P. 1
karya ilmiah

karya ilmiah

|Views: 136|Likes:
Published by Dhaney Srd

More info:

Published by: Dhaney Srd on Dec 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2013

pdf

text

original

Teknologi pendidikan di indonesia

Diajukan sebagai salah satu syarat Untuk mengikuti ujian Semester ganjil

oleh Siti ramadani X-u

KEMENTRIAN AGAMA RI MADRASAH ALIYAH NEGERI BINJAI 2010

........................................................................................................................................... i Daftar Isi ........................................................................................................1 Tujuan ......................................................................ii Bab I.................................................................................................... 2 Pengertian pendidikan menurut para ahli««««««««««««« 2 Mutu pendidikan di Indonesia«««««««««««««««««......................................................................................................................................1 Bab II....... 3 Sejarah perkembangan definisi teknologi pendidikan«««««««« 6 Bab III..... Pendahuluan .........................................................1 Manfaat . 8 Daftar Pustaka .............................................. 8 Saran ............................................................................... Kesimpulan dan Saran.....................................................................................................................1 Latar Belakang ............................................ Kajian teori.....................................................................................................................................9 ...........................8 Kesimpulan ................DAFTAR ISI i Kata Pengantar..................

sebelumnya saya mohan maaf apabila terdapat kekurangan atau Kesalahan di dalam karya Ilmiah ini. September 2010 Penulis. Binjai. Ucapan terima kasih kepada bapak Amnal yang mau membantu dan Memberi arahan dalam Menyusun karya ilmiah ini.wb. Semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca Dan Penyusun karya ilmiah ini. Karya ilmiah ini di susun sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujian semester ganjil yang dilaksanakan di sekolah Madrasah aliyah negeri binjai.KATA PENGANTAR Asalamualaikum wr. dan karya ilmiah ini juga disusun agar para pembaca mempunyai Pemikiran kedepan untuk pendidikan di masa yang akan datang nanti Dimana pemikiran itu adalah tentang luasnya teknologi di Indonesia dan di Seluruh dunia. Dan akhir kata saya ucapkan Terimakasih. ii . Ucapan syukur kepada Allah SWT karena berkat Nya karya ilmiah ini dapat terselesaikan.

tujuan Pendidikan teknologi membuat seseorang menambah wawasan yang luas. mengembangkan pengetahuan dan teknologi membuat Pendidikan menjadi berkembang dan maju. 1 . B.manfaat Khususnya bagi siswa dapat memperoleh pengetahuan yang luas. selain dapat menguasainya. ilmu pengetahuan jangan sampai terbatas atau jangan Sampai disini saja. seseorang dapat menguasai ilmu pengetahuan Dan teknologi (IPTEK).BAB I PENDAHULUAN Latar belakang Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan sebuah Pengetahuan yang dasar menuju ketingkat yang tinggi. Dengan adanya Pengetahuan dan teknologi.. ilmupun dapat meningkat. C. Dan mampu bersaing dengan Negara luar. Dan dapat meningkatkan mutu pendidikan. pada Umumnya Tentang pendidikan. Dan yang terakhir itu bagi sekolah manfaatnya mempunyai nilai tambah Pada teknologi pendidikan. selain pengetahuannya luas. Oleh karena itu. Dengan adanya teknologi Umumnya sekolah tersebut dapat dikatakan dengan sekolah yang maju. dan yang pastinya tidak ketinggalan berbagai informasi tentang dunia pendidikan. seseorang juga dapat Mengambil manfaat dari pengetahuan dan teknologi tersebut. Bagi guru dapat membantu proses mengajar pada siswa dan membantu Dalam pencarian materi-materi dengan mudah dan cepat untuk bahan mengajar.

5. Good(1977. Marimba(1987. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh sesuatu lingkungan yang terpimpin (khususnya di sekolah) sehingga iya dapat mencapai kecakapan sosial dan mengembangkan kepribadiannya. bagi rakyat banyak untuk menentukan suatu dunia yang macam apa yang kita inginkan dan macam mana mencapai tujuan semacam itu). Pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.pengertian pendidikan menurut beberapa para ahli 2 1.BAB II KAJIAN TEORI A. 3. UNESCO menyebutkan bahwa: ³education is now engaged is preparinment for a tife Society which does not yet exist´ atau bahwa pendidikan itu sekarang adalah untuk mempersiapkan manusia bagi suatu tipe masyarakat yang masih belum ada. Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakatnya. Pendidikan Menurut UNESCO (1999. Pendidikan Menurut Thedore Brameld (1999. 4. Konsep pendidikan saat ini tidak dapat dilepaskan dari pendidikan yang harus sesuai dengan tuntutan kebutuhan pendidikan masa lalu. Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara.the majority of people. Pendidikan Menurut Godfrey Thomson (1977. pikiran serta jasmani anak.1). 2. (Pendidikan sebagai kekuatan berarti mempunyai kewenangan dan cukup kuat bagi kita.2) µ¶Education as power means copetent and strong enough to enable us. Pendidikan Menurut Carter V. 6.2). Pendidikan menurut Ahmad D. Konsep system pendidikan mungkin saja berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat dan pengalihan nilai-nilai kebudayaan (transfer of culture value).19). agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.2). .sekarang. pikirannya dan perasaannya. Education is guidace manner conscius by to teach toward change bodily and spiritual natalis clestiny formend personality who excellent. Menurut Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti.to decide what kind of a worldµ¶.dan masa datang. Pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan yang tepat didalam kebiasaan tingkah lakunya. Pendidikan adalah bimbingan.

B. Era Orde Lama. Kita dapat membangun sistem pendidikan yang tidak kalah mutunya. Dalam sejarah pendidikan kita dapat katakana bahwa intelegensi bangsa Indonesia tidak kalah dengan kaum penjajah. Era Kolonial Pada jaman kolonial pendidikan hanya diberikan kepada para penguasa serta kaum feodal. pelajar melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya walaupun serba terbatas. namun demikian apa yang diperoleh pendidikan seperti pendidikan rakyat 3 tahun. Citra guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang . Era Orde Lama Masa revolusi pendidikan nasional mulai meletakkan dasar-dasarnya. Era Orde Baru. Pendidikan diberikan hanya terbatas kepada rakyat di sekolahsekolah kelas 2 atau ongko loro tidak diragukan mutunya. pendidikan rakyat 5 tahun. Dengan segala keterbatasan itu memupuk pemimpin-pemimpin nasional yang dapat mengatasi masa pancaroba seperti rongrongan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sungguhpun standar yang dipakai untuk mengukur kualitas rakyat pada waktu itu diragukan karena sebagian besar rakyat tidak memperoleh pendidikan. Kita dapat merumuskan Undang Undang Pendidikan No. 12/ 1954. Era kolonial. 2). Pada masa itu dimulai pendidikan indoktrinasi yaitu menjadikan pendidikan sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan Orde Lama. Para pengajar. tetapi bangsa kita dapat melaksanakan pendidikan nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 1945. Pada masa revolusi sangat terasa serba terbatas. 4/1950 junto no. Pendidikan rakyat cukup diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar penguasa kolonial. Masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia pada waktu itu adalah kekurangan kesempatan yang sama yang diberikan kepada semua anak bangsa. Hal ini didukung karena jumlah sekolah belum begitu banyak dan guru-guru yang ditempa pada zaman kolonial. Oleh sebab itu di dalam Undang Undang Dasar 1945 dinyatakan dengan tegas bahwa pemerintah akan menyusun suatu sistem pendidikaan nasional untuk rakyat. Para pemimpin nasional kita kebanyakan memperoleh pendidikan di sekolah-sekolah kolonial bahkan beberapa mahasiswa yang dapat melanjutkan di Universitas terkenal di Eropa. 4). Era Reformasi.Mutu Pendidikan Indonesia 3 KUALITAS PENDIDIKAN INDONESIA SUATU REFLEKSI Oleh: Yohanes Sudaryono FIC. Pada Orde Lama sudah mulai diadakan ujian-ujian negara yang terpusat dengan sistem kolonial yang serba ketat tetapi tetap jujur dan mempertahankan kualitas. A. Sayang sekali pada akhir era ini pendidikan kemudian dimasuki oleh politik praktis atau mulai dijadikan kendaraan politik. telah menghasilkan pemimpin masyarakat bahkan menghasilkan pemimpin-pemimpin gerakan nasional. 3). Guru belum berorientasi kepada yang material tetapi kepada yang ideal. untuk semua bangsa. Pada zaman itu siswa dan guru dituntut disiplin tinggi. Perkembangan kualitas pendidikan di Indonesia telah berlangsung dalam empat era yaitu : 1). Pendidikan kolonial untuk golongan bangsawan serta penguasa tidak diragukan lagi mutunya.

Gajah Mada. ITB. Dalam era pembangunan nasional selama lima REPELITA yang ditekankan ialah pembangunan ekonomi sebagai salah satu dari TRILOGI pembangunan. sedangkan di provinsi-provinsi karena kurangnya persiapan dosen dan keterbatasaan sarana dan prasarana mengakibatkan kemerosotan mutu pendidikan tinggi mulai terjadi. Oleh sebab itu era Orde Baru pendidikan telah dijadikan sebagai indikator palsu mengenai keberhasilan pemerintah dalam pembangunan. Dalam bidang pembangunan pendidikan. Demokrasi juga telah memasuki dunia pendidikan nasional antara lain dengan lahirnya Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Selain itu sistem ujian negara (EBTANAS) telah berubah menjadi bumerang yaitu penentuan kelulusan siswa menurut rumus-rumus tertentu. C. Era Orde Baru Dalam era ini dikenal sebagai era pembangunan nasional. Era Reformasi Indonesia sejak tahun 1998 merupakan era transisi dengan tumbuhnya proses demokrasi. Hal ini berakibat pada suatu pembohongan publik dan dirinya sendiri dalam masyarakat. Maka kemerosotan pendidikan nasional telah berlangsung. Pada waktu itu pendidikan tinggi yang bermutu terdapat di Pulau Jawa seperti UI. dan UNAIR. Dari hasil manipulasi ujian nasional sekolah dasar kemudian meningkat ke sekolah menengah dan kemudian meningkat ke sekolah menengah tingkat atas dan selanjutnya berpengaruh pada mutu pendidikan tinggi. Untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi maka pendidikan tinggi negeri mulai mengadakan penelusuran minat dari para siswa SMA yang berpotensi. Tetapi sayang sekali INPRES Pendidikan Dasar belum ditindaklanjuti dengan peningkatan kualitas tetapi baru kuantitas.4 diciptakaan era Orde Baru sebenarnya telah dikembangkan pada Orde Lama. Hal ini berdampak pada mutu perguruan semakin menurun walaupun dibentuk KOPERTIS-KOPERTIS sebagai bentuk birokrasi baru. tetapi hal tersebut tidak menolong. Cara tersebut kemudian diikuti oleh pendidikan tinggi lainnya. Walaupun pada waktu itu pendidikan tinggi memiliki otonomi dengan mengadakan ujian masuk melalui UMPTN. IPB. Akhirnya di tiap-tiap lembaga pendidikan sekolah berusaha untuk meluluskan siswanya 100%. Dalam bidang pendidikan bukan lagi merupakan tanggung jawab pemerintah pusat tetapi diserahkan kepada tanggung jawab pemerintah daerah . Kebijakan ini bertujuan untuk lebih memberikan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi. Di samping perkembangan pendidikan tinggi dengan usahanya untuk mempertahankan dan meningkatkan mutunya pada masa Orde Baru muncul gejala yaitu tumbuhnya perguruan tinggi swasta dalam berbagai bentuk. D. khususnya pendidikan dasar terjadi suatu loncatan yang sangat signifikan dengan adanya INPRES Pendidikan Dasar. Pada akhirnya hasil EBTANAS juga dijadikan indikator penerimaan di perguruan tinggi. Kebijakan yang diambil pada Orde Lama dalam bidang pendidikan tinggi yaitu mendirikan universitas di setiap provinsi.

Anak Indonesia dijadikan alat untuk menggulirkan suatu tujuan ekonomis yaitu pertumbuhan. Kekuatan Ekonomi: Manusia Indonesia tidak terlepas dari modernisasi seperti teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Neoliberalisme pendidikan membawa dampak positif dan negatif. Tilaar. Menurut H. Paradigma ekonomi lebih mengedepankan pencapaian kehidupan modern dalam arti pemenuhan-pemenuhan kehidupan materiil dan mengesampingkan kebutuhan non materiil duniawi. 20 Tahun 2003 diuraikan dalam indikator-indikator akan keberhasilan atau kegagalannya. yang berarti pendidikan telah dimasukkan ke dalam perebutan kekuasaan partai-partai politik. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. produksi. yaitu pada profit orientit yang mencari keuntungan sebesar-besarnya terhadap investasi yang dilaksanakan dalam bidang pendidikan. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang kemudian dijelaskan dalam Permendiknas RI. Positifnya yaitu pendidikan menunjang perbaikan hidup dan nilai negatifnya yaitu mempersempit tujuan pendidikan atas pertimbangan efisiensi. Sistem Pendidikan Nasional Era Reformasi yang diatur dalam Undang-Undang No. Dalam menyusun RENSTRA Departemen Pendidikan Nasional tahun 2005 ± 2009 lebih menekankan pada manajemen dan kepemeimpinan bukan masalah pokok yaitu pengembangan anak Indonesia. Kekuatan Politik : Pendidikan masuk dalam subordinasi dari kekuatan-kekuatan politik praktis.5 sebagaimana diatur dalam Undang ± Undang No 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Paradigma teknologi mengedepankan pembangunan fisik yang menjamin kenyaman hidup manusia. Dunia pendidikan sekarang ini bukan merupakan pemersatu bangsa tetapi merupakan suatu ajang pertikaian dan persemaian manusiamanusiaa yang berdiri sendiri dalam arti yang sempit. Kebutuhan ini ditampung dalam Undang-Undang No. dan menghasilkan manusia-manusia yang dapat bersaing. anak Indonesia bukan merupakan suatu proses humanisasi atau pemanusiaan. mementingkan diri dan kelompok. penguasaan skil yang dituntut dalam pertumbuhan ekonomi [Millist CFBE] . maka lahirlah Peraturan Pemerintah No.A. Di dalam masyarakat Indonesia dewasa ini muncul banyak kritikan baik dari praktisi pendidikan maupun dari kalangan pengamat pendidikan mengenai pendidikan nasional yang tidak mempunyai arah yang jelas. Contoh pngmbangan dana 20 %.R. keterampilan. Demi mencapai efisiensi dan kualitas pendidikan maka disusunlah beberapa upaya standardisasi. Anak Indonesia dijadikan obyek. Untuk usaha tersebut maka muncul konsep-konsep seperti : Ujian Nasional. Selain perubahan dari sentralisasi ke desentralisasi yang membawa banyak perubahan juga bagaimana untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam menghadapi persaingan bebas abad ke-21. untuk kepentingan kekuatan golongannya. serta pentingnya tenaga guru dan dosen sebagai ujung tombak dari reformasi pendidikan nasional. hanya beberapa fungsi saja yang tetap berada di tangan pemerintah pusat. hal tersebut disebabkan adanya dua kekuatan besar yaitu kekuatan politik dan kekuatan ekonomi. Pandangan politik ditentukan oleh dua paradigma yaitu paradigma teknologi dan paradigma ekonomi. Perubahan dari sistem yang sentralisasi ke desentralisasi akan membawa konsekuensi-konsekuensi yang jauh di dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.

dan penggunaan. Sedangkan Lumsdaine (1964) mengatakan bahwa teknologi pendidikan dapat dijadikan aplikasi ilmu pengetahuan pada praktek pendidikan. Definisi 1970 Definisi selanjutnya merupakan definisi tahun 1970-an yang dikeluarkan oleh Komisi Pengawas Teknologi Pendidikan. Contohnya Finn (1960) mengatakan bahwa teknologi pendidikan harus dipandang sebagai suatu cara untuk melihat masalah pendidikan dan mneguji kemungkinan solusi dari masalah tersebut. Komisi pengawas ini dibentuk dan dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat untuk menguji permasalahan dan manfaat potensial yang berhubungan dengan teknologi pendidikan di sekolah-sekolah. dan mengealuasi proses keseluruhan dari belajar dan pembelajaran dalam betuk tujuan pembelajaran yang spesifik. Hal ini merupakan suatu hal yang berangkat dari pandangan ³tradisional´ terhadap teknologi pendidikan. berdasarkan penelitian dalam teori belajar dan komunikasi pada manusia dan menggunakan kombinasi sumber-sumber belajar dari manusia maupun non manusia untuk membuat pembelajaran lebih efektif. dan mengevaluasi proses keseluruhan dari belajar dan pembelajaran dalam bentuk tujuan pembelajaran yang spesifik. khususnya selama tahun 1960 dan 1970 sejumlah ahli dalam bidang pendidikan mulai mendiskusiakan teknologi pendidikan dalam suatu yang berbeda. Media ini. produksi. Langkahlangkah ini mencakup perencanaan. perancangan. Teknologi pendidikan adalah suatu cara yang sistematis dalam mendesain. dan manajemen.6 Sejarah perkembangan definisi Teknologi Pendidikan Definisi awal Teknologi Pendidikan dipandang sebagai media Teknologi Pendidikan adalah suatu cara yang sistematis dalam mendesain. Definisi teknologi pendidikan pada awal tahun 1920 dipandang sebagai media. Akar terbentuknya pandangan ini terjadi ketika pertama kali diproduksi media pendidikan pada awal abad dua puluhan. Definisi 1963 Di tahun 1963. definisi teknologi pendidikan digambarkan bukan hanya sebagai sebuah media. Pada tahun 1960an dan 1970 banayak definisi teknologi pendidikan yang dipandang sebagai suatu proses. melaksanakan. Tahun 1960 dan 1970 Teknologi Pendidikan diapandang sebagai suatu proses. berdasarkan penelitian dalam teori . definisi formal pembelajaran visual terfokus pada media yang digunakan untuk menampilkan sebuah pelajaran. Awal tahun 1950. 38). Perubahan disini mencerminkan bahwa. Pandangan ini berlanjut sampai 1950. sebagai media pembelajaran visual yang berupa film. 1963) menghasilkan dengan suatu komisi pengawas yang dibentuk olep Departemen Pendidikan Audiovisual (sekarang dikenal sebagai Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan). bagaimana lingkungan dan kemajuan zaman dapat mengubah sebuah definisi dan praktek dari teknologi pendidikan. Definisi kini lebih memusat pada desain pembelajaran dan penggunaan media sebagai pengendalian proses belajar (p. Mereka membahasnya sebagai suatu proses. Definisi ini (Ey. gambar dan tampilan yang mulai ramai pada tahun 1920. pemanfaatan. pemilihan. Lebih dari itu pengertian kini lebih menganali serangkaian langkah-langkah penerapan. melaksanakan.

Definisi 1994 Teknologi instruksional adalah praktek dalam mendesain. kawasan pemanfaatan. melaksanakan dan mengevaluasi secara sistematis berdasarkan teori komunikasi dan belajar tentunya. video. dan segala jenis hardware dan software lainnya yang berhubungan dengan media pembelajaran. manajemen. yaitu kawasan desain. Definisi ini menggaris bawahi dua praktek yaitu penggunaan media untuk tujuan pendidikan dan penggunaan prosedur desain pembelajaran yang sistematis. Definisi baru : menyatakan peran media. pemanfaatan. Para ahli bidang desain pembelajaran dan teknologi sering menggunakan prosedur desain pembelajaran yang sistematis dari berbagai media pembelajaran untuk menyelesaikan tujuan mereka. Bagaimana hal itu dilakukan? Dengan cara mendesain. Lebih mengacu pada bidang desain pembelajaran dan teknologi dibandingkan dengan teknologi pembeljaaran. Melaksanakan. sarana dan organisasi untuk menganalisa masalah dan merancang. Definisi 1977 Teknologi Pendidikan adalah proses kompleks yang terintegerasi meliputi orang. dan kawasan penilaian baik untuk proses maupun sumber belajar. desain pembelajaran sistematis. definisi ini menegaskan bahwa adanya lima dominant teknologi pembelajaran. Bidang teknologi dan desain pembelajaran mencakup analisis pembelajaran dan pencapaian masalah serta rancangan.7 belajar dan komunikasi pada manusia dan mengunakan kombinasi sumber-sumber belajar dari manusia maupun non manusia untuk membuat pembelajaran lebih efektif. mengembangkan. . pembeljaaran. dengan demikian. dan pendayagunaan teknologi. gagasan. Jadi menurut konsep ini tujuan utama teknologi pembelajaran adalah membuat agar suatu pembelajaran lebih efektif. evaluasi. bidang pendidikan dan tempat kerja. memanfaatkan. kawasan pengelolaan. OHP. prosedur. menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar manusia. Definisi ini lebih operasional dari pada rumusan tahun 1977 yang terlalu rumit. Praktek desain pembelajaran sudah meletus sehingga banyak digunakan oleh individu yang menyebut diri mereka perancang pembelajaran. Mengapa kita menyebutnya desain pembelajaran dan teknologi ? Definisi berbeda dari yang sebelumnya. kawasan pengemabangan. seorang teknolog pembelajaran bias saja memfokuskan bidang garapannya dalam salah satu kawasan tersebut. serta memanfaatkan segala sumber baik yang bersifat manusia maupun non manusia. Mengapa kebanyakan individu menggambarkan istilah teknologi pembelajaran dengan komputer. proses non pembelajaran untuk meningkatkan pencapaian pelajaran dalam berbagai peraturan. sudah ada pandangan bahwa manusia (dalam hal ini guru) bukanlah satu-satunya sumber belajar. Dengan kata lain banyak individu yang menyamakan teknologi pembelajaran dengan desain pembelajaran. sejak tahun 1970an. pengembangan. mengelola dan menilai proses-proses maupun sumber-sumber balajar.

hingga dalam pendidikan Mencakup semua ilmu pengetahuan dan dapat mempergunakan teknologi yang Bertujuan pendidikan. pendidikan Akan semakin maju dan ilmu pengetahuan akan semakin Bertambah. Hingga dengan mudahnya belajar atau mencari Pengetahuan dalam teknologi. karena dengan adanya teknologi. .BAB III KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dengan berkembang nya ilmu pengetahuan dan teknologi membuat Seseorang ingin lebih mengetahui hal tersebut. Saran 8 Sebaiknya teknologi yang ada di Indonesia selalu terdapat Di setiap sekolah.

yohanes.ahmad d. Unesco.idonbiu.thedore.com/2009/07definisi-pendidikan.kualitas pendidikan Indonesia suatu refleksi.1977.1997.2.1987.1999.2. . . Sudaryono FIC.sejarah perkembangan definisi teknologi pendidikan.dasar konsep pendidikan moral.1.alfabeta. Neozonk.alfabeta.alfabeta. Thomson godfrey. Dewantara.November 29 2007.2.1999.secaraumum.ki hajar.dasar konsep pendidikan moral.carter v.dasar konsep pendidikan moral.DAFTAR ISI 9 Good.pengantar filsafat pendidikan islam.19. http://www. Brameld.html Marimba.dasar konsep pendidikan moral.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->