Potensi Dasar Manusia Apa yang menyebabkan manusia dapat menjadi makhluk yang paling unggul di antara semua

makhluk lainnya? Namun di sisi lain, alasan yang sama ini dapat pula menjadikan manusia sebagai seburuk-buruk makhluk, bahkan lebih buruk dibanding binatang. Manusia, dengan kelebihannya ia menjadi khalifah di muka Bumi ini. Dahulu, tatkala Allah menyeru kepada makhluk-makhluk lainnya untuk mengemban amanah menjadi khalifah di muka Bumi, semua makhluk tersebut menolak. Gunung-gunung menolak, lautan menolak, burung-burung pun tak berani menerima karena beratnya amanah yang mesti mereka pikul tersebut. Namun, dengan kesombongannya, manusia pun menerima amanah yang berat ini. Inilah salah satu sifat manusia, suka tergesa-gesa dan lalim serta sombong. Namun Allah Yang Maha Penyayang memberikan manusia potensi-potensi dasar agar dapat dipergunakan selama hidupnya sebagai khalifah di muka Bumi. Manusia, meskipun daur siklus hidupnya mungkin tidak jauh berbeda dengan binatang, yaitu lahir, hidup dan segala macam kegiatannya selama hidup, kemudian mati, namun ada perbedaan yang menjadikan manusia makhluk yang paling sempurna (jika ia menggunakan potensipotensi yang dimilikinya ini). Potensi apa saja yang dimiliki manusia dalam perjalanannya mengemban tugas sebagai khalifah di muka Bumi ini? Ada tiga potensi dasar yang dimiliki oleh manusia : 1. Potensi µHati¶ 2. Potensi µPendengaran¶ 3. Potensi µPenglihatan¶ Mengenai potensi hati, terdapat sebuah hadist sahih sebagai berikut : ³Mintalah fatwa kepada hatimu sendiri. Kebaikan adalah apa-apa yang menentramkan jiwa dan hati. Dosa adalah apa-apa yang mengusik jiwa dan meragukan hati.´ (HR. Imam Ahmad) Sebagai makhluk yang dianugerahkan nafsu sekaligus potensi pengendalinya, maka tidak heran jika peranan nafsu kadang-kadang lebih dominan dalam menguasai seorang manusia. Berkenaan dengan itu, Allah pun memberikan petunjuk tentang bagaimana menjaga hati kita agar selamat dari bisikan-bisikan nafsu dan dari tipu daya syetan. Diantaranya adalah dengan senantiasa sadar dengan kelemahan kita di hadapan-Nya, dan membaca do¶a yang berkaitan dengan permohonan perlindungan masalah hati kepadaNya.

maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. tetapkanlah hatiku pada agama-Mu)´ Doa¶ apapun yang kita bisikkan. dan sebagainya. pembantah (Q. hak dan batil. membagi makna nafs secara garis besar pada tiga bentuk: pertama: makna asal al- . *Wallahua¶lam bish showab. maka baginya adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya. Namun. dan sebagainya. jika manusia memilih kecenderungan untuk mengingkarinya. maknanya bukan hanya terbatas pada indera pendengar (telinga) dan indera penglihat (mata). Manusia diberikan potensi untuk mengetahui dan mengamati sekitarnya. halal dan haram. Di samping itu. dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya´ (Q. dan sesungguh celakalah orang yang mengotorinya. (QS. ³Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya. karena sifat-sifat lemahnya seperti sifat tergesa-gesa (Q. maka keselamatan dunia dan akhirat akan diperolehnya. Muhammad Husain al-Tabâthabâ¶iy dalam al-Mizânnya. Al-Syams/91: 7-10) Perlu dipertegas makna nafs. dua hal yang paradoksi itu jelas eksistensi di dalam diri dan di tengah kehidupan manusia.S Al Ma¶aarij : 19-21). Kata ini seringkali diungkapkan oleh al-Qur¶ân dalam subtsansi makna yang berlainan.Berikut do¶a yang dianjurkan untuk selalu dibaca : ³Yaa muqollibal quluubi tsabbit qalbii µalaa diinika (Ya Allah yang Maha pembolak balik hati. Allah juga memberikan dua kesadaran bagi manusia. Jika manusia dapat menggunakan potensi-potensi yang dimilikinya ini dengan benar. serta mengambil pelajaran dari dalam maupun luar dirinya. Maka sungguh berbahagialah orang yang mensucikannya. Allah Maha Mendengar karena Dia lebih dekat kepada hamba-Nya dibandingkan urat nadinya sendiri. baik dan buruk.S Qaaf : 16) Adapun potensi pendengaran dan penglihatan. Dua kesadaran ini dikemukakan dalam salah satu surat makiyah tepatnya surat al-Syams/91: 7-10: ( 9) (8) ( 7) Artinya: Demi pribadi manusia dan bagaimana Dia (Tuhan) menyempurnakanya.. yakni membedakan dualisme yang paradoksi.S Al Kahfi : 54).S Al Anbiyaa¶ : 37). gunanya adalah untuk mempertegas dualisme yang paradoksi itu. Di balik itu.* Potensi Dasar Manusia Salah satu fungsi diturunkan al-Qur¶ân ialah sebagai pembeda (al-furqân). lalim dan sombong (Al Ahzab :72). suka berkeluh kesah (Q. kesadaran kejahatan dan kesadaran kebaikan.

dan nafs muthma¶innah. Dalam hal ini Abdul Mujib sepakat dengan pemaknaan kedua oleh al-Thabâthabâ¶iy. Walaupun nafs tidak disandarkan pada kata alinsân.nafs menunjuk pada zat sesuatu yang disandarkan kepadanya. maka yang aktif dan dominan adalah keburukan. Sebaliknya nafs yang tidak disucikan akan celaka dan tidak dapat membawa pemiliknya kepada kebahagiaan yang sejati. menurut Khair al-Dîn al-Zarkali yang dikutip oleh Abdul Mujib. seperti penegasan Allah atas diri-Nya ³Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang³. Dari interpretasi ini. Kedua: kata nafs yang menunjuk pada pribadi manusia secara khusus dan utuh. Freud: bahwa ada tiga hal yang amat penting disimak dalam psikis manusia: (1) kekuatan jiwa yang menentukan perilaku. rûh. kata nafs menujukkan makna diri manusia. Berdasarkan hal ini kata nafs serta bentuk lainnya. Ketiga: kata nafs yang digunakan untuk ruh kemanusiaan (al-rûh al-insaniy). memunculkan isyarat bahwa potensi itu pada mulanya bersifat pasif. yakni alruh al-insaniyah. Studi tentang manusia. potensi positif manusia lebih dominan dari pada potensi negatif. perbuatan. Berdasarkan ayat al-Qur¶ân. maka kebaikanlah yang aktif mendominasi. serta dapat mendorongnya untuk melakukan kebaikan dan keburukan. (2) karekter dari kekuatan itu yang umumnya berciri di bawah sadar. dan fisik dan jiwa (nafs/psikofisik). di dalam al-Qur¶ân digunakan sebagai taukîd (kata penegas). Nafs diciptakan Allah secara sempurna untuk menampung dan mendorong manusia berbuat kebaikan dan keburukan. M. makna ketiga inilah yang dimaksud oleh kaum sufi sebagai medan samantik bagi qalb. Ketika menafsirkan ayat di atas al-Thabâthabâ¶iy menggunakan makna ketiga. Quraish Shihab melihat nafs dalam ayat di atas sebagai potensi manusia. gerak. dan nafs. berupa: akhlak. Oleh sebab itu nafs mesti di asah dengan stimulan-stimulan kebaikan. lawwâmah. Pendapat ini tidak jauh berbeda dengan penafsiran Thabâthabâ¶iy. Menurutnya. Pada kesempatan ini Abdul Mujib ingin membedakan antara jasâd. yakni manusia yang tersusun dari ruh dan jasad. mengilhamkan berarti memberikan potensi agar manusia melalui nafs dapat menangkap makna baik dan buruk. dapat dilihat melalui tiga sudut. nafs adalah aspek yang menghubungkan antara jasâd dan rûh sehingga masing-masing kebutuhan jasâd dan rûh dalam diri manusia dapat terpenuhi. yaitu: fisik (jasad/biologis). Menurutnya. Seperti: nafs al-insân mengandung arti zat manusia itu sendiri. misalnya: ³bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu´. Apabila diasah dengan berbagai tindakan kebaikan. Menarik disimak ungkapan psikolog terkemuka. sufi membagi nafs pada nafs amarah. dan sebagainya. dan (3) kesadaran . Dari ayat kesembilan dan ke-10 diperoleh gambaran bahwa nafs itu harus disucikan agar bisa meraih kebahagiaan yang seutuhnya. jiwa (ruh/psikis). namun apabila dikotori. Makna ini dalam pandangan umum diartikan dengan jiwa atau spiritual manusia. nafs. tidak aktif. Meskipun demikian. hanya saja daya tarik keburukan lebih kuat dari pada kebaikan.

oleh sebab itu sedari kecil ia mesti senantiasa di asah dengan tarbiyah yang dilandasi oleh kebenaran mutlak. Jika dalam kondisi labil atau terdapat noda-noda. Adat-istiadat yang pada hakikatnya terdiri dari kebiasan-kebiasaan kolektif merupakan suatu faktor yang efektif dan penting dalam menentukan nasib manusia ke depan. Beranjak dari paparan di atas. Bilamana dibentuk oleh kebiasaan menjadi sifat dan perilaku yang stabil. potensi dasar yang pasif dan diam itu. Hampir setiap orang digerakan oleh kebiasaan yang lahir dari stimulus-stimulus potensi nafs. yaitu mengubah usaha itu menjadi mudah. Kebiasaan adalah stimulus yang paling ampuh yang dapat menyuburkan potensi dasar manusia. Kekuatan sabar dan ketekunan spiritual dalam menghadapi kesulitan. al-Mizân fiy Tafsîr al-Qur¶an. Dari dua kondisi ini. kesukaran dan bencana. misalnya. 1991). yaitu al-Qur¶ân dan Sunnah. kerusakan dan kemerosotannya. maka sifat sabar akan menguasai dan tumbuh menjadi karakter manusia yang sabar. dan kemampuan untuk mengatasi efek-efeknya. suatu resistensi alami terhadap aspek-aspek negatif suatu peristiwa. Jika dalam kondisi stabil dan masih murni. 286287 Lihat: QS. Jilid XVI. seperti layaknya anak kecil. maka tahapan penyuciannya dengan mengasahnya dengan stimulus-stimulus kebajikan. ia mesti dikembalikan ketitik nol terlebih dahulu melalui taubat. Walaupun semua itu adalah karakter yang diperoleh. Proses penyucian mesti dijalani sesuai dengan kondisinya. tentu kondisi pertama yang lebih efektif. h. Amarah. (Bairût: Muassasah al-A¶lâmiy. adalah hasil dari aspek-aspek positif.merupakan faktor yang dapat membawa perubahan penyaluran energi dan sebagai arah tujuan dorongan tersebut. pengaruhnya sama kuat dan menjangkau jauh sebagaimana sifatsifat batin dan alami. [1]Muhammad Husain al-Thabâthabâ¶iy (selanjutnya disebut dengan Al-Thabâthabâ¶iy). apabila potensi itu dipupuk dengan perangai buruk. dengan bekerja seperti naluri. sifat dan perilaku itu menimbulkan refleksi-refleksi batin yang dengan kuat mengarahkan perilaku manusia. Oleh sebab itu rekontruksi nafs dengan formatformat kebajikan tidak bisa diabaikan dalam pembentukan perilaku manusia. Al-An¶âm/6: 12 . Aspek positif dan negatif dari kebiasaan memainkan peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan nafs manusia. baik atau buruk. Artinya potensi yang pasif itu memerlukan pembiasaan. maka karekter burukpun akan tumbuh dengan suburnya. Kebiasaan mengambil porsi yang cukup besar dari usaha manusia. demikian juga dengan sifat-sifat positif lainnya. kemudian senantiasa memupuknya dengan amal kebajikan agar ia tetap eksis dalam memantau pertumbuhan spritual manusia. Potensi manusia harus disucikan. Sayid Mujtaba Musawi Lari mengatakan:Perangai moral yang baik dan buruk berakar di dalam batin manusia sebagai akibat latihan dan pengulangan. apabila diransang dengan sifat sabar. Dalam kehidupan manusia kebiasaan memiliki pengaruh yang amat penting.

Al-Nisâ¶/4: 1 Potensi Dasar Manusia A. 287 Lihat: QS. burung-burung pun tak berani menerima karena beratnya amanah yang mesti mereka pikul tersebut. Gunung-gunung menolak. dengan kesombongannya. lautan menolak. suka tergesa-gesa dan lalim serta sombong. manusia pun menerima amanah yang berat ini. Mereka merasa takut untuk mengembangkan potensi tersebut. Seseorang jadi terbiasa dengan potensi yang mereka miliki. Potensi µAkal¶ . semua makhluk tersebut menolak. Potensi µJasmaniah / Fisik¶ 2. setiap orang memiliki hal tersebut. Padahal jika seseorang mengetahui dan mengembangkannya secara maksimal. Yang sebelumnya mereka tidak tahu potensi yang terpendam dalam dirinya menjadi sangat tahu. Potensi Diri Potensi diri adalah kemampuan yang terpendam pada diri setiap orang. alasan yang sama ini dapat pula menjadikan manusia sebagai seburuk-buruk makhluk. Inilah salah satu sifat manusia. bukan tidak mungkin mereka akan menjadi sukses. Dahulu. bahkan lebih buruk dibanding binatang. dengan kelebihannya ia menjadi khalifah di muka Bumi ini. Potensi Dasar Manusia Apa yang menyebabkan manusia dapat menjadi makhluk yang paling unggul di antara semua makhluk lainnya? Namun di sisi lain. sehingga orang itu tidak bisa memaksimalkan potensi yang ada dalam dirinya. tatkala Allah menyeru kepada makhluk-makhluk lainnya untuk mengemban amanah menjadi khalifah di muka Bumi. Potensi µRohaniah / Ibadah¶ 3. Tentu saja semua itu butuh perjuangan untuk mengetahui dan mengembangkan potensi yang ada.al-Thabâthabâ¶iy. B. Potensi apa saja yang dimiliki manusia ? Ada tiga potensi dasar yang dimiliki oleh manusia : 1. Namun. Manusia. seseorang merasa bingung akan potensi apa yang ada padanya. Kebanyakan orang merasa kesulitan dalam mengembangkan atau mengenali potensi yang ada dalam dirinya. Terkadang seseorang tidak menyadari bahwa potensi yang ada dalam dirinya begitu besar.

bekerja. betapa dahsyatnya kita kalau selalu termotivasi untuk belajar. dan keirian terus-menerus. Banyak dari manusia menggunakan akalnya untuk mencuri. Padahal Jika di gali lebih dalam potensi ini. tumbuhan. Itulah yang membedakan antara manusia dengan binatang. Mereka lulus dengan predikat cumlaud juga banyak. Sebenarnya banyak orang pintar dan cerdas didunia ini. telinga untuk mendengar dan lain-lain. yaitu bisa dengan kita berolahraga. renang dll. dan malaikat sekalipun. kaki untuk berjalan. . membunuh. mungkin dengan kita mencoba berolahraga. diindonesia saja bertaburan orang-orang pintar. 3. Akal adalah potensi yang begitu istimewa. memikirkan cara-cara untuk menyingkirkan seorang yang dianggap musuhnya. spiritualitas memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Tapi kenapa negeri justru terpuruk akan moralnya. bersilat lidah di pengadilan. bulutangkis. yaitu insan bernama manusia. kedengkian. Banyak orang mengabaikan potensi yang satu ini. Potensi Akal ( IQ ) Potensi akal Merupakan potensi kecerdasan yang ada pada otak manusia ( terutama otak sebelah kiri ). Dan akal ini hanya terdapat pada seorang makhluq saja. Misalnya seperti kaki. Dalam benaknya hanya kejahatan. dan beramal. Potensi Jasmaniah / Fisik Merupakan potensi fisik manusia yang dapat diberdayakan sesuai fungsinya untuk berbagai kepentingan dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup. dan beramal. Bayangkan. Akal yang diberikan oleh Allah untuk kita seharusnya dimanfaatkan dengan baik dengan memikirkan ayat-ayat kauliyah (tersurat) dan ayat-ayat kauniyah (tersirat).1. Sehingga tercipta suatu letupanletupan karya karenanya. 2. Ia seperti bahan bakar yang mampu menggerakkan seseorang untuk selalu konsisten belajar. menghitung dan menganalisis. Pemenang-pemenang olimpiade sains dan matematika bertaburan di Indonesia. kita dapat mengetahui potensi apa yang ada dalam diri kita. jin. kembangkanlah potensi yang ada pada kaki kita. Dan kita dapat mengembangkannya dengan baik dan maksimal. Secara umum Spiritual Quotient merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan keimanan dan akhlak mulia Tidak diragukan lagi. Potensi Rohaniah / Hubungan Manusia dengan Tuhan ( SQ ) Merupakan potensi kecerdasan yang bertumpu pada bagian dalam diri manusia yang berhubungan dengan jiwa sadar atau kearifan di luar ego. Misalnya mata untuk melihat. Mereka tidak tahu bagaimana cara mengembangkan potensi fisik. Sungguh pabila akal digunakan dengan baik pada tiap-tiap manusia rasa sakinah akan memayungi bumi dari kerusakannya. setan. Sehingga menyebabkan orang seperti ini dikatakan sebagai orang yang kerdil. bekerja. jangankan didunia. akan sangat terasa manfaatnya. Korupsi merajalela diberbagai sektor. Fungsi potensi tersebut adalah untuk merencanakan sesuatu. seperti olahraga sepakbola. Tapi realita yang terjadi tak seindah tujuan awal.

Kalau kita bisa telaah tidak mungkinlah orang bodoh melakukan itu. Allah mempersiapkan basyar (tubuh biologis kebinatangan) hanya sebagai cangkang/wadah bagi si manusia ruhaniah itu. dan qalbu ruhaniah yang dalam Bahasa Indonesia disebut hati nurani. Inti ruh yang menjadi pusat diri manusia adalah qalbu. qalbu jismaniah berupa gumpalan daging yaitu jantung. Bukankah Rasulullah SAW berpesan kepada Wabishah: 'istafti nafsaka (qalbak)!' "Wahai Wabishah. Ia berani menipu orang tuanya dengan alasan untuk duit kursus namun digunakan untuk hura-hura bersama teman-temannya. Kalau menurut saya orang bodoh palingan bermain dikisaran jutaan rupiah saja. dan mengguncang dirimu. penegas bagi yang ragu. Sehingga semakin jelaslah akal yang pintar dan cerdas tidak identik dengan kemuliaan seseorang. Untuk itulah Allah SWT menurunkan para rasul dengan membawa ajaran agama sebagai pengingat bagi yang lengah. Di dalam Bahasa Arab dikenal ada 2 macam qalbu. Dalam proses hidup beragama kitab suci adalah faktor sekunder. petunjuk bagi yang bingung. Maka kalau saja manusia selalu mengikuti suara qalbunya. Suatu kejahatan adalah apa yang menggelisahkan qalbumu. Al-Qur'an pun banyak mengarahkan manusia untuk selalu mendengarkan suara qalbunya. tapi faktor utama dalam proses keberagamaan adalah qalbu. Sumber ilmu (informasi) keagamaan adalah kitab suci. ruh merupakan wujud pertama manusia dalam proses penciptaannya sebelum diturunkan ke bumi dan dimasukkan ke dalam tubuh jismaniah (basyar). perasaan. Pastilah ia orang yang pintar mencari alasan atau pintar melobi pihak ketiga dan pintar mengkalkulasi kecurangan. itu pun sudah cukup menyelamatkan diri dan kehidupannya. Hakikat Diri dan Inti Kemanusiaan Hakekat diri manusia adalah diri yang ruhaniah/spiritual yang sudah tercipta sebelum adanya tubuh biologis (basyar).Korupsi yang dilakukan pun tidak tanggung-tanggung berkisar ratusan juta hingga triliunan rupiah. meskipun orang lain sudah membenarkanmu". Masalahnya sekarang adalah qalbu manusia sering lengah dan lalai sehingga mudah terdorong sesat ketika dipengaruhi oleh gejolak hawa nafsu dan terseret oleh godaan iblis/setan. dan engkaupun tenteram dengannya. . Ketika manusia masih dalam wujud ruh di alam lahut. dan lain sebagainya. mintalah fatwa pada dirimu (qalbumu) sendiri. Dan pula seorang anak yang pintar justru berani melawan orang tuanya yang secara pendidikan jauh dibawahnya. suatu kebajikan adalah apa yang menenteramkan qalbumu. dan di dalam qalbu manusia sudah ada potensi-potensi spiritual yang merupakan format dasar kemanusiaan. FITHRAH Potensi Dasar Manusia Spiritualitas manusia berpusat pada qalbu. Di dalam qalbu ruhaniah inilah terletak fithrah (sifat-sifat asli dari Tuhan) berupa kesadaran.

Itu sebabnya ia disebut futhur/ifthar yang artinya makan yang memecah kepuasaan (to break the fast) yang menjadi populer dengan breakfast. Dalam bahasa sehari-hari disebut juga futhur/ifthor. 1. Contoh: di alam sudah ada tanah liat.. bibit iman. Karena di dalam qalbu itu Allah SWT sudah menempatkan potensi-potensi dasar spiritual (fithrah). iman dan iradah. Fathara dalam arti memecah --> fithrun. Misalnya: fatharas samawati wal ardh. sejak diturunkan dari sisi Allah. Di sini jelas ada 2 kata yang populer yaitu fithri dan fithrah. Jadi. seperti kuncup bunga yang memecah/mekar. Hal ini berkaitan dengan hadist Nabi SAW. menyebut Idul Fithri dengan "Fast Breaking Festive". dari tanah liat orang mencipta cangkir porselin. . tidak makan.kecerdasan. seperti Arab News dan lainlain. karena mengadakan sesuatu dari belum adanya sama sekali. karena tidur orang bagaikan berpuasa. Contohnya. makan yang pertama adalah makan yang memecah kepuasaannya. di malam hari. Fithrun sebagai mudhof ilayh dibaca fithri (lihat idul fithri). Zakatul Fithri atau Shadaqatul Fithri artinya adalah zakat/shadaqah yang harus dibayarkan pada saat orang melaksanakan futhur atau mengakhiri puasa. festival mengakhiri puasa. 2. Maka di pagi hari. Di dalam Al-Qurâ'an pun istilah fathara hanya dipergunakan untuk Allah. moralitas. Fathara dalam makna yang kedua: "mencipta pertama kali" Terdapat perbedaan antara khalaqa dengan fathara. memunculkan. Media-media Arab berbahasa Inggris. Maka idul fithri adalah hari raya memecah (mengakhiri) puasa. membelah. "Puasa seseorang akan tetap terkatung-katung antara bumi dan langit. to originate = muncul. Fathara (to originate): mengadakan sesuatu dari belum adanya sama sekali. Penciptaan adalah pengadaan sesuatu dari bahan yang memang sudah ada sebelumnya. Khalaqa (to create): mengadakan sesuatu dari bahan material yang memang sudah ada. Asal kata Fithrah dan artinya Apa arti kata fithrah? Sudah menjadi tradisi bahwa setiap tahun.. belum diterima oleh Allah. si manusia ruhaniah itu qalbunya tidak kosong. Karena itu fathara lebih dahsyat dari khalaqa. artinya memecah kepuasaan. sebelum dibayarkan zakatul fithri/shadaqatul fithri". Kedua kata itu bersumber dari dari satu akar kata yang sama yakni fathara yang mempunyai 2 makna: y y to break out = memecah. Di negara tetangga kita seperti Singapura dan Malaysia orang pun menyebutnya zakatul fithri/shadaqah fithri. ilmu dan kemerdekaan. tapi di Indonesia istilah ini lebih dikenal zakat fithrah. menjelang Hari Raya Idul Fithri kita membayar Zakat Fithrah.

. Originality adalah ciri. Fithrah adalah sifat/karakter yang mengiringi sesuatu sejak penciptaannya pertama kali. Ciri atau sifat sejak sesuatu itu origin.Dari kata fathara yang bermakna to originate itulah terbentuk istilah fithrah (originality). dimunculkan untuk pertama kalinya. sifat atau karakter original.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful