LITERATUR

Robert G. Owens. Organizational Behavior in Education Stephen P. Robbins. Organizational Behavior Jay M. Shafritz and J. Steven Ott. Classics of Organization Theory John W. Newstrom and Keith Davis. Organizational Behavior Robert E. Coffey. Management and Organization Behavior Negel King and Neil Anderson. Inovation and Change in Organizations Liz Clarke. The Essence of Change Diana C. Pheysey. Organization Cultures A. Dale Timpe. Kepemimpinan A. Dale Timpe. Memotivasi Pegawai Stephen P. Robbins. Teori Organisasi Amitai Etzioni. Organisasi-Organisasi Modern Drs. Miftah Thoha, MPA. Perilaku Organisasi James van der Zanden. Dinamika Kelompok Peter Keitner, John M. Daley, Ann Weaver Nichols. Initiating Change in Organizations and Communities Shawn Tyson and Tony Jackson. The Essence of Organizational Behavior Nawawi, Hadari. 2000. Manajemen Strategik Organisasi Non Profit Bidang Pemerintahan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta Cribbin, James J. 1990. Kepemimpinan-Mengefektifkan Strategi Organisasi. PT. Pusaka Binama Pressindo, Jakarta Keith Davis & John W.Newstrom. 1985. Perilaku Dlm Organisasi. Edisi Ketujuh,Erlangga,Jakarta Shelton Ken. 2002. A New Paradigm of Leadership. Gramedia, Jakarta Timpe,A. Dale. 2000. Seri Manajemen Sumber Daya Manusia-Kepemimpinan. Gramedia, Jakarta 1

 Peran (posisi) : - Tujuan Organisasi - Kebutuhan-kebutuhan individu yang menempatinya  Dimensi peran (proses pembentukan peran, memiliki 3 segi) : - Mengambil peranan - Membuat peranan - Konflik dan stress memberi respon keterlibatan pribadi antara gambaran diri dan tuntutan harapan 

Proses-proses antar pribadi (dalam berinteraksi dan saling berhubungan): - Daya tarik antar individu atau - Penolakan satu sama lain - Komunikasi antar pribadi dan - Umpan balik satu sama lain - Konflik antar pribadi - Bantuan (serta nasehat) yang diberikan seorang kepada yang lain  Organisasi (dan antar tim) memiliki beberapa lini, antara lain departemen, divisi, kelompok, dan sebagainya yang saling berinteraksi, dimana hal tersebut merupakan dimensi yang penting bagi organisasi  Konflik (dan kerjasama) antar tim-tim - struktur organisasi - Iklim organisasi - Komunikasi organisasi - Perubahan-perubahan di dalam organisasi 2

 Munculnya suatu dimensi berkaitan dengan: - Diagnosis masalah-masalah dalam organisasi dan - Pengembangan pemecahan-pemecahannya, disebut Pengembangan Organisasi (PO)  Perilaku organisasi meliputi suatu dimensi proses yang berkaitan dengan pribadi-pribadi, peran-peran antar pribadi, tim-tim, antar tim-tim dan organisasi sendiri Proses Memahami Mengubah  Pokok permasalahan perilaku organisasi: - Cara bagaimana individu dan kelompok bekerja - Cara bagaimana organisasi berkembang serta berubah  Perilaku organisasi merupakan komponen-komponennya)  Proses pembentukan organisasi: - Awal; Kelompok formal Orang-orang Tujuan-tujuan yang sama - Langkah pertama pembentukan organisasi: Organisasi berinteraksi melalui peran (berpadu) Memuaskan kebutuhan-kebutuhan individu-individu Membantu mencapai tujuan-tujuan organisasi - Langkah kedua : Membentuk sebuah tim - Langkah ketiga : Membentuk antar tim - Langkah terakhir : Membentuk organisasi 3 Individu bidang telaah proses-proses kerja organisasi (dan

 Pribadi memiliki berbagai lapisan  Interaksinya dengan orang-orang lain merupakan sesuatu yang penting: - Berperilaku dan memiliki prakarsa - Memiliki persepsi atau tanggapan atas obyek lain (orang atau kelompok orang dan sesuatu yang dipelajarinya) Proses ini mempengaruhi bertindaknya seseorang  Perilaku organisasi (Organizatonal Behavior) Tingkah laku manusia dalam suatu organisasi: - Individu yang berperilaku - Organisasi formal sebagai wadah dari perilaku itu     Bersangkut paut dengan; - persoalan-persoalan organisasi - persoalan-persoalan manusia Perubahan-perubahan dalam teori organisasi menghasilkan aneka ragam pendekatan dan peralihan orientasi dasar untuk teori organisasi Model birokrasi Weber Pendekatan yang deskriptif dari Weber mulai berubah ke tingkat pendekatan yang analitis; deskriptif analitis Warren Bennis: Perubahan mendasar dari konsep nilai-nilai organisasi adalah didasarkan pada kemanusiaan yang menghapuskan sifat-sifat depersonalisasi dari mekanisme sistem birokrasi Tiga dimensi pokok Teori Organisasi adalah:
1. 2. 3. Dimensi teknis Dimensi konsep Dimensi Manusia jika berinteraksi mampu menimbulkan kegiatan organisasi yang efektif 

(Kecakapan yang dibutuhkan, motor penggerak, sifat respektif dari sikap birokrat

4

Bagaimana pekerjaan diatur b. . Pendekatan perilaku dalam organisasi (manusia dalam organisasi adalah suatu unsur yang kompleks) pemahaman teori + riset yang empiris + penterapan  Perilaku organisasi adalah studi yang menyangkut aspek-aspek tingkah laku manusia dalam suatu organisasi atau suatu kelompok tertentu.Berangkat dari perilaku manusia sampai pada hal-hal lain tentang ilmu tingkah laku sebagaimana oleh Duncan: . Siapa bertanggungjawab untuk pelaksanaannya c.Individu dipengaruhi oleh: a. Perhitungan pengaruh struktur organisasi terhadap perilaku individu .Koordinasi usaha-usaha individu dalam rangka mencapai tujuan organisasi . Meliputi aspek yang ditimbulkan dari: Pengaruh Organisasi Terhadap Pengaruh Manusia  Tujuan praktisnya adalah Bagaimanakan perilaku manusia itu mempengaruhi usaha pencapaian tujuan-tujuan organisasi  Perilaku organisasi adalah pemahaman perilaku manusia di dalam organisasi yang sedang berproses  Definisi Perilaku Organisasi.Ilmu ini berusaha mencari penggunaan ilmu tingkah laku dalam rangka mencapai hasilhasil yang diinginkan 5 .(Ilmu tingkah laku yang berusaha menjelaskan tindakan-tindakan manusia di dalam organisasi) .

serta Bagaimana pula suatu struktur proses dan nilai dari suatu sistem tumbuh bersama-sama yang memungkinkan untuk dipelajari dan disesuaikan pada lingkungan 6 . Menekankan model belajar yang operan dan modifikasi tingkah laku yang lebih merefleksi pada pengeruh lingkungan dibanding dengan aktualisasi diri 4. Mengikuti metode ilmiah . pada tingkat psikologi vs multidisiplin .Penelaahan perilaku organisasi: Bagaimana organisasi itu : .Beberapa sifat dari ilmu perilaku: 1. Berusaha mencari sebab akibat 2.dimulai . suatu cara untuk memahami persoalan-persoalan dan menjelaskan secara nyata hasil-hasil penemuan berikut tindakan-tindakan pemecahannya . dari unit analisa dan pusat variabel tak bebas Tingkah laku individu dan kelompok di dalam suatu organisasi dan penerapannya dari ilmu pengetahuan tertentu vs susunan proses dan hasil-hasil dari organisasi itu sendiri Orientasi Konsep Vs Teknik Teknologi  Larry L. Mendorong adanya suatu perubahan 3. Larry L. suatu cara berpikir. Cummings memberikan analisa perbedaan antara perilaku organisasi dengan disiplin lain yang erat hubungannya dengan ilmu perilaku: . Lebih berorientasi pada pelaksanaan kerja 5.Dengan teori organisasi.Dengan psikologi. Cummings .tumbuh dan .berkembang.

sosiologi. Jiwa manusia dibagi 3 bagian : (1) Philosophio (2) Spirited (3) Appetite Filosofi 7 Kekuasaan dan ambisi Selera terhadap tingkah laku orang-orang di dalam suatu organisasi . ilmu politik. antropologi. sosioekonomi. organisasi-organisasi lainnya dan institusiinsitusi yang lebih besar. bahasa dan pendidikan  Perilaku organisasi adalah secara langsung berhubungan dengan : Pengertian Ramalan Pengendalian  Ilmu perilaku organisasi adalah ilmu interdisipliner dengan menitikberatkan pada psikologi sosial  Latar belakang mempelajari manusia dari segi historis (sejarah) .  Ilmu perilaku organisasi. Bidang perilaku ini secara konsisten kesatuan perhatiannya hanyalah pada studi perilaku di dalam konteksnya dengan kerangka tatanan budaya dan sosial Pendekatannya pada penelaahan perilaku Pengkajiannya merangkul banyak mashab & aliran dan beberapa disiplin akademik. Dilihat dari aspek sistem. (Joe Kelly) Perilaku organisasi sebagai suatu studi dari sifat organisasi seperti bagaimana organisasi dimulai. perlu mengetahui ilmu perilaku itu sendiri (Behavioral science)  Ilmu ini mencoba menelaah perilaku secara sistematis (studi manusia dalam tatanan sosial/human social science). dan bagaimana pengaruhnya terhadap anggota-anggota sebagai individu.Spekulasi tentang fisik manusia (filosof Yunani Plato). tumbuh dan berkembang. kelompok-kelompok pemilih. psikologi.

maka keputusan akan dapat dibuat secara konsisten dan sistematis. atau pembagian kerja 2. Adanya hubungan-hubungan kelompok yang bersifat impersonalitas 5. Adanya promosi dan jabatan yang berdasarkan atas kecakapan  Penekanan Weber pada struktur karena tidak percaya pada kesanggupan dan kemampuan manusia untuk menciptakan rasionalitas tertentu. dengan cara mengatur tata hubungan kerja di dalam suatu organisasi dan dengan spesialisasi prosedur dan aturan-aturan.Kekuatan-kekuatan yang membentuk ilmu perilaku organisasi (yang mempunyai andil) :  Max Weber (Model Birokrasi)  Henry Fayol  Frederick Taylor  Beberapa sifat birokrasi : 1. Otoritas yang kharismatik tingkat dan posisi dalam suatu hirarki oleh klas-klas/adat-kebiasaan dari potensi kepribadian 8  Menurut Weber birokrasi itu dibangun dari otoritas yang rasional dan sah Weber memberikan andil dalam analisa perilaku organisasi lewat konsep birokrasinya . Untuk itu perlu bantuan struktur. Otoritas yang rasional dan sah 2. Otoritas yang tradisional 3. Adanya hirarki yang berkembang 3.. Adanya suatu sistem dari suatu prosedur dan aturan-aturan 4.  Otoritas dan tanggung jawab merupakan unsur yang mengendalikan organisasi dan yang meyakinkan bahwa suatu prosedur dipatuhi Weber mengidentifikasi sumber-sumber otoritas sebagai berikut: 1. mendapatkan informasi yang baik dan membuat keputusan yang obyektif Premis Weber adalah bahwa seseorang itu membutuhkan bantuan untuk sampai pada pertimbangan-pertimbangan yang baik. Adanya spesialisasi.

Aspek-aspek teknis dan komersial dari kegiatan pembelian produksi dan penjualan 2. Perlunya manajemen yang sistematis bukan pada usaha mencari orang-orang yang istimewa 3. Semua organisasi terdiri dari unit atau subsistem sebagai berikut: 1. Contoh-contoh yang sederhana tidak adanya efesiensi 2. Kegiatan-kegiatan keuangan yang berhubungan dengan masalah-masalah permintaan dan pengendalian kapital 3. pengarahan. Fungsi perhitungan 5. Hanya kepada mereka yang dapat bekerja seperti mesin yang akan mendapat tempat di dalam sistem produksinya  Gerakan Hubungan Kemanusiaan Gerakan ini dalam praktika manajemen memberikan penekanan pada kerjasama. organisasi. Unit-unit keamanan dan perlindungan 4. Fungsi administrasi pengendalian  Frederick Winslow Taylor tujuan gerakannya: dari perencanaan. mengemukakan 3 hal sebagai 1. koordinasi dan Prinsip-prinsip manajemen ilmiah. aturan-aturan dan prinsip-prinsip. Dan untuk menunjukkan bahwa manajemen ilmiah adalah bisa diterapkan pada setiap bentuk aktivitas manusia Mengubah cara kerja rutin ke sistematis dan terarah  Menurut Taylor perilaku manusia ini adalah hanya merupakan salah satu komponen dalam suatu mesin produksi yang besar. Henry Fayol Orientasi fungsional Pendekatan fungsional tentang organisasi-administratif Dia berpendapat bahwa. dan semangat kerja atau moral karyawan 9 . Untuk membuktikan bahwa manajemen yang baik adalah suatu ilmu yang tepat berdasarkan pada hukum-hukum yang jelas.

dan pasaran lesu Para ahli ekonomi menganalisa sebab-sebab terjadinya depresi: 1. Merosotnya minat pemanfaatan invesmen 4. Kesemuanya ini akan meningkatkan semangat kerja karyawan secara pasti dalam bekerjasama untuk mencapai produksi yang lebih baik  Pada sejarah hubungan kemanusiaan terdapat tiga kejadian yang memberikan kontribusinya dalam penelaahan ilmu perilaku organisasi. tidak sebagai mesin yang dipergunakan dalam berproduksi. memahami kebutuhan-kebutuhan manusia yang ingin dianggap ada dan merasa diperhatikan dengan cara didengarkan dan diperhatikan keluhan-keluhannya jika memungkinkan. yaitu:    Masa-masa depresi yang hebat Gerakan kaum buruh Hasil penemuan Hawthorne MASA DEPRESI   Berakibat kegoncangan yang hebat di bidang keuangan dan perekonomian pada umumnya. dan melibatkan mereka dalam pengambilan-pengambilan keputusan tertentu baik mengenai kondisi pekerjaannya atau masalah-masalah lainnya. Menumpuknya inventaris usaha dan akumulasi stok barang baru yang besar di tangan konsumen 2. Akumulasi dalam jumlah pengembangan teknologi besar dari kemampuan produksi baru dan 10 . Konsumen menolak naiknya harga dan naiknya biaya usaha 3. dimana produksi merosot. Raymond Miles menyatakan bahwa Pendekatan Hubungan Kemanusiaan secara sederhana menempatkan karyawan sebagai manusia.

Reaksi umum yang nampak adalah apakah ia harus berperang melawan organisasi serikat buruh ataukah harus menyadari bahwa organisasi itu ada. kondisi tempat kerja yang kurang patut. Melemahnya kepercayaan dan harapan-harapan  Unsur yang bertanggung jawab dalam manajemen tidak hanya produksi saja. Gaji yang rendah. jam kerja. melahirkan juga perlu penghayatan dari hal-hal lain seperti pemasaran. dan kemauan yang tulus darinya untuk menciptakan kesejahteraan diantara para karyawannya. jam kerja yang tidak memadai. semuanya acapkali dikorbankan oleh kaum buruh hanya demi tercapainya dan meningkatnya produksi perusahaan. Selain itu berusaha memberikan penekanan pada hubungan kerja para karyawannya dengan pimpinan dan memberikan perhatiannya terhadap gaji. Jalan keluarnya adalah dengan mendirikan unit bagian kepegawaian sebagai jawaban untuk menangani persoalan-persoalan kepegawaiannya dan serikat buruh ataupun pemecatan pegawai bila diperlukan. banyak kaum manajer menjadi sadar dan memberikan perhatiannya.  Ketika serikat buruh menjadi sah diakui.5. tetapi berkembang karena motivasi intrinsik. Jarangnya investasi yang berskala besar dan kelesuan dari cadangan bank 6. keuangan dan lebih-lebih pegawai ikut andil untuk menegakkan manajemen tetap hidup dan beruntun Gerakan Serikat Buruh  Ikut memberikan sumbangannya terhadap gerakan kemanusiaan yang tersusun secara rapi  Faktor pendorong perkembangan gerakan ini antara lain karena manager tidak mau mengenal secara tepat sumbangan manusia dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. dan barangkali akan memberikan sumbangan yang positif terhadap perusahaan. 11  . dan kondisi kerja  Hubungan kerja kemanusiaan tersebut jangan sampai disalah gunakan. karena kehendak yang murni dari manajer untuk lebih memahami pentingnya hubungan tersebut.

diperoleh jalan keluarnya melalui penetapan saran-saran yang dibutuhkan. Setelah menginterupsi para karyawan. 12 . percobaan tentang cahaya lampu. fase selanjutnya yang amat terkenal dengan sebutan studi tentang ruang bank tilgram.  Tujuan dari penelitian Hawthorne ini adalah untuk mencari sampai dimana pengaruh hubungan antara kondisi fisik tempat kerja dengan produktifitas karyawannya. kemudian percobaan ruang istirahat. Gerakan Serikat Buruh ini secara langsung ataupun tidak langsung memberikan dampak yang besar terhadap studi perilaku individu-individu yang mendukung kerjasama dalam suatu organisasi tertentu. Gerakan ini tercatat dalam sejarah pengembangan studi perilaku organisasi sebagai titik awal dalam masa embrionalnya PENEMUAN HAWTHORNE  Mewarnai dan mendominasi dari segi ilmiahnya dari sejarah perkembangan hubungan kemanusiaan ini. Kemudian penelitian Hawthorne yang dilakukan beberapa langkah. Penemuan studi ini yaitu memahami segala aspek  Perlakuannya melalui penelitian sebagaimana penelitian sebelum Hawthorne (yang diketuai oleh Elton Mayo). suatu tim penelitian yang meneliti terjadinya perpindahan pegawai yang tinggi di bagian pemintalan dari perusahaan tekstil di Philadelphia.  Implikasi penemuan Hawthorne terhadap pengembangan ilmu perilaku organisasi ternyata amat berharga terhadap pendekatan perilaku di dalam segala aspek manajemen.

Nilai yang menonjol 4. Pengharapan pada manajemen modern MENURUT MACHIEVELLI 1) Asumsi dasar tentang sifat manusia Sifat manusia pada dasarnya adalah jahat dan diperbudak dari penguasa dan negara 2) Pendekatan untuk menganalisa perilaku manusia Menggunakan pendekatan analogi sejarah dan observasi perilaku dalam hubungan dengan lingkungan yang menyeluruh 3) Nilai yang menonjol Adalah nilai kekuasaan dan praktek dari cara-cara berpolitik untuk mencapai tujuan 4) Yang memperoleh keberuntungan dari perskripsi ilmu perilaku .Hendaknya bisa diamalkan dalam praktek dan sesuai dengan tujuan 13 .EVOLUSI ILMU PERILAKU DALAM MANAJEMEN  Perkembangan ilmu perilaku dalam ilmu manajemen dimulai dari anggapan Machievelli sampai dengan ahli-ahli ilmu perilaku modern 1. Asumsi dasar tentang sifat manusia 2. Pendekatan untuk menganalisa perilaku manusia 3.Adalah para penguasa dan politisi . Yang memperoleh keberuntungan dari preskripsi ilmu perilaku 5.

