P. 1
Audit

Audit

|Views: 615|Likes:
Published by Uci Lustiani

More info:

Published by: Uci Lustiani on Dec 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2012

pdf

text

original

Bahan Kuliah Auditing 2 ttm ke-11 & 12

Afif Sulfa, SE MSi. Ak.

PEMERIKSAAN ATAS SALDO KAS DAN BANK

A

SIFAT DAN CONTOH KAS DAN BANK Kas merupakan harta lancar perusahaan yang sangat menarik dan mudah untuk diselewengkan, selain itu banyak transaksi perusahaan yang menyangkut penerimaan dan pengeluaran kas. Karena itu, untuk memperkecil kemungkinan terjadinya kecurangan atau penyelewengan yang menyangkut uang kas perusahaan, diperlukan adanya pengendalian intern (internal control) yang baik atas Kas dan Bank. Menurut Standar Akuntansi Keuangan :

1. 2.

Yang dimaksud dengan Kas ialah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan. Yang dimaksud dengan Bank adalah sisa rekening giro perusahaan yang dapat dipergunakan secara bebas untuk membiayai kegiatan umum perusahaan. Contoh dari perkiran-perkiraan yang biasa digolongkan sebagai Kas dan Bank adalah :

1.
2. 3.

Kas kecil (petty cash) dalam rupiah maupun mata uang asing. Saldo rekening giro di bank dalam rupiah maupun mata uang asing. Bon Sementara. Bon-bon kas kecil yang belum di-reimbursed. Check tunai yang akan didepositkan. Yang tidak dapat digolongkan sebagai bagian dari Kas dan Bank pada neraca adalah:

4.
5.

1.
2.

Deposito berjangka (time deposit). Check mundur dan check kosong. Dana yang disisihkan untuk tujuan tertentu (sinking fund). Rekening giro yang tidak dapat segera digunakan baik di dalam maupun di luar negeri, misalnya karena dibekukan.

3.
4.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

B.

TUJUAN PEMERIKSAAN (AUDIT OBJECTIVES) KAS DAN BANK 1. 2. 3. 4. Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas Kas dan Bank serta transaksi penerimaan dan pengeluaran Kas dan Bank. Untuk memeriksa apakah saldo Kas dan Bank yang ada di neraca pertanggal neraca betul-betul ada dan dimiliki perusahaan (existence). Untuk memeriksa apakah ada pembatasan untuk penggunaan saldo Kas dan Bank. Untuk memeriksa, seandainya ada saldo Kas dan Bank dalam valuta asing, apakah saldo tersebut sudah dikonversikan ke dalam rupiah dengan menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca dan apakah selisih kurs yang terjadi sudah dibebankan atau dikreditkan ke Laporan Laba-Rugi tahun berjalan. 5. Untuk memeriksa apakah penyajiannya neraca sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum (presentation dan disclosure). Penjelasan atas Tujuan Pemeriksaan

1.

Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas Kas dan Bank serta transaksi penerimaan dan pengeluaran Kas dan Bank. Jika akuntan publik (auditor) dapat meyakinkan dirinya bahwa internal control atas Kas dan Bank serta transaksi penerimaan dan pengeluaran Kas dan Bank berjalan efektif, maka luasnya pemeriksaan dalam mel;akukan substantive test bisa dipersempit. Beberapa ciri internal control yang baik atas Kas dan Bank serta transaksi penerimaan dan pengeluaran Kas dan Bank adalah :

a. Adanya pemisahan tugas dan tanggungjawab antara yang menerima dan
mengeluarkan kas dengan yang melakukan pencatatan, memberikan otorisasi atas pengeluaran dan penerimaan Kas dan Bank.

b. Pegawai yang membuat Rekonsiliasi Bank harus lain dari pegawai yang
mengerjakan buku Bank. Rekonsiliasi Bank dibuat setiap bulan dan harus ditelaah (di-review) oleh Kepala Bagian Akuntansi .

c. Digunakannya imprest fund system untuk mengelola kas kecil. d.
Penerimaan kas, check dan giro, harus disetor ke bank dalam jumlah seutuhnya (intact) paling lambat keesok harinya.

e. Uang kas harus disimpan ditempat yang aman, misalnya di cash box,
brandkast, atau di bank. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

f. Uang kas harus dikelola dengan baik, dalam arti jangan dibiarkan
menganggur atau terlalu banyak disimpan di rekening giro, karena tidak memberikan hasil yang optimal. Jika ada uang kas yang menggangur sebaiknya disimpan dalam deposito berjangka atau dibelikan surat berharga yang sewaktu-waktu bisa diuangkan (marketable), sehingga bisa menghasilkan bunga atau dividen.

g. Blanko check dan giro harus disimpan ditempat yang aman supaya tidak
disalahgunakan, selain itu harus dihindari penandatanganan check dalam bentuk blanko. Pada saat penandatanganan check, harus dilampirkan bukti-bukti pendukung yang lengkap. h. Sebaiknya check dan giro ditulis atas nama dan check/giro ditandatangani oleh 2 orang untuk menghindari penyalahgunaan.

i. Sebaiknya kasir diasuransikan atau diminta menyerahkan uang jaminan,
untuk back-up seandainya terjadi kehilangan uang atau kecurangan yang dilakukan oleh kasir.

j. Digunakannya kwitansi yang bernomor urut tercetak (prenumbered). k. Bukti-bukti pendukung dari pengeluaran kas yang sudah dibayar harus di
stempel lunas, untuk menghindari kemungkinan untuk di proses pembayarannya dua kali (double payment).

2. Untuk memeriksa apakah saldo Kas dan Bank yang ada di neraca per tanggal
neraca betul-betul ada dan dimiliki perusahaan. Maksudnya auditor harus menyakini dirinya bahwa kas yang dimiliki perusahaan (on Hand dan in Bank) betul-betul ada dan dimiliki perusahaan dan bukan milik pribadi direksi atau pemegang saham. Karena itu auditor harus melakukan cash opname dan mengirim konfirmasi bank

3. Untuk memeriksa apakah ada pembatasan untuk penggunaan saldo Kas dan
Bank. Jika perusahaan menyisihkan sebagian dana yang dimiliki untuk keperlukan pelunasan obligasi berikut bunganya (sinking fund) maka dana tersebut tidak dapat dilaporkan sebagai bagian dari kas di harta lancar. Begitu juga jika ada saldo rekening giro yang dibekukan karena perusahaan tersangkut suatu masalah hukum, maka saldo tersebut tidak boleh dilaporkan sebagai bagian dari kas di harta lancar.Hal tersebut harus dijelaskan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan.

4. Untuk memeriksa seandainya ada saldo Kas dan Bank dalam valuta asing,
apakah saldo tersebut sudah dikonversikan ke dalam rupiah dengan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

menggunakan kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada tanngal neraca dan apakah selisih kurs yang terjadi sudah dibebankan atau dikreditkan ke Laporan LabaRugi tahun berjalan. Misalnya : Per 31 Desember 2004 perusahaan mempunyai saldo bank sebesar US $100.000 yang di buku besar dicatat dalam rupiah sebesar Rp 910.000.000. Kurs BI per 31 Desember 2004: kurs jual US $1 Rp. 9.160, dan kurs beli US $1 = Rp. 9.140. Maka saldo US $ 100.000 tersebut harus dikonversikan ke dalam rupiah dengan menggunakan kurs US $1 = Rp. 9.150. karena itu harus dibuat adjustment : Dr Bank Cr Laba Selisih Kurs Rp.5.000.000 Rp.5.000.000

(Untuk mengoreksi selisih kurs dari saldo bank dalam US $ pertanggal neraca)

5. Untuk memeriksa apakah penyajian Kas & Bank di Neraca sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku umum. Menurut SAK :

a. Kas dan Bank disajikan di neraca sebagai harta lancar (Current Assets) b. Kas dan Bank yang penggunaannya dibatasi dapat dimasukkan dalam
aktiva lancar harta jika pembatasan tersebut dilakukan untuk menyisihkan dana untuk melunasi kewajiban jangka pendek atau jika pembatasan tersebut hanya berlaku selama satu tahun. c. Saldo kredit pada perkiraan bank disajikan pada kelompok kewajiban sebagai kewajiban jangka pendek. Saldo kredit dan debit rekening giro pada bank yang sama dapat digabungkan dan disajikan pada neraca sebagai satu kesatuan. C. PROSEDUR PEMERIKSAAN KAS DAN BANK 1. 2. Pahami dan evaluasi internal control atas Kas dan Bank serta transaksi penerimaan dan pengeluaran Kas dan Bank. Buat Top Schedule Cash on Hand and in Bank pertanggal neraca (misal per 31-12-2007) atau kalau belum selesai, boleh 31-10-2007 atau 30-11-2007: penambahan mutasi akan diperiksa kemudian, apakah ada hal-hal yang unusual (di luar kebiasaan) atau tidak. 3. Lakukan cash count (perhitungan phisik uang kas) per tanggal neraca, bisa juga sebelum atau sesudah tanggal neraca. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

4. 5. 6.

Kirim komfirmasi atau dapatkan pernyataan saldo dari kasir dalam hal tidak dilakukan kas opname. Kirim konfirmasi untuk seluruh rekening bank yang dimilik perusahaan. Minta rekonsiliasi bank per tanggal neraca (misalnya per 31-12-2007), kalau terpaksa karena belum selesai yang Desember, dapat diminta per 31-112007.

7. 8.

Lakukan pemeriksaan atas rekonsiliasi bank tersebut. Review jawaban konfirmasi dari bank, notulen rapat dan perjanjian kredit untuk mengetahui apakah ada pembatasan dari rekening bank yang dimilik perusahaan.

9. 10.

Periksa inter bank transfer +- 1 minggu sebelum dan sesudah tanggal nerca, untuk mengetahui adanya kitting dengan tujuan untuk window dressing. Periksa transaksi kas sesudah tanggal neraca (subsequent payment dan subsequent collection) sampai mendekakati tanggal selesainya pemeriksaan lapangan.

11.

Seandainya ada saldo Kas dan Bank mata uang asing pertanggal neraca, periksa apakah salso tersebut sudah dikonversikan ke dalam rupiah dengan menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca dan apakah selisih kurs yang terjadi sudah dibebankan atau dikreditkan pada rugi dan laba tahun berjalan.

12. 13.

Periksa apakah penyajian Kas dan Bank di neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku sebelumnya. Buat kesimpulan di Top Schedule Kas dan Bank atau di memo tersendiri mengenai kewajaran dari cah on hand dan in bank, setelah kita menjalankan seluruh audit prosedur di atas.

Penjelasan Prosedur Pemeriksaan Kas dan Bank

1.

Pahami dan evaluasi internal control atas Kas dan Bank serta transaksi penerimaan dan pengeluaran Kas dan Bank. Proses memahami dan mengevaluasi internal control atas Kas dan Bank serta penerimaan dan pengeluaran Kas dan Bank merupakan bagian yang sangat penting dalam suatu proses pemeriksaan akuntan. Kas dan bank dalam perusahaan sering dikatakan sebagai darah dalam tubuh manusia.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

Jika perusahaan mengalami kesulitan uang, sama seperti manusia yang “lesu darah” atau ‘kekurangan darah”. Selain itu hampir semua transaksi perusahaan menyangkut Kas dan Bank. Hasil evaluasi internal control ata Kas dan Bank serta transaksi penerimaan dan pengeluaran Kas dan Bank berupa kesimpulan apakah internal control efektif, berarti luasnya pengujian atas kewajaran saldo Kas dan Bank pertanggal neraca bisa dipersempit, karena kemungkinan terjadinya kesalahan adalah kecil dan jika kesalahan terjadi akan bisa segera ditemukan oleh pihak perusahaan. Untuk memahami internal control yang terdapatdi perusahaan,auditor bisa melakukan tanya jawab dengan klien dengan menggunakan internal control questionnaires. Kemudian hasil tanya jawab digambarkan lebih lanjut dalam flowchart dan (jika dianggap perlu) dalam bentuk cerita (narrative). Berdasarkan jawaban ICQ, flowchart dan penjelasan narrative (jika ada), auditor bisa mengevaluasi internal control yand ada secara teoritis dan menarik kesimpulan sementara apakah internal control atas Kas dan Bank serta penerimaan dan pengeluaran Kas & Bank baik, sedang atau lemah. Jika kesimpulan test ketaatan atas transaksi penerimaan dan pengeluaran Kas & Bank, untuk membuktikan apakah internal control berjalan efektif atau tidak. Yang diambil sebagai sample biasanya bukti penerimaan Kas & Bank dan bukti pengeluaran Kas & Bank atau nomor check/giro. Jika kesimpulan sementara bahwa internal control lemah, auditor tidak perlu mengadakan test ketaatan, tetapi langsung melakukan substantive test yang diperluas. Karena biasanya jika tetap dilakukan compliance test, kesimpulan akhir tetap menyatakan bahwa internal control lemah. Setelah compliance test selesai dilakukan, auditor harus menarik kesimpulan akhir apakah internal control baik, sedang, atau lemah. Setelah itu baru dilakukan substantive test atas saldo Kas & Bank. Audit prosedur untuk compliance test harus dipisahkan dari audit prosedur untuk substantive test, begitu juga kertas kerja pemeriksaannya. Hasil tanya jawab dengan klien mengenai prosedur penerimaan Kas dan Bank, didokumentasikan oleh auditor dalam bentuk narrative. Berdasarkan penjelasan narrative, flowchart dan jawaban internal control questionnaires atas sistem dan prosedur penerimaan dan pengeluaran Kas & Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

Bank pada PT. RENIKU, misalnya ditarik kesimpulan sementara bahwa pengendalian intern atas penerimaan dan penegluaran Kas & Bank cukup baik dan tidak diidentifikasikan suatu risiko kesalahan yang material. Langkah berikutnya, auditor harus melakukan compliance test (pengujian ketaatan), namun sebelumnya perlu disusun audit program untuk pengujian ketaatan atas transaksi penerimaan dan pengeluaran Kas & Bank sebagai berikut : Audit Program Penerimaan Kas dan Bank

a. Ambil sample bukti penerimaan Kas dan Bank secara random : semua
penerimaan kas yang berjumlah > Rp. 10 Juta ditambah 10 penerimaan Kas & Bank yang berjumlah <Rp.10 juta. b. Periksa apakah bukti penerimaan kas tersebut :  Sudah diotorisasi pejabat perusahaan yang berwenang.  Lengkap bukti pendukungnya (misalnya kwitansi bernomor urut tercetak, deposito slip)  Mencantumkan nomor perkiraan yang dikredit dengan benar dan perhitungan mathematisnya sudah benar. c. Periksa apakah posting ke buku besar penjualan (untuk penjualan tunai) dan piutang (untuk pelunasan piutang) sudah dilakukan dengan benar.Begitu juga untuk posting ke sub buku besar piutang.

d. Tarik kesimpulan mengenai hasil compliance test.
Audit Program Pengeluaran Kas dan Bank

a. Ambil sample bukti pengeluaran Kas dan Bank secara random : semua
pengeluaran kas yang berjumlah >Rp.5 juta ditambah 10 pengeluaran Kas & Bank yang berjumlah <Rp.5 juta. b. Periksa apakah bukti pengeluaran kas tersebut :  Sudah diotorisasi pejabat perusahaan yang berwenang.

 Lengkap bukti pendukungnya (misalnya PR, PO, supplier invoice,
RR, kwitansi dari supplier dan lain-lain).  Mencantumkan nomor perkiraan yang di debit dengan benar.

 Perhitungan matematiknya sudah benar.
c. Periksa apakah posting ke buku besar dan sub buku besar (misalnya hutang) sudah dilakukan dengan benar. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

d. Tarik kesimpulan mengenai hasil compliance test.
2. 3. Buat Top schedule Kas dan Bank pertanggal neraca. Lakukan cash count. Jika klien menggunakan imprest fund system untuk kas kecilnya, cash count bisa dilakukan kapan saja karena saldo kas selalu tetap. Tetapi jika digunakan fluctuanting fund system, maka cash count sebaiknya dilakukan tidak jauh dari tanggal neraca agar tidak mengalami kesulitan sewaktu melakukan perhitungan maju atau mundur ke tanggal neraca (saldo kas pertanggal cash count ditambah atau dikurangi dengan penerimaan atau/dan pengeluaran sebelum/sesudah tanggal neraca). 4. Kirim konfirmasi atau dapatkan pernyataan saldo dari aksir dalam hal tidal dilakukan kas opname. Untuk Kas yang berada di cabang yang jauh dan saldonya tidak besar (misalnya di Papua dengan saldo Rp. 5.000.000) tidak perlu auditor khusus mengunjungi cabang tersebut untuk melakukan kas opname, karena tidak berimbang cost and benefitnya. Sehingga cukup kirim surat konfirmasi atau diminta pernyataan saldo dari kasir. 5. Kirim konfirmasi untuk seluruh rekening bank yang dimiliki perusahaan. Surat konfirmasi tersebut harus ditandatangani oleh pejabat perusahaan yang nama dan contoh tandatangannya tercantum di “signature card” bank perusahaan (authorized signature). Konfirmasi tersebut bisa mencantumkan nomor rekening bank perusahan tetapi akan lebih baik jika nomor rekening tersebut tidak dicantumkan. Surat konfirmasi harus tetap dikirm walaupun perusahan sudah menerima rekening koran dari bank karena :

a. b.

Hal tersebut merupakan standard audit procedures untuk Yang ditanyakan dalam surat konfirmasi bukan hanya saldo bank

mendapatkan bahan pembuktian (audit evidence). tetapi banyak hal lainnya, seperti : jumlah kredit, pendiskontoan wesel tagih, contingent liability dan lain-lain.

c.
6.

Jawaban konfirmasi diminta untuk dikirm langsung ke auditor,

sedangkan rekening koran selalu dikirm ke klien. Minta rekonsiliasi bank dan dapat lakukan pemeriksaan atas rekonsiliasi bank tersebut. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

Rekonsilisi bank harus dibuat oleh klien dan tugas auditor adalah memeriksa kebenaran rekonsiliasi tersebut, serta mengusulkan audit adjustment jika ditemukan suatu kesalahan. Audit prosedur yang biasa dilakukan adalah : a. Cocokkan saldo menurut rekening koran bank dengan rekening Periksa footing dan cross footing. koran bank yang bersangkutan dan jawaban konfirmasi bank.

b.

c. Cocokkan saldo menurut pembukuan dengan saldo buku Kas & Bank
dan buku besar Kas & Bank.

d.

Periksa outstanding check dan outstanding deposit ke rekening

koran bulan berikutnya, perhatikan apakah ada check yang outstanding lebih dari 70 hari sehingga perlu dibuatkan jurnal koreksi. e. 7. Periksa biaya administrasi bank dan jasa giro ke rekening koran dan nota debit/kredit. Review jawaban konfirmasi dari bank, notulen rapat dan perjanjian kredit untuk mengetahui apakah ada pembatasan dari rekening bank yang dimiliki perusahaan. Saldo rekening bank yang penggunaannya dibatasi untuk jangka waktu > 1 tahun tidak boleh di kelompokkan sebagai harta lancar dan harus dijelaskan di catatan atas laporan keuangan mengenai alasan pembatasan tersebut. Pembatasan tersebut bisa terjadi karena perusahaan mempunyai masalah hukum sehingga rekeningnya dibekukan jaminan, bank garansi (sebagai dari saldonya). Untuk mengetahui apakah ada pembatasan atau tidak, auditor bisa menanyakan kepada klien, mereview jawaban konfirmasi bank, notulen rapat dan perjanjian kredit. Kemungkinan juga ada saldo Kas & Bank yang merupakan “sinking fund”sehingga tidak boleh digunakan untuk membiayai kegiatan rutin perusahaan, karena dana itu akan digunakan untuk pelunasan obligasi atau expansi perusahaan. atau karena dijadikan

8. Periksa interbank transfer +/- 1 minggu sebelum dan sesudah tanggal neraca,
untuk mengetahui adanya kitting dengan tujuan untuk window dressing. Check kitting bisa dilakukan jika perusahaan mempunyai lebih dari satu rekening bank. Misalnya PT. A mempunyai rekening di Bank BRI cabang Petojo Jakarta, dan di BANK MANDIRI Ambon. Misalnya tanggal 29 Desember ditransfer dari BANK MANDIRI Ambon sebesar Rp. 50.000.000 ke Bank BRI Petojo, jumlah Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

sebesar Rp. 50.000.000 sudah dicatat sebagai penambahaan saldo di rekening Bank BRI Petojo, tetapi belum dikurangi dari saldo BANK MANDIRI Ambon. Akibatnya saldo Kas & Bank di neraca akan terlihat lebih besar Rp.50.000.000, sehingga current ratio PT.A akan terlihat lebih baik, (terjadi window dressing -melaporkan sesuatu lebih baik dari keadaan yang sebenarnya). Untuk mengetahui ada tidaknya check kitting, auditor harus memeriksa transfer dari rekening bank perusahaan ke rekening bank perusahaan yang lain dan mencocokkan apakah penambahan saldo di rekening bank yang berasal dari transfer sudah diikuti dengan pengurangan saldo di rekening bank lainnya. Karena, biasanya check kitting dilakukan mendekati tanggal neraca, maka periode yang harus diperiksa +/- 1 minggu sebelum dan sesudah tanggal neraca.

9. Periksa transaksi kas sesudah tanggal neraca (subsequent payment dan
subsequent collection) sampai mendekati tanggal selesainya pemeriksaan lapangan. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah ada unrecorded liabilities (kewajiban yang belum tercatat) per tanggal neraca yang baru dibayar di periode berikutnya, baik yang berasal dari pembelian asset ataupun biaya-biaya perusahaan. Misalnya di Januari 2008 ditemukan adanya pembayaran ke penasehat hukum perusahaan untuk konsultasi bulan Desember 2007 yang belum di accrued per 31 Desember 2007. Tujuan lainnya untuk mengetahui apakah utang pertanggal neraca sudah dilunasi diperiode berikutnya, sehingga auditor lebih yakin mengenai kewajaran saldo Utang pertanggal neraca. Untuk subsequent collection, tujuannya terutama untuk menyakinkan auditor mengenai kewajaran angka Piutang pertanggal neraca. Mungkin saja ada penjualan, misalnya Desember 2007, yang dilunasi Januari 2008 dan belum dicatat oleh perusahaan.

10. Seandainya ada saldo Kas dan Bank dalam mata uang asing pertanggal neraca,
periksa apakah saldo tersebut sudah dikonversikan ke dalam rupiah dengan menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca, dan apakah selisih kurs yang terjadi sudah dibebankan atau dikreditkan pada Laporan Laba-Rugi tahun berjalan. Kurs tengah BI adalah rata-rata kurs beli dan kurs jual di Bank Indonesia yang bisa di lihat di surat kabar atau bussiness news. Misalnya per tanggal 31 Desember 2004 perusahaan mempunyai piutang ke XYZ Corporation di Hongkong sebesar US $ 50.000 yang tercatat di buku perusahaan sebesar Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

Rp.450.000.000 (kurs tanggal pencatatan US $1 = Rp. 9.000). Per 31 Desember 2004 kurs tengah BI adalah Rp. 9.100 per US $1, untuk itu harus dibuat adjusment sebagai berikut : Dr Piutang Cr Rp. 5.000.000 Rp. 5.000.000 Laba selisih kurs

11. Periksa apakah penyajian Kas dan Bank di neraca dan catatan atas laporan
keuangan, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum (SAK). Penyajian di Neraca : Pada umumnya Kas dan Bank merupaka harta lancar, saldo deposito berjangka tidak boleh dilaporkan sebagai bagian dari Kas dan Bank, jika ada saldo bank bersaldo kredit dengan jumlah yang material, harus direklasifikasi sebagai Utang jangka pendek. PT.ABC Neraca 31-12-2007 dan 2006 31 – 12 - 2007 12 - 2006 Kas dan Bank Note 3 Rp.50.000.000 Piutang Persedian,dst Di Catatan atas Laporan Keuangan : Note 3 : Saldo Kas dan Bank per 31 Desember 2007 dan 2006 terdiri dari : 31 – 12 - 2007 12 - 2006 Petty cash Jakarta Rp. 1.000.000 Rp. 1.000.000 Petty Cash Surabaya Rp. 3.000.000 Rp. 2.000.000 Bank BRI 46 Jakarta Rp.50.000.000 Rp.20.000.000 Bank BRI 46 Surabaya Rp.21.000.000 Rp.17.000.000 Jumlah Rp.75.000.000 Rp.50.000.000 Catatan : Perbedaan jurnal entry antara imprest fund system dan fluctuating fund system dalam pengelolaan kas kecil adalah sebagai berikut : Imprest Fund Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Fluctuating fund Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2 31 – Rp.75.000.000 31 –

a. Pengadaan petty cash Dr. Petty Cash xx Cr Cash in Bank xx

xx xx

Dr. Petty cash Cr Cash in Bank

b. Penyaluran kas kecil untuk membayar biaya rutin
No Entry xx c. Penerimaan Uang dari hasil penjualan tunai No Entry Dr Petty cash xx Cr Sales xx d. Pengisian kembali petty cash dengan membuka check Dr Biaya-biaya xx Dr Petty cash xx Cr Cash in bank xx Cr Cash in xx Dr Biaya Telepon xx Dr Biaya transport xx Cr Petty cash

Bank

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

INTERNAL CONTROL QUESTIONNAIRES (ICQ) Pengeluaran Kas dan Bank Y = Ya ; T = Tidak Klien : TR = Tidak Relevan Y 1. Apakah semua pembayaran kecuali untuk pengisian dana kas kecil dilakukan dengan check ? 2. Apakah Semua check yang belum digunakan, disimpan oleh orang tertentu secara tunai ? 3. urut ? Apakah check digunakan menurut nomor T TR

4. Apakah semua cek yang dibatalkan tetap melekat pada buku cek dan dirusak agar tidak dapat disalah gunakan? 5. Apakah pemalsuan tulisan? 6. i. ii. iii. check dilindungi terhadap

Apakah kebijakan perusahaan : Tidak memungkinkan penandatanganan blanko cek? Menghindari mengeluarkan check “tunai” (tidak atas nama) ? Tidak mengeluarkan check mundur ? Di counter signed? Dilengkapi dengan bukti pelengkap yang cukup bila diajukan untuk ditandatangani?

7. Haruskah semua Check ?

i.
ii.

8. Sebutkan batas ditandatangani hanya seorang. Jumlah Yaitu oleh : : Rp.5.000.000 Finance Manager

jumlah

yang

dapat

9. Apakah penandatangan cek terpisah dari yang menyimpan uang kas dan pemegang buku? 10. Bila digunakan stempel, apakh disimpan oleh yang berhak menandatangani check? 11. Apakah setiap pembayarn didukung dengan bukti otentik yang telah diperiksa dan disetujui oleh orang lain dari yang menandatangani check dan diparaf? 12. Apakah semua bukti segera distempel “LUNAS” untuk menghindari pembayaran dua kali ? Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

13. Apakah Utang yang menyiapkan check terlepas dari : i. ii. Orang yang menandatangani check ? Pembayaran uang kas ? 14. Bila perusahan menerima check mundur dari langganan, check tersebut tidak pernah dibayarkan lagi kepada pihak ketiga?

Y = Ya ; Klien : Y

T = Tidak T TR

TR = Tidak Relevan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

A.

Kelemahan-kelemaan lain yang tidak

tercantum pada pernyataan di atas : ......................................................................................... ......................................................................................... B. Catatan lain : ......................................................................................... ......................................................................................... C. Buruk) ? D. Revisi kesimpulan penilaian Kesimpulan penilaian (Baik, Sedang,

(lampirkan atasannya).

Diisi oleh

:

Direview oleh :

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

PEMERIKSAAN PIUTANG

A.

SIFAT DAN CONTOH PIUTANG
Standar Akuntansi Keuangan menggolongkan piutang menurut sumber terjadinya dalam dua kategori, yaitu Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain. Piutang Usaha adalah piutang yang berasal dari penjualan barang dagangan atau jasa secara kredit. Piutang Lain-lain adalah piutang yang timbul dari transaksi di luar kegiatan usaha normal perusahaan. Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain yang diharapkan bisa ditagih dalam waktu satu tahun atau kurang diklasifikasikan sebagai piutang lancar. Contoh dari akun-akun yang biasa digolongkan sebagai piutang antara lain :

-

Piutang Dagang Wesel Tagih Piutang Pegawai Piutang Bunga Uang Muka Refundable deposit (uang jaminan) Piutang Lain-lain Allowance for bad debts (penyisihan piutang tak tertagih) Akun Piutang Pemegang Saham dan Piutang Perusahaan Afiliasi harus

dilaporkan tersendiri (tidak digabung dengan perkiraan piutang) karena sifatnya yang berbeda. Piutang dinyatakan sebesar jumlah tagihan dikurangi dengan taksiran jumlah yang tidak dapat ditagih. Jumlah kotor piutang harus tetap disajikan pada neraca diikuti dengan penyisihan untuk piutang yang tidak dapat ditagih. B. TUJUAN PEMERIKSAAN (AUDIT OBJECTIVES) PIUTANG 1. 2. Untuk menegtahui apakah terdapat pengendalian intern (internal control) yang baik atas piutang dan transaksi penjualan, piutang dan penerimaan kas. Untuk memeriksa validity (keabsahan) dan authenticity (keotentikan) piutang.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

3. 4. 5.

Untuk memeriksa collectibility (kemungkinan tertagihnya) piutang dan cukup tidaknya perkiraan allowance for bad debts (penyisihan tak tertagih). Untuk mengetahui apakah ada kewajiban bersyarat (contingent liability) yang timbul karena pendiskontoan wesel tagih (notes recivable). Untuk memeriksa apakah penyajian piutang di neraca sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum (Standar Akuntansi Keuangan).

Penjelasan atas tujuan pemeriksaan 1. Untuk mengetahui apakah terdapat internal control yang baik atas piutang dan transaksi penjualan, piutang dan penerimaan kas. Jika akuntan publik (auditor) dapat menyakinkan dirinya bahwa internal contorl atas piutang dan transaksi penualan, piutang dan penerimaan kas berjalan efektif maka luasnya pemeriksaan dalam melakukan substantive test bisa dipersempit. Beberapa ciri internal control yang baik atas piutang dan transaksi penjualan, piutang, dan penerimaan kas adalah : a. Adanya pemisahan tugas dan tanggungjawab anatara yang melakukan penjualan, mengirim barang, melakukan penagihan, memberikan otoritas atas penjualan kredit, membuat faktur penjualan dan melakukan pencatatan.

b. Digunakannya

formulir-formulir

yang

bernomor

urut

tercetak

(prenumbered), misalnya sales order (pesanan penjualan), sales invoice (faktur penjualan), delivery order (surat pengiriman barang), credit memo, official receipt (kwitansi)

c. Digunakannya price list (daftar harga jual) dan setiap penyimpanan dari
price list atau setiap discount yang diberikan kepada pelanggan harus disetujui oleh pejabat yang berwenang.

d. Diadakannya sub buku besar piutang atau kartu piutang (accounts
receivable subledger card) untuk masing-masing pelanggan yang selalu di-update (dimutakhirkan). e. Setiap akhir bulan dibuat aging schedule piutang (analisa umur piutang).

f. Setiap akhir bulan dibuat aging schedule AR (analisa umur piutang)

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

g. Setiap akhir bulan dikirim monthly satement of account kepada masingmasing pelanggan.

h. Uang kas, check atau giro yang diterima dari pelanggan harus distor
dalam jumlah seutuhnya (intact) paling lambat keesokan harinya. i. Mutasi kredit diperkirakan piutang (buku besar dan sub buku besar) yang berasal dari retur penjualan dan penghapusan piutang harus diotorisasi oleh pejabat perusahaan yang berwenang. j. Setiap pinjaman yang diberikan kepada pegawai, direksi,pemegang saham dan perusahaan afiliasi harus diotorisasi oleh pejabat perusahaan yang berwenang, didukung oleh bukti-bukti yang lengkap dan dijelaskan apakah dikenakan bunga atau tidak.

2.

Untuk memeriksa validity dan authenticity dari piutang. Validity maksudnya apakah piutang itu sah, masih berlaku, dalam arti diakui oleh yang mempunyai utang. Authenticity maksudnya apakah piutang itu didukung oleh bukti-bukti yang otentik seperti sales order, delivery order yang sudah ditandatangani oleh pelanggan sebagai bukti bahwa pelanggan telah menerima barang yang dipesan, dan faktur penjualan.

3.
debt.

Untuk memeriksa collectibility piutang dan cukup tidaknya allowance for bad Collectibility maksudnya adalah kemungkinan tertagihnya piutang. Piutang harus disajikan dineraca sebesar jumlah yang diperkirakan bisa ditagih. Karena itu jumlah yang diperkirakan tidak bisa ditagih harus dibuatkan penyisihan dalam jumlah yang cukup. Selain itu piutang yang sudah (jika sebelumnya sudah pernah dibuat penyisihan piutang) atau biaya penyisihan piutang (jika belum pernah dibuat penyisihan piutang) dan mengkredit perkiraan piutang. Auditor harus memeriksa cukup tidaknya allowance for bad debt karena :

a. Jika allowance yang dibuat terlalu besar maka akibatnya piutang
disajikan terlalu kecil (understated) dan biaya terlalu besar (overstated) dan laba terlalu kecil (understated).

b. Jika allowance yang dibuat terlalu kecil maka akibatnya piutang disajikan
overstated, biaya understated dan laba overstated. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

4.

Untuk mengetahui apakah ada kewajiban bersyarat yang timbul dari pendiskontoan Wesel Tagih. Jika perusahaan mempunyai Wesel Tagih yang didiskontokan ke bank sebelum tanggal jatuh temponya, maka pada tanggal neraca harus diungkapkan adanya contigent liability yang berasal dari pendiskontoan wesel tagih tersebut. Karena jika pada tanggal jatuh tempo si penarik wesel tidak sanggup melunasi wesel tersebut ke bank, maka perusahaan, yang mendiskontokan wesel tersebut ke bank, yang harus melunasi wesel berikut bunganya ke bank

5.

Untuk memeriksa apakah penyajiannya di Neraca sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum (SAK). Menurut Standart Akuntansi Keuangan : a. Piutang usaha, wesel tagih dan piutang lain-lain harus disajikan secara terpisah denga identifikasi yang jelas. b. Piutang dinyatakan sebesar jumlah kotor tagihan dikurangi dengan taksiran jumlah yang tidak dapat ditagih, jumlah kotor piutang harus tetap disajikan pada neraca diikuti dengan penyisihan untuk piutang yang diragukan atau taksiran jumlah yang tidak dapat ditagih. c. Saldo kredit piutang individual jika jumlahnya material harus disajikan dalam kelompok kewajiban.

d. Jumlah piutang yang dijaminkan harus diungkap dalam Catatan atas
LK.

e. Kewajiban bersyarat dalam hubungannya dengan penjualan piutang
yang disertai perjanjian untuk membeli kembali (sale of account receivable/ notes receivable discounted with recourse / kepada suatu lembaga keuangan harus dijelaskan secukupnya). Selain itu, piutang pegawai, piutang direksi, pemegang saham, piutang perusahaan afiliasi harus dilaporkan tersendiri dan dijelaskan apakah dikenakan bunga atau tidak. C. PROSEDUR DISARANKAN PEMERIKSAAN (AUDIT PROCEDURE) PIUTANG YANG

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

1. 2.

Pahami dan evaluasi internal control atas piutang dan transaksi penjualan, piutang dan penerimaan kas. Buat Top Schedule dan Supporting Shedule piutang pertanggal neraca dari piutang dagang per tanggal neraca yang antara lain menunjukkan nama pelanggan (customer), saldo piutang, umur piutang dan kalau bisa subsequent collectionnya.

3.

Minta aging schedule dari piutang dagang per tanggal neraca ynag antara lain menunjukkan nama pelanggan (customer), saldo piutang, umur piutang dan kalau bisa subsequent collectionnya. Selain itu perlu juga diminta rincian piutang pegawai,weswl tagih, uang muka dan lain-lain per tanggal neraca.

4. 5. 6.

Periksa mathematical accuracy-nya dan check individual balance ke subledger lalu totalnya ke general ledger. Test check umur piutang dari beberapa customer ke subledger piutang dan sales invoice. Kirimkan konfirmasi piutang. a. Tentukan dan tuliskan dasar pemilihan pelanggan yang akan dikirimi surat konfirmasi. b. Tentukan apakah akan digunakan konfirmasi positif atau konfirmasi negatif. c. Cantumkan nomor konfirmasi baik di schedule piutang maupun di surat konfirmasi. d. Jawaban konfirmasi yang berbeda harus diberitahukan kepada client untuk dicari perbedaannya. e. Buat ikhtisar (summary) dari hasil konfirmasi.

7.

Periksa subsequent collection dengan memeriksa buku kas dan bukti penerimaan kas untuk periode sesudah tanggal neraca sampai dekat tanggal penyelesaian pemeriksaan lapangan (audit field work). Perhatikan bahwa yang dicatat sebagai subsequent collection hanyalah yang berhubungan dengan penjualan dari periode yang sedang diperiksa.

8.

Periksa apakah ada wesel tagih (notes receivable) yang didiskontokan untuk mengetahui kemungkinan adanya contingent liability.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

9.

Periksa dasar penentuan allowance for bad debts dan periksa apakh jumlah yang disediakan oleh client sudah cukup, dalam arti tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.

10.

Test sales cut-off dengan jalan memeriksa sales invoice, credit note dan lainlain, lebih kurang 2 (dua) minggu sebelum dan sesudah tanggal neraca. Periksa apakah barang-barang yang dijual melalui invoice sebelum tanggal neraca, sudah dikirim per tanggal neraca. Kalau belum dikirim cari tahu alasannya. Periksa apakah ada faktur penjualan dari tahun yang diperiksa, yang dibatalkan dalam periode berikutnya.

11.

Periksa notulen rapat, surat-surat perjanjian, jawaban konfirmasi bank dan correspondence file untuk mengetahui apakah ada piutang yang dijadikan sebagai jaminan.

12. 13.

Periksa apakah penyajian di Neraca dilakukan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum (SAK). Tarik kesimpulan mengenai kewajaran saldo piutang yang diperiksa.

PENJELASAN AUDIT PROSEDUR : 1. Pahami dan evaluasi internal control atas piutang dan penerimaan kas. Proses memahami dan mengevaluasi internal control merupakan bagian yang sangat penting dalam suatu proses pemeriksaan akuntan. Karena hasil dari evaluasi internal control atas piutang berupa kesimpulan apakh internal control atas piutang dan transaksi penjulan, piutang dan penerimaan kas berjalan efektif atau tidak. Jika auditor menyimpulkan bahwa internal control efektif, berati luasnya pengujian atas kewajaran saldo piutang pertanggal neraca dan saldo penjualan untuk periode yang diperiksa bisa dipersempit. Jika internal control baik atua berjalan efektif, berarti kemungkinan terjadinya kesalahan adalah kecil dan jika terjadi akan bisa segera ditemukan oleh pihak perusahaan. Untuk mempelajari internal control yang terdapat di perusahaan, auditor bisa melakukan tanya jawab client dengan menggunakan internal control questionnaires kemudian hasil tanya jawab digambarkan lebih lanjut delam flow chart dan (jika dianggap perlu) dalam bentuk cerita (narrative). Berdasarkan jawaban ICQ, flow chart dan penjelasan narrative (jika ada), Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

auditor bisa mengevaluasi internal control yang ada secara teoritis dan menarik kesimpulan sementara apakah internal control perusahaan baik sedang atau lemah. Jika kesimpulan sementara bahwa internal control baik atau sedang, auditor harus melakukan compliance test atau test of recorder transactions, untuk membuktikan apakah internal control berjalan efektif atau tidak. Yang diambil sebagai sample biasanya sales invoice atau delivery order. Jika disimpulkan sementara bahwa internal control lemah, auditor tidak perlu melakukan compliance test. Tetapi langsung melakukan substantive test yang diperluas. Karena jika auditor tetap melakukan compliance test, kesimpulan akhir pasti menyatakan bahwa internal control lemah. Setelah melakukan compliance test, auditor harus menarik kesimpulan akhir apakh internal control baik, sedangb atau lemah. Setelah itu baru auditor melakukan substantive test. Audit prosedur untuk compliance test harus dipisahkan dari audit prosedur untuk substantive test. Begitu juga kertas kerja pemeriksaan. Hasil tanya jawab dengan client mengenai prosedur penjualan dan piutang usaha, didokumentasikan oleh auditor dalam bentuk narrative yang contohnya bisa dilihat berikut ini, dan dalam flow chart. Garis besar sistem dan prosedur penjualan dan pencatatan piutang pada PT. FAADHILLAH: a. Pesanan dari pelanggan (purchase order) didapat melalui penjual/salesman serta melalui facsimile yang masuk. b. Berdasarkan order pembelian tersebut, manajer penjualan membuat sales contact (SC) rangkap 2 (dua) yang didistribusikan sebagai berikut : 1. 2. 3. Lembar ke 1 untuk pelanggan Lembar ke 2 untuk arsip Setelah SC disetujui pelanggan maka lembar ke-2 dikirim

ke bagian administrasi penjualan.

c. Berdasarkan SC tersebut, dibuat Surat Instruksi Pengiriman (SIP)
rangkap 4 (empat yang akan didistribusikan sebagai berikut : 1. 2. Lembar ke 1 untuk kepala gudang Lembar ke 2 untuk manajer keuangan Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

3. 4.

Lembar ke 3 untuk manajer akuntansi Lembar 4 untuk arsip

d. Kemudian keempat surat instruksi tersebut dimintakan persetujuan dari Manajer Penjualan. e. Kepala Gudang menerima SIP lembar ke-1 yang telah disetujui, kemudian membuat Surat Jalan (SJ) rangkap 4 (empat) yang didistribusikan sebagai Berikut : 1. 2. 3. 4. f. Lembar ke-1 untuk pelanggan Lembar ke-2 untuk manager keuangan Lembar ke-3 untuk manajer akuntansi Lembar ke-4 untuk arsip

Berdasarkan SIP lembar ke-1 dan SJ tersebut, petugas gudang mengeluarkan barang dan kepala gudang mencatat pada kartu gudang.

g. Petugas pengiriman lalu mengirimkan barang beserta keempat lembar surat jalannya. h. Petugas pengiriman membawa kembali lembar ke-2,3 dan 4 surat jalan yang telah dicap dan ditandatangani pembeli. i. Lembar ke-3 diserahkan ke bagian akuntansi untuk nantinya dicocokkan dengan faktur dan berdasarkan SJ ke-3 mencatat dalam kartu persediaan, kartu piutang dan buku penjualan, sedangkan lembar ke-2 bersama-sama dengan faktur akan dikirim kepembeli untuk pelanggan. j. Berdasarkan lembar ke-3 surat jalan yang kembali, bagian administrasi keuangan membuat faktur pengaihan dalam rangkap 3 (tiga) yang didistribusikan sebagai berikut : Lembar ke-1 untuk pelanggan Lembar ke-2 untuk manajer keuangan Lembar ke-3 untuk arsip Semua formulir yang digunakan dalam prosedur penjualan dan piutang usaha PT.FAADHILLAH sebelumnya telah diberi nomor urut tercetak. Nomor urut itu sendiri digunakan untuk mengawasi pemakaian formulir. Penggunaan nomor urut tercetak pada formulir sepertiSurat Kontrak, Surat Instruksi Pengiriman, surat jalan, dan faktur penjualan merupakan elemen pengawasan terhadap transaksi yang bersangkutan dengan formulir tersebut. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

Berdasarkan penjelasan narrative, flow chart dan jawaban Internal Control questionnaires atas sistem dan prosedur penjualan, piutang dan penerimaan kas pada PT.FAADHILLAH, bisa ditarik kesimpulan sementara bahwa pengendalian intern atas penjualan, piutang dan penerimaan kas cukup baik dan dan tidak diindentifikasikan suatu risiko kesalahan yang material. Langkah berikutnya, auditor harus melakukan compliance test (pengujian ketaatan), namun sebelumnya perlu disusun audit program untuk pengujian ketaatan sebagai berikut : a. Lakukan pengamatan terhadap pemisahan fungsi penerimaan order dari pembeli, pengiriman barang, pembuatan faktur,pencatatan piutang dan penagihan piutang. b. Ambil sample surat jalan (Delivery Order).

1) Periksa apakah surat jalan bernomor urut tercetak
2) Periksa apakah surat jalan tersebut sudah diotorisasi pejabat perusahaan yang berwenang dan telah ditandatangani oleh pelanggan sebagai bukti bahwa pelanggan telah menerima barang yang telah dikirmkan. c. Ambil sample faktur penjualan. 1) Periksaapakah faktur penjualan bernomor urut tercatak. 2) Periksa dokumen kelengkapan pendukungnya (sales order, delivery order) dan bandingkan apakah jumlah dalam faktur penjualan sesuai dengan jumlah dokumen pendukung. 3) Periksa perhitungan mathematis dari faktur penjualan dan dokumen pendukung. 4) Periksa apakah harga jual, syarat penjualan dan potongan yang tercantum perusahaan. dalam faktur penjualan sesuai dengan kebijakan

5) Periksa apakah penjualan kredit yang tercantumtelah diotorisasi
oleh pejabat perusahaan yang berwenang.

6) Telusuri pencatatan faktur penjualan kedalam buku penjualan dan
kartu piutang. Contoh kertas kerja pemeriksaan untuk pengujian transaksi penjualan pencatatan piutang bisa dilihat di Exhibit 9-3. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

d.

Dari pengujian ketaatan yang dilakukan atas transaksi penjualan

dan pencatatan utang, kesimpulan bahwa pengendalian intern atas transaksi penjualan dan piutang berjalan efektif. 2&3 Buat Top Schedule dan supporting Schedule Piutang pertanggal Neraca. Untuk menghemat waktu pemeriksaan, auditor harus meminta rincian-rincian dari piutang dagang, piutang pegawai, wesel tagih, uang muka, piutang bunga, piutang afiliasi, piutang direksi, piutang pemegang saham dan piutang lain-lain. Rincian-rincian yang berasal dari client dicantumkan tanggal terimanya dan tuliskan PBC (Prepared by client). Harus diingat bahwa tugas auditor adalah memeriksa kewajaran laporan keuangan, bukan menyiapkan rincian-rincian atau menyusun laporan keuangan leporan keuangan, karena laporan keuangan merupakan tanggung jawab manajemen. Analisa umur piutang (aging shedule piutang), harus menunjukan : nama pelanggan, saldo piutang, umur piutang (belum jatuh tempo, )-30hari, 31-60 hari, 61-90 hari, 91-120 hari,>120 hari) dan kalau bisa penagihan sesudah tanggal nerca (subsequent collection). Perlu dijelaskan kepada client bahwa yang dicantumkan di kolom subsequent collection haruslah penagihan dari piutang pertanggal neraca, jangan tercantum dengan penagihan dari piutang yang berasal dari penjualan setalah tanggal neraca. Untuk rincian piutang pegawai, piutang direksi, piutang pemegang saham harus dijelaskan apakah dikenakan bunga atau tidak dan bagaimana pembayaran kembalinya. a. b. Periksa mathematical accuracynya dan check individual balance Auditor harus dicheck penjumlahan (footing dan crossfooting) dari ke sub ledger lalu ke general ledger rincian-rincianyang diberikan client dan saldo masing-masing pelanggan atau pegawai harus dicocokkan dengan saldo menurut sub ledger piutang, lalu total dari masing-masing rincian dicocokkan dengan saldo general ledger, jika ada saldo yang tidak cock atau ditemukan kesalahan penjumlahan, beritahukan kepada client dan minta mereka

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

memperbaikinya. Bukan tugas auditor untuk memperbaiki rincian-rincian tersebut. c. d. Test check umur piutang dan beberapa customer ke subledger Pengecekan umur piutang merupakan audit prosedur yang piutang dan sales invoice. penting karena akan mempenagruhi penilain cukup tidaknya penyisihan piutang tak tertagih. Prinsipnya adalah bahwa semakin tua umur piutang, semakin besar kemungkinan piutang tersebut tak tertagih. Karena auditor hatus yakin bahwa tidak terjadi pengesahan umur piutang. e. Pengecekan umur piutang dilakukan dengan memeriksa subledger piutang dan faktur penjualan : perhatikan apakah tanggal faktur penjualan dicatat dengan benar di subledger tersebut dan apakah umur piutang sesuai dengan jangka waktu antara tanggal faktur dengan tanggal neraca. f. Selain itu harus diperhatikan jangka waktu kredit (term of credit) yang diberikan perusahaan kepada para pelanngan yang biasanya dicantumkan di masing-masing invoice. Untuk pelanggan lama biasanya diberikan jangka waktu yang lebih panjang dibandingkan untuk pelanggan baru. g. Kirimkan konfirmasi piutang 1) Konfirmasi piutang adalah surat yang ditandatangani client, ditujukan ke pelanggan untuk meminta penegasan (konfirmasi) mengenai saldo utang pelanggan tersebut pertanggal tertentu (biasanya tanggal neraca). Pelanggan diminta menandatangani surat tersebut dan mengembalikan langsung ke KAP dengan menggunakan amplop yang sudah dibubuhi perangko dan mencantumkan alamat KAP. Surat konfirmasi tersebut harus dikirm oleh KAP, untuk mencegah jangan sampai surat tersebut lupa atau tidak dikirim oleh client. Surat konfirmasi terdiri dari dua bagian : Bagian atas yang merupakan surat pengantar Bagian bawah yang akan dikembalikan langsung ke KAP

setelah ditandatangani oleh pelanggan, jika setelah satu bulan Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

konfirmasi positif belum dijawab, auditor harus mengirim surat konfirmasi yang kedua. Dari jawaban konfirmasi piutang kadangkadang auditor bisa menemukan adanya lapping. 2) Dasar pemilihan pelanggan yang akan dikirimi konfirmasi piutang harus diperjelaskan dalam kertas kerja pemeriksaan. Pemilihan bisa menggunakan statistical sampling atau random/judgement sampling, misalnya : pilih pelanggan dengan saldo > Rp.10.000.000 ditambah dengan 5 pelanggan denga saldo < Rp.10.000.000. Surat konfirmasi piutang harus diberikan nomor dan nomor tersebut dicantumkan juga di kertas kerja, sehingga pada waktu jawaban konfirmasi diterima kembali (hanya bagian bawahnya) bisa diketahui untuk client yang mana dan untuk perkiraan apakah.Misalnya : ART007/REN berarti client : PT.FAADHILLAH, konfirmasi piutang Dagang (Accounts Receivable Trade), pelanggan PT.Ramona (07) 3) Ada dua jenis konfirmasi piutang, yaitu konfirmasi positif dan konfirmasi negatif. Pada konfirmasi positif, pelanggan diminta untuk memberikan jawaban baik saldonya cocok maupun tidak cocok. Pada konfirmasi negatif, pelanggan diminta untuk memberikan jawabn hanya jika saldonya tidak cocok, sehingga jika pelanggan tidak menjawab akan dianggap bahwa saldonya cocok Konfirmasi positif digunakan dalam keadaan : 1. Saldo piutang per pelanggan relatif besar 2. Jumlah Pelanggan sedikit. 3. Pengendalian intern piutang (agak) lemah. Konfirmasi negatif digunakan dalam keadaan : 1. Saldo piutang per pelanggan relatif kecil. 2. Jumlah pelanggan (cukup) banyka 3. Pengendalian intern piutang (cukup) kuat. 4) Jawaban konfirmasi bisa digolonkan dalam beberapa bentuk :

1.

Comfirmed Balance (CB), berarti saldo menurut pelanggan

cock dengan surat konfirmasi. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

2.

Reporting

Difference

(RD),

berarti

saldo

menurut

pelanggan berbeda dengan surat konfirmasi jika saldonya berbeda, auditor harus memberitahukan client dan meminta mereka untuk mencari tahu alasan perbedaannya. Perbedaan tersebut mungkin bisa direkonsiliasi sehingga bisa diketahui saldo mana yang benar , mungkin juga tidak bisa direkonsiliasi. 3. RPO) 4. Tidak dijawab (No Reply-NR) Dikembalikan oleh Kantor Pos (Returned by Post Office-

5) Buat ikhtisar (summary) dari hasil konfirmasi
Tujuannya untuk mengetahui berapa banyak konfirmasi yang dijawab dengan saldo yang sesuai maupun yang berbeda, yang akan mempengaruhi keyakinan auditor terhadap kewajaran saldo piutang. 4. Periksa subsequent collection. Caranya : Periksa buku penerimaan kas/bankbulan Januari sampai dengan mendekati tanggal penyelesaianpemeriksaan lapangan. Catat nomor bukti penerimaan kas/bank dan jumlahnya untuk pelunasan piutang yang berasal dari penjualan kredit di periode yang diaudit (saldo piutang per tanggal neraca). Kemudian periksa kelengkapan bukti penerimaan kas/bank tersebut beserta otoritasnya. 5. Periksa apakah ada pendiskontoan wesel tagih. Caranya : a. b. Tanyakan kepada client apakah ada pendiskotoan wesel Periksa buku besar wesel tagih, jika ada pengkreditan di tagih, jika ada periksa catatan transaksi pendiskontoan tersebut. perkirakan wesel tagih, periksa bukti pendukungnya untuk mengetahui apakah berasal dari pelunasan wesel tagih, yang jatuh tempo atau dari pendiskontoan wesel tagih. Contoh transaksi pendiskotoan wesel tagih : PT.A menerima wesel dari PT.B untuk pelunasan piutang yang berasal dari penjualan kredit ke PT.B. Sebelum wesel tagih jatuh tempo,PT A mendiskotoan wesel tersebut ke bank XYZ karena pT.A membutuhkan Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

dana. Pada tanggal jatuh tempo wesel. PT B harus melunasi wesel tersebut berikut bunganya kepada bank XYZ, jika PT B tidak sanggup melunasinya, maka PT.A yang harus melunasi kepada bank XYZ. Lai pT.B tidak sanggup melunasinya. Maka PT.A yang harus melunasi kepada bank XYZ, lalu PT.A akan mencatat adanya piutang PT B sebesar nilai nominal wesel ditambah bunga wesel dan pritest fee. Jika tanggal jatuh tempo wesel sesudah tanggal neraca (misalnya 15 April 2008) maka per 31 desember 2007, PT.A harus melaporkan adanya contingent liability yang berasal dari pendiskotoan wesel tagih, di neracanya. 6. Periksa dasar penentuan allowance for bad debts dan cukup tidaknya allowance tersebut. Cukup dalam arti tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, karena jika allowance terlalu besar berarti laba perusahaan akan terlalu kecil (understated), jika allowance terlalu kecil berarti laba perusahan akan overstated. Dalam hal ini auditor harus mempelajari dasar penentuan allowance yang digunakan client : Apakah berdasarkan persentase tertentu dari penjualan kredit Apakah berdasrkan analisa umur piutang, apakh berdasarkan

persentase tertentu dari saldo piutang, apakh dasar penentuan allowance dan perhitungan client sudah masuk akal (reasonable) dan konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya. 7. Test sales cut-off Pemeriksaan cut-off penjualan sangat enting, untuk menyakinkan auditor bahwa penjualan sudah dicatat pada periode terjadinya, untuk kepentingan proper matching cost against revenue, dan tidak ada pergeseran waktu pencatatan. Maksudnya jangan sampai ada penjualan tahun 2007 yang dicatat sebagai penjualan 2008. atau penjualan 2008 yang dicatat sebagai penjualan 2007 (window dresing) kadang-kadag untuk memperbesar penjualan, supaya target penjualan “kelihatannya” tercapai dan laba “kelihatannya” besar, client sengaja mencatat penjualan 2008 sebagai penjualan 2007 dan sales Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

commitment yang ditandatangani 2007 dan baru akan direalisir di 2008, dicatat sebagai penjualan 2007. Bisa juga pada minggu-mingguterakhit tahun 2007 di buat faktur penjualan fiktif yang akan di reverse di awal tahun 2008. Untuk bisa melaporkan penjualan 2007 lebih besar dari jumlah yang sebenarnya.

8.

Periksa notulen rapat, suart-surat perjanjian, jawaban konfirmasi bank dan correspondence file untuk mengetahui apakah ada piutang yang dijadikan sebagai jaminan.Piutang bisa dijadikan salah satu jaminan dari kredit yang diperoleh perusahaan dari bank, kalau hal tersebut terjadi, harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan (notes to financial statement). Dalam notulen rapat, perjanjian kredit, jawaban konfirmasi bank, bisa dilihat seandainya perusahaan mendapat kredit dari bank ban bentuk jaminannya.

9.

Periksa pakah penyajian piutang sesuai dengan SAK, dalam hal ini : a. dagang. b. Piutang dinyatakan sebesar jumlah tagihan, dikurangi penyisihan untuk piutang yang tidak dapat ditagih. Contoh : Penyajian Piutang di laporkan keuangan adalah sebagai berikut : Di Neraca piutang disajikan sebagai harta lancar (jika jatuh temponya < 1 tahun ) atau harta lain-lain (jika jatuh temponya > 1 tahun) Harta lancar Kas/Bank Piutang Dagang Piutang Lain-lain Penyisihan Piutang tak tertagih Piutang direksi Piutang Pemegang Saham Piutang Perusahaan afiliasi Rugi Laba piutang tak tertagih disajikan sebagai bad debt expense (bagian dari biaya umun dan administrasi). Di catatan atas laporan keuangan Kebijakan akuntansi : Piutang pemegang saham, piutang direksi, dan piutang perusahaan afiliasi harus dilaporkan tersendiri, terpisah dari piutang

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

Perusahaan menggunakan allowance method dalam mencatat piutang yang perkiraan tidak bisa ditagih, yang jumlahnya didasarkan pada persentase tertentu dari saldo piutang per tanggal neraca. Piutang dalam valuta asing per tanggal neraca dikonversikan kedalam rupaih dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal neraca, selisih kurs yang terjadi dibebankan/dikreditkan pada rugi laba tahun berjalan. Penjelasan atas pos neraca : Piutang dagang Saldo piutang dagang per 31 Desember 2007 dan 2006 terdiri dari :

31.12.2007
Piutang penjualan export Piutang penjualan lokal Jumlah piutang 20.000.000 Rp. 285.000.000 Rp. 250.000.000 Rp. 50.000.000 Rp. 300.000.000

3112-2006 . Rp.125.000.000 Rp. 75.000.000 Rp. 200.000.000 Rp.

-/- Penyisihan piutang Tak tertagih Rp. 15.000.000

Rp. 180.000.000

Biaya penyisihan piutang tak tertagih untuk tahun 2007 dan 2006, masingmasing sebesar Rp. 15.000.000 dan Rp. 10.000.000. Rincian piutang penjualan export dan lokal, masing-masing bisa dilihat di lampiran 2 dan 3. 10. Tarik kesimpulan mengenai kewajaran saldo piutang per tanggal neraca.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

Contoh : Garis besar sistem dan prosedur penerimaan dan pengeluaran Kas & Bank pada PT. FAADHILLAH adalah sebagai berikut : NO 1 2. 3 4. URAIAN Memeriksa faktur-faktur tempo untuk ditagih Membuat daftar rangkap dua yang DILAKUKAN OLEH jatuh Bagian Keuangan dalam Bagian keuangan

penagihan

Memeriksa daftar penagihan dan faktur Manager yang disiapkan untuk ditagih, kemudian Keuangan menyerahkannya kepada kasir Membuat Kwitansi delam rangkap tiga, Kasir yang kemudian disetujui dan ditanda tangani oleh manager keuangan, dimana lembar pertama dan kedua diserhkan ke penagih, sedangkan Kasir lembar ketiga untuk arsip. Menyerahkan faktur, daftar penagihan kwitansi ke penagih Melakukan penagihan ke pelanggan dan meminta pelanggan yang sudah membayar untuk menandatangani kwitansi. Lembar pertama kwitansi diserahkna ke pelanggan, sedangkan lembar kedua dikembalikan ke penagih Menerima uang/cek/giro dan kwitansi lembar kedua yang sudah ditandatangani Mengisi daftar penagihan dalam rangkap dua tentang jumlah yang dapat ditagih dan tidak dapat ditagih Menyerahkan kwitansi lembar kefua,uang/cek/giro beserta daftar penagihan yang sudah diisi kepada kasir, dimana daftar penagihan lembar pertama untuk bagian akuntansi dan lembar kedua untuk arsip kasir Penagih

5. 6.

7. 8. 9.

Penagih Penagih Penagih

10.

Membuat voucher penerimaan dalam Kasir rangkap dua dan menyerahkan cek/giro yang diterima bersama voucher penerimaan kepada manager keuangan. Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

11. Menandatangani voucher penerimaan Manajer dan menyimpan cek/giro yang diterima Keuangan untuk disetor ke bank pada saat jatuh tempo Manager Menyerahkan voucher penerimaan yang keuangan sudah ditandatangani kepada kasir, di mana lembar pertama untuk bagian akuntansi dan lembar kedua untuk arsip kasir Kasir Membuat bulti penerimaan kas dalam rangkap dua, dimana lembar pertama untuk bagian akuntansi dan lembar kedua untuk arsip kasir. Kasir Membuat laporan kas harian dalam rangkap dua, yang akan diperiksa dan ditandatangani oleh manajer keuangan, lembar pertama untuk bagian akuntansi Kasir dan lembar kedua untuk arsip kasir. Menyerahkan kwitansi lembar kedua, daftar penagihan lembar pertama, voucher penerimaan, bukti penerimaan Bagian kas dan laporan kas harian lembar Akuntansi pertama kepada bagian akuntansi. Mencocokkan kwitansi, daftar penagihan, voucher penerimaan, bukti penerimaan kas, laporan kas, laporan kas harian dan faktur, kemudian mencatatnya dalam buku jurnal penerimaan kas yang secara periodik diposting ke masing-masing buku besar dan juga dicatat ke kartu piutang.

12.

13.

14.

15.

16.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

INTERNAL CONTROL QUESTIONNAIRES (ICQ) UMUM Penerimaan Kas dan Bank Y = Ya ; T = Tidak, dan Klien : TR = Tidak Relevan Y T TR

1. Apakah digunakan kwitansi khusus perusahaan?
Bila Ya, apakah : a. Bernomor urut tercetak? b. Digunakan menurut urutan nomor urut ? c. Bentuk pembayaran dinyatakan dalam kwitansi ? d. Buku kwitansi terregister ? e. Buku kwitansi terkontrol dengan baik ? f. Bagian akuntansi memperhatikan urutan nomor urut?

2. Bila digunakan bon (penjualan)kontan, apakah :
a. Bernomor urut tercetak? b. Digunakan menurut urutan nomor urut ? c. Bentuk pembayaran dinyatakan dalam kwitansi ? d. Bon kontan terregister ? e. Dicatat sesaca up-to-date ? f. Bagian akuntansi memperhatikan urutan nomor urut ? 3. Apakah penagih piutamg (kolektor) atau orang yang membuka sampul pengiriman uang (khusus untuk perusahaan yang menerima pembayaran berupa check melalui pos) membuat suatu daftar check dan uang tunai yang diterima? Bila Ya,apakah : b. Satu akuntansi ? copy diberikan kepada oleh bagian bagian

c. Daftar tersebut dicocokkan Akuntansi dengan kwitansi ?

4. Bila tidak digunakan kwitansi atau bon (penjualan)
tunai, apakah perusahaan menggunakan cash register untuk mengadministrasikan penerimaan? Bila Ya, uraikan internal control mulai dari penerimaan sampai penyetoran hasil penerimaan (pada kertas Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

terpisah).

5. Apakah penjualan tunai atas sisa bahan dan
sejenisnya (scrap, salvage), prosedurnya sama dengan penjualan biasa ?

6. Apakah hasil penerimaan baik dari penjualan tunai
maupun penagihan piutang disetorkan secara utuh ke bank paling lambat keesokan harinya?

7. Apakah penyetoran dilakukan oleh pegawai yang
bukan pemegang buku piutang ?

8. Apakah

bukti setoran dicocokkan dengan kwitansi/bon (penjualan) tunai oleh bagian Akuntansi?

9. Apakah total yang tertera pada bukti setoran
dicocokkan dengan transaksi yang bersangkutan ? oleh pejabat diinvestigasi ? tertentu kasir (yang debet pada buku bank

10. Apakah Debet Memo dari bank diterima langsung
bukan dari Kasir) untuk

11. Apakah
piutang ?

tugas

terpisah

pembukuan

12. Apakah taat administrasi diatur sedemikian rupa
sehingga kasir atau orangyang menyetor ke bank tidak mendapat kesempatan untuk mencatat atau mengubah angka pada buku piutang dan daftar perhitungan saldo yang akan dikirim kepada langganan ?

13. Bila Perusahaan membina beberapa dana kas sesuai
dengan sumber penggunaannya, apakah dana kas sesuai dengan sumber penggunaannya, apakah dana kas tersebut dan surat berharga secara phisik disimpan secara terpisah dan diadministrasikan masing-masing (tidak tercampur) ?

14. Check mundur yang diterima apakah :
a. Hanya diberikan kwitansi sementara penerimaan check mundur ? b. Diberikan kwitansi asli bila telah dapat diuangkan ? c. Disetorkan ke bank pada saat jatuh tempo ? d. Dibina buku catatan check mundur ? Bila Ya, apakah orang tertentu (bukan kasir) secara berkala mencocokkan catatn tersebut dengan kwitansi sementara/asli ?

15. Apakah pengamanan untuk menjaga uang kas
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

cukup? Sebutkan bagaimana disimpan dalam brandkas yang kuncinya dipegang oleh dua orang yang berbeda (dual key).

16. Apakah atas kerugian yang mungkin diderita atas
uang yang disimpan atau di perjalankan diasuransikan dengan cukup ? Sebutkan perinciannya ! Asuransikan untuk cash in transit dengan insurance coverage sebesar Rp. 50.000.000;

17. Apakah penerimaan yang sifatnya rutin, misalnya
sewa, dividen, bunga dan sebagainya, secara berkala di review, sehingga atas kekurangan segera dibuatkan catatan dan diinvestigasikan?

18. Apakah
cabang?

kantor

pusat

mengontrol

penerimaan

Klien :

Y = Ya ;

T = Tidak

TR = Tidak Relevan Y E. Kelemahan-kelemaan lain yang tidak T TR

tercantum pada pernyataan di atas : ......................................................................................... ......................................................................................... F. Catatan lain : ......................................................................................... ......................................................................................... G. Buruk) ? H. Revisi kesimpulan penilaian (lampirkan atasannya). Kesimpulan penilaian (Baik, Sedang,

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

Diisi oleh

:

Direview oleh :

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

INTERNAL CONTROL QUESTIONNAIRES (ICQ) Penjualan, Piutang pada PT. FAADHILLAH Client : Y =Ya T = Tidak TR = Tidak Relevan Y A. PENJUALAN 1. Apakah perusahaan menggunakan daftar harga (price list) ? 2. Apakah penyimpanan dari daftar harga harus disetujui oleh staf yang berwenang ? 3. Apakah perusahaan mempunyai pedoman pemberian potongan yang tetulis? T TR

4.

Apakah untuk setiap penjualan diminta surat pesanan (sales order) dari pemebli ? 5. Apakah order pembelian dari pelanggan distetujui oleh staf yang berwenang mengenai harga, syarat kredit dan syarat lainnya ? 6. Apakah digunakan formulir order penjualan yang prenumbered ? 7. Apakah setiap pengiriman didasarkan pada delivery order (DO) ? barang

8. Apakah DO : a. Terkontrol dengan pemberian nomor urut tercetak (prenumbered)? b. Hanya orang tertentu yang berhak mengotorisasi ? c. Barang yang dikirim terlebih dahulu dicocokkan dengan DO ? d. Bagian Akuntansi cukup mengawasi urutan DO dan isinya. e. Langsung dikirim kepada pembuat faktur ? f. Dikaitkan dengan faktur, untuk menjamin DO telah dibuatkan fakturnya ? 9. Apakah faktur penjualan : a. Terkontrol dengan pemberian nomor urut tercetak (prenumbered) ? b. Bagian akuntansi cukup mengawasi urutan faktur ? Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

c. Bagian akuntansi memeriksa ketepatan : - Jumlah kuantitas yang dikirim ? - Harga ? - Perhitungan ? - Syarat kredit ? 10. Apakah faktur yang batal tersimpan untuk pemeriksaan? 11. Apakah fungsi penjualan terpisah dari : - Bagian Keuangan ? - Bagian Kauntansi ? - Bagian Penyimpanan ? 12. Apakah penjualan tersebut di bawah ini prosedurnya sama dengan penjualan kredit : a. Penjualan tunai ? b. Cash on delivery sales? c. Penjualan kepada karyawan ? d. Penjualan barang B/S ? 13. Bila tidak, apakah prosedur meyakinkan bahwa : a. Hasil penjualan benar diterima dengan baik ? b. Dibukukan sebagaimana seharusnya ? cukup

14. Apakah Nota kredit? a. Terkontrol dengan pemberian nomor urut tercetak? b. Diotorisasi oleh orang tertentu ? c. Blanko yang belum digunakan terkontrol dengan baik? 15. Apakah dibuat daftar formulir-formulir : Order penjualan, DO, Faktur dan nota kredit :?

16.

Bila Ya, apakah dibina secara up to date ?

17. Retur Penjualan : a. Apakah harus mendapatkan persetujuan yang berwenang ? b. Apakah dibuat diberita acara penerimaan kembali barang ? c. Apakah barang yang dikembalikan dibukukan dalam: - Kartu gudang ? - Buku Persediaan ? d. Apakah bagian akuntansi mencocokkan nota kredit dengan berita acara penerimaan kembali barang ? 18. meliputi : Apakah sistem informasi penjualan Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

a. Budget Penjualan b. Grafik trend penjualan ? c. Laporan tertulis penjualan ? d. Penjelasan atas penyimpanan-penyimpanan ? 19. efisien ? B. PIUTANG 20. Apakah dibuat kartu piutang ? Bila Ya : a. Apakah secara bulana atau kuartalan diadakan pencocokan saldo perkiraan contoh (buku besar piutang) dengan kartu piutang ? b. Apakah pengamana phisok kartu piutang cukup ? d. Apakah hanya orang tertentu yang memegangnya ? 21. Apakah pencatatan di kartu piutang : a. Sering bergilir ? b. Terpisah dari yang mengerjakan buku besar ? 22. Apakah perkiraan piutang perlangganan secara periodik diteliti mengenai : a. Pelanggan yang sering terlambat ? b. Bukti adanya salah pembebanan ? c. Bukti adanya pelunasan sebagian-sebagian ? d. Bukti adanya penghapusan yang tidak dilaporkan ? e. sesuatu ketidak;aziman ? Apakah prosedur penjualan tampak cukup

23. Apakah setiap bulan dikirimkan rekening koran (statement of account) kepada pelangga ? Bila Ya : a. Dicocokkan dengan kartu piutang oleh orang yang tidak berhubungan dengan penerimaan uang, pengeluaran uang dan nota kredit ? b. Terkontrol atas kemungkinan diubah sebelum dikirim? c. Diposkan/ dikirmkan oleh orang lain dan bukan petugas administrasi piutang ? 24. Apakah perselisihan dengan pelanggan ditangani oleh bagian kredit atau atasan atau orang lain yang dikuasakan dan tidak dilakukan oleh kasir atau petugas administrasi piutang ? 25. Bila perusahaan memberikan potongan yang lebih Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

besar dari biayanya mendapatkan persetujuan khusus dari orang tertentu yang berwenang ? 26. Apakah koreksi atas faktur dan penghapusan piutang harus disetujui yang berwenang ? sebutkan siapa ? manager penjualan dan manager akuntansi. 27. Apakah bukti untuk penagihan atas piutang yang telah dihapuskan, diamankan untuk mencegah penyalahgunaan ? 28. Apakah secara periodik dibuat analisa umur piutang dan yang sudah lama jatuh tempo di follow up ? 29. Apakah terdapat kebijakan penghapusan piutang ? manajemen tentang

30. Apakah untuk penagihan dibuatkan bukti kuitansi ? Bila Ya : a. Apakah kwitansi tersebut memiliki nomor urut tercetak ? b. Apakah kwitansi dibuat setelah diperiksa lebih dahulu ke masing-masing saldo piutang ? 31. Apakah penerimaan berupa cek mundur/giro (post dated cheque) diberikan ke bagian akuntansi ? 32. Apakah hasil penagihan langsung diserahkan kapada kasir dalam waktu yang tidak terlalu lama dan dalam jumlah yang seharusnya diterima ? 33. Apakah pada cek mundur yang diterima telah dicantumkan nama perusahaan/client ? 34. Apakah bagian akuntansi mengadakan jurnal khusus untuk penerimaan cek mundur ?
Client :

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

A. Kelemahan-kelemaan lain yang tidak tercantum pada pernyataan di atas : ............................................................................................ ........................................................................................... Catatan lain : ........................................................................................... ........................................................................................... Kesimpulan penilaian (Baik, Sedang, Buruk) ? Revisi kesimpulan penilaian (lampirkan atasannya). Diisi oleh : .................................................................

Direview oleh : ............................................................

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Afif Sulfa, SE MSi. Ak AUDITING 2

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->