P. 1
Kolaborasi Teori Dalam Pendidikan Pragmatisme

Kolaborasi Teori Dalam Pendidikan Pragmatisme

|Views: 10,806|Likes:
Published by rumrosyid

More info:

Published by: rumrosyid on Dec 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/06/2013

pdf

text

original

Essensialisme merupakan aliran atau mazab pendidikan yang menerapkan filsafat
idealisme dan realisme secara eklektis. Esesensialisme modern dalam pendidikan adalah
gerakan pendidikan yang memprotes terhadap skeptisisme dan sinisme dari gerakan
Progresisvisme terhadap nilai-nilai yang tertanam dalam warisan budaya/sosial. Menurut
Esesensialisme, nilai-nilai yang tertanam dalam warisan budaya/sosial adalah nilai-nilai
kemanusiaan yang terbentuk secara berangsur-angsur dengan melalui kerja keras dan
susah payah selama beratus tahun, dan di dalamnya telah teruji dalam gagasan-gagasan
dan cita-cita yang telah teruji dalam perjalanan waktu.

Esensialisme berpendapat bahwa dunia ini dikuasai oleh tata yang tiada cela yang
mengatur dunia beserta isinya dengan tiada cela pula. Esensialisme didukung oleh
idealisme modern yang mempunyai pandangan yang sistematis mengenai alam semesta
tempat manusia berada. Esensialisme juga didukung oleh idealisme subjektif yang
berpendapat hahwa alam semesta itu pada hakikatnya adalah jiwa/spirit dan segala
sesuatu yang ada ini nyata ada dalam arti spiritual. Realisme berpendapat bahwa kualitas
nilai tergantung pada apa dan bagaimana keadaannya, apabila dihayati oleh subjek
tertentu, dan selanjutnya tergantung pula pada subjek tersebut.

Esensialisme adalah suatu filsafat pendidikan konservatif yang pada mulanya dirumuskan
sebagai suatu kritik pada trend-trend progresif di sekolah-sekolah. Mereka berpendapat
bahwa pergerakan progresif telah merusak standar-standar intelektual dan moral di antara
kaum muda. Beberapa tokoh dalam aliran ini: william C. Bagley, Thomas Briggs,
Frederick Breed dan Isac L. Kandell.

Menurut realisme, pengetahuan terbentuk berkat bersatunya stimulus dan tanggapan
tententu menjadi satu kesatuan. Sedangkan menurut idealisme, pengetahuan timbul
karena adanya hubungan antara dunia kecil dengan dunia besar.

Ciri-ciri Filsafat Pendidikan Esesensialisme, yang disarikan oleh William C. Bagley
adalah sebagai berikut :
1) Minat-minat yang kuat dan tahan lama sering tumbuh dari upaya-upaya belajar awal
yang memikat atau menarik perhatian bukan karena dorongan dari dalam jiwa.
2) Pengawasan, pengarahan, dan bimbingan orang yang belum dewasa adalah melekat
dalam masa balita yang panjang atau keharusan ketergantungan yang khusus pada spesies
manusia.
3) Oleh karena kemampuan untuk mendisiplinkan diri harus menjadi tujuan pendidikan,
maka menegakkan disiplin adalah suatu cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan
tersebut. Di kalangan individu maupun bangsa, kebebasan yang sesungguhnya selalu
merupakan sesuatu yang dicapai melalui perjuangan, tidak pernah merupakan pemberian.
4) Esesensialisme menawarkan teori yang kokoh kuat tentang pendidikan, sedangkan
sekolah-sekolah pesaingnya (progresivisme) memberikan sebuah teori yang lemah.
Apabila terdapat sebuah pertanyaan di masa lampau tentang jenis teori pendidikan yang
diperlukan sejumlah kecil masyarakat demokrasi di dunia, maka pertanyaan tersebut
tidak ada lagi pada hari ini.

Tokoh filsafat ini Bagley (1874-1946), William C. Bagley lahir di Detroit. Ia memasuki
Universitas Negeri Michigan, danUniversitas Wisconsin, dan menerima gelar Doktor dari
Universitas Cornell tahun 1900. setelah mengajar di sekolah umum dan sekolah guru di
Illinois dan mengajar di Universitas Illinois, dalam tahun 1917 ia mengajar di Sekolah
Tinggi Guru (Teachers College) di Universitas Columbia selama lebih dari 20 tahun, dan
pensiun dalam tahun 1940. Dalam perjalanan karirnya, ia menyunting Jurnal Asosiasi
Pendidikan Nasional (Journal of the Nationa Education Assiation), dan penerbitan

Aliran idealisme :
pengetahuan hubungan
dunia kecil dan dunia besar

Aliran Realisme : pengetahuan
kesatuan stimulus dan
tanggapan;

Aliran Esensialisme : pendidikan harus bertumpu nilai-nilai teruji sepanjang
masa(liberal arts) spt bahasa, gramatika, sastra, filsafat, ilmu alam,
matematika, sejarah dan seni; kritik terhadap progresivisme

berkala serta menjabat sebagai Presiden Dewan Nasional (NEA’s Naitional Council of
Education).

Esensialisme berpendapat bahwa pendidikan haruslah bertumpu pada nilai- nilai yang
telah teruji keteguhan-ketangguhan, dan kekuatannya sepanjang masa. Esensialisme
adalah suatu filsafat dalam aliran pendidikan konservatif yang pada mulanya dirumuskan
sebagai suatu kritik pada trend-trend progresif di sekolah-sekolah. Mereka berpendapat
bahwa pergerakan progresif telah merusak standar-standar intelektual dan moral di antara
kaum muda.Aliran pendidikan esensialisme secara umum menekankan pilihan kreatif,
subjektifitas pengalaman manusia dan tindakan kongkrit dari keberadaan manusia atas
setiap skema rasional untuk hakekat manusia atau realitas.

Esesensialisme merupakan gerakan pendidikan yang bertumpu pada mazhab filsafat
idealisme dan realisme. Meskipun kaum Idealisme dan kaum Realis berbeda pandangan
filsafatnya, mereka sepaham bahwa:
a. hakikat yang mereka anut memberi makna pendidikan bahwa anak harus
menggunakan kebebasannya, dan ia memerlukan disiplin orang dewasa untuk membantu
dirinya sebelum dia sendiri dapat mendisiplinkan dirinya; dan
b. Manusia dalam memilih suatu kebenaran untuk dirinya sendiri dan lingkungan
hidupnya mengandung makna pendidikan bahwa generasi muda perlu belajar untuk
mengembangkan diri setinggi-tingginya dan kesejahteraan sosial.

Mazab ini mengutamakan gagasan-gagasan yang terpilih, yang pokok-pokok, yang hakiki
( essensial ), yaitu liberal arts. Yang termasuk the liberal arts adalah bahasa, gramatika,
kesusasteraan, filsafat, ilmu kealaman, matematika, sejarah dan seni. Esensialisme
berpandangan pendidikan kejuruan/vokasi harus mengkaitkan dirinya dengan sistem-
sistem lainnya seperti sistem ekonomi, politik, sosial, religi dan moral. Esensialisme
berpendapat bahwa dunia ini dikuasai oleh tata yang tiada cela yang mengatur dunia
beserta isinya dengan tiada cela pula. Esensialisme didukung oleh idealisme modern yang
mempunyai pandangan yang sistematis mengenai alam semesta tempat manusia berada.

Aliran Esensialisme bersumber dari filsafat idealisme dan realisme. Sumbangan yang
diberikan keduanya bersifat eklektik. Artinya, dua aliran tersebut bertemu sebagai
pendukung Esensialisme yang berpendapat bahwa pendidikan harus bersendikan nilai-
nilai yang dapat mendatangkan kestabilan. Artinya, nilai-nilai itu menjadi sebuah tatanan
yang menjadi pedoman hidup, sehingga dapat mencapai kebahagiaan. Nilai-nilai yang
dapat memenuhi adalah yang berasal dari kebudayaan dan filsafat yang korelatif selama
empat abad yang lalu, yaitu zaman Renaisans.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->