Model Pembelajaran Berbasis TIK.

MAKALAH Model Pengembangan Pembelajaran Berbasis TIK By. M. Faqih Seknun. KATA PENGANTAR Assalamu Alaikum Wr.Wb. Puji syukur Saya sampaikan kepada Alloh SWT . Yang telah memberikan keluasan berupa kesehatan rejeki dan sekaligus kesempatan kepada saya sehingga bisa dapat melakukan berbagai aktifitas keseharian Amieen. Dan tak lupa pula mengucapkan salam dan salawat kepada Junjungan kita nabi beasar Muhammad SAW, beserta keluarga, dan segenap para sahabat, yang telah membawa misi islam dimuka bumi hingga saat ini kita tetap dalam keadaan yang terang benderang. Dengan kesempatan ini, saya berusaha untuk menyelesaikan tugas makalah yang sederhana dengan judul “Model Pembelajaran berbasis TIK”. Sebagai salah satu persyaratan dalam menempuh ujian akhir semester (UAS) Semester III (Tiga) pada mata kuliah “Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) penuh dengan segala keterbatasan saya dalam penulisan makaalah ini, dari kesempurnaan baik berupa isi, tata bahasa, dan metodeloginya. Dalam kesempatan ini pula saya mengucapkan terima kasih kepada. Dr.Munir M.IT. Sebagai Dosen pengampu mata kuliah “Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)” yang cukup banyak memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada saya selama ini. Amin!.. Wasslamualaikum Wr. Wb. BABI PENDAHULUAN A.Latar Belakang Indonesia sebagai negara berpopulasi tertinggi ke-4 tentunya memiliki tantangan yang nyaris yang sama dengan negara China dan India. Problem kesehatan dan pendidikan selalu dijadikan parameter untuk mengukur kesejahteraan rakyat di suatu Negara. Indonesia dengan populasi 247 juta dimana diantaranya terdapat 51 juta siswa dan 2,7 juta guru di lebih dari 293.000 sekolah, serta 300.000 dosen di lebih dari 2.700 perguruan tinggi yang tersebar di 17.508 pulau, 33 provinsi, 461 kabupaten/kota, 5.263 Kecamatan, dan 62.806 desa. Tentunya juga memiliki tantangan khusus di bidang pendidikan. Pengaruh perkembangan pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat ini memberikan dampak positif dan dampak negative. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak positif dengan semakin terbuka dan tersebarnya informasi dan pengetahuan dari dan ke seluruh dunia menembus batas ruang dan waktu. Sementara dampak negatifnya yakni terjadinya perubahan nilai, norma, aturan , atau moral kehidupan yang bertentangan dengan nilai, nilai, norma, aturan dan norma kehidupan yang dianut di masyarakat. Sejak dulu teknologi telah diterapkan dalam pendidikan, tetapi yang digunakan adalah teknologi sederhana, seperti penggunaan papan tulis dan kapur, pena dan tinta. Dewasa ini sesuai dengan tahap perkembangannya yang digunakan adalah teknologi modern dan canggih, seperti : audio, video casette, OHP, film slide, motion felm, komputer dan lain-lain ( Sukmadinata, 1988 :103 ).

produksi. yaitu dalam bentuk perangkat lunak ( software ) dan perangkat keras (hardware). Penerapan teknologi perangkat keras dalam pendidikan dikenal sebagai teknologi alat ( tolls technology) sedangkan teknologi perangkat lunak disebut teknologi sistem ( system technology) Dewasa ini di Indoneasia terdapat sejumlah media komunokasi yang berpengaruh dalam bidang pengembangan kurikulum pendidikan yang perkembangannya sudah cukup maju dan dapat menjangkau hampir seluruh pelosok tanah air.Hubungan TIK dengan peningkatan kualitas pendidikan kita 3. Rumusan tentang pengertian Teknologi Pembelajaran telah mengalami beberapa perubahan. BAB II PEMBAHASAN A. kedududukan teknologi pendidikan sebagai sarana untuk memperkuat pengembangan kurikulum terutama dalam desain dan pengembangan.Banyak sekolah dan kampus belum adanya menggunakan system pembelajaran TIK sebagai sarana dan media dalam meningkatakan mutu pendidikan.Lebih lanjut Sukmadinata ( 1988 ) mengatakan bahwa peranan teknologi dalam pendidikan khususnya kurikulum dan pengajaran ada dua bentuk. Di bawah ini dikemukakan beberapa definisi tentang Teknologi Pembelajaran yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan Teknologi Pembelajaran. 1.TIK sebagai media pembelajaran. mencakup kegiatan : (a) mempelajari kelemahan dan kelebihan suatu pesan dalam proses belajar. Berkaitan dengan itu. Sementara itu Abdulhak ( 2006:3 ) menyatakan bahwa dari system pendidikan. serta implementasinya. maka terlihat beberapa permasalahan mendasar yang dihadapi dalam pengembangan program pembelajaran melalui TIK antara lain: 1 Pelaksanaan pembelajaran dengan system konvensional belum memberikan penguatan Yang cukup significant.. B Permasalahan. Definisi Association for Educational Communications Technology (AECT) 1963 dinyatakan bahwa“ Komunikasi audio-visual adalah cabang dari teori dan praktek pendidikan yang terutama berkepentingan dengan mendesain. 2. pemilihan. dan menggunakan pesan guna mengendalikan proses belajar.Sejauhmana fungsi dan peranan teknologi dalam dunia pendidikan 2. (b) penstrukturan dan sistematisasi oleh orang maupun instrumen dalam lingkungan pendidikan.” . manajemen dan pemanfaatan dari komponen maupun keseluruhan sistem pembelajaran.Sejauhmana Fungsi dan Peranan teknologi dalam Dunia pendidikan. Berdasarkan uraian latar belakang diatas. sejalan dengan sejarah dan perkembangan dari teknologi pembelajaran itu sendiri. Tujuan praktisnya adalah pemanfaatan tiap metode dan medium komunikasi secara efektif untuk membantu pengembangan potensi pembelajar secara maksimal. meliputi : perencanaan. Sesuai dengan permasalahan yang muncul dalam rancangan program dan sistem penggunaan TIK dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut .Sistem pembelajaran belum dirancang dengan menggunakan Grorunded Theory yang sesuai fungsi dan kebutuhan di lapangan 3. dimana Teknologi Informasi dan komunikasi di Indonesaia semakin popular terutama seiring dengan lahirnya Kurikulum berbasis kompotensi ( KBK ) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ).

Skinner (salah seorang tokoh Psikologi Behaviorisme) dalam teknologi pembelajaran. rumusan tersebut memandang pentingnya penelitian tentang metode dan teknik yang digunakan untuk mencapai tujuan khusus. sedangkan dalam definisi MacKenzie dan Eraut ini tidak menyebutkan perangkat lunak maupun perangkat keras. pengembangan. pengorganisasian dan pemanfaatan berbagai macam sumber belajar serta dengan pengelolaan atas keseluruhan proses tersebutDefinisi ini didasari semangat untuk menetapkan komunikasi audio-visual sebagai suatu bidang studi.) “Dalam pengertian yang lebih umum.. serta didasarkan pada penelitian tentang proses belajar dan komunikasi pada manusia yang menggunakan kombinasi sumber manusia dan manusia agar belajar dapat berlangsung efektif.” “Teknologi Pembelajaran merupakan usaha sistematik dalam merancang. dan mengevaluasi keseluruhan proses belajar untuk suatu tujuan khusus. (Definisi MacKenzie dan Eraut 1971) “Teknologi Pendidikan merupakan studi sistematik mengenai cara bagaimana tujuan pendidikan dapat dicapai” Teknologi Pendidikan merupakan studi sistematik mengenai cara bagaimana tujuan pendidikan dapat dicapai” Definisi sebelumnya meliputi istilah. peralatan. menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar pada manusia. teknologi pembelajaran diartikan sebagai media yang lahir sebagai akibat revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran di samping guru.F. desain. “mesin”. gagasan.“Teknologi pendidikan adalah proses kompleks yang terintegrasi meliputi orang. orang. tetapi lebih berorientasi pada proses. penggunaan dan penilaian teknologi untuk pembelajaran. komputer dan bagian perangkat keras maupun lunak lainnya. sarana. dan organisasi untuk menganalisis masalah. instrumen” atau “media”. evaluasi. film.” Dengan mencantumkan istilah tujuan khusus. 1977 ) bahwa“Teknologi pendidikan adalah proses kompleks yang terintegrasi meliputi orang.bagian yang membentuk teknologi pembelajaran adalah televisi. melaksanakan. prosedur. Begitu juga. Sementara itu Definisi ( AECT. Pada definisi sebelumnya yang dimaksud dengan pengembangan lebih diartikan pada pengembangan potensi manusia. dengan memberikan rumusan sebagai berikut: “Teknologi Pendidikan adalah suatu bidang yang berkepentingan dengan memfasilitasi belajar pada manusia melalui usaha sistematik dalam : identifikasi. dan papan tulis…. Definisi Commission on Instruction Technology (CIT) 1970. dukungan-pasokan. pemanfaatan) komponen sistem pembelajaran (pesan. produksi. penggunaan istilah pengembangan memuat dua pengertian. merancang. AECT berupaya merevisi defisini yang sudah ada (1963. prosedur. dan organisasi untuk menganalisis masalah. disamping berkaitan dengan pengembangan potensi manusia juga diartikan pula sebagai pengembangan dari Teknologi Pembelajaran itu sendiri.Meski masih menggunakan istilah komunikasi audio-visual. . OHP. yang mencakup : perancangan. tampaknya rumusan tersebut berusaha mengakomodir pengaruh pemikiran B. buku teks. bahan. Dalam definisi Silber. dengan tujuan untuk memecahkan masalah belajar”. menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar pada manusia. definisi di atas telah menghasilkan kerangka dasar bagi pengembangan Teknologi Pembelajaran berikutnya serta dapat mendorong terjadinya peningkatan pembelajaran. (Definisi AECT 1972) Pada tahun 1972. teknik dan latar) serta pengelolaan usaha pengembangan (organisasi dan personal) secara sistematik. merancang. 1971). melaksanakan. gagasan. 1970. produksi. sarana. “Definisi yang dikemukakan oleh Kenneth Silber di atas menyebutkan istilah pengembangan. (Definisi Silber 1970 )”Teknologi Pembelajaran adalah pengembangan (riset. Ketentuan ini mengembangkan gagasan bahwa teknologi pendidikan merupakan suatu profesi. melaksanakan.

dirumuskan berlandaskan lima bidang garapan dari Teknologi Pembelajaran. Dalam kurun waktu tahun 1960-an dan 1970-an. definisi ini sesungguhnya mengandung makna yang dalam. terutama diilhami dari pemikiran B.Jika kita amati isi kandungan definisi-definisi teknologi pembelajaran di atas. Yang semula hanya dipandang sebagai alat ke sistem yang lebih luas. definisi ini berusaha menekankan pentingnya proses dan produk. Kiranya masih dibutuhkan usaha perjuangan yang sungguh-sungguh dari semua pihak yang terkait dengan teknologi pembelajaran. baik dari kalangan akademisi. Pendirian pusat-pusat desain bahan pembelajaran dan terprogram. Kendati demikian. Yang dimaksud dengan desain disini adalah proses untuk menentukan kondisi belajar dengan tujuan untuk menciptakan strategi dan produk. Kelima hal ini merupakan kawasan (domain) dari bidang Teknologi Pembelajaran. Di samping itu. seperti “Learning Resource and Development Center” pada tahun 1960 semakin memperkuat kajian tentang desain. Di bawah ini akan diuraikan dua kawasan tersebut. bidang dan profesi. Definisi ini juga berusaha menyempurnakan wilayah atau kawasan bidang kegiatan dari teknologi pembelajaran.” “Meski dirumuskan dalam kalimat yang lebih sederhana. kecuali pada tahun 1963. tidak menekankan teknologi pendidikan sebagai suatu teori. pemanfaatan. Kawasan desain bermula dari gerakan psikologi pembelajaran. baik dalam hal design. yang tentunya perlu didukung oleh landasan teori dan praktek yang kokoh. peneliti maupun praktisi. Definisi sebelumnya. Kawasan Desain. Kawasan Teknologi Pembelajaran Definisi 1994. Pengelolaan dan Penilaian. dari produk menuju ke proses dan produk. Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat. selaku Direktur dari Learning Resource and Development Center tersebut menulis dan berbicara tentang desain pembelajaran sebagai inti dari Teknologi Pendidikan. yaitu : Desain. serta evaluasi tentang proses dan sumber untuk belajar. harus diakui bahwa perkembangan bidang dan profesi teknologi pembelajaran di Indonesia hingga saat ini masih boleh dikatakan belum optimal. dan akhirnya melalui perjalanan evolusionernya saat ini teknologi pembelajaran telah menjadi sebuah bidang dan profesi. pengelolaan. Robert Glaser. Aplikasi teori sistem dalam pembelajaran melengkapi dasar psikologi pembelajaran tersebut. pendekatan sistem pembelajaran secara bertahap mulai berkembang menjadi suatu metodologi dan mulai memasukkan gagasan dari psikologi pembelajaran. psikologi dan komunikasi maka tidak mustahil ke depannya teknologi pembelajaran akan semakin terus berkembang dan memperkokoh diri menjadi suatu disiplin ilmu dan profesi yang dapat lebih jauh memberikan manfaat bagi pencapaian efektivitas dan efisiensi pembelajaran. pada tahun 1969 dari pemikiran Herbert Simon yang membahas tentang preskriptif tentang desain turut memicu kajian tentang desain. khususnya dalam bidang pendidikan. Pengembangan. . Pemanfaatan. Melalui James Finn dan Leonard Silvern. maupun evaluasinya. pengelolaan. Skinner (1954) tentang teori pembelajaran berprogram (programmed instructions). Definisi ini berupaya semakin memperkokoh teknologi pembelajaran sebagai suatu bidang dan profesi.(Definisi tahun 1977. dengan sub kategori dan konsep yang terkait : 1. pengembangan.F. tampaknya dari waktu ke waktu teknologi pemebelajaran mengalami proses “metamorfosa” menuju penyempurnaan. pengembangan. pemanfaatan. dari hanya berorientasi pada praktek menuju ke teori dan praktek. Selanjutnya. (Definisi AECT 1994) Teknologi Pembelajaran adalah teori dan praktek dalam desain. AECT )berusaha mengidentifikasi sebagai suatu teori.

Desain Sistem Pembelajaran biasanya merupakan prosedur linier dan interaktif yang menuntut kecermatan dan kemantapan. Pada 1930-an film mulai digunakan untuk kegiatan pembelajaran (teknologi audio-visual). dinamis atau kombinasi keduanya (misalnya. (b) perancangan (proses penjabaran bagaimana cara mempelajarinya). (c) pengembangan (proses penulisan dan pembuatan atau produksi bahan-bahan pelajaran). atau grafik komputer). Desain pesan berkaitan dengan hal-hal mikro.Kawasan pengembangan berakar pada produksi media. yaitu spesifikasi untuk menyeleksi serta mengurutkan peristiwa belajar atau kegiatan belajar dalam suatu pelajaran. strategi belajar atau hafalan. Melalui proses yang bertahun-tahun perubahan dalam kemampuan media ini berakibat pada perubahan kawasan. Agar dapat berfungsi sebagai alat untuk saling mengontrol. yaitu prosedur yang terorganisasi. (2) Desain Pesan. Kolaborasi Robert Gagne dengan Leslie Briggs telah menggabungkan keahlian psikologi pembelajaran dengan bakat dalam desain sistem yang membuat konsep desain pembelajaran menjadi semakin hidup. baik yang bersifat potensial maupun kecakapan nyata — dan kepribadiannya. urutan. (3) teknologi berbasis komputer. pengembangan keterampilan. dan (4) teknologi terpadu. Desain Pesan. dengan memperhatikan prinsip-prinsip perhatian. sifat materi dan jenis belajar yang dikehendak Karakteristik Pembelajar. apakah bersifat statis. film. halaman dan layar secara terpisah. Juga apakah tugas belajarnya tentang pembentukan konsep.dan daya tangkap. persepsi. Karaketeristik pembelajar mencakup keadaan sosio-psiko-fisik pembelajar. Kawasan Pengembangan Pengembangan adalah proses penterjemahan spesifikasi desain ke dalam bentuk fisik. Secara psikologis. Teori tentang strategi pembelajaran meliputi situasi belajar dan komponen belajar/mengajar. Hal ini mengandung makna bahwa prinsip-prinsip desain pesan akan berbeda. sebab kepercayaan atas produk berlandaskan pada proses. sikap. banyak jenis bahan yang diproduksi terutama film untuk pelatihan militer. Kawasan Desain paling tidak meliputi empat cakupan utama dari teori dan praktek. Fleming dan Levie membatasi pesan pada pola-pola isyarat. Selama Perang Dunia II. Dalam Desain Sistem Pembelajaran. Seorang desainer menggunakan teori atau komponen strategi pembelajaran sebagai prinsip teknologi pembelajaran. emosi. pengembangan sikap. atau simbol yang dapat memodifikasi perilaku kognitif. 2. yaitu segi-segi latar belakang pengalaman pembelajar yang mempengaruhi terhadap efektivitas proses belajarnya. (3) Strategi Pembelajaran. meliputi : langkah-langkah : (a) penganalisaan (proses perumusan apa yang akan dipelajari). di dalamnya meliputi : (1) teknologi cetak. Desain harus bersifat spesifik. seperti. baik tentang media maupun tugas belajarnya. (2) teknologi audio-visual. yaitu perencanaan untuk merekayasa bentuk fisik dari pesan agar terjadi komunikasi antara pengirim dan penerima. bergantung pada jenis medianya. afektif dan psikomotor.Perhatian terhadap desain pesan pun berkembang selama akhir 1960-an dan pada awal 1970-an. yaitu : (1) Desain Sistem Pembelajaran. proses sama pentingnya dengan produk. yang perlu mendapat perhatian dari karakteristik pembelajar yaitu berkaitan dengan dengan kemampuannya (ability). . Walaupun perkembangan buku teks dan alat bantu pembelajaran yang lain (teknologi cetak) mendahului film. namun pemunculan film merupakan tonggak sejarah dari gerakan audio-visual ke era Teknologi Pembelajaran sekarang ini. (d) pelaksanaan/aplikasi (pemanfaatan bahan dan strategi) dan (e) penilaian (proses penentuan ketepatan pembela . Strategi Pembelajaran. Setelah perang. suatu potret. semua langkah –langkah tersebut harus tuntas. seperti : bahan visual. motivasi serta aspek-aspek kepribadian lainnya. (4) Karakteristik Pembelajar Desain Sistem Pembelajaran. Dalam mengaplikasikan suatu strategi pembelajaran bergantung pada situasi belajar.

Sekitar tahun 1970-an komputer mulai digunakan untuk pembelajaran. Pembelajaran audio-visual dapat dikenal dengan mudah karena menggunakan perangkat keras di dalam proses pengajaran. Pada dasarnya kawasan pengembangan terjadi karena : (1) pesan yang didorong oleh isi. (3) cenderung merupakan bentuk representasi fisik dari gagasan yang riil dan abstrak: (4) dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip psikologi tingkah laku dan kognitif. Aktifitas belajar anak didik akan lebih tinggi . terutama melalui pencetakan mekanis atau photografis. dan penayangan visual yang beukuran besar. Pengembangan kedua jenis bahan pembelajaran tersebut sangat bergantung pada teori persepsi visual. seperti : bukubuku. Teknologi Audio-Visual. sedangkan visual direkam menurut ruang. (2) strategi pembelajaran yang didorong oleh teori. Secara khusus. (4) pengembangannya sangat bergantung kepada prinsip-prinsip linguistik dan persepsi visual. kurang memperhatikan interaktivitas belajar si pembelajar. Peralatan audio-visual memungkinkan pemroyeksian gambar hidup. Hasil teknologi ini berupa cetakan.televisi sebagai media baru digunakan untuk kepentingan pendidikan (teknologi audio-visual). (5) keduanya berpusat pada pembelajar. teknologi audio-visual cenderung mempunyai karakteristik sebagai berikut : (1) bersifat linier. teknologi cetak/visual mempunyai karakteristik sebagai berikut : (1) teks dibaca secara linier. Selama akhir tahun 1950. Di dalam kawasan pengembangan terdapat keterkaitan yang kompleks antara teknologi dan teori yang mendorong terhadap desain pesan maupun strategi pembelajarannya . Dua komponen teknologi ini adalah bahan teks verbal dan visual. Apabila teks tersebut dicetak dalam bentuk “cetakan” guna keperluan pembelajaran merupakan contoh penyampaian dalam bentuk teknologi cetak. A. (3) keduanya berbentuk visual yang statis. Dengan menggunakan alat pembelajaran yang modern. Selama tahun 1098-an teori dan praktek di bidang pembelajaran yang berlandaskan komputer berkembang seperti jamur dan sekitar tahun 1990-an multimedia terpadu yang berlandaskan komputer merupakan dari kawasan ini. dan (3) Manifestasi fisik dari teknologi – perangkat keras. dan permainan simulasi menjadi mode di sekolah. pengolahan informasi oleh manusia dan teori belajar. perangkat lunak.Hubungan TIK dengan peningkatan kualitas pendidikan kita Penggunaan alat-alat pembelajaran yang modern dalam pendidikan mempengaruhi proses belajar-mengajar itu sendiri. Teks dalam penampilan komputer adalah suatu contoh penggunaan teknologi komputer untuk produksi. dan (6) informasi dapat diorganisasikan dan distrukturkan kembali oleh pemakai. Secara khusus. anak didik akan termotivasi belajar dengan lebih aktif. (5) sering berpusat pada guru. Teknologi ini menjadi dasar untuk pengembangan dan pemanfaatan dari kebanyakan bahan pembelajaran lain. adalah cara untuk memproduksi atau menyampaikan bahan. bahan-bahan visual yang statis. dan bahan pembelajaran Teknologi Cetak.an dan awal tahun 1960-an bahan pembelajaran berprograma mulai digunakan untuk pembelajaran. (2) keduanya biasanya memberikan komunikasi satu arah yang pasif. Pembelajaran audiovisual didefinisikan sebagai produksi dan pemanfaatan bahan yang berkaitan dengan pembelajaran melalui penglihatan dan pendengaran yang secara eksklusif tidak selalu harus bergantung kepada pemahaman kata-kata dan simbol-simbol sejenis. (3) secara khas digunakan menurut cara yang sebelumnya telah ditentukan oleh desainer/pengembang. merupakan cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan peralatan dan elektronis untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual. pemutaran kembali suara. (2) menampilkan visual yang dinamis. teori membaca.

mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri. dan mudah beradaptasi dengan perkembangan yang baru . aspirasi baru. maka Visi mata pelajaran Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) yaitu agar siswa dapat menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar. 1987:32) Selain yang tergambar diatas. Dalam siklus IPTEKS.intensitansnya dibandingkan metode belajar mengajar yang hanya menggunakan kapur dan papan tulis saja. Media pembelajaran yang dipilih untuk menunjang proses pembelajaran harus sesuai dengan metode pembelajaran yang digunakan. dengan media pembelajaranya adalah computer secara nyata ( realita). refleksi. Perkembangan IPTEKS juga menimbulkan kebutuhan baru. Dan berbagai multi fungsi lainya dalam penggunaan TIK untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita di tanah air. A.TIK sebagai media pembelajaran. budaya. Dalam hal ini dapat diberikan contoh yang sangat kongrit dari pada penggunaan TIK dalam proses pembelajaran di kelas misalnya Strategi pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan materi dan kondisi siswa dapat meningkatkan partisipasi dari semua peserta didik dan kelompok dalam satu kelas yang antara lain meliputi : 1. bekerja.Pemberian akses pada semua siswa untuk menggunakanberbagai sumber belajar dan Penguasaan berbagai alat bantu belajar 9. mengembangkan sikap inisiatif. Pada hakekatnya . Misalnya. intelektual. Saat ini teknologi tradisional telah semakin terdesak oleh adanya teknologi modern. atau brosur khusus TIK. bukan dewngan metode ceramah atau yang lai Penggunaaan metode dan media pembelajaran yang bervariasi akan mampu me suasana pembelajaran.1988:110). menganalisis. spiritual. dan saling tukar informasi secara kreatif namun bertanggung jawab. mengeksplorasi. Kurikulum Teknologi Informasi dan komunikasi menyiapkan siswa agar dapat terlibat pada perubahan dan perubahan dalam variasi penggunaan teknologi. manusia itu perlu disempurnakan dengan pendidikan tanpa pendidikan manusia unggul yang terampil dan berbudaya dan berfalsafah tidak mungkin dapat dihasilkan ( Gaffar.Penyajian / presentasi hasil karya siswa di web klub teknologi Informasi dan Komunikasi 11. baik nilai sosial.Pemanfaatan studi kasus dari berbagai sumber informasi 2 Dorongan dari guru agar siswa menjadi pembelajar yang otodidiak 3 Dorongan agar siswa mau berpikir kritis mengenai isu-isu dalam teknologi informasi 4 Fasilitas belajar secara efectif melalui praktek langsung. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga telah menimbulkan perubahan dalam nilai-nilai.Penyajian / presentasi publikasi hasil karya siswa pada sekolah. Siswa menggunakan TIK untuk mencari. dan aktifitas lainya sehingga siswa mampu berkreasi. maka metode pembelajaran yang tepat untuk digunakan adalah yan sifatnya praktis seperti metode latihan.Penyajian/presentasi hasil karya siswa di majalah didinding atu atara khusus pame – Ran misalnya pada saat rapot atau acara lainya 10. tujuan pembelajaranya “peserta didik diharapkan terampil menggunakan computer”. maupun material. dan diskusi 5 Peningkatan kemampuan kerjasama termasuk aktifitas yang melibatkan siswa untuk beker sama dalam kelompok kecil atau dalam tim 6 Penumbuhan sikap menghargai usaha siswa untuk memicu kreativitas mereka 7 Pemanfaatan sumber-sumber yang merefleksikan minat dan pengalaman siswa 8. sikap hidup baru. dimana hal ini menuntut perubahan pada sistem dan isi kurikulum / Pendidikan ( Sukmadinata. mendorong motivasi belajar dan memudahkan memahami konsep yang abstrak .

. P E N U T U P. Problem based learning.Kelebihan-kelebihan TIK. bissnis stakeholder . dan evesiensi kerja 2. Akhmad. meningkatkan produktifitas. sehingga perlu adanya shering penggunaanya dalam berbagai bentuk. dan munculnya berbagai teori maka hal ini dapat disimpulkan antara lain : 1. Project – base learning. Collaborative Learning. (2006). ( 2008).dan lain-lain sebagaianya. Rujukan Materi Workshop Pengembangan Teknologi Pendidikan UPI Bandung. Daftar Pustaka. Dari pembahasan berdasrkan Latar belakang. Abdulhak Ishak. Dalam hal ini terdapat beberapa pemanfaatan TIK secara langsung seperti diuraikan di bawah ini yakni: ( 1) Sebagai ketrampilan ( skill) dan kompotensi (2) sebagai infrastruktur pembelajaran (3) sebagai bahan sumber (4) sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran (5) sebagai pendukung manejemnt pebelejaran dan (6) sebagai system pendukung keputusan a. b. professional.Landasan Kurikulum. mahasiswa . Itulah beberapa fungsi dan peranya penggunaan TIK sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air kita. mencetuskan kreatifitas. Cepat. Tata Kerasipan dengan Memanfaatkan Teknologi Modern. Reseources – based learning.atau rumit ( Munir. independent learning. BAB III. Bandung: Mandar Maju Sudrajat. Memangkas jalur 3. Memperluas akses terhadap pihak lain 4. Implikasi munculnya power of TIK akan berdampak positif dan juga negative. Meningkatkan evektifitas. Kurikulum berbasis teknologi informasi dan Komunikasi. TIK dapat dikembangkan untuk semua kalangan baik peserta didik. Sasaran TIK. BandUng: Alfabeta. Sedarmayati. Tuntutan perkembangan IPTEK saat ini mau dan tidak mau media TIK adalah sumber belajar yang paling tepat dalam meningkatkan sumber daya manusia. konsisten. Dapat mengevaluasi setiap saat untuk perencanaan berikutnya 6. kepercayaan. 3. Memudahkan pengawasan langsung pada obyek 5. ( 2008 ). 1. 2008 : 141 ) Adapun bebrapa metode yang dapadigunakan dalam pembelajaran melalui TIK adalah seperti : Cooperative Learning. Discovery learning. dan diharapkan dapat merata serta terjangkau di semua pelosok dimana pendidikan itu berada. jitu. Dapat memberi keputusan pasti. . Munir. ( 2008 ). Rancang Bangun Konsep Teknologi pendidikan. 2.

com.e_ducasi.http://Akhmaduradjat. http://www.wordpress.net/artikel/index:php id: 97 Diposkan oleh M Faqih Seknun di 08.36 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful