P. 1
skripsi pendidikan

skripsi pendidikan

|Views: 7,823|Likes:
Published by Jhon Hasibuan
skripsi s1

skripsi s1

skripsi pendidikan
skripsi s1

skripsi s1

skripsi pendidikan

More info:

Published by: Jhon Hasibuan on Dec 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/01/2014

pdf

text

original

1. Service

Pada umumnya service hanya merupakan pukulan pembukaan untuk

memulai suatu permainan sesuai dengan kemajuan permainan, teknik service saat

ini hanya sebagai permukaan permainan, tapi jika ditinjau dari sudut taktik sudah

merupakan suatu serangan awal untuk mendapatkan nilai agar suatu regu berhasil

meraih kemenangan. Karena kedudukannya begitu penting maka para pelatih

selalu berusaha menciptakan bentuk teknik service yang dapat menyukarkan

lawan dan mendapat nilai.

20

Bertolak dari pentingnya kedudukan service diciptakan bermacam-macam

teknik dan variasi sevice :

a. Sevice tangan bawah

Sevice ini adalah sevice yang sangat sederhana dan diajarkan terutama

untuk pemula. Gerakannya lebih alamiah dan tenaga yang dibutuhkan tidak begitu

besar.

1) Sikap permulaan

Berdiri didaerah sevice menghadap kelapangan, bagi yang tidak kidal kaki

kiri berada di depan dan bagi yang kidal sebaliknya. Bola dipegang tangan kiri,

tangan kanan boleh menggenggam atau dengan telapak tangan terbuka, lutut agak

ditekuk sedikit dan berat badan berada di tengah.

2) Gerakan pelaksanaan

Bola dilambungkan di depan pundak kanan, setinggi 10 sampai 20 cm,

pada saat bersamaan tangan kanan ditarik ke belakang kemudian diayunkan ke

arah depan atas dan mengenai bagian belakang bawah bola

Lengan diluruskan dan telapak tangan/genggaman tangan ditegangkan

3) Gerakan lanjutan

Setelah memukul diikuti dengan memindahkan berat badan dengan

melangkahkan kaki kanan kedepan dan segera masuk kelapangan untuk

mengambil posisi dengan sikap siap normal, siap untuk menerima pengembalian

serangan dari pihak lawan (lihatlah sikap siap normal pada gambar 14 dan teknik

urutan gerak “sevice tangan bawah” pada gambar 15).

21

b. Floating serve (sevice mengapung)

Yang dimaksud dengan sevice mengapung (floating serve) adalah jenis

sevice dimana jalannya bola dari hasil pukulan sevice itu tidak mengandung

putaran dengan kata lain, bola berjalan mengapung/mengambang.

Dari sekian banyak teknik sevice, pada saat ini paling populer adalah

“floating service” terutama yang dilakukan dari overhand. Kesukaran lawan

dalam menerima sevice float ini terletak pada sifat jalannya bola yang mengapung,

dan berjalan tidak pada suatu lintasan lurus, kecepatannya yang tidak teratur, bola

sering melayang ke kiri dan ke kanan ke atas dan ke bawah, sehingga

menimbulkan kesukaran untuk memprediksi arah datangnya bola sehingga

menimbulkan kesukaran untuk memprediksi arah datangnya bola secara tepat.

- Floating overhand service

a) Sikap permulaan

Berdiri didaerah sevice menghadap kelapangan, bagi yang tidak kidal kai

kiri berada didepan dan jika kidal posisi kaki sebaliknya, namun ada juga pemain

berdiri dengan kedua kaki sejajar dengan menghadap ke net. Bola dipegang

ditangan kiri setinggi kepala, tangan kanan menggenggam atau dapat juga dengan

telapak tangan terbuka.

b) Gerakan pelaksanaan

Bola dilambungkan didepan atas lebih tinggi dari kepala, tangan kanan

segera memukul bola pada bagian tengah belakang dari bola dan gaya yang

mengenai bola harus berjalan memotong garis tengah bola, untuk menghindari

terjadinya putaran pada bola, pergelangan tangan harus di fiksir atau dikakukan.

c) Gerakan lanjutan

22

Gerakan lanjutan dan pemukul harus segaris dengan gaya yang dihasilkan

atau didorongkan ke depan. Jika pukulan dilakukan dengan gerakan yang cepat

(pukulan keras) dapat dilakukan tanpa follow trough. Lihat urutan gerak floating

overhandseve pada gambar 16, dan pada gambar 17 menunjukan ketinggian

lambungan bola dan posisi tangan saat perkenaan dengan bola.

- Overhand change-up service (slider floating overhand)

a) Sikap permulaan

Berdiri menyampingi net, posisi kedua kai sejajar, tangan kiri memegang

bola ke depan badan, tangan kanan yang akan memukul bola menggenggam.

b) Gerak pelaksanaan

Langkahkan kaki kiri ke samping, lambungkan bola di depan pundak kiri

kemudian ayunkan lengan kanan dengan gerak melingkar ke arah bola samping

memindahkan berat badan ke kaki kiri, perkenaan tangan dengan bola berada di

depan pundak kiri dan lengan dalam ke adaan lurus.

c) Gerak lanjutan (follow through)

Setelah tangan mengenai bola, gerakan lengan di bawah lurus ke depan

sambil memindahkan berat badan ke depan dan segera masuk kelapangan untuk

mengambil posisi siap menerima bola serangan dari lawan.

b. Overhand round-house service (hook service)

Sevice jenis ini disebut suga sevice cekis (Suharno, 1982:21)

1) Sikap permulaan

Berdiri menyampingi lapangan, jarak kedua kaki selebar pundak, kedua

tangan memegang bola.

23

2) Sikap pelaksanaan

Lambungkan bola diatas pundak kanan, liukan badan kearah kanan dan

lutut ditekuk, ayunkan lengan kanan kearah bola dengan gerak melingkar secepat

mungkin.

3) Dumping service

Service dilakukan dengan gerakan melompat seperti gerakan smash.

Lambungkan bola setinggi kurang lebih 3 m agak ke depan badan lalu melakukan

awalan melompat setinggi mungkin dan bola dipukul seperti gerakan smash.

Putaran bola yang dihasilkan terus topspin yang tinggi agar bola secepatnya turun

ke daerah lapangan lawan. Sebagai catatan, sewaktu melakukan awalan, tolakan

kedua kaki harus dibelakang garis, tetapi setelah memukul, boleh menginjak garis

atau mendarat jauh di dalam lapangan sesuai peraturan yang berlalku.

4) Passing

Adalah mengoperkan bola kepada teman sendiri dalam satu regu dengan

suatu teknik tertentu, sebagai langkah awal untuk menyusun serangan kepada regu

lawan.

Macam-macam passing :

a. Pass-bawah normal

b. Variasi pass-bawah

c. Pass-atas normal

d. Variasi pass-atas

e. Passing dalam berbagai macam ketinggian bola

24

5) Umpan (set-up)

Umpan adalah menyajikan bola kepada teman dalam satu regu, yang

kemudian diharapkan bola tersebut dapat diserangkan ke daerah lawan dalam

bentuk smash. Teknik mengumpan pada dasarnya sama dengan teknik passing.

Letak perbedaannya hanya pada tujuan dan kurve jalannya bola. Umpan yang baik

harus memenuhi beberapa persyaratan, yakni :

a. Bola harus melambung di atas jaring dengan tenang di daerah serang lapangan

sendiri.

b. Bola harus berada di atas jaring jaring dengan ketinggian yang cukup agar

dapat di smash oleh Smasher.

c. Jarak umpan dengan net sesuai dengan tipe serangan yang diinginkan. Pada

umpan normal jarak bola dengan net berkisar 20-50 cm.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->