P. 1
Analisis Amanat Dan Gaya Bahasa

Analisis Amanat Dan Gaya Bahasa

|Views: 863|Likes:
Published by msa798106

More info:

Published by: msa798106 on Dec 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/30/2012

pdf

text

original

PROPOSAL

ANALISIS AMANAT DAN GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN CERPEN SIUL KARYA KAHAIRUL JASMI

D I S U S U N

OLEH : NAMA KELAS NIM : GATNIDAR GEA : VI D : 076211261

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS ISLAM RIAU PEKANBARU 2009/ 2010

1 Latar Belakang Riau saat ini masih tetap sebagai lubuk bahasa dan kebudayaan melayu.ANALISIS AMANAT DAN GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN CERPEN SURAU KARYA KHAIRUL JASMI 1. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah mengetahui pengarang-pengarang (sastrawan) Riau beserta hasil karya-karyanya. akan tetapi dapat memberikan nilai . pola pikir masyarakat di daerah ini. walaupun cerpen merupakan cerita pendek yang karangan belaka. Salah satu hasil karya sastra yang terbentuk prose adalah cerita pendek (cerpen). cerita pendek dalam kesusastraan Indonesia lebih dikenal dengan singkatan cerpen. Latar Belakang Dan Masalah 1. kehidupannya dijalaninya dengan damai cerita ini dikenal dan diapresiasikan oleh khalayak pendukungnya secara turun temurun. Kita pernah mendengar pepatah lama yang berbunyi ”Tak kenal maka tak sayang. Cerita surau merupakan salah satu karya sastra tradisional yang cukup menarik dan diminati oleh masyarakat karena ceritanya mengisahkan tentang kehidupan yang rajin membersihkan halaman surau. sebab sastrawan melalui karyakaryanya memberikan simbol-simbol agar kita mengenal sosial budaya. sampai sekarang penggunaan kata cerpen luas dari pada cerpen pendek (Eddy. Kepenjarangan Riau dari masa lalu kini akan terus berlanjut dan menjadi kekayaan kebudayaan melayu di rantau ini. Ini disebabkan karena pengarang di Riau tetap memperkaya dengan melahirkan hasil karyanya dibidang sastra. khususnya bumi melayu. Cerpen banyak menggambarkan masalah kehidupan yang dalam hal ini dapat dijadika pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. 1991:45). Cerpen adalah salah satu cerita fiksi yang menjadi pembicaraan penulis dalam kajian ini. Karya-karya ini mengangkat kisah hidup dan kehidupan manusia di bumi ini. tak sayang maka tak cinta” pepatah tersebut mengajarkan bagaimana kita cinta pada kebudayaan kita di daerah ini dan bersedia bersama-sama mengembangkan serta membangun negeri ini bila tidak mengenai hal-hal apa saja yang ada disini. istilah ini diciptakan oleh seorang sastrawan Indonesia Ayip Rosidi namanya.

1983:13). Dengan adanya penelitian ini diharapkan akan bermanfaat baik secara teoritis maupun praktis. baik itu unsur dari dalam maupun dari luar. Jadi tema merupakan hal yang sangat penting yang di dalamnya terdapat persoalan hidup dan kehidupan dan juga terdapat tujuan yang ingin disampaikan kepada pembaca. alur. sebab cerita dan permasalahan yang dikemukakan oleh pengarang sangat sesuai dengan kehidupan pengarangnya. Gaya berbahasa yang digunakan oleh pengarang dalam berkarya sastra berada di luar kaedah bahasa umumnya. di dalam unsur gaya terdapat gaya bahasa yang digunakan oleh pengarang untuk mengungkapkan pikirannya ke dalam suatu cerita.pemahaman yang tinggi melalui amanat yang disampaikan tentang kehidupan masyarakat yang terkadang kala dapat saja terjadi dimana dan kapan saja (Soemardjo) Cerpen bukanlah sekedar kata-kata yang pendek (singkat) namun ia merupakan bentuk cerita prosa yang memiliki ciri-ciri khas sehingga dapat disebut cerpen dan dapat dibedakan dengan bentuk prosa yang lain. tujuan yang ada pada tema cerita kata lainnya adalah amanat atau pesan. latar dan gaya (Hamidy. perasaan dan pengalaman pengarang yang dituangkan ke dalam suatu karya. unsur intrisik adalah unsur yang membangun dari dalam yang terdiri dari tema. Secara teoritis penelitian akan memberikan sumbangan terhadap perkembangan ilmu sastra. Cerpen selain memiliki unsur tema juga memiliki unsur gaya. Sebuah karya sastra memiliki unsur yang dapat membangun keutuhannya. Jadi pengarang bebas mencari kata-kata yang akan dipergunakan dalam mengungkapkan pikiran. terhadap perkembangan ilmu sastra. Manfaat praktisnya dapat berupa penerapan langsung hasil penelitian ini dalam proses belajar mengajar bagi para guru mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Sebagai hasil karya sastra kumpulan Cerpen Surau memiliki pesan yang perlu diketahui oleh pembacanya. Dengan penelitian ini diharapkan akan bermanfaat baik secara teoritis peneliti akan memberikan sumbangan .

manfaatnya dalam masyarakat serta fungsinya dalam masyarakat. 1. Penelitian ini telah membatasi kajiannya terhadap tiga aspek penting yaitu tukang cerita. Dalam tiga rangkaian ini akan kelihatan nilai-nilai yang terkandung dalam cerita . cerita tersebutdan khalayak. Bagaimana fungsi cerita ”surau” dalam masyarakat ? 3.2.1. Apa sajakah gaya bahasa yang digunakan dalam kumpulan cerpen surau Khairul Jasmi ? 1. Nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam ”surau” ? 2. diinterprestasikan dan dianalisis berdasarkan dengan permasalahan yaitu tentang amanat dan gaya bahasa. 1.3.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka perumusan masalah yang terdapat dalam penelitian ini sebagai berikut : 1. Amanat apa saja yang terkandung dalam cerpen Surau ? 2. Pembatasan Masalah Dalam menganalisis cerpen Surau membatasi masalah penelitian ini sebagai berikut : 1.3 Ruang Lingkup Penelitian Kajian ini membicarakan aspek amanat yang diungkapkan dalam cerita dan gaya bahasa yang dipergunakan oleh pengarang. Penelitian yang berjudul analisis amanat dan gaya bahasa dalam kumpulan cerpen Surau karya Khairul Jasmi dalam ruang lingkup sastra. Unsur-unsur yang dikaji tersebut dideskripsikan.1 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi dan data tentang nilai-nilai yang terkandung dalam cerita lisan “ Surau “ untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai itu dalam masyarakat khalayak serta untuk mengetahui apa saja fungsi cerita tersebut dalam masyarakat informasi dan data-data tersebut telah dideskripsikan dianalisis dan diinterpretasikan secara sistematis dan terperinci sehingga data dan informasi tersebut diperoleh kenyataan yang sebenarnya tentang nilainilai yang terkandung dalam cerita.1.

Analisis dapat diartikan sebagai mempelajari. Gaya bahasa apa saja yang dipergunakan dalam cerpen “ Surau “ ? 1.1. Anggapan dasar Anggapan dasar yang mendasari penelitian ini bertolak dari anggapan dasar bahwa cerita pendek Surau tidak banyak dikenali dan disukai oleh banyak masyarakat. sikap dan tabiat yang terdapat dalam sebuah cerita sesuai dengan rekaan pengarang. Fungsinya cerita tersebut yang mencakup pada (1) Fungsi pendidikan. Agar Penjelasan Istilah menghindari kesalahpahaman dalam kata-kata yang digunakan dalam penelitian maka penulis menjelaskan istilah yang terdapat dalam penelitian. 1. baik secara langsung maupun tidak. yang memberikan kesan tinggi dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi .2. Gaya bahasa adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis atau pemakaian bahasa berarti dengan demikian kita. dapat mengetahui watak dan kepribadian seseorang ketika menggunakan bahasa.4.lisan “ Surau “ tersebut. 4. Setiap karya sastra dari bentuk apapun ia tetap mempunyai amanat ( pesan ) yang ingin disampaikan kepada pembaca. 3. Hipotesis dan Teori 1. Amanat dapat diartikan sebagai pesan yang diingin sampaikan oleh pengarang kepada pembaca. menyelidiki atau mengkaji sesuatu hal. (2) Fungsi kritik sosial 3.4 Anggapan Dasar. Analisis tokoh : suatu tinjauan terhadap seseorang yang memiliki sifat-sifat. Cerpen adalah karangan yang berbentuk prosa pendek yang ditinjau dari jumlah kata-katanya kurang dari 10. 5. Pesan tersebut disampaikan melalui bahasa dan dapat diinterprestasikan atau dianalisis . 2. 1.000 kata.3.

Kejujuran Hidup manusia hanya bermanfaat bagi dirinya dan bagi semuanya. sehingga dapat dipahami makna yang terkandung didalam cerita tersebut. Kalau hidup itu dilandaskan sendi-sendi kejujuran dalam bahasa.4. Teori Penelitian ini menggunakan teori yang sesuai dengan gaya bahasa dalam penulis yang diteliti : 1.malalui cara-cara tertentu.3. Rasa hormat disini bukan berarti memberikan penghargaan atau menciptakan kenikmatan melalui kata-kata.2. 3. 1. Sopan santun Sopan santun ialah memberi penghargaan atau menghormati orang yang diajak berbicara.4. Bahasa yang digunakan oleh pengarang cerita adalah bahasa yang . Menarik Kejujuran. kaidah-kaidah yang benar dalam bahasa. kejelasan dan kesingkatan harus merupakan langkah dasar dan langkah awal. Bila seluruh gaya bahasa hanya mengandalkan kedua atau ketiga kaidah tersebut diatas maka gaya bahasa yang dimasih terasa tawar ( tidak menarik ) oleh sebab itu gaya bahasa harus menarik. kejujuran itu berarti kita mengikuti aturan-aturan. khususnya pendengar atau pembaca. 2. atau mempergunakan kata-kata yang manis sesuai dengan basa-basi. Amanat merupakan pesan-pesan yang mencerminkan pengarang. 1. pemakaian kata-kata yang kabur dan tidak terarah serta penggunaan kalimat yang berbelit-belit yang mengundang ketidak jujuran. Hipotesis Berdasarkan anggapan dasar penulis merumuskan dalam penelitian ini bahwa analisis amanat gaya bahasa dalam cerita pendek Surau berkategori cukup. Gaya Bahasa Keraf mengatakan “ untuk menentukan gaya bahasa yang baik ada beberapa kriteria : 1.

1. agar pembaca dapat membacanya.5 Penentuan Sumber Data 1.6 Pengumpulan Data 1. 1. (6) Toean Insinyur 1. Sampel Sampel penelitaan ini adalah keseluruhan cerpen yang tergabung dalam cerpen Surau karya Khairul Jasmi. 1.2. Hamidy ( 1996 : 16 ) merupakan pengucapan atau tulisan yang tergolong kreatif imajinatif.1 Metode penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif analitik yaitu setiap cerita dianalisis satu persatu dan setiap data yang diperoleh dideskripsikan sesuai dengan tujuan dan permasalahan. (3) Puasa bungsu (4) Mimpi siang. Dalam menghasilkan suatu karya sastra pengarang menggunakan bahasa yang akan dituangkan kedalam hasil karyanya. Kumpulan cerpen tersebut terdiri dari yaitu : (1) Surau.1.disusunnya berdasarkan pemikirannya sendiri yang dalam hal ini mampu memberi keindahan dalam bahasa cerita bukan bahasa berdasarkan kaedah-kaedah umumnya. (5) Tarian Aceh dari langit.2 Teknik Pengumpulan Data 1. Populasi Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah seluruh cerita pendek yang terdapat dalam cerpen yang berjudul ” SURAU ”. Dengan demikian penelitian ini menggunakan sampel jenuh ( total ).5.5.6. Buku-buku . Penggunaan bahasa pada sebuah karya sastra seperti yang dinyatakan UU.6. (2) Sengketa mayat. Dalam hal ini populasi dijadikan sampel penelitian.1 Teknik Dokumentasi Teknik ini dipergunakan oleh penulis untuk menghimpun literatur yang relevan dengan masalah penelitian.2.6.

Jakarta : Gramedia Sumardjo dan Saini 1988 : 36 – 37 Eddy. DAFTAR PUSTAKA Hamidy. Pekanbaru Keraf. secara umum membicarakan tentang sastra dan khususnya tentang amanat dan gaya bahasa. 1983. UU.yang penulis himpun. Karya Fiksi dan Puisi . Gorys 2004. Diksi dan Gaya Bahasa. 1991 : 45 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->