MENGANALISIS SISTEM PEMERINTAHAN DI BERBAGAI NEGARA

A. SISTEM PEMERINTAHAN PARLEMENTER Sistem pemerintahan di mana kepala pemerintahan dipegang oleh presiden dan pemerintah tidak bertanggung jawab kepada parlemen (legislative). Menteri bertanggung jawab kepada presiden, karena presiden berkedudukan sebagai kepala Negara sekaligus kepala pemerintahan. Penganut sistem pemerintahan parlementer, di antaranya; Kerajaan Inggris, Belanda, India, Australia, Malaysia. Ciri-ciri dari sistem pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut: 1. Badan legislatif atau parlemen adalah satu-satunya badan yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Parlemen memiliki kekuasaan besar sebagai badan perwakilan dan lembaga legislatif. 2. Anggota parlemen terdiri atas orang-orang dari partai politik yang memenangkan pemiihan umum. Partai politik yang menang dalam pemilihan umum memiliki peluang besar menjadi mayoritas dan memiliki kekuasaan besar di parlemen. 3. Pemerintah atau kabinet terdiri dari atas para menteri dan perdana menteri sebagai pemimpin kabinet. Perdana menteri dipilih oleh parlemen untuk melaksakan kekuasaan eksekutif. Dalam sistem ini, kekuasaan eksekutif berada pada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Anggota kabinet umumnya berasal dari parlemen. 4. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dapat bertahan sepanjang mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen. Hal ini berarti bahwa sewaktuwaktu parlemen dapat menjatuhkan kabinet jika mayoritas anggota parlemen menyampaikan mosi tidak percaya kepada kabinet. 5. Kepala negara tidak sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Kepala pemerintahan adalah perdana menteri, sedangkan kepala negara adalah presiden dalam negara

republik atau raja/sultan dalam negara monarki. Kepala negara tidak memiliki kekuasaan pemerintahan. Ia hanya berperan sebgai symbol kedaulatan dan keutuhan negara. 6. Sebagai imbangan parlemen dapat menjatuhkan kabinet maka presiden atau raja atas saran dari perdana menteri dapat membubarkan parlemen. Selanjutnya, diadakan pemilihan umum lagi untuk membentukan parlemen baru. Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer: 1. Pembuat kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Hal ini karena kekuasaan eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi partai. 2. Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan public jelas. 3. Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi barhati-hati dalam menjalankan pemerintahan.

Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer: 1. Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen. 2. Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak bias ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat bubar. 3. Kabinet dapat mengendalikan parlemen. Hal itu terjadi apabila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai meyoritas. Karena pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai, anggota kabinet dapat mengusai parlemen. 4. Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan manjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya.

Ia merupakan simbol keagungan. bentuk pemerintahannya kurang jelas didefinisikan dan agak sulit untuk dimengerti. Konstitusinya adalah hukum dasar yang memberikan dan membatasi kekuasaan untuk memerintah dan tidak tertulis. dan Wales. Mahkota hanyalah tituler. Kekuasaan tidak dipisahkan. . Civil service (dinas sipil) adalah pegawai karier yang mengadministrasikan hukum dan mengimplementasikan kebijakan-kebijakan eksekutif dan parlementer. Parliament Sovereingnity. Her Majesty’s Opposition. yang merupakan bagian utama dari Kerajaan Inggris Raya (the United Kingdom) terbagi menjadi tiga bagian. Skotlandia. 4. dan kesatuan nasional. Pemerintah Daerah sampai titik tertentu didesentralisasikan. kedaulatan. Habeas Corpus adalah hak sipil yang fundamental. Negara Kesatuan (unitary state) dengan sebutan United Kingdom 2. tetapi bercampur baur. 5. khususnya sumbangan terhadap lembaga-lembaga demokrasi. 10.Contoh: Sistem Pemerintahan Negara Inggris Negara Inggris sebagai “Mother of Parliaments” telah banyak memberikan sumbangan kepada peradaban dunia. terdiri dari House of Commons atau Majelis Rendah dan House of Lords atau Majelis Tinggi. 1. adalah kelompok inti menteri-menteri yang dikepalai oleh Perdana Menteri. dengan kekuasaan ada di tangan Council yang dipilih oleh rakyat di daerah. yaitu Inggris. Kabinet. merupakan salah satu prinsip fundamental dari konstitusi. bukanlah kekuasaan politik. tetapi menteri-menterilah yang sebenarnya memerintah. 3. Parlemen adalah bicameral. sama seperti bendera dengan lambang Union Jack. Namun demikian. Badan Peradilan ditunjuk oleh Kabinet. 9. 7. Beberapa ciri penting dari Pemerintahan Inggris adalah sebagai berikut. 6. adalah prinsip fundamental kedua dari konstitusi yang tak tertulis. Pulau Britania Raya. 11. 8.

Pakistan.12. Argentina. Ciri-ciri dari sistem pemerintaha presidensial adalah sebagai berikut: a) Penyelenggara negara berada ditangan presiden. Hal itu dikarenakan presiden tidak dipilih oleh parlemen. terdiri atas 3 prinsip : a) Hukum yang dibuat oleh Parlemen mempunyai supremasi absolut atas kebijakan-kebijakan pemerintah yang menyangkut rakyat. SISTEM PEMERINTAHAN PRESIDENSIAL Sistem pemerintahan di mana kepala pemerintahan dipegang oleh presiden dan pemerintah tidak bertanggung jawab kepada parlemen (legislative). Presiden tidak dipilih oleh parlemen. d) Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer. b) Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. Filiphina. Indonesia. klas-klas dianggap subjek-subjek yang sama oleh hukum. Kabinet bertangungjawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif. AS. Pengadilan menetapkan hak-hak ini atas dasar kebiasaan dan statuta yang ditetapkan oleh Parlemen. e) Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. Contoh Negara sistem pemerintahan presidensial. B. . The rule of Law. c) Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen. b) Kesamaan di depan hukum. c) Konstitusi adalah akibat. pegawai pemerintah mendapat perlakuan sama dengan warga negara biasa di depan pengadilan. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Anggota parlemen dipilih oleh rakyat. tetapi dipilih langsung oleh rakyat atau suatu dewan majelis. bukan sebab dari hak-hak individu. Menteri bertanggung jawab kepada presiden karena presiden berkedudukan sebagai kepala Negara sekaligus kepala pemerintahan.

Contoh: Sistem Pemerintahan Negara Amerika Amerika Serikat adalah suatu negara raksasa (super power) yang mendapatkan kemerdekaannya melalui revolusi tahun 1776. Misalnya. Presiden Indonesia adalah lima tahun. Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial: a) Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya karena tidak tergantung pada parlemen. Sidang Majelis Konstituante sampai pada satu titik yaitu menerima dasar demokrasi Amerika. b) Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. b) Sistem pertanggungjawaban kurang jelas. masa jabatan Presiden Amerika Serikat adalah empat tahun. d) Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri. c) Penyusun program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya. Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial: a) Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak. Sistem pemerintahan Amerika Serikat berdasarkan yang konstitusi ini bermaksud menegakkan demokrasi dan kebebasan warga negara. . dan setelah melalui proses yang cukup panjang maka tahun 1787. yang tetap tegak sampai sekarang yakni Konstitusi (UUD) Amerika Serikat.f) Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen. c) Pembuatan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama.

. g) Suprastruktur politik ditopang oleh infrastruktur politik yang menganut sistem bipartisan. Eksekutif. c) Pemerintahan oleh rakyat (Government by the people) mengakui bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat yang terlihat dalam proses pemilihan umum. f) Keadilan ditegakkan melalui Badan Yudikatif yaitu Mahkamah Agung (Supreme Court) yang bebas dari pengaruh kedua badan lainnya (Legislatif dan Eksekutif) dan menjamin hak-hak kebebasan dan kemerdekaan individu serta menjamin tegaknya hukum (rule of law). d) Terdapat pemisahan kekuasaan yang tegas antara Legislatif. dan Yudikatif baik mengenai organ pelaksana maupun fungsi kekuasaan-kekuasaan badan-badan tersebut yang saling membatasi satu sama lain dengan asas checks and balances. e) Negara-negara Bagian mempunyai hak yang sama.Ciri-ciri penting pemerintahan Amerika Serikat antara lain: a) Amerika Serikat adalah suatu negara Republik Federasi yang demokratis. b) Sebagai negara Federasi maka terdapat pembagian kekuasaan konstitusional antara Pemerintah Federal (Serikat) dan Pemerintah Negara-negara Bagian atau State.

Hampir semua kewenangan presiden yang di atur menurut UUD 1945 tersebut dilakukan tanpa melibatkan pertimbangan atau persetujuan DPR sebagai wakil rakyat. Karena itu tidak adanya pengawasan dan tanpa persetujuan DPR. kekuasaan yang besar pada presiden juga ada dampak positifnya yaitu presiden dapat mengendalikan seluruh penyelenggaraan pemerintahan sehingga mampu menciptakan pemerintahan yang kompak dan solid. 2. 3. sistem pemerintahan Indonesia menurut UUD 1945 sebelum di amandemen menganut sistem pemerintahan presidensial. Kekuasaan kepala negara tidak terbatas. . maka kekuasaan presiden sangat besar dan cenderung dapat disalahgunakan. Kekuasaan negara yang tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat.MENGANALISIS SISTEM PEMERINTAHAN DI INDONESIA A. 7. Ciri dari sistem pemerintahan masa itu adalah adanya kekuasaan yang amat besar pada lembaga kepresidenan. SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA BERDASARKAN UUD 1945 SEBELUM AMANDEMEN Pokok-pokok sistem pemerintahan negara Indonesia berdasarkan UUD 1945 sebelum diamandemen tertuang dalam Penjelasan UUD 1945 tentang tujuh kunci pokok sistem pemerintahan negara tersebut sebagai berikut. Presiden adalah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi dibawah Majelis Permusyawaratan Rakyat. 4. 6. menteri negara tidak bertanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Mekipun adanya kelemahan. Menteri negara ialah pembantu presiden. Sistem Konstitusional. 5. Berdasarkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan di atas. 1. Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum (rechtsstaat). Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat.

Berdasarkan hal itu. Bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi daerah yang luas. 3. Reformasi yang harus dilakukan adalah melakukan perubahan atau amandemen atas UUD 1945. bangsa Indonesia bertekad untuk menciptakan sistem pemerintahan yang demokratis. 2. dan 2002. Pokok-pokok sistem pemerintahan Indonesia setelah Amandemen UUD 1945 adalah sebagai berikut: 1. Presiden adalah kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. perlu disusun pemerintahan yang konstitusional atau pemerintahan yang berdasarkan pada konstitusi. Adanya pembatasan kekuasaan pemerintahan atau eksekutif. dalam praktik perjalanan sistem pemerintahan di Indonesia ternyata kekuasaan yang besar dalam diri presiden lebih banyak merugikan bangsa dan negara daripada keuntungan yang didapatkanya. Namun. diharapkan dapat terbentuk sistem pemerintahan yang lebih baik dari yang sebelumnya. Dengan mengamandemen UUD 1945 menjadi konstitusi yang bersifat konstitusional. sedangkan sistem pemerintahan presidensial. tidak mudah jatuh atau berganti. Presiden dan wakil presiden dipilih dan diangkat oleh MPR untuk masa jabatan lima tahun. SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA BERDASARKAN UUD 1945 SEBELUM AMANDEMEN Memasuki masa Reformasi ini. Amandemen atas UUD 1945 telah dilakukan oleh MPR sebanyak empat kali. 2000. . B. 2001. 2. Jaminan atas hak asasi manusia dan hak-hak warga negara. Konflik dan pertentangan antarpejabat negara dapat dihindari. Untuk itu. Berdasarkan UUD 1945 yang telah diamandemen itulah menjadi pedoman bagi sistem pemerintaha Indonesia sekarang ini. Pemerintah konstitusional bercirikan bahwa konstitusi negara itu berisi: 1. Wilayah negara terbagi dalam beberapa provinsi. Bentuk pemerintahan adalah republik.Sistem pemerintahan lebih stabil. yaitu pada tahun 1999.

pada masa reformasi ini. 6. 5. 4. Sistem pemerintahan Indonesia juga mengambil unsur-unsur dari sistem pemerintahan parlementer dan melakukan pembaharuan untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan yang ada dalam sistem presidensial. Jadi. 4. Parlemen terdiri atas dua bagian (bikameral). 3. 2. Kabinet atau menteri diangkat oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. Presiden dalam mengangkat penjabat negara perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR. meskipun lebih cenderung kepada sistem pemerintahan presidensial. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). 5. Presiden dalam mengeluarkan kebijakan tertentu perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR. Parlemen diberi kekuasaan yang lebih besar dalam hal membentuk undangundang dan hak budget (anggaran). DPR tetap memiliki kekuasaan mengawasi presiden meskipun secara tidak langsung. .Presiden dan wakil presiden akan dipilih secara langsung oleh rakyat dalam satu paket. Presiden sewaktu-waktu dapat diberhentikan oleh MPR atas usul dari DPR. Hal itu diperuntukan dalam memperbaiki sistem presidensial yang lama yang masih terdapat kekurangan-kekurangan. Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Mahkamah Agung dan badan peradilan dibawahnya. DPR memiliki kekuasaan legislatif dan kekuasaan mengawasi jalannya pemerintahan. Para anggota dewan merupakan anggota MPR. Sistem pemerintahan Indonesia masih dalam masa transisi. Beberapa variasi dari sistem pemerintahan presidensial di Indonesia adalah sebagai berikut: 1. Kesimpulannya: Dengan demikian.

Ilham Akbar A. Abdul Ghofur Iswahyudi (01) 2. Oldive Meigres Zenit XII-IA. M. A.4 SMA NEGERI 1 SIDAYU TAHUN PELAJARAN 2010/2011 . Afan Alfian 4. (18) (21) (30) 3.MENGANALISIS SISTEM PEMERINTAHAN DI BERB AGAI NEGARA NAMA ANGGOTA: 1. M.

India. karena presiden berkedudukan sebagai kepala Negara sekaligus kepala pemerintahan. kekuasaan eksekutif berada pada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. 10. Kepala negara tidak sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Kerajaan Inggris. sedangkan kepala negara adalah presiden dalam negara . Perdana menteri dipilih oleh parlemen untuk melaksakan kekuasaan eksekutif. di antaranya. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dapat bertahan sepanjang mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen. Partai politik yang menang dalam pemilihan umum memiliki peluang besar menjadi mayoritas dan memiliki kekuasaan besar di parlemen. Hal ini berarti bahwa sewaktuwaktu parlemen dapat menjatuhkan kabinet jika mayoritas anggota parlemen menyampaikan mosi tidak percaya kepada kabinet. SISTEM PEMERINTAHAN PARLEMENTER Sistem pemerintahan di mana kepala pemerintahan dipegang oleh presiden dan pemerintah tidak bertanggung jawab kepada parlemen (legislative). Pemerintah atau kabinet terdiri dari atas para menteri dan perdana menteri sebagai pemimpin kabinet. Malaysia. 8. Penganut sistem pemerintahan parlementer. Kepala pemerintahan adalah perdana menteri.MENGANALISIS SISTEM PEMERINTAHAN DI BERBAGAI NEGARA A. Anggota kabinet umumnya berasal dari parlemen. Badan legislatif atau parlemen adalah satu-satunya badan yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. 9. Parlemen memiliki kekuasaan besar sebagai badan perwakilan dan lembaga legislatif. Menteri bertanggung jawab kepada presiden. Ciri-ciri dari sistem pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut: 7. Anggota parlemen terdiri atas orang-orang dari partai politik yang memenangkan pemiihan umum. 11. Australia. Belanda. Dalam sistem ini.

Ia hanya berperan sebgai symbol kedaulatan dan keutuhan negara. Pembuat kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan manjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya. Selanjutnya. 12. 7. Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer: 5. Kepala negara tidak memiliki kekuasaan pemerintahan. Sebagai imbangan parlemen dapat menjatuhkan kabinet maka presiden atau raja atas saran dari perdana menteri dapat membubarkan parlemen. Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi barhati-hati dalam menjalankan pemerintahan. Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer: 4. diadakan pemilihan umum lagi untuk membentukan parlemen baru. anggota kabinet dapat mengusai parlemen. Hal itu terjadi apabila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai meyoritas. Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen. Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. 6. Kabinet dapat mengendalikan parlemen. Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak bias ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat bubar. Hal ini karena kekuasaan eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi partai. 8. 6. 5. Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan public jelas. Karena pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai. .republik atau raja/sultan dalam negara monarki.

17. 21. Skotlandia. Pulau Britania Raya. Badan Peradilan ditunjuk oleh Kabinet. dan kesatuan nasional. . 23. Parlemen adalah bicameral. 19. adalah kelompok inti menteri-menteri yang dikepalai oleh Perdana Menteri. 16. Kekuasaan tidak dipisahkan. merupakan salah satu prinsip fundamental dari konstitusi. Ia merupakan simbol keagungan. Pemerintah Daerah sampai titik tertentu didesentralisasikan. dan Wales. tetapi bercampur baur. Beberapa ciri penting dari Pemerintahan Inggris adalah sebagai berikut. Mahkota hanyalah tituler. bentuk pemerintahannya kurang jelas didefinisikan dan agak sulit untuk dimengerti. 15. terdiri dari House of Commons atau Majelis Rendah dan House of Lords atau Majelis Tinggi. Namun demikian. adalah prinsip fundamental kedua dari konstitusi yang tak tertulis. 22. dengan kekuasaan ada di tangan Council yang dipilih oleh rakyat di daerah. sama seperti bendera dengan lambang Union Jack. tetapi menteri-menterilah yang sebenarnya memerintah. Konstitusinya adalah hukum dasar yang memberikan dan membatasi kekuasaan untuk memerintah dan tidak tertulis. khususnya sumbangan terhadap lembaga-lembaga demokrasi. 13. Habeas Corpus adalah hak sipil yang fundamental. Parliament Sovereingnity. 20. yang merupakan bagian utama dari Kerajaan Inggris Raya (the United Kingdom) terbagi menjadi tiga bagian.Contoh: Sistem Pemerintahan Negara Inggris Negara Inggris sebagai “Mother of Parliaments” telah banyak memberikan sumbangan kepada peradaban dunia. yaitu Inggris. Kabinet. Her Majesty’s Opposition. bukanlah kekuasaan politik. kedaulatan. 18. Civil service (dinas sipil) adalah pegawai karier yang mengadministrasikan hukum dan mengimplementasikan kebijakan-kebijakan eksekutif dan parlementer. Negara Kesatuan (unitary state) dengan sebutan United Kingdom 14.

SISTEM PEMERINTAHAN PRESIDENSIAL Sistem pemerintahan di mana kepala pemerintahan dipegang oleh presiden dan pemerintah tidak bertanggung jawab kepada parlemen (legislative). c) Konstitusi adalah akibat. b) Kesamaan di depan hukum. j) Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer. pegawai pemerintah mendapat perlakuan sama dengan warga negara biasa di depan pengadilan. . Indonesia. AS. Ciri-ciri dari sistem pemerintaha presidensial adalah sebagai berikut: g) Penyelenggara negara berada ditangan presiden. klas-klas dianggap subjek-subjek yang sama oleh hukum. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Filiphina. i) Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen. Menteri bertanggung jawab kepada presiden karena presiden berkedudukan sebagai kepala Negara sekaligus kepala pemerintahan. B. h) Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. Presiden tidak dipilih oleh parlemen.24. Anggota parlemen dipilih oleh rakyat. bukan sebab dari hak-hak individu. Pakistan. k) Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. Pengadilan menetapkan hak-hak ini atas dasar kebiasaan dan statuta yang ditetapkan oleh Parlemen. terdiri atas 3 prinsip : a) Hukum yang dibuat oleh Parlemen mempunyai supremasi absolut atas kebijakan-kebijakan pemerintah yang menyangkut rakyat. Contoh Negara sistem pemerintahan presidensial. Argentina. tetapi dipilih langsung oleh rakyat atau suatu dewan majelis. Kabinet bertangungjawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif. Hal itu dikarenakan presiden tidak dipilih oleh parlemen. The rule of Law.

h) Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri. Contoh: Sistem Pemerintahan Negara Amerika Amerika Serikat adalah suatu negara raksasa (super power) yang mendapatkan kemerdekaannya melalui revolusi tahun 1776. Misalnya. dan setelah melalui proses yang cukup panjang maka tahun 1787.l) Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen. Presiden Indonesia adalah lima tahun. e) Sistem pertanggungjawaban kurang jelas. Sistem pemerintahan Amerika Serikat berdasarkan yang konstitusi ini bermaksud menegakkan demokrasi dan kebebasan warga negara. f) Pembuatan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama. Sidang Majelis Konstituante sampai pada satu titik yaitu menerima dasar demokrasi Amerika. f) Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. yang tetap tegak sampai sekarang yakni Konstitusi (UUD) Amerika Serikat. . Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial: e) Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya karena tidak tergantung pada parlemen. g) Penyusun program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya. Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial: d) Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak. masa jabatan Presiden Amerika Serikat adalah empat tahun.

. n) Suprastruktur politik ditopang oleh infrastruktur politik yang menganut sistem bipartisan. j) Pemerintahan oleh rakyat (Government by the people) mengakui bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat yang terlihat dalam proses pemilihan umum. i) Sebagai negara Federasi maka terdapat pembagian kekuasaan konstitusional antara Pemerintah Federal (Serikat) dan Pemerintah Negara-negara Bagian atau State.Ciri-ciri penting pemerintahan Amerika Serikat antara lain: h) Amerika Serikat adalah suatu negara Republik Federasi yang demokratis. Eksekutif. dan Yudikatif baik mengenai organ pelaksana maupun fungsi kekuasaan-kekuasaan badan-badan tersebut yang saling membatasi satu sama lain dengan asas checks and balances. k) Terdapat pemisahan kekuasaan yang tegas antara Legislatif. m) Keadilan ditegakkan melalui Badan Yudikatif yaitu Mahkamah Agung (Supreme Court) yang bebas dari pengaruh kedua badan lainnya (Legislatif dan Eksekutif) dan menjamin hak-hak kebebasan dan kemerdekaan individu serta menjamin tegaknya hukum (rule of law). l) Negara-negara Bagian mempunyai hak yang sama.

Berdasarkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan di atas. Sistem Konstitusional. sistem pemerintahan Indonesia menurut UUD 1945 sebelum di amandemen menganut sistem pemerintahan presidensial. Hampir semua kewenangan presiden yang di atur menurut UUD 1945 tersebut dilakukan tanpa melibatkan pertimbangan atau persetujuan DPR sebagai wakil rakyat. Ciri dari sistem pemerintahan masa itu adalah adanya kekuasaan yang amat besar pada lembaga kepresidenan. Kekuasaan negara yang tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. menteri negara tidak bertanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. 12. Kekuasaan kepala negara tidak terbatas. Menteri negara ialah pembantu presiden. 10. SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA BERDASARKAN UUD 1945 SEBELUM AMANDEMEN Pokok-pokok sistem pemerintahan negara Indonesia berdasarkan UUD 1945 sebelum diamandemen tertuang dalam Penjelasan UUD 1945 tentang tujuh kunci pokok sistem pemerintahan negara tersebut sebagai berikut. 11. . Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum (rechtsstaat). 8. maka kekuasaan presiden sangat besar dan cenderung dapat disalahgunakan. Mekipun adanya kelemahan. 14. Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Karena itu tidak adanya pengawasan dan tanpa persetujuan DPR. 9. Presiden adalah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi dibawah Majelis Permusyawaratan Rakyat.MENGANALISIS SISTEM PEMERINTAHAN DI INDONESIA A. 13. kekuasaan yang besar pada presiden juga ada dampak positifnya yaitu presiden dapat mengendalikan seluruh penyelenggaraan pemerintahan sehingga mampu menciptakan pemerintahan yang kompak dan solid.

bangsa Indonesia bertekad untuk menciptakan sistem pemerintahan yang demokratis. Jaminan atas hak asasi manusia dan hak-hak warga negara. yaitu pada tahun 1999. Presiden dan wakil presiden dipilih dan diangkat oleh MPR untuk masa jabatan lima tahun. 4. 2001. Berdasarkan hal itu. 2000. tidak mudah jatuh atau berganti. 8. dan 2002. SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA BERDASARKAN UUD 1945 SEBELUM AMANDEMEN Memasuki masa Reformasi ini. Bentuk pemerintahan adalah republik. Pemerintah konstitusional bercirikan bahwa konstitusi negara itu berisi: 3. Reformasi yang harus dilakukan adalah melakukan perubahan atau amandemen atas UUD 1945. Dengan mengamandemen UUD 1945 menjadi konstitusi yang bersifat konstitusional. sedangkan sistem pemerintahan presidensial. Berdasarkan UUD 1945 yang telah diamandemen itulah menjadi pedoman bagi sistem pemerintaha Indonesia sekarang ini. Presiden adalah kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi daerah yang luas. 9. Pokok-pokok sistem pemerintahan Indonesia setelah Amandemen UUD 1945 adalah sebagai berikut: 7. Konflik dan pertentangan antarpejabat negara dapat dihindari. Wilayah negara terbagi dalam beberapa provinsi. diharapkan dapat terbentuk sistem pemerintahan yang lebih baik dari yang sebelumnya. Namun. . dalam praktik perjalanan sistem pemerintahan di Indonesia ternyata kekuasaan yang besar dalam diri presiden lebih banyak merugikan bangsa dan negara daripada keuntungan yang didapatkanya. perlu disusun pemerintahan yang konstitusional atau pemerintahan yang berdasarkan pada konstitusi. Adanya pembatasan kekuasaan pemerintahan atau eksekutif.Sistem pemerintahan lebih stabil. B. Amandemen atas UUD 1945 telah dilakukan oleh MPR sebanyak empat kali. Untuk itu.

Kesimpulannya: Dengan demikian. pada masa reformasi ini. Presiden dalam mengeluarkan kebijakan tertentu perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR. Para anggota dewan merupakan anggota MPR. 9. Presiden dalam mengangkat penjabat negara perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR. Hal itu diperuntukan dalam memperbaiki sistem presidensial yang lama yang masih terdapat kekurangan-kekurangan. Kabinet atau menteri diangkat oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. Presiden sewaktu-waktu dapat diberhentikan oleh MPR atas usul dari DPR. DPR tetap memiliki kekuasaan mengawasi presiden meskipun secara tidak langsung. DPR memiliki kekuasaan legislatif dan kekuasaan mengawasi jalannya pemerintahan. Sistem pemerintahan Indonesia masih dalam masa transisi. 10. Sistem pemerintahan Indonesia juga mengambil unsur-unsur dari sistem pemerintahan parlementer dan melakukan pembaharuan untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan yang ada dalam sistem presidensial. 12. 7. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Mahkamah Agung dan badan peradilan dibawahnya. 10. Parlemen diberi kekuasaan yang lebih besar dalam hal membentuk undangundang dan hak budget (anggaran). meskipun lebih cenderung kepada sistem pemerintahan presidensial. . Jadi.Presiden dan wakil presiden akan dipilih secara langsung oleh rakyat dalam satu paket. 11. 8. Beberapa variasi dari sistem pemerintahan presidensial di Indonesia adalah sebagai berikut: 6. Parlemen terdiri atas dua bagian (bikameral).

M. Ilham Akbar A. M. (18) (21) (30) 7.MENGANALISIS SISTEM PEMERINTAHAN DI BERB AGAI NEGARA NAMA ANGGOTA: 5. Afan Alfian 8. Abdul Ghofur Iswahyudi (01) 6. A.4 SMA NEGERI 1 SIDAYU TAHUN PELAJARAN 2010/2011 . Oldive Meigres Zenit XII-IA.

Oldive Meigres Zenit XII-IA. Afan Alfian 4. Abdul Ghofur Iswahyudi (01) 2. (18) (21) (30) 3. A.MENGANALISIS SISTEM PEMERINTAHAN DI NEGARA INDONESIA NAMA ANGGOTA: 1. M. Ilham Akbar A.4 SMA NEGERI 1 SIDAYU TAHUN PELAJARAN 2010/2011 . M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful