerah. dan yang semuanya jelas tidak tepat sebagai obat bagi masalah-masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia dewasa ini. yang menurut mereka juga akan membawa kesejahteraan dan kebahagiaan bagi rakyat dan bangsa Indonesia.

dan upaya mempertahankannya berdasarkan pemahaman yang tidak lengkap dari perekonomian. Sungguh sulit membayangkan kerugian yang lebih besar lagi.pasar sebagai sistem ekonomi yang baru saja dimenangkan. yang disebut gerakan antiglobalisasi. di manamana muncul gerakan untuk melawannya. 2002) yang diresensi di manamana karena Stiglitz kebetulan adalah penerima hadiah Nobel Ilmu Ekonomi 2001 dan justru pernah menjadi Wakil Presiden Senior Bank Dunia . dengan 3½ dekade "imperialisme intelektual". bekas Uni Soviet. Komitmen pada model-model ekonomi abstrak dan kepalsuan pengetahuan tentang proses pembangunan. Dan berbagai LSM tingkat dunia (NGO) menerbitkan buku-buku yang menganalisis secara ilmiah. Doktrin ini sungguh sangat kuat daya pengaruhnya terutama sejak jatuhnya rezim Stalin di Eropa Tengah dan Timur dan bekas Uni Soviet. mengakibatkan terjadinya praktek-praktek yang keliru secara intelektual yang harus dibayar mahal oleh Indonesia. Kami secara serius menolak pendapat yang demikian. Suatu negara yang kaya dan maju berdasarkan sebuah indikator. IMF. Terakhir terbit buku Joseph Stiglitz. Bagi mereka yang bersikukuh bahwa Indonesia harus terus mengejar pertumbuhan ekonomi sekarang. Praha (2000). sampai di Genoa Italia (2001). Nampaknya sudah berlaku pernyataan "kini kita semua sudah menjadi kapitalis". Globalization and Its Discontents (Norton. Belum tentu. dan ancaman globalisasi yang garang. Kami khawatir Indonesia telah menukar penjajahan fisik dan politik selama 3½ abad. mulai dari Seattle (1999). demografi. hukum. dan negara-negara Asia Timur. Keprihatinan kita yang kedua adalah bahwa pertumbuhan pendapatan nasional per kapita sebenarnya merupakan indikator paling buruk dari kemajuan serta pembangunan ekonomi dan sosial yang menyeluruh. mengancam secara serius keutuhan bangsa dan keserasian politik bangsa Indonesia yang lokasinya terpencar luas di pulau-pulau yang menjadi rawan karena sejarah. jelas bukan negara yang ideal jika massa besar yang terpinggirkan berunjuk rasa di jalan-jalan. kami ingin mengingatkan bahaya keresahan politik yang sewaktu-waktu bisa muncul. dominasi dan campur tangan asing. Gerakan ini mengadakan unjukrasa (demonstrasi) menentang pertemuan-pertemuan WTO. dan sejarah bangsa Amerika. dan baru kemudian memikirkan pembagiannya dan keberlanjutannya. Sudahkah kita sampai pada "akhir sejarah ekonomi?". Praktek-praktek perilaku yang diajarkan paham ekonomi yang demikian. Keangkuhan dari pakar-pakar ekonomi dan komitmen mereka pada kebijakan ekonomi gaya Amerika merupakan kemewahan yang tak dapat lagi ditoleransi Indonesia. dan Bank Dunia. Gerakan Anti Globalisasi Dalam 13 tahun terakhir sejak "Washington Concensus" [2] (1989) mengkoyak-koyak perekonomian negara-negara berkembang dari mulai Amerika Latin.

dan Steve Keen "mene lanjanginya" dalam Debunking Economics (2001). Namun reformasi 1997-98 menyadarkan bangsa Indonesia bahwa paradigma ekonomi selama Orde Baru memang keliru karena tidak bersifat kerakyatan. (9) Deregulation (in the sense of abolishing barriers to entry and exit). Dari segi teori. maka ekonomi kerakyatan menekankan pada sila ke-4 saja yang memang telah paling banyak dilanggar selama periode Orde Baru. (8) Privatization. 1992) menyatakan ilmu ekonomi Neoklasik ortodoks harus dianggap sudah mati. (5) A competitive exchange rate. Jika Ekonomi Pancasila mencakup 5 sila (bermoral. Di Indonesia perlawanan terhadap teori ekonomi Neoklasik dimulai tahun 1979 dalam bentuk konsep Ekonomi Pancasila. perlawanan terhadap "imperialisme intelektual" ilmu ekonomi Neoklasik sudah lebih lama meskipun juga menjadi lebih relevan dan legitimate (syah) sejak "Washington Consensus". orang cenderung alergi dan menghindarinya. maka konsep Ekonomi Pancasila yang dituduh berbau komunis lalu dengan mudah dijadikan musuh pemerintah. UGM telah memutuskan membuka Pusat Studi Ekonomi Pancasila (PUSTEP) untuk menghidupkan kembali tekadnya mengembangkan sistem Ekonomi Panca sila yang berawal pada tahun 1981 ketika Fakultas Ekonomi UGM . dan masyarakat seperti biasa mengikuti "arahan" pemerintah agar konsep Ekonomi Pancasila ditolak. demokratis. and infrastructure. manusiawi. Bank Dunia. such as primary health care. Washington Consencus adalah judul sebuah "kesepakatan" antara IMF. dan (10) Secure property rights. (7) Liberalization of FDI inflows. dan jelas-jelas berpihak pada kepentingan konglomerat yang bersekongkol dengan pemerintah.(1997-2000). tetapi karena pemerintah Orde Baru yang didukung para teknokrat (ekonomi) dan militer begitu kuat. (6) Trade liberalization. Maka munculah gerakan ekonomi kerakyatan yang sebenarnya tidak lain dari sub-sistem Ekonomi Pancasila. Selanjutnya Paul Ormerod (The Death of Economics. primary education. dan Departemen Keuangan Amerika Serikat yang tercapai di Washington DC berupa resep mengatasi masalah ekonomi negara-negara Amerika Latin yang dirumuskan oleh John Williamson sekitar tahun 1989 yaitu 10 kebijakan/strategi: (1) fiscal discipline. (3) Tax reform (to lower marginal tax rates and broaden the tax base). (4) Interest rate liberalization. (2) A redirection of public expenditure priorities towards fields with high economic returns and the potential to improve income distribution. nasionalis. tetapi karena kata Pancasila telah banyak disalahgunakan Orde Baru. dan berkeadilan sosial).

Ekonomi rakyat benar-benar tahan banting. Survey Aspek Kehidupan Rumah Tangga Indonesia (Sakerti) 3 (Juni – Desember 2000) membuktikan hal itu dengan . Moral Pembangunan yang mendasari paradigma pembangunan yang berkeadilan sosial mencakup: peningkatan partisipasi dan emansipasi rakyat baik laki-laki maupun perempuan dengan otonomi daerah yang penuh dan bertanggung jawab. Syarat mutlak berjalannya sistem ekonomi nasional yang berkeadilan sosial adalah berdaulat di bidang politik. penyegaran nasionalisme ekonomi melawan segala bentuk ketidakadilan sistem dan kebijakan ekonomi. penghormatan hak-hak asasi manusia (HAM) dan masyarakat. mandiri di bidang ekonomi. berkedaulatan rakyat. Semasa krismon kekuatan ekonomi rakyat telah terbukti mampu bertahan. pendekatan pembangunan berkelanjutan yang multidisipliner dan multikultural. Kesimpulan Globalisasi bukan momok tetapi merupakan kekuatan serakah dari sistem kapitalisme-liberalisme yang harus dilawan dengan kekuatan ekonomipolitik nasional yang didasarkan pada ekonomi rakyat. ilmu. Srategi pembangunan yang memberdayakan ekonomi rakyat merupakan strategi melaksanakan demokrasi ekonomi yaitu produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dan di bawah pimpinan dan penilikan anggota-anggota masyarakat. pencegahan kecenderungan disintegrasi sosial. Sistem Ekonomi Kerakyatan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Sistem Ekonomi Kerakyatan adalah Sistem Ekonomi Nasional Indonesia yang berasas kekeluargaan. dan sistem ekonomi yang sesuai dengan ideologi Pancasila. dan berkepribadian di bidang budaya. Pemihakan dan perlindungan ditujukan pada ekonomi rakyat yang sejak zaman penjajahan sampai 57 tahun Indonesia merdeka selalu terpinggirkan. karena UGM sudah lama dikenal sebagai pengembang gagasan Pancasila dan sudah memiliki Pusat Studi Pancasila. Pendirian Pusat Studi Ekonomi Pancasila dimaksudkan untuk benar-benar mengkaji dasar-dasar moral. Inilah pembangunan generasi mendatang sekaligus memberikan jaminan sosial bagi mereka yang paling miskin dan tertinggal. dan menunjukkan pemihakan sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat. pengkajian ulang pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu ekonomi dan sosial di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.mencuatkan dan menggerakkan pemikiran-pemikiran mendasar tentang moral dan sistem ekonomi Indonesia. Maka kemiskinan tidak dapat ditoleransi sehingga setiap kebijakan dan program pembangunan harus memberi manfaat pada mereka yang paling miskin dan paling kurang sejahtera. Kemakmuran masyarakat lebih diutamakan ketimbang kemakmuran orang seorang. bermoral Pancasila.

in an acquisition one company purchases a . it was also confirmed by Arifin Panigoro (Founder of Medco) in end October 2008 that Medco was possibility for have a synergy with Pertamina to stimulate the state oil and gas company to become a world-class company. or joint operation based only on certain project area. Kesan krisis ekonomi memang dibesar-besarkan oleh mereka yang tidak lagi mampu "berburu rente" (rent seekers) yang bermimpi masih dapat kembalinya sistem ekonomi "persaingan monopolistik" yang lebih menguntungkan sekelompok kecil orang/pengusaha kaya tetapi merugikan sebagian besar golongan kecil ekonomi rakyat. it could be acquisition. Merger.menunjukkan 70% rumah tangga meningkat standar hidupnya. Actually. Bagi kebanyakan orang desa tidak ada krisis ekonomi. By contrast. A merger is very similar to an acquisition or takeover. except that in the case of a merger existing stockholders of both companies involved retain a shared interest in the new corporation. merger. or joint operation of each business companies are ordinary things to keep on the continuity of companies. There are three optional synergy plans that can be chosen by them. Ke-Indonesia-an SYNERGY OF PERTAMINA-MEDCO: TOWARD TO WORLDCLASS OIL COMPANY Rumors about such a synergy plan of Pertamina and MedcoEnergy have spread since the last several months. These two corporations are increasingly mentioned in some news and energy magazines in Indonesia. A merger occurs when two companies combine to form a single company. Krismon memang lebih menerpa orang-orang kota dan menguntungkan orangorang desa. acquisition.

Medco has reaching 30 thousand bopd and gas reaching 145 mmscfd. whose reserves reach 716 billion barrel. if Medco isn’t willing and Pertamina not ready for acquisition for now. Joint operation happened to Pertamina and ExxonMobil to operate Cepu Block in Indonesia. However. Moreover. with the revised Law No. 21/2001 issue and the spirit of Article 33 of the 1945. Pertamina should choose this option. As is well known. Until now. because these companies will acquire profit and risk business equally. In addition. It will be an origin appears of merger between a state oil company and a private oil company in Indonesia. if they can combine their strength to expand their business to all Middle East area. although it can’t grow Pertamina rapidly as same as acquisition choice.bulk of a second company’s stock. synergy plan between these companies will push Pertamina into becoming a world class company like other state oil companies in other Asian companies. Pertamina is placed in second rank in oil production after Chevron Company and gas production after Total Company. actually synergy plan between Pertamina and Medco has great opportunity and answer a doubt some parties that Pertamina can become a world class company not only for this country but also be an international player by its business in various countries. And merger ever happens to Exxon Oil and Mobil Oil or Conoco Oil and Phillips Oil. from USA and some countries in Middle East area. acquisition is more appropriate than merger and joint operation. Merger can grow both companies potentially. There are some examples for this synergy plan in oil and gas industry. what is appropriate choice of cooperation option for synergy plan of Pertamina-Medco? To able develop Pertamina rapidly. But actually. This company has reached 191 mbopd (million barrel oil per day) and 1450 mmscfd (million standard cubic feet per day) of gas until august 2010. . creating an uneven balance of ownership in the new combined company. merger is second choice for synergy plan after acquisition. Moreover. Acquisition occurs in BP and ARCO or Chevron and Texaco where eventually we know only left as BP and Chevron today. but also in assets and network. Medco has a network business in exploration and production overseas. And joint operation occurs when two or more companies just temporary doing specific project until it finished. It’s only oil company have production increase when other company has decrease in their production in several years. these companies had in fact to do it a long time ago in Donggi Senoro gas in Central Sulawesi. Now the question. If it can materialize. No other words to say. we know that both names are remaining affixed to ExxonMobil or ConocoPhillips. Medco will disappear from oil and gas industry in Indonesia. How about Joint Operation? Looking the intensive process these companies. This company can increase profit and will easy to expanding the overseas oil business. it seems to be small opportunity choice for Pertamina-Medco synergy plan. Pertamina will not only potentially grow in performance of production. All these entire sample synergy plans happens depend on situation and also by certain purpose each companies.

Indonesia berada pada posisi ke-135 pada tahun 2010. Tionghoa dan pribumi lainnya. Posisi ini turun jauh dibandingkan tahun 2003. Olimpiade. Indonesia mencatat prestasi di kancah ASEAN GAMES. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | Tinggalkan komentar » Membangunkan Macan Asia Yang Kini Tertidur Pulas Jika menukil sejarah persepakbolaan Indonesia berpuluh-puluh tahun yang silam. tim ini menggoreskan sebuah semangat sejarah yang tak mungkin dilupakan oleh bangsa Indonesia saat ini. Hegemoni sepakbola Indonesia mulai beralih ke kawasan Asia Tenggara pada tahun 1970-an pada turnamen antarnegara dan SEA Games. Sejalan dengan waktu. setidaknya ada beberapa hal reformatif yang bisa dilakukan bangsa ini jika menginginkan tim sepakbola yang kompetitif. itulah prestasi tertinggi yang diraih Merah-Putih hingga detik ini. Maka pantaslah jika Indonesia kini disebut sebagai Macan Asia yang tertidur. Jika ditilik dalam satu tahun terakhir. . Disana. dengan nama Hindia-Belanda di tahun 1938. Namun tampaknya prestasi tim sepakbola Indonesia mulai mandek semenjak memenangi medali emas SEA Games 1991. sebenarnya Indonesia memiliki sejarah yang cukup gemilang dalam ajang piala dunia. Jawa. Jika dipilahpilah. “Sebenarnya permasalahan apa yang terjadi pada dunia persepakbolaan Indonesia?” Tentu ini menjadi pertanyaan yang hinggap di benak ratusan juta bangsa ini. persepakbolaan Indonesia semakin berkembang. Dengan campuran pemain Belanda. Peringkat Indonesia di daftar Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional pun juga semakin jeblok. dimana Indonesia ada di posisi ke-91. Indonesia merupakan bagian dari perlehatan bergengsi dan berkelas itu. Tercatat pada tahun 1950-an.Written by: Ryan Alfian Noor Writer is Student of Petroleum Engineering ITB 2006 Oktober 26. Ambon. Bisa dikatakan. Indonesia tercatat sebagai negara Asia pertama yang masuk ke Piala Dunia. dan kualifikasi Piala Dunia. Mulai dari sinilah gelar “Macan Asia” disemat oleh Indonesia karena berbagai prestasinya yang semakin menukik.

Hal reformatif terakhir yang harus dilakukan adalah organisasi yang memegang kuasa penuh atas perkembangan dunia persepakbolaan Indonesia. Oleh: Ryan Alfian Noor Mahasiswa Teknik Perminyakan ITB 2006 *Tulisan ini pernah nangkring di Harian Seputar Indonesia pada hari Rabu 13 Oktober 2010 Oktober 16. Dengan demikian. Padahal dengan hadirnya sepakbola menjadi industri besar di Indonesia. Perlu jangka waktu yang panjang dan dukungan penuh semua pihak. akan menjadikan posisi tawar persepakbolaan Indonesia di mata Asia Football Confederation (AFC) meningkat. Padahal untuk membentuk tim sepakbola kompetitif juga diperlukan organisasi yang sehat dengan pengurus yang bersih dan profesional. Padahal sudah jelas bahwa persoalan mendasar dari tim junior Indonesia adalah teknik dasar yang masih lemah. seperti halnya Australia dan Jepang yang notabene telah masuk alam ajang piala dunia. Sebenarnya hal ini sangat memungkinkan dilakukan Indonesia mengingat negeri ini seringkali menginvestasikan jutaan dolarnya untuk mengirimkan sebuah timnas untuk belajar dan berlatih ke luar negeri 2 sampai 4 tahun. jika memang bangsa ini mau menyabet kembali gelar “Macan Asia” yang hilang.Yang pertama adalah pembinaan tim sepak bola Indonesia usia muda yang berkelanjutan. konflik kepentingan muncul mewarnai organisasi tersebut disaat prestasi sepakbola Indonesia sangat merosot. Hal kedua yang harus dilakukan adalah merealisasikan pemusatan latihan bertaraf international di dalam negeri. Tak jarang. Hal ini terlihat jelas dengan pengadaan ajang kompetisi yang cenderung apa adanya dan tidak profesional. sepakbola belum dianggap sebagai lahan industri yang bisa menghasilkan keuntungan besar. Tentu hal ini akan meningkatkan performa dan kualitas pemain-pemain Indonesia agar lebih kompetitif. Hal reformatif berikutnya adalah meningkatkan iklim bisnis Indonesia yang menjangkau sepakbola. peluang klub Indonesia bermain di ajang Liga Champion Asia akan semakin lebar. Dengan adanya akademi latihan yang lengkap ini. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | 1 Komentar » . Sampai saat ini belum ada arah yang jelas arah pembinaannya. Memang semua hal reformatif bukan semudah membalik telapak tangan. Hal ini harus dilakukan mengingat masih banyaknya jajaran pengurus pusat dan daerah PSSI yang memegang jabatan ganda di klub masing-masing. Di Indonesia. kontinuitas peningkatan kualitas pemain dapat terus terjaga dari generasi ke generasi.

dari sisi prakteknya dilapangan dan serta peluang diversifikasi ilmunya di Indonesia. maka kita tidak hanya berbicara tentang pengambilan minyak saja. Walaupun ada banyak bidang Teknik Perminyakan saat ini. Hal ini bisa dibandingkan dengan ilmu matematika. jika dulu kebanyakan pengerjaan proyek migas masih menggunakan tangan dan ketelitian mata. “Petroleum” bermakna fluida hidrokarbon yang ada didalam lapisan geologi didalam permukaan bumi. Eropa. Pengambilan gas pun juga menjadi bagian dari ilmu ini karena dari segi teknis hampir sama dengan mengambil minyak. Hingga kini.Meneropong Masa Depan Perminyakan Indonesia Sudah ada banyak tulisan yang telah menguak tentang sains perminyakan (maknanya. dan Negara Timur Tengah yang memiliki sederet nama kampus yang terdapat jurusan “Petroleum Engineering” didalamnya. Jika ilmu Teknik Perminyakan tidak mengakselerasi perkembangannya. kini semua telah termanajemen rapi dalam sebuah komputer. Ilmu Teknik Perminyakan selalu berkembang dengan pesat terutama di negara-negara yang kaya dengan sumber migas. Belum lagi. cara pembentukannya. membuat kita seolah-olah dapat memprediksi apa saja yang akan terjadi di dalam bumi sana. filsafat. Maka tak heran. yang tak lain dan tak bukan lahir dari ilmu geologi yang telah berkembang cukup pesat sebelumnya. minyak. analisis ekonomi. Kita bisa mengambil contoh di Amerika. Perkembangan ilmu Teknik Perminyakan negara- . maka tantangan energi bangsa ini tidak akan pernah terjawab. saya ingin meneropong lebih jauh tentang masa depan perkembangan “Teknik Perminyakan”. Bisa dikatakan. tanpa kita harus kedalamnya. ekonomi. Tampak pula sekarang berbagai macam software yang berlisensi atau yang bebas turut mempermudah pekerjaan seorang Engineer Teknik Perminyakan. “Teknik Perminyakan” memiliki arti seolah hanya berfokus pada pengambilan minyak saja). Jadi ketika berbicara tentang teknik perminyakan. dan politik yang kini telah dewasa karena telah berkembang selama beratus-ratus abad yang lalu. perkembangan dunia simulasi numerik dari sebuah reservoir di sebuah computer. Teknik Pengeboran. dll). Sebenarnya makna “Petroleum Engineering” tidak mengikat fokus pada dunia perminyakan saja (berbeda dengan bahasa Indonesia. Ilmu Teknik Perminyakan masih terus mengakselerasi perkembangannya. dan minyak berat sesuai dengan komposisinya. dan Teknik Produksi. Dan hidrokarbon pun bisa berbentuk gas. hal ini menjadi penting untuk dipelajari karena negeri ini kaya dengan sumber migasnya. dll) dan analisis perminyakan (analisis energi. tapi secara umum ilmu ini bisa dibagi kedalam ketiga sub-teknik: Teknik Reservoir. Namun kali ini. jenisnya. Berkaca dari sejarahnya. Sejak saat itulah ilmu itu terus menggeliat hingga memiliki kurikulum terstandar dalam dunia universitas atau institut dengan judul “Petroleum Engineering”. Bagaimanapun juga. hingga kini ilmu Teknik Perminyakan masih “balita” karena baru berumur sekitar dua abad. Ketiga sub-teknik ini terus berkembang dengan paduan sistem terkomputerisasi dan teknologi saat ini. ilmu Teknik Perminyakan mulai tumbuh kembang saat Kolonel Drake yang mengebor lapisan tanah di Titusville di Pennsylvania.

mata kuliah yang berkaitan dengan hal ini sebaiknya diperbanyak. 60 cekungan ini dirinci lagi menjadi 38 basin telah dieksploitasi. UPN. Dalam salah satu sumber telah disebutkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki 60 cekungan sumber migas yang terbentang di sepanjang pantai barat Sumatera termasuk di Laut Cina Selatan. Sebenarnya solusi permasalahan ini dapat dipandang dari berbagai sisi. Belum lagi ditambah dengan faktor politis sumber migas yang jadi rebutan negara adidaya dan isu hangat PSC Indonesia yang masih belum surut hingga kini.negara itu ditopang oleh kebutuhan industri eksplorasi dan eksploitasi migas yang memang diminta oleh pemerintah untuk bisa memenuhi energi di negaranya. Rupanya era keemasan produksi minyak Indonesia dari tahun 1976-2000 telah berlalu karena stagnansi eksploitasi basin Indonesia. Walaupun pengenalan kedua ilmu itu belum terlalu populer di Indonesia. dan adalah sebuah keniscayaan suatu saat akan menjadi disiplin ilmu tersendiri di kampus yang nantinya akan menjadi interdisiplin dari ilmu perminyakan. Selain itu. dan dalam tahap eksploitasi. kemudian baru berlanjut pada SDM yang berkualitas dan modal yang mumpuni. Walhasil. yaitu di sepanjang pantai barat Kalimantan (Sumber: IAGI. Berbicara ihwal perkembangan ilmu Teknik Perminyakan ini. baik perusahaan nasional atau asing. yang 15 di antaranya telah berproduksi. khususnya ITB. Adalah non konvensional gas (coalbed methane dan gas hydrate) dan geotermal yang memiliki prospek masa depan energi yang potensial di Indonesia. dan masih ada 22 basin lagi yang belum dieksploitasi hingga sekarang. yang proses mengambilnya mirip dengan proses mengambil migas. Hal ini ditandai dengan diadakannya mata kuliah Teknik Panas Bumi dan Unconventional Hydrocarbon Recovery sebagai mata kuliah baru di Teknik Perminyakan kampus Indonesia. Mari kita melihat sekilas sumber energi dalam permukaan bumi Indonesia lainnya. dan beberapa STT Migas yang tersebar di seantero di Indonesia. Namun semuanya akan berpulang lagi pada perkembangan ilmu Teknik Perminyakan itu sendiri. industri migas mulai berancang-ancang untuk melakukan pembatasan jumlah karyawan karena belum adanya lapangan baru untuk dieksploitasi. perlu kiranya kita kaitkan dengan realita sumber migas yang ada di Indonesia ini. . Kedepannya. 2006). Univ. namun secara perlahan mulai menunjukan perkembangannya. Lantas bagaimana dengan Indonesia? Sebenarnya ilmu Teknik Perminyakan Indonesia juga berkembang pesat seperti negara-negara kaya migas lainnya. saat ini produksi minyak mengalami degradasi terus-menerus sejak tahun 2000. pantai utara Jawa dan berbelok ke selat Makasar. Trisakti. Secara umum. telah sudah ada beberapa kampus yang memasukan ilmu Teknik Perminyakan didalam salah satu kategori jurusannya. kampuskampus tersebut memang getol sekali menelurkan alumni-alumninya untuk berkontribusi dalam industri migas yang ada di Indonesia. Efek domino yang bisa dirasakan saat ini adalah perkembangan dunia migas di Indonesia menjadi terhambat. 11 belum produksi. Kampus tersebut adalah ITB. Hal ini ditandai dengan menurunnya pendapatan negara yang berasal dari sektor migas. Sampai sejauh ini.

Masa emas produksi minyak Indonesia memang sudah lewat. kegiatannya selalu diarahkan pada pembangunan bangsanya. dan Pengabdian Masyarakat. Modal sangat penting bagi kampus sebagai biaya riset dan penelitian. maka yang tercipta hanyalah manusia-manusia yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya sendiri dan tidak memilikisense of belonging pada permasalahan energi bangsanya. Memang saat ini kita berada dalam kidung keterbatasan energi nasional kita sehingga mau tidak mau kita telah mengimpor minyak. perlu dibentuk sebuah komitmen jelas antara industri. kemampuan memimpin tim. Sudah kita ketahui bersama bahwa kampus merupakan lembaga pendidik dan penghasil manusia sesuai dengan tujuan kampusnya. dan industri. Penelitian. pemerintah. tentu SDM yang dihasilkan haruslah bisa membangun kemandirian negara dari sektor energi. Masa lalu telah mengajarkan banyak hal pada kita semua. kampus juga harus bisa meningkatkan kapasitas para calon alumninya agar dapat unggul di kancah dunia internasional. Memang benar adanya bahwa kita harus belajar dari masa depan seperti kita belajar dari masa lalu. Tidak diragukan lagi bahwa penguasaan bahasa asing. analisis. Dan yang terakhir dan tak kalah pentingnya adalah permasalahan modal. kebanyakan soft-product (metode. pemerintah. modal yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Jadi di perguruan tinggi manapun di Indonesia. saya ingin menutup tulisan saya ini dengan kata-kata John Naisbitt dalam salah satu bukunya. Hal ini dimotori kurangnya asupan dana yang disuntikan oleh pihak-pihak yang bersangkutan seperti ikatan alumni. Dunia migas merupakan “lahan basah” untuk berkarir dan tidak bisa dipungkiri juga bahwa prospek gajinya sangat cerah. Tentunya. Yang menjadi rekan disini bukan hanya dari Indonesia saja. Selain itu.Yang kedua adalah SDM yang berkualitas. tapi disana kita belajar dan menginstropeksi diri kita selama 24 tahun bagaimana cara mengelola minyak dengan baik hingga era kemandirian energi Indonesia itu pernah ada. Akhirnya. Tanpa adanya penanaman jiwa nasionalisme dan integritas pribadi pada calon alumni-alumninya. Di Indonesia dikenal sebuah credo Tridharma Perguruan Tinggi: Pendidikan. . untuk bisa membangun dan mengembangkan dunia petroleum Indonesia. Kita pasti bisa. yang menjadi visi besar setiap kampus negeri ini. Memang hingga detik ini. kepandaian berbicara di depan umum. Dalam kaitannya dalam dunia perminyakan. alih-alih sudah mencakup rekan dari seluruh tataran belahan dunia lainnya. Kedepannya. Dia mengatakan: “we must learn from the future in precisely the ways we have learned from the past”. dan pihak alumni dari Teknik Perminyakan sendiri untuk membangun proses riset dan penelitian yang baik di kampus. atau laporan) yang dihasilkan para calon alumni Teknik Perminyakan masih terkendala dengan keterbatasan data yang dimiliki kampus. merupakan beberapa softskill yang harus dimiliki para alumni Teknik Perminyakan agar bisa berkompetisi dan bersosialisasi dengan para rekannya. Belum lagi alat laboratorium yang sudah usang karena tak diganti sejak lama. Apalagi jika arah riset dari kampus di bidang Teknik Perminyakan sendiri mulai diarahkan pada pembentukan hard-product yang dapat diaplikasikan langsung di lapangan dan bukan lagi hanya konsepsi tertulis diatas kertas saja.

Adanya kemampuan pihak suprastruktur (pemerintah) untuk menggeser-geser isu negara dengan cepat dan cantik. Jika dulu para aktivis dapat melakukan terobosan gerakannya lewat momentum kemerdekaan. merupakan orang-orang yang senantiasa kreatif dalam mencari terobosan dalam menyiasati keadaan. kiprah kita mempengaruhi banyak orang dalam skala yang luas. Prita yang merasa dirugikan digugat hukum oleh pihak rumah sakit. untuk menggulingkan kediktatoran seorang pemimpin. Bung Hatta. Manfaatkan media apapun secara positif karena kekuatan media adalah sangat luar biasa. Sjamsurijal.Oleh: Ryan Alfian Noor Mahasiswa S1 Teknik Perminyakan ITB 2006 September 2. Uncategorized | Tinggalkan komentar » Menjadi Aktivis Masa Kini Bung Karno. Orang-orang yang hidup masa kini tetapi masih memakai cara berpikir masa lalu bisa-bisa akan terkena dampak yang diistilahkan oleh Alvin Tofler dengan nama “future shock”. Tjipto Mangunkusumo. maka janganlah membuat terobosan-terobosan apa-apa. Sutomo. Tetapi kalau suara kita mau didengar. Lingkungan eksternal yang senantiasa berubah. KH Ahmad Dahlan. kisah gugatan hukum Prita oleh sebuah Rumah Sakit Internasional di Indonesia tentu masih melekat kuat dibenak kita. Hal ini dilanjutkan dengan belum ditemukannya format baku gerakan aktivis pasca reformasi ini. berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain. untuk mengusir para pemodal asing. Menjadi aktivis pada zaman yang “musuh bersama”-nya sangat abstrak saat ini. membuat para aktivis terkadang kelimpungan menghadapinya. Sebagai contoh. Ki Hadjar Dewantoro. memang butuh kreatifitas ekstra. Lewat opini yang dia lontarkan di media maya surat . Di tengah-tengah impitan pihak imperialis dan kolonialis. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an. sehingga seakan kita terpecah dalam terobosan gerakan masing-masing “wadah” aktivis. dan sederet nama aktivis lainnya. Wahidin Sudirohusodo. Lantas bagaimana menyikapi hiruk-pikuk permasalahan era zaman kita? Apakah kita akan diam? Kalau kita ingin biasa-biasa saja. Barangkali apa-apa yang dilakukan aktivis terdahulu tidak lagi cocok dengan realitas saat ini. sehingga kita “bukan aktivis biasa”. mengingat permasalahan yang semakin kompleks dan teknologi semakin maju.Bisa jadi memang kita belum menemukan momentumnya. KH Hasyim Asy’ari. mereka sangat aktif memanfaatkan kesempatan untuk menjadikan bangsa ini merdeka. Setiap masa memiliki nuansa permasalahannya sendiri. maka berbuatlah sesuatu. Silakan statis dan monoton saja.

Tanpa big picture yang demikian itu. hal sederhana yang tampil apik di media dapat menyebabkan dampak sistemik yang tak sekedar isapan jempol belaka. Bentuknya bisa tuangan pemikiran orisinalitas kita dalam bentuk tulisan atau bisa pula berupa penyuaraan opini lewat gerakan-gerakan inovatif atau karya yang telah dilakukan. tetapi aksi apa pun juga memerlukan situasi medan yang dihadapi. jangan salahkan internetnya. Ternyata. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an.elektronik. Kalau Anda tidak suka konten-konten negatif situs-situs di internet. dan realitas tanpa disentuh intelektualitas hanya akan menjadi permasalahan tak akan kunjung usai. Kalau tulisan atau gerakan yang kita lagi-lagi. karena kita tidak suka substansinya. Akan halnya dengan kisah Jojo dan Sinta. tentu akan sulit dilirik media dan barangkali masyarakat pun sudah lelah melihat hal berulang dan terkesan itu-itu saja. tetapi metode atau cara penyampaian juga tak kalah pentingnya. Bang Alfan Alfian (Dosen Fisip UN) pernah mengatakan dalam salah satu tulisannya. bahwa jangan pernah terjebak. Kemahasiswaan | Tinggalkan komentar » . Kalau kita tidak suka musik. Penggunaan media yang optimal harus diimbangi dengan “isi” yang mau hendak kita bawa. menyalahkan alatnya. Jadi. jangan salahkan peralatan musiknya. Prita memantik dukungan masyarakat Indonesia lewat gerakannya yang bertajuk “gerakan koin peduli Prita”. Siapa kini yang tidak tahu mereka? Dua wanita yang merekam lipsync “Keong Racun” mendadak melontarkan keduanya sebagai orangorang yang bahkan lebih popular ketimbang peserta kontes idol atau pencarian bakat yang terlembaga. Adalah sebuah kebenaran bahwa bukan tugas aktivis saja untuk menyodorkan konsepkonsep finalnya dalam sebuah aksi. kita hanya akan kehilangan orientasi dan akhirnya hanya sekedar bertindak sebagai pemberi reaksi-reaksi spontan yang tidak akan berdampak fundamental dalam masyarakat. Buat apa kita melakukan aksi berkarya? Buat apa kita melakukan aksi turun ke jalan? Buat apa ada aksi mengabdi masyarakat? Buat apa aksi melatih jiwa kewirausahaan kita? Pertanyaan-pertanyaan ini hanya bisa didapatkan ketika kita dapat menemukan titik temu intelektualitas kita dengan realitas masyarakat. biasa-biasa saja. Oleh: Ryan Alfian Noor Mentri Koordinator Bidang 1 Kabinet KM ITB 2009-2010 Agustus 19. Manfaatkan saja “alat-alat” itu untuk kepentingan yang lebih positif. adalah sebaiknya aktivis jika mereka setidak-tidaknya mempunyai gambaran yang menyeluruh mengenai masalah-masalah pokok yang dihadapi negaranya. Intelektualitas tanpa menyentuh sisi realitas hanya menjadi kajian belaka. Memang konten lewat kajian intelektual yang mendalam itu penting.

