Nama NIM

: Irwan Gunawan : 06440639

Faktultas/ Jurusan : Tarbiyah/ IX IPS Mata Kuliah : Akhlaq Tasawuf

1. Perbedaan dan persamaan dari tasawuf Aqlaqi, Falsafi dan Irfani? a. Perbedaan Tasawuf Aqlaqi, Falsafi dan Irfani  Tasawuf Aqlaqi Ialah ajaran akhlak dalam kehidupan sehari-hari guna memperoleh kebahagiaan yang optimal. Dengan kata lain tasawuf akhlaqi adalah tasawuf yang berkonstrasi pada teori-teori perilaku, akhlaq atau budi pekerti atau perbaikan akhlaq. Tokoh-tokohnya adalah: 1). Hasan Al-Bashri 2). Al-Muhasibi  Tasawuf Falsafi Tasawuf Falsafi adalah sebuah konsep ajaran tasawuf yang mengenal Tuhan (ma¶rifat) dengan pendekatan rasio (filsafat) hingga menuju ketinggkat yang lebih tinggi, bukan hanya mengenal Tuhan saja (ma¶rifatullah) melainkan yang lebih tinggi dari itu yaitu wihdatul wujud (kesatuan wujud).  Tasawuf Irfani Tasawuf µIrfani adalah tasawuf yang berusaha menyikap hakikat kebenaran atau ma¶rifah diperoleh dengan tidak melalui logika atau pembelajaran atau pemikiran tetapi melalui pemebirian Tuhan (mauhibah). Ilmu itu diperoleh karena si sufi berupaya melakukan tasfiyat al-Qalb. Dengan hati yang suci seseorang dapat berdialog secara batini dengan Tuhan sehingga pengetahuan atau ma¶rifah dimasukkan Allah ke dalam hatinya, hakikat keben aran tersingkap lewat ilham (intuisi). Tokoh-tokohnya adalah: Rabi¶ah al-Adawiyah (96 ± 185 H), Dzunnun al-Misri (180 H ± 246 H), Junaidi al-Bagdadi (W. 297 H), Abu Yazid al-Bustami (200 H ± 261 H), Jalaluddin Rumi, Ibnu µArabi, Abu Bakar as-Syibli, Syaikh Abu Hasan alKhurqani, µAin al-Qudhat al-Hamdani, Syaikh Najmuddin al-Kubra dan lainlainnya. 1

pada waktu itu Majelis Tarekat Naqsabandiyah (MTN) menjadi institusi penting dalam proses transmisi berbagai pengetahuan Islam. Lembaga tersebut adalah Majelis Tarekat Naqsabandiyah (MTN) Kab. surau juga menjadi tempat untuk konsentrasi gerakan bagi masing-masing golongan yang sedang berpolemik tentang paham keislaman yang terjadi di Minangkabau pada akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20. Coba anda cari dilingkungan anda yang mengarah ke Sufisme? Tarekan Naqsabandiyah Dalam konteks wacana Islam lokal di Kab.b. Brebes. menyalin dan menulis naskah. Majelis Tarekat Naqsabandiyah (MTN) juga merupakan titik tolak Islamisasi di Kab. ulama. Hal ini memberikan gambaran bahwa surau bukan sekedar tempat belajar membaca al-Quran atau belajar adab. Para syaikh. Dalam fungsinya yang terakhir. dan ungku yang mengajar di suatu surau. Naskah-naskah yang disalin dan ditulis tersebut dimaksudkan untuk menyebarkan pengajian dan mendebat ataupun mengkritik pendapat orang lain atau golongan yang berbeda paham keislamannya. melainkan surau juga merupakan tempat yang digunakan sebagai pusat kecendekiaan. Di surau tempat belajar kitab. Selain itu. Persamaannya  Cabang dari Ilmu Tasawuf  Tasawuf diciptakan sebagai media untuk mencapai maqashid al-Syar¶i (tujuan-tujuan syara¶). Brebes terhadap berkembangnya dominasi kekuatan Belanda (Azra. dikenal salah satu lembaga Islam yang penting. buya. Seiring dengan persebaran paham keagamaan Islam di surau -surau tersebut. serta untuk mengkritik keadaan sosial. yakni sebuah lembaga yang telah menjadi pusat pengajaran Islam yang menonjol. tradisi penulisan dan penyalinan naskah (manuskrip) pun tumbuh dengan subur. sebagai pusat tarekat. Karena bertasawuf itu pada hakikatnya melakukan serangkaian ibadah  Pendekatan diri kepada Tuhan 2. 2 . Brebes. Brebes. 2003:34). Di surau itulah para ulama dari masing-masing golongan tarekat membangun jaringan guru-murid sehingga tercipta saling-silang hubungan keilmuan yang sangat kompleks. Majelis Tarekat Naqsabandiyah (MTN) juga menjadi benteng pertahanan Kab. Sebagai pusat tarekat.

naskah-naskah tersebut . khususnya di Kabupaten Brebes. Secara akademis melalui naskah -naskah itu dapat diungkap nilai-nilai yang bermanfaat bagi pengungkapan sejarah. 12 Oktober 2008). dalam konteks Islam lokal di Kabupaten Brebes. Majelis Tarekat Naqsabandiyah (MTN) sebagai tempat penulisan dan penyalinan naskah merupakan fenomena yang menarik sebagai gambaran tradisi pernaskahan dan tradisi intelektual di Minangkabau. khususnya tentang ajaran tarekat Naqsabandiyah di Kab. kebahasaan. Secara sosial budaya. khususnya naskah-naskah yang ditulis oleh 3 Janius Ahmad. Lebih menarik lagi. T arekat Naqsabandiyah telah mengalami persentuhan dan pergolakan yang cukup lama dengan berbagai tradisi dan budaya lokal. Oleh karenanya. perundang-undangan. Brebes. Akan tetapi. 2000. falsafah. tradisi penulisan naskah masih bertahan hingga sekarang. penelitian ini antara lain dimaksudkan untuk mengisi kekosongan literatur tentang tarekat Naqsabandiyah tersebut melalui kajian atas naskah-naskahnya. 2003 dan Pramono. Naskah merupakan hasil kegiatan intelektual dalam masyarakat tradisional (local genius). Naskah-naskah itu ditulis dengan aksara Arab Melayu (Jawi) yang berisi informasi dan pengetahuan berharga yang dapat dimanfaatkan untuk mengetahui corak ajaran. dinamika. tarekat Naqsabandiyah merupakan jenis tarekat yang sudah lama berkembang dan masih bertahan hingga sekarang.tempat belajar berdebat dan tempat untuk mengggali khasanah keilmuan yang terdapat dalam kitab-kitab dan dari guru (Suryadi. dinamika dan perkembangan tarekat Naqsabandiyah. sebagai penulis naskah-naskah Islam. dan perkembangan tarekat Naqsabandiyah. kesusastraan. Apalagi. sangat disayangkan dinamika dan perkembangan tarekat Naqsabandiyah di wilayah itu belum terekam dengan baik. karena belum banyak penelitian yang dilakukan terhadapnya. persoalan adat-istiadat. Naskah merupakan warisan budaya yang berisi beraneka ragam teks karya cipta masyarakat yang dapat digunakan untuk penelitian keagamaan. Dalam hal ini misalnya. dan kajiankajian dengan sudut pandang yang lain. lihat juga Azra. kebanggaan dan warisan yang berharga. 2005). Dalam konteks itulah sesungguhnya penelitian atas naskah-naskah Naqsabandiyah yang ditulis oleh Janius Ahmad menjadi penting. naskah-naskah itu merupakan identitas. kesejarahan. Naskah-naskah tersebut merupakan khasanah budaya yang penting baik secara akademis maupun sosial budaya. dikenal Janius Ahmad (w.

(6) naskah ³Fikih´. hakikat dan ma¶rifat. Waktu dan semua pikirannya sepenuhnya diarahkan untuk berpikir yang telah ditentukan oleh syekh atau khalifah. (b) dzikr al-lata¶if. Ajaran dasar Tarekat Naqsyabandiyah pada umumnya mengacu kepada empat aspek pokok yaitu: syari¶at. ini berlaku setelah melewati masa suluk 20 hari. tawassul dan dzikir. tawajjuh. Naskahnaskah yang ia buat dijadikan rujukan bagi murid -muridnya. yaitu îmân. Tata cara bersuluk ditentukan oleh syekh antara lain. Kegiatan suluk ini juga dilaksanakan di Surau Tarekat di mana Janius Ahmad mengajar. (4) naskah ³Tasauf´. Kelima tingkat itu adalah (a) dzikir ism al-dzat. Dzikit ada 5 tingkatan. Ajaran yang nampak kepermukaan dan memiliki tata aturan adalah suluk atau khalwat. Suluk ialah mengasingkan diri dari keramaian atau ke tempat yang terpencil. Dalam naskah naskah karya Janius Ahmad juga terdapat ajaran-ajaran tersebut di atas. Ajaran Tarekat Naqsyabandiyah ini pada prinsipnya adalah cara -cara atau jalan yang harus dilakukan oleh seseorang yang ingin merasakan nikmatnya dekat dengan Allah. Talqin dzikir atau bai¶at dzikir. Islâm dan ihsân. guna melakukan zikir di bawah bimbingan seorang syekh atau khalifahnya selama waktu 10 hari atau 20 hari dan sempurnanya adalah 40 hari. naskahnaskah yang berkaitan dengan ajaran Tarekat Naqsabandiyah yang ditulis oleh Janius Ahmad lebih terfokus pada tiga ajaran pokok. (d) dzikir wuquf dan ( e) dzikir muraqabah. rabithah. dan (7) naskah ³Surat Wasiat´. (2) naskah ³Kitab Sifat Dua Puluh´. (5) naskah ³Kaji Tubuh´. thariqat. makan dan minumnya diatur sedemikian rupa. Begitu juga dilarang bergaul dengan suami atau istri. 4 . (c) dzikir naïf wa isbat. tidak boleh makan daging.menggambarkan dinamika tarekat Naqsabandiyah di Kabupaten Brebes. kalau mungkin sesedikit mungkin. Akan tetapi. Talqin dzikir atau bai¶at dzikir dimulai dengan mandi taubat. Adapun tujuh naskah karya Janius Ahmad sebagai berikut: (1) naskah ³Ajaran Tarekat Naqsabandiyah´. Sebelum suluk ada beberapa tahapan yaitu. murid belum boleh pindah tingkat tanpa ada izin dari guru. bertawajjuh dan melakukan rabithah dan tawassul yaitu melakukan kontak (hubungan) dengan guru dengan cara membayangkan wajah guru yang mentalqin (mengajari dzikir) ketika akan memulai dzikir. (3) naskah ³Ajaran Tarekat Naqsyabandiyah (Suluk)´.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful