Hukum Tahlilan

Assalamu'alaikum wr wb, Saat ini di milis Media Dakwah ramai diperdebatkan masalah tahlil. Mudah -mudahan tulisan ini adalah tulisan yang terakhir. Tahlil, mengucapkan La ilaaha illallahu memang dianjurkan. Meski demikian, acara tahlilan di mana ketika ada orang meninggal, maka pada hari pertama, ke 7, 40, 100, dan 1000 keluarga yang mati harus menyelenggarakan hal itu, saya tidak menemukannya pada kitab Hadits Bukhari dan Muslim. Pada ajaran Imam Madzhab pun tidak ada aturan hari ke 1, 7, 40, 100, 1000, dsb. Bahkan beberapa ulama mensinyalir itu berasal dari tradisi Hindu/Budha di Indonesia (sinkretisme). Menurut saya pribadi, dengan mengadakan 5 acara makan-makan tersebut ke banyak orang, jika tiap hari acara menghabiskan Rp 2 juta, maka untuk 5 hari acara akan menghabiskan Rp 10 juta. Bagi keluarga yang kaya mungkin tidak masalah (meski boros/mubazir). Tapi bagi keluarga miskin sangat berat. Apalagi jika yang meninggal adalah tulang punggung keluarga (bapak/suami). Bayangkan, orang sudah ditimpa musibah kematian, masyarakat menuntut keluarga tsb untuk mengadakan acara tahlilan yang memakan biaya hingga jutaan rupiah. Islamikah itu? Bagi yang pro tahlil, mudah -mudahan bisa memberikan hadits yang shahih dan jelas tentang itu. Wassalam Tahlilan I. PENDAHULUAN Dakwah mengajak manusia kepada Allah SWT membutuhkan sikap lemah lembut dan tegas, karena yang dihadapi seorang da I adalah berbagai lapisan masyarakat. Jika dakwah dilakukan terlalu kasar, maka mereka tidak akan menerima dan bahkan lari darinya. Dalam masyarakat terjadi beberapa kesalahan dan kemunkaran, namun dianggap suatu ajaran agama, antara lain: Upacara perkawinan, acara tujuh bulanan, upacara kematian, dan lain sebagainya. Dalam kesempatan ini Pusat Konsultasi Syariah ingin memberikan penjelasan hal -hal yang berkaitan dengan upacara kematian, tegasnya masalah hukum tahlilan dan hal-hal yang terkait dengannya seperti[1]: · Waktu pelaksanaan tahlilan upacara kematian. · Hidangan untuk para tamu. · Menghadiahkan pah ala untuk orang yang telah meninggal. · Solusi dan sikap seorang da I yang mesti dilakukan.

ke -100. III. maka ruh orang mati tadi akan marah dan masuk(sumerup) ke dalam jasad orang yang masih hidup dari keluarga si mati. ke-satu tahun pertama. keluarga si mayyit mengundang orang untuk membaca beberapa ayat dan surat Alquran. keluarga mayyit biasanya menyediakan makanan untuk orang -orang yang datang pada upacara tersebut sebagai sedekah. shalawat dan do a. dua tahun dan malam ke-1000. dan sesaji terhadap yang ghaib atau ruh -ruh ghaib. Padahal Nabi Muhammad SAW memerintahkan supaya para tetangga memberi atau menye diakan makanan kepada keluarga mayyit. mereka tetap melakukan upacara-upacara tersebut. Hal semacam itu dilakukan pada malam pertama kemtian. satu tahun. upacara tersebut diadopsi oleh para da I terdahulu dari upacara kepercayaan Animisme. Dalam upacara dihari -hari tersebut. ketujuh. sanak famili. para da I terdahulu tidak memberantasnya. Rasulullah SAW bersabda: Úä ÚÈÏ Çááå Èä ÌÚÝÑ ÞÇá áãÇ ÌÇÁ äÚì ÌÚÝÑ Ííä ÞÊá ÞÇá ÇáäÈí Õáì Çááå Úáíå æÓáã : ÇÕäÚæÇ áÃá ÌÚÝÑ ØÚÇãÇ ÝÞÏ ÃÊÇåã ãÇ íÔÛáåã {ÑæÇå ÇáÔÇÝÚí æÃÍãÏ} . selanjutnya dilakukan pada hari ke -40. biasanya dilakukan pada hari pertama kematian sampai dengan hari ke-tujuh. WAKTU PELAKSANAAN TAHLILAN Tahlilan atau upacara selamatan untuk orang yang telah meninggal. tahlil. Sebagai langkah awal. membaca mantera -mantera atau sekedar kumpul -kumpul. tasbih. MENYEDIAKAN MAKANAN Dalam acara Tahlilan . do a dan bacaan-bacaan Alqur an. tetapi mengalihkan dari upacara yang bersifat Hindu dan Budha itu menjadi upacara yang bernafaskan Islam. Pahala bacaan Alqur an dan dzikir tersebut dihadiahkan kepada si mayyit. Maka untuk itu semalaman para tetangga dan kawan -kawan atau masyarakat tidak tidur. Upacara semacam ini kemudian dianamakan Tahlilan yang sekarang telah membudaya pada sebagian besar ma syarakat. dan handai tolan supaya datang ikut bela sungkawa dengan membawa sesuatu untuk penyelenggaraan jenazah atau membawa makanan untuk keluarga yang dilanda musibah. selanjutnya malam ketiga. Menurut kepercayaan Animisme. seperti membakar kemenyan. ketiga dst. ke-100. Para tetangga. Dan ada juga yang melakukan pada hari ke -1000. Sesaji diganti dengan nasi dan lauk -pauk untuk shodaqoh. Jika dalam rumah tadi tidak ada orang ramai yang berkumpul -kumpul dan mengadakan upacara-upacara sesaji. Hinduisme dan Budhisme bila seseorang meninggal dunia maka ruhnya akan datang kerumah pada malam hari mengunjungi keluarganya. kedua. Mantera-mantera digantika dengan dzikir.II. agam a Budha dan Hindu. tahmid. Menurut penyelidikan para ahli. Setelah orang-orang yang mempunyai kepercayaan tersebut masuk Islam.

Dan hadits lain menerangkan bahwa menghidangkan makanan dalam upacara kematian adalah termasuk meratap yang dilarang oleh agama sebagaimana hadits yang diriwayatkan imam Ahmad dari Jabir bin Abdullah Al Bajali dengan sanad yang shohih: ßäÇ äÚÏ ÇáÅÌÊãÇÚ Åáì Ãåá ÇáãíÊ æÕäÚåã ÇáØÚÇã ÈÚÏ ÏÝäå ãä ÇáäíÇÍÉ Artinya: Adalah kami (para sahabat) menganggap bahwa berkumpul di rumah ahli mayyit dan mereka menyediakan makanan sesudah mayyit dimakamkan adalah termasuk perbuatan meratap . bahwa fatwa -fatwa dari mufti -mufti Mekah dari 4 Madzhab menerangkan bahwa pe rbuatan perbuatan itu adalah munkar: 1. lalu bertanya juga: Adakah orang -orang berkumpul di keluarga mayyit dan membuat ma kanan ? Dia menjawab:ya. penguasa akan diberi pahala karena melarang manusia dari perbuatan bid ah . Riwayat lain menerangkan: Bahwa Jarir datang kepada Umar ra. 3 dan 4 Fatwa Madzhab Maliki dan Hambali: ÝÞÏ ÃÌÇÈ ÈäÙíÑ åÐíä ÇáÌæÇÈíä ãÝÊí ÇáÓÇÏÉ ÇáãÇáßíÉ . lalu Umar bertanya: Adakah mayyit kalian diratapi ? Dia menjawab: Tidak.Artinya: Berkata Abdullah bin Ja far tatkala datang khabar bahwa Ja far telah terbunuh. 2. Diterangkan dalam kitab Ianatu Thalibin jilid 2 hal 145-146 . Sayyid Ahmad Zaini Dahlan mufti Madzhab Syafi i: äÚã ãÇ íÝÚá ÇáäÇÓ ãä ÇáÅÌÊãÇÚ ÚäÏ Ãåá ÇáãíÊ æÕäÚ ÇáØÚÇã ãä ÇáÈÏÚ ÇáãäßÑÉ ÇáÊí íËÇÈ Úáì ãäÚåÇ æáí ÇáÃãÑ Artinya: Ya. bukan yang terkena musibah menyediakan makanan buat orang yang datang. maka Umar berkata: Yang demikian adalah ratapan . Jadi yang menyediakan makanan adalah tetangga untuk keluarga yang kena musibah kematian. perbuatan yang dilakukan oleh beberapa orang berkumpul dirumah orang yang kena musibah kematian dan menyediakan makanan adalah perbuatan bid ah munkarah dan penguasa yang mencegahnya akan mendapatkan pahala . (Al Mugni Ibnu Qudamah zuz 2 hal 43). Rasulullah SAW bersabda: Bikinkanlah makanan untuk keluarga Ja far karena telah datang kepada mereka hal yang menyibukkan mereka (HR Asy -Syafi I dan Ahmad). Fatwa dari Mufti Madzhab Hanafi: äÚã íËÇÈ æáí ÇáÃãÑ Úáì ãäÚåã ãä Êáß ÇáÃãæÑ Çá Êí åí ãä ÇáÈÏÚ Artinya: Ya.

anak yang shalih yang mendo akannya atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya (HR Muslim. Ayat-ayat diatas adalah sebagai jawaban dari keterangan yang mempunyai maksud yang sama.æãÝÊí ÇáÓÇÏÉ ÇáÍäÇÈáÉ Artinya: Telah menjawab seperti kedua jawaban di atas mufti Madzhab Maliki dan Mufti Madzhab Hambali . A. bahwa orang yang telah mati tidak bisa mendapat tambahan pahala kecuali yang disebutkan dalam hadits: ÅÐÇ ãÇÊ ÇÈä ÂÏã ÇäÞØÚ Úãáå ÅáÇ ãä ËáÇË: ÕÏÞÉ ÌÇÑíÉ Ãæ æáÏ ÕÇáÍ íÏÚæ áå Ãæ Úáã íäÊÝÚ Èå ãä ÈÚÏå Artinya: Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya. Dengan demikian jelaslah bahwa berkumpul di rumah ahli mayyit dan makan -minum yang disediakan oleh keluarga mayyit adalah perbuatan munkar yang harus dihindari. Abu Dawud. Surat Al B aqaraah 286 áåÇ ãÇ ßÓÈÊ æÚáíåÇ ãÇÇßÊÓÈÊ Artinya: Ia mendapat pahala (dari kebaikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya . berdasarkan . IV. PENDAPAT PERTAMA Hal tersebut tidak diperintahkan agama dalil: 1. Nasa I dan Ahmad). kecuali tiga hal: Sedekah jariyah. At-Tirmidzi. Para ulama berbeda pendapat tentang hukum berdo a dan mengahadiahkan pahala ibadah kepada orang yang telah meninggal dunia. Surat Yaasiin:54 ÝÇáíæã áÇ ÊÙáã äÝÓ æáÇÊÌÒæä ÅáÇ ãÇ ßäÊã ÊÚãáæä Artinya: Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan 3. Firman Allah surat An -Najm:38-39: ÃáÇ ÊÒÑ æÇÒÑÉ æÒÑ ÃÎÑì æÃä áíÓ ááÅäÓÇä ÅáÇ ãÇ ÓÚì Artinya: Yaitu bahwasannya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain dan bahwasannya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya 2. BERDO A MENGHADIAHKAN PAHALA KEPADA ORANG YANG TELAH MENINGGAL.

B. Dalil Alqur an: æÇáÐíä ÌÇÄæÇ ãä ÈÚÏåã íÞæáæä ÑÈäÇ ÇÛÝÑ áäÇ æáÅÎæÇääÇ ÓÈÞæäÇ ÈÇáÅíãÇä Artinya: Dan orang -orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor). do a setelah mayyit dikubur dan do a ziarah kubur. dan seseorang tidak boleh melakukan shaum untuk menggantikan orang lain. PENDAPAT KETIGA Do a dan ibadah baik maliyah maupun badaniyah bisa bermanfaat untuk mayyit berdasarkan dalil berikut ini: 1. Mereka berpendapat bahwa ibadah badaniyah adalah termasuk kategori ibadah yang tidak bisa digantikan orang lain. PENDAPAT KEDUA Membedakan antara ibadah badaniyah dan ibadah maliyah. Rasulullah SAW bersabda: Úä ÚæÝ Èä ãÇáß ÞÇá: ÓãÚÊ ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã-æÞÏ Õáì Úáì ÌäÇÒÉ . Tentang do a shalat jenazah antara lain.íÞæá: Çááåã ÇÛÝÑáå æÇÑÍãå æÇÚÝ Úäå æÚÇÝå æÃßÑã äÒáå ææÓÚ ãÏÎáå æÇÛÓáå ÈãÇÁ æËáÌ æÈÑÏ æäÞå ãä ÇáÎØÇíÇ ßãÇ íäÞì ÇáËæÈ ÇáÃÈíÖ ãä ÇáÏäÓ æÃÈÏáå . Pahala ibadah maliyah seperti shadaqah dan hajji sampai kepada mayyit. Dalil Hadits a. 2. Pendapat ini merupakan pendapat yang masyhur dari Madzhab Syafi I dan pendapat Madzhab Malik. Ini menunjukkan bahwa orang yang telah meninggal dapat manfaat dari istighfar orang yang masih hidup. mereka berdo a : Ya Tuhan kami. beri ampunlah kami dan saudar -saudar kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami (QS Al Hasyr : 10) Dalam ayat ini Allah SWT menyanjung orang -orang yang beriman karena mereka memohonkan ampun (istighfar) untuk orang -orang beriman sebelum mereka. sebagaimana sewaktu hidup seseorang tidak boleh menyertakan ibadah tersebut untuk menggantikan orang lain. dalam hadits banyak disebutkan do a tentang shalat jenazah. tetapi ia memberikan makanan untuk satu hari sebanyak satu mud gandum (HR An -Nasa I). C. sedangkan ibadah badaniyah seperti shalat dan bacaan Alqur an tidak sampai. Hal ini sesuai dengan sabda Rasul SAW: áÇ íÕáì ÃÍÏ Úä ÃÍÏ æáÇ íÕæã ÃÍÏ Úä ÃÍÏ æáßä íØÚã Úäå ãßÇä ßá íæã ãÏÇ ãä ÍäØÉ {ÑæÇå ÇáäÓÇÆ} Artinya: Seseorang tidak boleh melakukan shalat untuk menggantikan orang lain.

Dalam Hadits tentang sampainya pahala shadaqah kepada mayyit Úä ÇÈä ÚÈÇÓ ÑÖí Çááå ÚäåãÇ Ãä ÓÚÏ Èä ÚÈÇÏÉ ÊæÝíÊ Ããå æåæ ÛÇÆÈ ÚäåÇ ÝÃÊì ÇáäÈí Öáì Çááå Úáíå æÓáã ÝÞÇá: Åä Ããí ÊæÝíÊ æÃäÇ ÛÇÆ È ÚäåÇ Ýåá íäÝÚ Ãä ÊÕÏÞÊ ÚäåÇ ¿ÞÇá : äÚã . sehatkanlah dia. muliakanlah tempat tinggalnya. luaskanlah kuburannya.kami pasti menyusul) (HR Muslim). bersihkanlah dari segala kesalahan sebagaimana kain putih bersih dari kotoran. keluarga yang lebih baik dari keluarganya. mandikanlah dia dengan air es dan air embun. p asangan yang lebih baik dari pasangannya dan peliharalah dia dari siksa kubur dan siksa neraka (HR Muslim). maafkanlah dia. Tentang do a setelah mayyit dikuburkan. Ucapkan: ÇáÓáÇã Úáì Ãåá ÇáÏíÇÑ ãä ÇáãÄãäíä æÇáãÓáãíä æíÑÍã Çááå ÇáãÓÊÞÏãíä ãäÇ æÇáãÓÊÃÎÑíä æÃäÇ Åä ÔÇÁ Çááå Èßã ÇááÇÍÞæä (salam sejahtera semoga dilimpahkan kepada ahli kubur baik mu min maupun muslim dan semoga Allah memberikan rahmat kepada generasi pendahulu dan generasi mendatang da n sesungguhnya insya Allah .ÞÇá :ÝÅäí ÃÔåÏß Ãä ÍÇÆØí ÇáãÎÑÇÝ ÕÏÞÉ ÚäåÇ {ÑæÇå . karena sekarang dia sedang ditanya (HR Abu Dawud) Sedangkan tentang do a ziarah kubur antara lain diriwayatkan oleh Aisyah ra bahwa ia bertanya kepada Nabi SAW: ßíÝ ÊÞæá ÅÐÇ ÇÓÊÛÝÑÊ áÃåá ÇáÞÈæÑ ¿ÞÇá :Þæáí : ÇáÓáÇã Úáì Ãåá ÇáÏíÇÑ ãä ãä ÇáãÄãäíä æÇáãÓáãíä æíÑÍã Çááå ÇáãÓÊÞÏãíä ãäÇ æÇáãÓÊÃÎÑíä æÃäÇ Åä ÔÇÁ Çááå Èßã ÇááÇÍÞæä {ÑæÇå ãÓáã} Artinya: bakaimana pendapatmu kalau saya memohonkan ampun untuk ahli kubur ? Rasul SAW menjawab. b. gantikanlah untuknya tempat tinggal yang lebih baik dari tempat tinggalnya.ÏÇÑÇ ÎíÑÇ ãä ÏÇÑå æÃåáÇ ÎíÑÇ ãä Ãåáå æÒæÌÇ ÎíÑÇ ãä ÒæÌå æÞå ÝÊäÉ ÇáÞÈÑ æÚÐÇÈ ÇáäÇÑ {ÑæÇå ãÓ áã } Artinya: Dari Auf bin Malik ia berkata: Saya telah mendengar Rasulullah SAW setelah selesai shalat jenazah-bersabda: Ya Allah ampunilah dosanya. sayangilah dia. Rasulullah SAW bersabda: Úä ÚËãÇä ÇÈä ÚÝÇä ÑÖí Çááå Úäå ÞÇá ßÇä ÇáäÈí Õáì Çááå Úáíå æÓáã ÅÐÇ ÎÑÌ ãä ÏÝä ÇáãíÊ æÞÝ Úáíå ÝÞÇá: ÇÓÊÛÝÑæÇ áÃÎíßã æÇÓÃáæÇ áå ÇáÊËÈíÊ ÝÅäå ÇáÃä íÓÃá {ÑæÇå ÃÈæ ÏÇæÏ} Artinya: Dari Ustman bin Affan ra berkata: Adalah Nabi SAW apabila selesai menguburkan mayyit beliau beridiri lalu bersabda: mohonkan ampun untuk saudaramu dan mintalah keteguhan hati untuknya.

Dalil Hadits Tentang Sampainya Pahala Saum Úä ÚÇÆÔÉ ÑÖí Çááå ÚäåÇ Ãä ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã ÞÇá : ãä ãÇÊ æÚáíå ÕíÇã ÕÇã Úäå æáíå {ÑæÇå ÇáÈÎÇÑí æãÓáã } Artinya: Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang meninggal dengan mempunyai kewajiban shaum (puasa) maka keluarganya berpuasa untuknya (HR Bukhari dan Muslim) d. karena hu tang Allah lebih berhak untuk dibayar (HR Bukhari) 3. apakah saya melakukah haji untuknya ? rasul menjawab: Ya.ÇáÈÎÇÑí} Artinya: Dari Abdullah bin Abbas ra bahwa Saad bin Ubadah ibunya meninggal dunia ketika ia tidak ada ditempat. Ini berdasarkan hadit s Abu Qotadah dimana ia telah menjamin untuk membayar hutang seorang mayyit sebanyak dua dinar. Para ulama sepakat bahwa do a dalam shalat jenazah bermanfaat bagi mayyit. Dalil Ijma a. lalu ia datang kepada Nabi SAW unntuk bertanya: Wahai Rasulullah SAW sesungguhnya ibuku telah meninggal sedang saya tidak ada di tempat. Bebasnya utang mayyit yang ditanggung oleh orang lain sekalipun bukan keluarga. Dalil Qiyas . apakah jika saya bersedekah untuknya bermanfaat baginya ? Rasul SAW menjawab: Ya. Saad berkata: saksikanlah bahwa kebunku yang banyak buahnya aku sedekahka n untuknya (HR Bukhari). ÍÌí ÚäåÇ ÃÑÃíÊ áæ ßÇä Úáì Ããß Ïíä ÃßäÊ ÞÇÖíÊå ¿ÇÞÖæÇ Çááå ÝÇááå ÃÍÞ ÈÇáæÝÇÁ {ÑæÇå ÇáÈÎÇÑí} Artinya:Dari Ibnu Abbas ra bahwa seorang wanita dari Juhainnah datang kepada Nabi SAW dan berta nya: Sesungguhnya ibuku nadzar untuk hajji. Dalil Hadits Tentang Sampainya Pahala Haji Úä ÇÈä ÚÈÇÓ ÑÖí Çááå ÚäåãÇ Ãä ÇãÑÃÉ ãä ÌåíäÉ ÌÇÁÊ Åáì ÇáäÈí Õáì Çááå Úáíå æÓáã ÝÞÇáÊ: Åä Ããí äÐÑÊ Ãä ÊÍÌ Ýáã ÊÍÌ ÍÊì ãÇÊÊ ÃÝÃÍÌ ÚäåÇ ¿ ÞÇá : äÚã . apakah kamu membayarnya ? bayarlah hutang Allah. c. namun belum terlaksana sampai ia meninggal. bagaimana pendapatmu kalau ibumu mempunyai hutang. Ketika ia telah membayarnya nabi SAW bersabda: ÇáÂä ÈÑÏÊ Úáíå ÌáÏÊå Artinya: Sekarang engkau telah mendinginkan kulitnya (HR Ahmad) 4. b.

dan itu pahalanya bisa sampai kepada mayyit. yang dinafikan adalah memiliki suatu manfaat yang bukan usahanya. 2. maka hal itu tidak ad halangan sebagaimana tidak dilarang menghadiahkan harta untuk orang lain di waktu hidupnya dan membebaskan utang setelah wafatnya. Firman Allah: {ÃáÇ ÊÒÑ æÇÒÑÉ æÒÑ ÃÎÑì æÃä áíÓ ááÅäÓÇä ÅáÇ ãÇ ÓÚì} Adalah dua ayat muhkamat yang menunjukkan keadilan Allah SWT. Jawaban Terhadap Pendapat Pertama Firman Allah. Islam telah memberikan penjelasan sampainya pahala ibadah badaniyah seperti membaca Alqur an dan lainnya diqiyaskan dengan sampainya puasa. Dapat dijawab dengan dua jawaban: 1. Bahkan hubungan melalui agama merupakan sebab yang paling besar bagi sampainya manfaat orang Islam kepada saudaranya dikala hidup dan sesudah wafatnya. Sedangkan ayat kedua menerangkan bahwa seseorang tidak mendapatkan kebahagaiaan kecuali dengan usahanya sendiri. Allah SWT tidak menyatakan bahwa dia tidak dapat mengambil manfaat kecuali dari usahanya sendiri.Pahala itu adalah hak orang yang beramal. Jika ia menghadiahkan kepada saudaranya yang muslim. Jika de mikian bagaimana tidak sampai pahala membaca Alqur an yang berupa perbuatan dan niat. Adapun usaha orang lain adalah miliknya jika ia mau. ia bisa memberikannya kepada orang lain dan jika tidak mau hasil usahanya itu dia milik i sendiri. Alqur an tidak menafikan seseorang mengambil manfaat dari usaha orang lain. Hal ini akan menghapuskan angan-angannya bahwa dia akan selamat karena amal orang-tua dan nenek moyangnya yang terdahulu. Hal itu mengundang simpatisan orang untuk berdo a dan menghadiahkan pahala. Bahkan do a orang Islam dapat bermanfaat untuk orang Islam lain. . Itu adalah hasil usahanya sendiri. Ayat pertama menjelaskan bahwa Allah SWT tidak menyiksa seseorang karena kesalahan orang lain. Bahwa seseorang dengan usaha dan hubungan baiknya mendapatkan banyak kawan dan memp unyai keturunan dan kasih sayang terhadap orang lain. surat An -Najm:38-39: ÃáÇ ÊÒÑ æÇÒÑÉ æÒÑ ÃÎÑì æÃä áíÓ ááÅäÓÇä ÅáÇ ãÇ ÓÚì Artinya: Yaitu bahwasannya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orng lain dan bahwasannya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya . Oleh karena itu Allah menerangkan bahwa manusia tidak memiliki kecuali hasil usahanya sendiri. karena puasa dalah menahan diri dari yang membatalkan disertai niat.

Abu Dawud dan Turmudzi yang menerangkan bahwa ia pernah shalat Iedul Adha bersama Rasulullah SAW. Allah Maha Besar. setelah selesai shalat beliau diberikan seekor domba lalu beliau menyembelihnya seraya meng ucapkan: ÈÓã Çááå æÇááå ÃßÈÑ Çááåã åÐÇ Úäí æÚãä áã íÖÍ ãä ÃãÊí Artinya: Dengan nama Allah. namun ibadah badan saja. Harta bukan merupakan rukun dalam haji tetapi sarana. sebagaimana seorang buruh tidak boleh digantikan orang lain. padahal qurban adalah melalui menumpahkan darah. Dalam hadits ini Rasulullah SAW menghadiahkan pahala qurban untuk umatnya yang tidak mampu berqurban. Kemudian perhatikan juga fardhu kifayah. Adapun argumentasi mereka dengan hadits: {ÅÐÇ ãÇÊ ÇÈä ÂÏã ÇäÞØÚ Úãáå ÅáÇ ãä ËáÇË: ÕÏÞÉ ÌÇÑíÉ Ãæ æáÏ ÕÇáÍ íÏÚæ áå Ãæ Úáã íäÊÝÚ Èå ãä ÈÚÏå} Adalah argumentasi yang tidak dapat dipertanggung -jawabkan. bukan menggantikan pahala. mengatakan: ÇäÞØÚ Úãáå (putuslah amalnya). Jawaban Terhadap Jawaban Kedua Rasulullah SAW menganjurkan puasa untuk menggantikan puasa orang yang telah meninggal padahal ibadah puasa seseorang tidak boleh digantikan orang lain. Demikian juga ibadah haji merupakan ibadah badaniyah.Sedangkan firman Allah surat Al Baqarah 286: {áåÇ ãÇ ßÓÈÊ æÚáíåÇ ãÇÇßÊÓÈÊ} {ÝÇáíæã áÇ ÊÙáã äÝÓ æáÇÊÌÒæä ÅáÇ ãÇ ßäÊã ÊÚãáæä} Dan firman Allah surat Yasiin 54: Menerangkan bahwa seseorang tid ak akan disiksa lantaran perbuatan orang lain. kare na Rasulullah SAW tidak berkata :ÇäÞØÚ ÇäÊÝÇÚå (putuslah pengambilan manfaatnya). Jadi ibadah haji bukan ibadah yang terdiri dari harta dan badan. dimana sebagian orang mewakili seb agian yang lain. tapi upahnya . kurban ini untukku dan untuk umatku yang belum melakukan qurban . maka pahalanya ak an sampai kepadanya bukan pahala amalnya. sebagaimana dalam pembebasan utang. Begitu juga hadits Jabir ra yang diriwayatkan Ahmad. Hal itu karena seorang penduduk Mekah wajib melakukan ibadah haji apabila ia mampu berjalan ke Arafah tanpa disyaratkan harus memiliki harta. namun Rasul saw. Kemudian persoalan ini. ya Alla. persoalan menghadiahkan pahala. Adapun amal orang lain adalah miliknya jika orang lain tersebut menghadiahkan amalnya untuk dia.

ketiga. hari libur jum at atau lainnya. ke-100. takbir.7. tasbih. http://www. 1 tahun 1000 menjadi hari lainnya. V. c. Hindu dan Budha yang dibawa oleh pemeluk agama Islam dari kalangan mereka SIKAP DA I TERHADAP TAHLILAN YANG DILESTARIKAN MAYORITAS MASYARAKAT Jika mengikutinya dengan maksud untuk membawa misi perbaikan dan amar ma ruf nahi munkar dengan bijak. ke -40. berarti menyetujui bahkan melegitimasi perbuatan itu. KESIMPULAN HUKUM TAHLILA N · Ditinjau dari segi bacaan: ayat -ayat suci Alqur an. RT untuk membantu setiap keluarga yang kena musibah. q Di laksanakan di masjid setelah sholat Jum at tanpa hidangan. Hindu dan Budha. haul (ulang tahun kematian).40. ketujuh. Maqasid Syari ah: Bahwa Islam selalu menganjurkan untuk peduli dan membantu orang yang sedang susah. merubah sisa -sisa jahiliyah menjadi Islam. Ini adalah sisa -sisa agama Animisme. Namun realitanya sebaliknya arang yang kena musibah yang memberi ban tuan kepada orang yang tidak kena musibah. hal ini bertentangan dengan hadits: a. · Ditinjau dari sisi hidangan yang disediakan oleh keluarga mayyit . · Ditinjau dari sisi waktu : Bahwa tahlilan hari pertama. SOLUSI q Merubah hari -hari yang ditentukan oleh Animisme.1. b. q Hidangan dapat dikordinir oleh majelis ta lim. shalawat.3.com/artikel/?act=view&id=22 Hukum Mengadakan Tahlil . maka hal itu tugas mulia bagi setiap muslim terutama para da I. Banyak orang miskin memaksakan diri untuk menyediakan hidangan sekalipun dengan hutang. tahmid.do a dll semua itu sangat dianjurkan oleh Islam untuk membacanya. tahlil. hal ini sangat tercela menurut Islam.syariahonline.100.boleh diberikan kepada orang lain jika ia mau. Ja far bin Abi Thalib. dan ke-1000. keluarga mayyit dapat bersedekah semampunya untuk mayyit. atau yayasan atau. Yang penting tidak terfokus hari tertentu seakan -akan ketentuan agama. namun jika tidak.

seperti membakar kemenyan." maka Umar berkata. ketiga dan seterusnya. lalu Umar be rtanya. biasanya dilakukan pada hari pertama kematian sampai den gan hari ke -tujuh. upacara tersebut diadopsi oleh para da'I terdahulu dari upacara kepercayaan Animisme. Hinduis me dan Budhisme bila seseorang meninggal dunia maka ruhnya akan datang kerumah pada malam hari mengunjungi keluarganya. "Adakah orang -orang berkumpul di keluarga mayyit dan membuat makanan?" Dia menjawab. dua tahun dan malam ke-1000. Sesaji diganti dengan nasi dan lauk -pauk untuk shodaqoh. ke-satu tahun pertama.Tahlilan atau upacara selamatan untuk orang yang telah meninggal." (Al Mugni Ibnu Qudamah juz 2 h al 43). agama Budha dan Hindu. Dan ada juga yang melakukan pada hari ke -1. "Tidak. do'a dan bacaan-bacaan Al-Qur'an. "Adakah mayyit kalian diratapi?" Dia menjawab. Menurut kepercayaan Animisme. tasbih. Yang Mengharamkan Mereka yang mengharamkan tindakan seperti ini mendasarkan pendapatnya pada hadits -hadits berikut. Setelah orang -orang yang mempunyai kepercayaan tersebut masuk Islam.000. shalawat dan do'a. Jika dalam rumah tadi tidak ada orang ramai yang berkumpul -kumpul dan mengadakan upacara -upacara sesaji. tetapi mengalihkan dari upacara yang bersifat Hindu dan Budha itu menjadi upacara yang bernafaskan Islam. tahmid. Sebagai langkah awal. tahlil. selanjutnya dilakukan pada hari ke -40. "Ya. Dalam upacara di hari-hari tersebut. maka ruh orang mati tadi akan marah dan masuk (sumerup) ke dalam jasad orang yang masih hidup dari keluarga si mati. ada juga yang berpendapat sebaliknya. Mantera-mantera digantika dengan dzikir. kedua. ke-100. selanjutnya malam ketiga." lalu bertanya juga. Hal semacam itu dilakukan pada malam pertama kemtian. dan sesaji terhadap yang ghaib atau ruh -ruh ghaib. "Yang demikian adalah ratapan. ke -100. satu tahun. mere ka tetap melakukan upacara-upacara tersebut. Menurut penyelidikan para ahli." Riwayat lain menerangkan: Bahwa Jarir datang kepada Umar ra. meski . Maka untuk itu semalaman para tetangga dan kawan -kawan atau masyarakat tidak tidur. Sebagian ulama mengharamkan praktek seperti ini. Salah satunya yang diriwayatkan imam Ahmad dari Jabir bin Abdullah Al Bajali dengan sanad yan g shohih: "Adalah kami (para sahabat) menganggap bahwa berkumpul di rumah ahli mayyit dan mereka menyediakan makanan sesudah mayyit dimakamkan adalah termasuk perbuatan meratap. membaca mantera-mantera atau sekedar kumpul -kumpul. keluarga si mayyit mengundang orang untuk membaca be berapa ayat dan surat Al -Qur'an. ketujuh. Upacara semacam ini kemudian dinamakan Tahlilan yang sekarang telah membudaya pada sebagian besar masyarakat. para da'i terdahulu tidak memberantasnya.

ziarah kubur dan doa untuk mereka dan lainnya. Sehingga bisa dikatakan bahwa penetapan hari-hari itu bukan dari syariat Islam." Yang Tidak Mengharamkan Mereka yang tidak mengharamkan mendasarkan pendapat mereka bahwa bahwa jumhur ulama mengatakan bahwa mengirim pahala kepada orang yang meninggal itu bisa disampaikan.Diterangkan dalam kitab I'anatu Thalibin jilid 2 hal 145-146. Namun terkait dengan momentum 7 hari. perbuatan yang dilakukan oleh beberapa orang berkumpul di rumah orang yang kena musibah kematian dan menyediakan makanan adalah perbuatan bid'ah munkarah dan penguasa yang mencegahnya akan mendapatkan pahala. memang tidak ada riwayat yang menyebutkan hal itu. 100 hari dan 1000 hari. Misalnya adanya syariat shalat jenazah. Sebab makanan itu bukan tujuan utama dari acara tahlila n. Wallahu a'lam . Dan menyuguhkan tamu merupakan ibadah dan anjuran dalam Islam. Sedangkan masalah makan -makan yang disuguhkan kepada para hadirin yang ikut tahlilan tidak bisa begitu saja dianggap warisan dari nenek moyang. badal haji. semua menunjukkan bahwa kemungkinan perbuatan orang yang masih hidup bisa berpengaruh kepada orang yang s udah meninggal. sampainya pahala shaum." 2. Sedangkan pendapat yang masyhur dari mazhab As-Syafi'iyah dan Al -Malikiyah mengatakan bahwa hanya amalan yang terkait dengan ibad ah maliyah (harta) saja yang bisa dikirimkan pahalanya. bahwa fatwa -fatwa dari mufti -mufti Mekah dari 4 Madzhab menerangkan bahwa perbuatan perbuatan itu adalah munkar: 1. membayarkan hutang mayit. Fatwa dari Mufti Madzhab Hanafi: "Ya. Dan bahwa bacaan zikir dan tilawah Al -Quran itu bisa dikirimkan pahalanya kepada orang yang sudah meninggal. melainkan sekedar suguhan kepada para tamu yang datang. penguasa akan diberi pahala karena melarang manusia dari perbuatan bid'ah. Sayyid Ahmad Zaini Dahlan mufti Madzhab Syafi'i: "Ya.

Semoga Allah subhanahu wata¶ala mencurahkan hidayah dan inayah -Nya kepada kita semua. Lalu diselenggarakan kembali pada hari ke 40 dan ke 100. memang demikianlah kenyataannya. Lalu dari mana sejarah munculnya acara tahlilan? Awal mula acara tersebut berasal dari upacara peribadatan (baca: selamatan) nenek moyang bangsa Indonesia yang mayoritasnya beragama Hindu dan Budha. walaupun terkadang berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Namun . kemudian terus berlangsung setiap hari sampai hari ketujuh. Sehingga acara tersebut terkesan pesta kecil-kecilan. Para pembaca. Model penyajian hidangan biasanya selalu variatif. maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur¶an) dan Ar Rasul (As Sunnah). hingga tanpa disadari menjadi suatu kelaziman. Untuk selanjutnya acara tersebut diadakan tiap tahun dari hari kematian si mayit. dzikir-dzikir. 2007 by Kajian Islam Assunnah Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Qur¶an dan mengutus Nabi Muhammad shalallahu µalaihi wasallam sebagai penjelas dan pembimbing untuk memahami Al Qur¶an tersebut sehingga menjadi petunjuk bagi umat manusia. Bahkan acara tersebut tidak dikenal pula oleh para Imam-Imam Ahlus Sunnah seperti Al Imam Malik. bila ada yang tidak menyelenggarakan acara tersebut berarti telah menyalahi adat dan akibatnya ia diasingkan dari masyarakat. Bukankah Allah subhanahu wata¶ala telah berfirman (artinya): ³Maka jika kalian berselisih pendapat tentang sesuatu. Konsekuensinya.TAHLILAN DALAM TIMBANGAN ISLAM Posted on Agustus 18. Ahmad. beserta masyarakat sekitarnya. semua pro dan kontra harus dikembalikan kepada Al Qur¶an dan Sunnah Rasulullah. dan ulama lainnya yang semasa dengan mereka ataupun sesudah mereka. Sebenarnya acara tahlilan semacam ini telah lama menjadi pro dan kontra di kalangan umat Islam. Telah kita maklumi bersama bahwa acara tahlilan merupakan upacara ritual seremonial yang biasa dilakukan oleh keumuman masyarakat Indonesia untuk memperingati hari kematian. Namun pada dasarnya menu hidangan ³lebih dari sekedarnya´ cenderung mirip menu hidangan yang berbau kemeriahan. pembahasan kajian kali ini bukan dimaksudkan untuk menyerang mereka yang suka tahlilan. di masa para sahabatnya ? dan para Tabi¶in maupun Tabi¶ut tabi¶in. bid¶ah (hal yang baru dan ajaib) apabila ditinggalkan. Abu Hanifah. Secara bersama-sama. handai taulan. Upacara tersebut sebagai bentuk penghormatan dan mendo¶akan orang yang telah meninggalkan dunia yang diselenggarakan pada waktu seperti halnya waktu tahlilan. Yang demikian itu lebih utama bagi kalian dan lebih baik akibatnya. berkumpul sanak keluarga. Asy Syafi¶i. Karena dari sekian materi bacaannya terdapat kalimat tahlil yang diulang-ulang (ratusan kali bahkan ada yang sampai ribuan kali). namun sebagai nasehat untuk kita bersama agar berpikir lebih jernih dan dewasa bahwa kita (umat Islam) memiliki pedoman baku yang telah diyakini keabsahannya yaitu Al Qur¶an dan As Sunnah. membaca beberapa ayat Al Qur¶an. tergantung adat yang berjalan di tempat tersebut. Bahkan lebih jauh lagi acara tersebut telah membangun opini muatan hukum yaitu sunnah (baca: ³wajib´) untuk dikerjakan dan sebaliknya.´ (An Nisaa¶: 59) Historis Upacara Tahlilan Para pembaca. sehingga dapat membuka mata hati kita untuk senantiasa menerima kebenaran hakiki. maka acara ritual tahlilan tidak dijumpai di masa Rasulullah shalallahu µalaihi wasallam. jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. kalau kita buka catatan sejarah Islam. Sikap seperti inilah yang sepatutnya dimiliki oleh setiap insan muslim yang benar-benar beriman kepada Allah subhanahu wata¶ala dan Rasul-Nya. Sebagai muslim sejati yang selalu mengedepankan kebenaran. dan disertai do¶a-do¶a tertentu untuk dikirimkan kepada si mayit. Tidak lepas pula dalam acara tersebut penjamuan yang disajikan pada tiap kali acara diselenggarakan. Acara ini biasanya diselenggarakan setelah selesai proses penguburan (terkadang dilakukan sebelum penguburan mayit). maka acara tersebut dikenal dengan istilah ³Tahlilan´. Entah telah berapa abad lamanya acara tersebut diselenggarakan.

saya shalat dan saya pula tidur.R Ath Thabrani) Ayat dan hadits di atas menjelaskan suatu landasan yang agung yaitu bahwa Islam telah sempurna. yang kedua menyatakan: ³Saya akan bershaum (puasa) dan tidak akan berbuka´. Allah subhanahu wata¶ala berfirman (artinya): ³Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama Islam bagi kalian. mereka tiada memiliki argumentasi (dalih) melainkan satu dalih saja yaitu istihsan (menganggap baiknya suatu amalan) dengan dalil-dalil yang umum sifatnya. walaupun secara historis acara tahlilan bukan berasal dari ajaran Islam. Mereka berdalil dengan keumuman ayat atau hadits yang menganjurkan untuk membaca Al Qur¶an. Memang benar Allah subhanahu wata¶ala dan Rasul-Nya menganjurkan untuk membaca Al Qur¶an. Atas dasar ini. Tahlilan Dalam Kaca Mata Islam Acara tahlilan ±paling tidak± terfokus pada dua acara yang paling penting yaitu: Pertama: Pembacaan beberapa ayat/ surat Al Qur¶an. yang pertama menyatakan: ³Saya akan shalat tahajjud dan tidak akan tidur malam´. maka Rasulullah shalallahu µalaihi wasallam menegur mereka. dan telah Aku sempurnakan nikmat Ku atas kalian serta Aku ridha Islam menjadi agama kalian.´ (Al Maidah: 3) Juga Rasulullah shalallahu µalaihi wasallam bersabda: ³Tidak ada suatu perkara yang dapat mendekatkan kepada Al Jannah (surga) dan menjauhkan dari An Naa r (neraka) kecuali telah dijelaskan kepada kalian semuanya. berdzikir ataupun berdoa dan menganjurkan pula untuk memuliakan tamu dengan menyajikan hidangan dengan niatan shadaqah. Allah subhanahu wata¶ala menyatakan dalam Al Qur¶an (artinya): ³Dialah Allah yang menjadikan mati dan hidup. dan saya menikahi wanita. ibadah menurut kaidah Islam tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wata¶ala kecuali bila memenuhi dua syarat yaitu ikhlas kepada Allah dan mengikuti petunjuk Rasulullah shalallahu µalaihi wasallam. maupun dzikir-dzikir dan do¶a-do¶a ala Islam menurut mereka. waktu dan jumlah tertentu (yang diistilahkan dengan acara tahlilan) tanpa merujuk praktek dari Rasulullah shalallahu µalaihi wasallam dan para sahabatnya bisa dibenarakan? Kesempurnaan agama Islam merupakan kesepakatan umat Islam semuanya. dzikir-dzikir. baik perkataan maupun perbuatan melainkan semuanya telah dijelaskan oleh Rasulullah shalallahu µalaihi wasallam.´ (Al Mulk: 2) Para ulama ahli tafsir menjelaskan makna ³yang paling baik amalnya´ ialah yang paling ikhlash dan yang paling mencocoki sunnah Rasulullah shalallahu µalaihi wasallam. pihak yang membolehkan acara tahlilan. seraya berkata: ³Apa urusan mereka dengan menyatakan seperti itu? Padahal saya bershaum dan saya pun berbuka. Bacaan Al Qur¶an. Pada dasarnya. supaya Dia menguji siapa diantara kalian yang paling baik amalnya. tidak butuh ditambah dan dikurangi lagi. Kedua: Penyajian hidangan makanan. Tidak ada suatu ibadah. Barang siapa yang membenci sunnahku maka bukanlah golonganku.´ (Muttafaqun alaihi) Para pembaca. yang terakhir menyatakan: ³Saya tidak akan menikah´. beramal dengan dalih niat baik (istihsan) semata -seperti peristiwa tiga orang didalam hadits . Dari aspek historis ini kita bisa mengetahui bahwa sebenarnya acara tahlilan merupakan adopsi (pengambilan) dan sinkretisasi (pembauran) dengan agama lain. dzikir-dzikir dan disertai dengan do¶a-do¶a tertentu yang ditujukan dan dihadiahkan kepada si mayit. karena memang telah dinyatakanoleh Allah subhanahu wata¶ala dan Rasul-Nya. dan do¶a-do¶a yang ditujukan/ dihadiahkan kepada si mayit. bahkan keduanya merupakan ibadah mulia bila dikerjakan sesuai tuntunan sunnah Rasulullah shalallahu µalaihi wasallam.´ (H. 1. berdzikir dan berdoa. dzikir-dzikir. Suatu ketika Rasulullah shalallahu µalaihi wasallam mendengar berita tentang pernyataan tiga orang. Dua hal di atas perlu ditinjau kembali dalam kaca mata Islam. Tidak ada seorang pun yang menyatakan shalat itu jelek atau shaum (puasa) itu jelek. dan do¶a-do¶a diatur sesuai kehendak pribadi dengan menentukan cara.acara tahlilan secara praktis di lapangan berbeda dengan prosesi selamatan agama lain yaitu dengan cara mengganti dzikir-dzikir dan do¶a-do¶a ala agama lain dengan bacaan dari Al Qur¶an. Namun apakah pelaksanaan membaca Al Qur¶an.

tanpa mencocoki sunnah Rasulullah shalallahu µalaihi wasallam.R Ahmad. Penyajian hidangan makanan. Karena tidaklah suatu perkara itu teranggap baik melainkan bila Allah subhanahu wata¶ala dan Rasul-Nya menganggapnya baik dan tidaklah suatu perkara itu teranggap jelek melainkan bila Allah subhanahu wata¶ala dan Rasul-Nya menganggapnya jelek. karena mayoritas kaum muslimin di Indonesia mengaku bermadzhab Syafi¶i. Bukan hanya saja tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu µalaihi wasallam bahkan perbuatan ini telah melanggar sunnah para sahabatnya radhiallahu µanhum. 211) Al Imam An Nawawi seorang imam besar dari madzhab Asy Syafi¶i setelah menyebutkan perkataan Asy Syafi¶i diatas didalam kitabnya Majmu¶ Syarh Al Muhadzdzab 5/279 berkata: ³Ini adalah lafadz baliau dalam kitab Al Um.´ (H. Karena hal itu akan menambah kesedihan dan m emberatkan urusan mereka. Kalau kita mau mengkaji lebih dalam madzhab Al Imam Asy Syafi¶i tentang hukum bacaan Al Qur¶an yang dihadiahkan kepada si mayit. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini. maka memiliki hukum tersendiri. Jarir bin Abdillah radhiallahu µanhu±salah seorang sahabat Rasulullah shalallahu µalaihi wasallam± berkata: ³Kami menganggap/ memandang kegiatan berkumpul di rumah keluarga mayit.´ (Lihat Ahkamul Jana-iz karya Asy Syaikh Al Albani hal.tersebut. Ibnu Majah dan lainnya) Sehingga acara berkumpul di rumah keluarga mayit dan penjamuan hidangan dari keluarga mayit termasuk perbuatan yang dilarang oleh agama menurut pendapat para sahabat Rasulullah shalallahu µalaihi wasallam dan para ulama salaf.´ Maka beribadah dengan dalil istihsan semata tidaklah dibenarkan dalam agama. Simaklah firman Allah subhanahu wata¶ala (artinya): ³Maukah Kami beritahukan kepada kalian tentang orangorang yang paling merugi perbuatannya. hingga terdapat dalil (argumen) yang memerintahkannya. Lihatlah bagaimana fatwa salah seorang ulama salaf yaitu Al Imam Asy Syafi¶i dalam masalah ini. penyajian hidangan untuk para tamu merupakan perkara yang terpuji bahkan dianjurkan sekali didalam agama Islam. Kami sengaja menukilkan madzhab Al Imam Asy Syafi¶i.´ (Muttafaqun alaihi. Lebih menukik lagi pernyataan dari Al Imam Asy Syafi¶I: ³Barang siapa yang menganggap baik suatu amalan (padahal tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah±pent) berarti dirinya telah menciptakan hukum syara¶ (syari¶at) sendiri´. Beliau berdalil dengan firman Allah subhanahu wata¶ala (artinya): ³Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh (pahala) selain apa yang telah diusahakannya´. (An Najm: 39). maka amalan tersebut tertolak. Al Imam Asy Syafi¶i rahimahullah berkata dalam salah satu kitabnya yang terkenal yaitu µAl Um¶ (1/248): ³Aku membenci acara berkumpulnya orang (di rumah keluarga mayit ±pent) meskipun tidak disertai dengan tangisan. . sedangkan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya´. (Al Kahfi: 103-104) Lebih ditegaskan lagi dalam hadits µAisyah radhiallahu µanha. dan inilah yang diikuti oleh murid-murid beliau. beliau diantara ulama yang menyatakan bahwa pahala bacaan Al Qur¶an tidak akan sampai kepada si mayit. (Lihat tafsir Ibnu Katsir 4/329). maka amalan tersebut tertolak. serta penghidangan makanan oleh keluarga mayit merupakan bagian dari niy ahah (meratapi mayit). Adapun pengarang kitab Al Muhadzdzab (Asy Syirazi) dan lainnya berargumentasi dengan argumen lain yaitu bahwa perbuatan tersebut merupakan perkara yang diadaadakan dalam agama (bid¶ah ±pent). Memang secara sepintas pula. Rasulullah shalallahu µalaihi wasallam bersabda: ³Barang siapa yang beramal bukan diatas petunjuk kami. Namun manakala penyajian hidangan tersebut dilakukan oleh keluarga si mayit baik untuk sajian tamu undangan tahlilan ataupun yang lainnya. dari lafazh Muslim) Atas dasar ini pula lahirlah sebuah kaidah ushul fiqh yang berbunyi: ³Hukum asal dari suatu ibadah adalah batal. 2.

Wallahu µa¶lam.´ (H. disunnahkan bagi tetangga keluarga mayit yang menghidangkan makanan untuk keluarga mayit. Sebagaimana bimbingan Rasulullah shalallahu µalaihi wasallam dalam hadistnya: ³Hidangkanlah makanan buat keluarga Ja¶far. . supaya meringankan beban yang mereka alami. At Tirmidzi dan lainnya) Mudah-mudahan pembahasan ini bisa memberikan penerangan bagi semua yang menginginkan kebenaran di tengah gelapnya permasalahan.Lalu apakah pantas acara tahlilan tersebut dinisbahkan kepada madzhab Al Imam Asy Syafi¶i? Malah yang semestinya.R Abu Dawud. Karena telah datang perkara (kematian -pent) yang menyibukkan mereka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful