TERMOKIMIA

A. Entalpi dan Perubahan Entalpi
Setiap sistem atau zat mempunyai energi yang tersimpan didalamnya. Energi potensial berkaitan dengan wujud zat, volume, dan tekanan. Energi kinetik ditimbulkan karena atom – atom dan molekulmolekul dalam zat bergerak secara acak. Jumlah total dari semua bentuk energi itu disebut entalpi (H) . Entalpi akan tetap konstan selama tidak ada energi yang masuk atau keluar dari zat. . Misalnya entalpi untuk air dapat ditulis H H2O (l) dan untuk es ditulis H H2O (s). Perhatikan lampu spiritus, jumlah panas atau energi yang dikandung oleh spiritus pada tekanan tetap disebut entalpi spiritus. Entalpi tergolong sifat eksternal, yakni sifat yang bergantung pada jumlah mol zat. Bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batubara mempunyai isi panas atau entalpi. Entalpi (H) suatu zat ditentukan oleh jumlah energi dan semua bentuk energi yang dimiliki zat yang jumlahnya tidak dapat diukur. Perubahan kalor atau entalpi yang terjadi selama proses penerimaan atau pelepasan kalor dinyatakan dengan ” perubahan entalpi (ΔH) ” . Misalnya pada perubahan es menjadi air, maka dapat ditulis sebagai berikut: Δ H = H H2O (l) -H H2O (s) (7) Marilah kita amati reaksi pembakaran bensin di dalam mesin motor. Sebagian energi kimia yang dikandung bensin, ketika bensin terbakar, diubah menjadi energi panas dan energi mekanik untuk menggerakkan motor. Demikian juga pada mekanisme kerja sel aki. Pada saat sel aki bekerja, energi kimia diubah menjadi energi listrik, energi panas yang dipakai untuk membakar bensin dan reaksi pembakaran bensin menghasilkan gas, menggerakkan piston sehingga menggerakkan roda motor. Gambar 10 berikut ini menunjukkan diagram perubahan energi kimia menjadi berbagai bentuk energi lainnya.

1

Perubahan entalpi pada suatu reaksi disebut kalor reaksi. sehingga ΔH positif. entalpi sesudah reaksi menjadi lebih kecil. Hal ini berarti bahwa semua perubahan energi yang menyertai reaksi akan muncul sebagai kalor. maka hukum I termodinamika dapat ditulis sebagai berikut: ΔU = qp + w atau qp = ΔU – w = q reaksi (9) Untuk menyatakan kalor reaksi yang berlangsung pada tekanan tetap. maka jumlah kalor yang dibebaskan adalah 100 kJ. kalor pembakaran. ΔH adalah positif. maka sistem tidak melakukan kerja. Jika kalor reaksi pada volume tetap dinyatakan dengan qv . entalpi air lebih besar dari pada entalpi es. maka persamaan hukum I termodinamika dapat ditulis: ΔU = qv + 0 = qv = q reaksi (8) q reaksi disebut sebagai kalor reaksi. para ahli mendefinisikan suatu besaran termodinamika yaitu entalpi (heat content) dengan lambang “H” Entalpi didefinisikan sebagai jumlah energi dalam dengan perkalian tekanan dan volume sistem. Pada perubahan kimia selalu terjadi perubahan entalpi. Sedangkan pada reaksi eksoterm. Perhatikan suatu reaksi yang berlangsung pada sistem tertutup dengan volume tetap (ΔV = 0). dan bila dilakukan di udara terbuka maka kalor reaksi dapat dinyatakan sebagai: 2 . yaitu 89 kalori/gram.kalor penguraian. sehingga ΔH negatif. Oleh karena itu kalor reaksi pada tekanan tetap dinyatakan dengan qp . Misal: suatu reaksi eksoterm mempunyai perubahan energi dalam sebesar 100 kJ. Misalnya pada perubahan es menjadi air. Kebanyakan reaksi kimia berlangsung dalam sistem terbuka dengan tekanan tetap (tekanan atmosfir). Pada perubahan es menjadi air. Pada reaksi endoterm. kalor pelarutan dan sebagainya. Suatu reaksi kimia dapat dipandang sebagai suatu sistem yang terdiri dari dua bagian yang berbeda. Besarnya perubahan entalpi adalah sama besar dengan selisih antara entalpi hasil reaksi dam jumlah entalpi pereaksi. w = 0. Jika reaksi itu berlangsung dengan volume tetap. karena entalpi hasil perubahan. yaitu pereaksi dan hasil reaksi atau produk. Maka sistem mungkin melakukan atau menerima kerja tekanan – volume. w = 0).Harga entalpi zat sebenarnya tidak dapat ditentukan atau diukur. Tetapi ΔH dapat ditentukan dengan cara mengukur jumlah kalor yang diserap sistem. entalpi sesudah reaksi menjadi lebih besar. Termokimia merupakan bagian dari ilmu kimia yang mempelajari perubahan entalpi yang menyertai suatu reaksi. misalnya kalor pembentukan. Kalor reaksi untuk reaksi-reaksi yang khas disebut dengan nama yang khas pula. yang dapat dinyatakan: H = U + P V (10) Reaksi kimia termasuk proses isotermal.

Kilogram) = Kalor jenis (Joule/kilogram°C. Rumus kapasitas kalor: dengan syarat: 3 . ΔU = q + w = + 200 kJ + 0 kJ = 200 kJ Δ H = q = + 200 kJ Kalor jenis Rumus: dengan ketentuan: = Kalor yang diterima suatu zat (Joule. Kilokalori) = Massa zat (Gram. maka kalor reaksi selalu dinyatakan sebagai perubahan entalpi (ΔH). Δ H. rumusnya adalah: Kapasitas kalor Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan oleh benda untuk menaikkan suhunya 1°C. q = ΔH reaksi = Hp-Hr (12) Contoh: Suatu reaksi berlangsung pada volume tetap disertai penyerapan kalor sebanyak 200 kJ. Kilojoule. q dan w reaksi itu Jawab: Sistem menyerap kalor sebanyak 200 kJ . Oleh karena sebagian besar reaksi berlangsung pada tekanan tetap. maka w = 0 kJ. dan perubahan entalpi reaksi yang menyertai suatu reaksi hanya ditentukan oleh keadaan awal (reaktan) dan keadaan akhir (produk). kalor dapat dihitung dari perubahan entalpi reaksi. berarti q = + 200 kJ Reaksi berlangsung pada volume tetap . yaitu tekanan atmosfir. kalor reaksi yang berlangsung pada tekanan tetap sama dengan perubahan entalpi.t1) Untuk mencari kalor jenis. Tentukan nilai Δ U . Joule/gram°C.qp = Δ H (11) Jadi. rumusnya adalah: Untuk mencari massa zat. Kalori/gram°C) = Perubahan suhu (°C) → (t2 . Kalori. Akibatnya.

260. Kalori.000 Joule/Kilogram ? Jawab : Diketahui : m = 5 Kg U = 2. Joule/gram) Contoh Soal : Berapa energi kalor yang diperlukan untuk menguapkan 5 Kg air pada titik didihnya. Kilokalori) = Massa zat (Gram. Kilojoule/kilogram. Kilokalori) = Massa zat (Gram.260.3 x 106 J Asas Black Rumus: Asas Black : Jumlah kalor yang diterima sama dengan jumlah kalor yang dilepas B.. Kilojoule. jika kalor uap 2. Kalori.300. Kilogram) = Kalor jenis (Joule/kilogram°C. Joule/gram°C. Kilokalori) = Kapasitas kalor (Joule/°C) = Massa zat (Gram.. Joule/gram) Kalor uap Rumus: dengan ketentuan: = Kalor yang diterima suatu zat (Joule.t1) Kalor lebur Rumus: dengan ketentuan: = Kalor yang diterima suatu zat (Joule. Jenis-Jenis Perubahan Entalpi 4 . Kilojoule.000 J = 11. Kalori/gram°C) = Perubahan suhu (°C) → (t2 .000 J/Kg Ditanyakan : Q =. Kilogram) = Kalor uap zat (Joule/kilogram. Kilogram) = Kalor lebur zat (Joule/kilogram.000 J/Kg = 11. ? Jawab Q = m x U = 5 Kg x 2.. Kilojoule.= Kalor yang diterima suatu zat (Joule. Kalori. Kilojoule/kilogram.260..

Perubahan Entalpi Penguraian Standar ( DHd o ) Adalah perubahan entalpi yang terjadi pada penguraian 1 mol senyawa menjadi unsur-unsur penyusunnya pada keadaan standar. “ jumlah kalor yang dilepaskan pada pembentukan senyawa dari unsur-unsur penyusunnya = jumlah kalor yang diperlukan pada penguraian senyawa tersebut menjadi unsur-unsur penyusunnya. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar. Bentuk standar dari suatu unsur adalah bentuk yang paling stabil dari unsur itu pada keadaan standar ( 298 K. “ Pernyataan ini disebut Hukum Laplace. Menurut Marquis de Laplace. Satuannya = kJ / mol. Satuannya adalah kJ / mol. Perubahan Entalpi Pembakaran Standar ( DHc o ) Adalah perubahan entalpi yang terjadi pada pembakaran 1 mol suatu zat secara sempurna pada keadaan standar. Perubahan entalpi penguraian standar merupakan kebalikan dari perubahan entalpi pembentukan standar. 5 .Jenis-Jenis Perubahan Entalpi Perubahan entalpi yang diukur pada suhu 25 oC dan tekanan 1 atm ( keadaan standar) disebut perubahan entalpi standar ( dinyatakan dengan tanda DHo atau DH298 ). Perubahan entalpi yang tidak merujuk pada kondisi pengukurannya dinyatakan dengan lambang DH saja. Perubahan entalpi. maka entalpi penguraian H2O(l) menjadi gas hidrogen dan gas oksigen adalah +286 kJ/mol. c. Perubahan Entalpi Pembentukan Standar ( DHf o ) = kalor pembentukan Adalah perubahan entalpi yang terjadi pada pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya pada suhu dan tekanan standar ( 25 oC. Satuannya = kJ / mol. maka dinotasikan dengan DHd. jumlah zat yang dihasilkan adalah 1 mol. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar. 1 atm ). maka nilainya pun akan berlawanan tanda. Entalpinya bisa dilepaskan maupun diserap. Contoh : Diketahui DHf o H2O(l) = -286 kJ/mol. 1 atm ). Entalpi molar = perubahan entalpi tiap mol zat ( kJ / mol ). b. maka dinotasikan dengan DHc. Jika perubahan entalpi pembentukan tidak diukur pada keadaan standar maka dinotasikan dengan DHf Contoh : Catatan : DHf unsur bebas = nol Dalam entalpi pembentukan. Dibentuk dari unsur-unsurnya dalam bentuk standar. meliputi : a.

Contoh : h. Satuannya = kJ / mol. Contoh : f. Perubahan Entalpi Pelarutan Standar ( DHosol ) Adalah perubahan entalpi yang terjadi ketika 1 mol zat melarut dalam suatu pelarut ( umumnya air ) pada keadaan standar. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar. sedangkan reaksi kimia yang menyerap kalor disebut reaksi endoterm. Satuannya = kJ / mol. Perubahan Entalpi Netralisasi Standar ( DHn o ) Adalah perubahan entalpi yang terjadi pada penetralan 1 mol asam oleh basa atau 1 mol basa oleh asam pada keadaan standar. Reaksi kimia yang melepaskan atau mengeluarkan kalor disebut reaksi eksoterm. maka dinotasikan dengan DHvap. Contoh : g. Satuannya = kJ / mol. Pengertian Reaksi Eksoterm dan Endoterm Perubahan entalpi (ΔH) positif menunjukkan bahwa dalam perubahan terdapat penyerapan kalor atau pelepasan kalor. maka dinotasikan dengan DHsol.Contoh : d. Perubahan Entalpi Penguapan Standar ( DHovap) Adalah perubahan entalpi yang terjadi pada penguapan 1 mol zat dalam fase cair menjadi fase gas pada keadaan standar. Contoh : DHn reaksi = -200 kJ DHn NaOH = -200 kJ / 2 mol = -100 kJ/mol DHn H2SO4 = -200 kJ / 1 mol = -200 kJ/mol e. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar. maka dinotasikan dengan DHfus. Perubahan Entalpi Sublimasi Standar ( DHosub ) Adalah perubahan entalpi yang terjadi pada sublimasi 1 mol zat dalam fase padat menjadi zat dalam fase gas pada keadaan standar. C. maka dinotasikan dengan DHn. Perubahan Entalpi Peleburan Standar ( DHofus ) Adalah perubahan entalpi yang terjadi pada pencairan / peleburan 1 mol zat dalam fase padat menjadi zat dalam fase cair pada keadaan standar. Satuannya = kJ / mol. Satuannya = kJ / mol. maka dinotasikan dengan DHsub. Aliran kalor pada kedua jenis reaksi diatas dapat dilihat pada gambar 11 berikut: 6 . Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar.

Oleh karena itu . merupakan selisih antara entalpi produk dengan entalpi pereaksi (Hp -Hr) bertanda positif. Sehingga perubahan entalpi untuk reaksi endoterm dapat dinyatakan: ΔH = Hp. Sehingga p dapat dinyatakan sebagai berikut: ΔH = Hp. perubahan entalpi. pada reaksi eksoterm . perubahan entalpinya bertanda negatif. berikut Rangkuman 7 . sistem menyerap energi. Artinya entalpi produk (Hp) lebih besar daripada entalpi pereaksi (Hr). Oleh karena itu. sehingga entalpi sistem akan berkurang. Akibatnya. Seperti pada gambar 12.Hr > 0 (13 ) Sebaliknya. artinya entalpi produk lebih kecil daripada entalpi pereaksi. sistem membebaskan energi.Hr < 0 ( 14 ) Perubahan entalpi pada reaksi eksoterm dan endoterm dapat dinyatakan dengan diagram tingkat energi.Gambar 11 Aliran kalor pada reaksi eksoterm dan endoterm Pada reaksi endoterm. entalpi sistem akan bertambah.

Rumus Kalor jenis: . . entalpi sesudah reaksi menjadi lebih kecil. Tetapi ΔH dapat ditentukan dengan cara mengukur jumlah kalor yang diserap sistem.-Harga entalpi zat sebenarnya tidak dapat ditentukan atau diukur.Pada reaksi endoterm. . . entalpi sesudah reaksi menjadi lebih besar.Asas Black Jumlah kalor yang diterima sama dengan jumlah kalor yang dilepas 8 . sehingga ΔH positif.Pada reaksi eksoterm. sehingga ΔH negatif.

9 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful