Kerugian Akibat gulma

Kerugian Akibat Gulma

7 06 2010

1. KERUGIAN AKIBAT GULMA Produksi tanaman pertanian, baik yang diusahakan dalam bentuk pertanian rakyat ataupun perkebunan besar ditentukan oleh beberapa faktor antara lain hama, penyakit dan gulma. Kerugian akibat gulma terhadap tanaman budidaya bervariasi, tergantung dari jenis tanamannya, iklim, jenis gulmanya, dan tentu saja praktek pertanian di samping faktor lain. Di Amerika Serikat besarnya kerugian tanaman budidaya yang disebabkan oleh penyakit 35 %, hama 33 %, gulma 28 % dan nematoda 4 % dari kerugian total. Di negara yang sedang berkembang, kerugian karena gulma tidak saja tinggi, tetapi juga mempengaruhi persediaan pangan duniaTanaman perkebunan juga mudah terpengaruh oleh gulma, terutama sewaktu masih muda.Apabila pengendalian gulma diabaikan sama sekali, maka kemungkinan besar usaha tanaman perkebunan itu akan rugi total. Pengendalian gulma yang tidak cukup pada awal pertumbuhan tanaman perkebunan akan memperlambat pertumbuhan dan masa sebelum panen. Beberapa gulma lebih mampu berkompetisi daripada yang lain (misalnya Imperata cyndrica), yang dengan demikian menyebabkan kerugian yang lebih besar. Persaingan antara gulma dengan tanaman yang kita usahakan dalam mengambil unsurunsur hara dan air dari dalam tanah dan penerimaan cahaya matahari untuk proses fotosintesis, menimbulkan kerugian-kerugian dalam produksi baik kualitas maupun kuantitas. Cramer (1975) menyebutkan kerugian berupa penurunan produksi dari beberapa tanaman dalah sebagai berikut : padi 10,8 %; sorgum 17,8 %; jagung 13 %; tebu 15,7 %; coklat 11,9 %; kedelai 13,5 % dan kacang tanah 11,8 %. Menurut percobaan-percobaan pemberantasan gulma pada padi terdapat penurunan oleh persaingan gulma tersebut antara 25-50 %. Gulma mengkibatkan kerugian-kerugian yang antara lain disebabkan oleh : 1. Persaingan antara tanaman utama sehingga mengurangi kemampuan berproduksi, terjadi persaingan dalam pengambilan air, unsur-unsur hara dari tanah, cahaya dan ruang lingkup. 2. Pengotoran kualitas produksi pertanian, misalnya pengotoran benih oleh biji-biji gulma. 3. Allelopathy yaitu pengeluaran senyawa kimiawi oleh gulma yang beracun bagi tanaman yang lainnya, sehingga merusak pertumbuhannya. 4. Gangguan kelancaran pekerjaan para petani, misalnya adanya duri-duri Amaranthus spinosus, Mimosa spinosa di antara tanaman yang diusahakan.

5. Perantara atau sumber penyakit atau hama pada tanaman, misalnya Lersia hexandra dan Cynodon dactylon merupakan tumbuhan inang hama ganjur pada padi. 6. Gangguan kesehatan manusia, misalnya ada suatu gulma yang tepung sarinya menyebabkan alergi. 7. Kenaikkan ongkos-ongkos usaha pertanian, misalnya menambah tenaga dan waktu dalam pengerjaan tanah, penyiangan, perbaikan selokan dari gulma yang menyumbat air irigasi. 8. Gulma air mngurangi efisiensi sistem irigasi, yang paling mengganggu dan tersebar luas ialah eceng gondok (Eichhornia crssipes). Terjadi pemborosan air karena penguapan dan juga mengurangi aliran air. Kehilangan air oleh penguapan itu 7,8 kali lebih banyak dibandingkan dengan air terbuka. Di Rawa Pening gulma air dapat menimbulkan pulau terapung yang mengganggu penetrasi sinar matahari ke permukaan air, mengurangi zat oksigen dalam air dan menurunkan produktivitas air. Dalam kurun waktu yang panjang kerugian akibat gulma dapat lebih besar daripada kerugian akibat hama atau penyakit. Di negara-negara sedang berkembang (Indonesia, India, Filipina, Thailand) kerugian akibat gulma sama besarnya dengan kerugian akibat hama. RANGKUMAN Gulma menimbulkan kerugian-kerugian karena mengadakan persaingan dengan tanaman pokok, mengotori kualitas produksi pertanian, menimbulkan allelopathy, mengganggu kelancaran pekerjaan para petani, sebagai perantara atau sumber hama dan penyakit, mengganggu kesehatan manusia, menaikkan ongkos-ongkos usaha pertanian dan menurunkan produktivitas air. 2. KOMPETISI A. Kompetisi Gulma terhadap Tanaman Adanya persaingan gulma dapat mengurangi kemampuan tanaman untuk berproduksi. Persaingan atau kompetisi antara gulma dan tanaman yang kita usahakan di dalam menyerap unsur-unsur hara dan air dari dalam tanah, dan penerimaan cahaya matahari untuk proses fotosintesis, menimbulkan kerugian-kerugian dalam produksi baik kualitas dan kuantitas. a. Persaingan memperebutkan hara Setiap lahan berkapasitas tertentu didalam mendukung pertumbuhan berbagai pertanaman atau tumbuhan yang tumbuh di permukaannya. Jumlah bahan organik yang dapat dihasilkan oleh lahan itu tetap walaupun kompetisi tumbuhannya berbeda; oleh karena itu jika gulma tidak diberantas, maka sebagian hasil bahan organik dari lahan itu berupa

maka ini lebih cepat habis terpakai. Nilai persaingan total . Tumbuhan yang berjalur fotosintesis C4 lebih efisien menggunakan air. lebih tinggi dan lebih rimbun tajuknya. Jika ketersediaan air dalam suatu lahan menjadi terbatas. kalsium 7. oleh karena itu tumbuhan itu lebih tua. kalium 3. gulma juga membutuhkan banyak air untuk hidupnya.5 kali lebih banyak dan magnesium lebih dari 3 kali. Contoh gulma Helianthus annus membutuhkan air sebesar 2. Gulma menyerap lebih banyak unsur hara daripada pertanaman. fosfat 1.gulma. dan karena nitrogen dibutuhkan dalam jumlah yang banyak. maka persaingan air menjadi parah. Tumbuhan lain yang lebih pendek. Dapat dikatakan bahwa gulma lebih banyak membutuhkan unsur hara daripada tanaman yang dikelola manusia. gulma mengandung kadar nitrogen dua kali lebih banyak daripada jagung. c. Air diserap dari dalam tanah kemudiaan sebagian besar diuapkan (transpirasi) dan hanya sekitar satu persen saja yang dipakai untuk proses fotosintesis.5 kali lebih banyak. Oleh karena itu penting untuk memberantas gulma dari familia Cyperaceae dan Gramineae (Poaceae) di sekitar rumpun-rumpun padi yang berjalur C3. b. CVN = competition value for nutrient. dinaungi oleh tumbuhannya yang terdahulu serta pertumbuhannya akan terhambat. air dan cahaya matahari. Persaingan memperebutkan cahaya Apabila ketersediaan air dan hara telah cukup dan pertumbuhan berbagai tumbuhan subur .5 kali tanaman jagung. tetapi tidak dapat mengurangi komposisi hasil tumbuhan atau dengan kata lain gangguan gulma tetap ada dan merugikan walaupun tanah dipupuk. Pada bobot kering yang sama. Tumbuhan yang berhasil bersaing mendapatkan cahaya adalah yang tumbuh lebih dahulu. Yang paling diperebutkan antara pertanaman dan gulma adalah unsur nitrogen. Persaingan memperebutkan air terjadi serius pada pertanian lahan kering atau tegalan. Persaingan memperebutkan air Sebagaimana dengan tumbuhan lainnya. maka faktor pembatas berikutnyaa adalah cahaya matahari yang redup (di musim penghujan) berbagai pertanaman berebut untuk memperoleh cahaya matahari. suhu dan sinar sehingga lebih kuat bersaing berebut cahaya pada keadaan cuaca mendung. Kebutuhan yang besar tersebut hampir dua kali lipat kebutuhan pertanaman.5 kali lebih banyak. CVW = competition value for water dan CVL = competition value for light. Hal ini berarti walaupun pemupukan dapat menaikkan daya dukung lahan. muda dan kurang tajuknya. Untuk tiap kilogram bahan organik. Eussen (1972) menelorkan rumus : TCV = CVN + CVW + CVL di mana TCV = total competition value. Dari peristiwa persaingan antara gulma dan tanaman pokok didalam memperebutkan unsur hara. gulma membutuhkan 330 – 1900 liter air.

hara dan cahaya atau tinggi rendahnya hambatan terhadap pertumbuhan atau hasil tanaman pokok jika dilihat dari segi gulmanya.57 %. pertumbuhan tanaman pokok semakin terhambat. semakin hebat persaingannya. Lama keberadaan gulma Semakin lama gulma tumbuh bersama dengan tanaman pokok. <!–[if !supportLists]–>a. 195. Hubungan antara saat kemunculan gulma dan pertumbuhan atau hasil tanaman pokok merupakan suatu korelasi positif.56 dan 166.11. Hubungan antara lama keberadaan gulma dan pertumbuhan atau hasil tanaman pokok merupakan suatu korelasi negatif. 60. 14. Hubungan antara kerapatan gulma dan pertumbuhan atau hasil tanaman pokok merupakan suatu korelasi negatif. dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti berikut ini. persaingan yang terjadi semakin hebat. 250. 15. Besar kecilnya persaingan antara gulma dan tanaman pokok di dalam memperebutkan air. 262. 257. Saat kemunculan gulma Semakin awal saat kemunculan gulma. Besar kecilnya (derajad) persaingan gulma terhadap tanaman pokok akan berpengaruh terhadap baik buruknya pertumbuhan tanaman pokok dan pada gilirannya akan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya hasil tanaman pokok.88 % dan 17. 15.22.22 g/petak (Erida dan Hasanuddin. 271. pertumbuhan tanaman pokok semakin terhambat. (1996) memperlihatkan bahwa perlakuan kerapatan awal teki 25.yang disebabkan oleh gulma terhadap tanaman pokok merupakan penggabungan dari nilai persaingan untuk hara + nilai persaingan untuk air + nilai persaingan untuk cahaya. hambatan terhadap pertumbuhan tanaman pokok berbeda. 75. 284. d. <!–[endif]–>Macam gulma Masing-masing gulma mempunyai kemampuan bersaing yang berbeda. 256.34.82. <!–[endif]–>Kerapatan gulma Semakin rapat gulmanya. pertumbuhan tanaman pokok semakin terhambat.64.77 dan 284.82 g/petak (2m x 3m). persaingan yang terjadi antara gulma dan tanaman pokok semakin hebat. penurunan hasil tanaman pokok juga berbeda. Sebagai contoh kemampuan bersaing jawan (Echinochloa crusgalli) dan tuton (Echinochloa colonum) terhadap tanaman padi tidak sama atau berbeda. Hasil penelitian Erida dan Hasanuddin (1996) memperlihatkan bahwa saat kemunculan gulma bersamaan tanam. 30. . 45.28. dan hasilnya semakin menurun. 45. 1996). dan hasilnya semakin menurun. 50 dan 100 per m2menurunkan bobot biji kacang tanah per tanaman masing-masing sebesar 14.45. 314. dan 90 hari setelah tanam masing-masing memberikan bobot biji kedelai sebesar 353. 196. <!–[if !supportLists]–>b. c.37. Suroto dkk. 60 dan 75 hari setelah tanam masing-masing memberikan bobot biji kedelai sebesar 166. Perlakuan lama keberadaan gulma 0.69 %. dan hasilnya semakin menurun.34. 30.

Sebagai contoh Echinochloa crusgalli lebih mampu bersaing terhadap padi jika dibandingkan dengan gulma lainnya. Allelopati Beberapa species gulma menyaingi tanaman dengan mengeluarkan senyawa dan zat-zat beracun dari akarnya (root exudates atau lechates) atau dari pembusukan bagian vegetatifnya. Di samping itu kemiripan gulma dengan tanaman juga mempunyai arti penting. lebih dalam dan lebih besar volumenya serta lebih tinggi dan rimbun tajuknya akan lebih menguasai (mendominasi) tumbuhan lainnya. pertumbuhan tanaman pokok lebih terhambat.e. dan lain sebagainya. Persaingan gulma terhadap pertanaman disebabkan antara lain oleh karena gulma lebih tinggi dan lebih . ruang. dan hasilnya semakin menurun. maka akan perakaran kedua tumbuhan itu akan terjalin rapat satu sama lain dan tajuk kedua tumbuhan akan saling menaungi. semakin hebat persaingannya. dan hasilnya semakin menurun. air. hara gas CO2 dan gas lainnya. Jalur fotosintesis gulma (C3 atau C4) Gulma yang memiliki jalur fotosintesis C4 lebih efisien. Kedua tumbuhan ini sama-sama membutuhkan cahaya. Bagi gulma yang mengeluarkan allelopat mempunyai kemampuan bersaing yang lebih hebat sehingga pertumbuhan tanaman pokok lebih terhambat. Masingmasing pertanaman memiliki asosiasi gulma tertentu dan gulma yang lebih berbahaya adalah yang mirip dengan pertanamannnya. Apabila dua tumbuhan tumbuh berdekatan. sehingga akan lebih menghambat pertumbuhan dan menurunkan hasil tanaman pokok g. f. Habitus gulma Gulma yang lebih tinggi dan lebih lebat daunnya. Dengan demikian perbedaan sifat dan habitus tumbuhanlah yang merupakan penyebab terjadinya persaingan antara individuindividu dalam spesies tumbuhan yang sama (intra spesific competition atau kompetisi intra spesifik) dan persaingan antara individu-individu dalam spesies tumbuhan yang berbeda (inter spesific competition atau kompetisi inter spesifik). serta lebih luas dan dalam sistem perakarannya memiliki kemampuan bersaing yang lebih. dan hasilnya semakin menurun. Kecepatan tumbuh gulma Semakin cepat gulma tumbuh. <!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–> 2. dengan akibat tumbuhan yang memiliki sistem perakaran yang lebih luas. sehingga persaingannya lebih hebat. h. Kompetisi Intraspesifik dan Interspesifik Gulma dan pertanaman yang diusahakan manusia adalah sama-sama tumbuhan yang mempunyai kebutuhan yang serupa untuk pertumbuhan normalnya. pertumbuhan tanaman pokok semakin terhambat.

Persaingan gulma pada awal pertumbuhan tanaman akan mengurangi kuantitas hasil panenan. Dengan diketahuinya periode kritis suatu tanaman. macam gulma. sehingga TCV = CVN + CVW + CVL. Pada umumnya persaingan gulma terhadap pertanaman terjadi dan terparah pada saat 25 – 33 % pertama pada siklus hidupnya atau ¼ – 1/3 pertama dari umur pertanaman. tenaga dan waktu dapat ditekan sekecil mungkin dan efektifitas kerja menjadi meningkat. Periode Kritis Dalam pertumbuhan tanaman terdapat selang waktu tertentu dimana tanaman sangat peka terhadap persaingan gulma. Periode kritis adalah periode maksimum dimana setelah periode tersebut dilalui maka keberadaan gulma selanjutnya tidak terpengaruh terhadap hasil akhir. adanya gulma yang tumbuh di sekitar tanaman harus dikendalikan agar tidak menimbulkan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan hasil akhir tanaman tersebut. sedangkan gangguan persaingan gulma menjelang panen berpengaruh lebih besar terhadap kualitas hasil panenan. Periode waktu dimana tanaman peka terhadap persaingan dengan gulma dikenal sebagai periode kritis tanaman. berakibat besar terhadap pertumbuhan dan hasil panenan. Dengan demikian biaya. Penyiangan atau pengendalian yang dilakukan pada saat periode kritis mempunyai beberapa keuntungan. Waktu pemunculan (emergence) gulma terhadap pertanaman merupakan faktor penting di dalam persaingan. Misalnya frekuensi pengendalian menjadi berkurang karena terbatas di antara periode kritis tersebut dan tidak harus dalam seluruh siklus hidupnya. RANGKUMAN Gulma dan pertanaman mengadakan persaingan memperebutkan hara. air dan cahaya. Besar kecilnya persaingan gulma terhadap tanaman pokok akan berpengaruh terhadap baik buruknya pertumbuhan tanaman pokok dan pada gilirannya akan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya hasil tanaman pokok. serta lebih luas dan dalam sistem perakarannya. kecepatan tumbuh gulma. Keberadaan atau munculnya gulma pada periode waktu tersebut dengan kepadatan tertentu yaitu tingkat ambang kritis akan menyebabkan penurunan hasil secara nyata. Tinggi rendahnya hasil tanaman pokok. Gulma yang muncul atau berkecambah lebih dahulu atau bersamaan dengan tanaman yang dikelola. jika dilihat dari segi gulmanya sangat ditentukan oleh kerapatan gulma. sehingga pada periode tersebut perlu dilakukan pengendalian. saat kemunculan gulma.rimbun tajuknya. Periode kritis adalah periode dimana tanaman pokok sangat peka atau sensitif terhadap persaingan gulma. Sedangkan gulma yang berkecambah (2-4 minggu) setelah pemunculan pertanaman sedikit pengaruhnya. maka saat penyiangan yang tepat menjadi tertentu. . dan jika tidak dilakukan maka hasil tanaman pokok akan menurun. sehingga pertanaman kalah bersaing dengan gulma tersebut. Dalam periode kritis. <!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–> 3.

yaitu salah satu tumbuhan mengeluarkan senyawa beracun ke lingkungan sekitarnya dan dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan tumbuhan yang ada di dekatnya. Umumnya senyawa yang dikeluarkan adalah dari golongan fenol. perubahan susunan sel-sel akar dan lain sebagainya. habitus gulma. CVW = competition value of water. CVL = competition value of light. . Salvia lenocophyela dan lain-lain. sehingga pada periode tersebut perlu dilakukan pengendalian. Pada umumnya periode kritis terjadi pada saat 25 – 33 % pertama pada siklus hidupnya atau pada saat ¼ – 1/3 pertama dari umur pertanaman. grinting (Cynodon dactylon). Gulma dan pertanaman adalah sama-sama tumbuhan yang mempunyai kebutuhan serupa untuk pertumbuhan normalnya. dan ada tidaknya allelopati. Perbedaan sifat dan habitus tumbuhan merupakan penyebab terjadinya kompetisi intra spesifik dan kompetisi inter spesifik. 3. Agropyron intermedium. pertumbuhan memanjang akar terhambat. Dalam pertumbuhan tanaman terdapat selang waktu tertentu di mana tanaman sangat peka atau sensitif terhadap persaingan gulma. Eussen (1972) menyatakan. Beberapa species gulma menyaingi pertanaman dengan mengeluarkan senyawa beracun dari akarnya (root exudates atau lechates) atau dari pembusukan bagian vegetatifnya. teki (Cyperus rotundus).lama keberadaan gulma. bahwa apabila gulma mengeluarkan senyawa beracun maka nilai persaingan totalnya dirumuskan sebagai berikut : TCV = CVN + CVW + CVL + AV dimana TCV = total competition value. Dengan diketahui periode kritis suatu tanaman maka saat penyiangan yang tepat menjadi tertentu. Spesies gulma yang diketahui mengeluarkan senyawa racun adalah alang-alang (Imperata cylinarica). CVN = competition value of nutrient. jalur fotosintesis gulma (C3 atau C4). dan jika tidak maka hasil tanaman akan menurun. Nilai persaingan total yang disebabkan oleh gulma yang mengeluarkan alelopat terhadap tanaman pokok merupakan penggabungan dari nilai persaingan untuk hara + nilai persaingan untuk air + nilai persaingan untuk cahaya + nilai alelopatik. Tidak semua gulma mengeluarkan senyawa beracun. dan AV = allelopathic value. Penyiangan gulma dilakukan pada saat periode kritis. kecambah jadi abnormal. Persaingan yang timbul akibat dikeluarkannya zat yang meracuni tumbuhan lain disebut alelopati dan zat kimianya disebut alelopat. Interaksi biokimiawi antara gulma dan pertanamanan antara lain menyebabkan gangguan perkecambahan biji. ALLELOPATI Tumbuh-tumbuhan juga dapat bersaing antar sesamanya secara interaksi biokimiawi.

Beberapa genus tumbuhan yang melepaskan senyawa alelopati melalui penguapan adalah Artemisia. buah. Sel-sel pada bagian-bagian organ yang mati akan kehilangan permeabilitas membrannya dan dengan mudah senyawa-senyawa kimia yang ada didalamnya dilepaskan. rizoma. >d. saat kemunculan gulma. <!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–> <!–[if !supportLists]–>1. Hasil cucian daun tumbuhan Crysanthemum sangat beracun. dan biji. dan jalur fotosintesis gulma (C3 atau C4). batang. Eksudat akar Banyak terdapat senyawa kimia yang dapat dilepaskan oleh akar tumbuhan (eksudat akar). yang kebanyakan berasal dari asam-asam benzoat. habitus gulma. Eucalyptus. akar. dan dapat pula masuk ke dalam tanah yang akan diserap akar. c. Beberapa jenis mulsa dapat meracuni tanaman budidaya atau jenis-jenis tanaman yang ditanam pada musim berikutnya. Kuantitas dan kualitas senyawa alelopati yang dikeluarkan oleh gulma antara lain dipengaruhi kerapatan gulma. lama keberadaan gulma. Penguapan Senyawa alelopati ada yang dilepaskan melalui penguapan. dan Salvia. dengan beberapa jenis rotasi tanaman. <!–[endif]–>Sumber Senyawa Alelopati Senyawa-senyawa kimia yang mempunyai potensi alelopati dapat ditemukan di semua jaringan tumbuhan termasuk daun. bunga. b. senyawa-senyawa kimia yang mudah larut dapat tercuci dengan cepat. Senyawa-senyawa alelopati dapat dilepaskan dari jaringan-jaringan tumbuhan dalam berbagai cara termasuk melalui : a. Pencucian Sejumlah senyawa kimia dapat tercuci dari bagian-bagian tumbuhan yang berada di atas permukaan tanah oleh air hujan atau tetesan embun. umbi. kecepatan tumbuh gulma. Senyawa ini dapat diserap oleh tumbuhan di sekitarnya dalam bentuk uap. dan pada regenarasi hutan. sinamat. dengan keracunan yang ditimbulkan akibat penggunaan mulsa pada beberapa jenis pertanaman. sehingga tidak ada jenis tumbuhan lain yang dapat hidup di bawah naungan tumbuhan ini. dan fenolat. Pembusukan organ tumbuhan Setelah tumbuhan atau bagian-bagian organnya mati. bentuk embun.Secara umum alelopati selalu dikaitkan dengan maslah gangguan yang ditimbulkan gulma yang tumbuh bersama-sama dengan tanaman pangan. . macam gulma. Senyawa kimianya termasuk ke dalam golongan terpenoid.

Tumbuhan yang masih hidup dapat mengeluarkan senyawa alelopati lewat organ yang berada di atas tanah maupun yang di bawah tanah. Alang-alang (Imperata cyndrica) dan teki (Cyperus rotundus) yang masih hidup mengeluarkan senyawa alelopati lewat organ di bawah tanah. 2. rotundus Euporbia esula Holcus mollis Imperata cylindrica Poa spp. kedelai kacang pea. oat. gandum mentimun sorgum berbagai jenis bajra mentimun. atau melalui hasil pembusukan bagian-bagian organnya yang telah mati. Gulma Yang Berpotensi Alelopati Alelopati dapat meningkatkan agresivitas gulma di dalam hubungan interaksi antara gulma dan tanaman melalui eksudat yang dikeluarkannya. yang teruapkan. jika sudah mati baik organ yang berada di atas tanah maupun yang di bawah tanah sama-sama dapat melepaskan senyawa alelopati. gandum barli berbagai jenis tomat kentang jagung. Demikian juga tumbuhan yang sudah matipun dapat melepaskan senyawa alelopati lewat organ yang berada di atas tanah maupun yang di bawah tanah. jagung kopi jagung sorgum. Jenis gulma yang mempunyai aktivitas alelopati Jenis gulma Abutilon theoprasti Agropyron repens Agrostemma githago Allium vineale Amaranthus spinosus Ambrosia artemisifolia A. trifida Artemisia vulgaris Asclepias syriaca Avena fatua Celosia argentea Chenopodium album Cynodon dactylon Cyperus esculentus C. yang tercuci. sorgum jagung . Beberapa jenis gulma yang telah diketahui mempunyai potensi mengeluarkan senyawa alelopati dapat dilihat pada tabel berikut ini. Polygonum persicaria Rumex crisparus Setaria faberii Jenis tanaman pertanian yang peka beberapa jenis berbagai jenis gandum oat kopi berbagai jenis kacang pea.

. alfalfa. <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Beberapa alelopat menghambat pembelahan sel-sel akar tumbuhan. oat. <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Beberapa senyawa alelopati memberikan pengaruh menghambat respirasi akar. <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Senyawa alelopati memberikan pengaruh menghambat sintesis protein. <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Senyawa alelopati dapat menghambat aktivitas enzim. <!–[endif]–>Pengaruh Alelopati Beberapa pengaruh alelopati terhadap aktivitas tumbuhan antara lain : <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Senyawa alelopati dapat menghambat penyerapan hara yaitu dengan menurunkan kecepatan penyerapan ion-ion oleh tumbuhan. <!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–> <!–[if !supportLists]–>3. khususnya melalui senyawa beracun yang dikeluarkan dari bagian-bagian yang organnya telah mati. <!–[endif]–>Pengaruh Alelopati terhadap Pertumbuhan Telah banyak bukti yang menunjukkan bahwa senyawa alelopati dapat menghambat pertumbuhan tanaman. dan barli sangat terhambat. 1995) barli Telah banyak bukti yang dikumpulkan menunjukkan bahwa beberapa jenis gulma menahun yang sangat agresif termasuk Agropyron repens.Stellaria media (Sumber : Putnam. pertumbuhan gandum. <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Beberapa senyawa alelopati dapat menurunkan daya permeabilitas membran pada sel tumbuhan. <!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–> <!–[if !supportLists]–>4. Cirsium arvense. Laporan yang paling awal diketahui mengenai hal ini ialah bahwa pada tanah-tanah bekas ditumbuhi Agropyron repens. Sorgum halepense. Cyperus rotundus dan Imperata cylindrica mempunyai pengaruh alelopati. <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Beberapa alelopat dapat menghambat pertumbuhan yaitu dengan mempengaruhi pembesaran sel tumbuhan.

Artemisia vulgaris. (1994) memperlihatkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstraks organ tubuh alang-alang. Amaranthus spinosus.Polygonum persicaria. CVW = competition value of water. saat kemunculan gulma. akar rizoma.Alang-alang menghambat pertumbuhan tanaman jagung dan ini telah dibuktikan dengan menggunakan percobaan pot-pot bertingkat di rumah kaca di Bogor. Tidak semua gulma mengeluarkan senyawa beracun. eksudat akar. Imperata cylindrica. dan AV = allelopathic value. Pengaruh teki terhadap pertumbuhan jagung. habitus gulma. lama keberadaan gulma. Agropyron repens. maka diduga bahwa alang-alang merupakan senyawa beracun yang dapat mempengaruhi pertumbuhan jagung. Apabila gulmanya mengeluarkan senyawa beracun maka rumusan nilai persaingan totalnya adalah TCV = CVN + CVW + CVL + AV. pencucian dan pembusukan organ tumbuhan. Beberapa jenis gulma yang berpotensi mengeluarkan senyawa alelopati ialah Abutilon theoprasti. Allium vineale. Agrostemma githago. Chenopodium album. Senyawa-senyawa alelopati dapat dilepaskan dari jaringan-jaringan tumbuhan dalam berbagai cara termasuk melalui penguapan. air dan cahaya bukan merupakan pembatas utama. kecepatan tumbuh gulma dan jalur fotosintesis gulma (C3 atau C4). Asclepias syriaca. Mengingat unsur hara. <!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–> RANGKUMAN Beberapa species gulma menyaingi pertanaman dengan mengeluarkan senyawa beracun. Ekstrak umbi dari teki dalam berbagai konsentrasi telah digunakan dalam percobaan. Stellaria media. . kedelai dan kacang tanah juga telah dipelajari dengan metode tidak langsung. Poa spp. Tumbuhan yang telah mati dan sisa-sisa tumbuhan yang dibenamkan ke dalam tanah juga dapat menghambat pertumbuhan jagung. Rumex crispus. macam gulma. trifidia. A. Avena fatua. bunga. C. serta potensi hasilnya menurun. Lamid dkk. Celosia argentea. Sutarto (1990) memperlihatkan bahwa tekanan ekstrak teki segar 200 dan 300 g/250 ml air menyebabkan pertumbuhan tanaman kacang tanah menjadi kerdil dan kurus. umbi. Kuantitas dan kualitas senyawa alelopati yang dikeluarkan oleh gulma dipengaruhi oleh kerapatan gulma. batang. Di mana TCV = total competition value. semakin besar pengaruh negatifnya terhadap pertumbuhan kecambah padi gogo. Holcus mollis. rotundus. Senyawa-senyawa kimia yang mempunyai potensi alelopati dapat ditemukan di semua jaringan tumbuhan termasuk daun. buah dan biji. Penelitian semacam ini juga telah banyak dilakukan misalnya pada teki (Cyperus rotundus). Ambrosia artemisifolia. Euphorbia esula. CVL = competition value of light. Cynodon dactylon. Beberapa gulma yang berpotensi alelopati baik yang masih hidup atau yang sudah mati sama-sama dapat melepaskan senyawa alelopati melalui organ yang berada dia atas tanah maupun yang di bawah tanah. . Cyperus esculentus. CVN = competition value of nutrient. Setaria faberii.

respirasi. maka gulma tersebut sering disebut sebagai gulma semusim. <!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–> 4. Hal demkian inilah yang merupakan kelemahan utama dari kalsifikasi sistem buatan. sehingga kemungkinan bisa terjadi beberapa tumbuhan yang mempunyai hubungan erat satu sama lain dikelompokan dalam kelompok yang terpisah dan sebaliknya beberapa tumbuhan yang hanya mempunyai sedikit persamaan mungkin dikelompokan bersama dalam satu kelompok. pertumbuhan tanaman. yaitu gulma yang menyelesaikan siklus hidupnya dalam waktu kurang dari satu tahun atau paling lama satu tahun (mulai dari berkecambah sampai memproduksi biji dan kemudian mati). Agropyron repensmenghambat pertumbuhan gandum. Alang-alang dan teki baik yang masih hidup maupun yang sudah mati menghambat pertumbuhan dan menurunkan hasil tanaman budidaya. Echinochloa colonum. karena gulma tersebut mempunyai beberapa kelebihan yaitu umurnya pendek. Karena kebanyakan umurnya hanya seumur tanaman semusim. <!–[endif]–>Berdasarkan siklus hidupnya. KLASIFIKASI GULMA Cara klasifiikasi pada tumbuhan ada dua macam yaitu buatan (artificial) dan alami (natural). menurunkan daya permeabilitas membran sel dan menghambat aktivitas enzim. Pada klasifikasi sistem buatan pengelompokan tumbuhan hanya didasarkan pada salah satu sifat atau sifat-sifat yang paling umum saja. Pada klasifikasi sistem alami pengelompokan didasarkan pada kombinasi dari beberapa sifat morfologis yang penting. sitesis protein. Atas dasar pengelompokan yang berbeda.Senyawa alelopati dapat menghambat penyerapan hara. Masing-masing kelompok memperlihatkan perbedaan di dalam pengendalian. maka kita dapat mengelompokan gulma menjadi kelompok-kelompok atau golongan-golongan yang berbeda pula. . <!–[endif]–>Gulma setahun (gulma semusim. oat. pembelahan sel-sel akar. Walaupun sebenarnya mudah dikendalikan. sebab menurut sistem tersebut hanya tumbuh-tumbuhan yang mempunyai hubungan filogenetis saja yang dikelompokan ke dalam kelompok yang sama. Gulma dapat dikelompokan seperti berikut ini : <!–[if !supportLists]–>1. contohnya Echinochloa crusgalli. tetapi kenyataannya kita sering mengalami kesulitan. Klasifikasi sistem alami lebih maju daripada klasifikasi sistem buatan. Cara klasifiksi pada gulma cenderung mengarah ke sistem buatan. Fimbristylis littoralisdan lain sebagainya. alfalfa dan barli. menghasilkan biji dalam jumlah yang banyak dan masa dormansi biji yang panjang sehingga dapat lebih bertahan hidupnya. Alelopati menghambat pertumbuhan tanaman. gulma dapat dikelompokan menjadi : <!–[if !supportLists]–>a. Di Indonesia banyak dijumpai jenis-jenis gulma setahun. fotosintesis. Limnocharis flava. Monochoria vaginalis. annual weeds).

dan Rumex sp. yaitu gulma yang dapat berkembang biak dengan akar yang menjalar (root creeping). Circium vulgare. Circium altissimum dan Artemisia biennis.. yang juga diperlukan adalah dengan membunuh kecambah-kecambah yang baru muncul atau tumbuh di atas permukaan tanah. Creeping perennial. Adanya pengendalian dengan frekuensi yang tinggi (sering atau berulang-ulang) baik secara mekanis ataupun secara kimiawi. Sorgum helepense. Pada keadaan kekurangan air (di musim kemarau) gulma tersebut seolah-olah mati karena bagian yang berada di atas tanah mengering. gulma dikelompokkan menjadi : . <!–[if !supportLists]–>c. batang yang menjalar di atas tanah (stolon) atau batang yang menjalar di dalam tanah (rhizioma). yaitu gulma yang sebenarnya hanya berkembang biak dengan biji. gulma tahunan dibedakan menjadi dua : 1). akan tetapi apabila bagian tubuhnya terpotong maka potongannya akan dapat tumbuh menjadi individu baru. Sebagai contoh Taraxacum sp. stolon atau tubernya maka pertumbuhan baru akan segera dimulai dan dapat tumbuh berkembangbiak dengan pesat dalam waktu yang tidak terlalu lama apabila air tercukupi. Adanya pengolahan tanah untuk penanaman tanaman pangan atau tanaman setahun lainnya akan membantu perkembangbiakan. karena dengan terpotong-potongnya rhizoma. Beberapa diantaranya ada yang berkembang biak dengan umbi (tuber). maka masing-masing potongannya akan tumbuh menjadi individu baru. 2). Contoh gulma tahunan populair yang perkembangbiakan utamanya dengan rhizoma adalah alang-alang (Imperata cylindrica). <!–[if !supportLists]–>2. Echium vulgare. Kebanyakan berkembang biak dengan biji dan banyak diantaranya yang berkembang biak secara vegetatif. maka gulma tersebut sukar sekali untuk diberantas. Pada tahun pertama digunakan untuk pertumbuhan vegetatif menghasilkan bentuk roset dan pada tahun kedua berbunga. Satu cara pengendalian yang efektif.<!–[if !supportLists]–>b. Berdasarkan cara berkembang biaknya. Dengan dimilikinya alat perkembangbiakan vegetatif. <!–[endif]–>Gulma dua tahun (biennial weeds). Circium vulgare. tetapi tidak lebih dari dua tahun. <!–[endif]–>Berdasarkan habitatnya. contohnya Cyperus rotundus dan Helianthus tuberosus. Yang termasuk dalam golongan ini contohnya Cynodon dactylon. maka lambat laun pertumbuhannya akan tertekan juga. yaitu gulma yang menyelesaikan siklus hidupnya lebih dari satu tahun. Pada periode roset gulma tersebut sensitif terhadap herbisida. Simple perennial. apabila akarnya terpotong menjadi dua. yaitu gulma yang dapat hidup lebih dari dua tahun atau mungkin hampir tidak terbatas (bertahuntahun). Agropyron repens. Yang termasuk gulma dua tahun yaitu Dipsacus sylvestris. akan tetapi begitu ada air yang cukup untuk pertumbuhannya akan bersemi kembali. <!–[endif]–>Gulma tahunan (perennial weeds). menghasilkan biji dan kemudian mati.

. Ottelia alismoides. <!–[endif]–>Gulma darat (terrestial weeds). Gulma yang tumbuh mengapung (floating weeds). yaitu gulma yang tumbuh di habitat air. <!–[endif]–>Terdapat di tanah kering atautegalan. <!–[if !supportLists]–>c. Pistia stratiotes. Gulma yang tumbuh di tepian (marginal weeds). yaitu gulma yang hidup pada kondisi air seperti air laut. 2). contohnya Echinochola crusgalli. contoh Nymphae spp. ContohCyperus rotundus. yaitu gulma yang tumbuh pada habitat tanah atau darat. <!–[endif]–>Gulma air (aquatic weeds). yaitu gulma yang tumbuh di habitat air tawar. d). Salvinia sp. Cyperus elatus. Amaranthus spinosus. b). Imperata cylindrica. Gulma air dibedakan menjadi dua kelompok. <!–[endif]–>Terdapat di tanah perkebunan besar. <!–[endif]–>Terdapat di tanah sawah. contoh Ultricularia gibba. contohnya Cyperus rotundus. contohnyaEichornia crassipes. Rhychospora corymbosa. <!–[endif]–>Berdasarkan tempat tumbuhnya.. Amaranthus spinosus. Scleria poaeformis. Gulma yang sebagian tubuhnya tenggelam dan sebagian mengapung (emerged weeds). . <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Gulma yang akarnya masuk ke dalam tanah (submerged anchored weeds).Ludwigia sp. contoh Hydrilla verticillata. <!–[if !supportLists]–>b. dibedakan ke dalam : <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Gulma yang hidup melayang (submerged not anchored weeds). Cynodon dactylon. Leersia hexandra. yaitu : 1). contohnya Imperata cylindrica. . Nymphoides indica. Salvinia cuculata. Limnocharis flava. misal di hutan-hutan bakau.. Eleusine indica. Gulma air garam (saltwater atau marine weeds). Echinochola colonum. contoh Panicum repens. dan lain sebagainya. Ceratophyllum demersum. Najas indica. Dikelompokkan lagi ke dalam: a). Pistia stratiotes.<!–[if !supportLists]–>a. <!–[if !supportLists]–>3. Polygonum sp. <!–[if !supportLists]–>b. Mimosa sp. gulma dikelompokkan menjadi : <!–[if !supportLists]–>a. Gulma yang hidup tenggelam (submerged weeds). Sebagai contoh Enchalus acoroides dan Acrosticum aureum. c). Monochoria vaginalis. Marsilea crenata.. Gulma air tawar (fresh water weeds).

. gulma dikelompokan ke dalam : <!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Pteridophyta. dan biji berkeping dua. terdiri atas dua bagian yaitu pelepah daun dan helaian daun. <!–[endif]–>Monocotyledoneae. Cyperus dactylon. yang besar disebut lemna dan yang kecil disebut palea.<!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–> <!–[if !supportLists]–>4. Panicum repens. berkembang biak secara generatif dengan spora. tepi daun rata. <!–[if !supportLists]–>b. <!–[if !supportLists]–>5. tersusun dalam dua deret. Marsilea crenata. susunan tulang daun sejajar atau melengkung. <!–[endif]–>Berdasarkan sistematikanya. Contohnya Amaranthus spinosus. <!–[if !supportLists]–>b. gulma dikelompokan ke dalam : <!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Golongan rumput (grasses) <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Gulma golongan rumput termasuk dalam familia Gramineae/Poaceae. Contohnya Imperata cylindrica. <!–[endif]–>Golongan teki (sedges) . Sebagai contoh Salvinia sp. Panicum repens. <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Buah disebut caryopsis atau grain. dan biji berkeping satu. gulma berakar serabut.. umumnya bertulang daun sejajar. susunan tulang daun menyirip atau menjari. Echinochloa crusgalli. <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Contohnya Imperata cyliindrica. <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Dasar karangan bunga satuannya anak bulir (spikelet) yang dapat bertangkai atau tidak (sessilis). <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Batang bulat atau agak pipih. gulma berakar tunggang. Echinochloa crusgalli. Lidah-lidah daun sering kelihatan jelas pada batas antara pelepah daun dan helaian daun. <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Daun-daun soliter pada buku-buku. jumlah bagian-bagian bunga 4 atau 5 atau kelipatannya. kebanyakan berongga. Mimosa sp. Cyperus rotundus. Euphatorium odoratum. <!–[if !supportLists]–>c. di mana tiap-tiap bunga kecil biasanya dikelilingi oleh sepasang daun pelindung (bractea) yang tidak sama besarnya. <!–[endif]–>Dicotyledoneae. jumlah bagian-bagian bunga tiga atau kelipatannya. <!–[endif]–>Berdasarkan morfologinya. Daun biasanya berbentuk garis (linier). Masing-masing anak bulir tersusun atas satu atau lebih bunga kecil (floret). Cynodon dactylon.

Portulaca olerace. <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Ibu tangkai karangan bunga tidak berbuku-buku. Cyperus rotundus Opuntia sp. <!–[endif]–>Gulma obligat (obligate weeds)adalah gulma yang tidak pernah dijumpai hidup secara liar dan hanya dapat tumbuh pada tempattempat yang dikelola oleh manusia. <!–[endif]–>Gulma non parasit. Eichornia crassipes. <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Daun lebar dengan tulang daun berbentuk jala. <!–[if !supportLists]–>c. <!–[if !supportLists]–>7. tidak memiliki lidah-lidah daun (ligula). Amaranthus spinosus. gulma dikelompokan ke dalam : <!–[if !supportLists]–>a. dibedakan dalam : <!–[if !supportLists]–>a. Contohnya Imperata cylindrica. contohnyaImperata cylindrica. Scripus juncoides. Limnocharis flava. <!–[endif]–>Gulma parasit. Lindernia sp. <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Buahnya tidak membuka. Bunga sering dalam bulir (spica) atau anak bulir. <!–[if !supportLists]–>b. Monochoria vaginalis. Cyperus rotundus. <!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Berdasarkan asalnya. <!–[endif]–>Gulma fakultatif (facultative weeds) adalah gulma yang tumbuh secara liar dan dapat pula tumbuh pada tempat-tempat yang dikelola oleh manusia. Contoh Convolvulus arvensis. <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Daun tersusun dalam tiga deretan. <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Batang umumnya berbentuk segitiga. dibedakan lagi menjadi : . <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Contohnya Monocharia vaginalis. Fimbristylis littoralis. <!–[endif]–>Golongan berdaun lebar (broad leaves) <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Gulma berdaun lebar umumnya termasuk Dicotyledoneae dan Pteridophyta. biasanya dilindungi oleh suatu daun pelindung. <!–[if !supportLists]–>6. <!–[endif]–>Berdasarkan parasit atau tidaknya. kadang-kadang juga bulat dan biasanya tidak berongga. <!–[if !vml]–><!–[endif]–> Contohnya Cyperus rotundus.<!–[if !vml]–><!–[endif]–> Gulma golongan teki termasuk dalam familia Cyperaceae. Limnocharis flava.

Di negara-negara yang sedang membangun kegiatan pengendalian yang banyak dilakukan orang adalah pemberantasan. tidak mempunyai klorofil. dapat melakukan asimilasi sendiri. Gulma ini mempunyai daun. <!–[endif]–>Preventif (pencegahan) . contoh Viscum sp. Mencegah biasanya lebih murah tetapi tidak selalu lebih mudah. mempunyai klorofil. Gulma ini mempunyai daun. contohnyaLoranthus pentandrus. tetapi kebutuhan akan air dan hara lainnya diambil dari gulma semi parasit. <!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–> 5. 3) Gulma hiper parasit. gulma Dicotyledoneae dan gulma Pteridophyta. kebutuhan akan makannya diambil langsung dari tanaman inangnya dan akar pengisapnya (haustarium) memasuki sampai ke jaringan floem. gulma yang terdapat di tanah perkebunan besar dan gulma yang terdapat di rawa-rawa atau waduk. tempat tumbuh. RANGKUMAN Klasifikasi gulma dapat didasarkan pada siklus hidup. Berdasarkan tempat tumbuhnya dibedakan menjadi gulma yang terdapat di tanah sawah. dan akar pengisapnya masuk sampai ke jaringan silem. Berdasarkan morfologinya dibedakan menjadi gulma golongan rumput. mempunyai klorofil. gulma dua tahun dan gulma tahunan. Berdasarkan sistematikanya dibedakan menjadi gulma Monocotyledoneae. morfologi. asal atau parasit tidaknya. CARA-CARA PENGENDALIAN GULMA Pengendalian dapat berbentuk pencegahan dan pemberantasan. gulma golongan teki dan gulma golongan berdaun lebar. sistematika.<!–[if !supportLists]–>1) <!–[endif]–>Gulma parasit sejati. Berdasarkan asalnya dibedakan menjadi gulma obligat dan gulma fakultatif. Gulma ini tidak mempunyai daun. tidak dapat melakukan asimilasi sendiri. Berdasarkan habitatnya dibedakan menjadi gulma darat dan gulma air. habitat. Sedang berdasarkan parasit atau tidaknya dibedakan menjadi gulma non parasit dan gulma parasit. tetapi kebutuhan akan air dan unsur hara lainnya diambil dari tanaman inangnya dan akar pengisapnya masuk sampai ke jaringan silem. Berdasarkan siklus hidup gulma dibedakan menjadi gulma setahun. <!–[if !supportLists]–>2) <!–[endif]–>Gulma semi parasit. contohCuscuta australis (tali putri). gulma yang terdapat di tanah kering/tegalan. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan cara-cara : <!–[if !supportLists]–>1. dapat melakukan asimilasi sendiri.

Apabila hal-hal tersebut di atas tidak dapat dilaksanakan dengan baik. traktor dan sebagainya pada umumnya juga berfungsi untuk memberantas gulma. Species gulma asing yang cocok tumbuh di tempat-tempat baru dapat menjadi pengganggu yang dahsyat (eksplosif). bajak. Di samping itu juga mencegah gulma tahunan (perennial weeds) jangan sampai berbiak terutama dengan cara vegetatif. <!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Pengolahan tanah Pengolahan tanah dengan menggunakan alat-alat seperti cangkul. <!–[endif]–>Pemberantasan gulma di sisi-sisi sungai dan saluran-saluran pengairan <!–[if !supportLists]–>e. jalan kereeta . umur dan ukuran infestasi. interval (ulangan) dan sebagainya. tepi jalan umum. macamnya krop yang ditanaman. <!–[endif]–>Pembersihan ternak yang akan diangkut <!–[if !supportLists]–>f. <!–[endif]–>Pencegahan pengangkutan jarak jauh jerami dan rumput-rumput makanan ternak <!–[if !supportLists]–>d. Pengendalian gulma secara fisik Pengendalian gulma secara fisik ini dapat dilakukan dengan jalan : <!–[if !supportLists]–>a. Efektifitas alat-alat pengolah tanah di dalam memberantas gulma tergantung beberapa faktor seperti siklus hidup dari gulma atau kropnya. Pembabatan biasanya dilakukan di perkebunan yang mempunyai krop berupa pohon. <!–[endif]–>Dengan pembersihan bibit-bibit pertanaman dari kontaminasi biji-biji gulma <!–[if !supportLists]–>b. pada halaman-halaman. maka harus dicegah pula agar jangan sampai gulma berbuah dan berbunga. <!–[endif]–>Pencegahan pemakaian pupuk kandang yang belum matang <!–[if !supportLists]–>c. Cara-cara pencegahan masuk dan menyebarkan gulma baru antara lain adalah : <!–[if !supportLists]–>a. garu. 2. dalam dan penyebaran akar. Misalnya kaktus di Australia.Cara ini teruatama ditujukan terhadap species-species gulma yang sangat merugikan dan belum terdapat tumbuh di lingkungan kita. Efektivitas cara ini tergantung pada waktu pemangkasan. <!–[endif]–>Pencegahan pengangkutan tanaman berikut tanahnya dan lain sebagainya. <!–[endif]–>Pembabatan (pemangkasan. jenis dan topografi tanah dan iklim. mowing) Pembabatan umumnya hanya efektif untuk mematikan gulma setahun dan relatif kurang efektif untuk gulma tahunan. eceng gondok di Asia-Afrika.

Keuntungan pembakaran untuk pemberantasan gulma dibanding dengan pemberantasan secara kimiawi adalah pada pembakaran tidak terdapat efek residu pada tanah dan tanaman. Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk mulsa antara lain jerami. Keuntungan lain dari pembakaran ialah insekta-insekta dan hama-hama lain serta penyakit seperti cendawan-cendawan ikut dimatikan. <!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>Mulsa (mulching. mengurangi kandungan humus atau mikroorganisme tanah. kertas dan plastik. biji-biji gulma tertentu tidak mati. pupuk hijau. sekam. Kejelekannya ialah bahaya kebakaran bagi sekelilingnya. padang rumput dan sebagainya. dapat memperbesar erosi. asapnya dapat menimbulkan alergi dan sebagainya. pinggir kali.pai. <!–[if !supportLists]–>e. Kematian dari sel-sel yang hidup pada suhu di atas disebabkan oleh koagulasi pada protoplasmanya. Caranya dengan menggenangi sedalam 15 – 25 cm selama 3 – 8 minggu. penutup seresah) Penggunaan mulsa dimaksudkan untuk mencegah agar cahaya matahari tidak sampai ke gulma. <!–[endif]–>Pembakaran Suhu kritis yang menyebabkan kematian pada kebanyakan sel adalah 45 – 550 C. hutan dan tanah-tanah industri. akhirnya akan mati dan pertumbuhan yang baru (perkecambahan) dapat dicegah. tetapi biji-biji yang kering lebih tahan daripada tumbuhannya yang hidup. <!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–> <!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Pengendalian gulma dengan sistem budidaya Cara pengendalian ini jiga disebut pengendalian secara ekologis. oleh karena menggunakan prinsip-prinsip ekologi yaitu mengelola lingkungan sedemikian rupa sehingga mendukung dan menguntungkan pertanaman tetapi merugikan bagi gulmanya. sehingga gulma tidak dapat melakukan fotosintesis. <!–[if !supportLists]–>c. Pembakaran umumnya banyak dilakukan pada tanah-tanah yang non pertanian. Pada sistem peladangan di luar Jawa cara ini masih digunakan oleh penduduk setempat. serbuk gergaji. Di dalam pengendalian gulma dengan sistem budidaya ini terdapat beberapa cara yaitu : . <!–[endif]–>Penggenangan Penggenangan efektif untuk memberantas gulma tahunan. karena bila sebagian daunnya muncul di atas air maka gulma tersebut umumnya masih dapat hidup. Pembabatan sebaiknya dilakukan pada waktu gulma menjelang berbunga atau pada waktu daunnya sedang tumbuh dengan hebat. seperti di pinggir-pinggir jalan. Pembakaran secara terbatas masih sering dilakukan untuk membersihkan tempat-tempat dari sisa-sisa tumbuhan setelah dipangkas. Gulma yang digenangi harus cukup terendam.

tomat. Juga harus yakin apabila species gulma yang akan dikendalikan itu habis. karena biasanya jenis gulma itu dapat hidup dengan leluasa pada kondisi yang cocok untuk pertumbuhannya. fungi. <!–[endif]–>Pengendalian gulma secara biologis Pengendalian gulma secara biologis (hayati) ialah pengendalian gulma dengan menggunakan organisme lain. Demikian pula dengan wewehan (Monochoria vaginalis) di sawah-sawah. c. dengan membiarkan gulma tumbuh lebih dulu lalu diberantas dengan pengolahan tanah atau herbisida. Tanaman tertentu biasanya mempunyai jenis gulma tertentu pula. Penanaman rapat agar tajuk tanaman segera menutupi ruang-ruang kosong merupakan cara yang efektif untuk menekan gulma. Pemupukan yang tepat merupakan cara untuk mempercepat pertumbuhan tanaman sehingga mempertinggi daya saing pertanaman terhadap gulma. Dengan pergiliran tanaman. ternak.a. Baru kemudian tanaman ditanam pada tanah yang sebagian besar gulmanya telah mati terberantas. Di Australia dengan menggunakan Cactoblastis cactorum. sambil membantu pertanaman pokoknya dengan pupuk nitrogen yang kadang-kadang dapat dihasilkan sendiri. insekta atau fungi tersebut tidak menyerang tanaman atau tumbuhan lain yang mempunyai arti ekonomis. Sebagai contoh gulma teki (Cyperus rotundus) sering berada dengan baik dan mengganggu pertanaman tanah kering yang berumur setahun (misalnya pada tanaman cabe. dan . ikan dan sebagainya. Waktu tanaman lambat. Pengendalian biologis yang intensif dengan insekta atau fungi biasanya hanya ditujukan terhadap suatu species gulma asing yang telah menyebar secara luas dan ini harus melalui proses penelitian yang lama serta membutuhkan ketelitian. <!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–> <!–[if !supportLists]–>2. seperti insekta. Budidaya pertanaman Penggunaan varietas tanaman yang cocok untuk suatu daerah merupakan tindakan yang sangat membantu mengatasi masalah gulma. Coontoh : padi – tebu – kedelai. Pergiliran Tanaman Pergiliran tanaman bertujuan untuk mengatur dan menekan populasi gulma dalam ambang yang tidak membahayakan. Sebagai contoh pengendalian biologis dengan insekta yang berhasil ialah pengendalian kaktus Opuntia spp. kondisi mikroklimat akan dapat berubah-ubah. Penaungan dengan tumbuhan penutup (cover crops) Mencegah perkecambahan dan pertumbuhan gulma. dan sebagainya). b. padi – tembakau – padi. sehingga gulma hidupnya tidak senyaman sebelumnya.

<!–[endif]–>Pengendalian gulma secara kimiawi Pengendalian gulma secara kimiawi adalah pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida. misalnya paduan antara pengolahan tanah dengan pemakaian herbisida. dan Cerosporasp. Yang dimaksud dengan herbisida adalah senyawa kimia yang dapat digunakan untuk mematikan atau menekan pertumbuhan gulma. Di samping pengendalian biologis yang tidak begitu spesifik terhadap species-species tertentu seperti penggunaan ternak dalam pengembalaan. Caracara yang dikombinasikan dalam cara pengendalian secara terpadu ini tergantung pada situasi. untuk kayu apu. Sedangkan jamur atau fungi yang berpotensi dapat mengendalikan gulma secara biologis ialah Uredo eichhorniae untuk eceng gondok. <!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–> RANGKUMAN . ikan yang memakan gulma air dan sebagainya. Myrothesium roridum untuk kiambang . biologis dan kimiawi serta preventif. tetapi tidak satupun cara-cara tersebut dapat mengendalikan gulma secara tuntas. jarak tanam dengan penyiangan. terutama untuk areal yang luas. mempunyai efek residu terhadap alam sekitar dan sebagainya. kalkun pada perkebunan kapas. dan penggunaannya bisa pada saat pratanam. Untuk berhasilnya cara ini memerlukan dasar-dasar pengetahuan yang cukup dan untuk itu akan diuraikan tersendiri lebih lanjut. <!–[endif]–>Pengendalian gulma secara terpadu Yang dimaksud dengan pengendalian gulma secara terpadu yaitu pengendalian gulma dengan menggunakan beberapa cara secara bersamaan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya. Demikian juga eceng gondok (Eichhornia crassipes) dapat dikendalikan secara biologis dengan kumbang penggerek Neochetina bruchi dan Neochetina eichhorniae. Keuntungan pengendalian gulma secara kimiawi adalah cepat dan efektif. di samping cara-cara pengelolaan pertanaman yang lain. dengan menggunakan Cyrtobagous singularis. baik secara selektif maupun non selektif. Sehubungan dengan sifatnya ini maka pengendalian gulma secara kimiawi ini harus merupakan pilihan terakhir apabila cara-cara pengendalian gulma lainnya tidak berhasil. kondisi dan tujuan masing-masing. <!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–> <!–[if !supportLists]–>3. tetapi umumnya diarahkan agar mendapatkan interaksi yang positif. <!–[if !supportLists]–>4. pemupukan dengan herbisida dan sebagainya.pengendalian Salvinia sp. Untuk dapat mengendalikan suatu species gulma yang menimbulkan masalah ternyata dibutuhkan lebih dari satu cara pengendalian. pratumbuh atau pasca tumbuh. fisik. Walaupun telah dikenal beberapa cara pengendalian gulma antara lain secara budidaya. Beberapa segi negatifnya ialah bahaya keracunan tanaman. Macam herbisida yang dipilih bisa kontak maupun sistemik.

Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan beberapa cara. Dengan sistem budidaya.ipb. misal dengan pergiliran tanaman. misalnya dengan pembersihan bibit-bibit pertanaman dari kontaminasi biji-biji gulma. Secara biologis. pembersihan ternak yang akan diangkut. ternak. pembakaran dan pemakaian mulsa. pencegahan pemakaian pupuk kandang yang belum matang.com/2008/11/13/gulma-tanaman/ http://iirc. Secara kimiawi. digunakan saat pratanam. pemberantasan gulma di sisi-sisi sungai dan saluran-saluran pengairan. ikan dan sebagainya.pdf . Sumber : http://eone87. misal dengan pengolahan tanah. Secara fisik. pratumbuh atau pasca tumbuh. kontak atau sistemik.ac.wordpress. Secara preventif. pembabatan. yaitu dengan menggunakan herbisida atau senyawa kimia yang dapat digunakan untuk mematikan atau menekan pertumbuhan gulma baik secara selektif maupun non selektif. pencegahan pengangkutan tanaman berikut tanahnya dan sebagainya. yaitu dengan menggunakan beberapa cara secara bersamaan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya. Secara terpadu. penggenangan. budidaya pertanaman dan penaungan dengan tumbuhan penutup (cover crops). fungi.id/jspui/bitstream/123456789/40418/1/BAB1_Pengertian_Gulma. pencegahan pengangkutan jarak jauh jerami dan rumput-rumputan makanan ternak. yaitu dengan menggunakan organisme lain seperti insekta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful