Prospek dan Arah Pengembangan

AGRIBISNIS CENGKEH

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Departemen Pertanian
2005

terutama terkait dengan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif di pasar internasional. hortikultura (pisang. Propinsi Jawa Barat. Sesuai dengan rancangan dalam RPPK. H. kakao. dan mekanisasi pertanian. i . kambing/ domba. yang terkait dengan aspek pasokan produk. dan peternakan (unggas. (b) sumber perolehan devisa. seri buku tentang prospek dan arah kebijakan pengembangan komoditas pertanian dapat diterbitkan. aspek pendapatan dan keterjangkauan. dan Kehutanan” (RPPK) yang telah dicanangkan Presiden RI Bapak Dr. pascapanen. jagung. pengembangan produk pertanian dapat dikategorikan dan berfungsi dalam : (a) membangun ketahanan pangan. dan empat lainnya membahas mengenai bidang masalah yaitu tentang investasi.MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN MENTERI PERTANIAN Atas perkenan dan ridho Allah subhanahuwataala. dan aspek kemandirian. (c) penciptaan lapangan usaha dan pertumbuhan baru. kedelai). Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 11 Juni 2005 di Bendungan Jatiluhur. tanaman obat. dan sapi). Keseluruhan buku yang disusun ada 21 buah. dan cengkeh). 17 diantaranya menyajikan prospek dan arah pengembangan komoditas. dan (d) pengembangan produk-produk baru. Kabupaten Purwakarta. Perikanan. tebu/gula. anggrek). yang terkait dengan berbagai isu global dan kecenderungan perkembangan masa depan. bawang merah. tanaman perkebunan (kelapa sawit. jeruk. karet. kelapa. Buku-buku ini disusun sebagai tindak lanjut dan merupakan bagian dari upaya mengisi “Revitalisasi Pertanian. Sementara 17 komoditas yang disajikan meliputi: tanaman pangan (padi/beras. terutama terkait dengan peluang pengembangan kegiatan usaha baru dan pemanfaatan pasar domestik. lahan.

Buku ini menyajikan gambaran makro prospek dan arah pengembangan cengkeh ke depan. instansi pemerintah propinsi dan kabupaten/kota. Minyak cengkeh merupakan bahan baku industri farmasi dan pestisida nabati. Akibatnya. bahkan kelebihan produksi cengkeh. Ir. Juni 2005 Jakarta. dari cengkeh dapat dihasilkan berbagai produk alternatif seperti minyak cengkeh. Selain untuk rokok. sehingga dikhawatirkan pada tahun 2009 Indonesia hanya mampu menyediakan separuh dari kebutuhan industri rokok kretek. Ir. KATA PENGANTAR Cengkeh merupakan salah satu komponen utama bahan baku rokok kretek. tercapainya swasembada. Besarnya pendapatan cukai dan kemampuannya menyediakan lapangan kerja berskala besar. menempatkan industri rokok sebagai salah satu bagian penting dalam ekonomi nasional. mulai dari pra panen hingga industri turunannya. Saat ini. Anton Apriyantono.Sebagai suatu arahan umum. MS Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. sehingga dalam menelaahnya perlu disertai dengan ketajaman analisis dan pendalaman lanjutan atas aspek-aspek bisnis yang sifatnya dinamis. Juli 2005 Menteri Pertanian. buku ini adalah suatu dokumen yang menyajikan informasi umum. pemanfaatan hasil samping dan diversifikasi hasil maka peluang investasinya menjadi sangat terbuka dan menantang. namun demikian buku ini dapat memberikan indikasi awal untuk memahami peluang investasi pada agribisnis cengkeh. Kami menyadari bahwa buku ini belum dapat menyajikan semua informasi yang diperlukan. mengakibatkan peran komoditas dan nasib petani terpuruk selama dekade 90-an. Namun demikian. dan sektor swasta serta masyarakat agribisnis pada umumnya. Indonesia masih merupakan negara penghasil sekaligus konsumen terbesar cengkeh dunia. Perlu kami ingatkan. Jakarta. Semoga buku-buku tersebut bermanfaat bagi upaya kita mendorong peningkatan investasi pertanian. Dr. kami harapkan seri buku tersebut dapat memberikan informasi mengenai arah dan prospek pengembangan agribisnis komoditas tersebut bagi instansi terkait lingkup pemerintah pusat. produksi terus menurun sejak tahun 2000. khususnya dalam pengembangan agribisnis komoditas pertanian. Mengingat besarnya peluang untuk mengembangkan industri hilir. Achmad Suryana ii iii .

Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu dilakukan program intensifikasi. yang pada awalnya merupakan komoditas ekspor.000 . Perkiraan untuk 2005 areal tanaman menghasilkan (TM) tinggal 213. guna memenuhi kebutuhan 92 . MSc. 1 Cimanggu Bogor Telp. 29 Pasarminggu Jakarta Selatan Telp. : (021) 7806202 Faks.000 ha di 10 propinsi sentra produksi cengkeh PRK (pabrik rokok kretek). serta harga yang tetap menguntungkan petani.000 ha. Ir. Ragunan No. MS.182 ha. Swasembada dinyatakan tercapai pada tahun 1991. Semuanya itu diarahkan untuk keseimbangan pasokan dan permintaan. Achmad Suryana Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. sehingga diperkirakan tanpa upaya penyelamatan. MSc. berkembang sejak akhir abad ke-19. Namun demikian upaya-upaya ini tidak berhasil yang diindikasikan harga tetap tidak membaik. Ir.deptan. Industri rokok kretek sendiri. Chandra Indrawanto. bahkan terlampaui. termasuk di luar propinsi PRK. sehingga petani menelantarkan pertanamannya. antara lain melalui perluasan areal. tetapi bersamaan dengan itu terjadi penurunan harga. berubah posisi menjadi komoditas yang harus diimpor karena pesatnya perkembangan indutri rokok kretek.000 ha. Dyah Manohara Ir.id Pusat Litbang Perkebunan Jl. 2005). Hasil dari pelaksanaan program swasembada cengkeh adalah terjadinya perkembangan luas areal yang sangat mencolok dari 82. Ir.133 ton. Rini Pribadi. Ir. areal cengkeh berkurang drastis. dengan maksimum total areal 250. Sumaryanto. : (0251) 313083. v Ketua : Anggota : Badan Litbang Pertanian Jl. Pasril Wahid Dr. tahun 2009 produksi cengkeh Indonesia hanya akan mampu menyediakan sekitar 50 % dari kebutuhan pabrik rokok kretek yang rata-rata empat tahun terakhir mencapai 92. Produksi juga turun sejak tahun 2000.000 ha dan tahun 2003 tinggal 228.986 ha tahun 1990.387 ha tahun 1970 menjadi 724. Ir. RINGKASAN EKSEKUTIF Cengkeh merupakan tanaman asli Indonesia. : (0251) 336194 Em@il : crief@indo. Untuk membantu petani mengatasi hal tersebut pemerintah campur tangan dengan: (1) mengatur tataniaga melalui pembentukan Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC).TIM PENYUSUN Penanggung Jawab : Dr.133 ton untuk rokok kretek (GAPPRI. E. Ir. Karena diterlantarkan petani.net. Pada tahun 2000 luas areal cengkeh tinggal 428. 329305 Faks. David Allorerung Kepala Pusat Litbang Perkebunan Dr.230. : (021) 7800644 Em@il : kabadan@litbang. Tentara Pelajar No. (2) mendiversifikasi hasil dan (3) mengkonversi sebagian areal.id iv . Tingginya kebutuhan devisa untuk memenuhi kebutuhan mengakibatkan ditetapkannya program swasembada cengkeh pada tahun 1970. Total areal TM diupayakan terjaga 220. rehabilitasi dan peremajaan tanaman cengkeh secara terukur.go.

.... TUJUAN DAN SASARAN ..... Pada dasarnya agribisnis cengkeh sangat menguntung kan................ VI......... Usaha Pertanian Primer ....................................................... memenuhi kebutuhan ekspor dan diversifikasi untuk produksi minyak cengkeh. I................... vi DAFTAR ISI Halaman Sambutan Menteri Pertanian ........................ dan investasi pemerintah untuk fasilitasi pengadaan infra struktur serta dukungan penelitian pengadaan benih unggul dan sebagainya sebesar Rp 85. 1......................... Usaha Agribisnis Hilir.............................................. II......000 ha.. STRATEGI DAN PROGRAM PENGEMBANGAN ..................Untuk itu lima tahun ke depan seyogyanya dapat dilaksanakan program intensifikasi dan rehabilitasi seluas 70..DUKUNGAN KEBIJAKAN YANG DIPERLUKAN .... Apalagi dengan adanya peluang pengembangan industri hilir untuk keperluan makanan.... Kata Pengantar .......... C. Investasi Pemerintah ........ Agribisnis Hulu (Usaha Pembibitan)....... sektor “on farm” pendirian perkebunan besar (PBS) dalam rangka peremajaan (replanting) serta agribisnis hilir di bidang industri penyulingan minyak....................... B....... Impor.5 milyar...................... Perkembangan Konsumsi. Ringkasan Eksekutif ..000 ha serta replanting (peremajaan) seluas 35.................................. Agribisnis Hilir (Usaha Pengolahan) .. dan Harga .......... 184...... i iii iv v vii 1 3 3 5 5 5 7 8 8 10 10 13 15 22 22 23 24 25 26 30 33 vii III. industri makanan dan farmasi serta pengolahan pestisida nabati cengkeh.037 trilyun yang terdiri dari investasi masyarakat Rp........... Daftar Isi ........... Ekspor............... Adanya kemungkinan peningkatan kebutuhan sesuai prediksi GAPPRI sebesar 5 %/tahun diharapkan dapat terpenuhi oleh kelebihan areal dari 230.. Kegiatan “on farm” dalam bentuk pendirian perkebunan besar cengkeh dalam rangka peremajaan mengganti tanaman tua mampu memberikan B/C sebesar 1..... Usaha Pertanian Primer ...... Usaha Agribisnis Hilir................. Dukungan kebijakan pemerintah yang diperlukan adalah pemberdayaan penyuluhan dan organisasi kelompok tani untuk memprioritaskan pengembangan cengkeh hanya di daerah sentra produksi cengkeh untuk PRK............................ B.... B........ PENDAHULUAN. C........... stabilisasi harga dan kemudahan bagi swasta untuk ikut berinvestasi....... E.20%.....000 ha yang ada diluar ke-10 propinsi PRK....................... IV............ Tim Penyusun . Infrastruktur dan Kelembagaan..... farmasi dan pestisida nabati..... 767...................... Kelebihan tersebut termasuk untuk kemungkinan ekspor dan diversifikasi hasil untuk keperluan industri makanan........54 dengan IRR 21................. VII........... V................................. C....................... LAMPIRAN ................ STATUS PERKEMBANGAN KOMODITAS ............ D... Sedangkan untuk usaha industri penyulingan minyak pada tingkat bunga modal 18 % mampu memberikan B/C 1........ KEBUTUHAN INVESTASI ...........................................020 milyar...................... A.. Dukungan pemerintah juga diperlukan untuk akses pembiayaan bagi UKM........................ POTENSI DAN ARAH PENGEMBANGAN .......................... Agribisnis Hilir Lainnya ............................ ...............................532 milyar........... Pihak swasta diharapkan dapat ikut investasi dalam agribisnis cengkeh yang meliputi agribisnis hulu dalam penangkaran benih...... investasi swasta Rp....26 dengan IRR 23 %.................... Usaha Agribisnis Hulu............ Total biaya yang diperlukan untuk itu adalah Rp........... farmasi dan pestisida nabati........ PROSPEK........ Usaha Pertanian Primer .......... eugenol dan pestisida nabati..... Usaha Agribisnis Hulu.. E....... D................... KEBIJAKAN................ Pelaksanaannya dibatasi di 10 propinsi PRK dengan kualifikasi daerah sangat sesuai (C1)......... A................ termasuk ekspor.............. Pengembangan di luar 10 propinsi PRK diserahkan pada swadaya masyarakat dan dapat digunakan untuk mengantisipasi (bumper) kenaikan permintaan sesuai perkiraan GAPPRI...... A...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful