P. 1
Laporan Praktikum Pesawat Atwood

Laporan Praktikum Pesawat Atwood

5.0

|Views: 13,118|Likes:
Published by agylbtr1234

More info:

Published by: agylbtr1234 on Dec 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2015

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR MODUL 2 PESAWAT ATWOOD

Nama NPM Ketua Kelompok Kelompok Hari/Tanggal Waktu Praktikum Asisten

: Arofi Yanuar Rachman : 240210100021 : Arofi Yanuar R : 4 (empat) : Kamis / 2 Desember 2010 : 13.00 – 15.00 WIB : Dicky Maulana

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJAJARAN JATINANGOR 2010

maka benda akan mengalami percepatan yang tetap pula. Bayangkan penerapannya pada kehidupan nyata dalam bentuk lift (m1) dan beban imbangnya (m2). Newton telah merumuskan Hukum II Newton. 2. m1 dan m2 dibuat sama massanya. Namun setelah Galileo mengadakan percobaan. Melakukan percobaan Atwood untuk memperlihatkan berlakunya Hukum Newton dan menghitung momen inersia katrol. Dua massa yang digantungkan pada katrol dengan kabel. Menyelesaikan soal-soal tentang gerak translasi dan rotasi dengan menggunakan Hukum Newton. Supaya benda itu bergerak maka harus terus menerima diberi gaya luar baik berupa tarikan ataupun dorongan. Hukum Newton ini menunjukan sifat benda yaitu sifat inersia namun tidak terdefinisi secara kuantitatif. kadang-kadang disebut secara umum sebagai mesin Atwood. Dimana hukum I Newton berbunyi “ bahwa setiap benda tetap berada dalam keadaan diam atau bergerak dengan laju tetap sepanjang garis lurus kecuali jika diberi gaya total yang tidak nol” 1. pesawat Atwood ini tidak lepas sari prinsip. serta memperlihatkan hubungan gaya dengan gerak benda secara kuantitatif pula. pendapat ini berubah dan terkenalah dengan prinsip Galileo atau lebih baku terkenal dengan sebutan Hukum Newton pertama. Berdasarkan eksperimen serta dorongan intuitif dari hokum newton pertama. Untuk memperkecil kerja yang dilakukan oleh motor untuk menaikkan dan menurunkan lift dengan aman. Salah satu kesimpulan Hukum II Newton ini adalah jika gayanya tetap.1 Latar Belakang Pada mulanya orang berpendapat bahwa sifat alamiah benda adalah diam.2 Tujuan 1. Prinsip hukum Newton. .BAB I PENDAHULUAN 1. Pada dasarnya. yang terdefinisikan massa secara kuantitatif.

Pada peristiwa di atas Pepindahannya adalah AB .90 m = 110 m.1 Gerak Lurus Beraturan (GLB) Gerak lurus beraturan adalah gerak gerak benda yang lintasannya lurus dan kecepatannya konstan (tetap). Sedangkan jarak yang ditempuh adalah AB + BC = 200 m + 90 m = 290 m. Perumusan yang digunakan pada kecepatan dan kelajuan adalah sama. Perpindahan adalah besarnya jarak yang diukur dari titik awal menuju titik akhir sedangkan Jarak tempuh adalah Panjang lintasan yang ditempuh benda selama bergerak. Apabila perpindahan dan jarak itu berbeda maka antara kecepatan dan kelajuan juga berbeda. Contoh gerak GLB adalah mobil yang bergerak pada jalan lurus dan berkecepatan tetap.1 Gerak 2.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. .BC = 200 m . Perhatikan gambar dibawah ini Gambar 1. Persamaan yang digunakan pada GLB adalah sebagai berikut : s = v. Kecepatan didefinisikan sebagai besarnya perpindahan tiap satuan waktu dan Kelajuan didefinisikan sebagai besarnya jarak yang ditempuh tiap satuan waktu.1. Sebuah benda bergerak dari A menuju B kemudian dia kembali ke C.t Keterangan : s adalah jarak atau perpindahan (m) v adalah kelajuan atau kecepatan (m/s) t adalah waktu yang dibutuhkan (s) Sebelum lebih lanjut membahas tentang gerak terlebih dahulu kita bahas tentang perbedaan perpindahan dan jarak tempuh.

Contoh GLBB adalah gerak buah jatuh dari pohonnya.Karena dalam hal ini yang kita bahas adalah gerak lurus maka besarnya perpindahan dan jarak yang ditempuh adalah sama. kecepatan dan kelajuan dianggap sama.2 Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak lintasannya lurus dengan percepatan tetap dan kecepatan yang berubah secara teratur. Pada pembahasan GLB ada juga yang disebut dengan kecepatan rata-rata.1. GLBB dipercepat adalah GLBB yang kecepatannya makin lama makin cepat. gerak benda dilempar ke atas. contoh GLBB dipercepat adalah gerak buah jatuh dari pohonnya. 2. Kecepatan rata-rata didefinisikan besarnya perpindahan yang ditempuh dibagi dengan jumlah waktu yang diperlukan selama benda bergerak. Berdasarkan pada alasan ini maka untuk sementara supaya mudah dalam membahas. GLBB dibagi menjadi 2 macam : a. Grafik hubungan antara v terhadap t pada GLBB dipercepat adalah Grafik GLBB dipercepat Sedangkan Grafik hubungan antara s terhadap t pada GLBB dipercepat . v rata-rata = Jumlah jarak atau perpindahan / jumlah waktu Karena dalam kehidupan sehari-hari tidak memungkinkan adanya gerak lurus beraturan maka diambillah kecepatan rata-rata untuk menentukan kecepatan pada gerak lurus beraturan.

Grafik hubungan (t) dan (s) b. Grafik hubungan antara v terhadap t pada GLBB diperlambat Grafik hubungan antara s terhadap t pada GLBB diperlambat Persamaan yang digunakan dalam GLBB sebagai berikut : Untuk menentukan kecepatan akhir . GLBB diperlambatAdalah GLBB yang kecepatannya makin lama makin kecil (lambat). Contoh GLBB diperlambat adalah gerak benda dilempar keatas.

” Hukum Newton I sering disebut dengan hukum Inersia. Bila awalnya bergerak maka akan cenderung bergerak dan bila awalnya diam maka akan cenderung diam sampai ada gaya yang mempengaruhinya. maka percepatan yang timbul juga akan konstan .Untuk GLBB diperlambat tanda yang digunakan adalah . Jadi bila gayanya konstan. Besarnya percepatan sebanding dengan gayanya. Hukum Newton I ini berlaku jika keadaan benda memenuhi syarat jumlah gaya yang bekerja pada benda adalah sama dengan nol Hukum Newton II “Setiap benda yang dikenai gaya maka akan mengalami percepatanyang besarnya berbanding lurus dengan besarnya gaya dan berbanding tebalik dengan besarnya massa benda. catatan penting disini adalah nilai percepatan (a) yang dimasukkan pada GLBB diperlambat bernilai positif karena dirumusnya sudah menggunakan tanda negatif. 2.2 Hukum Newton Hukum Newton I “Setiap benda akan cenderung mempertahankan keadaan awal benda.Untuk menentukan jarak yang ditempuh setelah t detik adalah sebagai berikut: Yang perlu diperhatikan dalam menggunakan persamaan diatas adalah saat GLBB dipercepat tanda yang digunakan adalah + .” Keterangan : a = percepatan benda (ms-2) m = massa benda (kg) F = Gaya (N) Kesimpulan dari persamaan diatas • • Arah percepatan benda sama dengan arah gaya yang bekerja pada benda tersebut..

I~m I ~ r2 Dimana harga tersebut adalah harga yang tetap Hukum Newton III “Apabila kita memberikan gaya (gaya aksi) kepada suatu benda maka benda itu akan memberikan gaya balik yang besarnya sama dan arahnya berlawanan (gaya reaksi)” Secara matematis dirumuskan : Faksi = . sebaliknya bila kenyataan dari pengamatan benda mengalami percepatan maka tentu akan ada gaya yang menyebabkannya. Untuk sebuah katrol dengan beban-beban seperti pada gambar dibawah. . Dalam hal ini ada besaran fisis momen inersia (momen kelembaman) I yang ekivalen dengan besaran fisis massa (m) pada gerak linear.3 Gerak Melingkar Jika sebuah benda dapat bergerak melingkar melalui porosnya. maka pada gerak melingkar ini akan berlaku persamaan gerak yang ekivalen dengan persamaan gerak linear. maka berlaku persamaan seperti berikut. Persamaan gerak untuk percepatan yang tetap (2) 2. Momen inersia (I) suatu benda pada poros tertentu harganya sebanding dengan massa benda terhadap porosnya.Freaksi 2.• Bila pada benda bekerja gaya. maka benda akan mengalami percepatan.4 Pemakaian Hukum Newton pada Pesawat atwood.

Neraca Teknis 4.Bila dianggap M1 = M2 = M BAB III METODE PRAKTIKUM 3. d) Dua beban tambahan dengan massa masing-masing m1 dan m2. b) Tali penggantung yang massanya boleh diabaikan. c) Dua beban M1 dam M2 berbntuk silinder denagn massa sama mesing-masing M yang diikatkan pada ujung-ujung tali penggantung. penahan beban tambahan A yang berlubang. Alat 1. Stopwatch 3. Pesawat Atwood yang terdiri dari a) Tiang berskala R yang pada ujung atasnya terdapat katrol p. e) Genggaman G dengan pegas S. Jangka Sorong . penahan beban B. 2.1.

6) Ulangi pengamatan t1 dan t2 (jumlah ditentukan asisten). A dan B dimana cara kerja pesawat atwood sebagai berikut : a) Pasang M1 pada pegangan G dengan klem S b) Tambahkan beban m pada M2 c) Tekan S. 4. 5.2. lakukan pengamatan t1 dan t2 bersama-sama.Prosedur percobaan 1) Pasang tali pada katrol dengan benar. masa m akan menyangkut sedangkan M2 terus lolos melewati lubang dan bergerak dengan kecepatan tetap sampai di B 3) Catatlah kedudukan C dan B pada skala R 4) Amati dan catatlah besarnya t1 yakni waktu yang diperlukan oleh M2 + m1 dari titik C ke A. 2) Pasang G. sedangkan M2 + m akan turun) Sampai di A. Bila mungkin. 6 dan 7 dengan merubah jarak A-B beberapa kali sedangkan jarak C-A tetap. 5) Amati dan catatlah besarnya t2 yakni waktu yang diperlukan oleh M2 dari titik A ke B. dimana M1 akan terlepas dan naik.3. 7) Gantilah m1 dengan m2. gantungkan masa M1 dan M2 kemudian selidiki apakah benar hanya dengan M1 dan M2 tidak ada gerak dipercepatnya. 8) Ulangi percobaan poin 3. . dimana jarak C-A tetap seperti point 4. 5 dan 6. dan lakukan pengamatan seperti pada poin 4.

5.9) Ulangi percobaan poin 3. 6 dan 7 dengan merubah jarak C-A beberapa kali sedangkan jarak A-B tetap. 10) Timbang M1. . m1 dan m2 sebanyak tiga kali. 4. M2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->