MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI PADA Nn"H" DENGAN KISTA BARTHOLINI DI RS BHAYANGKARA MAKASSAR TANGGAL 03-06 MEI 2010

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemampuan penyelenggaraan pelayanan kesehatan suatu bangsa diukur dengan menentukan tinggi rendahnya angka kematian ibu dan perinatal dalam 100.000 persalinan hidup. Sedangkan tingkat

kesejahteraan suatu bangsa ditentukan dengan seberapa jauh keluarga berencana dapat diterima masyarakat. Masalah kesehatan reproduksi menjadi perhatian bersama dan bukan hanya individu yang bersangkutan, demikian alat reproduksi sangat erat hubungannya dengan angka kematian ibu ( AKI ) dan angka kematian bayi ( AKA ) Salah satu penyakit system reproduksi wanita sejenis kista yang paling sering ditemukan adalah Kista Bartholini. Vulva merupakan salah satu bagian dari alat genital pada wanita. Bagian tersebut terkadang dapat terkena infeksi. Salah satu infeksi tersebut adalah infeksi pada bartholini. Kista bartholini ini merupakan masalah pada wanita usia subur, kebanyakan kasus terjadi pada usia 20 sampai 30 tahun dengan sekitar 1 dalam 50 wanita akan mengalami kista bartholini atau abses, sehingga hal ini merupakan masalah yang perlu untuk dicermati. Involusi bertahap dari kelenjar bartholini dapat terjadi pada saat seorang wanita mencapai

2

usia 30 tahun. Biopsy eksisional mungkin di perlukan lebih dini karena massa pada wanita pascamenopause dapat berkembang menjadi kanker beberapa penelitian menyarankan bahwa eksisi pembedahan tidak diperlukan karena rendahnya resiko kanker bartholini (0,114 kanker per 100.000 wanita /tahun) Berdasarkan data yang di peroleh dari RS.Bayangkara jumlah penderita kista bartholini pada januari-desember tahun 2009 sebanyak 9 orang dan angka kejadian pada bilan januari- mei 2010 sebanyak 6 orang. Berdasarkan hasil tersebut di atas maka penulis tertarik untuk mengambil kasus KISTA BARTHOLINI sebagai judul karya tulis ilmiah dengan harapan dapat membantu klien untuk mengatasi masalah yang di hadapi. B. Ruang Lingkup Permasalahan Adapun ruang lingkup Karya Tulis Ilmiah ini meliputi Bagaimana Penerapan Manajemen Asuhan Kebidanan pada Nn. "H" dengan kista bartholini di RS.BAYANGKARA tanggal 03-05-2010 C. Tujuan Penulisan 1. Tujuan Umum Melaksanakan asuhan kebidanan pada Nn "H" dengan Kista Bartholin di RS. Bayangkara tanggal 03-5-2010. 3

2. Tujuan Khusus a. Dapat melaksanakan pengkajian dan menganalisa data pada Ny "H" dengan Kista Bartholin di RS. Bayangkara tanggal 03-05-2010 b. Dapat menentukan diagnosa/masalah aktual berdasarkan analisa dan interpretasi data yang diperoleh dari klien Nn "H" dengan Kista Bartholin di RS. Bayangkara tanggal 03-05-2010 c. Dapat mengantisipasi terjadinya masalah potensial yang

kemungkinan akan muncul pada Nn "H" Kista Bartholin di RS Bayangkara tanggal 03-05-2010 d. Dapat melaksanakan tindakan segera dan kolaborasi untuk Nn "H" dengan Kista Bartholin di RS. Bayangkara tanggal 04-05-2010 e. Dapat menyusun perencanaan asuhan kebidanan berdasarkan prioritas masalah pada Nn "H" dengan Kista Bartholin di RS. Bayangkara tanggal 04-05-2010 f. Dapat melaksanakan tindakan asuhan kebidanan pada Nn "H" dengan Kista Bartholin di RS. Bayangkara tanggal 04-05-2010 g. Dapat melaksanakan evaluasi Asuhan Kebidanan pada Nn "H" dengan Kista Bartholin di RS. Bayangkara tanggal 03-05-2010 h. Dapat mendokumentasikan temuan dan tindakan asuhan

kebidanan yang telah diberikan pada Nn "H" dengan Kista Bartholin di RS. Bayangkara tanggal 05-06-2010

4

D. Manfaat Penulisan Adapun manfaat penulisan pada kasus tersebut diatas adalah: 1. Manfaat Praktis (Program) Sebagai salah sate sumber informasi bagi penentu kebijaksanaan dan pelaksanaan program, balk di departemen kesehatan, maupun pihak RS Bayangkara dalam menyusun perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Asuhan Kebidanan dengan Kista Bartholin. 2. Manfaat Ilmiah Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan dan bahan acuan bagi penelitian selanjutnya. E. Metode Penulisan 1. Studi Kepustakaan Penulis membaca dan memahami buku-buku/literature yang berhubungan dengan masalah diangkat sebagai dasar teori yang dapat digunakan dalam pembahasan karya tulis ilmiah ini. 2. Studi Kasus Penulis melaksanakan studi kasus ini dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah dalam kebidanan yang meliputi pengkajian, merumuskan diagnosa/masalah aktual dan potensial, melaksanakan tindakan segera/kolaborasi, perencanaan, dengan

5

3. suami. dan pemeriksaan penunjang seperti laboratorium. Studi Dokumentasi Studi ini dilakukan dengan membaca. Diskusi Dilakukan dengan mengadakan tanya jawab dengan dokter dan bidan yang menangani langsung Kista Bartholini serta pembimbing karya tulis. 6 . b. a. palpasi. keluarga yang terlibat guna mendapatkan data yang diperlukan untuk memberikan asuhan kebidanan pada ibu tersebut. 4. respon terhadap kondisi yang dialami serta polo interaksi klien terhadap keluarga. dan mempelajari status klien yang bersumber dan catatan dokter dan bidan maupun dari pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium. Bayangkara. mencatat. Pengkajian Psikososial Pengkajian psikososial dilakukan meliputi: pengkajian staus emosional. Pemeriksaan Fisik Melakukan pemeriksaan fisik dengan metode inspeksi. c.Kista Bartholin di RS. petugas kesehatan dan Iingkungan serta pengetahuan tentang nilai kesehatannya. Anamnese Penulis melakukan tanya jawab dengan klien.

Latar Belakang B. Etiologi dan Patofisiologi 5. Studi Dokumentasi 4. Tujuan Umum 2.F. Diskusi BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Sistematika Penulisan Untuk memperoleh gambaran umum tentang Karya Tulis Ilmiah ini maka penulis menyusun dengan sistematis sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN A. Fisiologi dan Epidemologi 4. Manifestasi klinik 7 . Konsep Dasar 1. Anatomi dan Histology 3. Ruang Lingkup Permasalahan C. Studi Kasus 3. Definisi 2. Tujuan Khusus D. Tujuan Penulisan 1. Metode Penulisan 1. Manfaat Penulisan E. Studi Kepustakaan 2.

Jenis-Jenis kista 7. Diagnosa 10. Kesimpulan B. Evaluasi Asuhan Kebidanan H. Pengkajian dan Analisa Data Dasar B. Tindakan Segera dan Kolaborasi E. Penatalaksanaan dan Penanganan B. Merumuskan Diagnos/Masalah Aktual C. Konsep dasar Manajemen kebidanan BAB III STUDI KASUS A. Merumuskan Diagnos/Masalah Potensial D. Rencana Tindakan Asuhan Kebidanan F. Pelaksanaan Asuhan Kebidanan G. Tanda dan Gejala kista bartholini 9. Penyebab kista bartholini 8. Pendokumentasian BAB IV BAB V PEMBAHASAN PENTUP A. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 8 .6.

Definisi a.basil koliformis atau organisme Iainnya (kedaruratan obstetri dan ginekologi. Kista bartholini adalah infeksi kista duktus bartholin yang di tandai dengan berbagai derajat nyeri dan perlunakan di atas kelenjar yang terinfeksi.1994) b. KONSEP DASAR 1. Kista bartholini adalah bentuk radang menahun kelenjar bartholini. http://kistabartholini.abses bartholini di serap isinya . Kista bartholini adalah suatu kista duktus bartholin terinfeksi yang di sebabkan oleh infeksi gonokokus.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.sehingga tinggal kantung yang mengandung cairan. Kista bartholini. 1998) 9 .com c.1994) Gambar 1. (kedaruratan dan obstetri dan ginekologi.(ilmu kebidanan penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan.

pudendi. Kista bartholini adalah tumor vulva yang paling lazim.ini muncul sebagai suatu pembengkakan di bagian posterolateal pada introitus biasanya secara unilateral.berjumlah dua buah berbentuk bundar dan berada di sebelah dorsal dari bulbus vestibule saluran keluar dari kelenjar ini bermuara pada celah yang terdapat di antara labium minus. ANATOMI dan HISTOLOGI a.com e. Anatomi Kelenjar bartholini merupakan salah satu organ genetalia eksterna. adalah infeksi kelenjar letaknya bilateral pda bagian dasar labia minor.kelenjar bartholini atau glandula vestibularis major . Kista http://kistabartholini.1995) Gambar 2.wikipedia.kecuali mengalami pembesaran ini biasanya asimptomatik.kista biasanya berdiamer 2 cm tetapi dapat sampai 8 cm kista mengandung lendir yang steril bila di tusuk . dan tepi hymen glandula ini homolog dengan glandula bulbouretharalis pada pria kelenjar ini 10 .(essensial of obstetric and gynecology.(www. Kista bartholini bartholini yang bartholini.corn) 2.d.

normalnya kelenjar bartholini tidak teraba pada pemeriksaan palpasi.2009) Gambar 3.duktuks dari kelenjar bartholini merupakan epitel transsisional yang secara embriologi merupakan daerah transisi abtara 11 . Anatomi Bartholini Histologi Kelenjar bartholini di bentuk oleh kelenjar racemose dibatasi oleh epitel kolumnair atau kiboid. jaringan erektil dari bulbus menjadi sensitif selama rangsangan seksualdan kelenjar ini akan mensekresi secret yang mukoid yang bertindak sebagai lubrikan.dan di persarafi oleh nervus pudendus dan nervushemoroidal inferior kelenjar bartholini sebagian tersusun dari jaringan erektil dari bulbus. Kista b.kelenjar bartholini di perdarahi oleh arteri bulbi vestibule .tertekan pada waktu coitus dan mengeluarkan sekresinya untuk membasahi atau melicinkan permukaan vagina di bagian caudal.(posted by whoellan on January 21.drainase pada kelenjar ini oleh saluran dengan panjang kira-kira 2 cm yang terbuka kearah orificium vagina sebelah lateral hymen.

com/2008/08. tetapi penelitian dari MASTERS dan JOHNSON menunjukan bahwa pelumas vagina berasal dari bagian vagina Iebih dalam cairan mungkin sedikit membasahi permukaan labia vagina .html) Gambar 12 4.traktus urinarius dengan traktus genital(posted by whoellan on January) c. .sehingga kontak dengan daerah sensitive menjadi lebih nyaman bagi wanita (http://kandunganbedahtlogspot. Fisiologi Kelenjar ini mengeluarkan lender untuk memberikan pelumasan vagina kelenjar bartholini mengeluarkan jumlah lendir yang relatif sedikit sekitar satu atau dua tetes cairan tepat sebelum seorang wanita orgasme tetesan cairan pernah di percaya menjadi begitu penting untuk pelumas vagina.

Etiologi Kista bartholini berkembang ketika saluran keluar dari kelenjar bartholini tersumbat cairan yang di hasilkan oleh kelenjar kemudian terakumulasi. bakteri anaerob adalah pathogen yang paling umum chlamydia trachomatis juga mungkin menjadi orgasnisme kausatif namun kists saluran bartholini dan abses kelenjar tidak lagi dianggap sebagai bagian eksklusif dari 13 .(http://id.wikipedia.Bagian-bagian Kelenjar Bartholini.com d.salah satu penelitian kasus control menemukan bahwa wanita berkulit putih dan hitam yang lebih cenderung untuk mengalami kista bartholini dari pada wanita hispanikdan bahwa perempuan dengan paritas tinggi memiliki resiko rendah. menyebabkan kelenjar membengkak dan membentuk suatu kista suatu abses terjadi bila kista menjadi infeksi kista dapat terinfeksi dan abses dapat berkembang dalam kelenjar kista bartholini tidak selalu harus terjadi sebelum abses kelenjar kelenjar bartholini adalah abses polimikrobial meskipun neisseria gonorrhoeae adalah mikroorganisme aerobic yang dominan mengisolasi. Epidemologi Dua persen wanita mengalami kista bartholini atau abses kelenjar pada scat dalam kehidupannya abses umumnya hampir terjadi tiga kali lebih banyak dari pada kista. http://kistabartholini.org/wiki/kista) e.

dan Iebih panas dari daerah sekitarnya isi di dalam berupa nanah dapat keluar melalui duktus atau bila tersumbat (biasanya akibat infeksi).(http://id. mengumpul di dalam menjadi abses. dapat menyebabkan ketidaknyamanan ketika duduk.com) h.selain itu operasi vulvovaginal adalah penybab umum kista dan abses tersebut.blogspot. atau selama hubungan seksual. Penyebab lnfeksi bartholini seringkali di sebabkan oleh kuman gonokokus tetapi bartholinitis jugs dapat disebabkan oleh streptokokus atau basil koli (http://kandunganbedah.wikipedia. Biasanya ditemukan ketika seorang wanita datang kedokter untuk pemeriksaan umum tanpa keluhan apapun. merah. Gejala dan tanda Banyak kista Bartolini tidak menyebabkan gejala apapun.(Kapita selekta kedokteran. Patofisiologis Sumbatan duktus utama kelenjar bartholini menyebabkan retensi sekresi dan dilatasi kistik kelenjar bartholin membesar. berisi nanah. nyeri. org/wiki/kista) f. jika kista tumbuh Iebih besar dari diameter 1 inci.infeksi menular seksual. Jika kista menjadi terinfeksi. edisi ketiga) g. Namun. tanpa rasa sakit vagina. dan menjadi 14 .

berjalan atau melakukan hubungan intim. Sebuah kista biasanya tidak sangat menyakitkan. dekat pintu masuk ke vagina. Pasien berjalan mengegang ibarat menjepit bisul diselangkangan. j. Kista Bartolini menyebabkan pembengkakan labia di satu sisi. Pemeriksaan USG masih menjadi pilihan utama untuk mendeteksi adanya kista. MRI dan CT-Scan bisa dipertimbangkan tetapi tidak sering dilakukan karena pertimbangan biaya.bengkak.kista akan terjepit terutama scat duduk dan berdiri menimbulkan rasa nyeri yang terkadang disertai dengan demam. Namun.com/2008/08. Diagnosa Diagnosa kista dapat ditegakkan dengan pemeriksaan pencitraan yaitu USG. html) i.Karena letaknya di vagina bagian luar. sehingga sulit bagi seorang wanita untuk duduk. kista yang besar mungkin akan menyakitkan sesuai dengan ukurannya.blogspot. ST-Scan dan MRI. Kista di bawah kulit bisa langsung didiagnosa karena letaknya di luar. Penatalaksanaan dan pengobatan 1) Penatalaksanan Biasanya dianjurkan marsupialisasi untuk menghilangkan 15 . Selain itu. dan rasa sakit yang signifikan menunjukkan bahwa abses telah berkembang. hal ini sangat menyakitkan. (http://kandunganbedah.

Insersi suatu kateter Word menjadi tindakan terapi pengganti.J.J. Insisi melalui vestibulum dengan insersi sumbu kasa untuk menjamin drainase yang menghilangkan nyeri akut tetapi disertai dengan angka kekambuhan yang lebih tinggi dibandingkan marsupialisasi. hal. Insisi dibuat pada mukosa vestibulum dekat lingkaran himen. 7).(kapita selecta edisi 3) B. (Simatupang E.ketidaknyamanan akut dan untuk memudahkan drainase kontinu kelenjar Bartholin. hal. Konsep dasar Manajemen Kebidanan 1. 25) Langkah I : Pengumpulan Data Pada langkah pertama semua dilakukan yang pengkajian diperlukan dan untuk pengumpulan data mengevaluasi keadaan klien secara lengkap yaitu 16 . Tahapan dalam Manajemen Kebidanan (Simatupang E. penemuan-penemuan keterampilan dan rangkaian tahapan logis untuk pengambilan keputusan yang berfokus pada klien. 2006. Pengertian Manajemen Asuhan Kebidanan Manajemen Asuhan Kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah. 2006. 2.

Langkah II : Identifikasi Diagnosa! Masalah Aktual Dilakukan identifikasi yang benar terhadap diagnosa atau masalah dan kebutuhan klien berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang dikumpulkan. pemeriksaan fisik sesuai dengan kebutuhannya dan pemeriksaan laboratorium. Langkah III: Identifikasi Perlunya Tindakan Segera Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien. Data dasar yang sudah dikumpulkan sehingga ditemukan masalah atau diagnosis yang spesifik. masalah sering menyertai diagnosa. Bidan mengumpulkan data dasar awal yang lengkap. Masalah sering berkaitan dengan wanita yang diidentifkasi oleh bidan sesuai pengarahan. Pada langkah pertama ini disimpulkan semua informasi yang akurat dan sumber yang berkaitan dengan kondisi klien. Langkah IV : Identifikasi Perlunya Tindakan Segera/Kolaborasi 17 .riwayat kesehatan. Mencerminkan kesinambungan dari proses manajemen kebidanan.

Langkah V : Rencana Asuhan Kebidanan Direncanakan Asuhan yang menyeluruh ditentukan oleh langkah . Dengan perkataan lain asuhan terhadap wanita tersebut sudah mencakup setiap hal yang berkaitan dengan semua aspek asuhan. setiap rencana asuhan harus disetujui oleh kedua belah pihak yaitu bidan dan klien agar dapat dilaksanakan dengan efektif karena klien merupakan bagian dari pelaksanaan rencana tersebut.Mengidentifkasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap diagnosa atau masalah yang telah diidentifikasi atau antisipasi rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa yang sudah diidentifikasi dari kondisi klien atau dari setiap masalah yang berkaitan dari kerangka pedoman antisipasi terhadap wanita tersebut seperti apa yang diperkirakan akan terjadi berikutnya. oleh karena itu pada langkah ini tugas bidan adalah merumuskan rencana asuhan sesuai 18 .langkah sebelumnya. Mencerminkan kesinambungan dari proses manajemen kebidanan.

Rencana tersebut dapat dianggap efektif pelaksanaannya. kemudian membuat kesepakatan bersama sebelum melaksanakan tindakan. Jika bidan tidak melakukannya sendiri is tetap memikul tanggung jawab untuk mengarahkan pelaksanaanya. ada kemungkinan 19 .dengan pembahasan rencana asuhan sesuai dengan pembahasan rencana bersama klien. Langkah VI : Implementasi Asuhan Kebidanan Pada langkah keenam ini rencana asuhan menyeluruh. Implementasi dapat dikerjakan secara keseluruhan oleh bidan ataupun bekerjasama dengan tim kesehatan lain. Langkah VII : Evaluasi Asuhan Kebidanan Dilakukan evaluasi kefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi di dalam masalah dan diagnosa. seperti yang telah diuraikan pada langkah yang kelima dilaksanakan secara efisien dan aman. Misalnya : agar langkah-langkah tersebut benar-benar terlaksana.

Pendokumentasian yang benar adalah yang dapat mengkombinasikan kepada orang lain mengenai asuhan yang telah dilakukan dan akan dilakukan pada seorang klien.hasil 20 . maka dokumentasi dalam bentuk SOAP (Simatupang. nikah. singkat dan logis dalam satu metode pendokumentasian. alamat serta keluhan yang diperoleh dari hasil wawancara langsung pada pasien atau keluarga pasien.bahwa sebagian rencana tersebut telah efektif sedang sebagian belum efektif. 60) yaitu : 1. Subyektif (S) Data atau fakta yang merupakan informasi biodata yang mencakup nama. 2006. suku. 2. E. pendidikan. Pendokumentasian Asuhan Kebidanan Asuhan yang diberikan harus dicatat secara benar. agama. yang di dalamnya tersirat proses berfikir sistematis seorang bidan menghadapi klien sesuai dengan langkah-langkah dalam proses manajemen kebidanan. Obyektif (O) Menggambarkan pendokumentasian hasil pemeriksaan fisik klien. jelas. hal. umur. alur berpikir bidan saat menghadapi klien meliputi 7 (tujuh) langkah agar diketahui orang lain apa yang telah dilakukan oleh seorang bidan malalui proses berpikir sistematis. J. C. Menurut Helen Varney. pekerjaan.

III. konsultasi atau kolaborasi dan rujukan sebagai langkah II. Perlunya tindakan segera oleh bidanan dokter. 3. tindakan implementasi (I). Assesment (A) Menggambarkan pendokumentasian hasil analisa dan interpretasi data subyektif dan obyektif dalam suatu identifikasi : Diagnosa / masalah.laboratorium dan tes diagnostik lain yang dirumuskan dalam data fokus untuk mendukung asuhan sebagai langkah 1 Varney. dan evaluasi (E) berdasarkan assesment sebagai langkah V. VI 21 . 4. VI.Antisipasi Diagnosa / Masalah Potensial. Planning (P) Menggambarkan pendokumentasian dari perencanaan. dan IV Varney.

Evaluasi Implementasi Evaluasi Sumber : Si tupang E. Tes lab c. Implementasi 7. 2006. Pendidikan/konseli ng e. Rujukan d.Alur Pikir Bidan Proses Manajemen Kebidanan Pencatatan dari Asuhan Kebidanan Pendokumentasian Asuhan Kebidanan Tabel 01 : Pendokumentasian Manajemen Asuhan Kebidanan 7 langkah dari halen Varney 1. Tindakan potensial dan kolaborasi 5. 22 . Pengumpulan data 2. Rencana tindakan asuhan kebidanan 5 langkah Soap notes kompetensi bidan Data Subjektif objektif Assessment / Assessment/ Diagnosa diagnosa Membuat rencana Planning : a.J. Antisipasi diagnosa/ masalah potensial 4. hal 62). Konsul b. Follow up 6. Merumuskan diagnosa 3.

BAB III STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN SISTEM REPRODUKSI Nn "H" DENGAN KISTA BARTHOLINI DI RS. BAYANGKARA MAKASSAR TANGGAL 03 MEI 2010 No. Identitas Pasien : a. jam 14.25 WITA Tanggal Pengkajian : 03 Mei 2010. Muda 23 . jam 13. Agama e. Pekerjaan g. Dg. Register Tanggal Masuk : 105436 : 03 Mei 2010. Suku d. Pendidikan f.30 WITA LANGKAH I : Pengkajian identifikasi Data Dasar A. Nama b. Alamat : Nn "H" : 22 tahun : Bugis : Islam : SMA : Mahasiswa : JI. Umur c.

semua kebutuhan dilayani ditempat tidur Pasien mengatakan ada keputihan Keadaan ibu Iemah karena nyeri terus menerus C. Keluhan Utama : Bengkak pada kemaluan disertai nyeri. Data Biologis 1.B. 2.25 Pasien masuk dengan keluhan bengkak pada kemaluan dialami 2 minggu yang lalu diawali rasa gatal Pasien mengatakan semakin hari bengkak pada kemaluannya semakin nyeri dan membesar Pasien tidak dapat beraktifitas karena nyeri. Riwayat Kesehatan Lalu Pasien tidak ada riwayat hipertensi (penyakit jantung. tidak merokok Tidak ada riwayat operasi sebelumnya Tidak ada riwayat penyakit keturunan 24 . panas. Riwayat Keluhan Utama Pasien masuk Rumah Sakit tanggal 03 Mei 2010. TBC dan ginjal . jam 13. DM dan hepatitis Tidak ada riwayat alergi. kemerahan.

Sifilis) F. Siklus haid c. Keluarga merasa cemas pada keadaan pasien 2. Klien makan 25 . Pola Pemenuhan Kebutuhan Dasar 1. Tidak pernah menderita penyakit menular seksual (HIV/AIDS.Nafsu makan menurun b. Nutrisi • Selama sakit a. Riwayat Reproduksi Riwayat haid teratur setiap bulan a. Riwayat Ginekologi a. Lama haid = 27-30 hari = 5-7 hari d. Pengobatan ditanggung oleh keluarga 4. Tidak pernah mengalami masalah reproduksi sebelumnya b. Keluarga selalu mendampingi pasien 3. Riwayat Sosial Ekonomi dan Psikologi : 1.D.Klien selalu merasa mual dan muntah sehabis makan. Tidak ada riwayat dismenorhoe E. Menarche= 12 tahun b. Klien selalu berdoa dan berharap agar cepat sembuh G.

Pemeriksaan Fisik 1. Sklera putih 6. Kepala Tidak ada benjolan dan nyeri tekan 4. Pasien tidak mandi dan tidak mengganti pakaian luarnya I. Tanda-tanda vital : Tekana darah Nadi Pernapasan Suhu : 110 / 70 mmHg : 88 x / i : 22 x / i : 37 ° C 3. Personal Hygiene • Selama sakit a. Keadaan umum pasien Iemah. Hidung Tidak ada nyeri tekan dan Oedema 26 . Wajah Ekspresi wajah tampak meringis 5. kesadaran komposmentis 2.hanya 2-3 sendok H. Mata Conjungtiva merah muda.

ada Caries 27 . Gigi dan Mulut Bibir lembab.7.

8. Pemeriksaan Penunjang 1. Tanggal 04 Mei 2010 Hasil : WBC RBC HB = 12. Ekstrimitas Atas : Tampak terpasang infus RL dengan tetes 28 x / I tangan sebelah kiri Bawah : tidak ada Oedema J. Genetalia Adanya pembengkakan pada Labia Mayora dan Labia Minora Adanya nyeri tekan Merah Adanya keputihan 12. Kelenjar Limfe dan Vena Jugularis 9. Pemeriksaan Laboratorium a. tidak ada massa dan nyeri tekan 10.12x 106 = 12. Payudara Simetris kid dan kanan.600 = 5.7 gr % 28 . Leher Tidak ada pembesaran Kelenjar Tyroid. Abdomen Tidak tampak pembesaran dan bekas operasi 11.

Vulva : Terdapat benjolan di Labia Majora dan Labia b. Uretra : Tidak ada kelainan c. Kesan dari pemeriksaan yang dilakukan oleh Dokter adalah : Kista Bartholini Labia Mayora dan Minora f. Nyeri tekan (+) pada Labia Majora dan Labia Monira d. Pengobatan yang diberikan : a) IVFD RL 20 tetes/menit b) Inj Ranitidin 1 Ampul/ IV c) Inj Ketrolac 1 Ampul / IV d) Metronodazole inf / drips g. Teraba massa kistik pada Majora dan Minora e.HCT PLT Plano Tes = 40 % = 275. Rencana Marsupiliasasi tanggal 04 May 2010.45 Wita LANGKAH II : Identifikasi Dioagnosa / Masalah Aktual Diagnosa : 1. Data Subyektif 1.000 =(-) 2. Pasien mengatakan bengkak pada kemaluan disertai nyeri dan 29 . jam 13. Kista bartolini dengan masalah nyeri dan kecemasan a. Pemeriksaan Ginekologi a.

Nyeri a. 2. bergerak. Data objektif 1. pseudokista Bartholini timbul karena retensi pus di dalam duktus ekskretorius ( Luz Heller. Analisis Interpretasi Adanya pembengkakan pada labia Majora dan Minora diakibatkan oleh infeksi dan okiusi duktus ekskretorius kelenjar. Analisa dan Interpretasi Nyeri yang dirasakan ibu sebagai akibat dari pembengkakan labia Majora dan labia Minora yang isinya nanah yang dapat keluar melalui duktus (Buku Referensi Obstetri William edisi 21) 30 . Data subjektif 1. Tampak pembengkakan pada labia Majora dan labia Minora dan ibu meringis waktu daerah kemaluan ditekan c. Tampak pembengkakan pada Labia Majora dan Labia Minora 2.Gawat Darurat Ginekologi dan Obstetri ). b. berjalan dan defekasi b. Hasil pemeriksaan Dokter : Kista Bartholini c.dirasakan sejak 2 minggu lalu disertai rasa gatal. Ibu mengatakan nyeri di area kemaluan terutama pada saat duduk. Data Obyektif 1.

3. Kecemasan a. Analisa dan Interpretasi Data Vagina adalah daerah yang selalu basah dan lembab oleh sebab itu vagina merupakan media yang balk untuk kuman berkembang biak. (Buku Referensi Obstetri William edisi 21) LANGKAH III. Analisis dan interpretasi data Cemas adalah emosi dan merupakan pengalaman subyektif individual. dan kognitif atau intelektual. Kecemasan yang timbul dapat diidentifikasi melalui respon yang dapat berupa respon fisik. Data Subjektif Pasien mengatakan merasa cemas dengan keadaannya b. emosional. 31 . Data objektif Pasien tampak cemas dengan keadaannya c. yang bisa menyebabkan infeksi. mempunyai kekuatan tersendiri dan sulit untuk diobservasi secara langsung. Merumuskan Diagnosa / Masalah Potensial Potensial terjadi infeksi a. Perawat dapat mengidentifikasi Cemas lewat perubahan tingkah laku klien. Data Subyektif b. Data Obyektif : Ibu mengeluh nyeri pada alat kelamin : Terdapat sekret pada vagina c.

Klien merasa nyaman Tanda-tanda vital dalam batas normal 1. Rencana Tindakan Tujuan : Tindakan Marsupialisasi yang dilakukan oleh dokter dapat berlangsung dengan balk.5 ° C Klien merasa nyaman Intervensi 1.5-37. Nadi : 90 / 60 mmHg-140 / 90 mmHg : 70-100 x/ i 3. Suhu : 36. Isi Kista sudah di keluarkan 2. Jelaskan pada pasien tentang rencana tindakan marsupialisaasi yang akan dilakukan oleh dokter Rasional : pasien dapat mengetahui tindakan yang akan dilakukan 2. 3. Tindakan Segera / Kolaborasi Pemasangan kateter dan infuse RL 28 tetes/menit LANGKAH V. Tekanan darah 2.LANGKAH IV. Pernapasan : 16-24 x /i 4. Mempersiapkan pasien untuk dilakukan tindakan marsupialisaasi oleh dokter Rasional : pasien mulai mempersiapkan diri 32 . Kriteria : 1. Tidak adanya rasa nyeri.

16. Implementasi Tanggal 03 Mei 2010. Ajarkan klien teknik relaksasi jika merasa nyeri Rasional : mengurangi rasa nyeri 5.00 WITA 1. Observasi infus dan kateter LANGKAH VI. Memberikan informasi pada ibu tentang keadaannya bahwa benjolan yang ada pada vagina memang nyeri Hasil : pasien mengerti dengan informasi yang diberikan. Beri dukungan mental dan spiritual Rasional : pasien sabar menghadapi penyakit dan berserah kepada Tuhan YME 4. serta pasien menceritakan rasa cemasnya 2. Menyampaikan pada klien untuk mempersiapkan did untuk menghadapi marsupialisaasi Hasil : pasien memahami dan telah mempersiapkan 33 .3. Anjurkan pasien istirahat yang cukup Rasional : memberi rasa nyaman pada pasien 6. Memberikan dukungan mental dan spiritual Hasil : ibu mengerti dan mau menjalaninya 3.

Evaluasi Tanggal 03 Mei 2010.30 Wita 1. jam 16.LANGKAH VII. Terpasang infus RL 28 tetes/i 4. Besok akan dilakukan tindakan marsupialisaasi oleh dokter 3. Keadaan umum : baik 2. Terpasang kateter 34 .

00 WITA IDENTITAS KLIEN Nama Umur Suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Data Subjektif (S) 1. Muda 35 . jam 17.PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI PADA Nn "H" DENGAN KISTA BARTHOLINI DI RS. jam 13.25 WITA Tanggal Pengkajian : 03 Mei 2010. Pasien mengatakan bengkak pada kemaluan sejak 2 minggu lalu yang diawali rasa gatal 2. Register Tanggal Masuk : 105436 : 03 Mei 2010. BAYANGKARA MAKASSAR Tanggal 03 Mei 2010 No. Pasien mengatakan semakin hari bengkak pada kemaluannya semakin membesar dan nyeri : Nn"H" : 22 tahun : Bugis : Islam : SMA : Mahasiswa : JI. Dg.

Terpasang infus RL 28 tetes/I pada tangan kiri 3. semua kebutuhan dilayani di tempat tidur 5. Terpasang kateter 4. Pasien mengatakan ada keputihan sejak 3 hari lalu Data Objektif (O) 1. Pasien meringis karena adanya rasa nyeri 5. Pasien mengatakan nafsu makan menurun akibat nyeri 4. Pasien mengatakan tidak dapat beraktifitas karena nyeri. Pemeriksaan dalam oleh dokter dengan hasil : 6. TTV : TD N P S : 110/70 mmHg : 88x/i : 22x1 : 37°C Adanya nyeri tekan Bengkak pada labia mayora dan minora Pemberian obat Clindamisun 3x300 g As-mefenamat 3x500 g 36 . Keadaan pasien : lemas akibat nyeri 2.3.

Assesment (A) Diagnosa : Kista bartholini Planning (P) 1. Memberikan infom consent Hasil : keluarga telah mendatangi dan menyetujui akan dilakukan tindakan marsupialisasi 4.Clindamisun .Pentalaksanan pemberian obat jam 14. Memberikan dukungan mental dan spiritual Hasil : pasien mengerti dan mau menjalaninnya 3.As-mefenamat 3x300 g 3x500 g 37 . Menjelaskan tindakan marsupialisasi yang akan dilakukan oleh dokter besok Hasil : pasien mengerti dengan tindakan yang akan dilakukan 2.30 . Menyampaikan pada pasien untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi marsupialisasi yaitu berupa puasa mulai sebentar malam Hasil : pasien memahami dan akan melaksanakan puasa sesuai anjuran .

25 WITA Tanggal Pengkajian : 04 Mei 2010.00 WITA IDENTITAS KLIEN Nama Umur Suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Data Subjektif (S) 1. BAYANGKARA MAKASSAR Tanggal 04 Mei 2010 No. Muda . jam 13. Pasien mengatakan sudah puasa sejak tadi malam 38 : Nn"H" : 22 tahun : Bugis : Islam : SMA : Mahasiswa : JI. Dg. Register Tanggal Masuk : 105436 : 03 Mei 2010. jam 10. Pasien mengatakan sangat nyeri pada kemaluan 2. Pasien mengatakan cemas dengan tindakan marsupialisasi yang akan dilakukan 3.PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN PRE OPERASI GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI PADA Nn "H" DENGAN KISTA BARTHOLINI DI RS.

45.6°C Assesment (A) Diagnosa : Pre Operasi Kista Bartholini Planning (P) Tanggal 04 Mei 2010. Pasien meringis karena adanya rasa nyeri 5.00 Wita 1.Data Objektif (O) 1. urine keluar lancar 4. Jam 13.botol ke 3 3. agar segera mempersiapkan diri untuk dilakukan tindakan marsupialisasi Hasil : pasien telah mempersiapkan diri 39 . Keadaan pasien : lemah akibat nyeri 2. Terpasang infus RL 28 tetes/i . Memberikan dukungan mental dan spiritual Hasil : keluarga telah memberikan dukungan dan motivasi 3. ITV : TD N P S : 90/60 mmHg : 72x/i : 18x1 : 36. Hasil : pasien sudah mengetahuinya dan mengerti 2. Memberitahu pasien. Menjelaskan bahwa akan dilakukan tindakan marsupialisasi oleh dokter jam 13. Terpasang kateter.

jam 13.00 Inj. Tramadol 1 ap/81/IV Inj. Mefenamat Inj. Ranitidin 1 ap/81/IV 5. Cefriaxone 1gr/12j/IV As. Pemberian obat . Pasien diantar ke kamar operasi Hasil : pasien bersedia ke kamar operasi 40 .4.

Register Tanggal Masuk : 105436 : 03 Mei 2010. Pasien mengatakan selama sakit nafsu makan menurun : Nn"H" : 22 tahun : Bugis : Islam : SMA : Mahasiswa : JI.25 WITA Tanggal Pengkajian : 05 Mei 2010. Ibu masih mengatakan masih terasa nyeri pada daerah kemaluannya.00 WITA IDENTITAS KLIEN Nama Umur Suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Data Subjektif (S) 1. 2. jam 10. Pasien mengatakan belum BAB 3.PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI PADA Nn "H" DENGAN KISTA BARTHOLINI POST MARSUPIALISASI HARI PERTAMA Tanggal 05 Mei 2010 No. Muda 41 . jam 13. Dg.

Terpasang infus RL 28 tetes/I pada tangan sebelah kiri 4. TTV : TD N S P = 110/80 mmHg = 80 x /i = 36. Memberi informasi pada ibu tentang keadaannya Hasil : pasien mengerti dengan informasi yang diberikan. Pemeriksaan dalam oleh dokter dengan hasil Vulva : Labia Mayora dan Minora tidak ada pembengkakan lagi Adanya nyeri tekan 7. serta pasien 42 .00 WITA 1.5 °C = 18 x /i ASSESMENT (A) Diagnosa : Post Marsupialisasi hari I PLANNING (P) Tanggal 05 Mei 2010. Klien masih sering meringis karena adanya rasa nyeri 6. Terpasang Kateter 5.Data Objektif (O) 1. Kesadaran : Komposmentis 3. Keadaan umum : baik 2. jam 12.

00 wita Hasil : pemberian obat berjalan lancar. 2.jam 07.jam 08. Dexanetason 1 amp/8 jam/ I V. Mengajarkan pasien teknik relaksasi Hasil : pasien mengerti dan akan dibantu keluarga 3.00 wita Tramadol TbI 3x1. Memberikan dukungan mental dan spiritual Hasil : ibu mengerti dan mau menjalaninya 5. Menganjurkan pasien untuk istirahat yang cukup Hasil : pasien merasa nyaman 6. Bantu pasien mobllisasi bertahap yaitu miring kanan dan kiri Hasil: pasien mulai bergerak sendiri 4. 43 . 2 Non Flamin 3x1 Inj.00 wita SF 2x1 Dulcolax no. Cefriaxone 1 gr/12/iv.menceritakan rasa cemasnya.jam 18. Memberitahu kepada pasien bahwa kateter akan dilepas Pemberian obat • • • • • • • • IVFD RL : Ds : 2 : 1 ---> 28 tetes Inj.

00 WITA Data Subjektif (S) : 1. TTV : TD N P S = 120 / 80 mmHg =76 x/i = 20 x/i = 36. Keadaan umum 2.5 °C : baik : nyeri : sudah BAB dan BAK Pemberian obat : as. jam 10. Data Objektif (O) : 1. Keluhan 3.mefenamat 3x1 44 . Infus sudah tidak terpasang 6. Pasien mengatakan lebih segar 2. jam 13. 3. Eliminasi 4. Ibu mengatakan sudah BAB dan BAK tetap masih terasa sakit.PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI PADA Nn"H" DENGA KISTA BARTHOLINI PADA HARI KE II DI RS. BAYANGKARA Tanggal 06 Mei 2010 No. Pasien mengatakan masih nyeri pada daerah Vulva.25 WITA Tanggal Pengkajian : 06 Mei 2010. Nyeri tekan : + 5. Register Tanggal Masuk : 105436 : 03 Mei 2010.

45 . Intruksi dokter pasien boleh pulang.ASSESMENT (A) Diagnosa : Post Marsupialisasi II PLANNING (P) 1. Menganjurkan pasien untuk istirahat yang banyak Hasil : klien bersedia melakukan anjuran yang diberikan 2. Memberitahu klien agar tetap menjaga Personal Hygiene Hasil : klien akan menjaga Personal Hygiene 3.

jika kista tumbuh lebih besar dari diameter 1 inci. Langkah I.dengan gejala apapun Biasanya ditemukan ketika seorang wanita datang kedokter untuk pemeriksaan umum tanpa keluhan apapun. yang dilanjutkan dengan pemeriksaan berupa inspeksi. tanpa rasa sakit vagina. Bayangkara Makassar. Pembahasan ini disusun berdasarkan teori dan asuhan nyata dengan pendekatan proses Manajemen Asuhan Kebidanan. Dalam penerapan proses manajemen kebidanan pada kasus kista bartholini dilakukan melalui tahap sebagai berikut. Identifikasi Data Dasar Dalam pengkajian dimulai dari anamnese untuk mengumpulkan data balk dari ibu maupun keluarganya. berjalan atau melakukan hubungan intim. palpasi. hal ini sangat menyakitkan. sehingga sulit bagi seorang wanita untuk duduk. Namun. dan menjadi bengkak. berisi nanah. Kista Bartolini menyebabkan pembengkakan labia di satu sisi. atau selama hubungan seksual. Jika kista menjadi terinfeksi. dekat pintu masuk 46 . Pada tinjauan pustaka dijelaskan bahwa Kista bartholini adalah infeksi kista duktus bartholin yang ditandai dengan berbagai derajat nyeri dan perlunakan di atas kelenjar yang terinfeksi. dapat menyebabkan ketidaknyamanan ketika duduk.BAB IV PEMBAHASAN Pada bab ini penulis akan membahas hasil tinjauan kasus kista bartholini di RS.

Pada tinjauan kasus yaitu melalui pengkajian pada riwayat kesehatan sekarang. Namun. Pada pemeriksaan vagina teraba benjolan pada labia mayors dan minora Dengan demikian Kista bartholini yang dijelaskan pada tinjauan pustaka dan yang ditemukan pada tinjauan kasus secara garis besar tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Pasien berjalan mengegang ibarat menjepit bisul diselangkangan. Langkah II.25 wita dengan indikasi kista bartholini. Identifikasi Diagnosa/Masalah Aktual Dalam menegakkan suatu diagnosa kebidanan atau masalah kebidanan berdasarkan pendekatan asuhan kebidanan didukung oleh beberapa data balk data subjektif maupun data objektif yang diperoleh dari hasil pengkajian yang telah dilaksanakan. kista yang besar mungkin akan menyakitkan sesuai dengan ukurannya. pasien mengeluh nyeri pada vagina akibat adanya pembengkakan pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan pada vagina dan ekspresi wajah meringis terutama bila bergerak. Karena letaknya di vagina bagian luar. 47 . Sebuah kista biasanya tidak sangat menyakitkan.kista akan terjepit terutama saat duduk dan berdiri menimbulkan rasa nyeri yang terkadang disertai dengan demam. Ny"H" berusia 22 tahun masuk Rumah Sakit tanggal 03 mei 2010 jam 13. dan rasa sakit yang signifikan menunjukkan bahwa abses telah berkembang.ke vagina.

adanya rasa nyeri pada vagina.Pada tinjauan Pustaka dijelaskan bahwa gejala Kista Bartolini menyebabkan pembengkakan labia di satu sisi. Sebuah kista biasanya tidak sangat menyakitkan. seperti . Pada tinjauan kasus ditemukan bahwa ibu menunjukkan gejala. Ekspresi wajah ibu tampak pucat . dan rasa sakit yang signifikan menunjukkan bahwa abses telah berkembang. teraba benjolan pada vagina bagian bawah serta pada pemeriksaan laboratorium ditemukan bahwa hemoglobin pasien adalah 12. kista yang besar mungkin akan menyakitkan sesuai dengan ukurannya.7 gr%. Sedangkan pada pemeriksaan fisik ditemukan benjolan pada labia majora dan minora. kista akan terjepit terutama saat duduk dan berdiri menimbulkan rasa nyeri yang terkadang disertai dengan demam.tegang gelisah dan selalu menanyakan kondisinya. sedangkan masalah kecemasan tidak didapatkan pada tinjauan pustaka tapi didapatkan pada saat pengkajian sebagai suatu efek psikologis terhadap penyakit yang diderita.gejala tersebut. dekat pintu masuk ke vagina. 48 . Karena letaknya di vagina bagian luar. Namun. Sehingga penulis mengidentifikasi masalah aktual adalah kista bartholini dengan nyeri dan kecemasan pada pasien Dengan demikian apa yang dijelaskan pada tinjauan pustaka dan tinjauan kasus tidak ada kesenjangan.

Pada tinjauan pustaka telah disebutkan bahwa Kista bartholini berkembang ketika saluran keluar dari kelenjar bartholini tersumbat cairan yang di hasilkan oleh kelenjar kemudian terakumulasi.menyebabkan kelenjar membengkak dan membentuk suatu kista suatu abses terjadi bila kista menjadi infeksi kista dapat terinfeksi dan abses dapat berkembang dalam kelenjar kista bartholini tidak selalu harus terjadi sebelum abses kelenjar. bakteri anaerob adalah pathogen yang paling umum chlamydia trachomatis juga mungkin menjadi orgasnisme kausatif namun kists saluran bartholini dan abses kelenjar tidak lagi dianggap sebagai bagian eksklusif dari infeksi menular seksual selain itu operasi vulvovaginal adalah penyebab umum kista dan abses tersebut. mengurangi nyeri dan mengatasi kecemasan pada pasien. Sehingga dilakukan tindakan perawatan dan rencana operasi oleh tim dokter sebagai Iangkah untuk mengantisipasi terjadinya masalah potensial yaitu mencegah terjadinya infeksi di daerah sekitar. 49 . Antisipasi Diagnosa/Masalah Potensial Pada Iangkah ini penulis mengantisipasi diagnosa atau masalah potensial berdasarkan rangkaian diagnosa atau masalah yang sudah diidentifikasi. Pada kasus Ny N " telah didiagnosa menderita kista bartholini disertai nyeri dan kecemasan pada pasien.Langkah III. Kelenjar bartholini adalah abses polimikrobial meskipun neisseria gonorrhoeae adalah mikroorganisme aerobic yang dominan mengisolasi.

Pada kasus Ny. Identifikasi Perlunya Tindakan Segera/Kolaborasi Pada tinjauan pustaka dijelaskan Mengidentifkasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien. Langkah V. Penetapan tujuan dimaksudkan untuk menjadi pedoman dalam suatu tindakan. Rencana Asuhan Kebidanan Dalam membuat perencanaan penulis melakukan sesuai data yang diperoleh dan disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan ibu. Langkah IV. Dengan demikian apa yang dijelaskan pada tinjauan pustaka dan tinjauan kasus tidak ada kesenjangan. Oleh karena itu penulis bisa menyimpulkan tidak terjadi kesenjangan antara tinjauan pustaka dan tinjauan kasus. penulis mendapatkan bahwa masalah potensial yang bisa terjadi pada pasien dengan kista bartholini dapat diantisipasi dengan balk . hal-hal yang dijelaskan pada tinjauan pustaka dan tinjauan kasus tidak ada kesenjangan. Pada tinjauan pustaka penanganan yang diberikan pada pasien dengan kista bartholini adalah marsupialisasi untuk menghilangkan ketidaknyamanan akut dan untuk memudahkan drainase kontinu kelenjar Bartholini.Pada bagian ini. Dengan demikian. " H" ditemukan bahwa ibu menderita kista bartholini. sehingga bidan harus berkolaborasi dengan dokter untuk tindakan selanjutnya. 50 .

kecuali potensial terjadinya infeksi di daerah bekas marsupialisasi masih memerlukan perawatan dan pengawasan yang Iebih lanjut . 51 .Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa sebagian tindakan asuhan kebidanan yang diterapkan tercapai. wajah pasien meringis jika bergerak. keadaan dan kebutuhan ibu serta menjelaskan apa yang akan dilakukan sehingga ibu dan keluarganya dapat membantu dan berpartisipasi dalam pelaksanaan asuhan kebidanan. ibu bisa beradaptasi dengan kedaaannya. Pada tinjauan kasus semua rencana asuhan kebidanan telah dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara Makasssar tanggal 03 s/d 06 Juni 2010 dan pada tahap ini penulis tidak menemukan adanya kesenjangan Langkah VII. Implementasi Asuhan Kebidanan Pada tinjauan pustaka dijelaskan rencana asuhan menyeluruh yang telah direncanakan dan dilaksanakan secara efisien dan aman.Langkah VI. Evaluasi Asuhan Kebidanan Adapun evaluasi dimaksud untuk memperoleh atau memberi nilai terhadap intervensi yang dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil evaluasi setelah perawatan tanggal 03 s/d 06 Juni 2010 adalah keadaan umum balk. ibu masih merasa nyeri pada vagina terutama jika bergerak. tanda-tanda vital dalam batas normal. Dengan menyesuaikan kondisi.

Berdasarkan teori Rencana tindakan yang dilakukan yaitu marsupialisasi untuk menghilangkan ketidaknyamanan akut dan untuk memudahkan drainase kontinu kelenjar Bartholin. 2. Masalah aktual yang diperoleh dalam kasus Nn "H" yaitu kista bartholini. 3.ini muncul sebagai suatu pembengkakan di bagian posterolateal pada introitus biasanya secara unilateral kista biasanya berdiamer 2 cm tetapi dapat sampai 8 cm kista mengandung lendir yang steril bila di tusuk . maka dalam bab ini penulis menarik kesimpulan dan saran sebagai berikut : A.kecuali mengalami pembesaran ini biasanya asimptomatik. Kista bartholini adalah tumor vulva yang paling lazim. Data yang telah diinterprestasi kemudian dikembangkan dalam identifikasi data untuk merumuskan diagnosa/masalah aktual melalui data subjektif dan objektif.BAB V PENUTUP Setelah penulis membahas dan menguraikan kasus Nn "H" dengan kista bartholini di RS Bayangkara Makassar. Kesimpulan 1. Insisi dibuat pada mukosa vestibulum dekat lingkaran 52 .

himen. 4. Pendokumentasian asuhan kebidanan menggunakan SOAP yang menggambarkan catatan perkembangan klien seperti pada kasus Nn "H". 7. 53 . 6. Dan pada hari ketiga klien diperbolehkan pulang dengan catatan menjaga kesehatan dan nasehat yang diberikan oleh petugas. 5. Pada Nn "H" Iebih mengarah dukungan psikologis dari lingkungan terutama keluarga seperti dalam teori Iebih mengutamakan pencegahan terjadinya keadaan yang Iebih buruk. Tidak terdapat kesenjangan antara teori. terapi psikologis dan cairan parenteral. masalah sudah sedikit dapat teratasi. Insersi suatu kateter Word menjadi tindakan terapi pengganti. klien mampu berjalan sendiri walaupun masih dibantu oleh keluarga. Adapun hasil evaluasi yang penulis dapatkan dari tanggal 505-2010 yaitu pada hari I perawatan klien dengan kista bartholini. obat-obatan. karena dilakukannya tindakan isolasi dan dilakukannya tindakan pemeriksaan HB. Tindakan asuhan kebidanan pada kista bartholini sesuai dengan rencana tindakan dengan dilakukan pencegahan.

Dalam pemecahan suatu masalah menggunakan manajemen 54 . Pasien a. Dapat memberikan informasi yang akurat pada pasien dan keluarga tentang penyakit yang dihadapi dan memberikan pendidikan kesehatan. Melakukan pemeriksaan secara teratur untuk mengetahui apakah tidak terjadi infeksi yang berulang. Menganjurkan untuk menjaga personal hygiene.B. b. perlu menyediakan tenaga bidan yang berpotensi dan profesional untuk menunjang pelaksanan tugas yang akan datang. b. c. Menganjurkan agar klien istirahat yang cukup. Petugas kesehatan dapat mengenali dan mendeteksi secara dini setiap kemungkinan terjadinya dan memberikan pelayanan sedini mungkin. c. d. Bagi Petugas Kesehatan a. 3. 2. Saran-Saran 1. Menganjurkan untuk meminum obat. Untuk mencapai tujuan asuhan kebidanan yang diinginkan. Petugas kesehatan khususnya bidan perlu memperhatikan psikis klien serta diharapkan memberikan dorongan moril kepada klien untuk menunjang proses penyembuhan. Bagi Institusi Pendidikan a. b.

mengingat metode ini sangat bermanfaat dalam membina tenaga bidan. 55 .asuhan kebidanan sesuai dengan prosedur yang ada.

http. Obstetri Wiliams edisi 2 EGC Pernol L Martin M.J. edisi 2 Luz Heller. Ilmu Kandungan.EGC Hacker Moore. Jilid 1. Edisi 9 Posted by whoellan on January 21. 2006.htm Simatupang E. Obstetric and Gynecology. 56 .blogspot. Gawat darurat ginekologi dan obstetri.D.DAFTAR PUSTAKA Arif Mansjoer. 2009. IImu Kebidanan Penyakit Kandungan Keluarga Berencana . edisi kedua. Kedaruratan Obstetri.//kandunqanbedah. 1999. Manajemen Asuhan Kebidanan Supryadi Tedy. Bagus Ida. Kapita Selekta Kedokteran. 1999. EGC Wiknjosastro Hanifa. Esensial obstetri dan ginekologi. dkk.com/2008/08. Edisi 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful