P. 1
KBK

KBK

|Views: 824|Likes:
Published by nurra785

More info:

Published by: nurra785 on Dec 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2013

pdf

text

original

Sections

  • Berbasis Kelas
  • 1) Kurikulum dan Hasil Belajar
  • 3) Kegiatan Belajar Mengajar
  • 4) Penilaian Berbasis Kelas
  • Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat
  • Nasional. Sekolah yang mempunyai kemampuan mandiri dapat menyusun
  • Dinas Pendidikan setempat dapat mengkoordinasikan sekolah-sekolah yang
  • 8) Berpusat pada Anak dengan Penilaian yang Berkelanjutan dan
  • Program studi Bahasa menekankan pada pemahaman prinsip-prinsip
  • Komunikasi atau Keterampilan diatur sekolah.24
  • Ketentuan untuk Program Studi Ilmu Sosial:
  • Ketentuan untuk Program Studi Bahasa:
  • Ketentuan untuk Non-Pengkhususan Program Studi:
  • - Siswa yang memiliki minat dan kemampuan ke bidang Ilmu Alam dapat
  • - Siswa yang memiliki minat dan kemampuan ke bidang Ilmu Sosial dapat
  • - Siswa yang memiliki minat dan kemampuan ke bidang Bahasa dapat
  • - Siswa yang memiliki minat dan kemampuan ke bidang Agama dapat
  • Nasional Nomor 2 Tahun 1989 pasal 15 dirumuskan bahwa : ³Pendidikan
  • Kegiatan Belajar Mengajar (PDKBM) atau Garis-Garis Besar Isi Program
  • Pembelajaran (GBIPP). Komponen silabus sebagai salah satu hasil
  • (Lihat contoh Silabus pada lampiran 1)
  • Self Awareness Skill tergambar dalam bentuk; kesadaran sebagai
  • Remedial atau pembelajaran kembali (Remedial Teaching) dilaksanakan
  • 1) Pengertian Penilaian dalam KBK
  • 2) Sistem Penilaian KBK
  • 4) Tujuan Penilaian KBK
  • 5) Acuan Penilaian KBK
  • Format Penyusunan Indikator
  • 7) Prinsip-Prinsip Penilaian Hasil Belajar Berbasis Kompetensi
  • - Guru dan sekolah dapat menetapkan nilai Ketuntasan Minimum
  • 8) Sistem Penilaian Berkelanjutan
  • - Nilai Remedial tidak melebihi nilai minimum batas ketuntasan yang
  • 9) Aspek yang Diukur Dalam Penilai Berbasis Kompetensi
  • - Membentuk watak (Characterization) : sistem nilai yang terbentuk
  • KD tertentu
  • 12) Penyiapan Perangkat Penilaian
  • Pengisian Laporan Hasil Belajar
  • C: 60-75 atau K: < 60)
  • 14) Kenaikan Kelas
  • DAFTAR PUSTAKA

Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK

)

Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) merupakan suatu desain kurikulum yang dikembangkan berdasarkan seperangkat kompetensi tertentu. KBK juga merupakan rancangan kurikulum yang dikembangkan berdasarkan atas seperangkat kompetensi khusus (menggambarkan sebuah profil kompetensi utuh, terukur, dan teramati) yang harus dipelajari dan atau ditampilkan siswa. 1 Untuk mendapatkan pemahaman yang jelas tentang konsep Kurikulum Berbasis Kompetensi dan implementasinya, penulis menyusun sistematika bahasannya pada 3 pokok bahasan, yaitu: Konsep Dasar, Pengembangan, dan Implementasi. 1. Konsep Dasar KBK. Sebelum mengenal lebih jauh tentang kurikulum yang baru ini, terlebih dahulu perlu dijelaskan pengertian kompetensi dan Kurikulum Berbasis Kompetensi, komponen, ciri-ciri, karakteristik dan orientasinya. a. Pengertian kompetensi dan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Kompetensi2 merupakan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kebiasaan

1 Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama : DITJEN DIKDASMEN DIKNAS, Kurikulum Berbasis Kompetensi. Divisi Penerbitan Diknas, Jakarta, 2004 hal.5. 2 Kompetensi menurut Hall dan Jones (1976: 29) adalah ³pernyataan yang menggambarkan penampilan suatu kemampuan tertentu secara bulat yang merupakan perpaduan antara pengetahuan dan kemampuan yang dapat diamati dan diukur´. Gene E. Hall & H.L. Jones,

2

berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus dapat memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten, dalam arti memiliki pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu. 3 Menurut Spencer (1993) sebagaimana yang dikutif Ella Yulaelawati dalam makalahnya Kurikulum Berbasis Kompetensi, kompetensi

merupakan karakteristik mendasar dari seseorang yang merupakan hubungan kausal dengan referensi kriteria yang efektif dan atau penampilan terbaik dalam pekerjaannya pada suatu situasi. Karakteristik yang mendasar berarti bahwa kompetensi tersebut cukup mendalam dan bertahan lama dalam penampilan seseorang dan dapat digunakan untuk memprediksi tingkah laku seseorang ketika berhadapan dalam berbagai situasi dan tugas. Hubungan kausal berarti suatu kompetensi dapat menyebabkan atau memprediksi perubahan tingkah laku dan kinerja seseorang. Referensi kriteria menentukan dan memprediksi apakah seorang bekerja dengan baik atau tidak dalam ukuran yang spesifik atau standar. 4 Dalam hal ini Spencer juga membahas 5 macam tipe kompetensi yang antara lain : 1) Motif, yakni sesuatu yang dimiliki seseorang untuk berfikir secara konsisten atau keinginan untuk melakukan suatu aksi.

Competency Based Education : A Proces For The Improvement of Education, New Jersey, Engelwood Cliffs, 1976, hal.29 3 http:///www.depdiknas.go.id/Jurnal/27/kurikulum_berbasis_kompetensi.htm 4 Ella Yulaelawati, Kurikulum Berbasis Kompetensi (Makalah), Jakarta, Balitbang DIKNAS, 2003, hal.6

3

2) Bawaan, yaitu karakteristik fisik yang merespon secara konsisten berbagai situasi atau informasi. Contoh : seorang manajer yang berhasil memiliki kompetensi bawaan yang dapat menontrol emosi dan menumbuhkan inisiatif. 3) Konsep diri, yaitu tingkah laku dan nlai atau image seseorang. Contoh : percaya diri, seseorang yang percaya diri akan efektif dalam berbagai situasi. 4) Pengetahuan, yakni informasi khusus yang dimiliki seseorang. Sebagai contoh : ahli bedah memiliki pengetahuan mengenai saraf dan tulang. 5) Keterampilan, yaitu kemampuan untuk melakukan tugas secara fisik atau mental. Contoh: Dokter gigi memiliki kemampuan untuk menambal gigi tanpa merusak saraf.5 Kelima kompetensi tersebut mempunyai implikasi praktis terhadap perencanaan SDM. Keterampilan dan pengetahuan cenderung lebih tampak pada permukaan ciri-ciri seseorang, sedangkan konsep diri, bawaan dan motif lebih tersembunyi dan lebih mendalam serta merupakan pusat dari kepribadian seseorang. Kompetensi pengeahuan danketerampilan lebih mudah dikembangkan (biasanya lewat pelatihan), sedangkan kompetensi bawaan dan motif lebih sulit dikembangkan dan dikenali. 6

5 6

ibid, hal.7 Ibid, hal.8

nilai. pemahaman. kemampuan. 8 Dari kedua konsep diatas. penilaian. hal. agar dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran. dan psikomotor pada peserta didik dalam proses belajar mengajar. berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. Menurutnya kemudian KBK diarahkan untuk mengembangan pengetahuan. dan minat peserta didik.7 Mulyasa mengartikan Kurikulum Berbasis Kompetensi sebagai suatu konsep kurikulum melakukan yang menekankan pada pengembangan dengan standar kemampuan (kompetensi) tugas-tugas performansi tertentu. 7 8 http:///www. E.depdiknas.4 Sementara pengertian Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa.id/Jurnal/27/ op.go.39. op.cit. kegiatan belajar mengajar. sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik. Dasar pemikiran untuk menggunakan konsep kompetensi dalam kurikulum adalah sebagai berikut.cit. afektif. . Mulyasa. sikap. dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. dapat dipahami bahwa KBK dirumuskan untuk mengaktualisasikan keseimbangan pengembangan kemampuan kognitif. tapi juga memiliki kemauan dan keterampilan dalam perbuatan (praktek). ketepatan dan keberhasilan dengan penuh tanggung jawab. Sehingga siswa tidak sekedar memiliki pengetahuan.

dan Penilaian Berbasis Kelas 1) Kurikulum dan Hasil Belajar. yaitu Kurikulum dan Hasil Belajar. 9 b. 4) Kehandalan kemampuan siswa melakukan sesuatu harus didefinisikan secara jelas dan luas dalam suatu standar yang dapat dicapai melalui kinerja yang dapat diukur.cit. Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan kerangka inti yang memiliki empat komponen. Kegiatan Belajar Mengajar.5 1) Kompetensi berkenaan dengan kemampuan siswa melakukan sesuatu dalam berbagai konteks. Kurikulum dan Hasil Belajar ini memuat kompetensi. 3) Kompeten merupakan hasil belajar (learning outcomes) yang menjelaskan hal-hal yang dilakukan siswa setelah melalui proses pembelajaran.12).depdiknas. Memuat perencanaan pengembangan kompetensi peserta didik yang perlu dicapai secara keseluruhan sejak lahir sampai 18 tahun. Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah. 2) Kompetensi menjelaskan pengalaman belajar yang dilalui siswa untuk menjadi kompeten. Komponen KBK.go. hasil belajar. dan indikator dari TK dan RA sampai dengan Kelas XII (TK dan RA . 9 http:///www.id/Jurnal/27/op. 2) Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah. .

Pola ini dilengkapi pula dengan gagasan pembentukan jaringan kurikulum (curriculum council). 4) Penilaian Berbasis Kelas.10 c. Memuat prinsip. sasaran dan pelaksanaan penilaian berkelanjutan yang lebih akurat dan konsisten sebagai akuntabilitas publik melalui identifikasi kompetensi/hasil belajar yang telah dicapai. dan pengembangan sistem informasi kurikulum. Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. silabus). Karakteristik KBK. pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai serta peta kemajuan belajar siswa dan pelaporan. pembinaan profesional tenaga kependidikan.l. Memuat gagasan-gagasan pokok tentang pembelajaran dan pengajaran yang untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan serta gagasangagasan pedagogis dan andragogis yang menelola pembelajaran agar tidak mekanistik. 10 Ibid. pengembangan perangkat kurikulum (a. . 3) Kegiatan Belajar Mengajar.6 Memuat berbagai pola pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lain untuk meningkatkan mutu hasil belajar.

Orientasi KBK. Kurikulum Berbasis Kompetensi berorientasi pada: 1) Hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna.7 2) Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. dapat dipahami bahwa konsep pembelajaran yang ditawarkan dalam KBK merupakan suatu rancangan pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan atas seperangkat kompetensi khusus yang utuh. dan orientasinya.11 d. 2) Keberagaman kebutuhannya. 5) Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. . dan teramati yang yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan 11 12 Ibid. karakteristik. 12 Berdasarkan definisi. Ibid. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. terukur. 4) Sumber belajar bukan hanya guru. komponen. 3) Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.

e.8 harus dipelajari dan dikuasai siswa. sehingga peserta didik dipandang sebagai kertas putih yang perlu ditulisi dengan sejumlah ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) Waktu Belajar Menerapkan sistem catur wulan KBK Kompetensi dan materi pokok dikembangkan di pusat. dibuat dan dikembangkan oleh pusat Berbasis konten. berikut ini dipaparkan perbedaan antara Kurikulum SMU 1994 dan suplemennya tahun 1999 dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi. ASPEK Dokumen Pendekatan KURIKULUM 1994 Seluruh dokumen kurikulum direncanakan. sehingga peserta didik berada dalam proses perkembangan yang berkelanjutan dari seluruh aspek kepribadian. atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas dan sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten. disikapi. sebagai pemekaran terhadap potensipotensi bawaan sesuai dengan kesempatan belajar yang ada dan diberikan oleh lingkungan Menerapkan sistem semester . Perbedaan Kurikulum 1994 dengan KBK Sebagai bahan perbandingan. Rumusan kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui. sedangkan silabus dan bahan ajar direncanakan dan dikembangkan oleh daerah Berbasis Kompetensi.

kebutuhan dan kemampuan peserta didik. serta kebutuhan masyarakat sekitar sekolah Dilakukan secara sentralisasi. sehingga pemerintah dan masyarakat bersama-sama menentukan . afektif dan psikomotorik merupakan suatu keutuhan dalam pencapaian kompetensi dan kemampuan dasar Kecakapan hidup (life skill) terakomodasi secara terpadu dan proporsional dalam kurikulum dan proses pembelajarannya Sekolah diberi keleluasaan untuk menyusun dan mengembangkan silabus mata pelajaran. sehingga Depdiknas memonopoli pengembangan ide dan Guru diberi kebebasan untuk mengembangkan secara kreatif materi-materi pokok untuk mencapai materi tertentu. serta kebutuhan masyarakat sekitar sekolah Dilakukan secara desentralisasi. sehingga dapat mengakomodasi potensi sekolah. kebutuhn dan kemampuan peserta didik. karena mengejar target kurikulum Materi yang dikembangkan dan diajarkan di sekolah seringkali tidak sesuai dengan potensi sekolah. Guru sebagai fasilitator yang bertugas mengkondisikan lingkungan untuk memberikan kemudahan belajar peserta didik Aspek kognitif. Beberapa materi ada yang sulit diajarkan guru dan ada yang sulit dipahami siswa. afektif dan psikomotorik Kecakapan hidup (life skill) kurang terakomodasi dalam kurikulum dan proses pembelajaran.9 Pelaksanaan (proses) Pengembangan Kurikulum Guru mengalami kesulitan dalam mengembangkan topiktopik tertentu. sehingga terjadi penumpukan materi pada cawu tertentu Guru merupakan kurikulum yang menentukan segala sesuatu yang terjadi di dalam kelas Formulasi dan pelaksanaan kurikulum kurang memperhatikan keutuhan aspek kognitif.

. Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi memfokuskan pada kompetensi tertentu. Oleh karena itu. sehingga para peserta didik dapat mempersiapkan dirinya melalui penguasaan terhadap sejumlah kompetensi tertentu. berupa panduan pengetahuan. porto folio dan tugas (project work)13 2. hal.20-23 . yang mencerminkan penguasaan dan pemahaman terhadap apa yang dipelajari. dan sikap yang dapat didemonstrasikan peserta didik sebagai wujud pemahaman terhadap konsep yang dipelajarinya. Kriteria tersebut biasanya dikembangkan 13 Ibid. Pengembangan KBK. Penerapan kurikulum berbasis kompetensi memungkinkan para guru menilai hasil belajar peserta didik dalam proses pencapaian sasaran belajar.10 konsepsi kurikulum Penilaian Menerapkan sistem penilaian berbasis konten yang lebih banyak menekankan pada aspek kognitif. sebagai prasyarat untuk melanjutkan ke tingkat penguasaan kompetensi berikutnya. yaitu mengacu pada keberlangsungan proses dan system penilaian berbasis kelas (classroom based assessment) yang berbentuk tes uraian. peserta didik perlu mengetahui kriteria penguasaan kompetensi yang akan dijadikan sebagai standar penilaian hasil belajar. Sistem penilaian dilakukan secara konvensional dan berbasis pada pokok bahasan/sub pokok bahasan standar pendidikan yang dituangkan dalam kurikulum Menerapkan sistem penilaian berkelanjutan. keterampilan.

tingkat lembaga. yaitu tingkat nasional. 15 2) Pengembangan Kurikulum Tingkat Lembaga Pada tingkat ini dibahas pengembangan kurikulum untuk setiap jenis lembaga pendidikan pada berbagai satuan dan jenjang pendidikan. Muliasyah.11 berdasarkan tujuan khusus yang dipelajari sesuai dengan kompetensi yang harus dikuasai. Dalam kaitannya dengan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Tingkat Pengembangan KBK. op cit. hal. 63. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini antara lain : 14 15 E. 14 a. . baik secara vertikal maupun horizontal dalam rangka merealisasikan tujuan pendidikan nasional. Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) seperti pengembangan kurikulum pada umumnya terdiri dari beberapa tingkat. meliputi jalur pendidikan sekolah dan luar sekolah. 1) Pengembangan Kurikulum Tingkat Nasional Pada tingkat ini pengembangan kurikulum dibahas dalam lingkup nasional. tingkat bidang studi. pengembangan kurikulum tingkat nasional dilakukan dalam rangka mengembangkan standar kompetensi untuk masing-masing jenjang dan jenis penddikan. hal. dan tingkat satuan bahasan (modul). 62 Ibid. terutama pada jalur pendidikan sekolah.

dan sikap. hal. 16 Ibid. c) Mendeskripsikan kompetensi serta mengelompokkannya sesuai dengan skope dan skuensi. serta mengelompokkannya sesuai dengan ranah pengetahuan. dan merumuskan tujuan-tujuan pendidikan pada berbagai jenis lembaga pendidikan. d) Mengidentifikasi fasilitas pembelajaran yang diperlukan untuk memberi kemudahan belajar. . Kegiatan yang dilakukan antara lain : a) Mengidentifikasi dan menentukan jenis-jenis kompetensi dan tujuan setiap bidang studi. b) Mengembangkan kompetensi dan pokok-pokok bahasan. b) Berdasarkan kompetensi dan tujuan di atas selanjutnya dikembangkan bidang studi-bidang studi yang akan diberikan untuk merealisasikan tujuan tersebut. pemahaman.12 a) Mengembangkan kompetensi lulusan. c) Mengembangkan dan mengidentifikasi tenaga-tenaga kependidikan (guru dan non guru) sesuai dengan kualifikasi yang diperlukan. 64. nilai. 16 3) Pengembangan Kurikulum Tingkat Bidang Studi Pada tingkat ini dilakukan pengembangan silabus untuk setiap bidang studi pada berbagai jenis lembaga pendidikan. kemampuan (keterampilan).

hal. Badan Penelitian dan Pengembangan. 18 17 . kabupaten/kota). 19 b. selanjutnya dikembangkan program-program pembelajaran. Ibid. Dinas Pendidikan setempat dapat mengkoordinasikan sekolah-sekolah yang belum mempunyai kemampuan mandiri untuk menyusun silabus. Departemen Pendidikan Nasional. Ibid. 4) Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Bahasan (Modul) Berdasarkan kompetensi-kompetensi yang telah diidentifikasi dan diurutkan sesuai dengan tingkat pencapaiannya pada setiap bidang studi. 18 Pengembangan silabus berbasis kemampuan dasar akan dibahas secara rinci pada bab ini di sub judul ³Implementasi KBK´. sehingga kegiatan pengembangan kurikulum pada tingkat ini adalah menyusun dan mengembangkan paket-paket modul. Prinsip-prrinsip Pengembangan KBK.13 d) Mengembangkan indikator untuk setiap kompetensi serta kriteria pencapaiannya. 17 Penyusunan silabus mengacu pada Kurikulum Berbasis Kompetensi dan perangkat komponen-komponennya yang disusun oleh Pusat Kurikulum. 65. Dalam KBK program pembelajaran yang dikembangkan adalah modul. Sekolah yang mempunyai kemampuan mandiri dapat menyusun silabus yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya setelah mendapat persetujuan dari Dinas Pendidikan setempat (provinsi. 19 Ibid.

logika. Penyediaan tempat yang memberdayakan semua siswa untuk memperoleh pengetahuan. dan diamalkan oleh siswa. estetika. dipahami. . Keyakinan dan nilai-nilai yang dianut masyarakat berpengaruh pada sikap dan arti kehidupannya. nilai-nilai. Estetika. dan budi pekerti luhur perlu digali. dan kinestetika sangat dipertimbangkan dalam penyusunan kurikulum dan hasil belajar. dan Budi Pekerti Luhur. Logika. Penguatan identitas nasional dicapai melalui pendidikan yang memberikan pemahaman tentang masyarakat Indonesia yang majemuk dan kemajuan peradaban bangsa Indonesia dalam tatanan peradaban dunia yang multikultur dan multibahasa. dan sikap sangat diutamakan Seluruh siswa dari berbagai kelompok seperti kelompok yang kurang beruntung secara ekonomi dan sosial yang memerlukan bantuan khusus. 1) Keimanan. 4) Kesamaan Memperoleh Kesempatan. Nilai.14 Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi mempertimbangkan prinsip-prinsip berikut ini. Keimanan. Keseimbangan pengalaman belajar siswa yang meliputi etika. dan Kinestetika. 3) Keseimbangan Etika. 2) Penguatan Integritas Nasional. keterampilan.

dan unggul berhak menerima pendidikan yang tepat sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya. Kurikulum perlu memasukkan unsur keterampilan hidup agar siswa memiliki keterampilan. dan menilai pengetahuan untuk mengatasi situasi yang cepat berubah dan penuh ketidakpastian merupakan kompetensi penting dalam menghadapi abad ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. 5) Abad Pengetahuan dan Teknologi Informasi. Kemampuan belajar sepanjang hayat dapat dilakukan melalui pendidikan formal dan non formal. menambah kesadaran. Kemampuan berpikir dan belajar dengan mengakses. dan selalu belajar memahami dunia yang selalu berubah dalam berbagai bidang. memilih. . Pendidikan berlanjut sepanjang hidup manusia untuk mengembangkan. serta pendidikan alternatif yang diselenggarakan baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. Kurikulum juga perlu mengintegrasikan unsur-unsur penting yang menunjang kemampuan untuk bertahan hidup. kooperatif dan kompetitif dalam menghadapi tantangan dan tuntutan kehidupan sehari-hari secara efektif.15 berbakat. dan perilaku adaptif. sikap. 7) Belajar Sepanjang Hayat. 6) Pengembangan Keterampilan Hidup.

dan (2) Struktur Kurikulum dengan Non-pengkhususan Program Studi. sekolah. Semua pengalaman belajar dirancang secara berkesinambungan mulai dari TK dan RA sampai dengan Kelas XII. Penilaian berkelanjutan dan komprehensif menjadi sangat penting dalam rangka pencapaian upaya tersebut. perguruan tinggi.depdiknas. 20 c.cit. 9) Pendekatan Menyeluruh dan Kemitraan. dunia usaha dan industri.16 8) Berpusat pada Anak dengan Penilaian yang Berkelanjutan dan Komperehensif. dan menilai diri sendiri sangat perlu diutamakan agar siswa mampu membangun pemahaman dan pengetahuannya. Keberhasilan pencapaian pengalaman belajar menuntut kemitraan dan tanggung jawab bersama dari siswa. dan masyarakat. orangtua.id/Jurnal/27/op. bekerja sama. Pertimbangan utama 20 http:///www. .go. Upaya memandirikan siswa untuk belajar. Pendekatan yang digunakan dalam mengorganisasikan pengalaman belajar berfokus pada kebutuhan siswa yang bervariasi dan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu. Kedua struktur tersebut adalah: (1) Struktur Kurikulum dengan Pengkhususan Program Studi. guru. Pengembangan Struktur KBK Kurikulum Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah disediakan 2 macam struktur.

Program studi Bahasa menekankan pada pemahaman prinsip-prinsip multikultural dan komunikasi secara efektif melalui bahasa. Program studi tersebut adalah Ilmu Alam. Fokus program studi Ilmu Alam pada mata-mata pelajaran Matematika. 80. Ekonomi. dan Bahasa. Program studi Ilmu Sosial menekankan pada pemahaman prinsip-prinsip kemasyarakatan untuk mendorong siswa mengembangkan potensinya dalam menciptakan kedamaian dan kesejahteraan hidup bersama.17 untuk menyediakan 2 struktur kurikulum adalah agar sekolah dapat menentukan sendiri struktur kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan. Kimia. Fokus program studi Ilmu Sosial pada matamata pelajaran Kewarganegaraan. Fokus program studi Bahasa pada mata-mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Fisika. Pemilihan program studi dilaksanakan sejak Kelas XI. Sejarah. Dengan demikian. 21 22 E. Kelas X merupakan program bersama yang diikuti oleh semua siswa.cit. Ilmu Sosial. Mulyasa. hal. dan Sosiologi. op. dan Biologi. Ibid . 21 1) Struktur Kurikulum Pengkhususan Program Studi Penyelenggaraan Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah dengan pengkhususan program studi dimaksudkan untuk memberikan kemungkinan kepada siswa dalam pemilihan suatu program studi secara khusus. 22 Program studi Ilmu Alam menekankan pada pemahaman prinsipprinsip alam serta mendorong siswa untuk bekerja dan bersikap ilmiah.

Bahasa Asing lainnya (selain bahasa Inggris). 81 . 23 Struktur kurikulum pengkhususan program studi Ilmu Alam. Ilmu Sosial. Struktur Kurikulum Program Studi ILMU ALAM NO MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU Kelas X Kelas XI Kelas XII SMT SMT SMT SMT SMT SMT 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Pendidikan Agama Kewarganegaraan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa Inggris Matematika Kesenian Pendidikan Jasmani Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi Fisika Kimia Biologi Teknologi Informasi dan Komunikasi/Keterampilan JUMLAH 2 2 4 4 4 2 2 3 2 2 3 3 3 2 2 2 4 4 4 2 2 3 2 2 3 3 3 1 2 2 3 4 5 2 2 2 5 4 5 2 2 2 3 4 5 2 2 2 5 5 4 1 2 2 3 4 5 2 2 5 4 5 2 2 4 4 5 2 2 5 5 4 36 36 36 36 34 32 Ketentuan untuk Program Studi Ilmu Alam: 23 Ibid. dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. dan Bahasa memuat jumlah dan jenis mata pelajaran serta alokasi waktu sebagaimana terlihat dalam tabel-tabel berikut ini. hal.18 Bahasa dan Sastra Inggris.

g) Fokus program studi Ilmu Alam pada mata-mata pelajaran Matematika. f) Kelas X merupakan program bersama yang diikuti semua siswa. Kimia. c) Satu jam pelajaran tatap muka dilaksanakan selama 45 menit. . d) Pengalokasian waktu untuk setiap mata pelajaran sebagaimana tercantum dalam tabel di atas merupakan contoh pengalokasian waktu untuk setiap mata pelajaran. 82-83. b) Alokasi waktu yang disediakan adalah 36 jam pelajaran per minggu. bakti sosial. e) Sekolah dapat mengalokasikan waktu untuk melaksanakan kegiatan sekolah seperti kunjungan perpustakaan. dan sejenisnya. hal. Fisika. dan Biologi. olahraga.24 Struktur Kurikulum Program Studi ILMU SOSIAL NO MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU Kelas X Kelas XI Kelas XII SMT SMT SMT SMT SMT SMT 1 1 24 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 Pendidikan Agama 2 Ibid.19 a) Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (2 semester) adalah 34 minggu dan jam sekolah efektif per minggu minimal 30 jam (1. h) Pengalokasian waktu mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi atau Keterampilan diatur sekolah.800 menit). Sekolah dapat mengatur alokasi waktu sesuai kemampuan dengan tetap berpatokan pada alokasi waktu per minggu.

b) Alokasi waktu yang disediakan adalah 36 jam pelajaran per minggu.800 menit). Sekolah dapat mengatur alokasi waktu sesuai kemampuan dengan tetap berpatokan pada alokasi waktu per minggu. c) Satu jam pelajaran tatap muka dilaksanakan selama 45 menit. d) Pengalokasian waktu untuk setiap mata pelajaran sebagaimana tercantum dalam tabel di atas merupakan contoh pengalokasian waktu untuk setiap mata pelajaran.20 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kewarganegaraan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa Inggris Matematika Kesenian Pendidikan Jasmani Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi Fisika Kimia Biologi Teknologi Informasi dan Komunikasi/Keterampilan JUMLAH 2 4 4 4 2 2 3 2 2 3 3 3 36 2 4 4 4 2 2 3 2 2 3 3 3 36 2 3 4 4 2 2 3 2 5 4 2 36 2 3 4 4 2 2 3 2 5 4 2 36 2 4 4 4 2 3 2 5 4 2 34 4 4 4 2 3 2 5 4 32 Ketentuan untuk Program Studi Ilmu Sosial: a) Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (2 semester) adalah 34 minggu dan jam sekolah efektif per minggu minimal 30 jam (1. .

. Sejarah. hal.21 e) Sekolah dapat mengalokasikan waktu untuk melaksanakan kegiatan sekolah seperti kunjungan perpustakaan. dan sejenisnya. 25 Struktur Kurikulum Program Studi BAHASA NO MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU Kelas X Kelas XI Kelas XII SMT SMT SMT SMT SMT SMT 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Pendidikan Agama Kewarganegaraan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa Inggris Matematika Kesenian Pendidikan Jasmani Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi Fisika Kimia Biologi Sastra Indonesia Bahasa Asing Lainnya Teknologi Informasi dan Komunikasi/Keterampilan JUMLAH 25 2 2 2 4 4 4 2 2 3 2 2 3 3 3 36 1 2 2 4 6 2 3 2 3 4 5 3 36 2 2 2 4 6 2 3 2 3 4 5 3 36 1 2 2 4 6 2 2 2 3 4 5 2 34 2 2 4 5 2 2 2 3 4 4 2 32 2 2 4 4 4 2 2 3 2 2 3 3 3 36 Ibid. dan Kewarganegaraan. olahraga. i) Materi mata pelajaran Sosiologi mencakup Antropologi. 83-84. g) Fokus program studi Ilmu Sosial pada mata-mata pelajaran Sosiologi. bakti sosial. Ekonomi. f) Kelas X merupakan program bersama yang diikuti semua siswa. Geografi. h) Materi mata pelajaran Ekonomi mencakup unsur-unsur Akuntansi.

Bahasa Asing lainnya (selaian bahasa Inggris). g) Fokus program studi Bahasa pada mata-mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Sekolah dapat mengatur alokasi waktu sesuai kemampuan dengan tetap berpatokan pada alokasi waktu per minggu. b) Alokasi waktu yang disediakan adalah 36 jam pelajaran per minggu. dan bahasa Mandarin. e) Sekolah dapat mengalokasikan waktu untuk melaksanakan kegiatan sekolah seperti kunjungan perpustakaan. bahasa Jepang. bahasa Jerman. dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. h) Bahasa Asing lainnya dapat berupa bahasa Arab. hal. bakti sosial.22 Ketentuan untuk Program Studi Bahasa: a) Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (2 semester) adalah 34 minggu dan jam sekolah efektif per minggu minimal 30 jam (1. olahraga. bahasa Perancis. d) Pengalokasian waktu untuk setiap mata pelajaran sebagaimana tercantum dalam tabel di atas merupakan contoh pengalokasian waktu untuk setiap mata pelajaran. Bahasa dan Sastra Inggris.800 menit). 84-86. c) Satu jam pelajaran tatap muka dilaksanakan selama 45 menit. dan sejenisnya.26 2) Struktur Kurikulum Non-Pengkhususan Program Studi 26 Ibid. f) Kelas X merupakan program bersama yang diikuti semua siswa. .

dan minat siswa. bakat.23 Penyelenggaraan Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah nonpengkhususan program studi dimaksudkan untuk memberik an kebebasan kepada siswa dalam memilih sejumlah mata pelajaran yang sesuai dengan potensi. Struktur Kurikulum Non-Pengkhususan Program Studi NO A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 MATA PELAJARAN BERSAMA Pendidikan Agama Kewarganegaraan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa Inggris Matematika Kesenian Pendidikan Jasmani Ilmu Sosisal Terpadu Sains Terpadu JUMLAH B 1 2 3 4 5 6 7 8 9 PILIHAN Bahasa dan Sastra Indonesia Matematika Fisika Biologi Kimia Ekonomi Geografi Sosiologi Antropologi ALOKASI WAKTU Kelas X Kelas XI Kelas XII SMT SMT SMT SMT SMT SMT 1 2 2 6 4 6 2 2 3 36 2 2 2 6 4 6 2 2 3 36 1 2 2 3 2 3 8 2 2 2 3 2 3 8 1 2 2 2 2 3 8 2 2 2 2 3 8 - - 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 . Struktur kurikulum non-pengkhususan tersebut memuat jumlah dan jenis mata pelajaran serta alokasi waktu sebagaimana terinci dalam tabel berikut ini.

e) Kelas X merupakan program bersama yang diikuti semua siswa. . c) Satu jam pelajaran tatap muka dilaksanakan selama 45 menit.800 menit) b) Alokasi waktu yang disediakan adalah 36 jam pelajaran per minggu. dan sejenisnya. olahraga. bakti sosial.24 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Sejarah Budaya & Dunia Bahasa Inggris Bahasa Jerman Bahasa Prancis Bahasa Jepang Bahasa Mandarin Bahasa Arab Aqidah Akhlak Tafsir Hadis Ushul Fiqh Teknologi Informasi dan Komunikasi/Keterampilan Jumlah Maksimum Jam Pelajaran Inti dan Pilihan 36 36 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 36 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 36 32 32 Ketentuan untuk Non-Pengkhususan Program Studi: a) Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (2 semester) adalah 34 minggu dan jam sekolah efektif per minggu minimimal 30 jam (1. d) Sekolah dapat mengalokasikan waktu untuk melaksanakan kegiatan sekolah seperti kunjungan perpustakaan. f) Pemilihan mata pelajaran untuk Pilihan didasarkan pada minat dan kemampuan siswa untuk memilih program studi di perguruan tinggi.

hal.Siswa yang memiliki minat dan kemampuan ke bidang Ilmu Sosial dapat memilih beberapa mata pelajaran yang bercirikan bidang tersebut dan ditambah dengan mata pelajaran lainnya.25 g) Pemilihan mata pelajaran dapat dilakukan dengan cara: .Siswa yang memiliki minat dan kemampuan ke bidang Bahasa dapat memilih beberapa mata pelajaran yang bercirikan bidang tersebut ditambah dengan mata pelajaran lainnya. Daerah atau sekolah dapat menambah mata pelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya.Siswa yang memiliki minat dan kemampuan ke bidang Agama dapat memilih beberapa mata pelajaran yang bercirikan bidang tersebut ditambah dengan mata pelajaran lainnya.Siswa yang memiliki minat dan kemampuan ke bidang Ilmu Alam dapat memilih beberapa mata pelajaran yang bercirikan bidang tersebut ditambah dengan mata pelajaran lainnya. 27 d. . Bagi lembaga pendidikan yang menerapkan pendidikan berbasis kompetensi. Tujuan Penyelenggaraan dan Kompetensi Lulusan. h) Jumlah jam pelajaran pilihan di kelas XI adalah 28 jam (7 mata pelajaran) dan di kelas XII adalah 24 jam (6 mata pelajaran). maksimal sebanyak 4 jam pelajaran. pertama-tama yang perlu dilakukan adalah menentukan 27 Ibid. dan .86-88. . .

Secara yuridis. afektif dan psikomotorik. Kompetensi lulusan menggambarkan berbagai aspek kompetensi yang harus berhasil dikuasai. misi. Khusus mengenai tujuan pendidikan menengah termasuk SMU. baik kompetensi pada aspek kognitif. 28 . Pola Induk Pengembangan Silabus Berbasis Kemampuan Dasar Sekolah Menengah Umum (SMU) (Pedoman Umum). Kompetensi lulusan berisikan seperangkat kompetensi yang harus dikuasai lulusan yang menggambarkan profil lulusan secara utuh. 28 Kompetensi lulusan suatu lembaga pendidikan dijabarkan dari visi. hal. dan tugas lembaga yang bersangkutan.7. op. dalam Undang-Undang Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 1989 pasal 15 dirumuskan bahwa : ³Pendidikan menengah diselenggarakan untuk melanjutkan dan meluaskan pendidikan dasar serta menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan mengadakan hubungan timbal balik dengan Direktorat Pendidikan Menengah Umum: DITJEN DIKDASMEN DIKNAS . Acuan untuk merumuskan kompetensi lulusan dapat berupa landasan yuridis yaitu peraturan perundang-undangan yang berlaku.cit. atau Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (USPN). fungsi. dan persyaratan yang ditentukan oleh pengguna lulusan atau dunia kerja (workplace). GBHN. Kompetensi lulusan merupakan acuan untuk menyusun materi pelajaran dalam silabus berbasis kemampuan dasar.26 kompetensi lulusan. kompetensi lulusan SMU dapat dijabarkan dari perumusan tujuan pendidikan yang terdapat di dalam UUD.

29 Perumusan aspek-aspek kompetensi secara rinci dapat dilakukan dengan menganalisis kompetensi. hal. Penyelenggaraan sekolah menengah secara khusus bertujuan untuk: 1) Memberikan kemampuan minimal bagi lulusan untuk melanjutkan pendidikan dan hidup dalam masyarakat. budaya. 29 30 Ibid. sintesis. dan penilaian. 10. serta mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan lebih lanjut. dan alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia k erja atau pendidikan tinggi´. pemahaman. penilaian. 2) Kompetensi afektif. aplikasi. meliputi pemberian respons. Bloom menganalisis kompetensi menjadi tiga aspek. dan internalisasi. meliputi keterampilan gerak awal. masing-masing dengan tingkatan yang berbeda-beda: 1) Kompetensi kognitif. 30 Dalam KBK penyelenggaraan sekolah menengah dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki karakter. analisis. budaya. dan rutin. Benyamin S Bloom. apresiasi.cit. op. dan keterampilan yang kuat untuk digunakan dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial. 17. . meliputi tingkatan pengetahuan. dan alam sekitar . kecakapan. 3) Kompetensi psikomotorik. hal. semi rutin.27 lingkungan sosial.

id/Jurnal/27/op.depdiknas. 7) Berpartisipasi dan berwawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat. berbangsa. 5) Berekspresi dan menghargai seni. 31 http:///www.go. 2) Memiliki nilai dasar humaniora untuk menerapkan kebersamaan dalam kehidupan. Tamatan Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: 1) Memiliki keyakinan dan ketaqwaan sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.28 2) Menyiapkan sebagian besar warga negara menuju masyarakat belajar pada masa yang akan datang 3) Menyiapkan lulusan menjadi anggota masyarakat yang memahami dan menginternalisasi perangkat gagasan dan nilai masyarakat beradab dan cerdas. kesehatan.31 3. Implementasi KBK. dan kebugaran jasmani.cit . 3) Menguasai pengetahuan dan keterampilan akademik serta beretos belajar untuk melanjutkan pendidikan. dan bernegara secara demokratis. 6) Menjaga kebersihan. 4) Mengalihgunakan kemampuan akademik dan keterampilan hidup di masyarakat lokal dan global.

atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehungga memberikan dampak. Implementasi KBK mencakup tiga kegiatan pokok. E. keterampilan maupun nilai. 33 . kebijakan. sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. 93-94. Mulyasa. dan Penilaian. op. dan kebijakan kurikulum (kurikulum potensial) dalam suatu aktivitas pembelajaran. Implikasi dari pengembangan Kurikulum Pendidikan berbasis kompetensi bagi suatu sekolah adalah pengembangan sebuah Silabus dan Sistem Pengujian berbasis kemampuan dasar. definisi Implementasi KBK adalah suatu proses penerapan ide. Pengembangan Silabus dan Sistem Pengujian Berbasis Kemampuan Dasar. Dengan demikian.cit. konsep. Proses KBM. 32 Pusat Bahasa Depdiknas. sehingga peserta didik menguasai seperangkat kompetensi tertentu. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka. hal. Jakarta.32 Dalam Oxford Advance Learner¶s Dictionary implementasi diartikan sebagai penerapan sesuatu yang memberikan efek atau dampak. 2002. 33 Dalam garis besarnya.29 Secara bahasa implementasi berarti pelaksanaan atau penerapan. Sementara implementasi kurikulum adalah operasionalisasi konsep kurikulum yang masih bersifat potensial (tertulis) menjadi aktual dalam bentuk kegiatan pembelajaran. Secara istilah implementasi adalah suatu proses penerapan ide. baik berupa perubahan pengetahuan. konsep. yaitu Pengembangan Silabus. dan sikap. hal. a.

terlebih dahulu perlu ditentukan standar kompetensi yang berisikan kebulatan pengetahuan. Istilah34 silabus digunakan untuk menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi dan kemampuan dasar yang ingin dicapai. dari segi komponen tidak jauh berbeda dengan Program Satuan Pelajaran (PSP) yang telah dikembangkan selama ini. sikap dan keterampilan yang ingin dicapai. Modern English Press. materi yang harus dipelajari. pengalaman belajar yang harus dilakukan. Seperti diketahui. 1) Konsep Silabus Berbasis Berbasis Kemampuan Dasar. atau pokokpokok isi atau materi pelajaran. dan sistem evaluasi untuk Istilah silabus dapat didefinisikan sebagai ³Garis besar. Perbedaannya hanya terletak pada penamaan atau istilah beberapa komponen dan bentuk silabus yang lebih simpel. Lihat : Peter Salim.98. ikhtisar. hal. dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran. 1987. ringkasan. Jakarta. The Contemporary English-Indonesian Dictionary. sebab dalam silabus terdapat rumusan materi pelajaran yang akan diajarkan dan serangkaian program pembelajaran.30 Silabus merupakan acuan bagi seorang guru untuk merencanakan dan melaksanakan program pembelajaran. dan pokok-pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi dan kemampuan dasar. 34 . Silabus yang dikembangkan dalam KBK.

pengelolaan kegiatan pembelajaran. seperti pembuatan rencana pembelajaran. Komponen silabus sebagai salah satu hasil pengembangan kurikulum terdiri dari standar kompetensi. Hasil pengembangan disain pembelajaran selain disebut sebagai silabus juga disebut Pola Dasar Kegiatan Belajar Mengajar (PDKBM) atau Garis-Garis Besar Isi Program Pembelajaran (GBIPP). media). kurikulum dan pembelajaran menjawab pertanyaan (1) apa yang akan diajarkan (standar kompetensi.. khususnya menjawab pertanyaan ³Apa yang akan diajarkan´? Silabus merupakan hasil atau produk kegiatan pengembangan disain pembelajaran.cit. Dengan kata lain. dan pengembangan sistem pengujian. Direktorat Pendidikan Menengah Umum: DITJEN DIKDASMEN DIKNAS . Pola Induk Pengembangan Silabus Berbasis Kemampuan Dasar Sekolah Menengah Umum (SMU) (Pedoman Umum). op. dan materi pelajaran). materi pembelajaran. (2) bagaimana cara mengajarkannya (pengalaman belajar. hal.36 Silabus bermanfaat sebagai pedoman bagi pengembangan pembelajaran lebih lanjut. kemampuan dasar. metode. dan sumber acuan penyusunan silabus. alokasi waktu. 21.31 mengetahui pencapaian standar kompetensi. 35 Uraian di atas menjelaskan bahwa penyusunan silabus merupakan salah satu tahapan pengembangan kurikulum. pengalaman belajar siswa. 35 . hal. rincian materi pembelajaran beserta urutannya. kemampuan dasar.20 36 Ibid. (3) bagaimana dapat diketahui bahwa standar kompetensi telah tercapai (evaluasi/ sistem pengujian).

silabus sangat bermanfaat untuk mengembangkan sistem pengujian. Akhirnya. klasikal. Dalam rangka pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi. (2) standar materi. Pemerintah Pusat hanya berwenang menetapkan (1) standar kompetensi siswa. kemampuan dasar. dan materi pembelajaran yang terdapat dalam silabus. 37 Ibid . kebijakan penyusunan silabus diserahkan sepenuhnya kepada daerah atau sekolah yang melaksanakan program KBK tersebut. atau secara pembelajaran secara individual. Silabus juga bermanfaat sebagai pedoman untuk merencanakan misalnya kegiatan belajar pengelolaan kegiatan pembelajaran. Standar kompetensi dan standar materi yang telah ditetapkan pemerintah di atas merupakan acuan dasar untuk menyusun silabus yang lebih operasional di masing-masing daerah atau sekolah yang mengimplementasikan KBK.37 Pada Kurikulum Berbasis Kompetensi. 2) Prinsip Penyusunan Silabus. sistem pengujian selalu mengacu pada standar kompetensi. baik rencana pembelajaran untuk mengajarkan satu topik maupun untuk satu pokok bahasan. kelompok kecil.32 Silabus merupakan sumber pokok dalam penyusunan rencana pembelajaran. kurikulum nasional. penilaian hasil belajar secara nasional dan pedoman pelaksanaannya.

Bagian Proyek Pengelolaan DIKMENUM. hal. Silabus Berbasis Kemampuan Dasar terdiri atas 7 komponen. dan prosedur. frekuensi penggunaan. .3-7. banyaknya materi. 38 3) Komponen Silabus Berbasis Kemampuan Dasar. dan menemukan. hal. dan terpadu. Bentuk : mengidentifikasi. konsep. yaitu : a) Standar Kompetensi. Kriteria penentuan alokasi waktu adalah kompleksitas. (2) Konsistensi. prinsip. Jakarta.33 Penyusunan silabus berbasis kemampuan dasar didasari atas prinsipprinsip tertentu. 39 38 Direktorat Pendidikan Menengah Umum: DITJEN DIKDASMEN DIKNAS . 2002. mendemonstrasikan. c) Materi Pembelajaran. b) Kemampuan Dasar.2 39 Ibid. e) Pengalaman Belajar. f) Alokasi Waktu. mempraktekkan mensimulasikan. dan pentingnya materi. g) Bahan Rujukan. Jenis Materi : fakta. hierarkis. yaitu (1) Relevansi. Tempat : di dalam kelas dan di luar kelas. d) Uraian Materi Pembelajaran. Mekanisme Dan Prosedur Pengembangan Silabus Berbasis Kompetensi. menganalisis. mengaplikasikan. Urutan Materi : prosedural.. dan (3) Kecukupan antar komponen silabus.

34 Ketujuh komponen silabus berbasis kemampuan dasar di atas terangkum dalam sebuah format ³Silabus dan Sistem Pengujian´ yang pada kurikulum 1994 dinamakan Satuan Pelajaran. 4) Langkah-langkah Penyusunan Silabus Setelah kompetensi lulusan berhasil ditetapkan. maka dirumuskan standar kompetensi siswa dalam mempelajari setiap mata pelajaran. b) Merumuskan kemampuan dasar. beberapa langkah pokok pengembangan silabus berbasis kemampuan dasar antara lain meliputi: a) Merumuskan standar kompetensi. Tugas pengembang silabus adalah memilih standar kompetensi untuk dikembangkan materi pembelajarannya. Standar kompetensi dijabarkan dari visi dan misi lembaga penyelenggara pendidikan. Kemampuan dasar ini menjawab pertanyaan ³Kemampuan dasar apa sajakah yang harus dikuasai agar siswa mencapai standar . barulah diambil langkah-langkah untuk menyusun silabus. Jadi kemampuan dasar merupakan perincian lebih lanjut dari standar kompetensi. Berpijak dari profil tamatan SMU. Secara keseluruhan. Standar kompetensi lulusan SMU telah ditentukan oleh Pusat. standar kompetensi dijabarkan dari profil tamatan SMU. Pada SMU. Kemampuan dasar dijabarkan dari standar kompetensi.

pemutaran film. belajar dengan menggunakan komputer multimedia. praktek di studio. misalnya telaah buku. dan lain sebagainya. misalnya mengamati proses abrasi di pantai. e) Menentukan alokasi waktu. Pengalaman belajar siswa dapat dilakukan baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Pengalaman belajar di luar kelas dapat dilakukan melalui kegiatan kegiatan intra-kurikuler atau ekstra-kurikuler.35 kompetensi´? Sama halnya dengan standar kompetensi. . d) Menentukan pengalaman belajar siswa. mengadakan percobaan tentang pengaruh pupuk terhadap kesuburan tanaman di laboratorium pertanian atau perkebunan. Ditinjau dari jenisnya. c) Menentukan materi pembelajaran. dan prosedur yang harus dipelajari siswa sebagai bekal penguasaan kemampuan dasar. video. kemampuan dasar juga telah ditentukan oleh Pusat. mengamati lingkar tahun pohon di hutan. Tugas pengembang silabus adalah menjabarkan materi pembelajaran untuk menunjang tercapainya kemampuan dasar tersebut. Sebagai contoh. materi pembelajaran terdiri dari fakta. prinsip. dan sebagainya. Pengalaman belajar di dalam kelas dilaksanakan dengan jalan mengadakan interaksi dengan sumber belajar. mengadakan percobaan di laboratorium. konsep.

Kegiatan Pembelajaran. penerbitan berkala. buku teks. perkiraan waktu yang diperlukan untuk mempelajari suatu materi pelajaran perlu ditentukan. 41 Pada umumnya proses pembelajaran terjadi di dalam kelas. diktat.. rekaman audio. 40 (Lihat contoh Silabus pada lampiran 1) b. majalah. kesulitan.36 Untuk keperluan perencanaan pembelajaran. Sumber bahan dapat berupa objek langsung. Pola Induk Pengembangan Silabus Berbasis Kemampuan Dasar Sekolah Menengah Umum (SMU) : Pedoman Umum.cit. frekuensi penggunaan. f) Menentukan sumber bahan. Perkiraan waktu didasarkan atas banyaknya cakupan. Proses pembelajaran di dalam kelas hanya akan berlangsung dengan Direktorat Pendidikan Menengah Umum: DITJEN DIKDASMEN DIKNAS . dan lain-lainnya.25-26 40 . jurnal. dan pentingnya materi pelajaran tersebut. op. hal. Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya. rekaman audio visual. sehingga terjadi perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik.

Dengan demikian tugas seorang guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan prilaku bagi peserta didik.2. dan mencerahkan. 1991. 43 1) Pendekatan Pembelajaran KBK. Interaksi individu dalam proses belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Istilah belajar (learning) menurut Fontana mengandung pengertian proses perubahan yang relatif tetap dalam prilaku individu sebagai hasil dari pengalaman. Melalui ketiga komponen tersebut terjadilah interaksi belajar mengajar. Pendekatan lainnya seperti belajar E. 100.cit. siswa. yaitu pendekatan belajar yang aktif. Dalam KBK. efektif. dan pengajaran adalah proses memberi suasana terjadinya perubahan tersebut. hal. kreatif. guru. 42 41 . maupun faktor eksternal yang datang dari lingkungan belajarnya. Udin Saripuddin dan Rustana Ardiwinata.cit. baik faktor internal yang datang individu itu send iri. menyenangkan. op. Ditjen Binbaga Islam. dan bahan pelajaran. Dari pengertian diatas dapat dipahami bahwa belajar adalah proses perubahan pada prilaku individu melalui interaksi dengan berbagai pengalaman. Mulyasa. Materi Pokok Perencanaan Pengajaran. hal. Jakarta. 43 Op.37 baik jika terdapat 3 komponen utamanya. Sedangkan istilah mengajar/pengajaran (instruction) menurut Romiszowski adalah proses pembelajaran yakni proses membuat orang melakukan proses belajar sesuai rancangan42. kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan berpusat pada siswa.

id/Jurnal/27/op.depdiknas. hal. bahasa pengantar pembelajaran untuk mata pelajaran tertentu selain menggunakan bahasa Indonesia juga dapat menggunakan bahasa Inggris atau bahasa asing lain untuk mata pelajaran yang relevan. pemecahan masalah. op.38 tuntas. menghasilkan output yang banyak dan bermutu tinggi. 45 2) Pengintegrasian Life Skills Dalam Kegiatan Pembelajaran. perkembangan masyarakat dan pembangunan. dan multikecerdasan apabila digunakan dapat memperkaya pendekatan belajar aktif. proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku yang positif pada diri peserta didik seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar (75%). Lebih lanjut proses pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila masukan merata. Sedangkan dari segi hasil. . di samping menunjukkan kegaira han belajar yang tinggi. pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar (75%) peserta didik terlibat secara aktif. Mulyasa. dan rasa percaya pada diri sendiri.cit E. Pada jenjang pendidikan menengah. baik fisik. berpikir reflektif. 44 45 http:///www. Dari segi proses. konstruktivisme. mental.go. 44 Sementara kualitas pembelajaran dapat dilihat dari segi proses dan dari segi hasil. serta sesuai dengan kebutuhan. semangat belajar yang besar. maupun sosial dalam proses pembelajaran. 102.cit.

Kecakapan menggali dan mengolah informasi. Thinking Skill dapat berupa. dan kesadaran akan potensi diri.39 Life Skills atau Kecakapan Hidup adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan.2. Sosial Skill tergambar dalam. dan memecahkan masalah. kesadaran sebagai makhluk Tuhan. dan kecakapan 46 Direktorat Pendidikan Menengah Umum: DITJEN Pengintegrasian Life Skills ke dalam Silabus. . DIKDASMEN DIKNAS . 46 Adapun pembagian Life Skills adalah: (lihat Bagan berikut) Self Awareness Personal Skill General Life Skill Social Skill Thinking Skill Life Skill Specific Life Skill Academic Skill Vocational Skill Self Awareness Skill tergambar dalam bentuk. hal. kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga mampu mengatasinya. kesadaran akan eksistensi diri. Jakarta. kecakapan komunikasi lisan dan tertulis. mengambil keputusan. 2003.

47 Strategi pembekalan Life Skills bagi siswa adalah melalui reorientasi pembelajaran. sehingga. efektifitas. merumuskan hipotesis. . dan melaksanakan penelitian. Vocational Skill disebut juga sebagai kecakapan kejuruan yang terkait dengan bidang pekerjaan tertentu. hal. Penetapan hari efektif belaja r dilakukan 47 48 Ibid. hal.3. sehingga dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah kehidupan.40 bekerjasama. dan hak-hak siswa. Penyusunan kalender pendidikan selama satu tahun pelajaran mengacu pada efisiensi. Ibid. Kalender pendidikan untuk setiap tahun pelajaran memuat hari efektif belajar antara 200 sampai dengan 240 hari. 1) siswa lebih aktif.48 3) Kalender Pendidikan KBK. yakni dengan mengubah strategi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan dengan metode yang variatif. kecakapan mengidentifikasi dan menghubungkan variabel. 3) fungsi guru bergeser dari sebagai pemberi informasi menjadi fasilitator. Academic Skill tergambar dalam. 2) iklim belajar menyenangkan. 6) menggeser teaching menjadi learning. 5. 5) siswa terbiasa mencari informasi dari berbagai sumber. 4) materi yang dipelajari siswa terkait dengan lingkungan kehidupannya.

go. .id/Jurnal/27/op. 49 Hari efektif belajar dalam satu tahun pelajaran dilaksanakan dengan menggunakan sistem semester (satu tahun pelajaran terdiri atas dua kelompok penyelenggaraan pendidikan) yang terdiri atas 34 minggu. Adapun kegiatan kurikuler efektif per-minggu dimungkinkan untuk dilaksanakan dalam 5 hari atau 6 hari kerja sesuai dengan kebutuhan sekolah setelah mendapat persetujuan dari Dinas Pendidikan Provinsi. Akselerasi belajar dapat dilakukan dengan bantuan modul atau lembar kerja yang disediakan oleh sekolah. Akselerasi belajar tidak sama dengan ³loncat kelas´ sebab dalam akselerasi belajar setiap siswa tetap harus mempelajari seluruh materi pelajaran yang semestinya dipelajari (belajar tuntas). Ibid. Dengan adanya akselerasi belajar. 50 4) Akselerasi Belajar Akselerasi belajar dimungkinkan untuk diterapkan sehingga siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata dapat menyelesaikan materi pelajaran lebih cepat dari masa belajar yang ditentukan.cit.41 setelah mempertimbangkan hari libur nasional dan keagamaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.depdiknas. siswa yang berkemampuan tinggi dapat mempelajari seluruh materi pelajaran dengan melampaui atau lebih cepat 49 50 http:///www.

Waktu yang tersisa dari siswa yang mengikuti akselerasi belajar dapat digunakan untuk kegiatan tutorial sebaya. Adapun program Pengayaan merupakan penguatan pada Kompetensi Dasar tertentu dengan memberi tugas membaca. mengerjakan soal 51 52 Ibid. dalam artian bahwa peserta didik yang bersangkutan belum menuntaskan pembelajarannya. tutor sebaya. 51 5) Program Remedial dan Pengayaaan Sekolah perlu memberikan perlakuan khusus bagi siswa yang mendapat kesulitan belajar dengan melalui kegiatan remedial. . diskusi. belajar mandiri. dan lain-lain yang semuanya diakhiri dengan ujian. Kedua program itu dilakukan oleh sekolah karena sekolah lebih mengetahui dan memahami pencapaian kemajuan masing-masing siswanya. Siswa yang cemerlang diberikan kesempatan untuk tetap mempertahankan kecepatan belajarnya yang di atas rata-rata dengan melalui kegiatan pengayaan. Program Remedial bisa berupa pemberian tugas.52 Kegiatan Remedial atau pembelajaran kembali (Remedial Teaching) dilaksanakan sehubungan dengan kompetensi yang belum dikuasai peserta didik. pembelajaran ulang. Ibid. belajar kelompok dengan bimbingan alumni atau tutor sebaya.42 dari siswa yang lainnya.

Kegiatan-kegiatan lain yang dapat diselenggarakan di sekolah untuk lebih memantapkan pembentukan kepribadian yaitu kepramukaan. Penilaian Pada KBK Penilaian merupakan suatu proses pengumpulan. Kegiatan ekstrakurikuler dapat berupa kegiatan pengayaan dan kegiatan perbaikan yang berkaitan dengan program kurikuler atau kunjungan studi ke tempat-tempat tertentu yang berkaitan dengan esensi materi pelajaran tertentu. pelaporan dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa yang diperoleh melalui pengukuran untuk menganalisis atau menjelaskan unjuk kerja atau prestasi siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang terkait. Sistem Penilaian Kurikulum 2004. Dit. usaha kesehatan sekolah.43 yang hasilnya dinilai dan direkam. 54 Ibid. dan palang merah. 54 c. koperasi. Jakarta. Penyelenggaraan kegiatan-kegiatan tersebut dimaksudkan juga untuk mengaitkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan kurikuler secara kontekstual dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan. Proses penilaian Direktorat Pendidikan Menengah Umum: DITJEN DIKDASMEN DIKNAS. 53 . 53 6) Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang diselenggarakan untuk memenuhi tuntutan penguasaan bahan kajian dan pelajaran dengan alokasi waktu yang diatur secara tersendiri berdasarkan pada kebutuhan. hal. 7. Dikmenum. 2004. olah raga. akan tetapi tetap diungkapkan dalam keterangan profil hasil belajar siswa. namun tidak mempengaruhi nilai raport.

44 mencakup sejumlah bukti-bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar siswa..55 Dengan demikian dapat dipahami bahwa penilaian adalah suatu pernyataan berdasarkan atas sejumlah fakta untuk menjelaskan hasil belajar yang telah diperoleh siswa. hal.1 56 55 .9. op. Jakarta. hal. hal. Penilaian Berbasis Kelas. menekankan pencapaian hasil belajar sesuai dengan standar kompetensi.cit. pembelajaran dan pengujian. op. Perwujudan ini hanya dapat diketahui apabila tersedia seperangkat hasil belajar yang terukur dan terstandarkan sebagai acuan yang bermakna dan bertujuan untuk mencapai kompetensi standar. Dengan demikian kompetensi dapat dikenali melalui sejumlah hasil belajar dan indikatornya yang dapat diukur dan diamati. 2002. 1. 57 Direktorat Pendidikan Menengah Umum: DITJEN DIKDASMEN DIKNAS . Menurut Spencer56 sebagaimana yang penulis ketengahkan sebelumnya. Paradigma pendidikan berbasis kompetensi yang mencakup kurikulum. pengertian kompetensi pada KBK terletak pada perwujudan pengetahuan. Ella Yulaelawati.. keterampilan dan nilai dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Pola Induk Pengembangan Silabus Berbasis Kemampuan Dasar Sekolah Menengah Umum (SMU) : Pedoman Umum.cit.57 Puskur Balitbang Diknas. Tingkat keberhasilan belajar yang dicapai siswa dapat dilihat pada kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas yang harus dikuasai sesuai dengan standar prosedur tertentu.

1) Untuk menginformasikan kepada siswa tentang prestasi belajar yang ia peroleh.45 Untuk mendapatkan gambaran yang konkrit tentang hasil belajar siswa. 3) untuk memberikan arahan dalam mengambil keputusan bagi masa depan siswa. 4) Untuk menginformasikan kompetensi siswa pada pihak-pihak terkait. 196-198. afektif maupun psikomotor. 7) Untuk memberikan lisensi bagi mereka yang akan memasuki dunia profesi dan lingkungan kerja. Namun jika dikaji lebih jauh. hal. dan 8) Untuk meningkatkan standar minimal kesetaraan (kualitas) pendidikan. maka dibutuhkan ³Penilaian´ dalam kegiatan pembelajaran. . 58 David Pratt. penilaian merupakan salah satu bagian terpenting yang menjadi fokus yang utama dalam pengembangan kurikulum. penilaian segbenarnya memiliki fungsi lebih luas dari sekedar untuk mengetahui hasil belajar siswa. David Pratt mengemukakan sedikitnya ada 8 fungsi evaluasi/penilaian. 6) Untuk memberikan target operasional (yang harus dicapai) siswa dalam proses pembelajaran. 58 Setiap kurikulam memiliki sistem penilaian yang berbeda.cit. baik pada aspek kognitif. masing-masing mendapat porsi penilaian yang berimbang. 5) Untuk memberikan umpan balik bagi sistem pembelajaan. 2) Sebagai alat untuk mendiagnosa keunggulan dan kelemahan siswa. dimana kemampuan peserta didik diukur secara totalitas. op. Dalam KBK.

b) Jenis Ujian adalah berbagai tagihan. hal. dan pelaksanaannya. c) Penilaian adalah penafsiran hasil pengukuran dan penentuan pencapaian hasil belajar.46 Berikut ini penulis paparkan secara detail tentang sistem dan prosedur penilaian dalam KBK. d) Evaluasi adalah penentuan nilai suatu program dan penentuan pencapaian tujuan suatu program.cit. 1) Pengertian Penilaian dalam KBK. bentuk soal. b) Pengujian terdiri dari sejumlah pertanyaan yang memiliki jawaban benar atau salah. 60 4) Tujuan Penilaian KBK a) Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu. Direktorat Pendidikan Menengah Umum: DITJEN DIKDASMEN DIKNAS. 59 2) Sistem Penilaian KBK a) Sistem Penilaian mencakup jenis ujian. Sistem Penilaian Kurikulum 2004.2. op. 60 Ibid 59 . pengelolaan dan pelaporan hasil ujian. a) Pengukuran adalah kegiatan yang sistematik untuk menentukan angka pada objek atau gejala. seperti ulangan atau tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik.

untuk menunjukkan bahwa siswa yang bersangkutan telah mencapai kompetensi dasar tertentu. atau respon yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh peserta didik. hanya waktu yang diperlukan untuk mencapai kemampuan tertentu berbeda. c) Membantu dan mendorong siswa. 61 Ibid .47 b) Menentukan kebutuhan pembelajaran. tanda-tanda. f) Akuntabilitas lembaga. 6) Indikator ketercapaian Hasil Belajar Indikator ketercapaian dalam evaluasi hasil belajar adalah karakteristik. g) Meningkatkan kualitas pendidikan. ciri-ciri. perbuatan. b) Standar ketuntasan harus ditentukan terlebih dahulu. Format Penyusunan Indikator a) Dikembangkan dari kompetensi dasar. e) Menentukan strategi pembelajaran. d) Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik. 61 5) Acuan Penilaian KBK a) Prinsipnya semua siswa memiliki kemampuan yang sama dan bisa belajar apa saja. c) Hasil penilaian : Lulus dan Tidak Lulus.

d) Indikator yang terdapat dalam dokumen kurikulum harus dike mbangkan kemabali oleh guru. g) Materi ujian dalam satu Blok terdiri atas beberapa kompetensi dasar yang memiliki kesamaan karakteristik. dan hasil yang baik. dibuat dulu ciri-ciri (indikator) yang dijabarkan dari aspek yang akan diukur. misalnya minat. yakni siswa tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya. 3. hal. dan sebagainya. c) Tiap kompetensi dasar dijabarkan menjadi 3 (tiga) atau lebih indikator. kerjasama. yang dapat juga menjadi acuan/panduan/konstruk bagi guru dalam membuat indikator penilaian. e) Untuk non-tes. Prinsip belajar tuntas untuk pencapaian kompetensi Sangat efektif untuk meningkatkan kinerja akademik. . f) Dalam satu semester. motivasi belajar. 62 Ibid. disiplin.62 7) Prinsip-Prinsip Penilaian Hasil Belajar Berbasis Kompetensi a) Prinsip Belajar Tuntas. bisa dilakukan beberapa blok ujian sesuai rancangan guru. sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar. Prinsip penilaian dalam KBK adalah Belajar Tuntas (mastery learning).48 b) Menggunakan kata kerja operasional dengan tingkat berpikir menengah dan tinggi. yang harus diinformasikan kepada siswa.

. b) Penentuan Ketuntasan . maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan.Nilai Ketuntasan Standar Kompetensi Ideal = 100. siswa yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama. mereka dapat berhasil jika kompetensi awal mereka terdiagnosis secara benar dan mereka diajar dengan metode dan materi yang berurutan. Block dan Benjamin S. Guru harus mempertimbangkan antara waktu yang diperlukan (berdasarkan karakteristik siswa) dan waktu yang tersedia (di bawah kontrol guru)´. dan diajar sesuai dengan karakteristik mereka. Menurut JH.49 John B. dalm bukunya A Model of School Learning mengatakan: ³Jika siswa dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran. Adapun mengenai pengukuran ketuntasan belajar menurut Nitko :1996 adalah siswa harus mencapai skor 80-90% sebelum beralih pada modul/topik berikutnya. Sementara perhatian harus difokuskan pada pengajaran unit-unit terkecil. Sementara guru dapat menentukan skor/batas lulus untuk setiap target belajar. Patokan yang digunakan 80% atau yang mendekati. mulai dari tingkat kompetensi awal mereka. Carrol. dan tes menggunakan acuan kriteria guna menentukan apakah siswa telah memiliki keterampilan yang dipersyaratkan pada setiap tingkatan keberhasilan belajarnya. Bloom.

6. hal.Nilai Remedial tidak melebihi nilai minimum batas ketuntasan yang ditetapkan guru. dan afektif. d) Ujian mencakup aspek kognitif. Ujian dapat dilakukan beberapa kali sampai siswa mencapai tingkat ketuntasan yang ditetapkan.Nilai ketuntasan minimum per-matapelajaran ditetapkan berdasarkan tingkat kesulitan dan kedalaman kompetensi dasar yang harus dicapai siswa (setiap mata pelajaran dapat berbeda batas minimum nilai ketuntasannya). 63 8) Sistem Penilaian Berkelanjutan a) Menilai semua Kompetensi Dasar. Akan tetapi. . psikomotor.Siswa yang belum tuntas harus mengikuti program remedial. Minimum .50 . b) Ujian dapat dilakukan pada satu atau lebih Kompetensi Dasar. Materi ujian dapat terdiri dari satu atau sejumlah Kompetensi Dasar. e) Aspek afektif diukur melalui pengamatan dan kuesioner. .Guru dan sekolah dapat menetapkan nilai Ketuntasan secara bertahap dan terencana agar memperoleh nilai ideal. f) Ketentuan-ketentuan padaa Penilaian Berkelanjutan : . c) Hasil ujian dianalisis dan ditindaklanjuti melalui program remedial atau program pengayaan. idealnya penentuan ketuntasan diberikan untuk setiap indikator. 63 Ibid.

. . Kemampuan menganalisis suatu informasi yang luas menjadi bagian-bagian kecil (Misalnya : menganalisis bentuk. rumus). jenis atau arti suatu puisi).Pengetahuan (Knowledge). Kemampuan menggabungkan beberapa informasi menjadi suatu kesimpulan (misalnya: menformulasikan hasil penelitian di laboratorium).51 . . Kemampuan Penerapan (Misalnya : menggunakan suatu informasi/pengetahuan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah).Evaluasi (Evaluation). 9) Aspek yang Diukur Dalam Penilai Berbasis Kompetensi a) Aspek Kognitif (6 Tingkat Kognitif Berfikir) .Nilai akhir semester merupakan nilai kumulatif dari keseluruhan nilai perolehan.Pemahaman (Comprehension). Kemampuan mempertimbangkan mana yang baik dan mana yang buruk dan memutuskan untuk mengambil tindakan tertentu. .Sintesis (Synthesis).Analisis (Analysis). selama satu semester yang terkait. . Kemampuan memahami (misalnya : menyimpulkan suatu paragraf). Aplikasi (Application). Kemampuan mengingat (misalnya : nama ibukota.

Mencakup penilaian a. : Sikap. Minat. Pada umumnya dilakukan secara non-ujian (misalnya . siapa yang berminat ke jurusan Ilmu Sosial atau Ilmu Alam dan lainlain).Setiap informasi yang diperoleh dikumpulkan dan disimpan sebagai referensi dalam penilaian berikutnya. . sesuai dengan indikator yang telah disusun dalam silabus. . Tingkah Laku.Tidak semua mata pelajaran dapat dinilai aspek psikomotornya (disesuaikan dengan tuntutan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa).Penilaian afektif dibagi atas penilaian afektif secara umum (budi pekerti) dan penilaian afektif per mata pelajaran.52 Untuk penyusunan soal. b) Aspek Afektif . siapa siswa yang disiplin. Kerjasama. . Koordinasi dari setiap siswa. . hendaknya memiliki tingkat berpikir menengah sampai tinggi. c) Aspek Psikomotor . Praktik IPA dan Bahasa. untuk mengetahui siapa siswa yang bisa dipercaya. Pendidikan Seni.l. . Emosi dan Motivasi.Dilakukan melalui pengamatan dan interaksi langsung secara terusmenerus. Pendidik an Jasmani.Digunakan untuk pembelajaran yang banyak memerlukan praktik: Pendidikan Agama.

. b) Aspek Psikomotorik terdiri dari : . kontrol dan seleksi gejala atau rangsangan dari luar.Membentuk watak (Characterization) : sistem nilai yang terbentuk mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah laku.Menerima (receiving) termasuk kesadaran. sistem nilai dll.Melakukan dengan prosedur (precision) .Menilai (evaluating) : kesadaran menerima norma. Tingkat kemampuan yang dituntut dari siswa setelah ia mempelajari kompetensi dasar tertentu yang ditunjukkan dengan berbagai perilaku hasil 64 Ibid.Mengorganisasi (organization) : pengembangan norma dan nilai dalam organisasi sistem nilai.Menyusun (manipulating) . respon. . 6-10.53 Cakupan Penilaian a) Aspek penilaian afektif terdiri dari : . . hal.Meniru (perceptioni) . .Melakukan tindakan secara alami (naturalization)64 10) Tagihan. . keinginan untuk menerima stimulus.Menanggapi (responding) : reaksi yang diberikan: ketepatan reaksi. perasaan kepuasan dll.Melakukan dengan baik dan tepat (articulation) .

54

belajar. Tagihan dari hasil belajar siswa dapat diperoleh melalui berbagai cara atau jenis. Adapun jenis-jenis tagihan tersebut antara lain : a) Kuis, isian atau jawaban singkat yang menanyakan hal-hal prinsip. b) Pertanyaan lisan, mengukur pemahaman terhadap konsep, prinsip, atau teorema. c) Ulangan harian, dilakukan secara periodik pada akhir pembelajaran KD tertentu. d) Ulangan Blok, dilakukan dengan menggabungkan beberapa KD dalam satu waktu. e) Tugas individu, diberikan dalam waktu-waktu dan kebutuhan tertentu dalam berbagai bentuk (kliping, paper, dsb.) f) Tugas kelompok, digunakan untuk menilai kompetensi kerja kelompok. g) Responsi atau Ujian Praktik, digunakan pada MP tertentu yang membutuhkan praktikum, baik pra (untuk mengetahui kesiapan) maupun pasca (untuk mengetahui pencapaian KD tertentu. h) Laporan kerja praktik, dilakukan pada MP yang membutuhkan praktikum dengan mengamati suatu gejala dan dilaporkan. 65 11) Penilaian Portofolio. Penilaian Portopolio adalaah penilaian dengan metode pengumpulan informasi atau data secara sistematik, atas hasil pekerjaan seseorang. Metode penilaian yang berkesinambungan ini memiliki hasil penilaian
65

Ibid, hal. 12.

55

dengan akurasi yang tinggi. Adapun bentuk penilaian seperti ini dapat berupa kumpulan hasil belajar/karya siswa (hasil-hasil tes, tugas perorangan, praktikum) yang dinilai proses kemajuannya baik secara analitik, holistik atau kombinasi keduanya. Penilaian dengan metode ini berfungsi sebagai alat untuk mengetahui kemajuan (progress) tentang kompetensi yang telah dicapai dan mendiagnosis kesulitan belajar dll. (bagi guru, siswa dan orang tua). Penilaian dengan metode ini sangat efektif untuk proses perbaikan dan penyempurnaan kegiatan pembelajaran dan dapat memberikan umpan balik. Dalam praktiknya guru dapat mengembangkan berbagai cara sesuai dengan kreatifitas masing-masing. Jenis penilaian portofolio dapat diterapkan di antaranya pada kemampuan menulis (bahasa) dan melukis (seni). Contoh : portofolio menulis, dipakai untuk mengukur kemampuan khusus menulis yang menilai proses kemajuannya dan mendiagnosis bidang-bidang yang memerlukan peningkatan. Evaluasi produk portofolio berdasarkan penskoran holistik, analitik atau kombinasi keduanya. Penskoran holistik berdasarkan keseluruhan impresi dari produk bukan hanya sekedar pertimbangan unsur-unsur individu. Keputusan global dibuat dengan menggunakan skor numerik untuk setiap produk. Penskoran analitik memerlukan keputusan untuk setiap karakteristik yang berbeda dari suatu produk. Sebagai contoh : penilaian

56

kemampuan menulis seperti organisasi, vocabulary, gaya, ide-ide, dan mekanik dinilai terpisah. 66 12) Penyiapan Perangkat Penilaian a) Sebelum masa semester 1, guru/kelompok MGMP sekolah menyusun silabus dan sistem penilaian untuk kurun waktu 1 semester atau 2 semester (1 tahun). b) Setiap indikator pada masing-masing KD, minimal dibuatkan 3 (tiga) bentuk/jenis tagihan. >>> 1 soal ulangan Blok, 1 ujian susulan, dan 1 soal remedial. c) Ditentukan jadwal ulangan Blok dan remedial, minimal untuk 1 semester. d) Pada awal semester, guru menjelaskan SK dan KD yang harus dicapai oleh siswa, berikut sistem penilaian yang akan diterapkan. e) Pelaksanaan ujian dilakukan dengan penjadwalan yang matang untuk menghindari beban ujian yang berlebihan pada hari yang sama. Dengan demikian perlu koordinasi antar guru mata pelajaran, jadwal ujian diinformasikan kepada orang tua dan siswa. f) Setiap hasil ujian ditelaah oleh guru melalui MGMP, dan direkam secara berkelanjutan untuk mengetahui tingkat pencapaian SK/KD. g) Hasil evaluasi belajar setiap Blok dilaporkan secara komprehensif kepada orang tua, baik KD yang telah maupun yang belum dicapai.
66

Ibid, hal. 13.

berupa : . profil hasil belajar siswa disampaikan kepada siswa dan orang tua siswa. tugas-tugas. uraian. Nilai raport pada prinsipnya merupakan rangkuman nilai hasil Ibid. . guru menelaah hasil pencapaian belajar setiap siswa (semua nilai ujian blok. hal. Skala Sikap. Pedoman Penilaian Berdasarkan Kurikulum 2004. Lembar Pengamatan) d) Non Tes berupa Angket. 14-15. Direktorat Pendidikan Menengah Umum: DITJEN DIKDASMEN DIKNAS. ujian bisa dilakukan dalam beberapa kali (ujian dengan sistem Blok) sesuai dengan rancangan guru. Rancangan dimaksud harus diinformasikan kepada siswa pada awal semester. e) Produk (Daftar Cek/Pedoman Penskoran) 67 13) Implementasi Penilaian. hal. Inventori. ulangan harian.Non Obyektif : Kuis/Jawaban singkat. b) Tes Lisan (Pedoman Wawancara) c) Tes Perbuatan (Daftar Cek. Menjodohkan. Kuesioner. Dalam satu semester. Benar Salah. Check-list. 2003. 68 67 .) Tiap akhir semester.57 Adapun ³Bentuk Instrumen´ dari penilaian pada KBK antara lain : a) Tes Tertulis. dan pengamatan. Jakarta. 3.Obyektif: Pilihan ganda. dsb.68 14) Pelaporan Hasil Belajar (Raport) Setiap akhir semester.

seleksi dan sertifikasi. dan nilai-nilai harian lainnya) selama semester berlangsung.Kemampuan apa yang diraih siswa selama kurun waktu belajar tertentu. . Laporan penilaian dilakukan oleh : .Sejauh mana partisipasi anaknya dalam kegiatan di sekolah.Sekolah kepada orang tua dalam bentuk buku rapor dan kepada masyarakat dan instansi terkait (akuntabilitas publik). fisik. ulangan harian. . sosial maupun emosional. BK dan lainnya. Adapun maksud dari Laporan Penilaian (Laporan Hasil Belajar) tersebut adalah untuk menjawab keingin tahuan orang tua seperti: . . Bentuk Laporan Penilaian disesuaikan dengan pembuat laporan. dan bentuknya dapat berbeda.Guru kepada wali kelas.Bagaimana siswa belajar di sekolah secara akademik. kepala sekolah.58 tagihan (ujian blok. memprediksi masa depan siswa.Apa yang harus dilakukan orang tua untuk membantu mengembangkan potensi anaknya lebih lanjut. Sedangkan Manfaat Laporan Penilaian adalah untuk mendiagnosis hasil belajar siswa. dan umpan balik KBM di sekolah. tugas-tugas. . .

61 ± 75 (Cukup). 81 ± 100 (Tinggi) Ketercapaian Kompetensi Siswa No Mata Pelajaran 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Pendidikan Agama Kewarganegaraan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa Inggris Matematika Kesenian Pendidikan Jasmani Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi Fisika Kimia Biologi Teknologi Informasi & Komunikasi Keterampilan / Bahasa Asing Keterangan Kegiatan Ekstrakurikuler No Jenis Kegiatan 1 2 3 4 5 6 Ketidakhadiran No Alasan 1 Sakit 2 Izin 3 Tanpa Keterangan Kepribadian No Kepribadian 1 Kelakuan 2 Kerajinan 3 Kerapian 4 Kebersihan Predikat Keterangan Lama (Jam / Hari) Keterangan Catatan Wali Kelas .59 (lihat Format Raport KBK berikut) LAPORAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Nama Siswa : No. 76 ± 85 (Baik). 61 ± 80 (Sedang). 86 ±100 (Amat Baik) Aspek Afektif : < 60 (Rendah). Induk : Kelas / Smt : Nama Sekolah : Tahun Pelajaran : Program : Nilai Hasil Belajar No Mata Pelajaran Kognitif Angka 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Pendidikan Agama Kewarganegaraan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa Inggris Matematika Kesenian Pendidikan Jasmani Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi Fisika Kimia Biologi Teknologi Informasi & Komunikasi Keterampilan / Bahasa Asing Huruf Psikomotor Angka Huruf Afektif Huruf Keterangan : Aspek Kognitif dan Psikomotor : < 60 (Kurang).

b) Siswa dinyatakan naik kelas.60 Pengisian Laporan Hasil Belajar. Rendah. hal. 16-20. . C: 60-75 atau K: < 60). b) Pada kolom afektif setiap mata pelajaran diisi dengan nilai kualitatif. bila maksimal memiliki 3 mata pelajaran yang belum kompoten. d) Siswa dinyatakan kompoten bila memenuhi batas minimum ketuntasan yang ditetapkan sekolah. 20. c) Mata pelajaran yang belum kompoten yang dimaksud bukan mata pelajaran yang menjadi ciri utama pada jurusan yang dipilih.69 14) Kenaikan Kelas a) Siswa yang sudah kompoten berhak untuk naik ke kelas yang lebih tinggi. a) Pada kolom kognitif dan psikomotorik diisi dengan angka (dua desimal). d) Penilaian afektif secara umum dimasukkan dalam Tabel Penilaian Kepribadian. dan dilanjutkan dengan huruf (misalnya. 70 15) Penjurusan 69 70 Ibid. c) Pada kolom ketercapaian kompetensi diisi dengan materi yang tidak tuntas atau memiliki nilai yang luar biasa. Sedang. A: 86-100. misal Tinggi. B: 76-85. Ibid. hal.

mata pelajaran bahasa Indonesia. kimia. e) Untuk jurusan Bahasa. sejarah dan sosiologi harus mencapai ketuntasan. bahasa Inggris. geografi. Siswa kelas X yang dapat naik kelas ke kelas XI. f) Untuk jurusan non-pengkhususan harus mempertimbangkan kondisi obyektif sekolah terkait dengan sumber daya yang ada. kemampuan akademik. dan Teknologi Informatika dan Komunikasi harus mencapai ketuntasan. mata pelajaran ekonomi. maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program Bahasa. bahasa asing lain. Matematika.61 a) Penjurusan dimulai di kelas XI semester 1. d) Untuk jurusan IS. dan potensi siswa. Matematika. namun mata pelajaran yang mendapat nilai tidak tuntas (kurang) mencapai 3 mata pelajaran. wali kelas perlu mempertimbangkan apakah siswa tersebut akan dimasukkan ke program/jurusan tertentu. c) Untuk jurusan IA. dan Sejarah (2 mata pelajaran ciri khas Ilmu Alam dan 1 ciri khas Ilmu Sosial). dengan kasus tersebut seperti : a) mata pelajaran yang kurang adalah Fisika. b) Penjurusan dilakukan berdasarkan atas pilihan siswa (minat). 4 mapel ciri utama (fisika. dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (2 mata . b) Mata pelajaran yang kurang adalah Bahasa dan Sastra Indonesia. matematika dan biologi) harus mencapai ketuntasan.

c) Bagi siswa yang memiliki nilai tidak tuntas 3 mata pelajaran pada semester 2 (untuk kenaikan kelas) misal nilai Kimia kurang. Bahasa Inggris kurang. kemudian diuji kembali (dengan mengikuti remedial) untuk menentukan jurusannya (sampai memperoleh batas minimal ketuntasan). 21-22. dan dia tidak dapat dijuruskan karena salah satu mata pelajaran yang menjadi kekhususan jurusan tersebut tidak tuntas/kurang. maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program Ilmu Sosial. maka dia perlu ditanyakan minatnya ke jurusan apa. Ekonomi kurang. .62 pelajaran ciri khas Bahasa dan 1 ciri khas Ilmu Alam). d) Siswa yang tidak naik kelas. hal. 71 71 Ibid. diwajibkan mengulang yaitu mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran pada tingkat kelas yang sama pada tahun pelajaran berikutnya.

v. Kegiatan Belajar Mengajar. dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah b.63 Kesimpulan a. iii. ii. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukat if. kegiatan belajar mengajar. Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: i. Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan kerangka inti yang memiliki empat komponen. iv. Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. . Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. KBK adalah : perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa. Sumber belajar bukan hanya guru. yaitu Kurikulum dan Hasil Belajar. Karakteristik KBK. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. penilaian. dan Penilaian Berbasis Kelas c. Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah.

Kurikulum Berbasis Kompetensi berorientasi pada: i. Orientasi KBK. Keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhannya . ii. Hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna.64 d.

go. Jakarta. Bagian Proyek Pengelolaan DIKMENUM. Balai Pustaka. 2004 Direktorat Pendidikan Menengah Umum: DITJEN DIKDASMEN DIKNAS. Materi Pokok Perencanaan Pengajaran.65 DAFTAR PUSTAKA Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama : DITJEN DIKDASMEN DIKNAS. Kurikulum Berbasis Kompetensi. 1991 http:///www. Jakarta.depdiknas.id/Jurnal/27/kurikulum_berbasis_kompetensi.. Ditjen Binbaga Islam. 1987 Mekanisme Dan Prosedur Pengembangan Silabus Berbasis Kompetensi. Balitbang DIKNAS. Divisi Penerbitan Diknas. Pusat Bahasa Depdiknas. Jakarta. Kurikulum Berbasis Kompetensi (Makalah). 2003 Ella Yulaelawati. Modern English Press.htm . Jakarta. Kamus Besar Bahasa Indonesia. The Contemporary English-Indonesian Dictionary. Jakarta. 2002 Peter Salim. Pengintegrasian Life Skills ke dalam Silabus. Pola Induk Pengembangan Silabus Berbasis Kemampuan Dasar Sekolah Menengah Umum (SMU) (Pedoman Umum) Direktorat Pendidikan Menengah Umum: DITJEN DIKDASMEN DIKNAS. Jakarta. Jakarta. 2003. 2002 Udin Saripuddin dan Rustana Ardiwinata.

66 .

67 KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI M l dalam mata kuliah Pengembangan dan Inovasi Kurikulum Yang dibimbing oleh : Dr. Yasmaruddin Oleh : Nurdi anto Khusnia Hadi NIM : 0904 S2 971 PRODI PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCA SAR ANA UIN SULTAN SYARIF QASIM PEKANBARU RIAU 2010 .

68 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->