BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Jaringan tumbuhan merupakan kumpulan ± kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama, atau bentuk yang sama fungsi berbeda. Semua jaringan tumbuhan umumnya dibagi menjadi 2 tipe, yaitu : jaringan meristematik dan jaringan dewasa. Jaringan meristematik ( muda ) dan jaringan dewasa ( permanen ) bersama ± sama membentuk organ ± organ tumbuhan yaitu : akar, batang, daun, dan organ reproduksi ( bunga, buah, dan biji ) yang keseluruhannya merupakan tubuh tumbuhan. ( Parlan, 1995 ) Dalam pembahasan juga dibahas tentang sifat ± sifat tumbuhan bersel banyak. Sifat dari tumbuhan bersel banyak adalah adanya tingkatan koordinasi dan korelasi yang tinggi antara komponen organ, jaringan dan sel. Jaringan tumbuhan dapat dibagi menjadi beberapa macam berdasarkan struktur, fungsi dan lokasi dari jaringan tersebut. Jaringan pada tumbuhan dibagi menjadi 2 tipe yaitu jaringan meristematik ( muda ), yang biasanya terdiri dari sel ± sel embrional, dinding tipis, kaya akan plasma, vakuola kecil dan bentuk sel isodiametris. Sedangkan jaringan permanen ( dewasa ), yang biasanya mempunyai bentuk yang sudah tetap, tidak mengalami pembelahan, vakuola besar, mengalami penebalan dan plasma sedikit. Berdasarkan bentuk dan fungsinya pada jaringan dewasa sudah dapat dibedakan menjadi : jaringan pengangkut dan jaringan fotosintetik. ( Kimball, 1992 ) B. MAKSUD PERCOBAAN Maksud percobaan adalah dengan percobaan ini mahasiswa diharapkan dapat mengetahui bentuk ± bentuk sel penyusun epidermis, parenkim, sklerenkim, dan kolenkim pada akar, batang dan daun.

C. TUJUAN PERCOBAAN Tujuan percobaan adalah untuk melihat bentuk ± bentuk sel penyusun epidermis, parenkim, sklerenkim dan kolenkim pada akar, batang dan daun.

Ciri khas sel epidermis adalah sel--selnya rapat satu sama lain membentuk bangunan padat tanpa ruang antar sel. Dinding sel epidermis ada yang tipis. buah. Jaringan Pengangkut a) Jaringan Epidermis Epidermis rnerupakan jaringan paling luar vang menutupi permukaan organ tumbuhan. dan ada yang semua sisinya berdinding tebal dan mengandung lignin. batang. dan akar. Jaringan Penyokong d. Jaringan Dasar (Parenkim) c.sel meristem dan telah mengalami pengubahan bentuk yang disesuaikan dengan fungsinya (Diferensiasi). . TEORI UMUM Jaringan dewasa merupakan kelompok sel tumbuhan yang berasal dari pembelahan sel . ada yang mengalami penebalan di bagian yang menghadap ke permukaan tubuh. Jaringan dewasa ada yang sudah tidak bersifat meristematik lagi (sel penyusunnya sudah tidak membelah lagi) sehingga disebut jaringan permanen. bagian bunga. ukuran. Jaringan Epidermis b. dan susunan. Bentuk. jaringan dewasa pada tumbuhan dibedakan menjadi empat macam jaringan yaitu: a. biji.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. seperti: daun. Berdasarkan bentuk dan fungsinya. serta fungsi sel epidermis berbeda-beda pada berbagai jenis organ tumbuhan. Fungsi utama jaringan epidermis adalah sebagai pelindung jaringan yang ada di bagian sebelah dalam.

Pada beberapa tumbuhan vang berumur panjang. ukuran. daging buah.Seperti kita temukan pada biji dan daun pinus. Jaringan epidermis tetap ada sepanjang hidup organ tertentu vang tidak mengalami penebalan sekunder. Trikoma ini berperan sebagai kelenjar yang mengeluarkan zat seperti terpen. rambut akar merupakan tonjolan epidermis akar yang memiliki dinding sel tipis dengan vakuola besar. maupun fungsinya berbeda-beda. Dinding luar sel epidermis biasanva mengandung kutin. trikoma yang berupa tonjolan epidermis dan tersusun atas beberapa sel yang mengalami penebalan sekunder. . dan gula. mesofil daun. Di permukaan luar kutikula kadangkala kita temukan lapisan lilin vang kedap air untuk mengurangi penguapan air. dan endosperma biji. Beberapa bentuk khusus sel epidermis yang telah berubah struktur dan fungsinva diantaranya adalah: stomata (mulut daun) yang berperan sebagai tempat pertukaran gas dan uap air. garam. epidermis digantikan oleh jaringan gabus. bila batangnya menua. yaitu senyawa lipid yang mengendap di antara selulosa penvusun dinding sel sehingga membentuk lapisan khusus di permukaan sel yang disebut kutikula. Jaringan parenkim terutama terdapat pada bagian kulit batang dan akar. b) Jaringan Parenkim ( Jaringan Dasar) Parenkim terdiri atas kelompok sel hidup yang bentuk. Sel-sel parenkim yang telah dewasa dapat bersifat meristematik bila lingkungannya memungkinkan. Sel-sel parenkim mampu mempertahankan kemampuannya untuk membelah meskipun telah dewasa sehingga berperan penting dalam proses regenerasi.

serta lentur. yaitu: . Ciri utama sel parenkim adalah memiliki dinding sel yang tipis. misalnya sel yang berfungsi untuk fotosintesis banyak mengandung kloroplas. Isi sel parenkim bervariasi sesuai dengan fungsinya. Sel parenkim merupakan struktur sel yang jumlahnya paling banyak menyusun jaringan tumbuhan. Sel parenkim biasanya menyusun jaringan dasar pada tumbuhan. seperti pada parenkim xilem. yaitu untuk berlangsungnya proses fotosintesis. seperti pada parenkim xilem. Ruang antarsel ini berfungsi sebagai sarana pertukaran gas antar klorenkim dengan udara luar. Beberapa sel parenkim mengalami penebalan. cairan dalam plasma atau berupa kristal (amilum). penyimpanan makanan dan fungsi metabolisme lain. Ciri penting dari sel parenkim adalah dapat membelah dan terspesialisasi menjadi berbagai jaringan yang memiliki fungsi khusus. parenkim dibagi menjadi bebrapa jenis jaringan. Cadangan makanan yang terdapat pada sel parenkim berupa larutan dalam vakuola.Sel-sel parenkim juga tersebar pada jaringan lain. Parenkim yang mempunyai ruang antarsel adalah daun. Berdasarkan fungsinya. parenkim floem. dan jari-jari empulur. Sel parenkim berbentuk kubus atau memanjang dan mengandung vakuola sentral yang besar. Ciri khas parenkim yang lain adalah sel-selnya banyak memiliki ruang antarsel karena bentuk selnya membulat. oleh karena itu disebut jaringan dasar. Sel parenkim memiliki banyak fungsi. Jaringan yang terbentuk dari sel-sel parenkim semacam ini disebut klorenkim.

1) Parenkim Asimilasi Biasanya terletak di bagian tepi suatu organ. atau biji. 3) Parenkim Air Terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah panas (xerofit) untuk menghadapi masa kering. karena sel-sel penyusunnya hanya terdiri atas satu tipe sel. umbi akaL umbi lapis. lemak atau protein. c) Jaringan Penyokong Jaringan penyokong atau jaringan penguat pada tumbuhan terdiri atas sel-sel kolenkim dan sklerenkim. Kolenkim Kolenkim tersusun atas sel-sel hidup yang bentuknya memanjang dengan penebalan dinding sel yang tidak merata dan bersifat plastis. 1. misalnya: pada empulur batang. . batang yang berwarna hijau. akar rimpang (rizoma). sel. dan buah. artinya mampu membentang. yang berperan penting sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis. misalnya parenkim pada tangkai daun tumbuhan enceng gondok. Di dalam sel-selnya terdapat cadangan makanan yang berupa gula.sel penyusunnya bulat sebagai alat pengapung di air. Di dalam selnya terdapat kloroplas. Kedua bentuk jaringan ini merupakan jaringan sederhana. tepung. 2) Parenkim Penimbun Biasanya terletak di bagian dalam tubuh. 4) Parenkim Udara Ruang antar selnva besar. misalnya pada tumbuhan kaktus dan lidah buaya. tetapi tidak dapat kembali seperti semula bila organnya tumbuh. misalnya pada daun.

merupakan kolenkim yang penebalan dinding selnya merata pada bagian dinding sel sehinggi berbentuk pipa. Sel ± sel kolenkim dindingnya mengalami penebalan dari kolenkim bervariasi.Kolenkim terdapat pada batang. merupakan jaringan kolenkim yang penebalan dinding selnya membujur. yang sel . . Sel kolenkim dapat mengandung kloroplas yang menyerupai sel-sel parenkim. misalnya pada tempurung kelapa. Sklereid terdapat di berbagai bagian tubuh. Sklereid berasal dari sel-sel parenkim. Berdasarkan bagian sel yang mengalami penebalan. c. kolenkim lamelal. kolenkim angular (kolenkim sudut). Sklerenkim Sklerenkim merupakan jaringan penyokong tumbuhan. daun. kolenkim anular. 2.sel meristem. bagian-bagian bunga. merupakan jaringan kolenkim dengan penebalan dinding sel pada bagian sudut sel. Serabut berbentuk pita dengan anyaman menurut pola yang khas. buah. dan akar. sel kolenkim dibedakan atas: a. yaitu sklereid dan serabut. Sklereid disebut juga sel batu yang terdiri atas sel .selnya mengalami penebalan sekunder dengan lignin dan menunjukkan sifat elastis. Serabut sklerenkim banyak menyusun jaringan pengangkut. kulit biji dan mesofil daun. sedangkan serabut berasal dari sel . Sel ± selnya membentuk jaringan yang keras. ada yang pendek membulat dan ada yang memanjang seperti serabut dengan ujung tumpul. b.sel pendek. sedangkan serabut sel ± selnya panjang. Sklerenkim tersusun atas dua kelompok sel.

AQUADEST (FI Edisi III hal 96 ) Nama resmi Nama lain Berat Molekul Rumus kimia Pemerian Kelarutan : AQUA DESTILLATA : Air suling : 18 :HO : Air jernih. : Dapat melarutkan senyawa tertentu C.tidak berwarna. URAIAN BAHAN 1. Lengkuas ( Languas galanga L.B.tidak berbau. . ) a. Klasifikasi Regnum Divisi Subdivisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantarum : Spermatophyta : Angiospermae : Monocotyledonae : Zingiberales : Zingiberaceae : Languas : Languas galanga L. URAIAN SAMPEL 1. dan tidak berasa.

berwarna hijau agak keputihputihan. Bentuk daun lanset memanjang dan ujungnya runcing. setelah tua berubah menjadi hitam kecoklatan. ) a. bertangkai pendek tersusun berseling. Ukuran perbungaan lebih kurang 10-30 cm x 5-7 cm. berwarna putih kehijauan atau putih kekuningan. tersusun oleh pelepah-pelepah daun yang bersatu membentuk batang semu. Batangnya tegak. Buah berupa buah buni.60 cm. berbau harum. Batang muda keluar sebagai tunas dari pangkal batang tua. beralur dan berwarna hijau. Klasifikasi Regnum Divisi Subdivisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantarum : Spermatophyta : Angiospermae : Dicotyledonae : Myrtales : Myrtaceae : Psidium : Psidium guajava L. berdaging. dan lebarnya 4 . Ada juga yang buahnya berwarna merah. Daun tunggal berwarna hijau. Morfologi Rimpang besar dan tebal. dan bercabang-cabang.Bunga merupakan bunga majemuk berbentuk lonceng. panjang daun sekitar 20.dan berwarna hitam. berbentuk bulat. pangkal tumpul dengan tepi daun rata. diameter sekitar 2-4 cm. .30 cm.b. berbentuk lonjong. Pelepah daun kira-kira 15 . Bijinya kecil-kecil. Jambu Biji ( Psidium guajava L.15 cm. berdiameter 1 cm. 2. berbentuk silindris. keras. ketika muda berwarna hijau-kuning. Pertulangan daun menyirip.

bertangkai pendek 3mm sampai 7 mm. berbiji banyak. Panjang gagang perbungaan 2 cm sampai 4 cm. Pertulangan daun menyirip. bercabang. Daun tunggal. . tepi daun rata. Klasifikasi Regnum Divisi Subdivisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantarum : Spermatophyta : Angiospermae : Monocotyledonae : Arecales : Arecaceae : Cocos : Cocos nucifera L. memiliki akar tunggang yang bercabang (ramosus). Bangun daun bulat telur agak menjorong . berwarna cokelat kehijauan. licin. ujung daun runcing. ) a. tumbuh lurus ke bawah.b.bersilang berhadapan. Buah buni bundar. bertangkai. Batang berkayu. Morfologi Sistem akar dari tanaman ini adalah akar tunggang (radix primaria). Perbungaan terdiri 1 sampai 3 bunga. 3. Kelapa ( Cocos nucifera L. yaitu berbentuk kerucut panjang. bercabang banyak dan cabang-cabangnya bercabang lagi. bulat. pangkal membulat. panjang 6-14 cm dengan lebar 3-6 cm. kulit terkelupas dalam potongan. Bunga tunggal terletak di ketiak daun.

Buah mempunyai warna bervariasi dari hitam. Akarnya adalah akar serabut dan terdapat beberapa akar napas.b. ungu. Klasifikasi Regnum Divisi Subdivisio Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Spermatophyta : Angiospermae : Dicotyledonae : Rosales : Rosaceae : Pyrus : Pyrus communis . hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas sehingga menjadi mirip dengan tanaman kelapa. 4. Bunga jantan dan betina terpisah dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar. berwarna hijau tua dan pelapah berwarna sedikit lebih muda. Morfologi Daunnya merupakan daun majemuk. tersusun rozet pada ujung batang. Pir ( Pyrus communis) a. Batang tanaman diselimuti bekas pelapah hingga umur 12 tahun. bentuk daunnya termasuk majemuk menyirip.

batang beruas-ruas dan dalam setiap ruas terdapat ibu tangkai daun. merupakan tumbuhan menahun. Batang bulat seperti silinder (teres). Morfologi Daun berwarna hijau. merupakan daun mejemuk. percabangan pada batang monopordial. daun seperti perkamen (perkamenteus). merupakan batang berkayu (lignosus). ujung daun meruncing (acuminatus). . tangkai daunnya berbentuk silinder. pangkal daun membulat (rotundatus). permukaan daun sedikit berbulu dan mengkilat.b. tepi daun bergerigi (serratus). bangun daunnya jorong (ovalis ). Pyrus communis ini merupakan tumbuhan dikotil sehingga akarnya tunggang yang bercabang (ramosus). kulit batang berwarna abu-abu kecoklatan atau merah coklat. dalam satu ibu tangkai daun terdapat banyak tangkai-tangkai daun yang berkarang. arah tumbuh batang tegak lurus (erectus). daun merupakan daun yang bertulang menyirip (penninervis).

Bahan ± bahan yang digunakan 1. Diiris setipis mungkin tempurung kelapa ( usahakan tempurung kelapa yang tidak terlalu tua ) dan diamati dibawah mikroskop bentuk sel penyusunnya. Dibuat irisan setipis mungkin penempang melintang dari akar. dan daun tanaman jambu biji lalu amati jaringannya dibawah mikroskop. Alat ± alat yang digunakan 1. Pipet 5. Gelas penutup 3. Dibuat irisan setipis mungkin penempang melintang dari akar. 3. 2. 3. Silet baru b. 2. Tanaman Lengkuas ( Languas galanga ) Tanaman Jambu biji ( Psidium guajava ) Tempurung Kelapa ( Cocos nucifera ) Buah Pir ( Pyrus communis ) B. Diiris setipis mungkin buah pir dan diamati dibawah mikroskop bentuk sel penyusunnya. Gelas objek 2. . PROSEDUR KERJA 1. ALAT DAN BAHAN a. batang. batang.BAB III METODE KERJA A. dan daun tanaman lengkuas lalu amati jaringannya dibawah mikroskop. 4. Mikroskop 4. 4.

Korteks yang terdapat pada jaringan parenkim yang berdekatan dengan epidermis. Lengkuas ( Languas galanga ) a. Endodermis berfungsi untuk melindungi ikatan ± ikatan pembuluh yang terdapat pada jaringan xylem dan floem. floem. Epidermis adalah bagian terluar dari akar yang berfungsi untuk melindungi bagian dalam dan membantu penyerapan air oleh akar. korteks dan empulur. Xylem 4. Jaringan pengangkutan yang tersebar tidak teratur yaitu xylem yang berfungsi untuk mengangkut air dan zat hara dari akar ke daun dan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. xylem. Epidermis 2. Floem 5.BAB IV HASIL PENGAMATAN 1. Parenkim korteks 6. endodermis. . Akar Keterangan : 1. Endodermis 3. Empulur Irisan Pembesaran : Melintang : 10X Deskripsi : Berdasarkan hasil pengamatan dibawah mikroskop dengan pembesaran 10X maka dapat disimpulkan bahwa pada akar terdapat epidermis.

Korteks 3. floem. Floem 6. Empulur Irisan Pembesaran : Melintang : 10X Deskripsi : Berdasarkan hasil pengamatan dibawah mikroskop dengan perbesaran 10X maka dapat disimpulkan bahwa pada batang terdapat epidermis. Batang Keterangan : 1. Endodermis berfungsi untuk melindungi ikatan ± ikatan pembuluh yang terdapat pada jaringan xylem dan floem. Xylem 5. Korteks pada bagian ini terdapat jaringan parenkim dan jaringan kolenkim.b. Jaringan pengangkutan yang tersebar tidak teratur yaitu xylem yang berfungsi untuk mengangkut air dan zat hara dari akar ke daun dan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Endodermis 4. xylem. Epidermis adalah bagian terluar dari akar yang berfungsi untuk melindungi bagian dalam dan membantu penyerapan air oleh akar. Jaringan parenkim sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan sedangkan jaringan kolenkim berfungsi memberikan kekuatan pada tubuh tumbuhan agar dapat berfotosintesis. endodermis. korteks dan empulur. . Epidermis 2.

c. Ruang antar sel 9. Stomata 11. Xylem 4. stomata dan mesofil. Jaringan parenkim sebagai tempat terjadinya fotosintesis yaitu pada lapisan palisade dan untuk penyimpanan cadangan makanan hasil fotosintesis yaitu pada lapisan spons. xylem. Jaringan pengangkutan yan g tersebar tidak teratur yaitu xylem yang berfungsi untuk mengangkut air dan zat hara dari akar ke daun dan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Parenkim palisade 7. Dua sel penjaga Irisan Pembesaran : Melintang : 10X Deskripsi : Berdasarkan hasil pengamatan dibawah mikroskop dengan perbesaran 10X maka dapat disimpulkan bahwa pada daun terdapat epidermis. Stomata pada daun untuk respirasi. Epidermis atas 2. Epidermis adalah bagian terluar dari akar yang berfungsi untuk melindungi bagian dalam dan membantu penyerapan air oleh akar. floem. Epidermis bawah 3. Floem 5. . Mesofil tak berklorofil 10. Parenkim spons 8. Daun Keterangan : 1. parenkim. Terdapat pula sel kipas yang menyebabkan daun berkarang. Mesofil yang berklorofil 6.

. floem. Xylem 5. Akar Keterangan : 1. Empulur Irisan Pembesaran : Melintang : 10X Deskripsi : Berdasarkan hasil pengamatan dibawah mikroskop dengan perbesaran 10X maka dapat disimpulkan bahwa pada akar terdapat epidermis. Epidermis 2. Korteks pada bagian ini terdapat jaringan parenkim dan jaringan kolenkim.2. Epidermis adalah bagian terluar dari akar yang berfungsi untuk melindungi bagian dalam dan membantu penyerapan air oleh akar. Endodermis 4. xylem. Floem 6. Jambu biji ( Psidium guajava ) a. Jaringan parenkim sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan sedangkan jaringan kolenkim berfungsi memberikan kekuatan pada tubuh tumbuhan agar dapat berfotosintesis. Jaringan pengangkutan yang tersusun berseling yaitu xylem yang berfungsi untuk mengangkut air dan zat hara dari akar ke daun dan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. korteks dan empulur. endodermis. Korteks 3. Endodermis berfungsi untuk melindungi ikatan ± ikatan pembuluh yang terdapat pada jaringan xylem dan floem.

Floem 6. Jaringan pengangkutan yang tersusun berseling yaitu xylem yang berfungsi untuk mengangkut air dan zat hara dari akar ke daun dan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Jaringan parenkim sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan sedangkan jaringan kolenkim berfungsi memberikan kekuatan pada tubuh tumbuhan agar dapat berfotosintesis. Epidermis adalah bagian terluar dari akar yang berfungsi untuk melindungi bagian dalam dan membantu penyerapan air oleh akar. Jaringan parenkim muda berfungsi sebagai penghubung antara xylem dan floem. Korteks pada bagian ini terdapat jaringan parenkim dan jaringan kolenkim. Batang Keterangan : 1. parenkim. Epidermis 2. xylem dan floem.b. Ruang antar sel Irisan Pembesaran : Melintang : 10X Deskripsi : Berdasarkan hasil pengamatan dibawah mikroskop dengan perbesaran 10X maka dapat disimpulkan bahwa pada batang jambu biji memiliki jaringan mekanik yang lengkap yaitu epidermis. korteks. Xylem 5. Korteks 3. . Parenkim spons 4.

Parenkim palisade 3. Parenkim spons 4. Stomata pada daun berfungsi untuk respirasi sel. Stomata Irisan Pembesaran : Melintang : 10X Deskripsi : Berdasarkan hasil pengamatan dibawah mikroskop dengan perbesaran 10X maka dapat disimpulkan bahwa pada daun terdapat epidermis. Daun Keterangan : 1. Epidermis atas 2. Epidermis bawah 6. floem dan stomata. Jaringan parenkim sebagai tempat terjadinya fotosintesis yaitu pada lapisan palisade dan untuk penyimpanan cadangan makanan hasil fotosintesis yaitu pada lapisan spons. Jaringan pengangkutan yang tersusun berseling yaitu xylem yang berfungsi untuk mengangkut air dan zat hara dari akar ke daun dan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. parenkim. . xylem.c. Berkas pengangkut 5. Epidermis adalah bagian terluar dari akar yang berfungsi untuk melindungi bagian dalam dan membantu penyerapan air oleh akar.

Sklereid disebut juga sel batu yang terdiri atas sel . dindingnya mengalami penebalan sekunder yang mengandung lignin pada seluruh dindingnya. memiliki sifat yang elastis dan juga memiliki sklereid ( sel batu ) berupa brakisklereid. Sklerenkim 3. Pada umumnya terdiri dari satu lapis sklerenkim. kotak. Ciri ± cirinya yaitu selnya mati. Sklereid berasal dari sel-sel parenkim. baik tempurung muda memiliki ari yaitu selnya rapat. Ruang sel 4.sel pendek. Tempurung kelapa ( Cocos nucifera ) Keterangan : 1.3. Penebalan sel 2. bentuknya bulat. sehingga tidak terdapat pengantara sel dan ada mesofil yang bentuknya tetrahidrat ( segiempat ). . Sel batu Irisan Pembesaran : Melintang : 10X Deskripsi : Berdasarkan hasil pengamatan dibawah mikroskop dengan perbesaran 10X dapat disimpulkan bahwa epidermis atau lapisan kulit luar pada buah kelapa.

Buah Pir ( Pyrus communis ) Keterangan : 1. Sel batu pada buah pir berbentuk Brakisklereid Pada umumnya terdiri dari satu lapis sklerenkim. bentuknya bulat. . memiliki sifat yang elastis dan juga memiliki sklereid ( sel batu ).4. Sklereid disebut juga sel batu yang terdiri atas sel . kotak. dindingnya mengalami penebalan sekunder yang mengandung lignin pada seluruh dindingnya. Sklereid berasal dari sel-sel parenkim. Sklerenkim 2. Ciri ± cirinya yaitu selnya mati.sel pendek. Sklereid ( Sel batu ) Irisan Pembesaran : Melintang : 10X Deskripsi : Berdasarkan hasil pengamatan dibawah mikroskop dengan perbesaran 10X dapat disimpulkan bahwa pada buah pir terdapat Sklerenkim dan Sklereid ( Sel batu ).

Endodermis sebagai transportasi mineral dan air. Pada tangkai daun terdapat jaringan penguat berupa kolenkim dan sklerenkim. kolenkim dan sklerenkim pada akar. dan daun yang terdapat pada tumbuhan monokotil dan dikotil. Silinder pusat terdapat berkas pengangkutan yang terlihat dalam urat daun. Silinder pusat terdapat berkas pengangkutan yang kolateral. Jambu biji merupakan tanaman dikotil. Ikatan pembuluh dengan tipe kolatral tertutup. parenkim. Kortex merupakan bagian dari mesofil daun atau daging daun yang terdiri dari jaringan parenkim baik palisade maupun spons. Pada batangnya memiliki epidermis yang mengalami penebalan zat gabus dan kutikula dan juga termodifikasi membentuk lenti sel. Terdapat tulang daun dalam berkas pengangkutan dengan jaringan penguat kolenkim. Endodermis mengandung zat tepung dan terdapat floeterma (selaput tepung). Lengkuas merupakan tanaman monokotil. Pada daun memiliki epidermis bagian atas selapis sel dengan . Pada daunnya memiliki epidermis bagian atas selapis sel dengan penebalan kutikula dan bagian bawah selapis sel dengan termodifikasi menjadi stomata. Terdapat Silinder pusat memiliki berkas pengangkutan tipe kolateral terbuka. Pada akarnya memiliki epidermis yang termodifikasi menjadi bulu-bulu akar. Pada batangnya memiliki epidermis dengan stomata dan bulu-bulu akar. Kortex sebagai tempat cadangan makanan dan repsirasi. batang. Pada akar memiliki epidermis yang termodifikasi menjadi bulu-bulu akar. empulur dan perisikel. Kortex terdiri dari jaringan parenkim dan jaringan penguat dengan penebalannya. Silinder pusat terdapat berkas pengangkutan yang berseling. dapat dibedakan bentuk ± bentuk sel penyusun epidermis. Endodermis sebagai transportasi mineral dan air.BAB V PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pengamatan. Kortex sebagai tempat cadangan makanan dan repsirasi. Memiliki empulur dan sklerenkim.

perbesaran lensa mikroskop yang dipergunakan harus sesuai agar objek pengamatan tepat. Kortex merupakan bagian dari mesofil daun atau daging daun yang terdiri dari jaringan parenkim baik palisade maupun spons. dengan mengeruk bagian dalam termpurung menggunakan spatula atau ujung cutter didapati bentuk selnya adalah sklereid berupa brakisklereid. kesalahan dalam deskripsi visual hasil pengamatan karena tidak adanya pelabelan pada preparat yang diamati sehingga memungkinkan terjadinya kesalahan tertukar hasil pengamatan antarpreparat. Silinder pusat terdapat berkas pengangkutan yang terlihat dalam urat daun. Terdapat tulang daun dalam berkas pengangkutan dengan jaringan penguat kolenkim. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi ketepatan dan ketelitian dalam mengamati. Dengan bentuk yang menyerupai bentuk insang ikan. . bulatan dengan percabangan di dalamnya. Pada tangkai daun terdapat jaringan penguat berupa kolenkim dan sklerenkim. bulatan dengan percabangan di dalamnya. Dengan bentuk yang menyerupai bentuk insang ikan. Pada buah pir didapati bentuk selnya adalah sklereid berupa brakisklereid. diantaranya adalah : ketelitian dalam mempersiapkan preparat yang harus sesuai dan tepat teknisnya sehingga variabel objek yang diamati adalah tepat. Pada tempurung Cocos nucifera atau kelapa.penebalan kutikula dan bagian bawah selapis sel dengan termodifikasi menjadi stomata.

Pada buah pir memiliki sklereid yang berbentuk brakisklereid yang menyerupai bentuk insang ikan. bulatan dengan percabangan di dalamnya. B. Dan kiranya lab memperbaharui alat ± alat laboratorium yang telah rusak. . KESIMPULAN Berdasarkan pengamatan dapat disimpulkan bahwa lengkuas memiliki jaringan mekanik yang lengkap yaitu epidermis. parenkim. SARAN Saran kami adalah kiranya asisten lebih membimbing dan mengawasi praktikum agar praktikan dapat lebih mengetahui praktek yang sedang dilakukan. Pada Jambu biji juga memiliki jaringan mekanik yang lengkap yaitu epidermis. bulatan dengan percabangan di dalamnya.BAB VI PENUTUP A. kolenkim dan sklerenkim. Pada tempurung kelapa memiliki sklereid yang berbentuk brakisklereid yang menyerupai bentuk insang ikan. parenkim. kolenkim dan sklerenkim.

Parlan. Karmana. dan Ross. Oman. ³ Biologi ´. Bandung : Grafindo Media Pratama.com. W.blogspot. B. Deden. . Bandung : ITB. 1995. Jakarta : Yudistira. 1992. Jakarta : Erlangga. 2008. Bandung : Grafindo Media Pratama. C. Irshadi. ³ Jaringan pada Tumbuhan ´. Bagas. Artikel ini diakses dari internet dengan alamat website : http://irshadi-bagas-4all. F. 2008. V.DAFTAR PUSTAKA Abdurahman. 1995. Salisbury. F. ³ Biologi Kelompok Pertanian ´. ³ Biologi Jilid 1 ´. W. ³ Panduan Belajar Biologi ´. J. ³ Fisiologi Tumbuhan ´. 2008. Kimball.