P. 1
Hukum Islam Tentang Muamalah

Hukum Islam Tentang Muamalah

|Views: 175|Likes:

More info:

Published by: Muhammad Fadli Herdiansyah on Dec 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2015

pdf

text

original

Hukum Islam Tentang Muamalah

Created by : M. Fadli Herdiansyah

Muamalah Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam Kerja Sama Ekonomi dalam Islam .

serta usaha perbankan dan asuransi yang islami . Pengertian Muamalah Muamalah adalah hukum islam yang mengatur hubungan antara seseorang dan orang lain. baik seseorang itu pribadi. Contoh: Jual beli.A. yayasan dan negara. firma.perserikatan di bidang pertanian dan perdagangan. sewa menyewa.

Allah berfirman : Hai orang-orang yang beriman. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam 1. selama keduanya belum berpisah dari tempat akad. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu. (QS An Nisa : 29) Hadis nabi Muhammad SAW menyatakan sebagai berikut. Artinya.B. Dua orang jual beli boleh memilih akan meneruskan jual beli mereka atau tidak. hal tersebut diperbolehkan sepanjang suka sama suka. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil. (HR Bukhari dan Muslim) . Jual Beli ‡ Hukum Jual Beli Jual beli hukumnya mubah.

keduanya tidak boleh membatalkan jual beli yang telah disepakatinya.Dari hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa apabila seseorang melakukan jual beli dan tawar menawar dan tidak ada kesesuaian harga antara penjual dan pembeli. . kemudian salah satu dari mereka atau keduanya telah meninggalkan tempat akad. si pembeli boleh memilih akan meneruskan jual beli tersebut atau tidak. Apabila akad (kesepakatan) jual beli telah dilaksanakan dan terjadi pembayaran.

2. Balig. Sebelum akad terjadi. misalnya saya membeli mobil ini dengan harga 25 juta rupiah. biasanya telah terjadi proses tawar menawar terlebih dulu. . Kabul adalah ucapan si pembeli sebagai jawaban dari perkataan si penjual. ‡ Penjual atau pembeli harus dalam keadaan sehat akalnya. Rukun dan syarat Jual Beli Minimal ada tiga rukun yang perlu dipenuhi. misalnya saya menjual mobil ini dengan harga 25 juta rupiah. dan Berhak menggunakan hartanya ‡ Syarat Ijab dan Kabul Ijab adalah perkataan untuk menjual atau transaksi menyerahkan.

Suci atau bersih dan halal barangnya Barang yang diperjualbelikan harus diteliti lebih dulu Barang yang diperjualbelikan tidak berada dalam proses penawaran dengan orang lain Barang yang diperjualbelikan bukan hasil monopoli yang merugikan Barang yang diperjualbelikan tidak boleh ditaksir (spekulasi) Barang yang dijual adalah milik sendiri atau yang diberi kuasa Barang itu dapat diserahterimakan .Benda yang diperjualbelikan ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Barang yang diperjualbelikan harus memenuhi sarat sebagai berikut.

C. (HR Abu Daud) . ‡ Dasar Hukum Landasan hukum dari musyarakah ini antara lain : Rasulullah Bersabda yang artinya : Sesungguhnya Allah SWT berfirman : Aku pihak ketiga dari dua orang yang berserikat selama salah satunya tidak menghianati lainnya. Hukum Islam tentang Kerja sama Ekonomi (Syirkah) ‡ Pengertian Musyarakah Musyarakah adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu dimana masingmasing pihak memberikan kontribusi dana atau amal (expertise) dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan.

Benda (harta dinilai dengan uang) Harta-harta itu sesuai dalam jenis dan macamnya Harta-harta dicampur Satu sama lain membolehkan untuk membelanjakan harta itu Untung rugi diterima dengan ukuran harta masing-masing. Syarat-syarat musyarakah Dalam bersyarikah ada 5 syarat ayng harus dipenuhi yaitu sebagai berikut. ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ .Hadis tersebut menunjukkan kecintaan Allah kepada hamba-hambanya yang melakukan perkongsian atau kerja sama selama pihak-pihak yang bekerja sama tersebut saling menjunjung tinggi amanat kebersamaan dan menjauhi pengkhianatan.

. Dalam musyarakah ini. atau kondisi lainnya yang mengakibatkan pemilikan satu aset oleh dua orang atau lebih.Jenis-jenis Syrikah Ada dua jenis Syirkah: Syirkah pemilikan tercipta karena warisan. kepemilikan dua orang atau lebih. wasiat. berbagi dalam sebuah aset nyata dan berbagi pula keuntungan yang dihasilkan oleh aset tersebut.

Setiap pihak memberikan suatu porsi dari keseluruhan dana dan berpartisipasi dalam kerja. keuntungan dan kerugian dibagi secara sama besar ‡ Syirkah a mal adalah kontrak kerjasama dua orang seprofesi untuk menerima pekerjaan secara bersama dan berbagi keuntungan dari pekerjaan itu.‡ Syirkah inan adalah kontrak antara dua orang atau lebih. keuntungan dan kerugian yang dibagi sesuai dengan kesepakatan diantara mereka ‡ Syirkah mufawadah adalah kontrak kerja sama antara dua orang atau lebih. Setiap pihak memberikan dana yang jumlahnya sama dan berpartisipasi dalam kerja. Misal dua orang arsitek menggarap sebuah proyek .

‡ Syirkah wujuh adalah kontrak antara dua orang atau lebih yang memiliki reputasi dan prestise baik dalam bisnis. . Keuntungan dan kerugian dibagi berdasarkan jaminan yang disediakan masing-masing. Mereka membeli barang secara kredit dari suatu perusahaan dan menjual barang tersebut secara tunai.

Ada orang yang mempunyai kebun. Jika menyalahi peraturan tersebut. misalnya murabahah atau ijarah saja. Si Mudarib dibatasi dengan batasan jenis usaha. yaitu sumbe investasi yang khusus dengan penyaluran yang khusus pula dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh sahibul mal. Surah tersebut mendorong kaum muslim untuk melakukan upaya atau usaha yang telah diperintahkan Allah SWT. Oleh karena itu. waktu. (HR Tabrani). Disampaikan syarat syarat tersebut kepada rasulullah SAW. seperti tabungan haji. seperti modal kerja perdagangan dan jasa Investasi khusus disebut juga mudarabah muqayyadah. atau tempat usaha. 1. Muzaraah. Adapun pada mukhabarah. pada muzaraah zakat wajib atas petani yang bekerja karena pada hakekatnya dialah (si petani) yang bertanam. mudarabah terbagi menjadi dua jenis yakni mudarabah mutlaqah dan mudarabah muqayyadah. Dalam pembahasan fikih ulama salafus saleh seringkali dicontohkan dengan ungkapan if al ma syi ta (lakukan sesukamu) dari sahibul mal ke mudarib yang memberi kekuasaan sangat besar. Sebaliknya. mudarabah biasanya diterapkan untuk bidang-bidang berikut. dan Mukhabarah Musaqah (paroan kebun) Yang dimaksud musaqah adalah bentuk kerja sama dimana orang yang mempunyai kebun memberikan kebunnya kepada orang lain (petani) agar dipelihara dan penghasilan yang didapat dari kebun itu dibagi berdua menurut perjanjian sewaktu akad Musaqah dibolehkan oleh agama karena banyak orang yang membutuhkannya. Keuntungan usaha secara mudarabah dibagi menurut kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak. menuruni lembah yang berbahaya. sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola. Tabungan berjangka. Allah berfirman dalam surat alMuzammil yang artinya : dan dari orang-orang yang berjalan dimuka bumi mencari sebagian karunia Allah SWT (Al Muzammil : 20) Adanya kata yadribun pada ayat diatas dianggap sama dengan akar kata mudarabah yang berarti melakukan suatu perjalanan usaha. a. Penghasilan yang didapat dari upah tidak wajib dibayar zakatnya. tapi dia tidak dapat memeliharanya. Hal ini tampak dalam ayat dan hadis berikut ini. sedangkan apabila rugi ditanggung oleh pemilik modal selama kerugian itu bukan akibat kelalaian si pengelola. Mudaroban yang berkaitan dengan dunia Pertanian ialah : Musaqah. Sisa penghimpunan dana mudarabah biasanya diterapkan pada bidang-bidang berikut ini. Hadis nabi Muhammad yang artinya : Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Abbas bin Abdul Muthalib jika memberikan dana ke mitra usahanya secara mudarabah mensyaratkan agar dananya tidak dibawa mengarungi lautan. sedangkan benihnya dari pemilik sawah/ladang. sedangkan benih(bibit tanaman)nya dari pekerja (petani). Deposito spesial (special investment). Dan rasulullah pun membolehkannya. Seandainya kerugian itu diakibatkan karena kecurangan atau kelalaian si pengelola. zakat diwajibkan atas yang punya tanah karena pada hakekatnya dialah yang bertanam. dan deposito berjangka. yaitu dengan tabungan yang dimaksudkan untuk tujuan khusus. sedangkan pengantar dari sewaan tidak wajib mengeluarkan zakatnya. si pengelola harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut.D. Jenis-jenis mudarabah Secara umum. tabi in dan para imam ‡ ‡ ‡ ‡ . tabungan kurban. ada orang yang tidak mempunyai kebun. Adapun dari sisi pembiayaan. mereka akan diberi sebagian dari penghasilannya. Mudarabah dan kaitannya dengan dunia perbankan biasanya diterapkan pada produk-produk pembiayaan dan pendanaan. Mudarabah mutlaqah Mudarabah mutlaqah adalah bentuk kerjasama antara pemilik modal (sahibul mal) dan pengelola (mudarib) yang cakupannya sangat luas dan tidak dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha. Zakat hasil paroan ini diwajibkan atas orang yang punya benih. zakat wajib atas keduanya yang diambil dari jumlah pendapatan sebelum dibagi.Dasar Hukum Secara umum landasan dasar syariah mudarabah lebih mencerminkan anjuran untuk melakukan usaha. (HR Muslim) Muzaraah Muzaraah adalah kerjasama dalam pertanian berupa paroan sawah atau ladang seperdua atau sepertiga atau lebih atau kurang. Hadis menjelaskan sebagai berikut yang artinya : Dari Ibnu Umar: Sesungguhnya nabi Muhammad SAW telah memberikan kebun beliau kepada penduduk khaibar agar dipelihara oleh mereka dengan perjanjian. maka yang bersangkutan bertanggung jawab atas dana tersebut. Mudarabah Muqayyadah Mudarabah muqayyadah adalah kebalikan dari mudarabah mutlaqah. tapi terampil bekerja. Kalau benih dari keduanya. Mudarabah (bagi hasil) ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Mudarabah adalah akad kerja sama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama (sahibul mal) menyediakan seluruh (100 %) modal. Hukum kerja sama tersebut diatas diperbolehkan sebagian besar para sahabat. sedangkan petani hanya mengambil upah bekerja. Adanya pembatasan ini seringkali mencerminkan kecenderungan umum si Sahibul Mal dalam memasuki jenis dunia usaha. Musaqah memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak yakni pemilik kebun dan pengelola sehingga sama-sama memperoleh hasil dari kerja sama tersebut. Pembiayaan modal kerja. dan daerah bisnis. Mukhabarah Mukhabarah kerjasama dalam pertanian berupa paroan sawah atau ladang seperdua atau sepertiga atau lebih atau kurang. yang mempunyai tanah seolah-olah mengambil sewa tanahnya. atau membeli ternak. baik dari buah-buahan atau hasil petani (palawija). waktu. yaitu dana dititipkan kepada nasabah untuk bisnis tertentu.

(HR Bukhari danMmuslim) Secara operasional. Mempunyai misi akidah. Mekanisme pertanggungan pada asuransi Syariah adalah sharing of risk. Para imam mazhab seperti Imam Hanafi. menjelaskan. dan asuransi kesehatan) dan dalam berbagai aspek kehidupannya. Apabila terjadi musibah semua peserta ikut (saling) menanggung dan membantu Keuntungan (profit) dibagi antara perusahaan dengan peserta sesuai prinsip bagi hasil (mudarabah). menurut pandangan Islam adalah termasuk masalah ijtihadiyah. Sistem Asuransi yang Sesuai dengan Prinsip Hukum Islam Mengikuti sukses perbankan Syariah. Membolehkan aasuransi yang bersifat sosial dan mengharamkan asuransi yang semata-mata bersifat komersial menganggap syubhat Ketika mengkaji hukum Islam tentang asuransi. Adapun asuransi Syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang atau pihak melaui investasi dalam bentuk aset atau tabarru yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalu akad (perikatan) yang sesuai Syariah Ada beberapa sumber yang dijadikan rujukan bagi berlangsungnya sistem asuransi tersebut. baik dalam kehidupan bisnis maupun kehidupan keagamaannya.‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ F. terbatas pada kisaran 30 % dari premi sehingga pembentukan pada nilai tunai cepat terbentuk pada tahun pertama yang memiliki nilai 70 % dari premi. dimana tiap bangunan saling mengokohkan satu sama lain. asuransi yang sesuai dengan Syariah memiliki sistem yang mengandung hal-hal sebagai berikut. Mempunyai akad takafuli (tolong menolong) untuk memberikan santunan atau perlindungan atas musibah yang akan datang Dana yang terkumpul menjadi amanah pengelola dana. yakni sebagai berikut. Asuransi pada umumnya. Diantara metode ijtihad yang mempunyai banyak peranan di dalam mengistinbatkan (mencari dan menetapkan hukum) terhadap masalah-masalah baru yang tidak ada nasnya dalam Al Qur an dan hadis adalah maslahah mursalah atau istislah (public good) dan qyas (analogical reasoning). tercatat sejumlah asransi konvensional yang membuka divisi Syariah yang terbukti mampu bersaing dengan asuransi lainnya. Premi memiliki unsur tabaru atau mortalita (harapan hidup) Pembebanan biaya operasional ditanggung pemegang polis. Kini umat Islam di Indonesia dihadapkan kepada masalah asuransi dalam berbagai bentuknya (asuransi jiwa. bahwa asuransi pada umunya adalah suatu bentuk persetujuan dimana pihak yang menjamin berjanji kepada pihak yang dijamin untuk menerima sejumlah uang premi sebagai pengganti kerugian yang mungkin akan diderita oleh yang dijamin karena akibat dari suatu peristiwa yang belum jelas akan terjadi.atau dalam akad tabarru dapat berbentuk hadiah kepada peserta dan ujrah (fee) kepada pengelola. Dikalangan ulama dan cendikiawan muslim ada empat pendapat tentang hukum asuransi. termasuk asuransi jiwa. Sistem asuransi di dunia Islam baru dikenal pada abad XIX M. Imam Malik.. Dalam buku Hukum Asuransi di Indonesia ditulis oleh Vide Wirjono Prodjodikoro. masalah tersebut perlu dikaji hukumnya karena tidak ada penjelasan yang mendalam didalam Al Qur an atau hadis secara tersurat. Mengharamkan asuransi dalam segala macam dan bentuknya sekarang ini. termasuk asuransi jiwa membolehkan semua asuransi dalam praktiknya sekarang ini. wadi ah dan murabahah. Imam Syafi i. asuransi kecelakaan. wakalah. sudah tentu harus dilakukan dengan menggunakan metode ijtihad yang lazim digunakan oleh mejtahidin dahulu. dari rekening tabaru (dana kebajikan seluruh peserta) sejak awal sudah dikhlaskan oleh peserta untuk keperluan tolong menolong bila terjadi musibah. sedangkan di dunia barat sudah dikenal sejak sekitar abad XIV M. diantaranya adalah hadis Nabi Muhammad SAW Seorang mukmin dengan mukmin lainnya dalam suatu masyarakat ibarat satu bangunan. Dana tersebut diinvestasikan sesuai dengan instrumen Syariah seperti mudarabah. sosial serta mengangkat perekonomian umat Islam atau misi iqtisadi . Artinya. menurut pasal 246 Wet Boek Van Koophandel (Kitab Undang-undang perniagaan). asuransi Syariah juga mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Sampai dengan tahun 2002. Imam Ahmad dan ulama mujtahidin lainnya yang semasa dengan mereka (abad II dan III H atau VIII dan IX M) tidak memberi fatwa hukum terhadap masalah asuransi karena hal tersebut belum dikenal pada waktu itu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->