P. 1
BIOKIMIA BIOLOGI

BIOKIMIA BIOLOGI

|Views: 443|Likes:
Published by agus dmawan

More info:

Published by: agus dmawan on Dec 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2013

pdf

text

original

BIOKIMIA (4 SKS : 3 SKS TEORI + 1 Sks Praktikum) PRODI : BIOLOGI/KESMAS SMT GANJIL TA 2008/2009 RABU : 7.30 10.

00/LAB. BIOLOGI

A. PRINSIP-PRINSIP BIOKIMIA Ilmu biokimia bertujuan untuk : Mempelajari sifat zat kimia yang terdapat dalam jasad hidup dan senyawa yang diproduksi 2. Mempelajari fungsi dan tranformasi zat kimia tsb, menelaah transformasi yang berhubungan dengan aktivitas kehidupan B. MOLEKUL YANG MELANDASI KEHIDUPAN ‡ Senyawa kimia yg utama terdapat dalam jasad hidupadalah senyawa organik karbon Atom karbon (C) berikatan dg: atom C, H, O, dan N secara kovalen ! ! ! ! - C²H >C = O - C ² N < -C²C! ! ! !

‡ ‡ 1.

Atom karbon dpt mengikat sesama atom karbon dg ikatan tunggal atau ikatan rangkap, terbuka membentuk struktur tulang tulang karbon rantai lurus, bercabang, dan berbentuk siklus dg banyak variasi >C = C< , - C-C-C-C-C-CR. lurus - C-C-C-C-C - C- -C-CR. Cabang Ada 4 macam makro molekul yg terdapat dalam jasad hidup, yaitu: polisakarida, protein, rakitan lipid, dan asam nukleat

MOLEKUL UNIT PEMBANGUN BIOMOLEKUL
1. Polisakarida, senyawa unit pembangunnya adalah Glukosa. Senyawa yang dapat dibentuk dari glukosa adalah : - selulosa, pati (polisakarida) - Fruktosa (monosakrida) - maltosa, sukrosa, laktosa (disakarida) 2. Lemak/Lipid, senyawa unit pembangunnya adalah: asam lemak dan gliserol lemak terdiri atas : fosfolipid (lemak kompleks) Lemak/triiasigliseridagliserida - Lilin/wax (Derivat lemak) - asam lemak (asam lemak jenuh, tidak memiliki ikatan rangkap & asam lemak tidak jenuh = memiliki ikatan rangkap) 3. Protein, senyawa unit pembangunnya adalah asam amino Peran Asam amino dapat menyusun : protein, hormon peptida, Neurotransmiter, alkaloidal

Urasil. . yaitu: asam nukleat. (Basa-basa nitrogen) 2. protein.4. Asam nukleat ‡ ‡ Asam nukleat dibangun dari Adenin -----penyusun . Gula berkarbon 5 (ribosa. Guanin.as. Deoksi ribosa) 3. Timin.nukleat adenin ---.ATP .Koenzim . Sitosin. urat Unit Pembangun Asam Nukleat terdiri atas: 1..As. polisakarida. Adenin. asam fosfat (H3PO4) KOMPOSISI BENDA HIDUP BIOMOLEKUL Molekul Unit Pembangun . dan lipid.Sel dibangun atas 4senyawa biomolekul.

yaitu DNA & RNA mempunyai fungsi yg sama pada semua sel. 2.Transmisi dan translasi informasi genetik . yaitu: .‡ . sebagai struktur dl sel & jaringan.RNA membantu proses translasi informasi menjadi struktur protein. Dalam membran sel & menjalankan transport senyawa tertentu. Asam Nukleat.DNA berfungsi sebagai informasi genetik . .berpartisipasi dalam penyimpanan . Protein: merupakan bagian terbesar dari benda hidup ‡ Protein berasal dari bhs Yunani´Proteos´ artinya ³pertama/Utama´ Protein adalah produk langsung & efektor oksigen di dl semua bentuk kehidupan * Protein mempunyai aktivitas katalitik spesifik: berfungsi sebagai Enzim.

Lipidsenyawa berlemak/minyak. Sebagai komponen struktur utama membran sel b. Polisakarida. Selulosa ----berfungsi sebagai unsur struktur pada bagian luar sel 4. Penyimpan bahan bakar kaya energi Ke 4 senyawa biomplekul memiliki sifat-sifat umum dengan struktur relatif besar.3. Pati ----penyimpanan bahan bakar penghasil energi b. mempunyai 2 peran utama: a. dan bobot molekul besar -----disbt makromolekul. mempunyai 2 fungsi utama: a. .

II. KESETIMBANGAN KIMIA
REAKSI KESETIMBANGAN A+BmC+D HUKUM AKSI MASSA: Kec. Reaksi : VA = KA [A][B]--- reaksi ke kiri VB = KB [C][D] VA = VB Persamaan : KA [A][B] = KB[C][D] KA/KB = [C][D]/[A][B] KA/KB = Keq = [C][D]/[A][B] reaksi kesetimbngan., Keq = tetapan kesetimbangan KONSTANTA KESETIMBANGAN /TETAPAN KESETIMBANGAN: Nilainya tetap dan bersifat khas bagi suatu reaksi kimia pd suhu tertentu Konstanta menentukan komposis campuran kesetimbangan akhir dari setiap reaksi tanpa bergantung kpd jumlah awal pereaksi & produk. Keq dpt dihitung dari suatu reaski tertentu pd suhu tertentu, jika semua konsentrasi pereaksi diketahui.

DERAJAT KEASAMAN, pH
Air Kira-kira 70 -80% berat tubuh adalah air Air berfungsi sebagai pelarut dalam

semua

reaksi

sel ‡ Air memiliki ikatan hidrogen .. .. .. O O O H H H H
metabolisme
IKATAN HIDROGEN

Ionisasi air : H2O m H+ + OHPada suhu 250C : K eq = [H+][OH-/[H2O] [H2O] pd suhu 250C pd vol 1 L = 1000/18 = 55,5 M K eq = [H+][ OH-]/55,5 55,5 K eq = [H+][OH-] Harga K eq air dari hasil pengukuran day hantar listrik pada suhu 250C = 1,8 x 10-16 Persamaan Konstanta kesetimbangan disubstitusi: (55,5)(1,8 x 10-16) = [H+][OH-] 99,9 x 10-16 = [H+][OH-] 1,0 x 10-14 = [H+][OH-] Hasil kali air : 55,5 K eq = Kw Hasil kali ion = Kw = 1,0 x 10-14 = [H+][OH-] Kw = [H+][OH-] = [H]2 Jadi : [H+] = Kw = 1 x 10-14 M = 10-7 M [H+] = [OH-] = 10-7 M

log [10-7] M = 7.log [H+] = .log [OH-] = .log [10-7] M = 7.0 pOH = .0 pKwair = pH + pOH = 7 + 7 = 14 ASAM DAN BASA MENCERMINKAN SIFAT-SIFAT AIR HCL.+ H+ Contoh: basa lemah adalah amonia (NH3) yang digunakan untuk pembersih rumah . H2SO4 & HNO3 adalah asam kuat mengion sempurna dalam larutan encer NaOH & KOH adalah basa kuat mengion sempurna dalam larutan encer Dalam biologi/biokimia yang diperhatikan adalah asam/basa lemah yang tidak mengion sempurna dlam air Contoh asam lemah adalah asam asetat (asam cuka) CH3COOH m CH3COO.‡ pH air netral yang diperoleh dari: pH = .

asam.+ H+ K = [A-][H+]/[HA] [H+] = K x [HA]/[A-] Persamaan dilogaritmakan (dibuat negatif) -log [H+] = .log K log [HA]/[A-] .Definisi asam dan basa: Asam didefinisikan sebagai donor proton Basa didefinisikan sebagai aseptor proton Pasangan aseptor proton dan donor proton disebut pasangan asam-basa konyugasi Contoh: asam asetat (CH3COOH) donor proton ion asetat (CH3COO-) aseptor proton CH3COOH m H+ + CH3COOdonor proton proton aseptor proton asam konyugasi basa konyugasi Henderson. memberikan persamaan pasangan asam-basa konyugasi : . K HA m A. HA memberikan proton dan membentuk basa konyugat Adan didefinisikan oleh tetapan kesetimbangan.Hasselbalch.

86 2. pH larutan mencapai 4.76.Persamaan disubstitusi menjadi: pH = pK log [HA]/[A-]---.1 M asam asetat dan 0.80 log 8.pers. Hitung pH campuran 0.010 M dan konsentrasi ion laktat 0.laktat] = 4.087/0.010 = 4.94 = 3.80 pH = pK + log [ion laktat]/[asam laktat] pK = pH log [ion laktat]/[as.087 M.2 M natrium asetat pK asam asetat 4. .7 = 4.80 log 0. Hitunglah pK asam laktat jika diketahui konsentrasi asam laktat bebas 0.8 0. dibalik maka diperoleh: pH = pK + log [A-]/[HA] Secara umum: pH = pK + log [aseptor proton]/[donor proton] Contoh soal: 1.

asetat] = pH ± pK¶ = 5.1 ‡ = 4.54 [asetat]/[as.76 + log 0.asetat] log [asetat]/[as. .30 pH = pK¶ + log [asetat]/[as.47 BUFFER Buffer atau larutan penyangga yang bersifat mempertahankan pH dalam cairan sel.30 ± 4.2/0.301 = 5.asetat] ‡ 4.76 + 0.00 3.76 = 0.54 = 3.asetat] = antilog 0. Hitunglah nisbah konsentrasi asetat dan asam asetat yang diperlukan di dalam sistem buffer dengan pH 5.Buffer biologi yang penting adalah Fosfat dan Bikarbonat .‡ pH = pK¶ + log [asetat]/[as.

(aseptor proton) H2PO4. Sistem buffer bikarbonat berperan penting dalam plasma darah dengan reaksi: H2CO3 donor proton m H+ + HCO3aseptor proton .Cairan intraseluler dan ekstraseluler semua organisme mempunyai pH dan konstanta yang khas Pertahanan perubahan pH diatur oleh sistem buffer Sistem buffer fosfat dalam cairan intraseluler. terdiri dari pasangan asam konyugat H2PO4 (donor proton).1 dan 7.86 karena pK H2PO4.adalah 6.HPO42.9 7.86.cendrung menahan perubahan pH pada kisaran antara 6. HPO4.7. sehingga buffer fosfat efektif dalam cairan intraseluler yang pHnya berada dikisaran pH 6.4. Pasangan buffer fosfat H2PO4.m H+ + HPO42donor aseptor proton proton Sistem buffer fosfat berfungsi sama buffer asetat Sistem buffer fosfat mempunyai efektivitas maksimum dekat pH 6.

Tetapan kesetimbangannya: K = [H+][HCO3-]/[H2CO3] Asam bikarbonat dibentuk dari: CO2(d) + H2O m H2CO3 K = [H2CO3]/[CO2][H2O] CO2 adlah gas pada kondisi normal. seperti berikut CO2 (g) m CO2(d) K = [CO2(d)]/[CO2(g)] Konsentrasi H2CO3tergantung pada [CO2] terlarut Sistem buffer bikarbonat adalah buffer fisiologi yang efektif didekat pH 7.4 karena H2CO3 sebagai donor proton di dalam plasma darah & berada dalam kesetimbangan . CO2 terlarut adalah hasil kesetimbngan dengan CO2 dari fase gas.

ileum anus Kolon (usus besar) .duodenum .Kelenjar parotid .perut (lambung) .PENCERNAAN Bagian-bagian percernaan: yang berperan dalam Mulut (kelenjar ludah) Tenggorokan (esofagus) Hati Kantung empedu .pankreas .jejenum usus halus usus halus .

disakarida L L . cairan pankreas(tripsin.pepton L Lambung : 1. kolesterol esterase) .polisakarida .disakarida L L lipid L L . enzim kelenjar lmbung(pepsin. amilase. resin). kimotripsin. pencernaan secara mekanik 2. asam.PROSES PENCERNAAN ZAT GIZI (MAKROMOLEKUL) Karbohidrat Lipid Protein L L L Mulut: 1.polisakarida . lipase. deoksi ribonuklease.oligosakarida .lambung/HCl Usus halus: 1. ribonuklease.oligosakarida .oligopeptida .proteiosa . 2. secara kimia (enzim saliva) L . karboksipeptidase.trigliserida L L polipeptida protein L L .lipid .

3. dan lemak L --------------------------------------------------------L L dalam hati metabolisme jaringan otot metabolisme L ekskresi . sukrase.monosakarida glukosa fruktosa galaktosa L L L L gliserol asam lemak asam fosfat L L L asam amino L L penyerapan melalui dinding usus halus dalam aliran darah dan limpa (monosakarida. Cairan empedu. laktase. L . dipeptidase. glukosidase). fosfatase. bakteri usus halus. maltase. 4.2. enzim kelenjar usus halus (aminopeptidase. asam amino.

tempat utama penyerapan zat makanan dengn panjang 8 m & berlipat-lipat.PENYERAPAN Penyerapan atau absorpsi adalah suatu proses masuknya zat makanan ke dalam darah dan limpa melalui dinding usus halus Proses pencernaan diperlukan: * untuk menghasilkan molekul kecil yang mudah larut dalam air & dapat diserap melalui dinding usus halus * untuk menghindari masuknya zat racun ke dalam tubuh Protein diserap dalam bentuk asam amino Karbohidrat diserap dalam bentuk monosakarida Asam lemak dalam penyerapan disintesis menjadi lemak kemudian masuk ke dalam aliran darah dan limpa Usus halus ----. zat makanan tersimpan 5 8 jam .

Molekul-molekul yang tidak terserap di usus halus. hampir tidak terjadi penyerapan. dan ergosterol. fosfat. pentosa. dan air. Pada mulut. yaitu: reaksi katabolisme atau anabolisme * Reaksi anabolisme membutuhkan energi dan disebut reaksi endergonik * Reaksi katabolisme menghasilkan energi dan disebut reaksi eksergonik . dan lambung. yaitu: .Molekul-molekul yang terserap di usus halus adalah: Kolesterol.sulfat. klorida. Obat-obatan dan alkohol pennyerapannya di mulut & lambung Air diserap dalam usus halus Molekul yang diserap melalui dinding usus halus mengalami salah satu dari 2 reaksi metabolisme. heksosa. tenggorokan.

‡ metabolisme dasar dan penentuannya. ‡ kalorimetri langsung dan tak langsung. ‡ angka bagi pernafasan (respiratory quotion = RQ). yang berasal dari oksidasi makanan. ‡ keperluan kalori tubuh.3. ‡ Metabolisme energi meliputi : ‡ nilai kalori makanan. . dan daya zat makanan menghasilkan kalori atau menghasilkan energi. Metabolisme energi dan Zat makanan ‡ Metabolisme energi secara awam diartikan sebagai metabolisme total yang ditunjukkan oleh energi dalam bentuk panas atau kerja yang dikeluarkan dari seluruh proses kimia yang terjadi di dalam tubuh hewan dan manusia.

. Nilai kalori zat makanan ‡ Energi yang diperlukan dinyatakan dalam kalori atau kilo kalori (kkal). yaitu jumlah energi (panas) yang diperlukan oleh 1 kg air untuk menaikkan suhu dari 150C ke 160C yang diukur dengan kalorimeter bom.Lanjutan ‡ a.

= 1 6 O2 . Angka bagi Pernafasan ‡ Angka bagi pernafasan adalah bilangan yang menunjukkan perbandingan jumlah volume CO2 yang dihasilkan oleh suatu reaksi oksidasi dengan jumlah volume O2 yang dipakai ‡ Reaksi glukosa yang terjadi dalam tubuh atau kalorimetrer bom seperti berikutr: ‡ C6H12O6 + 6 O2 6 CO2 + 6 H2O + 673 Kkal ‡ ‡ ‡ ‡ Nilai RQ 6 CO2 = --------------.b.

4 L .01 Kkal. ‡ dari reaksi volume CO2 dan O2 masingmasing adalah 6 x 22.4 L O2 = 5. .4 L = 134.4 L O2.Lanjutan ‡ Volume 1 mol gas pada keadaan SPT = 22. ‡ jadi jumlah kalori yang dihasilkan perliter O2 adalah : 673 Kkal/134.4 L ‡ dari reaksi oksidasi sempurna 1 mol glukosa menghasilkan 673 Kkal dan menggunakan 134.

lanjutan ‡ Berdasarkan dari reaksi ini. ‡ Untuk trigliserida yang terdiri dari dua molekul stearat dan satu palmitat (C55H106O6). reaksi sempurna menjadi CO2 + H2O menghasilkan 16353 Kkal ‡ 2 C55H106O6 + 157O2 110CO2 +106 H2O + 16353 kkal . maka untuk trigliserida RQnya dapat dihitung. ‡ Sedangkan untuk protein sangat sukar karena reaksinya agak kompleks di dalam tubuh.

65 kkal.8 L O2 = 4.8 L O2.703) . volume CO2 pada keadaan baku adalah 110 x 22.4 L = 3516. sesuai reaksi oksidasi 2 molekul lemak menghasilkan 16353 kkal dan 3516.4 L = 264 L dan O2 157 x 22.Lanjutan ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Maka RQ = 110/157 = 0.8 L .701 . ‡ maka jumlah kalori yang dihasilkan per L O2 pada reaksi oksidasi lemak adalah: ‡ 16353/3516..71) dan tripalmitin (0. ‡ Dengan cara yang sama dapat dihitung RQ untuk triolein (0.

1 9.4 4.1 .Harga angka bagi pernafasan dan kalori dari ketiga komponen makanan Jenis zat gizi karbohidrat lemak Protein RQ 1.71 0.801 Kalori/gram 4.70 ± 0.00 0.

temperatur tubuh tetap (sekitar 700 F atau 210C. . Metabolisme dasar ‡ Laju metabolisme dasar menjukkan laju metabolisme sel secara keseluruhan di dalam tubuh pada kondisi dasar. ‡ Kondisi dasar adalah suatu keadaan seseorang atau hewan berada dalam keadaan telah selesai proses penyerapan. jumlah O2 dapat dihitung dari harga RQ). (jumlah panas tubuh dihitung dengan menentukan jumlah O2 yang dipakai dalam proses pernafasan. ‡ Laju metabolisme dasar (Basal Metabolisme Rate = BMR) ditentukan oleh banyaknya panas yang keluar sebagai hasil samping reaksi metabolisme dalam tubuh. relaks. dan bebas dari rasa tertekan.c.

yang merupakan perubahan Dglukosa menjadi dua molekul piruvat. adalah lintas utama untuk memperoleh energi kimia sebagai ATP di dalam hampir semua organisme hidup. . Glikolisis Merupakan Lintas Pusat pada Hampir Semua Mikroorganisme Glikolisis.GLIKOLISIS 1.

Pengubahan glukosa menjadi laktat.30) = + 14. Hal ini dapat diperlihatkan jika kita menuliskan semua persamaan kesetimbangan glikolisis anaerobik yang terjadi di dalam otot kerangka yang amat aktif.0 kkal/mol 2). Pembentukan ATP dari ADP dan fosfat.6 kkal/mol . yang mengakibatkan pembebasan energi bebas Glukosa p 2 laktat. yang memerlukan input energi bebas: 2Pi + 2ADP p 2 ATP + 2 H2O (G20 = + 2(7. Pembentukan ATP Berkaitan dengan Glikolisis Selama glikolisis.‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ 2.47.+ 2 H+ (G10 = . banyak energi bebas yang diberikan oleh molekul glukosa yang disimpan dalam bentuk ATP. Glukosa + 2Pi + 2ADP 2 laktat + 2H+ +2ATP + 2H2O Persamaan glikolisis anaerobik dapat dipisahkan menjadi dua proses: 1).

‡ sebagai jumlah aljabar (Gs0 dari (G10 dan (G20.6 = .0 + 14. ‡ Jika kita menuliskan jumlah persamaan (1) dan (2).‡ Kedua proses ini tidak dapat berjalan secara terpisah. termasuk pembentukan ATP. ‡ ‡ Glukosa + 2Pi + 2ADP p 2 laktat + 2H+ +2ATP + 2H2O (Gs0 = (G10 + (G20.32.4 kkal/mol . ‡ keduanya harus terjadi secara bersamaan. kita dapat menentukan perubahan energi bebas baku secara keseluruhan bagi glikolisis. = .47.

Fase pertama. ‡ 2). Glikolisis Memiliki Dua Fase ‡ Pengubahan glukosa menjadi piruvat dikatalisis oleh enzim yang bekerja berurutan dan berjalan dua fase:. Fase kedua glikolisis. yang melibatkan lima tahap enzimatik. . ‡ 1). ‡ Penyimpanan dua molekul gliseraldehida 3-fosfat menjadi 2 molekul piruvat diikuti oleh pembentukan 4 molekul ATP dari ADP. merupakan tahap-tahap fosforilasi ‡ penyimpanan energi. ‡ Karena satu molekul glukosa dapat menghasilkan 2 molekul gliseraldehida 3-fosfat. ‡ D-glukosa secara enzimatik difosforilasi oleh ATP dan ‡ diuraikan menjadi 2 molekul D-gliseraldehida 3-fosfat. karena terdapat dua molekul ATP yang dipergunakan pada fase pertama glikolisis untuk melakukan fosforilasi kedua ujung molekul heksosa.‡ 3. ‡ Energi bebas dari molekul glukosa disimpan dalam bentuk ATP. ‡ Hasil bersih ATP per molekul glukosa berkurang menjadi hanya dua.

‡ Reaksi Glikolisis ‡ ATP ADP ‡ Glukosa ‡ ‡ ‡ Glukosa-6P fosfoGluko Isomerase Fruktosa-6 P Glukosa Heksosa Kinase fofsfofruktokinase ATP Dihidroksi Aseton P Aldolase Triosafosfat isomerase ADP ‡ ‡ Fruktosa 1.6 diP ‡ ‡ ‡ ‡ Gliseraldehida 3P NAD+Pi NADH +H+ ADP ATP 3-P-Gliserat fosfogliseratkinase ‡ ‡ 1.3 di fosfo gliserat .

‡ COO‡ ‡ HC---OH ‡ H2COP ‡ 3-P-Gliserat fosfogliseromutase COOenolase COO- HC---OP H2COH 2 ±P-gliserat C²O--P CH2 fosfoenol piruvat(PEP) ADP piruvat kinase ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ATP COOC=O CH3 Piruvat COOC²OH CH2 enol piruvat .

monosakarida lain. ‡ Begitu juga dengan karbohidrat lainnya. di samping glukosa dapat pula dihidrolisis. seperti disakarida. Monosakarida Lain Dapat Memasuki Rangkaian ‡ Glikolitik ‡ Pada hewan. sehingga dapat masuk ke dalam rangkaian glikolitik dan memberikan energi selama degradasi. ‡ ‡ ‡ ‡ maltase Maltosa + H2O p D-glukosa + D-glukosa sukrase Sukrosa + H2O p D-fruktosa + D-glukosa . Disakarida yang masuk melalui makanan pertama-tama harus dihidrolisis secara enzimatik di dalam sel-sel yang membatasi usus kecil.‡ 4. dan menghasilkan unit-unit heksosanya (monosakarida) untuk didegradasi lebih lanjut untuk masuk kerangkaian glikolisis.

‡ Glukosa + 2Pi + 2ADP p 2 etanol + 2CO2 + 2 ATP + 2 H2O .‡ 5. ‡ Lintas enzimatik degradasi fermentasi glukosa sama dengan tahapan glikolisis anaerobik. Fermentasi Alkohol berbeda dari Glikolisis ‡ Hanya Di dalam Tahap-Tahap Akhir ‡ Pada ragi dan mikroorganisme lain yang melakukan fermentasi glukosa menjadi etanol dan CO2. bukan menjadi laktat. kecuali pada tahap yang dikatalisis oleh dehidrogenase laktat.

0 kal/mol ‡ Glukosa + 6 O2 p 6 CO2 + 6H2O (G0 = -686 kkal/mol . Jika glukosa dioksidasi sempurna menjadi CO2 dan H2O akan lebih banyak membebaskan energi.SIKLUS ASAM SITRAT ‡ Oksidasi Glukosa menjadi CO2 dan H2O Membebaskan Jauh Lebih Besar Energi Dibandingkan Dengan Glikolisis. ‡ Pemecahan glukosa menjadi laktat oleh glikolisis membebaskan hanya sebagian kecil energi kimia yang tersedia pada struktur glukosa. seperti pada reaksi berikut: ‡ Glukosa p 2 Laktat + 2 H+ (G0 = -47.

mengalami dehidrogenasi menghasilkan asetil KoA dan CO2 oleh enzim kompleks piruvat dehidrogenase yang terletak di dalaam mitokondria sel-sel eukaryotik. sebelum zat makanan ini dapat masuk ke siklus tersebut. Reaksi keseluruhan yang dikatalis. akhirnya dioksidasi menjadi CO2 dan H2O melalui siklus asam sitrat. Piruvat yang yang dihasilkan oleh glikolisis dari glukosa. dan di dalam sitoplasma prokaryotik. Namun demikian. Piruvat Dioksidasi Menjadi Asetil-KoA dan CO2 ‡ ‡ ‡ Karbohidrat. seperti berikut: Piruvat + NAD+ + KoA-SH p Asetil-KoA + NADH + CO2 (G0 = -8. terlebih dahulu kerangka karbonnya harus dipecah sehingga menghasilkan gugus asetil KoA untuk masuk ke dalam siklus asam sitrat.2. dan hampir semua asam amino.0 kkal/mol . asam lemak.

‡ Sedangkan asam lemak mengalami oksidasi menghasilkan asetil-KoA yang selanjutnya masuk ke siklus Krebs dan siklus glioksilat pada mikroorganisme. . dan senyawa-senyawa keton. Lemak Sebagai Sumber Energi ‡ ‡ Lemak yang berasal dari makanan akan masuk ke dalam darah sebagai triasil gliserol yang terikat pada lipoprotein. pada albumin. ‡ Pada manusia oksidasi asam lemak merupakan perolehan energi yang lebih efektif. mengalami metabolisme yang diawali dengan hidrolisis trigliserida menjadi gliserol dan 3 asam lemak.1. ‡ Gliserol masuk ke jalur glikolisis melalui dehidroksiaseton fosfat dan konversi dilanjutkan ke siklus Krebs dan siklus glioksilat. ‡ Lemak untuk menghasilkan ATP.

ENZIM ‡ 1. diikuti oleh macam reaksi yang dikatalis dan diakhiri kata ase. . Tatanama Enzim ‡ Penamaan dan klasifikasi enzim secara sistematik telah disepakati oleh Commision on Enzymes of The International Union of Biochemistry (CEIUB). ‡ Penamaan enzim diawali dengan nama substrat. ‡ Sistem ini membagi enzim menjadi enam golongan utama yang kemudian dibagi menjadi beberapa sub-golongan.

DAN C-N oleh reaksi kondensasi yang berkaitan dengan penguraian ATP. C=O. 5. 3. 2. C-S. 4. . seperti pada tabel berikut: No. 1.Keenam golongan enzim tersebut dan reaksi yang dikatalisis. 6 Kelas Oksidoreduktase Transferase Hidrolase Liase Isomerase Ligase Jenis Reaksi yg dikatalis Pemindahan elektron Reaksi pemisahan gugus fungsional Reaksi hidrolisis (pemindahan gugus fungsional ke air) Pemindahan gugus ke ikatan ganda atau sebaliknya Penambahan gugus di dalam molekul menghasilkan bentuk isomer Pembentukan ikatan C-C.

‡ Tiap-tiap enzim ditetapkan ke dalam empat tingkat nomor golongan dan diberikan suatu nama sistematik yang mengidentifikasi reaksi yang dikatalis. ‡ Nama sistematik selalu diawali dengan sebutan EC (Enzyme Commision). . Nama sistematik ini banyak digunakan dalam laporan-laporan ilmiah. sedangkan dalam industri lebih dikenal nama trivialnya.

4 dan menghasilkan suatu jenis senyawa yaitu glukan . angka keempat merupakan nomor urut dari kelompok enzim tersebut.2. ‡ Pada enzim ini keaktifan spesifik adalah memotong ikatan glukosidik 1. ‡ Tiga kelompok pertama menunjukkan enzim yang kerjanya sejenis. ‡ Angka pertama (3) menunjukkan golongan ketiga yaitu hidrolase. ‡ Angka kedua dan ketiga (2.4-glukan glukanohidrolase dan nama trivialnya adalah amilase.‡ Contohnya adalah EC 3.1 mempunyai nama sistematik ±1.1) menunjukkan aktifitas spesifik enzim tersebut serta hasil produknya.1.

PENGARUH KADAR ENZIM DAN SUBSTRAT Kecepatan reaksi bergantung pada konsentrasi enzim yg berperan sebagai katalisator dlm reaksi PENGARUH [E] TERHADAP KEC. REAKSI 4x Jumlah substrat yg ditransf ormasi 3x 2x 1x Pening katan konsen trasi enzim waktu reaksi .

‡ Pada gambar terlihat : ‡ Bahwa banyaknya substrat ditransformasikan sesuai dg tingginya konsentrasi enzim yg digunakan ‡ Jika konsentrasi enzim yg digunakan tetap. Reaksi (RX) .maka didpt adalah spt gambar berikut ‡ kecepatan maksimum (V) ‡ Kinetik Zero-order (fase II) ‡ ‡ ‡ campuran Kinetik´zero¶ dr First-order V/2 ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Kec. sedangkan konsentrasi substrat dinaikkan . Rx Kinetika First-order (Fase I) Km Konsentrasi Substrat Kurva Pengaruh Konsentrasi Substrat terhadap Kec.

Jika jumlah substrat meningkat. Jika [S] masih rendah. ‡1).‡Michaelis dkk menyatakan bahwa reaksi yg dikatalis o/enzim pd berbagai konsentrasi substrat mengalami 2 fase. maka daerah yg aktif akan terikat semua oleh substrat & pada saat itu enzim telah beraktivitas Pernyataan matematika V Michaelis dkk. daerah yg pd enzim tdk semua terikat pd substrat 2). dapat dituliskan dl persamaan vmaks [S] = ------------------Km + [S] .

‡ Jika kita mengetahui Km dan Vmaks kita dengan mudah dapat menghitung kecepatan reaksi suatu enzim pada setiap konsentrasi substrat .‡ V ‡ ‡ Km ‡ Vmaks = kec. Reaksi enzim dg kadar substrat [S] = tetapan Michaelis (mol/L) = kec. Maksimum enzim ‡ Persamaaan Michaelis Menten adalah dasar bagi semua aspek kinetika kerja enzim.

‡ Nilai Km yang bersifat khas bagi setiap enzim. secara sederhana dapat diketahui dengan menggunakan Gambar ‡ Tetapi dengan gambar yang sama sulit menentukan Vmaks dengan tepat karena Vmaks hanya dapat diduga dan tidak dapat diketahui secara pasti.------Km + [S] . Lineweaver dan Burk menyederhanakan persamaan Michaelis-Menten dengan metode pemetaan kebalikan ganda dari rumus: ‡ ‡ ‡ Vmaks [S] V0 = -------. ‡ Untuk menentukan nilai Vmaks dan Km lebih tepat dan mudah.

‡ a= 1/Vmaks dan b = Km/Vmaks. ‡ maka diperoleh persamaan Y = a + bX.‡ Rumus kebalikannya diperoleh seperti berikut dan dikenal dengan persamaan Lineweaver-Burk: ‡ 1 1 Km ‡ ‡ -----V = --------. . Persamaan dapat dilihat pada Gambar 2.+ ------------Vmaks Vmaks [S] ‡ Bila 1/V diplotkan sebagai ordinat (sumbu Y) dan 1/[S] sebagai absis (sumbu X).

‡ Kemiringan = Km/Vmaks ‡ ‡ 1/v 1/Vmaks ‡ -1/Km ‡ ‡ 1/[S] Gambar 2. Grafik Lineweaver-Burk dari 1/V versus 1/[S} .

pH dan senyawa-senyawa yang dapat menginaktifkan enzim. seperti ikatan hidrogen.tetapi enzim adalah protein. Stabilisasi Enzim ‡ a. ‡ Jika suhu meningkat. maka semakin tinggi suhu mengakibatkan proses inaktivasi enzim juga semakin meningkat. ionik dan Van der Walls.‡ 5. Pengaruh Suhu ‡ Stabilitas enzim dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. ‡ Reaksi katalisis enzim. ‡ Pada kondisi normal struktur aktif enzim dijaga oleh keseimbangan kekuatan non-kovalen yang berlainan. semua kekuatan tersebut menurun dan molekul protein enzim terbuka. hidrofobik. diantaranya adalah waktu penyimpanan. dan penyebab denaturasi lainnya. seperti halnya reaksi kimia yang lain dipengaruhi oleh suhu. . dengan naiknya suhu. misalnya protease. maka laju reaksi juga akan meningkat. suhu.

bertambahnya kecepatan reaksi sebagai fungsi dari suhu b. berkurangnya kecepatan reaksi sebagaimana fungsi denaturasi termis enzim protein Daerah yang bergaris menunjukkan daerah kombinasi a x b .reaksi (a) bertambahnya kecepatan ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Suhu Pengaruh suhu terhadap kecepatan reaksi yang dikatalis oleh enzim a.‡ (b) denaturasi termis suhu optimum (a x b) ‡ ‡ kec.

Pengaruh pH ‡ Enzim mempunyai aktivitas maksimum pada kisaran pH yang disebut pH optimum.‡ b.0. yang umumnya antara pH 4. Tabel berikut mempunyai menunjukkan pH optimum dari beberapa enzim.58. ‡ Di sekitar pH optimum enzim mempunyai stabilitas yang tinggi. .

reaksi ‡ ‡ ‡ pH Pengaruh pH terhadap kecepatan reaksi. Perhatikan adanya titik pH optimum .‡ Gambar Pengaruh pH terhadap kecepatan reaksi yang dikatalis oleh enzim ‡ pH Optimum ‡ kec.

5 tripsin 7.6 arginase 9.8 .7 fumarase 7.8 ribonuklease 7.‡ Nilai pH optimum beberapa enzim Enzim pH optimum pepsin 1.7 katalase 7.

. ‡ Sering stabilitas terhadap panas tidak pada pH optimum tetapi pada pH isoelektrik dari enzim.‡ Stabilitas enzim terhadap panas berhubungan erat dengan stabilitasnya terhadap pH.atau semakin jauh dari pH optimum. ‡ Bila pH di bawah atau di atas pH optimum. ‡ Umumnya enzim bersifat amfolitik. pada sisi aktifnya atau sisi lain yang secara tidak langsung mempengaruhi sisi aktif. yang berarti enzim mempunyai konstanta disosiasi pada gugus asam maupun gugus basanya terutama pada gugus residu terminal karboksil dan gugus terminal aminonya. enzim semakin tidak stabil dan semakin tinggi suhu maka stabilitasnya semakin menurun. ‡ Diperkirakan perubahan keaktifan enzim akibat perubahan pH lingkungan disebabkan oleh terjadinya perubahan ionisasi pada gugus ionik enzim.

dan konsentrasi enzim.‡ Gugus ionik berperan dalam menjaga konformasi sisi aktif dalam mengikat substrat dan dalam mengubah substrat menjadi produk. di antaranya suhu. komposisi kimia buffer yang digunakan. ‡ Stabilitas enzim terhadap pH bergantung pada beberapa faktor. kekuatan ion. konsentrasi substrat atau kofaktor. konsentrasi beberapa komponen yang mempengaruhi ‡ misalnya sulfuhidril. konsentrasi ion logam kontaminan. .

karena belum ada hipotesis yaang mendukung mekanisme stabilitas enzim oleh aditif. ‡ Enzim dalam bentuk kering lebih stabil dibanding dalam bentuk larutan. . modifikasi kimia dan rekayasa molekuler. Penggunaan Aditif ‡ Cara untuk mempertahankan stabilitas enzim adalah dengan melakukan penambahan aditif. ‡ Pemilihan pemakaian aditif didasarkan pada pendekatan empiris. ‡ Enzim dalam bentuk cair membutuhkan bahan penstabil untuk mempertahankan stabilitas aktivitasnya ‡ Bahan penstabil juga untuk mencegah kerusakan akibat serangan mikroba. ‡ Bahan penstabil yang ditambahkan dapat tunggal atau bentuk campuran. di samping itu dapat pula diterapkan teknik imobilisasi.‡ c.

serta ‡ 6). ‡ Pelarut-pelarut organik sering mempunyai efek stabilitas pada konsentrasi rendah tetapi pada konsentrasi tinggi mempunyai efek denaturasi yang sangat kuat. sorbitol). ‡ 3). ‡ 5).‡ Wiseman (1978) menggolongkan aditif menjadi enam kelompok. yaitu: ‡ 1). ion logam. Substrat atau koenzim. polimer. ‡ 2).aditif lainnya.garam dan anion. gula (sukroas dan laktosa) dan glikol alkohol polihidrat atau poliol (gliserol. . ‡ 4).

Penghambatan kompetitif berlomba dengan substrat untuk berikatan dengan sisi aktif enzim. yaitu kompetitif dan non kompetitif. Penghambatan Reaksi Enzim Terdapat dua jenis penghambatan enzim utama. ‡ yaitu yang bekerja secara tidak dapat balik dan dapat balik.‡ 6. Penghambatan dapat balik Pemnghambat dapat balik adalah golongan yang reaksi dengan atau merusakkan suatu gugus fungsional pada molekul enzim yang penting bagi aktivitas katalitiknya. . 1. ‡ ‡ ‡ Sebagai contoh adalah logam-logam berat seperti merkuri dan reagen pengkompleks logam seperti sianida Penghambat dapat balik ada dua jenis.

maka kita dapat mengurangi persen penghambat dengan meningkatkan konsentrasi substrat.‡ Ciri penghambat kompetitif adalah penghambatan dapat dibalikkan atau diatasi dengan hanya meningkatkan konsentrasi substrat. ‡ Sebagai contoh: jika suatu enzim 50% dihambat pada konsentrasi tertentu dari substrat dan penghambat kompetitif. ‡ Penghambat biasanya menyerupai substrat normal pada struktur tiga dimensi & dapat mengecoh enzim untuk berikatan dengannya ‡ .

‡ Contoh penghambat menyerupai substrat ‡ COOH COOH COOH ‡ ‡ ‡ CH2 COOH Asam malonat CH2 CH2 Suksinat dehidrogenase CH CH COOH asam fumarat ‡ ‡ COOH asam suksinat .

penghambat mengubah konformasi molekul enzim. penghambat berikatan pada sisi enzim tempat terikatnya substrat b. Penghambat nonkompetitif berikatan secara dapat balik pada kedua molekul enzim bebas dan kompleks ES. yaitu a.‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ 2. membentuk kompleks EI dan ESI yang tidak aktif ‡ E +I EI ‡ ES + I ESI . Penghambat Nonkompetitif Penghambatan nonkompetitif. sehingga mengakibatkan inaktifasi pada sisi katalitik enzim dapat balik.

memecah polisakarida secara random pada ikatan E-1.Metabolisme Karbohidrat (Katabolisme Heksosa) ‡ ‡ ‡ Pencernan Karbohidrat Pencernaan karbohidrat merupakan persiapan reaksi-reaksi yang terjadi adalah proses pencernaan di luar sel. yang dimulai dalam mulut oleh enzim dari air liur (enzim endo Eamilase). dimana senyawa-senyawa kompleks (polimer) diubah oleh enzim ekstra sel menjadi senyawasenyawa yang lebih sederhana sehingga senyawasenyawa monomer tersebut dapat masuk ke dalam sel melalui membran sitoplasma.4 glikolitik dan menghasilkan campuran ‡ . Pada manusia reaksi-reaksi persiapan berlangsung pada organ-organ pencernaan.

Polisakarida yang mempunyai ikatan F-1.4 glikosidik (selulosa) tidak dapat dipecah oleh enzim air liur (enzim endo E-amilase).‡ dekstrin dan 2 monosakarida. . ‡ Selanjutnya produk enzim endo Eamilase akan disempurnakan pemecahannya ketika memasuki lambung (dengan asam lambung) dan oleh E-amilase dari usus halus menjadi monomer-monomernya.

Tahap reaksi berlangsung di dalam sel. Triosa fosfat  Piruvat 2. Oksaloasetat  Aspartat 4.‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Katabolisme Karbohidrat Katabbolisme adalah proses perombakan nutrisi untuk memperoleh energi. E-Ketoglutarat  Glutamat . Konversi-konversi yang sering terjadi dalam katabolisme adalah: 1. Reaksi-reaksi yang terjadi merupakan reaksireaksi konversi senyawa-senyawa monomer menjadi senyawa-senyawa antara yang umum (³common intermediate´) yang selanjutnya digunakan untuk menjalan jalur-jalur pusat. Piruvat  Asetil-KoA 3.

3-difosfogliserat menghasilkan ATP.6-difosfat dan 2 ADP 2. .3-difosfogliserat.Isomerase 3-fosfat gliserat. diikuti dengan dehidrasi dan pembentukan fosfoenol piruvat. 4.6 difosfat menjadi 2 molekul triosa fosfat 3. Pemecahan fruktosa 1. yaitu: 1.‡ ‡ ‡ 1).Transfer fosfoenol piruvat dengan menghasilkan ATP dan membentuk ATP.Transfer gugus fosfat dari 1. Katabolisme Heksosa (Glukosa) Melalui Jalur Embden-Meyerhof-Parnas (EMP) (Glikolisis) ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Pada katabolisme karbohidrat jalur EMP. isomerisasi dan fosforilasi ke 2 dengan menghasilkan fruktosa 1. Terjadi aktivitas glukosa dengan ATP. dan 1. 6. terjadi beberapa tahap. 5. Oksidasi 3-fosfogliseraldehida dengan reduksi NADH.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->