Pembangunan masyarakat juga harus dipadu dengan peningkatan kualitas hidupnya. Perlu ada campur tangan masyarakat didalamnya untuk membantu pemerintah. namun tidak meninggalkan unsur perbedaannya. Dan untuk melakukannya. dan profesional untuk mengambil pilihan-pilihan sulit untuk membuat kota yang lebih baik. modal manusia. masyarakatlah yang akan menjadi penentu akan bertahan seberapa lama keutuhan kota tersebut. tentram. masyarakat harus melakukan pembelajaran sejarah masyarakat dunia yang telah berhasil membangun kotanya. Dan untuk pembangunan kota yang lebih efektif. Dari sini pula muncul sebuah sikap kosmopolit yang menjadi cikal bakal terbentuknya sebuah masyarakat yang terbuka dan demokratis. Masyarakat harus mengingatkan pemerintahnya dengan cara-cara . Semuanya saling bergantung (interdependent) yang disebut oleh Bung Karno dengan masyarakat gotong royong. Pemimpin disini adalah eksekutif. Jika dirujuk pada sejarahnya. parameter GDP tidaklah cukup. Berbicara tentang pemerintah. realistik.Membangun Kota Madani Berperadaban Hakikat pembangunan kota yang baik adalah membangun masyarakat. dan efisien. Pun demikian jika berbicara tentang kota madani. maka pembangunan kota akan dapat menjadi lebih aman. kota madani memerlukan pemimpin yang bersih jujur. Dan semua modal tadi dipadukan dalam satu indikator yang bernama Gross Domestic Product (GDP). Kota madani diadaptasikan dari pembangunan kota madinah. adil. langkah selanjutnya yang harus difahami adalah modal. pemerintah tidak akan bisa melakukannya sendiri. Sebaik apapun sebuah kota. nyaman. Untuk membangun kota yang baik. dan proses politik yang baik. masyarakat harus berpendidikan dan moral yang baik. karena konsep pembangunannya yang holistik. legislatif. modal fisik. apakah berhasil atau tidak. masyarakat yang baik. Disinilah mental pemimpin akan diuji. Jika hal ini benar-benar dapat diaplikasikan. kota madinah berhasil membuat sebuah konstitusi dimana didalamnya terdapat produk politik yang terumuskan melalui kesepakatan berbagai unsur pluralisme kultural dalam masyarakat. proses. Pandangan ini terlalu sempit. dan yudikatif. Setelah mengetahui sejarah. Empat modal itu adalah modal alami. ada empat pilar modal yang diperlukan sebuah kota agar dapat melaksanakan sebuah proses pembangunan kota yang baik. Koordinasi dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat adalah penting. Semakin tinggi GDP sebuah kota. dan tujuan pembangunan yang mengarah pada perekonomian yang baik. Masyarakat yang hidup dalam nuansa kota yang demokratis pun harus aktif mengawasi pembangunan kotanya. dan modal sosial. Untuk membangun kota madani berperadaban. Kota madani sering dielu-elukan oleh kota abad 21 saat ini. maka semakin produktif dan tumbuh ekonomi kota tersebut. Menurut World Bank.

dan media yang memberikan infrmasi yang menunjang kebenaran. Adam Smith memberikan sebuah argumentasi bahwa pemenuhan kepentingan pribadi (pure self interest) setiap warga harus diimbangi dengan pengendalian diri (self restraint) dari ambisiusitas dirinya. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | Tinggalkan komentar » . Dalam bukunya. namun juga dengan nilai-nilai religiusitas dan budaya luhur masyarakatnya sendiri. pengusaha. Ada banyak kasus dilapangan yang membuat satu hal dambaan tadi saling berlawanan dengan hal yang lainnya (trade-off). The Theory of Moral Sentiments (1754). hukum yang baik. sektor swasta. dan proses politik yang baik adalah dambaan semua elemen masyarakat yang hidup di kota madani. dan masyarakat yang baik (good governance. Oleh: Ryan Alfian Noor Mentri Koordinator Pengembangan Karakter Kemahasiswaan Kabinet KM ITB Agustus 12. dan persatuan.yang beretika dan bermoral. Hal ini harus didukung dengan peran kaum intelektual. Bukan hanya dengan hukum dan peradilan. Untuk itu perlu ada upaya pemerintah dan masyarakat untuk merealisasikan pemerintahan. Disinilah fungsi besar pemerintah menjadi pengendalinya. good private sectors. kemajuan. terkadang semua hal ini sulit tercapai. Walaupun pada kenyataannya perekonomian yang baik. dan good people). masyarakat yang baik.

Kata “Bangun” atau sering pula diselaraskan dengan kata “Bangkit”. pembangunan akan menemui friksifriksi eksternal yang akan menjadi inhibitor dan katalisator yang mempengaruhi waktu pencapaian keagungan visi dari pembangunan tersebut.Refleksi Perkembangan MDGs Dunia dan Indonesia Diksi kata “Pembangunan” memiliki sebuah definisi yang sangat besar di dalamnya. Untuk mencapai sebuah perdamaian dunia. Indonesia dan 189 negara lainnya telah menyepakati 8 sasaran milenium. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim 2. pembangunan mestilah difokuskan pada pembangunan dalam level masyarakat globalisasi. Di era milenium saat ini. Artinya kita berbicara tentang kehidupan bangsa-bangsa. paradigma pembangunan dalam level personal dan bangsa pun belumlah cukup. Dalam KBBI telah disebutkan dengan gamblang bahwa kata “Pembangunan” merupakan proses berkelanjutan untuk bangkit. saya ingin mengajak kita semua untuk mengingat sasaran pembangunan milenium yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2005 silam. Dalam perjalanannya. Pemerataan pendidikan dasar 3. yakni: 1. Dan berbicara tentang permasalahan ini. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan . selalu dilekatkan secara personal pada seseorang atau secara komunal pada sebuah kumpulan orang. bisa itu masyarakat atau juga negara.

4.5 miliar dolar AS untuk pendidikan. malaria. setiap hari delapan juta orang meninggal karena terlalu miskin untuk bertahan hidup. Tidak berakhir sampai disana. Ladang kering dan tandus bagi perdamaian. rusaknya lingkungan hidup juga menjadi permasalahan yang tak kunjung usai. kini harus secara pasti bertransendensi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat global. permasalahan penyebaran penyakit baru. hingga kini masih dipertahankan keberadaannya oleh negara berkembang. Sebut saja misalnya Traktat Tokyo (1997) yang banyak ditentang oleh negara adidaya.6 miliar dolar AS untuk meningkatkan keamanan pangan. Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai macam usaha dunia yang mengarah pada sasaran Millennium Development Goals (MDGs) tersebut. Inilah lahan subur bagi konflik. Sekarang bagaimana dengan negara Indonesia? Indonesia termasuk negara yang sangat concern merealisasikan capaian 8 butir sasaran tadi. permusuhan dan terorisme. Hal inilah yang benar-benar diperingatkan sejak lama oleh Adam Smith didalam bukunya Wealth of Nation (1776). Pembangunan yang tadinya berfokus pada kemakmuran sendiri. 8. negara-negara penggiat MDGs tetap bertahan menyuarakan seuran untuk mengambil langkah aksi guna mencapai semua sasaran tersebut. terpuruk dalam apa yang disebut Jeffrey D. dan penyakit lainnya Menjamin daya dukung lingkungan hidup Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan Di dunia kita hari ini. sudah tentu tidak akan ada pemerataan yang adil bagi semua negara-negara di dunia.1 milyar manusia. 7. MDGs telah menjadi referensi . Sampai sekarang. 5. tanpa syarat dan berkualitas minimal 0. bahwa dalam konteks kenegaraan.4. Dunia kita sejatinya dipenuhi kemiskinan. Sementara 1. Sach dalam The End of Poverty: Economic Possibilities for Our Time (2005) sebagai ”kemiskinan ekstrim”. Kemiskinan berlanjut pada merosotnya pemerataan pendidikan dan peningkatan mortalitas manusia. Ada lagi solidaritas dari negaranegara selatan untuk mendesak negara-negara utara meningkatkan bantuan pembangunan bukan hutang. 6. Sasaran-sasaran ini membuat semua paradigma pembangunan sebuah negara menjadi berubah. atau seperenam penduduk bumi. Komitmen nyata yang telah hadir adalah tergalangnya dana 16 miliar dolar AS. Bisa dibayangkan kalau hal itu tidak dilakukan. dan 3 miliar dolar AS untuk mereduksi penyakit malaria. Lahirnya delapan butir sasaran MDGs ini menjadi pintu gerbang negara-negara dunia bisa mengendalikan ‘nafsu’ nya sekaligus memupuk kesadaran bahwa ada tanggung jawab untuk menjaga keutuhan dunia bersama. Mengurangi tingkat kematian anak Meningkatkan kesehatan ibu Perlawanan terhadap HIV/AIDS.7 persen dan menolak ODA (official development assistance) yang tidak bermanfaat untuk negara tersebut. ambisi pribadi (self interests) harus diimbangi dengan moral yang baik sehingga dapat menahan nafsu dan ambisinya (self reliance). dengan sekitar 1. Negara-negara yang kaya akan semakin kaya dan negara-negara miskin akan semakin berada di lembah kemiskinannya.

mempertahankan kearifan lokal yang ada di Indonesia. mulai dari tahap perencanaan seperti yang tercantum pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) hingga pelaksanaannya dibawah komando Bappenas. Maka jangan sampai sistem desentralisasi negara ini menjadi penghambat. Dengan semangat kepedulian yang tinggi. kematian. misi. baru-baru ini pemerintah menengarai bahwa ada tiga sasaran yang dimungkinkan gagal pencapaiannya pada tahun 2015. Ketiga. baru menurun drastis (2016) menjadi Rp66. Saat ini. Kemungkinan itu ditunjukan lewat angka kematian ibu melahirkan yang masih tinggi.54 triliun (2015) rentang waktu yang sama untuk pencapaian MDGs. Setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan negara ini untuk dapat memenuhi sasaran MDGs kedepannya: Pertama. pencegahan HIV/ AIDS yang belum maksimal. semakin menggeliatnya peran pemerintah daerah untuk menyukseskan tujuan pembangunan milenium. Sebenarnya. Hal ini sangat mengkhawatirkan. Manusia Indonesia yang terkenal dengan jiwa sosial dan kegotongroyongannya akan memberikan kontribusi yang besar dalam pencapaian MDGs kedepannya. Sinkronisasi arah gerak pemerintah pusat dan pemerintah daerah. pihak swasta. Indeks kerentanan pencapaian MDGs Indonesia berada pada posisi menengah bersama Filipina.penting pembangunan di Indonesia. mengingat sisa waktu lima tahun lagi (baca: 2015) untuk bisa memenuhi MDGs. dan penyakit pun pasti akan menurun. dan peremajaan lingkungan hidup yang tidak optimal. Jumlah pembayaran utang Indonesia. Pemerintah harus memutar otak untuk meningkatkan jumlah partisipan pendidikan sesuai dengan umur pendidikannya. Indonesia harus benar-benar memacu diri untuk mengejar ketertinggalannya. anggota masyarakat Indonesia . Program-program MDGs lainnya membutuhkan biaya yang sangat besar. dan lembaga donor. Kedua. Nepal. perbaikan sektor pendidikan Indonesia. Didalam kearifan lokal terkandung sebuah visi. tidak salah jika Indonesia ditempatkan pada posisi yang rentan. Jika dirujuk lewat data Departemen Keuangan. semakin cepat pula MDGs negara Indonesia akan tercapai. hampir delapan sasaran MDGs dapat tercapai jika sasaran perbaikan sektor ini telah selesai. dan India. Program dan tindakan itu hanyalah menjadi sia-sia belaka tanpa adanya tindakan nyata di level kabupaten. dan nilai-nilai yang menjelma menjadi sebuah identitas sebuah masyarakat. Walaupun mengalami berbagai kendala. program prorakyat. per 31 Agustus 2008.7 triliun (2009) hingga Rp81.70 triliun. Belum lagi tanggungan beban hutang yang sangat besar. beban pembayaran utang Indonesia terbesar akan terjadi pada tahun 2009-2015 dengan jumlah berkisar dari Rp97. dan program keadilan untuk semua yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat. ada 46 program dan 105 tindakan terkait upaya pencapaian MDGs. Sayang aduh sayang. serta lebih buruk dibandingkan Vietnam. namun pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini dan dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak. termasuk masyarakat madani. Akibat hal tersebut. Bangladesh. dan Papua Nugini. Jadi. Bagaimana tidak? pendidikan akan meningkatkan harkat hidup orang miskin. Begitu pula juga dengan kesadaran pemahaman gender dan menjaga lingkungan hidup. sehingga bencana kelaparan.

seorang pemikir ekonomi dunia asal Peru pernah menegaskan bahwa sejak proses globalisasi mulai berlangsung. Hal ini diperkuat lagi dengan adanya fakta. seharusnya uang mengalir dari negara kaya ke negara miskin. juga sistem keuangan global yang labil yang menelorkan krisis. Padahal itu terjadi jauh sebelum AFTA diberlakukan. Pengalaman sudah membuktikan sejak proses globalisasi bergulir muncul pula isu-isu seperti perdagangan global yang tidak fair. Sebenarnya AFTA merupakan peluang bagi negara ASEAN untuk berkompetisi secara fair memasarkan produk hasil negerinya. Juli 11. Dengan kemampuan Cina menghasilkan produk yang sangat murah. termasuk negara Indonesia.bisa bertenggang rasa dan tepo seliro pada anggota masyarakat lainnya yang mengalami suatu problem kehidupan. Yang menjadi pemasalahan kini tinggallah ketentuan kebijakannya. Indonesia yang kaya dengan sumber daya energi alternatif. seringkali pula peningkatan itu hanya ada dalam hitung-hitungan di atas kertas. Prinsip ini memberikan solusi atas ketergantungan negara Indonesia pada penggunaan energi fosil. Dalam kondisi tersebut. Mari berkaca pada isu perjanjian AFTA yang kini menjadi dampak sistemik globalisasi. menjadikan semua bangsa di ASEAN menjadi was-was. sektor masyarakat dapat membantu sektor pemerintah secara kultural. kondisi kehidupan di hampir semua negara terkesan meningkat. Namun dengan kehadiran Cina yang turut meramaikan perjanjian ini. Prinsip ini mencoba menyeimbangkan antara kebutuhan manusia dan kebutuhan alam. banyak industri pengrajin Indonesia yang bangkrut akibat tidak mampu bersaing dengan produk Cina. pada sektor ekonomi Indonesia. Ekonom Indonesia benar-benar khawatir kalau produk dalam negeri ini tidak mampu bersaing dengan negara itu. tapi tidak negara-negara berkembang dan miskin. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | 2 Komentar . Dalam proses globalisasi. dalam beberapa tahun terakhir.komentar » Kemelut Dampak Sistemik Globalisasi Pada Indonesia Hernando de Soto. negara-negara berkembang dan miskin berulang kali terjebak jeratan utang yang justru jadi beban. Namun. Belum lagi bermunculan rezim hak properti intelektual. Tapi. yang terjadi justru sebaliknya. Implementasi dari penggunaan prinsip ini akan berdampak sistemik terhadap penurunan pencemaran lingkungan. negara-negara berkembang dan miskin menanggung beban fluktuasi tadi. Negaranegara maju dan kuat memang bisa meraih keuntungan. Dengan demikian. mengoptimalkan penggunaan prinsip Eco-Technology. Keempat. yang malah menghabisi akses masyarakat miskin untuk mendapat obat-obatan dengan harga terjangkau. apalagi jika diukur dengan indikator-indikator lebih luas. . Sementara negaranegara kaya memiliki kemampuan untuk menahan risiko fluktuasi kurs dan suku bunga. memiliki potensi besar untuk menggunakan Eco-Technology.

Disamping itu. BBC. Dampak positifnya adalah semakin mudahnya kita mengakses berita internasional dalam real-time saat informasi itu baru didapatkan. Indonesia dihadapkan pada hanya dua pilihan saja : memilih hal ini sebagai sebuah peluang atau sebagai sebuah hambatan. Media massa berperan sebagai kekuatan trend setter untuk isu-isu global. dampak negatif pun tak dapat dielakkan juga. yang sama persis seperti ramalan Profesor Kenichi Ohmae didalam bukunya yang berjudul The End of Nation State. Proses globalisasi ini membuat dunia menjadi kian sempit seperti persis yang dikatakan Thomas L. . Dia mengatakan. MTV. Jadi janganlah heran. sedangkan tantangan berarti setiap orang diberi kesempatan untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuannya. Friedman didalam bukunya yang berjudul The World is Flat. seorang penulis buku Understanding Media. Kalau ini terus dibiarkan. lingkungan hidup. Tampaknya telah terjadi pergeseran nilainilai norma kesopanan yang dahulu kita pegang teguh sebagai identitas negara kita. Media massa global seperti CNN. Sudah saatnya Indonesia melakukan akselerasi pembangunan disegala sektor menghadapi tantangan era globalisasi yang sudah hadir di depan mata. Namun yang terpenting adalah bukanlah mendaftar efek sistemik apa saja yang telah didapatkan Indonesia. Peluang berarti setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memanfaatkan situasi ini dalam menghidupi kehidupannya dengan baik. HBO. baik persoalan politik seperti HAM. Jika tadi Hernando lebih berfokus dampak sistemik globalisasi sektor fiskal. CNBC. Setidaknya informasi itu sering dimaknai di dalamnya mengandung kebudayaan. dan lain-lain. Dengan adanya arus globalisasi dunia ini.Mari beralih pada sektor kehidupan yang lain. lebih berfokus pada dampak sistemik globalisasi pada sektor budaya. Ada dampak positif dan ada dampak negatif. Dampak sistemik ini telah kini telah sampai di Indonesia. maupun terorisme internasional. maka terjadilah penyebaran budaya global. Sebenarnya masih banyak lagi dampak sistemik globalisasi yang mempengaruhi sendisendi kehidupan bernegara kita. maka Marshall Mc Luhan. Namun disisi lain. ESPN. telah menjangkau dan menembus yuridiksi berbagai negara. maka negara kita akan tergilas oleh dampak sistemik itu sendiri. Yang terpenting adalah kini sudah saatnya rakyat dan pemerintah Indonesia sadar. bahwa saat ini bukanlah lagi waktu untuk bersantai-santai dan memperlambat gerak pembangunan. bahwa kini semakin nyata saja imbas teknologi komunikasi pada berbagai sektor kehidupan. hingga ke persoalan budaya dan gaya hidup. globalisasi pun telah membuat seakan negara satu dan lainnya kehilangan batas-batas jelas teritorialnya serta berujung pada hilangnya status “negara–bangsa”. Saat ini banyak beredar film Indonesia berkedok komedi atau horor. jika kita dapat menemukan dengan mudah berbagai produk luar negeri yang beredar di seantero negeri kita. namun sebenarnya lebih banyak menonjolkan adegan vulgar yang mengikuti budaya hidup orang barat.

Jadi sudah seharusnya Indonesia mulai berancang-ancang terhadap empat “I” ini. Keempat “I” tersebut adalah Industri. Januari 22. tapi milik semua bangsa Indonesia. Sudahkan industri kreatif Indonesia dikembangkan secara optimal? Sudahkah penanaman investasi di berbagai sektor Indonesia telah dimaksimalkan? Sudahkah ada penanggulangan efek individualisme sebagai efek kesenjangan si kaya dan si miskin di Indonesia di lakukan? Dan sudahkah sektor informasi di maksimalkan hingga sampai di pelosok desa terpencil Indonesia? Pertanyaan-pertanyaan ini bukan milik pemerintah saja. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | Tinggalkan komentar » . Investasi. Individualisme.Proffesor Kenichi Ohmae telah mewanti-wanti sejak lama kepada semua negara yang ada di dunia bahwa ada empat “I” yang akan membawa dampak sistemik globalisasi ini. dan Informasi. Mari kita saling bahu-membahu untuk menciptakan sebuah peluang di era globalisasi ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful