P. 1
Mps

Mps

|Views: 15|Likes:
Published by Elphi Saza

More info:

Published by: Elphi Saza on Dec 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/29/2013

pdf

text

original

Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Pendekatan Kualitatif dalam Metode Penel itian (Lukas S.

Musianto) Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Pendekatan Kualitatif dalam Metode Penelitian Lukas S. Musianto Staf pengajar, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Komunikasi, Universitas Kristen Pet ra ABSTRAK Metode kuantitatif dan kualitatif memang berbeda, terutama dalam axioma dan cirri-cirinya. Pada masa lalu, kedua metode tersebut dipisahkan. Artikel ini menganlisa tentang perbedaan-perbedaan tersebut, agar pada masa depan, metode yang menyeluruh seperti yang diusulkan oleh Brennan dapat dikembangkan bersama dalam penelitian. Pada masa lalu juga, oleh karena berbagai perbedaan yang ada antara dua metode, terutama dari segi konsep-konsep dasar serta berbagai aspek dari masingm asing metode, maka biasanya hanya salah satu pendekatan digunakan dalam penelitian. Keadaan dalam universitas-universitas di Indonesia menunjukkan bahwa metode kualitatif menjadi pendekatan yang relative lebih baru dan sampai sekaran g, sebagian besar penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif karena jumlah orang yang sungguh memahami metode kualtitatif masih sedikit. Kata kunci: metode kualitatif, metode kuantitatif. ABSTRACT Quantitative and qualitative methods are most different, especially in their axioms and their characteristics. In the past, they were separate from each othe r. This paper analyzes those differences so that in the future, comprehensive metho ds such as envisioned by Brennan allow the two types of methodologies to be used together in research. In the past, because of the differences in the two methods, especially in basic concepts and aspects, usually only the quantitative or qualitative method was us ed. The situation in universities in Indonesia shows that the qualitative method is a relatively new approach and that until now, most research has been applied quantitative research, since there are few experts in the qualitative method. Key words: quantitative method, qualitative method. PRAKATA Menulis tentang metode tentu tidak mungkin secara singkat. Analisa ini mencoba melihat secara utuh, kedua pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang memang mem iliki

dasar, karakter, dan proses yang berbeda (Williams, 1988 dalam Faisal, 1990). Na mun akhir-akhir sekitar tahun 1995-an, ada usaha-usaha untuk memadukan keduanya dala m satu penelitian (Brannen, 1997:I-VIII). Hal ini dirasakan perlu karena di masa g lobal ini, banyak terobosan harus dilakukan pada suasana yang makin majemuk dan Jurusan Ekonomi Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra http://puslit.petra.ac.id/journals/management/

Kata-kata kebijakan. tidak dapat didaku bahwa satu pendekatan saja yang paling benar! Pendekatan lain harus dipertimbangkan karena semua bergerak terus (Phanta Rhei). Dengan melihat pada perkembangan pohon ilmu sepanjang masa. Miles and Huberman (1992). Seluruh ahli peneliti menjadi cikal bakal disiplin ilmu yang dici ptakannya dan itu berkembang terus hingga masa globalisasi dengan teknologi dan informatik a mutakhir. Di dalam meneliti ini. Jadi metodologi adalah alat saja yang dapat berubah dari saat ke sa at. Pandanganpand angan ini yang mendorong untuk mencoba mendeteksi kedua pendekatan ini secara realistis. manusia telah sadar akan curiosity-nya dan karena itu selalu to want to know anything. antara lain: statistik hanyalah alat bantu dan tidak pernah dapat menggantikan sama sekali fungsi dari aspek logika material da n perspektif keilmuan dari masing-masing disiplin (Sumarno dalam Brennan.Jurnal Manajemen & Kewirausahaan Vol. 2001). Ini adalah manusia dengan naluri penelitiannya. Walaupun telah ada pendekatan. No. Sejak manusia memiliki awal peradabannya. Mengapa timbul demikian? Hal ini dikarenakan bidang-bidang tersebut. dan Denzin and Lincoln (1994) maka jelas perbedaan dasar sangat menonjol antara kuantitatif dan kualitatif. manusia menggunakan metodologi yang selalu berubah untuk mencapai tujuan utama penelitian ialah pengembangan kebenaran dalam ilmu pengetahuan. pengelolaan. Brannen (1997). Ucapan Sumarno adalah gamblang. maka manusia selalu menggunakan penelitian. sejauh ia dapat dipergunakan untuk meneliti. memiliki sifat-sifat tertentu yakni. 2. sta tis matematik dan dinamis kemasyarakatan.136 komprehensif. September 2002: 123 . Padahal kedua pendekatan itu memang berbeda namun pada masa akhir-akhir ini keduanya dapat komprehensif dalam satu penelitian. sebagai dua sisi dari satu mata uang (komplementatif). 4. sumber d aya rumah tangga mengandung nilai-nilai kuantitatif dan kualitatif sekaligus. Dengan kemajuan dan perkembangan jaman penelitian. namun masih banyak pihak di universitas/ perguruan tinggi belum memahami dasar perbedaan dan kesamaan antara kedua pendekatan ini. . Mengapa? Karena memang sejarah asal dari kedua pendekatan ini berbeda benar! Semoga bidang bisnis dan manajemen dapat memanfaatkannya. termasuk juga dalam dunia penelitian. FISIP UNAIR (1995). Sudah barang tentu termasuk di dala mnya pendekatan kuantitatif dan kualitatif. 1997:8). Masih acap kali terjadi bahwa keduanya harus tidak mungkin sejal an (kontradiksi antagonistik) atau sebaliknya. LATAR BELAKANG PENDEKATAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF Apabila disimak tulisan-tulisan Faisal (1990.

kamus ensiklopedia. Pada saat itu pendekatan kuan titatif menjadi dasar dari semua itu.Selain statistik. sarana. alat.petra. kimia. Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra http://puslit. ca ra.id/journals/management/ . materi kualitan. dan seterusny a tidak akan pernah tetap.ac. juga rumus. Ilmu ilmu pengetahuan alam menjadi primadona di pentas keilmuan yaitu biologi. kedokteran. Terlebih ketika ilmu teknik berkembang dengan anek a Jurusan Ekonomi Manajemen. fisika. dan teknik. Perkembangan penelitian sangat pesat sejak revolusi industri di abad ke-19. Mereka hanya methodos (bahasa Yunani: artinya jalan. matematika. dan seterusnya) yang setiap saat dapat diganti dengan yang lebih t epat demi memecahkan masalah dalam suatu obyek penelitian.

turun ke lapangan. dan informatika . Kelima dasar pandangan tersebut ialah sifat realitas. Demikian pula dalam pendekatan kualitatif telah muncul hasil-hasil penelitian te rbaru. Berdasarkan Williams (1988) maka ada lima pandangan dasar perbedaan anta ndekatan kuantitatif (istilah Williams dengan kuantitatif positivistik) dan ku alitatif. PANDANGAN DASAR PERBEDAAN PENDEKATAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF Sebelum membahas tentang pandangan dasar kedua pendekatan ini. Ditambah dengan Patton 1990. teramati. maka pendekatan kualitatif dipakai di dunia kedo kteran dan baru kemudian pada bidang sosial kemasyarakatan. Pendekatan kuantitatif ialah pendekatan yang di dalam usulan penelitian. Kemudian karakteristik pembedaan pendekatan-pendekatan kuantitatif dan kualitatif berdasar Bogdan dan B iklen 1982 dalam Faisal 1990:28. Musianto) cabangnya seperti sekarang ini dalam bentuk industri. analisis data dan kesimpulan data sampai dengan penulisannya mempergunakan aspek-aspek kecenderungan. hasil konstruksi dalam pengertian holistik. maka pendekatan kuantitatif melihat real itas sebagai tunggal. turun ke lapangan. Dimulai dengan Frederick Le Play dalam penelitian kaum miskin. posibilitas generalisasi dan posibilitas kausal dan peranan nilai . Itulah sebabnya peneliti kuantitatif lebih spesifik. analisis isi. konkrit. rumus dan kepastian data numerik. situasional deskriptif. non perhitungan numerik. Dalam tulisan ini dilihat dasar pembedaan pendekatan-pendekatan kuantitatif dan kualitatif berdasar Williams 1988 dalam Faisal 1990:18. perhitungan. Sebaliknya pendekatan kualitatif ialah pendeka tan yang di dalam usulan penelitian. hipotesis. Inilah awal pendekatan kualitatif. dianggap satu-satunya pisau analisa masala h kemasyarakatan. proses. hipotesis. Seluruh komentar atas kedua pandangan ini berasal dan dipertanggungjawabkan oleh penulis sendiri. dilanjutkan masyarakat kumuh di Chicago (mashab Chicago). analisis data dan kesim pulan data sampai dengan penulisannya mempergunakan aspek pengukuran. dan dapat difragmentasi. interaksi peneliti dan oby ek penelitiannya. proses.Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Pendekatan Kualitatif dalam Metode Penel itian (Lukas S. Pada dasar pandangan sifat realitas. Glaser Strauss dan Corbin 1990. kesemuanya melemahkan positivisme Comte yang selama dua abad (1700 1900). perlu dijelaskan batasan kedua istilah tersebut. Sebaliknya pendekat an kualitatif melihat realitas ganda (majemuk). teknologi. bola salju dan story. percaya langsung pada sang . 1. interview mendal am.

ac. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat sebagai proses interaktif. tidak terpis ahkan bahkan partisipatif. Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra http://puslit. Sebaliknya dalam pendekatan Jurusan Ekonomi Manajemen. ma ka pendekatan kuantitatif melihat sebagai independen.obyek generalis. meragukan dan mencari fenomena selanjutnya pada sang obyek realitas.id/journals/management/ . Pada dasar pandangan interaksi anta neliti dengan obyek penelitiannya. Itulah sebabnya penelitian kuantitatif agak memisahkan antara si peneliti sebaga i subyek pelaku aktif dan obyek penelitian sebagai obyek pelaku pasif dan dapat dibebani aneka model penelitian oleh si peneliti.petra. dualistik bahkan mekanistik. 2.

Sebaliknya peneliti kualitatif lebih menerjunkan diri dalam riak gelombang gejolak obyek penelitian dan terbenam di dalamnya. obyektif dan harus seperti apa adanya. maka pendekatan kuantitatif melihat segal a sesuatu bebas nilai. Sebaliknya pendekata n kualitatif melihat segala sesuatu tidak pernah bebas nilai. jujur. satu arah. Itulah sebabnya peneliti kuantitatif dapat dikenai atau dibebani dengan percobaa n tertentu. Sebaliknya pendekatan kualitati f to solve the problem by penetrating the problem. Penelitian kualitatif memustahilkan hal ini. Pada dasar pandangan posibilitas kausal. bersama-sama di suatu m edan (arena) nan tak terpisahkan yang sangat mutual dan tumpang tindih.136 kualitatif ada substitusi situasi dan mutual experience. maka pendekatan kuantitatif bebas dari ikatan konteks dan waktu (nomothetic statements). budaya dan aliran-aliran nilai yang berpengaruh di situ. netral. Dengan perkataan lain. da n menghayati (verstehen) pada obyek penelitiannya. Terasa sekali kuantitatif melontarkan subyek atas obyek yang saling terpisahkan. No. maka pendekatan kuantitatif selalu memisahkan antara sebab riil temporal simultan yang mendahuluinya sebelum akhirnya melahirkan akibat-akibatnya. Sebaliknya pendekatan kualitatif selalu mustahilkan usaha memisahkan sebab dengan akibat. sedang pendekatan kualitatif terikat dari ikatan konteks dan waktu (idiographic statements). 5. Sebaliknya pendekatan kualitatif selalu on cyclus process. lalu diukur hasilnya (ada macam-macam jeni perimen). 3. dan yang terpenting kebal terhadap nilai-nilai di sekitar suatu obyek penelitian. mulai dari awal sebab. Pada dasar pandangan peranan nilai. Proses sebab akiba t adalah suatu kelanjutan dari proses sistem model atau paradigma tertentu. Itulah sebabnya penelitian kuantitatif selalu mendaku bahwa penelitian yang terb aik ialah yang obyektif. Ini agar dia menjadi mengerti. Demikianlah kelima dasar pandangan yang sangat berbeda anta ndekatan . September 2002: 123 . termasuk si peneliti sendiri yang subyektif. 4. Sebaliknya kualitatif melontarkan obyek atas obyek. Pada dasar pandangan posibilitas generalis. geografi. proses. dan akhirnya akibat. meneliti menembus di dalam sesuatu. Hasil pengamatan jenis penelitian. Itulah sebabnya pendekatan kuantitatif selalu on line process. 4.Jurnal Manajemen & Kewirausahaan Vol. 2. meneliti tent ang sesuatu. dan apa adanya. pendekatan kuantitati f to solve the problem by surrounding the problem. kontinyu dan banyak arah. Sebab dan akibat adalah nebula yang Pantha Rhei (mengalir kontinyu terus menerus). yang tak terpisahka n. analisa datang dan sekalian hasil penelitian tidak lepas (konstektual) dengan era. suatu interaksi yang dipetakan dan masing-masing berupa sebab dan akibat sebagai kutub-kutubnya. Peranan nilai hendak dilihat denga n totalita istensialnya. memahami. apalagi secara simultan.

ac. Di antaranya. Jurusan Ekonomi Manajemen. Cukup dari lima dasar perbedaan di muka untuk melihat perbedaan kedua pendekatan itu. Williams menyebut 13 karakter pendekatan kualitat if berdasar perbedaan di muka.kuantitatif dengan kualitatif. dijabarkan di sini hanya lima karena dianggap bahwa di antara karakter-karakter tersebut ada nuansa-nuansa yang overlapping antara kedua pendekatan tersebut.petra.id/journals/management/ . Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra http://puslit. Kaitan antara dasar untuk apl ikasi kepada proses atau konstruk berikutnya sebagai follow-up ialah pada aspek ilmu d an metodologisnya.

dan seterusnya. Harold Garfinkel. proses. partisipan observer dan story. dan seterusnya. pengertian. soft data. interview terstruktur. Pada pendekatan kualitatif. Margaret Mead. 3. interaksionisme simbolik. tuga s lapangan.Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Pendekatan Kualitatif dalam Metode Penel itian (Lukas S. Guttman. pengama tan dengan keterlibatan peran. antropologi. fakta kehidupan sehari-hari. har d data. akal sehat. sosiologi. Ada 15 aspek yang diperhadapkan anta ndekatan kuantitatif dan kualitatif pada nuansa ketajaman. Sekaligus hal ini berarti arah ke samaan dan arah penggabungan pada kedua pendekatan ini. Donald Cambell. walaupun ada yang ahli ilmu-ilmu eksak. Aspek Pendekatan Metodologis Pada pendekatan kuantitatif. observasi. review dokumen. survai. Rata-rata beliau adalah ahli yang percaya pada ilmu pasti dan eksak dengan rumus-rumus kuantum yang kuat. 2. dan studi lingkungan kehidupan. positivistik. signifikansi. Aspek Tokoh-tokoh Pelo ya Pada pendekatan kuantitatif. hipotesis. L. Erving Goffman. deskriptif. dan sebagainya. kontruksi sosial. Pada pendekatan kualitatif. ialah dari jenis jenis ilmu kemanusiaan misalnya kedokteran. naturalistik. tokoh-tokoh beraliran Pragmatik seperti Max Weber. Aspek Konseptualisasi Pada pendekatan kuantitatif. dan Peter Rossi. reliable. ataupun diubah. jangan diintervensi. replikasi. Pada pendekatan kualitatif. dan Burney Glaser. jenis-jenis bidang pendekatan ialah etnografis. fakta nyata di masyarakat dan statistik. Kebanyakan dari mereka. Namun pada pandangan penulis terlihat rongga-rongga nuansa yang nampak longgar di mana terjadi saling tumpang tindih antara keduanya. 1. Musianto) PERBEDAAN PENDEKATAN KUANTITATIF DENGAN KUALITATIF DARI ASPEK KEILMUAN DAN METODOLOGIS Apabila disimak tulisan Bogdan dan Biklen 1982 dalam Faisal 1990:28-30. Mead. b atasan situasi. studi kasus. George H. Fred Kerlinger. Kelima belas aspek tersebut ialah sebagai berikut. jenis-jenis bidang pendekatan ialah eksperimen. jenis-jenis konseptual kunci ialah: makna. eksperimen . empirik. . Charles Horton Cooley. data dokumenter. studi sejarah deskriptif. Anselm Strauss. maka nampak ada perbedaan baik pada tatanan ilmu atau pun proses penelitiannya. phenomenologik. jenis-jenis konseptual kunci ialah variabel. Herbert Blumer. Pada umumnya pendekatan kunci berasal dari obyek penelitian alamiah dan biarlah apa adanya. psikologi. tokoh-tokoh beraliran positivistik seperti Emile Durkhein. validi tas.

dasar teoritiknya ialah simbolik interaksionisme. Para kualitan ini Jurusan Ekonomi Manajemen. jelas dan pasti. etnometodologi.id/journals/management/ . positivi sme.ekonomi dan kebudayaan. phenomenologik. Aspek Orientasi Teoretik Pada pendekatan kuantitatif dasar teorinya ialah struktural fungsional.ac. Pada pendekatan kualitatif. Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra http://puslit.petra. 4. behaviorisme. Mereka mengutamakan teori yang tersistematik. kebudayaan. logika empirik dan sistem teoritik. dan sebagainya.

sosiologi. Jelas mereka menerapkan aplikasi teknik rumus dan kepastian. artinya sulit untuk menspesifikan (koridor. dan sebagainya. audiovisual . rumus. sejarah. etnik. dan seterusnya. interview mendalam. perilaku.136 mengutamakan bukan teori yang pasti atau mapan. deskripsi statistik. 7. sosiologi.Jurnal Manajemen & Kewirausahaan Vol. maka perlengkapan seperti tape recorder. Aspek Korelasi dengan Responden Pada pendekatan kuantitatif diperlukan ukuran short term atau long term. dan seterusnya. Sesuatu yang dapat saja berubah. rumus. dan seterusnya. Kecenderungan kuantitatif terdapat pada ilmu-ilmu teknik. Bila perlu mereka berkedok sebagai informan rahasia di tengah penelitiannya. 2. 4. mengembangkan sintesa interaksi dan teori-teori yang diban gun dari fakta-fakta mendasar (grounded) mengembangkan pengertian. inventories. kontak yang intensif. bahkan ada aliran ekstrim yang kualitatif dengan meniadakan teori dalam penelitian. Namun kecenderungan ada ilmuilmu yang memiliki pendekatan ambivalen sekaligus. aturan dan norma. September 2002: 123 . Aspek Tujuan atau Target Pada pendekatan kuantitatif arah dan fokus suatu penelitian ialah melalui uji te oritik. psikologi. jarak dengan yang diteliti. 8. Pada pendekatan kualitatif. ilmu kebudayaan. 6. ekonom i. Aspek Instrumen dan Perlengkapan Pada pendekatan kuantitatif. dan soal-soal penyelesaian dan mengatasi persoalan secara langsung. apa adanya dan tanpa dibatasi normanor ma. pengukuran dari rumus-rumus. Akhir-akhir ini ada ilmu yang memiliki pendekatan kedua-duanya seperti sosiologi. Berarti tiap langkah mengutamakan proses. Hubungan ialah emphatik. pasti dan alam. dom inasi pada peneliti. Pada pendekatan kualitatif arah dan fokus suatu penelitian ialah membangun teori dari data atau fakta. mereka berteori tentang fenomena-fenomena manusia dari aspek simbol. 5. Kecenderungan kuanlitatif terdapat pada ilmu-ilmu humaniora. Pada pendekatan kualitatif diperlukan hubungan yang sederajat dan tidak terbatas atau membedakan antara yang meneliti dan diteliti. dan seterusnya. kotak) ilmunya an sich. equilitarian. dan sebagainya. kedokteran. Mereka penetrating (menembus) di tengah masalahnya. indeks. anthropologi. No. membangun atau menyusun fakta dan data. Aspek Jenis Ilmunya Bidang ini agak terbaur dan berubah secara nuansa (range). ekonom i deskriptif. Mereka menghadapmukakan peneliti orang dan diteliti obyek dengan aneka ulah. Mereka yang meneliti harus tenggelam atau sama derajat dengan yang diteliti. dan seterusnya. computer science. dan seterusnya. menilai sebagai peneliti penuh terhadap yang diteliti. dan seterusnya. komputer. kejelasan hubungan dan prediksi. maka perlengkapan seperti kuesioner. Berarti tiap langkah mengutamakan aksioma.

validitas.petra. dan seterusnya. Mereka menganggap The researcher is often the only instrument .. Aspek Pendekatan terhadap Populasi Pada pendekatan kuantitatif dipergunakan rechecking berupa kontrol. Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra http://puslit. 9.id/journals/management/ . Mereka mempergunakan kontrol yang Jurusan Ekonomi Manajemen. reification. obtrusiveness. dan seterusnya yang diperlukan.ac.

Pendekatan kualitatif memakai penyimpulan konsep. untuk dinyatakan pembuktian diterima atau ditolak. Aspek Analisa Data Pendekatan kuantitatif memakai penyimpulan analisa data berdasar deduksi. Design is a punch as to how to you might proceed . kredibilitas. Analisa data kuantitatif membentuk batasan yang diterima atau ditolak oleh teori yang telah ada. mereka menginginkan disain yang fleksibel. mana yang kelompok eksperimen dan mana yang kelompok kontrol. Oleh karena itu disain pendekatan kualitatif tidak pernah uniform atau seragam. urut. perhitungan. Aspek Penggalian Data Lapangan Pada pendekatan kuantitatif. catatan lapangan. umum.Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Pendekatan Kualitatif dalam Metode Penel itian (Lukas S. penggalian data dilakukan melalui coding kuantitati f. 13. triangulasi. analisis isi. dan sebagainya. Pendekatan kualitatif memakai kontrol berupa negative evidence. dan biographical evidence. induktif. dan sebagainya. istilah-istilah atau jargonjargon kerakyatan. 14. model. transferabilitas. mereka menginginkan disain yang terstruktur. Kesemuanya diaplikasikan pada patokan umum dan diukur dengan patokan tersebut. pengukuran. fotografis. bagan yang sistematik. dan ha silhasil yang relevan dengan rumus yang berlaku. dan muncul dengan sendirinya. Pada pendekatan kualitatif dipergunakan time consuming. terstruktur. 11. 12. Musianto) jelas dengan pengulangan proses menuju pada kebenaran tujuan penelitian. Aspek Keabsahan Data Pendekatan kuantitatif memakai kontrol berupa alat statistik. dan konfirmabilitas. dokumentasi resmi. penggalian data dilakukan melalui deskripsi obyek da n situasi. jumlah sampel tidak perlu besar. historiografi. namun purposiveness . kesimpulan dari suatu koleksi data. dokumentasi pribadi. terorganisasi. Design is a detailed plan of operatio n . akhirnya dihitung melalui perhitungan statis tik. Pada pendekatan yang kualitatif. Aspek Pengambilan Sampel Pada pendekatan kuantitatif. semua proses dianggap absah asal itu terjadi benar-benar (empirik ) dan patokan baru diadakan setelah semua peristiwa terjadi. Pada pendekatan kualitatif. dapat berwujud sistem bola salju. dengan cara a cak. Pada pendekatan kualitatif. dan seterusnya. jumlah sampel harus terseleksi jelas. Analisa data kualitatif dapat membentuk teori dan nilai yang diangga p berlaku di suatu tempat. reduksi data. reliabilitias. tematik. Tidak ada patokan absah dari peneliti. pengukuran. dependabilitas. Aspek Desain Pada pendekatan kuantitatif. Sampel harus mewakili populasi (representatif). Alat-alat p ada pendekatan berupa aktivitas paska penelitian untuk lebih meyakinkan dengan . 10. dan statistik.

hubungan-hubungan yang pasti.petra. Aspek Penulisan Laporan Pendekatan kuantitatif menulis laporan menurut bagan formal tetap.ac. dan seterusnya.mengulang pemeriksaan data. Jurusan Ekonomi Manajemen. 15. kepercayaan yang berulang-ulang mempola. Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra http://puslit. bertanya obyektif pada para ahli.id/journals/management/ . isi yang teta p.

1. Seperti telah disebutkan di atas. Agaknya keadaan yang digambarkan di atas sedikit banyak dihadapi Indonesia dalam pembangunannya. September 2002: 123 . Angkatan kerja diperkirakan meliputi 35% dari jumlah penduduk atau 42 juta or ang. 1984:29-33). 4. PERBANDINGAN CONTOH ATAU DISAIN PENDEKATAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF Di bawah ini disampaikan contoh masing-masing disain dan diakhiri dengan catatan tentang perbedaan dari masing-masing disain. bahwa 85% dari penduduk Indonesia bertempat . namun berupa rangkaian stories yang dapat dipertanggungjawabkan oleh peneliti. Adanya kegiatan yang tidak produktif dan rendahnya pendapatan di satu pihak sert a pertumbuhan penduduk yang cepat di lain pihak menambah besarnya jumlah penganggu r.000 buah dengan penduduk masing-masing rat arata 2. Dari ± 119 juta penduduk Indonesia. 2. d. pada umumnya akan menghadapi suatu dilemma yang merupakan pemilihan antara meningkatkan produksi dan GNP dengan pemecahan masalah pengangguran. Selanjutnya dalam usahanya menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan distri busi pendapatan yang lebih merata.136 lengkap dan merupakan hasil laporan dan hasil uji dengan perhitungan dari lapang an penelitian yang empirik. No. Jumlah desa lebih kurang adalah 50. 85% bertempat tinggal di daerah pedesaan dengan mata pencaharian pokok bertani. Pendekatan kualitatif menulis laporan menurut logika penulis dalam urutan laporannya.500 orang. c. b. Seperti diketahui tujuan Pelita di sektor pertanian bukan hanya peningkatan produksi pangan terutama beras dan peningkatan penghasilan petani ak an tetapi juga perluasan kesempatan kerja di sektor tersebut. Jumlah penganggur dan setengah penganggur diperkirakan meliputi 25% dari jumlah angkatan kerja atau lebih kurang sebelas juta orang. antara lain bahwa: a.Jurnal Manajemen & Kewirausahaan Vol. di mana negara-negara tersebut mengalami pengangguran baik yang bersifat nyata maupun yang tidak kenta ra. Isi tidak menurut formalitas yang tetap. Di setiap desa angkatan kerja 875 orang dan jumlah penganggur/ setengah penganggur lebih kurang 220 orang. Contoh Disain Pendekatan Kuantitati f: Penyerapan Tenaga Kerja Pada Usaha Tani Padi Bimas dan Inmas (Dikutip dari Satyadharma dalam Singarimbun. Kebijaksanaan pemerin tah dalam hal ini didasarkan atas kenyataan. Latar Belakang dan Masalah Pengangguran dan kemiskinan ini merupakan pusat suatu tahap dalam drama pembangunan ekonomi negara-negara yang sedang berkembang. terdiri dari story denga n penulisan yang dapat saja saling tumpang tindih namun bermakna.

maka perlu kiranya kemampuan menyerap tenaga kerja di sekto r pertanian ditingkatkan.tinggal di pedesaan. Di samping itu. Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra http://puslit. maka perbaikan teknologi yang dijalankan untuk menanggulangi masala h tersebut di atas harus merupakan tekonologi yang mempunyai sifat dapat menyerap Jurusan Ekonomi Manajemen.ac.petra. karena pada umumnya luas usaha tan i kecil-kecil.id/journals/management/ . pembang unan di sektor industri yang diharapkan dapat menyerap tenaga kerja yang berlebihan d i sektor pertanian belum memungkinkan. Terutama bila diingat bahwa dalam waktu singkat.

Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Pendekatan Kualitatif dalam Metode Penel itian (Lukas S. b. Dalam hal ini perbaikan tekonologi pada usaha tani dengan sistem Bimas (yang disempurnakan) diperkirakan sesuai. dan pemeliharaan sampai panen). Untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menyebabkan adanya perbedaan daya serap tersebut. Hasil produksi usaha tani padi dengan sistem Bimas lebih besar daripada usaha ta ni Inmas. Jumlah biaya produksi (biaya untuk bibit. pupuk. e. Sebagai latihan dalam penelitian ilmu sosial khususnya di bidang ekonomi pertanian. Hipotesis a. 3. c. Mudah-mudahan dapat pula memberikan sumbangan pemikiran bagi yang berminat di bidang ini. 4. Untuk Mengetahui modal kerja yang digunakan pada usaha tani padi dengan siste m Bimas dan Inmas. pengolahan tanah. Jumlah hasil produksi (per musim tanam) b. b. insektisida. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan: a. d. pupuk kimia dan insektisida. menggunakan bibit unggul. b. Yang menjadi masalah ialah sampai seberapa j auh perbaikan tekonologi itu sampai menimbulkan daya serap terhadap tenaga kerja di sektor pertanian. d. 2. Kegunaan: a. upah. Variabel-variabel Variabel yang digunakan untuk menguji hipotesis tersebut di atas adalah: a. c. Mandays: t x h x j . Kemampuan menyerap tenaga kerja pada usaha tani padi dengan sistem Bimas adalah lebih besar daripada usaha tani Inmas. Untuk mengetahui kemampuan penyerapan tenaga kerja antara usaha tani dengan sistem Bimas dan Inmas. Jumlah jam kerja seluruhnya (dari pesemaian. Musianto) tenaga kerja yang lebih besar dan sekaligus mampu juga mengadakan land saving. Modal kerja usaha tani padi dengan sistem Bimas lebih besar daripada usaha ta ni Inmas. c. Tekonologi yang dimaksudkan di atas adalah tekonologi baru yang antara lain melaksanakan penyuluhan. Jumlah tenaga kerja seluruhnya. Untuk mengetahui hasil produksi usaha tani padi dengan sistem Bimas dan Inmas. dan lainlain).

ac.1 manday = 6 dimana t = jumlah tenaga kerja. dan j = jumlah jam kerja Jurusan Ekonomi Manajemen.petra. h = jumlah hari kerja. Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra http://puslit.id/journals/management/ .

1-n X)-(XS 2 = XB -X1 t = B2 2 (n -1)S + (n -1)S BX 1X11 B 1. + (n + n)-2 nn Ba B1 Hipotesis kedua Analog dengan yang di atas. Sample daerah Kelurahan Pengasih. Hipotesis ketiga Analog dengan yang di atas. b. di mana: X B dan X 1 masing-masing adalah modal kerja rata-rata pada usaha tani dengan sistem Bimas dan Inmas. Pengujian hipotesis Hipotesis-hipotesis yang diajukan diuji dengan menggunakan t-tes . di mana: . Sample responden Responden adalah petani dengan sistem Bimas dan Inmas. Sample diambil dengan random sampling. Metode Penelitian a. nB = n1 = 12 masing-masing adalah jumlah sample pada usaha tani dengan sistem Bimas dan Inmas. 4. September 2002: 123 . Hipotesis pertama: H0 : X B = X I H1 : X B > X I dimana X B dan X 1 masing-masing adalah hasil produksi usaha tani dengan sistem Bimas dan Inmas. No. 2.136 5. SXB dan SX1 masing adalah standar deviasi dari hasil produksi usaha tani dengan sistem Bimas dan Inmas.Jurnal Manajemen & Kewirausahaan Vol. Kecamatan Pengasih. c. kabupaten Kulom Progo diambil sebagai daerah penelitian berdasarkan pertimbangan bahwa di daerah tersebut terdapat usaha tani dengan sistem Bimas dan Inmas. S dan S masing-masing adalah standar deviasi dari modal kerja yang XB X1 usaha tani dengan sistem Bimas dan Inmas.

Untuk langsung memberikan contoh konkret.X B dan X 1 masing-masing adalah penyerapan tenaga kerja rata-rata pada usaha tani dengan sistem Bimas dan Inmas. 1995:153-156). S dan S masing-masing adalah standar deviasi dari penyerapan tenaga XB X1 kerja yang usaha tani dengan sistem Bimas dan Inmas. Yaitu mengenai faktorJurusan Ekonomi Manajemen.id/journals/management/ . Contoh Disain Pendekatan Kualitatif (Dikutip dari Dede Oetomo dalam Bagong Suyanto.ac.petra. Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra http://puslit. dalam bagian i ni dipaparkan contoh rancangan ringkas sebuah penelitian kualitatif.

melibatkan wawancara mendalam setengah berstruktur. 2. umur. Pemahaman ini membantu pengembangan intervensi yang relevan dan bermakna secara budaya. 3. dan suasana interaksi yang sanga t terlokalisasi mempengaruhi sifat dan makna hubungan serta praktik ual di kalangan orang muda? d. jalur-jalur transmisi HIV. pengintegrasian makna-makna alternatif. sikap-sikap terhadap orang-orang ber-HIV dan AIDS. Suatu Proses Penilaian Sepintas (RAP. penafsiran dan pembenaran pribadi. dan pengaruh jender. dan faktor-faktor lain. termasuk perkiraan (expectations) responden tentang konteks-konteks tertentu. dan analisis tekstual. dengan perhatian khusus pada penjelasan. Musianto) faktor kontekstual yang mempengaruhi perilaku ual yang berkaitan dengan risi ko penular HIV/ AIDS. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang perilaku ual. Survai-survai itu telah mengungkapkan sejumlah besar informasi y ang berguna mengenai kesadaran dan pengetahuan tentang HIV / AIDS secara umum. uali tas. nilai-nilai. Ruang Lingkup dan Tujuan Program Sejumlah survai populasi berskala besar telah dilaksanakan dalam tahun-tahun belakangan ini. persepsi yang berbeda-beda tentang kerentanan. Makna Kegiatan ual dan ualitas Bagaimana dan apa yang dipelajari orang muda tentang ? Dari sumber-sumber mana mereka peroleh informasi. tidak memberikan penghayatan ke dalam konteks-konteks pribadi dan sosial yang kegiatan kegiatan semacam itu berlangsung. walaupun memberikan informasi bernilai tentang kegiatan ual dan kofaktor statistiknya. c. Rapid Assessment Process) diterapkan dalam memilih situs program. termasuk perilaku berisiko di kalangan orang muda. 1. khususnya pada orang muda di negeri-negeri sedang berkembang. observasi partisipatif. struktur peran yang dipersepsinya. norma umum dan peraturan di masyarakat. kegiatan ual yang disetujui dan tidak disetujui secara sosial. Aspek-aspek Struktural Budaya ual Bagaimana kendala legal dan faktor ekonomi. Data survai semacam itu. Metode Metode-metode penelitian yang terbayangkan adalah metode penelitian kualitatif d an fokus-dekat. perilaku ual. Masalah Kunci a.Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Pendekatan Kualitatif dalam Metode Penel itian (Lukas S. Perilaku ual Spesifik Informasi dikumpulkan mengenai kegiatan ual masing-masing responden. yang dirancang untuk mengurangi persebaran HIV. lokasi dan/ atau kegiatan spesifik. Suatu pendekatan ker . dan sikap mereka? Bagaimana maknamak na berkembang ketika orang muda makin ? b. Konteks Sosial Kajian-kajian ini menelaah konteks-konteks sosial dan fisik yang kegiatan ua l berlangsung. dan lain-lain.

dengan partisipasi dari pejabat kesehatan masyarakat.ac. dan orang-orang yang hidup dengan HIV/ AIDS. organisasi layanan AIDS non pemerintah. Secara lebih rinci. metode-metode yang digunakan adalah: Jurusan Ekonomi Manajemen.ja sama dalam menyusun tim penelitian diusahakan.petra.id/journals/management/ . Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra http://puslit.

Dalam FGD acapkali hal-hal yang tidak dapat muncul karena sifat hubungan peneliti dengan yang diteliti tidak memungkinkannya. 4.Jurnal Manajemen & Kewirausahaan Vol. Semua hasil observasi dicatat dalam kerangkakerang ka yang telah ditemukan (walaupun secara fleksibel). Pemahaman ual. dengan fasilitasi seperlunya. Buku harian. Satu teknik yang juga amat berguna adalah pengumpulan riwayat hidup. Data dari instansi pemerintah (biro sensus. Perilaku ual yang dipandang berisiko (dalam kaitannya dengan HIV dan PMS Penyakit Menular ual) dalam suatu budaya. d. makna ual. 2. biro statistik). makna. Peneliti harus senantiasa pasang kuping agar sesuatu yang tidak diperkirakannya juga terekam. e. Pada latar belakang dan masalah (kuantitatif). yang acapkali tidak dapat direncanakan secara sistematis pertanyaanpertanyaannya . c. sejarah) maupun fiksi (termasuk yang populer) serta catat an atau arsip yang tidak diterbitkan pada lembaga-lembaga penelitian setempat. Kemungkinan Hasil Kajian-kajian ini berusaha mengidentifikasi: a. Kemiripan dan perbedaan anta rempuan dan laki-laki muda berkenaan dengan cara mereka memahami dirinya secara ual. d. identitas ual. b. dan dari terbitan-terbitan ilmiah/ non fiksi (etnografi. identitas dan budaya semacam itu bagi pemahaman diri dan perilaku ual individu. September 2002: 123 . melainkan juga interaksi verbal anta neliti dan berbagai individu yang hadir di berbagai setting. Dalam kelompok yang cenderung homogen. Wawancara informal dapat membuahkan beraneka ragam data yang amat penting. c. Pengamatan etnografis. Dengan FGD dapat dijelajahi makna-makna yang berlaku di komunitas.136 a. f. Selain mendokumentasi sesuatu yang dilakukan responden. Penggunaan sumber sekunder. Bukan saja observasi visual. disajikan prosentase statistik sebagai pendahuluan dengan alasan-alasan yang rasional (lihat halaman 11-12) . Implikasi pemahaman. data semacam itu dapat muncul. FGD (focus group discussion) berguna dalam merancang hipotesis dan menjelaskan atau menafsirkan temuan-temuan penelitian survai. Informan kunci adalah orang-orang yang karena pengetahuannya luas dan mendalam tentang komunitasnya (atau orang luar yang lama bekerja dengan suatu komunitas) dapat memberikan data yang berharga. instansi medis dan kesehatan. Kelompok fokus (focus group). e. 4. Analisis terhadap penggunaan istilah dan kategori yang dapat mengungkapkan informasi yang berharga mengenai budaya kelompok. Dari kedua disain ini nampak perbedaan-perbedaan sebagai berikut: 1. dan budaya ual. Wawancara macam ini dilakukan dengan informan kunci (key informant) dan subyek penelitian pada umumnya. b. Implikasi intervensi dari kesemua butir di atas bagi langkah-langkah untuk meminimkan perilaku risiko tinggi. dan konsekuensi hal ini bagi polapo la perilaku ual. metode ini juga berguna untuk menggali respon psikologis dan emosional yang relevan. No. Analisis bahasa. Wawancara mendalam (in-depth interview). sosiologi.

ac.petra. disajikan hasil survai secar a Jurusan Ekonomi Manajemen. Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra http://puslit.id/journals/management/ .Pada ruang lingkup dan tujuan program (kualitatif).

masih perlu kebijakan untuk berapa besar opini yang dapat dilak ukan di antara pa ngajar ini. disajikan butir-butir untu k mengetahui substansi yang kuantitatif atau jelas pernyataannya (lihat halaman 12 -13). 1995. hipotesis dan pengujian nya. yang kesemuanya berupa perumusan statistik (lihat halaman 14-15). etnografis. Apabila telah ada pengertian dan kesamaan aliran panda ngan antara kedua pendekatan ini. telah ada pengajar/ peneliti yang mengadakan pendekatan di antara keduanya. Musianto) umum tanpa angka-angka statistik. buku harian dan analis a bahasa (lihat halaman 17-18). Airlangga University Press. Keduanya nam pak belum dapat disatukan atau sinkronisasinya. . dan deskripsi perilaku (lihat halaman 18-19). kepastian dan rumu srumus. sedangkan kualitatif dengan aksioma kecenderungan. nampak jelas. bahwa kedua pendekatan memang nyata perbedaannya. Pada tujuan dan kegunaan penelitian (kuantitatif). Hal ini nampak dalam disain. baru dapat dilaksanakan untuk penelitian komprehens if bersama. nampak. Kuantitatif dengan aksioma yang numerik. Dari perbandingan kedua disain ini. proses atau alur penelitian dan penyajian hasil penelitian. Pada metode (kuantitatif) disajikan rancangan sampel. DAFTAR PUSTAKA Bagong Suyanto. dan seterusnya.Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Pendekatan Kualitatif dalam Metode Penel itian (Lukas S. 2. disajikan makna yang ingin dicapai tentang ke giatan. In-Depth Interviews. Pada hipotesis dan variabel (kuantitatif) disajikan dugaan-dugaan hasil permu musan statistik atau skala rasio (lihat halaman 13-15). diskripsi situasional. Metode Penelitian Sosial. alur. Focus Group Discussions. konteks sosial. Apabila di dalam lembaga pendidikan/ penelitian. Pada masalah kunci (kualititatif). melainkan lebih bersifat ruang lingkup survai pada umumnya dan tujuan program (lihat halaman 16). Pada metode (kualitatif) disajikan Rapid Assessment Process. 4. Pada kemungkinan hasil (kualitatif) disajikan dugaan-dugaan hasil pemahaman. data sekunder. implikasi. Oleh sebab itu dianjurkan untuk tetap memilah keduanya. dan proses pemik iran yang saling berbeda. analisa. KESIMPULAN Mengakhiri tulisan tentang perbedaan pendekatan kuantitatif dan kualitatf ini. maksud. aspek struktur budaya dan perilaku responden (lihat halaman 16-1 7) 3.

Bogdan.ac. 1982.id/journals/management/ . Jurusan Ekonomi Manajemen. R. 1997. USA.Inc. Qualitative Research for Education. Yogyakarta.K. Allyn an d Bacon . Pusta ka Pelajar. Memadu Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Biklen. Julia.C.petra. dan S. Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra http://puslit. Brannen.

Y. 4. Penelitian Kualitatif: Dasar-dasar dan Aplikasi. 1989. Lincoln. Jakarta. Faisal. YA-3-Ma lang. 1989. Huberman. Naturalistic Inquiry Materials. Strauss.Jurnal Manajemen & Kewirausahaan Vol. Glaser. dan A. Sanapiah. Lincoln. USA..K. B. Penerbit Universi tas Indonesia.petra. Williams. Jakarta.136 Denzin. USA. N.J. The Discovery of Grounded Theory.G. Ramaja Karya.C. Bandung.S. 2. D. L. 1984. Inc. Guba. Faisal. Bandung.L.ac.A. Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra http://puslit. 1992. 1992. 1988. Singarimbun. Naturalistic Inquiry. Rajawali Press. No. M. Pedoman Praktis Membuat Usulan Penelitian. 1967. Nasution. Jurusan Ekonomi Manajemen. New York. 1985. Ghalia Indonesia. Tarsito.G. September 2002: 123 . Analisis Data Kualitatif. dan M. Sanapiah. FPS IKIP Bandung.id/journals/management/ . Ltd. Hand Book of Qualitative Research. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Moleong.B. Aldine de Gruyter Inc. Miles. 1994. Sage Production. dan E. 1990. dan Y. Format-Format Penelitian Sosial: Dasar-dasar dan Aplikas i. Metode Penelitian Kualitatif. Sage Publications.S.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->