MENURUT FILOSOF INGGRIS 1) Asumsi dasar tentang sifat manusia Manusia ini hakekatnya memerlukan kondisi mental yang kuat dalam rangka untuk mencapai keinginannya 2) Pendekatan untuk menganalisa perilaku manusia Lebih menggunakan pendekatan falsafah dibandingkan dengan pandangan-pandangan ilmiah. Semuanya percaya bahwa pengalaman itu adalah sumber dari pengertian dan mereka menerima metode induksi sebagaimana yang dirumuskan oleh Francis Bacon 3) Nilai yang menonjol Aturan dan seperangkat aturan dalam rangka mencapai pemerintahan yang fungsional 4) Yang memperoleh keberuntungan dari perskripsi ilmu perilaku Masyarakat lewat pemerintahan yang bersih 5) Pengharapan pada manajemen modern Dalam konsep mengenai aturan adalah idealistik 14 .

MENURUT MAX WEBER 1) Asumsi dasar tentang sifat manusia Weber menilai bahwa manusia secara pokok adalah tidak rasional dan emosional yang membuat kurang baiknya keputusan yang diambil 2) Pendekatan untuk menganalisa perilaku manusia Mempergunakan pendekatan rasional yang logis dan deduktif. premis yang baik berakhir dengan konklusi-konklusi tertentu 3) Nilai yang menonjol Keputusan organisasi yang rasional dan logis 4) Yang memperoleh keberuntungan dari perskripsi ilmu perilaku Organisasi sebagai suatu kesatuan yang rasional dan logis 5) Pengharapan pada manajemen modern Berpengharapan dalam dukungan-dukungannya yang rasional dan pengambilan keputusan yang didukung oleh bahan-bahan keterangan yang lengkap Dimulai dari perumusan 15 .

2) Pendekatan untuk menganalisa perilaku manusia Ia menggunakan pendekatan yang eksperimen dan yang sangat ilmiah. Penggunaan pendekatannya dimulai dari unsur-unsur kecil dari pekerjaan dan menghasilkan suatu teori tentang manajemen 3) Nilai yang menonjol Upah harian yang jujur untuk kerja harian yang adil dan terbuka 4) Yang memperoleh keberuntungan dari perskripsi ilmu perilaku Manajer-manajer dari organisasi dan para pekerja melalui peningkatan upah 5) Pengharapan pada manajemen modern Pemaksaan dalam pandangan yang sederhana dari manusia ekonomi 16 .MENURUT FREDERICK W. TAYLOR 1) Asumsi dasar tentang sifat manusia Pelopor manajemen ilmiah ini beranggapan bahwa manusia secara fundamental adalah malas dan harus senantiasa dikendalikan secara ketat dan hati-hati agar supaya dihindarkan pemborosannya.

manusia adalah mahluk sosial yang menginginkan untuk bergabung dengan lainnya.MENURUT ELTON MAYO 1) Asumsi dasar tentang sifat manusia Mayo mempunyai penilaian sendiri tentang manusia. bekerja sama. bukannya bersaing dan menimbulkan permusuhan 2) Pendekatan untuk menganalisa perilaku manusia Pada dasarnya menggunakan metode eksperimen dan juga filosofis. Di dalam melengkapi fakta-faktanya ia memberikan kebebasan dengan dilandasi pandangan-pandangan yang filosofis 3) Nilai yang menonjol Di dalam hubungan organisasi maka diperlukan kesehatan mental dan kepuasan 4) Yang memperoleh keberuntungan dari perskripsi ilmu perilaku Manajemen dan para pekerja melalui meningkatnya kepuasan dan kesehatan mental 5) Pengharapan pada manajemen modern Menarik dalam gambarannya manusia sosial 17 Kecenderungannya ingin . Menurutnya.

MENURUT AHLI ILMU PERILAKU MODERN 1) Asumsi dasar tentang sifat manusia Manusia menurut ahli ilmu perilaku modern adalah bukan baik dan juga bukan jelek. Beberapa orang beranggapan bahwa manusia mempunyai keunikan dalam hal perilaku yang terarah. dengan memberikan penekanan pada observasi terkendali dan generalisasi data 3) Nilai yang menonjol Pengertian yang ilmiah dengan deskripsi perilaku manusia yang menyeluruh 4) Yang memperoleh keberuntungan dari perskripsi ilmu perilaku Masyarakat ilmiah melalui kepahaman dari perilaku manusia yang senantiasa betambah. Nilai manajemen terhadap kepahaman tersebut akan membawa ke arah penyempurnaan pelaksanaan kerja 5) Pengharapan pada manajemen modern Pemaksaan dalam obyektifitasnya dan kerangkanya yang sistematis 18 . lainnya beranggapan bahwa perilaku manusia ini dalam banyak hal menunjukkan sebagai sasaran yang tidak teratur 2) Pendekatan untuk menganalisa perilaku manusia Hakekatnya juga mempergunakan metode eksperimen.

dapat mengambil dua bentuk. kedua pendekatan tersebut terlihat sebagai dua buah kutub. Pengamatan atau analisis terhadap negara tersebut. pengamatan makro. pengamatan mikro. yakni analisis intern terhadap kegiatan intern negara Kedua.ADMINISTRASI PUBLIK Menekankan tentang pengamatan segala tingkah laku organisasi negara yang dipersonifikasikan sebagai pemerintah yang dipersonifikasikan lagi sebagai eksekutif atau pejabat atau pegawai pemerintah . Pertama. yakni analisis kontekstual terhadap negara. Kontinum tersebut adalah sebagai berikut: Apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah? Bagaimana pemerintah menentukan aoa yang dikerjakannya? Bagaimana pemerintah mengimplementasikan keputusannya? Bagaimana manajemen kegiatan pemerintah? 19 . Berdiri pada posisinya yang ekstrem. dan kita dapat menganalisis negara denga pilihan-pilihan sisi pengamatan yang berada pada kontinum di antara keduanya.

tanggung jawab dan pembagian kerja untuk menjalankan semua fungsi tertentu 20 Sifat kerjasama dlm organisasi lebih bercorak kerjasama assosiatif bukan kommunal . baik dilakukan oleh pimpinan maupun oleh pegawai-pegawai administrasi lainnya. Tekanannya pada sistem interaksi Aspek dari pengertian Weber ialah bahwa suatu organisasi atau kerjasama ini mempunyai unsur kekayaan sebagai berikut: Organisasi merupakan tata hubungan sosial Organisasi mempunyai batasan-batasan tertentu (boundaris) Organisasi merupakan kumpulan tata aturan. MAX WEBER Dengan mendemonstrasikan pendapatnya mengenai birokrasi. yang bisa membedakan suatu organisasi dengan kumpulan-kumpulan kemasyarakatan Organisasi merupakan suatu kerangka hubungan yang berstruktur. didalamnya berisi wewenang. Pandangan Klasik 2. Aturan-aturan ini sejauh mungkin dapat memaksa seseorang untuk melakukan kerja sebagai suatu fungsi yang ajek. Pandangan Modern PANDANGAN KLASIK Pandangan klasik tentang organisasi dinyatakan oleh: 1. Weber membedakan suatu kelompok kerjasama dengan organisasi kemasyarakatan. Kelompok kerjasama adalah suatu tata hubungan sosial yang dihubungkan dan dibatasi oleh aturan-aturan.BEBERAPA TEORI ORGANISASI Konsepsi Organisasi dari 1.

THEODORE CAPLOW Merupakan seorang associate profesor yang mengemukakan bahwa harta kekayaan lain dari organisasi adalah pola-pola institusi yang ada yang memungkinkan suatu sistem atau aturan-aturan kantor untuk lebih kurang menjadi tetap dan mantap Pola ini dapat dikenali dengan suatu harta kekayaan sebagai berikut: Mempunyai identitas Mempunyai kelangsungan Mempunyai jadwal kerja (calendarity) Mempunyai otoritas 21 .BEBERAPA TEORI ORGANISASI 2. Organisasi terdiri dari serangkaian kegiatan yang dicapai lewat suatu proses kesadaran. CHESTER BARNARD Menekankan tentang orang-orang sebagai anggota dari sistem tersebut Bahwa organisasi itu adalah suatu sistem kegiatan-kegiatan yang terkoordinir secara sadar. dan koordinasi yang bersasaran Organisasi merupakan kumpulan dari orang-orang untuk melaksanakan kegiatan yang bersasaran tersebut Organisasi memerlukan adanya komunikasi yakni hasrat dari sebagian anggotanya untuk mengambil bagian pencapaian tujuan bersama anggota lainnya (menekankan pada peranan seseorang) 3. atau kekuatan dari dua manusia atau lebih Dengan demikian Barnard menyumbangkan pendapatnya mengenai unsur kekayaan dari suatu organisasi. kesengajaan.

RICHARD SCOTT Mengungkapkan konsep organisasi sebagai kolektivitas Organisasi itu diciptakan sebagai kolektivitas yang sengaja dibentuk untuk mencapai suatu tujuan khusus tertentu yang sedikit banyak didasarkan pada azas kelangsungan. Kelompok ini mempunyai karakteristik antara lain: Mempunyai pembagian dikomunikasikan kerja. Organisasi bagaimanapun adanya mempunyai gambaran prospek yang jelas. dan pertanggungjawaban yang Adanya satu atau lebih pusat kekuasaan yang dapat dipergunakan untuk mengendalikan usaha-usaha organisasi yang telah direncanakan dan yang dapat diarahkan untuk mencapai tujuan Adanya usaha untuk pergantian pegawai 5. Perbedaan gambaran ini meliputi: Adanya batas-batas yang jelas Adanya aturan-aturan yang normatif Adanya jenjang otoritas Adanya suatu sistem komunikasi Adanya suatu sistem insentif yang mampu mendorong berbagai tipe partisipasi dalam usaha bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu 22 . kekuasaan. dan berbeda dari sekedar kekhususan tujuan atau kelangsungan aktivitas.BEBERAPA TEORI ORGANISASI 4. AMITAI ETZIONI Mengemukakan bahwa konsep organisasi sebagai pengelompokkan orang-orang yang sengaja disusun untuk mencapai tujuan tertentu.

dan beridentitas yang dapat dibedakan dengan kolektifitas lainnya 23 . BLAKE DAN MOUTON Mengenalkan adanya 7 kekayaan (seven properties) yang melekat pada organisasi. berbatas. yang mencoba menjelaskan pengertian organisasi Ketujuh kekayaan tersebut antara lain: Organisasi senantiasa mengenal tujuan Organisasi mempunyai kerangka (struktur) Organisasi mempunyai cara yang memberikan kecakapan bagi anggotanya dan untuk melaksanakan kerja mencapai tujuan tersebut Organisasi. didalamnya terdapat proses interaksi hubungan kerja antara orang-orang yang bekerja sama mencapai tujuan tersebut Organisasi mempunyai pola kebudayaan sebagai dasar cara hidupnya Organisasi mempunyai hasil-hasil yang ingin dicapainya Dengan demikian organisasi ini dapat dirumuskan sebagai suatu sistem yang dapat diidentifikasikan dengan kolektifitas orang-orang yang bekerjasama secara sadar dan sengaja untuk mencapai tujuan tertentu.BEBERAPA TEORI ORGANISASI 6. Kolektifitas tersebut berstruktur.

Hal ini karena peran eksekutor atau implementator kebijaksanaan ini terkandung keharusan untuk membuat kebijaksanaan operasional berupa program dan proyek yang dicontohkan tadi. maka dalam batas tertentu birokrasi juga memperoleh wewenang untuk menerapkan paksaan kepada anggota masyarakat Untuk dapat melaksanakan suatu kebijaksanaan.birokrasi diberi wewenang sehingga dapat menyelenggarakan beraneka ragam aktivitas guna mencapai tujuan negara yang dirumuskan dalam suatu kebijaksanaan Birokrasi diberi wewenang untuk menggali pajak dari warga negara dan mengelola unit produksi berupa BUMN.DWI FUNGSI BIROKRASI Konsep birokrasi tidak semata-mata memberi tekanan pada efisiensi administrasi. 24 . Sebagai contoh. yakni menjalankan kebijaksanaan yang telah dirumuskan oleh badan legislatif. 1. Untuk dapat mengemban tugas ini. BIROKRASI SEBAGAI EKSEKUTOR Penerapan birokrasi sebagai responsiveness pemerintah terhadap lingkungannya Birokrasi pemerintah dipahami sebagai organ negara yang bertugas memainkan peran eksekutif. melainkan juga pada daya tanggap (responsiveness) pemerintah terhadap lingkungannya. Proses menafsirkan kebijaksanaan menjadi program ini memungkinkan birokrasi untuk memasukkan kepentingannya sendiri. birokrasi perlu terlebih dahulu menuangkan kebijaksanaan kedalam program dan proyek. Dengan demikian birokrasi tidaklah netral sebagaimana yang diinginkan oleh banyak orang. undangundang tentang pendidikan baru dapat dijalankan oleh birokrasi Depdikbud setelah dijabarkan menjadi SK Menteri dan peraturan lain yang dibuat oleh Dirjen.

RT dan RW) Selain karena argumen diatas. Argumennya adalah sebagai berikut: Kebijaksanaan yang berupa undang-undang dan peraturan daerah dirumuskan untuk memenuhi tuntutan dari masyarakat. Dalam sistem campuran para pelaku ekonomi tidak dibiarkan bertindak secara leluasa di bawah kontrol mekanisme pasar. Undang-undang negara maupun peraturan daerah (propinsi dan kabupaten) dalam kenyataannya selalu diusulkan dan dirangcang oleh eksekutif atau birokrasi. 25 . Selain sah dari aspek legal-formal. birokrasi instrumenlah yang paling tepat. melainkan dibimbing dan diarahkan oleh pemerintah (dalam hal ini birokrasi). keterlibatan birokrasi dalam pembuatan kebijaksanaan menjadi mutlak adanya dalam suatu negara yang menganut sistem ekonomi campuran (antara bebas dan terkendali). BIROKRASI SEBAGAI PEMBUAT KEBIJAKSANAAN Peranan birokrasi sebagai pembuat kebijaksanaan juga cukup kentara. Untuk menyadap kebutuhan masyarakat ini.DWI FUNGSI BIROKRASI 1. karena ia memiliki jaringan organisasi hingga ke tingkat grass roots (desa. keterlibatan birokrasi dalam pembuatan kebijaksanaan merupakan sesuatu yang logis dilihat dari aspek teknis-administratif.

Sekalipun di satu pihak hal ini menunjukkan kreativitas dan daya tanggap birokrasi terhadap lingkungannya. bahkan jamak. Ini mengesankan rendahnya kepastian hukum. Sebagai contoh. dalam mengeluarkan ijin penggunaan tanah birokrasi kabupaten sering membuat penafsiran sendiri terhadap kebijaksanaan tata ruang kota 26 . kebijaksanaan operasional yang perlu dibuat oleh birokrasi dapat dipandang sebagai suatu diskresi. Kecuali itu kebijaksanaan negara yang semestinya mempunyai daya paksa karena dirumuskan oleh lembaga yang absah. tidak saja sebagai eksekutor atau implementator kebijaksanaan. bukan berarti di dalamnya tidak terdapat resiko. melainkan juga sebagai formulator dan sekaligus evaluator kebijaksanaan. Lebih-lebih jika birokrasi tidak memperoleh kontrol yang berarti dari masyarakat. atau setidak-tidaknya menunjukkan bahwa hukum tidak dijalankan secara efektif dan konsisten.DWI FUNGSI BIROKRASI Fenomena diatas mencerminkan secara jelas peran politik birokrasi. Beberapa diantaranya dikemukakan sebagai berikut: Pertama. Birokrasi pada akhirnya memainkan peranan ganda. yakni upaya menyesuaikan kebijaksanaan dengan situasi yang lebih berkembang. Kedua. Meskipun logika hukum dan administratif membenarkan dwi/multi fungsi birokrasi ini. di pihak lain diskresi sangat rentan bagi berlangsungnya penyimpangan. kepentingan yang telah dirumuskan secara indah dalam suatu kebijaksanaan dapat mengalami distorsi.dimungkinkan untuk dibargainingkan kembali pada tahap implementasi.

yaitu: 1. keputusan dan aturan administratif dicatat tertulis. Bertanggung jawab untuk mewujudkan fungsi dan wewenangnya 3.BIROKRASI YANG IDEAL Birokrasi yang modern bertindak atas dasar wewenang yang sah. Prinsip-prinsip di atas dapat diterapkan di berbagai bentuk administrasi. Fungsi organisasi berdasar peraturan 2. Pegawai memperoleh posisinya tanpa memberikan hadiah kepada pejabat. Tindakan. Pegawai diarahkan oleh aturan teknis dan norma 5. Pegawai bertindak berdasar prinsip hirarki 4. Pegawai terpisah dari pemilikan alat produksi dan administrasi 6. Weber merinci 8 kategori fundamental yang melekat dalam suatu birokrasi yang wewenangnya rasional dan diperoleh secara sah. 1984:7-8). meskipun secara lisan sudah disepakati 8. yang berbasis pada pertimbangan rasional. dan berorientasi pada norma-tujuan 7. (Boone and Bowen. 1984:10-11) 27 . Di pihak lain apa yang dilakukan oleh birokrasi terhadap masyarakat hanya akan dipatuhi jika ada aturan hukumnya (Weber dalam Boone and Bowen.

kesatuan komandi.SISTEM TERTUTUP (CLOSED SYSTEM) DAN SISTEM TERBUKA (OPEN SYSTEM)  Konsepsi organisasi yang mencoba menarik suatu kesimpulan bahwa suatu konsepsi termasuk tradisional atau modern ialah dengan menggunakan metapora (metaphor) atau paradigma (paradigm) tertentu. yang berbeda satu sama lain. yaitu: Kelompok yang menggambarkan organisasi sebagai suatu mesin yang bekerja dengan suatu keteraturan dan kebijakan tertentu. Paradigma dipergunakan untuk menekankan perspektif yang komunal yang dapat mengikat ahli-ahli pemikir bekerjasama dalam suatu cara tertentu yang dianggap sebagai hal yang bermanfaat Paradigma organisasi dapat dikelompokkan atas kelompok. spesialisasi berdasarkan fungsi. struktur piramida. pembedaan kerja lini dan staf  Pengarang-pengarang teori organisasi dilihat dari paham paradigma. teori tradisional berpusat pada penjelasan organisasi sebagai model mesin 28   . maka konsepsi pengarang-pengarang yang digunakan oleh organisasi sebagai suatu sistem mesin termasuk pengamat teori organisasi klasik Menurut March and Simon. dengan mencapai suatu taraf efesiensi tertentu dan dikendalikan oleh suatu legitimasi otoritas pemimpin. yang menekankan adanya suatu tingkat produktifitas tertentu. jenjang pengawasan. Premis dasar dari kelompok ini berpijak pada pemahaman bahwa organisasi sebagai kelompok manusia ekonomi yang rasional (Ini dinamakan kelompok KLASIK)  Metapora yang digunakan adalah organisasi sebagai suatu sistem mesin Perwujudan yang nampak dari konsepsi ini adalah bahwa organisasi disusun berdasarkan prinsip-prinsip.

yakni sebagai suatu sistem yang hidup dengan penekanannya pada unsur-unsur manusia sebagai pendukung utamanya.   Dengan demikian teori klasik ini dapat dianalisa secara kritis Kelompok lain dari paradigma organisasi adalah melihat organisasi sebagai suatu organisme. sehingga berakibat efisiensi dan efektivitas merupakan warna dari pencapaian tujuan dalam organisasi tersebut Hal yang dianggap penting dalam konsepsi paradigma organisme ini ialah manusianya. sehingga: 29     . Menganalisa organisasi dalam situasi yang senyatanya (real world). dan masih mempunyai kemampuan yang berlanjut untuk melangsungkan kerja dan melakukan transformasi ke pihak lain. Bennis menyarankan bahwa pusat perhatian teori klasik adalah pada organisasi tanpa orang Teori organisasi klasik banyak memperoleh kritikan karena mengetrapkan model sistem tertutup. yang mempunyai keseimbangan dengan faktor lingkungan. Namun apa yang dicapai sekarang yang dinamakan pendekatan organisasi modern adalah hasil dari pendahulunya yang dinamakan teori klasik atau tradisional tersebut. Selain itu juga sistem ini mempunyai proses putaran yang kontinu yang menyebabkan daya hidupnya berkelangsungan. Konsepsi ini tidak lagi memandang produksi satu-satunya yang paling utama dalam organisasi. sebagai satu-satunya hampiran dengan analisa organisasi Pendekatan dari paradigma organisme ini mempergunakan pendekatan sistem terbuka (open system) Buckley menyebutkan sistem terbuka menyesuaikan pada lingkungannya dengan cara melakukan perubahan-perubahan susunan dan proses dari komponen-komponen di dalam organisasi itu sendiri Sistem terbuka mempunyai interaksi hubungan yang berkelangsungan (continuital interaction) dengan lingkungannya dan mencapai suatu tingkat dinamika tertentu atau keseimbangan yang dinamis. dan tidak memandang model normatif.

mereka menggolongkan perspektifnya atas 3 golongan. fungsifungsi yang seharusnya dijalankan. siapa-siapa yang seharusnya menjadi pimpinan dan bawahan. adanya jenjang pengawasan dan sebagainya 2. yang melihat organisasi sebagai suatu tatanan birokrasi yang berstruktur yang melangsungkan kegiatannya sesuai dengan aturan 30 . Aliran-aliran dalam perspektif ini hanya memikirkan isue-isue tentang bagaimana organisasi seharusnya disusun. adanya sistem penggajian. adanya kesatuan pengarahan. dan gaya kepemimpinan apa yang seharusnya dijalankan 3 komponen yang mempunyai latar belakang yang berbeda yang merupakan isi dari perspektif I ini antara lain: 1. yakni perspektif I. rutin dan statis Konsep Perspektif Bentuk lain dari pembagian atau pengelompokkan teori-teori organisasi adalah konsepsi perspektif yang dikemukakan oleh Edgar Huse dan James Bowditch   Menurut Huse dan Bowditch. adanya sentralisasi. Aliran prinsip-prinsip universal dari management (organisasi) Berpijak pada pendapat Henry Fayod yang menyatakan bahwa sesuatu organisasi diatur berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut: adanya pembagian kerja. adanya kesatuan komando. adanya disiplin.  Organisasi senantiasa sebagai hal yang dinamis dan senantiasa berubah. Aliran struktural Berpijak pada pendapat Max Weber. dan perspektif III Perspektif I Dalam perspektif I. intinya sama dengan paham tradisional yang melihat organisasi atau managemen dari perspektif rancangan yang berstruktur. bukannya sebagai mesin yang gerak operasinya ajek. adanya otoritas dan tanggung jawab. perspektif II.

sebab sangat dekat dengan penggunaan komputer dan simulasi. dibandingkan dari prinsip-prinsip organisasinya sendiri. yaitu: 1). Aliran ini memberikan sumbangan pada pengaturan kerja ke dalam tugas-tugas organisasi Perspektif II Huse dan Browditch menamakan perspektif ini dengan aliran pekerjaan (work-flow) Teori organisasi dan management dalam kelompok perspektif ini secara pokok memikirkan bagaimana suatu informasi dapat disampaikan melalui sarana-sarana tertentu. Aliran hubungan kemanusiaan (Human Relations School) 2). Aliran management ilmiah Dipelopori oleh Frederick W. dan keduanya meletakkan unsur manusia sebagai unsur yang sangat menentukan dalam setiap organisasi Ada 3 unsur yang menonjol sebagai komponen dari perspektif kemanusiaan ini. dan 31 3). Aliran pemikiran multidimensi (The Multidimentional Theorists) . Keduanya memandang organisasi sebagai hal yang dinamis. Aliran pengembangan organisasi (Organizational Development School). Banyak menggunakan pendekatan sistematis. yang lebih banyak memberikan penekanan pada pengukuran kerja yang dilakukan oleh para pekerja.   3. Komponennya terdiri dari pendekatan riset operasional Ciri-ciri riset operasional antara lain: Melakukan formulasi persoalan Menyusun konstruksi modal matematis untuk menampilkan suatu sistem yang sedang dipelajari Menarik suatu kesimpulan-kesimpulan yang ditarik dari model tersebut Menetapkan kontrol atas kesimpulan-kesimpulan yang diambil Mengambil kesimpulan itu untuk dilaksanakan implementasi Perspektif III Perspektif ini dinamakan perpektif kemanusiaan (the human perspective) Menekankan bahwa unsur manusia dalam setiap kerja kelompok dirasakan lebih penting daripada sekedar struktur dan hirarki yang membentang pada setiap jajaran organisasi Perspektif ini tidak jauh berbeda dengan paradigma organisme. Taylor.

GAMBARAN BERBAGAI LAPISAN SEORANG PRIBADI Perilaku Gaya Sikap-sikap Nilai-Nilai Kepribadian KONSEP DIRI Kepribadian Nilai-Nilai Sikap-sikap Gaya Perilaku 32 .

MODEL VAKUM PERILAKU DALAM ORGANISASI Karakteristik Individu Kemampuan Kebutuhan Kepercayaan Pengalaman Penghargaan Dan lainnya Karakteristik Organisasi Kemampuan Kebutuhan Kepercayaan Pengalaman Penghargaan Dan lainnya Perilaku Individu Dalam Organisasi 33 .

Robbins (1994:4) 34 . Waldo (1955:6) Organisasi adalah satu kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar. dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasikan. yang membagi diantara mereka praktek-praktek dari fungsi tersebut yang siap melayani untuk praktek mereka. Wexley dan Yulk dalam Kasim (1993:1) Organisasi adalah sekelompok orang yang terbiasa mematuhi perintah para pemimpinnya dan yang tertarik pada kelanjutan dominasi partisipasi mereka dan keuntungan yang dihasilkan. Weber (1978:952) Organisasi adalah struktur hubungan kekuasaan dan kebiasaan orang-orang dalam suatu sistem administrasi. yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai tujuan bersama atau sekelompok tujuan.ORGANISASI Pengertian organisasi sebagaimana dirumuskan oleh pakar diutarakan sebagai berikut: Organisasi merupakan suatu pola kerjasama antar orang-orang yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu.

antara lain: Tingkat Institusional (Top Management). sasaran.3 TINGKATAN MANAJERIAL DALAM ORGANISASI Tiga tingkagtan manajerial dalam organisasi. 35 . proses kerja dan lain-lain. berkaitan dengan pengkoordinasian antar bagian dalam organisasi. membahas masalah pekerjaan seperti: pengawasan pekerja. Tingkat operasional (Lower Management). seperti pengelolaan pembagian kekuasaan. seperti masalah: lingkungan. membahas hal strategis. penyelesaian konflik dan sebagainya. struktur total organisasi dan sebagainya Tingkat Manajerial (Middle Management).

dengan memperhatikan hal berikut: 1) Susunan. kedudukan dan hubungan individu yang satu dengan yang lainnya 2) Kekuasaan dan tanggung jawab masing-masing individu 3) Luas dan macam pekerjaan yang harus dilakukan 4) Pembagian kerja yang seimbang 5) Prosedur dan mekanisme kerja yang efisien Kriteria tersebut melahirkan suatu struktur dan bentuk yang disebut organisasi. maka perlu adanya suatu sistem pengorganisasian yang jelas. status. 36 .SISTEM PENGORGANISASIAN Dalam upaya pencapaian tujuan organisasi.

37 .SUDUT PANDANG ORGANISASI Organisasi dapat dipandang dari dua segi: 1) Sebagai wadah Dalam hal ini organisasi berarti suatu wadah dimana administrasi dan manajemen dilaksanakan dan wadah ini biasanya tergambar dalam suatu organisasi 2) Sebagai proses Dalam hal ini organisasi menggambarkan interaksi antara orang-orang anggota kelompok dalam hubungan kerja yang formal dan rangkaian hierarkhi antara atasan dengan bawahan.

MENINGKATKAN KOMPETENSI DALAM ORGANISASI Pergeseran paradigma dari konsep kecakapan menjadi kompetensi telah menimbulkan implikasi strategis yang sangat positif bagi upaya meningkatkan kompetensi sekretaris. Covey. kemampuan untuk memikirkan persoalan dan mencari alternatif baru 2. Kompetensi konseptual : kemampuan melihat gambar besar. 38 . termasuk kemampuan mendengar. Kompetensi teknis pengetahuan dan keahlian. berkomunikasi. untuk mencapai hasil yang telah disepakati. mendapat alternatif lain. untuk menguji berbagai pengandaian dan mengubah perspektif 3. kemampuan untuk melihat dan beroperasi secara efektif dalam organisasi. Roger dan Rebecca Merrill (1994) menyatakan bahwa kompetensi mencakup beberapa hal berikut: 1. Kompetensi untuk hidup dalam ketergantungan kemampuan: untuk berinteraksi secara efektif dengan orang lain.

Personal mastery (keahlian pribadi) Disiplin pembelajaran yang menunjukkan keunggukan ketrampilan dalam bidang tertentu. terdapat lima disiplin: 1. Mental models (model mental) Disiplin pembelajaran hyang menunjukkan asumsi mendalam. serta membantu sewaktu akan merubah pola tersebut secara efektif 2. untuk mendorong timbulnya komitmen dan keikutsertaan penuh serta menghindari penyerahan diri dan anggota organisasi 39 . generalisasi dan gambaran yang mempengaruhi bagaimana memahami dunia sekitar serta bagaimana mengambil langkah berikutnya 3. 4. System thinking (berpikir sistem) Disiplin pembelajaran yang menunjukkan kerangka konseptual.DISIPLIN DALAM ORGANISASI Peter Senge mengemukakan bahwa guna menjamin terwujudnya pembelajaran organisasi. yang digunakan untuk menjadikan pola kerja lebih jelas. Team learning (pembelajaran tim) Disiplin pembelajaran yang menunjukkan proses pengembangan kemitraan dan pengembangan kkapasitas tim untuk mewujudkan pembelajaran serta kinerja yang diinginkan anggotanya 5. Shared vision (membangun visi bersama) Disiplin pembelajaran yang menyertakan ketrampilan guna memahami gambaran bersama tentang masa depan.

Selanjutnya West (2000). sedangkan ide baru berasal dari motivasi. mengutarakan pula bahwa ciri individu yang secara konsisten kreatif adalah sebagai berikut: 1) Nilai-nilai intelektual dan artistik 2) Ketertarikan pada kompleksitas 3) Kepedulian pada pekerjaan dan pencapaian 4) Ketekunan 5) Pemikiran yang mandiri 6) Toleransi terhadap ambiguitas 7) Otonom 8) Kepercayaan diri 9) Kesiapan mengambil resiko 40 . pemikiran dan implementasi oleh individu di tempat kerja. Mengembangkan kreativitas dan inovasi di tempat kerja dimulai dengan mengembangkan kreativitas individu. Menurut West (2000) pengertiian inovasi adalah pengenalan cara baru yang lebih baik dalam mengerjakan berbagai hal di tempat kerja.PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN INOVASI Kreativitas merupakan penyatuan pengetahuan dari berbagai bidang pengalaman yang berlainan untuk menghasilkan ide baru yang lebih baik.

atau proses baru tersebut pada praktek. Adopsi : adopsi terjadi ketika para pembuat keputusan mendukung implementasi ide yang diajukan 4. 5. Sumber-sumber : energi menghasilkan perubahan manusia dan kegiatan diperlukan untuk 41 . dikembangkan dengan baik. Daft (1992). memandang proses inovasi sebagai proses yang melibatkan lima tahap/unsur. Implementasi : implementasi terjadi ketika anggota organisasi mulai menggunakan ide.PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN INOVASI Untuk menciptakan inovasi pada umumnya perlu strategi pelatihan yang canggih. Ide : suatu ide cara kerja baru yang lebih baik diketengahkan. dalam pekerjaan mereka. dan menyeluruh. teknik. yaitu sebagai berikut: 1. Kebutuhan : suatu kesenjangan kinerja dikenali dan alternatif inovasi dipertimbangkan 2. kemudian disesuaikan dengan kebutuhan Ide ini 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful