SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

PERILAKU ORGANISASI

PREPARED BY : CARROLINA EVITA MAYASARI SUSIE DARWANI : 43208110323 : 43208110120 : 43208110250

UNIVERSITAS MERCUBUANA
FAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI OKTOBER 2010

Tetapi anggota individual organisasi mempunyai tujuan pribadi masing-masing yang tidak selalu konsisten dengan tujuan organisasi. Sistem pengendalian yang memadai setidaknya tidak akan mendorong individu untuk bertindak melawan kepentingan organisasi. manajer meresponnya dengan cara mengurangi biaya melalui pengorbanan kualitas yang memadai atau mengurangi biaya dalam unitnya sendiri dengan cara mengalokasikan jumlah yang lebih besar ke unit lain. Misalnya. Dalam proses yang sejajar dengan tujuan. Sistem pengendalian manajemen digunakan untuk memberi motivasi anggota organisasi agar bertindak dan dapat membuat keputusan secara konsisten dengan tujuan organisasi (Kren. II. terdapat 2 faktor utama yang mempengaruhi perilaku manusia dalam organisasi perusahaan. Faktor-faktor tersebut akan berpengaruh pada tingkat pencapaian keselarasan tujuan. yang sekaligus juga merupakan kepentingan perusahaan. 1997). Berikut faktor-faktor tersebut.MANAGEMENT CONTROL SYSTEM PERILAKU DALAM ORGANISASI I. kelompok. maka manajer telah termotivasi. Sistem pengendalian yang baik pada cara maupun tujuannya. PENDAHULUAN Perilaku dalam organisasi adalah bidang study yang mempelajari pengaruh yang dimiliki oleh individu. manusia diarahkan untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan kepentingan pribadi mereka sendiri. tetapi kearah yang keliru. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESELARASAN TUJUAN Secara garis besar. III. PERILAKU DALAM ORGANISASI Page 2 of 10 . Sistem harus dirancang sedemikian rupa sehingga tindakan-tindakan setiap anggota perusahaan bisa selaras dengan kepentingan organisasi . bila sistem menekankan pada pengurangan biaya. KESELARASAN TUJUAN (GOAL CONGRUENCE) Manajemen senior menginginkan agar organisasi mencapai tujuan organisasi. dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan efektifitas suatu organisasi. artinya tindakan-tindakan individu untuk meraih tujuan-tujuan pribadinya juga akan membantu dalam tujuan-tujuan organisasi. Dengan demikian. tujuan utama dari system pengendalian manajemen adalah memastikan sejauh mungkin tingkat keselarasan tujuan (goal congruence) yang tinggi.

dan juga kebanggaan yang dimiliki oleh pegawai dalam menjalankan tugas. ada juga manajer yang banyak melewatkan waktunya dengan melihat-lihat dan berbicara pada banyak orang manajemen dengan cara berjalan berkeliling (management by walking-around). serta asumsi-asumsi yang secara implisit diterima dan yang secara eksplisit dimanifestasikan di seluruh jajaran organisasi. Budaya organisasi juga sangat dipengaruhi oleh personalitas dan kebijakan CEO. dimana organisasi menjadi bagiannya. serta oleh personalitas dan kebijakan para manajer pada tingkat yang lebih rendah di area-area yang menjadi tanggung jawab mereka. 2.MANAGEMENT CONTROL SYSTEM 1. nilai-nilai hidup yang dianut. Para manajer memiliki kualitas dan gaya yang beragam. Budaya Faktor internal yang terpenting adalah budaya di dalam organisasi itu sendiri. Gaya Manajemen Faktor internal yang memiliki dampak yang paling kuat terhadap pengendalian manajeman adalah gaya manajemen. Norma-norma budaya sangatlah penting karena hal tersebut bisa menjelaskan mengapa dua perusahaan dengan sistem pengendalian manajemen formal yang sama. Beberapa diantaranya memiliki kharisma dan ramah. sementara yang lain ada yang bergaya agak santai. PERILAKU DALAM ORGANISASI Page 3 of 10 . normanorma perilaku. sejumlah Negara seperti Jepang dan Singapura. yang meliputi keyakinan bersama. b. Kenyataan-kenyataan selama berlangsungnya proses pengendalian manajemen. Budaya sebuah perusahaan biasanya tidak pernah berubah selama bertahun-tahun. bervariasi dalam hal pengendalian aktual. tidak bisa dipahami tanpa mengenali arti penting dari hubungan-hubungan yang menyusun di organisasi yang bersifat formal. sikap dan norma juga bergantung pada masing-masing Negara. dan semakin besar serta lamanya sebuah perusahaan. yang secara kolektif sering juga disebut sebagai etos kerja. Upaya-upaya untuk mengubah peraturan selalu mendapatkan perlawanan. Norma-norma ini mencakup sikap. c. yang diwujudkan melalui loyalitas pegawai terhadap organisasi. Organisasi Informal Garis-garis dalam bagan organisasi menggambarkan hubunganhubungan formal. sementara ada juga manajer yang menyibukkan dirinya dengan menulis laporan. meskipun tak seorangpun ingat apa yang menjadi alasannya. semangat. keuletan. yaitu pemegang otoritas resmi dan tanggung jawab dari setiap manajer. Faktor Eksternal Faktor-faktor eksternal adalah norma-norma mengenai perilaku yang diharapkan di dalam masyarakat. Faktor Internal a. Di lain pihak. memiliki reputasi yang baik dalam etos kerjanya. maka perlawanannya pun akan semakin besar.

Beberapa jenis aturan bisa dilihat dibawah ini. passwords computer. Pengaruh besar lainnya adalah sistem pengendalian yang bersifat formal. mana yang mesti diklasifikasikan sebagai pedoman. IV.MANAGEMENT CONTROL SYSTEM d. dan aturan-aturan. Organisasi besar memiliki panduan dan aturan yang lebih banyak dibandingkan dengan organisasi-organisasi lain yang lebih kecil. ruangan besi. Meskipun jalurnya sangat beragam. para manajer operasi harus mengetahui tujuan dan tindakan-tindakan yang harus diambil untuk mencapainya. dan bahkan diharapkan. Sebuah organisasi adalah sebuah entitas yang kompleks. Panduan-panduan dan serangkaian aturan lain harus dikaji ulang secara berkala untuk memastikan bahwa aturan-aturan tersebut masih sesuai dengan apa yang diharapkan oleh manajemen senior. Manual dalam organisasi birokratis jauh lebih rinci dibandingkan dengan aturan di organisasi lain. a) Pengendalian Fisik Penjaga keamanan. Mereka menyerap informasi ini dari berbagai jalur. Beberapa aturan adalah pedoman kerja. PERILAKU DALAM ORGANISASI Page 4 of 10 . Persepsi dan Komunikasi Dalam upaya meraih tujuan-tujuan. ATURAN-ATURAN Aturan-aturan itu beragam sifatnya. mulai dari yang sangat remeh. seberapa banyak toleransi yang diperbolehkan dan beberapa pertimbangan lainnya. baik itu jalur formal (seperti anggaran dan dokumen-dokumen resmi lainnya) ataupun jalur informal (seperti bahan obrolan yang tak resmi). yaitu sistem pengendalian manajemen itu sendiri. televisi pengawas. Sistem ini bisa kita klasifikasikan ke dalam dua jenis. dan tindakan-tindakan yang diambil oleh berbagai bagian dari organisasi untuk mencapai tujuan bersama tersebut tidak bisa dinyatakan secara jelas. SISTEM PENGENDALIAN FORMAL Faktor-faktor informal memiliki pengaruh besar pada efektivitas sistem pengendalian manajemen. yaitu para anggota organisasi diizinkan. bahkan dalam situasi yang terbaik sekalipun. dan pengendalian fisik lainnya mungkin merupakan bagian dari struktur pengendalian. gudang-gudang yang terkunci. hingga aturan yang sangat penting yang biasanya bersifat jangka panjang. namun tidak selalu jelas apa yang sesungguhnya diinginkan oleh pihak manajer senior. baik dalam situasi-situasi yang khusus atau ketika mereka menilai bahwa penyimpangan tersebut akan berakibat baik bagi organisasi. b) Manual Ada banyak pertimbangan untuk memutuskan aturan-aturan mana yang harus dituliskan ke dalam panduan. untuk menyimpang dari pedoman tersebut.

VI. Hasil-hasil aktual kemudian dibandingkan dengan target yang tercantum dalam anggaran untuk menentukan apakah kinerjanya memuaska atau n tidak. dan unit bisnis berfungsi sebagai bagian yang semi-independen dari perusahaan. PERILAKU DALAM ORGANISASI Page 5 of 10 . maka umpan balik yang diterima akan mendorong dilakukannya revisi dalam rencana. didalamnya setiap manajer bertanggung jawab atas fungsifungsi yang terspesialisasi seperti produk atau pemasaran. Struktur Fungsional. didalamnya para unit manajer bertanggungjawab atas aktivitas-aktivitas dari masing-masing unit. JENIS-JENIS ORGANISASI Strategi suatu perusahaan memiliki pengaruh yang besar terhadap strukturnya. Jika memuaskan. Hal tersebut juga mencakup pengecekan sistem yang dilakukan oleh auditor internal dan eksternal. Struktur Matriks. serta sejumlah prosedur lain yang akan diuraikan dalam buku teks mengenai auditing. Jenis struktur akan mempengaruhi rancangan sistem pengendalian manajemen organisasi. melakukan pemilihan. setidaknya organisasi bisa dikelompokkan dalam 3 kategori umum : 1. Struktur Unit Bisnis. menghitung uang yang ada dan aktiva-aktiva yang mudah dibawa sesering mungkin. pembubuhan tanda tangan dan bukti-bukti lain yang ada bahwa sebuah transaksi telah dijalankan. V. 3. Seluruh informasi yang tersedia dipergunakan untuk membuat perencanaan ini. dan hasilnya kemudian dinilai dan dilaporkan. d) Sistem Pengendalian Tugas Pengendalian tugas didefinisikan sebagai proses untuk menjamin bahwa tugastugas tertentu dijalankan secara efektif dan efisien. Perencanaan strategis tersebut kemudian dikonversi menjadi anggaran tahunan yang fokus pada pendapatan dan belanja yang direncanakan untuk masing-masing pusat tanggung jawab. Pusat tanggung jawab menjalankan operasi-operasi yang ditugaskan. 2. Jika tidak memuaskan. Kebanyakan tugas-tugas itu dikendalikan melalui peraturan-peraturan. Meskipun kualitas dan ukuran organisasi itu sangat beragam. maka pusat tanggung jawab menerima umpan balik dalam bentuk pujian atau penghargaan lain. Hal ini meliputi pemeriksaan silang secara terinci.MANAGEMENT CONTROL SYSTEM c) Pengamanan Sistem Berbagai pengamanan dirancang ke dalam sistem pemrosesan informasi untuk menjamin agar informasi yang mengalir melalui sistem itu akan bersifat akurat dan untuk mencegah atau meminimalkan kecurangan. didalamnya unit-unit fungsional memiliki tanggung jawab ganda. PROSES KENDALI SECARA FORMAL Suatu perencanaan strategis akan melaksanakan tujuan dan strategi organisasi.

ang berlawanan engan engan ana er umum ang kurang memiliki pengetahuan khusus. organisasi fungsional cenderung menciptaka sekat-sekat bagi tiap n fungsi yang dimilikinya sedemikian rupa sehingga menghambat kemungkinan diadakannya koordinasi lintas fungsi di bidang -bidang seperti pengembangan produk baru.MANAGEMEN Ala a alik e k r a isasi f siona eliba kan a asan engenai seseorang l ana er ang e bawa enge a an khusus untuk enga bil ke utusan ang berkaitan engan fungsi spesifik. dalam sebuah organisasi fungsional terdapat ketidakjelasan dalam menentukan efektivitas manajer fungsional secara terpisah (seperti manajer produksi dan manajer pemasaran) karena tiap-tiap fungsi tersebut sama-sama memberikan kontribusi pada hasil akhir. struktur fungsional tidak memadai untuk diterapkan pada sebuah perusahaan dengan produk dan pasar yang beragam. meskipun perselisihan itu berasal dari tingkatan organisasi yang lebih rendah. maka perselisihan antar para manajer dari fungsifungsi berbeda hanya dapat diselesaikan di tingkat atas. Pertama. leh karena itu. jika organisasi terdiri dari beberapa manajer yang bekerja dalam satu fungsi yang melaporkan ke beberapa manajer pada tingkat yang lebih tinggi dari fungsi tersebut. Akhirnya. baik atas para mana er ditingkat yang lebih rendah p keuntungan terpenting dari struktur fungsional adalah efisiensi. Ketiga. Ada se umlah kelemahan pada struktur organisasi fungsional. Seorang spesialis yang terampilharus mampu melakukan super isi atas para buruh yang beker a dalam bidang yang sama secara lebih baik dibandingkan dengan seorang mana er generalis. sebagaimana seorang mana er yang terampil pada tingkat yang lebih tinggi. Persoalan ini ! " ! " " & ! # !   ! !  ! $   " # ! % ! " ! PERI AKU ALAM RGANI ASI Pa e 6 f 10 ¨ § § §   § § ¨      O G ¤     £  ¤¥¤ ¢   ¢¡   N R EM   ©   I I FUNG IONAL ¢ ¦  " ! £ . harus mampu melakukan pengawasansecara lebih ada fungsi yang sama. Kedua. Seorang mana er pemasaran an seorang mana er produksi ang terampil kemungkinan besar akan mampu mengambil keputusan ang lebih baik dibidangnya masing-masing dibandingkan dengan seorang mana er yang bertanggung awab atas kedua bidang itu sekaligus.

STRUKTUR UNIT-UNIT BISNIS entuk organisasi unit bisnis dari organisasi dirancang untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terdapat pada struktur fungsional. Page 7 of 10 . Suatu unit bisnis. PERILAKU ALAM RGANISASI ) ) ' )( ' 0 4 3 N R L SYSTEM . Struktur ini bisa berfungsi sebagai tempat pelatihan bagi manajemen secara umum. Unit bisnis tersebut bertanggung jawab untu melakukan k perencanaan dan koordinasi kerja dari berbagai fungsi yang terpisah. .MANAGEMEN bisa dikurangi dengan cara melengkapi struktur fungsiona vertikal yang ada dengan l proses-proses lintas fungsi yang saling berhubungan seperti rotasi bidang lintas fungsi dan penghargaan berdasarkan kerja sama tim. bertanggungjawab atas seluruh fungsi yang ada dalam produksi dan pemasaran sebuah produk. Kerugian lain adalah perselisihan yang terjadi antara spesialis fungsional dalam organisasi perusahaan fungsional digantikan dengan perselisihan di antara unit -unit bisnis dalam organisasi unit bisnis. Keuntungan dari bentuk perusahaan unit bisnis ini adalah: 2 1 Kerugian dari unit bisnis adalah adanya kemungkinan bahwa masing -masing staf unit bisnis menduplikasikan sejumlah pekerjaan yang dalam organisasi fungsional. Unit bisnis pun dapat memberikan reaksi yang cepat terhadap ancaman -ancaman atau peluang baru. Unit bisnis lebih dekat dengan pasar dari produk -produk yang dibandingkan dengan kantor pusat. yang juga disebut sebagai divisi. dikerjakan di kantor pusat. maka para manajer unit bisnis dapat membuat keputusan -keputusan produksi dan pemasaran yang lebih baik diband ingkan dengan cara yang diputuskan oleh kantor pusat. . Kinerja unit bisnis tersebut kemudian diukur dengan profitabilitas dan unit bisnis itu.

Sedangkan kelemahannya akan timbul jika manajer proyek tidak bisa mengkoordinir dari beberapa bagian yang berbeda tersebut sehingga dapat menghadapi kesulitan dalam mengembangkan team yang terpadu dikarenakan penyimpangan pelaksanaan kesatuan perintah dimana pimpinan untuk masing -masing individu. para anggotan harus ya atasan. Manajer proyek mempunyai wewenang yang lebih kecil atas personelnya. yaitu organisasi dimana penggunaaan struktur organisasi menunjukkan dimana para spesialis yang mempunyai ketrampilan di masing -masing bagian dari kegiatan perusahaan yang dikumpulkan lagi menjadi satu untuk mengerjakan suatu proyek yang harus diselesaikan. Keuntungan dari organisasi ini adalah terletak pada fleksibilitas dan kemampuannya dalam memperhatikan masalah-masalah yang khusus maupun persoalan teknis yang unik. Namun loyalitasnya adalah tetap pada departemen melaporkan kepada fungsional. Kontroler biasanya menjalankan fungsifungsi sebagai berikut : . hal ini berarti bahwa dalam melaksanakan kegiatannya. Sebagai akibat. C B PERILAKU ALAM RGANISASI A 8 ORGANISASI 6 6 9 65 7 ATRIKS Page 8 of 10 . FUNGSI KONTROLER rang yang bertanggung jawab dalam merancang dan mengoperasikan sistem pengendalian manajemen disebut sebagai seorang kontroler. serta pelaksanaan kegiatan organisasi matrik tidak menganggu struktur organisasi yang ada. karena memang terlihat dalam struktur formalnya. Merancang dan mengoperasikan informasi serta sistem pengendalian.MANAGEMENT NTR L SYSTEM rganisasi matriks disebut juga sebagai organisasi manajemen proyek. sedangkan wewenang fungsionalnya ya sesuai itu dengan keahliannya dan tetap akan melekat sampai proyek selesai. @ @ 9 VII. anggota organisasi matrik mempunyai wewenang. rganisasi matrik akan menghasilkan wewenang ganda dimana wewenang horisontal diterima manajer proyek.

Kontroler tidak membuat ataupun mendorong pihak manajemen untuk mengambil keputusan. menganalisis dan menginterpretasikan laporan kinerja. serta mengkonsolidasikannya dalam anggaran tahunan. Dalam hal ini. Para kontroler juga memainkan peranan penting dalam mempersiapkan perencanaan strategi anggaran. REALISASI KE JAJARAN ORGANISASI Fungsi pengendalian adalah fungsi staf. 5. kontroler bertindak seperti layaknya manajer. Seorang pengendali barang kali bertanggung jawab untuk mengembangkan dan menganalisis tolak ukur yang digunakan untuk melakukan pengendalian serta merekomendasikan tindakan-tindakan yang diperlukan ke pihak manajemen. dan dia memiliki wewenang dalam mempekerjakan. memberikan kompensasi. 3. kontroler unit bisnis memberikan laporan kepada manajer unit bisnis dan mereka hubungkan dengan garis putus-putus kontroler korporat. menganalisis program dan proposal anggaran. memindahkan. mempromosikan. 4. Mengembangkan personil dalam organisasi pengendali dan terlibat dalam pelatihan yang berkaitan dengan fungsi pengendalian. Menyiapkan. dan memecat para kontroler di unit yang bersangkutan. Meskipun seorang kontroler biasanya bertanggung jawab untuk merancang maupun mengoperasikan sistem yang mengumpulkan dalam melaporkan informasi. Sekarang ini. mencatat prosedur pengendalian yang menjamin validitas informasi serta menetapkan tingkat keamanan yang memadai terhadap kecurangan. Akan tetapi. KONTROLER UNIT BISNIS Di beberapa perusahaan.MANAGEMENT CONTROL SYSTEM 2. melatih. PERILAKU DALAM ORGANISASI Page 9 of 10 . Mereka sering diminta untuk melakukan penelitian secara cermat atas laporan kinerja untuk menjamin akurasi dan untuk menarik perhatian jajaran manajer terhadap pos-pos yang membutuhkan penyelidikan lebih lanjut. Menyiapkan pernyataan keuangan dan laporan keuangan (termasuk pengambilan pajak) kepada para pemegang saham dan pihak-pihak eksternal lainnya. Melakukan supervisi audit internal dan audit operasional. pemanfaatan informasi ini adalah tanggung jawab jajaran manajemen. kontroler juga membuat keputusan-keputusannya mengenai penerapan kebijakan yang ditetapkan oleh jajaran manajemen. Manajer unit bisnis adalah atasan langsung kontroler. Perbedaannya adalah bahwa keputusan mereka dapat dibatalkan oleh jajaran manajer. banyak perusahaan yang memiliki Chief Financial Officer (CFO) yang melaksanakan tanggung jawab ini.

Dalam perusahaan yang diorganisasikan ke dalam unit-unit bisnis. Faktor terpenting dari semua ini semua adalah budaya organisasi. maupun struktur matriks. namun masing-masing anggota organisasi memiliki tujuan pribadinya masing-masing. PERILAKU DALAM ORGANISASI Page 10 of 10 . Setiap sistem pengendalian manajemen harus mengetahui bahwa organisasi yang bersifat informal berdiri berdampingan dengan organisasi yang bersifat formal serta perlu diperhitungkan dalam merancang sebuah sistem. Faktor-faktor informal juga memberikan pengaruh yang besar pada upaya untuk meraih tujuan tersebut secara terpadu. dan semua ini tidak selalu selaras dengan tujuan organisasi. Namun. tuntunan-tuntunan dan prosedur-prosedur yang membentuk sistem pengendalian secara formal. Para kontroler juga bertanggung jawab dalam merancang dan mengoperasikan sistem pengendalian. Pilihan tertentu terhadap struktur organisasional mempengaruhi rancangan sistem pengendalian manajemen. namun sebagai pejabat staf. hubunganhubungan yang terjalin antara pengendali unit bisnis dengan pengendali selalu menjadi bahan perdebatan. proses pengendalian juga dipengaruhi oleh aturan-aturan. Tujuan utama sistem pengendalian manajemen adalah menyelaraskan tujuan-tujuan itu. yaitu sistem harus dirancang sedemikian rupa sehingga tindakan-tindakan setiap anggota perusahaan untuk meraih kepentingannya sendiri bisa selaras dengan kepentingan organisasi. baik komunikasi maupun penafsiran yang dilakukan oleh masing-masing individu tetap saja tidak bisa sempurna. bahkan dalam kasus-kasus yang ideal sekalipun. struktur unit bisnis. yaitu struktur fungsional. dia tidak membuat keputusan dalam bidang manajemen.MANAGEMENT CONTROL SYSTEM RANGKUMAN Seorang manajer senior tentu saja menginginkan agar organisasi meraih tujuannya. Perusahaan-perusahaan itu dapat memilih dari 3 struktur dasar perusahaan. Selain faktor-faktor informal. Gaya manajemen juga memiliki pengaruh besar dalam melakukan pengendalian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful