Arti Pengukuran Dalam Pendidikan

03/09/2009 bangfajars Leave a comment Go to comments Pengukuran atau measurement merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik. Pengukuran lebih bersifat kuantitatif, bahkan merupakan instrumen untuk melakukan penilaian. Unsur pokok dalam kegiatan pengukuran ini, antara lain adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. tujuan pengukuran. ada objek ukur alat ukur proses pengukuran hasil pengukuran kuantitatif.

Pengertian pengukuran menurut para ahli: 1. Menurut Budi Hatoro pengukuran atau measurement merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik. Pengukuran lebih bersifat kuantitatif, bahkan merupakan instrumen untuk melakukan penilaian. 2. Menurut Akmad Sudrajat pengukuran (measurement) adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskripsi numerik dari suatu tingkatan di mana seorang peserta didik telah mencapai karakteristik tertentu. 3. Menurut Lien pengukuran adalah sejumlah data yang dikumpul dengan menggunakan alat ukur yang objektif untuk keperluan analisis dan interpretasi. 4. Menurut Suharsimi Arikunto pengukuran adalah membandingkan sesuatu dengan suatu ukuran. 5. Menurut Pflanzagl¶s pengukuran adalah proses menyebutkan dengan pasti angka-angka tertentu untuk mendiskripsikan suatu atribut empiri dari suatu produk atau kejadian dengan ketentuan tertentu.

PENGERTIAN PENGUKURAN Pengukuran (measurement) adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskripsi numeric dari suatu tingkatan dimana seseorang peserta didik telah mencapai karakteristik tertentu. Victor H.PENGERTIAN TES. Tes dapat diklasifikasi berdasarkan : a. Respon apa yang ditekankan (tes kecepatan atau tes kemampuan) d. Pengukuran berkaitan erat dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif. Richard H. PENGERTIAN TES Tes dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan atau tugas atau seperangkat tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait (sifat) atau atribut pendidikan atau psikologik yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar. Apa yang akan diukur (tes sampel atau tes sign) f. hal. Bagaimana ia diskor (tes obyektif atau tes subyektif) c. Tipe respon yang bagaimana yang harus dikerjakan oleh subyek (tes unjuk kerja atau tes kertas dan pensil) e. Pengukuran diartikan sebagai pemberian angka kepada suatu atribut atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang.Noll (1957) mengemukakan dua karakteristik utama pengukuran. d. c. DAN A. Lindeman (1967) merumuskan pengukuran sebagai the assignment of one or a set each of a set of persons or objects according to certain established rules b. dan Evaluasi Untuk lebih lengkapnya download di sini dengan format *. Perbedaan. Berikut ini akan dikutip beberapa definisi pengukuran yang dirumuskan oleh beberapa ahli pengukuran pendidikan dan psikologi yang acap kali dijadikan acuan beberapa penulis a. PENILAIAN. Adams (1964) merumuskan pengukuran sebagai nothing more than careful observations of actual performance under staandar conditions . yaitu quantitativaness dan constancy of units . DAN EVALUASI Sumber: Klik di sini Pengertian. Georgia S. Penilaian.doc I EVALUASI BAB PENGERTIAN TES. Hubungan. Bagaimana ia diadministrasikan (tes individual atau kelompok) b. dan Etika Tes. Gronlund (1971) secara sederhana merumuskan pengukuran sebagai Measurement is limited to quantitative descriptions of pupil behavior . PENGUKURAN. atau obyek tertentu menurut aturan atau formulasi yang jelas. PENGUKURAN. Hakekat dari kelompok yang akan diperbandingkan (tes buatan guru atau tes baku) B. Norman E. Atas dasar dua karakteristik ini ia menyatakan since measurement is a . PENILAIAN. Pengukuran.

Lehmann (1973) mendefinisikan : pengukuran sebagai berikut : Using observations. William A. juga sekaligus sebagai umpan balik kepada guru agar dapat menyempurnakan perencanaan dan proses program pembelajaran. Penilaian internal merupakan penilaian yang dilakukan dan direncanakan oleh guru pada saat pembelajaran berlangsung. Penilaian hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh guru selain untuk memantau proses. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Ada empat macam istilah yang berkaitan dengan konsep penilaian dan sering kali digunakan untuk mengetahui keberhasilan belajar dari peserta didik yaitu pengukuran. C. Frisbie (1986) merunuskan pengkuran sebagai Measurment is a process of assigning numbers to the individual numbers of a set of objects or person for the purpose of indicating differences among them in the degree to which they posscess the characteristic being measured. Pelaku penilaian terhadap proses dan hasil belajar diantaranya internal dan eksternal. evaluasi dan pengujian merupakan suatu kegiatan atau proses yang bersifat hirarkis. penilaian. kemajuan dan perkembangan hasil belajar peserta didik sesuai dengan potensi yang dimiliki. pengujian. Penilaian menyeluruh dan berkelanjutan dalam Konsep Penilaian dari Implementasi peraturan pemerintah No. or object according to explicit formulations or rules . Hal ini bertujuan untuk mengukur tingkat ketercapaian ketuntasan kompetensi oleh peserta didik. f. PENGERTIAN PENILAIAN Penilaian (assessment) merupakan istilah yang umum dan mencakup semua metode yang biasa dipakai untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa dengan cara menilai unjuk kerja individu peserta didik atau kelompok. Metode dan tehnik penilaian sebagai bagian dari penilaian internal (internal assessment) untuk mengetahui proses dan hasil belajar peserta didik terhadap penguasaan kompetensi yang diajarkan oleh guru. evenrs. is results of measurement are always expessed in numbers. Ebel dan David A. penilaian dan evaluasi. Sedangkan proses pengujian merupakan bagian dari pengukuran yang dilanjutkan dengan kegiatan penilaian. biasanya dilakukan oleh suatu institusi / lembaga baik didalam maupun diluar negeri.quantitative process. padahal keempat istilah tersebut memiliki pengertian yang berbeda. Or any other device that allows us to obtain information in a quantitative form is measurement . membawa implikasi terhadap model dan tehnik penilaian proses dan hasil belajar. Penilaian untuk memperoleh berbagai ragam informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau informasi tentang ketercapaian kompetensi peserta didik. Sebenarnya proses pengukuran. Artinya kegiatan dilakukan secara berurutan dan berjenjang yaitu dimulai dari proses pengukuran kemudian penilaian dan terakhir evaluasi. Sedangkan penilaian eksternal merupakan penilaian yang dilakukan oleh pihak luar yang tidak melaksanakan proses pembelajaran. g. rating scales. Gilbert Sax (1980) menyatakan measurement: The assignment of numbers to attributes of characteristics of person. Namun diantara keempat istilah tersebut pengertiannya masih sering dicampuradukan. Menurut Guilford (1982) pengukuran adalah proses penepatan angka terhadap suatu gejala menurut .Mehrens dan Irlin J. Penelitian yang dilakukan lembaga / institusi tersebut dimaksudkan sebagai pengendali mutu proses dan hasil belajar peserta didik. Penilaian adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat. Proses penilaian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar peserta didik. Robert L. e.

Evaluasi juga dapat diartikan sebagai suatu proses penilaian untuk mengambil keputusan yang menggunakan seperangkat hasil pengukuran dan berpatokan kepada tujuan yang telah dirumuskan. Inventori merupakan instrument yang berisi tentang laporan diri dari keadaan peserta didik. yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif (istilah ini pertama kali digunakan oleh Scriven (1967) dalam artikelnya berjudul The Methodology of evaluation ). Robert L. maka kita tidak lagi membatasi diri kita dalam pengukuran. kita sekarang telah mengevaluasi kemampuan atau kemajuan anak didik. kurang. Instrumen non tes bias berbentuk kuesioner atau inventori. and guidance menjelaskan bahwa kita mengukur berbagai kemampuan anak didik. D.aturan tertentu. Shinkfield (1985) secara singkat merumuskan evaluasi sebagai berikut: Evaluation is the systematic assessment of the worth or merit of some object . Untuk memperjelas pengertian evaluasi tersebut ada baiknya bila dikutip beberapa perumusan sebagai berikut: a. Evaluasi juga mencakup penilaian tentang apa yang baik dan apa yang diharapkan. cukup. Peserta didik dengan menggunakan suatu standar. sedangkan kualitatif hasilnya berupa pernyataan yaitu berupa pernyataan sangat baik. Adams (1964) dalam bukunya Measurement and evaluation in education. Evaluasi formatif dilakukan dengan maksud memantau sejauh manakah suatu proses pendidikan telah berjalan sebagaimana yang direncanakan.Bila kita melangkah lebih jauh lagi dalam menginterprestasi skor sebagai hasil pengukuran itu dengan menggunakan standar tertentu untuk menentukan nilai dalam suatu kerangka maksud pendidikan dan pelatihannya atau atas dasar beberapa pertimbangan lain untuk membuat penilaian. Pengukuran dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan pada klasifikasi observasi unjuk kerja atau kemampuan. Sedangkan non tes adalah pertanyaan maupun pernyataan yang tidak memiliki jawaban benar atau salah. Daniel L. Dalam beberapa hal evaluasi lebih luas. PENGERTIAN EVALUASI Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum. Pengukuran dapat menggunakan tes dan non tes. Sedangkan evaluasi sumatif dilakukan untuk mengetahui sejauhmana peserta didik telah dapat berpindah dari suatu unit pengajaran ke unit berikutnya. Secara garis besar evaluasi dapat dibagi menjadi dua. sangat kurang. Kuesioner sejumlah pertanyaan atau pernyataan sedangkan peserta didik diminta untuk menjawab atau memberikan pendapatnya terhadap pernyataan yang diajukan. Dengan demikian maka evaluasi antara lain merupakan kegiatan membandingkan tujuan dengan hasil dan juga merupakan studi yang mengkombinasikan penampilan dengan suatu nilai tertentu. Tes adalah seperangkat pertanyaan yang memiliki jawaban benar atau salah. psychology. karena dalam evaluasi juga termasuk penilaian formal dan penilaian intuitif mengenai kemajuan peserta didik. dan lain sebagainya. Stufflebeam dan Anthony J. Thorndike dan Elizabeth Hagen (1961) menjelaskan evaluasi tersebut dengan mengatakan bahwa evaluasi itu berhubungan dengan pengukuran. Kuantatif hasilnya berupa angka. b. baik. misalnya potensi peserta didik. berharga atau tidak berharga. c. Pengukuran dalam kegiatan belajar bisa bersifat kuantitatif maupun kualitatif. dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. . Dengan demikian hasil pengukuran yang benar merupakan dasar yang kokoh untuk melakukan evaluasi.

Suatu skor tes dapat digunakan sebagai umpan balik.BAB HUBUNGAN PENGUKURAN. karena hampir selalu terjadi peminat untuk pekerjaan atau pendidikan jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan. maka acapkali tes seleksi yang dilakukan hanya sekedar untuk memisahkan orang yang akan diterima dari orang yang akan ditolak. d. tes. evaluasi dan pengujian merupakan suatu kegiatan atau proses yang bersifat hirarkis. Seleksi Tes dan beberapa alat pengukuran digunakan untuk mengambil keputusan tentang orang yang akan diterima atau ditolak dalam suatu proses seleksi. Jadi sebelum dilakukan remedial. Dilihat dari segi ini. Tes seperti ini terutama didasarkan pada informasi tentang apa yang telah dan apa yang belum dikuasai oleh seseorang. Umpan balik Hasil suatu pengukuran atau skor tes tertentu dapat digunakan sebagai umpan balik. Sedangkan proses pengujian merupakan bagian dari pengukuran yang dilanjutkan dengan kegiatan penilaian. Diagnosis dan remedial Tes seperti ini terutama untuk mengukur kekuatan dan kelemahan seseorang dalam kerangka memperbaiki penguasaan atau kemampuan dalam suatu program pendidikan tertentu. Ada beberapa alasan untuk menggunakan pengukuran. bila telah diinterpretasi. PENILAIAN DAN II EVALUASI Sebenarnya proses pengukuran. Untuk yang pertama dinamakan norm reference test dan yang kedua dinamakan criterion reference test . b. Penempatan Dalam kursus atau latihan yang singkat biasanya dilakukan tes penempatan. Artinya kegiatan dilakukan secara berurutan dan berjenjang yaitu dimulai dari proses pengukuran kemudian penilaian dan terakhir evaluasi. dan evaluasi dalam pendidikan. Bukan untuk memperoleh calon yang paling besar kemungkinan berhasil dalam pekerjaan atau program yang akan dilakukan. maka seharusnya didahului oleh suatu tes diagnosis. untuk menentukan tempat yang paling cocok bagi seseorang untuk dapat berprestasi dan berproduksi secara efisien dalam suatu proses pendidikan atau pekerjaan. yaitu dengan membandingkan skor seseorang dengan kelompoknya dan dengan melihat kedudukan skor yang diperoleh seseorang dengan kriteria yang ditentukan sebelum tes dimulai. antara lain : a. . TES. yaitu tes yang dapat meramalkan keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam suatu kegiatan tertentu pada masa yang akan datang dengan resiko yang terendah. penilaian. Setidaktidaknya ada dua cara menginterpretasi skor tes. c. Tes jenis ini sangat umum dalam masyarakat kita. baik bagi individu yang menempuh tes maupun bagi guru atau instruktur yang berusaha mentransfer kemampuan kepada peserta didik. Untuk dapat memutuskan penerimaan atau penolakan ini maka haruslah digunakan tes yang tepat.

EVALUASI DAN III TES Sebelum melanjutkan pembicaraan tentang evaluasi pendidikan secara lebih luas dan mendalam. Dari contoh tersebut dapat kita dipahami bahwa pengukuran itu sifatnya kuantitatif. Bagi mereka yang memperoleh skor yang rendah seharusnya menjadi cambuk untuk lebih berhasil dalam tes yang akan datang dan secara tepat dapat mengetahui diwilayah mana terletak kelemahannya. Memotivasi dan membimbing belajar Hasil tes seharusnya dapat memotivasi belajar peserta didik. mengingat bahwa diantara ketiga istilah tersebut saling kait. Contoh lain: dari 100 butir yang diajuakan dalam tes. PENILAIAN. dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk mengukur sesuatu. tes. dapat dibedakan menjadi tiga macam. 2. panjang kaki. serta dapat menjadi pedoman dalam mempelajari bahan pengayaan. . Namun dengan uraian berikut ini kiranya akan dapat membantu memperjelas perbedaan dan sekaligus hubungan antara pengukuran. Kenyataan seperti itu memang dapat dipahami. Mengukur pada hakikatnya adalah membandingkan sesuatu dengan atau atas dasar ukuran tertentu.e. f. Dari hasil itu akan diperoleh pengetahuan emperik yang sangat berharga untuk pengembangan ilmu dan teori. Pengukuran yang dilakukan untuk menguji sesuatu : misalnya . ukuran pinggan dan sebagainya. Dan bagi mereka yang mendapat skor yang tinggi tentu saja hasil itu dapat menjadi motivasi mempertahankan dan maningkatkan hasilnya. Pengembangan ilmu Hasil pengukuran. yaitu : 1. dan evaluasi yang dilakukan sebagai kegiatan sehari-hari guru dan pendidik. Misalnya mengukur suhu badan dengan ukuran berupa thermometer: hasilnya: 360 celcius. Perbaikan kurikulum dan program pendidikan Salah satu peran yang penting evaluasi pendidikan ialah mencari dasar yang kokoh bagi perbaikan kurikulum dan program pendidikan. pengukuran untuk menguji daya tahan lampu pijar. ahmad menjawab dengan betul sebanyak 80 butir soal. g.mengkait sehingga sulit untuk dibedakan. Pengukuran yang bersifat kuantitatif itu. penilaian dan pengukuran . Perbaikan kurikulum atau program pendidikan yang dilakukan tanpa hasil evaluasi yang sistematik acapkali menjadi usaha sia-sia yang mubajir. misalnya . Ilmu seperti pengukuran pendidikan dan psikometrik sangat tergantung pada hasil-hasil pengukuran. 380 celcius. BAB PERBEDAAN PENGUKURAN. dan sebagainya. dan juga dapat menjadi pembimbingan bagi mereka untuk belajar. Pengukuran yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan measurement dan dalam bahasa Arabnya adalah muqayasah. pengukuran untuk menguji daya tahan per baja terhadap tekanan berat. penilaian dan evaluasi . Pengukuran yang dilakukan untuk menguji sesuatu. 390 celcius dan seterusnya. dan evaluasi tentu saja akan dapat member sumbangan yang berarti bagi perkembangan teori dan dasar pendidikan. terlebih dahulu perlu dipahami bahwa dalam praktek acapkali terjadi kerancuan atau tumpang tindih (overlap) dalam penggunaan istilah evaluasi . pengukuran yang dilakukan oleh penjahit pakaian mengenai panjang lengan. lebar bahu. tes.

tidak mungkin dapat berjalan dengan bail apabila evaluasi itu tidak didasarkan atas data yang bersifat kuantitatif. misalnya : mengukur kemajuan belajar peserta didik dalam rangka mengisi nilai rapor yang dilakukan dengan menguji mereka dalam bentuk tes hasil belajar. Evaluasi adalah kegiatan atau proses untuk menilai sesuatu. Sedangkan menilai itu mengandung arti : mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan mendasarkan diri atau berpegang teguh pada ukuran baik atau buruk. Lebih lanjut masroen menegaskan bahwa penilaian (setidak-tidaknya dalam bidang psikologi dan pendidikan) mempunyai arti yang lebih luas ketimbang istilah pengukuran. Masroen. dengan demikian orang tersebut dapat ditentukan sehat badannya. pandai atau bodoh dan sebagainya. bahwa evaluasi mengenai proses pembelajaran disekolah. evaluasi pada dasarnya adalah merupakan penafsiran atau interpretasi yang sering bersumber pada data yang bersifat kuantitatif. cara lain itu misalnya dengan melakukan observasi (pengamatan) melakukan wawancara dan sebagainya. Pengukuran jenis ketiga inilah yang biasa dikenal dalam dunia pendidkan. sebaliknya teknik pengukuran yang tepat akan memberikan landasan yang kokoh untuk mengadakan evaluasi yang tepat. inilah sebabnya mengapa dalam praktek masalah pengukuran mempunyai kedudukan yang sangat penting di dalam dalam proses evaluasi. Sedangkan Evaluasi adalah mencangkup kegiatan yang telah dikemukakan terdahulu. yang kesemuanya itu tidak bersifat kuantitaif melainkan kualitatif.3. Jadi penilaian itu sifatnya adalah kualitatif. Sebagai contoh dapat dikemikakan di sini. misalnya untuk dapat untuk dapat menetukan keberhasilan pengajaran pendidikan agama islam . sehat atau sakit. Namun demikian tidak dapat disangkal adanya kenyataan. hasil pengukuran itu berwujud keterangan yang berupa angka-angka atau bilangan-bilangan. Hasil pengukuran yang Kurang cermat akan memberikan hasil evaluasi yang kurang cermat pula. Dari 100 butir soal. informasi yang datang dari orang tua siswa. Sebagai contoh dapat dikemukakan disini. bahwa Evaluasi dalam bidang pendidikan sebagian besar bersumber dari hasil-hasil pengukuran. Dikatakan sering bersumber pada data yang bersifat kuantitatif. ada cara lain yang dapat ditempuh guna mengetahui apakah para siswa telah dapat menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam yang telah diberikan kepada mereka di sekolah. Untuk dapat menentukan nilai dari sesuatu yang sedang dinilai itu. misalnya keterangan keterangan mengenai hal-hal yang disukai siswa. dilakukanlah pengukuran.Dr. Dalam contoh di atas tadi. yang dilakukan dengan jalan menguji sesuatu . dan pengujian inilah yang dalam dunia kependidikan dikenal dengan istilah tes. Pengukuran untuk menilai. sebab pengukuran itu sebenarnya hanyalah merupakan suatu langkah atau tindakan yang kiranya perlu diambil dalam rangka pelaksanaan evaluasi. sebab sebagaimana dikemukakan oleh Prof. seseorang yang suhu badannya 36°Celcius termasuk orang yang normal kesehatannya. 80 butir dijawab dengan betul oleh Ahmad. . Dikatakan kiranya perlu diambil sebab tidak semua penilaian itu harus senantiasa didahului oleh tindakan pengukuran secara lebih nyata. dan lain-lain. dan wujud dari pengukuran itu adalah pengujian. Baik buruknya evaluasi akan banyak bergantung pada hasil-hasil pengukuran yang mendahuluinya. dengan demikan dapat ditentukan Ahmad termasuk anak yang pandai. pada umumnya para pakar di bidang pendidikan sependapat.A (1979). M. tidak semua penafsiran itu bersumber dari keterangan-keterangan yang bersifat kuantitatif. Adapun evaluasi adalah bersifat kualitatif. pengalaman-pengalaman masa lalu. Penialian berarti menilai sesuatu. Di atas telah dikemukakan bahwa pengukuran itu adalah bersifat kuantitatif. Menurut Masroen. yaitu mencangkup pengkuran dan penilaian .

Diantara beberapa kritik tersebut ada beberapa yang harus menjadi perhatian sungguh sunggup oleh para praktisi dan ahli tes. Tes selalu menimbulkan rasa cemas peserta tes. Hampir tidak pernah ada tes hasil belajar yang mampu mengungkapkan tingkah laku peserta didik secara menyeluruh. tes selalu terikat pad kebudayaan tertentu. yang justru dapat menghambat seseorang mampu mendemonstrasikan kemampuan terbaiknya.karena tes itu selalu menuntut jawaban yang sudah ditentukan pola dan isinya. yang membedakan tes yang etik dan tindakan yang tidak etik dalam pelaksanaan tes secara professional. Tes senantiasa akan mencampuri rahasia pribadi peserta tes. Tes hanya mengukur hasil belajar yang sederhana dan yang remeh.karena pentingnya itu maka setiap tindakan pengujian selalu menimbulkan kritik yang tajam dari masyarakat. yang justru menjadi tujuan utama pendidikan formal apapun. c. Untuk itu perlu ditegakan beberapa etika tes. antara istilah evaluasi. Setiap tes berusaha mengetahui pengetahuan dan kemampuan peserta tes. Tidak ada tes hasil belajar yang bebas budaya. b.memang sampai bats tertentu rasa cemas itu dibutuhkan untuk dapat mencapai prestasi terbaik. disamping dating dari orang tua yang secara langsung atau tidak langsung berkepentingan terhadap pengujian. Didalam masyarakat yang sangat melindungi akan hak dan rahasia pribadi. Tes acapkali justru menghukum peserta didik yang kreatif.masalah ini seslalu akan menjadi gugatan atau keluhan. Kritik tersebut antara lain: a. Karena banyak kritik yang tajam dari masyarakat terhadap tes hasil pendidikan. yang dapat berarti membuka kelemahan dan kekuatan pribadi seseorang. Praktek tes hasil belajar yang etik terutama mencangkup empat hal utama : a. baik secara hasil individual maupun secara kelompok. BAB ETIKA IV TES Kegiatan pengujian berperan sangat besar dalam system pendidikan dan system persekolahan. Karena itu kemampuan peserta tes untuk memberi jawaban terbaik turut ditentukan oleh kebudayaan penyusun tes. Kritik tersebutt tidak jarang dating dari para ahli. tetapi tes acapkali menimbulkan rasa cemas yang tidak perlu.Kenyataan inilah yang acapkali menimbulkan adanya kerancuan dan tumpang tindih. penilaian dan pengukuran. maka para pendidik harus dapat melakukan tes dengan penuh tanggung jawab. Kerahasiaan Hasil Tes Setiap pendidik dan pengajar wajib melindungi kerahasiakan hasil tes. Hasil tes hanya dapat disampaikan kepada orang lain bila : 1) Ada izin dari peserta didik yang bersangkutan atau orang yang bertanggung jawab terhadap peserta . d. pengukuran dan evaluasi. e. maka tentu saja hal itu tidak memberi ruang gerak yang cukup bagi anak yang kreatif.

maka hendaknya pendidik tersebut bertanggung jawab penuh terhadap keamanan tes tersebut. Dengan demikian maka setiap pendidik harus dapat menjamin keamanan tes. yang sangat penting yang dapat membenarkan pendidik tidak memberi tahu terlebih dahulu kepada peserta tes tentang tes yang akan dilaksanakan. Hanya karena pertimbangan tertentu. b. Sebaiknya pendidik justru memotivasi peserta tes mengerjakan tesnya secara baik. d. c. Tak ada tes baku yang boleh digunakan diluar prosedur yang ditapakan oleh tes itu sendiri. c. maka tes tersebut harus digunakan di bawah ketentuan yang berlaku bagi pelaksanaan tes baku tersebut harus digunakan dibawah ketentuan yang berlaku bagi pelaksanaan tes baku tersebut. g. Petunjuk menjawab tes bukanlah sesuatu yang harus dirahasiakan. Keamanan tes Tes merupakan alat pengukur yang hanya dapat digunakan secara professional. Sebaiknya pendidik menjelaskan cara menjawab yang dituntut dalam suatu tes. 2) Ada tanda-tanda yang jelas terhadap hasil tes tersebut menunjukan gejala yang membahayakan dirinya atau membahayakan kepentingan orang lain. Bila hasil tes diinterpretasi secara tidak patut. Bila tes hasil belajar tertentu merupakan tes baku. daalam jangka panjang akan dapat membahayakan kehidupan peserta tes. Adalah tidak etik bila seorang guru mengembangkan butir soal atau perangkat soal yang paralel . e. Pelaksaan tes hendaknya diberi tahu terlebih dahulu kepada peserta tes. 3) Bila penyampaian hasil tes tersebut kepada orang lain jelas-jelas menguntungkan peserta tes. Seorang pendidik dapat menggunakan hasil tes untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan peserta tes. Tidak ada tes baku yang boleh digunakan dalam latihan. merupakan pelanggaran terhadap etika ini. b. asalkan hal tersebut tetap menjadi rahasia peserta tes dan pendidik yang bersangkutan. baik sebelum maupun sesudah digunakan. Jadi dengan demikian praktek menempelkan hasil tes di papan pengumuman dengan identitas jelas peserta tes. Penggunaan tes Tes hasil belajar haruslah digunakan secara patut. Interpretasi Hasil Tes Hal yang paling mengandung kemunkinan penyalahgunaan tes adalah penginterpretasian hasil tes secara salah. Guru hendaknya menghindari diri dari keterlibatan dalam bimbingan tes yang dapat diperkirakan akan menggangu proses hasil belajar peserta didik. Jangan sampai seorang pendidik justru menakut-nakuti peserta didik.didik (bagi peserta didik yang belum dewasa). Petunjuk yang bersifat menjebak harus dihindari. Hal ini menjadi penting bila guru yang bersangkutan justru terlibat dalam penyusunan butir tes yang digunakan. d. Dengan demikian tes tidak dapat digunakan diluar batas-batas yang ditentukan oleh profesionalisme pekerjaan guru. Bahkan kisi-kisi tes sebaiknya diberi tahu kepada peserta tes sebelum melaksanakan tes. ada beberapa petunjuk praktis yang hendaknya ditaati oleh pendidik dalam tes: a. f. Karena itu maka interpretasi hasil tes harus diikuti tanggung jawab professional. Bila pendidik menggunakan tes baku. Disamping beberapa prinsip seperti yang diuraikan di atas.

Adalah tidak etik untuk memperpanjang waktu atau menyingkat waktu yang telah ditentukan oleh petunjuk tes. Terakhir ketiga organiasi professional ini membentuk panitia bersama untuk menyusun standar dalam tes. Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: . Sumber / daftar pustaka 1. Asmawi Zainul. dan National Council on Measuremant in Educaton (NCME). Dalam standar ini dicantumkan berbagai tolak ukur. i. Professional Standards for Test Use. dan 4. Model & Teknik Penilaian pada tingkat satuan pendidikan. Jakarta : GP Press. j. 1992. Definisi Penilaian (Assesment) Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Standards for Administrative Procedures. 3. 2007. Pelanggaran terhadap standar ini merupakan pelanggaran terhadap etika profesi. Mimin Haryati. Pengukuran. Tes dan Evaluasi Hasil Belajar. Guru tidak boleh meningkatkan rasa cemas peserta tes dengan penjelasan yang tidak perlu. Penilaian (Assesment) 1. yaitu tes hasil belajar dan tes psikologi. Pengantar Evaluasi Pendidikan. seperti : 1. Jakarta : PAU. Berdasarkan pada PP. Secara lebih mandasar etika tes ini diatur dalam standar tes yang dikembangkan oleh organisasi profesional seperi American Psycological Association (APA). 3. Standards for Particular Application. Anas Sudijono. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.dengan suatu tes baku dengan maksud untuk digunakan dalam bimbingan tes. Adalah tidak etik untuk mendiskriminasikan peserta didik tertentu atau kelompok tertentu yang boleh mengikuti suatu tes atau melarang mengikuti tes. S. Mereka menghasilkan buku yang dinamakan Standard for Educational and Psychological Testing (1985). 2. Lihat juga artikel lainnya di bawah: Oleh: Emiliannur. Semua standar ini mencangkup dua aspek utama. h. 1998. Pd A. 2. Technical Standards for Test Construction and Evaluation. American Educational Research Education (AERA). yang dalam hal tertentu dapat merupaakan pelanggaran atau kejahatan.

afektif. Agar jelas berikut ini akan diuraikan perbedaan dan hubungan antara tes. Biasanya meliputi ranah kognitif.1. dan evaluasi. Penilaian adalah proses sistematis meliputi pengumpulan informasi (angka. dan pola jawabannya harus dirancang menurut kriteia yang telah ditetapkan. 2. Tes adalah instrumen atau alat yang digunakan untuk memperoleh informasi tentang individu atau objek. skala bertingkat tentang kinerja. assessment adalah istilah umum yang melibatkan semua rangkaian prosedur yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang hasil belajar siswa atau peserta didik (misalnya: observasi. Banyak orang tidak mengetahui secara jelas perbedaan dan hubungan di antara ketiganya. Selain itu aspek yang diteskanpun terbatas. interpretasi informasi untuk membuat keputusan. Setiap satuan pendidikan selain melakukan perencanaan dan proses pembelajaran. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. jenis pertanyaan. rumusan pertanyaan yang diberikan. dimana proses penentuan nilai berlangsung dalam bentuk interpretasi yang kemudian diakhiri dengan suatu ³judgment³. Sedangkan menurut Nana Sudjana (1989: 220). Penilaian (assessment) dalam Akhmad Sudrajat (2008). dan psikomotor. 3. adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. pengukuran. Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut. deskripsi verbal). Menurut Linn dan Gronlund. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka). Pengukuran. tes tertulis) dan pelaksanan penilaian mengenai kemajuan belajar siswa (peserta didik). Tes. sehingga istilah tersebut sering tidak tepat penggunaannya. penilaian adalah proses untuk menentukan nilai dari suatu obyek atau peristiwa dalam suatu konteks situasi tertentu. Demikian juga waktu yang disediakan untuk menjawab pertanyaan serta pengadministrasian tes juga dirancang secara khusus. juga melakukan penilaian hasil pembelajaran sebagai upaya terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. tes harus dirancang secara khusus. Sebagai alat pengumpul informasi atau data. Kekhususan tes terlihat dari bentuk soal tes yang digunakan. dan Evaluasi merupakan tiga istilah yang berbeda namun saling berhubungan. Kekhususan-kekhususan tersebut . analisis. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik. Penilaian hasil belajar oleh pendidik.

1979: 1). 1982:22 ). dipergunakan untuk mengukur kemampuan yang ada pada seseorang atau sekelompok orang. Berdasarkan definisi tersebut. Prestasi atau tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan intruksional pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi yang telah diberikan dalam proses pembelajaran. Anastari. Peranan tes prestasi belajar paling signifikan adalh padaa program pengajaran di sekolah. dapat dijelaskan bahwa tes merupakan alat ukur yang berbentuk pertanyaan atau latihan.Dengan demikian berarti sudah dapat dipastikan akan mampu memberikan informasi yang tepat dan obyektif tentang obyek yang hendak diukur baik berupa psikis maupun tingkah lakunya. Tes adalah alat untuk memperoleh data tentang perilaku individu ( Allen dan Yen. Tes ini dapat berupa pertanyaan tertulis. pengamatan tentang unjuk kerja fisik. dan lain-lain. Ini berarti butir tes disusun berdasarkan cara dan aturan tertentu.Teknik Tes Tes secara harfiah berasal dari bahasa Prancis kuno â testumâ artinyapiring untuk menyisihkan logam-logam mulia. atau bakat yang dimiliki oleh sesesorang atau kelompok. serta individu yang menempuh tes tersebut harus mendapat butir tes yang sama dan dalam kondisi yang sebanding. maka tes harus dapat memberikan informasi mengenai pengetahuan dan kemampuan obyek yang diukur. Sebagai alat ukur dalam bentuk pertanyaan. Karena itu. yang berarti kelayakan tes tergantung pada sejauh mana butir tes siswa adalah tes pelajaran matematika yang pada umumnya disusun oeh guru sendiri. didlam tes terdapat sekumpulan pertanyaan yang harus dijawab atau tugas yang harus dikerjakan. Tes merupakan alat ukur yang standar dan obyektif sehingga dapat digunakan secara meluas untuk mengukur dan membandingkan keadaan psikis atau tingkah laku individu. kecerdasan. checklist. pemberian skor harus jelas dan dilakukukan secara yrtperinci. sekaligus dapat membandingkan antara seseorang dengan orang lain. maka tes harus dapat mengungkap keterampilan dan bakat seseorang atau sekelompok orang. . wawancara. Selain itu tes berisi sampelm perilaku. Jadi dapat disimpulkan bahwa tes adalah suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut.berbeda antara satu tes dengan tes yang lain. dan dapat pula menunjukkan kedudukan siswa yang bersangkutan dalam kelompoknya. Cronbach menanbahkan bahwa tes adalah prosedur yang sitematis guna mengopservasi dan member deskripsi sejumblah atau lebih cirri seseorang dengan bantuan skala numerik atau suatu system kategoris. Tes adalah serangkaian pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan. yang akan memberikan informasi mengenai aspek psikologis tertentu ( sampel perilaku ) berdasarkan jawaban yang diberikan individu yang dikenaites tersebut ( anastari. pengetahuan. Jadi tes prestasi menjadi bagian integral PBM dan berpengaruh langsung rehadap perkembangan belajar siswa. Dengan demikian cepat dinyatakan bahwa tes adalah prosedur yang sistematis. Pada buku psychological Testing. ). kemampuan. ( 1982:22 ) menyatakan tes merupakan pengukuran yang obyektif dan standard. Sedangkan sebagai alat ukur berupa latihan.

1968:1 ) .Dalam hal ini. Tetapi tes buatan guru paling dominan dan banyak digunakan ( Gronlund. keduanya mengukur prestasi siswa di kelas. . baik tes prestasi belajar buatan guru maupun standar.