Guru NgeBlog

November 18, 2008
Sistem Ekskresi pada Manusia
Diarsipkan di bawah: Sistem Ekskresi — gurungeblog @ 7:07 am Tags: ginjal, hati, Kelainan, kulit, manusia, paru-paru, pengobatan, penyakit, Sistem Ekskresi

sistem-ekskresi-manusia Manusia memiliki organ atau alat-alat ekskresi yang berfungsi membuang zat sisa hasil metabolisme. Zat sisa hasil metabolisme merupakan sisa pembongkaran zat makanan, misalnya: karbondioksida (CO2), air (H20), amonia (NH3), urea dan zat warna empedu. Zat sisa metabolisme tersebut sudah tidak berguna lagi bagi tubuh dan harus dikeluarkan karena bersifat racun dan dapat menimbulkan penyakit. Organ atau alat-alat ekskresi pada manusia terdiri dari: 1. Paru-paru, 2. Hati, 3. Kulit, dan 4. Ginjal. PARU-PARU

paru-paru Paru-paru berada di dalam rongga dada manusia sebelah kanan dan kiri yang dilindungi oleh tulang-tulang rusuk. Paru-paru terdiri dari dua bagian, yaitu paru-paru kanan yang memiliki tiga gelambir dan paru-paru kiri memiliki dua gelambir. Paru-paru sebenarnya merupakan kumpulan gelembung alveolus yang terbungkus oleh selaput yang disebut selaput pleura. FUNGSI PARU-PARU Paru-paru merupakan organ yang sangat vital bagi kehidupan manusia karena tanpa paruparu manusia tidak dapat hidup. Dalam Sistem Ekskresi, paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan KARBONDIOKSIDA (CO2) dan UAP AIR (H2O). Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung KELAINAN-KELAINAN PADA PARU-PARU Kelainan-kelainan pada paru-paru, diantaranya adalah: 1. Asma atau sesak nafas, yaitu kelainan yang disebabkan oleh penyumbatan saluran pernafasan yang diantaranya disebabkan oleh alergi terhadap rambut, bulu, debu atau tekanan psikologis. 2.Kanker Paru-Paru, yaitu gangguan paru-paru yang disebabkan oleh kebiasaan merokok. Penyebab lain adalah terlalu banyak menghirup debu asbes, kromium, produk petroleum dan radiasi ionisasi. Kelainan ini mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru. 3.Emphysema, adalah penyakit pembengkakan paru-paru karena pembuluh darahnya terisi udara. CARA MENGATASI KELAINAN PADA PARU-PARU Upaya menghindari dan mengatasi kelainan-kelainan pada paru-paru adalah dengan menjalankan pola hidup sehat, diantaranya:

Mengindari konsumsi rokok. Membentuk protein tertentu dan merombaknya 5. berfungsi untuk: 1. Hindari Stress HATI (HEPAR) hati Hati merupakan “kelenjar” terbesar yang terdapat dalam tubuh manusia. Mengubah zat gula menjadi glikogen dan menyimpanya sebagai cadangan gula 4. Menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh dan membunuh bibit penyakit 3. Letaknya di dalam rongga perut sebelah kanan. Hati terbagi menjadi dua lobus. kanan dan kiri. Berwarna merah tua dengan berat mencapai 2 kilogram pada orang dewasa. Istirahat minimal 6 jam per hari 4. minum minuman beralkohol dan narkoba 5.1. Berolah raga dengan teratur 3. Hati mengeluarkan zat racun tersebut bersama dengan getah empedu. Menghasilkan empedu yang berasal dari perombakan sel darah merah 2. Zat racun yang masuk ke dalam tubuh akan disaring terlebih dahulu di hati sebelum beredar ke seluruh tubuh. Tempat untuk mengubah pro vitamin A menjadi vitamin . Hati menyerap zat racun seperti obat-obatan dan alkohol dari sistem peredaran darah. Mengatur pola makan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi secara teratur 2. FUNGSI HATI Hati merupakan organ yang sangat penting.

minuman. Makan makanan yang sehat 3. Berolahraga dengan teratur 5. KELAINAN-KELAINAN PADA HATI Gangguan pada hati yang umumnya dijumpai di masyarakat saat ini adalah HEPATITIS atau PENYAKIT KUNING. Hepatitis C yang disebabkan oleh Virus Hepatitis C (VHC) MENGATASI KELAINAN-KELAINAN PADA HATI Cara mengatasi kelainan-kelainan pada hati diantaranya adalah dengan: 1. Tempat pembentukan protrombin yang berperan dalam pembekuan darah Zat warna empedu hasil perombakan sel darah merah yang telah rusak tidak langsung dikeluarkan oleh hati. jarum suntik dan transfusi darah. E. Misalnya. C. Beberapa jenis hepatitis yang saat ini harus diwaspadai adalah: 1. Penyebab penyakit hepatitis yang utama adalah virus. B. Penyakit ini disebabkan oleh serangan virus yang dapat menular melalui makanan. Hepatitis A yang disebabkan oleh Virus Hepatitis A (VHA) 2. Virus hepatitis yang sudah ditemukan sudah cukup banyak dan digolongkan menjadi virus hepatitis A. dan TT. akan dibawa oleh darah ke ginjal dan dikeluarkan bersama-sama di dalam urin.6. tetapi dikeluarkan melalui alat pengeluaran lainnya. Pemberian vaksinasi 2. Menghindari pergaulan bebas (berganti-ganti pasangan) KULIT . Sterilisasi penggunaan jarum suntik 6. Hepatitis adalah peradangan pada sel-sel hati. Menghindari penggunaan obat-obatan terlarang 4. G. disebabkan zat warna empedu beredar ke seluruh tubuh. D. Disebut demikian karena tubuh penderita menjadi kekuningan. Hepatitis B yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) 3.

garam dan sedikit urea oleh kelenjar keringat. Kemudian air bersama larutannya keluar melalui pori-pori yang merupakan . dan . Hal ini mengakibatkan banyak darah yang mengalir ke daerah tersebut.menyimpan kelebihan lemak .pelindung tubuh .mengatur suhu tubuh.tempat pembuatan vitamin D dari pro vitamin D dengan bantuan sinar matahari yang mengandung ultraviolet Proses Pembentukan Keringat Bila suhu tubuh kita meningkat atau suhu udara di lingkungan kita tinggi. pembuluhpembuluh darah di kulit akan melebar. Kulit merupakan benteng pertahanan tubuh kita yang utama karena berada di lapisan anggota tubuh yang paling luar dan berhubungan langsung dengan lingkungan sekitar.mengeluarkan keringat . Karena pangkal kelenjar keringat berhubungan dengan pembuluh darah maka terjadilah penyerapan air.Seluruh permukaan tubuh kita terbungkus oleh lapisan tipis yang sering kita sebut kulit. FUNGSI KULIT Fungsi kulit antara lain sebagai berikut: .

Ada tiga tipe jerawat. Berikut 4 langkah perawatan kulit yang sangat mendasar: 1. Pada bagian kulit ginjal terdapat jutaan nefron yang berfungsi sebagai penyaring darah. Bentuknya seperti kacang merah. menjaga kelenturan dan kekencangan kulit serta mencegah oksidasi lemak yang menyebabkan kulit menjadi kering. jeruk nipis. berjumlah sepasang dan terletak di daerah pinggang. Mandi Untuk Membersihkan Badan Mandi secara teratur menggunakan sabun. Tanaman-tanaman itu antara lain tomat. Setiap nefron tersusun dari Badan . sehingga asupan nutrisi kulit terpenuhi. Keringat yang keluar membawa panas tubuh. Struktur ginjal terdiri dari: kulit ginjal (korteks). Selain 8 gelas air segar setiap hari. asupan cairan yang baik bagi kulit bisa didapatkan dari buah dan sayuran. Cystic Acne (Jerawat Batu/Jerawat Jagung) Banyak jenis obat dan perawatan yang ditawarkan untuk menghilangkan jerawat. 4. Komedo 2. karena detergen yang terkandung di dalamnya cenderung meningkatkan pH kulit sehingga dapat menyebabkan kekeringan pada kulit. Namun kita perlu berhati-hati dalam memilih sabun. Nutrisi pada kulit digunakan untuk mengaktifkan sirkulasi darah ke kulit. sehingga sangat penting untuk menjaga agar suhu tubuh tetap normal.ujung dari kelenjar keringat. sumsum ginjal (medula) dan rongga ginjal (pelvis). Ukurannya kira-kira 11x 6x 3 cm. dan temulawak. Jerawat biasa 3. GINJAL Dunia kedokteran biasa menyebutnya ‘ren’ (renal/kidney). mentimun. yaitu: 1. bermanfaat menghilangkan lemak dan kotoran pada permukaan kulit. Namun. MENGATASI KELAINAN PADA KULIT Kulit perlu mendapat perawatan yang tepat agar senantiasa sehat. 2. Kelainan pada kulit yang banyak dialami oleh para remaja adalah jerawat. sesungguhnya alam sudah menyediakan aneka tanaman yang mampu menghilangkan jerawat. terdiri atas sel-sel yang berkembang dan membutuhkan berbagai nutrisi. Beratnya antara 120-170 gram. Makan Makanan Yang Mengandung Nutrisi Kulit seperti juga organ tubuh lain. belimbing wuluh. 3. Minum Air Putih Minimal 8 Gelas Setiap Hari Air berfungsi sebagai media untuk mengangkut dan membuang zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh dan mencegah kekeringan. Berolahraga Dengan Teratur Olahraga teratur 3 kali seminggu akan membantu kelancaran sirkulasi darah.

klorida. Penyerapan air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal. 1. Penyerapan kembali (reabsorbsi) Bahan-bahan yang masih diperlukan di dalam urin pimer akan diserap kembali di tubulus kontortus proksimal. keping darah. seperti glukosa. Menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme tubuh 2. Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. dan garam-garam lainnya 2. dan sebagian besar protein plasma. asam amino natrium. natrium. glukosa. Reabsorbsi (penyerapan kembali) elektrolit tertentu yang dilakukan oleh bagian tubulus ginjal 4. Menjaga keseimbanganan asam basa dalam tubuh manusia 5. sedangkan air melalui peristiwa osmosis. mengandung asam amino. kalium. sedangkan di tubulus kontortus distal terjadi penambahan zat-zat sisa dan urea. Hasil penyaringan di glomerulus disebut filtrat glomerolus atau urin primer. Gula dan asam amino meresap melalui peristiwa difusi. penyerapan kembali dan augmentasi. Badan Malpighi tersusun oleh Simpai Bowman (Kapsula Bowman) yang didalamnya terdapat Glomerolus. Menghasilkan zat hormon yang berperan membentuk dan mematangkan sel-sel darah merah (SDM) di sumsum tulang PROSES PEMBENTUKAN URINE Ginjal berperan dalam proses pembentukan urin yang terjadi melalui serangkaian proses. di glomelurus juga terjadi penyerapan kembali sel-sel darah.Malpighi dan saluran panjang (Tubula) yang bergelung. kalium. . Penyaringan (filtrasi) Proses pembentukan urin diawali dengan penyaringan darah yang terjadi di kapiler glomerulus. Sel-sel kapiler glomerulus yang berpori (podosit). . bikarbonat dan urea dapat melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan. Selain penyaringan. tekanan dan permeabilitas yang tinggi pada glomerulus mempermudah proses penyaringan. yaitu: penyaringan. FUNGSI GINJAL 1. Mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan 3. Bahan-bahan kecil yang terlarut di dalam plasma darah.

Makan makanan berlemak 2. zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. 1.Substansi yang masih diperlukan seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. obat-obatan seperti penisilin. urea dan sisa substansi lain. Merokok. Mengatasi Gagal Ginjal Kemajuan ilmu pengetahuan. Urin akan keluar melalui uretra. urin akan menuju rongga ginjal. Sebaliknya. Zat amonia. Minum minuman beralkohol. garam. konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah. misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin. Penyebab terjadinya gagal ginjal antara lain disebabkan oleh: 1. misalnya urea. memungkinkan fungsi ginjal digantikan. Dari tubulus-tububulus ginjal. 3. Jika kantong kemih telah penuh terisi urin. Komposisi urin yang dikeluarkan melalui uretra adalah air. kelebihan garam dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan bersama urin. Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder. KELAINAN PADA GINJAL Kelainan-kelainan pada ginjal diantaranya adalah gagal ginjal dan batu ginjal. Penggantian fungsi tersebut dikenal dengan Renal Replacement Therapy (RRT) atau Terapi Pengganti . Gagal Ginjal Gagal ginjal merupakan kelainan pada ginjal dimana ginjal sudah tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya yaitu menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme. dinding kantong kemih akan tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. Kurang berolahraga 4. Kolesterol dalam darah yang tinggi 3. dan 5. Augmentasi Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal. selanjutnya menuju kantong kemih melalui saluran ginjal.

Sebagian dari bagian atas ginjal terlindungi oleh iga ke sebelas dan duabelas. Apabila kita kurang minum atau sering menahan kencing. mineralmineral tersebut dapat mengendap dan membentuk batu ginjal. HD (Hemodialisis). yang berarti terletak di belakang peritoneum yang melapisi rongga abdomen. di bawah hati dan limpa. PD (Peritoneal Dialisis). Hal itu tentu menimbulkan rasa sakit yang hebat. dialisis melalui rongga perut 2. dialisis dengan bantuan mesin 2. Dialisis/cuci darah dibedakan menjadi: 1. Letak Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang perut atau abdomen. Di bagian atas (superior) ginjal terdapat kelenjar adrenal (juga disebut kelenjar suprarenal). yakni transplantasi/cangkok ginjal dan dialisis/cuci darah . Batu ginjal merupakan kristal yang terlihat seperti batu yang terbentuk di ginjal. Kristalkristal tersebut akan berkumpul dan saling berlekatan untuk membentuk formasi “batu”.Ginjal (TPG). Kedua ginjal terletak di sekitar vertebra T12 hingga L3. Ginjal bersifat retroperitoneal. Ada dua cara TPG. Ginjal ini terletak di kanan dan kiri tulang belakang. . saluran kemih manusia yang mirip selang akan teregang kuat karena menahan air seni yang tidak bisa keluar. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam goncangan. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit di bawah ginjal kiri untuk memberi tempat untuk hati. Apabila batu tersebut menyumbat saluran kemih antara ginjal dan kandung kemih. Batu Ginjal Urine banyak mengandung mineral dan berbagai bahan kimiawi. Urin belum tentu dapat melarutkan semua itu.

setiap ginjal memiliki ukuran panjang sekitar 11 cm dan ketebalan 5 cm dengan berat sekitar 150 gram. kemudian mereabsorpsi cairan dan molekul yang masih diperlukan tubuh. Pada bagian medulla ginjal manusia dapat pula dilihat adanya piramida yang merupakan bukaan saluran pengumpul. [sunting] Organisasi Bagian paling luar dari ginjal disebut korteks. Setiap glomerulus mendapat aliran darah dari arteri aferen. Molekul dan sisa cairan lainnya akan dibuang. Darah dapat disaring melalui dinding epitelium tipis yang berpori dari glomerulus dan kapsula Bowman karena adanya tekanan . Dinding kapiler dari glomerulus memiliki pori-pori untuk filtrasi atau penyaringan. dan ureter. Bagian paling dalam disebut pelvis. Setiap korpuskula mengandung gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus yang berada dalam kapsula Bowman. Sebuah nefron terdiri dari sebuah komponen penyaring yang disebut korpuskula (atau badan Malphigi) yang dilanjutkan oleh saluran-saluran (tubulus). Hasil akhir yang kemudian diekskresikan disebut urin. vena renal. Ginjal memiliki bentuk seperti kacang dengan lekukan yang menghadap ke dalam. Di tiap ginjal terdapat bukaan yang disebut hilus yang menghubungkan arteri renal. bagian lebih dalam lagi disebut medulla.Potongan membujur ginjal [sunting] Struktur detail Pada orang dewasa. Ginjal dibungkus oleh lapisan jaringan ikat longgar yang disebut kapsula. Reabsorpsi dan pembuangan dilakukan menggunakan mekanisme pertukaran lawan arus dan kotranspor. Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat terlarut (terutama elektrolit) dalam tubuh dengan cara menyaring darah. Unit fungsional dasar dari ginjal adalah nefron yang dapat berjumlah lebih dari satu juta buah dalam satu ginjal normal manusia dewasa.

Protein dalam bentuk molekul kecil dapat ditemukan dalam filtrat ini. Jaringan ginjal.2 liter per menit.7%) dalam filtrat masuk ke dalam tubulus konvulasi dan tubulus kolektivus melalui osmosis. menghasilkan 125 cc filtrat glomerular per menitnya. Lengkung Henle diberi nama berdasar penemunya yaitu Friedrich Gustav Jakob Henle di awal tahun 1860-an. Sebagian besar air (97. cairan dalan darah didorong keluar dari glomerulus. Warna biru menunjukkan satu tubulus Tubulus ginjal merupakan lanjutan dari kapsula Bowman. Darah manusia melewati ginjal sebanyak 350 kali setiap hari dengan laju 1. Bagian selanjutnya adalah lengkung Henle yang bermuara pada tubulus konvulasi distal. Darah yang telah tersaring akan meninggalkan ginjal lewat arteri eferen. Lengkung Henle menjaga gradien osmotik dalam pertukaran lawan arus yang digunakan untuk filtrasi. Filtrat yang dihasilkan akan masuk ke dalan tubulus ginjal. Filtrat plasma darah tidak mengandung sel darah ataupun molekul protein yang besar. Sel yang melapisi tubulus memiliki banyak mitokondria yang menghasilkan ATP dan memungkinkan terjadinya transpor aktif untuk menyerap kembali glukosa. Bagian yang mengalirkan filtrat glomerular dari kapsula Bowman disebut tubulus konvulasi proksimal.dari darah yang mendorong plasma darah. lapisan kaya protein sebagai membran dasar 3. dan berbagai ion mineral. asam amino. Laju penyaringan glomerular ini digunakan untuk tes diagnosa fungsi ginjal. melewati ketiga lapisan tersebut dan masuk ke dalam ruangan dalam kapsula Bowman dalam bentuk filtrat glomerular. Cairan mengalir dari tubulus konvulasi distal ke dalam sistem pengumpul yang terdiri dari: • • • tubulus penghubung tubulus kolektivus kortikal tubulus kloektivus medularis . Di antara darah dalam glomerulus dan ruangan berisi cairan dalam kapsula Bowman terdapat tiga lapisan: 1. kapiler selapis sel endotelium pada glomerulus 2. selapis sel epitel melapisi dinding kapsula Bowman (podosit) Dengan bantuan tekanan.

Akibatnya konsentrasi cairan jaringan akan kembali menjadi 98%. Akibatnya. urine yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pada pH 8. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Kadar ion natrium dikendalikan melalui sebuah proses homeostasis yang melibatkan aldosteron untuk meningkatkan penyerapan ion natrium pada tubulus konvulasi. Ginjal mempertahankan pH plasma darah pada kisaran 7. [sunting] Fungsi homeostasis ginjal Ginjal mengatur pH. mengandung macula densa dan sel juxtaglomerular. konsentrasi ion mineral.4 melalui pertukaran ion hidronium dan hidroksil. untuk menekan sekresi air) sehingga terjadi perubahan tingkat absorpsi air pada tubulus ginjal. dan komposisi air dalam darah. Sel juxtaglomerular adalah tempat terjadinya sintesis dan sekresi renin Cairan menjadi makin kental di sepanjang tubulus dan saluran untuk membentuk urin. cari Paru-paru Paru-paru menyampingi jantung dan pembuluh darah besar . yang kemudian dibawa ke kandung kemih melewati ureter.Tempat lengkung Henle bersinggungan dengan arteri aferen disebut aparatus juxtaglomerular. Paru-paru Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Kelenjar pituitari mensekresi hormon antidiuretik (vasopresin. Kenaikan atau penurunan tekanan osmotik darah karena kelebihan atau kekurangan air akan segera dideteksi oleh hipotalamus yang akan memberi sinyal pada kelenjar pituitari dengan umpan balik negatif.

Jika otot ini mengerut. Paru-paru manusia adalah contoh tipikal paru-paru jenis ini. yakni kantung-kantung kecil yang dikelilingi kapiler yang berisi darah. Paru-paru juga mempunyai fungsi nonrespirasi. Pada gambar ini. Fungsinya adalah menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah. ruang yang menampung paru-paru akan meluas. dari kata Latin pulmones untuk paru-paru. yang bercabang-cabang dan ujungnya merupakan alveoli. dan begitu pula sebaliknya. Bernapas terutama digerakkan oleh otot diafragma di bawah. Darah terdeoksigenisasi dari jantung mencapai paru-paru melalui arteri paru-paru dan. Wikimedia Commons memiliki galeri mengenai: Paru-paru . Akibatnya. setelah dioksigenisasi. Tulang rusuk juga dapat meluas dan mengerut sedikit. bagian dalam paru-paru tissue telah dibuka untuk menampilkan bronchioles[1] Paru-paru adalah organ pada sistem pernapasan (respirasi) dan berhubungan dengan sistem peredaran darah (sirkulasi) vertebrata yang bernapas dengan udara.dalam rongga dada[1] Udara masuk dan keluar ke dan dari paru-paru melalui sebuah jalur cartilaginous — yang dikenal dengan nama bronchi dan bronchioles. Di sini oksigen dari udara berdifusi ke dalam darah. [sunting] Paru-paru mamalia Paru-paru mamalia bertekstur seperti spons dan tertutupi epitelium. dan kemudian dibawa oleh hemoglobin. Prosesnya disebut "pernapasan eksternal" atau bernapas. beredar kembali melalui vena paru-paru. Istilah kedokteran yang berhubungan dengan paru-paru sering mulai di pulmo-. sehingga permukaan totalnya jauh lebih besar daripada permukaan luar paru-paru itu sendiri. udara terhirup masuk dan terdorong keluar paru-paru melalui trakea dan tube bronkial atau bronchi.

kelenjar keringat tidak aktid dan pembuluh kapiler di kulit menyempit. akar rambut. serta untuk pengaturan suhu tubuh. Sebaliknya. [sunting] Dermis Artikel utama untuk bagian ini adalah: Dermis Lapisan ini mengandung pembuluh darah. Kelenjar keringat menghasilkan keringat. [sunting] Fungsi Kulit memiliki beberapa fungsi: • • • • Sebagai alat pengeluaran berupa kelenjar keringat.[sunting] Rujukan 1. Sebagai alat peraba. 20th ed. dan urea. Melebarnya pembuluh kapiler akan memudahkan proses pembuangan air dan sisa metabolisme. penyinaran. Tempat dibuatnya Vit D dengan bantuan sinar matahari. Lapisan Malpighi terdiri atas lapisan spinosum dan lapisan germinativum. Keluarnya keringat dikontrol oleh hipotalamus. tergantung pada kebutuhan tubuh dan pengaturan suhu. Pada suhu lingkungan tinggi (panas). ^ a b Gray's Anatomy of the Human Body.000 ml setiap hai. kelenjar keringat menjadi aktif dan pembuluh kapiler di kulit melebar. dan kelenjar minyak. ujung saraf. Sebagai pelindung organ dibawahnya. Lapisan Malpighi mengandung pigmen melanin yang memberi warna pada kulit. Keringat mengandung air. 1918 Epidermis Artikel utama untuk bagian ini adalah: Epidermis Epidermis tersusun atas lapisan tanduk (lapisan korneum) dan lapisan Malpighi. dan bibit penyakit. Aktifnya kelenjar keringat mengakibatkan keluarnya keringat ke permukaan kulit dengan cara penguapan. Penguapan mengakibatkan suhu di permukaan kulit turun sehingga kita tidak merasakan panas lagi. sehingga suhu tubuh tetap dan tubuh tidak mengalami kendinginan. Lapisan korneum merupakan lapisan kulit mati. . akibatnya penguapan sangat berkurang. pelindung terhadap kerusakan fisik. Banyaknya keringat yang dikeluarkan dapat mencapai 2. Lapisan spinosum berfungsi menahan gesekan dari luar. yang dapat mengelupas dan digantikan oleh selsel baru. Pada keadaan ini darah tidak membuang sisa metabolisme dan air. Fungsi lain sebagai alat ekskresi adalah sebgai organ penerima rangsangan. saat suhu lingkungan rendah. kelenjar keringat. garam. mengantikan lapisan sel-sel pada lapisan korneum. Lapisan germinativum mengandung sel-sel yang aktif membelah diri.

Sekresi yang terjadi meliputi berbagai sitokina. Sel non-parenkimal menempati sekitar 6. 40% sel hati terdapat pada lobus sinusoidal. limfosit intrahepatik seperti sel pit. transferin dan seruloplasmin. endotelin-1. urea. hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. tepatnya di bawah diafragma. Filtrasi merupakan salah satu fungsi lumen lobus sinusoidal yang memisahkan permukaan hepatosit dari darah. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. sel Ito. SEC memiliki kapasitas endositosis yang sangat besar dengan berbagai ligan seperti glikoprotein. . Tempat menimbun lemak.[1] Sel parenkimal pada hati disebut hepatosit. Lobus hati terbentuk dari sel parenkimal dan sel non-parenkimal. lihat Hati (disambiguasi). nitrat oksida dan beberapa komponen ECM. dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino.5% volume hati dan memproduksi berbagai substansi yang mengendalikan banyak fungsi hepatosit. terletak dalam rongga perut sebelah kanan. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.• • Pengatur suhu tubuh. Hati Hati manusia Hati (bahasa Yunani: ἡπαρ. Hati Dari Wikipedia bahasa Indonesia. cari Untuk kegunaan lain dari Hati. kompleks imun. Berdasarkan fungsinya. hēpar) merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh. seperti sel Kupffer. eikosanoid seperti prostanoid dan leukotriena. SEC juga berfungsi sebagai sel presenter antigen yang menyediakan ekspresi MHC I dan MHC II bagi sel T. lumen lobus terbentuk dari SEC dan ditempati oleh 3 jenis sel lain. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia. menempati sekitar 80% volume hati dan melakukan berbagai fungsi utama hati.

Saat hati berada pada kondisi normal. hati menghasilkan: . nitrat oksida. Daftar isi [sembunyikan] • • • • • • • 1 Fungsi hati 2 Regenerasi sel hati 3 Sel punca 4 Penyakit pada hati 5 Transplantasi hati 6 Rujukan 7 Pranala luar [sunting] Fungsi hati Berbagai jenis tugas yang dijalankan oleh hati. Aktivitas sel pit dapat ditingkatkan dengan stimulasi interferon-γ. TNF-α. terutama paparan LPS. sel T-αβ dan sel NKT. sel Ito menyimpan vitamin A guna mengendalikan kelenturan matriks ekstraselular yang dibentuk dengan SEC. merupakan sel dengan banyak vesikel lemak di dalam sitoplasma yang mengikat SEC sangat kuat hingga memberikan lapisan ganda pada lumen lobus sinusoidal. Paparan larutan bakterial yang tinggi. sebagai respon kekebalan turunan dalam fasa infeksi primer. Selain itu. dilakukan oleh hepatosit. Beberapa fungsi hati dapat digantikan dengan proses dialisis hati. pada hati masih terdapat sel T-γδ. Sebagai kelenjar.Sel Ito berada pada jaringan perisinusoidal. IL-10. yang juga merupakan kelenturan dari lumen sinusoid. membuat sel Kupffer melakukan sekresi berbagai sitokina yang memicu proses peradangan dan dapat mengakibatkan cedera pada hati. Sel pit merupakan limfosit dengan granula besar. seperti sel NK yang bermukim di hati. namun teknologi ini masih terus dikembangkan untuk perawatan penderita gagal hati. merupakan makrofaga dengan kemampuan endositik dan fagositik yang mencengangkan. Hingga saat ini belum ditemukan organ lain atau organ buatan atau peralatan yang mampu menggantikan semua fungsi hati. Sel Kupffer berada pada jaringan intrasinusoidal. Sekresi antara lain meliputi spesi oksigen reaktif. dan mencegah aktivasi efek toksin senyawa tersebut ke dalam hati. Sel Kupffer sehari-hari berinteraksi dengan material yang berasal saluran pencernaan yang mengandung larutan bakterial. eikosanoid. Sel pit dapat menginduksi kematian seketika pada sel tumor tanpa bergantung pada ekspresi antigen pada kompleks histokompatibilitas utama. karbon monoksida.

angiotensinogen. Sekresi empedu berguna untuk mencerna lemak. Pada triwulan awal pertumbuhan janin. pigmen bilirubin. asam lemak non ester dan gliserol. mengaktifkan lipase.• • • • • • • • • • • • • empedu yang mencapai ½ liter setiap hari. garam empedu. membantu daya absorpsi lemak di usus. proses ini tidak dapat mengkonversi gliserol menjadi glukosa. Empedu merupakan cairan kehijauan dan terasa pahit. Pada manusia dan beberapa jenis mamalia. Apabila saluran empedu di hati tersumbat. II.[2] Glikogenolisis. Empedu mengandung kolesterol. bersama dengan lintasan . V. X. hati juga berperan dalam metabolisme karbohidrat yang lain: • • Glukoneogenesis. glutamat-piruvat transferase dan lactat dehydrogenase Selain melakukan proses glikolisis dan siklus asam sitrat seperti sel pada umumnya. dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air. Hormon glukagon merupakan stimulator utama kedua lintasan glikogenolisis dan glukoneogenesis menghindarikan tubuh dari simtoma hipoglisemia. IX. albumin. sebuah enzim yang disekresi oleh ginjal saat ditengarai kurangnya tekanan darah oleh juxtaglomerular apparatus. defisiensi glukagon akan menghambat kedua lintasan ini. sebuah protein polipeptida yang berperan penting dalam pertumbuhan tubuh dalam masa kanak-kanak dan tetap memiliki efek anabolik pada orang dewasa. enzim arginase yang mengubah arginina menjadi ornintina dan urea. sintesis glukosa dari beberapa substrat asam amino. sebuah hormon yang berperan untuk meningkatkan tekanan darah ketika diaktivasi oleh renin. yang kemudian disimpan di dalam kantong empedu atau diekskresi ke duodenum. XI protein C. trombopoietin. hati merupakan organ utama sintesis sel darah merah. protein S dan anti-trombin. enzim glutamat-oxaloasetat transferase. sebuah hormon glikoprotein yang mengendalikan produksi keping darah oleh sumsum tulang belakang. sebagian besar asam amino faktor koagulasi I. Ornintina yang terbentuk dapat mengikat NH³ dan CO² yang bersifat racun. namun meningkatkan toleransi glukosa.[3] Lintasan ini. Orang yang demikian dikatakan menderita penyakit kuning. garam mineral. hingga mencapai sekitar sumsum tulang belakang mampu mengambil alih tugas ini. berasal dari hemoglobin sel darah merah yang telah tua. lintasan katabolisme glikogen menjadi glukosa untuk kemudian dilepaskan ke darah sebagai respon meningkatnya kebutuhan energi oleh tubuh. asam laktat. komponen osmolar utama pada plasma darah. Pada model tikus. VII. empedu masuk ke peredaran darah sehingga kulit penderita menjadi kekuningan. trigliserida melalui lintasan lipogenesis kolesterol insulin-like growth factor 1 (IGF-1). Lintasan dipercepat oleh hormon insulin seiring dengan hormon tri-iodotironina melalui pertambahan laju siklus Cori. dan biliverdin.

adalah sel yang sangat unik. muncul pada saat-saat terjadi kehilangan massa sel. Potensi hepatosit untuk melakukan proliferasi. seperti metilasi. Regenerasi tercapai dengan interaksi yang sangat kompleks antara sel yang terdapat dalam hati. duodenum. zat empedu ini mengalami oksidasi menjadi urobilin sehingga warna feses dan urin kekuningan. lintasan anabolisme glikogen dari glukosa. dan heme. hepatosit. globin.glukoneogenesis pada saluran pencernaan dikendalikan oleh kelenjar hipotalamus. degradasi amonia menjadi urea degradasi zat toksin dengan lintasan detoksifikasi. sel Ito dan sel punca.[5] [sunting] Regenerasi sel hati Kemampuan hati untuk melakukan regenerasi merupakan suatu proses yang sangat penting agar hati dapat pulih dari kerusakan yang ditimbulkan dari proses detoksifikasi dan imunologis. kelenjar tiroid. selain glikogen: • • • • • vitamin A (cadangan 1–2 tahun) vitamin D (cadangan 1–4 bulan) vitamin B12 (cadangan 1-3 tahun) zat nesi zat tembaga. Di dalam usus. Zat besi dan globin didaur ulang. Fasa akut yang berkepanjangan akan berakibat pada simtoma hipoalbuminemia dan hiperfibrinogenemia.[7] yang disebut fasa prima atau fasa kompetensi replikatif[8] dan umumnya dipicu oleh sel Kupffer melalui sekresi sitokina IL6 dan TNF-α. [4] • Glikogenesis. Pada fasa ini.[6] Hepatosit. sedangkan heme dirombak menjadi metabolit untuk diekskresi bersama empedu sebagai bilirubin dan biliverdin yang berwarna hijau kebiruan. Hemoglobin yang terkandung di dalamnya dipecah menjadi zat besi. pankreas. Hati juga berperan dalam sistem kekebalan dengan banyaknya sel imunologis pada sistem retikuendotelial yang berfungsi sebagai tapis antigen yang terbawa ke hati melalui sistem portal hati. Perpindahan fasa infeksi dari fasa primer menjadi fasa akut. dengan organ ekstra-hepatik. hipotalamus. sel endotelial sinusoidal. dan pada lintasan katabolisme: • • • • degradasi sel darah merah. degradasi insulin dan beberapa hormon lain. ditandai oleh hati dengan menurunkan sekresi albumin dan menaikkan sekresi fibrinogen. kelenjar adrenal. hepatosit memasuki siklus sel dari fasa G0 ke fasa G1. . sel Kupffer. Hati juga mencadangkan beberapa substansi.

TNF-α dapat memberikan efek proliferatif atau apoptotik.[13] Sekresi ROS ke dalam sitoplasma hepatosit akan mengaktivasi faktor transkripsi NF-kappaB. hormon faktor pertumbuhan dan aktivasi faktor transkripsi. Lintasan fibrosis yang tidak segera mendapat perawatan. Bcl-2. haptoglobin dan fibrinogen-β yang diperlukan hepatosit dalam proliferasi. apabila terjadi fibrosis hati.[21] Induksi NFkappaB pada fasa ini diperlukan untuk mencegah apoptosis dan memicu derap siklus sel yang wajar.[22] .[14] Pada sel Kupffer. Lintasan kedua adalah lintasan PI3-K/PDK1/Akt yang mengendalikan ukuran sel melalui molekul mTOR. Bcl-xL.[15] Stres oksidatif yang dapat ditimbulkan oleh ROS maupun kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh berbagai sitokina. Hormon tri-iodotironina.[11] juga memiliki kapasitas dalam proliferasi hepatosit sebagai mitogen yang berperan pada siklin D1. Regenerasi hati setelah hepatektomi parsial merupakan proses yang sangat rumit di bawah pengaruh perubahan hemodinamika. protein anti-apoptosis Bcl-2.[12] mempercepat konsumsi O2 oleh mitokondria dengan mengaktivasi transkripsi pada gen pernafasan hingga meningkatkan produksi spesi oksigen reaktif. ROS dalam sitoplasma. HNF-1. dan EGF[9] dengan dua lintasan. seperti CEBP-alfa. HGF. STAT3. akan mengaktivasi sekresi sitokina TNF-α. sebelum stimulasi hormon tri-iodotironina. bergantung pada spesi oksigen reaktif dan glutation. dan MnSOD. Ref1. dan EGF merupakan faktor pertumbuhan yang berasal dari substrat serina dan protein logam[10] yang menginduksi sintesis DNA. c-Jun dan STAT-3. Hormon PRL yang disekresi oleh kelenjar hipofisis menginduksi respon hepatotrofik sebagai mitogen yang berperan dalam proses proliferasi dan diferensiasi. lambat laun akan berkembang menjadi sirosis hati[19] dan mengharuskan penderitanya untuk menjalani transplantasi hati atau hepatektomi demi kelangsungan hidupnya. walaupun kehilangan sebagian massanya.[18] Kemampuan ini dapat sirna.[20] PRL memberi pengaruh kepada peningkatan aktivitas faktor transkripsi yang berperan dalam proliferasi sel. c-Jun merupakan salah satu protein penyusun AP-1. yaitu NFkappaB.[8] Lintasan pertama adalah lintasan IL-6/STAT3 yang berperan dalam siklus sel melalui siklin D1/p21 dan perlindungan sel dengan peningkatan rasio FLIP. HNF-4 dan HNF-3. modulasi sitokina.[9] Proliferasi hepatosit diinduksi oleh stimulasi sitokina HGF dan TGF-α. hingga hepatosit tidak dapat masuk ke dalam siklus sel. selain sebagai zat anti-apoptosis dan antioksidan. seperti mangan superoksida dismutase. minimal 4 faktor transkripsi diaktivasi sebelum hepatosit masuk ke dalam fasa proliferasi. TGF-α. yang mengarah pada proses mitosis. AP-1 dan C/EBPbeta.[16] sedangkan laju proliferasi hepatosit dikendalikan oleh kadar etanolamina sebagai faktor hepatotrofik humoral. dapat dilenyapkan dengan asupan tosoferol (100 mg/kg) atau senyawa penghambat gadolinium klorida (10 mg/kg) seperti yang dimiliki oleh sel Kupffer. i-nitrat oksida sintase. seperti AP-1. Ikatan yang terjadi antara ketiga sitokina ini dengan hepatosit akan menginduksi ekspresi pencerap enzim antioksidan. dan diferensiasi dan terpeliharanya metabolisme. IL-6 dan IL1 untuk disekresi. selain menurunkan kadar kolesterol pada hati.[17] Kemampuan hati untuk melakukan regenerasi telah diketahui semenjak jaman Yunani kuno dari cerita mitos tentang seorang titan yang bernama Prometheus.

pada hati masih terdapat jenis sel lain yaitu sel intra-hepatik yang sering disebut sel oval.[33] dan CEA. hati menjadi sangat rentan terhadap datangnya berbagai penyakit. Hepatosit duktular dianggap merupakan sel transisi yang terkait antara lain dengan:[28] • • • metaplasia duktular dari hepatosit parenkimal menjadi epitelium biliari intrahepatik konversi metaplasia dari epitelium duktular menjadi hepatosit parenkimal diferensiasi dari sel punca dari silsilah hepatosit tergantung pada jenis gangguan yang menyerang hati. Namun dalam kondisi saat proliferasi hepatosit terhambat atau tertunda. atau kanal Hering. Setelah itu sel oval akan terdiferensiasi menjadi hepatosit duktular. ditemukan bahwa sel punca yang berasal dari sumsum tulang belakang dapat terdiferensiasi menjadi hepatosit. dan bergantung hanya kepada proliferasi hepatosit. Hati akan merespon berbagai penyakit tersebut dengan meradang.[23][25] Sel oval merupakan bentuk diferensiasi dari sel progenitor yang berada pada area portal dan periportal. patogen yang disebabkan oleh infeksi akut sejenis virus DNA yang memiliki fokus infeksi berupa templat transkripsi yang disebut cccDNA yang termetilasi. yang disebut hepatitis Seringkali hepatitis dimulai dengan reaksi radang patobiokimiawi yang disebut fibrosis hati. umumnya tidak melibatkan sel progenitor intra-hepatik dan sel punca ekstra-hepatik (hemopoietik).[27] Proliferasi yang terjadi pada sel oval akan membentuk saluran ekskresi yang menghubungkan area parenkima tempat terjadinya kerusakan hati dengan saluran empedu. sehingga mengakibatkan siklus sel hepatosit menjadi tersendat-sendat.[31] Regenerasi juga dapat dipicu dengan D-galaktosamina.[35][36] atau karena infeksi viral.[34] Fibrosis hati dapat disebabkan oleh rendahnya rasio plasma HGF. patogen serupa hepatitis B yang disebabkan oleh infeksi virus RNA dengan fokus infeksi berupa metilasi DNA. Oleh karena lokasi yang sangat strategis dan fungsi multi-dimensional. terutama pada berkas GADD45beta.[23] dan hepatosit duktular.[24] Regenerasi hati setelah hepatektomi parsial.[sunting] Sel punca Selain hepatosit dan sel non-parenkimal. dengan simtoma paraklinis berupa peningkatan rasio plasma laminin.[37] atau hepatitis C.[29][30] dengan mediasi hormon G-CSF sebagai kemokina dan mitogen. sebuah glikoprotein yang disekresi sel Ito. seperti hepatitis B. Pada mode tikus dengan 70% hepatektomi. [32] [sunting] Penyakit pada hati Hati merupakan organ yang menopang kelangsungan hidup hampir seluruh organ lain di dalam tubuh. sel oval yang berada di area periportal akan mengalami proliferasi dan diferensiasi menjadi hepatosit dewasa. dan induksi regenerasi hepatik dengan asetilaminofluorena-2.[26] dan hanya ditemukan saat hati mengalami cedera. asam hialuronat dan sejenis aminopeptida yaitu prokolagen tipe III.[38][39] .

asam ursodeoksikolat bersama dengan glutation bersinergis sebagai antioksidan yang melindungi sardiolipin dan fosfatidil serina hingga mencegah terjadinya sirosis hati.Fibrosis hati memerlukan penangan sedini mungkin. Permintaan energi yang tinggi pada kondisi ini menyebabkan mitokondria tidak dapat memulihkan cadangan ATP hingga dapat memicu sirosis hati. Pada tahun 1953. Setelah terjadi kanker hati. stimulasi proliferasi hepatosit akan meluruhkan fokus infeksi virus hepatitis B. Hal ini dapat diinduksi dengan stimulasi timbal nitrat (LN. kurkumin merupakan senyawa organik yang menurunkan paraklinis steatohepatitis. dan Medawar menemukan bahwa toleransi kimerisme[52] dapat diinduksi oleh infus sel hematolimfopoietik donor pada model tikus. seperti pada model tikus. yaitu proliferasi yang tidak disertai aktivasi faktor transkripsi genetik. Brent. 60 mg/kg).[53] .[44] serta membuat mitokondria menjadi rentan terhadap kematian oleh nekrosis akibat rendahnya rasio ATP dalam matrik mitokondria.[41] oleh karena sel kanker mengalami hiperplasia hepatik.[49] Disfungsi mitokondria juga ditemukan pada seluruh patogenesis hati. Apoptosis kronis kemudian dikompensasi dengan peningkatan laju proliferasi hepatosit. atau oleh apoptosis melalui pembentukan apoptosom dan peningkatan permeabilitas membran mitokondria dengan mekanisme Fas/TNF-α.[40] sebelum berkembang menjadi sirosis hati atau karsinoma hepatoselular.[43] Hal ini akan berlanjut pada pengendapan lemak. dan menyebabkan mutasi genetik dan kanker. Billingham. senyawa siklosporina yang memiliki potensi untuk memicu proliferasi hepatosit. siproteron asetat (CPA. 100 mikromol/kg). dan nafenopin (NAF. melatonin merupakan senyawa yang menurunkan fibrosis hati. yang disebut steatohepatitis.[42] Hepatitis juga dapat dimulai dengan defisiensi mitokondria di dalam hepatosit. dari kasus radang hingga kanker dan transplantasi.[51] [sunting] Transplantasi hati Teknologi transplantasi hati merupakan hasil yang dikembangkan dari penelitian pada beberapa bidang studi kedokteran.[43] Sel hepatosit apoptotik akan dicerna oleh sel Ito menjadi fibrinogen dengan reaksi fibrogenesis setelah diaktivasi oleh produk dari peroksidasi lipid dan rasio leptin yang tinggi.[45] sedang pada model kelinci. justru akan mempercepat perkembangan sel kanker. akan terjadi akumulasi elektron pada respiratory chain kompleks I dan III yang menurunkan kadar antioksidan. stres oksidatif dan peroksidasi lipid. disertai DNA yang rusak oleh disfungsi mitokondria. Disfungsi mitokondria akan berdampak pada homeostasis senyawa lipid dan peningkatan rasio spesi oksigen reaktif yang menginduksi TNF-α.[44] sedangkan peroksidasi lipid akan menyebabkan kerusakan pada DNA mitokondria dan membran mitokondria sisi dalam yang disebut sardiolipin.[46] sedang hormon serotonin[47] dan kurangnya asupan metionina kolina[48] memberikan efek sebaliknya dengan resistansi adiponektin. 200 mg/kg).[50] Pada kolestasis kronik. dengan peningkatan laju oksidasi-beta asam lemak. Pada model tikus.

[54] Pada saat yang hampir bersamaan teori mengenai transplantasi multiviseral dan hati juga berkembang dari studi imunosupresi yang mempelajari algoritma empiris dari pengenalan pola dan respon terapis. transplantasi hati dilakukan hanya pada saat hati telah memasuki jenjang akhir suatu penyakit. yang disebut sebagai mekanisme seminal.[57] Pada model tikus. dibuktikan bahwa canine dan allograft manusia memiliki toleransi kimersime yang dapat terinduksi otomatis dengan bantuan imunosupresi. Starzl dari Amerika Serikat. hingga pada akhir 1962 disimpulkan dengan keliru. untuk keseimbangan repopulasi sel donor dengan sel hasil diferensiasi dari sel punca inang. Dewasa ini. yang memberikan harapan hidup yang sangat panjang bagi penerima donor organ. Pada awal 1960. toleransi oleh sumsum tulang belakang.[55] keberhasilan pertama tercatat pada tahun 1967 dengan azatioprina.[59] Terapi imunosupresif tersebut ditujukan untuk menekan sel T dan sel NK inang guna memberikan ruang di dalam sumsum tulang belakang untuk transplantasi sel punca hematopoietik dari organ donor melalui terapi mielosupresif. oleh Thomas E. prednison dan globulin antilimfoid.[52] Rentang waktu antara 1967 hingga 1979 mencatat 84 kali transplantasi hati pada anak dengan 30% daya tahan hidup hingga 2 tahun.[52] Transplantasi hati yang pertama dilakukan di Denver pada tahun 1963.[55] Perkembangan studi imunosupresi kemudian memberikan perbaikan dan harapan hidup lebih panjang bagi pasien. bahwa transplantasi melibatkan dua sistem kekebalan yang berbeda. pada dasarnya. Konsekuensi kesimpulan tersebut menjadi dogma bahwa tolerogenisitas hati. yang dapat dilakukan secara mandiri atau bersama-sama antara sel T CD4 dan sel T CD8.[53] Kekeliruan ini tidak terkoreksi dengan baik hingga tahun 1990. tidak hanya dengan sumsum tulang belakang. antara lain dengan pergantian azatioprina dengan siklosporina pada tahun 1979. tetapi dengan seluruh organ tubuh yang lain. setelah diketahui hubungan antara aspek imunologis dari transplantasi.[53] Salah satu temuan adalah aktivasi sistem kekebalan turunan oleh sel NK dan interferon-γ segera setelah transplantasi selesai dilakukan. sel hepatosit donor ditemukan bersifat sangat antigenik sehingga memicu respon penolakan.[54] Pada tahun 1992. atau telah terjadi disfungsi akut yang disebut fulminant hepatic .[58] Untuk itu diperlukan terapi imunosupresif yang intensif sebelum transplantasi dilakukan. disusul oleh keberhasilan transplantasi sumsum tulang belakang manusia pada tahun 1968. yang disebut preparative regimen atau conditioning untuk mencegah penolakan organ donor oleh sistem kekebalan inang. neoplasma dan kelainan otoimun. Respon kekebalan dan toleransi kekebalan antara organ donor dan tubuh ditemukan merupakan fungsi dari migrasi dan lokalisasi leukosit. infeksi. berbeda. dikembangkan teori mikrokimerisme leukosit donor[56] dengan cakupan donor dari silsilah berlainan. lalu tergantikan dengan takrolimus pada tahun 1989.Pada tahun 1958 studi canine mengembangkan suatu teori mengenai molekul hepatotrofik pada portal pembuluh balik pada hati dan menemukan hormon insulin sebagai faktor hepatotrofik utama dari beberapa faktor lain yang ada.

seperti kanker metastatis di luar organ hati. Beberapa ahli berpedoman pada kriteria Milan untuk seleksi pasien transplantasi hati. Kasus transplantasi hati pada manusia umumnya disebabkan oleh sirosis hati akibat dari hepatitis C kronis. biasanya berasal dari manusia lain yang baru saja meninggal dunia akibat cedera otak traumatik (kadaverik). hepatitis otoimun dll. Transplantasi hati berpotensi dapat diterapkan. disebut allograft. yaitu penempatan organ donor pada posisi anatomik yang sama dengan posisi awal organ sebelumnya. pada tahun 1989. operasi hepatektomi mengangkat 20% hati pada segmen Coinaud 2 dan 3 dari orang dewasa untuk didonorkan kepada seorang anak. .failure. Teknik transplantasi lain menggunakan organ manusia yang masih hidup. hanya jika penerima organ donor tidak memiliki kondisi lain yang memberatkan. ketergantungan alkohol. Teknik umum yang digunakan adalah transplantasi ortotopik. ketergantungan pada obat-obatan atau alkohol. Organ donor.