P. 1
Doc 1

Doc 1

|Views: 1,422|Likes:
Published by nata7103

More info:

Published by: nata7103 on Dec 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2013

pdf

text

original

Sejak masa prasejarah manusia telah menyelenggarakan kegiatan untuk

memenuhi kebutuhan hidup utamanya. Adapun faktor yang mendorong

perkembangan ekonomi pada awalnya hanya bersumber pada problem untuk

memenuhi kebutuhan dasar (basic needs), yaitu kebutuhan untuk memuaskan

kebutuhan hidup/ biologis.

Ilmu ekonomi mengenal dua kegiatan ekonomi yaitu ekonomi subsistensi

dan ekonomi pasar. Ekonomi subsistensi adalah ekonomi yang terselenggara

dengan melakukan produksi untuk kebutuhan sendiri sedangkan ekonomi

pasar terjadi akibat terciptanya hubungan antara dua pihak karena adanya

penawaran (supply) dan permintaan (demand) (Chourmain, 1994: 231).

Pada prakteknya tidak ada ekonomi subsistensi yang memungkinkan

segala macam hasil produksi dikonsumsi sendiri oleh produsen. Ekonomi

pasar juga begitu karena tidak semua barang disalurkan melalui pasar.

Ekonomi pasar memiliki ciri : 1) Harga barang tidak pasti, orang dapat tawar-

menawar; 2) Barang beralih dari pedagang yang satu ke pedagang yang lain

berkali-kali sebelum akhirnya jatuh ketangan konsumen; 3) Adanya hubungan

utang-piutang yang kompleks antara pedagang tersebut; 4) Barang dagangan

sedikit ( Majid, 1988: 291).

30

Menurut Jacob dan Stern, tukar menukar secara sederhana mulai terdapat

pada masyarakat pengumpul makanan tingkat lanjut (advanced food gathering

economies). Masyarakat pada tingkat ini mulai mengenal surplus sehingga

kelebihan produksinya itu disalurkan dengan cara ditukar, baik secara barter

maupun dengan memakai kulit kerang sebagai alat tukar atau dipertukarkan

dengan hadiah (gift) dari satu komunitas dengan komunitas lain (Nastiti,

2003:52).

Benda-benda yang diperjualbelikan ada dua macam. Pertama adalah

barang-barang untuk memenuhi kebutuhan primer seperti sandang dan

pangan. Kedua adalah barang-barang sekunder yang mempunyai makna dan

fungsi sosial atau barang-barang yang dianggap sebagai simbol kekayaan

masyarakat pemakainnya.

Masyarakat yang telah mencapai surplus, mulai menyadari akan adanya

kebutuhan-kebutuhan lain yang tidak dapat dipenuhi sendiri. Mereka selain

itu, juga memerlukan tempat untuk menyalurkan hasil produksinya. Adanya

kebutuhan akan barang-barang dan kebutuhan untuk penyaluran hasil produksi

ini yang mendorong timbulnya pasar. Timbulnya pasar tidak terlepas dari

kebutuhan ekonomi masyarakat setempat. Manusia memerlukan pasar tempat

ia memperoleh barang atau jasa yang diperlukan tetapi tidak mungkin

dihasilkan sendiri. Pemenuhan kebutuhan akan barang-barang memerlukan

tempat yang praktis untuk mendapatkan barang-barang, baik dengan cara

menukar maupun membeli. Adanya kebutuhan dan kelebihan inilah yang

mendorong timbulnya arena perdagangan tempat tukar menukar barang dan

31

jasa yang disebut pasar (Nastiti, 2003: 11-12). Timbulnya Pasar Tradisional

Wage Wadaslintang juga begitu, pasar ini timbul karena adanya surplus atau

kelebihan hasil produksi masyarakat Wadaslintang dan adanya kebutuhan

masyarakat yang tidak dapat diproduksi sendiri.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->