P. 1
LANDASAN HISTORIS

LANDASAN HISTORIS

|Views: 352|Likes:
Published by Hilmen Taufiq A

More info:

Published by: Hilmen Taufiq A on Dec 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

LANDASAN HISTORIS PENDIDIKAN NASIONAL DI INDONESIA I.

PENDAHULUAN Secara umum, pendidikan merupakan segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Secara khusus, pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan, yang berlangsung di dalam dan luar sekolah sepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa yang akan datang (Mudyaharjo, 2008: 3, 11). Tujuan pendidikan di Indonesia adalah untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang Pancasilais yang dimotori oleh pengembangan afeksi, seperti sikap suka belajar, tahu cara belajar, rasa percaya diri, mencintai prestasi tinggi, punya etos kerja, kreatif dan produktif, serta puas akan sukses yang akan dicapai (Pidarta, 2007: viii) Pendidikan Nasional Indonesia Merdeka secara formal dimulai sejak Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya kepada dunia pada tanggal 17 Agustus 1945. Pendidikan Nasional Indonesia Merdeka ini merupakan kelanjutan dari cita-cita dan praktek-praktek pendidikan masa lampau yang tersurat atau tersirat masih menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan ini (Mudyaharjo, 2008: 214) Dalam proses pertumbuhan menjadi negara maju, Indonesia telah mengalami pelbagai perubahan, termasuk bidang pendidikannya. Perubahan-perubahan itu merupakan hal yang wajar karena perubahan selalu dipengaruhi oleh berbagai factor yang bisa berganti selaras dengan perkembangan serta tuntutan zaman pada saat itu. Tidaklah mengherankan apabila system pendidikan yang kita anut segera setelah merdeka adlah sistem kontinental karena kontak kita pada saat itu adlah dengan negara-negara Eropa, khususnya negeri Belanda (Dardjowidjojo, 1991: ix) Pengambilalihan sistem kontinental itu tentu kita lakukan dengan penuh kesadaran bahwa sistem tersebut belum tentu cocok dan langgeng dengan perkembangan pendidikan yang kita kehendaki. Setelah kita merdeka dan menerapkan sistem pendidikan kontinental sekitar lima windu, kita dapati bahwa pendidikan dengan sistem Eropa tidak cocok lagi dengan tuntutan perkembangan zaman (Dardjowodjojo, 1992: 1). Proses pendewasaan pun berlanjut, dan pengalaman telah banyak mengajarkan kepada kita untuk memetik mana yang baik dan mana yang buruk. Keadaan politik nasional dan internasional,

perekonomian dunia, hubungan antar bangsa, dan peran yang dimainkan bangsa Indonesia pun bergeser dan berubah, yang sedikit banyak mendorong kita untuk melakukan penyesuaianpenyesuaian tertentu. Berdasarkan uraian di atas, permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini meliputi: A. Apa yang menjadi landasan historis Pendidikan Nasional Indonesia? B. Apa implikasi konsep pendidikan yang bersumber dari landasan historis ini? II. LANDASAN HISTORIS KEPENDIDIKAN DI INDONESIA Sejarah atau history keadaan masa lampau dengan segala macam kejadian atau kegiatan yang didasari oleh konsep-konsep tertentu. Sejarah penuh dengan informasi-informasi yang mengandung kejadian, model, konsep, teori, praktik, moral, cita-cita, bentuk dan sebagainya (Pidarta, 2007: 109). Informasi-informasi di atas merupakan warisan generasi terdahulu kepada generasi muda yang tidak ternilai harganya. Generasi muda dapat belajar dari informasi-informasi ini terutama tentang kejadiankejadian masa lampau dan memanfaatkannya untuk mengembangkan kemampuan diri mereka. Sejarah telah memberi penerangan, contoh, dan teladan bagi mereka dan semuanya ini diharapkan akan dapat meningkatkan peradaban manusia itu sendiri di masa kini dan masa yang akan datang. Misalnya, Indonesia dan negara-negara lainnya pada tahap awal perkembangan ekonomi mereka telah mengembangkan sistem pendidikan yang baik dan berdasarkan kebudayaan tradisional. Pada masa kolonial, sistem pendidikan berkembang dengan berdasar pada sistem pendidikan sebelumnya ini. Pada masa modern seperti sekarang, sistem pendidikan yang berlaku juga berdasarkan pengembangan dari sistem pendidikan kolonial (Williams, 1977: 17). Dengan kata lain, tinjauan landasan sejarah atau historis Pendidikan Nasional Indonesia merupakan pandangan ke masa lalu atau pandangan retrospektif (Buchori, 1995: vii). Pandangan ini melahirkan studi-studi historis tentang proses perjalanan pendidikan nasional Indonesia yang terjadi pada periode tertentu di masa yang lampau. Perjalanan sejarah pendidikan di tanah air yang sangat panjang, bahkan semenjak jauh sebelum kita menacapai kemerdekaan pada tahun 1945, baik sebagai aktivitas intelektualisasi dan budaya maupun sebagai alat perjuangan politik untuk membebaskan bangsa dari belenggu kolonialisme, telah diwarnai oleh bermacam-macam corak (Sigit, 1992: xi) . Menjelang 64 tahun Indonesia merdeka, dengan system politik sebagai penjabaran demokrasi Pancasila di Era Reformasi ini yang telah mewujudkan pola Pendidikan Nasional seperti sekarang, kita mulai dapat melihat dengan ke arah mana partisipasi

masyarakat dalam ikut serta menyelenggarakan pendidikan itu. Teorinya yang terkenal adalah leon Tabularasa. 2008: 117). J. zaman pertengahan (500-1500). Sedangkan prinsip-prinsip pendidikan yang dikembangkan pada zaman ini meliputi: Ø Pendidikan lebih dihargai daripada pengajaran. serta (7) Sosialisme. dari yang paling mudah. Namun pendidikan pada zaman ini belum memberikan kontribusinya pada pendidikan zaman sekarang (Pidarta. 2004: 1). Teori yang membebaskan jiwa manusia ini bisa mengarah kepada hal-hal yang negatif. Sejarah pendidikan merupakan bahan pembanding untuk memajukan pendidikan suatu bangsa. Menurut aliran ini. Di samping itu. Pendidikan dijadikan sebagai institusi utama dalam upaya pembentuk sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang diharapkan suatu bangsa. Ø Pengetahuan diperoleh dari metode berpikir induktif (mulai dari menemukan fakta-fakta khusus kemudian dianalisa sehingga menimbulkan simpulan) dan anak-anak harus belajar dari realita alam. dunia surga dan akhirat. karena itu latihan sangat diperlukan pengetahuannya sendiri dan bertindak untuk dirinya. Tokoh pendidikan pada zaman ini pada abad ke-18 adalah John Locke. 2007: 110). Ø Pelajaran disesuaikan dengan perkembangan anak. (4) Developmentalisme. pendidikan diarahkan pada kehidupan dunia dan bersumber dari keadaan dunia pula. 2. setiap bidang kegiatan yang ingin dicapai manusia untuk maju. 1. pendidikan memiliki peranan strategis menyiapkam generasi berkualitas untuk kepentingan masa depan. dan Individualisme. (5) Nasionalisme. seperti korupsi. Oleh karena itu.: 114-15).: 111-14). Ø Penanaman pengertian lebih penting daripada hafalan. Zaman Realisme Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan alam yang didukung oleh penemuan-penemuan ilmiah baru. pendidikan diarahkan pada optimasi upaya pendidikan sebagai bagian integral dari proses pembangunan bangsa. individualisme. Dengan demikian. yaitu mendidik seperti menulis di atas kertas putih dan dengan kebebasan dan kekuatan akal yang dimilikinya manusia digunakan unutk membentuk pengetahuannya sendiri. Berikut ini adalah pembahasan landasan sejarah kependidikan di Indonesia yang meliputi: A. Rousseau. Ø Pendidikan bersifat demokratis dan semua anak harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar (ibid. pendidikan pada zaman ini tidak dijabarkan dalam makalah ini. zaman Humanisme atau Renaissance serta zaman Reformasi dan Kontra Reformasi (1600-an). 2007: 111-14). pada abad ke-18 muncullah aliran Naturalisme dengan tokohnya. Ø Pelajaran harus diberikan satu per satu. Tokoh-tokoh pendidikan zaman Realisme ini adalah Francis Bacon dan Johann Amos Comenius. (6) Liberalisme. 3. dan materialisme (ibid. gaya hidup yang dibuat-buat dan sebagainya. J. Naturalisme menyatakn bahwa manusia . Realisme menghendaki pikiran yang praktis (PIdarta. Positivisme. berbeda dengan pendidikan-pendidikan sebelumya yang banyak berkiblat pada dunia ide. Ø Pendidikan harus menekankan aktivitas sendiri. mulai dari zaman Hellenisme (150 SM500). Demikian juga halnya dengan bidang pendidikan. Makalah ini membahas sejaran pendidikan dunia yang meliputi zaman-zaman: (1) Realisme. (2) Rasionalisme. Aliran ini menentang kehidupan yang tidak wajar sebagai akibat dari Rasionalisme. SEJARAH PENDIDIKAN DUNIA Perjalanan sejarah pendidikan dunia telah lama berlangsung. Zaman Naturalisme Sebagai reaksi terhadap aliran Rasionalisme. Zaman Rasionalisme Aliran ini memberikan kekuasaan pada manusia untuk berfikir sendiri dan bertindak untuk dirinya.: 115-16). Naturalisme menginginkan keseimbangan antara kekuatan rasio dengan hati dan alamlah yang menjadi gurr. 2007: 110). pengetahuan yang benar diperoleh tidak hanya melalui penginderaan semata tetapi juga melalui persepsi penginderaan (Mudyahardjo. pada umumnya dikaitkan dengan bagaimana keadaan bidang tersebut pada masa yang lampau (Pidarta. Semua corak tersebut memiliki pandangan atau dasar pemikiran yang hampir sama tentang pendidikan. (3) Naturalisme. Apalagi kini semakin dirasakan bahwa SDM Indonesia masih lemah dalam hal daya saing (kemampuan kompetisi) dan daya sanding (kemampuan kerja sama) dengan bangsa lain di dunia (Anzizhan. Paham ini muncul karena masyarakat dengan kekuatan akalnya dapat menumbangkan kekuasaan Raja Perancis yang memiliki kekuasaan absolut. seperti intelektualisme. sehingga pendidikan dilaksanakan secara alamiah (pendidikan alam) (ibid.

Positivisme. Pendidikan itu telah ada sejak zaman kuno/tradisional yang dimulai dengan zaman pengaruh agama Hindu dan Budha. Zaman Sosialisme Aliran sosial dalam pendidikan muncul pada abad ke-20 sebagai reaksi terhadap dampak liberalisme. Tokoh aliran positivisme adalah August Comte (ibid. 6. Konsep pendidikan yang ingin diusung oleh aliran ini adalah: Ø Menjaga. sejarah dan geografi Negara. George Kerchensteiner. 2007: 120-21). Tokoh-tokohnya adalah Paul Nartrop. pendidikan kewarganegaraan. Sedangkan positivisme percaya kebenaran yang dapat diamati oleh panca indera sehingga kepercayaan terhadap agama semakin melemah. yaitu keyakinan mempersatukan figur Syiwa dengan Budha sebagai satu sumber Yang Maha Tinggi. dan individualisme. 7. dan Stanley Hall. 2008: 114). individu tidak ada artinya bila tidak berwujud benda. zaman penjajahan. Menurut aliran ini. Zaman Developmentalisme berkembang pada abad ke-19. 5. Tokoh-tokohnya adalah La Chatolais (Perancis). Hinduisme dan Budhisme merupakan dua agama yang berbeda. dan zaman merdeka (ibid. Ø Pengembangan pendidikan mengutamakan perbaikan pendidikan dasar dan pengembangan pendidikan universal (Mudyaharjo. seperti di Jerman. masyarakat memiliki arti yang lebih penting daripada individu. jasmani. namun di Indonesia keduanya memiliki kecenderungan sinkretisme. yaitu kegilaan atau kecintaan terhadap tanah air yang berlebih-lebihan di beberapa Negara. zaman pengaruh Islam.: 121-24). Zaman Pengaruh Hindu dan Budha Hinduisme and Budhisme datang ke Indonesia sekitar abad ke-5. 2008: 118).: 121).: 125). B. Ø Pengembangan ini dilakukan sejalan dengan tingkat-tingkat perkembangan anak (Pidarta. Oleh karena itu. Friedrich Wilhelm Frobel. Ibarat atom. dapat menemukan jalan kebenaran di dalam dirinya sendiri (Mudyaharjo. Konsep pendidikan yang dikembangkan oleh aliran ini meliputi: Ø Mengaktualisasi semua potensi anakyang masih laten. dan Individualisme. Mudyahardjo (2008) dan Nasution (2008) menguraikan masing-masing zaman tersebut secara lebih terperinci. dan kejuruan. Motto pada lambang Negara Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika . 2008: 215) . 4. secara etimologis berasal dari keyakinan tersebut (Mudyahardja. dan John Dewey. Liberalisme berpendapat bahwa pendidikan adalah alat untuk memperkuat kedudukan penguasa/pemerintahan yang dipelopori dalam bidang ekonomi oleh Adam Smith dan siapa yang banyak berpengetahuan dialah yang berkuasa yang kemudian mengarah pada individualisme. lagu-lagu kebangsaan. dan Jefferson (Amerika Serikat). membentuk watak susila dan kepribadian yang harmonis. Zaman Developmentalisme Akibat negatif dari pendidikan ini adalah munculnya chaufinisme. Zaman Liberalisme. Aliran ini memandang pendidikan sebagai suatu proses perkembangan jiwa sehingga aliran ini sering disebut gerakan psikologis dalam pendidikan. pendidikan harus diabdikan untuk tujuan-tujuan sosial (ibid. positivisme. Fichte (Jerman). 2008: 114) Ø Pendidikan adalah pengembangan pembawaan (nature) yang disertai asuhan yang baik (nurture).didorong oleh kebutuhan-kebutuhannya. dan pendidikan jasmani. Tokoh-tokoh aliran ini adalah: Pestalozzi. Johan Fredrich Herbart. SEJARAH PENDIDIKAN INDONESIA Pendidikan di Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang. 2007: 11620) yang melalui observasi dan eksperimen (Mudyahardjo. Berikut ini adalah uraian dan rincian perjalanan sejarah pendidikan Indonesia: 1. dan mempertinggi kedudukan negara. Ø Mengutamakan pendidikan sekuler. yang akhirnya menimbulkan pecahnya Perang Dunia I (Pidarta. memperkuat. Zaman ini lahir pada abad ke-19. Ø Materi pelajarannya meliputi: bahasa dan kesusastraan nasional. Zaman Nasionalisme Zaman nasionalisme muncul pada abad ke-19 sebagai upaya membentuk patriot-patriot bangsa dan mempertahankan bangsa dari kaum imperialis. serta meningkatkan derajat social manusia.

Calvinisme (Nasution. Orde ini didirikan oleh Ignatius Loyola (1491-1556) dan memiliki tujuan yaitu segala sesuatu untuk keagungan yang lebih besar dari Tuhan (Mudyahardjo. Zaman Kolonial Belanda VOC pada perkembangannya diperkuat dan dipersenjatai dan dijadikan benteng oleh Belanda yang akhirnya menjadi landasan untuk menguasai daerah di sekitarnya. 2008: 245). Pada awalnya kurikulum ini hanya diterapkan untuk anak-anak Belanda selama setengah abad ke-19. Sedangkan pengaruh Kristen berasal dari orang-orang Belanda yang datang pertama kali tahun1596 di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dengan tujuan untuk mencari rempah-rempah. akhirnya Indonesia jatuh seluruhnya di bawah pemerintahan Belanda (ibid. 4. yang mana mengatakan bahwa pendidikan adalah alat untuk mencapai kemajuan ekonomi dan social. sebagai salah satu pijakan Portugis dalam menjalankan misinya. Tujuan pendidikan Islam adalah sama dengan tujuan hidup Islam. yaitu mengabdi sepenuhnya kepada Allah SWT sesuai dengan ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad s. Xaverius memandang pendidikan sebagai alat yang ampuh untuk penyebaran agama (Nasution. Zaman Pengaruh Islam (Tradisional) Islam mulai masuk ke Indonesia pada akhir abad ke-13 dan mencakup sebagian besar Nusantara pada abad ke-16.: 3).Tujuan pendidikan pada zaman ini sama dengan tujuan kedua agama tersebut. Pendidikan dilaksanakan dalam rangka penyebaran dan pembinaan kehidupan bergama Hindu dan Budha (ibid. untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. nilai-nilai rasional dan sosial.w. kurikulum sekolah mengalami perubahan radikal dengan masuknya ide-ide liberal tersebut yang bertujuan mengembangkan kemampuan intelektual. Tujuannya untuk melenyapkan agama Katholik dengan menyebarkan agama Kristen Protestan. banyak mempengaruhi mereka (ibid.a. namun banyak diupayakan secara perorangan melalui para ulamanya di suatu wilayah tertentu dan terkoordinasi oleh para wali di Jawa. 2008: 4). Perkembangan pendidikan Islam di Indonesia sejalan dengan perkembangan penyebaran Islam di Nusantara. Dalam setiap operasi perdagangan. (ibid. 2008: 4). terutama Wali Sanga. Namun kekuasaan Portugis melemah akibat peperangan dengan raja-raja di Indonesia dan akhirnya dilenyapkan oleh Belanda pada tahun 1605 (Nasution. Ekspresi ini kemudian dikenal dengan Politik Etis dan bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat . Yang dicapai dengan tiga cara: memberi khotbah. Sikap VOC terhadap pendidikan adalah membiarkan terselenggaranya Pendidikan Tradisional di Nusantara. adalah Franciscus Xaverius dari orde Jesuit. 2008: 4-5).: 10-13). Di samping mencari kejayaan (glorious) dan kekayaan (gold). Lambat laun kantor dagang itu beralih dari pusat komersial menjadi basis politik dan territorial. Pada tahun 1816 VOC ambruk dan pemerintahan dikendalikan oleh para Komisaris Jendral dari Inggris. Mereka harus memulai system pendidikandari dasar kembali. Kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh VOC terutama dipusatkan di bagian timur Indonesia di mana Katholik telah berakar dan di Batavia (Jakarta). Pendidikan Islam yang dilakukan oleh perseorangan yang menonjol adalah di daerah Minangkabau (ibid. mendukung diselenggarakannya sekolah-sekolah yang bertujuan menyebarkan agama Kristen.: 8). pusat administrasi colonial. yakni Katholik (gospel).: 228-41). mereka menyertakan para paderi misionaris Paderi yang terkenal di Maluku. Ia menganjurkan agar pemerintahnnya lebih memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia.: 221).: 223) Pendidikan Islam Tradisional ini tidak diselenggarakan secara terpusat. Zaman Pengaruh Nasrani (Katholik dan Kristen) Bangsa Portugis pada abad ke-16 bercita-cita menguasai perdagangan dan perniagaan Timur-Barat dengan cara menemukan jalan laut menuju dunia Timur serta menguasai bandar-bandar dan daerahdaerah strategis yang menjadi mata rantai perdagaan dan perniagaan (Mudyahardjo. Pada tahun 1899 terbit sebuah atrikel oleh Van Deventer berjudul Hutang Kehormatan dalam majalah De Gids. Ide-ide liberal aliran Ufklarung atau Enlightement. baik sebagai agama maupun sebagai arus kebudayaan (ibid. pemerintah Belanda mendirikan suatu kongsi dagang yang disebut VOC (vreenigds Oost Indische Compagnie) atau Persekutuan Dagang Hindia Belanda tahun 1602 (Mudyahardjo. Setelah pecah perang kolonial di berbagai daerah di tanakh air. Setelah tahun1848 dikeluarkan peraturan pemerintah yang menunjukkan bahwa pemerintah lambat laun menerima tanggung jawab yang lebih besar atas pendidikan anak-anak Indonesia sebagai hasil perdebatan di parlemen Belanda dan mencerminkan sikap liberal yang lebih menguntungkan rakyat Indonesia (ibid. 3.Sedangkan di luar Jawa. Pada akhirnya pedagang Portugis menetap di bagian timur Indonesia tempat rempah-rempah itu dihasilkan. bangsa Portugis datang ke Timur (termasuk Indonesia) bermaksud pula menyebarkan agama yang mereka anut. Pendidikan Islam pada zaman ini disebut Pendidikan Islam Tradisional. Orde ini juga mempunyai organisasi pendidikan yang seragam: sama di mana pun dan bebas untuk semua. 2008: 242). dan pengakuan.: 217) 2. Oleh karena itu. Untuk menghindari persaingan di antara mereka. 2008: 243). memberi pelajaran. karena pendidikan pada zaman VOC berakhir dengan kegagalan total.

Selain itu. transmigrasi. Pada tanggal 17 Agustus 1945 cita-cita bangsa Indonesia menjadi kenyataan ketika kemerdekaan Indonesia diproklamasikan kepada dunia. di kantor-kantor. 8. melenyapkan kolonialisme. dan dalam pergaulan sehari-hari. banyak pelajar yang ikut serta berjuang mempertahankan kemerdekaan sehingga tidak dapat bersekolah. Pembangunan dilaksanakan serentak di berbagai bidang. Zaman Kemerdekaan (Awal) Setelah Indonesia merdeka. telah menimbulkan elite intelektual baru. antara lain anak-anak Indonesia yanorang tuanya adalah pegawai pemerintah Belanda. pendewasaan. Sistem persekolahan di Indonesia yang telah dipersatukan oleh penjajah Jepang terus disempurnakan. dan Kyai Haji Ahmad Dahlan dengan Pendidikan Muhammadiyah-nya yang semuanya mendidik anak-anak agar bisa mandiri dengan jiwa merdeka (Pidarta. mengusahakan dunia baru. Dan pendidikan harus membimbing para siswanya agar menjadi warga negara yang bertanggung jawab. dan Pendidikan Tinggi. bangsa Indonesia tidak pantang menyerah dan terus mengobarkan semangat 45 di hati mereka. Setelah diadakan konsolidasi yang intensif. pembangunan untuk mengisi kemerdekaan mulai digerakkan. 7. baik spiritual maupun material. Pendidikan Menengah. perwakilan yang mana semua ini memerlukan peranan penting pendidikan (ibid. 2008: 403). Demokrasi Terpimpin. sekolah harus terbuka untuk tiap-tiap penduduk negara. 2008: 125-33). Namun dalam pelaksanaannya belum tercapai sesuai dengan yang diharapka bahkan banyak pendidikan di daerah-daerah tidak dapat dilaksanakan karena faktor keamanan para pelajarnya. penindasan dan penghisapan. Zaman Kolonial Jepang Perjuangan bangsa Indonesia dalam masa penjajahan Jepang tetap berlanjut sampai cita-cita untuk merdeka tercapai. Di samping itu. perjuangan bangsa Indonesia tidak berhenti sampai di sini karena gangguan-gangguan dari para penjajah yang ingin kembali menguasai Indonesia dating silih berganti sehingga bidang pendidikan pada saai itu bukanlah prioritas utama karena konsentrasi bangsa Indonesia adalah bagaimana mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih dengan perjuangan yang amat berat. Sejak dijalankannya Politik Etis ini tampak kemajuan yang lebih pesat dalam bidang pendidikan selama beberapa dekade. Zaman Orde Lama Setelah gangguan-gangguan itu mereda. Di bidang pendidikan. 6. Sosialisme Indonesia. Pendidikan Nasional zaman Orde Lama adalah pendidikan yang dapat membangun bangsa agar mandiri sehingga dapat menyelesaikan revolusinya baik di dalam maupun di luar. lahir-batin. 5. Kepribadian Indonesia. pendidikan yang secara spiritual membina bangsa yang ber-Pancasila dan melaksanakan UUD 1945. Walaupun bangsa Jepang menguras habis-habisan kekayaan alam Indonesia. system pendidikan Indonesia terdiri atas: Pendidikan Rendah. Sesuai dengan dasar keadilan sosial. menyelenggarakan masyarakat Sosialis Indonesia yang adil dan makmur.: 17). Setelah itu tokoh-tokoh pendidik lainnya adalah Mohammad Syafei dengan Indonesisch Nederlandse School-nya. ke arah perdamaian. Perjuangan yang masih bersifat kedaerahan berubah menjadi perjuangan bangsa sejak berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908 dan semakin meningkat dengan lahirnya Sumpah Pemuda tahun 1928. Van Deventer juga mengembangkan pengajaran bahasa Belanda.: 16). Menurutnya. mereka yang menguasai Belanda secara kultural lebih maju dan dapat menjadi pelopor bagi yang lainnya (ibid. Tujuan pendidikan belum dirumuskan dalam suatu undang-undang yang mengatur pendidikan. Menurut Orde Baru. ada beberapa segi positif dari penjajahan Jepang di Indonesia. Zaman Orde Baru Orde Baru dimulai setelah penumpasan G-30S pada tahun 1965 dan ditandai oleh upaya melaksanakan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.melalui irigasi. tanpa penjajahan. pemakaian bahasa Indonesia secara luas diinstruksikan oleh Jepang untuk di pakai di lembaga-lembaga pendidikan. pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam sekolah dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di . reformasi. Golongan baru inilah yang kemudian berjuang merintis kemerdekaan melalui pendidikan. Pendidikan yang berorientasi Barat ini meskipun masih bersifat terbatas untuk beberapa golongan saja. Di samping itu. persahabatan nasional yang sejati dan abadi (Mudyahardjo. Ki Hajar Dewantara dengan Taman Siswa-nya. Haluan penyelenggaraan pendidikan dikoreksi dari penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh Orde Lama yaitu dengan menetapkan pendidikan agama menjadi mata pelajaran dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi. Meskipun demikian. Di samping itu. Hal ini mempermudah bangsa Indonesia untuk merealisasi Indonesia merdeka. dan merealisasikan ketiga kerangka tujuan Revolusi Indonesia sesuai dengan Manipol yaitu membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia berwilayah dari Sabang sampai Merauke. Jepang telah menghapus dualisme pendidikan dari penjajah Belanda dan menggantikannya dengan pendidikan yang sama bagi semua orang.

Namun demikian. dan (4) kesenjangan temporal (kesenjangan antara wawasan yang dimiliki dengan wawasan dunia terkini). D.dalam lingkungan rumahtangga. (3) kesenjangan kultural (pendidikan masih banyak menekankan pada pengetahuan klasik dan humaniora yang tidak bersumber dari kemajuan ilmu dan teknologi). demokratisasi dalam pendidikan. (2) persatuan dan kesatuan bangsa tetap terkendali. Pembahasan tentang landasan sejarah di atas memberi implikasi konsep-konsep pendidikan sebagai berikut: A. Life Skills (Lima Ketrampilan Hidup). B. pertumbuhan ekonomi Indonesia juga meningkat (Pidarta. Sistem pendidikannya adalah sentralisasi dengan berpusat pada pemerintah pusat. 2008: 137-38). Namun demikian. Inovasi-inovasi pendidikan juga dilakukan untuk mencapai sasaran pendidikan yang diinginkan. Sistem pendidikan yang kita miliki sekarang adalah hasil perkembangan pendidikan yang tumbuh dalam sejarah pengalaman bangsa kita pada masa yang telah lalu (Nasution. 2008: 141). Di samping itu. Kebudayaan Nasional Pendidikan harus juga memajukan kebudayaan nasional. 2008: v). yaitu (1) kesenjangan okupasional (antara pendidikan dan dunia kerja).: 434). Buchori dalam Pidarta (2008: 138-39) mengemukakan beberapa kesenjangan. misalnya MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). rezim ini juga memiliki motor politik yang sangat kuat yaitu partai Golkar yang merupakan partai terbesar saat itu. Begitu Orde Baru jatuh pada tahun 1998 masyarakat merasa bebas bagaikan burung yang baru lepas dari sangkarnya yang telah membelenggunya selama bertahun-tahun. C.: 422. serta kemandirian peserta didik. mengembangkan pembelajaran lintas disiplin ilmu. Masa lampau memperjelas pemahaman kita tentang masa kini. tidak hanya di dalam sekolah sebagai mata pelajaran di setiap jenjang pendidikan (ibid. tujuan pendidikan harus diarahkan kepada hal-hal yang praktis dan memiliki nilai guna yang tinggi yang dapat diaplikasikan dalam dunia kerja nyata. pengangguran bertambah banyak. IMPLIKASI SEJARAH TERHADAP KONSEP PENDIDIKAN NASIONAL INDONESIA. Zaman Reformasi Selama Orde Baru berlangsung.: 143). dalam bidang pendidikan ada perubahan-perubahan dengan munculnya Undang-Undang Pendidikan yang baru dan mengubah system pendidikan sentralisasi menjadi desentralisasi. kemanusiaan. melaksanakan metode global untuk pelajaran bahasa. Tujuan pendidikan juga diarahkan untuk mengembangkan aspek keagamaan. 9. sekolah dan masyarakat(Ibid. ekonomi Indonesia semakin terpuruk. Sementara itu. Emil Salim dalam Pidarta (2008: 149) mengatakan bahwa kebudayaan nasional merupakan puncak-puncak budaya daerah dan menjadi identitas bangsa Indonesia agar tidak ditelan oleh budaya global. Di samping itu. Instrumen-instrumen untuk mewujudkan desentralisasi pendidikan juga diupayakan. (2) kesenjangan akademik (pengetahuan yang diperoleh di sekolah kurang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari). kemanusiaan. Proses Pendidikan Proses pendidikan terutama proses belajar-mengajar dan materi pelajaran harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik. Konsep keterkaitan dan kepadanan ini dijadikan strategi operasional dalam meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan pasar (Pidarta. mengembangkan kemandirian dan kerjasama siswa dalam pembelajaran. di samping itu kesejahteraan tenaga kependidikan perlahan-lahan meningkat. III. serta mengembangkan ilmu dan teknologi. dikembangkan kebijakan link and match di bidang pendidikan. Masa Reformasi ini pada awalnya lebih banyak bersifat mengejar kebebasan tanpa program yang jelas. Namun demikian keberhasilan pembangunan yang menonjol pada zaman ini adalah (1) kesadaran beragama dan kenagsaan meningkat dengan pesat. termasuk kebebasan untuk berbicara dan menyaampaikan pendapatnya (ibid. Korupsi semakin hebat dan semakin sulit diberantas. 433). Tujuan Pendidikan Pendidikan diharapkan bertujuan dan mampu mengembangkan berbagai macam potensi peserta didik serta mengembangkan kepribadian mereka secara lebih harmonis. dan TQM (Total Quality Management). dalam dunia pendidikan pada masa ini masih memiliki beberapa kesenjangan. demikian juga halnya dengan penduduk miskin. Pendidikan pada masa memungkinkan adanya penghayatan dan pengamalam Pancasila secara meluas di masyarakat. Hal ini memicu peningkatan kualitas profesional mereka. Hampir tidak ada kebebasan bagi masyarakat untuk melakukan sesuatu. Inovasi-inovasi Pendidikan . rezim yang berkuasa sangat leluasa melakukan hal-hal yang mereka inginkan tanpa ada yang berani melakukan pertentangan dan perlawanan.

Peranan dan Partisipasi Perguruan Swasta di Indonesia. Gramedia Widiasarana Indonesia. Dengan demikian. Jakarta: PT. pendidikan menjadi pengawal . Jakarta: IKIP Muhammadiyah Jakarta Press. kita dapat menyimpulkan bahwa masa-masa tersebut memiliki wawasan yang tidak jauh berbeda satu dengan yang lain. dalam arti memberi kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan potensi mereka secara alami dan seperti ada adanya. dan pemelihara peradaban. PENUTUP Dari rangkaian masa dalam sejarah yang menjadi landasan historis kependidikan di Indonesia. Akhir kata. tidak perlu diarahkan untuk kepentingan kelompok tertentu. Jakarta: Bumi Aksara. Dengan mewariskan dan menggunakan karya dan pengalaman masa lampau. Pidarta. pendidikan mewariskan peradaban masa lampau sehingga peradaban masa lampau yang memiliki nilai-nilai luhur dapat dipertahankan dan diajarkan lalu digunakan generasi penerus dalam kehidupan mereka di masa sekarang. Soenjono. Jakarta: PT. pendidikan pada dasarnya hanya memberi bantuan dan layanan dengan menyiapkan segala sesuatunya. 2004. Dengan demikian mereka berharap hasil pendidikan dapat berupa ilmuwan. Jakarta: PT Rineka Cipta. IV.Inovasi-inovasi harus bersumber dari hasil-hasil penelitian pendidikan di Indonesia. Dardjowidjojo. perantara. Mochtar. Sejarah juga menunjukkan betapa sulitnya perjuangan mengisi kemerdekaan dibandingkan dengan perjuangan mengusir penjajah. Sistem Pengambilan Keputusan Pendidikan. bukan sekedar konsep-konsep dari dunia Barat sehingga diharapkan pada akhirnya membentuk konsep-konsep pendidikan yang bercirikan Indonesia. orang yang peduli dengan lingkungan serta mampu memperbaikinya. Gramedia Widisarana Indonesia. Pengantar Pendidikan: Sebuah Studi Awal tentang Dasar-Dasar Pendidikan pada Umumnya dan Pendidikan di indonesia. 1995. S. Landasan Pendidikan: Stimulus Ilmu Pendidikan Bercorak Indonesia. Buchori. Gareth. Sigit. 2008. pendidikan memungkinkan peradaban masa lampau diakui eksistensinya dan bukan merupakan harta karun yang tersia-siakan. PTS dan Potensinya di Hari Depan: Memoir Seorang PUrek I. Made. Transformasi Pendidikan. Dardjowidjojo. Soenjono. Gramedia Widiasarana Indonesia Wiiliams. Sardjono. 2008. . memperbaiki dan memajukan diri. 1977. Redja. agar tidak ketinggalan jaman. Mereka sama-sama menginginkan pendidikan bertujuan mengembangkan individu peserta didik. DAFTAR PUSTAKA Anzizhan. 2007. 1992. innovator. dan selalu berusaha menyongsong zaman yang akan datang atau untuk dapat hidup dan bekerja senafas dengan semangat perubahan zaman. Gramedia Widiasarana Indonesia. RajaGrafindo Persada. Syafaruddin. Towards Lifelong Education: A New Role for Higher Education Institutions. Jakarta: PT. 1991. Sementara itu. Nasution. dan meningkatkan peradaban manusia. Mudyahardjo. Sejarah Pendidikan Indonesia. Jakarta: PT. Jakarta: PT. 1992. Hal ini dikarenakan pendidikan selalu dinamis mencari yang baru. Pedoman Pendidikan Tinggi. Paris: UNESCO.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->