Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia Ditinjau dari Aspek Ekonomi Written by Dr.

Sri Adiningsih Kepala Pusat Studi Asia Pasifik UGM Tuesday, 21 July 2009 09:54 Pendahuluan Tidak terasa krisis ekonomi yang telah menghantam kita pada tahun 1997 sudah berlalu lebih dari satu dekade. Banyak pelajaran yang dapat kita petik dalam penyehatan ekonomi yang telah kita lakukan selama ini. Baik suka ataupun duka. Dampak krisis pun sampai sekarang masih terasa, membebani keuangan Negara sehingga kemampuan Negara untuk membiayai berbagai kegiatan sosial ataupun terkait dengan masalah lingkungan sulit untuk mendapatkan prioritas anggaran. Krisis telah memaksa Indonesia mereformasi ekonominya dalam kerangka program IMF hingga akhir 2003. Ekonomi mulai pulih pada tahun 2004, sehingga Indonesia siap membangun ekonominya lagi, bangkit dari keterpurukkannya. Namun ternyata kebangkitan ekonomi tidak mudah dicapai, perkembangan eksternal yang semakin tidak ramah dan juga kebijakan domestik dalam mengelola ekonomi yang tidak tepat telah membuat ekonomi Indonesia tidak banyak mengalami kemajuan yang berarti hingga saat ini. Kualitas pertumbuhan/pembangunan ekonomi yang semakin merosot ditengah-tengah stabilitas ekonomi makro dan pertumbuhan ekonomi yang mulai meningkat lagi telah membuat angka pengangguran dan kemiskinan tetap tinggi. Demikian juga beban APBN masih berat. Sehingga mempersulit Indonesia untuk membangun ekonominya, apalagi membangun secara berkelanjutan. Fakta menunjukkan bahwa pada masa krisis ekonomi yang lalu, pembangunan baik dari sisi hardware ataupun software terbengkelai. Sehingga dapat dilihat kerusakan infrastruktur yang semakin parah, lingkungan juga memburuk, serta human development merosot. Potret Pembangunan Berkelanjutan Pembangunan yang dijalankan di Indonesia sejak tahun 1970-an hingga sekarang masih cenderung fokus pada pembangunan ekonomi, bahkan pada pertumbuhan ekonomi yang cenderung jangka pendek. Sehingga masalah keberlanjutan belum menjadi prioritas utama. Oleh karena itu tidak mengherankan jika pertumbuhan ekonomi pun kualitasnya semakin memburuk. Apalagi dengan keterbatasan APBN dan sumber daya yang kita miliki, sehingga tidak mengherankan apabila pengambil kebijakan lebih memilih jalan pintas, yang cepat kelihatan hasilnya, kurang memperhatikan keberlanjutannya. Padahal pembangunan berkelanjutan sudah menjadi tuntutan bagi pengambil kebijakan pembangunan dalam bumi yang semakin rusak ini. Namun demikian lingkungan hidup tidak mendapatkan banyak perhatian sejak lama baik pada skala global, regional ataupun negara. Apalagi negara sedang berkembang yang tengah banyak menghadapi permasalahan ekonomi seperti Indonesia. Sehingga degadrasi lingkungan telah banyak menurunkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di negara sedang berkembang seperti

Indonesia. Oleh karena itulah masyarakat dunia sejak tahun 1970-an mulai memberikan perhatian yang besar pada masalah lingkungan, dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan. Hal itu dapat dilihat diantaranya dari Stockholm Conference (1972), Agenda 21 di Rio Earth Summit (1992), dan Johannesburg Declaration (2002). Meski komitmen dan perhatian besar telah diberikan pada tingkat internasional, namun kondisi lingkungan hidup masih saja memburuk. Kita sekarang masih hidup dalam kondisi yang dapat merusak lingkungan hidup semakin parah, sehingga akan membahayakan kehidupan umat manusia pada masa mendatang. Oleh karena itulah usaha untuk menjaga lingkungan hidup agar pembangunan dapat berkelanjutan sehingga kepentingan kehidupan generasi yang akan datang terproteksi, menjadi semakin penting untuk diperjuangkan. Dengan demikian perlu adanya jaminan agar supaya dalam memenuhi kebutuhan sekarang kita tidak akan mengurangi kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam perkembangannya disadari bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya terkait dengan aspek lingkungan hidup, namun juga pembangunan ekonomi dan sosial yang dikenal dengan the living triangle. Tidaklah mungkin lingkungan dapat dijaga dengan baik bila kondisi sosial dan ekonomi masyarakat buruk. Oleh karena itulah dalam rangka melestarikan lingkungan hidup kita secara berkelanjutan, pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan juga perlu dilakukan. Tidaklah mungkin masyarakat yang untuk hidup saja sulit akan dapat menjaga lingkungannya dengan baik. Perhatian dan komitmen yang besar masyarakat internasional pada pembangunan berkelanjutan khususnya dari negera maju dalam beberapa conference adalah cukup besar. Namun demikian dalam implementasinya ternyata jauh dari harapan. Dapat dilihat bahwa Official Development Assistance (ODA) yang diberikan negara maju rata-rata hanya sebesar 0,27% dari PDB mereka pada tahun 1995, turun dari 0,34% pada tahun 1992. Pada tahun 2000 didapati hanya 4 negara yang menandatangi komitmen ODA memenuhi komitmennya. Hal ini mencerminkan bahwa pembangunan berkelanjutan pada tingkat globalpun seringkali hanya menjadi retorika politik belaka. Sehingga tidaklah mengherankan bahwa upaya pembangunan berkelanjutan tidak mudah diimplementasikan (Cooper & Vargas, 2004). Rendahnya komitmen negara maju dalam memenuhi komitmennya dalam kerangka pembangunan yang berkelanjutan tentu saja tidak dapat dipisahkan dengan rendahnya kepentingan negara maju untuk mendukung pembangunan berkelanjuitan global. Hal ini tentu saja erat kaitannya dengan kalahnya prioritas menjaga lingkungan dengan masalah aktual seperti meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi taupun menjaga agar dunia usaha dari negaranya yang banyak diwakili oleh TNCs terus berkembang dalam pasar global. Tingginya nilai politis dari kepentingan ekonomi jangka pendek tersebut memang akan mudah membuat politisi baik dari negara maju ataupun sedang berkembang akan mengedepankan kepentingan jangka pendek. Selain itu jangan lupa bahwa bargaining power dari bisnis raksasa di negara maju tentu saja juga besar sekali, sehingga akan mampu mendistorsi keputusan yang diambil oleh pejabat publik, dapat mengalahkan kepentingan publik dalam jangka panjang. Hal yang sama juga terjadi di negara kita, dimana seringkali pengambilan keputusan dibengkokan oleh kepentingan pemodal yang memiliki kedekatan dengan kekuasaan. Sehingga tidaklah mengherankan jika World Trade Organization (WTO) yang menawarkan liberalisasi serta akses pasar yang lebih

luas, serta kadang menawarkan solusi yang lebih menarik/menguntungkan terhadap berbagai isu yang sama (terkait dengan isu pembangunan berkelanjutan) dapat menjadi salah satu outlet bagi mereka. Oleh karena itulah dapat dipahami jika WTO berkembang pesat akhir-¬akhir ini. Sementara pembangunan berkelanjutan semakin tenggelam ditengah-tengah berbagai kemelut ekonomi yang dihadapi oleh banyak negara, khususnya negara Selatan. Prinsip-prinsip ekonomi yang menekankan pada efisiensi ekonomi dengan maximizing benefit dan minimizing cost dari sudut pandang teori ekonomi memang sangat rasional. Sehingga dengan ekonomi yang semakin liberal ekonomi pada akhirnya banyak dikuasai oleh perusahaan transnational (TNCs) yang banyak beroperasi di negara sedang berkembang, baik untuk mendapatkan input khususnya sumber daya alam, maupun tenaga kerja murah, ataupun untuk memperluas pasar produk mereka. Sedangkan bagi negara sedang berkembang, globalisasi yang menjadikan masyarakatnya menjadi konsumen dari TNCs, juga menggunakan globalisasi untuk memperluas pasarnya, meskipun biasanya untuk produk primer ataupun sekunder dengan tingkat teknologi yang rendah. Sehingga banyak negara sedang berkembang yang terjerat utang ataupun masih harus berkubang dengan kemiskinan yang kronis. Bahkan Stiglitz dalam bukunya Globalization and Its Discontent (2002) mengatakan bahwa manfaat dari globalisasi lebih rendah dari klaim yang selama ini diyakininya, sebab harga yang harus dibayar juga mahal, karena lingkungan yang semakin rusak, demikian juga proses politik korup berkembang, dan cepatnya perubahan yang terjadi membuat masyarakat tidak dapat menyesuaikan budayanya. Liberalisasi pasar yang semakin melibas perekonomian di banyak Negara juga telah menghambat pembangunan berkelanjutan. Martin Khor direktur dari Third World Network melihat bahwa lieberalisasi dan globalisasi yang menekankan pada "daya saing" telah menghambat pembangunan berkelanjutan sehingga merusak lingkungan. Liberalisasi dan globalisasi telah memperburuk lingkungan global karena tidak adanya aturan dan pengawasan pada TNCs di pasar global sehingga meningkatnya volume bisnis mereka meningkatkan kerusakan lingkungan. Padahal aktivitas TNCs telah banyak merusak lingkungan hidup (penghasil lebih dari 50% greenhouse gases). Demikian juga kebijakan yang liberal dan integrasi pasar telah mendorong peningkatan eksploitasi dari sumber daya alam seperti hutan dan kelautan sehingga mendorong kerusakkan lingkungan yang serius. Selain itu globalisasi mendorong ekplorasi sumber daya alam yang melampau batas keberlangsungannya seperti air, tanah, dan mineral, telah banyak merusak lingkungan hidup. Bagi negara seperti Indonesia, yang baru saja keluar dari krisis ekonomi, serta masih menghadapi banyak masalah ekonomi dan sosial yang berat, sehingga menghadapi proses globalisasi baik dalam kerangka ASEAN Free Trade Area (AFTA) tahun 2010, ASEAN Economic Community tahun 2015, Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), dan WTO adalah tidak mudah. Oleh karena itu membangun kembali Indonesia tidaklah mudah pada saat ini. Apalagi membangun secara berkelanjutan ditengah-tengah pasar yang semakin liberal.

Banyak bukti menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan berkelanjutan seringkali terganjal oleh kurangnya implementasi yang baik. Reformasi fiskal yang tengah kita gulirkan mestinya juga didasari oleh kepentingan melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Ataupun kasus yang hangat akhir-akhir ini terkait dengan masalah illegal logging dan penegakkan hukumnya yang dinilai tidak memihak pada lingkungan. etik dan budaya (Cooper and Vargas. memerintah dan berbisnis dari seluruh masyarakat. diantaranya dapat dilihat dengan keberadaan Kementrian Negara Lingkungan Hidup yang tentunya diikuti dengan kebijakan dan anggaran untuk melestarikan lingkungan hidup. Dari sisi legal tentu saja erat kaitannya dengan apakah secara legal kebijakan ataupun program yang dilakukan tidak melanggar rambu¬rambu yang ada. Meskipun komitmen pemerintah nampaknya cukup besar sejak jaman Orde Baru. Oleh karena itu dana untuk melaksanakan program pembangunan terbatas. Oleh karena itulah dalam kerangka mensukseskan pembangunan berkelanjutan banyak sekali aspek yang perlu dibenahi. Dalam hal ini tantangan yang dihadapi adalah bagaimana kita mendesain infrastruktur legal yang diperlukan untuk pembangunan berkelanjutan. bahkan cenderung lebih buruk. Adapun aspek administrasi erat kaitannya dengan kemampuan organisasi . Kegagalan implementasi kebijakan. Meski demikian desain program yang baikpun belum menjamin keberhasilan pembangunan berkelanjutan. Secara prinsip pembangunan berkelanjutan sebenarnya harus terefleksi dalam cara berfikir. Namun komitmen dan keberadaan kementrian yang menjaga lingkungan hidup pun ternyata tidak mencukupi. bagaimana caranya? Seringkali tantangannya disini adalah lebih pada masalah keberlanjutannya suatu kebijakan. hutan dan lingkungan hidup lainnya pada umumnya semakin rusak. Jelas ini merupakan salah satu masalah terbesar bangsa Indonesia. hidup.Tantangan Indonesia Potret pembangunan berkelanjutan di Indonesia tidak jauh berbeda dengan potret internasional. sehingga bencana alam semakin banyak terjadi di tanah air kita yang tercinta ini. tantangan yang dihadapi diantaranya adalah bagaimana mendesain kebijakan yang ongkosnya minimal ditengah beban fiskal yang berat untuk membayar hutang. dan apa yang dilakukan dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. legal. Sedangkan dari sisi fiskal. politik. Oleh karena itulah perlu kebijakan yang terintegral dalam pembangunan lingkungan dengan pembangunan ekonomi dan sosial agar dapat memberikan hasil yang optimal. fiskal. 2004). Pertanyaannya adalah apakah secara teknis suatu kebijakan fisibel erat kaitannya dengan apakah kita tahu apa yang perlu dilakukan. Dapat dilihat dari kerusakkan lingkungan hidup Indonesia yang masih saja berlanjut. Laut. Seperti sudah dibahas sebelumnya bahwa menjaga lingkungan tidaklah dapat berdiri sendiri. program ataupun proyek-proyek pada pembangunan berkelanjutan seringkali karena tidak mempertimbangkan berbagai aspek yang perlu dilihat. Pembangunan berkelanjutan dengan melestarikan lingkungan hanya akan berhasil jika dipadukan secara terintegral dengan pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. administrasi. baik dari sisi teknis. sehingga perlu terobosan agar supaya secara fiskal baik dari sisi penerimaan dan pengeluaran dapat mendukung pembangunan berkelanjutan.

kemiskinan dan pengangguran yang tinggi. namun harus memperhatikan kepentingan generasi mendatang yang akan hidup di Indonesia. Itu semua menunjukkan bahwa mengimplementasikan kebijakan pembangunan berkelanjutan tidaklah mudah. Sudah saatnya kita hidup bukan hanya untuk kepentingan jangka pendek. Sementara itu tuntutan untuk membangun secara berkelanjutan juga semakin meningkat selaras dengan semakin besarnya ongkos yang harus kita pikul dengan semakin rusaknya lingkungan hidup. Aspek politik juga memegang peranan penting dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Dalam hal ini koordinasi baik secara horizontal ataupun vertikal. Untuk itulah perlu pembangunan institusi dan juga perbaikkan pemerintahan untuk mensukseskan pembangunan berkelanjutan. sangat krusial untuk dilakukan. Khususnya dengan mengeksploitasi sumber daya alamnya. serta fundamental ekonomi yang masih rapuh. Membuat Indonesia akan mudah terjebak memilih kebijakan ekonomi yang cenderung menguntungkan dalam jangka pendek. Oleh karena itu Indonesia tidak lagi dapat mengabaikan pelestarian lingkungan hidupnya. Sedangkan aspek etika dan budaya juga memegang peranan penting dalam implementasi kebijakan pembangunan berkelanjutan. Kesimpulan Masa depan kehidupan bangsa dan negara akan banyak sekali ditentukan oleh berbagai pilihan kebijakan yang diambil oleh pemerintah pada saat ini. disertai dengan kualitas pertumbuhan ekonomi yang memburuk. Selain political will untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan penting. hutang luar negeri yang besar. yang dapat dilihat dengan semakin banyaknya bencana alam yang merenggut banyak nyawa dan material akhir-akhir ini. Meski demikian tidak berarti tidak dapat dilakukan.dan kemampuan manajerial untuk melaksanakan secara konsisten kebijakan yang ada. Beban hutang yang besar. Sementara itu kondisi keungan negara yang berat. Seringkali ego antar instansi dan juga antar pemerintah pusat dan daerah membuat koordinasi untuk melaksanakan kebijakan secara konsisten sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu harus ada perubahan paradigma dalam pengelolaan ekonomi agar supaya keputusan apapun yang diambil akan menggunakan perspektif jangka . Apalagi pemerintah juga cenderung semakin liberal dalam melaksanakan kebijakan ekonominya. Trade off antara mengedepankan kepentingan jangka pendek (kepentingan generasi sekarang) dengan kepentingan jangka panjang (kepentingan anak cucu kita) harus segera diambil keputusannya. Pembangunan berkelanjutan tidaklah mudah dilakukan oleh negara yang masih menghadapi banyak masalah ekonomi seperti Indonesia. serta stabilitas ekonomi yang rapuh serta pertumbuhan ekonomi yang berkualitas rendah membuat pemerintah menghadapi tantangan besar dalam mengimplementasikan kebijakan ekonomi berkelanjutan. Namun stabilitas politik juga memegang peranan penting dalam hal ini. ataupun antar pusat dan daerah. ataupun memberikan kelonggaran yang lebih besar pada kegiatan ekonomi yang berpotensi merusak lingkungan baik dari industrialis domestik ataupun asing. ataupun antar daerah. baik di pusat maupun daerah. Pembangunan berkelanjutan menjadi semakin mahal untuk diimplementasikan.

Oleh karena itu dalam pembuatan kebijakan ekonomi harus menjaga lingkungan hidup serta mempertimbangan aspek sosial masyarakat. mengedepankan pembangunan yang berkelanjutan. fiskal. Joseph. The Penguin Books. 24 November 2007. administrasi. Untuk itulah Indonesia sudah saatnya menyusun program pembangunan berkelanjutan secara terintegral agar supaya lebih efektif dalam menjaga lingkungan hidup kita. Globalization and its Discontents.. Oleh karena itulah perlu disiapkan suatu environment agar tujuan pembangunan berkelanjutan berhasil. Dalam hal ini kebijakan ataupun program tersebut mesti mempertimbangkan baik dari sisi teknis. Implementing Sustainable Development from Global Policy to Local Action. Disampaikan dalam Seminar llmiah Musyawarah Nasional I Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia Jakarta. Namun demikian kebijakan dengan program yang baguspun tidaklah dapat menjamin keberhasilan pembangunan berkelanjutan. Banyak bukti menunjukkan bahwa tantangan utama dalam pembangunan berkelanjutan adalah implementasi dari kebijakan yang diambil. Rowman & Littlefield Publisher Inc. etik dan budaya agar mudah diimplementasikan. Referensi Cooper. . Phillip J. Martin. UK. 2004 Khor. Claudia M. legal.panjang. Stiglitz. "Globalization and the Crisis of Sustainable Development". World Investment Report 2005. politik. 2002) World Economic Forum.. Third World Network. Dan Vargas.

260 jenis yang bernilai medis (Status Lingkungan Hidup Indonesia 2008). sampai dengan saat ini kehidupan manusia sangat tergantung kepada alam. burung 1. Perlu dicermati. Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia memang “bisa” menguasai alam. Interaksi dari berbagai ekosistem tersebut secara harmoni telah memberikan manfaat bagi manusia. tetapi hal tersebut hanya berlangsung pada beberapa aspek. Sebagai negara megabiodiversity. sebenarnya cukup rapuh. para pakar telah menyatakan bahwa manusia telah dan mampu menguasai alam. perikanan. maupun perdagangan di Indonesia secara langsung maupun tidak langsung. Keterkaitan dan keberlangsungan sistem di alam tersebut memberikan aliran energi terhadap biota didalamnya sebagai suatu bentuk dukungan alam terhadap proses kehidupan yang berlangsung.531 jenis (17% dari jenis burung dunia). kekayaan biodiversitas yang telah membentuk suatu ekosistem.3 % dari jenis reptilia dunia). sampai dengan laut lepas menyimpan sumberdaya alam yang tidak ternilai. binatang tak bertulang belakang 2. Ditinjau dari aspek yuridis upaya pemanfaatan dan pengelolaan kekayaan alam yang bisa diartikan biodiversitas telah dilakukan di tingkat lokal (nasional) maupun global . menyebutkan bahwa Indonesia adalah sebuah negara megabiodiversity. amphibi 270 jenis.PEMBANGUNAN BERBASIS EKOSISTEM Tuesday. Kompleksitas ekosistem tersebut berperan dalam bidang industri. 20 April 2010 13:15 | Written by Hafid Zain M | | | Biodiversitas sebagai sebuah kekayaan alam Keanekaragaman hayati Indonesia telah dinilai tinggi didunia. Keharmonisan hubungan tersebut didukung oleh tingkat biodiversitas yang memiliki kerentanan tinggi terhadap faktor internal ekosistem dan faktor luar yang mendukung bentuk ekosistem yang ada. Dari berbagai kajian dan penelitian yang telah dilakukan terkait natural resource memberikan fakta menarik. Bentang alam indonesia dari pegunungan. reptilia 511 jenis (7.827 jenis dan tumbuhan sebanyak ± 38. Menurut publikasi dari Kementrian Lingkungan Hidup Indonesa. Dukungan alam tersebut memiliki keterbatasan (Daya Dukung Lingkungan) dan sangat tergantung oleh interaksi-interaksi berbagai komponen yang ada di dalamnya.000 jenis. Secara empirik disebutkan bahwa pada jaman dahulu kehidupan manusia yang sangat bergantung pada alam. Berbagai biota yang menghuni alam indonesia ini saling berinteraksi membentuk berbagai ekosistem yang memiliki sumberdaya alam tinggi sebagai modal dalam pembangunan. ngarai. keanekaragaman hayati Indonesia terdiri dari: mamalia 515 species (12 % dari jenis mamalia dunia). Kelangsungan suatu ekosistem sangat menentukan seberapa besar nilai ekonomi yang mampu diberikan oleh alam kepada manusia. bahwa alam memiliki suatu sistem yang dinamis dan menjadi sumber utama yang diperlukan manusia dalam kehidupan. Selanjutnya di era modern dan yaitu dari revolusi industri di negara Eropa. di antaranya 1. Disadari atau tidak. lembah. pertanian. melalui buku Status Lingkungan Hidup Indonesia. pesisir.

9 juta pada tahun 2008 menjadi Rp23. Angka PDB per kapita diperkirakan mencapai Rp24. Pembangunan sendiri pada dasarnya dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan menuju perbaikan dalam segala aspek kehidupan masyarakat baik politik.4 juta pada tahun 2009 atau terjadi peningkatan sebesar 14. suku bunga. Berbagai pakar menilai salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah peningkatan ekonomi masyarakat. yang menitik beratkan pada bidang ekonomi. hingga tingkat Undang Undang. ekonomi. Pembangunan sebagai manifestasi pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam Manifestasi pemanfaatan dan pengelolaan kekayaan alam adalah dalam bentuk pembangunan nasional yang disusun melalui RPJM dan RPJMD di masing-masing daerah.(internasional). Pembangunan perkebunan yang menghasilkan devisa negara cukup tinggi disinyalir telah menurunkan tingkat keanekaragaman hayati di ekosistem hutan hujan . pembangunan yang telah berlangsung di berbagai pelosok Indonesia dengan tujuan mensejahterakan kehidupan rakyat lebih beraroma eksploitasi kekayaan alam tanpa batas.5%.590. tingkat inflasi. peraturan presiden.1) dengan laju peningkatan sebesar 12.0% dibandingkan dengan PDB per kapita tahun 2008 yang sebesar Rp21. Sistem pertanian yang ada juga telah menurunkan kestabilan ekosistem di dataran rendah. Tidak dapat dimengerti. teknologi. Fakta menyebutkan berbagai kerusakan alam indonesia telah telah mengiringi kegiatan pembangunan indonesia di dasawarsa terakhir ini. dan lain sebagainya. hal tersebut adalah kebanggaan atau sebaliknya. Patut untuk dicermati. Selain produk hukum dalam negeri tersebut. tingkat eksploitasi kekayaan alam juga semakin meningkat. yang patut digaris bawahi adalah seiring peningkatan kebutuhan masyarakat. Dari keputusan menteri. Eksploitasi sumberdaya alam pesisir telah merusak sekian juta ha hutan mangrove yang memiliki peran penting dalam ekosistem pesisir.7 juta (US$2. satu diantaranya melahirkan MDG’s (Millenium Development Goal’s) yaitu pada tujuan ke-7 Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup).2% (Berita Resmi Statistik No.269. Pemerintahpun juga terus menggenjot kegiatan pembangunan dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat. 10 Februari 2010). XIII. Tetapi.12/02/Th. Penambangan-penambangan diberbagai daerah juga telah menyebabkan ketidak harmonisan interaksi keanekaragaman hayati di ekosistem sungai maupun hutan. Peraturan perundangan yang mengatur sistem pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan alam dari jaman orde baru dan reformasi terus berkembang dengan tujuan pelestarian yang menitikberatkan kepada kesejahteraan dan pembangunan untuk rakyat melalui pemanfaatan kekayaan alam yang lestari. pranata hukum dan sosial budaya. Hal itu salah satunya disebabkan faktor tingkat konsumsi masyarakat dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup. yang mana semuanya adalah produk hukum terkait dengan pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam di Indonesia. upaya pemanfaatan dan pengelolaan keakayaan alam juga telah disepakati di berbagai negara didunia melalui berbagai konferensi tinggi tingkat dunia. Pertumbuhan ekonomi Negara Indonesia saat ini dinilai positif pada tahun 2009 yaitu sebesar 4. Sementara itu PNB per kapita juga meningkat dari Rp20.3 juta (US$2.9).

namun menjadi kewajiban semua pihak. Meletakkannya dalam asas tertinggi adalah suatu keharusan demi mewujudkan makna terdalam pemenuhan kebutuhan manusia. Konsep pembangunan yang dipahami tidak berdasar kepada ”pembangunan berwawasan lingkungan. Konsep pembangunan cenderung mengarah kepada ”pemenuhan kebutuhan masyarakat”. Utamanya dalam kegiatan pemenuhan kebutuhan hidup manusia (pembangunan segala bidang). Ekosistem sebagai sendi utama kehidupan di muka bumi harus menjadi salah satu dasar pertimbangan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan. Strategi pembangunan nasional bukan hanya Pekerjaan rumah pemerintah berkuasa. dan berbasis masyarakat”. Pesan yang disampaikan tersebut berlaku universal dalam berbagai aspek kehidupan. berkelanjutan. Pembangunan nasional berbasis ekosistem “Alam memiliki keterbatasan untuk menunjang kehidupan manusia. Sampai dengan bahasan ini dikatakan bahwa pembangunan yang telah dilakukan belum mampu menjawab kebutuhan alam dan kebutuhan manusia yang sesungguhnya. Karenanya menghargai integritas ekosistem dan menjamin keanekaragamannya merupakan prasyarat untuk mendukung kelangsungan kehidupan manusia” (Status Lingkungan Hidup Indonesia 2008). .tropis. karena setiap manusia hidup di alam dan tergantung terhadap substansi penting yang terkandung dalam alam itu sendiri (Hafid@April 2010). Komitmen pemerintah terhadap kebijakan pengelolaan lingkungan sebagai langkah dan strategi pengendalian penurunan (degradasi) kualitas lingkungan yang mendasarkan pada segitiga emas (golden triangle) : EKONOMI-EKOLOGIMASYARAKAT sudah mulai luntur sejak berbaliknya paradigma ”Ekosentrisme menjadi antrophosentrisme”.

menguasai segala binatang yang hidup di daratan maupun burung-burung yang berterbangan di langit. Jelaslah bahwa kisah kejadian tentang asal-usul manusia pertama. Sungguhpun keunggulan manusia telah membuka peluang untuk menguasai bumi dengan segala isinya dan dapat mengembangkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan di manapun ia suka. Dengan demikian manusia dipacu untuk meningkatkan . manusia senantiasa mengalami sejarah kemajuan dan kemerosotan menuju ke peradaban. Sejak hidup di bumi manusia harus mengembangkan peralatan dan cara pengendaliannya untuk membangun lingkungan hidup yang layak bagi kemanusiaan dan memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mengelola lingkungannya serta mengolah sumberdaya alam yang tersedia. Dengan peralatan batu yang sederhana.Lingkungan Hidup Dan Pembangunan Berkelanjutan Written by S. yaitu Adam dan Siti Hawa.. Dengan peralatan di tangan sejak zaman batu tua (palaeolithicum) hingga masa industri yang didominasi dengan penerapan teknologi modern. mengembangkan pengalaman dan kemampuan menguasai bumi dengan segala isinya. sejak meninggalkan Taman Firdaus yang segala kebutuhan hidupnya serba ada dan dalam jumlah serba banyak untuk menjamin hidupnya. Berkat kemampuan akal dan ketrampilan kerja kedua tangannya. Karena itulah manusia berhasil menghantar dirinya sebagai khalifah di muka bumi dan hidup tersebar luas di muka bumi. Sejak terusir dari Secara simbolik. manusia dapat memahami lingkungannya dan menghimpun pengalaman sebagai pengetahuan dan menciptakan peralatan sebagai penyambung keterbatasan jasmaninya. Akhirnya manusia menjadi makhluk pemangsa yang terbesar di muka bumi. manusia dapat menghimpun pengalaman.Puslit Pranata Pembangunan UI Tuesday. ragam dan mutunya. Kemudahan itu untuk memenuhi kebutuhan hidup itu berhasil meningkatkan kesejahteraan yang diikuti dengan meningkatnya kebutuhan hidup dalam jumlah. tidaklah berarti bahwa kekuasaan manusia itu tanpa mengenal batas. Keunggulan manusia berfikir secara metaforik dan kemampuan kerja dengan menggunakan peralatan itu. 21 July 2009 08:58 Keberhasilan manusia mempertahankan hidup dan mengembangkan kehidupannya sebagai makhluk yang tertinggi derajadnya di muka bumi (khalifah) adalah berkat kemampuannya beradaptasi terhadap lingkungan hidupnya secara aktif. Pernyataan poluler tentang usaha manusia membina hubungan secara aktif dan timbal balik seorang pelopor Antropologi kenamaan Gordon Childe diabadikan dalam bukunya tentang sejarah peradaban manusia Man Makes Himself (19.Budhisantosa . manusia tidak menggantungkan dirinya pada kemurahan lingkungan semata-mata.). untuk mengembangkan keturunan dan memenuhi bumi. manusia dengan lebih mudah memenuhi kebutuhan hidupnya dengan meramu dan berburu binatang liar. mengandung pengertian bahwa manusia harus mengembangkan diri untuk mempertahankan hidup dan mengembangkan kehidupan sebagai manusia dengan menguasai jagad raya beserta isinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia dapat melaksanakan perintah sang Pencipta untuk menguasai ikan di lautan. Sungguhpun manusia merupakan makhluk lingkungan (territorial being) yang tidak mungkin dipisahkan dari lingkungan hidupnya sebagai tempat bermukim. terpaksa harus bekerja keras dengan menguasai alam semesta beserta segala isinya.

Peningkatan intensitas pengolahan sumberdaya alam akan mempercepat pengurasan persediaan yang pada gilirannya akan mengancam kesejahteraan penduduk. Kesulitan itu mendorong manusia untuk kembali mengembangkan teknologi pengolahan sumberdaya alam. ragam dan mutunya. Dengan mengacu pada kearifan lingkungan (ecological wisdom) yang dikembangkan dari abstraksi pengalaman masa lampau dan digunakan untuk membina hubungan dengan lingkungannya secara timbal balik (adaptation). Jelaslah bahwa sejarah peradaban manusia senantiasa mengalami pasang-surut karena ulahnya sebagai khalifah di muka bumi. serasi dan berkeseimbangan. yang mempermudah manusia mengolah sumberdaya alam. untuk meningkatkan efisiensi dan produksivitas kerja mereka tanpa menghacurkan pola-pola hubungan timbal balik dengan lingkungannya (M. sebagaimana tercermin dalam peninggalan sisa-sisa peralatan pada zaman batu muda. ragam dan mutunya itu telah mempercepat proses pemiskinan ataupun sekurang-kurangnya mengganggu keseimbangan fungsi lingkungan hidup setempat. Kemajuan peradaban berkat kemampuan manusia menguasai lingkungannya itu telah menimbulkan dampak pada hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Pengolahan sumberdaya alam dan pengelolaan lingkungan yang sehat diabaikan demi terpenuhinya kebutuhan hidup manusia yang cenderung terus meningkat dalam jumlah. seringkali kearifan lingkungan (ecological wisdom) yang mereka kembangkan sebagai kendali terlupakan.Harris. Selanjutnya manusia mampu mengembangkan peradaban yang lebih kompleks dengan munculnya kota sebagai pusat kekuasaan dengan penduduk yang tidak harus secara langsung mengolah sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya berkat kemampuan penduduk pedesaan menghasilkan surplus. manusia mampu mengatasi keterbatasan itu dengan mengembangkan teknologi dan cara-cara pengendaliannya. Keberlanjutan hubungan antar manusia dengan lingkungannya secara berkelanjutan (sustainable adaptation) harus tetap dirawat di era pembangunan yang mendorong manusia untuk meningkatkan intensitas pengolahan . dan kemapuan teknologi modern yang mempermudah manusia mengolah sumberdaya alam yang terbatas.intensitas pengolahan sumberdaya alam yang tersedia dan pada gilirannya menimbulkan dampak pada lingkungan hidup mereka. Namun kekuasaan manusia itu ada batasnya. Namun demikian manusia tidak pernah mengenal menyerah. Akibatnya pemenuhan kebutuhan hidup penduduk setempatpun menjadi sulit sehingga mengancam kesejahteraan hidup mereka. Namun dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia karena pertambahan jumlah penduduk dunia serta meningkatnya kesejahteraan hidup yang disertai meningkatnya kebutuhan hidup manusia di satu pihak. Intensitas pengolahan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang bertambah besar jumlahnya. karena apapun yang dilakukan terhadap lingkungannya akan menimbulkan dampak timbal balik yang tidak terelakan. Kesenjangan antara kemajuan teknologi modern dengan perkembangan pranata sosial sebagai kendali (culture lag) dalam sejarah peradaban manusia itu menjadi sumber bencana yang merusak keseimbangan lingkungan hidup (ecological equilibrium). Akan tetapi dengan keunggulannya. manusia mampu merawat keseimbangan fungsi lingkungan hidupnya (ecological equilibrium). Pesatnya kemajuan teknologi modern tidak secara berimbang diikuti dengan perkembangan pranata sosial sebagai kendali. 19) secara selaras.

tidak ada jalan lain kecuali dilakukan dengan penerapan teknologi maju yang dapat memperlancar pencapaian sasaran. distribusi dan konsumsi yang berdampak luas pada tatanan kehidupan sosial-budaya masyarakat yang bersangkutan. Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan umum dalam kurun waktu tertentu. Selama kurun waktu 50 tahun (1850-1900) tercatatat lebih dari 35 juta penduduk Eropa terpaksa mengungsi ke luar untuk mencari penghidupan di daerah koloni. Akibatnya pengurasan sumberdaya alam berlangsung secara . PEMBANGUNAN Apapun makna yang diberikan. Sementara itu.Geertz. Sementara itu penerapan teknologi modern yang cenderung lebih exploitatif dan expansif penerapannya untuk mengimbangi besarnya biaya yang diperlukan telah berlangsung tanpa kendali yang efektif. Percepatan pertumbuhan ekonomi (economic growth) yang tidak ditopang dengan perkembangan pranata sosial yang diperlukan ternyata tidak berhasil memacu perkembangan ekonomi (economic development) yang berakar kuat dalam tatanan kehidupan masyarakat. pada hakekatnya "pembangunan" itu mengandung implikasi perubahan yang direncanakan. politik dan keamanan. pemerintahan Orde Baru melanjutkan dengan "revolusi pembangunan". Akibatnya masyarakat Indonesia mengalami pergeaseran dari masyarakat yang berkesenangan (equilibrious society) ke arah masyarakat yang berkesenjangan sosial (disequilibrious society) dengan segala implikasi sosial. akan mempengaruhi pola-pola hubungan antar manusia dengan lingkungannya. Pengalaman di Eropa itu berulang di kebanyakan negara yang sedang berkembang dewasa ini.sumberdaya dan pengelolaan lingkungan hidup yang sehat demi peningkatan kesejahteraan umum. Dalam keadaan sedemikian itu pertumbuhan ekonomi hanya di nikmati oleh segolongan kecil masyarakat yang telah siap memanfaatkan peluang dalam pembangunan. termasuk Indonesia. Pengalaman penerapan teknologi maju di benua lama untuk mengembankan industri pada awal abad XIX telah membuktikan betapa hubungan antar manusia dan lingkungan hidupnya kehilangan keseimbangan. Masyarakat Indonesia yang pada umumnya masih didominasi tradisi agraris yang bertumpu pada ekonomi subsistensi yang penuh keseimbangan (equilibrious society) harus dengan masyarakat industri yang bertumpu pada ekonomi pasar (market oriented economy) yang mengejar keuntungan materi. Setelah selesai dengan "revolusi integratif" yang mempersatukan bangsa (C. khususnya yang digunakan untuk memacu perkembangan ekonomi. Pembangunan nasional diselenggarakan dengan percepatan pada pertumbuhan ekonomi yang ditopang dengan penerapan teknologi maju serta stabilitas nasional sebagai persyaratan. betapapun sederhananya. akan senantiasa memicu serangkaian perubahan pada sistem produksi. setiap penerapan teknologi baru. peningkatan produksi barang kebutuhan hidup dengan mengolah sumberdaya alam secara lebih intensif. Di lain pihak. Dalam tempo yang relatif singkat hutan-hutan setempat tidak dapat menghasilkan cukup banyak kayu yang diperlukan untuk pembangunan. 1966) di bawah kepemimpinan Bung Karno. Demikian juga binatang liar tidak lagi dapat diharapkan menghasilkan kulit berbulu tebal.

Tanpa ke 3 persyaratan itu. keadilan sosial dan demokrasi politik. Dengan lain perkataan. Pertiakaian antar bangsa dan bahkan antar kelompok sosial dalam lingkungan masyarakat bangsa yang lebih luas dewasa ini. Terpenuhinya jaminan tersebut juga akan memperkuat kesadaran penduduk untuk mengelola lingkungan hidupnya dan mengolah sumberdayanya secara berkelanjutan demi pelestarian fungsi lingkungannya secara menyeluruh. bukan lagi trilogi. . sejalan dengan usaha pembangunan sektor ekonomi harus diimbangi dengan usaha memberdayakan masyarakat agar dapat mengambil bagian secara menguntungkan. Pembangunan nasional yang diharapkan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi menjadi perkembangan ekonomi yang kuat berakar dalam kehidupan masyarakat harus ditopang dengan pengembangan pranata sosial secara memadai. Sungguhpun tidak mungkin lagi bagi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan akan lingkungan hidup dengan ke 5 fungsi sosial secara penuh. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Mengingat kenyataan tersebut. pada hakekatnya berawal pada perebutan penguasaan sumberdaya dan lingkungan yang terasa semakin langka. model pembanguinan nasional harus diubah. terawatnya sarana integrasi sosial dan arena tempat aktualisasi diri bagi warganya dan kebutuhan akan keamanan. Setidak-tidaknya ada jaminan bagi mereka untuk mendapatkan menciptakan lingkungan yang aman. karena mereka tidak mampu bersaing tanpa perlindungan dengan pihak "luar" yang memiliki berbagai keunggulan. masyarakat akan merasa aman dalam usahanya karena perlindungan atas hak asazi mereka sebagai manusia serta perlindungan atas lingkungan hidup tempat mereka bermukim dan mengembangkan kebudayaan masing-masing. Akibatnya bukan hanya kesenjangan sosial bertambah lebar dan dalam. tersedia tempat mengembangkan keturunan secara aktif. Kenyataan tersebut telah menyisihkan sebagian masyarakat dari sumberdaya alam yang selama ini mereka rawat secara berkelanjutan. karena sebagian besar dari mereka itu masih didominasi tradisi agraris masing-masing. masyarakat luas tidak akan mampu ikut mengambil bagian secara menguntungkan. Dengan ke 3 persyaratan tersebut. terjamin sumber pencaharian atau makanannya.besar-besaran tanpa mengindahkan keseimbangan fungsi lingkungan. melainkan juga rusaknya keseimbangan fungsi lingkungan. Sementara itu perhatian terhadap ekologi dalam pembangunan diperluka sebagai kendali atas pengelolaan lingkungan dan pengolahan sumberdaya alam yang semakin langka (Environment scarcity). melainkan juga kondisi lingkungan sosial yang menjamin kebebasan penduduk untuk menentukan pilihan hidupnya (cultural freedom). Persaingan yang tidak sehat di kalangan masyarakat untuk memperebutkan sumberdaya alam dan lingkungan yang sehat tanpa perlindungan yang tegas telah memicu pertikaian sosial yang seringkali disertai kekerasan (violent conflict) yang dihadapi masyarakat Indonesia dewasa ini. melainkan pancalogi dengan menambahkan prinsip sosial dan ekologi. Pemberdayaan itu tidak sebatas pada pembekalan ketrampilan dan keahlian.

Karena itu. manusia tidak segan-segan menggunakan kekerasan dengan berbagai macam dalih dan seringkali juga mengaktifkan simbol-simbol ikatan primordial kesukubangsaan. kebangsaan dan keagamaan ataupun ideologi politik. Manusia mempunyai tanggungjawab melestarikan fungsi lingkungan bagi generasi penerus mereka. Pembangunan. karena itu bukan semata-mata sekedar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Manusia sebagai makhluk lingkungan (territorial being). pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan umum jangan sampai sebaliknya menimbulkan kesengsaraan umum. melainkan juga harus mampu memacu perkembangan sosial-budaya dan melestarikan fungsi lingkungan sebagai tempat manusia mempertahankan hidup dan mengembangkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan. Masalahnya siapa yang akan mengambil prakarsa untuk memulainya secara perorangan maupun kolektif.Dalam memperebutkan lingkungan dan sumberdaya alam yang semakin langka itu. Ekonomi . tidak mungkin dipisahkan dari lingkungannya dan tidak mungkin merusak lingkungannya untuk kepentingan sejenak atau bagi generasinya. Semata. Apa yang mereka perlukan adalah pengaturan yang disepakati bersama untuk melestarikan ke 5 fungsi sosial lingkungannya.

terjadi penurunan tabungan. II.Berbagai Hambatan dalam Penerapan Kebijakan Moneter Inflation Targeting I. Hingga pertengahan tahun 1990-an perekonomian Indonesia terlihat semakin kuat dan mulai terpandang di dunia internasional. Sebagai dampak atas inflasi. yang meliputi pengertian. berkurangnya investasi. orientasi pemerintah dalam mengelola perekonomian telah bergeser ke arah makin kecilnya peran pemerintah. Agar dapat mengetahui dengan jelas kondisi ekonomi nasional Indonesia hingga tahun 2000 ini. Perkembangan Ekonomi Makro di Indonesia Sejak Tahun 1980-an. prasyarat. Kondisi seperti ini tak bisa dibiarkan untuk terus berlanjut dan memaksa pemerintah untuk menentukan suatu kebijakan dalam mengatasinya. maka dalam pembahasan juga dipaparkan tentang perkembangan ekonomi makro Indonesia. Tujuan pembangunan bukan lagi semata-mata pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Program pembangunan bidang ekonomi di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1970-an dan menunjukkan perkembangan yang pesat sejak tahun 1980-an. semakin banyak modal yang dilarikan ke luar negeri. Dalam artikel ini akan dibahas perkembangan ekonomi di Indonesia saat mulai berkembang tahun 1980-an hingga terjadinya krisis moneter . PEMBAHASAN 1. Makalah ini akan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan target inflasi. evolusi teori. serta terhambatnya pertumbuhan ekonomi. Kebijakan moneter dengan menerapkan target inflasi yang diambil oleh pemerintah mencerminkan arah ke sistem pasar. Pada masa itu pemerintah memberikan banyak kemudahan bagi para investor yang akan berinvestasi di bidang keuangan dan perbankan. PENDAHULUAN Sebagaimana diketahui bahwa negara Indonesia sedang dilanda krisis ekonomi yang berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. Penerapan kebijakan moneter dengan menggunakan target inflasi (inflation targeting) ini diharapkan dapat menciptakan fundamental ekonomi makro yang kuat. Tingginya tingkat krisis yang dialami negri kita ini diindikasikan dengan laju inflasi yang cukup tinggi. tetapi lebih kepada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Artinya. karakteristik dan elemen target inflasi.

namun ternyata besarnya peningkatan penerimaan masih jauh lebih rendah dibanding peningkatan pengeluaran. .pada tahun 1997. Kebijakan moneter yang ditempuh saat ini berupa open market operation memerlukan ongkos yang mahal. Perkembangan Moneter Perbankan. 2. Meski sebenarnya terjadi peningkatan penerimaan. Kebijakan Fiskal. Pada saat itu pemerintah melakukan kebijakan moneter berupa contractionary monetary policy dan vice versa. Meski telah menelan banyak biaya dan telah dilaksanakan lebih dari tiga tahun. Untuk beberapa tahun ke depan. Ditinjau dari aspek ekonomi makro. Kondisi ekonomi sangat dipengaruhi oleh kondisi politik dan keamanan dalam negeri. sebagaimana yang dipublikasikan oleh BI. Kondisi ini diperparah dengan adanya kendala yang lebih besar. 3. kinerja perekonomian bukan hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor internal. Dominasi kebijakan moneter dibanding kebijakan fiskal dan deregulasi sektor riil menyebabkan terjadinya kebijakan makro ekonomi yang tidak seimbang. Bentuk nyata restrukturisasi dilakukan dengan cara menyehatkan bank dan memberikan independensi kepada Bank Sentral. Kebijakan tersebut cukup efektif dalam menjaga stabilisasi ekonomi dan ongkos yang harus dibayar relatif murah. Dalam upaya pemulihan sektor keuangan Indonesia. namun juga dari faktor eksternal. namun proses penyehatan sistem moneter belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. kegiatan ekonomi Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan. 4. telah dilakukan restrukturisasi sistem moneter sejak tahun 1998. dengan asumsi kondisi politik dan keamanan stabil. Peningkatan pertumbuhan ekonomi bertumpu pada kenaikan ekspor yang dewasa ini mulai membaik kembali. Krisis moneter di Indonesia telah memporak-porandakan sektor keuangan yang sebelumnya tengah berkembang pesat sejak tahun 1980-an. untuk semester pertama tahun anggaran 2000 terlihat bahwa telah terjadi defisit anggaran yang disebabkan oleh peningkatan pengeluaran untuk subsidi dan pembayaran bunga hutang. yaitu pengaruh pasar keuangan internasional. Kebijakan Moneter Kondisi ekonomi negara Indonesia pada masa orde baru sudah pernah memanas. Berdasarkan AD/ART pemerintah negara Indonesia. 5 Prospek Ekonomi Jangka Pendek.

Tidak seperti halnya kebijakan moneter konvensional yang senantiasa mempergunakan target antara besaran moneter. biasanya akan digunakan tingkat bunga jangka pendek. Sedangkan menurut teori Keynes. Kebijakan moneter hanya mempunyai dampak permanen pada tingkat harga umum (inflasi). yang disebut dengan constrained discretion. Dalam hal ini Bank Indonesia selaku bank sentral menetapkan target laju inflasi untuk periode jangka waktu tertentu. dalam target inflasi diperggunakan proyeksi inflasi. Milton Friedman.6 Target Inflasi. dalam praktik kebijakan moneter tidak ada yang . Berdasarkan perkembangan teori dan pengalaman empirik. Salah satu penganut teori klasik modern. Ada berbagai kebijakan yang biasa dipergunakan oleh pemerintah dalam menangani permasalahan ekonomi. Karena pada dasarnya. Pengertian. kebijakan moneter tidak berpengaruh terhadap sektor riil. kebijakan target inflasi lebih berorientasi ke depan (forward looking) dibanding kebijakankebijakan moneter sebelumnya (yang oleh BI disebut juga kebijakan konvensional). Konsep target inflasi ini merupakan produk dari evolusi teori moneter dan akumulasi pengalaman empiris. disimpulkan bahwa dalam jangka panjang teori yang sesuai untuk dipergunakan adalah teori Klasik. Pendapat tersebut bertolak belakang dengan teori Keynes. Kemudian. mengemukakan bahwa kebijakan rule lebih baik dibanding discretion. misalnya kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Kalaupun harus mempergunakan target antara. target inflasi menawarkan suatu framework yang mengkombinasikan keduanya secara sistematis. sedangkan dalam jangka pendek teori Keynes lebih tepat. • Teori klasik modern >< Teori Keynes. Inflasi sebagai sasaran utama dan indepensi bank sentral sebagai pengendali inflasi merupakan landasan dari target inflasi. Menurut teori Klasik. Evolusi Teori. Dengan kata lain bahwa pembenahan sektor ekonomi dapat dilakukan dengan cara pengendalian inflasi. sektor moneter dan sektor riil saling terkait melalui suku bunga. untuk menentukan pilihan atas rule vs discretion. Teori-teori moneter yang memberikan kontribusi bagi pematangan konsep ini meliputi teori klasik hingga teori modern. antara lain: • Teori Klasik >< Teori Keynes. Dengan demikian. Target inflasi merupakan salah satu bentuk kebijakan moneter yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia dalam upaya pemulihan kondisi ekonomi nasional.

• Teori moneter modern. tidak harus tingkat bunga ataupun kuantitas uang. karena setelah ekspektasi masyarakat berperan. Dengan demikian target inflasi menggunakan mekanisme transmisi yang relevan. teori moneter modern memasukkan aspek kredibilitas yang bersumber dari masalah time inconsistency. diharapkan dapat menjadi anchor bagi ekspektasi masyarakat. Teori Keynes mempergunakan tingkat bunga sebagai sasaran antara. • Teori rational expectations. karena mempengaruhi perilaku dan reaksi para pelaku ekonomi terhadap suatu kebijakan. Ekspektasi masyarakat inilah yang menjadi kunci keberhasilan yang harus dapat dikendalikan. Menetapkan inflasi sebagai sasaran utama berarti menghindarkan diri dari inkonsistensi kebijakan. Penggunaan sasaran antara. sedangkan dalam teori kuantitas digunakan jumlah uang beredar. Dengan penerapan target inflasi dalam kebijakan moneter. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar kebijakan moneter dapat mencapai keberhasilan dalam pelaksanaannya. Agar hal ini tidak terjadi. kebijakan target inflasi menentukan inflasi sebagai sasaran akhir. otoritas moneter dapat lebih bebas dan lebih fleksibel dalam menggunakan semua data dan informasi yang tersedia untuk mencapai sasaran. atau setidaknya menjadi sasaran utama. akan menyebabkan pembatasan diri terhadap informasi. karena inflasi dipengaruhi bukan hanya oleh satu faktor. Dengan mengambil inflasi sebagai sasaran akhir. Prasyarat tersebut meliputi: Indepensi Bank Sentral. Teori rational expectations menyebutkan bahwa faktor ekspektasi mempunyai peran penting. 7 Prasyarat. Kebijakan moneter hanya dapat mempengaruhi output dalam jangka pendek. . baik berupa tingkat bunga maupun kuantitas uang. Dalam perkembangan selanjutnya. • Teori kuantitas >< Teori Keynes. output akan kembali seperti semula.murni rules ataupun murni discretion. Artinya bahwa inkonsistensi dalam kebijakan moneter dapat terjadi apabila otoritas moneter terpaksa harus mengorbankan sasaran jangka panjang (inflasi) demi mencapai sasaran lain dalam jangka pendek. Guna menghindarkan polemik ini. maka pengendalian inflasi harus menjadi sasaran tunggal.

Fleksibel sekaligus kredibel Biasanya.Sebenarnya tak ada Bank Sentral yang bisa bersifat benar-benar independen tanpa campur tangan dari pemerintah. dan kurs. Pelaksanaan secara konsisten dan transparan. sehingga dapat menetapkan target inflasi yang hendak dicapai. seharusnya bank Sentral tidak menetapkan sasaran lain dan berfokus pada sasaran utama pengendalian inflasi. Dengan pelaksanaan target inflasi secara konsisten dan transparan. Aturan Taylor (Taylor’s rule) dapat dipergunakan sebagai pedoman untuk mengatasi dilema tersebut. ada instrumen kebijakan yang tidak dipengaruhi oleh pemerintah. Oleh karena itu. Namun demikian. 8 Karakteristik. kebijakan yang fleksibel akan cenderung kurang kredibel dan hal itu merupakan dilema dalam penentuan kebijakan. Sasaran-sasaran lain kadang-kadang bertentangan dengan sasaran pengendalian inflasi. Bank Sentral mutlak harus mempunyai kemampuan untuk memprediksi inflasi secara akurat. neraca pembayaran. Capacity to forecast inflation. maka kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan yang ditetapkan semakin meningkat. kesempatan kerja. Dalam mengatur/menggunakan instrumen. Fokus terhadap sasaran. Pengawasan instrumen Bank Sentral harus memiliki kemampuan untuk mengawasi instrumen-instrumen kebijakan moneter. Pengendalian inflasi hanyalah salah satu di antara beberapa sasaran lain yang hendak dicapai oleh Bank Sentral. misalnya sasaran pertumbuhan ekonomi. kebijakan target inflasi ini lebih berwawasan ke . misalnya melalui kebijakan fiskal.

Kalau ada sasaran-sasaran lain di samping sasaran ini. 9 Elemen-elemen. Komunikasi Dalam pelaksanaan kebijakan ini perlu adanya komunikasi yang efektif terhadap publik . Hal ini dapat dilihat dari karakteristik yang dimilikinya. Ini penting bagi publik agar dapat mengukur keberhasilan kebijakan ini. Dalam kebijakan ini juga dibuat prediksi inflasi di masa yang akan datang. c. Prediksi dilakukan dengan mempergunakan data besaran moneter. b. harga barang industri dan sebagainya.depan. b. Dalam kebijakan ini target dan indikator inflasi ditentukan terlebih dahulu dan dipergunakan sebagai pegangan dalam pelaksanaan kebijakan moneter. Independensi Dengan adanya independensi dalam menentukan kebijakan. maka dapat disimpulkan bahwa elemen-elemen dalam target inflasi terdiri atas: a. Berdasarkan teori dan penjabaran di atas. yaitu: a. Sasaran target inflasi. maka sasaran yang lain harus tunduk pada sasaran utama. maka peluang tercapainya sasaran akan lebih maksimal. c. Laporan pelaksanaan Mestinya. maka hasil yang telah dicapai oleh kebijakan ini harus dimonitor. tingkat bunga. Melakukan review terhadap kinerja kebijakan moneter. Hasil tinjauan tersebut dapat dipergunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja selanjutnya. Sehubungan dengan hal tersebut. kurs. harga aset. publik perlu untuk mengetahui sasaran kebijakan ini. karena akan berpengaruh terhadap ekspektasi masyarakat. d. Sasaran utama dalam kebijakan target inflasi adalah pengendalian inflasi. dilaporkan dan diumumkan secara periodik.

Meski kebijakan target inflasi ini cukup menjanjikan. Ditambah dengan adanya faktor lain yang juga menjadi kendala dalam pemberlakuan kebijakan ini. karena hingga saat ini sistem pemerintahan Indonesia tidak memungkinkan untuk memberikan kewenangan penuh terhadap suatu lembaga/otoritas dalam menjalankan fungsi pengawasan instrumen keuangan. maka diharapkan pelaksanaan target inflasi di negara kita juga akan dapat menuai keberhasilan. Australia. namun sebenarnya terdapat banyak hambatan yang berkaitan dengan banyaknya prasyarat yang harus dipenuhi dalam pelaksanaannya di Indonesia. Dengan kata lain bahwa pemerintah tidak dapat benarbenar tidak turun campur tangan dalam urusan lembaga pengawas. Secara singkat. 10 Prospek. Karena adanya kesamaan permasalahan dan latar belakang. Korea dan Filipina.tentang cara-cara pencapaian sasaran inflasi dan mekanisme transmisi yang jelas. hambatan-hambatan dapat dijelaskan sebagai berikut: - Hambatan dalam menciptakan independensi Sulitnya menciptakan independensi bank sentral. Negara-negara tersebut mendapatkan keberhasilan dalam menekan laju inflasi dengan penerapan kebijakan ini. 11 Berbagai Hambatan Dalam Pelaksanaan Targat Inflasi. meski lembaga tersebut disebut lembaga independen. Kanada. Data dan informasi Data dan informasi yang relevan. Finlandia. Spanyol. terbaru dan lengkap diperlukan untuk melakukan analisis kebijakan yang prima. Inggris. e. negara-negara tersebut sebelumnya juga mempergunakan kebijakan moneter dengan target antara. Kebijakan target inflasi ini telah dilaksanakan di negara-negara Selandia Baru. Para pejabat dalam lembaga . Swedia. Seperti halnya Indonesia.

Demikian juga sebaliknya. Hal ini berkaitan dengan kondisi politik dan keamanan yang boleh dikatakan tidak menentu akhir-akhir ini. Pelaksanaan kebijakan target inflasi secara konsisten dan transparan juga akan sulit terwujud. Untuk saat ini. - Hambatan dalam mewujudkan kebijakan secara konsisten dan transparan. - Hambatan dalam memprediksi inflasi. Jika stabilitas belum tercapai. - Hambatan dalam mewujudkan kebijakan secara fleksibel dan kredibel. Kebijakan target inflasi belum tentu didukung oleh masyarakat. mustahil dapat memprediksi dengan cermat. apabila kebijakan ini lebih berfokus pada kredibilitas. stabilitas nasional sangat berperan dalam menentukan kondisi ekonomi suatu negara. kecuali apabila lembaga pelaksana kebijakan ini dapat meyakinkan masyarakat bahwa aparaturnya negara bersih dan bebas korupsi.tersebut digaji oleh pemerintah. sehingga menyebabkan incredible. Jika kebijakan diberlakukan secara lentur. Hal ini jelas-jelas menyebabkan fungsi pengawasan tak dapat berjalan sebagaimana mestinya. peramalan inflasi di Indonesia akan sulit dilaksanakan. yang berarti loyalitas mereka terhadap pemerintah tak diragukan lagi. para investor masih beranggapan bahwa negara kita tidak cukup kondusif bagi investasi. maka akan timbul sifat inflexible. Tingkat korupsi di Indonesia yang sedemikian tinggi akan mempersulit pemerintah dalam meraih kepercayaan dari masyarakat. Kemampuan untuk memprediksi inflasi merupakan kunci utama dalam pelaksanaan kebijakan target inflasi. Kemungkinan besar. Menjalankan kebijakan secara fleksibel sekaligus kredibel juga bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Isu-isu seputar politik dan keamanan daerah sudah rawan untuk memporak-porandakan perekonomian nasional. Juga maraknya praktik kolusi yang menyebabkan sikap masyarakat semakin apatis dan enggan berpartisipasi dalam pelaksanaan pemulihan krisis ekonomi. Padahal. . maka akan membuka kesempatan korupsi dan kolusi.

-

Tingkat keparahan krisis. Faktor lain adalah tingkat keparahan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia sudah tergolong akut, sehingga penanganannya juga lebih sulit dibanding negara-negara lain. Mungkin kebijakan target inflasi ini berhasil diberlakukan di negara-negara lain, namun belum tentu akan sesuai diberlakukan di Indonesia.

III. KESIMPULAN Kondisi perekonomian Indonesia yang terpuruk akibat krisis memerlukan upaya pemulihan dengan menggunakan kebijakan moneter. Kebijakan yang diterapkan berupa inflation targeting yang telah berhasil mengentaskan problem inflasi di berbagai negara di dunia.

-

Target inflasi dicetuskan dari perkembangan evolusi teori-teori ekonomi dan dalam pelaksanaannya ditentukan oleh kondisi suatu negara dengan prasyarat-prasyarat untuk keberhasilan sistem ini.

-

Bank Indonesia sebagai otoritas moneter diharapkan dapat mengembangkan kebijakan yang secara efektif dapat memulihkan stabilisasi ekonomi jangka pendek dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi berkelanjutan, dengan ongkos yang minimal.

-

Pemulihan kondisi ekonomi yang stabil bukan hanya ditentukan oleh faktor internal, namun juga faktor eksternal, misalnya kondisi politik dan keamanan negara.

-

Target inflasi nampaknya akan sulit untuk diberlakukan sebagai salah satu kebijakan moneter di Indonesia, mengingat berbagai hambatan yang harus dihadapi.

DAFTAR PUSTAKA : Adiningsih, Sri. 2000. "Perkembangan Moneter Perbankan Indonesia". Makalah Seminar

Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Bernanke, B. and Mihov. 1997. "What Does the Bundesbank Target?" European Economic Review. Boediono. 2000. "Inflation Targeting". Makalah Seminar Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Fischer, Stanley. 1993. "The Role of Macroeconomic Factors in Growth". Journal of Monetary Economics. Goeltom, Miranda S. 2000. "Perkembangan Ekonomi Makro Indonesia". Makalah Seminar Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Mishkin, F.S. 1999. "International Experience with Different Monetary Policy Regimes". Journal of Monetary Economics. Nopirin. 2000. "Kebijakan Moneter Dengan Target Inflasi". Makalah Seminar Sehari Kerjasama FE UGM dengan BI, MM UGM, 29 September. Saudagaran, S.M. and Diga, J.G. 2000. "The Institutional Environment of Financial Reporting Regulation in ASEAN". The International Journal of Accounting.

Oleh: Seruni Sutanto, Dosen STIE Widya Manggala Semarang

Sumber: http://www.stie-stikubank.ac.id/webjurnal

Senin Paing, 28 Agustus 2006

Artikel
Pola pembangunan konvensional harus segera ditinggalkan. Jika tidak segera mengubah haluan, dampak negatif pada ketimpangan kehidupan dan lingkungan akan semakin menjadi-jadi.

--------------------"Pseudo Growth" dan Pembangunan Berkelanjutan Oleh Dr. IB Raka Suardana, S.E., M.M.
KERUSAKAN lingkungan Pulau Bali akibat eksploitasi berlebihan, dan berkembangnya usaha yang mencemari lingkungan, mau tak mau harus disikapi dengan tindakan yang lebih aktif melalui penyikapan bersama dalam menciptakan sinergi dan jejaring di antara semua pemangku kepentingan (stakeholders). --------------------------Selama ini pembangunan sepertinya hanyalah mengejar pertumbuhan ekonomi, yang diukur dengan produk domestik bruto (PDB) di tingkat nasional dan produk domestik regional bruto (PDRB) di level lokal (propinsi dan kabupaten/kota). Jika PDB/PDRB meningkat, maka pertumbuhan ekonomi tentu meningkat pula, yang dianggap merupakan ''prestasi'' pemimpin nasional/lokal. Padahal dalam mencapai PDB/PDRB itu, kemajuan pembangunan masih berbasis pada pembangunan yang bersifat konvensional. Dalam pembangunan konvensional, keberhasilan menaikkan produksi barang dan jasa secara melimpah (yang merupakan unsur PDB/PDRB), tidak mengakomodasi aspek lingkungan. Pembangunan sosial juga tersingkirkan, terutama yang menyangkut kepentingan kelompok miskin. Banyak bukti untuk kasus ini, di mana rakyat miskin selalu termarginalkan dalam setiap pembangunan. Kinerja ekonomi dalam pembangunan konvensional seperti itu jelas mengarah kepada pertumbuhan semu atau dikenal dengan istilah pseudo growth. Pseudo dalam dictionary berarti palsu atau pura-pura, dan dalam kamus bahasa Indonesia berarti tidak asli dan tidak sah. Dalam mengukur keberhasilan pembangunan melalui PDB/PDRB, cenderung pada pertumbuhan ekonomi yang umumnya melakukan eksploitasi sumber daya alam secara eksploitatif, agresif, dan ekspansif. Sebagai akibatnya, deplisi dan/atau degradasi serta kerusakan sumber daya alam terjadi begitu mengenaskan. Implikasinya jelas berpotensi menghancurkan kinerja pertumbuhan ekonomi itu sendiri (self-destructive). Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi yang selama ini diukur melalui PDB/PDRB dan merupakan sebagai ukuran kesejahteraan masyarakat masih bersifat "sesaat" dan belum memikirkan kelangsungan hidup untuk generasi penerus.

dan Deklarasi Johannesburg pada KTT Bumi tahun 2002. Jenis pertumbuhan ekonomi seperti itulah yang dapat dikatekagorikaan pseudo growth (pertumbuhan semu). juga akan menjadi kendala cukup berat untuk dihadapi. dan ekonomi. Bila ditinjau dari sisi lingkungan. Tetapi kenyataannya. sosial. yaitu dikenalkannya konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). proses pembangunan yang terjadi tidak memikirkan generasi mendatang. Salah satu yang paling krusial adalah menemukan cara meningkatkan kesejahteraan masyarakat sambil menggunakan sumber daya alam secara bijaksana. seharusnya dilakukan peremajaan kembali atau perbaikan sebagai akibat kerusakan yang timbul. Pelaksanaan konsep pembangunan berkelanjutan diperkuat dengan kesepakatan para pemimpin bangsa yang dinyatakan dalam hasil-hasil negosiasi internasional. adanya egoisme sektoral dan lemahnya penegakan hukum. baik pimpinan nasional maupun pimpinan wilayah. Konsep pembangunan berkelanjutan muncul ketika terjadi kegagalan konsep pembangunan konvensional. Namun tantangan pembangunan berkelanjutan ini cukup banyak. Pembangunan Berkelanjutan Pola pembangunan konvensional harus segera ditinggalkan. Internalisasi Biaya Secara global konsep pembangunan berkelanjutan sudah ada gerakan nyata untuk mengimplementasikannya. semua pihak seharusnya sudah menyadari konsep yang dijadikan pijakan dalam setiap gerak menuju kemajuan pembangunan. Jika tidak segera mengubah haluan. sehingga sumber daya alam terbarukan dapat dilindungi. Seperti. keuntungan diperoleh luar biasa saat pengeksploitasian. dan penggunaan sumber alam yang dapat habis (tidak terbarukan) pada tingkat di mana kebutuhan generasi mendatang masih tetap akan terpenuhi. sehingga dianggap prestasi bagi pimpinan. sebab banyak orang pada saat ini masih mengutamakan kepentingan jangka pendek dibandingkan jangka panjang. para pengusaha yang mengeksploatasinya hampir semuanya tidak melakukan upaya atau memikirkan cara penanganan lubang bekas galian. Saat menghitung PDB/PDRB. hutan hanya dieksploitasi untuk perolehan ekonomi tanpa dilakukan reboisasi kembali. Di samping itu.Misalnya contoh penebangan pohon di hutan. peningkatan pertumbuhan ekonomi terjadi. berbagai aturan tentang produk yang masuk ke . ketatnya. antara lain Deklarasi Rio pada KTT Bumi tahun 1992. Sebenarnya sejak dasawarsa 1900-an. Deklarasi Milenium PBB tahun 2000. Demikian juga galian C. dampak negatif pada ketimpangan kehidupan dan lingkungan akan semakin menjadi-jadi. baik bagi si pengusaha maupun yang diterima pemerintah daerah dan pusat melalui restribusi. Secara ekonomi. Konsep ini didefinisikan sebagai pembangunan atau perkembangan yang memenuhi kebutuhan masa sekarang tanpa membahayakan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya. Meskipun kendala yang dihadapi pasti besar. di mana saat itu proses yang terjadi lebih banyak bersifat top-down. yang jelas berpotensi akan tenggelam di kemudian hari.

* Peremajaan atau perbaikan lingkungan menjadi tanggung jawab perusahaan yang bersangkutan. Konsep internalisasi biaya perbaikan lingkungan ke dalam harga pokok. tanpa mengakomodasi aspek lingkungan. serta Ketua Lembaga Penelitian. sehingga peremajaan atau perbaikan lingkungan menjadi tanggung jawab perusahaan yang bersangkutan. . Pengkajian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Undiknas Denpasar -----------------* Selama ini pembangunan konvensional mengarah kepada pertumbuhan (pseudo growth) yang hanya menaikkan produksi barang dan jasa secara melimpah. terutama yang menyangkut kepentingan kelompok miskin. secara sederhana jika memungkinkan mulai sekarang setiap perusahaan yang bidang usahanya berpotensi merusak atau mencemari lingkungan memasukkan biaya perbaikan lingkungan ke dalam harga pokok produk/jasa yang dihasilkannya. Rasanya hal ini tidak begitu sulit dilakukan. Bagaimana di tingkat nasional dan lokal? Tampaknya belum. * Konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). memasukkan biaya perbaikan lingkungan ke dalam harga pokok produk/jasa yang dihasilkannya. * Pembangunan sosial tersingkirkan. Misalnya harus mencantumkan label yang ramah lingkungan (ecolabelling). Untuk itu. * Mulai sekarang setiap perusahaan yang bidang usahanya berpotensi merusak atau mencemari lingkungan. paling tidak akan menjadi langkah sedikit maju di masa mendatang.negara-negara maju. apakah ada pengusaha yang mau melakukannya? Penulis. dosen FE dan Program Pascasarjana MM Undiknas. Namun pertanyaannya sekarang. salah satunya dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sambil menggunakan sumberdaya alam secara bijaksana.

yaitu institusi kerajaan 2. Secara umum perkembangan desain di Indonesia terbagai menjadi tiga tahapan penting yaitu Program Modernisasi. keabsahan suatu nilai dari ekspresi budaya.Desain Modern di Indonesia • Mei 16th. awal dan citra perubahan Program Modernisasi Definisi secara umum dari kata “modern” adalah : • Karya budaya ragawi yang umumnya memiliki ciri – ciri yang sesuai dengan proses modernisasi dalam arti yang luas . Gejala sosial yang demikian adalah pengambilan elemen bentuk dari abad 17 dan 18 dalam desain interior gaya historisisme. given the appropriate context and. accordingly. mengatakan bahwa “For the greater part of this century. yang ditandai dengan penggunaan ornamen dan dekorasi yang berlebihan. more or less. It could be applied to any designed object. seni rupa. apakah ilmu pengetahuan. Dari sini dapat diartikan bahwa definisi “modern” secara relatip tidak mempermasalahkan tentang desain. atau tari. Menurut Paul Greenhalgh dalam bukunya “Modernism in Design” terbitan Reaction Books. ditentukan oleh patron utama. Perkembangan desain modern di Indonesia. Istana Raja masih menjadi pusat kebudayaan. the word “modern” has been relatively unproblematic with regard to design. it could be construed as an insult or a compliment. musik. It has meant so much that it has often meant nothing”. 2010 Desain Modern di Indonesia Perkembangan Desain Abad ke 19 (1850 – 1900) 1. It has meant whatever one wanted it to mean. dan dapat diaplikasikan ke setiap object desain. sastra.

yaitu dorongan untuk berprestasi. Masyarakat yang “nyaman” dirobek – robek karena individu mendesak diri sebagai pusat semesta . Inkeles dan McCleland Memaparkan modernitas dari variabel psikologis yang membentuk mentalitas manusia modern secara khas. pendapatan per kapita. Modernisasi Induksi Menurut Abraham 1. Kemudian itu memuncak pada Abad ke-19 dan 20. ekonomi. yang diistilahkan sebagai faktor N-ach (Need of achievement) Modernisasi di dunia Chodak mengidentifikasikan 3 tipe modernisasi : 1. Englewood Cliffs. dan Afrika (Eisenstadt. Asia. Prentice-Hall) Ahli Ekonomi : Modernisasi berdasarkan berbagai model pertumbuhan ekonomi. dan pertumbuhan Industri Ahli Sosiologi Modernisasi dengan lebih mengarah kepada perspektif evolusioner yang mencakup transisi multilinier masyarakat tradisional menjadi masyarakat yang lebih maju Ahli Komunikasi Modernisasi sebagai proses perubahan dari cara hidup tradisional menuju gaya hidup yang lebih kompleks dan maju secara teknologi Black Modernisasi ditandai oleh perkembangan sejumlah lembaga yang secara fungsional meningkatkan pengetahuan manusia untuk menguasai lingkungannya secara cepat. Modernisasi Industri 2. Kosmos yang “nyaman” berubah maknanya oleh otonomisasi (sekularisasi) sehingga rasa aman lenyap 2. Modernization: Protest and Change. standar hidup. dan politik yang berkembang di Eropa Barat dan Amerika Utara. 1996. serta meluas ke sejumlah negara di Amerika Selatan.• Lahir dari pemikiran modern dan tumbuh di lingkungan masyarakat modern Beberapa pendapat tentang Modernisasi: • • • • • • • Ilmuwan Sosial : Kemunculan masyarakat industri barat dibandingkan dengan masyarakat negara berkembang yang masih tradisional Eisenstadt : Modernisasi merupakan proses perubahan masyarakat menuju tipe sistem sosial. Modernisasi Akulturasi 3.

Birokrasi dan waktu menggantikan tokoh mistis dan waktu mitologi 5. kebangkitan lembaga politik . kehidupan modern bermakna sebagai proses mengganti kenyamanan alamiah dengan kenyaman buatan Menurut Giddens • • • • Kapitalisme Industrialisme Kekuatan Militer Kontrol terhadap informasi dan aktivitas sosial Abraham mencirikan modernisasi sebagai proses yang selalu diikuti oleh : • • • • • • • • Proses industrialisasi Peledakan penduduk Sekularisasi Revolusi harapan Berkembangnya media massa Stabilitas kependudukan Bangkitnya kelas menengah secara besar – besaran Revolusi budaya yang dahsyat Abraham juga memberikan gambaran tentang modernisasi sebagai suatu perubahan sebagai berikut : Gambaran Modernisasi Menurut Abraham Keterangan gambar : • Sisi Struktural : Meliputi peningkatan diferensiasi dan integrasi struktural.3. Pribadi menemukan diri sendiri secara kuat sehingga dalam arti sistem sosial. Kebersamaan nilai goyah karena proses individual 4. yaitu pemisahan hubungan ekonomi dengan sistem sosial yang lain.

3. Kebutuhan masyarakat dengan berbagai perubahannya Desain Modern di Indonesia Desain Modern di Indonesia dapat dikategorikan atas tiga kelompok besar : 1. dan kepuasan pribadi 4. spesialisasi serta mencairnya stratifikasi kemasyarakatan Sisi Attitudinal : Orientasi individu ke arah kemajuan Sisi Possesual : Mengarah kepada terbentuknya spesialisasi fungsional dalam masyarakat Desain Modern Menurut Dormer : 1. Hubungan antara produksi.• • baru. Konteks ekonomi 2. konsumsi. baik secara mentalitas maupun tindakannya 2. Karya desain yang semata – mata meniru gaya orang Barat tanpa diimbangi oleh proses berpikir dan mentalitas modern Perkembangan desain di Indonesia dapat dilihat dari konsep: • • • • Perkotaan Arsitektur Aneka Barang Industri dan Karya Cetak Pendidikan Seni Rupa dan Desain Awal dan Citra Perubahan Konteks perkembangan desain modern di Indonesia yaitu pergeseran nilai desain dan dunia kesenirupaan pada : . Barang Konsumen 2. Kerajinan 3. Benda Eksklusif hasil rancangan arsitek dan desainer terkenal Tema besar desain modern : 1. Karya desain yang diciptakan sebagai tuntutan masyarakat yang berpikiran modern. Karya desain yang mengadaptasikan dan menggunakan berbagai unsur kebudayaan Barat yang telah modern tanpa harus “menjadi Barat” atau berciri Barat. Penggunaan teknologi baru yang memungkinkan seorang pendesain bermain dengan bentuk 3. dan perluasan pendidikan formal.

Adanya Program Industrialisasi 4. kondisi Indonesia (Hindia Belanda) pada awal abad ke-20 dapat dikatakan sebagai masa transisi dari tradisional ke arah kehidupan modern dengan ditandai oleh : 1. Terjadinya arus urbanisasi 5. Terdapatnya rekayasa sosial Desain Indonesia Abad ke 21 Perkembangan desain di Indonesia pada abad ini akibat dari adanya : • • • • • Perkembangan desain di dunia global Demam Posmodern Adanya hubungan antara perkembangan desain dengan perlawanan budaya Adanya kesadaran terhadap hak penciptaan Keinginan untuk mewujudkan desain yang berwawasan lingkungan I. Munculnya secara berangsur-angsur norma modernitas dalam kerangka nilai – nilai tradisional 3. besarnya tenaga kerja ataupun penguasaan wilayah. Adanya dualisme struktural yang memungkinkan kehadiran bersama 2.• • • Beberapa dasawarsa akhir penjajahan Belanda Masa setelah kemerdekaan dan Demokrasi Terpimpin Masa Orde Baru hingga era pembangunan sekarang Dalam teori modernisasi. seorang arsitek Amerika terkemuka mengumandangkan kematian Modernisme seiring dengan diruntuhkannya bangunan bertingkat Pruitt- . Pendapat Para Ahli tentang abad ke 21 • • • • Peter F. Terjadinya Mobilitas Politik 6. Desain Global Adanya perubahan besar didunia akibat perkembangan teknologi dan terbentuknya tatadunia baru yang semakin terpolarisasi oleh peradaban besar sehingga semua komponen kebudayaan saling mempengaruhi dan memposisikan diri sepadan dengan kekuatannya. seorang sosiolog Amerika. Drucker : Keberlangsungan pembangunan sebuah bangsa bukan lagi bersandar pada modal. namun akan tercipta oleh kemampuan mengembangkan daya inovasi yang didasari pada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi Jane Jacobs. 1. mengkritik dengan keras tentang buruknya perencanaan tatakota di Amerika (1960) Robert Venturi yang mengkritik secara tajam Modernisme dalam dunia arsitektur pada tahun 1966 Charles Jencks.

Ditinjau dari aspek rupa.• Igoe pada tanggal 15 Juli 1972 di St. . telah nyata bahwa Indonesia terpengaruh oleh dampak percepatan keterbukaan budaya sedunia. Demam Posmodern Era Posmodern adalah Masa transisi antara berakhirnya masa modernisme dan munculnya alternatif pemikiran baru sebagai usaha mencari bentuk baru III. Desain dan Perlawanan Budaya Aktivitas desain tidak terlepas dari sistem nilai yang berkembang di dalam masyarakatnya. Saiful Arif. Fenomena Persaingan : Terjadi akibat percepatan yang terjadi sebelumnya dimana memicu lahirnya pengelolaan produksi barang dan pergerakan pasar yang semakin tinggi. melainkan juga dalam bentuk nilai – nilai b. Wacana Desain di Indonesia Belajar dari pelbagai kebijakan dan hasil pembangunan selama beberapa dekade. Guru Besar dari The Australian National University : Makna pembangunan yang dilakukan oleh setiap negara adalah proses transformasi segala bidang dari kondisi tertentu menuju kondisi lain yang lebih baik. c. Louis. pada jam 15. Sejak pergantian era pemerintahan Orde Baru dan tuntutan perbaikan kinerja program Wacana desain di Indonesia juga terjadi akibat adanya : a. Missouri. Semakin menonjolnya pengaruh budaya kuat negara – negara adidaya. tidak hanya secara teraga. Desain adalah wujud yang teraga dengan muatan – muatan makna di dalamnya. hal ini tercermin dari adanya penentuan arah kebijakan perekonomian akibat adanya perjanjian internasional dan permainan “Mata Uang” oleh negara – negara maju 2. yang ditandai oleh : 1. baik pada masa lalu. desain tidak terlepas dari rona pembangunan “besar” yang dijalankan oleh satu pemerintahan dimana tercermin dari aneka kebijakan termasuk komitmen antar kebudayaan ataupun antarnegara II.32 karena bangunan tersebut selama ini menjadi tonggak terapan gaya Modernisme di Amerika. Fenomena yang terbentuk. desain telah menunjukkan aspek keragaman yang tak terhitung. tema maupun teknik pengungkapan. Upaya Pemberdayaan : Sebagai bagian dari kebudayaan yang teraga. baik gaya. Keterbukaan Budaya : Budaya ragawi yang dihasilkan manusia tidak terlepas dari sistem dunia yang terintegrasi antara satu sistem nilai dengan sistem lainnya. kini dan yang akan datang. 2. teraga menjadi kebudayaan benda.

4.Makna budaya yang lebih spesifik dalam karya – karya desain yang teraga itu dapat dikelompokkan atas beberapa peran. telah tumbuh kesadaran akan hak – hak penciptaan. Including Trade in Counterfeit Goods). 2. Baik untuk karya cipta milik orang asing maupun karya cipta milik Bangsa Sendiri HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) dalam bidang desain di Indonesia dikategorikan : 1. merupakan persetujuan integral dari persetujuan Putaran Uruguay dalam rangka GATT b. baik mengandung nilai – nilai kebaruan. Peragaman citarasa masyarakat yang muncul sebagai perluasan. 3. msekipun awalnya bukan dari seniman. 19 tentang Merek) Bidang desain terutama performansinya (UU tentang Desain Industri No. Undang –Undang No. pakaian dan komunikasi IV. Konvensi Internasional :  WIPO (World Intelectual Property International)  Paris Convention for The Protection of Industrial Property (11 April 1995 beranggotakan 129 negara termasuk Indonesia)  Berne Convention for the Protection of Literary and Artistic Work (16 Mei 1995 beranggota 112 negara termasuk Indonesia)  The Haque Agreement Concerning the International Deposit of Industrial Designs (1993. Undang – undang paten No. 6 tahun 1989 . diantaranya : a. perumahan. 5 tentang Perindustrian Pasal 17 : Desain Produk Industri mendapat perlindungan hukum yang ketentuan – ketentuannya diatur dengan peraturan pemerintah c. namun dari kalangan praktisi hukum yang mengamati fenomena global bahwa hak – hak penciptaan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari wacana ekonomi global. penyebaran dan kebutuhan baru masyarakat akan aneka produk. Undang – undang hak cipta 1997 (diperbarui lagi tahun 2002) d. Karya Cipta Bidang Seni Rupa (UU Hak Cipta Tahun 1997) Karya yang bersifat Temuan (UU Paten Tahun 1997) Merek Produk berupa logo atau identitas produsen (UU No. Kesadaran terhadap Hak Cipta Menjelang abad ke – 21. Peragaman Bahasa Rupa yang menjadi bagian kreatif wujud desain setiap periode. ada 24 negara yang menjadi anggota termasuk Indonesia sejak tahun 1953  Locarno Agreement Establishing an International Classification for Industrial Designs (1968 hingga 1995 beranggotakan 23 negara)  TRIPs (Trade Related Aspects of Intelectual Property Rights. pengembangan ataupun varian b. 20 Tahun 2000) Beberapa dasar hukum yang dapat dipakai sebagai acuan adanya perlindungan bagi karya cipta di bidang desain terdiri dari : a.

02/MENKLH/I/1988 tentang Pedoman Baku Mutu Lingkungan o MENLH No. Kep. tentang Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Lingkungan sebagai akibat Usaha Industri o MENKLH No. pernyataan ini mensyaratkan pengurangan emisi gas – gas seperti karbon dioksida. 12/M/SK/1978. ekonomi. 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 2. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang o No. semua negara harus memberikan kontribusi untuk menstabilkan gas – gas rumah kaca dan atmosfer pada tingkatan yang tidak akan mengacaukan iklim global. 51 Tahun 1993 tentang AMDAL o Menteri Perindustrian No. dan lingkungan hidup Membuat pernyataan tentang prinsip – prinsip yang menjadi pedoman bagi pengelolaan. kemudian melahirkan Deklarasi Rio tahun 1992 yang berisi antara lain :      Hak dan Tanggung Jawab bangsa – bangsa dalam memperjuangkan perkembangan dan kesejahteraan manusia Merancang cara mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan dari segi sosial. Peraturan Pemerintah (PP) : o PP No. 19 tahun 1992 g. dan pembangunan semua jenis hutan secara berkelanjutan yang merupakan unsur mutlak bagi pembangunan ekonomi dan pelestarian segala bentuk kehidupan Dalam mensiasati terjadinya perubahan iklim. pelestarian. KEP. 4 Tahun 1982 tentang ketentuan – ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. Undang – Undang tentang merek No. Undang – undang tentang desain industri No. 31 Tahun 2000 V. tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor .35/MENLH/10/1993. memuat ketentuan bahwa setiap rencana yang diperkirakan mempunyai dampak terhadap lingkungan. yaitu hasil sampingan dari pemakaian bahan bakar untuk mendapatkan energi Konvensi tentang keragaman hayati yang menghendaki agar semua negara mengerahkan segala daya dan dana untuk melestarikan keragaman spesies hidup. wajib dilengkapi dengan AMDAL yang pelaksanaannya diatur oleh PP o No. Desain yang Berwawasan Lingkungan Dorongan dan isu – isu gentingnya masalah lingkungan tersebut. Undang – Undang : o No. dan mengupayakan manfaat penggunaan keragaman hayati dirasakan secara merata PP Perundang – Undangan dan yang berhubungan dengan Lingkungan Hidup dan pengelolaannya : 1. RPP tentang desain produk industri f.e.

com/desain-modern-di-indonesia/ . Kep49/MENKLH/6/1987 tentang Pedoman Dampak Penting) MENLH No. tentang Persyaratan Laik Jalan Kendaraan Bermotor Kepala BAPEDAL RI No. KEP-16/MENLH/4/1996 tentang pelaksanaan Program Langit Biru Isu Nasional dan Kesepakatan Internasional : • • • • • • • Program Pembangunan Berkelanjutan KTT Bumi Rio de Janeiro 1992 dan Deklarasi Rio Agenda 21 sebagai Rencana Global Pembangunan Berkelanjutan Konvensi Tentang Perubahan Iklim dan Keragaman Hayati KTT Bumi 5 Juni Tahun 1997 ISO 14001 mengenai Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan Program Ekolabeling Sumber : http://sosiologidesain.o o Menteri Perhubungan No. Kep-56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting (sebagai pengganti No.wordpress. KM 8 Tahun 1989.

Krisis kesejahteraan rakyat ini membuka peluang terjadinya krisis moral. ada beberapa masalah dan tantangan yang dihadapi Indonesia. maupun keamanan dan pertahanan negara. serta praktek-praktek moral hazard menjalar di setiap aktivitas masyarakat. Menurut pandangan secara umum.asp?mid=3210&catid=2 Padangsidimpuan. Yaitu. budaya. penyakit sosial (social pathology) masih ditemukan di antara sesama bangsa Indonesia. Upaya Pemerintah untuk mencerdaskan bangsa . B. politik. yang bisa berpengaruh terhadap tujuan dan cita-cita bangsa ini.Warta Pelaku: Artikel sumber: warta. ekonomi. 30 November 2010 Menuntaskan Agenda Bangsa. Ditandai dengan gejala menurunnya rasa kasih sayang dan kepedulian sosial. mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). A. Harus! (Bag. Permasalahan-permasalahan ini merupakan mata rantai masalah. 1) Bangsa Indonesia sebenarnya masih mengalami berbagai masalah yang begitu kompleks dari segala sektor. Baik itu sektor sosial. hukum. Masalah ini justru menimbulkan krisis kualitas manusia Indonesia yang pada gilirannya tidak mampu mengelola sumber daya nasional. Melemahnya kualitas penghayatan moral dan norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Secara umum dan sederhana masalah ini kemudian berimplikasi pada lemahnya penghayatan moral dan norma dalaam aktivitas kehidupan berbangsa dan bernegara. Budaya belajar dan menuntut ilmu semakin dikesampingkan oleh bangsa ini walau Pemerintah telah mengambil kebijakan wajib belajar dan memberikan peluang yang seluas-luasnya kepada aset bangsa untuk belajar dengan biaya yang telah disediakan Pemerintah. Kualitas penyerapan ilmu pengetahuan masih rendah. sebagai berikut. yang merupakan rantai masalah bangsa.

upaya Pemerintah tersebut masih mengalami kendala yang ditandai dengan banyaknya jumlah anak dan pemuda yang putus sekolah. Hal ini terlihat dari penerimaan pajak yang belum maksimal. rakyat akan merasakan dampak positif dari hal tersebut. sebagai salah satu pelaksana amanah tersebut. Tujuan bangsa Indonesia membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum/rakyat. sebagaimana tertuang dan diamanahkan dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Artinya. Amanah ini merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar dengan dalih apapun. Ironisnya. pengelolaan sumber daya yang baik dapat menopang penghasilan negara. sehingga perputaran perekonomian Indonesia stabil. Namun. Dalam segi ketenagakerjaan juga mengalami penurunan kualitas kemampuan tenaga kerja. Padahal. dan dengan sendirinya. peluang lapangan pekerjaan dan pendapatan lebih layak. sehingga dikategorikan “miskin”. Pengelolaan uang negara belum efisien dan sebagainya. . tidak sedikit upaya itu tertunda keberhasilannya. C. D. Potensi pertambahan penghasilan negara pengelolaan yang dilakukan masih mengalami hambatan. bahkan standar manusiawi. sehingga masih banyak ditemukan masyarakat yang hidupnya di bawah standar kelayakan. Bantuan-bantuan diberikan kepada masyarakat miskin (pro poor) pun dilakukan oleh hampir seluruh departemen/badan/dinas/instansi pemerintahan. mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia merupakan agenda pembangunan nasional yang prioritas untuk direalisasikan. pinjaman modal usaha. Namun. Pemerintah. bahkan Pihak swasta—sebut saja pemberian asuransi dan pelayanan kesehatan maupun pendidikan. Rendahnya kualitas kesejahteraan bangsa. Produk dalam negeri kalah bersaing dengan produk asing. Justru malah pihak asing yang memiliki peran penting meraih keuntungan besar dari negara kita. Gejala yang timbul adalah sebagian lulusan perguruan tinggi tidak mampu membuka kesempatan berwirausaha. hingga pemberian alat/bahan/material sebagai potensi usaha yang diinginkan oleh masyarakat. Melemahnya pengelolaan sumber daya nasional. Begitu juga dengan sejumlah jenis kekayaan/aset negara yang tidak dikelola sepenuhnya oleh negara. dengan alasan kenyamanan dan keamanan serta keberlangsungan sebuah proyek perekonomian dikhawatirkan terganggu.adalah agar mampu mengembangkan ilmu pengetahuannya sebagai modal keberlangsungan hidup yang bergengsi. Ternyata persoalan di atas merupakan konsekuensi kelemahan di bidang ilmu pengetahuan. Pertumbuhan ekonomi masih didominasi oleh konsumsi dan impor. Bantuan Langsung Tunai (BLT). telah berupaya melakukan program gerakan/aksi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. Nilai produk dalam negeri masih sangat rendah. sembako. rehab rumah. Pengelolaan tabungan juga belum optimal. investor luar maupun dalam negeri merasa was-was untuk menyuntikkan modalnya untuk membangun usaha maupun industri. layak jual dan memiliki nilai tawar yang diperhitungkan. pembangunan meningkat.

Pandangan yang keliru sering tercetus dari suara sebagian masyarakat miskin. dengan penampilan. sehingga kebutuhan yang dikehendaki dalam aplikasi menjalankan hidup secara manusiawi terpendam sejalan dengan waktu. tidak begitu penting.Ternyata persoalannya adalah kebijakan dan upaya penanggulangan kemiskinan yang dilakukan dipandang kurang efektif dalam menurunkan angka kemiskinan. Disadari atau tidak. Malah sebaliknya mengusik ketenangan pola hidup yang selama ini berlangsung. Misalnya saja mengubah sungai. atau bahkan tidak ada sama sekali ini merupakan ciri-ciri kemiskinan yang dimiliki. kondisi ini akan memperparah keadaan masyarakat miskin itu sendiri. multidimensional dan struktural ini menyisakan beberapa gejala-gejala yang bergerak merusak upaya transformasi sosial. Padahal. Permasalahan kemiskinan yang begitu kompleks. ternyata di bawah standar kelayakan. karena hanya bersifat parsial. bagaimana mungkin aktivitas sosial terpikirkan seiring tekanan dan desakan kebutuhaan hidup. bahkan praktek yang ditekuni kurang menjaga kenyamanan lingkungan dan permukiman. ditambah MCK yang kurang memadai dan tidak sehat. Paradigma dan praktek yang muncul adalah membatasi kegiatan yang mengindahkan dan mendukung kelestarian lingkungan dan peningkatan pembangunan yang berkelanjutan. Kebiasaan pola hidup yang dialami menguatkan dan terinternalisasi ke dalam pemikiran dan perilaku tidak sehat. tanpa mengeluarkan modal atau dengan . berlindung. volume serta material sangat sederhana. atau belum ada lembaga/wadah yang mampu mengakomodir suara kepentingan masyarakat miskin. serta menghilangkan nilai-nilai kapital sosial. Ruang lingkup sosial Kehidupan bermasyarakat. Lalu. atau tidak tepat sasaran kepada kelompok masyarakat miskin. Di antaranya: • • • Ruang lingkup politik Masyarakat miskin tereliminasi keposisi yang marjinal (terpuruk) akibat proses politik maupun kebijakan penyelenggara pemerintahan dan pemilik wewenang yang kurang berpihak. tidak berkelanjutan. berbangsa dan bernegara. Lain lagi perumahan yang dijadikan wadah berteduh. Ruang lingkup lingkungan Pola hidup masyarakat miskin yang tertutup dan terkesan tidak peduli dengan sekitarnya. Bagi mereka mempertahankan hidup saja sudah cukup berat dilakukan. Perilaku politik ini sebenarnya disebabkan faktor tiadanya keterlibatan masyarakat miskin dalam proses pengambilan keputusan itu. kondisi ini dapat diubah menjadi baik. menurut masyarakat miskin. Penataan dan pembangunan lingkungan serta permukiman yang dilakukan bukan solusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. Kondisi ini yang menyebabkan masyarakat miskin tidak terintegrasi ke dalam sebuah institusi sosial. berkumpul dan mengembangkan diri. sehingga keadaan inilah yang dimaksud di atas: kurang peduli menjaga kelestarian lingkungan dan permukiman. saluran air/parit maupun jalan yang semula indah menjadi pemandangan suram—yaitu sebagai wadah penampungan sampah dan limbah. dan cenderung memikirkan kehidupan dirinya sendiri atau keluarganya saja tidak akan mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Perilaku politik yang menghasilkan kebijakan-kebijakan hanya menyentuh kepentingan sepihak. optimisme menurun dan menguatnya pesimisme.

Tentu. sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup yang manusiawi. mengingat telah lanjut usia. kerap tidak dilirik oleh pengguna jasa dengan alasan yang cukup mendasar: kecepatan dan kapasitas angkutnya terbatas. diharapkan patut menjadi renungan dan sekaligus perhatian semua pihak. murah. Rata-rata per hari hanya mampu memperoleh Rp7. dimana keberadaannya perlahan punah dan sedikit peminatnya. juga berkapasitas lebih dari segi jumlah pengguna jasa dan barang yang dibawanya. bahkan nilai jasa lebih murah dari becak dayung. yang tengah mengalami pergeseran kualitas dan kuantitas. keluarga ini mengalami perbandingan yang tidak seimbang: pengeluaran lebih besar dari pendapatannya. Dari uraian ini. Keadaan ini bukan hanya sekedar narasi semata. kunjungan. selain efektif waktu. Kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jasa terkadang menjadi alasan. keluarga tersebut dapat dikategorikan keluarga miskin karena berpenghasilan tidak menentu. bahkan kurang dari pemenuhan kebutuhan pokok. secara teoritis berdasar materi kajian pemetaan swadaya. mendapatkan perhatian yang rendah pula dari pembeli jasa. Ruang lingkup ekonomi Keterbatasan kemampuan masyarakat miskin membangun akses dan nilai jual terhadap keterampilan. Ia bekerja menawarkan jasa transportasi angkutan jenis becak dayung. Sebuah kisah salah satu keluarga yang hidup sangat sederhana di daerah perkotaan. Andalan tenaga yang satusatunya dimiliki hanya dihitung oleh pembeli jasa. keahlian dan disiplin ilmu tidak memadai serta cendrung mengandalkan tenaga.• modal yang sedikit apabila kesadaran berpikir dan bersikap mengubah keadaan itu muncul lebih kuat. melainkan fakta yang lalu dituangkan dalam sebuah catatan sejarah. Sedikit pemisalan diuraikan sebagai referensi yang diperoleh dari pemantauan.000 yang dimanfaatkan oleh empat orang tanggungan. Becak dayung yang mengandalkan tenaga itu. Ia bergelut mengandalkan tenaga dan kerasnya persaingan di bidang jasa yang dilakoninya. penjual jasa ini sudah tidak layak bekerja lagi. Diperparah keadaan bahwa empat tahun belakangan ini becak dayung kalah bersaing dengan becak bermotor yang dinilai lebih mampu memenuhi keinginan pengguna jasa. Kondisi ini membuka peluang terjadinya kecelakaan maupun menimbulkan penyakit bagi dirinya sendiri. Seorang laki-laki berusia 62 tahun berperan sebagai kepala keluarga penopang hidup keluarga ini. kondisi lanjut usia mudah terkontaminasi dengan fisik lemah dan cenderung tidak sehat. tepatnya di Wilayah Provinsi Sumatera Utara. daripada pasrah menerima nasib saja. Ditinjau dari kondisinya.000 – Rp15. Penghasilan itu semata-mata diupayakan oleh satu orang saja tanpa ada penghasilan tambahan. nyaman. Menurut pendapat yang disampaikan para ahli/pakar atau pengamat/pemerhati atau tokoh/ilmuwan internasional maupun Indonesia. Lazimnya nominal jasa tidak lebih. biaya cukup tinggi dan sering mengalami kerusakan karena rata-rata becak dayung yang beroperasi adalah “barang lama” dan produk baru sukar ditemukan. Becak bermotor. khususnya kajian ekonomi. Pengeluaran yang kongkret meliputi biaya makan untuk empat . atau lebih mendekati cukup untuk makan sehari-hari keluarga saja. Begitulah kehidupan yang dihadapi dengan penghasilan rendah. maupun survai ke lokasi.

biaya listrik per bulan dan biaya tambahan lain. 19 F. Alat pendukung.• orang terdiri dari pembelian bahan bakar minyak. misalnya. Sumber daya manusia (human capital) sangat terbatas. Firstavina) Pusat Informasi P2KP. dalam arti beberapa kebutuhan akan dihilangkan dan penyelesaian yang dilakukan adalah pemaksaan kondisi agar normal dengan segala resiko yang ada. tapi justru sebaliknya menambah beban utang di mana-mana. PNPM Mandiri Perkotaan. Kepemilikan aset berupa tanah. (021)-70952271 . Bersambung.. tidak dimiliki oleh masyarakat miskin. Jenis pengeluaran yang mendasar ini dapat dianalisa beberapa pengeluaran akan didelete. Ruang lingkup Aset Rendahnya tingkat kepemilikan masyarakat miskin terhadap modal yang mendorong keberlangsungan hidup. Asisten Kota Infrastruktur Kota PadangsidimpuanSibolga. Telp: (021) 70912271. OC-1 Provinsi Sumatera Utara. seperti biaya perawatan becak dayung. yang sering terjadi adalah penjualan aset satu persatu dan pengelolaan dana yang tidak beraturan. sehingga kompetisi usaha dengan sendirinya mengalami kekalahan. ST. Jl. dan bila adapun tidak layak huni. beras + lauk pauknya. Begitu juga dengan hunian atau perumahan. Pejompongan -Jakarta Pusat 10210. biaya kesehatan. Ada yang berstatus tidak memiliki rumah. menyewa. menumpang. (Rahdiansyah Pane. dan lain-lain. Penjernihan 1. Malah bagi mereka yang memiliki aset berupa harta warisan. No. material dan dana dari usaha yang dijalankan sangat tidak memadai. Perilaku ini bukan menambah aset.

Wednesday. Peran negara dalam pembangunan di Indonesia maupun Korea Selatan dapat ditelusuri dari proses dan hasil yang dicapai dalam pembangunan di dua negara tersebut. Hubungan saling tindak antar negara dan pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan dapat dicermati melalui kenyataan sejarah yang berkembang di dua negara tersebut. November 05. sebagai berikut: Peran negara dalam pembangunan di Indonesia berbeda dari jaman penjajahan Belanda hingga saat ini: . Yang berkaitan dengan hubungan saling tindak antara negara dan pembangunan. Studi Tentang Indonesia dan Korea Selatan Pengarang: Arief Budiman Penerbit: Yayasan Padi dan Kapas. 2008 NEGARA DAN PEMBANGUNAN BOOK REVIEW: Negara dan Pembangunan. Jakarta Tahun: 1991 Jumlah Halaman: 101 PERAN NEGARA DALAM PEMBANGUNAN DENGAN MEMBANDINGKAN INDONESIA DAN KOREA SELATAN.

namun pemerintah militer yang berkoalisi dengan teknorat ekonomi. kemudian beralih ke sistem politik liberal dan selanjutnya ke negara otoriter oleh Bung Karno. sifat negara otoriter dan “negara rente” pada dasarnya tidak berubah. yang juga menguasai ekonomi Korea. sesuai dengan perkembangan sosiologi-politik di masyarakat yang dinamis. Indonesia dinamakan Negara Otoritas Birokratis Rente (Negara OB Rente) sebaliknya Korea Selatan disebut sebagai Negara Otoriter Birokratis Pembangunan (Negara OB Pembangunan). maka peran negara dalam proses pembangunan di masing-masing negara juga berbeda khusus dalam kaitan dengan “keotoriteran negara” untuk membentuk kelompok wiraswasta yang tangguh untuk memutar roda pembangunan ekonomi. Ketika terjadi krisis multidimensi di bidang sosial-politik-ekonomi hingga saat ini. sehingga ekonomi Korea Selatan dapat berkembang pesat.600. dapat dijelaskan sebagai berikut: Setelah perang dunia kedua usai. Tahun 1988 GNP/Kapita Nasional Korea Selatan mencapai US$ 3. Jaman Peralihan Demokrasi: terjadi peralihan dari demokrasi paralamenter ke demokrasi terpimpin. Pemerintahan militer dan pembangunan ekonomi: pemerintah baru pimpinan Jenderal Park Chung-Hee yang mulanya menghadapi kesulitan karena pemerintah AS mencurigai latar belakang militer. serta kelompok wiraswasta yang bergantung pada mereka. Peran negara dalam pembangunan Korea Selatan. dan diserahkan pada kelompok-kelompok kaum pedagang. dan selanjutnya benih kehidupan beralih ke tangan Jenderal Soeharto. burjuasi orang Korea dibidang perdagangan dan industri muncul juga. tetapi sekarang Indonesia tertinggal jauh.18 kali dari . Negara Orde Baru: Ditandai dengan peran militer yang dominan dalam kehidupan politik dan negara. karena tanah dikuasai oleh Negara/Pemerintah Belanda. Pada periode ini keadaan ekonomi Indonesia cukup sulit. sebagai berikut: Jaman kolonial dan sebelumnya: sebelumnya Korea adalah negara merdeka yang diperintah oleh beberapa kerajaan. dan akhirnya berhasil menarik perhatian dan bantuan dari AS. sedangkan Indonesia cuma US$ 440 (8. Dari perkembangan sejarah pemerintahan dari negara yang berbeda antara Indonesia dan Korea Selatan. di mana peran negara dalam pembangunan jiuga mengalami perubahan. Benih sebuah negara yang kuat sudah ditanam sejak zaman kolonial. Disusul dengan penjajahan Jepang. Jaman pemerintahan sipil: setelah merdeka dari Jepang. meskipun kecil. sepanjang kenyataan sejarah juga bersifat dinamis. Peran negara dalam pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan ditinjau dari hasil pembangunan ekonomi yang dicapai.Jaman Kolonial Belanda: sistem perekonomian kolonial Belanda tidak/gagal melahirkan kelas Tuan Tanah/Burjuasi Pribumi. masih perlu dicermati apakah krisis ini akan mengalihkan peran negara sebagai “otoriter birokratis” rente (NOBR) dan Negara Otoritas Birokratis Pembangunan (NOBP) masih tergantung pada proses politik yang terjadi sekarang. Negara Korea terpecah menjadi 2 negara. tingkat perkembangan ekonomi kedua negara sama. terdapat perbedaan antara kedua negara yakni dipakai untuk memperkaya birokrat negara. yakni Negara Korea Selatan dan Negara Korea Utara yang menganut faham komunis dan Korea Selatan yang menganut faham kapitalis. berhasil pembangun pemerintahan yang relatif bersih. Di mana keotoriteran negara dipakai untuk menumbuhkan kelompok wiraswastawan yang tangguh.

maka secara singkat ditarik kesimpulan tentang peran negara dalam pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan sebagai berikut: Peran negara yang berbeda. yang sejak Jenderal Park Chung-Hee merebut pucuk pimpinan Negara Korea Selatan pada tahun 1961. sementara Korea Relatif homogen. yakni dukungan dari Amerika Serikat. menempatkan salah satu kunci kebijakan pembangunan yang berhasil. Selebihnya dukungan eksternal bagi Indonesia relatif korup. kebijakan seperti itu masih lemah. di mana Indonesia merupakan Negara Kepulauan sementara Korea Selatan Daratan. selain didukung oleh faktor internal. Dari kenyataan ini jelas bahwa peran negara dalam pembangunan ekonomi di Korea Selatan lebih menonjol. ditinjau dari aspek hasil pembangunan ekonomi yang dicapai. dan akhirnya bangkit/membangun industri dan menjadi salah satu dari 4 macam Asia yang bangkit pada permulaan tahun 1990-an. Korea berhasil dengan landreform pada tahun 1950-an sementara Indonesia landreform gagal dilaksanakan pada permulaan tahun 1960-an. Korea Selatan berhasil. Faktor lain yang membedakan peranan negara dalam pembangunan di Indonesia dan Korea Selatan adalah sebagai berikut: Persaingan di bidang ekonomi antar kelompok Asli Indonesia mengakibatkan terpecahnya burjuasi Indonesia. dan silih berganti dari pemerintahan satu ke lainnya. setelah Jenderal Soeharto mengambil alih kekuasaan pada tahun 1966. berhasil menyusun Negara Korea Selatan sebagai Negara OB Pembangunan. pada masa Pemerintahan Presiden Park. Dari seluruh analisis dan uraian. PERBEDAAN DAN PERSAMAAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN ANTARA INDONESIA DAN KOREA SELATAN Perbedaan Kebijakan pembangunan Indonesia berhadapan dengan tantangan yang berbeda dengan Korea Selatan. Sementara Indonesia. sementara negara Korea dibawah kepemimpinan Presiden Park dapat menguasai masyarakat sipil. Indonesia terdiri dari banyak suku dan bahasa. Peran negara Korea Selatan dalam pembangunan yang ditandai oleh peningkatan ekonomi. terutama pada periode “perang dingin” antara negara Barat dan negara-negara Sosialis/Komunis. Perbedaan dalam prestasi pembangunan ekonomi Indonesia ini juga antara lain disebabkan oleh karena gagalnya Indonesia beralih menjadi Negara OB Pembangunan. namun Indonesia gagal. Peran pemerintah negara dalam menata ekonomi dan menguasai/mampu mengendalikan diri dari jebakan “renternir”. Hal ini berbeda dengan Korea Selatan. selain dipengaruhi oleh perkembangan sejarah sebelum kolonialisme melanda kedua negara. serta didukung oleh negara Amerika Serikat. dengan . terutama pada era perang dingin antara USA dan negara sosialis/komunis. Bantuan dana dan toleransi kebijakan dari negara Amerika di Korea Selatan justru mendorong bangkitnya Industrialisasi di Korea pada era Tahun 1970-an hal mana tidak terjadi di Indonesia. Hal mana terjadi di Korea Selatan. tetapi juga ditentukan oleh pemimpin negara dalam menentukan strategi yang tepat. serta kebijakan penjajah itu sendiri. utamanya guna mengalihkan suatu negara dari negara demokrasi otoriter renternir ke negara demokrasi otoriter pembangunan.GNP/kapita Indonesia). dibandingkan dengan Indonesia. juga didukung oleh faktor eksternal.

Korea Selatan dan Indonesia sama-sama dipimpin oleh presiden yang berlatarbelakang militer. Sejak saat itu. Korea Selatan dibawah Syngman Rhee. Di Korea Selatan. kedua negara diperintah oleh sebuah kekuasaan yang bersifat otoriter. Penjajahan Jepang atas Korea. maka Belanda tidak mengembangkan industri di jajahan Indonesia. tetapi sekarang Indonesia tertinggal jauh. negeri itu tidak terdapat kelompok pedagang (hal ini disebabkan karena ajaran Confusius yang menyatakan bahwa “mengumpulkan kekayaan. pada era tahun 1950-an. Korea Selatan dipimpin oleh Jenderal Park Chung-Hee semantara Indonesia dipimpin oleh Jenderal Soeharto. KEKUATAN DAN KELEMAHAN PEMBANGUNAN INDONESIA. tetapi perdagangan hasil bumi. Persaingan seperti di Indonesia. Di Indonesia terjadi persaingan di bidang ekonomi antara kelompok Cina dan kelompok asli Indonesia. Sebelum Korea dijajah oleh Jepang.600. Korea Selatan pada tahun 1961. Korea Selatan berhasil dengan kebijakan landreform. Persamaan Setelah perang dunia kedua usai. Indonesia dijajah Belanda dengan sistem penjajahan yang kebijakan ekonominya didasarkan pada ekspor bahan mentah atau barang-barang primer. Sebaliknya justru keotoriteran negara di manfaatkan untuk memperkaya birokrat negara serta kelompok wiraswasta yang tergantung pada mereka. Sebelumnya kedua negara sama-sama mengalami sistem pemerintahan demokrasi parlamenter. Dari kenyataan ini jelas bahwa peran negara dalam pembangunan ekonomi di Korea Selatan lebih menonjol. Di Indonesia negara gagal membentuk kelompok wiraswasta yang tangguh. tidak terjadi di Korea Selatan. kegiatan perdagangan kurang dianjurkan.demikian kebijakan pembangunan juga berbeda sesuai dengan spesifik yang dihadapi. Tahun 1988 GNP/Kapita Nasional Korea Selatan mencapai US$ 3. kebijakan pembangunan yang ditempuh berbeda. menjelang datangnya kolonialisme Jepang di Korea. ditinjau dari aspek hasil pembangunan ekonomi yang dicapai. mula-mula bertujuan untuk mendukung proses awal industrialisasi di Jepang dan sebaliknya. Indonesia mengalami perang saudara pada tahun 1957 (peristiwa PRRI dan Permesta). keotoriteran negara dipakai untuk menumbuhkan kelompok wiraswasta yang tangguh untuk memutar roda perekonomian. Sifat dan pembentukan negara dari waktu ke waktu juga berbeda. hal mana merupakan dampak negatif dari kebijakan politik pemerintahan kolonial. dibandingkan dengan Indonesia. karena Belanda saat itu bukan negara industri. sedangkan Indonesia cuma US$ 440 (8. sedangkan Korea Selatan mengalaminya pada tahun 1950-1953 (Perang Korea). bukanlah suatu hal yang terpuji”) dengan demikian. seperti juga di Indonesia. KHUSUSNYA PERAN NEGARA Kekuatan Pembangunan Kekuatan pembangunan yang mestinya dapat dimanfaatkan oleh negara dalam proses pembangunan di Indonesia adalah sebagai berikut: . yang berimbas pada pembangunan ekonomi dan sebagainya. Indonesia mendapatkan pemerintah yang didominasi oleh kaum militer sejak tahun 1966. Berbeda dengan Indonesia. Indonesia dibawah Sukarno. perkebunan dan sebagainya. tingkat perkembangan ekonomi kedua negara sama.18 kali dari GNP/kapita Indonesia). sementara Indonesia gagal dalam program landreform era tahun 1960-an.

dengan nilai tambah yang lebih. Membangun struktur negara yang lebih kuat/kemandirian negara juga meliputi upaya pemberantasan korupsi (OB Rente) mengarah ke OB Pembagunan. yang sehak lama merupakan andalan ekspor. belum sepenuhnya dimanfaatkan. adalah kenyataan yang apabila dapat dikelola secara profesional akan merupakan salah satu penghasil devisa yang cukup besar contoh saat ini: minyak kelapa sawit. dengan menumbuhkan kelompok wirausaha yang tangguh. Apabila negara dapat mendorong industri berbasis produk kayu. mestinya peluang emas itu dapat dinikmati. perikanan. sekaligus perluasan lapangan usaha/kerja dan pengentasan kemiskinan (umumnya nelayan kecil di Indonesia. hingga saat ini Indonesia menjadi penimpor BBM dengna harga yang tinggi. dan diolah di dalam negeri. agama. namun belajar dari pengalaman sejarah sejak kemerdekaan. baik pertanian. sekaligus menciptakan lapangan usaha/kerja. Posisi negara yang relatif kuyat dalam menghadapi masyarakat sipil yang dinamis dan majemuk merupakan aspek strategis yang dibutuhkan bagi pembangunan. Potensi hasil laut. walaupun melalui aneka tantangan. Dampak negatif yang terasa saat ini adalah beberapa tahun lalu Indonesia masih mengimpor beras. maka peran Indonesia sebagai pengekspor minyak akan tetap dapat ditingkatkan. Kelemahan Pembangunan Kebijakan pembangunan oleh negara masih kurang mendukung sektor pertanian (sementara 80 % penduduk bekerja di sektor ini) padahal justru sektor primer inilah yang pada waktu lalu diandalkan oleh pemerintah penjajah dan bahkan berhasil menembus pasar dunia.Optimalisasi potensi sumber daya alam yang melimpah. dan terdiri dari pulau-pulau yang tersebar. ikan dan hasil laut lai9nnya. Potensi minyak bumi. ditengah kriris akibat tingginya harga BBM seperti saat ini. Demikian pula dengan hasil hutan. tetapi masih merupakan salah satu modal bagi pembangunan yang berkelanjutan. minyak bumi dan hasil tambang lainnya. kehutanan. perkebunan. melalui suatu pola pengembangan terpadu. maka efek ganda yang timbul demikian besar dan luar. antara lain: peningkatan pendapatan nelayan lokal. Pendapatan yang diperoleh oleh karena naiknya harga minyak dunia . demikian pula dengan potensi hutan. Potensi gas dan bahan bakar minyak bumi. Indonesia terlalu cepat ingin melompat ke industrialisasi yang high technology pada era tahun1980-an dan 1990-an. khususnya kayu yang apabila diolah hingga produk hilir akan merupakan potensi komoditi ekspor yang besar. peran negara dalam penciptaan iklim demokrasi da persatuan bangsa. belum sepenuhnya dieksploitasi. Rekapitulasi dan akibat dari pencampuran pelbaghai faktor tersebut di atas. Apabila negara konsisten dengan suatu strategi khusus dana optimalisasi eksplorasi minyak bumi. miskin). kurang mendapat perhatian. saat ini praktis komoditi jagung dan kacang kedele sebagian besar masih diimpor dari Amerika. dan sektor pertanian terabaikan. dan pengolahan minyak dalam negeri. dari segi suku. khususnya antara negara sebagai subjek dan kondisi struktural lingkungannya ke arah positif akan mendorong ke arah pembangunan yang lebih baik. Kemandirian Negara Walaupun Indonesia merupakan negara yang majemuk. Potensi komoditi perkebunan yang pada saat penjajahan merupakan lokomotif pembangunan yang diekspor memenuhi pasar dunia.

sebagaimana yang terjadi di Korea Selatan. Therik di 9:07 AM . Pada era 1970-an. maka saat ini di mana harga minyak dunia meningkat tajam. Kebijakan negara yang mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan fokus pada pertumbuhan proyek-proyek besar dengan harapan akan menetas ke bawah (trickle down effect) ternyata merupakan kebijakan dan harapan semu. dan semakin kuatnya segelintir pengusaha tertentu yang memperoleh fasilitas/ kemudahan. dan apabila itu terlaksana. Salah satu dampak dari akumulasi kebijakan negara tersebut di atas maka status negara tetap belum beralih dari OB Rente ke OB Pembangunan.A. mereka yang “di atas” memperoleh lebih banyak dari pada rakyat miskin yang di bawah (masih terjadi kesenjangan). Sehingga fungsi negara untuk mensejahterakan rakyat terabaikan. Kelemahan utama adalah pada birokrasi pemerintah yang justru memanfaatkan kondisi bagi kepentingan pribadi para pemimpin. Titik lemah terletak pada birokrasi pemerintahan yang lemah dan korup. bahkan dimanfaatkan oleh birokrat yang korup dan kroni-kroni pengusaha yang dekat dengan penguasa serta menguntungkan sekelompok pengusaha tertentu. pendapatan negara akan meningkat secara signifikan. Diposting oleh Wilson M. Dampak dari kelemahan strategi negara tersebut ialah semakin tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran. Seyogyanya “rejeki mumpung” tersebut dimanfaatkan untuk terus mengeksploitasi potensi gas dan minyak bumi. di mana pertumbuhan ekonomi mencapai 8% dengan nilai absolut GDP yang tinggi.pada era 1970-an dan 1980-an tidak dimanfaatkan secara baik. namun pembagian kue pembangunan tetap belum merata.

yang oleh ST MPR 2002 dijadikan ayat 4 baru. Kami ingin tegaskan di sini bahwa konsep ekonomi kerakyatan bukan konsep baru.No. . Inilah asas demokrasi ekonomi sebagaimana tercantum pada penjelasan pasal 33 UUD 1945. "Diagnosis" tersebut menurut pendapat kami memang benar dan kami ingin menunjukkan di sini bahwa kecemasan dan keprihatinan kami sendiri sudah berumur 23 tahun sejak kami menyangsikan ajaran-ajaran dan paham ekonomi Neoklasik Barat yang memang cocok untuk menumbuhkan ekonomi (ajaran efisiensi) tetapi tidak cocok untuk mewujudkan pemerataan (ajaran keadilan).Th. Pada waktu itu (1979) kami ajukan ajaran ekonomi alternatif yang kami sebut Ekonomi Pancasila.September 2002] Mubyarto EKONOMI KERAKYATAN DALAM ERA GLOBALISASI Banyak orang berpendapat bahwa sejak krismon 1997 Indonesia telah men jadi korban arus besar "globalisasi" yang telah menghancur-leburkan sendi-sendi kehidupan termasuk ketahanan moral bangsa. Pada tahun 1981 konsep Ekonomi Pancasila dijadikan "Polemik Nasional" selama 6 bulan tetapi selanjutnya digemboskan dan ditenggelamkan. namun hanya lebih ditekankan pada sila ke 4 yaitu kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.ekonomirakyat.org/index.======================== http://www. Ia merupakan konsep lama yaitu Ekonomi Pancasila. Kini 21 tahun kemudian.php [Artikel . 7 . I . kami mendapat banyak undangan ceramah/seminar tentang ekonomi kerakyatan yang dianggap kebanyakan orang merupakan ajaran baru setelah konsep itu muncul secara tiba-tiba pada era reformasi.

dan yang semuanya jelas tidak tepat sebagai obat bagi masalah-masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia dewasa ini. yang menurut mereka juga akan membawa kesejahteraan dan kebahagiaan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. intervensi pemerintah yang minimal. Ringkasan dan Implikasi Kami telah menelusuri sejumlah masalah yang sungguh memprihatinkan. pulang ke negerinya dengan penguasaan peralatan teori ekonomi yang abstrak. Kesimpulan kami tetap sama seperti pada tahun 1979 yaitu bahwa hanya dalam sistem Ekonomi Pancasila. kemanusiaan. dengan isi (1) Partisipasi dan Demokrasi Ekonomi. dengan alasan untuk menemukan "lembaga dan harga-harga yang tepat".Mengapa tidak dipakai konsep Ekonomi Pancasila? Sebabnya adalah kata Pancasila telah "dikotori" oleh Orde Baru yang memberi tafsiran keliru dan selanjutnya "dimanfaatkan" untuk kepentingan penguasa Orde Baru. dan demokrasi/kerakyatan. Kini karena segala ajaran Orde Baru ditolak. konsep Ekonomi Pancasila juga dianggap tidak pantas untuk disebut-sebut lagi. bab 4 kami beri judul The New Economics of Indonesian Development: Ekonomi Pancasila. Para "teknokrat" ini bergaul akrab dengan pakar-pakar dari IMF dan Bank Dunia. nasionalisme. (3) Nasionalisme Ekonomi. dan mereka segera tersandera ajaran dogmatis tentang pasar. Kegusaran utama kami adalah bahwa kebijaksanaan pembangunan Indonesia telah dipengaruhi secara tidak wajar dan telah terkecoh oleh teoriteori ekonomi Neoklasik versi Amerika yang agresif khususnya dalam ketundukannya pada aturan-aturan tentang kebebasan pasar. Berikut kami sampaikan terjemahan bab terakhir (bab 5) Summary and Implications dari buku kami tersebut. dan serta merta merumuskan dan menerapkan kebijakan ekonomi yang mnghasilkan pertumbuhan. Bromley "A Development Alternative for Indonesia". yang keliru menganggap bahwa ilmu ekonomi adalah obyektif dan bebas nilai. dan menganggung-agungkan keajaiban . Pada buku baru yang kami tulis di AS bersama seorang rekan Prof. keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat dicapai yaitu melalui etika. Daniel W. (4) Pendekatan Multidisipliner dalam Pembangunan. Pakar-pakar ekonomi Indonesia yang memperoleh pendidikan ilmu ekonomi "Mazhab Amerika". (2) Pembangunan Daerah bukan Pembangunan di Daerah. dan (5) Pengajaran Ilmu Ekonomi di Universitas. dan selanjutnya menggerakkan mereka lebih lanjut pada penelitian-penelitian dan arah kebijaksanaan yang memuja-muja persaingan atomistik. yang menunjuk secara keliru pada pengalaman pembangunan Amerika.

Sungguh sulit membayangkan kerugian yang lebih besar lagi. dan Bank Dunia. jelas bukan negara yang ideal jika massa besar yang terpinggirkan berunjuk rasa di jalan-jalan. dan ancaman globalisasi yang garang. Gerakan Anti Globalisasi Dalam 13 tahun terakhir sejak "Washington Concensus" [2] (1989) mengkoyak-koyak perekonomian negara-negara berkembang dari mulai Amerika Latin. Keangkuhan dari pakar-pakar ekonomi dan komitmen mereka pada kebijakan ekonomi gaya Amerika merupakan kemewahan yang tak dapat lagi ditoleransi Indonesia. mulai dari Seattle (1999). Sudahkah kita sampai pada "akhir sejarah ekonomi?". dan sejarah bangsa Amerika. demografi. Bagi mereka yang bersikukuh bahwa Indonesia harus terus mengejar pertumbuhan ekonomi sekarang. bekas Uni Soviet. Terakhir terbit buku Joseph Stiglitz. Kami secara serius menolak pendapat yang demikian. yang disebut gerakan antiglobalisasi. Dan berbagai LSM tingkat dunia (NGO) menerbitkan buku-buku yang menganalisis secara ilmiah. dan upaya mempertahankannya berdasarkan pemahaman yang tidak lengkap dari perekonomian. dengan 3½ dekade "imperialisme intelektual". Komitmen pada model-model ekonomi abstrak dan kepalsuan pengetahuan tentang proses pembangunan. Belum tentu. di manamana muncul gerakan untuk melawannya. mengancam secara serius keutuhan bangsa dan keserasian politik bangsa Indonesia yang lokasinya terpencar luas di pulau-pulau yang menjadi rawan karena sejarah. Globalization and Its Discontents (Norton. sampai di Genoa Italia (2001). Kami khawatir Indonesia telah menukar penjajahan fisik dan politik selama 3½ abad. dan baru kemudian memikirkan pembagiannya dan keberlanjutannya. Keprihatinan kita yang kedua adalah bahwa pertumbuhan pendapatan nasional per kapita sebenarnya merupakan indikator paling buruk dari kemajuan serta pembangunan ekonomi dan sosial yang menyeluruh. Praktek-praktek perilaku yang diajarkan paham ekonomi yang demikian. Nampaknya sudah berlaku pernyataan "kini kita semua sudah menjadi kapitalis". hukum. Gerakan ini mengadakan unjukrasa (demonstrasi) menentang pertemuan-pertemuan WTO. Praha (2000). Doktrin ini sungguh sangat kuat daya pengaruhnya terutama sejak jatuhnya rezim Stalin di Eropa Tengah dan Timur dan bekas Uni Soviet. 2002) yang diresensi di manamana karena Stiglitz kebetulan adalah penerima hadiah Nobel Ilmu Ekonomi 2001 dan justru pernah menjadi Wakil Presiden Senior Bank Dunia .pasar sebagai sistem ekonomi yang baru saja dimenangkan. kami ingin mengingatkan bahaya keresahan politik yang sewaktu-waktu bisa muncul. Suatu negara yang kaya dan maju berdasarkan sebuah indikator. dominasi dan campur tangan asing. dan negara-negara Asia Timur. mengakibatkan terjadinya praktek-praktek yang keliru secara intelektual yang harus dibayar mahal oleh Indonesia. IMF.

tetapi karena pemerintah Orde Baru yang didukung para teknokrat (ekonomi) dan militer begitu kuat. (3) Tax reform (to lower marginal tax rates and broaden the tax base). Bank Dunia. such as primary health care. (7) Liberalization of FDI inflows. Dari segi teori. (2) A redirection of public expenditure priorities towards fields with high economic returns and the potential to improve income distribution. primary education. demokratis. nasionalis. maka ekonomi kerakyatan menekankan pada sila ke-4 saja yang memang telah paling banyak dilanggar selama periode Orde Baru. orang cenderung alergi dan menghindarinya. maka konsep Ekonomi Pancasila yang dituduh berbau komunis lalu dengan mudah dijadikan musuh pemerintah. tetapi karena kata Pancasila telah banyak disalahgunakan Orde Baru. (5) A competitive exchange rate. Selanjutnya Paul Ormerod (The Death of Economics. Maka munculah gerakan ekonomi kerakyatan yang sebenarnya tidak lain dari sub-sistem Ekonomi Pancasila.(1997-2000). Di Indonesia perlawanan terhadap teori ekonomi Neoklasik dimulai tahun 1979 dalam bentuk konsep Ekonomi Pancasila. 1992) menyatakan ilmu ekonomi Neoklasik ortodoks harus dianggap sudah mati. dan berkeadilan sosial). Namun reformasi 1997-98 menyadarkan bangsa Indonesia bahwa paradigma ekonomi selama Orde Baru memang keliru karena tidak bersifat kerakyatan. Jika Ekonomi Pancasila mencakup 5 sila (bermoral. dan masyarakat seperti biasa mengikuti "arahan" pemerintah agar konsep Ekonomi Pancasila ditolak. (6) Trade liberalization. manusiawi. and infrastructure. Washington Consencus adalah judul sebuah "kesepakatan" antara IMF. (8) Privatization. dan jelas-jelas berpihak pada kepentingan konglomerat yang bersekongkol dengan pemerintah. UGM telah memutuskan membuka Pusat Studi Ekonomi Pancasila (PUSTEP) untuk menghidupkan kembali tekadnya mengembangkan sistem Ekonomi Panca sila yang berawal pada tahun 1981 ketika Fakultas Ekonomi UGM . dan (10) Secure property rights. perlawanan terhadap "imperialisme intelektual" ilmu ekonomi Neoklasik sudah lebih lama meskipun juga menjadi lebih relevan dan legitimate (syah) sejak "Washington Consensus". (9) Deregulation (in the sense of abolishing barriers to entry and exit). (4) Interest rate liberalization. dan Steve Keen "mene lanjanginya" dalam Debunking Economics (2001). dan Departemen Keuangan Amerika Serikat yang tercapai di Washington DC berupa resep mengatasi masalah ekonomi negara-negara Amerika Latin yang dirumuskan oleh John Williamson sekitar tahun 1989 yaitu 10 kebijakan/strategi: (1) fiscal discipline.

Survey Aspek Kehidupan Rumah Tangga Indonesia (Sakerti) 3 (Juni – Desember 2000) membuktikan hal itu dengan . Moral Pembangunan yang mendasari paradigma pembangunan yang berkeadilan sosial mencakup: peningkatan partisipasi dan emansipasi rakyat baik laki-laki maupun perempuan dengan otonomi daerah yang penuh dan bertanggung jawab. karena UGM sudah lama dikenal sebagai pengembang gagasan Pancasila dan sudah memiliki Pusat Studi Pancasila. Kemakmuran masyarakat lebih diutamakan ketimbang kemakmuran orang seorang. Maka kemiskinan tidak dapat ditoleransi sehingga setiap kebijakan dan program pembangunan harus memberi manfaat pada mereka yang paling miskin dan paling kurang sejahtera. mandiri di bidang ekonomi. Sistem Ekonomi Kerakyatan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Sistem Ekonomi Kerakyatan adalah Sistem Ekonomi Nasional Indonesia yang berasas kekeluargaan. Pemihakan dan perlindungan ditujukan pada ekonomi rakyat yang sejak zaman penjajahan sampai 57 tahun Indonesia merdeka selalu terpinggirkan. pengkajian ulang pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu ekonomi dan sosial di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. dan menunjukkan pemihakan sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat. pencegahan kecenderungan disintegrasi sosial. Pendirian Pusat Studi Ekonomi Pancasila dimaksudkan untuk benar-benar mengkaji dasar-dasar moral. dan berkepribadian di bidang budaya.mencuatkan dan menggerakkan pemikiran-pemikiran mendasar tentang moral dan sistem ekonomi Indonesia. Semasa krismon kekuatan ekonomi rakyat telah terbukti mampu bertahan. Srategi pembangunan yang memberdayakan ekonomi rakyat merupakan strategi melaksanakan demokrasi ekonomi yaitu produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dan di bawah pimpinan dan penilikan anggota-anggota masyarakat. dan sistem ekonomi yang sesuai dengan ideologi Pancasila. penyegaran nasionalisme ekonomi melawan segala bentuk ketidakadilan sistem dan kebijakan ekonomi. Ekonomi rakyat benar-benar tahan banting. bermoral Pancasila. Inilah pembangunan generasi mendatang sekaligus memberikan jaminan sosial bagi mereka yang paling miskin dan tertinggal. pendekatan pembangunan berkelanjutan yang multidisipliner dan multikultural. penghormatan hak-hak asasi manusia (HAM) dan masyarakat. ilmu. Kesimpulan Globalisasi bukan momok tetapi merupakan kekuatan serakah dari sistem kapitalisme-liberalisme yang harus dilawan dengan kekuatan ekonomipolitik nasional yang didasarkan pada ekonomi rakyat. berkedaulatan rakyat. Syarat mutlak berjalannya sistem ekonomi nasional yang berkeadilan sosial adalah berdaulat di bidang politik.

Kesan krisis ekonomi memang dibesar-besarkan oleh mereka yang tidak lagi mampu "berburu rente" (rent seekers) yang bermimpi masih dapat kembalinya sistem ekonomi "persaingan monopolistik" yang lebih menguntungkan sekelompok kecil orang/pengusaha kaya tetapi merugikan sebagian besar golongan kecil ekonomi rakyat. Ke-Indonesia-an SYNERGY OF PERTAMINA-MEDCO: TOWARD TO WORLDCLASS OIL COMPANY Rumors about such a synergy plan of Pertamina and MedcoEnergy have spread since the last several months. it could be acquisition. or joint operation of each business companies are ordinary things to keep on the continuity of companies. A merger is very similar to an acquisition or takeover. acquisition. Merger. in an acquisition one company purchases a .menunjukkan 70% rumah tangga meningkat standar hidupnya. There are three optional synergy plans that can be chosen by them. By contrast. Bagi kebanyakan orang desa tidak ada krisis ekonomi. or joint operation based only on certain project area. except that in the case of a merger existing stockholders of both companies involved retain a shared interest in the new corporation. Actually. These two corporations are increasingly mentioned in some news and energy magazines in Indonesia. merger. A merger occurs when two companies combine to form a single company. Krismon memang lebih menerpa orang-orang kota dan menguntungkan orangorang desa. it was also confirmed by Arifin Panigoro (Founder of Medco) in end October 2008 that Medco was possibility for have a synergy with Pertamina to stimulate the state oil and gas company to become a world-class company.

How about Joint Operation? Looking the intensive process these companies. Merger can grow both companies potentially. from USA and some countries in Middle East area. Joint operation happened to Pertamina and ExxonMobil to operate Cepu Block in Indonesia. Until now. In addition.bulk of a second company’s stock. And merger ever happens to Exxon Oil and Mobil Oil or Conoco Oil and Phillips Oil. This company has reached 191 mbopd (million barrel oil per day) and 1450 mmscfd (million standard cubic feet per day) of gas until august 2010. although it can’t grow Pertamina rapidly as same as acquisition choice. what is appropriate choice of cooperation option for synergy plan of Pertamina-Medco? To able develop Pertamina rapidly. 21/2001 issue and the spirit of Article 33 of the 1945. It’s only oil company have production increase when other company has decrease in their production in several years. This company can increase profit and will easy to expanding the overseas oil business. But actually. but also in assets and network. Now the question. It will be an origin appears of merger between a state oil company and a private oil company in Indonesia. If it can materialize. Moreover. Pertamina should choose this option. because these companies will acquire profit and risk business equally. As is well known. merger is second choice for synergy plan after acquisition. it seems to be small opportunity choice for Pertamina-Medco synergy plan. we know that both names are remaining affixed to ExxonMobil or ConocoPhillips. Medco will disappear from oil and gas industry in Indonesia. Pertamina is placed in second rank in oil production after Chevron Company and gas production after Total Company. There are some examples for this synergy plan in oil and gas industry. No other words to say. whose reserves reach 716 billion barrel. Medco has a network business in exploration and production overseas. However. with the revised Law No. Medco has reaching 30 thousand bopd and gas reaching 145 mmscfd. actually synergy plan between Pertamina and Medco has great opportunity and answer a doubt some parties that Pertamina can become a world class company not only for this country but also be an international player by its business in various countries. if Medco isn’t willing and Pertamina not ready for acquisition for now. synergy plan between these companies will push Pertamina into becoming a world class company like other state oil companies in other Asian companies. Pertamina will not only potentially grow in performance of production. acquisition is more appropriate than merger and joint operation. creating an uneven balance of ownership in the new combined company. Moreover. And joint operation occurs when two or more companies just temporary doing specific project until it finished. if they can combine their strength to expand their business to all Middle East area. these companies had in fact to do it a long time ago in Donggi Senoro gas in Central Sulawesi. All these entire sample synergy plans happens depend on situation and also by certain purpose each companies. Acquisition occurs in BP and ARCO or Chevron and Texaco where eventually we know only left as BP and Chevron today. .

sebenarnya Indonesia memiliki sejarah yang cukup gemilang dalam ajang piala dunia. Jika ditilik dalam satu tahun terakhir. Disana. tim ini menggoreskan sebuah semangat sejarah yang tak mungkin dilupakan oleh bangsa Indonesia saat ini. Indonesia mencatat prestasi di kancah ASEAN GAMES. Ambon. dan kualifikasi Piala Dunia. Indonesia tercatat sebagai negara Asia pertama yang masuk ke Piala Dunia. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | Tinggalkan komentar » Membangunkan Macan Asia Yang Kini Tertidur Pulas Jika menukil sejarah persepakbolaan Indonesia berpuluh-puluh tahun yang silam. . Dengan campuran pemain Belanda. Jika dipilahpilah. Peringkat Indonesia di daftar Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional pun juga semakin jeblok. Sejalan dengan waktu. Tercatat pada tahun 1950-an. Mulai dari sinilah gelar “Macan Asia” disemat oleh Indonesia karena berbagai prestasinya yang semakin menukik. Olimpiade. Indonesia berada pada posisi ke-135 pada tahun 2010. Jawa. Tionghoa dan pribumi lainnya. Bisa dikatakan. Posisi ini turun jauh dibandingkan tahun 2003. “Sebenarnya permasalahan apa yang terjadi pada dunia persepakbolaan Indonesia?” Tentu ini menjadi pertanyaan yang hinggap di benak ratusan juta bangsa ini. Indonesia merupakan bagian dari perlehatan bergengsi dan berkelas itu. Maka pantaslah jika Indonesia kini disebut sebagai Macan Asia yang tertidur. itulah prestasi tertinggi yang diraih Merah-Putih hingga detik ini. dengan nama Hindia-Belanda di tahun 1938. persepakbolaan Indonesia semakin berkembang. Namun tampaknya prestasi tim sepakbola Indonesia mulai mandek semenjak memenangi medali emas SEA Games 1991. Hegemoni sepakbola Indonesia mulai beralih ke kawasan Asia Tenggara pada tahun 1970-an pada turnamen antarnegara dan SEA Games.Written by: Ryan Alfian Noor Writer is Student of Petroleum Engineering ITB 2006 Oktober 26. dimana Indonesia ada di posisi ke-91. setidaknya ada beberapa hal reformatif yang bisa dilakukan bangsa ini jika menginginkan tim sepakbola yang kompetitif.

Hal reformatif berikutnya adalah meningkatkan iklim bisnis Indonesia yang menjangkau sepakbola. Padahal sudah jelas bahwa persoalan mendasar dari tim junior Indonesia adalah teknik dasar yang masih lemah. Dengan adanya akademi latihan yang lengkap ini. Memang semua hal reformatif bukan semudah membalik telapak tangan. Padahal dengan hadirnya sepakbola menjadi industri besar di Indonesia. seperti halnya Australia dan Jepang yang notabene telah masuk alam ajang piala dunia. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | 1 Komentar » . Tak jarang. peluang klub Indonesia bermain di ajang Liga Champion Asia akan semakin lebar. akan menjadikan posisi tawar persepakbolaan Indonesia di mata Asia Football Confederation (AFC) meningkat. jika memang bangsa ini mau menyabet kembali gelar “Macan Asia” yang hilang. konflik kepentingan muncul mewarnai organisasi tersebut disaat prestasi sepakbola Indonesia sangat merosot. Dengan demikian. kontinuitas peningkatan kualitas pemain dapat terus terjaga dari generasi ke generasi. Hal reformatif terakhir yang harus dilakukan adalah organisasi yang memegang kuasa penuh atas perkembangan dunia persepakbolaan Indonesia. Tentu hal ini akan meningkatkan performa dan kualitas pemain-pemain Indonesia agar lebih kompetitif. Sampai saat ini belum ada arah yang jelas arah pembinaannya. Oleh: Ryan Alfian Noor Mahasiswa Teknik Perminyakan ITB 2006 *Tulisan ini pernah nangkring di Harian Seputar Indonesia pada hari Rabu 13 Oktober 2010 Oktober 16. Perlu jangka waktu yang panjang dan dukungan penuh semua pihak. Di Indonesia. Hal kedua yang harus dilakukan adalah merealisasikan pemusatan latihan bertaraf international di dalam negeri. sepakbola belum dianggap sebagai lahan industri yang bisa menghasilkan keuntungan besar.Yang pertama adalah pembinaan tim sepak bola Indonesia usia muda yang berkelanjutan. Sebenarnya hal ini sangat memungkinkan dilakukan Indonesia mengingat negeri ini seringkali menginvestasikan jutaan dolarnya untuk mengirimkan sebuah timnas untuk belajar dan berlatih ke luar negeri 2 sampai 4 tahun. Padahal untuk membentuk tim sepakbola kompetitif juga diperlukan organisasi yang sehat dengan pengurus yang bersih dan profesional. Hal ini terlihat jelas dengan pengadaan ajang kompetisi yang cenderung apa adanya dan tidak profesional. Hal ini harus dilakukan mengingat masih banyaknya jajaran pengurus pusat dan daerah PSSI yang memegang jabatan ganda di klub masing-masing.

cara pembentukannya. “Teknik Perminyakan” memiliki arti seolah hanya berfokus pada pengambilan minyak saja). perkembangan dunia simulasi numerik dari sebuah reservoir di sebuah computer. maka kita tidak hanya berbicara tentang pengambilan minyak saja. ekonomi. analisis ekonomi. dll). Jadi ketika berbicara tentang teknik perminyakan. kini semua telah termanajemen rapi dalam sebuah komputer. Maka tak heran. ilmu Teknik Perminyakan mulai tumbuh kembang saat Kolonel Drake yang mengebor lapisan tanah di Titusville di Pennsylvania. “Petroleum” bermakna fluida hidrokarbon yang ada didalam lapisan geologi didalam permukaan bumi. Ketiga sub-teknik ini terus berkembang dengan paduan sistem terkomputerisasi dan teknologi saat ini. Bagaimanapun juga. membuat kita seolah-olah dapat memprediksi apa saja yang akan terjadi di dalam bumi sana. yang tak lain dan tak bukan lahir dari ilmu geologi yang telah berkembang cukup pesat sebelumnya. saya ingin meneropong lebih jauh tentang masa depan perkembangan “Teknik Perminyakan”. jika dulu kebanyakan pengerjaan proyek migas masih menggunakan tangan dan ketelitian mata. Belum lagi. Hal ini bisa dibandingkan dengan ilmu matematika. dan Negara Timur Tengah yang memiliki sederet nama kampus yang terdapat jurusan “Petroleum Engineering” didalamnya. Namun kali ini. Pengambilan gas pun juga menjadi bagian dari ilmu ini karena dari segi teknis hampir sama dengan mengambil minyak. tanpa kita harus kedalamnya. filsafat. Tampak pula sekarang berbagai macam software yang berlisensi atau yang bebas turut mempermudah pekerjaan seorang Engineer Teknik Perminyakan. Eropa. Bisa dikatakan. dll) dan analisis perminyakan (analisis energi. Kita bisa mengambil contoh di Amerika. jenisnya. maka tantangan energi bangsa ini tidak akan pernah terjawab. minyak. Sejak saat itulah ilmu itu terus menggeliat hingga memiliki kurikulum terstandar dalam dunia universitas atau institut dengan judul “Petroleum Engineering”. hingga kini ilmu Teknik Perminyakan masih “balita” karena baru berumur sekitar dua abad. Walaupun ada banyak bidang Teknik Perminyakan saat ini. Teknik Pengeboran. Sebenarnya makna “Petroleum Engineering” tidak mengikat fokus pada dunia perminyakan saja (berbeda dengan bahasa Indonesia. dan politik yang kini telah dewasa karena telah berkembang selama beratus-ratus abad yang lalu. dan Teknik Produksi. Hingga kini.Meneropong Masa Depan Perminyakan Indonesia Sudah ada banyak tulisan yang telah menguak tentang sains perminyakan (maknanya. dari sisi prakteknya dilapangan dan serta peluang diversifikasi ilmunya di Indonesia. dan minyak berat sesuai dengan komposisinya. Dan hidrokarbon pun bisa berbentuk gas. Ilmu Teknik Perminyakan masih terus mengakselerasi perkembangannya. hal ini menjadi penting untuk dipelajari karena negeri ini kaya dengan sumber migasnya. Perkembangan ilmu Teknik Perminyakan negara- . Berkaca dari sejarahnya. Jika ilmu Teknik Perminyakan tidak mengakselerasi perkembangannya. tapi secara umum ilmu ini bisa dibagi kedalam ketiga sub-teknik: Teknik Reservoir. Ilmu Teknik Perminyakan selalu berkembang dengan pesat terutama di negara-negara yang kaya dengan sumber migas.

Univ. dan adalah sebuah keniscayaan suatu saat akan menjadi disiplin ilmu tersendiri di kampus yang nantinya akan menjadi interdisiplin dari ilmu perminyakan. baik perusahaan nasional atau asing. Adalah non konvensional gas (coalbed methane dan gas hydrate) dan geotermal yang memiliki prospek masa depan energi yang potensial di Indonesia. UPN. Lantas bagaimana dengan Indonesia? Sebenarnya ilmu Teknik Perminyakan Indonesia juga berkembang pesat seperti negara-negara kaya migas lainnya. mata kuliah yang berkaitan dengan hal ini sebaiknya diperbanyak. industri migas mulai berancang-ancang untuk melakukan pembatasan jumlah karyawan karena belum adanya lapangan baru untuk dieksploitasi. telah sudah ada beberapa kampus yang memasukan ilmu Teknik Perminyakan didalam salah satu kategori jurusannya. Hal ini ditandai dengan diadakannya mata kuliah Teknik Panas Bumi dan Unconventional Hydrocarbon Recovery sebagai mata kuliah baru di Teknik Perminyakan kampus Indonesia. Secara umum. Namun semuanya akan berpulang lagi pada perkembangan ilmu Teknik Perminyakan itu sendiri. yang proses mengambilnya mirip dengan proses mengambil migas. yaitu di sepanjang pantai barat Kalimantan (Sumber: IAGI. dan beberapa STT Migas yang tersebar di seantero di Indonesia. Dalam salah satu sumber telah disebutkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki 60 cekungan sumber migas yang terbentang di sepanjang pantai barat Sumatera termasuk di Laut Cina Selatan. dan masih ada 22 basin lagi yang belum dieksploitasi hingga sekarang. 60 cekungan ini dirinci lagi menjadi 38 basin telah dieksploitasi. Sebenarnya solusi permasalahan ini dapat dipandang dari berbagai sisi. Walaupun pengenalan kedua ilmu itu belum terlalu populer di Indonesia. 11 belum produksi.negara itu ditopang oleh kebutuhan industri eksplorasi dan eksploitasi migas yang memang diminta oleh pemerintah untuk bisa memenuhi energi di negaranya. kampuskampus tersebut memang getol sekali menelurkan alumni-alumninya untuk berkontribusi dalam industri migas yang ada di Indonesia. kemudian baru berlanjut pada SDM yang berkualitas dan modal yang mumpuni. . Kampus tersebut adalah ITB. 2006). Berbicara ihwal perkembangan ilmu Teknik Perminyakan ini. saat ini produksi minyak mengalami degradasi terus-menerus sejak tahun 2000. Trisakti. Hal ini ditandai dengan menurunnya pendapatan negara yang berasal dari sektor migas. Belum lagi ditambah dengan faktor politis sumber migas yang jadi rebutan negara adidaya dan isu hangat PSC Indonesia yang masih belum surut hingga kini. Walhasil. Mari kita melihat sekilas sumber energi dalam permukaan bumi Indonesia lainnya. Sampai sejauh ini. yang 15 di antaranya telah berproduksi. Rupanya era keemasan produksi minyak Indonesia dari tahun 1976-2000 telah berlalu karena stagnansi eksploitasi basin Indonesia. Efek domino yang bisa dirasakan saat ini adalah perkembangan dunia migas di Indonesia menjadi terhambat. dan dalam tahap eksploitasi. perlu kiranya kita kaitkan dengan realita sumber migas yang ada di Indonesia ini. khususnya ITB. Selain itu. Kedepannya. namun secara perlahan mulai menunjukan perkembangannya. pantai utara Jawa dan berbelok ke selat Makasar.

pemerintah. kemampuan memimpin tim. Dia mengatakan: “we must learn from the future in precisely the ways we have learned from the past”. atau laporan) yang dihasilkan para calon alumni Teknik Perminyakan masih terkendala dengan keterbatasan data yang dimiliki kampus. Yang menjadi rekan disini bukan hanya dari Indonesia saja. Masa lalu telah mengajarkan banyak hal pada kita semua. Tentunya. Masa emas produksi minyak Indonesia memang sudah lewat. Selain itu. Kita pasti bisa. pemerintah. Sudah kita ketahui bersama bahwa kampus merupakan lembaga pendidik dan penghasil manusia sesuai dengan tujuan kampusnya. dan Pengabdian Masyarakat. kegiatannya selalu diarahkan pada pembangunan bangsanya. Memang hingga detik ini. Penelitian. Belum lagi alat laboratorium yang sudah usang karena tak diganti sejak lama. saya ingin menutup tulisan saya ini dengan kata-kata John Naisbitt dalam salah satu bukunya. Modal sangat penting bagi kampus sebagai biaya riset dan penelitian. Di Indonesia dikenal sebuah credo Tridharma Perguruan Tinggi: Pendidikan. Kedepannya. perlu dibentuk sebuah komitmen jelas antara industri. tentu SDM yang dihasilkan haruslah bisa membangun kemandirian negara dari sektor energi. modal yang dibutuhkan tidaklah sedikit. kampus juga harus bisa meningkatkan kapasitas para calon alumninya agar dapat unggul di kancah dunia internasional. analisis. untuk bisa membangun dan mengembangkan dunia petroleum Indonesia. merupakan beberapa softskill yang harus dimiliki para alumni Teknik Perminyakan agar bisa berkompetisi dan bersosialisasi dengan para rekannya. kebanyakan soft-product (metode. Tanpa adanya penanaman jiwa nasionalisme dan integritas pribadi pada calon alumni-alumninya. maka yang tercipta hanyalah manusia-manusia yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya sendiri dan tidak memilikisense of belonging pada permasalahan energi bangsanya. Dan yang terakhir dan tak kalah pentingnya adalah permasalahan modal. Memang saat ini kita berada dalam kidung keterbatasan energi nasional kita sehingga mau tidak mau kita telah mengimpor minyak.Yang kedua adalah SDM yang berkualitas. alih-alih sudah mencakup rekan dari seluruh tataran belahan dunia lainnya. Memang benar adanya bahwa kita harus belajar dari masa depan seperti kita belajar dari masa lalu. Tidak diragukan lagi bahwa penguasaan bahasa asing. . tapi disana kita belajar dan menginstropeksi diri kita selama 24 tahun bagaimana cara mengelola minyak dengan baik hingga era kemandirian energi Indonesia itu pernah ada. Jadi di perguruan tinggi manapun di Indonesia. Apalagi jika arah riset dari kampus di bidang Teknik Perminyakan sendiri mulai diarahkan pada pembentukan hard-product yang dapat diaplikasikan langsung di lapangan dan bukan lagi hanya konsepsi tertulis diatas kertas saja. Dalam kaitannya dalam dunia perminyakan. Akhirnya. Hal ini dimotori kurangnya asupan dana yang disuntikan oleh pihak-pihak yang bersangkutan seperti ikatan alumni. yang menjadi visi besar setiap kampus negeri ini. dan pihak alumni dari Teknik Perminyakan sendiri untuk membangun proses riset dan penelitian yang baik di kampus. dan industri. Dunia migas merupakan “lahan basah” untuk berkarir dan tidak bisa dipungkiri juga bahwa prospek gajinya sangat cerah. kepandaian berbicara di depan umum.

merupakan orang-orang yang senantiasa kreatif dalam mencari terobosan dalam menyiasati keadaan. mengingat permasalahan yang semakin kompleks dan teknologi semakin maju.Bisa jadi memang kita belum menemukan momentumnya. Tetapi kalau suara kita mau didengar. Prita yang merasa dirugikan digugat hukum oleh pihak rumah sakit. sehingga kita “bukan aktivis biasa”. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an. Bung Hatta.Oleh: Ryan Alfian Noor Mahasiswa S1 Teknik Perminyakan ITB 2006 September 2. mereka sangat aktif memanfaatkan kesempatan untuk menjadikan bangsa ini merdeka. Lewat opini yang dia lontarkan di media maya surat . Setiap masa memiliki nuansa permasalahannya sendiri. Wahidin Sudirohusodo. Ki Hadjar Dewantoro. Jika dulu para aktivis dapat melakukan terobosan gerakannya lewat momentum kemerdekaan. untuk menggulingkan kediktatoran seorang pemimpin. memang butuh kreatifitas ekstra. KH Ahmad Dahlan. Silakan statis dan monoton saja. Sebagai contoh. dan sederet nama aktivis lainnya. Uncategorized | Tinggalkan komentar » Menjadi Aktivis Masa Kini Bung Karno. membuat para aktivis terkadang kelimpungan menghadapinya. kisah gugatan hukum Prita oleh sebuah Rumah Sakit Internasional di Indonesia tentu masih melekat kuat dibenak kita. Orang-orang yang hidup masa kini tetapi masih memakai cara berpikir masa lalu bisa-bisa akan terkena dampak yang diistilahkan oleh Alvin Tofler dengan nama “future shock”. maka berbuatlah sesuatu. Di tengah-tengah impitan pihak imperialis dan kolonialis. Manfaatkan media apapun secara positif karena kekuatan media adalah sangat luar biasa. Tjipto Mangunkusumo. kiprah kita mempengaruhi banyak orang dalam skala yang luas. maka janganlah membuat terobosan-terobosan apa-apa. Hal ini dilanjutkan dengan belum ditemukannya format baku gerakan aktivis pasca reformasi ini. Lingkungan eksternal yang senantiasa berubah. Sjamsurijal. KH Hasyim Asy’ari. Menjadi aktivis pada zaman yang “musuh bersama”-nya sangat abstrak saat ini. Lantas bagaimana menyikapi hiruk-pikuk permasalahan era zaman kita? Apakah kita akan diam? Kalau kita ingin biasa-biasa saja. untuk mengusir para pemodal asing. Adanya kemampuan pihak suprastruktur (pemerintah) untuk menggeser-geser isu negara dengan cepat dan cantik. berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Sutomo. sehingga seakan kita terpecah dalam terobosan gerakan masing-masing “wadah” aktivis. Barangkali apa-apa yang dilakukan aktivis terdahulu tidak lagi cocok dengan realitas saat ini.

2010 | Categories: Ke-Indonesia-an. Jadi. bahwa jangan pernah terjebak.elektronik. Bang Alfan Alfian (Dosen Fisip UN) pernah mengatakan dalam salah satu tulisannya. biasa-biasa saja. Memang konten lewat kajian intelektual yang mendalam itu penting. kita hanya akan kehilangan orientasi dan akhirnya hanya sekedar bertindak sebagai pemberi reaksi-reaksi spontan yang tidak akan berdampak fundamental dalam masyarakat. Tanpa big picture yang demikian itu. adalah sebaiknya aktivis jika mereka setidak-tidaknya mempunyai gambaran yang menyeluruh mengenai masalah-masalah pokok yang dihadapi negaranya. Bentuknya bisa tuangan pemikiran orisinalitas kita dalam bentuk tulisan atau bisa pula berupa penyuaraan opini lewat gerakan-gerakan inovatif atau karya yang telah dilakukan. Kalau Anda tidak suka konten-konten negatif situs-situs di internet. tetapi metode atau cara penyampaian juga tak kalah pentingnya. Ternyata. Adalah sebuah kebenaran bahwa bukan tugas aktivis saja untuk menyodorkan konsepkonsep finalnya dalam sebuah aksi. karena kita tidak suka substansinya. Prita memantik dukungan masyarakat Indonesia lewat gerakannya yang bertajuk “gerakan koin peduli Prita”. tetapi aksi apa pun juga memerlukan situasi medan yang dihadapi. Siapa kini yang tidak tahu mereka? Dua wanita yang merekam lipsync “Keong Racun” mendadak melontarkan keduanya sebagai orangorang yang bahkan lebih popular ketimbang peserta kontes idol atau pencarian bakat yang terlembaga. Kemahasiswaan | Tinggalkan komentar » . Kalau tulisan atau gerakan yang kita lagi-lagi. Buat apa kita melakukan aksi berkarya? Buat apa kita melakukan aksi turun ke jalan? Buat apa ada aksi mengabdi masyarakat? Buat apa aksi melatih jiwa kewirausahaan kita? Pertanyaan-pertanyaan ini hanya bisa didapatkan ketika kita dapat menemukan titik temu intelektualitas kita dengan realitas masyarakat. dan realitas tanpa disentuh intelektualitas hanya akan menjadi permasalahan tak akan kunjung usai. Penggunaan media yang optimal harus diimbangi dengan “isi” yang mau hendak kita bawa. menyalahkan alatnya. hal sederhana yang tampil apik di media dapat menyebabkan dampak sistemik yang tak sekedar isapan jempol belaka. Manfaatkan saja “alat-alat” itu untuk kepentingan yang lebih positif. Kalau kita tidak suka musik. tentu akan sulit dilirik media dan barangkali masyarakat pun sudah lelah melihat hal berulang dan terkesan itu-itu saja. jangan salahkan peralatan musiknya. Intelektualitas tanpa menyentuh sisi realitas hanya menjadi kajian belaka. Oleh: Ryan Alfian Noor Mentri Koordinator Bidang 1 Kabinet KM ITB 2009-2010 Agustus 19. jangan salahkan internetnya. Akan halnya dengan kisah Jojo dan Sinta.

ada empat pilar modal yang diperlukan sebuah kota agar dapat melaksanakan sebuah proses pembangunan kota yang baik. masyarakatlah yang akan menjadi penentu akan bertahan seberapa lama keutuhan kota tersebut. kota madinah berhasil membuat sebuah konstitusi dimana didalamnya terdapat produk politik yang terumuskan melalui kesepakatan berbagai unsur pluralisme kultural dalam masyarakat. maka pembangunan kota akan dapat menjadi lebih aman. Untuk membangun kota yang baik. Menurut World Bank. masyarakat harus melakukan pembelajaran sejarah masyarakat dunia yang telah berhasil membangun kotanya. legislatif. Pun demikian jika berbicara tentang kota madani. Masyarakat harus mengingatkan pemerintahnya dengan cara-cara . Masyarakat yang hidup dalam nuansa kota yang demokratis pun harus aktif mengawasi pembangunan kotanya. Perlu ada campur tangan masyarakat didalamnya untuk membantu pemerintah. dan yudikatif. nyaman. Kota madani sering dielu-elukan oleh kota abad 21 saat ini. modal fisik. apakah berhasil atau tidak. Empat modal itu adalah modal alami. Semuanya saling bergantung (interdependent) yang disebut oleh Bung Karno dengan masyarakat gotong royong. dan modal sosial. modal manusia. Koordinasi dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat adalah penting.Membangun Kota Madani Berperadaban Hakikat pembangunan kota yang baik adalah membangun masyarakat. namun tidak meninggalkan unsur perbedaannya. langkah selanjutnya yang harus difahami adalah modal. Pandangan ini terlalu sempit. masyarakat harus berpendidikan dan moral yang baik. kota madani memerlukan pemimpin yang bersih jujur. parameter GDP tidaklah cukup. Dan untuk pembangunan kota yang lebih efektif. karena konsep pembangunannya yang holistik. proses. Pemimpin disini adalah eksekutif. Pembangunan masyarakat juga harus dipadu dengan peningkatan kualitas hidupnya. realistik. dan tujuan pembangunan yang mengarah pada perekonomian yang baik. Semakin tinggi GDP sebuah kota. Dan untuk melakukannya. dan efisien. pemerintah tidak akan bisa melakukannya sendiri. Sebaik apapun sebuah kota. Jika dirujuk pada sejarahnya. tentram. Berbicara tentang pemerintah. Disinilah mental pemimpin akan diuji. Dari sini pula muncul sebuah sikap kosmopolit yang menjadi cikal bakal terbentuknya sebuah masyarakat yang terbuka dan demokratis. dan proses politik yang baik. Kota madani diadaptasikan dari pembangunan kota madinah. Jika hal ini benar-benar dapat diaplikasikan. Untuk membangun kota madani berperadaban. adil. Setelah mengetahui sejarah. masyarakat yang baik. dan profesional untuk mengambil pilihan-pilihan sulit untuk membuat kota yang lebih baik. Dan semua modal tadi dipadukan dalam satu indikator yang bernama Gross Domestic Product (GDP). maka semakin produktif dan tumbuh ekonomi kota tersebut.

Adam Smith memberikan sebuah argumentasi bahwa pemenuhan kepentingan pribadi (pure self interest) setiap warga harus diimbangi dengan pengendalian diri (self restraint) dari ambisiusitas dirinya. hukum yang baik. dan good people). Oleh: Ryan Alfian Noor Mentri Koordinator Pengembangan Karakter Kemahasiswaan Kabinet KM ITB Agustus 12. sektor swasta. pengusaha. dan media yang memberikan infrmasi yang menunjang kebenaran. The Theory of Moral Sentiments (1754). terkadang semua hal ini sulit tercapai. good private sectors. masyarakat yang baik. Dalam bukunya. Ada banyak kasus dilapangan yang membuat satu hal dambaan tadi saling berlawanan dengan hal yang lainnya (trade-off). namun juga dengan nilai-nilai religiusitas dan budaya luhur masyarakatnya sendiri. Hal ini harus didukung dengan peran kaum intelektual. dan masyarakat yang baik (good governance. Untuk itu perlu ada upaya pemerintah dan masyarakat untuk merealisasikan pemerintahan. Walaupun pada kenyataannya perekonomian yang baik. Disinilah fungsi besar pemerintah menjadi pengendalinya.yang beretika dan bermoral. dan persatuan. Bukan hanya dengan hukum dan peradilan. kemajuan. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | Tinggalkan komentar » . dan proses politik yang baik adalah dambaan semua elemen masyarakat yang hidup di kota madani.

Indonesia dan 189 negara lainnya telah menyepakati 8 sasaran milenium. Artinya kita berbicara tentang kehidupan bangsa-bangsa. Mendukung adanya persaman jender dan pemberdayaan perempuan . Untuk mencapai sebuah perdamaian dunia. Di era milenium saat ini. selalu dilekatkan secara personal pada seseorang atau secara komunal pada sebuah kumpulan orang. Dalam perjalanannya. Dalam KBBI telah disebutkan dengan gamblang bahwa kata “Pembangunan” merupakan proses berkelanjutan untuk bangkit. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim 2.Refleksi Perkembangan MDGs Dunia dan Indonesia Diksi kata “Pembangunan” memiliki sebuah definisi yang sangat besar di dalamnya. pembangunan akan menemui friksifriksi eksternal yang akan menjadi inhibitor dan katalisator yang mempengaruhi waktu pencapaian keagungan visi dari pembangunan tersebut. saya ingin mengajak kita semua untuk mengingat sasaran pembangunan milenium yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2005 silam. bisa itu masyarakat atau juga negara. Dan berbicara tentang permasalahan ini. yakni: 1. Pemerataan pendidikan dasar 3. pembangunan mestilah difokuskan pada pembangunan dalam level masyarakat globalisasi. Kata “Bangun” atau sering pula diselaraskan dengan kata “Bangkit”. paradigma pembangunan dalam level personal dan bangsa pun belumlah cukup.

Ada lagi solidaritas dari negaranegara selatan untuk mendesak negara-negara utara meningkatkan bantuan pembangunan bukan hutang. 5. Ladang kering dan tandus bagi perdamaian. Kemiskinan berlanjut pada merosotnya pemerataan pendidikan dan peningkatan mortalitas manusia. Inilah lahan subur bagi konflik. Sampai sekarang. Lahirnya delapan butir sasaran MDGs ini menjadi pintu gerbang negara-negara dunia bisa mengendalikan ‘nafsu’ nya sekaligus memupuk kesadaran bahwa ada tanggung jawab untuk menjaga keutuhan dunia bersama.7 persen dan menolak ODA (official development assistance) yang tidak bermanfaat untuk negara tersebut. permusuhan dan terorisme. atau seperenam penduduk bumi. dengan sekitar 1. rusaknya lingkungan hidup juga menjadi permasalahan yang tak kunjung usai. Bisa dibayangkan kalau hal itu tidak dilakukan. Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai macam usaha dunia yang mengarah pada sasaran Millennium Development Goals (MDGs) tersebut.5 miliar dolar AS untuk pendidikan. dan 3 miliar dolar AS untuk mereduksi penyakit malaria. Tidak berakhir sampai disana. terpuruk dalam apa yang disebut Jeffrey D. Sebut saja misalnya Traktat Tokyo (1997) yang banyak ditentang oleh negara adidaya. Dunia kita sejatinya dipenuhi kemiskinan. MDGs telah menjadi referensi . Pembangunan yang tadinya berfokus pada kemakmuran sendiri. Sach dalam The End of Poverty: Economic Possibilities for Our Time (2005) sebagai ”kemiskinan ekstrim”. bahwa dalam konteks kenegaraan. Negara-negara yang kaya akan semakin kaya dan negara-negara miskin akan semakin berada di lembah kemiskinannya. Sementara 1. Sasaran-sasaran ini membuat semua paradigma pembangunan sebuah negara menjadi berubah. 7. negara-negara penggiat MDGs tetap bertahan menyuarakan seuran untuk mengambil langkah aksi guna mencapai semua sasaran tersebut. 8. hingga kini masih dipertahankan keberadaannya oleh negara berkembang. Mengurangi tingkat kematian anak Meningkatkan kesehatan ibu Perlawanan terhadap HIV/AIDS. 6.4. kini harus secara pasti bertransendensi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat global. dan penyakit lainnya Menjamin daya dukung lingkungan hidup Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan Di dunia kita hari ini. Komitmen nyata yang telah hadir adalah tergalangnya dana 16 miliar dolar AS. ambisi pribadi (self interests) harus diimbangi dengan moral yang baik sehingga dapat menahan nafsu dan ambisinya (self reliance). Hal inilah yang benar-benar diperingatkan sejak lama oleh Adam Smith didalam bukunya Wealth of Nation (1776).6 miliar dolar AS untuk meningkatkan keamanan pangan. tanpa syarat dan berkualitas minimal 0. permasalahan penyebaran penyakit baru. 4. malaria. sudah tentu tidak akan ada pemerataan yang adil bagi semua negara-negara di dunia.1 milyar manusia. Sekarang bagaimana dengan negara Indonesia? Indonesia termasuk negara yang sangat concern merealisasikan capaian 8 butir sasaran tadi. setiap hari delapan juta orang meninggal karena terlalu miskin untuk bertahan hidup.

Ketiga. Akibat hal tersebut. baru menurun drastis (2016) menjadi Rp66. Jika dirujuk lewat data Departemen Keuangan. hampir delapan sasaran MDGs dapat tercapai jika sasaran perbaikan sektor ini telah selesai. termasuk masyarakat madani. Sebenarnya. Kemungkinan itu ditunjukan lewat angka kematian ibu melahirkan yang masih tinggi. Jadi. kematian. Setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan negara ini untuk dapat memenuhi sasaran MDGs kedepannya: Pertama. mempertahankan kearifan lokal yang ada di Indonesia. Sinkronisasi arah gerak pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Belum lagi tanggungan beban hutang yang sangat besar. Nepal. dan lembaga donor. baru-baru ini pemerintah menengarai bahwa ada tiga sasaran yang dimungkinkan gagal pencapaiannya pada tahun 2015. mulai dari tahap perencanaan seperti yang tercantum pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) hingga pelaksanaannya dibawah komando Bappenas. Pemerintah harus memutar otak untuk meningkatkan jumlah partisipan pendidikan sesuai dengan umur pendidikannya. Program-program MDGs lainnya membutuhkan biaya yang sangat besar. Maka jangan sampai sistem desentralisasi negara ini menjadi penghambat. namun pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini dan dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak. Bangladesh. dan Papua Nugini. ada 46 program dan 105 tindakan terkait upaya pencapaian MDGs. Saat ini. Indonesia harus benar-benar memacu diri untuk mengejar ketertinggalannya. dan penyakit pun pasti akan menurun. Program dan tindakan itu hanyalah menjadi sia-sia belaka tanpa adanya tindakan nyata di level kabupaten. tidak salah jika Indonesia ditempatkan pada posisi yang rentan. Kedua. Begitu pula juga dengan kesadaran pemahaman gender dan menjaga lingkungan hidup. Bagaimana tidak? pendidikan akan meningkatkan harkat hidup orang miskin. program prorakyat. Hal ini sangat mengkhawatirkan. anggota masyarakat Indonesia .penting pembangunan di Indonesia. pihak swasta. Sayang aduh sayang. misi. dan peremajaan lingkungan hidup yang tidak optimal.54 triliun (2015) rentang waktu yang sama untuk pencapaian MDGs. dan India. Walaupun mengalami berbagai kendala. pencegahan HIV/ AIDS yang belum maksimal. Indeks kerentanan pencapaian MDGs Indonesia berada pada posisi menengah bersama Filipina.70 triliun. dan nilai-nilai yang menjelma menjadi sebuah identitas sebuah masyarakat. mengingat sisa waktu lima tahun lagi (baca: 2015) untuk bisa memenuhi MDGs. semakin menggeliatnya peran pemerintah daerah untuk menyukseskan tujuan pembangunan milenium. sehingga bencana kelaparan. per 31 Agustus 2008. Didalam kearifan lokal terkandung sebuah visi. perbaikan sektor pendidikan Indonesia. dan program keadilan untuk semua yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat. beban pembayaran utang Indonesia terbesar akan terjadi pada tahun 2009-2015 dengan jumlah berkisar dari Rp97. Jumlah pembayaran utang Indonesia. semakin cepat pula MDGs negara Indonesia akan tercapai. Manusia Indonesia yang terkenal dengan jiwa sosial dan kegotongroyongannya akan memberikan kontribusi yang besar dalam pencapaian MDGs kedepannya.7 triliun (2009) hingga Rp81. Dengan semangat kepedulian yang tinggi. serta lebih buruk dibandingkan Vietnam.

apalagi jika diukur dengan indikator-indikator lebih luas. kondisi kehidupan di hampir semua negara terkesan meningkat. Padahal itu terjadi jauh sebelum AFTA diberlakukan. Prinsip ini memberikan solusi atas ketergantungan negara Indonesia pada penggunaan energi fosil. Belum lagi bermunculan rezim hak properti intelektual. juga sistem keuangan global yang labil yang menelorkan krisis. banyak industri pengrajin Indonesia yang bangkrut akibat tidak mampu bersaing dengan produk Cina. Tapi. seorang pemikir ekonomi dunia asal Peru pernah menegaskan bahwa sejak proses globalisasi mulai berlangsung. seharusnya uang mengalir dari negara kaya ke negara miskin. yang terjadi justru sebaliknya. termasuk negara Indonesia. sektor masyarakat dapat membantu sektor pemerintah secara kultural. Negaranegara maju dan kuat memang bisa meraih keuntungan.bisa bertenggang rasa dan tepo seliro pada anggota masyarakat lainnya yang mengalami suatu problem kehidupan. mengoptimalkan penggunaan prinsip Eco-Technology. Indonesia yang kaya dengan sumber daya energi alternatif. seringkali pula peningkatan itu hanya ada dalam hitung-hitungan di atas kertas. Pengalaman sudah membuktikan sejak proses globalisasi bergulir muncul pula isu-isu seperti perdagangan global yang tidak fair. Namun. pada sektor ekonomi Indonesia. Keempat. Prinsip ini mencoba menyeimbangkan antara kebutuhan manusia dan kebutuhan alam. memiliki potensi besar untuk menggunakan Eco-Technology. Ekonom Indonesia benar-benar khawatir kalau produk dalam negeri ini tidak mampu bersaing dengan negara itu. Dengan demikian. Dalam kondisi tersebut. Dalam proses globalisasi. menjadikan semua bangsa di ASEAN menjadi was-was. Yang menjadi pemasalahan kini tinggallah ketentuan kebijakannya. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | 2 Komentar . Sementara negaranegara kaya memiliki kemampuan untuk menahan risiko fluktuasi kurs dan suku bunga. Mari berkaca pada isu perjanjian AFTA yang kini menjadi dampak sistemik globalisasi. dalam beberapa tahun terakhir. Implementasi dari penggunaan prinsip ini akan berdampak sistemik terhadap penurunan pencemaran lingkungan. Dengan kemampuan Cina menghasilkan produk yang sangat murah. negara-negara berkembang dan miskin berulang kali terjebak jeratan utang yang justru jadi beban. yang malah menghabisi akses masyarakat miskin untuk mendapat obat-obatan dengan harga terjangkau. Hal ini diperkuat lagi dengan adanya fakta. Sebenarnya AFTA merupakan peluang bagi negara ASEAN untuk berkompetisi secara fair memasarkan produk hasil negerinya. negara-negara berkembang dan miskin menanggung beban fluktuasi tadi. Juli 11. . Namun dengan kehadiran Cina yang turut meramaikan perjanjian ini.komentar » Kemelut Dampak Sistemik Globalisasi Pada Indonesia Hernando de Soto. tapi tidak negara-negara berkembang dan miskin.

Proses globalisasi ini membuat dunia menjadi kian sempit seperti persis yang dikatakan Thomas L. lebih berfokus pada dampak sistemik globalisasi pada sektor budaya. Friedman didalam bukunya yang berjudul The World is Flat. Dampak positifnya adalah semakin mudahnya kita mengakses berita internasional dalam real-time saat informasi itu baru didapatkan. lingkungan hidup. globalisasi pun telah membuat seakan negara satu dan lainnya kehilangan batas-batas jelas teritorialnya serta berujung pada hilangnya status “negara–bangsa”. maka Marshall Mc Luhan. Indonesia dihadapkan pada hanya dua pilihan saja : memilih hal ini sebagai sebuah peluang atau sebagai sebuah hambatan. Dia mengatakan. namun sebenarnya lebih banyak menonjolkan adegan vulgar yang mengikuti budaya hidup orang barat. dampak negatif pun tak dapat dielakkan juga. Tampaknya telah terjadi pergeseran nilainilai norma kesopanan yang dahulu kita pegang teguh sebagai identitas negara kita. Media massa global seperti CNN. hingga ke persoalan budaya dan gaya hidup. jika kita dapat menemukan dengan mudah berbagai produk luar negeri yang beredar di seantero negeri kita. Namun yang terpenting adalah bukanlah mendaftar efek sistemik apa saja yang telah didapatkan Indonesia. maka negara kita akan tergilas oleh dampak sistemik itu sendiri. Saat ini banyak beredar film Indonesia berkedok komedi atau horor. Disamping itu. Jadi janganlah heran. Jika tadi Hernando lebih berfokus dampak sistemik globalisasi sektor fiskal. bahwa saat ini bukanlah lagi waktu untuk bersantai-santai dan memperlambat gerak pembangunan. ESPN. Setidaknya informasi itu sering dimaknai di dalamnya mengandung kebudayaan. CNBC. Kalau ini terus dibiarkan. Ada dampak positif dan ada dampak negatif. Sudah saatnya Indonesia melakukan akselerasi pembangunan disegala sektor menghadapi tantangan era globalisasi yang sudah hadir di depan mata. Dengan adanya arus globalisasi dunia ini. HBO. dan lain-lain. Sebenarnya masih banyak lagi dampak sistemik globalisasi yang mempengaruhi sendisendi kehidupan bernegara kita. seorang penulis buku Understanding Media. telah menjangkau dan menembus yuridiksi berbagai negara. BBC. Namun disisi lain. Yang terpenting adalah kini sudah saatnya rakyat dan pemerintah Indonesia sadar. yang sama persis seperti ramalan Profesor Kenichi Ohmae didalam bukunya yang berjudul The End of Nation State. baik persoalan politik seperti HAM. maka terjadilah penyebaran budaya global. Media massa berperan sebagai kekuatan trend setter untuk isu-isu global. Peluang berarti setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memanfaatkan situasi ini dalam menghidupi kehidupannya dengan baik. . MTV. bahwa kini semakin nyata saja imbas teknologi komunikasi pada berbagai sektor kehidupan. Dampak sistemik ini telah kini telah sampai di Indonesia. maupun terorisme internasional. sedangkan tantangan berarti setiap orang diberi kesempatan untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuannya.Mari beralih pada sektor kehidupan yang lain.

Keempat “I” tersebut adalah Industri.Proffesor Kenichi Ohmae telah mewanti-wanti sejak lama kepada semua negara yang ada di dunia bahwa ada empat “I” yang akan membawa dampak sistemik globalisasi ini. Individualisme. tapi milik semua bangsa Indonesia. Januari 22. dan Informasi. Sudahkan industri kreatif Indonesia dikembangkan secara optimal? Sudahkah penanaman investasi di berbagai sektor Indonesia telah dimaksimalkan? Sudahkah ada penanggulangan efek individualisme sebagai efek kesenjangan si kaya dan si miskin di Indonesia di lakukan? Dan sudahkah sektor informasi di maksimalkan hingga sampai di pelosok desa terpencil Indonesia? Pertanyaan-pertanyaan ini bukan milik pemerintah saja. Investasi. Mari kita saling bahu-membahu untuk menciptakan sebuah peluang di era globalisasi ini. 2010 | Categories: Ke-Indonesia-an | Tinggalkan komentar » . Jadi sudah seharusnya Indonesia mulai berancang-ancang terhadap empat “I” ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful